Modul I Sejarah Indonesia : Hibah Modul Pengajaran : Content Development Tema B1

Tim Penyusun Didik Pradjoko, M.Hum (Koordinator)) Kasijanto, M.Hum (Anggota) Dr. Suharto (Anggota) Yuda B. Tangkilisan, M.Hum (Anggota) Sudarini MA (Anggota) Dra. MPB. Manus (Anggota) Raisye Soleh Haghia (Pendukung) Fathul Bari (Pendukung)

Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) Universitas Indonesia Tahun 2008 DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Nasional

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2008

1

Bab 1 BEBERAPA PENGERTIAN TENTANG SEJARAH

1.1. Pengertian Sejarah dan Ilmu Sejarah Kata “sejarah” yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah. Oleh karena itu tidak terlalu dapat dipersalahkan jika banyak buku sejarah di masa lampau, yang lebih banyak mengungkapkan riwayat seseorang atau satu keluarga daripada mengungkapkan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dan Negara. Dalam bahasa Indonesia terdapat juga kata-kata lain yang merupakan kata serapan dari bahasa lain yang dipergunakan untuk mengkaji masa lampau seperti: “silsilah” yang menunjuk pada asalusul keluarga atau nenek moyang; “hikayat” yang banyak dipergunakan untuk mengisahkan seseorang; ”babad” dan “carita” atau “cerita” yang dipergunakan mengisahkan kejadian-kejadian tertentu; dan masih aada kata-kata lainnya yang menjadi kebudayaan daerah tertentu seperti “tambo’ (Minangkabau) dan “tutur teteek” (Roti). Apabila dilihat dari pemaknaan kata sejarah yang kita pahami baik sebagai masa lampau maupun sebagai ilmu, kata sejarah itu lebih dekat dengan pengertian yang terkandung pada kata historia - berasal dari ilmu kedokteran Yunani- yang berarti ilmu (istor artinya orang pandai); dalam bahasa Inggris menjadi history yang mengandung arti masa lampau manusia, dan dalam bahasa Jerman disebut gesischte yang artinya sudah terjadi. Kata-kata lainnya yang juga dipergunakan untuk menunjukkan kajian masa lampau antara lain: chronicle (kronika), geneology (keturunan), annals (tarikh), dan epic (kepahlawanan). Jika sejarah itu adalah masa lampau, maka apa yang terjadi pada pagi hari telah menjadi sejarah pada siang harinya. Secara logika pernyataan seperti itu dapat dibenarkan. Namun cara berpikir seperti itu membuat masa lampau itu menjadi bentangan yang tidak terbatasnya– mulai dari detik-detik yang baru saja kita lewati sampai jauh ke belakang, entah kapan dan di mana sejarah dapat mengungkapkannya. Apa saja yang harus dimasukkan ke dalam “masa lampau” yang demikian panjang itu?

2

Perampokan? Gempa Bumi? Kerusuhan? Genocide? Krisis Moneter? Perang? Revolusi? Perdamaian? Kesejahteraan? dan apa lagi? Dari pertanyaan-pertanyaan semacam itu terlihat bahwa konsep masa lampau dalam arti sejarah, akan mempunyai arti jika pembatasan telah dilakukan. Pembatasan yang paling awal adalah menyangkut dimensi waktu – kapan sampai apabila. Salah satu konsensus yang dicapai adalah bahwa sejarah satu bangsa atau etnis tertentu dimulai manakala bukti-bukti tertulis mengenai bangsa atau etnis tersebut telah ditemukan. Atas dasar kesepakatan itu maka zaman (periode) sejarah pun mulai bergulir. Adapun zaman yang belum ditemukan bukti-bukti tertulis disebut zaman “prasejarah”, meskipun dari zaman ini pun ditemukan jejak-jejak peradaban manusia, seperti seni pahat atau seni patung. Penulisan tentang masa lampau manusia dapat dikatakan berawal di Yunani sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Pada waktu itu penulisan sejarah atau historiografi masih merupakan perpaduan antara ilmu kedokteran dan ilmu hukum. Dari ilmu kedokteran misalnya, historiografi Yunani mendapat pengaruh untuk mencari sebabmusabab dari suatu kondisi atau kasus. Dalam menjelaskan sebab-musabab itu dilakukan melalui suatu argumentasi yang lazim dilakukan oleh ilmu hukum (retorika), seperti dilakukan seorang jaksa penuntut untuk membuktikan kesalahan terdakwa dan pengacara yang berusaha membuktikan bahwa terdakwa tidak bersalah. Ungkapan retorika seperti itu tidak semata-mata untuk membuktikan kebenaran, tetapi juga menciptakan makna atas kebenaran itu. Sejarawan Yunani pertama yang melakukan pembuktian semacam itu adalah Herodotus (ca. 484-425 SM) dalam karyanya tentang “Perang Yunani-Persia” tahun 478 SM yang dilukiskan sebagai perang peradaban antara peradaban Hellenic dan Perisa (Timur). Dalam menyusun karyanya itu ia berusaha bertindak obyektif (dalam arti netral sehingga dianggap kurang patriotik) dengan menggunakan sumber data dari kedua belah pihak. Oleh karena itu dia dianggap sebagai bapak sejarah. Meskipun demikian karyanya masih mempunyai dua kelemahan, yaitu kurang akurat dalam menyajikan data, dan masih terbelenggu oleh kerangka pemikiran budaya itu, yaitu sebab-musabab supernatural. Artinya perang itu terjadi karena kehendak para dewa.

3

sekaligus mampu menunjukkan bahwa sebab-musabab perang bukan karena kehendak para dewa. Dalam karyanya itu Gibbon tidak lagi bersandar pada retorika yang meyakinkan untuk membuktikan “kebenaran sejarah”. Ia menulis tentang perang antara Athena dan Sparta yang disebut sebagai Perang Peloponnesos (431-404). khususnya dua contoh karya Herodotus dan Thucydides. akan tetapi yang kemudian dikenal oleh masyarakat sejarawan sebagai bapak sejarah ilmiah (science historian) atau sejarah kritis adalah sejawan Jerman. mampu menghindari penjelasan supernatural. Dokumen dalam arti naskah-naskah lebih banyak digeluti oleh para ahli naskah atau filolog.Tulisan pertama dari sejarawan Yunani yang dinilai mampu melepaskan diri dari sebab-musabab supernatural adalah Thucydides (ca. Leopold von 4 . melainkan karena ulah manusia. Thucydides sebagai seorang jenderal dan politisi. 456-396 SM). Gibbon dapat dikatakan merupakan sejarawan pertama yang menggunakan cara kerja ilmiah. Dari uraian di atas. Pada tahun 1776 terbit buku “The History of the Decline and Fall of the Roman Empire” karya Edward Gibbon (1737-1794). Tradisi sejarawan seperti yang dilakukan para sejarawan Yunani itu berlangsung sampai sekitar abad ke-18. Meskipun Herodotus dan Thucydides sudah mengawali penulisan sejarah berdasarkan sumber data. dia tidak saja memanfaatkan kritik ekstern seperti yang dilakukan para filolog tetapi juga kritik intern yang dikembangkan oleh para sejarawan. Dalam karyanya itu. Meskipun yang menerapkan cara kerja ilmiah dalam pembuktian sejarah adalah Gibbon. melainkan pada dokumen-dokumen (bukti-bukti terturlis). akan tetapi cara pembuktian para sejarawan Yunani waktu itu pada dasarnya tidak menggunakan bukti (evidensi) seperti dokumen yang menjadi baku dalam metode sejarah masa kini. Perang itu terjadi karena didorong oleh persaingan antara kedua belah pihak untuk menjadi nomor satu di wilayah Yunani. yang membanding-bandingkan dua dokumen atau lebih untuk mencari mana yang otentik (asli) dan mana yang tidak otentik (cara kerja ini kemudian dikenal dengan sebutan “kritik ekstern”). dapat didefinisikan di sini bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia atau masa lalu manusia. Untuk mencari kebenaran sejarah. Secara akurat ia mempu merekonstruksi perang tersebut berdasarkan data-data yang diperolehnya dari kedua belah pihak.

“wie es eigentlich gewesen”. Sesuai dengan ketentuan sebagai cabang ilmu (ilmiah) harus mempunyai metode serta obyek penelitiannya. 5 . melainkan juga untuk menjadikan sejarah sebagai disiplin ilmu atau cabang ilmu yang otonom sederajat dengan cabang-cabang ilmu lainnya. atau pembagian babak satu. Langkahnya itu kemudian diikuti oleh para sejarawan lainnya. Langkah-langkah yang ditempuh Ranke bukan semata-mata pembuktian terhadap kebenaran fakta sejarah. dua dan tiga. Para sejarawan yang menerima “actuality” terjemahan “eigentlich” berpendapat bahwa yang dimaksud oleh Ranke adalah menentukan fakta sejarah seperti apa adanya tanpa diembel-embeli ide-ide tertentu sebagai pendorongnya. maka ilmu sejarah adalah ilmu yang mempelajari sejarah dalam arti bagaimana merekonstruksi semua data-data atau unsur-unsur masa lampau terkait dalam sesuatu deskripsi. Artinya ia mengakui pula bahwa ilmu sejarah mempunyai keterkaitan dengan falsafah sejarah. maka ilmu sejarah juga mempunyai metode penelitiannya yaitu “metode sejarah” serta obyek penelitiannya yaitu masa lampau manusia dan struktur sosialnya. Ia memperkenalkan cara-cara menguji isi dokumen dan menetapkan fakta sejarah yang benar. melainkan juga harus menjelaskan alasan-alasan rasional. yang berkaitan erat konsep pemenggalan waktu tersebut. Jika sejarah adalah rekonstruksi manusia. termasuk konsep ruang (spatial) dan waktu (temporal).Ranke (1795-1886). Selain itu Ranke menekankan pentingnya obyektivitas dalam penelitian sejarah. Ia menganjurkan supaya menulis sejarah apa adanya dalam arti apa yang sebenarnya terjadi. “really” (atau essentially) dan “actuality”. sebab setiap periode sejarah akan dipengaruhi oleh semangat zamannya (zeitgeist). Sementara yang menerima kata “essentially” atau “really” berpendapat bahwa Ranke mengakui bahwa ide-ide tertentu menjadi faktor pendorong sejarah. 1495-1535 yang terbit pada tahun 1824. sehingga akhirnya sejarah diakui sebagai salah satu cabang ilmu yang mandiri. Metode sejarahnya itu diuraikannya dalam bukunya “History of Romance and Germanic Peoples. Pembabakan Sejarah (Indonesia) Pada hakekatnya masalah pembabakan atau periodesasi sejarah bukanlah sekedar menentukan batas awal dan batas akhir.2. Dia dinilai sebagai peletak dasar dari metode sejarah yang bersifat ilmiah. Dalam bahasa Inggris kata “eigentlich” diartikan dalam dua kata. 1.

Kalau konsep serta argumentasinya tidak jelas. Pada cetakan pertama. Ada pun susunan pembabakannya berdasarkan cetakan kedelapan tahun 1993 adalah sebagai berikut: Jilid I Jaman Prasejarah di Indonesia Jilid II Jaman Kuno (awal M – 1500 M) Jilid III Jaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (±1500-1800) Jilid IV Abad Kesembilanbelas (± 1800-1900) Jilid V Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (±1900-1942) Jilid VI Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia (±1942-1984 6 . Pada awalnya pembabakan Sejarah Indonesia disusun mengikuti pembabakan yang telah dibuat oleh para sejarawan Kolonial Belanda. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. susunan editornya berubah menjadi Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. bahkan kekacauan. Salah satu keputusan dari Seminar Nasional Sejarah yang kedua itu adalah penulisan Sejarah Nasional Indonesia yang diharapkan nantinya menjadi semacam buku baboon sejarah Indonesia. Ternyata pembabakan “tiruan” itu selain banyak mengundang kritikan karena dinilai tidak cocok dengan semangat “Indonesia Sentris” yang berkembang waktu itu. duduk sebagai editor umum adalah Sartono Kartodirdjo.Artinya harus jelas tempat atau ruang di mana peristiwa itu terjadi dan kapan terjadinya. khususnya buku Geschiedenis van Nederlandsch-Indië (terbit pertama kali tahun 1939) karya Stapel dkk. Berdasarkan keputusan akhirnya pada pertengahan dekade 1970-an terbit buku “Sejarah Nasional Indonesia” terdiri dari enam jilid. maka akan terjadi kerancuan. Masalah pembabakan itu kemudian dibawa ke dalam Kongres Nasional Sejarah pada tahun 1957 yang kemudian dibicarakana lagi pada Seminar Nasional Sejarah ke-2 tahun 1970. Dalam “pemutakhiran yang dilakukan pada tahun 1984. yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

yaitu zaman ketika orang belum mengenal tulisan yang diakhir pada abad ke-4 Masehi II. juga dalam praktiknya masaih banyak buku ajar sejarah. Penulis buku itu membagi periodisasi Sejarah Indonesia sebagai berikut: I. a. atau tidak jelas dalam pembabakaannya. yaitu dengan ditemukannya tulisan (hal yang sudah menjadi kesepakatan umum). yaitu dalam negeri (kepulauan Indonesia) 7 . Zaman Prasejarah. Indonesia sesudah abad18 disebut Zaman Modern Dari contoh ini terlihat penulis buku tidak konsisten dengan konsep yang dibuatnya dalam menentukan periodisasi. Pasa zaman ini sudah ada tulisan-tulisan. Zaman Proto Sejarah yaitu zaman ambang sejarah. yang memberi keterangan tetang peristiwa-peristiwa masa lampau. Selain banyak yang pro dan kotra terhadap buku tersebut. Babak kedua ini tidak lagi didasarkan pada keberadaan bukti tertulis itu sendiri melainkan atas dasar asal bukti tertulis tersebut.Ternyata terbitnya buku Sejarah Nasional Indonesia tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. Pada babak ke-1 “Zaman Prasejarah” konsep itu tercermin cukup jelas. Dia menyebutkan bahwa sejarah Indonesia dimulai sejak abad ke-4 Masehi. yaitu zaman di mana orang sudah mengenal tulisan. Indonesia abad ke-15 s/d abad ke -18 disebut Zaman Baru yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai jatuhnya Mataram dan Banten ke tangan imperialis Belanda c. terutama untuk sekolah-sekolah menengah yang terpengaruh oleh tulisan Stapel dkk. Namun pada babak ke-2 “Zaman Proto Sejarah” konsepnya itu menjadi kabur. tetapi sumber tulisan itu dari luar negeri dan beritanya samarsamar. Jadi dasar pembabakannya itu jelas adalah adanya bukti tertulis atau budaya aksara. Zaman Sejarah. III. Sebagai contoh kesalahan dalam membuat pembabakan itu nampak pada buku ajar Sejarah Indonesia untuk SMU yang diterbitkan oleh penerbit Bumi Aksara. Indonesia abad ke-1 s/d abad ke-14 disebut Zaman Kuno yang membicarakan masa berkembangnya kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buda b.

dan luar negeri (luar kepulauan Indonesia). Ketidak jelasan itu juga terlihat pada babak ke-3 “Zaman Sejarah”. Meskipun zaman ini disebutkan dimulai sejak abad ke-4 M, namun dalam sub “a” yang diberi nama “Zaman Kuno”, dia menyebutkan bahwa zaman kuno yang nota bene tercakup dalam zaman sejarah, diawali pada abad pertama Masehi (kemungkinan besar kesalahan ini karena dia mengutip begitu saja pembabakan yang ada dalam buku Sejarah Nasional Indonesia). Terlepas dari masih adanya polemic sekitar buku Sejarah Nasional Indonesia yang enam jilid, pembabakan dalam tulisan sejarah pada hakekatnya dapat disusun berdasarkan kronologis atau tematis. Susunan secara kronologis artinya setiap babak disusun berdasarkan penggalan-penggalan waktu kejadian sebenarnya. Pembabakan secara kronologis ini terutama sangat membantu untuk penulisan sejarah yang mencakup kurun waktu yang panjang seperti sejarah umum, sejarah nasional atau sejarah dunia. Misalnya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 karya M.C. Ricklefs yang diterbitkan oleh Serambi tahun 2005. Struktur tulisannya adalah sebagai berikut: I. II. III. IV. V. VI. Lahirnya Zaman Modern Perjuangan Merebut Hegemoni, ± 1630-1800 Pembentukan Negara Jajahan, ± 1800-1910 Munculnya Konsepsi Indonesia ± 1900-42 Runtuhnya Negara Jajahan ± 1942-50 Indonesia Merdeka

Sedangkan pembabakan secara tematis akan sangat membantu jika tulisan sejarah itu semacam studi kasus atau kajian khusus yang durasinya relative singkat namun permasalahannya cukup rumit dan mendalam. Contoh tulisan itu antara lain Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya tahun 1984. Ada pun struktur penulisannya adalah sebagai berikut: Bab I Pengantar Bab II Latar Belakang Sosio-Ekonomis Bab III Perkembangan Politik

8

Bab IV Keresahan Sosial Bab V Kebangunan Agama Bab VI Gerakan Pemberontakan Bab VII Pemberontakan Dimulai Bab VIII Penumpasan Pemberontakan dan Kelanjutannya Bab IX Kelanjutan Pemberontakan Bab X Akhir Kata

1.3. Metodologi Sejarah Pada dasarnya untuk mengetahui masa lampau manusia adalah dengan cara mempelajari peninggalan-peninggalannya, baik berupa dokumen, artefak, maupun keterangan lisan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan suatu metode yang baik pula serta (kalau perlu) teori-teori tertentu yang tepat guna. Metode penelitian dalam ilmu sejarah disebut metode sejarah, yang cara kerja mempunyai cirri yang berbeda dengan metode penelitian bidang ilmu lain. Metode Sejarah merupakan suatu cara untuk mengetahui otensitas tidaknya satu dokumen, benar atau tidaknya isi dokumen, serta relevan tidaknya dengan permasalahan yang hendak dituliskan sebagai karya sejarah. Dalam proses kerjanya memperlihatkan tahap-tahap mulai dari yang teoritis sampai pada pelaksanaan teknis yang diterapkan dalam penelitian dan penulisan sejarah. 1.3.1. Metode Sejarah Dalam proses kerjanya, metode sejarah memiliki pentahapan yang sebaiknya diikuti dengan baik. Ada pun tahap-tahap penelitiannya itu adalah sebagai berikut:  heuristik, yaitu suatu kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah (raw material) sesuai dengan tujuan dari penelitian itu yang tertera dalam proposal atau outline penelitian yang telah disusun sebelumnya. Bentuk sumber sejarah adalah: tekstual (dokumen,

9

Koran, majalah dan bentuk teks lainnya) dan nontekstual (foto, gambar, peta, karikatur sezaman), lisan, kebendaan, dan audiovisual.  Verifikasi, yaitu mencakup kritik ekstern dan intern sumber sejarah. Dalam tahap ini peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui suatu proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Jika yang diuji itu arsip atau dokumen, maka yang dimaksud materi di sini adalah jenis kertasnya dan tintanya. Apakah benar kertas atau tintanya berasal dari zamannya. Jika sumber sejarah itu merupakan sumber lisan, maka yang diuji adalah orangnya, apakah orang tersebut betul pelaku atau orang yang menyaksikan langsung, serta cukup sehatkah untuk diwawancara. Setelah data-data tersebut teruji, kemudian dinilai apakah datadata itu relevan dengan permasalahan yang hendak ditulis, baik dari segi tema, maupun periodenya. Data-data yang telah teruji dan terpilih inilah yang kemudian disebut sebagai fakta sejarah.  Interpretasi atau eksplanasi yaitu proses menafsirkan atau pemberian makna serta merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya, dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti (fact of meaning). Berkaitan dengan masalah interpretasi dan eksplanasi ini ada berbagai metode atau pendekatan yang dapat dipergunakan, seperti metode naratif (history of event), struktural, dan strukturistik. Keberhasilan penggunaan ketiga metode ini pada dasarnya sangat tergantung dari sifat obyek penelitiannya.  Historiografi yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji dan terangkai tadi. Dalam proses penulisan ini, penguasaan sang sejarawan atas teori dan metodologi sedikit banyak ikut mempengaruhi mutu karya yang dihasilkannya. 1.3.2. Teori Sejarah Pokok masalah dalam teori sejarah adalah kebenaran dari pengetahuan yang dihasilkan oleh para ahli sejarah yang dilandasi oleh berbagai bentuk eksplanasi. Secara

10

tetapi seringkali juga mengungkapkan semacam prediksi. 1987: 17). Dalam hal ini sejarah merupakan ungkapan dari suatu pandangan filsafah mengenai perkembangan ummat manusia. yaitu teori sejarah spekulatif dan kritis. yaitu “narrativisme”. Penganut lainnya adalah Hegel. Bagaimana membuktikan adanya masa lampau melalui berbagai peninggalan masa yang bersangkutan itulah yang menjadi inti persoalan teori sejarah. apa yang harus terjadi. Mana “motor” yang menggerakkan sejarah 3. ilmu sejarah adalah kaidah-kaidah ilmiah untuk membuktikan adanya masa lampau. “hermeneutika”. 1987). Mereka menolak anggapan bahwa tugas sejarawan adalah mengungkapkan masa lampau sesuai dengan falsafah tertentu. nampak bahwa sistem sejarah spekulatif sering membicarakan masa depan. Bertolak dari tiga pertanyaan itu mereka membahas proses sejarah tidak sekedar apa yang telah terjadi di masa lalu. yaitu : 1.umum teori sejarah dapat dibagi dua bagian. Seperti tercermin dalam ketiga macam pertanyaan tadi. dan Toynbee (Ankersmit. Paling tidak ada tiga macam pertanyaan yang umum diajukan oleh para penulis sejarah spekulatif. Para sejarawan Marxis dapat dikatakan merupakan salah satu contoh model sejarah spekulatif. Oleh karena banyak cara yang diajukan. Spengler. Apa dan bagaimana sasaran terakhir yang dituju oleh proses sejarah. Mereka melihat faktor “pertentangan kelas” menjadi “motor” dari proses sejarah. Para sejarawan menyadari pula bahwa dari keempat teori itu telah berkembang berbagai kombinasi. namun keempatnya dapat diterima sebagai patokan kerja. terutama antara teori yang disebut 11 . maka tidak mengherankan jika sampai sekarang berkembang pula teori-teori sejarah. Meskipun pada dasarnya keempat teori tersebut bersandar pula pada suatu pandangan tertentu. “kasualitas” dan “covering law model” (Ankersmith. Sejarah spekulatif umumnya dianut oleh para sejarawan yang menyatukan sejarah dengan filsafat. Pola macam apa yang perlu diamati dalam proses sejarah 2. Bagi kalangan ini. Adapun sejarah analitis justru memisahkan antara sejarah dan falsafah. Salah seorang filsuf sejarah membedakan empat teori pokok yang sampai sekarang muncul di kalangan sejarawan. Aliran ini terutama berkembang pada sejarawan empirik.

Dengan kata lain fakta-fakta itu hanya terdapat dalam alam pikiran para sejarawan yang menelitinya. Perbedaan ini muncul terutama karena adanya pandangan yang berbada mengenai sifat-sifat peninggalan masa lampau. 1. terlepas apakah ia menggunakan teori baku seperti kasualitas. 12 . Subyektivitas dan Obyektivitas Sejarah Salah satu perbedaan pokok yang sering mencuat di kalangan sejarawan. Oleh karena itu fakta-fakta yang ditampilkan merupakan evidensi itu sendiri. bukan hasil rekayasa para sejarawan dan selalu mengacu ke masa silam. Dalam praktek.pertama sampai ketiga.3. Ada yang berpendapat bahwa pengetahuan kita tentang masa lampau adalah subyektif dan ada pula yang menilainya obyektif. atau kombinasikombinasinya. Sebaliknya bila seorang sejarawan mampu menjaga jarak dari obyek yang ditelitinya sehingga nilai-nilai politik dan etisnya tidak larut dalam eksplanasi karyanya. Artinya peninggalan tersebut tidak dapat mengatakan kepada kita yang hidup di masa kini mengenai apa yang terjadi pada masa lampau. Bila seorang sejarawan membiarkan keyakinan politik atau etisnya turut berperan sehingga terlihat dalam karya sejarahnya. narrative. pengertian subyektif dan obyektif dapat disamakan dengan terpengaruh atau tidaknya sejarawan oleh nilai-nilai tertentu dari obyek yang ditelitinya. Sementara itu kelompok sejarawan yang berpandangan obyektif menganggap bahwa peninggalan-peninggalan itu sudah merupakan kenyataan dari masa lampau. maka pelukisan sejarahnya disebut subyektif. adalah masalah obyektivitas dan subyektivitas. maka pelukisan sejarahnya itu disebut subyektif. Para sejarawanlah yang membuat peninggal-peninggalan masa lampau itu “berbicara”. Kombinasi-kombinasi itu merupakan terobosan-terobosan yang diupayakan untuk menembus berbagai kendala yang masih menyelimuti masa lampau manusia yang diakibatkan oleh lemahnya atau terbatasnya data-data dari masa lampau.3. yang tidak mempunyai nilai obyektif sendiri. Artinya peninggalan-peninggalan itu sudah berbicara tentang masa lampau. Kelompok yang berpandangan subyektif adalah yang menganggap bahwa peninggalan itu hanya sekedar lambang atau wakil dari masa lampau.

1. penulisan sejarah yang lebih rasional baru muncul sekitar abad ke-5 SM. antara lain oleh Polybius (orang Yunani yang dibesarkan di Roma). 55-120 M).4. maka penulisan sejarahpun semakin berkembang dan bervariasi pula. sejarah mentalitas dll. maka sejak awal abad ke-20 berbagai tema sejarah sebagai alternatif dalam mengungkapkan masa lampau manusia seperti sejarah sosial. Tradisi Yunani itu kemudian dijadikan model oleh para sejarawan Romawi.1. 13 . para pakar sejarah umumnya melihat kepada historiografi Eropa karena dari wilayah inilah bermula munculnya tradisi penulisan sejarah. namun budaya zaman yang hidup waktu itu telah membuat karya lebih menyerupai mitologi daripada karya sejarah. Di Yunani tradisi penulisan itu sudah dimulai yang disusun dalam bentuk puisi. Ia banyak menulis tentang masa akhir Yunani sampai awal berdirinya Romawi. Zaman Yunani-Romawi. misalnya karya Homer. yaitu dengan terbitnya karya Herodotus yang disusul oleh karya Thucydides. Seperti telah disinggung di atas.4. Penulis Romawi sendiri antara lain: Julius Caesar (100-44 SM). sejarah ekonomi. Banyak aspek supernatural dipergunakan sebagai dasar penjelasannya mengenai sebab-musabab terjadinya suatu peristiwa. Gaius Sallustius Crispus (ca. khususnya sejarah sebagai kajian ilmiah. dan Pablius Cornelius Tacitus (ca. Dengan adanya dua sudut pandang ini. 86-34 SM). Historiografi 1. Meskipun karya ini bertolak dari suatu kenyataan masa lampau. Sedangkan golongan subyektif menganut pandangan idealis mengenai sejarah dan menganggap peninggalan masa lampau sebagai evidensi sejarah (barang bukti).Golongan obyektivitas menganut pandangan realis mengenai sejarah dan mengggap peninggalan masa lampau sebagai sumber sejarah. Titus Livius (59 SM-17 M). sejarah petani. yaitu Illiad-Odessy yang menceritakan kehancuran kerajaan Troya tahun 1200 SM. Jika pada abad ke-19 dan sebelumnya jenis “sejarah politik” seakan-akan satu-satunya karya sejarah yang absah. Dalam masalah sejarah penulisan sejarah (historiografi). ditambah dengan adanya perkembangan teori dan metodologi sejarah.

sekaaligus tentang adat-istiadat suku tersebut.Daud ---------Babylonia ----Jesus----. Zaman Abad Pertengahan.2 -------0-----.1 ----0-----.6 ------0-------Adam----------Nuh--------Ibrahim-------. namun saying dia ceroboh dalam masalah kronologi dan geografi sehingga mengurangi nilai karyanya itu. yang merupakan memoir tentang suku Gallia. Ia tercatat sebagai orang pertama yang melukiskan sebab moral runtuhnya kekaisaran Romawi. Sallustius terkenal dengan monografi dan biografinya. dan Germania. Dalam pembuktiannya ia lebih banyak mengemukakan retorika sehingga mengorbankan kebenaran sejarah.Julius Caesar adalah seorang jenderal yang kemudian menjadi kaisar. dan civil War yang merupakan penjelasan mengenai sebab-musabab terjadinya perang Gallia. Analisanya dinilai cukup netral. Tacitus menulis Annals.2. Kebudayaan Yunani-Romawi yang bertumpu kepada kekuatan akal dianggap sebagai hasil setan karenanya harus ditolak dan digantikan dengan kebudayaan Kristen yang bertumpu pada agama dan supernatural.5 -------0---. Livius merupakan salah satu contoh penulis yang hampir sepenuhnya menggunakan model Yunani. Tradisi Yunani yang dilanjutkan oleh Romawi itu kemudian terhenti oleh kemenangan Kristen di Eropa. Sebagai contoh dalam periodisasi atau pembabakan sejarah disesuaikan dengan ajaran yang ada pada kitab Injil (Perjanjian Baru). Conspiracy of Catiline. Sebagai contoh adalah skema periodesasi yang disusun Augustine: --O------.4 -----0---. Karyanya tentang berdirinya kota Roma merupakan campuran antara data factual dan fantasi. Histories.kedatangan 14 .3------0------. 1.4. Jugurtbine War. menulis Commentaries on Gallic War. Bentuk karya yang disebut terakhir sekaligus menjadi salah satu 14irri bagi penulisan sejarah era Romawi. Karyanya itu merupakan paduan antara karya Livius yang cenderung pada retorika dan Polybius yang cenderung pada sejarah. Menurut pandangan yang disebut terakhir. sejarah tidak bisa dipisahkan dari teologi atau agama. Ia menulis history of Rome.

The History of Ferdinand I of Aragon. Menurut pandangan Kristen orang harus memilih antara Tuhan dan setan. Sejalan dengan semakin pulihnya keamanan dan perdagangan di Eropa. 180-250 M) yang mengungkapkan bahwa dunia diciptakan Tuhan pada 5499 SM. yang menguangkapkan pembelaannya atas peradaban Kristen yang dituduh sebagai penyebab runtuhnya Romawi (Barat) pada abad ke-5 M. Corak penulisan sejarah pun kembali mengalami perubahan. Meskipun kebenaran yang dikemukakannya juga dapat disangkal oleh yang lain. Zaman Renaissance. 1. Dalam karyanya itu itu Orosius mengatakan bahwa keruntuhan paganisme sudah menjadi kehendak Tuhan. 15 . untuk memasuki era Renaissance. Pada masa ini pusat penulisan sejarah terdapat di gereja dan Negara dengan pendeta dan raja sebagai pelaku utama. 354-430 M) yang merupakan filsafat sejarah Kristen yang cukup berpengaruh. Seven Books Against the Pagan karya Paulus Orosius (ca. Pada era ini semangat paga dan kebudayaan klasik Yunani-Romawi menjadi model. 380-420 M) murid Augustine. Orang yang terlibat dalam sejarah suci akan dimenangkan oleh Tuhan. Pembuktian kebenaran sejarah tidak lagi bersandar pada wahyu melainkan pada akal. karena orang-orang kafir itu akan runtuh.Jesus ke-2 The City of God adalah karya Augustine (ca. namun keberaniannya dalam melakukan kritik merupakan satu langkah yang maju waktu itu. Karya-karya yang lahir pada abad-abad ini antara lain: Chronographia karya Sextus Julius Africanus (ca. Reformasi dan Kontra Reformasi. Tinjauan kritis dan netral yang didukung oleh data-data faktual tidak terlihat pada zaman Kristen di Abad Pertengahan ini.3.4. sekaligus sebagai pertanda berakhirnya Abad Pertengahan pada abad ke-15. yang berupaya membuktikan bahwa berita kaisar Konstantinus (memerintah 305-337) telah memberikan hak politik kepada paus adalah tidak palsu. Hal ini antara lain tercermin dari karya Lorenzo Valla (1407-1457) yang menulis The History of Ferdinand I of Aragon. teologi yang dogmatis diganti dengan ilmu. khususnya pada abad pertengahan yang sering dikenal dengan sebutan “Abad Kegelapan” (The Dark Ages) yang melahirkan struktur masyarakat feudal di Eropa.

Historiografi pada abad ke-19 ditandai dengan beberapa cirri yang cukup menonjol. yang banyak mengalihkan isu yang penting ke isu sekunder yang tidak relevan. (2) munculnya 16 . Dari Rasionalisme ke Liberalisme. dan The History of the Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon yang terbit pada tahun 1776. Buku ini benyak dikecam oleh gerakan “kontra Reformasi” yang berupaya menegakkan kembali kewibawaan gereja Katholik yang dinilai telah dirusak oleh gerakan Reformasi. Abad ini yang sering disebut sebagai Abad Rasionalisme-Pencerahan telah melahirkan banyak karya. namun dalam menulis tentang kemunculan agama Kristen di dunia Barat cukup obyektif. History of England from the Invasion of Julius Caesar to the Revolution of 1698 karya David Hume (1711-1776). antara lain: (1) penghargaan kembali pada Abad Pertengahan. Tulisannya itu jelas merupakan karya yang memihak dan apologetis. 1.Dekonstruksi terhadap historiografi Abad Pertengahan berlanjut pada masa “Reformasi”. Seperti telah disinggung di atas. Dalam bukunya itu ia banyak menyerang institusi kepausan dari segi hukum dan konstitusi. Meskipun ia tergolong sejarawaan rasionalis. demikian pula mengenai sumbangan Islam pada peradaban dunia. Meskipun demikian nilai buku itu cukup tinggi. Buku ini merupakan sejarah umum yang membeberkan sumbangan bangsa-bangsa Timur dan Islam terhadap peradaban dunia dan Eropa. misalnya: Essay on the manners and spirit of the Nation karya Voltaire (16971778) yang terbir pada tahun 1756. akurasinya dalam penulisan yang didukung dengan bukti-bukti membuat karyanya menjadi penting dan ‘abadi’ dalam historiografi dunia. Hal ini antara lain tercermin dari karya lacich Illyricus (1520-1575). terutama dalam penggunaan sumber datanya. Gibbon merupakan sejarawan pertama yang menggunakan eviden (dokumen) untuk pembuktian kebenaran sejarah.4. Seperti telah disinggung di atas. model Yunani dengan retorikanya masih cukup Nampak pada abad ke-17 dan ke-18. Selain gayanya yng berbeda. Cardinal Caesar Baronius (1538-1607) misalnya menulis buku Ecclesistical Annals yang merupakan jawaban langsung terhadap tuduhan dari buku Magdeburg Centuries. dari segi pengungkapan kebenaran sejarah.4. Magdeburg Centuries yang merupakan sejarah polemik.

sebab menulis sejarah “sebagaimana yang terjadi dinilai bertentangan dengan psikologi. Seperti dikemukakan oleh Carl L. yaitu masyarakat kapitalis dengan sistem politik demokrasi liberalnya. Dari pertarungannya itu melahirkan sintesis sebagai tujuan akhir. setiap orang yang menulis pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Sadar atau tidak. Kedua faktor inilah yang sering digugat oleh sistem komunis yang dapat dinilai sebagai kekuatan anti-tesis yang kemudian menghasilkan tujuan akhir sejarah manusia. juga melahirkan banyak pemikir-pemikir sejarah (filsafat sejarah) yang berpengaruh pada perkembangan teori dan metode sejarah pada tahun-tahun berikutnya. Dalam buku ini ia mengemukakan perbedaan antara orang-orang Jerman yang disebutnya Urvolk alias bangsa yang masih murni dan orang-orang Eropa selatan yang disebutnya Mischvolk alias bangsa campuran yang sedang mengalami keruntuhan. The End of History and The Last Man yang terbit pertama kali pada tahun 1992. dengan proletariat sebagai sarana pembebasan manusia. yaitu (1) perkembangan ekonomi yang didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan (2) keinginan untuk diakui. Diawali dengan tesis yang mendapat perlawanan dari satu kekuatan yang disebut anti-tesis.liberalism. Sejarah yang bersifat nasionalistis misalnya Address to the German Nation karya Johann Gottlieb Fitchte (1762-1814). Abad 19 selain melahirkan Leopold von Ranke yang dianggap sebagai bapak sejarah science. melainkan fakta yang dipilih dengan sengaja oleh sejarawan. Menjelang akhir abad ke-19 kebenaran yang dikemukakan oleh Ranke mulai diragukan. yang kemudian berproses sampai menghasilkan sintesa baru. Dalam karyanya itu Fukuyama menginterpretasikan perkembangan masyarakat dunia (masa kontemporer) didorong oleh dua faktor. Heinrich Karl Marx (1818-1883) memakai dialektika Hegel. (3) munculnya filsafat sejarah. Tulisannya itu telah member dorongan timbulnya nasionalisme Jerman. dan (4) nasionalisme. dihargai. Pengaruh filsafat sejarah Hegel ini antara lain nampak pada karya Francis Fukuyama. 17 . dst. Pada gilirannya nanti sintesis ini akan berubah menjadi tesis baru. Misalnya: Georg Wilhelm Friederich Hegel (1770-1831) yang menulis buku Philosophy of History. Dalam bukunya itu ia berpendapat bahwa sejarah itu naju dengan cara dialeksis. Fakta sejarah bukanlah batu bata yang tinggal dipasang saja. dan persamaan hak.

sehingga seringkali sejarah baru itu disebut sebagai “sejarah sosial”. Penulisan sejarah di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak masa kerajaan HinduBuddha berkembang di kepulauan Indonesia. pemujaan terhadap fakta hanyalah ilusi. “Hikayat Tanah Hitu”.5. Akan tetapi karya-karya para “sejarawan” atau tepat para pujangga dinilai kurang bernilai sejarah karena sarat dengan mitos-mitos seperti halnya historiografi Abad Pertengahan di Eropa. anakronis. maka sejarah baru menekankan perlunya penggunaan ilmu-ilmu sosial. Demikian pula era kesultanan atau kesunanan yang bercorak Islam. 1. Salah satu pujangga istana Surakarta. Ia menulis Babad Giyanti yang merupakan penafsiran kembali karya-karya yang lebih tua. “Negara Kertagama”. dan “Carita Parahiyangan”. Sementara itu James Harvey Robinson (1863-1936) mengatakan bahwa sejarah kritis kita hanya dapat menangkap “permukaan”. semasa dia berada di pengasingan. Mungkin saja masih banyak pujangga dan pelaku sejarah 18 . Sifatnya primordial atau istana sentries. seperti Pangeran Dipenogoro menulis Babad Dipenogoro. dan “Babad Kraton”. Historiografi Indonesia. Oleh karena itu pada awalnya tidak sedikit sejarawan akademik yang menilai karya-karya seperti itu tidak patut dijadikan sebagai referensi penelitian sejarah ilmiah. “Tuhfat al Nafis”. legitimasi. terbit misalnya.Becker (1873-1945). misalnya “Pararaton”. yang disesuaikan dengan kebutuhan zamannya. Atas dasar pemikiran itu maka muncul gagasan baru tentang perlunya “sejarah baru” atau “new perpective on historical writing”. Yasadipura (1729-1805) barangkali dapat disebut sebagai ‘sejarawan’ yang mulai mengkaji kembali karya-karya historiografi tradisional Indonesia. dengan sumber data yang seringkali sulit dilacak serta analisa sebab-musabab supernaturalnya. sekaligus mendekatkan kembali ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial. Kemudian pada abad ke-19 beberapa pelaku sejarah juga menuliskan sejarahnya.4. tidak dapat menangkap realitas di bawah dan tidak dapat memahami perilaku manusia. yang ditulisnya pada tahun 1835. “Babad Tanah Jawi”. Berbeda dengan historiografi modern yang dipelopori Ranke yang menekankan kritik.

susuhunan. sejarah dianggap benar dan penting-bahkan oleh orang-orang Indonesia berpendidikanadalah “babad londo” dengan tokoh-tokohnya yang berkuasa seperti gubernur jenderal dan para residennya. Husein Djajadiningrat dapat dikatakan sebagai orang Indonesia pertama yang melakukan prinsip-prinsip metode kritis sejarah. Setelah proklamasi kemerdekaan literatur sejarah Indonesia mengalami “booming”. Semangat inilah yang mendorong penulisan sejarah dengan pendekatan “Indonesia sentries” menggantikan sudut pandang “Eropa sentries” atau “Belanda sentries” yang berkembang waktu itu. Indonesia dan Belanda. Selain itu mereka mempunyai tradisi dalam historiografi kolonial yang cukup lama Oleh karena itu pada masa kolonial. Kenang-kenangan Pangran Aria Achmad Djajadiningrat (Herrineringen van Pangran Aria Achmad Djajadiningrat) dalam dua bahasa. yang mempunyai pengaruh besar terhadap penulisan sejarah Indonesia kemudian. penelitian. pengumpulan data dan komunikasi pemikiran sejarah pada abad ke-19 hampir sepenuhnya berada di tangan orang-orang Belanda/Barat. Geschiedenis van Nederlandsch-Indiё. namun sejalan dengan perkembangan dunia kolonial. membutuhan pula sejarah yang dapat menunjukkan identitas dan simbol keindonesiaan. Namun seperti dikemukakan oleh Coolhaas bahwa harapan penulisan sejarah Indonesia akan sulit berkembang mengingat orang-orang Indonesia masih sedikit yang terlibat secara aktif dalam politik. Semangat nasionalisme yang berkobar-kobar dalam periode post kolonial 19 . Karyanya. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) sebenarnya merupakan studi filologis yang menggunakan historiografi tradisional sebagai obyeknya. Sejalan dengan berkembangnya metode kritis. Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang menerbitkan karya biografinya. sampai meletusnya Perang Dunia II karya-karya sejarah kolonial masih mendominasi. kiai atau pemimpin Indonesia lainnya. Kemudian pada tahun 1936 giliran saudaranya. terutama buku-buku ajar sejarah pada tingkat sekolah menengah. bukan sultan. Awal abad ke-20 perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan munculnya studi sejarah yang kritis. Kenyataannya memang demikian.Indonesia yang menulis. di antaranya karya FW Stapel dkk. perkembangan nasionalisme Indonesia yang berkembang sejak awal tahun 1920-an.

namun sampai sampai dekade 1970-an. Tidak sedikit politisi aktif yang ikut menulis sejarah seperti Mr. yang disusul oleh karyanya yang lain seperti Protest Movement in Rural Java (1973). Pattimura. Dapat dikatakan sebagian besar karya sejarah waktu itu tidak lebih dari sejarah kolonial yang diputar balik peranan pelakunya. pergerakan nasional dan sebagainya menempati posisi yang sama seperti biografi para tokoh tadi. antara lain 6000 Tahun Sang Merah Putih. Nuku dan Diponegoro karena obyek-obyek penulisan seperti ini yang mampu menunjukkan identitas dan symbol keindonesiaan. Pesimistis yang sempat berkembang itu kemudian menghilang sejalan dengan dibukanya kembali program studi sejarah di beberapa perguruan tinggi Indonesia. seperti TB Simatupang menulis Laporan dari Banaran (1960) Semangat patriotisme yang berkobar-kobar namun tidak disertai dengan penguasaan metode sejarah teknis membuat banyak karya sejarah terbit pada periode ini sulit dipertanggungjawabkan dengan metode kritis. Dengan karyanya ini. sejarah politik-khususnya masa pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan. dari pemberontak Diponegoro menjadi pahlawan Diponeogoro dan seterusnya. seperti Perang Dipenogoro. Oleh karena itu pada periode post revolusi ini banyak diterbitkan biografi tokoh-tokoh maupun pahlawan nasional seperti: Teuku Umar. Muhammad Yamin menghasilkan beberapa karya sejarah. dari “pemberontak” menjadi “pahlawan”. Tidak sedikit pula sejarawan asing yang pesimistis terhadap obyektivitas sejarah yang “Indonesia sentries”. Perang Padri. Pemberontakan Petani Banten 1888 terbit pada tahun 1984) karya Sartono Kartodirdjo. yang kemudian dikenal sebagai sejarah sosial. atau menuliskan memoarnya. Course and Sequel (terjemahannya. Pada tahun 1966 terbit buku The Peasants’ Revolt of Banten in 1888: Its Conditions.telah mendorong diterbitkannya buku-buku sejarah yang “Indonesia Sentris”. Imam Bonjol. Karena itu pula banyak kritik terhadap karya seperti itu. Sartono menawarkan alternatife dan perspektif baru dalam penulisan sejarah Indonesia. Demikian pula sejarah perlawanan terhadap penjajah. Perang Aceh. Meskipun sudah muncul alternatif baru dengan multidimensinya. Pada tahun 1977-1979 terbit secara bertahap karya monumental AH Nasution Sekitar Perang Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia yang 20 . dari “jahat” menjadi “baik”.masih cukup dominan.

Keprihatinan inilah antara lain yang menjadi salah satu faktor untuk menulis buku sejarah nasional sejenis yang lebih baik. Setelah itu pada tahun 1979 terbit buku Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia (1979) karya Nugroho Notosusanto yang merupakan studi akademik pertama tentang masa pendudukan Jepang yang dikalakukan oleh orang Indonesia. Taufik Abdullah dan Prof. namun di pihak lainnya telah mengundang polemik dan keprihatinan dari beberapa sejarawan lainnya. Buku ini banyak memberikan informasi tentang jalannya perang pada periode 1945-1949. yaitu dalam masalah sumber data. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Buku SNI dinilai masih mengandung banyak kelemahan. di samping beberapa orang Indonesia dalam bentuk disertasi.. Meskipun ada perkembangan dalam penulisan sejarah Indonesia. Demikian pula dengan sejarah sosial Indonesia. Buku ini semula adalah artikel-artikel yang dimuat dalam majalah Prisma No. 21 . misalnya Onghokham (1975) yang menulis tentang Madiun pada abad ke-19. Dalam waktu yang hampir sama terbit kumpulan biografi singkat dari berbagai tokoh yaitu Manusia Dalam Kemelut Sejarah (1978). dalam dekade 1970-an. namun banyak orang Indonesia yang menilai penulis-penulis asing masih lebih baik dalam tulisan sejarah yang bertema “perang kemerdekaan Indonesia”. misalnya Nationalism and Revolution in Indonesia (1970) karya George Mc T Kahin dan Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance 1944-1946 (1972) karya BROG Anderson. Duduk sebagai editor umumnya adalah Sartono Kartodirdjo. baik dari segi metode maupun data faktualnya. Upaya itu mulai dirintis sejak penghujung abad ke-21. Dr. Selain itu. Para sejarawan yang dimotori oleh Prof. Dr.terdiri dari 11 jilid. yang sampai akhir hayatnya belum sempat diterbitkan. Buku ini merupakan karya bersama sejarawan Indonesia waktu itu dalam upaya mewujudkan sejarah nasional. Di satu pihak kehadiran buku SNI berhasil menjawab kebutuhan akan adanya buku sejarah Indonesia yang “nasionalistis”. sampai akhir dekade 1970-an masih lebih banyak ditulis oleh peneliti asing.8 tahun 1977. Namun buku yang cukup tebal ini mempunyai satu kelemahan yang cukup mendasar. tepatnya tahun 1977 terbit buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) yang terdiri dari 6 jilid yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan.

A.Z.B. karena sebagian besar lebih tertarik untuk mengamati dan mendekonstruksi sejarah politik masa Orde Baru. Penggunaan metode strukturistik itu terlihat dalam beberapa karyanya seperti Halmahera Timur dan Raja Jailolo (1996) dan Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (2006). Di luar keprihatinan itu. yaitu metode strukturistik. Justru sejak akhir abad ke-20 telah berkembang pula penulisan sejarah dengan pendekatan baru. Metode baru itu. merencanakan untuk menulis sejarah Indonesia yang nantinya terdiri dari 8 jilid (plus satu jilid tambahan). Perintis pendekatan strukturistik di Indonesia adalah R. Lapian yang bertindak sebagai editor umum. Namun perkembangan itu luput dari pengamatan para pakar sejarah. khususnya yang menyangkut tema sekitar “Gerakan September Tiga Puluh” atau “G-30-S PKI”. dapat dikatakan semacam jembatan antara metode naratif dengan metode struktural. 22 . sebenarnya perkembangan historiografi Indonesia tidaklah sesuram itu. Leirissa dari Universitas Indonesia.

6. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) dan semakin berkembang sejalan dengan dibukanya program-program studi sejarah pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Coba sebutkan beberapa buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh sejarawan Indonesia.Latihan 1. Rangkuman  Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu sejarah 2. Jelaskan bagaimana cara kerja filsafat Hegel dalam membuktikan kebenaran sejarah? e.5. Tunjukkan bentuk sejarah tekstual dan nontekstual 3. Jelaskan mengapa historiografi tradisional Indonesia dinilai tidak patut dijadikan sebagai sumber data atau bahan referensi sejarah? f.6.1. Mengapa Leopold von Ranke diberi gelar bapak sejarah akademik (father of historical science)? d.1.Tes Formatif a. Buatlah laporan sebuah biografi pahlawan Indonesia 1. Jelaskan bagaimana cara pembuktian kebenaran sejarawan Yunani dibandingkan sejarawan masa kini? c. 1.  Penguasaan teori dan metodologi sangat berpengaruh terhadap mutu penulisan sejarah  Historiografi Indonesia modern mulai berkembang sejak awal abad ke-20 yang ditandai dengan terbitnya karya Husein Djajadinigrat. yang bertemakan perang kemerdekaan atau revolusi Indonesia? 23 . Jelaskan apa yang dimaksud dengan “zeitgeist”? b.

2006. Barraclough.Chicago-London: The University of Chicago Press. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. & Modern. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif. Jalan Peristiwa.. Kahin. 2006. dan Daniel Dhakidae (red). Jakarta: LP3ES. Christopher. M. Ricklefs. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Manusia Dalam Kemelut Sejarah.C. dan Kelanjutannya. Jakarta: Serambi. Michael. Protest Meovement in Rural Java.).. Goerge Mc T. (terjemahan oleh: Hasan Basari) Jakarta: Pustaka Jaya. Ithaca-London: Cornell University Press. 1978. Yogyakarta: Bentang.. Kartodirdjo. Breisach. Pemahaman Sejarah Indonesia: Sebelum dan Sesudah Revolusi. Medievel. 24 . Ernst. Jakarta: Pustaka Sejarah. 2006. 1970. Gottschalk. Modern Historiography An Introduction.. Sartono. 1979. New York-London: Holmes & Meier. 2005. Jakarta: LP3ES. William H. Bentley. Nugroho. London-New York: Routledge. Leirissa. The Structures of History. ---------------. Lloyd.M. Louis. Amarullah) Yogyakarta: Qalam. Geoffrey. R. Fukuyama. Oxford-Cambridge: Blacwell. Soeri Soeroto (peny. 2004. The End of History and The Last Man: Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004.Halmahera Timur dan Raja Jailolo. Taufik. ---------------. (Terjemahan oleh H. 1984. Jakarta: Balai Pustaka. Jakarta: PT Gramedia. Notosusanto. 1982. Jakarta: Gramedia. Pemberontakan Petani Banten 1888: Kondisi. Francis. Historiography: Ancient. Kuntowijoyo. 1982. 1991.Z. Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia. 1993.Daftar Sumber Abdulah. Frederick. 1996. Nationalism and Revolution in Indonesia. 1983. Aswab Mahasin. ---------------. Mengerti Sejarah. Main Trends in History.

sejak adanya kerajaan-kerajaan kuna pada abad ke-5 Masehi hingga tahun 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan. Indonesia yang 2.1.BAB II PEMBENTUKAN BANGSA INDONESIA 2 . Lahir dan perkembangan nasionalisme Indonesia 4. Pendahuluan 2. Terbentuknya bangsa dan negara Indonesia 25 .2. Di sini juga dikemukakan nama ”Indonesia” yang diciptakan oleh J.3. Uraian dimulai sejak pra-Indonesia. Tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan di Indonesia 2. 3. Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1.R.1. Deskripsi Singkat Pertemuan ini akan memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat memahami proses pembentukan bangsa Indonesia.1. 2. Logan pada pertengahan abad ke-19 dan nama atau “Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan yang dibuat Perhimpunan Indonesia. Manfaat Manfaat utama bagi mahasiswa setelah mempelajari bab ini adalah agar mereka memahami bagaimana proses terbentuknya bangsa dan negara memakan waktu panjang.1.1. Memahami penciptaan nama “Indonesia” dan konsep ”Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan.

2. Selanjutnya. Adanya perang-perang antara raja-raja dan pemimpin rakyat melawan penguasa asing yang berlangsung sejak abad ke17 hingga abad ke-19 menunjukkan adanya proto nasionalisme di kalangan mereka. Muhammad Yamin juga menyebut Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Negara Kebangsaan ketiga. sehingga daerah kekuasaannya meliputi seluruh pulau Sumatra dan pulau-pulau di sebelah 26 . oleh Sukarno dan Muhammad Yamin masingmasing kerajaan tersebut merupakan negara kebangsaan (nationale staat) pertama dan kedua. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha Masa pra-Indonesia dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan tertua. Aswawarman. Kerajaan Sriwijaya kemudian dapat mengalahkan kerajaan Malayu dan penguasa-penguasa daerah lainnya. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia melalui suatu proses yang panjang.2.1. Pada abad ke-7 Masehi. yaitu Kutai di Kalimantan Timur dan Tarumanagara di Bogor. Kerajaan Hindu Kutai diperintah berturut-turut oleh Kundungga. pada abad ke-7 Masehi di pantai timur Sumatra bagian selatan berdiri dua kerajaan Buddha yaitu Sriwijaya dan Malayu.2. Sejarah kerajaan-kerajaan Hindu. Sebelum 1908 merupakan masa pra-Indonesia yang sejarahnya dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada Abad ke-5 Masehi. Walaupun perang-perang itu hanya meliputi suatu wilayah tertentu. Dua kerajaan yaitu Sriwijaya di Sumatra Selatan dan Majapahit di Jawa Timur. dapat dikatakan bahwa mereka telah mempunyai rasa nasionalisme dalam bentuk awal (proto nasionalisme). kedua kerajaan tersebut tidak terdengar lagi beritanya. keduanya berdiri pada abad ke-5 Masehi. Buddha. 2. berada pada masa pra-Indonesia. kemudian Islam yang ada di wilayah Indonesia. dan Mulawarman. namun karena perang itu karena adanya keinginan untuk mengusir penguasa asing dari wilayah mereka. Pra-Indonesia Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa dan negara Indonesia resmi terbentuk sebagaimana disebut dalam UUD 1945. sedangkan kerajaan Tarumanagara diperintah oleh Purnawarman. mulai 1908. sejak bangkitnya nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo (BU). organisasi pertama bangsa Indonesia. Jawa Barat.

kemudian mengalahkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya satu per satu. antara lain karena bencana alam. Pada tahun 1017 ketika ia merayakan pernikahan putrinya dengan Airlangga. Seorang pendeta agama Buddha yang mau belajar ke India dapat belajar lebih dahulu di Sriwijaya. Pada waktu yang relatif bersamaan. Ia mendirikan candi Kalasan dan Sewu. pusat pemerintahan Mataram dipindahkan ke Jawa Timur. Mengenai pusat pemerintahan Sriwijaya. Ada beberapa kemungkinan alasan kepindahannya. Penggantinya lagi. 27 . Rakai Panangkaran. Setelah pemerintahan Mpu Sindok. Kerajaan Sriwijaya menguasai jalar lalu lintas perdagangan antara India dan Cina dan menjamin keamanannya dari ancaman bajak laut. ada masa yang gelap. sebelum ia meninggal kerajaan dibagi dua.timurnya. Sanjaya. dan ia terbunuh. menaklukkan raja-raja di sekitarnya. Sriwijaya merupakan pusat pengajaran agama Buddha yang bertaraf internasional. Raja pertama. namun pendapat yang kuat berada di Palembang. melainkan perlu juga dari hasil perdagangan. mungkin juga karena kerajaan tidak dapat hidup hanya dari hasil pertanian. kemudian ada seorang raja bernama Dharmawangsa. dan beberapa pulau di Nusa Tenggara. Mpu Sindok menamakan dirinya Sri Isanawikrama mendirikan wangsa Isana yang menurunkan raja-raja di Jawa Timur sampai tahun 1222. Putra mahkota sendiri yang tidak sengaja telah menginjak pundi-pundi berisi emas yang ditaruh di jalan. Pawon. Waktu pemerintahan Mpu Sindok. Bali. Untuk menghindari perang saudara. istana diserang. Setelah Kalingga. dan Jawa Timur memenuhi tuntutan itu. Tahun 1019 Airlangga naik tahta. Penggantinya. pada awal abad ke-8 di Jawa Tengah berdiri kerajaan Mataram yang beribukota di Medang. Jawa Tengah. dihukum dengan memotong jari-jari kakinya untuk pelajaran terhadap rakyatnya. dan sebagian Jawa Barat. Samarattungga. di Jawa Tengah berdiri kerajaan Holing atau Kalingga. Airlangga sebagai menantunya berhak naik tahta menggantikan mertuanya. mendirikan candi Borobudur. menamakan dirinya sebagai ”permata wangsa Sailendra”. Semenanjung Malayu. Pada masa pemerintahannya ditulis kekawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa. Wilayah kerajaannya meliputi Jawa Timur. Salah seorang rajanya yang terkenal adalah Ratu Hsi-mo atau Sima. dibakar. dan Mendut. ratu yang memerintah secara adil. kemudian baru belajar ke India. sampai sekarang masih diperdebatkan.

Dalam rangka melaksanakan politik tersebut ia menundukkan daerah-daerah yang belum bernaung di bawah Majapahit. sebelah timur dinamakan kerajaan Jenggala dan sebelah barat kerajaan Panjalu yang kemudian terkenal dengan nama Daha atau Kediri. tahun 1222 dikalahkan oleh Ken Arok. dan lahirlah kerajaan baru. mendirikan wangsa Rajasa yang memerintah di kerajaan Singhasari dan Majapahit. sedangkan kerajaan Kediri tumbuh dan berkembang. Kerajaan Jenggala akhirnya lenyap. Tahun 1293 berdiri kerajaan Majapahit. Ken Arok naik tahta dan menamakan dirinya Rajasa. luas. dan raja terakhir adalah Kertanegara. Raja Kediri terakhir. Di antara raja-raja Kediri yang terkenal karena ramalan-ramalannya adalah Jayabaya. keturunan Singhasari. meliputi hampir seluas wilayah Indonesia sekarang. Wijaya. meliputi Sumatera di bagian barat sampai daerah Maluku dan Irian di bagian timur. Wijaya menobatkan diri menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Ia kemudian digantikan oleh putranya. Singhasari. penggantinya berturut-turut adalah Anusapati. Puncak kebesaran atau zaman keemasan Majapahit ada di bawah pemerintahan raja Hayam Wuruk yang didampingi oleh patihnya. Setelah Jayanegara meninggal. Gajah Mada. Jayakatwang kemudian dikalahkan oleh pasukan Kubilai Khan yang sesungguhnya datang untuk menyerang Kertanegara yang telah menyakiti utusannya. penguasa bawahannya di Tumapel setelah membunuh Tunggul Ametung. raja bawahannya. bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Kediri dikuasai. Pada masa pemerintahannya ditulis kitab Bhratayuddha oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Ia dikalahkan oleh Jayakatwang. Politik untuk menguasai seluruh nusantara berakhir tahun 1357 28 . Jayanegara.Pembagian kerajaan dilakukan oleh Mpu Barada. R. Setelah Airlangga meninggal. Tohjaya. penggantinya adalah adiknya perempuan yang bergelar Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwardhani. kerajaan pecah dua. Setelah Ken Arok. Daerah kekuasaan Majapahit. Kediri. Ranggawuni. Pasukan Kubilai Khan kemudian dapat dikalahkan oleh R. Kertajaya. Ia mengucapkan ”sumpah palapa” di hadapan raja dan para pembesar Majapahit dalam rangka melaksanakan politik nusantaranya.

dan yang sangat terkenal adalah kerajaan Pakwan Pajajaran. Tabanan. Dyah Pitaloka. Dharmono Hardjowidjono). Kerajaan Majapahit runtuh sekitar tahun 1527 dikalahkan oleh Demak. Jilid II. namanya sesuai dengan pusat pemerintahannya.sehubungan dengan terjadinya peristiwa di Bubat. tidak diketahui secara pasti. Hayam Wuruk kemudian menikah dengan Paduka Sori. anak Bhre Wengker Wijayarajasa. 26. tidak ada raja yang kuat. Semua orang Sunda termasuk Dyah Pitaloka gugur. Para pembesar tidak setuju dengan sikap Gajah Mada. terdapat satu kerajaan Hindu-Buddha bernama Kerajaan Sunda. Nama raja yang memerintah antara lain Ratu Sri Ugrasena. Di Jawa Barat. Jakarta: Bali Pustaka.1 Negarakertagama oleh Mpu Prapanca. Sejarah Nasional Indonesia. Jilid II. setelah Tarumanagara runtuh menjelang akhir abad ke-7. tahun 1579 dikalahkan oleh kerajaan Islam. (Terj. H. Prahajyan Sunda. diperkirakan terletak di sekitar Tampaksiring. Kawali. dan bagaimana nasib para penguasa Majapahit sesudah penaklukan.. terjadilah perang di Bubat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 4 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum). yaitu kerajaan Kuningan dan Saunggalah.C. pusat pemerintahannya berpindah-pindah. sesudah itu raja yang memerintah memakai gelar Warmadewa. Karangasem. Menurut sumber lokal/asli. 400. Rombongan raja Sunda itu datang untuk mengawinkan putrinya dengan Hayam Wuruk sebagai permaisuri. dan Buleleng. Nusiya Mulya. Selain itu di Jawa Barat ada kerajaan-kerajaan kecil. Kerajaan Sunda pada masa pemerintahan raja terakhir.3 Di Bali. Menurut sumber asing. 1991. 3 Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha adalah karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indonesia. Drs.. Edisi Pemutakhiran. 2008. Edisi Pemutakhiran. Perselisihan terjadi ketika Gajah Mada tidak menghendaki jika perkawinan itu dilangsungkan begitu saja. hlm. di Jawa Barat ada beberapa kerajaan. 4 1 Peristiwa atau perang di Bubat terjadi ketika Raja Kerajaan Sunda bersama putrinya.2 Bagaimana penaklukan Majapahit oleh Demak. Ia menghendaki agar putri itu dipersembahkan oleh raja Sunda kepada raja Majapahit sebagai tanda tunduk terhadap kerajaan Majapahit. 2 Ricklefs. Pada masa itu ditulis kitab Setelah Hayam Wuruk meninggal. Selain itu di Bali berdiri kerajaan-kerajaan lain seperti Gianyar. Kerajaan-kerajaan itu adalah kerajaan Galuh. selanjutnya kerajaan dikuasai oleh keluarga raja Jawa. Sejarah Indonesia Modern. 29 . hlm. Mengwi. Salah seorang rajanya bernama Dharma Udayana Warmadewa yang memerintah pada akhir abad ke-10. Salah seorang putra Udayana adalah Airlangga yang menjadi raja di Jawa Timur. pada abad ke-9 terdapat kerajaan Singhamandawa. Kerajaan tersebut kemudian dikalahkan oleh Majapahit. beserta para pembesar kerajaan dan pengiringnya sampai di Majapahit. terjadi perang-perang saudara.

Raja Mahkota. Minangkabau. Jambi. dan Barus. Di bawah pemerintahannya Aceh menaklukkan Samudra Pasai dan Pedir. Jawa. ada kerajaan Kutai yang beragama Hindu. 2. Kalongkong. Bican.2. Sulawesi Selatan. Daya. dan Pontianak. Mataram. Di Nusa Tenggara terdapat kerajaan Lombok.5 Di Jawa. dan Barus. Daha. Pariaman. muncul kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam. Bima. terutama Kutai. Pase. karena itu pengaruh Majapahit sampai di sana. terutama ada di sepanjang pesisir Selat Malaka dan pesisir barat. Kerajaan Aceh Darussalam tumbuh dan berkembang pada abad ke-16. dan Luwu. Pirada. Palembang. Tiku. Wajo. Aru. Arcat. Di Sulawesi terdapat kerajaan Gowa-Tallo. Pedir. Tambora. Jambi. Soppeng. Raja pertama adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530). Pajang. Indragiri. Di Sumatra. Sumbawa. banyak kerajaan. Siak. Nusa Tenggara. Di Maluku terdapat kerajaan Ternate dan Tidore.Di Kalimantan ada kerajaan-kerajaan Hindu yaitu kerajaan Negara Dipa. Kerajaan tersebut selalu mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Aceh Darussalam. Rupat. Banten.2. Kerajaan ini sudah menggunakan mata uang yang terbuat dari emas yang disebut dramas. Salah seorang rajanya. kemudian masuk Islam setelah kalah bertanding kesaktian dengan mubaligh yang menyebarkan Islam ke sana. Kutai. Di Kalimantan terdapat kerajaan Banjar. Andalas. dan Maluku. Kemudian salah seorang raja penggantinya mengalahkan beberapa kerajaan seperti Batak. Kalimantan. dan Dompu. Di Kalimantan Timur. Lambri atau Lamaru atau Tamni. dan Cirebon. Kerajaan mengadakan hubungan pernikahan dengan kerajaan Malaka di Malaysia. dan Kahuripan yang berpusat di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai sekarang. Kerajaan Samudra Pasai di Sumatra bagian utara tumbuh pada pertengahan abad ke-13. terdapat kerajaan Demak. 30 . Batak. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Islam Setelah agama Islam masuk ke Indonesia. Kerajaan juga pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Timar Tengah. Kerajaan-kerajaan itu ada di Sumatra. Panchur. Bone. Aru. raja pertama bergelar Sultan Malik As-Shaleh. Tongkal. Kerajaan ini mengalami puncak kekuasaan atau zaman keemasan di bawah Sultan Iskandar Muda 5 Kerajaan-kerajaan di Sumatera banyak sekali. Kampar. yaitu kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan Negara Dipa pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit.

31 . pertama antara tahun 1821-1825 dan kedua antara tahun 1830-1938. Perang berlangsung dua babak. Di bawah pemerintahannya Aceh menjadi negara yang paling kuat di Nusantara bagian barat.(1607-1636). sedangkan kekuasaan ada di tangan para penghulu yang tergabung dalam Dewan Penghulu atau Dewan Nagari. merebut Pahang. dari sana dipindahkan ke Ambon. Ia menaklukkan kerajaan-kerajaan di pesisir timur dan barat Sumatra. Sejak 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan. Di Sumatra Barat. mengalahkan armada Portugis di Bintan. Raja pertama kesultanan Palembang bergelar Abdurrakhman Khalifat al-Mukminan Sayidil Iman atau Pangeran Kusumo Abdurrakhman. Kampar. pada abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. Teuku Umar dan Cut Nyak Din. Di Minangkabau antara tahun 1821-1838 terjadi perang Paderi. Palembang. Sedangkan agama Islam masuk ke Minangkabau sekitar akhir abad ke-15. kemudian diasingkan ke Cianjur. akibatnya Belanda berhasil mengukuhkan kekuasaan politik dan ekonominya di Minangkabau atau Sumatra Barat. agama Islam baru masuk pada akhir abad ke-14 atau awal abad ke-15. raja berkedudukan di Pagaruyung. Di Jambi kerajaan Islam berdiri pada sekitar tahun 1500 di bawah pemerintahan Sultan Orang Kayo Hitam. Di Minangkabau. raja sebagai lambang negara. dan Nias. Johor di Malaysia. Sumatra bagian selatan. Antara tahun 16591706 Kesultanan Palembang diperintah oleh sebelas orang sultan. Pemimpin Kaum Padri antara lain Tuanku Imam Bonjol tertangkap. daerahnya langsung dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda. lalu dipindah lagi ke Manado dan meninggal di sana tahun 1864. Para pimpinan perang di antaranya Panglima Polem. Perang diakhiri dengan kalahnya Aceh pada tahun 1904. Kaum Padri akhirnya kalah. Dalam serangan Belanda kedua. Teuku Cik Di Tiro. perang antara kaum Paderi melawan kaum Adat yang dibantu oleh Belanda. Setelah pemerintahannya. Pada tahun 1873-1904 kerajaan ini berperang melawan Belanda. dan Indragiri yang berdiri pada abad ke-15. Pada waktu pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819 kerajaan diserang Belanda. Aceh memasuki masa perpecahan yang panjang. Di pantai timur Sumatra ada kerajaan-kerajaan Islam Siak atau Siak Sri Indrapura. Sultan Mahmud Badaruddin ditangkap lalu dibuang ke Ternate.

Sunan Muria. kerajaan Mataram dikembangkan ke daerah pesisir utara Jawa Tengah. Pasuruan. Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo (1584-1601). Ia menantu Sultan Pajang Hadiwijoyo yang meninggal tahun 1587. hlm. Madiun. Arya Penangsang. Setelah Raden Patah. Setelah ia meninggal. merupakan pengganti Demak. Antara raja-raja dan ulama erat berhubungan. Wilayah itu pertama kali diperintah olehnya pada tahun 1578. Berturut-turut raja-raja yang memerintah sesudahnya adalah Sultan Prawoto. Sultan Trenggono mengalahkan penguasa-penguasa Tuban. terutama dengan Wali Sanga. Surabaya. tahun 1484 pemerintahan dipegang oleh anaknya. dan Syeh Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. dihadiahkan Sultan Pajang kepada Kyai Gede (Ageng) Pemanahan yang merupakan keturunan raja Majapahit terakhir. 6 Kerajaan Pajang yang ada di pedalaman Jawa Tengah. Demak didirikan pada perempat terakhir abad ke-15 oleh seorang asing yang beragama Islam. raja Majapahit terakhir. dan Surabaya di Jawa Timur. Pajang. Kemudian pengganti Kerajaan Pajang adalah kerajaan Mataram yang pusatnya di kota Surakarta dan Yogyakarta.Di Jawa berdiri kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam yaitu Demak. Panarukan. Sunan Bonang. Sunan Kali Jaga. ”Sultan” Demak pertama. Di bawah pemerintahannya. Raja-raja Demak terkenal sebagai pelindung agama. Setelah Sultan Trenggono meninggal tahun 1546. (Setelah Hadiwijoyo. Daerah Mataram yang termasuk wilayah kerajaan Pajang. dan kemudian Jaka Tingkir yang menobatkan dirinya sebagai Sultan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Demak di bawah Sultan Trenggono merupakan zaman keemasannya. dan Blitar. kemudian Mataram di Jawa Tengah. Raden Patah. Wilayah Demak meliputi daerah Jawa Timur dan Jawa Barat. raja berikutnya adalah Pati Unus (1518-1521). ”Sultan” Trenggono terbunuh ketika melakukan ekspedisi melawan Panarukan tahun 1546. Banten dan Cirebon di Jawa Barat. Sunan Kudus. Sunan Drajat. Sunan Giri. 6 Rikleft. Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono Demak mengalami zaman keemasan. dan berikutnya lagi Sultan Trenggono. pemerintahan Pajang di tangan Pangeran Banowo). Sunan Gunung Jati. terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga. Termasuk Wali Sanga adalah: Sunan Ampel. 56. adalah putra Prabu Brawijaya Kertabhumi. 32 . Lamongan. Pendirian Mesjid Agung Demak oleh para wali dengan arsiteknya Sunan Kali Jaga merupakan pusat dakwah para wali.

Giri. tahun 1677 ia jatuh sakit di Wanayasa. suami saudara perempuan Sultan Trenggono. Sultan Agung kembali menyerang Surabaya tahun 1625. Sultan meluaskan wilayah kekuasaannya ke Lampung. Kedu. Pengiriman pasukan diulangi lagi tahun 1629. Mataram di bawah Sultan Agung selain bersifat agraris juga mengembangkan perdagangan ekspor dan impor melalui pelabuhan di pesisir utara Jawa seperti Jepara. kemudian namanya sebagai Panembahan Seda ing Krapyak. dan Pasuruhan. Waktu mau minta bantuan pada VOC karena pemberontakan Trunajaya. Di Jawa Barat berdiri kerajaan Banten. Ia digantikan oleh Amangkurat II. Ponorogo. juga gagal. Mula-mula Banten sebelum 1525/1526 merupakan kadipaten dari Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. Benda-benda kerajaan yang keramat seperti pusaka yang merupakan simbul dan hiasan supra natural. Senopati meluaskan kekuasaannya. menaklukkan Demak.Jawa Timur. Banten kemudian diperintah oleh Gunungjati sebagai vasal Demak. Madiun. dibawa ke Mataram. Tuban. Mataram mengakui kekuasaan VOC. Kendal. pusat kerajaan dipindahkan ke Surasowan di teluk Banten. Kalahnya 33 . raja terbesar Mataram (1613-1646). Tegal. Tahun 1645 ia sakit dan meninggal. pemerintahan diserahkan kepada anaknya Sultan Hasanuddin (1552-1570). Sultan Agung mau menusir VOC dari Batavia. Ia lebih dekat dengan VOC dan mengadakan perjanjian dengan VOC. Tahun 1552 Sunan Gunungjati pindah ke Cirebon. digantikan oleh anaknya yang bergelar Susuhunan Amangkurat I (16471677). Setelah Senopati meninggal. Pati. Kemudian Hasanuddin digantikan oleh Molama Yusuf (1570-1580) yang berhasil menaklukkan kerajaan Pajajaran tahun 1579. Mas Jolang tahun 1613 meninggal di Krapyak. dan Jawa Barat. berpusat di Banten Girang yang diperintah oleh Pucuk Umun. Kediri. Mataram di bawah pemerintahannya mengalami puncak kejayaannya. Ia kemudian digantikan lagi oleh Sultan Agung. Jenazahnya dimakamkan di Tegal Arum. Banten kemudian dikalahkan oleh Sunan Gunungjati. Setelah merasa kuat. tahun 1613. dan Tegal. Bagelen. Tahun 1628 ia mengirim pasukannya ke Batavia tetapi tapi gagal. kedudukannya digantikan oleh Raden Mas Jolang (16011613). Mataram dibagi dua yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surabarta. Senopati melepaskan diri sebagai vasal kerajaan Pajang dan kemudian mengalahkan Pajang sekitar tahun 1587-1588. dan Blambangan. Selanjutnya. Tahun 1755 melalui Perjanjian Gianti. Ia memindahkan kraton dari Kota Gede ke Plered. Setelah Sultan Agung meninggal.

Diperkirakan tahun 1470 agama Islam masuk Cirebon dibawa oleh Syarif Hidayatullah salah seorang wali sanga yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Kutai di Kalimantan Timur. Kerajaan Banjar mengirimkan upeti pada keraaan Demak. Tahun 1479 Syarif Hidayatullah menggantikan mertuanya sebagai penguasa Cirebon. Batanglawai. Sultan Ageng Tirtayasa kalah. Tengah. 34 . Tahun 1513 Cirebon di bawah kekuasaan Lebe Usa dikuasai Raden Patah dari Demak. dan Pontianak di Kalimantan Barat. kalangan elite Sunda memeluk agama Islam. antara lain ke Kuningan. Ketika diperintah raja Sultan Mustain Billah. Islam disebarkan. Dia juga kemudian memindahkan lagi ibu kotanya ke Kayu Tangi. tetapi baru pada awal abad ke. Kesultanan Banten mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. dan Galuh sekitar tahun 1528-1530 dan ke daerah Banten 7 bersama putranya Maulana Hasanuddin tahun 1525-1526. Kerajaan-kerajaan Islam di Kalimantan adalah kerajaan Banjar atau Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Surabaya dikuasai Sultan Agung tahun 1625. Jakarta: Balai Pustaka. Setelah Pajajaran dikalahkan. dan Sambangan. Ia mendirikan keraton yang diberi nama Pakungwati. Kotawaringin. Kerajaan Banjar dibawah Sultan Surnyanullah meluaskan kekuasaannya ke Sambas. Jilid III. Sampit. Syarif Hidayatullah terkenal juga dengan gelar Sunan Gunung Jati. dan Barat. Ia menghentikan memberi upeti ke pusat kerajaan Pajajaran di Pakuan. Di Kalimantan ada beberapa kerajaan Islam baik yang besar maupun kecil. salah seorang Wali Sanga. 2008. Agama Islam masuk ke kerajaan Banjar karena dibawa Demak tahun 1550. Sejak pengaruh Belanda 7 masuk ke Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia diambil dari karangan Marwati Djoened Poesponegooro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indoensia.Pajajaran berarti lenyaplan kerajaan besar yang menganut agama Hindu-Buddha di Jawa. Madawi. sebelah timar Keraton Kasepuhan.17 Surabaya muncul sebagai kekuatan pantai yang terkemuka. Pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati. Kerajaan dapat menguasai Kalimantan Timur Tenggara. Cirebon semula menjadi pelabuhan kerajaan Sunda Pajajaran. kemudian Pajang. Sukadana. Edisi Pemutakhiran. awal abad ke-17 ibu kota kerajaan dipindahkan ke Amuntai. Talaga. Raja ini melakukan perlawanan dengan putranya. Sunan Gunung Jati meninggal tahun 1568 Surabaya merupakan pelabuhan perdagangan yang besar pada awal abad ke-16. sultan Haji yang dibantu VOC.

kerajaan Gowa diseahkan kepada VOC. Bone. Setelah beadu kesaktian antara mubalig dengan dengan Raja Mahkota. Di Kalimantan Barat antara lain ada kerajaan Tanjungpura dan Lawe (daerah Sukadana). Perang besar-besaran terjadi tahun 1654-1655. Ia memerintah tahun 1773-1808. Kedua kerajaan itu diperintah oleh Pate atau mungkin Adipati. perselisihan-perselisihan terjadi baik dengan Belanda maupun lingkungan kerajaan. Setelah Sultan Adam meninggal 1857. pada masa pemerintahan Raja Mahkota datang dua mubalig Islam. kerajaan Gowa-Tallo mengadakan hubungan baik dengan Portugis. Para mubalig itu yang mengislaamkan raja Luwu tahun 1605. Islamisasi di Sulawesi Selatan oleh tiga mubalig yang disebut Dalto Tallu ketiganya bersaudara dan berasal dari Koto Tengah. Perang berakhir melalui Perjanjian Bongaya tahun 1667. Dato`ri Bandang dan Tunggang Parangan setelah mengIslamkan makassar. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Diperkirakan Islam masuk ke sana pada sekitar abad ke-14-15. Tahun 1656 ada perjanjian perdamaian. Perlawanan dari pihak kerajaan Banjar di antaranya dipimpin oleh Pangeran Antasari. Kerajaan Gowa-Tallo mengalahkan kerajaan Wajo tahun 1610 dan Bone tahun 1611. tetapi kemudian terjadi peperangan antara kerajaan Gowa di bawah Sultan Hasanuddin melawan VOC yang dibantu tentara Bugis di bawah Arung Palaka. selanjutnya sultan-sultannya diperintah oleh sultan-sultan keluarga Habib alGadri. terjadi perlawanan terhadap Belanda antara 1859-1863. dan Luwu. Pangeran Sayid Abdurrahman Nurul Alam yang mendirikan keraton dan mesjid di Pontianak. tunduk pada Pate Unus dari Demak. Karena adanya ancaman dari VOC. raja Tallo tahun 1605. Pada abad ke-17 kedua kerajaan itu ada di bawah epngaruh kerajaan Mataram. waktunya diperkirakan tahun 1575. 35 .Kalimantan Selatan. Peng-Islaman di Pontianak dilakukan oleh Habib Husein Al-Gadri pendakwah dari Hadramaut. Wajo. Sejak tahun 1616 antara kerajaan Gowa dan VOC terjadi permusuhan. raja kalah dan masuk Islam. Tahun 1670 kerajaan Wajo diserang VOC bersama tentara Bone. Selanjutnya kerajaan Kutai menyebarkan agama Islam ke daerah sekitarnya. yaitu Gowa-Tallo. Setelah meninggal. Kerajaan wajo menyerah. raja tahun 1607. digantikan oleh outranya. Minangkabau. Di Sulawesi Selatan terdapat lima kerajaan Islam. Soppeng. kerajaan diserahkan kepada VOC.

Ternate di bawah Sultan Hairun berhasil mempersatukan daerah-daerah di Maluku Utara di bawah Ternate. Ternate diserang orang Spanyol. Siapa yang kuat. asal mereka kuat. Kerajaan Bima akhirnya dikuasai oleh VOC. Portugia memusatkan perhatiannya ke Ternate. terdapat banyak sekali penguasa-penguasa daerah atau wilayah yang dinamakan kerajaan atau kesultanan atau lainnya. Di Nusa Tenggara ada juga kerajaan Bima dengan raja pertama Ruma Ta Ma Bata Wada yang bergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir. Setiap kerajaan atau kesultanan melakukan ekspansi untuk bisa menjadi maharaja 36 . namun bisa juga menjadi kecil kembali bahkan mati karena dikalahkan oleh penguasa lain. berkembang dalam waktu lama. Setelah terjadi perjanjian Bongaya. melalui para mubaligh dari Makassar antara tahun 1540-1550. Keadaan seperti itu terjadi terus silih berganti. Suatu kerajaan atau kesultanan setelah berdiri kemudian tumbuh. Islam memasuki Maluku antara tahun 1460-1465. Setiap penguasa bebas untuk melakukan ekspansi ke wilayah penguasa lain dalam rangka untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaan mereka. tahun 1570 sultan ini dibunuh Portugis. Spanyol ke Tidore. kerajaankerajaan di Nusa Tenggara ditekan VOC. Besar kecilnya kerajaan tergantung pada raja yang memerintah.Akan tetapi persatuan itu pecah lagi setelah kedatangan orang Portugis dan Spanyol ke Tidore. Akan tetapi setalah Baabullah meninggal. di wilayah Indonesia tidak ada satu kekuatan yang tetap yang menjadi super power. Di Maluku. Waktu itu. Tahun 1565 Sultan Khairun menyerang Portugis. Akan tetapi. Kerajaan Lombok dan Sumbawa akhirnya dikuasai VOC. Sultan Baabullah. Rajanya ditangkap dan diasingkan ke Manila. putra Sunan Giri. Putranya. Pusat kerajaan Lombok di Selaparang di bawah pemerintahan prabu Rangkesari mengalami zaman keemasan. Islam masuk ke Sumbawa mungkin melalui Sulawesi. Dari uraian di atas tampak bahwa di Indonesia sebelum berdiri Negara Kesatuan RI tahun 1945.Di Nusa Tenggara. masuknya agama Islam ke Lombok diperkirakan pada abad ke-16 yang diperkenalkan oleh Sunan Perapen. dia yang mempunyai kekuasaan luas dan besar. meneruskan perlawanan dan dapat mengusir Portugis dari Ternate. kerajaan Islam yang menonjol adalah kerajaan Ternate dan Tidore. Kerajaan Lombok dan kerajaan-kerajaan di Sumbawa dikuasai kerajaan Gowa.

Diponegoro dari Jawa Tengah. sering terjadi bentrokanbentrokan dan peperangan-peperangan dengan kerajaan-kerajaan tersebut. lebih dari itu Belanda memperoleh sebagian bahkan bisa seluruh wilayah suatu kerajaan. Setelah datang bangsa Barat khususnya Belanda dengan VOC-nya. Perang-perang terhadap Belanda selalu diakhiri dengan perjanjian yang selalu merugikan pihak kerajaan.atau super power. dan Teuku Umar dari Aceh. muncul kekuatan baru di Indonesia di samping kerajaan-kerajaan. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Tahun 1905 Belanda 37 . Akhirnya semua kerajaan di Indonesia setelah kalahnya Aceh pada tahun 1904 berada di bawah kekuasaan Belanda. Politik devide et impera dilakukan Belanda untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaannya. dan karena taktik dan politik devide et impera Belanda. bahkan sering terjadi di antara kerajaan-kerajan digunakan oleh Belanda untuk bersamanya melawan suatu kerajaan. Kekuatan baru ini pun berusaha untuk mengembangkan usahanya. Imam Bonjol dari Sumatra Barat. dan Belanda diakui sebagai penguasa di atasnya. sering terjadi yang dilakukan oleh seorang raja dan atau keluarga raja. Karena kalahnya persenjataan pihak kerajaan. Ada dua kerajaan yang besar yang oleh Sukarno dan Muhammad yamin sebagai Nationale Staat yaitu Sriwijaya dan Majapahit. Sultan Agung dari Mataram. Pelanggaran terhadap aturan dan adanya ambisi untuk menggantikan raja sebelumnya sering memicu adanya perangperang. maka kerajaan-kerajaan yang mengadakan perlawanan mengalami kekalahan. Dalam rangka itu. Perang-perang itu yang masih bersifat kedaerahan dapat disebut sebagai rasa proto nasionlisme di kalangan mereka. Pangeran Antasari dari Banjar. meskipun telah ada semacam aturan. dalam hal pergantian raja atau sultan sering terjadi kericuhan di antara keluarga atau bahkan terjadi pembunuhan terhadap raja yang berkuasa. Usaha dari phak kerajaan maupun rakyat untuk mengusir Belanda dari wilayah suatu kerajaan karena dirasa sangat menekan dan merugikan. Dalam suatu perjanjian paling sedikit Belanda mendapat hak monopoli dalam perdagangan. Perang-perang itu dilakukan sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20. Mereka bersatu untuk bersama-sama melawan Belanda. Perlawanan-perlawanan itu antara lain perlawanan oleh Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan. Selain banyaknya kerajaan atau kesultanan.

R. kemudian menggunakan kata “Indonesien” sebagai judul bukunya yaitu Indonesien onder die Insln des Malayischen Archipels yang terbit tahun 1884. Ia mengusulkan digunakannya istilah “Indus-nesians” dan “Melayu-nesians” bagi penduduk kepulauan Hindia. Earl lebih suka pada pemakaian istilah “Melayu-nesians” karena istilah “Indu-nesians” terlalu luas karena termasuk di dalamnya penduduk Sailon. Snouck Horgronye. Kata atau nama tersebut diusulkan oleh J. dan Melayu-Polinesia.mencanangkan Pax Neerlandica. dan Lakadiva. Pada tahun 1850 ia melalui artikelnya berjudul ”The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing inquires into the continental relation of the Indo-Pacific Inlanders” mengusulkan istilah atau kata “Indonesia” untuk nama pulaupulau atau kepulauan Hindia dan penduduknya. perlu dikemukakan tentang kata atau nama ”Indonesia”. Nama organisasi mahasiswa Indonesia yang semula bernama 38 . sarjana Jerman. Bastian dengan istilah tersebut adalah istilah di bidang etnografi. Adapun yang dimaksud oleh A. Indonesiër”. Adolf Bastian. bahwa seluruh wilayah Nusantara sebagai wilayah Hindia Belanda menjadi satu pengawasan keamanan oleh Belanda. Akan tetapi sebelumnya. seorang etnolog Inggris lainnya. Kemudian para mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang tergabung Perhimpunan Indonesia (PI) mengetahui istilah-istilah tersebut. G. Van Vollenhoven menyebarluaskan pemakaian iastilah “Indonesië”. Pada tahun 1913 Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara ketika menjalani pembuangan di Nederland memberikan nama biro pers yang didirikannya dengan Indonesisch Persbureau. hukum adat. Logan. dan Prof.A. Konsep Indonesia Dalam membicarakan “Pembentukan bangsa Indonesia”. seorang etnolog Inggris di Pinang yang menjadi redaktur Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia. Kepulauan Maladiva. dan ajektif ”Indonesisch” dalam karya mereka. dan ilmu bahasa. tidak memberikan pengertian tepat dan jelas bagi penduduk pribumi. Sejak itu istilah tersebut dipakai dalam ilmu etnologi. 2. Windsor(?) Winsdor(?) Earl dalam majalah yang sama menulis tentang ciri-ciri utama penduduk Irian. Ia memberi pertimbangan bahwa istilah “penduduk Hindia” sebagai kelompok pulau-pulau. Kern. penduduk asli Australia.3. Para guru besar Universitas Leiden seperti R.

Ratu Wilhelmina mengumumkan di depan Parlemen Belanda program pemerintah. Sejarah nasional Indonesia. Marwati Djoened Poesponegoro. C. pemerintah akan memperbaiki kesejahteraan rakyat. Dikatakan bahwa pada masa datang. Menurut Kielstra berdasarkan hasil surveinya bahwa sejak tahun 1816 uang yang disedot pemerintah Belanda dari Indonesia sebesar 832 juta gulden. Perhimpunan Indonesia menggunakan nama Indonesia dalam pengertian politik ketatanegaraan yang artinya sama dengan Nederlandsch-Indië. Diakuinya bahwa Belanda telah ”berhutang budi” kepada rakyat Indonesia. Ia mengakui bahwa pemerintah Belanda telah mengeruk keuntungan yang besar sekali dari Hindia Belanda.4.Th. dan P. Jilid V. 290. Tulisan Van Deventer tersebut berpengaruh terhadap perubahan politik kolonial di Hindia Belanda. J. pemimpin kaum liberal. pemimpin redaksi surat kabar De Locomotief. Brooschooft. Hindia Belanda. penulis buku De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indië yang terbit tahun 1931 menyatakan bahwa sekitar tahun 1925 banyak organisasi yang berwawasan nasional memakai nama”Indonesia” sebagai pengganti Nederlandsch-Indië. Yakarta: Departemen P dan K. 1976. karena itu Pemerintah Belanda akan membalasnya dengan melaksanakan politik etika.Indische Vereeniging tahun 1922 diganti menjadi Indonesische Vereeniging dan tahun 1924 nama Indonesische Vereeniging diganti menjadi Perhimpunan Indonesia. Garis politik pemerintah Hindia Belanda yang seperti itu pertama kali dikemukakan oleh anggota Parlemen Belanda Van Dedem tahun 1891.8 2. Dalam karangannya ia mengecam politik pemerintah Belanda yang tidak memisahkan keuangan negera Belanda dengan daerah jajahan. Van Deventer. Van Deventer. sementara penduduknya semakin miskin. 8 Sartono Kartodirdjo. Th. dan Nugroho Notosusanto. Pembentukan Bangsa dan Negara Indonesia Memasuki tahun 1901. tahun 1899 menulis karangan di Jurnal De Gids berjudul ”Een Eereschuld” (”Hutang Budi”). Dalam kaitan politik itu pemerintah akan memperluas pendidikan Barat bagi anak Indonesia khususnya anak-anak kalangan atas. Petrus Blumberger. Perjuangan melancarkan politik kolonial yang baru itu kemudian diteruskan oleh Van Kol. Nama majalahnya yang semula bernama Hindia Putera pada tahun 1922 diganti dengan Indonesia Merdeka. 39 .

meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi. Kejadian-kejadian tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap munculnya gerakan nasional di Indonesia. Tujuan untuk mendirikan suatu ”Dana Belajar” itu diperluas jangkauannya. Kemudian. Sejalan dengan perubahan politik pemerintah kolonial yang hendak memajukan bidang pendidikan. khususnya Indonesia. Di Turki muncul gerakan Turki Muda untuk mencapai perbaikan nasib. dan kedua. Kemenangan Jepang tersebut merupakan “Kebangkitan Asia” menimbulkan gelombang antusiasme di Asia. peralihan kekuasaan dari Negeri Belanda ke Hindia Belanda tidak pernah dilaksanakan. dalam kenyataannya. Ia yang didampingi Pangeran Noto Dirojo. diperlukan pendidikan secukupnya bagi kalangan luas orang pribumi. ia diundang Sutomo dan Suraji ke sekolah STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen) untuk mendengarkan gagasan-gagasannya. karena cara tersebut dinilai kurang efektif. Peristiwa kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905 menunjukkan bahwa bangsa Barat dapat dikalahkan oleh bangsa Timur. Maksud Wahidin untuk mendirikan ”Dana Belajar” itu dibicarakan oleh Sutomo dengan teman-temannya di STOVIA. Menurut pendapatnya bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan. khususnya bupati yang kaya dan berpengaruh. Sementara itu. mula-mula mendekati para priyayi yang lebih tua dan lebih tinggi.Politik etika yang dilaksanakan mulai tahun 1901 mempunyai dua tujuan yaitu pertama. Selanjutnya sejak bulan November 1906. Akan tetapi. ia meletakkan jabatan sebagai redaktur Retnodhumilah karena alasan kesehatan. Ia mempropagandakan tentang pemberian beasiswa bagi pemuda-pemuda yang pandai tetapi tidak mampu. putra Paku Alam V. melalui majalahnya ia mempropagandakan pentingnya pendidikan. dokter Wahidin Sudirohusodo yang sejak tahun 1901 menjadi redaktur majalah Retnodhumilah. Demikianlah pada tanggal 20 Mei 1908 di sekolah 40 . ia berhenti dan beristirahat di Jakarta. yang akhirnya tahun 1908 muncul revolusi anti kaum kolot. Ketika berada di Jakarta. kecuali untuk beberapa tahun pada waktu pecah Perang Dunia I ketika komunikasi antara negeri Belanda dan Hindia Belanda terputus. berangsur-angsur menumbuhkan otonomi dan desentralisasi politik di Hindia Belanda. di luar Indonesia pada awal abad ke-20 terjadi peristiwa-peristiwa penting yang berdampak terhadap bangsa Asia. Pada akhir tahun 1907 dalam perjalannya yang jauh. ia melakukan perjalanan keliling pulau Jawa untuk mempropagandakan cita-citanya.

STOVIA oleh pelajar-pelajar STOVIA didirikan organisasi bernama Budi Utomo dan Sutomo ditunjuk sebagai ketua. Budi Utomo merupakan organisasi pribumi pertama menurut model Barat, suatu organisasi yang pengurusnya secara periodik dipilih, mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mempunyai program, mengadakan rapat-rapat, kongres, dan anggotanya mempunyai hak suara. Lahirnya BU oleh Akira Nagazumi sebagai bangkitnya nasionalisme Indonesia. Setelah itu, mahasiswa Indonesia yang belajar di Negeri Belanda pada tahun yang sama mendirikan organisasi bernama Indische Vereeniging (IV) yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan. Pada tahun-tahun belasan, karena mengikuti jejak BU di satu pihak dan karena adanya pengaruh dari luar Indonesia, bermunculan berbagai macam organisasi. 9 Secara khronologis, tahun 1911 di Solo, Jawa Tengah berdiri organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh H. Samanhudi yang bergerak di bidang social ekonomi. Organisasi itu didirikan untuk menghadapi pedagang-pedagang Cina di kota itu yang telah mempermainkan harga bahan batik. Setahun kemudian, namanya diganti menjadi Sarekat Islam (SI) agar lebih banyak orang-orang Islam dapat masuk menjadi anggota. Di Yogyakarta tahun 1912 K.H. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi sosial keagamaan bernama Muhammadiyah. Pada tahun 1912 E.F.E. Douwes Dekker di Bandung mendirikan organisasi politik Indische Partij, statu organisasi yang pertama kali memakai nama partai yang mempunyai konsep nasionalisme Hindia (Indisch Nationalism). Organisasi ini yang menerima berbagai etnik yaitu kaum Indo-Eropa dan pribumi, radikal, menuntut kemerdekaan Hindia. H.J.F.M. Sneevliet tahun 1914 di Semarang mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV), suatu organisasi yang bersifat internasional menyebarkan ideologi sosialisme. Dalam perkembangannya, karena pengaruh revolusi Rusia, organisasi ini tahun 1923 berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain organisasi politik, berdiri juga sarekat-sarekat sekerja, organisasi pemuda,
9

perempuan,

dan kepanduan.

Organisasi-organisasi tersebut

Kejadian-kejadian di luar Indonesia yang menambah kemauan mendirikan organisasi di Indonesia adalah Revolusi di Tiongkok tahun 1911 yang menggulingkan pemerintahan Dinasti Manchu dan berdirinya Republik Tiongkok; pan-Islamisme, menyebarnya ajaran Marxismo (sosialisme dan sesudah revolusi di Rusia juga komunisme), azas-azas Perjanjian Versailles yang tidak dijalankan (hak bangsa untuk mengatur diri sendiri), berdirinya Volkenbond dan Labour office, gerakan di Irlandia, gerakan di India ; empat belas Pasal Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat, khususnya hak menentukan nasib sendiri bangsabangsa.

41

merupakan organisasi gerakan nasional yang tujuan akhirnya adalah kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa Indonesia di Negri Belanda yang datang ke sana setelah Perang Dunia Kedua, lebih banyak kesadaran politiknya dari pada angkatan-angkatan sebelumnya. Sebabnya karena mereka sebelum berangkat ke Negeri Belanda telah memasuki berbagai gerakan kebangsaan. Mereka terus bergabung dalam organisasi mahasiswa Indonesia Indische Vereeniging (IV) yang didirikan tahun 1908. Pada tahun 1920-an peran sosial dan kebudayaan dari IV masih ada, tetapi yang utama adalah bidang politik. Pada tahun 1922 namanya diubah menjadi Indonesische Vereeniging10 dan nama majalahnya yang semula bernama Hindia Poetera diganti menjadi Indonesia Merdeka.11 Pada tahun 1924 keterangan dasar IV adalah sebagai berikut: (1) Hanya Indonesia yang bersatu, dengan menyingkirkan perbedaan-perbedaan golongan, dapat mematahkan kekuasaan

penjajahan; (2) Tujuan bersama – memerdekakan Indonesia – menghendaki adanya suatu aksi massa nasional yang insyaf dan berdasar kepada tenaga sendiri; (3) Melihat dua macam penjajahan, politik dan ekonomi, aksi itu adalah suatu persediaan bagi kemerdekaan politik dan satu sikap menentang kapital asing yang menyedot kekayaan Indonesia. Ketua IV Nazir Pamoncak menegaskan politik nonkoperasi sebagai sendi perjuangan rakyat Indonesia. Kerjasama dengan si penjajah untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia, tidak lain dari menipu diri sendiri. Kerjasama hanya mungkin antara dua golongan yang sama hak, kewajibannya, dan kepentingannya. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, maka kerja sama berarti mempermainkan yang lemah oleh yang kuat, memperlakukan yang lemah sebagai alat untuk kepentingannya sendiri. Sebab itu PI menolak kerjasama dan tetap menuju tujuan sendiri. 12 Sejak 8 Februari 1925 nama organisasi diganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI),13 dan organisasai dikembangkan

10 11

Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 126. PI adalah organisasi pertama yang pertama kali menggunakan Istilah “Indonesia” sebagai nama organisasinya. 12 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 156 dan 158. 13 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 171.

42

menjadi organisasi yang mengutakan masalah-masalah politik sebagai bagian dari identitas nasional yang baru.14 Perkembangan PI menjadi organisasi politik terutama merupakan hasil usaha Mohammad Hatta. Kegiatan PI diarahkan untuk mencapai tiga tujuan, pertama, menyadarkan mahasiswa agar semakin percaya merasa diri sebagai orang Indonesia. Kedua, PI harus berusaha menghapuskan gambaran tentang Indonesia yang diciptakan oleh pemerintah Belanda. Ketiga, yang terpenting adalah mereka harus mengembangkan ideologi yang kuat dan bebas dari pembatasan-pembatasan Islam dan komunisme.15 Para anggota PI dari Negeri Belanda mengamati gerakan nasional di Indonesia. Mereka kecewa terhadap semangat partai-partai politik dan terhadap kegagalan mereka menciptakan suatu organisasi massa yang kuat untuk melawan Belanda. Oleh karena itu mereka membuat ideologi baru sebagai langkah pertama untuk menyusun gerakan kebangsaan jika mereka kembali ke tanah air. Ada empat pikiran pokok dalam ideologi PI yang dikembangkan sejak tahun 1925. Ideologi PI menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang utama. Pokokpokok pikiran PI adalah sebagai berikut. Kesatuan nasional: perlu mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan perlu dibentuk kesatuan aksi melawan Belanda untuk menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu; Solidaritas: tanpa melihat perbedaan antara sesama orang Indonesia, perlu disadari adanya pertentangan kepentingan yang mendasar antara penjajah dan terjajah. Kaum nasionalis harus mempertajam konflik antara orang kulit putih dan orang kulit sawo matang; Nonkoperasi: keharusan untuk menyadari bahwa kemerdekaan bukan hadiah sukarela dari Belanda melainkan harus direbut oleh bangsa Indonesia dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, oleh karena itu tidak perlu mengindahkan dewan perwakilan kolonial seperti Volksraad;

14

Mereka yang menjadi anggota PI hanya sekelompok kecil dari seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda. Tahun 1926, puncak aktivitas PI, jumlah anggota PI hanya 38 orang. Akhir tahun 1927 jumlah seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda diperkirakan 109 orang, hanya 20 orang yang menjadi anggota PI. (Ingleson, hlm. 2). 15 Ingleson, hlm. 4.

43

PSI. dan Kelompok Studi Indonesia bergabung dalam satu fron bersama sebagai ”fron sawo matang” melawan ”fron kulit putih” Belanda. oleh karena itu mereka tetap di luar dan mereka mendirikan kelompok-kelompok studi. Kemudian. lahirlah Indonesia Muda pada awal tahun 1931. 16 17 Ingleson. Kaum Betawi. satu bangsa: Indonesia. ekonomi. Atas usaha Sukarno dan orang-orang yang tergabung dalam Algemene Studieclub pada 4 Juli 1927 didirikan partai baru bernama Perserikatan17 Nasional Indonesia (PNI). 44 . 5. Kongres nasional pemuda kedua bulan Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda. solidaritas. sosial. dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. hlm. Partai ini melaksanakan ideologi PI. Sarekat Sumatra.Swadaya: dengan mengandalkan kekuatan sendiri perlu dikembangkan struktur alternatif dalam kehidupan nasional. pada bulan Desember 1927 didirikan badan federatif partai-partai politik dengan nama Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). Usahanya tidak berhasil. Semangat persatuan itu menyatukan berbagai organisasi pemuda yang berdasarkan etnis/daerah menjadi satu. dan swadaya. Para anggota PI yang kembali ke tanah air mencoba memasuki organisasiorganisasi etnis seperti BU dan Pasundan dan berusaha untuk merubah wawasannya dari dalam. Budi Utomo. Pasundan. Ada kelompok yang penting yaitu Indnosesische Studieclub di Surabaya pimpinan dr. Dalam kongresnya pertama kata ”Perserikatan” diganti menjadi ”Partai”. Di kalangan pemuda ada hasrat untuk menyatukan organisasi-organisasi pemuda. satu nusa: Indonesia. politik. yaitu kesatuan nasional. dan hukum yang berakar dalam masyarakat pribumi dan sejajar dengan administrasi kolonial. untuk menyatukan gerakan nasional menjadi lebih besar. 16 PI menekankan bahwa ideologi PI harus dilaksanakan benar-benar oleh suatu partai yang merasa bertanggung jawab kepada rakyat yang berusaha mencapai kemerdekaan melalui jalan aksi massa. Sutomo dan Algemene Studieclub di Bandung pimpinan Sukarno. nonkoperasi. Melalui majalahnya dan anggota PI yang kembali ke tanah air. Beberapa partai politik yaitu PNI. Untuk itu pada tahun 1926 dan kemudian tahun 1928 diselenggarakan kongres pemuda nasional pertama dan kedua. ideologi PI sampai di Indonesia.

hlm. Sejak awal abad ke-20 di Indonesia lahir gerakan emansipasi. Ada keinginan untuk memegang nasib di tangan sendiri. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia dimulai dengan pembentukan nasionalisme Indonesia. yaitu: (1) Usaha nasionalisme lebih dari hanya ditujukan di bidang politik dan budaya. tujuan gerakan adalah penghapusan setiap bentuk kekuasaan kolonial. Di kalangan organisasi kepanduan pada tahun 1931 organisasi kepanduan berfusi lahirlah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). berupa organisasi. dan keagamaan. Sejak itu ada perlawanan orang di Indonesia melawan Belanda kemudian melawan Jepang. Gerakan melawan penjajahan bangsa Barat menggunakan senjata dari Barat. Tahun tiga puluhan rasa persatuan nasional telah meliputi berbagai organisasi. Sesungguhnya perlawanan terhadap penguasa bangsa lain di Indonesia sudah dimulai sejak adanya kekuasaan bangsa tersebut di Indonesia yaitu sejak awal abad ke17. (Pluvier. kemerdekaan nasional merupakan syarat utama pembangunan masyarakat Indonesia. Tujuan perlawanan itu adalah kemerdekaan bangsa. walaupun nanti keadaan pada umumnya lebih jelek dari pada di bawah kekuasaan asing. Sifat nasionalisme Indonesia ada dua. oleh Sartono Katodirdjo disebut sebagai proto nasionlisme. Yang disebut belakangan ini 45 . 17-18). diperintah oleh orang-orangnya sendiri.Organisasi perempuan pada bulan Desember tahun 1928 menyelenggarakan kongres perempuan pertama. (2) Keinginan-keinginan akan pembaruan di bidang sosial dan keagamaan. tetapi juga di bidang sosial. kemudian dibentuk. ekonomi. Badan-badan federatif yang baru yang mencakup organisasi lebih banyak. Rakyat terjajah menentang kekuasaan asing. gerakan perlawanan terhadap Belanda yang dipelopori dengan lahirnya organisasi Budi Utomo (BU).Gerakan itu diorganisasikan menurut model gerakan Barat. diputuskan didirikan badan persatuan organisasi perempuan bernama Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII). Perlawanan itu bersifat lokal. Menurut PNI. Perlawanan itu berupa perang-perang untuk mengusir penguasa bangsa asing itu dari wilayang mereka. Mereka ingin mengatur urusannya sendiri. Gerakan rakyat Indonesia adalah usaha untuk perubahan dan pembaruan menuju kemerdekaan. Sedangkan Parindra merumuskannya tidak terlalu tajam.

Nasionalisme Indonesia dalam keseluruhannya merupakan gejala yang sama seperti nasionalisme lainnya.) Pemerintah Hindia Belanda memandang mereka sebagai kaum ekstremis yang destruktif. bahwa berhubung dengan dasar perbedaan kepentingan antara yang yang berkuasa dan yang dikuasai. hlm. namun yang lebih penting adalah tuntutan agar supaya diutamakan lebih dahulu lenyapnya rezim kolonial. 18). (Pluvier. yaitu koperasi dan nonkoperasi. tetapi dapat juga membahayakan kekuasaan mereka sendiri. (Pluvier. Sebaliknya. Menurut kaum koperator. baik di Dewan Rakyat maupun di dewan-dewan local yaitu Dewan Propinsi atau Dewan Kabupaten. hlm. Kata-kata klasik dari Quezon: ”We would rather be governed like hell and do it ourselves than like heaven and have it done for us” (”Lebih baik kita hidup seperti di neraka tetapi diperintah oleh orangorang kita sendiri. Taktik untuk mencapai tujuan ada dua cara. bahwa gerakan rakyat yang kuat tidak saja merupakan bahaya bagi rezim colonial. Sebagian karena takut. Kaum nonkoperator menyisihkan diri dari pemerintah HB. Kerja sama demikian dengan pemerintah hanya berarti memperkuat kekuasaan penjajah. tidak loyal. tidak mungkin ada kerjasama untuk mewujudkan aspirasi-aspirasi nasional. Tujuan pertama diarahkan terhadap kekuasaan asing yang dipandangnya sebagai bahaya yang paling besar mengancam masyarakat. Sebagian lain orang berusaha merebut kepemimpinan 46 . tetapi diperintah oleh bangsa asing”. dari pada hidup seperti di sorga. Walaupun demikian. tidak dengan mengemis-ngemis (Tilak).disadari oleh kaum nasionlis. mereka tidak duduk dalam dewan perwakilan. 19. mereka tetap kaum nasionalis. dan mereka berani mengambil risiko. bahwa perubahan-perubahan itu harus dipaksakan dengan jalan selfreliance. Sikap kaum bangsawan terhadap pergerakan itu bercabang dua. Bagaimadiirna wujud dari masyarakat baru sesudah merdeka itu merupakan pokok pembicaraan penting. karena mereka juga bercita-cita untuk meningkatkan ekonomi dan kemerdekaan. kaum koperator dinamakan sebagai kaum sederhana dan loyal. Mereka mempunyai keyakinan. Perbedaan di antara kedua golongan itu adalah pada taktik dan keyakinan mereka. sehingga orang berusaha untuk menahan perkembangannya. Orang harus melaksanakan politik yang prinsipiil dan yakin. kemerdekaan ekonomi harus lebih didahulukan dari keperdekaan politik. kepercayaan kepada kekuatan diri sendiri. Mereka kurang keras dan agresif dan rapat-rapat mereka bukan rapat massa kaum marhaen.

Reaksi agama Islam dan nasionalisme adalah terhadap pengaruh Barat. bahwa tidak akan ada bangsa Indonesia dan bahwa nasionalisme Indonesia itu sama sekali tidak mempunyai hak hidup. 19 Dalam nasionalisme Indonesia hidup suatu tendensi untuk bersatu. tapi keliru untuk mengambil kesimpulan 18 J. Di abad ke-19 posisi mereka bertambah kuat setelah rakyat di sebagian besar kepulauan nusantara masuk agama Islam. Pihak Belanda sering ditunjukkan. Ia menciptakan semacam ”pra-nasionalisme” yang memberikan sokongan kepada nasionalisme. 47 . Perbedaan itu benar. dapat dipulihkan kembali. Di satu pihak kaum nasionalis melancarkan perlawanan yang aktif dengan cara Barat. cit. lama-lama timbul kesadaran untuk bersatu menjadi satu bangsa Indonesia. Belanda telah menempatkan suku-suku dan bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara di bawah satu lingkungan kenegaraan. Raja-raja sering bersekutu dengan mereka melawan pembesar-pembesar Belanda. Perluasan agama ini dalam abad ke-15 dan 16 adalah sejajar dengan mendesaknya pengaruh dari Barat. Van Hoeve.M. Pengaruh agama Islam itu kuat sekali Ia memberikan kepada bangsa rasa senasib sepenangungan. Den Haag-Bandung: W. op. kaum intelek atau semi intelek yang bekerja pada gubernemen atau perusahaan-perusahaan. Pluvier. berhubung dengan perbedaan besar di antara pelbagai penduduk itu. walau hanya sebagian. Di zaman VOC mereka merupakan unsur yang paling keras. 19 J. 18 Faktor penting bagi perkembangan nasionalisme ialah sifat dari agama Islam yang mengandung unsur-unsur yang baik. merasa tertelan oleh stelsel kolonial yang tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menduduki pos-pos yang lebih tinggi dalam kehidupan politik dan ekonomi. Politik orang-orang Belanda adalah sebanyak mungkin bekerja sama dengan pembesar-pembesar feodal dan tentang menjalankan agama Islam. 1953. Kelas kedua dalam masyarakat adalah kaum ambtenaar.dalam pergerakan itu untuk mendapatkan sokongan dari rakyat dan dengan demikian pengaruhnya yang lama. menentang tradisionalisme dan formalisme. Overzicht van de Ontwikkwling der Nationalistische Beweging in Indonesie in jaren 19301942. Meski terdiri dari berjenis-jenis rakyat. reaksi orang-orang Islam memakai cara-cara yang antagonistis yaitu dengan suatu gerakan yang sifatnya reformistis. Pluvier. Persatuan yang sedikit banyak hendak dipertahankan oleh kaum nasionalis.M. Perbedaan bahasa dan kebiasaan bukan penghalang dalam perjuangan bersama mencapai kemerdekaan nasional.

tapi apakah ada sesuatu yang tumbuh. Kemudian ide ini diambil oleh partai-partai lain. Tumbuhnya rasa senasibsepenanggungan. dan Nehru mempunyai arti lebih besar. ”Untuk terbentuknya suatu nasion itu. 20 J. Gokhale. adanya persamaan hal-hal sejarah dan pemerintahan. op. untuk mempertahankan dan mengorganisir persatuan itu. dan kultur. boikot ekonomi. Yang terakhir ini yang terjadi. 20 Gerakan nasional di India banyak memberi isi kepada perkembangan nasionalisme di Indonesia. Kebanyakan pembesar-pembesar feodal memperlihatkan nasionalisme kedaerahan yang didasarkan atas tradisi dan adat yang menjadikan mereka berkuasa. ide persatuan Indonesia dengan sadar maju kemuka. Partai Kongres contoh yang ditiru kaum nasionalis Indonesia dalam organisasiorganisasi mereka. kemauan dari suatu bangsa. sedikit banyak berkembang kesadaran untuk bersatu. 48 . hlm. dan ini penting. Orang berusaha untuk menyokong nasionalisme lokal supaya lebih kuat menghadapi nasionalisme Indonesia dan orang menunjukkan akan bahaya dari pada ”penjajahan orang-orang Jawa” atas golongan-golongan penduduk lainnya. Di lain pihak sikap Belanda lebih senang dengan nasionalisme Sunda. Mengadudomba perbedaan-perbedaan dari rakyat itu satu alat politik pemecah belah dari golongan kecil yang memerintah massa berjuta-juta yang harus mereka anut untuk dapat bertahan. Cokroaminoto di tahun 1916 pada kongres nasional menunjukkan bahwa istilah ”nasional” itu berarti bahwa pergerakan rakyat itu bertujuan membentuk suatu persatuan yang kokoh kuat dari seluruh rakyat di kepulauan nusantara yang dengan seia sekata berusaha menjadi satu ”nasion”. Pemerintah menyokong patriotisme lokal membuat kaum nasionalis curiga. Politik nonkoperasi ditiru. Soalnya bukan apakah ada persatuan. juga dilancarkan. Tilak. Sebelum tahun 1927 pergerakan politik berada pada taraf kedaerahan. cit. Jawa. Gandhi. Pluvier. 26). Satu-satunya pergerakan yang semua nasional adalah SI. (Pluvier. agama. tidak cukup dengan adanya persamaan bahasa. suatu usaha swadesi. Kebangkitan dari negeri Cina membawa pengaruh besar. juga oleh partai-partai lokal. Yang perlu adalah dalam unsur-unsur yang membentuk masyarakat itu. atau Bali dari pada nasionalisme yang melingkupi seluruh Nusantara. Baru sesudah PNI.M.seperti di atas.

memperbesar kesadaran nasional dan menyebabkan bangsa Indonesia memiliki rasa harga diri kembali. 1979. Memoir. dan gerakan nasional di negara-negara tetangga seperti India dan Filipina memberi pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme. III. 1989. Grafiti dan KITLV). 49 . IV. (Terj.Jilid II. Marwati. 1908-1918. Miert. Kartodirdjo. J. 1983. Nagazumi.5. Jakarta: Balai Pustaka. KITLV.M. Jakarta: LP3ES. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. John. Jakarta: Gramedia.Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh kekuasaan Barat di negara-negara Asia. Djoened dan Nugroho Notosusanto. 2003. Pluvier. Nasionalisme dan kolonialisme tidak terlepas satu sama lain. Gerakan Turki Muda. Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta: Hasta Mitra. Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo. Daftar Pustaka Hatta. Poesponegoro. Zamakhsyari Dhofier). kongres kebudayaan tahun 1916. Jakarta: PT Gramedia. Jilid 2. Sartono. Kebangunan nasional di Indonesia berhubungan erat dengan kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905. 1990. 1918-1930). 2008. Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia Tahun 1927-1934. Mohammad. Dengan Semangat Berkobat: Nasionalisme dan Gerakan Pemuda di Indonesia. 2. Sudewo Satiman). ada pengaruh satu sama lain. 59. Revolusi Cina. hlm. kongres nasional pemuda kedua tahun 1928 yang menghasilkan ”satu tanah air. V. Yakarta: Grafiti. (Edisi Pemutakhiran). Overzicht van de Ontwikkeling der Nationalistische beweging in 21 Sartono Kartodirdjo. Akira. Yakarta: Tintamas. Pustaka Utan Kayu. (Terj. satu bangsa. Banyak sebab yang dapat menimbulkan nasionalisme. Ingleson. dn VI. Hans Van. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. (Terj. 21 Gerakan emansipasi mencapai titik-titik terang pada ongres BU pertama tahun 1908. Nasionalisme sebagai jawaban yang ditimbulkan oleh situasi kolonial. satu bahasa” yaitu indonesia.

. Dharmono Hardjowidjono). van Hoeve. H. A. 1991.K. Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Sukarno di hadapan Hakim Colonial Tahun 1930..Indonesie. Sejarah Indonesia Modern. 50 . Drs. 1960. 1953 Pringgodigdo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia. Sukarno. in de jaren 1930 tot 1942. Den Haag – Bandung: W.C. Djakarta: Pustaka Rakjat. Ricklefs. Cetakan ke-4. (Terj.

Selain itu hasil produk yang terkenal sebagai mata dagangan ekspor yang sangat laris di pasaran adalah cengkeh. Arab. beras. Jawa. dan berbagai suku di Nusantara yang menjadi pedagang dengan mengunjungi wilayah-wilayah yang menjadi penghasil produk yang diinginkan. nama yang 51 . Tidore. dan pesisir timur dan utara Pulau Sumatra. dan Ambon. Kayu cendana banyak dihasilkan di Pulau Timor dan Sumba. selat. porselain. Makasar. seperti tekstil. Adanya perbedaan produk dari masing-masing daerah. Bahkan beberapa nama angin diberi nama sesuai dengan arah angin yang datang ketika kapal sedang berlayar. bunga pala. India. Cengkeh dihasilkan dari Ternate. sutera. di mana kapal-kapal asing dan lokal saling menukarkan barang-barangnya. kemudian memunculkan sistem pertukaran dan jual beli di banyak pelabuhan di Nusantara. Dalam dunia pelayaran selama abad ke-16 sampai abad ke-18. Bugis. alat-alat logam. pala.Bab 3 Ekonomi dan Perdagangan di Indonesia Perdagangan dan Pelayaran di Nusantara Masa Awal sampai Abad ke-19 Letak geografis kepulauan Indonesia yang berada dalam jalur pelayaran dan perdagangan yang ramai antara Asia Timur dengan Asia Selatan dan Asia Barat membuat laut. lada. Malaka. dan lain sebagainya merupakan produk lokal Nusantara. Halmahera. dan pulau-pulau yang berada di sekitar Selat Karimata dan Selat Malaka menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru tempat. Seram. sedangkan lada banyak dihasilkan dari Banten. seperti angin buritan atau angin haluan. Karena bagaimanapun juga kapal layar mereka sangat membutuhkan tiupan angin yang secara berkala berubah sesuai dengan musimnya. kayu cendana. Dengan mengikuti sistem angin ini maka para pedagang dapat memperkirakan keberangkatan atau kepulangan perahuperahu mereka. pengetahuan tentang sistem angin dan musim menjadi pengetahuan yang penting untuk dimiliki para pelaut. Sehingga sudah sejak masa sebelum abad ke-10. Lampung. banyak kapalkapal dagang dari Cina. Sejak itulah wilayah Nusantara bagian tengah dan timur kemudian menjadi jalur pelayaran dan perdagangan yang cukup ramai. dan lain-lain dengan produk-produk setempat. sementara pala dan bunga pala banyak dihasilkan di kepulauan Banda.

Pada saat-saat itu kapal-kapal dapat berlayar dari Aceh. dan negeri-negeri di Asia Timur. Kemudian kapal-kapal tersebut dapat kembali ke selatan pada bulan September sampai Desember dengan mengikuti angin yang bertiup ke selatan.. kapal-kapal dagang dapat berlayar pada bulan Juni sampai Agustus ketika angin bertiup ke arah utara. Depdikbud.23 Dengan mengikuti pola angin yang sama kapal-kapal dari India dapat berangkat ke arah Malaka dan sebaliknya. Angin tenggara berubah menjadi angin barat daya sedangkan angin timur laut berubah menjadi angin barat laut. karena ternyata isi dari prasasti ditulis oleh perkumpulan pedagang asal Tamil di Barus. 24 Dalam satu contoh. sedangkan mereka pulang dengan dorongan angin timur kembali ke tempat asal kapal-kapal dagang tersebut. hal.101-102 23 Ibid. Pada bulan-bulan Desember sampai Pebruari bertiup angin barat dan pada bulan September sampai Nopember bertiup angin timur. 102 24 Ibid. hal. Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta. Cina.. Kapur 22 Marwati Djoened Poesponegoro. adanya hubungan pelayaran dan perdagangan awal antara India dengan Nusantara. Jawa.lain misalnya angin turutan yang mendorong keras dari arah buritan. dan angin paksa yang membuat kapalkapal terpaksa membuang sauh di pelabuhan atau di teluk demi keamanan dari ancaman badai. dapat kita lihat dari ditemukannya sebuah prasasti berbahasa Tamil (India Selatan) yang berangka tahun 1088 M. membuat angin yang bertiup berubah arah ketika melintasi katulistiwa. Balai Pustaka. Prasasti ini menggambarkan adanya hubungan dagang antara Sumatra dan India sejak 1088 M. angin sakal yang menghambat pelayaran karena bertiup dari depan. Dalam ulasan lain digambarkan bagaimana komoditi kapur Barus telah dikenal luas di kalangan pedagang Arab dan India bahkan produk ini juga diperdagangkan sampai Eropa. Namun karena letak Nusantara adalah di antara benua-benua yang berbeda tekanan udaranya dan posisi peredaran bumi terhadap matahari. 103 52 . Untuk perjalanan ke arah Campa. hal. Jilid III. Vietnam. Sumatera Utara. 22 Letak kepulauan Nusantara di tengah-tengah garis katulistiwa (equator) menyebabkan di sebelah selatan katulistiwa bertiup Angin Pasat Tenggara dan di sebelah utara katulistiwa bertiup Angin Pasat Timur Laut yang bertiup sepanjang tahun. dan Makasar berangkat ke arah Maluku dengan angin barat.. Malaka.

Selain itu ditemukannya keramik-keramik Cina di Barus menunjukkan sudah adanya hubungan perdagangan antara Cina dengan Barus di pantai barat Sumatera Utara. sehingga mata pencaharian penduduk juga sangat tergantung dari mengolah laut. mereka mengatakan bahwa para pelaut di Asia dan juga di Nusantara sudah menggunakan peta dan alat-alat navigasi seperti yang dimiliki oleh Portugis. hal. hal. Gambar Relief kapal besar bercadik pada candi Borobudur memperlihatkan kemampuan bahari masyarakat terutama yang dipergunakan di pantai Y. 48-55 53 . dan Cina berlangsung. lambung yang berpasak. dalam Claude Guillot.25 Dengan demikian sudah sejak lama hubungan perdagangan antara Nusantara dengan daerah-daerah di Asia Barat. Asia Selatan.barus ini merupakan bahan wewangian dan obat-obatan yang dipergunakan di Arab dan India. Subbarayalu. 104-107 Antony Reid. Kegiatan ini sudah tentu membutuhkan alat transportasi yang dapat dipakai untuk berlayar ke tengah laut mencari ikan atau menyeberangi laut dan selat untuk berdagang dengan daerah seberang selat atau laut.. Tambahan lagi banyak kapal-kapal Portugis ataupun Belanda yang melakukan pelayaran menuju kepulauan Nusantara menyewa tenaga navigator dari masyarakat setempat. “ Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus: Suatu Peninjauan Kembali”. menjadikan wilayah pantai di Nusantara sangat panjang dan luas. ed. Namun penduduk di Asia Tenggara dan Indonesia sejak abad ke-16 mampu membuat kapal dengan konstruksi badan kapal terbuat dari papan... Dalam penelitian Antony Reid disebutkan bahwa kapal-kapal yang berlayar di Asia Tenggara dan Indonesia jauh lebih besar dengan dua atau tiga tiang. EFEO-Pusat Penelitian Arkeologi-Yayasan Obor Indonesia. Lobu Tua: Sejarah Awal Barus. Jakarta. Dari beberapa keterangan pelaut Portugis. 26 27 25 Marwati Djoened Poesponegoro. op.26 Kondisi geografis kepulauan Nusantara yang dilingkupi laut dan selat. Perkembangan perahu-perahu bercadik yang dibuat secara sederhana dari kayu yang dilubangi tengahnya seperti lesung dan diberikan kayu penyeimbang di kiri dan kanan badan kapal. dan kemudi kembar. 2002. cit. Selain itu kapal-kapal dengan berat ratusan ton juga dibuat di galangan kapal di pantai utara Jawa. cit. 27 Dalam kebudayaan Nusantara kemampuan membuat perahu sudah mereka miliki sejak lama. op.

kayu cendana. kayu sapan. dan ikan asin ini telah menjadi produk yang sangat dicari karena harganya yang mahal. timur. Kapal jenis jukung. tuak. dan sebagainya menunjukkan keanekaragaman jenis kapal di Nusantara. Pelabuhan-pelabuhan ini menyebar mulai dari bagian utara. Banyaknya jenis kapal tersebut menunjukkan pula kemampuan masyarakat mampu membuat kapal yang baik untuk pelayaran jarak jauh maupun jarak dekat. 144-148 54 . pinisi. dan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Maluku. Sementara itu hasil 28 Marwati Djoened Poesponegoro. Kemudian pada abad ke-16 pohon cengkeh juga ditanam di Pulau Bacan. golekan. dan selatan Pulau Sumatra. dan Seram. peledang. Ambon. kayu manis. tekstil. Semenanjung Malayu. pala. sagu. Mereka menjualnya kepada para pedagang yang datang dengan menukarkannya dengan barang-barang dari Cina. Rempah-rempah inilah yang menarik perhatian bangsa Eropa berdatangan ke Nusantara dengan melakukan pelayaran samudera menyusuri pantai Afrika menuju ke India dan Selat Malaka. kepulauan Maluku. Tidore. Burma. pala. Namun perdagangan yang paling utama pada abad ke-16 sampai 18 adalah rempah-rempah. senjata api. cit. Pantai utara Jawa dalam laporan Portugis merupakan pusat penghasil kapal-kapal berbadan besar selain yang di datangkan dari Pegu. dan begitu banyak yang lainnya di pulaupulau besar dan kecil. Beberapa daerah menjual produk setempat yang tidak diproduksi di tempat lain seperti cengkeh. dan sebagianya.utara Jawa pada abad ke-9 M. alat-alat logam. kain yang kasar. op. Cengkeh hanya dihasilkan di Ternate. porselain. mayang janggolan. Sedangkan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Banda dan Seram Selatan. dan Motir. kain yang halus. padewakang. dan sebagainya. batu permata. hal. Makian. Barang-barang yang diperdagangkan dalam pelayaran dan perdagangan di Nusantara itu sangat banyak dan bervariasi. lambo. bunga pala. Nusa Tenggara. dan India. Sulawesi Selatan. korakora. Di samping itu rempah-rempah yang terdiri dari cengkeh. Sepertinya rempah-rempah yang produksinya lebih sedikit dibandingkan produksi beras. seperti sutera. beras. Barang-barang ini seringkali dipertukarkan secara barter atau dengan mata uang perak atau emas. Tidore. Asia Barat. Ternate. sepanjang pantai utara Jawa..28 Ramainya perdagangan dan pelayaran tidak terlepas dari peran bandar atau pelabuhan yang menyediakan bermacam fasilitas bagi para pedagang yang hendak menjual atau membeli barang dagangan.

. 27 55 . Tome Pires dalam pelayarannya tahun 1515 di Maluku. sebagai berikut: Pedagang Melayu mengatakan bahwa Tuhan menciptakan Timor untuk kayu cendana dan Banda untuk bunga pala (fuli) dan Maluku untuk cengkeh. Jalur baru ini membuat Portugis tidak lagi menjadi Anthony Reid.29 Laporan Tome Pires di atas menunjukkan bahwa produk rempah-rempah dan kayu cendana merupakan mata dagangan ekspor yang menjanjikan keuntungan besar bagi para pedagang. 4 30 29 Anthony Reid. 2. sampai kemudian mengalami kemerosotan dan puncaknya adalah ketika kekuatan Portugis berhasil diusir dari Ternate. dan barang dagangan ini tidak dikenal di tempat lain di dunia kecuali di tempat itu. dan lain-lain berbondong-bondong berdatangan ke Maluku dan Nusa Tenggara bagian timur untuk membeli rempah-rempah dan kayu cendana. 17-18. 30 Tetapi kelemahan Portugis diakibatkan tidak mampunya armadanya mengamankan jalur pelayaran di Selat Malaka dan juga Goa di India Selatan. Namun kenyataannya Malaka hanyalah gudang rempah-rempah. hal. dan lain sebagainya. op. seperti beras. cit. Makasar. menuliskan pendapatnya tentang tanaman rempah-rempah dan kayu cendana. Jakarta. benda logam. dan kepulauan Maladewa. menyeberangi Lautan Hindia dan langsung menuju ke Laut Merah. Bugis. Selama hampir setengah abad kekuatan Portugis mendominasi Maluku. Yayasan Obor Indonesia. sedangkan penghasil rempah-rempah ada di kepulauan Maluku. Melayu. sehingga banyak kapal-kapal dagang yang membawa rempah-rempah dan produk lain dari Indonesia bagian tengah dan timur tidak singgah ke Malaka namun melalui jalur pantai barat Sumatra. porselain. Para pedagang dari Jawa. Di sana para pedagang menukarkan barangbarang yang mereka bawa dari tempat asalnya atau dari Cina dan India. Aceh. sutera. hal. sekaligus menaklukkan Bandar Malaka pada tahun 1511 yang dikenal sebagai pasar rempah-rempah di Asia Tenggara.hutan berupa kayu cendana juga merupakan mata dagangan yang laku di pasaran Cina dan India sehinga kayu cendana yang berasal dari Timor tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Armada Portugis pertama kali melakukan pelayaran ke Nusantara di bawah pimpinan Affonso de Albuquerque. Dengan demikian maka segera dikirim armada kapal ke Maluku. tekstil. terutama ke Ternate dan Tidore. 1999. Dari Ekspansi Hingga Krisis II: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680.

Sementara orang-orang Belanda adalah pedagang yang melayari rute Lisabon. hal. Laporan Van Lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah.pusat bagi pasaran Eropa. Laut Flores. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. 36-38 32 56 . Sejarah Indonesia Modern. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. yang berangkat tahun 1595 dan tiba di Pelabuhan Banten. cit. karena produk rempah-rempah mengalir melalui Mesir dan Laut Tengah. Di samping itu daerah Nusa Tenggara juga menghasilkan produk-produk 31 Anthony Reid. 31 Pada akhir abad ke-16 orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah langsung ke tempat produksinya di Maluku. Jawa Barat pada tahun 1596. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. Asia Barat. dan Eropa. Portugal. Kegairahan para pelaut dan kapal-kapal dagang Belanda mengunjungi Nusantara disebabkan antara lain karena pecahnya perang kemerdekaan Belanda terhadap Spanyol selama 1560 sampai 1648. 1998.32 Penyebab lain dari pelayaran orang Belanda dipengaruhi oleh penerbitan buku Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien (Catatan Perjalanan ke Timor atau Hindia Portugis) karya Jan Huygen van Linschoten. M. Pelayaran pertama kapal-kapal Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman. India.C. 27 Ricklefs. Tetapi pemerintah Spanyol yang menguasai Portugal melarang kapal-kapal dagang Belanda membeli rempah-rempah dari Lisabon. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. dan Eropa Utara. Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa dan di Malaka. Van Linschoten adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. hal. op. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyusuri Laut Jawa. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit..

yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. Pantar. Menurut Tome Pires. Namun jangan lupa bahwa pelayaran ke Maluku mau tidak mau melewati Laut Flores di mana berhimpun beberapa pulau besar dan kecil. cit. dan kayu sapan.. Timor. madu. Dengan demikian wilayah tersebut sudah tersentuh dinamika pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai. Dalam beberapa laporan. peralatan rumah tangga. Pedagang Belanda dengan 33 sampai ke wilayah Timur Fernand Braudel. Posisi Selat Malaka menjadi sangat strategis bagi lalu lintas pelayaran. 526-528 57 . lilin. Makasar. produk kayu cendana asal Timor dan juga Sumba sangat laku di pasaran Cina. Adanya hubungan pelayaran antara Malaka dan Maluku. Masuknya bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16 (1596) di Nusantara membawa perubahan yang besar. Pelabuhan Malaka terus berkembang sebagai penyedia sarana pelabuhan. 33 Ramainya Bandar Malaka membuat banyak para pedagang dari Jawa. Para pedagang asal Gujarat inilah yang membawa lada dan rempah-rempah Tengah dan sekitar Laut Mediterania. membawa komoditi asal Maluku yang sangat laku di pasaran India dan Cina. membawa kemunduran bagi Malaka. Pedagang Hindu asal Coromandel yang dikenal dengan Keling juga banyak yang menjadi pedagang yang melayari rute India-Malaka. dan dari daerah lain di Indonesia bagian timur. terutama bagi kota Malaka yang berdiri sejak awal abad ke-15. Banyak para pedagang Muslim yang mencari persinggahan di tempat lain terutama di pantai timur dan barat Sumatra dan juga di pesisir utara Jawa. Alor. op. Kejatuhan Malaka pada tahun 1511 akibat serangan Armada Portugis yang dipimpin Afonso d’albuquerque. membentuk lembaga perlindungan bagi keamanan kapal-kapal asing. menjadikan pelabuhan Malaka menjadi pasar rempah-rempah asal Maluku. dan lain-lain. yaitu cengkeh dan pala. seperti Flores. antara empat sampai lima ribu pelaut datang dan pergi dari Pelabuhan Malaka. Bugis. hal. penyediaan komoditi dari berbagai wilayah. Di antara orang asing yang menjadi pedagang dalam jumlah besar adalah penduduk muslim asal Gujarat dan Calicut. Ramainya perdagangan rempah-rempah dan berbagai produk lainnya menjadikan India Timur (East Indies) bukan hanya menjadi kutub yang menarik namun juga menjadi jalur persilangan yang sibuk bagi pelayaran dan perdagangan.

Hal ini mengakibatkan VOC menguasai hegemoni politik dan ekonomi di Nusantara. VOC memberlakukan pengawasan terhadap sentra-sentra produksi rempah-rempah dengan pelayaran Hongi (Hongi Tochten).segera mendirikan Veerenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tahun 1602 untuk mengkonsolidasikan kekuatan menghadapi para pedagang Eropa lainnya terutama Inggris dan Portugis. Flores. Kekuatan laut VOC sejak abad ke-16 belum ada yang menandinginya di Nusantara. Timor. Sumbawa. Sinar Harapan. Selain itu beberapa kerajaan lokal seperti Kesultanan Makasar dipaksa untuk menerima monopoli perdagangan rempah-rempah. Jakarta. hal ini berakibat VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di pusat produksinya dan bahkan mengatur penanaman dan pengaturan panen untuk mengendalikan harga. 34 Untuk memantapkan kedudukannya di Hindia Timur. Perebutan hegemoni pelayaran dan perdagangan di Nusantara yang dilakukan VOC menghadapi tantangan dari pelaut-pelaut Makasar dan juga Sultan Makasar. sebuah Sejarah Singkat tentang Persekutuan Dagang Hindia Belanda. dan pantai utara Jawa diambil alih dari Mataram sampai pertengahan abad ke-18. Sejak itu. Lombok. Boxer. Kesultanan Ternate dan Tidore dipaksa menerima pertuanan VOC. Berbagai macam komoditi dari berbagai daerah dapat dibeli dari Pelabuhan Makasar. Irian. sehingga menimbulkan perang Makasar 1660-1667. Banten. Banten direbut. dan Philipina Selatan. Priangan. VOC merebut Jayakarta dan menggantikannya dengan Batavia pada tahun 1619. pelanggaran atas kuota produksi akan menghadapi penangkapan dan penghancuran kebun rempah-rempah milik penduduk. Kalimantan.R. Malaka. seperti barangbarang dari Maluku. Bali. dan juga Untuk melihat sejarah singkat VOC lihat C. VOC terus memperluas kekuasaan politik dan ekonominya di wilayah Hindia Timur. Sumba. Penaklukkan benteng-benteng Portugis di Ambon. seperti Ambon (tahun 1605) dan Pelabuhan Malaka (tahun 1640). Makasar merupakan pelabuhan yang ramai sejak abad ke-16. Cirebon. dan juga sebagian wilayah Mataram di pantai utara Jawa membuktikan kekuatan laut yang dimiliki oleh VOC. produk dari laut. rempah-rempah. penaklukkan Makasar. Jan Kompeni: Sejarah VOC Dalam Perang dan Damai 1602-1799. Jawa. Beberapa wilayah direbut dari Portugis. Batavia kemudian dijadikan pusat administrasi bagi jaringan pelayaran dan perdagangannya di Asia. 1983 34 58 . Budak.

VOC mulai membatasi kedatangan Jung Cina ke Nusantara. Barang-barang dari India dan Cina dikenakan pajak dan barang-barang komoditi ekspor dijual dengan harga yang tinggi. eds. Hal ini terutama dilakukan oleh Inggris sampai abad ke-18. Namun peristiwa pembantaian Cina di Batavia. Dengan mengunakan perahu-perahunya orang-orang Makasar mengangkut berbagai komoditas dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Gadjah Mada University Press. dan senjata untuk dipertukarkan dengan berbagai mata dagangan dari berbagai pelabuhan di Asia. Dari Babad dan Hikayat sampai Sejarah Kritis. Ibrahim Alfian. dalam T. termasuk juga di Nusantara. opium. eds. Penguasaan VOC atas Makasar membuat perubahan yang mendasar bagi Makasar. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perlawanan dari kapal-kapal dagang dari berbagai bangsa dan daerah di Nusantara yang kemudian melakukan perdagangan ilegal atau penyelundupan.. juga melakukan ekspansi dengan menjual tekstil India.. Para pedagang swasta Inggris dalam melakukan perdagangan dengan Asia.. op. VOC melakukan praktek monopoli perdagangan yang Heather A. Jawa tahun 1740. hal. hal. termasuk menjualnya melalui tokotokonya sendiri. VOC melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dan yang lainnya. menggunakan gudang-gudang sendiri. 372-374 36 35 T. Ibrahim Alfian. perdagangan bebas di Nusantara mengalami kemerosotan. Di samping itu banyak para pelaut dan pedagang Makasar yang juga melakukan perdagangan ilegal dengan menjual berbagai macam komoditi dari seluruh Nusantara. 1992. Bree. 35 Kebijakan ini menjadikan VOC melakukan ekspansi perdagangan dengan kapalkapal sendiri. 375-377 59 . cit. Selain itu Makasar juga memperdagangkan produk-produk dari India dan Cina yang didapat dari kehadiran kapalkapal asing di Malaka. 36 Tetapi sejak kejatuhan pelabuhan Makasar. Sutherland dan David S.kayu cendana merupakan produk utama dari daerah timur. Pelayaran kapal-kapal Cina yang mendatangkan banyak keuntungan ini sangat menarik perhatian VOC. Di samping itu para pedagang Cina dengan kapal-kapalnya yang besar sangat aktif berlayar dan memperdagangkan komoditi dari Cina ke Nusantara. atau para pedagang Makasar yang membelinya dari Pelabuhan Malaka. ”Quantitative and Qualitative Approaches to The Sudy of Indonesia Trade: The Case of Makasar”. kapal-kapal Cina hanya diijinkan berdagang di Banjarmasin dan Makasar.

Kapal-kapal pinisi dan padewakang milik orang Bugis-Makasar membawa produk-produk seperti lilin lebah. 37 Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. edisi draf. Mulai dari perahu-perahu kecil berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar.000 metrik ton. Passau. dalam Howard Dick. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura per tahunnya. Eksploitasi Pulau Jawa yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda selama abad ke-19 juga menelantarkan daerah luar Jawa terutama di Indonesia bagian timur. Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara juga meningkat pesat. 1999. kayu cendana. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. dan bahkan kapal-kapal dari Bugis dan Makasar secara rutin berkunjung ke Singapura untuk menjual barang-barang yang dibawanya dari kepulauan Indonesia bagian timur. hal. Namun munculnya pelabuhan bebas Singapura yang dibangun oleh Inggris tahun 1819. menyadarkan pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk melakukan usaha-usaha untuk menyaingi ramainya perdagangan di Singapura. atau 6 kapal per hari. beras. Thomas Lindblad. India. 37 60 .kemudian menjadikan perdagangan rempah-rempah menjadi kurang menarik. atau pelabuhan laut dalam. 97. pelayaran regional Asia Tenggara. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhan-pelabuahn di luar Pulau Jawa. Arab. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan menggali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan J. Tarif bea yang rendah yang diberlakukan Inggris di Pelabuhan Singapura membuat banyak pedagang dari Cina.. sarang burung. Pelayaran yang menyinggahi Singapura itu terdiri atas tiga jenis. dan terakhir pelayaran lokal. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. dan lain-lain. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. kedua. eds.

Jati.39 Selain itu peran pedagang Bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. hal. cit.. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20.cit. Jurnal Jabatan asia Tenggara. dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran.38 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19.. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. atau musim Bugis. Kalimantan. terutama kapal-kapal Inggris. dan di kota-kota pelabuhan di Nusantara. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. 99 61 . Fakulti Sastera dan Sains Sosial.1.23-25 39 40 38 Howard Dick. jumlah mereka sekitar 135.pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. 40 Sementara itu sejak tahun 1824. op. Pelayaran perahu ini masih memainkan Hanizah Idris. Sulawesi... Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama kallang di Singapura. jung. Universiti Malaya No. eds. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. 98. hal. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. 1819-1941. op. terutama setelah banyaknya kapalkapal uap yang berlayar ke Singapura. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’.. Kapal-kapal Cina berdagang di banyak wilayah di Nusantara. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. Perkembangan Pelabuhan Singapura membuat Pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . Howard Dick. 1995. eds.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun 1880. hal. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama..

Pontianak. Dia dianggap sejarawan yang mempelopori kajian sejarah maritim yang mengkritik cara penulisan historiografi kolonial tentang sejarah ekonomi di Nusantara.C. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. 41 Kondisi tersebut yang membuat pemerintah Belanda berusaha menyaingi Singapura dengan membuka pelabuhan bebas di Riau (1829).. Peran para pedagang Eropa pada bad ke-16 sampai 18. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. “Perdagangan Antarpulau. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. eds. Banda. dan Sambas (1834). dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. Kekuatan armada kapal yang diperlengkapi dengan meriam yang canggih menjadikan kapal-kapal Portugis dan terutama Belanda mempunyai kekuatan memaksakan perdagangan monopolinya. et. Kajian yang menggambarkan dinamika perdagangan masyarakat lokal di Nusantara dilakukan oleh J. eds. Pengintegrasian Ekonomi dan Timbulnya suatu Perekonomian Nasional”. op. LP3ES.42 Usaha ini sedikit berhasil seperti dapat kita lihat dari tulisan Sutherland tentang kedatangan kapal-kapal Cina langsung ke Pelabuhan Makasar selama pertengahan abad ke-19. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). Dick. Makasar (1847). yaitu Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). Kedatangan kapal-kapal Eropa membawa pengaruh yang cukup penting dalam dunia perdagangan dan pelayaran di Nusantara.al. Sejarah Ekonomi Indonesia. seringkali dijadikan studi sejarah oleh sejarawan kolonial yang seringkali tidak menuliskan peran para pedagang lokal dan Asia dalam pelayaran dan perdagangan pada masa itu. hal. hal. Dalam kumpulan tulisan yang dibukukan setelah dia 41 42 Howard Dick. seperti memonopoli pengiriman barang-barang milik pemerintah.. 1988. dalam Anne Booth. Sukadana (1837).cit.. 404-407 62 . Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. pengiriman surat. 111-112 Howard W.Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. Ambon. serta Ternate (1852). Manado (1848).. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. van Leur.

eds.000 ton. Peddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciri-ciri tertentu. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. Depok. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”.45 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. J. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah.43 Dalam bukunya itu. eds. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peddling trade (perdagangan penjaja).C.. PPKB-LP UI. RZ. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing.. di India sekitar 200 ton. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. cit. Pertama-tama perdagangan dilakukan dari satu tempat ke tempat lain. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. dan dari benua ke benua dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya.meninggal kita dapat membacanya dalam “Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History”. dia melihat perkembangan dari pelayaran dan perdagangan pribumi yang marak selama kekuasaan VOC berkuasa di Nusantara. 1960. Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. Leirissa. yaitu investasi modal dari keuntungan. 191 45 Taufik Abdullah. hal.C.) 44 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. 192 44 43 63 .. dalam Taufik Abdullah. dan di Cina sekitar 600 ton. 1997. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. Van Leur. Sumur Bandung. Bandung. “Dr. hal.. J. dari pulau ke pulau. op. Bandung.

Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. Hormus. dan sebagainya. 3. Leirissa.. cit. N. Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. dan lain-lainnya merupakan kerajaan dagang yang kuat.C. Luwu. Chauduri46 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium.1. “Dr. op. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. Pelayaran Perahu Bugis. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. hal. cit. 201-202 64 . Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia.. Wajo. Chauduri. Kanton.Makasar di Nusantara Peran orang-orang Bugis-Makasar dalam pelayaran di Nusantara sudah berlangsung sejak abad ke-16. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. eds. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Calicut. op. Sudah sejak 46 47 K. Malaka. J. N. Lihat artikel RZ. dalam Taufik Abdullah.. Pada waktu itu kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan.47 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. Bone.Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya itu. Kekuatan perdagangan laut ini didukung oleh penduduk yang mayoritas hidup dari hasil laut dan perniagaan di laut. K. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. seperti Gowa dengan pelabuhannya di Makasar.

Keinginan VOC untuk mengontrol jalur perniagaan laut. siapapun boleh melayarinya. tekstil. porselain. Andaya. sejak perjanjian Bongaya. dan lain-lainnya. dan kepulauan Nusa Tenggara. Vol. seperti Wajo. mereka memiliki filosofi bahwa secara umum laut adalah milik bersama. 1667. Jawa Timur.”The Bugis-Makasar Diaspora”. Penaklukkan oleh orang-orang Makasar ini membuat banyak orang-orang Bugis yang pindah dan menyebar ke seluruh Nusantara. mereka memperdagangkan produk-produk rempah-rempah dari Maluku untuk dipertukarkan dengan membawa barang-barang yang dibeli dari Jawa dan Malaka. Pengungsian besar-besaran terjadi pada tahun 1669 ketika secara final VOC mengalahkan pemberontakan orang Makasar. Journal of The Malaysian Branch of The Royal Asiatic Society. membuat bangsawan Makasar dan para pengikutnya merasa terhina dan pergi meninggalkan tanah Makasar. Permintaan VOC agar Sultan menerima monopoli perdagangan di Makasar ditolak oleh Sultan Hasanuddin. Bone. menjadi pemimpin utama di wilayah Sulawesi Selatan. hal.sebelum abad ke-16. dan lain lain.48 Perang Makasar (1666-1668) sebenarnya dipicu oleh perang dagang antara Kerajaan Makasar yang menjadikan pelabuhannya bebas dikunjungi oleh kapal-kapal dari Eropa ataupun dari Asia dan Nusantara. Pelabuhan Makasar dianggap menyaingi perniagaan VOC. Luwu. ditolak oleh Sultan Hasanuddin. yang menandai kekalahan Kerajaan Gowa. barang-barang logam. 1995. Dalam kebudayaan bahari yang dimiliki oleh orang Makasar. Sementara itu pengungsian besar-besaran dilakukan oleh orang-orang Makasar pasca penaklukkan Kerajaan Gowa-Tallo oleh kekuatan militer VOC dalam Perang Makasar 1666-1669. penguasa Bone. Dalam catatan sumber-sumber Belanda. tetapi juga berpindah tempat. Keadaan ini dipicu oleh penaklukkan kerajaan Gowa-Tallo yang bersuku Makasar terhadap kerajaan-kerajaan Bugis. Bahkan Sultan mengatakan: Leonard Y. Namun persebaran orang Makasar dan Bugis secara besar-besaran dan tidak hanya sekedar berdagang. mengakibatkan orang Bugis dan Makasar menetap di kepulauan Riau. seperti beras. dengan pihak VOC yang ingin memaksakan monopoli. LXVIII. terlebih lagi ketika Arung Palakka. sutera. 119-120 48 65 . part I. terutama di daerah sekitar Sumatera Timur dan Semenanjung Malaya.

Sementara itu sebagaian besar bangsawan Bugis di Wajo yang menjadi sekutu Kerajaan Gowa-Tallo juga melakukan pengungsian setelah ibukota kerajaan di Tosora dihancurkan oleh VOC. Bahkan para penguasa juga menjadi kaya karena menjadi juragan atau pemilik kapalkapal dagang. lapian.“Tuhan telah menciptakan bumi dan lautan. sehingga di Jawa Timur. Prisma.. Hal yang sama juga terjadi di Banten ketika Karaeng Bontomarannu tiba di Banten dengan 800 orang pengikutnya dan mendapatkan tempat tinggal dari Sultan A. Karaeng Galengsung dan pengikutnya. perniagaan laut di Asia Tenggara ini berjalan dengan sistem pasar bebas. Namun sejak kekalahan dalam Perang Makasar banyak bangsawan. telah membagi-bagi daratan di antara umat manusia. padahal sudah sejak lama. No.11 tahun 1984. dan pelaut Makasar yang meninggalkan kampung halamannya pergi merantau ke seluruh kepulauan Nusantara. hal. 120-121 66 . sementara orang Makasar di Jawa dan Madura. yang pada akhirnya mengalami kekalahan pada tahun 1679. saudagar. Andaya melihat bahwa para pengungsi Makasar awalnya mengalami kegagalan karena sifat mereka terus memusuhi VOC. Pihak penguasa hanya mengontrol keamanan laut dan pelabuhan dengan menarik cukai atas bermacam mata dagangan. Tetapi mengaruniakan laut untuk semuanya. 37 50 49 Leonard Y.”Perebutan Samudera: Laut Sulawesi pada Abad XVI dan XVII”. Sedangkan dalam jumlah kecil mereka menyebar hampir di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. cit. Andaya. Tak pernah kedengaran larangan buat siapapun untuk mengarungi lautan. hal.”49 Jawaban ini meneguhkan semangat orang-orang Makasar untuk melawan tindakan yang memaksakan kehendak. Kebanyakan orang Bugis kemudian menetap di wilayah kepulauan Riau dan Semenanjung Malaya. loc. mendukung pemberontakan Trunojoyo melawan Mataram dan VOC. Namun para pengungsi Makasar dan Bugis generasi awal telah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya.50 Dalam proses awal adaptasi.B. Peperangan yang terjadi kemudian pada pertengahan abad ke-18 antara Kerajaan Bone melawan Kerajaan Gowa-Tallo dan Kerajaan Wajo juga makin menambah besar jumlah penduduk yang mengungsi.

dan bersama-sama orang Bugis mengarungi lautan di Nusantara dengan kapal-kapal padewakang dan pinisinya yang besar dan kuat. Kampung-kampung muslim ini juga didiami oleh di 51 52 Leonard Y. 52 Dampak lain yang terjadi pada abad ke-18 adalah munculnya jaringan perdagangan laut antara kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan. Abd al-Jalil untuk melawan saingannya.51 Sebaliknya menurut Andaya. sampai abad ke-19. loc. sebuah tempat di tepi pantai dekat Benteng Oranje milik Belanda. tanah air orang Bugis. Setelah musuhnya berhasil dikalahkan. orang-orang Makasar sudah mulai beralih sikap hanya menjadi pelaut dan pedagang. Perniagaan ini menjadikan Riau sebagai daerah yang menjanjikan keuntungan besar karena lalu-lalangnya kapalkapal dagang Bugis yang berdatangan dari Jawa dan Sulawesi Selatan. yang ingin merebut tahta dengan bantuan Orang Laut. Pada abad ke-18. hal. Andaya. para pengungsi dari Bugis tidak memposisikan sebagai musuh VOC dengan tidak mendukung perlawanan penguasa setempat terhadap VOC. Sultan memberikan daerah kepulauan Riau sebagai tempat tinggal orang-orang Bugis. Selain itu pada abad ke-18. di Pelabuhan Ternate terdapat komunitas pedagang Makasar yang menetap di sana. Raja Kecik. Kampung ini sampai abad ke-19 merupakan kampung yang tidak hanya didiami oleh orang Makasar tetapi juga dari para pedagang Jawa dan Melayu. 121-125 Leonard Y. para bangsawan Bugis ini kemudian membentuk kerajaan yang otonom kepulauan Riau.Banten. hal.. Para bangsawan Bugis dan pengikutnya yang berada di tanah Semenanjung Malaya justru diminta bantuan oleh Sultan Johor. loc. cit. Sehingga orang-orang Bugis ini relatif tidak dicurigai oleh VOC. Selain di Ternate pelaut Bugis-Makasar juga menetap di Ambon. cit.. Kepulauan Maluku yang banyak menghasilkan rempahrempah merupakan tujuan utama pelayaran mereka. Kehadiran pelaut dan pedagang Bugis-Makasar pun tidak ketinggalan. 125-128 67 . yang bernama kampung Makasar. Andaya. Sejak abad ke-16. sampai kemudiaan ditinggalkan akibat perang antara VOC dan Banten tahun 1680. Kegiatan dagang dan perantauan orang Bugis dan Makasar menyebar ke banyak wilayah di kepulauan Nusantara.

Z. Cense.C. Deel LII.. Leiden. Sibiro’ (Siberut). Poelo Lao’ (Pulau Laut). hal. dan lain-lain. Dari Nama-nama tempat yang terdapat dalam peta Bugis ini menunjukkan luasnya pengetahuan tentang daerah-daerah di Asia Tenggara. Deel 156. dan Cina. Atje (Aceh). Pigo (Pegu). Marege’ (Australia Utara). A. hal. Nama-nama daerah seperti Kalantang (Kelantan). Djoro’ (Johor). Kei dan Aru. Palimbang (Palembang). 706-714 53 68 . kita dapat melihat begitu luasnya pelayaran yang dilakukan oleh perahu-perahu Bugis. Saiang (Siam). Peta itu juga menunjukkan rute dan tujuan pelayaran kapal-kapal Bugis sebelum pertengahan abad ke-19. Australia Utara. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. dan wilayah Cina. Pilipina Selatan. bunga pala dan cengkeh diuraikan sebagai berikut: R.54 3. Tijdschrift van het Koninlijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap. Leirissa. dia adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. Koeantong (Kanton). Tjinabaloe (Kinabalu).pelaut dari Mandar. E. dan Jawa. Mangindano (Mindanao).53 Dalam peta yang dibuat oleh orang Bugis. 619-633 54 Le Roux.F. Maladiwa (Maladewa). ‘Boegineesche Zeekaarten van den Indischen Archipel’. Taranate (Ternate). Ballitong (Belitung).M. Pelayaran kapal-kapal padewakang itu juga menyinggahi pulau-pulau di Banda. sebagian Asia Tenggara. Tana Palawang (Pulau Palawan). Kajian Le Roux atas peta yang ditemukan di perkampungan bajak laut di Santhel yang terletak di Teluk Sekana di Pulau Singkep tahun 1854.2. Perdagangan Penjaja (Peddler-Trade) Pelayaran kapal-kapal Belanda pada akhir abad ke-16 dipengaruhi oleh terbitnya buku Itinerario yang ditulis oleh Jan Huygen van Linschoten. Brill. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. “The Bugis-Makasarese in the Port Town:Ambon and Ternate Through the Nineteenth Century”. Bijdragen Tot de Taal-land-En Volkenkunde. Koetaringang (Kotawaringin). C. Australia Utara. 2000. 1935. menggambarkan peta-peta wilayah di seluruh Nusantara. Melayu. Tulisannya tentang pala.A. Tweede Serie.

adalah bunga pala. 1996. Dalam kajiannya tentang sejarah perekonomian di Asia dan juga 55 Laporan Van Lindschotten dalam bukunya. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. untuk ibu dan untuk syaraf.1. dan cabe hitam…. tenggorokan. kutipan di atas merupakan terjemahan langsung oleh Wilard A.Pohon cengkeh banyak dahannya dan bunganya tidak sedikit. bunga pala.Cengkeh memperkuat hati. Buah pala menenangkan otak. Di samping itu daerah Nusa tenggara juga menghasilkan produk-produk yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. dalam Ternate dan Tidore: Masa Lalu Penuh Gejolak. yang kemudian menjadibuah-buah yang dinamakan ‘cloves’ karena bentunya mirip cakar atau ’claws’. Sejarah Ekonomi menurut J. menghangatkan dan menguatkan tenggorokan. Asia Barat. dan bila ditaruh di mata dapat memelihara penglihatan.2. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. Cengkeh banyak digunakan untuk memasak daging maupun meramu obat. dan menguatkan jantung. menyegarkan nafas. Van Leur Sumbangan van Leur dalam penulisan sejarah Indonesia cukup besar artinya. hal. menajamkan daya ingat. 3. tetapi daunnya lebih pendek dan bundar. Laut Flores. yang membalut buahnya. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyususri Laut Jawa. yang berguna bagi obat-obatan. menghilangkan rasa marah dan memudahkan buang angin…. baik untuk peneyembuh sakit kepala. Jakarta. melancarkan pencernaan. 9-10 69 . memudahkan ke luarnya kencing. India. madu. Yang paling utama dan paling luar seperti daging kelapa. dan Eropa. Amsterdam. lilin. Pala terbalut oleh tiga jenis kulit. mengusir angin dari tubuh. …bunga pala terutama baik untuk selesma dan untuk pria yang lemah. yang sakit cacar menjadi berkeringat dengan cengkih.55 Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa yang terutama di Malaka. Air cengkeh hijau yang disuling harum baunya. terutama kritikannya terdapat penulisan sejarah Hindia Belanda yang lebih banyak bercorak Eropa sentris. dan kayu sapan. Laporan Van lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah.C. 1595. Titinerario. jantung. Pustaka Sinar Harapan.Pohon-pohon yang membuahkan pala dan bunga pala itu tidak berbeda dengan pohon buah pir. melancarkan kencing dan menghentikan mencret. Hanna dan Des Alwi.

di Indonesia. Jilid I. 1997. di India sekitar 200 ton. dalam Taufik Abdullah. 191 58 Taufik Abdullah. Yayasan Obor Indonesia. membuktikan tentang ramainya perdagangan di Nusantara sejak abad ke-15 sampai abad ke-17 57 RZ. dari pulau ke pulau. eds. dan di Cina sekitar 600 ton. “Dr. op. Pertama-tama perdagangan dilkukan dari satu tempat ke tempat lain.56 Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. 192 56 70 . PPKB-LP UI. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Jakarta. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50.C. J. 1999. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. dari benua ke benua. eds. hal. Padahal dalam kajian van Leur. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis.000 ton. Leirissa. jakarta. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peeddling trade (perdagangan penjaja). Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement... Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. van Leur mengemukakan bahwa selalam ini sejarawan Belanda lebih memfokuskan peran orang-orang Belanda sendiri. dia mengungkapkan bahwa pelayaran dan perdagangan pribumi juga berkembang dengan pesat. cit. Yayasan Obor Indoensia.. hal. Sehingga kekuasaan dan dominasi VOC atas berbagai wilayah di Nusantara dianggap mewakili dinamika pelayaran dan perdagangan di wilayah tersebut.58 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik Dalam buku yang ditulis oleh Anthony Reid. Depok. yaitu investasi modal dari keuntungan.) 57 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin. Peeddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciriciri tertentu. 1992 dan Jilid II Anthony Reid. dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal.

dan sebagainya. “Dr. 1989 60 Lihat artikel RZ. Chauduri59 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. hal. cit.. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. Kanton. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. 201-202 59 71 . Hormus. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. Cambritge. Trade and Civilisation in The Indian Ocean: An Economic History from the Rise of Islam to 1750 . op. Calicut. N.C. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Leirissa. Malaka. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. K.60 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar.Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina..para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. Chauduri. Cambritge. K. J. Univercity Press. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. N. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. dalam Taufik Abdullah. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. eds. Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya.

Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara meningkat pesat. Jurnal Jabatan asia Tenggara. hal. atau pelabuhan laut dalam. dalam Howard Dick.. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar.1. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. hal. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. jung.000 metrik ton. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun J. atau 6 kapal perhari. 1819-1941. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. jumlah mereka sekitar 135. Pelayaran yang menyinggahi Singapura terdiri atas tiga jenis. Hanizah Idris. 1995. Universiti Malaya No. 1999. Sulawesi dan dikota-kota pelabuhan di Nusantara.3. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura pertahunnya. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan mengali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. Passau. Jati. terutama setelah banyaknya kapal-kapal uap yang berlayar ke Singapura.62 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. eds.2. Ekonomi dan perdagangan Maritim Periode Hindia Belanda Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. pelayaran regional Asia Tenggara dan terakhir pelayaran lokal. edisi draf. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhanpelabuahn di luar pulau Jawa. 61 Pelabuhan Singapura merupakan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. Kapal-kapal Cina berdagang dengfan bayak wilayah di Nusantara.23-25 62 61 72 . 97. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 18002000. Mulai dari perahu-perahu keci berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. Kalimantan. Thomas Lindblad.2. kedua.

.cit. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. hal. hal. 64 63 Howard Dick. eds. eds. Perkembngan pelabuhan Singapura membuat pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. yaitu. Thomas Lindblad. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. 1999.. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . seperti memonopoli pengiriman barang-barang J. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. atau musim Bugis. dalam Howard Dick. 64 dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). Passau. Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM).. 99 73 . Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. terutama kapal-kapal Inggris. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890.. 98. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli.1880. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama ‘kallang’ di Singapura. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. edisi draf. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa.63 Selain itu peran pedagang bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. op. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. Pelayaran perahu ini masih memainkan Sementara itu sejak tahun 1824. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000.

surat dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda.. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsure (Van Leur dan Verhoeven. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut e. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. yaitu . d. 1974:5-8). Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. eds. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut f.. 65 3. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim di Indonesia Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. a.3.. op. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. teluk atau muara sungai. Bentuk tanah dan pantainya wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi c. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. 111-112 74 . hal. Dari enam unsur di atas. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari 65 Howard Dick. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. Luas perdagangan maritim. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan.cit. Sebagai upaya untuk memudahkan kajian terhadap masyarakat maritim ada baiknya kita lihat beberapa rujukan berikut.2. b.milik pemerintah. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah.

akibat adanya pelayaran. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. (Barnes. peralatan penangkap ikan. 1996) b. laut lepas. Sulawesi Selatan. dibentuklah armada angkatan laut. Pecinan (tempat tinggal pedagang 75 . Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. Adapun tema-tema yang dapat dijadikan pokok kajian adalah: a. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. Teknologi perkapalan dan pelayaran. yang menjelajahi perairan Nusantara dengan armada perahunya pada masa lalu. jalur-jalur pelayaran. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. f. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. tonase.mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. seperti. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. muaramuara sungai. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’ (Sedyawati. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. musik. sistem navigasi. c. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. sebagai contoh di Kota Banten lama terdapat kampung Pamarican. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim e. dan tradisi lisannya. seni tenunan. dari kata merica atau lada. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. pantai-pantai. peta. seni tarinya. yaitu tempat para pedagang merica. mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. Sebagai contoh adanya tokoh mitos Sawerigading dalam masyarakat Bugis. bentuk perahu. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. persenjataan. seni rupa. 2005: 3-5). Peralatan untuk membuat perahu atau kapal kayu d.

Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. (Wahyono. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayang-bayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir).’ (Poesponegoro. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. di Jakarta terdapat kampung Pekojan (tempat tinggal penduduk dari anak benua India) g. dalam Hikayat Bustanus Salatin dikutipkan: ‘Dan ialah yang memaknakan Bail Um Mal dan uzur negeri Aceh Darus-Salam dan Cukai pekan dan ialah yang sangat murah karunianya akan segala rakyat dan mengaruniai sedekah akan segala fakir miskin. pada tiap-tiap berangkat sembahyang Jumat. Sistem pajak dan upeti. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). Selain itu ada contoh upeti (wase) atau pajak yang dikenakan terhadap jual beli di pasar (pekan) Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. 76 . 1997).Cina). Sebagai contoh lada menjadi mata dagangan ekspor kerajaan Banjar. Dan juga gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. (Boomgaard. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut k. i. h. Organisasi pelayaran. 2000). 1984: 267) j. Dermayon (tempat tinggal orang Indramayu). sehingga Babad Banjar mencatat bahwa lada adalah ‘dagangan negri’. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. adanya bencana alam.

Selat Makasar. berupa bangunan perahu atau kapal. muara sungai sampai satuan bahari yang lebih besar seperti kawasan Laut Jawa. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. senjata dan lain-lain. 3. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). 5. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 2. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia maritime masyarakat. Sebagai contoh kita bias melihat suatu wilayah satuan bahari mulai dari sebuah teluk atau selat yang kecil. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat Pokok-pokok bahasan tersebut tentunya dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan juga tingkat keluasan area yang dikaji. bagian-bagian pembentuknya. Kekuasaan politik yang muncul. nasib baik dan buruk. berupa upacara-upacara tradisional memberkati kapal. Laut Banda dan lain-lain. Selat Malaka. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. Cara dan kebiasaan makan. lagu-lagu rakyat. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca.l. 77 . Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat maritime tersebut. Taylor (1992): 1. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Dengan mendata point-poin diatas diharapkan akan membantu kita yang hendak melakukan kajian peradaban sejarah atas masyarakat maritime yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografi dan wilayahnya. Laut Flores. legendanya. peralatan penangkap ikan atau produk laut lainnya. memulai menangkap ikan dan upacara ritus peralihan 4. seperti. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak maritime kita dapat mendata beberapa hal yang dikemukakan oleh David A.

cit. heartland atau daerah inti dari sebuah negara kepulauan bukanlah suatu pulau melainkan suatu wilayah maritim yang sentral letaknya. dan kultural. Lapian.B. Lapian juga memberikan pandangan bahwa kajian tentang sejarah maritim dapat dimulai dari sejarah teluk kecil atau selat yang sempit sebagai tempat para nelayan mengembangkan kegiatan matapencahariannya. Semisal Selat Makasar. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa.3. kajian bisa ditingkatkan lebih luas lagi dengan melihat selat dan laut yang lebih besar dan ramai oleh perdagangan. Selat Malaka. dan lainlain.. dengan sampan. ekonomis. hal. seperti yang diungkapkan oleh sejarawan A. Dalam tulisan AB. op. perahu. 66 AB. 5-6 68 AB. Lapian. Lapian dalam pidato guru besarnya yang mengambil tema “Sejarah Nusantara Sejarah Bahari”. Laut Sulawesi. sebagai pemersatu yang mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah itu.1. op. Pilihan untuk berlayar tersedia banyak jenis sarana. pendekatan sejarah maritim indonesia harus bisa melihat seluruh wilayah perairannya. Lapian. AB. hal. Di samping itu akibat adanya pengaruh politik dan ekonomi. gobang. Di samping itu integrasi yang dimaksudkannya bisa beragam sesuai dengan kondisi geografisnya atau bisa juga dilihat dari sudut politis. sosial. galai. Menurut pandangan AB. jukung. cit.3. Laut Flores.3.66 Sehingga studi tentang sejarah bahari dan berbagai aspeknya sangat dibutuhkan bagi sebuah rekonstruksi sejarah Indonesia yang lebih utuh. Lapian. 6-7 78 . Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Namun kenyataan yang ada kajian sejarah bahari masih jauh dari cukup. Dengan pendekatan seperti itu penulisan sejarah dapat melahirkan deskripsi dan analisa yang baru.B. Laut Jawa.68 Gambaran yang cukup menarik diberikan oleh A. Lapian tentang beragam jenis perahu dan kapal yang bisa dipakai oleh penduduk pribumi di Nusantara. Selat Madura. 4 Maret 1992 67 AB.. Lapian.67 Dengan demikian kajian sejarah bahari di Indonesia terdiri atas berbagai macam ‘satuan bahari’ atau yang dikenal dengan sea systems.Pentingnya Kajian Sejarah Maritim Lokal Dengan demikian sebetulnya sudah sejak lama sejarah dan kehidupan bahari di Nusantara itu sudah menyatu sebagai suatu kenyataan yang ada dari abad ke abad.

1974:5-8).2. yaitu . 2006 71 70 69 79 . 7 sebagian draft tulisan dikutip dari tulisan Penulis dalam draft Kajian Peradaban Maritim dalam Buku Pedoman Kajian Geografi Sejarah oleh Agus Aris Munandar dkk.3. Jenis-jenis angkutan laut tersebut ini mencerminkan kekayaan perbendaharaan alat angkutan yang digunakan untuk mengadakan hubungan antar pulau. DIKTI. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut k. padewakang. Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala. 2004. 70 3. g.3. wangkang. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. lepa-lepa. 4 Maret 1992. j. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. pencalang. pengangkutan. Meski laut juga merupakan kondisi alam yang dapat memisahkan kalau masyarakat tidak mengatasinya dengan pembangunan di bidang teknologi perkapalannya. Beberapa pokok Kajian tentang Masyarakat Maritim71 Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut AB. londe. Bentuk tanah dan pantainya Luas wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi perdagangan maritim. soppe. sedangkan ada jenis perahu yang tersebar di seluruh Nusantara. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. Direktorat Geografi Sejarah. i.lancang. dan berbagai sarana angkutan air lainnya. hal. sarana pertukaran dan hubungan. hal. Lapian. Berbagai jenis perahu yang disebut dalam daftar di atas mempunyai tingkat kelayakan laut yang berbeda-beda. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsur (Van Leur dan Verhoeven. teluk atau muara sungai. pinisi. rah. Jakarta.4 Singgih Tri Sulistiono. Pengantar Sejarah Maritim Indonesia. Laut telah menjadi sarana bagi terwujudnya persatuan. Beberapa di antaranya hanya dikenal dalam lingkungan sukubangsa tertentu. h.69 Selain itu kajian sejarah maritim juga membuka kajian yang luas tentang komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) lewat media laut antara satu komunitas dan komunitas yang lain yang dapat menjadi dasar bagi proses integrasi di kalangan masyarakat Indonesia.

3. Jakarta. Orang Lamalera juga memiliki cerita mitos tentang perahu tradisional mereka pertama yang dibuat nenek moyangnya di pulau Lepanbatan yang kemudian diceritakan tenggelam karena bencana alam. Dari enam unsur di atas. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. 3-5 73 lihat Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. Sebagai contoh cerita mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. Lembaga Galekat Lefo Tanah. 2001 dan R. Oxford. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. yang tersurat dalam ‘Syair Asal usul’ atau ‘Lia Asa Usu’. mereka mengenal apa yang disebut dengan tutui teteek (kisah nyata). perahu peledang inilah yang membawa nenek moyang orang Lamalera ke pulau Lembata. Sulawesi Selatan. Depok. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. Tema Tema Pokok Kajian a.3. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. UI. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim.H. ed. 2005. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’72 3.73 Dalam tradisi lisan yang dikenal oleh masyarakat Roti.l. Kisahnya sebagai berikut: Edi Sedyawati. hal. Dikisahkan adanya seorang nusak di Tola Manu (Termanu) yang melawan kompeni Belanda dan juga dikisahkan adanya keterangan tentang ramainya pelabuhan dagang di Tola Manu. Barnes. Clarendon Press. 1996 72 80 .3. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia.

termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. Djambatan. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. Sebelumnya nusak Tola Manu disebut Koli Oe do Buna Oe.H. 2001 dan R.75 Selain itu di Selat Sape. Oxford. Sawu. kemudian dipendekkan menjadi Koli do Buna…….Dikatakan bahwa ketika Koli do Buna masih merupakan pelabuhan besar. Barnes. c. 1986. Sastra dan Sejarah: Kumpulan karangan Mengenai masyarakat Pulau Roti.H. 17. perahu dagang tidak pernah berhenti berdagang mengunjungi Roti dan mereka biasanya berlabuh di kota Leleuk. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. Solor.74 Dengan demikian dari cerita tutui teteek tersebut digambarkan juga adanya pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Buton. No. seperti. pantai-pantai.Pulau Roti menamakan Nusak Tola Manu. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. sebagai contoh perahu peledang yang dipergunakan oleh para nelayan Lamalera di Pulau Lembata untuk berburu ikan paus. ‘Nusak yang membantai kompeni’ (Nusa Manatati Koponi). hal. Solor. 26. April 1974. Clarendon Press. Bahasa. Perahu ini dibangun dari bahan papan kayu (ara blikeng) dengan konstruksi kuat tanpa menggunakan paku besi tetapi dari pasak kayu dan ikatan rotan. Barnes. Makssar. Peralatan atau teknologi untuk membuat perahu atau kapal kayu. muaramuara sungai. laut lepas. 28 75 lihat R. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. Makassar. Jakarta. dan Ndau pergi dan datang. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera.5 meter. 1996 74 81 . Sawu dengan menyinggahi pelabuhan di Pulau Roti. Depok. Fox. 14. Lembaga Galekat Lefo Tanah. Jurnal Indonesia (Cornell University). Perahu peledang ini merupakan perahu besar sepanjang 9-10 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi dinding perahu anatara 1 sampai 1. sebagai alat transportasi menangkap ikan orang Komodo membuat perahu atau sampan yang terbuat dari kayu rengo atau kawu puah (bombax ceiba) yang bisa James J. orang Buton. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. b.

Verheijen. persenjataan. Clarendon Press. tonase. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. op. Lembaga Galekat Lefo Tanah. sedangkan sampan yang dibuat dari kayu pohon woh (sterculia foetida) bisa bertahan selama sepuluh tahun. seni rupa. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. akibat adanya pelayaran. bentuk perahu. Di 76 J. Barnes. Di Lombok ada Pelabuhan Labuhan Haji (Saboaji) dan Piju (Picu) di Lombok Timur. lihat I Putu Suwitha. Pelabuhan Ampenan dan Tanjungkarang di Lombok Barat. hal. cit.J. 17. dan Sumbawa banyak didatangi oleh para pedagang Bugis dan Makasar yang mempengaruhi penggunaan perahu mereka pada masyarakat pedagang lokal. ed. dan tradisi lisannya. 1996. sedangkan orang Bali. Rakyat.A. Jakarta. 7-9 Untuk perkembangan perahu lokal di Nusa Tenggara lihat lihat R.79 f. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. UI. ‘. 2001 dan R. 2005 79 lihat I Gde Parimartha. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915.H. e. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Teknologi perkapalan dan pelayaran. Oxford. kemudian jalur selatan yang menyusuri ke selatan via selat Lombok menuju bagian selatan Sumbawa kemudian menuju Sumba atau Ende dan terus ke Kupang.78 Untuk jalur-jalur pelayaran yang melewati wilayah utara Nuasa Tenggara kemudian langsung ke Maluku. Jurnal Indonesia (Cornell University). Lombok. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. namun para pedagang Bugis dan Makasar dengan perahu padewakang dan pinisinya yang mewarnai pelayaran di Nusa Tenggara. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. 2002 77 82 .. seni tenunan. April 1974. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim.. 77 Untuk kajian tentang perahu-perahu tradisional lihat juga karya Horst Liebner. g. 78 Lihat Edi Sedyawati. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. No. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. musik. seni tarinya. peta.bertahan selama tiga tahun. Balai Pustaka. Pulau Komodo: Tanah. sistem navigasi. Barnes. ed. Jakarta. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. setiap pelabuhan dipimpin oleh Subandar (syahbandar). Organisasi pelayaran.H. jalur-jalur pelayaran. peralatan penangkap ikan. dan Bahasanya. Jakarta. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. 1987. ‘Perahu Pinisi di Sunda kecil: Suatu Studi tentang Pola-pola perniagaan Abad XVIII-XIX. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. dibentuklah armada angkatan laut. Depok. Penerbit Djambatan-KITLV.76 d.

Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima. terutama dikenakan pada perdagangan dan kepemilikan budak. Kayu ini sudah lama dikenal sebagai bahan pembuat perahu karena sifat kayunya yang keras. Sebagai contoh kapal-kapal Eropa yang singgah di Bima dikenakan bea 10 real untuk barang dagangan seberat 10 koyan (20 ton). Timor.80 m.pelabuhan Bima yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Bima di Sumbawa Timur. adanya bencana alam. mengatur perdagangan di Manggarai. Dalam bahasa Melayu kayu ini dinamakan ‘sepang’. Untuk peraturan yang diterapkan di Manggarai. Sumba merupakan pasar-pasar diwilayahnya masing-masing. Undang-Undang ini juga mengatur larangan berdagang pada siang hari di hari Jumat dan menghukum para pelaut yang berkelahi ditempat umum. Kayu sapan (Caesalpinia Sappan) atau kayu Brazil dapat tumbuh antara 5-10 meter dan tumbuh liar dihutan-hutan di Sumbawa. Sumbawa. pihak kesultanan mengeluarakan Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima yang memuat aturan-aturan pembayaran bea cukai di bandar Bima. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. Dompo. Perbedaan komoditi yang khas diantara pelabuhan-pelabuhan tersebut kemudian memunculkan pertukaran baik ditingkat lokal maupun regional. Sanggar. Mataram. 2004 80 83 . Salahudin (penyunting). Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. mengatur perjanjian dengan VOC soal pelayaran dan Perdagangan. n. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. kapal-kapal dari Jawa. Selain Siti Maryam R. Lengge. Flores. Pelabuhan-pelabuhan di wilayah Lombok. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayangbayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). bahkan ditingkat global. Utan). dan memiliki daya tahan di dalam air laut. mengatur tentang izin dan pelayanan kecelakaan pelayaran. Sebagai contoh Pulau Sumbawa sudah dikenal lama sebagai penghasil kayu sapan yang banyak tumbuh baik di Sumbawa Barat (Alas. namun kapal yang hanya singgah tanpa berdagang selama seminggu tidak dikenakan bea. dan perahu yang dibuat dari kayu sapan ini disebut dengan ‘sampan’. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. yang singgah di Bima akan dikenakan bea 1 real untuk muatan dagangan senilai 20 real. Dompo dan Bima.

kertas dan cat oleh orang Cina. India dan Eropa. karena laku dipasaran Cina. Lombok. Daerah penghasil kayu sapan yang lain adalah di Siam (Thailand) dan Philipina. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. dalam Boomgaard. pelabuhan Tuban di Badung.” Sudah sejak awal Perhimpunan Dagang Hindia Timur (VOC) membeli kayu sapan ini untuk diperdagangkan ke wilayah lain. Sumbawa sampai ke Timor. namun candu beredar lewat pasar gelap bahkan laporan pejabat Belandapada abad XIX banyak pejabat kerajaan yang ikut mencandu. kecuali jalur lain melalui perdagangan gelap.6 kg).B. Sejak saat itu kayu sapan banyak dibeli oleh VOC melalui para Sultan di Sumbawa Besar. Candu banyak diperdagangkan di Bali.”Pulau Bima (sic) menghasilkan kayu Brazil (sapan-penulis) yang dijual ke Malaka.000 per peti atau f 100 per kati (o. perabot rumah tangga. Sumber utama budak terutama didatangkan dari wilayah Nusa Tenggara Bernice de Jong Boers.5 kg. Leiden. Kebanyakan candu didatangkan oleh pedagang Eropa. 1997 I Gde Parimartha. Sedangkan saat itu harga lada hanya f 24 per 49. meski Sultan Mataram (Lombok) melarang rakyatnya memakai candu. Kayu ima Brazil tipis dan kalah bersaing dengan Siam. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. 2001 82 81 84 .. Dompo dan Bima. Makasar dari Singapura.al. Tome Pires (1513) melaporkan bahwa. LPUI. kayu ini juga dipakai untuk pewarna merah terbaik bagi tekstil.eds. et. Bugis. Tidak heran kayu sapan banyak dicari oleh para pedagang lokal maupun dari Asia dan Eropa. Indonesia 1500-1875’. KITLV. candu dijual bebas di pasar. Sementara itu di Sumbawa Besar dan Bima ada larangan berdagang candu oleh Sultan. Pada abad XIX. Bahkan menurut catatan orang Portugis. ‘Sustainability and Time perspectives in Natural Resource Management: Exploitation of Sappan Trees in the Forest of Sumbawa.82 Perdagangan budak juga merupakan komoditi perdagangan yang sudah marak sejak abad ke-16. eds. Pada tahun 1627 di negeri belanda harga kayu sapan bisa mencapai f 48-58 per 49. Dengan harga f 10. Lapian.5 kg. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. namun eksploitasi ini berakibat makin menyusutnya hutan sapan pada abad ke19. Depok. Peter.81 Perdagangan opium (candu) juga merupakan komoditi perdagangan yang cukup ramai diperdagangkan. bahkan sejak perjanjian Bungaya 1667. Pelabuhan Padangbai di Karangasem.untuk pasak kayu. ‘opium dalam Sejarah di Nusa Tenggara Barat’. Kesultanan Bima tidak boleh menjual kayu sapan selain ke VOC.

dalam Anthony reid. lilin dan lada tetapi juga budak. The Voyage to Marege’: Macassar Trepangers in Northern Australia. Jakarta. HJ. Untuk kajian lebih jauh lihat tulisan C. lihat juga A. dan Heather Sutherland. Para Raja dan Sultan menjadi pihak yang mengorganisasikan perdagangan budak. Heeren. 1976. 31. Banyak kajian-kajian yang menggambarkan bahwa perdagangan budak sejak abad ke-16 sampai awal bad ke-19 adalah lumrah. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. Slavery. tahun 2000.. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. Sumba.(Bali. lihat juga Rodney Needham.83 Selain itu sejak abad XVIII diwilayah Nusa Tenggara menjadi ramai oleh kehadiran kapal-kapal Bugis dan Makasar yang mencari tripang (Holothuria). lihat Alfons de Kraan. Sawu dan timor). ‘Trepang and Wangkang: China Trade of Eighteenth-Century Makassar c. St Lusia. Pelaut Bugis dan makasar juga berlayar ke perairan utara australia untuk mencari tripang. Jakarta. Lombok. ed. Bahkan para pelaut Bugis dan Makasar mencari budak dengan cara menculik penduduk dengan melakukan serangan bersenjata ke Tambora. kuda. sepanjang pantai utara Flores dan Sumba. Manggarai. makalah seminar Center for comparative Studies on Southeast asia.C. Duarte Barbosa tahun 1516 menceritakan bahwa kapal-kapal yang datang dari arah Indonesia Timur menuju Jawa dan Malaka tidak hanya membawa muatan cendana. University of Qoueensland Press. p. Dompu. Macknight. Sumba. Januari 1983. Flores. sebelum Inggris dan Belanda kemudian melarangnya pada pertengahan abad ke-19. Heeren dan Heather Sutherland. Bondage & Dependency in Southeast asia. Bhratara. madu. 84 Lihat C.3. Pelajaran dan Pengaruh Kebudajaan MakasarBugis di Pantai Utara Australia. Deel 156.’Sumba and The slave Trade’. Macknight. Melbourne University Press. sebagai tukang. Pada tahun 1673 ada 27. Cense dan H. Flores. 1720s-1840s’. lihat juga Heather Sutherland. 2002. ‘Bali: slavery and Slave Trade’.068 budak dan 1681 ada 30. Penerbit Djambatan-KITLV. AA Cense. produk laut yang sangat mahal harganya dipasaran Cina. Oxford. Dan juga lihat I Gde Parimartha.C. Manggarai. sumbawa. working Paper No. ‘Slavery and The Slave Trde in South Sulawesi 1660s-1800s’. Selain dihasilkan di perairan Sumbawa. mereka dipekerjakan di perkebunan tebu disekitar Batavia. Bijdragen tot de Taal –Land En Volkenkunde (BKI). Rote. Rote dan Timor.A. 1972 83 85 . Sebagai contoh Pulau bali merupakan penyedia budak yang sangat besar bagi VOC di Batavia.740 budak yang berasal dari kepulauan Indonesia Timur. Menurut laporan pelaut Portugis. dan juga direkrut sebagai serdadu.J.84 o.

1980. hal.86 Selain itu juga kuda dan teripang merupakan mata dagangan ekspor dari Lombok.000 Ha sawah tadah hujan. Banyaknya pedagang Arab dan Cina yang datang membuat perdagangan menjadi ramai dan raja memungut cukai atas perdagangan. disebutkan bahwa penghasilan yang diterima Raja Lombok karena mengontrol pelabuhan dan perdagangan sekitar f.625 pertahun. Serta mengimpor opium seharga 4200 rijsdaalde. dan tembakau 13.. Para penguasa di Lombok menjadi kaya dan makmur bukan karena aktifitas ekonomi dan perdagangan yang mereka jalankan namun hasil dari pajak yang mereka tarik dari para petani. Sehingga Lombok merupakan daerah dengan hasil beras yang melimpah. Kerajaan-kerajaan di Flores dan Timor) sebagai contoh Kerajaan Lombok yang menjadi kaya karena perdagangan beras. Perdagangan opium di Lombok berasal dari para pedagang Inggris. Pada tahun 1890. Barang-barang tersebut seringkali dipertukarkan dengan produk-produk tekstil. terutama mengeksportnya kedaerah lainnya di Nusa Tenggra di mana tanah sawah sangat sedikit. Sumbawa. Lombok: Conquest.000 rijksdaalder. Lombok: Conquest. memicu perdagangan beras yang ramai. 126. Singapore-Heinemann Educational Books (Asia) Ltd. porselaian. q. hal.gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya.cit. Colonization and Underdevelopment 1870-1940. Kesultanan di Lombok.85 Peningkatan produksi beras di Nusa Tenggara pada abad ke-19. Menurut van Der Kraan dalam bukunya. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. (Kerajaan-kerajaan di Bali. Kekuasaan politik yang muncul. 11-12 85 86 . 11 86 Alfons van der Kraan. sutera dan juga opium. minyak kelapa 600 rijksdaalder. op. Perdagangan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena raja Lombok melarang pemakaian opium. Kekuatan politiklah yang menjadikan mereka kaya. Di Lombok pada abad ke-19.000 Ha dan lebih dari 45. Lombok mengeksport beras seharga 20. Selain itu kekayaan Raja Lombok juga berasal dari kontrol atas dua pelabuhan. termasuk daerah yang cukup subur dengan luas sawah irigasi lebih dari 25. yaitu Ampenan di barat dan Labuhanhaji di timur.000 rijksdaalder. senjata. Alfons van der Kraan. Belanda dan Bugis sejak tahun 1840-an. tekstil 3200 rijksdaalder dan Arak dan Brendi senilai 900 rijsdaalder. ASAA. Colonization and Underdevelopment 1870-1940.

namun begitu beberapa contoh diatas dapat dijadikan awal dari kajian sejarah maritim lokal yang lebih jauh dan lebih mendalam lagi seperti yang kami kutip dari sumber karya-karya sejarawan dan antropolog yang telah menuliskannya. terutama eksploitasi kolonial Belanda yang sejak awal abad ke-19 memberlakukan kebijakan Cultuur Stelsel atau sistem perkebunan yang dipaksakan kepada penduduk Jawa dan Sumatera sebagai kewajiban membayar pajak.4. Sedangkan sejak tahun 1870. kajian tentang sejarah Pertanian dan pedesaan juga bisa dilakukan sejak masuknya bangsa Barat. Lombok dan Sumbawa. hal ini dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan yang sangat maju dari sisasisa kerajaan Mataram Hindu. Untuk wilayah Indonesia. Lampung.2. Kajian juga dapat dilanjutkan dari masa kemerdekaan sampai saat ini. Peradaban agraris telah melahirkan peradaban yang maju di Jawa dan bali. Untuk itu saran dan kritik akan saya terima dengan senang hati 3. 87 . Penutup Uraian yang singkat dari makalah pengantar diskusi ini dengan contoh-contoh kasus penelitian sejarah maritim lokal tersebut tentunya sangat tidak memadai. juga terdapat dibeberapa wilayah di Aceh. Majapahit. sistem bercocok tanam padi sawah atau agraris ini umumnya terdapat di Jawa dan Bali.meski dia mempunyai pabrik pengolahan opium di Bali yang dikerjakan oleh orang Cina. Bisnis opium ini memberikan keuntungan yang besar bagi raja. Pajajaran dan banyaknya kerajaan yang muncul dan berkembang di Bali sejak abad ke-10 sampai awal abad ke-20. Semoga makalah ini dapat menjadi pemiju penelitian lebih lanjut. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Petani-Sawah atau Masyarakat Agraris Peradaban masyarakat agraris dapat dijumpai diseluruh dunia. karena banyak orang Cina dan Bali menghisap opium atau candu. sub-tropis maupun lingkungan dingin. Sulawesi Selatan. Kediri. baik dalam lingkungan tropis. Sumatera Barat. sejak dikeluarkan UU Agraria memunculkan sistem perkebunan swasta (ekonomi liberal) yang sangat mempengaruhi perubahan masyarakat terutama di Jawa dan Sumatera. Syailendra.

g. Perkembangan kota-kota di pedalaman yang ekonominya bertumpu pada ekonomi pertanian atau agraris. f. orang bebas (to maradeka dalam masyarakat Bugis dan Makasar) aspek sosial dan militernya yang bertumpu pada bahan untuk 88 . Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan masyarakat agraris. juga ditempattempat lain ada juga kepercayaan tentang dewi padi. Sebagai contoh penduduk pertama pulau Jawa adalah kedatangan bangsa Rum dan para penguasa Jawa berasal dari dewa-dewa Hindu dan nabi-nabi Islam. Religi masyarakat di wilayah tersebut dan upacara terkait kegiatan bercocok tanam e. Teknologi yang dipakai untuk mengolah tanah. a. atau Orang Bali yang percaya mereka keturunan masyarakat kerajaan majapahit dari Jawa Timur. Termasuk juga peralatanyang dihasilkan. mantra-mantra. musik. pada saat panen dan pasca panen. Peralatan yang diperlukan untuk mengolah tanah dan bercocok tanam. karena setiap wilayah memiliki nama-nama yang khas bagi peruntukan tanah. dan tradisi lisannya. peralatan membuat tekstil atau tenunan i. aspek pelapisan sosial penduduknya (bangsawan. h. d. Beberapa hal yang bisa dijadikan direkonstruksi adalah. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan tanah yang dijadikan areal persawahan. Legenda tentang asal-usul masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. seni rupa dan busana (kain batik dengan beragam motifnya) yang terkait dengan tradisi agraris. b. maka kajian peradaban agraris juga dapat dilakukan dengan mendata poin-poin di bawah ini. dengan catatan bahwa setiap wilayah dengan pengaruh lingkungan geografi tertentu dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. c. Dijelaskan masalah demografinya (kependudukannya). Upacara ritus peralihan atau upacara yang dilakukan ketika kelahiran sampai pasca kematian warga penduduk tersebut.Seperti halnya dengan kajian peradaban maritim. Deskripsi demografi (kependudukan) Membuat deskripsi geografi yang menjadi tempat tinggal masyarakat agraris. seni tarinya. Aspek kesenian dari budaya masyarakat agraris. Cerita tentang Dewi Sri yang dipuja sebagai dewi kesuburan di Jawa dan Bali. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. priyayi.

mataram Islam. di Jawa dikenal hari pasaran (buka pasar pada hari tertentu). m. p. Munculnya kekuasaan politik lokal sampai kerajaan Besar seperti Majapahit. sampai abad ke-18. sistem pajak atau upeti dan sistem bagi hasilnya. dan juga segregasi(pembagian atau pemisahan) penduduk berdasarkan etnis atau profesinya. 1991). k. Jenis-jenis alat transportasi di daerah pertanian dan perkebunan. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak agraris. tamtaman (kampung prajurit). Termasuk hubungan antara tuan tanah (bangsawan. seperti Pon. kauman (kampung santri) dan lain-lain. j. legendanya. Kliwon. Sistem pertanian dan Kehidupan petani sebelum dan sesudah kedatangan Bangsa Barat. Wage. loji (tempat tinggal orang Eropa). Pertumbuhan pasar-pasar desa. 1983 dan Suhartono. seperti. lagu-lagu rakyat. Sistem pemerintahan di wilayah swapraja (Vorstenlanden) di Yogyakarta dan Surakarta.. n. pejagalan (tempat pemotongan hewan. Pengaruh sistem cultuur stel sel dan sistem ekonomi liberal terhadap kehidupan masyarakat petani di Jawa dan Sumatera. penggunaan gerobak sapi. Paing dan Legi (di Sunda disebut Manis). dan banyak kerajaan di Bali. misalnya di kota-kota dipedalaman Jawa Tengah terdapat kampung pandean (tukang pande besi/kerajinan).kekuatan prajurit darat. bahkan di Jawa Tengah sejak akhir tahun 1860-an sudah dikenal transportasi kereta api yang menghubungkan Semarang-Solo-Yogyakarta. Pemberontakan yang dilakukan oleh petani terhadap kekuasaan kolonial yang yang menekan mereka dan fenomena perbanditan atau kejahatan sosial di pedesaan (Kartodirdjo. yaitu: 1. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 89 . Taylor (1992). dapat dilakukan dengan menadaptasikan kajian yang dilakukan David A. l. o. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat agraris tersebut. priyayi) dengan para cacahnya (petani penggarap).

bekas istana-istana kerajaan. maupun pasca panen. bangunan irigasi. berupa upacaraupacara tradisional ketika memulai menanam. keberhasilan atau kegagalan panen. pada masa panen. nasib baik dan buruk. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat. pola perkampungan. oragnisasi adat yang mengurusi pertanian (contoh subak di Bali). Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut.2. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia agraris. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). 5. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. dan upacara ritus peralihan 4. memelihara. 90 . lumbung. Cara dan kebiasaan makan. 3. berupa bangunan rumah tinggal. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul.

DAFTAR SUMBER Alimuddin. Oxford. Jakarta. ‘Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Pada Abad XIX’. Lapian. 1996 Geertz. 1997 Burke. Rineka Cipta. Muhammad Ridwan. The Mediterranean and The Mediterranean World in the Age of Phillip II. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Jakarta.al. R... Sartono. 2001 Barnes. fourth edition. LPUI. Seluk beluk Masyarakat Kota. Jawa Barat. Niko L.. Ekologi Perladangan di Indonesia: Studi Kasus dari daerah Baduy Banten selatan. Jakarta. Jakarta.B. 1981 Boomgaard. ‘Dari sungai ke Jalan Raya: Perubahan Sosial-Ekonomi di Daerah Perbatasan Sumatra Barat-Riau pada awal Abad XX’ dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi.. Clarendon Press. KPG-Yayasan Adikarya IKAPI. Dunia Orang Sawu. Jakarta. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. 1983 Iskandar. eds. The French Historical Revolution: The Annales School. Santri Abangan. Jakarta. 1998 Lapian. Pustaka Jaya. 1983 Kartodirdjo. Johan. 1978 Fox.B. 1929-1989. Fernand. Sinar Harapan. Peter. Pemberontakan Petani Banten 1888. Depok. 2005 Asnan. Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman. Peter. Harper & Row. Daldjoeni. Panen Lontar: Perubahan Ekologi dalam Kehidupan Masyarakat Rote dan Sawu. 20 April 1987 91 .eds. KITLV. 1992 Kana.H. Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta. New York. 1984 Koentjaraningrat. vol. Fontana /Collins. N. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. et. Clifford. 1996 Braudel. Sinar Harapan. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. Djambatan. Gusti. Disertasi pada Universitas Gadjah Mada. Stanford: Stanford University Press. Pustaka Jaya. 1990 . James J.. Leiden. I. A. Pengantar Antropologi Jilid I dan II.

LPUI. Balai Pustaka. Eds. Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1930. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia. Marwati Djoened. Jilid II Jaringan Asia. 1999 Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Junus. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Jilid I. Jakarta. Gramedia. Jilid I Batas-Batas Pembaratan.R.’ Lombard. ‘Perahu-Perahu Tradisional Nusantara: Suatu Tinjauan Sejarah Perkapalan dan Pelayaran dalam Edi Sedyawati. Nusa Jawa Silang Budaya. Peradaban Jawa Abad ke-8 Sampai dengan Abad ke-15: Sebuah Kajian Tentang Dinamika Pranata-Pranata Politik.J. Jakarta. Manusia Bugis.. Jakarta. 1984 Rahardjo. 1996 Melalatoa. J. 2005 Lohanda. Jilid III. Lapian. Jakarta. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680.C. Jakarta.B. 2006 Poesponegoro. 1995 Suhartono. Teori Mahan dan Sejarah Kepulauan Indonesia. Sistem Budaya Indonesia. Jakarta.’Kajian Maritim Aspek SosialBudaya Ragam dan Peluangnya. Agama dan Ekonomi. dalam Edi sedyawati. 1991 92 . Mona. Dennis. dan F.. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Sejarah Nasional Indonesia. eds. 2001 Sedyawati. 2005.. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. Tiara wacana. Jakarta. Depok. Anthony. Bhratara. 2002 Reid. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB-DRPM Universitas Indonesia. Yogyakarta. 1974 Liebner. ed. Jilid III Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris.. Forum Jakarta-Paris. Tanah di Bawah Angin. Supratikno. Verhoeven. Christian. Yayasan Obor Indonesia. Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar. Jawa Kuno.’ Bekerja dengan Sumber Sejarah: sebuah pengalaman Intelektual. Pamator. 1997 Pelras. Komunitas Bambu. 1992 __________. Jakarta. Soedjatmoko. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKBDRPM Universitas Indonesia. Edi ed. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Horst H.van Leur. EFEO. Gramedia.

dkk. Jenis-Jenis Perahu di Pantai Utara Jawa Madura. 2000 93 . Media Pressindo. J. Ditjen Kebudayaan. Yogyakarta. 1980/1981 Wahyono. Jakarta..Wangania. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ary. Hak Ulayat laut di Kawasan Timur Indonesia.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.