Fasa Bulan

Mungkin Anda sempat bertanya-tanya apa yang menyebabkan terjadinya fasa-fasa bulan. Kita tahu penampakan bulan selalu berubah setiap harinya, apa sebabnya? Kenapa begitu? Untuk mendapatkan pengertian yang jelas dapat dilihat pada diagram Matahari-Bumi-Bulan di bawah :

Penjelasan Diagram Walaupun tampaknya ruwet, sebenarnya penjelasannya sederhana saja. Sinar matahari digambarkan datang dari sebelah kanan. Bumi digambarkan di pusat diagram. Bulan ditampilkan pada 8 tahapan-utama dalam masa rotasinya mengelilingi Bumi. Garis putusputus antara Bumi ke Bulan menunjukkan sudut pandang kita (di Bumi) ke arah Bulan. Untuk menggambarkan bentuk bulan dengan lebih jelas pada setiap tahapan-utamanya, maka disediakan gambar yang lebih nyata disebelah luarnya. Nama fasa bulan ada disamping gambar tersebut. Satu hal yang harus diperhatikan adalah bahwa hanya separuh permukaan bulan yang akan selalu disinari matahari. Tetapi dalam suatu waktu tertentu, kita akan terkesan bisa melihat kedua sisi bulan (sisi gelap dan sisi terang). Padahal kita tidak mungkin bisa melihat sisi gelap bulan dengan mata telanjang (gambar di atas hanya untuk mendukung penjelasan). Tapi oleh karena itulah kita bisa mengamati berbagai gambaran fasa bulan. Jadi pada dasarnya gambaran fasa-fasa bulan terjadi akibat perubahan sudut dari garis yang menghubungkan Matahari-Bumi-Bulan sewaktu Bulan mengorbit (mengelilingi) Bumi. Penjelasan Sederhana Fasa-Fasa Bulan Rasanya akan lebih mudah untuk mengertikan siklus bulan dengan mengenal fase Bulan Mati/Baru dan Bulan Purnama, Kuartal I dan Kuartal III dan fasa-fasa di antaranya. Bulan Mati/Baru terjadi pada saat Bulan kurang-lebih berada dalam satu garis lurus di antara Matahari dan Bumi (Kenapa lebih-kurang akan diterangkan di bawah). Seluruh permukaan bulan yang disinari matahari berada di bagian “belakang” bulan, di bagian yang tidak bisa kita lihat dari Bumi.

Terus mengecil untuk mencapai Kuartal III (Bulan Setengah) untuk selanjutnya menjadi Waning Crescent (Sabit Tua) demikian seterusnya menjadi Bulan Mati atau Bulan Baru (ijtima) kembali. Setelah Kuartal I (Bulan Setengah). diistilahkan sebagai Waxing Crescent (Sabit Muda). Sedangkan Gibbous menunjukkan fasa dimana bulan disinari lebih dari separuh permukaannya. Mengapa Synodic Period berbeda dengan Orbital Period? penjelasan sederhananya adalah bahwa kita mengamati Bulan dari Bumi yang juga bergerak mengelilingi matahari. Gibbous. Bumi. sehingga disebut sebagai Waxing Gibbous. sehingga disebut Waning Gibbous. Kuartal I dan Kuartal III dari fasa bulan (keduanya sering disebut Bulan Setengah (Half Moon) terjadi bila posisi Bulan. Untuk memudahkan mengingat dan mengerti keempat fasa lainnya itu kita istilahkan. porsi penyinarannya tetap masih bertambah sehingga lebih dari setengahnya. sedemikian rupa sehingga seluruh pemukaan bulan yang disinari matahari berhadapan dengan kita. karena semuanya merupakan gambaran dari proses transisi dari satu fasa ke fasa berikutnya. Sisi gelapnya tersembunyi di “belakang”. Pada setiap siklus Bulan mengelilingi Bumi. Disebut juga sebagai Synodic Period. sinarnya mulai membesar. Bumi dan Matahari membentuk sudut 90 derajat sehingga kita melihat persis separuh bagian bulan yang disinari matahari dan separuh bagian lagi gelap. Pada diagram di atas.3217 hari (sekitar 2 hari lebih cepat) disebut sebagai Orbital Period. Bulan dan Matahari kembali kurang-lebih berada dalam satu garis lurus. mengapa Bumi tidak memblok sinar matahari? Sebabnya adalah karena orbit bulan membentuk sudut sekitar 5 derajat terhadap orbit bumi-matahari (seperti terlihat pada diagram di bawah) .Pada Bulan Purnama. tapi masih kurang dari setengahnya. Bumi sendiri sudah bergerak dan bergeser sekitar 1 bulan dari posisi semulanya sewaktu mengorbit Matahari (dalam waktu setahun). Waxing pada prinsipnya menunjukkan pembesaran atau perluasan penyinaran. selanjutnya penyinaran akan mulai mengecil.5305882 hari) Waktu ini sebenarnya adalah waktu relatif untuk kita yang berada di bumi. Anda mungkin bertanya mengapa pada saat Bulan Mati/Baru. Dengan mengenal ke empat fasa di atas maka keempat fasa lainnya akan lebih mudah dimengerti. tetapi pada posisi yang berlawanan. Orbit Bulan Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 29 hari 12 jam 44 menit 2. Setelah mencapai Purnama. Bulan tidak menghalangi sinar Matahari dan pada saat Bulan Purnama. Jika dilihat dari luar angkasa waktu yang dibutuhkan Bulan untuk mengelilingi Bumi sebenarnya hanya 27. sebagai berikut : Setelah fasa Bulan Baru (ijtima). Waxing (membesar) dan Waning (mengecil). Arah orbit Bumi pada Matahari inilah yang menyebabkan lebih panjangnya perhitungan waktu pengamatan dari Bumi. Sedangkan Waning adalah pengecilan atau penciutan penyinaran Sehingga kita bisa mengkombinasikan istilah istilah di atas untuk menunjukan fasa-fasa bulan. Sabit (Crescent). Sabit (crescent) menunjukkan fasa dimana bulan terkesan disinari kurang dari separuh permukaannya.8 detik (29.

Matahari dan Bulan bisa benar-benar dalam satu garis (bukan kurang-lebih lagi). Bumi. Gerhana Total relatif jarang terjadi. Pada saat bayang-bayang Bumi menutupi Bulan disebut sebagai Gerhana Bulan (Lunar Eclipse) dan hanya bisa terjadi pada Bulan Purnama. hal ini hanya bisa terjadi pada saat Bulan Baru/Mati.com) .Tetapi dari waktu ke waktu dalam setahun. kebanyakan adalah Gerhana Sebagian. (sbr: www.mancingonline. Setiap tahun terjadi 4 – 7 kali gerhana. Bila bulan menghalangi Matahari sebagian atau seluruhnya disebut Gerhana Matahari (Solar Eclipse).

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.