PENDAHULUAN Sejarah Perkembangan Kromosom Pada permulaan abad ke-17 ketika pertama – tama mikroskop digunakan oleh R.

Hooke (1653 – 1703), Grew (1641 – 1712), dan Malpighi (1628 – 1694). Mereka merupakan pelopor dari dilakukannya penelitian – penelitian mengenai sel. Selanjutnya Schleiden (1883) sebagai ahli botani dan Schwann (1839) sebagai ahli Zoologi menegaskan bahwa sel adalah unit dasar atau terkecil dari struktur dan fungsi di dalam semua mahluk hidup. Pendapat ini terkenal sebagai teori sel dari Shleiden dan Schwann (1838 – 1839). Dengan menjadi lebih sempurnanya serta kemampuan teknologi yang sangat pesat sehingga dalam tahun 1858 Remak dan Virchow dapat memberi ketegasan bahwa semua sel itu terjadi karena adanya pembelahan sel dari sel sebelumnya. Adanya fertilisasi pertama kali diketahui oleh Newport (1854), Pringsheim (1856) dan Thuret (1857). Gamet – gamet tersebut akhirnya dinyatakan sebagai sebuah sel (sel kelamin) oleh Scheigger – Seidel (1865) dan La Vallette St. George (1865). Hertwig, pada tahun 1875 menegaskan bahwa gamet – gamet yang bersatu (mengalami fertilisasi) berasal dari tetuanya masing – masing yang berbeda satu sama lain. Kemudian Hertwig (1875) dan Strasburger (1877) menegaskan bahwa inti sel (nukleus) memiliki peranan yang penting pada fertilisasi dan pembelahan sel. Dengan demikian terbentuklah konsep epigenesis yang menegaskan bahwa setiap organisme baru merupakan suatu kreasi baru yang dihasilkan dari pertumbuhan zigot. Flemming (1882) untuk pertama kali memberikan nama kromatin pada bagian dari nukleus yang dapat menghisap warna. Nama kromosom diberikan pertama kali oleh Waldeyer pada tahun 1882 untuk benda – benda halus yang berbentuk panjang atau pendek seperti cacing yang dapat dilihat di dalam nukleus. Flemming (1880, 1882) dan Van Beneden (1883) melihat bahwa setiap kromosom membelah secara longitudinal diwaktu pembelahan inti. Terbentuknya benang – benang spindle (gelendong inti) pada mulanya dilihat oleh Kovalevski (1871), Fol (1873), dan Butschli (1875). Kemudian Van Beneden (1884) dan Heuser (1884) melihat bahwa kromosom – kromosom anakan hasil pembelahan kromosom, masing – masing bergerak ke arah kutub sel yang berlawanan. Selanjutnya Rabl (1885) dan Th. Boveri (1885) berpendapat bahwa setiap spesies memiliki jumlah kromosom yang tetap. Jika pada fertilisasi dihasilkan keturunan yang memiliki jumlah kromosom yang double, maka dapat diduga bahwa sebelum dua organisme mengalami pembuahan, jumlah kromosom yang dimiliki sebelumnya harus dijadikan setengahnya terlebih dahulu. Proses ini akhirnya dikenal sebagai pembelahan reduksi (meiosis) yang berlangsung selama gametogenesis pada hewan dan sporogenesis pada tumbuhan. Hal ini dikemukakan oleh Strasburger (1888), Overton (1893), Henking (1891), Ruckert (1891), dan Farmer (1894). Karena adanya pengaruh Roux (1883) dan Weismann (1889), pada umumnya diakui bahwa kromosom merupakan bahan dasar dari keturunan. Pendapat ini diakui oleh Wilson yang pada tahun 1900 menerbitkan karya ilmiahnya yang berjudul “The Cell in Development and Heritance” (“Sel dalam perkembangan dan Keturunan”). Karya ilmiah ini diterbitkan tepat pada saat prinsip keturunan dari mendel ditemukan kembali.

Penampilan Genetika Apabila kita berdiskusi mengenai keturunan, biasanya kita mencari jejak sejarah genetika kembali ke masa Aristoteles dan Hippocrates, yaitu dua orang ahli filsafat yang berasal daru Yunani. Pada avad ke-18, mereka telah menyadari bahwa setiap individu memiliki persamaan

seperti yang telah dikemukakan oleh Mendel sebelumnya. Kolreuter yang telah banyak melakukan persilangan pada tumbuh – tumbuhan antara tahun 1761 – 7166 mengemukakan bahwa hibrida (keturunan hasil dari persilangan) biasanya memiliki sifat antara dari kedua tetuanya. sehingga mereka mengambil kesimpulan bahwa letak gen – gen berada di dalam kromosom. Mendel menghitung banyaknya individu yang memiliki sifat berbeda yang timbul dari setiap persilangan yang ia buat. demikian pula halnya dengan gen – gennya. yang akhirnya Ia sebut sebagai alel. tidak dapat dibenarkan. seorang ahli Botani berkebangsaan Swedia kemudian mengubah istilah faktor keturunan tersebut menjadi gen. seperti halnya de Vries. Namun pada tahun 1900. teori evolusi Darwin lah yang berkembang. Juga dapat dibuktikan bahwa sinapsis (berpasangannya kromosom homolog).dengan nenek moyangnya atau tetuanya. . Mendel berhasil merumuskan beberapa konsep keturunan yang sangat terkenal karena ia tidak mempertimbangkan kebanyakkan sifat – sifat invidu yang dipelajarinya. Tetapi Mendel dapat memberikan penegasan bahwa faktor keturunan itu terdapat tunggal di dalam setiap gamet dan dalam keadaan double di dalam zigot. Montgomery yang bekerja dengan menggunakan belalang dapat menunjukkan bahwa kromosom berada dalam pasangan – pasangan dengan bentuk dan ukuran yang mudah dibedakan antara yang satu dengan yang lainnya. melainkan hanya memusatkan perhatiannya pada beberapa sifat kontras yang tidak banyak jumlahnya. Hal tersebut terkait dengan kromosom – kromosom yang berasal dari tetua jantan dan tetua betina. Walaupun tidak ada persetujuan umum tentang mekanisme keturunan dan masih dibutuhkan keterangan yang lebih jelas mengenai bagian mana dari kromosom yang ikut mengambil peranan. Gaertner (1772 – 1850) menegaskan bahwa varibilitas yang lebih besar terdapat pada generasi kedua dan seterusnya bila dibandingkan dengan generasi pertama yang dihasilkan dari fertilisasi. Correns. Guyer menyatakan dalam dua buah makalahnya bahwa kromosom memisah secara random. Ia juga menduga bahwa sebuah serbuk sari membuahi sebuah sel telur. yang dipublikasikan pada tahun berikutnya. Selama waktu tersebut. Correns menjelaskan bahwa ada hubungan yang sangat dekat antara pemisahan gen – gen berdasarkan Mendel dengan reduksi kromosom nya. Selanjutnya pada tahun 1902. Namun demikian. Juga dikatakan bahwa faktor – faktor keturunan tersebut dapat memperlihatkan pengaruh yang berlawanan. Sutton dan Boveri pada tahun 1903 berhasil memperlihatkan dengan jelas berdasarkan data sitologis dan genetis bahwa benar terdapat hubungan antara kromosom dan keturunan. Ia juga menekankan bahwa terdapat persamaan sifat antara hibrida tersebut dengan tetua resiproknya. dan von Tchermak dapat menemukan kembali dan menguatkan hasil penemuan Mendel. Dalam tahun itu juga. Teori Kromosom Tentang Keturunan Pada tahun 1901. Mendel melaporkan semua hasil percobaannya pada tanaman ercis (Pisum sativum) dalam suatu pertemuan ilmiah dari Perhimpunan Alam Brno pada tahun 1865. Johansen (1909). De Vries. pendirian mereka bahwa kromosom – kromosom yang berasal dari tetua jantan dan tetua betina memisah ke kutub sel yang berlawanan selama meiosis. Winiwarter (1901) dapat mengambil kesimpulan bahwa bivalen (sepasang kromosom homolog) dalam pembelahan meiosis letaknya berdampingan dan tidak berpasangan pada ujung – ujungnya seperti yang diduga oleh Weismann sebelumnya. Selama tiga puluh lima tahun hasil pekerjaan Mendel tidak mendapatkan perhatian. Semua pendapat tersebut merupakan latar belakang dari suatu seri percobaan yang dilakukan oleh Gregor Mendel (1822 – 1884) pada tahun 1856. Mendel berhasil menyusun hukum – hukum keturunan yang didasarkan atas adanya faktor – faktor keturunan yang sifatnya pada saat itu belum diketahui.

Selama meiosis. dan lain – lain antara tahun 1901 dan 1906 yang membuktikan bahwa serangga Hemiptera dan Orthoptera betina memiliki sebuah kromosom lebih banyak dibandingkan dengan yang jantan. Sel dan Siklus Sel Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan suatu organisme. sedangkan di dalam nukleus (inti sel). Siklus sel pada tanaman pada umumnya berlangsung selama 17 – 32 jam. Pada sitoplasma terdapat berbagai organel lain. terdapat struktur inti yang disebut nukleus dan ada juga bagian sitoplasma. seperti mitchondria. Lamanya waktu siklus sel berbeda – beda antar mahluk hidup. Siklus sel merupakan proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik atau empat sel anak yang hanya memiliki separuh jumlah kromosom dari sel sebelumnya. Pemindahan gen – gen tersebut dilakukan pada saat siklus sel. Pada burung dan Lepidoptera. dan gap – 2 (G2). Sutton kemudian menambahkan bahwa ada kalanya gen – gen tidak dapat memisah secara bebas. sintesis (fase S). Pada mahluk hidup eukariot. kromosom – kromosom homolog saling berpasangan yang kemudian anggota dari pasangan – pasangan tersebut memisah secara bebas dan acak ke sel – sel gametnya. Stevens. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang – ulang (siklik). Dikatakan bahwa semua sel telur mengandung kromosom X. 2. pada mahluk jantan lain seperti kumbang. 4. Kromosom memiliki sifat morfologi yang tetap sepanjang pembelahan sel. yang menunjukan kontinuitas yang sama. Dalam sel somatis. sedangkan yang betina memiliki satu kromosom X dan yang satunya menyerupai kromosom Y. Dasar dari hipotesis ini adalah sebagai berikut: 1. Gambar 1. yaitu kromosom Y. dan dari generasi yang satu ke generasi yang lainnya. Gen – gen juga memisah secara bebas dan acak sebelum terbentuknya gamet. Terdapatnya kromosom – kromosom dalam pasangan homolognya adalah sejajar dengan terdapatnya gen – gen dalam pasangan. yaitu ketika gen – gen terangkai sempurna di dalam kromosom. keadaannya terbalik. Lamanya waktu untuk siklus sel lengkap dapat . Karena itulah. Sel Tumbuhan Eukariot Kromosom memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan suatu mahluk hidup. dimana yang jantan memiliki kromosom XX. dan mamalia ditemukan kromosom yang lebih kecil. yaitu kromosom yang berasal dari tetua betina dan kromosom yang berasal dari tetua jantan. karena kromosom merupakan alat pengangkutan gen – gen yang dipindahkan dari suatu sel ke sel yang lainnya. kromosom zigot betina adalah XX. sedangkan kromosom zigot jantan adalah XO. sedangkan kromosom zigot betinanya tetap XX. Siklus sel dapat dibedakan menjadi empat fase yaitu gap – 1 (fase G1). begitu juga dengan gen – gennya. sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Sehubungan dengan hal tersebut. plastid. sedangkan spermatozoanya hanya setengahnya yang mengandung kromosom X. sehingga kromosom zigot jantan adalah XY. ribosom. Akan tetapi. badan golgi. Dan mitosis atau meiosis (fase M) (gambar 2). terdapat benang – benang yang menyerupai cacing yang disebut kromosom yang di dalamnya terdapat bahan materi genetik mahluk hidup. 3. serangga. Adanya hubungan antara sifat keturunan tertentu dengan kromosom tertentu juga dikemukakan oleh McClung.Hipotesis ini terkenal sebagai hipotesis korelasi gen dan pemindahan kromosom dari Sutton – Boveri. Gabungan dari nukleus dan sitoplasma disebut protoplasma (Gambar 1). ada dua kelompok kromosom yang serupa. Wilson. Setiap kromosom atau pasangan kromosom memiliki peranan tertentu di dalam kehidupan dan perkembangan individu. dan lain – lain. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.

dan jenis tanaman. Namun ada juga yang menambahkan metakinesis diantara profase dan metafase. Pada fase ini nukleolus dan kromosenter tampak lebih jelas karena sifat pewarnaannya yang pekat. Perilaku kromosom berbeda pada saat mitosis dan pada saat meiosis. Nukleus yang tadinya hanya ada satu akan menjadi dua nukleus anakan yang sama. yaitu fase gap satu (G1). dan telofase. dan juga meiosis. Kariokinesis ini akan diikuti oleh pembelahan sel. Dalam siklus sel terjadi proses pembelahan sel yaitu pembelahan mitosis dan pembelahan meiosis. Interfase Interfase atau stadium istirahat dalam siklus sel termasuk fase yang berlangsung lama karena pada tahap ini berlangsung fungsi metabolisme dan pembentukan dan sintesis DNA. PERILAKU KROMOSOM PADA MITOSIS Pembelahan mitosis adalah pembelahan sel dimana terjadi pembelahan dan pembagian sel nukleus beserta kromosom – kromosom di dalamnya. Interfase sendiri dapat dibedakan kembali menjadi tiga fase. Pembelahan mitosis adalah pembelahan sel dimana terjadi pembelahan dan pembagian sel nukleus beserta kromosom – kromosom di dalamnya. Proses pembelahan sel ini dinamakan sitokinesis. Kariokinesis dan sitokinesis yang terjadi secara berkesinambungan menyebabkan informasi genetik di dalam semua sel somatis suatu individu selalu tetap. sintesis. Pada ujung akar bawang merah. Maka sebenarnya kurang tepat juga jika dikatan bahwa interfase merupakan fase istirahat. Sedangkan stadium mitosis sendiri juga dibedakan kembali menjadi empat fase. Kariokinesis dan sitokinesis yang terjadi secara berkesinambungan menyebabkaninformasi genetik di dalam semua sel somatis suatu individu selalu tetap. metafase. yaitu stadium istirahat (interfase) dan stadium pembelahan (mitosis). Proses pembelahan nukleus dinamakan kariokinesis. G2. Kariokinesis ini akan diikuti oleh pembelahan sel. fase mitosis hanya memakai setengah sampai beberapa jam saja. yaitu profase. Sedangkan membran inti tidak tampak jelas saat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya. yaitu respirasi sel. karena sebenarnya pada fase ini sel bekerja dengan sangat berat. Siklus Sel Eukariot Fase mitosis pada umumnya merupakan fase siklus sel yang memiliki waktu yang paling pendek dibandingkan dengan fase G1.7 menit. Jumlah kromosom yang diturunkan kepada keturunannya menjadi separuhnya saja haploid (n) dari yang tadinya diploid (2n) yang disebut juga sebagai pembelahan reduksi. fase mitosis hanya memerlukan waktu 83. sehigga satu sel induk akan menjadi dua sel anakan. Namun. Pembelahan meiosis merupakan pembelahan sel yang spesifik karena hanya terjadi pada saat pembentukan gamet. Siklus mitotik sebuah sel dapat dibedakan menjadi dua bagian. Semakin banyak kandungan DNA inti. Namun. sehigga satu sel tetua akan menjadi dua sel anakan. fase sintesis (S). informasi genetik dari tetua yang satu akan memisah secara teratur ke dalam masing – masing gamet yang nantinya akan tercampur dengan informasi genetik dari gamet yang berasal dari tetua yang lainnya. Nukleus yang tadinya hanya ada satu akan menjadi dua nukleus anakan yang sama. dan fase gap 2 (G2). Proses pembelahan sel ini dinamakan sitokinesis. jika dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron maka membran inti dapat dilihat sebagai lapisan . kandungan DNA inti. Gambar 2. menyebabkan semakin lama waktu siklus sel dan tanaman dikotil pada umumnya memiliki waktu yang lebih lama untuk siklus sel nya dibandingkan pada tanaman monokotil. Siklus sel pada tanaman yang pada umumnya 17 – 32 jam. anafase. setelah fertilisasi (bergabungnya antar gamet haploid) akan terbentuk kembali zigot yang diploid (2n).dipengaruhi oleh beberapa faktor. Proses pembelahan nukleus dinamakan kariokinesis.

Fase gap satu (G1) Fase ini disebut juga pertumbuhan. plastid. terlihat menjadi dua untai kromatid yang yang letaknya sangat berdekatan dan dihubungkan oleh sebuah sentromer yang tampak di dalam mikroskop sebagai bagian yang terang sebagai bulatan kecil. Membran inti berhubungan dengan rangka dalam dari sitoplasma (retikulum endoplasma). Beberapa ahli lebih suka menggunakan istilah G0 untuk situasi tersebut. Kromosom yang masih belum tampak jelas Selain itu juga masih ada kromatin. Namun. Fase Sintesis (S) Pada fase ini terjadi replikasi DNA dan replikasi kromosom. c. 2. 2. dan lain – lain). pertumbuhan organel – organel dan makromolekul lainnya (mitokondria. memiliki diameter 2 – 5 millimikron. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa interfase dibedakan lagi menjadi tiga fase. DNA. yaitu: 1. Nukleolus (inti dari nukleus) yang berbentuk bulat dan berwarna gelap. hal ini terjadi pada beberapa sel ragi.double yang terdiri dari pori – pori yang halus. Nukleus bertambah besar dan sitoplasmanya pun juga bertambah. ribosom. seperti sub unit benang gelendong. masih belum terjadi penambahan pada fase ini. terlihat dua kinetokor pada sentromer yang masing – masing diperuntukan untuk setiap kromatid yang . Fase Gap dua (G2) Pada fase ini terjadi sintesis protein – protein yang dibutuhkan pada fase mitosis. Nukleoplasma (cairan inti) yang tampak jernih tidak berwarna dan kolloidal. Pori – pori tersebut berguna saat terjadi penukaran makromolekul dari sitoplasma ke inti sel atau sebaliknya. yaitu: 1. Trankipsi RNA Sintesis protein yang bermanfaat untuk memacu pembelahan nukleus Enzim yang diperlukan untuk replikasi DNA Tubulin dan protein yang akan membentuk benang spindel Periode untuk fase G1 membutuhkan waktu yang berbeda – beda antar individu. Ribosom kaya akan asam ribonulkeotida (RNA) yang nantinya akan berperan pada saat sintesis protein. Fase ini membutuhkan waktu 2 – 5 jam. Nukleolus mengandung RNA. d. Bila dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. sehingga pada akhir dari fase ini terbentuk sister chromatids yang memiliki sentromer bersamaan. Profase Pada fase profase. Nukleolus ini dibentuk oleh nukleolus organizer region (NOR) dari sebuah kromosom 3. b. yaitu: a. 3. bentuknya memanjang dan letaknya secara random di tengah – tengah sel. terdapat 3 komponen utama di dalam nukleus. Lamanya waktu yang dibutuhkan pada fase ini 7 – 8 jam. terjadi pemadatan (kondensasi) dan penebalan kromosom. Pada saat interfase. dan protein. plastid. Pada fase ini terjadi beberapa kegiatan yang mendukung tahap – tahap berikutnya. dimana terdapat granula berwarna gelap yang disebut sebagai ribosom yang memiliki diameter 17 – 22 nm. yaitu bahan yang mengandung materi genetik (DNA dan protein) yang tampak seperti benang – benang halus dan tersebar di dalam nukleoplasma. Hal ini karena pada fase ini tidak ada kegiatan pembelahan nukleus. namun ada juga yang tidak mengalami fase G1 ini. kromosom menjadi memendek dan menjadi tebal. Adakalanya G1 membutuhkan waktu 3 – 4 jam.

Sehingga kromosom terlihat lebih pendek dan tebal dibandingkan pada fase lainnya. Jika pembentukkan benang gelendong tidak terjadi atau dihalangi. 3. Ciri khusus yang terlihat pada saat anafase adalah kromosom terlihat seperti huruf V atau J dengan ujung yang bersentromer mengarah ke arah kutub. pergerakan kromosom dibedakan menjadi tiga tingkat. 2) analisis galur substitusi dari monosomik atau polisomik. maka pemisahan kromosom dan pembelahan sel tidak terjadi. Hal ini banyak dimanfaatkan dalam bidang pemuliaan tanaman untuk pembentukan dihaploid pada tanaman haploid. kromosom bergerak menuju bidang equator yang berada di tengah – tengah kutub spindel. Selain itu. dan 3) untuk studi reorganisasi kromosomal. Sehingga Panjang. Pergerakan kromosom ke kutub diikuti pulaeh bergeraknya organel – organel dan bahan sel lainnya. serta posisi sentromer terlihat lebih jelas pada fase ini. pembentukkan tetraploid pada semangka tanpa biji (autopoliploid). Analisis kariotipe dapat dimanfaatkan untuk : 1) analisis taksonomi yang berhubungan dengan klasifikasi mahluk hidup. Sehingga sangat baik dilakukan analisis kariotipe pada fase ini. Sentromer yang telah membelah kemudian ditarik oleh benang gelendong ke kutub yang berlawanan bersama dengan kromatidnya. Benang – benang gelendong melekat pada sentromer setiap kromosom. Pemisahan ini dimulai dari membelahnya sentromer. bentuk. setiap individu kromosom yang telah menjadi dua kromatid bergerak menuju bidang equator. Hal ini menyebabkan jumlah kromosom dalam satu sel tersebut menjadi dua kali lipatnya (penggandaan kromosom). . dengan mamasukkan pembahasan metakinesis ke dalam pembahasan metafase. masing – masing kromatid bergerak menuju ke kutub yang berlawanan. Metafase Pada fase ini. Kromosom – kromosom tersebut akan mencapai suatu posisi keseimbanagn di bidang equator. Pada saat ini. terjadi kondensasi dan penebalan yang maksimal pada fase ini. yaitu : 1. kemudian kromosom – kromosom tersebut terdistribusi pada bidang equator. 2. Hal ini dikarenakan setiap kromatid pada metafase memiliki tapak kinetik dan tapak non kinetik. Konggresi kromosom Selama konggresi kromosom. Banyak buku yang menyamakan fase metakinesis dengan fase metafase. dan pembentukkan allopoliploid.nantinya menjadi tempat melekatnya benang spindel. Distribusi kromosom Setalah sentromer mengalami orientasi. Orientasi kromosom Orientasi kromosom berhubungan dengan orientasi dari tapak – tapak kinetik dari kromosom menuju kutub – kutub yang berlawanan melalui pergerakan – pergerakan yang menuju susunan – susunan yang sesuai di equator. Anafase Fase ini dimulai ketika setiap pasang kromatid dari tiap – tiap pasang kromosom berpisah. jumlah kromosom menjadi dua kali lipat lebih banyak. dan jumlah kromosom. Mendekati akhir profase. kromosom juga terlihat sejajar di tengah – tengah equator. nukleolus dan membran nukleus menghilang dan terbentuk benang – benang spindel. Pada fase ini. Metakinesis Istilah metakinesis untuk pertama kali digunakan oleh Wasserman pada tahun 1926 dan dipopulerkan oleh Mazia pada tahun 1961.

Pembelahan mitosis PERILAKU KROMOSOM PADA MEIOSIS Sungguh menarik bahwa Mendel tidak menyadari adanya pembelahan sel. dan tidak terdapat batas yang kelas antar setiap fasenya. anafase I. yaitu terjadi sintesis dan replikasi DNA serta terjadi pembentukkan protein – protein yang bermanfaat untuk tahap – tahap setelahnya. namun perubahan dan panampilan kromosom pada saat meiosis belum dapat diinterpretasikan dengan baik. Meiosis I dapat dibedakan lagi menjadi interfase I. Hal ini menandakan bahwa pada pembelahan meiosis telah terjadi reduksi jumlah kromosom. retikulum endoplasma. profase II. Sebelum tahun 1900. Namun pada tahun 1901. Tahap – tahap pada meiosis I adalah: 1. yang akhirnya membentuk zigot (2n) yang jumlah kromosomnya tetap sama dengan kromosom awal sebelum fertilisasi. Setelah fertilisasi berlangsung. membran nukleus terbentuk kembali. profase I. Profase I ini dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan. masih belum dimengertinya mengenai kromosom – kromosom homolog. Profase I Sebagian besar perbedaan antara mitosis dan meiosis terdapat pada fase ini. Pembelahan meiosis terdiri dari tahap. Van Beneden dan Strasburger melaporkan bahwa sel gamet hanya memiliki setengah dari jumlah kromosom tetuanya. dan telofase II. anafase II. Saat fertilisasi.Telofase Pada fase ini. Profase I terdiri dari beberapa tahap. gamet jantan yang haploid (n) akan bersatu dengan gamet betina yang haploid (n) juga. Kombinasi akan semakin kompleks jika terjadi pindah silang antar kromosom homolog atau antar kromosom yang bukan homolog pada saat meiosis. terlebih dahulu terjadi interfase. Profase I pada meiosis menghabiskan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan profase pada mitosis. terbentuk dua sel anakan yang identik dan memiliki jumlah kromosom yang sama dengan tetuanya. dan telofase I. Perilaku kromosom yang demikian itu pada saat meiosis menjadi dasar fisis dari kedua hukum Mendel. yaitu: . Reduksi jumlah kromosom ini bertujuan untuk menjaga agar jumlah kromosom individu selalu tetap dari generasi ke generasi. Montgomery memberi pengertian bahwa kromosom homolog sebagai satu set kromosom yang diberikan setengahnya oleh tetua jantan dan setengahnya lagi oleh tetua betina. Pada akhir dari fase ini. metafase I. Pembelahan ini juga membagi sitoplasma menjadi dua. atau bahan baru yang lainnya. Meiosis I Sebelum memasuki meiosis I. padahal ia dapat mengambil kesimpulan yang merupakan dasar dari kedua hukum keturunan yang dibuatnya. Sel membelah menjadi dua yang diikuti oleh terbentuknya dinding sel baru yang berasal dari bahan dinding sel yang lama. Sutton pun men yatakan bahwa pasangan kromosom homolog tersebut pada suatu saat akam memisahkan diri. Meiosis II juga dibedakan atas interfase II. Pembelahan mitosis secara lengkap dapat dilihat pada gambar 3 Gambar 3. kromosom mulai mengendur dan nukleolus terlihat kembali. yaitu meiosis I dan meiosis II. metafase II. Salah satu penyebabnya. Pembelahan meiosis ini merupakan proses yang dinamis. Pembelahan meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak yang memiliki hanya setengah dari kromosom tetuanya (haploid). Interfase I pada meiosis I sama dengan interfase pada mitosis. akan didapatkan sel gamet yang merupakan kombinasi baru dari alel – alel yang berasal dari tetua yang berbeda pada saat meiosis. tidak terputus – putus.

terlihat sejumlah perpasangan bivalen yang jumlahnya sama dengan jumlah kromosom haploid dari individu tersebut. Diakinesis . Jumlah kromatid pada fase meiosis ini sama banyaknya dengan jumlah kromatid pada profase mitosis. mulai terjadi perpasangan antara kromosom yang homolog. struktur kromosom yang dapat terlihat lebih jelas adalah kromomer. Pada fase ini pasangan – pasangan kromatid belum dapat dibedakan. sehingga alel – alel akan berhadapan letaknya dan tidak berjauhan seperti pada leptoten. sinapsis ini akan lebih jelas terlihat pada fase selanjutnya (pakiten). sedangkan pada profase I meiosis kromosom – kromosomnys saling berpasangan secara bivalen Adanya sinapsis yang sempurna pada fse ini memungkinkan terjadinya pertukaran genetik antar kromosom homolog atau antar kromosom yang bukan homolognya (pindah silang / crossing over). Hal ini menyebabkan gen – gen yang terangkai pada segmen kromatid tersebut akan bertukar secara resiprok juga. ujung – ujung dari kromatid yang putus tadi akan bersambungan secara resiprok (berbalasan). Benang – benang kromosom tampak semakin jelas dan perpasangan serta sinapsis antara kromosom homolog semakin dekat dan sempurna. Pada profase mitosis. Proses tertukarnya segmen – segmen nonsister kromatid dari pasangan kromosom homolognya yang disertai tertukarnya gen – gen yang terangkai pada segmen – segmen tersebut secara resiprok dinamakan pindah silang (crossing over). terjadi pada bagian sentromer. Pemisahan yang paling kuat. pada bagian – bagian tertentu dari kromosom homolog masih tetap saling berdekatan. Pada fase ini. Benang – benang kromosm terlihat double. Pakiten Fase ini merupakan fase yang paling lama pada profase I ini. Akan tetapi. c. d. Hal ini karena setiap pasang kromosom yang homolog terdiri dari dua buah kromatid. Pada kiasma tersebut. Gamet – gamet yang menerima kromatid yang tidak mengalami pindah silang tersebut disebut gamet tipe parental. Proses saling berpasangan antara kromosom homolog disebut sinapsis. b. Kromomer adalah penebalan yang terjadi pada beberapa bagian kromososm yang tampak seperti manik – manik. Benang – benang kromosom yang halus tersebut disebut kromonema. Zigoten Pada fase ini. Leptoten Pada tahap ini. kromosom – kromosom saling terpisah dan tidak berhubungan. Proses pindah silang ini sangat penting karena akan menghasilkan kombinasi – kombinasi yang baru (tipe rekombinasi) yang bermanfaat bagi pemuliaan tanaman. Kemudian. Sehingga pada fase ini.a. Diploten Fase ini ditandai dengan mulai memisahnya kromatid – kromatid yang tadinya berpasangan secara bivalen. kromosom terlihat seperti benang – benang halus yang panjang. Kromatid – kromatid yang tidak mengalami pindah silang masih memiliki gen – gen yang berasal dari tetuanya. Yang membedakan adalah distribusi kromosom – kromosomnya. kromatid – kromatid yang tidak homolog (“nonsister chromatid”) akan putus. Namun. sehingga masing – masing kromosom belum dapat dikenali secara jelas. Gambar 4. Bagian – bagian yang saling berdekatan dan tampak bersilang ini disebut kiasma (banyak : kiasmata) (gambar 4). Kiasma pada Diploten e.

mereka akan memisah secara bebas ke kutub yang berlawanan menjadi (A) atau (a). nukleolus dan membran nukleus menghilang. Kromosom – kromosom mengalami kondensasi maksimum dan kiasma semakin jelas terlihat. tidak ada yang memerintahkan untuk suatu kromosom bergerak ke atas atau ke bawah. Kromosom yang double pada profase mitosis merupakan hasil duplikasi dari bahan genetik selama interfase. Maka. Pada metafase mitosis. Meiosis II Apabila dilihat dengan mengguinakan mikroskop cahaya. yang terdapat pada bidang equator adalah pasangan – pasangan kromosom homolog sehingga pada metafase I meiosis tidak terjadi pembelahan sentromer. yang terdapat pada bidang equator adalah kromosom – kromosom tunggal.Fase ini merupakan fase terakhir [ada profase I meiosis. Pada masing – masing nukleus yang baru ini terdapat dua kromosom yang haploid yang terdiri dari empat kromatid. Tiap kromosom dari pasangan kromosom homolog bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Meiosis II bertujuan untuk memisahkan kromatid – kromatid yang berbeda dari tiap kromosomnya . yaitu: a. Kromosom – kromosom yang menyusun kromosom mitosis adalah sister chromatic. hampir sama dengan metafase mitosis. dinding nukleus dan nukleolus terbentuk kembali seperti pada telofase mitosis. 2. Sedangkan kromosom yang menytusun kromosom profase II meiosis bukan merupakan sister chromatic sempurna oleh karena adanya crossing over yang terjadi pada meiosis I. pada telofase meiosis. c. Sebagai contoh. Hal ini sesuai dengan hukum mendel yang terkenal. Kromosom – kromosom menempatkan dirinya di tengah – tengah sel. Cara pergerakkan kromosom homolog ke arah kutub yang berlawanan oleh benang gelendong terjadi secara bebas dan kebetulan. Namun. terdapat perbedaan antar metafase I meiosis dengan metafase mitosis. Pada fase ini. Bahkan ada orang yang memiliki anggapan bahwa meiosis II adalah pembelahan mitosis. maka diperlukanlah pembelahan meiosis II. atau ab. Anafase I Sama halnya dengan yang terjadi pada anafase mitosis. sehingga merupakan kromatid yang identik. Agar dapat tercapai reduksi yang sempurna. yaitu di bidang equator dari sel. Telofase I Pada fase ini. kombinasi antar keduanya akan terbentuk AB. aB. Hal yang sama juga terjadi pada alel dominan (B) dan alel resesif (b) yang akan memisah secara bebas menjadi (B) atau (b). dan benang – benang gelendong mulai terbentuk. anafase I meiosis dimulai ketika kromosom bergerak ke kutub yang berlawanan. jika terdapat alel dominan (A) dan alel resesif (a). Akan tetapi. Sedangkan kromosom yang terlihat dauble pada profase II meiosis bukan merupakan hasil duplikasi bahan genetik. maka terdapat dugaan bahwa berbagai fase yang berlangsung pada meiosis II ini sama dengan berbagai fase yang terjadi selama mitosis. Sedangkan pada metafase I meiosis. jumlah kromosom haploid lah yang terdapat pada nukleus yang baru ini. Maka. sehingga pada fase inilah dimulai terjadinya reduksi kromosom. Anggapan yang demikian tidak benar sama sekali dikarenakan beberapa alasan. b. Metafase I Pada fase ini. 3. Ab. Masing – masing kutub menerima setengah jumlah kromosom yang ada. yaitu “The law of segregation of allelic genes” dan “The law of independent assortment of genes”. 4. Sehingga menandakan bahwa reduksi jumlah kromosom masih belum berlangsung sempurna.

4. Pembelahan Meiosis PERBEDAAN MITOSIS DAN MEIOSIS Perilaku kromosom dan kejadian – kejadian pada mitosis terlihat hampir sama dengan perilaku kromosom dan kejadian – kejadian pada meiosis. Meiosis II menghasilkan reduksi yang sempurna e. jika diperhatikan dengan cermat akan terlihat perbedaan yang mendasar diantara keduanya. Masing – masing kromatid tertarik oleh benang – benang gelendong ke kutub yang berlawanan. akan tetapi dengan jumlah kromosom yang hanya setengahnya saja. yaitu: 1. Profase II Fase ini dapat dimulai setelah selesainya interfase I yang berlangsung sangat pendek. Kromosom pun mulai mengendur kembali. sehingga dari telofase I langsung dilanjutkan ke profase II. Metafase II Pada fase ini. Keadaan kromosom pada metafase II meiosis hampir mirip pada keadaan kromosom pada metafase mitosis. Pada beberapa organisme bahkan tidak mengalami interfase. Pada saat inilah terjadi reduksi kromosom yang sebenarnya. terbentuk kembali nukleolus dan membran nukleus. Anafase II Pada fase ini. Meiosis II sangat penting untuk proses seksual Fase meiosis II sendiri terdiri dari beberapa fase lagi. Membran nukleus mengelilingi ke empat inti hasil pembelahan. sentromer terbelah menjadi dua. 3. Setelah itu. Pada fase ini pula. yang disebut juga tetrad. sehingga dihasilkan empat sel anak yang haploid (n). Benang – benang gelendong yang berasal dari masing – masing kutub mengikat sentromer masing – masing kromatid. kromosom yang terdiri dari dua kromatid berada di bidang equator. 2. Telofase II Pada fase ini terjadi pembelahan sel. terjadi modifikasi lebih lanjut untuk menghasilkan sel gamet. Pada tabel 1 berikut dijelaskan perbedaan – perbedaan tersebut: Tabel 1. Perbedaan Antara Pembelahan Mitosis dan Pembelahan Meiosis No 1 2 3 4 5 6 7 Uraian Kromosom saling berpasangan Kromosom homolog berpasangan Crossimg over Pembagian equasional Reduksi kromosom Jumlah sel yang dihasilkan Level ploidi yang dihasilkan Mitosis tidak tidak tidak iya tidak Dua sel Diploid (2n) Meiosis iya iya iya iya iya Empat sel Haploid (n) . Proses pembelahan meiosis secara lengkap dapat dilihat pada gambar 4.d. Gambar 4. Setiap inti dari sel – sel tersebut memiliki hanya setengahnya saja dari jumlah kromosom tetuanya. Akan tetapi. Bergeraknya kromatid ke arah kutub yang berlawanan ini seperti yang terjadi pada anafase mitosis. dan kadang – kadang juga terjadi dari telofase I langsung ke metafase II. Meiosis II menghasilkan kombinasi yang baru yang dari gen – gen yang berasal tetua jantan dan betina pada generasi sebelumnya f. namun dengan jumlah kromosom yang hanya setengahnya saja. sehingga reduksi kromosom saat ini sudah sempurna.

ganggang biru). Sel yang melakukan pembelahan disebut sel induk. Pertumbuhan merupakan pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali lagi) karena terjadi perubahan substansi dan bentuk. serta pembelahan sitoplasma yang disebut sitokinensis. disebut amitosis. tetapi biasanya sebagian besar sitoplasma zigot disumbangkan oleh gamet. pada makhluk hidup bersel tunggal reproduksi berarti memperbanyak individu. Amitosis terjadi pada organisme prokaryotik (misal bacteri. Amitosis umumnya terjadi pada organisme yang selnya belum mempunyai inti dan jaringan endosperm. Pembelahan mitosis terjadi pada sel tubuh (somatis).akan tetapi. Reproduksi sel dapat terjadi dengan cara pembelahan langsung yaitu melalui amitosis. Usaha-usaha untuk memperoleh informasi lebih banyak tentang struktur inti dengan berbagai teknik pewarnaan tidak memberikan perbaikan yang nyata. Amitosis pada Amoeba . perkembangan dan perkembangbiakan. Memang ada kenyataannya gamet jantan berbagai jenis hampir tidak mengandung sitoplasma. Apabila pembelahan sel menghasilkan dua sel anakan disebut pembelahan binner dan apabila pembelahan sel menghasilkan lebih dari dua sel anakan disebut pembelahan ganda. jika suatu inti dapat diamati ketika sel tempatnya berada sedang dalam keadaan membelah menjadi dua. yaitu sitoplasma dan inti. dan sel yang dihasilkan disebut sel anakan. Amitosis Pembelahan sel secara langsung tanpa didahului oleh pembentukan gelendong pembelahan. maka bahan penyusunnya dapat dilihat jelas. Protozoa. Berdasarkan jumlah sel anakan yang diperoleh. yaitu gamet (telur dan sperma) yang diproduksi oleh induknya. Oleh karena itu bukti mengenai bagaimana bahan dan prosesnya dapat dicari terperinci dalam pembelahan inti. Sel pada gilirannya muncul dari peleburan dari dua sel tunggal. sedangkan pembelahan meiosis terjadi pada peristiwa pembentukan gamet (gametogenesis) yaitu pembentukan ovum (oogenesis) dan pembentukan spermatozoa (spermatogenesis). A. Gb. Inti pada kedua gamet yang berfusi pada proses pembuahan kira-kira sama ukurannya. Hewan dan tumbuhan yang mengalami amitosis misalnya pada Amoeba. Pada dasarnya semua sel terdiri atas dua bagian yang hidup. dan pembelahan tidak langsung yaitu melalui mitosis dan meiosis (reduksi). dibedakan menjadi dua macam.8 9 Kandungan bahan genetik Sel yang terlibat Bisa tetap. Ganggang biru dan Bacteri. peleburan inti serta penampilan kromosom atau pembelahan langsung tanpa mengalami fase-fase dari satu inti ke dua inti. Pertumbuhan. perkembangan dan pemeliharaaan jaringan serta penggantian jaringan yang rusak dapat terjadi karena adanya reproduksi sel. Pembelahan sel yang lengkap meliputi dua proses. bisa Identik dengan sel tetua berubah akibat crossing over Terbatas pada sel Hampir semua sel gamet REPRODUKSI SEL Semua makhluk yang hidup di bumi ini mengalami pertumbuhan. yaitu pembelahan inti sel yang disebut karyokinesis.

terbentuk kutub-kutub pembelahan. fase S dan fase G2 secara terus-menerus tertjadi proses . 4. Mitosis dikendalikan oleh gen dalam masing-masing sel. Termasuk pada fase ini adalah fase G1. Mitosis Gambar. 2. 3. ujung batang. Periode persiapan ini disebut interfase. sel membelah dan masing-masing mempunyai inti. Pembelahan secara mitosis berfungsi untuk memelihara jumlah kromosom. Mitosis terjadi pada sel tubuh (somatis) di mana kromosomnya berpasangan sehingga disebut diploid (2n). Pada manusia dewasa diperkirakan setiap detiknya terjadi 25 juta pembelahan mitosis. Sebagian besar periode persiapan untuk proses pembelahan sel adalah untuk pertumbuhan. kromatid memanjang atau menjadi benang kromatin dan letaknya teratur. Gambar.Tahap pembelahan sitoplasma (sitokinensis) Fase-fase pembelahan mitosis : 1. dan terbentuk 2 sel anakan yang sama. fase S dan fase G2. Mitosis Mitosis adalah pembelahan inti sel dan sitoplasma yang terjadi melalui tahap/ fase pembelahan dari satu sel induk menjadi dua sel anakan. yaitu melalui reproduksi aseksual. Jadi dalam pembelahan mitosis setiap satu sel induk (2n) akan menghasilkan 2 sel anakan (2n). Telofase Kromatid telah mencapai kutub pembelahan. untuk pertumbuhan serta mengganti sel yang rusak. Profase Membran inti menghilang. pembelahan mitosis dapat menghasilkan organisme baru. tetapi diselingi dengan periode tertentu untuk pembesaran dan persiapan. Metafase Setiap kromoson yang terdiri dari 2 kromatid kromosom tersusun pada bidang pembelahan atau equator dan kromosom-kromosom tersebut melekat pada benang spindel pada bagian sentromer (kinetokhor) mengatur diri pada bidang equator. misal titik tumbuh di ujung akar. Pada fase ini terjadi sintesis zat-zat dan pengumpulan energi yang banyak untuk pembelahan berikutnya. metafase. anafase dan telofase. Kerja gen ini dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan dan faktor tumbuh lain. Pada organisme tertentu. meliputi : . benang-benang gelendong berguna sebagai jalur penuntun gerakan kromatid ke kutub. nukleus menghilang. terbentuknya dinding dan nukleolus. dan setiap pasangan kromatid berjalan menuju bidang equator. terdiri dari profase. . lingkaran kambium. Interfase (fese istirahat) Interfase adalah suatu fase dalam pembelahan mitosis yang mempunyai waktu paling lama. kecuali pada sel-sel penghasil gamet untuk reproduksi seksual. misalnya Mitosis Promoting Factor (MPF) yaitu suatu enzim protein kinase yang dihasilkan oleh sel onkrogen. Pembelahan mitosis pada tumbuhan terjadi pada jaringan embrional. Selama fase G1. Anafase Kromatid membelah bergerak meninggalkan bidang equator dan setiap pembelahan menuju ke kutub secara berlawanan. Adanya MPF menyebabkan pertumbuhan sel melebihi sel normal dan dapat menyebabkan kanker.Tahap pemisahan kromosom. Siklus sel 5. Tahap pembelahan mitosis. Pembelahan sel tidak terjadi secara terus-menerus. kromatin menjadi kromosom. bahkan jumlahnya sekitar 90% dari sekuruh waktu siklus sel.B. kromosom menjadi 2 kromatid. Pembelahan mitosis terjadi di seluruh tubuh (somastis) pada manusia.

Profase I : Lama profase 90% dari seluruh waktu yang digunakan untuk pembelahan sel secara meiosis.pembelahan organel. Sering terjadi kiasma yaitu peristiwa dimana 2 kromatid tetrad bersilangan pada satu hingga beberapa tempat sehingga terjadi pertukaran segmen kromatid yg mengandung gen. Subfase berikutnya adalah fase S yang ditandai adanya pembentukan DNA yang tidak terjadi pada fase G1. Perkembangan individu baru dimulai saat terjadi fertilisasi yaitu peleburan dua sel gamet (spermatozoa dengan ovum) atau terjadi pada proses pembentukan sel kelamin (sel gamet). Dengan terbentuknya sekat pemisah yang dimulai dari membran tersebut menuju ke tengah. Pembelahan meiosis terjadi 2 kali tahap pembelahan. membesar. disebut crossing over. 2. C. . dimana satu sel induk (2n) menghasilkan 4 sel anakan (n). rapat dan bergandengan. begitu pula dengan komponen yang lain. . Meiosis Pembelahan ini disebut juga pembelahan reduksi. maka sel induk telah menghasilkan dua sel anakan. Meiosis . Tahap selanjutnya adalah terbentuknya sekat pembelahan sel akibat sitoplasma terbagi menjadi dua. Peristiwa ini berkaitan dengan pembentukan sel-sel gamet yang sifatnya haploid.Pakiten (pakinema) : kromosom mengganda menjadi 2 kromatid.Leptoten (leptonema) : kromatin membentuk kromosom.Diakinesis : merupakan tahap akhir profase I. yaitu nukleoli dan nuleus menghilang. Fase G1 merupakan subfase atau bagian pertama interfase. . kemungkinan terjadi tukar menukar gen antar kromatid yang saling menempel. Hanya sintersa DNA saja yang berlangsung pada fase S. kromosom homolog melekat satu sama lain (sinapsis). namun pada fase ini pembentukan organel melalui proses pembelahan terus berlangsung. . Gambar. Interfase I : Pada fase ini terjadi peristiwa replikasi kromosom. kromosom homolog tetap berikatan dan selanjutnya menuju ke dataran metafase.Zygoten (zygonema) : terbentuk pasangan kromosom homlog.Diploten (diplonema) : kromatid menebal. yaitu : Meiosis I fasenya : 1. Fase G2 adalah subfase terakhir menjelang fase mitosis. Pembelahan meiosis adalah suatu peristiwa reproduksi sel yang menghasilkan sel-sel anak berupa sel-sel haploid. Profase meliputi sub fase : . Di mana pada proses pembelahan ini terjadi pengurangan jumlah kromosom. setiap kromosom membentuk kromatid kembar yang melekat pada sentromer. yang dapat dijelaskan secara berturutturut sebagai berikut. peristiwa ini disebut sitokinesis.

anafase . Anafase I : Sentromer membelah dan pasangan kromosom homolog berpisah ditarik menuju ke kutub sel yang berlawanan sehingga masing-masing kutub sel memperoleh separo atau setengah jumlah kromosom sel induk.mengurangi jumlah kromosom . 3 Tahap Satu kali pembelahan. meliputi : pembelahan . Sitokinesis diikuti interfase yang pendek. Metafase I : Kromosom berpasangan pada bidang equator.metafase . sentriol bergerak menuju ke kutub sel yang berlawanan 2. 4. Sitokinesis terjadi sehingga terjadilah dua sel anakan yang memisah.pembiakan organisme bersel satu 2 Tempat Terjadi pada sel soma (tubuh). . Interfase I : Pada fase ini terjadi peristiwa replikasi kromosom. Metafase II : Kromosom yang berpasangan menempatkan diri pada bidang equator.telefase II 4 Yang .metafase I .sel diploid  sel diploid 5 Hasil 1 sel induk  2 sel anak 1 sel induk  4 sel anakan 2n n 2n n .mengganti sel-sel yang rusak tetap . membran inti dan nukleus hilang.Pada hewan terjadi pada sel reproduksi). sentromer berpisah dan jumlah kromosom masih tetap haploid.profase Meiosis I : . Perbedaan mitosis (pembelahan biasa) dengan pembelahan meiosis (pembelahan reduksi). kambium. 5.hanya sel diploid  haploid (n) melakukan . ujung batang. No Uraian Mitosis Meiosis 1 Tujuan . setiap kromosom membentuk lromatid kembar yang melekat pada sentromer. Meiosis II Fasenya : 1.profase I Meiosis II : . dan putik. jaringan meristem.pada tumbuhan terjadi padakelamin (gamet). somatis (sel tubuh). meliputi : Dua kali pembelahan.pada tumbuhan terjadi di benang sari misal : ujung akar. pembentukan bidang-bidang gelendong. 3. Profase II : Benang kromatin berubah menjadi benang kromosom. Telofase I : Terjadi pembentukan membran anakan nukleus di masing-masing kutub dan terjadi pula sitokenesis 6.telefase metafase II .memperbanyak jumlah sel .anafase I anafase II telefase I .profase II . Telofase II : Sitoplasma membelah dan membentuk 4 gamet.sel haploid  sel haploid .pertumbuhan sehingga pada generasi berikutnya .pada hewan terjadi pada gonade (alat . sentromer diatur mengarah ke kutub-kutub sel yang bertentangan letaknya. 4. ujung daun. . Terjadi pada proses pembentukan terjadinya . Anafase II : Kromatid akan bergerak menuju kutub-kutub sel yang berlawanan.3.

6 n n Sifat sel anak Sifat sel anak sama dengan induknya Sifat sel anak tidak identik dengan induknya 2n 2n Gambar. Perbandingan mitosis dengan meiosis spermatogenesis dengan oogenesis Gambar. Perbandingan .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.