P. 1
Uji Aktivitas Escherichia coli

Uji Aktivitas Escherichia coli

|Views: 3,814|Likes:
Published by Lazwardy_Perda_718
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SOYGHURT DENGAN PE NAMBAHAN GULA JAGUNG TERHADAP BAKTERI Escherichia coli

SKRIPSI

Lazwardy Perdana Putra 07023189

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2012

UJI AKTIVITAS ANT V TIBAKTER SOYGHU RI URT DENG GAN PENAM MBAHAN GUL JAGUNG TERHAD LA G DAP BAKTE ERI Esc cherichia co oli

SKRIPSI Diajukan untuk mem menuhi salah satu syarat dalam h t Menc capai derajat Sarjana Far t rmasi (S. Fa arm) Program Studi Ilmu Farmasi F Universi Ahmad D itas Dahlan Y
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SOYGHURT DENGAN PE NAMBAHAN GULA JAGUNG TERHADAP BAKTERI Escherichia coli

SKRIPSI

Lazwardy Perdana Putra 07023189

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2012

UJI AKTIVITAS ANT V TIBAKTER SOYGHU RI URT DENG GAN PENAM MBAHAN GUL JAGUNG TERHAD LA G DAP BAKTE ERI Esc cherichia co oli

SKRIPSI Diajukan untuk mem menuhi salah satu syarat dalam h t Menc capai derajat Sarjana Far t rmasi (S. Fa arm) Program Studi Ilmu Farmasi F Universi Ahmad D itas Dahlan Y

More info:

Published by: Lazwardy_Perda_718 on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2013

pdf

text

original

Kerajaan : Plantae

Filum : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Fabales

Famili : Fabaceae

Upafamili : Faboideae

Genus : Glycine (L.) Merr.

8

Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak.

Kedelai jenis liar Glycine ururiencis, merupakan kedelai yang menurunkan

berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril).

Di Indonesia, tanaman ini dibudidayakan mulai abad ke-17 ( tujuh belas )

sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau. Penyebaran tanaman kedelai ke

Indonesia, berasal dari daerah Manshukuo ( Cina Utara ). Kemudian menyebar ke

daerah Mansyuria: Jepang ( Asia Timur ), termasuk ke negara-negara lain di

Amerika dan Afrika.

Pada umumnya, biji kedelai berbentuk bulat atau lonjong agak memanjang

dengan warna kuning, coklat, coklat kehijauan, atau kehitaman ( Liu, 1997 ).

Berdasarkan berat basah, kedelai mengandung 40% protein, 35% karbohidrat,

20% lemak, dan 4.9% abu ( Liu, 1997 ). Komposisi nutrisi yang terkandung

dalam kacang kedelai berbeda-beda tergantung dari varietas, letak geografis, serta

kondisi lingkungan seperti temperatur udara dan musim. Berdasarkan tempat

tumbuhnya, terdapat kedelai dengan varietas lokal dan impor. Kedelai impor

umumnya lebih unggul dibanding kedelai lokal karena perawatannya yang lebih

intensif menggunakan teknologi yang lebih modern ( monokultur ).

Sebagian besar protein kedelai termasuk dalam golongan globulin, yaitu

jenis protein yang dapat larut dalam larutan garam. Globulin terbagi menjadi dua

kelompok, yaitu legumin dan vicilin. Kelarutan globulin sangat dipengaruhi oleh

pH. Kelarutan minimumnya yaitu saat kondisi asamnya mencapai daerah

isoelektrik. Daerah ini berada pada kisaran pH 4.2 - 4.6. Pada keadaan ini, protein

9

globulin akan menggumpal. Kedelai kaya akan asam amino lisin, namun hanya

sedikit terdapat asam amino metionin dan sistin ( Shurtleff dan Aoyagi, 1984 ).

Karbohidrat yang terdapat pada kedelai sebagian besar merupakan jenis

disakarida dan oligosakarida, yaitu 2.5 – 8.2% sukrosa, 0.1 – 0.9% raffinosa, dan

1.4 – 4.1% stakhiosa. Adanya oligosakarida seperti raffinosa dan stakhiosa

menyebabkan terjadinya penimbunan gas-gas pada lambung ( flatulensi ) pada

manusia apabila mengkonsumsi kacang kedelai atau produk olahannya

( Liu, 1997 ). Lemak pada kedelai terdapat dalam jumlah sekitar 17 - 20%.

Minyak kedelai kasar pada umumnya mengandung 96% trigliserida, 2%

fosfolipida, 0.5% asam lemak bebas, 1.6% senyawa tak tersabunkan, dan

sejumlah kecil pigmen karotenoid. Senyawa tak tersabunkan tersebut terdiri dari

tokoferol, fitosterol, dan hidrokarbon ( Liu, 1997 ).

Di dalam kedelai juga terdapat senyawa-senyawa bioaktif, polifenol,

antinutrisi, dan senyawa-senyawa mikronutrien yang mempengaruhi metabolisme

tubuh. Senyawa bioaktif yang terdapat pada kedelai yaitu isoflavon yang telah

diketahui dapat mencegah penyakit kanker. Isoflavon juga dapat bersifat sebagai

antioksidan. Senyawa antioksidan ini merupakan komponen flavonoid

(polifenol), diantaranya yaitu genestein ( 5, 7, 4’- trihidroksiisoflavon ), daidzein

( 7,4’-dihidroksiisoflavon ), dan glisitein ( 7,4’dihidroksi, 6-metoksiisoflavon )

( Pratt ( 1979 ) dalam Simic dan Karel, 1979 ). Senyawa antinutrisi dalam kedelai

antara lain antitripsin ( trypsin inhibitor ), lectin, dan estrogen ( Haytowitz dan

Matthews, 1989 ). Senyawa antitripsin dapat mengganggu aktivitas proteolitik

10

enzim tripsin dalam tubuh. Kedelai juga mengandung senyawa-senyawa

mikronutrien seperti vitamin- vitamin ( A, D, E, K, serta vitamin B terutama

niasin, riboflavin, dan thiamin ) dan mineral ( Ca, P, Mg, Na, K, Zn, Fe, Cu, dan

Mn ) ( Liu, 1997 ).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->