SINTAKSIS BAHASA INDONESIA Oleh: Firdawati, S.Pd.

Istilah sintaksis berasal dari bahasa Yunani (Sun + tattein) yang berarti mengatur bersama sama. Manaf (2009:3) menjelaskan bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang membahas struktur internal kalimat. Struktur internal kalimat yang dibahas adalah frasa, klausa, dan kalimat. Jadi frasa adalah objek kajian sintaksis terkecil dan kalimat adalah objek kajian sintaksis terbesar.

1. Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpr edikatif atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 2003:222). Perhatikan contoh -contoh berikut. bayi sehat pisang goreng baru datang sedang membaca Satuan bahasa bayi sehat, pisang goreng, baru datang, dan sedang membaca adalah frasa karena satuan bahasa itu tidak membentuk hubungan subjek dan predikat. Widjono (2007:140) membedakan frasa berdasarkan kelas katanya yaitu frasa verbal, frasa adjektiva, frasa pronominal, frasa adverbia, frasa numera lia, frasa interogativa

koordinatif, frasa demonstrativa koordinatif, dan frasa preposisional koordinatif. Berikut ini dijelaskan satu persatu jenis frasa. 1.1. Frasa verbal

Frasa verbal adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata kerja. Frasa verb al terdiri dari tiga macam seperti yang dijelaskan berikut ini. 1.1.1. Frasa verbal modifikatif (pewatas) yang dibedakan menjadi.

1.1.1.1. Pewatas belakang, seperti contoh berikut ini. Ia bekerja keras sepanjang hari. Orang itu bekerja cepat setiap hari. 1.1.1.2. Pewatas depan, seperti contoh berikut ini. Kami akan menyanyikan lagu kebangsaan. Mereka pasti menyukai makanan itu.

Dia menginginkan pria yang tegap kekar untuk menjadi suaminya. 1. Frasa adjektival apositif seperti contoh berikut ini. . kurang. Frasa adjektival modifikatif (membatasi). Frasa nominal koordinatif (tidak saling menerangkan).2. Skripsi yang berkualitas.2. contohnya adalah sebagai Srikandi cantik. Mereka mencuci dan menjemur pakaiannya. 1.2.1. 1. contohnya adalah sebagai berikut. Contohnya seperti berikut ini. kini menjadi grosir. Kita pergi atau menunggu ayah. 1.2.3. 1. lahir bathin.1. berikut. dapat.3. ayu rupawan. mereka sudah mulai bertengkar. akan menjadi pusat pemerintahan kota Padang. Frasa adjektival mempunyai tiga jenis seperti yang dijelaskan berikut ini. 1. Tampan nian kekasih barumu. Pada bulan pertama setelah menikah. Contohnya seperti ber ikut ini. dan sangat. misalnya hak dan kewajiban. lebih. dia aman tentram di rumah barunya. seperti contoh berikut ini. terpuji dan terbaik. Frasa Nominal Frasa nominal adalah kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. Frasa verbal apositif yaitu sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan. Frasa adjektival koordinatif (menggabungkan).1. hari minggu. Frasa nominal dibagi menjadi tiga jenis seperti yang dijelaskan berikut ini. Frasa verbal koordinatif yaitu dua verba yang disatukan dengan kata penghubung dan atauatau. tempat tinggal saya.3. Pada hari minggu layanan pustaka tetap dibuka.1. Frasa nominal modifikatif (mewatasi). diperistri oleh Arjuna. harus. Hebat benar kelakuannya.3. berdagang kain. Setelah pindah.2. dunia akhirat. diterbitkan oleh Universitas. Aie Pacah. 1. Contohnya adalah sebagai berikut. serta adil dan makmur. Frasa Adjektival Frasa adjektival adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata sifat atau keadaan sebagai inti (yang diterangkan) dengan menambahkan kata lain yang berfungsi menerangkan seperti agak. Seorang PNS harus memahami hak dan kewajiban sebagai aparatur negara.1. Usaha Pak Ali. paling.2. 1.2. bulan pertama.3. misalnya rumah mungil.

Mereka memotong dua puluh ekor sapi kurban.2. Orang itu menyumbang pembangunan jalan dua juta rupiah. kurang pandai.2. Frasa numeralia koordinatif. Mahasiswa. Frasa numeralia modifikatif. Burung Cendrawasih. Frasa adverbial yang bersifat koordinatif (tidak saling menerangkan). bangsa Indonesia. Frasa adverbial yang bersifat modifikatif (mewatasi). para pemuda. Frasa numeralia terdiri dari dua jenis yai tu. Frasa nominal apositif.1. Dia kurang pandai bergaul di lingkungan tempat tinggalnya. misalnya sangat pandai.2.5. Anton. Mereka berdua minta izin karena mengikuti perlombaan. Aku dan kau suka dancow. Saya dan dia sudah lama tidak bertegur sapa. mahasiswa teladan itu. 1.4. Kami semua dimarahi guru karena meribut.1.5. Frasa pronominal apositif.3. sudah hampir punah. contohnya seperti berikut ini. Frasa pronominal koordinatif. Contoh dalam kalimat seperti berikut ini.6.5. 1. 1. 1. contohnya seperti berikut. kini menjadi dosen di Universitasnya. Frasa pronominal terdiri dari tiga jenis yaitu seperti berikut ini. 1.6. Kemampuan siswa saya dalam mengarang berada pada kategori hampir baik.3.Setiap orang menginginkan kebahagiaan dunia akhirat. 1. dan pandai sekali. 1. contohnya seperti berikut. 1.4. contohnya seperti berikut ini. 1. Lima atau enam orang bertopeng melintasi kegelapan pada gang itu.6.1. burung langka dari Irian itu.5. contohnya seperti berikut. Jarak rumah ke kantornya lebih kurang dua kilometer.4. 1. Frasa pronominal modifikatif. Frasa Pronominal Frasa pronominal adalah frasa yang dibentuk dengan kata ganti. . menyatakan perang terhadap korupsi. contohnya seperti di bawah ini. Frasa Numeralia Frasa numeralia adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata bilangan. Frasa adverbial Frasa adverbial adalah kelompok kata yang dibentuk dengan keterangan kata sifat. Frasa adverbial dibagi dua jenis yaitu. Kami. 1. hampir baik. siap menjadi pasukan anti korupsi. contohnya seperti di bawah ini.3.

1. Kalimat majemuk koordinatif dibangun dengan dua klausa atau lebih yang tidak saling menerangkan. Frasa Proposional Koordinatif Frasa proposional koordinatif dibentuk dari kata depan dan tidak saling menerangkan.2. 1984:138). Klausa kalimat majemuk setara Dalam kalimat majemuk setara (koordinatif). Jawaban mengapa atau bagaimana merupakan pertanda jawaban prediket. (Manaf. Klausa pertama Rima membaca kompas. sedangkan klausa tidak diakhiri intonasi final. 2. 2009:13) menjelaskan bahwa yang membedakan klausa dan kalimat adalah intonasi final di akhir satuan bahasa itu. Perjalanan kami dari dan ke Bandung memerlukan waktu enam jam. Frasa Demonstrativa koordinatif Frasa demonstrativa koordinatif adalah frasa yang dibentuk dengan dua kata yang ti dak saling menerangkan. Saya bekerja di sana atau di sini sama saja. tanya. perintah. Klausa berpotensi menjadi kalimat. Klausa kedua adiknya bermain catur. Kalimat diakhiri dengan intonasi final. oleh dan untuk anggota. Saya memakai baju ini atau itu tidak masalah. 1. 2.7. Jawaban apa atau siapa merupakan ciri subjek kalimat.9. Contohnya seperti berikut ini. setiap klausa memiliki kedudukan yang sama.Entah tiga. dan kagum. Keduanya tidak saling menerangkan. Intonasi final itu dapat berupa intonasi berita. Koperasi dari. Klausa kalimat majemuk bertingkat . Rima membaca kompas. 1. Contohnya seperti berikut. 2.8. Contohnya sebagai berikut. 1. Frasa Introgativa koordinatif Frasa introgativa koordinatif adalah frasa yang berintikan pada kata tanya. dan adiknya bermain cat ur. Klausa Klausa adalah sebuah konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung unsur predikatif (Keraf. Widjono (2007:143) membedakan klausa sebagai berikut. Contohnya seperti berikut ini. entah empat kali dia sudah meminjam uang saya.

kalimat adalah satuan bahasa yang mempunyai ciri sebagai berikut: (1) satuan bahasa yang terbentuk atas gabungan kata dengan kata. titik dua (:). atau titik koma (. diselingi atau tidak diselin gi tanda koma (. Klausa orang itu pindah ke Jakarta sebagai klausa utama (lazim disebut induk kalimat) dan klausa kedua suaminya bekerja di Bank Indonesia merupakan klausa sematan (lazim disebut anak kalimat).). Dalam bahasa tulis. terdiri dari tiga klausa atau lebih. Contohnya seb agai berikut. gabungan kata dengan frasa. (Kalimat majemuk bertingkat) Ayahnya meninggal dan ibunya kawin lagi. . (2) satuan bahasa itu didahului oleh suatu kesenyapan awal.3.Kalimat majemuk bertingkat dibangun dengan klausa yang berfungsi menerangkan klausa lainnya.1. dan intonasi kagum. Dia pindah ke Jakarta setelah ayahn ya meninggal dan ibunya kawin lagi. Contohnya seperti berikut ini. Manaf (2009:11) lebih menjelaskan dengan membedakan kalimat menjadi bahasa lisan dan bahasa tulis. intonasi perintah. Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran (Widjono:146). (Kalimat majemuk setara) 3. yang minimal berupa sebuah klausa bebas yang minimal mengandung satu subjek dan prediket. yaitu intonasi berita. 1) 2) 3) Dia pindah ke Jakarta (klausa utama) Setelah ayahnya meninggal (klausa sematan) Ibunya kawin lagi (klausa sematan) Dia pindah ke Jakarta setelah ayahnya meninggal. Ciri-ciri kalimat Widjono (2007:147) menjelaskan ciri -ciri kalimat sebagai berikut. tanda tanya (?).). kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital. dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (.). Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan bertingkat. Kalimat di atas terdiri dari tiga klausa yaitu. 3. tanya. Orang itu pindah ke Jakarta setelah suaminya bekerja di Bank Indonesia. atau tanda seru (!). diselingi atau tidak diselingi oleh keseny apan antara dan diakhiri dengan kesenyapan akhir yang berupa intonasi final. atau gabungan frasa dengan frasa. 2. Dalam bahasa lisan. baik unsur fungsi itu eksplisit maupun implisit.

berupa kata atau frasa benda (nomina) dapat diserta kata ini atau itu. sedangkan unsur lainnya. prediket (P). tanda tanya. objek (O). Fungsi sintaksis dalam kalimat Fungsi sintaksis pada haki katnya adalah ”tempat” atau ”laci” yang dapat diisi oleh bentuk bahasa tertentu (Manaf.). 3. ide. kalimat -kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan. . setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek. Subjek Fungsi subjek merupakan pokok dalam sebuah kalimat. untuk. objek. Predikat transitif disertai objek. atau tanda seru. Mengandung urutan logis. dan keterangan (ket).Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. tidak didahului preposisi di. prediket intransitif dapat disertai pelengkap. bagi. pelengkap(Pel. Dalam paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih. Unsur fungsi sintaksis yang harus ada dalam setiap kalimat adalah subjek dan prediket. Pokok kalimat itu dibicarakan atau dijelaskan oleh fungsi sintaksis lain. dapat didahului oleh kata bahwa. Ciri -ciri subjek adalah sebagai berikut: jawaban apa atau siapa. kepada. 3. Mengandung satuan makna.2. S P Ibu memasak. atau pesan yang jelas.1. pelengkap dan keterangan merupakan unsur penunjang dalam kalimat. dapat disertai pewatas yang. Adik bermain. yaitu prediket. Sekurang-kurangnya terdiri dari atas subjek dan prediket. Fungsi sintaksis akan dijelaskan berikut ini. pada. 2009:34). semua kalimat harus mengandung semua fungsi si ntaksis itu. dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsiny a.2. dalam. dan lain -lain. tetapi dapat diingkarkan dengan kata bukan. Mengandung pikiran yang utuh. yaitu objek. Wujud fungsi sintaksis Tidak adalah subjek (S). Hubungan subjek dan prediket dapat dilihat pada contoh -contoh di bawah ini. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. prediket. tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak.

prediket umumnya diisi oleh verba atau frasa verba. dalam kalimat susun biasa. Prediket mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bagian kalimat yang menjelaskan pokok kalimat. Objek dapat dikenali dengan melihat verba transitif pengisi predikat yang mendahuluinya seperti yang terlihat pada contoh di bawah ini. prediket merupakan unsur kalimat yang mendapatkan partikel –lah. Dosen menerangkan materi.2. prediket dapat merupakan jawaban dari pertanyaan apa yang dilakukan (pokok kalimat) ataubagaimana (pokok kalimat). S P Ibu adalah pokok kalimat memasak adalah yang menjelaskan pokok kalimat.S 3. P Predikat Predikat merupakan unsur yang membicarakan atau menjelaskan pokok kalimat atau subjek.2. Objek Fungsi objek adalah unsur kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba transitif pengisi predikat dalam kalimat aktif. S P O menerangkan adalah verba transitif.2. Ayah membaca koran. Ibu memasak. S P O Menyuapi adalah verba transitif. Ibu menyuapi adik. Objek mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berupa nomina atau frasa nominal seperti contoh berikut. .3. dalam kalimat susun biasa (S-P) prediket berintonasi lebih rendah. Adik bermain. 3. prediket berada langsung di belakang subjek. S P Adik adalah pokok kalimat bermain adalah yang menjelaskan pokok kalimat. Hubungan predikat dan pokok kalimat dapat dilihat pada contoh -contoh di bawah ini.

S P O Tas baru adalah frasa nominal berada langsung di belakang predikat (yang diisi oleh verba transitif) seperti contoh berikut. ku atau –mu.) bentuknya mirip dengan objek karena sama-sama diisi oleh nomina atau frasa nominal dan keduanya berpotensi untuk berada langsung di belakang predikat. Ani membaca buku. S P pel. S P O Kepala sekolah mengundangnya.S P O Koran adalah nomina. Bu Minah menjual sayur di pasar pagi. Pelengkap (pel. seperti contoh berikut. Kepala sekolah mengundang wali murid. P Pel. Ibu memarahi kakak. Pelengkap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: . dan melengkapi struktur kalimat. S P O Buku dibaca Ani. S P O objek dapat menggantikan kedudukan subjek ketika kalimat aktif transitif dipasifkan. Kemiripan antara objek dan pelengkap dapat dilihat pada contoh berikut. mengkhususkan objek.4. S P O Guru membacakan pengumuman. seperti contoh berikut. ket. Pelengkap Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi.2. S P O ket. Adik memakai tas baru. S 3. Bu Minah berdagang sayur di pasar pagi. S P O dapat diganti enklitik –nya.

merupakan. jika tidak ada objek. S P Pel. seperti contoh berikut. seperti contoh berikut. pelengkap terletak langsung di belakang predikat. S P O Pel. Pak Ali berdagang buku bekas. S P Pel. seperti pada contoh berikut. . S P Pel. Ayah membelikan adik mainan. Budi menjadi siswa teladan. Ibu membelikan Rani jilbab. tetapi kalau predikat diikuti oleh objek. seperti contoh berikut. membelikan adalah verba dwitransitif. S P O Pel. Ket. pelengkap berada di belakang objek. ialah. pelengkap merupakan fungsi kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba dwitransitif pengisi predikat seperti contoh berikut. pelengkap merupakan unsur kali mat yang kehadirannya mengikuti predikat yang diisi oleh verbaadalah.pelengkap kehadirannya dituntut oleh predikat aktif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiksber dan predikat pasif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiks diatau ter-. dan menjadi. S P Pel. Buku dibaca Ani. Kemerdekaan adalah hak semua bangsa. S P Pel. Bu Minah berjualan sayur di pasar pagi. pelengkap tidak dapat diganti dengan pronomina –nya. dalam kalimat.

Dasar negara dirupakan pancasila (?) 3.2. tempat keterangan dapat berpindah tempat tanpa merusak struktur dan makna kalimat. Ibu membeli kue di pasar. cara . S P O Ket. S P Pel. seperti contoh berikut. Keterangan Keterangan adalah unsur kalimat yang memberikan keterangan kepada seluruh kalimat. Pak Samad berdagangnya (?) satuan bahasa pengisi pelengkap dalam kalimat aktif tidak mampu menduduki fungsi subjek apabila kalimat aktif itu dijadikan kalimat pasif seperti contoh berikut. S P Pel. Dia membuka bungkusan itu dengan hati-hati. S P O Pak Samad berdagang rempah. S P O Ket. Sebagian besar unsur keterangan merupakan unsur tambah an dalam kalimat.5. S P O Ket. Pancasila merupakan dasar negara.Ibu memanggil adik. waktu Keterangan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: umumnya merupakan keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat. Saya membeli buku. S P O Ibu memanggilnya. S P O Saya membeli buku di Gramedia. seperti contoh berikut. S P O Ket. tempat Ayah menonton TV tadi pagi. Keterangan sebagai unsur tambahan dalam kalimat dapat dilihat pada contoh berikut.

Ibu menghaluskan bumbu dengan blender. S P Ket. waktu Dia menderita sepanjang hidupnya. Keterangan alat dalam kalimat seperti contoh berikut. seperti contoh berikut. waktu Keterangan alat Keterangan alat adalah keterangan yang mengandung makna alat. Dia akan datang pada hari ini. S P Ket. dalam. adjektiva. S P Ket. S P O Ket. nanti. S P Ket. Ayah pulang dari kantor. selama. besok. tempat Keterangan waktu Keterangan waktu adalah keterangan yang mengandung makna waktu. se-. Keterangan alat dimarkahi oleh preposisi dengan dan tanpa. dari (di) dalam. S P Ket. Keterangan tempat dimarkahi oleh preposisi di. misalnya sekarang. S P O Ket. ke. alat Kue itu dibuat tanpa cetakan. sepanjang. S P Ket. Ali datang kemarin. cara S P O keterangan diisi oleh adverbia. Keterangan tempat Keterangan tempat adalah keterangan yang mengandung makna tempat. Selain itu ada keterangan waktu yang tidak diawali oleh preposisi. waktu Manaf (2009:51) membedakan keterangan berdasarkan maknanya seperti dijelaskan berikut.Dengan hati-hati dia membuka bungkusan itu. frasa adverbial. sesudah. frasa adjektival. Keterangan waktu dimarkahi oleh preposisi pada. Keterangan waktu dalam kalimat seperti contoh berikut. dan klausa terikat. tempat Irfan bermain bola di lapangan. alat . kemarin. waktu Ibu berangkat kemarin sore. Ket. sebelum. seperti contoh berikut.

bermakna cara dalam melakukan kegiatan tertentu. beserta seperti yang terdapat dibawah ini. S P O Ket. S P Ket. penyerta Keterangan perbandingan Keterangan perbandingan adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna perbandingan. supaya. untuk. tujuan Adonan itu diaduk supaya cepat kembang. Dia memasuki rumah kosong itu dengan hati-hati. Keterangan tujuan dimarkahi oleh preposisi agar. Perbandingan Suara orang itu keras bagaikan halilintar. tujuan Keterangan penyerta Keterangan penyerta adalah keterangan yang berdasarkan relasi antarunsurnya yang membentuk makna penyerta. Pemakaian keterangan cara dalam kalimat seperti contoh berikut. dengan jalan. cara Habib mengendarai sepedanya dengan pelan-pelan. Mahasiswa pergi studi banding bersama dosen. secara. Dia gelisah seperti cacing kepanasan. bagi. demi. laksana.Keterangan cara Keterangan cara adalah keterangan yang berdasarkan relasi antarunsurnya. bersama. S P O Ket. S P Pel Ket. Pemakaian keterangan tujuan dalam kalimat seperti contoh berikut. Keterangan perbandingan dimarkahi oleh preposisi seperti. S P Ket. S P Ket. bagaikan. Penyerta Orang itu pindah bersama anak isterinya. Arif giat belajar agar naik kelas. tanpa. Keterangan p enyerta dimarkahi oleh preposisi dengan. dengan cara. S P Ket. S P Ket. cara Keterangan tujuan Keterangan tujuan adalah keterangan yang dalam hubungan antar unsurnya mengandung makna tujuan. seperti contoh berikut ini. Keterangan cara dimarkahi oleh preposisi dengan. Perbandingan Keterangan sebab .

Keterangan sebab adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna sebab. Keterangan akibat dimarkahi oleh konjungtor sehingga dan akibatnya. Pengandaian S P Seandainya saya orang kaya. Akibat 10. Sebagian besar rumah rusak karena gempa. dia tidak akan bohong. seperti contoh berikut ini. Saya akan datang jika dia mengundang saya. Ket. Andaikan bulan bisa ngomong. saya akan membantu orang miskin. Akibat Hutan lindung ditebang akibatnya sering terjadi tanah longsor. Keterangan syarat Keterangan syarat adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna syarat. Keterangan atibutif dimarkahi oleh konjungtor yang. Dia sering berbohong sehingga temannya tidak percaya kepadanya. Keterangan sebab dimarkahi oleh konjungtor sebab dan karena. Keterangan pengandaian dimarkahi oleh konjungtor andaikata. seperti contoh berikut ini. Keterangan atributif Keterangan atributif adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna penjelasan dari suatu nomina. S P Ket. seperti contoh berikut ini. S P Ket. Ket. sebab Keterangan akibat Keterangan akibat adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna akibat. sebab Rakyat semakin menderita karena harga beras semakin naik. seperti contoh berikut ini. Ket. S P Ket. seandainya danandaikan. Keterangan pengandaian Keterangan pengandaian adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna pengandaian. Mahasiswa yang indeks prestasinya paling tinggi mendapat S P O . pengandaian 12. Syarat Jika para pemimpin Indonesia jujur. S P Ket. seperti contoh berikut. rakyat akan sejahtera. Syarat S P 11. S P Ket. Keterangan syarat dimarkahi oleh konjungtor jika dan apabila.

Atributif (S) P O . Ket. O P Guru yang berbaju hijau itu adalah wali kelas saya. Atributif (S) beasiswa.Ket.

Manaf. 2007. Ngusman Abdul. Abdul. 2009. Sintaksis: Teori dan Terapannya dalam Bahasa Indonesia. 2003. Padang: Sukabina Press. 1984. Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia SMPN 32 Padang. Gorys. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Flores: Nusa Indah.DAFTAR PUSTAKA Chaer. Saat ini sedang melanjutkan studi pada Pascasarjana Universitas Negeri Padang. Jakarta: Rineka Cipta. Linguistik Umum. Keraf. Widjono HS. Tata Bahasa Indonesia. . Jakarta: Grasindo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful