P. 1
SKI Kemunduran Abbasiyah

SKI Kemunduran Abbasiyah

|Views: 62|Likes:
Published by Wafiratul Husna

More info:

Published by: Wafiratul Husna on Mar 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

P en dah u luan

P embaha san dan Ana lis is
Abbasiyah Masa Pendudukan Turki Kekuasaan dan Kontribusi Banu Buwaihi Kekuasaan dan Kontribusi Bani Saljuk Kekuasaan dan Kontribusi Muluk At Atwaif Pada zaman Khalifah Al Walid (805-715M), salah seorang khalifah dari Bani Umaiyyah yang berpusat di Damaskus, telah sukses memperkenalkan Islam di Spanyol, bahkan pengaruhnya telah menguasai Afrika Utara. Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di masa khalifah Abdul Malik (658705 M) yang mengangkat Hasan Ibnu Nu’man Al Gasani menjadi gubernur di daerah itu. Sejarah penjang perjalanan Islam di Spanyol. Daulah Bani Umayyah Andalusia berakhir setelah tiga setengah abad berkuasa di Andalusia yaitu pada tahun 1031 M. Sewaktu wibawa daulat Umayyah mulai lumpuh, maka gubenur-gubenur setempat telah membebaskan dirinya dan membentuk kerajaan-kerajaan setempat di wilayah masing-masing. Inilah yang dipanggilkan dengan Muluk-al-Thawaif didalam sejarah Islam di Andalusia, yakni raja-raja setempat. Para Muluk-at-Thawaif ini masih sempat berkuasa 461 tahun lamanya di Andalusia, yakni sampai tahun 1492 M. Periode ini dimulai saat Spanyol terpecah kepada lebih dari tiga puluh negara kecil, yang dipimpin oleh penguasa-penguasa yang berasal dari berbagai suku bangsa dan yang dikenal denganistilah muluk atthawaif, yang berlangsung dari tahun 1013 – 1086 M. Perpecahan tersebut sekaligus mencerminkan heterogenitas anggota militer pada masa BaniUmayyah yang kemudian melepaskan diri dari pemerintahan pusat, selain itu hal ini juga dapatdipahami sebagai ketidak harmonisan umat Islam di Spanyol, karena terlalu mengedepankan perbedaan etnik dan golongan masing-masing, disamping ambisi yang terlalu kuat dari masing-masinggolongan untuk berkuasa di Spanyol, ditambah lagi dengan dihapuskannya jabatan Khalifah oleh Dewan menteri, yang semakin membuka peluang untuk perebutan kekuasaan, hingga berujung kepada terpecahnya Spanyol menjadi negara-negara kecil.Pemerintah pada periode ini diwarnai dengan berbagai peperangan antara golongan, kerajaan yang kuat menyerang yang lemah sehingga untuk mempertahankan kekuasaannya, ada sebagian golongan yang meminta bantuan kepada non muslin. Perpecahan politik di kalangan umat Islam ini,menimbulkan hasrat orang-orang Nasrani untuk merebut kembali daerah Spanyol, hal ini diwujudkan dengan berbagai serangan oleh pihak Nasrani terhadap Islam. Pihak Nasrani yang diwakili olehAlfonso V berhasil merebut kota Toledo pada tahun 1085,dan serangan-serangan lain mulai dilancarkan kepada daerah-daerah kekuasaan Islam lainnya. Al-Mu’tamad bin Ubaad salah seorang dari raja Bani Ubaad meminta bantuan kepada Dinasti Murabithun di Afrika Utara, yang pada saat itu dipimpin oleh Yusuf bin Tasyfin. Yusuf datang bersama pasukannya pada tahun 1086 dan bergabung dengan pasukan al-Mu’tamad di daerah Zallaka yang kemudian berhasil mengalahkan pasukanAlfonso VI, walaupun kota Toledo tidak dapat direbutnya kembali.

Dan sejak saat itu kekuasaan Islam di Spanyol diambil alih oleh Dinasti Murabithun.Walaupun pada masa ini merupakan masa perpecahan tapi peradaban dan seni dianggap memasuki masa kejayaannya, kerajaan-kerajaan yang tersebar di seluruh Spanyol tersebut tetap memberikan dorongan kepada para ilmuwan dan sastrawan untuk mengembangkan ilmunya, bahkanmereka mendapatkan perlindungan dari kalangan penguasa. Bahkan para pemimpin setiap golongan berlomba-lomba untuk menyaingi kemajuan Cordoba sebagai pusat ilmu, sehingga pada masa tersebut bermunculan pusat-pusat peradaban baru yang lebih maju dari Cordoba. Setelah mencapai kemajuan dan kesuksesan dalam berbagai bidang dan selama beberapa abad menjadi kiblat ilmu pengetahuan, akhirnya mencapai kemunduaran yang disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah munculnya Muluk At Tawaif ( kerajaan-kerajaan kecil ) yang masing-masing saling berebut kekuasaan. Dengan runtuhnya kekuaan Islam di Bagdad dan di Cordova maka mulailah kemunduran pendidikan dan kebudayaan Islam. Dan kehancuran total yang dihadapi kota-kota pendidikan dan kebudayaan Islam yang mengakibatkan runtuhnya sendi-sendi pendidikan Islam dan melemahnya pemikiran yang disebabkan antara lain : a) Telah berlebihnya filsafat Islam ( yang bersifat Sufistik ) Kehidupan sufi berkembang dengan cepat. Keadaan umat yang frustasimenyebabkan kembali pada Tuhan dalam arti bersatu dengan tuhan,sebagaimana duiajarkan oleh para sufi. Di setiap Madrasah diajarkan tentangajaran-ajaran sufisme, sehingga di dalam Madrasah hanya ada ilmuilmuagama sedangkan ilmu-ilmu lainnya tidak termasuk dalam pengajaran b) Sedikitnya kurikulum Islam Pada Madrasah-madrasah, pengajaran umumnya terbatas pada ilmuilmukeagamaan, seperti ilmu-ilmu yang murni yaitu : Tafsir, Hadis, Fikih danUshul Fikih, Ilmu Kalam, dan Teologi Islam sudah mulai tertinggal karena penyempitan kurikulum pada masa itu. Pada beberapa Madrasah tertentu, Ilmu Klam dicurigai, yang lebih di fokuskan kepada ilmu yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan juga materi yang ada banyak sedangkanwaktu yang diberikan untuk mempelajarinya hanya sedikit sehingga parapelajar tidak terlalu memahami suatu ilmu. c) Tertutupnya pintu ijtihad. Dengan dikuranginya kebebsan berpendapat dan memikirkan sesuatu dengan akal, maka banyak para ahli tersebut hanya mengutip ijtihad para ahli sebelumnya tanpa menemukan pemecahan terbaru tentang hal-halpermasalahan yang sedang berkembang dari hasil pemikiran mereka. Sehingga timbul pernyataan yang mengatakan bahwa pintu ijtihad telah tertutup.Melihat hal-hal tersebut, maka jelaslah Islam mengalami masa kemunduran terutama dalam bidang pendidikan.

K es imp u lan

Dafta r Pu staka
As-Siba’I, Musthafa Drs. 1987. Kebangkitan Kebudayaan Islam. Jakarta: Media Da’Wah. Matdawam, M. Noor Drs. 1984. Lintasan Sejarah Kebudayaan Islam. Yogyakarta: Yayasan Bina Karier. Maman A. dkk. 2005. Pengantar Sejarah Kebudayaan Islam. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Shiddiqi, Nourouzzaman. 1996. Jeram-Jeram Peradaban Muslim. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yatim, Badri Drs. 1993. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

TUGAS RESUME KEMUNDURAN MASA DAULAH ABBASIYAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Kebudayaan Islam

Dosen Pengampu: Drs. Sutarman, M. A. Disusun oleh: 1. M. Syafii L. 2. Jazarotun Nisak 3. Nailal Muna 4. Zaud Al Zakky 5. Wafiratul Husna 6. Nur Mukaromah (086300 )

(09630002) (09630003) (09630004) (09630006) (09630009)

PRODI KIMIA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2011

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->