BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Pertambahan penduduk yang sangat cepat menyebabkan meningkatnya segala kebutuhan baik perorangan maupun kebutuhan sosial. Setiap individu selalu ingin memenuhi kebutuhannya demikian juga dengan pemerintah dituntut untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh semua penduduk. Pemenuhan kebutuhan inilah yang memunculkan masalah lingkungan. Dengan kata lain masalah lingkungan muncul karena keinginan untuk memenuhi kebutuhan baik secara perorangan maupun sosial. Masalah lingkungan yang dihadapi sekarang diakibatkan oleh tindakan manusia sendiri yang tidak pernah puas akan kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan yang tidak pernah puas inilah yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Di dalam pemenuhan kebutuhannya sudah tidak pernah mempedulikan lagi orang lain dan lingkungan asal kebutuhannya terpenuhi, itulah nafsu manusia serakah. Kondisi sosial dari tiap - tiap keluarga berbeda satu sama lain. Hal ini ditentukan oleh keadaan di dalam keluarga tersebut (misalnya jumlah anggota keluarga, komunikasi yang terjalin didalam keluarga, perhatian dari orang tua terhadap anak) dan hubungan keluarga dengan masyarakat sekitar. Keadaan sosial berarti keadaan yang berkenaan dengan masyarakat, baik masyarakat dalam lingkup yang kecil (keluarga) maupun masyarakat dalam lingkup yang lebih luas. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh H. Abu Ahmad (1982:46) yang mengatakan bahwa kondisi sosial seseorang ditentukan oleh keadaannya. Perbedaan kondisi social ekonomi sangat mempengaruhi terhadap gaya dan tata kehidupan dilingkungan masyarakatnya. Oleh karena itu, kami menulis makalah yang berjudul Faktor – factor yang mempengaruhi kesadaran lingkungan hidup masyarakat di Kecamatan Talang Kabupaten Tegal.

Manfaat Teoritis Dapat mengetahui kondisi sosial ekonomi Masyarakat kondisi social ekonomi masyarakat Kabupaten Tegal 2. Bagaimanakah pengaruhnya kondisi sosial ekonomi orang tua siswa yang berbeda terhadap kesadaran lingkungan hidup? 3. maka dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: 1. TUJUAN Tujuan mengadakan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh latar belakang sosial ekonomi masyarakat masyarakat. 2.B. . Manfaat Praktis Dapat dipakai sebagai data dasar untuk menentukan pengembangan pengetahuan lingkungan hidup. Kabupaten Tegal terhadap kesadaran lingkungan hidup D. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian di atas. Bagaimana keadaan kondisi social ekonomi masyarakat kabupaten Tegal? 2. MANFAAT Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Ingin mengetahui bagaimanakah kondisi sosial ekonomi Masyarakat Kabupaten Tegal. Seberapa besar pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar Geografi? C.

akan tetapi sesuai dengan kenyataan setiap manusia yang menjadi warga suatu masyarakat. Berdasarkan kodratNya manusia dilahirkan memiliki kedudukan yang sama dan sederajatnya. tingkat pendidikan. Kondisi Sosial Ekonomi Keadaan sosial ekonomi setiap orang itu berbeda-beda dan bertingkat. Sosial ekonomi menurut Abdulsyani (1994) adalah kedudukan atau posisi sesorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi. Ada beberapa faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya keadaan sosial ekonomi orang tua di masyarakat. dapat disimpulkan pengertian keadaan sosial ekonomi dalam penelitian ini adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan tingkat pendidikan. ada yang keadaan sosial ekonominya tinggi. tingkat pendapatan pemilikan kekayaan atau fasilitas serta jenis tempat tinggal. Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya (menurut Ralph Linton). dan hak-hak serta kewajibannya dalam hubunganya dengan sumber daya. sedang.BAB II LANDASAN TEORI 1. Berdasarkan beberapa pendapat diatas. Faktor-faktor yang menentukan keadaan sosial ekonomi. Dalam . dan partisipasi dalam aktivitas kelompok dari komunitasnya. sedangkan menurut Soerjono Soekanto (2001) sosial ekonomi adalah posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan orang lain dalam arti lingkungan peraulan. prestasinya. dan rendah. tingkat pendapatan. jenis rumah tinggal. Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah. dan jabatan dalam organisasi. senantiasa mempunyai status atau kedudukan dan peranan. pendapatan. jenis pekerjaan. pemilikan kekayaan. diantaranya tingkat pendidikan. kondisi lingkungan tempat tingal. 1.

sikap. kelompok. dan kepemilikan kekayaan. (4) keterampilan. Working dalam dan (5) on partisipasi Environment mengenai (Gyallay.hal ini uraiannya dibatasi hanya 4 faktor yang menentukan yaitu tingkat pendidikan. motivasi. (2) sikap. dan jenis tempat tinggal. dan keterampilan untuk bekerja. Hakikat Pendidikan Lingkungan Hidup Pendidikan lingkungan hidup menurut konvensi UNESCO di Tbilisi (1997:5) merupakan suatu proses yang bertujuan untuk menciptakan suatu masyarakat dunia yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masalah-masalah yang terkait di dalamnya serta memiliki pengetahuan. Tujuan yang ingin dicapai tersebut meliputi aspek : (1) pengetahuan. baik secara perorangan maupun kolektifdalam mencari alternative atau memberi solusi terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada sekarang dan untuk menghindari timbulnya masalah-masalah lingkungan hidup baru (Gyallay.2001:409). Adapun tujuan umum pndidikan lingkunagn hidup menurut konferensi Tbilisi (1997:23) adalah : (1) untuk membantu menjelaskan masalah kepedulian serta perhatian tentang saling keterkaitan antara ekonomi. pendapatan. dan ekologi di kota maupun di wilayah pedesaan. kebudayaan. Meeting rekomendasinya pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup. social. dan masyarakat sebagai suatu keseluruhan terhadap lingkungan (Gyallay. komitmen. komitmen. menyatakan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan hendaknya merupakan suatu proses mengorganisasi nilai dan memperjelas konsep-konsep untuk membina keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk memahami dan menghargai antar hubungan manusia. Pendidikan lingkungan hidup harus juga diikuti dengan praktik pengambilan keputusan . dan (3) untuk menciptakan pola perilaku yang baru pada individu. politik. (2) untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengembangkan pengetahuan. 2. dan lingkungan fisiknya. (3) kepedulian. nilai. 2003:408). dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan. Education Inschool Internasional Curriculum.2001:409).

1977:25).(Bahan ajar PLH. kerusakan lingkungan serta sumber daya dan konservasinya.dan merumuskan sendiri cirri-ciri perilaku yang didasarkan pada isu-isu tentang kualitas lingkungan (Schmieder. Pendidikan lingkungan hidup merupakan upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang betujuan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai .2009:2) .nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang ada akhirnya dapat menggerakan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Pendidikan lingkungan hidup mempelajari permasalahan lingkungan khususnya masalah dan pengelolaan pencemaran.

BAB III PEMBAHASAN .

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN .

Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas VIII SMP N 1 Randudongkal Kabupaten Pemalang Tahun 2006/2007.41) Maftuhah. http://organisasi. 10.2009.2007.Semarang: Pendidikan dan Profesi Universitas Negeri Lembaga Pengembangan Semarang.Semarang: Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Pendidikan Lingkungan Hidup. .DAFTAR PUSTAKA Tim penyusun Bahan ajar.org/arti-definisi-pengertian-status-sosial-kelas-sosial-stratifikasidiferensiasi-dalam-masyarakat(diakses 27 Maret 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful