P. 1
Automatic Transmission

Automatic Transmission

|Views: 120|Likes:
Published by Armando Irvan

More info:

Published by: Armando Irvan on Mar 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

EepInside.

Com
selalu ada tunas baru, setiap hari http://eepinside.com

Automatic Transmission
Dalam satu kesempatan, saya ngobrol dengan salesman sebuah mobil keluaran terbaru. Waktu itu saya bertanya apakah ada model matik untuk mobil yang dia jual tersebut. Jawabannya: Ada. Sejenak kemudian sang sales berceloteh bahwa lebih "enak" menggunakan transmisi manual, karena jauh lebih responsif dibandingkan dengan transmisi otomatis alias matic. Dulu kalau ada orang berkomentar seperti itu, saya turut mengiyakan. Pertama karena memang belum pernah pakai matic, kedua transmisi matic dulu belum sebagus dan secanggih sekarang, ketiga, saya belum pernah merasakan mengendarai mobil di tengah kemacetan yang parah macam di Jakarta. Jadi, pilihan pada waktu itu ya pilih manual. Tapi sekarang saya akan pilih transmisi otomatis. Siapa bilang transmisi otomatis tidak responsif? Ini tergantung teknologi transmisi serta cara mengemudinya. Ketika saya mengendarai BMW 318i dengan teknologi tiptronic, sungguh mengendarai mobil tersebut sangat nyaman dan responsif. Masalahnya, mungkin orang berpikiran mobil matic kurang responsif ketika mencoba menyalip. Ini biasanya terjadi karena kesalahan dalam mengontrol pedal gas. Seharusnya ketika akan menyalip dengan cepat, pedal gas harus agak disentak mendadak (kalau ga salah istilahnya disebut kick down). Maka gigi akan pindah mendadak juga ke posisi paling rendah. Jadilah tenaga yang diperoleh pun meningkat. Atau karena BMW 318i keluaran baru sudah menggunakan tiptronic, maka kita bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk memindahkan posisi persneleng sesuka hati kita layaknya transmisi manual, dengan kelebihan: TANPA harus injak-injak kopling lagi. Tentunya ini akan menjadikan pengendaraan mobil menjadi responsif. Dalam perjalanan mudik lebaran kemarin, saya menggunakan Honda Jazz VTEC dengan transmisi otomatis 7 speed. Sungguh sangat nyaman dan responsif digunakan. Nyaman karena beban kerja otak, tangan, dan kaki jadi berkurang. Jadi ga harus mikir kopling dan gigi bukan? :D Lebih dari itu, Honda Jazz ini juga dilengkapi dengan Steermatic ala tiptronic tadi. Bedanya kalau BMW triger naik turunnya gigi ada di tuas transmisi (tekan ke arah + untuk menaikan gigi dan sebaliknya), di Honda Jazz, perpindahan gigi secara "manual" dilakukan dengan tombol "+" dan "-" yang ada di stir mobil. Mengendarainya jadi mirip main PlayStation :D . Di saat arus kendaraan padat macam mudik lebaran, menggunakan mobil dengan transmisi matic membantu menurunkan tingkat kelelahan. Tiga anggota tubuh lainnya bisa rada istirahat. Kaki kiri lebih banyak digunakan untuk mengikuti irama lagu iPod, tangan kiri jadi lebih banyak digunakan mengambil makanan sambil mengendarai (hayah.., pantesan timbangan naik lagi 1 kilogram), atau digunakan untuk mengusap-usap kepala anak saya. Otak pun jadi ga banyak mikir lagi. Satu hal lagi, kalau saya bandingkan dengan BMW 318i, perpindahan gigi Honda Jazz ini terasa sangat halus. Biasanya kalau saya pindahkan tuas gigi BMW 318i ke posisi D atau R, maka mobil terasa sedikit bergerak, biasanya terasa pantat mobil seperti menekan. Sedangkan di Honda Jazz tidak terasa efek seperti itu. Juga saat berjalan, perpindahan gigi Honda Jazz jauh lebih halus dibandingkan dengan BMW. Apa mungkin ini terjadi karena transmisi Honda Jazz menggunakan teknologi yang disebut CVT? Eniwey busway, ini pertama kali saya menggunakan Honda Jazz VTEC. Bujubuneng, tenaganya luar biasa. Dalam perjalanan mudik lebaran ini, saya lebih banyak menyalip kendaraan lain daripada tersalip. Lebih dari itu, ternyata interiornya luas, bagasinya juga muat banyak. Hmm, jadi mikir milih mana ya dibanding dengan Nissan Grand Livina? Dua orang kawan saya sudah memberikan nasehat, katanya: beli saja dua-duanya. :D

page 1 / 1
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->