PEMBUATAN TABLET CTM DENGAN METODE CETAK LANGSUNG

1. Tujuan a. Mahasiswa diharapkan mampu membuat preformulasi tablet CTM dengan metode cetak langsung. b. Mahasiswa diharapkan mampu melakukan uji evaluasi tablet CTM.

2. Spesifikasi Produk

Nama produk Kandungan zat aktif Bentuk sediaan Kekuatan sediaan Bahan pengemas primer

: Phenamalea ® : CTM : Tablet : 4 mg : Blister

3. Formula Standar dan Formula Modifikasi Formula Standar Chlorpheniramine maleate Starch 1500 Mikrokristalin selulosa Stearic acid Magnesium stearat 4 mg 75,00 mg 65,62 mg 1,11 mg 0,37 mg (Niazi, )

Formula Modifikasi

CTM Amilum Mikrokristalin Selulosa (MCC) Aerosil Magnesium stearat

4 mg 30 % 20 % 0,1 % 1,0 %

4. Amilum Fungsi : sebagai bahan pengikat dan penghancur. Chlorfenamino Maleatas. Alasan : mempunyai sifat anti histamin. Fungsi Dan Alasan Pemilihan Bahan 1. 5. 6. 2. anticaking dan anticlogging. Alasan : bersifat paling kompresibilitas dibandingkan semua pengisi untuk formula cetak langsung dan mempunyai potensial pengenceran yang tinggi. Sifat Fisikokimia Zat Aktif Dan Eksipien 1. Aerosil Fungsi : sebagai glidan Alasan : karena mempunyai sifat bebas mengalir. CTM Sinonim : Chlorpeniramin Maleat. Chlorphenamine Maleinat. Alasan : karena mempunyai sifat yang hidrofob. Alasan : mempunyai aliran yang baik. 3. sebagai penghancur. CTM Fungsi : sebagai zat aktif. 4. C4H4O4 : - . Mikrokristalin Selulosa Fungsi : sebagai bahan pegisi. Magnesium Sterarat Fungsi : sebagai lubrikan (antiadherent). - Rumus Molekul Rumus bangun : C16H19ClN2.

rasanya khas. Amilum Sinonim Pemerian serbuk halus putih.2007). berbentuk . Inkompabilitas bahan oksidasi kuat.0 . 2. Vivapur. kanamycine sulfate. tak tembus cahaya (Martindale. asam noradrenalin tartrat. praktis tidak larut dalam air. pH : diantara 4 dan 5 Wadah dan penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat. pH : 5. Kelarutan : cepat larut pada 5% w/v larutan sodium hydroxide. Celex. tidak tembus cahaya (handbook exipients.- Pemerian Kristal. dan dalam larutan organic. 3. : berwarna putih berbau khas. Starch.5 : Mikrikristalin selulosa inkompabilitas dengan Wadah dan Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat. larut dalam alcohol. baunya khas. 2006). MCC Sanaq. : Mikrokristalin selulosa murni. : CTM inkompabilitas dengan kalsium kloride. : praktis tidak larut dalam air dingin dan dalam : Amylum. pentobarbital sodium dan maglumin adipiodin.7. : mempunyai bau dan rasa yang khas. Kelarutan etanol. berbentuk serbuk - Kelarutan Incompabilitas : Sangat larut dalam air. sebagian berpolimerisasi menjadi selulosa berwarna putih. Mikrokristalin Selulosa (MCC) Sinonim Pemerian : Avicel PH. Kristal terbentuk dari penyerapan partikel. larut dalam asam.

dan asam.5 – 5. : dalam wadah tertutup baik dan tempat yang : praktis tidak larut dalam etanol (95%) dan eter : stabil : 88. 2006). 2006). Magnesium Stearat Sinonim Pemerian : Mg oktadecanoate. kecuali asam hidroflorik. Pemerian : mengkilap. Wadah dan penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat (handbook exipients. 5. berminyak bila : inkompabilitas dengan diethylstilbestrol.5 Wadah dan penyimpanan . dalam wadah tertutup rapat (handbook exipients. air. Kelarutan Kestabilan Melting Point Inkompatibel garamnya. Warnanya berubah seperti warna iodine. Inkompabilitas pH : 3. Wadah dingin dan kering. tersentuh.- Inkompabilitas : amilum inkompabilitas dengan bahan oksidasi kuat. mempunyai bau dan rasa yang khas. : serbuk putih. putih. serbuk tidak berbentuk. tidak teratur. lengket pada kulit. larut dalam larutan panas alkali hidroksida. Collodal Silica. bau dan rasa khas.50 C : inkompatibel dengan asam kuat. Aerosil Sinonim Fumed Silica. Stearic acid magnesium salt. kebiru-biruan-agak : colloidal Silicon Dioxide. Kelarutan : praktis tidak larut dalam pelarut organic. alkali dan . 4.

000 mg 30 mg x 500 = 15.7.000 mg 0.0 mg  Penimbangan bahan CTM MCC Amilum Aerosil Magnesium stearat 4 mg x 500 = 2000 mg 20 mg x 500 = 10.1 % x 100 = 0.55 gram .1 mg x 500 = 50 mg 1.05 gram = 0. Perhitungan Dan Penimbangan CTM MCC Amilum Aerosil Magnesium stearat 4 mg 20 % x 100 = 20 mg 30 % x 100 = 30 mg 0.0 % x 100 = 1.0 mg x 500 = 500 mg =2 = 10 = 15 gram gram gram = 0.5 gram + = 27.1 mg 1.

7. dll. Uji Keseragaman Ukuran Kecuali dinyatakan lain diameter tablet tidak boleh lebih dari 3x dan tidak kurang dari 11/3 tebal tablet. cetakan (garis patah. aduk selama 2 menit. campur bahan-bahan sesuai dengan aturan pencampuran (kecuali pelincir). lakukan evaluasi terhadap massa cetak. logo. bentuk (bundar. lakukan evaluasi terhadap campuran serbuk. Uji Kekerasan . tanda. lakukan evaluasi terhadap tablet yang diperoleh. Uji diameter dan ketebalan tablet ini dilakukan terhadap 20 tablet. Evaluasi 1. massa cetak dikempa dengan menggunakan punch diameter sesuai dengan bobot tablet yang telah ditentukan. permukaan rata/cembung). kemudian tambahkan pelincir. 2. 3. aduk selama 15 menit hingga homogen. tidak dilakukan penghalusan bahan karena bahan pembantu memang diharapkan berbentuk granular (bahan aktif diayak jika menggumpal). Cara Kerja timbang bahan sesuai kebutuhan. pabrik). 8.Uji Penampilan Tablet diamati secara visual meliputi : warna (homogenitas).

Kekerasan tablet diukur terhadap luas permukaan tablet dengan menggunakan beban yang dinyatakan dalam kilogram. Uji keseragaman Bobot Uji ini dilakukan terhadap 20 tablet dengan cara menimbang satu persatu. Uji Friabilitas Dilakukan dengan alat Friabilator menggunakan 20 tablet. Perhitungan : f = a – b a f = friabilitas a = bobot tablet sebelum diuji b = bobot tablet setelah diuji 6. Tablet yang baik mempunyai friabilitas < 1%.Dilakukan dengan alat Hardness tester.5 5 1 tablet 30 20 15 10 x 100 % Persyaratan : tidak boleh 2 tablet yang bobot rata-ratanya menyimpang dari bobot rata-rata tablet lebih besar dari harga yang ditetapkan kolom A dan tidak satupun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata kolom B. Persyaratn farmakope Indonesia 3 : kecuali dinyatakan lain semua tablet harus . Uji friabilitas biasanya dilakukan selama 15-20 menit tergantung spesifikasi alat. Persyaratan Farmakope Indonesia : Bobot rata-rata (mg) Deviasi maksimum (%) 2 tablet 2 mg atau kurang 25-150 mg 151-300 mg > 300 mg 15 10 7. Parameter yang diuji adalah kerapuhan tablet terhadap gesekan atau bantingan selama waktu tertentu. Satuan kekerasan adalah Newton. 6. kp. Uji Waktu Hancur Uji waktu hancur menggunakan alat disintegrator tester menggunakan 6 tablet. 4.

hancur tidak lebih dari 15 menit (untuk tablet tidak bersalut) dan tidak lebih dari dari 60 menit untuk tablet salut gula atau tablet salut selaput. 7. Jakarta. Pharmeceurical Press. Martindale. 2 Maret 2012 Asistten. 8. Rowe. Daftar Pustaka Anonim. Fajar Handayani . Compressed Solid Products. The Complete Drug Reference. 2007. Pengujian dilakukan terhadap 10 tablet. Uji Disolusi Uji ini dilakukan untuk mengetahui kapan zat aktif mulai dilepaskan dan kapan tercapai kadar maksimum didalam media disolusi serta bagaimana profil zat aktif secara in vitro. Persyaratan FI 4 . Niazi. Volume 1. Praktikan. Departemen Kesehatan RI. 2006. 1995. Yogyakarta. Informa Healthcare. Handbook Of Pharmaceutical Excipients Fiffth Edition. New York. The Pharmaceutical Press. K. Handbook Of Pharmaceutical Manufacturing Formulations Second Edition. tidak boleh lebih dari 2 tablet yang kadarnya di luar rentang 85-115 % dari kadar rata-rata dan tidak boleh lebih dari 1 tablet yang kadarnya diluar rentang 75-125 % dari kadar rata-rata. USA. Edisi IV. Raymond. Uji Keseragaman Kandungan Uji ini biasanya dilakukan jika tablet mengandung zat aktif < 50 mg. New York. 9. Farmakope Indonesia. Safranas. 2004.

LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM DESAIN BENTUK SEDIAAN OBAT PEMBUATAN TABLET CTM DENGAN METODE CETAK LANGSUNG Disusun Oleh : Kelompok : C 3 Fajar Handayani 09613149 Praktikum Tanggal Praktikum Tanggal Pengumpulan Nilai Pengumpulan Nama Asisten LABORATORIUM TEKNOLOGI FARMASI FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful