MAKALAH BUNYI DAN CAHAYA

UNIVERSITAS NAROTAMA Surabaya
Di Susun Oleh :: Teguh Febrianto NIM :: 04211138

Kata Pengantar

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Bunyi dan Cahaya”. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Fisika di Universitas Narotama Surabaya. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini. Akhirnya penulis berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan yang setimpal kepada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

2

Daftar Isi

2 Rumusan Masalah 1.4 Kesalahan Refraksi Bab 3 : Kesimpulan Daftar Pustaka 3 BAB I .Kata Pengantar Bab 1 : Pendahuluan 1.2 Visus 2.3 Akomodasi 2.1 Latar Belakang 1.3 Tujuan Penulisan 2 4 4 5 6 7 7 12 15 17 19 20 Bab 2 : Pembahasan 2.1 Konsep Dasar Bunyi 2.

zat cair. 4 1. disperse dan refleksi dapat dijelaskan denngan teori gelombang sedangkan peristiwa panas yang ditimbulkan oleh cahaya dapat di jelaskan melalui teori foton kwatum atau partikel. kesan adanya cahaya apabila cahaya tersebut mengenai benda. Gelombang bunyi ini merupakan vibrasi/getaran dari molekul – molekul zat dan saling beradu satu sana lain namun demikian zat tersebut terkordinasi menghasilkan gelombang serta mentransmisikan energy bahkan tidak pernah terjadi pemindahan partikel.PENDAHULUAN 1. Melalui pendekatan cahaya sebagai gelombang dan partikel maka peristiwa refraksi. mendeteksi dan penggunaan bunyi sangat penting untuk mengetahui lebih lanjut akan pengalihan energy mekanik. atau padat sering menimbulkan gelombang bunyi.2 Rumusan Masalah . Cahaya sendiri pada hakekatnya tidak dapat dilihat. difraksi. Suatu penelitian mengenai terjadinya penjalaran bunyi.1 Latar Belakang Suatu perubahan mekanik terhadap zat gas.

1.3 Tujuan Penulisan .2.2. Apa yang dimaksud dengan visus .2.Adapun rumusan masalah yang akan di bahas pada bab selanjutnya yaitu : 1. Apa saja konsep dasar bunyi ? 1. akomodasi dan refraksi ? 5 1.

3. akomodasi dan refraksi. 1.2.Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah selain sebagai tugas perkuliahan juga untuk menambah wawasan penulis mengenai : 1.1. Untuk mengetahui dan memahami mengenai visus. Untuk mengetahui dan memahami mengenai konsep dasar bunyi.3. 6 BAB II .

Ruang mulut dan ruang hidung manusia merupakan struktur sensoris untuk menghasilkan vibrasi melalui pita suara. pohon atau daun juga menghasilkan bunyi. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telingamanusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi. Jadi. gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air. selalu menghasilkan bunyi. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebutinfrasonik. gerakan dahan. Bunyi yang di hasilkan instrument music. Sumber bunyi Banyak sekali fenomena menghasilkan bunyi. 7 . gas. tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz(Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. demikian pula garputala yang digetarkan akan menghasilkan bunyi. Misalnya pembakaran minyak dalam suatu mesin. atau udara.PEMBAHASAN 2. sampai ke gendang telinga manusia. Bunyi dapat berasal dari alam dan juga dari perbuatan manusia. yaitu getaran di udara atau medium lain. Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair.1 Konsep Dasar Bunyi Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. batu bara. padat.

Dapat disimpan 3. Dapat dialihkan 4. tenaganya dapat disimpan untuk berbunyi. Tenaga Angin 3. 2. maka berbeda pula bunyinya. sumber bunyi dapat dibedakan oleh bentuk dan ukurannya. bentuk dan ukurannya. Tenaga Air 4. Jadi sumber bunyi akan berbeda oleh perbedaan bahan. yaitu bahwa tenaga itu : 1. Dapat diubah atau dikurang. Dapat digabungkan Contoh : Jam weker. Tenaga Manusia 2. 8 . Bila bentuknya berbeda. Tenaga Listrik 5.  Tenaga Sumber bunyi akan bergetar.Selain perbedaan bahannya. bila adanya tenaga atau energi yang menggetarkannya. Pemain biola tidak langsung menyentuh sumber bunyinya. Dan Lain-lain Dari bermacam-macam tenaga tersebut ada beberapa kesamaan sifat. Tenaga ini bisa berupa : 1. Tenaga Uap 6.

5120 meter per detik Angka-angka tersebut memang dapat berubah oleh perubahan suhu.1440 meter per detik Besi………………………………. bukan berarti tidak baik.500 meter per detik Timah………………………………...... Namun perubahan ini kecil sekali sehingga praktis kurang begitu berarti. Maka : 440 Cps = 440 Hz = 440 getar per detik 9 .. Dan banyaknya getaran per detik ini disebut Frekuensi. Kecepatan merambat bagi udara sebagai pengantar bunyi hanyalah 345 meter per detik. Biasanya dari banyaknya getaran per detik.... semakin tinggi bunyinya.1190 meter per detik Air………………………………. Bandingkan dengan kecepatan rambat bunyi pada zat pengantar lain : Gabus………………………………. Disamping itu.. khususnya dalam tehnik radio di pakai pula satuan Hz (hertz) ini diambil dari nama Heinric Hertz (1857-1894) seorang ahli pengetahuan alam bangsa Jerman... Dalam penguluran frekuensi biasanya dihitung denga satuan Cps ( cyeles per second) yang berarti getaran per detik.  Frekuensi Tinggi-rendahnya bunyi ditentukan oleh cepat-lambatnya getaran dari sumber bunyi.. Pengantar Udara adalah pengantar bunyi yang paling banyak kita gunakan... Namun sebenarnya udara pengantar bunyi yang lamban. Semakin banyak getaran per detiknya..

Amplitudo adalah lebar getar atau simpang getar yang dibuat oleh sumber bunyi. walaupun sumber bunyinya pada senar. tetapi oleh hal-hal yang lain. Sehingga kotak tersebut dinamakan kotak resonator. Contoh gitar. Biasanya digunakan satuan decibel yang disngkat db. Pada gitar elektrik resonansi dibuat oleh proses elektrik. Sebagai bandingan. Usia merupakan salah satu pengaruh frekuensi tinggi-rendahnya daya dengar manusia. Sebagaimana frekuensi. Namun kotak resonatornya hanya berlaku pada gitar accostic. akan semakin keras bunyinya.  Kekuatan bunyi Bunyi yang kuat bebeda dengan bunyi yang tinggi. Jarak dimaksukan bahwa kekutan bunyi juga ditentukan oleh jarak antara sumber bunyi dengan alat pendengar atau penerima. yang justru lebih kuat daripada sumber bunyi. Memakin dekat. udara di dalam kotak itulah pelaku resonansi. Sedangkan bagian kuat dari pemain orkes besar kurang lebih hanya mencapai 95 db. Angka petunjuk antara 0 db sampai kurang lebih 120 db.Secara umum daya dengar manusia antara 16 Hz sampai dengan 16. Dan sedikit banyak kejadian ini akan menambah kekuatan getar sumber buyi.000 Hz. kekuatan bunyi juga dapat diiukur. Sebab. namun kekuatannya bunyinya lebih berasal dari kotak kayunya. 10 . dan jarak. resonansi. Kekuatan bunyi tidak ditentukan oleh frekuensi bunyi. Resonansi berarti ikut bergetar sejalan getaran bunyi. bunyi biola selembut-lembutnya yang setara dengan siulan kita lebih kurang 20 db. Biasanya dilakukan oleh benda atau bagian terdekatnya. khususnya. amplitudo. Semakin lebar getaranya. semakin kuat pula bunyinya.

molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat. mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Timbre Timbre adalah warna bunyi. setelah dipengaruhi resonansi dan zat pengantar. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara. kecepatannya 5. benda itu akan bergetar. Di air. jauh lebih cepat daripada di udara Rumus mencari cepat rambat bunyi adalah v=s:t Dengan s panjang Gelombang bunyi dan t waktu  Resonansi Suatu benda. Peristiwa ini dinamakan resonansi. kecepatan bunyi 1.224 km/jam. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda. misalnya gelas. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah. sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi. menyebar dari sumber bunyi.  Kecepatan bunyi Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km.Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal. Tiap saat. Mengapa warna bunyi benda berbeda-beda?  Gelombang Bunyi Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar majumundur. 11 . Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia. tapi di tempat lain merenggang. sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah.400 km/jam.000 km/jam. berupa keseluruhan kesan pendengaran yang kita peroleh dari sumber bunyi.

Ketajaman dan penglihatan warna sekalipun dilakukan oleh sel yang sama. Cahaya datang dari sebuah fiksasi objek menuju fovea melalui sebuah bidang imajiner yang disebut visual aksis. Jaringan-jaringan mata dan struktur-struktur yang berada dalam visual aksis (serta jaringan yang terkait di dalamnya) mempengaruhi kualitas bayangan yang dibentuk. Struktur-struktur ini adalah. Untuk alasan tersebut. Bagian posterior dari retina disebut sebagai lapisan epitel retina berpigmen (RPE) yang berfungsi untuk menyerap cahaya yang masuk ke dalam retina sehingga tidak akan terpantul ke bagian lain dalam retina. kornea. vitreus dan akhirnya retina sehingga tidak akan meleset ke bagian lain dari retina. pupil. Satuan lain dalam meter dinyatakan sebagai visus 6/6.2 Visus Visus adalah ketajaman atau kejernihan penglihatan. lensa. lapisan air mata. 12 .164 dioptri). Untuk menghasilkan detail penglihatan. memiliki fungsi fisiologis yang berbeda dan tidak tumpang tindih kecuali dalam hal posisi. sistem optik mata harus memproyeksikan gambaran yang fokus pada fovea. Ini adalah pengukuran fungsi visual yang tersering digunakan dalam klinik. COA (Camera Oculi Anterior = Bilik Depan). Istilah “visus 20/20” adalah suatu bilangan yang menyatakan jarak dalam satuan kaki yang mana seseorang dapat membedakan sepasang benda. visus 20/40 dapat dianggap separuh dari tajam penglihatan jauh dan visus 20/10 adalah tajam penglihatan dua kali normal. sebuah daerah di dalam makula yang memiliki densitas tertinggi akan fotoreseptor konus/kerucut sehingga memiliki resolusi tertinggi dan penglihatan warna terbaik.2. Ketajaman dan penglihatan warna dipengaruhi secara bebas oleh masingmasing unsur. sebuah bentuk yang khusus di mana tergantung dari ketajaman fokus retina dalam bola mata dan sensitifitas dari interpretasi di otak. Visus adalah sebuah ukuran kuantitatif suatu kemampuan untuk mengidentifikasi simbol-simbol berwarna hitam dengan latar belakang putih dengan jarak yang telah distandardisasi serta ukuran dari simbol yang bervariasi. visus 20/20 dapat dianggap sebagai performa nominal untuk jarak penglihatan manusia. Dua puluh kaki dianggap sebagai tak terhingga dalam perspektif optikal (perbedaan dalam kekuatan optis yang dibutuhkan untuk memfokuskan jarak 20 kaki terhadap tak terhingga hanya 0.

atau penutupan dan penekanan pada mata selama menjalani terapi medis biasanya berakibat sebagai penurunan ketajaman visus berat dan permanen pada mata yang terkena jika tidak segera dikoreksi atau diobati di usia muda. Antara kedua keadaan ekstrim. Banyak dari neuronneuron ini dipercaya terlibat dalam pemrosesan tajam penglihatan. ditampilkan oleh sedikitnya 60% dari korteks visual/penglihatan.RPE juga memiliki fungsi vital untuk mendaur-ulang bahan-bahan kimia yang digunakan oleh sel-sel batang dan kerucut dalam mendeteksi photon. 13 . Segala macam bentuk gangguan visual yang menghalangi input visual dalam jangka waktu yang lama seperti katarak. ketajaman visus dipengaruhi oleh diameter pupil. yang bermanifestasi sebagai hilangnya penglihatan binokular dan kedalaman persepsi atau streopsis. Penurunan tajam penglihatan direfleksikan dalam berbagai macam abnormalitas pada sel-sel di korteks visual. Seperti pada lensa fotografi. ketajaman bayangan akan terbatas pada difraksi cahaya oleh pupil. Jika pupil kecil (1-2 mm). strabismus. diameter pupil yang secara umum terbaik untuk tajam penglihatan normal dan mata yang sehat ada pada kisaran 3 atau 4 mm. Aberasi optik pada mata yang menurunkan tajam penglihatan ada pada titik maksimal jika ukuran pupil berada pada ukuran terbesar (sekitar 8 mm) yang terjadi pada keadaan kurang cahaya. Bagian tengah 100 dari lapang pandang (sekitar pelebaran dari makula). Perubahanperubahan ini meliputi penurunan yang nyata akan jumlah sel-sel yang terhubung pada mata yan terkena dan juga beberapa sel yang menghubungkan kedua bola mata. Mata terhubung pada korteks visual melalui nervus optikus yang muncul dari belakang mata. Jika RPE rusak maka kebutaan dapat terjadi. Gabungan dari serat saraf dari kedua mata membentuk traktus optikus. Korteks penglihatan adalah bagian dari korteks serebri yang terdapat pada bagian posterior (oksipital) dari otak yang bertanggung-jawab dalam memproses stimuli visual. Perkembangan yang normal dari ketajaman visus tergantung dari input visual di usia yang sangat muda. Kedua nervus opticus tersebut bertemu pada kiasma optikum di mana sekitar separuh dari serat-serat masing-masing mata bersilang menuju tempat lawannya ke sisi lawannya dan terhubung dengan serat saraf dari bagian mata yang lain akan menghasilkan lapangan pandang yang sebenarnya.

Maka. Berbagai penurunan tajam penglihatan secara tiba-tiba selalu merupakan hl yang harus diperhatikan. Penyebab sering dari turunnya tajam penglihatan adalah katarak.Semua ini membentuk dasar fisiologi dari penglihatan binokular. sistem penglihatan sentral. Segala macam bentuk proses patologis pada sistem penglihatan baik pada usia tua yang merupakan periode kritis. dan penyakit-penyakit yang mengenai korteks visual seperti stroke dan tumor. Traktus ini akan berhenti di otak tengah yang disebut nukleus genikulatus lateral untuk kemudian berlanjut menuju korteks visual sepanjang kumpulan serat-serat saraf yang disebut radiasio optika. 14 2. penyakit-penyakit yang mempengaruhi retina seperti degenarasi makular.3 Akomodasi . pengukuran tajam penglihatan adalah sebuah tes yang sederhana dalam menentukan status kesehatan mata. dan parut kornea yang mempengaruhi jalur penglihatan. dan diabetes. penyakit-penyakit yang mengenai jaras optik menuju otak seperti tumor dan sklerosis multipel. dan jaras-jaras penglihatan menuju otak. akan menyebabkan penurunan tajam penglihatan.

karena eelastisitas kapsulnya. 15 2.2. Bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi. ia mengambil suatu bentuk sferis. Sebaliknya. Kontraksi otot silaris menyebabkan penebalan dan peningkatan kelengkungan lensa. Untuk melakukan hal ini bentuk lensa di rubah dri lensa cembung moderat menjadi suatu lensa sangat cembung. dan lensa tersebut mengambil suatu bentuk lebih sferis. telah memperlihatkan bahwa akomodasi terjadi akibat perubahan di lensa kristalina. Bila lensa itu dalam keadaan berelaksasi tanpa ketegangan pada kapsulanya. ini merupakan suatu akomodasi total sebesar 14 dioptri. Jadi kontraksi kedua set serabut otot polos di dalam muskulus silaris merelaksasikan ligament pada kapsul lensa. kekuatan dioptri lensa menjadi paling lemah. mungkin akibat relaksasi kapsul lensa. 2. Pengaturan Akomodasi Oleh Saraf Otonom . Ligamentum ini terus ditegangkan oleh tarikan elastic dari pelekatan mereka ke koroid. Penelitian tentang bayangan purkinje yang merupakan pencerminan dari berbagai permukaan optis di mata. lensa terdiri dari suatu kapsul elastic kuat yang diisi serabut-serabut protein kental tapi transparan.mekanismenya yaitu : • Dalam keadaan normal. serabut meridional dan serabut sirkular.1. Mekanisme Akomodasi Daya bias lensa kristalina mata dengan sengaja dapat ditingkatkan dari 15 dioptri menjadi kira-kira 29 dioptri pada anak kecil. bila muskulus siliaris berkontraksi sekuat mungkin. yang sama sekali disebabkan elastisitas kapsul lensa. seperti bentuk sebuah balon. dan ketegangan pada ligament tersebut menyebabkan lensa itu tetap relative pipih dalam keadaan mata yang beristirahat normal pada insersi ligament di dalam koroid ada muskulus siralis yang mempunyai dua set serabut otot polos.Mata mengubah-ubah daya bias untuk memfokuskan benda dekat mellui peruses yang disebut akomodasi.3.3. kekuatan dioptri lensa itu menjadi maksimum.

dengan demikian daya bias mata dapat memfokuskan benda yang lebih dekat padanya dari pada mata dengan daya bias lebih kecil. yang kemudian merelaksasikan ligament lensa yang kemudian merelaksasikan ligament lensa dan meningkatkan daya biasnya.Muskulus siliaris hamper seluruhnya oleh susunan saraf parasimpatis. ketika suatu benda jatuh bergerak kea rah mata. Rangsangan serabut parasimpati ke mata mengkontraksikan muskulus siliaris. 16 2.4 Kesalahan Refraksi . Sebagai akibatnya . jumlah impuls parasimpatis yang tiba pada muskulus siliaris harus di tingkatkan secara progresif agar mata dapat tetam mempertahankan benda tersebut dalam focus.

Ketajaman penglihatan dikatakan normal apabila mata tanpa akomodasi dapat dengan jelas melihat gambar/ tulisan pada jarak 6 meter dengan sudut pandanng 5º (sudut visualis). Prosentase penderita ini paling banyak. tetapi untuk memfokuskan benda-benda pada jarak dekat. Kesalahan refraksi adalah penurunan ketajaman penglihatan yang dapat dikoreksi dengan kaca mata.1.4. dengan muskulus siliaris yang sama sekali berelaksasi. Kelainan ini dapat dikoreksi dengan lensa positif / cembung. Keadaan ini banyak timbul pada anak-anak.Emetropia mata diangap normal atau atau emetrop. Macam-macam kesalahan Refraksi • Mata Miopia Yaitu penurunan ketajaman penglihatan jauh jika dibanding dengan orang normal. dengan bertambahnya usia maka terjadi pertumbuhan bola mata sehingga ukuran koreksi lensanya menurun. Ini berarti bahwa mata emetrop dapat. 2. • Mata Hipermetrop Yaitu penderita dengan kelainan ini mengeluh ketajaman penglihatannya kabur baik jauh maupun dekat. melihat semua benda jatuh dengan jelas. Kelainan ini dapat ditolong dengan pemberian kaca negatif / cekung. ia harus mengkontraksikan muskulus siliarisnya dan dengan demikian demikian mengadakan berbagai derajat akomodasi. berkas cahaya sejajar dari benda jatuh berada dalam focus tajam pada retina. jika bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi. 17 • Mata Asigmatisma . terutama anak yang lahir prematur.

dengan pemakaian lensa kontak penderita dituntut lebih dalam menjaga kebersihan.Yaitu kelainan ketajaman penglihatan disebabkan karena penderita tidak dapat melihat sama jelas pada gambar disatu bidang datar. • Dengan bedah Refraktif (Lasik) yaitu dengan penipisan atau irisan pada kornea untuk mengurangi tebalnya. dan pasca bedah kornea. dengan asumsi bentuk bola mata telah maksimal dan penderita kooperatif. umumnya dilakukan pada penderita telah berumur lebih dari 22 tahun. atau bisa juga ditanam lensa didepan iris (phakic IOL/verisys). Penanganan  Ada bermacam-macam penanganan: • Konvensional yaitu dengan pemakaian kacamata. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea. • Dengan bedah lensa jernih dilakukan pada penderita dengan miop yang sangat tinggi yang tidak memungkinkan di lakukan Lasik.Dengan pemakaian lensa kontak. 18 BAB III . pasca infeksi. pemberian resep kacamata sebaiknya diberikan maksimal sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan ini dipergunakan untuk merangsang saraf penglihatan.

Visus adalah ketajaman atau kejernihan penglihatan. Mata Hipermetrop. Mata mengubah-ubah daya bias untuk memfokuskan benda dekat mellui peruses yang disebut akomodasi. sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Jadi. padat. Kesalahan refraksi di bagi menjadi : Mata Miopia. gas. molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat. Mata Asigmatisma. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair. Tiap saat. Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar majumundur. gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air. Kontraksi otot silaris menyebabkan penebalan dan peningkatan kelengkungan lensa. jika bila muskulus siliaris sama sekali berelaksasi. Emetropia mata diangap normal atau atau emetrop.KESIMPULAN Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. mungkin akibat relaksasi kapsul lensa. batu bara. Penelitian tentang bayangan purkinje yang merupakan pencerminan dari berbagai permukaan optis di mata. atau udara. telah memperlihatkan bahwa akomodasi terjadi akibat perubahan di lensa kristalina. sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi. berkas cahaya sejajar dari benda jatuh berada dalam focus tajam pada retina. tapi di tempat lain merenggang. 19 . sebuah bentuk yang khusus di mana tergantung dari ketajaman fokus retina dalam bola mata dan sensitifitas dari interpretasi di otak.

F.Optamologi Umum Eds 14 . Jakarta :Widya Medika . Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Fisika Kedokteran . Daniel. jakarta :Buku Kedokteran EGC. - 20 .J. Guyuton . Taylor Asbury dan Paul Riodhan –Eva.DAFTAR PUSTAKA - Gabriel . 2000 . Vaughan G. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. 1996. 1990.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful