Ismi Fatmawati (G0111048) Khusnun Puspane S (G0111049) Kristina Dara N (G0111050

)

Belajar Sosial
Menurut Millers dan Dollard Teori Belajar Sosial Menurut Para Ahli Pengertian Fasilitasi Sosial Penyebab Fasilitasi Sosial TEORI FASILITASI SOSIAL Kelebihan & Kelemahan Fasilitas Sosial Faktor-faktor Fasilitasi Sosial Pengaruh Fasilitasi Sosial TEORI PERAN

TEORI BELAJAR SOSIAL

Menurut Bandura dan Walter

Belajar Sosial
Belajar sosial adalah belajar yang bertujuan memperoleh ketrampilan dan pemahaman terhadap masalah-masalah sosial, penyesuaian terhadap nilai-nilai sosial dan sebagainya. Termasuk belajar jenis ini misalnya belajar memahami masalah keluarga, masalah penyelesaian konflik antar etnis atau antar kelompok, dan masalahmasalah lain yang bersifat sosial (Alex Sobur, 2003).

Menurut Bandura, sebagaimana dikutip oleh (Kard,S,1997:14) bahwa “sebagian besar manusia belajar melalui pengamatan secara selektif dan mengingat tingkah laku orang lain”. Inti dari pembelajaran sosial adalah pemodelan (modelling), dan pemodelan ini merupakan salah satu langkah paling penting dalam pembelajaran terpadu.

Teori Belajar Sosial dan Tiruan Dari Millers dan Dollard
Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu merupakan hasil belajar. Oleh karena itu untuk memahami tingkah laku sosial dan proses belajar sosial, kita harus mengetahui prinsip-prinsip psikologi belajar.

Tingkah laku balas (respons) Mereka berpendapat bahwa manusia mempunyai hirarki bawaan tingkah laku. 3. Ganjaran Rangsang yang menetapkan apakah tingkah laku balas diulang atau tidak dalam kesempatan yang lain . Dorongan Rangsangan yang sangat kuat terhadap organisme (manusia) untuk bertingkah laku. Isyarat Rangsangan yang menentukan bila dan dimana suatu respons akan timbul dan terjadi. 2. 4.Prinsip Belajar 1.

maka akan terjadi persaingan antara model dan peniru. Dalam hal ganjaran terbatas (hanya untuk peniru atau yang ditiru). tetapi tingkah laku-balas berbeda Si peniru mendapat ganjaran (berupa ganjaran sekunder) dengan melihat tingkah laku orang lain. barulah ditiru. .Tiga Mekanisme Tiruan Tingkah Laku Sama (Same Behavior) Tingkah LakuTergantung (Matched Dependent Behavior) Tingkah Laku Salinan (Copying) Tujuannya (goal) sama. Si peniru membiarkan orang yang ditiru untuk melakukan tingkahlaku-balas terlebih dahulu. Kalau berhasil.

tetapi bukan syarat yang penting dalam proses belajar social.Teori Belajar Sosial dari Bandura dan Walter Teori belajar sosial yang dikemukakan Bandura dan Walter ini disebut teori proses pengganti. Teori ini menyatakan bahwa tingkah laku tiruan merupakan suatu bentuk asosiasi dari rangsang dengan rangsang lainnya. . Penguat (reinforcement) memang memperkuat tingkah laku-balas.

maka si peniru akan tertarik untuk menggunakan produk itu berharap supaya sama dengan si model . sebuah iklan shampo dengan ikon model terkenal . Misal. Efek modeling (modelling effect) di mana peniru melakukan tingkah laku-tingkah laku baru (melalui asosiasi-asosiasi) sehingga sesuai dengan tingkah laku model.

. seorang penggemar yang suka merokok mengetahui idolanya tidak suka merokok maka akan berhenti merokok. maka sesuatu yang menghambat dia untuk mengoleksi komik akan di hapuskan. Misal. sedangkan tingkah laku yang sesuai dengan tingkah laku model dihapuskan hambatan-hambatannya sehingga timbul tingkah laku-tingkah laku yang dapat menjadi nyata. dan misal penggemar dan idolanya samasama suka mengoleksi komik. Efek menghambat (inhibition) dan menghapus hambatan (disinhibition) yaitu tingkah laku-tingkah laku yang tidak sesuai dengan tingkah laku model dihambat timbulnya.

seseorang akan lebih mudah meniru saat ada model yang nyata daripada hanya berimajinasi . Efek kemudahan (facilitation effect): di mana tingkah laku-tingkah laku yang sudah pernah dipelajari peniru lebih mudah muncul kembali dengan mengamati tingkah laku model. Misal.

contoh tingkah laku (modeling). Dalam hal ini orang tua dan guru memainkan peranan penting sebagai seorang model atau tokoh bagi anak – anak untuk menirukan tingkah laku membaca. Menurut Bandura. yaitu Neil Miller dan John Dollard dalam laporan hasil eksperimennya mengatakan bahwa peniruan (imitation) merupakan hasil proses pembelajaran yang ditiru dari orang lain. Proses belajar tersebut dinamakan “social learning“ – “pembelajaran social“. Perilaku peniruan manusia terjadi karena manusia merasa telah memperoleh tambahan ketika kita meniru orang lain. sebagian besar tingkah laku manusia dipelajari melalui peniruan maupun penyajian. dan memperoleh hukuman ketika kita tidak menirunya. dua orang ahli psikologi. .Pada tahun 1941.

Mengingat ‘retention’ 3. Perhatian ‘attention’ 2. Reproduksi Gerak ‘Reproduction’ Motivasi .Unsur Utama dalam Peniruan (Proses Modeling/Permodelan) 1.

Peniruan Sesaat/Seketika 5.1. Peniruan Gabungan 4. Peniruan Tak Langsung 3. Peniruan Berkelanjutan . Peniruan Langsung 2.

Ciri – ciri teori Pemodelan Bandura .

Ciri – ciri teori Pemodelan Bandura .

dan menjerit kearah besar Bobo patung besar Bobo.Kelompok A Memperhatikan sekumpulan orang Kelompok B Memperhatikan sekumpulan orang dewasa memukul. Perlakuan menendang. Kelompok B tidak menunjukkan tingkah laku yang agresif . Meniru apa yang dilakukan orng Hasil dewasa malahan lebih agresif yang agresif seperti kelompok A Tidak menunjukkan tingkah laku dewasa bermesra dengan patung Rumusan : Tingkah laku anak – anak dipelajari melalui peniruan / permodelan adalah hasil dari penguatan. Hasil Keseluruhan Eksperimen : Kelompok A menunjukkan tingkah laku yang lebih agresif dari orang dewasa. menumbuk.

 Selain itu juga. teknik pemodelan Albert Bandura adalah mengenai peniruan tingkah laku dan adakalanya cara peniruan tersebut memerlukan pengulangan dalam mendalami sesuatu yang ditiru. termasuk perlakuan yang tidak diterima dalam masyarakat. . sudah pasti terdapat sebagian individu yang menggunakan teknik peniruan ini juga akan meniru tingkah laku yang negative.Kelemahan Teori Albert Bandura  Teori pembelajaran Sosial Bandura sangat sesuai jika diklasifikasikan dalam teori behavioristik. Ini karena. jika manusia belajar atau membentuk tingkah lakunya dengan hanya melalui peniruan (modeling).

faktor social dan kognitif. melainkan juga akibat reaksi yang timbul akibat interaksi antara lingkungan dengan kognitif manusia itu sendiri.  Pendekatan teori belajar social lebih ditekankan pada perlunya conditioning (pembiasan merespon) dan imitation (peniruan). Bandura memandang tingkah laku manusia bukan semata – mata reflex atas stimulus (S-R bond).Kelebihan Teori Albert Bandura  Teori Albert Bandura lebih lengkap dibandingkan teori belajar sebelumnya. Selain itu pendekatan belajar social menekankan pentingnya penelitian empiris dalam mempelajari perkembangan anak – anak. karena itu menekankan bahwa lingkungan dan perilaku seseorang dihubungkan melalui system kognitif orang tersebut. Penelitian ini berfokus pada proses yang menjelaskan perkembangan anak – anak. .

TEORI FASILITASI SOSIAL Fasilitasi sosial adalah fenomena di mana kinerja diubah karena kehadiran orang lain atau orang lain .

Dia mengamati bahwa pengendara sepeda dilakukan lebih baik ketika mereka berpacu dengan pengendara sepeda lain daripada ketika balap hanya terhadap jam. Triplett dikaitkan ini meningkatkan kinerja dengan efek keberadaan orang lain. Dia mengklaim bahwa kehadiran orang lain bersaing dalam kegiatan yang sama menyebabkan peningkatan kinerja . Dalam studi ini.Penelitian (Triplett)  1898 Penelitiannya terhadap pengendara sepeda.

yang didefinisikan sebagai respon paling umum dalam suatu situasi tertentu (Teori Fasilitasi Sosial) .Zajonc (1965) mengusulkan bahwa berada di hadapan orang lain menyebabkan gairah. yang menyebabkan peningkatan respon dominan.

. Evaluation Apprehesion Kekhawatiran akan evalusi atau penilaian dari orang lain. 3.Penyebab Fasilitasi Sosial 1. Perhatian yang terpecah atau distraksi membuat peningkatan tersendiri pada fasilitas social. Drive Theory Of Social Facilitation Teori yang mengemukakan bahwa kehadiran orang lain meningkatkan kecenderungan seseorang untuk menunjukkan suatu respon yang dominan. 2. Distraction (perhatian yang terpecah) Distraksi adalah suatu perhatian yang terpecah ke beberapa pokok perhatian lain.

Kehadiran orang lain dapat memberikan motivasi Kelemahan Teori Fasilitasi Sosial Hanya bisa efektif pada perilaku yang sudah dipelajari sebelumnya .

dkk. (Bigelow.1992) Sexism (kecenderungan mengunggulkan jenis kelamin sendiri) Anggapan bahwa laki-laki lebih daripada wanita (Lee. menyusul orang tua.1994) Musik Musik yang mengandung kata-kata yang lebih agresif lebih mendorong agresivitas daripada musik yang netral. keluarga.1995) .   Teman Dekat Teman dekat adalah yang paling besar pengaruhnya. (Barongan dan Hall.dkk.

1992) Ibu-ibu yang berbelanja ramai-ramai lebih lama berbelanja dan lebih banyak berbelanja daripada yang berbelanja sendirian (Sommer.1989) 4. 2.1993) Kebiasaan minum-minuman keras pada pelajar meningkat jika teman-temannya juga suka minum. dkk. Makan ramai-ramai lebih banyak daripada jika maka sendirian (Redd dan deCastro. (Thornbery.1992) Nongkrong di kafe lebih lama kalau bersama teman-teman daripada sendiri (Sommer dan Sommer. 5. Anak-anak geng menjadi lebih nakal. 3. .dkk.PENGARUH FASILITASI SOSIAL 1.

posisi orang dalam masyarakat sama dengan posisi actor dalam teater. Selain dari psikologi teori peran berawal dari dan masih tetap digunakan dalam sosiologi dan antropologi. yaitu bahwa perilaku yang diharapkan daripadanya tidak berdiri sendiri. maupun disiplin ilmu. Sebagaimana halnya dalam teater. Dari sudut pandang inilah disusun teori-teori peran.TEORI PERAN Teori peran (role theory) adalah teori yang merupakan perpaduan berbagai teori. . Dalam teater seorang actor harus bermain sebagai seorang tokoh tertentu dan dalam posisinya sebagai tokoh itu ia diharapkan untuk berperilaku secara tertentu. Dalam bidang tersebut istilah peran diambil dari dunia teater. Posisi actor dalam teater itu kemudian dianalogikan dengan posisi seseorang dalam masyarakat. melainkan selalu berada dalam kaitan dengan adanya oranglain yang berhubungan dengan orang atau actor tersebut. orientasi.

4 golongan istilah menurut teori Biddle & Thomas a. Orang-orang yang mengambil bagian dalam interaksi sosial b. Kedudukan orang-orang dalam perilaku d. Kaitan antara orang dan perilaku . Perilaku yang muncul dalam interaksi c.

a. . atau self. Istilah “actor” kadang-kadang diganti dengan person.ego. jelaslaah bahwa teori peran sebetulnya dapat diterapkan untuk menganalisis setiap hubungan antar dua orang atau antar banyak orang. yaitu orang yang mempunyai hubungan dengan actor dan perilakunya Actor maupun target bisa berupa individu-individu ataupun kelompok dengan kelompok. Orang-orang yang mengambil bagian dalam interaksi sosial Orang yang mengambil bagian dalam interaksi social dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu:  Actor (pelaku) yaitu orang yang sedang berperilaku menuruti suatu peran tertentu  Target (sasaran) atau orang lain (other). Sedangkan target kadang-kadang diganti dengan istilah alter-ego. atau non-self. alter. Dengan demikian.

Perilaku yang muncul dalam interaksi tersebut ada lima istilah tentang perilaku dalam kaitannya dengan peran: Expectation( harapan) Norm (norma) Harapan yang bersifat meramalkan (anticipatory) Harapan normative (prescribed role expectation) Harapan yang terselubung (covert) Performance ( wujud) Harapan yang terbuka (overt) Evaluation (penilaian) dan sanction( sanksi) .

olahragawan. Kedudukan orang-orang dalam perilaku Secord & Backman dan Biddle & Thomas memberikan definisi yang saling melengkapi tentang kedudukan (posisi). Perilaku yang sama seperti penjahat (karena perilaku jahat). atau ketiga sifat itu sekaligus. dan reaksi orang-orang lain terhadap mereka bersama. Dengan demikian ada tiga faktor yang mendasari penempatan seseorang dalam posisi tertentu. Dari kedua definisi mereka dapat disimpulkan bahwa kedudukan adalah sekumpulan orang yang secara bersama-sama (kolektif) diakui perbedaannya dari kelompok-kelompok yang lain berdasarkan sifat-sifat yang mereka miliki bersama. usia. perilaku yang sama-sama mereka perbuat. suku bangsa.c. Sifat-sifat yang dimiliki bersama seperti jenis kelamin. atau pemimpin Reaksi orang lain terhadap mereka .

d. Kaitan antara orang dan perilaku Biddle & Thomas mengemukakan bahwa kaitan (hubungan) yang dapat dibuktikan ada atau tidaka adanya dan dapat diperkirakan kekuatannya adalah kaitan antara orang dengan perilaku dan perilaku dengan perilaku. Kaitan antara orang dengan orang dalam teori peran ini tidak banyak dibicarakan. .

Kriteria untuk menetapkan kaitan-kaitan tersebut diatas adalah sebagai berikut : 1. Derajat saling ketergantungan 3. Kriteria Kesamaan 2. Gabungan antara derajat kesamaan dan saling ketergantungan (a+b) .

e. Konsensus tentang preskripsi yang overt. Disensus yang terpolarisasi. 4. a. Konflik peran f. Diferensiasi (differentiation) b. Disensus yang tidak terpolarisasi. d. berupa consensus tentang hasil penilaian beberapa orang. Consensus tantang preskripsi yang kovert. Consensus tentang penilaian yang kovert. Consensus tentang penilaian yang overt berupa consensus tentang nilai. Consensus (consensus) 1.Kriteria Kesamaan c. Keseragaman . ada beberapa pendapat yang berbeda. 3. berupa harapanharapan tertentu. ada dua pendapat yang saling bertentangan. berupa consensus tentang norma 2.

Biddle & Thomas mengemukakan tiga jenis ketergantungan yang menyangkut ganjaran dan harga untuk perilaku-perilaku yang saling berkait: tingkah laku A menentukan ganjaran yang diterima atau harga yang harus dibayar oleh B. a. atau nasihat dokter akan mempengaruhi perilaku pasien. tingkah laku A dan B tidak saling menentukan ganjaran dan harga masing-masing . atau menghambat hubungan orang-perilaku yang lain. dan tingkah laku A dan B tidak saling tergantung b. Misalnya.Derajat Saling Ketergantungan Di sini suatu hubungan orang-perilaku akan mempengaruhi. Ganjaran dan harga (Reward & Cost): dipengaruhi oleh teori Thibaut & Kelly. menyebabkan. perilaku ibu akan mempengaruhi perilaku anak. tingkah laku A saling merangsang atau menghambat. Rangsangan dan hambatan (Facilitation & hindrance). tingkah laku A dan B saling menentukan ganjaran atau harga masing-masing. ada tiga jenis saling ketergantungan: tingkah laku A merangsang atau menghambat tingkah laku B.

3. Gabungan antara derajat kesamaan dan saling ketergantungan (a+b) Konformitas Penyesuian Kecermatan .

2010. Atkinson.com/wiki/Social_Facilitation . W. S.blogspot. Jakarta: Rajawali Pers. S.Daftar Pustaka  Sarwono. 2005. 2003.W.com/article/article/PsikologiPerkembangan/1060/Teori-Gestalt/ http://andiniapsikelompok. Alex.kompasiana..com/2011/03/12/teori-belajarsosial-albertbandura/http://www. Tangerang: Interaksara. Psikologi Sosial: Psikologi       Kelompok dan Psikologi Terapan. http://www.html http://edukasi. dkk. Sarwono. Bandung: Pustaka Setia.psychwiki.com/2010/11/penyebab-fasilitasisosial.psikomedia. Pengantar Psikologi Jilid Dua. Jakarta: Balai Pustaka. 2008. Sobur. Teori-teori Psikologi Sosial. Psikologi Umum.

TERIMA KASIH .

Maylia/56 Penjelasan lebih mengenai derajat ketergantungan dan contohnya 2. Inta/45 Apa yg dimaksud dg hirarki pembawaan tingkah laku? 4. Maras/53 Kenapa norma tidak dimasukkan dalam harapan? Kenapa punya spesifikasi sendiri? 3. Riestyane/74 Distruction atau kerusakan kenapa bisa meningkatkan? .Pertanyaan 1.

Melinda/58 Kenapa anak lebih mudah meniru yg negatif dari positif? Apakah terkait sesuai dengan eksperimen bobo doll? . Mbak Tika/G0108132 Peniruan dengan menggunakan media termasuk peniruan apa?( rekaman seorang guru yang sedang mengajar) Perbedaan harapan dg norma? 6.5. Rizki/75 Teori belajar sosial masuk prasangka sama atau tidak? 7.

seorang anak yang berjalan dan tepat didepannya ada ljurang. maka ia akan berhenti berjalan karena takut jatuh. Namun. Atau kalau dilihat dalam ilmu biologi disebut simbiosis 2. Pada saat manusia dihadapkan pada stimulus untuk pertama kalinya maka respon yang timbul didasarkan pada hirarki tersebut. . Misal. Memang pada dasarnya menurut sumber yg kami baca pun tertulis orang-orang sering kali mengacaukan istilah norma dan harapan. Kesalahan teknis pada ppt ketika dijelaskan. Namun.Jawaban 1. Contohnya adalah seorang pasien yg kesembuhannya bergantung pada resep obat yg diberikan. perlu diketahui bahwa norma adalah salah satu bentuk harapan 3. Dokter pun membutuhkan pasien sebagai income atau pendapatan untuk kehidupannya. Hirarki bawaan tingkah laku merupakan tingkah laku bawaan manusia sejak lahir. Derajat ketergantungan disini bisa diartikan juga sebagai suatu keterikatan hubungan satu sama lain. 4.

Peniruan lewat media termasuk peniruan langsung. itu disebabkan karena modelnya nyata adanya. Sedangkan yang tidak langsung menggunakan model hasil imajinasi. Sebenarnya sebelumnya sudah diberikan penjelasan mengenai bobo doll tak ada kaitannya dengan efek negatif dan positif yang didapat anak oleh bu menik .5. Teori belajar tidak hanya ada pada psiko sosial saja. tetapi pada disiplin ilmu lain juga digunakan seperti pada psikologi umum.Jawabannya sama seperti maras karena sama. 7. . 6. .

. sedangkan norma adalah suatu harapan yang pada dasarnya peraturannya sudah ada dalam masyarakat sehingga kita tinggal menjalankan saja. Mba tika  Harapan adalah sesuatu yang benar-benar diharapkan yang timbul dari dalam diri.Tambahan 1. Mursyid  Harapan dan norma  Peniruan langsung dan tidak langsung 2.

 Anak cenderung meniru tingkah laku yang negatif karena pada masa kanak-kanak semua yang dilihat akan diambil/ ditiru begitu saja tanpa ada proses penyaringan. . 3. Raiza noor  Teori belajar sosial adalah salah satu sumber dari prasangka dan tentunya ada kaitannya. Tingkah laku negatif lebih ekspresif dan all out jadi lebih menarik untuk ditiru. Teori belajar dalam prasangka itu pada dasarnya merupakan teori yang sama namun digunakan dalam konteks yang berbeda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful