P. 1
Kebutuhan Dan Masalah Gizi Pada Lansia

Kebutuhan Dan Masalah Gizi Pada Lansia

|Views: 1,978|Likes:
Published by Rhiena Reski Ayu

More info:

Published by: Rhiena Reski Ayu on Mar 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2013

pdf

text

original

Kebutuhan dan Masalah Gizi pada Lansia

KELOMPOK 4

Batasan

Pandangan Islam
Perubahan Proses Menua Solusi Sehat Usia lansia Fisiologis Penuaan Kasus Gizi Lansia Kebutuhan Gizi Lansia Pendekatan Keluarga Masalah Gizi Lansia

BATASAN UMUR
• Lansia adalah mereka yang telah berusia 65 tahun ke atas • Durmin (1992) membagi lansia menjadi young elderly (65-74 tahun), dan older elderly (75 tahun) • Di indonesia M. Alwi Dahlan menyatakan bahwa orang dikatakan lansia jika telah berumur di atas 60 tahun • Jika mengacu pada usia pensiun. Lansia ialah mereka yang telah berusia di atas 56 tahun

Perubahan Proses Menua .

Perubahan Fisiologis • Perubahan pada saluran pencernaan • Rongga mulut • Oesofagus • Lambung • Usus • Perubahan pada system endokrin • Perubahan pada system pernapasan • Perubahan pada system kardiovaskular • Perubahan pada system hematologi .

Penurunan indera pendengaran terjadi karena adanya kemunduran fungsi sel syaraf pendengaran. pada lansia seringkali terlihat kurus. Sedangkan gangguan pada indera pengecap dihubungkan dengan kekurangan kadar Zn yang juga menyebabkan menurunnya nafsu makan. mengakibatkan juga jumlah cairan tubuh yang berkurang. . sehingga kulit kelihatan mengerut dan kering. Oleh karena itu. vitamin C dan asam folat. wajah keriput serta muncul garis-garis menetap. • Penurunan indera penglihatan akibat katarak pada lansia sehingga dihubungkan dengan kekurangan vitamin A.Perubahan Fisiologis • Massa otot yang berkurang dan massa lemak yang bertambah.

nyeri yang menurunkan nafsu makan. • Kemampuan motorik menurun. menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan seperti perut kembung.Perubahan Fisiologis • Dengan banyaknya gigi yang sudah tanggal. juga dapat mengganggu aktivitas kegiatan seharihari. • Penurunan mobilitas usus. mengakibatkan gangguan fungsi mengunyah yang dapat berdampak pada kurangnya asupan gizi pada usia lanjut. . kurang aktif dan kesulitan menyuap makanan. selain menyebabkan menjadi lamban. serta susah BAB yang dapat menyebabkan wasir.

melambatnya proses informasi. dapat juga disertai delusi paranoid atau perilaku anti sosial lainnya. yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam emlakukan aktivitas sehari-hari yang disebut dimensia atau pikun. penurunan kemampuan untuk pekerjaan sehari-hari dan perilaku yang berulangulang. perubahan kepribadian. kegagalan melakukan aktivitas yang mempunyai tujuan (apraksia) dan gangguan dalam menyususn rencana. mengatur sesuatu. kesulitan berbahasa. . daya abstraksi. mengurutkan.Perubahan Fisiologis • Pada usia lanjut terjadi penurunan fungsi sel otak. Gejala pertama adalah pelupa. yang menyebabkan penurunan daya ingat jangka pendek. kesulitan mengenal benda-benda.

Akibatnya dapat terjadi pengenceran natrium sampai dapat terjadi hiponatremia yang menimbulkan rasa lelah.Perubahan Fisiologis • Akibat proses menua. • Incontinentia urine (IU) adalah pengeluaran urin diluar kesadaran merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar yang sering diabaikan pada kelompok usia lanjut. sehingga usia lanjut yang mengalami IU seringkali mengurangi minum yang dapat menyebabkan dehidrasi. kapasitas ginjal untuk mengeluarkan air dalam jumlah besar juga bekurang. .

antara lain sindrom lepas jabatan yang mengakibatkan sedih yang berkepanjangan .Perubahan Fisiologis • Secara psikologis pada usia lanjut juga terjadi ketidakmampuan untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi yang dihadapinya.

Konsumsi pangan yang kurang seimbang akan memperburuk kondisi lansia yang secara alami memang sudah menurun. .Kebutuhan Gizi Lansia Masalah gizi yang dihadapi lansia berkaitan erat dengan menurunnya aktivitas biologis tubuhnya.

Kebutuhan Gizi Lansia Kalori Lemak Protein Karbohidrat & serat makanan Vitamin & Mineral Air .

. karbohidrat 4 kal. dan sisanya dari karbohidrat. bila terlalu sedikit. maka sebagian energi akan disimpan berupa lemak. sehingga tubuh akan menjadi kurus. sehingga akan timbul obesitas.KALORI • Kalori (energi) diperoleh dari lemak 9. Bila jumlah kalori yang dikonsumsi berlebihan. sedangkan untuk lansia wanita 1700 kal. 20% dari lemak. dan protein 4 kal per gramnya. Bagi lansia komposisi energi sebaiknya 20-25% berasal dari protein. maka cadangan energi tubuh akan digunakan. Kebutuhan kalori untuk lansia laki-laki sebanyak 1960 kal. Sebaliknya.4 kal.

masa ototnya berkurang. . karena pada lansia efisiensi penggunaan senyawa nitrogen (protein) oleh tubuh telah berkurang (disebabkan pencernaan dan penyerapannya kurang efisien).PROTEIN • Pada lansia. untuk lansia sebaiknya konsumsi proteinnya ditingkatkan sebesar 12-14% dari porsi untuk orang dewasa. Tetapi ternyata kebutuhan tubuhnya akan protein tidak berkurang. bahkan harus lebih tinggi dari orang dewasa.

Minyak nabati merupakan sumber asam lemak tidak jenuh yang baik. . Juga dianjurkan 20% dari konsumsi lemak tersebut adalah asam lemak tidak jenuh (PUFA = poly unsaturated faty acid). Konsumsi lemak total yang terlalu tinggi (lebih dari 40% dari konsumsi energi) dapat menimbulkan penyakit atherosclerosis (penyumbatan pembuluh darah ke jantung).LEMAK • Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 30% atau kurang dari total kalori yang dibutuhkan. sedangkan lemak hewan banyak mengandung asam lemak jenuh.

buah-buahan segar dan biji-bijian utuh. Manula tidak dianjurkan mengkonsumsi suplemen serat (yang dijual secara komersial). Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula-gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks.KARBOHIDRAT DAN SERAT MAKANAN • Sumber serat yang baik bagi lansia adalah sayuran. karena dikuatirkan konsumsi seratnya terlalu banyak. yang dapat menyebabkan mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat sehingga tidak dapat diserap tubuh. yang berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian yang berfungsi sebagai sumber energi dan sumber serat .

Sayuran dan buah hendaknya dikonsumsi secara teratur sebagai sumber vitamin. kekurangan mineral yang paling banyak diderita lansia adalah kurang mineral kalsium yang menyebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia. Kebutuhan vitamin dan mineral bagi lansia menjadi penting untuk membantu metabolisme zat-zat gizi yang lain.VITAMIN & MINERAL • Hasil penelitian menyimpulkan bahwa umumnya lansia kurang mengkonsumsi vitamin A. mineral dan serat. asam folat. B6. B2. vitamin C. dan E umumnya kekurangan ini terutama disebabkan dibatasinya konsumsi makanan. D. . khususnya buah-buahan dan sayuran. niasin. B1.

AIR • Cairan dalam bentuk air dalam minuman dan makanan sangat diperlukan tubuh untuk mengganti yang hilang (dalam bentuk keringat dan urine). Pada lansia dianjurkan minum lebih dari 6-8 gelas per hari. membantu pencernaan makanan dan membersihkan ginjal (membantu fungsi kerja ginjal). .

MASALAH GIZI LANSIA .

Kegemukan merupakan salah satu pencetus berbagai penyakit. Kebiasaan makan itu sulit untuk diubah walaupun disadari untuk mengurangi makan.GIZI BERLEBIH Gizi berlebih pada lansia banyak terjadi di negaranegara barat dan kota-kota besar. kencing manis. . misalnya : penyakit jantung. dan darah tinggi. Kebiasaan makan banyak pada waktu muda menyebabkan berat badan berlebih. apalai pada lansia penggunaan kalori berkurang karena berkurangnya aktivitas fisik.

daya tahan terhadap penyakit menurun. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang • dibutuhkan menyebabkan berat badan kurang dari normal. . Apabila hal ini disertai • dengan kekurangan protein menyebabkan kerusakankerusakan sel yang tidak • dapat diperbaiki.GIZI KURANG • Gizi kurang sering disebabkan oleh masalah-masalah social ekonomi dan juga • karena gangguan penyakit. akibatnya rambut rontok. • kemungkinan akan mudah terkena infeksi.

penampilan menjadi lesu dan tidak bersemangat. penglihatan • menurun.KEKURANGAN VITAMIN • Bila konsumsi buah dan sayuran dalam makanan kurang dan ditambah dengan • kekurangan protein dalam makanan akibatnya nafsu makan berkurang. kulit kering. .

mengeluh karena sering merasa nyeri ulu hati sejak 2 tahun terakhir. . Sebagai pecandu berat kopi. Jadwal santapnya tidak teratur karena dia malas memasak.KASUS GIZI LANSIA • Seorang janda “rumahan” berusia 65 tahun menghabiskan hari menonton televisi sambil menjahit. dia menghaiskan 6-8 gelas kopi sehari.

. makanan laut. Makanlah makanan yang mengandung zat gizi yang mengandung zat gizi yang penting untuk kekebalan.SOLUSI SEHAT UNTUK LANSIA (1. seperti : biji-bijian utuh. Memperkuat daya tahan tubuh. 1... kemudian bersahabat dengannya. Cobalah menciptakan suasana yang menyenangkan di meja makan semenarik mungkin sehingga dapat menimbulkan selera 2. . Menciptakan pola makan yang baik.. sayuran berdaun hijau.

jeruk dan sayuran yang berdaun hijau tua . Pada usia diatas 60 tahun kemampuan penyerapan kalsium menurun.. vitamin D membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.. seperti biji-bijian. 3. Karena itu harus makan sedikitnya 20 gram makanan yang mengandung serat. aktif dan teratur. Memastikan agar saluran pencernaan tetap sehat.SOLUSI SEHAT UNTUK LANSIA (2.. Mencegah tulang agar tidak menjadi keropos dan mengerut Santaplah makanan yang mengandung vitamin D. contoh makanan sumber vitamin D adalah susu 4.

E dan B karoten (antioksidan).. serat yang larut. jeruk sitrun dan buah lain 6. asam folat. seperti biji-bijian utuh.. yaitu dengan membatasi makanan berlemak yang banyak mengandung kolesterol dan natrium dan harus banyak makan makanan yang kaya vitamin B6. kacang kering daging tidak berlemak. Menyelamatkan penglihatan dan mencegah terjadinya katarak Santaplah makanan yang mengandung vitamin C. kalsium dan aklium. termasuk nanas dan sayuran .. 5. buah. seperti : sayuran berwarna kuning dan hijau. susu tanpa lemak. B12.SOLUSI SEHAT UNTUK LANSIA (3. Mengurangi resiko penyakit jantung.

Mempertahankan berat badan ideal dengan jalan tetap aktif secara fisik. makan rendah lemak dan kaya akan karbohidrat kompleks . harus banyak makan vitamin B6.. Menjaga agar ingatan tetap baik dan sistem syaraf tetap bagus.SOLUSI SEHAT UNTUK LANSIA (4... B 12 dan asam folat 8. 7.

10.SOLUSI SEHAT UNTUK LANSIA (5. Olah raga dilakukan menurut porsi masing-masing usia serta tingkat kebugaran setiap orang.. 9. Tetaplah berolahraga ... Menjaga agar nafsu makan tetap baik dan otot tetap lenturDengan jalan melakukan olah raga aerobik (berjalan atau berenang).

tidak kurang namun juga tidak berlebihan. dan halal juga harus thayyib. namun manusia harus memperhatikan makanan dan minumannya dalam jumlah secukupnya.PANDANGAN ISLAM • Allah mengajarkan kepada kita umat manusia untuk tidak makan minum sekedar memenuhi tuntutan kenyang saja. .

S Yuunus 57). Pada ayat diatas diterangkan bahwa penyakit dalam dada seperti jantung telah dijelaskan di dalam AlQur’an .”(Q.PANDANGAN ISLAM “Hai manusia. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

PANDANGAN ISLAM Al-Qur’an sebagai acuan pertama mengisyaratkan penggunaan minyak atau lemak dalam makanan. dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan” . yang menghasilkan minyak. sebagai mana disebutkan dalam surat Al-Mu’minun ayat 20: “Dan pohon kayu keluar dari Thursina(pohon zaitun).

PENDEKATAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI LANSIA • Menghormati dan menghargai orangtua • Bersikap sabar dan bijaksana terhadap perilaku lansia • Memberikan kasih syang. menyediakan waktu dan perhatian • Jangan menganggapnya sebagai beban • Memberikan kesempatan untuk tinggal bersama • Mintalah nasehat untuk peristiwa2 penting • Mengajaknya dlm acara keluarga • Membantu mencukupi kebutuhannya • Memeriksakan kesehatan secara teratur .

Ariska muis mulyawan Rini jusriani sulfiana nurhasanah Udi asmal Irma idayanti Rina reski ayu .a.

Sharing Time .

Sharing Time .

Sharing Time .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->