P. 1
Makalah Hadist Tabi'In

Makalah Hadist Tabi'In

|Views: 771|Likes:
Published by Anwar Nuris

More info:

Published by: Anwar Nuris on Mar 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

I.

PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan Hadith adalah sumber hukum Islam primer ke- 2 setelah al-Qur’an. Lebih dari itu, salah satu fungsi Hadith adalah menetapkan hukum-hukum yang tidak diatur dalam al-Qur’an1. Oleh karena itu, posisi Hadith menjadi urgen bagi umat Islam. Dalam rentang sejarahnya Hadith pada penghujung Islam ternyata dilarang untuk menuliskannya. Tetapi, pada akhir kerasulannya Nabi SAW menyuruhnya. Pada periode selanjutnya, terdapat beberapa pihak yang menyadari akan betapa urgen kedudukan dan posisi hadith. Dibarengi dengan kondisi politik intern umat Islam sedang bergemuruh, di satu sisi pihak-pihak tersebut menggunakan Hadith untuk memecah belah dan menyesatkan umat Islam dari ajaran yang murni. Di sisi lain, guna menjustifikasi sektenya, mereka berani berani membuat Hadith Palsu. Akhirnya, kondisi demikian membawa dampak positif -selain dampak negatif seperti tersebut di atas. Yaitu dengan sadarnya akan betapa urgen kedudukan dan posisi Hadith bagi umat Islam sehingga mereka semangat untuk membukukan Hadith yang dimotori oleh Umar bin Abdul Aziz. Penyebaran Hadith oleh sisa para sahabat yang masih hidup di satu sisi, dan pengkodifikasian Hadits di sisi lain terjadi dalam satu masa. Namun, pada situasi yang lain ketegangan politik intern umat Islam juga berdampak pada masa depan hadit pada masa ini. Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya pemalsuan hadith.

1

Fatchur Rahman, Ikhtisar Mushthalahul Hadits, Cet. XX, (Bandung: PT al-Ma’arif, 2004), 61

1

2. Di mana pusat pembinaan Hadith pada masa Tabi’in ? 2. Bagaimana usaha pembukuan Hadith pada masa Tabi’in ? 1. Tetapi setelah itu jumlah kaum muslimin semakin banyak dan telah banyak 2 . PEMBAHASAN 2. 3.3 Tujuan Penulisan Makalah 1. II. Bagaimana pergolakan politik dan pemalsuan Hadith pada masa Tabi’in ? 3. Mengetahui pusat pembinaan Hadith pada masa Tabi’in.1 Pusat-Pusat Pembinaan Hadis Pada Masa Tabi’in Meskipun Nabi SAW melarang menulis hadith pada awal-awal Islam untuk memelihara agar hadith tidak tercampur dengan Al-Qur’an. memahami usaha pembukuan Hadith pada masa Tabi’in.1. Memahami pergolakan politik dan pemalsuan Hadith pada masa Tabi’in.2 Masalah/ Topik Bahasan 1.

3 . Hal ini dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz karena maraknya pemalsuan hadits dan kekhawatiranna orisinalitas hadith Nabi SAW akan lenyap. 4 Lihat.daerah tersebut terus meningkat. Dari Kawasan Jazirah Arab Sampai Indonesia. sehingga masa ini dikenal dengan masa penyebaran periwayatan hadits (Intisyar al-riwayah ila al-amshar)5. dan Khurasan. (Bandung: Pustaka Setia. kendali kepemimpinan umat Islam berada di tangan sahabat Nabi. selain Madinah. wilayah kekuasaaan Islam. Setelah Nabi wafat (11 H/ 632 M). keempat khalifah ini dalam sejarah dikenal dengan sebutan al-Khulafau al-Rasyidin dan periodenya disebut dengan zaman sahabat besar -Fazlur Rahman menyebut sahabat senior3. Sejalan dengan pesatnya perluasaan wilayah kekuasaan Islam. Ketika pemerintahan dipegang oleh Bani Umayah (Muawiyah bin Abi Sufyan). Afrika Selatan. 107108. Sahabat Nabi yang pertama menerima kepemimpinan itu adalah Abu Bakar ash-Shiddiq (wafat 13 H/634 M). Ilmu Hadis. 3 Mudasir. (Jakarta : Rajawali Pers. Sejarah Hukum Islam. 2008). Makkah. 93. dan Ali bin Abi Thalib (wafat 40 H/611 M). (Bandung: Pustaka Setia. Dedy Supriadi. Masa Tabi’in jika dilihat dari babakan ilmu hadith termasuk juga masa Pengkodifikasian Hadith (al-Jam’u wa al-Tadwin). tetapi tidak bertemu dengan Rasulullah dan tidak pula semasa dengan beliau. 1999). Ilmu Hadits. 5 Munzier Suparta. Basrah. 2 Dedy Supriyadi. Usman bin Affan (wafat 35 H/656 M). Samarkand dan pada tahun 93 H meluas sampai ke Spanyol 4. Syam. 81. maka hukum larangan menulisnya telah dinaskhkan dengan perintah yang membolehkannya. Sejarah Peradaban Islam.yang mengenal Al-Qur’an. yaitu ditandai dengan adanya surat yang dikirim oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz kepada Abu Bakar bin Hazm. Mesir. 2007). sampai meliputi. Iraq. berguru dan belajar kepada sahabat. 2010). Periode Tabi’in dimulai sejak Pemerintahan umat Islam diambil alih oleh Muawiyah bin Abi Sufyan2. kemudian disusul oleh Umar bin Khatab (wafat 23 H/644 M). 85. penyebaran para sahabat ke daerah. Pengertian Tabi’in adalah orang Islam yang bertemu dengan sahabat. (Bandung: Pustaka Setia. Persia.

Mesir. Munzier. Diantara para tabi’in yang muncul dari sini adalah mujahid bin Jabar. Basrah. 2003). Siti ‘Aisyah. Cet. Kamal bin Zaid AnNakhai’. dan Abdullah bin Mas’ud. dan Abu sa’id Al-Anshari. Diantara para sahabat yang membina hadith di Basrah ialah Anas bin Malik. Muhammad bin Sirrin. dan Abu Ishak As-Sa’bi 8. Diantara para tabi’in yang muncul disini adalah Hasan Al-Basri. Abu Hurairah. ke-4. dari berbagai suku atau kabilah. Diantara para sahabat yang membina hadith di Makkah adalah sebagai berikut Mu’adz bin Jabal. 8 Mudasir. Kufah. dan Ikrimah maula Ibnu Abbas7. 94. seperti Yahudi. dengan menghasilkan para pembesar Tabi’in. Ata’ bin Abi Rabah. menetap setelah hijrah. Ayub 6 Suparta. Makkah. Syam. Said bin Zubair Al-Asadi. Ilmu…. Sa’ad bin Abi Waqas. Ma’qal bin Yasar. Ilmu…. 95. Pusat pembinaan pertama adalah Madinah. Usman bin Thalhah. Yaman dan Khurasan6. Hal. Diantara para sahabat yang membina hadith di Kufah ialah Ali bin Abi Thalib. Ibrahim Ankha’i. seperti Sa’id Ibn Al-Musyayyab. Karena di sinilah Rasul SAW. disamping dilidunginya umat-umat non Muslim. dan Uqbah bin Al-Haris. 7980. Ibn Shihab Al-Zuhri.Tercatat beberapa kota sebagai pusat pembinaan dalam meriwayatkan hadits. Atab bin Asid. Maghribi dan Andalus. Disini pula Rasul SAW. Ubaidullah Ibn ’Utbah Ibn Mas’ud dan Salim Ibn Abdillah Ibn Umar. Dan para sahabat yang menetap disini diantaranya Khulafa Al-Rasyidin. Kota-kota tersebut ialah Madinah. 4 . ‘Urwah Ibn Zubair. sebagai tempat tujuan para tabi’in dalam mencari hadith. Haris bin Hisyam. Imran bin Husain. Amir bin Sarahil Asy-Sya’ibi. Hal. abdullah ibn Umar dan Abu Said Al-Khudri. Tawus bin Kaisan. membina masyarakat Islam yang di dalamnya terdiri atas Muhajirin dan Anshar. Abdullah bin Abbas. Ilmu Hadis. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Diantara para tabi’in yang muncul disini ialah Ar-Rabi’ bin Qasim. 7 Mudasir. Abdurrahman bin Samrah.

Diantara para sahabat yang membina hadith di Khurasan adalah Abdullah bin Qasim Al-Aslami. Bilal bin haris bin Asim Al-muzaid. 95. 95. Ilmu…. Diantara para sahabat yang membina hadith di Yaman adalah Muadz bin jabal dan Abu Musa Al-Asy’an. Khalid bin Walid. Yazid bin Abi Habib. 95. Khatadah bin Du’amah As-sudusi. Yazid bin Abi Mansur. Abu Idris Al-khaulani. Khair bin Nu’aimi Al-Hadrami. Ilmu…. Kharijah bin Huzafah. Ilmu…. Abdullah bin Jafar dan Abdullah bin Sulaiman Ath-Thawil11 . Sa’ad bin Ubadah. Abdurrahman bin Ziyad. 12 Mudasir. 13 Mudasir. Surahbil bin Hasanah. Ilmu…. Rifa’ah bin Ra’fi dan Muslim bin Yasar12. ialah Hammam ibn Munabah dan Wahab ibn Munabah. Bilal bin Rabah. Mudasir. 95.As-sakhyatani. dan Abdullah bin Al-Haris. dan Qasm bin Sabit Al-Anshari. dan Hisyam bin Hasan9. 10 5 . 11 Mudasir. Al-Mugirah bin Abi Burdah. Yunus bin Ubaid. Ubadah Bin shamit. Ilmu…. Ali bin Sabit Al-Anshari. Abu Darda’. Di Yaman. Diantara para sahabat yang membina hadith di Magrib dan Andalus ialah Mas’ud bin Al-Aswad Al-Balwi. Uqubah bin Amr. Mu’adz bin Jabal. 9 Mudasir. dan Iyad bin Ghanan. Tawus dan Mamar bin Rasid13. Para tabi’in yang muncul disini ialah Salim bin Abdillah al-Muharibi. Para tabi’in yang muncul di sini di antaranya adalah Hammam bin Munabah dan Wahab bin Munabah. Yahya bin Sabih Al-Mugari. Diantara para sahabat yang membina hadith di Syam ialah Abu Ubaidah Al-Jarah. 95. Para tabi’in yang muncul d isini adalah Ziyad bin An-Am Al-Mu’afil. Hal. Para tabi’in yang muncul disini ialah Amr bin Al-Haris. Diantara para sahabat yang membina hadith di Mesir ialah Amr bin Al’as. Thawus dan Ma’mar ibn Rasyid. Hal. Abdullah bin Aun. Umar bin Hanna’i10.

setelah terjadinya perang Jamal dan perang shfifin. yaitu ketika kekuasaan dipegang oleh Ali ibn Abi Thalib. Cet.2 Pergelokan Politik dan Pemalsuan Hadith Pergelokan ini sebenarnya terjadi pada masa sahabat. adalah lahirnya rencana dan usaha yang mendorong diadakannya kodifikasi atau tadwin hadith. antara lain Muhammad ibn Ziyad ibn Tsabit Al-Ansari. dan Jumhur. maka mereka membuat hadith-hadith palsu. Adapun pengaruh yang berakibat positif. Hasbi . Masing-masing kelompok mengaku berada dalam pihak yang benar dan menuduh pihak lainnya salah. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis. Pada abad kedua. pemalsuan hadith bertambah luas dengan munculnya propaganda.Kemudian di Khurasan. Mulai saat itulah timbulnya riwayat-riwayat hadith palsu. Akan tetapi akibat cukup panjang dan berlarut-larut dengan terpecahnya umat Islam ke dalam beberapa kelompok (Khawarij. Mu’awiyah dan golongan mayoritas yang tidak masuk ke dalam ketiga kelompok tersebut). Syiah. Tempat mula berkembangnya hadith palsu adalah daerah Irak tempat kaum Syiah berpusat pada waktu itu. para sahabat yang terjun. Untuk membela pendirian masing-masing. Khawarij. 75. Pengaruh yang langsung dan bersifat negatif. yaitu Syiah.Ash Shiddieqy.propaganda politik untuk menumbangkan rezim 14 Lihat. M. Orang-orang yang mula-mula membuat hadith palsu adalah dari golongan Syiah kemudian golongan Khawarij dan Jumhur. Sejak terbunuhnya khalifah Usman bin Affan dan tampilnya Ali bin Abu Thalib serta Muawiyah yang masing-masing ingin memegang jabatan khalifah. sebagai upaya penyelamatan dari pemusnahan dan pemalsuan. 2. dan Yahya ibn Sabih Al-Mugri14. maka umat Islam terpecah menjadi tiga golongan. (Jakarta: PT Bulan Bintang. ialah dengan munculnya hadith-hadith palsu ( Maudhu’) untuk mendukung kepentingan politiknya masing-masing kelompok dan menjatuhkan posisi lawanlawannya. Ke-11 th. 6 . sebagai akibat dari pergolakan politik tersebut. 1993).

" 7 . Selain itu. tahun 597 H) Di samping itu para ulama hadith membuat kaidah-kaidah atau patokan-patokan serta menetapkan ciri-ciri kongkret yang dapat menunjukkan bahwa suatu hadith itu palsu. yakni pada masa kekhalifahan Umayyah.hadith yang dibuatnya supaya umat Islam tidak terpengaruh dan tersesat oleh perbuatan mereka.. para ulama menyusun kitab-kitab yang secara khusus menerangkan hadith . Isi maksud hadith tersebut bertentangan dengan akal. Pemalsuan hadith mencapai puncaknya pada periode ketiga. " 2. Kitab oleh Muhammad bin Thahir Ak-Maqdizi(w. Segala macam penyakit.hadith palsu tersebut. seperti hadis: "Buah terong itu menyembuhkan. kemudian sebagian ulama mempelajari dan meneliti keadaan perawi-perawi hadith yang dalam masa itu banyak terdapat perawiperawi hadith yang lemah diantara perawi-perawi tersebut. yaitu antara lain : 1. sehingga tidak pantas rasanya disabdakan oleh Nabi SAW. Kitab oleh Al-Hasan bin Ibrahim Al-Hamdani 3. Untuk itu. Sebagai imbangan.Bani Umayyah. karena dia teman karibku. Selain itu juga diusahakan pemberantasan terhadap hadith . muncul pula dari pihak Muawiyyah ahli-ahli pemalsu hadith untuk membendung arus propaganda yang dilakukan oleh golongan oposisi. Susunan hadith itu baik lafaz maupun maknanya janggal. muncul juga golongan Zindiq. Ciri-ciri yang menunjukkan bahwa hadith itu palsu antara lain: 1. tukang kisah yang berupaya untuk menarik minat masyarakat agar mendengarkannya dengan membuat kisah-kisah palsu. yaitu dengan cara menunjukan nama-nama dari oknum-oknum/ golongan-golongan yang memalsukan hadith berikut hadith . Untuk itu. tahun 507 H) 2.hadith palsu oleh para ulama. Kitab oleh Ibnul Jauzi (w. seperti hadith: "Janganlah engkau memaki ayam jantan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mana yang benar-benar dapat diterima periwayatannya dan mana yang tidak dapat diterima.

Isi/maksud itu bertentangan dengan nas Al-Quran dan atau hadith mutawatir. Sebab lain yang berpengaruh terhadap jiwa para ulama. Hal-hal di atas menjadi alasan mengapa hadith merupakan hal urgen untuk dipelajari oleh kaum muslim. sebagai pendamping Al Qur’an dalam peran menjadi pedoman hidup manusia. Sebagai Amirul Mukminin ia tidak jauh dari ulama. Di samping kebutuhan kita. yaitu munculnya praktek pemalsuan 8 .3. Munculnya upaya seleksi hadith untuk menyempurnakan pengembangan hadith. Hal yang mendorongnya adalah aktivitas para tabi’in ketika itu dan sikap mereka membolehkan ketika tidak ada lagi sebab-sebab untuk melarangnya. Hadits berfungsi juga sebagai penjelas Al Qur’an. seperti hadith: "Anak zina itu tidak akan masuk surga.3 Pembukuan Hadith Pada Masa Tabi’in Dalam Islam. Sehingga hadith lah yang menjelaskan makna umum tersebut secara terperinci dan mudah difahami oleh umat Islam. berkenaan dengan ayat-ayat Al Qur’an yang bersifat mujmal atau global. : "Orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. yang disepakati oleh para ulama. dari dinasti Umayyah. 3. Ia melakukan upaya-upaya pemeliharaan hadith karena khawatir hadith akan hilang. mempelajari hadith sangat diperlukan dalam rangka menjaga orisinilitas hadith karena fenomena pemalsuan salah satu wahyu dari Allah tersebut. ia menulis sebagian hadith serta memotivasi para ulama agar mereka berani melakukan hal yang sama. apabila di dalam Al-Quran tidak ditemukan maka harus merujuk kepada hadith Nabi. " 4. Dengan menggunakan berbagai macam ilmu hadith. Sehingga. Fatir: 18). Di kala kendali khalifah di pegang oleh Umar bin Abdul Aziz pada tahun 99 H. maka timbullah berbagai macam nama hadith. " (QS. Hadith tersebut bertentangan dengan firman Allah SWT. hadith adalah sumber hukum kedua setelah Al Qur’an.

9 . Hendaklah mereka menyebarkan ilmu dan duduk sehinggga ilmu itu diketahui oleh orang yang belum mengetahuinya karena ilmu itu tidak akan binasa. Umar bin Abdul Aziz juga memerintahkan Ibnu Syihab az-Zuhri (w. Di dalam surat yang ditujukan kepada penduduk Madinah. Ia tidak merasa cukup dengan memerintahkan orang-orang secara khusus ditugaskan menghimpun hadith.. dan Abu Bakar menuliskannya untuknya. Sebagaimana di sebutkan oleh sebagian ulama.hadith yang dilatar belakangi oleh persaingan politik dan perselisihan antar aliran. 98 H) dan al-Qasim bin Muhammad (w. janganlah engkau menerima kecuali hadith Nabi Saw. Umar bin Abdul Aziz berkata. 124 H) dan lain-lainnya menghimpun sunnah-sunnah Rasulullah.” Dan. Ia meminta Abu Bakar bin Hazm (salah seorang ilmuan pada masanya) untuk menghimpun hadith. dalam surat yang di tujukan kepada Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm (w. 107 H). Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkirim surat keseluruh wilayah Islam. Dan. mendorong para pejabat di wilayah-wilayah itu agar mereka menumbuhkan sikap berani para ulama dalam mengkaji dan menghidupkan hadith. kemudian tulislah karena saya mengkhawatirkan hilangnya ilmu dan kematian orang yang memilikinya. Pemerintahan di bawah kepemimpinan umar bin Abdul Aziz mengambil langkah tepat dengan memprakarsai penghimpunan hadith secara resmi. “lihatlah hadis Rasulullah SAW. seorang pejabat Madinah. Ia mengirim surat ke berbagai wilayah Islam. Khulafa ar-Rasyidin yang kelima. Umar bin Abdul Aziz. “disebutkan dalam satu riwayat bahwa ia memerintahkan Abu Bakar bin Muhammad menuliskan ilmu yang dimiliki oleh Umrah putri Abdurrahman (w. ia memerintahkan kirimkan kepadaku hadith Rasulullah Saw. 117 H). Yang kamu nilai benar dan hadith umrah karena saya mengkhawatirkan hilangnya ilmu dan kematian orang-orang yang memilikinya.

akhir abad pertama dan awal abad kedua Hijriah merupakan masa penutup sikap pro dan kontra tentang penulisan hadith. V Th. 2008). 373. Melalui kaidah-kaidah yang ditetapkannya. Usaha mereka ini menimbulkan suatu kajian hadith yang kemudian berkembang menjadi ulumul hadith 17.meninggal dunia sebelum melihat tulisan-tulisan yang berhasil di himpun oleh Abu Bakar15.hadith yang mauquf (periwayatannya berhenti pada sahabat) dan yang maqthu’ (terputus) dari yang marfu’ (sanadnya sampai ke Nabi Muhammad SAW). 15 Muhammad Ajaj Al-Khatib. Ulumul Hadits. yang tersebar di seluruh pelosok wilayah Daulah Islamiyah. para ulama bersungguh-sungguh mengadakan penyaringan hadith s yang diterimanya. 16 Munzier Suparta. (Bandung: Pustaka Setia. Ilmu Hadits. memicu munculnya hadith . para ulama pada masa ini berhasil memisahkan hadith hadith yang dha’if (lemah) dari yang shahih dan hadith . Periwayatan hadith semakin pesat pada masa tabi’in dengan berkembangnya gerakan rihlah ilmiah. Mereka melakukan itu untuk mengetahui hadith – hadith Nabi SAW dari sahabat yang masih hidup dan tersebar di berbagai kota. kitab. meskipun berdasarkan penelitian berikutnya masih ditemukan terselipnya hadith yang dhaif pada kitab shahih karya mereka16. Pada masa seleksi hadith. 36. 10 . Tidak lain kota-kota tersebut merupakan pusat pembinaan dalam periwayatan hadith. Pencarian hadith ini dilakukan oleh mereka hanya untuk membuktikan keaslian suatu hadith. Maka di bukukanlah Sunnah Rasulullah SAW. 17 Agus Solahudin. 1401-1981 M). Karena luasnya wilayah Islam dan kepentingan golongan.hadith palsu meskipun pembukuan tatacara periwayatan telah ditetapkan. Pemalsuan hadith mencapai puncaknya pada periode ketiga. As-Sunnah Qablat-Tadwin. Dalam lembaran. 92. yakni pada masa kekhalifahan Daulah Umayyah. yaitu pengembaraan ilmiah yang dilakukan para muhadithin dari satu kota ke kota lain. (Beirut: Darul Fikr Cet. dan buku. Demikianlah.

11 . dan Aisyah (2276 buah). Proses transmisi hadith pun dari masa ke masa mengalami perjalanan waktu yang lama. Sebuah perjuangan kaum muslim untuk menggali kebenaran yang bersandar pada ajaran Allah. Abdullah bin Abbas (1660 buah). Ubaidullah ibn ‘Utbah ibn Mas’ud dan Salim bin Abdillah ibn Umar dan masih banyak lagi tokoh-tokoh hadith dari kalangan tabi’in yang berasal dari berbagai wilayah di Daulah Islamiyah18. membutuhkan kesabaran dan keuletan para tokoh disertai banyak masalah-masalah yang menghalangi jalan periwayatan hadith. Abu Sa’id Al Khudri (1170 buah). seperti Sa’id Ibn Al Musyayyab. ruang yang terjal dan kondisi yang rumit. Ketertarikan cendekiawan muslim dalam mempelajari sumbersumber Islam selalu meningkat dari zaman ke zaman. Ibn Syihab Al Zuhri. ‘Urwah ibn Zubair. seperti ketika muncul kejadian pemalsuan hadith untuk kepentingan golongan.Ada beberapa orang yang meriwayatkan hadith cukup banyak. Abdullah bin Umar (2630 buah). Anas ibn Malik. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya tokoh-tokoh hadith pada masa Tabi’in yang mencakup jumlah yang banyak. 85-88. Nama-nama tokoh hadith dari kalangan tabi’in di wilayah Madinah. antara lain Abu Hurairah (5374 buah). melebihi periwaya hadith pada masa sahabat. Jabir Ibn abdillah (1540 buah). Ilmu Hadits. 18 Munzier Suparta.

para Tabi’in melakukan usaha yang lebih sungguh untuk mencari dan meriwayatkan hadith. Syam. Mesir. Ibnu Syihab al-Zuhri dan Abu Bakar bin Hazm adalah tokoh utama proyek pengkodifikasian Hadith ini. Ironisnya. Basrah. sebagai tempat tujuan para tabi’in dalam mencari hadith. PENUTUP 3. Kufah.III. Hadith palsu juga dibuat oleh para zindiq yang mengintimidasi Islam melalui sya’ir-syair Arab. Kalangan Tabi’in telah semakin banyak yang aktif meriwayatkan hadith. masing-masing sekte ini mengklaim paling benar dan menyalahkan sekte yang lain.1 Kesimpulan Sesudah masa Khulafa’ al-Rasyidin. Kegiatan periwayatan hadith pada masa itu lebih luas dan banyak dibandingkan dengan periwayatan pada periode Khulafa’ al-Rasyidin. Bahkan tatacara periwayatan hadith pun sudah dibakukan. Di pihak lain. tampil Khalifah Umar bin Abdul Aziz dengan gagasan brillian mengkodifikasikan semua Hadith yang berasal dari Nabi SAW. Makkah. Melihat realitas ini. Sehingga. Hal ini dilakukan karena muncul kekhawatiran orisinalitas Hadith menjadi lenyap mengingat gerakan pemalsuan Hadith gempar dilakukan. Pergolakan politik intern umat Islam yang diawali dengan terjadinya Fitnatu al-Kubra sejak terbunuhnya Utsman bin Affan RA dan berpuncak antara Ali bin Abi Thalib dengan Mua’wiyah bin Abu Sufyan dalam memperebutkan kepemimpinan Umat Islam mengakibatkan terpecahnya umat Islam menjadi beberapa sekte. demi menjustifikasi kebenaran sektenya mereka membuat hadith-hadith palsu. 12 . Maghribi dan Andalus. Beberapa kota sebagai pusat pembinaan dalam meriwayatkan hadith. Kota-kota tersebut ialah Madinah. Yaman dan Khurasan.

Fatchur. Beirut: Darul Fikr Solahudin. Bandung: Pustaka Setia Suparta. Ash Shiddieqy M. Dari Kawasan Jazirah Arab Sampai Indonesia. 2010. Dedy. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Hasbi. 1999.DAFTAR PUSTAKA Supriyadi. V. Cet. Ilmu Hadits. Bandung: Pustaka Setia 2008. Ke-11 th. Cet. Ilmu Hadis. Munzier. Cet. Jakarta : Rajawali Pers 2003. Mudasir. 1401-1981 M. Bandung: PT al-Ma’arif 13 . Th. Ilmu Hadis. Jakarta: PT Bulan Bintang Al-Khatib. XX. 2007. Muhammad Ajaj. Agus. 2008. Ulumul Hadits. Bandung: Pustaka Setia Rahman. As-Sunnah Qablat-Tadwin. ke-4. Sejarah Hukum Islam. Ikhtisar Mushthalahul Hadits. Bandung: Pustaka Setia. Cet. 1993.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->