SINTAKSIS BAHASA INDONESIA Oleh: Firdawati, S.Pd.

Istilah sintaksis berasal dari bahasa Yunani (Sun + tattein) yang berarti mengatur bersama sama. Manaf (2009:3) menjelaskan bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang membahas struktur internal kalimat. Struktur internal kalimat yang dibahas adalah frasa, klausa, dan kalimat. Jadi frasa adalah objek kajian sintaksis terkecil dan kalimat adalah objek kajian sintaksis terbesar.

1. Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpr edikatif atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 2003:222). Perhatikan contoh -contoh berikut. bayi sehat pisang goreng baru datang sedang membaca Satuan bahasa bayi sehat, pisang goreng, baru datang, dan sedang membaca adalah frasa karena satuan bahasa itu tidak membentuk hubungan subjek dan predikat. Widjono (2007:140) membedakan frasa berdasarkan kelas katanya yaitu frasa verbal, frasa adjektiva, frasa pronominal, frasa adverbia, frasa numera lia, frasa interogativa

koordinatif, frasa demonstrativa koordinatif, dan frasa preposisional koordinatif. Berikut ini dijelaskan satu persatu jenis frasa. 1.1. Frasa verbal

Frasa verbal adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata kerja. Frasa verb al terdiri dari tiga macam seperti yang dijelaskan berikut ini. 1.1.1. Frasa verbal modifikatif (pewatas) yang dibedakan menjadi.

1.1.1.1. Pewatas belakang, seperti contoh berikut ini. Ia bekerja keras sepanjang hari. Orang itu bekerja cepat setiap hari. 1.1.1.2. Pewatas depan, seperti contoh berikut ini. Kami akan menyanyikan lagu kebangsaan. Mereka pasti menyukai makanan itu.

1. Frasa verbal apositif yaitu sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan. Pada hari minggu layanan pustaka tetap dibuka. 1. Hebat benar kelakuannya. lahir bathin. Aie Pacah. Setelah pindah. bulan pertama. Kita pergi atau menunggu ayah.3. ayu rupawan.3. 1. Frasa adjektival apositif seperti contoh berikut ini.2. Frasa Adjektival Frasa adjektival adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata sifat atau keadaan sebagai inti (yang diterangkan) dengan menambahkan kata lain yang berfungsi menerangkan seperti agak. contohnya adalah sebagai Srikandi cantik. 1. akan menjadi pusat pemerintahan kota Padang. Contohnya seperti ber ikut ini. Frasa verbal koordinatif yaitu dua verba yang disatukan dengan kata penghubung dan atauatau. dia aman tentram di rumah barunya. 1. Frasa nominal dibagi menjadi tiga jenis seperti yang dijelaskan berikut ini.1. hari minggu.2. dunia akhirat.2. mereka sudah mulai bertengkar. Seorang PNS harus memahami hak dan kewajiban sebagai aparatur negara. kini menjadi grosir. 1. seperti contoh berikut ini. kurang. harus. . Mereka mencuci dan menjemur pakaiannya. serta adil dan makmur.2. Frasa adjektival mempunyai tiga jenis seperti yang dijelaskan berikut ini. berikut.1.3. lebih.1.2. Contohnya adalah sebagai berikut. dan sangat.3. paling.2. tempat tinggal saya. diterbitkan oleh Universitas. diperistri oleh Arjuna. contohnya adalah sebagai berikut. terpuji dan terbaik. misalnya hak dan kewajiban. misalnya rumah mungil.2. Frasa adjektival modifikatif (membatasi). berdagang kain. Frasa Nominal Frasa nominal adalah kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. Tampan nian kekasih barumu. Pada bulan pertama setelah menikah. 1. Frasa nominal koordinatif (tidak saling menerangkan). dapat. Frasa adjektival koordinatif (menggabungkan). Frasa nominal modifikatif (mewatasi). Skripsi yang berkualitas. Dia menginginkan pria yang tegap kekar untuk menjadi suaminya.3. 1.1.1. Contohnya seperti berikut ini. Usaha Pak Ali.

Aku dan kau suka dancow. sudah hampir punah. Burung Cendrawasih. Orang itu menyumbang pembangunan jalan dua juta rupiah. Frasa numeralia modifikatif. 1. 1. para pemuda. 1. Frasa pronominal terdiri dari tiga jenis yaitu seperti berikut ini. Kemampuan siswa saya dalam mengarang berada pada kategori hampir baik.2.6.4. 1.Setiap orang menginginkan kebahagiaan dunia akhirat.4. 1. Dia kurang pandai bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.3. contohnya seperti berikut. Mahasiswa. Jarak rumah ke kantornya lebih kurang dua kilometer. Kami semua dimarahi guru karena meribut. Kami.5.1. Mereka berdua minta izin karena mengikuti perlombaan. bangsa Indonesia.1.4. hampir baik. burung langka dari Irian itu. Anton. Frasa adverbial Frasa adverbial adalah kelompok kata yang dibentuk dengan keterangan kata sifat.1. 1. Contoh dalam kalimat seperti berikut ini.3. 1. 1. menyatakan perang terhadap korupsi.2. Frasa adverbial dibagi dua jenis yaitu. misalnya sangat pandai.6. Frasa Numeralia Frasa numeralia adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata bilangan.5.3. dan pandai sekali. kurang pandai. contohnya seperti di bawah ini. Saya dan dia sudah lama tidak bertegur sapa. kini menjadi dosen di Universitasnya. contohnya seperti berikut. Frasa pronominal koordinatif. Frasa numeralia terdiri dari dua jenis yai tu. 1. . contohnya seperti berikut ini. Frasa Pronominal Frasa pronominal adalah frasa yang dibentuk dengan kata ganti. Mereka memotong dua puluh ekor sapi kurban. mahasiswa teladan itu. 1.5. contohnya seperti di bawah ini. Frasa adverbial yang bersifat koordinatif (tidak saling menerangkan).6.5. Frasa pronominal apositif. Frasa adverbial yang bersifat modifikatif (mewatasi). Frasa numeralia koordinatif. 1. Frasa nominal apositif. Lima atau enam orang bertopeng melintasi kegelapan pada gang itu. contohnya seperti berikut. siap menjadi pasukan anti korupsi.2. contohnya seperti berikut ini. Frasa pronominal modifikatif.

1. Intonasi final itu dapat berupa intonasi berita. Jawaban apa atau siapa merupakan ciri subjek kalimat. (Manaf. Widjono (2007:143) membedakan klausa sebagai berikut. Perjalanan kami dari dan ke Bandung memerlukan waktu enam jam. Contohnya sebagai berikut. 2.2. Klausa Klausa adalah sebuah konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung unsur predikatif (Keraf. Contohnya seperti berikut. tanya. Klausa pertama Rima membaca kompas. 1. 1. dan kagum.1.9. Contohnya seperti berikut ini. Koperasi dari. 2009:13) menjelaskan bahwa yang membedakan klausa dan kalimat adalah intonasi final di akhir satuan bahasa itu. Rima membaca kompas. Jawaban mengapa atau bagaimana merupakan pertanda jawaban prediket. Contohnya seperti berikut ini. Keduanya tidak saling menerangkan. Kalimat majemuk koordinatif dibangun dengan dua klausa atau lebih yang tidak saling menerangkan. Saya memakai baju ini atau itu tidak masalah. 1984:138). Klausa kalimat majemuk bertingkat . Saya bekerja di sana atau di sini sama saja. Frasa Demonstrativa koordinatif Frasa demonstrativa koordinatif adalah frasa yang dibentuk dengan dua kata yang ti dak saling menerangkan. 2. Klausa berpotensi menjadi kalimat. Frasa Introgativa koordinatif Frasa introgativa koordinatif adalah frasa yang berintikan pada kata tanya.Entah tiga.8. entah empat kali dia sudah meminjam uang saya. dan adiknya bermain cat ur. 2. Klausa kalimat majemuk setara Dalam kalimat majemuk setara (koordinatif). Kalimat diakhiri dengan intonasi final. perintah. setiap klausa memiliki kedudukan yang sama. Klausa kedua adiknya bermain catur. Frasa Proposional Koordinatif Frasa proposional koordinatif dibentuk dari kata depan dan tidak saling menerangkan.7. sedangkan klausa tidak diakhiri intonasi final. oleh dan untuk anggota.

titik dua (:). terdiri dari tiga klausa atau lebih.1. (Kalimat majemuk bertingkat) Ayahnya meninggal dan ibunya kawin lagi. baik unsur fungsi itu eksplisit maupun implisit. tanda tanya (?). . yang minimal berupa sebuah klausa bebas yang minimal mengandung satu subjek dan prediket. atau gabungan frasa dengan frasa. Orang itu pindah ke Jakarta setelah suaminya bekerja di Bank Indonesia. Contohnya seb agai berikut. atau tanda seru (!). kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital. atau titik koma (. kalimat adalah satuan bahasa yang mempunyai ciri sebagai berikut: (1) satuan bahasa yang terbentuk atas gabungan kata dengan kata. Manaf (2009:11) lebih menjelaskan dengan membedakan kalimat menjadi bahasa lisan dan bahasa tulis. tanya.). (2) satuan bahasa itu didahului oleh suatu kesenyapan awal. intonasi perintah. Klausa orang itu pindah ke Jakarta sebagai klausa utama (lazim disebut induk kalimat) dan klausa kedua suaminya bekerja di Bank Indonesia merupakan klausa sematan (lazim disebut anak kalimat). dan intonasi kagum.3. dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (.).Kalimat majemuk bertingkat dibangun dengan klausa yang berfungsi menerangkan klausa lainnya. gabungan kata dengan frasa.). 1) 2) 3) Dia pindah ke Jakarta (klausa utama) Setelah ayahnya meninggal (klausa sematan) Ibunya kawin lagi (klausa sematan) Dia pindah ke Jakarta setelah ayahnya meninggal. diselingi atau tidak diselin gi tanda koma (. diselingi atau tidak diselingi oleh keseny apan antara dan diakhiri dengan kesenyapan akhir yang berupa intonasi final. (Kalimat majemuk setara) 3. Dalam bahasa tulis. Dalam bahasa lisan. yaitu intonasi berita. Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan bertingkat. Contohnya seperti berikut ini. Kalimat di atas terdiri dari tiga klausa yaitu. 3. Dia pindah ke Jakarta setelah ayahn ya meninggal dan ibunya kawin lagi. Ciri-ciri kalimat Widjono (2007:147) menjelaskan ciri -ciri kalimat sebagai berikut. 2. Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran (Widjono:146).

3. objek (O). Fungsi sintaksis akan dijelaskan berikut ini. dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsiny a. Hubungan subjek dan prediket dapat dilihat pada contoh -contoh di bawah ini. Mengandung pikiran yang utuh. prediket intransitif dapat disertai pelengkap. dalam. tetapi dapat diingkarkan dengan kata bukan.1. Ciri -ciri subjek adalah sebagai berikut: jawaban apa atau siapa. 3. ide. Dalam paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih.2. pelengkap dan keterangan merupakan unsur penunjang dalam kalimat. berupa kata atau frasa benda (nomina) dapat diserta kata ini atau itu. pelengkap(Pel. dan keterangan (ket). objek. untuk. semua kalimat harus mengandung semua fungsi si ntaksis itu.2. atau pesan yang jelas. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. tidak didahului preposisi di. yaitu prediket. Predikat transitif disertai objek. sedangkan unsur lainnya. yaitu objek. 2009:34). Pokok kalimat itu dibicarakan atau dijelaskan oleh fungsi sintaksis lain. dapat disertai pewatas yang. pada. bagi. prediket. Unsur fungsi sintaksis yang harus ada dalam setiap kalimat adalah subjek dan prediket. tanda tanya. Adik bermain. Subjek Fungsi subjek merupakan pokok dalam sebuah kalimat. tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak. . Wujud fungsi sintaksis Tidak adalah subjek (S). dan lain -lain. Sekurang-kurangnya terdiri dari atas subjek dan prediket. Fungsi sintaksis dalam kalimat Fungsi sintaksis pada haki katnya adalah ”tempat” atau ”laci” yang dapat diisi oleh bentuk bahasa tertentu (Manaf. Mengandung satuan makna. kepada.Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. prediket (P).). dapat didahului oleh kata bahwa. setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek. kalimat -kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan. atau tanda seru. Mengandung urutan logis. S P Ibu memasak.

prediket umumnya diisi oleh verba atau frasa verba. prediket dapat merupakan jawaban dari pertanyaan apa yang dilakukan (pokok kalimat) ataubagaimana (pokok kalimat). S P Ibu adalah pokok kalimat memasak adalah yang menjelaskan pokok kalimat. Ibu memasak. 3. Prediket mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bagian kalimat yang menjelaskan pokok kalimat.3.2. dalam kalimat susun biasa (S-P) prediket berintonasi lebih rendah. Objek Fungsi objek adalah unsur kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba transitif pengisi predikat dalam kalimat aktif. dalam kalimat susun biasa. Ibu menyuapi adik.2. P Predikat Predikat merupakan unsur yang membicarakan atau menjelaskan pokok kalimat atau subjek. prediket merupakan unsur kalimat yang mendapatkan partikel –lah. Dosen menerangkan materi. . S P O Menyuapi adalah verba transitif. Objek mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berupa nomina atau frasa nominal seperti contoh berikut. Hubungan predikat dan pokok kalimat dapat dilihat pada contoh -contoh di bawah ini. prediket berada langsung di belakang subjek. Ayah membaca koran. S P O menerangkan adalah verba transitif.S 3.2. S P Adik adalah pokok kalimat bermain adalah yang menjelaskan pokok kalimat. Objek dapat dikenali dengan melihat verba transitif pengisi predikat yang mendahuluinya seperti yang terlihat pada contoh di bawah ini. Adik bermain.

Adik memakai tas baru. Pelengkap (pel.S P O Koran adalah nomina. ku atau –mu. Pelengkap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: . seperti contoh berikut. S P O Tas baru adalah frasa nominal berada langsung di belakang predikat (yang diisi oleh verba transitif) seperti contoh berikut. S P O objek dapat menggantikan kedudukan subjek ketika kalimat aktif transitif dipasifkan. ket. Ani membaca buku. S P O dapat diganti enklitik –nya. S P O ket. Ibu memarahi kakak. Kemiripan antara objek dan pelengkap dapat dilihat pada contoh berikut. Kepala sekolah mengundang wali murid. Bu Minah menjual sayur di pasar pagi. P Pel. dan melengkapi struktur kalimat. S P O Kepala sekolah mengundangnya.2. Bu Minah berdagang sayur di pasar pagi.4. mengkhususkan objek. S 3. seperti contoh berikut. S P O Guru membacakan pengumuman.) bentuknya mirip dengan objek karena sama-sama diisi oleh nomina atau frasa nominal dan keduanya berpotensi untuk berada langsung di belakang predikat. Pelengkap Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi. S P O Buku dibaca Ani. S P pel.

Ket. merupakan. jika tidak ada objek.pelengkap kehadirannya dituntut oleh predikat aktif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiksber dan predikat pasif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiks diatau ter-. S P Pel. dalam kalimat. S P Pel. pelengkap merupakan unsur kali mat yang kehadirannya mengikuti predikat yang diisi oleh verbaadalah. Ayah membelikan adik mainan. seperti contoh berikut. Bu Minah berjualan sayur di pasar pagi. dan menjadi. membelikan adalah verba dwitransitif. S P Pel. Pak Ali berdagang buku bekas. Buku dibaca Ani. tetapi kalau predikat diikuti oleh objek. pelengkap merupakan fungsi kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba dwitransitif pengisi predikat seperti contoh berikut. seperti pada contoh berikut. pelengkap tidak dapat diganti dengan pronomina –nya. . S P Pel. seperti contoh berikut. pelengkap berada di belakang objek. S P Pel. ialah. Budi menjadi siswa teladan. seperti contoh berikut. Ibu membelikan Rani jilbab. Kemerdekaan adalah hak semua bangsa. S P O Pel. pelengkap terletak langsung di belakang predikat. S P O Pel.

Keterangan Keterangan adalah unsur kalimat yang memberikan keterangan kepada seluruh kalimat. seperti contoh berikut.Ibu memanggil adik. Keterangan sebagai unsur tambahan dalam kalimat dapat dilihat pada contoh berikut. S P O Ibu memanggilnya. S P O Ket. Dasar negara dirupakan pancasila (?) 3. Sebagian besar unsur keterangan merupakan unsur tambah an dalam kalimat. S P O Pak Samad berdagang rempah. S P Pel. cara . Pancasila merupakan dasar negara. Ibu membeli kue di pasar. S P O Saya membeli buku di Gramedia. seperti contoh berikut. waktu Keterangan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: umumnya merupakan keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat. S P O Ket. S P O Ket. S P Pel. Saya membeli buku. Dia membuka bungkusan itu dengan hati-hati. tempat keterangan dapat berpindah tempat tanpa merusak struktur dan makna kalimat.2. tempat Ayah menonton TV tadi pagi.5. S P O Ket. Pak Samad berdagangnya (?) satuan bahasa pengisi pelengkap dalam kalimat aktif tidak mampu menduduki fungsi subjek apabila kalimat aktif itu dijadikan kalimat pasif seperti contoh berikut.

Dia akan datang pada hari ini. S P Ket. dalam. S P Ket. kemarin. selama. waktu Keterangan alat Keterangan alat adalah keterangan yang mengandung makna alat. tempat Irfan bermain bola di lapangan. Keterangan waktu dalam kalimat seperti contoh berikut. S P Ket. sebelum. nanti. Keterangan tempat dimarkahi oleh preposisi di. Ayah pulang dari kantor. se-. sesudah. S P Ket. dari (di) dalam. seperti contoh berikut. waktu Dia menderita sepanjang hidupnya. cara S P O keterangan diisi oleh adverbia. dan klausa terikat. sepanjang. frasa adverbial. ke. frasa adjektival. misalnya sekarang. Keterangan waktu dimarkahi oleh preposisi pada. S P O Ket. alat Kue itu dibuat tanpa cetakan. Selain itu ada keterangan waktu yang tidak diawali oleh preposisi. Keterangan tempat Keterangan tempat adalah keterangan yang mengandung makna tempat. Keterangan alat dalam kalimat seperti contoh berikut. tempat Keterangan waktu Keterangan waktu adalah keterangan yang mengandung makna waktu. S P Ket. waktu Ibu berangkat kemarin sore. Ibu menghaluskan bumbu dengan blender. S P O Ket. seperti contoh berikut. Keterangan alat dimarkahi oleh preposisi dengan dan tanpa. alat . waktu Manaf (2009:51) membedakan keterangan berdasarkan maknanya seperti dijelaskan berikut. Ali datang kemarin. besok.Dengan hati-hati dia membuka bungkusan itu. adjektiva. Ket. S P Ket.

secara. Pemakaian keterangan cara dalam kalimat seperti contoh berikut. S P O Ket. Perbandingan Keterangan sebab . demi. S P Ket. Penyerta Orang itu pindah bersama anak isterinya. tanpa. S P Ket. tujuan Keterangan penyerta Keterangan penyerta adalah keterangan yang berdasarkan relasi antarunsurnya yang membentuk makna penyerta. laksana. penyerta Keterangan perbandingan Keterangan perbandingan adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna perbandingan. dengan jalan. S P Pel Ket. Keterangan p enyerta dimarkahi oleh preposisi dengan. seperti contoh berikut ini. bermakna cara dalam melakukan kegiatan tertentu. S P Ket. Pemakaian keterangan tujuan dalam kalimat seperti contoh berikut. Arif giat belajar agar naik kelas. Keterangan cara dimarkahi oleh preposisi dengan. S P O Ket. untuk. bersama. S P Ket. Dia memasuki rumah kosong itu dengan hati-hati. S P Ket. Dia gelisah seperti cacing kepanasan. bagaikan. beserta seperti yang terdapat dibawah ini.Keterangan cara Keterangan cara adalah keterangan yang berdasarkan relasi antarunsurnya. Keterangan tujuan dimarkahi oleh preposisi agar. dengan cara. cara Keterangan tujuan Keterangan tujuan adalah keterangan yang dalam hubungan antar unsurnya mengandung makna tujuan. tujuan Adonan itu diaduk supaya cepat kembang. Perbandingan Suara orang itu keras bagaikan halilintar. Mahasiswa pergi studi banding bersama dosen. bagi. supaya. Keterangan perbandingan dimarkahi oleh preposisi seperti. cara Habib mengendarai sepedanya dengan pelan-pelan.

Syarat S P 11. Keterangan sebab dimarkahi oleh konjungtor sebab dan karena. S P Ket. seperti contoh berikut. Pengandaian S P Seandainya saya orang kaya. Syarat Jika para pemimpin Indonesia jujur. Keterangan syarat Keterangan syarat adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna syarat. Ket. Mahasiswa yang indeks prestasinya paling tinggi mendapat S P O . seperti contoh berikut ini. pengandaian 12. Sebagian besar rumah rusak karena gempa. sebab Keterangan akibat Keterangan akibat adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna akibat. Andaikan bulan bisa ngomong. saya akan membantu orang miskin. S P Ket. Ket. S P Ket.Keterangan sebab adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna sebab. Dia sering berbohong sehingga temannya tidak percaya kepadanya. seperti contoh berikut ini. S P Ket. Keterangan syarat dimarkahi oleh konjungtor jika dan apabila. seperti contoh berikut ini. Keterangan atributif Keterangan atributif adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna penjelasan dari suatu nomina. Akibat 10. S P Ket. Keterangan atibutif dimarkahi oleh konjungtor yang. sebab Rakyat semakin menderita karena harga beras semakin naik. seperti contoh berikut ini. Akibat Hutan lindung ditebang akibatnya sering terjadi tanah longsor. Keterangan akibat dimarkahi oleh konjungtor sehingga dan akibatnya. Ket. dia tidak akan bohong. seandainya danandaikan. Keterangan pengandaian dimarkahi oleh konjungtor andaikata. Keterangan pengandaian Keterangan pengandaian adalah keterangan yang relasi antarunsurnya membentuk makna pengandaian. rakyat akan sejahtera. Saya akan datang jika dia mengundang saya.

Atributif (S) P O . Ket. O P Guru yang berbaju hijau itu adalah wali kelas saya.Ket. Atributif (S) beasiswa.

Abdul. Saat ini sedang melanjutkan studi pada Pascasarjana Universitas Negeri Padang. Widjono HS. Jakarta: Grasindo. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Tata Bahasa Indonesia. . Ngusman Abdul. Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia SMPN 32 Padang. Sintaksis: Teori dan Terapannya dalam Bahasa Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Chaer. Padang: Sukabina Press. 2009. Gorys. Linguistik Umum. Flores: Nusa Indah. 1984. Jakarta: Rineka Cipta. 2007. 2003. Manaf. Keraf.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.