Lembaga Penelitian Unsri

Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penggunaan lahan untuk mendukung program perluasan areal perkebunan dan pengembangan tanaman tebu memerlukan data dan informasi sumberdaya lahan yang handal. Ketidak lengkapan data dan informasi sumberdaya lahan tersebut dapat berakibat pada pemanfaatan lahan yang tidak optimal, dan bahkan dapatmenimbulkandampak kerusakanlahan atau kegagalan usaha bisnis dibidang perkebunan. Karakteristiklahan dalam perkebunan tebu mempunyai nilai penting bagi keberadaan suatu perkebunan tebu, karena merupakan salah satu sumber daya alam yang mendukung proses budidaya dan produksi kebun. Seperti diketahui bersama, tebu merupakan tanaman yang sangat membutuhkan air dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Tanpa ketersedian air yang cukup sepanjang tahun, maka dapat dipastikan pertumbuhan dan produksi akan menjadi rendah, karena tanaman tebu memerlukan kestabilan ketersedian air pada periode pembuahannya. Disisi lain tanaman tebu di awal pertumbuhan kurang tahan terhadap genangan, sehingga kalau budidaya akan dilakukan di daerah rawa diperlukan perencanaan drainase yang tepat untuk mengendalikan muka air tanah sampai batas yangg diinginkan perakaran tanaman tebu. Kedalaman muka air tanah yang diinginkankan tanaman tebu adalah berkisar antara 50-60 cm. Untuk itu bila akan membukan lahan di daerah rawa, maka terlebih dahulu harus dibuat sistem drainase yang tepat. Drainase yang baik adalah selain dapat membuang air bila terjadi kelebihan (banjir), juga dapat mengendalikan muka air tanah agar tidak terlalu turun jauh di musim kemarau. Lahan rawa yang memiliki lapisan sulfat masam kurang dari 1 m, maka air harus dikendalikan agar jangan sampai terlalu jauh turun dibawah lapisan sulfat masam. Untuk itu diperlukan zona pengelolaan air, dari tingkat mikro sampai makro. Zona mikro di level tersier harus dilengkapi dengan bangunan air agar bisa mengendalikan air sesuai dengan yang diinginkan tanaman. I-1 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu Unruk zona makro, bisanya salurantidak hanya digunakan sebagai suplai air dan pembuangan tetapi juga digunakan sebagai navigasi (transportasi), Oleh karena itu pengeruh pasang surut air harus diketahui sehingga dapat disusun jadwal operasi transportasi kombinasi dengan kebutuhan suplai atau drainase. Dari potensi dan kendala diatas maka dirasa pelu untuk melakukan suatu studi secara terpadu yang melihat aspek fisik lahan, iklim, dan hidrologi. Data tersebut sangat penting dalam perhitungan dan perencanaan sistem jaringan

tata air yang tepat untuk budidaya tanaman tebu. B. Maksud dan Tujuan Maksud pekerjaan ini untuk melakukan studi karakteristik tanah, iklim, hidrologi, pemetaan tofografi dan sistem pengaliran pada lahan seluas 1000 ha yang memungkinkan dikembangan sebagai daerah rawa yang potensial untuk tanaman tebu dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Tujuannya dihasilkanperencanaan teknis sistem tata air meliputi saluran dan keseluruhan bangunan air yang dibutuhkan untuk budidaya tanaman kelapa tebu. C.Lingkup dan Rincian Kegiatan Untuk mencapai maksud dan tujuan pekerjaan ini, maka dilakukan tahapan sebagai berikut : a. Kegiatan Persiapan 1)Pengumpulan data sekunder meliputi : • Data Klimatologi,Hidrologi dan hidrometri. • Data hasil studi terdahulu (bila ada). • Peta-peta yang terkait dengan pekerjaan ini. 2) Persiapan Survey • Program kerja (jadwal kerja dan personil).

Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu • Pembuatan peta kerja untuk survey lapangan • Pemeriksaan alat-alat survey • Menyiapkan perlengkapan survey. • Dan lain-lain. b.Kegiatan Survey Lapangan 1)Survai pendataan awal untuk skala tinjau pada areal seluas 1000 ha melihat informasi awal mengenai kegiatan pertanian, kondisi jaringan dan potensi pengembangan pertanian. 2)Pengukuran topografi (situasi semi detail) untuk areal studi seluas 1.000 ha. Pengukuran situasi detail bertujuan untuk mendapatkan data lapangan yang sebenarnya (Existing) yang akan disajikan dalam bentuk peta topografi (peta situasi) skala 1 : 5.000. Pengukuran situasi detail dilakukan dengan tahapan berikut : a)Inventarisasi/pemasangan Bench Mark (BM).

Propil Memanjang dan Propil Melintang. • Setelah diukur trace dan situasi trace. • Kontrol Azimuth ditentukan dengan pengamatan astronom dengan ketelitian 20”. digambar dengan toleransi kesalahan planimetris 0.8 mm pada skala peta. b)Pengukuran Kerangka Dasar Pemetaan. Situasi Trace. saluran buatan. ukuran dan penyebarannya harus sesuai dengan daerah pekerjaan. d)Pengukuran Trace. kemudian diukur profil memanjang dan profil melintang dengan interval jarak 100 m untuk sungai/saluran yang lurus dan 25 -50 m untuk sungai/saluran berbelok dengan kerapatan titik pada profil melintang sesuai kebutuhan.Kondisi. Pengukuran kerangka dasar pemetaan dilakukan dengan pengukuran polygon sebagai kerangka horizontal dan pengukuran waterpass sebagai kerangka vertical. diukur dengan lebar 50 m kekiri dan 50 m kekanan dari tepi sungai/saluran atau sesuai kebutuhan e) Ketelitian. Pengukuran kerangka dasar pemetaaan ini harus terikat dengan benchmark-benchmark yang dipasang terlebih dahulu dan dibagi dalam beberapa loop sesuai dengan kebutuhan serta dikaitkan pada titik referensi terdekat atau yang ditentukan oleh Direksi. . saluran alam dan bangunan buatan. • Ketelitian Vertikal. • Pengukuran tersebut dilakukan pada saluran-saluran alam (sungai). Minimal 90% dari semua titik tinggi garis kontur pada peta yang mudah dikenal dilapangan. tanggul/jalan yang direncanakan (Layout yang telah disetujui). • Pengukuran situasi detail dilakukan dengan cara rincikan dan harus terikat pada kerangka dasar pemetaan. • Pengukuran situasi diukur merata keseluruh daerah rencana pengukuran mencakup batas penggunaan lahan. • Ketelitian Horizontal Minimal 90% titik yang mudah dikenal dilapangan. • Situasi trace dan profil melintang. c)Pengukuran Situasi Detail. I-3 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu • Ketinggian titik detail diukur dengan toleransi 10 cm dengan kerapatan sesuai dengan skala peta yang direncanakan. Toleransi kesalahannya adalah maksimum setengah interval garis kontur.

Perhitungan data lapangan merupakan perhitungan sementara untuk mengetahui ketelitian ukuran. Perhitungan yang sudah menggunakan hitungan peralatan. tersier atau sungai alam dengan lebar maksimum 10 m. • Propil melintang diukur dengan alat waterpass untuk saluran sekunder. • Gambar dibuat dengan ukuran A1. • Salah penutup koordinat maksimum 1 : 5.• Jumlah titik polygon antara dua kontrol Azimuth maksimum 50 buah. • SITUASI Trace dan profil memanjang digambar dengan skala horizontal 1 :5.memanjang dan situasi trace dibuat pada kalkir dengan ukuran 90/95 gram. • Profil melintang digambar dengan skala horizontal 1 : 100 dan vertical 1 : 100 Lembaga Penelitian Unsri Proposal . Dan diukur dengan tachimetri untuk saluran primer dan sungai alam dengan lebar lebih dari 10 m. f) Perhitungan/Penggambaran.0m • Peta situasi detail dibuat dengan skala 1 :5. • Peta Ikhtisar digambar dengan skala 1 :20. Tiap seksi diukur pergi pulang dengan toleransi kesalahan 10 VD mm.000. • Jarak pengukuran waterpass dibagi dalam seksi dengan panjang maksimum 2 Km.5m. • Perhitungan definitive.000 dengan interval 0. • Ketinggian titik detail diukur dengan ketelitian 10 cm. • Penggambaran propel melintang. I-4 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu • Koreksi sudut antara 2 kontrol azimuth maksimum 20”.000 dan interval kontur 1.000 dan vertical 1 : 100. Hasil perhitungan ini akan digunakan dalam proses penggambaran • Penggambaran peta situasi detail dibuat pada kertas kalkir atau kertas lain yang sama kualitasnya.

(terbaru) minimum selama 5 tahun dan stasiun terdekat.000. kegaraman dan masalah gambut (ketebalan dan tingkat kematangannya). salinitas (bergerak dan setempat) dan keasaman pada titik-titik pengukuran yang disesuaikan dengan rencana skematisasi dari model matematik. 4)Survey Tanah Pertanian. tanah sulfat masam. 3)Survey Hidrologi dan hidrometri. kemampuan serta kesesuaian lahan dalam rangka upaya I-6 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu peningkatan usaha pertanian didaerah survey yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : • Inventarisasi serta melokalisir masalah tanah yang ada seperti pirit. • Pengolahan dan analisa data lapangan dan laboratorium sebagai masukan dalam perhitungan desain jaringan reklamasi. kecepatan arus. • Penggambaran peta pengeboran jenis tanah. • Pengumpulan data klimatologi lainnya. Tiap titik diambil contoh tanah sebanyak 2 lapisan. • Pengambilan contoh tanah untuk dianalisa dilaboratorium dengan kerapatan 50 Ha pertitik. • Pengambilan contoh untuk dianalisa dilaboratorium. keasaman. Pekerjaan ini dimaksudkan guna mempelajari potensi. • Pengukuran tinggi/fluktuasi muka air. • Penggambaran peta tataguna lahan usulan dan peta tataguna . Pekerjaan ini dimaksud guna memperoleh data lapangan (primer dan sekunder) dari kondisi hidrologi dan hidrometri daerah survey melalui kegiatan-kegiatan : • Pengumpulan data curah hujan (terbaru) minimum selama 10 tahun dari stasiun terdekat.Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu • Situasi tapak bangunan air (existing dan rencana) digambar dengan skala 1 : 200. kedalaman muka air tanah dan genangan serta kelas kesesuaian lahan dengan skala 1 : 20. sedimintasi. perkiraan genangan dan dampaknya). • Pengumpulan data/informasi banjir (tinggi lamanya. kedalaman lapisan pirit. ketebalan gambut. • Pengamatan karakteristik sungai antara lain morpologi. • Pengukuran penampang melintang sungai/saluran pada setiap lokasi pengukuran muka air. keasaman. • Pengukuran sifat datar (leveling) untuk mengikat papan duga/peilschaal terhadap BM terdekat.

aspek social dan budaya setempat serta berwawasan lingkungan. Jaringan yang perlu dihitung dimensinya terdiri dari saluran primer. Perhitungan dimensi jaringan reklamasi dalam daerah pasang surut dilakukan dengan melakukan perhitungan aliran tidak tetap (Unsteady flow). modulus drainase. sekunder dan tersier.000. Perhitungan dimensi jaringan dalam daerah pasang surut dilakukan sebagai berikut : • Melakukan asumsi-asumsi teknis sehingga dapat menggunakan rumus-rumus untuk perhitungan aliran dengan kondisi unsteady flow. Selain itu perlu dipertimbangkan fungsi masing-masing saluran tersebut. • Pengecekan dengan model matematis terhadap dimensidimensi diatas dengan menggunakan model matematis yang ada. 2)Perencanaan Bangunan Air. c.Kegiatan System Planning • Elaborasi dan analisa data lapangan • Perumusan rencana pengembangan lokasi. konsultan dapat melanjutkan kegiatan dengan perenccanaan yang lebih detail. pemecahan permasalahan yang ada baik aspek teknis maupun non teknis. Desain Rinci Setelah Layout ditetapkan.existing skala 1 : 20. • Merencanakan Lay Out jaringan untuk kegiatan pengembangan yang menunjang hasil/rumusan pada butir b dan mengevaluasi jaringan tata air yang ada. berdasarkan water Management Zoning. . keseimbangan galian dan timbunan serta metode pelaksanaannya. Perencanaan lay out harus mempertimbangkan pembebasan tanah minimal kebutuhan jalur hijau. d. Pengecekan ini dapat mengoptimalkan penampang desain aawal dengan syarat-syarat teknis yang ada. Bangunan air direncanakan sesuai dengan fungsi yang diinginkan antara lain : • Sebagai bangunan penahan air banjir aatau air asin dari luar sistem. I-7 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu 1)Dimensi Jaringan Reklamasi. Berdasarkan Layout yang ada konsultaan dapat melanjutkan dengan perhitungan dimensi jaringan reklamasi dengan memperhatikan ada/tidaknya pengaruh pasang surut.

Perhitungan Bangunan Air ini meliputi : • Ukuran bangunan yang diperlukan. hal ini menimbang terbatasnya ketersediaan tanah dengan kualitas baik disekitar lokasi. Bangunan-bangunan yang sudah didesain (saluran. tahapan pelaksanaan dan sebagainya. Dalam hal dipakai tanah setempat konsultan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : • Penurunan muka tanggul yang akan terjadi. • Spesifikasi teknis. Kekuatan tanggul mencakup ukuran tanggul dan bahan tanggul.• Untuk menjaga agar tinggi muka air dalam system sesuai dengan yang direncanakan. 3) Perencanaan Tanggul. lengkap dengan analisa harga satuan I-9 Lembaga Penelitian Unsri . • Metode pelaksanaan konstruksi pemadatan. • Gambar-gambar Gambar-gambar desain berikut peta dasar yang dipakai dalam perencanaan harus dibuat dengan jelas dan rinci sesuai dengan tingkat ketelitian yang diperlukan untuk pelaksanaan. • Pemilihan bahan yang dipakai. • Kekuatan. 4)Penyiapan Dokumen Lain-lain. Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu • Stabilitas. Perencanaan tanggul pada prinsipnya adalah penentuan elevasi dan kekuatan tanggul itu sendiri. Ukuran minimum tanggul harus memenuhi kriteria stabilitas (faktor keamanan > 3) sesuai dengan data tanah yang ada. bangunan air dan bangunan pelengkap lainnya) harus dilengkapi dengan pedoman pelaksanaan konstruksi dilapangan. • Perkiraan Volume dan Estimasi Biaya (RAB) Konssultan harus menghitung perkiraan volume dan pekerja secara keseluruhan. Bahan tanggul sedapat mungkin menggunakan tanah yang ada ditempat.

hidrologi.Pembuatan Peta Kerja dan Rencana Kerja Berdasarkan data-data yang diperoleh. Kegiatan ini mulai dilakukan setelah diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Pemberi Tugas. literatur maupun eta-peta yang berkaitan dengan lokasi pekeijaan dan hash studi terdahulu. Secara umum metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini dibagi dalam beberapa tahapan. Peta ini selanjutnya digunakan sebagai Peta Kerja dengan menunjukkan rencana garis-garis dan titik (ploting) pengamatan. dalam tahap mi juga ditentukan macam data yang akan dikumpulkan pada saat survey.1. dan tataguna lahan.  Data iklim. KEGIATAN PERSIAPAN Kegiatan persiapan adalah awal dari seluruh tahapan pelaksanaan pekerjaan. . BAB 2 METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN Dalam mencapai tujuan dan sasaran kegiatan diperlukan suatu metodologi pendekatan. 2. dan curah hujan.Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu pekerjaan. analisa teknik. dibuat peta awal kondisi lokasi yang menunjukkan ciri-ciri utama topografi. Disamping membuat Peta Kerja. membuat suatu kerangka berfikir (design concept) yang didalamnya terdapat tahapan analisis dan evaluasi dalam rangka mengkaji permasalahan guna mendapatkan solusi yang dianggap paling akomodatif dan konstruktif yang nantinya dapat dipakai dalam penyusunan suatu konsep zonasi dalam pengelolaan air kawasan lahan dan rawa. yaitu : • Tahap Persiapan • Tahap Survey Lapangan • Tahap Analisis Data • Tahap Perencanaan Detail Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan alir di bawah ini. meliputi pengenalan masalah (problem identification). 2. tanah. daftar harga upah dan bahan dilokasi pekerjaan. metode pelaksanaan pekerjaan. Komponen kegiatan pada tahap ini dan metoda yang dilakukan secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut : 1. dengan melengkapi form . cuaca.Pengumpulan dan Analisis Data Sekunder I-10 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu Data sekunder yang dikumpulkan mencakup berbagai data. antara lain  Peta topografi.  Prediksi air pasang.

Konsultan juga melakukan pengurusan administrasi yang menyangkut perijinan survey di lokasi yang ditentukan. maupun tokoh masyarakat. Konsultan melakukan persiapan tim personil pelaksana dan peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan survey. 3. Laporan Persiapan tersebut kemudian didiskusikan dengan pihak Proyek dan instansi terkait untuk memperoleh masukan guna penyempurnaan laporan dan rencana kerja telah yang telah disusun.Mobilisasi Tim Personil dan Peralatan Survey Mobilisasi tim personil dan peralatan akan dilakukan segera setelah program kerja disetujul oleh Pemberi Tugas dan perijinan administratif survey diselesaikan. metodologi. Persiapan tersebut meliputi kegiatan pengecekan tim/peralatan sesual dengan kuantitas serta kualifikasi yang diperlukan. selanjutnya Konsultan membuat rencana kerja. rencana mobilisasi personil/peralatan dan jadwal kerja. Rencana kerja ini mencakup jadwal pelaksanaan masing-masing komponen kegiatan. dan kurva S. petugas lapangan. Mobilisasi tim/peralatan untuk masing-masing kegiatan survey akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan .survey untuk setiap kegiatan survey yang dilakukan (topografi. Dengan mempertimbangkan volume pekerjaan. 5. peta rencana kerja.Persiapan Tim Personil dan Peralatan Survey Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu Disamping membuat rencana keja. dan ketersediaan personil/peralatan. rencana mobilisasi tim personil/peralatan. balk untuk kegiatan survey lapangan maupun kegiatan studio/kantor. 4.Pembuatan Laporan Persiapan dan Diskusi Laporan Persiapan adalah laporan awal yang memuat program kerja. pejabat setempat. Sedangkan untuk survey sosio-agro-ekonomi dipersiapkan daftar pertanyaan (kuestionair) atau check-list yang digunakan untuk pedoman wawancara dengan petani. Hal ml kemudiandituangkan dalam Laporan Persiapan. formulir yang digunakan untuk survey. rencana kerja tersebut akan dikonsultasikan/didiskusikan dahulu dengan Pemberi Tugas. Dalam kaitan dengan hal ini. batas waktu penyelesaian. serta jadwal penugasan personil dan peralatan. hidrologi/hidrometri). tanah. Sebelum survey lapangan dimulai.

Orientasi Lapangan I-12 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu Orientasi lapangan dimaksudkan untuk memperoleh gambaran awal mengenal lokasi yang akan diukur. Pengukuran topografi (situasi detail) dilakukan dengan tahapan kegiatan dan metoda sebagai berikut: 1. 2. alinemen tanggul. Selama kegiatan ini juga dilakukan penyiapan lokasi basecamp.jadwal/program kegiatan yang telah disetujui. rekruitmen tenaga lokal dan sarana transportasi pangan. Lokasi pemasangan BM ini perlu mendapat persetujuan Supervisi/Direksi yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Lapangan. dan nomenkatur BM yang dipasang harus sesual standar yang ditentukan. Benchmark lama dapat digunakan jika masih memenuhi syarat (kedudukan sesuai. dll). tidak rusak). Bentuk.000. lokasi bangunan. dapat diidentifikasi. Pemasangan BM dipiHh pada lokasi yang aman. serta harus mempertimbangkan kepentingan pemetaan kerangka dasar dan penggunaannya di masa mendatang (pematokan jalur saluran. warna.000 dan 1 5. Pemasangan Benchmark Benchmark (BM) dipasang untuk menandai titik kontrol dan referensi pengukuran.2.1 Pengukuran Topografi Pengukuran topografi (situasi detail) dimaksudkan untuk mendapatkan data lapangan yang sebenarnya (eksisting) yang kemudian disajikan dalam bentuk peta topografi (peta situasi) dengan skala 1 : 20. Kegiatan ini dilakukan secara bersama/koordinasi dengan Supervisi/Direksi Lapangan untuk menentukan titik awal pengukuran. . dimensi. batas areal pengukuran. cukup kokoh dan mudah ditemukan.2 SURVEY LAPANGAN 2. dan metodologi yang akan dilakukan. termasuk penetapan lokasi BM dan CP. 2.

nomor identifikasi. sketsa situasi. Untuk kondisi lapangan.Penetapan Tinggi Referensi Proyek Penetapan tinggi referensi proyek ditujukan untuk memperoleh satu referensi ketinggian yang sama/seragam pada semua titik pengukuran di lokasi pekerjaan.2. dan koordinat. 4.Gambar 3.Pengukuran Kerangka Dasar Pemetaan Pengukuran kerangka dasar dimaksudkan untuk membuat suatu sistem referensi topografi yang benar dimana hasil-hasil survey . Setiap BM dibuat foto. maka panjang BM yang tertanam ke dalam tanah adaah ± 30 s/d 40 cm. 3. Sketsa Bench Mark dan Control Point Ukuran BM yang digunakan adalah dengan dimensi 30 x 30 cm dan tinggi 60 cm.

d. Pengukuran sipat datar dilakukan memakai alat ukur waterpas Ni2 atau sederajat. Penentuan arah/azimuth Arah/azimuth ditemukan dengan pengamatan astronomi atau menentukan azimuth metode gyro dengan memakai alat Theodolith T2 dan Gyro Compass. Adapun spesifikasi dalam pengukuran kerangka dasar pemetaan adalah sebagai berikut: a. Jarak setiap patok sipat datar max. Pengukuran situasi derail/rincikan dilakuIan dengan metode Trigonometri/Tachimetri dimana ujung dan pangkal jalur I-15 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu pengukuran terikat/terkontrol terhadap . dan kemudian diikatkan pada titik referensi terdekat atau yang ditentukan oleh Direksi. ketelitian relatif sama sesuai persyaratan ketelitian yaitu 15” salah penutup sudut antar dua kontrol Azimuth. Ketelitian sipat datar 10 ID mm dimana D =jarak dalam km.lainnya dapat dihubungkan dengan sistem referensi ini.500 setelah perataan beberapa set pembacaan setiap sisi tersebut. e. Pengukuran ini harus terikat dengan benchmark yang telah dipasang terlebih dahulu serta dibagi dalam beberapa loop/kring sesuai dengan kebutuhan. setiap seksi ± 1 .2 km. Jarak pengukuran dibagi dengan seksi-seksi. Pengukuran I-14 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu kerangka dasar pemetaan dilakukan dengan cara pengukuran polygon sebagai kerangka horisontal dan pengukuran waterpass sebagai kerangka vertikal.Pengukuran jarak polygon diukur memakai alat ukur elektronik EDM minimum dua kali (kemuka dan kebelakang) dengan ketelitian 1: 7. 100 m. c.Pengukuran sudut polygon Setiap sudut diukur dua kali (double seri) memakai alat ukur Thedoilt T2 atau sederajat dengan ketelitian 8” setiap sudut polygon dan maksimum 20” salah penutup sudut antar dua korttrol Azimuth. b. Pengamatan astronomi dilakukan pagi dan sore hari pada satu stasiun pengamatan.

− Ketinggian titik detail diukur dengan ketelitian 10 cm.Pengukuran Situasi Detail Pengukuran situasi detail dilakukan setelah kerangka dasar pemetaan dibuat. Peralatan yang digunakan Thedolit TD dengan ketelitian detail pengukuran 10 cm 5. dan mencakup batas tataguna lahan dan ciri-ciri yang sudah ada seperti saluran. Ketelitian dan spesifikasi yang digunakan dalam pengukuran situasi detail adalah sebagai berikut: − Ketelitian horisontal : minimal 90% dan semua titik yang mudah dikenal di lapangan. batas-batas tataguna tanah. dengan kerapatan sesuai dengan skala peta. Titik-titik rincikan/detail-detail diukur dengan kerapatan titik yang disesualkan dengan skala peta yang digunakan dan tersebar dengan kerapatan titik maksimum 1 cm pada peta. f. toleransi kesalahan maksimum adalah setengah interv’al aris kontur. gundukan tanah/bukit-bukit tebing serta batas-batas tanah tinggi dan kalau perlu genangan) dan bangunan-bangunan buatan (saluran tanggul) kolam bangunan-bangunan air. digambar dengan toleransi kesalahan planimeter 0. perubahan permukaan tanah serta vegetasi yang ada di dalam areal pengukuran. anak sungai alam. 6. Dan titik tersebut diukur detail-detail lapangan dengan rincikan. Detail yang diambil di lapangan adalah bangunanbangunan alam (sungai. kuburan dan lain-lain).kerangka dasar pengukuran/pemetaan. − Koreksi sudut antara 2 kontrol azimuth maksimum 20”. − Salah penutup koordinat maksimum 1 : 5000 − Jarak pengukuran waterpass dibagi dalam seksi-seksi dengan panjang maksimum 2 km. Pengukuran situasi diukur ke seluruh areal rencana pengukuran secara merata. lembah. Situasi Trace.8 mm pada skala peta. − Jumlah titik polygon antara dua kontrol azimuth maksimum 50 buah. I-16 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu − Kontrol azimuth ditentukan dengan pengamatan astronomi dengan ketelitian 20”. − Ketelitian vertikal : minimal 90°k dan semua titik tinggi garis kontur pada peta yang mudah dikenal di lapangan. Setiap seksi diukur pergi-pulang dengan toleransi kesalahan 10√D mm. Elevasi titik detail diukur dengan toleransi 10 cm. permukiman dan bangunan. Profil Memanjang dan Profil . dengan sistem rincikan/raai yang terikat pada kerangka dasar pemetaan. dimana D = panjang sirkuit dalam Km.Pengukuran Trace.

sekunder dan tersier. Terikat terhadap (z) kerangka pemetaan dengan ketelitian 15√D mm dimana D = jarak dalam km. − Survey trase akan diambil pada sungai-sungai alam.50 meter untuk saluran tikungan atau penampang sungai seperti diperlukan.Melintang. − Suvey trase termasuk pengukuran penampang memanjang dan melintang pada interval 100 meter untuk saluran yang lurus atau penampang sungai. dengan interval jarak atau sisi polygon max. 100 m pada trace lurus 50 s/d 25 meter pada tikungan. y) kerangka pemetaan dengan ketelitian siap sudut 0. − Pengukuran penampang melintang tarce. − Diukur dengan metode Tachimetri/Trigonometri memakai alat ukur Thedolit TO dengan ketelitian pengukuran 10 cm dengan interval jarak 100 m (untuk saluran primer) tepat pada titik trace atau penampang . saluran buatan seperti saluran primer.5’ (menit) setelah dirata-ratakan dan ketelitian antara dua titik kontrol kerangka pemetaan 10 N” (second) dimana N = jumlah titik polygon diukur dengan alat ukur Thedolit TO.000 Skala vertikal 1: 100 − Potongan Mehntang Skala horisontal/vertikal 1:100 − Uitzet trase yang dikontrol dengan ukuran polygon terikat terhadap titik kontrol (x. sungai dan ujung-ujung as pengukuran. Detail yang diambil sama dengan detail-detail yang tercantum dalam detail pengukuran situasi detail yang ada disepanjang trace.000 − Potongan Memanjang Skala horisontal 1: 2. Diukur dengan metode Trigonometri/ Tachimetri memakai peralatan Theodolit TO dengan ketelitian 10 cm. dengan tujuan untuk memperoleh arah dan dimensi yang akurat. − Alinemen dan strip (situasi strip) sepanjang garis trase skala 1:2. dimana jarak diukur 2 kali (kemuka dn kebelakang) dengan ketelitian ukuran jarak 1:7500 yang diukur dengan pita ukur (kapasitas 100 m) − Pengukuran sipat datar yang berfungsi sebagal dasar penampang memanjang trace. tanggul-tanggul yang I-17 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu ada. − Situasi detail sepanjang jalur trase harus diukur didalam koridor 100 meter lebar (50 meter kekanan dan 50 meter kekiri) dan saluran. Semua titik polygon diukur ketinggiannya. dan terval 25 . jalan petani dan saluran-saluran yang direncanakan. tanggultanggul dan jalan jalan internal sesuai dengan lay out yang ditandatangani untuk archtrase yang dikontrol dengan pengukuran traverse.000/1:5.000 /1: 5.

harus diukur dan diperlihatkan dalam skala 1 : 200. perubahan warna pada tumbuhan). − Pengumpulan informasi mengenai pengaruh kekeringan dan intrusi asin di musim kemarau. − Pengumpulan informasi mengenai banjir yang menyangkut periode. Data ini diperoleh dari informasi penduduk setempat serta pengamatan tanda bekas banjir di sekitar sungai (mis. Detail-detail yang diambil adalah setiap perobahan permukaan tanah dengan kerangka titik ± 2 s/d 5 meter. Detaildetail yang diambA as trace. lama. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai berikut: 1. − Pengumpulan/inventarisasi data iklim juga diambil dan stasiun pengamat terdekat di lokasi studi.Pengumpulan data sekunder yang meliputi: − Pengumpulan/inventarisasi data curah hujan selama 10 tahun terakhir dan stasiun pengamat di wilayah lokasi studi. kali tanggul/jalan pinggir atas tanggul/jalan sampai tanah asli − Pengukuran situasi tapak bangunan diukur dengan metade Trigonometri/ Tachimetri dengan dasar pengikatan kerangka pemertaan. − Lokasi dan perluasan bangunan hidrolik baik yang ada maupun yang direncanakan. 2. lama. pinggir atas saluran. kelembaban udara harian. curah hujan bulanan. tinggi. − Perhitungan sementara dan penggambaran sementara (draft) di lapangan semua pengukuran yang memenuhi syarat akan dihitung sementara untuk mengetahui syarat ketelitian dan dilangsungkan pada draft penggambaran yang dilakukan pada kertas milimeter Rencana kegiatan pengukuran topografi ditunjukkan pada Gambar 3. Data curah hujan yang dikumpulkan adalah curah hujan harian.2 Survey Hidrologi / Hidrometri Kegiatan survey hidrologi dan hidrometri dimaksudkan untuk memperoleh gambaran kondisi hidrologi dan hidrometri di lokasi survey dan juga di daerah sekitarnya.2. Data ini dapat diperoleh dari informasi penduduk . Luas lokasi disesuaikan dengan I-18 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu bangunan dan rencana tapak bangunan sekitar 25 m x 25 x m s/d 100 x 150 meter atau ditentukan oleh pemberi pekerjaan.3. dan dampaknya. menyangkut periode. dan dampaknya (bagi pertanian dan penduduk).memanjang serta posisinya tegak lurus terhadap jalur trace. titik dasar saluran. kecepatan angin. jumlah hari hujan. Data-data iklim yang perlu dikumpulkan meliputi temperatur udara harian. dan penyinaran/radiasi matahari. dimana detaildetailnya diambil dengan teliti kalau perlu pengukuran jarak memakai metband dan ketinggian yang penting memakai waterpas dengan ketinggian dalam 1 cm. luas. perbedaan bentuk saluran. perkiraan luas genangan.

yang diunjukkan oleh penduduk setempat atau yang diamati dan warna/tandah bekas banjir pada tumbuhan.Kondisi iklim dan klimatoogi. Muka tanah setempat b. pengamatan tanda-tanda banjir maksimum. 2. warna. PH dan temperatur air harus dicatat pada saat pengambilan. •Durasi banjir maksimum dan tenggang pasang selama debit aliran tinggi dan rendah diperoleh dan wawancara dengan masyarakat setempat. . dan wawancara dengan masyarakat setempat. c.Diikatkan (levelllng) ke BM. lokasi. Mudah dicapai dan mudah dalam pelaksanaan pengukuran : misal keadaan banjir/flood 3. harus diukur dalam-hubungannya terhadap pengamatan muka air selama survey. I-20 Luasan genangan banjir dapat ditentukan dan peta. topografi. Kualitas Air •Tinggi air di luar zona intrusi kadar garam ditentukan dengan analisis laboratorium contoh air. waktu. − Pengamatan muka air di petak tersier − Pengukuran kualitas air (pH dan salinitas) pada waktu air tinggi dan air rendah. DAS 2. Penggenangan (Flooding) • Tinggi banjir maksimum diukur pada beberapa tempat sepanjang saluran. meteorologi hujan Penempatan alat Hidrometri : 1. Patok. − Pengamatan tinggi muka air simultan selama 30 jam di 2 lokasi terpilih.Peta dasar : geologi.setempat. Pengamatan ini dilakukan secara insitu. Tanggal. •Contoh air diambil pada saat debit air rendah pada semua sungai dan anak sungai yang melintasi daerah proyek. − Pengambilan contoh air untuk dianalisis di laboratorium sebanyak 2 sample.Pengumpulan/inventarisasi data primer yang meliputi : I-19 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu − Pengamatan tinggi muka air secara simultan selama 15 hari di muara sungai. Adapun pengamatan ini dilakukan di 2 lokasi. Untuk pelaksanaan pengukuran/pengamatan hidrometri diperlukan beberapa informasi antara lain : 1. foto udara atau citra radar.Ditempat yang lurus : terhindar dari penyadapan dan penggerusan 2.

potongan melintang diambil pada lokasi pertemuan saluran atau jalan/tanggul. kegaraman. d. Jarak horisontal/lebar setiap I-21 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu penampang dapat ditentukan dengan alat “range finder” atau tali/kawat yang dibentang di atas sungai. yang memungkinkan pemodelan hidrodinamik aliran dapat dilakukan dengan hasil yang akurat. keasaman. mulai dan muara sungai sampal batas paling hulu dari daerah survey. Khusus pada pertemuan sungai besar dengan saluran primer atau sekunder. Kedalaman air ditentukan dengan “echo-sounder”. Untuk sungai kecil atau anak sungai (sungai alam) yang di dalam daerah proyek. dan masalah gambut (ketebalan dan tingkat kematangannya).4 Survey Tanah Pertanian Kegiatan surley tanah pertanian dimaksudkan untuk mempelajari potensi. guna menunjang keperluan klasifikasi tanah dan analisis kesuburan tanah. kemampuan dan kesesuaian lahan dalam rangka pengembangan pertanian di lokasi survey. potongan melintang sungai diambil dekat dengan pertemuan dengan jarak paling tidak 100 m sebelum dan sesudah titik pertemuan.•Pada stasiun pengamatan muka air paling hulu dan setiap sungai utama. tanggal dan waktu pengukuran harus dicatat demikian juga dengan tinggi pasang 2.Inventarisasi serta melokalisir masalah tanah yang ada seperti pirit.Pengukuran Potongan Melintang sungai •Potongan melintang sungai yang berpengaruh terhadap tata air atau yang melintasi atau mengelilingi daerah proyek harus diukur dengan interval yang sama (setiap 2 sampai 5 km) atau dengan interval yang lebih rapat pada bagian sungai yang tidak lurus atau pada setiap ada perubahan. paling sedilsit 10 titik “sounding” harus diambil pada interval yang sama. 2. PH air sungai harus diukur selama pasang surut penuh (30 jam) secara simultan dengan pengamatan elevasi muka air. tanah sulfat masam. •Pada setiap penampang. Adapun ketentuan dan spesifikasi dalam kegiatan survey tanah . Pengambilan contoh tanah untuk dianalisis di laboratorium. •Pada setiap penampang. serta terdiri dan beberapa komponen kegiatan dan metoda sebagai berikut: 1. Inventarisasi sifat dan jenis tanah serta penyebarannya dengan melakukan pengamatan tanah melalul pemboran di seluruh areal. 3.2.

muka air tanah dan genangan. tekstur. pasir kuarsa).pertanian adalah sebagai berikut:  Pengamatan pemboran tanah dilakukan dengan mengikuti atau terikat dengan jalur rintisan topografi. pemboran akan dilakukan sampai kedalaman batas lapisan tanah mineral atau sampai kedalaman ±2 m (untuk tanah gambut tebal). maka diperlukan hubungan kerjasama yang baik dan koordinatif. Dalam hal ditemui kendala tanah yang serius (gambut tebal. karatan. ketebalan bahan organik/gambut dan I-22 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu dekomposisinya.  Pengamatan pemboran dilakukan sampai kedalaman ±120 cm untuk tanah mineral atau sampai bahan induk (jika lapisan tanah terlalu dangkal). Analisa Data dan Konsep Zona Pengelolaan Air Kegiatan pengolahan dan anuisis data dilakukan setelah kegiatan lapangan selesai dilaksanakan. sulfat masam dangkal. kematangan (rippening). baik antara tim pelaksana secara internal maupun antara .  Pada setiap pemboran. maka intensitas pengamatan/pemboran akan ditambah. kemasaman (pH). 2.3. dengan intensitas pengamatan minimal ± 50 Ha/titik. Kegiatan ini meliputi :  Analisa Survey Topografi  Analisa Hidrologi dan Hidrometri  Analisa Tanah Pertanian  Analisa Zona Pengelolaan Air BAB III ORGANISASI PELAKSANAAN Untuk mencapai hasil pekerjaan yang efektif dalam waktu yang ditentukan. Disamping itu perlu dicatat eadaan tataguna lahan dan vegetasi sekitar lokasi pemboran. pengamatan. seluruh sifat-sifat tanah dideskripsi meliputi warna.’ kedalaman batas lapisan pirit/sulfat masam (metoda oksidasi cepat H202). Untuk tanah organik/gambut.

Bertanggung jawab terhadap persiapan pelaksanaan pekerjaan. sehingga semua berjalan sesual dengan permintaan TOR sebagal . Berkaitan dengan hal tersebut. maka perlu disusun personil pelaksana yang akan dilibatkan disertai lingkup penugasan dan tanggung jawab masing-masing secara jelas. . serta secara periodik melaporkan perkembangan pekerjaan kepada Pemberi Pekerjaan.Sarjana S1 Ilmu Tanah.TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB TENAGA AHLi Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu Pekerjaan dilakukan dengan melibatkan beberapa personil/ tim pelaksana dari berbagai “ bidang keahlian. . rencana kerja serta metodologi yang akan diterapkan. 3.1.Bertanggung jawab terhadap pemberi Pekerjaan yang berkaitan terhadap kegiatan tim pelaksanaan pekerjaan dan pelaksanaan pekerjaan yang berlangsung saat ml. S2 Hidrologi dan memiliki pengalaman dalam perencanaan jaringan tata air daerah rawa .Bertanggung jawab atas koordinasi dan Pengawasan terhadap tim yang lain dalam pelaksanaan pekerjaan. termasuk persiapan kantor. fasilitas-fasilitas pelaksanaan pekerjaan. sehingga dapat menunjang kelancaran pekerjaan. Susunan personil/tim pelaksana dan lingkup penugasan/tanggung jawabnya diuraikan sebagai berikut : 1. khususnya berkaitan dengan pengelolaan air daerah rawa. Ketua Tim / Team Leader . Hubungan penugasan/tanggung jawab dari masing-masing personil maupun hubungan koordinatif dengan Pemberi Tugas dituaangkan dalam struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan yang tepat.Bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap pelaksanaan pekerjaan dari sejak persiapan sampai saat akhir pekerjaan.tim pelaksana dengan pihak Pemberi tugas. Organisasi pelaksanaan pekerjaan tersebut diharapkan juga dapat mewujudkan hasil pekerjaan yang optimal. baik pekerjaan lapangan survey lapangan pengukuran dan inventarisasi lahan) sampai pekerjaan kantor (detail desain dan pelaporan). .

AHLI DESAIN -Sarjana S1 Teknik Sivil. Bersama Team Leader melakukan survey pendahuluan untuk identifikasi lokasi di daerah rawa.Mengkaji ulang serta pengecekan keseluruhan hash pekerjaan yang telah dilaksanakan.acuan pekeijaan.Mengkoordinasi secara keseluruhan akan laporán yang harus dhserahkan pada Pihak Pemberi Pekerjaan. S2 Pengairan. Rencana Anggaran Biaya— dan Rencana Paket antara laporan-laporan lain. -Menyiapkan Spesifikasi Teknis. 2. kondisi dan sistem pengaliran yang telah ada serta rencana trase saluran yang akan direncanakan. . I-24 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu Berperan sebagal koordinasi setiap kegiatan diskusi dengan pemberi Pekerjaan dan alokasi penugasan personil yang telibat dalam pelaksanaan proyek. -Menyiapkan perhitungan hidrolis dan stabilitas bangunanbangunan dan gambar-gambar yang diperlukan. -Bertanggung jawab terhadap pembuatan Lay-Out sementara sampal lay-out definitif disetujui direksi pekerjaan. I-25 Lembaga Penelitian Unsri Proposal . -Mendesain bangunan-bangunan yang sudah dihitung angka hidrolis dan stabllitasnya. . -Menyiapkan peta daerah dan skema jaringannya beserta petak-petak tersier. -Melakukan monitoring terhadap kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan sehingga sesuai shedul yang telah direncanakan. serta data-data pendukung yang dibutuhkan dalam tahap desain. -Melakukan inventarisasi lahan serta jaringan irigasi yang ada.

AHLI STRUKTUR BANGUNAN AIR/HIDROLIKA .Melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap perhitungan dan ketelitian di dalam perhitungan data pengukuran. -Melakukan koordinasi di dalam pelaksanaan pengukuran baik ketelitian situasi maupun trase saluran. 5. -Memberikan Petunjuk dalam Penyusunan Spesifikasi Teknik dan Metoda Pelaksanaan konstruksi. Struktur Jembatan. -Membantu menyusun Nota Desain. . fondasi dli) Tanggul Banjir. analisis GIS.Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu 3. diskripsi BM dan lain-lain. -Menyiapkan hasil inventarisasi saluran dan bangunan. . Melakukan survey lokasi sehubungan dengan rencana jalur pengukuran yang akan dilaksanakan Menyiapkan titik-titik referensi pengukuran.Membantu Team Leader dalam menyusun laporan pekerjaan. buku ukur. AHLI TANAH PERTANIAN -Mengkoordinir peaksanaan survai tanah di lapangan. Dermaga dan Sarana Bangunan Pelengkap lainnya. . -Penyusunan laporan yang berhubungan dengan pekerjaan pengukuran baik laporan pengukuran. -Mengkoordinir tim survey untuk melakukan pengukuran debit sumber air baku sesaat. -Melakukan pengumpulan data kilmatologi dan data debit sungai. 6. AHLI GEODESI ATAU PEMETAAN -Menguasi ilmu pemetaan. AHLI HIDROLOGI -Melakukan survel dan identifikasi kondisi jaringan irigasi yang ada. dan rekomendasi untuk parameter desain dan perhitungan kebutuhan air dan ketersediaan air baku. Debit Banjir. -Menyiapkan gambar-gambar hash pengukuran dan laporan akhir dan hasil pengukuran. Stabilitas Lereng Saluran. analisa data Curah Hujan. -Melakukan analisa hidrologi berupa.Melaksanakan Perhitungan dan Perencanaan Struktur Bangunan Hidraulik (pintu. 4. -Menyusun laporan lapangan hasil identifikasi dan laporan pendukung hidrologi.

Sitompul http://www. Keseluruhan tenaga pendukung mi bertugas membantu Ketua Tim dan Tim Ahil lainnya dalam kegiatan survey lapangan.Si 2. Chief Surveyor.Suveyor tofografi : Ir. Tenaga Pendukung Tenaga pendukung dalam pekerjaan ini adalah tenaga sub profesional yang meliputi : Asisten Tenaga Ahli. pembuatan laporan dan peta-peta. serta pengurusan administrasi dan keuangan dalam pelaksanaan pekerjaan. M.Mengidentifikasi hambatan-hambatan yang berhubungan dengan pengembangan pertanian khususnya budidaya tebu.M. M. operator komputer. Muh Bambang P. . -Memberikan saran-saran yang berguna untuk peningkatan berdasarkan kriteria dan petunjuk.com/doc/39024353/Proposal-Rawa-1000ha .Sc 3.Sc.-Melakukan survai tanah di lokasi daerah rawa .2.Ahli GIS Pemetaan : Ir. Ketua Tim: Ir. 3. H.Sc. -Mengidentifikasi kedalaman pint. Said.Ahli Tanah Pertanian : Ir. ketebalan gambut di lokasi proyek. -Membuat laporan kemajuan kerja.Melakukan pengamatan profil tanah dan pengambilan contoh tanah untuk dianalisa di laboratorium. Dr.Ahli Simulasi dan Pemodelan komputer : Dr.Si 5. I-27 Lembaga Penelitian Unsri Proposal Studi Perencanaan Sistem Tata Air Lahan rawa 3000 ha untuk Perkebunan Tebu 8. Tenaga Pendukung ini diperlukan sebanya 7 orang. Juru Gambar.scribd. M. Ngudiantoro. serta tenaga lapangan. Rencangan Personil Penanggung Jawab kegiatan: Prof. -Membuat kerangka kerja pelaksanaan survai tanah yang pasti dan efisien di lapangan. . Ir.Melakukan pengamatan perkembangan tanah di lokasi proyek. laporan bulanan dan membantu Team Leader dalam membuat laporan akhir. M. Momon Sodik Imanudin. M. (Ahli Hidrologi dan Rawa) Tenaga Ahli : 1. Dery Darmawan 4.Ahli Bangunan Air : Ir. pengolahan data. surveyàr. pengelola administrasi dan keuangan. Feriadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful