MAKALAH ATLETIK 1 “LOMPAT JAUH”

TUGAS INDIVIDU SEMESTER 1

Untuk memenuhi tugas individu semester 1 mata kuliah atletik 1 yang di bina oleh Bapak Widodo, S.Pd., M.Pd.

Disusun oleh : Yani Fariska (46/G) NPM:

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU EKSAKTA DAN KEOLAHRAGAAN IKIP BUDI UTOMO MALANG

13 Januari 2012 Penyusun DAFTAR ISI . Saya sadar bahwa makalh ini masih banyak kekurangan. Semoga makalh ini dapat di pahami dan dimanfaatkan di bidang pendidikan khususnya bidang olahraga. Tak lupa sholawat serta salam kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita semuake zaman yang terang benderang seperti saat ini. sehingga dapat menambah wawasan akan olahraga. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ATLETIK 1 ini. Karena berkat rahmat dan hidayah darinya sehingga saya dapat menyelesiakan makalah ini. Malang.KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Untuk itu saya mengharap kritik dan saran dari para pembaca guna untuk memperbaiki makalah yang lebih baik.

Saran DAFTAR PUSTAKA BAB I . Latihan Lompat dan Prinsip-Prinsip Latihan E. Atletik B. Teknik Lompat Jauh D. Manfaat BAB II PEMBAHASAN A. Kesimpulan B. Latihan Lompat Dengan Melompati Rintangan dan Latihan Lompat Meraih Sasaran Di Atas BAB III PENUTUP A. Latar Belakang B.Halaman KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan C. Lompat Jauh C.

disiplin. Melalui olahraga dapat dibentuk manusia yang sehat jasmani. 2) unsur tehnik. rohani serta mempunyai kepribadian. penampilan tehnik yang efektif dan efisien dengan ditunjang oleh kondisi fisik yang baik. olahraga wajib diajarkan tingkat menengah. Tehnik lompat jauh gaya jongkok termasuk yang paling sederhana di banding dengan gaya yang lain. di sekolah-sekolah dari sekolah tingkat dasar. Dalam lompat jauh terdapat beberapa macam gaya atau sikap badan pada saat melayang di udara. maka untuk berpartisipasi dan bersaing antar atlet dalam kegiatan olahraga prestasi harus dikembangkan kualitas fisik. sekolah tingkat pertama sampai dengan sekolah . nasional maupun internasional. Gaya lompat jauh yang paling sederhana untuk diajarkan pada pemula seperti siswa di SD adalah lompat jauh gaya jongkok. Unsur tersebut menurut M. psikologi dan sosial yang dituntut oleh cabang olahraga tertentu. Untuk mencapai prestasi yang baik di dalam lompat jauh perlu didukung dengan latihan yang baik melalui pendekatan-pendekatan ilmiah dengan melibatkan berbagai ilmu pengetahuan. 2) gaya lenting (waktu di udara badan dilentingkan). Latar Belakang Dalam kehidupan modern manusia tidak dapat dipisahkan dari olahraga. Olahraga mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Suatu kenyataan yang bisa diamati dalam dunia olahraga. dan 3) gaya jalan di udara (waktu melayang kaki bergerak seolah-olah berjalan di udara). menunjukkan kecenderungan adanya peningkatan prestasi olahraga yang pesat dari waktu kewaktu baik ditingkat daerah. Kaitannya dengan latihan untuk mencapai prestasi ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan. Dengan adanya kecendrungan prestasi yang meningkat. Hal ini dapat dilihat dari pemecahan-pemecahan rekor yang terus dilakukan pada cabang olahraga tertentu. sportifitas yang tinggi sehingga pada akhirnya akan terbentuk manusia yang berkualitas.PENDAHULUAN A. tehnik. baik sebagai arena adu prestasi maupun sebagai kebutuhan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Sajoto (1988 : 15) diantaranya adalah: 1) unsur fisik yang lebih popular dengan kondisi fisik. Oleh karena itu melalui pengembangan dan pembinaan di masyarakat. Soegito dkk (1994 : 143) menyebutkan ada tiga cara sikap melayang yaitu: 1) gaya jongkok (waktu melayang bersikap jongkok).

ialah satu unsur yang merupakan faktor utama yaitu kondisi fisik. disamping penguasaan tehnik. taktik dan kemampuan mental. Dari keempat unsur tersebut. MANFAAT Makalah ini diharapkan dapat berguna : 1. BAB II PEMBAHASAN . TUJUAN Tujuan dibuatnya makalah ini untuk memenuhi tugas mata pelajaran PJOK C.3) unsur mental. 4) unsur kematangan juara. Sebagai langkah awal bagi pengembangan dan peningkatan proses belajar untuk Sebagai bahan referensi pada makalah lebih lanjut. seperti pendapat dari Depdiknas (2000 : 101) bahwa salah satu unsur atau faktor penting untuk meraih suatu prestasi dalam olahraga adalah kondisi fisik. 3. Sebagai masukan bagi guru-guru PJOK dan pembina maupun pelatih olahraga dalam upaya memberikan latihan fisik khususnya untuk meningkatkan kemampuan power dalam lompat jauh 2. meningkatkan kemampuan lompat jauh. B.

lompat jangkit. karena didalam melakukan kegiatan atletik akan dilatih kekuatan. SMP dan SMA. akan dapat diperoleh berbagai pengalaman yang sangat berguna dan bermanfaat bagi kehidupan. Sasaran dan tujuan lompat jauh adalah untuk mencapai jarak lompatan sejauh mungkin kesebuah letak pendaratan atau bak lompat. bahwa atetik adalah salah satu cabang yang dipertandingkan atau diperlombakan yang meliputi atas nomor-nomor jalan. Lompat jauh merupakan suatu gerakan melompat menggunakan tumpuan satu kaki untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. daya tekan. senam dan beladiri. kelentukan. karena gerakan-gerakannya merupakan gerakan dasar bagi cabang yang artinya pertandingan. dikenal banyak sekali cabang olahraga. atletik mempunyai peranan yaitu penting. Lompat jauh merupakan salah satu nomor atletik yang wajib diajarkan di SD. permainan.A. olahraga lainnya. Lompat jauh menurut Aip Syarifuddin (1992 : 90) didefinisikan sebagai suatu bentuk gerakan melompat. perlombaan. mengangkat kaki keatas kedepan dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin diudara (melayang diudara) yang dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya. ketepatan. Atletik Dalam dunia olahraga. Lompat Jauh Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat dari cabang olahraga atletik. Atletik menurut Aip Syarifuddin (1992 :2) berasal dari bahasa Yunani. kecepatan. Jarak lompatan diukur dari papan tolakan sampai batas terdekat dari letak pendaratan yang dihasilkan oleh bagian tubuh. Atletik merupakan dasar untuk melakukan bentuk-bentuk gerakan yang terdapat didalam cabang olahraga yang lainnya. koordinasi gerak. antara lain adalah atletik. lari. 1992/1993 : 60). kelincahan. Dari keempat cabang olahraga tersebut. pergulatan atau perjuangan. lompat dan lempar. Dalam cabang olahraga atletik ada empat nomor lompat yaitu nomor lompat jauh. keuletan. Dengan demikian dapatlah dikemukakan. Menurut Engkos Kosasih (1985:67) bahwa yang menjadi tujuan lompat jauh . lompat tinggi dan lompat tinggi galah. Dengan mengikuti kegiatan latihan atletik. Athlon sedangkan orang yang melakukannya dinamakan Athleta (Atlet). kedisiplinan dan percaya diri serta bertanggung jawab (Aip Syarifuddin dan Muhadi. B.

ditandai oleh keadaan sikap badan si pelompat pada waktu melayang di udara (Aip Syarifuddin. gaya menggantung atau disebut juga gaya lenting dan gaya jalan di udara. yaitu urutan gerakan lompat yang tidak terputus. Dalam lompat jauh terdapat beberapa macam gaya yang umum dipergunakan oleh para pelompat. C. Jadi mengenai awalan tumpuan / tolakan dan cara melakukan pendaratan dari ketiga gaya tersebut pada prinsipnya sama. Bernhard (1993 : 45) menyatakan bahwa unsur-unsur dalam mencapai prestasi lompat jauh yang maksimal adalah: 1) faktor kondisi fisik terutama kecepatan tenaga lompatan dan tujuan yang diarahkan pada ketrampilan. Teknik Lompat Jauh Lompat jauh mempunyai empat fase gerakan. Dari pendapat di atas dapat dikatakan bahwa dalam lompat jauh terkandung unsur-unsur kondisi fisik yang meliputi : kecepatan. sikap badan pada waktu jatuh atau mendarat. tolakan. Untuk memperoleh hasil yang optimal dalam lompat jauh selain pelompat harus memiliki kondisi fisik yang baik. Awalan Awalan adalah langkah utama yang diperlukan oleh pelompat untuk memperoleh kecepatan pada waktu akan melompat. yaitu awalan. yaitu : gaya jongkok. Seperti dikatakan Aip Syarifuddin (1992 : 90) awalan merupakan gerakan permulaan dalam bentuk lari untuk mendapatkan kecepatan . Uraian mengenai keempat fase gerakan dalam lompat jauh adalah sebagai berikut: a. tolakan. 1985: 98). Dalam hal yang sama Yusuf Adisasmita (1992:65) berpendapat bahwa keempat unsur ini merupakan suatu kesatuan. persiapan dan perpindahan fase melayang dan pendaratan. Salah satu gaya yang digunakan dalam penelitian ini adalah gaya jongkok. 1992 : 93). Disebut gaya jongkok karena gerak dan sikap sewaktu badan berada diudara seperti orang jongkok ( Tamsir Riyadi. tenaga ledak otot tungkai yang mengarah pada ketrampilan.adalah mencapai jarak lompatan yang sejauh-jauhnya yang mempunyai empat unsur gerakan yaitu : awalan. 2) faktor tehnik ancang-ancang. melayang dan mendarat serta terdapat tiga macam gaya yang membedakan antara gaya yang satu dengan gaya yang lainnya pada saat melayang diudara. juga harus memahami dan mengusai tehnik untuk melakukan gerakan lompat jauh tersebut. Perbedaan antara gaya lompatan yang satu dengan yang lainnya. sikap badan di udara.

Soedarminto dan Soeparman (1993 : 360) mengemukakan sebagai berikut : untuk membantu tolakan ke atas. maka langkah dan awalan harus dilakukan dengan mantap dan menghentak-hentak (dinamis step). Untuk itu dalam melakukan lari awalan. tumit bertumpu lebih dahulu diteruskan dengan seluruh telapak kaki. Akan tetapi di dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. b. Mengenai tolakan. Menurut Engkos Kosasih (1985 : 67) tolakan yaitu menolak sekuat-kuatnya pada papan tolakan dengan kaki terkuat ke atas (tinggi dan ke depan). 2) untuk putri antara 30 m sampai dengan 45 m. 1992 : 67-68). Misalnya antara 15 m sampai 20 m atau antara 15 m sampai 25 m. bukan hanya kecepatan lari saja yang dibutuhkan. letak titik berat badan ditentukan oleh panjang langkah terakhirsebelum melompat (Yusuf Adisasmita. Ayunan kaki ke atas mengunci sendi panggul karena kerjanya Ligamenta iliofemoral. yaitu meneruskan kecepatan horizontal ke kekuatan vertical yang dilakukan secara cepat. c. lengan harus diayun ke atas dan kaki yang melangkah diayunkan setinggi mungkin (prinsipnya adalah bahwa momentum dari bagian dipindahkan kepada keseluruhan). pandangan mata tetap lurus kedepan agak ke atas. Menurut Engkos kosasih (1985 : 67) awalan harus dilakukan dengan secepatcepatnya serta jangan merubah langkah pada saat melompat. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa melakukan tolakan berarti jarak merubah kecepatan horizontal menjadi kecepatan vertical. terutama di SD hendaknya disesuaikan dengan kemampuan anak-anak SD. akan tetapi ketepatan langkah juga sangat dibutuhkan sebelum melakukan tolakan. Dikatakan pula oleh Soegito dkk (1994 : 146) cara bertumpu pada balok tumpuan harus dengan kuat. titik berat badan harus terletak agak dimuka titik sumber tenaga. Melayang di Udara . Menurut Aip Syarifuddin (1992 : 91) agar dapat menghasilkan daya tolakan yang besar. Jarak awalan yang biasa dan umum digunakan oleh para pelompat (atlet) dalam perlombaan lompat jauh adalah : 1) untuk putra antara 40 m sampai 50 m.pada waktu akan melakukan tolakan (lompatan). Tumpuan atau Tolakan Tumpuan atau tolakan adalah gerakan menolak sekuat-kuatnya dengan kaki yang terkuat. Pada waktu menumpu seharusnya badan sudah condong kedepan. yaitu kaki tumpu pada saat pelompat menumpu.

Kalaupun mengadakan gerak yang lain harus dijaga agar gerak selama melayang itu tidak menimbulkan perlambatan. kedua tangan ke depan. Pada waktu akan mendarat kedua kaki dijulurkan ke depan kemudian mendarat pada kedua kaki dengan bagian tumit lebih dahulu. Tetapi.Sikap melayang adalah sikap setelah gerakan lompatan dilakukan dan badan sudah terangkat tinggi keatas. Cara melakukan lompat jauh gaya jongkok menurut Aip Syarifuddin (1992 : 93) pada waktu lepas dari tanah (papan tolakan) keadaan sikap badan di udara jongkok dengan jalan membulatkan badan dengan kedua lutut ditekuk. Menurut Engkos Kosasih (1985 : 67) sikap badan di udara adalah badan harus diusahakan melayang selama mungkin di udara serta dalam keadaan seimbang. Karena pada waktu pelompat lepas dari papan tolakan badan si pelompat akan dipengaruhi oleh suatu kekuatan yaitu gaya gravitasi (gaya penarik bumi). 3) adapun gerakan yang dilakukan selama melayang di udara tidak akan menambah kecepatan gerak selama melayang dan hanya berperan untuk menjaga keseimbangan saja. Dengan demikian jelas bahwa pada nomor lompat jauh kecepatan dan kekuatan sangat besar pengaruhnya terhadap hasil tolakan. kedua tangan ke depan. Menurut Aip Syarifuddin (1992 : 92/93) sikap dan gerakan badan di udara sangat erat hubungannya dengan kecepatan awalan dan kekuatan tolakan. Pada lompat jauh. maka akan memperbaiki hasil lompatan. Untuk itu. waktu melayang di udara berprinsip pada 3 hal sebagai berikut : 1) bergerak ke depan semakin cepat semakin baik: 2) menolak secara tepat dan kuat. Dalam hal yang sama Yusuf Adisasmita (1992 : 68) berpendapat bahwa pada waktu naik. kecepatan lari awalan dan kekuatan pada waktu menolak harus dilakukan oleh pelompat untuk mengetahui daya tarik bumi tersebut. tetapi berguna untuk menjaga keseimbangan . Sehubungan dengan lompatan itu tidak akan mempengaruhi parabola dari titik berat badan. badan harus dapat ditahan dalam keadaan sikap tubuh untuk menjaga keseimbangan dan untuk memungkinkan pendaratan lebih sempurna. Pada nomor lompat (khususnya lompat jauh) perubahan bentuk akan gaya-gaya serta pandaratan yang lebih baik. Pada prinsipnya sikap badan diudara bertujuan untuk berada selama mungkin diudara menjaga keseimbangan tubuh dan untuk mempersiapkan pendaratan. dengan mengadakan suatu perbaikan bentuk dan cara-cara melompat serta mendarat. Perubahan dan perbaikan bentuk tersebut dinamakan “gaya lompatan” yang sifatnya individual.

kedua tangan ke depan (Aip Syarifuddin. dengan kedua lutut ditekuk. kepala ditundukkan. Pengertian Latihan Lompat Latihan adalah proses yang sistematis daripada berlatih atau bekerja secara berulangulang dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihan atau pekerjaannya (Harsono. yaitu : pada waktu akan mendarat kedua kaki dibawa ke depan lurus dengan cara mengangkat paha ke atas. gaya menggantung maupun gaya jalan di udara adalah sama. dibantu pula dengan juluran tangan kemuka. D. badan dibungkukkan ke depan. Latihan Lompat dan Prinsip-Prinsip Latihan a. Lompat adalah istilah yang digunakan dalam cabang olahraga atletik. kemudian mendarat dengan kedua tumit terlebih dahulu dan mengeper. kedua tangan ke depan. berat badan dibawa kedepan supaya tidak jatuh dibelakang. maka segara diikuti ayunan kedua lengan ke depan. Mendarat Mendarat adalah sikap jatuh dengan posisi kedua kaki menyentuh tanah secara bersamasama dengan lutut dibengkokkan dan mengeper sehingga memungkinkan jatuhnya badan kearah depan. d. Untuk lebih jelasnya. yaitu . kedua kaki dalam keadaan lurus ke depan. 1982 : 27). Seperti dikatakan Yusuf Adisasmita (1992 : 68) pada saat mendarat titik berat badan harus dibawa kemuka dengan jalan membungkukkan badan hingga lutut hampir merapat. Mendarat merupakan suatu gerakan terakhir dari rangkaian gerakan lompat jauh. Gerakan mendarat dapat disimpulkan sebagai berikut : sebelum kaki menyentuh pasir dengan kedua tumit. 1992 : 95). Gerakan tersebut dimaksudkan supaya secepat mungkin terjadi perpindahan posisi titik berat badan yang semula berada di belakang kedua kaki berpindah ke depan. sehingga terjadi gerakan yang arahnya sesuai dengan arah lompatan dengan demikian tubuh akan terdorong ke depan setelah menginjak pasir.itu diusahakan jangan sampai menimbulkan perlambatan dari kecepatan yang telah dicapai. Sikap mendarat pada lompat jauh baik untuk lompat jauh gaya jongkok. Pada waktu mendarat ini lutut dibengkokkan sehingga memungkinkan suatu momentum membawa badan ke depan di atas kaki. Dengan demikian tubuh akan melayang lebih lama. gambar dibawah ini menunjukkan serangkaian gerakan lompat jauh gaya jongkok dari take-off sampai sikap mendarat.

Latihan lompat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah latihan lompat dengan melompati rintangan dan lompat meraih sasaran di atas. tanpa adanya masa berhenti. Sajoto. sehingga seakan-akan mendarat pada bara api (KONI.melakukan tolakan dengan satu kaki. (M. Untuk melatih power otot tungkai dimulai dengan gerakan tungkai kearah yang berlawanan (jongkok) yang disebut sebagai fase preregang (pre-stretching phase). kemudian secepatnya melompat lagi sekuat tenaga keatas. Prinsip overload ini akan menjamin agar system di dalam tubuh yang menjalankan latihan. Cara yang paling baik untuk mengembangkan power maksimal pada kelompok otot tertentu. Apabila atlet sudah merasa ringan pada beban yang diberikan maka beban harus ditambah. 2) Prinsip Peningkatan Beban Terus Menerus Otot yang menerima beban latihan lebih atau overload kekuatannya akan bertambah dan apabila kekuatan bertambah. kemudian melompat dengan kuat keatas. Prinsip-Prinsip Latihan 1) Prinsip Latihan Beban Bertambah ( Overload ) Untuk meningkatkan prestasi atlit prinsip overload harus digunakan. maka program latihan berikutnya bila tidak ada penambahan beban. ialah dengan merenggangkan (memanjangkan) dahulu otot-otot tersebut secara eksplosif atau meledak-ledak. Setelah mendarat. Apabila tidak diberikan secara bertahap. Penambahan beban dalam jumlah repetisi tertentu. Prinsip penambahan beban demikian dinamakan prinsip penambahan beban secara progresif. otot belum merasakan lelah. Latihan lompat adalah metode yang terbaik untuk meningkatkan power maksimal pada otot tertentu. Menurut M. maka kelompok-kelompok otot akan bergabung kekuatannya secara efektif dan akan merangsang penyesuaian fisiologis dalam tubuh yang mendorong meningkatkan kekuatan otot. 3) Prinsip Urutan Pengaturan Suatu Latihan . tidak lagi dapat menambah kekuatan. Sajoto (1988 : 42) dengan berprinsip pada overload. Aip Syarifuddin (1992 : 90). serta diberikan secara bertahap dalam jangka waktu tertentu. maka komponen kekuatan tidak akan dapat mencapai tahap potensi sesuai fungsi kekuatan secara maksimal. mendapat tekanan beban yang besarnya makin meningkat. 1988 : 115). 2000: 27) b. Pengertian latihan lompat dari pendapat tersebut dapat disimpulkan yaitu melakukan gerakan melompat dengan tumpuan satu kaki yang dilakukan secara berulang-ulang dan setiap hari jumlah beban latihan ditambah.

jumlah beberapa elemen jenis latihan. total waktu latihan. berat beban yang diangkat. Intensitas menurut Tohar (2004 : 55) adalah takaran yang menunjukkan kadar atau tingkat pengeluaran energi. Program latihan dengan beban dalam beberapa hal hendaknya bersifat khusus. 1988 : 115) 4) Prinsip Kekhususan Program Latihan Menurut O’shea dalam bukunya M. Dengan kata lain latihan beban menuju peningkatan kekuatan. Namun perlu memperhatikan pula gerak yang dihasilkan. Sajoto (1988 : 42) menyatakan bahwa semua program latihan harus berdasarkan “SAID” yaitu Specific Adaptation to Imposed Demands. latihan tersebut dapat dilakukan baik dengan menggunakan alat atau tanpa alat. intensitas. sesuai dengan sasaran yang akan dicapai. recovery dan frekuensi dalam suatu unit program latihan harian. hendaknya diprogram yang menuju nomor-nomor cabang olahraga yang bersangkutan. Volume menurut Depdikbud (1997 : 31) ialah kuantitas beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. Selain keempat prinsip yang cukup mendasar untuk program latihan menurut Tohar (2004 : 54) program latihan dapat diatur dan dikontrol dengan cara memvariasikan beban latihan seperti volume. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam satu unit latihan. oleh karena itu latihan berbeban hendaknya dikaitkan dengan latihan peningkatan ketrampilan motorik khusus. Prinsip tersebut menyatakan bahwa latihan hendaknya bersifat khusus. Menggunakan alat dalam hal ini adalah latihan lompat dengan rintangan dan latihan lompat meraih sasaran di atas. Seperti diketahui bahwa untuk mendapatkan hasil lompatan yang jauh dalam lompat jauh perlu adanya bentuk latihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Hal ini perlu agar kelompok otot kecil tidak mengalami kelelahan terlebih dahuu.Latihan berbeban hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga kelompok otot besar mendapat giliran latihan lebih dulu sebelum latihan otot kecil. alat dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Intensitas latihan plaiometrik dapat ditingkatkan dengan penambahan beban pada hal-hal tertentu dengan peningkatan . Bila akan meningkatkan kekuatan. maka program latihan harus memenuhi syarat untuk tujuan meningkatkan kekuatan. Sajoto. sebelum kelompok otot mendapat giliran latihan pengaturan latihan hendaknya diprogramkan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi dua bagian otot dalam tubuh yang sama mendapat dua giliran latihan secara berurutan (M.

Latihan Lompat Dengan Melompati Rintangan dan Latihan Lompat Meraih Sasaran Di Atas Untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai menurut Gerry A. maka masa istirahat dalam rangkaian adalah antara 1-2 menit. E. untuk menolong ketinggian lompatan . Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan per hari atau berapa hari latihan per minggu. Sajoto (1988 : 33) mengatakan bahwa tes untuk mengevaluasi hasil latihan kekuatan dapat dilaksanakan setelah antara 4-6 minggu dari suatu masa siklus latihan makro. Sehingga tidak terjadi kelelahan yang kronis dengan lama latihan enam minggu tersebut. Anak-anak melompati rintangan tersebut.ketinggian rintangan-rintangan (bilah) untuk depth jump atau dengan memperlebar jarak dalam longitudinal jump. Sajoto (1988 : 48) mengatakan bila latihan lebih dari satu rangkaian. dapat dibantu dengan menggantungkan sebuah benda. Menurut Bompa yang dikutip oleh M. Gunter Bernhard (1993 : 86) berpendapat bahwa untuk melatih lompat pada lompat jauh dengan melakukan bentukbentuk permainan dalam latihan yaitu melakukan loncatan-loncatan dengan menyentuh . Dengan jalan demikian anak-anak akan dapat melompat lebih tinggi kedua kaki diangkat dan kedua lutut ditekuk. Menurut Aip Syarifuddin (1992/1993 : 62) bahwa dalam membentuk gerakan-gerakan dasar melompat dapat dilakukan dengan latihan diantaranya lompat meraih suatu benda di atas dan lompat melewati temannya yang merangkak. Tinggi benda kira-kira tidak akan terjangkau bila anak itu melompat. Disamping itu juga bisa dengan jalan lain. Carr (1997 : 141) dilatih dengan melompati rintangan dan menyundul bola yang digantung dan dikatakan oleh Aip Syarifuddin (1992 : 10) untuk mendapatkan lompatan yang tinggi dapat diberi rintangan kira-kira 25 cm sampai 30 cm. Frekuensi menurut Tohar (2004 : 55) adalah ulangan gerak beberapa kali atlet harus melakukan gerakan setiap giliran. Menurut O’Shea yang dikutip oleh M. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. Dalam penelitian ini frekuensi latihan yang dipakai adalah tiga kali per minggu selama enam minggu. Recovery dikatakan oleh Tohar (2004 : 55) adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu elemen materi latihan dengan elemen berikutnya.

penentu arah selalu diambil dari tempat pendaratan. b. Sikap setelah menumpu mengayunkan lengan dan kaki yang mengayun ke atas untuk membantu . Perlengkapan Perlengkapan yang diperlukan dalam latihan lompat dengan rintangan adalah bilah sebagai rintangan yang tingginya semakin meningkat dari 30 cm. Pelaksanaan Sikap awal : berdiri kira-kira 3 meter disisi depan rintangan. Dari pendapat beberapa ahli di atas. Pendaratan : mendarat dengan kedua kaki bersama-sama. Adapun jarak antara rintangan 4 meter dan jarak tumpuan dengan rintangan 1 meter. begitu mendarat ancang-ancang dan melompat lagi untuk meraih bola digantung yang kedua dan seterusnya yang dilakukan sebanyak 5 kali secara berkesinambungan. jarak tolakan kaki dengan rintangan 1 meter dengan ditandai garis batas tumpuan. 35 cm. latihan lompat yang peneliti maksud adalah latihan lompat dengan rintangan yang tingginya semakin meningkat dan latihan lompat meraih serangkaian sasaran atau serangkaian bola yang digantung dimana ketinggian bola gantungnya semakin ditingkatkan. Sikap badan saat melompat di atas rintangan. Gerakkannya : dari sikap awal ancang-ancang (run up) 3 langkah dilanjutkan menolak dengan kaki satu sebagai kaki tumpu (kiri) melompat di atas rintangan mendarat dengan dua kaki kemudian langsung melompat kerintangan kedua dan seterusnya. Selanjutnya melakukan ancang-ancang (run up) 3 langkah kemudian melompat kedua lengan naik ke atas meraih bola di gantung dengan bertumpu pada satu kaki (kiri). posisi kaki renggang selebar bahu dan sedikit jongkok kepala tegak kedua lengan disamping badan. Adapun uraian latihan tersebut adalah sebagai berikut : 1) Latihan Lompat dengan Melompati Rintangan a.suatu penentu selama mungkin memegang teguh sikap tubuh bagian atas yang tegak. 2) Latihan Lompat Meraih Sasaran di Atas a. 50 cm dan 55 cm. Gerakan melompat dilakukan terus berkesinambungan antar rintangan dengan tetap memperhatikan ancang-ancang (run up) 3 langkah. sikap badan tegak. jarak kira-kir 3 meter. 40 cm. Pelaksanaan Sikap awal : berdiri tegak di depan sasaran di atas (bola digantung). tangan digerakkan ke atas dan paha kaki digerakkan hingga horizontal.

menambah ketinggian. Waktu melakukan tolakan tetap memperhatikan ancang-ancang 3 langkah dan menumpu dengan satu kaki. karena . maka dapat menyimpulkan bahwa : 1. 180 cm. SMP dan SMA. Lebih jelasnya lihat Gambar 6. 195 cm dan 200 cm. BAB III PENUTUP A. jarak tumpuan dengan garis vertical bola digantung 1 meter yang ditandai pada garis batas tumpuan setiap bola digantung. Perlengkapan Perlengkapan yang diperlukan untuk latihan lompat meraih sasaran di atas adalah bola digantung dengan ketinggian semakin meningkat dari 175 cm. Latihan lompat dengan rintangan lebih baik pengaruhnya dari pada latihan lompat meraih sasaran di atas terhadap kemampuan lompat jauh pada siswa SD. SMP dan SMA. Pendaratan : mendarat dengan kedua kaki bersama-sama posisi badan agak jongkok. Kesimpulan Berdasakan hasil pembahasan di atas. Ada perbedaan pengaruh antara latihan melompati rintangan dan meraih sasaran di atas terhadap kemampuan lompat jauh pada siswa SD. b. 190 cm. B. lutut agak ditekuk dan tangan disamping badan. 2. adapun jarak antar bola digantung 4 meter dan jarak tumpuan melompat dengan garis vertical bola digantung 1 meter. 185 cm. Saran Berdasarkan pada hasil akhir dari penelitian ini maka dapat diberikan saran bagi Guru Penjaskes dan pelatih untuk memperoleh hasil yang lebih baik dalam latihan daya ledak otot tungkai disarankan menggunakan bentuk latihan lompat dengan rintangan.

Djeugd. Atletik (Edisi Terjemahan). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Gerry. 1992. DAFTAR PUSTAKA Aip Syarifuddin. Raja Grafindo Persada. Jauh. Jakarta : Depdikbud. Kondisi Fisik Anak-anak Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud. Atletik Prinsip Dasar Latihan Loncat Tinggi. Jakarta : PT. Carr. Terjemahan dari String Trainning voor. Semarang : Dahara Prize. 1993. --------------. Bernhard. Aip Syarifuddin dan Muhadi. . Atletik.sudah diuji bahwa latihan lompat dengan rintangan mempunyai pengaruh lebih baik dari pada latihan lompat meraih sasaran di atas terhadap kemampuan lompat jauh gaya jongkok. Jakarta : Depdikbud. 2000. Jangkit dan Loncat Galah. 1992/1993. 1997. G.

Harsono.Depdiknas. Sajoto. 2000. Jakarta: KONI. Matakupan. 2000. 1982. Kosasih. TeoriBermain. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Panduan Kepelatihan. M. 1985. Jakarta. 1988. Jakarta: Depdikbud KONI. Semarang : Dahara Prize. Ilmu Coaching. Jakarta. 2001. Pedoman dan Modal Pelatihan Kesehatan Olah Raga Bagi PelatihOlahragawan Pelajar. Olahraga Tehnik dan Program Latihan. J. Jakarta: KONI Pusat. Engkos. Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani. Pressindo. Jakarta: Depdiknas. 1996. Nurhasan. Akademika .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful