1.

Pengertian Ekologi Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869), Oikos Logos berasal = dari bahasa Yunani, yaitu :

Tempat =

Tinggal Ilmu,

(rumah) telaah

Oleh karena itu Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungnya. Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran materi (unsur hara), energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang menciptakan keadaan sistem tersebut.

Fungsi ekosistem menunjukkan hubungan sebab akibat yang terjadi secara keseluruhan antar komponen dalam sistem. Ini jelas membuktikan bahwa ekologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya, serta dengan semua komponen yang ada di sekitarnya.

Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi,

Hubungan. hewan. Ekologi. interaksi antara tumbuh-tumbuhan. dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik. komunitas.sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia. yaitu populasi. . dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. agar dapat menjawab pertanyaan. bagaimana mereka hidup dan mengapa mereka hidup disana. dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup. dimana mereka hidup. binatang. tumbuhan.hubungan tersebut demikian kompleks dan erat sehingga Odum (1971) menyatakan bahwa ekologi adalah "Environmental Biology". biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan. Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim ialah dua wilayah di mana ekolog (orang yang mempelajari ekologi) kini berfokus. manusia dengan alam lingkungannya. Ekologi mencoba memahami hubungan timbal balik.

Patandianan (1996) mengatakan bahwa sifat tanah hutan hujan tropisadalah miskin hara sehingga tidak mampu mendukung produktivitastumbuhan yang sangat tinggi. Dalam ekosistem hutan hujan masa struktur yang besar dari tumbuhan darat menghasilkan sejumlah besar jaringan yang kebal. kelembaban. sehingga para ahli ekologi lebih suka bekerja dengan unit lebih kecil dari biosfer. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Hutan hujan tropis adalah hutan yang memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi. demikian seterusnya. tikus. insekta. walaupun sebagian besar spesies di daratan berbeda dengan spesies di air. yang mencakup semua kawasan daratan. iklim yang lembab. yang disebut dengan ekosistem. sinar matahari.. kompleks dan sulit dipelajari.Makalah Ekologi Umum-Bioma Hutan Hujan Tropis BAB I PENDAHULUAN Bagian bumi yang ditempati oleh mahluk hidup dikenal sebagai biosfer. air. 2008). Kawasan biosfer terletak mulai dari 8 km diatas permukaan bumi. dan curah hujan yang tinggi (Zaenuddin. Sebaliknya hutan sangat kaya dengan keanekaragaman spesies. Organisme hidup tidak terdistribusi secara merata dalam biosfer. Sebuah ekosistem terdiri atas gambaran fisik kawasan tertentu (faktor abiotik) dan organisme hidup (faktor biotik) yang terdapat dalam kawasan tersebut. suhu. Faktor abiotik dalam ekosistem hutan hujan tropis terdiri atas faktor abiotik seperti tanah. hanya beberapa spesies organisme yang hidup pada permukaan es abadi dikutub selatan maupun dikutub utara bumi. Sedangkan tumbuhan. udara dan air dari planet bumi. tetapi mereka dapat dibandingkan secara ekologi. Vegetasi yang terdapat di dalam hutan hujan memiliki fungsi yang sama dengan fitoplankton didalam danau. hewan. seperti kelinci. Walaupun hutan hujan nampak sangat berbeda dengan danau tetapi sebenarnya kedua tipe ekosistem tersebut memiliki struktur dan fungsi yang sama. singa dan lain-lain adalah komponen biotik dalam ekosistem hutan hujan tropis. primata dan harimau dihutan berfungsi sama dengan zooplankton. sampai 8 km dibawah permukaan lautan. angin. burung. atau hutan dengan pohon-pohon yang tinggi. (1986) produktivitas yang sangat tinggi pada . ikan dan burung. Menurut Resosoedarmo et al. Biosfer besar.

Namun demikian tidak terdapat perubahan musiman yang teratur dan tidak juga berpengaruh terhadap seluruh vegetasi yang ada. Proses dan siklus yang demikian itu merupakan gejala yang sangat umum dalam wilayah hutan hujan tropis (Ardiananda. rapat. sekurang-kurangnya tinggi tajuk teratas rata-rata adalah 45 m (paling tinggi dibandingkan rata-rata hutan lainnya). cahaya matahari) yang dimilikinya. maupun dalam tingginya nilai sumberdaya lahan (tanah. Hutan hujan tropika merupakan vegetasi yang paling kaya. tupai. di atas tanah-tanah yang subur atau relatif subur. Sebagian besar hidup hewan-hewan tersebut di atas pohon dan sangat jarang turun untuk menyentuh tanah selama hidupnya. dsb. dan tidak memiliki musim kemarau yang nyata (jumlah bulan kering < 2). Selain itu banyak juga terdapat katak pohon. Hutan basah ini tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1. Sedangkan rata-rata temperatur bulanan berada di atas 18 °C (64 °F) di sepanjang tahun. Sembulan ini bisa sendiri-sendiri atau kadang-kadang menggerombol. ular.750 millimetre (69 in) dan 2. Karakteristik Hutan Hujan Tropis Hutan hujan tropika terbentuk di wilayah-wilayah beriklim tropis. tahan kebocoran. 2008). muncul di sana-sini dan menonjol di atas atap tajuk (kanopi hutan) sehingga dikenal sebagai “sembulan” (emergent). baik dalam arti jumlah jenis makhluk hidup yang membentuknya. Pohon- . Proses demikian disebut dengan gejalacauliflory (berbunga dan berbuah pada batang atau dahan-dahan yang telah tua dan tidak berdaun lagi).000 millimetre (79 in).200 m dpl. Sepanjang tahun terjadi pembungaan dan pembentukkan buah. Pada hutan hujan tropis terdapat berbagai kehidupan hewan serangga yang jumlahnya tak terhitung dan kadang-kadang memiliki warna yang indah sekali. dan berlangsung cepat. BAB III PEMBAHASAN A. monyet. kadal. Tumbuhan penyusun dari hutan hujan ini dapat berganti daun-daunya setiap tahunnya secara individual. namun tak banyak. air.kawasan ini terjadi karena ekosistem hutan hujan tropis memiliki sistem daur hara yang sangat ketat. burung.. meskipun ada kecenderungan setiap tumbuhannya memiliki musim pembuahan pada waktu-waktu tertentu dan tidak sama untuk masingmasing jenis tumbuhan. Hutan dataran rendah ini didominasi oleh pepohonan besar yang membentuk tajuk berlapis-lapis (layering). Ada tiga lapisan tajuk atas di hutan ini:  Lapisan pohon-pohon yang lebih tinggi. kering (tidak tergenang air dalam waktu lama). dengan curah hujan tahunan minimum berkisar antara 1. dan hijau sepanjang tahun.

liana). Mayoritas hidup tumbuhan berkayu (perpohonan. lumut. yang hidup melekat di cabang dan rerantingan. membawa konsekuensi bagi kehidupan di lapis bawahnya. Tetumbuhan di lapis bawah umumnya terbatas keberadaannya oleh sebab kurangnya cahaya matahari yang bisa mencapai lantai hutan. dan dengan lingkar batang hingga 4. di samping jenisjenis pemanjat (liana) yang melilit batang atau mengait cabang untuk mencapai atap tajuk. Lapisan tajuk bawah. tanah keringsampai lembab dan bermacam-macam jenis tanah. bromeliad. Ciri-ciri : Iklim selalu basah. semak dan anakan pohon. Keanekaragaman biota: hutan hujan memiliki tingkan keragaman biota yang tinggi (biodiversity). B. Dedaunan. ranting. Pada saat-saat tertentu ketika tajuk tersibak atau terbuka karena sesuatu sebab (pohon yang tumbang. Lapisan kanopi hutan rata-rata. yang tingginya antara 24–36 m. Curah hujan: hutan hujan memperoleh curah hujan sebesar paling tidak 80 inci setiap tahunnya. kulit tipis). Biodiversity adalah sebutan untuk seluruh benda hidup seperti tumbuhan. 2. seperti halnya anekakapang dan organisme pengurai (dekomposer) lainnya tumbuh berlimpah ruah. Kanopi hutan banyak mendukung kehidupan lainnya. Akan tetapi kehidupan yang tidak begitu memerlukan cahaya. 3. buah-buahan. Para peneliti percaya bahwa sekitar separuh dari tumbuhan dan hewan yang ditemukan di muka bumi hidup di hutan hujan. beberapa tumbuhan membuat struktur tempat tinggal kecil dan gula untuk semut. Tajuk atas ini demikian padat dan rapat. yakni lapisan semak dan lapisan vegetasi penutup tanah. misalnya). pohon-pohon yang tertekan pertumbuhannya.   pohon tertinggi ini bisa memiliki batang bebas cabang lebih dari 30 m. atau jenis-jenis pohon yang tahan naungan. semisal berbagai jenis epifit (termasuk anggrek). Hubungan simbiotik antar spesies: spesies di hutan hujan seringkali bekerja bersama. semut menjaga tumbuhan dari serangga-serangga lain yang mungkin ingin memakan daun dari tumbuhan tersebut 6. Ciri-ciri Umum Hutan Hujan Tropis 1. Sebagai balasannya. segera menjadi busuk diuraikan oleh aneka organisme tadi. membentuk sejenis rimba yang rapat. yaitu lapisan-lapisan cabang pohon beserta daunnya yang terbentuk oleh rapatnya pohon-pohon hutan hujan. 4. lantai hutan yang kini kaya sinar matahari segera diinvasi oleh berbagai jenis terna. Lantai hutan sangat kurang cahaya. Hubungan simbiotik adalah hubungan dimana dua spesies berbeda saling menguntungkan dengan saling membantu. dan merata. hewan. sehingga hanya jenis-jenis tumbuhan yang toleran terhadap naungan yang bertahan hidup di sini. Ada dua lapisan tajuk lagi di aras lantai hutan. Lokasi: hutan hujan berada di daerah tropis. Kanopi: hutan hujan memiliki kanopi. dan jamur yang ditemukan di suatu ekosistem. serta lumut kerak. Pemakan semut raksasa juga hidup di sini. 5. dan bahkan batang kayu yang rebah. yang tidak selalu menyambung. tumbuhan berbatang kurus (tidak banyak cabang. Lapisan ini tersusun oleh pohonpohon muda.5 m. . curah hujan tinggi. sehingga orang dan hewan cukup leluasa berjalan di dasar hutan. Contohnya.

pada tanah rendah sampai berbukit (1000 mdpl) sampai pada dataran tinggi (s/d 4000 mdpi). biasanya terdiri atas tujuh kelompok utama. Kebun binatang tidak dapat menyelamatkan seluruh hewan. Kalimantan. Hutan hujan juga mempengaruhi kondisi cuaca lokal dengan membuat hujan dan mengatur suhu. kadang-kadang untuk mudahnya dinamakan atap atau tajuk (canopy). Tingkatan A merupakan tingakatan tumbuhan yang menjulang tinggi. Tingkatan B merupakan tumbuhan dengan ketinggian antara 15-30 meter. serta memiliki tajuk yang sempit meruncing. Tumbuhan Penyusun Hutan Hujan Tropis Tumbuhan utama penyusun hutan hujan tropis yang basah (lembab). Hutan Hujan Tengah (1000 . dengan ketinggian lebih dari 30 meter. Pohon-pohonnya dicirikan dengan jarak antar pohon yang agak berjauhan dan jarang merupakan suatu lapisan kanopi yang bersambung. Hutan hujan:  menyediakan rumah bagi banyak tumbuhan dan hewan. Tingkatantingkatan kanopi hutan hujan tropis sebenarnya sukar sekali dtentukan secara pasti. Hutan Hujan Atas (3000 . Terdapat terutama di Sumatera.  Hutan hujan membantu menstabilkan iklim dunia dengan cara menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Saat hutan ditebangi. Hutan hujan merupakan rumah bagi banyak spesies tumbuhan dan hewan di dunia.1000 mdpl). Sulawesi. C. Pembuangan karbon dioksida ke atmosfer dipercaya memberikan pengaruh bagi perubahan iklim melalui pemanasan global.3000 mdpl). yaitu: 1. D.  menyokong kehidupan manusia suku pedalaman.4000 mdpl). Sedangkan tingkatan C merupakan tumbuhan dengan ketinggian antara 5-15 meter. Beberapa spesies di hutan hujan hanya dapat bertahan hidup di habitat asli mereka.Terdapat di pedalaman. Kanopi ini terdiri dari tiga tingkatan. dan masing-masing tingkatan ditandai dengan jenis pohon yang berbeda. Tingkatan ini dicirikan dengan bentuk pohon yang kecil dan langsing. Maluku dan Irian. termasuk diantaranya spesies yang terancam punah. kekeringan. Kanopi pada tingkatan ini merupakan tajuk-tajuk pohon yang bersifat kontinu (bersambung) dan membentuk sebuah massa yang dapat disebut sebagai sebuahatap (kanopi). Dapat dibedakan menjadi 3 zone menurut ketinggiannya : Hutan Hujan Bawah (2 . dan adalah tempat menarik untuk dikunjungi  Hutan hujan menyediakan rumah bagi tumbuhan dan hewan liar. Fungsi Hutan Hujan Tropis Hutan hujan berfungsi bagi ekosistem global. Karenanya hutan hujan mempunyai peran yang penting dalam mengatasi pemanasan global. Hal ini disebabkan oleh ketinggian pohon yang tidak seragam seperti telah disebutkan . Pohon-pohon Hutan Pohon-pohon ini merupakan komponen struktural utama.  melindungi dari banjir.  adalah sumber dari obat-obatan dan makanan. dan erosi. banyak spesies yang harus menghadapi kepunahan.  membantu menstabilkan iklim dunia.

besar dan banyak. cabang atau pada daun-daun pohon. terdiri dari tumbuhan berkayu agak tinggi. dan liana. epfita memainkan peranan penting dalam ekosistem sebagai habitat bagi hewan. Lapisan semak-semak sering mencakup beberapa terna besar sepertiScitamineae (pisang. dimana sinar matahari leluasa mencapai lantai hutan. yaitu lapisan semak-semak (D). Tumbuhan yang demikian hidup dalah iklim yang lembab dan cenderung bersifat terna seperti paku-pakuan dan paku lumut (Selagenella spp. Epifit pun memainkan peranan penting dan sangat menarik untuk menunjukkan adaptasi struktural terhadap habitatnya. Tumbuhan ini hidup diakibatkan oleh kebutuhan akan cahaya matahari yang cukup tinggi. Beberapa diantaranya dapat mencapai panjang sampai 200 meter. Terna dapat membentuk lapisan tersendiri. namun perkembangan terna dalam wilayah hutan hujan tropis kurang baik.) yang tingginya dapat melebihi 5 meter. theAdventure). Terna Pada bagian hutan yang kanopinya tidak begitu rapat. Jumlah jenisnya lebih beraneka ragam. 4. Beberapa dari tipe ini hidup di atas tanah pada pohonpohon yang telah mati. Tumbuhan Pemanjat Tumbuhan ini bergantung dan menunjang pada tumbuhan utama dan memberikan hiasan utama pada hutan hujan tropis. semak. Hal ini disebabkan kurangnya pencahayaan matahari untuk membantu proses fotosintesisnya. Namun demikian. biasanya melibatkan kekayaan jenis-jenis tumbuhan spora. dll. jahe. Lapisan kedua yaitu semai-semai pohon (E) yang dapat mencapai ketinggian 2 meter. Tumbuhan ini dapat berbentuk tipis seperti kawat atau berbentuk besar sebesar paha orang dewasa. Tumbuhan ini pada umumnya tidak menimbulkan pengaruh buruk terhadap inang yang menunjangnya.dalam pembagian tingkatan di atas. Sering pula tumbuhan ini tumbuh di percabangan pohon-pohon besar. Tumbuhan ini dapat tumbuh baik. Pengamatan tingkatan kanopi di atas hanyalah bersifat kausal saja. Tumbuhan ini pun hanya memainkan peran yang kurang berarti dalam ekonomi hutan. memungkinkan sinar matahari dapat tembus hingga ke lantai hutan. Epifita Tumbuhan ini tumbuh melekat pada batang. 2. Tumbuhan pemanjat ini lebih dikenal dengan sebutanLiana. sehingga mampu memberikan salah satu sifat yang paling mengesankan dari hutan hujan tropis. 3. baik dari golongan yang rendah maupun paku-pakuan dan tumbuhan berbunga termasuk diantaranya semak-semak. Meskipun kondisi iklim mikronya panas dan lembab.) dengan bagian dindingnya sebagian besar terdiri dari tumbuhan berkayu. Kehadiran epifit dalam ukuran yang luas lagi digunakan untuk . Persebaran terna yang baik terdapat pada wilayah terbuka dengan air yang cukup melimpah atau pada tebing-tebing terjal. Tumbuhan ini seperti menghilang di dalam kerimbunan dedaunan atau bergantungan dalam bentuk simpul-simpul tali raksasa (ingat dalam film Tarzan. Pada bagian ini banyak tumbuh dan berkembang vegetasi tanah yang berwarna hijau yang tidak bergantung pada bantuan dari luar.

6. Tumbuhan ini merupakan komponen heterotrof yang tidak berwarna hijau di hutan hujan tropis. 5. suku Burmanniaceae dan Gentianaceae. 7. E. Namun beberapa jenis anggrek tertentu. jenisjenis Triuridaceae dan Balanophoraceae yang sedikit mengandung klorofil dapat hidup dengan cara saprofit yang sama. Parasit akar jumlahnya sangat sedikit dan tidak seberapa penting artinya. yang memainkan peranan penting baik dalam ekonomi maupun fisiognomi hutan hujan tropis.membedakan antara hutan hujan tropis dengan komunitas hutan di daerah iklim sedang. Komponen Penyusun Hutan Hujan Selain Tumbuhan . baik dari segi jenis ataupun populasinya. adalahFircus spp. Tumbuhan ini banyak ditemukan pada lantai hutan yang memiliki rontokkan daun-daun yang cukup tebal dan terjadi pembusukkan yang nyata. Tumpukan dedaunan tersebut dapat dijumpai pada rongga-rongga atau sudutsudut diantara akar-akar banir pohon-pohon. Tumbuhan ini dapat membantu terjadinya penguraian organik. Pencekik Pohon Tumbuhan pencekik memulai kehidupannya sebagai epifita. namun bila dikaji secara mendalam akan sangat menarik sekali. Pertama adalah parasit akar yang tumbuh di atas tanah dan yang kedua adalah setengah parasit (hemiparasit) yang tumbuh seperti epifita di atas pohon. Tumbuhan ini dapat berupa cendawan dan bakteria yang digolongkan dalam 2 sinusia penting. Kebanyakan hemiparasit adalah dari suku benalu (Loranthaceae). Setelah beberapa waktu tertentu inang pohon pun akan mati dan membusuk meninggalkan pencekiknya. Kemudian batang-batang pohon itu tertutup dan terjalin oleh akar-akar tumbuhan pencekik dengan sangat kuat. Jenis tumbuhan ini terdiri atas cendawan atau jamur (fungi). dan bakteri. Parasit Jenis tumbuhan ini biasanya mengambil unsur hara dari pohon inangnya untuk kelangsungan hidupnya. terutama yang hidup di dekat permukaan lantai hutan. Tumbuhan ini sering membunuh pohon yang semula membantu menjadi inangnya. Tumbuhan ini hidupnya hanya untuk merugikan tumbuhan inangnya. Tumbuhan pencekik yang paling banyak dikenal dan melimpah jumlahnya.akarnya menancap ke tanah dan tidak menggantung lagi pada inangnya. namun akar-akarnya bercabang-cabang dan menujam ke bawah melalui batangbatang inangnya hingga mencapai tanah. Hemiparasit yangbersifat seperti epifit jenisnya sangat banyak sekali dan jumlahnyanya pun melimpah ruah serta banyak dijumpai di seluruh hutan hujan tropis. tetapi kemudian akar. Saprofita Tipe tumbuhan ini mendapatkan zat haranya dari bahan organik yang telah mati bersama-sama denganparasit-parasit. Biji-biji dari tumbuhan pencekik ini berkecambah diantara dahan-dahan pohon besar yang tinggi atau semakyang merupakan inangnya. Pada stadium ini tumbuhan pencekik masih berupa epifit. Sementara itu tajuk tumbuhan pencekik menjadi besar dan lebat.

Pengetahuan mereka tentang tanaman-tanaman obat yang digunakan untuk merawat orang sakit tidak ada tandingannya dan mereka memiliki pemahaman yang luar biasa mengenai ekologi dari hutan hujan Amazon. manioc. kebanyakan Ameridian. 2. Siamese Fighting Fish (atau Betta). panggilan yang biasa ditujukan pada mereka. tempat berlindung. dan melakukan kunjungan reguler ke kota-kota untuk membawa makanan dan barang ke pasar.1. dan rawarawa adalah rumah bagi mayoritas spesies ikan air tawar. manusia-manusia hutan ini dapat mengajarkan banyak tentang hutan hujan pada kita. Dari sisa-sisa manusia hutan yang ada. dan perkakas metal). kebanyakan telah digantikan dengan para penetap dari luar atau telah dipaksa oleh pemerintah untuk menyerahkan gaya hidup mereka. seperti. Ukuran tertinggi dari orang-orang ini. juga dikenal sebagai Mbuti. dan primata lainnya. burung.000 jenis kumbang diketahui ada. Banyak ikan tropis yang dipelihara di akuarium air tawar berasal dari hutan hujan. Hampir 500. reptile. dan beras). penggorengan. Amazon memiliki jumlah populasi yang terbesar. dan lele pemakan ganggang berasal dari hutan hujan tropis di Amerika Selatan. Discus. jarang yang tingginya lebih dari 5 kaki. Di Afrika terdapat penghuni hutan asli yang kadang dikenal dengan nama pygmies. dan obat-obatan. Karena pohon-pohon yang terdapat di hutan tropis rata-rata tinggi dan permukaan tanahnya relatif sering tergenang oleh air. serangga dan ikan yang hidup di perairan hutan hujan tropis. gorilla. Hewan Hutan hujan menyediakan makanan untuk hewan. Lembah sungai Amazon sendiri memiliki 3000 spesies yang diketahui dan kemungkinan spesies yang tidak teridentifikasi dalam jumlah yang sama. Walau begitu. maka hewan yang banyak hidup di daerah hutan basah ini adalah hewan-hewan pemanjat sejenis primata. dan Clown Loach berasal dari Asia. menanam hasil bumi (seperti pisang. Sementara mereka masih menggunakan hutan sebagai tempat untuk berburu dan mengumpulkan makanan. danau. siamang. amphibi. monyet. menggunakan barang-barang dari Barat (seperti panci. Kebanyakan dari hewan yang ditemukan di hutan hujan adalah serangga. F. Gurameh. Perairan hutan hujan tropis termasuk sungai. Neon Tetras. simpanse. walau orang-orang tersebut juga telah dipengaruhi oleh dunia modern. Saat ini hanya sedikit manusia hutan yang hidup dengan cara tradisional. Permukaan Tanah Hutan Hujan . sehingga hutan hujan tropis di jadikan rumah bagi berbagai jenis hewan di antarnya mamalia. Sekitar seperempat dari seluruh spesies hewan yang telah diberi nama dan dideskripsikan oleh ilmuwan adalah kumbang. Manusia Hutan Hujan Hutan hujan tropis merupakan rumah bagi manusia pedalaman yang bergantung pada sekitar mereka untuk makanan. Ukuran mereka yang kecil membuat mereka dapat bergerak di dalam hutan dengan lebih efisien bila dibandingkan dengan orang yang lebih tinggi. anak sungai. sedangkan Danios. Ikan seperti Angelfish.

terlepas dari bayang-bayang konstanya. (3) Masa tumbuh. b. Curah Hujan Di daerah hutan hujan tropis jumlah curah hujan per tahun berkisar antara 1600 sampai dengan 4000 mm dengan sebaran bulan basah 9. Suhu dan cahaya matahari Wilayah hutan hujan tropis menerima lebih banyak sinar matahari tahunan yang tersedia bagi fotosintesis dibanding dengan wilayah iklim sedang. yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas tumbuhan. Produktivitas ekosistem adalah suatu indeks yang mengintegrasikan pengaruh kumulatif dari banyak proses dan interaksi yang berlangsung simultan di dalam ekosistem. tapir. Walaupun memberi dampak positif bagi produktivitas vegetasimenurut Resosoedarmo et al. yang terbatas oleh keadaan suhu adalah lebih panjang di daerah hutan hujan tropis (kecuali di tempattempat yang sangat tinggi) Suhu yang tinggi dan konstan hampir sepanjang tahun dapat bermakna musim tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan akan berlangsung lama.5-12 bulan basah.Dedaunan di kanopi membuat lapisan dasar dari hutan hujan umumnya gelap dan lembab. Jika produktivitas pada suatu ekosistem hanya berubah sedikit dalam jangka waktu yang lama maka hal ini menandakan kondisi lingkungan yang stabil. Lantai hutan adalah dimana terjadinya pembusukan (decomposation). Hal ini disebabkan oleh 3 faktor: (1) Kemiringan poros bumi menyebabkan wilayah tropika menerima lebih banyak sinar matahari dibanding pada atmosfer luarnya dibanding dengan wilayah iklim sedang. Beberapa dari ini termasuk gajah. (2) Lewatnya sinar matahari pada atmosfer yang lebih tipis (karena sudut yang lebih tegak lurus di daerah tropika). permukaan tanah dari hutan hujan adalah bagian yang penting dari ekosistem hutan. Banyak dari hewan-hewan terbesar hutan hujan ditemukan di lantai hutan.tanah yang tidak tertutupi oleh vegetasi rentan sekali terhadap pencucian yang akan mengurangi kesuburan tanah dengan cepat. mengurangi jumlah sinaran yang diserap oleh atmosfer.. (1986) curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tanah. G. tetapi jika terjadi perubahan yang dramatis. (1987) . dan macan kumbang. Produktivitas khususnya di wilayah tropis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dekomposasi atau pembusukan adalah proses ketika makhluk-makhluk pembusuk seperti jamur dan mikro organism mengurai tumbuhan dan hewan yang mati dan mendaur ulang material-material serta nutrisi-nutrisi yang berguna. Di wilayah hutan hujan tropis. Bagaimanapun. 56% sampai dengan 59 % sinar matahari pada batas atmosfer dapat sampai di permukaan tanah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Hutan Hujan Tropis Produktivitas merupakan parameter ekologi yang sangat penting. antara lain adalah: a. Kondisi ini menjadikan wilayah ini memiliki curah hujan yang merata hampir sepanjang tahun yang akan sangat mendukung produktivitas. Barbour et al. maka menunjukkan telah terjaDI perubahan lingkungan yang nyata atau terjadi perubahan yang penting dalam interaksi di antara organisme-organisme yang menyusun ekosistem.

1987). air laut. Interaksi Antara Suhu dan Curah Hujan Interaksi antara suhu yang tinggi dan curah hujan yang banyak yangberlangsung sepanjang tahun menghasilkan kondisi kelembapan yang sangat ideal bagi vegetasi hutan hujan tropis untuk meningkatkan produktivitas. Namun. Hara yang mudah sekali tercuci terutama adalah Ca dan K. yang mengakibatkan terlepas unsur-unsur hara . Warsito (1999) menjelaskan bahwa kelembapan atmosfer merupakan fungsi dari lamanya hari hujan. Sekitar 10 % dari produktivitas vegetasi darat dunia dikonsumsi oleh herbivora biofag. Pelapukan terjadi ketika hidrogen dalam larutan tanah bereaksi dengan mineral-mineral dalam tanah atau lapisan batuan. f. Oleh karena produktivitas yang tinggi. Persentase ini bervariasi menurut tipe ekosistem darat (Barbour at al. Produktivitas Serasah Produktivitas serasah di hutan hujan tropis adalah juga yang tertinggi di banding dengan wilayah-wilayah lain sebagaimana yang terlihat pada Table 2. Sumber utama air dalam atmosfer adalah hasil dari penguapan dari sungai. pencucian adalah penyebab utama hilangnya hara dari suatu ekosistem. Selain itu. Tanah. Herbivor Herbivora adalah faktor biotik yang mempengaruhi produktivitas vegetasi. Menurut Jordan (1995) tingginya kelembapan pada gilirannya akan meningkatkan laju aktivitas mikroorganisme. Banyak pohon mengembangkan alat pelindung terhadap herbivora melalui produksi bahan kimia tertentu yang jika dikonsumsi oleh herbivora memberi efek yang kurang baik bagi herbivora. dan genangan air tanah lainnya serta transpirasi dari tumbuhan. terdapatnya air yang tergenang. e. maka dapat di antisipasi adanya potensi yang tinggi untuk terjadi serangan insekta. sedikit bukti yang ada sekurang-kurangnya di hutan yang tumbuh secara alami. Hara-hara ini ada yang dapat dengan segera diserap oleh tumbuhan d.mengatakan bahwa sebagai salah satu faktor siklus hara dalam sistem. Oleh karena produktivitas serasah yang tinggi maka akan memberikan keuntungan bagi vegetasi untuk meningkatkan produktivitas karena tersedianya sumber hara yang banyak. Tanah di hutan hujan tropis adalah tanah yang berumur sangat tua. kecuali tanah vulkanik. adanya serangan insekta pada areal berskala luas. Tanah adalah faktor di daerah tropis yang tidak mendukung tingginya produktivitas yang tinggi. c. . dan suhu. proses lain yang sangat dipengaruhi oleh proses ini adalah pelapukan tanah yang berlangsung cepat. dan kemungkinan besar tanah disini berasal dari periode Tertiary. Periode Pleistocene tidak berpengaruh sama sekali pada tanah disini..

BAB IV KESIMPULAN Hutan hujan tropis merupakan hutan yang memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi.html .html http://geocorida. menyokong kehidupan manusia suku pedalaman. dan curah hujan yang tinggi. membantu menstabilkan iklim dunia. http://ahmad-zaenudin. Gadjah Mada: Jogjakarta. atau hutan dengan pohon-pohon yang tinggi.com/2008/03/hutan-hujan-tropis-diindonesia-usaha. 2008. DAFTAR PUSTAKA Ardiananda. Forest Ecology.blogspot. sumber dari obat-obatan dan makanan. Hutan hujan tropis memiliki fungsi menyediakan rumah bagi banyak tumbuhan dan hewan.com/2008/01/hutan-hujan-tropis. iklim yang lembab.blogspot. dan erosi. dan adalah tempat menarik untuk dikunjungi. melindungi dari banjir. kekeringan.

Zaenuddin. Studi Komposisi dan Struktur Vegetasi Areal HPH PT. Bandung . Gadjah Mada. Pengantar Ekolologi. Penerbit Remadja Karya CV. PPS Univ.Patandianan. Jogjakarta. Tesis. Bina Wana Sejahtera. T. A. 1996. Propinsi Sulawesi Utara. 2008.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.