P. 1
PERKEMBANGAN MANUSIA

PERKEMBANGAN MANUSIA

|Views: 136|Likes:
Published by Wulandari Istiqomah

More info:

Published by: Wulandari Istiqomah on Mar 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2012

pdf

text

original

PERKEMBANGAN MANUSIA (HUMAN DEVELOPMENT

)
Posted on Januari 10, 2011 | Tinggalkan komentar

A. Pendahuluan Studi tentang perkembangan manusia merupakan usaha yang terus berlangsung dan berkembang. Seiring dengan perkembangannya, studi tentang perkembangan manusia telah menjadi sebuah disiplin ilmu dengan tujuan untuk memahami lebih dalam tentang apa dan bagaimana proses perkembangan manusia baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Perintis awal studi ilmiah perkembangan manusia adalah baby biographies, sebuah jurnal yang mencatat perkembangan awal anak. Kemudian berkembang dengan munculnya teori evolusi Charles Darwin yang pertama kali melihat perilaku bayi adalah sebuah proses perkembangan. Pada tahun 1877 Darwin mempublikasikan catatannya tentang perkembangan sensori, kognitif, dan emosi anaknya di dua belas pertama kehidupannya. (Papalia, et. al, 2008). Sampai dengan saat ini kajian mengenai perkembangan manusia telah banyak menunjukkan manfaat yang signifikan. Dan salah satu manfaat dari berkembangnya disiplin ilmu tentang perkembangan manusia ini adalah pendidikan. Dan jika kita berbicara pendidikan tentunya unsur yang mutlak ada ialah manusia itu sendiri. Nah, dalam hal ini kajian ataupun teori-teori mengenai perkembangan manusia sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan. Memahami proses perkembangan manusia baik itu secara fisik maupun psikologis sanat berguna bagi para pendidik. Dengan begitu akan menjadi petimbangan bagi pendidik dalam memilih dan memberikan materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu. Selain itu juga, dapat memilih metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman murid-murid mereka. Didalam makalah ini penulis akan mencoba untuk memberikan sedikit paparan mengenai perkembangan manusia mulai dari proses pembuahan sampai dengan masa tua. B. Pengertian Perkembangan Secara umum, perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali (Werner, 1969). Beberapa psikolog membedakan arti kata „pertumbuhan‟ dengan „perkembangan‟, namun beberapa tidak. Pertumbuhan bisa diartikan sebagai bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni, sedangkan perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat yang khas mengenai gejala psikologis yang muncul (Monks, Knoers, Haditono, 1982). Di sisi lain, perkembangan juga dipandang secara menyeluruh, yang mencakup tiga aspek, yaitu:
  

Perkembangan fisik, seperti perubahan tinggi dan berat. Perkembangan kognitif, seperti perubahan pada proses berpikir, daya ingat, bahasa. Perkembangan kepribadian dan social, seperti perubahan pada konsep diri, konsep gender, hubungan interpersonal. (Atkinson, Atkinson, Smith, Bem, Hoeksema, 1996.)

Tentunya dalam mempelajari perkembangan manusia, seluruh aspek tersebut saling berkaitan satu sama lain. Begitu juga dalam penggunaan di dalam konteks pendidikan, ilmu mengenai perkembangan manusia sebaiknya dikuasai secara menyeluruh agar mendukung kompetensi pendidik dalam memahami kondisi anak didiknya.

Carl Jung Carl Jung pada awalnya dianggap sebagai „penerus‟ dari Sigmund Freud. Teorinya berfokus pada dinamika alam bawah sadar manusia. Dan sebaliknya. 2. Erik Erikson Erik Erikson adalah salah satu penganut teori psikoanalisa modern. Harry Stack Sullivan Setelah beberapa masa. Pada fase ini manusia tumbuh dan berkembang di dalam janin sang ibu (dalam kandungan) yang berlangsung sampai pada fase kelahiran. 4. 5. Sigmund Freud Sigmund Freud adalah seorang psikolog yang terkenal dengan teori psikoanalisa. Jean Piaget Teori dari Jean Piaget berfokus pada kognitif manusia. seperti mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berprilaku positif selama mengandung maka. Sebagai contoh. Harry Stack Sullivan adalah salah satu dari penganutnya yang terkenal dengan konsep interpersonal theory of psychiatry. perkembangan dan pertumbuhan janin akan lebih optimal dan tentunya bias lebih sehat. calon ibu yang pada masa kehamilannya sering mengkonsumsi makanan yang beresiko terhadap janinnya seperti merokok. . minum alkohol. teori psikoanalisa dianggap tidak memuaskan sehingga muncullah era teori sosial-psikologis. dan mengkonsumsi obat-obatan yang berlebihan sering mengalami gangguan pada janin yang dikandungnya. Ada beberapa teori dari beberapa psikolog yang kami pilih untuk diulas secara umum di dalam makalah ini: 1. Perkembangan Masa Pranatal (Pra Kelahiran) Dalam fase perkembangan manusia (human development) fase pertama yang dilalui adalah fase pranatal.C. 3. namun fase ini merupakan fase terpenting dari beberapa fase perkembangan manusia lainnya. Teori-Teori Perkembangan Manusia Beberapa psikolog menciptakan teori tentang perkembangan manusia yang berfokus pada beberapa hal yang berbeda. Dalam model tahapan perkembangan yang dibuatnya. Termasuk di dalamnya perkembangan kognitif manusia sejak lahir sampai dewasa. Walaupun perkembangan manusia pada fase prenatal ini cukup singkat. yaitu kira-kira 9 bulan. masih dalam lingkup teori psikoanalisa. Namun pada akhirnya teori yang diciptakan Carl Jung memiliki perbedaan dengan Freud walaupun sama-sama berdasarkan pada konsep psikoanalisa. 1). Ia berfokus pada kebutuhan manusia secara sosial di dalam membuat tahapan perkembangan. bahwa terdapat sejumlah pola perkembangan penting yang terjadi pada fase ini. Peneitian ilmiah telah menunjukkan. jika calon ibu menghindari prilaku negatif diatas. ia berfokus pada krisis diri di setiap tahapan. Ganggauan pada janin dalam hal ini bias mengalami cacat secara fisik maupun psikis.

email gigi dan system saraf. 2. tali pusar dan selaput pembungkus janin. Mesoderm : lapisan tangan yang akan membentuk tulang. lengkap dengan sebuah otak dan kemampuan berprilaku. c. Fungsi placenta dan tali pusar adalah mengalirkan oksigen dan zat-zat makanan dari ibu ke embrio. penuh dengan pembuluh darah. . Periode zigot (sejak pembuahan sampai akhir minggu kedua) a. ginjal. b. sebuah sel tunggal tumbuh menjadi organisme. Bentuk zigot sebesar kepala peniti. d. mula-mula di bagian kepala dan terakhir pada anggota tubuh. Embrio berkembang menjadi manusia dalam bentuk kecil. hati. tidak berubah karena tidak mempunyai sumber makanan dari luar. lensa mata. Periode Embrio (akhir minggu kedua sampai akhir bulan kedua) a. Lapisan luar kemudian berkembang menjadi placenta. tali pusar. Sekitar sepuluah hari setelah pembuahan. d.Perkembangan masa pranatal (pra kelahiran) dimulai pada masa pembuahan hingga kelahiran. c. sekitar sembilan bulan. terjadi banyak pembelahan dan zigot terbagi menjadi lapisan luar dan lapisan dalam. Semua bagian tubuh yang penting. pembuluh darah. Eksoderm : yang akan membentuk kuliat. 2007). Terbentuknya placenta. Selama fase ini. dan selaput pembungkus embrio yang merupakan penghubung antara embrio dan jaringan ibunya. Dengan berjalannya zigot dari tuba falopi turun ke uterus. otot. Santrock. rambut. b. Untuk lebih jelasnya berikut ini dipaparkan proses perkembangan masa pranatal menurut Elizabeth B. hidupnya dipertahankan oleh kuning telur. Terjadi perkembangan besar. yaitu : Endoderm : lapisan terdalam yang akan membentuk paru-paru. Lapisan ini kemudian membentuk 3 jenis jaringan. zigot tertanam didalam dinding uterin yang menjadi tebal seperti spon. dan jantung. (Jhon W. sistem pencernaan dan prankreas. baik bagian luar maupun dalam sudah terbentuk. Pada masa prenatal tentunya janin dalam kandungan calon ibu mengalami pertumbuhan. e. baik mulai dari proses pembuahannya sampai pada kelahiran. Lapisan dalam berkembang menjadi manusia baru. Embrio dikelilingi cairan amnion yang berfungsi melindungi dari bahaya benturan yang mungkin terjadi. Hurlock (1997) 1. serta mengalirkan sisa-sisa metabolisme dari embrio ke peredaran darah ibunya.

Pada aspek kognitif kemampuan untuk belajar. dalam persiapan untuk lahir. Perkembangan fase pranatal yang dikembangkan oleh Hurlock diatas nempaknya masih terfokus pada perkembangan fisik saja. tubuh janin sudah lengkap ternentuk. Akan tetapi. Pada akhir bulan kelima. Periode Janin (akhir bulan kedua sampai lahir) a. ketiga. Pada akhir bulan ketiga. pertumbuhan dan perubahan fisik ini akan terus berlangsung sampai akhir hidup manusia. yaitu menggelinding dan menendang. Terjadi perubahan pada bagian-bagian tubuh yang telah terbentuk. Embrio mulai bergerak didalam uterus. Pada akhir bulan kedelapan. dan keempat. Denyut jantung janin mulai diketahui sekitar minggu ke lima belas. Pada masa ini pertumbuhan manusia secara fisik sudah sempurna. Papalia. gerak pendek atau cepat. baik dalam bentuk/rupa maupun perubahan aktual. c. Apakah peningkatan pada saat ini akan berlangsung apa tidak. b. e. Papalia Dkk menyebutkan perkembangan psikis pada masa prenatal ini dengan membagi ke dalam dua aspek. f. Biasanya gerak-gerak janin tampak pertama kali antara minggu kedelapan belas dan dua puluh. 2) Perkembangan Masa Bayi (Infancy) Perkembangan manusia pada masa bayi (infancy) yang dimulai pada usia 0-3 tahun merupakan tahap kedua dari perjalanan hidup manusia. dan terjadi perubahan dalam fungsi. Diane E. 2008). dan merespon terhadap stimuli sensori mulai berkembang. beberapa organ dalam. bergantung pada kondisi didalam tubuh ibu. Masa bayi ini dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan . Akan tetapi. (Diane E. berat embrio rata-rata 1 1/4 ons dan panjangnya 1 1/2 inci. cukup berkembang sehingga dapat mulai berfungsi. Sel-sel saraf yang sejak minggu ketiga jumlahnya meningkat pesat selama bulan-bulan kedua. Begitu rentannya perkembangan manusia pada fase pertama ini (pranatal) sehingga dalam hal ini calon ibu dituntut untuk dapat menjaga dan memperhatikan kandungannnya guna untuk meminimalisir kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada janin. mengingat. Dan perkembangan psikososial janin dapat merespon kepada suara ibu dan mengembangkan rasa suka kepada suara tersebut. Pada akhir bulan ketujuh janin sudah cukup berkembang dan dapat hidup bila lahir sebelum waktunya. yaitu aspek kognitif dan aspek psikososial. g. didaerah pinggul. Dkk. dan terjadi gerakan-gerakan spontan dari anggota tubuh. Pada akhir bulan kedua prenatal. Kemudian meningkat cepat sampai akhir bulan ke sembilan. dimana gerakan mulai berkembang karena penuhnya pembungkus janin dan tekanan pada otak janin pada saat janin mengambil posisi kepala dibawah.f. g. d. 3. berbagai organ dalam telah menempati posisi hampir seperti posisi didalam tubuh orang dewasa. Gerak-gerak janin ini berlainan macamnya. perkembangan psikis pada masa ini juga bisa dilihat.

Sedangkan perkembangan psikososial meliputi. dan apabila berhasil mencapainya mereka akan berbahagia. Santrock. Papalia. Dkk mengungkapkan perkembangan fisik pada fase bayi yang meliputi. 3) pemahaman dan penggunaan bahasa berkembang dengan cepat. Perkembangan kognitif meliputi. Manusia didalam perkembangannya mengalami paling tidak dua perkembangan. tindakan fisik.kepribadian karena merupakan periode di mana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa pada masa ini diletakkan.psikologizone. dan belajar dari orang lain. 1) ketertarikan kepada orang tua dan orang lain terbentuk. 1) kemampuan untuk belajar dan mengingat telah ada. Adapun yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan tersebut menurut Havighurst adalah: Kematangan pisik. tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu. Menurut Havighurst. (Jhon W. 2008) Dalam teori perkembangan juga dikenal istilah tugas-tugas perkembangan. Papalia. berfikir dengan simbol. Banyak aktivitas psikologis baru dimulai kemampuan bicara. Santrock memberikan pengertian masa bayi yaitu. (Diane E. 2) penggunaan symbol dan kemampuan untuk memecahkan masalah dikembangkan pada akhir tahun kedua. 3) Ketertarikan kepada anak-anak lain meningkat. Masa bayi merupakan waktu ketergantungan yang ekstrem terhadap orang dewasa. Dkk. Pembagian tugas-tugas perkembangan untuk masing-masing fase dari sejak masa bayi sampai usia lanjut dikemukakan oleh Havighurst sebagai berikut: § Belajar berjalan § Belajar makan makanan padat § Belajar berbicara § Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh § Belajar membedakan jenis kelamin § Mencapai kematangan fisik § Membentuk konsep-konsep sederhana mengenai realitas sosial fisik § Belajar berhubungan secara emosional dengan orang tua. (Muhammad Baitul Alim. 2) kesadaran diri mulai terbentuk. saudara kandung. tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan. meniru. yaitu perkembangan fisik maupun psikisnya. 1) Berkembangnya semua sensor dan sistem tubuh berfungsi saat lahir dengan tingkatan yang beragam. 2) Otak tumbuh dalam hal kompleksitas dan sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan.com) John W. 2007) Diane E. 3) Peralihan dari ketergantungan anatomi terjadi. dan orang lain . mengatur indera-indera. 3) Pertumbuhan fisik dan perkembangan keterampilan motorik sangat tinggi. periode perkembangan yang terus terjadi dari lahir sampai sekitar usia 18 hingga 24 bulan. tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai dan aspirasi individu. http://www.

Erikson (1985) membagi tahapan perkembangan ke dalam 13 fase berdasarkan krisis diri yang dialami di setiap tahapan perkembangan. Aktifitas utama dalam usia ini adalah bermain yang memiliki unsur tujuan di dalamnya. Namun juga harus diperhatikan agar kebiasaan dramatisasi ini tidak terus berlanjut sampai dewasa karena dapat mengakibatkan seseorang terbiasa untuk merepresentasikan dirinya dalam sosok yang berbeda. (Prayitno. Sebagai pendidik. belum bisa melihat secara multidimensi. Menurut teori tersebut. . meniru. anak pada tahapan ini juga berpikir searah.§ Belajar memahami hal yang baik dan buruk. Mereka senang sekali memakai kostum dan berpura-pura menjadi orang lain yang lebih dewasa. . Pada stadium ini anak juga mampu berpurapura. tidak dapat dibalik. pada stadium ini dapat muncul rasa bersalah karena keinginan berlebihan untuk mencapai sesuatu sehingga menggunakan cara-cara yang agresif dan manipulatif. Pada stadium pra-operasional ini. Jean Piaget telah membagi perkembangan kognitif menjadi 4 stadium utama dan beberapa sub-stadium. Di sisi lain. Seperti kita ketahui. Selain itu. Pada usia ini anak mulai memiliki kemampuan untuk merencanakan. Salah satu ciri khas dari stadium ini adalah masih adanya sifat egosentris.Permainan Permainan adalah hal yang menyenangkan untuk anak-anak dan sekaligus memfasilitasi mereka untuk belajar. anak usia prasekolah berada di dalam tahapan inisiatif vs rasa bersalah. Anak di usia ini memiliki motivasi untuk belajar dan berusaha untuk tampil baik dan melaksanakan kewajibannya. Kami memilih dua aspek perkembangan yang terpenting.Perkembangan Psikososial Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Ia juga masih berpikir memusat. Perkembangan kognitif pada anak usia prasekolah berada pada stadium pra-operasional dan akan terus berlanjut sampai usia 7 tahun. berusaha mencapai sesuatu. dan keteguhan dalam pencapaian tugas. anak tidak lagi bereaksi secara impulsif terhadap stimulusstimulus melainkan dilatari dengan proses internal. Berikut ini adalah model permainan yang cocok untuk anak usia prasekolah: .Perkembangan Kognitif Seperti yang telah dikemukakan di awal. 2009) 3) Perkembangan Masa Kanak-Kanak Awal (early childhood) Usia masa kanak-kanak awal (early childhood) adalah usia di mana anak mulai mengadakan interaksi secara sadar dengan orang lain. . di mana anak belum mampu untuk mengambil perspektif orang lain. bahwa saat ini kebanyakan anak usia prasekolah di kota-kota besar mulai mengenyam pendidikan di bangku sekolah yang biasa disebut sebagai kelompok bermain/playgroup. dan mengantisipasi. kita perlu memahami aspek-aspek perkembangan dari anak di usia ini agar mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan tahapannya. Karakteristik permainan pada usia ini adalah dramatisasi atau bermain peran. Masa ini biasa disebut sebagai masa prasekolah. yaitu perkembangan kognitif dan perkembangan psikososial.

Membina sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai suatu organisme yang sedang berkembang 2. Piaget (1945) menyatakan bahwa permainan simbolis cocok untuk anak-anak setelah lepas dari tahun kedua kehidupannya. Keadaan ini memungkinkan anak untuk lebih layak memperoleh keterampilan dan memperbaiki keterampilan berbicara sebagai upaya pribadi dan sosial.Menggambar Kellog (1926) dan Goodnow (1983) telah membuat urutan keterampilan menggambar pada anak. 1982. Dorongan anak untuk keluar dari rumah dan masuk kedalam kelompok sebaya (peer group) 2. . dan komunikasi secara dewasa. Keadaan fisik yang mendorong anak untuk masuk kedalam permainan dan perkerjaan yang membutuhkan keterampilan otot-otot 3. Dunia sosial anak pada masa ini sudah menjadi meluas. Ada Sembilan tugas-tugas perkembangan pada masa ini. Di sekolah anak memperoleh hubungan social secara lebih luas dan memperoleh pengalaman.  Buhler (1928) menyatakan bahwa permainan peranan. Selain itu permainan konstruksi juga merupakan permainan yang cocok dan akan meningkat pada usia 5 tahun. Anak usia 3 tahun berada pada stadium corat-coret dengan pola-pola pembagian ruang (memiliki bentuk). Knoers.Tugas –Tugas Perkembangan Tugas-tugas perkembangan pada masa ini tumbuh atas dasar ketiga dorongan ini. Secara psikologis anak sebaya akan mengajarkanya. belajar bergaul dengan teman sebaya . 144-145). Dorongan mental untuk memasuki dunia konsep-konsep. Tiga ciri utama pada masa akhir (late childhood) adalah sebagai berikut: 1. hal. permainan fantasi dan permainan fiksi cocok untuk anak usia 2 – 5 tahun. Pada permainan simbolis. anak sudah keluar dari lingkungan keluarga dan ini telah memasuki masa sekolah. . logika. simbol. 4) Masa Kanak-Kanak Akhir (late childhood) Masa anak usia 6 sampai 13 tahun disebut sebagai masa elementary school age atau masa usia sekolah dasar karena selama masa ini adalah gang age atau usia berkelompok selain itu masa anak-anak akhir ini disebut sebagai play age atau usia bermain.pengalaman yang baru banyak mempengaruhi dan membantu proses perkembangan khususnya dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. yaitu berikut ini : 1. Haditono. Kemudian keterampilan itu berkembang hingga di usia 4 tahun muncullan “kepala kaki” yang terkenal (lihat Monks. 1. Masa ini merupakan masa pertumbuhan yang relative agak lambat dibanding masa sebelumnya. Disamping itu pertumbuhan juga bersifat relative seragam dalam berbagai aspek. Dalam lingkup ini sekolah memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan dirinya. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan mempelajari kehidupan fisik merupakan hal yang penting unntuk permainan dan aktivitas fisik karena hal itu mempunyai nilai yang tinggi pada masa anak-anak. anak belajar untuk menyesuaikan kebutuhan-kebutuhannya dan keinginan-keinginannya pada kenyataan.

sosial maupun psikologis. dan berpakaian. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. kecuali pada masa akhir anak-anak dan menjelang memasuki remaja. kegemukan. makan. dan muka bertambah dalam ukuran. yaitu ketermpilan yang diperlukan untuk membantu orang lain dalam kehidupan di masyarakat C.3. moral. 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. B. 4. yaitu berbagai keterampilan yang diperlukan untuk bermain sendiri ataupun bersama orang lain. Keterampilan sekolah (school skill). 5) Perkembangan Masa Remaja Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock. . dan skala-skala nilai mencapai kemerdekaan pribadi Mengembangkan sikap terhadap kelompok dan lembaga-lembaga sosial . dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. seperti saling membantu. Belajar berperan sebagai pria dan wanita secara tepat Mengembangkan dasar-dasar keterampilan membaca. Pertumbuhan fisik yang berlangsung selama masa ini mempunyai pengaruh terhadap pencapaian berbagai keterampilan baik fisik. Beberapa jenis keterampilan yang berkembang pada masa ini. seperti membaca.Pertumbuhan Fisik Pertumbuhan fisik pada usia kanak-kanak ditandai dengan berbagai perubahan fisisk yang berlangsung lebih lambat dibanding dengan masa sebelumnya. Mulai usia 6 tahun tubuh anak menjadi dua kali lebih tinggi dan lebih tinggi dan lebar dibandingkan dengan masa kelahirannya. sementara memberikan peluang yang lebih besar bagi anak untuk melakukan berbagai aktifitas fisik. dan berhitung dengan baik Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan seahri-hari Mengembangkan kata hati. Ketermapilan bermain (play skill). ketermpilan menolong diri sendiri (self-help skill). Keadan ini sangat berkaitan dengan kebutuhan anak dalam tuntutan menyelesaikan berbagai tugas perkembangan baik yang bersifat. dan gerakan yang tidak terkoordinasi shingga secara umum anak tampak lebih langsing dan mendekati bentuk postur manusia dewasa. tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Perubahan lainnya yang cukup penting adalah terjadi pada struktur muka (wajah). menulis D. mental maupun sosial. 7. seperti mandi. Gigi permanen telah tumbuh dengan sempurna menggantikan gigi ”masa bayi”. anatara lain berikut ini.dari jenis kelamin umumnya anak laki-laki lebih relativ lebih tinggi dan lebih berat dibanding dengan anak perempuan. Dada tumbuh menjadi lebih luas dan rata. Keterampilan membantu yang bersifat social (sosial) social-help skill. A. Monks. bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli. 1. Pada masa usia sekolah anak mulai kehilangan sebagian ciri-ciri “bentuk tubuh bayi” seperti proporsi tubuh (perbanding antara kepala dan badan). Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang. 6. rahang tumbuh menjadi lebih kuat.menulis. 5. yaitu ketermpilan untuk aktifitas diri sendiri.(masa bayi dan kanak-kanak). dan remaja yang diperpendek. disiplin. yaitu berbagai keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi tugas-tugas di sekolah. 8.

Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja. Cirinya:     Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya Memperhatikan penampilan Sikapnya tidak menentu/plin-plan Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib c. Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik. dan sosial. 2000. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. dkk. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. 6. dan bualan. 4.Periode Masa Puber usia 12-18 tahun a. fisiologis. 7. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. yaitu: 1. (2006) remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu: . Menurut Zulkifli. Berdasarkan tinjauan teori perkembangan. 1988). 2001. Mempunyai banyak fantasi. 2. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya. 9. usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahanperubahan yang cepat. moratorium. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. 8. Ketidakstabilan emosi. dkk. sosial dan pencapaian (Fagan. emosi. Senang bereksperimentasi. 5. foreclosure. 2003. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. dan identity achieved (Santrock. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. khayalan. 3. 10. termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. 2006). Cirinya:   Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi Anak mulai bersikap kritis b. Monks. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja. Muss. namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis. Papalia. Cirinya:  Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya . Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan. Senang bereksplorasi. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.

Penilaian negatif dari orang tua. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur. kontrol dan dorongan. Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria . Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idolaidola mereka. Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi. perut dan paha. 1998). Thompson et al). Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya. adaptasi dengan lingkungan. maupun penggunaan obat-obatan terlarang. perceraian dan perpisahan orang tua. depresi. agresif. Beberapa kecelakaan. supervisi. pantat. .    Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua. Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. 2003. khususnya pada bagian pinggul. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:     perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis mulai menyadari akan realitas sikapnya mulai jelas tentang hidup mulai nampak bakat dan minatnya . . Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Stice & Whitenton. kemampuan koping yang buruk. gangguan makan. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. orang yang memiliki lokus kontrol eksternal. ketegangan di rumah.Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. onset merokok. berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis. rendahnya harga diri. solidaritas. dll. ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman. maupun untuk kompensasi. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone. untuk meningkatkan rasa percaya diri. 1999. Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional.Permasalahan Fisik dan Kesehatan Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas.Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun Merupakan masa akhir remaja. pikiran yang berlebihan tentang penampilan. bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi. dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu. Lebih lanjut. rendahnya harga diri. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. 2002). dll.

cara berpakaian. dan Agama Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan. Hurlock. atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja. Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah.    Cinta dan Hubungan Heteroseksual Permasalahan Seksual Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua Permasalahan Moral. pelecehan seksual. Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja: Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. harapan yang tidak tercapai. dan sebagainya (Santrock. Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas. marah. merapikan kamar tidur. 1991). Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja. Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam. penalaran logis yang berkembang. Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. dan pergaulan menuju kebebasan. teman sebaya. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual. homoseksual. alkohol dan narkoba (Rey. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”. 2003. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja. menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. kesenangan dan rasa cemburu. persahabatan. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok. Nilai. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan- . hasrat seksual. Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter. Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. pemikiran idealis yang meningkat. perubahan di sekolah. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut. kehamilan dan aborsi. Tidak semua emosi ini positif. 2002). adanya “ketidaknormalan” yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya. konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. pacaran.2006). Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa.

butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya. Penstrukturan kembali dalam hal sosial psikologis yang berhubungan dengan bertambahnya usia. 1982). Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja. dkk (1980) membedakan fase dewasa dalam beberapa tahap: . Proses fisiologis atau timbulnya penyakit. Perubahan beberapa aspek kepribadian. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah. 3. Haditono. 2. semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. 5. karakteristik dan permasalahan yang menyertainya. 6) Masa Dewasa dan Tua Perubahan fisik yang menyebabkan seseorang berkurang harapan hidupnya disebut proses menjadi tua (Monks. Hal itu biasanya ditandai dengan berakhirnya konflik-konflik dan gejolak masa remaja. 4. Perubahan fungsional-biologis. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Knoers. Ada yang memiliki kesulitan pada satu dimensi tertentu sehingga mengalaminya dalam waktu yang lebih lama. Perubahan sikap terhadap proses menjadi tua. Oleh karenanya. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Masa rentang waktu dari setiap perubahan ini tentunya berbeda bagi setiap orang. Proses biokemis dan fisiologis dalam konteks psikofisiologis. Thomae (1968) berpendapat bahwa proses menjadi tua merupakan suatu struktur perubahan yang mengandung berbagai macam dimensi. Kedewasaan seseorang memang tidak bisa diukur dengan usia. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai. ada juga yang bisa mengatasinya dengan cepat sehingga proses perubahan tersebut tidak terlalu terlihat. tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama temantemannya maupun di lingkungan yang berbeda. yaitu: 1. 6. Levinson. Namun secara umum.keputusan moral yang harus diambilnya. namun secara umum masa dewasa dimulai saat berakhirnya masa remaja akhir.

Masa dewasa awal yang terbagi dalam 3 periode: 1. menemukan tempatnya di masyarakat (33 – 40 tahun). Masa dewasa tengah (50 – 55 tahun) Seringkali merupakan krisis bila seseorang tidak sepenuhnya berhasil dalam penstrukturan kembali hidupnya pada masa peralihan. tahapan masa dewasa awal adalah tahapan yang cenderung stabil dan mantap.2. Jika dilihat dari karakteristiknya. Bukan berarti setelah melewati masa itu seseorang tidak mampu lagi belajar secara formal. 2. 1. 3.1. Usia 40 tahun ini merupaka puncak masa dewasa. Periode ketiga: fase kemantapan. 6. Jika dilihat dari teori di atas.2. proses pendidikan sendiri adalah suatu proses merubah atau menambah pola pikir seseorang yang untuk itu dibutuhkan kelenturan berpikir. Sedangkan. berusaha membentuk struktur kehidupan (22 – 28 tahun). 5. Masa dewasa madya (45 – 50 tahun) Proses individuasi berlangsung sampai masa ini. Periode kedua: pilihan struktur kehidupan lebih tetap dan stabil (28 – 33 tahun).1.1. 2. Misalnya. kita dapat mengambil intisari yang diperlukan sebagai seorang pendidik. Masa puncak (55 – 60 tahun) Masa dewasa akhir (>60 tahun) Dari teori-teori yang dipaparkan di atas. secara alami. di periode ketiga masa dewasa awal.3. minim akan perubahan.3. 1. Periode pertama: pengenalan dengan dunia orang dewasa. Penilaian kembali masa lalu Merubah struktur kehidupan Proses individuasi. 2. seseorang akan . Perubahan baru mau tidak mau dilakukan ketika masa dewasa madya di mana keadaan fisik tidak lagi mendukung. 4. usia dewasa yang paling baik untuk mengikuti proses pendidikan formal adalah pada periode pertama masa dewasa awal. namun ia harus berusaha lebih untuk merubah pola alami yang terjadi pada dirinya. Masa peralihan menuju dewasa madya/tengah baya (40 – 45 tahun) Dalam masa ini seseorang menghadapi 3 macam tugas: 2.

Haditono. ia harus berusaha lebih keras untuk keluar dari zona nyaman tersebut dibandingkan dengan seseorang yang masih berada dalam periode pertama dewasa awal. 1998) .C. Hilgard‟s Introduction to Psychology. 2007 ) Choate. Kesimpulan Dari pembahasan diatas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1) Dari sisi defenisi.... (Padang : UNP Press. Siti Rahayu.. Hal-hal seperti itu yang harus diperhatikan oleh pendidik sebagai salah satu bentuk profesionalitas yaitu keterampilan dalam memahami anak didik.psikologizone. Smith.merasa nyaman dengan kestabilan hidup berkeluarga dan karir yang pasti. 1996) Diane E. (Fort Worth:Harcourt Brace College Publishers.E. Human Development. Dkk. Perkembangan lebih cenderung kepada hal yang psikis. Bem..J. Calvin S..L. John B. Fase Perkembangan Manusia. Vol. 3.M. Pendidikan Dasar Teori dan Praksis. Inc. Campbell. E. Papalia. terjemahan Mila Rachmawati dan Anna Kuswanti.match. Profesional School Counseling.com.H. 1982) Hall. (2007). hal. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. 2009 Jilid II). 317. (Canada: John Wiley & Sons.. (Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Perkembangan Anak.edu/menu pada 9 Mei 2008 Mahasiswa S2 PAUD UNJ Tahun 2009. D. Counseling Adolescent Girls for Body Image Resilience: Strategi for School Counselors. tapi kecendrungan dari teori tersebut menitik beratkan pada proses yang ditandai dengan fase-fase tertentu. G. http://www. baik perkembangan maupun pertumbuhan punya arti yang berbeda. Santrock. D.. pg. F. terjemahan A. Anwar. DAFTAR PUSTAKA Atkinson. Desember 2009 Muhammad Baitul Alim. Diakses melalui http://ezproxy. (Jakarta : Kencana. S. R. Nolen-Hoeksema. Alexandria: Feb 2007. diakses tanggal 2 Agustus 2010 Prayitno. Lindzey.J. Knoers A. Namun ketika ia memutuskan untuk kembali duduk di bangku kuliah. 2008) Jhon W. 10 pgs. Theories of Personality: Fourth Edition.P. L. Atkinson. Iss. “Bunga Rampai Materi Perkembangan Anak Usia Dini”. 2) Teori-teori yang dikemukakan oleh para pakar mengenai perkembangan manusia meskipun beragam. 773 Monks. K. R. dan pertumbuhan lebih cenderung pada fisik. ( Jakarta : Erlangga. 10.

Vol. Sage Publication diakses melalui http://tfj.14. No. The Family Journal: Counseling therapy For Couples and Families.4. R.Fagan.326-333. (2006). Counseling and Treating Adolescents with Alcohol and Other Substance Use Problems and their Family.sagepub.com/cgi/reprint/14/4/326 pada 18 April 2008 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->