P. 1
Teori Dan Hukum Konstitusi Block Book Revised

Teori Dan Hukum Konstitusi Block Book Revised

|Views: 233|Likes:
Published by ceep2310

More info:

Published by: ceep2310 on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2015

pdf

text

original

TEORI DAN HUKUM KONSTITUSI -WHI 3215Block Book

Planning Group: Edward T.L. Hadjon, S.H., LL.M. (Koordinator) e-mail: www.hadjon.edward@gmail.com I Gede Yusa S.H., M.H. Bagian Hukum Tata Negara FH UNUD.

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA 2009 / 2010
1. Pengantar

Pemahaman konstitusi pada saat ini sedikit bergeser akibat adanya perubahan nilai-nilai politik yang dikembangkan dalam suatu negara. Seyogianya pemahaman tentang teori konstitusi sangat penting sebagai acuan dalam penerapan aturan dasar suatu negara sebagai hasil interaksi politik dan sosial. Pembelajaran mengenai teori dan hukum konstitusi berada di bawah naungan mata kuliah wajib Hukum Tata Negara, kemudian disebut dengan HTN. Kajian ini adalah prasyarat bagi mereka yang akan mengambil mata kuliah Ilmu Perbandingan HTN dan sebagai dasar yang melengkapi kajian-kajian dalam bidang HTN pada umumnya. Teori Konstitusi adalah sebuah kajian dalam garis besar tentang apa dan bagaimana konstitusi sepanjang sejarah, dalam hal ini dibicarakan sejumlah pengertian dasar tentang konstitusi, faham-faham atau doktrin-doktrin yang penting mengenai konstitusi yang tidak terlepas kaitannya dengan pola pandang suatu bangsa dalam perspektif negara modern. Fokus pembelajaran Teori dan Hukum Konstitusi ini adalah pada pemahaman tentang dasar-dasar konstitusi dan hukum konstitusi, norma dasar, cita hukum dan konstitusi, teori konstitusi, eksistensi konstitusi, klasifikasi konstitusi, muatan konstitusi dan hukum konstitusi Indonesia sendiri. 2. Identifikasi Mata Kuliah WHI 3215 Team Pengajar : : TEORI DAN HUKUM KONSTITUSI Prof. Dr. I Dewa Gede Atmadja, S.H., M.S. I Gede Yusa, S.H., M.H. Wayan Suarbha, S.H. Edward T.L. Hadjon, S.H., LL.M Status Mata Kuliah SKS 3. Deskripsi Mata Kuliah : : MK Wajib 2

Total pertemuan 14 kali. V. VIII. hingga pada akhir pertemuan perkuliahan akan mendapat penjelasan yang nyata mengenai konstitusi dan hukum konstitusi Indonesia. Satu kali pertemuan untuk Ujian Tengah Semester. dan XI. Setelah memahami konsep tersebut akan lebih dalam lagi menyentuh pengertian dan sifat konstitusi itu sendiri. VI. 4.Tujuan perkuliahan ini adalah mempelajari Teori dan Hukum Konstitusi dengan pendekatan secara historis. IX. III. IV. teori konstitusi. norma dasar dan cita hukum konstitusi. Tutorial 6 kali pertemuan yaitu pertemuan II. dan politis. Metode dan Strategi Proses Pembelajaran Metode Perkuliahan adalah Problem Based Learning (PBL) pusat pembelajaran ada pada mahasiswa. Tujuan Mata Kuliah Melalui pemahaman terhadap Mata Kuliah Teori dan Hukum Konstitusi mahasiswa diharapkan memahami pengetahuan tentang dasar-dasar pemikiran Konstitusi dan Hukum Konstitusi. Strategi pembelajaran : Kombinasi perkuliahan 50 % (6 kali pertemuan perkuliahan) dan tutorial 50 % (6 kali pertemuan tutorial). Pelaksanaan Perkuliahan : Dalam Mata Kuliah Teori dan Hukum Konstitusi. Sesuai dengan fokus pembelajaran yang telah dijelaskan dalam pengantar di atas. eksistensi konstitusi. yuridis. perkuliahan dirancang berlangsung selama 6 kali pertemuan yaitu pertemuan I. dan satu kali untuk Ujian Akhir Semester. serta mampu menganalisis persoalan-persoalan hukum dalam praktek berkaitan dengan Konstitusi dan Hukum Konstitusi. Metode yang diterapkan adalah “belajar” (learning) bukan “mengajar”(teaching). dan XII. . 5. X. pada pertemuan pertama akan dibahas mengenai konsepsi atau dasar-dasar hukum konstitusi. klasifikasi konstitusi dan hukum konstitusi Indonesia. VII. Perhatian pada pertemuan pertama adalah pada pemahaman terhadap istilah dan pengertian hukum konstitusi.

membaca dan memahami pokok bahasan yang akan dikuliahkan sesuai dengan arahan (guidance) dalam BlockBook.Strategi Perkuliahan : Perkuliahan tentang sub-sub pokok bahasan dipaparkan dengan alat bantu media papan tulis. serta penyiapan bahan bacaan tertentu yang dipandang sulit diakses oleh mahasiswa. Sebelum mengikuti perkuliahan mahasiswa sudah mempersiapkan diri (self study) mencari bahan materi. Materi Perkuliahan Range 80-100 65-79 55-64 40-54 0-39 + 2(UAS) . tanya jawab dan diskusi (proses pembelajaran dua arah). Penilaian Penilaian akhir dari proses belajar berdasarkan Rumus Nilai Akhir sesuai Buku Pedoman yaitu : (UTS+TT) 2 NA 3 Nilai A B C D E 7. power point slide. 6. Teknik perkuliahan : pemaparan materi. Ujian dan Penilaian Ujian Ujian dilaksanakan dua kali dalam bentuk tertulis yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).

Hukum Konstitusi Indonesia     Dualisme Naskah UUD 1945 Interpretasi Konstitusi Penegakan Norma Hukum Konstitusi Pelestarian Konstitusi . Dasar-Dasar Pemikiran Konstitusi dan Hukum Konstitusi     Istilah dan Pengertian Konstitusi dan Konstitusionalisme Nilai Konstitusi Sifat Norma Konstitusi II. Tujuan dan Fungsi Konstitusi III. Supremasi dan Perubahan Konstitusi    Supremasi Konstitusi Perbandingan Supremasi Konstitusi dan Supremasi Parlementer Perubahan dan Pengembangan Konstitusi VI. Klasifikasi Konstitusi   Tipologi/ Klasifikasi Konstitusi Materi Muatan Konstitusi IV.I. Konstitusi dan Negara   Embrio Konstitusi dalam Negara Nilai penting Konstitusi dalam Negara V. Eksistensi Konstitusi   Motif Pembentukan Konstitusi Kedudukan.

II. DPD dan MPR dalam UUD 1945 Baru.  Alumni. Hukum Konstitusi.8.  II. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Bagir Manan.  Jimly Asshiddiqie. Refleksi Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Jakarta. 2007.G Atmadja. Buku   Cet. FH UII PRESS. Mahkamah Konstitusi dan Cita Hukum Negara Indonesia. Dicey. Bandung. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.  Pandang Perbandingan. Jakarta. 1986. Maret 2004. Jimly Asshiddiqie.  Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.G Atmadja..D. 1984. Kompilasi Konstitusi Sedunia. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Kumpulan Tulisan . Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Sri Soemantri. ed.  Jimly Asshiddiqie. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Marhaendra Wira Atmaja. Bandung. Pengantar Studi Hukum Konstitusi. I. Bahan Bacaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia  Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Literatur dan Bahan Bacaan Lain A. 2009. Teori dan Hukum Konstitusi: Negara. Perubahan Konstitusi Sudut I.  Sri Soemantri. 2006.V. Jakarta. dkk. DPR. 2006. Makalah Tanpa Tahun. Prosedur dan Sistem Perubahan Konstitusi.D.  Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. Yogyakarta.

USU digital library. P.(Digunakan di lingkungan sendiri Fakultas Hukum Udayana).  Presiden/Mandataris MPR dalam Rangka Penyuksesan dan Pengamanan Pengembangan Pembangunan Nasional. No. dan sudah mempersiapkan materi sehingga proses perkuliahan dan tutorial dapat terlaksana dengan lancar.M. MAHKAMAH KONSTITUSI: THE GUARDIAN AND THE INTERPRETER OF THE CONSTITUTION. Yuridika. Pelimpahan Tugas dan Wewenang Kepada Pemilu Dalam Negara Demokrasi Indonesia.  Pan Mohamad Faiz . . Tinjauan Konstitusional Terhadap Pelaksanaan Mirza Nazution. 1991.  2004.  Mirza Nazution. Persiapan Proses Perkuliahan Mahasiswa diwajibkan sudah memiliki BlockBook Mata Kuliah Teori dan Hukum Konstitusi sebelum dimulai.4-5 Th. Hadjon. 9. Negara dan Konstitusi. USU digital library. September 2009. Denpasar. VI. Makalah Tanpa Tahun. 2004.

.   Istilah dan Pengertian Konstitusi dan Konstitusionalisme Nilai Konstitusi Sifat Norma Konstitusi Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. pp.Pertemuan 1 : Perkuliahan 1 (Lectures) Dasar-Dasar Pemikiran Konstitusi dan Hukum Konstitusi     Bahan Bacaan : Literartur  I. Buku II. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia. September 2009.G Atmadja.D.52-56. Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. Asshiddiqie. Jakarta. 2006. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. dkk. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi J. Denpasar. Kompilasi Konstitusi Sedunia. Jimly Asshiddiqie. .  Marhaendra Wira Atmaja. Kumpulan Tulisan (Digunakan di lingkungan sendiri FH UNUD). ed.

Konstitusi adalah sumber dari segala peraturan peundang-undangan yang berlaku dalam suatu negara. Bahan Bacaan : Literartur   J. Denpasar. September 2009.D. 1 – 17  UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. Asshiddiqie. Perubahan Konstitusi Sudut Marhaendra Wira Atmaja.G Atmadja.Pertemuan 2 : Tutorial 1 Discussion Task – Study Task Pengertian dan peranan Konstitusi – apakah saudara setuju dengan pernyataan berikut ? 1. Konstitusi merupakan dasar berdirinya suatu negara. pp. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami Pandang Perbandingan. pp. . I. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia. 5 – 13. 2. Hukum Konstitusi. Kumpulan Tulisan (Digunakan di lingkungan sendiri FH UNUD).

Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Marhaendra Wira Atmaja.G Atmadja. Tujuan dan Fungsi Konstitusi Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.Pertemuan 3 : Perkuliahan 2 (Lectures) Eksistensi Konstitusi   Bahan Bacaan : Literatur  I. Buku II. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami Mirza Nazution. Kumpulan Tulisan.D. Negara dan Konstitusi.. Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. pp. .   Motif Pembentukan Konstitusi Kedudukan. ed. Kompilasi Konstitusi Sedunia. dkk. Jimly Asshiddiqie.  UUD 1945 dalam Aras Teks dan Konteks.16-30.

Apalagi. sifat dan fungsi konstitusi dalam kaitan permasalahan tersebut di atas! Bahan Bacaan: Literatur  Marhaendra Wira Atmaja. Pelaksanaan nilai-nilai yang terkandung di dalam konstitusi menjadi lebih hidup dan berkembang. konstitusi dan hukum ketatanegaraan bukan lagi sekedar objek teoritis.  I. . Negara dan Konstitusi. Oleh karenanya. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. Akan tetapi dengan kehadiran Mahkamah Konstitusi.Study Task “…Tolok ukur tepat atau tidaknya tujuan konstitusi itu dapat dicapai tidak terletak pada banyak atau sedikitnya jumlah pasal yang ada dalam konstitusi yang bersangkutan. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami UUD 1945 dalam Aras Teks dan Konteks.16-30.G Atmadja. implementasi teori dan upaya hukum tata negara telah memperoleh ladang praktik yang subur. pasca reformasi dan perubahan UUD 1945.Pertemuan 4 : Tutorial 2 Discussion Task . pp.D. Kumpulan Tulisan. Banyak praktek di banyak negara bahwa di luar konstitusi tertulis timbul berbagai lembaga-lembaga negara yang tidak kurang pentingnya dibanding yang tertera dalam konstitusi dan bahkan hak asasi manusia yang tidak atau kurang diatur dalam konstitusi justru mendapat perlindungan lebih baik dari yang telah termuat dalam konstitusi itu sendiri. konstitusi kini bukan lagi menjadi lantunan pasal-pasal mati yang pada umumnya selalu dijadikan sebagai pemanis kebijakan dan formalitas belaka…” Jelaskan kedudukan.  Mirza Nazution.

5-7. Negara dan Konstitusi. Kumpulan Tulisan.Pertemuan 5 : Perkuliahan 3 (Lectures) Klasifikasi Konstitusi  Tipologi/ Klasifikasi Konstitusi  Materi Muatan Konstitusi Bahan Bacaan : Literatur  I. pp. pp.  Marhaendra Wira Atmaja. USU digital library. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.  P. VI. Pelimpahan Tugas dan Wewenang Kepada Presiden/Mandataris MPR dalam Rangka Penyuksesan dan Pengamanan Pengembangan Pembangunan Nasional.M.56-65. 1991.  Mirza Nazution. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami UUD 1945 dalam Aras Teks dan Konteks.G Atmadja. .4-5 Th. No.D. Yuridika. Hadjon.

II. Kumpulan Tulisan. Maret 2004. pp. saat ini MK justru terlalu kuat karena dapat membatalkan udangundang dengan mudah. kekuatan lembaga ini juga perlu diimbangkan.56-65. FH UII PRESS.D.G Atmadja.Pertemuan 6 : Tutorial 3 Discussion Task .5-6.  Mirza Nazution. Keduanya melalui amandemen.  Bagir Manan. USU digital library. . Oleh karena itu.Study Task Mahkamah Konstitusi memang memberikan angin perimbangan yang segar. Cet. karena MK mencegah kubu legislatif (DPR) dan eksekutif (Presiden) menjadi terlalu kuat. Yogyakarta. Antara lain dengan memberikan kuasa bagi Komisi Yudisial untuk mengawasi hakim konstitusi serta melarang MK mengambil keputusan diluar permintaan penuntut. Masalahnya. pp. DPD dan MPR dalam UUD 1945 Baru. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami UUD 1945 dalam Aras Teks dan Konteks. Negara dan Konstitusi.  I. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. DPR. Apakah kondisi yang demikian mencerminkan materi muatan konstitusi yang seyogianya ideal? Jelaskan sesuai dengan pandangan yang diberikan oleh Maarseveen! Daftar Bacaan: Literatur  Marhaendra Wira Atmaja.

  Embrio Konstitusi dalam Negara Nilai penting Konstitusi dalam Negara sesudah Perubahan UUD 1945. Asshiddiqie. I. pp.G Atmadja. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami J.D. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia. Kumpulan Tulisan.Pertemuan 7 : Perkuliahan 4 (Lectures) Konstitusi dan Negara   Bahan Bacaan : Literatur  Marhaendra Wira Atmaja. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks.10-16. .

Pringgodigdo. eksistensi suatu “negara” yang diisyaratkan oleh A. UUD ialah hukum dasar yang tertulis. Jelaskan konteks embrio konstitusi tersebut di atas dilihat dari perspektif sudut pembentukan (maker) konstitusi dalam negara! Problem Task – Study Task Pada sisi lain. 3.bahwa penyusunan konstitusi demikian sangat dapat dimengerti. Kumpulan Tulisan.. karena fase perjalanan bangsa saat itu. Memenuhi unsur pemerintah yang berdaulat. sesungguhnya telah meneguhkan dasar bagi adanya “kontrak sosial” yang ideal. bahwa UUD suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasar negara itu.”. baru riel-ada kalau melalui empat unsur yaitu : 1.Pertemuan 8: Tutorial 4 Discussion Task – Study Task ”. Secara sosiologis dan filosofis.. Hukum dasar yang dimaksud ialah sebuah konstitusi atau Undang-Undang Dasar. 4. Fungsi kenegaraan suatu bangsa belum cukup terjamin kalau belum ada hukum dasar yang mengaturnya... Pengakuan dari negara-negara lain.Tugas : buatlah Legal Opinion terhadap problematika eksistensi suatu “negara” yang tersebut di atas melihat dari teori-teori yang mengemukakan nilai penting konstitusi suatu negara! Bahan Bacaan : Literatur  Marhaendra Wira Atmaja. seperti tercermin dalam pembukaan konstitusi Indonesia.G. keberadaan konstitusi yang terkait dengan proklamasi. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. .. sedangkan di samping UUD itu berlaku juga hukum dasar yang tidak tertulis. Wilayah tertentu. mengharuskan ada suatu pilihan prioritas yang mesti diambil. Rakyat yang hidup teratur sebagai suatu bangsa (nation). 2. Apalagi UUD 1945 menyebutkan.

Asshiddiqie. pp.D.  J.G Atmadja. I.10-16 . Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.

Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Marhaendra Wira Atmaja. Bandung.Pertemuan 9 : Perkuliahan 5 (Lectures) Supremasi dan Perubahan Konstitusi    Bahan Bacaan : Literatur  139. Kumpulan Tulisan.D. Teori dan Hukum Konstitusi: Mirza Nazution.6Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.G Atmadja. pp. USU digital library.131Supremasi Konstitusi Perbandingan Supremasi Konstitusi dan Supremasi Parlementer Perubahan dan Pengembangan Konstitusi . Dicey.  Negara. pp. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Sri Soemantri.  7. A. Negara dan Konstitusi. pp.  Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. Pengantar Studi Hukum Konstitusi. Jakarta.  I.81-95.V.

.. mengurangi kekuasaan lembaga kepresidenan. Karena itu yang diperlukan sekarang hanyalah sedikit amandemen tambahan saja.. Teori dan Hukum Konstitusi: Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. Kumpulan Tulisan.Pertemuan 10: Tutorial 5 Study Task . dan menjamin kebebasan individu secara lebih jelas. juga karena banyak masalah regional yang melibatkan Turki yang membuat mereka sibuk. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Marhaendra Wira Atmaja. mereformasi proses peradilan. meyakinkan para pemimpin politik bahwa reformasi konstitusi itu lebih diperlukan sekarang dan bukannya nanti. serta memelihara political will untuk melaksanakannya bukanlah hal mudah. Selain karena masih malu akibat upaya mereka mengubah konstitusi tanpa konsultasi dengan pihak lain. . upaya untuk memperbaharui konstitusi Turki memang cukup riskan.” Pertanyaan hukum: apakah Turki dalam hal ini dapat dikatakan menganut Supremasi Parlementer? Dan apabila dalam hal perubahan konstitusi yang dilakukan oleh Turki dapat tercapai apakah kemudian Turki dapat dikatakan menjalankan Supremasi Konstitusi? Serta jelaskan sistem perubahan konstitusi yang dapat dilaksanakan oleh Turki! Bahan Bacaan: Literatur  I.D. Namun.. Mereka berpendapat bahwa Turki sudah tidak lagi dalam kekuasaan militer. dan sudah seyogyanya konstitusinya mencerminkan hal tersebut.Problem Task ”.  Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. Ibarat melakukan bedah jantung. Rancangan konstitusi baru akan lebih bisa memperkuat sistem parlementer.Beberapa kalangan konservatif Turki berpendapat bahwa konstitusi yang saat ini berlaku sudah terlalu sering diamanden (79 ayat telah diubah dan 13 amandemen telah ditambahkan dalam 26 tahun terakhir).G Atmadja. Namun. banyak sektor dalam masyarakat Turki yang sudah lama menginginkan perubahan.

 Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Marhaendra Wira Atmaja. Refleksi Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Tinjauan Konstitusional Terhadap Pelaksanaan Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.G Atmadja. Teori dan Hukum Konstitusi: Mirza Nazution.D. Kumpulan Tulisan  Pemilu Dalam Negara Demokrasi Indonesia.  I. Mahkamah Konstitusi dan Cita Hukum Negara Indonesia.Pertemuan 11 : Perkuliahan 6 (Lectures) Hukum Konstitusi Indonesia     Bahan Bacaan : Literatur  Jimly Asshiddiqie. Dualisme Naskah UUD 1945 Interpretasi Konstitusi Penegakan Norma Hukum Konstitusi Pelestarian Konstitusi .

Refleksi Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Kumpulan Tulisan. Ketua MK. Tinjauan Konstitusional Terhadap Pelaksanaan Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.D. . Teori dan Hukum Konstitusi: Mirza Nazution.  I.  Pemilu Dalam Negara Demokrasi Indonesia. Literatur  Jimly Asshiddiqie. Oleh para pemohon hal itu dianggap menghambat hak memilih warga negara yang merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi.G Atmadja. Mahfud MD. MK yang lahir dengan latar belakang fungsi sebagai ”penterjemah” Konstitusi apakah dalam hal ini dapat dikatakan telah melanggar konstitusi dalam konteks UUD? Tugas: Mahasiswa dibagi dalam 6 kelompok dan menganalisa problematika konstitusi tersebut di atas dengan melihat pada UUD RI 1945 yang dituangkan dalam bentuk Legal Opinion untuk kemudian di presentasikan! Bahan Bacaan: Undang-Undang Dasar RI Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.  Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Marhaendra Wira Atmaja. Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian tuntutan dari Refly Harun dan Maheswara Prabandono yang menjadi pemohon pembatalan Pasal 28 dan Pasal 111 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (UU Pilpres) berkaitan dengan syarat bahwa hanya pemilih terdaftar di DPT yang dapat menggunakan hak memilihnya. Mahkamah Konstitusi dan Cita Hukum Negara Indonesia.Pertemuan 12 : Tutorial 6 Problem Task – Study Task Pada 6 Juli 2009 lalu. kemudian menegaskan bahwa putusan MK terhadap kasus tersebut dapat langsung dilaksanakan tanpa perlu menunggu Perpu atau peraturan KPU.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->