TUGAS MATA KULIAH BIOKIMIA II Metabolit Primer, Intermediet, dan Metabolit Sekunder Dosen Pengampu : Sri Retno Dwi

Ariani, S. Si., M. Si.

Disusun oleh :

1. Azwar Annas 2. Erna Agustina 3. Faizatul D 4. Ratna Almira

(K33090) (K3309035) (K33090) (K33090)

Program Studi Pendidikan Kimia FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

BAB I PENDAHULUAN METABOLISME UMUM Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi di dalam makhluk hidup, mulai makhluk hidup bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan, hewan; sampai mkhluk yang susunan tubuhnya kompleks seperti manuasia. Di dalam proses ini, makhluk hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk mempertahankan hidupnya. Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan proses penguraian (katabolisme) senyawa atau komponen dalam sel hidup. Semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Hal lain yang penting dalam metabolisme adalah peranannya dalam penawaracunan atau detoksifikasi, yaitu mekanisme reaksi pengubahan zat yang beracun menjadi senyawa tak beracun yang dapat dikeluarkan dari tubuh. Anabolisme dibedakan dengan katabolisme dalam beberapa hal: • Anabolisme merupakan proses sintesis molekul kimia kecil menjadi molekul kimia

yang lebih besar, sedangkan katabolisme merupakan proses penguraian molekul besar menjadi molekul kecil • •

Anabolisme merupakan proses membutuhkan energi, sedangkan katabolisme Anabolisme merupakan reaksi reduksi, katabolisme merupakan reaksi oksidasi Hasil akhir anabolisme adalah senyawa pemula untuk proses katabolisme.

melepaskan energi

Kedua arah lintasan metabolisme diperlukan setiap organisme untuk dapat bertahan hidup. Arah lintasan metabolisme ditentukan oleh suatu senyawa yang disebut sebagai hormon, dan dipercepat (dikatalisis) oleh enzim. Pada senyawa organik, penentu arah reaksi kimia disebut promoter dan penentu percepatan reaksi kimia disebut katalis. Pada setiap arah metabolisme, reaksi kimiawi melibatkan sejumlah substrat yang bereaksi dengan dikatalisis enzim pada jenjang-jenjang reaksi guna menghasilkan senyawa intermediat,

Lintasan metabolisme dapat digolongkan menjadi 3 kategori: 1. Berbagai reaksi metabolism terjadi melalui suatu jalur yang berupa seri reaksi kimia.yang merupakan substrat pada jenjang reaksi berikutnya. Salah satu contoh dari kategori ini adalah sintesis protein. Semua ini dipelajari pada suatu cabang ilmu biologi yang disebut metabolomika. biasanya dalam bentuk fosfat energi tinggi atau unsur ekuivalen pereduksi. metabolisme juga memiliki jalur-jalur yang penting. 3. Jalur metabolism dapat berlangsung secara linier. Manfaat jalur metabolisme digunakan untuk membangun molekul kompleks atau aktivitas metabolik yang kompleks. atau membentuk suatu siklus. Selain itu. Lintasan katabolik (pemecahan) Lintasan ini meliputi berbagai proses oksidasi yang melepaskan energi bebas. Lintasan amfibolik (persimpangan) Lintasan ini memiliki lebih dari satu fungsi dan terdapat pada persimpangan metabolisme sehingga bekerja sebagai penghubung antara lintasan anabolik dan lintasan katabolik. Keseluruhan pereaksi kimia yang terlibat pada suatu jenjang reaksi disebut metabolom. Lintasan anabolik (penyatuan/pembentukan) Ini merupakan lintasan yang digunakan pada sintesis senyawa pembentuk struktur dan mesin tubuh. Contoh dari lintasan ini adalah siklus asam sitrat. 2. bercabang. seperti rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif. menguraikan molekul kompleks tersebut. .

pengubahan glikogen menjadi glukosa. Jalur-jalur metabolisme respirasi sel juga terlibat dalam pencernaan makanan. . dan protein). Glikolisis. hidrolisis protein menjadi asam amino. pembentukan NADPH dari glukosa.  o Katabolisme protein. o Katabolisme karbohidrat   Glikogenolisis. Jalur pentosa fosfat. jalur metabolisme yang menghasilkan energi (dalam bentuk ATP dan NADPH) dari molekul-molekul bahan bakar (karbohidrat.Jalur-jalur penting metabolisme adalah sebagai berikut : a) Jalur umum • • • • • Metabolisme karbohidrat Metabolisme lemak Metabolisme protein Metabolisme asam nukleat Metabolisme asam assetat b) Katabolisme Jalur katabolisme yang menguraikan molekul kompleks menjadi senyawa sederhana mencakup: • Respirasi sel. pengubahan glukosa menjadi piruvat dan ATP tanpa membutuhkan oksigen. lemak.

namun biasanya berfungsi secara ekologis. jalur-jalur metabolisme yang tidak esensial bagi pertumbuhan. Glukoneogenesis. Jalur sintesis porfirin Jalur HMG-CoA reduktase. maupun reproduksi. perkembangan.• Respirasi aerobik o o Transpor elektron Fosforilasi oksidatif Daur Cori Fermentasi asam laktat Fermentasi Fermentasi etanol Gambar katabolisme • Respirasi anaerobik. o o o o c) Anabolisme Jalur anabolisme yang membentuk senyawa-senyawa dari prekursor sederhana mencakup: • • • • • Glikogenesis. • • Fotosintesis Siklus Calvin dan fiksasi karbon . pembentukan glikogen dari glukosa. Metabolisme sekunder. mengawali pembentukan kolesterol dan isoprenoid. misalnya pembentukan alkaloid dan terpenoid. pembentukan glukosa dari senyawa organik lain.

Contoh anabolisme sintesis protein dari asam amino. yaitu modifikasi dan penguraian obat-obatan dan senyawa ksenobiotik lainnya melalui sistem enzim khusus mencakup: • • • Sistem sitokrom P450 okidase Sistem monooksigenase berkandungan flavin Metabolisme alkohol . karbohidrat dari gula danlemak dari asam lemak dan gliserol d) Metabolisme obat Jalur metabolisme obat.

dan asam nukleat. intermediet. Hidrogen dan Oksigen. DAN METABOLIT SEKUNDER Produk metabolisme disebut metabolit. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari. dan pada umumnya unsur Hidrogen clan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. INTERMEDIET. Cabang biologi yangmempelajari komposisi metabolit secara keseluruhan pada suatu tahap perkembanganatau pada suatu bagian tubuh dinamakan metabolomika. . Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. protein. 1) Karbohidrat Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung atom Karbon. Senyawa ini dikelompokkan menjadi 4 kelompok makromolekul yaitu karbohidrat. dan metabolit sekunder. lipid.hari. A. Metabolit Primer Senyawa metabolisme primer merupakan senyawa yang dihasilkan oleh makhluk hidup dan bersifat essensial bagi proses metabolisme sel tersebut.BAB II ISI METABOLIT PRIMER. Metabolit ada 3 macam. yaitu metabolit primer.

. Secara sederhana karbohidrat didefinisikan sebagai polimer gula. hidrogen. 2. Protein Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. oligosakarida yang tersusun atas 3-10. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. dan polisakarida yang tersusun atas lebih dari 10 monomer. 4. salah satu jenis karbohidrat cadangan makanan pada tumbuhan. nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Molekul protein mengandung karbon. monosakarida yang tersusun atas 1 monomer. Karbohidrat adalah senyawa karbon yang mengandung sejumlah besar gugus hidroksil. Karbohidrat paling sederhana bisa berupa aldehid (disebut polihidroksialdehid atau aldosa) atau berupa keton (disebut polihidroksiketon atau ketosa). Butir-butir pati. dilihat dengan mikroskop cahaya. H dan O. karbohidrat terbagi atas: 1. Berdasarkan pengertian di atas berarti diketahui bahwa karbohidrat terdiri atas atom C.Kata karbohidrat berasal dari kata karbon dan air. oksigen. 3. disakarida yang tersusun atas 2 monomer. Adapun rumus umum dari karbohidrat adalah: 2) Cn(H2O)n atau CnH2nOn Berdasarkan jumlah monomer penusunnya.

Selain itu.Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. tetapi larut dalam pelarut nonpolar. protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). sterol yang merupakan penyusun membran sel makhluk hidup. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA. hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Sampai tahap ini. protein masih "mentah". terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Lipid Lemak merupakan golongan senyawa metabolit primer yang bersifat hidrofobik. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. Fungsi biologis terpenting . Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis. lemak yang tersusun atas asam lemak dan gliserol. kolesterol. Karena nonpolar. eter atau kloroform. Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa. dan 3. sistem kendali dalam bentuk hormon. protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik. yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. dan polinukleotida. sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. selain polisakarida. yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. 2. Senyawa ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu: 1. Sebagai salah satu sumber gizi. seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Melalui mekanisme pascatranslasi. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi. lipid. lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti air. seperti alkohol.

Lipid juga meliputi molekul-molekul seperti asam lemak dan turunan-turunannya (termasuk tri-. Gambar struktur lipid 2) Asam Nukleat Asam nukleat (bahasa Inggris: nucleic acid) adalah makromolekul biokimia yang kompleks. Lipid bersifat amfifilik. dan tersusun atas rantai nukleotida yang mengandung informasi genetik. gliserofosfolipid. juga metabolit yang mengandung sterol. sakarolipid. sfingolipid. dan poliketida (diturunkan dari kondensasi subsatuan ketoasil). dan monogliserida dan fosfolipid. Lipid adalah senyawa organik yang diperoleh dari proses dehidrogenasi endotermal rangkaian hidrokarbon. gliserolipid. dan sebagai pensinyalan molekul. seperti kolesterol. Asam nukleat yang paling umum adalah Asam deoksiribonukleat . Meskipun istilah lipid kadang-kadang digunakan sebagai sinonim dari lemak. berbobot molekul tinggi. di-. lipid dapat dibagi ke dalam delapan kategori: asil lemak. liposom. Dengan menggunakan pendekatan ini. artinya lipid mampu membentuk struktur seperti vesikel. Lipid biologis seluruhnya atau sebagiannya berasal dari dua jenis subsatuan atau "blok bangunan" biokimia: gugus ketoasil dan gugus isoprena. sebagai komponen struktural membran sel. atau membran lain dalam lingkungan basah. serta lipid sterol dan lipid prenol (diturunkan dari kondensasi subsatuan isoprena).lipid di antaranya untuk menyimpan energi.

yaitu sebuah basa nitrogen heterosiklik (purin atau pirimidin). dan guanina dapat ditemukan pada RNA maupun DNA. sedangkan timina dapat ditemukan hanya pada DNA dan urasil dapat ditemukan hanya pada RNA. Asam nukleat dinamai demikian karena keberadaan umumnya di dalam inti (nukleus) sel. dan monomer penyusunnya adalah nukleotida. tetapi juga interelasi dan mekanisme yang mengatur arus metabolit melewati lintasan tersebut. Peristiwa yang dialami unsur-unsur makanan setelah dicerna dan diserap adalah metabolisme intermediet. dan sebuah gugus fosfat. Gambar DNA B. sitosina. DNA atau asam deoksiribonukleat mengandung 2-deoksiribosa). Jadi metabolisme intermediat mencakup suatu bidang luas yang berupaya memahami bukan saja lintasan metabolik yang dialami oleh masing-masing molekul. sebuah gula pentosa. Selain itu. Asam nukleat merupakan biopolimer. Lintasan metabolisme dapat digolongkan menjadi 3 kategori: 1. basa nitrogen yang ditemukan pada kedua jenis asam nukleat tersebut memiliki perbedaan: adenina. METABOLIT INTERMEDIET Metabolit intermediet adalah reaksi yang terletak antara metabolit primer dan sekunder dan menghasilkan energi untuk berlangsungnya suatu reaksi.(DNA) and Asam ribonukleat (RNA). Jenis asam nukleat dibedakan oleh jenis gula yang terdapat pada rantai asam nukleat tersebut (misalnya. Lintasan anabolik (penyatuan/pembentukan) . Setiap nukleotida terdiri dari tiga komponen. Asam nukleat ditemukan pada semua sel hidup serta pada virus.

C. 3. metabolit sekunder digunakan organisme untuk berinteraksi dengan lingkungannya. dan polimer terpena. Fungsi metabolit sekunder adalah untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.) Contohnya monoterpena. bahkan mungkin satu jenis senyawa metabolit sekunder hanya ditemukan pada satu spesies dalam suatu kingdom. Salah satu contoh dari kategori ini adalah sintesis protein. diterpena. Lintasan amfibolik (persimpangan) Lintasan ini memiliki lebih dari satu fungsi dan terdapat pada persimpangan metabolisme sehingga bekerja sebagai penghubung antara lintasan anabolik dan lintasan katabolik. Setiap organisme biasanya menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berbeda-beda. biasanya dalam bentuk fosfat energi tinggi atau unsur ekuivalen pereduksi. 2. seperti rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif. Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan menjadi 3 kelompok utama. METABOLIT SEKUNDER Metabolit sekunder adalah senyawa metabolit yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya. menarik polinator. misalnya untuk mengatasi hama dan penyakit. tetapi hanya pada saat dibutuhkan saja atau pada fase-fase tertentu. Singkatnya. seskuiterepena. . triterpena. Senyawa ini juga tidak selalu dihasilkan. dan sebagai molekul sinyal.Ini merupakan lintasan yang digunakan pada sintesis senyawa pembentuk struktur dan mesin tubuh. yaitu: • Terpenoid (Sebagian besar senyawa terpenoid mengandung karbon dan hidrogen serta disintesis melalui jalur metabolisme asam mevalonat. Contoh dari lintasan ini adalah siklus asam sitrat. Lintasan katabolik (pemecahan) Lintasan ini meliputi berbagai proses oksidasi yang melepaskan energi bebas.

tanin. histidin dan . Berbagai senyawa metabolit sekunder telah digunakan sebagai obat atau model untuk membuat obat baru. contohnya adalah aspirin yang dibuat berdasarkan asam salisilat yang secara alami terdapat pada tumbuhan tertentu. dan tanin.• Fenolik (Senyawa ini terbuat dari gula sederhana dan memiliki cincin benzena. Hal ini disebut sebagai alelopati. tirosin. dll. triptofan. Tanaman dapat menghasilkan metabolit sekunder (seperti: quinon. contohnya adalah rotenon dan rotenoid. Manfaat Sebagian besar tanaman penghasil senyawa metabolit sekunder memanfaatkan senyawa tersebut untuk mempertahankan diri dan berkompetisi dengan makhluk hidup lain di sekitarnya. saponin. kumarina. Alkaloid kebanyakan ditemukan pada Angiospermae dan jarang pada Gymnospermae dan Cryptogamae. Senyawa ini cukup banyak jenisnya dan terkadang memiliki struktur kimia yang sangat berbeda satu sama lain. permen karet. Klasifikasi Pengelompokan alkaloid biasanya didasarkan pada prekursor pembentuknya. • Senyawa yang mengandung nitrogen. hidrogen. parfum. minyak herbal. Beberapa metabolit sekunder lainnya yang telah digunakan dalam memproduksi sabun. flavonoid. dan plastik alami adalah resin. flavonoid. tanin. pewarna. Manfaat lain dari metabolit sekunder adalah sebagai pestisida dan insektisida. antosianin.) yang membuat tanaman lain tidak dapat tumbuh di sekitarnya. lignin. Contohnya alkaloid dan glukosinolat. meskipun berada dalam satu kelompok. Kebanyakan dibentuk dari asam amino seperti lisin. Berikut adalah senyawa-senyawa metabolit sekunder : A. dan minyak volatil.) Contohnya asam fenolat. Alkaloid Definisi Alkaloid merupakan senyawa yang mengandung atom nitrogen yang tersebar secara terbatas pada tumbuhan. dan oksigen dalam struktur kimianya.

seperti: strikhnin dan quinin yang berasa pahit dan merupakan senyawa penolak makan bagi serangga. dikelompokkan sebagai alkaloid indol. Alkaloid polihidroksi memiliki stereokimia yang mirip dengan gula. Terpenoid Definisi Terpenoid merupakan kelompok metabolit sekunder terbesar. Untuk mencegah terjadinya keracunan diri . Kelompok ini merupakan derivat dari asam mevalonat atau prekursor lain yang serupa dan memiliki keragaman struktur yang sangat banyak. purin. seperti: senecionin. Kelompok lain dari alkaloid yang berasal asam amino lisin adalahquinolizidin yang sering disebut sebagai alkaloid lupin karena banyak terdapat pada genus Lupinus. Alkaloid dengan struktur inti berupa indol. juga termasuk ke dalam kelompok ini. sehingga mengganggu kerja enzim glukosidase. Monoterpenoid memberikan aroma yang khas pada tumbuhan. Kelompok alkaloid pirrolizidin merupakan ester alkaloid pada genus Senecio. contoh: geraniol. contoh: pinene. Sebagai contoh. contoh: limonene dan c). Diantaranya adalah kelompok alkaloid benzil isoquinon.ornitin. Kokain yang berasal dari tumbuhan koka. yang ditemukan pada Atropa belladona dan skopolamin. seperti: atropin. Kelompok alkaloid polihidroksi merupakan penolak makan bagi serangga. monosiklik. Monoterpenoid dikelompokkan sebagai a). Jenis alkaloid yang banyak terdapat pada famili Solanaceae. tubokurarin dan morfin. Struktur terpenoid merupakan satu unit isopren (C5H8) atau gabungan lebih dari satu unit isopren (Tabel 2). seperti: kafein. Beberapa jenis alkaloid merupakan derivat dari asam nikotinat. asiklik. b). Erythroxylon coca. Beberapa kelompok alkaloid disajikan dalam tulisan ini. Klasifikasi Monoterpenoid umumnya bersifat volatil dan biasanya merupakan penyusun minyak atsiri. poliasetat dan terpenes. B. tergolong ke dalam kelompok alkaloid tropan. meskipun koka tidak termasuk anggota famili Solanaceae. Saat ini hampir dua puluh ribu jenis terpenoid telah teridentifikasi. bisiklik. asam antranilat. berberin. Mereka dikelompokkan ke dalam alkaloid purin. sehingga pengelompokannya didasarkan pada jumlah unit isopren penyusunnya. seperti: papaverin. nikotin dibentuk dari ornitin dan asam nikotinat.

(3) flavonol. Biasanya. Kelompok terbesar dari terpenoid adalah sesquiterpen yang juga merupakan penyusun minyak atsiri. Secara umum. contoh: naringenin. Demikian juga dengan cucurbitacin. Termasuk ke dalam kelompok ini adalah limonoid (misalnya: azadirachtin). .(autotoxicity). Beberapa atom karbon pada kerangka penyusunnya (Tabel 3). Triterpenoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang tersebar luas dan beragam. tumbuhan membentuk tempat penyimpanan khusus. Azadirachtin terkenal sebagai zat penolak makan yang sangat kuat bagi serangga. (4) antosianin dan (5) calkon. seperti asam resin (misalnya: asam abietat) dari tumbuhan keluarga pinus-pinusan dan klerodan (misalnya: ajugarin dari tumbuhan Ajuga remota) merupakan zat penolak makan bagi serangga. Fenolik memiliki cincin aromatik dengan satu atau lebih gugus hidroksi (OH-) dan gugusgugus lain penyertanya. dan cucurbitacin (misalnya: cucurbitacin B). (2) flavanon. yaitu: (1) flavon. flavonoid biasanya disimpan dalam vakuola sel. Senyawa fenol kebanyakan memiliki gugus hidroksi lebih dari satu sehingga disebut sebagai polifenol. fenol. C. kutin maupun semacam gabus. flavonoid dikelompokkan lagi menjadi kelompok yang lebih kecil (sub kelompok). Fenolik Definisi Fenolik merupakan senyawa yang banyak ditemukan pada tumbuhan. lantaden. Fenol biasanya dikelompokkan berdasarkan jumlah Klasifikasi Kelompok terbesar dari senyawa fenolik adalah flavonoid. contoh: kaempferol. Pada tumbuhan. satu jenis tumbuhan mengandung beberapa macam flavonoid dan hampir setiap jenis tumbuhan memiliki profil flavonoid yang khas. yang merupakan senyawa yang secara umum dapat ditemukan pada semua jenis tumbuhan. Inti flavonoid biasanya berikatan dengan gugusan gula sehingga membentuk glikosida yang larut dalam air. Perwujudan dari senyawa ini dapat berupa resin. contoh: luteolin. Senyawa ini diberi nama berdasarkan nama senyawa induknya. Diterpenoid. Contoh yang cukup dikenal dari kelompok ini adalah poligodial dan warburganal yang merupakan zat penolak makan berbagai jenis serangga. Kerangka penyusun flavonoid adalah C6–C3– C6.

jenis flavon. dan merupakan zat penolak makan bagi ulat kilan. paseolin memberikan nilai FD50 yang sangat rendah. Keragaman jenis glukosinolat tergantung pada modifikasi ikatannya dengan gugus lain melalui hidroksilasi. yang terbentuk dari asam amino indol (triptofan). Glukosinolat dan sianogenik Glukosinolat Glukosinolat merupakan metabolit sekunder yang dibentuk dari beberapa asam amino dan terdapat secara umum pada Cruciferae (Brassicaceae). sehingga membuat bunga dan bagian tumbuhan yang lain berwarna kuning atau krem terang. senyawa ini disimpan pada vakuola. seperti Schistocerca americana. Senyawasenyawa tersebut merupakan racun bagi serangga yang bukan spesialis pemakan tumbuhan Cruciferae. sehingga menghasilkan beberapa senyawa beracun seperti isotiosianat. Pada famili Rosaceae. Hidrolilis dari glukosinolat terjadi karena adanya enzim mirosinase. yakni: (1). Sedangkan jenis-jenis yang tidak berwarna merupakan zat penolak makan bagi serangga (contoh: katecin) ataupun merupakan racun (contoh: rotenon). juga merupakan zat penolak makan yang kuat bagi serangga polifagus. Pada sel tumbuhan. glukosinolat alifatik (contoh: sinigrin). terbentuk dari asam amino alifatik (biasanya metionin). Sianogenik Semua jenis tumbuhan mempunyai kemampuan untuk mensintesis glikosida sianogenik. tanin selalu berikatan dengan protein sehingga disebut merupakan zat yang menurunkan nilai nutrisi dari jaringan tumbuhan bagi pemakannya D. yang merupakan glikosida flavonol yang tersebar di hampir semua jenis tumbuhan. Tanin merupakan senyawa polifenol dengan berat molekul antara 500 sampai dengan 20000 dalton. Namun. Sementara itu paseolin. Pada percobaan dengan kumbang pemakan akar. tidak semua jenis tumbuhan mengumpulkan senyawa ini dalam sel-selnya. metilasi dan desaturasi. Glukosinolat dikelompokkan menjadi setidaknya 3 kelompok. (2) glukosinolat aromatik (contoh: sinalbin). tiosianat. flavanon dan flavonol menyerap cahaya tampak. Rutin. Costelytra zealandica. Pada saat sel tumbuhan dirusak. dan epitionitril. dilaporkan merupakan glikosida flavonol yang paling efektifsebagai zat penolak makan bagi serangga. yaitu 0. glikosida sianogenik akan dihidrolisis secara enzimatis . terbentuk dari asam amino aromatik (fenilalanin atau tirosin) dan (3) glukosinolat indol. Trichoplusia ni. nitril.

antioksidan. glikosida kardiak (jantung) Sterol FENOLIK Asam fenolat Gossypol Digitogenin Spinasterol Kafeat. memengaruhi transpor ion Mempengaruhi kerja hormon hewan Menyebabkan kerusakan oksidatif. anestetik Menghambat fosforilasi. tanin terkondensasi Lignin oak. toksik Stimulasi otot jantung.) Bayam Semua tanaman Diterpena Triterpena.03 ppm. Kelas SENYAWA MENGANDUNG NITROGEN Alkaloid TERPENOID Monoterpena Contoh senyawa Contoh sumber Efek dan kegunaan Nikotin. menghambat transpor ion. klorogenat Tannins Lignin gallotanin. timbulnya warna coklat pada buah dan wine. enzim. Struktur.menghasilkan asam sianida (HCN) yang sangat beracun dan merupakan zat penolak makan serangga dengan spektrum yang luas. kokain. menghambat digesti. serat Tumbuhan mint dan banyak tumbuhan lainnya Kapas Digitalis (Foxglove digitalis sp. coklat Mempengaruhi neurotransmisi dan menghambat kerja enzim Mempengaruhi neurotransmisi. kacang-kacangan Semua tanaman darat . Mengikat protein. linalool Tembakau. teobromin Mentol.

Cabang biologi yangmempelajari komposisi metabolit secara keseluruhan pada suatu tahap perkembanganatau pada suatu bagian tubuh dinamakan metabolomika. dan metabolit sekunder. sampai mkhluk yang susunan tubuhnya kompleks seperti manuasia. jamur. tumbuhan. . mengubah dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk mempertahankan hidupnya. Metabolit Primer Senyawa metabolisme primer merupakan senyawa yang dihasilkan oleh makhluk hidup dan bersifat essensial bagi proses metabolisme sel tersebut. Di dalam proses ini. intermediet. Peristiwa yang dialami unsur-unsur makanan setelah dicerna dan diserap adalah metabolisme intermediet. protozoa.dan asam nukleat. 1. yaitu metabolit primer. hewan. 2. lipid. protein. makhluk hidup mendapat. Senyawa ini dikelompokkan menjadi 4 kelompok makromolekul yaitu karbohidrat. mulai makhluk hidup bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri. Produk metabolisme disebut metabolit. Metabolit ada 3 macam. Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan proses penguraian (katabolisme) senyawa atau komponen dalam sel hidup.BAB III RANGKUMAN Metabolisme adalah segala roses reaksi kimia yang terjadi di dalam makhluk hidup. METABOLIT INTERMEDIET Metabolit intermediet adalah reaksi yang terletak antara metabolit primer dan sekunder dan menghasilkan energi untuk berlangsungnya suatu reaksi.

flavonoid. hidrogen.) Contohnya monoterpena.3. . • Fenolik (Senyawa ini terbuat dari gula sederhana dan memiliki cincin benzena. • Senyawa yang mengandung nitrogen. lignin. dan tanin.) Contohnya asam fenolat. kumarina. triterpena. yaitu: • Terpenoid (Sebagian besar senyawa terpenoid mengandung karbon dan hidrogen serta disintesis melalui jalur metabolisme asam mevalonat. METABOLIT SEKUNDER Metabolit sekunder adalah senyawa metabolit yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya. seskuiterepena. Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan menjadi 3 kelompok utama. Contohnya alkaloid dan glukosinolat. dan polimer terpena. diterpena. dan oksigen dalam struktur kimianya.

DAFTAR PUSTAKA Antonius Suwanto. M. 1982. E. 2002. M. 1983. New York USA: John Wiley & Sons. New delhi: Wiley Eastern Limited. A.L. Jakarta : Gramedia Lehninger. 1987. Biochemistry. K. Biokimia Protein Enzim dan Asam Nukleat. Wirahadikusumah. Biochemistry. Bioteknologi. Girindra. Bandung : Penerbit ITB. Bandung : Penerbit ITB . Trehan. 1980. Terbuka Jakarta. 1983. A. Pusat Penerbit Univ. New york : Worth Publisher Inc. Biokimia.E. 1986. Outlines of Biochemistry. Wirahadikusumah. Biokimia. Conn.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.