P. 1
Makalah Bunyi Dan Cahaya

Makalah Bunyi Dan Cahaya

|Views: 148|Likes:
Published by Novan Sikoki Hitam

More info:

Published by: Novan Sikoki Hitam on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/17/2015

pdf

text

original

MAKALAH BUNYI DAN CAHAYA

UNIVERSITAS NAROTAMA Surabaya
Di Susun Oleh :: Teguh Febrianto NIM :: 04211138

Kata Pengantar

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Bunyi dan Cahaya”. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Fisika di Universitas Narotama Surabaya. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini. Akhirnya penulis berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan yang setimpal kepada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

2

Daftar Isi

1 Latar Belakang 1.2 Visus 2.3 Tujuan Penulisan 2 4 4 5 6 7 7 12 15 17 19 20 Bab 2 : Pembahasan 2.4 Kesalahan Refraksi Bab 3 : Kesimpulan Daftar Pustaka 3 BAB I .2 Rumusan Masalah 1.3 Akomodasi 2.1 Konsep Dasar Bunyi 2.Kata Pengantar Bab 1 : Pendahuluan 1.

mendeteksi dan penggunaan bunyi sangat penting untuk mengetahui lebih lanjut akan pengalihan energy mekanik. disperse dan refleksi dapat dijelaskan denngan teori gelombang sedangkan peristiwa panas yang ditimbulkan oleh cahaya dapat di jelaskan melalui teori foton kwatum atau partikel.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perubahan mekanik terhadap zat gas. Melalui pendekatan cahaya sebagai gelombang dan partikel maka peristiwa refraksi. atau padat sering menimbulkan gelombang bunyi. Cahaya sendiri pada hakekatnya tidak dapat dilihat. Gelombang bunyi ini merupakan vibrasi/getaran dari molekul – molekul zat dan saling beradu satu sana lain namun demikian zat tersebut terkordinasi menghasilkan gelombang serta mentransmisikan energy bahkan tidak pernah terjadi pemindahan partikel. zat cair. difraksi. 4 1. kesan adanya cahaya apabila cahaya tersebut mengenai benda. Suatu penelitian mengenai terjadinya penjalaran bunyi.2 Rumusan Masalah .

2. Apa yang dimaksud dengan visus .2.1.2. Apa saja konsep dasar bunyi ? 1. akomodasi dan refraksi ? 5 1.Adapun rumusan masalah yang akan di bahas pada bab selanjutnya yaitu : 1.3 Tujuan Penulisan .

3.3. akomodasi dan refraksi.Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah selain sebagai tugas perkuliahan juga untuk menambah wawasan penulis mengenai : 1. 1.2. 6 BAB II .1. Untuk mengetahui dan memahami mengenai konsep dasar bunyi. Untuk mengetahui dan memahami mengenai visus.

gerakan dahan. sampai ke gendang telinga manusia. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair. Ruang mulut dan ruang hidung manusia merupakan struktur sensoris untuk menghasilkan vibrasi melalui pita suara. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebutinfrasonik. Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal. batu bara. tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz(Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.1 Konsep Dasar Bunyi Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Sumber bunyi Banyak sekali fenomena menghasilkan bunyi. gas. Bunyi dapat berasal dari alam dan juga dari perbuatan manusia. gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air. yaitu getaran di udara atau medium lain. pohon atau daun juga menghasilkan bunyi. Bunyi yang di hasilkan instrument music. 7 . demikian pula garputala yang digetarkan akan menghasilkan bunyi. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telingamanusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. selalu menghasilkan bunyi.PEMBAHASAN 2. padat. atau udara. Misalnya pembakaran minyak dalam suatu mesin. Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi. Jadi.

Tenaga ini bisa berupa : 1.  Tenaga Sumber bunyi akan bergetar. 2.Selain perbedaan bahannya. Dan Lain-lain Dari bermacam-macam tenaga tersebut ada beberapa kesamaan sifat. Dapat disimpan 3. Tenaga Air 4. Jadi sumber bunyi akan berbeda oleh perbedaan bahan. yaitu bahwa tenaga itu : 1. Tenaga Listrik 5. Bila bentuknya berbeda. Dapat dialihkan 4. Tenaga Uap 6. tenaganya dapat disimpan untuk berbunyi. bentuk dan ukurannya. 8 . Dapat digabungkan Contoh : Jam weker. Pemain biola tidak langsung menyentuh sumber bunyinya. Dapat diubah atau dikurang. Tenaga Angin 3. Tenaga Manusia 2. bila adanya tenaga atau energi yang menggetarkannya. maka berbeda pula bunyinya. sumber bunyi dapat dibedakan oleh bentuk dan ukurannya.

Bandingkan dengan kecepatan rambat bunyi pada zat pengantar lain : Gabus………………………………...5120 meter per detik Angka-angka tersebut memang dapat berubah oleh perubahan suhu.. khususnya dalam tehnik radio di pakai pula satuan Hz (hertz) ini diambil dari nama Heinric Hertz (1857-1894) seorang ahli pengetahuan alam bangsa Jerman.. Kecepatan merambat bagi udara sebagai pengantar bunyi hanyalah 345 meter per detik.. bukan berarti tidak baik..... Maka : 440 Cps = 440 Hz = 440 getar per detik 9 . Dalam penguluran frekuensi biasanya dihitung denga satuan Cps ( cyeles per second) yang berarti getaran per detik. Disamping itu. Namun perubahan ini kecil sekali sehingga praktis kurang begitu berarti. Biasanya dari banyaknya getaran per detik...500 meter per detik Timah………………………………... Semakin banyak getaran per detiknya. Dan banyaknya getaran per detik ini disebut Frekuensi. Pengantar Udara adalah pengantar bunyi yang paling banyak kita gunakan.. Namun sebenarnya udara pengantar bunyi yang lamban...1440 meter per detik Besi……………………………….1190 meter per detik Air………………………………. semakin tinggi bunyinya.  Frekuensi Tinggi-rendahnya bunyi ditentukan oleh cepat-lambatnya getaran dari sumber bunyi.

Usia merupakan salah satu pengaruh frekuensi tinggi-rendahnya daya dengar manusia. amplitudo. Contoh gitar. Sebagaimana frekuensi. Angka petunjuk antara 0 db sampai kurang lebih 120 db.Secara umum daya dengar manusia antara 16 Hz sampai dengan 16. Biasanya digunakan satuan decibel yang disngkat db. Sehingga kotak tersebut dinamakan kotak resonator. dan jarak. Biasanya dilakukan oleh benda atau bagian terdekatnya. Semakin lebar getaranya. bunyi biola selembut-lembutnya yang setara dengan siulan kita lebih kurang 20 db. Amplitudo adalah lebar getar atau simpang getar yang dibuat oleh sumber bunyi. Resonansi berarti ikut bergetar sejalan getaran bunyi. udara di dalam kotak itulah pelaku resonansi. Sedangkan bagian kuat dari pemain orkes besar kurang lebih hanya mencapai 95 db. Kekuatan bunyi tidak ditentukan oleh frekuensi bunyi. 10 . Jarak dimaksukan bahwa kekutan bunyi juga ditentukan oleh jarak antara sumber bunyi dengan alat pendengar atau penerima. namun kekuatannya bunyinya lebih berasal dari kotak kayunya. resonansi. khususnya. tetapi oleh hal-hal yang lain. kekuatan bunyi juga dapat diiukur. akan semakin keras bunyinya. Dan sedikit banyak kejadian ini akan menambah kekuatan getar sumber buyi. yang justru lebih kuat daripada sumber bunyi. walaupun sumber bunyinya pada senar. Pada gitar elektrik resonansi dibuat oleh proses elektrik.  Kekuatan bunyi Bunyi yang kuat bebeda dengan bunyi yang tinggi.000 Hz. Namun kotak resonatornya hanya berlaku pada gitar accostic. Memakin dekat. Sebagai bandingan. Sebab. semakin kuat pula bunyinya.

sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi.000 km/jam. menyebar dari sumber bunyi. jauh lebih cepat daripada di udara Rumus mencari cepat rambat bunyi adalah v=s:t Dengan s panjang Gelombang bunyi dan t waktu  Resonansi Suatu benda. setelah dipengaruhi resonansi dan zat pengantar. mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat.  Kecepatan bunyi Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1.400 km/jam. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah. benda itu akan bergetar. Peristiwa ini dinamakan resonansi. Di air. misalnya gelas.224 km/jam. berupa keseluruhan kesan pendengaran yang kita peroleh dari sumber bunyi.Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia. 11 . Mengapa warna bunyi benda berbeda-beda?  Gelombang Bunyi Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar majumundur. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. kecepatannya 5. Tiap saat. sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. kecepatan bunyi 1. tapi di tempat lain merenggang. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda. Timbre Timbre adalah warna bunyi. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km.

lensa. Ketajaman dan penglihatan warna sekalipun dilakukan oleh sel yang sama. sistem optik mata harus memproyeksikan gambaran yang fokus pada fovea. Untuk alasan tersebut. Visus adalah sebuah ukuran kuantitatif suatu kemampuan untuk mengidentifikasi simbol-simbol berwarna hitam dengan latar belakang putih dengan jarak yang telah distandardisasi serta ukuran dari simbol yang bervariasi. Cahaya datang dari sebuah fiksasi objek menuju fovea melalui sebuah bidang imajiner yang disebut visual aksis. lapisan air mata. Jaringan-jaringan mata dan struktur-struktur yang berada dalam visual aksis (serta jaringan yang terkait di dalamnya) mempengaruhi kualitas bayangan yang dibentuk. visus 20/20 dapat dianggap sebagai performa nominal untuk jarak penglihatan manusia. Ketajaman dan penglihatan warna dipengaruhi secara bebas oleh masingmasing unsur.2. Untuk menghasilkan detail penglihatan.2 Visus Visus adalah ketajaman atau kejernihan penglihatan. vitreus dan akhirnya retina sehingga tidak akan meleset ke bagian lain dari retina. sebuah daerah di dalam makula yang memiliki densitas tertinggi akan fotoreseptor konus/kerucut sehingga memiliki resolusi tertinggi dan penglihatan warna terbaik.164 dioptri). Dua puluh kaki dianggap sebagai tak terhingga dalam perspektif optikal (perbedaan dalam kekuatan optis yang dibutuhkan untuk memfokuskan jarak 20 kaki terhadap tak terhingga hanya 0. pupil. 12 . Istilah “visus 20/20” adalah suatu bilangan yang menyatakan jarak dalam satuan kaki yang mana seseorang dapat membedakan sepasang benda. memiliki fungsi fisiologis yang berbeda dan tidak tumpang tindih kecuali dalam hal posisi. visus 20/40 dapat dianggap separuh dari tajam penglihatan jauh dan visus 20/10 adalah tajam penglihatan dua kali normal. Struktur-struktur ini adalah. Bagian posterior dari retina disebut sebagai lapisan epitel retina berpigmen (RPE) yang berfungsi untuk menyerap cahaya yang masuk ke dalam retina sehingga tidak akan terpantul ke bagian lain dalam retina. Ini adalah pengukuran fungsi visual yang tersering digunakan dalam klinik. sebuah bentuk yang khusus di mana tergantung dari ketajaman fokus retina dalam bola mata dan sensitifitas dari interpretasi di otak. Satuan lain dalam meter dinyatakan sebagai visus 6/6. kornea. COA (Camera Oculi Anterior = Bilik Depan).

Gabungan dari serat saraf dari kedua mata membentuk traktus optikus. Mata terhubung pada korteks visual melalui nervus optikus yang muncul dari belakang mata. ketajaman visus dipengaruhi oleh diameter pupil. 13 . Segala macam bentuk gangguan visual yang menghalangi input visual dalam jangka waktu yang lama seperti katarak. Bagian tengah 100 dari lapang pandang (sekitar pelebaran dari makula). Jika pupil kecil (1-2 mm). Perubahanperubahan ini meliputi penurunan yang nyata akan jumlah sel-sel yang terhubung pada mata yan terkena dan juga beberapa sel yang menghubungkan kedua bola mata. Kedua nervus opticus tersebut bertemu pada kiasma optikum di mana sekitar separuh dari serat-serat masing-masing mata bersilang menuju tempat lawannya ke sisi lawannya dan terhubung dengan serat saraf dari bagian mata yang lain akan menghasilkan lapangan pandang yang sebenarnya. atau penutupan dan penekanan pada mata selama menjalani terapi medis biasanya berakibat sebagai penurunan ketajaman visus berat dan permanen pada mata yang terkena jika tidak segera dikoreksi atau diobati di usia muda. diameter pupil yang secara umum terbaik untuk tajam penglihatan normal dan mata yang sehat ada pada kisaran 3 atau 4 mm. ketajaman bayangan akan terbatas pada difraksi cahaya oleh pupil. Banyak dari neuronneuron ini dipercaya terlibat dalam pemrosesan tajam penglihatan.RPE juga memiliki fungsi vital untuk mendaur-ulang bahan-bahan kimia yang digunakan oleh sel-sel batang dan kerucut dalam mendeteksi photon. Antara kedua keadaan ekstrim. Seperti pada lensa fotografi. Penurunan tajam penglihatan direfleksikan dalam berbagai macam abnormalitas pada sel-sel di korteks visual. ditampilkan oleh sedikitnya 60% dari korteks visual/penglihatan. yang bermanifestasi sebagai hilangnya penglihatan binokular dan kedalaman persepsi atau streopsis. Perkembangan yang normal dari ketajaman visus tergantung dari input visual di usia yang sangat muda. Jika RPE rusak maka kebutaan dapat terjadi. Aberasi optik pada mata yang menurunkan tajam penglihatan ada pada titik maksimal jika ukuran pupil berada pada ukuran terbesar (sekitar 8 mm) yang terjadi pada keadaan kurang cahaya. strabismus. Korteks penglihatan adalah bagian dari korteks serebri yang terdapat pada bagian posterior (oksipital) dari otak yang bertanggung-jawab dalam memproses stimuli visual.

dan diabetes. penyakit-penyakit yang mempengaruhi retina seperti degenarasi makular. sistem penglihatan sentral. Penyebab sering dari turunnya tajam penglihatan adalah katarak.3 Akomodasi . Berbagai penurunan tajam penglihatan secara tiba-tiba selalu merupakan hl yang harus diperhatikan. dan jaras-jaras penglihatan menuju otak.Semua ini membentuk dasar fisiologi dari penglihatan binokular. penyakit-penyakit yang mengenai jaras optik menuju otak seperti tumor dan sklerosis multipel. 14 2. akan menyebabkan penurunan tajam penglihatan. Segala macam bentuk proses patologis pada sistem penglihatan baik pada usia tua yang merupakan periode kritis. Maka. Traktus ini akan berhenti di otak tengah yang disebut nukleus genikulatus lateral untuk kemudian berlanjut menuju korteks visual sepanjang kumpulan serat-serat saraf yang disebut radiasio optika. dan penyakit-penyakit yang mengenai korteks visual seperti stroke dan tumor. pengukuran tajam penglihatan adalah sebuah tes yang sederhana dalam menentukan status kesehatan mata. dan parut kornea yang mempengaruhi jalur penglihatan.

Sebaliknya. Bila lensa itu dalam keadaan berelaksasi tanpa ketegangan pada kapsulanya. 2. karena eelastisitas kapsulnya.Mata mengubah-ubah daya bias untuk memfokuskan benda dekat mellui peruses yang disebut akomodasi. serabut meridional dan serabut sirkular. ia mengambil suatu bentuk sferis. seperti bentuk sebuah balon. Untuk melakukan hal ini bentuk lensa di rubah dri lensa cembung moderat menjadi suatu lensa sangat cembung.2. kekuatan dioptri lensa itu menjadi maksimum. bila muskulus siliaris berkontraksi sekuat mungkin. Pengaturan Akomodasi Oleh Saraf Otonom . lensa terdiri dari suatu kapsul elastic kuat yang diisi serabut-serabut protein kental tapi transparan. 15 2. Bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi.3. dan lensa tersebut mengambil suatu bentuk lebih sferis. kekuatan dioptri lensa menjadi paling lemah.1. Penelitian tentang bayangan purkinje yang merupakan pencerminan dari berbagai permukaan optis di mata. telah memperlihatkan bahwa akomodasi terjadi akibat perubahan di lensa kristalina. Kontraksi otot silaris menyebabkan penebalan dan peningkatan kelengkungan lensa.3. Ligamentum ini terus ditegangkan oleh tarikan elastic dari pelekatan mereka ke koroid. mungkin akibat relaksasi kapsul lensa. Jadi kontraksi kedua set serabut otot polos di dalam muskulus silaris merelaksasikan ligament pada kapsul lensa.mekanismenya yaitu : • Dalam keadaan normal. dan ketegangan pada ligament tersebut menyebabkan lensa itu tetap relative pipih dalam keadaan mata yang beristirahat normal pada insersi ligament di dalam koroid ada muskulus siralis yang mempunyai dua set serabut otot polos. yang sama sekali disebabkan elastisitas kapsul lensa. ini merupakan suatu akomodasi total sebesar 14 dioptri. Mekanisme Akomodasi Daya bias lensa kristalina mata dengan sengaja dapat ditingkatkan dari 15 dioptri menjadi kira-kira 29 dioptri pada anak kecil.

Sebagai akibatnya . yang kemudian merelaksasikan ligament lensa yang kemudian merelaksasikan ligament lensa dan meningkatkan daya biasnya. jumlah impuls parasimpatis yang tiba pada muskulus siliaris harus di tingkatkan secara progresif agar mata dapat tetam mempertahankan benda tersebut dalam focus. ketika suatu benda jatuh bergerak kea rah mata.4 Kesalahan Refraksi . 16 2.Muskulus siliaris hamper seluruhnya oleh susunan saraf parasimpatis. Rangsangan serabut parasimpati ke mata mengkontraksikan muskulus siliaris. dengan demikian daya bias mata dapat memfokuskan benda yang lebih dekat padanya dari pada mata dengan daya bias lebih kecil.

1. ia harus mengkontraksikan muskulus siliarisnya dan dengan demikian demikian mengadakan berbagai derajat akomodasi.4. Ini berarti bahwa mata emetrop dapat.Emetropia mata diangap normal atau atau emetrop. terutama anak yang lahir prematur. Kelainan ini dapat ditolong dengan pemberian kaca negatif / cekung. Macam-macam kesalahan Refraksi • Mata Miopia Yaitu penurunan ketajaman penglihatan jauh jika dibanding dengan orang normal. dengan bertambahnya usia maka terjadi pertumbuhan bola mata sehingga ukuran koreksi lensanya menurun. 17 • Mata Asigmatisma . melihat semua benda jatuh dengan jelas. tetapi untuk memfokuskan benda-benda pada jarak dekat. Prosentase penderita ini paling banyak. 2. berkas cahaya sejajar dari benda jatuh berada dalam focus tajam pada retina. • Mata Hipermetrop Yaitu penderita dengan kelainan ini mengeluh ketajaman penglihatannya kabur baik jauh maupun dekat. Kelainan ini dapat dikoreksi dengan lensa positif / cembung. Keadaan ini banyak timbul pada anak-anak. dengan muskulus siliaris yang sama sekali berelaksasi. jika bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi. Kesalahan refraksi adalah penurunan ketajaman penglihatan yang dapat dikoreksi dengan kaca mata. Ketajaman penglihatan dikatakan normal apabila mata tanpa akomodasi dapat dengan jelas melihat gambar/ tulisan pada jarak 6 meter dengan sudut pandanng 5º (sudut visualis).

dengan asumsi bentuk bola mata telah maksimal dan penderita kooperatif. pasca infeksi. • Dengan bedah Refraktif (Lasik) yaitu dengan penipisan atau irisan pada kornea untuk mengurangi tebalnya.Yaitu kelainan ketajaman penglihatan disebabkan karena penderita tidak dapat melihat sama jelas pada gambar disatu bidang datar. Penanganan  Ada bermacam-macam penanganan: • Konvensional yaitu dengan pemakaian kacamata. dan pasca bedah kornea.Dengan pemakaian lensa kontak. atau bisa juga ditanam lensa didepan iris (phakic IOL/verisys). pemberian resep kacamata sebaiknya diberikan maksimal sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan ini dipergunakan untuk merangsang saraf penglihatan. umumnya dilakukan pada penderita telah berumur lebih dari 22 tahun. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea. • Dengan bedah lensa jernih dilakukan pada penderita dengan miop yang sangat tinggi yang tidak memungkinkan di lakukan Lasik. dengan pemakaian lensa kontak penderita dituntut lebih dalam menjaga kebersihan. 18 BAB III .

KESIMPULAN Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi. 19 . Tiap saat. telah memperlihatkan bahwa akomodasi terjadi akibat perubahan di lensa kristalina. Penelitian tentang bayangan purkinje yang merupakan pencerminan dari berbagai permukaan optis di mata. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair. Mata Asigmatisma. Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar majumundur. molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat. tapi di tempat lain merenggang. berkas cahaya sejajar dari benda jatuh berada dalam focus tajam pada retina. jika bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi. batu bara. gas. Visus adalah ketajaman atau kejernihan penglihatan. Jadi. Kesalahan refraksi di bagi menjadi : Mata Miopia. atau udara. gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air. Mata mengubah-ubah daya bias untuk memfokuskan benda dekat mellui peruses yang disebut akomodasi. Emetropia mata diangap normal atau atau emetrop. sebuah bentuk yang khusus di mana tergantung dari ketajaman fokus retina dalam bola mata dan sensitifitas dari interpretasi di otak. mungkin akibat relaksasi kapsul lensa. padat. sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Mata Hipermetrop. Kontraksi otot silaris menyebabkan penebalan dan peningkatan kelengkungan lensa.

jakarta :Buku Kedokteran EGC.Optamologi Umum Eds 14 . Jakarta :Widya Medika . Fisika Kedokteran . Jakarta : Buku Kedokteran EGC.J. 2000 . Guyuton . Taylor Asbury dan Paul Riodhan –Eva. Vaughan G. Daniel. 1996. 1990. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit.F.DAFTAR PUSTAKA - Gabriel . - 20 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->