Pertemuan Ke-2 dan ke 3 DASAR – DASAR PENDIDIKAN MIPA I. HAKEKAT MIPA 1.

1 Hakekat Matematika MIPA IPA Ciri – Ciri khusus IPA: 1 # Kerja sama antara ekperimen dan teori Teori IPA pemodelan matematis terhadap berbagai prinsip dasar yang kebenarannya harus diuji dengan eksperimen yang dapat memberikan hasil serupa dalam keadaan yang sama. Dengan menggunakan teori dalam IPA orang dapat membuar prediksi (ramalan) Kuantitatif terhadap suatu prestasi. Pada dasarnya eksperimen merupakan : Suatu proses induktif dalam menemukan prinsip dasar yang baru Suatu proses deduktif bagi pengujian teori baru Dalam membuat interprestasi hasil eksperimen untuk pengambilan kesimpulan diperlukan kemampuan menggunakan inferensi (kesimpulan) statistik. Inilah yang dikenal dengan metode ilmiah suatu metode yang juga digunakan ilmu – ilmu lain. alam IPA ditekankan pada proses induktif maupun deduktif. alam Matematika terutama menekankan pada proses deduktif yang memerlukan penalaran logis dan aksionatik Matematika terkenal pula dengan materinya yang sangat hierarkhis sifatnya serta menghasilkan bahasa yang efisien yang sangat dibutuhkan oleh Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Dari segi kemampuan analisis kuantitatif terhadap masalah yang berkaitan dengan pengajaran MIPA, pemodelan matematis dalam taraf = Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Matematika +

1

2

sederhana dengan menerapkan pemahaman atas berbagai konsep dan prinsip dalam MIPA merupakan hal yang mutlak perlu dikuasai. Ciri MIPA :   pengetahuan yang sangat terstruktur dalam arti antara bagian yang satu dengan bagian yang lain terjalin hubungan fungsional yang erat. Karena itu konsep – konsep dan prinsip – prinsip dalam MIPA akan lebih mudah dikuasai jika disajikan dalam bentuk terkait satu dengan yang lain dengan simpulan – simpulan yang jelas.  Penerapan berbagai pengertian dan prinsip MIPA dalam taraf sederhana terhadap masalah alamiah seringkali memerlukan: keterpaduan berbagai komponen MIPA, dengan Matematika sebagai dasar logika penalaran dan penyelesaian kuantitatif sedangkan fisika, kimia, biologi sebagai deskripsi permasalahan yang ada.  Untuk menekuninya diperlukan kecintaan yang dalam terhadap ilmu sebagai suatu sistem logis yang indah dan ampuh. Kesadaran ini akan menimbulkan dedikasi yang tinggi terhadap pemahaman ataupun pengembangan ilmu sebagai suatu kebutuham hidup.

2.HAKEKAT PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN MIPA 2.1 Pendidikan Suatu proses untuk membantu manusia mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahan dengan sikap terbuka serta pendekatan kreatif tanpa kehilangan identitas dirinya.

3

Tujuan Pendidikan Nasional 2.1 Meningkatkan kualitas manusia Perwujudan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Berbudi pekerti yang luhur  Berkepribadian  Berdisiplin  Bekerja keras  Tangguh  Bertanggungjawab  Mandiri  Cerdas  Sehat jasmani dan rohani 2.2 Pendidikan MIPA MIPA sebagai suatu kumpulan mata pelajaran, hendaknya jangan hanya dipandang sebagai : 1) Sekumpulan informasi hasil kajian orang terdahulu yang harus diteruskan kepada peserta didik, tetapi harus pula dipandang 2) Sebagai alat pendidikan yang potensial dapat memberikan uriman (sumbangan) nyata untuk perwujudan manusia Indonesia yang utuh. Implikasi dari Ciri MIPA 1. Pendidikan MIPA menghendaki pendekatan – pendekatan tertentu dan metode – metode tertentu yang sesuai, serta sarana yang mendukung untuk memantapkan berbagai konsep MIPA pada anak didik,  membuat mereka mampu berpikir kritis,  menggunakan nalar (akal budi) mereka secara efektif dan efisien.

sedangkan misi utama guru  Sebagai pendidik ialah mengupayakan terwujudnya perkembangan kepribadian peserta didik dalam dimensi yang lebih luas untuk memberikan iuran pendidikan nasional. 3.HAKEKAT TUGAS GURU DAN TUGAS GURU MIPA Dalam upaya menunjang pencapaian tujuan pendidikan nasional seperti yang selalu dikemukakan.  Misi utama guru sebagai pengajar ialah mengupayakan tercapainya tujuan – tujuan instruksional mata pelajaran yang diajarkannya. lulusan sekolah menengah atas akan merupakan potensi tenaga kerja berkualitas yang merupakan sumber daya manusia bagi pembangunan.4  menanamkan benih sikap ilmiah pada diri mereka Dengan ciri perilaku ini. Sejalan dengan pikiran pokok di atas. tugas guru MIPA tidak hanya sekedar  Mengupayakan diperolehnya berbagai pengetahuan dan ketrampilan dalam MIPA dikalangan peserta didik. seorang guru tidak hanya bertugas sebagai pengajar melainkan juga sebagai pendidik. (sumbangan) nyata bagi pencapaian tujuan .

guru MIPA hendaknya  Dapat membawa peserta didiknya untuk menjalani proses MIPA itu sendiri melalui kegiatan pengamatan. Masih berkaitan dengan sifat dikemukakan di atas. cara berpikir logis. sistematis dan kreatif. percobaan. Dengan kata lain. seorang guru MIPA hendaknya  Dapat menumbuhkan kesenangan belajar MIPA dikalangan peserta didik. terbuka dan ingin tahu. serta sikap kritis. pemecahan masalah. kecerdasan. seorang guru MIPA  Hendaknya tidak sekedar menyampaikan informasi/ceritera tentang MIPA kepada peserta didik tetapi betul – betul membimbing para siswanya berbuat sesuai dengan prinsip – prinsip dan nilai – nilai yang terkandung dalam MIPA. seorang guru MIPA  Hendaknya memiliki rasa percaya diri yang tinggi sehingga tidak segan mengakui keterbatasan pengetahuannya tentang hal – hal tertentu kepda peserta didik tanpa mengabaikan tanggungjawabnya membantu mereka menemukan jawaban terhadap persoalan – persoalan yang diajukan. Disamping itu.5  Lebih penting dari itu. seorang guru MIPA hendaknya dapat mendorong berkembangnya pemahaman dan penghayatan akan prinsip – prinsip dan nilai – nilai IPA dikalangan peserta didik dalam rangka menumbuhkan daya nalar. Ini akan besar pengaruhnya terhadap pencapaian hasil yang diharapkan dari pengajaran MIPA. . Sehubungan dengan itu. diskusi dengan teman – temannya dan sebagainya.

Kedudukan manusia dalam klasifikasi adalah sebagai berikut : Kingdom : Animalia Phylum Kelas Ordo Subordo Famili Species : Chordata : Mamalia : Primates : Anthropoidea : Hominidae : Homo sapiens Subphylum : Vertebrata Superfamili : Hominoidea Meskipun terdapat banyak persamaan struktur dan fungsi organ tubuh manusia dengan hewan ini. pencernaan makanan. karena mempunyai ciri – ciri: mempunyai tulang belakang. MENGENAL IPA 4.6 4. Bagian – bagian anatomi manusia dengan kera sangat serupa.1 Manusia dan Perkembangan Tubuh serta Alam Pikirannya 4. dll). Manusia digolongkan dalam Vetebrata. kera. peredaran darah. menyusui anaknya.1 Manusia sebagai Makhluk yang Unik (Sifat – sifat Unik Manusia : Jasmani dan Naluri Kehidupannya) Menurut klasifikasi (Biosistematik).1. namun dalam banyak hal manusia . pada prinsipnya sama seperti yang terdapat pada hewan. Kalau tubuh manusia dibedah. Demikian pula kalau kita mempelajari sistem pernafasan. tubuhnya mempunyai rambut. hati. Kelas Mamalia. seperti : jantung. paru – paru. manusia tergolong dalam Dunia Hewan. persarafan dan fisiologis organ – organ lainnya. oleh karena itu mereka dimasukkan kedalam satu golongan yaitu Ordo Primates (Primata). usus dan lain – lain yang tidak banyak berbeda dengan yang dimiliki hewan lain (misalnya: kucing. maka pada bagian dalam tubuhnya ditemui alat – alat (organ) tubuh. mempunyai empat anggota gerak.

Ciri – ciri fisiologis.7 sangat berbeda dengan hewan. Atas dasar ini maka dalam mempelajari biologi manusia dianggap sebagai hewan. adat – istiadat. Tetapi kalau diteliti lebih lanjut. tetapi suatu makhluk jenis baru. Sebagaimana pula oleh Daryono Sutoyo dikemukakan bahwa perbedaan antara manusia dengan hewan itu terletak pada beberapa hal. daging dan sebagainya) bergantung kepada sikap budayanya dan tidak begitu banyak bergantung kepada nilai gizi makanan tersebut. Dalam mempelajari manusia terdapat daerah perpautan yang luas antara biologi dan ilmu pengetahuan sosial. roti. tetapi apa yang dimakan (nasi. Ciri – ciri tingkah laku. Setiap species mempunyai ciri – ciri khas yang meliputi: Ciri – ciri struktur. tidaklah mudah untuk memisahkan manusia sebagai hewan dengan manusia budaya. sedangkan pada hewan boleh dikatakan tidak mengenal kebudayaan (Daryono Sutoyo:3). antara lain berikut ini : kelakuan atau tingkah laku manusia dapat berubah – ubah kemampuan untuk mempengaruhi atau mengubah lingkungan pada manusia adalah lebih besar manusia membentuk kebudayaan. juga terdapat lingkunngan kebudayaan (agama. ternyata perbedaan – perbedaan itu tidaklah dalam anatomi atau fisiologi melainkan terutama dalam tingkah laku dan prestasi. hasil – hasil teknolgi). ikan. Contoh : manusia membutuhkan makanan seperti halnya hewan. . Jelas disini bahwa bagi manusia terdapat lingkungan abiotik dan lingkungan biotik. sehingga kita dapat mengatakan bahwa manusia sebenarnya tidak dapat disebut hewan. Jadi perbedaanya terletak pada cara hidup manusia yaitu disebut kebudayaan.

yaitu : 1. fisiologis dan tingkah lakunya manusia mencapai berbagai kemampuan dan kecakapan yang melebihi hewan mamalia lainnya terutama Primates. Manusia kini mempunyai volume otak sebesar 1200 – 1500 cc. 2. sedangkan rongga otak simpanse ± 350 – 450 cc. Ibu jari tangan berkembang sedekian rupa hingga dapat dipertemukan dengan jari – jari lainnya. Jadi dilihat dari ketiga ciri khas yaitu struktur tubuh. Kepala terletak pada tulang belakang demikian rupa. Walaupun tidak ada hubunngan mutlak antara besarnya otak . membuat alat. karena itu mampu memegang. sehingga dapat digunakan dengan bebas untuk mengerjakan atau membawa sesuatu. species manusia dapat dibedakan dengan jenis dari hewan yang paling menyerupai yaitu dari Primates besar bedanya. Otak manusia relatif besar.8 Walaupun diantara individu dalam species manusia banyak terdapat keanekaragaman. a. 4. Ciri Struktur Tubuh Manusia : Struktur tubuh yang mempengaruhi struktur funsi dan tingkah laku manusia. Sikap tubuhnya yang tegak. 3. yang dapat mengatasi masalah serta penyesuaian dalam hidupnya. Manusia telah mengalami modifikasi struktur tubuh sehingga dapat memberikan ciri fisiologi atau fungsi dan kemampuan jasmani maupun ciri tingkah lakunnya tersendiri. memungkingkan tubuh manusia mampu berdiri. kaki yang mempunyai lekukan besar pada telapak kaki dengan ibu jari yang sebidang letaknya dengan jari – jari lainnya. sehingga memungkinkan untuk dapat melihat lurus kedepan kalau berdiri tegak. berjalan dan berlari tegak pada kedua kakinya. Lengan (kaki depan hewan) lebih pendek dari pada kaki (kaki belakang hewan).

lumbalumba. Dengan modifikasi atau perkembangan struktur tubuh manusia ini dapat memberi gambaran batas-batas kemampuan jasmani manusia. Contoh : 1) Manusia tidak dapat bergerak/lari cepat dibanding dengan macan. tetapi tidak dapat disangkal bahwa otak manusia mempunyai kemampuan besar untuk belajar. Manusia dapat menafsirkan rangsang yang diterimanya dan ia mempunyai pilihannya yang tak terhingga banyaknya dalam mengadakan reaksi yang tepat serta prestasi yang tinggi terhadap apa yang dilihatnya. anjing. Dengan kekurangannya itu manusia dapat mengatasinya dan mengimbangi dengan kecakapan yang lebih tinggi diberbagai lapangan dibanding dengan hewan-hewan tadi. yaitu alat penglihat dengan sebaik-baiknya. 4) Pendengaran juga kurang berkembang seperti pada tikus dan kelelawar yang pendengarannya lebih halus. alat/perkakas dan menggunakannya. 3) Panca indera penciuman manusia tidak tajam atau kurang berkembang seperti kucing. kuda atau hewan-hewan besar lainnya. Ternyata kemampuan jasmani manusia jauh dibawah kemampuan jasmani hewan-hewan lain. karena manusia telah menemukan dan membuat alat untuk mempertahankan diri dan untuk menghancurkan makanannya. Oleh karena kecakapannya yang tinggi ini. 2) Manusia tidak dapat berenang cepat seperti ikan paus. 1) Gigi dan otot rahang tidak mengalami pertumbuhan yang kuat. manusia dapat menggunakan alat inderanya yang paling sempurna. b.9 dengan kecerdasan. Ciri-ciri fisiologi : Dapat membuat . kijang.

Pengalaman generasi ini dapat diteruskan ke generasi berikutnya. memerlukan waktu yang cukup panjang untuk dapat berdiri sendiri atau menjadi dewasa. Suatu ciri khas manusia juga adalah hidup bersama-sama membentuk suatu masyarakat. sehingga kelahiran anak dapat terjadi pada bulan yang berbeda dalam setahun. memerlukan perawatan pasti dapat menjalin hubungan hidup bersama dan secara perlindungan beberapa tahun lamanya.10 Secara umum ciri fisiologi manusia tidak banyak berbeda dari Mamalia lainnya terutama primates. Beberapa ciri fisiologi yang berpengaruh pada tingkah laku manusia antara lain : 1) Manusia tidak mempunyai musim bereproduksi (berbiak). anak manusia bergantung pada orang dewasa (orang tuanya). Anak manusia selama beberapa tahun bergantung kepada orang tuanya. Sifat bermasyarakat pada manusia ini terbanyak beasal dari keadaan bahwa manusia memerlukan waktu lama untuk menjadi dewasa. Dengan demikian secara bermasyarakat. Dengan . 2) Umur manusia relatif lebih panjang dibanding umur hewan mamalia pada umumnya. Ciri-ciri tingkah laku manusia : Walaupun manusia cerdas (mempunyai otak besar) kalau hidup sebagai individu tersendiri dia tidak akan berdaya. Setiap kelahiran anak manusia dalam keadaan yang tidak berdaya. Hal ini karena manusia mempunyai kemampuan merawat dan melindungi dirinya dnegan sangat baik. menjamin anak itu untuk dapat menjalin hubungan hidup bersama secara bermasyarakat. Kegiatan reproduksi dapat terjadi setiap saat sepanjang tahun. Sejak lahir. c. 3) Manusia mempunyai perkembangan dan pertumbuhan yang lambat. Selama itu orang dewasa dapat mendidik anaknya dan anak dapat belajar.

terkumpul dalam kelompok ini dan memungkinkan timbulnya kebudayaan. Ciri-ciri tingkah lakunya itu nampak pada sifat-sifat manusia umumnya. Manusia itu pada umumnya berfikir egosentris. Artinya pikirannya senantiasa berfikir kepada kepentingan manusia. Bentuk masyarakat mempengaruhi manusiaya sendiri secara timbal balik. mengakibatkan adanya pendidikan. d. Manusia dapat mengadakan komunikasi melalui isyarat dalam hal ini adalah bahasa. Kebudayaan berpengaruh terhadap manusianya sendiri. Tetapi kita tak mengetahui kapan manusia mulai berbicara. Pemindahan ilmu pengetahuan bergantung kepada komunikasi antar individu. membuat jalan. b. Senang belajar : karena senang belajar. Bahasa adalah dasar kemuanusiaan dasar prestasi manusia. Dari ciri struktur maupun ciri fisiologinya memungkinkan timbulnya ciri-ciri tingkah laku yang khas bagi manusia sebagai Mamalia yang paling utama. Contoh : Menebang hutan. manusia mempunyai kebudayaan. tidak ada keterangan mengenai bagaimana bahasa itu dimulai. membuat industri semuanya demi kepentingan manusia. Bermasyarakat merupakan : berbeda laku dengan masyarakat hewan yang tingkah bawaan.11 pengalaman serta penemuan yang menjadi pengetahuan. Berbudaya: Akibat berfikir. Pendidikan berpengaruh besar terhadap manusianya sendiri. c. masyarakat manusia berlandaskan tingkah laku yang kebanyakan telah dipelajarinya. . Berbicara adalah suatu ciri dasar tingkah laku manusia. Adapun sifat-sifat manusia itu sebagai berikut : 1) Berfikir : a.

menyebabkan manusia menjadi mahluk utama di dunia. bangsa dan lain-lain. kesehatan. manusia itu selalu ingin sehat. Sedangakn masyarakat serangga atau hewan lain itu berlandaskan tingkah laku yang bersifat bawaan. kedudukan dalam masyarakat. cara kerja. maka masyarakat manusia itu berlandaskan tingkah laku yang kebanyakan telah dipelajari. membatasi kerja terlalu keras. 5) Suka mencari kesenangan hidup atau kebahagiaan : Contoh : rekreasi.12 Contoh: Pendidikan mempengaruhi mempengaruhi penghasilan. Bagaimana naluri kehidupan manusia ? Dibanding dengan hewan yang juga banyak yang hidup bermasyarakat. kosmetika. kebudayaan. mencegah kelaparan. perkembangan makanan mempengaruhi kecerdasan. keluarga. Sedangkan cara berpakaian berpengaruh terhadap kesehatan. dan sebagainya. Cara berkomunikasi antara sesama dan kemampuan manusia berbahasa. ras. Macam pakaian dipengaruhi oleh iklim. manusia. 2) Manusia mempunyai kebutuhan makan : Untuk dan keperluan pembiakan. Menurut Wildan Yatim (1974:333) dikatakan bahwa: naluri (instinct) . 3) Ingin panjang umur : Akibat sifat ini. Makanan berpengaruh terhadap : pertumbuhan. 4) Suka berteduh : Akibatnya manusia memakai pakaian. kesenian. mengatasi penyakit. selera masyarakat dan bahan yang tersedia. yang terulang secara turun temurun dan ini disebut naluri. 6) Ingin mempunyai keturunan. pandangan mempengaruhi masyarakat. misalnya: serangga. jadi mempengaruhi manusianya sendiri. hidupnya Gizi manusia memerlukan makanan.

bulan. Inilah keunikan manusia. benda-benda di sekelilingnya. Makan. Sampai batas-batas tertentu. Rasa ingin tahu ini merupakan ciri khas manusia. bahkan ia . Contoh:    Naluri makan tidak mungkin ditekan dan ditinggalkan. Tentunya berkat kemampuan dan kecakapannya yang tinggi. akan dapat menekan sikap asli (naluri) nya sampai batas-batas tertentu yang mungkin lebih menguntungkan. bintang. Segala macam ciri kehidupan dijalani secara naluri. yang menyangkut jasmaninya yang telah berkembang yang memungkinkan penyesuaian fisiologi serta terbentuk sikap atau tingkah laku manusia dan prestasinya yang agak berlainan dengan hewan. dan matahari yang dipandangnya dari jauh. rumah bertingkat. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang alam sekitarnya. berlindung dan berbiak adalah naluri. Mahluk yang mempunyai kecerdasan yakni yang bisa belajar. awan. Naluri berlindung pada manusia menyebabkan meraka membuat jaket wool. membuat senjata dan lain-lain. karena setiap mahluk tak akan mungkin dapat meninggalkan sama sekali pembawaan naluri. bernafas. Namun waktu makan dapat diatur. gunung. memecahkan masalah dan memperbaiki sikap-sikap meniru (stereotip) seperti manusia. Setiap mahluk termasuk manusia sebenarnya memiliki naluri.13 adalah sikap yang dibawa turun temurun. Naluri masyarakat manusia telah berkembang oleh karena kemampuan berfikir dan belajarnya. memikirkan. tak berubah-ubah dan berperan untuk memlihara kelangsungan hidup sesuatu individu di alam. bergerak. Rasa Ingin Tahu Ilmu pengetahuan alam itu bermula dari rasa ingin tahu.

Tetapi pengetahuan itu ternyata tidak berubah dari zaman ke zaman. burung itu menjadi tahu. kebutuhan alam pikirannya. dan untuk kebutuhan nonfisik. melindungi diri dan berkembang biak. Manusia memiliki naluri seperti yang dimiliki hewan. Contoh : urung-burung bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain di dorong oleh suatu keinginan yaitu rasa ingin tahu apakah disana ada cukup makanan atau ingin tahu apakah di suatu tempat cukup aman untuk membuat sarang. mempertahankan kelestarian hidupnya. Itulah “pengetahuan” dari burung itu. Untuk itu mereka perlu makan. Hal ini berlangsung sepanjang zaman. Tetapi manusia memiliki kelebihan yaitu kemampuan “berfikir” dengan kata lain ingin tahu tentang “apa”. Rasa ingin tahu dan pengetahuan dari hewan yang tetap sepanjang zaman itu disebut naluri (insting). juga ia ingin tahu “bagaimana” dan “mengapa” begitu. Naluri ini brpusat pada satu hal saja yaitu untuk mempertahankan kelestarian hidupnya. pada gerakan terbatas mempertahankan kelestarian hidupnya yang bersifat tetap. Manusia mampu menggunakan pengetahuannya yang terdahulu untuk dikaitkan/ dikombinasikan dengan pengetahuannya yang baru menjadi . Burung juga memiliki “pengetahuan” bagaimana caranya membuat sarang di atas pohon. Tumbuh-tumbuhan bertumbuh dan bergerak menunjukkan namun tanda-tanda itu kehidupan. Misalnya: daun-daun yang selalu cenderung untuk mencari sinar matahari atau akar-akar yang selalu cenderung mencari air yang kaya mineral untuk kebutuhan hidupnya. Hewan menunjukkan adanya kehendak berpindah dari satu tempat ke tenpat lain. Burung pipit dari dulu hingga sekarang membuat sarang yang sama tak pernah berubah. Rasa ingin tahu itu untuk memenuhi kebutuhan fisik. Setelah mengadakan peninjauan (eksplorasi).14 ingin tahu tentang dirinya sendiri.

Oleh karena kemampuannya berfikir yang tidak semata-mata didorong oleh sekedar kelestarian hidupnya tetapi juga untuk membuat hidupnya lebih menyenangkan. Mitos dan Perkembangan Alam Pikiran Manusia Manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhan fisiknya. tidak mengalami perubahan sepanjang zaman. Bahkan sekarang manusia mampu membuat istana ataupun gedung-gedung pencakar langit dibandingkan dnegan harimau yang hidup di gua-gua atau monyet yang membuat sarang di atas pohon. mereka meraka-reka dengan jawaban bahwa pelangi adalah “selendang bidadari”. Contoh : manusia purba zaman dahulu yang hidup di gua-gua atau di atas pohon. tetapi juga ingin memenuhi kebutuhan nonfisik atau kebutuhan alam pikirannya. Muncul pengetahuan baru. menyangkut keindahan dan sebagainya.  Mengapa gunung meletus ? . Untuk memuaskan alam pikirannya. Pengetahuan manusia berkembang sampai kepada hal-hal bercocok tanam.15 pengetahuan yang lebih baru. Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. maka meraka mampu membuat rumah dia atas tiang-tiang kayu yang kokoh. sehingga terjadi suatu akumulasi pengetahuan. Contoh:  Apakah pelangi itu ? Karena tak dapat dijawab. manusia membuat atau mereka-reka sendiri jawabannya. Hal yang demikian ini berlangsung terus berabad-abad lamanya. yaitu “bidadari”. Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terjawab atas dasar pengamatan maupun pengalamannya.

Mitos ini timbul disebabkan antara lain karena keterbatasan alat indera manusia. bulan. raksasa yang menelan bulan pada saat gerhana bulan. yaitu : rasa manis. dan pahit. Pengetahuan-pengetahuan baru yang bermunculan dan merupakan gabungan dari pengamatan. pohon yang besar. Adapun cerita yang berdasarkan atas mitos ini disebut “legenda”. yaitu yang disebut “yang berkuasa”. muncul anggapan “yang berkuasa di dalam hutan yang lebat. Muncul pengetahuan baru. Pengetahuan ini di terima sebagai kepercayaan masyarakat. Getaran dibawah 30 atau di atas 30. Dengan menggunakan jalan pikiran yang sama. Mata tak mampu melihat partikel atau jauhnya benda.Misalnya : 1) Penglihatan : Banyak benda-benda bergerak begitu cepat sehingga tak tampak oleh mata. maka di reka-reka sendiri dengan jawaban “yang berkuasa dari gunung sedang marah”. 2) Pendengaran : Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 30 sampai dengan 30.000 perdetik. kilat.16 Karena tak tahu jawabannya. pengalaman dan kepercayaan itu disebut mitos. Manusia hanya bisa membedakan empat jenis rasa. sungai yang besar. Mata tak dapat membedakan seluruh gambar yang berbeda dalam satu detik. matahari. 3) Bau dan rasa : Bau dan rasa tidak dapat dipastikan benda yang dikecap maupun diciumnya.000 perdetik tak terdengar. Bau seperti parfum dan bau-bauan yang lain dapat dikenal oleh hidung kita jika konsentrasinya di udara lebih dari 1/10 juta dari . asin. masam.

Alam semesta menurut pendapat mereka waktu itu adalah berupa suatu ruangan atau selungkup.17 udara. Bumi datar sebagai lantainya dan langit-langit melengkung di atas sebagai atapnya. tapi tetap sangat terbatas. akibat dari keterbatasan alat indera kita maka mungkin timbul salah informasi. c) Hasrat ingin tahunya terpenuhi. Bau dapat membedakan satu benda dengan benda yang lain. Usaha-usaha lain adalah menciptakan alat. salah tafsir dan salah pemikiran. Untuk meningkatkan ketepatan alat indera tersebut dapat juga orang dilatih untuk itu. 4) Alat perasa : Alat perasa pada kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin. Pada atap ada semacam jendela dimana air hujan dapat sampai ke bumi. meskipun alat yang diciptakan ini masih mengalami kesalahan. matahari dan bulan menempel dan bergerak pada permukaan dalam langit. Puncak hasil pemikiran seperti itu yaitu pada zaman Babylonia ±700-600 SM. Pengulangan pengamatan dengan berbagai cara dapat mengurangi kesalahan pengamatan tersebut. Bintang-bintang. Alat-alat indera tersebut di atas sangat berbeda antara manusia : ada yang sangat tajam penglihatannya ada yang tidak. Demikian pula ada yang tajam penciumannya ada yang lemah. namun tidak semua orang bisa melakukannya. sehingga tidak dapat dipakai sebagai alat observasi yang tepat. Hasrat ingin tahunya berkembang terus dan mitos merupakan jawaban yang paling memuaskan pada masa itu. Jadi mitos ini dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu karena : a) Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena keterbatasan penginderaan baik langsung maupun dengan alat. b) Keterbatasan penalaran. . namun sangat relatif.

Contoh : ajaran orang-orang Yunani pada 600-200 SM. dan sebagainya yang masih kita kenal pada zaman sekarang ini. berasal dari zaman Babylonia. Pengetahuan ajaran orang-orang Babylonia itu setengahnya memang berasal dari hasil pengamatan maupun pengalaman namun setengahnya berupa dugaan. dan telah menetapkan perhitungan satu tahun yaitu satu kali matahari beredar kembali ke tempat semula. Kelompok bintang atau rasi scorpio. Pengetahuan yang mereka peroleh dari kenyataan pengamatan dan pengalaman tidak dapat digunakan untuk memecahkan masalah hidup sehari-hari yang mereka hadapi. virgo. leo. kepercayaan atau mitos. Horoskop atau ramalan nasib manusia berdasarkan perbintangan juga berasal dari zaman Babylonia ini. Pengetahuan seperti ini dapat disebut sebagai “pseudo science” artinya mirip sains tapi bukan sains.25 hari. matahari. dapat menerimanya. Pengetahuan perbintangan pada masa itu memang sedang berkembang. . Suatu pola berfikir yang satu langkah lebih maju daripada mitos ataupun pseudo science tersebut di atas ialah penggabungan antara pengamatan. sama dengan 362. Mereka sendiri tidak memahami mengapa demikian. pisces. pengalaman. Contoh : Suatu saat hasil pertanian mereka tidak memuaskan namun pada saat yang lain baik sekali. dan bintang-bintang.18 Tetapi yang menakjubkan adalah bahwa mereka telah mengenal ekliptika atau bidang edar matahari. imajinasi. bahkan mungkin masih ada pada masa kini. dan dikaitkan nasib itu pada bulan. Pengetahuan mereka belum dapat menjawab mengapa hal itu terjadi maka mereka percaya pada mitos. dan akal sehat atau rasional. Masyarakat waktu itu.

Karena kemampuan berfikir manusia semakin maju dan disertai juga oleh adanya perlengkapan pengamatan. Dialah orang yang pertama mempertanyakan asal usul dari semua benda yang kita lihat di alam raya ini. Beliaulah yang pertama berpendapat bahwa bintang-bintang mengeluarkan cahayanya sendiri sedangkan bulan hanya sekedar memantulakan cahayanya dari matahari. Orang-orang Yunani lainnya yang patut dicatat pemberi iuran kepada perubahan pola berfikir masa itu antara lain : 1) Pythagoras (500 SM). Manusia makin cenderung menggunakan akal sehat atau rasionya.19 Sebagai tonggak sejarah dapat disebutkan disini seorang ahli pikir bangsa Yunani bernama Thales (624-548 SM). Bahan dasar tersebut membentuk benda-benda beraneka ragam itu melalui suatu proses. Masa itu orang-orang beranggapan bahwa aneka ragam benda di alam itu diciptakan oleh dewadewa seperti apa adanya. seorang astronom yang juga ahli dibidang matematika dan tehnik. Ia juga berpendapat bahwa bumi merupakan suatu piring yang datar yang terapung di atas air. Terkenal dibidang matematika. Kita kenal seperti sekarang yaitu “dalil Pythagoras” (tentang segitiga siku-siku) C2 = a2 + b2 Jumlah sudut suatu segitiga 180o a + b + c = 180o . Ia berpendapat bahwa adanya beranekaragamnya benda di alam ini sebenarnya merupakan gejala saja bahan dasarnya amat sederhana. maka mitos dengan berbagai legendanya makin ditinggalkan. jadi tidak berbentuk begitu saja. Pendapat tersebut di atas sungguh merupakan perubahan besar dari alam pikiran manusia pada masa itu. misalnya berupa teropong bintang yang mungkin sempurna.

Tentang unsur dasar ia menyebutkan adanya zat tunggal. 3) Aristoteles (348-322 SM). semua benda jika dipanaskan dalam keadaan kering akan berubah menjadi api (1). 2. tanah. kesimpulan. Zat tunggal ini dapat berubahubah bentuk tergantung kondisinya. Ia tidak percaya adanya hampa udara. 3. udara dan air. api. Contoh :    1. Ajarannya yang penting adalah suatu pola berfikir dalam memperoleh kebenaran berdasarkan logika. maka tidak tampak oleh mata. Tentang unsur-unsur dasar ia berpendapat bahwa apabila suatu benda dipecah dan dibagi terus menerus pada suatu saat sampailah pada bagian yang terkecil dari benda itu. 2) Demokritos (460-370 SM). disebut premis mayor yaitu sesuatu yang berlaku umum. kayu jika dipanaskan dalam keadaan kering akan berubah menjadi api (3). udara atau api (transmutasi). Karena kecilnya. Tentang alam semesta. panas dan kering. Bagian terkecil dari benda itu yang tak dapat dibagi-bagi lagi disebut atomos atau atom. . kayu adalah benda (2). air. lembab.. karena berputar maka nampaknya seolah-olah alam berputar mengelilingi bumi. premis minor yaitu sesuatu yang khusus. Pythagoras berpendapat bahwa bumi ini bulat dan berputar. Pythagoras berpendapat bahwa berpendapat : ada 4 bentuk yaitu. yaitu menjadi bentuk tanah.     dalam kondisi lembab dan panas dalam kondisi panas dan kering dalam keadaan kering dan dingin dalam keadaan dingin dan lembab bentuk udara bentuk api bentuk tanah bentuk air Beliau berpendapat pula bahwa apabila disuatu tempat tidak ada apa-apanya (benda) disitu ada sesuatu yang imaterial yaitu ether. Adnya transmutasi ini disebabkan oleh keadaan dingin .20 Tentang unsur dasar ia tentang alam semesta.

Di dalam sistem itu bumi adalah salah satu planet diantara planet-planet lain yang beredar mengelilingi matahari. Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari. Artinya “peredaran alam semesta”. diam setimbang tanpa tiang penyangga. TIMBULNYA ILMU PENGETAHUAN ALAM Berkat makin sempurnanya alat pengamat bintang berupa teleskop dan semakin meningkatnya kemampuan berfikir manusia maka pada tahun 1500-1600 terjadi perubahan besar atas semua ajaran Aristoteles maupun Ptolomeus. Ia tidak saja astronom tetapi juga ahli matematika dan pengobatan. 4) Ptolomeus (127-151). Pengikut Copernicus yaitu BRUNO (1548-1600) memperoleh kesimpulan lebih jauh lagi yaitu : 1. 2. Ia mengungkapkan pendapatnya bahwa : . Buku itu ditulis pada tahun 1507 namun tidak segera diumumkan karena prinsip heliosentrisme (pusat matahari) bertentangan dnegan kepercayaan penguasa pada saat itu. 2. Bintang-bintang menempel tetap pada langit dan berputar mengelilingi bumi sekali dalam 24 jam. 3. Pokok ajarannya antara lain: 1. Tulisannya yang terkenal dan merompak pandangan astronom zaman Yunani berjudul : “De Revolutionibus Orbium caelestium”. Sebagai tinggak sejarah dapat dicatat disini adalah : NIKOLAUS COPERNICUS (1473-1543). Karena keberaniannya mengungkapkan pendapat yang bertentangan dengan penguasa waktu itu. Beliau berpendapat bahwa bumi adalah pusat dari jagat raya. Matahari adalah pusat dari solar sistem. Alam raya ini tak ada batasnya. Ahli Astronomi lain yang juga penting dicatat adalah Johannes Kepler (1571-1630). maka ia dianggap kemasukan setan lalu dibakar sampai mati. berbentuk bulat. tahun 1600. Bintang-bintang tersebar diseluruh ruang angkasa. Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur dan mengakibatkan adanya siang dan malam dan pandangan gerakan bintang-bintang. Cara ini dikenal sekarang sebagai metode deduksi.21 Kesimpulan ditarik dari sesuatu yang umum menuju kepada yang khusus. Orang besar 450 tahun setelah Aristoteles. Planet beredar melalui orbitnya sendiri terletak antara bumi dan bintang.

dengan teleskop nya yang mutakhir pada saat itu. Dengan jalan perkawinan . Kecuali itu. HAKEKAT ILMU PENGETAHUAN ALAM. Lebih jauh ia menemukan bahwa ada empat buah bulan yang mengelilingi jupiter. yang bertentangan dengan pandangan penguasa. 2. Orang Italia ini dnegan berani mengumumkan penemuannya.22 1. Ia juga menemukan adanya gununggunung di bulan. sekarang telah berkembang pesat dan telah banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat . kualitas kesehatan individu dan masyarakat. Perlu dicatat pula orang besar bernama Galileo (1564-1642). Misalnya peningkatan penyediaan sandang dan pangan. bukanlah hasil penemuan secara serentak. melainkan merupakan jalinan penemuan-penemuan sebelumnya. Ilmu pengetahuan alam yang bermula timbil dari rasa ingin tahu manusia. Suatu penemuan memungkinkan terdapatnya masalah baru yang mendorong manusia untuk bereksperimen selanjutnya. Planet-planet beredar mengelilingi matahari pada suatu garis edar yang berbetuk elips dengan suatu fokus. kelompok taburan bintang yang ia sebut Milky Way atau bima sakti terdiri dari bermilyar bintang dan yang sangat menakjubkan adalah ditemukannya cincing saturnus. penemuan-penemuan dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi merupakan dasar pembuka jalan bagi pengembangan ilmu pengetahuan alam selanjutnya. Ia membenarkan teorinya Copernicus tentang heliosentrisme yang jelas bertentangan dengan ajaran agama saat itu yang homosentris atau geosentris. Semua penemuan-penemuan ilmu pengetahuan alam masa kini. telah ditetapkan untuk memperoleh bibit unggul. Dengan demikian terjadi proses berantai yang dinamis dan menyebabkan ilmu pengetahuan alam berkembang pesat. Penmuan-penemuan dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi dapat memberikan kemudahan dan peningkatan kehidupan masyarakat. Dari Copernicus sampai Galileo dapat kita anggap sebagai permulaan abad ilmu pengetahuan modern yang menempatkan suatu kebenaran berdasarkan induksi atau eksperimentasi. Suatu bintik hitam di matahari yang snagat penting untuk menghitung kecepatan rotasi matahari. Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet mengelilingi matahari secara penuh adalah sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet itu terhadap matahari. Contoh : Penemuan tentang peranan kromosom dan gen dalam menurunkan sifat-sifat mahluk hidup dari generasi terdahulu pada generasi berikutnya.

Terdapat beberapa definisi IPA diantaranya adalah : 1) Menurut H. Pengetahuan tentang mikroorganisme itu makin berkembang dan melahirkan ilmi mikrobiologi. yaitu menurut James B. bila seseorang mengatakan “science” maka yang dimaksud adalah “natural science” atau dalam bahasa Indonesia disebut ilmu pengetahuan alam dan disingkat IPA. 2) Menurut Robert B. serta ilmu-ilmu biologi (life science).23 silang dan mutasi buatan. diperoleh tanaman baru yang mempunyai produksi lebih tinggi dan tahan hama. Kata “science” sebenarnya semula berarti ilmu pengetahuan yang meliputi baik ilmu pengetahuan sosial (Social science) maupun ilmu pengetahuan alam (natural science). Untuk mengidentifikasikan IPA dengan kata-kata atau dengan kalimat yang singkat tidak mudah. astronomi dan geofisika. Fowler : “Ilmu pengetahuan alam adalah pengetahuan alam yang sistematis dan dirumuskan . Ini berarti dapat meningkatkan penyediaan pangan masyarakat. penemuan mikroskop juga membuka jalan bagi pengembangan dan penemuan berbagai jenis mikroskop yang memiliki kemampuan lebih tinggi.W. sedangkan IPA sendiri terdiri dari ilmu-ilmu fisik (Physical science) yang natara lain kimia.Sund : “Ilmu pengetahuan alam adalah sekumpulan pengetahuan dan juga suatu proses“. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam Ilmiu pengetahuan alam yang bahasa asingnya “science” berasal dari kata latin “Scientia” yang berarti saya tahu. terbuka jalan untuk mempelajari organisme-organisme kecil yang semula tidak dapat dilihat. Selain itu. Conant : “Ilmu pengetahuan alam adalah suatu rangkaian konsep-konsep yang saling berkaitan dan bagan-bagan konsep yang telah berkembang sebagai hasil eksperiment dan obeservasi dan bermanfaat untuk eksperimen serta observasi lebih lanjut”. yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan deduksi”. fisika. Dalam definisi ini IPA mengandung dua unsur. . 3) Definisi lainnya. karena sering kurang dapat menggambarkan secara lengkap pengertian IPA tersebut. Lama kelamaan. yaitu sebagai sekumpulan pengetahuan dan sebagai suatu proses untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan tersebut. Contoh lain misalnya dengan diketemukannya mikroskop sederhana. Definisi IPA ini tampaknya banyak diterima dan dipakai di sekolah-sekolah di Indonesia.

untuk memperoleh pengetahuan dan juga cara berfikir dan memcahkan masalah. berupa proses terutama mempergunakan metoda observasi dan eksperimen. Yang pertama. yaitu untuk observasi dan eksperimen lebih lanjut. Yaitu proses yang digunakan untuk mempelajari objek studi. secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan suatu pengetahuan yang ilmiah. konsep penyebaran geografis. benda mati maupun tidak hidup. 2) IPA pada hakikatnya adalah suatu proses (dalam definisi kedua). Adapun objek studi IPA adalah bendabenda dan gejala-gejala kebendaan. 2) Bersifat sistematik. Dari ketiga contoh definisi IPA tersebut. Dengan mengutip pendapat Einstein tentang proses IPA. menemukan dan mengembangkan produk-produk IPA. proses dan penerapan dengan penjelasan sebagai berikut : 1) IPA pada hakikatnya merupakan suatu produk atau hasil. 3) Mengandung metode tertentu yaitu metode ilmiah. konsep-konsep dan teori IPA. Kemeny menjelaskan terdapatnya tiga tahapan dalam proses tersebut. Dalam Proses ini digunakan metode ilmiah dan terutama ditekankan pada proses observasi dan eksperimen (dalam definisi pertama dan kedua). artinya pengetahuan itu sesuai dengan kenyataan dari objeknya dan dapat dibuktikan dengan pengamatan dan pengamalan empirik. IPA merupakan sekumpulan pengetahuan (dalam definisi pertama dan kedua) dan sekumpulan konsep-konsep dan bagan konsep (dalam definisi ketiga) yang merupakan hasil suatu proses tertentu. Sistem ini dipergunakan untuk menyusun. artinya IPA mempunyai sistem yang teratur. konsep variasi. HAKIKAT IPA Untuk mempelajari hakikat IPA perlu kita kaji kembali ketiga contoh definisi IPA. Yang dimaksud bagan konsep ialah suatu konsep yang menyangkut konsep-konsep lain yang relevan. IPA pada hakekatnya merupakan suatu produk. baik benda hidup. Misalnya konsep evolusi yang menyangkut konsep mutasi. adalah serangkaian konsep dan bagan konsep yang saling berkaitan. . Metode ini dipergunakan untuk mempelajari objek studi. mengorganisasikan pengetahuan. karena IPA mempunyai syarat-syarat berikut : 1) Bersifat objektif. John G. Adapun unsur kedua dari definisi IPA tersebut.24 Dalam definisi ke tiga ini terdapat tiga unsur IPA. Kemeny menegaskan baha IPA berangkat dari fakta dan berakhir pada fakta. Sedangkan unsur ketiga berupa manfaat dan penerapannya.

Secara singkat proses tersebut digambarkan pada bagan berikut Matematika mempunyai sumbangan yang penting bagi perkembangan IPA. yang bertolak dari fakta dan berakhir pada fakta baru. akan mendorong dilakukannya observasi dan eksperimen selanjutnya. yaitu bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum. c) Diketemukannya dugaan atau ramalan baru. Contoh : Dari beberapa pengamatan menunjukkan bahwa tumbuhan berkeping satu mempunyai akar serabut maka kita selidiki tumbuhan satu lainnya. Contoh : Misalnya kita sudah menganggap benar kesimpulan umum tentang tumbuhan berkeping satu tersebut. Bila suatu ketika ditemukan tumbuhan yang berakar serabut. Matematika antara lain berperan sebagai penunjang untuk memahami gejala-gejala alam dan untuk . Dengan demikian. menuju terbentuknya teori. proses-proses IPA merupakan proses yang berantai dan melingkar. untuk menguji kebenaran ramalan-ramalan tersebut.Berrtitik tolak dari suatu teori atau kesimpulan umum yang telah dianggap benar. Kemudian diambil kesimpulan umum bahwa tumbuhan berkeping satu mempunyai akar serabut. Ramalan atau konsekuensi yang telah diuji kebenarannya melahirkan fakta-fakta baru yang secara induktif dapat disusun teori baru lagi.dapat diramalkan atau diprediksi fakta-fakta baru yang bersifat khusus. Fakta-fakta atau ramalan-ramalan baru ini merupakan konsekuensi-konsekuensi yang timbul dari teori atau kesimpulan umum tersebut. ternyata semuanya berakar serabut. b) Tahapan kedua adalah deduksi. Tahapan ini disebut tahapan induksi. maka kita deduksikan bahwa tumbuhan tersebut berkeping satu.25 a) Bertolak dari Fakta-fakta khusus hasil observasi dan eksperimen terdahulu. Tahapan ini disebut tahapan verifikasi. disusun konsepkonsep kemudian teori-teori. atau dari fakta-fakta hasil eksperimen dan observasi. Penyusunan teori secara demikian disebut secara induktif.

tetapi mengandung nilai intelektual. Sebagai “pure science”. Norman Campbell memandang IPA menjadi dua aspek yag satu sama lain tidak dapat dipisahkan bagai mata uang dnegan kedua sisi-sisinya. Ini berarti konsep-konsep dan teori IPA tetap konsisten danb berlaku dimana-mana. Pengetahuan yang diperoleh dengan metoda ilmiah yang disertai perhitungan matematika melahirkan IPA kuantitatif yang dipandang merupakan IPA modern. hingga bergeraknya bulan mengelilingi bumi dan juga bergeraknya planet-planet mengelilingi matahari. proses maupun penerapan. IPA tidak dapat bermanfaat langsung bagi kehidupan. Perkembangan IPA bukan hanya karena proses induksi dan deduksi tetapi juga peranan matematika. . IPA memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat membedakan ilmu pengetahuan lain. Apa yang kita pelajari secara langsung dari IPA adalah aspek “pure science” tersebut. penerapan teori-teori IPA akan melahirkan teknologi yang dapat memberi kemudahan bagi kehidupan. 3) Adapun hakikat IPA yang ketiga adalah bahwa IPA pada hakikatnya merupakan suatu penerapan atau aplikasi. Erat kaitannya dengan hakikat IPA sebagai suatu penerapan. Kedua aspek tersebut adalah ”practical science” dan aspek “pure science” sebagai ”practical science” IPA sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat melalui teknologi. CIRI-CIRI IPA Sebagai suatu produk. Hal ini antara lain karena IPA tidak membahas nilai-nilai moral dan etika.26 memperhitungkan secara logis sesuatu yang tidak dapat diperoleh dari observasi dan eksperimen. Contoh : Hukum gravitasi Newton berlaku mulai dari apel-apel yang jatuh ke bumi pada berbagai tempat. Adapun ciri-ciri tersebut adalah : 1) Pengetahuan dalam IPA bersifat universal. dan menjangkau nilai-nilai keindahan dan seni budaya yang nilainya dipengaruhi oleh kebudayaan masing-masing tempat. Penerapan-penerapan IPA ini juga berguna untuk mengembang teori dan teknologi baru.

yaitu yang bersifat objektif. Pada tahu 1842. Contoh : Berdasarkan hasil pengamatannya. Langkah selanjutnya adalah membatasi masalah dan faktor-faktor yang mempengaruhi untuk menentukan ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan. sistematis dan konsisten. Kemudian masalah tersebut perlu . Alexis Bouvard (Perancis) mengamati bahwa terdapat kelainan-kelainan dari orbit planet Uranus. Dengan demikian hipotesis Leverier dapat dibuktikan kebenarannya oleh orang lain. Metoda Ilmiah Sebagai Ciri IPA Metoda ilmiah merupakan cara-cara ilmiah untuk memperoleh pengetahuan dan yang menentukan apakah suatu pengetahuan bersifat ilmiah. barulah observatorium Berlin dapat mengamati lokasi tersebut dan menemukan planet baru yang kemudian diberi nama Neptunus.27 2) Ciri kedua dari IPA ialah konsep-konsep dalam IPA dapat diuji kebenarannya oleh siapa saja pada setiap waktu. Masalah antara lain timbul karena adanya kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi dengan keadaan yang sebenarnya. ini berarti konsep-konsep IPA dapat dibuktikan oleh ilmuwan-ilmuwan lain pada waktu yang berbeda-beda. tetapi juga banyak juga digunakan dalam ilmu pengetahuan lain. John Adam (Inggris) dan Jean Leverier (Perancis) dengan perhitungan-perhitungan teoritis menunjukkan bahwa penyimpangan orbit Uranus tersebut disebab planet lain dibelakangnya dnegan lokasi yang dapat ditentukan. Dua belas tahun kemudian. Adapun langkah-langkah operasionalnya adalah sebagai berikut adalah : 1) Perumusan masalah Langkah metoda ilmiah diawali dengan merasakan adanya masalah dan berkeinginan untuk memecahkan masalah. Yang dimaksud dengan masalah disini umumnya ialah berupa pertanyaan yang mengandung unsur-unsur apa. harus menjamin akan menghasilkan pengetahuan yang ilmiah. mengapa. Metode ilmiah yang digunakan. Dalam bentuk dan langkah-langkah sederhana. 3) Ciri ketiga dari IPA adalah bahwa konsep dari teori IPA bersifat tentatif yang berarti kemungkinan dapat diubah bila ditemukan fakta baru yang tidak sesuai dengan konsep dan teori tersebut. Metoda ilmiah terutama digunakan dalam IPA. dan bagaimana suatu objek yang akan diteliti. juga dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan agar memperoleh keputusan yang objektif.

Kesimpulan . 5) Pengambilan kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan hasil eksperimen yang telah dilakukan pada proses pengujian hipotesis ditarik kesimpulan hipotesis mana yang ditolak dan hipotesis mana yang diterima. Mengklasifikasikan data berarti menggolongnggolongkan data sesuai dengan jenis dan kategorinya dalam memecahkan masalah. 3) Pengumpulan data Yaitu mengumpulkan data yang ada hubungannya dengan masalah tersebut dan yang relevan dengan hipotesis yang telah disusun.28 dirumuskan agar menjadi jelas sehingga mempermudah langkah-langkah selanjutnya dalam memecahkan masalah tersebut. Kesimpulan yang diambil merupakan pengetahuan yang telah di uji kebenarannya. Hasil-hasil eksperimen dan data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis untuk menentukan apakan hipotesis yang telah diajukan ditolak atau diterima kebenarannya. Pengujian hipotesis tidak berarti harus membenarkan hipotesis karena suatu hipotesis dapat ditolak kebenarannya bila hasil-hasil eksperimen atau observasi tersebut ternyata tidak mendukungnya. Pengumpulan data ini antara lain dapat dilakukan dengan mencari informasi dari buku-buku sumber atau dari orang yang dianggap banyak mengetahui tentang masalah tersebut (resouce persons). 2) Penyusunan hipotesis Hipotesis adalah pernyataan yang mengandung jawaban-jawaban sementara tentang masalah yang diteliti dan yang harus diuji kebenaranya melalui observasi dan eksperimen. 4) Pengujian hipotesis Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan atau observasi dan dapat dilakukan dengan melalui eksperimen. Data yang telah terkumpul diseleksi untuk dipilih data yang erat hubungannya dengan masalah dan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Bila perlu data kuantitatif dapat disusun dalam bentuk tabel atau grafik. Langkah selanjutnya dalah menyeleksi dan mengklasifikasikan data. Hipotesis menunjukkan adanya kemungkinan-kemungkinan jawaban atau dugaan-dugaan sementara tentang masalah yang diteliti. Penyusunan hipotesis harus dilandasi pengetahuan-pengetahuan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

biasanya timbul masalah-masalah baru yang perlu diteliti. Dengan metoda ilmiah ini. yang dikomunikasikan dalam bentuk laporan hasil penelitian. kesimpulan yang berupa pengetahuan IPA dapat berubah bila ternyata ditemukan data baru yang tidak sesuai. para ilmuwan tidak mau dan tidak mampu menguji kebenaran-kebenaran yang diturunkan berdasarkan wahyu Ilahi. langkah-langkah tersebut perlu dilakukan secara teratur dan berurutan. Apakah keseluruhan langkah-langkah metoda ilmiah tersebut perlu dilakukan secara berurutan ? Pada umumnya. Demikian juga alat-alat eksperimen yang dipergunakan mungkin belum memadai untuk mengumpulkan data yang lebih akurat. seperti yang telah kita bahas. Keterbatasan lain dari metoda ilmiah IPA ialah bahwa IPA dengan metoda ilmiahnya tidak dapat menjangkau sistem nilai yang berkaitan dengan nilai-nilai keindahan atau estetika serta nilai-nilai yang menyangkut kebaikan dan keburukan. langkah pengumpulan data dilakukan lebih dahulu sebelum penyusunan hipotesis. Sekalipun kesimpulan suatu penelitian diambil berdasarkan metoda-metoda ilmiah. dilakukan dengan melalui indera-indera manusia yang mempunyai keterbatasan. terkumpulnya data yang akhirnya kurang relevan dengan hipotesis yang akan disusun. SIKAP ILMIAH Pada waktu memecahkan masalah dengan menggunakan masalah dengan menggunakan metoda ilmiah seorang ilmuwan atau pengguna metoda ilmiah tersebut. dituntut memiliki sikap-sikap tertentu. Objektif terhadap fakta atau kenyataan. agar kesimpulan yang diperolehnya bersifat objektif. Kebenaran wahyu Ilahi adalah kebenaran yang bersifat mutlak dan diyakini sepenuhnya akan kebenarannya oleh pemeluknya serta abadi sepanjang masa. data yang diperlukan terlewat untuk dikumpulkan. hingga perlu diulang atau dilengkapi. tetapi kesimpulan tersebut tetap mempunyai kemungkinan mengandung kesalahan-kesalahan. karena langkah yang satu merupakan landasan dari langkah berikutnya. Inilah yang menyebabkan IPA mempunyai ciri tentatif. Tetapi pada beberapa pustaka.29 tersebut juga merupakan jawaban terhadap masalah yang diteliti atau dipecahkan. Kecuali itu dari suatu hasil penelitian. Oleh karena itu. Pengumpulan data hasil observasi ataupun informasi dari buku-buku. . Sebaliknya mungkin saja terjadi. Sikap tersebut disebut sikap ilmiah yang antara lain sebagia berikut : 1. Ini membawa konsekwensi.

Dapat bekerja sama dengan orang-orang lain dan bersedia mengkomunikasikan dan mengumumkan hasil penelitiannya.30 Dengan jujur dia akan menyatakan suatu fakta sesuai dengan kenyataan dan tidak dipengaruhi oleh perasaannya serta pertimbangan lain. Galileo tidak memihak begitu saja faham Aristoteles bahwa benda berat akan jatuh lebih dahulu daripada benda ringan. Ilmuwan yang pertama bersedia mengubah kesimpulannya asal dia diberi cukup bukti dan fakta. Ini berarti bahwa penemuan atau pendapat kita rela untuk diteliti kembali ataupun di kritik dengan alasan-alasan rasional. air tawar. karena percaya bahwa di alam ini sesuatu terjadi melalui proses tertentu. Contoh : Seorang ilmuwan yang secara kebetulan menemukan suatu jenis hewan dalam air dia tidak akan menyimpulkan bahwa hewan tersebut hidup dalam air sebelum mengumpulkan data tentang hewan tersebut ada berbagai tempat baik darat. Contoh : Ilmuwan tersebut (contoh 2) telah menyimpulkan bahwa hewan tadi hidup dalam air. Sikap ini akan melatih kita untuk mencintai kebenaran yang objektif. maupun air laut. 2. 4. Contoh : Ingat percobaan Galileo dari menara Pisa. 6. Bersikap tidak memihak terhadap sesuatu pendapat tertentu tanpa alasan-alasan yang berdasarkan fakta. Dengan demikian tidak akan mengambil kesimpulan yang didasarkan atas prasangka. bila belum cukup fakta yang dikumpulkan yang dapat menunjang kesimpulan atau keputusan itu. . 3. Metoda ilmiah melatih kita untuk tidak percaya kepada takhayul atau sifat untung-untungan. 5. Berhati terbuka Artinya bersedia mempertimbangkan pendapat atau penemuan orang lain. Tetapi ternyata ada ilmuwan lain menemukan hewan serupa hidup di atas pohon-pohon. Dengan bersifat objektif terhadap fakta ini kita dituntut untuk membedakan antara fakta dan pendapat pribadi. Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan atau keputusan. sekalipun pendapat atau penemuan orang lain itu bertentangan atau tidak sesuai denagn pendapatnya sendiri.

Sebaliknya teknologi telah membantu mengembangkan penemuanpenemuan baru yang secara tidak langsung juga bermanfaat bagi kehidupan.Weiz mengungkapkan bahwa IPA merupakan tanah tempat teknologi tumbuh dan berkembang. Dengan demikian akan mendorong kita untuk mencari kebenaran dan penemuan-penemuan baru. Dengan demikian IPA mempunyai nilai praktis yaitu sesuatu yang bermanfaat dan berharga dalam kehidupan sehari-hari. 2) Nilai intelektual . Selalu memiliki rasa ingin tahu tentang apa. IPA telah membuka jalan ke arah penemuan-penemuan yang secara langsung dan tidak langsung dapat bermanfaat. observasi dan dalam mengumpulkan data serta memecahkan masalah. Yang dimaksud dengan nilai disini ialah sesuatu yang dianggap berharga yang terdapat dalam IPA dan menjadi tujuan yang akan dicapai. Tentang hubungan antara IPA dan teknologi ini Paul B. 8. NILAI-NILAI IPA Sekalipun IPA tidak menjangkau nilai-nilai moral atau etika dan juga tidak membahas nilai-nilai keindahan atau estetika. Jelaslah bahwa yang dimaksud dengan nilai dalam pembahasan ini bukanlah nilainilai yang bersifat kebendaan atau bukan nilai-nilai yang dapat dikaitkan dengan harga dan bentuk uang. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa antara IPA dan teknologi terdapat hubungan saling mermbutuhkan. saling isi mengisi agar dapat terus tumbuh dan berkembang. tetapi IPA mengandung nilai-nilai tertentu yang berguna bagi masyarakat. mengapa dan bagaimana sesuatu gejala yang dijumpainya. Rasa ingin tahu ini akan melatih kepekaan mengenal masalah dan menggugah keringinannya untuk memecahkan masalah tersebut. Contoh : Penemuan listrik oleh Faraday telah diterapkan dalam teknologi hingga melahirkan berbagai alat listrik yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu.31 7. Adapun nilai-nilai IPA tersebut adalah : 1) Nilai praktis Penerapan dari penemuan-penemuan IPA telah melahirkan teknologi yang secara langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Memiliki ketekunan dan kesabaran serta ketelitian dalam melakukan eksperimen.

Sekalipun memiliki kemampuan IPAdan eknologi tinggi. Dalam hal ini maka IPA dan teknologi memiliki nilai sosial-ekonomi. Kemajuan IPA dan teknologi suatu negara dapat menempatkan negara itu dalam kedudukan pilotik internasional yang menentukan.32 Metoda ilmiah yang digunakan dalam IPA banyak dimanfaatkan manusia untuk memecahkan masalah. Contoh : . misalnya Amerika. dan lain-lain. tanpa memperhatikan alamnya. Keberhasilan memecahkan masalah ini akan memberikan kepuasan intelektual. tidak dapat menggali sumber daya alamnya dengan sebaik-baiknya. Tidak saja masalah-masalah alamiah tetapi juga masalah-masalah sosial. Rasa bangga akan kemampuan atau potensi nasional dan rasa bangga terhadap bangsanya adalah nilai-nilai sosial-politik suatu negara. 3) Nilai-nilai sosial-ekonomi-politik IPA mempunyai nilai-nilai sosial-ekonomi-politik berarti. maka metoda ilmiah menuntut sifat ilmiah bagi penggunaannya. Bedakanlah kepuasan intelektual ini dengan kepuasan seseorang pedagang yang memperoleh untung besar atau bandingkanlah dengan seorang politikus yang bangga karena mengalahkan lawan politiknya. Kecuali itu agar pemecahan masalah berhasil dengan baik. Contoh : Negara-negara yang telah maju. mereka sadar dan bangga terhadap kemampuan atau potensi bangsanya dalam bidang sosial politik. Kemungkinan bahkan akan menyerahkan pengusahaan sumber daya alam negaranya kepada bangsa lain yang hanya memikirkan keuntungan sebanyak banyaknya. Produk IPA dan teknologi dapat membuka jalan ke arah industrialisasi dan mekanisasi pertanian yang dapat meningkatkan ekonomi dan neraca perdagangan suatu negara. serta melatih pengambilan keputusan-keputusan dengan pertimbangan yang rasional bagi penggunaannya. Dengan demikian yang dimaksud dengan nilai intelektual adalah sesuatu yang memberikan kepuasan kepada seseorang karena dia telah mampu menyelesaikan atau memecahkan masalah. Prestasi-prestasi tinggi yang dapat dicapai oleh suatu negara dalam bidang IPA dan teknologi memberikan rasa bangga akan bangsanya. Metoda ilmiah ini telah melatih ketrampilan dan ketekunan. kemajuan IPA dan teknologi suatu negara. ekonomi. menyebabkan negara tersebut memperoleh kedudukan yang kuat dalam percaturan sosial-ekonomipolitik internasional.

yaitu Sputnik I. semua pengamatan ini akan mempertebal kesadaran kita tentang kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. tetapi keterbatasan ilmunya. jelaslah seorang ilmuwan yang beragama akan lebih tebal keimanannya kepada Tuhan. manusia makin sadar akan keterbatasan ilmunya. makin sadarlah orang itu akan adanya kebenaran hukum-hukum alam. sadar akan adanya suatu ketertiban di dalam alam raya ini dengan maha pengaturnya. hingga banyak hasil indusrinya merebut pasar dunia. Prasangka tersebut didasarkan pada alasan bahwa IPA hanya mempelajari benda dan gejala-gejala kebendaan. Berdasarkan contoh-contoh tersebut. dengan mempelajari IPA dan teknologi secara mendalam akan mengurangi kepercayaan manusia kepada Tuhan. maka kedudukannya di dunia internasional makin kuat. Manusia tidak akan mampu membuat atau menciptakan bulan. makin sadarlah akan kebesaran Maha Penciptanya. Contoh : a) Anda mengetahui. b) Juga ketika Rusia mampu meluncurkan satelit buatannya yang pertama. c) Jepang dan RRC karena kemampuan IPA dan teknologinya tinggi. b) Dengan susah payah dan waktu yang lama manusia dapat mempelajari hukum gravitasi.33 a) Ketika Amerika berhasil mendaratkan manusia di bulan dengan apolo 11. manusia tidak mampu meniadakan gravitasi itu sendiri. berapa banyak biaya dan tenaga ahli yang dikerahkan untuk persiapan pendaratan dibulan. Prasangka ini tidak benar makin mendalam orang mempelajari IPA. 4) Nilai keagamaan dari IPA Banyak orang berprasangka. Keimanan ini tidak hanya didukung oleh dogma-dogma saja. c) Dengan mempergunakan mikroskop. Oleh karena itu. Dengan penemuan-penemuannya manusia makin sadar akan kebesaran Tuhan. martabat Amerika dalam percaturan politik melonjak lebih tinggi. Keimanannya juga . martabat Rusia dimata dunia meningkat. Karena dengan keterbatasan ilmunya manusia belum dan tidak akan pernah mengetahui asal mula dam akhir dari alam raya dengan pasti. serta kerumitan dan keteraturan reaksi-reaksi di dalamnya. keindahan pergerakan protoplasma. Walau bagaimanapun manusia telah berusaha untuk membaca mempelajari dan menterjemahkan alam. manusia mampu mempelajari kehidupan mikroorganisme.

34 ditunjang oleh akal pikiran yang didukung segala pengamatannya terhadap benda-benda dan gejala-gejala alam. ahli-ahli pendidikan belum mengangap IPA mempunyai kedudukan penting dalam kurikulum sekolah. b) Menanamkan sikap hidup ilmiah. Kecuali itu pelajaran IPA pada waktu tersebut sedikit sekali yang didasarkan atas penemuan-penemuan psikologi belajar. ilmuwan terkenal Albert Einstein menggambarkan dalam ungkapan sebagai berikut “Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah buta dan agama tanpa ilmu pengetahuan adalah lumpuh”. Pelajaran IPA bersama-sama dengan pelajaran lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. c) Memiliki sikap ilmiah yang diperlukan dalam memecahkan masalah baik kaitannya dengan pelajaran IPA maupun dalam kehidupan. yang harus dibawanya dalam perjalanan hidupnya dan bukan hanya dalam memecahkan masalah ilmiah saja. Sikap ini . maka pendidikan IPA di sekolah mempunyai tujuan-tujuan tertentu yaitu : a) Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dunia tempat kita hidup dan tentang bagaimana kita harus bersikap yang benar terhadap alam. karena pelajaran IPA lebih ditekankan pada fakta-fakta saja. Dengan pengetahuannya. yang merupakan manifestasi kebesaran Tuhan. b) Ketrampilan dan kecakapan dalam mengadakan pengamatan. 5) Nilai-nilai kependidikan dalam IPA. mempergunakan alat-alat eksperimentasi untuk memecahkan masalah. Nilai-nilai IPA apakah yang dapat ditanamkan pada pelajaran IPA? a) Kecakapan bekerja dan berfikir secara teratur dan sistematis menurut langkah-langkah metoda ilmiah yang sering dipergunakannya. Sekitar satu abad yang lampau. maka IPA diakui bukan hanya suatu pelajaran melainkan pula suatu alat pendidikan. Dengan makin berkembangnya IPA dan teknologi serta diterapkannya psikologi belajar pada pelajaran IPA. Sebagai alat pendidikan yang berguna untuk mencapai tujuan pendidikan. Dari uraian-uraian ini jelaslah bahwa IPA mempunyai nilai-nilai keagamaan yang sejalan dan sejajar dengan pandanagn agama. siswa diharapkan dapat memanfaakan dan mengelola sumber daya alam secara tepat. Tentang hubungan nilai-nilai IPA dan agama ini.

000 tahun sebelum masehi. Praktikum. Tulisan itu pada hakekatnya simbol dari apa yang ia tulis. Tiap ekor diwakili oleh satu batu kecil. pengukuran dan menggunakan alat-alat. siswa akan mampu mencari jawab persoalan-persoalan yang dihadapi dalam hidupnya secara ilmiah. Misalnya sesorang ingin menghitung berapa jumlah ternaknya. kemampuan manusia untuk mulai dapat menulis sama tuanya dengan kemampuan manusia untuk dapat berhitung. Latihan ketrampilan ini dapat mengembangkan bakat ketrampilan tanga siswa yang berguna untik dasar-dasar ketrampilan industri. Sumbangan matematika terhadap perkembangan IPA sudah jelas bahkan boleh dikatakan bahwa tanpa matematika IPA tidak akan berkembang. Hal ini disebabkan oleh karena IPA menggantungkan diri dari metode induksi. percobaan-percobaa dalam pelajaran IPA adalah bagian penting yang bermanfaat dalam mencapai tujuan pendidikan IPA. maka ternak itu dimasukkan ke dalam kandang satu persatu. Dengan metoda induksi semata tak mungkin orang . adalah mengetahui bagaimana penemuan-penemuan itu dilakukan. setiap awal kehidupan manusia matematika itu merupakan alat bantu untuk mengatasi setiap permasalahan menghadapi lingkungan hidupnya. PERANAN MATEMATIKA TERHADAP ILMU PENGETAHUAN ALAM Menurut dugaan sejarah.35 timbul dari kesadaran akan pentingnya metoda dan sikap ilmiah yang biasa digunakan oleh para ahli IPA. Berhitung. pada awal mulanya berbentuk korespondensi persatuan dari onyek yang dihitung. Kecuali itu pendidikan IPA harus dapat memberikan untuk tumbuhnya ketrampilan-ketrampilan dasar ini. Dengan sekantung batu-batu itu ia dapat mengontrol apakah ada ternak yang belum kembali atau hilang atau malah bertambah karena beranak. d) Mendidik siswa untuk mengenal. yaitu kurang lebih 10. Dengan memberikan latihan kepada siswa untuk memecahkan masalah secara ilmiah. Jadi. maka jumlah ternaknya adalah jumlah batu kecil itu. Yang perlu kita didikkan kepada para siswa untuk menghargai para ilmuwan itu. mengetahui cara kerja serta menghargai para ilmuwan dan penemuan-penemuannya yang telah berguna bagi dunia. menghargai jasa pengorbanannya. Dengan demikian siswa akan tergugah untuk melakukan percobaan dan penemuan-penemuan baru yang berguna bagi manusia. c) Memberikan ketrampilan untuk melakukan pengamatan.

Ini dapat diukur melalui bayang-bayang sebuah tongkat. juga diilhami oleh gerhana bulan dimana bayang-bayang bumi pada bulan dipergunakan untuk memperkirakan besarnya bumi. Apollonius mengadakan perhitungan pada benda-benda yang bergaris lengkung. Kesimpulan lain yang ia peroleh berdasarkan matematika adalah sinar matahari itu tentunya lebih besar dari bumi. Hipparchus (150 SM) dapat menghitung jarak bumi ke bulan.000 kali kecepatan suara (pada masa itu orang beranggapan bahwa cahaya tak membutuhkan waktu untuk memancar). Namun karena kesalahan instrumen ia berkesimpulan bahwa jarak bumi ke matahari itu adalah 20 kali jarak bumi ke bulan.000 mil. Berkat bantuan matematikalah maka Erathotenes (240 SM) pada zaman Yunani dapat menghitung besarnya bumi dnegan metode gabungan antara induksi dan deduksi matematika sebagai berikut: Pada tanggal 21 juni di Syene (Mesir) pada tengah hari matahari berada tepat di atas kepala. Erathotenes sampai pada kesimpulan bahwa keliling bumi adalah 24. Huygens (1695) dapat memecahkan teka teki adanya cincin Saturnus. Dengan asumsi bahwa bumi ini bulat maka keliling bumi atau besarnya bumi dapat dihitung secara matematika. bahkan untuk menyatakan keliling bumi saja hampir tidak mungkin. Kepler (1609) berjasa dalam perhitungan jarak beredar yang berbentuk elips dari planet-planet. Aristarchus juga secara matematika mencoba menghitung jarak bumi ke matahari. Ahli-ahli matematika yang banyak sumbangannya dalam IPA antara lain adalah : Phthagoras mengadakan perhitungan terhadap benda-benda segi banyak. yaitu 600. Galileo (1642) berjasa dalam menetapkan hukum lintasa peluru. Mestinya sebaliknya bumilah yang mengelilingi matahari. gerak dan percepatan. perhitungan tentang bandulan dan ini terkenal dnegan perhitungan tentang kecepatan cahaya.4o . perhitungannya diilhami oleh ajaran Aristoteles yang menyatakan bahwa bulan terletak di anatar bumi dan matahari.000 mil dan garis tengah bumi adalah 8. Ia berkesimpulan bahwa jarak bumi ke bulan adalah 24. Ia perkirakan sedikitnya tujuh kali lebih besar.36 mengetahui jarak antara bumi dan bulan atau bumi dnegan matahari. Ini semua .000 mil. Namun pendapatnya tak mendapat tanggapan oleh masyarakat. Saat yang mana di kota Alexandria yang jauhnya 500 Mil tepat berada disebelah utara Syene matahari jatuh dnegan membentuk 7. sampai pada zaman baru dimana Copernicus dnegan bantuan teleskopnya serta perhitungan matematik mengumumkan prinsip heliosentrik. Ia berpendapat tidak logis kalau matahari yang besar itu beredar mengelilingi bumi yang jauh lebih kecil. padahal jarak yang benar adalah 400 kali.

bendungan-bendungan. Ipa yang kualitatif ini tidak dapat menjawab pertanyaan yang sifatnya kausal atau hubungan . Artinya ialah bahwa penemuanpenemuan itu berdasarkan empirik dengan metode induksi yang objektif dan bukan atas dasar deduksi filosopik seperti zaman Yunani atau berdasar mitos seperti zaman Babylonia.37 adalah sekedar gambaran yang menunjukkan bahwa perkembangan IPA selalu ditunjang atau secara mutlak membutuhkan tunjangan matematika. jembatan. bahkan perjalanan ke ruang angkasa tak akan berlangsung tanpa bantuan matematika. Bagaimana dalam masa sekarang? kiranya tak dapat diragukan lagi fungsi matematika itu dalam zaman modern sekarang ini pembuatan mesin-mesin. Penemuan-penemuan seperti ini kita sebut sebagai ilmu pengetahuan alam yang sifatnya kualitatif. pabrik-pabrik. Penemuan-penemuan itu misalnya saja bahwa di bulan terdapat gunung-gunung. IPA KUALITATIF DAN KUANTITATIF Pada uraian terdahulu telah diterangkan bahwa penemuan-penemuan yang didapat oleh Copernicus sampai Galileo pada awal abad 17 merupakan perintis ilmu pengetahuan. Jupiter mempunyai empat buah bulan. di matahari terdapat bercak hitam yang dapat digunakan untuk mengukur percepatan rotasi matahari dan sebagainya.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.