SINTAKSIS BAHASA INDONESIA Oleh: Firdawati, S.Pd.

Istilah sintaksis berasal dari bahasa Yunani (Sun + tattein) yang berarti mengatur bersama sama. Manaf (2009:3) menjelaskan bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang membahas struktur internal kalimat. Struktur internal kalimat yang dibahas adalah frasa, klausa, dan kalimat. Jadi frasa adalah objek kajian sintaksis terkecil dan kalimat adalah objek kajian sintaksis terbesar.

1. Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpr edikatif atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 2003:222). Perhatikan contoh -contoh berikut. bayi sehat pisang goreng baru datang sedang membaca Satuan bahasa bayi sehat, pisang goreng, baru datang, dan sedang membaca adalah frasa karena satuan bahasa itu tidak membentuk hubungan subjek dan predikat. Widjono (2007:140) membedakan frasa berdasarkan kelas katanya yaitu frasa verbal, frasa adjektiva, frasa pronominal, frasa adverbia, frasa numera lia, frasa interogativa

koordinatif, frasa demonstrativa koordinatif, dan frasa preposisional koordinatif. Berikut ini dijelaskan satu persatu jenis frasa. 1.1. Frasa verbal

Frasa verbal adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata kerja. Frasa verb al terdiri dari tiga macam seperti yang dijelaskan berikut ini. 1.1.1. Frasa verbal modifikatif (pewatas) yang dibedakan menjadi.

1.1.1.1. Pewatas belakang, seperti contoh berikut ini. Ia bekerja keras sepanjang hari. Orang itu bekerja cepat setiap hari. 1.1.1.2. Pewatas depan, seperti contoh berikut ini. Kami akan menyanyikan lagu kebangsaan. Mereka pasti menyukai makanan itu.

1. Dia menginginkan pria yang tegap kekar untuk menjadi suaminya. Aie Pacah.3.2. Pada bulan pertama setelah menikah. kini menjadi grosir. kurang.2.3. akan menjadi pusat pemerintahan kota Padang. Tampan nian kekasih barumu. mereka sudah mulai bertengkar. Contohnya seperti ber ikut ini.2. Frasa adjektival koordinatif (menggabungkan). Contohnya adalah sebagai berikut. Usaha Pak Ali. misalnya rumah mungil. berdagang kain. serta adil dan makmur. 1. Setelah pindah. Pada hari minggu layanan pustaka tetap dibuka. . dia aman tentram di rumah barunya.3.1. Frasa Nominal Frasa nominal adalah kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. seperti contoh berikut ini. terpuji dan terbaik. dan sangat.3.2. diperistri oleh Arjuna. misalnya hak dan kewajiban. harus.1.2.3. Frasa adjektival mempunyai tiga jenis seperti yang dijelaskan berikut ini. Frasa Adjektival Frasa adjektival adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata sifat atau keadaan sebagai inti (yang diterangkan) dengan menambahkan kata lain yang berfungsi menerangkan seperti agak.2. ayu rupawan. lahir bathin. lebih.1. Frasa adjektival modifikatif (membatasi). Frasa adjektival apositif seperti contoh berikut ini. Frasa verbal koordinatif yaitu dua verba yang disatukan dengan kata penghubung dan atauatau. 1.1. Skripsi yang berkualitas. Frasa verbal apositif yaitu sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan. dunia akhirat. diterbitkan oleh Universitas. 1. Hebat benar kelakuannya. Seorang PNS harus memahami hak dan kewajiban sebagai aparatur negara. Frasa nominal koordinatif (tidak saling menerangkan). dapat. contohnya adalah sebagai berikut. Kita pergi atau menunggu ayah. Frasa nominal modifikatif (mewatasi). 1. tempat tinggal saya. bulan pertama. Mereka mencuci dan menjemur pakaiannya. 1. 1. hari minggu. Contohnya seperti berikut ini.2. paling. 1. Frasa nominal dibagi menjadi tiga jenis seperti yang dijelaskan berikut ini. berikut.1. contohnya adalah sebagai Srikandi cantik.

Frasa pronominal apositif. misalnya sangat pandai. Kami semua dimarahi guru karena meribut.4. burung langka dari Irian itu.5.6.3. Frasa adverbial yang bersifat modifikatif (mewatasi). contohnya seperti berikut ini. para pemuda. Frasa adverbial dibagi dua jenis yaitu. contohnya seperti di bawah ini.5.Setiap orang menginginkan kebahagiaan dunia akhirat. Lima atau enam orang bertopeng melintasi kegelapan pada gang itu. 1. dan pandai sekali. 1. contohnya seperti berikut. Dia kurang pandai bergaul di lingkungan tempat tinggalnya. Frasa numeralia modifikatif. 1. Jarak rumah ke kantornya lebih kurang dua kilometer. Saya dan dia sudah lama tidak bertegur sapa. Anton. Frasa numeralia koordinatif. siap menjadi pasukan anti korupsi. hampir baik.3.2. kurang pandai. contohnya seperti berikut. 1. . Frasa pronominal modifikatif. mahasiswa teladan itu.2. Mereka memotong dua puluh ekor sapi kurban.4.2. contohnya seperti berikut.3. 1.5. Frasa pronominal terdiri dari tiga jenis yaitu seperti berikut ini. 1.6. Burung Cendrawasih.5. Frasa adverbial Frasa adverbial adalah kelompok kata yang dibentuk dengan keterangan kata sifat. Orang itu menyumbang pembangunan jalan dua juta rupiah.6. Kemampuan siswa saya dalam mengarang berada pada kategori hampir baik. menyatakan perang terhadap korupsi. Mereka berdua minta izin karena mengikuti perlombaan. 1. contohnya seperti di bawah ini. Frasa numeralia terdiri dari dua jenis yai tu. Contoh dalam kalimat seperti berikut ini. sudah hampir punah. bangsa Indonesia. Mahasiswa. 1. Aku dan kau suka dancow. Frasa Numeralia Frasa numeralia adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata bilangan.4. Frasa adverbial yang bersifat koordinatif (tidak saling menerangkan). 1. Frasa pronominal koordinatif.1. Kami.1. contohnya seperti berikut ini. Frasa Pronominal Frasa pronominal adalah frasa yang dibentuk dengan kata ganti. Frasa nominal apositif.1. kini menjadi dosen di Universitasnya. 1. 1.

entah empat kali dia sudah meminjam uang saya. Rima membaca kompas. Contohnya seperti berikut. Klausa pertama Rima membaca kompas. Widjono (2007:143) membedakan klausa sebagai berikut.Entah tiga. Intonasi final itu dapat berupa intonasi berita. Keduanya tidak saling menerangkan. dan kagum. 2009:13) menjelaskan bahwa yang membedakan klausa dan kalimat adalah intonasi final di akhir satuan bahasa itu.1. Contohnya seperti berikut ini. Kalimat majemuk koordinatif dibangun dengan dua klausa atau lebih yang tidak saling menerangkan. Contohnya seperti berikut ini. 2. 1. 2. 1.7.9. Saya memakai baju ini atau itu tidak masalah. Koperasi dari.2. dan adiknya bermain cat ur. Klausa kalimat majemuk setara Dalam kalimat majemuk setara (koordinatif). 1. 2. Frasa Proposional Koordinatif Frasa proposional koordinatif dibentuk dari kata depan dan tidak saling menerangkan. oleh dan untuk anggota. Klausa berpotensi menjadi kalimat. Perjalanan kami dari dan ke Bandung memerlukan waktu enam jam. Contohnya sebagai berikut. (Manaf. Saya bekerja di sana atau di sini sama saja.8. Jawaban mengapa atau bagaimana merupakan pertanda jawaban prediket. perintah. Klausa kedua adiknya bermain catur. Klausa kalimat majemuk bertingkat . sedangkan klausa tidak diakhiri intonasi final. Kalimat diakhiri dengan intonasi final. Klausa Klausa adalah sebuah konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung unsur predikatif (Keraf. Frasa Introgativa koordinatif Frasa introgativa koordinatif adalah frasa yang berintikan pada kata tanya. Jawaban apa atau siapa merupakan ciri subjek kalimat. tanya. setiap klausa memiliki kedudukan yang sama. Frasa Demonstrativa koordinatif Frasa demonstrativa koordinatif adalah frasa yang dibentuk dengan dua kata yang ti dak saling menerangkan. 1984:138).

kalimat adalah satuan bahasa yang mempunyai ciri sebagai berikut: (1) satuan bahasa yang terbentuk atas gabungan kata dengan kata. diselingi atau tidak diselingi oleh keseny apan antara dan diakhiri dengan kesenyapan akhir yang berupa intonasi final. 3. Dia pindah ke Jakarta setelah ayahn ya meninggal dan ibunya kawin lagi. Orang itu pindah ke Jakarta setelah suaminya bekerja di Bank Indonesia. dan intonasi kagum. tanya. terdiri dari tiga klausa atau lebih. Contohnya seperti berikut ini. 1) 2) 3) Dia pindah ke Jakarta (klausa utama) Setelah ayahnya meninggal (klausa sematan) Ibunya kawin lagi (klausa sematan) Dia pindah ke Jakarta setelah ayahnya meninggal. (Kalimat majemuk bertingkat) Ayahnya meninggal dan ibunya kawin lagi. yaitu intonasi berita. Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran (Widjono:146). tanda tanya (?). titik dua (:).Kalimat majemuk bertingkat dibangun dengan klausa yang berfungsi menerangkan klausa lainnya. (Kalimat majemuk setara) 3. dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (. diselingi atau tidak diselin gi tanda koma (. atau tanda seru (!). Kalimat di atas terdiri dari tiga klausa yaitu. baik unsur fungsi itu eksplisit maupun implisit.1.). Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan bertingkat. Manaf (2009:11) lebih menjelaskan dengan membedakan kalimat menjadi bahasa lisan dan bahasa tulis. Ciri-ciri kalimat Widjono (2007:147) menjelaskan ciri -ciri kalimat sebagai berikut. Dalam bahasa lisan. Contohnya seb agai berikut. atau titik koma (. intonasi perintah. atau gabungan frasa dengan frasa.). .). Dalam bahasa tulis. gabungan kata dengan frasa. (2) satuan bahasa itu didahului oleh suatu kesenyapan awal. Klausa orang itu pindah ke Jakarta sebagai klausa utama (lazim disebut induk kalimat) dan klausa kedua suaminya bekerja di Bank Indonesia merupakan klausa sematan (lazim disebut anak kalimat). kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital. yang minimal berupa sebuah klausa bebas yang minimal mengandung satu subjek dan prediket.3. 2.

yaitu prediket. Subjek Fungsi subjek merupakan pokok dalam sebuah kalimat. yaitu objek.2. . dapat didahului oleh kata bahwa. dan lain -lain. dan keterangan (ket).2. prediket. atau tanda seru. prediket intransitif dapat disertai pelengkap. objek. pada. Hubungan subjek dan prediket dapat dilihat pada contoh -contoh di bawah ini.). Fungsi sintaksis akan dijelaskan berikut ini. sedangkan unsur lainnya. objek (O). Fungsi sintaksis dalam kalimat Fungsi sintaksis pada haki katnya adalah ”tempat” atau ”laci” yang dapat diisi oleh bentuk bahasa tertentu (Manaf. 3. Unsur fungsi sintaksis yang harus ada dalam setiap kalimat adalah subjek dan prediket. 3.Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. tidak didahului preposisi di.1. Mengandung pikiran yang utuh. Pokok kalimat itu dibicarakan atau dijelaskan oleh fungsi sintaksis lain. dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsiny a. Predikat transitif disertai objek. untuk. Wujud fungsi sintaksis Tidak adalah subjek (S). ide. dalam. pelengkap(Pel. semua kalimat harus mengandung semua fungsi si ntaksis itu. Mengandung urutan logis. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. bagi. setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek. pelengkap dan keterangan merupakan unsur penunjang dalam kalimat. 2009:34). dapat disertai pewatas yang. tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak. berupa kata atau frasa benda (nomina) dapat diserta kata ini atau itu. Mengandung satuan makna. Adik bermain. Dalam paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih. Sekurang-kurangnya terdiri dari atas subjek dan prediket. kepada. kalimat -kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan. atau pesan yang jelas. tanda tanya. tetapi dapat diingkarkan dengan kata bukan. S P Ibu memasak. prediket (P). Ciri -ciri subjek adalah sebagai berikut: jawaban apa atau siapa.

S 3. S P O menerangkan adalah verba transitif. S P O Menyuapi adalah verba transitif. Objek mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berupa nomina atau frasa nominal seperti contoh berikut. S P Ibu adalah pokok kalimat memasak adalah yang menjelaskan pokok kalimat. dalam kalimat susun biasa. prediket berada langsung di belakang subjek. . prediket umumnya diisi oleh verba atau frasa verba. Ayah membaca koran.3. 3.2.2. Objek Fungsi objek adalah unsur kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba transitif pengisi predikat dalam kalimat aktif.2. prediket merupakan unsur kalimat yang mendapatkan partikel –lah. prediket dapat merupakan jawaban dari pertanyaan apa yang dilakukan (pokok kalimat) ataubagaimana (pokok kalimat). Hubungan predikat dan pokok kalimat dapat dilihat pada contoh -contoh di bawah ini. S P Adik adalah pokok kalimat bermain adalah yang menjelaskan pokok kalimat. Ibu memasak. Dosen menerangkan materi. Prediket mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bagian kalimat yang menjelaskan pokok kalimat. Adik bermain. dalam kalimat susun biasa (S-P) prediket berintonasi lebih rendah. Objek dapat dikenali dengan melihat verba transitif pengisi predikat yang mendahuluinya seperti yang terlihat pada contoh di bawah ini. P Predikat Predikat merupakan unsur yang membicarakan atau menjelaskan pokok kalimat atau subjek. Ibu menyuapi adik.

S P O objek dapat menggantikan kedudukan subjek ketika kalimat aktif transitif dipasifkan. seperti contoh berikut. S P O Tas baru adalah frasa nominal berada langsung di belakang predikat (yang diisi oleh verba transitif) seperti contoh berikut. Pelengkap (pel. S P O ket. S P O Guru membacakan pengumuman. Ibu memarahi kakak. S P O dapat diganti enklitik –nya. Adik memakai tas baru. ku atau –mu. S P O Buku dibaca Ani. mengkhususkan objek.) bentuknya mirip dengan objek karena sama-sama diisi oleh nomina atau frasa nominal dan keduanya berpotensi untuk berada langsung di belakang predikat.2.S P O Koran adalah nomina. Pelengkap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: . P Pel. S P O Kepala sekolah mengundangnya. Kemiripan antara objek dan pelengkap dapat dilihat pada contoh berikut. S 3. ket. S P pel. Ani membaca buku. seperti contoh berikut. Pelengkap Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi.4. Kepala sekolah mengundang wali murid. dan melengkapi struktur kalimat. Bu Minah menjual sayur di pasar pagi. Bu Minah berdagang sayur di pasar pagi.

pelengkap terletak langsung di belakang predikat. pelengkap berada di belakang objek. S P Pel. S P Pel. seperti contoh berikut. S P O Pel. Budi menjadi siswa teladan. ialah. seperti contoh berikut. Ibu membelikan Rani jilbab. S P Pel. Ayah membelikan adik mainan. seperti pada contoh berikut. dalam kalimat. S P Pel. pelengkap merupakan unsur kali mat yang kehadirannya mengikuti predikat yang diisi oleh verbaadalah. membelikan adalah verba dwitransitif. S P Pel. pelengkap merupakan fungsi kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba dwitransitif pengisi predikat seperti contoh berikut. tetapi kalau predikat diikuti oleh objek. dan menjadi. Buku dibaca Ani. merupakan. Kemerdekaan adalah hak semua bangsa. jika tidak ada objek. Bu Minah berjualan sayur di pasar pagi. . S P O Pel. Pak Ali berdagang buku bekas.pelengkap kehadirannya dituntut oleh predikat aktif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiksber dan predikat pasif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiks diatau ter-. seperti contoh berikut. Ket. pelengkap tidak dapat diganti dengan pronomina –nya.

5. Sebagian besar unsur keterangan merupakan unsur tambah an dalam kalimat. S P O Ibu memanggilnya. S P O Saya membeli buku di Gramedia.2. S P Pel. S P O Ket. Dasar negara dirupakan pancasila (?) 3. tempat keterangan dapat berpindah tempat tanpa merusak struktur dan makna kalimat. waktu Keterangan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: umumnya merupakan keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat. cara . S P O Ket. seperti contoh berikut. S P O Pak Samad berdagang rempah.Ibu memanggil adik. Pak Samad berdagangnya (?) satuan bahasa pengisi pelengkap dalam kalimat aktif tidak mampu menduduki fungsi subjek apabila kalimat aktif itu dijadikan kalimat pasif seperti contoh berikut. Dia membuka bungkusan itu dengan hati-hati. Keterangan Keterangan adalah unsur kalimat yang memberikan keterangan kepada seluruh kalimat. S P Pel. Ibu membeli kue di pasar. S P O Ket. tempat Ayah menonton TV tadi pagi. seperti contoh berikut. Saya membeli buku. Pancasila merupakan dasar negara. Keterangan sebagai unsur tambahan dalam kalimat dapat dilihat pada contoh berikut. S P O Ket.

Keterangan waktu dalam kalimat seperti contoh berikut. alat .Dengan hati-hati dia membuka bungkusan itu. misalnya sekarang. tempat Irfan bermain bola di lapangan. Ayah pulang dari kantor. se-. seperti contoh berikut. Keterangan alat dalam kalimat seperti contoh berikut. S P O Ket. Keterangan waktu dimarkahi oleh preposisi pada. besok. waktu Manaf (2009:51) membedakan keterangan berdasarkan maknanya seperti dijelaskan berikut. S P Ket. sebelum. waktu Keterangan alat Keterangan alat adalah keterangan yang mengandung makna alat. S P Ket. cara S P O keterangan diisi oleh adverbia. kemarin. Keterangan tempat dimarkahi oleh preposisi di. dari (di) dalam. S P Ket. S P O Ket. Selain itu ada keterangan waktu yang tidak diawali oleh preposisi. Ali datang kemarin. Keterangan alat dimarkahi oleh preposisi dengan dan tanpa. frasa adjektival. dan klausa terikat. dalam. Keterangan tempat Keterangan tempat adalah keterangan yang mengandung makna tempat. sesudah. tempat Keterangan waktu Keterangan waktu adalah keterangan yang mengandung makna waktu. Ibu menghaluskan bumbu dengan blender. waktu Ibu berangkat kemarin sore. Dia akan datang pada hari ini. S P Ket. sepanjang. S P Ket. ke. adjektiva. S P Ket. alat Kue itu dibuat tanpa cetakan. Ket. selama. nanti. frasa adverbial. waktu Dia menderita sepanjang hidupnya. seperti contoh berikut.

S P O Ket. Perbandingan Keterangan sebab . bagaikan. Dia gelisah seperti cacing kepanasan. bersama. Keterangan perbandingan dimarkahi oleh preposisi seperti. S P O Ket. untuk. S P Ket. bermakna cara dalam melakukan kegiatan tertentu. Pemakaian keterangan cara dalam kalimat seperti contoh berikut. Mahasiswa pergi studi banding bersama dosen. Perbandingan Suara orang itu keras bagaikan halilintar. S P Ket. Penyerta Orang itu pindah bersama anak isterinya.Keterangan cara Keterangan cara adalah keterangan yang berdasarkan relasi antarunsurnya. penyerta Keterangan perbandingan Keterangan perbandingan adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna perbandingan. beserta seperti yang terdapat dibawah ini. dengan jalan. tujuan Adonan itu diaduk supaya cepat kembang. Keterangan tujuan dimarkahi oleh preposisi agar. Arif giat belajar agar naik kelas. secara. dengan cara. S P Ket. Keterangan cara dimarkahi oleh preposisi dengan. S P Ket. Pemakaian keterangan tujuan dalam kalimat seperti contoh berikut. demi. S P Ket. laksana. Dia memasuki rumah kosong itu dengan hati-hati. cara Keterangan tujuan Keterangan tujuan adalah keterangan yang dalam hubungan antar unsurnya mengandung makna tujuan. bagi. Keterangan p enyerta dimarkahi oleh preposisi dengan. S P Pel Ket. cara Habib mengendarai sepedanya dengan pelan-pelan. seperti contoh berikut ini. supaya. tanpa. tujuan Keterangan penyerta Keterangan penyerta adalah keterangan yang berdasarkan relasi antarunsurnya yang membentuk makna penyerta.

Akibat 10. Keterangan pengandaian Keterangan pengandaian adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna pengandaian. S P Ket. Keterangan pengandaian dimarkahi oleh konjungtor andaikata. pengandaian 12. Keterangan atibutif dimarkahi oleh konjungtor yang. Saya akan datang jika dia mengundang saya. seandainya danandaikan. Andaikan bulan bisa ngomong. Ket. seperti contoh berikut ini. Akibat Hutan lindung ditebang akibatnya sering terjadi tanah longsor. Pengandaian S P Seandainya saya orang kaya. Keterangan syarat Keterangan syarat adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna syarat. sebab Rakyat semakin menderita karena harga beras semakin naik. Keterangan atributif Keterangan atributif adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna penjelasan dari suatu nomina. sebab Keterangan akibat Keterangan akibat adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna akibat. S P Ket. Syarat Jika para pemimpin Indonesia jujur. Syarat S P 11. rakyat akan sejahtera. Sebagian besar rumah rusak karena gempa. saya akan membantu orang miskin. seperti contoh berikut ini. Mahasiswa yang indeks prestasinya paling tinggi mendapat S P O . S P Ket. Ket.Keterangan sebab adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna sebab. dia tidak akan bohong. seperti contoh berikut ini. S P Ket. Dia sering berbohong sehingga temannya tidak percaya kepadanya. S P Ket. seperti contoh berikut ini. Keterangan akibat dimarkahi oleh konjungtor sehingga dan akibatnya. Keterangan syarat dimarkahi oleh konjungtor jika dan apabila. Ket. seperti contoh berikut. Keterangan sebab dimarkahi oleh konjungtor sebab dan karena.

Ket. Atributif (S) beasiswa. Ket. Atributif (S) P O . O P Guru yang berbaju hijau itu adalah wali kelas saya.

Tata Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Saat ini sedang melanjutkan studi pada Pascasarjana Universitas Negeri Padang. 2007. Padang: Sukabina Press. Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia SMPN 32 Padang. 2003. Sintaksis: Teori dan Terapannya dalam Bahasa Indonesia. . Ngusman Abdul. Widjono HS.DAFTAR PUSTAKA Chaer. Abdul. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Grasindo. Manaf. Flores: Nusa Indah. 2009. 1984. Gorys. Keraf. Linguistik Umum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful