P. 1
Usaha Kesehatan Sekolah

Usaha Kesehatan Sekolah

|Views: 164|Likes:
Published by surahmaaannnnn

More info:

Published by: surahmaaannnnn on Mar 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2015

pdf

text

original

Usaha Kesehatan Sekolah Rabu, 16 Maret 2011 10:58

Usaha kesehatan sekolah disingkat UKS adalah suatu usaha yang dilakukan sekolah untuk menolong murid dan juga warga sekolah yang sakit di kawasan lingkungan sekolah. UKS biasanya dilakukan di ruang kesehatan suatu sekolah. Dalam pengertian lain, UKS adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integrative). Untuk optimalisasi program UKS perlu ditingkatkan peran serta peserta didik sebagai subjek dan bukan hanya objek.

Dengan UKS ini diharapkan mampu menanamkan sikap dan perilaku hidup sehat pada dirinya sendiri dan mampu menolong orang lain. Dari pengertian ini maka UKS dikenal pula dengan child to child programme. Program dari anak, oleh anak, dan untuk anak untuk menciptakan anak yang berkualitas. Hidup sehat seperti yang didefinisikan oleh badan kesehatan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) World Health Organization (WHO) adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan kesehatan jiwa adalah keadaan yang memungkinkan perkembangan fisik, mental, intelektual, emosional, dan sosial yang optimal dari seseorang. Dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 pasal 45 tentang Kesehatan ditegaskan bahwa ”Kesehatan Sekolah” diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal sehingga diharapkan dapat menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut Sumantri, M. (2007) peserta didik itu harus sehat dan orang tua memperhatikan lingkungan yang sehat dan makan makanan yang bergizi, sehingga akan tercapai manusia soleh, berilmu dan sehat (SIS). Dalam proses belajar dan pembelajaran materi pembelajaran berorientasi pada head, heart dan hand, yaitu berkaitan dengan pengetahuan, sikap/nilai dan keterampilan. Namun masih diperlukan faktor kesehatan (health) sehingga peserta didik memiliki 4 H (head, heart, hand dan health). Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah

bahwa salah satu indikator kualitas sumber daya manusia itu adalah kesehatan. maka bangsa itu semakin baik pula tingkat kesehatannya. jiwa. Oleh karena itu. Sasaran lainnya adalah sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan. termasuk satuan pendidikan luar sekolah dan perguruan tinggi agama serta pondok pesantren beserta lingkungannya. sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas. yaitu pendidikan kesehatan. Sasaran tertier lainnya adalah lingkungan yang meliputi lingkungan sekolah. Selain itu juga menciptakan lingkungan yang sehat. Untuk belajar dengan efektif peserta didik sebagai sasaran UKS memerlukan kesehatan yang baik. guru pamong belajar/tutor orang tua. keluarga dan masyarakat sekitar sekolah. dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. pelayanan kesehatan. dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.Secara umum UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik. maka tingkat kesehatan masyarakat pada umumnya belum sesuai dengan harapan. Begitu pula dengan sumber daya manusianya yang diharapkan berkualitas masih memerlukan proses dan usaha yang lebih keras lagi. mengubah sikap dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri. dan ekonomi yang berkaitan dengan daya beli. yaitu pendidikan yang berkaitan dengan berapa lama mengikuti pendidikan. Kalau peserta didik tidak sehat bagaimana bisa belajar dengan baik. Pendidikan kesehatan dilakukan secara intra kurikuler dan ekstra kurikuler. Kesehatan menunjukkan keadaan yang sejahtera dari badan. Oleh karena itu kita mencermati konsep yang dikemukakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). meningkatkan pengetahuan. Untuk tingkat ekonomi Indonesia masih berada pada urutan atau ranking yang sangat rendah yaitu 108 pada tahun 2008. Di samping itu juga meningkatkan peran serta peserta didik dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah dan rumah tangga serta lingkungan masyarakat. meningkatkan keteramplan hidup sehat agar mampu melindungi diri dari pengaruh buruk lingkungan. Kegiatan intra kurikuler adalah . karena dengan kesehatan itu peserta didik dapat mengikuti pembelajaran secara terus menerus. Sedangkan sasaran tertier adalah lembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah/TK/RA sampai SLTA/MA. dibandingkan dengan negara-negara tetangga. bukan hanya pendidikan. Kemajuan ekonomi suatu bangsa biasanya berkorelasi dengan tingkat kesehatan masyarakatnya. Semakin maju perekonomiannya. Sedangkan secara khusus tujuan UKS adalah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. Kesehatan bagi peserta didik merupakan sangat menentukan keberhasilan belajarnya di sekolah. Sasaran Usaha Kesehatan Sekolah Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS meliputi peserta didik sebagai sasaran primer. Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah Ada tiga program pokok UKS yang sering disebut trias UKS. kesehatan yang berkaitan sumber daya manusianya. Ada tiga kualitas sumber daya manusia. pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan serta TP UKS di setiap jenjang sebagai sasaran sekunder. jika tingkat ekonomi masih berada di urutan yang rendah.

berkreasi. olahraga pun kurang. Peserta didik pun cenderung lebih menyukai dan banyak menonton televisi. Untuk itu diperlukan fasilitas dan program pendidikan jasmani atau olah raga memadai dan terprogram dengan baik. Melaksanakan pelatihan UKS bagi peserta didik. disebabkan lingkungan yang tidak sehat. guru dan orangtua. bermain videogames. atau lingkungan masyarakatnya. Kesehatan fisik peserta didik berkorelasi positif terhadap kematangan emosi sosialnya. Apalagi sebelum makan tidak mencuci tangan terlebih dahulu. diabetes melitus dan obesitas.melaksanakan pendidikan pada saat jam pelajaran berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Aktifitas fisik mereka kurang bergerak. Apalagi perilaku tidak sehat ini. meningkatkan risiko hipertensi. sehingga terjerumus ke dalam penyakit masyarakat seperti penggunaan narkoba atau tindakan kriminal. dan berolah raga dengan bebas. gizi. dan sebagainya. gula. kuratif dan rehabilitasi. garam. Pendidikan ini tidak hanya diberikan pada saat mata pelajaran Pendidikan Jasmani saja. Pendidikan Berkualitas Pelayanan kesehatan dilakukan secara komprehensif dan terpadu meliputi promotif. Peran Sekolah dalam Meningkatkan Kesehatan Pada era globalisasi ini banyak tantangan bagi peserta didik yang dapat mengancam kesehatan fisik dan jiwanya. Rehabilitasi adalah pemulihan pada keadaan kesehatan awal dari penyakit yang telah diderita. Kuratif adalah penyembuhan penyakit yang diderita. dan sebagainya terhadap peserta didik. malas sehingga tidak bergairah baik di rumah maupun atau di sekolah. Tantangan lain tentang perilaku tidak sehat muncul dari diri peserta didik sendiri. Hal ini sangat mendukung dan memungkinkan peserta didik untuk bergerak. namun bisa juga secara integratif pada saat mata pelajaran lainnya disampaikan kepada peserta didik. Promotif adalah peningkatan penyuluhan dan latihan keterampilan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan lingkungan sekolah untuk menciptaan lembaga pendidikan yang dapat menunjang berlangsungnya proses pembelajaran. Misalnya. di sekolah dan di lingkungan masyarakat sekitar. sehingga mengakibatkan fisiknya kurang bugar. menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran fisiknya. Perilaku tidak sehat lainnya yang mengkhawatirkan adalah melakukan pergaulan bebas. termasuk tantangan untuk berhasil secara akademik. Peserta didik pun akan mampu mengendalikan stress yang dialaminya. guru pembina UKS dan kader kesehatan. usia muda. seperti lebih suka mengkonsumsi makanan tidak sehat yang tinggi lemak. Tidak sedikit anak yang menunjukkan perilaku tidak sehat. rendah serat. atau usia peserta didik sekolah sehingga risikonya akan mengakibatkan penyakit degeneratif. Melaksanakan pendidikan dan kebiasaan hidup bersih melalui program sekolah sehat. sekolah. karena jika stress . Preventif adalah layanan kesehatan untuk mencegah sebelum timbulnya penyakit. dan play station. Guru atau orang tua perlu memberikan bekal yang penting bagi peserta didik yaitu menciptakan kematangan emosi-sosialnya agar dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan. Selain itu meningkatnya perokok pemula. Kegiatan ekstrakurikuler adalah melaksanakan pendidikan di luar jam pelajaran yang dilakukan di sekolah atau di luar sekolah. seperti kurang bersihnya rumah. narkoba. preventif. Akibatnya mereka rentan mengalami sakit dan beresiko terhadap berbagai penyakit degeneratif di usia dini. melaksanakan penyuluhan tentang. sehingga memungkinkan masukkan bibit penyakit ke dalam tubuh.

adanya dukungan masyarakat sepenuhnya. 6. yaitu: 1. orang tua. Berusaha keras untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman. bebas dari pengaruh negatif dan penyalahgunaan zat-zat berbahaya.tidak dikendalikan akan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit dan akan menjadi kendala untuk keberhasilan belajarnya. bebas dari segala macam bentuk kekerasan. 3. Diciptakannya pekarangan sekolah yang aman. Menerapkan kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya di sekolah untuk mempromosikan atau meningkatkan kesehatan. dengan cara memperhatikan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. 4. Untuk menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam kesehatan fisik dan jiwanya tersebut sekolah memilkki peran yang penting untuk menciptakan dan meningkatkan kesehatan peserta didik. yaitu penyaringan. Selain itu. suasana yang mempedulikan pola asuh. Menurut WHO (Depkes. Bekerja keras untuk ikut atau berperan serta meningkatkan kesehatan masyarakat. diagnose dini. serta dapat mengembangkan berbagai keterampailan hidup yang mendukung kesehatan fisik. mengadakan kerja sama dengan puskesmas setempat. dan mengadakan program-program makanan begizi dengan memperhatikan ‘keamanan’ makanan. rasa hormat dan percaya. . learning and working” dengan tujuan (goal) “Help School Become Health Promoting Schools. Konsep inilah yang oleh Badan Kesehatan Dunia WHO disebut HPS (Health Promoting Schools) atau Sekolah Promosi Kesehatan sehingga “a health setting for living. serta pengobatan sederhana. Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah. 2008) ada enam ciri utama sekolah yang dapat mempromosikan atau meningkatkan kesehatan. Terakhir. pemantauan dan perkembangan. Memberikan pendidikan kesehatan dengan mengembangkan kurikulum yang mampu meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif terhadap kesehatan. yaitu peserta didik. mental dan sosial. kebijakan-kebijakan dalam penggunaan rokok. Kebijakan berikutnya memberikan pelayanan yang ada untuk seluruh peserta didik. Memberikan akses (kesempatan) untuk dilaksanakannya pelayanan kesehatan di sekolah. Selain itu. 2. yaitu kebijakan yang didukung oleh seluruh staf sekolah termasuk mewujudkan proses pembelajaran yang dapat menciptakan lingkungan psikososial yang sehat bagi seluruh masyarakat sekolah. imunisasi. memperhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk guru maupun orang tua. Upaya yang dilakukan antara lain dengan menciptakan lingkungan “Sekolah Sehat” (Health Promoting School/HPS) melalui UKS.” Program UKS ini hendaknya dilaksanakan dengan baik sehingga sekolah menjadi tempat yang dapat meningkatkan atau mempromosikan derajat kesehatan peserta didiknya. dan para tokoh masyarakat maupun organisasi-organisasi di masyarakat. Cara lainnya berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat. penyalahgunaan narkotika termasuk alkohol serta pencegahan segala bentuk kekerasan/pelecehan. 5. meliputi sanitasi dan air yang cukup.

memecahkan masalah. Semua upaya ini akan tercapai bila sekolah dan lingkungan dibina dan dikembangkan. dan kecakapan hidup vokasional (learning to do). produktif. Pendidikan kecakapan hidup didasarkan atas konsep bahwa peserta didik perlu learning to be (belajar untuk menjadi). Kecakapan hidup adalah kecakapan yang diperlukan untuk hidup. sosial. dan melakukan penataan halaman. dapat membantu seseorang menarik keputusan yang tepat. Selain itu. yang meliputi pengetahuan. dan mengembangkan sikap hidup sehat dan produktif. kecakapan hidup akademik (learning to learn/ learning to know). mental. berkomunikasi secara efektif. seperti partisipasi masyarakat. kecakapan hidup terbagi atas empat kategori yaitu kecakapan hidup personal learning to be). dan learning to do (belajar untuk melakukan). Implikasi tugas perkembangan ini terhadap pendidikan adalah bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan perlu disusun struktur kurikulum yang muatannya dapat memfasilitasi perkembangan kesehatan sebagai suatu kecakapan hidup (life skills). sehingga terjamin berlangsungnya proses pembelajaran dengan baik dan terciptanya kondisi yang mendukung tercapainya kemampuan peserta didik untuk beperilaku hidup sehat. melalui pelayanan kesehatan (yankes) yang didukung secara mantap dan memadai oleh sektor terkait lainnya. mengupayakan pelayanan kesehatan yang optimal. dan media massa. dan bermartabat. Upaya ini dilakukan karena sekolah memiliki lingkungan kehidupan yang mencerminkan hidup sehat. apotik hidup dan pasar sekolah yang aman. pekarangan. . kecakapan hidup social (learning live with others). Setiap individu akan mengalami kehidupan yang sehat fisik dan mentalnya apabila dapat menuntaskan tugas-tugas perkembangan sesuai dengan usianya. dan membangun keterampilan mengelola diri sendiri yang dapat membantu mereka mencapai hidup yang sehat dan produktif. Selain itu. yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif. bahagia. Sedangkan UNICEF memberikan definisi tentang kecakapan hidup yang merujuk pada kecakapan psiko-sosial dan interpersonal yang dapat membantu orang untuk mengambil keputusan yang tepat. melakukan kerja sama dengan masyarakat sekitar sekolah yang mengandung lingkungan besih dan sehat. learning to live with others (belajar untuk hidup bersama). mengatur diri sendiri. melakukan pengadaan sarana sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. fisik. Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran harus menjadi HPS. Pembinaan lingkungan sekolah sehat dilakukan melalui pemeliharaan sarana fisik dan lingkungan sekolah. yaitu sekolah yang dapat meningkatkan derajat kesehatan warga sekolahnya. Berdasarkan konsep ini. dan lingkungan untuk mengembangkan dirinya secara menyeluruh untuk bertahan hidup dalam berbagai keadaan dengan berhasil. berkomunikasi secara effektif. Upaya lain yang dilakukan dalam pembinaan lingkungan sekolah sehat dan promosi gaya hidup sehat melalui pendekatan life skills education atau pendidikan kecakapan hidup. learning to learn (belajar untuk belajar) atau learning to know (belajar untuk mengetahui). WHO atau World Health Organization) mendefinisikan kecakapan hidup sebagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif. dunia usaha.Upaya mengembangkan “Sekolah Sehat” (Health Promoting School/HPS) melalui program UKS perlu disosialisasikan dan dilakukan dengan baik.

mengembangkan akhlak yang mulia. melaksanakan evaluasi yang sesuai dengan upaya peningkatan kualitas jasmani dan pengembangan sekolah sehat. Untuk itu sekolah mengembangan kecakapan hidup peserta didik antara lain menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.Kecakapan personal (personal skill). pendidikan jasmani dan kebugaran jasmani. Kecakapan akademik (academic skill) atau kecakapan intelektual. Bagi peserta didik mempraktekkan kecakapan personal penting untuk membangun rasa percaya diri. pendidikan kecakapan hidup. Cara yang dilakukan adalah mengoptimalkan berbagai upaya pengembangan sekolah sehat antara lain dilakukan upaya peningkatan kemampuan profesionalisme guru dan tenaga pendidik melalui berbagai pelatihan. serta upaya-upaya sosialisasi dan implementasi di bidang UKS. maka program peningkatan kualitas jasmani dan pengembangan sekolah sehat akan terus dilaksanakan. Kecakapan hidup membantu peserta didik secara positif dan adaptif mengatasi situasi dan tuntutan hidup sehari-hari. baik fisik maupun non fisik. Mengintensifkan pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi antara lain dengan memantapkan pengembangan program dalam . Sehingga dapat terbentuk peserta didik yang sehat dan bugar serta sekolah yang memenuhi standar sekolah sehat. orang tua dan anggota masyakarat. Kebijakan dalam Peningkatan Implementasi Program UKS di Madrasah Untuk mendukung peningkatan proses pembelajaran yang lebih baik. dan menanamkan kasih sayang dan rasa hormat kepada orang lain. Kecakapan sosial (social skill). Peserta didik memiliki kemampuan untuk memanfaatan semua sumber daya secara optimal. Kecakapan vokasional (vocational skill) atau kemampuan kejuruan terbagi atas kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill). bimbingan dan penyuluhan. dapat dipraktekkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-harinya dengan diberi contohnya oleh guru. Kecakapan hidup yang diperoleh oleh peserta didik melalui proses belajar bukan terjadi begitu saja. sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas hidupnya. Mempraktekkan kecakapan vokasional penting untuk membekali peserta didik dengan kecakapan teknis dan sikap yang dituntut oleh perusahaan atau lembaga yang menyediakan lapangan kerja. mengembangkan potensi. Mengefektifkan pengkajian dan pengembangan pendidikan antara lain dengan lebih memfokuskan upaya pengkajian dalam rangka meningkatkan kemampuan hidup sehat. teknologi dan analitis yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam lembaga pendidikan formal dan tempat kerja. meliputi kecakapan berkomunikasi (communication skill) dan kecakapan bekerja sama (collaboration skill). Mempraktekkan kecakapan akademik penting untuk membantu peserta didik memperoleh kecakapan ilmiah. secara konstruktif mengelola emosi dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan yang menguntungkan masyarakat. lahir atau bathin yang diperlukan untuk bertahan dalam lingkungan apa pun. Keempat jenis kecakapan hidup itu menghasilkan individu yang memiliki kesehatan jasmani dan rokhani. meliputi kecakapan dalam memahami diri (self awareness skill) dan kecakapan berfikir (thinking skill). Mempraktekkan kecakapan sosial penting untuk membantu peserta didik mengembangkan hubungan yang positif. bekerja sama dengan masyarakat menyediakan berbagai keperluan sekolah menciptakan dan meningkatkan kesehatan peserta didiknya. pendidikan kesehatan.

evaluasi dalam rangka upaya peningkatan kualitas jasmani dan pengembangan sekolah sehat. mengembangkan pelayanan kesehatan termasuk Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). memiliki nilai dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat. memelihara lingkungan kehidupan sekolah sehat. sanitasi dan air bersih di madrasah. PMR. mengadakan kader kecil. memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar. mengadakan pemeriksaan kesehatan peserta didik secara berkala. memiliki keterampilan dalam pemeliharaan. tenaga kependikan dan masyarakat serta menunjang peningkatan mutu pendidikan. pertama melalui pengembangan kurikulum terintegrasi yang meliputi mensinergikan kurikulum pendidikan kesehatan dengan kurikulum lainnya. standarisasi. mengembangkan budaya bersih dan sehat lingkungan madarasah. membeli berbagai peralatan dan obat-obatan yang mendukung pelaksanaan kesehatan di madrasah. menyelenggarakan pendidikan kesehatan terpadu. Cara Melaksanakan Pendidikan Kesehatan di Sekolah Pendidikan kesehatan memiliki beberapa tujuan. mampu menularkan perilaku hidup sehat. pendidikan jasmani dan pendidikan rekreasi yang dapat bermanfaat langsung bagi peserta didik.rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan melaksanakan pengkajian dan pengembangan bidang pengukuran. mengadakan penyuluh kesehatan dan konseling. pencegahan terhadap segala penyakit. melakukan evaluasi dan supervisi pembinaan UKS di madrasah bersama TP UKS (Tim Pembina UKS). mengadakan Usaha Kesehatan Gigi Madrasah (UKGM). mengadakan pengawasan warung/kantin madrasah. menerapkan prinsip-prinsip pencegahan penyakit. dan kakus (MCK). peserta didik tumbuh kembang secara harmonis. Pengembangan sarana dan prasarana pun dilakukan dengan memaksimalkan koordinasi madrasah dan Puskesmas sebagai rujukan kesehatan peserta didik. cucu. mengembangkan kantin sehat dan bergizi. mengembangkan student centered learning dan mengedepankan aspek psikomotorik daripada aspek kognitif. memiliki kebiasaan hidup sehat. yaitu dengan menambah guru Pembina OSIS yang ditatar UKS di madrasah dengan bekerja sama dengan TP UKS. Kedua pengembangan sarana dan prasarana dengan cara menerbitkan dan atau membeli buku-buku yang berkaitan dengan kesehatan. menyelenggarakan orientasi kurikulum berbasis kompetensi dan strategi pelaksanaannya di lingkungan madrasah. melakukan penelitian dan pengembangan madrasah sehat. Kebijakan Departemen Agama dalam peningkatan implementasi program UKS di madrasah. memberikan bantuan pembinaan bagi madrasah yang telah masuk nominasi dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat provinsi dan tingkat nasional. memiliki kesegaran jasmani dan kesehatan yang optimal Tujuan pendidikan kesehatan tersebut akan tercapai dengan melakukan berbagai cara pelaksanaannya. yaitu memiliki pengetahuan tentang isu kesehatan. membangun dan mengkampanyekan 1000 tempat mandi. meningkatkan profesionalitas ketenagaan. pertolongan dan perawatan kesehatan. Cara melaksanakan pendidikan kesehatan di sekolah dilakukan melalui penyajian dan . Ketiga mengembangkan program Madrasah Sehat dengan cara mengikutsertakan lomba madrasah sehat. Meningkatkan kegiatan analisis kajian kesegaran jasmani. mengadakan pengobatan ringan dan P3K.

minuman keras. yang pertama adalah rapat koordinasi baik di tingkat pusat. air dan sanitasinya. pegenalan pada penyakit menular dan pencegahannya. Materi pendidikan itu antara lain demam berdarah. guru. diharapkan menjadi bagian dari pelaksanaan pendidikan. propinsi. Semua dilakukan dengan mengundang para anggota tim Pembina UKS baik dari bidang kesehatan dalam negeri maupun dari pendidikan nasional. Cara penanaman kebiasaan dilakukan melalui penugasan untuk melalukan cara hidup sehat sehari-hari dan pengamatan terus menerus oleh guru dan kepala sekolah. Usaha Kesehatan Sekolah Rabu. flu burung. pelayanan gizi. Kedua. pengelolaan tinja. dan penugasan. bahaya rokok dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika. dan bahan-bahan yang berbahaya serta zat adiktif (NAPZA) dan HIV/AIDS. memberikan bantuan peningkatan kualitas kesehatan madrasah. UKS dilaksanakan mulai dari TK/RA sampai SLTA/MA. dan kader kesehatan remaja untuk MTs dan MA. Pembinaan UKS oleh TPUKS (Tim Pembina UKS) masih rendah dan belum merata.penanaman kebiasaan. Cara penyajian pendidikan lebih menekankan peran aktif peserta didik melalui kegiatan ceramah. dan orang tua. demonstrasi. kemudian orientasi dokter kecil untuk MI. Keberhasilan itu juga ditentukan adanya hubungan guru dengan orang tua peserta didik. Pendidikan kesehatan berbasis kesehatan dengan program usaha kesehatan sekolah atau pelaksanaan sekolah sehat ini. pembimbingan. bukan hanya di madrasah tetapi juga di sekolah. pengelolaan sampah. kabupaten serta tim Pembina. 16 Maret 2011 10:58 . Materi pendidikan kesehatan yang diajarkan di sekolah berbeda-beda disesuaikan dengan jenjang pendidikannya. apa yang diberikan oleh guru di sekolah hendaknya juga didukung oleh orang tua di rumah. Keberhasilan pendidikan kesehatan ditentukan dengan adanya keteladanan dan dorongan dari kepala sekolah. penyediaan air bersih. serta dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah/madrasah sampai pusat secara terkoordinasi baik antara sekolah dengan Tim Pembina. obat terlarang. Khusus untuk peserta didik SMP/MTs dan SMA/SMK/MA ditambah dengan kesehatan reproduksi. Kegiatan UKS di lingkungan sekolah meliputi beberapa kegiatan. pegawai sekolah. permainan. sarana pembuangan limbah. Tim Pembina UKS di bawahnya dengan yang di atasnya maupun antar sesama Tim Pembina UKS yang sejajar. diskusi. pengelolaan air bersih. kesehatan gigi dan mulut.

sikap/nilai dan keterampilan. heart. Dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 pasal 45 tentang Kesehatan ditegaskan bahwa ”Kesehatan Sekolah” diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar. Namun masih diperlukan faktor kesehatan (health) sehingga peserta didik memiliki 4 H (head. UKS adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integrative). Dengan UKS ini diharapkan mampu menanamkan sikap dan perilaku hidup sehat pada dirinya sendiri dan mampu menolong orang lain. Hidup sehat seperti yang didefinisikan oleh badan kesehatan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) World Health Organization (WHO) adalah keadaan sejahtera dari badan. dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. berilmu dan sehat (SIS). sehingga akan tercapai manusia soleh. Sedangkan kesehatan jiwa adalah keadaan yang memungkinkan perkembangan fisik. mental. Selain itu juga menciptakan lingkungan yang sehat. oleh anak. Dalam proses belajar dan pembelajaran materi pembelajaran berorientasi pada head. emosional. tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal sehingga diharapkan dapat menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas. jiwa. Dalam pengertian lain. yaitu berkaitan dengan pengetahuan. Untuk optimalisasi program UKS perlu ditingkatkan peran serta peserta didik sebagai subjek dan bukan hanya objek. (2007) peserta didik itu harus sehat dan orang tua memperhatikan lingkungan yang sehat dan makan makanan yang bergizi. heart dan hand. Menurut Sumantri. dan sosial yang optimal dari seseorang. Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah Secara umum UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik. sehingga memungkinkan . intelektual. hand dan health). dan untuk anak untuk menciptakan anak yang berkualitas. UKS biasanya dilakukan di ruang kesehatan suatu sekolah. M. Program dari anak. Dari pengertian ini maka UKS dikenal pula dengan child to child programme.Usaha kesehatan sekolah disingkat UKS adalah suatu usaha yang dilakukan sekolah untuk menolong murid dan juga warga sekolah yang sakit di kawasan lingkungan sekolah.

Sasaran Usaha Kesehatan Sekolah Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS meliputi peserta didik sebagai sasaran primer. dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. kesehatan yang berkaitan sumber daya manusianya. Oleh karena itu. Oleh karena itu kita mencermati konsep yang dikemukakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). termasuk satuan pendidikan luar sekolah dan perguruan tinggi agama serta pondok pesantren beserta lingkungannya. Sedangkan secara khusus tujuan UKS adalah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. Kalau peserta didik tidak sehat bagaimana bisa belajar dengan baik. Di samping itu juga meningkatkan peran serta peserta didik dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah dan rumah tangga serta lingkungan masyarakat. Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah Ada tiga program pokok UKS yang sering disebut trias UKS. Untuk tingkat ekonomi Indonesia masih berada pada urutan atau ranking yang sangat rendah yaitu 108 pada tahun 2008. Pendidikan ini tidak hanya diberikan pada saat mata pelajaran Pendidikan Jasmani saja. maka bangsa itu semakin baik pula tingkat kesehatannya. Ada tiga kualitas sumber daya manusia. Kegiatan intra kurikuler adalah melaksanakan pendidikan pada saat jam pelajaran berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. meningkatkan keteramplan hidup sehat agar mampu melindungi diri dari pengaruh buruk lingkungan. maka tingkat kesehatan masyarakat pada umumnya belum sesuai dengan harapan. pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan serta TP UKS di setiap jenjang sebagai sasaran sekunder. Kesehatan menunjukkan keadaan yang sejahtera dari badan. mengubah sikap dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri. dibandingkan dengan negara-negara tetangga. jiwa. meningkatkan pengetahuan. Sasaran tertier lainnya adalah lingkungan yang meliputi lingkungan sekolah. guru pamong belajar/tutor orang tua. namun bisa juga secara integratif pada saat mata pelajaran lainnya . keluarga dan masyarakat sekitar sekolah. Untuk belajar dengan efektif peserta didik sebagai sasaran UKS memerlukan kesehatan yang baik. Kemajuan ekonomi suatu bangsa biasanya berkorelasi dengan tingkat kesehatan masyarakatnya. dan ekonomi yang berkaitan dengan daya beli.pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas. bukan hanya pendidikan. bahwa salah satu indikator kualitas sumber daya manusia itu adalah kesehatan. yaitu pendidikan yang berkaitan dengan berapa lama mengikuti pendidikan. yaitu pendidikan kesehatan. dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Sedangkan sasaran tertier adalah lembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah/TK/RA sampai SLTA/MA. pelayanan kesehatan. jika tingkat ekonomi masih berada di urutan yang rendah. Begitu pula dengan sumber daya manusianya yang diharapkan berkualitas masih memerlukan proses dan usaha yang lebih keras lagi. Semakin maju perekonomiannya. Kesehatan bagi peserta didik merupakan sangat menentukan keberhasilan belajarnya di sekolah. Sasaran lainnya adalah sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan. karena dengan kesehatan itu peserta didik dapat mengikuti pembelajaran secara terus menerus. Pendidikan kesehatan dilakukan secara intra kurikuler dan ekstra kurikuler.

karena jika stress tidak dikendalikan akan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit dan akan menjadi kendala untuk keberhasilan belajarnya. gula. Misalnya. usia muda. Peserta didik pun akan mampu mengendalikan stress yang dialaminya. Pelayanan kesehatan lingkungan sekolah untuk menciptaan lembaga pendidikan yang dapat menunjang berlangsungnya proses pembelajaran. olahraga pun kurang. meningkatkan risiko hipertensi. atau usia peserta didik sekolah sehingga risikonya akan mengakibatkan penyakit degeneratif. Peran Sekolah dalam Meningkatkan Kesehatan Pada era globalisasi ini banyak tantangan bagi peserta didik yang dapat mengancam kesehatan fisik dan jiwanya. atau lingkungan masyarakatnya. berkreasi. Perilaku tidak sehat lainnya yang mengkhawatirkan adalah melakukan pergaulan bebas. sehingga mengakibatkan fisiknya kurang bugar. sehingga terjerumus ke dalam penyakit masyarakat seperti penggunaan narkoba atau tindakan kriminal. Guru atau orang tua perlu memberikan bekal yang penting bagi peserta didik yaitu menciptakan kematangan emosi-sosialnya agar dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan. menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran fisiknya. Melaksanakan pelatihan UKS bagi peserta didik. Preventif adalah layanan kesehatan untuk mencegah sebelum timbulnya penyakit. dan play station. dan sebagainya.disampaikan kepada peserta didik. Rehabilitasi adalah pemulihan pada keadaan kesehatan awal dari penyakit yang telah diderita. rendah serat. gizi. Selain itu meningkatnya perokok pemula. sekolah. Apalagi sebelum makan tidak mencuci tangan terlebih dahulu. di sekolah dan di lingkungan masyarakat sekitar. Untuk itu diperlukan fasilitas dan program pendidikan jasmani atau olah raga memadai dan terprogram dengan baik. Apalagi perilaku tidak sehat ini. dan sebagainya terhadap peserta didik. Tantangan lain tentang perilaku tidak sehat muncul dari diri peserta didik sendiri. dan berolah raga dengan bebas. Melaksanakan pendidikan dan kebiasaan hidup bersih melalui program sekolah sehat. guru dan orangtua. Promotif adalah peningkatan penyuluhan dan latihan keterampilan pelayanan kesehatan. Aktifitas fisik mereka kurang bergerak. Hal ini sangat mendukung dan memungkinkan peserta didik untuk bergerak. garam. melaksanakan penyuluhan tentang. bermain videogames. seperti kurang bersihnya rumah. preventif. guru pembina UKS dan kader kesehatan. . Kuratif adalah penyembuhan penyakit yang diderita. Kesehatan fisik peserta didik berkorelasi positif terhadap kematangan emosi sosialnya. Tidak sedikit anak yang menunjukkan perilaku tidak sehat. Peserta didik pun cenderung lebih menyukai dan banyak menonton televisi. diabetes melitus dan obesitas. kuratif dan rehabilitasi. seperti lebih suka mengkonsumsi makanan tidak sehat yang tinggi lemak. Pendidikan Berkualitas Pelayanan kesehatan dilakukan secara komprehensif dan terpadu meliputi promotif. Kegiatan ekstrakurikuler adalah melaksanakan pendidikan di luar jam pelajaran yang dilakukan di sekolah atau di luar sekolah. narkoba. sehingga memungkinkan masukkan bibit penyakit ke dalam tubuh. termasuk tantangan untuk berhasil secara akademik. Akibatnya mereka rentan mengalami sakit dan beresiko terhadap berbagai penyakit degeneratif di usia dini. disebabkan lingkungan yang tidak sehat. malas sehingga tidak bergairah baik di rumah maupun atau di sekolah.

Menerapkan kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya di sekolah untuk mempromosikan atau meningkatkan kesehatan. Bekerja keras untuk ikut atau berperan serta meningkatkan kesehatan masyarakat. 6. melalui pelayanan kesehatan (yankes) yang didukung secara mantap dan memadai oleh sektor terkait lainnya. dan mengadakan program-program makanan begizi dengan memperhatikan ‘keamanan’ makanan. Terakhir. 4. seperti . serta pengobatan sederhana. yaitu penyaringan. Upaya yang dilakukan antara lain dengan menciptakan lingkungan “Sekolah Sehat” (Health Promoting School/HPS) melalui UKS. dan para tokoh masyarakat maupun organisasi-organisasi di masyarakat. kebijakan-kebijakan dalam penggunaan rokok. Diciptakannya pekarangan sekolah yang aman. mengadakan kerja sama dengan puskesmas setempat.” Program UKS ini hendaknya dilaksanakan dengan baik sehingga sekolah menjadi tempat yang dapat meningkatkan atau mempromosikan derajat kesehatan peserta didiknya. imunisasi. adanya dukungan masyarakat sepenuhnya. 2. pemantauan dan perkembangan. Menurut WHO (Depkes. serta dapat mengembangkan berbagai keterampailan hidup yang mendukung kesehatan fisik. 5. learning and working” dengan tujuan (goal) “Help School Become Health Promoting Schools. mental dan sosial. dengan cara memperhatikan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Kebijakan berikutnya memberikan pelayanan yang ada untuk seluruh peserta didik. Selain itu. rasa hormat dan percaya. Berusaha keras untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman. 2008) ada enam ciri utama sekolah yang dapat mempromosikan atau meningkatkan kesehatan. bebas dari segala macam bentuk kekerasan. Memberikan pendidikan kesehatan dengan mengembangkan kurikulum yang mampu meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif terhadap kesehatan. Konsep inilah yang oleh Badan Kesehatan Dunia WHO disebut HPS (Health Promoting Schools) atau Sekolah Promosi Kesehatan sehingga “a health setting for living. Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah. Upaya mengembangkan “Sekolah Sehat” (Health Promoting School/HPS) melalui program UKS perlu disosialisasikan dan dilakukan dengan baik. Cara lainnya berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat. penyalahgunaan narkotika termasuk alkohol serta pencegahan segala bentuk kekerasan/pelecehan. orang tua. diagnose dini. 3. suasana yang mempedulikan pola asuh. yaitu kebijakan yang didukung oleh seluruh staf sekolah termasuk mewujudkan proses pembelajaran yang dapat menciptakan lingkungan psikososial yang sehat bagi seluruh masyarakat sekolah. Selain itu. yaitu: 1. memperhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk guru maupun orang tua. meliputi sanitasi dan air yang cukup. Memberikan akses (kesempatan) untuk dilaksanakannya pelayanan kesehatan di sekolah.Untuk menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam kesehatan fisik dan jiwanya tersebut sekolah memilkki peran yang penting untuk menciptakan dan meningkatkan kesehatan peserta didik. yaitu peserta didik. bebas dari pengaruh negatif dan penyalahgunaan zat-zat berbahaya.

Setiap individu akan mengalami kehidupan yang sehat fisik dan mentalnya apabila dapat menuntaskan tugas-tugas perkembangan sesuai dengan usianya. learning to live with others (belajar untuk hidup bersama). dan membangun keterampilan mengelola diri sendiri yang dapat membantu mereka mencapai hidup yang sehat dan produktif. sehingga terjamin berlangsungnya proses pembelajaran dengan baik dan terciptanya kondisi yang mendukung tercapainya kemampuan peserta didik untuk beperilaku hidup sehat. dan kecakapan hidup vokasional (learning to do). yaitu sekolah yang dapat meningkatkan derajat kesehatan warga sekolahnya. WHO atau World Health Organization) mendefinisikan kecakapan hidup sebagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif. pekarangan. memecahkan masalah. dan mengembangkan sikap hidup sehat dan produktif. dan melakukan penataan halaman. learning to learn (belajar untuk belajar) atau learning to know (belajar untuk mengetahui). melakukan pengadaan sarana sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. bahagia. dan bermartabat. Kecakapan hidup adalah kecakapan yang diperlukan untuk hidup. Bagi peserta didik mempraktekkan kecakapan personal penting untuk membangun rasa percaya diri. Implikasi tugas perkembangan ini terhadap pendidikan adalah bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan perlu disusun struktur kurikulum yang muatannya dapat memfasilitasi perkembangan kesehatan sebagai suatu kecakapan hidup (life skills). Kecakapan personal (personal skill). meliputi kecakapan dalam memahami diri (self awareness skill) dan kecakapan berfikir (thinking skill). Selain itu. berkomunikasi secara efektif. berkomunikasi secara effektif. mengatur diri sendiri. yang meliputi pengetahuan. mental. Berdasarkan konsep ini. kecakapan hidup akademik (learning to learn/ learning to know). melakukan kerja sama dengan masyarakat sekitar sekolah yang mengandung lingkungan besih dan sehat. Pendidikan kecakapan hidup didasarkan atas konsep bahwa peserta didik perlu learning to be (belajar untuk menjadi). sosial. dan learning to do (belajar untuk melakukan). apotik hidup dan pasar sekolah yang aman. Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran harus menjadi HPS. kecakapan hidup terbagi atas empat kategori yaitu kecakapan hidup personal learning to be). Upaya lain yang dilakukan dalam pembinaan lingkungan sekolah sehat dan promosi gaya hidup sehat melalui pendekatan life skills education atau pendidikan kecakapan hidup. dunia usaha. kecakapan hidup social (learning live with others). Selain itu. dapat membantu seseorang menarik keputusan yang tepat. mengembangkan akhlak . dan media massa. Upaya ini dilakukan karena sekolah memiliki lingkungan kehidupan yang mencerminkan hidup sehat. Pembinaan lingkungan sekolah sehat dilakukan melalui pemeliharaan sarana fisik dan lingkungan sekolah. fisik. yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif. mengupayakan pelayanan kesehatan yang optimal.partisipasi masyarakat. dan lingkungan untuk mengembangkan dirinya secara menyeluruh untuk bertahan hidup dalam berbagai keadaan dengan berhasil. Semua upaya ini akan tercapai bila sekolah dan lingkungan dibina dan dikembangkan. produktif. Sedangkan UNICEF memberikan definisi tentang kecakapan hidup yang merujuk pada kecakapan psiko-sosial dan interpersonal yang dapat membantu orang untuk mengambil keputusan yang tepat.

Kecakapan vokasional (vocational skill) atau kemampuan kejuruan terbagi atas kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill). sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas hidupnya.yang mulia. Kebijakan dalam Peningkatan Implementasi Program UKS di Madrasah Untuk mendukung peningkatan proses pembelajaran yang lebih baik. orang tua dan anggota masyakarat. evaluasi dalam rangka upaya peningkatan kualitas jasmani dan pengembangan sekolah sehat. bekerja sama dengan masyarakat menyediakan berbagai keperluan sekolah menciptakan dan meningkatkan kesehatan peserta didiknya. dapat dipraktekkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-harinya dengan diberi contohnya oleh guru. Meningkatkan kegiatan analisis kajian kesegaran . serta upaya-upaya sosialisasi dan implementasi di bidang UKS. Sehingga dapat terbentuk peserta didik yang sehat dan bugar serta sekolah yang memenuhi standar sekolah sehat. teknologi dan analitis yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam lembaga pendidikan formal dan tempat kerja. standarisasi. Cara yang dilakukan adalah mengoptimalkan berbagai upaya pengembangan sekolah sehat antara lain dilakukan upaya peningkatan kemampuan profesionalisme guru dan tenaga pendidik melalui berbagai pelatihan. pendidikan kesehatan. Mengintensifkan pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi antara lain dengan memantapkan pengembangan program dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan melaksanakan pengkajian dan pengembangan bidang pengukuran. mengembangkan potensi. Mempraktekkan kecakapan vokasional penting untuk membekali peserta didik dengan kecakapan teknis dan sikap yang dituntut oleh perusahaan atau lembaga yang menyediakan lapangan kerja. melaksanakan evaluasi yang sesuai dengan upaya peningkatan kualitas jasmani dan pengembangan sekolah sehat. secara konstruktif mengelola emosi dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan yang menguntungkan masyarakat. Kecakapan hidup yang diperoleh oleh peserta didik melalui proses belajar bukan terjadi begitu saja. Kecakapan akademik (academic skill) atau kecakapan intelektual. Peserta didik memiliki kemampuan untuk memanfaatan semua sumber daya secara optimal. dan menanamkan kasih sayang dan rasa hormat kepada orang lain. baik fisik maupun non fisik. Kecakapan hidup membantu peserta didik secara positif dan adaptif mengatasi situasi dan tuntutan hidup sehari-hari. pendidikan kecakapan hidup. Keempat jenis kecakapan hidup itu menghasilkan individu yang memiliki kesehatan jasmani dan rokhani. bimbingan dan penyuluhan. pendidikan jasmani dan kebugaran jasmani. meliputi kecakapan berkomunikasi (communication skill) dan kecakapan bekerja sama (collaboration skill). Mengefektifkan pengkajian dan pengembangan pendidikan antara lain dengan lebih memfokuskan upaya pengkajian dalam rangka meningkatkan kemampuan hidup sehat. Untuk itu sekolah mengembangan kecakapan hidup peserta didik antara lain menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. maka program peningkatan kualitas jasmani dan pengembangan sekolah sehat akan terus dilaksanakan. Mempraktekkan kecakapan akademik penting untuk membantu peserta didik memperoleh kecakapan ilmiah. Kecakapan sosial (social skill). Mempraktekkan kecakapan sosial penting untuk membantu peserta didik mengembangkan hubungan yang positif. lahir atau bathin yang diperlukan untuk bertahan dalam lingkungan apa pun.

mengadakan penyuluh kesehatan dan konseling. membangun dan mengkampanyekan 1000 tempat mandi. yaitu dengan menambah guru Pembina OSIS yang ditatar UKS di madrasah dengan bekerja sama dengan TP UKS. mengadakan pengawasan warung/kantin madrasah. Kebijakan Departemen Agama dalam peningkatan implementasi program UKS di madrasah. peserta didik tumbuh kembang secara harmonis. mengadakan pengobatan ringan dan P3K. melakukan penelitian dan pengembangan madrasah sehat. mengembangkan student centered learning dan mengedepankan aspek psikomotorik daripada aspek kognitif. memiliki kebiasaan hidup sehat. dan kakus (MCK). PMR. memberikan bantuan pembinaan bagi madrasah yang telah masuk nominasi dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat provinsi dan tingkat nasional. memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar. memiliki nilai dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat. dan penugasan. mengadakan Usaha Kesehatan Gigi Madrasah (UKGM). demonstrasi. Kedua pengembangan sarana dan prasarana dengan cara menerbitkan dan atau membeli buku-buku yang berkaitan dengan kesehatan. menyelenggarakan pendidikan kesehatan terpadu. yaitu memiliki pengetahuan tentang isu kesehatan. pertama melalui pengembangan kurikulum terintegrasi yang meliputi mensinergikan kurikulum pendidikan kesehatan dengan kurikulum lainnya. pembimbingan. sanitasi dan air bersih di madrasah. mampu menularkan perilaku hidup sehat. mengembangkan kantin sehat dan bergizi. memelihara lingkungan kehidupan sekolah sehat. mengembangkan pelayanan kesehatan termasuk Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). permainan. melakukan evaluasi dan supervisi pembinaan UKS di madrasah bersama TP UKS (Tim Pembina UKS). Cara penanaman kebiasaan dilakukan melalui penugasan untuk melalukan cara . mengadakan pemeriksaan kesehatan peserta didik secara berkala. membeli berbagai peralatan dan obat-obatan yang mendukung pelaksanaan kesehatan di madrasah. Cara Melaksanakan Pendidikan Kesehatan di Sekolah Pendidikan kesehatan memiliki beberapa tujuan. pencegahan terhadap segala penyakit. mengadakan kader kecil. menerapkan prinsip-prinsip pencegahan penyakit. tenaga kependikan dan masyarakat serta menunjang peningkatan mutu pendidikan. diskusi. Cara melaksanakan pendidikan kesehatan di sekolah dilakukan melalui penyajian dan penanaman kebiasaan. cucu. mengembangkan budaya bersih dan sehat lingkungan madarasah. memiliki kesegaran jasmani dan kesehatan yang optimal Tujuan pendidikan kesehatan tersebut akan tercapai dengan melakukan berbagai cara pelaksanaannya. Ketiga mengembangkan program Madrasah Sehat dengan cara mengikutsertakan lomba madrasah sehat. pendidikan jasmani dan pendidikan rekreasi yang dapat bermanfaat langsung bagi peserta didik. Pengembangan sarana dan prasarana pun dilakukan dengan memaksimalkan koordinasi madrasah dan Puskesmas sebagai rujukan kesehatan peserta didik.jasmani. Cara penyajian pendidikan lebih menekankan peran aktif peserta didik melalui kegiatan ceramah. pertolongan dan perawatan kesehatan. memiliki keterampilan dalam pemeliharaan. menyelenggarakan orientasi kurikulum berbasis kompetensi dan strategi pelaksanaannya di lingkungan madrasah. meningkatkan profesionalitas ketenagaan.

yang pertama adalah rapat koordinasi baik di tingkat pusat. serta dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah/madrasah sampai pusat secara terkoordinasi baik antara sekolah dengan Tim Pembina. flu burung. pegawai sekolah. Pendidikan kesehatan berbasis kesehatan dengan program usaha kesehatan sekolah atau pelaksanaan sekolah sehat ini. Materi pendidikan itu antara lain demam berdarah. kabupaten serta tim Pembina. Tim Pembina UKS di bawahnya dengan yang di atasnya maupun antar sesama Tim Pembina UKS yang sejajar. penyediaan air bersih. pengelolaan sampah. dan kader kesehatan remaja untuk MTs dan MA. air dan sanitasinya. memberikan bantuan peningkatan kualitas kesehatan madrasah. dan orang tua. minuman keras. Kedua. pegenalan pada penyakit menular dan pencegahannya. bahaya rokok dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika. pengelolaan air bersih.com/makalah-a-artikel/181-usaha-kesehatan-sekolah . pengelolaan tinja. apa yang diberikan oleh guru di sekolah hendaknya juga didukung oleh orang tua di rumah. UKS dilaksanakan mulai dari TK/RA sampai SLTA/MA. sarana pembuangan limbah. dan bahan-bahan yang berbahaya serta zat adiktif (NAPZA) dan HIV/AIDS. propinsi. diharapkan menjadi bagian dari pelaksanaan pendidikan. http://disdik-kepri. Pembinaan UKS oleh TPUKS (Tim Pembina UKS) masih rendah dan belum merata. Kegiatan UKS di lingkungan sekolah meliputi beberapa kegiatan. pelayanan gizi. Materi pendidikan kesehatan yang diajarkan di sekolah berbeda-beda disesuaikan dengan jenjang pendidikannya. Khusus untuk peserta didik SMP/MTs dan SMA/SMK/MA ditambah dengan kesehatan reproduksi. Semua dilakukan dengan mengundang para anggota tim Pembina UKS baik dari bidang kesehatan dalam negeri maupun dari pendidikan nasional. Keberhasilan pendidikan kesehatan ditentukan dengan adanya keteladanan dan dorongan dari kepala sekolah. kesehatan gigi dan mulut. guru. obat terlarang. bukan hanya di madrasah tetapi juga di sekolah. Keberhasilan itu juga ditentukan adanya hubungan guru dengan orang tua peserta didik.hidup sehat sehari-hari dan pengamatan terus menerus oleh guru dan kepala sekolah. kemudian orientasi dokter kecil untuk MI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->