P. 1
Histologi Tumbuhan Dan Hewan

Histologi Tumbuhan Dan Hewan

|Views: 981|Likes:
Published by Agus Sudarma

More info:

Published by: Agus Sudarma on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

JARINGAN DAN ORGAN POKOK TUMBUHAN

Oleh: I Dewa Gede Agus Sudarma 1113031011 B/ semester 1

Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha 2011/2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat Beliau penulis mampu menyelesaikan makalah dengan judul “Jaringan dan Orga Pokok Tumbuhan” ini sesuai dengan waktu yang direncanakan. Penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, yang tidak mampu penulis katakana satu – persatu. Penulis menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Penulis berharap makalah ini dapat membantu pembaca untuk memahami dan mengetahui cara penggunaan tanda baca. Singaraja, November 2011

Penulis

ii

DAFTAR ISI Judul
KATA PENGANTAR ........................................................................................................... ii DAFTAR ISI ........................................................................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1 1.1 1.2 1.3 Latar Belakang ...................................................................................................... 1 Perumusan Masalah ............................................................................................. 1 Tujuan .................................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................................... 3 2.1 Jaringan pada Tumbuhan.................................................................................... 3

a. Jaringan Meristem (Embrional) .......................................................................... 3 b. Jaringan Dewasa ................................................................................................... 5 2.2 Organ Pokok Pada Tumbuhan .......................................................................... 23

a. Akar (Radix) ........................................................................................................ 23 b. Batang .................................................................................................................. 24 c. Daun (Folium) ..................................................................................................... 26 BAB III PENUTUP ........................................................................................................... 27 3.1 3.2 Simpulan .............................................................................................................. 27 Saran .................................................................................................................... 27

Daftar Pustaka ................................................................................................................... 28

iii

dan yang lainnya. Walaupun memiliki fungsi yang berbeda.2 Perumusan Masalah Dari latar belakang yang telak dipaparkan di atas. Namun. Organ tersebut dikenal dengan organ pokok tumbuhan. Setiap organ memiliki fungsi dan kerjanya masing-masing. batang. namun satu organ selalu miliki keterkaitan dengan organ lain. kaki. penulis dapat menguraikan beberapa rumusan masalah yaitu: 1) Jaringan apa sajakah yang tedapat pada tumbuhan? 1 . Ada banyak jaringan pada tumbuhan dan memiliki fungsi yang beraneka ragam. Organ merupakan kumpulan beberapa jaringan yang berkerja sama untuk melakukan suatu fungsi tertentu. daun. Sedangkan jaringan merupakan kumpulan sel-sel yang memiliki fungsi yang sama. juga dapat menyusun organ yang lainnya. Bunga. tidak mutlak memiliki jaringan yang berbeda. badan. Pembuatan makalah ini didasari karena banyaknya jenis jaringan dalam tumbuhan yang menyebabkan masih banyak orang yang bingung mengenai jaringan dan organ pokok tumbuhan. Satu jaringan saling bekerjasama untuk membentuk sebuah organ. Hanya beberapa tumbuhan yang memiliki semua organ yang dupaparkan diatas. Manusia tercipta atas beberapa bagian yaitu kepala. Bagian tumbuhan yang disebutkan di atas disebut dengan organ tumbuhan. ada organ yang pasti dimiliki oleh semua tumbuhan yang ada di muka bumi ini.1 Latar Belakang Tumbuhan adalah salah satu makhluk hidup ciptaan Tuhan selain manusia dan hewan. Tidak semua tumbuhan yang ada di dunia ini memiliki semua organ tersebut. Tumbuhan juga tercipta atas beberapa bagian. Antara satu organ dengan organ yang lain. tangan. Beberapa jaring yang menyusun suatu organ. dan akar adalah bagian dari tumbuhan yang dapat diamati dengan mudah. tidak terdiri atas satu bagian saja. Semua makhluk hidaup ciptaan Tuhan. Pembuatan makalah ini bertujuan untuk membantu dan mempermudah pembaca untuk mempelajari jaringan dan organ pokok tumbuhan.BAB I PENDAHULUAN 1. 1.

3 Tujuan Tujuan yang dapat diuraikan dari rumusan masalah di atas adalah: 1) Mengetahui jaringan yang terdapat pada tumbuhan. 2 .2) Apa sajakah organ pokok pada tumbuhan? 1. 2) Mengetahui organ pokok pada tumbuhan.

Jaringan meristem dapat dibeda-bedakan berdasarkan beberapa hal. belum mengalami deferensiasi. Jaringan pada tumbuhan ada dua macam. sel-sel berkelompok untuk menyusun jaringan. 3 . Jaringan Meristem (Embrional) Jaringan meristem terdiri dari sel-sel yang masih muda (embrional). yang berfungsi untuk menjalankan tugas-tugas tertentu. Berasarkan letak jaringan meristem pada batang. a. Meristem apikal (ujung) merupakan jaringan muda yang terbentuk oleh sel-sel intial yang berbeda pada ujung-ujung dari alat-alat tumbuhan. Meristem lateral merupakan jaringan muda yang terbentuk oleh selsel initial yang terletak antara bagian alat-alat tumbuhan (antara jaringan-jaringan dewasa). Jaringan ini terdapat pada cambium dan cambium gabus (felogen). 2) Meristem interkalar atau meristem antara. Dengan adanya meristem ini. tumbuhan dapat bertambah tinggi dan panjang. yaitu jaringan meristem (embrional) dan jaringan permanen (dewasa). misalnya pangkal ruas batang. Jaringan ini terdapat pada ujung batang atau ujung akar. Jaringan ini terdapat pada jaringna dewasa. Akibat aktivitas meristem ini tumbuhan akan mengalami penambahan besar ke samping.1 Jaringan pada Tumbuhan Pada organisme bersel banyak.BAB II PEMBAHASAN 2. dan masih aktif membelah. jaringan meristem disebut juga janringan muda. 3) Meristem apikal atau jaringan ujung. Oleh karena itu. dapat dibedakan menjadi tiga yaitu sebagai berikut: 1) Meristem lateral atau meristem samping.

meristem yang berasal dari sel-sel embrional yang merupakan kelanjutan darikegiatan embrio atau lembaga. Menurut Hanstein. yang memiliki area yang luas dan sel-selnya relatif besar. Sel-sel pada bagian korpus ini akan membelah secara tidak beraturan. c) Pleron yang akan berkembang menjadi stele.Meristem Apika l Meristem Interkalar Meristem Lateral A = Penampang bujur B = Penampang lintang A B Gambar 1. meristem primer meliputi daerah protodema (bakal epidermis). prokambium (bakal kambium). a) Korpus. 4 . Aktivitas jaringan meristem mengakibatkan terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pada batang dan akar. Meristem jaringan meristem Jaringan meristem berdasarkan asal-usulnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut: 1) Mristem Primer. Meristem pada ujung batang menurut Schmidt dibagi menjadi 2 bagian. b) Periblem yang akan berkembang manjadi korteks. Menurut teori Haberlandt. yaitu: a) Dermatogen yang akan berkembang manjadi epidermis. meristem dasar (bakal parenkim). Meristem primer terletak pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan. pada bagian ujung akar dibagi menjadi tiga daerah. Bagian ini merupakan pusat dari titik tumbuh. Meristem primer ini terdapat pada ujung akar dan ujung batang.

3) Memiliki vakuola yang besar. Contohnya adalah kambium gabus.b) Tunika. tetapi menjadi embrional kembali. 2) Ukurannya relatif lebih besar dibandingkan jaringan meristem. Kegiatan jaringan meristem sekunder ini menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. 2) Meristem sekunder. 5) Dinding sel telah mengalami penebalan. Tunika terdiri dari satu atau beberapa lapis sel. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Jaringan pelindung pada tumbuhan berupa jaringan epidermis dan jaringan gabus. Jaringan dewasa meliputi: 1) Jaringan Pelindung 2) Jaringan Dasar (Parenkim) 3) Jaringan Penguat (Mekanik) 4) Jaringan Pengangkut 1) Jaringan Pelindung Jaringan pelindung berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari pengaruh luar yang merugikan. 6) Terdapat ruang antar sel. b. 4) Kadang-kadang selnya sudah mati. meristem yang berasal dari jaringan dewasa yang telah terhenti pertumbuhannya. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer. Bagian ini merupakan bagian paling luar dari titik tumbuh. 5 . dengan sel-sel yang relatif kecil dan mengalami pembelahan kesamping (ke arah lateral). Jaringan Dewasa Jaringan dewasa terdiri dasi sel sel yang sudah tidak membelah dan telah mengalami diferensiasi atau pengkhususan fungsi. Sifat-sifat jaringan dewasa adalah sebagai berikut: 1) Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri.

Selain itu. batang daun. Epidermis merupakan sel hidup karena masih mengandung protoplas. 6 . Terdapat vakuola yang besar di tengah dan tidak mengandung plastida. Pada tumbuhan Ficus elastica terdapat hidrodermis yang bisa berfungsi sebagai tempat penyimpanan air. seperti stomata. jaringan epidermis juga berfungsi sebagai tempat pertukaran zat. Sel-sel initial epidermis sebagian dapat berkembang menjadi alatalat tambahan lain yang sering disebut derivat epidermis. memiliki permukaan yang keras dan kaku. misalnya isodiametris yang memanjang. Selain berfungsi sebagai pelindung. dan biji. Bentuknya bermacam-macam. sel kipas. sel silica. Epidermis tersusun atas satu lapisan sel saja. tetapi juga mengandung zat kitin. walaupun dalam jumlah sedikit. penebalan tidak hanya mengandung selulosa saja. Cyperaceae. umumnya penebalan semakin tebal karena adanya lapisan kutikula sehingga sel-sel epidermisnya menjadi sulit untuk dilalui air dan penguapan menjadi terbatas. Pada tumbuhan golongan Gramineae. Penebalan-penebalan yang terjadi pada membran sel epidermis biasanya merupakan penebalan sekunder yang terdiri atas selulosa yang berwujud sebagai garis-garis lamela.a) Jaringan epidermis Jaringan epidermis ini berada paling luar pada alat-alat tumbuhan primer seperti akar. Pada tumbuhan tertentu. Epidermis tersusun sangat rapat sehingga tidak terdapat ruanganruangan antarsel. Ini disebabkan adanya zat-zat karbonat dan kersik pada sel-sel epidermis. Equistinae. Pada tanaman kering (xerophita). dan sel gabus. buah. trikomata. pada membran sel yang saling berhadapan dengan udara lingkungannya. bunga. sitolit. Pada tumbuhan air (hidrophita). berlekuk-lekuk. lapisan epidermis selain mengandung kutikula juga mengandung lapisan lilin yang tidak dapat ditembus air. membran selnya tidak mengandung zat kitin maupun kutikula. kadang-kadang mengandung lemak dan damar. atau menampakkan bentuk lain.

Epidermis batang tumbuhan (1) Stomata Stomata (mulut daun) adalah devirat epidermis pada daun atau celah yang terdapat pada epidermis organ tumbuhan. sel tetangga. bagian celah. sel penutup biasanya berbentuk seperti ginjal bila dilihat dari atas. Sedangkan pada tumbuhan rumput-rumputan memiliki struktur khusus dan seragam dengan sel penutup berbentuk seperti halter dan dua sel tetangga terdapat masing-masing di samping sebuah sel penutup. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar celah. dan ruang udara dalam. Stomata terdiri atas bagian-bagian yaitu sel penutup. Pada semua tumbuhan yang berwarna hijau. Pada tumbuhan dikotil.Gambar 2. Sel penutup dapat terletak sama tinggi dengan permukan epidermis (panerofor) atau lebih rendah dari permukaan epidermis (kriptofor) dan lebih tinggi dari permukaan epidermis (menonjol). lapisan epidermis mengandung stomata paling banyak pada daun. 7 .

o Trikomata yang terdapat pada epidermis daun berfungsi untuk mengurangi penguapan. Tumbuhan yang memiliki trikomata glanduler. Struktur stomata tumbuhan (2) Trikomata Trikomatata merupakan derivat epidermis yang membentuk struktur beragam seperti rambut sisik. Struktur yang menyerupai trikomata. Trikomata glanduler dapat bersel satu atau banyak.Keterangan: Penampang irisan permukaan. rambut kelenjar. Peranan trikomata bagi tumbuhan. tembakau (Nicotiana tabacum) yang terletak pada daunnya. contohnya. tetapi tidak besar dan terbentuk dari jaringan epidermis atau di bawah epidermis disebut emergensia. dan tonjolan. antara lain sebagai berikut. sedangkan apabila terbentuk dari jaringan stele disebut spina. o Mengurangi gangguan hewan. yaitu : (a) Trikomata Glanduler Trikomata glanduler merupakan trikomata yang dapat menghasilkan sekret. Trikomata dibedakan menjadi dua. 8 . o Menyerap air serta garam-garam mineral. Trikomatata terdiri atas sel tunggal atau banyak sel. a : sel epidermis b : sel tetangga c : persendian d : sel penutup e : porus f : birai-birai kutikula g : persendian Gambar 3.

kelenjar madu. rambut akar. kelenjar garam terdiri atas sebuah sel kelenjar besar dengan tangkai yang pendek. berupa rambut bersel satu atau lebih dengan plasma yang kental dan mampu mengeluarkan madu ke permukaan sel. misalnya pada daun waru. Isi sel menyebabkan rasa gatal. Rambut gatal.Macam-macam trikomata glanduler antara lain: o o o o trikomata hidatoda. b) Trikomata Nonglanduler Trikomata ini tidak menghasilkan sekret. Macam-macam Trikomata nonglanduler. rambut bercabang. Gambar 3. antara lain: o o o rambut sisik. misalnya pada daun durian. berupa sel tunggal dengan pangkal berbentuk kantong dan ujung runcing. Struktur trikomata yang bervariasi 9 . terdiri atas sel tangkai dan beberapa sel kepala dan mengeluarkan larutan yang berisi asam organik.

mati. Trikomata glanduler pada tembakau menunjukkan kandungan yang karakteristik C. Selain itu. Trikomata pada Humulus dilihat dari samping H. Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar karena hampir pada setiap tumbuhan akan terdapat parenkim. Trikomata dngan sistolit Canabis G. Jaringan parenkim terdapat pada jaringan-jaringan lain.Keterangan: A. b) Dinding sel tipis dan mempunyai vakuola yang besar untuk menyimpan makana cadangan. Glanduler pada epidermis daun tembakau (Nicotiana tabacum) B. atau tidak aktif lagi maka fungsi epidermis tersebut digantikan oleh jaringan gabus. yaitu xilem dan floem. sel parenkim merupakan komponen dari dua jaringan kompleks. Sel ini masih melakukan aktivitas hidup dan mempunyai vakuola yang berisi zat makanan. jaringan parenkim disebut juga jaringan pemula karena pada tumbuhan primitif tubuhnya hanya terdiri atas sel-sel parenkim. Selain membentuk jaringan sederhana. Trikomata glanduler pada Humulus D. Jaringan parenkim memiliki kloroplas dan berbentuk poligonal dengan banyak ruang antarsel untuk pertukaran udara. Selain sebagai jaringan dasar. Trikomata dlanduler panjang yang melipat E. jaringan parenkim juga berfungsi sebagai jaringan penghasil dan penyimpan cadangan makanan. 10 . dan peridermis. Jaringan parenkim memiliki membran sel yang tipis dan jarang mengandung lignin. rusak. Ciri-ciri sel penyusun jaringan parenkim adalah sebagai berikut: a) Berbentuk segi banyak (polihedral). 2) Jaringan Dasar (Parenkim) Parenkim merupakan jaringan yang terbentuk atas sel hidup. Trikomata pada Humulus dilihat dari atas b) Jaringan gabus Jika epidermis hilang. Trikomata pendek yang mengandung sisteilit pada Boehmeria F. Jaringan gabus dibedakan menjadi tiga macam yaitu eksodermis. endodermis.

Jaringan Parenkim Beberapa organ tubuh tumbuhan yang mengandung jaringan parenkim adalah sebagai berikut. c) Mesofil daun Jaringan parenkim pada mesofil daun kadang-kadang berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang.c) Terdiri dari sel-sel hidup. b) Akar Jaringan parenkim pada akar juga terletak di antara epidermis dan pembuluh angkut sebagai korteks. b) Parenkim Udara (Aerenkim) 11 . a) Batang Jaringan parenkim pada batang terdapat pada empulur dan di antara epidermis dan pembuluh angkut. antara lain seperti berikut. Macammacam jaringan parenkim berdasarkan fungsinya. a) Parenkim Asimilasi (Klorenkim) Parenkim asimilasi banyak mengandung klorofil sehingga dapat bermanfaat untuk proses fotosintesis. d) Pembentuk daging buah e) Pembentuk endosperma Jaringan parenkim dibedakan berdasarkan fungsi dan bentuknya. Gambar 4.

merupakan parenkim penyusun mesofil. fungsinya adalah untuk aerasi atau pertukaran gas pada tanaman air. Bentuk dan ukuran parenkim ini tak teratur dengan ruang antarsel yang lebih besar. parenkim yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan Agave dan Aloe. b) Parenkim bunga karang. a) Parenkim palisade. mengandung banyak kloroplas. c) Parenkim Air Parenkim air berfungsi untuk menyimpan air. buah. d) Parenkim lipatan. Bisa terdapat pada akar. dan tetestetes minyak e) Parenkim Pengangkut Jaringan parenkim pengangkut berguna sebagai alat pengangkut yang menghubungkan jaringan-jaringan sebelah luar dan dalam yang disebut dengan parenkim jari-jari empulur. tegak. dan batang. 3) Jaringan Penguat (Mekanik) Jaringan mekanik berfungsi untuk memperkokoh tubuh tumbuhan dan untuk kekuatan pada tumbuhan tingkat tinggi. misalnya tepung. Misalnya pada mesofil daun pinus dan padi. d) Parenkim Makanan Parenkim ini berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Berdasarkan bentuknya. pengaruh kekurangan kandungan air pada sel-selnya 12 . dinding selnya mengadakan lipatan ke arah dalam serta banyak mengandung kloroplas. c) Parenkim bintang. lemak. parenkim dibedakan menjadi empat. protein. Makanan cadangan tersebut dapat berbentuk zat-zat padat. yaitu untuk mengapung pada permukaan air. Parenkim ini dijumpai pada tumbuhan xerofit dan epifit. umbi. Pada tumbuhan tingkat tinggi yang berbatang besar dan tinggi. juga merupakan parenkim penyusun mesofil daun.Pada parenkim udara terdapat ruang antarsel. berbentuk seperti bintang bersambungan ujungnya misalnya pada tangkai daun Canna sp. kadang pada biji berbentuk sel panjang. Contohnya.

putih. tepat di bawah epidermis daun dan batang. Jaringan kolenkim terdapat pada organ tumbuhan. bahkan pada pohon yang berbatang kecil pun walaupun kekurangan air dan diterpa angin akan tetap kokoh berdiri dan tidak layu karena adanya jaringan mekanik ini. terutama pada golongan dikotil yaitu pada bagian daun. sedangkan yang panjang bentuknya hampir mirip dengan serat-serat dengan ukuran ± 2 mm. kolenkim dibedakan menjadi 13 . mengandung lignin. Jarang terdapat pada bagian akar yang berada dalam tanah. Jaringan ini terdapat pada organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. pektin. Bila sel ini dilihat dengan mikroskop. sehingga kolenkim bisa berfungsi untuk fotosintesis. mengkilat. Berdasarkan letak dan bentuk penebalannya. dan zatzat lainnya yang memberi sifat keras pada dinding sel. Keadaan selnya tidak memiliki lignin dan tersusun atas satu macam sel yang mengandung selulosa. maka jaringan mekanik ini memiliki dinding sel yang tebal. Bentuk sel kolenkim ada yang panjang dan pendek. maka sebagai penguat tubuhnya adalah tekanan turgor atau tekanan dinding selnya. batang. hal ini disebabkan karena yang berkembang lebih dahulu adalah jaringan mekanik yang berupa jaringan sklerenkim. Pada tumbuhan tingkat rendah yang belum terdapat jaringan mekanik. dan bunga. Sesuai dengan fungsinya sebagai penguat tubuh tumbuhan. hemiselulosa. a) Kolenkim Jaringan kolenkim terjadi dari prokambium.dapat diatasi dengan adanya jaringan mekanik ini. Kolenkin juga mengandung kloroplas. Sel yang pendek berbentuk seperti prisma. terlihat bahwa dinding selnya jernih. jaringan kolenkim tidak terdapat pada jaringan batang maupun daunnya. sehingga tumbuhan tetap tegak tanpa mengalami kelayuan. Sel-sel kolenkim mengalami penebalan setempat pada dinding selnya. Berdasarkan bentuk dan sifatnya. Pada beberapa golongan tumbuhan monokotil. Dinding sel kolenkim mengalami penebalan-penebalan setempat berupa zat pektin. Letak jaringan yaitu pada jaringan perifer. Hanya kadang-kadang tumbuhan yang akarnya menjulang di atas tanah didapati jaringan kolenkim. jaringan mekanik dibagi menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

dan memanjang mengikuti sumbu sel. Begonia sp. c) Kolenkim lacunate (tubular) : Terdapat pada kolenkim yang mempunyai ruang-ruang antarsel dan penebalan-penebalannya terjadi pada permukaan ruangruang antara sel tersebut. pada tangkai daun Vitis sp. Tipe Kolenkim b) Sklerenkim Jaringan sklerenkim merupakan jaringan mekanik yang hanya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan atau organ tumbuhan yang telah tetap. Sklerenkim tidak mengandung protoplas. Sklerenkim berfungsi untuk menghadapi segala tekanan sehingga dapat melindungi jaringan-jaringan yang lebih lemah. Dinding 14 . sehingga sel-selnya telah mati. sehingga pada irisan melintang terlihat seperti papan yang berderet-deret. dan kolenkim tipe cincin. Solanum tuberosum b) Kolenkim lamellar (papan) : Penebalan terjadi pada dinding sel yang tangensial (sejajar permukaan organ). pada korteks batang Sambucus javanica. kolenkim lamellar (papan). Keterangan: A = kolenkim lamellar pada batang Sambucus sp. a) Kolenkim angular (sudut) : Penebalan berlangsung pada bagian-bagian sudutnya. pada tangkai daun Salvina. kolenkim lacunate (tubular). Pada waktu menjelang dewasa terlihat bahwa karena pada tipe sudut penebalan bersambungan pada dinding sel.kolenkim angular (sudut). maka lumen tidak menyudut lagi. D = tipe cincin pada ibu tangkai daun Nereum oleandra Gambar 5. Contohnya. Malva. B = kolenkim anguler pada Cucurbita sp. Contohnya. Contohnya. dan Althaea d) Kolenkim tipe cincin : Pada penampang lintang lumen sel berbentuk lingkaran. C = kolenkim tubular Lactuca sp.

Ada dua macam jenis serat sklerenkim. yaitu segi lima atau segi enam. dalam kelompok-kelompok yang tersebar dalam xilem dan floem. serat-serat sklerenkim tersusun dalam suatu sistem berbentuk lingkaran berlekuk-lekuk yang dihubungkan dengan epidermis. karung goni. Serat-serat sklerenkim pada tumbuh-tumbuhan terbentuk bersamaan dengan saat-saat terhentinya pertumbuhan organ-organ pada tumbuhan.selnya tebal karena berlangsung penebalan sekunder sebelumnya yang terdiri atas zat lignin. Serat ini berbentuk poligon. dan bahan dasar tekstil untuk pakaian. Serat-serat sklerenkim terdapat dalam bentuk untaian yang terpisahpisah atau dalam bentuk lingkaran di dalam korteks dan floem. 15 . Serat-serat sklerenkim merupakan sel-sel yang sudah mati. Pada Gramineae. Noktah-noktahnya sempit yang berbentuk bagai saluran-saluran sempit miring. Dinding selnya mengalami penebalan dari zat kayu dan mengandung lamela-lamela selulosa sehingga lumen selnya sempit. Jaringan sklerenkim pada tumbuhan Jaringan sklerenkim dibedakan menjadi dua yaitu: (1) Serat-Serat Sklerenkim (Fibers) Serat-serat sklerenkim terdiri atas sel-sel yang berukuran panjang ± 2 mm dan samping yang ujungnya runcing. yaitu sebagai berikut: o Serat di Luar Xilem (Ekstraxilari) Serat ekstraxilari ada yang berlignin dan ada pula yang tidak. Serat ini dapat digunakan untuk membuat tali. Gambar 6.

floem.o Serat Xilem (Xilari) Jenis serat ini merupakan komponen utama kayu karena dindingnya mengandung lignin yang menyebabkan dindingnya keras dan kaku. 16 . buah. Gambar 7. Lumen sel sangat sempit karena adanya penebalan-penebalan dinding sel. Dinding sklereid tersusun atas selulosa yang mengandung zat lignin yang tebal dan keras. Sel-selnya mempunyai noktah yang sempit dan celahnya bundar. dan biji. membentuk saluran yang disebut saluran noktah. Serat-serat sklerenkim (2) Sel-Sel Batu (Sklereid) Sklereid terdapat pada bagian tumbuhan. Sklereid mungkin bisa dijumpai dalam bentuk tunggal atau kelompok kecil di antara sel-sel. antara lain di dalam korteks. kadangkadang ditemukan pula zat suberin dan kutin. misalnya butiran seperti pasir pada daging buah jambu biji atau suatu masa sinambung seperti pada tempurung kelapa yang keras. Pada beberapa tumbuhan.

tetapi pada umumnya 17 . Jaringan ini merupakan jaringan khusus. yaitu xilem dan floem. yaitu sebagai jaringan untuk mengangkut zat-zat mineral yang diserap oleh akar dari tanah atau zat-zat makanan yang telah dihasilkan pada daun untuk disalurkan ke bagian-bagian lainnya yang semuanya memungkinkan tumbuhan untuk hidup dan berkembang. Jaringan pengangkut dibedakan menjadi dua. sedangkan pada tumbuhan tingkat rendah tidak ditemui jaringan ini.Gambar 8. Kegunaannya bagi tumbuh-tumbuhan. terdiri atas berbagai bentuk sel. Selain itu. Struktur sel-sel batu 4) Jaringan Pengangkut Jaringan pengangkut pada tubuh tumbuhan terdiri atas xilem dan floem. Jaringan pengangkut hanya terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi. a. Susunan xilem ini merupakan suatu jaringan pengangkut yang kompleks. Hal ini disebabkan pada tumbuhan tingkat rendah pengangkutan air dan zatzat makanan cukup berlangsung dari sel ke sel. sel-selnya ternyata ada yang telah mati dan ada pula yang masih hidup. Xilem (Pembuluh Kayu) Fungsi xilem adalah sebagai tempat pengangkutan air dan zat-zat mineral dari akar ke bagian daun.

Dindingnya berlubang-lubang tempat lewat air dengan bebas dari satu sel ke sel lain sehingga berbentuk suatu tabung yang strukturnya mirip sebuah talang. ukurannya lebih besar daripada sel-sel trakeid dan membentuk untaian selsel longitudinal yang panjang. Dapat dijumpai pada xilem primer dan sekunder.sel-sel penyusun xilem telah mati dengan membran selnya yang tebal dan mengandung lignin sehingga fungsi xilem juga sebagai jaringan penguat. yakni yang bersumbu panjang ke arah radial dan sel-sel bersumbu panjang ke arah vertikal. yaitu sebagai unsur penopang dan penghantar air. trakea. Parenkim jari-jari empulur tersusun dari sel-sel yang pada umumnya mempunyai dua bentuk dasar. Sel-sel parenkim xilem berfungsi sebagai tempat cadangan makanan berupa zat tepung. Unsur-unsur utama xilem adalah trakeid. dalam hal ini penebalan-penebalan pada dindingnya ternyata berlangsung lebih tebal jika dibandingkan dengan yang telah terjadi pada trakea. Parenkim kayu sel-selya dibentuk oleh sel-sel pembentuk fusi unsur-unsur trakea yang sering mengalami penebalan sekunder pada dindingnya. 1) Trakeid Susunan sel trakeid terdiri atas sel-sel yang sempit. yaitu parenkim kayu dan parenkim jari-jari empulur. Kekhususan pada trakea antara lain. parenkim xilem dan serat xilem. Zat tepung biasanya tertimbun sampai pada saat-saat giatnya pertumbuhan kemudian berkurang bersamaan dengan kegiatan kambium. Trakeid memiliki dua fungsi. 18 . penebalan-penebalannya terdiri atas zat lignin yang tipis dibandingkan trakeid. Pada xilem sekunder dijumpai dua macam parenkim. lumen selnya tidak mengandung protoplas lagi. Dinding sel sering bernoktah. Sel-sel trakeid itu kebanyakan mengalami penebalan sekunder. 2) Trakea ( komponen pembuluh) Trakea terdiri atas sel-sel silinder yang setelah dewasa akan mati dan ujungnya saling bersatu membentuk sebuah tabung penghantar air bersel banyak yang disebut pembuluh. 3) Parenkim Xilem Parenkim xilem biasanya tersusun dari sel-sel yang masih hidup.

Floem Floem berfungsi untuk mengangkut dan menyebarkan zat-zat makanan yang merupakan hasil fotosintesis dari bagianbagian lain yang ada di bawahnya. yaitu adanya daerah tipis di dinding dan intinya hilang dari protoplas. Sel-sel tapis merupakan sel panjang yang ujungnya meruncing di bidang tangensial dan membulat di 19 . Pori-pori tersebut dilalui oleh plasmodesmata yang menghubungkan dua unsur tapis yang berdampingan. Sel yang menyusun floem antara lain sel tapis. kulit kayu.Gambar 9. Struktur floem Floem terdiri atas unsur-unsur berikut: 1) Unsur-Unsur Tapis Unsur-unsur tapis memiliki ciri-ciri. terdiri atas beberapa macam bentuk sel dan di antaranya terdapat sel-sel yang masih tetap hidup atau aktif dan sel-sel yang telah mati. Struktur xilem b. sel penyerta. sel serabut. dan sel parenkim kulit kayu. Gambar 10. Daerah tapis merupakan daerah noktah yang termodifikasi dan tampak sebagai daerah cekung di dinding yang berpori-pori. Floem mempunyai susunan jaringan yang sifatnya demikian kompleks.

unsur-unsur xilem dan floem selalu terdapat berdampingan atau salah satu di antaranya terletak mengelilingi unsur lain. Tipe kolateral dibedakan menjadi tiga. 2) Sel Pengahantar Sel pengantar merupakan sel muda yang bersifat meristematis. Di dalam berkas pengangkut. 3) Sel Albumin Sel albumin terdapat pada tanaman Conifer. Pada komponen bulu tapis. Sel-sel pengantar di duga mempunyai peran dalam keluar masuknya zat-zat makanan melalui pembuluh tapis. Hanya trakea yang sel-selnya lebih besar dibanding-kan sel-sel di sekitarnya. Dinding lateral banyak mengandung daerah tapis yang berpori. dinding ujungnya saling berlekatan dengan dinding ujung sel di bawahnya atau di atas sehingga membentuk deretan selsel memanjang yang disebut pembuluh tapis. 4) Parenkim Floem Parenkim floem merupakan sel-sel hidup yang berfungsi untuk menyimpan zat-zat tepung. lemak. Dalam pengamatan di bawah mikroskop. Kenyataan di alam menunjukkan bahwa floem selalu terdapat berpasangan dengan xilem untuk membentuk berkas pengangkut pada tumbuhan. Diduga sel-sel albumin mempunyai fungsi serupa dengan sel pengantar. yaitu: 20 . yaitu sebagai berikut: a) Kolateral Tipe kolateral terjadi pada berkas pengangkut di mana letak xilem dan floem berdampingan. mengandung banyak zat putih telur dan terletak dekat dengan sel-sel tapis. berkas pengangkut dibedakan menjadi tiga tipe dasar. Floem berada di bagian luar. dan zat organik lainnya dan juga merupakan tempat akumulasi beberapa zat seperti zat tannin dan resin. Berdasarkan letak xilem dan floemnya. berkas pengangkut dapat dengan mudah dibedakan dengan jaringan parenkim di sekitarnya karena relatif kecil dan tanpa ruang antarsel. 5) Serat-Serat Floem Serat-serat floem merupakan sel-sel jaringan yang telah mengayu. yang merupakan sel-sel empulur dan parenkim floem.bidang radial.

pada tumbuhan Solanaceae.(1) Kolateral tertutup Tipe kolateral tertutup terbentuk bila antara xilem dan floem tidak terdapat kambium. Berkas pengangkut tipe kolateral tertutup ini kadang dikelilingi jaringan sklerenkim yang sering disebut sebagai seludang berkas pengangkut. Contohnya. Kambium fasikuler berperan dalam pembentukan floem ke arah luar dan xilem ke arah dalam. kambium merupakan penghubung antara xilem dan floem. (2) Kolateral terbuka Pada tipe ini antara xilem dan floem terdapat kambium. Berkas pengangkut tipe kolateral tertutup ini dapat dijumpai pada tumbuhan golongan Monokotil. (3) Bikolateral Bila xilem terdapat di antara dua xilem dan floem maka disebut bikolateral. sedangkan antara xilem dan floem bagian dalam tidak terdapat kambium. kambium dibedakan menjadi dua yaitu kambium fasikuler. Di antara floem bagian luar dan xilem terdapat kambium. bila kambiumnya terletak dalam berkas pengangkut dan kambium interfasikuler bila kambiumnya terletak di luar berkas pengangkut. Gambar 11. Pada tipe kolateral terbuka. Kolateral 21 . melainkan terdapat parenkim. misalnya pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Berdasarkan letaknya pada tipe ini.

22 . yaitu bila jaringan pengangkut yang ada terletak di tengah-tengah. sedangkan unsur jaringan pengangkut lainnya mengelilingi unsur yang berada di tengah itu. Contoh terdapat pada akar primer dikotil dan akar tumbuhan monokotil. Konsentris c) Radial Tipe radial terjadi bila xilem dan floem bergantian menurut arah jari-jari lingkaran. Pada tipe konsentris letak xilem dikelilingi floem atau sebaliknya. dan rhizoma Acorus calamus.b) Konsentris Konsentris. Umumnya dijumpai pada tumbuhan golongan paku-pakuan (Pteridophyta). Contohnya pada Cirdyline sp. sedangkan xilem mengelilingi floem tersebut. Gambar 12. Tipe konsentris dibedakan menjadi dua yaitu: (1) Konsentris amphikribral Pada tipe ini letak xilem berada di tengah-tengah. (2) Konsentris amphivasal Pada tipe ini letak amphivasal floem berada di tengah-tengah. dan floem mengelilingi xilem tersebut.

dan daun. ada akar yang menjulang di atas tanah.2 Organ Pokok Pada Tumbuhan Seperti halnya manusia dan hewan. dan mempunyai rambut akar untuk memperluas bidang penyerapan. Adapun fungsi akar adalah: 1) Tempat melekatnya tumbuhan pada media (tanah). Tipe radial 2. 23 . Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindingi kaliptra (tudung akar). zona diferensiasi sel. walaupun pada beberapa tumbuhan tertentu. a. 2) Menyerap air dan unsur hara. tumbuhan juga tersusun atas organ-organ. batang. terdiri atas satu lapis sel. dan zona pendewasaan sel. tersusun rapat. Pembelahan meristem apikal membentuk zona perpanjangan sel. Gambar 14.Gambar 13. dinding sel tipis. Organ pokok tumbuhan terdiri dari akar. Struktur memanjang akar tumbuhan Jaringan apenyusun akar adalah sebagai berikut: 1) Epidermis. 3) Pada beberapa tanaman digunakan sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Akar (Radix) Akar merupakan organ tumbuhan yang umumnya berada di dalam tanah.

rapat. 3) Tempat tumbuhnya organ-organ generatif. 2) Korteks. yang mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim. kolenkim. Adapun jaringan penyusun batang adalah sebagai berikut: 1) Epidermis. dan mempunyai banyak ruang antar sel. 5) Pada tumbuhan tertentu sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Pada korteks terdapat jaringan parenkim. Batang Batang merupakan organ tumbuhan yang umumnya terletak di atas tanah. serta sklerenkim. dinding sel tipis. dan sklerenkim. kolenkim. dinding luar terdapat kutikula. Batang memiliki fungsi yaitu: 1) Sebagai tempat pengangkutan air dan unsur hara dari akar. 3) Endodermis. yang tersusun oleh selapis sel. 4) Stele (silinder pusat). walaupun ada beberapa tumbuhan yang batangnya berada di dalam tanah. yang tersusun berlapis-lapis. dan pada tumbuhan kayu tua terdapat kambium gabus. berupa satu lapis. 4) Efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran benih. Akar dikotil dan monokotil b. Deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. 24 . 2) Memperluas tajuk tumbuhan untuk mengefisiensi penangkapan cahaya matahari. yang terdapat berkas pengangkut. dinding selnya mengalami penebalan gabus. tersusun rapat. Gambar 15.2) Korteks.

dan berkas pengangkut. berkas pembuluh tersebar pada meristem dasar yang dilindungi oleh sarung berkas pengangkut. Sedangkan pada batang monokotil. Gambar 16. berkas pembuluh terletak di bagian dalam perisikel yang terdiri atas xilem dan floem yang dibatasi oleh kambium. terdapat perisikel. Sayatan melintang batang Kambium pada tumbuhan dikotil dibedakan menjadi dua tipe yaitu kambium vaskular dan kambium intervaskular. 1) Kambium Vaskular adalah kambium yang terletak di antara berkas pengangkut dan parenkim. serta dii sebelah dalam epidermis terdapat meristem dasar yang pembagiannya belum jelas. Kambium gabus membentik felem ke arah luar dan feloderm ke arah dalam. Pembentukan sel-sel baru pada kambium menyebabkan sel-sel korteks terdesak ke arah epidermis dan membentuk kambium gabus. Batang pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil memiliki beberapa perbedaan. dan tidak mempunyai kambium. Aktivitas kambium menyebabkan terjadinya pertumbuhan batang sekunder dan terbentuknya lingkaran tahun. 25 . 2) Kambium Intervaskular adalah kambium yang terletak diantara dua berkas pengangkut. serta di sebalah dalam epidermis terdapat korteks dan stele. sel parenkim. Pada batang dikotil.3) Stele.

Sedangkan pada daun tumbuhan monokotil. Urat daun tumbuhan dikotil berbentuk menyirip dan menjari. berupa satu lapis sel. Akan tetapi. terdaapt stomata. 4) Respirasi. terkadang juga terdapat trikomata dan sel kipas. dinding sel mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau lignin. urat daunnya sejajar. Sedangkan pada tumbuhan monokotil. Daun pada tumbuhan dikotil memiliki beberapa perbedaan dengan daun pada tumbuhan monokotil. Daun tersusun atas beberapa jaringan yaitu: 1) Epidermis. ada pula tanaman yang daunnya tidak berwarna hijau. 3) Menyerap CO2 dari udara. Stomata pada daun tumbuhan dikotil terletak dipermukaan atas dan bawah daun.c. 26 . Sedangkan mesofil pada daun tumbuhan monokotil terletak pada cekungan di antara urat daun. stomata terletak berderet diantara urat daun. Mesofil pada daun tumbuhan dikotil terletak di antara lapisan epidermisatas dan bawah. 2) Mesofil yang memiliki parenkim palisade (jaringa tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang) 3) Berkas pengangkut yang terdapat pada tulang daun. Adapun fungsi daun adalah sebagai berikut: 1) Sebagai tempat fotosintesis 2) Sebagai tempat pengeluaran air melalui transportasi dan gutasi. Daun (Folium) Sebagian besar tanaman umumnya berdaun dan berwarna hijau. 4) Jaringa tambahan seperti sel-sel kristal dan kelenjar.

jaringan penguat (mekanik).BAB III PENUTUP 3. Jaringan pada tumbuhan dapat dibagi menjadi dua yaitu: a. Jaringan permanen (dewasa) merupakan jaringan yang telah mengalami deferensiasi fungsi dan tidak mengalami pembelahan lagi. Semakin aktif mencari sumber maka akan semakin banyak yang dapat diketahui dan dapat meyimpulkan kebenaran mengenai jaringan dan organ pokok pada tumbuhan. dapat disimpulkan bahwa: 1. Jaringan dewasa dibagi menjadi jaringan pelindung. 3. b. Berdasarkan letaknya. jaringan dasar (parenkim). meristem dibagi menjadi meristem primer dan meristem sekunder. 2. dan meristem apikal. jaringan meristem dibagi menjadi meristem laterar. Jaringan meristem dibagi berdasarkan letak dan asal-usulnya. Berdasarkan asal-usulnya. Organ pokok pada tumbuhan adalah akar. dan jaringan penguat. Jaringan meristem (embrional) merupakan jaringan muda yang belum mengalami deferensiasi fungsi dan masih aktif membelah.1 Simpulan Dari pembahasan yang telah dipaparkan di atas. Penulis menyarankan kepada pembaca untuk juga aktif dalam mencari sumber lain mengenai jaringan dan organ pokok tumbuhan selain dari makalah ini. 27 .2 Saran Pembuatan makalah ini bertujuan untuk membantu pembaca untuk mengetahui jaringan dan organ pokok pada tumbuhan. batang. dan daun. meristem interkalas.

Daftar Pustaka anonim.. Biologi: Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. D. dari http://badartheking. 2011. & Omegawati. D. Lestari..html Arianti.thn.blogspot. (t. D. Suharno. 28 . E. D. I. PR Biologi. 2011. Klaten: Intan Pariwara. Srikini. & Kistinnah. S..id/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0052%20Bio%202-2d.. (2009).ac. D. K. Jakarta: Erlangga. (t.).. Pratiwi. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya. S.. Dipetik Oktober 27. Batang.. W. (2009). Dipetik Desember http://bebas.). H. & Bambang S. D.com/2011/07/biologi-struktur-dan-fungsijaringan. Miryati. dari anonim.htm 14. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pandidikan Nasional. (2000). Buku Penuntun Biologi SMU.thn.ui.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->