MAKALAH BUNYI DAN CAHAYA

UNIVERSITAS NAROTAMA Surabaya
Di Susun Oleh :: Teguh Febrianto NIM :: 04211138

Kata Pengantar

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Bunyi dan Cahaya”. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Fisika di Universitas Narotama Surabaya. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini. Akhirnya penulis berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan yang setimpal kepada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

2

Daftar Isi

4 Kesalahan Refraksi Bab 3 : Kesimpulan Daftar Pustaka 3 BAB I .2 Visus 2.3 Akomodasi 2.Kata Pengantar Bab 1 : Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.3 Tujuan Penulisan 2 4 4 5 6 7 7 12 15 17 19 20 Bab 2 : Pembahasan 2.2 Rumusan Masalah 1.1 Konsep Dasar Bunyi 2.

Gelombang bunyi ini merupakan vibrasi/getaran dari molekul – molekul zat dan saling beradu satu sana lain namun demikian zat tersebut terkordinasi menghasilkan gelombang serta mentransmisikan energy bahkan tidak pernah terjadi pemindahan partikel. Melalui pendekatan cahaya sebagai gelombang dan partikel maka peristiwa refraksi. disperse dan refleksi dapat dijelaskan denngan teori gelombang sedangkan peristiwa panas yang ditimbulkan oleh cahaya dapat di jelaskan melalui teori foton kwatum atau partikel. Cahaya sendiri pada hakekatnya tidak dapat dilihat. atau padat sering menimbulkan gelombang bunyi. zat cair. Suatu penelitian mengenai terjadinya penjalaran bunyi. mendeteksi dan penggunaan bunyi sangat penting untuk mengetahui lebih lanjut akan pengalihan energy mekanik.2 Rumusan Masalah .PENDAHULUAN 1. kesan adanya cahaya apabila cahaya tersebut mengenai benda. difraksi. 4 1.1 Latar Belakang Suatu perubahan mekanik terhadap zat gas.

2. Apa yang dimaksud dengan visus .Adapun rumusan masalah yang akan di bahas pada bab selanjutnya yaitu : 1.2. Apa saja konsep dasar bunyi ? 1.2. akomodasi dan refraksi ? 5 1.3 Tujuan Penulisan .1.

Untuk mengetahui dan memahami mengenai konsep dasar bunyi.2.3. Untuk mengetahui dan memahami mengenai visus.3.1. 6 BAB II .Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah selain sebagai tugas perkuliahan juga untuk menambah wawasan penulis mengenai : 1. akomodasi dan refraksi. 1.

Ruang mulut dan ruang hidung manusia merupakan struktur sensoris untuk menghasilkan vibrasi melalui pita suara. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telingamanusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. batu bara. Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal. gas. Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi. yaitu getaran di udara atau medium lain. Bunyi yang di hasilkan instrument music. Jadi. selalu menghasilkan bunyi. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebutinfrasonik. tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz(Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.PEMBAHASAN 2. gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air. atau udara. sampai ke gendang telinga manusia. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair. pohon atau daun juga menghasilkan bunyi.1 Konsep Dasar Bunyi Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. demikian pula garputala yang digetarkan akan menghasilkan bunyi. Misalnya pembakaran minyak dalam suatu mesin. 7 . gerakan dahan. padat. Sumber bunyi Banyak sekali fenomena menghasilkan bunyi. Bunyi dapat berasal dari alam dan juga dari perbuatan manusia.

Dapat digabungkan Contoh : Jam weker. Tenaga Listrik 5. tenaganya dapat disimpan untuk berbunyi.Selain perbedaan bahannya. 2. bentuk dan ukurannya. Dapat disimpan 3. Tenaga Air 4. Tenaga Uap 6. Dan Lain-lain Dari bermacam-macam tenaga tersebut ada beberapa kesamaan sifat. yaitu bahwa tenaga itu : 1. bila adanya tenaga atau energi yang menggetarkannya. Tenaga Manusia 2. Dapat diubah atau dikurang.  Tenaga Sumber bunyi akan bergetar. Jadi sumber bunyi akan berbeda oleh perbedaan bahan. Dapat dialihkan 4. Bila bentuknya berbeda. 8 . maka berbeda pula bunyinya. Pemain biola tidak langsung menyentuh sumber bunyinya. sumber bunyi dapat dibedakan oleh bentuk dan ukurannya. Tenaga Angin 3. Tenaga ini bisa berupa : 1.

Disamping itu.  Frekuensi Tinggi-rendahnya bunyi ditentukan oleh cepat-lambatnya getaran dari sumber bunyi..1440 meter per detik Besi………………………………......500 meter per detik Timah……………………………….. Bandingkan dengan kecepatan rambat bunyi pada zat pengantar lain : Gabus………………………………....5120 meter per detik Angka-angka tersebut memang dapat berubah oleh perubahan suhu. Dan banyaknya getaran per detik ini disebut Frekuensi.. bukan berarti tidak baik.. Biasanya dari banyaknya getaran per detik. semakin tinggi bunyinya. Namun sebenarnya udara pengantar bunyi yang lamban. Pengantar Udara adalah pengantar bunyi yang paling banyak kita gunakan. Namun perubahan ini kecil sekali sehingga praktis kurang begitu berarti. Maka : 440 Cps = 440 Hz = 440 getar per detik 9 . khususnya dalam tehnik radio di pakai pula satuan Hz (hertz) ini diambil dari nama Heinric Hertz (1857-1894) seorang ahli pengetahuan alam bangsa Jerman. Semakin banyak getaran per detiknya. Dalam penguluran frekuensi biasanya dihitung denga satuan Cps ( cyeles per second) yang berarti getaran per detik. Kecepatan merambat bagi udara sebagai pengantar bunyi hanyalah 345 meter per detik.1190 meter per detik Air……………………………….....

Dan sedikit banyak kejadian ini akan menambah kekuatan getar sumber buyi. semakin kuat pula bunyinya.000 Hz. Sedangkan bagian kuat dari pemain orkes besar kurang lebih hanya mencapai 95 db. khususnya. walaupun sumber bunyinya pada senar. amplitudo. Biasanya digunakan satuan decibel yang disngkat db. Kekuatan bunyi tidak ditentukan oleh frekuensi bunyi. yang justru lebih kuat daripada sumber bunyi. bunyi biola selembut-lembutnya yang setara dengan siulan kita lebih kurang 20 db. kekuatan bunyi juga dapat diiukur. tetapi oleh hal-hal yang lain. Sehingga kotak tersebut dinamakan kotak resonator. Usia merupakan salah satu pengaruh frekuensi tinggi-rendahnya daya dengar manusia. udara di dalam kotak itulah pelaku resonansi. Semakin lebar getaranya. Angka petunjuk antara 0 db sampai kurang lebih 120 db.  Kekuatan bunyi Bunyi yang kuat bebeda dengan bunyi yang tinggi. Biasanya dilakukan oleh benda atau bagian terdekatnya. Resonansi berarti ikut bergetar sejalan getaran bunyi. resonansi. namun kekuatannya bunyinya lebih berasal dari kotak kayunya. Jarak dimaksukan bahwa kekutan bunyi juga ditentukan oleh jarak antara sumber bunyi dengan alat pendengar atau penerima. Namun kotak resonatornya hanya berlaku pada gitar accostic. Memakin dekat. akan semakin keras bunyinya. Sebagai bandingan.Secara umum daya dengar manusia antara 16 Hz sampai dengan 16. Amplitudo adalah lebar getar atau simpang getar yang dibuat oleh sumber bunyi. Sebagaimana frekuensi. 10 . Pada gitar elektrik resonansi dibuat oleh proses elektrik. Sebab. dan jarak. Contoh gitar.

 Kecepatan bunyi Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1. jauh lebih cepat daripada di udara Rumus mencari cepat rambat bunyi adalah v=s:t Dengan s panjang Gelombang bunyi dan t waktu  Resonansi Suatu benda. misalnya gelas.Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.400 km/jam. Peristiwa ini dinamakan resonansi. berupa keseluruhan kesan pendengaran yang kita peroleh dari sumber bunyi. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda. Di air. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara. Tiap saat. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah. tapi di tempat lain merenggang. sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. kecepatannya 5. Timbre Timbre adalah warna bunyi. benda itu akan bergetar. sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi. Mengapa warna bunyi benda berbeda-beda?  Gelombang Bunyi Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar majumundur. setelah dipengaruhi resonansi dan zat pengantar.224 km/jam.000 km/jam. molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia. mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. kecepatan bunyi 1. 11 . menyebar dari sumber bunyi.

Struktur-struktur ini adalah. pupil. Dua puluh kaki dianggap sebagai tak terhingga dalam perspektif optikal (perbedaan dalam kekuatan optis yang dibutuhkan untuk memfokuskan jarak 20 kaki terhadap tak terhingga hanya 0. Untuk alasan tersebut. Satuan lain dalam meter dinyatakan sebagai visus 6/6. lapisan air mata.2.164 dioptri). sebuah daerah di dalam makula yang memiliki densitas tertinggi akan fotoreseptor konus/kerucut sehingga memiliki resolusi tertinggi dan penglihatan warna terbaik. Ketajaman dan penglihatan warna dipengaruhi secara bebas oleh masingmasing unsur. lensa. Cahaya datang dari sebuah fiksasi objek menuju fovea melalui sebuah bidang imajiner yang disebut visual aksis. memiliki fungsi fisiologis yang berbeda dan tidak tumpang tindih kecuali dalam hal posisi. sebuah bentuk yang khusus di mana tergantung dari ketajaman fokus retina dalam bola mata dan sensitifitas dari interpretasi di otak. kornea. Untuk menghasilkan detail penglihatan. vitreus dan akhirnya retina sehingga tidak akan meleset ke bagian lain dari retina. sistem optik mata harus memproyeksikan gambaran yang fokus pada fovea. Ketajaman dan penglihatan warna sekalipun dilakukan oleh sel yang sama. Bagian posterior dari retina disebut sebagai lapisan epitel retina berpigmen (RPE) yang berfungsi untuk menyerap cahaya yang masuk ke dalam retina sehingga tidak akan terpantul ke bagian lain dalam retina. visus 20/20 dapat dianggap sebagai performa nominal untuk jarak penglihatan manusia. COA (Camera Oculi Anterior = Bilik Depan). Ini adalah pengukuran fungsi visual yang tersering digunakan dalam klinik. 12 . Jaringan-jaringan mata dan struktur-struktur yang berada dalam visual aksis (serta jaringan yang terkait di dalamnya) mempengaruhi kualitas bayangan yang dibentuk. Istilah “visus 20/20” adalah suatu bilangan yang menyatakan jarak dalam satuan kaki yang mana seseorang dapat membedakan sepasang benda.2 Visus Visus adalah ketajaman atau kejernihan penglihatan. Visus adalah sebuah ukuran kuantitatif suatu kemampuan untuk mengidentifikasi simbol-simbol berwarna hitam dengan latar belakang putih dengan jarak yang telah distandardisasi serta ukuran dari simbol yang bervariasi. visus 20/40 dapat dianggap separuh dari tajam penglihatan jauh dan visus 20/10 adalah tajam penglihatan dua kali normal.

strabismus. Penurunan tajam penglihatan direfleksikan dalam berbagai macam abnormalitas pada sel-sel di korteks visual. Jika pupil kecil (1-2 mm). Seperti pada lensa fotografi. Mata terhubung pada korteks visual melalui nervus optikus yang muncul dari belakang mata. yang bermanifestasi sebagai hilangnya penglihatan binokular dan kedalaman persepsi atau streopsis. Perkembangan yang normal dari ketajaman visus tergantung dari input visual di usia yang sangat muda. Perubahanperubahan ini meliputi penurunan yang nyata akan jumlah sel-sel yang terhubung pada mata yan terkena dan juga beberapa sel yang menghubungkan kedua bola mata. ditampilkan oleh sedikitnya 60% dari korteks visual/penglihatan.RPE juga memiliki fungsi vital untuk mendaur-ulang bahan-bahan kimia yang digunakan oleh sel-sel batang dan kerucut dalam mendeteksi photon. 13 . Kedua nervus opticus tersebut bertemu pada kiasma optikum di mana sekitar separuh dari serat-serat masing-masing mata bersilang menuju tempat lawannya ke sisi lawannya dan terhubung dengan serat saraf dari bagian mata yang lain akan menghasilkan lapangan pandang yang sebenarnya. Gabungan dari serat saraf dari kedua mata membentuk traktus optikus. Jika RPE rusak maka kebutaan dapat terjadi. ketajaman bayangan akan terbatas pada difraksi cahaya oleh pupil. Segala macam bentuk gangguan visual yang menghalangi input visual dalam jangka waktu yang lama seperti katarak. Bagian tengah 100 dari lapang pandang (sekitar pelebaran dari makula). Korteks penglihatan adalah bagian dari korteks serebri yang terdapat pada bagian posterior (oksipital) dari otak yang bertanggung-jawab dalam memproses stimuli visual. Aberasi optik pada mata yang menurunkan tajam penglihatan ada pada titik maksimal jika ukuran pupil berada pada ukuran terbesar (sekitar 8 mm) yang terjadi pada keadaan kurang cahaya. Antara kedua keadaan ekstrim. atau penutupan dan penekanan pada mata selama menjalani terapi medis biasanya berakibat sebagai penurunan ketajaman visus berat dan permanen pada mata yang terkena jika tidak segera dikoreksi atau diobati di usia muda. diameter pupil yang secara umum terbaik untuk tajam penglihatan normal dan mata yang sehat ada pada kisaran 3 atau 4 mm. ketajaman visus dipengaruhi oleh diameter pupil. Banyak dari neuronneuron ini dipercaya terlibat dalam pemrosesan tajam penglihatan.

14 2. sistem penglihatan sentral. akan menyebabkan penurunan tajam penglihatan.Semua ini membentuk dasar fisiologi dari penglihatan binokular. dan penyakit-penyakit yang mengenai korteks visual seperti stroke dan tumor. penyakit-penyakit yang mengenai jaras optik menuju otak seperti tumor dan sklerosis multipel. Segala macam bentuk proses patologis pada sistem penglihatan baik pada usia tua yang merupakan periode kritis. pengukuran tajam penglihatan adalah sebuah tes yang sederhana dalam menentukan status kesehatan mata. Penyebab sering dari turunnya tajam penglihatan adalah katarak.3 Akomodasi . dan jaras-jaras penglihatan menuju otak. penyakit-penyakit yang mempengaruhi retina seperti degenarasi makular. Berbagai penurunan tajam penglihatan secara tiba-tiba selalu merupakan hl yang harus diperhatikan. dan parut kornea yang mempengaruhi jalur penglihatan. Maka. Traktus ini akan berhenti di otak tengah yang disebut nukleus genikulatus lateral untuk kemudian berlanjut menuju korteks visual sepanjang kumpulan serat-serat saraf yang disebut radiasio optika. dan diabetes.

3.3. serabut meridional dan serabut sirkular. dan ketegangan pada ligament tersebut menyebabkan lensa itu tetap relative pipih dalam keadaan mata yang beristirahat normal pada insersi ligament di dalam koroid ada muskulus siralis yang mempunyai dua set serabut otot polos. Bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi. bila muskulus siliaris berkontraksi sekuat mungkin. ini merupakan suatu akomodasi total sebesar 14 dioptri. lensa terdiri dari suatu kapsul elastic kuat yang diisi serabut-serabut protein kental tapi transparan. telah memperlihatkan bahwa akomodasi terjadi akibat perubahan di lensa kristalina. Pengaturan Akomodasi Oleh Saraf Otonom . yang sama sekali disebabkan elastisitas kapsul lensa. Jadi kontraksi kedua set serabut otot polos di dalam muskulus silaris merelaksasikan ligament pada kapsul lensa.2. karena eelastisitas kapsulnya. Kontraksi otot silaris menyebabkan penebalan dan peningkatan kelengkungan lensa. Untuk melakukan hal ini bentuk lensa di rubah dri lensa cembung moderat menjadi suatu lensa sangat cembung. dan lensa tersebut mengambil suatu bentuk lebih sferis. seperti bentuk sebuah balon. mungkin akibat relaksasi kapsul lensa.1. Mekanisme Akomodasi Daya bias lensa kristalina mata dengan sengaja dapat ditingkatkan dari 15 dioptri menjadi kira-kira 29 dioptri pada anak kecil. 2. 15 2.mekanismenya yaitu : • Dalam keadaan normal. Sebaliknya. kekuatan dioptri lensa menjadi paling lemah. kekuatan dioptri lensa itu menjadi maksimum.Mata mengubah-ubah daya bias untuk memfokuskan benda dekat mellui peruses yang disebut akomodasi. ia mengambil suatu bentuk sferis. Penelitian tentang bayangan purkinje yang merupakan pencerminan dari berbagai permukaan optis di mata. Ligamentum ini terus ditegangkan oleh tarikan elastic dari pelekatan mereka ke koroid. Bila lensa itu dalam keadaan berelaksasi tanpa ketegangan pada kapsulanya.

Muskulus siliaris hamper seluruhnya oleh susunan saraf parasimpatis. Sebagai akibatnya . Rangsangan serabut parasimpati ke mata mengkontraksikan muskulus siliaris.4 Kesalahan Refraksi . jumlah impuls parasimpatis yang tiba pada muskulus siliaris harus di tingkatkan secara progresif agar mata dapat tetam mempertahankan benda tersebut dalam focus. dengan demikian daya bias mata dapat memfokuskan benda yang lebih dekat padanya dari pada mata dengan daya bias lebih kecil. ketika suatu benda jatuh bergerak kea rah mata. 16 2. yang kemudian merelaksasikan ligament lensa yang kemudian merelaksasikan ligament lensa dan meningkatkan daya biasnya.

tetapi untuk memfokuskan benda-benda pada jarak dekat.4. melihat semua benda jatuh dengan jelas.Emetropia mata diangap normal atau atau emetrop. • Mata Hipermetrop Yaitu penderita dengan kelainan ini mengeluh ketajaman penglihatannya kabur baik jauh maupun dekat. 2. jika bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi. 17 • Mata Asigmatisma . terutama anak yang lahir prematur.1. Ini berarti bahwa mata emetrop dapat. ia harus mengkontraksikan muskulus siliarisnya dan dengan demikian demikian mengadakan berbagai derajat akomodasi. Macam-macam kesalahan Refraksi • Mata Miopia Yaitu penurunan ketajaman penglihatan jauh jika dibanding dengan orang normal. berkas cahaya sejajar dari benda jatuh berada dalam focus tajam pada retina. Kelainan ini dapat dikoreksi dengan lensa positif / cembung. Ketajaman penglihatan dikatakan normal apabila mata tanpa akomodasi dapat dengan jelas melihat gambar/ tulisan pada jarak 6 meter dengan sudut pandanng 5º (sudut visualis). dengan bertambahnya usia maka terjadi pertumbuhan bola mata sehingga ukuran koreksi lensanya menurun. Prosentase penderita ini paling banyak. Keadaan ini banyak timbul pada anak-anak. Kelainan ini dapat ditolong dengan pemberian kaca negatif / cekung. dengan muskulus siliaris yang sama sekali berelaksasi. Kesalahan refraksi adalah penurunan ketajaman penglihatan yang dapat dikoreksi dengan kaca mata.

Dengan pemakaian lensa kontak. dengan pemakaian lensa kontak penderita dituntut lebih dalam menjaga kebersihan. pemberian resep kacamata sebaiknya diberikan maksimal sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan ini dipergunakan untuk merangsang saraf penglihatan.Yaitu kelainan ketajaman penglihatan disebabkan karena penderita tidak dapat melihat sama jelas pada gambar disatu bidang datar. • Dengan bedah Refraktif (Lasik) yaitu dengan penipisan atau irisan pada kornea untuk mengurangi tebalnya. • Dengan bedah lensa jernih dilakukan pada penderita dengan miop yang sangat tinggi yang tidak memungkinkan di lakukan Lasik. dan pasca bedah kornea. pasca infeksi. Penanganan  Ada bermacam-macam penanganan: • Konvensional yaitu dengan pemakaian kacamata. atau bisa juga ditanam lensa didepan iris (phakic IOL/verisys). 18 BAB III . Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea. dengan asumsi bentuk bola mata telah maksimal dan penderita kooperatif. umumnya dilakukan pada penderita telah berumur lebih dari 22 tahun.

Visus adalah ketajaman atau kejernihan penglihatan. Tiap saat. jika bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi.KESIMPULAN Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Penelitian tentang bayangan purkinje yang merupakan pencerminan dari berbagai permukaan optis di mata. mungkin akibat relaksasi kapsul lensa. molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat. 19 . Kontraksi otot silaris menyebabkan penebalan dan peningkatan kelengkungan lensa. Mata mengubah-ubah daya bias untuk memfokuskan benda dekat mellui peruses yang disebut akomodasi. padat. tapi di tempat lain merenggang. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair. sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi. berkas cahaya sejajar dari benda jatuh berada dalam focus tajam pada retina. Emetropia mata diangap normal atau atau emetrop. sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. atau udara. sebuah bentuk yang khusus di mana tergantung dari ketajaman fokus retina dalam bola mata dan sensitifitas dari interpretasi di otak. Kesalahan refraksi di bagi menjadi : Mata Miopia. gas. batu bara. gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air. Mata Asigmatisma. Jadi. telah memperlihatkan bahwa akomodasi terjadi akibat perubahan di lensa kristalina. Mata Hipermetrop. Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar majumundur.

Fisika Kedokteran . - 20 .F. Guyuton . Jakarta :Widya Medika . Taylor Asbury dan Paul Riodhan –Eva. 1990.DAFTAR PUSTAKA - Gabriel . Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. 1996. Vaughan G. jakarta :Buku Kedokteran EGC.J.Optamologi Umum Eds 14 . Daniel. 2000 . Jakarta : Buku Kedokteran EGC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful