Memangkas Birokrasi memberi peta pandu bagi apra pembaru dan pemikir politik untuk melakukan pembaruan organisasi

pemerintah menuju pemerintahan wirausaha. Pembaruan (reinvention) bukan sekadar kata lain dari reformasi, juga tidak bersinonim dengan kata perampingan, swastanisasi,a tau sekadar menekan pemborosan dan kecurangan. Pembaruan jauh lebih mendalam dari itu semua. Pembaruan adalah mengubah DNA organisasi pemerintah sehingga memiliki perilaku inovatif, secara terus menerus memperbaiki kinerjanya tanpa harus didorong dari luar. Pembaruan menciptakan entrepreneur minded dalam organisasi pemerintah yang mendorong pembaruan diri terus menerus. Pembaruan menciptakan organisasi pemerintah yang memiliki sistem pembaruan diri. Memangkas Birokrasi menawarkan lima strategi untuk memperbarui organisasi pemerintah, yaitu : Strategi ini, untuk memperjelas maksud organisasi, Strategi Konsekuensi untuk menerapkan konsekuensi atas kinerja organisasi, Strategi Kontrol untuk memberdayakan organisasi dan pegawainya agar bisa berinovasi, Strategi Budaya untuk mengubah perilaku, perasaan, dan cara berpikir pegawai negeri

REINVENTING GOVERNMENT
Minggu, 07 Februari 2010 08:57 Administrator
oleh : Ir. Ivy silfia Irani dan Tri Aswanto S.P. (Auditor Inspektorat IV Itjen DKP) Mengelola sektor pemerintahan tidak jauh berbeda dengan mengelola perusahaan. Jika yang menjadi tujuan dari sektor swasta adalah kelangsungan hidup perusahaan dan kemampuan berlaba yang lestari, sebenarnya sektor publik tidak jauh berbeda. Tujuan sektor publik adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Kesejahteraan itu tercapai apabila pelaksanaan program pembangunan berdampak positif bagi masyarakat. Ketika nama Fadel Muhammad mengemuka sebagai Menteri Kelau tan dan Perikanan, kami teringat kepada buku karya beliau yang berjudul : “Reinventing Local Government, Pengalaman dari Daerah”. Buku tersebut memaparkan berbagai terobosan yang beliau lakukan ketika memimpin Provinsi Gorontalo, hingga Gorontalo berhasil mensejajarkan diri dengan provinsi lainnya yang telah jauh lebih dahulu berdiri. Apakah Reinventing Government itu? Dalam sejarah perkembangan anggaran sektor publik, pendekatan yang paling banyak digunakan adalah anggaran tradisional, namun dalam pelaksanaannya, dijumpai banyak kelemahan yang cenderung mengutamakan sistem dan prosedur, belum berorientasi pada kinerja.Sejak pertengahan tahun 1980-an telah terjadi perubahan manajemen sektor publik yang cukup drastis dari sistem manajemen tradisional yang terkesan kaku, birokratis, dan hierarkis menjadi model

<!--[if !supportLists]-->5. Namun tujuan pemerintah bukanlah mandatnya tetapi misinya. menyuntikkan semangat kompetisi dalam pemberian pelayanan publik. <!--[if !supportLists]-->4. Pemerintah harus menyediakan beragam pelayanan publik. Perubahan tersebut bukan sekedar perubahan kecil dan sederhana. Pemerintah yang kompetitif. Perubahan tersebut telah mengubah peran pemerintah terutama dalam hal hubungan antara pemerintah dengan masyarakat. Pada pemerintah tradisional. yang tertuang dalam pandangannya yang dikenal dengan konsep ‘reinventing government”. Apa yang dapat dan tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah diatur dalam mandatnya. Pemerintahan milik masyarakat. Semakin baik kinerjanya semakin banyak pula dana yang akan dialokasikan untuk mengganti semua dana yang telah dikeluarkan oleh unit kerja tersebut. bukan produksi pelayanan publik. besarnya alokasi anggaran pada suatu unit kerja ditentukan oleh kompleksitas masalah yang dihadapi. Penggunaan paradigma NPM menimbulkan beberapa konsekuensi bagi pemerintah diantaranya adalah tuntutan untuk melakukan efisiensi. <!--[if !supportLists]-->2. membiayai hasil bukan masukan. Pemerintah yang berorientasi hasil. Kebijakan seperti ini kelihatannya logis dan adil. bukan berorientasi kebijakan. banyak pelayanan publik yang dapat ditingkatkan kualitasnya tanpa harus memperbesar biaya. mereka memiliki peluang baru. mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan menjadi organisasi yang digerakkan oleh misi. Pemerintah wirausaha berusaha mengubah bentuk penghargaan dan insentif itu. Sebaiknya pemerintah memfokuskan diri pada pemberian arahan. Justru. pemangkasan biaya (cost cutting). Kompetisi adalah satu-satunya cara untuk menghemat biaya sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. tapi yang terjadi adalah unit kerja tidak punya insentif untuk memperbaiki kinerjanya. dan kompetisi tender. semakin lama permasalahan dapat dipecahkan. tetapi tidak harus terlibat secara langsung dengan proses produksinya. fokus pada pemberian pengarahan. yaitu membiayai hasil dan bukan masukan. semakin banyak dana yang dapat diperoleh. <!--[if !supportLists]-->3. Model NPM berfokus pada manajemen sektor publik yang berorientasi pada kinerja. sedangkan produksi pelayanan publik diserahkan pada pihak swasta dan/atau sektor ketiga (lembaga swadaya masyarakat dan non profit lainnya). Paradigma baru yang muncul dalam manajemen sektor publik tersebut adalah pendekatan New Public Management (NPM). .manajemen sektor publik yang fleksibel dan lebih mengakomodasi pasar. semakin besar pula dana yang dialokasikan. Pemerintah yang digerakkan oleh misi. Dengan kompetisi. Pemerintahan katalis. Semakin kompleks masalah yang dihadapi. Perspektif baru pemerintah menurut Osborne dan Gaebler tersebut adalah : <!--[if !supportLists]-->1. Pemerintah wirausaha akan mengembangkan suatu standar kinerja yang mengukur seberapa baik suatu unit kerja mampu memecahkan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya. memberdayakan masyarakat daripada melayani. Pemerintah sebaiknya memberikan wewenang kepada masyarakat sehingga mereka mampu menjadi masyarakat yang dapat menolong dirinya sendirinya (self-help community). Salah satu model pemerintahan di era NPM adalah model pemerintahan yang diajukan oleh Osborne dan Gaebler (1992) dalam Mardiasmo (2002).

tetapi juga berupaya keras untuk mengantisipasi masa depan. pemerintah dianjurkan untuk meninggalkan paradigma administrasi tradisional yang cenderung mengutamakan sistem dan prosedur. (sistem prosedurdan Pemerintah berorientasi pada mekanisme pasar. <!--[if !supportLists]-->7. Tetapi pada saat sekarang. dari hierarki menuju partisipatif dan tim kerja. mampu menciptakan pendapatan dan tidak sekedar membelanjakan. tetapi sebaliknya. <!--[if !supportLists]-->9. maka manajemen publik baru di tu-buh pemerintah dapat disebut sebagai Manajemen Kewirausahaan. sehingga pengambilan keputusan harus digeser ke tangan masyarakat. <!--[if !supportLists]-->8. Ia menggunakan perenca-naan strategis untuk menciptakan visi. berupaya mencegah daripada mengobati. pemerintah tidak akan arogan tetapi secara terus menerus akan berupaya untuk lebih memuaskan masyarakat. Pemerintah wirausaha dapat mengembangkan beberapa pusat pendapatan. Pengambilan keputusan harus berasal dari pusat. pelanggan.Di dalam doktrin NPM atau Reinventing Government. Pemerintah berorientasi pada pelanggan. sistem tersebut sangat cocok. Mereka akan memenuhi semua kebutuhan dan keinginan birokrasi. mengadakan pemer-intahan yang mengimplementasikan perubahan dengan mekanisme pasar (sistem insentif ) dan bukan dengan mekanisme administratif pemaksaan). dan lembaga swadaya masyarakat. Pemerintah wirausaha tidak reaktif tetapi proaktif. Padahal. mengikuti rantai komando hingga sampai pada staf yang paling berhubungan dengan masyarakat dan bisnis. dan aparatur pemerintah masih sangat membutuhkan petunjuk langsung. penyertaan modal. ia menciptakan sistem pertanggungjawaban ganda : kepada legislatif dan masyarakat. Ia akan mengidentifikasikan pelanggan yang sesungguhnya.Manajemen pemikiran NPM ini sangat berorientasi pada jiwa dan semangat kewirausahaan. <!--[endif]-->Pemerintah antisipatif. karena teknologi informasi masih sangat primitif. komunikasi antar lokasi masih lamban. Ia tidak hanya mencoba untuk mencegah masalah. Dengan cara seperti ini. banyakyang bisa dilakukan untuk menghasilkan pendapatan dari proses penyediaan pelayanan publik. seperti : BPS dan Bappeda yang dapat menjual informasi tentang daerahnya kepada pusat-pusat penelitian. Pemerintah tradisional yang birokratis memusatkan diri pada produksi pelayanan publik untuk memecahkan masalah publik. Pemerintah tradisional seringkali salah dalam mengidentifikasikan pelanggannya. keadaan sudah berubah. perkembangan teknologi sudah sangat maju dan keinginan masyarakat sudah semakin kompleks. . bukan birokrasi. dan lain-lain. sedangkan kepada masyarakat seringkali menjadi arogan. asosiasi-asosiasi. <!--[endif]-->Pemerintah desentralisasi. serta cenderung bersifat reaktif. memenuhi kebutuhan pelanggan. dan menggantikannya dengan orientasi pada kinerja atau hasil kerja. <!--[endif]-->Pemerintahan wirausaha. pemberian hak guna usaha kepada pengusaha dan masyarakat.<!--[if !supportLists]-->6. tidak berarti bahwa pemerintah tidak bertanggung jawab pada dewan legislatif. Lima puluh tahun yang lalu. <!--[if !supportLists]-->10. pemerintahan yang sentralistis dan hierarkis sangat diperlukan. Pemerintah tradisional cenderung tidak berbicara tentang upaya menghasilkan pendapatan dari aktivitasnya. Pemerintah wirausaha tidak akan seperti itu. Dengan cara seperti ini. Pada masa itu.

karakteristik tugas. budaya organisasi. budaya organisasi. dan lingkungan yang bersifat mikro (dorongan atau hambatan dari lingkungan lokal). kesiapan budaya organisasi. Kinerja Pemerintah juga menunjukkan sampai seberapa jauh Pemerintah melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana dijanjikan kepada publik. 2008). maka kinerjanya dapat dinilai dari sampai seberapa jauh ia memenuhi tuntutan publik melalui pemberian public goods. kepemimpinan. dapat diidentifikasikan faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi atau berperan terhadap kinerja pemerintah. FED. peran faktor-faktor tersebut diperhitungkan dalam model : Kinerja = f f KMK FLM FED FBO : fungsi : Kapasitas Manajemen Kewirausahaan : Faktor Lingkungan Makro : Faktor Endowment Daerah : Faktor Budaya Organisasi (KMK. dan dukungan lingkungan makro.Bagaimana Kinerja Pemerintah dapat Meningkat? Menurut Callahan (2003) dalam Muhammad (2008). secara matematis.FED. FLM. bahwa apabila dikaitkan degan konteks otonomi daerah di Indonesia saat ini. digambarkan sebagai berikut : Kapasitas Manajemen = f (FLM. dan lingkungan makro (dari luar daerah). ditemukan beberapa faktor pendukung atau penghambat yang harus diperhitungkan bagi kesuksesan penerapan kapasitas manajemen kewirausahaan. yaitu kondisi lingkungan lokal. karakteristik pihak yang dilayani. Oleh karena Pemerintah tergolong dalam organisasi publik. Faktor-faktor tersebut adalah kapasitas manajemen. maka dapat disimpulkan empat faktor yang sangat menentukan dinamika kerja pemerintah daerah. budaya organisasi. kinerja organisasi menggambarkan sampai seberapa jauh suatu organisasi mencapai hasil setelah dibandingkan dengan kinerja terdahulu (previous performance). struktur organisasi. FBO) Dari teori tentang kapasitas manajemen. dan sampai seberapa jauh meraih tujuan dan target yang telah ditetapkan.Berdasarkan teori-teori dan studi tentang kinerja. dan teknologi (Muhammad. lingkungan yang bersifat makro (dorongan atau hambatan dari luar daerah). faktor endowment. kebijakan. dengan organisasi lain (benchmarking). Muhammad (2008) menyatakan. Faktor-faktor tersebut adalah kapasitas manajemen. Artinya. FBO) f FLM FED FBO : fungsi : Faktor Lingkungan Makro : Faktor Endowment Daerah : Faktor Budaya Organisasi . Oleh karena itu. Kerangka pikir ini. kapasitas manajemen dapat berfungsi baik (dalam mempengaruhi kinerja) apabila didukung oleh faktor endowment daerah. lingkungan.

Birokrasi pemerintah menghadapi masalah klasik yaitu motivasi. atau rata-rata setiap tahun sebesar hampir 22%. demikian pula produksi jagung meningkat sebesar 92. Bapak Fadel Muhammad berupaya meningkatkan kinerja Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo. Dari sektor ekonomi yang menjadi andalan Gorontalo. Para nelayan mulai belajar berorganisasi dalam lingkup yang lebih besar. Terlihat dari meningkatnya pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang mencapai 78% diatas pertumbuhan ekonomi nasional dan penduduk miskin yang menurun dari 72% pada tahun 2001menjadi 33% pada tahun 2004. luas areal panenan jagung meningkat 58. Mereka tidak merasa penting untuk mengembangkan prestasi karena sistem remunerasi yang tidak mengapresiasi pegawai berprestasi. mereka akan menikmati hasil sampai uang tersebut habis. Beliau menghadapi hal ini dengan inovasi sampai akhirnya Gorontalo diizinkan melakukan ekspor sapi. produksi ikan hasil tangkapan mengalami peningkatan 109% dalam waktu lima tahun. Di sektor perikanan. 4. Pembenahan pertama adalah meningkatkan kinerja pegawai negeri dengan memberikan insentif melalui tunjangan kinerja daerah. Faktor Endowment Daerah . maka disusun suatu model yang disebut Model Fadel. sebagai berikut : Dari model tersebut. Kapasitas Manajemen Kewirausahaan Pengembangan Kapasitas Manajemen Kewirausahaan merupakan prasyarat untuk meningkatkan kinerja Pemerintah. 3.87%. Hal penting yang telah dilakukan adalah reformasi birokrasi pemerintah daerah. Nelayan di Gorontalo cenderung mencari ikan ketika sudah tidak mempunyai uang. yaitu dalam hal adanya larangan ekspor sapi dari Gorontalo. asalkan faktor lingkungan makro faktor budaya organisasi. Kebiasaan seperti ini tidak mampu meningkatkan kualitas hidup mereka.Dengan pendekatan itulah. asumsi yang digunakan adalah bahwa kapasitas manajemen kewirausahaan akan berperan signifikan terhadap kinerja pemerintah. dan hasilnya sangat signifikan. Faktor Budaya Organisasi Terobosan dan inovasi penting yang dilakukan adalah mengubah mentalitas nelayan dengan memperkenalkan budaya kewirausahaan. sedangkan bila uang cukup. Terobosan yang dilakukan adalah mengadopsi kebiasaan petani ke kehidupan nelayan. 2. Berikut ini adalah beberapa contoh terobosan yang telah beliau lakukan dan mungkin saja dapat diimplementasikan pada Departemen Kelautan dan Perikanan : 1.64% dalam tiga tahun. dan faktor endowment daerah tidak menghambatnya. Nelayan diperkenalkan sistem perikanan budidaya yang bersifat cepat menghasilkan yaitu dengan memperkenalkan budidaya rumput laut. potensi dan peluang bisnis di daerah.Dengan mengintegrasikan kedua model diatas. Faktor Lingkungan Makro Faktor lingkungan makro yang pernah dijumpai berupa kekakuan dari instansi pusat yang mengakibatkan daerah tidak mampu memanfaatkan. Budidaya rumput laut menjadikan nelayan mempunyai keterikatan seperti petani dengan sawahnya.

Akuntansi Sektor Publik. tenaga kerja. Kompas Gramedia.Faktor endowment daerah berkenaan dengan modal fisik dan modal sosial. Pendapat yang tidak jauh berbeda juga disampaikan oleh sejumlah ilmuwan di bidang manajemen dan administrasi publik seperti Osborne dan Gaebler (1992) dengan konsepnya Dairi “reinventing itu government†adalah : ン . Reinventing Local Government: Pengalaman PT Elex Media Komputindo. • Daftar Pustaka Mardiasmo. pemerintah (termasuk pemerintah daerah Kabupaten Dairi) akan semakin kehilangan kendali pada banyak persoalan. pemerintah akan menghadapi masyarakat yang semakin cerdas (knowledge based society) dan masyarakat yang semakin banyak tuntutannya (demanding community). Penerbit Andi. Jakarta dari Daerah. Pemerintah hanya memproduksi pelayanan publik yang belum dapat dilakukan oleh pihak non-pemerintah. Modal fisik berkaitan dengan sumberdaya alam dan infrastruktur daerah. informasi dan ide. Yogyakarta. yaitu dengan memanfaatkan hasil inovasi teknologi pengairan untuk memperluas jangkauan irigasi pertanian lahan kering. partai politik. Fadel. sementara modal sosial berkenaan dengan penduduk. pemerintah kabupaten Dairi akan menghadapi globalisasi yang sarat dengan persaingan dan liberalisme arus informasi. seperti pada perdagangan internasional. Terobosan yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan faktor endowment daerah untuk meningkatkan produksi pertanian.dan budaya. ketika globalization cascade sudah semakin meluas. PEMERINTAH MILIK MASYARAKAT: memberdayakan masyarakat daripada melayani. Sebagai misal. Muhammad. nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat. PEMERINTAHAN KATALIS: fokus pada pemberian pengarahan bukan produksi pelayanan publik. sedangkan produksi pelayanan publik diserahkan pada pihak swasta dan/atau sektor ketiga (lembaga swadaya masyarakat dan nonprofit lainnya). Di masa depan. Perspektif baru pemerintah menurut Osborne dan Gaebler tersebut perlu dilaksanakan oleh Pemda 1. Shah (1997) meramalkan bahwa pada era seperti ini. 2002. 2. pemerintah memberikan wewenang yang . Pemerintah memberikan wewenang kepada (memberdayakan) masyarakat sehingga mereka mampu menjadi masyarakat yang dapat menolong dirinya sendiri (self-help community). sektor swasta. untuk dapat lebih mengembangkan usaha kecil. dan pers lokal. Disisi internal. modal. perguruan tinggi. Penerbit Dari sisi eksternal. serta transaksi keuangan. 2008. negara menjadi terlalu besar untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan kecil tetapi terlalu kecil untuk dapat menyelesaikan semua masalah yang dihadapi oleh masyarakat. sumberdaya aparatur. Pemerintah wirausaha memfokuskan diri pada pemberian arahan. investasi.

tidak reaktif tetapi proaktif. 5. 7. BUMN/BUMD.optimal pada asosiasi pengusaha kecil untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Namun tujuan pemerintah bukanlah mandatnya tetapi misinya. Pemerintah tidak hanya mencoba untuk mencegah masalah. penyertaan modal. Pemerintah daerah wirausaha dapat mengembangkan beberapa pusat pendapatan dari proses penyediaan pelayanan publik. pelanggan. Pemerintah masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan. misalnya: BPS dan Bappeda. Pemerintah wirausaha berusaha menciptakan kompetisi karena Kompetisi adalah satu-satunya cara untuk menghambat biaya sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. PEMERINTAH YANG KOMPETITIF: menyuntikkan semangat kompetisi dalam pemberian pelayanan publik. Dengan cara seperti ini. 8. 3. 4. dan lain-lain. ia menciptakan sistem pertanggungjawaban ganda (dual accountability): kepada legislatif dan masyarakat. tidak berarti bahwa pemerintah tidak bertanggungjawab pada dewan legislatif. 6. tetapi sebaliknya. PEMERINTAH WIRAUSAHA: mampu menciptakan pendapatan dan tidak sekedar membelanjakan. dan lembaga swadaya . PEMERINTAH YANG DIGERAKKAN OLEH MISI: mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan menjadi organisasi yang digerakkan oleh misi apa yang dapat dan tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah diatur dalam mandatnya. Pemerintah wirausaha keras untuk mengantisipasi masa depan melalui perencanaan strategisnya. pemberian hak guna usaha yang menarik kepada para pengusaha dan masyarakat. PEMERINTAH DESENTRALSASI: dari hierarkhi menuju partisipatif dan tim kerja. sosiasi-asosiasi. PEMERINTAH BERORIENTASI PADA PELANGGAN : memenuhi kebutuhan pelanggan. yang dapat menjual informasi tentang daerahnya kepada pusat-pusat penelitian. Pemerintah mengembangkan suatu standar kinerja yang mengukur seberapa baik suatu unit kerja mampu memecahkan permasalahan yang menjadi tanggungjawabnya. wirausaha memberikan kesempatan pada masyarakat. tetapi juga berupaya 9. Semakin baik kinerjanya. banyak pelayanan publik yang dapat ditingkatkan kualitasnya tanpa harus memperbesar biaya. Dengan kompetisi. semakin banyak pula dana yang akan dialokasikan untuk mengganti semua dana yang telah dikeluarkan oleh unit kerja tersebut. PEMERINTAH YANG BERORIENTASI PADA HASIL : membiayai hasil bukan masukan. Pemerintah wirausaha akan berusaha mengidentifikasi pelanggan yang sesungguhnya. PEMERINTAH ANTISIPATIF: berupaya mencegah daripada mengobati. bukan birokrasi. Pemerintah wirausaha berusaha mengubah bentuk penghargaan dan insentif dengan cara membiayai hasil dan bukan masukan.

Reinventing government memang merupakan konsep yang monumental. Penerapan konsep reinventing government di Kabupaten Dairi pasca ulang tahunnya yang ke-59 membutuhkan arah yang jelas dan political will yang kuat dari pemerintah kabupaten Dairi dan dukungan masyarakat. yang terpenting adalah adanya perubahan pola pikir dan mentalitas baru di tubuh birokrasi pemerintah kabupaten Dairi itu sendiri karena sebaik apapun konsep yang ditawarkan jika semangat dan mentalitas penyelenggara pemerintahan masih menggunakan paradigma lama. Itu harus menjadi catatan sendiri bagi Pemda Dairi yang telah merayakan HUT-nya yang ke-59. akan tetapi tanpa diikuti dengan perubahan-perubahan lain seperti dilakukannya bureaucracy reengineering. mengawasi tetapi dengan mekanisme pasar (sistem insentif) dan bukan dengan mekanisme administratif (sistem prosedur yang yang dimilikinya. PEMERINTAH BERORIENTASI PADA (MEKANISME) PASAR: mengadakan perubahan dan Pemerintah wirausaha tidak memerintahkan dan pemaksaan). konsep tersebut hanya akan menjadi slogan kosong tanpa membawa perubahan apa-apa. maka konsep reinventing government tidak akan dapat mengatasi permasalahan birokrasi selama ini. rightsizing.Selain itu. dan perbaikan mekanisme reward and punishment. Pemerintah wirausaha menggunakan mekanisme pasar sebagai dasar untuk alokasi sumberdaya mengembangkan dan menggunakan sistem insentif agar orang tidak melakukan kegiatan-kegiatan merugikan masyarakat.10. (Penulis adalah: Putera Kelahiran Kab. Dairi/Saat ini Dosen STIE dan STMIK-IBBI Medan/Ekonomi IBBI-Centre/c) .

Pendahuluan. Pertama-tama perlu dibahas definisi kewirausahaan atauenterpreneurship. dan kepercayaan yang dimilikinya. 2004 dalam .Tugas ENTERPRENEURSHIP IN THE PUBLIC SECTOR (Konsep dan unsur penting dari Kewirausahaan Sektor Publik) Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan Sektor Publik Dosen : Prof. Dr. serta membuat pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan upaya menyelaraskan sumber daya dalam pencapaian keuntungan personal (Otuteye & Sharma. NIM : 07/ 263385/ PMU/ 5227 Angkatan : 46 SEKOLAH PASCA SARJANA MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2008 I. Kewirausahaan didefinisikan sebagai individu (kelompok) yang dapat mengidentifikasi kesempatan berdasarkan kemampuan. keinginan. Agus Dwiyanto Disusun oleh: Nama : Dewi Sendhikasari D.

ca/what_is_a_social_entrepreneur. Kewirausahaan sosial bisa dijalankan atas nama perseorangan. Definisi lainnya adalah seseorang yang ingin bekerja untuk dirinya. Nah. Konsep dan Dimensi Kewirausahaan Konsepentrepreneurship (kewirausahaan) memiliki arti yang luas. Pada intinya. yang ditujukan untuk mencapai perubahan sosial tertentu. Kamus Merriam-Webster menggambarkan definisientrepreneur sebagai seseorang yang mengorganisir.1 II. kewirausahaan senantiasa dikaitkan dengan upaya memberdayakan diri/ lembaga dalam konteks ekonomi untuk menunjang kehidupan. “social entrepreneurship is a construct that bridges an important gap between business and benevolence. maksudnya adalah memulai sebuah bisnis. kewirausahaan adalah kemampuan untuk menangkap peluang dan dengan cara yang inovatif menciptakan nilai tambah pada sesuatu yang tidak ada menjadi ada Di mana pun.Kataentrepreneur berasal dari kata Prancis. Sederhananya begini: social entrepreneurship adalah penerapan prinsip kewirausahaan dalam lingkup sosial. seperti: . Namun. memenej. karena skala perubahan yang diharapkan sangat besar. Definisientrepreneurship dari Ekonom Austria Joseph Schumpeter menekankan pada inovasi. Dalam konteks bisnis. 2007). dan menanggung risiko sebuah bisnis atau usaha.entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kecakapan tinggi dalam melakukan perubahan. Selama ini. memiliki karakteristik yang hanya ditemukan sangat sedikit Sumber: http://www. sedangkan prinsip penentuan nasib sendiri (self-determination) diterjemahkan sebagai prinsip kewirausahaan (Palestin. yang menjadi pertanyaan adalah apa bedanya model kewirausahaan ekonomi konvensional dengan definisi kewirausahaan sosial Menurut Dave Roberts dan Christine Woods (2007). Melembagakan Social Enterpreneurship Di Lingkungan Perguruan Tinggi. yang berarti berusaha. Prinsip otonomi diterjemahkan sebagai advokasi masyarakat. bisa juga secara kelembagaan. Salah satunya. model enterpreneurship atau kewirausahaan mengandung dua prinsip: otonomi dan penentuan nasib sendiri (self-determination).csef.Palestine. it is the application of entrepreneurship in the social sphere”. 2007). 1 2 dalam sebuah populasi. maka lazimnya kewirausahaan sosial dijalankan oleh badan-badan khusus untuk itu. 26 November 2007. Senin.entreprendre.php dalam Santi Indra Astuti.

adalah upaya dalam meningkatan nilai nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) terhadap sumberdaya dan kapabilitas. Resources Capital.. sehingga menghasilkan pemasukan lebih tinggi dan berakibat terciptanya kemakmuran/ kekayaan.com/entrepreneur/author/erwin/". sistem manajemen serta hubungan baik di antara karyawan. tetapi sedikit yang berorientasi pada pelayanan. Terdapat 2 (dua) dimensi semangat wirausaha dalam pemerintahan yaitu: a).com/entre/definition/ dalam http://mybusinessblogging. Kebijakan tersebut mempunyai nilai strategis. Sekarang ini organisasi publik sebagian besar masih berorientasi birokratik.pasar baru .bentuk baru dari organisasi Kemakmuran tercipta ketika inovasi-inovasi tersebut menghasilkan permintaan baru.quickmba.metode produksi baru . Dari sudut pandang ini. Tekanan utama pada entrepreneurial government adalah berpikir strategis. tidak sekedar mampu menghasilkan ide-ide cemerlang tetapi juga diiringi dengan kemampuan mewujudkan ide-ide tersebut. sebagian bergerak pada orientasi efektivitas. kompetensi. struktur biaya yang efektif. karena akan menghasilkan dividen berupa dukungan dari warga negara. Sedangkan kunci Sumber: http://www. Definisi Entrepreneurship. dapat didefinisikan fungsientrepreneur sebagai mengkombinasikan berbagai faktor input dengan cara inovatif untuk menghasilkan nilai bagi konsumen dengan harapan nilai tersebut melebihi biaya dari faktor-faktor input. 20 Desember 2007 2 3 . yaitu memperluas perspektif dan memanfaatkan kreativitas yang bertanggung jawab. Contohnya seperti kecepatan dalam pemberian pelayanan.2 Pemerintah wirausaha adalah pemerintah yang mampu menghadirkan kebijakan yang ber-orientasi pada warga masyarakat.produk baru .

Tugas ENTERPRENEURSHIP IN THE PUBLIC SECTOR (Konsep dan unsur penting dari Kewirausahaan Sektor Publik) Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan Sektor Publik Dosen : Prof. Pendahuluan. keinginan. Pertama-tama perlu dibahas definisi kewirausahaan atauenterpreneurship. NIM : 07/ 263385/ PMU/ 5227 Angkatan : 46 SEKOLAH PASCA SARJANA MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2008 I. Agus Dwiyanto Disusun oleh: Nama : Dewi Sendhikasari D. serta membuat pertimbangan dan keputusan yang berkaitan dengan upaya menyelaraskan sumber daya dalam pencapaian keuntungan personal (Otuteye & Sharma. dan kepercayaan yang dimilikinya. Kewirausahaan didefinisikan sebagai individu (kelompok) yang dapat mengidentifikasi kesempatan berdasarkan kemampuan. Dr. 2004 dalam .

karena skala perubahan yang diharapkan sangat besar. “social entrepreneurship is a construct that bridges an important gap between business and benevolence. Nah. Dalam konteks bisnis. 1 2 dalam sebuah populasi. dan menanggung risiko sebuah bisnis atau usaha.csef. Kewirausahaan sosial bisa dijalankan atas nama perseorangan. maksudnya adalah memulai sebuah bisnis. Sederhananya begini: social entrepreneurship adalah penerapan prinsip kewirausahaan dalam lingkup sosial.1 II. Definisientrepreneurship dari Ekonom Austria Joseph Schumpeter menekankan pada inovasi. model enterpreneurship atau kewirausahaan mengandung dua prinsip: otonomi dan penentuan nasib sendiri (self-determination). Senin.Palestine. memiliki karakteristik yang hanya ditemukan sangat sedikit Sumber: http://www. seperti: .php dalam Santi Indra Astuti. yang berarti berusaha.entreprendre.Kataentrepreneur berasal dari kata Prancis. Namun. Pada intinya. Salah satunya. Prinsip otonomi diterjemahkan sebagai advokasi masyarakat. memenej. sedangkan prinsip penentuan nasib sendiri (self-determination) diterjemahkan sebagai prinsip kewirausahaan (Palestin. maka lazimnya kewirausahaan sosial dijalankan oleh badan-badan khusus untuk itu. 2007). Kamus Merriam-Webster menggambarkan definisientrepreneur sebagai seseorang yang mengorganisir. Konsep dan Dimensi Kewirausahaan Konsepentrepreneurship (kewirausahaan) memiliki arti yang luas. kewirausahaan adalah kemampuan untuk menangkap peluang dan dengan cara yang inovatif menciptakan nilai tambah pada sesuatu yang tidak ada menjadi ada Di mana pun. 2007).entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kecakapan tinggi dalam melakukan perubahan. 26 November 2007. Selama ini. bisa juga secara kelembagaan. Melembagakan Social Enterpreneurship Di Lingkungan Perguruan Tinggi. kewirausahaan senantiasa dikaitkan dengan upaya memberdayakan diri/ lembaga dalam konteks ekonomi untuk menunjang kehidupan.ca/what_is_a_social_entrepreneur. Definisi lainnya adalah seseorang yang ingin bekerja untuk dirinya. yang ditujukan untuk mencapai perubahan sosial tertentu. it is the application of entrepreneurship in the social sphere”. yang menjadi pertanyaan adalah apa bedanya model kewirausahaan ekonomi konvensional dengan definisi kewirausahaan sosial Menurut Dave Roberts dan Christine Woods (2007).

adalah upaya dalam meningkatan nilai nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) terhadap sumberdaya dan kapabilitas. sehingga menghasilkan pemasukan lebih tinggi dan berakibat terciptanya kemakmuran/ kekayaan.bentuk baru dari organisasi Kemakmuran tercipta ketika inovasi-inovasi tersebut menghasilkan permintaan baru. imbal dan promosi yang berkaian dengan sumberdaya. dsb.com/entre/definition/ dalam http://mybusinessblogging. menggunakan keterkaitan antar intitusi untuk sumberdaya informasi dan pengendalian. karena akan menghasilkan dividen berupa dukungan dari warga negara. Sedangkan kunci Sumber: http://www. struktur biaya yang efektif. dapat didefinisikan fungsientrepreneur sebagai mengkombinasikan berbagai faktor input dengan cara inovatif untuk menghasilkan nilai bagi konsumen dengan harapan nilai tersebut melebihi biaya dari faktor-faktor input. tidak sekedar mampu menghasilkan ide-ide cemerlang tetapi juga diiringi dengan kemampuan mewujudkan ide-ide tersebut. Contohnya seperti kecepatan dalam pemberian pelayanan. Dari sudut pandang ini. Institutional Capitals adalah proses dan rutinitas yang mampu meningkatkan optimalisasi penggunaan resources capital. Sekarang ini organisasi publik sebagian besar masih berorientasi birokratik. sistem manajemen serta hubungan baik di antara karyawan.2 Pemerintah wirausaha adalah pemerintah yang mampu menghadirkan kebijakan yang ber-orientasi pada warga masyarakat. tidak dapat ditiru.produk baru . Contohnya adalah budaya perbaikan secara . arus komunikasi horizontal. 20 Desember 2007 2 3 suksesnya adalah akuisisi dan perlindungan sumberdaya dan kapabilitas yang langka.quickmba. tetapi sedikit yang berorientasi pada pelayanan.metode produksi baru . Definisi Entrepreneurship. Kebijakan tersebut mempunyai nilai strategis. sebagian bergerak pada orientasi efektivitas. b). kompetensi.pasar baru .. Cara pencapaian melalui pemahaman dan evaluasi terhadap resources (sumberdaya) secara effektif. Terdapat 2 (dua) dimensi semangat wirausaha dalam pemerintahan yaitu: a). Resources Capital.com/entrepreneur/author/erwin/". yaitu memperluas perspektif dan memanfaatkan kreativitas yang bertanggung jawab. Tekanan utama pada entrepreneurial government adalah berpikir strategis.

budaya.isu tersebut. dll.3 III. Mewirausahakan Birokrasi sulit dilakukan karena potensi sumber daya manusia dan potensi daerah. investasi terhadap kinerjaresources. tidak sekedar menghasilkan ide.terus menerus. Penutup Pemerintahan Wirausaha (Entrepreneur Government) adalah pemerintahan yang mampu menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada warganegara dengan tekanan utama pada bagaimana berpikiran strategis.4 . kompetensi. Strategi peningkatan dapat dicapai melalui sistem insentif yang berkaitan dengan inovasi. penerapan New Public Management ini juga harus memperhatikan kondisi sosial. dan jaringan yang kuat antar pihak yang memiliki kompetensi yang berkaitan dengan isu. sistem Untuk dalam menjadikanentreprenuership budaya. Kunci sukses dimensi ini adalah efektifitas manajemen dalam melakukan penilaian dan pengambilan keputusan. Selain itu. rekruitmen atas keahlian terhadapr es our ces tertentu. struktur berbasis tim. pemecahan masalah. berfikir pemerintahan daerah membutuhkan suatu upaya yang sistematis. Untuk menjadikan birokrat berjiwaenterpreuner perlu waktu untuk mengubah pola pikir yang selalu menunggu petunjuk dalam melaksanakan pekerjaan. politik dan akademi masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemerintahan wirausaha. Disamping itu dibutuhkan dukungan dari legislatif dan eksekutif. kebiasaan memperhatikan pada sumber-sumber inovasi. strategis.ide cemerlang tetapi juga kemampuan sebagai untuk mewujudkan cara ide-ide dan tersebut. pembelajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful