P. 1
Akibat Pemanasan Global

Akibat Pemanasan Global

|Views: 66|Likes:
Published by anisanfa

More info:

Published by: anisanfa on Mar 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2012

pdf

text

original

Cuaca adalah keadaan / fenomena fisik dari atmosfer (yang berhubungan dengan Suhu, Tekanan Udara, Angin, Awan

, Kelembaban udara, Radiasi, Jarak Pandang/Visibility, dsb) di suatu tempat dan pada waktu tertentu. Contoh : Pengamatan cuaca dilakukan setiap hari. Climate Change (Perubahan Iklim) adalah Perubahan signifikan jangka panjang dari pola cuaca rata-rata di suatu wilayah atau secara global dalam periode waktu yang signifikan.\ Cuaca Ekstrim adalah Keadaan atau fenomena fisis atmosfer di suatu tempat, pada waktu tertentu dan berskala jangka pendek dan bersifat ekstrim. BMKG mengkategorikan cuaca termasuk ekstrim apabila :
  

Suhu udara permukaan ≥ 35° C Kecepatan angin ≥ 25 knots Curah hujan dalam satu hari ≥ 50 mm

La Nina adalah Kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di wilayah timur Equator di lautan pasifik, ditandai dengan anomaly suhu muka laut negative (lebih dingin dari rata-ratanya) di equator pasifik tengah (Nino 3 4). Fenomena ini menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia meningkat.

. temperatur umumnya lebih hangat. lapisan ozon baru bisa pulih ke level sebelum tahun 198an pada sekitar tahun 2045 sampai 2060 mendatang di kutub selatan utara dan sekitar satu atau dua dekade sebelumnya di kutub utara. Penipisan yang kali ini terjadi merupakan yang terburuk. rusaknya ozon pada stratosfir terjadi di kawasan kutub saat temperatur turun ke bawah -80 derajat Celcius. Dikutip dari Science Daily. Dalam beberapa pekan terakhir. Sebagai informasi. peneliti memperkirakan. Dari uji coba. Proses ini menjurus ke rusaknya ozon saat sinar matahari menyinari kutub. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga musim semi. Namun di Arktik. kerusakan ozon tahun ini mungkin akan lebih parah. konsentrasi ozon terus dipantau oleh lembaga internasional sejak penandatanganan Protokol Montreal pada tahun 1987. Selama konsentrasi klorin dan bromin di startosfir tetap tinggi. Tanpa Protokol Montreal. hilangnya lapisan ozon telah mencapai sekitar 40 persen. yang menentukan batas produksi halocarbon. Reaksi kimia di dalamnya kemundian mengubah senyawa dari halocarbon (yang tidak berbahaya bagi ozon) menjadi senyawa aktif.Lapisan ozon merupakan lapisan yang berfungsi seperti tameng yang melindungi kehidupan di Bumi dari radiasi sinar ultraviolet berbahaya. Milieux. Di Antartika ‘lubang ozon’ merupakan fenomena yang selalu terjadi di sana karena temperatur udara di kawasan stratosfir kutub selatan itu sangat rendah pada musim dingin. Perancis. kondisi cuaca yang tidak lazim telah mengakibatkan penipisan lapisan ozon di kawasan Arktik. Pada suhu ini. VIVAnews . pada akhir Maret lalu. Observation Spatiales. fenomena berkurangnya lapisan ozon terjadi akibat suhu dingin yang ekstrim dan musim dingin stratosferik panjang yang mengakibatkan perusakan ozon secara signifikan. Seperti diketahui. menurut para peneliti dari Laboratorie Atmospheres. awan terbentuk di bagian bawah stratosfir. 11 April 2011. secara rata-rata. Kali ini. senyawa kimia yang mengandung klorin dan bromin dan menyebabkan kerusakan ozon di stratosfer. penipisan lapisan ozon seperti yang kamili ini terjadi akan kembali hadir di musim dingin yang sangat ekstrim di kutub utara.Hilangnya Ozon di Kutub Utara Pecahkan Rekor Fenomena ini terjadi akibat suhu dingin ekstrim yang terjadi di kawasan kutub utara.

yang selanjutnya membawa angin dingin dari wilayah Antartika dan Siberia ke Eropa barat dan kepulauan di Inggris. Menurut Stefan Rahmstorf dari Riset Dampak Iklim dari Potsdam Institute. mereka salah. (sj) . pola angin berubah arah. Ada interkoneksi yang kompleks di sistem iklim. "Perairan yang tidak lagi ditutupi es ibarat pemanas ketika suhu air lebih hangat dibandingkan wilayah Antartika di atasnya. Tim dari institut ini mengatakan bahwa saat es hilang dari lautan Antartika. "Siapapun yang mengira hilangnya sebagian besar es di Antartika tidak berdampak apapun. dan Laut Barents-Kara telah menunjukkan mekanisme yang kuat. Akibatnya." kata Rahmstorf. mencair dan mengganggu pola udara di atmosfir. Para ahli mengatakan.Akibat Pemanasan Global Cuaca dingin yang ekstrem di Eropa diduga salah satu akibat dari pemanasan global. dilansir dari laman The Independent. peningkatan panas bumi membuat es di perairan Kara dan Barents. menyebabkan tekanan udara meningkat akibat perbedaan suhu yang berbenturan. Dr Petoukhov. hilangnya lapisan es Antartika memicu tekanan tinggi pada cuaca di utara Rusia." kata salah satu peneliti. Ini menyebabkan udara bertekanan tinggi di Laut Barents yang kemudian menimbulkan cuaca dingin di Eropa. Antartika. Hasil penelitian Rahmstorf dan timnya ini dibenarkan oleh Riset Kutub dan Kelautan Alfred Wegener Institute. maka udara panas dalam jumlah besar dilepaskan ke udara yang lebih dingin di atmosfir. Tekanan udara yang meningkat kemudian membuat atmosfir tidak stabil akibat tekanan udara yang berbeda.

menjelaskan. ke Inggris sampai daratan Eropa Barat. Daerah yang dilewati.7 derajat celsius di Eropa yang telah menewaskan sekitar 360 orang bisa berpengaruh ke kawasan Asia Timur lalu ke Indonesia. Pakar meteorologi dari Badan Meteorologi.” ujarnya. dan Geofisika. Cuaca buruk ini menimbulkan entakan udara yang membawa uap air dalam jumlah besar ke Asia Timur. Kondisi cuaca yang mulai terpantau awal Februari ini. Romania. Lalu. seperti Guangzhou dan Hongkong. Lebih lambat . cuaca dingin yang ekstrem di Eropa sejak dua pekan lalu disebabkan oleh fenomena antisiklon berupa daerah tekanan tinggi di Siberia. Turunnya suhu udara pada musim dingin itu mulai terlihat pertengahan Januari di bagian timur Rusia dan Siberia. pendinginan ekstrem di kawasan subtropis Eropa dan lintang tinggi itu merupakan fenomena gangguan cuaca yang disebut Gelombang Rossby. menurut laporan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). Edvin Aldrian.Cuaca ekstrem berupa suhu sangat dingin hingga minus 42. Dampak yang ditimbulkannya adalah suhu yang sangat dingin. Terjadinya hujan salju hebat di Eropa Timur disebabkan bertemunya angin Siberia yang membawa masa udara yang masif ini dengan udara lembab dari bagian tengah Laut Mediterania. dan Italia. Rusia Utara. ”Gelombang ini bergeser dalam periode 10 hingga 15 hari. menyebabkan hujan salju yang lebat di bagian tenggara Eropa.Cuaca Ekstrem di Eropa Berpengaruh ke Asia Jakarta. New York. Pengaruh tersebut terutama berupa angin kencang dan curah hujan tinggi. berupa curah hujan yang sangat tinggi. lalu menjalar ke selatan hingga ke Indonesia. bergerak ke bagian timur dan tengah Eropa hingga mencapai bagian barat dan selatan pada akhir Januari hingga awal Februari. akan mengalami penurunan tekanan udara yang drastis. Klimatologi. termasuk Jabodetabek. Pola pergerakannya mulai dari Chicago. Thomas Djamaluddin. dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).” ujarnya. Pengkajian. Bulgaria. Hampir seluruh Eropa dari Skandinavia hingga Mediterania saat ini dicengkeram cuaca dingin yang kuat. menghambat masuknya angin hangat dari Samudra Atlantik. ”Ini menyebabkan angin dingin dari wilayah tersebut bertiup ke Eropa. seperti Balkan. Kompas . Angin dingin Deputi Bidang Sains. Kemudian dalam satu minggu akan berdampak pada wilayah bagian barat Indonesia. menjelaskan. Senin (6/2).

pola presipitasi. pantai. ada beberapa suhu rendah telah tercatat di beberapa tempat saat ini dan beberapa hari mendatang. pada musim dingin saat ini. Beberapa negara Eropa mulai 2 Februari hingga 3 Februari lalu mengalami malam terdingin pada musim dingin ini. Temperatur ini merupakan yang terendah di Swedia sejak tahun 2001. ahli meteorologi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Masa udara dari Siberia yang melanda Portugal menyebabkan cuaca terdingin dalam 10 tahun terakhir.7 derajat celsius. kondisi dingin sudah dimulai pada pertengahan Desember dan berlanjut hingga Februari. cengkeraman udara dingin tahun ini datang lebih lambat. musim dingin ekstrem juga berpotensi dialami kawasan utara Benua Amerika karena dipengaruhi kondisi La Nina di Samudra Pasifik dekat ekuator. Berdasarkan model tersebut. musim dingin tahun ini tidak akan lebih dingin dibandingkan catatan suhu ekstrem seperti yang terjadi pada 2009/2010. Di Polandia. Di Jerman. Karena itu. . Sebaliknya. Namun. dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Di kawasan pantai Belgia tercatat minus 17 derajat celsius. pertanian. Suhu paling dingin tercatat di Kvikkjokk di bagian utara Swedia. tinggi permukaan air laut. Suhu terendah mencapai minus 11. Pada tahun 2009/2010. Di Inggris juga mengalami malam terdingin pada musim dingin tahun ini. para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca. kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia. suhu turun hingga minus 26.3 derajat celsius tercatat di Wales. DAMPAK PEMANASAN GLOBAL WARMING Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur.Dibandingkan dengan cuaca dingin yang ekstrem pada musim dingin tahun 2009/2010. yaitu minus 42. yaitu hampir mencapai minus 30 derajat celsius. suhu udara terendah dialami penduduk di bagian timurnya. kejadian oskilasi kutub utara yang kuat biasanya berlangsung selama dua minggu. pada Desember dan Januari suhu di sebagian besar wilayah Eropa tercatat di atas normal. La Nina Menurut Jonathan Erdman. Adapun kondisi dua minggu setelahnya masih sulit diprediksi.4 derajat celsius. Menurut Mike Halpert dari NOAA.

akan menjadi lebih besar. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar. sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. mungkin tidak akan mengalaminya lagi. daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Tinggi muka laut Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kenaikan permukaan laut Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. Akibatnya. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air. gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan tetapi. air akan lebih cepat menguap dari tanah. uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda.Cuaca Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global. bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. secara rata-rata. sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. . Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan. di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Selain itu. Pada pegunungan di daerah subtropis. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan. Badai akan menjadi lebih sering. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini).

mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda. Erosi dari tebing. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. yang lebih memperbanyak volume air di laut. sebagai contoh.5 persen daerah Bangladesh. Bagian Selatan Kanada. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah. Dalam pemanasan global. Akan tetapi. 17. Hewan dan tumbuhan Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. lapisan permukaan lautan juga akan menghangat. dan bukit pasir akan meningkat. Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya. akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20. lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk. terutama sekitar Greenland.Ketika atmosfer menghangat. sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Di lain pihak. Pertanian Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya. tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat. tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. pantai. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya. hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21. yang berfungsi sebagai reservoir alami. . Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub. dan banyak pulau-pulau.

para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria. spora mold dan serbuk sari. Saat ini.Kesehatan manusia Di dunia yang hangat. persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat. Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan. Mei 1. demam kuning. seperti demam dengue. dan encephalitis. akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. 2008 . Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria. seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->