P. 1
MAKALAH IBD

MAKALAH IBD

|Views: 710|Likes:
Published by ajieprasetia

More info:

Published by: ajieprasetia on Mar 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

ILMU BUDAYA DASAR

DI SUSUN OLEH : YAN AJIE PRASETIA 17111481 1 KA 40

PROGRAM SARJANA SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA 2012

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I. ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI MATA KULIAH DASAR UMUM 1.1. PENGERTIAN, TUJUAN ISD DAN IPS 1.2. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ISD DAN IPS 1.3. RUANG LINGKUP BAB II. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN 2.1. UNSUR-UNSUR YANG MEMBANGUN MANUSIA 2.2. HAKEKAT MANUSIA 2.3. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR 2.4. PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN 2.5. WUJUD KEBUDAYAAN 2.6. ORIENTASI NILAI BUDAYA 2.7. PERUBAHAN KEBUDAYAAN 2.8. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN BAB III KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN 3.1. PENDEKATAN KESUSASTRAAN 3.2. ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PROSA. 3.3. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI 3.4. ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PUISI KESIMPULAN REFERENSI

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmatNya dan perlindunganNya serta kelancaran yang selalu menyertai saya, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini disusun atas dasar data-data, tugas dan pengetahuan yang saya dapatkan dari berbagai sumber. Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar dan sebagai pengembangan softskill.

Dengan penuh keterbukaan saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna karena pengutahuan saya yang terbatas, untuk segala bentuk kritik dan saran yang membangun , saya harapkan guna kesempurnaan makalah - makalah berikutnya. Semoga makalah ini dapat diterima dan bermanfaat bagi semua pihak.

BAB I ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI MATA KULIAH DASAR UMUM

1.1. PENGERTIAN, TUJUAN, ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL  PENGERTIAN Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga : a. Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain. b. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain. c. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain. Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut di atas, maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menerangkan masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial. Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masingmasing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan. Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas. Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran di Indonesia yang diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya, mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat

ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.

Sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial dapat diartikan dengan “kajian tentang masyarakat”. Dalam mengkaji masyarakat, guru dapat melakukan kajian dari berbagai perspektif social, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik pemerintahan, dan aspek psikologi social yang di sederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.  TUJUAN Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar : a. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat. b. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usahausahamenanggulanginya. c. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner. d. memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat. Sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki tujuan yang lebih tinggi. Secara hirarki, tujuan pendidikan nasional pada tataran operasional di jabarkan dalam tujuan institusional tiap jenis dan jenjang pendidikan. Selanjutnya pencapaian tujuan institusional ini secara praktis di jabarkan dalam tujuan kurikuler atau tujuan mata pelajaran. 1.2. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL   Persamaan ISD dan IPS Keduanya merupakan bahan studi untuk pendidikan Keduanya bukan merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri Keduanya mempunyai materi yang berasal dari masalah dan kenyataan sosial Perbedaan ISD dan IPS Ilmu social dasar di berikan di perguruan tinggi, sedangkan ilmu pengeathuan social diberikan pada Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) ISD merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan IPS terdiri sejumlah mata pelajaran untuk sekolah lanjutan

-

ISD lebih mengarah untuk pembentukan sikap, sedangkan IPS diarahkan untuk pembentukan Keterampilan.

1.3. RUANG LINGKUP Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah – masalah Sosial. Untuk dapat menelaah masalah – masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi kenyataan – kenyataan sosial dan memahi sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan : Kenyataan – kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat yang secara bersama – sama merupakan masalah sosial tertentu Konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan – kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar (elementer) yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah – masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial Masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan – kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan.

-

Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 pokok pembahasan. Dari kedelapan pokok pembahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar di harapkan mempelajari dan memahami adanya : Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan pengembangan masyarakat dan kebudayaan. Masalah individu, keluarga dan masyarakat. Masalah pemuda dan sosialisasi. Masalah hubungan antara warga Negara dan Negara. Masalah pelapisan social dan kesamaan derajat. Masalah masyarakat perkotaan dan masalah pedesaan. Masalah pertentangan-pertentangan social dan integrasi. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

BAB II MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia dan

kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Dalam

pembahasan awal mengenai mata kuliah IBD kita sudah di bicarakan bahwa kedua hal tersebut merupakan dasar bagi pembahasan materi-materi selanjutnya. Dalam uraian ini kita akan mencoba membahas tentang pengertian – pengertian dasar tentang manusia dan kebudayaan. Uraian ini di maksudkan untuk memberikan dasar yang lebih kuat untuk pembahasan tentang materi IBD.

MANUSIA Manusia di alam ini memegang peranan yang unik, dan dapat di pandang dari banyak segi. Dalam

ilmu eksakta, manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia).manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energy (ilmu fisika). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu social, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setisp kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan mahluk social yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahluk yang berbudaya , sering di sebut homo-humanus (filsafat). Dari definisidefinisi tersebut diatas kita dapat melihat bahwa manusia selain dapat di pandang dari banyak segi, juga mempunyai banyak kepentingan. Tetapi siapakah manusia itu sebenarnya? Berdasarkan pada uraian diatas tentu kitabakan mengalami kesulitanj dalam menjawab pertanyaan tersebut, oleh karena itu kita akan mencoba menerangkan siapa manusia itu sebenarnya dari unsur-unsur yang membangun manusia. 2.1. UNSUR – UNSUR YANG MEMBANGUN MANUSIA Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia 1. Manusia terdiri dari empat unsur yang terkait Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang Nampak pada luarnya, dapat diraba dan di foto, serta menempati ruang dan waktu Hayat, yaitu :mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak. Ruh, yaitu :bimbingan dan pimpinan tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan Nafas, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :

-

Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak Nampak. Id merupakan libido murni, atau energy psikis yang menunjukan cirri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconscious). Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar. Terlepas dari realitas dan pengaruh social, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual libidinal yang harus di penuhi baik secara langsung mengalami pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan. Proses pemenuhan kepuasan yang disebutkan terakhir yang dilakukan secara tidak langsung disebut sebagai proses primer. Obyek yang nyata dari pemuasan kebutuhan langsung dalam prinsip kesenangan ditentukan oleh tahan psikoseksual dari perkembangan individual.

-

Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.

-

Superego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

2.2. HAKEKAT MANUSIA a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetpi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuhnya dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan. b. Mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika di bandingkan dengan mahluk lainnya. Kesempurnaanya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia di lengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan, atau sebaliknya. Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui panca indera. Tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, misalnya:

-

Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Seseorang merasa senang atau puas apabila ia dapat mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senag atau tidak puas apabila ia tidak berhasil mengetahui sesuatu.

-

Perasaan estesis, yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan. Seseorang merasa senag apabila ia melihat atau mendengar sesuatu yang indah, sebaliknya timbul perasaan kesal apabila tidak indah.

-

Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan. Seseorang merasa senang apabila sesuatu itu baik. Sebaliknya, perasaan benci apabila sesuatu itu jahat.

-

Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kekebihan dari yang lain. Apabila seseorang memiliki kelebihan pada dirinya, ia merasa tinggi, angkuh, dan sombong, sebaliknya apabila ada kekurangan pada dirinya ia merasa rendah diri.

-

Perasaan social, perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain. Apabila seseorang berhasil, ia akan merasa senang, namun apabila seseorang gagal atau mendapatkan musibah, ia akan merasa sedih.

-

Perasaan religious, perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan. Seseorang merasa tentram jiwanya apabila ia tawakal kepada Tuhan, yaitu mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan –Nya.

Adanya kehendak dari setiap manusia mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan menurut moral. c. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan sebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi – segi : kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi social, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya. d. Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya. Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungaannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hokum alamiah pula. Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estesis, etis dan religious. Dengan kehidupan estesis, manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkapkan kembali (karya) dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis manusia meningkatkan kehidupan estesis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan di pertanggung jawabkan. Dengan kehidupan religious, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.

2.3. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR Budaya yang terdapat di dunia beraneka ragam.Bermacam-macam budaya dikarenakan perbedaan peradaban daerah itu masing-masing,selain itu juga karena letak geografis daerah tersebut.Manusia mendiami wilayah yang berbeda,ada yang di wilayah Barat,Timur Tengah,dan Timur.Berada di lingkungan yang berbeda membuat kebiasaan,adat istiadat ,budaya juga berbeda.perbedaan budaya tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya.Misalnya pada bangsa timur,bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah,bangsa yang mempunyai kepribadian baik,dan bangsa yang bersahabat.Banyak orang dari wilayah lain yang tertarik pada kebudayaan bangsa timur. Kepribadian bangsa timur berbeda dengan kepribadian bangsa barat, dari wilayahnya, lingkungan, gaya hidup, kebudayaan dan kebiasaannya pun berbeda. menjelaskan tentang kepribadian bangsa timur,sudah jelas kita semua tau bahwa bangsa timur identik dengan benua Asia. Yang penduduknya sebagian besar berambut hitam dan berkulit sawo matang, dan sebagian pula berkulit putih dan bermata sipit. Bangsa timur adalah bangsa yang dikenal sangat baik dan ramah, mempunyai sifat toleransi yang tinggi dan saling tolong menolong. Bangsa barat saat berkunjung ke wilayah negara timur, mereka pasti selalu berpendapat bahwa orang-orang timur itu baik dan ramah. Bangsa timur dalam berpakaian pun tergolong sopan. mereka pun sangat melestarikan budaya masing-masing dan mempunyai adat istiadat yang di junjung tinggi.

2.4. PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislow Malinowski berpendapat bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah CulturalDeterminism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Upacara kedewasaan dari suku WaYao di Malawi, Afrika. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-

kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.  UNSUR – UNSUR KEBUDAYAAN Untuk lebih mendalam tentang unsur-unsur kebudayaan, perlu dikenal beberapa masalah lain yang menyangkut kebudayaan. Misalnya apa yang disebut dengan unsur. Yang di maksud dengan unsur disini dalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. Misalnya dalam kebudayaan Indonesia dapat dijumpai unsur besar seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat disamping unsur kecil seperti sisir, kancing, baju, peniti dan lain-lainnya yang di jual di pinggir jalan. Beberapa orang sarjana, telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan, misalnya Melville J. Herkovits mengjukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan. Di katakannya bahwa hanya ada empat unsur dalam kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan. C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories Of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:

1.

Bahasa Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada mulanya

diwujudkan dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan.
2.

Sistem Pengetahuan Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat di peroleh dari

pemikiran sendiri. disamping itu didapat juga dari orang lain. kemampuan manusia mengingat-ingat apa yang telah di ketahui kemudian menyampaikannya kepada oraang lain melalui bahasa,

menyebabkan pengetahuan menyebar luas. Lebih-lebih bila pengetahuan itu di bukukan, maka penyebarannya dapat dilakukan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
3.

Organisasi Sosial Merupakan produk manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah,

namun memiliki akal, maka di susunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
4.

Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi Sistem ini merupakan produk dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari

pemikirannya yang cerdas dan di bantu dengan tanganya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat membuat dan mempergunakan alat. Dengan alat-alat ciptaanya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang.
5.

Sistem Mata Pencaharian Manusia sebagai homo economicus menghasilkan produk yang menjadikan tingkat

kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
6.

Sistem Religi Manusia yang merupakan homo religious, diberikan kecerdasan pikiran dan perasaan luhur,

tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang lebih besar. Karena itu manusia takut , sehingga menyembahnya dan lahirlah sebuah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
7.

Kesenian Setelah manusia dapat memnuhi kebutuhan fisiknya, maka di butuhkan kebutuhan psikisnya

untuk di puaskan. Manusia bukan semata-mata lagi memenuhi kebutuhan isi perutnya saja, mereka juga perlu pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian. Dan itu merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.

Cultural universal tersebut di jabarkan kembali dalam unsur-unsur yang lebih kecil disebut kegiatankegiatan kebudayaan atau cultural activity. Cultural activity dapat di bagi menjadi unsur yang lebih kecil lagi yang di sebut trait complex. Dan pada akhirnya sebagai unsur kebudayaan terkecil yang membentuk trait, adalah items. Masalah lain yang penting juga tentang kebudayaan adalah wujudnya. Pendapat umum mengatakan bahwa kebudayaan dapat di bedakan dalam dua bentuk wujudnya. Pertama, kebudayan bendaniah (material) dengan cirri dapat dirasa saja. Kedua, kebudayaan rohaniah (spiritual) dengan cirri dapat dirasa saja.

2.5. WUJUD KEBUDAYAAN J. J Honigmann (dalam Koenjtaraningrat, 2000) membedakan adanya tiga „gejala kebudayaan‟ , yaitu : (1) ideas, (2) activities, dan (3) artifact, dan ini diperjelas oleh Koenjtaraningrat yang mengistilahkannya dengan tiga wujud kebudayaan :
1.

Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai,

norma-norma, peraturan dan sebagainya.
2.

Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam

masyarakat
3.

Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Mengenai wujud kebudayaan ini, Elly M.Setiadi dkk dalam Buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (2007:29-30) memberikan penjelasannya sebagai berikut : 1. Wujud Ide Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup. Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat. 2. Wujud perilaku Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa. 3. Wujud Artefak Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.

2.6. ORIENTASI NILAI BUDAYA Orientasi nilai adalah bersifat komplek tetapi terpola pada prinsip ynag mengutamakan tatanan dan langsung pada tindakan dan pikiran manusia yang berhubungan dengan solusi dalam memecahkan masalah. Ada tiga asumsi dari pernyataan diatas: 1. Orang dalam semua budaya harus menemukan solusi untuk memecahkan masalah. 2. Solusi yang tersedia tidak terbatas. 3. Satu solusi cenderung dipilih anggota budaya tertentu. Semua potensial tampak pada setiap budaya.  Orientasi Human Nature Human nature adalah orientasi yang menunjuk pada karakter pembawaan sifat manusia. Yang dipandang sebagai pembawaan yang baik, jahat, atau campuran dari itu. Manusia di pandang tidak hanya sebagai baik atau jahat tetapi juga untuk merubah dan tidak dapat berubah. Kita harus mengakui bahwa hubungan manusia sebagai campuran baik dan buruk, sedangkan yang tidak sama adalah sebagai pandangan adalah netral. Ada enam solusi potensial pada masalah ini yaitu : 1. Manusia yang jahat tetapi dapat merubah. 2. Manusia jahat dan tidak dapat dirubah. 3. Manusia adalah netral yang respek pada baik dan jahat. 4. Manusia adalah campuran baik dan jahat. 5. Manusia itu baik tapi dapat berubah. 6. Manusia itu baik dan tidak dapat berubah.  Orientasi Nature/Alam – Person Ada tiga tipe utama yaitu : 1. Menguasai alam, orientasi ini melihat bahwa semua kekuatan alam dapat mengatasi masalah. 2. Harmoni dengan alam, memiliki makna bahwa tidak ada perbedaan antara kehidupan manusia, sifat dan supernatural. 3. Penaklukan kepada alam yang unggul dinegara seperti spanyol, Amerika. Yaitu kita percaya bahwa tidak ada sesuatu yang dapat dikerjakan untuk mengontrol alam jika ada ancaman, tidak sesuatupun yang dapat terlepas dari bahaya.  Orientasi Aktifitas Aktifitas manusia dapat dilihat dalam tiga cara yaitu : 1. Doing, orientasi ini melibatkan pada tipe aktifitas yang hasilnya tampak pada eksternal individu yang diukur dengan sesuatu. 2. Being merupakan lawan yang exterm dari orientasi doing. 3. Becoming merupakan integrasi keseluruhan pada perkembangan diri.

Orientasi Waktu Merupakan orientasi pada tiga masa yaitu : 1. Waktu masa lalu adalah unggul dalam budaya dalam penempatan nilai yang tinggi pada tradisi di masa lalu. 2. Orientasi masa sekarang yaitu dimana orang-orang member perhatian yang relative kecil pada apa yang dikerjakan pada masa lalu dan pada apa yang akan terjadi pada masa depan. 3. Orientasi masa depan adalah masa yang memiliki nilai tinggi.

Orientasi relational Menurut Kluckhon dan Strodbeck, memisahkan tiga cara untuk mengartikan hubungan dengan orang

lain yaitu : 1. Individualism Orientasi ini ditandai dengan otonomi individu dengan kata lain individu adalah unik dan sebagai entitas tersendiri. Prioritas tujuan dan sasarannya adalah memprioritaskan pada individu dari pada kelompok. 2. Orientasi langsung atau lineality Orientasi ini memfokuskan pada kelompok dengan tujuan kelompok merupakan prioritas utama. Menurut Kluckhon dan strodbeck kontinyuitas dari kelompok adalah melalui waktu individuindividu adalh penting hanya untuk anggota kelompok tersebut. 3. Collaterality Orientasi ini memfokuskan pada kelompok tetapi bukan perluasan kelompok melalui waktu. Sepertinya focus pada perluasan kelompok secara lateral/ke samping (anggota kelompok dari individu yang paling dekat dalam waktu dan tempat). Tujuan dari kelompok diatas kepentingan individu. Pada kenyataannya orang-orang tidak mempertimbangkannya kecuali vis a vis/ sebagai lawan anggota kelompok.  Penerapan Orientasi Nilai orientasi ini digunakan untuk memahami komunikasi dengan orang asing. Dengan mempertimbangkan dua budaya yang tampaknya mirip, misalnya inggris dan amerika serikst. Selain itu ada juga yang mirip di permukaannya saja ternyata berbeda orientasinya. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kesalah pahaman antara orang-orang dalam budaya yang berbeda.

2.7. PERUBAHAN KEBUDAYAAN Pengertian perubahan kebudayaan adalah sesuatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidaksesuain diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitive yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya. Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya, karena terjadi hubungan antar kelompok manusia di dalam masyarakat. Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal : 1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk. 2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat. Selain hal-hal diatas ada juga faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu : 1. Faktor yang mendorong perubahan kebudayaan.    Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur – unsur teknologi dan ekonomi (kebudayaan material). Adanya individu-individu yang mudah menerima unsur –unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda. Ada faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.

Selain faktor diatas ada faktor intern dan ekstern yang mendukung terjadinya perubahan kebudayaan : Faktor intern       Perubahan demografis Konflik social Bencana alam Perubahan lingkungan alam

Faktor ekstern Perdagangan Penyebaran agama

  

Peperangan

2. Faktor penghambat perubahan kebudayaan. Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti : adat istiadat dan keyakinan agama (kebudayaan non material) Adanya individu-individu yang sukar menerima unsur-unsur perubahan terutama generasi yang kolot. 2.8. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan. Dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya? Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal, maksudnya adalah bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan. Dan setelah kebudayaan terciptamaka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya merupakan satu kesatuan. Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat di pandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu : 1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekpresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia. 2. Obyektivasi, merupakan proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia. 3. Internalisasi, proses disergapnya masyarakat oleh manusia. Maksudnya adalah manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang di bentuk oleh masyarakat. Apabila manusia melupakan bahwa masyarakat adalah ciptaan manusia, dia akan terasing. Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat memiliki keterkaitan yang sangat erat satu sama lain. pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul, manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan di lakukan dengan lebih cermat.

BAB III KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN 3.1. PENDEKATAN KESUSASTRAAN Sastra berasal dari kata castra yang berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang di tulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang dan sebagainya. Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upayamanusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikiran. Secara morfologis, kesusastraan di bentuk dari dua kata, yaitu su dan sastradengan mendapat imbuhan ke- dan –an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya. Ada tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra dan karya sastra. 1. Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra. 2. Teori sastra, yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang asas-asas, hokum-hukum, prinsip dasar sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra. 3. Sejarah sastra, ilmu yang mempelajari karya sastra sejak timbulnya hingga perkembangan terbaru. 4. Kritik sastra, adalah ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra. 5. Filologi, cabang ilmu sastranyang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya dari masyarakat yang memiliki karya sastra. Keempat cabang ilmu tersebut tentunya mempunyai keterkaitan satu sama lain dalam rangka memahami sastra secara keseluruhan. 6. Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik seperti puisi, cerpen/novel, atau drama. 7. Karya sastra pada dasarnya adalah sebagai alat komunikasi antara sastrawan dan masyarakat pembacanya. Karya sastra selalu berisi pemikiran, gagasan, kisahan, dan amanat yang di komunikasikan kepada pembaca. Untuk menagkap ini, pembaca harusmampu mengapresiasikannya. Pengetahuan tentang pengertian sastra belum lengkap bila belum tahu manfaatnya. Horatius mengatakan bahwa manfaat sastra itu berguna dan menyenangkan. Secara lebih jelas dapat dijelaskan sebagai berikut.  Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang disajikan pengarang mengenai kehidupan yang di tampilkan. Pembaca akan memperoleh pengalaman batin dari berbagai tafsiran terhadap kisah yang disajikan.

  

Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya. Karya sastra dapat memperkarya pengetahuan intelektual pembaca dari gagasan, pemikiran, cita-cita, serta kehidupan masyarakat yang di gambarkan dalam karya. Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Didalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi. Karya sastra dapat digunakan untuk menadi sarana penyampaian ajaran-ajaran yang bermanfaat bagi pembacanya.

Karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau penelitian tentang keadaan social budaya masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra tersebut dalam waktu tertentu.

Menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Abdul Chaer dan leonie dalam bukunya sosiolinguistik bahwa bahasa bagian dari kebudayaan. Jaddi, hubungan antara bahasa dan kebudayaan merupakan hubungan yang subordinatif, dimana bahasa berada dibawah lingkup kebudayaan. Namun pendapat lain ada yang mengatakan bahwa bahasa dan kebudayaan mempunyai hubungan yang koordinatif, yakni hubungan yang sedrajat, yang kedudukannya sama tinggi. Masinambouw menyebutkan bahwa bahasa dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. Jika kebudayaan itu adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka kebahasaan adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsungnya interaksi itu. Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar karena materi-materi yang di ulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni. Budaya Indonesia sangat menunjukan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang IBD dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut. 1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukaan, dan kedaerhan. 2. Proses pembangunan yang sedang berlansung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya. 3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia tidak mampu mengikuti kemajuan yang telah diciptakannya.

3.2. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA Istilah prosa banyak padananya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek. Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru. A. Prosa lama meliputi           Dongeng-dongeng Hikayat Sejarah Epos Cerita pelipur lara

B. Prosa baru meliputi Cerita pendek Roman/novel Biografi Kisah Otobiografi

3.3. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan kata lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat satra antara lain : 1. Prosa friksi memberikan kesenangan Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembacaa mendapatkan pengalaman sebagaimana menegalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing. Yang brlum dikunjungi atau yang tidak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses. 2. Prosa fiksi memberikan informasi

Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat didalam ensiklopedi. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali. 3. Prosa fiksi memberikan warisan cultural Prosa fiksi dapat menstimulasi imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa. 4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan Lewat prosa friksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri. Adanya semacam kaidah kemungkinan yang tidak mungkin dalam fiksi inilah yang memungkinkan pembaca untuk dapat memperluas dan memperdalam persepsi dan wawasannya dengan tokoh, hidup dan kehidupan manusia. Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasannya, terutama dalam menghadapi kenyataan – kenyataan diluar dirinya yang mungkin sangat berlainan dengan pribadinya.

3.4. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran ilmu budaya dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran satra dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat didalam ilmu budaya dasar. Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian meruapakan unsure dari kebudayaan. Jika diberi batasan, maka puisi adalah batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan tuhan melalui media bahasa yang artistic/ekstetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan dengan kata-katanya. Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan : 1. Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dan sebagainya sehingga puisi menjadi segar, hidup,menarik dan member kejelasan gambaran angan. 2. Kata-kata yang ambiguitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir. 3. Kata-kata berjiwa, yaitu kata-kata yang telah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.

4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-lata yang telah diberi tambahan nilai rasa dan asosiasi – asosiasi tertentu. 5. Pengulangan yang berfungsi untuk mengintefsikan hal-hal yang di lukiskan, sehingga lebih menggugah hati. Dibalik kata-kata yang padat, ekonomis dan sukar di cerna maknanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan peristiwa-peristiwa kehidupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan alam dan tuhan. Ia merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang artistic.

KESIMPULAN

Ilmu Budaya Dasar sebagai mata kuliah dasar umum sangat berguna untuk mahasiswa, selein untuk pengembangan soft skill, Ilmu Budaya Dasar juga memberikan pelajaran tentang perkembangan kebudayaan. manusia, kesenian, dan unsur-unsur lain yang terkait dalam terbentuknya sutu kebudayaan merupakan ciri-ciri setiap bangsa. Setiap bangsa memiliki ciri budaya yang berbeda-beda. Namun demikian perbedaan kebudayaan setiap bangsa merupakan hal yang harus kita ketahui agar menambah wawasan, dan sikap saling menghargai antar bangsa.

REFERENSI       

http://teraiania.wordpress.com/2011/02/23/tugas-ibd-manusia-dan-kebudayaan/ http://fernandotb.wordpress.com/2010/12/17/kepribadian-bangsa-timur/ http://jauharieffendy.multiply.com/journal/item/35 http://vaisal.wordpress.com/2011/03/09/pengertian-kebudayaan/ http://com3nk.wordpress.com/2010/05/19/wujud-dan-unsur-kebudayaan/ http://dwikartikawati.blogspot.com/2010/08/orientasi-orientasi-nilai-budaya.html http://kierielf.blogspot.com/2011/05/perubahan-kebudayaan.html http://mohamadramadhona.ngeblogs.com/kaitan-manusia-dan-kebudayaan/ http://hadi-detected.blogspot.com/2011/05/konsep-ilmu-budaya-dasar-dalam.html http://bacaebookgratis.wordpress.com/2011/06/03/3-konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalamkesusastraan-2/ http://nillacanimoeth.ngeblogs.com/2009/12/12/ilmu-sosial-dasar/ http://ykaditya.blogspot.com/2010/02/perbedaan-dan-persamaan-isd-dengan-ips.html

   

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->