PEMBUATAN SILASE

Pemanfaatan sumber daya pertanian tanaman pangan dalam bentuk limbah sebagai sumber pakan ternak merupakan langkah effisiensi mengatasi kekurangan produksi rumput. Limbah pertanian termasuk sumber hijauan in-situ yakni tersedia dalam jumlah melimpah dan mudah diperoleh. Sebagian besar limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak sapi. Dari bermacam-macam limbah pertanian yang mempunyai potensi besar sebagai sumber hijauan adalah jerami jagung. Jerami jagung merupakan hasil ikutan bertanam jagung dengan tingkat produksi mencapai 4-5 ton/ha. Kandungan nutrisi jerami jagung diantaranya protein 5,56%, serat kasar 33,58%, lemak kasar 1,25, abu 7,28 dan BETN 52,32%. Dengan demikian, karakterisitik jerami jagung sebagai pakan ternak tergolong hijauan bermutu rendah dan penggunaannya dalam bentuk segar tidak menguntungkan secara ekonomis. Selain itu, jerami jagung memiliki kandungan serat kasar tinggi sehingga daya cernanya rendah. Kualitas jerami jagung sebagai pakan ternak dapat ditingkatkan dengan teknologi silase yaitu proses fermentasi yang dibantu jasad renik dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). Teknologi silase dapat mengubah jerami jagung dari sumber pakan berkualitas rendah menjadi pakan berkualitas tinggi serta sumber energi bagi ternak. Bangunan Dan Peralatan Tempat pembuatan silase jagung disebut Silo. Bentuk silo berupa bangunan berbentuk silinder atau bunker yang dapat ditutup rapat. Cara lain pembuatan silase yaitu dengan membuat lubang seperti sumur yang diberi alas plastik. Selain itu dapat juga digunakan drum yang terbuat dari plastik. Peralatan yang digunakan dalam pembuatan silase antara lain alat pencacah hijauan, plastik atau bahan lain yang kedap udara. Bahan Baku Pembuatan Silase Bahan baku utama yaitu jerami jagung 1 ton (kadar air 60-70%) sedangkan bahan pencampur terdiri dari urea 2,5 kg, gula saka/molases 4 kg dan dedak halus 5 kg. Proses Pembuatan Silase Jagung Proses pembuatan silase dilaksankan beberapa tahap yaitu tahap fermentasi, pengeringan dan penyimpanan. 1. Tahap Fermentasi
     

Jerami jagung yang telah dilayukan kadar air 60-70% dipotong-potong 3-5 cm Gula tebu dilarutkan dengan 12 liter air dengan cara diaduk atau direbus Jerami jagung yang telah dipotong dimasukkan kedalam tempat pembuatan dengan cara ditumpuk dan dipadatkan Pemberian urea, dedak halus dan larutan gula tebu dilakukan secara bertahap dan berlapis. Setiap ketebalan tumpukan berkisar 20 cm urea, dedak dan larutan gula tebu ditaburkan dan disiram secara merata. Demikian seterusnya sampai proses penumpukan selesai. Tumpukan kemudian ditutup rapat dengan menggunakan plastik atau bahan kedap udara dan tidak rembes air lalu diberikan beban diatasnya dengan menggunakan ban bekas atau karung berisi pasir

  Selama proses fermentasi tumpukan tidak perlu dibalik dan lindungi dari hujan dan sinar matahari langsung Proses pembuatan silase akan selesai 21 hari setelah proses penutupan. 2. Tahap pengeringan   Tumpukan silase yang telah mengalami proses fermentasi. 18. Mempunyai daya tahan simpan 2. Disukai ternak Analisa Ekonomi Pemberian silase jagung sebanyak 3% kebutuhan bahan kering ditambah konsentrat 1% berat badan meningkatkatan berat badan sapi 0. Ciri-ciri silase yang baik adalah :      Berbau harum agak kemanis-manisan Tidak berjamur Tidak menggumpal Berwarna kehijau-hijauan pH berkisar antara 4 sampai 4.000/ekor/hari. Silase .5 Keunggulan 1. Menghemat waktu penyediaan hijauan makanan ternak 3. dikeringkan disinar matahari dan diangin-anginkan sehingga cukup kering sebelum disimpan pada gudang penyimpanan Setelah kering silase jerami jagung dapat diberikan pada sapi sebagai pakan substitusi rumput segar Ciri-ciri Silase Yang Baik Silase jagung berkualitas baik bila proses pembuatan dilakukan secara tepat dan benar.8 kg/ekor/hari atau setara dengan penghasilan Rp. Mengurangi polusi 4.

08 9 Klobot Jagung 5. mengandung unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinya sangat bervariasi.Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal dari tanaman rumput-rumputan. bakteri.02 67. yaitu meliputi kerusakan bahan akibat reaksi kimia atau reaksi pencoklatan non enzimatik yang merusak partikel karbohidrat.03 6 Rumput lapang 6. kelembaban udara.91 45. Setelah dikonsumsi oleh ternak.72 4 Rumput Gajah 10. baik yang sengaja kita berikan kepada ternak maupun yang diperolehnya sendiri. metode penyimpanan. pengolahan dan penyimpanan. No . hijauan jagung. kandungan air.54 10 Jerami Padi 4.05 TDN= Total Digestible sumber : Loka Penelitian Sapi Potong Grati-Pasuruan Faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpanan pakan adalah tipe atau jenis pakan. protein. Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri atas air.96 42. Kandungan Nutrisi Pakan Ternak Setiap bahan pakan atau pakan ternak. macam dan keadaan bahan pakan tersebut.26 58. Berikut ini adalah daftar tabel kandungan dari berbagai bahan pakan Tabel 1. mineral. 2. yaitu kerusakan yang terjadi jika bahan tidak ditangani secara hati-hati pada saat panen. kerusakan kimiawi.77 31.62 53.68 5 Alang-alang 7.15 49. binatang pengerat dan komposisi zat-zat makanan. kapang.08 2 Jerami Kacang Tanah 12. pati dan dedak.51 49..29 3 Jerami Kedelai 11. Ada empat tipe kerusakan bahan pakan yang disimpan pada kondisi yang buruk yaitu: 1. lemak.65 7 Kulit Kacang Tanah 5.70 8 Tongkol Jagung 5. temperatur. periode atau lama penyimpanan. setiap unsur nutrisi berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh ternak untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal. karbohidrat dan vitamin. Silase berbau dan berasa asam sehingga sebelum diberikan kepada ternak perlu diangin-anginkan untuk mngurangi resiko terjadinya keasaman pada lambung ternak. transportasi. kerusakan fisik dan mekanik.33 32. penurunan kandungan vitamin dan asam nukleat. serangga. dan lainnya yang dibuat melalui proses fermentasi oleh bakteri anaerob serta ditambahkan starter seperti tetes. tergantung pada jenis. kacang-kacang. Bahan Pakan dari Pertanian Nama Bahan Protein % TDN % 1 Jerami Kacang Hijau 23.94 62.

Ini dikarenakan langkanya bahan pakan terutama di musim kemarau. perhatian terhadap asupan zat makanan ke ternak akan sangat menentukan keberhasilan budidaya peternakan. Tingginya kadar serat ini yang umumnya didominasi komponen lignoselulosa (karbohidrat komplek) yang sulit dicerna. Untuk meningkatkan nilai gizi dari pakan ternak yang umum dilakukan adalah . Oleh karena itu. Yogyakarta “SILASE KOMPLIT” sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pakan Ternak Problematika umum usaha peternakan di negara-negara tropis seperti Indonesia adalah faktor suhu lingkungan dan kelembaban udara yang cukup tinggi. banyak belum termanfaatkan bagi ternak dapat menjadi peluang besar sebagai penyedia pakan ternak bila dikelola dengan baik. burung. BPPTK – LIPI. asupan nutrient ini berperan penting untuk mencukupi kebutuhan pokok (maintenance). perkembangan tubuh dan untuk kebutuhan bereproduksi. kerusakan enzimatik. Penyimpanan pakan ternak yang baik akan menjamin ketersediaan pakan bagi ternak secara berkelanjutan tanpa menurunkan kualitas pakan itu sendiri. Untuk mengatasi masalah tersebut berbagai terobosan telah dilakukan. binatang pengerat. SILASE KOMPLIT Pengolahan Pakan Ternak dengan SILASE KOMPLIT* dalam Upaya Penyediaan Bahan Pakan di Musim Kemarau Oleh Drh M. tak jarang dijumpai ternak dengan pertambahan berat hidup (average daily gain/ADG) yang masih sangat jauh dari hasil yang diharapkan baik di tingkat peternakan rakyat maupun industri. dan mikroorganisme selama penyimpanan Oleh karena itu. amilase dan lipase. kerusakan biologis. Diantaranya adalah: 1.3. Kondisi ini berdampak langsung pada sistem metabolisme dan termoregulasi pada tubuh ternak. Faktor kuantitas dan kualitas pakan merupakan faktor utama penentu keberhasilan usaha peternakan karena hampir 2/3 biaya produksi berasal dari pakan. * diadopsi dari Sofyan dan Febrisiantosa. Fakhrul Ulum dengan beberapa perubahan yang sesuai. Ada 2 masalah utama yang menyebabkan pakan ternak khususnya pakan ternak ruminansia yang diberikan tidak memenuhi kecukupan jumlah dan asupan nutrient. 2. 2007 peneliti UPT. Implikasi dari kondisi asupan gizi ternak yang kurang. Ketersedian pakan yang tidak kontinyu. Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu propinsi yang kaya akan hasil pertanian dan penghasil limbah pertanian. Lingkungan yang relatif panas menyebabkan sebagian ternak akan enggan makan sehingga secara kuantitas asupan zat makanan (nutrient) yang masuk dalam tubuh juga kurang. Bahan pakan pada umumnya berasal dari limbah pertanian yang rendah kadar protein kasarnya dan tinggi serat kasarnya. Padahal. misalnya pemecahan molekul lemak menjadi asam lemak bebas dan glyserol oleh enzim lipolitik dan aktivitas enzim proteolitik memecah protein menjadi polipeptida dan asam amino 4. terjadi akibat serangan serangga. yaitu terjadi akibat kerja beberapa enzim seperti protease.

rumput kolonjono (Panicum muticum). Tanaman Jagung (Zea mays) dan rumput-rumput lainnya. 2) Kelompok bahan pakan konsentrat Kelompok bahan pakan konsentrat dapat berupa dedak padi/bekatul. Silase merupakan hijauan yang diawetkan dengan cara fermentasi dalam kondisi kadar air yang tinggi (40-80 persen). Keunggulan pakan yang dibuat silase adalah pakan awet (tahan lama). tidak memerlukan proses pengeringan. silase komplit memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah: 1) Lebih mudah dalam pembuatannya karena tidak perlu memerlukan tempat pemeraman yang an-aerob. Keunggulan SILASE KOMPLIT Berbeda dengan silase tunggal. Selain dari HMT.dengan memebuat menjadi hijauan kering (hay). dapat memenuhi 70-90 persen kebutuhan gizi ternak sapi. Teknologi yang sekarang berkembang adalah pembuatan pakan tidak hanya sekedar awet (silase) tapi juga kadar nutrient sesuai dengan kebutuhan gizi ternak. Teknik Pembuatan SILASE KOMPLIT Prinsip pembuatan pakan komplit dalam bentuk silase ini seperti proses fermentasi pada umumnya. Teknik pembuatan silase komplit yaitu: A. Konsep teknologi silase yang dikembangkan selama ini masih bersifat silase tunggal (single silage) dan proses pembuatannya dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). ampas tahu dan lain-lain. Salah satu pengolahan yang bisa dilakukan adalah dalam bentuk silase. 2) Kandungan gizi yang dihasilkan juga lebih tinggi. ampas sagu. penambahan urea (amoniasi) dan awetan hijauan (silase). Bahan pakan konsentrat ini selain untuk . Setelah bahan disiapkan dan dicampur. Bahan Bahan-bahan yang digunakan terdiri dari 3 kelompok bahan yakni: 1) Kelompok bahan pakan hijauan Bahan pakan hijauan disini dapat berupa bahan pakan dari hijauan makanan ternak (HMT) seperti rumput gajah (Pennisetum purpureum). Kenapa dibuat SILASE KOMPLIT? Hal ini dikarenakan sebagian besar pakan sapi mengandung serat yang tinggi. cukup dengan semi aerob. Bahan pakan ini sebagai sember serat utama. Pengolahan bahan pakan dengan pengeringan sangat tergantung dengan musim/panas matahari sedangkan pengolahan dengan amoniasi (penambahan urea) acapkali terjadi kausus toksikasi karena tingginya amonia. selanjutnya diperam selama beberapa minggu dalam wadah yang tertutup rapat (anaerob). 3) Memiliki sifat organoleptis (bau harum. konsep silase ini cukup terkendala karena selain meminta tempat simpan (pemeraman) yang cukup vakum juga silase yang dihasilkan jika diberikan ke ternak hanya memenuhi 30-40 persen kebutuhan nutrisi ternak. meminimalkan kerusakan zat makanan/gizi akibat pemanasan serta mengandung asam-asam organik yang berfungsi menjaga keseimbangan populasi mikroorganisme pada rumen (perut) sapi. jerami kedelai juga dapat digunakan. limbah-limbah dari sisa panen seperti jermai padi. onggok (ampas tapioka). sehingga perlu teknologi pengolahan agar nilai kecernaannya maningkat. Dalam praktek di lapangan. asam) sehingga lebih disukai ternak (palatable).

memperbaiki kandungan nutrisi dari pakan yang dihasilkan juga berfungsi sebagai substrat penopang proses fermentasi (ensilase). Jika kondisi hijauan atau limbah petanian agak kering maka diperlukan tambahan air sehingga kadar air campuran mencapai + 40 persen. Teknologi. Bahan aditif disini dapat terdiri dari campuran urea. Tutup dan tekan dengan kuat atau diinjak-injak agar udara didalam keluar. E. Kelompok ketiga adalah bahan-bahan aditif. Persediaan pakan ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan ternak saat musim kemarau. Apabila sapi belum terbiasa makan silase. tetes dan lain-lain. Teknologi Peternakan dan Alsin. Pada kondisi hijauan melimpah di musim penghujan. dalam 1 hari cuma boleh dibuka 1 kali (untuk makan ternak pagi dan sore dikeluarkan sekaligus) sebab kalau sering dibuka tutup kualitas silase akan cepat rusak. mineral. B. Jika sudah terbiasa dapat seluruhnya diberikan silase sesuai dengan kebutuhan. C. Pencampuran Pencampuran dilakukan dengan urutan komponen bahan aditif dicampur dulu dengan konsentrat hingga merata selanjutnya dicampurkan ke hijauan. silase jangan dibuka. Penyediaan Pakan saat Musim Kemarau Pembuatan silase komplit dapat dijadikan salah satu cara untuk mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau sekaligus memperbaiki kualitas gizi pakan ternak. silase diberikan sedikit demi sedikit dengan cara dicampur dengan hijauan yang biasa dimakan. Pengeraman Setelah semua bahan dimasukkan dan tertutup rapat dalam drum kemudian dieramkan dengan disimpan selama 3 minggu (21 hari). D. Silase dapat dibuka (dipanen) untuk diberikan langsung kepada ternak. Tutup drum rapat-rapat dengan penutupnya. Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat . Dengan demikian menerapkan teknologi ini dapat memberikan solusi pemenuhan pakan di musim kemarau sekaligus dapat mempertahankan kualitas asupan gizi untuk ternak. rapat dan tidak ada udara masuk ke dalam. serta jangan sampai bocor. bahan pakan hijauan baik berupa HMT maupun sisa tanaman pangan diperam dengan penambahan bahan konsentrat akan dapat tahan sampai 4-8 bulan. Rasio Bahan Rasio dari ketiga kelompok bahan tadi dapat mengacu pada formula 7:2:1 atau 6:3:1 berturutturut untuk Hijauan : Konsentrat : Aditif yang didasarkan pada persentase berat. 2008. Modul Diklat Teknis Substantif Peternakan Tingkat Dasar. 3) Kelompok bahan pakan aditif. Referensi Annonimous. Alat dan Mesin Peternakan. Pemberian Pakan Pada Ternak Pada waktu pemberian kepada ternak jangan sering dibuka-tutup. Apabila silase yang dinuat tidak langsung diberikan pada ternak. Kemudian ikat plastik tersebut secara rapih. Silase harus disimpan dalam kondisi tertutup dan dapat disimpan hingga 4 – 8 bulan. Masukkan bahan silase kedalam drum yang telah dilapisi plastik tebal.

Direktorat Jenderal Peternakan. Sofyan A. BPPTK – LIPI. Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat. Pengawetan Hijauan Untuk Pakan Ternak (Silase). UPT. . Sumber: Majalah INOVASI Edisi 5 Desember 2007. Jawa Barat. Pakan Ternak dengan Silase Komplit.Anonimous. Yogyakarta. JICA Japan. Proyek Peningkatan Teknologi Sapi Perah. dan Febrisiantosa A. 2007. 2001.

Silase yang terbentuk karena proses fermentasi ini dapat di simpan untuk jangka waktu yang lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahan bakunya. Namun respirasi ini mengkonsumsi karbohidrat dan menimbulkan panas. yang kegunaan nya tergantung dari bahan tambahan yang akan di pergunakan.. Tujuan pembuatan Silase: Tujuan utama pembuatan silage adalah untuk memaksimumkan pengawetan kandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan atau bahan pakan ternak lainnya. Sehingga dapat mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau. selama sekitar tiga minggu. Respirasi Sebelum sel-sel di dalam tumbuhan mati atau tidak mendapatkan oksigen. sehingga waktunya harus sangat di batasi. bahkan bisa meningkatkan pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi ternak yang memakannya.SILASE (SILAGE) Silase adalah pakan yang telah diawetkan yang di proses dari bahan baku yang berupa tanaman hijauan . dengan jumlah kadar / kandungan air pada tingkat tertentu kemudian di masukan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara . akibatnya kandungan nutrisi pada bahan yang di awetkan menjadi berkurang jumlahnya. maka mereka melakukan respirasi untuk membentuk energi yang di butuhkan dalam aktivitas normalnya. Adapun penggunaan bahan tambahan sangat tergantung dari kebutuhan hasil yang ingin di capai. serta bahan pakan alami lainya. Pembuatan silase dapat juga menggunakan bahan tambahan. sehingga terjadilah proses fermentasi. limbah industri pertanian. beberapa jenis zat tambahan (additive) harus di gunakan agar kandungan nutrisi dalam silase tidak berkurang secara drastis. Prinsip Dasar Fermentasi Silase Prinsip dasar dari pengawetan dengan cara silase fermentasi adalah sebagai berikut. dimana “bakteri asam laktat akan mengkonsumsi zat gula yang terdapat pada bahan baku. yang biasa disebut dengan Silo. sangat tidak terkontrol prosesnya. Sayangnya fermentasi yang terjadi didalam silo (tempat pembuatan silase). . Respirasi ini di bermanfaat untuk menghabiskan oksigen yang terkandung. agar bisa di disimpan dalam kurun waktu yang lama. untuk kemudian di berikan sebagai pakan bagi ternak. Maka untuk memperbaiki berkurangnya nutrisi tersbut. Respirasi ini merupakan konversi karbohidrat menjadi energi. beberapa saat setelah bahan di masukan dalam silo. Didalam silo tersebut tersebut akan terjadi beberapa tahap proses anaerob (proses tanpa udara/oksigen).

Penurunan kadar pH ini dilakukan Lactobacillus. yaitu: . Tahapan atau Phase yang terjadi pada proses fermentasi Silase Proses fermentasi ini (yang biasa di sebut dengan Ensiling). protein dan lactic acid sebagai sumber energi mereka kemudian mengeluarkan Butyric acid. dan dia akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sampai bahan baku terfermentasi. adalah cara terbaik meminimumkan masa respirasi ini. atau tidak ada lagi perubahan yang terjadi. dimana bahan baku berada dalam keadaan tetap . saat berada pada ruang yang kedap udara yg disebut dengan Silo. Fermentasi adalah menurunkan kadar pH di dalam bahan baku silase. Sampi pada tahap kadar pH yang rendah. sehingga bahan baku silase berada pada keadaan yang tetap. dimana Butyric acid bisa diasosiasikan dengan pembusukan silase Keadaan yang menyuburkan tumbuhnya bakteri clostridia adalah kurangnya kadar karbohidrat untuk proses fermentasi . Fermentatsi. yang biasanya di sebabkan oleh : kehujanan pada saat pencacahan bahan baku silase. Sehingga silo berada pada keadaan stagnant. dapat mengurangi kadar karbohidrat. Dan juga kekurangan jumlah bakteri Lactobasillus . Bakteri ini akan terus memproduksi lactic acid dan menurunkan kadar pH di dalam bahan baku silase. dimana tidak lagi memungkinkan bakteri ini beraktivitas. saat mereka di masukan kedalam silo. Bakteri ini mengkonsumsi karbohidrat. Bakteri ini akan mengkonsumsi karbohidrat untuk kebutuhan energinya dan mengeluarkan lactic acid. maka proses fermentasi di mulai. terlalu banyaknya kadar air di dalam bahan baku. oleh lactic acid yang di hasilkan oleh bakteri Lactobasillus itu sendiri sudah berada didalam bahan baku silase. berjalan dalam enam phase. Sampai dengan kadar pH dimana tidak ada lagi organisme yang dapat hidup dan berfungsi di dalam silo.Respirasi yang berkelamaan di dalam bahan baku silase. Pada keadaan ini maka silase dapat di simpan bertahun-tahun selama tidak ada oksigen yang menyentuhnya Bakteri Clostridia Bakteri ini juga sudah berada pada hijauan atau bahan baku silase lainnya. yang disebut dengan menjadi awet. Keadaan inilah yang di sebut keadaan terfermentasi. yang pada ahirnya bisa menggagalkan proses fermentasi. Itulah sebabnya kadang di perlukan penggunaan bahan tambahan atau aditive. Pengurangan kadar oksigen yang berada di dalam bahan baku silase. proses respirasi yang terlalu lama. Setelah kadar oksigen habis .

Laju kecepatan penguraian protein ini (proteolysis). semaksimum mungkin di lakukan pencegahan masuknya udara/oksigen. namun kejadian tersebut juga menghasilkan air dan peningkatan suhu / panas. atau sering disebut sebagai bakteri aerobic. Untuk itu maka tujuan utama yang harus di capai pada phase ensiling ini adalah. bakteri tersebut akan mengkonsumsi udara/oksigen yang terperangkap di dalam rang silo tersebut. karena pada saat yang sama bakteri aerobik tersebut juga akan mengkonsumsi karbohidrat yang sebetulnya di perlukan bagi bakteri lactic acid. Kunci sukses pada phase ini adalah: Kematangan bahan Kelembaban bahan Panjangnya pemotongan yang akan menentukan kepadatan dalam silo Kecepatan memasukan bahan dalam silo Kekedapan serta kerapatan silo . kemudian menjadi amonia dan amines. yang akan terurai menjadi amino acid. sehingga keadaan anaerobic dapat secepatnya tercapai. pada seluruh permukaan hijauan tersebut terdapat organisme aerobic. Sehingga pada saat pertamakali hijauan sebagai bahan pembuatan silase di masukan ke dalam silo. Walaupun kejadian ini nampak menguntungkan dalam mengurangi jumlah oksigen di dalam silo . sehingga menciptakan lingkungan anaerob seperti yang kita kehendaki dalam ensiling. akan mengurangi aktivitas enzym yang juga akan menguraikan protein. Kejadian ini merupakan sesuatu yang tidak di inginkan untuk terjadi saat ensiling. Lama terjadinya proses dalam tahap ini tergantung pada kekedapan udara dalam silo.Phase I Saat pertama kali hijauan di panen. sangat tergantung dari laju berkurangnya kadar pH. dalam kekedapan udara yang baik maka phase ini hanya akan bejalan beberapa jam saja. Proses perubahan kimiawi yang terjadi pada phase awal ini adalah terurainya protein tumbuhan. Peningkatan panas yang berlebihan akan mengurangi digestibility kandungan nutrisi. Dengan teknik penanganan yang kurang memadai maka phase ini akan berlangsung sampai beberapa hari bahkan beberapa minggu. seperti misalnya protein. Lebih dari 50% protein yang terkandung di dalam bahan baku akan terurai. Raung lingkup silo yang menjadi acid. yaitu bacteri yang membutuhkan udara / oksigen.

maka phase dua ini di mulai. perkembangan bakteri acetic acid akan menurun dan ahirnya berhenti Dan itu merupakan tanda berahirnya phase-2. Saat silase di konsumsi oleh ternak. Maka pada phase ini latic acid akan bertambah terus Phase IV Dengan bertambahnya jumlah bakteri pada phase 3.. Latic acid ini sangat di butuhkan dan memegang peranan paling penting dalam proses fermentasi. .0. Hijauan pada umumnya akan mencapai kadar pH 4.Phase II Setelah oksigen habis di konsumsi bakteri aerobic.0. karena disamping bermanfaat untk ternak ruminansia juga menurunkan kadar pH yang sangat di perlukan pada phase berikutnya. hingga mencapai kadar yang bisa menghentikan pertumbuhan segala macam bakteri. Phase V Pencapaian final kadar pH tergantung dari jenis bahan baku yang di awetkan. Dalam fermentasi hijauan phase-2 ini berlangsung antara 24 s/d 72 jam. Pertumbuhan acetic acid ini sangat diharapkan. Untuk pengawetan yang efisien. Bakteri tersebut akan menyerap karbohidrat dan menghasilkan acetic acid sebagai hasil ahirnya. disinilah proses fermentasi dimulai.5. Penurunan kadar pH di dalam silo di bawah 5. dan juga kondisi saat di masukan dalam silo. dengan dimulainya tumbuh dan berkembangnya bakteri acetic – acid. Phase III Makin menurunnya kadar pH akan merangsang pertumbuhan dan perkembangan bakteri anaerob lainnya yang memproduksi latic acid. latic acid akan di manfaatkan sebagai sumber energi ternak tersebut. maka karbohidrat yang akan terurai menjadi latic acid juga makin bertambah. jagung 4. Tidak akan ada lagi proses penguraian selama tidak ada udara/oksigen yang masuk atau di masukan. proses ini berjalan terus sampai kadar pH dari bahan hijauan yang di pergunakan turun terus. Kadar pH saja tidaklah merupakan indikasi dari baik buruknya proses fermentasi ini. Phase 4 ini adalah phase yang paling lama saat ensiling. produksinya harus mencapai 60% dari total organic acid dalam silase. dan hijauan atau bahan baku lainnya mulai terawetkan.

Kecermatan kerapihan dan kecepatan penanganan silase setelah dikeluarkan dari silo yang kedap udara sangatlah perlu untuk di cermati.0 4. saat berada pada tempat penyimpanan atau pada tempat pakan ternak. yang akan menyebabkan silase berasa asam. Proses yang terjadi dalam 6phase Phase I Umur Silase 0-2 hari Respirasi sel. Proses pengangkatan ini sangatlah penting namun biasanya tidak pernah di perhatikan oleh para peternak yang kurang berpengalaman. Kerusakan terjadi hampir di seluruh permukaan silase yang terekspos oksigen.0 pembusukan ** Suhu atau temperatur sangat tergantung suhu ruangan. setelah di keluarkan dari silo. Bukan bakteri yang memproduksi latic acid yang tumbuh dan berkembang.5-6. Kejadian ini berlangsung karena pH masih di atas 5. . Hasil riset mengatakan bahwa lebih dari 50% silase mengalami kerusakan atau pembusukan yang di sebabkan oleh bakteri aerobic. panas danair Phase II 2-3 days Produksi acetic acid dan lactic acid Phase III 3-4 days Pembetukan acid Phase IV 4-21 days Pembentukan Lactic acid Phase V 21 days- Phase VI lactic Penyimpanan Pembusukan Aerobic Material re-exposure dengan oxygen 84 F 84 F Perubahan suhu ** Perubahan pH Produksi yg di hasilkan 69-90 F 90-84 F 84 F 84 F 6.0 Acetic acid dan lactic acid bacteria 5. agar tidak terjadi pembusukan.0-5. Bakteri anaerobic ini akan memproduksi butyric acid dan bukan latic acid.0 Lactic acid bacteria 4.0-7.0 Lactic acid bacteria 4.0-4.0 Phase VI Phase ini merupakan phase pengangkatan silage dari tempatnya /silo.0 6. menghasilkan CO2. namun bakteri clostridia yang akan tumbuh dan berkembang. saat di keluarkan dari silo.Hijauan yang mengandung kadar air di atas 70% akan mengalami proses yang berlainan pada phase 4 ini.

3.Bahan pembuatan Silase Bahan untuk pembuatan silase adalah segala macam hijauan dan bahan dari tumbuhan lainnya yang di sukai oleh ternak ruminansia. batang nanas dan jerami padi.Asam sulfat . tongkol gandum. Pemberian bahan tambahan secara tidak langsung ialah dengan memberikan tambahan bahan-bahan yang mengandung karbohidrat yang siap diabsorpsi oleh mikroba. maka kita bisa memanipulasi proses fermentasi dalam pebuatan silase.5 kg /100 kg hijauan. Manipulasi di tujukan untuk mempercepat proses atau untuk mempertahankan kadar nutrisi yang terkandung pada bahan baku silase meningkatkan dan Manipulasi dengan penambahan bahan additive ini bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. pucuk tebu. .5 kg/100 kg hijauan. Sorghum.5 kg/100 kg hijauan. tanaman tebu. 5.Asam propionat. terutama yang mengandung banyak karbohidrat nya.Sulfur oxida . seperti : Rumput.Asam chlorida . Jagung.0 kg/100 kg hijauan. Biji-bijian kecil.Natrium bisulfat . 2. tongkol jagung. antara lain : Molase (melas) : Onggok (tepung) : Tepung jagung : Dedak halus : 2. Untuk penjelasan mengapa dan apa sebabnya lihat di bagian Prinsip Fermentasi Bahan tambahan Dengan mengetahui prinsip fermentasi dan phase tahapan prosesnya . Pemberian bahan tambahan secara langsung dengan menggunakan: .dll. dll Syarat hijauan (tanaman) yang dibuat Silase : Segala jenis tumbuhan atau hijauan serta bijian yang di sukai oleh ternak. .

Wadah tersebut juga harus kedap rembesan cairan. Untuk itu ketahuilah jumlah kebutuhan ternak anda.0 kg/100 kg hijauan. Inilah sebabnya kenapa pembuatan dalam jumlah kecil dengan menggunakan silo yang banyak serta portable (seperti gentong plastik biru. lihat dip hase-6. isinya langsung habis di konsumsi sehingga tidak adalagi sisa yang harus di simpan. Untuk memenuhi kriteria ini maka bahan plastik merupakan jawaban yang terbaik dan termurah serta sangat fleksibel penggunaannya. sehingga penutupannya bisa dilakukan dengan sangat rapat. Kemudian menggunakan kantung plastik yang di jual meteran. sampai silo silindris dengan garis tengah 100 meter dan ketinggian 30 meter. sehingga penggunaannya bisa sekali buka silo . Prinsip yang harus di perhatikan adalah. mulai kantong keresek plastik ukuran satu kilogram. merupakan salah satu pilihan yang terbaik. Ukuran di sesuaikan dengan kebutuhan. Penyiapan Silo Silo hanyalah nama sebuah wadah yang bisa di tutup dan kedap udara. lalu sesuaikan pembuatan silo. Jika ingin membuat dalam jumlah yang banyak sekali gus. semen dll tetap baik untuk di gunakan.- Ampas sagu : 7. Biasanya ini diperlukan bila bahan dasarnya kurang banyak mengadung karbohidrat Proses pembuatan Silase Setelah memahami prinsip dasar pembuatan silase. artinya udara tidak bisa masuk maupun keluar dar dan ke dalam wadah tersebut. Karena di samping ukurannya yang sedang sehingga mudah untuk di angkat manusia. Pilihlah ukuran. . atau kantong plastik). Gentong plastik (biasanya berwarna biru) yang mempunyai tutup yang bisa di kunci dengan rapat. bahan serta konstruksi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda. kemudian dengan penambahan jumlah bisa memenuhi kebutuhan yang lebih banyak. jauh lebih berdaya guna di banding dengan pembuatan dalam jumlah sangat besar dalam satu wadah/silo. maka cara yang termurah adalah dengan menggali tanah. maka silo tersebut akan kemasukan udara/oksigen yang bisa dan akan merusak silase yang telah jadi karena terjadinya proses aerobic. Ukuran di sesuaikan dengan kebutuhan. saat membuka dan memberikan silase pada ternak. Walaupun bahan dari metal. maka proses tahap pelaksanaan pembuatan silase akan menjadi sangat mudah di fahami apa dan mengapanya.

Lakukan penutupan dengan serapat mungkin sehingga tidak ada udara yang bisa masuk kedalam silo -. lapis demi lapis. jangan yang telah tersimpan lama – mengapa – lihat pada Prinsip Dasar Fermentasi Silase. Sedangkan untuk menilai kualitas hasil pembuatan silase ini bisa di lihat di Kriteria Silase yang baik. jika penilaian anda mendapatkan hasil 100 atau mendekati 100. 5. 3. Setelah tiga minggu maka silase sudah siap di sajikan sebagai pakan ternak. Silo yang tidak di buka dapat terus di simpan sampai jangka waktu yang sangat lama asalkan tidak kemasukan udara. Bagi Pemula: Bagi pemula yang belum pernah membuat fermentasi silase. Jika hendak menggunakan bahan tambahan. Masukan cacahan tersebut kedalam silo secara bertahap. di samping sangat merepotkan juga sangat riskan terhadap terjadinya proses pembusukan karena terjadi nya eksposur tehadap oksigen yang akan mengaktivekan bakteri aerob Penyiapan bahan baku silase serta penempatan pada silo: Bahan baku sebaiknya berasal dari tumbuhan atau bijian yang segar yang langsung di dapat dari pemanenan. lakukan cara tersebut untuk pembuatan silase berikutnya. lakukan penekanan atau pengepresan untuk setiap lapisan agar padat. harus di berikan sedikit demi sedikit dicampur dengan hijauan yang biasa dimakan. maka cara and membuat silase sudah sangat baik. selama tiga minggu 6.Lihat Prinsip Dasar Fermentasi Silase. 7. Namun jika telah mengetahui prinsip dasarnya . Biarkan silo tertutup rapat serta di letakan pada ruang yang tidak terkena matahari atau kena hujan secara langsung. sebelum di masukan dalam silo 2. Pemotongan atau Pencacahan Bahan Baku Ukuran pemotongan sebaiknya sekitar 5 centimeter. Kenapa harus di padatkan. 8. Jika sudah terbiasa secara bertahap dapat seluruhnya diberi silase sesuai dengan kebutuhan. 1. Saat memasukan bahan baku kedalam silo secara bertahap.Penyimpanan sisa silase ini . maka taburkan bahan tambahan tersebut kemudian di aduk secara merata. Pemberian pada ternak yang belum terbiasa makan silase. 4. akan menganggap proses ini adalah proses yang sulit dan serba canggih. karena oksigen harus sebanyak mungkin di kurangi atau di hilangkan sama sekali dari ruang silo – Lihat Prinsip Dasar Fermentasi Silase. Pemotongan dan pencacahan perlu di lakukan agar mudah di masukan dalam silo dan mengurangi terperangkapnya ruang udara di dalam silo serta memudahkan pemadatan.

Gunakan kantung plastik bekas pembungkus sebagi silo. Perhatikan betul-betul jangan sampai ada yang bocor silo mini nya. lima lainnya untuk pembuatan silase dengan menggunakan bahan tambahan.maka pembuatan silse ini bukanlah merupakan sesuatu yang sulit ataupun aneh serba canggih serta padat teknologi. Beberapa minggu kemudian saat menggembala pada tempat yang sama dimana dia mengubur kantung plastiknya. agar anak sapi tersebut tidak manja dan mau berusaha lebih keras dalam merumput. lakukan tahapan pada penjelasan di atas. dengan menggunakan istilah-istilah yang ruwet njlimet serta susah di mengerti. secara kebetulan dia menemukan kembali kuburan tersebut. Penggembala itu merasa kesal. Setelah di gali ulang. yang kemudian dia tempatkan pada kantung kain tebal yang selalu dia bawa sebagai tempat menyimpan bekal makannya. dengan sekala jumlah yang kecil terlebih dahulu. di buka dan dilihat isinya. menghardik agar anak sapi tersebut belajar merumput. Dia coba berikan pada anak-anak sapi. itu karena para ilmuwan terus menyelidiki dan mengembangkannya . anak–anak sapi tersebut selalu mendekatinya dan berusaha memakan rumput yang berada dalam kantung tersebut. Kemudian dia menyabit rumput. ternyata mereka sangat menyukainya. . ternyata rumput tersebut masih ada serta beraroma wangi dan berasa kemanisan. walaupun tujuannya memudahkan bagi para peternak. Rumput yang di bawanya kemudian dengan penuh rasa kasih sayang di berikan pada anak-anak sapi setibanya di kandang. saat mereka pulang ke kandang. Pada jaman dahulu kala di daratan Eropa ada seorang penggembala sapi. kemudian dia mengubur kantung plastiknya di dalam tanah. sebanyak sepuluh kantung silo atau kelipatan dari sepuluh. yang selalu dengan rajin dan penuh perhatian pada ternak yang di gembalanya. Sejak itulah proses fermentasi di kenal dan di pergunakan untuk mengawetkan hijauan. Setiap minggu bukalah masing-masing satu silo yang memakai bahan tambahan dan yang tidak. demikian juga saat di berikan pada sapi dewasa lainnya. setelah menyabit dan menempatkan rumput di dalam kantung tebalnya. Bagi para pemula yang belum pernah membuat fermentasi silase. Jika saat ini proses fermentasi silase terkesan serba scientific. Sebagai manusia biasa si penggembala tidak bisa menemukan kembali kuburan kantung plastiknya. Lima silo mini diperuntukan pembuatan silase tanpa bahan tambahan. Dia sangat memperhatikan keberadaan beberapa anak sapi gembalaannya yang sering tidak kebagian hijauan saat merumput. Pada suatu ketika . Sedikit menyinggung sejarah di temukannya silase.

25 20 5 0 Rasa 25 5. kebersihan serta kepatuhan pada prosedur dan tahap pembuatan silase. 3. sehingga sangat menyenangkan untuk di lakukan. namun dengan pasti kesuksesan berikutnya telah menanti anda. Ketekunan. bau wangi Nilai keberhasilan 25 20 10 0 2. akan menentukan perbedaan hasil yang di dapat. Pada minggu ke empat dan kelima. 4. Tidak ada rasa 8. tidak ada dorongan . dengan melihat Kriteria Silase yang baik di bawah ini. serta anda tidak takut lagi menghadapi kelangkaan hijauan saat musim panas yang panjang. Penjelasan Wangi seperti buah-buahan dan sedikit asam. Penilai ahir dari produksi silase anda . pertumbuhannya lebih baik. Lakukan pencatatan dari apa yang anda temukan. adalah ternak anda. dan apabila diisap oleh hidung. Bau asam. 6. Seperti jamur dan kompos bau yang tidak sedap Apabila dicoba digigit. Rasanya sedikit asam 7. Tiada yang menilai kesuksesan anda. manis dan terasa asam seperti youghurt/yakult. rasa/wangi baunya semakin kuat atau sama sekali tidak ada bau. Rasa yang tidak sedap. jika ternak anda menyukainya. sangat wangi dan terdorong untuk mencicipinya. Berarti anda telah meraih satu tahap kesuksesan dalam hidup anda. kecepatan. Kriteria Silase yang baik : Indikasi dan penjelasan serta nilai keberhasilannya: Indikator Penilaian Wangi Nilai 25 1. bandingkan dengan penjelasan diatas. anda akan mampu memberikan skore atau penilaian hasil fermentasi yang anda lakukan . tiada yang memberikan penghargaan pada kesuksesan anda ini. maka anda akan merasakan bahwa proses pembuatan silase adalah suatu proses yang penuh dengan nuansa seni yang tinggi. Ingin mencoba mencicipinya tetapi asam. Setelah melakukan berulang ulang.Periksa dengan seksama hasilnya.

14. Apabila ditangan dicuci bau wanginya langsung hilang. mendekati warna kompos Sentuhan 25 12. Apabila menempel ditangan karena baunya yang wangi tidak dicucipun tidak apa-apa 13. Kandungan airnya terasa sedikit banyak tetapi tidak terasa basah.untuk mencobanya. 25 10 0 25 10 0 JUMLAH 100 Jumlah nilai = Nilai wangi + Nilai rasa + Nilai warna + Nilai sentuh Penyimpanan Silase: Silase dapat di simpan dalam waktu yang sangat lama selama tetap berada dalam keadaan kedap udara . harus dicuci dengan sabun supaya baunya hilang. Coklat agak kehitam-hitaman 11. Warna 25 9. terasa basah sedikit (becek) bau yang menempel ditangan.Kering. Hijau kekuning-kuningan 10. tetapi apabila dipegang terasa lembut dan empuk. Hitam. Kandungan airnya banyak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful