TUGAS MANAJEMEN PENDIDIKAN

PENGELOLAAN MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH DI SDN 1 MULYOAGUNG DAN MAN 1 MALANG
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Sementer Pada Mata Kuliah Manajemen Pendidikan

OLEH

EKA REZEKI AMALIA (06320004)

JURUSAN MATEMATIKA DAN KOMPUTASI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2008

Dalam kesempatan ini. karena tak ada gading yang tak retak. Semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi kita semua. penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini. Amin.KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. Shalawat dan salam selalu tercurah keharibaan junjungan kita. baik berupa moril maupun materiil. Januari 2008 Penulis . penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu. Malang. Semoga mendapat balasan yang sesuai dari Allah SWT. karena berkat rahmat dan karunia-Nya sebuah makalah yang berjudul ”Pelaksanaan Manajemen Keuangan Sekolah” dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Nabi Besar Muhammad SAW. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. beserta sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.

.............................................................................................................................2 Perumusan Masalah..........................................3 Batasan Masalah.................................2 Saran ........................13 Bab IV Penutup ...............................................................4 2...............15 .........4 Pengelolaan Anggaran Sekolah................................................................................................4 2...........8 3.ii Bab I Pendahuluan..............................................................2 Bab II Kajian Pustaka....................4 2.... Kata Pengantar.............................................14 Daftar Pustaka .............................................................................................................................................i Daftar Isi......................................1 Latar Belakang.............................................................................................................5 Metode Penulisan ............5 Pertanggung jawaban Keuangan Sekolah ............................................................................................................................1 Pengertian Manajemen Keuangan ................8 3.............DAFTAR ISI Halaman Muka ............................14 4.....................................................................3 Pengelolaan Keuangan Sekolah yang Efektif..............................1 1.....................................................................................4 Tujun Penulisan ....................................................2 Tugas Manajer Keuangan....................................2 Penyusunan RAPBS .......................................................................3 Proses Pengelolaan Keuangan di Sekolah .....................................2 1..............5 Bab III Hasil Penelitian .........1 Sumber-Sumber Keuangan Sekolah...............................................2 1.................................11 3...................................................................................1 1.......................10 3.........................................................................................12 3....14 4..................1 Kesimpulan.................................2 1................................

Lampiran Rincian Penggunaan Dana Berjenis Anggaran . Lampiran Rencana Kegiatan Operasional Sekolah 5. Lampiran Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah 4. Lampiran Rencana Pengggunaan Dana 2.DAFTAR LAMPIRAN 1. Lampiran Permohonan Pencairan Dana BOS 3.

letak sekolah dan julukan sekolah. baik dari pemerintah maupun pihak lain. tentulah harus dihadapi dengan kesiapan yang optimal semata-mata demi kebutuhan anak didik. Ada beragam sumber dana yang dimiliki oleh suatu sekolah. harus dipersiapkan sistem pengelolaan keuangan yang professional dan jujur.1 Latar Belakang Sekolah adalah sebuah aktifitas besar yang di dalamnya ada empat komponen yang saling berkaitan. bahkan mungkin sangat besar. Manajemen keuangan sekolah sangat penting hubungannya dalam pelaksanaan kegiatan sekolah. Sedangkan. karena keberlangsungan operasioal sekolah terbentuknya dari hubungan “simbiosis mutualis” keempat komponen tersebut karena kebutuhan akan pendidikan demikian tinggi. Pengelolaan keuangan secara umum sebenarnya telah dilakukan dengan baik oleh semua sekolah. dan siswa sebagai peserta didik yang bisa di tempatkan sebagai konsumen dengan tingkat pelayanan yang harus memadai. pada sekolah-sekolah biasa yang daya dukung masyarakatnya besar.BAB I PENDAHULUAN 1. Hubungan keempatnya harus sinergis. pengelolaan keuangannya pun masih sederhana. Empat komponen yang di maksud adalah Staf Tata laksana Administrasi. . Ketika dana masyarakat atau dana pihak ketiga lainnya mengalir masuk. Pada sekolah-sekolah biasa yang daya dukung masyarakatnya masih tergolong rendah. Adanya keragaman ini bergantung kepada besar kecilnya tiap sekolah. Salah satu unsur yang penting dimiliki oleh suatu sekolah agar menjadi sekolah yang dapat mencetak anak didik yang baik adalah dari segi keuangan. Staf Teknis pendidikan didalamnya ada Kepala Sekolah dan Guru. Komite sekolah sebagai badan independent yang membantu terlaksananya operasional pendidikan. Hanya kadar substansi pelaksanaanya yang beragam antara sekolah yang satu dengan yang lainnya. tentu saja pengelolaan keuangannya cenderung menjadi lebih rumit.

Apakah manajemen keuangan sekolah di SDN 1 Mulyoagung dan MAN 1 Malang sudah berjalan dengan baik? b. penulis menyusun sebuah makalah yang membahas tentang pengelolaan manajemen keuangan sekolah. maka yang menjadi permasalahan dan diungkapkan dalam makalah ini adalah : a. .Kecenderungan ini dilakukan karena sekolah harus mampu menampung berbagai kegiatan yang semakin banyak dituntut oleh masyarakatnya.5 Metode Penulisan Dalam penulisan makalah ini. 1. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan manajemen keuangan sekolah di SDN 1 Mulyoagung dan MAN 1 Malang. yaitu . Bagaimana pengelolaan manajemen keuangan sekolah di SDN 1 Mulyoagung dan MAN 1 Malang sudah berjalan dengan baik? 1. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang. terutama yang dilaksanakan di SDN 1 Mulyoagung dan MAN 1 Malang. penulis menggunakan dua metode. Dilatar belakangi oleh permasalahan tersebut di atas.3 Batasan Masalah Agar masalah yang dikemukakan terarah pada sasaran maka perlu pembatasan yaitu pengelolaan manajemen keuangan sekolah SDN 1 Mulyoagung dan MAN 1 Malang sudah berjalan dengan baik 1.4 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah : a. Untuk mengetahui apakah manajemen keuangan sekolah di SDN 1 Mulyoagung dan MAN 1 Malang sudah berjalan dengan baik? b.

yaitu penggunaan bahan-bahan penulisan yang bersumber dari buku-buku referensi dan webside. c. Observasi langsung. . Kepustakaan. yaitu menanyakan langsung kepada narasumber tentang manajemen keuangan sekolah.a. b. berdasarkan pengamatan baik dari media cetak maupun elektronik. Wawancara.

Namun. sebagai manajer. Ordonator. tidak dibenarkan melaksanakan fungsi Bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan ke dalam. Manajemen keuangan dimaksudkan sebagai suatu manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Manajemen keuangan adalah sumber daya yang diterima yang akan dipergunakan untuk penyelenggaraan pendidikan. 3.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Sedangkan Bendaharawan. yaitu proses penilaian terhadap pencapaian tujuan. penyimpanan. Evaluasi. Menurut Jones (1985). Perencanaan financial. yaitu kegiatan berdasarkan rencana yang telah dibuat.2 Tugas Manajer Keuangan Dalam pelaksanaannya. manajemen keuangan menganut asas pemisahan tugas antara fungsi Otorisator. Kepala Sekolah. 2. di samping . 2. Pelaksanaan (implenmentation involves accounting). manajemen keuangan meliputi: 1. Bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. berfungsi sebagai Otorisator dan dilimpahi fungsi Ordonator untuk memerintahkan pembayaran. yaitu kegiatan mengkoordinir semua sumber daya yang tersedia untuk mencapai sasaran yang diinginkan secara sistematik tanpa efek samping yang merugikan.1 Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia manajemen artinya penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. dan pengeluaran uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. dan Bendaharawan.

Tugas manajer keuangan antara lain: 1. Manajemen memusatkan perhatian pada keputusan investasi dan pembiayaannya 3. Strategic Planning Berpedoman keterkaitan antara tekanan internal dan kebutuhan ekternal yang datang dari luar.mempunyai fungsi-fungsi Bendaharawan. 2. proyeksi.3 Proses Pengelolaan Keuangan di Sekolah Komponen keuangan sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen- . Terkandung unsur analisis kebutuhan. Strategic Management Upaya mengelolah proses perubahan. kontrol. peramalan. strategis dan kebutuhan primer. Manajemen untuk perencanaan perkiraan 2. juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran. strategis. Manajemen kerjasama dengan pihak lain 4. 3. Adapun yang harus dimiliki oleh seorang manajer keuangan yaitu strategi keuangan. seperti: perencanaan. Strategic Thinking Sebagai kerangka dasar untuk merumuskan tujuan dan hasil secara berkesinambungan 2. cara mendapatkan dana untuk infrastruktur sekolah serta penggunaan dana tersebut untuk membiayai kebutuhan sekolah. Penggunaan keuangan dan mencari sumber dananya Seorang manajer keuangan harus mempunyai pikiran yang kreatif dan dinamin. struktur organisasi. ekonomin dan financial. Hal ini penting karena pengelolaan yang dilakukan oleh seorang manajer keuangan berhubungan dengan masalah keuangan yang sangat penting dalam penyelenggaraan kegiatan sekolah. Strategi tersebut antara lain: 1. Manajer keuangan sekolah berkewajiban untuk menentukan keuangan sekolah.

dimana. Langkah pertama dalam penentuan rencana pengeluaran keuangan adalah menganalisa berbagai aspek yang berhubungan erat dengan pola perencanaan anggaran. Pertanggungjawaban Menurut Lipham (1985). keadaan para nasabah/konsumen. organisasi pengelola. Kegiatan pengorganisasian menentukan bagaimana aturan dan tata kerjanya. Proses pengelolaan keuangan di sekolah meliputi: 1.komponen lain. apa yang dikerjakan. pelaksanaan. Kegiatan pelaksanaan menentukan siapa yang terlibat. Pengawasan dan evaluasi anggaran 5. Muchdarsyah Sinungan menekankan pada penyusunan rencana (planning) di dalam setiap penggunaan anggaran. Mempersiapkan anggaran 3. Dengan kata lain. pengawasan sampai dengan penyampaian umpan balik. ada empat fase penyusunan anggaran antara lain: 1. Perencanaan anggaran 2. dan skill para pejabat pengelola. Kegiatan pengawasan dan pemeriksaan mengatur kriterianya. Dalam tataran pengelolaan Vincen P Costa (2000 : 175) memperlihatkan cara mengatur lalu lintas uang yang diterima dan dibelanjakan mulai dari kegiatan perencanaan. pengorganisasian. dan akan dilakukan oleh siapa. Merencanakan anggaran 2. Kegiatan umpan balik merumuskan kesimpulan dan saran-saran untuk kesinambungan terselenggarakannya Manajemen Operasional Sekolah. Penggunaan keuangan sekolah 4. bagaimana cara melakukannya. yang didasarkan pertimbangan kondisi keuangan. line of business. Kegiatan perencanaan menentukan untuk apa. dan masing-masing bertanggung jawab dalam hal apa. dan bagaimana cara melaksanakannya. setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. Mengelola pelaksanaan anggaran . Strategi mencari sumber dana sekolah 3. kapan dan beberapa lama akan dilaksanakan.

4. Sebagai alat otorisasi 3. Pertanggungjawaban . Sebagai alat efisiensi Pemasukan dan pengeluaran keuangan sekolah diatur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Menilai pelaksanaan anggaran Anggaran mempunyai fungsi: 1. Penerimaan 2. antara lain: 1. Sebagai alat penaksir 2. Ada beberapa hal yang berhubungan dengan penyusunan RAPBS. Penggunaan 3.

BAB III HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di SDN 1 Mulyoagung dan MAN 1 Malang serta penelitian terhadap sekolah-sekolah lainnya. Selain DIK. Dana ini diberikan secara berkala yang digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan operasional sekolah. Pengeluaran dan pertanggungjawaban atas pemanfaatan dana rutin (DIK) harus benarbenar sesuai dengan mata anggara tersebut. . Pada umumnya dana Komite terdiri atas : a. Dana tetap bulan sebagai uang kontribusi yang harus dibayar oleh orang tua setiap bulan selama anaknya menjadi siswa di sekolah b. Dana incidental yang dibebankan kepada siswa baru yang biasanya hanya satu kali selama tiga tahun menjadi siswa (pembayarannya dapat diangsur). Besarnya dana yang dialokasikan di dalam DIK biasanya ditentukan berdasarkan jumlah siswa kelas I. Mata anggaran dan besarnya dana untuk masing-masing jenis pengeluaran sudah ditentukan Pemerintah di dalam DIK. pemerintah sekarang juga memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 3.1 Sumber-Sumber Keuangan Sekolah 1. 2. Dana ini lazim disebut dana rutin. Dana dari Pemerintah Dana dari pemerintah disediakan melalui jalur Anggaran Rutin dalam Daftar Isian Kegiatan (DIK) yang dialokasikan kepada semua sekolah untuk setiap tahun ajaran. penulis menyimpulkan beberapa hal yang berkaitan dengan pengelolaan manajemen keuangan sekolah di tingkat SD dan SMA atau sederajat. Dana dari Orang Tua Siswa Pendanaan dari masyarakat ini dikenal dengan istilah iuran Komite. II dan III. Besarnya sumbangan dana yang harus dibayar oleh orang tua siswa ditentukan oleh rapat Komite sekolah.

5. 3. dari yayasan ataupun dari badan usaha baik milik pemerintah maupun milik swasta. Dana ini ada yang diterima langsung dari alumni. alat dan perlengkapan belajar). Namun dana yang dihimpun oleh sekolah dari para alumni merupakan sumbangan sukarela yang tidak mengikat dari mereka yang merasa terpanggil untuk turut mendukung kelancaran kegiatankegiatan demi kemajuan dan pengembangan sekolah. kantin sekolah. kursus bahasa Inggris atau keterampilan lainnya. 4. Dana ini ada yang diterima dari perorangan. wartel. Sumbangan sukarela yang diberikan tersebut merupakan wujud dari kepeduliannya karena merasa terpanggil untuk turut membantu kemajuan pendidikan. seperti pelatihan komputer. Dana dari Peserta Kegiatan Dana ini dipungut dari siswa sendiri atau anggota masyarakat yang menikmati pelayanan kegiatan pendidikan tambahan atau ekstrakurikuler. tetapi ada juga yang dihimpun melalui acara reuni atau lustrum sekolah. dll. dari suatu organisasi.c. Dana dari Alumni Bantuan dari para Alumni untuk membantu peningkatan mutu sekolah tidak selalu dalam bentuk uang (misalnya buku-buku. Dana sukarela yang biasanya ditawarkan kepada orang tua siswa terterntu yang dermawan dan bersedia memberikan sumbangannya secara sukarela tanpa suatu ikatan apapun. Dana ini merupakan kumpulan hasil berbagai kegiatan wirausaha sekolah yang pengelolaannya dapatj dilakukan oleh staf sekolah atau para siswa misalnya koperasi. . Dana dari Kegaitan Wirausaha Sekolah Ada beberapa sekolah yang mengadakan kegiatan usaha untuk mendapatkan dana. Dana dari Masyrakat Dana ini biasanya merupakan sumbangan sukarela yang tidak mengikat dari anggota-anggota masyarakat sekolah yang menaruh perhatian terhadap kegiatan pendidikan di suatu sekolah. bazaar tahunan. 6. usaha fotokopi.

RAPBS perlu disusun pada setiap tahun ajaran sekolah dengan memastikan bahwa alokasi anggaran bisa memenuhi kebutuhan sekolah secara optimal. biaya.3. orang yang bertanggung jawab. staf TU dan komunitas sekolah. • • • menyelesaikan analisis kebutuhan. meja dan kursi. Penyusunan RAPBS tersebut harus melibatkan kepala sekolah. buku. bertanggung jawab. dan • mengawasi serta memantau kegiatan dari tahap perencanaan menuju tahap penerapan hingga evaluasi. pemeliharaan.2 Penyusunan RAPBS Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) harus berdasarkan pada rencana pengembangan sekolah dan merupakan bagian dari rencana operasional tahunan. komite sekolah. dan dipajang di tempat terbuka di sekolah. RAPBS meliputi penganggaran untuk kegiatan pengajaran. . guru. pelaporan.). materi kelas. dan transparan. pengembangan profesi guru. merangkum. • Dalam menyusun RAPBS. dan mengelompokkan isu-isu dan masalah utama ke dalam berbagai bidang yang luas cakupannya. Prinsip Penyusunan RAPBS. • menghimpun. sekolah dana sebaiknya sejalan secara dengan saksama rencana memprioritaskan pembelanjaan pengembangan sekolah. menggambarkan rincian (waktu. dsb. antara lain: • RAPBS harus benar-benar difokuskan pada peningkatan pembelajaran murid secara jujur. memprioritaskan kebutuhan. Proses Penyusunan RAPBS meliputi: • menggunakan tujuan jangka menengah dan tujuan jangka pendek yang ditetapkan dalam rencana pengembangan sekolah. renovasi bangunan sekolah. mengonsultasikan rencana aksi yang ditunjukkan/dipaparkan dalam rencana pengembangan sekolah. • RAPBS harus ditulis dalam bahasa yang sederhana dan jelas. • • mengidentifikasi dan memperhitungkan seluruh sumber pemasukan.

b. Menuangkan perhitungan-perhitungan rinci tersebut ke dalam suatu format yang telah disepakati untuk digunakan oleh setiap sekolah. d. Dukungan biaya kegiatan sekolah dan peningkatan personil e. Merancang suatu program sekolah yang ideal untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada tahun pelajaran yang bersangkutan. g.3. Pemeliharaan. Kegiatan rumah tangga sekolah dan BP3 Dana yang tersedia di dalam RAPBS dapat sekaligus mencakup kegiatan untuk pengembangan sekolah. Sumber dana yang tersedia di dalam RAPBS di manfaatkan untuk membiayai berbagai kegiatan manajemen operasional sekolah pada tahun pelajaran yang bersangkutan. Pada umumnya pengeluaran dana yang dihimpun oleh sekolah mencakup 5 kategori pembiayaan sebagai berikut : a.3 Pengelolaan Keuangan Sekolah yang Efektif Pengelolaan akan dianggap efektif apabila merujuk pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) untuk satu tahun pelajaran. c. 2000 : 178 – 179) f. Namun demikian dana untuk . Peningkatan kegiatan pembinaan kesehatan d. Melakukan perhitungan rinci pemanfaatan dana yang tersedia untuk masing-masing kegiatan (Depdiknas. e. c. Melakukan inventarisasi semua kegiatan dan menghitung perkiraan kebutuhan dana penunjang. rehabilitasi dan pengadaan sarana/prasarana pendidikan. b. Melakukan peninjauan ulang atas program awal berdasarkan kemungkinan tersedianya dana pendukung yang dapat dihimpun. Peningkatan kegiatan dan proses belajar mengajar. para kepala sekolah bersama smua pemegang peran di sekolah pada umumnya menempuh langkah-langkah sebagai berikut : a. Menetapkan prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran yang bersangkutan. Pengesahan dokumen RAPBS oleh instansi yang berwenang Dengan tersedianya dokumen tertulis mengenai RAPBS tersebut Kepala Sekolah dapat mengkomunikasikannya secara terbuka kepada semua pihak yang memerlukan.

dan • dana tidak dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak disetujui atau diberikan kepada pihak penerima tanpa persetujuan. Hasil analisis kebutuhan secara logis diklasifikasikan ke dalam kelompok staf. Oleh karena itu SHPS pada masing-masing sekolah dengan sendirinya akan berbeda pula.keperluan pengembangan sekolah dapat disediakan secara khusus. barang. pembelanjaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Jumlah dana yang diperlukan oleh setiap sekolah sangat beragam. 3. materi kurikulum. Di sekolah-sekolah yang lebih besar. Berapa besarnya dana yang diperlukan oleh sekolah agar tujuan itu dapat dicapai telah dihitung secara cermat oleh setiap sekolah melalui penyusunan RAPBS.4 Pengelolaan Anggaran Sekolah Pengelola anggaran sekolah biasanya adalah kepala sekolah. . diperlukan tersedianya sejumlah dana tertentu pula. Untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah diprogramkan sekolah dalam satu tahun pelajaran. pengendalian anggaran terdiri dari serangkaian kegiatan pemeriksaan dan persetujuan untuk memastikan bahwa: • • • dana dibelanjakan sesuai rencana. sebagai tambahan dari RAPBS yang telah disusun. ada kelonggaran dalam penganggaran untuk pembayaran pajak. Pengelola anggaran sekolah diharapkan membelanjakan uang sesuai alokasi dana yang direncanakan. dsb. tetapi bisa juga guru berpengalaman (senior) atau anggota komite sekolah. Setiap perubahan anggaran harus disetujui oleh komite sekolah bila memang harus ada perubahan dalam tahun berjalan. Apabila jumlah dana yang diperlukan pada satu tahun pelajaran dibagi dengan jumlah semua siswa kelas I. jasa. maka akan ditemukan Satuan Harga Per Siswa (SHPS). Jumlah siswa pada setiap sekolah pun berbeda-beda. pemeliharaan bangunan. Meskipun demikian sebenarnya harus ada suatu patokan SHPS minimal agar suatu mutu pendidikan tertentu dapat dicapai secara nasional. mungkin ada pihak lain yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sebagian anggaran. II dan III di sekolah itu. Secara khusus.

4 Pertanggungjawaban Keuangan Sekolah Kepala sekolah wajib menyampaikan laporan di bidang keuangan terutama mengenai penerimaan dan pengeluaran keuangan sekolah. . Begitu pula jika dana tersebut bersumber dari pemerintah maka akan dipertanggungjawabkan kepada pemerintah.3. Pengevaluasian dilakukan setiap triwulan atau per semester. Jika dana tersebut diperoleh dari orang tua siswa. maka dana tersebut akan dipertanggungjawabkan oleh kepala sekolah kepada orang tua siswa. Dana yang digunakan akan dipertanggungjawabkan kepada sumber dana.

maka semua keadaan sekolah baik atau buruk bisa diketahui oleh siapa saja. Jika berkaitan dengan masalah keuangan. . 4.BAB IV PENUTUP 4.2 Saran Masalah keuangan harus dipecahkan secara bersama jika kita ingin mendapatkan peluang yang maksimal bagi semua sekolah agar dapat berkembang. Dengan manajemen terbuka. serta pemimpin yang boros selalu menjadi fenomena tersendiri. Usaha dan pendanaan mandiri merupakan cara pemecahan yang sangat hakiki bagi sekolah yang benar-benar ingin berkembang.1 Kesimpulan Pada dasarnya setiap sekolah sudah menyelenggarakan sistem pengelolaan yang baik. maka sebaiknya digunakan sistem manajemen terbuka. Ketidak disiplinan dalam penggunaan anggaran. Untuk itu diperlukan kepemimpinan dan manajemen pengelolaan yang efektif menuju keseimbangan antara sistem yang ada dalam mendistribusikan sumbersumber dana pendidikan di Indonesia. tetapi sistem yang efektif kurang dilaksanakan.

Pendidikan dan Wiraswasta. Tim Penyusun. Panduan Pelatihan untuk Mengembangkan Sekolah. Surjadi. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi Ketiga. Dasar-Dasar Management Kredit. . Jakarta: Bumi Aksara. 1982. 2000. 1988. Wasty Soemanto.com Muchdarsyah Sinungan. Malang: Bina Aksara. Vincent P Costa. Sekolah dan Pembangunan. Bandung: Penerbit Alumni. 1993. 1984. Jakarta: Depdiknas.google. Jakarta: Balai Pustaka.DAFTAR PUSTAKA http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful