MAKALAH BUNYI DAN CAHAYA

UNIVERSITAS NAROTAMA Surabaya
Di Susun Oleh :: Teguh Febrianto NIM :: 04211138

Kata Pengantar

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Bunyi dan Cahaya”. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Fisika di Universitas Narotama Surabaya. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini. Akhirnya penulis berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan yang setimpal kepada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

2

Daftar Isi

4 Kesalahan Refraksi Bab 3 : Kesimpulan Daftar Pustaka 3 BAB I .1 Konsep Dasar Bunyi 2.2 Visus 2.1 Latar Belakang 1.Kata Pengantar Bab 1 : Pendahuluan 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Akomodasi 2.3 Tujuan Penulisan 2 4 4 5 6 7 7 12 15 17 19 20 Bab 2 : Pembahasan 2.

mendeteksi dan penggunaan bunyi sangat penting untuk mengetahui lebih lanjut akan pengalihan energy mekanik. Melalui pendekatan cahaya sebagai gelombang dan partikel maka peristiwa refraksi. zat cair.1 Latar Belakang Suatu perubahan mekanik terhadap zat gas. disperse dan refleksi dapat dijelaskan denngan teori gelombang sedangkan peristiwa panas yang ditimbulkan oleh cahaya dapat di jelaskan melalui teori foton kwatum atau partikel.2 Rumusan Masalah . difraksi. Cahaya sendiri pada hakekatnya tidak dapat dilihat. kesan adanya cahaya apabila cahaya tersebut mengenai benda. 4 1. Gelombang bunyi ini merupakan vibrasi/getaran dari molekul – molekul zat dan saling beradu satu sana lain namun demikian zat tersebut terkordinasi menghasilkan gelombang serta mentransmisikan energy bahkan tidak pernah terjadi pemindahan partikel. Suatu penelitian mengenai terjadinya penjalaran bunyi.PENDAHULUAN 1. atau padat sering menimbulkan gelombang bunyi.

Apa yang dimaksud dengan visus .Adapun rumusan masalah yang akan di bahas pada bab selanjutnya yaitu : 1. akomodasi dan refraksi ? 5 1.3 Tujuan Penulisan .1.2.2. Apa saja konsep dasar bunyi ? 1.2.

6 BAB II .3. Untuk mengetahui dan memahami mengenai visus.1. akomodasi dan refraksi.2. 1. Untuk mengetahui dan memahami mengenai konsep dasar bunyi.Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah selain sebagai tugas perkuliahan juga untuk menambah wawasan penulis mengenai : 1.3.

selalu menghasilkan bunyi. atau udara.1 Konsep Dasar Bunyi Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal. tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz(Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. demikian pula garputala yang digetarkan akan menghasilkan bunyi. padat. gerakan dahan. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebutinfrasonik. Sumber bunyi Banyak sekali fenomena menghasilkan bunyi. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair. gas. Ruang mulut dan ruang hidung manusia merupakan struktur sensoris untuk menghasilkan vibrasi melalui pita suara. Bunyi dapat berasal dari alam dan juga dari perbuatan manusia. Bunyi yang di hasilkan instrument music. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telingamanusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. batu bara. Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi. yaitu getaran di udara atau medium lain. Jadi. gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air. Misalnya pembakaran minyak dalam suatu mesin. sampai ke gendang telinga manusia. pohon atau daun juga menghasilkan bunyi.PEMBAHASAN 2. 7 .

Dapat dialihkan 4. maka berbeda pula bunyinya. Dapat disimpan 3. bila adanya tenaga atau energi yang menggetarkannya. Tenaga Manusia 2. 2. Tenaga Listrik 5. tenaganya dapat disimpan untuk berbunyi. Jadi sumber bunyi akan berbeda oleh perbedaan bahan. Dan Lain-lain Dari bermacam-macam tenaga tersebut ada beberapa kesamaan sifat. 8 . Dapat diubah atau dikurang. Bila bentuknya berbeda. Pemain biola tidak langsung menyentuh sumber bunyinya.  Tenaga Sumber bunyi akan bergetar. yaitu bahwa tenaga itu : 1. sumber bunyi dapat dibedakan oleh bentuk dan ukurannya. Tenaga Uap 6. Tenaga ini bisa berupa : 1. bentuk dan ukurannya. Dapat digabungkan Contoh : Jam weker. Tenaga Air 4.Selain perbedaan bahannya. Tenaga Angin 3.

..  Frekuensi Tinggi-rendahnya bunyi ditentukan oleh cepat-lambatnya getaran dari sumber bunyi... Bandingkan dengan kecepatan rambat bunyi pada zat pengantar lain : Gabus………………………………. Namun perubahan ini kecil sekali sehingga praktis kurang begitu berarti. Namun sebenarnya udara pengantar bunyi yang lamban... Maka : 440 Cps = 440 Hz = 440 getar per detik 9 . Pengantar Udara adalah pengantar bunyi yang paling banyak kita gunakan.500 meter per detik Timah………………………………....1190 meter per detik Air……………………………….. semakin tinggi bunyinya...1440 meter per detik Besi………………………………. Semakin banyak getaran per detiknya.. khususnya dalam tehnik radio di pakai pula satuan Hz (hertz) ini diambil dari nama Heinric Hertz (1857-1894) seorang ahli pengetahuan alam bangsa Jerman.. Dan banyaknya getaran per detik ini disebut Frekuensi.5120 meter per detik Angka-angka tersebut memang dapat berubah oleh perubahan suhu. bukan berarti tidak baik. Biasanya dari banyaknya getaran per detik.. Kecepatan merambat bagi udara sebagai pengantar bunyi hanyalah 345 meter per detik. Disamping itu.. Dalam penguluran frekuensi biasanya dihitung denga satuan Cps ( cyeles per second) yang berarti getaran per detik.

tetapi oleh hal-hal yang lain. Biasanya digunakan satuan decibel yang disngkat db. yang justru lebih kuat daripada sumber bunyi. bunyi biola selembut-lembutnya yang setara dengan siulan kita lebih kurang 20 db. akan semakin keras bunyinya. Amplitudo adalah lebar getar atau simpang getar yang dibuat oleh sumber bunyi. Resonansi berarti ikut bergetar sejalan getaran bunyi.  Kekuatan bunyi Bunyi yang kuat bebeda dengan bunyi yang tinggi. resonansi. Dan sedikit banyak kejadian ini akan menambah kekuatan getar sumber buyi.Secara umum daya dengar manusia antara 16 Hz sampai dengan 16. 10 . Semakin lebar getaranya. Sebagaimana frekuensi. Sehingga kotak tersebut dinamakan kotak resonator. Jarak dimaksukan bahwa kekutan bunyi juga ditentukan oleh jarak antara sumber bunyi dengan alat pendengar atau penerima.000 Hz. semakin kuat pula bunyinya. Angka petunjuk antara 0 db sampai kurang lebih 120 db. Memakin dekat. Sedangkan bagian kuat dari pemain orkes besar kurang lebih hanya mencapai 95 db. namun kekuatannya bunyinya lebih berasal dari kotak kayunya. amplitudo. kekuatan bunyi juga dapat diiukur. Sebagai bandingan. Contoh gitar. Namun kotak resonatornya hanya berlaku pada gitar accostic. dan jarak. walaupun sumber bunyinya pada senar. udara di dalam kotak itulah pelaku resonansi. Kekuatan bunyi tidak ditentukan oleh frekuensi bunyi. Biasanya dilakukan oleh benda atau bagian terdekatnya. khususnya. Usia merupakan salah satu pengaruh frekuensi tinggi-rendahnya daya dengar manusia. Sebab. Pada gitar elektrik resonansi dibuat oleh proses elektrik.

000 km/jam. berupa keseluruhan kesan pendengaran yang kita peroleh dari sumber bunyi. misalnya gelas. Mengapa warna bunyi benda berbeda-beda?  Gelombang Bunyi Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar majumundur. menyebar dari sumber bunyi. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia.Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal. 11 . Timbre Timbre adalah warna bunyi. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda. jauh lebih cepat daripada di udara Rumus mencari cepat rambat bunyi adalah v=s:t Dengan s panjang Gelombang bunyi dan t waktu  Resonansi Suatu benda. molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat. setelah dipengaruhi resonansi dan zat pengantar. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km. tapi di tempat lain merenggang.400 km/jam.224 km/jam. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Peristiwa ini dinamakan resonansi. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah. Di air. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara. kecepatannya 5. kecepatan bunyi 1. Tiap saat. mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi. benda itu akan bergetar.  Kecepatan bunyi Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1.

Ketajaman dan penglihatan warna dipengaruhi secara bebas oleh masingmasing unsur. sistem optik mata harus memproyeksikan gambaran yang fokus pada fovea. sebuah daerah di dalam makula yang memiliki densitas tertinggi akan fotoreseptor konus/kerucut sehingga memiliki resolusi tertinggi dan penglihatan warna terbaik. Visus adalah sebuah ukuran kuantitatif suatu kemampuan untuk mengidentifikasi simbol-simbol berwarna hitam dengan latar belakang putih dengan jarak yang telah distandardisasi serta ukuran dari simbol yang bervariasi. Untuk alasan tersebut. Untuk menghasilkan detail penglihatan. Jaringan-jaringan mata dan struktur-struktur yang berada dalam visual aksis (serta jaringan yang terkait di dalamnya) mempengaruhi kualitas bayangan yang dibentuk.164 dioptri). COA (Camera Oculi Anterior = Bilik Depan). kornea. Cahaya datang dari sebuah fiksasi objek menuju fovea melalui sebuah bidang imajiner yang disebut visual aksis. 12 . memiliki fungsi fisiologis yang berbeda dan tidak tumpang tindih kecuali dalam hal posisi. Ketajaman dan penglihatan warna sekalipun dilakukan oleh sel yang sama. lapisan air mata. Bagian posterior dari retina disebut sebagai lapisan epitel retina berpigmen (RPE) yang berfungsi untuk menyerap cahaya yang masuk ke dalam retina sehingga tidak akan terpantul ke bagian lain dalam retina. Dua puluh kaki dianggap sebagai tak terhingga dalam perspektif optikal (perbedaan dalam kekuatan optis yang dibutuhkan untuk memfokuskan jarak 20 kaki terhadap tak terhingga hanya 0. visus 20/40 dapat dianggap separuh dari tajam penglihatan jauh dan visus 20/10 adalah tajam penglihatan dua kali normal. Ini adalah pengukuran fungsi visual yang tersering digunakan dalam klinik. Satuan lain dalam meter dinyatakan sebagai visus 6/6. Struktur-struktur ini adalah. lensa. visus 20/20 dapat dianggap sebagai performa nominal untuk jarak penglihatan manusia.2. Istilah “visus 20/20” adalah suatu bilangan yang menyatakan jarak dalam satuan kaki yang mana seseorang dapat membedakan sepasang benda. pupil. vitreus dan akhirnya retina sehingga tidak akan meleset ke bagian lain dari retina. sebuah bentuk yang khusus di mana tergantung dari ketajaman fokus retina dalam bola mata dan sensitifitas dari interpretasi di otak.2 Visus Visus adalah ketajaman atau kejernihan penglihatan.

Perubahanperubahan ini meliputi penurunan yang nyata akan jumlah sel-sel yang terhubung pada mata yan terkena dan juga beberapa sel yang menghubungkan kedua bola mata. ditampilkan oleh sedikitnya 60% dari korteks visual/penglihatan. Banyak dari neuronneuron ini dipercaya terlibat dalam pemrosesan tajam penglihatan. Seperti pada lensa fotografi. Korteks penglihatan adalah bagian dari korteks serebri yang terdapat pada bagian posterior (oksipital) dari otak yang bertanggung-jawab dalam memproses stimuli visual. Bagian tengah 100 dari lapang pandang (sekitar pelebaran dari makula). atau penutupan dan penekanan pada mata selama menjalani terapi medis biasanya berakibat sebagai penurunan ketajaman visus berat dan permanen pada mata yang terkena jika tidak segera dikoreksi atau diobati di usia muda. Kedua nervus opticus tersebut bertemu pada kiasma optikum di mana sekitar separuh dari serat-serat masing-masing mata bersilang menuju tempat lawannya ke sisi lawannya dan terhubung dengan serat saraf dari bagian mata yang lain akan menghasilkan lapangan pandang yang sebenarnya. Gabungan dari serat saraf dari kedua mata membentuk traktus optikus. Jika pupil kecil (1-2 mm). Perkembangan yang normal dari ketajaman visus tergantung dari input visual di usia yang sangat muda.RPE juga memiliki fungsi vital untuk mendaur-ulang bahan-bahan kimia yang digunakan oleh sel-sel batang dan kerucut dalam mendeteksi photon. 13 . Mata terhubung pada korteks visual melalui nervus optikus yang muncul dari belakang mata. Antara kedua keadaan ekstrim. ketajaman bayangan akan terbatas pada difraksi cahaya oleh pupil. Jika RPE rusak maka kebutaan dapat terjadi. ketajaman visus dipengaruhi oleh diameter pupil. Aberasi optik pada mata yang menurunkan tajam penglihatan ada pada titik maksimal jika ukuran pupil berada pada ukuran terbesar (sekitar 8 mm) yang terjadi pada keadaan kurang cahaya. yang bermanifestasi sebagai hilangnya penglihatan binokular dan kedalaman persepsi atau streopsis. diameter pupil yang secara umum terbaik untuk tajam penglihatan normal dan mata yang sehat ada pada kisaran 3 atau 4 mm. strabismus. Penurunan tajam penglihatan direfleksikan dalam berbagai macam abnormalitas pada sel-sel di korteks visual. Segala macam bentuk gangguan visual yang menghalangi input visual dalam jangka waktu yang lama seperti katarak.

pengukuran tajam penglihatan adalah sebuah tes yang sederhana dalam menentukan status kesehatan mata. akan menyebabkan penurunan tajam penglihatan. penyakit-penyakit yang mengenai jaras optik menuju otak seperti tumor dan sklerosis multipel. dan parut kornea yang mempengaruhi jalur penglihatan. Penyebab sering dari turunnya tajam penglihatan adalah katarak. dan diabetes. Maka.3 Akomodasi .Semua ini membentuk dasar fisiologi dari penglihatan binokular. dan penyakit-penyakit yang mengenai korteks visual seperti stroke dan tumor. 14 2. dan jaras-jaras penglihatan menuju otak. Traktus ini akan berhenti di otak tengah yang disebut nukleus genikulatus lateral untuk kemudian berlanjut menuju korteks visual sepanjang kumpulan serat-serat saraf yang disebut radiasio optika. penyakit-penyakit yang mempengaruhi retina seperti degenarasi makular. Berbagai penurunan tajam penglihatan secara tiba-tiba selalu merupakan hl yang harus diperhatikan. sistem penglihatan sentral. Segala macam bentuk proses patologis pada sistem penglihatan baik pada usia tua yang merupakan periode kritis.

karena eelastisitas kapsulnya. Kontraksi otot silaris menyebabkan penebalan dan peningkatan kelengkungan lensa. lensa terdiri dari suatu kapsul elastic kuat yang diisi serabut-serabut protein kental tapi transparan. dan ketegangan pada ligament tersebut menyebabkan lensa itu tetap relative pipih dalam keadaan mata yang beristirahat normal pada insersi ligament di dalam koroid ada muskulus siralis yang mempunyai dua set serabut otot polos.1. Untuk melakukan hal ini bentuk lensa di rubah dri lensa cembung moderat menjadi suatu lensa sangat cembung.Mata mengubah-ubah daya bias untuk memfokuskan benda dekat mellui peruses yang disebut akomodasi.3. serabut meridional dan serabut sirkular. ia mengambil suatu bentuk sferis.3. mungkin akibat relaksasi kapsul lensa. Pengaturan Akomodasi Oleh Saraf Otonom .mekanismenya yaitu : • Dalam keadaan normal. Ligamentum ini terus ditegangkan oleh tarikan elastic dari pelekatan mereka ke koroid. Bila lensa itu dalam keadaan berelaksasi tanpa ketegangan pada kapsulanya. ini merupakan suatu akomodasi total sebesar 14 dioptri. kekuatan dioptri lensa menjadi paling lemah. Bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi. Mekanisme Akomodasi Daya bias lensa kristalina mata dengan sengaja dapat ditingkatkan dari 15 dioptri menjadi kira-kira 29 dioptri pada anak kecil. telah memperlihatkan bahwa akomodasi terjadi akibat perubahan di lensa kristalina. yang sama sekali disebabkan elastisitas kapsul lensa.2. Sebaliknya. dan lensa tersebut mengambil suatu bentuk lebih sferis. kekuatan dioptri lensa itu menjadi maksimum. seperti bentuk sebuah balon. Jadi kontraksi kedua set serabut otot polos di dalam muskulus silaris merelaksasikan ligament pada kapsul lensa. 2. Penelitian tentang bayangan purkinje yang merupakan pencerminan dari berbagai permukaan optis di mata. bila muskulus siliaris berkontraksi sekuat mungkin. 15 2.

yang kemudian merelaksasikan ligament lensa yang kemudian merelaksasikan ligament lensa dan meningkatkan daya biasnya.4 Kesalahan Refraksi . Sebagai akibatnya . ketika suatu benda jatuh bergerak kea rah mata.Muskulus siliaris hamper seluruhnya oleh susunan saraf parasimpatis. jumlah impuls parasimpatis yang tiba pada muskulus siliaris harus di tingkatkan secara progresif agar mata dapat tetam mempertahankan benda tersebut dalam focus. Rangsangan serabut parasimpati ke mata mengkontraksikan muskulus siliaris. dengan demikian daya bias mata dapat memfokuskan benda yang lebih dekat padanya dari pada mata dengan daya bias lebih kecil. 16 2.

Macam-macam kesalahan Refraksi • Mata Miopia Yaitu penurunan ketajaman penglihatan jauh jika dibanding dengan orang normal. dengan bertambahnya usia maka terjadi pertumbuhan bola mata sehingga ukuran koreksi lensanya menurun.4. Prosentase penderita ini paling banyak. • Mata Hipermetrop Yaitu penderita dengan kelainan ini mengeluh ketajaman penglihatannya kabur baik jauh maupun dekat.Emetropia mata diangap normal atau atau emetrop. Ini berarti bahwa mata emetrop dapat. Kelainan ini dapat dikoreksi dengan lensa positif / cembung. dengan muskulus siliaris yang sama sekali berelaksasi. berkas cahaya sejajar dari benda jatuh berada dalam focus tajam pada retina. Kesalahan refraksi adalah penurunan ketajaman penglihatan yang dapat dikoreksi dengan kaca mata. ia harus mengkontraksikan muskulus siliarisnya dan dengan demikian demikian mengadakan berbagai derajat akomodasi. 17 • Mata Asigmatisma . tetapi untuk memfokuskan benda-benda pada jarak dekat. Keadaan ini banyak timbul pada anak-anak. melihat semua benda jatuh dengan jelas. terutama anak yang lahir prematur.1. jika bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi. Kelainan ini dapat ditolong dengan pemberian kaca negatif / cekung. Ketajaman penglihatan dikatakan normal apabila mata tanpa akomodasi dapat dengan jelas melihat gambar/ tulisan pada jarak 6 meter dengan sudut pandanng 5º (sudut visualis). 2.

Penanganan  Ada bermacam-macam penanganan: • Konvensional yaitu dengan pemakaian kacamata. dengan asumsi bentuk bola mata telah maksimal dan penderita kooperatif. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea. pasca infeksi. dan pasca bedah kornea. pemberian resep kacamata sebaiknya diberikan maksimal sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan ini dipergunakan untuk merangsang saraf penglihatan. 18 BAB III . dengan pemakaian lensa kontak penderita dituntut lebih dalam menjaga kebersihan. • Dengan bedah lensa jernih dilakukan pada penderita dengan miop yang sangat tinggi yang tidak memungkinkan di lakukan Lasik. atau bisa juga ditanam lensa didepan iris (phakic IOL/verisys). • Dengan bedah Refraktif (Lasik) yaitu dengan penipisan atau irisan pada kornea untuk mengurangi tebalnya. umumnya dilakukan pada penderita telah berumur lebih dari 22 tahun.Yaitu kelainan ketajaman penglihatan disebabkan karena penderita tidak dapat melihat sama jelas pada gambar disatu bidang datar.Dengan pemakaian lensa kontak.

Jadi. Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar majumundur. sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi. telah memperlihatkan bahwa akomodasi terjadi akibat perubahan di lensa kristalina. Visus adalah ketajaman atau kejernihan penglihatan. gas. mungkin akibat relaksasi kapsul lensa. Kesalahan refraksi di bagi menjadi : Mata Miopia. jika bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi. Mata Hipermetrop. Tiap saat. berkas cahaya sejajar dari benda jatuh berada dalam focus tajam pada retina. Emetropia mata diangap normal atau atau emetrop. Penelitian tentang bayangan purkinje yang merupakan pencerminan dari berbagai permukaan optis di mata. Kontraksi otot silaris menyebabkan penebalan dan peningkatan kelengkungan lensa. tapi di tempat lain merenggang. Mata mengubah-ubah daya bias untuk memfokuskan benda dekat mellui peruses yang disebut akomodasi. padat. Mata Asigmatisma. sebuah bentuk yang khusus di mana tergantung dari ketajaman fokus retina dalam bola mata dan sensitifitas dari interpretasi di otak. 19 . molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat.KESIMPULAN Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air. sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair. batu bara. atau udara.

Taylor Asbury dan Paul Riodhan –Eva. Jakarta :Widya Medika .J. Vaughan G. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.Optamologi Umum Eds 14 . 2000 . Guyuton . Daniel.DAFTAR PUSTAKA - Gabriel . Fisika Kedokteran . 1990. jakarta :Buku Kedokteran EGC. - 20 . 1996. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit.F.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.