KELOMPOK 7

ANDOKO CATUR FANNY HILMAR M.KHALIS NADYA EGILEONA ROSINTA

CHEMISTRY ASSIGNMENT

Apakah Larutan Itu?
Larutan adalah campuran yang bersifat homogen atau serbasama. Jika Anda melarutkan 2 sendok makan gula putih (pasir) ke dalam segelas air, maka Anda telah mendapatkan larutan gula.

Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan terbagi menjadi 2 golongan yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Sedangkan elektrolit dapat dikelompokkan menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah sesuai skema penggolongan berikut. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik.

terdapat gelembung gas Larutan elektrolit kuat dapat berupa : Asam Kuat : HCl.terionisasi sempurna . KOH.Elektrolit Kuat . CaCl2 Garam adalah senyawa yang terbentuk dari sisa asam dan basa dengan reaksi sebagai berikut : Asam + Basa ---> Garam + H2O misal.menghantarkan arus listrik . K2SO4. 2HCl + Ca(OH)2 ---> CaCl2 + 2H2O sebagai contoh garam yang dapat terbentuk dari gabungan kation dan anion di atas antaralain : . HNO3.lampu menyala terang . Ca(OH)2 Garam : NaCl. HClO4 Basa Kuat : NaOH. H2SO4.

terdapat gelembung gas Daya hantarnya buruk dan memiliki derajat ionisasi (kemampuan mengurai menjadi ion2nya) kecil. Dalam persamaan reaksi ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolakbalik) artinya reaksi berjadal dua arahContoh larutan elektrolit lemah adalah semua asam lemah dan basa lemah  asam adalah yang menghasilkan/melepas H+ dan basa yang menghasilkan OH. makin lemah elektrolit tersebut.atau menangkap H+ misalnya : .Elektrolit Lemah .terionisasi sebagian .lampu menyala redup . Makin sedikit yang terionisasi.menghantarkan arus listrik .

kekuatan elektrolit lemah ditentukan oleh derajad dissosiasinya yang dirumuskan : .

lampu tidak menyala Contoh : C6H12O6 (amilum/karbohidrat).tidak terionisasi .tidak menghantarkan arus listrik . C12H22O11. dll . CO(NH2)2 (Urea) dan C2H5OH (Alkohol/etanol).Non Elektrolit .

Perhatikan gambar berikut. Sedangkan ion-ion Cl.Larutan HCl di dalam air mengurai menjadi kation (H+) dan anion (Cl-)..melepaskan elektron pada anoda dengan menghasilkan gas klorin (Cl2)..Penyebab Larutan Elektrolit dapat Menghantarkan Listrik  Sebagai contoh larutan elektrolit adalah HCl.. . Terjadinya hantaran listrik pada larutan HCl disebabkan ion H+menangkap elektron pada katoda dengan membebaskan gas Hidrogen (H2).

tetapi jika garam yang berikatan ion tersebut dalam keadaan lelehan atau larutan. I2. jika dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion. NH3. maka ion-ionnya akan bergerak bebas. Cl2. CH4dan kovalen polar misalnya : HCl. Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam air. Jadi dalam keadaan kristal (padatan) senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik. HI. Daya Hantar Listrik Senyawa Kovalen :  Senyawa kovalen terbagi menjadi senyawa kovalen non polar misalnya : F2. hanya senyawa yang berikatan kovalen polarlah yang dapat menghantarkan arus listrik. ion-ion yang tersusun rapat dan terikat akan tertarik oleh molekul-molekul air dan air akan menyusup di sela-sela butir-butir ion tersebut (proses hidasi) yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam larutan. sehingga tidak bebas bergerak.Daya Hantar Listrik Senyawa Ion :  NaCl adalah senyawa ion.  Struktur lewis:    Jadi walaupun molekul HCl bukan NaCl (s) + air ---> Na+(aq) + Cl-(aq) senyawa ion. HBr. Dari hasil percobaan. tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan rapat dan kuat. sehingga dapat menghantarkan listrik. . jika dilarutkan ke dalam air maka larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion-ion yang bergerak bebas. Br2.

Apakah HCl dalam keadaan murni dapat menghantarkan arus listrik? Untuk dapat membedakan larutan elektrolit ionik dan kovalen perhatikanlah contoh2 di bawah ini : .

karena semakin banyak yang mengion.Cara Menentukan Kekuatan Larutan Elektrolit  kekuatan larutan elektroit ditentukan oleh beberapa faktor : Jenis larutan elektrolit. ...semakin besar konsentrasi maka semakin besar kekuatannya.  dalam larutan non elektrolit lemah hanya sebagian kecil larutan yang terurai menjadi ion2nya (misal dengan derajat dissosiasi = 0.001% dari total konsentrasinya) sedangkan larutan elektrolit kuat hampir semuanya terurai (100% dari konsentrasi terurai)  Kadar/Konsentrasinya bila sama jenisnya (sama2 elektrolit lemah atau sama2 elektrolit kuat) kekuatan larutan elektrolit ditentukan oleh konsentrasinya.00001 berarti yang terurai hanya 0.

.dalam reaksi tersebut tiap satu molekul KCl menghasilkan 2 ion yaitu satu ion K+ dan satu ion Cl.  .. Jumlah ion yang terbentuk per molekul  perhatikan reaksi penguraian KCl dan CaCl2 pada contoh penguraian sebelumnya..sehingga total Kcl menghasilkan 2 ion dan CaCl menghasilkan 3 ion....sedangkan dalam reaksi penguraian CaCl2 menghasilkan satu ion Ca+ dan dua ion Cl-.

etanol (C2H5OH). dan sebaliknya jika larutan tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan nonelektrolit. .  Cara pengujian suatu senyawa termasuk elektrolit atau nonelektrolit dapat dilakukan dengan meghubungkan baterai dan lampu bohlam atau amperemeter kemudian ujung kabel dihubungkan pada dua buah elektroda. Satu sebagai anoda (+). cara lain untuk mengelompokan senyawa yakni didasarkan pada daya hantar listrik. gula tebu (C12H22O11). lelehan maupun larutan tidak dapat menghantarkan arus listrik. Jika suatu senyawa dilarutkan dalam air dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit. larutan urea (CO(NH2)2) merupakan beberapa contoh senyawa yang dalam bentuk padatan. satu sebagai katoda (-).  Glukosa (C6H12O6).

 Ketika elektroda dicelupkan. ketika elektroda dicelupkan lampu bohlam tidak menyala dan atau tidak terbentuk gelembung udara pada kedua elektroda. maka senyawa atau zat tersebut termasuk golongan senyawa nonelektrolit. jika lampu bohlam menyala dan atau terbentuk gelembung udara pada kedua elektroda maka senyawa atau zat tersebut termasuk golongan senyawa elektrolit.  Begitu pula sebaliknya.  Gambar rangkaian alat penguji larutan : .

 Perubahan suatu senyawa menjadi ion-ion dalam suatu larutan disebut proses ionisasi. larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena di dalam larutan terkandung atom-atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik yang bergerak bebas. Didasarkan pada teori ionisasi Arhenius. Misalnya HCl yang dilarutkan dalam air dapat ditulis dalam dua persamaan:  HCl H+ + Cl–  HCl + H2O H3O+ + Cl–  CH3COOH H+ + CH3COO–  CH3COOH + H2O H3O+ + CH3COO– .Mengapa Larutan Menghantarkan Arus Listrik?  Larutan elektrolit dapat menghantarkanarus listrik sedangkan larutan nonelektrolit tidak menghantarkan arus listrik. Atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik disebut ion. telah dijelaskan oleh seorang ahli kimia swedia Svante August Arrhenius (1859-1927). umumnya ditulis tanpa melibatkan molekul air atau pelarut.Proses ionisasi merupakan salah satu cara menunjukan pembentukan ion-ion. namun terkadang molekul air dituliskan juga.

 Ketika diberi beda potensial. Ion yang bermuatan negatif bergerak menuju anoda (+) sedangkan ion yang bermuatan positif bergerak menuju katoda (-) karena adanya perbedaan muatan. etanol. gula tebu dan larutan urea dalam bentuk padatan. Jika suatu senyawa dilarutkan dalam air dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit. lelehan maupun larutan tidak dapat menghantarkan arus listrik karena tidak mengalami ionisasi atau tetap dalam bentuk molekul. dan sebaliknya jika larutan tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan nonelektrolit.  Senyawa seperti glukosa.  Cara lain untuk mengelompokan senyawa yakni didasarkan pada daya hantar listrik. . Aliran ion inilah yang menyebabkan larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik.

.Sumber Ion Dalam Larutan Elektrolit  Ion-ion yang timbul dalam larutan elektrolit terdiri dari dua sumber yaitu senyawa ionik dan senyawa kovalen polar.  Senyawa Ionik  Senyawa ionik tersusun atas ion-ion sekalipun dalam dalam bentuk padat atau kering.  Perlu diketahui bahwa semua senyawa ionik yang yang dapat larut dalam pelarut polar seperti air dan lelehan senyawa ionik merupakan suatu elektrolit. Tetapi lelehan senyawa ionik memiliki daya hantar listrik yang lebih baik dibanding larutannya. Misalnya NaCl dan NaOH.  Hal ini disebabkan susunan ion-ion dalam lelehan senyawa ionik lebih rapat dibanding dalam bentuk larutan. sehingga ion-ion yang ada lebih mudah atau lebih cepat bergerak menuju anoda dan katoda ketika diberi beda potensial. NaCl tersusun dari ion Na+ dan ion Cl¯ sedangkan NaOH tersusun dari ion Na+ dan ion OH–.

Tetapi senyawa kovalen polar tidak mampu membentuk ion di dalam benzena sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik. NH3 dan CH3COOH merupakan beberapa contoh senyawa kovalen polar. Hal ini disebabkan senyawa kovalen polar dalam pelarut yang sesuai mampu membentuk ion-ion. HCl. .  Misalnya senyawa kovalen polar mampu membentuk ion di dalam air sehingga dapat menghantar arus listrik. Senyawa kovalen polar  Senyawa-senyawa kovalen baik kovalen polar maupun nonpolar dalam keadaan murni tidak dapat menghantarkan arus listrik. Tetapi senyawa kovalen polar dapat menghantarkan arus listrik jika dilarutkan dalam pelarut yang sesuai.

. Sebaliknya senyawa yang sebagian kecil terurai menjadi ion disebut elektrolit lemah.  Senyawa yang termasuk elektrolit lemah mempunyai daya hantar yang relatif jelek walaupun memiliki konsentrasi tinggi (pekat). Beberapa contoh elektrolit kuat dan elektrolit lemah seperti yang tertera pada Tabel. Senyawa yang termasuk elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang relatif baik walaupun memiliki konsentrasi yang kecil.Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah  Senyawa yang seluruhnya atau hampir seluruhnya di dalam air terurai menjadi ion- ion sehingga memiliki daya hantar listrik yang baik disebut elektrolit kuat.

Beberapa senyawa yang tergolong elektrolit kuat adalah : Asam-asam kuat umumnya asam-asam anorganik. misalnya: AgCl. Sedangkan garam yang mudah larut dalam air semuanya termasuk elektrolit kuat. Basa-basa kuat yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah. Basa-basa lemah. Garam-garam yang sukar larut dalam air berupa elektrolit lemah walaupun tersusun atas ion-ion. KI dan Al2(SO4)3 Beberapa senyawa yang tergolong elektrolit lemah : Asam-asam lemah. Untuk         asam dan basa dapat berupa elektrolit kuat dan elektrolit lemah. HClO3. misalnya: NaOH. Garam-garam yang sukar larut. misalnya: HCl. basa dan garam. sebagian asam anorganik dan sebagian besar asam organik misalnya: CH3COOH. H2SO4dan HNO3. Ca(OH)2 dan Ba(OH)2. Garam-garam yang mudah larut. misalnya amonia dan kebanyakan basa organik seperti NH4OH dan Ni(OH)2. misalnya: NaCl.Elektrolit asam. KOH. HCN. CaCrO4 dan PbI2 . basa dan Garam  Larutan elektrolit dapat berupa asam. H2CO3 dan H2S.

.  Derajat ionisasi diartikan sebagai perbandingan jumlah mol atau molekul zat yang terionisasi dengan banyaknya mol atau molekul zat mula-mula. maka terdapat 3 kemungkinan yang terjadi yakni zat tersebut larut secara sempurna. Derajat ionisasi dapat ditulis sebagai  Harga α di antara 0 ≤ α ≥ 1. larut sebagian dan tidak larut dalam air. Banyaknya spesi yang terionisasi dalam air dapat diketahui menggunakan derajat disosiasi atau derajat ionisasi (α).Derajat Ionisasi  Ketika suatu zat dilarutkan dalam air. sedangkan α ≥ 1 artinya terjadi ionisasi secara sempurna. α ≤ 0 artinya tidak terjadi ionisasi.

sehingga penamaan yang lebih tepat adalah reaksi reduksi-oksidasi atau reaksi redoks.  Contohnya sudah kita jumpai disekitar lingkungan kita seperti perkaratan logam. respirasi. Reduksi dan oksidasi berlangsug secara bersamaan. . Reaksi pelepasan oksigen disebut reduksi. reaksi pembakaran .Reaksi Redoks  Reaksi dengan oksigen disebut reaksi oksidasi. dan proses pengolahan logam dan bijihnya.

THE END .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful