P. 1
Material Handling Merepsentasikan Penanganan Material Dengan Memakai Peralatan Dan Metode Yang Benar

Material Handling Merepsentasikan Penanganan Material Dengan Memakai Peralatan Dan Metode Yang Benar

|Views: 172|Likes:

More info:

Published by: Jusepa Fathullaesa Suhilman on Mar 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

Material handling merepsentasikan penanganan material dengan memakai peralatan dan metode yang benar.

Jenis materialnya tentu berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain atau dengan kata lain tidak persis sama dengan sebagaimana prinsip logika berlaku tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang sama, dia hanya dan hanya sama dengan dirinya sendiri. Meskipun demikian, lima belas prinsip material handling disini mampu meraup efektifitas dan efisiensi material handling pada banyak perusahaan sebagai prinsip yang menjadi dasar pengelolaan. Prinsip pertama, sistem material handling mesti memenuhi tujuan dan keinginan mendatang. Prinsip kedua, integritas yang tinggi. Ketiga, mempertimbangkan kemampuan dan batasan manusia. Keempat, biaya per unit yang murah. Kelima, faktor energi diikutsertakan dalam justifikasi ekonomi. Keenam, penggunaan ruangan yang tepat. Ketujuh, memanfaatkan gaya berat. Kedelapan, komputerisasi. Kesembilan, arus data terintegrasi dengan arus fisik material. Kesepuluh, urutan operasi dan tata letak yang tepat. Kesebelas, standarisasi. Kedua beas, mekanisasi. Ketiga belas, tidak berdampak negatif kepada lingkungan. Keempat belas, simpel dan terkombinasi. Yang terakhir dari prinsip material handling tidak lain metode dan peralatan yang dipilih dapat digunakan untuk bermacam-macam tugas dalam berbagai kondisi operasi. Pendek kata, semua prinsip kembali pada dua kata wasiat yang akrab terdengar di telinga, "Efektif dan efisien". Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/management/1698707-lima-belasprinsip-material-handling/#ixzz1pkCR0PBL

tungsten dan lain-lain. Tanur listrik saat ini digunakan untuk proses peleburan seluruh jenis baja. Induction furnace Pembuatan baja dalam dapur listrik mempunyai banyak kelebihan yaitu: • Temperatur yang dicapai cukup tinggi (dapat mencapai 2000oC) sehingga mampu untuk mencairkan logam-logam paduan yang titik cairnya tinggi. nikel. Pada instalasi electric arc . sehingga kemurnian cairan logam dapat terjaga. Keuntungan dari penggunaan tanur busur api adalah: • busur api yang terbentuk merupakan sumber panas tanpa resiko terkena kontaminasi.Pembuatan baja dalam dapur listrik merupakan cara yang paling baik dan menguntungkan dibandiangkan dengan cara-cara lainnya. Pada electric arc-furnace ini bahan isian akan dipanaskan dan dicairkan oleh adanya radiasi dari busur listrik (electric arc) yang terjadi antara electrode-electrode yang digunakan. pemurnian dan untuk proses penahanan cairan logam pada temperatur tertentu (holding furnace). termasuk stainless steel. • Bekerja dengan menghasilkan terak yang banyak (sampai 55 . Tanur ini biasanya memiliki kapasitas untuk menampung cairan logam sebanyak 5 – 25 ton. Tanur Busur Api (Arc Furnace) Tanur ini digunakan untuk proses peleburan. • Menghasilkan cairan dengan kualitas tinggi dan efisiensi yang tinggi dengan material yang hilang terbakar yang minimum serta kemudahan dalam pengendalian temperatur cairan logam Harga yang mahal (investasi yang besar) baik dari pengadaan tanur itu sendiri dan dari biaya energi yang tinggi merupakan kekurangan dalam penggunaan tanur listrik.60% CaO). Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai kedua tanur tersebut. • Terutama pada induction furnace akan diperoleh deoksidasi dan degasifikasi dari pada baja. • lapisan udara diatas cairan logam mudah untuk dikendalikan • kehilangan (losses) bahan paduan seperti crom. Electric are-furnace 2. Arus yang digunakan adalah arus bolak-balik 3 phase ( 3 alternating current). dan tungsten yang rendah. Electric arcfurnace menggunakan tiga buah elektrode yaitu sesuai dengan jumlah phase dari aliran listrik yang digunakan. tool steel dan baja paduan lainnya. nikel. Material logam dapat mencair karena adanya elektroda yang dihubungkan dengan rangkaian listrik (electrical circuit) yang akan membentuk suatu busur api yang akan mencairkan logam. misal : paduan chrom. 1. disamping muncul biaya yang tinggi akibat kebutuhan listrik merupakan kerugian dari penggunaan tanur jenis ini. • penggunan panas dapat dikendalikan dengan mudah • efisiensi panas sangat baik sekitar 70%. lagi pula dapat menghilangkan unsur-unsur yang merugikan terhadap sifat-sifat baja seperti Phosfor (P) dan Sulfur (S). Prinsip kerja dapur listrik: Energi listrik diubah dengan bermacam-macam cara menjadi energi panas untuk memanaskan dan mencairkan logam. Dapur listrik yang digunakan untuk pembuatan baja ada dua macam yaitu : 1. molybdenum.

diameter dalam bahan tahan api sebesar 2. Sistem kendali manual dan otomatis digunakan untuk menaikkan. Untuk mempertahankan pemberian panas saat logam telah mencair. Agar terbentuk busur api. Elektroda kemudian dinaikan secara bertahap seiring dengan kenaikan permukaan cairan logam.000 kva. Panas dihasilkan oleh loncatan electron (busur api) dengan aliran listrik dengan adanya aliran listrik ini maka. akan menimbulkan aliran induksi dalam cairan yang akan menyebabkan terjadinya gerak cairan. tiga elektroda dipasang secara vertical dalam formasi segitiga. dan aliran listrik diberikan. Ketiga elektrode yang digunakan. sedangkan power input sebesar 850 kva sampai dengan 30. Jika elektrode tersebut sudah pendek. Prinsip Dasar Pemanasan Material Pada Tanur Busur Api Prinsip timbulnya panas pada tanur busur api adalah panas timbul akibat adanya tahanan (resistansi) saat arus listrik mengalir. dan menggeser elektroda saat proses peleburan berlangsung. Pada saat operasi/bekerja.4 meter. tinggi 2. terak akan memberikan tahanan pada aliran arus listrik. Sebagai gambaran. perlu diganti yang baru. kemudian penutup ditutup kembali. Dalam hal ini. elektroda diturunkan .sehingga homogenisasi cairan dapat terjadi. ketiga elektrode diturunkan secara bersama-sama hingga menyinggung bahan isian. Ketiga elektroda yang digunakan dapat dinaikan atau diturunkan secara otomatis dengan menggunakan perangkat pengendali listrik atau hidrolik. Saat logam mencair. menurunkan. Proses Pemuatan Saat proses pemuatan penutup tanur dibuka. Elektroda diturunkan sampai dasar sampai cairan logam mulai terkumpul dan mulai naik. dan setelah material dimuatkan kedalam tanur. logam yang dimuatkan dalam tanur yang akan memberikan tahanan terhadap arus listrik. Elektroda dikelilingi pendingin dan penutup untuk mendinginkan dan mengurangi gas yang keluar lewat elektroda. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari proses peleburan dengan menggunakan tanur busur api dapat dicapai dengan melakukan proses perencanaan dan pengendalian pemuatan yang baik. elektroda harus diangkat sehinnga elektroda tersebut hanya menyentuh permukaan lapisan terak.25 meter dan memiliki lapisan baja setebal 25 mm .furnace ini digunakan step-down transformer yang berguna menurunkan tegangan (voltage) aliran listrik yang tinggi yang akan digunakan memanaskan dan mencairkan bahan isian. semakin lama akan semakin pendek di bagian ujung bawahnya disebabkan panas yang terjadi pada ujung tersebut. Tanur busur api memiliki lapisan baja berbentuk silinder dengan landasan berbentuk lengkung atau datar yang ditopang rol penahan yang memungkinkan tanur untuk dimiringkan. Secara . tanur busur api yang memiliki kapasitas 10 ton memiliki diameter luar sebesar 3 meter. Elektroda Elektodenya dibuat dari bahan Carbon atau grafit dimana elektrode dari bahan grafit lebih menguntungkan sebab lebih tahan terhadap temperatur tinggi.

dapat dilakukan dengan melakukan pemuatan menggunakan bahan baku dengan kandungan karbon yang rendah. Yang harus diperhatikan pada pemberian bijih besi dan batu kapur adalah : • kedua bahan tersebut dapat memperlambat proses peleburan • hindari saat pemasukan kedua bahan tersebut dibawah busur api yang juga akan merusak elektroda. Pada tahapan ini terjadi proses pemurnian dari cairan logam yang dilakukan dengan pengendalian dalam penghilangan (reduksi) beberapa unsur seperti carbon. Pemuatan bahan baku dilakukan dengan cara sebagai berikut : • distribusikan bahan baku pada seluruh permukaan tanur • hindari bahan baku yang terkumpul dibawah elektroda • akan lebih mudah apabila bahan baku dengan ukuran kecil diletakan diatas bahan baku yang besar/tebal. berkisar antara 2% .5 % dari total bahan baku yang digunakan. Proses Peleburan Proses peleburan baja dengan tanur busur api terbagi menjadi dua proses. dan untuk mencapai kandungan kimia akhir dilakukan dengan menambahkan bahan paduan. tergantung dari kandungan sulphur dan phosphor yang akan dihilangkan. perhatian pada kandungan sulfur dan phosphor tidak perlu dilakukan selama kedua unsur tersebut dapat dikurangi/dihilangkan dengan pemilihan material yang tepat. Pada tahap ini untuk pengikatan terak dilakukan dengan penambahan bijih besi dan batu kapur yang ditambahkan pada saat pemuatan awal atau pada saat bahan baku telah mencair. mangan dan silicon melalui proses oksidasi. • pemberian bijih besi tergantung dari kebersihan skrap yang digunakan • pemberian batu kapur bervariasi. yaitu : • Proses terak asam • Proses terak basa Terak asam pada dasarnya mengandung Silika yang terdapat dalam ikatan ikatan kimia FeMnS (iron manganese silicate). Pada proses terak basa. Proses penghilangan phosphor dan sulfur sulit dilakukan. dimana bahan yang dimuat harus memiliki kandungan rendah dari kedua unsur tersebut. Pada peleburan baja paduan. Penambahan bijih besi dan batu kapur saat awal proses peleburan dapat mengakibatkan hilangnya unsur phosphor.umum komposisi pemuatan adalah sebagai berikut : • bahan baku dengan ukuran besar/tebal sebanyak 40% • bahan baku dengan ukuran medium sebanyak 40% • bahan baku dengan ukuran kecil sebanyak 20% Penggunaan sistem saluran dengan ukuran yang besar ( tebal ) akan mengakibatkan proses peleburan menjadi semakin lama. .Terak ini terbentuk akibat reaksi oksidasi. Pengontrolan kandungan kedua unsur tersebut hanya dapat dilakukan dengan pemilihan secara ketat bahan yang dimuat.

W.5 jam dan diakhiri dengan pembuangan terak. lengan dan penjepit elektroda. S.02 %. 1) Tahap pencairan Yaitu tahap pertama peleburan dimana bahan baku pada diubah menjadi material cai hingga temperature 15500C – 16000C. Peralatan Pendukung Pada Tanur Busur Api 1) Pendingin air. V. reaksi C + FeO ----> Fe + CO akan mengakibatkan terjadi pendidihan. 3) Tahap Penyelesaian Tujuan tahap ini adalah untuk : • Menyingkirkan O2 dari cairan • Penataan susunan komposisi • Desulfurisasi akhir • Pencapaian temperature ideal untuk penuangan • Penyingkiran sisa-sisa deoksidasi • Deoksidasi akhir Pada tahap ini temperature dinaikan hingga 16500C – 17000C. Ni. Fe3O4 -----------> 4 FeO Fe2O3 -----------> 3 FeO Perhatikan persamaan-persamaan reaksi berikut ini : • C + FeO -----------> Fe + CO ( belum terjadi pendidihan ) • Si + 2 FeO -----------> SiO2 + 2 Fe • Mn + FeO -----------> MnO + Fe ( terjadi pada temperatur relative rendah ) • 2 P + 5 FeO -----------> 5 Fe + P2O5 • 2 Cr + 3 FeO -----------> Cr2O3 + 3 Fe Tahap ini berlangsung selama 1. Disini reaksi-reaksi dalam terhadap elemen-elemen yang dikandungnya (C. bagian penutup tanur. Lama dari tahap ini sekitar 30 menit setelah pembersihan ini akan menghasilkan :C turun sampai 0. Pada temperatur tinggi. S = 0. P = 0. dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Cairan mengandung O2 yang tidak mengambil kotoran ( tidak ada yang dioksidasi ).04 %. Penambahan CaO akan terjadi pengikatan elemen Cr. aerah sekitar pintu . Cr) mulai berlangsung dengan pembubuhan besi oksid . Si < 0.4% dari seluruh berat bahan baku.5%. Mn < 0. sebagai pereaksi.1%. P.Komposisi aktual dari terak yang terbentuk pada saat pendidihan tergantung dari kandungan carbon pada cairan logam serta proses desulphurisasi dan dephosporisasi. Mn. digunakan pada tanur busur api untuk mendinginkan bagian-bagian penting dari tanur.1%. yaitu: pemegang. Si. 2) Tahap Pembersihan Dilakukan dengan pembubuhan bahan pembawa CaO dan FeO sebanyak 3% . Al. Zn dan B menjadi terak.

Sebatang silinder logam diletakan pada sebuah kumparan yang dialiri arus bolak-balik. dilakukan dengan menggunakan gas alam atau bahan bakan cair lainnya. Silinder logam menjadi panas oleh energi panas joule yang timbul akibat lompatan electron dari arus induksi yang terhambat oleh resistansi dari logam. dimana ada lilitan litsrik berfrekuensi tinggi. Proses peleburan dengan menggunakan tanur jenis ini dapat dilakukan. namun harus selalu diawali dengan bahan cair dan pemasukan bahan padat yang dihitung sedemikian rupa agar tidak terjadi pembekuan didalam tanur. Sedangkan semakin tinggi frekuensi kerja maka akan naik pula kapasitas peleburan. Dengan demikian kompromi antara kebutuhan kapasitas dengan akibat yang akan ditimbulkan oleh gejolak cairan terhadap material perlu dilakukan.2) Peralatan preheating (pemanasan awal) material yang akan dilebur. maka medan magnet yang terbentuk oleh kumparan akan menimbulkan arus induksi pada silinder logam. Prinsip kerja induction furnace hampir sama dengan kerja transformator. maka akan didapatkan/timbul arus induksi dalam lilitan sekunder yang terdiri dari crucible dan isian logam cair. sebagai peralatan pendukung pada tanur busur api: a) Ventilasi (saluran udara) digunakan untuk memisahkan debu dan asap b) Pengisap debu dan asap yang di pasang langsung diatas tanur c) Penghisap debu dan asap yang menutupi permukaan tanur d) Penghisap debu dan asap berbentuk canopy 2. sehingga memerlukan daya yang relative kecil namun memiliki kapasitas yang sangat besar. Tanur Induksi Secara umum tanur induksi digolongkan sebagai tanur peleburan (melting furnace) dengan frekuensi kerja jala-jala (50 Hz) sampai frekuensi tinggi (10000 Hz) dan tanur penahan panas (holding furnace) yang bekerja pada frekuensi jala-jala. . Prinsip Dasar Pemanasan Dengan Induksi Prinsip pemanasan pada benda yang diletakkan diantara medan electromagnetic arus bolak-balik akan ditembus oleh medan listrik induksi mengakibatkan naiknya temperature bahan. mengingat frekuensi kerja tersebut akan mengakibatkan terjadinya gejolak cairan (stirring) selama proses peleburan dengan tinggi puncak yang berbeda-beda. akan mengurangi penggunaan energi listrik saat proses peleburan. Pemilihan frekuensi kerja tanur peleburan sangat erat hubungannya dengan material yang dilebur maupun kapasitas peleburan. Laju kenaikkan temperature akan berbeda-beda untuk setiap jenis maupun ukuran bahan sebab resistansi dari setiap bahan tersebut berbeda. 3) Penghisap debu dan asap. Dengan dilakukan pemanasan awal akan mengurangi waktu peleburan serta akan mengurangi oksida – oksida dari bahan baku yang kemudian akan memperpanjang usia bahan pelapis tanur dan elektroda. Arus induksi (arus Eddy) memanaskan dan mencairkan bahan isian. Tanur penahan panas berfungsi sebagai tempat penyimpanan cairan.

sedangkan untuk keperluan peleburan tanur induksi yang digunakan adalah jenis krus. dimana akan terjadi distribusi temperature maupun homogenisasi paduan yang baik didalam cairan terutama pada saat dilakukan rekarburisasi. . Laju kenaikan temperature lebih tinggi pada potongan bahan yang paling dekat dengan kumparan.Pada pemanasan dengan induksi gelombang magnetis dipancarkan dari kumparan kepermukaan benda serta menembus benda tersebut hingga kedalaman tertentu. Krus terbuat dari bahan refractory yang dipadatkan dan disinter didalam tanur tersebut. Penggunaan tanur induksi frekuensi jala-jala. Pada awal proses peleburan selalu dipilih bahan baku dengan dimensi mendekati diameter dalam krus. Sebaliknya bila diameter krus terlalu kecil. Bahan baku yang telah mencair dipanaskan terus hingga mencapai temperature ideal proses peleburan. Untuk menghindari pemakaian starting block harus disisakan sebanyak 1/3 dari kapasitas tanur sebagai muatan awal. Sehingga laju pemanasan cairan akan menjadi terlalu lambat. Gejolak cairan ini pada proses peleburan menjadi hal yang menguntungkan. Hal ini disebabkan oleh besarnya kedalaman penetrasi sehingga membutuhkan bahan baku berukuran besar. setiap potongan bahan akan terjadi arus induksi yang mengakibatkan naiknya temperature potongan bahan tersebut. Tanur dengan frekuensi lebih tinggi (frekuensi medium) diawali dengan bahan baku berukuran kecil. Muatan awal ini minimum harus dapat mengisi 20% dari kapasitas tanur. Efisiensi Peleburan Dengan Tanur Induksi Pemanasan tanur induksi efisiensi akan semakin tinggi pada bahan baku yang lebih besar tanpa dipengaruhi oleh frekuensi kerjanya. maka sepanjang penampang medan magnit ini akan timbul arus induksi. Namun demikian gejolak yang besar juga akan meningkatkan laju oksidasi serta erosi pada lining. akan terjadi overheat pada cairan karena laju pemanasannya terlalu tinggi. Selama bahan belum mencair. Pada saat ini akan terjadi gejolak cairan (steering) akibat adanya gaya yang timbul dari medan induksi dan bergerak secara pheryperal. Dilihat dari prinsip kerjanya maka tanur induksi dikategorikan menjadi : • Tanur induksi saluran • Tanur induksi krus Pada umumnya tanur induksi saluran digunakan sebagai alat penahan panas cairan (holding furnace). untuk peleburan dari bahan padat hanya dapat dimulai dengan muatan awal yang dibuat sebagai balok yang massif (starting block). Oleh karena itu rancangan tanur induksi untuk peleburan bahan tertentu harus memperhatikan fenomena tersebut. Diameter krus yang terlalu besar mengakibatkan panas akan terserap terlalu banyak oleh bagian cairan yang tidak terjangkau induksi.

Penahanan temperatur sedikit diatas temperatur didih dengan pembebanan 60 kW. 10. Pengetapan Dan Penuangan Baja. 3. Setelah bahan mulai mencair. Tapping Keuntungan-keuntungan Induction furnace dibandingkan Electric arc furnace 1. dan lapisan basa dibuat dari bubuk magnesite (MgO) dengan bahan pengikat asam boric sampai 3%. Pengambilan sampel pada temperatur kesetimbangan (lihat tabel). 6. Pemanasan awal kurang lebih selama 15 menit dengan pemberian beban 10 kW. 3. Pemberian beban 60 – 120 kW 4. periksa temperatur 12. Crucible dapur ini dapat bersifat asam atau basa. (Tapping and Pouring the Steel) Baja cair yang dihasilkan dari dapur-dapur seperti telah diterangkan di atas kemudian ditap dalam ladle yang dipanaskan terlebih dahulu. Tidak menggunakan elektrode sehingga mengurangi karburasi yaitu masuknya karbon ke dalam baja. 2. Lakukan koreksi. Pengontrolan selama operasi lebih mudah.2500 Cps (dapur kapaitas besar beroperasi pada fkrekuensi rendah). Ukur temperatur cairan sebelum pengambilan sampel 8. Terjadi sirkulasi logam cair sehingga mempercepat reaksi kimia yang etrjadi. hingga seluruh bahan mencair. Daya yang diperlukan dari frekuensi arus yang disediakan pada kumparan induktor tergantung pada kapasitas crucible (diameternya) dan jenis bahan isiannya.Langkah Operasi Peleburan Tanur Induksi Berikut diuraikan langkah operasi peleburan induksi beserta ilustrasinya : 1. Inductioan furnace biasanya beroperasi pada arus dengan frekuensi 500 . Rating generator yang digunakan bervariasi dari 0.5%. Masukan bahan paduan 7. Naikan temperatur sampai temperatur taping yang diinginkan. masukan bahan selanjutnya 5. Penambahan beban 120 – 190 kW (full power). Dari ladle tersebut baja cair dituangkan ke dalam cetakan logam (metal mould) untuk menghasilkan ingot atau ke dalam cetakan pasir (sand mould) untuk menghasilkan baja tuang (steel casting) . bila komposisi belum mencapai target yang diinginkan 11. Dapur Induction furnace banyak digunakan dalam pembuatan baja paduan tinggi (high alloy stell) dan paduan khusus (special purpose alloy). 9. Memasukan bahan dasar 2. kemudian periksa komposisi dari sampel ke laboratorium. dengan lapisan asam dibuat dari tanah quarsite dengan bahan pengikat bubuk asamboric sampai 1. Pemanasan ladle perlu dilakukan untuk menjaga temperatur baja cair tidak banyak berkurang kapasitas lodle harus sesuai dengan keperluan.4 . Baja yang dihasilkan lebih homogen.1 KW/kg bahan isian. 4.

http://www.html .gudangmateri.com/2011/01/pembuatan-baja-dengan-dapur-listrik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->