P. 1
Hukum Dan Masyarakat

Hukum Dan Masyarakat

|Views: 118|Likes:
Published by normanjuntua

More info:

Published by: normanjuntua on Mar 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

HUKUM DAN MASYARAKAT

Pertama-pertama yang harus dikemukakan adalah pengertian dari kajian tentang hukum. Hukum adalah sebagai seluruh norma sosial yang telah diformalkan oleh institusi-institusi kekuasaan negara. Seiring dengan pertumbuhan konsep negara-negara bangsa telah berkonsekuensi pada kebutuhan akan suatu perangkat hukum baru, ialah hukum nasional. Menurut Satjipto Raharjo, hukum dan masyarakat tidak bisa dipisahkan, bagi hukum, masyarakat merupakan sumber daya yang memberi hidup (to nature) dan menggerakkan hukum tersebut. Masyarakat menghidupi hukum dengan nilai-nilai, gagasan, konsep, disamping itu masyarakat juga menghidupi hukum dengan cara menyumbangkan masyarakat untuk menjalankan hukum. Kita mengetahui dari perspektif sosiologis hukum, hukum itu hanya bisa dijalankan melalui campur tangan manusia, sebagai golongan yang menyelenggarakan hukum, maupun mereka yang wajib menjalankan ketentuan hukum. Dengan demikian masuklah aspek perilaku manusia ke dalam hukum. Satjipto Rahardjo berulang kali mengingatkan bahwa filosof hukum yang sebenarnya adalah hukum untuk manusia, bukan manusia untuk hukum. Hukum bertugas melayani masyarakat bukan sebalikya. Kualitas suatu hukum ditentukan dengan kemampuannya untuk mengabdi pada kesejahteraan manusia. Kalimat ini seolah menyiratkan kepada kita untuk kembali pada aliran utilitarianisme dari Jeremy Bentham yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah untuk mencapai the greatest happiness for the greatest number of people. Dalam karyanya yang lain Satjipto Raharjo berpendapat bahwa hukum bekerja dengan cara memancangi perbuatan seseorang atau hubungan antara orang-orang dalam masyrakat.

Masyarakat memberi hidup hukum sedangkan hukum mengarahkan masyarakat menuju tujunannya. melainkan kait-berkait dengan proses-proses lain yang berlangsung dalam masyarakat. Lebih lanjut Satjipto Raharjo mengemukakan bahwa apabila proses pengontrolan sosial tersebut dihubungkan dengan bagan hubungan sibernetik dari parsons. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hukum dan dinamika sosial adalah dua hal yang saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. yaitu : a. Menjamin keberlangsungan kehidupan masyarakat. Kait-berkait dalam arti.Untuk keperluan pemancangan tersebut. yaitu suatu proses mempengaruhi orang-orang untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan masyarakat. Penyelesaian sengketa-sengketa c. maka hukum menjabarkan pekerjaannya dalam berbagai fungsi. Lebih jauh aliran ini berpandangan bahwa kaitannya dengan hukum yang positif. maka tampak bahwa pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh hukum itu tidak sama sekali otonom. Sebagaimana pandangan sosiological jurisprudence hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup didalam masyarakat. Pembuatan norma-norma. baik hukum itu mengontrol maupun dikontrol oleh berbagai proses dalam masyarakat ituserta bekerjanya hukum itu dikondisikan pula oleh proses-proses yang memuat energi lebih yang besar.dia hanya akan bisa efektif apabila senyatanya selaras dengan hukum yang hidup di masyarakat dan pusat perkembangan dari hukum bukanlah terletak pada badan-badan . baik yang memberikan peruntukan maupun yang menentukan hubungan antara orang dengan orang b. yaitu dalam hal terjadi perubahanperubahan sosial Dari tiga pekerjaan hukum sebagaimana disinggung di atas dapat digolongkan sebagai sarana untuk melakukan kontrol sosial.

Sehingga mempelajari hukum pertama-tama hendaknya mempelajari masyarakatnya. tetapi senyatanya adalah justeru terletak di dalam masyrakat itu sendiri. Dengan berangkat dari pendapat Satjipto Raharjo Bahwa hukum adalah untuk manusia dan bukan hukum untuk hukum merupakan sebuah paradigma baru melihat dan menyikapi hukum yang keberadaannya tidak bisa mengabaikan masyarakat begitu saja. Hukum tidak lagi sebagai sebuah musium yang terpajang dilembaga-lembaga hukum melainkan merupakan wujud dari dinamika kehidupan sosial. .keputusan-keputusan badan yudikatif atau ilmu hukum.legislatif. hukum dilaksanakan dibuat dan diterapkan atas mandat masyarakat. Tidak ada hukum tampa ada masyarakat. Hal yang senada di ungkapkan oleh Awaludin Marwan yang berpendapat bahwa hukum tidak bisa lepas dari masyarakat secara sosial .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->