SINTAKSIS BAHASA INDONESIA Oleh: Firdawati, S.Pd.

Istilah sintaksis berasal dari bahasa Yunani (Sun + tattein) yang berarti mengatur bersama sama. Manaf (2009:3) menjelaskan bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang membahas struktur internal kalimat. Struktur internal kalimat yang dibahas adalah frasa, klausa, dan kalimat. Jadi frasa adalah objek kajian sintaksis terkecil dan kalimat adalah objek kajian sintaksis terbesar.

1. Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpr edikatif atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 2003:222). Perhatikan contoh -contoh berikut. bayi sehat pisang goreng baru datang sedang membaca Satuan bahasa bayi sehat, pisang goreng, baru datang, dan sedang membaca adalah frasa karena satuan bahasa itu tidak membentuk hubungan subjek dan predikat. Widjono (2007:140) membedakan frasa berdasarkan kelas katanya yaitu frasa verbal, frasa adjektiva, frasa pronominal, frasa adverbia, frasa numera lia, frasa interogativa

koordinatif, frasa demonstrativa koordinatif, dan frasa preposisional koordinatif. Berikut ini dijelaskan satu persatu jenis frasa. 1.1. Frasa verbal

Frasa verbal adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata kerja. Frasa verb al terdiri dari tiga macam seperti yang dijelaskan berikut ini. 1.1.1. Frasa verbal modifikatif (pewatas) yang dibedakan menjadi.

1.1.1.1. Pewatas belakang, seperti contoh berikut ini. Ia bekerja keras sepanjang hari. Orang itu bekerja cepat setiap hari. 1.1.1.2. Pewatas depan, seperti contoh berikut ini. Kami akan menyanyikan lagu kebangsaan. Mereka pasti menyukai makanan itu.

contohnya adalah sebagai berikut. Frasa nominal dibagi menjadi tiga jenis seperti yang dijelaskan berikut ini. 1.1. 1. Usaha Pak Ali.3. Pada hari minggu layanan pustaka tetap dibuka. berdagang kain. dapat. dia aman tentram di rumah barunya.2. Frasa verbal apositif yaitu sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan.1. 1.3. Frasa nominal modifikatif (mewatasi). Frasa adjektival mempunyai tiga jenis seperti yang dijelaskan berikut ini.3. Frasa verbal koordinatif yaitu dua verba yang disatukan dengan kata penghubung dan atauatau.2. Pada bulan pertama setelah menikah. 1. serta adil dan makmur. 1. misalnya hak dan kewajiban.1.1.2. 1. Dia menginginkan pria yang tegap kekar untuk menjadi suaminya. Frasa Adjektival Frasa adjektival adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata sifat atau keadaan sebagai inti (yang diterangkan) dengan menambahkan kata lain yang berfungsi menerangkan seperti agak. Frasa nominal koordinatif (tidak saling menerangkan). lebih. seperti contoh berikut ini. . akan menjadi pusat pemerintahan kota Padang.2. harus. 1.1. Contohnya seperti ber ikut ini. Frasa adjektival apositif seperti contoh berikut ini. contohnya adalah sebagai Srikandi cantik. tempat tinggal saya. Hebat benar kelakuannya. Frasa adjektival koordinatif (menggabungkan). mereka sudah mulai bertengkar. Aie Pacah. Contohnya adalah sebagai berikut.2. kurang. 1. hari minggu. Setelah pindah. Frasa Nominal Frasa nominal adalah kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. Frasa adjektival modifikatif (membatasi). berikut.2. Skripsi yang berkualitas.2. lahir bathin.3. diperistri oleh Arjuna. dan sangat. terpuji dan terbaik. Tampan nian kekasih barumu. ayu rupawan. Mereka mencuci dan menjemur pakaiannya. Contohnya seperti berikut ini. paling. misalnya rumah mungil.3. Kita pergi atau menunggu ayah. Seorang PNS harus memahami hak dan kewajiban sebagai aparatur negara. bulan pertama. kini menjadi grosir. dunia akhirat. diterbitkan oleh Universitas.

1. 1. Frasa pronominal koordinatif. 1. contohnya seperti berikut.5.1. Frasa adverbial Frasa adverbial adalah kelompok kata yang dibentuk dengan keterangan kata sifat. Frasa adverbial dibagi dua jenis yaitu.5.2. contohnya seperti berikut.Setiap orang menginginkan kebahagiaan dunia akhirat. mahasiswa teladan itu.3. Dia kurang pandai bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.5. Frasa pronominal modifikatif. contohnya seperti berikut ini. contohnya seperti di bawah ini. 1. 1. Frasa numeralia modifikatif. Kami.3. sudah hampir punah. contohnya seperti berikut. 1. kini menjadi dosen di Universitasnya. Frasa adverbial yang bersifat modifikatif (mewatasi).6. hampir baik. . Frasa nominal apositif. 1. Lima atau enam orang bertopeng melintasi kegelapan pada gang itu.6. siap menjadi pasukan anti korupsi. Frasa numeralia koordinatif. Frasa pronominal terdiri dari tiga jenis yaitu seperti berikut ini. dan pandai sekali. Frasa numeralia terdiri dari dua jenis yai tu. Mereka memotong dua puluh ekor sapi kurban. Orang itu menyumbang pembangunan jalan dua juta rupiah. Frasa Numeralia Frasa numeralia adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata bilangan.4. Mahasiswa.4. 1. Jarak rumah ke kantornya lebih kurang dua kilometer. Frasa adverbial yang bersifat koordinatif (tidak saling menerangkan).1. contohnya seperti di bawah ini. Aku dan kau suka dancow.2.5. Kemampuan siswa saya dalam mengarang berada pada kategori hampir baik. Anton.3. 1. contohnya seperti berikut ini.2. burung langka dari Irian itu. para pemuda. Frasa Pronominal Frasa pronominal adalah frasa yang dibentuk dengan kata ganti. Frasa pronominal apositif. Burung Cendrawasih.1. 1. menyatakan perang terhadap korupsi.6. Kami semua dimarahi guru karena meribut. misalnya sangat pandai. 1. Contoh dalam kalimat seperti berikut ini.4. Saya dan dia sudah lama tidak bertegur sapa. bangsa Indonesia. kurang pandai. Mereka berdua minta izin karena mengikuti perlombaan.

Widjono (2007:143) membedakan klausa sebagai berikut. Jawaban apa atau siapa merupakan ciri subjek kalimat. 1. perintah.9. Keduanya tidak saling menerangkan. Klausa Klausa adalah sebuah konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung unsur predikatif (Keraf.8.7. Klausa pertama Rima membaca kompas. Frasa Demonstrativa koordinatif Frasa demonstrativa koordinatif adalah frasa yang dibentuk dengan dua kata yang ti dak saling menerangkan. Perjalanan kami dari dan ke Bandung memerlukan waktu enam jam. Klausa kalimat majemuk bertingkat .Entah tiga. 2. Jawaban mengapa atau bagaimana merupakan pertanda jawaban prediket.1. (Manaf. Intonasi final itu dapat berupa intonasi berita. Klausa kedua adiknya bermain catur. 2. 1984:138). Contohnya seperti berikut ini. Contohnya seperti berikut ini. Saya bekerja di sana atau di sini sama saja. Koperasi dari. Frasa Proposional Koordinatif Frasa proposional koordinatif dibentuk dari kata depan dan tidak saling menerangkan. 2. Contohnya seperti berikut.2. Klausa berpotensi menjadi kalimat. 2009:13) menjelaskan bahwa yang membedakan klausa dan kalimat adalah intonasi final di akhir satuan bahasa itu. dan adiknya bermain cat ur. entah empat kali dia sudah meminjam uang saya. oleh dan untuk anggota. 1. Klausa kalimat majemuk setara Dalam kalimat majemuk setara (koordinatif). Frasa Introgativa koordinatif Frasa introgativa koordinatif adalah frasa yang berintikan pada kata tanya. setiap klausa memiliki kedudukan yang sama. Rima membaca kompas. 1. tanya. sedangkan klausa tidak diakhiri intonasi final. Saya memakai baju ini atau itu tidak masalah. Contohnya sebagai berikut. Kalimat diakhiri dengan intonasi final. dan kagum. Kalimat majemuk koordinatif dibangun dengan dua klausa atau lebih yang tidak saling menerangkan.

yang minimal berupa sebuah klausa bebas yang minimal mengandung satu subjek dan prediket. gabungan kata dengan frasa. baik unsur fungsi itu eksplisit maupun implisit. Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan bertingkat. tanda tanya (?). (Kalimat majemuk bertingkat) Ayahnya meninggal dan ibunya kawin lagi. diselingi atau tidak diselingi oleh keseny apan antara dan diakhiri dengan kesenyapan akhir yang berupa intonasi final. Dia pindah ke Jakarta setelah ayahn ya meninggal dan ibunya kawin lagi. atau gabungan frasa dengan frasa. tanya. Contohnya seperti berikut ini. dan intonasi kagum. intonasi perintah. atau titik koma (. Dalam bahasa lisan.). Kalimat di atas terdiri dari tiga klausa yaitu. terdiri dari tiga klausa atau lebih. dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (. (Kalimat majemuk setara) 3. kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital.3. Ciri-ciri kalimat Widjono (2007:147) menjelaskan ciri -ciri kalimat sebagai berikut.). kalimat adalah satuan bahasa yang mempunyai ciri sebagai berikut: (1) satuan bahasa yang terbentuk atas gabungan kata dengan kata. Manaf (2009:11) lebih menjelaskan dengan membedakan kalimat menjadi bahasa lisan dan bahasa tulis.Kalimat majemuk bertingkat dibangun dengan klausa yang berfungsi menerangkan klausa lainnya. .1. 2. Orang itu pindah ke Jakarta setelah suaminya bekerja di Bank Indonesia. Contohnya seb agai berikut. 1) 2) 3) Dia pindah ke Jakarta (klausa utama) Setelah ayahnya meninggal (klausa sematan) Ibunya kawin lagi (klausa sematan) Dia pindah ke Jakarta setelah ayahnya meninggal. titik dua (:). atau tanda seru (!). Klausa orang itu pindah ke Jakarta sebagai klausa utama (lazim disebut induk kalimat) dan klausa kedua suaminya bekerja di Bank Indonesia merupakan klausa sematan (lazim disebut anak kalimat). Dalam bahasa tulis.). 3. (2) satuan bahasa itu didahului oleh suatu kesenyapan awal. Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran (Widjono:146). yaitu intonasi berita. diselingi atau tidak diselin gi tanda koma (.

yaitu prediket. Wujud fungsi sintaksis Tidak adalah subjek (S). tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak. pelengkap dan keterangan merupakan unsur penunjang dalam kalimat. setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek. Dalam paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih. 3. untuk. Ciri -ciri subjek adalah sebagai berikut: jawaban apa atau siapa. 2009:34).Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. pada.1. . dapat didahului oleh kata bahwa. Unsur fungsi sintaksis yang harus ada dalam setiap kalimat adalah subjek dan prediket. tanda tanya. dan lain -lain.). objek. bagi. prediket (P).2. Mengandung satuan makna. dapat disertai pewatas yang. Adik bermain. pelengkap(Pel. tetapi dapat diingkarkan dengan kata bukan. atau pesan yang jelas. kalimat -kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan. 3. Fungsi sintaksis akan dijelaskan berikut ini. yaitu objek. dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsiny a. dan keterangan (ket). semua kalimat harus mengandung semua fungsi si ntaksis itu. tidak didahului preposisi di. ide. prediket intransitif dapat disertai pelengkap. kepada. Predikat transitif disertai objek. Mengandung urutan logis.2. S P Ibu memasak. objek (O). prediket. berupa kata atau frasa benda (nomina) dapat diserta kata ini atau itu. atau tanda seru. Pokok kalimat itu dibicarakan atau dijelaskan oleh fungsi sintaksis lain. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Sekurang-kurangnya terdiri dari atas subjek dan prediket. sedangkan unsur lainnya. Mengandung pikiran yang utuh. Subjek Fungsi subjek merupakan pokok dalam sebuah kalimat. Fungsi sintaksis dalam kalimat Fungsi sintaksis pada haki katnya adalah ”tempat” atau ”laci” yang dapat diisi oleh bentuk bahasa tertentu (Manaf. dalam. Hubungan subjek dan prediket dapat dilihat pada contoh -contoh di bawah ini.

3. Adik bermain. Dosen menerangkan materi.S 3. Hubungan predikat dan pokok kalimat dapat dilihat pada contoh -contoh di bawah ini.2. Ibu memasak.2. dalam kalimat susun biasa (S-P) prediket berintonasi lebih rendah. dalam kalimat susun biasa. 3. S P Ibu adalah pokok kalimat memasak adalah yang menjelaskan pokok kalimat. Objek Fungsi objek adalah unsur kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba transitif pengisi predikat dalam kalimat aktif. prediket merupakan unsur kalimat yang mendapatkan partikel –lah. prediket berada langsung di belakang subjek. Ibu menyuapi adik. prediket umumnya diisi oleh verba atau frasa verba. prediket dapat merupakan jawaban dari pertanyaan apa yang dilakukan (pokok kalimat) ataubagaimana (pokok kalimat). . Ayah membaca koran. Prediket mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bagian kalimat yang menjelaskan pokok kalimat. Objek dapat dikenali dengan melihat verba transitif pengisi predikat yang mendahuluinya seperti yang terlihat pada contoh di bawah ini. S P O menerangkan adalah verba transitif. P Predikat Predikat merupakan unsur yang membicarakan atau menjelaskan pokok kalimat atau subjek. S P Adik adalah pokok kalimat bermain adalah yang menjelaskan pokok kalimat. S P O Menyuapi adalah verba transitif. Objek mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berupa nomina atau frasa nominal seperti contoh berikut.2.

seperti contoh berikut. mengkhususkan objek. Pelengkap (pel. S P pel. Kemiripan antara objek dan pelengkap dapat dilihat pada contoh berikut. Pelengkap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: . P Pel. Kepala sekolah mengundang wali murid. S P O objek dapat menggantikan kedudukan subjek ketika kalimat aktif transitif dipasifkan. Bu Minah menjual sayur di pasar pagi. S P O Guru membacakan pengumuman. seperti contoh berikut. dan melengkapi struktur kalimat. Adik memakai tas baru. Ibu memarahi kakak. S P O Buku dibaca Ani.) bentuknya mirip dengan objek karena sama-sama diisi oleh nomina atau frasa nominal dan keduanya berpotensi untuk berada langsung di belakang predikat. Pelengkap Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi. S P O dapat diganti enklitik –nya. S P O Kepala sekolah mengundangnya. S 3. ket. Ani membaca buku. ku atau –mu.S P O Koran adalah nomina.4. S P O ket. S P O Tas baru adalah frasa nominal berada langsung di belakang predikat (yang diisi oleh verba transitif) seperti contoh berikut. Bu Minah berdagang sayur di pasar pagi.2.

Budi menjadi siswa teladan. . membelikan adalah verba dwitransitif. seperti contoh berikut. S P Pel. S P Pel. S P Pel. Buku dibaca Ani. ialah. S P O Pel. pelengkap terletak langsung di belakang predikat. seperti contoh berikut. pelengkap merupakan fungsi kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba dwitransitif pengisi predikat seperti contoh berikut. pelengkap merupakan unsur kali mat yang kehadirannya mengikuti predikat yang diisi oleh verbaadalah. tetapi kalau predikat diikuti oleh objek. S P Pel. dalam kalimat. Kemerdekaan adalah hak semua bangsa. Bu Minah berjualan sayur di pasar pagi. S P O Pel. Ibu membelikan Rani jilbab. Ket. S P Pel. seperti pada contoh berikut. pelengkap berada di belakang objek. seperti contoh berikut. Pak Ali berdagang buku bekas. dan menjadi. Ayah membelikan adik mainan. merupakan. pelengkap tidak dapat diganti dengan pronomina –nya.pelengkap kehadirannya dituntut oleh predikat aktif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiksber dan predikat pasif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiks diatau ter-. jika tidak ada objek.

Pak Samad berdagangnya (?) satuan bahasa pengisi pelengkap dalam kalimat aktif tidak mampu menduduki fungsi subjek apabila kalimat aktif itu dijadikan kalimat pasif seperti contoh berikut. Keterangan Keterangan adalah unsur kalimat yang memberikan keterangan kepada seluruh kalimat.Ibu memanggil adik. S P Pel. S P O Pak Samad berdagang rempah. tempat Ayah menonton TV tadi pagi. Dia membuka bungkusan itu dengan hati-hati. seperti contoh berikut. S P O Ibu memanggilnya. S P O Saya membeli buku di Gramedia.5. Ibu membeli kue di pasar. S P O Ket. waktu Keterangan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: umumnya merupakan keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat. S P O Ket. Dasar negara dirupakan pancasila (?) 3. seperti contoh berikut.2. S P Pel. tempat keterangan dapat berpindah tempat tanpa merusak struktur dan makna kalimat. S P O Ket. Sebagian besar unsur keterangan merupakan unsur tambah an dalam kalimat. Saya membeli buku. S P O Ket. Pancasila merupakan dasar negara. Keterangan sebagai unsur tambahan dalam kalimat dapat dilihat pada contoh berikut. cara .

Dia akan datang pada hari ini. S P O Ket. kemarin. Keterangan alat dalam kalimat seperti contoh berikut. frasa adverbial. Ali datang kemarin. dalam. besok. S P Ket. selama.Dengan hati-hati dia membuka bungkusan itu. sepanjang. adjektiva. sebelum. cara S P O keterangan diisi oleh adverbia. S P Ket. Ket. waktu Keterangan alat Keterangan alat adalah keterangan yang mengandung makna alat. nanti. seperti contoh berikut. ke. Keterangan tempat Keterangan tempat adalah keterangan yang mengandung makna tempat. seperti contoh berikut. S P Ket. dari (di) dalam. S P Ket. S P Ket. Keterangan alat dimarkahi oleh preposisi dengan dan tanpa. dan klausa terikat. S P O Ket. frasa adjektival. waktu Manaf (2009:51) membedakan keterangan berdasarkan maknanya seperti dijelaskan berikut. alat Kue itu dibuat tanpa cetakan. Keterangan waktu dimarkahi oleh preposisi pada. Ayah pulang dari kantor. Keterangan tempat dimarkahi oleh preposisi di. alat . sesudah. misalnya sekarang. S P Ket. waktu Ibu berangkat kemarin sore. Selain itu ada keterangan waktu yang tidak diawali oleh preposisi. Keterangan waktu dalam kalimat seperti contoh berikut. tempat Keterangan waktu Keterangan waktu adalah keterangan yang mengandung makna waktu. se-. waktu Dia menderita sepanjang hidupnya. Ibu menghaluskan bumbu dengan blender. tempat Irfan bermain bola di lapangan.

secara. S P Ket. S P Pel Ket. S P O Ket. tanpa. S P Ket. seperti contoh berikut ini. Mahasiswa pergi studi banding bersama dosen. penyerta Keterangan perbandingan Keterangan perbandingan adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna perbandingan. Perbandingan Suara orang itu keras bagaikan halilintar. Keterangan perbandingan dimarkahi oleh preposisi seperti. S P O Ket. bagaikan. laksana. dengan jalan. Dia memasuki rumah kosong itu dengan hati-hati. supaya. tujuan Keterangan penyerta Keterangan penyerta adalah keterangan yang berdasarkan relasi antarunsurnya yang membentuk makna penyerta. Dia gelisah seperti cacing kepanasan. Pemakaian keterangan tujuan dalam kalimat seperti contoh berikut. bermakna cara dalam melakukan kegiatan tertentu. Keterangan tujuan dimarkahi oleh preposisi agar. S P Ket. S P Ket. Pemakaian keterangan cara dalam kalimat seperti contoh berikut. tujuan Adonan itu diaduk supaya cepat kembang. cara Habib mengendarai sepedanya dengan pelan-pelan. Keterangan cara dimarkahi oleh preposisi dengan. Penyerta Orang itu pindah bersama anak isterinya. bersama. Perbandingan Keterangan sebab . Keterangan p enyerta dimarkahi oleh preposisi dengan.Keterangan cara Keterangan cara adalah keterangan yang berdasarkan relasi antarunsurnya. cara Keterangan tujuan Keterangan tujuan adalah keterangan yang dalam hubungan antar unsurnya mengandung makna tujuan. untuk. Arif giat belajar agar naik kelas. dengan cara. beserta seperti yang terdapat dibawah ini. demi. S P Ket. bagi.

Keterangan syarat dimarkahi oleh konjungtor jika dan apabila. rakyat akan sejahtera. seperti contoh berikut ini. S P Ket. Andaikan bulan bisa ngomong. saya akan membantu orang miskin. Keterangan pengandaian Keterangan pengandaian adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna pengandaian. seperti contoh berikut ini. seperti contoh berikut. Pengandaian S P Seandainya saya orang kaya. Ket. Syarat S P 11. sebab Keterangan akibat Keterangan akibat adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna akibat. Akibat Hutan lindung ditebang akibatnya sering terjadi tanah longsor. Ket. Dia sering berbohong sehingga temannya tidak percaya kepadanya. S P Ket.Keterangan sebab adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna sebab. Ket. seperti contoh berikut ini. Keterangan atibutif dimarkahi oleh konjungtor yang. Keterangan atributif Keterangan atributif adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna penjelasan dari suatu nomina. dia tidak akan bohong. pengandaian 12. Sebagian besar rumah rusak karena gempa. Saya akan datang jika dia mengundang saya. Keterangan syarat Keterangan syarat adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna syarat. Keterangan pengandaian dimarkahi oleh konjungtor andaikata. S P Ket. sebab Rakyat semakin menderita karena harga beras semakin naik. Mahasiswa yang indeks prestasinya paling tinggi mendapat S P O . Keterangan akibat dimarkahi oleh konjungtor sehingga dan akibatnya. S P Ket. S P Ket. Syarat Jika para pemimpin Indonesia jujur. seperti contoh berikut ini. seandainya danandaikan. Akibat 10. Keterangan sebab dimarkahi oleh konjungtor sebab dan karena.

O P Guru yang berbaju hijau itu adalah wali kelas saya.Ket. Atributif (S) P O . Atributif (S) beasiswa. Ket.

Ngusman Abdul. Abdul. 2003. Linguistik Umum.DAFTAR PUSTAKA Chaer. Gorys. Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia SMPN 32 Padang. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. 2007. Tata Bahasa Indonesia. Keraf. Widjono HS. Flores: Nusa Indah. 1984. Padang: Sukabina Press. Sintaksis: Teori dan Terapannya dalam Bahasa Indonesia. Saat ini sedang melanjutkan studi pada Pascasarjana Universitas Negeri Padang. Manaf. 2009. . Jakarta: Grasindo. Jakarta: Rineka Cipta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful