By Irvan Adilla – Marsya Internet JL.

Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663

PEMBELAJARAN MENGAPRESIASIKAN PUISI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENEMUAN DISCOVERY SISWA KELAS IX MTs NW WANASABA TAHUN PELAJARAN 2010-2011

1. Latar Belakang Karya sastra ialah karya seni yang berbicara tentang masalah hidup dan kehidupan tentang manusia dan kemanusiaan yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya (Esten, 1980:1). Seirama dengan itu (Rusyana, 1982:321) menyatakan, sastra ialah hasil karya kreatif manusia dalam pengungkapan penghayatannya tentang hidup dan kehidupan tentang manusia dan kemanusiaan yang menggunakan bahasa. Dari kedua pendapat tersebut dapaat ditarik makna bahwa karya sastra ialah karya seni, mediumnya (alat penyampaiannya) ialah bahasa isinya ialah tentang manusia, bahasanya ialah tentang kehidupan dan kehidupan, tentang manusia dan kemanusiaan. Pembelajaran sastra tidak dapat dipisahkan dengan pembelajharan bahasa. Namun, pembelajaran sastra tidak dapat disamakan dengan pembelajaran bahasa. Perbedaan hakiki kedua terletak pada tujuan akhirnya. Menurut (Oemarjati, 1992:23), seperti berikut: Pengajaran sastra pada dasarnya mengemban misi efektif, memperkarnya pengalaman siswa dan menjadikannya (lebih tamggap terhadap peristiwa-peristiwa disekelilingnya. Tujuannya akhirnya ialah menanam, menumbuhkan dan mengembangkan kepekaan terhadap masalah-masalah manusia. Pengenalan dan rasa hormatnya terhadap tata nilaian baik dalam konteks individual maupun sosial. Hal tersebut juga berlaku pembelajaran sastra disemua tingkat pendidikan tanah air. Misalnya saja untuk tingkat SMP dan MTs yang tujuan

By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663

pembelajarannya yaitu: agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Menghargai dan membanggakan sastra indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia (Depdiknas, 2006:3). Pembelajaran sastra ialah pembelajaran apresiasi. Menurut Efendi (dalam Zulkarnaini, 2008:3), apresiasi ialah kegiatan mengakrabi karya sastra secara sungguh-sungguh. Didalam mengakrabi tersebut terjadi proses pengenalan, pemahaman, penghayatan, penikmatan, dan setelah itu penerapan. Pengenalan terhadap karya dapat dilakukan melalui membaca mendengar, dan menonton. Hal tersebut dapat dilakukan secara bersungguh-sungguh. Kesungguhan dalam hal tersebut akan bermuara kepada pengenalan secara bertahap dan akhirnya sampai ke tingkat pemahaman. Pemahaman terhadap karya sastra yang dibaca, didengar atau ditonton akan mengantarkan peserta didik ke tingkat penghayatan. Indikator yang dapat dilihat setelah menghayati karya sastra ialah jika bacaan, dengaran, atau tontonan sedih siswa akan ikut sedih, jika gembira siswa, mendengar, melihat dan merasakan dari apa yang dibacanya. Siswa benar-benar terlibat dengan karya sastra yang digeluti atau yang diakrabinya. Setelah menghayati karya sastra, peserta didik akan masuk ke wilayah penikmatan. Pada fase ini siswa telah mampu merasakan secara mendalam

Fase dalam pembelajaran sastra ialah penerapan. (2) bertambah pengalaman sehingga dapat menghadapi kehidupan lebih baik. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 bervagai keindahan yang didapatkannya di dalam karya sastra. strategi. Selanjutnya dikatakan. Karenanya. Penikmatan sastra. Perasaan tersebut akan membantunya menemukan nilai-nilai manusia dan kemanusiaan. dengan sastra mencerdaskan siswa. tentang hidup dan kehidupan yang di gunakan didalam sebuah sastra. Penerapan merupakan ujung dari penikmatan. kenikmatan timbul karena: (1) merasa berhasil dalam menerima pengalaman orang lain. media dan sumber belajar yang tepat agar peserta didik dapat belajar mengapresiasikan karya sastra dengan baik dan benar. . Menurut Rusyana (1984:322). yaitu kenikmatan estetis. memperkaya pengalaman dan pengetahuan. Salah satu strategi pembelajaran yang perlu dipertimbangkan pengembangannya ialah strategi pembelajaran Discovery. perlu sekali dipikirkan. kemampuan mengalami pengalaman pengarang yang tertuang didalam karyanya dapat menimbulkan rasa nikmat pada pembacanya. siswa mencoba menerapkan nilainilai yang siswa hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dari uraian tersebut menunjukan kegiatan mengapresiasikan karya sastra pada dasarnya terdiri atas beberapa tahapan dengan melibatkan pikiran dan perasaan. metode. Itulah yang diungkapkan oleh Oemarjati (1992:2). Penerapan itu akan menimbulkan perubahan perilaku. (3) menikmati sesuatu demi sesuatu itu sendiri.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. Oleh karena peserta didik merasakan kenikmatan pengalaman pengarang melalui karyanya.

pengukuran. menerapkan dan mengkritik. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 Menurut prasetnya (2008:4). pendekatan Discovery ialah pendekatan mengajar yang memerlukan prosses mental. 2. mengorganisasikan. menduga. mengklasifikasikan. Sebagaimana diketahui bahwa dalam pergaulan sastra secara Ilmiah. interpretation. membuat dugaan dan lainlain. criticism. Karenanya. maka rumusan masalah dalam penelitian ini puisi ialah bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran penemuan mengapresiasikan dengan menggunakan pendekatan (Discovery) siswa kelas IX MTs TIA NW Wanasaba Tahun Pelajaran 20102011? . merangkum. siswa dituntut untuk mengembangkan daya nalarnya. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian deskritif tentang pembelajaran mengapresiasikan puisi dengan menggunakan pendekatan penemuan (Discovery) pada siswa kelas IX MTs TIA NW Wanasaba Kecamatan Wanasaba Tahun Pelajaran 2010-2011.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. seperti mengamati. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. menghipotesiskan. Dalam ketiga proses pergumulan terhadap sastra ini mutlak dibutuhkan proses penalaran. mengukur. Pengembangan daya nalar hunungannya dengan pembelajaran sastra dapat dilakukan antara lain dengan proses membandingkan. Inti dari pembelajaran dengan strategi Discovery ialah upaya pembelajaran berpikir siswa melalui kegiatan pengamatan. orang akan selalu berhubungan dengan tiga proses yang utama yaitu: understanding. menggolongkan. menjelaskan dan mengambil kesimpulan.

2 Manfaat Praktis a.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL.1 Manfaat Teoritis a. Sebagai bahan acuan didalam membuat langkah pembelajaran apresiasi puisi terutatam ditingkat pendidikan dasar. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran mengapresiasikan puisi dengan menggunakan pendekatan penemuan (Discovery) siswa kelas IX MTs TIA NW Wanasaba Tahun Pelajaran 2010-2011 4. 4. Sebagai reprensi bagi peneliti yang ingin mengkaji lebih jauh tentang masalah yang dikaji dalam penelitian ini. Mengembangkan ilmu pengetahuan. b. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 3. 4. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat baik secara teoritis maupun secara praktis. b. keterampilan atau sikap baru pada saat seseorang individu beriteraksi dengan informasi dan . Hasil penelitian ini dapt dipergunakan oleh guru bahasa dan sastra di dalam membimbing siswa menuju pemahaman tentang media pembelajaran apresiasi puisi. khususnya dalam pembelajaran apresiasi puisi ditingkat SMP/MTs.1 Konsep Dasar Pembelajaran ialah pengembangan pengetahuan. Tinjauan Pustaka 5. 5.

Orang tersebut ialah orang yang berpenglihatan tajam. Dalam bahasa inggris padanan kata puisi ialah poetry yang diambil dari bahasa yunani poet yang berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya. Guru sebagai pengajar dan siswa sebagai objek belajar. 2002:187).2 Pengertian Puisi Kata puisi berasal dari kata yunani yaitu berartti penciptaan.Kata pembelajaran dari kata “belajar”. . Dari pengertian awal tentang puisi tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran maka puisi dari arti kata yang begitu sempit “penciptaan” mejadi lebih luas “hasil seni sastra” yang masih bersifat normatif. Namun arti yang semula ini lama kelamaan semakin di persempit ruang lingkupnya menjadi hasil sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat-syarat yang tertentu dengan menggunakan irama.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. penikmatan dan stelah itu penerapan. penghayatan. 1997:4). 5. pemahaman. sehingga pembelajaran merupakan kegiatan belajar yang melibatkan pengajar dan orang belajar. Menurut Efendi (dalam Sulkarnaini. 2002:3). orang yang hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa. orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi (Tarigan. Didalam proses mengakrabi terjadi proses pengenalan. apresiasi adalah kegiatan menakrabi akarya sastra dengan sungguh-sungguh. sajak dan kadang-kadang kata kiasan (Tarigan. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 lingkungan (Mulyasa.

dia bercikal bakal dari emosi yang berpadu kembali dalam kedamaian (dalam Tarigan. perasaannya (yaitu sikap penyair terhadap bahan atau Objeknya) nadanya (yaitu sikap sang penyair terhadap pembaca dan penikmatnya) dan amanat (yaitu maksut dan tujuan sang penyair) (dalam Tarigan. Pengertian tentang puisi sampai sekarang ini sangat sulit untk dibatasi. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 1997:4). 1997:5). seperti halnya sastra. dan pembaca sebagi penikmatnya. Blair dan Chandler berdapat bahwa. Dari pendapat-pendapat tersebut menunjukkan bahwa puisi ialah bagian dari ilmu dan seni. puisi ialah peluapan spontan dari perasaan-perasaan yang penuh daya.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. dan puisi itu merupakan bagian estetis itu sendiri. Mengacu pada pengertian tentang puisi diatas maka dengan mengutip berbagai pendapat Tarigan yang mengutip pendapat 1. (1991:25) ialah sebagai berikut: . Richards yang mengatakan bahwa suatu puisi mengandung suatu makna keseluruhan yang merupakan perpaduan dari tema (inti pokok puisi). panyair sebagi kreator.3 Jenis Puisi Jenis puisi menurut Semardjo dan Saini KM.A. Demikian juga dengan pendapat Byron yang mendefinisikan puisi dengan lava imajinasi. Pendapat-pendapat tentang pengertian puisi terus mengalami dinamika sampai sekarang. yang letusannya mencegah timbulnya gempa bumi (dalam Tarigan. 1997:9). 1997:5). Pengertian ini mungkin lebih lengkap dengan melihat puisi sebagai karya. Kesan estesis merupakan bagian dari nilai karya sastra itu sendiri. 5.

b. penegasan. fabel dan balada 1) Epos ialah puisi yang berisi cerita panjang bahkan didalamnya terdapat banyak anak cerita yang dirangkai dalam cerita pokoknya. puisi lirik ini terdiri atas: 1) Puisi kognitif yaitu puisi lirik yang menekan isi gagasan penyairnya. langsung. Dari segi maksutnya. Puisi Lirik Puisi lirik yang merupakan puisi yang menyuarakan pikiran dan perasaan pribadi penyair dalam lirik. Tujuan fabel ialah memberikan ajaran moral dengan menunjukan sifat-sifat jelek manusia melalui simbol binatang. Puisi Epik yaitu puisi yang menuturkan sebuah cerita dalam bentuk puisi. Dalam hal ini dikenal bentuk-bentuk epos. pengulangan-pengulangan mengandung kadar emosi yang kuat terdapat dialok didalamnya. 2) Fabel ialah puisi yang berisi cerita kehidupan binatang untuk menyindir atau memberi tamasil kepada manusia. 2) Puisi eksperesif ialah puisi lirik yang menonjolkan ekspresi pribadi penyairnya. ancaman. dan kongkret. mengandung unsur ketegangan.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 a. dan . dalam materi cerita mengandung terdapat kontras-kontras yang dramatik untuk didalamnya. 3) Balada ialah puisi cerita yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut: bahasa sederhana. kejutan.

5. pastoral. mehami. Puisi ini menggunakan suatu seasana tertentu atau peristiwa tertentu melalui mata bathin tokoh yang dipilih penyairnya. Sang “aku” dalam puisi dramatik sama tidak identik dengan pribadi penyairnya. Sedangkan dari segi isinya. memahami serta mengevaluasi teks puisi dan perfermansinya (melihat.1 Pengertian Apresiasi berasal dari kata apreciato (bahasa latin) yang berarti mengindahkan atau menghargai. Puisi Dramatik Puisi dramatik pada dasarnya berisi analisis watak seseorang baik bersifat historis. epigram. puisi lirik dapat dibagi dalam elegi. idyal.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. c. satire dan parody. Kegiatan dapat berwujud seperti membaca. hymne. Tokoh yang dipilih penyair mewakili situasi manusia atau masyarakat umumnya.4 Apresiasi Puisi 5. mitos ataupun fiktif citaan penyairnya. Kegiatan mengapresiasikan pada dasarnya bukan merupakan konsep abstrak yang pernah terwujud dalam melainkan juga berwujud secara kegiatan secara langsung dan tidak langsung. . menikamati atau menilai pada kegiatan membaca dipanggung. menikmati. Secara langsung maksudnya adalah kegiatan membaca atau menikmati teks maupun perfonmansi puis secara langsung. ode.4. humor. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 3) Puisi efektif ialah puisi lirik yang pentingnya mempengaruhi prasaan pembacanya.

4. Menurut Disick (1975) menyebutkan ada 4 (empat) tingkat apresiasi yaitu: 1.2 Tingkat menggemari Tingkat menikmati Tingkat meraksi Tingkat produktif Manfaat mengapresiasikan Puisi Ada beberapa manfaat yang kita peroleh dalam mengapresiasikan puisi seperti dikemukanan oleh Horatius adalah dulce et utile menyenangkan dan berguna seperti: 1.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 atau media elektronik). Lebih luas. 5. Pengisi waktu luang Memberikan hiburan Memberikan informasi yang berhubungan dengan pemerolehan nilai-nilai kehidupan.4. . membaca buku. kegiatan mengapresiasikan secara tidak langsung dapat ditempuh dengan cara mempelajari teori sastra (puisi). Kemudian. apresiasi mnurut Gove mengandung makna: 1) pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin dan 2) pemahaman dan pengakuan terhadap nilai keindahan yang diungkapkan pengarang. 3. 2. 3. secara tidak langsung tapi ikut berperan dalam pengembangan kemampuan meangapresiasikan karya sastra (puisi). 2.

3. perbandingan maupun kiasan. 6. 7. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 4. 5. Memahami Puisi Memahami karya sastra puisi lebih sulit dari pada memahami karya sastra lainnya seperti prosa dan dram. 5. 2. karean puisi curahan perasaan pengarang.4.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. 2. Yang dimaksud dengna unsur instrinsik puisi adalah 1. Ada dua cara untuk dapat memahami makna sebuah puisi yaitu: 1. Dengan memparafrasekan puisi. 8. Dengan mencari unsur instrinsik dan unsur Ekstrinsiknya. di samping itu juga puisi banyak menggunakan bahasa yang bermakna konotasi. simbol atau lambang. Memperkaya pandangan atau wawasan kehidupan sebagai satu unsur yang berhubungan dengan pemberian arti peningkatan nilai kehidupan manusia itu sendiri. Memberikan pengetahuan tentang nilai sosio-kultural suatu zaman ketika puisi tersebut diciptakan. Musikalitas Tema Imajinasi . Bisa mendekatkan manusia kepada Tuhan pecipta alam dan sesama manusia. Bisa membantu manusia menjalani kehidupannya dengan lebih baik.3 Pembuka jalan ke masa depan bahasa-bahasa.

Sedangkan pemahaman puisi melalui unsur ekstrinsik dapat dilakukan melalui latar belakang penulisan dan latar belakang sosial budaya.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. 5.5 Pembelajaran dengan Pendekatan Discovery (Discovery Learning) 5. Pemahaman puisi melalui unsur instrinsik dapat dlakukan dengan memahami tema. 7.5. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 4. feeling dan tone. latar belakang pengarang dan latar belakang sosial budaya. Proses mental misalnya: . Feeling/nada Tone/rasa Diksi Gaya bahasa Sedangkan yang dimaksud dengan unsur ekstrinsik puisi adalah unsur yang ikut membentuk penciptaan sebuah puisi seperti latar belakang penulisan. Membuat parafrase dapat dilakukan dengan cara menambahkan bagian-bagian puisi seperti kata-kata. 6. Parafrase adalah penguraian kembali suatu karangan (puisi) dalam bentuk yang lain (prosa) dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi.1 Pengertian Menurut Widdiharto (2004:17) Discovery (penemuan terbimbing) ialah proses mental dimana siswa mengasimilasikan suatu konsep atau suatu prinsip. frase atau kalimat yang sengaja dihilangkan oleh pengarangnya. 5.

tergantung pada kemampuannya dan materi yang sedang dipelajari. Prinsip misalnya: kuadrat sisi miring pada sigitaiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat sisi siku-sikunya. . Dalam model ini siswa didorong untuk berpikir sendiri. Sebagai model pembelajaran dari sekian banyak model pembelajaran yang ada. peneman terbimbing menempatkan guru sebagai fasilitator. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 mengamati. Dengan pendekatan ini. X < Y. Sampai seberapa jauh siswa dibimbing. mengelompokan. segitiga. Pengajuan pertanyaan yang tepat oleh gurdu akan merangsang kreativitas siswa dan membantu dalam menemukan pengetahuan baru tersebut. Terkaan. Guru bertindak sebagai penujuk jalan.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. konsep dan keterampilan yang sudah mereka pelajari sebelumnya untuk mendapatkan pengetahuan yang baru. menjelaskan. misalnya: lingkungan. dan sebagainya. membuat kesimpulan dan sebagainya. ia membantu siswa agar mempergunakan ide. intuisi dan mencoba bebas menyelidiki dan menarik kesimpulan. Terkaan. guru membimbing siswa dimana ia diperlukan. Sedangkan konsep. siswa dihadapkan pada situasi ia bebas menyelidiki dan menarik kesimpulan. sehingga dapat menemukan prinsip umum berdasarkan bahasa atau data yang telah disediakan oleh guru. intuisi dan mencoba-mencoba (trial and error) hendaknya diajurkan.

c) Dari data yang diberikan guru. Pengetahuan yang baru akan melekat lebih lama apabila siswa akan dilibatkan secara langsung dalam proses pemahaman dan mengkonstruksi sendiri konsep atau pengetahuan tersebut.2 Langkah-langkah Pembelajaran Agar pelaksanaan penemuan terbimbing berjalan dengan efektif beberapa langkah yang mesti ditempuh oleh guru ialah sebagai berikut: a) Merumuskan masalah yang akan diberikan pada siswa dengan data secukupnya. 5.5.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. dan siswa menyusun. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 Model ini membutuhkan waktu yang relatif banyak dalam pelaksanaannya. hindari pernyataan yang menimbulkan salah tafsir sehingga arah yang ditempuh siswa tidak salah. data memperoses mengorganisasi menganalisis . Alat/bahan perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam melaksanakan kegiatan. Model ini dilakukan baik secara perorangan maupun kelompok. b) Diskusi sebagai pengarah sebelum siswa melakukan kegiatan. yang dinyatakan dengan penyataan atau pertanyaan perumusan harus jelas. Konsep atau prinsip yang harus ditemukan siswa melalui kegiatan tersebut perlu dituliskan dengan jelas. akan tetapi hasil belajar yang dicapai sebanding dengan waktu yang digunakan.

Hal ini perlu dilakukan untuk meyakinkan kebenaran prakiraan siswa. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 tersebut. e) Siswa menyusun konjektor (prakiraan) dari hasil analisis yang dilakukannya. Dalam hal ini bimbingan ini sebaiknya mengarahkan siswa untuk melangkah ke arah yang hendak dituju. melalui pertanyaan-pertanyaan atau LKS. yang diharapkan dalam kegiatan. maka verbalisasi konjektur sebaiknya diserahkan juga kepada siswa untuk menyusunya. konjektur yang dibuat oleh siswa tersebut diatas diperiksa oleh guru. d) Kegiatan metode penemuan oleh siswa berupa penyelidikan/percibaan untuk menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. h) Setelah siswa menemukan apa yang dicari. sehingga menuju akan arah yang hendak dicapai. hendaknya guru menyediakan soal latihan atau soal tambahan untuk memeriksa apakah hasil penemuan itu benar. f) Bila dipandang perlu.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. . g) Proses berpikir kritis perlu dijelaskan untuk menunjukan adanya mentall operasional siswa. Disamping itu perlu diingat pula bahwa induksi tidak menjamin 100 % kebenaran konjektur. Apabila telah diperoleh kepastian tentang kebenaran konjektur tersebut.

Materi yang disajikan dapat mencari tingkat kemampuan yang lebih tinggi dan lebih lama membekas karena siswa dilibatkan dalam proses menemukan (Marzano. Memberikan wahana interaksi antar siswa. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 i) Perlu dikembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka. . 5. c) d) Mendukung kemampuan problem solving siswa.3 Kelebihan dan Kelemahan Discovery Model penemuan terbimbing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari model penemuan terbimbing ialah sebagai berikut: a) Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran yang disajikan. dlam Widdiharto. 2004:11). yang mengarah pada kegiatan yang dilakukan siswa.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. dengan demikian juga siswa terlatih untuk menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. maupun siswa dengan guru.5. 2007:8-7). j) Ada catatan guru yang meliputi penjelasan tentang hal-hal yang sulit dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil terutama kalau penyelidikan mengalami kegagalan atau tak berjalan sebagaimana mestinya (Yuliani. b) Menumbuhkan sekaligur menanamkan sikap pembelajaran yang disajikan.

By Irvan Adilla – Marsya Internet JL.1 Metode Penentuan Subjek Penelitian Dalam suatu kegiatan peneliti Ilmiah. waktu yang tersisa lebih lama Tidak semua siswa dapat mengikuti pelajaran dengan cara ini. tumbuhan. hewan. 2000:24). maka apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi dan jika jumlah subjeknya besar dapat diambil 10-15%. nilai tes. Populasi ialah keseluruhan objek penelitian baik terdiri daru manusia. 2004:11) ialah sebagai berikut: a) b) Untuk materi tertentu. gejala. untuk sekedar ancer-ancer. Guru mata pelajaran bahasa indonesia Kelas . Pada penelitian ini pepulasi penelitian ialalah. benda. Sedangkan Arikunto (1997:120) menjelaskan tentang penggunaan populasi yaitu. Dilapangan beberapa siswa masih terbiasa dan mudah mengerti dengan model ceramah. atau peristiwa sebagi sumber data yang dmemiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian (Subhana. Umumnya topik-topik yang berhubungan dengan prinsip dapat dikembangkan dengan model penemuan terbimbing. atau 20-25% atau lebih. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 Sementara kekurangannya (Widdiharto. Tidak semua topik cocok disampaikan dengan model ini. Metode Penelitian 6. 6. penentuan subjek penelitian merupakan langkah awal sebelum sesorang mengumpulkan data.

6. 1986:58).1 Metode Obsevasi Metode obsevasi ialah mmetode yang dilakukan dengan menggunakan fenomena/gejala pengamatan yang secara Jadi sistematis tanpa terhadap mengajukan diselidiki. mengapresiasikan penemuan (discovery).By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. karena ingin mendapatkan data yang objektif tentang puisi proses dengan Dalam pelaksanaan menggunakan pelaksanaan pembelajaran pendekatan observasi.2. persiapan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. netode documenter ialah mencari data atau hal-hal yang mengenai variable yang .Pd dan siswa kelas IX MTs TIA NW Wanasaba tahun pelajaran 2010-2011 23 orang siswa. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 IX MTs TIA NW Wanasaba Kecamatan Wanasaba tahun pelajaran 2010/2011. yaitu Lalu Saripudinm S. pengamatan dilakukan secara langsung dalam proses belajar mengajar. Metode penentuan subjek penelitian ini menggunakan metode populasi. pertanyaan meskipun objeknya orang (Marzuki.2 Metode Dokumentasi Menurut Arikunto (1997:32). Alasan menggunkan metode observasi.2 Metode Pengumpulan Data Untuk melibatkan data yang balid dan objek digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: 6. 6. Metode ini digunakan berdasarkan pertimbangan bahwa jumlah yang diteliti sedikit.2. sehingga seluruh populasi dijadikan sampel.

surat kabar. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 berhubungan dengan dokumen yang berupa catatan. 9. 6.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. Metode dokumentasi digunakan untuk mendapat data tertulis mengenai persiapan pembelajaran mengapresiasikan puisi dengan menggunakan pendekatan penemuan (discovery) yang meliputi: 1. 2. majalah dan lain-lain sebagainya.3 Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator Silabus Sumber belajar Media pembelajaran Program tahunan dan semester Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Metode Wawancara Metode wawancara ialah suatu pedoman yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai chek list (Arikunto. transkripsi. buku. 7. Wawancra merupakan percakapan yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang diperlukan dengan tanya jawab seputar pembelajaran mengapresiasikan puisi dikelas IX dengan menggunakan pendekatan penemuan.2. 4. kelebihan dan . 3. 1997:183). 5. 8. 6.

Kedua metode ini menyajikan secara langsung hakikat antara hubungan penelitian dan responden. Pertama penyesuaian metode kualitatif lebih mudah apabila berhubungan dengan kenyataan ganda. Pendekatan kualitatif digunakan karena beberapa pertimbangan. sehingga datanya sudah jenus. Selain itu. serta kesulitan siswa dalam mempelajaran dengan menggunakan pendekatan tersebut. semua yang dikumpulkan kemungkinan menjadi kunci apa yang sudah diteliti. gambar dan angka-angka. Ketiga metode ini lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi (Meleong. . 6.4 Metode Penugasan Metode penugasan adalah untuk membantu proses yang lebih cepat dalam pengumpulan data sehingga masing-masing objek penelitian dapat kita ketahui kelebihan dan kekurangan dalam penerapan pembelajaran mengapresiasikan puisi dengan menggunakan pendekatan penemuan tersebut.3 Metode Analisa Data Data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Jadi metode analisa data ini aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara intraftif dan berlangsung secara terus menerus samapai tuntas. 6.2. 1989:6).By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. mengingat penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 kekurangan pendekatan tersebut.

Adapun langkah-langkah dalam menganalisa data ialah sebagai berikut: 6. 6.3. pelaksanaan. Disamping itu juga pada tahap ini akan diidentifikasikan hambatan dan cara mengatasi hambatan-hambatan dalam mengapresiasikan puisi tersebut.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL.1 Identifikasi Untuk menentukan menemukan atau data. mencari menentukan. peneliti mengklisifikasikan datadata tersebut kedalam kelompok-kelompok data tertentu. pembelajaran pendekatan menerapkan puisi dengan mengapresiasikan penemuan (descovery) dikelas IX MTs TIA NW Wanasaba Kecamatan Wanasaba Tahun Pelajaran 2010-2011. peneliti menemukan. mengumpulkan data dan menetapkan data-data yang berhubungan dengan persiapan. Dalam hal ini. kemudian ditentukan data-data yang paling menonjol yang terkait .3. mengamati. evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran mengapresiasikan puisi dengan menggunakan pendekatan penemuan (descovery) dikelas IX MTs TIA NW Wanasaba Kecamatan Wanasaba Tahun Pelajaran 2010-2011. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. penulis bagaiman menggunakan mengumpulkan.2 Klasifikasi Pada tahapan kegiatan ini.

By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. . keterkaitannya satu sama lain.3. peneliti akan menghubungkan data-data yang sudah diklasifikasi dan dievaluasi. Pada kegiatan analisis ini. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 dengan pembelajaran mengapresiasikan puisi dengan menggunakan pendekatan penemuan (descovery) yang meliputi 1) 2) 3) 4) 5) 6. penulis memaparkan atau menggambarkan secara jelas dan terimci bagaimana fungsi masing-masing unsur itu dalam menunjang keberhasilan pembelajaran mengapresiasikan puisi dengan menggunakn pendekatan penemuan (discovery) di kelas IX MTs TIA NW Wanasaba Kecamatan Wanasaba tahun pelajaran 2011/2012 secara keseluruhannya dan bagaimana natar unsur itu sehingga secara bersama-sama membentuk sebuah totalitas kebermakanaan pembelajaran. 6.4 Analisis Langkah selanjutnya puisi adalah analisis pembelajaran pendekatan mengapresiasikan dengan menggunakan penemuan (discovery).3.3 Periapan Pelaksanaan Evaluasi Tindak lanjut Hambatan-hambatan Evaluasi Sebelum mengevaluasi.

By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 Kegiatan ini meliputi analisis: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Perangkat pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran Evaluasi Tindak lanjut Kesesuaian rencana. pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran Hambatan dan langkah-langkah mengatasinya. .

Widdiharto. Dasar-dasar Kurikulum. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Depdiknas 2001. Pustaka Setia Sumardjo. Apresiasi Kesusastraan. 1984. 1997. 2004. 1990. Hamalik. Surabaya: SIC Marzuki. Jakarta. Jakarta: Rineka Cipta. Implementasi). 2002. Kapita Selekta Pembelajaran Fisika. Lexy J. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Rahnadi. Yogyakarta:FEUII Meleong. Jakarta Bina Aksara. Psikologi Proses Belajar Mengajar. Rusyana. Prosedur Penelitian. DAN Usman Muliadi. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. 2008. Pendidikan Keterampilan Berbahasa. Jakob dan Saini KM. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Oemarjati. Rosda Karya. 2000. Jakarta: Depdiknas Esten. Siryosubroto. Bandung: Sinar Baru Algesindo Arikunto. Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) Sekolah Dasar. Metodologi Penelitian Kualitatif. 1997. Padang: Angkasa. 1989. Metode Pengajaran Sastra. Bandung: CV. 1995. 1992. Statistik Pendidikan. M. Remaja Mulyasa E. Strategi. Jakarta: Bina Aksara. 1991. Jakarta: Pusat Pendidikan Universitas Terbuka. Metodologi Riset. Oemar. 2001. Subhan. Mandalika. dkk. Suharsimi. 1992. j. Bandung: PT.By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. Manajemen berbasis sekolah (Konsep. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bandung: SC.1986. Dengan Sastra mencerdaskan Siswa: Memperkaya Pengalaman dan Pengetahuan. Pengantar Apresiasi Sastra. Prasety. Yus. Mursal. Tarigan. B. Jakarta: UNSU. 2004 . Boen S. Suatu Pendekatan Praktek. Apresiasi Sastra. dkk. Djago. Zuhdan K. Balai Pustaka --------------2006. Yogyakarta: Kanisius.

By Irvan Adilla – Marsya Internet JL. Raya Terara – Mataram Kode Pos 83663 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful