Modul I Sejarah Indonesia : Hibah Modul Pengajaran : Content Development Tema B1

Tim Penyusun Didik Pradjoko, M.Hum (Koordinator)) Kasijanto, M.Hum (Anggota) Dr. Suharto (Anggota) Yuda B. Tangkilisan, M.Hum (Anggota) Sudarini MA (Anggota) Dra. MPB. Manus (Anggota) Raisye Soleh Haghia (Pendukung) Fathul Bari (Pendukung)

Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) Universitas Indonesia Tahun 2008 DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Nasional

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2008

1

Bab 1 BEBERAPA PENGERTIAN TENTANG SEJARAH

1.1. Pengertian Sejarah dan Ilmu Sejarah Kata “sejarah” yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah. Oleh karena itu tidak terlalu dapat dipersalahkan jika banyak buku sejarah di masa lampau, yang lebih banyak mengungkapkan riwayat seseorang atau satu keluarga daripada mengungkapkan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dan Negara. Dalam bahasa Indonesia terdapat juga kata-kata lain yang merupakan kata serapan dari bahasa lain yang dipergunakan untuk mengkaji masa lampau seperti: “silsilah” yang menunjuk pada asalusul keluarga atau nenek moyang; “hikayat” yang banyak dipergunakan untuk mengisahkan seseorang; ”babad” dan “carita” atau “cerita” yang dipergunakan mengisahkan kejadian-kejadian tertentu; dan masih aada kata-kata lainnya yang menjadi kebudayaan daerah tertentu seperti “tambo’ (Minangkabau) dan “tutur teteek” (Roti). Apabila dilihat dari pemaknaan kata sejarah yang kita pahami baik sebagai masa lampau maupun sebagai ilmu, kata sejarah itu lebih dekat dengan pengertian yang terkandung pada kata historia - berasal dari ilmu kedokteran Yunani- yang berarti ilmu (istor artinya orang pandai); dalam bahasa Inggris menjadi history yang mengandung arti masa lampau manusia, dan dalam bahasa Jerman disebut gesischte yang artinya sudah terjadi. Kata-kata lainnya yang juga dipergunakan untuk menunjukkan kajian masa lampau antara lain: chronicle (kronika), geneology (keturunan), annals (tarikh), dan epic (kepahlawanan). Jika sejarah itu adalah masa lampau, maka apa yang terjadi pada pagi hari telah menjadi sejarah pada siang harinya. Secara logika pernyataan seperti itu dapat dibenarkan. Namun cara berpikir seperti itu membuat masa lampau itu menjadi bentangan yang tidak terbatasnya– mulai dari detik-detik yang baru saja kita lewati sampai jauh ke belakang, entah kapan dan di mana sejarah dapat mengungkapkannya. Apa saja yang harus dimasukkan ke dalam “masa lampau” yang demikian panjang itu?

2

Perampokan? Gempa Bumi? Kerusuhan? Genocide? Krisis Moneter? Perang? Revolusi? Perdamaian? Kesejahteraan? dan apa lagi? Dari pertanyaan-pertanyaan semacam itu terlihat bahwa konsep masa lampau dalam arti sejarah, akan mempunyai arti jika pembatasan telah dilakukan. Pembatasan yang paling awal adalah menyangkut dimensi waktu – kapan sampai apabila. Salah satu konsensus yang dicapai adalah bahwa sejarah satu bangsa atau etnis tertentu dimulai manakala bukti-bukti tertulis mengenai bangsa atau etnis tersebut telah ditemukan. Atas dasar kesepakatan itu maka zaman (periode) sejarah pun mulai bergulir. Adapun zaman yang belum ditemukan bukti-bukti tertulis disebut zaman “prasejarah”, meskipun dari zaman ini pun ditemukan jejak-jejak peradaban manusia, seperti seni pahat atau seni patung. Penulisan tentang masa lampau manusia dapat dikatakan berawal di Yunani sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Pada waktu itu penulisan sejarah atau historiografi masih merupakan perpaduan antara ilmu kedokteran dan ilmu hukum. Dari ilmu kedokteran misalnya, historiografi Yunani mendapat pengaruh untuk mencari sebabmusabab dari suatu kondisi atau kasus. Dalam menjelaskan sebab-musabab itu dilakukan melalui suatu argumentasi yang lazim dilakukan oleh ilmu hukum (retorika), seperti dilakukan seorang jaksa penuntut untuk membuktikan kesalahan terdakwa dan pengacara yang berusaha membuktikan bahwa terdakwa tidak bersalah. Ungkapan retorika seperti itu tidak semata-mata untuk membuktikan kebenaran, tetapi juga menciptakan makna atas kebenaran itu. Sejarawan Yunani pertama yang melakukan pembuktian semacam itu adalah Herodotus (ca. 484-425 SM) dalam karyanya tentang “Perang Yunani-Persia” tahun 478 SM yang dilukiskan sebagai perang peradaban antara peradaban Hellenic dan Perisa (Timur). Dalam menyusun karyanya itu ia berusaha bertindak obyektif (dalam arti netral sehingga dianggap kurang patriotik) dengan menggunakan sumber data dari kedua belah pihak. Oleh karena itu dia dianggap sebagai bapak sejarah. Meskipun demikian karyanya masih mempunyai dua kelemahan, yaitu kurang akurat dalam menyajikan data, dan masih terbelenggu oleh kerangka pemikiran budaya itu, yaitu sebab-musabab supernatural. Artinya perang itu terjadi karena kehendak para dewa.

3

Pada tahun 1776 terbit buku “The History of the Decline and Fall of the Roman Empire” karya Edward Gibbon (1737-1794).Tulisan pertama dari sejarawan Yunani yang dinilai mampu melepaskan diri dari sebab-musabab supernatural adalah Thucydides (ca. Dalam karyanya itu. mampu menghindari penjelasan supernatural. akan tetapi cara pembuktian para sejarawan Yunani waktu itu pada dasarnya tidak menggunakan bukti (evidensi) seperti dokumen yang menjadi baku dalam metode sejarah masa kini. Leopold von 4 . Untuk mencari kebenaran sejarah. Ia menulis tentang perang antara Athena dan Sparta yang disebut sebagai Perang Peloponnesos (431-404). dia tidak saja memanfaatkan kritik ekstern seperti yang dilakukan para filolog tetapi juga kritik intern yang dikembangkan oleh para sejarawan. Thucydides sebagai seorang jenderal dan politisi. khususnya dua contoh karya Herodotus dan Thucydides. Perang itu terjadi karena didorong oleh persaingan antara kedua belah pihak untuk menjadi nomor satu di wilayah Yunani. Meskipun yang menerapkan cara kerja ilmiah dalam pembuktian sejarah adalah Gibbon. melainkan pada dokumen-dokumen (bukti-bukti terturlis). akan tetapi yang kemudian dikenal oleh masyarakat sejarawan sebagai bapak sejarah ilmiah (science historian) atau sejarah kritis adalah sejawan Jerman. yang membanding-bandingkan dua dokumen atau lebih untuk mencari mana yang otentik (asli) dan mana yang tidak otentik (cara kerja ini kemudian dikenal dengan sebutan “kritik ekstern”). Dokumen dalam arti naskah-naskah lebih banyak digeluti oleh para ahli naskah atau filolog. Dalam karyanya itu Gibbon tidak lagi bersandar pada retorika yang meyakinkan untuk membuktikan “kebenaran sejarah”. 456-396 SM). Dari uraian di atas. Meskipun Herodotus dan Thucydides sudah mengawali penulisan sejarah berdasarkan sumber data. dapat didefinisikan di sini bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia atau masa lalu manusia. sekaligus mampu menunjukkan bahwa sebab-musabab perang bukan karena kehendak para dewa. melainkan karena ulah manusia. Tradisi sejarawan seperti yang dilakukan para sejarawan Yunani itu berlangsung sampai sekitar abad ke-18. Gibbon dapat dikatakan merupakan sejarawan pertama yang menggunakan cara kerja ilmiah. Secara akurat ia mempu merekonstruksi perang tersebut berdasarkan data-data yang diperolehnya dari kedua belah pihak.

2. sebab setiap periode sejarah akan dipengaruhi oleh semangat zamannya (zeitgeist). Ia memperkenalkan cara-cara menguji isi dokumen dan menetapkan fakta sejarah yang benar. Langkah-langkah yang ditempuh Ranke bukan semata-mata pembuktian terhadap kebenaran fakta sejarah. “really” (atau essentially) dan “actuality”. Jika sejarah adalah rekonstruksi manusia. 1495-1535 yang terbit pada tahun 1824. 5 . sehingga akhirnya sejarah diakui sebagai salah satu cabang ilmu yang mandiri. Ia menganjurkan supaya menulis sejarah apa adanya dalam arti apa yang sebenarnya terjadi. Dalam bahasa Inggris kata “eigentlich” diartikan dalam dua kata. Selain itu Ranke menekankan pentingnya obyektivitas dalam penelitian sejarah. Artinya ia mengakui pula bahwa ilmu sejarah mempunyai keterkaitan dengan falsafah sejarah. melainkan juga untuk menjadikan sejarah sebagai disiplin ilmu atau cabang ilmu yang otonom sederajat dengan cabang-cabang ilmu lainnya. Sesuai dengan ketentuan sebagai cabang ilmu (ilmiah) harus mempunyai metode serta obyek penelitiannya. yang berkaitan erat konsep pemenggalan waktu tersebut. “wie es eigentlich gewesen”. melainkan juga harus menjelaskan alasan-alasan rasional. dua dan tiga. Para sejarawan yang menerima “actuality” terjemahan “eigentlich” berpendapat bahwa yang dimaksud oleh Ranke adalah menentukan fakta sejarah seperti apa adanya tanpa diembel-embeli ide-ide tertentu sebagai pendorongnya.Ranke (1795-1886). Dia dinilai sebagai peletak dasar dari metode sejarah yang bersifat ilmiah. atau pembagian babak satu. 1. Pembabakan Sejarah (Indonesia) Pada hakekatnya masalah pembabakan atau periodesasi sejarah bukanlah sekedar menentukan batas awal dan batas akhir. Metode sejarahnya itu diuraikannya dalam bukunya “History of Romance and Germanic Peoples. maka ilmu sejarah juga mempunyai metode penelitiannya yaitu “metode sejarah” serta obyek penelitiannya yaitu masa lampau manusia dan struktur sosialnya. termasuk konsep ruang (spatial) dan waktu (temporal). Langkahnya itu kemudian diikuti oleh para sejarawan lainnya. maka ilmu sejarah adalah ilmu yang mempelajari sejarah dalam arti bagaimana merekonstruksi semua data-data atau unsur-unsur masa lampau terkait dalam sesuatu deskripsi. Sementara yang menerima kata “essentially” atau “really” berpendapat bahwa Ranke mengakui bahwa ide-ide tertentu menjadi faktor pendorong sejarah.

yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Berdasarkan keputusan akhirnya pada pertengahan dekade 1970-an terbit buku “Sejarah Nasional Indonesia” terdiri dari enam jilid. Kalau konsep serta argumentasinya tidak jelas. Dalam “pemutakhiran yang dilakukan pada tahun 1984. susunan editornya berubah menjadi Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. bahkan kekacauan. Masalah pembabakan itu kemudian dibawa ke dalam Kongres Nasional Sejarah pada tahun 1957 yang kemudian dibicarakana lagi pada Seminar Nasional Sejarah ke-2 tahun 1970. Salah satu keputusan dari Seminar Nasional Sejarah yang kedua itu adalah penulisan Sejarah Nasional Indonesia yang diharapkan nantinya menjadi semacam buku baboon sejarah Indonesia. khususnya buku Geschiedenis van Nederlandsch-Indië (terbit pertama kali tahun 1939) karya Stapel dkk. Pada awalnya pembabakan Sejarah Indonesia disusun mengikuti pembabakan yang telah dibuat oleh para sejarawan Kolonial Belanda. Pada cetakan pertama. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Ternyata pembabakan “tiruan” itu selain banyak mengundang kritikan karena dinilai tidak cocok dengan semangat “Indonesia Sentris” yang berkembang waktu itu.Artinya harus jelas tempat atau ruang di mana peristiwa itu terjadi dan kapan terjadinya. Ada pun susunan pembabakannya berdasarkan cetakan kedelapan tahun 1993 adalah sebagai berikut: Jilid I Jaman Prasejarah di Indonesia Jilid II Jaman Kuno (awal M – 1500 M) Jilid III Jaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (±1500-1800) Jilid IV Abad Kesembilanbelas (± 1800-1900) Jilid V Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (±1900-1942) Jilid VI Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia (±1942-1984 6 . duduk sebagai editor umum adalah Sartono Kartodirdjo. maka akan terjadi kerancuan.

Zaman Prasejarah. Namun pada babak ke-2 “Zaman Proto Sejarah” konsepnya itu menjadi kabur. yang memberi keterangan tetang peristiwa-peristiwa masa lampau. Pada babak ke-1 “Zaman Prasejarah” konsep itu tercermin cukup jelas. yaitu dalam negeri (kepulauan Indonesia) 7 . Sebagai contoh kesalahan dalam membuat pembabakan itu nampak pada buku ajar Sejarah Indonesia untuk SMU yang diterbitkan oleh penerbit Bumi Aksara. yaitu zaman di mana orang sudah mengenal tulisan. a. yaitu zaman ketika orang belum mengenal tulisan yang diakhir pada abad ke-4 Masehi II. Indonesia abad ke-1 s/d abad ke-14 disebut Zaman Kuno yang membicarakan masa berkembangnya kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buda b. Penulis buku itu membagi periodisasi Sejarah Indonesia sebagai berikut: I. Selain banyak yang pro dan kotra terhadap buku tersebut. Jadi dasar pembabakannya itu jelas adalah adanya bukti tertulis atau budaya aksara. juga dalam praktiknya masaih banyak buku ajar sejarah. terutama untuk sekolah-sekolah menengah yang terpengaruh oleh tulisan Stapel dkk. Indonesia abad ke-15 s/d abad ke -18 disebut Zaman Baru yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai jatuhnya Mataram dan Banten ke tangan imperialis Belanda c. Indonesia sesudah abad18 disebut Zaman Modern Dari contoh ini terlihat penulis buku tidak konsisten dengan konsep yang dibuatnya dalam menentukan periodisasi. Dia menyebutkan bahwa sejarah Indonesia dimulai sejak abad ke-4 Masehi. Zaman Proto Sejarah yaitu zaman ambang sejarah. Pasa zaman ini sudah ada tulisan-tulisan.Ternyata terbitnya buku Sejarah Nasional Indonesia tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. atau tidak jelas dalam pembabakaannya. tetapi sumber tulisan itu dari luar negeri dan beritanya samarsamar. Zaman Sejarah. Babak kedua ini tidak lagi didasarkan pada keberadaan bukti tertulis itu sendiri melainkan atas dasar asal bukti tertulis tersebut. yaitu dengan ditemukannya tulisan (hal yang sudah menjadi kesepakatan umum). III.

dan luar negeri (luar kepulauan Indonesia). Ketidak jelasan itu juga terlihat pada babak ke-3 “Zaman Sejarah”. Meskipun zaman ini disebutkan dimulai sejak abad ke-4 M, namun dalam sub “a” yang diberi nama “Zaman Kuno”, dia menyebutkan bahwa zaman kuno yang nota bene tercakup dalam zaman sejarah, diawali pada abad pertama Masehi (kemungkinan besar kesalahan ini karena dia mengutip begitu saja pembabakan yang ada dalam buku Sejarah Nasional Indonesia). Terlepas dari masih adanya polemic sekitar buku Sejarah Nasional Indonesia yang enam jilid, pembabakan dalam tulisan sejarah pada hakekatnya dapat disusun berdasarkan kronologis atau tematis. Susunan secara kronologis artinya setiap babak disusun berdasarkan penggalan-penggalan waktu kejadian sebenarnya. Pembabakan secara kronologis ini terutama sangat membantu untuk penulisan sejarah yang mencakup kurun waktu yang panjang seperti sejarah umum, sejarah nasional atau sejarah dunia. Misalnya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 karya M.C. Ricklefs yang diterbitkan oleh Serambi tahun 2005. Struktur tulisannya adalah sebagai berikut: I. II. III. IV. V. VI. Lahirnya Zaman Modern Perjuangan Merebut Hegemoni, ± 1630-1800 Pembentukan Negara Jajahan, ± 1800-1910 Munculnya Konsepsi Indonesia ± 1900-42 Runtuhnya Negara Jajahan ± 1942-50 Indonesia Merdeka

Sedangkan pembabakan secara tematis akan sangat membantu jika tulisan sejarah itu semacam studi kasus atau kajian khusus yang durasinya relative singkat namun permasalahannya cukup rumit dan mendalam. Contoh tulisan itu antara lain Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya tahun 1984. Ada pun struktur penulisannya adalah sebagai berikut: Bab I Pengantar Bab II Latar Belakang Sosio-Ekonomis Bab III Perkembangan Politik

8

Bab IV Keresahan Sosial Bab V Kebangunan Agama Bab VI Gerakan Pemberontakan Bab VII Pemberontakan Dimulai Bab VIII Penumpasan Pemberontakan dan Kelanjutannya Bab IX Kelanjutan Pemberontakan Bab X Akhir Kata

1.3. Metodologi Sejarah Pada dasarnya untuk mengetahui masa lampau manusia adalah dengan cara mempelajari peninggalan-peninggalannya, baik berupa dokumen, artefak, maupun keterangan lisan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan suatu metode yang baik pula serta (kalau perlu) teori-teori tertentu yang tepat guna. Metode penelitian dalam ilmu sejarah disebut metode sejarah, yang cara kerja mempunyai cirri yang berbeda dengan metode penelitian bidang ilmu lain. Metode Sejarah merupakan suatu cara untuk mengetahui otensitas tidaknya satu dokumen, benar atau tidaknya isi dokumen, serta relevan tidaknya dengan permasalahan yang hendak dituliskan sebagai karya sejarah. Dalam proses kerjanya memperlihatkan tahap-tahap mulai dari yang teoritis sampai pada pelaksanaan teknis yang diterapkan dalam penelitian dan penulisan sejarah. 1.3.1. Metode Sejarah Dalam proses kerjanya, metode sejarah memiliki pentahapan yang sebaiknya diikuti dengan baik. Ada pun tahap-tahap penelitiannya itu adalah sebagai berikut:  heuristik, yaitu suatu kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah (raw material) sesuai dengan tujuan dari penelitian itu yang tertera dalam proposal atau outline penelitian yang telah disusun sebelumnya. Bentuk sumber sejarah adalah: tekstual (dokumen,

9

Koran, majalah dan bentuk teks lainnya) dan nontekstual (foto, gambar, peta, karikatur sezaman), lisan, kebendaan, dan audiovisual.  Verifikasi, yaitu mencakup kritik ekstern dan intern sumber sejarah. Dalam tahap ini peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui suatu proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Jika yang diuji itu arsip atau dokumen, maka yang dimaksud materi di sini adalah jenis kertasnya dan tintanya. Apakah benar kertas atau tintanya berasal dari zamannya. Jika sumber sejarah itu merupakan sumber lisan, maka yang diuji adalah orangnya, apakah orang tersebut betul pelaku atau orang yang menyaksikan langsung, serta cukup sehatkah untuk diwawancara. Setelah data-data tersebut teruji, kemudian dinilai apakah datadata itu relevan dengan permasalahan yang hendak ditulis, baik dari segi tema, maupun periodenya. Data-data yang telah teruji dan terpilih inilah yang kemudian disebut sebagai fakta sejarah.  Interpretasi atau eksplanasi yaitu proses menafsirkan atau pemberian makna serta merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya, dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti (fact of meaning). Berkaitan dengan masalah interpretasi dan eksplanasi ini ada berbagai metode atau pendekatan yang dapat dipergunakan, seperti metode naratif (history of event), struktural, dan strukturistik. Keberhasilan penggunaan ketiga metode ini pada dasarnya sangat tergantung dari sifat obyek penelitiannya.  Historiografi yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji dan terangkai tadi. Dalam proses penulisan ini, penguasaan sang sejarawan atas teori dan metodologi sedikit banyak ikut mempengaruhi mutu karya yang dihasilkannya. 1.3.2. Teori Sejarah Pokok masalah dalam teori sejarah adalah kebenaran dari pengetahuan yang dihasilkan oleh para ahli sejarah yang dilandasi oleh berbagai bentuk eksplanasi. Secara

10

Para sejarawan Marxis dapat dikatakan merupakan salah satu contoh model sejarah spekulatif. Mana “motor” yang menggerakkan sejarah 3. Meskipun pada dasarnya keempat teori tersebut bersandar pula pada suatu pandangan tertentu. Dalam hal ini sejarah merupakan ungkapan dari suatu pandangan filsafah mengenai perkembangan ummat manusia. yaitu : 1. namun keempatnya dapat diterima sebagai patokan kerja. 1987: 17). Mereka melihat faktor “pertentangan kelas” menjadi “motor” dari proses sejarah. Bagaimana membuktikan adanya masa lampau melalui berbagai peninggalan masa yang bersangkutan itulah yang menjadi inti persoalan teori sejarah. yaitu teori sejarah spekulatif dan kritis. Bertolak dari tiga pertanyaan itu mereka membahas proses sejarah tidak sekedar apa yang telah terjadi di masa lalu. Seperti tercermin dalam ketiga macam pertanyaan tadi. maka tidak mengherankan jika sampai sekarang berkembang pula teori-teori sejarah. Para sejarawan menyadari pula bahwa dari keempat teori itu telah berkembang berbagai kombinasi. Spengler. “kasualitas” dan “covering law model” (Ankersmith. Oleh karena banyak cara yang diajukan. dan Toynbee (Ankersmit. Sejarah spekulatif umumnya dianut oleh para sejarawan yang menyatukan sejarah dengan filsafat. nampak bahwa sistem sejarah spekulatif sering membicarakan masa depan. Bagi kalangan ini. “hermeneutika”. Aliran ini terutama berkembang pada sejarawan empirik.umum teori sejarah dapat dibagi dua bagian. Salah seorang filsuf sejarah membedakan empat teori pokok yang sampai sekarang muncul di kalangan sejarawan. apa yang harus terjadi. Apa dan bagaimana sasaran terakhir yang dituju oleh proses sejarah. yaitu “narrativisme”. terutama antara teori yang disebut 11 . Paling tidak ada tiga macam pertanyaan yang umum diajukan oleh para penulis sejarah spekulatif. ilmu sejarah adalah kaidah-kaidah ilmiah untuk membuktikan adanya masa lampau. Adapun sejarah analitis justru memisahkan antara sejarah dan falsafah. Mereka menolak anggapan bahwa tugas sejarawan adalah mengungkapkan masa lampau sesuai dengan falsafah tertentu. tetapi seringkali juga mengungkapkan semacam prediksi. Pola macam apa yang perlu diamati dalam proses sejarah 2. 1987). Penganut lainnya adalah Hegel.

terlepas apakah ia menggunakan teori baku seperti kasualitas. Para sejarawanlah yang membuat peninggal-peninggalan masa lampau itu “berbicara”. 12 .3. atau kombinasikombinasinya. Ada yang berpendapat bahwa pengetahuan kita tentang masa lampau adalah subyektif dan ada pula yang menilainya obyektif. bukan hasil rekayasa para sejarawan dan selalu mengacu ke masa silam. Oleh karena itu fakta-fakta yang ditampilkan merupakan evidensi itu sendiri. pengertian subyektif dan obyektif dapat disamakan dengan terpengaruh atau tidaknya sejarawan oleh nilai-nilai tertentu dari obyek yang ditelitinya. Sementara itu kelompok sejarawan yang berpandangan obyektif menganggap bahwa peninggalan-peninggalan itu sudah merupakan kenyataan dari masa lampau. maka pelukisan sejarahnya itu disebut subyektif.3. Artinya peninggalan-peninggalan itu sudah berbicara tentang masa lampau. Dalam praktek. adalah masalah obyektivitas dan subyektivitas. Subyektivitas dan Obyektivitas Sejarah Salah satu perbedaan pokok yang sering mencuat di kalangan sejarawan. Dengan kata lain fakta-fakta itu hanya terdapat dalam alam pikiran para sejarawan yang menelitinya. narrative. Sebaliknya bila seorang sejarawan mampu menjaga jarak dari obyek yang ditelitinya sehingga nilai-nilai politik dan etisnya tidak larut dalam eksplanasi karyanya. yang tidak mempunyai nilai obyektif sendiri. Bila seorang sejarawan membiarkan keyakinan politik atau etisnya turut berperan sehingga terlihat dalam karya sejarahnya. 1. Kombinasi-kombinasi itu merupakan terobosan-terobosan yang diupayakan untuk menembus berbagai kendala yang masih menyelimuti masa lampau manusia yang diakibatkan oleh lemahnya atau terbatasnya data-data dari masa lampau.pertama sampai ketiga. Kelompok yang berpandangan subyektif adalah yang menganggap bahwa peninggalan itu hanya sekedar lambang atau wakil dari masa lampau. maka pelukisan sejarahnya disebut subyektif. Perbedaan ini muncul terutama karena adanya pandangan yang berbada mengenai sifat-sifat peninggalan masa lampau. Artinya peninggalan tersebut tidak dapat mengatakan kepada kita yang hidup di masa kini mengenai apa yang terjadi pada masa lampau.

Gaius Sallustius Crispus (ca. yaitu dengan terbitnya karya Herodotus yang disusul oleh karya Thucydides. antara lain oleh Polybius (orang Yunani yang dibesarkan di Roma).4. sejarah ekonomi. 1. Ia banyak menulis tentang masa akhir Yunani sampai awal berdirinya Romawi. 13 . Sedangkan golongan subyektif menganut pandangan idealis mengenai sejarah dan menganggap peninggalan masa lampau sebagai evidensi sejarah (barang bukti). penulisan sejarah yang lebih rasional baru muncul sekitar abad ke-5 SM. Dengan adanya dua sudut pandang ini. Titus Livius (59 SM-17 M). Dalam masalah sejarah penulisan sejarah (historiografi). Jika pada abad ke-19 dan sebelumnya jenis “sejarah politik” seakan-akan satu-satunya karya sejarah yang absah. Banyak aspek supernatural dipergunakan sebagai dasar penjelasannya mengenai sebab-musabab terjadinya suatu peristiwa.4. sejarah mentalitas dll. maka sejak awal abad ke-20 berbagai tema sejarah sebagai alternatif dalam mengungkapkan masa lampau manusia seperti sejarah sosial. khususnya sejarah sebagai kajian ilmiah.Golongan obyektivitas menganut pandangan realis mengenai sejarah dan mengggap peninggalan masa lampau sebagai sumber sejarah. Seperti telah disinggung di atas. misalnya karya Homer. yaitu Illiad-Odessy yang menceritakan kehancuran kerajaan Troya tahun 1200 SM. sejarah petani. Tradisi Yunani itu kemudian dijadikan model oleh para sejarawan Romawi. namun budaya zaman yang hidup waktu itu telah membuat karya lebih menyerupai mitologi daripada karya sejarah. Penulis Romawi sendiri antara lain: Julius Caesar (100-44 SM). 86-34 SM).1. dan Pablius Cornelius Tacitus (ca. Meskipun karya ini bertolak dari suatu kenyataan masa lampau. Historiografi 1. para pakar sejarah umumnya melihat kepada historiografi Eropa karena dari wilayah inilah bermula munculnya tradisi penulisan sejarah. maka penulisan sejarahpun semakin berkembang dan bervariasi pula. ditambah dengan adanya perkembangan teori dan metodologi sejarah. Zaman Yunani-Romawi. Di Yunani tradisi penulisan itu sudah dimulai yang disusun dalam bentuk puisi. 55-120 M).

Ia tercatat sebagai orang pertama yang melukiskan sebab moral runtuhnya kekaisaran Romawi. yang merupakan memoir tentang suku Gallia. Kebudayaan Yunani-Romawi yang bertumpu kepada kekuatan akal dianggap sebagai hasil setan karenanya harus ditolak dan digantikan dengan kebudayaan Kristen yang bertumpu pada agama dan supernatural.kedatangan 14 . Karyanya itu merupakan paduan antara karya Livius yang cenderung pada retorika dan Polybius yang cenderung pada sejarah. Menurut pandangan yang disebut terakhir. dan civil War yang merupakan penjelasan mengenai sebab-musabab terjadinya perang Gallia. Histories.6 ------0-------Adam----------Nuh--------Ibrahim-------.4 -----0---. Dalam pembuktiannya ia lebih banyak mengemukakan retorika sehingga mengorbankan kebenaran sejarah.Julius Caesar adalah seorang jenderal yang kemudian menjadi kaisar. Zaman Abad Pertengahan.5 -------0---.4. menulis Commentaries on Gallic War. Bentuk karya yang disebut terakhir sekaligus menjadi salah satu 14irri bagi penulisan sejarah era Romawi.Daud ---------Babylonia ----Jesus----. Sallustius terkenal dengan monografi dan biografinya. Ia menulis history of Rome.2 -------0-----. Karyanya tentang berdirinya kota Roma merupakan campuran antara data factual dan fantasi. namun saying dia ceroboh dalam masalah kronologi dan geografi sehingga mengurangi nilai karyanya itu. Tradisi Yunani yang dilanjutkan oleh Romawi itu kemudian terhenti oleh kemenangan Kristen di Eropa.3------0------.1 ----0-----. Sebagai contoh dalam periodisasi atau pembabakan sejarah disesuaikan dengan ajaran yang ada pada kitab Injil (Perjanjian Baru). dan Germania. Tacitus menulis Annals. Livius merupakan salah satu contoh penulis yang hampir sepenuhnya menggunakan model Yunani. Sebagai contoh adalah skema periodesasi yang disusun Augustine: --O------. sejarah tidak bisa dipisahkan dari teologi atau agama. Analisanya dinilai cukup netral. 1. Conspiracy of Catiline. Jugurtbine War.2. sekaaligus tentang adat-istiadat suku tersebut.

Jesus ke-2 The City of God adalah karya Augustine (ca. Pada masa ini pusat penulisan sejarah terdapat di gereja dan Negara dengan pendeta dan raja sebagai pelaku utama. 15 .3.4. yang menguangkapkan pembelaannya atas peradaban Kristen yang dituduh sebagai penyebab runtuhnya Romawi (Barat) pada abad ke-5 M. namun keberaniannya dalam melakukan kritik merupakan satu langkah yang maju waktu itu. Meskipun kebenaran yang dikemukakannya juga dapat disangkal oleh yang lain. Menurut pandangan Kristen orang harus memilih antara Tuhan dan setan. Corak penulisan sejarah pun kembali mengalami perubahan. Seven Books Against the Pagan karya Paulus Orosius (ca. 1. Zaman Renaissance. Tinjauan kritis dan netral yang didukung oleh data-data faktual tidak terlihat pada zaman Kristen di Abad Pertengahan ini. 380-420 M) murid Augustine. The History of Ferdinand I of Aragon. khususnya pada abad pertengahan yang sering dikenal dengan sebutan “Abad Kegelapan” (The Dark Ages) yang melahirkan struktur masyarakat feudal di Eropa. Pembuktian kebenaran sejarah tidak lagi bersandar pada wahyu melainkan pada akal. Karya-karya yang lahir pada abad-abad ini antara lain: Chronographia karya Sextus Julius Africanus (ca. sekaligus sebagai pertanda berakhirnya Abad Pertengahan pada abad ke-15. 180-250 M) yang mengungkapkan bahwa dunia diciptakan Tuhan pada 5499 SM. Sejalan dengan semakin pulihnya keamanan dan perdagangan di Eropa. 354-430 M) yang merupakan filsafat sejarah Kristen yang cukup berpengaruh. Hal ini antara lain tercermin dari karya Lorenzo Valla (1407-1457) yang menulis The History of Ferdinand I of Aragon. Reformasi dan Kontra Reformasi. yang berupaya membuktikan bahwa berita kaisar Konstantinus (memerintah 305-337) telah memberikan hak politik kepada paus adalah tidak palsu. karena orang-orang kafir itu akan runtuh. untuk memasuki era Renaissance. Pada era ini semangat paga dan kebudayaan klasik Yunani-Romawi menjadi model. Dalam karyanya itu itu Orosius mengatakan bahwa keruntuhan paganisme sudah menjadi kehendak Tuhan. teologi yang dogmatis diganti dengan ilmu. Orang yang terlibat dalam sejarah suci akan dimenangkan oleh Tuhan.

Historiografi pada abad ke-19 ditandai dengan beberapa cirri yang cukup menonjol. Abad ini yang sering disebut sebagai Abad Rasionalisme-Pencerahan telah melahirkan banyak karya. Gibbon merupakan sejarawan pertama yang menggunakan eviden (dokumen) untuk pembuktian kebenaran sejarah. model Yunani dengan retorikanya masih cukup Nampak pada abad ke-17 dan ke-18. 1. History of England from the Invasion of Julius Caesar to the Revolution of 1698 karya David Hume (1711-1776). dari segi pengungkapan kebenaran sejarah. Seperti telah disinggung di atas. yang banyak mengalihkan isu yang penting ke isu sekunder yang tidak relevan. Meskipun ia tergolong sejarawaan rasionalis. Dari Rasionalisme ke Liberalisme. Seperti telah disinggung di atas.4. Buku ini merupakan sejarah umum yang membeberkan sumbangan bangsa-bangsa Timur dan Islam terhadap peradaban dunia dan Eropa. namun dalam menulis tentang kemunculan agama Kristen di dunia Barat cukup obyektif. misalnya: Essay on the manners and spirit of the Nation karya Voltaire (16971778) yang terbir pada tahun 1756. Tulisannya itu jelas merupakan karya yang memihak dan apologetis. demikian pula mengenai sumbangan Islam pada peradaban dunia. Meskipun demikian nilai buku itu cukup tinggi. Dalam bukunya itu ia banyak menyerang institusi kepausan dari segi hukum dan konstitusi. (2) munculnya 16 . antara lain: (1) penghargaan kembali pada Abad Pertengahan.4. Cardinal Caesar Baronius (1538-1607) misalnya menulis buku Ecclesistical Annals yang merupakan jawaban langsung terhadap tuduhan dari buku Magdeburg Centuries. Hal ini antara lain tercermin dari karya lacich Illyricus (1520-1575). akurasinya dalam penulisan yang didukung dengan bukti-bukti membuat karyanya menjadi penting dan ‘abadi’ dalam historiografi dunia. Magdeburg Centuries yang merupakan sejarah polemik. terutama dalam penggunaan sumber datanya. Selain gayanya yng berbeda. Buku ini benyak dikecam oleh gerakan “kontra Reformasi” yang berupaya menegakkan kembali kewibawaan gereja Katholik yang dinilai telah dirusak oleh gerakan Reformasi. dan The History of the Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon yang terbit pada tahun 1776.Dekonstruksi terhadap historiografi Abad Pertengahan berlanjut pada masa “Reformasi”.

dan persamaan hak. dan (4) nasionalisme. Tulisannya itu telah member dorongan timbulnya nasionalisme Jerman. Fakta sejarah bukanlah batu bata yang tinggal dipasang saja. Dalam karyanya itu Fukuyama menginterpretasikan perkembangan masyarakat dunia (masa kontemporer) didorong oleh dua faktor. Seperti dikemukakan oleh Carl L. sebab menulis sejarah “sebagaimana yang terjadi dinilai bertentangan dengan psikologi. yaitu (1) perkembangan ekonomi yang didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan (2) keinginan untuk diakui. melainkan fakta yang dipilih dengan sengaja oleh sejarawan.liberalism. Menjelang akhir abad ke-19 kebenaran yang dikemukakan oleh Ranke mulai diragukan. Dalam bukunya itu ia berpendapat bahwa sejarah itu naju dengan cara dialeksis. The End of History and The Last Man yang terbit pertama kali pada tahun 1992. Kedua faktor inilah yang sering digugat oleh sistem komunis yang dapat dinilai sebagai kekuatan anti-tesis yang kemudian menghasilkan tujuan akhir sejarah manusia. Dari pertarungannya itu melahirkan sintesis sebagai tujuan akhir. Heinrich Karl Marx (1818-1883) memakai dialektika Hegel. yang kemudian berproses sampai menghasilkan sintesa baru. dihargai. Pada gilirannya nanti sintesis ini akan berubah menjadi tesis baru. Dalam buku ini ia mengemukakan perbedaan antara orang-orang Jerman yang disebutnya Urvolk alias bangsa yang masih murni dan orang-orang Eropa selatan yang disebutnya Mischvolk alias bangsa campuran yang sedang mengalami keruntuhan. setiap orang yang menulis pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu. juga melahirkan banyak pemikir-pemikir sejarah (filsafat sejarah) yang berpengaruh pada perkembangan teori dan metode sejarah pada tahun-tahun berikutnya. Abad 19 selain melahirkan Leopold von Ranke yang dianggap sebagai bapak sejarah science. Sadar atau tidak. Diawali dengan tesis yang mendapat perlawanan dari satu kekuatan yang disebut anti-tesis. yaitu masyarakat kapitalis dengan sistem politik demokrasi liberalnya. dengan proletariat sebagai sarana pembebasan manusia. Misalnya: Georg Wilhelm Friederich Hegel (1770-1831) yang menulis buku Philosophy of History. (3) munculnya filsafat sejarah. dst. Sejarah yang bersifat nasionalistis misalnya Address to the German Nation karya Johann Gottlieb Fitchte (1762-1814). 17 . Pengaruh filsafat sejarah Hegel ini antara lain nampak pada karya Francis Fukuyama.

5. seperti Pangeran Dipenogoro menulis Babad Dipenogoro. Berbeda dengan historiografi modern yang dipelopori Ranke yang menekankan kritik. Akan tetapi karya-karya para “sejarawan” atau tepat para pujangga dinilai kurang bernilai sejarah karena sarat dengan mitos-mitos seperti halnya historiografi Abad Pertengahan di Eropa. “Tuhfat al Nafis”. Ia menulis Babad Giyanti yang merupakan penafsiran kembali karya-karya yang lebih tua. Sementara itu James Harvey Robinson (1863-1936) mengatakan bahwa sejarah kritis kita hanya dapat menangkap “permukaan”. “Negara Kertagama”. Sifatnya primordial atau istana sentries. yang disesuaikan dengan kebutuhan zamannya. Yasadipura (1729-1805) barangkali dapat disebut sebagai ‘sejarawan’ yang mulai mengkaji kembali karya-karya historiografi tradisional Indonesia. semasa dia berada di pengasingan. Mungkin saja masih banyak pujangga dan pelaku sejarah 18 . Demikian pula era kesultanan atau kesunanan yang bercorak Islam. Salah satu pujangga istana Surakarta. “Hikayat Tanah Hitu”. terbit misalnya. sekaligus mendekatkan kembali ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial. dengan sumber data yang seringkali sulit dilacak serta analisa sebab-musabab supernaturalnya. Oleh karena itu pada awalnya tidak sedikit sejarawan akademik yang menilai karya-karya seperti itu tidak patut dijadikan sebagai referensi penelitian sejarah ilmiah. Atas dasar pemikiran itu maka muncul gagasan baru tentang perlunya “sejarah baru” atau “new perpective on historical writing”. dan “Carita Parahiyangan”. legitimasi. Penulisan sejarah di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak masa kerajaan HinduBuddha berkembang di kepulauan Indonesia.4. yang ditulisnya pada tahun 1835. maka sejarah baru menekankan perlunya penggunaan ilmu-ilmu sosial. Historiografi Indonesia. 1. tidak dapat menangkap realitas di bawah dan tidak dapat memahami perilaku manusia.Becker (1873-1945). sehingga seringkali sejarah baru itu disebut sebagai “sejarah sosial”. Kemudian pada abad ke-19 beberapa pelaku sejarah juga menuliskan sejarahnya. dan “Babad Kraton”. anakronis. pemujaan terhadap fakta hanyalah ilusi. “Babad Tanah Jawi”. misalnya “Pararaton”.

Geschiedenis van Nederlandsch-Indiё. Namun seperti dikemukakan oleh Coolhaas bahwa harapan penulisan sejarah Indonesia akan sulit berkembang mengingat orang-orang Indonesia masih sedikit yang terlibat secara aktif dalam politik. pengumpulan data dan komunikasi pemikiran sejarah pada abad ke-19 hampir sepenuhnya berada di tangan orang-orang Belanda/Barat. Kemudian pada tahun 1936 giliran saudaranya. terutama buku-buku ajar sejarah pada tingkat sekolah menengah. sampai meletusnya Perang Dunia II karya-karya sejarah kolonial masih mendominasi. bukan sultan. membutuhan pula sejarah yang dapat menunjukkan identitas dan simbol keindonesiaan. Semangat nasionalisme yang berkobar-kobar dalam periode post kolonial 19 . Husein Djajadiningrat dapat dikatakan sebagai orang Indonesia pertama yang melakukan prinsip-prinsip metode kritis sejarah. Awal abad ke-20 perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan munculnya studi sejarah yang kritis. sejarah dianggap benar dan penting-bahkan oleh orang-orang Indonesia berpendidikanadalah “babad londo” dengan tokoh-tokohnya yang berkuasa seperti gubernur jenderal dan para residennya. Indonesia dan Belanda. Kenyataannya memang demikian. Semangat inilah yang mendorong penulisan sejarah dengan pendekatan “Indonesia sentries” menggantikan sudut pandang “Eropa sentries” atau “Belanda sentries” yang berkembang waktu itu. Selain itu mereka mempunyai tradisi dalam historiografi kolonial yang cukup lama Oleh karena itu pada masa kolonial. Sejalan dengan berkembangnya metode kritis. kiai atau pemimpin Indonesia lainnya. Kenang-kenangan Pangran Aria Achmad Djajadiningrat (Herrineringen van Pangran Aria Achmad Djajadiningrat) dalam dua bahasa. perkembangan nasionalisme Indonesia yang berkembang sejak awal tahun 1920-an. penelitian. susuhunan. di antaranya karya FW Stapel dkk.Indonesia yang menulis. Setelah proklamasi kemerdekaan literatur sejarah Indonesia mengalami “booming”. Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang menerbitkan karya biografinya. yang mempunyai pengaruh besar terhadap penulisan sejarah Indonesia kemudian. Karyanya. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) sebenarnya merupakan studi filologis yang menggunakan historiografi tradisional sebagai obyeknya. namun sejalan dengan perkembangan dunia kolonial.

sejarah politik-khususnya masa pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan. namun sampai sampai dekade 1970-an. Pada tahun 1966 terbit buku The Peasants’ Revolt of Banten in 1888: Its Conditions. Nuku dan Diponegoro karena obyek-obyek penulisan seperti ini yang mampu menunjukkan identitas dan symbol keindonesiaan. yang kemudian dikenal sebagai sejarah sosial. Pemberontakan Petani Banten 1888 terbit pada tahun 1984) karya Sartono Kartodirdjo. yang disusul oleh karyanya yang lain seperti Protest Movement in Rural Java (1973). Dapat dikatakan sebagian besar karya sejarah waktu itu tidak lebih dari sejarah kolonial yang diputar balik peranan pelakunya. atau menuliskan memoarnya. Perang Padri. pergerakan nasional dan sebagainya menempati posisi yang sama seperti biografi para tokoh tadi. Tidak sedikit pula sejarawan asing yang pesimistis terhadap obyektivitas sejarah yang “Indonesia sentries”. Perang Aceh. dari “pemberontak” menjadi “pahlawan”. Pada tahun 1977-1979 terbit secara bertahap karya monumental AH Nasution Sekitar Perang Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia yang 20 . Pesimistis yang sempat berkembang itu kemudian menghilang sejalan dengan dibukanya kembali program studi sejarah di beberapa perguruan tinggi Indonesia.masih cukup dominan.telah mendorong diterbitkannya buku-buku sejarah yang “Indonesia Sentris”. Oleh karena itu pada periode post revolusi ini banyak diterbitkan biografi tokoh-tokoh maupun pahlawan nasional seperti: Teuku Umar. dari “jahat” menjadi “baik”. antara lain 6000 Tahun Sang Merah Putih. Demikian pula sejarah perlawanan terhadap penjajah. Imam Bonjol. Dengan karyanya ini. Muhammad Yamin menghasilkan beberapa karya sejarah. Meskipun sudah muncul alternatif baru dengan multidimensinya. dari pemberontak Diponegoro menjadi pahlawan Diponeogoro dan seterusnya. Tidak sedikit politisi aktif yang ikut menulis sejarah seperti Mr. seperti Perang Dipenogoro. Sartono menawarkan alternatife dan perspektif baru dalam penulisan sejarah Indonesia. Karena itu pula banyak kritik terhadap karya seperti itu. Pattimura. Course and Sequel (terjemahannya. seperti TB Simatupang menulis Laporan dari Banaran (1960) Semangat patriotisme yang berkobar-kobar namun tidak disertai dengan penguasaan metode sejarah teknis membuat banyak karya sejarah terbit pada periode ini sulit dipertanggungjawabkan dengan metode kritis.

namun banyak orang Indonesia yang menilai penulis-penulis asing masih lebih baik dalam tulisan sejarah yang bertema “perang kemerdekaan Indonesia”. Namun buku yang cukup tebal ini mempunyai satu kelemahan yang cukup mendasar. misalnya Onghokham (1975) yang menulis tentang Madiun pada abad ke-19. di samping beberapa orang Indonesia dalam bentuk disertasi.8 tahun 1977. Buku SNI dinilai masih mengandung banyak kelemahan. Para sejarawan yang dimotori oleh Prof. Buku ini semula adalah artikel-artikel yang dimuat dalam majalah Prisma No. Duduk sebagai editor umumnya adalah Sartono Kartodirdjo. Meskipun ada perkembangan dalam penulisan sejarah Indonesia. 21 . yang sampai akhir hayatnya belum sempat diterbitkan. Buku ini merupakan karya bersama sejarawan Indonesia waktu itu dalam upaya mewujudkan sejarah nasional. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Dr. Selain itu. Buku ini banyak memberikan informasi tentang jalannya perang pada periode 1945-1949.terdiri dari 11 jilid. namun di pihak lainnya telah mengundang polemik dan keprihatinan dari beberapa sejarawan lainnya. Dr. Keprihatinan inilah antara lain yang menjadi salah satu faktor untuk menulis buku sejarah nasional sejenis yang lebih baik. Taufik Abdullah dan Prof. Demikian pula dengan sejarah sosial Indonesia. sampai akhir dekade 1970-an masih lebih banyak ditulis oleh peneliti asing. dalam dekade 1970-an. Di satu pihak kehadiran buku SNI berhasil menjawab kebutuhan akan adanya buku sejarah Indonesia yang “nasionalistis”. Setelah itu pada tahun 1979 terbit buku Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia (1979) karya Nugroho Notosusanto yang merupakan studi akademik pertama tentang masa pendudukan Jepang yang dikalakukan oleh orang Indonesia. misalnya Nationalism and Revolution in Indonesia (1970) karya George Mc T Kahin dan Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance 1944-1946 (1972) karya BROG Anderson. yaitu dalam masalah sumber data. baik dari segi metode maupun data faktualnya.. Dalam waktu yang hampir sama terbit kumpulan biografi singkat dari berbagai tokoh yaitu Manusia Dalam Kemelut Sejarah (1978). tepatnya tahun 1977 terbit buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) yang terdiri dari 6 jilid yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan. Upaya itu mulai dirintis sejak penghujung abad ke-21.

dapat dikatakan semacam jembatan antara metode naratif dengan metode struktural. 22 . Di luar keprihatinan itu. Perintis pendekatan strukturistik di Indonesia adalah R. merencanakan untuk menulis sejarah Indonesia yang nantinya terdiri dari 8 jilid (plus satu jilid tambahan). Leirissa dari Universitas Indonesia. khususnya yang menyangkut tema sekitar “Gerakan September Tiga Puluh” atau “G-30-S PKI”.B. yaitu metode strukturistik.A. Metode baru itu. Lapian yang bertindak sebagai editor umum. Namun perkembangan itu luput dari pengamatan para pakar sejarah. Justru sejak akhir abad ke-20 telah berkembang pula penulisan sejarah dengan pendekatan baru. karena sebagian besar lebih tertarik untuk mengamati dan mendekonstruksi sejarah politik masa Orde Baru.Z. sebenarnya perkembangan historiografi Indonesia tidaklah sesuram itu. Penggunaan metode strukturistik itu terlihat dalam beberapa karyanya seperti Halmahera Timur dan Raja Jailolo (1996) dan Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (2006).

Jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu sejarah 2. Tunjukkan bentuk sejarah tekstual dan nontekstual 3. Buatlah laporan sebuah biografi pahlawan Indonesia 1.6.Tes Formatif a.Latihan 1. Mengapa Leopold von Ranke diberi gelar bapak sejarah akademik (father of historical science)? d.5. Jelaskan bagaimana cara pembuktian kebenaran sejarawan Yunani dibandingkan sejarawan masa kini? c. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “zeitgeist”? b.1. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) dan semakin berkembang sejalan dengan dibukanya program-program studi sejarah pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia.1. Rangkuman  Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia yang dibatasi oleh ruang dan waktu. yang bertemakan perang kemerdekaan atau revolusi Indonesia? 23 .  Penguasaan teori dan metodologi sangat berpengaruh terhadap mutu penulisan sejarah  Historiografi Indonesia modern mulai berkembang sejak awal abad ke-20 yang ditandai dengan terbitnya karya Husein Djajadinigrat. Jelaskan mengapa historiografi tradisional Indonesia dinilai tidak patut dijadikan sebagai sumber data atau bahan referensi sejarah? f. Jelaskan bagaimana cara kerja filsafat Hegel dalam membuktikan kebenaran sejarah? e. 1. Coba sebutkan beberapa buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh sejarawan Indonesia.6.

Bentley. 1982.. Kahin. Geoffrey. Jakarta: LP3ES. M. 24 . ---------------. (Terjemahan oleh H. Jakarta: Balai Pustaka. William H. Soeri Soeroto (peny. 2006. 1979.Daftar Sumber Abdulah. ---------------. Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Nugroho. Jalan Peristiwa. Ithaca-London: Cornell University Press. Ernst. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. 1991. The Structures of History. Mengerti Sejarah. Taufik. dan Kelanjutannya.Chicago-London: The University of Chicago Press. Pemberontakan Petani Banten 1888: Kondisi. Amarullah) Yogyakarta: Qalam. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif. Jakarta: LP3ES. Christopher. 1984. Michael. 1995. Protest Meovement in Rural Java. 2005.. Medievel. Goerge Mc T. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Barraclough. Aswab Mahasin. 1970. 2004. 2006. ---------------. 2006. Jakarta: PT Gramedia. Kuntowijoyo. Breisach. New York-London: Holmes & Meier. 1996. 1993. Frederick. (terjemahan oleh: Hasan Basari) Jakarta: Pustaka Jaya. Lloyd. Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia. & Modern.M. Jakarta: Gramedia. Fukuyama. Pengantar Ilmu Sejarah. Notosusanto. Modern Historiography An Introduction.Halmahera Timur dan Raja Jailolo.Z. Leirissa. Historiography: Ancient. Kartodirdjo. Sartono. Francis. Oxford-Cambridge: Blacwell. London-New York: Routledge. 1982.. Manusia Dalam Kemelut Sejarah. R. Jakarta: Pustaka Sejarah. Pemahaman Sejarah Indonesia: Sebelum dan Sesudah Revolusi.. Nationalism and Revolution in Indonesia. Ricklefs. Louis. 1983. The End of History and The Last Man: Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal. Yogyakarta: Bentang. Gottschalk.). Jakarta: Serambi. dan Daniel Dhakidae (red). 1978.C. Main Trends in History.

Terbentuknya bangsa dan negara Indonesia 25 .1.1.R.1.2.BAB II PEMBENTUKAN BANGSA INDONESIA 2 .1. Manfaat Manfaat utama bagi mahasiswa setelah mempelajari bab ini adalah agar mereka memahami bagaimana proses terbentuknya bangsa dan negara memakan waktu panjang. Uraian dimulai sejak pra-Indonesia. Logan pada pertengahan abad ke-19 dan nama atau “Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan yang dibuat Perhimpunan Indonesia. 3. Tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan di Indonesia 2. Pendahuluan 2.3. 2. Indonesia yang 2. Lahir dan perkembangan nasionalisme Indonesia 4.1. Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1. sejak adanya kerajaan-kerajaan kuna pada abad ke-5 Masehi hingga tahun 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan. Memahami penciptaan nama “Indonesia” dan konsep ”Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan. Deskripsi Singkat Pertemuan ini akan memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat memahami proses pembentukan bangsa Indonesia. Di sini juga dikemukakan nama ”Indonesia” yang diciptakan oleh J.

1. berada pada masa pra-Indonesia. 2. sejak bangkitnya nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo (BU). organisasi pertama bangsa Indonesia. Sejarah kerajaan-kerajaan Hindu. Aswawarman. Jawa Barat.2. dapat dikatakan bahwa mereka telah mempunyai rasa nasionalisme dalam bentuk awal (proto nasionalisme).2. sedangkan kerajaan Tarumanagara diperintah oleh Purnawarman. kemudian Islam yang ada di wilayah Indonesia. Kerajaan Sriwijaya kemudian dapat mengalahkan kerajaan Malayu dan penguasa-penguasa daerah lainnya. Sebelum 1908 merupakan masa pra-Indonesia yang sejarahnya dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada Abad ke-5 Masehi. Dua kerajaan yaitu Sriwijaya di Sumatra Selatan dan Majapahit di Jawa Timur. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia melalui suatu proses yang panjang. mulai 1908. Muhammad Yamin juga menyebut Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Negara Kebangsaan ketiga. Buddha. kedua kerajaan tersebut tidak terdengar lagi beritanya. keduanya berdiri pada abad ke-5 Masehi. namun karena perang itu karena adanya keinginan untuk mengusir penguasa asing dari wilayah mereka. oleh Sukarno dan Muhammad Yamin masingmasing kerajaan tersebut merupakan negara kebangsaan (nationale staat) pertama dan kedua. Pra-Indonesia Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa dan negara Indonesia resmi terbentuk sebagaimana disebut dalam UUD 1945. dan Mulawarman. Adanya perang-perang antara raja-raja dan pemimpin rakyat melawan penguasa asing yang berlangsung sejak abad ke17 hingga abad ke-19 menunjukkan adanya proto nasionalisme di kalangan mereka. Walaupun perang-perang itu hanya meliputi suatu wilayah tertentu. Pada abad ke-7 Masehi.2. pada abad ke-7 Masehi di pantai timur Sumatra bagian selatan berdiri dua kerajaan Buddha yaitu Sriwijaya dan Malayu. sehingga daerah kekuasaannya meliputi seluruh pulau Sumatra dan pulau-pulau di sebelah 26 . Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha Masa pra-Indonesia dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan tertua. Kerajaan Hindu Kutai diperintah berturut-turut oleh Kundungga. Selanjutnya. yaitu Kutai di Kalimantan Timur dan Tarumanagara di Bogor.

Raja pertama. sebelum ia meninggal kerajaan dibagi dua. dihukum dengan memotong jari-jari kakinya untuk pelajaran terhadap rakyatnya. Pada masa pemerintahannya ditulis kekawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa. dan beberapa pulau di Nusa Tenggara. Mengenai pusat pemerintahan Sriwijaya. kemudian ada seorang raja bernama Dharmawangsa. Penggantinya. 27 . Airlangga sebagai menantunya berhak naik tahta menggantikan mertuanya. dan Jawa Timur memenuhi tuntutan itu. ada masa yang gelap. pusat pemerintahan Mataram dipindahkan ke Jawa Timur. Ada beberapa kemungkinan alasan kepindahannya. Samarattungga. kemudian mengalahkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya satu per satu. Salah seorang rajanya yang terkenal adalah Ratu Hsi-mo atau Sima. Kerajaan Sriwijaya menguasai jalar lalu lintas perdagangan antara India dan Cina dan menjamin keamanannya dari ancaman bajak laut. Semenanjung Malayu. dan sebagian Jawa Barat. Putra mahkota sendiri yang tidak sengaja telah menginjak pundi-pundi berisi emas yang ditaruh di jalan. Waktu pemerintahan Mpu Sindok. Pada waktu yang relatif bersamaan. Mpu Sindok menamakan dirinya Sri Isanawikrama mendirikan wangsa Isana yang menurunkan raja-raja di Jawa Timur sampai tahun 1222. Pada tahun 1017 ketika ia merayakan pernikahan putrinya dengan Airlangga. Penggantinya lagi. dan ia terbunuh. namun pendapat yang kuat berada di Palembang. sampai sekarang masih diperdebatkan. Sriwijaya merupakan pusat pengajaran agama Buddha yang bertaraf internasional. Rakai Panangkaran. Setelah pemerintahan Mpu Sindok. Wilayah kerajaannya meliputi Jawa Timur. Untuk menghindari perang saudara. kemudian baru belajar ke India. menamakan dirinya sebagai ”permata wangsa Sailendra”. antara lain karena bencana alam. melainkan perlu juga dari hasil perdagangan. mendirikan candi Borobudur. Pawon. Bali. Ia mendirikan candi Kalasan dan Sewu. istana diserang. mungkin juga karena kerajaan tidak dapat hidup hanya dari hasil pertanian. menaklukkan raja-raja di sekitarnya. di Jawa Tengah berdiri kerajaan Holing atau Kalingga. dibakar.timurnya. Seorang pendeta agama Buddha yang mau belajar ke India dapat belajar lebih dahulu di Sriwijaya. Jawa Tengah. Tahun 1019 Airlangga naik tahta. ratu yang memerintah secara adil. Sanjaya. pada awal abad ke-8 di Jawa Tengah berdiri kerajaan Mataram yang beribukota di Medang. dan Mendut. Setelah Kalingga.

Setelah Jayanegara meninggal. penggantinya adalah adiknya perempuan yang bergelar Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwardhani. dan raja terakhir adalah Kertanegara. meliputi hampir seluas wilayah Indonesia sekarang. Puncak kebesaran atau zaman keemasan Majapahit ada di bawah pemerintahan raja Hayam Wuruk yang didampingi oleh patihnya. keturunan Singhasari. Singhasari. bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Daerah kekuasaan Majapahit. R. Ia kemudian digantikan oleh putranya. sebelah timur dinamakan kerajaan Jenggala dan sebelah barat kerajaan Panjalu yang kemudian terkenal dengan nama Daha atau Kediri. Kediri. Ranggawuni. Kediri dikuasai. Jayakatwang kemudian dikalahkan oleh pasukan Kubilai Khan yang sesungguhnya datang untuk menyerang Kertanegara yang telah menyakiti utusannya. Di antara raja-raja Kediri yang terkenal karena ramalan-ramalannya adalah Jayabaya. Politik untuk menguasai seluruh nusantara berakhir tahun 1357 28 . Ken Arok naik tahta dan menamakan dirinya Rajasa.Pembagian kerajaan dilakukan oleh Mpu Barada. sedangkan kerajaan Kediri tumbuh dan berkembang. penguasa bawahannya di Tumapel setelah membunuh Tunggul Ametung. penggantinya berturut-turut adalah Anusapati. Jayanegara. Wijaya. Ia dikalahkan oleh Jayakatwang. Setelah Ken Arok. Ia mengucapkan ”sumpah palapa” di hadapan raja dan para pembesar Majapahit dalam rangka melaksanakan politik nusantaranya. raja bawahannya. Gajah Mada. luas. Raja Kediri terakhir. Tohjaya. Pasukan Kubilai Khan kemudian dapat dikalahkan oleh R. Kertajaya. meliputi Sumatera di bagian barat sampai daerah Maluku dan Irian di bagian timur. tahun 1222 dikalahkan oleh Ken Arok. Wijaya menobatkan diri menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Tahun 1293 berdiri kerajaan Majapahit. kerajaan pecah dua. mendirikan wangsa Rajasa yang memerintah di kerajaan Singhasari dan Majapahit. Setelah Airlangga meninggal. Kerajaan Jenggala akhirnya lenyap. Dalam rangka melaksanakan politik tersebut ia menundukkan daerah-daerah yang belum bernaung di bawah Majapahit. Pada masa pemerintahannya ditulis kitab Bhratayuddha oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. dan lahirlah kerajaan baru.

1991. dan Buleleng. Drs. Dharmono Hardjowidjono). Mengwi. 2008. Menurut sumber lokal/asli. Salah seorang rajanya bernama Dharma Udayana Warmadewa yang memerintah pada akhir abad ke-10. Sejarah Indonesia Modern. pada abad ke-9 terdapat kerajaan Singhamandawa. Rombongan raja Sunda itu datang untuk mengawinkan putrinya dengan Hayam Wuruk sebagai permaisuri. terdapat satu kerajaan Hindu-Buddha bernama Kerajaan Sunda. hlm. Hayam Wuruk kemudian menikah dengan Paduka Sori. dan yang sangat terkenal adalah kerajaan Pakwan Pajajaran. Tabanan. Kawali. tidak diketahui secara pasti. Nama raja yang memerintah antara lain Ratu Sri Ugrasena. Para pembesar tidak setuju dengan sikap Gajah Mada.3 Di Bali. Salah seorang putra Udayana adalah Airlangga yang menjadi raja di Jawa Timur.. Kerajaan Sunda pada masa pemerintahan raja terakhir. (Terj. Dyah Pitaloka. Kerajaan-kerajaan itu adalah kerajaan Galuh. pusat pemerintahannya berpindah-pindah. 29 . yaitu kerajaan Kuningan dan Saunggalah. sesudah itu raja yang memerintah memakai gelar Warmadewa. Kerajaan Majapahit runtuh sekitar tahun 1527 dikalahkan oleh Demak. Sejarah Nasional Indonesia. dan bagaimana nasib para penguasa Majapahit sesudah penaklukan. Edisi Pemutakhiran. selanjutnya kerajaan dikuasai oleh keluarga raja Jawa. anak Bhre Wengker Wijayarajasa. Jilid II. di Jawa Barat ada beberapa kerajaan. terjadilah perang di Bubat. hlm. namanya sesuai dengan pusat pemerintahannya. tahun 1579 dikalahkan oleh kerajaan Islam. terjadi perang-perang saudara. tidak ada raja yang kuat. 3 Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha adalah karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indonesia. setelah Tarumanagara runtuh menjelang akhir abad ke-7.sehubungan dengan terjadinya peristiwa di Bubat. diperkirakan terletak di sekitar Tampaksiring. H. Perselisihan terjadi ketika Gajah Mada tidak menghendaki jika perkawinan itu dilangsungkan begitu saja.1 Negarakertagama oleh Mpu Prapanca. Edisi Pemutakhiran.. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Semua orang Sunda termasuk Dyah Pitaloka gugur. Nusiya Mulya. beserta para pembesar kerajaan dan pengiringnya sampai di Majapahit.C. Selain itu di Jawa Barat ada kerajaan-kerajaan kecil. Jilid II. Selain itu di Bali berdiri kerajaan-kerajaan lain seperti Gianyar. Prahajyan Sunda. 4 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum). 2 Ricklefs. Kerajaan tersebut kemudian dikalahkan oleh Majapahit. Di Jawa Barat. 26. Jakarta: Bali Pustaka.2 Bagaimana penaklukan Majapahit oleh Demak. 400. Menurut sumber asing. Pada masa itu ditulis kitab Setelah Hayam Wuruk meninggal. 4 1 Peristiwa atau perang di Bubat terjadi ketika Raja Kerajaan Sunda bersama putrinya. Karangasem. Ia menghendaki agar putri itu dipersembahkan oleh raja Sunda kepada raja Majapahit sebagai tanda tunduk terhadap kerajaan Majapahit.

Kerajaan Samudra Pasai di Sumatra bagian utara tumbuh pada pertengahan abad ke-13. Kerajaan mengadakan hubungan pernikahan dengan kerajaan Malaka di Malaysia. dan Kahuripan yang berpusat di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai sekarang. Pariaman. Daya. ada kerajaan Kutai yang beragama Hindu. Sumbawa. Nusa Tenggara. Kampar. dan Barus. Pirada. Kerajaan ini sudah menggunakan mata uang yang terbuat dari emas yang disebut dramas. muncul kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam. Wajo. dan Maluku. dan Pontianak. karena itu pengaruh Majapahit sampai di sana. Rupat. Jambi. Tongkal. Sulawesi Selatan. Salah seorang rajanya. Andalas. dan Luwu. Pase. Panchur. dan Dompu. Di Kalimantan Timur. Tambora. Jambi. yaitu kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan Negara Dipa pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit.2. Batak. Kemudian salah seorang raja penggantinya mengalahkan beberapa kerajaan seperti Batak. Kerajaan ini mengalami puncak kekuasaan atau zaman keemasan di bawah Sultan Iskandar Muda 5 Kerajaan-kerajaan di Sumatera banyak sekali. dan Cirebon. Bican. Aceh Darussalam. Kalimantan. Indragiri. Kerajaan tersebut selalu mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Di Kalimantan terdapat kerajaan Banjar. 30 . Soppeng. Siak.2. terutama Kutai. Pajang. Di Nusa Tenggara terdapat kerajaan Lombok. Pedir. terdapat kerajaan Demak. raja pertama bergelar Sultan Malik As-Shaleh. kemudian masuk Islam setelah kalah bertanding kesaktian dengan mubaligh yang menyebarkan Islam ke sana. Lambri atau Lamaru atau Tamni. Kalongkong. terutama ada di sepanjang pesisir Selat Malaka dan pesisir barat. Mataram. Kerajaan-kerajaan itu ada di Sumatra. Banten. Di Sumatra. Di Sulawesi terdapat kerajaan Gowa-Tallo. Raja Mahkota. 2. Bone. Kerajaan juga pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Timar Tengah. dan Barus. Kutai. Palembang. Minangkabau. banyak kerajaan. Tiku. Bima. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Islam Setelah agama Islam masuk ke Indonesia. Jawa. Di bawah pemerintahannya Aceh menaklukkan Samudra Pasai dan Pedir.Di Kalimantan ada kerajaan-kerajaan Hindu yaitu kerajaan Negara Dipa.5 Di Jawa. Aru. Kerajaan Aceh Darussalam tumbuh dan berkembang pada abad ke-16. Di Maluku terdapat kerajaan Ternate dan Tidore. Raja pertama adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530). Daha. Arcat. Aru.

Kaum Padri akhirnya kalah. Teuku Umar dan Cut Nyak Din. Ia menaklukkan kerajaan-kerajaan di pesisir timur dan barat Sumatra. Perang diakhiri dengan kalahnya Aceh pada tahun 1904. sedangkan kekuasaan ada di tangan para penghulu yang tergabung dalam Dewan Penghulu atau Dewan Nagari. Raja pertama kesultanan Palembang bergelar Abdurrakhman Khalifat al-Mukminan Sayidil Iman atau Pangeran Kusumo Abdurrakhman. pada abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. Sultan Mahmud Badaruddin ditangkap lalu dibuang ke Ternate. Pada waktu pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819 kerajaan diserang Belanda. Di Minangkabau. Sedangkan agama Islam masuk ke Minangkabau sekitar akhir abad ke-15. raja berkedudukan di Pagaruyung. Aceh memasuki masa perpecahan yang panjang. Sejak 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan. Palembang. dan Nias. akibatnya Belanda berhasil mengukuhkan kekuasaan politik dan ekonominya di Minangkabau atau Sumatra Barat. Di bawah pemerintahannya Aceh menjadi negara yang paling kuat di Nusantara bagian barat. dari sana dipindahkan ke Ambon. Di Minangkabau antara tahun 1821-1838 terjadi perang Paderi. Dalam serangan Belanda kedua. Sumatra bagian selatan. pertama antara tahun 1821-1825 dan kedua antara tahun 1830-1938. Para pimpinan perang di antaranya Panglima Polem. lalu dipindah lagi ke Manado dan meninggal di sana tahun 1864. mengalahkan armada Portugis di Bintan. 31 . Pada tahun 1873-1904 kerajaan ini berperang melawan Belanda. Setelah pemerintahannya. Di pantai timur Sumatra ada kerajaan-kerajaan Islam Siak atau Siak Sri Indrapura. Antara tahun 16591706 Kesultanan Palembang diperintah oleh sebelas orang sultan. Johor di Malaysia. Perang berlangsung dua babak. Di Jambi kerajaan Islam berdiri pada sekitar tahun 1500 di bawah pemerintahan Sultan Orang Kayo Hitam. Teuku Cik Di Tiro. agama Islam baru masuk pada akhir abad ke-14 atau awal abad ke-15. Di Sumatra Barat. merebut Pahang. daerahnya langsung dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda. kemudian diasingkan ke Cianjur. perang antara kaum Paderi melawan kaum Adat yang dibantu oleh Belanda.(1607-1636). raja sebagai lambang negara. Kampar. dan Indragiri yang berdiri pada abad ke-15. Pemimpin Kaum Padri antara lain Tuanku Imam Bonjol tertangkap.

Raja-raja Demak terkenal sebagai pelindung agama. Banten dan Cirebon di Jawa Barat. Sunan Drajat. raja berikutnya adalah Pati Unus (1518-1521). Sunan Giri. 56. 6 Kerajaan Pajang yang ada di pedalaman Jawa Tengah. hlm. Sunan Gunung Jati. Sunan Muria. Sunan Bonang. 6 Rikleft. Demak di bawah Sultan Trenggono merupakan zaman keemasannya. Raden Patah. Pendirian Mesjid Agung Demak oleh para wali dengan arsiteknya Sunan Kali Jaga merupakan pusat dakwah para wali. raja Majapahit terakhir. dan Blitar. terutama dengan Wali Sanga. dan kemudian Jaka Tingkir yang menobatkan dirinya sebagai Sultan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. adalah putra Prabu Brawijaya Kertabhumi. tahun 1484 pemerintahan dipegang oleh anaknya. Wilayah Demak meliputi daerah Jawa Timur dan Jawa Barat. Termasuk Wali Sanga adalah: Sunan Ampel. ”Sultan” Trenggono terbunuh ketika melakukan ekspedisi melawan Panarukan tahun 1546. Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo (1584-1601). Kemudian pengganti Kerajaan Pajang adalah kerajaan Mataram yang pusatnya di kota Surakarta dan Yogyakarta.Di Jawa berdiri kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam yaitu Demak. terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga. Setelah ia meninggal. Arya Penangsang. Sunan Kudus. Daerah Mataram yang termasuk wilayah kerajaan Pajang. Panarukan. Berturut-turut raja-raja yang memerintah sesudahnya adalah Sultan Prawoto. dan Syeh Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. dan berikutnya lagi Sultan Trenggono. kemudian Mataram di Jawa Tengah. Madiun. pemerintahan Pajang di tangan Pangeran Banowo). Ia menantu Sultan Pajang Hadiwijoyo yang meninggal tahun 1587. Demak didirikan pada perempat terakhir abad ke-15 oleh seorang asing yang beragama Islam. Di bawah pemerintahannya. dihadiahkan Sultan Pajang kepada Kyai Gede (Ageng) Pemanahan yang merupakan keturunan raja Majapahit terakhir. merupakan pengganti Demak. Setelah Raden Patah. kerajaan Mataram dikembangkan ke daerah pesisir utara Jawa Tengah. Lamongan. Pajang. Setelah Sultan Trenggono meninggal tahun 1546. Wilayah itu pertama kali diperintah olehnya pada tahun 1578. Sunan Kali Jaga. dan Surabaya di Jawa Timur. Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono Demak mengalami zaman keemasan. Pasuruan. Surabaya. 32 . Sultan Trenggono mengalahkan penguasa-penguasa Tuban. ”Sultan” Demak pertama. (Setelah Hadiwijoyo. Antara raja-raja dan ulama erat berhubungan.

Giri. tahun 1613. Ia digantikan oleh Amangkurat II. Waktu mau minta bantuan pada VOC karena pemberontakan Trunajaya. Ponorogo. Mula-mula Banten sebelum 1525/1526 merupakan kadipaten dari Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. Mataram di bawah pemerintahannya mengalami puncak kejayaannya. Tahun 1552 Sunan Gunungjati pindah ke Cirebon. Mataram di bawah Sultan Agung selain bersifat agraris juga mengembangkan perdagangan ekspor dan impor melalui pelabuhan di pesisir utara Jawa seperti Jepara. Benda-benda kerajaan yang keramat seperti pusaka yang merupakan simbul dan hiasan supra natural. Banten kemudian diperintah oleh Gunungjati sebagai vasal Demak. juga gagal. suami saudara perempuan Sultan Trenggono. Tahun 1628 ia mengirim pasukannya ke Batavia tetapi tapi gagal. Ia lebih dekat dengan VOC dan mengadakan perjanjian dengan VOC. Mataram mengakui kekuasaan VOC. kemudian namanya sebagai Panembahan Seda ing Krapyak. Pati. dan Tegal. Ia memindahkan kraton dari Kota Gede ke Plered. Mas Jolang tahun 1613 meninggal di Krapyak. dan Pasuruhan. Kedu. Setelah merasa kuat. Mataram dibagi dua yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surabarta. Tahun 1755 melalui Perjanjian Gianti. Selanjutnya. Setelah Senopati meninggal. Kalahnya 33 . Sultan Agung mau menusir VOC dari Batavia. Di Jawa Barat berdiri kerajaan Banten. Tegal. Ia kemudian digantikan lagi oleh Sultan Agung. Bagelen. Madiun. dibawa ke Mataram. Jenazahnya dimakamkan di Tegal Arum. digantikan oleh anaknya yang bergelar Susuhunan Amangkurat I (16471677). raja terbesar Mataram (1613-1646). pemerintahan diserahkan kepada anaknya Sultan Hasanuddin (1552-1570). Tuban. pusat kerajaan dipindahkan ke Surasowan di teluk Banten. dan Blambangan. Senopati meluaskan kekuasaannya. Pengiriman pasukan diulangi lagi tahun 1629. Banten kemudian dikalahkan oleh Sunan Gunungjati. Kediri. Sultan meluaskan wilayah kekuasaannya ke Lampung. Setelah Sultan Agung meninggal. Senopati melepaskan diri sebagai vasal kerajaan Pajang dan kemudian mengalahkan Pajang sekitar tahun 1587-1588. Kendal. tahun 1677 ia jatuh sakit di Wanayasa. kedudukannya digantikan oleh Raden Mas Jolang (16011613). Sultan Agung kembali menyerang Surabaya tahun 1625. menaklukkan Demak. berpusat di Banten Girang yang diperintah oleh Pucuk Umun.Jawa Timur. Kemudian Hasanuddin digantikan oleh Molama Yusuf (1570-1580) yang berhasil menaklukkan kerajaan Pajajaran tahun 1579. dan Jawa Barat. Tahun 1645 ia sakit dan meninggal.

Sukadana. Talaga. tetapi baru pada awal abad ke. Sultan Ageng Tirtayasa kalah. Di Kalimantan ada beberapa kerajaan Islam baik yang besar maupun kecil. Kerajaan-kerajaan Islam di Kalimantan adalah kerajaan Banjar atau Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Dia juga kemudian memindahkan lagi ibu kotanya ke Kayu Tangi. Ia mendirikan keraton yang diberi nama Pakungwati. sultan Haji yang dibantu VOC. Sejak pengaruh Belanda 7 masuk ke Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia diambil dari karangan Marwati Djoened Poesponegooro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indoensia. Ia menghentikan memberi upeti ke pusat kerajaan Pajajaran di Pakuan. Ketika diperintah raja Sultan Mustain Billah. Madawi. Tahun 1479 Syarif Hidayatullah menggantikan mertuanya sebagai penguasa Cirebon. Kotawaringin. Cirebon semula menjadi pelabuhan kerajaan Sunda Pajajaran. Diperkirakan tahun 1470 agama Islam masuk Cirebon dibawa oleh Syarif Hidayatullah salah seorang wali sanga yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati. 2008. salah seorang Wali Sanga. Jakarta: Balai Pustaka. Sampit. antara lain ke Kuningan. kemudian Pajang. Kerajaan dapat menguasai Kalimantan Timur Tenggara. kalangan elite Sunda memeluk agama Islam. Syarif Hidayatullah terkenal juga dengan gelar Sunan Gunung Jati. Setelah Pajajaran dikalahkan. dan Galuh sekitar tahun 1528-1530 dan ke daerah Banten 7 bersama putranya Maulana Hasanuddin tahun 1525-1526. Kesultanan Banten mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. dan Pontianak di Kalimantan Barat. Jilid III. Kerajaan Banjar dibawah Sultan Surnyanullah meluaskan kekuasaannya ke Sambas. Raja ini melakukan perlawanan dengan putranya. dan Barat. Tahun 1513 Cirebon di bawah kekuasaan Lebe Usa dikuasai Raden Patah dari Demak. Tengah. Edisi Pemutakhiran. Kerajaan Banjar mengirimkan upeti pada keraaan Demak.Pajajaran berarti lenyaplan kerajaan besar yang menganut agama Hindu-Buddha di Jawa. awal abad ke-17 ibu kota kerajaan dipindahkan ke Amuntai. Agama Islam masuk ke kerajaan Banjar karena dibawa Demak tahun 1550. 34 . Kutai di Kalimantan Timur. sebelah timar Keraton Kasepuhan. Islam disebarkan. Pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati meninggal tahun 1568 Surabaya merupakan pelabuhan perdagangan yang besar pada awal abad ke-16. Batanglawai.17 Surabaya muncul sebagai kekuatan pantai yang terkemuka. Surabaya dikuasai Sultan Agung tahun 1625. dan Sambangan.

Setelah meninggal. Setelah Sultan Adam meninggal 1857. waktunya diperkirakan tahun 1575. Islamisasi di Sulawesi Selatan oleh tiga mubalig yang disebut Dalto Tallu ketiganya bersaudara dan berasal dari Koto Tengah. Perlawanan dari pihak kerajaan Banjar di antaranya dipimpin oleh Pangeran Antasari. terjadi perlawanan terhadap Belanda antara 1859-1863. perselisihan-perselisihan terjadi baik dengan Belanda maupun lingkungan kerajaan. Bone. Setelah beadu kesaktian antara mubalig dengan dengan Raja Mahkota. Minangkabau. pada masa pemerintahan Raja Mahkota datang dua mubalig Islam. digantikan oleh outranya. Tahun 1670 kerajaan Wajo diserang VOC bersama tentara Bone. Pada abad ke-17 kedua kerajaan itu ada di bawah epngaruh kerajaan Mataram. Pangeran Sayid Abdurrahman Nurul Alam yang mendirikan keraton dan mesjid di Pontianak. Peng-Islaman di Pontianak dilakukan oleh Habib Husein Al-Gadri pendakwah dari Hadramaut. raja kalah dan masuk Islam. Soppeng. selanjutnya sultan-sultannya diperintah oleh sultan-sultan keluarga Habib alGadri. Kedua kerajaan itu diperintah oleh Pate atau mungkin Adipati. Kerajaan Gowa-Tallo mengalahkan kerajaan Wajo tahun 1610 dan Bone tahun 1611. kerajaan Gowa-Tallo mengadakan hubungan baik dengan Portugis. 35 . Selanjutnya kerajaan Kutai menyebarkan agama Islam ke daerah sekitarnya.Kalimantan Selatan. Perang besar-besaran terjadi tahun 1654-1655. raja tahun 1607. Karena adanya ancaman dari VOC. yaitu Gowa-Tallo. kerajaan diserahkan kepada VOC. Perang berakhir melalui Perjanjian Bongaya tahun 1667. Dato`ri Bandang dan Tunggang Parangan setelah mengIslamkan makassar. raja Tallo tahun 1605. tunduk pada Pate Unus dari Demak. tetapi kemudian terjadi peperangan antara kerajaan Gowa di bawah Sultan Hasanuddin melawan VOC yang dibantu tentara Bugis di bawah Arung Palaka. dan Luwu. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Sejak tahun 1616 antara kerajaan Gowa dan VOC terjadi permusuhan. Wajo. Di Sulawesi Selatan terdapat lima kerajaan Islam. Ia memerintah tahun 1773-1808. Diperkirakan Islam masuk ke sana pada sekitar abad ke-14-15. Para mubalig itu yang mengislaamkan raja Luwu tahun 1605. Tahun 1656 ada perjanjian perdamaian. Kerajaan wajo menyerah. Di Kalimantan Barat antara lain ada kerajaan Tanjungpura dan Lawe (daerah Sukadana). kerajaan Gowa diseahkan kepada VOC.

meneruskan perlawanan dan dapat mengusir Portugis dari Ternate. Di Nusa Tenggara ada juga kerajaan Bima dengan raja pertama Ruma Ta Ma Bata Wada yang bergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir. Akan tetapi. Besar kecilnya kerajaan tergantung pada raja yang memerintah. berkembang dalam waktu lama.Di Nusa Tenggara. terdapat banyak sekali penguasa-penguasa daerah atau wilayah yang dinamakan kerajaan atau kesultanan atau lainnya. Rajanya ditangkap dan diasingkan ke Manila. Waktu itu. Islam masuk ke Sumbawa mungkin melalui Sulawesi. Suatu kerajaan atau kesultanan setelah berdiri kemudian tumbuh. di wilayah Indonesia tidak ada satu kekuatan yang tetap yang menjadi super power. Setelah terjadi perjanjian Bongaya.Akan tetapi persatuan itu pecah lagi setelah kedatangan orang Portugis dan Spanyol ke Tidore. tahun 1570 sultan ini dibunuh Portugis. Setiap penguasa bebas untuk melakukan ekspansi ke wilayah penguasa lain dalam rangka untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaan mereka. Di Maluku. Dari uraian di atas tampak bahwa di Indonesia sebelum berdiri Negara Kesatuan RI tahun 1945. Pusat kerajaan Lombok di Selaparang di bawah pemerintahan prabu Rangkesari mengalami zaman keemasan. Sultan Baabullah. putra Sunan Giri. Spanyol ke Tidore. Kerajaan Bima akhirnya dikuasai oleh VOC. dia yang mempunyai kekuasaan luas dan besar. Islam memasuki Maluku antara tahun 1460-1465. kerajaankerajaan di Nusa Tenggara ditekan VOC. Ternate di bawah Sultan Hairun berhasil mempersatukan daerah-daerah di Maluku Utara di bawah Ternate. melalui para mubaligh dari Makassar antara tahun 1540-1550. kerajaan Islam yang menonjol adalah kerajaan Ternate dan Tidore. Tahun 1565 Sultan Khairun menyerang Portugis. Setiap kerajaan atau kesultanan melakukan ekspansi untuk bisa menjadi maharaja 36 . Portugia memusatkan perhatiannya ke Ternate. Keadaan seperti itu terjadi terus silih berganti. Kerajaan Lombok dan Sumbawa akhirnya dikuasai VOC. Putranya. Akan tetapi setalah Baabullah meninggal. Kerajaan Lombok dan kerajaan-kerajaan di Sumbawa dikuasai kerajaan Gowa. Siapa yang kuat. asal mereka kuat. masuknya agama Islam ke Lombok diperkirakan pada abad ke-16 yang diperkenalkan oleh Sunan Perapen. namun bisa juga menjadi kecil kembali bahkan mati karena dikalahkan oleh penguasa lain. Ternate diserang orang Spanyol.

Sultan Agung dari Mataram. dan Teuku Umar dari Aceh. Perang-perang itu dilakukan sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20. dalam hal pergantian raja atau sultan sering terjadi kericuhan di antara keluarga atau bahkan terjadi pembunuhan terhadap raja yang berkuasa.atau super power. muncul kekuatan baru di Indonesia di samping kerajaan-kerajaan. dan Belanda diakui sebagai penguasa di atasnya. sering terjadi yang dilakukan oleh seorang raja dan atau keluarga raja. Imam Bonjol dari Sumatra Barat. Dalam suatu perjanjian paling sedikit Belanda mendapat hak monopoli dalam perdagangan. Perang-perang terhadap Belanda selalu diakhiri dengan perjanjian yang selalu merugikan pihak kerajaan. maka kerajaan-kerajaan yang mengadakan perlawanan mengalami kekalahan. lebih dari itu Belanda memperoleh sebagian bahkan bisa seluruh wilayah suatu kerajaan. Dalam rangka itu. Selain banyaknya kerajaan atau kesultanan. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Karena kalahnya persenjataan pihak kerajaan. Diponegoro dari Jawa Tengah. Perang-perang itu yang masih bersifat kedaerahan dapat disebut sebagai rasa proto nasionlisme di kalangan mereka. Akhirnya semua kerajaan di Indonesia setelah kalahnya Aceh pada tahun 1904 berada di bawah kekuasaan Belanda. Usaha dari phak kerajaan maupun rakyat untuk mengusir Belanda dari wilayah suatu kerajaan karena dirasa sangat menekan dan merugikan. Pelanggaran terhadap aturan dan adanya ambisi untuk menggantikan raja sebelumnya sering memicu adanya perangperang. bahkan sering terjadi di antara kerajaan-kerajan digunakan oleh Belanda untuk bersamanya melawan suatu kerajaan. Politik devide et impera dilakukan Belanda untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaannya. Setelah datang bangsa Barat khususnya Belanda dengan VOC-nya. sering terjadi bentrokanbentrokan dan peperangan-peperangan dengan kerajaan-kerajaan tersebut. Tahun 1905 Belanda 37 . dan karena taktik dan politik devide et impera Belanda. Ada dua kerajaan yang besar yang oleh Sukarno dan Muhammad yamin sebagai Nationale Staat yaitu Sriwijaya dan Majapahit. Perlawanan-perlawanan itu antara lain perlawanan oleh Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan. Pangeran Antasari dari Banjar. Mereka bersatu untuk bersama-sama melawan Belanda. Kekuatan baru ini pun berusaha untuk mengembangkan usahanya. meskipun telah ada semacam aturan.

seorang etnolog Inggris di Pinang yang menjadi redaktur Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia. 2. seorang etnolog Inggris lainnya. Nama organisasi mahasiswa Indonesia yang semula bernama 38 . hukum adat. dan Prof. dan Lakadiva. Konsep Indonesia Dalam membicarakan “Pembentukan bangsa Indonesia”. sarjana Jerman. Sejak itu istilah tersebut dipakai dalam ilmu etnologi. Ia memberi pertimbangan bahwa istilah “penduduk Hindia” sebagai kelompok pulau-pulau. Indonesiër”. bahwa seluruh wilayah Nusantara sebagai wilayah Hindia Belanda menjadi satu pengawasan keamanan oleh Belanda. Snouck Horgronye. Earl lebih suka pada pemakaian istilah “Melayu-nesians” karena istilah “Indu-nesians” terlalu luas karena termasuk di dalamnya penduduk Sailon. dan ilmu bahasa. Adapun yang dimaksud oleh A.R. Adolf Bastian. Akan tetapi sebelumnya. Van Vollenhoven menyebarluaskan pemakaian iastilah “Indonesië”. G. Pada tahun 1913 Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara ketika menjalani pembuangan di Nederland memberikan nama biro pers yang didirikannya dengan Indonesisch Persbureau. Windsor(?) Winsdor(?) Earl dalam majalah yang sama menulis tentang ciri-ciri utama penduduk Irian.mencanangkan Pax Neerlandica. perlu dikemukakan tentang kata atau nama ”Indonesia”. Ia mengusulkan digunakannya istilah “Indus-nesians” dan “Melayu-nesians” bagi penduduk kepulauan Hindia. Kemudian para mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang tergabung Perhimpunan Indonesia (PI) mengetahui istilah-istilah tersebut. dan ajektif ”Indonesisch” dalam karya mereka. Kern. Pada tahun 1850 ia melalui artikelnya berjudul ”The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing inquires into the continental relation of the Indo-Pacific Inlanders” mengusulkan istilah atau kata “Indonesia” untuk nama pulaupulau atau kepulauan Hindia dan penduduknya. dan Melayu-Polinesia. tidak memberikan pengertian tepat dan jelas bagi penduduk pribumi. kemudian menggunakan kata “Indonesien” sebagai judul bukunya yaitu Indonesien onder die Insln des Malayischen Archipels yang terbit tahun 1884.3. Kata atau nama tersebut diusulkan oleh J. Kepulauan Maladiva. Bastian dengan istilah tersebut adalah istilah di bidang etnografi.A. Para guru besar Universitas Leiden seperti R. penduduk asli Australia. Logan.

Nama majalahnya yang semula bernama Hindia Putera pada tahun 1922 diganti dengan Indonesia Merdeka. penulis buku De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indië yang terbit tahun 1931 menyatakan bahwa sekitar tahun 1925 banyak organisasi yang berwawasan nasional memakai nama”Indonesia” sebagai pengganti Nederlandsch-Indië. karena itu Pemerintah Belanda akan membalasnya dengan melaksanakan politik etika. Diakuinya bahwa Belanda telah ”berhutang budi” kepada rakyat Indonesia. pemimpin kaum liberal. J. Jilid V. Tulisan Van Deventer tersebut berpengaruh terhadap perubahan politik kolonial di Hindia Belanda. Ratu Wilhelmina mengumumkan di depan Parlemen Belanda program pemerintah. Hindia Belanda. Pembentukan Bangsa dan Negara Indonesia Memasuki tahun 1901. pemerintah akan memperbaiki kesejahteraan rakyat. Perhimpunan Indonesia menggunakan nama Indonesia dalam pengertian politik ketatanegaraan yang artinya sama dengan Nederlandsch-Indië. Dalam kaitan politik itu pemerintah akan memperluas pendidikan Barat bagi anak Indonesia khususnya anak-anak kalangan atas. Petrus Blumberger. Van Deventer. 39 . Dalam karangannya ia mengecam politik pemerintah Belanda yang tidak memisahkan keuangan negera Belanda dengan daerah jajahan. Brooschooft. Ia mengakui bahwa pemerintah Belanda telah mengeruk keuntungan yang besar sekali dari Hindia Belanda. C. dan P. Van Deventer. Marwati Djoened Poesponegoro. 1976.Th. tahun 1899 menulis karangan di Jurnal De Gids berjudul ”Een Eereschuld” (”Hutang Budi”). Dikatakan bahwa pada masa datang. Sejarah nasional Indonesia. Menurut Kielstra berdasarkan hasil surveinya bahwa sejak tahun 1816 uang yang disedot pemerintah Belanda dari Indonesia sebesar 832 juta gulden. sementara penduduknya semakin miskin. 290. 8 Sartono Kartodirdjo.4. Garis politik pemerintah Hindia Belanda yang seperti itu pertama kali dikemukakan oleh anggota Parlemen Belanda Van Dedem tahun 1891.8 2. Perjuangan melancarkan politik kolonial yang baru itu kemudian diteruskan oleh Van Kol.Indische Vereeniging tahun 1922 diganti menjadi Indonesische Vereeniging dan tahun 1924 nama Indonesische Vereeniging diganti menjadi Perhimpunan Indonesia. Yakarta: Departemen P dan K. dan Nugroho Notosusanto. Th. pemimpin redaksi surat kabar De Locomotief.

Ia yang didampingi Pangeran Noto Dirojo. Maksud Wahidin untuk mendirikan ”Dana Belajar” itu dibicarakan oleh Sutomo dengan teman-temannya di STOVIA. Menurut pendapatnya bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan. Kemudian. diperlukan pendidikan secukupnya bagi kalangan luas orang pribumi. dokter Wahidin Sudirohusodo yang sejak tahun 1901 menjadi redaktur majalah Retnodhumilah. Ia mempropagandakan tentang pemberian beasiswa bagi pemuda-pemuda yang pandai tetapi tidak mampu.Politik etika yang dilaksanakan mulai tahun 1901 mempunyai dua tujuan yaitu pertama. Pada akhir tahun 1907 dalam perjalannya yang jauh. putra Paku Alam V. khususnya Indonesia. di luar Indonesia pada awal abad ke-20 terjadi peristiwa-peristiwa penting yang berdampak terhadap bangsa Asia. Peristiwa kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905 menunjukkan bahwa bangsa Barat dapat dikalahkan oleh bangsa Timur. ia diundang Sutomo dan Suraji ke sekolah STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen) untuk mendengarkan gagasan-gagasannya. khususnya bupati yang kaya dan berpengaruh. Kemenangan Jepang tersebut merupakan “Kebangkitan Asia” menimbulkan gelombang antusiasme di Asia. dalam kenyataannya. Ketika berada di Jakarta. ia berhenti dan beristirahat di Jakarta. ia melakukan perjalanan keliling pulau Jawa untuk mempropagandakan cita-citanya. karena cara tersebut dinilai kurang efektif. kecuali untuk beberapa tahun pada waktu pecah Perang Dunia I ketika komunikasi antara negeri Belanda dan Hindia Belanda terputus. mula-mula mendekati para priyayi yang lebih tua dan lebih tinggi. Di Turki muncul gerakan Turki Muda untuk mencapai perbaikan nasib. Akan tetapi. peralihan kekuasaan dari Negeri Belanda ke Hindia Belanda tidak pernah dilaksanakan. yang akhirnya tahun 1908 muncul revolusi anti kaum kolot. Sementara itu. melalui majalahnya ia mempropagandakan pentingnya pendidikan. Sejalan dengan perubahan politik pemerintah kolonial yang hendak memajukan bidang pendidikan. Selanjutnya sejak bulan November 1906. Tujuan untuk mendirikan suatu ”Dana Belajar” itu diperluas jangkauannya. meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi. Demikianlah pada tanggal 20 Mei 1908 di sekolah 40 . ia meletakkan jabatan sebagai redaktur Retnodhumilah karena alasan kesehatan. Kejadian-kejadian tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap munculnya gerakan nasional di Indonesia. berangsur-angsur menumbuhkan otonomi dan desentralisasi politik di Hindia Belanda. dan kedua.

STOVIA oleh pelajar-pelajar STOVIA didirikan organisasi bernama Budi Utomo dan Sutomo ditunjuk sebagai ketua. Budi Utomo merupakan organisasi pribumi pertama menurut model Barat, suatu organisasi yang pengurusnya secara periodik dipilih, mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mempunyai program, mengadakan rapat-rapat, kongres, dan anggotanya mempunyai hak suara. Lahirnya BU oleh Akira Nagazumi sebagai bangkitnya nasionalisme Indonesia. Setelah itu, mahasiswa Indonesia yang belajar di Negeri Belanda pada tahun yang sama mendirikan organisasi bernama Indische Vereeniging (IV) yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan. Pada tahun-tahun belasan, karena mengikuti jejak BU di satu pihak dan karena adanya pengaruh dari luar Indonesia, bermunculan berbagai macam organisasi. 9 Secara khronologis, tahun 1911 di Solo, Jawa Tengah berdiri organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh H. Samanhudi yang bergerak di bidang social ekonomi. Organisasi itu didirikan untuk menghadapi pedagang-pedagang Cina di kota itu yang telah mempermainkan harga bahan batik. Setahun kemudian, namanya diganti menjadi Sarekat Islam (SI) agar lebih banyak orang-orang Islam dapat masuk menjadi anggota. Di Yogyakarta tahun 1912 K.H. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi sosial keagamaan bernama Muhammadiyah. Pada tahun 1912 E.F.E. Douwes Dekker di Bandung mendirikan organisasi politik Indische Partij, statu organisasi yang pertama kali memakai nama partai yang mempunyai konsep nasionalisme Hindia (Indisch Nationalism). Organisasi ini yang menerima berbagai etnik yaitu kaum Indo-Eropa dan pribumi, radikal, menuntut kemerdekaan Hindia. H.J.F.M. Sneevliet tahun 1914 di Semarang mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV), suatu organisasi yang bersifat internasional menyebarkan ideologi sosialisme. Dalam perkembangannya, karena pengaruh revolusi Rusia, organisasi ini tahun 1923 berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain organisasi politik, berdiri juga sarekat-sarekat sekerja, organisasi pemuda,
9

perempuan,

dan kepanduan.

Organisasi-organisasi tersebut

Kejadian-kejadian di luar Indonesia yang menambah kemauan mendirikan organisasi di Indonesia adalah Revolusi di Tiongkok tahun 1911 yang menggulingkan pemerintahan Dinasti Manchu dan berdirinya Republik Tiongkok; pan-Islamisme, menyebarnya ajaran Marxismo (sosialisme dan sesudah revolusi di Rusia juga komunisme), azas-azas Perjanjian Versailles yang tidak dijalankan (hak bangsa untuk mengatur diri sendiri), berdirinya Volkenbond dan Labour office, gerakan di Irlandia, gerakan di India ; empat belas Pasal Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat, khususnya hak menentukan nasib sendiri bangsabangsa.

41

merupakan organisasi gerakan nasional yang tujuan akhirnya adalah kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa Indonesia di Negri Belanda yang datang ke sana setelah Perang Dunia Kedua, lebih banyak kesadaran politiknya dari pada angkatan-angkatan sebelumnya. Sebabnya karena mereka sebelum berangkat ke Negeri Belanda telah memasuki berbagai gerakan kebangsaan. Mereka terus bergabung dalam organisasi mahasiswa Indonesia Indische Vereeniging (IV) yang didirikan tahun 1908. Pada tahun 1920-an peran sosial dan kebudayaan dari IV masih ada, tetapi yang utama adalah bidang politik. Pada tahun 1922 namanya diubah menjadi Indonesische Vereeniging10 dan nama majalahnya yang semula bernama Hindia Poetera diganti menjadi Indonesia Merdeka.11 Pada tahun 1924 keterangan dasar IV adalah sebagai berikut: (1) Hanya Indonesia yang bersatu, dengan menyingkirkan perbedaan-perbedaan golongan, dapat mematahkan kekuasaan

penjajahan; (2) Tujuan bersama – memerdekakan Indonesia – menghendaki adanya suatu aksi massa nasional yang insyaf dan berdasar kepada tenaga sendiri; (3) Melihat dua macam penjajahan, politik dan ekonomi, aksi itu adalah suatu persediaan bagi kemerdekaan politik dan satu sikap menentang kapital asing yang menyedot kekayaan Indonesia. Ketua IV Nazir Pamoncak menegaskan politik nonkoperasi sebagai sendi perjuangan rakyat Indonesia. Kerjasama dengan si penjajah untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia, tidak lain dari menipu diri sendiri. Kerjasama hanya mungkin antara dua golongan yang sama hak, kewajibannya, dan kepentingannya. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, maka kerja sama berarti mempermainkan yang lemah oleh yang kuat, memperlakukan yang lemah sebagai alat untuk kepentingannya sendiri. Sebab itu PI menolak kerjasama dan tetap menuju tujuan sendiri. 12 Sejak 8 Februari 1925 nama organisasi diganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI),13 dan organisasai dikembangkan

10 11

Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 126. PI adalah organisasi pertama yang pertama kali menggunakan Istilah “Indonesia” sebagai nama organisasinya. 12 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 156 dan 158. 13 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 171.

42

menjadi organisasi yang mengutakan masalah-masalah politik sebagai bagian dari identitas nasional yang baru.14 Perkembangan PI menjadi organisasi politik terutama merupakan hasil usaha Mohammad Hatta. Kegiatan PI diarahkan untuk mencapai tiga tujuan, pertama, menyadarkan mahasiswa agar semakin percaya merasa diri sebagai orang Indonesia. Kedua, PI harus berusaha menghapuskan gambaran tentang Indonesia yang diciptakan oleh pemerintah Belanda. Ketiga, yang terpenting adalah mereka harus mengembangkan ideologi yang kuat dan bebas dari pembatasan-pembatasan Islam dan komunisme.15 Para anggota PI dari Negeri Belanda mengamati gerakan nasional di Indonesia. Mereka kecewa terhadap semangat partai-partai politik dan terhadap kegagalan mereka menciptakan suatu organisasi massa yang kuat untuk melawan Belanda. Oleh karena itu mereka membuat ideologi baru sebagai langkah pertama untuk menyusun gerakan kebangsaan jika mereka kembali ke tanah air. Ada empat pikiran pokok dalam ideologi PI yang dikembangkan sejak tahun 1925. Ideologi PI menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang utama. Pokokpokok pikiran PI adalah sebagai berikut. Kesatuan nasional: perlu mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan perlu dibentuk kesatuan aksi melawan Belanda untuk menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu; Solidaritas: tanpa melihat perbedaan antara sesama orang Indonesia, perlu disadari adanya pertentangan kepentingan yang mendasar antara penjajah dan terjajah. Kaum nasionalis harus mempertajam konflik antara orang kulit putih dan orang kulit sawo matang; Nonkoperasi: keharusan untuk menyadari bahwa kemerdekaan bukan hadiah sukarela dari Belanda melainkan harus direbut oleh bangsa Indonesia dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, oleh karena itu tidak perlu mengindahkan dewan perwakilan kolonial seperti Volksraad;

14

Mereka yang menjadi anggota PI hanya sekelompok kecil dari seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda. Tahun 1926, puncak aktivitas PI, jumlah anggota PI hanya 38 orang. Akhir tahun 1927 jumlah seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda diperkirakan 109 orang, hanya 20 orang yang menjadi anggota PI. (Ingleson, hlm. 2). 15 Ingleson, hlm. 4.

43

solidaritas. Melalui majalahnya dan anggota PI yang kembali ke tanah air. Kongres nasional pemuda kedua bulan Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda. oleh karena itu mereka tetap di luar dan mereka mendirikan kelompok-kelompok studi. Partai ini melaksanakan ideologi PI. PSI. Para anggota PI yang kembali ke tanah air mencoba memasuki organisasiorganisasi etnis seperti BU dan Pasundan dan berusaha untuk merubah wawasannya dari dalam. politik. 16 PI menekankan bahwa ideologi PI harus dilaksanakan benar-benar oleh suatu partai yang merasa bertanggung jawab kepada rakyat yang berusaha mencapai kemerdekaan melalui jalan aksi massa. dan Kelompok Studi Indonesia bergabung dalam satu fron bersama sebagai ”fron sawo matang” melawan ”fron kulit putih” Belanda. Di kalangan pemuda ada hasrat untuk menyatukan organisasi-organisasi pemuda. nonkoperasi. Usahanya tidak berhasil. untuk menyatukan gerakan nasional menjadi lebih besar. Kemudian. hlm. Kaum Betawi. lahirlah Indonesia Muda pada awal tahun 1931. ideologi PI sampai di Indonesia. satu bangsa: Indonesia. Untuk itu pada tahun 1926 dan kemudian tahun 1928 diselenggarakan kongres pemuda nasional pertama dan kedua. Dalam kongresnya pertama kata ”Perserikatan” diganti menjadi ”Partai”. Budi Utomo. ekonomi. pada bulan Desember 1927 didirikan badan federatif partai-partai politik dengan nama Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). Sarekat Sumatra.Swadaya: dengan mengandalkan kekuatan sendiri perlu dikembangkan struktur alternatif dalam kehidupan nasional. 16 17 Ingleson. satu nusa: Indonesia. sosial. yaitu kesatuan nasional. Sutomo dan Algemene Studieclub di Bandung pimpinan Sukarno. Ada kelompok yang penting yaitu Indnosesische Studieclub di Surabaya pimpinan dr. dan hukum yang berakar dalam masyarakat pribumi dan sejajar dengan administrasi kolonial. dan swadaya. 44 . Atas usaha Sukarno dan orang-orang yang tergabung dalam Algemene Studieclub pada 4 Juli 1927 didirikan partai baru bernama Perserikatan17 Nasional Indonesia (PNI). Pasundan. dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Beberapa partai politik yaitu PNI. Semangat persatuan itu menyatukan berbagai organisasi pemuda yang berdasarkan etnis/daerah menjadi satu. 5.

(Pluvier. kemerdekaan nasional merupakan syarat utama pembangunan masyarakat Indonesia. Badan-badan federatif yang baru yang mencakup organisasi lebih banyak. Tujuan perlawanan itu adalah kemerdekaan bangsa. oleh Sartono Katodirdjo disebut sebagai proto nasionlisme. Tahun tiga puluhan rasa persatuan nasional telah meliputi berbagai organisasi. Gerakan melawan penjajahan bangsa Barat menggunakan senjata dari Barat. diputuskan didirikan badan persatuan organisasi perempuan bernama Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII). berupa organisasi. Perlawanan itu berupa perang-perang untuk mengusir penguasa bangsa asing itu dari wilayang mereka. Di kalangan organisasi kepanduan pada tahun 1931 organisasi kepanduan berfusi lahirlah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). diperintah oleh orang-orangnya sendiri. kemudian dibentuk. hlm.Gerakan itu diorganisasikan menurut model gerakan Barat. tetapi juga di bidang sosial. yaitu: (1) Usaha nasionalisme lebih dari hanya ditujukan di bidang politik dan budaya. Ada keinginan untuk memegang nasib di tangan sendiri. Sesungguhnya perlawanan terhadap penguasa bangsa lain di Indonesia sudah dimulai sejak adanya kekuasaan bangsa tersebut di Indonesia yaitu sejak awal abad ke17. Menurut PNI. Sifat nasionalisme Indonesia ada dua. Yang disebut belakangan ini 45 . tujuan gerakan adalah penghapusan setiap bentuk kekuasaan kolonial. gerakan perlawanan terhadap Belanda yang dipelopori dengan lahirnya organisasi Budi Utomo (BU). Sedangkan Parindra merumuskannya tidak terlalu tajam. Gerakan rakyat Indonesia adalah usaha untuk perubahan dan pembaruan menuju kemerdekaan. (2) Keinginan-keinginan akan pembaruan di bidang sosial dan keagamaan. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia dimulai dengan pembentukan nasionalisme Indonesia. Sejak itu ada perlawanan orang di Indonesia melawan Belanda kemudian melawan Jepang. Mereka ingin mengatur urusannya sendiri. 17-18).Organisasi perempuan pada bulan Desember tahun 1928 menyelenggarakan kongres perempuan pertama. ekonomi. Perlawanan itu bersifat lokal. dan keagamaan. Rakyat terjajah menentang kekuasaan asing. walaupun nanti keadaan pada umumnya lebih jelek dari pada di bawah kekuasaan asing. Sejak awal abad ke-20 di Indonesia lahir gerakan emansipasi.

Nasionalisme Indonesia dalam keseluruhannya merupakan gejala yang sama seperti nasionalisme lainnya. 19. kemerdekaan ekonomi harus lebih didahulukan dari keperdekaan politik. mereka tidak duduk dalam dewan perwakilan. karena mereka juga bercita-cita untuk meningkatkan ekonomi dan kemerdekaan. bahwa berhubung dengan dasar perbedaan kepentingan antara yang yang berkuasa dan yang dikuasai. Taktik untuk mencapai tujuan ada dua cara. Sebaliknya. dan mereka berani mengambil risiko. (Pluvier. Perbedaan di antara kedua golongan itu adalah pada taktik dan keyakinan mereka. Sikap kaum bangsawan terhadap pergerakan itu bercabang dua. hlm. sehingga orang berusaha untuk menahan perkembangannya. Mereka mempunyai keyakinan. Kerja sama demikian dengan pemerintah hanya berarti memperkuat kekuasaan penjajah. 18). namun yang lebih penting adalah tuntutan agar supaya diutamakan lebih dahulu lenyapnya rezim kolonial. dari pada hidup seperti di sorga. tidak mungkin ada kerjasama untuk mewujudkan aspirasi-aspirasi nasional. baik di Dewan Rakyat maupun di dewan-dewan local yaitu Dewan Propinsi atau Dewan Kabupaten. bahwa perubahan-perubahan itu harus dipaksakan dengan jalan selfreliance. Bagaimadiirna wujud dari masyarakat baru sesudah merdeka itu merupakan pokok pembicaraan penting.) Pemerintah Hindia Belanda memandang mereka sebagai kaum ekstremis yang destruktif. Walaupun demikian. tidak dengan mengemis-ngemis (Tilak). tidak loyal. Sebagian lain orang berusaha merebut kepemimpinan 46 . kaum koperator dinamakan sebagai kaum sederhana dan loyal. tetapi dapat juga membahayakan kekuasaan mereka sendiri. bahwa gerakan rakyat yang kuat tidak saja merupakan bahaya bagi rezim colonial. (Pluvier. Menurut kaum koperator. yaitu koperasi dan nonkoperasi. tetapi diperintah oleh bangsa asing”. Tujuan pertama diarahkan terhadap kekuasaan asing yang dipandangnya sebagai bahaya yang paling besar mengancam masyarakat. Orang harus melaksanakan politik yang prinsipiil dan yakin. hlm. Mereka kurang keras dan agresif dan rapat-rapat mereka bukan rapat massa kaum marhaen.disadari oleh kaum nasionlis. mereka tetap kaum nasionalis. Kata-kata klasik dari Quezon: ”We would rather be governed like hell and do it ourselves than like heaven and have it done for us” (”Lebih baik kita hidup seperti di neraka tetapi diperintah oleh orangorang kita sendiri. Kaum nonkoperator menyisihkan diri dari pemerintah HB. Sebagian karena takut. kepercayaan kepada kekuatan diri sendiri.

Kelas kedua dalam masyarakat adalah kaum ambtenaar. Persatuan yang sedikit banyak hendak dipertahankan oleh kaum nasionalis. Pengaruh agama Islam itu kuat sekali Ia memberikan kepada bangsa rasa senasib sepenangungan. Pluvier. 47 . Raja-raja sering bersekutu dengan mereka melawan pembesar-pembesar Belanda. Ia menciptakan semacam ”pra-nasionalisme” yang memberikan sokongan kepada nasionalisme. walau hanya sebagian. Pihak Belanda sering ditunjukkan. Reaksi agama Islam dan nasionalisme adalah terhadap pengaruh Barat. op. merasa tertelan oleh stelsel kolonial yang tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menduduki pos-pos yang lebih tinggi dalam kehidupan politik dan ekonomi. berhubung dengan perbedaan besar di antara pelbagai penduduk itu. lama-lama timbul kesadaran untuk bersatu menjadi satu bangsa Indonesia. bahwa tidak akan ada bangsa Indonesia dan bahwa nasionalisme Indonesia itu sama sekali tidak mempunyai hak hidup. Perbedaan itu benar. 18 Faktor penting bagi perkembangan nasionalisme ialah sifat dari agama Islam yang mengandung unsur-unsur yang baik. cit. reaksi orang-orang Islam memakai cara-cara yang antagonistis yaitu dengan suatu gerakan yang sifatnya reformistis. Di satu pihak kaum nasionalis melancarkan perlawanan yang aktif dengan cara Barat. Politik orang-orang Belanda adalah sebanyak mungkin bekerja sama dengan pembesar-pembesar feodal dan tentang menjalankan agama Islam. Di zaman VOC mereka merupakan unsur yang paling keras. Di abad ke-19 posisi mereka bertambah kuat setelah rakyat di sebagian besar kepulauan nusantara masuk agama Islam. Meski terdiri dari berjenis-jenis rakyat. Pluvier. 1953. Van Hoeve.dalam pergerakan itu untuk mendapatkan sokongan dari rakyat dan dengan demikian pengaruhnya yang lama.M. kaum intelek atau semi intelek yang bekerja pada gubernemen atau perusahaan-perusahaan. Perluasan agama ini dalam abad ke-15 dan 16 adalah sejajar dengan mendesaknya pengaruh dari Barat.M. menentang tradisionalisme dan formalisme. Belanda telah menempatkan suku-suku dan bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara di bawah satu lingkungan kenegaraan. Den Haag-Bandung: W. Overzicht van de Ontwikkwling der Nationalistische Beweging in Indonesie in jaren 19301942. tapi keliru untuk mengambil kesimpulan 18 J. Perbedaan bahasa dan kebiasaan bukan penghalang dalam perjuangan bersama mencapai kemerdekaan nasional. 19 J. 19 Dalam nasionalisme Indonesia hidup suatu tendensi untuk bersatu. dapat dipulihkan kembali.

Soalnya bukan apakah ada persatuan. juga dilancarkan. Tilak. Yang perlu adalah dalam unsur-unsur yang membentuk masyarakat itu. 26). dan Nehru mempunyai arti lebih besar. dan ini penting. atau Bali dari pada nasionalisme yang melingkupi seluruh Nusantara. Kebangkitan dari negeri Cina membawa pengaruh besar. Satu-satunya pergerakan yang semua nasional adalah SI. ide persatuan Indonesia dengan sadar maju kemuka. Tumbuhnya rasa senasibsepenanggungan. untuk mempertahankan dan mengorganisir persatuan itu. hlm. juga oleh partai-partai lokal. 20 J. 20 Gerakan nasional di India banyak memberi isi kepada perkembangan nasionalisme di Indonesia.seperti di atas. Gandhi. Pluvier. Yang terakhir ini yang terjadi. tidak cukup dengan adanya persamaan bahasa. Kemudian ide ini diambil oleh partai-partai lain.M. 48 . Politik nonkoperasi ditiru. Jawa. ”Untuk terbentuknya suatu nasion itu. kemauan dari suatu bangsa. agama. op. adanya persamaan hal-hal sejarah dan pemerintahan. Gokhale. sedikit banyak berkembang kesadaran untuk bersatu. Pemerintah menyokong patriotisme lokal membuat kaum nasionalis curiga. tapi apakah ada sesuatu yang tumbuh. Orang berusaha untuk menyokong nasionalisme lokal supaya lebih kuat menghadapi nasionalisme Indonesia dan orang menunjukkan akan bahaya dari pada ”penjajahan orang-orang Jawa” atas golongan-golongan penduduk lainnya. dan kultur. Sebelum tahun 1927 pergerakan politik berada pada taraf kedaerahan. Partai Kongres contoh yang ditiru kaum nasionalis Indonesia dalam organisasiorganisasi mereka. Di lain pihak sikap Belanda lebih senang dengan nasionalisme Sunda. cit. (Pluvier. Cokroaminoto di tahun 1916 pada kongres nasional menunjukkan bahwa istilah ”nasional” itu berarti bahwa pergerakan rakyat itu bertujuan membentuk suatu persatuan yang kokoh kuat dari seluruh rakyat di kepulauan nusantara yang dengan seia sekata berusaha menjadi satu ”nasion”. suatu usaha swadesi. boikot ekonomi. Kebanyakan pembesar-pembesar feodal memperlihatkan nasionalisme kedaerahan yang didasarkan atas tradisi dan adat yang menjadikan mereka berkuasa. Mengadudomba perbedaan-perbedaan dari rakyat itu satu alat politik pemecah belah dari golongan kecil yang memerintah massa berjuta-juta yang harus mereka anut untuk dapat bertahan. Baru sesudah PNI.

Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Sudewo Satiman). memperbesar kesadaran nasional dan menyebabkan bangsa Indonesia memiliki rasa harga diri kembali. kongres nasional pemuda kedua tahun 1928 yang menghasilkan ”satu tanah air. kongres kebudayaan tahun 1916. ada pengaruh satu sama lain. J. Jakarta: Gramedia. Gerakan Turki Muda. Poesponegoro. Miert. satu bahasa” yaitu indonesia. Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo. Dengan Semangat Berkobat: Nasionalisme dan Gerakan Pemuda di Indonesia. 21 Gerakan emansipasi mencapai titik-titik terang pada ongres BU pertama tahun 1908. Marwati. V. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Pustaka Utan Kayu. Banyak sebab yang dapat menimbulkan nasionalisme. Sejarah Nasional Indonesia. Zamakhsyari Dhofier). 1908-1918. 2008. 1918-1930). Nagazumi. Nasionalisme sebagai jawaban yang ditimbulkan oleh situasi kolonial. dan gerakan nasional di negara-negara tetangga seperti India dan Filipina memberi pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme. 1989. KITLV. Jakarta: Balai Pustaka. 2003. Yakarta: Grafiti. (Terj. Jakarta: PT Gramedia. Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia Tahun 1927-1934. Memoir. Sartono. (Terj. 49 . Daftar Pustaka Hatta. Hans Van. 1990. Djoened dan Nugroho Notosusanto. Grafiti dan KITLV). III. IV. Mohammad. satu bangsa. (Terj. Revolusi Cina. Akira.M. John. Jakarta: Hasta Mitra. hlm. 59. Kartodirdjo. Overzicht van de Ontwikkeling der Nationalistische beweging in 21 Sartono Kartodirdjo.5. Nasionalisme dan kolonialisme tidak terlepas satu sama lain.Jilid II. Pluvier. dn VI. 1983. 1979.Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh kekuasaan Barat di negara-negara Asia. Yakarta: Tintamas. Jilid 2. Kebangunan nasional di Indonesia berhubungan erat dengan kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905. 2. Ingleson. (Edisi Pemutakhiran). Jakarta: LP3ES.

Djakarta: Pustaka Rakjat. Ricklefs. Sukarno..C. 1991. Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Sukarno di hadapan Hakim Colonial Tahun 1930. A. Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia. 50 . Drs. Cetakan ke-4. Sejarah Indonesia Modern. in de jaren 1930 tot 1942. van Hoeve. H.. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Indonesie. (Terj. 1953 Pringgodigdo. 1960.K. Dharmono Hardjowidjono). Den Haag – Bandung: W.

nama yang 51 . Makasar. pala. Bahkan beberapa nama angin diberi nama sesuai dengan arah angin yang datang ketika kapal sedang berlayar. Dengan mengikuti sistem angin ini maka para pedagang dapat memperkirakan keberangkatan atau kepulangan perahuperahu mereka.Bab 3 Ekonomi dan Perdagangan di Indonesia Perdagangan dan Pelayaran di Nusantara Masa Awal sampai Abad ke-19 Letak geografis kepulauan Indonesia yang berada dalam jalur pelayaran dan perdagangan yang ramai antara Asia Timur dengan Asia Selatan dan Asia Barat membuat laut. Malaka. sementara pala dan bunga pala banyak dihasilkan di kepulauan Banda. beras. kemudian memunculkan sistem pertukaran dan jual beli di banyak pelabuhan di Nusantara. dan Ambon. selat. India. dan berbagai suku di Nusantara yang menjadi pedagang dengan mengunjungi wilayah-wilayah yang menjadi penghasil produk yang diinginkan. Seram. Kayu cendana banyak dihasilkan di Pulau Timor dan Sumba. sutera. Jawa. Dalam dunia pelayaran selama abad ke-16 sampai abad ke-18. Cengkeh dihasilkan dari Ternate. banyak kapalkapal dagang dari Cina. Tidore. kayu cendana. sedangkan lada banyak dihasilkan dari Banten. Karena bagaimanapun juga kapal layar mereka sangat membutuhkan tiupan angin yang secara berkala berubah sesuai dengan musimnya. di mana kapal-kapal asing dan lokal saling menukarkan barang-barangnya. dan pulau-pulau yang berada di sekitar Selat Karimata dan Selat Malaka menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru tempat. bunga pala. Bugis. seperti angin buritan atau angin haluan. Adanya perbedaan produk dari masing-masing daerah. dan lain-lain dengan produk-produk setempat. dan pesisir timur dan utara Pulau Sumatra. Sejak itulah wilayah Nusantara bagian tengah dan timur kemudian menjadi jalur pelayaran dan perdagangan yang cukup ramai. Arab. alat-alat logam. Selain itu hasil produk yang terkenal sebagai mata dagangan ekspor yang sangat laris di pasaran adalah cengkeh. porselain. seperti tekstil. Halmahera. pengetahuan tentang sistem angin dan musim menjadi pengetahuan yang penting untuk dimiliki para pelaut. dan lain sebagainya merupakan produk lokal Nusantara. Lampung. lada. Sehingga sudah sejak masa sebelum abad ke-10.

.23 Dengan mengikuti pola angin yang sama kapal-kapal dari India dapat berangkat ke arah Malaka dan sebaliknya. Kapur 22 Marwati Djoened Poesponegoro. Jakarta. hal.. Pada saat-saat itu kapal-kapal dapat berlayar dari Aceh. Untuk perjalanan ke arah Campa. 22 Letak kepulauan Nusantara di tengah-tengah garis katulistiwa (equator) menyebabkan di sebelah selatan katulistiwa bertiup Angin Pasat Tenggara dan di sebelah utara katulistiwa bertiup Angin Pasat Timur Laut yang bertiup sepanjang tahun. 103 52 . Vietnam. Depdikbud. 24 Dalam satu contoh. Cina. hal. adanya hubungan pelayaran dan perdagangan awal antara India dengan Nusantara. Jilid III. Dalam ulasan lain digambarkan bagaimana komoditi kapur Barus telah dikenal luas di kalangan pedagang Arab dan India bahkan produk ini juga diperdagangkan sampai Eropa. karena ternyata isi dari prasasti ditulis oleh perkumpulan pedagang asal Tamil di Barus. 102 24 Ibid. Prasasti ini menggambarkan adanya hubungan dagang antara Sumatra dan India sejak 1088 M. Namun karena letak Nusantara adalah di antara benua-benua yang berbeda tekanan udaranya dan posisi peredaran bumi terhadap matahari. Pada bulan-bulan Desember sampai Pebruari bertiup angin barat dan pada bulan September sampai Nopember bertiup angin timur. dapat kita lihat dari ditemukannya sebuah prasasti berbahasa Tamil (India Selatan) yang berangka tahun 1088 M.101-102 23 Ibid. hal. Jawa. Kemudian kapal-kapal tersebut dapat kembali ke selatan pada bulan September sampai Desember dengan mengikuti angin yang bertiup ke selatan. dan negeri-negeri di Asia Timur. angin sakal yang menghambat pelayaran karena bertiup dari depan. Sejarah Nasional Indonesia. membuat angin yang bertiup berubah arah ketika melintasi katulistiwa. Angin tenggara berubah menjadi angin barat daya sedangkan angin timur laut berubah menjadi angin barat laut. dan Makasar berangkat ke arah Maluku dengan angin barat. dan angin paksa yang membuat kapalkapal terpaksa membuang sauh di pelabuhan atau di teluk demi keamanan dari ancaman badai.. Sumatera Utara. Malaka. sedangkan mereka pulang dengan dorongan angin timur kembali ke tempat asal kapal-kapal dagang tersebut. Balai Pustaka.lain misalnya angin turutan yang mendorong keras dari arah buritan. kapal-kapal dagang dapat berlayar pada bulan Juni sampai Agustus ketika angin bertiup ke arah utara.

sehingga mata pencaharian penduduk juga sangat tergantung dari mengolah laut. 2002. Dalam penelitian Antony Reid disebutkan bahwa kapal-kapal yang berlayar di Asia Tenggara dan Indonesia jauh lebih besar dengan dua atau tiga tiang. menjadikan wilayah pantai di Nusantara sangat panjang dan luas. lambung yang berpasak. Dari beberapa keterangan pelaut Portugis. ed. dan Cina berlangsung. 27 Dalam kebudayaan Nusantara kemampuan membuat perahu sudah mereka miliki sejak lama. Kegiatan ini sudah tentu membutuhkan alat transportasi yang dapat dipakai untuk berlayar ke tengah laut mencari ikan atau menyeberangi laut dan selat untuk berdagang dengan daerah seberang selat atau laut. Namun penduduk di Asia Tenggara dan Indonesia sejak abad ke-16 mampu membuat kapal dengan konstruksi badan kapal terbuat dari papan. op.26 Kondisi geografis kepulauan Nusantara yang dilingkupi laut dan selat. 48-55 53 . op. “ Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus: Suatu Peninjauan Kembali”.. Tambahan lagi banyak kapal-kapal Portugis ataupun Belanda yang melakukan pelayaran menuju kepulauan Nusantara menyewa tenaga navigator dari masyarakat setempat. Perkembangan perahu-perahu bercadik yang dibuat secara sederhana dari kayu yang dilubangi tengahnya seperti lesung dan diberikan kayu penyeimbang di kiri dan kanan badan kapal. dan kemudi kembar. Selain itu kapal-kapal dengan berat ratusan ton juga dibuat di galangan kapal di pantai utara Jawa. Jakarta. cit. Selain itu ditemukannya keramik-keramik Cina di Barus menunjukkan sudah adanya hubungan perdagangan antara Cina dengan Barus di pantai barat Sumatera Utara. EFEO-Pusat Penelitian Arkeologi-Yayasan Obor Indonesia. Lobu Tua: Sejarah Awal Barus. hal..25 Dengan demikian sudah sejak lama hubungan perdagangan antara Nusantara dengan daerah-daerah di Asia Barat. 26 27 25 Marwati Djoened Poesponegoro.barus ini merupakan bahan wewangian dan obat-obatan yang dipergunakan di Arab dan India. Gambar Relief kapal besar bercadik pada candi Borobudur memperlihatkan kemampuan bahari masyarakat terutama yang dipergunakan di pantai Y. 104-107 Antony Reid. Asia Selatan. hal.. Subbarayalu. dalam Claude Guillot. cit. mereka mengatakan bahwa para pelaut di Asia dan juga di Nusantara sudah menggunakan peta dan alat-alat navigasi seperti yang dimiliki oleh Portugis.

dan begitu banyak yang lainnya di pulaupulau besar dan kecil. dan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Maluku. alat-alat logam. dan Seram. op. cit. dan Motir. dan India. timur. bunga pala. Semenanjung Malayu. Ternate. Asia Barat. Di samping itu rempah-rempah yang terdiri dari cengkeh. Ambon. seperti sutera. tuak. Banyaknya jenis kapal tersebut menunjukkan pula kemampuan masyarakat mampu membuat kapal yang baik untuk pelayaran jarak jauh maupun jarak dekat. sagu. Cengkeh hanya dihasilkan di Ternate. padewakang. kain yang kasar. Rempah-rempah inilah yang menarik perhatian bangsa Eropa berdatangan ke Nusantara dengan melakukan pelayaran samudera menyusuri pantai Afrika menuju ke India dan Selat Malaka. dan sebagainya menunjukkan keanekaragaman jenis kapal di Nusantara. beras. kayu manis. Nusa Tenggara. Barang-barang yang diperdagangkan dalam pelayaran dan perdagangan di Nusantara itu sangat banyak dan bervariasi. Tidore. Sedangkan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Banda dan Seram Selatan. pala. Sulawesi Selatan. dan sebagianya. Tidore. kain yang halus. kepulauan Maluku. 144-148 54 . Kemudian pada abad ke-16 pohon cengkeh juga ditanam di Pulau Bacan. batu permata. senjata api. hal. golekan. lambo. Namun perdagangan yang paling utama pada abad ke-16 sampai 18 adalah rempah-rempah. kayu cendana. Sepertinya rempah-rempah yang produksinya lebih sedikit dibandingkan produksi beras. Sementara itu hasil 28 Marwati Djoened Poesponegoro. Burma. porselain. tekstil. Pantai utara Jawa dalam laporan Portugis merupakan pusat penghasil kapal-kapal berbadan besar selain yang di datangkan dari Pegu. korakora. dan ikan asin ini telah menjadi produk yang sangat dicari karena harganya yang mahal. Pelabuhan-pelabuhan ini menyebar mulai dari bagian utara. Mereka menjualnya kepada para pedagang yang datang dengan menukarkannya dengan barang-barang dari Cina. Makian. Beberapa daerah menjual produk setempat yang tidak diproduksi di tempat lain seperti cengkeh. pala.. peledang. Kapal jenis jukung. kayu sapan. Barang-barang ini seringkali dipertukarkan secara barter atau dengan mata uang perak atau emas.utara Jawa pada abad ke-9 M. mayang janggolan. sepanjang pantai utara Jawa. dan selatan Pulau Sumatra. dan sebagainya.28 Ramainya perdagangan dan pelayaran tidak terlepas dari peran bandar atau pelabuhan yang menyediakan bermacam fasilitas bagi para pedagang yang hendak menjual atau membeli barang dagangan. pinisi.

sedangkan penghasil rempah-rempah ada di kepulauan Maluku. Bugis. Jalur baru ini membuat Portugis tidak lagi menjadi Anthony Reid.. 1999. sekaligus menaklukkan Bandar Malaka pada tahun 1511 yang dikenal sebagai pasar rempah-rempah di Asia Tenggara. sampai kemudian mengalami kemerosotan dan puncaknya adalah ketika kekuatan Portugis berhasil diusir dari Ternate. benda logam. sebagai berikut: Pedagang Melayu mengatakan bahwa Tuhan menciptakan Timor untuk kayu cendana dan Banda untuk bunga pala (fuli) dan Maluku untuk cengkeh. Dari Ekspansi Hingga Krisis II: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Melayu. 17-18. sehingga banyak kapal-kapal dagang yang membawa rempah-rempah dan produk lain dari Indonesia bagian tengah dan timur tidak singgah ke Malaka namun melalui jalur pantai barat Sumatra. hal. porselain. tekstil. Makasar. 2. Namun kenyataannya Malaka hanyalah gudang rempah-rempah. Dengan demikian maka segera dikirim armada kapal ke Maluku. hal. Di sana para pedagang menukarkan barangbarang yang mereka bawa dari tempat asalnya atau dari Cina dan India.hutan berupa kayu cendana juga merupakan mata dagangan yang laku di pasaran Cina dan India sehinga kayu cendana yang berasal dari Timor tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. 27 55 . cit. 4 30 29 Anthony Reid. dan lain-lain berbondong-bondong berdatangan ke Maluku dan Nusa Tenggara bagian timur untuk membeli rempah-rempah dan kayu cendana. Yayasan Obor Indonesia. Selama hampir setengah abad kekuatan Portugis mendominasi Maluku. seperti beras. 30 Tetapi kelemahan Portugis diakibatkan tidak mampunya armadanya mengamankan jalur pelayaran di Selat Malaka dan juga Goa di India Selatan. Aceh. sutera. menyeberangi Lautan Hindia dan langsung menuju ke Laut Merah. menuliskan pendapatnya tentang tanaman rempah-rempah dan kayu cendana. Jakarta. dan barang dagangan ini tidak dikenal di tempat lain di dunia kecuali di tempat itu. dan lain sebagainya. dan kepulauan Maladewa. Tome Pires dalam pelayarannya tahun 1515 di Maluku. Para pedagang dari Jawa. Armada Portugis pertama kali melakukan pelayaran ke Nusantara di bawah pimpinan Affonso de Albuquerque. terutama ke Ternate dan Tidore.29 Laporan Tome Pires di atas menunjukkan bahwa produk rempah-rempah dan kayu cendana merupakan mata dagangan ekspor yang menjanjikan keuntungan besar bagi para pedagang. op.

Pelayaran pertama kapal-kapal Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman. M. op. Laporan Van Lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. hal. Sejarah Indonesia Modern. Di samping itu daerah Nusa Tenggara juga menghasilkan produk-produk 31 Anthony Reid. dan Eropa Utara. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. cit. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. Laut Flores. Gadjah Mada University Press. Jawa Barat pada tahun 1596. hal. Tetapi pemerintah Spanyol yang menguasai Portugal melarang kapal-kapal dagang Belanda membeli rempah-rempah dari Lisabon. 1998.C. Portugal. dan Eropa. Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa dan di Malaka. Asia Barat. Van Linschoten adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. yang berangkat tahun 1595 dan tiba di Pelabuhan Banten. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. 31 Pada akhir abad ke-16 orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah langsung ke tempat produksinya di Maluku. Yogyakarta. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. karena produk rempah-rempah mengalir melalui Mesir dan Laut Tengah.32 Penyebab lain dari pelayaran orang Belanda dipengaruhi oleh penerbitan buku Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien (Catatan Perjalanan ke Timor atau Hindia Portugis) karya Jan Huygen van Linschoten. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyusuri Laut Jawa.. India. Kegairahan para pelaut dan kapal-kapal dagang Belanda mengunjungi Nusantara disebabkan antara lain karena pecahnya perang kemerdekaan Belanda terhadap Spanyol selama 1560 sampai 1648. 36-38 32 56 . Sementara orang-orang Belanda adalah pedagang yang melayari rute Lisabon. 27 Ricklefs.pusat bagi pasaran Eropa.

dan dari daerah lain di Indonesia bagian timur. membentuk lembaga perlindungan bagi keamanan kapal-kapal asing. membawa kemunduran bagi Malaka. op. Pedagang Belanda dengan 33 sampai ke wilayah Timur Fernand Braudel.. Masuknya bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16 (1596) di Nusantara membawa perubahan yang besar. yaitu cengkeh dan pala. cit. peralatan rumah tangga. Para pedagang asal Gujarat inilah yang membawa lada dan rempah-rempah Tengah dan sekitar Laut Mediterania. dan lain-lain. Adanya hubungan pelayaran antara Malaka dan Maluku. dan kayu sapan. Posisi Selat Malaka menjadi sangat strategis bagi lalu lintas pelayaran. Timor. Banyak para pedagang Muslim yang mencari persinggahan di tempat lain terutama di pantai timur dan barat Sumatra dan juga di pesisir utara Jawa. menjadikan pelabuhan Malaka menjadi pasar rempah-rempah asal Maluku. Menurut Tome Pires. Pelabuhan Malaka terus berkembang sebagai penyedia sarana pelabuhan. 33 Ramainya Bandar Malaka membuat banyak para pedagang dari Jawa. Namun jangan lupa bahwa pelayaran ke Maluku mau tidak mau melewati Laut Flores di mana berhimpun beberapa pulau besar dan kecil. hal. Pantar. Dalam beberapa laporan. Di antara orang asing yang menjadi pedagang dalam jumlah besar adalah penduduk muslim asal Gujarat dan Calicut. terutama bagi kota Malaka yang berdiri sejak awal abad ke-15. 526-528 57 . penyediaan komoditi dari berbagai wilayah. produk kayu cendana asal Timor dan juga Sumba sangat laku di pasaran Cina. membawa komoditi asal Maluku yang sangat laku di pasaran India dan Cina. Ramainya perdagangan rempah-rempah dan berbagai produk lainnya menjadikan India Timur (East Indies) bukan hanya menjadi kutub yang menarik namun juga menjadi jalur persilangan yang sibuk bagi pelayaran dan perdagangan. Pedagang Hindu asal Coromandel yang dikenal dengan Keling juga banyak yang menjadi pedagang yang melayari rute India-Malaka. Alor. Dengan demikian wilayah tersebut sudah tersentuh dinamika pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai. seperti Flores.yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. Bugis. Kejatuhan Malaka pada tahun 1511 akibat serangan Armada Portugis yang dipimpin Afonso d’albuquerque. antara empat sampai lima ribu pelaut datang dan pergi dari Pelabuhan Malaka. madu. Makasar. lilin.

VOC memberlakukan pengawasan terhadap sentra-sentra produksi rempah-rempah dengan pelayaran Hongi (Hongi Tochten). dan juga Untuk melihat sejarah singkat VOC lihat C. Banten direbut. Budak. Hal ini mengakibatkan VOC menguasai hegemoni politik dan ekonomi di Nusantara. sehingga menimbulkan perang Makasar 1660-1667. Jakarta. Makasar merupakan pelabuhan yang ramai sejak abad ke-16. 1983 34 58 . Berbagai macam komoditi dari berbagai daerah dapat dibeli dari Pelabuhan Makasar. dan juga sebagian wilayah Mataram di pantai utara Jawa membuktikan kekuatan laut yang dimiliki oleh VOC. Jan Kompeni: Sejarah VOC Dalam Perang dan Damai 1602-1799.segera mendirikan Veerenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tahun 1602 untuk mengkonsolidasikan kekuatan menghadapi para pedagang Eropa lainnya terutama Inggris dan Portugis. Bali. Kalimantan. Sejak itu. Selain itu beberapa kerajaan lokal seperti Kesultanan Makasar dipaksa untuk menerima monopoli perdagangan rempah-rempah. VOC terus memperluas kekuasaan politik dan ekonominya di wilayah Hindia Timur. Kesultanan Ternate dan Tidore dipaksa menerima pertuanan VOC. rempah-rempah. Penaklukkan benteng-benteng Portugis di Ambon. seperti Ambon (tahun 1605) dan Pelabuhan Malaka (tahun 1640). Malaka. Banten. Sumba. pelanggaran atas kuota produksi akan menghadapi penangkapan dan penghancuran kebun rempah-rempah milik penduduk. Beberapa wilayah direbut dari Portugis. Perebutan hegemoni pelayaran dan perdagangan di Nusantara yang dilakukan VOC menghadapi tantangan dari pelaut-pelaut Makasar dan juga Sultan Makasar. Irian. dan Philipina Selatan. Lombok. seperti barangbarang dari Maluku.R. Priangan. Sinar Harapan. Boxer. VOC merebut Jayakarta dan menggantikannya dengan Batavia pada tahun 1619. penaklukkan Makasar. Timor. Cirebon. Batavia kemudian dijadikan pusat administrasi bagi jaringan pelayaran dan perdagangannya di Asia. 34 Untuk memantapkan kedudukannya di Hindia Timur. dan pantai utara Jawa diambil alih dari Mataram sampai pertengahan abad ke-18. Sumbawa. Flores. produk dari laut. sebuah Sejarah Singkat tentang Persekutuan Dagang Hindia Belanda. Kekuatan laut VOC sejak abad ke-16 belum ada yang menandinginya di Nusantara. hal ini berakibat VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di pusat produksinya dan bahkan mengatur penanaman dan pengaturan panen untuk mengendalikan harga. Jawa.

hal.. cit. Hal ini terutama dilakukan oleh Inggris sampai abad ke-18.kayu cendana merupakan produk utama dari daerah timur. 372-374 36 35 T. opium. juga melakukan ekspansi dengan menjual tekstil India. Di samping itu para pedagang Cina dengan kapal-kapalnya yang besar sangat aktif berlayar dan memperdagangkan komoditi dari Cina ke Nusantara. hal. Para pedagang swasta Inggris dalam melakukan perdagangan dengan Asia. Jawa tahun 1740. Pelayaran kapal-kapal Cina yang mendatangkan banyak keuntungan ini sangat menarik perhatian VOC. atau para pedagang Makasar yang membelinya dari Pelabuhan Malaka. Barang-barang dari India dan Cina dikenakan pajak dan barang-barang komoditi ekspor dijual dengan harga yang tinggi. Bree. VOC melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dan yang lainnya. Penguasaan VOC atas Makasar membuat perubahan yang mendasar bagi Makasar. VOC melakukan praktek monopoli perdagangan yang Heather A. kapal-kapal Cina hanya diijinkan berdagang di Banjarmasin dan Makasar. eds. Di samping itu banyak para pelaut dan pedagang Makasar yang juga melakukan perdagangan ilegal dengan menjual berbagai macam komoditi dari seluruh Nusantara. Sutherland dan David S. dalam T. eds. 375-377 59 . termasuk juga di Nusantara. Ibrahim Alfian. op. dan senjata untuk dipertukarkan dengan berbagai mata dagangan dari berbagai pelabuhan di Asia. 1992. Dengan mengunakan perahu-perahunya orang-orang Makasar mengangkut berbagai komoditas dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Ibrahim Alfian. menggunakan gudang-gudang sendiri. termasuk menjualnya melalui tokotokonya sendiri. Namun peristiwa pembantaian Cina di Batavia... Gadjah Mada University Press. Dari Babad dan Hikayat sampai Sejarah Kritis. ”Quantitative and Qualitative Approaches to The Sudy of Indonesia Trade: The Case of Makasar”. VOC mulai membatasi kedatangan Jung Cina ke Nusantara. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perlawanan dari kapal-kapal dagang dari berbagai bangsa dan daerah di Nusantara yang kemudian melakukan perdagangan ilegal atau penyelundupan. 36 Tetapi sejak kejatuhan pelabuhan Makasar. Selain itu Makasar juga memperdagangkan produk-produk dari India dan Cina yang didapat dari kehadiran kapalkapal asing di Malaka. 35 Kebijakan ini menjadikan VOC melakukan ekspansi perdagangan dengan kapalkapal sendiri. perdagangan bebas di Nusantara mengalami kemerosotan.

atau 6 kapal per hari.kemudian menjadikan perdagangan rempah-rempah menjadi kurang menarik. Mulai dari perahu-perahu kecil berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura per tahunnya. dan lain-lain. 37 60 . Arab. dan bahkan kapal-kapal dari Bugis dan Makasar secara rutin berkunjung ke Singapura untuk menjual barang-barang yang dibawanya dari kepulauan Indonesia bagian timur. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. 97. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhan-pelabuahn di luar Pulau Jawa. India. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. 1999.. Kapal-kapal pinisi dan padewakang milik orang Bugis-Makasar membawa produk-produk seperti lilin lebah. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. Namun munculnya pelabuhan bebas Singapura yang dibangun oleh Inggris tahun 1819. eds. Thomas Lindblad. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. pelayaran regional Asia Tenggara. Passau. beras. kayu cendana. sarang burung. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara juga meningkat pesat. Pelayaran yang menyinggahi Singapura itu terdiri atas tiga jenis. menyadarkan pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk melakukan usaha-usaha untuk menyaingi ramainya perdagangan di Singapura. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan menggali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan J. Eksploitasi Pulau Jawa yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda selama abad ke-19 juga menelantarkan daerah luar Jawa terutama di Indonesia bagian timur. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. 37 Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. edisi draf. Tarif bea yang rendah yang diberlakukan Inggris di Pelabuhan Singapura membuat banyak pedagang dari Cina. dan terakhir pelayaran lokal. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. dalam Howard Dick. kedua.000 metrik ton. hal. atau pelabuhan laut dalam.

39 Selain itu peran pedagang Bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. atau musim Bugis.23-25 39 40 38 Howard Dick. jung. 98. jumlah mereka sekitar 135... eds.38 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama kallang di Singapura. op. hal.1. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. 1995. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa. Fakulti Sastera dan Sains Sosial.cit. cit. Kalimantan.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun 1880.. hal. Pelayaran perahu ini masih memainkan Hanizah Idris. Jati. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. Universiti Malaya No. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. Perkembangan Pelabuhan Singapura membuat Pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . dengan kapal yang bermuatan lebih besar. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. Jurnal Jabatan asia Tenggara. 40 Sementara itu sejak tahun 1824. 1819-1941.. terutama kapal-kapal Inggris. terutama setelah banyaknya kapalkapal uap yang berlayar ke Singapura. Kapal-kapal Cina berdagang di banyak wilayah di Nusantara. eds. Sulawesi. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. dan di kota-kota pelabuhan di Nusantara. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. op.. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. hal.pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. Howard Dick. 99 61 ..

Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut.. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. “Perdagangan Antarpulau. hal. Manado (1848).. Dia dianggap sejarawan yang mempelopori kajian sejarah maritim yang mengkritik cara penulisan historiografi kolonial tentang sejarah ekonomi di Nusantara. Pengintegrasian Ekonomi dan Timbulnya suatu Perekonomian Nasional”. Sukadana (1837).Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890.C.42 Usaha ini sedikit berhasil seperti dapat kita lihat dari tulisan Sutherland tentang kedatangan kapal-kapal Cina langsung ke Pelabuhan Makasar selama pertengahan abad ke-19. hal. 41 Kondisi tersebut yang membuat pemerintah Belanda berusaha menyaingi Singapura dengan membuka pelabuhan bebas di Riau (1829).. seperti memonopoli pengiriman barang-barang milik pemerintah. serta Ternate (1852). Dalam kumpulan tulisan yang dibukukan setelah dia 41 42 Howard Dick. Ambon. yaitu Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. Dick. dalam Anne Booth. Peran para pedagang Eropa pada bad ke-16 sampai 18. LP3ES. eds.cit. Sejarah Ekonomi Indonesia. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. 111-112 Howard W.al. Banda. Kedatangan kapal-kapal Eropa membawa pengaruh yang cukup penting dalam dunia perdagangan dan pelayaran di Nusantara. Kekuatan armada kapal yang diperlengkapi dengan meriam yang canggih menjadikan kapal-kapal Portugis dan terutama Belanda mempunyai kekuatan memaksakan perdagangan monopolinya. dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. 1988. eds.. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. van Leur. pengiriman surat. op. 404-407 62 . et. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). dan Sambas (1834). Makasar (1847). seringkali dijadikan studi sejarah oleh sejarawan kolonial yang seringkali tidak menuliskan peran para pedagang lokal dan Asia dalam pelayaran dan perdagangan pada masa itu. Pontianak. Kajian yang menggambarkan dinamika perdagangan masyarakat lokal di Nusantara dilakukan oleh J.

. Bandung. Peddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciri-ciri tertentu. Depok. J. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. dan dari benua ke benua dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. op.C. dia melihat perkembangan dari pelayaran dan perdagangan pribumi yang marak selama kekuasaan VOC berkuasa di Nusantara. Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme.000 ton. eds. cit.43 Dalam bukunya itu.45 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu.. dan di Cina sekitar 600 ton.meninggal kita dapat membacanya dalam “Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History”. di India sekitar 200 ton. Pertama-tama perdagangan dilakukan dari satu tempat ke tempat lain.C. Van Leur. 1960. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. J. Sumur Bandung. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. Leirissa. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. Bandung. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal.. 191 45 Taufik Abdullah. eds. hal. hal. RZ. dalam Taufik Abdullah. 1997.. PPKB-LP UI. 192 44 43 63 .) 44 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. “Dr. dari pulau ke pulau. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History. yaitu investasi modal dari keuntungan. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peddling trade (perdagangan penjaja).

Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Leirissa. Chauduri46 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium.Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya itu. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. Kanton. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. N. Wajo. dan sebagainya. dan lain-lainnya merupakan kerajaan dagang yang kuat. Malaka. seperti Gowa dengan pelabuhannya di Makasar. J. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. Kekuatan perdagangan laut ini didukung oleh penduduk yang mayoritas hidup dari hasil laut dan perniagaan di laut. Lihat artikel RZ. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. op. Chauduri. Pelayaran Perahu Bugis. Sudah sejak 46 47 K. N. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. K. Hormus. Luwu.C. 3. eds. Pada waktu itu kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan.1. Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. cit. dalam Taufik Abdullah.. cit. Calicut. Bone. “Dr.. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia.Makasar di Nusantara Peran orang-orang Bugis-Makasar dalam pelayaran di Nusantara sudah berlangsung sejak abad ke-16..47 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. 201-202 64 . hal. op.

Andaya. Jawa Timur. 1667. Bahkan Sultan mengatakan: Leonard Y. mereka memiliki filosofi bahwa secara umum laut adalah milik bersama. LXVIII. Penaklukkan oleh orang-orang Makasar ini membuat banyak orang-orang Bugis yang pindah dan menyebar ke seluruh Nusantara. Keinginan VOC untuk mengontrol jalur perniagaan laut. membuat bangsawan Makasar dan para pengikutnya merasa terhina dan pergi meninggalkan tanah Makasar. Sementara itu pengungsian besar-besaran dilakukan oleh orang-orang Makasar pasca penaklukkan Kerajaan Gowa-Tallo oleh kekuatan militer VOC dalam Perang Makasar 1666-1669. penguasa Bone. Bone. 1995. Dalam catatan sumber-sumber Belanda. tekstil. Pengungsian besar-besaran terjadi pada tahun 1669 ketika secara final VOC mengalahkan pemberontakan orang Makasar. terutama di daerah sekitar Sumatera Timur dan Semenanjung Malaya. dan lain lain. Vol. seperti beras. sutera. seperti Wajo. barang-barang logam. sejak perjanjian Bongaya. mereka memperdagangkan produk-produk rempah-rempah dari Maluku untuk dipertukarkan dengan membawa barang-barang yang dibeli dari Jawa dan Malaka. Journal of The Malaysian Branch of The Royal Asiatic Society. yang menandai kekalahan Kerajaan Gowa. 119-120 48 65 . Dalam kebudayaan bahari yang dimiliki oleh orang Makasar. dan lain-lainnya. Keadaan ini dipicu oleh penaklukkan kerajaan Gowa-Tallo yang bersuku Makasar terhadap kerajaan-kerajaan Bugis. Luwu.sebelum abad ke-16.48 Perang Makasar (1666-1668) sebenarnya dipicu oleh perang dagang antara Kerajaan Makasar yang menjadikan pelabuhannya bebas dikunjungi oleh kapal-kapal dari Eropa ataupun dari Asia dan Nusantara. tetapi juga berpindah tempat. mengakibatkan orang Bugis dan Makasar menetap di kepulauan Riau. dan kepulauan Nusa Tenggara. Permintaan VOC agar Sultan menerima monopoli perdagangan di Makasar ditolak oleh Sultan Hasanuddin. menjadi pemimpin utama di wilayah Sulawesi Selatan. part I. Namun persebaran orang Makasar dan Bugis secara besar-besaran dan tidak hanya sekedar berdagang. Pelabuhan Makasar dianggap menyaingi perniagaan VOC. hal. terlebih lagi ketika Arung Palakka. dengan pihak VOC yang ingin memaksakan monopoli. ditolak oleh Sultan Hasanuddin. siapapun boleh melayarinya.”The Bugis-Makasar Diaspora”. porselain.

Tak pernah kedengaran larangan buat siapapun untuk mengarungi lautan. 37 50 49 Leonard Y.11 tahun 1984. cit. Peperangan yang terjadi kemudian pada pertengahan abad ke-18 antara Kerajaan Bone melawan Kerajaan Gowa-Tallo dan Kerajaan Wajo juga makin menambah besar jumlah penduduk yang mengungsi.“Tuhan telah menciptakan bumi dan lautan. sehingga di Jawa Timur. sementara orang Makasar di Jawa dan Madura. hal.B. perniagaan laut di Asia Tenggara ini berjalan dengan sistem pasar bebas. loc. saudagar. Sedangkan dalam jumlah kecil mereka menyebar hampir di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.50 Dalam proses awal adaptasi. Bahkan para penguasa juga menjadi kaya karena menjadi juragan atau pemilik kapalkapal dagang.”49 Jawaban ini meneguhkan semangat orang-orang Makasar untuk melawan tindakan yang memaksakan kehendak.”Perebutan Samudera: Laut Sulawesi pada Abad XVI dan XVII”. Prisma. Hal yang sama juga terjadi di Banten ketika Karaeng Bontomarannu tiba di Banten dengan 800 orang pengikutnya dan mendapatkan tempat tinggal dari Sultan A. yang pada akhirnya mengalami kekalahan pada tahun 1679. Andaya. Namun para pengungsi Makasar dan Bugis generasi awal telah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Tetapi mengaruniakan laut untuk semuanya.. Kebanyakan orang Bugis kemudian menetap di wilayah kepulauan Riau dan Semenanjung Malaya. Pihak penguasa hanya mengontrol keamanan laut dan pelabuhan dengan menarik cukai atas bermacam mata dagangan. padahal sudah sejak lama. Karaeng Galengsung dan pengikutnya. telah membagi-bagi daratan di antara umat manusia. Namun sejak kekalahan dalam Perang Makasar banyak bangsawan. dan pelaut Makasar yang meninggalkan kampung halamannya pergi merantau ke seluruh kepulauan Nusantara. lapian. mendukung pemberontakan Trunojoyo melawan Mataram dan VOC. 120-121 66 . No. hal. Andaya melihat bahwa para pengungsi Makasar awalnya mengalami kegagalan karena sifat mereka terus memusuhi VOC. Sementara itu sebagaian besar bangsawan Bugis di Wajo yang menjadi sekutu Kerajaan Gowa-Tallo juga melakukan pengungsian setelah ibukota kerajaan di Tosora dihancurkan oleh VOC.

Raja Kecik. loc. 52 Dampak lain yang terjadi pada abad ke-18 adalah munculnya jaringan perdagangan laut antara kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan. yang ingin merebut tahta dengan bantuan Orang Laut. Sultan memberikan daerah kepulauan Riau sebagai tempat tinggal orang-orang Bugis. sampai abad ke-19. Kehadiran pelaut dan pedagang Bugis-Makasar pun tidak ketinggalan. dan bersama-sama orang Bugis mengarungi lautan di Nusantara dengan kapal-kapal padewakang dan pinisinya yang besar dan kuat. orang-orang Makasar sudah mulai beralih sikap hanya menjadi pelaut dan pedagang. 125-128 67 . 121-125 Leonard Y. hal.Banten. Abd al-Jalil untuk melawan saingannya. Sehingga orang-orang Bugis ini relatif tidak dicurigai oleh VOC. Kampung-kampung muslim ini juga didiami oleh di 51 52 Leonard Y.. Para bangsawan Bugis dan pengikutnya yang berada di tanah Semenanjung Malaya justru diminta bantuan oleh Sultan Johor. Kampung ini sampai abad ke-19 merupakan kampung yang tidak hanya didiami oleh orang Makasar tetapi juga dari para pedagang Jawa dan Melayu. Setelah musuhnya berhasil dikalahkan. Pada abad ke-18. hal. Selain itu pada abad ke-18. cit. di Pelabuhan Ternate terdapat komunitas pedagang Makasar yang menetap di sana.51 Sebaliknya menurut Andaya. Sejak abad ke-16. yang bernama kampung Makasar. sampai kemudiaan ditinggalkan akibat perang antara VOC dan Banten tahun 1680. Selain di Ternate pelaut Bugis-Makasar juga menetap di Ambon. Andaya. sebuah tempat di tepi pantai dekat Benteng Oranje milik Belanda. para pengungsi dari Bugis tidak memposisikan sebagai musuh VOC dengan tidak mendukung perlawanan penguasa setempat terhadap VOC. tanah air orang Bugis. loc. para bangsawan Bugis ini kemudian membentuk kerajaan yang otonom kepulauan Riau. Kegiatan dagang dan perantauan orang Bugis dan Makasar menyebar ke banyak wilayah di kepulauan Nusantara. Perniagaan ini menjadikan Riau sebagai daerah yang menjanjikan keuntungan besar karena lalu-lalangnya kapalkapal dagang Bugis yang berdatangan dari Jawa dan Sulawesi Selatan.. Andaya. Kepulauan Maluku yang banyak menghasilkan rempahrempah merupakan tujuan utama pelayaran mereka. cit.

Maladiwa (Maladewa). Pilipina Selatan.F.54 3. Deel LII. C. Dari Nama-nama tempat yang terdapat dalam peta Bugis ini menunjukkan luasnya pengetahuan tentang daerah-daerah di Asia Tenggara. Sibiro’ (Siberut). dia adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. Poelo Lao’ (Pulau Laut). Pelayaran kapal-kapal padewakang itu juga menyinggahi pulau-pulau di Banda. Taranate (Ternate). Tijdschrift van het Koninlijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap.pelaut dari Mandar. Koeantong (Kanton). Kajian Le Roux atas peta yang ditemukan di perkampungan bajak laut di Santhel yang terletak di Teluk Sekana di Pulau Singkep tahun 1854. Nama-nama daerah seperti Kalantang (Kelantan). Tulisannya tentang pala. Atje (Aceh). Tjinabaloe (Kinabalu). Tana Palawang (Pulau Palawan). hal. 1935. kita dapat melihat begitu luasnya pelayaran yang dilakukan oleh perahu-perahu Bugis. Australia Utara. Palimbang (Palembang). Deel 156. Leiden. Bijdragen Tot de Taal-land-En Volkenkunde. Tweede Serie. menggambarkan peta-peta wilayah di seluruh Nusantara. 2000. Ballitong (Belitung). sebagian Asia Tenggara. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. Brill. Koetaringang (Kotawaringin). Cense. “The Bugis-Makasarese in the Port Town:Ambon and Ternate Through the Nineteenth Century”. Saiang (Siam). Marege’ (Australia Utara)..C.M. Djoro’ (Johor). dan wilayah Cina. Leirissa. ‘Boegineesche Zeekaarten van den Indischen Archipel’. E.53 Dalam peta yang dibuat oleh orang Bugis. dan Cina. Australia Utara.2. Peta itu juga menunjukkan rute dan tujuan pelayaran kapal-kapal Bugis sebelum pertengahan abad ke-19. Perdagangan Penjaja (Peddler-Trade) Pelayaran kapal-kapal Belanda pada akhir abad ke-16 dipengaruhi oleh terbitnya buku Itinerario yang ditulis oleh Jan Huygen van Linschoten.A. 706-714 53 68 . dan lain-lain.Z. Pigo (Pegu). hal. dan Jawa. 619-633 54 Le Roux. bunga pala dan cengkeh diuraikan sebagai berikut: R. Melayu. A. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. Mangindano (Mindanao). Kei dan Aru.

baik untuk peneyembuh sakit kepala. Pala terbalut oleh tiga jenis kulit.Pohon cengkeh banyak dahannya dan bunganya tidak sedikit. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyususri Laut Jawa. tenggorokan. hal. Titinerario. mengusir angin dari tubuh. menyegarkan nafas. Laut Flores. dalam Ternate dan Tidore: Masa Lalu Penuh Gejolak. Van Leur Sumbangan van Leur dalam penulisan sejarah Indonesia cukup besar artinya. untuk ibu dan untuk syaraf. yang sakit cacar menjadi berkeringat dengan cengkih. 1996. Buah pala menenangkan otak. 9-10 69 . 1595. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. kutipan di atas merupakan terjemahan langsung oleh Wilard A. Cengkeh banyak digunakan untuk memasak daging maupun meramu obat.2. dan Eropa. Laporan Van lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. India. melancarkan kencing dan menghentikan mencret. memudahkan ke luarnya kencing. Asia Barat. menghangatkan dan menguatkan tenggorokan. tetapi daunnya lebih pendek dan bundar. menghilangkan rasa marah dan memudahkan buang angin…. jantung.55 Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa yang terutama di Malaka. Amsterdam. 3. dan bila ditaruh di mata dapat memelihara penglihatan. lilin. dan kayu sapan. Dalam kajiannya tentang sejarah perekonomian di Asia dan juga 55 Laporan Van Lindschotten dalam bukunya. Jakarta. Hanna dan Des Alwi.C. yang membalut buahnya. dan cabe hitam…. Pustaka Sinar Harapan. Yang paling utama dan paling luar seperti daging kelapa. Di samping itu daerah Nusa tenggara juga menghasilkan produk-produk yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. yang kemudian menjadibuah-buah yang dinamakan ‘cloves’ karena bentunya mirip cakar atau ’claws’. Air cengkeh hijau yang disuling harum baunya. yang berguna bagi obat-obatan. Sejarah Ekonomi menurut J. …bunga pala terutama baik untuk selesma dan untuk pria yang lemah.Pohon-pohon yang membuahkan pala dan bunga pala itu tidak berbeda dengan pohon buah pir. terutama kritikannya terdapat penulisan sejarah Hindia Belanda yang lebih banyak bercorak Eropa sentris. dan menguatkan jantung. dan Laut Banda menjadi sangat ramai.1. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. menajamkan daya ingat. bunga pala. melancarkan pencernaan.Cengkeh memperkuat hati. adalah bunga pala. madu.

191 58 Taufik Abdullah. dalam Taufik Abdullah. 1999. Yayasan Obor Indonesia. 192 56 70 . di India sekitar 200 ton. jakarta. Peeddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciriciri tertentu. van Leur mengemukakan bahwa selalam ini sejarawan Belanda lebih memfokuskan peran orang-orang Belanda sendiri. op. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. hal. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. Depok. membuktikan tentang ramainya perdagangan di Nusantara sejak abad ke-15 sampai abad ke-17 57 RZ. cit. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern.. dari benua ke benua. dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. 1997. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin.000 ton. dan di Cina sekitar 600 ton.. eds. 1992 dan Jilid II Anthony Reid. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. hal. “Dr. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peeddling trade (perdagangan penjaja). Yayasan Obor Indoensia. Padahal dalam kajian van Leur.di Indonesia.58 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik Dalam buku yang ditulis oleh Anthony Reid. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680.. Leirissa. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. PPKB-LP UI. Pertama-tama perdagangan dilkukan dari satu tempat ke tempat lain. J. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. dia mengungkapkan bahwa pelayaran dan perdagangan pribumi juga berkembang dengan pesat. Jilid I. yaitu investasi modal dari keuntungan. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. eds. Sehingga kekuasaan dan dominasi VOC atas berbagai wilayah di Nusantara dianggap mewakili dinamika pelayaran dan perdagangan di wilayah tersebut.) 57 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50.C. Jakarta.56 Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. dari pulau ke pulau. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement.

N.Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. J. 1989 60 Lihat artikel RZ. Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Calicut. dan sebagainya. Hormus. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. cit. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. N.para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. Cambritge. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja.. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. Malaka. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Univercity Press. K. eds. Leirissa. “Dr. Chauduri. Kanton.. Chauduri59 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium.C. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. K. dalam Taufik Abdullah. op. Trade and Civilisation in The Indian Ocean: An Economic History from the Rise of Islam to 1750 .60 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. hal. 201-202 59 71 . Cambritge.

kedua. hal. eds. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. atau 6 kapal perhari. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. Thomas Lindblad. 1819-1941. jung. 1995. edisi draf. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan mengali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar.2. 61 Pelabuhan Singapura merupakan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. Ekonomi dan perdagangan Maritim Periode Hindia Belanda Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. terutama setelah banyaknya kapal-kapal uap yang berlayar ke Singapura. jumlah mereka sekitar 135. Jurnal Jabatan asia Tenggara. Sulawesi dan dikota-kota pelabuhan di Nusantara. Kalimantan. Universiti Malaya No. dalam Howard Dick. hal. Jati. atau pelabuhan laut dalam. pelayaran regional Asia Tenggara dan terakhir pelayaran lokal. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa.2. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara meningkat pesat. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu.1. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhanpelabuahn di luar pulau Jawa..3. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 18002000.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun J. Mulai dari perahu-perahu keci berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. 1999. Kapal-kapal Cina berdagang dengfan bayak wilayah di Nusantara. Hanizah Idris.23-25 62 61 72 .000 metrik ton. Passau. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura pertahunnya. Pelayaran yang menyinggahi Singapura terdiri atas tiga jenis. 97.62 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar.

Thomas Lindblad. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama ‘kallang’ di Singapura. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. op. hal. 1999. 64 dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. seperti memonopoli pengiriman barang-barang J. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. 98. dalam Howard Dick. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). terutama kapal-kapal Inggris. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. eds. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda.1880. Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. 99 73 . 64 63 Howard Dick. Passau. yaitu... hal. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. Pelayaran perahu ini masih memainkan Sementara itu sejak tahun 1824.. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . Perkembngan pelabuhan Singapura membuat pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda.63 Selain itu peran pedagang bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa..cit. atau musim Bugis. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. edisi draf. eds. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama.

d. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut.milik pemerintah.. eds. op.2. 65 3. b. a. Sebagai upaya untuk memudahkan kajian terhadap masyarakat maritim ada baiknya kita lihat beberapa rujukan berikut. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut.cit. yaitu . surat dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut f. Luas perdagangan maritim. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari 65 Howard Dick. hal. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. 111-112 74 . 1974:5-8). Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan.. Dari enam unsur di atas..3. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut e. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsure (Van Leur dan Verhoeven. Bentuk tanah dan pantainya wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi c. teluk atau muara sungai. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim di Indonesia Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai.

tonase. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. 1996) b. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. persenjataan. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. peralatan penangkap ikan. dan tradisi lisannya. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. Sulawesi Selatan. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. bentuk perahu. seni tenunan. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. Teknologi perkapalan dan pelayaran. musik. c. yang menjelajahi perairan Nusantara dengan armada perahunya pada masa lalu. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. seperti. dibentuklah armada angkatan laut. Pecinan (tempat tinggal pedagang 75 . Peralatan untuk membuat perahu atau kapal kayu d. Adapun tema-tema yang dapat dijadikan pokok kajian adalah: a. akibat adanya pelayaran. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim e. mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. yaitu tempat para pedagang merica. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. f. muaramuara sungai. Sebagai contoh adanya tokoh mitos Sawerigading dalam masyarakat Bugis. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. jalur-jalur pelayaran. sistem navigasi. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’ (Sedyawati. pantai-pantai. peta. seni rupa. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. laut lepas.mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. sebagai contoh di Kota Banten lama terdapat kampung Pamarican. seni tarinya. dari kata merica atau lada. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. (Barnes. 2005: 3-5).

cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayang-bayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). Sebagai contoh lada menjadi mata dagangan ekspor kerajaan Banjar. 1984: 267) j. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. Selain itu ada contoh upeti (wase) atau pajak yang dikenakan terhadap jual beli di pasar (pekan) Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Dermayon (tempat tinggal orang Indramayu). i. (Wahyono. di Jakarta terdapat kampung Pekojan (tempat tinggal penduduk dari anak benua India) g. Sistem pajak dan upeti. Dan juga gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi.’ (Poesponegoro. adanya bencana alam. dalam Hikayat Bustanus Salatin dikutipkan: ‘Dan ialah yang memaknakan Bail Um Mal dan uzur negeri Aceh Darus-Salam dan Cukai pekan dan ialah yang sangat murah karunianya akan segala rakyat dan mengaruniai sedekah akan segala fakir miskin. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. 1997). h.Cina). pada tiap-tiap berangkat sembahyang Jumat. sehingga Babad Banjar mencatat bahwa lada adalah ‘dagangan negri’. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. (Boomgaard. Organisasi pelayaran. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut k. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. 76 . 2000).

baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak maritime kita dapat mendata beberapa hal yang dikemukakan oleh David A. Cara dan kebiasaan makan. bagian-bagian pembentuknya. memulai menangkap ikan dan upacara ritus peralihan 4. Sebagai contoh kita bias melihat suatu wilayah satuan bahari mulai dari sebuah teluk atau selat yang kecil.l. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. Laut Banda dan lain-lain. Kekuasaan politik yang muncul. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia maritime masyarakat. 5. nasib baik dan buruk. Taylor (1992): 1. berupa bangunan perahu atau kapal. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat Pokok-pokok bahasan tersebut tentunya dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan juga tingkat keluasan area yang dikaji. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). muara sungai sampai satuan bahari yang lebih besar seperti kawasan Laut Jawa. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 2. Laut Flores. 77 . seperti. senjata dan lain-lain. berupa upacara-upacara tradisional memberkati kapal. peralatan penangkap ikan atau produk laut lainnya. Selat Makasar. legendanya. 3. Selat Malaka. Dengan mendata point-poin diatas diharapkan akan membantu kita yang hendak melakukan kajian peradaban sejarah atas masyarakat maritime yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografi dan wilayahnya. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat maritime tersebut. lagu-lagu rakyat. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

Lapian. cit. ekonomis. 66 AB. galai. Lapian.66 Sehingga studi tentang sejarah bahari dan berbagai aspeknya sangat dibutuhkan bagi sebuah rekonstruksi sejarah Indonesia yang lebih utuh.B. heartland atau daerah inti dari sebuah negara kepulauan bukanlah suatu pulau melainkan suatu wilayah maritim yang sentral letaknya. Di samping itu akibat adanya pengaruh politik dan ekonomi. op. Di samping itu integrasi yang dimaksudkannya bisa beragam sesuai dengan kondisi geografisnya atau bisa juga dilihat dari sudut politis. hal. Lapian. dan lainlain. dan kultural.67 Dengan demikian kajian sejarah bahari di Indonesia terdiri atas berbagai macam ‘satuan bahari’ atau yang dikenal dengan sea systems. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. sebagai pemersatu yang mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah itu.1.3. kajian bisa ditingkatkan lebih luas lagi dengan melihat selat dan laut yang lebih besar dan ramai oleh perdagangan. op. Lapian juga memberikan pandangan bahwa kajian tentang sejarah maritim dapat dimulai dari sejarah teluk kecil atau selat yang sempit sebagai tempat para nelayan mengembangkan kegiatan matapencahariannya. Lapian tentang beragam jenis perahu dan kapal yang bisa dipakai oleh penduduk pribumi di Nusantara. 6-7 78 .. Dengan pendekatan seperti itu penulisan sejarah dapat melahirkan deskripsi dan analisa yang baru. hal.68 Gambaran yang cukup menarik diberikan oleh A. Semisal Selat Makasar. perahu.3. cit.B. pendekatan sejarah maritim indonesia harus bisa melihat seluruh wilayah perairannya. Laut Jawa.Pentingnya Kajian Sejarah Maritim Lokal Dengan demikian sebetulnya sudah sejak lama sejarah dan kehidupan bahari di Nusantara itu sudah menyatu sebagai suatu kenyataan yang ada dari abad ke abad. 4 Maret 1992 67 AB. AB. seperti yang diungkapkan oleh sejarawan A. sosial. Laut Sulawesi. Pilihan untuk berlayar tersedia banyak jenis sarana. Lapian.. Laut Flores. Selat Madura. Selat Malaka. dengan sampan.3. Dalam tulisan AB. 5-6 68 AB. Menurut pandangan AB. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. Namun kenyataan yang ada kajian sejarah bahari masih jauh dari cukup. jukung. Lapian. gobang. Lapian dalam pidato guru besarnya yang mengambil tema “Sejarah Nusantara Sejarah Bahari”.

Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. pengangkutan. hal. 70 3. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut AB. Jenis-jenis angkutan laut tersebut ini mencerminkan kekayaan perbendaharaan alat angkutan yang digunakan untuk mengadakan hubungan antar pulau. 7 sebagian draft tulisan dikutip dari tulisan Penulis dalam draft Kajian Peradaban Maritim dalam Buku Pedoman Kajian Geografi Sejarah oleh Agus Aris Munandar dkk. Laut telah menjadi sarana bagi terwujudnya persatuan. 1974:5-8). Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsur (Van Leur dan Verhoeven. londe. pinisi. wangkang. rah. Beberapa pokok Kajian tentang Masyarakat Maritim71 Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. Direktorat Geografi Sejarah. 2006 71 70 69 79 . yaitu . g. h.2. teluk atau muara sungai. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. sarana pertukaran dan hubungan. Meski laut juga merupakan kondisi alam yang dapat memisahkan kalau masyarakat tidak mengatasinya dengan pembangunan di bidang teknologi perkapalannya. padewakang.lancang. Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala. soppe. i. Pengantar Sejarah Maritim Indonesia.69 Selain itu kajian sejarah maritim juga membuka kajian yang luas tentang komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) lewat media laut antara satu komunitas dan komunitas yang lain yang dapat menjadi dasar bagi proses integrasi di kalangan masyarakat Indonesia. Berbagai jenis perahu yang disebut dalam daftar di atas mempunyai tingkat kelayakan laut yang berbeda-beda. Lapian. 4 Maret 1992. Fakultas Sastra Universitas Indonesia.3.4 Singgih Tri Sulistiono. lepa-lepa. Beberapa di antaranya hanya dikenal dalam lingkungan sukubangsa tertentu. Bentuk tanah dan pantainya Luas wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi perdagangan maritim. hal. DIKTI.3. Jakarta. dan berbagai sarana angkutan air lainnya. sedangkan ada jenis perahu yang tersebar di seluruh Nusantara. 2004. j. pencalang. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut k.

Lembaga Galekat Lefo Tanah. UI.H. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. Dikisahkan adanya seorang nusak di Tola Manu (Termanu) yang melawan kompeni Belanda dan juga dikisahkan adanya keterangan tentang ramainya pelabuhan dagang di Tola Manu.3.3. yang tersurat dalam ‘Syair Asal usul’ atau ‘Lia Asa Usu’. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’72 3. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. mereka mengenal apa yang disebut dengan tutui teteek (kisah nyata). Dari enam unsur di atas. 3-5 73 lihat Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. Jakarta. Sebagai contoh cerita mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. Depok. hal. Sulawesi Selatan. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. perahu peledang inilah yang membawa nenek moyang orang Lamalera ke pulau Lembata. Kisahnya sebagai berikut: Edi Sedyawati. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. Oxford. ed. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. Clarendon Press. Tema Tema Pokok Kajian a.l.73 Dalam tradisi lisan yang dikenal oleh masyarakat Roti. Barnes. 2001 dan R.3. Orang Lamalera juga memiliki cerita mitos tentang perahu tradisional mereka pertama yang dibuat nenek moyangnya di pulau Lepanbatan yang kemudian diceritakan tenggelam karena bencana alam. 1996 72 80 . 2005. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera.

14. c. Lembaga Galekat Lefo Tanah. Peralatan atau teknologi untuk membuat perahu atau kapal kayu. Sastra dan Sejarah: Kumpulan karangan Mengenai masyarakat Pulau Roti. 26. Barnes. 1996 74 81 . Jakarta. April 1974. 2001 dan R. Perahu ini dibangun dari bahan papan kayu (ara blikeng) dengan konstruksi kuat tanpa menggunakan paku besi tetapi dari pasak kayu dan ikatan rotan. seperti. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. perahu dagang tidak pernah berhenti berdagang mengunjungi Roti dan mereka biasanya berlabuh di kota Leleuk. Bahasa. Depok. sebagai alat transportasi menangkap ikan orang Komodo membuat perahu atau sampan yang terbuat dari kayu rengo atau kawu puah (bombax ceiba) yang bisa James J. Sebelumnya nusak Tola Manu disebut Koli Oe do Buna Oe.H. ‘Nusak yang membantai kompeni’ (Nusa Manatati Koponi). sebagai contoh perahu peledang yang dipergunakan oleh para nelayan Lamalera di Pulau Lembata untuk berburu ikan paus. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Oxford. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. Sawu. Jurnal Indonesia (Cornell University). muaramuara sungai. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona.75 Selain itu di Selat Sape.Pulau Roti menamakan Nusak Tola Manu. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. Makassar. Fox. pantai-pantai.H. Perahu peledang ini merupakan perahu besar sepanjang 9-10 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi dinding perahu anatara 1 sampai 1. 17. orang Buton. Solor. b. Solor. Sawu dengan menyinggahi pelabuhan di Pulau Roti. dan Ndau pergi dan datang. Clarendon Press. Barnes. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai.Dikatakan bahwa ketika Koli do Buna masih merupakan pelabuhan besar. Djambatan. kemudian dipendekkan menjadi Koli do Buna……. hal. 28 75 lihat R. Makssar. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. No. laut lepas.74 Dengan demikian dari cerita tutui teteek tersebut digambarkan juga adanya pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Buton.5 meter. 1986.

Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. Di 76 J.76 d. persenjataan. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. setiap pelabuhan dipimpin oleh Subandar (syahbandar). seni rupa.bertahan selama tiga tahun. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. jalur-jalur pelayaran. Barnes. Pulau Komodo: Tanah.. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. April 1974. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. Jakarta. lihat I Putu Suwitha. peralatan penangkap ikan. Organisasi pelayaran. 2002 77 82 . seni tenunan.. dibentuklah armada angkatan laut. 7-9 Untuk perkembangan perahu lokal di Nusa Tenggara lihat lihat R. Lembaga Galekat Lefo Tanah. ed. Jakarta. op. sistem navigasi. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. Teknologi perkapalan dan pelayaran. ‘Perahu Pinisi di Sunda kecil: Suatu Studi tentang Pola-pola perniagaan Abad XVIII-XIX. Jurnal Indonesia (Cornell University). namun para pedagang Bugis dan Makasar dengan perahu padewakang dan pinisinya yang mewarnai pelayaran di Nusa Tenggara. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim. Verheijen. cit. Lombok. No. ‘.78 Untuk jalur-jalur pelayaran yang melewati wilayah utara Nuasa Tenggara kemudian langsung ke Maluku. sedangkan sampan yang dibuat dari kayu pohon woh (sterculia foetida) bisa bertahan selama sepuluh tahun. sedangkan orang Bali.J. Clarendon Press. Rakyat. hal. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. kemudian jalur selatan yang menyusuri ke selatan via selat Lombok menuju bagian selatan Sumbawa kemudian menuju Sumba atau Ende dan terus ke Kupang. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. seni tarinya. ed. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. 78 Lihat Edi Sedyawati. tonase. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. Barnes. peta. Balai Pustaka.H. 2001 dan R. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. dan Sumbawa banyak didatangi oleh para pedagang Bugis dan Makasar yang mempengaruhi penggunaan perahu mereka pada masyarakat pedagang lokal. 1996.A. UI. 77 Untuk kajian tentang perahu-perahu tradisional lihat juga karya Horst Liebner. dan tradisi lisannya. bentuk perahu. 17. dan Bahasanya. Pelabuhan Ampenan dan Tanjungkarang di Lombok Barat. Penerbit Djambatan-KITLV. Jakarta. e.H. Oxford. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. g. Di Lombok ada Pelabuhan Labuhan Haji (Saboaji) dan Piju (Picu) di Lombok Timur.79 f. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. Depok. musik. 1987. 2005 79 lihat I Gde Parimartha. akibat adanya pelayaran.

Sumbawa. Salahudin (penyunting). Utan). Kayu sapan (Caesalpinia Sappan) atau kayu Brazil dapat tumbuh antara 5-10 meter dan tumbuh liar dihutan-hutan di Sumbawa. Dalam bahasa Melayu kayu ini dinamakan ‘sepang’. namun kapal yang hanya singgah tanpa berdagang selama seminggu tidak dikenakan bea. bahkan ditingkat global.80 m. dan perahu yang dibuat dari kayu sapan ini disebut dengan ‘sampan’. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. pihak kesultanan mengeluarakan Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima yang memuat aturan-aturan pembayaran bea cukai di bandar Bima. mengatur perjanjian dengan VOC soal pelayaran dan Perdagangan. Selain Siti Maryam R.pelabuhan Bima yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Bima di Sumbawa Timur. Timor. Pelabuhan-pelabuhan di wilayah Lombok. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. Sebagai contoh Pulau Sumbawa sudah dikenal lama sebagai penghasil kayu sapan yang banyak tumbuh baik di Sumbawa Barat (Alas. mengatur tentang izin dan pelayanan kecelakaan pelayaran. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). kapal-kapal dari Jawa. Kayu ini sudah lama dikenal sebagai bahan pembuat perahu karena sifat kayunya yang keras. 2004 80 83 . n. mengatur perdagangan di Manggarai. Dompo. Untuk peraturan yang diterapkan di Manggarai. adanya bencana alam. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. Lengge. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. Perbedaan komoditi yang khas diantara pelabuhan-pelabuhan tersebut kemudian memunculkan pertukaran baik ditingkat lokal maupun regional. Flores. Dompo dan Bima. Sumba merupakan pasar-pasar diwilayahnya masing-masing. Mataram. Sanggar. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayangbayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima. dan memiliki daya tahan di dalam air laut. yang singgah di Bima akan dikenakan bea 1 real untuk muatan dagangan senilai 20 real. Undang-Undang ini juga mengatur larangan berdagang pada siang hari di hari Jumat dan menghukum para pelaut yang berkelahi ditempat umum. terutama dikenakan pada perdagangan dan kepemilikan budak. Sebagai contoh kapal-kapal Eropa yang singgah di Bima dikenakan bea 10 real untuk barang dagangan seberat 10 koyan (20 ton).

1997 I Gde Parimartha. India dan Eropa. ‘Sustainability and Time perspectives in Natural Resource Management: Exploitation of Sappan Trees in the Forest of Sumbawa. ‘opium dalam Sejarah di Nusa Tenggara Barat’.81 Perdagangan opium (candu) juga merupakan komoditi perdagangan yang cukup ramai diperdagangkan. pelabuhan Tuban di Badung.5 kg.6 kg).al. Pada abad XIX. Tome Pires (1513) melaporkan bahwa. LPUI.B. Dompo dan Bima. Bahkan menurut catatan orang Portugis. KITLV.eds.” Sudah sejak awal Perhimpunan Dagang Hindia Timur (VOC) membeli kayu sapan ini untuk diperdagangkan ke wilayah lain. kecuali jalur lain melalui perdagangan gelap.82 Perdagangan budak juga merupakan komoditi perdagangan yang sudah marak sejak abad ke-16. Pelabuhan Padangbai di Karangasem. Sejak saat itu kayu sapan banyak dibeli oleh VOC melalui para Sultan di Sumbawa Besar. bahkan sejak perjanjian Bungaya 1667. Sedangkan saat itu harga lada hanya f 24 per 49. dalam Boomgaard. meski Sultan Mataram (Lombok) melarang rakyatnya memakai candu. kertas dan cat oleh orang Cina.. Sementara itu di Sumbawa Besar dan Bima ada larangan berdagang candu oleh Sultan. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. Tidak heran kayu sapan banyak dicari oleh para pedagang lokal maupun dari Asia dan Eropa. Sumbawa sampai ke Timor. Lapian. Kesultanan Bima tidak boleh menjual kayu sapan selain ke VOC. karena laku dipasaran Cina. Makasar dari Singapura. Candu banyak diperdagangkan di Bali. Lombok. namun candu beredar lewat pasar gelap bahkan laporan pejabat Belandapada abad XIX banyak pejabat kerajaan yang ikut mencandu. kayu ini juga dipakai untuk pewarna merah terbaik bagi tekstil. namun eksploitasi ini berakibat makin menyusutnya hutan sapan pada abad ke19. Daerah penghasil kayu sapan yang lain adalah di Siam (Thailand) dan Philipina.5 kg.untuk pasak kayu. candu dijual bebas di pasar. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi.”Pulau Bima (sic) menghasilkan kayu Brazil (sapan-penulis) yang dijual ke Malaka.000 per peti atau f 100 per kati (o. eds. Depok. Leiden. Peter. Sumber utama budak terutama didatangkan dari wilayah Nusa Tenggara Bernice de Jong Boers. 2001 82 81 84 . et. Dengan harga f 10. Pada tahun 1627 di negeri belanda harga kayu sapan bisa mencapai f 48-58 per 49. perabot rumah tangga. Kebanyakan candu didatangkan oleh pedagang Eropa. Indonesia 1500-1875’. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Bugis. Kayu ima Brazil tipis dan kalah bersaing dengan Siam. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya.

Sawu dan timor). Oxford. lihat Alfons de Kraan. Bondage & Dependency in Southeast asia. Januari 1983. 1976.3. Macknight. Melbourne University Press.C. Pelajaran dan Pengaruh Kebudajaan MakasarBugis di Pantai Utara Australia. lihat juga Heather Sutherland. University of Qoueensland Press. Dompu. Bijdragen tot de Taal –Land En Volkenkunde (BKI). Flores. madu. Para Raja dan Sultan menjadi pihak yang mengorganisasikan perdagangan budak.83 Selain itu sejak abad XVIII diwilayah Nusa Tenggara menjadi ramai oleh kehadiran kapal-kapal Bugis dan Makasar yang mencari tripang (Holothuria). ‘Trepang and Wangkang: China Trade of Eighteenth-Century Makassar c. Macknight. Deel 156. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. tahun 2000. Heeren dan Heather Sutherland. The Voyage to Marege’: Macassar Trepangers in Northern Australia. Manggarai. HJ. 2002. working Paper No. Sumba. sepanjang pantai utara Flores dan Sumba. ‘Bali: slavery and Slave Trade’. sumbawa. kuda. Pada tahun 1673 ada 27. Sumba. Bhratara. makalah seminar Center for comparative Studies on Southeast asia. 84 Lihat C. dan juga direkrut sebagai serdadu.068 budak dan 1681 ada 30. 1972 83 85 . Untuk kajian lebih jauh lihat tulisan C. dalam Anthony reid. Rote. Pelaut Bugis dan makasar juga berlayar ke perairan utara australia untuk mencari tripang.84 o. Lombok. p. 1720s-1840s’. ‘Slavery and The Slave Trde in South Sulawesi 1660s-1800s’. Penerbit Djambatan-KITLV. AA Cense.C. sebelum Inggris dan Belanda kemudian melarangnya pada pertengahan abad ke-19. lilin dan lada tetapi juga budak. lihat juga Rodney Needham. Slavery. Manggarai. Dan juga lihat I Gde Parimartha.740 budak yang berasal dari kepulauan Indonesia Timur. Selain dihasilkan di perairan Sumbawa. Jakarta.. lihat juga A.’Sumba and The slave Trade’. mereka dipekerjakan di perkebunan tebu disekitar Batavia. Cense dan H. Rote dan Timor. Flores.J. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya.(Bali. Jakarta. St Lusia. Menurut laporan pelaut Portugis. sebagai tukang. Sebagai contoh Pulau bali merupakan penyedia budak yang sangat besar bagi VOC di Batavia. Heeren. Bahkan para pelaut Bugis dan Makasar mencari budak dengan cara menculik penduduk dengan melakukan serangan bersenjata ke Tambora.A. produk laut yang sangat mahal harganya dipasaran Cina. dan Heather Sutherland. 31. Banyak kajian-kajian yang menggambarkan bahwa perdagangan budak sejak abad ke-16 sampai awal bad ke-19 adalah lumrah. ed. Duarte Barbosa tahun 1516 menceritakan bahwa kapal-kapal yang datang dari arah Indonesia Timur menuju Jawa dan Malaka tidak hanya membawa muatan cendana.

86 Selain itu juga kuda dan teripang merupakan mata dagangan ekspor dari Lombok.85 Peningkatan produksi beras di Nusa Tenggara pada abad ke-19. terutama mengeksportnya kedaerah lainnya di Nusa Tenggra di mana tanah sawah sangat sedikit. 11 86 Alfons van der Kraan.gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. dan tembakau 13. ASAA.cit. sutera dan juga opium. Kesultanan di Lombok. Sumbawa.000 rijksdaalder. 126. 11-12 85 86 . q. Para penguasa di Lombok menjadi kaya dan makmur bukan karena aktifitas ekonomi dan perdagangan yang mereka jalankan namun hasil dari pajak yang mereka tarik dari para petani. minyak kelapa 600 rijksdaalder. Kerajaan-kerajaan di Flores dan Timor) sebagai contoh Kerajaan Lombok yang menjadi kaya karena perdagangan beras.000 Ha dan lebih dari 45. Colonization and Underdevelopment 1870-1940.000 Ha sawah tadah hujan. tekstil 3200 rijksdaalder dan Arak dan Brendi senilai 900 rijsdaalder. Singapore-Heinemann Educational Books (Asia) Ltd. Colonization and Underdevelopment 1870-1940. Belanda dan Bugis sejak tahun 1840-an. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada.000 rijksdaalder. Serta mengimpor opium seharga 4200 rijsdaalde.625 pertahun.. Pada tahun 1890. Perdagangan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena raja Lombok melarang pemakaian opium. Barang-barang tersebut seringkali dipertukarkan dengan produk-produk tekstil. porselaian. termasuk daerah yang cukup subur dengan luas sawah irigasi lebih dari 25. Sehingga Lombok merupakan daerah dengan hasil beras yang melimpah. Selain itu kekayaan Raja Lombok juga berasal dari kontrol atas dua pelabuhan. disebutkan bahwa penghasilan yang diterima Raja Lombok karena mengontrol pelabuhan dan perdagangan sekitar f. Di Lombok pada abad ke-19. yaitu Ampenan di barat dan Labuhanhaji di timur. Lombok mengeksport beras seharga 20. Alfons van der Kraan. Kekuatan politiklah yang menjadikan mereka kaya. op. Lombok: Conquest. Perdagangan opium di Lombok berasal dari para pedagang Inggris. Banyaknya pedagang Arab dan Cina yang datang membuat perdagangan menjadi ramai dan raja memungut cukai atas perdagangan. memicu perdagangan beras yang ramai. hal. Menurut van Der Kraan dalam bukunya. (Kerajaan-kerajaan di Bali. Lombok: Conquest. 1980. senjata. hal. Kekuasaan politik yang muncul.

Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Petani-Sawah atau Masyarakat Agraris Peradaban masyarakat agraris dapat dijumpai diseluruh dunia. Sulawesi Selatan. Lampung. Kediri. Sumatera Barat. sub-tropis maupun lingkungan dingin. Penutup Uraian yang singkat dari makalah pengantar diskusi ini dengan contoh-contoh kasus penelitian sejarah maritim lokal tersebut tentunya sangat tidak memadai. sejak dikeluarkan UU Agraria memunculkan sistem perkebunan swasta (ekonomi liberal) yang sangat mempengaruhi perubahan masyarakat terutama di Jawa dan Sumatera. Lombok dan Sumbawa.meski dia mempunyai pabrik pengolahan opium di Bali yang dikerjakan oleh orang Cina. namun begitu beberapa contoh diatas dapat dijadikan awal dari kajian sejarah maritim lokal yang lebih jauh dan lebih mendalam lagi seperti yang kami kutip dari sumber karya-karya sejarawan dan antropolog yang telah menuliskannya. Peradaban agraris telah melahirkan peradaban yang maju di Jawa dan bali. sistem bercocok tanam padi sawah atau agraris ini umumnya terdapat di Jawa dan Bali. Syailendra. Pajajaran dan banyaknya kerajaan yang muncul dan berkembang di Bali sejak abad ke-10 sampai awal abad ke-20. baik dalam lingkungan tropis. hal ini dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan yang sangat maju dari sisasisa kerajaan Mataram Hindu. juga terdapat dibeberapa wilayah di Aceh. kajian tentang sejarah Pertanian dan pedesaan juga bisa dilakukan sejak masuknya bangsa Barat. Semoga makalah ini dapat menjadi pemiju penelitian lebih lanjut. karena banyak orang Cina dan Bali menghisap opium atau candu. 87 . Majapahit.4. Untuk itu saran dan kritik akan saya terima dengan senang hati 3. Sedangkan sejak tahun 1870. terutama eksploitasi kolonial Belanda yang sejak awal abad ke-19 memberlakukan kebijakan Cultuur Stelsel atau sistem perkebunan yang dipaksakan kepada penduduk Jawa dan Sumatera sebagai kewajiban membayar pajak. Bisnis opium ini memberikan keuntungan yang besar bagi raja. Untuk wilayah Indonesia.2. Kajian juga dapat dilanjutkan dari masa kemerdekaan sampai saat ini.

maka kajian peradaban agraris juga dapat dilakukan dengan mendata poin-poin di bawah ini. Termasuk juga peralatanyang dihasilkan. aspek pelapisan sosial penduduknya (bangsawan. Sebagai contoh penduduk pertama pulau Jawa adalah kedatangan bangsa Rum dan para penguasa Jawa berasal dari dewa-dewa Hindu dan nabi-nabi Islam. Legenda tentang asal-usul masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Beberapa hal yang bisa dijadikan direkonstruksi adalah. Peralatan yang diperlukan untuk mengolah tanah dan bercocok tanam. b. Aspek kesenian dari budaya masyarakat agraris. g. juga ditempattempat lain ada juga kepercayaan tentang dewi padi. Perkembangan kota-kota di pedalaman yang ekonominya bertumpu pada ekonomi pertanian atau agraris. orang bebas (to maradeka dalam masyarakat Bugis dan Makasar) aspek sosial dan militernya yang bertumpu pada bahan untuk 88 . a. f. Religi masyarakat di wilayah tersebut dan upacara terkait kegiatan bercocok tanam e. priyayi. Cerita tentang Dewi Sri yang dipuja sebagai dewi kesuburan di Jawa dan Bali. Teknologi yang dipakai untuk mengolah tanah. karena setiap wilayah memiliki nama-nama yang khas bagi peruntukan tanah. seni tarinya. seni rupa dan busana (kain batik dengan beragam motifnya) yang terkait dengan tradisi agraris. mantra-mantra. dan tradisi lisannya. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. Upacara ritus peralihan atau upacara yang dilakukan ketika kelahiran sampai pasca kematian warga penduduk tersebut. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan tanah yang dijadikan areal persawahan. h.Seperti halnya dengan kajian peradaban maritim. dengan catatan bahwa setiap wilayah dengan pengaruh lingkungan geografi tertentu dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Deskripsi demografi (kependudukan) Membuat deskripsi geografi yang menjadi tempat tinggal masyarakat agraris. pada saat panen dan pasca panen. atau Orang Bali yang percaya mereka keturunan masyarakat kerajaan majapahit dari Jawa Timur. peralatan membuat tekstil atau tenunan i. d. musik. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan masyarakat agraris. Dijelaskan masalah demografinya (kependudukannya). c.

Sistem pemerintahan di wilayah swapraja (Vorstenlanden) di Yogyakarta dan Surakarta. Wage.. lagu-lagu rakyat. Pengaruh sistem cultuur stel sel dan sistem ekonomi liberal terhadap kehidupan masyarakat petani di Jawa dan Sumatera. Taylor (1992). priyayi) dengan para cacahnya (petani penggarap). pejagalan (tempat pemotongan hewan.kekuatan prajurit darat. yaitu: 1. Pemberontakan yang dilakukan oleh petani terhadap kekuasaan kolonial yang yang menekan mereka dan fenomena perbanditan atau kejahatan sosial di pedesaan (Kartodirdjo. j. penggunaan gerobak sapi. dan banyak kerajaan di Bali. sampai abad ke-18. p. Munculnya kekuasaan politik lokal sampai kerajaan Besar seperti Majapahit. n. tamtaman (kampung prajurit). dan juga segregasi(pembagian atau pemisahan) penduduk berdasarkan etnis atau profesinya. mataram Islam. 1983 dan Suhartono. dapat dilakukan dengan menadaptasikan kajian yang dilakukan David A. Paing dan Legi (di Sunda disebut Manis). bahkan di Jawa Tengah sejak akhir tahun 1860-an sudah dikenal transportasi kereta api yang menghubungkan Semarang-Solo-Yogyakarta. Sistem pertanian dan Kehidupan petani sebelum dan sesudah kedatangan Bangsa Barat. Termasuk hubungan antara tuan tanah (bangsawan. loji (tempat tinggal orang Eropa). 1991). m. di Jawa dikenal hari pasaran (buka pasar pada hari tertentu). o. misalnya di kota-kota dipedalaman Jawa Tengah terdapat kampung pandean (tukang pande besi/kerajinan). Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat agraris tersebut. l. Kliwon. legendanya. k. Jenis-jenis alat transportasi di daerah pertanian dan perkebunan. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak agraris. seperti. Pertumbuhan pasar-pasar desa. seperti Pon. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 89 . sistem pajak atau upeti dan sistem bagi hasilnya. kauman (kampung santri) dan lain-lain.

bekas istana-istana kerajaan. memelihara. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. lumbung. 90 . berupa bangunan rumah tinggal. oragnisasi adat yang mengurusi pertanian (contoh subak di Bali). 3. Cara dan kebiasaan makan. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. nasib baik dan buruk. pola perkampungan. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). bangunan irigasi. pada masa panen. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia agraris.2. berupa upacaraupacara tradisional ketika memulai menanam. maupun pasca panen. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat. keberhasilan atau kegagalan panen. 5. dan upacara ritus peralihan 4.

Fernand.DAFTAR SUMBER Alimuddin. Stanford: Stanford University Press. James J. vol. 1996 Geertz. Johan. Clarendon Press. 1998 Lapian. Jawa Barat. 2001 Barnes. Jakarta. KPG-Yayasan Adikarya IKAPI. 1983 Kartodirdjo. Pengantar Antropologi Jilid I dan II.. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Pustaka Jaya. The French Historical Revolution: The Annales School.. I..H. Fontana /Collins. 2005 Asnan. 1997 Burke. Jakarta. Jakarta. Seluk beluk Masyarakat Kota. The Mediterranean and The Mediterranean World in the Age of Phillip II. Rineka Cipta. 1996 Braudel. Pustaka Jaya. Harper & Row.. Santri Abangan. fourth edition. Lapian. Leiden.. Clifford. 1984 Koentjaraningrat. KITLV. N. Jakarta. 1929-1989. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Priyayi dalam Masyarakat Jawa.B. New York. Dunia Orang Sawu. Gusti. ‘Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Pada Abad XIX’. 20 April 1987 91 . Jakarta. Jakarta. et. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Sinar Harapan. LPUI. Pemberontakan Petani Banten 1888. A. Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman. 1983 Iskandar. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. 1981 Boomgaard. Peter. Djambatan. Oxford.eds. ‘Dari sungai ke Jalan Raya: Perubahan Sosial-Ekonomi di Daerah Perbatasan Sumatra Barat-Riau pada awal Abad XX’ dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi.al. Sartono. Sinar Harapan. 1992 Kana. 1990 . Muhammad Ridwan. eds. Niko L. 1978 Fox. R.B. Ekologi Perladangan di Indonesia: Studi Kasus dari daerah Baduy Banten selatan. Panen Lontar: Perubahan Ekologi dalam Kehidupan Masyarakat Rote dan Sawu. Depok. Daldjoeni. Jakarta. Disertasi pada Universitas Gadjah Mada. Peter.

Jakarta.van Leur.J. Gramedia. 2002 Reid. Forum Jakarta-Paris. Eds. Yayasan Obor Indonesia. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Jilid I. Pamator. Jakarta. Jilid III Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. LPUI. Supratikno. J. Edi ed.R. Verhoeven. Jakarta. Tiara wacana. 1984 Rahardjo. 2005. 1995 Suhartono. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. dan F. dalam Edi sedyawati. 1999 Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. 2001 Sedyawati. Yayasan Obor Indonesia. Mona. 1996 Melalatoa. 1974 Liebner. EFEO. 1991 92 . Horst H. Agama dan Ekonomi. Gramedia. Yogyakarta.’ Bekerja dengan Sumber Sejarah: sebuah pengalaman Intelektual. 1992 __________. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Jilid III. 1997 Pelras. Komunitas Bambu. Jilid II Jaringan Asia. Marwati Djoened. Manusia Bugis.. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB-DRPM Universitas Indonesia. Lapian. ‘Perahu-Perahu Tradisional Nusantara: Suatu Tinjauan Sejarah Perkapalan dan Pelayaran dalam Edi Sedyawati..B. Junus. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya.’ Lombard. Depok. Jakarta. ed. Jakarta. 2005 Lohanda. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKBDRPM Universitas Indonesia. Dennis. Soedjatmoko. Jilid I Batas-Batas Pembaratan. Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar. Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. eds. Jakarta. Jawa Kuno.. Sistem Budaya Indonesia. Jakarta. Teori Mahan dan Sejarah Kepulauan Indonesia. Nusa Jawa Silang Budaya. Christian. Bhratara.. Tanah di Bawah Angin. Jakarta. Anthony.’Kajian Maritim Aspek SosialBudaya Ragam dan Peluangnya. Peradaban Jawa Abad ke-8 Sampai dengan Abad ke-15: Sebuah Kajian Tentang Dinamika Pranata-Pranata Politik. 2006 Poesponegoro. Balai Pustaka. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim.C. Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1930.

J.. Yogyakarta. Ary. Ditjen Kebudayaan. Jenis-Jenis Perahu di Pantai Utara Jawa Madura.Wangania. Media Pressindo. 2000 93 . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. Hak Ulayat laut di Kawasan Timur Indonesia. 1980/1981 Wahyono. dkk.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.