MAKALAH ILMU BEDAH

Tentang

EKSUDAT,TRANSUDAT DAN JENIS-JENIS LUKA

T

IN

GG

I ILM

U

K

E

H

S

EH

S EKO L

A

SY E

NT I K A D Z A SA I

AT A N

DISUSUN OLEH NIM PRODI DOSEN PEMBIMBING

: SEPTI ASRINI : 1002016 : S1 KEPERAWATAN : Ns.PUTRI DAFRIANI S.Kep. M.Sc

YAYASAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA STIKES SYEDZA SAINTIKA PADANG 2012

pencernaan. Merah Asam > 1. dengan berat jenis diatas 1.EKSUDAT – TRANSUDAT Eksudat : Cairan radang ekstra sel yang mengandung protein konsentrasi tinggi.020. lebih encer. mengandung Jernih. Persamaan eksudat dan transudat Sama – sama merupakan cairan dari ultrafiltrat plasma darah dan terjadi akibat ketidak seimbangan tekanan hidrostatik didalam pembuluh darah Perbedaan eksudat dan transudat Kriteria Sifat fisik Eksudat Transudat Keruh. Berdasarkan tingkat kontaminasi a. 1. Transudat : Cairan dengan kadar protein rendah dengan berat jenis dibawah 1. banyak sel debris. Clean Wounds (Luka bersih). kental. Jenis-Jenis Luka Luka sering digambarkan berdasarkan bagaimana cara mendapatkan luka itu dan menunjukkan derajat luka (Taylor.020. tanpa fragmen jaringan fragmen jaringan Tidak berbau Bening Basa < 1. . 1997).020 <3% Tidak ada Sedikit Rendah Rendah + Bau Warna Reaksi Kimia Berat Jenis Kandungan Protein Penggumpalan Komponen sel darah Kandungan enzym Bakteri Peradangan Berbau Cream – Kuning.020 >3% Ada Banyak leukosit . yaitu luka bedah takterinfeksi yang mana tidak terjadiproses peradangan (inflamasi) dan infeksi pada sistem pernafasan.Erithrosit Tinggi Tinggi +++ A.

Stadium I : Luka Superfisial (“Non-Blanching Erithema) : yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit. Luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan. Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya. c. Berdasarkan kedalaman dan luasnya luka a.11%. blister atau lubang yang dangkal. yaitu terdapatnya mikroorganisme pada luka. Kemungkinan infeksi luka 10% . merupakan luka pembedahan dimana saluran respirasi. Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi). Merupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti abrasi.5%. Luka bersih biasanya menghasilkan luka yang tertutup. pencernaan. c.17%. Lukanya sampai pada lapisan epidermis. Kemungkinan terjadinya infeksi luka sekitar 1% . kontaminasi tidak selalu terjadi. genital atau perkemihan dalam kondisi terkontrol. termasuk luka terbuka. Luka akut : yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati. Stadium IV : Luka “Full Thickness” yang telah mencapai lapisan otot. inflamasi nonpurulen. b. fresh. jika diperlukan dimasukkan drainase tertutup (misal. Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi). b. 3. d.genital dan urinari tidak terjadi. dapat karena faktor eksogen dan endogen. Stadium II : Luka “Partial Thickness” : yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. Berdasarkan waktu penyembuhan luka a. Stadium III : Luka “Full Thickness” : yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya. lukaakibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna. b. Contamined Wounds (Luka terkontaminasi). . tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas. d. Jackson – Pratt). kemungkinan timbulnya infeksiluka adalah 3% . pada kategori ini juga termasuk insisi akut. dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot. 2.

4. Luka memar (Contusion Wound). terjadi akibat adanya benda. 6. Luka tusuk (Punctured Wound). Luka bersih (aseptik) biasanya tertutup oleh sutura seterah seluruh pembuluh darah yang luka diikat (Ligasi) 2. Luka gores (Lacerated Wound). 5. perdarahan dan bengkak.C. Luka tembus (Penetrating Wound). Luka Bakar (Combustio) . terjadi akibat benda yang tajam seperti oleh kaca atau oleh kawat. 7. Luka insisi (Incised wounds). seperti peluru atau pisau yang masuk kedalam kulit dengan diameter yang kecil. yaitu luka yang menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung biasanya lukanya akan melebar. 3. Mekanisme terjadinya luka : 1. Luka lecet (Abraded Wound). terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringan lunak. terjadi karena teriris oleh instrumen yang tajam. Misal yang terjadi akibat pembedahan. terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful