Menurut Ki Hajar Dewantara, sifat-sifat kepemimpinan meliputi :a. Ing ngarso sung tuladhaDimana harus memberi contoh.

Artinya bahwa seorang pemimpin harussikap dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagiorang yang dipimpinnya.b. Ing madya mangun karsaDi tengan membangun prakarsa. Bahwa seorang pemimpin harus mampumembangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang-orangyang dibimbingnya.c. Tut wuri handayaniMengikuti dari belakang dengan berwibawa. Bahwa seorang pemimpinharus mendorong orang-orang yang dipimpinnya agar berani berjalan didepan dan berani bertanggung jawab.Selain sifat-sifat kepemimpinan di atas, dalam referensi lain jugamenyebutkan tentang beberapa sifat kepemimpinan lain, yaitu: a. IntelegensiKemampuan seorang pemimpin dalam mengatasi masalah dapat dilihatdengan tingkat intelegensi yang dimiliki. Dengan intelegensi yang tinggidiharapkan dapat menghasilkan proses kepemimpinan sebagai saranaaktualisasi seorang manajer.b. InisiatifSifat ini merupakan kemampuan untuk bertindak sendiri dan mengaturtindakan-tindakan tersebut. Serta kemampuan seorang pemimpin untukmengatur tindakan yang dilakukan oleh bawahannya.c. Energi atau rangsanganSifat ini lebih cenderung kepada energi mental dan fisik dalam memimpinsebuah organisasi. Karena dengan energi seorang pemimpin dapatmencapai usaha dan tujuan yang diharapkan.d. Kedewasaan emosionalKedewasaan emosional ini menyangkut tentang objektivitas seorangpemimpin dalam menyangkut menilai bawahannya. Serta seorangpemimpin dapat konsisten tentang janji-janji yang telah diucapkan dandibuat kaarena hal tersebut merupakan salah satu ciri kedewasaan dariseseorang.e. PersuasifSifat ini merupakan sifat seorang pemimpin yang dapat meyakinkanbawahannya atau orang yang dipimpinnya. Untuk mendapatkan pesrsetujuan dari bawahannya, seorang pemimpin harus melakukanpersuasif karena untuk meyakinkan bawahannya teentang sesuatu dan halyang diputuskan.f. Skill komunikatifSifat pandai berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya dapatmenjadikan proses kepemimpinan lebih efisien karena seorang pemimpindapat mengetaahui pendapat-pendapat dari bawahannya. Denganmengetahui pendapat dari setiap bawahan,, seorang pemimpin dapatmembuat kesimpulan tentang hal terbaik untuk memajukan suatuorganisasi atau lembaga. g. Kepercayaaan pada diri sendiriKepercayaan diri secara mutlak harus dimiliki seorang pemimpin, karenadengan sifat ini ia akan yakin dalam mengambil keputusan danmenghadapi masalah yang ada.h. PerseptifSifat ini cenderung sifat seorang pemimpin dalam mengamati suatutindakan yang dilakukan bawhannya. Hal tersebut juga mencakupkemampuan seorang pemimpin dalam memberikan proyeksi terhadap dirisendiri untuk menjalankan sebuah organisasi atau lembaga pendidikan.i. KreativitasSeorang pemimpin harus kreatif sehingga menghasilkan hal-hal yangdapat berguna untuk memecahkan sebuah masalah. j. Partisipasi sosialSeorang pemimpin seharusnya dapat berkomunikasi deengan baiksehingga adanya partisipasi sosial dapat memudahkan dalam proseskepemimpinan.Dengan adanya beberapa sifat kepemimpinan di atas, dapat diketahuibahwa kepemimpinan bukan suatu tugas yang mudah. Seorang pemimpinharus mampu membuat perencanaan, mengakomodasi, mengontrol, bahkanmengambil keputusan untuk mencapai tujuan sebuah organisasi. Studi dariOhio State University mengemukakan dua orientasi utama pemimpin di dalammenerapkan kepemimpinannya, meliputi:a. Orientasi pada hubungan kemanusiaanb. Orientasi pada struktur tugas38Kedua orientasi ini, bertujuan untuk menjadikan proses kepemimpinanlebih terjalin dengan baik. Orientasi pada hubungan kemanusiaan artinyaseorang pemimpin harus dapat berkomunikasi dengan lingkungan sosialdengan baik. Sedangkan oris\entasi pada struktur tugas artinya seorangpemimpin harus mampu menjalankan organisasi atau lembaga pendidikansesuai dengan struktur yang dimilikinya yaitu sebagai seorang pemimpin.

hal itu dapat terlaksana secara lancar tanpa hambatan berarti. salah satu tolok ukur kualitas pribadi pemimpin (yang juga berperan sebagai manajer) adalah kemampuannya mengoptimalkan dan mendayagunakan kecakapan para bawahan serta memberdayakan mereka. Faktor kedua adalah kendala (constraint) yang membatasi pergerakannya selaku seorang manajer. Sehubungan dengan tuntutan pekerjaan tersebut. Ketika berposisi sebagai seorang manajer. pola atau karakteristik pekerjaan manajerial dipengaruhi oleh tiga faktor. pemahaman tentang pola atau karakteristik khas yang ditampilkan perlu dimiliki. tak terkecuali tuntutan peran yang disyaratkan olehnya. Ia juga harus dapat melakukan kaderisasi dengan baik sehingga pada saat proses alih kepemimpinan terjadi. Jika kita mengkaji masalah pekerjaan manajerial serta tuntutan peran yang harus dipenuhi di dalamnya.com/social-sciences/education/2190708-sifat-sifatkepemimpinan/#ixzz1qEoUGvBv Hakikat Pekerjaan Manajerial Dari Seorang Pemimpin Karakteristik Pekerjaan Manajerial Seorang pemimpin yang menjalankan peran kepemimpinannya dalam berbagai lembaga pada dasarnya adalah seorang manajer. mencari dan memberi informasi.Sumber: http://id. ia membutuhkan keberadaan orang lain berupa karyawan atau bawahan untuk dipimpinnya bekerja sama dan memberikan kontribusi bagi pencapaiannya. Dalam dinamika perannya selaku seorang manajer. manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui tangan orang lain. Secara empiris. Berdasarkan berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan. menentukan keputusan. Sebagaimana halnya yang telah kita ketahui bersama. Bagi mereka yang mempunyai keinginan untuk menjadi seorang pemimpin dimana peran selaku seorang manajer melekat padanya. Sehubungan dengan hal ini. ia dituntut untuk memahami dan lebih penting lagi melaksanakan pekerjaan manajerial. beberapa karakteristik yang ditampilkan oleh pekerjaan manajerial . Karenanya. pemahaman tentang hal tersebut membantunya mempersiapkan diri untuk dapat memenuhi tuntutan peran yang disyaratkan nantinya. serta mempengaruhi orang lain.shvoong. Pertama adalah tuntutan (demand) pekerjaan yakni apa yang harus dilakukannya serta apa resiko yang ditanggung jika tidak dilakukannya. ia dituntut untuk mampu mengelola dinamika kegiatan lembaga yang dipimpinnya dengan baik guna menunjang pencapaian tujuan. Sedangkan faktor terakhir adalah pilihan (choice) yang dapat ditentukan olehnya baik bersifat obligatif maupun fakultatif. setiap manajer pada dasarnya harus melaksanakan empat kegiatan yakni mengembangkan dan mempertahankan hubungan. Pendelegasian wewenang yang hasilnya diketahui nantinya merupakan dasar penilaian terhadap kaderisasi kepemimpinan.

4) Interaksi intensif dengan rekan sejawat dan pihak luar harus sering dilakukan karena seorang manajer harus bekerja dalam suatu lembaga serta membangun jejaring dengan pihak luar yang mampu memberikan manfaat strategis. perencanaan yang dilakukannya juga mungkin saja dilakukan tidak terlalu detil dan formal agar dapat beradaptasi secara fleksibel dengan perubahan kondisi nyata. 5) Karena pekerjaan manajerial membutuhkan interaksi langsung antar pribadi secara intensif. 3) Beban tugas yang datang secara berkelanjutan dan membutuhkan penyelesaian segera menjadikan pekerjaan manajerial cenderung bersifat reaktif. maka komunikasi lisan harus sering dilakukan dan kemampuan melakukannya menjadi amat penting. Karena itu. Ilustrasi lain adalah makin merebaknya pasar profesi virtual. 6) Proses penentuan keputusan sering kali bersifat politis karena harus mengakomodasikan beragam aspirasi yang ada dan meminimalkan tingkat kekecewaan banyak pihak. biaya untuk melakukan sub-contracting lebih murah dari pada membuat sendiri. keputusan ditentukan tidak hanya berdasarkan analisis serta pertimbangan yang bersifat teknis. seorang manajer seharusnya dapat menerima kondisi ini serta rajin mengingatingat kembali pekerjaan yang harus dilakukannya dalam satu hari tertentu.antara lain adalah 1) Pekerjaan yang harus dilaksanakan bertumpuk dan sulit untuk dilepaskan karena seorang manajer akan menerima permintaan informasi dari bawahan. atau pihak di luar lembaga secara berkelanjutan. 2) Pada kenyataannya. para manajer yang berkompeten harus dapat menjadikan keadaan ini sebagai peluang untuk mewujudkan efisiensi bagi lembaga mereka. Bukan tidak mungkin. Sedangkan dalam lembaga yang dikelola secara . rekan setingkat. perubahan sangat mungkin harus terjadi pada lembaga itu dan manajer harus menyesuaikan diri dengan hal tersebut. setelah dilakukan perhitungan secara finansial. 7) Manajer sering kali menghadapi keadaan yang berubah dan tidak terduga sebelumnya dan keadaan itu membutuhkan kemampuan berimprovisasi serta keluwesan. Meluasnya jaringan internet dan makin tingginya daya sebar informasi karena peran internet tersebut menjadikan seorang manajer tetap dapat memberikan instruksi kepada bawahan dari suatu tempat yang jauh secara efektif walaupun secara fisik tidak bertemu. Karena itu. ia dapat melatih para bawahannya bertanggungjawab atas pekerjaan yang dibebankan sekalipun mereka tidak diawasi olehnya. Kewajiban Dan Peran Manajerial Suatu organisasi atau lembaga pastilah memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapainya. Kita dapat mencontohkan kemajuan teknologi informasi. kegiatan yang harus ditangani beragam dan mengalami keterputusan karena mengalami interupsi atau terselingi oleh hal-hal yang lain. Oleh sebab itulah. Dengan demikian. Ada banyak perusahaan dari luar wilayah bahkan luar negeri yang menawarkan berbagai pekerjaan sub-contracting terkait dengan bidang tertentu seperti halnya produksi barang. Pada organisasi yang dikelola dengan pendekatan manajemen modern dan profesional hal itu dinyatakan secara eksplisit dalam bentuk rumusan tertulis selain visi yang dipunyai dan misi yang diemban. Dengan kondisi ini. atasan. Suatu lembaga tidak dapat memisahkan dirinya dari dinamika lingkungan di luar dirinya. Terhadap hal ini.

Dalam rangka mencapai tujuan melalui upaya sistematis yang diberlakukan oleh suatu organisasi atau lembaga. tujuan itu diwujudkan dalam bentuk kesepakatan mengenai hal tertentu yang telah dipahami bersama secara turun temurun. 6) menerapkan pengawasan guna memperkecil kemungkinan terjadinya penyimpangan yang dilakukan oleh anggota lembaga. manajer mempunyai peran kunci. 7) wirausaha yang mampu memanfaatkan peluang yang bermanfaat bagi lembaganya. 4) membuat keputusan dalam berbagai situasi. lembaga. 7) memberikan penjelasan mengenai masalah-masalah yang memang harus diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan. dan pihak lain . yakni 1) melakukan penyeliaan terhadap pekerjaan para bawahan sebagai bentuk pembinaan. dokumen. Oleh sebab itulah. kelemahan. ada sejumlah tuntutan ideal minimal yang harus berusaha dipatuhinya. konsumen. 4) pemantau informasi baik dari luar maupun dalam lembaganya. 2) melakukan perencanaan dan pengorganisasian sebagai landasan untuk mengelola lembaga. atau pemerintah. 6) juru bicara lembaganya bila berhadapan dengan pihak luar. 5) pembagi berbagai informasi yang berguna bagi lembaganya. atasan. 3) penghubung lembaga dengan individu atau lembaga lain di luar organisasinya. dan ancaman yang ada. peluang. pelanggan. Agar ia dapat menampilkan kinerja prima selaku manajer. 2) pemimpin struktural bagi para bawahannya. seorang manajer disyaratkan untuk dapat melakukan beragam peran penting. 8) pemecah masalah yang dihadapi oleh unit lembaga yang dipimpinnya. 8) melaksanakan administrasi terhadap beragam informasi. pemasok. maupun arsip secara rapi. rekan setingkat.tradisional. 3) mengkoordinasikan komponen lembaga agar dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan. Ia harus bisa memerankan dirinya sebagai 1) pemimpin proforma yang melakukan tugas legal. menurut Herbert Mintzberg. 5) memantau dinamika lingkungan internal dan eksternal lembaga secara cermat guna mengetahui kekuatan. formal. mapun seremonial. Beberapa peran di atas apabila dipahami benar merupakan media untuk mematangkan kualitas pribadinya serta parameter mutu kepemimpinannya. Sebagai pribadi yang secara struktural diposisikan lebih tinggi dari pada anggota lembaga lainnya. baik yang bersifat favourable maupun unfavourable. Diantaranya adalah 1) bersedia untuk memahami konsekuensi peran selaku manajer yang dibebankan kepadanya baik oleh para bawahan. 10) negosiator dengan pihak-pihak yang berkompeten semisal serikat karyawan. Tuntutan Ideal Bagi Seorang Manajer Kewajiban manajerial yang harus dilakukan serta peran penting yang disandang itu menuntut setiap manajer untuk tampil sebaik-baiknya. ada beberapa kewajiban manajerial yang harus bersedia dan mampu dilakukannya. 9) pengalokasi sumber daya bagi lembaganya secara tepat.

Sumber daya yang berjiwa pemimpin. S. 9) mau melakukan refleksi.yang berkepentingan. Staff edukatif Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bank BPD Jateng. Dalam hidup. 10) rajin belajar bagaimana cara menjadi pemimpin dan pemecah masalah yang bijak dari siapa saja. 3) dapat menentukan skala prioritas terkait dengan sasaran yang ingin dicapai. atau introspeksi atas segala hal yang telah dilakukannya hingga saat ini. termasuk dari pribadi lain yang memiliki posisi struktural lebih rendah. Saat ini tengah menempuh studi lanjut pada Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Sepuluh tuntutan yang bersifat ideal-normatif di atas merupakan ambang batas minimal. 4) bisa memanfaatkan waktu pribadi dengan sebaik mungkin. Muliawan Hamdani. Latar Belakang Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola . manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. 7) tidak menunda-nunda pelaksanaan tugas yang dibebankan kepadanya. Diposkan oleh Muly De La Vega's Personal Blog di 20:32 Label: Management and Organizationa BAB I PEDAHULUAN A. Dengan demikian. 8) rajin mencari dan pandai memanfaatkan peluang yang menguntungkan lembaganya. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. 2) mau mencari berbagai pilihan cara yang mungkin dilakukan untuk menangani pekerjaan yang harus diselesaikan oleh unit lembaga yang dipimpinnya.E. 5) bersedia melakukan perencanaan berbagai aktivitas harian dan mingguan baik bagi dirinya secara pribadi maupun unit lembaga yang dipimpinnya. terlebih lagi apabila ia dipersiapkan untuk mengampu jabatan yang lebih tinggi nantinya. seorang manajer seharusnya terus melakukan upaya pengembangan diri serta pengayaan kapasitas agar ia mampu menjadi lebih baik. paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik. 6) dapat menghindari aktivitas yang tidak berguna dan mengganggu pekerjaannya. kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. perenungan.

Selama tiga dekade. Permasalahan tsb antara lain : a. dimulai pada permulaan tahun 1950-an. B. Apa sajakah teori – teori perilaku kepemimpinan ? C. Apa yang dimaksud dengan definisi kepemimpinan ? b. Mengetahui teori – teori perilaku kepemimpinan . Tujuan Penulisan a. satu-satunya penemuan yang konsisten dan agak kuat dari teori perilaku ini adalah bahwa para pemimpin yang penuh perhatian mempunyai lebih banyak bawahan yang puas. Peneliti-peneliti lainnya menggunakan eksperimen laboratorium atau lapangan untuk menyelidiki bagaimana perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasan dan kinerja bawahan. Beberapa studi telah dilakukan untuk melihat bagaimana perilaku tersebut dihubungkan dengan kriteria tentang efektivitas kepemimpinan seperti kepuasan dan kinerja bawahan. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Mengetahui definisi kepemimpinan b. Jika kita cermati. penelitian mengenai perilaku pemimpin telah didominasi oleh suatu fokus pada sejumlah kecil aspek dari perilaku. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan. kelompok & lingkungan dengan baik. Kebanyakan studi mengenai perilaku kepemimpinan selama periode tersebut menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku yang berorientasi pada tugas dan yang berorientasi pada hubungan. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.diri.

Lewin menggunakan istilah: . Teori-Teori Perilaku Kepemimpinan Sulitnya mendefinisikan kepemimpinan efektif hanya berdasarkan karakter memicu minat untuk melihat perilaku pemimpin dan bagaimana perilaku tersebut dapat menentukan kesuksesan atau kegagalan mereka dilakuakan dengan dua metode penelitian antara lain: 1. Locke et. 3. 4. kemampuan mengkoordinasi.BAB II PEMBAHASAN A.saat teori sifat masih didominasi 'peneliti perhatian yang besar. sebagai berikut: 1. Para ahli merumuskan definisi kepemimpinan. Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. membujuk dan mempengaruhi orang lain. dan khususnya perilaku orang lain. mendefinisikan kepemimpinan merupakan proses membujuk orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama Dari kelima definisi ini. kemampuan mengajak. memotivasi. kepercayaan. 5.al. kepemimpinan pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individuindividu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan. mendefinisikan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat . pada 1930-an . kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap. para ahli ada yang meninjau dari sudut pandang dari pola hubungan. Studi Universitas Iowa Salah satu eksplorasi formal yang pertama dari kedua gaya dilakukan oleh Kurt Lewin dan koleganya di University of Iowa. [1991]. B. Davis [1977]. 2. Ott [1996]. Fiedler [1967]. John Pfiffner. kepemimpinan adalah kemampuan mengkoordinasikan dan memotivasi orangorang dan kelompok untuk mencapai tujuan yang di kehendaki. Memahami Definisi Kepemimpinan.

Studi Universitas Michigan Teori kepemimpinan perilaku benar-benar datang ke dalam tahun 1940. sedangkan bawahannya dipengaruhi melalui ancaman dan hukuman. perilaku kepemimpinan ini memperoleh sumber kuasa atau wewenang yang berawal dari bawahan. Namun. Kebijakan di sini terbuka bagi diskusi dan keputusan kelompok. dan Ohio State University mulai sistematis melihat perilaku yang ditunjukkan oleh pemimpin yang efektif. yang disebut gaya kepemimpinan seorang manajer sebagai salah satu: a. karena pemusatan kekuatan dan pengambilan keputusan ada pada dirinya serta memegang tanggung jawab penuh. dan memiliki staf yang lebih puas daripada pemimpin berorientasi produksi. Perilaku otokratis.dengan memungkinkan hanya mendapatkan pekerjaan yang dilakukan dan dilakukan dengan baik sikap. di bawah pengawasan Rensis Likert. b.a. Hal ini terjadi jika bawahan dimotivasi dengan tepat dan pimpinan dalam melaksanakan kepemimpinannya berusaha mengutamakan kerjasama dan team work untuk mencapai tujuan.mengambil kepentingan pribadi dalam staf mereka dan secara aktif mencari untuk memelihara comerarderie kuat. Otokratis . pada umumnya dinilai bersifat negatif. Perilaku demokratis.di mana staf yang hanya melakukan seperti yang diperintahkan. dan 1950-an ketika dua kelompok terpisah peneliti dari University of Michigan. dapat memberikan kepuasan pada pimpinan serta memberikan rasa aman dan keteraturan bagi bawahan. Pekerjaan yang dilakukan oleh University of Michigan. lain berpendapat [6] bahwa upaya penelitian untuk . di mana si pemimpin senang menerima saran. Kesimpulan dari para peneliti asli karyawan yang berorientasi pemimpin mencapai tingkat yang lebih tinggi dari produktivitas kerja. Produksi berorientasi . orientasi utama dari perilaku otokratis ini adalah pada tugas. pendapat dan bahkan kritik dari bawahannya. di mana sumber kuasa atau wewenang berasal dari adanya pengaruh pimpinan. 2. gaya kepemimpinan ini mempunyai manfaat antara lain. Jadi otoritas berada di tangan pemimpin. Selain bersifat negatif. b. Demokratis .di mana staf memiliki beberapa mengatakan atas apa yang terjadi di tempat kerja mereka. pengambilan keputusan cepat. Selain itu. Karyawan berorientasi .

yang dilakukan pada waktu yang sama seperti yang di Michigan di bawah arahan Ralph Stogdill. disebut dua cara utama sebagai: 1. Ohio State Univerity Studi Studi Ohio. Pemimpin menjual dan menawarkan keputusan terhadap bawahan (selling). Pemimpin memberikan keputusan tentative.di mana manajer menentukan dan ketat struktur pekerjaan staf. 7. Namun. yaitu dari cara yang menonjolkan sisi ekstrim yang disebut dengan perilaku otokratis sampai dengan cara yang menonjolkan sisi ekstrim lainnya yang disebut dengan perilaku demokratis. Model Leadership Continuum Tannenbaun dan Schmidt dalam Hersey dan Blanchard (1994) berpendapat bahwa pemimpin mempengaruhi pengikutnya melalui beberapa cara. Pemimpin memberikan problem dan meminta sarang pemecahannya kepada bawahan (consulting). perilaku pemimpin pada dasarnya bertitik tolak dari dua pandangan dasar : 1. . 6. telah lemah yang terbaik . 2. Berorientasi kepada bawahan. Pemimpin menentukan batasan – batasan dan minta kelompok untuk membuat peputusan. 2. berdasarkan teori continuum. Menurut teori kontinuun ada tujuh tingkatan hubungan peminpin dengan bawahan : 1. Berorientasi kepada pemimpin. di mana seorang manajer adalah tugas baik atau hubungan terfokus. 2. Pertimbangan . 4. Pemimpin menyampaikan ide dan mengundang pertanyaan. Memulai struktur . 3. Pemimpin mengizinkan bawahan berfungsi dalam batas – batas yang ditentukan (joining). dan keputusan masih dapat diubah. 4. penelitian ini unik karena mereka tidak melihat dua dimensi kepemimpinan untuk menjadi eksklusif gaya bersama. Pemimpin membuat dan mengumumkan keputusan terhadap bawahan (telling). 5.mana manajer memelihara rasa saling percaya dan hubungan intepersonal kuat. Jadi. 3.mengidentifikasi satu universal gaya terbaik.peneliti terkemuka untuk menemukan pentingnya situasi dalam menentukan gaya yang akan bekerja terbaik.

dengan memungkinkan hanya mendapatkan pekerjaan yang dilakukan dan dilakukan dengan baik sikap. DAFTAR PUSTAKA Achua.berkarismatik dan dapat menjadi tauladan bagi bawahan. (1990). Free Press. c. memotivasi. Bass. Bass &'s Handbook Stogdill Kepemimpinan . A-analitik meninjau meta produktivitas dan kepuasan dan otokratis kepemimpinan demokratis . J. b. berwibawa. d. Dan lain sebagainya. C. f. Produksi berorientasi . B. & Stogdill. 3. Gastil. Karyawan berorientasi . (384-410). pengembangan keterampilan . Dengan mempelajari teori perilaku dalam kepemimpinan kita dapat mengetahui perilaku pemimpin yang dapat dicontoh dan ditiru oleh bawahannya. Demokratis . Otokratis . . Teori-teori perilaku kepemimpinan: a. Thomson. Selain itu kita juga dapat belajar untuk menjadi seorang pemimpin yang profesional.BAB III PENUTUP A. R. Memulai struktur . Small Group Research.di mana manajer menentukan dan ketat struktur pekerjaan staf. e. aplikasi.di mana staf yang hanya melakukan seperti yang diperintahkan.di mana staf memiliki beberapa mengatakan atas apa yang terjadi di tempat kerja mereka. membujuk dan mempengaruhi orang lain.mengambil kepentingan pribadi dalam staf mereka dan secara aktif mencari untuk memelihara comerarderie kuat. kemampuan mengajak. (1994). dan. (2004). Kesimpulan Para ahli ada yang meninjau dari sudut pandang dari pola hubungan. Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. 25. & Lussier R. Kepemimpinan: Teori. kemampuan mengkoordinasi.

blogspot. OH http://evanmastiapala. R. pola baru manajemen . D. & Coons.html . & White. Carwright & A. A. Stogdill. (1957).. Dinamika kelompok: Penelitian dan teori . R. Row Peterson. dalam D. Kahn. R. Columbus. & Katz. Ohio State University. (1960. Zander (eds). Biro Penelitian Bisnis.. 271-301. Pemimpin perilaku: deskripsi Its dan pengukuran. Pola Perilaku agresif dalam eksperimen Dibuat Iklim Sosial. 10. R.Lewin. R. Kepemimpinan praktek dalam kaitannya dengan produktivitas dan moral. (1961). (1939).com/2011/04/teori-perilaku kepemimpinan. Jurnal Psikologi Sosial. K. McGraw-Hill). Lippett. Likert.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful