P. 1
Sisnerling 2011 Final COMPLETE

Sisnerling 2011 Final COMPLETE

|Views: 2,171|Likes:
Published by Etjih Tasriah

More info:

Published by: Etjih Tasriah on Mar 28, 2012
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

Perincian

2006

2007

2008

2009*

2010**

I. Neraca Fisik (000 M3
)
1. Persediaan awal

79.888,8

83.793,9

87.707,9

91.665,2

95.804,3

2. Pertumbuhan

4.732,3 4.727,4

4.732,3

4.848,3

4.732,3

3. Penanaman

41,6 62,6

32,0

19,2

20,7

4. Konversi & kerusakan

377,6 355,0

329,2

273,2

402,0

5. Penebangan

491,3 521,1

477,7

455,2

450,0

6. Perubahan Neto

3.905,1

3.914,0

3.957,4

4.139,0

3.900,9

7. Persediaan akhir

83.793,9

87.707,9

91.665,2

95.804,3

99.705,2

II. Unit Rent (Rp/M3
)

706.812,4 852.792,9 842.933,5 830.501,1 887.523,1

III. Neraca Moneter (Miliar Rp)
1. Persediaan awal

53.391,2

59.226,5

74.796,6

77.267,7

79.565,5

2. Pertumbuhan

3.344,8

4.031,5

3.989,0

4.026,5

4.200,0

3. Penanaman

29,4

53,4

27,0

15,9

18,4

4. Konversi & kerusakan

266,9

302,7

277,5

226,9

356,8

5. Penebangan

347,2

444,4

402,7

378,0

399,4

6. Perubahan Neto

2.760,1

3.337,8

3.335,8

3.437,5

3.462,2

7. Revaluasi

3.075,2

12.232,3

-864,7

-1.139,6

5.463,0

8. Persediaan akhir

59.226,5

74.796,6

77.267,7

79.565,5

88.490,7

Secara moneter, nilai persediaan akhir tahun selalu meningkat dalam kurun
waktu 2006-2010, dimana tahun 2010 nilai persediaan akhir kayu jati mencapai Rp
88,49 triliun. Unit rent tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 1,47 persen
mengakibatkan nilai revaluasi di tahun tersebut mengalami penurunan yang cukup
tinggi dibandingkan tahun 2008. Sedangkan peningkatan unit rent kayu jati yang
cukup tinggi di tahun 2007 dan tahun 2010 menyebabkan nilai revaluasi di tahun
tersebut meningkat cukup signifikan.

d. Neraca Fisik dan Moneter Sumber Daya Hutan Indonesia

Neraca fisik dan moneter sumber daya hutan Indonesia merupakan gabungan
antara neraca fisik dan moneter kayu rimba luar Jawa, kayu rimba Jawa, serta kayu

42

jati Jawa. Melalui Tabel 6 dapat dilihat gambaran neraca fisik dan moneter sumber
daya hutan Indonesia. Dilihat secara fisik, persediaan akhir tahun kayu bulat
Indonesia memperlihatkan kecenderungan yang menurun dalam kurun waktu 2006-
2010. Penurunan ini lebih disebabkan menurunnya persediaan akhir kayu rimba luar
Jawa yang memiliki kontribusi terbesar dalam produksi kayu bulat Indonesia. Dalam
jangka pendek, penurunan volume persediaan akhir tahun kayu bulat Indonesia tidak
begitu mempengaruhi kondisi hutan Indonesia karena penurunan per tahun yang
terjadi relatif rendah (kurang dari empat persen). Tetapi dalam jangka panjang
penurunan ini perlu diwaspadai, karena jika hal ini terjadi terus menerus lambat laun
hutan Indonesia akan gundul dan mengakibatkan bencana alam seperti: erosi, tanah
longsor, dan banjir. Jadi kerusakan hutan tidak hanya berpengaruh pada aspek
ekonomi kayu bulat Indonesia tetapi juga pada aspek sosial dan ekologi hutan.
Penanganan yang seksama terhadap produksi kayu bulat luar Jawa yang
cenderung meningkat perlu dilakukan mengingat produksi kayu bulat Indonesia
sebagian besar berasal dari luar Jawa. Peningkatan produksi kayu bulat luar Jawa
dikarenakan banyaknya pihak yang terkait dalam pengelolaan dan eksploitasi hutan
di luar Pulau Jawa. Penebangan liar (illegal logging) dan penyelundupan (smuggling)
kayu bulat rimba umumnya terjadi di luar Pulau Jawa, khususnya pada kawasan
hutan produksi yang dekat atau berbatasan secara langsung dengan wilayah teritorial
negara lain. Sebaliknya peningkatan produksi kayu bulat di Jawa menunjukkan sudah
baiknya manajemen pengelolaan hutan yang dilakukan oleh Perum Perhutani di
Pulau Jawa. Hal ini mengandung arti bahwa prospek kayu yang berasal dari hutan
budidaya di Pulau Jawa telah menunjukkan arah seperti yang diprogramkan.
Jika dilihat secara moneter, maka nilai persediaan akhir tahun kayu bulat
Indonesia mempunyai kecenderungan yang selalu meningkat selama periode 2006-
2010 seperti yang dapat dilihat Tabel 6. Begitu juga dengan pola nilai penebangan
hutan yang juga selalu meningkat pada periode yang sama. Peningkatan nilai
penebangan hutan yang diikuti dengan kenaikan nilai cadangan akhir hutan
mengindikasikan adanya kenaikan unit rent di tiap tahunnnya. Kenaikan unit rent
hutan cenderung disebabkan semakin membaiknya harga kayu yang merupakan hasil
utama hutan.

43

Tabel 6. Neraca Fisik dan Moneter Sumber Daya Hutan Indonesia
Tahun 2006-2010

Perincian

2006

2007

2008

2009*

2010**

I. Neraca Fisik (000 M3
)

1. Persediaan awal

7.533.887,4 7.266.504,6

7.004.450,6

6.827.080,4 6.761.276,3

2. Pertumbuhan

52.132,5

51.780,1

50.170,4

49.774,3

48.358,7

3. Penanaman

7.265,3

6.473,0

8.202,0

6.183,0

4.703,2

4. Konversi & kerusakan

304.112,9

293.288,0

207.388,6

92.356,7

96.982,8

5. Penebangan

22.667,7

27.019,1

28.354,1

29.404,7

36.797,4

6. Perubahan Neto

-267.382,8

-262.054,0

-177.370,2

-65.804,1

-80.718,3

7. Persediaan akhir

7.266.504,6 7.004.450,6

6.827.080,4

6.761.276,3 6.680.558,0

II. Neraca Moneter (Miliar Rp)
1. Persediaan awal

386.710,5

380.907,8

406.804,8

441.055,4

468.110,4

2. Pertumbuhan

6.204,8

7.126,4

7.225,2

7.362,3

7.574,0

3. Penanaman

340,9

352,2

450,6

359,3

297,2

4. Konversi & kerusakan

12.982,0

13.363,6

10.720,1

5.284,3

5.875,1

5. Penebangan

1.294,5

1.660,6

1.840,6

1.990,6

2.491,9

6. Perubahan Neto

-7.730,8

-7.545,6

-4.884,9

446,7

-495,8

7. Revaluasi

1.928,1

33.442,6

39.135,4

26.608,3

20.621,6

8. Persediaan akhir

380.907,8

406.804,8

441.055,4

468.110,4

488.236,2

Penebangan pohon untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia didorong
semakin meningkatnya jumlah penduduk sehingga permintaan hasil hutan juga
meningkat. Keadaan ini menjadi penyebab habisnya hutan apabila tidak dikelola
dengan baik dan berkelanjutan. Pengelolaan hutan lestari, konservasi hutan
merupakan program yang terus dilaksanakan oleh pemerintah saat ini. Program
tersebut bertujuan agar hutan dapat dimanfaatkan secara lestari, selaras dan
seimbang bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia baik masa kini maupun masa
yang akan datang.

44

45

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->