Modul I Sejarah Indonesia : Hibah Modul Pengajaran : Content Development Tema B1

Tim Penyusun Didik Pradjoko, M.Hum (Koordinator)) Kasijanto, M.Hum (Anggota) Dr. Suharto (Anggota) Yuda B. Tangkilisan, M.Hum (Anggota) Sudarini MA (Anggota) Dra. MPB. Manus (Anggota) Raisye Soleh Haghia (Pendukung) Fathul Bari (Pendukung)

Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) Universitas Indonesia Tahun 2008 DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Nasional

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2008

1

Bab 1 BEBERAPA PENGERTIAN TENTANG SEJARAH

1.1. Pengertian Sejarah dan Ilmu Sejarah Kata “sejarah” yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah. Oleh karena itu tidak terlalu dapat dipersalahkan jika banyak buku sejarah di masa lampau, yang lebih banyak mengungkapkan riwayat seseorang atau satu keluarga daripada mengungkapkan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dan Negara. Dalam bahasa Indonesia terdapat juga kata-kata lain yang merupakan kata serapan dari bahasa lain yang dipergunakan untuk mengkaji masa lampau seperti: “silsilah” yang menunjuk pada asalusul keluarga atau nenek moyang; “hikayat” yang banyak dipergunakan untuk mengisahkan seseorang; ”babad” dan “carita” atau “cerita” yang dipergunakan mengisahkan kejadian-kejadian tertentu; dan masih aada kata-kata lainnya yang menjadi kebudayaan daerah tertentu seperti “tambo’ (Minangkabau) dan “tutur teteek” (Roti). Apabila dilihat dari pemaknaan kata sejarah yang kita pahami baik sebagai masa lampau maupun sebagai ilmu, kata sejarah itu lebih dekat dengan pengertian yang terkandung pada kata historia - berasal dari ilmu kedokteran Yunani- yang berarti ilmu (istor artinya orang pandai); dalam bahasa Inggris menjadi history yang mengandung arti masa lampau manusia, dan dalam bahasa Jerman disebut gesischte yang artinya sudah terjadi. Kata-kata lainnya yang juga dipergunakan untuk menunjukkan kajian masa lampau antara lain: chronicle (kronika), geneology (keturunan), annals (tarikh), dan epic (kepahlawanan). Jika sejarah itu adalah masa lampau, maka apa yang terjadi pada pagi hari telah menjadi sejarah pada siang harinya. Secara logika pernyataan seperti itu dapat dibenarkan. Namun cara berpikir seperti itu membuat masa lampau itu menjadi bentangan yang tidak terbatasnya– mulai dari detik-detik yang baru saja kita lewati sampai jauh ke belakang, entah kapan dan di mana sejarah dapat mengungkapkannya. Apa saja yang harus dimasukkan ke dalam “masa lampau” yang demikian panjang itu?

2

Perampokan? Gempa Bumi? Kerusuhan? Genocide? Krisis Moneter? Perang? Revolusi? Perdamaian? Kesejahteraan? dan apa lagi? Dari pertanyaan-pertanyaan semacam itu terlihat bahwa konsep masa lampau dalam arti sejarah, akan mempunyai arti jika pembatasan telah dilakukan. Pembatasan yang paling awal adalah menyangkut dimensi waktu – kapan sampai apabila. Salah satu konsensus yang dicapai adalah bahwa sejarah satu bangsa atau etnis tertentu dimulai manakala bukti-bukti tertulis mengenai bangsa atau etnis tersebut telah ditemukan. Atas dasar kesepakatan itu maka zaman (periode) sejarah pun mulai bergulir. Adapun zaman yang belum ditemukan bukti-bukti tertulis disebut zaman “prasejarah”, meskipun dari zaman ini pun ditemukan jejak-jejak peradaban manusia, seperti seni pahat atau seni patung. Penulisan tentang masa lampau manusia dapat dikatakan berawal di Yunani sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Pada waktu itu penulisan sejarah atau historiografi masih merupakan perpaduan antara ilmu kedokteran dan ilmu hukum. Dari ilmu kedokteran misalnya, historiografi Yunani mendapat pengaruh untuk mencari sebabmusabab dari suatu kondisi atau kasus. Dalam menjelaskan sebab-musabab itu dilakukan melalui suatu argumentasi yang lazim dilakukan oleh ilmu hukum (retorika), seperti dilakukan seorang jaksa penuntut untuk membuktikan kesalahan terdakwa dan pengacara yang berusaha membuktikan bahwa terdakwa tidak bersalah. Ungkapan retorika seperti itu tidak semata-mata untuk membuktikan kebenaran, tetapi juga menciptakan makna atas kebenaran itu. Sejarawan Yunani pertama yang melakukan pembuktian semacam itu adalah Herodotus (ca. 484-425 SM) dalam karyanya tentang “Perang Yunani-Persia” tahun 478 SM yang dilukiskan sebagai perang peradaban antara peradaban Hellenic dan Perisa (Timur). Dalam menyusun karyanya itu ia berusaha bertindak obyektif (dalam arti netral sehingga dianggap kurang patriotik) dengan menggunakan sumber data dari kedua belah pihak. Oleh karena itu dia dianggap sebagai bapak sejarah. Meskipun demikian karyanya masih mempunyai dua kelemahan, yaitu kurang akurat dalam menyajikan data, dan masih terbelenggu oleh kerangka pemikiran budaya itu, yaitu sebab-musabab supernatural. Artinya perang itu terjadi karena kehendak para dewa.

3

Meskipun yang menerapkan cara kerja ilmiah dalam pembuktian sejarah adalah Gibbon. Secara akurat ia mempu merekonstruksi perang tersebut berdasarkan data-data yang diperolehnya dari kedua belah pihak. Untuk mencari kebenaran sejarah. melainkan pada dokumen-dokumen (bukti-bukti terturlis). Meskipun Herodotus dan Thucydides sudah mengawali penulisan sejarah berdasarkan sumber data. melainkan karena ulah manusia. khususnya dua contoh karya Herodotus dan Thucydides. Thucydides sebagai seorang jenderal dan politisi.Tulisan pertama dari sejarawan Yunani yang dinilai mampu melepaskan diri dari sebab-musabab supernatural adalah Thucydides (ca. Ia menulis tentang perang antara Athena dan Sparta yang disebut sebagai Perang Peloponnesos (431-404). yang membanding-bandingkan dua dokumen atau lebih untuk mencari mana yang otentik (asli) dan mana yang tidak otentik (cara kerja ini kemudian dikenal dengan sebutan “kritik ekstern”). sekaligus mampu menunjukkan bahwa sebab-musabab perang bukan karena kehendak para dewa. Perang itu terjadi karena didorong oleh persaingan antara kedua belah pihak untuk menjadi nomor satu di wilayah Yunani. Gibbon dapat dikatakan merupakan sejarawan pertama yang menggunakan cara kerja ilmiah. Dokumen dalam arti naskah-naskah lebih banyak digeluti oleh para ahli naskah atau filolog. mampu menghindari penjelasan supernatural. akan tetapi yang kemudian dikenal oleh masyarakat sejarawan sebagai bapak sejarah ilmiah (science historian) atau sejarah kritis adalah sejawan Jerman. Pada tahun 1776 terbit buku “The History of the Decline and Fall of the Roman Empire” karya Edward Gibbon (1737-1794). 456-396 SM). Leopold von 4 . akan tetapi cara pembuktian para sejarawan Yunani waktu itu pada dasarnya tidak menggunakan bukti (evidensi) seperti dokumen yang menjadi baku dalam metode sejarah masa kini. dia tidak saja memanfaatkan kritik ekstern seperti yang dilakukan para filolog tetapi juga kritik intern yang dikembangkan oleh para sejarawan. dapat didefinisikan di sini bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia atau masa lalu manusia. Dari uraian di atas. Dalam karyanya itu. Tradisi sejarawan seperti yang dilakukan para sejarawan Yunani itu berlangsung sampai sekitar abad ke-18. Dalam karyanya itu Gibbon tidak lagi bersandar pada retorika yang meyakinkan untuk membuktikan “kebenaran sejarah”.

sehingga akhirnya sejarah diakui sebagai salah satu cabang ilmu yang mandiri. 1. Jika sejarah adalah rekonstruksi manusia. termasuk konsep ruang (spatial) dan waktu (temporal). 5 . Dia dinilai sebagai peletak dasar dari metode sejarah yang bersifat ilmiah. maka ilmu sejarah adalah ilmu yang mempelajari sejarah dalam arti bagaimana merekonstruksi semua data-data atau unsur-unsur masa lampau terkait dalam sesuatu deskripsi. melainkan juga harus menjelaskan alasan-alasan rasional. Ia menganjurkan supaya menulis sejarah apa adanya dalam arti apa yang sebenarnya terjadi. atau pembagian babak satu. Pembabakan Sejarah (Indonesia) Pada hakekatnya masalah pembabakan atau periodesasi sejarah bukanlah sekedar menentukan batas awal dan batas akhir. Ia memperkenalkan cara-cara menguji isi dokumen dan menetapkan fakta sejarah yang benar.2. Selain itu Ranke menekankan pentingnya obyektivitas dalam penelitian sejarah. Langkah-langkah yang ditempuh Ranke bukan semata-mata pembuktian terhadap kebenaran fakta sejarah. Para sejarawan yang menerima “actuality” terjemahan “eigentlich” berpendapat bahwa yang dimaksud oleh Ranke adalah menentukan fakta sejarah seperti apa adanya tanpa diembel-embeli ide-ide tertentu sebagai pendorongnya. sebab setiap periode sejarah akan dipengaruhi oleh semangat zamannya (zeitgeist). 1495-1535 yang terbit pada tahun 1824. Artinya ia mengakui pula bahwa ilmu sejarah mempunyai keterkaitan dengan falsafah sejarah. yang berkaitan erat konsep pemenggalan waktu tersebut. “wie es eigentlich gewesen”. Sesuai dengan ketentuan sebagai cabang ilmu (ilmiah) harus mempunyai metode serta obyek penelitiannya. maka ilmu sejarah juga mempunyai metode penelitiannya yaitu “metode sejarah” serta obyek penelitiannya yaitu masa lampau manusia dan struktur sosialnya. Metode sejarahnya itu diuraikannya dalam bukunya “History of Romance and Germanic Peoples. Dalam bahasa Inggris kata “eigentlich” diartikan dalam dua kata. “really” (atau essentially) dan “actuality”. Sementara yang menerima kata “essentially” atau “really” berpendapat bahwa Ranke mengakui bahwa ide-ide tertentu menjadi faktor pendorong sejarah. dua dan tiga. melainkan juga untuk menjadikan sejarah sebagai disiplin ilmu atau cabang ilmu yang otonom sederajat dengan cabang-cabang ilmu lainnya. Langkahnya itu kemudian diikuti oleh para sejarawan lainnya.Ranke (1795-1886).

khususnya buku Geschiedenis van Nederlandsch-Indië (terbit pertama kali tahun 1939) karya Stapel dkk. Ada pun susunan pembabakannya berdasarkan cetakan kedelapan tahun 1993 adalah sebagai berikut: Jilid I Jaman Prasejarah di Indonesia Jilid II Jaman Kuno (awal M – 1500 M) Jilid III Jaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (±1500-1800) Jilid IV Abad Kesembilanbelas (± 1800-1900) Jilid V Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (±1900-1942) Jilid VI Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia (±1942-1984 6 . yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. susunan editornya berubah menjadi Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Ternyata pembabakan “tiruan” itu selain banyak mengundang kritikan karena dinilai tidak cocok dengan semangat “Indonesia Sentris” yang berkembang waktu itu. Salah satu keputusan dari Seminar Nasional Sejarah yang kedua itu adalah penulisan Sejarah Nasional Indonesia yang diharapkan nantinya menjadi semacam buku baboon sejarah Indonesia. Pada cetakan pertama. maka akan terjadi kerancuan. Pada awalnya pembabakan Sejarah Indonesia disusun mengikuti pembabakan yang telah dibuat oleh para sejarawan Kolonial Belanda.Artinya harus jelas tempat atau ruang di mana peristiwa itu terjadi dan kapan terjadinya. duduk sebagai editor umum adalah Sartono Kartodirdjo. bahkan kekacauan. Kalau konsep serta argumentasinya tidak jelas. Dalam “pemutakhiran yang dilakukan pada tahun 1984. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Berdasarkan keputusan akhirnya pada pertengahan dekade 1970-an terbit buku “Sejarah Nasional Indonesia” terdiri dari enam jilid. Masalah pembabakan itu kemudian dibawa ke dalam Kongres Nasional Sejarah pada tahun 1957 yang kemudian dibicarakana lagi pada Seminar Nasional Sejarah ke-2 tahun 1970.

Sebagai contoh kesalahan dalam membuat pembabakan itu nampak pada buku ajar Sejarah Indonesia untuk SMU yang diterbitkan oleh penerbit Bumi Aksara. tetapi sumber tulisan itu dari luar negeri dan beritanya samarsamar. Indonesia abad ke-15 s/d abad ke -18 disebut Zaman Baru yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai jatuhnya Mataram dan Banten ke tangan imperialis Belanda c. Zaman Proto Sejarah yaitu zaman ambang sejarah. Selain banyak yang pro dan kotra terhadap buku tersebut.Ternyata terbitnya buku Sejarah Nasional Indonesia tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. yang memberi keterangan tetang peristiwa-peristiwa masa lampau. a. yaitu zaman ketika orang belum mengenal tulisan yang diakhir pada abad ke-4 Masehi II. yaitu dengan ditemukannya tulisan (hal yang sudah menjadi kesepakatan umum). Pasa zaman ini sudah ada tulisan-tulisan. atau tidak jelas dalam pembabakaannya. Penulis buku itu membagi periodisasi Sejarah Indonesia sebagai berikut: I. Babak kedua ini tidak lagi didasarkan pada keberadaan bukti tertulis itu sendiri melainkan atas dasar asal bukti tertulis tersebut. Jadi dasar pembabakannya itu jelas adalah adanya bukti tertulis atau budaya aksara. Indonesia abad ke-1 s/d abad ke-14 disebut Zaman Kuno yang membicarakan masa berkembangnya kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buda b. Pada babak ke-1 “Zaman Prasejarah” konsep itu tercermin cukup jelas. III. yaitu zaman di mana orang sudah mengenal tulisan. Indonesia sesudah abad18 disebut Zaman Modern Dari contoh ini terlihat penulis buku tidak konsisten dengan konsep yang dibuatnya dalam menentukan periodisasi. Dia menyebutkan bahwa sejarah Indonesia dimulai sejak abad ke-4 Masehi. Zaman Sejarah. terutama untuk sekolah-sekolah menengah yang terpengaruh oleh tulisan Stapel dkk. Zaman Prasejarah. yaitu dalam negeri (kepulauan Indonesia) 7 . Namun pada babak ke-2 “Zaman Proto Sejarah” konsepnya itu menjadi kabur. juga dalam praktiknya masaih banyak buku ajar sejarah.

dan luar negeri (luar kepulauan Indonesia). Ketidak jelasan itu juga terlihat pada babak ke-3 “Zaman Sejarah”. Meskipun zaman ini disebutkan dimulai sejak abad ke-4 M, namun dalam sub “a” yang diberi nama “Zaman Kuno”, dia menyebutkan bahwa zaman kuno yang nota bene tercakup dalam zaman sejarah, diawali pada abad pertama Masehi (kemungkinan besar kesalahan ini karena dia mengutip begitu saja pembabakan yang ada dalam buku Sejarah Nasional Indonesia). Terlepas dari masih adanya polemic sekitar buku Sejarah Nasional Indonesia yang enam jilid, pembabakan dalam tulisan sejarah pada hakekatnya dapat disusun berdasarkan kronologis atau tematis. Susunan secara kronologis artinya setiap babak disusun berdasarkan penggalan-penggalan waktu kejadian sebenarnya. Pembabakan secara kronologis ini terutama sangat membantu untuk penulisan sejarah yang mencakup kurun waktu yang panjang seperti sejarah umum, sejarah nasional atau sejarah dunia. Misalnya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 karya M.C. Ricklefs yang diterbitkan oleh Serambi tahun 2005. Struktur tulisannya adalah sebagai berikut: I. II. III. IV. V. VI. Lahirnya Zaman Modern Perjuangan Merebut Hegemoni, ± 1630-1800 Pembentukan Negara Jajahan, ± 1800-1910 Munculnya Konsepsi Indonesia ± 1900-42 Runtuhnya Negara Jajahan ± 1942-50 Indonesia Merdeka

Sedangkan pembabakan secara tematis akan sangat membantu jika tulisan sejarah itu semacam studi kasus atau kajian khusus yang durasinya relative singkat namun permasalahannya cukup rumit dan mendalam. Contoh tulisan itu antara lain Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya tahun 1984. Ada pun struktur penulisannya adalah sebagai berikut: Bab I Pengantar Bab II Latar Belakang Sosio-Ekonomis Bab III Perkembangan Politik

8

Bab IV Keresahan Sosial Bab V Kebangunan Agama Bab VI Gerakan Pemberontakan Bab VII Pemberontakan Dimulai Bab VIII Penumpasan Pemberontakan dan Kelanjutannya Bab IX Kelanjutan Pemberontakan Bab X Akhir Kata

1.3. Metodologi Sejarah Pada dasarnya untuk mengetahui masa lampau manusia adalah dengan cara mempelajari peninggalan-peninggalannya, baik berupa dokumen, artefak, maupun keterangan lisan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan suatu metode yang baik pula serta (kalau perlu) teori-teori tertentu yang tepat guna. Metode penelitian dalam ilmu sejarah disebut metode sejarah, yang cara kerja mempunyai cirri yang berbeda dengan metode penelitian bidang ilmu lain. Metode Sejarah merupakan suatu cara untuk mengetahui otensitas tidaknya satu dokumen, benar atau tidaknya isi dokumen, serta relevan tidaknya dengan permasalahan yang hendak dituliskan sebagai karya sejarah. Dalam proses kerjanya memperlihatkan tahap-tahap mulai dari yang teoritis sampai pada pelaksanaan teknis yang diterapkan dalam penelitian dan penulisan sejarah. 1.3.1. Metode Sejarah Dalam proses kerjanya, metode sejarah memiliki pentahapan yang sebaiknya diikuti dengan baik. Ada pun tahap-tahap penelitiannya itu adalah sebagai berikut:  heuristik, yaitu suatu kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah (raw material) sesuai dengan tujuan dari penelitian itu yang tertera dalam proposal atau outline penelitian yang telah disusun sebelumnya. Bentuk sumber sejarah adalah: tekstual (dokumen,

9

Koran, majalah dan bentuk teks lainnya) dan nontekstual (foto, gambar, peta, karikatur sezaman), lisan, kebendaan, dan audiovisual.  Verifikasi, yaitu mencakup kritik ekstern dan intern sumber sejarah. Dalam tahap ini peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui suatu proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Jika yang diuji itu arsip atau dokumen, maka yang dimaksud materi di sini adalah jenis kertasnya dan tintanya. Apakah benar kertas atau tintanya berasal dari zamannya. Jika sumber sejarah itu merupakan sumber lisan, maka yang diuji adalah orangnya, apakah orang tersebut betul pelaku atau orang yang menyaksikan langsung, serta cukup sehatkah untuk diwawancara. Setelah data-data tersebut teruji, kemudian dinilai apakah datadata itu relevan dengan permasalahan yang hendak ditulis, baik dari segi tema, maupun periodenya. Data-data yang telah teruji dan terpilih inilah yang kemudian disebut sebagai fakta sejarah.  Interpretasi atau eksplanasi yaitu proses menafsirkan atau pemberian makna serta merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya, dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti (fact of meaning). Berkaitan dengan masalah interpretasi dan eksplanasi ini ada berbagai metode atau pendekatan yang dapat dipergunakan, seperti metode naratif (history of event), struktural, dan strukturistik. Keberhasilan penggunaan ketiga metode ini pada dasarnya sangat tergantung dari sifat obyek penelitiannya.  Historiografi yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji dan terangkai tadi. Dalam proses penulisan ini, penguasaan sang sejarawan atas teori dan metodologi sedikit banyak ikut mempengaruhi mutu karya yang dihasilkannya. 1.3.2. Teori Sejarah Pokok masalah dalam teori sejarah adalah kebenaran dari pengetahuan yang dihasilkan oleh para ahli sejarah yang dilandasi oleh berbagai bentuk eksplanasi. Secara

10

Mereka menolak anggapan bahwa tugas sejarawan adalah mengungkapkan masa lampau sesuai dengan falsafah tertentu. Bagi kalangan ini. Para sejarawan Marxis dapat dikatakan merupakan salah satu contoh model sejarah spekulatif. Seperti tercermin dalam ketiga macam pertanyaan tadi. yaitu “narrativisme”. yaitu teori sejarah spekulatif dan kritis. dan Toynbee (Ankersmit. terutama antara teori yang disebut 11 . Mereka melihat faktor “pertentangan kelas” menjadi “motor” dari proses sejarah. Spengler. Paling tidak ada tiga macam pertanyaan yang umum diajukan oleh para penulis sejarah spekulatif. Oleh karena banyak cara yang diajukan. Pola macam apa yang perlu diamati dalam proses sejarah 2. Aliran ini terutama berkembang pada sejarawan empirik. Salah seorang filsuf sejarah membedakan empat teori pokok yang sampai sekarang muncul di kalangan sejarawan. Bagaimana membuktikan adanya masa lampau melalui berbagai peninggalan masa yang bersangkutan itulah yang menjadi inti persoalan teori sejarah. ilmu sejarah adalah kaidah-kaidah ilmiah untuk membuktikan adanya masa lampau. Bertolak dari tiga pertanyaan itu mereka membahas proses sejarah tidak sekedar apa yang telah terjadi di masa lalu. tetapi seringkali juga mengungkapkan semacam prediksi. 1987: 17). yaitu : 1. nampak bahwa sistem sejarah spekulatif sering membicarakan masa depan. “hermeneutika”. Sejarah spekulatif umumnya dianut oleh para sejarawan yang menyatukan sejarah dengan filsafat. maka tidak mengherankan jika sampai sekarang berkembang pula teori-teori sejarah. Dalam hal ini sejarah merupakan ungkapan dari suatu pandangan filsafah mengenai perkembangan ummat manusia. namun keempatnya dapat diterima sebagai patokan kerja. 1987). Adapun sejarah analitis justru memisahkan antara sejarah dan falsafah. apa yang harus terjadi.umum teori sejarah dapat dibagi dua bagian. Meskipun pada dasarnya keempat teori tersebut bersandar pula pada suatu pandangan tertentu. Apa dan bagaimana sasaran terakhir yang dituju oleh proses sejarah. Mana “motor” yang menggerakkan sejarah 3. Para sejarawan menyadari pula bahwa dari keempat teori itu telah berkembang berbagai kombinasi. Penganut lainnya adalah Hegel. “kasualitas” dan “covering law model” (Ankersmith.

Dengan kata lain fakta-fakta itu hanya terdapat dalam alam pikiran para sejarawan yang menelitinya. Dalam praktek. Kelompok yang berpandangan subyektif adalah yang menganggap bahwa peninggalan itu hanya sekedar lambang atau wakil dari masa lampau.3. Kombinasi-kombinasi itu merupakan terobosan-terobosan yang diupayakan untuk menembus berbagai kendala yang masih menyelimuti masa lampau manusia yang diakibatkan oleh lemahnya atau terbatasnya data-data dari masa lampau. Perbedaan ini muncul terutama karena adanya pandangan yang berbada mengenai sifat-sifat peninggalan masa lampau. Sementara itu kelompok sejarawan yang berpandangan obyektif menganggap bahwa peninggalan-peninggalan itu sudah merupakan kenyataan dari masa lampau. Subyektivitas dan Obyektivitas Sejarah Salah satu perbedaan pokok yang sering mencuat di kalangan sejarawan.pertama sampai ketiga. maka pelukisan sejarahnya disebut subyektif. maka pelukisan sejarahnya itu disebut subyektif.3. Ada yang berpendapat bahwa pengetahuan kita tentang masa lampau adalah subyektif dan ada pula yang menilainya obyektif. Para sejarawanlah yang membuat peninggal-peninggalan masa lampau itu “berbicara”. Artinya peninggalan tersebut tidak dapat mengatakan kepada kita yang hidup di masa kini mengenai apa yang terjadi pada masa lampau. pengertian subyektif dan obyektif dapat disamakan dengan terpengaruh atau tidaknya sejarawan oleh nilai-nilai tertentu dari obyek yang ditelitinya. narrative. Oleh karena itu fakta-fakta yang ditampilkan merupakan evidensi itu sendiri. yang tidak mempunyai nilai obyektif sendiri. adalah masalah obyektivitas dan subyektivitas. Sebaliknya bila seorang sejarawan mampu menjaga jarak dari obyek yang ditelitinya sehingga nilai-nilai politik dan etisnya tidak larut dalam eksplanasi karyanya. atau kombinasikombinasinya. 1. Bila seorang sejarawan membiarkan keyakinan politik atau etisnya turut berperan sehingga terlihat dalam karya sejarahnya. Artinya peninggalan-peninggalan itu sudah berbicara tentang masa lampau. bukan hasil rekayasa para sejarawan dan selalu mengacu ke masa silam. 12 . terlepas apakah ia menggunakan teori baku seperti kasualitas.

Di Yunani tradisi penulisan itu sudah dimulai yang disusun dalam bentuk puisi.4. Sedangkan golongan subyektif menganut pandangan idealis mengenai sejarah dan menganggap peninggalan masa lampau sebagai evidensi sejarah (barang bukti). misalnya karya Homer. yaitu dengan terbitnya karya Herodotus yang disusul oleh karya Thucydides. 55-120 M). Gaius Sallustius Crispus (ca. khususnya sejarah sebagai kajian ilmiah. 1. Dengan adanya dua sudut pandang ini. yaitu Illiad-Odessy yang menceritakan kehancuran kerajaan Troya tahun 1200 SM. Zaman Yunani-Romawi. ditambah dengan adanya perkembangan teori dan metodologi sejarah. para pakar sejarah umumnya melihat kepada historiografi Eropa karena dari wilayah inilah bermula munculnya tradisi penulisan sejarah.1. maka sejak awal abad ke-20 berbagai tema sejarah sebagai alternatif dalam mengungkapkan masa lampau manusia seperti sejarah sosial. Historiografi 1. 86-34 SM). namun budaya zaman yang hidup waktu itu telah membuat karya lebih menyerupai mitologi daripada karya sejarah. sejarah ekonomi. maka penulisan sejarahpun semakin berkembang dan bervariasi pula. antara lain oleh Polybius (orang Yunani yang dibesarkan di Roma).Golongan obyektivitas menganut pandangan realis mengenai sejarah dan mengggap peninggalan masa lampau sebagai sumber sejarah. 13 . Titus Livius (59 SM-17 M). dan Pablius Cornelius Tacitus (ca. Dalam masalah sejarah penulisan sejarah (historiografi). penulisan sejarah yang lebih rasional baru muncul sekitar abad ke-5 SM. Seperti telah disinggung di atas. Meskipun karya ini bertolak dari suatu kenyataan masa lampau.4. Banyak aspek supernatural dipergunakan sebagai dasar penjelasannya mengenai sebab-musabab terjadinya suatu peristiwa. Penulis Romawi sendiri antara lain: Julius Caesar (100-44 SM). Ia banyak menulis tentang masa akhir Yunani sampai awal berdirinya Romawi. sejarah mentalitas dll. Jika pada abad ke-19 dan sebelumnya jenis “sejarah politik” seakan-akan satu-satunya karya sejarah yang absah. Tradisi Yunani itu kemudian dijadikan model oleh para sejarawan Romawi. sejarah petani.

Karyanya tentang berdirinya kota Roma merupakan campuran antara data factual dan fantasi. Zaman Abad Pertengahan.5 -------0---. Histories. 1. Conspiracy of Catiline.Daud ---------Babylonia ----Jesus----. Analisanya dinilai cukup netral. Menurut pandangan yang disebut terakhir.Julius Caesar adalah seorang jenderal yang kemudian menjadi kaisar. Sebagai contoh dalam periodisasi atau pembabakan sejarah disesuaikan dengan ajaran yang ada pada kitab Injil (Perjanjian Baru). namun saying dia ceroboh dalam masalah kronologi dan geografi sehingga mengurangi nilai karyanya itu. Ia menulis history of Rome.4 -----0---.3------0------. Tradisi Yunani yang dilanjutkan oleh Romawi itu kemudian terhenti oleh kemenangan Kristen di Eropa. menulis Commentaries on Gallic War. sejarah tidak bisa dipisahkan dari teologi atau agama. dan Germania. Sebagai contoh adalah skema periodesasi yang disusun Augustine: --O------. yang merupakan memoir tentang suku Gallia. Karyanya itu merupakan paduan antara karya Livius yang cenderung pada retorika dan Polybius yang cenderung pada sejarah. Jugurtbine War. Dalam pembuktiannya ia lebih banyak mengemukakan retorika sehingga mengorbankan kebenaran sejarah. Tacitus menulis Annals.2 -------0-----. Ia tercatat sebagai orang pertama yang melukiskan sebab moral runtuhnya kekaisaran Romawi. Kebudayaan Yunani-Romawi yang bertumpu kepada kekuatan akal dianggap sebagai hasil setan karenanya harus ditolak dan digantikan dengan kebudayaan Kristen yang bertumpu pada agama dan supernatural. Sallustius terkenal dengan monografi dan biografinya. Bentuk karya yang disebut terakhir sekaligus menjadi salah satu 14irri bagi penulisan sejarah era Romawi.2.1 ----0-----. dan civil War yang merupakan penjelasan mengenai sebab-musabab terjadinya perang Gallia. Livius merupakan salah satu contoh penulis yang hampir sepenuhnya menggunakan model Yunani.4.kedatangan 14 .6 ------0-------Adam----------Nuh--------Ibrahim-------. sekaaligus tentang adat-istiadat suku tersebut.

Seven Books Against the Pagan karya Paulus Orosius (ca. 15 . Reformasi dan Kontra Reformasi. karena orang-orang kafir itu akan runtuh.3. yang berupaya membuktikan bahwa berita kaisar Konstantinus (memerintah 305-337) telah memberikan hak politik kepada paus adalah tidak palsu. Orang yang terlibat dalam sejarah suci akan dimenangkan oleh Tuhan. untuk memasuki era Renaissance. khususnya pada abad pertengahan yang sering dikenal dengan sebutan “Abad Kegelapan” (The Dark Ages) yang melahirkan struktur masyarakat feudal di Eropa. 380-420 M) murid Augustine. Pembuktian kebenaran sejarah tidak lagi bersandar pada wahyu melainkan pada akal. Tinjauan kritis dan netral yang didukung oleh data-data faktual tidak terlihat pada zaman Kristen di Abad Pertengahan ini. Hal ini antara lain tercermin dari karya Lorenzo Valla (1407-1457) yang menulis The History of Ferdinand I of Aragon. 354-430 M) yang merupakan filsafat sejarah Kristen yang cukup berpengaruh. teologi yang dogmatis diganti dengan ilmu. Pada masa ini pusat penulisan sejarah terdapat di gereja dan Negara dengan pendeta dan raja sebagai pelaku utama.Jesus ke-2 The City of God adalah karya Augustine (ca. Menurut pandangan Kristen orang harus memilih antara Tuhan dan setan. Karya-karya yang lahir pada abad-abad ini antara lain: Chronographia karya Sextus Julius Africanus (ca. Dalam karyanya itu itu Orosius mengatakan bahwa keruntuhan paganisme sudah menjadi kehendak Tuhan. Pada era ini semangat paga dan kebudayaan klasik Yunani-Romawi menjadi model. Zaman Renaissance. 1. Meskipun kebenaran yang dikemukakannya juga dapat disangkal oleh yang lain. 180-250 M) yang mengungkapkan bahwa dunia diciptakan Tuhan pada 5499 SM. yang menguangkapkan pembelaannya atas peradaban Kristen yang dituduh sebagai penyebab runtuhnya Romawi (Barat) pada abad ke-5 M.4. Corak penulisan sejarah pun kembali mengalami perubahan. sekaligus sebagai pertanda berakhirnya Abad Pertengahan pada abad ke-15. Sejalan dengan semakin pulihnya keamanan dan perdagangan di Eropa. The History of Ferdinand I of Aragon. namun keberaniannya dalam melakukan kritik merupakan satu langkah yang maju waktu itu.

History of England from the Invasion of Julius Caesar to the Revolution of 1698 karya David Hume (1711-1776). (2) munculnya 16 . Abad ini yang sering disebut sebagai Abad Rasionalisme-Pencerahan telah melahirkan banyak karya. Buku ini benyak dikecam oleh gerakan “kontra Reformasi” yang berupaya menegakkan kembali kewibawaan gereja Katholik yang dinilai telah dirusak oleh gerakan Reformasi. namun dalam menulis tentang kemunculan agama Kristen di dunia Barat cukup obyektif. Meskipun demikian nilai buku itu cukup tinggi. Dalam bukunya itu ia banyak menyerang institusi kepausan dari segi hukum dan konstitusi. Cardinal Caesar Baronius (1538-1607) misalnya menulis buku Ecclesistical Annals yang merupakan jawaban langsung terhadap tuduhan dari buku Magdeburg Centuries. dari segi pengungkapan kebenaran sejarah. antara lain: (1) penghargaan kembali pada Abad Pertengahan. Meskipun ia tergolong sejarawaan rasionalis. demikian pula mengenai sumbangan Islam pada peradaban dunia.4. dan The History of the Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon yang terbit pada tahun 1776. Selain gayanya yng berbeda.Dekonstruksi terhadap historiografi Abad Pertengahan berlanjut pada masa “Reformasi”. Seperti telah disinggung di atas. model Yunani dengan retorikanya masih cukup Nampak pada abad ke-17 dan ke-18. Buku ini merupakan sejarah umum yang membeberkan sumbangan bangsa-bangsa Timur dan Islam terhadap peradaban dunia dan Eropa. Historiografi pada abad ke-19 ditandai dengan beberapa cirri yang cukup menonjol. Hal ini antara lain tercermin dari karya lacich Illyricus (1520-1575). Seperti telah disinggung di atas. terutama dalam penggunaan sumber datanya. Dari Rasionalisme ke Liberalisme. Tulisannya itu jelas merupakan karya yang memihak dan apologetis.4. akurasinya dalam penulisan yang didukung dengan bukti-bukti membuat karyanya menjadi penting dan ‘abadi’ dalam historiografi dunia. yang banyak mengalihkan isu yang penting ke isu sekunder yang tidak relevan. misalnya: Essay on the manners and spirit of the Nation karya Voltaire (16971778) yang terbir pada tahun 1756. 1. Magdeburg Centuries yang merupakan sejarah polemik. Gibbon merupakan sejarawan pertama yang menggunakan eviden (dokumen) untuk pembuktian kebenaran sejarah.

Heinrich Karl Marx (1818-1883) memakai dialektika Hegel. dan persamaan hak. 17 . Pengaruh filsafat sejarah Hegel ini antara lain nampak pada karya Francis Fukuyama. yaitu masyarakat kapitalis dengan sistem politik demokrasi liberalnya. Sadar atau tidak. setiap orang yang menulis pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Diawali dengan tesis yang mendapat perlawanan dari satu kekuatan yang disebut anti-tesis. Dari pertarungannya itu melahirkan sintesis sebagai tujuan akhir.liberalism. Kedua faktor inilah yang sering digugat oleh sistem komunis yang dapat dinilai sebagai kekuatan anti-tesis yang kemudian menghasilkan tujuan akhir sejarah manusia. melainkan fakta yang dipilih dengan sengaja oleh sejarawan. Misalnya: Georg Wilhelm Friederich Hegel (1770-1831) yang menulis buku Philosophy of History. Dalam buku ini ia mengemukakan perbedaan antara orang-orang Jerman yang disebutnya Urvolk alias bangsa yang masih murni dan orang-orang Eropa selatan yang disebutnya Mischvolk alias bangsa campuran yang sedang mengalami keruntuhan. Abad 19 selain melahirkan Leopold von Ranke yang dianggap sebagai bapak sejarah science. dst. dengan proletariat sebagai sarana pembebasan manusia. yaitu (1) perkembangan ekonomi yang didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan (2) keinginan untuk diakui. dan (4) nasionalisme. dihargai. Tulisannya itu telah member dorongan timbulnya nasionalisme Jerman. Seperti dikemukakan oleh Carl L. sebab menulis sejarah “sebagaimana yang terjadi dinilai bertentangan dengan psikologi. Pada gilirannya nanti sintesis ini akan berubah menjadi tesis baru. yang kemudian berproses sampai menghasilkan sintesa baru. juga melahirkan banyak pemikir-pemikir sejarah (filsafat sejarah) yang berpengaruh pada perkembangan teori dan metode sejarah pada tahun-tahun berikutnya. (3) munculnya filsafat sejarah. Sejarah yang bersifat nasionalistis misalnya Address to the German Nation karya Johann Gottlieb Fitchte (1762-1814). Dalam karyanya itu Fukuyama menginterpretasikan perkembangan masyarakat dunia (masa kontemporer) didorong oleh dua faktor. The End of History and The Last Man yang terbit pertama kali pada tahun 1992. Menjelang akhir abad ke-19 kebenaran yang dikemukakan oleh Ranke mulai diragukan. Fakta sejarah bukanlah batu bata yang tinggal dipasang saja. Dalam bukunya itu ia berpendapat bahwa sejarah itu naju dengan cara dialeksis.

dan “Babad Kraton”. 1. “Hikayat Tanah Hitu”. seperti Pangeran Dipenogoro menulis Babad Dipenogoro. semasa dia berada di pengasingan. “Tuhfat al Nafis”. Ia menulis Babad Giyanti yang merupakan penafsiran kembali karya-karya yang lebih tua. Penulisan sejarah di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak masa kerajaan HinduBuddha berkembang di kepulauan Indonesia. Yasadipura (1729-1805) barangkali dapat disebut sebagai ‘sejarawan’ yang mulai mengkaji kembali karya-karya historiografi tradisional Indonesia.4. Atas dasar pemikiran itu maka muncul gagasan baru tentang perlunya “sejarah baru” atau “new perpective on historical writing”. misalnya “Pararaton”. sekaligus mendekatkan kembali ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial. dengan sumber data yang seringkali sulit dilacak serta analisa sebab-musabab supernaturalnya. “Babad Tanah Jawi”. Oleh karena itu pada awalnya tidak sedikit sejarawan akademik yang menilai karya-karya seperti itu tidak patut dijadikan sebagai referensi penelitian sejarah ilmiah. “Negara Kertagama”. tidak dapat menangkap realitas di bawah dan tidak dapat memahami perilaku manusia.Becker (1873-1945). terbit misalnya. Sementara itu James Harvey Robinson (1863-1936) mengatakan bahwa sejarah kritis kita hanya dapat menangkap “permukaan”. Demikian pula era kesultanan atau kesunanan yang bercorak Islam. dan “Carita Parahiyangan”. legitimasi.5. Akan tetapi karya-karya para “sejarawan” atau tepat para pujangga dinilai kurang bernilai sejarah karena sarat dengan mitos-mitos seperti halnya historiografi Abad Pertengahan di Eropa. Sifatnya primordial atau istana sentries. Mungkin saja masih banyak pujangga dan pelaku sejarah 18 . Historiografi Indonesia. Salah satu pujangga istana Surakarta. yang disesuaikan dengan kebutuhan zamannya. sehingga seringkali sejarah baru itu disebut sebagai “sejarah sosial”. Berbeda dengan historiografi modern yang dipelopori Ranke yang menekankan kritik. Kemudian pada abad ke-19 beberapa pelaku sejarah juga menuliskan sejarahnya. maka sejarah baru menekankan perlunya penggunaan ilmu-ilmu sosial. anakronis. pemujaan terhadap fakta hanyalah ilusi. yang ditulisnya pada tahun 1835.

Kemudian pada tahun 1936 giliran saudaranya. Setelah proklamasi kemerdekaan literatur sejarah Indonesia mengalami “booming”. Semangat nasionalisme yang berkobar-kobar dalam periode post kolonial 19 . sampai meletusnya Perang Dunia II karya-karya sejarah kolonial masih mendominasi.Indonesia yang menulis. bukan sultan. Kenyataannya memang demikian. Semangat inilah yang mendorong penulisan sejarah dengan pendekatan “Indonesia sentries” menggantikan sudut pandang “Eropa sentries” atau “Belanda sentries” yang berkembang waktu itu. Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang menerbitkan karya biografinya. yang mempunyai pengaruh besar terhadap penulisan sejarah Indonesia kemudian. Namun seperti dikemukakan oleh Coolhaas bahwa harapan penulisan sejarah Indonesia akan sulit berkembang mengingat orang-orang Indonesia masih sedikit yang terlibat secara aktif dalam politik. Geschiedenis van Nederlandsch-Indiё. di antaranya karya FW Stapel dkk. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) sebenarnya merupakan studi filologis yang menggunakan historiografi tradisional sebagai obyeknya. sejarah dianggap benar dan penting-bahkan oleh orang-orang Indonesia berpendidikanadalah “babad londo” dengan tokoh-tokohnya yang berkuasa seperti gubernur jenderal dan para residennya. penelitian. Awal abad ke-20 perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan munculnya studi sejarah yang kritis. Indonesia dan Belanda. namun sejalan dengan perkembangan dunia kolonial. Sejalan dengan berkembangnya metode kritis. perkembangan nasionalisme Indonesia yang berkembang sejak awal tahun 1920-an. membutuhan pula sejarah yang dapat menunjukkan identitas dan simbol keindonesiaan. Selain itu mereka mempunyai tradisi dalam historiografi kolonial yang cukup lama Oleh karena itu pada masa kolonial. Kenang-kenangan Pangran Aria Achmad Djajadiningrat (Herrineringen van Pangran Aria Achmad Djajadiningrat) dalam dua bahasa. Karyanya. terutama buku-buku ajar sejarah pada tingkat sekolah menengah. Husein Djajadiningrat dapat dikatakan sebagai orang Indonesia pertama yang melakukan prinsip-prinsip metode kritis sejarah. pengumpulan data dan komunikasi pemikiran sejarah pada abad ke-19 hampir sepenuhnya berada di tangan orang-orang Belanda/Barat. kiai atau pemimpin Indonesia lainnya. susuhunan.

Meskipun sudah muncul alternatif baru dengan multidimensinya. yang disusul oleh karyanya yang lain seperti Protest Movement in Rural Java (1973). sejarah politik-khususnya masa pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan.telah mendorong diterbitkannya buku-buku sejarah yang “Indonesia Sentris”. Imam Bonjol. yang kemudian dikenal sebagai sejarah sosial. dari pemberontak Diponegoro menjadi pahlawan Diponeogoro dan seterusnya. Pemberontakan Petani Banten 1888 terbit pada tahun 1984) karya Sartono Kartodirdjo. dari “jahat” menjadi “baik”. Muhammad Yamin menghasilkan beberapa karya sejarah. Perang Aceh. Pesimistis yang sempat berkembang itu kemudian menghilang sejalan dengan dibukanya kembali program studi sejarah di beberapa perguruan tinggi Indonesia. Dapat dikatakan sebagian besar karya sejarah waktu itu tidak lebih dari sejarah kolonial yang diputar balik peranan pelakunya. Tidak sedikit pula sejarawan asing yang pesimistis terhadap obyektivitas sejarah yang “Indonesia sentries”. dari “pemberontak” menjadi “pahlawan”. Pada tahun 1966 terbit buku The Peasants’ Revolt of Banten in 1888: Its Conditions. seperti TB Simatupang menulis Laporan dari Banaran (1960) Semangat patriotisme yang berkobar-kobar namun tidak disertai dengan penguasaan metode sejarah teknis membuat banyak karya sejarah terbit pada periode ini sulit dipertanggungjawabkan dengan metode kritis.masih cukup dominan. Course and Sequel (terjemahannya. pergerakan nasional dan sebagainya menempati posisi yang sama seperti biografi para tokoh tadi. seperti Perang Dipenogoro. antara lain 6000 Tahun Sang Merah Putih. namun sampai sampai dekade 1970-an. Pattimura. Oleh karena itu pada periode post revolusi ini banyak diterbitkan biografi tokoh-tokoh maupun pahlawan nasional seperti: Teuku Umar. Karena itu pula banyak kritik terhadap karya seperti itu. Sartono menawarkan alternatife dan perspektif baru dalam penulisan sejarah Indonesia. Pada tahun 1977-1979 terbit secara bertahap karya monumental AH Nasution Sekitar Perang Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia yang 20 . Perang Padri. Tidak sedikit politisi aktif yang ikut menulis sejarah seperti Mr. Dengan karyanya ini. atau menuliskan memoarnya. Demikian pula sejarah perlawanan terhadap penjajah. Nuku dan Diponegoro karena obyek-obyek penulisan seperti ini yang mampu menunjukkan identitas dan symbol keindonesiaan.

misalnya Onghokham (1975) yang menulis tentang Madiun pada abad ke-19. Namun buku yang cukup tebal ini mempunyai satu kelemahan yang cukup mendasar. Demikian pula dengan sejarah sosial Indonesia. Dalam waktu yang hampir sama terbit kumpulan biografi singkat dari berbagai tokoh yaitu Manusia Dalam Kemelut Sejarah (1978). Buku ini semula adalah artikel-artikel yang dimuat dalam majalah Prisma No. misalnya Nationalism and Revolution in Indonesia (1970) karya George Mc T Kahin dan Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance 1944-1946 (1972) karya BROG Anderson. Keprihatinan inilah antara lain yang menjadi salah satu faktor untuk menulis buku sejarah nasional sejenis yang lebih baik. di samping beberapa orang Indonesia dalam bentuk disertasi. Buku ini banyak memberikan informasi tentang jalannya perang pada periode 1945-1949. yaitu dalam masalah sumber data. tepatnya tahun 1977 terbit buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) yang terdiri dari 6 jilid yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan. Buku SNI dinilai masih mengandung banyak kelemahan. baik dari segi metode maupun data faktualnya. dalam dekade 1970-an. 21 . Upaya itu mulai dirintis sejak penghujung abad ke-21.8 tahun 1977. Buku ini merupakan karya bersama sejarawan Indonesia waktu itu dalam upaya mewujudkan sejarah nasional.terdiri dari 11 jilid.. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Di satu pihak kehadiran buku SNI berhasil menjawab kebutuhan akan adanya buku sejarah Indonesia yang “nasionalistis”. Meskipun ada perkembangan dalam penulisan sejarah Indonesia. namun di pihak lainnya telah mengundang polemik dan keprihatinan dari beberapa sejarawan lainnya. Duduk sebagai editor umumnya adalah Sartono Kartodirdjo. Taufik Abdullah dan Prof. Dr. sampai akhir dekade 1970-an masih lebih banyak ditulis oleh peneliti asing. Para sejarawan yang dimotori oleh Prof. namun banyak orang Indonesia yang menilai penulis-penulis asing masih lebih baik dalam tulisan sejarah yang bertema “perang kemerdekaan Indonesia”. Setelah itu pada tahun 1979 terbit buku Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia (1979) karya Nugroho Notosusanto yang merupakan studi akademik pertama tentang masa pendudukan Jepang yang dikalakukan oleh orang Indonesia. Selain itu. yang sampai akhir hayatnya belum sempat diterbitkan. Dr.

Justru sejak akhir abad ke-20 telah berkembang pula penulisan sejarah dengan pendekatan baru.B.Z. Perintis pendekatan strukturistik di Indonesia adalah R. Di luar keprihatinan itu. Lapian yang bertindak sebagai editor umum. karena sebagian besar lebih tertarik untuk mengamati dan mendekonstruksi sejarah politik masa Orde Baru. 22 . yaitu metode strukturistik.A. Penggunaan metode strukturistik itu terlihat dalam beberapa karyanya seperti Halmahera Timur dan Raja Jailolo (1996) dan Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (2006). Namun perkembangan itu luput dari pengamatan para pakar sejarah. dapat dikatakan semacam jembatan antara metode naratif dengan metode struktural. khususnya yang menyangkut tema sekitar “Gerakan September Tiga Puluh” atau “G-30-S PKI”. merencanakan untuk menulis sejarah Indonesia yang nantinya terdiri dari 8 jilid (plus satu jilid tambahan). Metode baru itu. sebenarnya perkembangan historiografi Indonesia tidaklah sesuram itu. Leirissa dari Universitas Indonesia.

Tes Formatif a. Buatlah laporan sebuah biografi pahlawan Indonesia 1. Jelaskan bagaimana cara kerja filsafat Hegel dalam membuktikan kebenaran sejarah? e. Rangkuman  Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) dan semakin berkembang sejalan dengan dibukanya program-program studi sejarah pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Tunjukkan bentuk sejarah tekstual dan nontekstual 3. 1.5. yang bertemakan perang kemerdekaan atau revolusi Indonesia? 23 . Jelaskan apa yang dimaksud dengan “zeitgeist”? b.  Penguasaan teori dan metodologi sangat berpengaruh terhadap mutu penulisan sejarah  Historiografi Indonesia modern mulai berkembang sejak awal abad ke-20 yang ditandai dengan terbitnya karya Husein Djajadinigrat.Latihan 1. Jelaskan mengapa historiografi tradisional Indonesia dinilai tidak patut dijadikan sebagai sumber data atau bahan referensi sejarah? f.1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu sejarah 2. Jelaskan bagaimana cara pembuktian kebenaran sejarawan Yunani dibandingkan sejarawan masa kini? c.1.6.6. Coba sebutkan beberapa buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh sejarawan Indonesia. Mengapa Leopold von Ranke diberi gelar bapak sejarah akademik (father of historical science)? d.

Kartodirdjo. Louis. Francis. Historiography: Ancient.Daftar Sumber Abdulah. Medievel.C. Taufik. M. Modern Historiography An Introduction. 1995. 2006. William H. 1979. Jakarta: Balai Pustaka. Amarullah) Yogyakarta: Qalam.. Protest Meovement in Rural Java. ---------------. Jalan Peristiwa. 2004.. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif. Pengantar Ilmu Sejarah. Bentley. Christopher. Gottschalk. Ithaca-London: Cornell University Press. Jakarta: Serambi. Main Trends in History.. 1991. The End of History and The Last Man: Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal. Ricklefs. Jakarta: Pustaka Sejarah. New York-London: Holmes & Meier. Sartono. Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia. 2005. Nationalism and Revolution in Indonesia. & Modern. Goerge Mc T.Chicago-London: The University of Chicago Press. Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Manusia Dalam Kemelut Sejarah. Ernst. Geoffrey. dan Kelanjutannya. 1978. ---------------. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. 2006. 1983.). Mengerti Sejarah. Nugroho. Barraclough. (terjemahan oleh: Hasan Basari) Jakarta: Pustaka Jaya. Kuntowijoyo. Kahin. 1982. Jakarta: LP3ES. 1982. Notosusanto.. 2006. (Terjemahan oleh H. Jakarta: PT Gramedia. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. R. Pemberontakan Petani Banten 1888: Kondisi.Halmahera Timur dan Raja Jailolo. Jakarta: Gramedia. Oxford-Cambridge: Blacwell. dan Daniel Dhakidae (red). Pemahaman Sejarah Indonesia: Sebelum dan Sesudah Revolusi. Fukuyama. The Structures of History. 1984. 24 .M. Frederick. London-New York: Routledge.Z. Leirissa. Lloyd. Breisach. Yogyakarta: Bentang. Jakarta: LP3ES. 1996. 1993. ---------------. Michael. 1970. Aswab Mahasin. Soeri Soeroto (peny.

1.1. Pendahuluan 2.1. 3. Terbentuknya bangsa dan negara Indonesia 25 . Logan pada pertengahan abad ke-19 dan nama atau “Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan yang dibuat Perhimpunan Indonesia.2.BAB II PEMBENTUKAN BANGSA INDONESIA 2 .1. sejak adanya kerajaan-kerajaan kuna pada abad ke-5 Masehi hingga tahun 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan. Indonesia yang 2. Deskripsi Singkat Pertemuan ini akan memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat memahami proses pembentukan bangsa Indonesia. Di sini juga dikemukakan nama ”Indonesia” yang diciptakan oleh J. Tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan di Indonesia 2. Uraian dimulai sejak pra-Indonesia. 2. Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1.R. Manfaat Manfaat utama bagi mahasiswa setelah mempelajari bab ini adalah agar mereka memahami bagaimana proses terbentuknya bangsa dan negara memakan waktu panjang. Lahir dan perkembangan nasionalisme Indonesia 4. Memahami penciptaan nama “Indonesia” dan konsep ”Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan.1.3.

1. mulai 1908. Pra-Indonesia Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa dan negara Indonesia resmi terbentuk sebagaimana disebut dalam UUD 1945.2. Pada abad ke-7 Masehi. sehingga daerah kekuasaannya meliputi seluruh pulau Sumatra dan pulau-pulau di sebelah 26 . kedua kerajaan tersebut tidak terdengar lagi beritanya. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha Masa pra-Indonesia dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan tertua. yaitu Kutai di Kalimantan Timur dan Tarumanagara di Bogor. Kerajaan Sriwijaya kemudian dapat mengalahkan kerajaan Malayu dan penguasa-penguasa daerah lainnya. sedangkan kerajaan Tarumanagara diperintah oleh Purnawarman. kemudian Islam yang ada di wilayah Indonesia. Buddha. Jawa Barat. Kerajaan Hindu Kutai diperintah berturut-turut oleh Kundungga.2. pada abad ke-7 Masehi di pantai timur Sumatra bagian selatan berdiri dua kerajaan Buddha yaitu Sriwijaya dan Malayu. Sejarah kerajaan-kerajaan Hindu. Selanjutnya. sejak bangkitnya nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo (BU). Dua kerajaan yaitu Sriwijaya di Sumatra Selatan dan Majapahit di Jawa Timur. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia melalui suatu proses yang panjang. Adanya perang-perang antara raja-raja dan pemimpin rakyat melawan penguasa asing yang berlangsung sejak abad ke17 hingga abad ke-19 menunjukkan adanya proto nasionalisme di kalangan mereka.2. namun karena perang itu karena adanya keinginan untuk mengusir penguasa asing dari wilayah mereka. Aswawarman. oleh Sukarno dan Muhammad Yamin masingmasing kerajaan tersebut merupakan negara kebangsaan (nationale staat) pertama dan kedua. Muhammad Yamin juga menyebut Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Negara Kebangsaan ketiga. keduanya berdiri pada abad ke-5 Masehi. dapat dikatakan bahwa mereka telah mempunyai rasa nasionalisme dalam bentuk awal (proto nasionalisme). dan Mulawarman. 2. organisasi pertama bangsa Indonesia. Walaupun perang-perang itu hanya meliputi suatu wilayah tertentu. berada pada masa pra-Indonesia. Sebelum 1908 merupakan masa pra-Indonesia yang sejarahnya dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada Abad ke-5 Masehi.

mendirikan candi Borobudur. dan sebagian Jawa Barat. Pada waktu yang relatif bersamaan. dibakar. dan ia terbunuh. sampai sekarang masih diperdebatkan. Setelah Kalingga. Raja pertama. Samarattungga. kemudian mengalahkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya satu per satu. Pawon. Pada masa pemerintahannya ditulis kekawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa. ratu yang memerintah secara adil. Mengenai pusat pemerintahan Sriwijaya.timurnya. Ada beberapa kemungkinan alasan kepindahannya. Jawa Tengah. di Jawa Tengah berdiri kerajaan Holing atau Kalingga. pada awal abad ke-8 di Jawa Tengah berdiri kerajaan Mataram yang beribukota di Medang. menaklukkan raja-raja di sekitarnya. ada masa yang gelap. kemudian baru belajar ke India. Rakai Panangkaran. 27 . pusat pemerintahan Mataram dipindahkan ke Jawa Timur. dan Mendut. Penggantinya. Airlangga sebagai menantunya berhak naik tahta menggantikan mertuanya. Waktu pemerintahan Mpu Sindok. Pada tahun 1017 ketika ia merayakan pernikahan putrinya dengan Airlangga. dihukum dengan memotong jari-jari kakinya untuk pelajaran terhadap rakyatnya. kemudian ada seorang raja bernama Dharmawangsa. Mpu Sindok menamakan dirinya Sri Isanawikrama mendirikan wangsa Isana yang menurunkan raja-raja di Jawa Timur sampai tahun 1222. Tahun 1019 Airlangga naik tahta. Bali. Untuk menghindari perang saudara. melainkan perlu juga dari hasil perdagangan. Putra mahkota sendiri yang tidak sengaja telah menginjak pundi-pundi berisi emas yang ditaruh di jalan. Kerajaan Sriwijaya menguasai jalar lalu lintas perdagangan antara India dan Cina dan menjamin keamanannya dari ancaman bajak laut. sebelum ia meninggal kerajaan dibagi dua. menamakan dirinya sebagai ”permata wangsa Sailendra”. Semenanjung Malayu. Seorang pendeta agama Buddha yang mau belajar ke India dapat belajar lebih dahulu di Sriwijaya. Penggantinya lagi. Salah seorang rajanya yang terkenal adalah Ratu Hsi-mo atau Sima. mungkin juga karena kerajaan tidak dapat hidup hanya dari hasil pertanian. namun pendapat yang kuat berada di Palembang. Setelah pemerintahan Mpu Sindok. Wilayah kerajaannya meliputi Jawa Timur. Sriwijaya merupakan pusat pengajaran agama Buddha yang bertaraf internasional. Sanjaya. istana diserang. Ia mendirikan candi Kalasan dan Sewu. antara lain karena bencana alam. dan Jawa Timur memenuhi tuntutan itu. dan beberapa pulau di Nusa Tenggara.

Kerajaan Jenggala akhirnya lenyap. Ia dikalahkan oleh Jayakatwang. Setelah Airlangga meninggal. Kediri dikuasai. kerajaan pecah dua. Daerah kekuasaan Majapahit. Tahun 1293 berdiri kerajaan Majapahit. Gajah Mada. luas. Wijaya. Setelah Ken Arok. dan raja terakhir adalah Kertanegara. Ia mengucapkan ”sumpah palapa” di hadapan raja dan para pembesar Majapahit dalam rangka melaksanakan politik nusantaranya. Raja Kediri terakhir. mendirikan wangsa Rajasa yang memerintah di kerajaan Singhasari dan Majapahit. Jayakatwang kemudian dikalahkan oleh pasukan Kubilai Khan yang sesungguhnya datang untuk menyerang Kertanegara yang telah menyakiti utusannya. Ranggawuni. meliputi Sumatera di bagian barat sampai daerah Maluku dan Irian di bagian timur. penguasa bawahannya di Tumapel setelah membunuh Tunggul Ametung. Singhasari. Di antara raja-raja Kediri yang terkenal karena ramalan-ramalannya adalah Jayabaya. tahun 1222 dikalahkan oleh Ken Arok. Kediri. raja bawahannya. Pasukan Kubilai Khan kemudian dapat dikalahkan oleh R. sebelah timur dinamakan kerajaan Jenggala dan sebelah barat kerajaan Panjalu yang kemudian terkenal dengan nama Daha atau Kediri. dan lahirlah kerajaan baru. meliputi hampir seluas wilayah Indonesia sekarang. penggantinya berturut-turut adalah Anusapati. penggantinya adalah adiknya perempuan yang bergelar Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwardhani. Dalam rangka melaksanakan politik tersebut ia menundukkan daerah-daerah yang belum bernaung di bawah Majapahit. Tohjaya. R. Wijaya menobatkan diri menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. keturunan Singhasari. Kertajaya. sedangkan kerajaan Kediri tumbuh dan berkembang. Ia kemudian digantikan oleh putranya. Setelah Jayanegara meninggal. Pada masa pemerintahannya ditulis kitab Bhratayuddha oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Ken Arok naik tahta dan menamakan dirinya Rajasa.Pembagian kerajaan dilakukan oleh Mpu Barada. Politik untuk menguasai seluruh nusantara berakhir tahun 1357 28 . Puncak kebesaran atau zaman keemasan Majapahit ada di bawah pemerintahan raja Hayam Wuruk yang didampingi oleh patihnya. Jayanegara. bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara tetangga di Asia Tenggara.

Edisi Pemutakhiran. Selain itu di Bali berdiri kerajaan-kerajaan lain seperti Gianyar. Jakarta: Bali Pustaka. tidak diketahui secara pasti. Salah seorang rajanya bernama Dharma Udayana Warmadewa yang memerintah pada akhir abad ke-10.1 Negarakertagama oleh Mpu Prapanca. Dharmono Hardjowidjono). tidak ada raja yang kuat. anak Bhre Wengker Wijayarajasa. Kerajaan tersebut kemudian dikalahkan oleh Majapahit. dan bagaimana nasib para penguasa Majapahit sesudah penaklukan. terdapat satu kerajaan Hindu-Buddha bernama Kerajaan Sunda. tahun 1579 dikalahkan oleh kerajaan Islam. Drs. Di Jawa Barat. sesudah itu raja yang memerintah memakai gelar Warmadewa. Semua orang Sunda termasuk Dyah Pitaloka gugur. di Jawa Barat ada beberapa kerajaan. Prahajyan Sunda. Sejarah Indonesia Modern. Kerajaan-kerajaan itu adalah kerajaan Galuh. pada abad ke-9 terdapat kerajaan Singhamandawa. dan Buleleng. Pada masa itu ditulis kitab Setelah Hayam Wuruk meninggal. (Terj. 4 1 Peristiwa atau perang di Bubat terjadi ketika Raja Kerajaan Sunda bersama putrinya. Kerajaan Majapahit runtuh sekitar tahun 1527 dikalahkan oleh Demak. Perselisihan terjadi ketika Gajah Mada tidak menghendaki jika perkawinan itu dilangsungkan begitu saja. setelah Tarumanagara runtuh menjelang akhir abad ke-7. Menurut sumber lokal/asli. Jilid II. 26. selanjutnya kerajaan dikuasai oleh keluarga raja Jawa. 2 Ricklefs. Edisi Pemutakhiran. Salah seorang putra Udayana adalah Airlangga yang menjadi raja di Jawa Timur. Ia menghendaki agar putri itu dipersembahkan oleh raja Sunda kepada raja Majapahit sebagai tanda tunduk terhadap kerajaan Majapahit. 400. Nusiya Mulya. Tabanan. Selain itu di Jawa Barat ada kerajaan-kerajaan kecil. Sejarah Nasional Indonesia.C.2 Bagaimana penaklukan Majapahit oleh Demak. Para pembesar tidak setuju dengan sikap Gajah Mada. dan yang sangat terkenal adalah kerajaan Pakwan Pajajaran. pusat pemerintahannya berpindah-pindah. yaitu kerajaan Kuningan dan Saunggalah. terjadilah perang di Bubat. beserta para pembesar kerajaan dan pengiringnya sampai di Majapahit... 29 .3 Di Bali. Kerajaan Sunda pada masa pemerintahan raja terakhir. Hayam Wuruk kemudian menikah dengan Paduka Sori. Mengwi. 2008. Kawali. hlm. 1991.sehubungan dengan terjadinya peristiwa di Bubat. 4 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum). Karangasem. hlm. Dyah Pitaloka. Nama raja yang memerintah antara lain Ratu Sri Ugrasena. Jilid II. diperkirakan terletak di sekitar Tampaksiring. Menurut sumber asing. Rombongan raja Sunda itu datang untuk mengawinkan putrinya dengan Hayam Wuruk sebagai permaisuri. H. 3 Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha adalah karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. namanya sesuai dengan pusat pemerintahannya. terjadi perang-perang saudara.

Kemudian salah seorang raja penggantinya mengalahkan beberapa kerajaan seperti Batak. yaitu kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan mengadakan hubungan pernikahan dengan kerajaan Malaka di Malaysia. Sulawesi Selatan. Kerajaan ini mengalami puncak kekuasaan atau zaman keemasan di bawah Sultan Iskandar Muda 5 Kerajaan-kerajaan di Sumatera banyak sekali. terutama Kutai. Arcat. karena itu pengaruh Majapahit sampai di sana. ada kerajaan Kutai yang beragama Hindu. Pirada. Andalas. Pedir. dan Cirebon. Daya. Batak. Kerajaan-kerajaan itu ada di Sumatra. Kerajaan juga pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Timar Tengah. banyak kerajaan. 2. Raja pertama adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530). Soppeng.Di Kalimantan ada kerajaan-kerajaan Hindu yaitu kerajaan Negara Dipa. Lambri atau Lamaru atau Tamni. Jambi. Siak. Kalongkong. Wajo. Di Kalimantan Timur. terutama ada di sepanjang pesisir Selat Malaka dan pesisir barat. kemudian masuk Islam setelah kalah bertanding kesaktian dengan mubaligh yang menyebarkan Islam ke sana. Kampar. Salah seorang rajanya. Panchur. dan Dompu. Nusa Tenggara. Di Sulawesi terdapat kerajaan Gowa-Tallo. Tiku. Pariaman. dan Kahuripan yang berpusat di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai sekarang. dan Pontianak. Pajang. terdapat kerajaan Demak. Rupat. Indragiri.5 Di Jawa. raja pertama bergelar Sultan Malik As-Shaleh. Di Maluku terdapat kerajaan Ternate dan Tidore. Pase. dan Barus. Daha.2. Kerajaan tersebut selalu mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Di bawah pemerintahannya Aceh menaklukkan Samudra Pasai dan Pedir. Tongkal. dan Barus. Banten. Aceh Darussalam. Di Sumatra. Tambora. Kerajaan Samudra Pasai di Sumatra bagian utara tumbuh pada pertengahan abad ke-13. dan Maluku. Minangkabau.2. Aru. Kerajaan Aceh Darussalam tumbuh dan berkembang pada abad ke-16. Kerajaan Negara Dipa pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Islam Setelah agama Islam masuk ke Indonesia. Jawa. Bima. 30 . Jambi. Mataram. Kutai. Kerajaan ini sudah menggunakan mata uang yang terbuat dari emas yang disebut dramas. Sumbawa. dan Luwu. Raja Mahkota. Kalimantan. Aru. muncul kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam. Di Nusa Tenggara terdapat kerajaan Lombok. Bican. Di Kalimantan terdapat kerajaan Banjar. Palembang. Bone.

Di Sumatra Barat. Sedangkan agama Islam masuk ke Minangkabau sekitar akhir abad ke-15. lalu dipindah lagi ke Manado dan meninggal di sana tahun 1864. Setelah pemerintahannya. mengalahkan armada Portugis di Bintan. merebut Pahang. 31 . Di pantai timur Sumatra ada kerajaan-kerajaan Islam Siak atau Siak Sri Indrapura. Johor di Malaysia. Sultan Mahmud Badaruddin ditangkap lalu dibuang ke Ternate. Pada tahun 1873-1904 kerajaan ini berperang melawan Belanda. Ia menaklukkan kerajaan-kerajaan di pesisir timur dan barat Sumatra. sedangkan kekuasaan ada di tangan para penghulu yang tergabung dalam Dewan Penghulu atau Dewan Nagari. Antara tahun 16591706 Kesultanan Palembang diperintah oleh sebelas orang sultan. Di Minangkabau. dari sana dipindahkan ke Ambon. Para pimpinan perang di antaranya Panglima Polem. Teuku Umar dan Cut Nyak Din. Aceh memasuki masa perpecahan yang panjang. Perang diakhiri dengan kalahnya Aceh pada tahun 1904. Pada waktu pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819 kerajaan diserang Belanda. Di Minangkabau antara tahun 1821-1838 terjadi perang Paderi. dan Indragiri yang berdiri pada abad ke-15. Di Jambi kerajaan Islam berdiri pada sekitar tahun 1500 di bawah pemerintahan Sultan Orang Kayo Hitam. Sumatra bagian selatan. Teuku Cik Di Tiro. akibatnya Belanda berhasil mengukuhkan kekuasaan politik dan ekonominya di Minangkabau atau Sumatra Barat. Sejak 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan. Raja pertama kesultanan Palembang bergelar Abdurrakhman Khalifat al-Mukminan Sayidil Iman atau Pangeran Kusumo Abdurrakhman. Di bawah pemerintahannya Aceh menjadi negara yang paling kuat di Nusantara bagian barat. Kampar. pertama antara tahun 1821-1825 dan kedua antara tahun 1830-1938.(1607-1636). dan Nias. Dalam serangan Belanda kedua. Perang berlangsung dua babak. perang antara kaum Paderi melawan kaum Adat yang dibantu oleh Belanda. kemudian diasingkan ke Cianjur. raja sebagai lambang negara. raja berkedudukan di Pagaruyung. Palembang. Kaum Padri akhirnya kalah. pada abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. agama Islam baru masuk pada akhir abad ke-14 atau awal abad ke-15. Pemimpin Kaum Padri antara lain Tuanku Imam Bonjol tertangkap. daerahnya langsung dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda.

Banten dan Cirebon di Jawa Barat. Pajang. Sunan Muria. dan berikutnya lagi Sultan Trenggono. Raden Patah. Sunan Bonang. Arya Penangsang. 6 Rikleft. Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono Demak mengalami zaman keemasan. Pendirian Mesjid Agung Demak oleh para wali dengan arsiteknya Sunan Kali Jaga merupakan pusat dakwah para wali. dan kemudian Jaka Tingkir yang menobatkan dirinya sebagai Sultan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. merupakan pengganti Demak. dan Blitar. Pasuruan. 56. Raja-raja Demak terkenal sebagai pelindung agama. Demak di bawah Sultan Trenggono merupakan zaman keemasannya. Kemudian pengganti Kerajaan Pajang adalah kerajaan Mataram yang pusatnya di kota Surakarta dan Yogyakarta. Sunan Gunung Jati. Setelah ia meninggal. pemerintahan Pajang di tangan Pangeran Banowo). Wilayah Demak meliputi daerah Jawa Timur dan Jawa Barat. ”Sultan” Trenggono terbunuh ketika melakukan ekspedisi melawan Panarukan tahun 1546. Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo (1584-1601). Sunan Kudus. Setelah Sultan Trenggono meninggal tahun 1546. adalah putra Prabu Brawijaya Kertabhumi. dihadiahkan Sultan Pajang kepada Kyai Gede (Ageng) Pemanahan yang merupakan keturunan raja Majapahit terakhir. tahun 1484 pemerintahan dipegang oleh anaknya. Setelah Raden Patah. Sunan Kali Jaga. dan Surabaya di Jawa Timur. terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga. terutama dengan Wali Sanga. raja berikutnya adalah Pati Unus (1518-1521). Sunan Giri. Termasuk Wali Sanga adalah: Sunan Ampel. Ia menantu Sultan Pajang Hadiwijoyo yang meninggal tahun 1587. Panarukan.Di Jawa berdiri kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam yaitu Demak. dan Syeh Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. ”Sultan” Demak pertama. 32 . Lamongan. kemudian Mataram di Jawa Tengah. Wilayah itu pertama kali diperintah olehnya pada tahun 1578. Daerah Mataram yang termasuk wilayah kerajaan Pajang. Madiun. kerajaan Mataram dikembangkan ke daerah pesisir utara Jawa Tengah. Sunan Drajat. hlm. 6 Kerajaan Pajang yang ada di pedalaman Jawa Tengah. raja Majapahit terakhir. (Setelah Hadiwijoyo. Surabaya. Antara raja-raja dan ulama erat berhubungan. Berturut-turut raja-raja yang memerintah sesudahnya adalah Sultan Prawoto. Sultan Trenggono mengalahkan penguasa-penguasa Tuban. Di bawah pemerintahannya. Demak didirikan pada perempat terakhir abad ke-15 oleh seorang asing yang beragama Islam.

Jenazahnya dimakamkan di Tegal Arum. Mataram dibagi dua yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surabarta. Tegal. Mataram mengakui kekuasaan VOC. Giri. Ia digantikan oleh Amangkurat II. Setelah Sultan Agung meninggal. Kediri. dan Blambangan. Ia memindahkan kraton dari Kota Gede ke Plered. kemudian namanya sebagai Panembahan Seda ing Krapyak. kedudukannya digantikan oleh Raden Mas Jolang (16011613). suami saudara perempuan Sultan Trenggono. Setelah Senopati meninggal. pemerintahan diserahkan kepada anaknya Sultan Hasanuddin (1552-1570). Banten kemudian dikalahkan oleh Sunan Gunungjati. Kalahnya 33 . Sultan meluaskan wilayah kekuasaannya ke Lampung. pusat kerajaan dipindahkan ke Surasowan di teluk Banten. dan Pasuruhan. Pati. Waktu mau minta bantuan pada VOC karena pemberontakan Trunajaya. berpusat di Banten Girang yang diperintah oleh Pucuk Umun. dan Jawa Barat. Madiun. Mataram di bawah pemerintahannya mengalami puncak kejayaannya. Setelah merasa kuat. tahun 1677 ia jatuh sakit di Wanayasa. menaklukkan Demak. Tahun 1755 melalui Perjanjian Gianti. Kedu. tahun 1613. Selanjutnya. raja terbesar Mataram (1613-1646). digantikan oleh anaknya yang bergelar Susuhunan Amangkurat I (16471677). Banten kemudian diperintah oleh Gunungjati sebagai vasal Demak. Ia kemudian digantikan lagi oleh Sultan Agung. Bagelen. Benda-benda kerajaan yang keramat seperti pusaka yang merupakan simbul dan hiasan supra natural. dan Tegal. Senopati melepaskan diri sebagai vasal kerajaan Pajang dan kemudian mengalahkan Pajang sekitar tahun 1587-1588. Tahun 1628 ia mengirim pasukannya ke Batavia tetapi tapi gagal.Jawa Timur. Tuban. Mas Jolang tahun 1613 meninggal di Krapyak. Di Jawa Barat berdiri kerajaan Banten. juga gagal. Kemudian Hasanuddin digantikan oleh Molama Yusuf (1570-1580) yang berhasil menaklukkan kerajaan Pajajaran tahun 1579. Sultan Agung kembali menyerang Surabaya tahun 1625. Ponorogo. Tahun 1645 ia sakit dan meninggal. Sultan Agung mau menusir VOC dari Batavia. Kendal. Pengiriman pasukan diulangi lagi tahun 1629. Ia lebih dekat dengan VOC dan mengadakan perjanjian dengan VOC. dibawa ke Mataram. Tahun 1552 Sunan Gunungjati pindah ke Cirebon. Senopati meluaskan kekuasaannya. Mula-mula Banten sebelum 1525/1526 merupakan kadipaten dari Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. Mataram di bawah Sultan Agung selain bersifat agraris juga mengembangkan perdagangan ekspor dan impor melalui pelabuhan di pesisir utara Jawa seperti Jepara.

tetapi baru pada awal abad ke. Talaga. awal abad ke-17 ibu kota kerajaan dipindahkan ke Amuntai. Kerajaan dapat menguasai Kalimantan Timur Tenggara. sultan Haji yang dibantu VOC. sebelah timar Keraton Kasepuhan. Pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati. Batanglawai. Jilid III.Pajajaran berarti lenyaplan kerajaan besar yang menganut agama Hindu-Buddha di Jawa. Raja ini melakukan perlawanan dengan putranya. 34 . salah seorang Wali Sanga. Ia mendirikan keraton yang diberi nama Pakungwati. Kutai di Kalimantan Timur. Edisi Pemutakhiran. Sukadana. Madawi. dan Sambangan. Islam disebarkan. Tahun 1513 Cirebon di bawah kekuasaan Lebe Usa dikuasai Raden Patah dari Demak. Syarif Hidayatullah terkenal juga dengan gelar Sunan Gunung Jati. dan Galuh sekitar tahun 1528-1530 dan ke daerah Banten 7 bersama putranya Maulana Hasanuddin tahun 1525-1526. Agama Islam masuk ke kerajaan Banjar karena dibawa Demak tahun 1550. Sunan Gunung Jati meninggal tahun 1568 Surabaya merupakan pelabuhan perdagangan yang besar pada awal abad ke-16. Tahun 1479 Syarif Hidayatullah menggantikan mertuanya sebagai penguasa Cirebon. Surabaya dikuasai Sultan Agung tahun 1625. Diperkirakan tahun 1470 agama Islam masuk Cirebon dibawa oleh Syarif Hidayatullah salah seorang wali sanga yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Sejak pengaruh Belanda 7 masuk ke Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia diambil dari karangan Marwati Djoened Poesponegooro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indoensia. Kerajaan Banjar dibawah Sultan Surnyanullah meluaskan kekuasaannya ke Sambas. Kesultanan Banten mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Kotawaringin. antara lain ke Kuningan. kalangan elite Sunda memeluk agama Islam. dan Barat. Tengah. Jakarta: Balai Pustaka. 2008. Di Kalimantan ada beberapa kerajaan Islam baik yang besar maupun kecil.17 Surabaya muncul sebagai kekuatan pantai yang terkemuka. Ketika diperintah raja Sultan Mustain Billah. Ia menghentikan memberi upeti ke pusat kerajaan Pajajaran di Pakuan. Sampit. dan Pontianak di Kalimantan Barat. Setelah Pajajaran dikalahkan. Sultan Ageng Tirtayasa kalah. kemudian Pajang. Kerajaan-kerajaan Islam di Kalimantan adalah kerajaan Banjar atau Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Kerajaan Banjar mengirimkan upeti pada keraaan Demak. Dia juga kemudian memindahkan lagi ibu kotanya ke Kayu Tangi. Cirebon semula menjadi pelabuhan kerajaan Sunda Pajajaran.

Karena adanya ancaman dari VOC. Ia memerintah tahun 1773-1808. Perang berakhir melalui Perjanjian Bongaya tahun 1667. Tahun 1670 kerajaan Wajo diserang VOC bersama tentara Bone. Islamisasi di Sulawesi Selatan oleh tiga mubalig yang disebut Dalto Tallu ketiganya bersaudara dan berasal dari Koto Tengah. Kedua kerajaan itu diperintah oleh Pate atau mungkin Adipati. tunduk pada Pate Unus dari Demak. Setelah meninggal. pada masa pemerintahan Raja Mahkota datang dua mubalig Islam. waktunya diperkirakan tahun 1575. Dato`ri Bandang dan Tunggang Parangan setelah mengIslamkan makassar. raja kalah dan masuk Islam. raja Tallo tahun 1605. Selanjutnya kerajaan Kutai menyebarkan agama Islam ke daerah sekitarnya. Para mubalig itu yang mengislaamkan raja Luwu tahun 1605. Perlawanan dari pihak kerajaan Banjar di antaranya dipimpin oleh Pangeran Antasari. kerajaan Gowa diseahkan kepada VOC.Kalimantan Selatan. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. yaitu Gowa-Tallo. Perang besar-besaran terjadi tahun 1654-1655. dan Luwu. kerajaan diserahkan kepada VOC. Sejak tahun 1616 antara kerajaan Gowa dan VOC terjadi permusuhan. Pangeran Sayid Abdurrahman Nurul Alam yang mendirikan keraton dan mesjid di Pontianak. Minangkabau. Tahun 1656 ada perjanjian perdamaian. kerajaan Gowa-Tallo mengadakan hubungan baik dengan Portugis. terjadi perlawanan terhadap Belanda antara 1859-1863. Soppeng. Setelah beadu kesaktian antara mubalig dengan dengan Raja Mahkota. Diperkirakan Islam masuk ke sana pada sekitar abad ke-14-15. selanjutnya sultan-sultannya diperintah oleh sultan-sultan keluarga Habib alGadri. Wajo. Bone. tetapi kemudian terjadi peperangan antara kerajaan Gowa di bawah Sultan Hasanuddin melawan VOC yang dibantu tentara Bugis di bawah Arung Palaka. digantikan oleh outranya. Peng-Islaman di Pontianak dilakukan oleh Habib Husein Al-Gadri pendakwah dari Hadramaut. Kerajaan wajo menyerah. Di Sulawesi Selatan terdapat lima kerajaan Islam. perselisihan-perselisihan terjadi baik dengan Belanda maupun lingkungan kerajaan. Kerajaan Gowa-Tallo mengalahkan kerajaan Wajo tahun 1610 dan Bone tahun 1611. Di Kalimantan Barat antara lain ada kerajaan Tanjungpura dan Lawe (daerah Sukadana). Setelah Sultan Adam meninggal 1857. 35 . raja tahun 1607. Pada abad ke-17 kedua kerajaan itu ada di bawah epngaruh kerajaan Mataram.

melalui para mubaligh dari Makassar antara tahun 1540-1550. dia yang mempunyai kekuasaan luas dan besar. Setiap kerajaan atau kesultanan melakukan ekspansi untuk bisa menjadi maharaja 36 . Akan tetapi setalah Baabullah meninggal. Keadaan seperti itu terjadi terus silih berganti. Setiap penguasa bebas untuk melakukan ekspansi ke wilayah penguasa lain dalam rangka untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaan mereka. Suatu kerajaan atau kesultanan setelah berdiri kemudian tumbuh. putra Sunan Giri. Dari uraian di atas tampak bahwa di Indonesia sebelum berdiri Negara Kesatuan RI tahun 1945. asal mereka kuat. Waktu itu. Siapa yang kuat. Spanyol ke Tidore. Akan tetapi. di wilayah Indonesia tidak ada satu kekuatan yang tetap yang menjadi super power. Kerajaan Lombok dan Sumbawa akhirnya dikuasai VOC. Di Maluku. Ternate diserang orang Spanyol. Di Nusa Tenggara ada juga kerajaan Bima dengan raja pertama Ruma Ta Ma Bata Wada yang bergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir. tahun 1570 sultan ini dibunuh Portugis.Akan tetapi persatuan itu pecah lagi setelah kedatangan orang Portugis dan Spanyol ke Tidore. Sultan Baabullah. Setelah terjadi perjanjian Bongaya. Ternate di bawah Sultan Hairun berhasil mempersatukan daerah-daerah di Maluku Utara di bawah Ternate. kerajaankerajaan di Nusa Tenggara ditekan VOC. Kerajaan Bima akhirnya dikuasai oleh VOC. meneruskan perlawanan dan dapat mengusir Portugis dari Ternate. Islam memasuki Maluku antara tahun 1460-1465. Rajanya ditangkap dan diasingkan ke Manila. masuknya agama Islam ke Lombok diperkirakan pada abad ke-16 yang diperkenalkan oleh Sunan Perapen. kerajaan Islam yang menonjol adalah kerajaan Ternate dan Tidore. Besar kecilnya kerajaan tergantung pada raja yang memerintah. Pusat kerajaan Lombok di Selaparang di bawah pemerintahan prabu Rangkesari mengalami zaman keemasan. namun bisa juga menjadi kecil kembali bahkan mati karena dikalahkan oleh penguasa lain. terdapat banyak sekali penguasa-penguasa daerah atau wilayah yang dinamakan kerajaan atau kesultanan atau lainnya. Putranya. Tahun 1565 Sultan Khairun menyerang Portugis. Kerajaan Lombok dan kerajaan-kerajaan di Sumbawa dikuasai kerajaan Gowa. Portugia memusatkan perhatiannya ke Ternate. Islam masuk ke Sumbawa mungkin melalui Sulawesi.Di Nusa Tenggara. berkembang dalam waktu lama.

sering terjadi bentrokanbentrokan dan peperangan-peperangan dengan kerajaan-kerajaan tersebut. Karena kalahnya persenjataan pihak kerajaan. Tahun 1905 Belanda 37 . meskipun telah ada semacam aturan. maka kerajaan-kerajaan yang mengadakan perlawanan mengalami kekalahan. Perang-perang itu dilakukan sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Perang-perang terhadap Belanda selalu diakhiri dengan perjanjian yang selalu merugikan pihak kerajaan. muncul kekuatan baru di Indonesia di samping kerajaan-kerajaan. Dalam suatu perjanjian paling sedikit Belanda mendapat hak monopoli dalam perdagangan. Setelah datang bangsa Barat khususnya Belanda dengan VOC-nya. Usaha dari phak kerajaan maupun rakyat untuk mengusir Belanda dari wilayah suatu kerajaan karena dirasa sangat menekan dan merugikan. bahkan sering terjadi di antara kerajaan-kerajan digunakan oleh Belanda untuk bersamanya melawan suatu kerajaan. dalam hal pergantian raja atau sultan sering terjadi kericuhan di antara keluarga atau bahkan terjadi pembunuhan terhadap raja yang berkuasa. Ada dua kerajaan yang besar yang oleh Sukarno dan Muhammad yamin sebagai Nationale Staat yaitu Sriwijaya dan Majapahit. sering terjadi yang dilakukan oleh seorang raja dan atau keluarga raja. Perang-perang itu yang masih bersifat kedaerahan dapat disebut sebagai rasa proto nasionlisme di kalangan mereka. Akhirnya semua kerajaan di Indonesia setelah kalahnya Aceh pada tahun 1904 berada di bawah kekuasaan Belanda. Diponegoro dari Jawa Tengah. Selain banyaknya kerajaan atau kesultanan. dan Belanda diakui sebagai penguasa di atasnya. dan Teuku Umar dari Aceh. Kekuatan baru ini pun berusaha untuk mengembangkan usahanya. Mereka bersatu untuk bersama-sama melawan Belanda. Imam Bonjol dari Sumatra Barat. Pelanggaran terhadap aturan dan adanya ambisi untuk menggantikan raja sebelumnya sering memicu adanya perangperang. Perlawanan-perlawanan itu antara lain perlawanan oleh Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan. dan karena taktik dan politik devide et impera Belanda. lebih dari itu Belanda memperoleh sebagian bahkan bisa seluruh wilayah suatu kerajaan. Dalam rangka itu. Sultan Agung dari Mataram. Pangeran Antasari dari Banjar. Politik devide et impera dilakukan Belanda untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaannya.atau super power.

Kern. Kata atau nama tersebut diusulkan oleh J. Kemudian para mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang tergabung Perhimpunan Indonesia (PI) mengetahui istilah-istilah tersebut. Indonesiër”. sarjana Jerman. Pada tahun 1913 Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara ketika menjalani pembuangan di Nederland memberikan nama biro pers yang didirikannya dengan Indonesisch Persbureau. dan Melayu-Polinesia. Sejak itu istilah tersebut dipakai dalam ilmu etnologi. Ia memberi pertimbangan bahwa istilah “penduduk Hindia” sebagai kelompok pulau-pulau. Adapun yang dimaksud oleh A. Kepulauan Maladiva.3. Earl lebih suka pada pemakaian istilah “Melayu-nesians” karena istilah “Indu-nesians” terlalu luas karena termasuk di dalamnya penduduk Sailon. Logan. dan Lakadiva. Ia mengusulkan digunakannya istilah “Indus-nesians” dan “Melayu-nesians” bagi penduduk kepulauan Hindia. Windsor(?) Winsdor(?) Earl dalam majalah yang sama menulis tentang ciri-ciri utama penduduk Irian. hukum adat.A. seorang etnolog Inggris lainnya. Konsep Indonesia Dalam membicarakan “Pembentukan bangsa Indonesia”.R. dan Prof. Snouck Horgronye. kemudian menggunakan kata “Indonesien” sebagai judul bukunya yaitu Indonesien onder die Insln des Malayischen Archipels yang terbit tahun 1884. seorang etnolog Inggris di Pinang yang menjadi redaktur Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia. Van Vollenhoven menyebarluaskan pemakaian iastilah “Indonesië”. penduduk asli Australia. Pada tahun 1850 ia melalui artikelnya berjudul ”The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing inquires into the continental relation of the Indo-Pacific Inlanders” mengusulkan istilah atau kata “Indonesia” untuk nama pulaupulau atau kepulauan Hindia dan penduduknya. Para guru besar Universitas Leiden seperti R. Nama organisasi mahasiswa Indonesia yang semula bernama 38 .mencanangkan Pax Neerlandica. tidak memberikan pengertian tepat dan jelas bagi penduduk pribumi. dan ilmu bahasa. dan ajektif ”Indonesisch” dalam karya mereka. Bastian dengan istilah tersebut adalah istilah di bidang etnografi. G. 2. perlu dikemukakan tentang kata atau nama ”Indonesia”. bahwa seluruh wilayah Nusantara sebagai wilayah Hindia Belanda menjadi satu pengawasan keamanan oleh Belanda. Adolf Bastian. Akan tetapi sebelumnya.

Diakuinya bahwa Belanda telah ”berhutang budi” kepada rakyat Indonesia. 39 . C.Indische Vereeniging tahun 1922 diganti menjadi Indonesische Vereeniging dan tahun 1924 nama Indonesische Vereeniging diganti menjadi Perhimpunan Indonesia. pemimpin kaum liberal. Perjuangan melancarkan politik kolonial yang baru itu kemudian diteruskan oleh Van Kol. Nama majalahnya yang semula bernama Hindia Putera pada tahun 1922 diganti dengan Indonesia Merdeka.8 2. Dalam kaitan politik itu pemerintah akan memperluas pendidikan Barat bagi anak Indonesia khususnya anak-anak kalangan atas. pemimpin redaksi surat kabar De Locomotief. dan Nugroho Notosusanto. dan P. 8 Sartono Kartodirdjo. Petrus Blumberger.4. Pembentukan Bangsa dan Negara Indonesia Memasuki tahun 1901. 1976. Van Deventer. Menurut Kielstra berdasarkan hasil surveinya bahwa sejak tahun 1816 uang yang disedot pemerintah Belanda dari Indonesia sebesar 832 juta gulden. 290. Jilid V. Tulisan Van Deventer tersebut berpengaruh terhadap perubahan politik kolonial di Hindia Belanda. Van Deventer. Marwati Djoened Poesponegoro. Dikatakan bahwa pada masa datang. Dalam karangannya ia mengecam politik pemerintah Belanda yang tidak memisahkan keuangan negera Belanda dengan daerah jajahan. Sejarah nasional Indonesia. Yakarta: Departemen P dan K. karena itu Pemerintah Belanda akan membalasnya dengan melaksanakan politik etika. Perhimpunan Indonesia menggunakan nama Indonesia dalam pengertian politik ketatanegaraan yang artinya sama dengan Nederlandsch-Indië. Hindia Belanda. Th. pemerintah akan memperbaiki kesejahteraan rakyat. Ia mengakui bahwa pemerintah Belanda telah mengeruk keuntungan yang besar sekali dari Hindia Belanda. Garis politik pemerintah Hindia Belanda yang seperti itu pertama kali dikemukakan oleh anggota Parlemen Belanda Van Dedem tahun 1891.Th. penulis buku De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indië yang terbit tahun 1931 menyatakan bahwa sekitar tahun 1925 banyak organisasi yang berwawasan nasional memakai nama”Indonesia” sebagai pengganti Nederlandsch-Indië. tahun 1899 menulis karangan di Jurnal De Gids berjudul ”Een Eereschuld” (”Hutang Budi”). sementara penduduknya semakin miskin. Ratu Wilhelmina mengumumkan di depan Parlemen Belanda program pemerintah. Brooschooft. J.

melalui majalahnya ia mempropagandakan pentingnya pendidikan. karena cara tersebut dinilai kurang efektif. Kemenangan Jepang tersebut merupakan “Kebangkitan Asia” menimbulkan gelombang antusiasme di Asia. di luar Indonesia pada awal abad ke-20 terjadi peristiwa-peristiwa penting yang berdampak terhadap bangsa Asia. Pada akhir tahun 1907 dalam perjalannya yang jauh. ia melakukan perjalanan keliling pulau Jawa untuk mempropagandakan cita-citanya. khususnya Indonesia. mula-mula mendekati para priyayi yang lebih tua dan lebih tinggi. Kejadian-kejadian tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap munculnya gerakan nasional di Indonesia. Peristiwa kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905 menunjukkan bahwa bangsa Barat dapat dikalahkan oleh bangsa Timur. meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi. Selanjutnya sejak bulan November 1906. ia diundang Sutomo dan Suraji ke sekolah STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen) untuk mendengarkan gagasan-gagasannya. diperlukan pendidikan secukupnya bagi kalangan luas orang pribumi. Kemudian. kecuali untuk beberapa tahun pada waktu pecah Perang Dunia I ketika komunikasi antara negeri Belanda dan Hindia Belanda terputus. Maksud Wahidin untuk mendirikan ”Dana Belajar” itu dibicarakan oleh Sutomo dengan teman-temannya di STOVIA. Sementara itu. dokter Wahidin Sudirohusodo yang sejak tahun 1901 menjadi redaktur majalah Retnodhumilah. ia meletakkan jabatan sebagai redaktur Retnodhumilah karena alasan kesehatan. Di Turki muncul gerakan Turki Muda untuk mencapai perbaikan nasib. Menurut pendapatnya bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan. khususnya bupati yang kaya dan berpengaruh.Politik etika yang dilaksanakan mulai tahun 1901 mempunyai dua tujuan yaitu pertama. dan kedua. yang akhirnya tahun 1908 muncul revolusi anti kaum kolot. putra Paku Alam V. Ia mempropagandakan tentang pemberian beasiswa bagi pemuda-pemuda yang pandai tetapi tidak mampu. Ketika berada di Jakarta. ia berhenti dan beristirahat di Jakarta. dalam kenyataannya. Ia yang didampingi Pangeran Noto Dirojo. Demikianlah pada tanggal 20 Mei 1908 di sekolah 40 . Tujuan untuk mendirikan suatu ”Dana Belajar” itu diperluas jangkauannya. berangsur-angsur menumbuhkan otonomi dan desentralisasi politik di Hindia Belanda. Akan tetapi. Sejalan dengan perubahan politik pemerintah kolonial yang hendak memajukan bidang pendidikan. peralihan kekuasaan dari Negeri Belanda ke Hindia Belanda tidak pernah dilaksanakan.

STOVIA oleh pelajar-pelajar STOVIA didirikan organisasi bernama Budi Utomo dan Sutomo ditunjuk sebagai ketua. Budi Utomo merupakan organisasi pribumi pertama menurut model Barat, suatu organisasi yang pengurusnya secara periodik dipilih, mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mempunyai program, mengadakan rapat-rapat, kongres, dan anggotanya mempunyai hak suara. Lahirnya BU oleh Akira Nagazumi sebagai bangkitnya nasionalisme Indonesia. Setelah itu, mahasiswa Indonesia yang belajar di Negeri Belanda pada tahun yang sama mendirikan organisasi bernama Indische Vereeniging (IV) yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan. Pada tahun-tahun belasan, karena mengikuti jejak BU di satu pihak dan karena adanya pengaruh dari luar Indonesia, bermunculan berbagai macam organisasi. 9 Secara khronologis, tahun 1911 di Solo, Jawa Tengah berdiri organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh H. Samanhudi yang bergerak di bidang social ekonomi. Organisasi itu didirikan untuk menghadapi pedagang-pedagang Cina di kota itu yang telah mempermainkan harga bahan batik. Setahun kemudian, namanya diganti menjadi Sarekat Islam (SI) agar lebih banyak orang-orang Islam dapat masuk menjadi anggota. Di Yogyakarta tahun 1912 K.H. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi sosial keagamaan bernama Muhammadiyah. Pada tahun 1912 E.F.E. Douwes Dekker di Bandung mendirikan organisasi politik Indische Partij, statu organisasi yang pertama kali memakai nama partai yang mempunyai konsep nasionalisme Hindia (Indisch Nationalism). Organisasi ini yang menerima berbagai etnik yaitu kaum Indo-Eropa dan pribumi, radikal, menuntut kemerdekaan Hindia. H.J.F.M. Sneevliet tahun 1914 di Semarang mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV), suatu organisasi yang bersifat internasional menyebarkan ideologi sosialisme. Dalam perkembangannya, karena pengaruh revolusi Rusia, organisasi ini tahun 1923 berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain organisasi politik, berdiri juga sarekat-sarekat sekerja, organisasi pemuda,
9

perempuan,

dan kepanduan.

Organisasi-organisasi tersebut

Kejadian-kejadian di luar Indonesia yang menambah kemauan mendirikan organisasi di Indonesia adalah Revolusi di Tiongkok tahun 1911 yang menggulingkan pemerintahan Dinasti Manchu dan berdirinya Republik Tiongkok; pan-Islamisme, menyebarnya ajaran Marxismo (sosialisme dan sesudah revolusi di Rusia juga komunisme), azas-azas Perjanjian Versailles yang tidak dijalankan (hak bangsa untuk mengatur diri sendiri), berdirinya Volkenbond dan Labour office, gerakan di Irlandia, gerakan di India ; empat belas Pasal Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat, khususnya hak menentukan nasib sendiri bangsabangsa.

41

merupakan organisasi gerakan nasional yang tujuan akhirnya adalah kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa Indonesia di Negri Belanda yang datang ke sana setelah Perang Dunia Kedua, lebih banyak kesadaran politiknya dari pada angkatan-angkatan sebelumnya. Sebabnya karena mereka sebelum berangkat ke Negeri Belanda telah memasuki berbagai gerakan kebangsaan. Mereka terus bergabung dalam organisasi mahasiswa Indonesia Indische Vereeniging (IV) yang didirikan tahun 1908. Pada tahun 1920-an peran sosial dan kebudayaan dari IV masih ada, tetapi yang utama adalah bidang politik. Pada tahun 1922 namanya diubah menjadi Indonesische Vereeniging10 dan nama majalahnya yang semula bernama Hindia Poetera diganti menjadi Indonesia Merdeka.11 Pada tahun 1924 keterangan dasar IV adalah sebagai berikut: (1) Hanya Indonesia yang bersatu, dengan menyingkirkan perbedaan-perbedaan golongan, dapat mematahkan kekuasaan

penjajahan; (2) Tujuan bersama – memerdekakan Indonesia – menghendaki adanya suatu aksi massa nasional yang insyaf dan berdasar kepada tenaga sendiri; (3) Melihat dua macam penjajahan, politik dan ekonomi, aksi itu adalah suatu persediaan bagi kemerdekaan politik dan satu sikap menentang kapital asing yang menyedot kekayaan Indonesia. Ketua IV Nazir Pamoncak menegaskan politik nonkoperasi sebagai sendi perjuangan rakyat Indonesia. Kerjasama dengan si penjajah untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia, tidak lain dari menipu diri sendiri. Kerjasama hanya mungkin antara dua golongan yang sama hak, kewajibannya, dan kepentingannya. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, maka kerja sama berarti mempermainkan yang lemah oleh yang kuat, memperlakukan yang lemah sebagai alat untuk kepentingannya sendiri. Sebab itu PI menolak kerjasama dan tetap menuju tujuan sendiri. 12 Sejak 8 Februari 1925 nama organisasi diganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI),13 dan organisasai dikembangkan

10 11

Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 126. PI adalah organisasi pertama yang pertama kali menggunakan Istilah “Indonesia” sebagai nama organisasinya. 12 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 156 dan 158. 13 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 171.

42

menjadi organisasi yang mengutakan masalah-masalah politik sebagai bagian dari identitas nasional yang baru.14 Perkembangan PI menjadi organisasi politik terutama merupakan hasil usaha Mohammad Hatta. Kegiatan PI diarahkan untuk mencapai tiga tujuan, pertama, menyadarkan mahasiswa agar semakin percaya merasa diri sebagai orang Indonesia. Kedua, PI harus berusaha menghapuskan gambaran tentang Indonesia yang diciptakan oleh pemerintah Belanda. Ketiga, yang terpenting adalah mereka harus mengembangkan ideologi yang kuat dan bebas dari pembatasan-pembatasan Islam dan komunisme.15 Para anggota PI dari Negeri Belanda mengamati gerakan nasional di Indonesia. Mereka kecewa terhadap semangat partai-partai politik dan terhadap kegagalan mereka menciptakan suatu organisasi massa yang kuat untuk melawan Belanda. Oleh karena itu mereka membuat ideologi baru sebagai langkah pertama untuk menyusun gerakan kebangsaan jika mereka kembali ke tanah air. Ada empat pikiran pokok dalam ideologi PI yang dikembangkan sejak tahun 1925. Ideologi PI menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang utama. Pokokpokok pikiran PI adalah sebagai berikut. Kesatuan nasional: perlu mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan perlu dibentuk kesatuan aksi melawan Belanda untuk menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu; Solidaritas: tanpa melihat perbedaan antara sesama orang Indonesia, perlu disadari adanya pertentangan kepentingan yang mendasar antara penjajah dan terjajah. Kaum nasionalis harus mempertajam konflik antara orang kulit putih dan orang kulit sawo matang; Nonkoperasi: keharusan untuk menyadari bahwa kemerdekaan bukan hadiah sukarela dari Belanda melainkan harus direbut oleh bangsa Indonesia dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, oleh karena itu tidak perlu mengindahkan dewan perwakilan kolonial seperti Volksraad;

14

Mereka yang menjadi anggota PI hanya sekelompok kecil dari seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda. Tahun 1926, puncak aktivitas PI, jumlah anggota PI hanya 38 orang. Akhir tahun 1927 jumlah seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda diperkirakan 109 orang, hanya 20 orang yang menjadi anggota PI. (Ingleson, hlm. 2). 15 Ingleson, hlm. 4.

43

Untuk itu pada tahun 1926 dan kemudian tahun 1928 diselenggarakan kongres pemuda nasional pertama dan kedua. Atas usaha Sukarno dan orang-orang yang tergabung dalam Algemene Studieclub pada 4 Juli 1927 didirikan partai baru bernama Perserikatan17 Nasional Indonesia (PNI). Kemudian. 16 17 Ingleson. 5. dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Di kalangan pemuda ada hasrat untuk menyatukan organisasi-organisasi pemuda. Kongres nasional pemuda kedua bulan Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda. nonkoperasi. Para anggota PI yang kembali ke tanah air mencoba memasuki organisasiorganisasi etnis seperti BU dan Pasundan dan berusaha untuk merubah wawasannya dari dalam. politik. hlm. PSI. Kaum Betawi. satu bangsa: Indonesia. Ada kelompok yang penting yaitu Indnosesische Studieclub di Surabaya pimpinan dr. dan hukum yang berakar dalam masyarakat pribumi dan sejajar dengan administrasi kolonial. Usahanya tidak berhasil. dan Kelompok Studi Indonesia bergabung dalam satu fron bersama sebagai ”fron sawo matang” melawan ”fron kulit putih” Belanda. solidaritas. Budi Utomo. untuk menyatukan gerakan nasional menjadi lebih besar. pada bulan Desember 1927 didirikan badan federatif partai-partai politik dengan nama Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). Beberapa partai politik yaitu PNI. Sarekat Sumatra. Melalui majalahnya dan anggota PI yang kembali ke tanah air. satu nusa: Indonesia. ekonomi. 44 . Dalam kongresnya pertama kata ”Perserikatan” diganti menjadi ”Partai”. dan swadaya. sosial. Pasundan. Sutomo dan Algemene Studieclub di Bandung pimpinan Sukarno. ideologi PI sampai di Indonesia. lahirlah Indonesia Muda pada awal tahun 1931.Swadaya: dengan mengandalkan kekuatan sendiri perlu dikembangkan struktur alternatif dalam kehidupan nasional. yaitu kesatuan nasional. oleh karena itu mereka tetap di luar dan mereka mendirikan kelompok-kelompok studi. 16 PI menekankan bahwa ideologi PI harus dilaksanakan benar-benar oleh suatu partai yang merasa bertanggung jawab kepada rakyat yang berusaha mencapai kemerdekaan melalui jalan aksi massa. Partai ini melaksanakan ideologi PI. Semangat persatuan itu menyatukan berbagai organisasi pemuda yang berdasarkan etnis/daerah menjadi satu.

oleh Sartono Katodirdjo disebut sebagai proto nasionlisme. tujuan gerakan adalah penghapusan setiap bentuk kekuasaan kolonial. dan keagamaan. kemerdekaan nasional merupakan syarat utama pembangunan masyarakat Indonesia. Tahun tiga puluhan rasa persatuan nasional telah meliputi berbagai organisasi. kemudian dibentuk. Perlawanan itu berupa perang-perang untuk mengusir penguasa bangsa asing itu dari wilayang mereka. Gerakan melawan penjajahan bangsa Barat menggunakan senjata dari Barat. Yang disebut belakangan ini 45 . Sedangkan Parindra merumuskannya tidak terlalu tajam. gerakan perlawanan terhadap Belanda yang dipelopori dengan lahirnya organisasi Budi Utomo (BU). yaitu: (1) Usaha nasionalisme lebih dari hanya ditujukan di bidang politik dan budaya.Organisasi perempuan pada bulan Desember tahun 1928 menyelenggarakan kongres perempuan pertama. Badan-badan federatif yang baru yang mencakup organisasi lebih banyak. Tujuan perlawanan itu adalah kemerdekaan bangsa. diperintah oleh orang-orangnya sendiri. Ada keinginan untuk memegang nasib di tangan sendiri. Sejak itu ada perlawanan orang di Indonesia melawan Belanda kemudian melawan Jepang. 17-18). Gerakan rakyat Indonesia adalah usaha untuk perubahan dan pembaruan menuju kemerdekaan. (Pluvier. Sejak awal abad ke-20 di Indonesia lahir gerakan emansipasi. (2) Keinginan-keinginan akan pembaruan di bidang sosial dan keagamaan. walaupun nanti keadaan pada umumnya lebih jelek dari pada di bawah kekuasaan asing. Rakyat terjajah menentang kekuasaan asing. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia dimulai dengan pembentukan nasionalisme Indonesia. Mereka ingin mengatur urusannya sendiri. hlm. Sesungguhnya perlawanan terhadap penguasa bangsa lain di Indonesia sudah dimulai sejak adanya kekuasaan bangsa tersebut di Indonesia yaitu sejak awal abad ke17. Sifat nasionalisme Indonesia ada dua. ekonomi. berupa organisasi. diputuskan didirikan badan persatuan organisasi perempuan bernama Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII). Perlawanan itu bersifat lokal. Di kalangan organisasi kepanduan pada tahun 1931 organisasi kepanduan berfusi lahirlah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). tetapi juga di bidang sosial. Menurut PNI.Gerakan itu diorganisasikan menurut model gerakan Barat.

Mereka mempunyai keyakinan. dan mereka berani mengambil risiko. bahwa perubahan-perubahan itu harus dipaksakan dengan jalan selfreliance. tidak mungkin ada kerjasama untuk mewujudkan aspirasi-aspirasi nasional. Sebagian karena takut. Bagaimadiirna wujud dari masyarakat baru sesudah merdeka itu merupakan pokok pembicaraan penting. (Pluvier. kemerdekaan ekonomi harus lebih didahulukan dari keperdekaan politik. dari pada hidup seperti di sorga. tetapi diperintah oleh bangsa asing”. Sebagian lain orang berusaha merebut kepemimpinan 46 . sehingga orang berusaha untuk menahan perkembangannya. Sebaliknya. hlm. yaitu koperasi dan nonkoperasi. (Pluvier. Perbedaan di antara kedua golongan itu adalah pada taktik dan keyakinan mereka. Tujuan pertama diarahkan terhadap kekuasaan asing yang dipandangnya sebagai bahaya yang paling besar mengancam masyarakat. Sikap kaum bangsawan terhadap pergerakan itu bercabang dua. Orang harus melaksanakan politik yang prinsipiil dan yakin. Kata-kata klasik dari Quezon: ”We would rather be governed like hell and do it ourselves than like heaven and have it done for us” (”Lebih baik kita hidup seperti di neraka tetapi diperintah oleh orangorang kita sendiri. kepercayaan kepada kekuatan diri sendiri. Menurut kaum koperator. tidak dengan mengemis-ngemis (Tilak). bahwa berhubung dengan dasar perbedaan kepentingan antara yang yang berkuasa dan yang dikuasai. Kerja sama demikian dengan pemerintah hanya berarti memperkuat kekuasaan penjajah. mereka tetap kaum nasionalis. Kaum nonkoperator menyisihkan diri dari pemerintah HB. Nasionalisme Indonesia dalam keseluruhannya merupakan gejala yang sama seperti nasionalisme lainnya. kaum koperator dinamakan sebagai kaum sederhana dan loyal. mereka tidak duduk dalam dewan perwakilan. baik di Dewan Rakyat maupun di dewan-dewan local yaitu Dewan Propinsi atau Dewan Kabupaten. Mereka kurang keras dan agresif dan rapat-rapat mereka bukan rapat massa kaum marhaen.disadari oleh kaum nasionlis. hlm. Taktik untuk mencapai tujuan ada dua cara. namun yang lebih penting adalah tuntutan agar supaya diutamakan lebih dahulu lenyapnya rezim kolonial. tetapi dapat juga membahayakan kekuasaan mereka sendiri. bahwa gerakan rakyat yang kuat tidak saja merupakan bahaya bagi rezim colonial.) Pemerintah Hindia Belanda memandang mereka sebagai kaum ekstremis yang destruktif. 18). tidak loyal. Walaupun demikian. karena mereka juga bercita-cita untuk meningkatkan ekonomi dan kemerdekaan. 19.

Belanda telah menempatkan suku-suku dan bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara di bawah satu lingkungan kenegaraan. op. Perluasan agama ini dalam abad ke-15 dan 16 adalah sejajar dengan mendesaknya pengaruh dari Barat. Kelas kedua dalam masyarakat adalah kaum ambtenaar.M. Di abad ke-19 posisi mereka bertambah kuat setelah rakyat di sebagian besar kepulauan nusantara masuk agama Islam. Van Hoeve. berhubung dengan perbedaan besar di antara pelbagai penduduk itu. Perbedaan itu benar. bahwa tidak akan ada bangsa Indonesia dan bahwa nasionalisme Indonesia itu sama sekali tidak mempunyai hak hidup. Perbedaan bahasa dan kebiasaan bukan penghalang dalam perjuangan bersama mencapai kemerdekaan nasional. Raja-raja sering bersekutu dengan mereka melawan pembesar-pembesar Belanda. Pengaruh agama Islam itu kuat sekali Ia memberikan kepada bangsa rasa senasib sepenangungan. Overzicht van de Ontwikkwling der Nationalistische Beweging in Indonesie in jaren 19301942. Pluvier. Pihak Belanda sering ditunjukkan. dapat dipulihkan kembali. merasa tertelan oleh stelsel kolonial yang tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menduduki pos-pos yang lebih tinggi dalam kehidupan politik dan ekonomi.dalam pergerakan itu untuk mendapatkan sokongan dari rakyat dan dengan demikian pengaruhnya yang lama. Di zaman VOC mereka merupakan unsur yang paling keras. kaum intelek atau semi intelek yang bekerja pada gubernemen atau perusahaan-perusahaan. Persatuan yang sedikit banyak hendak dipertahankan oleh kaum nasionalis. 18 Faktor penting bagi perkembangan nasionalisme ialah sifat dari agama Islam yang mengandung unsur-unsur yang baik. Pluvier. Reaksi agama Islam dan nasionalisme adalah terhadap pengaruh Barat. menentang tradisionalisme dan formalisme. tapi keliru untuk mengambil kesimpulan 18 J. Meski terdiri dari berjenis-jenis rakyat. walau hanya sebagian. reaksi orang-orang Islam memakai cara-cara yang antagonistis yaitu dengan suatu gerakan yang sifatnya reformistis. 47 . Politik orang-orang Belanda adalah sebanyak mungkin bekerja sama dengan pembesar-pembesar feodal dan tentang menjalankan agama Islam. Di satu pihak kaum nasionalis melancarkan perlawanan yang aktif dengan cara Barat. lama-lama timbul kesadaran untuk bersatu menjadi satu bangsa Indonesia.M. 19 Dalam nasionalisme Indonesia hidup suatu tendensi untuk bersatu. cit. 1953. Den Haag-Bandung: W. 19 J. Ia menciptakan semacam ”pra-nasionalisme” yang memberikan sokongan kepada nasionalisme.

tapi apakah ada sesuatu yang tumbuh. Di lain pihak sikap Belanda lebih senang dengan nasionalisme Sunda. Gokhale. Yang perlu adalah dalam unsur-unsur yang membentuk masyarakat itu. Kemudian ide ini diambil oleh partai-partai lain. Pluvier. dan kultur. 48 . Soalnya bukan apakah ada persatuan. Partai Kongres contoh yang ditiru kaum nasionalis Indonesia dalam organisasiorganisasi mereka. Politik nonkoperasi ditiru. Kebanyakan pembesar-pembesar feodal memperlihatkan nasionalisme kedaerahan yang didasarkan atas tradisi dan adat yang menjadikan mereka berkuasa.M. Cokroaminoto di tahun 1916 pada kongres nasional menunjukkan bahwa istilah ”nasional” itu berarti bahwa pergerakan rakyat itu bertujuan membentuk suatu persatuan yang kokoh kuat dari seluruh rakyat di kepulauan nusantara yang dengan seia sekata berusaha menjadi satu ”nasion”. ide persatuan Indonesia dengan sadar maju kemuka. (Pluvier. suatu usaha swadesi. untuk mempertahankan dan mengorganisir persatuan itu. atau Bali dari pada nasionalisme yang melingkupi seluruh Nusantara. tidak cukup dengan adanya persamaan bahasa. juga dilancarkan. dan ini penting. Sebelum tahun 1927 pergerakan politik berada pada taraf kedaerahan. 20 Gerakan nasional di India banyak memberi isi kepada perkembangan nasionalisme di Indonesia. Satu-satunya pergerakan yang semua nasional adalah SI. boikot ekonomi. Jawa. Mengadudomba perbedaan-perbedaan dari rakyat itu satu alat politik pemecah belah dari golongan kecil yang memerintah massa berjuta-juta yang harus mereka anut untuk dapat bertahan. 20 J. Kebangkitan dari negeri Cina membawa pengaruh besar. agama. sedikit banyak berkembang kesadaran untuk bersatu. ”Untuk terbentuknya suatu nasion itu. Tumbuhnya rasa senasibsepenanggungan. Pemerintah menyokong patriotisme lokal membuat kaum nasionalis curiga. adanya persamaan hal-hal sejarah dan pemerintahan. op. Tilak. hlm. Yang terakhir ini yang terjadi. dan Nehru mempunyai arti lebih besar. juga oleh partai-partai lokal. cit. 26). Orang berusaha untuk menyokong nasionalisme lokal supaya lebih kuat menghadapi nasionalisme Indonesia dan orang menunjukkan akan bahaya dari pada ”penjajahan orang-orang Jawa” atas golongan-golongan penduduk lainnya. kemauan dari suatu bangsa. Baru sesudah PNI. Gandhi.seperti di atas.

satu bangsa. 49 . 59. 21 Gerakan emansipasi mencapai titik-titik terang pada ongres BU pertama tahun 1908. Jakarta: PT Gramedia. Nagazumi. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Nasionalisme dan kolonialisme tidak terlepas satu sama lain.Jilid II. Nasionalisme sebagai jawaban yang ditimbulkan oleh situasi kolonial. John. Jakarta: LP3ES. Grafiti dan KITLV).Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh kekuasaan Barat di negara-negara Asia. Jakarta: Gramedia.M. Memoir. KITLV. Jakarta: Hasta Mitra. Dengan Semangat Berkobat: Nasionalisme dan Gerakan Pemuda di Indonesia. Hans Van. V. dan gerakan nasional di negara-negara tetangga seperti India dan Filipina memberi pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme. J. Miert. 1983. Sejarah Nasional Indonesia. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Djoened dan Nugroho Notosusanto. Kartodirdjo. Yakarta: Grafiti. (Edisi Pemutakhiran). Banyak sebab yang dapat menimbulkan nasionalisme. dn VI. Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia Tahun 1927-1934. memperbesar kesadaran nasional dan menyebabkan bangsa Indonesia memiliki rasa harga diri kembali. Akira. 1908-1918. 1989. 2003. (Terj. IV. Mohammad. satu bahasa” yaitu indonesia. 1979.5. Sudewo Satiman). Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo. Gerakan Turki Muda. Jakarta: Balai Pustaka. hlm. Sartono. Yakarta: Tintamas. 2008. kongres nasional pemuda kedua tahun 1928 yang menghasilkan ”satu tanah air. kongres kebudayaan tahun 1916. Marwati. Jilid 2. Zamakhsyari Dhofier). Daftar Pustaka Hatta. Revolusi Cina. 1990. Ingleson. 1918-1930). Pluvier. 2. ada pengaruh satu sama lain. Overzicht van de Ontwikkeling der Nationalistische beweging in 21 Sartono Kartodirdjo. (Terj. III. Poesponegoro. Kebangunan nasional di Indonesia berhubungan erat dengan kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905. (Terj. Pustaka Utan Kayu.

Indonesie. (Terj. A. Cetakan ke-4. H..C. Den Haag – Bandung: W. Sukarno. Ricklefs. van Hoeve. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Sukarno di hadapan Hakim Colonial Tahun 1930. in de jaren 1930 tot 1942.K. 1953 Pringgodigdo. 1960. 1991. Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia. Drs. Djakarta: Pustaka Rakjat.. 50 . Dharmono Hardjowidjono).

Arab. Sejak itulah wilayah Nusantara bagian tengah dan timur kemudian menjadi jalur pelayaran dan perdagangan yang cukup ramai. seperti tekstil. nama yang 51 . Kayu cendana banyak dihasilkan di Pulau Timor dan Sumba. kayu cendana. sementara pala dan bunga pala banyak dihasilkan di kepulauan Banda. India. Makasar. dan berbagai suku di Nusantara yang menjadi pedagang dengan mengunjungi wilayah-wilayah yang menjadi penghasil produk yang diinginkan. porselain. pala. seperti angin buritan atau angin haluan. selat. Adanya perbedaan produk dari masing-masing daerah. Bugis. Dengan mengikuti sistem angin ini maka para pedagang dapat memperkirakan keberangkatan atau kepulangan perahuperahu mereka. dan lain-lain dengan produk-produk setempat. bunga pala. dan Ambon. dan lain sebagainya merupakan produk lokal Nusantara. kemudian memunculkan sistem pertukaran dan jual beli di banyak pelabuhan di Nusantara. pengetahuan tentang sistem angin dan musim menjadi pengetahuan yang penting untuk dimiliki para pelaut. di mana kapal-kapal asing dan lokal saling menukarkan barang-barangnya. alat-alat logam. Dalam dunia pelayaran selama abad ke-16 sampai abad ke-18. lada. Jawa. dan pulau-pulau yang berada di sekitar Selat Karimata dan Selat Malaka menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru tempat. Seram.Bab 3 Ekonomi dan Perdagangan di Indonesia Perdagangan dan Pelayaran di Nusantara Masa Awal sampai Abad ke-19 Letak geografis kepulauan Indonesia yang berada dalam jalur pelayaran dan perdagangan yang ramai antara Asia Timur dengan Asia Selatan dan Asia Barat membuat laut. beras. Halmahera. sedangkan lada banyak dihasilkan dari Banten. dan pesisir timur dan utara Pulau Sumatra. Tidore. Cengkeh dihasilkan dari Ternate. Selain itu hasil produk yang terkenal sebagai mata dagangan ekspor yang sangat laris di pasaran adalah cengkeh. Sehingga sudah sejak masa sebelum abad ke-10. Karena bagaimanapun juga kapal layar mereka sangat membutuhkan tiupan angin yang secara berkala berubah sesuai dengan musimnya. Bahkan beberapa nama angin diberi nama sesuai dengan arah angin yang datang ketika kapal sedang berlayar. Lampung. Malaka. banyak kapalkapal dagang dari Cina. sutera.

Angin tenggara berubah menjadi angin barat daya sedangkan angin timur laut berubah menjadi angin barat laut. Pada bulan-bulan Desember sampai Pebruari bertiup angin barat dan pada bulan September sampai Nopember bertiup angin timur. Sumatera Utara. Sejarah Nasional Indonesia. Jilid III. kapal-kapal dagang dapat berlayar pada bulan Juni sampai Agustus ketika angin bertiup ke arah utara. Vietnam. 22 Letak kepulauan Nusantara di tengah-tengah garis katulistiwa (equator) menyebabkan di sebelah selatan katulistiwa bertiup Angin Pasat Tenggara dan di sebelah utara katulistiwa bertiup Angin Pasat Timur Laut yang bertiup sepanjang tahun.. Depdikbud.101-102 23 Ibid. hal. hal. Balai Pustaka. 24 Dalam satu contoh. Kemudian kapal-kapal tersebut dapat kembali ke selatan pada bulan September sampai Desember dengan mengikuti angin yang bertiup ke selatan. 103 52 .. 102 24 Ibid. adanya hubungan pelayaran dan perdagangan awal antara India dengan Nusantara.lain misalnya angin turutan yang mendorong keras dari arah buritan. Jawa. Malaka. Prasasti ini menggambarkan adanya hubungan dagang antara Sumatra dan India sejak 1088 M. dapat kita lihat dari ditemukannya sebuah prasasti berbahasa Tamil (India Selatan) yang berangka tahun 1088 M. angin sakal yang menghambat pelayaran karena bertiup dari depan. hal. dan Makasar berangkat ke arah Maluku dengan angin barat. membuat angin yang bertiup berubah arah ketika melintasi katulistiwa.23 Dengan mengikuti pola angin yang sama kapal-kapal dari India dapat berangkat ke arah Malaka dan sebaliknya. sedangkan mereka pulang dengan dorongan angin timur kembali ke tempat asal kapal-kapal dagang tersebut. Jakarta. karena ternyata isi dari prasasti ditulis oleh perkumpulan pedagang asal Tamil di Barus. Pada saat-saat itu kapal-kapal dapat berlayar dari Aceh. Dalam ulasan lain digambarkan bagaimana komoditi kapur Barus telah dikenal luas di kalangan pedagang Arab dan India bahkan produk ini juga diperdagangkan sampai Eropa.. Kapur 22 Marwati Djoened Poesponegoro. Untuk perjalanan ke arah Campa. Namun karena letak Nusantara adalah di antara benua-benua yang berbeda tekanan udaranya dan posisi peredaran bumi terhadap matahari. dan angin paksa yang membuat kapalkapal terpaksa membuang sauh di pelabuhan atau di teluk demi keamanan dari ancaman badai. Cina. dan negeri-negeri di Asia Timur.

Selain itu ditemukannya keramik-keramik Cina di Barus menunjukkan sudah adanya hubungan perdagangan antara Cina dengan Barus di pantai barat Sumatera Utara. 2002. Jakarta. sehingga mata pencaharian penduduk juga sangat tergantung dari mengolah laut. op.barus ini merupakan bahan wewangian dan obat-obatan yang dipergunakan di Arab dan India. Selain itu kapal-kapal dengan berat ratusan ton juga dibuat di galangan kapal di pantai utara Jawa. menjadikan wilayah pantai di Nusantara sangat panjang dan luas.. cit. dan Cina berlangsung. cit. EFEO-Pusat Penelitian Arkeologi-Yayasan Obor Indonesia..25 Dengan demikian sudah sejak lama hubungan perdagangan antara Nusantara dengan daerah-daerah di Asia Barat. Gambar Relief kapal besar bercadik pada candi Borobudur memperlihatkan kemampuan bahari masyarakat terutama yang dipergunakan di pantai Y. lambung yang berpasak.. Dalam penelitian Antony Reid disebutkan bahwa kapal-kapal yang berlayar di Asia Tenggara dan Indonesia jauh lebih besar dengan dua atau tiga tiang. Dari beberapa keterangan pelaut Portugis. 48-55 53 . 27 Dalam kebudayaan Nusantara kemampuan membuat perahu sudah mereka miliki sejak lama. Perkembangan perahu-perahu bercadik yang dibuat secara sederhana dari kayu yang dilubangi tengahnya seperti lesung dan diberikan kayu penyeimbang di kiri dan kanan badan kapal. “ Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus: Suatu Peninjauan Kembali”. hal. hal.26 Kondisi geografis kepulauan Nusantara yang dilingkupi laut dan selat. 26 27 25 Marwati Djoened Poesponegoro. Lobu Tua: Sejarah Awal Barus. ed. 104-107 Antony Reid. dan kemudi kembar. dalam Claude Guillot. Kegiatan ini sudah tentu membutuhkan alat transportasi yang dapat dipakai untuk berlayar ke tengah laut mencari ikan atau menyeberangi laut dan selat untuk berdagang dengan daerah seberang selat atau laut. mereka mengatakan bahwa para pelaut di Asia dan juga di Nusantara sudah menggunakan peta dan alat-alat navigasi seperti yang dimiliki oleh Portugis. Subbarayalu. Asia Selatan. Namun penduduk di Asia Tenggara dan Indonesia sejak abad ke-16 mampu membuat kapal dengan konstruksi badan kapal terbuat dari papan. Tambahan lagi banyak kapal-kapal Portugis ataupun Belanda yang melakukan pelayaran menuju kepulauan Nusantara menyewa tenaga navigator dari masyarakat setempat. op.

Cengkeh hanya dihasilkan di Ternate. Kemudian pada abad ke-16 pohon cengkeh juga ditanam di Pulau Bacan. tekstil. peledang. Tidore. Sementara itu hasil 28 Marwati Djoened Poesponegoro. dan ikan asin ini telah menjadi produk yang sangat dicari karena harganya yang mahal. bunga pala. kayu cendana. dan sebagianya.28 Ramainya perdagangan dan pelayaran tidak terlepas dari peran bandar atau pelabuhan yang menyediakan bermacam fasilitas bagi para pedagang yang hendak menjual atau membeli barang dagangan. Namun perdagangan yang paling utama pada abad ke-16 sampai 18 adalah rempah-rempah. padewakang. Di samping itu rempah-rempah yang terdiri dari cengkeh. dan Seram. Banyaknya jenis kapal tersebut menunjukkan pula kemampuan masyarakat mampu membuat kapal yang baik untuk pelayaran jarak jauh maupun jarak dekat. Kapal jenis jukung. dan sebagainya menunjukkan keanekaragaman jenis kapal di Nusantara. Ambon. Makian. op. golekan. dan begitu banyak yang lainnya di pulaupulau besar dan kecil. Nusa Tenggara.utara Jawa pada abad ke-9 M. Burma. beras. kayu sapan. cit. Sedangkan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Banda dan Seram Selatan. Barang-barang ini seringkali dipertukarkan secara barter atau dengan mata uang perak atau emas. Mereka menjualnya kepada para pedagang yang datang dengan menukarkannya dengan barang-barang dari Cina. seperti sutera. dan Motir. kain yang halus. kepulauan Maluku. kayu manis. kain yang kasar. Pantai utara Jawa dalam laporan Portugis merupakan pusat penghasil kapal-kapal berbadan besar selain yang di datangkan dari Pegu. Tidore. pinisi. pala. korakora. batu permata. sepanjang pantai utara Jawa. Pelabuhan-pelabuhan ini menyebar mulai dari bagian utara. senjata api. Sulawesi Selatan. sagu. lambo. pala. timur. alat-alat logam. tuak. porselain. dan sebagainya. mayang janggolan. Sepertinya rempah-rempah yang produksinya lebih sedikit dibandingkan produksi beras. Asia Barat. Ternate. Beberapa daerah menjual produk setempat yang tidak diproduksi di tempat lain seperti cengkeh. dan India. 144-148 54 . Barang-barang yang diperdagangkan dalam pelayaran dan perdagangan di Nusantara itu sangat banyak dan bervariasi. dan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Maluku. Rempah-rempah inilah yang menarik perhatian bangsa Eropa berdatangan ke Nusantara dengan melakukan pelayaran samudera menyusuri pantai Afrika menuju ke India dan Selat Malaka. hal.. dan selatan Pulau Sumatra. Semenanjung Malayu.

dan lain-lain berbondong-bondong berdatangan ke Maluku dan Nusa Tenggara bagian timur untuk membeli rempah-rempah dan kayu cendana. Aceh. Dari Ekspansi Hingga Krisis II: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Jalur baru ini membuat Portugis tidak lagi menjadi Anthony Reid. dan lain sebagainya.. terutama ke Ternate dan Tidore. Selama hampir setengah abad kekuatan Portugis mendominasi Maluku. Melayu. 30 Tetapi kelemahan Portugis diakibatkan tidak mampunya armadanya mengamankan jalur pelayaran di Selat Malaka dan juga Goa di India Selatan. Makasar. Tome Pires dalam pelayarannya tahun 1515 di Maluku. hal. seperti beras. Armada Portugis pertama kali melakukan pelayaran ke Nusantara di bawah pimpinan Affonso de Albuquerque. benda logam. op. porselain. Di sana para pedagang menukarkan barangbarang yang mereka bawa dari tempat asalnya atau dari Cina dan India. Jakarta. hal. Yayasan Obor Indonesia. Para pedagang dari Jawa. menyeberangi Lautan Hindia dan langsung menuju ke Laut Merah. tekstil. menuliskan pendapatnya tentang tanaman rempah-rempah dan kayu cendana. Namun kenyataannya Malaka hanyalah gudang rempah-rempah. Bugis. Dengan demikian maka segera dikirim armada kapal ke Maluku. cit. dan barang dagangan ini tidak dikenal di tempat lain di dunia kecuali di tempat itu.29 Laporan Tome Pires di atas menunjukkan bahwa produk rempah-rempah dan kayu cendana merupakan mata dagangan ekspor yang menjanjikan keuntungan besar bagi para pedagang. sutera. sampai kemudian mengalami kemerosotan dan puncaknya adalah ketika kekuatan Portugis berhasil diusir dari Ternate. 17-18. sedangkan penghasil rempah-rempah ada di kepulauan Maluku. sekaligus menaklukkan Bandar Malaka pada tahun 1511 yang dikenal sebagai pasar rempah-rempah di Asia Tenggara. sehingga banyak kapal-kapal dagang yang membawa rempah-rempah dan produk lain dari Indonesia bagian tengah dan timur tidak singgah ke Malaka namun melalui jalur pantai barat Sumatra. sebagai berikut: Pedagang Melayu mengatakan bahwa Tuhan menciptakan Timor untuk kayu cendana dan Banda untuk bunga pala (fuli) dan Maluku untuk cengkeh. 4 30 29 Anthony Reid. dan kepulauan Maladewa. 27 55 . 1999. 2.hutan berupa kayu cendana juga merupakan mata dagangan yang laku di pasaran Cina dan India sehinga kayu cendana yang berasal dari Timor tersebut memiliki nilai jual yang tinggi.

32 Penyebab lain dari pelayaran orang Belanda dipengaruhi oleh penerbitan buku Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien (Catatan Perjalanan ke Timor atau Hindia Portugis) karya Jan Huygen van Linschoten. op. Sejarah Indonesia Modern.C. Asia Barat. Di samping itu daerah Nusa Tenggara juga menghasilkan produk-produk 31 Anthony Reid. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. Kegairahan para pelaut dan kapal-kapal dagang Belanda mengunjungi Nusantara disebabkan antara lain karena pecahnya perang kemerdekaan Belanda terhadap Spanyol selama 1560 sampai 1648. 31 Pada akhir abad ke-16 orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah langsung ke tempat produksinya di Maluku. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyusuri Laut Jawa. Laut Flores. Laporan Van Lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. hal. Sementara orang-orang Belanda adalah pedagang yang melayari rute Lisabon. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. Van Linschoten adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. cit.pusat bagi pasaran Eropa.. 36-38 32 56 . Jawa Barat pada tahun 1596. Portugal. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. yang berangkat tahun 1595 dan tiba di Pelabuhan Banten. Yogyakarta. 27 Ricklefs. Gadjah Mada University Press. dan Eropa Utara. Pelayaran pertama kapal-kapal Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman. hal. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. karena produk rempah-rempah mengalir melalui Mesir dan Laut Tengah. M. 1998. Tetapi pemerintah Spanyol yang menguasai Portugal melarang kapal-kapal dagang Belanda membeli rempah-rempah dari Lisabon. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. India. Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa dan di Malaka. dan Eropa.

membawa kemunduran bagi Malaka. 526-528 57 . dan lain-lain. Masuknya bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16 (1596) di Nusantara membawa perubahan yang besar. penyediaan komoditi dari berbagai wilayah. yaitu cengkeh dan pala. Dalam beberapa laporan. antara empat sampai lima ribu pelaut datang dan pergi dari Pelabuhan Malaka. Ramainya perdagangan rempah-rempah dan berbagai produk lainnya menjadikan India Timur (East Indies) bukan hanya menjadi kutub yang menarik namun juga menjadi jalur persilangan yang sibuk bagi pelayaran dan perdagangan. Pantar. membentuk lembaga perlindungan bagi keamanan kapal-kapal asing. seperti Flores. lilin. Para pedagang asal Gujarat inilah yang membawa lada dan rempah-rempah Tengah dan sekitar Laut Mediterania. Adanya hubungan pelayaran antara Malaka dan Maluku. Alor. Menurut Tome Pires. Kejatuhan Malaka pada tahun 1511 akibat serangan Armada Portugis yang dipimpin Afonso d’albuquerque. dan dari daerah lain di Indonesia bagian timur. membawa komoditi asal Maluku yang sangat laku di pasaran India dan Cina. dan kayu sapan. 33 Ramainya Bandar Malaka membuat banyak para pedagang dari Jawa. Dengan demikian wilayah tersebut sudah tersentuh dinamika pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai.yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. terutama bagi kota Malaka yang berdiri sejak awal abad ke-15. Di antara orang asing yang menjadi pedagang dalam jumlah besar adalah penduduk muslim asal Gujarat dan Calicut. Namun jangan lupa bahwa pelayaran ke Maluku mau tidak mau melewati Laut Flores di mana berhimpun beberapa pulau besar dan kecil. Timor. madu. Bugis. Banyak para pedagang Muslim yang mencari persinggahan di tempat lain terutama di pantai timur dan barat Sumatra dan juga di pesisir utara Jawa. peralatan rumah tangga. Pedagang Belanda dengan 33 sampai ke wilayah Timur Fernand Braudel. hal. op.. produk kayu cendana asal Timor dan juga Sumba sangat laku di pasaran Cina. Posisi Selat Malaka menjadi sangat strategis bagi lalu lintas pelayaran. Pedagang Hindu asal Coromandel yang dikenal dengan Keling juga banyak yang menjadi pedagang yang melayari rute India-Malaka. Pelabuhan Malaka terus berkembang sebagai penyedia sarana pelabuhan. menjadikan pelabuhan Malaka menjadi pasar rempah-rempah asal Maluku. Makasar. cit.

34 Untuk memantapkan kedudukannya di Hindia Timur. sebuah Sejarah Singkat tentang Persekutuan Dagang Hindia Belanda. dan juga sebagian wilayah Mataram di pantai utara Jawa membuktikan kekuatan laut yang dimiliki oleh VOC. Perebutan hegemoni pelayaran dan perdagangan di Nusantara yang dilakukan VOC menghadapi tantangan dari pelaut-pelaut Makasar dan juga Sultan Makasar. Kesultanan Ternate dan Tidore dipaksa menerima pertuanan VOC. produk dari laut. Kalimantan. Priangan. Jan Kompeni: Sejarah VOC Dalam Perang dan Damai 1602-1799. Banten. hal ini berakibat VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di pusat produksinya dan bahkan mengatur penanaman dan pengaturan panen untuk mengendalikan harga. dan pantai utara Jawa diambil alih dari Mataram sampai pertengahan abad ke-18.segera mendirikan Veerenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tahun 1602 untuk mengkonsolidasikan kekuatan menghadapi para pedagang Eropa lainnya terutama Inggris dan Portugis. sehingga menimbulkan perang Makasar 1660-1667. Flores. Kekuatan laut VOC sejak abad ke-16 belum ada yang menandinginya di Nusantara. VOC memberlakukan pengawasan terhadap sentra-sentra produksi rempah-rempah dengan pelayaran Hongi (Hongi Tochten). Penaklukkan benteng-benteng Portugis di Ambon. rempah-rempah. VOC merebut Jayakarta dan menggantikannya dengan Batavia pada tahun 1619. VOC terus memperluas kekuasaan politik dan ekonominya di wilayah Hindia Timur. Lombok. Malaka. Budak. Cirebon. seperti barangbarang dari Maluku. Irian. Jawa. Selain itu beberapa kerajaan lokal seperti Kesultanan Makasar dipaksa untuk menerima monopoli perdagangan rempah-rempah. 1983 34 58 . Hal ini mengakibatkan VOC menguasai hegemoni politik dan ekonomi di Nusantara. Batavia kemudian dijadikan pusat administrasi bagi jaringan pelayaran dan perdagangannya di Asia. Sinar Harapan. seperti Ambon (tahun 1605) dan Pelabuhan Malaka (tahun 1640). Sumba.R. Makasar merupakan pelabuhan yang ramai sejak abad ke-16. Bali. dan juga Untuk melihat sejarah singkat VOC lihat C. Sumbawa. Jakarta. Berbagai macam komoditi dari berbagai daerah dapat dibeli dari Pelabuhan Makasar. Sejak itu. Banten direbut. penaklukkan Makasar. dan Philipina Selatan. Timor. Boxer. Beberapa wilayah direbut dari Portugis. pelanggaran atas kuota produksi akan menghadapi penangkapan dan penghancuran kebun rempah-rempah milik penduduk.

”Quantitative and Qualitative Approaches to The Sudy of Indonesia Trade: The Case of Makasar”. eds. Ibrahim Alfian. Namun peristiwa pembantaian Cina di Batavia. Hal ini terutama dilakukan oleh Inggris sampai abad ke-18. Dengan mengunakan perahu-perahunya orang-orang Makasar mengangkut berbagai komoditas dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. kapal-kapal Cina hanya diijinkan berdagang di Banjarmasin dan Makasar. Barang-barang dari India dan Cina dikenakan pajak dan barang-barang komoditi ekspor dijual dengan harga yang tinggi. Sutherland dan David S.. 375-377 59 . atau para pedagang Makasar yang membelinya dari Pelabuhan Malaka. opium. VOC melakukan praktek monopoli perdagangan yang Heather A. VOC melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dan yang lainnya. hal. juga melakukan ekspansi dengan menjual tekstil India. Jawa tahun 1740. Para pedagang swasta Inggris dalam melakukan perdagangan dengan Asia. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perlawanan dari kapal-kapal dagang dari berbagai bangsa dan daerah di Nusantara yang kemudian melakukan perdagangan ilegal atau penyelundupan. Penguasaan VOC atas Makasar membuat perubahan yang mendasar bagi Makasar. Ibrahim Alfian. VOC mulai membatasi kedatangan Jung Cina ke Nusantara. 372-374 36 35 T. menggunakan gudang-gudang sendiri.. eds. dalam T. dan senjata untuk dipertukarkan dengan berbagai mata dagangan dari berbagai pelabuhan di Asia.kayu cendana merupakan produk utama dari daerah timur. Bree. cit. Gadjah Mada University Press. Pelayaran kapal-kapal Cina yang mendatangkan banyak keuntungan ini sangat menarik perhatian VOC. Di samping itu banyak para pelaut dan pedagang Makasar yang juga melakukan perdagangan ilegal dengan menjual berbagai macam komoditi dari seluruh Nusantara. 35 Kebijakan ini menjadikan VOC melakukan ekspansi perdagangan dengan kapalkapal sendiri. Di samping itu para pedagang Cina dengan kapal-kapalnya yang besar sangat aktif berlayar dan memperdagangkan komoditi dari Cina ke Nusantara. 1992. hal. op. Dari Babad dan Hikayat sampai Sejarah Kritis. 36 Tetapi sejak kejatuhan pelabuhan Makasar. termasuk juga di Nusantara. perdagangan bebas di Nusantara mengalami kemerosotan. termasuk menjualnya melalui tokotokonya sendiri. Selain itu Makasar juga memperdagangkan produk-produk dari India dan Cina yang didapat dari kehadiran kapalkapal asing di Malaka..

dan terakhir pelayaran lokal. sarang burung. Eksploitasi Pulau Jawa yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda selama abad ke-19 juga menelantarkan daerah luar Jawa terutama di Indonesia bagian timur. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. 37 60 . atau pelabuhan laut dalam. Kapal-kapal pinisi dan padewakang milik orang Bugis-Makasar membawa produk-produk seperti lilin lebah. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan menggali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan J. pelayaran regional Asia Tenggara. dan bahkan kapal-kapal dari Bugis dan Makasar secara rutin berkunjung ke Singapura untuk menjual barang-barang yang dibawanya dari kepulauan Indonesia bagian timur.kemudian menjadikan perdagangan rempah-rempah menjadi kurang menarik. atau 6 kapal per hari. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. edisi draf. dan lain-lain. Thomas Lindblad. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. 37 Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. Tarif bea yang rendah yang diberlakukan Inggris di Pelabuhan Singapura membuat banyak pedagang dari Cina. Pelayaran yang menyinggahi Singapura itu terdiri atas tiga jenis. Passau. kedua. Arab. eds. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. kayu cendana.. 1999. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura per tahunnya. Mulai dari perahu-perahu kecil berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhan-pelabuahn di luar Pulau Jawa. menyadarkan pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk melakukan usaha-usaha untuk menyaingi ramainya perdagangan di Singapura. India.000 metrik ton. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara juga meningkat pesat. Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. hal. Namun munculnya pelabuhan bebas Singapura yang dibangun oleh Inggris tahun 1819. 97. dalam Howard Dick. beras.

dengan kapal yang bermuatan lebih besar.1. Pelayaran perahu ini masih memainkan Hanizah Idris. Sulawesi. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. 40 Sementara itu sejak tahun 1824.. Universiti Malaya No. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. hal. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama kallang di Singapura. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. 99 61 .38 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. Perkembangan Pelabuhan Singapura membuat Pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. atau musim Bugis.. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. terutama setelah banyaknya kapalkapal uap yang berlayar ke Singapura.. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka.39 Selain itu peran pedagang Bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar.. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. Jati. dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran.pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. terutama kapal-kapal Inggris. Jurnal Jabatan asia Tenggara. op. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa.23-25 39 40 38 Howard Dick. 1995. jung. Howard Dick. 98. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. eds. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. Kapal-kapal Cina berdagang di banyak wilayah di Nusantara. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20.. eds. Kalimantan. 1819-1941. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . dan di kota-kota pelabuhan di Nusantara. cit. op..000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun 1880. hal. jumlah mereka sekitar 135.cit. hal.

. dalam Anne Booth. dan Sambas (1834).C..cit. Banda. seperti memonopoli pengiriman barang-barang milik pemerintah. hal.42 Usaha ini sedikit berhasil seperti dapat kita lihat dari tulisan Sutherland tentang kedatangan kapal-kapal Cina langsung ke Pelabuhan Makasar selama pertengahan abad ke-19. eds. seringkali dijadikan studi sejarah oleh sejarawan kolonial yang seringkali tidak menuliskan peran para pedagang lokal dan Asia dalam pelayaran dan perdagangan pada masa itu. LP3ES. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. Kekuatan armada kapal yang diperlengkapi dengan meriam yang canggih menjadikan kapal-kapal Portugis dan terutama Belanda mempunyai kekuatan memaksakan perdagangan monopolinya. eds.. hal. 41 Kondisi tersebut yang membuat pemerintah Belanda berusaha menyaingi Singapura dengan membuka pelabuhan bebas di Riau (1829). op. Sukadana (1837). yaitu Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). Dia dianggap sejarawan yang mempelopori kajian sejarah maritim yang mengkritik cara penulisan historiografi kolonial tentang sejarah ekonomi di Nusantara.al. Pontianak. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. Dalam kumpulan tulisan yang dibukukan setelah dia 41 42 Howard Dick. Pengintegrasian Ekonomi dan Timbulnya suatu Perekonomian Nasional”. Dick. “Perdagangan Antarpulau. Kajian yang menggambarkan dinamika perdagangan masyarakat lokal di Nusantara dilakukan oleh J. 404-407 62 . KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. Peran para pedagang Eropa pada bad ke-16 sampai 18. Makasar (1847). yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. Sejarah Ekonomi Indonesia. Manado (1848). dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. Kedatangan kapal-kapal Eropa membawa pengaruh yang cukup penting dalam dunia perdagangan dan pelayaran di Nusantara. serta Ternate (1852). Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. Ambon.Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. 111-112 Howard W. van Leur. pengiriman surat. 1988.. et.

. dari pulau ke pulau. Depok. 191 45 Taufik Abdullah.43 Dalam bukunya itu. J. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern.meninggal kita dapat membacanya dalam “Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History”. 1997. hal. J. dalam Taufik Abdullah. Van Leur. dan di Cina sekitar 600 ton. hal..) 44 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peddling trade (perdagangan penjaja).45 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. op. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. eds. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. Sumur Bandung. Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History. cit.000 ton. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Bandung. dan dari benua ke benua dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. di India sekitar 200 ton.. 192 44 43 63 . PPKB-LP UI. Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. Pertama-tama perdagangan dilakukan dari satu tempat ke tempat lain. Bandung.C. 1960. yaitu investasi modal dari keuntungan.C. Peddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciri-ciri tertentu. eds. Leirissa. RZ. “Dr.. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. dia melihat perkembangan dari pelayaran dan perdagangan pribumi yang marak selama kekuasaan VOC berkuasa di Nusantara.

Bone.Makasar di Nusantara Peran orang-orang Bugis-Makasar dalam pelayaran di Nusantara sudah berlangsung sejak abad ke-16. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. N. dan lain-lainnya merupakan kerajaan dagang yang kuat. Luwu. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. 201-202 64 . Chauduri. cit. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Pelayaran Perahu Bugis. dan sebagainya. Pada waktu itu kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan.Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya itu. op. Sudah sejak 46 47 K.. Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. “Dr. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. Kekuatan perdagangan laut ini didukung oleh penduduk yang mayoritas hidup dari hasil laut dan perniagaan di laut. Lihat artikel RZ. op. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”.47 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. hal. dalam Taufik Abdullah. 3. cit. Hormus. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. Malaka. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. Chauduri46 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium.. Calicut.1. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia.C. K. Leirissa. J.. eds. seperti Gowa dengan pelabuhannya di Makasar. N. Kanton. Wajo.

mengakibatkan orang Bugis dan Makasar menetap di kepulauan Riau. seperti Wajo. Jawa Timur. siapapun boleh melayarinya. 1995. Sementara itu pengungsian besar-besaran dilakukan oleh orang-orang Makasar pasca penaklukkan Kerajaan Gowa-Tallo oleh kekuatan militer VOC dalam Perang Makasar 1666-1669. Keinginan VOC untuk mengontrol jalur perniagaan laut. dan kepulauan Nusa Tenggara.”The Bugis-Makasar Diaspora”. sejak perjanjian Bongaya. Dalam kebudayaan bahari yang dimiliki oleh orang Makasar. dengan pihak VOC yang ingin memaksakan monopoli. tetapi juga berpindah tempat. Luwu. terutama di daerah sekitar Sumatera Timur dan Semenanjung Malaya.48 Perang Makasar (1666-1668) sebenarnya dipicu oleh perang dagang antara Kerajaan Makasar yang menjadikan pelabuhannya bebas dikunjungi oleh kapal-kapal dari Eropa ataupun dari Asia dan Nusantara. Bone. Pelabuhan Makasar dianggap menyaingi perniagaan VOC. dan lain-lainnya. tekstil. porselain. Bahkan Sultan mengatakan: Leonard Y. 1667. menjadi pemimpin utama di wilayah Sulawesi Selatan. Vol. Permintaan VOC agar Sultan menerima monopoli perdagangan di Makasar ditolak oleh Sultan Hasanuddin. yang menandai kekalahan Kerajaan Gowa. LXVIII. Dalam catatan sumber-sumber Belanda. Keadaan ini dipicu oleh penaklukkan kerajaan Gowa-Tallo yang bersuku Makasar terhadap kerajaan-kerajaan Bugis. Andaya. ditolak oleh Sultan Hasanuddin. Pengungsian besar-besaran terjadi pada tahun 1669 ketika secara final VOC mengalahkan pemberontakan orang Makasar. hal. mereka memperdagangkan produk-produk rempah-rempah dari Maluku untuk dipertukarkan dengan membawa barang-barang yang dibeli dari Jawa dan Malaka. sutera. dan lain lain. mereka memiliki filosofi bahwa secara umum laut adalah milik bersama. seperti beras. barang-barang logam. Penaklukkan oleh orang-orang Makasar ini membuat banyak orang-orang Bugis yang pindah dan menyebar ke seluruh Nusantara. penguasa Bone. Journal of The Malaysian Branch of The Royal Asiatic Society. membuat bangsawan Makasar dan para pengikutnya merasa terhina dan pergi meninggalkan tanah Makasar. terlebih lagi ketika Arung Palakka.sebelum abad ke-16. 119-120 48 65 . part I. Namun persebaran orang Makasar dan Bugis secara besar-besaran dan tidak hanya sekedar berdagang.

50 Dalam proses awal adaptasi. No. dan pelaut Makasar yang meninggalkan kampung halamannya pergi merantau ke seluruh kepulauan Nusantara. Peperangan yang terjadi kemudian pada pertengahan abad ke-18 antara Kerajaan Bone melawan Kerajaan Gowa-Tallo dan Kerajaan Wajo juga makin menambah besar jumlah penduduk yang mengungsi. hal. Bahkan para penguasa juga menjadi kaya karena menjadi juragan atau pemilik kapalkapal dagang. sehingga di Jawa Timur. Karaeng Galengsung dan pengikutnya. mendukung pemberontakan Trunojoyo melawan Mataram dan VOC. telah membagi-bagi daratan di antara umat manusia. Sementara itu sebagaian besar bangsawan Bugis di Wajo yang menjadi sekutu Kerajaan Gowa-Tallo juga melakukan pengungsian setelah ibukota kerajaan di Tosora dihancurkan oleh VOC.”49 Jawaban ini meneguhkan semangat orang-orang Makasar untuk melawan tindakan yang memaksakan kehendak. yang pada akhirnya mengalami kekalahan pada tahun 1679.11 tahun 1984. Sedangkan dalam jumlah kecil mereka menyebar hampir di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. 37 50 49 Leonard Y. perniagaan laut di Asia Tenggara ini berjalan dengan sistem pasar bebas. Andaya. Andaya melihat bahwa para pengungsi Makasar awalnya mengalami kegagalan karena sifat mereka terus memusuhi VOC. Pihak penguasa hanya mengontrol keamanan laut dan pelabuhan dengan menarik cukai atas bermacam mata dagangan.”Perebutan Samudera: Laut Sulawesi pada Abad XVI dan XVII”. cit. padahal sudah sejak lama. saudagar. 120-121 66 . Namun sejak kekalahan dalam Perang Makasar banyak bangsawan. Tak pernah kedengaran larangan buat siapapun untuk mengarungi lautan.B. Prisma. sementara orang Makasar di Jawa dan Madura.“Tuhan telah menciptakan bumi dan lautan. loc. Namun para pengungsi Makasar dan Bugis generasi awal telah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. lapian. Hal yang sama juga terjadi di Banten ketika Karaeng Bontomarannu tiba di Banten dengan 800 orang pengikutnya dan mendapatkan tempat tinggal dari Sultan A. hal. Kebanyakan orang Bugis kemudian menetap di wilayah kepulauan Riau dan Semenanjung Malaya.. Tetapi mengaruniakan laut untuk semuanya.

Pada abad ke-18. Andaya. para pengungsi dari Bugis tidak memposisikan sebagai musuh VOC dengan tidak mendukung perlawanan penguasa setempat terhadap VOC. loc. Perniagaan ini menjadikan Riau sebagai daerah yang menjanjikan keuntungan besar karena lalu-lalangnya kapalkapal dagang Bugis yang berdatangan dari Jawa dan Sulawesi Selatan. para bangsawan Bugis ini kemudian membentuk kerajaan yang otonom kepulauan Riau. cit. sebuah tempat di tepi pantai dekat Benteng Oranje milik Belanda. Selain di Ternate pelaut Bugis-Makasar juga menetap di Ambon. orang-orang Makasar sudah mulai beralih sikap hanya menjadi pelaut dan pedagang. di Pelabuhan Ternate terdapat komunitas pedagang Makasar yang menetap di sana. 125-128 67 . yang bernama kampung Makasar. Sejak abad ke-16. Andaya. sampai kemudiaan ditinggalkan akibat perang antara VOC dan Banten tahun 1680. dan bersama-sama orang Bugis mengarungi lautan di Nusantara dengan kapal-kapal padewakang dan pinisinya yang besar dan kuat.. cit. 52 Dampak lain yang terjadi pada abad ke-18 adalah munculnya jaringan perdagangan laut antara kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan. Sultan memberikan daerah kepulauan Riau sebagai tempat tinggal orang-orang Bugis. Setelah musuhnya berhasil dikalahkan. yang ingin merebut tahta dengan bantuan Orang Laut. Kepulauan Maluku yang banyak menghasilkan rempahrempah merupakan tujuan utama pelayaran mereka. Kampung ini sampai abad ke-19 merupakan kampung yang tidak hanya didiami oleh orang Makasar tetapi juga dari para pedagang Jawa dan Melayu. tanah air orang Bugis. Raja Kecik. Kegiatan dagang dan perantauan orang Bugis dan Makasar menyebar ke banyak wilayah di kepulauan Nusantara.Banten. Para bangsawan Bugis dan pengikutnya yang berada di tanah Semenanjung Malaya justru diminta bantuan oleh Sultan Johor. Sehingga orang-orang Bugis ini relatif tidak dicurigai oleh VOC.51 Sebaliknya menurut Andaya. loc. Abd al-Jalil untuk melawan saingannya. Kampung-kampung muslim ini juga didiami oleh di 51 52 Leonard Y. Kehadiran pelaut dan pedagang Bugis-Makasar pun tidak ketinggalan. Selain itu pada abad ke-18. 121-125 Leonard Y. hal. hal. sampai abad ke-19..

619-633 54 Le Roux.. Poelo Lao’ (Pulau Laut). ‘Boegineesche Zeekaarten van den Indischen Archipel’. sebagian Asia Tenggara. Palimbang (Palembang). Koeantong (Kanton).A. 2000. Kei dan Aru. Atje (Aceh). Tweede Serie. Leirissa. dan wilayah Cina. Taranate (Ternate).F. Pigo (Pegu). Cense. dan Cina. menggambarkan peta-peta wilayah di seluruh Nusantara. Kajian Le Roux atas peta yang ditemukan di perkampungan bajak laut di Santhel yang terletak di Teluk Sekana di Pulau Singkep tahun 1854. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. Australia Utara. Tulisannya tentang pala. C. “The Bugis-Makasarese in the Port Town:Ambon and Ternate Through the Nineteenth Century”. Tijdschrift van het Koninlijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap.M. Tana Palawang (Pulau Palawan). Pilipina Selatan. Marege’ (Australia Utara). 1935. dan lain-lain. A. Melayu. Perdagangan Penjaja (Peddler-Trade) Pelayaran kapal-kapal Belanda pada akhir abad ke-16 dipengaruhi oleh terbitnya buku Itinerario yang ditulis oleh Jan Huygen van Linschoten. 706-714 53 68 . hal. kita dapat melihat begitu luasnya pelayaran yang dilakukan oleh perahu-perahu Bugis. bunga pala dan cengkeh diuraikan sebagai berikut: R. Bijdragen Tot de Taal-land-En Volkenkunde. Ballitong (Belitung). Deel LII.54 3. Tjinabaloe (Kinabalu). dia adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. Peta itu juga menunjukkan rute dan tujuan pelayaran kapal-kapal Bugis sebelum pertengahan abad ke-19. Mangindano (Mindanao). dan Jawa. Deel 156. Maladiwa (Maladewa). E. Djoro’ (Johor). Brill. Sibiro’ (Siberut). Pelayaran kapal-kapal padewakang itu juga menyinggahi pulau-pulau di Banda.pelaut dari Mandar. Dari Nama-nama tempat yang terdapat dalam peta Bugis ini menunjukkan luasnya pengetahuan tentang daerah-daerah di Asia Tenggara. Nama-nama daerah seperti Kalantang (Kelantan). hal. Leiden. Saiang (Siam).53 Dalam peta yang dibuat oleh orang Bugis. Australia Utara.C.2. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit.Z. Koetaringang (Kotawaringin).

…bunga pala terutama baik untuk selesma dan untuk pria yang lemah. Air cengkeh hijau yang disuling harum baunya.2. lilin. melancarkan pencernaan. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. menyegarkan nafas. Asia Barat. melancarkan kencing dan menghentikan mencret. tenggorokan. baik untuk peneyembuh sakit kepala. Dalam kajiannya tentang sejarah perekonomian di Asia dan juga 55 Laporan Van Lindschotten dalam bukunya. 3.Cengkeh memperkuat hati. Laporan Van lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. yang sakit cacar menjadi berkeringat dengan cengkih. yang berguna bagi obat-obatan. tetapi daunnya lebih pendek dan bundar. Sejarah Ekonomi menurut J. memudahkan ke luarnya kencing. adalah bunga pala. 9-10 69 . Buah pala menenangkan otak. hal. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit.Pohon cengkeh banyak dahannya dan bunganya tidak sedikit. yang kemudian menjadibuah-buah yang dinamakan ‘cloves’ karena bentunya mirip cakar atau ’claws’. dan cabe hitam…. 1595. Hanna dan Des Alwi. dan bila ditaruh di mata dapat memelihara penglihatan.C. dalam Ternate dan Tidore: Masa Lalu Penuh Gejolak. Pustaka Sinar Harapan. 1996. Di samping itu daerah Nusa tenggara juga menghasilkan produk-produk yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. mengusir angin dari tubuh. Cengkeh banyak digunakan untuk memasak daging maupun meramu obat. kutipan di atas merupakan terjemahan langsung oleh Wilard A. dan kayu sapan. yang membalut buahnya. Jakarta. dan Eropa. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyususri Laut Jawa. dan menguatkan jantung. India. menajamkan daya ingat. Titinerario. terutama kritikannya terdapat penulisan sejarah Hindia Belanda yang lebih banyak bercorak Eropa sentris. Yang paling utama dan paling luar seperti daging kelapa. untuk ibu dan untuk syaraf. jantung. menghilangkan rasa marah dan memudahkan buang angin….55 Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa yang terutama di Malaka. Pala terbalut oleh tiga jenis kulit. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. Amsterdam. bunga pala.Pohon-pohon yang membuahkan pala dan bunga pala itu tidak berbeda dengan pohon buah pir.1. Van Leur Sumbangan van Leur dalam penulisan sejarah Indonesia cukup besar artinya. Laut Flores. menghangatkan dan menguatkan tenggorokan. madu.

dari benua ke benua. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. hal. eds.) 57 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. van Leur mengemukakan bahwa selalam ini sejarawan Belanda lebih memfokuskan peran orang-orang Belanda sendiri. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah.. 191 58 Taufik Abdullah.. yaitu investasi modal dari keuntungan. Leirissa. dalam Taufik Abdullah. dia mengungkapkan bahwa pelayaran dan perdagangan pribumi juga berkembang dengan pesat.000 ton. Jakarta. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peeddling trade (perdagangan penjaja). J. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. 1997. membuktikan tentang ramainya perdagangan di Nusantara sejak abad ke-15 sampai abad ke-17 57 RZ. 192 56 70 . Pertama-tama perdagangan dilkukan dari satu tempat ke tempat lain.. cit. Yayasan Obor Indoensia. di India sekitar 200 ton. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. “Dr.C. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. Depok. dan di Cina sekitar 600 ton. Jilid I.58 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik Dalam buku yang ditulis oleh Anthony Reid.di Indonesia. Sehingga kekuasaan dan dominasi VOC atas berbagai wilayah di Nusantara dianggap mewakili dinamika pelayaran dan perdagangan di wilayah tersebut. 1999. op. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. Padahal dalam kajian van Leur. Yayasan Obor Indonesia. dari pulau ke pulau. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin. PPKB-LP UI. Peeddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciriciri tertentu. hal.56 Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. jakarta. 1992 dan Jilid II Anthony Reid. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. eds. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”.

Leirissa.Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. Malaka. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Univercity Press.para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. K.. Hormus. dan sebagainya. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. “Dr. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. eds. op. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. Chauduri59 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. Trade and Civilisation in The Indian Ocean: An Economic History from the Rise of Islam to 1750 . Cambritge. 201-202 59 71 . Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. Calicut.. cit. dalam Taufik Abdullah. hal. K. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. N. Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18.60 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. Kanton. J. 1989 60 Lihat artikel RZ. Chauduri. N. Cambritge.C.

Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. jung. eds.000 metrik ton.2. 1819-1941. jumlah mereka sekitar 135. Mulai dari perahu-perahu keci berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. Ekonomi dan perdagangan Maritim Periode Hindia Belanda Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. terutama setelah banyaknya kapal-kapal uap yang berlayar ke Singapura.23-25 62 61 72 . atau 6 kapal perhari. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara meningkat pesat. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan mengali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. Pelayaran yang menyinggahi Singapura terdiri atas tiga jenis. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura pertahunnya. Kapal-kapal Cina berdagang dengfan bayak wilayah di Nusantara. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa.2. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhanpelabuahn di luar pulau Jawa. pelayaran regional Asia Tenggara dan terakhir pelayaran lokal. edisi draf. Sulawesi dan dikota-kota pelabuhan di Nusantara. hal..62 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. Hanizah Idris. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 18002000. 1995. Universiti Malaya No. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. Jati. kedua. atau pelabuhan laut dalam. dalam Howard Dick. 61 Pelabuhan Singapura merupakan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819.1. hal. Kalimantan.3. 1999. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. Thomas Lindblad. Jurnal Jabatan asia Tenggara. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. Passau.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun J. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. 97.

1880. 64 dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. op. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. 99 73 . Perkembngan pelabuhan Singapura membuat pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. 1999. Pelayaran perahu ini masih memainkan Sementara itu sejak tahun 1824. Passau. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. 98. dalam Howard Dick. eds. Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). terutama kapal-kapal Inggris.63 Selain itu peran pedagang bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). edisi draf. atau musim Bugis. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. hal. 64 63 Howard Dick. eds.. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah.. hal. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. yaitu. seperti memonopoli pengiriman barang-barang J.. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama ‘kallang’ di Singapura. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000.. Thomas Lindblad.cit. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa.

. surat dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. yaitu . pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. hal. teluk atau muara sungai. b. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari 65 Howard Dick. 111-112 74 .2..cit. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. 65 3. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. Sebagai upaya untuk memudahkan kajian terhadap masyarakat maritim ada baiknya kita lihat beberapa rujukan berikut.3. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. Bentuk tanah dan pantainya wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi c. 1974:5-8).milik pemerintah. eds. a. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut f. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsure (Van Leur dan Verhoeven. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut.. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut e. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. op. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim di Indonesia Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. d. Luas perdagangan maritim. Dari enam unsur di atas.

akibat adanya pelayaran. bentuk perahu. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. sistem navigasi. pantai-pantai. jalur-jalur pelayaran. dibentuklah armada angkatan laut. (Barnes. peralatan penangkap ikan. Sulawesi Selatan. yang menjelajahi perairan Nusantara dengan armada perahunya pada masa lalu. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. persenjataan. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. Sebagai contoh adanya tokoh mitos Sawerigading dalam masyarakat Bugis. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. Teknologi perkapalan dan pelayaran. seni tarinya. dari kata merica atau lada. muaramuara sungai. yaitu tempat para pedagang merica. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. f. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. sebagai contoh di Kota Banten lama terdapat kampung Pamarican. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. seni rupa. seni tenunan. peta. musik. Pecinan (tempat tinggal pedagang 75 . mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. laut lepas. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. seperti. 2005: 3-5). Adapun tema-tema yang dapat dijadikan pokok kajian adalah: a. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’ (Sedyawati. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim e. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. tonase. 1996) b. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai.mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. c. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. dan tradisi lisannya. Peralatan untuk membuat perahu atau kapal kayu d. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social.

Dermayon (tempat tinggal orang Indramayu). adanya bencana alam. 1997). Sebagai contoh lada menjadi mata dagangan ekspor kerajaan Banjar. pada tiap-tiap berangkat sembahyang Jumat. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut k. Sistem pajak dan upeti. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). Dan juga gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. 2000). cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayang-bayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa.’ (Poesponegoro. i. Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. Organisasi pelayaran. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. (Boomgaard. (Wahyono. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. 1984: 267) j. 76 . Selain itu ada contoh upeti (wase) atau pajak yang dikenakan terhadap jual beli di pasar (pekan) Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. di Jakarta terdapat kampung Pekojan (tempat tinggal penduduk dari anak benua India) g. dalam Hikayat Bustanus Salatin dikutipkan: ‘Dan ialah yang memaknakan Bail Um Mal dan uzur negeri Aceh Darus-Salam dan Cukai pekan dan ialah yang sangat murah karunianya akan segala rakyat dan mengaruniai sedekah akan segala fakir miskin. sehingga Babad Banjar mencatat bahwa lada adalah ‘dagangan negri’.Cina). h. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi.

baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. Selat Makasar. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 2. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak maritime kita dapat mendata beberapa hal yang dikemukakan oleh David A. Laut Banda dan lain-lain. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). 5.l. 3. nasib baik dan buruk. Cara dan kebiasaan makan. legendanya. Selat Malaka. senjata dan lain-lain. berupa bangunan perahu atau kapal. Sebagai contoh kita bias melihat suatu wilayah satuan bahari mulai dari sebuah teluk atau selat yang kecil. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat maritime tersebut. berupa upacara-upacara tradisional memberkati kapal. bagian-bagian pembentuknya. seperti. Taylor (1992): 1. lagu-lagu rakyat. Dengan mendata point-poin diatas diharapkan akan membantu kita yang hendak melakukan kajian peradaban sejarah atas masyarakat maritime yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografi dan wilayahnya. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia maritime masyarakat. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat Pokok-pokok bahasan tersebut tentunya dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan juga tingkat keluasan area yang dikaji. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. peralatan penangkap ikan atau produk laut lainnya. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. memulai menangkap ikan dan upacara ritus peralihan 4. Laut Flores. 77 . Kekuasaan politik yang muncul. muara sungai sampai satuan bahari yang lebih besar seperti kawasan Laut Jawa.

B. AB. kajian bisa ditingkatkan lebih luas lagi dengan melihat selat dan laut yang lebih besar dan ramai oleh perdagangan. hal. Lapian tentang beragam jenis perahu dan kapal yang bisa dipakai oleh penduduk pribumi di Nusantara. heartland atau daerah inti dari sebuah negara kepulauan bukanlah suatu pulau melainkan suatu wilayah maritim yang sentral letaknya. Lapian juga memberikan pandangan bahwa kajian tentang sejarah maritim dapat dimulai dari sejarah teluk kecil atau selat yang sempit sebagai tempat para nelayan mengembangkan kegiatan matapencahariannya. Laut Flores. jukung. 4 Maret 1992 67 AB.Pentingnya Kajian Sejarah Maritim Lokal Dengan demikian sebetulnya sudah sejak lama sejarah dan kehidupan bahari di Nusantara itu sudah menyatu sebagai suatu kenyataan yang ada dari abad ke abad. op. Lapian. dan lainlain. Pilihan untuk berlayar tersedia banyak jenis sarana. Menurut pandangan AB. Selat Malaka. galai. cit. Dengan pendekatan seperti itu penulisan sejarah dapat melahirkan deskripsi dan analisa yang baru. Namun kenyataan yang ada kajian sejarah bahari masih jauh dari cukup. hal. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Laut Sulawesi.67 Dengan demikian kajian sejarah bahari di Indonesia terdiri atas berbagai macam ‘satuan bahari’ atau yang dikenal dengan sea systems.3.3. 6-7 78 . 5-6 68 AB.B.1. Lapian. Semisal Selat Makasar. Di samping itu akibat adanya pengaruh politik dan ekonomi. op. sosial. pendekatan sejarah maritim indonesia harus bisa melihat seluruh wilayah perairannya. Lapian. Lapian. Lapian dalam pidato guru besarnya yang mengambil tema “Sejarah Nusantara Sejarah Bahari”. dengan sampan. Selat Madura. Di samping itu integrasi yang dimaksudkannya bisa beragam sesuai dengan kondisi geografisnya atau bisa juga dilihat dari sudut politis.66 Sehingga studi tentang sejarah bahari dan berbagai aspeknya sangat dibutuhkan bagi sebuah rekonstruksi sejarah Indonesia yang lebih utuh. ekonomis. Lapian.. Laut Jawa.3.. cit. perahu. Dalam tulisan AB. gobang. seperti yang diungkapkan oleh sejarawan A.68 Gambaran yang cukup menarik diberikan oleh A. sebagai pemersatu yang mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah itu. dan kultural. 66 AB.

Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut k.3.2. pinisi. h. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Lapian. soppe. hal. DIKTI. sedangkan ada jenis perahu yang tersebar di seluruh Nusantara. londe. 2004. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsur (Van Leur dan Verhoeven. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. g. 4 Maret 1992. wangkang. rah. Beberapa di antaranya hanya dikenal dalam lingkungan sukubangsa tertentu. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. yaitu . Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala. Direktorat Geografi Sejarah. teluk atau muara sungai. Bentuk tanah dan pantainya Luas wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi perdagangan maritim. Berbagai jenis perahu yang disebut dalam daftar di atas mempunyai tingkat kelayakan laut yang berbeda-beda. i. dan berbagai sarana angkutan air lainnya. Jakarta. Meski laut juga merupakan kondisi alam yang dapat memisahkan kalau masyarakat tidak mengatasinya dengan pembangunan di bidang teknologi perkapalannya. 7 sebagian draft tulisan dikutip dari tulisan Penulis dalam draft Kajian Peradaban Maritim dalam Buku Pedoman Kajian Geografi Sejarah oleh Agus Aris Munandar dkk. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut AB. pencalang. Beberapa pokok Kajian tentang Masyarakat Maritim71 Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. 2006 71 70 69 79 .69 Selain itu kajian sejarah maritim juga membuka kajian yang luas tentang komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) lewat media laut antara satu komunitas dan komunitas yang lain yang dapat menjadi dasar bagi proses integrasi di kalangan masyarakat Indonesia.4 Singgih Tri Sulistiono. hal. pengangkutan. Pengantar Sejarah Maritim Indonesia. j. 1974:5-8).3. sarana pertukaran dan hubungan. Laut telah menjadi sarana bagi terwujudnya persatuan. 70 3.lancang. padewakang. lepa-lepa. Jenis-jenis angkutan laut tersebut ini mencerminkan kekayaan perbendaharaan alat angkutan yang digunakan untuk mengadakan hubungan antar pulau.

perahu peledang inilah yang membawa nenek moyang orang Lamalera ke pulau Lembata. Jakarta. Barnes.73 Dalam tradisi lisan yang dikenal oleh masyarakat Roti. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. 1996 72 80 . kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. ed. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus.3. Sebagai contoh cerita mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. Orang Lamalera juga memiliki cerita mitos tentang perahu tradisional mereka pertama yang dibuat nenek moyangnya di pulau Lepanbatan yang kemudian diceritakan tenggelam karena bencana alam. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’72 3.3. Dari enam unsur di atas.3. 2005. Lembaga Galekat Lefo Tanah. 2001 dan R. Depok. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. Dikisahkan adanya seorang nusak di Tola Manu (Termanu) yang melawan kompeni Belanda dan juga dikisahkan adanya keterangan tentang ramainya pelabuhan dagang di Tola Manu. yang tersurat dalam ‘Syair Asal usul’ atau ‘Lia Asa Usu’. Sulawesi Selatan. Clarendon Press. 3-5 73 lihat Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. mereka mengenal apa yang disebut dengan tutui teteek (kisah nyata).l. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. Kisahnya sebagai berikut: Edi Sedyawati. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. Oxford. UI. Tema Tema Pokok Kajian a. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. hal.H.

1996 74 81 . pantai-pantai.74 Dengan demikian dari cerita tutui teteek tersebut digambarkan juga adanya pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Buton. laut lepas. Sebelumnya nusak Tola Manu disebut Koli Oe do Buna Oe. 14. No. 26. muaramuara sungai. seperti. hal. orang Buton. Makssar. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. Sastra dan Sejarah: Kumpulan karangan Mengenai masyarakat Pulau Roti. Perahu peledang ini merupakan perahu besar sepanjang 9-10 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi dinding perahu anatara 1 sampai 1. kemudian dipendekkan menjadi Koli do Buna……. Solor. Peralatan atau teknologi untuk membuat perahu atau kapal kayu. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera.Dikatakan bahwa ketika Koli do Buna masih merupakan pelabuhan besar.H. b. perahu dagang tidak pernah berhenti berdagang mengunjungi Roti dan mereka biasanya berlabuh di kota Leleuk.75 Selain itu di Selat Sape. Djambatan. dan Ndau pergi dan datang. Makassar. Fox. Perahu ini dibangun dari bahan papan kayu (ara blikeng) dengan konstruksi kuat tanpa menggunakan paku besi tetapi dari pasak kayu dan ikatan rotan. April 1974. Barnes. 1986. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. Lembaga Galekat Lefo Tanah. Jurnal Indonesia (Cornell University). Jakarta. 28 75 lihat R. Solor. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. Clarendon Press.H. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim.5 meter. 17. Sawu.Pulau Roti menamakan Nusak Tola Manu. 2001 dan R. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. Barnes. ‘Nusak yang membantai kompeni’ (Nusa Manatati Koponi). c. sebagai contoh perahu peledang yang dipergunakan oleh para nelayan Lamalera di Pulau Lembata untuk berburu ikan paus. Oxford. Depok. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. Bahasa. Sawu dengan menyinggahi pelabuhan di Pulau Roti. sebagai alat transportasi menangkap ikan orang Komodo membuat perahu atau sampan yang terbuat dari kayu rengo atau kawu puah (bombax ceiba) yang bisa James J.

7-9 Untuk perkembangan perahu lokal di Nusa Tenggara lihat lihat R. g. sistem navigasi. Rakyat. sedangkan orang Bali. lihat I Putu Suwitha. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. April 1974. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. Jakarta. op. 2002 77 82 . seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. Clarendon Press. 78 Lihat Edi Sedyawati. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. UI. seni rupa. persenjataan. Barnes. Jurnal Indonesia (Cornell University). Penerbit Djambatan-KITLV. bentuk perahu.H. musik. Balai Pustaka. 1987. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. ‘Perahu Pinisi di Sunda kecil: Suatu Studi tentang Pola-pola perniagaan Abad XVIII-XIX. ed. akibat adanya pelayaran. Pulau Komodo: Tanah. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. cit. peta. namun para pedagang Bugis dan Makasar dengan perahu padewakang dan pinisinya yang mewarnai pelayaran di Nusa Tenggara. Barnes. Di 76 J.78 Untuk jalur-jalur pelayaran yang melewati wilayah utara Nuasa Tenggara kemudian langsung ke Maluku. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. 2005 79 lihat I Gde Parimartha. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim.H. setiap pelabuhan dipimpin oleh Subandar (syahbandar). dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Verheijen. Depok. Jakarta. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB.A. jalur-jalur pelayaran.bertahan selama tiga tahun. dan Sumbawa banyak didatangi oleh para pedagang Bugis dan Makasar yang mempengaruhi penggunaan perahu mereka pada masyarakat pedagang lokal. 2001 dan R. Teknologi perkapalan dan pelayaran. peralatan penangkap ikan. 17. No. tonase. Oxford. seni tenunan. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. e. 77 Untuk kajian tentang perahu-perahu tradisional lihat juga karya Horst Liebner.76 d.79 f. sedangkan sampan yang dibuat dari kayu pohon woh (sterculia foetida) bisa bertahan selama sepuluh tahun. ed. dan tradisi lisannya.J. Organisasi pelayaran. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. dan Bahasanya. 1996. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. ‘. dibentuklah armada angkatan laut. hal. kemudian jalur selatan yang menyusuri ke selatan via selat Lombok menuju bagian selatan Sumbawa kemudian menuju Sumba atau Ende dan terus ke Kupang... Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. Jakarta. Di Lombok ada Pelabuhan Labuhan Haji (Saboaji) dan Piju (Picu) di Lombok Timur. Lombok. Lembaga Galekat Lefo Tanah. seni tarinya. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. Pelabuhan Ampenan dan Tanjungkarang di Lombok Barat.

Sanggar. Salahudin (penyunting). Mataram. adanya bencana alam. kapal-kapal dari Jawa. namun kapal yang hanya singgah tanpa berdagang selama seminggu tidak dikenakan bea. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. Perbedaan komoditi yang khas diantara pelabuhan-pelabuhan tersebut kemudian memunculkan pertukaran baik ditingkat lokal maupun regional. Sumba merupakan pasar-pasar diwilayahnya masing-masing. dan perahu yang dibuat dari kayu sapan ini disebut dengan ‘sampan’. Utan). dan memiliki daya tahan di dalam air laut. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. Flores. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima. n. Kayu sapan (Caesalpinia Sappan) atau kayu Brazil dapat tumbuh antara 5-10 meter dan tumbuh liar dihutan-hutan di Sumbawa. bahkan ditingkat global. pihak kesultanan mengeluarakan Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima yang memuat aturan-aturan pembayaran bea cukai di bandar Bima. Timor. Sebagai contoh Pulau Sumbawa sudah dikenal lama sebagai penghasil kayu sapan yang banyak tumbuh baik di Sumbawa Barat (Alas. Sumbawa. yang singgah di Bima akan dikenakan bea 1 real untuk muatan dagangan senilai 20 real. Dalam bahasa Melayu kayu ini dinamakan ‘sepang’.80 m. Pelabuhan-pelabuhan di wilayah Lombok. mengatur perjanjian dengan VOC soal pelayaran dan Perdagangan. Lengge. Dompo. Dompo dan Bima. Selain Siti Maryam R. mengatur perdagangan di Manggarai. Sebagai contoh kapal-kapal Eropa yang singgah di Bima dikenakan bea 10 real untuk barang dagangan seberat 10 koyan (20 ton). Kayu ini sudah lama dikenal sebagai bahan pembuat perahu karena sifat kayunya yang keras. Undang-Undang ini juga mengatur larangan berdagang pada siang hari di hari Jumat dan menghukum para pelaut yang berkelahi ditempat umum. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayangbayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). terutama dikenakan pada perdagangan dan kepemilikan budak. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). 2004 80 83 . Untuk peraturan yang diterapkan di Manggarai.pelabuhan Bima yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Bima di Sumbawa Timur. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. mengatur tentang izin dan pelayanan kecelakaan pelayaran.

‘Sustainability and Time perspectives in Natural Resource Management: Exploitation of Sappan Trees in the Forest of Sumbawa. Tome Pires (1513) melaporkan bahwa. Bugis.” Sudah sejak awal Perhimpunan Dagang Hindia Timur (VOC) membeli kayu sapan ini untuk diperdagangkan ke wilayah lain. Kebanyakan candu didatangkan oleh pedagang Eropa. Dompo dan Bima. Sementara itu di Sumbawa Besar dan Bima ada larangan berdagang candu oleh Sultan. 2001 82 81 84 . Sumbawa sampai ke Timor. kecuali jalur lain melalui perdagangan gelap.al. Dengan harga f 10. Bahkan menurut catatan orang Portugis. Indonesia 1500-1875’. karena laku dipasaran Cina. Depok. Peter. Sedangkan saat itu harga lada hanya f 24 per 49. perabot rumah tangga. kayu ini juga dipakai untuk pewarna merah terbaik bagi tekstil.82 Perdagangan budak juga merupakan komoditi perdagangan yang sudah marak sejak abad ke-16. dalam Boomgaard. 1997 I Gde Parimartha. pelabuhan Tuban di Badung. namun eksploitasi ini berakibat makin menyusutnya hutan sapan pada abad ke19.”Pulau Bima (sic) menghasilkan kayu Brazil (sapan-penulis) yang dijual ke Malaka. Pada abad XIX.eds. Sejak saat itu kayu sapan banyak dibeli oleh VOC melalui para Sultan di Sumbawa Besar. KITLV. bahkan sejak perjanjian Bungaya 1667. Leiden. meski Sultan Mataram (Lombok) melarang rakyatnya memakai candu.5 kg. Sumber utama budak terutama didatangkan dari wilayah Nusa Tenggara Bernice de Jong Boers. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi..5 kg.81 Perdagangan opium (candu) juga merupakan komoditi perdagangan yang cukup ramai diperdagangkan. candu dijual bebas di pasar. namun candu beredar lewat pasar gelap bahkan laporan pejabat Belandapada abad XIX banyak pejabat kerajaan yang ikut mencandu.untuk pasak kayu. eds. ‘opium dalam Sejarah di Nusa Tenggara Barat’. India dan Eropa. Pelabuhan Padangbai di Karangasem. Daerah penghasil kayu sapan yang lain adalah di Siam (Thailand) dan Philipina. kertas dan cat oleh orang Cina. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. et. Pada tahun 1627 di negeri belanda harga kayu sapan bisa mencapai f 48-58 per 49.000 per peti atau f 100 per kati (o. Kesultanan Bima tidak boleh menjual kayu sapan selain ke VOC.B. Lapian. Candu banyak diperdagangkan di Bali. LPUI. Makasar dari Singapura. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Kayu ima Brazil tipis dan kalah bersaing dengan Siam. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia.6 kg). Lombok. Tidak heran kayu sapan banyak dicari oleh para pedagang lokal maupun dari Asia dan Eropa.

Bijdragen tot de Taal –Land En Volkenkunde (BKI). Macknight. Jakarta. lilin dan lada tetapi juga budak. University of Qoueensland Press.740 budak yang berasal dari kepulauan Indonesia Timur.’Sumba and The slave Trade’.84 o.(Bali. sumbawa. Sawu dan timor). lihat juga Heather Sutherland. Rote. Pada tahun 1673 ada 27. Oxford. dan Heather Sutherland. Manggarai. Bondage & Dependency in Southeast asia. 1976. 1972 83 85 . Bhratara. Untuk kajian lebih jauh lihat tulisan C. sebelum Inggris dan Belanda kemudian melarangnya pada pertengahan abad ke-19. dan juga direkrut sebagai serdadu. working Paper No. Flores. Para Raja dan Sultan menjadi pihak yang mengorganisasikan perdagangan budak. Jakarta. Januari 1983.A. Heeren. tahun 2000. lihat juga Rodney Needham. Pelaut Bugis dan makasar juga berlayar ke perairan utara australia untuk mencari tripang. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. Deel 156. 1720s-1840s’. AA Cense.C. HJ. Dompu. Melbourne University Press. Manggarai. The Voyage to Marege’: Macassar Trepangers in Northern Australia. ‘Trepang and Wangkang: China Trade of Eighteenth-Century Makassar c. p. Sumba. Banyak kajian-kajian yang menggambarkan bahwa perdagangan budak sejak abad ke-16 sampai awal bad ke-19 adalah lumrah.J. Bahkan para pelaut Bugis dan Makasar mencari budak dengan cara menculik penduduk dengan melakukan serangan bersenjata ke Tambora. madu. Cense dan H. Lombok. kuda. Flores. makalah seminar Center for comparative Studies on Southeast asia. Sebagai contoh Pulau bali merupakan penyedia budak yang sangat besar bagi VOC di Batavia. Penerbit Djambatan-KITLV. ‘Slavery and The Slave Trde in South Sulawesi 1660s-1800s’.3. dalam Anthony reid. mereka dipekerjakan di perkebunan tebu disekitar Batavia. sepanjang pantai utara Flores dan Sumba. Slavery. Duarte Barbosa tahun 1516 menceritakan bahwa kapal-kapal yang datang dari arah Indonesia Timur menuju Jawa dan Malaka tidak hanya membawa muatan cendana. Sumba.C. Dan juga lihat I Gde Parimartha. Heeren dan Heather Sutherland. Menurut laporan pelaut Portugis. St Lusia. lihat juga A. sebagai tukang. Pelajaran dan Pengaruh Kebudajaan MakasarBugis di Pantai Utara Australia. 84 Lihat C.83 Selain itu sejak abad XVIII diwilayah Nusa Tenggara menjadi ramai oleh kehadiran kapal-kapal Bugis dan Makasar yang mencari tripang (Holothuria). lihat Alfons de Kraan. ‘Bali: slavery and Slave Trade’. Selain dihasilkan di perairan Sumbawa. 2002. produk laut yang sangat mahal harganya dipasaran Cina. Rote dan Timor. Macknight.. 31. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915.068 budak dan 1681 ada 30. ed.

126. Sumbawa. (Kerajaan-kerajaan di Bali. Lombok: Conquest. Kerajaan-kerajaan di Flores dan Timor) sebagai contoh Kerajaan Lombok yang menjadi kaya karena perdagangan beras. Para penguasa di Lombok menjadi kaya dan makmur bukan karena aktifitas ekonomi dan perdagangan yang mereka jalankan namun hasil dari pajak yang mereka tarik dari para petani. memicu perdagangan beras yang ramai. Perdagangan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena raja Lombok melarang pemakaian opium. Singapore-Heinemann Educational Books (Asia) Ltd. ASAA.cit. Sehingga Lombok merupakan daerah dengan hasil beras yang melimpah. senjata.625 pertahun. Di Lombok pada abad ke-19.. Pada tahun 1890. 1980. tekstil 3200 rijksdaalder dan Arak dan Brendi senilai 900 rijsdaalder.000 Ha dan lebih dari 45. Kekuasaan politik yang muncul. Barang-barang tersebut seringkali dipertukarkan dengan produk-produk tekstil. sutera dan juga opium. termasuk daerah yang cukup subur dengan luas sawah irigasi lebih dari 25. Lombok: Conquest. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. Kekuatan politiklah yang menjadikan mereka kaya. Menurut van Der Kraan dalam bukunya. terutama mengeksportnya kedaerah lainnya di Nusa Tenggra di mana tanah sawah sangat sedikit. Belanda dan Bugis sejak tahun 1840-an. Colonization and Underdevelopment 1870-1940. Selain itu kekayaan Raja Lombok juga berasal dari kontrol atas dua pelabuhan. porselaian. Serta mengimpor opium seharga 4200 rijsdaalde. q. 11-12 85 86 .000 rijksdaalder.000 rijksdaalder.86 Selain itu juga kuda dan teripang merupakan mata dagangan ekspor dari Lombok. Kesultanan di Lombok. Colonization and Underdevelopment 1870-1940.000 Ha sawah tadah hujan. hal. Lombok mengeksport beras seharga 20. disebutkan bahwa penghasilan yang diterima Raja Lombok karena mengontrol pelabuhan dan perdagangan sekitar f. Alfons van der Kraan. 11 86 Alfons van der Kraan. yaitu Ampenan di barat dan Labuhanhaji di timur. dan tembakau 13. hal.gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. op. Perdagangan opium di Lombok berasal dari para pedagang Inggris. Banyaknya pedagang Arab dan Cina yang datang membuat perdagangan menjadi ramai dan raja memungut cukai atas perdagangan.85 Peningkatan produksi beras di Nusa Tenggara pada abad ke-19. minyak kelapa 600 rijksdaalder.

karena banyak orang Cina dan Bali menghisap opium atau candu. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Petani-Sawah atau Masyarakat Agraris Peradaban masyarakat agraris dapat dijumpai diseluruh dunia. Sulawesi Selatan. baik dalam lingkungan tropis. Penutup Uraian yang singkat dari makalah pengantar diskusi ini dengan contoh-contoh kasus penelitian sejarah maritim lokal tersebut tentunya sangat tidak memadai. namun begitu beberapa contoh diatas dapat dijadikan awal dari kajian sejarah maritim lokal yang lebih jauh dan lebih mendalam lagi seperti yang kami kutip dari sumber karya-karya sejarawan dan antropolog yang telah menuliskannya. Kediri. hal ini dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan yang sangat maju dari sisasisa kerajaan Mataram Hindu. Semoga makalah ini dapat menjadi pemiju penelitian lebih lanjut. Kajian juga dapat dilanjutkan dari masa kemerdekaan sampai saat ini. kajian tentang sejarah Pertanian dan pedesaan juga bisa dilakukan sejak masuknya bangsa Barat.4. sejak dikeluarkan UU Agraria memunculkan sistem perkebunan swasta (ekonomi liberal) yang sangat mempengaruhi perubahan masyarakat terutama di Jawa dan Sumatera. Pajajaran dan banyaknya kerajaan yang muncul dan berkembang di Bali sejak abad ke-10 sampai awal abad ke-20. Majapahit. Lombok dan Sumbawa. Sumatera Barat. Peradaban agraris telah melahirkan peradaban yang maju di Jawa dan bali.meski dia mempunyai pabrik pengolahan opium di Bali yang dikerjakan oleh orang Cina. Untuk itu saran dan kritik akan saya terima dengan senang hati 3. sistem bercocok tanam padi sawah atau agraris ini umumnya terdapat di Jawa dan Bali. Sedangkan sejak tahun 1870. juga terdapat dibeberapa wilayah di Aceh. Untuk wilayah Indonesia. sub-tropis maupun lingkungan dingin. 87 . Bisnis opium ini memberikan keuntungan yang besar bagi raja. Syailendra. terutama eksploitasi kolonial Belanda yang sejak awal abad ke-19 memberlakukan kebijakan Cultuur Stelsel atau sistem perkebunan yang dipaksakan kepada penduduk Jawa dan Sumatera sebagai kewajiban membayar pajak. Lampung.2.

musik. karena setiap wilayah memiliki nama-nama yang khas bagi peruntukan tanah. mantra-mantra. seni tarinya. dan tradisi lisannya. c. Peralatan yang diperlukan untuk mengolah tanah dan bercocok tanam. pada saat panen dan pasca panen. Religi masyarakat di wilayah tersebut dan upacara terkait kegiatan bercocok tanam e. priyayi.Seperti halnya dengan kajian peradaban maritim. Sebagai contoh penduduk pertama pulau Jawa adalah kedatangan bangsa Rum dan para penguasa Jawa berasal dari dewa-dewa Hindu dan nabi-nabi Islam. atau Orang Bali yang percaya mereka keturunan masyarakat kerajaan majapahit dari Jawa Timur. g. peralatan membuat tekstil atau tenunan i. a. h. Dijelaskan masalah demografinya (kependudukannya). f. orang bebas (to maradeka dalam masyarakat Bugis dan Makasar) aspek sosial dan militernya yang bertumpu pada bahan untuk 88 . juga ditempattempat lain ada juga kepercayaan tentang dewi padi. d. Perkembangan kota-kota di pedalaman yang ekonominya bertumpu pada ekonomi pertanian atau agraris. maka kajian peradaban agraris juga dapat dilakukan dengan mendata poin-poin di bawah ini. dengan catatan bahwa setiap wilayah dengan pengaruh lingkungan geografi tertentu dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Upacara ritus peralihan atau upacara yang dilakukan ketika kelahiran sampai pasca kematian warga penduduk tersebut. Cerita tentang Dewi Sri yang dipuja sebagai dewi kesuburan di Jawa dan Bali. seni rupa dan busana (kain batik dengan beragam motifnya) yang terkait dengan tradisi agraris. Deskripsi demografi (kependudukan) Membuat deskripsi geografi yang menjadi tempat tinggal masyarakat agraris. aspek pelapisan sosial penduduknya (bangsawan. Teknologi yang dipakai untuk mengolah tanah. Beberapa hal yang bisa dijadikan direkonstruksi adalah. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan tanah yang dijadikan areal persawahan. Aspek kesenian dari budaya masyarakat agraris. Termasuk juga peralatanyang dihasilkan. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. b. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan masyarakat agraris. Legenda tentang asal-usul masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

1983 dan Suhartono. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak agraris. o. Paing dan Legi (di Sunda disebut Manis). kauman (kampung santri) dan lain-lain. l. legendanya. Pertumbuhan pasar-pasar desa. Wage. m. Taylor (1992). pejagalan (tempat pemotongan hewan. n. p. penggunaan gerobak sapi. tamtaman (kampung prajurit). sistem pajak atau upeti dan sistem bagi hasilnya. seperti. dan juga segregasi(pembagian atau pemisahan) penduduk berdasarkan etnis atau profesinya. dan banyak kerajaan di Bali. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat agraris tersebut. Kliwon. lagu-lagu rakyat. priyayi) dengan para cacahnya (petani penggarap). sampai abad ke-18. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 89 .. dapat dilakukan dengan menadaptasikan kajian yang dilakukan David A. Pemberontakan yang dilakukan oleh petani terhadap kekuasaan kolonial yang yang menekan mereka dan fenomena perbanditan atau kejahatan sosial di pedesaan (Kartodirdjo. 1991). k. bahkan di Jawa Tengah sejak akhir tahun 1860-an sudah dikenal transportasi kereta api yang menghubungkan Semarang-Solo-Yogyakarta.kekuatan prajurit darat. Sistem pertanian dan Kehidupan petani sebelum dan sesudah kedatangan Bangsa Barat. Munculnya kekuasaan politik lokal sampai kerajaan Besar seperti Majapahit. di Jawa dikenal hari pasaran (buka pasar pada hari tertentu). seperti Pon. j. mataram Islam. Termasuk hubungan antara tuan tanah (bangsawan. Pengaruh sistem cultuur stel sel dan sistem ekonomi liberal terhadap kehidupan masyarakat petani di Jawa dan Sumatera. loji (tempat tinggal orang Eropa). Jenis-jenis alat transportasi di daerah pertanian dan perkebunan. misalnya di kota-kota dipedalaman Jawa Tengah terdapat kampung pandean (tukang pande besi/kerajinan). Sistem pemerintahan di wilayah swapraja (Vorstenlanden) di Yogyakarta dan Surakarta. yaitu: 1.

tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. 90 . Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). pada masa panen. 3. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. berupa bangunan rumah tinggal. keberhasilan atau kegagalan panen. bangunan irigasi. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat. oragnisasi adat yang mengurusi pertanian (contoh subak di Bali). maupun pasca panen. nasib baik dan buruk. Cara dan kebiasaan makan. bekas istana-istana kerajaan. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia agraris. memelihara. lumbung. pola perkampungan. berupa upacaraupacara tradisional ketika memulai menanam.2. 5. dan upacara ritus peralihan 4.

Fernand. vol. I. Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Ekologi Perladangan di Indonesia: Studi Kasus dari daerah Baduy Banten selatan.eds. Leiden. 1992 Kana. Niko L. LPUI. Johan. KPG-Yayasan Adikarya IKAPI. A. Clarendon Press. The Mediterranean and The Mediterranean World in the Age of Phillip II. 2001 Barnes. Daldjoeni. Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman.. 1997 Burke. Stanford: Stanford University Press. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Dunia Orang Sawu. Jakarta. New York. ‘Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Pada Abad XIX’.DAFTAR SUMBER Alimuddin. Clifford. Jakarta. 1996 Geertz. 1996 Braudel. eds.H.. Pemberontakan Petani Banten 1888. Jakarta. 1978 Fox. ‘Dari sungai ke Jalan Raya: Perubahan Sosial-Ekonomi di Daerah Perbatasan Sumatra Barat-Riau pada awal Abad XX’ dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Gusti. 1984 Koentjaraningrat. Pustaka Jaya. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Sartono. Panen Lontar: Perubahan Ekologi dalam Kehidupan Masyarakat Rote dan Sawu. Seluk beluk Masyarakat Kota. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. 1983 Kartodirdjo. James J. 1929-1989. Pengantar Antropologi Jilid I dan II. Rineka Cipta.B. Jakarta. Peter. Djambatan. Muhammad Ridwan. KITLV. 1981 Boomgaard. Disertasi pada Universitas Gadjah Mada. R. Jakarta. The French Historical Revolution: The Annales School. 1983 Iskandar. 1990 . Harper & Row. 2005 Asnan. Santri Abangan.B. Jakarta.. et. N. Fontana /Collins. 1998 Lapian. Jakarta.. fourth edition. Sinar Harapan. Lapian. Sinar Harapan. Jawa Barat. Depok. Peter.al. Pustaka Jaya. 20 April 1987 91 . Oxford..

Jakarta. Peradaban Jawa Abad ke-8 Sampai dengan Abad ke-15: Sebuah Kajian Tentang Dinamika Pranata-Pranata Politik. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Marwati Djoened. dan F. J. Jilid I Batas-Batas Pembaratan. Christian. Depok. Soedjatmoko. ed. Jakarta. Eds. Jakarta. Jilid III Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris.van Leur. Jakarta. Jakarta. dalam Edi sedyawati. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Jilid I. Teori Mahan dan Sejarah Kepulauan Indonesia. Junus. Jakarta. Gramedia. LPUI. 1992 __________. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB-DRPM Universitas Indonesia. 2005 Lohanda. Yogyakarta. 2001 Sedyawati.R. Horst H.. Tanah di Bawah Angin.’ Lombard. Jakarta. Jilid III. Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1930.’ Bekerja dengan Sumber Sejarah: sebuah pengalaman Intelektual. 1991 92 .C. 1997 Pelras. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKBDRPM Universitas Indonesia. Bhratara. Komunitas Bambu. Lapian. Jawa Kuno. Mona. Tiara wacana. Anthony. Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar. Agama dan Ekonomi. Nusa Jawa Silang Budaya. Sejarah Nasional Indonesia. EFEO. Yayasan Obor Indonesia. Jilid II Jaringan Asia. Balai Pustaka.. 1996 Melalatoa. Sistem Budaya Indonesia. eds. Pamator. Jakarta. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Dennis. Supratikno.J. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680.. 1995 Suhartono. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. 1984 Rahardjo. 2005. 1999 Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. 2002 Reid.’Kajian Maritim Aspek SosialBudaya Ragam dan Peluangnya. 1974 Liebner. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim.. Jakarta. 2006 Poesponegoro. Edi ed. Manusia Bugis. Gramedia. Forum Jakarta-Paris. Verhoeven. Yayasan Obor Indonesia. ‘Perahu-Perahu Tradisional Nusantara: Suatu Tinjauan Sejarah Perkapalan dan Pelayaran dalam Edi Sedyawati.B.

Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dkk.. J. Ary. 1980/1981 Wahyono. Hak Ulayat laut di Kawasan Timur Indonesia. Yogyakarta. 2000 93 . Ditjen Kebudayaan. Jenis-Jenis Perahu di Pantai Utara Jawa Madura. Media Pressindo.Wangania.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful