Energi mekanik adalah penjumlahan antara energi kinetik dengan energi potensial suatu benda.

Atau secara matematisnya EM=Ep+Ek EM=m.g.h+ {(1/2)mv^2}

dengan : m=massa benda (kg) g=percepatan grafitasi(m/s^2) h=ketinggian (m) v=kecepatan benda (m/s)

Konsep Hukum Kekekalan Energi Dirimu pasti sangat pasti sering mendengar istilah ini, Hukum Kekekalan Energi (HKE). Tetapi apakah dirimu memahami dengan baik dan benar apa yang dimaksudkan dengan HKE ? apa kaitannya dengan Hukum Kekekalan Energi Mekanik ? jika kebingungan berlanjut, silahkan pelajari materi ini sampai dirimu memahaminya. Dalam kehidupan kita sehari-hari terdapat banyak jenis energi. Selain energi potensial dan energi kinetik pada benda-benda biasa (skala makroskopis), terdapat juga bentuk energi lain. Ada energi listrik, energi panas, energi litsrik, energi kimia yang tersimpan dalam makanan dan bahan bakar, energi nuklir, dan kawan-kawan…. Pokoknya banyak banget :) setelah muncul teori atom, dikatakan bahwa bentuk energi lain tersebut (energi listrik, energi kimia, dkk) merupakan energi kinetik atau energi potensial pada tingkat atom (pada skala mikroskopis - disebut mikro karena atom tu kecil banget…). cukup sampai di sini ya penjelasannya mengenai energi potensial atau energi kinetik pada tingkat atom… intinya bentuk energi lain tersebut merupakan energi potensial atau energi kinetik pada skala atomik… jika penasaran, bisa request melalui kolom komentar. Nanti akan anda pelajari pada pelajaran fisika di tingkat yang lebih tinggi. Energi tersebut dapat berubah bentuk dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain. Masa sich ? misalnya ketika dirimu menyalakan lampu neon, pada saat yang sama terjadi perubahan energi listrik menjadi energi cahaya. Contoh lain adalah perubahan energi listrik menjadi energi panas (setrika), energi listrik menjadi energi gerak (kipas angin) dll. Proses perubahan bentuk energi ini sebenarnya disebabkan oleh adanya perubahan energi antara energi potensial dan energi kinetik pada tingkat atom. Pada tingkat makroskopis, kita juga bisa menemukan begitu banyak contoh perubahan energi.

Misalnya ketika EP berkurang. Oya. pegas dan beban yang diikatkan pada pegas. Ketika mulai jatuh. kita juga dapat menjumpai perubahan energi antara Energi Kinetik dan Energi Potensial. sedangkan EP sangat kecil. Jumlah total Energi Kinetik dan Energi Potensial disebut Energi Mekanik. Mengapa demikian ? semakin dekat dengan permukaan tanah. sebuah prinsip yang penting dalam ilmu fisika. walaupun salah satunya berkurang. dll. dapat berubah menjadi energi kinetik batu apabila ketapel kita lepas… busur yang melengkung juga memiliki energi potensial. energi potensialnya berkurang sepanjang lintasan geraknya menuju tanah. Air melakukan usaha pada turbin. Jadi energi total tidak berkurang dan juga tidak berkecambah… eh bertambah. perubahan bentuk energi tersebut terjadi akibat adanya perubahan antara energi potensial dan energi kinetik pada skala mikroskopis. Hal ini menandakan bahwa usaha selalu dilakukan ketika energi dipindahkan dari satu benda ke benda yang lainnya… Hal yang luar biasa dalam fisika dan kehidupan kita sehari-hari adalah ketika energi dipindahkan atau diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. energi potensial berkurang karena EP berubah bentuk menjadi Energi kinetik. jarak buah mangga semakin kecil sehingga EP-nya menjadi kecil. karena h (tinggi) dan v (kecepatan) = 0. karet ketapel melakukan usaha pada batu. misalnya batu yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu. batu dan ketapel. perlu anda ketahui bahwa pada contoh perubahan energi. Air pada bendungan memiliki energi potensial dan berubah menjadi energi kinetik ketika air jatuh. Contoh yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa pada perpindahan energi selalu disertai dengan adanya usaha. ternyata tidak ada energi yang hilang bin lenyap dalam setiap proses tersebut… ini adalah hukum kekekalan energi. bentuk energi lainnya bertambah. anak panah dan busur. energi kinetik menjadi sangat besar. Pada saat hendak mencapai tanah. Hukum kekekalan energi dapat kita nyatakan sebagai berikut : Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain dan dipindahkan dari satu benda ke benda yang lain tetapi jumlahnya selalu tetap. energi potensial dan energi kinetik buah mangga hilang. busur melakukan usaha pada anak panah. Ketika tiba di permukaan tanah.Buah mangga yang menggelayut di tangkainya memiliki energi potensial. Sebaliknya. semakin mendekati tanah. Energi Kinetik semakin besar karena gerakan mangga makin cepat akibat adanya percepatan gravitasi yang konstan. sorry… HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK Penjelasan di atas bersifat kualitatif. Ketika terjadi perubahan energi dari EP menjadi EK atau EK menjadi EP. Energi kinetik ini dpindahkan ke turbin… selanjutnya energi gerak turbin diubah menjadi energi listrik… luar biasa khan si energi :) ? Energi potensial yang tersimpan pada ketapel yang regangkan. ini salah satu contoh… Perubahan energi biasanya melibatkan perpindahan energi dari satu benda ke benda lainnya. Sekarang mari kita tinjau Hukum Kekekalan Energi secara kuantitaif alias ada rumusnya… jangan meringis dunk … he8…. besar EK . misalnya energi listrik berubah menjadi energi panas atau energi nuklir menjadi energi panas. Pada saat batu dijatuhkan. Energi potensial pada busur yang melengkung dapat berubah menjadi energi kinetik anak panah. bandul sederhana. Perubahan energi ini terjadi pada level atom… Pada Skala makroskopis.

terlebih dahulu kita berkenalan dengan gaya-gaya konservatif dan gaya tak konservatif. mudah-mudahan dirimu dapat membedakan gaya konservatif dan gaya tak konservatif. Karena pengaruh gravitasi. Ketika dilemparkan ke atas. tetapi sebenarnya menjadi dasar yang perlu diketahui agar dirimu bisa lebih memahami apa dan bagaimana Hukum Kekekalan Energi Mekanik dengan baik… Gaya-gaya konservatif dan Gaya-gaya Tak Konservatif Mari kita berkenalan dengan gaya konservatif dan gaya tak-konservatif. pada saat yang sama besar EP bertambah. benda akan jatuh tegak lurus ke tanah (tangan kita). tetapi EK diperoleh kembali ketika bergerak ke bawah. Total energinya tetap sama. kecepatan benda = 0. Setelah mempelajari pembahasan ini. EP berkurang karena ketika jatuh. Salah satu ujung pegas telah diikat pada dinding. Semakin ke bawah. sehingga pegas tidak bergeser ketika digerakan. kecepatan benda makin besar akibat adanya percepatan gravitasi yang bernilai tetap. Langsung aja ya ? tetap semangat…… Misalnya kita melemparkan sebuah benda tegak lurus ke atas. EK benda seluruhnya berubah menjadi EP. Sebelum kita tinjau HKE secara kuantitaif (penurunan persamaan matematis alias rumus Hukum Kekekalan Energi). jarak vertikal benda bernilai maksimum (EP = mgh). Misalnya kita letakan sebuah pegas di atas permukaan meja percobaan. benda tersebut bergerak dengan kecepatan tertentu sehingga ia memiliki energi kinetik (EK = ½ mv2). baik ketika benda bergerak ke atas maupun ketika benda bergerak ke bawah dikatakan bersifat konservatif karena pengaruh gaya tersebut tidak bergantung pada lintasan yang dilalui benda. Anggap saja permukaan meja sangat licin dan pegas yang kita gunakan adalah pegas ideal sehingga memenuhi hukum Hooke. sedangkan jarak benda dari tanah makin besar sehingga EK benda menjadi kecil dan EP-nya bertambah besar. Sekarang kita kaitkan sebuah benda pada salah satu ujung pegas. karena ketika benda mencapai ketinggian maksimum. Gaya gravitasi yang mempengaruhi gerakan benda. Demikian juga ketika EK berkurang.bertambah. tetapi hanya bergantung pada posisi awal dan akhir benda. . kecepatan bola makin kecil. Karena Energi kinetik benda tetap maka kita dapat mengatakan bahwa kemampuan benda untuk melakukan usaha juga bernilai tetap. EK bertambah karena ketika bergerak ke bawah. Karenanya kita menyebutnya Hukum Kekekalan Energi Mekanik. Walaupun ini adalah pelajaran tingkat lanjut. ketinggian alias jarak vertikal makin kecil. sehingga EK juga bernilai nol. Contoh gaya konservatif lain adalah gaya elastik. benda tersebut bergerak kembali ke bawah. Pemahaman akan gaya konservatif dan tak konservatif sangat diperlukan karena konsep ini sangat berkaitan dengan Hukum Kekekalan Energi Mekanik. Semakin ke atas. terjadi perubahan energi kinetik menjadi energi potensial. yakni Energi Mekanik. Energi kinetik diartikan sebagai kemampuan melakukan usaha. sedangkan EK semakin bertambah. EP semakin berkurang. Jadi Energi Mekanik selalu tetap alias kekal selama terjadi perubahan energi antara EP dan EK. Sepanjang lintasan terjadi perubahan EP menjadi EK. Benda kehilangan EK selama bergerak ke atas. Kecepatan benda bertambah secara teratur akibat adanya percepatan gravitasi. Setelah bergerak ke atas mencapai ketinggian maksimum. Selama bergerak di udara. Ketika mencapai titik tertinggi.

pada posisi ini EP bernilai maksimum. Benda masih terus bergerak ke kiri karena ketika berada pada posisi setimbang. Ketika bergerak ke kiri. maka ketika berada pada posisi setimbang. EK benda = 0 karena kecepatan benda = 0. Ketika benda berada pada simpangan x. EK bernilai maksimum. kembali ke posisi setimbangnya. Ketika benda kita lepaskan. EP benda maksimum sedangkan EK benda nol (benda masih diam). . gaya pemulih pegas bernilai nol tetapi pada titik ini kecepatan benda maksimum. gaya pemulih pegas menggerakan benda ke kiri. Ketika benda kembali ke posisi setimbangnya. EP berubah menjadi EK. Ketika benda berada pada simpangan sejauh -x. Gaya pemulih pegas menarik benda kembali ke posisi setimbang. Selama bergerak menuju posisi setimbang. kecepatan benda maksimum. Karena kecepatannya maksimum. EP benda menjadi berkurang dan menjadi nol ketika benda berada pada posisi setimbangnya. maka pada benda bekerja gaya pemulih pegas. sehingga benda berhenti sesaat pada simpangan sejauh -x dan bergerak kembali menuju posisi setimbang.Jika benda kita tarik ke kanan sehingga pegas teregang sejauh x. yang arahnya berlawanan dengan arah tarikan kita.

Benda kehilangan EK pada salah satu bagian geraknya. Perlu anda ketahui juga bahwa selain gaya pemulih pegas dan gaya gesekan.Proses perubahan energi antara EK dan EP berlangsung terus menerus selama benda bergerak bolak balik. salah satu gaya yang bekerja pada benda bersifat tak-konservatif. kemampuan melakukan usahanya tidak kekal. maka EK benda juga berkurang dan bernilai nol ketika benda berada pada x = -A. Dalam hal ini. tampak bahwa ketika bergerak dari posisi setimbang menuju ke kiri sejauh x = -A (A = amplitudo / simpangan terjauh). Energi Kinetik-nya berubah (bertambah atau berkurang). Karena Energi Kinetik benda berkurang maka kemampuan melakukan usaha juga berkurang. EK benda bernilai maksimum ketika benda tepat berada pada x = 0. Karena kecepatan benda berkurang maka Energi Kinetiknya juga berkurang. sehingga selain gaya pegas. Gaya elastis yang dilakukan pegas ini disebut bersifat konservatif. Akibat adanya gaya gesek. pada benda bekerja juga gaya gesekan. Dapat dipastikan. Dari penjelasan di atas kita tahu bahwa gaya pegas bersifat konservatif sehingga berkurangnya EK pasti disebabkan oleh gaya gesekan. Pada penjelasan di atas. kita umpamakan permukaan meja tidak licin / kasar. karena laju gerak benda pada posisi tersebut bernilai maksimum. maka kemampuan melakukan usahanya juga berubah. setelah bergerak bolak balik. Karena kecepatan benda berkurang. Arah gaya berat dan gaya normal tegak lurus arah gerakan benda. sehingga bernilai nol (ingat kembali pembahasan mengenai usaha yang telah dimuat pada blog ini). pada benda bekerja juga gaya berat dan gaya normal. Untuk menambah pemahaman anda berkaitan dengan gaya tak konservatif. benda memperoleh kecepatan dan Energi Kinetiknya lagi. gaya gesekan menghambat gerakan benda/mengurangi kecepatan benda (gaya gesek berlawanan arah dengan gaya pemulih pegas). . ketika kembali ke posisi semula kecepatan benda menjadi berkurang. Energi kinetik merupaka kemampuan melakukan usaha karena adanya gerak. kemampuan melakukan usahanya tetap sama dan besarnya tetap alias kekal. Kita dapat menyatakan bahwa gaya yang berlaku demikian bersifat tak-konservatif. Apabila pada suatu benda bekerja satu atau lebih gaya dan ketika benda bergerak kembali ke posisi semula. tetapi memperoleh Energi Kinetiknya kembali pada bagian geraknya lain. Karena adanya gaya pemulih pegas yang menarik benda kembali ke kanan (menuju posisi setimbang). kecepatan benda menjadi berkurang dan bernilai nol ketika benda tepat berada pada x = -A. Ketika benda bergerak akibat adanya gaya pemulih pegas.

Usaha yang dilakukan oleh gaya berat (w = weight = berat — huruf w kecil. Kalo huruf W besar = usaha = work) dari kedudukan awal (h1) menuju kedudukan akhir (h2) sama dengan selisih EP1 dan EP2.mgh2 Misalnya kecepatan benda pada kedudukan awal = v1 dan kecepatan benda pada kedudukan akhir = v2. Mengenai gaya konservatif dan gaya tak konservatif. maka berlaku Hukum Kekekalan Energi Mekanik. cape… :) Apabila hanya gaya-gaya konservatif yang bekerja pada sebuah sistem. selengkapnya dapat anda pelajari pada jenjang yang lebih tinggi (universitas dan kawan-kawan). sebuah gaya bersifat konservatif apabila usaha yang dilakukan oleh gaya pada sebuah benda yang melakukan gerakan menempuh lintasan tertentu hingga kembali ke posisi awalnya sama dengan nol. Ketika berada pada kedudukan awal. Secara matematis ditulis : W = EP1 . Sebuah gaya bersifat tak-konservatif apabila usaha yang dilakukan oleh gaya tersebut pada sebuah benda yang melakukan gerakan menempuh lintasan tertentu hingga kembali ke posisi semula tidak sama dengan nol. Sekarang. Apabila tidak ada gaya tak-konservatif.. di mana arahnya tegak lurus menuju permukaan bumi). Sekarang mari kita turunkan persamaan Hukum Kekekalan Energi Mekanik….Secara umum. Istirahat aja dulu ah.EP2 = mgh1 . benda memiliki Energi Potensial sebesar EP1 (EP1 = mgh1). maka kita akan tiba pada kesimpulan yang sangat sederhana dan menarik yang melibatkan energi…. mari kita kembali ke Hukum Kekekalan Energi Mekanik. benda memiliki Energi Potensial sebesar EP2 (EP2 = mgh2).. benda memiliki Energi Kinetik sebesar EK1 (EK1 = ½ . Penjelasan panjang lebar mengenai gaya konservatif dan gaya tak konservatif di atas bertujuan untuk membantu anda lebih memahami Hukum Kekekalan Energi Mekanik. Benda jatuh karena pada benda bekerja gaya berat (gaya berat = gaya gravitasi yang bekerja pada benda. Benda tersebut jatuh dan setelah beberapa saat benda berada pada kedudukan akhir (h2). Misalnya sebuah benda bermassa m berada pada kedudukan awal sejauh h1 dari permukaan tanah (amati gambar di bawah). Pada kedudukan awal. Ketika berada pada kedudukan awal.

jika Energi Kinetik benda berkurang.½ mv12 mgh1 + ½ mv12 = mgh2 + ½ mv22 Jumlah total Energi Potensial (EP) dan Energi Kinetik (EK) = Energi Mekanik (EM). Pada kedudukan akhir.) Ini adalah Hukum Kekekalan Energi . Secara matematis kita tulis : EM1 = EM2 Jumlah Energi Mekanik benda ketika berada pada kedudukan awal = jumlah Energi Mekanik benda ketika berada pada kedudukan akhir. Dengan demikian.½ mv12 Kedua persamaan ini kita tulis kembali menjadi : W=W EP1 . benda memiliki Energi Kinetik sebesar EK2 (EK2 = ½ mv22).EP2 = EK2 . apabila Energi Kinetik benda bertambah maka Energi Potensial harus berkurang dengan besar yang sama untuk mengimbanginya. Energi Mekanik benda adalah : EM1 = EP1 + EK1 Ketika benda berada pada kedudukan akhir (h2).EK1 = ½ mv22 . Secara matematis ditulis : W = EK2 . maka Energi Potensial harus bertambah dengan besar yang sama.EK1 mgh1 . Energi Mekanik benda adalah : EM2 = EP2 + EK2 Apabila tidak ada gaya tak-konservatif yang bekerja pada benda. Secara matematis kita tulis : EM = EP + EK Ketika benda berada pada kedudukan awal (h1). Dengan kata lain. Sebaliknya. jumlah total EP + EK (= Energi Mekanik) bernilai tetap alias kekal bin konstan . maka Energi Mekanik benda pada posisi awal sama dengan Energi Mekanik benda pada posisi akhir. Usaha yang dilakukan oleh gaya berat untuk menggerakan benda sama dengan perubahan energi kinetik (sesuai dengan prinsip usaha dan energi yang telah dibahas pada pokok bahasan usaha dan energi-materinya ada di blog ini).mgh2 = ½ mv22 .mv12).

silahkan pelajari kembali. Baca perlahan-lahan sambil dipahami ya…. akhirnya pembahasan mengenai Hukum Kekekalan Energi Mekanik berakhir….. Energi Mekanik bernilai tetap atau kekal. mari kita lanjutkan ke pelajaran berikutnya : penerapan hukum kekekalan energi mekanik pada berbagai jenis gerakan….Mekanik untuk gaya-gaya konservatif. jika kebingungan berlanjut. Wah…. :) mohon maaf lahir dan batin jika penjelasan panjang lebar di atas membuat dahimu berkerut. Jangan lupa bertanya melalui kolom komentar di bawah apabila dirimu tersesat…… Sekarang. Apabila hanya gaya-gaya konservatif yang bekerja. . maka jumlah total Energi Mekanik pada sebuah sistem tidak berkurang atau bertambah.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.