Federasi dari bahasa Belanda, federatie, berasal dari bahasa Latin; foeduratio yang artinya “perjanjian”.

Federasi pertama dari arti ini adalah “perjanjian” daripada Kerajaan Romawi dengan suku bangsa Jerman yang lalu menetap di provinsi Belgia, kira-kira pada abad ke 4 Masehi. Kala itu, mereka berjanji untuk tidak memerangi sesama, tetapi untuk bekerja sama saja. Dalam pengertian modern, sebuah federasi adalah sebuah bentuk pemerintahan di mana beberapa negara bagian bekerja sama dan membentuk negara kesatuan. Masing-masing negara bagian memiliki beberapa otonomi khusus dan pemerintahan pusat mengatur beberapa urusan yang dianggap nasional. Dalam sebuah federasi setiap negara bagian biasanya memiliki otonomi yang tinggi dan bisa mengatur pemerintahan dengan cukup bebas. Ini berbeda dengan sebuah negara kesatuan, di mana biasanya hanya ada provinsi saja. Kelebihan sebuah negara kesatuan, ialah adanya keseragaman antar semua provinsi. Federasi mungkine multi-etnik, atau melingkup wilayah yang luas dari sebuah wilayah, meskipun keduanya bukan suatu keharusan. Federasi biasanya ditemukan dalam sebuah persetujuan awal antara beberapa negara bagian “sovereign”. Federasi modern termasuk Australia, Brazil, Kanada, India, Russia dan Amerika Serikat. Bentuk pemerintahan atau struktur konstitusional ditemukan dalam federasi dikenal sebagai federalisme. Pemerintah federal Pemerintah federal adalah sebutan yang umum untuk pemerintah dalam sebuah federasi. Contohnya: Pemerintah Australia, Pemerintah Belgia, Pemerintah Kanada, Pemerintah Jerman, Pemerintah Malaysia , Pemerintah Rusia, Pemerintah Swiss, Pemerintah Amerika Serikat. Struktur pemerintah federal berbeda-beda dari suatu lembaga ke lembaga lainnya berdasarkan definisi yang luas dari federasinya sendiri. Orang yang mempelajari pemerintah federal akan mengetahui bahwa di dalam suatu sistem politik federal yang mendasar, ada dua atau lebih tingkatan pemerintahan yang ada di dalam suatu wilayah tertentu dan yang memerintah melalui lembaga-lembaga yang sama dengan kekuasaan yang bertumpang tindih atau kekuasaan bersama sebagaimana yang ditetapkan oleh konstitusinya. Amerika Serikat dianggap sebagai federasi modern yang pertama. Setelah merebut kemerdekaan dari Britania, AS mengadopsi konstitusinya yang pertama Artikel Konfederasi pada 1781. Ini adalah langkah pertama menuju federalisme dengan membangun kongres federal. Namun demikian, kongres dibatasi dalam kemampuannya untuk melakukan pembaruan ekonomi, militer, dan hukum. Pada 1787, Kongres federal ikut serta dalam apa yang dikenal sebagai Konvensi Philadelphia dan pada 1789, AS secara resmi berbentuk federasi. Negara-negara kebangsaan lainnya mengikuti langkah AS dalam membentuk pemerintahan federal: Swiss (1848); Kanada (1867); Jerman (1871 dan kemudian 1949); Australia (1901); Austria (1920 dan kemudian 1945). Monarki Monarki, berasal dari bahasa Yunani monos (μονος) yang berarti satu, dan archein (αρχειν) yang berarti pemerintah. Monarki merupakan sejenis pemerintahan di mana Raja menjadi Kepala Negara. Monarki atau sistem pemerintahan kerajaan adalah sistem tertua di dunia. Pada awal kurun ke-19, terdapat lebih 900 buah tahta kerajaan di dunia, tetapi menurun menjadi 240 buah dalam abad ke-20. Sedangkan pada dekade kelapan abad ke-20, hanya 40 takhta saja yang masih ada. Dari jumlah tersebut, hanya empat negara mempunyai raja atau monarki yang mutlak dan selebihnya terbatas kepada sistem konstitusi. Perbedaan diantara Raja dengan Presiden sebagai Kepala Negara adalah Raja menjadi Kepala

Negara sepanjang hayatnya, sedangkan Presiden biasanya memegang jabatan ini untuk jangka waktu tertentu. Namun dalam negara-negara perserikatan seperti Malaysia, Raja atau Agong hanya berkuasa selama 5 tahun dan akan digantikan dengan raja dari negeri lain dalam persekutuan. Dalam zaman sekarang, konsep monarki mutlak hampir tidak ada lagi dan kebanyakannya adalah monarki konstitusional, yaitu raja yang terbatas kekuasaannya oleh konstitusi. Monarki juga merujuk kepada orang atau institusi yang berkaitan dengan Raja atau kerajaan di mana raja berfungsi sebagai kepala eksekutif. Monarki demokratis atau dalam bahasa Inggris Elective Monarchy, berbeda dengan konsep raja yang sebenarnya. Pada kebiasaannya raja itu akan mewarisi tahtanya (hereditary monarchies). Tetapi dalam sistem monarki demokratis, takhta raja akan bergilir-gilir di kalangan beberapa sultan. Malaysia misalnya, mengamalkan kedua sistem yaitu kerajaan konstitusional serta monarki demokratis. Bagi kebanyakan negara, Raja merupakan simbol kesinambungan serta kedaulatan negara tersebut. Selain itu, raja biasanya ketua agama serta Panglima Besar angkatan tentara sebuah negara. Contohnya di Malaysia, Yang di-Pertuan Agong merupakan ketua agama Islam, sedangkan di Britania Raya dan negara di bawah naungannya, Ratu Elizabeth II adalah ketua agama Kristen Anglikan. Meskipun demikian, pada masa sekarang ini biasanya peran sebagai ketua agama tersebut adalah bersifat simbolis saja. Selain Raja, terdapat beberapa jenis pemerintah yang mempunyai bidang kekuasaan yang lebih luas seperti Maharaja dan Khalifah. Raja di Indonesia Jabatan raja dijabat secara turun temurun. Cangkupan wilayah seorang raja dari wilayah yang kecil misalnya desa adat (negeri) di Maluku, sebuah kecamatan atau distrik, sampai sebuah pulau besar atau benua (kekaisaran). Kepala adat turun temurun pada desa adat di Maluku yang disebut negeri dipanggil dengan sebutan raja. Raja yang menguasai sebuah distrik di Timor disebut liurai. Sebuah kerajaan kecil (kerajaan distrik) tunduk kepada kerajaan yang lebih besar yang biasanya sebuah Kesultanan. Kerajaan kecil sebagai cabang dari sebuah kerajaan besar tidak berhak menyandang gelar Sultan (Yang Dipertuan Besar), tetapi hanya boleh menyandang gelar Pangeran, Pangeran Muda, Pangeran Adipati, atau Yang Dipertuan Muda walaupun dapat juga dipanggil dengan sebutan raja. Sebagian wilayah kerajaan kecil (distrik) di Kalimantan diberikan oleh pemerintah Hindia Belanda kepada pihak-pihak yang berjasa kepada kolonial Belanda. Tidak semua bekas kerajaan dapat dipandang sebagai sebuah bekas negara (kerajaan). Kerajaankerajaan yang mempunyai perjanjian dengan pihak kolonial Belanda merupakan negara yang berdaulat di wilayahnya. Contoh kerajaan :Mangkunegaran (Pangeran Adipati),Kasepuhan (Sultan), Kanoman (Sultan), Kacirebonan (Pangeran), Kerajaan Pagatan (Pangeran Muda). Monarki Konstitusional Monarki konstitusional adalah sejenis kerajaan yang didirikan di bawah sistem konstitusional yang mengakui Raja sebagai kepala negara. Monarki konstitusional yang modern biasanya menggunakan konsep trias politica, atau politik tiga serangkai. Ini berarti Raja adalah hanya ketua simbolis cabang eksekutif. Jika seorang Raja mempunyai kekuasaan pemerintahan yang penuh, ia disebut monarki mutlak atau monarki absolut. Saat ini, monarki konstitusional lazimnya digabung dengan demokrasi representatif. Oleh karena itu, kerajaan masih di bawah kekuasaan rakyat tetapi raja mempunyai peranan tradisional di

Berbeda dengan sistem monarki konstitusional. raja Jepang bergabung dengan kerajaan tentera yang dipimpin seorang diktator dan juga sekarang di Thailand. lembaga- . Demokrasi Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Nepal dan Swaziland: Arab Saudi (Raja Abdullah ibn „Abd al „Aziz Al Sa‟ud) Brunei (Sultan Hassanal Bolkiah Mu‟izzadin Waddaulah ) Nepal (Gyanendra Bir Bikram Shah Dev) Swaziland (Raja Mswati III) Vatikan (Paus Benediktus XVI) Di Yordania dan Maroko. terdapat juga Raja yang bergabung dengan kerajaan yang tidak demokratis. Daftar negara-negara dengan sistem monarki mutlak Dalam zaman modern ini hanya terdapat empat monarki mutlak yaitu di Arab Saudi. pemimpin yang dipilih oleh rakyat. Kekaisaran Kekaisaran adalah pemerintahan monarki dengan penguasa seorang kaisar. manakala yang lain melalui sistem demokratis seperti di Malaysia di mana Yang di-Pertuan Agong dipilih oleh Majlis Raja-Raja setiap lima tahun. Namun demikian. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif. yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Hirohito dan Akihito. Misalkan Jepang adalah sebuah kekaisaran yang sekarang dipimpin oleh seorang kaisar. Brunei. Misalnya. Di antara kaisar Jepang yang terkenal adalah Naruhito. sewaktu Perang Dunia II. Kesultanan Kesultanan adalah daerah kekuasaan seorang sultan. rajanya mempunyai banyak kuasa tetapi tidak boleh dianggap sebagai monarki yang mutlak. yang memerintah negara dan bukannya Raja. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif. Manakala di Liechtenstein. hampir dua-pertiga penduduknya yang berhak mengikuti pemilu telah memberikan hak veto kepada kepala negaranya Pangeran Hans-Adam II. Pada hakikatnya sang Perdana Menteri. Perdana Menteri dalam kerajaan monarki mutlak hanya memainkan peranan simbolis. Beberapa sistem monarki konstitusional mengikuti keturunan. Monarki Mutlak Monarki mutlak atau monarki absolut merupakan bentuk kerajaan di mana seorang Raja mempunyai kuasa penuh untuk memerintah negaranya.dalam sebuah negara. Misalkan Yogyakarta adalah sebuah kesultanan yang sekarang dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwana X.

untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara. Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung. banyak keputusan atau hasil-hasil penting. misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat. yaitu demos yang berarti rakyat. Sejarah dan Perkembangan Demokrasi Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu. Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. misalnya umur 18 tahun. selain sesuai hukum dan peraturan. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola. Namun. Di bawah sistem ini. diperoleh melalui pemilihan umum. sebagai tokoh impian ratu adil. Hal ini menjadi wajar. narapidana atau bekas narapidana). Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain. tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat. dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. dan yang tak memliki catatan kriminal (misal.lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembagalembaga perwakilan rakyat (DPR. namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. . sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. oleh rakyat dan untuk rakyat. Selain pemilihan umum legislatif. bukan sistem pemerintahan yang bagus. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat. Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab. suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi. sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Banyak negara demokrasi hanya memberikan hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu. atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat. Sebagai tambahan. bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara. bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Padahal sebaik apa pun seorang pemimpin negara. Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar. keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata. tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih). masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18. misalnya pemilihan presiden suatu negara. tetapi dalam arti yang lebih luas.

Aristokrasi dapat diterjemahkan menjadi sebuah sistem pemerintahan yang dipimpin oleh individu yang terbaik. oleh kelompok kecil) dan demokrasi (kekuasaan oleh mayoritas. Ungkapan ini sebelumnya telah digunakan oleh Bertrand de Jouvenel dan E. Otokrasi Otokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh satu orang. Istilah ini diturunkan dari bahasa Yunani autokratôr yang secara literal berarti “berkuasa sendiri” atau “penguasa tunggal”. meritokrasi menunjuk suatu bentuk sistem politik yang memberikan penghargaan lebih kepada mereka yang berprestasi atau berkemampuan. Carr. riwayat keterlibatan kaum hartawan dalam politik kekuasaan memang berawal di kota Yunani. Oligarki Oligarki (Bahasa Yunani: Ὀλιγαρχία. Otokrasi biasanya dibandingkan dengan oligarki (kekuasaan oleh minoritas. Kata ini berasal dari kata bahasa Yunani untuk “sedikit” (ὀλίγον óligon) dan “memerintah” (ἄρχω arkh). Plutokrasi Plutokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yamg mendasarkan suatu kekuasaan atas dasar kekayaan yang mereka miliki. keluarga. Kerap dianggap sebagai suatu bentuk sistem masyarakat yang sangat adil dengan memberikan tempat kepada mereka yang berprestasi untuk duduk sebagai pemimpin. atau militer. tidak banyak atau bahkan sama sekali tidak memiliki partisipasi dalam proses pengambilan keputusan pemerintah. oleh rakyat). Mengambil kata dari bahasa Yunani. tetapi tetap dikritik sebagai bentuk ketidak adilan yang kurang memberi tempat bagi mereka yang kurang memiliki kemampuan untuk tampil memimpin.H. Ploutos yang berarti kekayaan dan Kratos yang berarti kekuasaan. untuk kemudian diikuti di kawasan Genova. Demokrasi Totaliter Demokrasi totaliter adalah sebuah istilah yang diperkenalkan oleh sejarahwan Israel. setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable). Dalam pengertian khusus meritokrasi kerap di pakai menentang birokrasi yang sarat KKN terutama pada aspek nepotisme. Talmon untuk merujuk kepada suatu sistem pemerintahan di mana wakil rakyat yang terpilih secara sah mempertahankan kesatuan negara kebangsaan yang warga negaranya. . Meritokrasi Berasal dari kata merit atau manfaat. Oligarkhía) adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh kelompok elit kecil dari masyarakat. J. tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut Aristokrasi Aristokrasi berasal dari bahasa Yunani kuno aristo yang berarti “terbaik” dan kratia yang berarti “untuk memimpin”. Italia. meskipun memiliki hak untuk memilih. baik dibedakan menurut kekayaan.L.Intinya.

dan di San Marino. Untuk kebanyakan partai republikan hanyalah sebuah nama dan partai-partai ini. sering Perdana Menteri mempunyai kuasa eksekutif lebih besar dibanding rajanya.Republik Dalam pengertian dasar. Istilah ini berasal dari bahasa Latin res publica. Dan ada juga kasus di beberapa republik dimana Presidennya memerintah secara totaliter. Dalam presidensiil. mempunyai sedikit keserupaan selain dari nama mereka. atau dipilih mengikut peraturan yang ditetapkan. biasanya republik sering disamakan dengan demokrasi. dan perdana menteri lebih berkuasa dari raja. Namun republik berbeda dengan konsep demokrasi. Misalnya. Pada hampir setengah negara-negara monarki. tetapi ada juga beberapa pengecualian misalnya di Swiss. negara di bawah pimpinan Bokassa di Republik Afrika Tengah. atau mempunyai akarnya dari anti-monarkisme. Tentu saja terdapat juga negara republik yang melakukan perwakilan secara demokrasi. dipanggil Bundesrat. Amerika Serikat misalnya dianggap sebagai simbol demokrasi. yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. Banyak yang berpendapat negara republik adalah lebih demokratik dari negara monarki. prinsip-prinsip seperti anualiti (memegang pemerintah selama satu tahun saja) dan “collegiality” (dua orang memegang jabatan ketua negara) telah dipraktekkan. Beberapa dari antaranya adalah. Monarki biasanya bertakhta seumur hidup dan kuasanya akan diberi kepada saudara atau anak. Di negara monarki. Walau begitu. bukan dari prinsip keturunan bangsawan. Berbeda dengan sistem presidensiil. Sistem Parlementer Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. serta pihak yang berhubungan dengan mereka. yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. jabatan ketua negara dipegang oleh dua orang. yanng artinya kerajaan dimilik serta dikawal oleh rakyat. ketua negara suatu republik biasanya seorang saja. Terdapat kasus dimana negara republik diperintah secara totaliter. Banyak negara monarki adalah demokratik. Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan . tetapi disebabkan dasar apartheid sekitar 80% penduduk kulit hitamnya dilarang untuk mengikuti pemilu. atau “urusan awam”. Afrika Selatan yang telah menjadi republik sejak 1961. yang bertahan dari 509 SM hingga 44 SM. Dalam zaman modern ini. sebuah republik adalah sebuah negara di mana tampuk pemerintahan akhirnya bercabang dari rakyat. Republikanisme adalah pandangan bahwa sebuah republik merupakan bentuk pemerintahan terbaik. Misalnya. yaitu Presiden. Namun itu semuanya sebenarnya bergantung kepada siapa yang memegang kuasa eksekutif. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan. yang berkuasa dari segi adat istiadat saja. Dari segi mana yang lebih demokratik. Republikanisme juga dapat mengarah pada ideologi dari banyak partai politik yang menamakan diri mereka Partai Republikan. presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Di dalam Republik tersebut. di mana sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri. raja hanyalah sekedar lambang kedaulatan negara. Konsep republik telah digunakan sejak berabad lamanya dengan republik yang paling terkenal yaitu Republik Roma. memang tak ada perbedaan yang jelas antara republik dan monarki. terdapat majelis tujuh pemimpin yang merangkap sebagai ketua negara.

Sistem parlemen biasanya memiliki pembedaan yang jelas antara kepala pemerintahan dan kepala negara. Presiden tidak bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. biasanya seorang wakil presiden akan menggantikan posisinya. Sistem Presidensiil Sistem presidensiil (presidensial). dibanding dengan sistem presidensiil. Bila ia diberhentikan karena pelanggaran-pelanggaran tertentu. Indonesia dan sebagian besar negara-negara Amerika Latin dan Amerika Tengah.secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif. Kekuasan eksekutif presiden diangkat berdasarkan demokrasi rakyat dan dipilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat. presiden dipilih oleh rakyat sehingga memiliki kekuasaan yang kuat. Presiden dengan dewan perwakilan memiliki masa jabatan yang tetap. Dalam sistem ini. Sistem parlemen dipuji. dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan sedikit atau seremonial. presiden memiliki posisi yang relatif kuat dan tidak dapat dijatuhkan karena rendah subjektif seperti rendahnya dukungan politik. merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif. tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif. atau disebut juga dengan sistem kongresional. Oleh karena itu. Terkadang. dengan kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasan eksekutif presiden bukan kepada kekuasaan legislatif. seperti dalam Republik Weimar Jerman dan Republik Keempat Perancis. Model ini dianut oleh Amerika Serikat. . memberikan keseimbangan dalam sistem ini. Presiden . Menurut Rod Hague. Namun masih ada mekanisme untuk mengontrol presiden. sistem ini juga disebut dengan Dualisme Eksekutif. Kekurangannya adalah dia sering mengarah ke pemerintahan yang kurang stabil. dan terlibat masalah kriminal. menuju kritikan dari beberapa yang merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam sebuah republik kepresidenan. tidak bisa saling menjatuhkan. Namun beberapa sistem parlemen juga memiliki seorang presiden terpilih dengan banyak kuasa sebagai kepala negara. Dalam sistem presidensiil. Presiden memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen. Ciri-ciri pemerintahan presidensiil yaitu: Dikepalai oleh seorang presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara. Tidak ada status yang tumpang tindih antara badan eksekutif dan badan legislatif. pemerintahan presidensiil terdiri dari 3 unsur yaitu: Presiden yang dipilih rakyat memimpin pemerintahan dan mengangkat pejabat-pejabat pemerintahan yang terkait. karena kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada publik. Filipina. posisi presiden bisa dijatuhkan. Sistem Semipresidensiil Semipresidensiil adalah sistem pemerintahan yang menggabungkan kedua sistem pemerintahan: presidensiil dan parlementer. sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan. atau parlemen. pengkhianatan terhadap negara. Jika presiden melakukan pelanggaran konstitusi.

A. Dan kadangkala raja hanya simbol bagi umat. Bentuk Pemerintahan Islam Sistem pemerintahan Islam adalah sebuah sistem yang lain sama sekali dengan sistem-sistem pemerintahan yang ada di dunia. Sistem ini digunakan oleh Republik Kelima Perancis. Sistem ini juga telah menjadikan raja di atas undang-undang. Baik dari aspek asas yang menjadi landasan berdirinya. pemerintahan akan dipegang oleh orang yang dibai‟at oleh umat dengan penuh ridla dan bebas memilih. pemikiran. bahkan Islam juga menolak mengambil pemerintahan dengan cara waris. yang tidak akan bisa dimiliki oleh yang lain. Bahkan. dan Yordania. hukum serta pelayanannya terhadap kepentingan umat. dimana singgasana kerajaan akan diwarisi oleh seorang putra mahkota dari orang tuanya. Islam telah menentukan cara mengambil pemerintahan yaitu dengan bai‟at dari umat kepada khalifah atau imam. Sedangkan sistem pemerintahan Islam tidak mengenal sistem waris. ataupun dari aspek bentuk yang menggambarkan wujud negara tadi. Dimana raja bebas mengendalikan negeri dan rakyatnya dengan sesuka hatinya. khalifah adalah wakil umat dalam masalah pemerintahan dan kekuasaan.melaksanakan kekuasaan bersama-sama dengan perdana menteri. maupun dari aspek undang-undang dasar serta undang-undang yang diberlakukannya. seperti kalau mereka mewariskan harta warisan. Disamping khalifah juga bukan sebuah simbol yang berkuasa dan bisa memerintah serta mengendalikan negara beserta rakyatnya dengan sesuka hatinya. Khalifah juga bukan hanya sebuah simbol bagi umat yang menjadi khalifah namun tidak memiliki kekuasaan apa-apa. Lain halnya dengan sistem Islam. Khalifah tidak memiliki hak. sebagaimana raja-raja di Eropa. sebagaimana raja di Saudi. dengan penuh ridla dan bebas memilih. Disamping itu. pemerintahannya menerapkan sistem waris (putra mahkota). Justru Islam menolak adanya putra mahkota. maupun hal-hal yang menjadikannya beda sama sekali dari seluruh bentuk pemerintahan yang ada di dunia. Sistem monarchi telah memberikan hak tertentu serta hak-hak istimewa khusus untuk raja saja. bahkan menjadi sumber hukum. standar serta hukum-hukum yang dipergunakan untuk melayani kepentingan umat. sistem Islam tidak pernah memberikan kekhususan kepada khalifah atau imam dalam bentuk hak-hak istimewa atau hak-hak khusus. selain hak yang sama dengan hak rakyat biasa. pemahaman. Atau kadangkala menjadi raja dan sekaligus berkuasa penuh. dimana secara pribadi memiliki kekebalan hukum. Sehingga khalifah juga tetap harus terikat dengan hukum-hukum Islam dalam semua tindakan. Pemerintahan Islam Bukan Monarchi Sistem pemerintahan Islam tidak berbentuk monarchi. maupun yang sejenis dengan sistem monarchi. dan tidak memiliki kekuasaan apa-apa. . dalam pemerintahan Islam tidak mengenal wilayatul ahdi (putra mahkota). yang mereka pilih dan mereka bai‟at dengan penuh ridla agar menerapkan syari‟at Allah atas diri mereka. Kalau sistem monarchi. Namun. Namun. Islam tidak mengakui sistem monarchi. Maroko.

Rakyat juga berhak membuat aturan berupa undang-undang dasar serta perundang-undangan. Mereka adalah para pembantu dan sekaligus pelaksana. Dimana rakyat beserta wakilnya berhak untuk memberhentikan presiden. termasuk rakyatlah yang kemudian memiliki hak untuk menentukan seseorang untuk menjadi penguasa. Sedangkan khalifah hanya memiliki hak untuk mengadopsi hukum-hukum untuk dijadikan sebagai undang-undang dasar serta perundang-undangan dari kitabullah dan sunah Rasul-Nya. yang memiliki spesialisasi serta departemen-departemen tertentu. semata. Begitu pula umat tidak berhak untuk memecat khalifah. Dimana wewenang pemerintahan dipegang oleh perdana menteri. Kenyataan ini berbeda dengan sistem kekhilafahan. Dimana sistem republik berdiri di atas pilar sistem demokrasi. semisal presiden Amerika. mengganti serta merubahnya. Dalam hal ini. Seperti republik Prancis dan Jerman Barat. namun umat termasuk para wakilnya tidak berhak untuk memberhentikannya. maka khalifah memimpin mereka bukan dalam kapasitasnya sebagai perdana menteri atau kepala lembaga eksekutif. serta hukum-hukum syara‟. baik umat maupun khalifah tidak berhak membuat aturan sendiri. presiden bertanggungjawab di depan rakyat atau yang mewakili suara rakyat. Sebab Islam telah menjadikan kekuasaan di tangan umat. Sehingga mu‟awin tetap hanyalah pembantu khalifah untuk melaksanakan wewenang-wewenangnya. dan sekaligus hak untuk memecatnya. Selain dua bentuk tersebut –baik presidensil maupun parlementer– dalam sistem republik. maupun kementerian bersama seorang khalifah seperti halnya dalam konsep demokrasi. Pemerintahan Islam Bukan Republik Sistem pemerintahan Islam juga bukan sistem republik. termasuk menerima kritik dan koreksi dari umat serta wakil-wakilnya. melainkan hanya sebagai kepala negara. sekaligus. Sementara sistem pemerintahan Islam berdiri di atas pilar akidah Islam. Yang ada dalam sistem khilafah Islam hanyalah para mu‟awin yang senantiasa dimintai bantuan oleh khalifah. Sedangkan dalam sistem republik dengan bentuk parlementer. Karena yang berhak membuat aturan adalah Allah SWT. Dalam sistem republik dengan bentuk presidensilnya. Karena seorang amirul mukminin (khalifah). Tugas mereka adalah membantu khalifah dalam tugas-tugas pemerintahan. umat tetap berhak untuk mengangkatnya. Sehingga umat berhak mengangkat orang yang mereka pilih dan mereka bai‟at untuk menjadi wakil mereka. bukan di tangan umat. Karena tidak ada perdana menteri dan yang ada hanya para menteri. yang kedaulatannya jelas di tangan rakyat. termasuk berhak menghapus. Rakyatlah yang memiliki hak untuk memerintah serta membuat aturan. karena kedaulatan di tangan rakyat. Sedangkan di dalam sistem khilafah tidak ada menteri. Dimana kedaulatannya di tangan syara‟. bukan presiden. terdapat seorang presiden sekaligus dengan perdana menterinya. Amirul mukminin juga tidak akan diberhentikan kecuali . Akan tetapi. Sebab dalam Islam tidak ada kabinet menteri yang bertugas membantu khalifah dengan memiliki wewenang tertentu. Ketika khalifah memimpin mereka.B. sekalipun bertanggungjawab di hadapan umat dan wakil-wakil mereka. Karena yang berhak memecat khalifah adalah syara‟ semata. seorang presiden memiliki wewenang sebagai seorang kepala negara serta wewenang sebagai seorang perdana menteri.

maka nampak jelas perbedaan yang sedemikian jauh antara sistem kekhilafahan dengan sistem republik. sebab sistem ini tidak menganggap sama antara ras satu dengan yang lain dalam hal pemberlakuan hukum di dalam wilayah kekaisaran. Dimana mereka memperoleh hak dan kewajiban sebagaimana yang menjadi hak dan kewajiban umat Islam. Sedangkan tuntunan Islam dalam bidang pemerintahan adalah menganggap sama antara rakyat yang satu dengan rakyat yang lain dalam wilayah-wilayah negara. sekalipun baru sehari semalam. tidak terdapat masa jabatan tertentu. Adapun yang menentukan pemberhentiannya adalah hanya mahkamah madhalim. sekalipun masa jabatannya amat panjang. Kepemimpinan dalam sistem republik. C. yang diambil dari kitabullah serta sunah Rasul-Nya maka dia tetap menjadi khalifah. meskipun muslim. berbeda jauh dengan sistem kekaisaran. Pemerintahan Islam Bukan Kekaisaran Sistem pemerintahan Islam juga bukan sistem kekaisaran. Sebab wilayah yang diperintah dengan sistem Islam –sekalipun ras dan sukunya berbeda serta sentralisasi pada pemerintah pusat. Dimana sistem ini telah memberikan keistimewaan dalam bidang pemerintahan. jelas bahwa sistem Islam berbeda jauh dengan sistem kekaisaran.apabila menyimpang dari hukum syara‟ dengan penyimpangan yang menyebabkan harus diberhentikan. maupun lahan ekploitasi serta lahan subur yang senantiasa dikeruk untuk wilayah pusat. Karena itu. antara presiden dalam sistem republik dengan khalifah dalam sistem Islam. Sehingga tetap wajib diberhentikan. sama sekali tidak diperbolehkan untuk mengatakan bahwa sistem pemerintahan Islam adalah sistem republik. selalu dibatasi dengan masa jabatan tertentu. Sementara di dalam sistem khilafah. Dari pemaparan di atas. baik yang menganut presidensil maupun parlementer. Bahkan. bahkan sistem kekaisaran jauh sekali dari ajaran Islam. maka berakhirlah masa jabatannya. Lebih dari itu. Dengan adanya pemerataan ini. keuangan dan ekonomi di wilayah pusat. yang tidak mungkin bisa melebihi dari masa jabatan tersebut. dalam masalah pemerintahan– tidak sama dengan wilayah yang diperintah dengan sistem kekaisaran. Dimana wilayah-wilayah tersebut tetap menjadi satu . Bahkan. Islam juga telah menolak ikatan-ikatan kesukuan (ras). serta adanya perbedaan di antara keduanya baik dari segi bentuk maupun substansi-substansi masalah berikutnya. atau mengeluarkan statemen: “Republik Islam”. Sebab. dengan cara menerapkan hukum-hukum Islam kepada seluruh manusia di dalam pemerintahannya. selama khalifah melaksanakan hukum syara‟. Namun. Islam senantiasa memberikan hak-hak tersebut kepada masing-masing rakyat –apapun madzhabnya– yang tidak diberikan kepada rakyat negara lain. batasannya hanyalah apakah masih menerapkan hukum syara‟ atau tidak. Islam memberikan semua hak-hak rakyat dan kewajiban mereka kepada orang non Islam yang memiliki kewarganegaraan. tidak ada wilayah-wilayah yang menjadi daerah kolonial. Karena itu. terdapat perbedaan yang sedemikian besar antara kedua sistem tersebut pada aspek asas yang menjadi dasar tegaknya kedua sistem tersebut. Dan apabila dia telah meninggalkan hukum syara‟ serta menjauhkan penerapan hukum-hukum tersebut. Dalam sistem Islam.

baik dalam masalah-masalah yang kecil maupun yang besar. Kalau seandainya ada wilayah telah mengumpulkan pajak. sistem pemerintahan Islam adalah sistem yang berbeda sama sekali dengan sistem-sistem yang telah populer lainnya saat ini. Rakyat yang lainnya juga sama-sama memiliki hak sebagaimana hak rakyat yang hidup di wilayah pusat. Harta kekayaan seluruh wilayah negera Islam dianggap satu. wali dan amil. sesuai dengan tingkat kebutuhannya. sistem serta perundang-undangannya sama semua dengan wilayah-wilayah yang lain. Pendek kata. melainkan berbentuk kesatuan. Dan ijma‟ sahabat telah sepakat terhadap kesatuan khilafah dan kesatuan negara serta ketidakbolehan berbai‟at selain kepada satu khalifah. sistem pemerintahan di dalam Islam adalah sistem khilafah. Pemerintahan Islam Bukan Federasi Sistem pemerintahan Islam juga bukan sistem federasi. padahal sudah ada khalifah yang lain . Karena itu. atau wilayah-wilayah lainnya. setiap wilayah dianggap sebagai satu bagian dari tubuh negara. Pemerintahan pusat mempunyai otoritas yang penuh terhadap seluruh wilayah negara.kesatuan. yang membagi wilayah-wilayahnya dalam otonominya sendiri-sendiri. tanpa melihat daerahnya. Sistem ini telah disepakati oleh para imam mujtahid serta jumhur fuqaha‟. sekalipun sedemikian jauh jaraknya antara wilayah tersebut dengan ibu kota negara Islam. Negara Islam juga tidak akan sekali-kali mentolelir terjadinya pemisahan salah satu wilayahnya. wilayah tersebut tetap akan diberi anggaran belanja dari anggaran belanja secara umum. para pejabat dan penanggung jawab dalam urusan harta dan ekonomi. maka wilayah tersebut akan diberi sesuai dengan tingkat kebutuhannya. D. Disamping negara yang akan mengurusi secara langsung seluruh urusan yang berhubungan dengan pemerintahan di seluruh negeri. sementara kebutuhannya kecil. Baik pajaknya cukup untuk memenuhi kebutuhannya atau tidak. yang pendapatan daerahnya tidak bisa mencukupi kebutuhannya. Sebab. sistem pemerintahan Islam adalah sistem pemerintahan sentralisasi. maka negara Islam tidak akan mempertimbangkannya. bukan berdasarkan hasil pengumpulan hartanya. Negara juga yang mengangkat orang yang bertugas menjadi pejabat (hakim). Kalau seandainya ada wilayah. Yaitu apabila ada seorang khalifah dibai‟at. Tetapi. sehingga wilayah-wilayah tersebut tidak akan lepas begitu saja. Negara juga yang akan mengangkat para qadli di setiap wilayahnya. Begitu pula masalah keragaman ras warganya. Dimana otoritas pejabatnya. Tetapi sistem pemerintahan Islam adalah sistem kesatuan. Begitu pula anggaran belanjanya akan diberikan secara sama untuk kepentingan seluruh rakyat. Negaralah yang akan mengangkat para panglima. dan bersatu dalam pemerintahan secara umum. Yang mecakup seluruh negeri seperti Marakis di bagian barat dan Khurasan di bagian timur. Sekalipun dalam beberapa prakteknya hampir ada yang menyerupai dengan praktek dalam sistem yang lain. Disamping hal-hal yang telah dipaparkan sebelumnya. dimana penguasa tertinggi cukup di pusat. Baik dari aspek landasannya maupun substansi-substansinya. Sistem pemerintahan Islam juga tidak berbentuk federasi. Seperti halnya yang dinamakan dengan mudiriyatul fuyum ketika ibu kota Islam berada di Kaero.

Di dalam sistem totalitarian. Namun kekuasaan mereka tidak sewenangwenang ataupun tidak dipertanggungjawabkan. diwajibkan melaksanakan berbagai tugas untuk membantu penguasa membangun negara ke arah bentuk ideal. Dalam penggunaan masa kini. Misalnya diwajibkan menjadi anggota satu-satunya partai politik atau satu-satunya serikat buruh bentukan pemerintah. diktatur merujuk kepada suatu bentuk pemerintah absolut yang otokratis oleh suatu kepemimpinan yang tidak dibatasi oleh hukum. Totalitarian Totalitarian Sebagai lawan dari sistem demokrasi. Apabila nilai-nilai komunis (atau nilai-nilai suatu agama) dianggap oleh penguasa sebagai bentuk ideal. Negara kota biasanya memiliki wilayah yang kecil yang meiliki luas sebesar kota pada umumnya. konstitusi. Sebab secara syar‟i. Emirat Emirat (bahasa Arab: imarah.atau sudah ada bai‟at kepada seorang khalifah. yang merupakan sebuah negara yang terdiri dari tujuh emirat federal yang masing-masing diperintah seorang emir. tidak ada lagi bentuk diktatur seperti itu. sistem totalitarian adalah bentuk pemerintahan dari suatu negara yang bukan hanya selalu berusaha menguasai segala aspek ekonomi dan politik masyarakat. Sebagai akibatnya. tetapi juga selalu berusaha menentukan nilai-nilai „baik‟ dan „buruk‟ dari prilaku. Negara Kota Negara Kota adalah negara yang berbentuk kota yang memiliki wilayah. khususnya mereka yang bekerja di lembaga-lembaga pemerintah.dan pemerintahan berdaulat penuh. Monako dan Vatikan. karena mereka takluk kepada hukum dan membutuhkan pembenaran di kemudian hari. jamak imarat) adalah sebuah wilayah yang diperintah seorang emir. kepercayaan dan paham dari masyarakat. bai‟at telah ditetapkan untuk orang yang pertama kali dibai‟at dengan bai‟at yang sah. tak ada lagi batas pemisah antara hak dan kewajiban oleh negara dan oleh masyarakat. Setelah awal abad ke-2 SM. tetapi sebaliknya sebanyak mungkin anggota masyarakat. meski dalam bahasa Arab istilah tersebut dapat merujuk secara umum kepada provinsi apapun dari sebuah negara yang diperintah anggota kelompok pemerintah. Para diktator Romawi diberikan kekuasaan mutlak pada saat-saat darurat. maka nilai tersebut akan didoktrinkan ke dalam pola pikir masyarakat. sehingga khalifah yang pertama terbai‟at. memiliki rakyat. Contoh penggunaan dalam arti yang terakhir disebut adalah Uni Emirat Arab. Diktator Diktatur adalah suatu bentuk pemerintahan otokratis yang dipimpin oleh seorang diktator. seperti misalnya Sulla dan Kaisar Romawi menggunakan kekuasaannya dalam cara yang jauh lebih besifat pribadi dan sewenangwenang. bukan negara yang melayani masyarakat. Kata ini mempunyai dua kemungkinan arti: Diktator Romawi yaitu suatu jabatan politis dari Republik Romawi. dan para diktator di kemudian hari. . maka khalifah yang kedua harus diperangi. Negara-negara kota dewasa ini adalah Singapura. atau faktor-faktor sosial dan politis lainnya di dalam negara.

Anggota kabinet pun biasanya terdiri dari anggota parlemen itu sendiri. dan Malaysia. Afrika Utara. Suatu negara disebut menganut sistem pemerintahan parlementer bila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan secara langsung dari badan legislatif. beberapa akademis memilih untuk menyebut “Khalīfah” sebagai pemimpin umat islam tersebut. menteri serta perdana menteri juga juga harus bertanngung jawab kepada parlemen. Pada sistem pemerintahan parlementer. Utsman bin Affan. yang kemudian menjadi sebutan standar untuk menggantikan “Khalifat Allah”. kekhalifahan yang dipegang berturut-turut oleh Bani Umayyah. berhasil meluaskan kekuasaannya sampai ke Spanyol. para pemimpin islam ini menyebut diri mereka sebagai “Khalifat Allah”. Jabatan dan pemerintahan Khalifah berakhir dan dibubarkan dengan pendirian Republik Turki pada tanggal 3 Maret 1924 ditandai dengan pengambilalihan kekuasaan dan wilayah kekhalifahan oleh Majelis Besar Nasional Turki. atau “pemimpin umat muslim”. australia. Kata “Khalifah” (‫ ةفيلخ‬Khalīfah) dapat diterjemahkan sebagai “pengganti” atau “perwakilan”. yang terkadang disingkat menjadi “emir” atau “amir”. Contoh negara-negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer adalah Inggris. Umar bin Khattab. Belanda. karena selain eksekutif yang bertanggung jawab kepada parlemen. dan Bani Usmaniyah. Pada umumnya. tetapi pada perkembangannya. Setelah kepemimpinan Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar. pemerintah yang berperan sebagai eksekutif harus bertanggung jawab kepada parlemen. Parlemen akan memilih perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Kepala negara hanya berperan sebagai simbol kedaulatan dan keutuhan negara karena kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. dan beberapa khalifah kecil.Khalifah Khalifah adalah gelar untuk pemimpin umat islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW (570-632). yang berarti perwakilan Allah (Tuhan). dan Mesir. Pada awal keberadaannya. Karena perdana menteri berperan sebagai kepala pemerintahaan dan kepala negara dipegang oleh presiden/raja/sultan. Bani Abbasiyah. sistem pemerintahan suatu negara dibedakan menjadi 2 klasifikasi besar. Meskipun begitu. Klasifikasi sistem pemerintahan antara presidensiil dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan kekuasaan legislatif. Khalifah juga sering disebut sebagai Amīr al-Mu‟minīn (‫ )نينمؤملا ريمأ‬atau “pemimpin orang yang beriman”. kepala negara tidak sekaligus berperan sebagai kepala pemerintahan. Bahkan Inggris merupakan negara pertama yang menganut sistem pemerintahan parlementer ini dan Inggris juga disebut sebagai induk parlemen (mother of parliaments) Anggota parlemen terdiri dari orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemilu. yaitu : sistem pemerintahan presidensiil dan sistem pemerintahan parlementer. sebutan ini diganti menjadi “Khalifat rasul Allah”. dan Ali bin Abi Thalib). Pada sistem pemerintahan parlementer. Karena partai politik yang menang dalam pemilu akan mempunyai kekuasaan yang mayoritas dan besar di parlemen. Sehingga dalam sistem pemerintahan parlementer ini mempunyai kekuasaan dan kewenangan yang sangat besar. . yang kemudian digantikan oleh Kepresidenan Masalah Keagamaan (The Presidency of Religious Affairs) atau sering disebut sebagai Diyainah. yang berarti “pengganti Nabi Allah”. Indoa.

Negara penganut sistem parlemente presidensial. Sistem pemerintahan parlementer di inggris. Negara parlementer di dunia. Profil negara parlementer. Artikel sistem pemerintahan inggris. Sistem pemerintahan parlementer di india. Sistem parlementer di inggris. walaupun kepala negara tidak mempunyai kewenangan terhadap urusan pemerintahan. Makalah sistem pemerintahan belanda. Sistem pemerintahan india. Contoh sistem pemerintahan. Selain itu. Negara negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial. Negara penganut sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan di malaysia. Contoh negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan parlemen. namun kepala negara atas saran dari kepala pemerintahan (dalam hal ini. Contoh negara parlementer. Sistem pemerintahan negara malaysia. Pengertian parlementer. Contoh sistem parlementer. Padahal parlemen dapat membubarkan kabinet dalam pemerintahan perdana menteri. Negara penganut sistem pemerintahan parlementer. Pengertian sistem parlementer. Sistem pemerintahan negara australia. Parlementer. Pengertian parlemen. Contoh negara sistem pemerintahan parlementer. Negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer. Pemerintahan parlementer. karena anggota kabine juga merupakan anggota parlemen. Pengertian sistem pemerintahan.Uniknya pada sistem pemerintahan parlementer ini. Negara yang menganut sistem presidensial. Sistem pemerintahan negara india. Sistem pemerintahan parlementer di berbagai negara. perdana menteri) dapat membubarkan parlemen yang kemudian bisa mnegadakan pemilu lagi untuk embentuk parlemen yang baru. Sistem pemerintahan uruguay. Sistem pemerintahan di india. Pengertian pemerintahan parlementer. Contoh negara yang menganut sistem parlementer. . Parlementer inggris. Contoh negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer. Induk sistem pemerintahan parlementer. Sistem pemerintahan argentina. Negara penganut parlementer. Sistem pemerintahan negara argentina. Pengertian sistem pemerintahan presidensial dan parlementer. Makalah sistem pemerintahan presidensial. Sistem parlementer di malaysia. maka kabinet juga bisa mengendalikan parlemen karena pengaruh mereka (secara perseorangan) yang besar di parlemen dan partai. Sistem pemerintah parlementer. Contoh makalah sistem pemerintahan. Negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dan parlementer. Pemerintahan negara belanda. Sistem pemerintahan australia. Bentuk pemerintahan negara malaysia. Negara parlementer. Sistem pemerintahan parlementer malaysia. Sistem pemerintahan parlementer. Bentuk negara argentina. Pengertian sistem pemerintahan presidensial. Pengertian sistem pemerintahan parlementer.

Gambar sistem pemerintahan. kesatuan. Bentuk pemerintahan australia. Negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. Contoh makalah tentang sistem pemerintahan. Negara yg menganut sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan parlementer di malaysia. Negara sistem parlementer.Makalah parlementer. Negara sistem pemerintahan parlementer. Negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlementer. Contoh negara sistem parlementer. Sistem pemerintahan parlementer india. Negara negara parlementer. Contoh negara yang menganut sistem presidensial. Contoh sistem pemerintahan parlementer. Makalah tentang sistem pemerintahan parlementer. presidensil. demokrasi. Bentuk negara australia. Contoh negara sistem pemerintahan presidensial. tirani. Sistem pemerintahan presidensial dan parlementer. federasi. Peristilahan yang seringkali ditemukan tersebut misalnya monarki. Makalah tentang sistem pemerintahan inggris. Bagaimana kita harus mengkategorikan masing-masing istilah tersebut? Apa perbedaan antara monarki dengan parlementer? Sama atau berbedakah pengertian antara tirani dengan monarki? Dalam konteks apa kita berbicara mengenai . Pengertian perdana menteri. oligarki. Induk sistem pemerintahan presidensial. dan parlementer. Sistem pemerintahan presidensial dan parlementer di berbagai negara. Makalah tentang sistem pemerintahan negara inggris. Bentuk pemerintahan argentina. Sistem pemerintahan negara malasia. Sistem pemerintahan parlemente. Negara negara yang menganut sistem presidensial. Bentuk pemerintahan india. Sistem pemerintahan di argentina. Pemerintahan parlementer belanda. Contoh negara parlementer di dunia. Bentuk pemerintahan parlementer. Pengertian presidensial. Artikel sistem pemerintahan negara inggris Dalam mempelajari ilmu politik kita kerap „dipusingkan‟ oleh berbagai macam istilah yang satu sama lain saling berbeda. Politik pemerintahan. Makalah sistem pemerintahan jepang. Definisi sistem pemerintahan. konfederasi. aristokrasi. Negara sistem pemerintahan presidensial. Pengertian pemerintahan presidensial. Makalah sistem pemerintahan di berbagai negara. Contoh negara presidensial. Artikel sistem pemerintahan parlementer. mobokrasi. Definisi sistem pemerintahan parlementer.

atau persaingan antarkelompok menjadi relatif terkurangi oleh sebab cuma ada satu kekuasaan yang dominan. dan mobokrasi. Jika kita berbicara mengenai presidensil dan parlementer berarti kita tengah berbicara mengenai bentuk-bentuk pemerintahan. beberapa tangan atau orang (few). berarti kita tengah berbicara mengenai jenis-jenis kekuasaan. berarti kita tengah berbicara mengenai apakah kekuasaan itu dipegang oleh satu tangan (mono). jika kita berbicara mengenai bentuk pemerintahan. berarti kita tengah berbicara mengenai bentuk-bentuk negara. A. Jepang. penguasa monarki harus berbagi kekuasaan dengan pihak lain. Muangthai. Namun. Jika kita berbicara mengenai bentuk negara. atau konfederasi. Belanda. ataukah banyak tangan atau orang (many). yang satu tidak lebih berkuasa atau lebih tinggi posisinya ketimbang yang lain. Jika kita berbicara mengenai federasi. demokrasi. monarki menjadi instrumen pemersatu yang cukup efektif. Dalam hubungan horizontal inilah kita akan menemui pembicaraan mengenai presidensil atau parlementer. berarti kita tengah berbicara mengenai kekuasaan dalam arti horizontal. dan konfederasi. berarti kita tengah membicarakan bagaimana sifat atau hubungan antara kekuasaan pusat saat berhadapan dengan daerah. federasi. oligarki. di negara-negara ini. Denmark. dalam doktrin Trias Politika adalah setara. aristokrasi. dalam mana keberadaan pusat di „atas‟ tersebut berbeda derajatnya baik di negara kesatuan. yaitu jenis kekuasaan politik di mana raja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan dominan negara (kerajaan). terutama parlemen. Belgia. Proses berbagi kekuasaan tersebut dikukuhkan lewat . Perdebatan yang bertele-tele. kesatuan. artinya „pusat‟ diasumsikan berada di atas „daerah‟.presidensil atau oligarki? Jika kita berbicara mengenai monarki. Hubungan seperti ini disebut pula sebagai hubungan vertikal. Para pendukung monarki biasanya mengajukan pendapat bahwa jenis kekuasaan yang dipegang oleh satu tangan ini lebih efektif untuk menciptakan suatu stabiltas atau konsensus di dalam proses pembuatan kebijakan. Kita perhatikan negara yang modern dan maju seperti Inggris dan Jepang pun masih menerapkan sistem monarki. dan Spanyol. Jika kita berbicara mengenai jenis kekuasaan. Di negara-negara ini. Definisi kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi pihak lain agar mereka menuruti keinginan atau maksud si pemberi pengaruh. Luxemburg. tirani. misalnya sebagai simbol persatuan antar berbagai kelompok yang ada di tengah masyarakat. pendapat yang beragam. Swedia. Norwegia. Akhirnya. Negara-negara yang menerapkan jenis kekuasaan monarki hingga saat ini adalah Inggris. Jenis-Jenis Kekuasaan 1. khususnya seputar hubungan antara legislatif dengan eksekutif. Legislatif dan eksekutif. Monarki dan Tirani Monarki berasal dari kata „monarch‟ yang berarti raja.

2. Meskipun Hitler atau Stalin memerintah di era negara modern. maka di sana ada pula monarki. Kekuasaan raja tidak dibatasi secara konstitusional. oleh sebab orang-orang yang orang tuanya bukan bangsawan pun bisa duduk mempengaruhi keputusan politik negara asalkan mereka berprestasi. di mana keduanya sama sekali tidak mau membagi kekuasaan dengan pihak lain. raja atau ratu biasanya bergantung pada dukungan yang diberikan oleh para penasihat dan birokrat. maka kekuasaan tersebut dinamakan demokrasi. Pola kekuasaan di Arab Saudi juga dikenal sebagai dinasti (Dinasti al-Saud). di mana pewaris raja adalah keturunannya. 3. kekuasaannya hanya bersifat simbolik (sekadar kepala negara) ketimbang amat menentukan praktek pemerintahan sehari-hari (kepala pemerintahan). jenis kekuasaan oleh beberapa orang ini —aristokrasi— tidak bertahan lama. Bahkan. dan sebab itu. dan kekuasaan politik yang besar. Jenis kekuasaan aristokrasi ini disebut pula sebagai jenis kekuasaan kaum bangsawan (aristokrasi). Negara ini berupa kerajaan dan raja adalah sekaligus kepala negara dan pemerintahan. Hitler. Namun. Biasanya. Bentuk pemerintahan yang buruk di dalam satu tangan adalah Tirani. Jika kekuasaan lebih banyak ditentukan oleh orang-orang ini (penasihat dan birokrat) maka jenis kekuasaan tidak lagi berada pada satu orang (mono) melainkan beberapa (few). menurun dari orang tua kepada anak. tetapi jenis kekuasaan yang mereka jalankan pada hakekatnya terkonsentrasi pada satu tangan. jenis kekuasaan . Caligula. di mana mereka ini mempunyai status sosial. kaya. yaitu peralihan dari kekuasaan para bangsawasan ke kelompok non-bangsawan. Jika kenyataan ini terjadi. Aristokrasi sendiri merupakan pemerintahan oleh sekelompok elit (few) dalam masyarakat. Di dalam sejarah politik. Jenis monarki lainnya yang kini masih ada adalah Arab Saudi. Aristokrasi dan Oligarki Dalam jenis kekuasaan monarki. atau Stalin. monarki di era negara-negara modern sesungguhnya bukan lagi absolut melainkan bersifat monarki konstitusional. dan cerdik. bukan oleh mono atau few. Di ke-10 negara monarki yang telah disebut di atas. Ketiga hal ini dinikmati secara turun-temurun (diwariskan). tidak ada partai politik dan oposisi di sana. di mana ada kelas aristokrat yang dominan secara politik.konstitusi (Undang-undang Dasar). pihak yang relatif lebih berkuasa untuk menentukan jalannya pemerintahan adalah parlemen dengan perdana menteri sebagai kepala pemerintahannya. dan kerap kali bersifat kejam baik terhadap rakyat sendiri maupun lawan politik. berpengaruh. maka hal tersebut dinyatakan sebagai peralihan atau pergeseran dari aristokrasi menuju oligarki. kekayaan. Tiran-tiran kejam yang pernah muncul dalam sejarah politik dunia misalnya Kaisar Nero. Demokrasi dan Mobokrasi Jika kekuasaan dipegang oleh seluruh rakyat.

tanpa ada yang tidak ikut serta. akan tetapi keterlibatan tersebut melalui si wakil. Rakyat terlibat secara „total‟ di dalam mekanisme pemilihan pejabat (utamanya anggota parlemen) lewat Pemilihan Umum periodik (misal: 4 atau 5 tahun sekali). Dengan alasan kelemahan demokrasi langsung. maka demokrasi yang saat ini dikembangkan adalah demokrasi perwakilan. Namun. Bandingkan kalau saja Indonesia menerapkan demokrasi langsung di mana 200 juta rakyat Indonesia duduk di parlemen. 2. ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak diizinkan untuk ikut serta di dalam proses demokrasi langsung yaitu: budak. Salah satu pendukung demokrasi langsung adalah Jean Jacques Rousseau. Di dalam demokrasi langsung. Kategori pertama adalah demokrasi langsung (direct democracy) dan demokrasi perwakilan (representative democracy). rakyat tetap berkuasa untuk membuat UU. Demokrasi langsung berarti rakyat memerintah dirinya secara langsung. Di dalam demokrasi perwakilan. Masyarakat harus homogen (sama) secara budaya. Misalnya saja.000 orang pemilih. Masing-masing individu rakyat pasti ingin kepentinganyalah yang terlebih dahulu dipenuhi. Semua warganegara ikut terlibat di dalam proses pengambilan keputusan. . yaitu di masa negara-kota Yunani Kuno. dan jika hal ini berujung pada situasi chaos (kacau) bahkan perang (bellum omnium contra omnes — perang semua lawan semua). tanpa perantara. di zaman pelaksanaan demokrasi langsung sendiri.demokrasi yang dikenal terdiri dari dua kategori. Tentu tidak demikian. tetap rakyat yang memerintah. itu bukan berarti seluruh rakyat berbondong-bondong datang ke parlemen atau istana negara untuk memerintah atau membuat UU. Kacau dan pasti memakan biaya mahal. dari hampir 200 juta jiwa warganegara Indonesia. 3. Wakil ini adalah orang yang mendapat delegasi wewenang dari rakyat. baik langsung ataupun tidak langsung. keterlibatan rakyat menjadi tujuan utama penyelenggaraan negara. Dalam demokrasi. Oleh sebab keinginan tersebut ingin didahulukan. perempuan. terutama oleh ketidakrealistisannya untuk diberlakukan dalam keadaan negara modern. dan orang asing. Jumlah warganegara harus kecil. di mana Rousseau ini mengemukakan 4 kondisi yang memungkinkan bagi dilaksanakannya demokrasi langsung yaitu : 1. bukan? Dengan kenyataan ini maka demokrasi perwakilan lebih praktis ketimbang demokrasi langsung. rakyat tidak terlibat secara penuh di dalam membuat UU negara. Terpenuhi di dalam masyarakat kecil yang bermata pencaharian pertanian. Pemilikan dan kemakmuran harus dibagi secara merata (hampir merata). 1 orang wakil rakyat (anggota parlemen) kira-kira mewakili 300. dan pihak lain pun sama. memang kedaulatan rakyat lebih terpelihara oleh sebab kekuasaannya tidak diwakilkan. Dengan memilih si anggota parlemen. Namun. 4. proses pemerintahan demokrasi di tingkat parlemen hanya dilakukan oleh 500 orang wakil rakyat yang duduk menjadi anggota DPR. Dengan demokrasi perwakilan. Di Indonesia.

pemerintah pusat (nasional) bisa melimpahkan banyak tugas (melimpahkan wewenang) kepada kota-kota. di mana rakyat memang berdaulat tetapi negara berjalan dalam situasi perang dan tidak ada satu pun kesepakatan dapat dibuat secara damai. Mobokrasi adalah bentuk buruk dari demokrasi. Negara Konfederasi Bagi L. 1. atau satuan-satuan . Dalam negara Kesatuan. Oppenheim di atas.maka bukan demokrasi lagi namanya melainkan mobokrasi. bentuk negara Konfederasi kiranya jarang diterapkan di dalam bentuk-bentuk negara pada masa kini. Pada tahun 1963. baiklah di dalam materi kuliah ini dicantumkan pula masalah Konfederasi minimal untuk lebih meluaskan wawasan kita mengenai bentuk-bentuk negara yang ada.” Menurut kepada definisi yang diberikan oleh L. aturan-aturan yang ada di dalamnya hanya berefek kepada masing-masing pemerintah (misal: pemerintah Malaysia dan Singapura). dan memiliki kekuasaan penuh dalam pemerintahan sehari-hari. dan Federal. maka Konfederasi adalah negara yang terdiri dari persatuan beberapa negara yang berdaulat. Namun. tetapi tidak terhadap warganegara anggota Konfederasi itu. “konfederasi terdiri dari beberapa negara yang berdaulat penuh yang untuk mempertahankan kedaulatan ekstern (ke luar) dan intern (ke dalam) bersatu atas dasar perjanjian internasional yang diakui dengan menyelenggarakan beberapa alat perlengkapan tersendiri yang mempunyai kekuasaan tertentu terhadap negara anggota Konfederasi. Kesatuan. Meskipun demikian. kabupaten-kabupaten. yang salah satunya dimaksudkan untuk mengantisipasi politik luar negeri yang agresif dari Indonesia di masa pemerintahan Sukarno. Meskipun terikat dalam perjanjian. Kesatuan Negara Kesatuan adalah negara yang pemerintah pusat atau nasional memegang kedudukan tertinggi. Oppenheim. 2. B. pemerintah Malaysia dan Singapura tetap berdaulat dan berdiri sendiri tanpa intervensi satu negara terhadap negara lainnya di dalam Konfederasi. Dalam Konfederasi. Bentuk-Bentuk Negara Bentuk-bentuk negara yang dikenal hingga saat ini terdiri dari tiga bentuk yaitu Konfederasi. Malaysia dan Singapura pernah membangun suatu Konfederasi. untuk keperluan analisis. Persatuan tersebut diantaranya dilakukan demi mempertahankan kedaulatan dari negara-negara yang masuk ke dalam Konfederasi tersebut. Tidak ada bidang kegiatan pemerintah yang diserahkan konstitusi kepada satuansatuan pemerintahan yang lebih kecil (dalam hal ini. dengan tidak mempengaruhi warganegara (individu warganegara) Malaysia dan Singapura. Malaysia dan Singapura mendirikan Konfederasi lebih karena alasan pertahanan masing-masing negara. daerah atau provinsi).

membuat kurikulum pendidikan yang bersifat nasional. Misalnya. Ada sebagian kewenangan yang didelegasikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. heterogenitas (keberagaman) budaya tinggi. . kawasan. karena aturan yang menyangkut „nasib‟ daerah secara keseluruhan hanya dibuat oleh parlemen pusat. provinsi. Perbedaan antara Konfederasi dengan Federasi. dan bahkan menunjuk gubernur kepala daerah. Namun. Dalam negara Kesatuan. sedangkan negaranegara yang tergabung ke dalam suatu Federasi kehilangan kedaulatannya. dan yang wilayahnya terpecah ke dalam pulau-pulau. Pemerintah pusat mempunyai wewenang untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi. Federasi Negara Federasi ditandai adanya pemisahan kekuasaan negara antara pemerintahan nasional dengan unsur-unsur kesatuannya (negara bagian. mengatur badan pengadilan. keragaman budaya daerah tinggi. 3. pelimpahan wewenang ini hanya diatur oleh undangundang yang dibuat parlemen pusat (di Indonesia DPR-RI). merelay stasiun televisi dan radio pemerintah ke seluruh daerah. Namun. Penanganan setiap masalah yang muncul di daerah kemungkinan akan lama diselesaikan oleh sebab harus menunggu instruksi dari pusat terlebih dahulu. bukan diatur di dalam konstitusi (di Indonesia UUD 1945). republik. yang dengan kewenangan tersebut pemerintah daerah mengatur penduduk yang ada di dalam wilayahnya. mengatur kepolisian daerah. Namun. Keuntungan negara Kesatuan adalah adanya keseragaman Undang-Undang. Negara-negara yang menjadi anggota suatu Konfederasi tetap merdeka sepenuhnya atau berdaulat. pemerintah pusat berwenang menarik pajak dari penduduk daerah. baik kedaulatan ke dalam maupun kedaulatan ke luar berada pada pemerintah pusat.pemerintahan lokal. oleh sebab kedaulatan ini hanya ada di tangan pemerintahan Federasi. Pembagian kekuasaan ini dicantumkan ke dalam konstitusi (undangundang dasar). negara Kesatuan bisa tertimpa beban berat oleh sebab adanya perhatian ekstra pemerintah pusat terhadap masalah-masalah yang muncul di daerah. atau wilayah). dan ketimpangan ekonomi cukup tajam. Namun. pemerintah pusat secara langsung mengatur masing-masing penduduk yang ada di setiap daerah. pengaturan pemerintah daerah terhadap penduduk di wilayahnya lebih bersifat „instruksi dari pusat‟ ketimbang improvisasi dan inovasi pemerintah daerah itu sendiri. Bentuk negara Kesatuan juga tidak cocok bagi negara yang jumlah penduduknya besar. Sistem pemerintahan Federasi sangat cocok untuk negara-negara yang memiliki kawasan geografis luas. di mana pelimpahan wewenang tersebut bisa saja ditarik sewaktu-waktu. di mana ini dikenal pula sebagai desentralisasi. kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat dan dengan demikian.

bahkan melakukan perdagangan langsung dengan negara luar seperti pernah dilakukan pemerintah Indonesia dengan negara bagian Georgia di Amerika Serikat di masa Orde Baru. kedaulatan hanya milik pemerintah Federal. sedangkan di dalam negara Kesatuan. organisasi pemerintah daerah secara garis besar telah ditetapkan oleh undang-undang dari pusat. memiliki kurikulum pendidikan sendiri. kedaulatan tetap berada di tangan pemerintah Federal yaitu dengan monopoli hak untuk mengatur Angkatan Bersenjata. Dua bentuk pemerintahan yang paling luas digunakan negara-negara di dunia adalah Parlementer dan Presidensil. Wewenang negara bagian di negara Federasi telah tercantum secara rinci di dalam konstitusi federal. Negara-negara bagian suatu Federasi memiliki wewenang untuk membentuk undang-undang dasar sendiri serta pula wewenang untuk mengatur bentuk organisasi sendiri dalam batas-batas konstitusi federal. mengusahakan kepolisian negara bagian sendiri. C. mencetak mata uang. Namun. bukan milik negaranegara bagian. warganegara tidak memilih kepala negara secara langsung. Umumnya. Pembicaraan ini juga menyangkut bagaimana proses perekrutan anggota eksekutif dan legislatif di suatu negara. Kedua bentuk tersebut memiliki mekanisme perekrutan yang berbeda satu dengan lainnnya. sistem Parlementer mengindikasikan hubungan kelembagaan yang erat antara eksekutif dan legislatif. Selanjutnya pula. Di dalam negara Federasi. sedangkan dalam negara Kesatuan. Dalam pembicaraan mengenai bentuk pemerintahan. wewenang membentuk undang-undang pusat untuk mengatur hal-hal tertentu telah terperinci satu per satu dalam konstitusi Federal. misalnya mengadakan pengadilan sendiri. Bentuk Pemerintahan Pemerintahan tidak sekedar menyangkut pihak eksekutif. dan melakukan politik luar negeri (hubungan diplomatik). wewenang negara-negara bagian untuk mengatur penduduk di wilayahnya lebih besar ketimbang pemerintah daerah di negara Kesatuan. 1. Mereka memilih anggota-anggota dewan perwakilan rakyat. kita sekaligus menelaah hubungan antara badan eksekutif dengan legislatif. Kedaulatan ke dalam dan ke luar di dalam negara Federasi tetap menjadi hak pemerintah Federal bukan negara-negara bagian. melainkan juga eksekutif. memiliki undang-undang dasar sendiri. Bentuk Pemerintahan Parlementer Dalam sistem Parlementer. . yang diorganisasi ke dalam satu atau lebih partai politik. Kendatipun negara bagian memiliki wewenang konstitusi yang lebih besar ketimbang negara Kesatuan.Perbedaan antara negara Federasi dengan negara Kesatuan. wewenang pembentukan undang-undang pusat ditetapkan dalam suatu rumusan umum dan wewenang pembentukan undangundang lokal tergantung pada badan pembentuk undang-undang pusat itu. dalam negara Federasi.

Pertama untuk . Selanjutnya. pemilu diadakan dua macam. partai yang menang dan masuk ke dalam kabinet menjadi „pemerintah‟ sementara yang tetap berada di dalam parlemen menjadi „oposisi. dengan koalisi ini. Dalam sistem parlementer. Dalam bentuk parlementer. Wakil-wakil yang mereka pilih tersebut merupakan anggota dari partai-partai politik yang ikut serta di dalam pemilihan umum. Menteri-menteri inilah yang nantinya mengarahkan atau mengepalai kementerian-kementerian yang dibentuk. Perdana menteri memilih menteri-menteri serta membentuk kabinet berdasarkan suatu „mayoritas‟ dalam parlemen (berdasarkan jumlah suara yang didapat masing-masing partai di dalam Pemilu). di mana anggota-anggota kabinet diajukan oleh para anggota parlemen terpilih. Bentuk Pemerintahan Presidensil Presidensil cenderung memisahkan kepala eksekutif dari dewan perwakilan rakyat. anggota-angggota parlemen yang menjadi oposisi membentuk semacam „kabinet bayangan. maka secara otomatis. Biasanya. ketua partai tersebut menjadi perdana menteri. Jika pemilu tidak menghasilkan jumlah suara mayoritas (misalnya 30% hingga 50%). Dalam sistem presidensil. pemilu hanya diadakan satu macam yaitu untuk memilih anggota parlemen. Jika sebuah partai memenangkan suara secara mayoritas (misalnya 51% suara pemilih). sehingga anggota kabinet dapat berasal baik dari partainya sendiri maupun partai saingannya yang punya jumlah suara signifikan. Sistem „kabinet bayangan‟ ini berlangsung efektif di Inggris di mana „kabinet bayangan‟ tersebut bekerja layaknya kabinet pemerintah dan … digaji pula.‟ Jika kabinet pemerintah „jatuh‟. partai dengan jumlah suara paling besar-lah yang ketua partainya menjadi perdana menteri di dalam koalisi (kabinet koalisi). tidak bisa dimonopoli oleh satu partai saja. Susunan kabinet pun.‟ Hal yang menarik adalah. tugas yang harus dilakukan si perdana menteri ini adalah membentuk kabinet. Masing-masing partai yang berkoalisi biasanya menuntut „jatah‟ menteri sesuai dengan jumlah suara yang mereka hasilkan dalam pemilu. 2. warganegara memilih wakilwakil mereka untuk duduk di parlemen. perdana menteri (beserta kabinetnya) bertanggung jawab kepada parlemen sebagai representasi rakyat hasil pemilihan umum. Untuk selanjutnya. layaknya ketika pemilu menghasilkan suara mayoritas 51%. Sangat sedikit media tempat di mana eksekutif dan legislatif dapat saling bertanya satu sama lain. maka partai-partai harus berkoalisi untuk kemudian memilih siapa perdana menterinya.Kepala pemerintahan dalam sistem Parlementer adalah perdana menteri (disebut Premier di Italia atau Kanselir di Jerman). maka „kabinet bayangan‟ inilah yang akan menggantikannya lewat pemilu „yang dipercepat‟ atau pemilihan perdana menteri baru. perdana menteri menjadi kepala pemerintahan sekaligus pemimpin partai. Dalam bentuk pemerintahan parlementer. Lewat mekanisme pemilihan umum.

berbeda dengan Parlementer di mana jika si perdana menteri dianggap tidak bertanggung jawab. pasti salah satu partai akan menang secara mayoritas. Namun. presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen (DPR) tetapi langsung kepada rakyat. Pola penunjukkan menteri oleh presiden ini efektif di dalam sistem dua partai. namun harus dipilih atau harus mendapat persetujuan . di masa reformasi. Kerajaan di Mana Sang Raja Dipilih Sangat umum jika kepala negara republik ditentukan dengan suatu pemilihan. hanya mengantongi sekitar 35% suara. alias sang raja naik takhta karena dipilih? Secara umum. pemenang pemilu. suksesi takhta kerajaan secara otomatis diteruskan oleh keturunan raja tersebut. mengadukan pelanggaranpelanggaran yang presiden lakukan kepada parlemen. Namun. di mana dengan dua partai yang bersaing tersebut. yaitu menteri-menteri di dalam kabinet. bagaimana jika pemilihan kepala negara dilakukan pada suatu negara kerajaan. sehingga di dalam menunjuk menteri-menteri Megawati harus mempertimbangkan pendapat dari partai-partai lain. dapat mengajukan mosi tidak percaya kepada perdana menteri yang jika didukung oleh 51% suara parlemen. atau keluarga terdekatnya dalam hal sang raja tidak memiliki keturunan. dan itu tidaklah mayoritas. Namun. dan PKB. penunjukkan menteri oleh presiden juga dapat efektif jika salah satu partai menang secara 51%. terdapat sistem di mana pengganti sang raja bukanlah otomatis berdasarkan keturunan. si perdana menteri tersebut beserta kabinetnya terpaksa harus mengundurkan diri— dalam sistem presidensil. tidak memilih lagi si presiden tersebut dalam proses pemilihan umumj. PPP. PAN. misalnya PDI-P. parlemen. di beberapa negara. Jadi. Presiden inilah yang dengan hak prerogatifnya menunjuk pembantu-pembantunya. apalagi yang punya suara cukup besar seperti Golkar. Sanksi jika presiden dianggap tidak „menrespon hati nurani rakyat‟ dapat berujung pada dua jalan: pertama. terutama partai-partai oposisi. Di dalam sistem banyak partai. Parlemen inilah yang nanti menggunakan hak kontrolnya untuk mempertanyan sikap-sikap presiden yang diadukan „rakyat‟ tersebut. Di Indonesia yang bersistemkan presidensil. hal seperti ini sulit untuk dilakukan mengingat yang memilih si presiden bukanlah parlemen melainkan rakyat secara langsung. dan kedua. mekanisme penunjukkan anggota kabinet efektif di masa pemerintahanan Suharto. Di dalam sistem presidensil.memilih anggota parlemen dan kedua untuk memilih presiden. dalam suatu kerajaan atau monarki.

sedangkan sisa empat negara bagian lainnya dipimpin oleh Gubernur yang diangkat oleh Raja Malaysia. Malayisa diperintah oleh koalisi banyak partai yang disebut dengan Barisan Nasional—dulu pernah disebut dengan Aliansi. hal lainnya yang juga perlu diketahui ialah sistem pemerintahan negara yang bersangkutan. harus mendapatkan dukungan minimal 5 dari 9 Sultan tersebut. Federasi Malaysia merupakan sistem Monarki Konstitusional. Dewan rakyat—DPR dalam sistem di Indonesia. sembilan di antaranya merupakan kesultanan yang masing-masing dimpimpin oleh Sultan. Sistem parlementer Westminster dipilih sebagai sistem pemerintahan resmi Malaysia. Sistem kekuasaan legislatif di Malaysia dibagi antara legislatur persekutuan dan legislatur negeri. Setelah pemilihan selesai. Tuanku Mizan Zainal Abidin Malaysia Malaysia merupakan negara monarki konstitusional berupa federasi 13 negara bagian. ternyata dalm praksisnya kekuasaan lebih dipegang oleh sektor eksekutif ketimbang legislatifnya. dan bertakhta selama 5 tahun. Berikut adalah negara-negara yang menganut sistem itu. posisi Yang di-Pertuan Agong digilir di antara para Sultan karena sudah menjadi kesepakatan antara para Sultan sejak tahun 1957. Kesembilan Sultan tersebut itu tergabung membentuk Majlis Raja-Raja. secara de facto. . Pasca kemerdekaan pada tahun 1957. Senat dan Dewan Negara. Untuk terpilih sebagai Yang di-Pertuan Agong. Kepala Negara Malaysia ialah Yang di-Pertuan Agung atau biasa disebut dengan Raja Malaysia. Raja Malaysia yang bergelar Yang di-Pertuan Agong dipilih oleh dan dari antara para anggota Majlis Raja-Raja.terlebih dahulu. Meski demikian. Malaysia memiliki sistem kenegaraan yang merupakan warisan kaum kolonial Britania. yang kemudian diadakan pemilihan ulang lagi untuk memilih Raja yang baru. Inilah yang disebut sistem monarki elektif (elective monarchy). Dari 13 negara bagian. Yang di-Pertuan Agong yang baru terpilih pun langsung mengucapkan sumpah dan mulai menduduki takhta Malaysia Ketika hendak berkunjung ke sebuah negara. Parlemen Bikameral sendiri terdiri dari Dewan Rendah. Dewan Tinggi. Pemilihan Yang diPertuan Agong pun selalu berjalan lancar dan tidak pernah muncul sengketa. Meskipun secara formal pemilihan diadakan tiap 5 tahun.

Oleh karena itu kekuasaan memainkan peranan yang amat penting dalam melakukan perubahan.Sebanyak 222 anggota Dean Rakyat dipilih oleh rakyat dari daerah pemilihan beranggota tunggal yang akan menjabat selama 5 tahun. atau Ketua Menteri di negara bagian yang tidak memiliki monarki lokal. Kemudian di tiap-tiap negara bagian yang memiliki monarki lokal maka menteri besar haruslah seorang Suku Melayu Muslim. Semntara kekuasaan eksekutifnya dilaksanakan oleh kabinet yang dipimpin oleh seorang perdana menteri. dimana 26 orang diantaranya dipilih oleh 13 majelis negara bagian. Malaysia Barat terdiri atas pegunungan dan daratan. Sementara 70 senator akan memegang masa jabatan selama 3 tahun. Pemerintahan negara bagian Pemerintahan negara bagian dipimpin oleh menteri besar di negeri-negeri Malaya. Dalam Konstitusi Malaysia ditetapkan bahwa perdana menteri Malaysia haruslah anggora Dewan rakyat yang kepemimpinannya diresti oleh Yang di-Pertuan Agung dan mendapatkan dukungan mayoritas di parlemen. Malaysia merdeka 31 Agustus 1957 dari Inggris dan ibukotanya Kuala Lumpur. MALAYSIA Malaysia merupakan kerajaan federal yang terdiri atas Federasi Malaya diujung selatan semenanjung Malaya dan negara bagian sabah dan Sarawak. Kekuasaan politik di Malaysia amat penting untuk memperjuangkan suatu isu dan hak. . Sedangkan kabinet dipilih dari para anggota Dewan Rakyat dan Dewan Negara yang kemudian bertanggungjawab kepada badan tersebut.

. Setiap negara bagian di bagi menjadi sejumlah daerah administratif yang di kepalai oleh seorang kepala distrik.disabah terdapat gunung kinabalu yang merupakan gunung tertinggi diMalaysia karena pengaruh iklim hujan tropis Malaysia memiliki banyak hutan. Kepala negara adalah Yang Dipertuan Agong. kayu. Malaysia dibagi menjadi 13 negara bagian. Impor utama yakni bahan industry. Kemudian. dan [[Andorra]]. karet. secara formal. Sungai terpanjang adalah sungai Pahang. alat transportasi. Cina.Dilewati oleh jalur pegunungan sirkum mediterania. perhubungan. pertahanan dan tenaga kerja. == Sistem pemilihan == Sistem pergiliran kekuasaan terjadi sangat jarang di dunia. karet. kesembilan raja ini bertemu dalam sebuah majelis yang dinamakan Majelis Raja-Raja. Tugas utamanya penasehat perdana mentri dan cabinet. Perak dan Kelantan. Hasil tambang yang lain ialah bijih besi dan bauksit. Hewan di Malaysia bertipe asiatis. Hubungan kerjasama dengan Indonesia antara lain dibidang pendidikan dan kebudayaan. Malaysia timur kondisi morfologinya lebih bergunung-gunung. sistem pergiliran kekuasaan ini secara de facto memilih seorang raja dari sembilan raja setelah lima tahun Yang di Pertuan Agong berkuasa. Yang di Pertuan Agong dipilih berdasarkan lamanya ia memerintah di daerah kekuasaannya. Dalam pelaksanaannya. kelapa sawit dan kayu. mengangkat hakim-hakim federal dan kejaksaan agung. Kepadatan penduduk Malaysia Barat lebih tinggi daripada Malaysia Timur. mesin-mesin dan bahan pangan.komando tertinggi angkatan perang dan pemimpin agama dipulau penang dan Malaka.sebuah koalisi beberapa partai politik di antaranya UMNO dan MCA. Penduduk terdiri darii berbagai keturunan suku bangsa yakni Melayu. [[Austria]]. Bentuk negara Malaysia adalah federasi dengan seorang perdana mentri sebagai seorang kepala pemerintahan. Hapir 70% wilayahnya terdiri dari hutan tetapi mulai berubah fungsi sebagai tanah perkebunan dan berbagai peruntukan bagi pembangunan. Hasil pertaninan utama ialah padi. 9 dikepalai sultan/raja dan 4 oleh gubernur. gas alam dan timah. India dan bangsa-bangsa lain. Jaringan jalan raya dimalaysia barat merupakan salah satu jaringan terbaik di Asia Tenggara dan penerbangan dalam dan luar negri diatur oleh Malaysian Air Service. Malaysia merupakan penghasil timah terbesar didunia. Pemerintahan di kuasai oleh Front Nasional. Ekspor utama terdiri dari bahan-bahan mentah seperti minyak. [[Vatikan]]. Beberapa kerajaan yang menggunakan sistem ini adalah: [[Uni Emirat Arab]].

Kertas suara tidak diberi nomor. Seorang raja boleh memilih perwakilan dari raja lain untuk mewakili dirinya bila dia tidak bisa hadir ke Majelis Pemilihan. === Proses Pemilihan === Pemilihan dilakukan dengan kertas suara yang tertutup. Setelah semua raja sepakat. penjaga lambang kekuasaan dan asisten sekretaris dari Majelis Raja-Raja yang terlibat di pemilihan tersebut. maka pelantikan terhadap Yang di Pertuan Agong yang baru segera dilaksanakan. Yang di Pertuan Agong yang baru dipilih ini akan memegang kekuasaan secara penuh. Hanya para raja. Pemilih hanya tinggal menulis nomor dan dimasukkan ke kotak suara. Setelah masa kekuasaannya selesai. Apabila Yang di Pertuan Agong meninggal setelah pelantikan. Selama proses pemilihan.dalam hal ini di negara bagian di Malaysia. Kemudian. Majelis Raja-Raja sudah dilakukan sejak tahun [[1895]]. tapi yang memiliki hak suara untuk memilih Yang di Pertuan Agong hanyalah para raja. yang menyebabkan sang raja tidak optimal dalam memerintah. Keanggotan ini juga dimiliki oleh gubernur atau Yang Dipertua Negeri. Penjaga Lambang Kekuasaan . === Persyaratan === * Hanya raja-raja yang boleh memilih * Hanya raja-raja yang boleh dipilih * Raja-raja dipilih dengan giliran Undang undang menyatakan bahwa seorang raja tidak layak dipilih menjadi Yang di Pertuan Agong apabila: * Apabila sang raja merupakan raja yang berusia muda * Apabila sang raja tidak ingin dipilih * Apabila Majelis Raja-Raja menyatakan bahwa sang raja tidak layak menjadi raja disebabkan oleh gangguan jiwa atau penyakit. maka pemilihan yang dilakukan Majelis Raja-Raja akan diulang kembali. maka pemilihan akan dilakukan dan ia tidak akan dipilih kembali.

Adapun jumlah suara haruslah lima suara untuk menentukan Yang di Pertuan Agong baru. Raja-raja akan diminta untuk memilih Raja yang cocok untuk menjadi Yang di Pertuan Agong. maka pemilihan harus diulang kembali. [[Pulau Penang]]. Majelis Raja-Raja kemudian mengesahkan Raja yang terpilih sebagai Yang di Pertuan Agong untuk Malaysia yang akan berkuasa selama 5 tahun. dimana hanya diperbolehkan memilih satu Raja.akan membagikan kertas suara. dalam hal ini negara bagian [[Melaka]]. [[Sabah]] dan [[Serawak]] ikut menghitung hasil pemilihan bersama pemegang lambang kekuasaan. Setelah itu. Kertas suara akan dihancurkan setelah Raja yang terpilih datang sebagai hasil dari pemilihan. Proses pemilihan akan benar benar berakhir apabila sang Raja menerima tawaran kekuasaan Yang di Pertuan Agong dari Raja yang sedang berkuasa. === Daftar Kerajaan Senior === Setelah rantai kekuasaan pertama Yang di Pertuan Agong oleh 9 kerajaan di Malaysia (19571994). Raja muda. semua raja mengatur kembali sistem senioritas kerajaan. Setelah itu. dalam hal pemilihan Yang di Pertuan Agong. dengan pilihan Raja Senior tingkatan dua dari daftar kerajaan senior. Negara-negara bagian tersebut adalah: # Yang di Pertuan Besar dari [[Negeri Sembilan]] # Sultan [[Selangor]] # Raja [[Perlis]] # Sultan [[Terengganu]] # Sultan [[Kedah]] # Sultan [[Kelantan]] . Apabila Raja yang terpilih menolak tawaran Raja yang berkuasa untuk menjadi Yang di Pertuan Agong. Raja yang berkuasa menawarkan posisi Yang di Pertuan Agong kepada Raja yang terpilih dalam Sidang Pemilihan. yaitu Raja Senior dari daftar kerajaan senior. untuk menjadi Yang di-Pertuan Agong.

# Sultan [[Pahang]] # Sultan [[Johor]] # Sultan [[Perak]] .