P. 1
Penjelasan Sejarah Dan Histografi

Penjelasan Sejarah Dan Histografi

|Views: 438|Likes:
Published by dikum

More info:

Published by: dikum on Mar 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2013

pdf

text

original

Modul I Sejarah Indonesia : Hibah Modul Pengajaran : Content Development Tema B1

Tim Penyusun Didik Pradjoko, M.Hum (Koordinator)) Kasijanto, M.Hum (Anggota) Dr. Suharto (Anggota) Yuda B. Tangkilisan, M.Hum (Anggota) Sudarini MA (Anggota) Dra. MPB. Manus (Anggota) Raisye Soleh Haghia (Pendukung) Fathul Bari (Pendukung)

Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) Universitas Indonesia Tahun 2008 DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Nasional

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2008

1

Bab 1 BEBERAPA PENGERTIAN TENTANG SEJARAH

1.1. Pengertian Sejarah dan Ilmu Sejarah Kata “sejarah” yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah. Oleh karena itu tidak terlalu dapat dipersalahkan jika banyak buku sejarah di masa lampau, yang lebih banyak mengungkapkan riwayat seseorang atau satu keluarga daripada mengungkapkan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dan Negara. Dalam bahasa Indonesia terdapat juga kata-kata lain yang merupakan kata serapan dari bahasa lain yang dipergunakan untuk mengkaji masa lampau seperti: “silsilah” yang menunjuk pada asalusul keluarga atau nenek moyang; “hikayat” yang banyak dipergunakan untuk mengisahkan seseorang; ”babad” dan “carita” atau “cerita” yang dipergunakan mengisahkan kejadian-kejadian tertentu; dan masih aada kata-kata lainnya yang menjadi kebudayaan daerah tertentu seperti “tambo’ (Minangkabau) dan “tutur teteek” (Roti). Apabila dilihat dari pemaknaan kata sejarah yang kita pahami baik sebagai masa lampau maupun sebagai ilmu, kata sejarah itu lebih dekat dengan pengertian yang terkandung pada kata historia - berasal dari ilmu kedokteran Yunani- yang berarti ilmu (istor artinya orang pandai); dalam bahasa Inggris menjadi history yang mengandung arti masa lampau manusia, dan dalam bahasa Jerman disebut gesischte yang artinya sudah terjadi. Kata-kata lainnya yang juga dipergunakan untuk menunjukkan kajian masa lampau antara lain: chronicle (kronika), geneology (keturunan), annals (tarikh), dan epic (kepahlawanan). Jika sejarah itu adalah masa lampau, maka apa yang terjadi pada pagi hari telah menjadi sejarah pada siang harinya. Secara logika pernyataan seperti itu dapat dibenarkan. Namun cara berpikir seperti itu membuat masa lampau itu menjadi bentangan yang tidak terbatasnya– mulai dari detik-detik yang baru saja kita lewati sampai jauh ke belakang, entah kapan dan di mana sejarah dapat mengungkapkannya. Apa saja yang harus dimasukkan ke dalam “masa lampau” yang demikian panjang itu?

2

Perampokan? Gempa Bumi? Kerusuhan? Genocide? Krisis Moneter? Perang? Revolusi? Perdamaian? Kesejahteraan? dan apa lagi? Dari pertanyaan-pertanyaan semacam itu terlihat bahwa konsep masa lampau dalam arti sejarah, akan mempunyai arti jika pembatasan telah dilakukan. Pembatasan yang paling awal adalah menyangkut dimensi waktu – kapan sampai apabila. Salah satu konsensus yang dicapai adalah bahwa sejarah satu bangsa atau etnis tertentu dimulai manakala bukti-bukti tertulis mengenai bangsa atau etnis tersebut telah ditemukan. Atas dasar kesepakatan itu maka zaman (periode) sejarah pun mulai bergulir. Adapun zaman yang belum ditemukan bukti-bukti tertulis disebut zaman “prasejarah”, meskipun dari zaman ini pun ditemukan jejak-jejak peradaban manusia, seperti seni pahat atau seni patung. Penulisan tentang masa lampau manusia dapat dikatakan berawal di Yunani sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Pada waktu itu penulisan sejarah atau historiografi masih merupakan perpaduan antara ilmu kedokteran dan ilmu hukum. Dari ilmu kedokteran misalnya, historiografi Yunani mendapat pengaruh untuk mencari sebabmusabab dari suatu kondisi atau kasus. Dalam menjelaskan sebab-musabab itu dilakukan melalui suatu argumentasi yang lazim dilakukan oleh ilmu hukum (retorika), seperti dilakukan seorang jaksa penuntut untuk membuktikan kesalahan terdakwa dan pengacara yang berusaha membuktikan bahwa terdakwa tidak bersalah. Ungkapan retorika seperti itu tidak semata-mata untuk membuktikan kebenaran, tetapi juga menciptakan makna atas kebenaran itu. Sejarawan Yunani pertama yang melakukan pembuktian semacam itu adalah Herodotus (ca. 484-425 SM) dalam karyanya tentang “Perang Yunani-Persia” tahun 478 SM yang dilukiskan sebagai perang peradaban antara peradaban Hellenic dan Perisa (Timur). Dalam menyusun karyanya itu ia berusaha bertindak obyektif (dalam arti netral sehingga dianggap kurang patriotik) dengan menggunakan sumber data dari kedua belah pihak. Oleh karena itu dia dianggap sebagai bapak sejarah. Meskipun demikian karyanya masih mempunyai dua kelemahan, yaitu kurang akurat dalam menyajikan data, dan masih terbelenggu oleh kerangka pemikiran budaya itu, yaitu sebab-musabab supernatural. Artinya perang itu terjadi karena kehendak para dewa.

3

dapat didefinisikan di sini bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia atau masa lalu manusia. melainkan pada dokumen-dokumen (bukti-bukti terturlis). Secara akurat ia mempu merekonstruksi perang tersebut berdasarkan data-data yang diperolehnya dari kedua belah pihak. Dokumen dalam arti naskah-naskah lebih banyak digeluti oleh para ahli naskah atau filolog. yang membanding-bandingkan dua dokumen atau lebih untuk mencari mana yang otentik (asli) dan mana yang tidak otentik (cara kerja ini kemudian dikenal dengan sebutan “kritik ekstern”). melainkan karena ulah manusia. Dalam karyanya itu. Thucydides sebagai seorang jenderal dan politisi. dia tidak saja memanfaatkan kritik ekstern seperti yang dilakukan para filolog tetapi juga kritik intern yang dikembangkan oleh para sejarawan. mampu menghindari penjelasan supernatural.Tulisan pertama dari sejarawan Yunani yang dinilai mampu melepaskan diri dari sebab-musabab supernatural adalah Thucydides (ca. Untuk mencari kebenaran sejarah. sekaligus mampu menunjukkan bahwa sebab-musabab perang bukan karena kehendak para dewa. Meskipun Herodotus dan Thucydides sudah mengawali penulisan sejarah berdasarkan sumber data. Meskipun yang menerapkan cara kerja ilmiah dalam pembuktian sejarah adalah Gibbon. Perang itu terjadi karena didorong oleh persaingan antara kedua belah pihak untuk menjadi nomor satu di wilayah Yunani. Pada tahun 1776 terbit buku “The History of the Decline and Fall of the Roman Empire” karya Edward Gibbon (1737-1794). akan tetapi yang kemudian dikenal oleh masyarakat sejarawan sebagai bapak sejarah ilmiah (science historian) atau sejarah kritis adalah sejawan Jerman. Ia menulis tentang perang antara Athena dan Sparta yang disebut sebagai Perang Peloponnesos (431-404). Dari uraian di atas. Leopold von 4 . Tradisi sejarawan seperti yang dilakukan para sejarawan Yunani itu berlangsung sampai sekitar abad ke-18. khususnya dua contoh karya Herodotus dan Thucydides. Gibbon dapat dikatakan merupakan sejarawan pertama yang menggunakan cara kerja ilmiah. Dalam karyanya itu Gibbon tidak lagi bersandar pada retorika yang meyakinkan untuk membuktikan “kebenaran sejarah”. 456-396 SM). akan tetapi cara pembuktian para sejarawan Yunani waktu itu pada dasarnya tidak menggunakan bukti (evidensi) seperti dokumen yang menjadi baku dalam metode sejarah masa kini.

termasuk konsep ruang (spatial) dan waktu (temporal). Sementara yang menerima kata “essentially” atau “really” berpendapat bahwa Ranke mengakui bahwa ide-ide tertentu menjadi faktor pendorong sejarah. Metode sejarahnya itu diuraikannya dalam bukunya “History of Romance and Germanic Peoples. Sesuai dengan ketentuan sebagai cabang ilmu (ilmiah) harus mempunyai metode serta obyek penelitiannya. sebab setiap periode sejarah akan dipengaruhi oleh semangat zamannya (zeitgeist). 1495-1535 yang terbit pada tahun 1824. Selain itu Ranke menekankan pentingnya obyektivitas dalam penelitian sejarah. sehingga akhirnya sejarah diakui sebagai salah satu cabang ilmu yang mandiri. 5 . Dia dinilai sebagai peletak dasar dari metode sejarah yang bersifat ilmiah. Ia memperkenalkan cara-cara menguji isi dokumen dan menetapkan fakta sejarah yang benar. Pembabakan Sejarah (Indonesia) Pada hakekatnya masalah pembabakan atau periodesasi sejarah bukanlah sekedar menentukan batas awal dan batas akhir. Langkah-langkah yang ditempuh Ranke bukan semata-mata pembuktian terhadap kebenaran fakta sejarah. atau pembagian babak satu.Ranke (1795-1886).2. melainkan juga untuk menjadikan sejarah sebagai disiplin ilmu atau cabang ilmu yang otonom sederajat dengan cabang-cabang ilmu lainnya. Langkahnya itu kemudian diikuti oleh para sejarawan lainnya. Artinya ia mengakui pula bahwa ilmu sejarah mempunyai keterkaitan dengan falsafah sejarah. yang berkaitan erat konsep pemenggalan waktu tersebut. 1. maka ilmu sejarah juga mempunyai metode penelitiannya yaitu “metode sejarah” serta obyek penelitiannya yaitu masa lampau manusia dan struktur sosialnya. maka ilmu sejarah adalah ilmu yang mempelajari sejarah dalam arti bagaimana merekonstruksi semua data-data atau unsur-unsur masa lampau terkait dalam sesuatu deskripsi. Para sejarawan yang menerima “actuality” terjemahan “eigentlich” berpendapat bahwa yang dimaksud oleh Ranke adalah menentukan fakta sejarah seperti apa adanya tanpa diembel-embeli ide-ide tertentu sebagai pendorongnya. Jika sejarah adalah rekonstruksi manusia. “wie es eigentlich gewesen”. dua dan tiga. Ia menganjurkan supaya menulis sejarah apa adanya dalam arti apa yang sebenarnya terjadi. Dalam bahasa Inggris kata “eigentlich” diartikan dalam dua kata. melainkan juga harus menjelaskan alasan-alasan rasional. “really” (atau essentially) dan “actuality”.

Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. bahkan kekacauan. Dalam “pemutakhiran yang dilakukan pada tahun 1984. Berdasarkan keputusan akhirnya pada pertengahan dekade 1970-an terbit buku “Sejarah Nasional Indonesia” terdiri dari enam jilid. yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. khususnya buku Geschiedenis van Nederlandsch-Indië (terbit pertama kali tahun 1939) karya Stapel dkk. Masalah pembabakan itu kemudian dibawa ke dalam Kongres Nasional Sejarah pada tahun 1957 yang kemudian dibicarakana lagi pada Seminar Nasional Sejarah ke-2 tahun 1970. duduk sebagai editor umum adalah Sartono Kartodirdjo. Kalau konsep serta argumentasinya tidak jelas. Salah satu keputusan dari Seminar Nasional Sejarah yang kedua itu adalah penulisan Sejarah Nasional Indonesia yang diharapkan nantinya menjadi semacam buku baboon sejarah Indonesia.Artinya harus jelas tempat atau ruang di mana peristiwa itu terjadi dan kapan terjadinya. Ternyata pembabakan “tiruan” itu selain banyak mengundang kritikan karena dinilai tidak cocok dengan semangat “Indonesia Sentris” yang berkembang waktu itu. Pada cetakan pertama. Pada awalnya pembabakan Sejarah Indonesia disusun mengikuti pembabakan yang telah dibuat oleh para sejarawan Kolonial Belanda. Ada pun susunan pembabakannya berdasarkan cetakan kedelapan tahun 1993 adalah sebagai berikut: Jilid I Jaman Prasejarah di Indonesia Jilid II Jaman Kuno (awal M – 1500 M) Jilid III Jaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (±1500-1800) Jilid IV Abad Kesembilanbelas (± 1800-1900) Jilid V Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (±1900-1942) Jilid VI Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia (±1942-1984 6 . susunan editornya berubah menjadi Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. maka akan terjadi kerancuan.

terutama untuk sekolah-sekolah menengah yang terpengaruh oleh tulisan Stapel dkk. atau tidak jelas dalam pembabakaannya. Pada babak ke-1 “Zaman Prasejarah” konsep itu tercermin cukup jelas. Dia menyebutkan bahwa sejarah Indonesia dimulai sejak abad ke-4 Masehi. Sebagai contoh kesalahan dalam membuat pembabakan itu nampak pada buku ajar Sejarah Indonesia untuk SMU yang diterbitkan oleh penerbit Bumi Aksara. Pasa zaman ini sudah ada tulisan-tulisan. Penulis buku itu membagi periodisasi Sejarah Indonesia sebagai berikut: I.Ternyata terbitnya buku Sejarah Nasional Indonesia tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. Jadi dasar pembabakannya itu jelas adalah adanya bukti tertulis atau budaya aksara. yaitu dalam negeri (kepulauan Indonesia) 7 . Namun pada babak ke-2 “Zaman Proto Sejarah” konsepnya itu menjadi kabur. Zaman Proto Sejarah yaitu zaman ambang sejarah. yaitu dengan ditemukannya tulisan (hal yang sudah menjadi kesepakatan umum). Babak kedua ini tidak lagi didasarkan pada keberadaan bukti tertulis itu sendiri melainkan atas dasar asal bukti tertulis tersebut. III. Zaman Prasejarah. Indonesia sesudah abad18 disebut Zaman Modern Dari contoh ini terlihat penulis buku tidak konsisten dengan konsep yang dibuatnya dalam menentukan periodisasi. tetapi sumber tulisan itu dari luar negeri dan beritanya samarsamar. a. Indonesia abad ke-1 s/d abad ke-14 disebut Zaman Kuno yang membicarakan masa berkembangnya kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buda b. yang memberi keterangan tetang peristiwa-peristiwa masa lampau. yaitu zaman ketika orang belum mengenal tulisan yang diakhir pada abad ke-4 Masehi II. Indonesia abad ke-15 s/d abad ke -18 disebut Zaman Baru yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai jatuhnya Mataram dan Banten ke tangan imperialis Belanda c. Zaman Sejarah. yaitu zaman di mana orang sudah mengenal tulisan. Selain banyak yang pro dan kotra terhadap buku tersebut. juga dalam praktiknya masaih banyak buku ajar sejarah.

dan luar negeri (luar kepulauan Indonesia). Ketidak jelasan itu juga terlihat pada babak ke-3 “Zaman Sejarah”. Meskipun zaman ini disebutkan dimulai sejak abad ke-4 M, namun dalam sub “a” yang diberi nama “Zaman Kuno”, dia menyebutkan bahwa zaman kuno yang nota bene tercakup dalam zaman sejarah, diawali pada abad pertama Masehi (kemungkinan besar kesalahan ini karena dia mengutip begitu saja pembabakan yang ada dalam buku Sejarah Nasional Indonesia). Terlepas dari masih adanya polemic sekitar buku Sejarah Nasional Indonesia yang enam jilid, pembabakan dalam tulisan sejarah pada hakekatnya dapat disusun berdasarkan kronologis atau tematis. Susunan secara kronologis artinya setiap babak disusun berdasarkan penggalan-penggalan waktu kejadian sebenarnya. Pembabakan secara kronologis ini terutama sangat membantu untuk penulisan sejarah yang mencakup kurun waktu yang panjang seperti sejarah umum, sejarah nasional atau sejarah dunia. Misalnya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 karya M.C. Ricklefs yang diterbitkan oleh Serambi tahun 2005. Struktur tulisannya adalah sebagai berikut: I. II. III. IV. V. VI. Lahirnya Zaman Modern Perjuangan Merebut Hegemoni, ± 1630-1800 Pembentukan Negara Jajahan, ± 1800-1910 Munculnya Konsepsi Indonesia ± 1900-42 Runtuhnya Negara Jajahan ± 1942-50 Indonesia Merdeka

Sedangkan pembabakan secara tematis akan sangat membantu jika tulisan sejarah itu semacam studi kasus atau kajian khusus yang durasinya relative singkat namun permasalahannya cukup rumit dan mendalam. Contoh tulisan itu antara lain Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya tahun 1984. Ada pun struktur penulisannya adalah sebagai berikut: Bab I Pengantar Bab II Latar Belakang Sosio-Ekonomis Bab III Perkembangan Politik

8

Bab IV Keresahan Sosial Bab V Kebangunan Agama Bab VI Gerakan Pemberontakan Bab VII Pemberontakan Dimulai Bab VIII Penumpasan Pemberontakan dan Kelanjutannya Bab IX Kelanjutan Pemberontakan Bab X Akhir Kata

1.3. Metodologi Sejarah Pada dasarnya untuk mengetahui masa lampau manusia adalah dengan cara mempelajari peninggalan-peninggalannya, baik berupa dokumen, artefak, maupun keterangan lisan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan suatu metode yang baik pula serta (kalau perlu) teori-teori tertentu yang tepat guna. Metode penelitian dalam ilmu sejarah disebut metode sejarah, yang cara kerja mempunyai cirri yang berbeda dengan metode penelitian bidang ilmu lain. Metode Sejarah merupakan suatu cara untuk mengetahui otensitas tidaknya satu dokumen, benar atau tidaknya isi dokumen, serta relevan tidaknya dengan permasalahan yang hendak dituliskan sebagai karya sejarah. Dalam proses kerjanya memperlihatkan tahap-tahap mulai dari yang teoritis sampai pada pelaksanaan teknis yang diterapkan dalam penelitian dan penulisan sejarah. 1.3.1. Metode Sejarah Dalam proses kerjanya, metode sejarah memiliki pentahapan yang sebaiknya diikuti dengan baik. Ada pun tahap-tahap penelitiannya itu adalah sebagai berikut:  heuristik, yaitu suatu kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah (raw material) sesuai dengan tujuan dari penelitian itu yang tertera dalam proposal atau outline penelitian yang telah disusun sebelumnya. Bentuk sumber sejarah adalah: tekstual (dokumen,

9

Koran, majalah dan bentuk teks lainnya) dan nontekstual (foto, gambar, peta, karikatur sezaman), lisan, kebendaan, dan audiovisual.  Verifikasi, yaitu mencakup kritik ekstern dan intern sumber sejarah. Dalam tahap ini peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui suatu proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Jika yang diuji itu arsip atau dokumen, maka yang dimaksud materi di sini adalah jenis kertasnya dan tintanya. Apakah benar kertas atau tintanya berasal dari zamannya. Jika sumber sejarah itu merupakan sumber lisan, maka yang diuji adalah orangnya, apakah orang tersebut betul pelaku atau orang yang menyaksikan langsung, serta cukup sehatkah untuk diwawancara. Setelah data-data tersebut teruji, kemudian dinilai apakah datadata itu relevan dengan permasalahan yang hendak ditulis, baik dari segi tema, maupun periodenya. Data-data yang telah teruji dan terpilih inilah yang kemudian disebut sebagai fakta sejarah.  Interpretasi atau eksplanasi yaitu proses menafsirkan atau pemberian makna serta merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya, dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti (fact of meaning). Berkaitan dengan masalah interpretasi dan eksplanasi ini ada berbagai metode atau pendekatan yang dapat dipergunakan, seperti metode naratif (history of event), struktural, dan strukturistik. Keberhasilan penggunaan ketiga metode ini pada dasarnya sangat tergantung dari sifat obyek penelitiannya.  Historiografi yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji dan terangkai tadi. Dalam proses penulisan ini, penguasaan sang sejarawan atas teori dan metodologi sedikit banyak ikut mempengaruhi mutu karya yang dihasilkannya. 1.3.2. Teori Sejarah Pokok masalah dalam teori sejarah adalah kebenaran dari pengetahuan yang dihasilkan oleh para ahli sejarah yang dilandasi oleh berbagai bentuk eksplanasi. Secara

10

Para sejarawan menyadari pula bahwa dari keempat teori itu telah berkembang berbagai kombinasi. yaitu teori sejarah spekulatif dan kritis. “hermeneutika”. yaitu : 1. Seperti tercermin dalam ketiga macam pertanyaan tadi. Pola macam apa yang perlu diamati dalam proses sejarah 2. Penganut lainnya adalah Hegel. Bagi kalangan ini. Para sejarawan Marxis dapat dikatakan merupakan salah satu contoh model sejarah spekulatif. Aliran ini terutama berkembang pada sejarawan empirik. Adapun sejarah analitis justru memisahkan antara sejarah dan falsafah. yaitu “narrativisme”. tetapi seringkali juga mengungkapkan semacam prediksi. Dalam hal ini sejarah merupakan ungkapan dari suatu pandangan filsafah mengenai perkembangan ummat manusia. Apa dan bagaimana sasaran terakhir yang dituju oleh proses sejarah. nampak bahwa sistem sejarah spekulatif sering membicarakan masa depan. Paling tidak ada tiga macam pertanyaan yang umum diajukan oleh para penulis sejarah spekulatif. Meskipun pada dasarnya keempat teori tersebut bersandar pula pada suatu pandangan tertentu. apa yang harus terjadi. Mereka melihat faktor “pertentangan kelas” menjadi “motor” dari proses sejarah. Bertolak dari tiga pertanyaan itu mereka membahas proses sejarah tidak sekedar apa yang telah terjadi di masa lalu. Sejarah spekulatif umumnya dianut oleh para sejarawan yang menyatukan sejarah dengan filsafat.umum teori sejarah dapat dibagi dua bagian. Mereka menolak anggapan bahwa tugas sejarawan adalah mengungkapkan masa lampau sesuai dengan falsafah tertentu. Spengler. Salah seorang filsuf sejarah membedakan empat teori pokok yang sampai sekarang muncul di kalangan sejarawan. Oleh karena banyak cara yang diajukan. dan Toynbee (Ankersmit. terutama antara teori yang disebut 11 . 1987). maka tidak mengherankan jika sampai sekarang berkembang pula teori-teori sejarah. Mana “motor” yang menggerakkan sejarah 3. namun keempatnya dapat diterima sebagai patokan kerja. “kasualitas” dan “covering law model” (Ankersmith. ilmu sejarah adalah kaidah-kaidah ilmiah untuk membuktikan adanya masa lampau. 1987: 17). Bagaimana membuktikan adanya masa lampau melalui berbagai peninggalan masa yang bersangkutan itulah yang menjadi inti persoalan teori sejarah.

terlepas apakah ia menggunakan teori baku seperti kasualitas. Artinya peninggalan-peninggalan itu sudah berbicara tentang masa lampau. Dalam praktek. Kelompok yang berpandangan subyektif adalah yang menganggap bahwa peninggalan itu hanya sekedar lambang atau wakil dari masa lampau. maka pelukisan sejarahnya itu disebut subyektif.pertama sampai ketiga. Para sejarawanlah yang membuat peninggal-peninggalan masa lampau itu “berbicara”. Ada yang berpendapat bahwa pengetahuan kita tentang masa lampau adalah subyektif dan ada pula yang menilainya obyektif. pengertian subyektif dan obyektif dapat disamakan dengan terpengaruh atau tidaknya sejarawan oleh nilai-nilai tertentu dari obyek yang ditelitinya. Perbedaan ini muncul terutama karena adanya pandangan yang berbada mengenai sifat-sifat peninggalan masa lampau.3. 12 . bukan hasil rekayasa para sejarawan dan selalu mengacu ke masa silam. narrative. atau kombinasikombinasinya.3. maka pelukisan sejarahnya disebut subyektif. Kombinasi-kombinasi itu merupakan terobosan-terobosan yang diupayakan untuk menembus berbagai kendala yang masih menyelimuti masa lampau manusia yang diakibatkan oleh lemahnya atau terbatasnya data-data dari masa lampau. yang tidak mempunyai nilai obyektif sendiri. Dengan kata lain fakta-fakta itu hanya terdapat dalam alam pikiran para sejarawan yang menelitinya. Artinya peninggalan tersebut tidak dapat mengatakan kepada kita yang hidup di masa kini mengenai apa yang terjadi pada masa lampau. Sebaliknya bila seorang sejarawan mampu menjaga jarak dari obyek yang ditelitinya sehingga nilai-nilai politik dan etisnya tidak larut dalam eksplanasi karyanya. 1. Subyektivitas dan Obyektivitas Sejarah Salah satu perbedaan pokok yang sering mencuat di kalangan sejarawan. Sementara itu kelompok sejarawan yang berpandangan obyektif menganggap bahwa peninggalan-peninggalan itu sudah merupakan kenyataan dari masa lampau. adalah masalah obyektivitas dan subyektivitas. Bila seorang sejarawan membiarkan keyakinan politik atau etisnya turut berperan sehingga terlihat dalam karya sejarahnya. Oleh karena itu fakta-fakta yang ditampilkan merupakan evidensi itu sendiri.

sejarah ekonomi. yaitu Illiad-Odessy yang menceritakan kehancuran kerajaan Troya tahun 1200 SM. sejarah mentalitas dll. 55-120 M). Ia banyak menulis tentang masa akhir Yunani sampai awal berdirinya Romawi. maka sejak awal abad ke-20 berbagai tema sejarah sebagai alternatif dalam mengungkapkan masa lampau manusia seperti sejarah sosial. khususnya sejarah sebagai kajian ilmiah. Banyak aspek supernatural dipergunakan sebagai dasar penjelasannya mengenai sebab-musabab terjadinya suatu peristiwa. Di Yunani tradisi penulisan itu sudah dimulai yang disusun dalam bentuk puisi.4. Sedangkan golongan subyektif menganut pandangan idealis mengenai sejarah dan menganggap peninggalan masa lampau sebagai evidensi sejarah (barang bukti). 1. maka penulisan sejarahpun semakin berkembang dan bervariasi pula. Zaman Yunani-Romawi.Golongan obyektivitas menganut pandangan realis mengenai sejarah dan mengggap peninggalan masa lampau sebagai sumber sejarah. para pakar sejarah umumnya melihat kepada historiografi Eropa karena dari wilayah inilah bermula munculnya tradisi penulisan sejarah. Penulis Romawi sendiri antara lain: Julius Caesar (100-44 SM). yaitu dengan terbitnya karya Herodotus yang disusul oleh karya Thucydides.4. Meskipun karya ini bertolak dari suatu kenyataan masa lampau. Dengan adanya dua sudut pandang ini. Jika pada abad ke-19 dan sebelumnya jenis “sejarah politik” seakan-akan satu-satunya karya sejarah yang absah. Historiografi 1. Titus Livius (59 SM-17 M). 86-34 SM). penulisan sejarah yang lebih rasional baru muncul sekitar abad ke-5 SM. Seperti telah disinggung di atas. 13 .1. Tradisi Yunani itu kemudian dijadikan model oleh para sejarawan Romawi. Gaius Sallustius Crispus (ca. ditambah dengan adanya perkembangan teori dan metodologi sejarah. Dalam masalah sejarah penulisan sejarah (historiografi). antara lain oleh Polybius (orang Yunani yang dibesarkan di Roma). sejarah petani. namun budaya zaman yang hidup waktu itu telah membuat karya lebih menyerupai mitologi daripada karya sejarah. dan Pablius Cornelius Tacitus (ca. misalnya karya Homer.

sejarah tidak bisa dipisahkan dari teologi atau agama. Tradisi Yunani yang dilanjutkan oleh Romawi itu kemudian terhenti oleh kemenangan Kristen di Eropa.kedatangan 14 . yang merupakan memoir tentang suku Gallia. Karyanya itu merupakan paduan antara karya Livius yang cenderung pada retorika dan Polybius yang cenderung pada sejarah. menulis Commentaries on Gallic War.2.4 -----0---.5 -------0---.1 ----0-----.2 -------0-----. Analisanya dinilai cukup netral. Jugurtbine War. namun saying dia ceroboh dalam masalah kronologi dan geografi sehingga mengurangi nilai karyanya itu.4. Ia menulis history of Rome. Sebagai contoh dalam periodisasi atau pembabakan sejarah disesuaikan dengan ajaran yang ada pada kitab Injil (Perjanjian Baru).6 ------0-------Adam----------Nuh--------Ibrahim-------. dan civil War yang merupakan penjelasan mengenai sebab-musabab terjadinya perang Gallia. Histories. Conspiracy of Catiline. Kebudayaan Yunani-Romawi yang bertumpu kepada kekuatan akal dianggap sebagai hasil setan karenanya harus ditolak dan digantikan dengan kebudayaan Kristen yang bertumpu pada agama dan supernatural. Bentuk karya yang disebut terakhir sekaligus menjadi salah satu 14irri bagi penulisan sejarah era Romawi. Dalam pembuktiannya ia lebih banyak mengemukakan retorika sehingga mengorbankan kebenaran sejarah.Julius Caesar adalah seorang jenderal yang kemudian menjadi kaisar. Menurut pandangan yang disebut terakhir. 1. sekaaligus tentang adat-istiadat suku tersebut. Karyanya tentang berdirinya kota Roma merupakan campuran antara data factual dan fantasi. Livius merupakan salah satu contoh penulis yang hampir sepenuhnya menggunakan model Yunani. Ia tercatat sebagai orang pertama yang melukiskan sebab moral runtuhnya kekaisaran Romawi. Sallustius terkenal dengan monografi dan biografinya.Daud ---------Babylonia ----Jesus----. Tacitus menulis Annals. Zaman Abad Pertengahan. dan Germania.3------0------. Sebagai contoh adalah skema periodesasi yang disusun Augustine: --O------.

Karya-karya yang lahir pada abad-abad ini antara lain: Chronographia karya Sextus Julius Africanus (ca. karena orang-orang kafir itu akan runtuh. namun keberaniannya dalam melakukan kritik merupakan satu langkah yang maju waktu itu. Pembuktian kebenaran sejarah tidak lagi bersandar pada wahyu melainkan pada akal. 15 . Dalam karyanya itu itu Orosius mengatakan bahwa keruntuhan paganisme sudah menjadi kehendak Tuhan.Jesus ke-2 The City of God adalah karya Augustine (ca. 180-250 M) yang mengungkapkan bahwa dunia diciptakan Tuhan pada 5499 SM. Pada masa ini pusat penulisan sejarah terdapat di gereja dan Negara dengan pendeta dan raja sebagai pelaku utama. untuk memasuki era Renaissance. 354-430 M) yang merupakan filsafat sejarah Kristen yang cukup berpengaruh. Tinjauan kritis dan netral yang didukung oleh data-data faktual tidak terlihat pada zaman Kristen di Abad Pertengahan ini. 380-420 M) murid Augustine. Hal ini antara lain tercermin dari karya Lorenzo Valla (1407-1457) yang menulis The History of Ferdinand I of Aragon. teologi yang dogmatis diganti dengan ilmu. The History of Ferdinand I of Aragon. yang menguangkapkan pembelaannya atas peradaban Kristen yang dituduh sebagai penyebab runtuhnya Romawi (Barat) pada abad ke-5 M. Pada era ini semangat paga dan kebudayaan klasik Yunani-Romawi menjadi model. Reformasi dan Kontra Reformasi. Zaman Renaissance. Menurut pandangan Kristen orang harus memilih antara Tuhan dan setan. Sejalan dengan semakin pulihnya keamanan dan perdagangan di Eropa. yang berupaya membuktikan bahwa berita kaisar Konstantinus (memerintah 305-337) telah memberikan hak politik kepada paus adalah tidak palsu.4. Corak penulisan sejarah pun kembali mengalami perubahan. 1. Meskipun kebenaran yang dikemukakannya juga dapat disangkal oleh yang lain. Orang yang terlibat dalam sejarah suci akan dimenangkan oleh Tuhan.3. sekaligus sebagai pertanda berakhirnya Abad Pertengahan pada abad ke-15. Seven Books Against the Pagan karya Paulus Orosius (ca. khususnya pada abad pertengahan yang sering dikenal dengan sebutan “Abad Kegelapan” (The Dark Ages) yang melahirkan struktur masyarakat feudal di Eropa.

namun dalam menulis tentang kemunculan agama Kristen di dunia Barat cukup obyektif. Seperti telah disinggung di atas. Magdeburg Centuries yang merupakan sejarah polemik. Abad ini yang sering disebut sebagai Abad Rasionalisme-Pencerahan telah melahirkan banyak karya. Buku ini benyak dikecam oleh gerakan “kontra Reformasi” yang berupaya menegakkan kembali kewibawaan gereja Katholik yang dinilai telah dirusak oleh gerakan Reformasi. Dari Rasionalisme ke Liberalisme. History of England from the Invasion of Julius Caesar to the Revolution of 1698 karya David Hume (1711-1776). Gibbon merupakan sejarawan pertama yang menggunakan eviden (dokumen) untuk pembuktian kebenaran sejarah. demikian pula mengenai sumbangan Islam pada peradaban dunia. yang banyak mengalihkan isu yang penting ke isu sekunder yang tidak relevan. Tulisannya itu jelas merupakan karya yang memihak dan apologetis.Dekonstruksi terhadap historiografi Abad Pertengahan berlanjut pada masa “Reformasi”. akurasinya dalam penulisan yang didukung dengan bukti-bukti membuat karyanya menjadi penting dan ‘abadi’ dalam historiografi dunia. Historiografi pada abad ke-19 ditandai dengan beberapa cirri yang cukup menonjol. Hal ini antara lain tercermin dari karya lacich Illyricus (1520-1575).4. dari segi pengungkapan kebenaran sejarah. 1. Dalam bukunya itu ia banyak menyerang institusi kepausan dari segi hukum dan konstitusi. Cardinal Caesar Baronius (1538-1607) misalnya menulis buku Ecclesistical Annals yang merupakan jawaban langsung terhadap tuduhan dari buku Magdeburg Centuries. (2) munculnya 16 . Selain gayanya yng berbeda. Buku ini merupakan sejarah umum yang membeberkan sumbangan bangsa-bangsa Timur dan Islam terhadap peradaban dunia dan Eropa. Seperti telah disinggung di atas. Meskipun ia tergolong sejarawaan rasionalis.4. terutama dalam penggunaan sumber datanya. dan The History of the Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon yang terbit pada tahun 1776. model Yunani dengan retorikanya masih cukup Nampak pada abad ke-17 dan ke-18. antara lain: (1) penghargaan kembali pada Abad Pertengahan. misalnya: Essay on the manners and spirit of the Nation karya Voltaire (16971778) yang terbir pada tahun 1756. Meskipun demikian nilai buku itu cukup tinggi.

dihargai. setiap orang yang menulis pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Fakta sejarah bukanlah batu bata yang tinggal dipasang saja. Menjelang akhir abad ke-19 kebenaran yang dikemukakan oleh Ranke mulai diragukan. juga melahirkan banyak pemikir-pemikir sejarah (filsafat sejarah) yang berpengaruh pada perkembangan teori dan metode sejarah pada tahun-tahun berikutnya. melainkan fakta yang dipilih dengan sengaja oleh sejarawan. dengan proletariat sebagai sarana pembebasan manusia. sebab menulis sejarah “sebagaimana yang terjadi dinilai bertentangan dengan psikologi. 17 . Diawali dengan tesis yang mendapat perlawanan dari satu kekuatan yang disebut anti-tesis. Dalam bukunya itu ia berpendapat bahwa sejarah itu naju dengan cara dialeksis. Misalnya: Georg Wilhelm Friederich Hegel (1770-1831) yang menulis buku Philosophy of History. Sadar atau tidak. dan (4) nasionalisme. Pengaruh filsafat sejarah Hegel ini antara lain nampak pada karya Francis Fukuyama. (3) munculnya filsafat sejarah. yaitu masyarakat kapitalis dengan sistem politik demokrasi liberalnya. Dari pertarungannya itu melahirkan sintesis sebagai tujuan akhir. Tulisannya itu telah member dorongan timbulnya nasionalisme Jerman. Sejarah yang bersifat nasionalistis misalnya Address to the German Nation karya Johann Gottlieb Fitchte (1762-1814). Dalam karyanya itu Fukuyama menginterpretasikan perkembangan masyarakat dunia (masa kontemporer) didorong oleh dua faktor. Seperti dikemukakan oleh Carl L. yang kemudian berproses sampai menghasilkan sintesa baru. Kedua faktor inilah yang sering digugat oleh sistem komunis yang dapat dinilai sebagai kekuatan anti-tesis yang kemudian menghasilkan tujuan akhir sejarah manusia. dst. The End of History and The Last Man yang terbit pertama kali pada tahun 1992. dan persamaan hak. Dalam buku ini ia mengemukakan perbedaan antara orang-orang Jerman yang disebutnya Urvolk alias bangsa yang masih murni dan orang-orang Eropa selatan yang disebutnya Mischvolk alias bangsa campuran yang sedang mengalami keruntuhan. Abad 19 selain melahirkan Leopold von Ranke yang dianggap sebagai bapak sejarah science. Pada gilirannya nanti sintesis ini akan berubah menjadi tesis baru.liberalism. Heinrich Karl Marx (1818-1883) memakai dialektika Hegel. yaitu (1) perkembangan ekonomi yang didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan (2) keinginan untuk diakui.

dan “Carita Parahiyangan”. sehingga seringkali sejarah baru itu disebut sebagai “sejarah sosial”.4. Historiografi Indonesia. yang ditulisnya pada tahun 1835. legitimasi. “Negara Kertagama”. Penulisan sejarah di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak masa kerajaan HinduBuddha berkembang di kepulauan Indonesia. “Tuhfat al Nafis”. yang disesuaikan dengan kebutuhan zamannya.5. Salah satu pujangga istana Surakarta. “Hikayat Tanah Hitu”. sekaligus mendekatkan kembali ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial. Mungkin saja masih banyak pujangga dan pelaku sejarah 18 . misalnya “Pararaton”. terbit misalnya. dengan sumber data yang seringkali sulit dilacak serta analisa sebab-musabab supernaturalnya. dan “Babad Kraton”. Sifatnya primordial atau istana sentries. Kemudian pada abad ke-19 beberapa pelaku sejarah juga menuliskan sejarahnya. Sementara itu James Harvey Robinson (1863-1936) mengatakan bahwa sejarah kritis kita hanya dapat menangkap “permukaan”. Demikian pula era kesultanan atau kesunanan yang bercorak Islam. maka sejarah baru menekankan perlunya penggunaan ilmu-ilmu sosial. Oleh karena itu pada awalnya tidak sedikit sejarawan akademik yang menilai karya-karya seperti itu tidak patut dijadikan sebagai referensi penelitian sejarah ilmiah. tidak dapat menangkap realitas di bawah dan tidak dapat memahami perilaku manusia. 1. Akan tetapi karya-karya para “sejarawan” atau tepat para pujangga dinilai kurang bernilai sejarah karena sarat dengan mitos-mitos seperti halnya historiografi Abad Pertengahan di Eropa. Atas dasar pemikiran itu maka muncul gagasan baru tentang perlunya “sejarah baru” atau “new perpective on historical writing”. “Babad Tanah Jawi”.Becker (1873-1945). Yasadipura (1729-1805) barangkali dapat disebut sebagai ‘sejarawan’ yang mulai mengkaji kembali karya-karya historiografi tradisional Indonesia. Ia menulis Babad Giyanti yang merupakan penafsiran kembali karya-karya yang lebih tua. semasa dia berada di pengasingan. seperti Pangeran Dipenogoro menulis Babad Dipenogoro. pemujaan terhadap fakta hanyalah ilusi. Berbeda dengan historiografi modern yang dipelopori Ranke yang menekankan kritik. anakronis.

Geschiedenis van Nederlandsch-Indiё. Husein Djajadiningrat dapat dikatakan sebagai orang Indonesia pertama yang melakukan prinsip-prinsip metode kritis sejarah. Selain itu mereka mempunyai tradisi dalam historiografi kolonial yang cukup lama Oleh karena itu pada masa kolonial. Kenyataannya memang demikian. pengumpulan data dan komunikasi pemikiran sejarah pada abad ke-19 hampir sepenuhnya berada di tangan orang-orang Belanda/Barat. Semangat inilah yang mendorong penulisan sejarah dengan pendekatan “Indonesia sentries” menggantikan sudut pandang “Eropa sentries” atau “Belanda sentries” yang berkembang waktu itu. Setelah proklamasi kemerdekaan literatur sejarah Indonesia mengalami “booming”. Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang menerbitkan karya biografinya. namun sejalan dengan perkembangan dunia kolonial. Semangat nasionalisme yang berkobar-kobar dalam periode post kolonial 19 . susuhunan. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) sebenarnya merupakan studi filologis yang menggunakan historiografi tradisional sebagai obyeknya. Kemudian pada tahun 1936 giliran saudaranya. Sejalan dengan berkembangnya metode kritis. Namun seperti dikemukakan oleh Coolhaas bahwa harapan penulisan sejarah Indonesia akan sulit berkembang mengingat orang-orang Indonesia masih sedikit yang terlibat secara aktif dalam politik. penelitian. membutuhan pula sejarah yang dapat menunjukkan identitas dan simbol keindonesiaan. Kenang-kenangan Pangran Aria Achmad Djajadiningrat (Herrineringen van Pangran Aria Achmad Djajadiningrat) dalam dua bahasa. sampai meletusnya Perang Dunia II karya-karya sejarah kolonial masih mendominasi. bukan sultan. terutama buku-buku ajar sejarah pada tingkat sekolah menengah. yang mempunyai pengaruh besar terhadap penulisan sejarah Indonesia kemudian. kiai atau pemimpin Indonesia lainnya. perkembangan nasionalisme Indonesia yang berkembang sejak awal tahun 1920-an. di antaranya karya FW Stapel dkk. sejarah dianggap benar dan penting-bahkan oleh orang-orang Indonesia berpendidikanadalah “babad londo” dengan tokoh-tokohnya yang berkuasa seperti gubernur jenderal dan para residennya.Indonesia yang menulis. Awal abad ke-20 perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan munculnya studi sejarah yang kritis. Indonesia dan Belanda. Karyanya.

telah mendorong diterbitkannya buku-buku sejarah yang “Indonesia Sentris”. Pesimistis yang sempat berkembang itu kemudian menghilang sejalan dengan dibukanya kembali program studi sejarah di beberapa perguruan tinggi Indonesia. Nuku dan Diponegoro karena obyek-obyek penulisan seperti ini yang mampu menunjukkan identitas dan symbol keindonesiaan. yang kemudian dikenal sebagai sejarah sosial. namun sampai sampai dekade 1970-an. Dengan karyanya ini. Sartono menawarkan alternatife dan perspektif baru dalam penulisan sejarah Indonesia. Tidak sedikit pula sejarawan asing yang pesimistis terhadap obyektivitas sejarah yang “Indonesia sentries”. Pada tahun 1966 terbit buku The Peasants’ Revolt of Banten in 1888: Its Conditions. sejarah politik-khususnya masa pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan. Course and Sequel (terjemahannya. antara lain 6000 Tahun Sang Merah Putih. pergerakan nasional dan sebagainya menempati posisi yang sama seperti biografi para tokoh tadi. Muhammad Yamin menghasilkan beberapa karya sejarah. seperti Perang Dipenogoro. Perang Padri. Meskipun sudah muncul alternatif baru dengan multidimensinya. yang disusul oleh karyanya yang lain seperti Protest Movement in Rural Java (1973). Pemberontakan Petani Banten 1888 terbit pada tahun 1984) karya Sartono Kartodirdjo. Demikian pula sejarah perlawanan terhadap penjajah. seperti TB Simatupang menulis Laporan dari Banaran (1960) Semangat patriotisme yang berkobar-kobar namun tidak disertai dengan penguasaan metode sejarah teknis membuat banyak karya sejarah terbit pada periode ini sulit dipertanggungjawabkan dengan metode kritis. Dapat dikatakan sebagian besar karya sejarah waktu itu tidak lebih dari sejarah kolonial yang diputar balik peranan pelakunya. atau menuliskan memoarnya. Pada tahun 1977-1979 terbit secara bertahap karya monumental AH Nasution Sekitar Perang Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia yang 20 . Imam Bonjol. Karena itu pula banyak kritik terhadap karya seperti itu. dari “jahat” menjadi “baik”. dari “pemberontak” menjadi “pahlawan”. Tidak sedikit politisi aktif yang ikut menulis sejarah seperti Mr. dari pemberontak Diponegoro menjadi pahlawan Diponeogoro dan seterusnya. Oleh karena itu pada periode post revolusi ini banyak diterbitkan biografi tokoh-tokoh maupun pahlawan nasional seperti: Teuku Umar. Perang Aceh.masih cukup dominan. Pattimura.

Demikian pula dengan sejarah sosial Indonesia. baik dari segi metode maupun data faktualnya. Buku ini merupakan karya bersama sejarawan Indonesia waktu itu dalam upaya mewujudkan sejarah nasional. misalnya Nationalism and Revolution in Indonesia (1970) karya George Mc T Kahin dan Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance 1944-1946 (1972) karya BROG Anderson. Dr. yang sampai akhir hayatnya belum sempat diterbitkan. Duduk sebagai editor umumnya adalah Sartono Kartodirdjo. dalam dekade 1970-an. Di satu pihak kehadiran buku SNI berhasil menjawab kebutuhan akan adanya buku sejarah Indonesia yang “nasionalistis”.8 tahun 1977. 21 . namun di pihak lainnya telah mengundang polemik dan keprihatinan dari beberapa sejarawan lainnya. Buku ini semula adalah artikel-artikel yang dimuat dalam majalah Prisma No. Buku ini banyak memberikan informasi tentang jalannya perang pada periode 1945-1949.. yaitu dalam masalah sumber data. namun banyak orang Indonesia yang menilai penulis-penulis asing masih lebih baik dalam tulisan sejarah yang bertema “perang kemerdekaan Indonesia”. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Keprihatinan inilah antara lain yang menjadi salah satu faktor untuk menulis buku sejarah nasional sejenis yang lebih baik. misalnya Onghokham (1975) yang menulis tentang Madiun pada abad ke-19. sampai akhir dekade 1970-an masih lebih banyak ditulis oleh peneliti asing. Taufik Abdullah dan Prof. Para sejarawan yang dimotori oleh Prof. Dr. Namun buku yang cukup tebal ini mempunyai satu kelemahan yang cukup mendasar. Setelah itu pada tahun 1979 terbit buku Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia (1979) karya Nugroho Notosusanto yang merupakan studi akademik pertama tentang masa pendudukan Jepang yang dikalakukan oleh orang Indonesia. Selain itu. Dalam waktu yang hampir sama terbit kumpulan biografi singkat dari berbagai tokoh yaitu Manusia Dalam Kemelut Sejarah (1978). Meskipun ada perkembangan dalam penulisan sejarah Indonesia. di samping beberapa orang Indonesia dalam bentuk disertasi. tepatnya tahun 1977 terbit buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) yang terdiri dari 6 jilid yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan. Buku SNI dinilai masih mengandung banyak kelemahan. Upaya itu mulai dirintis sejak penghujung abad ke-21.terdiri dari 11 jilid.

dapat dikatakan semacam jembatan antara metode naratif dengan metode struktural. sebenarnya perkembangan historiografi Indonesia tidaklah sesuram itu. Di luar keprihatinan itu.B. Namun perkembangan itu luput dari pengamatan para pakar sejarah. karena sebagian besar lebih tertarik untuk mengamati dan mendekonstruksi sejarah politik masa Orde Baru. Perintis pendekatan strukturistik di Indonesia adalah R. Lapian yang bertindak sebagai editor umum. khususnya yang menyangkut tema sekitar “Gerakan September Tiga Puluh” atau “G-30-S PKI”. Justru sejak akhir abad ke-20 telah berkembang pula penulisan sejarah dengan pendekatan baru. 22 . merencanakan untuk menulis sejarah Indonesia yang nantinya terdiri dari 8 jilid (plus satu jilid tambahan). Leirissa dari Universitas Indonesia. Metode baru itu.Z. Penggunaan metode strukturistik itu terlihat dalam beberapa karyanya seperti Halmahera Timur dan Raja Jailolo (1996) dan Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (2006).A. yaitu metode strukturistik.

Jelaskan bagaimana cara kerja filsafat Hegel dalam membuktikan kebenaran sejarah? e. Rangkuman  Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Jelaskan bagaimana cara pembuktian kebenaran sejarawan Yunani dibandingkan sejarawan masa kini? c. Coba sebutkan beberapa buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh sejarawan Indonesia.Tes Formatif a. Mengapa Leopold von Ranke diberi gelar bapak sejarah akademik (father of historical science)? d.1. Tunjukkan bentuk sejarah tekstual dan nontekstual 3.1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “zeitgeist”? b. Buatlah laporan sebuah biografi pahlawan Indonesia 1.6.5. yang bertemakan perang kemerdekaan atau revolusi Indonesia? 23 .Latihan 1. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) dan semakin berkembang sejalan dengan dibukanya program-program studi sejarah pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia.6.  Penguasaan teori dan metodologi sangat berpengaruh terhadap mutu penulisan sejarah  Historiografi Indonesia modern mulai berkembang sejak awal abad ke-20 yang ditandai dengan terbitnya karya Husein Djajadinigrat. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu sejarah 2. 1. Jelaskan mengapa historiografi tradisional Indonesia dinilai tidak patut dijadikan sebagai sumber data atau bahan referensi sejarah? f.

Nugroho. 1982. & Modern. 1982. dan Daniel Dhakidae (red). Breisach. Jakarta: Serambi. Jakarta: PT Gramedia. R. Kuntowijoyo. Manusia Dalam Kemelut Sejarah. Kahin. Jakarta: LP3ES. Jakarta: Gramedia. 2005. Frederick. Jakarta: Balai Pustaka. William H. London-New York: Routledge. 2006. Pemahaman Sejarah Indonesia: Sebelum dan Sesudah Revolusi. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. 24 . Leirissa. Protest Meovement in Rural Java. Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Jakarta: LP3ES. Bentley. 1983. Pemberontakan Petani Banten 1888: Kondisi. Michael.C. The End of History and The Last Man: Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal.Chicago-London: The University of Chicago Press.Z. The Structures of History. Amarullah) Yogyakarta: Qalam. Yogyakarta: Bentang. Ithaca-London: Cornell University Press. Main Trends in History. Oxford-Cambridge: Blacwell. 1996.. 1984. Mengerti Sejarah. (terjemahan oleh: Hasan Basari) Jakarta: Pustaka Jaya. dan Kelanjutannya. Ernst. Taufik. Fukuyama. Gottschalk. Medievel. ---------------. 1993.Daftar Sumber Abdulah. 1979. Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia. Jalan Peristiwa. Sartono. Christopher.. Barraclough. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif.. ---------------. 2006. Jakarta: Pustaka Sejarah. 1995. 2006. Nationalism and Revolution in Indonesia. M. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. (Terjemahan oleh H..). Notosusanto. ---------------. 1978. Goerge Mc T.M. Soeri Soeroto (peny. Francis. Geoffrey. New York-London: Holmes & Meier. Louis. Ricklefs. Kartodirdjo.Halmahera Timur dan Raja Jailolo. 2004. 1970. Modern Historiography An Introduction. Pengantar Ilmu Sejarah. Lloyd. Aswab Mahasin. 1991. Historiography: Ancient.

2.1. Pendahuluan 2. Indonesia yang 2. Di sini juga dikemukakan nama ”Indonesia” yang diciptakan oleh J. Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1. Terbentuknya bangsa dan negara Indonesia 25 .1. Uraian dimulai sejak pra-Indonesia.R. Logan pada pertengahan abad ke-19 dan nama atau “Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan yang dibuat Perhimpunan Indonesia. Deskripsi Singkat Pertemuan ini akan memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat memahami proses pembentukan bangsa Indonesia. 3. Manfaat Manfaat utama bagi mahasiswa setelah mempelajari bab ini adalah agar mereka memahami bagaimana proses terbentuknya bangsa dan negara memakan waktu panjang. Lahir dan perkembangan nasionalisme Indonesia 4. Memahami penciptaan nama “Indonesia” dan konsep ”Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan. sejak adanya kerajaan-kerajaan kuna pada abad ke-5 Masehi hingga tahun 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan.1. Tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan di Indonesia 2.1.BAB II PEMBENTUKAN BANGSA INDONESIA 2 .3.2.1.

kedua kerajaan tersebut tidak terdengar lagi beritanya. keduanya berdiri pada abad ke-5 Masehi. Aswawarman. dan Mulawarman. Adanya perang-perang antara raja-raja dan pemimpin rakyat melawan penguasa asing yang berlangsung sejak abad ke17 hingga abad ke-19 menunjukkan adanya proto nasionalisme di kalangan mereka. Dua kerajaan yaitu Sriwijaya di Sumatra Selatan dan Majapahit di Jawa Timur. Kerajaan Sriwijaya kemudian dapat mengalahkan kerajaan Malayu dan penguasa-penguasa daerah lainnya. pada abad ke-7 Masehi di pantai timur Sumatra bagian selatan berdiri dua kerajaan Buddha yaitu Sriwijaya dan Malayu. Pada abad ke-7 Masehi. mulai 1908. Sebelum 1908 merupakan masa pra-Indonesia yang sejarahnya dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada Abad ke-5 Masehi. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha Masa pra-Indonesia dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan tertua. yaitu Kutai di Kalimantan Timur dan Tarumanagara di Bogor. kemudian Islam yang ada di wilayah Indonesia. sejak bangkitnya nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo (BU). berada pada masa pra-Indonesia.1. Selanjutnya.2. sedangkan kerajaan Tarumanagara diperintah oleh Purnawarman. Muhammad Yamin juga menyebut Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Negara Kebangsaan ketiga. Jawa Barat. oleh Sukarno dan Muhammad Yamin masingmasing kerajaan tersebut merupakan negara kebangsaan (nationale staat) pertama dan kedua. sehingga daerah kekuasaannya meliputi seluruh pulau Sumatra dan pulau-pulau di sebelah 26 . Sejarah kerajaan-kerajaan Hindu. Buddha.2. Pra-Indonesia Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa dan negara Indonesia resmi terbentuk sebagaimana disebut dalam UUD 1945. dapat dikatakan bahwa mereka telah mempunyai rasa nasionalisme dalam bentuk awal (proto nasionalisme). Walaupun perang-perang itu hanya meliputi suatu wilayah tertentu. 2. organisasi pertama bangsa Indonesia. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia melalui suatu proses yang panjang. Kerajaan Hindu Kutai diperintah berturut-turut oleh Kundungga.2. namun karena perang itu karena adanya keinginan untuk mengusir penguasa asing dari wilayah mereka.

Pada masa pemerintahannya ditulis kekawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa. dan ia terbunuh. dan sebagian Jawa Barat. mungkin juga karena kerajaan tidak dapat hidup hanya dari hasil pertanian. Ada beberapa kemungkinan alasan kepindahannya. dan beberapa pulau di Nusa Tenggara. dan Mendut. istana diserang. dihukum dengan memotong jari-jari kakinya untuk pelajaran terhadap rakyatnya. Kerajaan Sriwijaya menguasai jalar lalu lintas perdagangan antara India dan Cina dan menjamin keamanannya dari ancaman bajak laut. di Jawa Tengah berdiri kerajaan Holing atau Kalingga. Pawon. Rakai Panangkaran. kemudian ada seorang raja bernama Dharmawangsa. dibakar. 27 . Salah seorang rajanya yang terkenal adalah Ratu Hsi-mo atau Sima. Wilayah kerajaannya meliputi Jawa Timur. Semenanjung Malayu. dan Jawa Timur memenuhi tuntutan itu. Raja pertama. ada masa yang gelap. Mengenai pusat pemerintahan Sriwijaya. Seorang pendeta agama Buddha yang mau belajar ke India dapat belajar lebih dahulu di Sriwijaya. Mpu Sindok menamakan dirinya Sri Isanawikrama mendirikan wangsa Isana yang menurunkan raja-raja di Jawa Timur sampai tahun 1222. kemudian baru belajar ke India. Jawa Tengah. mendirikan candi Borobudur. pada awal abad ke-8 di Jawa Tengah berdiri kerajaan Mataram yang beribukota di Medang. melainkan perlu juga dari hasil perdagangan. Ia mendirikan candi Kalasan dan Sewu. Penggantinya. menaklukkan raja-raja di sekitarnya. Sriwijaya merupakan pusat pengajaran agama Buddha yang bertaraf internasional. ratu yang memerintah secara adil. Bali. Waktu pemerintahan Mpu Sindok. Pada tahun 1017 ketika ia merayakan pernikahan putrinya dengan Airlangga.timurnya. Tahun 1019 Airlangga naik tahta. Samarattungga. Putra mahkota sendiri yang tidak sengaja telah menginjak pundi-pundi berisi emas yang ditaruh di jalan. Penggantinya lagi. antara lain karena bencana alam. menamakan dirinya sebagai ”permata wangsa Sailendra”. Airlangga sebagai menantunya berhak naik tahta menggantikan mertuanya. Pada waktu yang relatif bersamaan. Untuk menghindari perang saudara. kemudian mengalahkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya satu per satu. pusat pemerintahan Mataram dipindahkan ke Jawa Timur. namun pendapat yang kuat berada di Palembang. sebelum ia meninggal kerajaan dibagi dua. Setelah pemerintahan Mpu Sindok. sampai sekarang masih diperdebatkan. Sanjaya. Setelah Kalingga.

Ranggawuni. Tahun 1293 berdiri kerajaan Majapahit. R. Pasukan Kubilai Khan kemudian dapat dikalahkan oleh R. sebelah timur dinamakan kerajaan Jenggala dan sebelah barat kerajaan Panjalu yang kemudian terkenal dengan nama Daha atau Kediri. Politik untuk menguasai seluruh nusantara berakhir tahun 1357 28 . penggantinya berturut-turut adalah Anusapati. Wijaya menobatkan diri menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. penguasa bawahannya di Tumapel setelah membunuh Tunggul Ametung. kerajaan pecah dua. penggantinya adalah adiknya perempuan yang bergelar Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwardhani. Kerajaan Jenggala akhirnya lenyap. Kediri dikuasai. mendirikan wangsa Rajasa yang memerintah di kerajaan Singhasari dan Majapahit. Ia kemudian digantikan oleh putranya. Jayanegara. Jayakatwang kemudian dikalahkan oleh pasukan Kubilai Khan yang sesungguhnya datang untuk menyerang Kertanegara yang telah menyakiti utusannya. Setelah Airlangga meninggal. Ia mengucapkan ”sumpah palapa” di hadapan raja dan para pembesar Majapahit dalam rangka melaksanakan politik nusantaranya. Wijaya. Gajah Mada. Kertajaya. sedangkan kerajaan Kediri tumbuh dan berkembang. meliputi Sumatera di bagian barat sampai daerah Maluku dan Irian di bagian timur. meliputi hampir seluas wilayah Indonesia sekarang. Puncak kebesaran atau zaman keemasan Majapahit ada di bawah pemerintahan raja Hayam Wuruk yang didampingi oleh patihnya. Ken Arok naik tahta dan menamakan dirinya Rajasa. Raja Kediri terakhir. dan lahirlah kerajaan baru. Setelah Ken Arok. Kediri. Ia dikalahkan oleh Jayakatwang. Pada masa pemerintahannya ditulis kitab Bhratayuddha oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. keturunan Singhasari. dan raja terakhir adalah Kertanegara. bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Tohjaya. Setelah Jayanegara meninggal. Dalam rangka melaksanakan politik tersebut ia menundukkan daerah-daerah yang belum bernaung di bawah Majapahit. raja bawahannya. tahun 1222 dikalahkan oleh Ken Arok. Singhasari.Pembagian kerajaan dilakukan oleh Mpu Barada. Daerah kekuasaan Majapahit. luas. Di antara raja-raja Kediri yang terkenal karena ramalan-ramalannya adalah Jayabaya.

Kerajaan Majapahit runtuh sekitar tahun 1527 dikalahkan oleh Demak. Selain itu di Jawa Barat ada kerajaan-kerajaan kecil. pada abad ke-9 terdapat kerajaan Singhamandawa. 4 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum). sesudah itu raja yang memerintah memakai gelar Warmadewa. Tabanan. Menurut sumber lokal/asli.1 Negarakertagama oleh Mpu Prapanca. Kerajaan-kerajaan itu adalah kerajaan Galuh. hlm. 400.sehubungan dengan terjadinya peristiwa di Bubat. Kawali. Edisi Pemutakhiran. Jakarta: Bali Pustaka. Mengwi. terjadilah perang di Bubat. H. Selain itu di Bali berdiri kerajaan-kerajaan lain seperti Gianyar. Perselisihan terjadi ketika Gajah Mada tidak menghendaki jika perkawinan itu dilangsungkan begitu saja. 26. 3 Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha adalah karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indonesia.C. 2 Ricklefs. namanya sesuai dengan pusat pemerintahannya.3 Di Bali. terdapat satu kerajaan Hindu-Buddha bernama Kerajaan Sunda. pusat pemerintahannya berpindah-pindah. terjadi perang-perang saudara. selanjutnya kerajaan dikuasai oleh keluarga raja Jawa. Nusiya Mulya. Salah seorang putra Udayana adalah Airlangga yang menjadi raja di Jawa Timur. anak Bhre Wengker Wijayarajasa. Kerajaan tersebut kemudian dikalahkan oleh Majapahit. Rombongan raja Sunda itu datang untuk mengawinkan putrinya dengan Hayam Wuruk sebagai permaisuri. Edisi Pemutakhiran. 4 1 Peristiwa atau perang di Bubat terjadi ketika Raja Kerajaan Sunda bersama putrinya. Menurut sumber asing. beserta para pembesar kerajaan dan pengiringnya sampai di Majapahit. Drs. Sejarah Nasional Indonesia. Salah seorang rajanya bernama Dharma Udayana Warmadewa yang memerintah pada akhir abad ke-10. tahun 1579 dikalahkan oleh kerajaan Islam. Sejarah Indonesia Modern. Di Jawa Barat. 1991. Nama raja yang memerintah antara lain Ratu Sri Ugrasena. Kerajaan Sunda pada masa pemerintahan raja terakhir. Jilid II. hlm. dan bagaimana nasib para penguasa Majapahit sesudah penaklukan. Para pembesar tidak setuju dengan sikap Gajah Mada. Dyah Pitaloka. dan yang sangat terkenal adalah kerajaan Pakwan Pajajaran. Prahajyan Sunda.2 Bagaimana penaklukan Majapahit oleh Demak. Ia menghendaki agar putri itu dipersembahkan oleh raja Sunda kepada raja Majapahit sebagai tanda tunduk terhadap kerajaan Majapahit. setelah Tarumanagara runtuh menjelang akhir abad ke-7. di Jawa Barat ada beberapa kerajaan. 29 . diperkirakan terletak di sekitar Tampaksiring. tidak diketahui secara pasti. Semua orang Sunda termasuk Dyah Pitaloka gugur. tidak ada raja yang kuat. 2008.. dan Buleleng. Hayam Wuruk kemudian menikah dengan Paduka Sori. Pada masa itu ditulis kitab Setelah Hayam Wuruk meninggal. yaitu kerajaan Kuningan dan Saunggalah. Jilid II. Karangasem. (Terj.. Dharmono Hardjowidjono). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

banyak kerajaan. karena itu pengaruh Majapahit sampai di sana. Di Kalimantan Timur. Raja Mahkota. Siak. dan Luwu. Mataram. Salah seorang rajanya.2. dan Kahuripan yang berpusat di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai sekarang. dan Cirebon. Kerajaan-kerajaan itu ada di Sumatra. Tiku. muncul kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam. Di bawah pemerintahannya Aceh menaklukkan Samudra Pasai dan Pedir. Lambri atau Lamaru atau Tamni. Banten. Jambi. Kerajaan ini sudah menggunakan mata uang yang terbuat dari emas yang disebut dramas. Arcat. Daha. Bima. dan Pontianak. kemudian masuk Islam setelah kalah bertanding kesaktian dengan mubaligh yang menyebarkan Islam ke sana. Wajo. Kerajaan tersebut selalu mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Daya. Kerajaan mengadakan hubungan pernikahan dengan kerajaan Malaka di Malaysia. Jambi. Andalas. Kalongkong. Di Kalimantan terdapat kerajaan Banjar. Indragiri. Kampar.2. Rupat. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Islam Setelah agama Islam masuk ke Indonesia. Tongkal.5 Di Jawa. Jawa. Kalimantan. Sulawesi Selatan. Kutai. dan Barus. Kemudian salah seorang raja penggantinya mengalahkan beberapa kerajaan seperti Batak. Di Maluku terdapat kerajaan Ternate dan Tidore. Kerajaan Negara Dipa pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Raja pertama adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530). Pase. Di Nusa Tenggara terdapat kerajaan Lombok. Bican. Soppeng. Di Sulawesi terdapat kerajaan Gowa-Tallo. Batak. Aru.Di Kalimantan ada kerajaan-kerajaan Hindu yaitu kerajaan Negara Dipa. dan Dompu. Panchur. ada kerajaan Kutai yang beragama Hindu. Pedir. Minangkabau. dan Barus. Pariaman. Sumbawa. Bone. Aceh Darussalam. Kerajaan Samudra Pasai di Sumatra bagian utara tumbuh pada pertengahan abad ke-13. raja pertama bergelar Sultan Malik As-Shaleh. 30 . terutama ada di sepanjang pesisir Selat Malaka dan pesisir barat. Kerajaan ini mengalami puncak kekuasaan atau zaman keemasan di bawah Sultan Iskandar Muda 5 Kerajaan-kerajaan di Sumatera banyak sekali. yaitu kerajaan Samudra Pasai. terdapat kerajaan Demak. Di Sumatra. 2. Pirada. Palembang. Aru. Kerajaan juga pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Timar Tengah. Tambora. Nusa Tenggara. Kerajaan Aceh Darussalam tumbuh dan berkembang pada abad ke-16. terutama Kutai. dan Maluku. Pajang.

Kampar. Sejak 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan. Sultan Mahmud Badaruddin ditangkap lalu dibuang ke Ternate. akibatnya Belanda berhasil mengukuhkan kekuasaan politik dan ekonominya di Minangkabau atau Sumatra Barat. Kaum Padri akhirnya kalah. Pemimpin Kaum Padri antara lain Tuanku Imam Bonjol tertangkap. raja berkedudukan di Pagaruyung.(1607-1636). perang antara kaum Paderi melawan kaum Adat yang dibantu oleh Belanda. pertama antara tahun 1821-1825 dan kedua antara tahun 1830-1938. Raja pertama kesultanan Palembang bergelar Abdurrakhman Khalifat al-Mukminan Sayidil Iman atau Pangeran Kusumo Abdurrakhman. Pada tahun 1873-1904 kerajaan ini berperang melawan Belanda. raja sebagai lambang negara. pada abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. merebut Pahang. sedangkan kekuasaan ada di tangan para penghulu yang tergabung dalam Dewan Penghulu atau Dewan Nagari. Perang diakhiri dengan kalahnya Aceh pada tahun 1904. Di Jambi kerajaan Islam berdiri pada sekitar tahun 1500 di bawah pemerintahan Sultan Orang Kayo Hitam. Pada waktu pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819 kerajaan diserang Belanda. Perang berlangsung dua babak. dan Nias. Teuku Cik Di Tiro. agama Islam baru masuk pada akhir abad ke-14 atau awal abad ke-15. dan Indragiri yang berdiri pada abad ke-15. dari sana dipindahkan ke Ambon. Dalam serangan Belanda kedua. Di Minangkabau antara tahun 1821-1838 terjadi perang Paderi. 31 . lalu dipindah lagi ke Manado dan meninggal di sana tahun 1864. Di Minangkabau. Setelah pemerintahannya. mengalahkan armada Portugis di Bintan. Palembang. Johor di Malaysia. Aceh memasuki masa perpecahan yang panjang. Para pimpinan perang di antaranya Panglima Polem. kemudian diasingkan ke Cianjur. Sumatra bagian selatan. daerahnya langsung dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda. Di Sumatra Barat. Di pantai timur Sumatra ada kerajaan-kerajaan Islam Siak atau Siak Sri Indrapura. Ia menaklukkan kerajaan-kerajaan di pesisir timur dan barat Sumatra. Di bawah pemerintahannya Aceh menjadi negara yang paling kuat di Nusantara bagian barat. Sedangkan agama Islam masuk ke Minangkabau sekitar akhir abad ke-15. Antara tahun 16591706 Kesultanan Palembang diperintah oleh sebelas orang sultan. Teuku Umar dan Cut Nyak Din.

Sunan Bonang. 56. merupakan pengganti Demak. Wilayah Demak meliputi daerah Jawa Timur dan Jawa Barat.Di Jawa berdiri kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam yaitu Demak. (Setelah Hadiwijoyo. Madiun. Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo (1584-1601). ”Sultan” Trenggono terbunuh ketika melakukan ekspedisi melawan Panarukan tahun 1546. 32 . Lamongan. Demak di bawah Sultan Trenggono merupakan zaman keemasannya. Wilayah itu pertama kali diperintah olehnya pada tahun 1578. adalah putra Prabu Brawijaya Kertabhumi. dan Surabaya di Jawa Timur. Demak didirikan pada perempat terakhir abad ke-15 oleh seorang asing yang beragama Islam. Sultan Trenggono mengalahkan penguasa-penguasa Tuban. terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga. ”Sultan” Demak pertama. Setelah Sultan Trenggono meninggal tahun 1546. dihadiahkan Sultan Pajang kepada Kyai Gede (Ageng) Pemanahan yang merupakan keturunan raja Majapahit terakhir. pemerintahan Pajang di tangan Pangeran Banowo). Raja-raja Demak terkenal sebagai pelindung agama. Ia menantu Sultan Pajang Hadiwijoyo yang meninggal tahun 1587. Termasuk Wali Sanga adalah: Sunan Ampel. kemudian Mataram di Jawa Tengah. hlm. Kemudian pengganti Kerajaan Pajang adalah kerajaan Mataram yang pusatnya di kota Surakarta dan Yogyakarta. 6 Kerajaan Pajang yang ada di pedalaman Jawa Tengah. dan Blitar. Arya Penangsang. Sunan Giri. kerajaan Mataram dikembangkan ke daerah pesisir utara Jawa Tengah. raja Majapahit terakhir. Banten dan Cirebon di Jawa Barat. Daerah Mataram yang termasuk wilayah kerajaan Pajang. Pasuruan. dan berikutnya lagi Sultan Trenggono. dan Syeh Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. 6 Rikleft. Raden Patah. Setelah Raden Patah. Sunan Drajat. Di bawah pemerintahannya. Sunan Kali Jaga. Sunan Muria. tahun 1484 pemerintahan dipegang oleh anaknya. Surabaya. Pendirian Mesjid Agung Demak oleh para wali dengan arsiteknya Sunan Kali Jaga merupakan pusat dakwah para wali. Berturut-turut raja-raja yang memerintah sesudahnya adalah Sultan Prawoto. Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono Demak mengalami zaman keemasan. Antara raja-raja dan ulama erat berhubungan. Panarukan. Sunan Gunung Jati. Sunan Kudus. Setelah ia meninggal. raja berikutnya adalah Pati Unus (1518-1521). dan kemudian Jaka Tingkir yang menobatkan dirinya sebagai Sultan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. terutama dengan Wali Sanga. Pajang.

suami saudara perempuan Sultan Trenggono. Mataram mengakui kekuasaan VOC. Sultan Agung mau menusir VOC dari Batavia.Jawa Timur. tahun 1677 ia jatuh sakit di Wanayasa. Giri. dan Pasuruhan. Setelah Senopati meninggal. Tegal. Tahun 1755 melalui Perjanjian Gianti. berpusat di Banten Girang yang diperintah oleh Pucuk Umun. Pati. Tahun 1552 Sunan Gunungjati pindah ke Cirebon. tahun 1613. Bagelen. Jenazahnya dimakamkan di Tegal Arum. digantikan oleh anaknya yang bergelar Susuhunan Amangkurat I (16471677). dan Blambangan. pemerintahan diserahkan kepada anaknya Sultan Hasanuddin (1552-1570). Banten kemudian diperintah oleh Gunungjati sebagai vasal Demak. Ia digantikan oleh Amangkurat II. raja terbesar Mataram (1613-1646). kemudian namanya sebagai Panembahan Seda ing Krapyak. Selanjutnya. Setelah Sultan Agung meninggal. Tahun 1645 ia sakit dan meninggal. Sultan meluaskan wilayah kekuasaannya ke Lampung. Senopati meluaskan kekuasaannya. kedudukannya digantikan oleh Raden Mas Jolang (16011613). Di Jawa Barat berdiri kerajaan Banten. Madiun. Tahun 1628 ia mengirim pasukannya ke Batavia tetapi tapi gagal. Kediri. Ia lebih dekat dengan VOC dan mengadakan perjanjian dengan VOC. dibawa ke Mataram. dan Tegal. dan Jawa Barat. juga gagal. Setelah merasa kuat. Mas Jolang tahun 1613 meninggal di Krapyak. Mataram dibagi dua yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surabarta. Kalahnya 33 . Senopati melepaskan diri sebagai vasal kerajaan Pajang dan kemudian mengalahkan Pajang sekitar tahun 1587-1588. Ia kemudian digantikan lagi oleh Sultan Agung. Mataram di bawah Sultan Agung selain bersifat agraris juga mengembangkan perdagangan ekspor dan impor melalui pelabuhan di pesisir utara Jawa seperti Jepara. Mataram di bawah pemerintahannya mengalami puncak kejayaannya. Ia memindahkan kraton dari Kota Gede ke Plered. Tuban. pusat kerajaan dipindahkan ke Surasowan di teluk Banten. Waktu mau minta bantuan pada VOC karena pemberontakan Trunajaya. Kedu. Benda-benda kerajaan yang keramat seperti pusaka yang merupakan simbul dan hiasan supra natural. Kemudian Hasanuddin digantikan oleh Molama Yusuf (1570-1580) yang berhasil menaklukkan kerajaan Pajajaran tahun 1579. Banten kemudian dikalahkan oleh Sunan Gunungjati. Ponorogo. Mula-mula Banten sebelum 1525/1526 merupakan kadipaten dari Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. Sultan Agung kembali menyerang Surabaya tahun 1625. Kendal. Pengiriman pasukan diulangi lagi tahun 1629. menaklukkan Demak.

dan Sambangan. Kerajaan Banjar mengirimkan upeti pada keraaan Demak. Surabaya dikuasai Sultan Agung tahun 1625. Kerajaan-kerajaan Islam di Kalimantan adalah kerajaan Banjar atau Banjarmasin di Kalimantan Selatan. dan Galuh sekitar tahun 1528-1530 dan ke daerah Banten 7 bersama putranya Maulana Hasanuddin tahun 1525-1526. Jakarta: Balai Pustaka. Kutai di Kalimantan Timur. Batanglawai. salah seorang Wali Sanga. Sunan Gunung Jati meninggal tahun 1568 Surabaya merupakan pelabuhan perdagangan yang besar pada awal abad ke-16. Islam disebarkan. antara lain ke Kuningan. kalangan elite Sunda memeluk agama Islam. Tahun 1479 Syarif Hidayatullah menggantikan mertuanya sebagai penguasa Cirebon. awal abad ke-17 ibu kota kerajaan dipindahkan ke Amuntai. Ia mendirikan keraton yang diberi nama Pakungwati. Sultan Ageng Tirtayasa kalah. Setelah Pajajaran dikalahkan. Kerajaan dapat menguasai Kalimantan Timur Tenggara. 34 . Madawi. Syarif Hidayatullah terkenal juga dengan gelar Sunan Gunung Jati.Pajajaran berarti lenyaplan kerajaan besar yang menganut agama Hindu-Buddha di Jawa. Sampit. sebelah timar Keraton Kasepuhan. Edisi Pemutakhiran. Tahun 1513 Cirebon di bawah kekuasaan Lebe Usa dikuasai Raden Patah dari Demak. Kesultanan Banten mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Kotawaringin. Pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati. Diperkirakan tahun 1470 agama Islam masuk Cirebon dibawa oleh Syarif Hidayatullah salah seorang wali sanga yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati. 2008. Tengah. Talaga. Kerajaan Banjar dibawah Sultan Surnyanullah meluaskan kekuasaannya ke Sambas. Raja ini melakukan perlawanan dengan putranya. Jilid III. Di Kalimantan ada beberapa kerajaan Islam baik yang besar maupun kecil. dan Barat. Sejak pengaruh Belanda 7 masuk ke Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia diambil dari karangan Marwati Djoened Poesponegooro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indoensia. Ketika diperintah raja Sultan Mustain Billah. tetapi baru pada awal abad ke. Sukadana. Dia juga kemudian memindahkan lagi ibu kotanya ke Kayu Tangi.17 Surabaya muncul sebagai kekuatan pantai yang terkemuka. Cirebon semula menjadi pelabuhan kerajaan Sunda Pajajaran. Agama Islam masuk ke kerajaan Banjar karena dibawa Demak tahun 1550. kemudian Pajang. sultan Haji yang dibantu VOC. dan Pontianak di Kalimantan Barat. Ia menghentikan memberi upeti ke pusat kerajaan Pajajaran di Pakuan.

dan Luwu. Kerajaan Gowa-Tallo mengalahkan kerajaan Wajo tahun 1610 dan Bone tahun 1611. Setelah beadu kesaktian antara mubalig dengan dengan Raja Mahkota. Peng-Islaman di Pontianak dilakukan oleh Habib Husein Al-Gadri pendakwah dari Hadramaut. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Ia memerintah tahun 1773-1808. Kedua kerajaan itu diperintah oleh Pate atau mungkin Adipati. pada masa pemerintahan Raja Mahkota datang dua mubalig Islam. Karena adanya ancaman dari VOC. digantikan oleh outranya. kerajaan diserahkan kepada VOC. terjadi perlawanan terhadap Belanda antara 1859-1863. kerajaan Gowa diseahkan kepada VOC. Di Kalimantan Barat antara lain ada kerajaan Tanjungpura dan Lawe (daerah Sukadana). kerajaan Gowa-Tallo mengadakan hubungan baik dengan Portugis. Pangeran Sayid Abdurrahman Nurul Alam yang mendirikan keraton dan mesjid di Pontianak. Kerajaan wajo menyerah. Bone. Islamisasi di Sulawesi Selatan oleh tiga mubalig yang disebut Dalto Tallu ketiganya bersaudara dan berasal dari Koto Tengah. waktunya diperkirakan tahun 1575. Minangkabau. Selanjutnya kerajaan Kutai menyebarkan agama Islam ke daerah sekitarnya. Tahun 1670 kerajaan Wajo diserang VOC bersama tentara Bone. perselisihan-perselisihan terjadi baik dengan Belanda maupun lingkungan kerajaan. Setelah meninggal. Setelah Sultan Adam meninggal 1857. Dato`ri Bandang dan Tunggang Parangan setelah mengIslamkan makassar. Sejak tahun 1616 antara kerajaan Gowa dan VOC terjadi permusuhan. Perang besar-besaran terjadi tahun 1654-1655. 35 . Di Sulawesi Selatan terdapat lima kerajaan Islam. Para mubalig itu yang mengislaamkan raja Luwu tahun 1605. Perlawanan dari pihak kerajaan Banjar di antaranya dipimpin oleh Pangeran Antasari. Pada abad ke-17 kedua kerajaan itu ada di bawah epngaruh kerajaan Mataram. tetapi kemudian terjadi peperangan antara kerajaan Gowa di bawah Sultan Hasanuddin melawan VOC yang dibantu tentara Bugis di bawah Arung Palaka. Tahun 1656 ada perjanjian perdamaian. Diperkirakan Islam masuk ke sana pada sekitar abad ke-14-15.Kalimantan Selatan. Soppeng. raja Tallo tahun 1605. selanjutnya sultan-sultannya diperintah oleh sultan-sultan keluarga Habib alGadri. Wajo. yaitu Gowa-Tallo. tunduk pada Pate Unus dari Demak. raja kalah dan masuk Islam. Perang berakhir melalui Perjanjian Bongaya tahun 1667. raja tahun 1607.

Putranya. Kerajaan Lombok dan kerajaan-kerajaan di Sumbawa dikuasai kerajaan Gowa. kerajaankerajaan di Nusa Tenggara ditekan VOC. Akan tetapi setalah Baabullah meninggal. kerajaan Islam yang menonjol adalah kerajaan Ternate dan Tidore. Setiap penguasa bebas untuk melakukan ekspansi ke wilayah penguasa lain dalam rangka untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaan mereka.Akan tetapi persatuan itu pecah lagi setelah kedatangan orang Portugis dan Spanyol ke Tidore. terdapat banyak sekali penguasa-penguasa daerah atau wilayah yang dinamakan kerajaan atau kesultanan atau lainnya. Waktu itu. Spanyol ke Tidore. di wilayah Indonesia tidak ada satu kekuatan yang tetap yang menjadi super power. Pusat kerajaan Lombok di Selaparang di bawah pemerintahan prabu Rangkesari mengalami zaman keemasan. tahun 1570 sultan ini dibunuh Portugis. masuknya agama Islam ke Lombok diperkirakan pada abad ke-16 yang diperkenalkan oleh Sunan Perapen. Ternate diserang orang Spanyol. Keadaan seperti itu terjadi terus silih berganti. Sultan Baabullah. berkembang dalam waktu lama. melalui para mubaligh dari Makassar antara tahun 1540-1550. Kerajaan Bima akhirnya dikuasai oleh VOC. Ternate di bawah Sultan Hairun berhasil mempersatukan daerah-daerah di Maluku Utara di bawah Ternate. Suatu kerajaan atau kesultanan setelah berdiri kemudian tumbuh.Di Nusa Tenggara. asal mereka kuat. Rajanya ditangkap dan diasingkan ke Manila. Di Nusa Tenggara ada juga kerajaan Bima dengan raja pertama Ruma Ta Ma Bata Wada yang bergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir. dia yang mempunyai kekuasaan luas dan besar. meneruskan perlawanan dan dapat mengusir Portugis dari Ternate. Islam memasuki Maluku antara tahun 1460-1465. Akan tetapi. Dari uraian di atas tampak bahwa di Indonesia sebelum berdiri Negara Kesatuan RI tahun 1945. putra Sunan Giri. Besar kecilnya kerajaan tergantung pada raja yang memerintah. Setelah terjadi perjanjian Bongaya. Portugia memusatkan perhatiannya ke Ternate. Setiap kerajaan atau kesultanan melakukan ekspansi untuk bisa menjadi maharaja 36 . Islam masuk ke Sumbawa mungkin melalui Sulawesi. namun bisa juga menjadi kecil kembali bahkan mati karena dikalahkan oleh penguasa lain. Kerajaan Lombok dan Sumbawa akhirnya dikuasai VOC. Tahun 1565 Sultan Khairun menyerang Portugis. Di Maluku. Siapa yang kuat.

dalam hal pergantian raja atau sultan sering terjadi kericuhan di antara keluarga atau bahkan terjadi pembunuhan terhadap raja yang berkuasa. Karena kalahnya persenjataan pihak kerajaan. meskipun telah ada semacam aturan. Pangeran Antasari dari Banjar. Mereka bersatu untuk bersama-sama melawan Belanda. Diponegoro dari Jawa Tengah. muncul kekuatan baru di Indonesia di samping kerajaan-kerajaan. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. sering terjadi yang dilakukan oleh seorang raja dan atau keluarga raja. Kekuatan baru ini pun berusaha untuk mengembangkan usahanya. Perang-perang itu dilakukan sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20. Imam Bonjol dari Sumatra Barat. Akhirnya semua kerajaan di Indonesia setelah kalahnya Aceh pada tahun 1904 berada di bawah kekuasaan Belanda. dan Belanda diakui sebagai penguasa di atasnya. Perlawanan-perlawanan itu antara lain perlawanan oleh Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan. Politik devide et impera dilakukan Belanda untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaannya. Selain banyaknya kerajaan atau kesultanan. sering terjadi bentrokanbentrokan dan peperangan-peperangan dengan kerajaan-kerajaan tersebut.atau super power. Tahun 1905 Belanda 37 . Ada dua kerajaan yang besar yang oleh Sukarno dan Muhammad yamin sebagai Nationale Staat yaitu Sriwijaya dan Majapahit. maka kerajaan-kerajaan yang mengadakan perlawanan mengalami kekalahan. lebih dari itu Belanda memperoleh sebagian bahkan bisa seluruh wilayah suatu kerajaan. Sultan Agung dari Mataram. bahkan sering terjadi di antara kerajaan-kerajan digunakan oleh Belanda untuk bersamanya melawan suatu kerajaan. dan karena taktik dan politik devide et impera Belanda. Pelanggaran terhadap aturan dan adanya ambisi untuk menggantikan raja sebelumnya sering memicu adanya perangperang. Setelah datang bangsa Barat khususnya Belanda dengan VOC-nya. Usaha dari phak kerajaan maupun rakyat untuk mengusir Belanda dari wilayah suatu kerajaan karena dirasa sangat menekan dan merugikan. dan Teuku Umar dari Aceh. Perang-perang itu yang masih bersifat kedaerahan dapat disebut sebagai rasa proto nasionlisme di kalangan mereka. Dalam rangka itu. Perang-perang terhadap Belanda selalu diakhiri dengan perjanjian yang selalu merugikan pihak kerajaan. Dalam suatu perjanjian paling sedikit Belanda mendapat hak monopoli dalam perdagangan.

dan Lakadiva. hukum adat. Nama organisasi mahasiswa Indonesia yang semula bernama 38 . dan ajektif ”Indonesisch” dalam karya mereka. Logan. dan Melayu-Polinesia. sarjana Jerman. Akan tetapi sebelumnya. kemudian menggunakan kata “Indonesien” sebagai judul bukunya yaitu Indonesien onder die Insln des Malayischen Archipels yang terbit tahun 1884. bahwa seluruh wilayah Nusantara sebagai wilayah Hindia Belanda menjadi satu pengawasan keamanan oleh Belanda. Ia memberi pertimbangan bahwa istilah “penduduk Hindia” sebagai kelompok pulau-pulau. Konsep Indonesia Dalam membicarakan “Pembentukan bangsa Indonesia”. Pada tahun 1913 Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara ketika menjalani pembuangan di Nederland memberikan nama biro pers yang didirikannya dengan Indonesisch Persbureau. Earl lebih suka pada pemakaian istilah “Melayu-nesians” karena istilah “Indu-nesians” terlalu luas karena termasuk di dalamnya penduduk Sailon. Para guru besar Universitas Leiden seperti R. tidak memberikan pengertian tepat dan jelas bagi penduduk pribumi. 2.A. Bastian dengan istilah tersebut adalah istilah di bidang etnografi. Snouck Horgronye. Indonesiër”. Windsor(?) Winsdor(?) Earl dalam majalah yang sama menulis tentang ciri-ciri utama penduduk Irian. Adolf Bastian.3. seorang etnolog Inggris lainnya. penduduk asli Australia. Kata atau nama tersebut diusulkan oleh J. seorang etnolog Inggris di Pinang yang menjadi redaktur Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia. Van Vollenhoven menyebarluaskan pemakaian iastilah “Indonesië”. perlu dikemukakan tentang kata atau nama ”Indonesia”. Pada tahun 1850 ia melalui artikelnya berjudul ”The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing inquires into the continental relation of the Indo-Pacific Inlanders” mengusulkan istilah atau kata “Indonesia” untuk nama pulaupulau atau kepulauan Hindia dan penduduknya. Kemudian para mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang tergabung Perhimpunan Indonesia (PI) mengetahui istilah-istilah tersebut. dan ilmu bahasa. Kern. Sejak itu istilah tersebut dipakai dalam ilmu etnologi. dan Prof. Adapun yang dimaksud oleh A.mencanangkan Pax Neerlandica. G.R. Kepulauan Maladiva. Ia mengusulkan digunakannya istilah “Indus-nesians” dan “Melayu-nesians” bagi penduduk kepulauan Hindia.

sementara penduduknya semakin miskin. Perhimpunan Indonesia menggunakan nama Indonesia dalam pengertian politik ketatanegaraan yang artinya sama dengan Nederlandsch-Indië. Marwati Djoened Poesponegoro. Hindia Belanda. Petrus Blumberger. pemimpin redaksi surat kabar De Locomotief. Menurut Kielstra berdasarkan hasil surveinya bahwa sejak tahun 1816 uang yang disedot pemerintah Belanda dari Indonesia sebesar 832 juta gulden. pemimpin kaum liberal. 1976. karena itu Pemerintah Belanda akan membalasnya dengan melaksanakan politik etika. Dalam kaitan politik itu pemerintah akan memperluas pendidikan Barat bagi anak Indonesia khususnya anak-anak kalangan atas. Brooschooft. 8 Sartono Kartodirdjo. Yakarta: Departemen P dan K. 39 . Van Deventer. C. Perjuangan melancarkan politik kolonial yang baru itu kemudian diteruskan oleh Van Kol.Th. J. tahun 1899 menulis karangan di Jurnal De Gids berjudul ”Een Eereschuld” (”Hutang Budi”). Nama majalahnya yang semula bernama Hindia Putera pada tahun 1922 diganti dengan Indonesia Merdeka. Th. dan Nugroho Notosusanto. Garis politik pemerintah Hindia Belanda yang seperti itu pertama kali dikemukakan oleh anggota Parlemen Belanda Van Dedem tahun 1891. Sejarah nasional Indonesia. penulis buku De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indië yang terbit tahun 1931 menyatakan bahwa sekitar tahun 1925 banyak organisasi yang berwawasan nasional memakai nama”Indonesia” sebagai pengganti Nederlandsch-Indië. Van Deventer.8 2. Tulisan Van Deventer tersebut berpengaruh terhadap perubahan politik kolonial di Hindia Belanda. Jilid V.Indische Vereeniging tahun 1922 diganti menjadi Indonesische Vereeniging dan tahun 1924 nama Indonesische Vereeniging diganti menjadi Perhimpunan Indonesia. Dalam karangannya ia mengecam politik pemerintah Belanda yang tidak memisahkan keuangan negera Belanda dengan daerah jajahan. pemerintah akan memperbaiki kesejahteraan rakyat. Pembentukan Bangsa dan Negara Indonesia Memasuki tahun 1901. dan P. Ratu Wilhelmina mengumumkan di depan Parlemen Belanda program pemerintah. Ia mengakui bahwa pemerintah Belanda telah mengeruk keuntungan yang besar sekali dari Hindia Belanda.4. 290. Dikatakan bahwa pada masa datang. Diakuinya bahwa Belanda telah ”berhutang budi” kepada rakyat Indonesia.

dokter Wahidin Sudirohusodo yang sejak tahun 1901 menjadi redaktur majalah Retnodhumilah. meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi. Ia yang didampingi Pangeran Noto Dirojo. kecuali untuk beberapa tahun pada waktu pecah Perang Dunia I ketika komunikasi antara negeri Belanda dan Hindia Belanda terputus. berangsur-angsur menumbuhkan otonomi dan desentralisasi politik di Hindia Belanda. ia diundang Sutomo dan Suraji ke sekolah STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen) untuk mendengarkan gagasan-gagasannya. Sejalan dengan perubahan politik pemerintah kolonial yang hendak memajukan bidang pendidikan. Selanjutnya sejak bulan November 1906. Di Turki muncul gerakan Turki Muda untuk mencapai perbaikan nasib. Ia mempropagandakan tentang pemberian beasiswa bagi pemuda-pemuda yang pandai tetapi tidak mampu. ia berhenti dan beristirahat di Jakarta. Maksud Wahidin untuk mendirikan ”Dana Belajar” itu dibicarakan oleh Sutomo dengan teman-temannya di STOVIA. Sementara itu. Pada akhir tahun 1907 dalam perjalannya yang jauh. Kejadian-kejadian tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap munculnya gerakan nasional di Indonesia. karena cara tersebut dinilai kurang efektif.Politik etika yang dilaksanakan mulai tahun 1901 mempunyai dua tujuan yaitu pertama. mula-mula mendekati para priyayi yang lebih tua dan lebih tinggi. Demikianlah pada tanggal 20 Mei 1908 di sekolah 40 . ia meletakkan jabatan sebagai redaktur Retnodhumilah karena alasan kesehatan. Tujuan untuk mendirikan suatu ”Dana Belajar” itu diperluas jangkauannya. Kemudian. di luar Indonesia pada awal abad ke-20 terjadi peristiwa-peristiwa penting yang berdampak terhadap bangsa Asia. Peristiwa kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905 menunjukkan bahwa bangsa Barat dapat dikalahkan oleh bangsa Timur. diperlukan pendidikan secukupnya bagi kalangan luas orang pribumi. peralihan kekuasaan dari Negeri Belanda ke Hindia Belanda tidak pernah dilaksanakan. khususnya Indonesia. dan kedua. putra Paku Alam V. khususnya bupati yang kaya dan berpengaruh. Ketika berada di Jakarta. Akan tetapi. ia melakukan perjalanan keliling pulau Jawa untuk mempropagandakan cita-citanya. dalam kenyataannya. Kemenangan Jepang tersebut merupakan “Kebangkitan Asia” menimbulkan gelombang antusiasme di Asia. melalui majalahnya ia mempropagandakan pentingnya pendidikan. Menurut pendapatnya bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan. yang akhirnya tahun 1908 muncul revolusi anti kaum kolot.

STOVIA oleh pelajar-pelajar STOVIA didirikan organisasi bernama Budi Utomo dan Sutomo ditunjuk sebagai ketua. Budi Utomo merupakan organisasi pribumi pertama menurut model Barat, suatu organisasi yang pengurusnya secara periodik dipilih, mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mempunyai program, mengadakan rapat-rapat, kongres, dan anggotanya mempunyai hak suara. Lahirnya BU oleh Akira Nagazumi sebagai bangkitnya nasionalisme Indonesia. Setelah itu, mahasiswa Indonesia yang belajar di Negeri Belanda pada tahun yang sama mendirikan organisasi bernama Indische Vereeniging (IV) yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan. Pada tahun-tahun belasan, karena mengikuti jejak BU di satu pihak dan karena adanya pengaruh dari luar Indonesia, bermunculan berbagai macam organisasi. 9 Secara khronologis, tahun 1911 di Solo, Jawa Tengah berdiri organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh H. Samanhudi yang bergerak di bidang social ekonomi. Organisasi itu didirikan untuk menghadapi pedagang-pedagang Cina di kota itu yang telah mempermainkan harga bahan batik. Setahun kemudian, namanya diganti menjadi Sarekat Islam (SI) agar lebih banyak orang-orang Islam dapat masuk menjadi anggota. Di Yogyakarta tahun 1912 K.H. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi sosial keagamaan bernama Muhammadiyah. Pada tahun 1912 E.F.E. Douwes Dekker di Bandung mendirikan organisasi politik Indische Partij, statu organisasi yang pertama kali memakai nama partai yang mempunyai konsep nasionalisme Hindia (Indisch Nationalism). Organisasi ini yang menerima berbagai etnik yaitu kaum Indo-Eropa dan pribumi, radikal, menuntut kemerdekaan Hindia. H.J.F.M. Sneevliet tahun 1914 di Semarang mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV), suatu organisasi yang bersifat internasional menyebarkan ideologi sosialisme. Dalam perkembangannya, karena pengaruh revolusi Rusia, organisasi ini tahun 1923 berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain organisasi politik, berdiri juga sarekat-sarekat sekerja, organisasi pemuda,
9

perempuan,

dan kepanduan.

Organisasi-organisasi tersebut

Kejadian-kejadian di luar Indonesia yang menambah kemauan mendirikan organisasi di Indonesia adalah Revolusi di Tiongkok tahun 1911 yang menggulingkan pemerintahan Dinasti Manchu dan berdirinya Republik Tiongkok; pan-Islamisme, menyebarnya ajaran Marxismo (sosialisme dan sesudah revolusi di Rusia juga komunisme), azas-azas Perjanjian Versailles yang tidak dijalankan (hak bangsa untuk mengatur diri sendiri), berdirinya Volkenbond dan Labour office, gerakan di Irlandia, gerakan di India ; empat belas Pasal Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat, khususnya hak menentukan nasib sendiri bangsabangsa.

41

merupakan organisasi gerakan nasional yang tujuan akhirnya adalah kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa Indonesia di Negri Belanda yang datang ke sana setelah Perang Dunia Kedua, lebih banyak kesadaran politiknya dari pada angkatan-angkatan sebelumnya. Sebabnya karena mereka sebelum berangkat ke Negeri Belanda telah memasuki berbagai gerakan kebangsaan. Mereka terus bergabung dalam organisasi mahasiswa Indonesia Indische Vereeniging (IV) yang didirikan tahun 1908. Pada tahun 1920-an peran sosial dan kebudayaan dari IV masih ada, tetapi yang utama adalah bidang politik. Pada tahun 1922 namanya diubah menjadi Indonesische Vereeniging10 dan nama majalahnya yang semula bernama Hindia Poetera diganti menjadi Indonesia Merdeka.11 Pada tahun 1924 keterangan dasar IV adalah sebagai berikut: (1) Hanya Indonesia yang bersatu, dengan menyingkirkan perbedaan-perbedaan golongan, dapat mematahkan kekuasaan

penjajahan; (2) Tujuan bersama – memerdekakan Indonesia – menghendaki adanya suatu aksi massa nasional yang insyaf dan berdasar kepada tenaga sendiri; (3) Melihat dua macam penjajahan, politik dan ekonomi, aksi itu adalah suatu persediaan bagi kemerdekaan politik dan satu sikap menentang kapital asing yang menyedot kekayaan Indonesia. Ketua IV Nazir Pamoncak menegaskan politik nonkoperasi sebagai sendi perjuangan rakyat Indonesia. Kerjasama dengan si penjajah untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia, tidak lain dari menipu diri sendiri. Kerjasama hanya mungkin antara dua golongan yang sama hak, kewajibannya, dan kepentingannya. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, maka kerja sama berarti mempermainkan yang lemah oleh yang kuat, memperlakukan yang lemah sebagai alat untuk kepentingannya sendiri. Sebab itu PI menolak kerjasama dan tetap menuju tujuan sendiri. 12 Sejak 8 Februari 1925 nama organisasi diganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI),13 dan organisasai dikembangkan

10 11

Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 126. PI adalah organisasi pertama yang pertama kali menggunakan Istilah “Indonesia” sebagai nama organisasinya. 12 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 156 dan 158. 13 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 171.

42

menjadi organisasi yang mengutakan masalah-masalah politik sebagai bagian dari identitas nasional yang baru.14 Perkembangan PI menjadi organisasi politik terutama merupakan hasil usaha Mohammad Hatta. Kegiatan PI diarahkan untuk mencapai tiga tujuan, pertama, menyadarkan mahasiswa agar semakin percaya merasa diri sebagai orang Indonesia. Kedua, PI harus berusaha menghapuskan gambaran tentang Indonesia yang diciptakan oleh pemerintah Belanda. Ketiga, yang terpenting adalah mereka harus mengembangkan ideologi yang kuat dan bebas dari pembatasan-pembatasan Islam dan komunisme.15 Para anggota PI dari Negeri Belanda mengamati gerakan nasional di Indonesia. Mereka kecewa terhadap semangat partai-partai politik dan terhadap kegagalan mereka menciptakan suatu organisasi massa yang kuat untuk melawan Belanda. Oleh karena itu mereka membuat ideologi baru sebagai langkah pertama untuk menyusun gerakan kebangsaan jika mereka kembali ke tanah air. Ada empat pikiran pokok dalam ideologi PI yang dikembangkan sejak tahun 1925. Ideologi PI menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang utama. Pokokpokok pikiran PI adalah sebagai berikut. Kesatuan nasional: perlu mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan perlu dibentuk kesatuan aksi melawan Belanda untuk menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu; Solidaritas: tanpa melihat perbedaan antara sesama orang Indonesia, perlu disadari adanya pertentangan kepentingan yang mendasar antara penjajah dan terjajah. Kaum nasionalis harus mempertajam konflik antara orang kulit putih dan orang kulit sawo matang; Nonkoperasi: keharusan untuk menyadari bahwa kemerdekaan bukan hadiah sukarela dari Belanda melainkan harus direbut oleh bangsa Indonesia dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, oleh karena itu tidak perlu mengindahkan dewan perwakilan kolonial seperti Volksraad;

14

Mereka yang menjadi anggota PI hanya sekelompok kecil dari seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda. Tahun 1926, puncak aktivitas PI, jumlah anggota PI hanya 38 orang. Akhir tahun 1927 jumlah seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda diperkirakan 109 orang, hanya 20 orang yang menjadi anggota PI. (Ingleson, hlm. 2). 15 Ingleson, hlm. 4.

43

Ada kelompok yang penting yaitu Indnosesische Studieclub di Surabaya pimpinan dr. PSI. pada bulan Desember 1927 didirikan badan federatif partai-partai politik dengan nama Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). 5. Beberapa partai politik yaitu PNI. satu bangsa: Indonesia. hlm. Sarekat Sumatra. yaitu kesatuan nasional. Usahanya tidak berhasil. satu nusa: Indonesia. Untuk itu pada tahun 1926 dan kemudian tahun 1928 diselenggarakan kongres pemuda nasional pertama dan kedua. Atas usaha Sukarno dan orang-orang yang tergabung dalam Algemene Studieclub pada 4 Juli 1927 didirikan partai baru bernama Perserikatan17 Nasional Indonesia (PNI). Melalui majalahnya dan anggota PI yang kembali ke tanah air. politik. solidaritas. 16 17 Ingleson. 16 PI menekankan bahwa ideologi PI harus dilaksanakan benar-benar oleh suatu partai yang merasa bertanggung jawab kepada rakyat yang berusaha mencapai kemerdekaan melalui jalan aksi massa. sosial. lahirlah Indonesia Muda pada awal tahun 1931. Dalam kongresnya pertama kata ”Perserikatan” diganti menjadi ”Partai”. dan Kelompok Studi Indonesia bergabung dalam satu fron bersama sebagai ”fron sawo matang” melawan ”fron kulit putih” Belanda. Kaum Betawi.Swadaya: dengan mengandalkan kekuatan sendiri perlu dikembangkan struktur alternatif dalam kehidupan nasional. dan swadaya. Para anggota PI yang kembali ke tanah air mencoba memasuki organisasiorganisasi etnis seperti BU dan Pasundan dan berusaha untuk merubah wawasannya dari dalam. ekonomi. untuk menyatukan gerakan nasional menjadi lebih besar. dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. 44 . Partai ini melaksanakan ideologi PI. Kongres nasional pemuda kedua bulan Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda. ideologi PI sampai di Indonesia. Sutomo dan Algemene Studieclub di Bandung pimpinan Sukarno. nonkoperasi. Semangat persatuan itu menyatukan berbagai organisasi pemuda yang berdasarkan etnis/daerah menjadi satu. Pasundan. Kemudian. oleh karena itu mereka tetap di luar dan mereka mendirikan kelompok-kelompok studi. Di kalangan pemuda ada hasrat untuk menyatukan organisasi-organisasi pemuda. Budi Utomo. dan hukum yang berakar dalam masyarakat pribumi dan sejajar dengan administrasi kolonial.

Menurut PNI. Sesungguhnya perlawanan terhadap penguasa bangsa lain di Indonesia sudah dimulai sejak adanya kekuasaan bangsa tersebut di Indonesia yaitu sejak awal abad ke17. Badan-badan federatif yang baru yang mencakup organisasi lebih banyak. berupa organisasi. Gerakan melawan penjajahan bangsa Barat menggunakan senjata dari Barat. Di kalangan organisasi kepanduan pada tahun 1931 organisasi kepanduan berfusi lahirlah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Yang disebut belakangan ini 45 . yaitu: (1) Usaha nasionalisme lebih dari hanya ditujukan di bidang politik dan budaya. Sedangkan Parindra merumuskannya tidak terlalu tajam. ekonomi. dan keagamaan. tujuan gerakan adalah penghapusan setiap bentuk kekuasaan kolonial. (Pluvier. Ada keinginan untuk memegang nasib di tangan sendiri. Mereka ingin mengatur urusannya sendiri. (2) Keinginan-keinginan akan pembaruan di bidang sosial dan keagamaan. walaupun nanti keadaan pada umumnya lebih jelek dari pada di bawah kekuasaan asing. Sifat nasionalisme Indonesia ada dua. Tahun tiga puluhan rasa persatuan nasional telah meliputi berbagai organisasi. tetapi juga di bidang sosial. diperintah oleh orang-orangnya sendiri. Rakyat terjajah menentang kekuasaan asing. kemudian dibentuk. 17-18). Sejak awal abad ke-20 di Indonesia lahir gerakan emansipasi. kemerdekaan nasional merupakan syarat utama pembangunan masyarakat Indonesia. Sejak itu ada perlawanan orang di Indonesia melawan Belanda kemudian melawan Jepang. Perlawanan itu bersifat lokal. oleh Sartono Katodirdjo disebut sebagai proto nasionlisme.Gerakan itu diorganisasikan menurut model gerakan Barat. Tujuan perlawanan itu adalah kemerdekaan bangsa. Perlawanan itu berupa perang-perang untuk mengusir penguasa bangsa asing itu dari wilayang mereka.Organisasi perempuan pada bulan Desember tahun 1928 menyelenggarakan kongres perempuan pertama. gerakan perlawanan terhadap Belanda yang dipelopori dengan lahirnya organisasi Budi Utomo (BU). diputuskan didirikan badan persatuan organisasi perempuan bernama Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII). hlm. Gerakan rakyat Indonesia adalah usaha untuk perubahan dan pembaruan menuju kemerdekaan. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia dimulai dengan pembentukan nasionalisme Indonesia.

Kerja sama demikian dengan pemerintah hanya berarti memperkuat kekuasaan penjajah. Sebaliknya. sehingga orang berusaha untuk menahan perkembangannya. hlm. Kata-kata klasik dari Quezon: ”We would rather be governed like hell and do it ourselves than like heaven and have it done for us” (”Lebih baik kita hidup seperti di neraka tetapi diperintah oleh orangorang kita sendiri. bahwa gerakan rakyat yang kuat tidak saja merupakan bahaya bagi rezim colonial. Sebagian lain orang berusaha merebut kepemimpinan 46 . tetapi dapat juga membahayakan kekuasaan mereka sendiri. dari pada hidup seperti di sorga. kemerdekaan ekonomi harus lebih didahulukan dari keperdekaan politik. dan mereka berani mengambil risiko. Walaupun demikian. kepercayaan kepada kekuatan diri sendiri. 19.disadari oleh kaum nasionlis. Perbedaan di antara kedua golongan itu adalah pada taktik dan keyakinan mereka. Mereka kurang keras dan agresif dan rapat-rapat mereka bukan rapat massa kaum marhaen. tidak loyal. hlm. Menurut kaum koperator. karena mereka juga bercita-cita untuk meningkatkan ekonomi dan kemerdekaan. Orang harus melaksanakan politik yang prinsipiil dan yakin. tetapi diperintah oleh bangsa asing”.) Pemerintah Hindia Belanda memandang mereka sebagai kaum ekstremis yang destruktif. namun yang lebih penting adalah tuntutan agar supaya diutamakan lebih dahulu lenyapnya rezim kolonial. Bagaimadiirna wujud dari masyarakat baru sesudah merdeka itu merupakan pokok pembicaraan penting. bahwa berhubung dengan dasar perbedaan kepentingan antara yang yang berkuasa dan yang dikuasai. Sikap kaum bangsawan terhadap pergerakan itu bercabang dua. Tujuan pertama diarahkan terhadap kekuasaan asing yang dipandangnya sebagai bahaya yang paling besar mengancam masyarakat. Taktik untuk mencapai tujuan ada dua cara. (Pluvier. Sebagian karena takut. bahwa perubahan-perubahan itu harus dipaksakan dengan jalan selfreliance. Nasionalisme Indonesia dalam keseluruhannya merupakan gejala yang sama seperti nasionalisme lainnya. mereka tetap kaum nasionalis. baik di Dewan Rakyat maupun di dewan-dewan local yaitu Dewan Propinsi atau Dewan Kabupaten. Mereka mempunyai keyakinan. yaitu koperasi dan nonkoperasi. 18). Kaum nonkoperator menyisihkan diri dari pemerintah HB. kaum koperator dinamakan sebagai kaum sederhana dan loyal. (Pluvier. tidak dengan mengemis-ngemis (Tilak). mereka tidak duduk dalam dewan perwakilan. tidak mungkin ada kerjasama untuk mewujudkan aspirasi-aspirasi nasional.

Politik orang-orang Belanda adalah sebanyak mungkin bekerja sama dengan pembesar-pembesar feodal dan tentang menjalankan agama Islam. Pengaruh agama Islam itu kuat sekali Ia memberikan kepada bangsa rasa senasib sepenangungan. Ia menciptakan semacam ”pra-nasionalisme” yang memberikan sokongan kepada nasionalisme. tapi keliru untuk mengambil kesimpulan 18 J. cit. 1953. Perbedaan bahasa dan kebiasaan bukan penghalang dalam perjuangan bersama mencapai kemerdekaan nasional. Persatuan yang sedikit banyak hendak dipertahankan oleh kaum nasionalis. 18 Faktor penting bagi perkembangan nasionalisme ialah sifat dari agama Islam yang mengandung unsur-unsur yang baik. berhubung dengan perbedaan besar di antara pelbagai penduduk itu. Belanda telah menempatkan suku-suku dan bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara di bawah satu lingkungan kenegaraan. 47 . Pluvier. Di abad ke-19 posisi mereka bertambah kuat setelah rakyat di sebagian besar kepulauan nusantara masuk agama Islam. Kelas kedua dalam masyarakat adalah kaum ambtenaar. Overzicht van de Ontwikkwling der Nationalistische Beweging in Indonesie in jaren 19301942. reaksi orang-orang Islam memakai cara-cara yang antagonistis yaitu dengan suatu gerakan yang sifatnya reformistis. Meski terdiri dari berjenis-jenis rakyat. op. Perbedaan itu benar. Di satu pihak kaum nasionalis melancarkan perlawanan yang aktif dengan cara Barat. menentang tradisionalisme dan formalisme. Van Hoeve. Di zaman VOC mereka merupakan unsur yang paling keras. Raja-raja sering bersekutu dengan mereka melawan pembesar-pembesar Belanda.M. lama-lama timbul kesadaran untuk bersatu menjadi satu bangsa Indonesia.M. merasa tertelan oleh stelsel kolonial yang tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menduduki pos-pos yang lebih tinggi dalam kehidupan politik dan ekonomi. bahwa tidak akan ada bangsa Indonesia dan bahwa nasionalisme Indonesia itu sama sekali tidak mempunyai hak hidup. Reaksi agama Islam dan nasionalisme adalah terhadap pengaruh Barat. 19 J. Pluvier.dalam pergerakan itu untuk mendapatkan sokongan dari rakyat dan dengan demikian pengaruhnya yang lama. walau hanya sebagian. 19 Dalam nasionalisme Indonesia hidup suatu tendensi untuk bersatu. dapat dipulihkan kembali. Pihak Belanda sering ditunjukkan. kaum intelek atau semi intelek yang bekerja pada gubernemen atau perusahaan-perusahaan. Perluasan agama ini dalam abad ke-15 dan 16 adalah sejajar dengan mendesaknya pengaruh dari Barat. Den Haag-Bandung: W.

dan ini penting. boikot ekonomi. Baru sesudah PNI. Satu-satunya pergerakan yang semua nasional adalah SI. Di lain pihak sikap Belanda lebih senang dengan nasionalisme Sunda. agama.seperti di atas. kemauan dari suatu bangsa. juga dilancarkan.M. Tilak. ”Untuk terbentuknya suatu nasion itu. Pemerintah menyokong patriotisme lokal membuat kaum nasionalis curiga. Kebanyakan pembesar-pembesar feodal memperlihatkan nasionalisme kedaerahan yang didasarkan atas tradisi dan adat yang menjadikan mereka berkuasa. dan Nehru mempunyai arti lebih besar. (Pluvier. Yang terakhir ini yang terjadi. juga oleh partai-partai lokal. Gokhale. Pluvier. Gandhi. Yang perlu adalah dalam unsur-unsur yang membentuk masyarakat itu. Cokroaminoto di tahun 1916 pada kongres nasional menunjukkan bahwa istilah ”nasional” itu berarti bahwa pergerakan rakyat itu bertujuan membentuk suatu persatuan yang kokoh kuat dari seluruh rakyat di kepulauan nusantara yang dengan seia sekata berusaha menjadi satu ”nasion”. op. tidak cukup dengan adanya persamaan bahasa. Mengadudomba perbedaan-perbedaan dari rakyat itu satu alat politik pemecah belah dari golongan kecil yang memerintah massa berjuta-juta yang harus mereka anut untuk dapat bertahan. sedikit banyak berkembang kesadaran untuk bersatu. adanya persamaan hal-hal sejarah dan pemerintahan. dan kultur. untuk mempertahankan dan mengorganisir persatuan itu. ide persatuan Indonesia dengan sadar maju kemuka. Jawa. tapi apakah ada sesuatu yang tumbuh. 20 J. cit. suatu usaha swadesi. 20 Gerakan nasional di India banyak memberi isi kepada perkembangan nasionalisme di Indonesia. Kebangkitan dari negeri Cina membawa pengaruh besar. Politik nonkoperasi ditiru. Soalnya bukan apakah ada persatuan. Partai Kongres contoh yang ditiru kaum nasionalis Indonesia dalam organisasiorganisasi mereka. hlm. Orang berusaha untuk menyokong nasionalisme lokal supaya lebih kuat menghadapi nasionalisme Indonesia dan orang menunjukkan akan bahaya dari pada ”penjajahan orang-orang Jawa” atas golongan-golongan penduduk lainnya. 48 . Tumbuhnya rasa senasibsepenanggungan. atau Bali dari pada nasionalisme yang melingkupi seluruh Nusantara. Sebelum tahun 1927 pergerakan politik berada pada taraf kedaerahan. 26). Kemudian ide ini diambil oleh partai-partai lain.

5. Sartono. Memoir. Akira. John. Banyak sebab yang dapat menimbulkan nasionalisme. hlm. (Terj. 1918-1930). Marwati. Ingleson. (Terj. Nagazumi. Nasionalisme dan kolonialisme tidak terlepas satu sama lain. V. 1990. Grafiti dan KITLV). Kartodirdjo. dan gerakan nasional di negara-negara tetangga seperti India dan Filipina memberi pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme. III. KITLV. Sudewo Satiman). Jakarta: Hasta Mitra. J.Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh kekuasaan Barat di negara-negara Asia. Jakarta: Balai Pustaka. Revolusi Cina. Jakarta: Gramedia. Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo. Gerakan Turki Muda. 49 . Jilid 2. Pustaka Utan Kayu. 1979. kongres kebudayaan tahun 1916. 1908-1918. Sejarah Nasional Indonesia. 59. Zamakhsyari Dhofier). Miert. IV. 21 Gerakan emansipasi mencapai titik-titik terang pada ongres BU pertama tahun 1908.Jilid II. Djoened dan Nugroho Notosusanto. (Edisi Pemutakhiran). Dengan Semangat Berkobat: Nasionalisme dan Gerakan Pemuda di Indonesia. kongres nasional pemuda kedua tahun 1928 yang menghasilkan ”satu tanah air. Hans Van. Yakarta: Grafiti. Mohammad. Poesponegoro. Overzicht van de Ontwikkeling der Nationalistische beweging in 21 Sartono Kartodirdjo. 1983. Jakarta: LP3ES. Jakarta: PT Gramedia. satu bangsa. Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia Tahun 1927-1934. Pluvier. 2003. Daftar Pustaka Hatta. satu bahasa” yaitu indonesia. (Terj. 1989. Yakarta: Tintamas. Kebangunan nasional di Indonesia berhubungan erat dengan kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905. dn VI. Nasionalisme sebagai jawaban yang ditimbulkan oleh situasi kolonial. 2008.M. ada pengaruh satu sama lain. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. memperbesar kesadaran nasional dan menyebabkan bangsa Indonesia memiliki rasa harga diri kembali. 2. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional.

50 . Drs. 1960. van Hoeve. Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Sukarno di hadapan Hakim Colonial Tahun 1930. H. Djakarta: Pustaka Rakjat. 1991.. Cetakan ke-4. (Terj. Sukarno.Indonesie. Ricklefs. Den Haag – Bandung: W. Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia.. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. in de jaren 1930 tot 1942. 1953 Pringgodigdo. Dharmono Hardjowidjono). A. Sejarah Indonesia Modern.C.K.

kemudian memunculkan sistem pertukaran dan jual beli di banyak pelabuhan di Nusantara. porselain. Sejak itulah wilayah Nusantara bagian tengah dan timur kemudian menjadi jalur pelayaran dan perdagangan yang cukup ramai. bunga pala. Kayu cendana banyak dihasilkan di Pulau Timor dan Sumba. Bahkan beberapa nama angin diberi nama sesuai dengan arah angin yang datang ketika kapal sedang berlayar. sutera. Jawa. pengetahuan tentang sistem angin dan musim menjadi pengetahuan yang penting untuk dimiliki para pelaut.Bab 3 Ekonomi dan Perdagangan di Indonesia Perdagangan dan Pelayaran di Nusantara Masa Awal sampai Abad ke-19 Letak geografis kepulauan Indonesia yang berada dalam jalur pelayaran dan perdagangan yang ramai antara Asia Timur dengan Asia Selatan dan Asia Barat membuat laut. seperti tekstil. selat. Selain itu hasil produk yang terkenal sebagai mata dagangan ekspor yang sangat laris di pasaran adalah cengkeh. Arab. nama yang 51 . alat-alat logam. seperti angin buritan atau angin haluan. sementara pala dan bunga pala banyak dihasilkan di kepulauan Banda. Seram. Sehingga sudah sejak masa sebelum abad ke-10. dan berbagai suku di Nusantara yang menjadi pedagang dengan mengunjungi wilayah-wilayah yang menjadi penghasil produk yang diinginkan. Cengkeh dihasilkan dari Ternate. Tidore. Malaka. sedangkan lada banyak dihasilkan dari Banten. pala. dan Ambon. lada. dan pulau-pulau yang berada di sekitar Selat Karimata dan Selat Malaka menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru tempat. Halmahera. Dalam dunia pelayaran selama abad ke-16 sampai abad ke-18. kayu cendana. Karena bagaimanapun juga kapal layar mereka sangat membutuhkan tiupan angin yang secara berkala berubah sesuai dengan musimnya. India. Adanya perbedaan produk dari masing-masing daerah. beras. dan lain-lain dengan produk-produk setempat. Dengan mengikuti sistem angin ini maka para pedagang dapat memperkirakan keberangkatan atau kepulangan perahuperahu mereka. banyak kapalkapal dagang dari Cina. dan pesisir timur dan utara Pulau Sumatra. dan lain sebagainya merupakan produk lokal Nusantara. Bugis. Lampung. di mana kapal-kapal asing dan lokal saling menukarkan barang-barangnya. Makasar.

103 52 . Cina. Depdikbud. Dalam ulasan lain digambarkan bagaimana komoditi kapur Barus telah dikenal luas di kalangan pedagang Arab dan India bahkan produk ini juga diperdagangkan sampai Eropa. sedangkan mereka pulang dengan dorongan angin timur kembali ke tempat asal kapal-kapal dagang tersebut. karena ternyata isi dari prasasti ditulis oleh perkumpulan pedagang asal Tamil di Barus. Pada bulan-bulan Desember sampai Pebruari bertiup angin barat dan pada bulan September sampai Nopember bertiup angin timur.101-102 23 Ibid. hal. Namun karena letak Nusantara adalah di antara benua-benua yang berbeda tekanan udaranya dan posisi peredaran bumi terhadap matahari. Vietnam. membuat angin yang bertiup berubah arah ketika melintasi katulistiwa. 22 Letak kepulauan Nusantara di tengah-tengah garis katulistiwa (equator) menyebabkan di sebelah selatan katulistiwa bertiup Angin Pasat Tenggara dan di sebelah utara katulistiwa bertiup Angin Pasat Timur Laut yang bertiup sepanjang tahun. kapal-kapal dagang dapat berlayar pada bulan Juni sampai Agustus ketika angin bertiup ke arah utara. 24 Dalam satu contoh. Prasasti ini menggambarkan adanya hubungan dagang antara Sumatra dan India sejak 1088 M. Balai Pustaka. dan negeri-negeri di Asia Timur. Jawa. Jilid III. Kemudian kapal-kapal tersebut dapat kembali ke selatan pada bulan September sampai Desember dengan mengikuti angin yang bertiup ke selatan. Malaka. Kapur 22 Marwati Djoened Poesponegoro. dan Makasar berangkat ke arah Maluku dengan angin barat.23 Dengan mengikuti pola angin yang sama kapal-kapal dari India dapat berangkat ke arah Malaka dan sebaliknya. Angin tenggara berubah menjadi angin barat daya sedangkan angin timur laut berubah menjadi angin barat laut. Sumatera Utara. adanya hubungan pelayaran dan perdagangan awal antara India dengan Nusantara. Untuk perjalanan ke arah Campa. dan angin paksa yang membuat kapalkapal terpaksa membuang sauh di pelabuhan atau di teluk demi keamanan dari ancaman badai. Pada saat-saat itu kapal-kapal dapat berlayar dari Aceh. Jakarta. hal. 102 24 Ibid.. Sejarah Nasional Indonesia.lain misalnya angin turutan yang mendorong keras dari arah buritan.. dapat kita lihat dari ditemukannya sebuah prasasti berbahasa Tamil (India Selatan) yang berangka tahun 1088 M. hal.. angin sakal yang menghambat pelayaran karena bertiup dari depan.

Gambar Relief kapal besar bercadik pada candi Borobudur memperlihatkan kemampuan bahari masyarakat terutama yang dipergunakan di pantai Y. cit. 48-55 53 . dan Cina berlangsung. lambung yang berpasak. Dari beberapa keterangan pelaut Portugis. op. 27 Dalam kebudayaan Nusantara kemampuan membuat perahu sudah mereka miliki sejak lama. op.. Perkembangan perahu-perahu bercadik yang dibuat secara sederhana dari kayu yang dilubangi tengahnya seperti lesung dan diberikan kayu penyeimbang di kiri dan kanan badan kapal. “ Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus: Suatu Peninjauan Kembali”.26 Kondisi geografis kepulauan Nusantara yang dilingkupi laut dan selat. menjadikan wilayah pantai di Nusantara sangat panjang dan luas. 26 27 25 Marwati Djoened Poesponegoro. Jakarta. 2002. hal. Selain itu kapal-kapal dengan berat ratusan ton juga dibuat di galangan kapal di pantai utara Jawa. Selain itu ditemukannya keramik-keramik Cina di Barus menunjukkan sudah adanya hubungan perdagangan antara Cina dengan Barus di pantai barat Sumatera Utara. mereka mengatakan bahwa para pelaut di Asia dan juga di Nusantara sudah menggunakan peta dan alat-alat navigasi seperti yang dimiliki oleh Portugis. 104-107 Antony Reid. sehingga mata pencaharian penduduk juga sangat tergantung dari mengolah laut. Kegiatan ini sudah tentu membutuhkan alat transportasi yang dapat dipakai untuk berlayar ke tengah laut mencari ikan atau menyeberangi laut dan selat untuk berdagang dengan daerah seberang selat atau laut. Asia Selatan. dalam Claude Guillot.barus ini merupakan bahan wewangian dan obat-obatan yang dipergunakan di Arab dan India. ed. Subbarayalu. Lobu Tua: Sejarah Awal Barus.25 Dengan demikian sudah sejak lama hubungan perdagangan antara Nusantara dengan daerah-daerah di Asia Barat. dan kemudi kembar. hal. EFEO-Pusat Penelitian Arkeologi-Yayasan Obor Indonesia. Tambahan lagi banyak kapal-kapal Portugis ataupun Belanda yang melakukan pelayaran menuju kepulauan Nusantara menyewa tenaga navigator dari masyarakat setempat... Namun penduduk di Asia Tenggara dan Indonesia sejak abad ke-16 mampu membuat kapal dengan konstruksi badan kapal terbuat dari papan. cit. Dalam penelitian Antony Reid disebutkan bahwa kapal-kapal yang berlayar di Asia Tenggara dan Indonesia jauh lebih besar dengan dua atau tiga tiang.

dan India. dan begitu banyak yang lainnya di pulaupulau besar dan kecil. peledang. kepulauan Maluku. golekan. Pantai utara Jawa dalam laporan Portugis merupakan pusat penghasil kapal-kapal berbadan besar selain yang di datangkan dari Pegu. Namun perdagangan yang paling utama pada abad ke-16 sampai 18 adalah rempah-rempah. dan Seram. Kapal jenis jukung. dan selatan Pulau Sumatra. Pelabuhan-pelabuhan ini menyebar mulai dari bagian utara. Sepertinya rempah-rempah yang produksinya lebih sedikit dibandingkan produksi beras.28 Ramainya perdagangan dan pelayaran tidak terlepas dari peran bandar atau pelabuhan yang menyediakan bermacam fasilitas bagi para pedagang yang hendak menjual atau membeli barang dagangan. Burma. tekstil. Tidore. Di samping itu rempah-rempah yang terdiri dari cengkeh. kayu sapan. korakora. pala. 144-148 54 . Ternate. sagu. sepanjang pantai utara Jawa. cit. dan Motir. seperti sutera. dan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Maluku.. pala. Sedangkan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Banda dan Seram Selatan. Sulawesi Selatan. Tidore. Semenanjung Malayu. padewakang. bunga pala. kain yang halus. hal. alat-alat logam. mayang janggolan. batu permata. kain yang kasar. Sementara itu hasil 28 Marwati Djoened Poesponegoro. dan sebagainya. Rempah-rempah inilah yang menarik perhatian bangsa Eropa berdatangan ke Nusantara dengan melakukan pelayaran samudera menyusuri pantai Afrika menuju ke India dan Selat Malaka. kayu cendana. tuak. beras. dan ikan asin ini telah menjadi produk yang sangat dicari karena harganya yang mahal. Makian. kayu manis.utara Jawa pada abad ke-9 M. Asia Barat. lambo. timur. Barang-barang ini seringkali dipertukarkan secara barter atau dengan mata uang perak atau emas. Ambon. pinisi. porselain. senjata api. Cengkeh hanya dihasilkan di Ternate. op. Barang-barang yang diperdagangkan dalam pelayaran dan perdagangan di Nusantara itu sangat banyak dan bervariasi. dan sebagianya. Mereka menjualnya kepada para pedagang yang datang dengan menukarkannya dengan barang-barang dari Cina. dan sebagainya menunjukkan keanekaragaman jenis kapal di Nusantara. Kemudian pada abad ke-16 pohon cengkeh juga ditanam di Pulau Bacan. Banyaknya jenis kapal tersebut menunjukkan pula kemampuan masyarakat mampu membuat kapal yang baik untuk pelayaran jarak jauh maupun jarak dekat. Beberapa daerah menjual produk setempat yang tidak diproduksi di tempat lain seperti cengkeh. Nusa Tenggara.

benda logam. sampai kemudian mengalami kemerosotan dan puncaknya adalah ketika kekuatan Portugis berhasil diusir dari Ternate. Yayasan Obor Indonesia. Makasar. Dengan demikian maka segera dikirim armada kapal ke Maluku.29 Laporan Tome Pires di atas menunjukkan bahwa produk rempah-rempah dan kayu cendana merupakan mata dagangan ekspor yang menjanjikan keuntungan besar bagi para pedagang. hal. dan lain sebagainya. dan barang dagangan ini tidak dikenal di tempat lain di dunia kecuali di tempat itu. tekstil. dan kepulauan Maladewa. Namun kenyataannya Malaka hanyalah gudang rempah-rempah. Di sana para pedagang menukarkan barangbarang yang mereka bawa dari tempat asalnya atau dari Cina dan India. seperti beras. Bugis. 2. sehingga banyak kapal-kapal dagang yang membawa rempah-rempah dan produk lain dari Indonesia bagian tengah dan timur tidak singgah ke Malaka namun melalui jalur pantai barat Sumatra. Selama hampir setengah abad kekuatan Portugis mendominasi Maluku. Tome Pires dalam pelayarannya tahun 1515 di Maluku. Jalur baru ini membuat Portugis tidak lagi menjadi Anthony Reid. sedangkan penghasil rempah-rempah ada di kepulauan Maluku. dan lain-lain berbondong-bondong berdatangan ke Maluku dan Nusa Tenggara bagian timur untuk membeli rempah-rempah dan kayu cendana. Melayu. Dari Ekspansi Hingga Krisis II: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. 1999. menuliskan pendapatnya tentang tanaman rempah-rempah dan kayu cendana. Aceh. Para pedagang dari Jawa. op. menyeberangi Lautan Hindia dan langsung menuju ke Laut Merah. terutama ke Ternate dan Tidore. cit. 30 Tetapi kelemahan Portugis diakibatkan tidak mampunya armadanya mengamankan jalur pelayaran di Selat Malaka dan juga Goa di India Selatan. Armada Portugis pertama kali melakukan pelayaran ke Nusantara di bawah pimpinan Affonso de Albuquerque. sutera.hutan berupa kayu cendana juga merupakan mata dagangan yang laku di pasaran Cina dan India sehinga kayu cendana yang berasal dari Timor tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. 17-18. hal. porselain. sekaligus menaklukkan Bandar Malaka pada tahun 1511 yang dikenal sebagai pasar rempah-rempah di Asia Tenggara. 27 55 . Jakarta. sebagai berikut: Pedagang Melayu mengatakan bahwa Tuhan menciptakan Timor untuk kayu cendana dan Banda untuk bunga pala (fuli) dan Maluku untuk cengkeh.. 4 30 29 Anthony Reid.

dan Eropa Utara. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. Asia Barat. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyusuri Laut Jawa. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. hal.pusat bagi pasaran Eropa. India. Di samping itu daerah Nusa Tenggara juga menghasilkan produk-produk 31 Anthony Reid.32 Penyebab lain dari pelayaran orang Belanda dipengaruhi oleh penerbitan buku Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien (Catatan Perjalanan ke Timor atau Hindia Portugis) karya Jan Huygen van Linschoten. karena produk rempah-rempah mengalir melalui Mesir dan Laut Tengah. Laporan Van Lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. Sejarah Indonesia Modern. Van Linschoten adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. 27 Ricklefs. yang berangkat tahun 1595 dan tiba di Pelabuhan Banten. Portugal. Kegairahan para pelaut dan kapal-kapal dagang Belanda mengunjungi Nusantara disebabkan antara lain karena pecahnya perang kemerdekaan Belanda terhadap Spanyol selama 1560 sampai 1648. 1998. Sementara orang-orang Belanda adalah pedagang yang melayari rute Lisabon. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. op. dan Eropa.. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. Jawa Barat pada tahun 1596. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. M. Laut Flores.C. Tetapi pemerintah Spanyol yang menguasai Portugal melarang kapal-kapal dagang Belanda membeli rempah-rempah dari Lisabon. hal. Pelayaran pertama kapal-kapal Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman. cit. 31 Pada akhir abad ke-16 orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah langsung ke tempat produksinya di Maluku. Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa dan di Malaka. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. 36-38 32 56 .

antara empat sampai lima ribu pelaut datang dan pergi dari Pelabuhan Malaka. lilin. Di antara orang asing yang menjadi pedagang dalam jumlah besar adalah penduduk muslim asal Gujarat dan Calicut. Para pedagang asal Gujarat inilah yang membawa lada dan rempah-rempah Tengah dan sekitar Laut Mediterania. Pedagang Belanda dengan 33 sampai ke wilayah Timur Fernand Braudel. Ramainya perdagangan rempah-rempah dan berbagai produk lainnya menjadikan India Timur (East Indies) bukan hanya menjadi kutub yang menarik namun juga menjadi jalur persilangan yang sibuk bagi pelayaran dan perdagangan. seperti Flores. penyediaan komoditi dari berbagai wilayah. Bugis. Pelabuhan Malaka terus berkembang sebagai penyedia sarana pelabuhan. dan dari daerah lain di Indonesia bagian timur. terutama bagi kota Malaka yang berdiri sejak awal abad ke-15. Banyak para pedagang Muslim yang mencari persinggahan di tempat lain terutama di pantai timur dan barat Sumatra dan juga di pesisir utara Jawa. hal. Posisi Selat Malaka menjadi sangat strategis bagi lalu lintas pelayaran. 33 Ramainya Bandar Malaka membuat banyak para pedagang dari Jawa. op. Dalam beberapa laporan. Pantar. Pedagang Hindu asal Coromandel yang dikenal dengan Keling juga banyak yang menjadi pedagang yang melayari rute India-Malaka. Masuknya bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16 (1596) di Nusantara membawa perubahan yang besar. peralatan rumah tangga. Kejatuhan Malaka pada tahun 1511 akibat serangan Armada Portugis yang dipimpin Afonso d’albuquerque. madu.yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. dan lain-lain. menjadikan pelabuhan Malaka menjadi pasar rempah-rempah asal Maluku. Namun jangan lupa bahwa pelayaran ke Maluku mau tidak mau melewati Laut Flores di mana berhimpun beberapa pulau besar dan kecil. 526-528 57 . Adanya hubungan pelayaran antara Malaka dan Maluku. Timor. dan kayu sapan.. Alor. Makasar. produk kayu cendana asal Timor dan juga Sumba sangat laku di pasaran Cina. cit. yaitu cengkeh dan pala. membawa kemunduran bagi Malaka. Menurut Tome Pires. membentuk lembaga perlindungan bagi keamanan kapal-kapal asing. membawa komoditi asal Maluku yang sangat laku di pasaran India dan Cina. Dengan demikian wilayah tersebut sudah tersentuh dinamika pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai.

Flores. Bali. Banten. VOC memberlakukan pengawasan terhadap sentra-sentra produksi rempah-rempah dengan pelayaran Hongi (Hongi Tochten). Sinar Harapan. Irian. dan Philipina Selatan. dan pantai utara Jawa diambil alih dari Mataram sampai pertengahan abad ke-18. sebuah Sejarah Singkat tentang Persekutuan Dagang Hindia Belanda. Berbagai macam komoditi dari berbagai daerah dapat dibeli dari Pelabuhan Makasar. Penaklukkan benteng-benteng Portugis di Ambon. Jawa. pelanggaran atas kuota produksi akan menghadapi penangkapan dan penghancuran kebun rempah-rempah milik penduduk.R. Budak. hal ini berakibat VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di pusat produksinya dan bahkan mengatur penanaman dan pengaturan panen untuk mengendalikan harga. Sejak itu. Kalimantan. Jakarta. seperti barangbarang dari Maluku. Sumba. produk dari laut. Sumbawa. Beberapa wilayah direbut dari Portugis. sehingga menimbulkan perang Makasar 1660-1667. Timor. Jan Kompeni: Sejarah VOC Dalam Perang dan Damai 1602-1799. dan juga Untuk melihat sejarah singkat VOC lihat C. Cirebon. VOC merebut Jayakarta dan menggantikannya dengan Batavia pada tahun 1619.segera mendirikan Veerenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tahun 1602 untuk mengkonsolidasikan kekuatan menghadapi para pedagang Eropa lainnya terutama Inggris dan Portugis. rempah-rempah. Boxer. Kekuatan laut VOC sejak abad ke-16 belum ada yang menandinginya di Nusantara. dan juga sebagian wilayah Mataram di pantai utara Jawa membuktikan kekuatan laut yang dimiliki oleh VOC. Selain itu beberapa kerajaan lokal seperti Kesultanan Makasar dipaksa untuk menerima monopoli perdagangan rempah-rempah. Batavia kemudian dijadikan pusat administrasi bagi jaringan pelayaran dan perdagangannya di Asia. Makasar merupakan pelabuhan yang ramai sejak abad ke-16. 1983 34 58 . 34 Untuk memantapkan kedudukannya di Hindia Timur. penaklukkan Makasar. Hal ini mengakibatkan VOC menguasai hegemoni politik dan ekonomi di Nusantara. Malaka. Banten direbut. VOC terus memperluas kekuasaan politik dan ekonominya di wilayah Hindia Timur. Lombok. Perebutan hegemoni pelayaran dan perdagangan di Nusantara yang dilakukan VOC menghadapi tantangan dari pelaut-pelaut Makasar dan juga Sultan Makasar. Priangan. seperti Ambon (tahun 1605) dan Pelabuhan Malaka (tahun 1640). Kesultanan Ternate dan Tidore dipaksa menerima pertuanan VOC.

atau para pedagang Makasar yang membelinya dari Pelabuhan Malaka. Dengan mengunakan perahu-perahunya orang-orang Makasar mengangkut berbagai komoditas dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. juga melakukan ekspansi dengan menjual tekstil India. Hal ini terutama dilakukan oleh Inggris sampai abad ke-18. VOC mulai membatasi kedatangan Jung Cina ke Nusantara. termasuk menjualnya melalui tokotokonya sendiri. Pelayaran kapal-kapal Cina yang mendatangkan banyak keuntungan ini sangat menarik perhatian VOC. Dari Babad dan Hikayat sampai Sejarah Kritis. Namun peristiwa pembantaian Cina di Batavia. 375-377 59 . eds. Di samping itu banyak para pelaut dan pedagang Makasar yang juga melakukan perdagangan ilegal dengan menjual berbagai macam komoditi dari seluruh Nusantara.kayu cendana merupakan produk utama dari daerah timur. opium.. Sutherland dan David S. 372-374 36 35 T. Di samping itu para pedagang Cina dengan kapal-kapalnya yang besar sangat aktif berlayar dan memperdagangkan komoditi dari Cina ke Nusantara. hal. perdagangan bebas di Nusantara mengalami kemerosotan. ”Quantitative and Qualitative Approaches to The Sudy of Indonesia Trade: The Case of Makasar”. Ibrahim Alfian.. 1992. Barang-barang dari India dan Cina dikenakan pajak dan barang-barang komoditi ekspor dijual dengan harga yang tinggi. Selain itu Makasar juga memperdagangkan produk-produk dari India dan Cina yang didapat dari kehadiran kapalkapal asing di Malaka. Penguasaan VOC atas Makasar membuat perubahan yang mendasar bagi Makasar. menggunakan gudang-gudang sendiri. dalam T. Bree. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perlawanan dari kapal-kapal dagang dari berbagai bangsa dan daerah di Nusantara yang kemudian melakukan perdagangan ilegal atau penyelundupan. Gadjah Mada University Press.. Para pedagang swasta Inggris dalam melakukan perdagangan dengan Asia. VOC melakukan praktek monopoli perdagangan yang Heather A. cit. eds. 36 Tetapi sejak kejatuhan pelabuhan Makasar. termasuk juga di Nusantara. VOC melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dan yang lainnya. Ibrahim Alfian. dan senjata untuk dipertukarkan dengan berbagai mata dagangan dari berbagai pelabuhan di Asia. hal. 35 Kebijakan ini menjadikan VOC melakukan ekspansi perdagangan dengan kapalkapal sendiri. Jawa tahun 1740. kapal-kapal Cina hanya diijinkan berdagang di Banjarmasin dan Makasar. op.

beras. eds. atau pelabuhan laut dalam. Arab. Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. edisi draf. kedua.kemudian menjadikan perdagangan rempah-rempah menjadi kurang menarik. dan terakhir pelayaran lokal. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara juga meningkat pesat. atau 6 kapal per hari. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhan-pelabuahn di luar Pulau Jawa. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. dalam Howard Dick. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan menggali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan J. pelayaran regional Asia Tenggara. Tarif bea yang rendah yang diberlakukan Inggris di Pelabuhan Singapura membuat banyak pedagang dari Cina. menyadarkan pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk melakukan usaha-usaha untuk menyaingi ramainya perdagangan di Singapura. Kapal-kapal pinisi dan padewakang milik orang Bugis-Makasar membawa produk-produk seperti lilin lebah. dan bahkan kapal-kapal dari Bugis dan Makasar secara rutin berkunjung ke Singapura untuk menjual barang-barang yang dibawanya dari kepulauan Indonesia bagian timur. 1999. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. 37 60 . sarang burung. India. dan lain-lain.000 metrik ton. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200.. Mulai dari perahu-perahu kecil berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. Passau. Namun munculnya pelabuhan bebas Singapura yang dibangun oleh Inggris tahun 1819. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura per tahunnya. kayu cendana. 97. 37 Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. Thomas Lindblad. Pelayaran yang menyinggahi Singapura itu terdiri atas tiga jenis. Eksploitasi Pulau Jawa yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda selama abad ke-19 juga menelantarkan daerah luar Jawa terutama di Indonesia bagian timur. hal.

Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. hal. Howard Dick. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli.cit. Sulawesi. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. hal. Jurnal Jabatan asia Tenggara. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun 1880. 1995. dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. Jati. Pelayaran perahu ini masih memainkan Hanizah Idris.1.. op. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. 98. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama kallang di Singapura.38 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. op.23-25 39 40 38 Howard Dick. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. cit.. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional.pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. jung. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya.. terutama kapal-kapal Inggris. 99 61 . Kapal-kapal Cina berdagang di banyak wilayah di Nusantara. 40 Sementara itu sejak tahun 1824. jumlah mereka sekitar 135. 1819-1941. Kalimantan. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa.. atau musim Bugis. Universiti Malaya No. Perkembangan Pelabuhan Singapura membuat Pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. hal. eds. dan di kota-kota pelabuhan di Nusantara.. terutama setelah banyaknya kapalkapal uap yang berlayar ke Singapura.. eds. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’.39 Selain itu peran pedagang Bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar.

Pontianak. eds. dan Sambas (1834). KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. Peran para pedagang Eropa pada bad ke-16 sampai 18. Manado (1848). Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda.al. 1988. 111-112 Howard W... op. Makasar (1847). et. Dick. Ambon. LP3ES. yaitu Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). Dia dianggap sejarawan yang mempelopori kajian sejarah maritim yang mengkritik cara penulisan historiografi kolonial tentang sejarah ekonomi di Nusantara. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. dalam Anne Booth.. eds. 404-407 62 . Kekuatan armada kapal yang diperlengkapi dengan meriam yang canggih menjadikan kapal-kapal Portugis dan terutama Belanda mempunyai kekuatan memaksakan perdagangan monopolinya. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM).Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. Banda. hal. Dalam kumpulan tulisan yang dibukukan setelah dia 41 42 Howard Dick. “Perdagangan Antarpulau. van Leur. Sukadana (1837).C. serta Ternate (1852).42 Usaha ini sedikit berhasil seperti dapat kita lihat dari tulisan Sutherland tentang kedatangan kapal-kapal Cina langsung ke Pelabuhan Makasar selama pertengahan abad ke-19. pengiriman surat. hal. Kedatangan kapal-kapal Eropa membawa pengaruh yang cukup penting dalam dunia perdagangan dan pelayaran di Nusantara. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. Pengintegrasian Ekonomi dan Timbulnya suatu Perekonomian Nasional”.. Sejarah Ekonomi Indonesia. seringkali dijadikan studi sejarah oleh sejarawan kolonial yang seringkali tidak menuliskan peran para pedagang lokal dan Asia dalam pelayaran dan perdagangan pada masa itu.cit. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. seperti memonopoli pengiriman barang-barang milik pemerintah. 41 Kondisi tersebut yang membuat pemerintah Belanda berusaha menyaingi Singapura dengan membuka pelabuhan bebas di Riau (1829). Kajian yang menggambarkan dinamika perdagangan masyarakat lokal di Nusantara dilakukan oleh J.

Pertama-tama perdagangan dilakukan dari satu tempat ke tempat lain. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. RZ. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. hal. dia melihat perkembangan dari pelayaran dan perdagangan pribumi yang marak selama kekuasaan VOC berkuasa di Nusantara. eds. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement.meninggal kita dapat membacanya dalam “Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History”.. yaitu investasi modal dari keuntungan. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing.43 Dalam bukunya itu. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peddling trade (perdagangan penjaja).. Sumur Bandung. 191 45 Taufik Abdullah. dari pulau ke pulau.45 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu.000 ton. Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History. Depok. dan dari benua ke benua dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. eds. dan di Cina sekitar 600 ton. Leirissa. Peddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciri-ciri tertentu. dalam Taufik Abdullah.C. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas.C. cit. 192 44 43 63 .) 44 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. “Dr. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. hal. di India sekitar 200 ton. J.. Bandung.. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Bandung. J. op. 1960. 1997. PPKB-LP UI. Van Leur.

dan lain-lainnya merupakan kerajaan dagang yang kuat. N. Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. op. Calicut. Pada waktu itu kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. 201-202 64 . Sudah sejak 46 47 K. hal. Luwu. dan sebagainya. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. K. Lihat artikel RZ. Kanton. op. Chauduri. J. eds. N. Pelayaran Perahu Bugis. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan.Makasar di Nusantara Peran orang-orang Bugis-Makasar dalam pelayaran di Nusantara sudah berlangsung sejak abad ke-16. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. 3. Chauduri46 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. seperti Gowa dengan pelabuhannya di Makasar. cit.. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. Wajo. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. cit. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr..Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya itu. Bone.. Leirissa.1.47 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. Hormus. Kekuatan perdagangan laut ini didukung oleh penduduk yang mayoritas hidup dari hasil laut dan perniagaan di laut. “Dr. Malaka.C. dalam Taufik Abdullah.

porselain. seperti beras. barang-barang logam. mereka memiliki filosofi bahwa secara umum laut adalah milik bersama. yang menandai kekalahan Kerajaan Gowa. mengakibatkan orang Bugis dan Makasar menetap di kepulauan Riau. membuat bangsawan Makasar dan para pengikutnya merasa terhina dan pergi meninggalkan tanah Makasar. menjadi pemimpin utama di wilayah Sulawesi Selatan.”The Bugis-Makasar Diaspora”. Bahkan Sultan mengatakan: Leonard Y. sutera. 119-120 48 65 . hal. part I. Dalam catatan sumber-sumber Belanda. Bone. dan lain-lainnya. tekstil. sejak perjanjian Bongaya. Andaya.sebelum abad ke-16. ditolak oleh Sultan Hasanuddin. Keadaan ini dipicu oleh penaklukkan kerajaan Gowa-Tallo yang bersuku Makasar terhadap kerajaan-kerajaan Bugis. tetapi juga berpindah tempat. Pelabuhan Makasar dianggap menyaingi perniagaan VOC. dengan pihak VOC yang ingin memaksakan monopoli. LXVIII. mereka memperdagangkan produk-produk rempah-rempah dari Maluku untuk dipertukarkan dengan membawa barang-barang yang dibeli dari Jawa dan Malaka. Luwu. seperti Wajo. Jawa Timur. dan kepulauan Nusa Tenggara. Pengungsian besar-besaran terjadi pada tahun 1669 ketika secara final VOC mengalahkan pemberontakan orang Makasar. terutama di daerah sekitar Sumatera Timur dan Semenanjung Malaya. Journal of The Malaysian Branch of The Royal Asiatic Society. dan lain lain. Permintaan VOC agar Sultan menerima monopoli perdagangan di Makasar ditolak oleh Sultan Hasanuddin. siapapun boleh melayarinya. Keinginan VOC untuk mengontrol jalur perniagaan laut. 1995. Penaklukkan oleh orang-orang Makasar ini membuat banyak orang-orang Bugis yang pindah dan menyebar ke seluruh Nusantara. 1667. penguasa Bone. Dalam kebudayaan bahari yang dimiliki oleh orang Makasar. Namun persebaran orang Makasar dan Bugis secara besar-besaran dan tidak hanya sekedar berdagang. Vol.48 Perang Makasar (1666-1668) sebenarnya dipicu oleh perang dagang antara Kerajaan Makasar yang menjadikan pelabuhannya bebas dikunjungi oleh kapal-kapal dari Eropa ataupun dari Asia dan Nusantara. Sementara itu pengungsian besar-besaran dilakukan oleh orang-orang Makasar pasca penaklukkan Kerajaan Gowa-Tallo oleh kekuatan militer VOC dalam Perang Makasar 1666-1669. terlebih lagi ketika Arung Palakka.

50 Dalam proses awal adaptasi. loc. Prisma. cit. Namun para pengungsi Makasar dan Bugis generasi awal telah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. sehingga di Jawa Timur. 120-121 66 .. lapian. Andaya melihat bahwa para pengungsi Makasar awalnya mengalami kegagalan karena sifat mereka terus memusuhi VOC. Karaeng Galengsung dan pengikutnya. hal. sementara orang Makasar di Jawa dan Madura. Namun sejak kekalahan dalam Perang Makasar banyak bangsawan.B.”Perebutan Samudera: Laut Sulawesi pada Abad XVI dan XVII”. Sementara itu sebagaian besar bangsawan Bugis di Wajo yang menjadi sekutu Kerajaan Gowa-Tallo juga melakukan pengungsian setelah ibukota kerajaan di Tosora dihancurkan oleh VOC. padahal sudah sejak lama. Andaya. telah membagi-bagi daratan di antara umat manusia. Hal yang sama juga terjadi di Banten ketika Karaeng Bontomarannu tiba di Banten dengan 800 orang pengikutnya dan mendapatkan tempat tinggal dari Sultan A.11 tahun 1984. mendukung pemberontakan Trunojoyo melawan Mataram dan VOC.“Tuhan telah menciptakan bumi dan lautan. No. Peperangan yang terjadi kemudian pada pertengahan abad ke-18 antara Kerajaan Bone melawan Kerajaan Gowa-Tallo dan Kerajaan Wajo juga makin menambah besar jumlah penduduk yang mengungsi. hal. Tak pernah kedengaran larangan buat siapapun untuk mengarungi lautan. 37 50 49 Leonard Y. perniagaan laut di Asia Tenggara ini berjalan dengan sistem pasar bebas. yang pada akhirnya mengalami kekalahan pada tahun 1679. Tetapi mengaruniakan laut untuk semuanya. Bahkan para penguasa juga menjadi kaya karena menjadi juragan atau pemilik kapalkapal dagang. Sedangkan dalam jumlah kecil mereka menyebar hampir di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Kebanyakan orang Bugis kemudian menetap di wilayah kepulauan Riau dan Semenanjung Malaya. Pihak penguasa hanya mengontrol keamanan laut dan pelabuhan dengan menarik cukai atas bermacam mata dagangan. dan pelaut Makasar yang meninggalkan kampung halamannya pergi merantau ke seluruh kepulauan Nusantara. saudagar.”49 Jawaban ini meneguhkan semangat orang-orang Makasar untuk melawan tindakan yang memaksakan kehendak.

52 Dampak lain yang terjadi pada abad ke-18 adalah munculnya jaringan perdagangan laut antara kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan. para bangsawan Bugis ini kemudian membentuk kerajaan yang otonom kepulauan Riau.Banten.51 Sebaliknya menurut Andaya. sampai abad ke-19. Kampung ini sampai abad ke-19 merupakan kampung yang tidak hanya didiami oleh orang Makasar tetapi juga dari para pedagang Jawa dan Melayu.. Selain di Ternate pelaut Bugis-Makasar juga menetap di Ambon. Raja Kecik. Setelah musuhnya berhasil dikalahkan. loc. di Pelabuhan Ternate terdapat komunitas pedagang Makasar yang menetap di sana. para pengungsi dari Bugis tidak memposisikan sebagai musuh VOC dengan tidak mendukung perlawanan penguasa setempat terhadap VOC. Pada abad ke-18. 121-125 Leonard Y. sebuah tempat di tepi pantai dekat Benteng Oranje milik Belanda. Perniagaan ini menjadikan Riau sebagai daerah yang menjanjikan keuntungan besar karena lalu-lalangnya kapalkapal dagang Bugis yang berdatangan dari Jawa dan Sulawesi Selatan. tanah air orang Bugis. Andaya. cit. orang-orang Makasar sudah mulai beralih sikap hanya menjadi pelaut dan pedagang. Kegiatan dagang dan perantauan orang Bugis dan Makasar menyebar ke banyak wilayah di kepulauan Nusantara. sampai kemudiaan ditinggalkan akibat perang antara VOC dan Banten tahun 1680. yang bernama kampung Makasar. hal. hal. Kehadiran pelaut dan pedagang Bugis-Makasar pun tidak ketinggalan. Sehingga orang-orang Bugis ini relatif tidak dicurigai oleh VOC. cit.. Kampung-kampung muslim ini juga didiami oleh di 51 52 Leonard Y. Para bangsawan Bugis dan pengikutnya yang berada di tanah Semenanjung Malaya justru diminta bantuan oleh Sultan Johor. Abd al-Jalil untuk melawan saingannya. 125-128 67 . Sejak abad ke-16. loc. Selain itu pada abad ke-18. Sultan memberikan daerah kepulauan Riau sebagai tempat tinggal orang-orang Bugis. yang ingin merebut tahta dengan bantuan Orang Laut. Andaya. Kepulauan Maluku yang banyak menghasilkan rempahrempah merupakan tujuan utama pelayaran mereka. dan bersama-sama orang Bugis mengarungi lautan di Nusantara dengan kapal-kapal padewakang dan pinisinya yang besar dan kuat.

Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. dan lain-lain. Tana Palawang (Pulau Palawan). Koeantong (Kanton). Koetaringang (Kotawaringin). Atje (Aceh). C. Deel LII.Z. dan wilayah Cina. Djoro’ (Johor).A. “The Bugis-Makasarese in the Port Town:Ambon and Ternate Through the Nineteenth Century”. Pelayaran kapal-kapal padewakang itu juga menyinggahi pulau-pulau di Banda. Bijdragen Tot de Taal-land-En Volkenkunde. Perdagangan Penjaja (Peddler-Trade) Pelayaran kapal-kapal Belanda pada akhir abad ke-16 dipengaruhi oleh terbitnya buku Itinerario yang ditulis oleh Jan Huygen van Linschoten. Melayu.54 3. Pilipina Selatan. dan Cina. Kei dan Aru. E. dan Jawa. 706-714 53 68 .. Peta itu juga menunjukkan rute dan tujuan pelayaran kapal-kapal Bugis sebelum pertengahan abad ke-19. bunga pala dan cengkeh diuraikan sebagai berikut: R. Ballitong (Belitung). Tjinabaloe (Kinabalu). ‘Boegineesche Zeekaarten van den Indischen Archipel’. Taranate (Ternate).2. sebagian Asia Tenggara. dia adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. Australia Utara. Marege’ (Australia Utara). hal.53 Dalam peta yang dibuat oleh orang Bugis. 619-633 54 Le Roux. Pigo (Pegu). Brill. Deel 156. Cense. Kajian Le Roux atas peta yang ditemukan di perkampungan bajak laut di Santhel yang terletak di Teluk Sekana di Pulau Singkep tahun 1854. 2000. Mangindano (Mindanao). A. Sibiro’ (Siberut). 1935. Nama-nama daerah seperti Kalantang (Kelantan). menggambarkan peta-peta wilayah di seluruh Nusantara.pelaut dari Mandar.C. Leirissa. Maladiwa (Maladewa). kita dapat melihat begitu luasnya pelayaran yang dilakukan oleh perahu-perahu Bugis. Poelo Lao’ (Pulau Laut). Saiang (Siam).M. hal. Australia Utara. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. Dari Nama-nama tempat yang terdapat dalam peta Bugis ini menunjukkan luasnya pengetahuan tentang daerah-daerah di Asia Tenggara. Tweede Serie.F. Palimbang (Palembang). Tijdschrift van het Koninlijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap. Leiden. Tulisannya tentang pala.

baik untuk peneyembuh sakit kepala. …bunga pala terutama baik untuk selesma dan untuk pria yang lemah.C. Van Leur Sumbangan van Leur dalam penulisan sejarah Indonesia cukup besar artinya. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyususri Laut Jawa. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. madu. dan bila ditaruh di mata dapat memelihara penglihatan. adalah bunga pala. Titinerario. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. menghilangkan rasa marah dan memudahkan buang angin….1. memudahkan ke luarnya kencing. jantung. lilin. Laporan Van lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. Jakarta. Cengkeh banyak digunakan untuk memasak daging maupun meramu obat. menajamkan daya ingat.Pohon cengkeh banyak dahannya dan bunganya tidak sedikit. menghangatkan dan menguatkan tenggorokan.2. yang kemudian menjadibuah-buah yang dinamakan ‘cloves’ karena bentunya mirip cakar atau ’claws’. Sejarah Ekonomi menurut J. Laut Flores. 9-10 69 . menyegarkan nafas. tenggorokan. 1595. Yang paling utama dan paling luar seperti daging kelapa. terutama kritikannya terdapat penulisan sejarah Hindia Belanda yang lebih banyak bercorak Eropa sentris. Buah pala menenangkan otak. kutipan di atas merupakan terjemahan langsung oleh Wilard A. dalam Ternate dan Tidore: Masa Lalu Penuh Gejolak. Pustaka Sinar Harapan. tetapi daunnya lebih pendek dan bundar. dan menguatkan jantung. Hanna dan Des Alwi. Pala terbalut oleh tiga jenis kulit. yang membalut buahnya. bunga pala. Di samping itu daerah Nusa tenggara juga menghasilkan produk-produk yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. melancarkan kencing dan menghentikan mencret. dan cabe hitam…. yang berguna bagi obat-obatan.Pohon-pohon yang membuahkan pala dan bunga pala itu tidak berbeda dengan pohon buah pir. untuk ibu dan untuk syaraf. 3. Air cengkeh hijau yang disuling harum baunya. hal. Amsterdam. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. 1996. melancarkan pencernaan. Asia Barat. dan Eropa.55 Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa yang terutama di Malaka. dan kayu sapan. Dalam kajiannya tentang sejarah perekonomian di Asia dan juga 55 Laporan Van Lindschotten dalam bukunya.Cengkeh memperkuat hati. mengusir angin dari tubuh. yang sakit cacar menjadi berkeringat dengan cengkih. India.

. membuktikan tentang ramainya perdagangan di Nusantara sejak abad ke-15 sampai abad ke-17 57 RZ. di India sekitar 200 ton. Padahal dalam kajian van Leur. Pertama-tama perdagangan dilkukan dari satu tempat ke tempat lain.. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. hal. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin. eds. dari benua ke benua. hal. Jilid I.58 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik Dalam buku yang ditulis oleh Anthony Reid. Yayasan Obor Indoensia. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. dalam Taufik Abdullah. dan di Cina sekitar 600 ton.C. eds. van Leur mengemukakan bahwa selalam ini sejarawan Belanda lebih memfokuskan peran orang-orang Belanda sendiri. 192 56 70 . Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. dia mengungkapkan bahwa pelayaran dan perdagangan pribumi juga berkembang dengan pesat. Jakarta.) 57 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. “Dr.000 ton. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. yaitu investasi modal dari keuntungan. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. op. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. Yayasan Obor Indonesia. PPKB-LP UI. dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. Peeddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciriciri tertentu. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. Leirissa..di Indonesia. 191 58 Taufik Abdullah.56 Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. cit. Sehingga kekuasaan dan dominasi VOC atas berbagai wilayah di Nusantara dianggap mewakili dinamika pelayaran dan perdagangan di wilayah tersebut. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. 1997. dari pulau ke pulau. 1999. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peeddling trade (perdagangan penjaja). 1992 dan Jilid II Anthony Reid. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. J. jakarta. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. Depok.

K. Trade and Civilisation in The Indian Ocean: An Economic History from the Rise of Islam to 1750 . Cambritge. “Dr. Chauduri. Leirissa. dalam Taufik Abdullah..Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. Malaka.para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. N. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. 1989 60 Lihat artikel RZ. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. Calicut. Univercity Press. Kanton. Cambritge. 201-202 59 71 . Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya. Hormus. eds.60 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. K. Chauduri59 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. op. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. J. N. hal. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja.C. cit. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia.. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. dan sebagainya.

Pelayaran yang menyinggahi Singapura terdiri atas tiga jenis. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. jung. edisi draf. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan mengali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. Jurnal Jabatan asia Tenggara.000 metrik ton. eds. Hanizah Idris. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. hal.23-25 62 61 72 .62 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. Kapal-kapal Cina berdagang dengfan bayak wilayah di Nusantara. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. terutama setelah banyaknya kapal-kapal uap yang berlayar ke Singapura.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun J. Thomas Lindblad. Jati. 97.2.2. atau pelabuhan laut dalam. jumlah mereka sekitar 135. pelayaran regional Asia Tenggara dan terakhir pelayaran lokal. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhanpelabuahn di luar pulau Jawa. Sulawesi dan dikota-kota pelabuhan di Nusantara. 1999. Mulai dari perahu-perahu keci berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara meningkat pesat. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. Universiti Malaya No. kedua.3. 61 Pelabuhan Singapura merupakan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar.. Passau. dalam Howard Dick. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura pertahunnya. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 18002000. Ekonomi dan perdagangan Maritim Periode Hindia Belanda Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat.1. atau 6 kapal perhari. 1819-1941. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. hal. 1995. Kalimantan.

. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. Perkembngan pelabuhan Singapura membuat pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. 64 dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal.. Pelayaran perahu ini masih memainkan Sementara itu sejak tahun 1824. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. yaitu. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM).1880. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. 64 63 Howard Dick. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. Thomas Lindblad. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama ‘kallang’ di Singapura. 98.63 Selain itu peran pedagang bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar.cit. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . atau musim Bugis. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa.. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. eds. seperti memonopoli pengiriman barang-barang J. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. op.. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. Passau. terutama kapal-kapal Inggris. 1999. 99 73 . hal. hal. edisi draf. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. eds. dalam Howard Dick.

pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut.milik pemerintah. d. 111-112 74 . Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut.2. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut f..3. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. 65 3. b. op. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. Sebagai upaya untuk memudahkan kajian terhadap masyarakat maritim ada baiknya kita lihat beberapa rujukan berikut. eds.. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsure (Van Leur dan Verhoeven. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. 1974:5-8). Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim di Indonesia Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai.. hal. Bentuk tanah dan pantainya wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi c. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut e. yaitu . teluk atau muara sungai. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari 65 Howard Dick.cit. Luas perdagangan maritim. surat dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. Dari enam unsur di atas. a.

peta. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim e. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. musik. yang menjelajahi perairan Nusantara dengan armada perahunya pada masa lalu. Adapun tema-tema yang dapat dijadikan pokok kajian adalah: a. mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. tonase. sebagai contoh di Kota Banten lama terdapat kampung Pamarican. yaitu tempat para pedagang merica. akibat adanya pelayaran. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. Sebagai contoh adanya tokoh mitos Sawerigading dalam masyarakat Bugis. pantai-pantai. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’ (Sedyawati. 2005: 3-5). seni rupa. 1996) b. peralatan penangkap ikan. jalur-jalur pelayaran. c. dari kata merica atau lada. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. persenjataan. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. f. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. seperti. Teknologi perkapalan dan pelayaran.mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. muaramuara sungai. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. dibentuklah armada angkatan laut. dan tradisi lisannya. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. Peralatan untuk membuat perahu atau kapal kayu d. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. sistem navigasi. seni tenunan. Pecinan (tempat tinggal pedagang 75 . Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. bentuk perahu. Sulawesi Selatan. seni tarinya. laut lepas. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. (Barnes.

1984: 267) j. h. sehingga Babad Banjar mencatat bahwa lada adalah ‘dagangan negri’. (Boomgaard. i.Cina). Sistem pajak dan upeti. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut k. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. 76 . Organisasi pelayaran. Dan juga gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya.’ (Poesponegoro. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. Sebagai contoh lada menjadi mata dagangan ekspor kerajaan Banjar. adanya bencana alam. dalam Hikayat Bustanus Salatin dikutipkan: ‘Dan ialah yang memaknakan Bail Um Mal dan uzur negeri Aceh Darus-Salam dan Cukai pekan dan ialah yang sangat murah karunianya akan segala rakyat dan mengaruniai sedekah akan segala fakir miskin. di Jakarta terdapat kampung Pekojan (tempat tinggal penduduk dari anak benua India) g. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. Selain itu ada contoh upeti (wase) atau pajak yang dikenakan terhadap jual beli di pasar (pekan) Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. pada tiap-tiap berangkat sembahyang Jumat. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). 1997). 2000). Dermayon (tempat tinggal orang Indramayu). cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayang-bayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). (Wahyono.

Selat Malaka. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). Laut Flores. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat maritime tersebut. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Sebagai contoh kita bias melihat suatu wilayah satuan bahari mulai dari sebuah teluk atau selat yang kecil. 3. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. Cara dan kebiasaan makan. berupa upacara-upacara tradisional memberkati kapal. memulai menangkap ikan dan upacara ritus peralihan 4. Laut Banda dan lain-lain. peralatan penangkap ikan atau produk laut lainnya. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak maritime kita dapat mendata beberapa hal yang dikemukakan oleh David A. Selat Makasar. Dengan mendata point-poin diatas diharapkan akan membantu kita yang hendak melakukan kajian peradaban sejarah atas masyarakat maritime yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografi dan wilayahnya. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat Pokok-pokok bahasan tersebut tentunya dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan juga tingkat keluasan area yang dikaji. legendanya. Kekuasaan politik yang muncul. senjata dan lain-lain. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 2.l. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. 5. bagian-bagian pembentuknya. Taylor (1992): 1. berupa bangunan perahu atau kapal. muara sungai sampai satuan bahari yang lebih besar seperti kawasan Laut Jawa. nasib baik dan buruk. lagu-lagu rakyat. seperti. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia maritime masyarakat. 77 .

Lapian dalam pidato guru besarnya yang mengambil tema “Sejarah Nusantara Sejarah Bahari”. 66 AB.3. cit.3. dan kultural. Lapian. sosial.. gobang.1. Di samping itu integrasi yang dimaksudkannya bisa beragam sesuai dengan kondisi geografisnya atau bisa juga dilihat dari sudut politis. Lapian tentang beragam jenis perahu dan kapal yang bisa dipakai oleh penduduk pribumi di Nusantara.67 Dengan demikian kajian sejarah bahari di Indonesia terdiri atas berbagai macam ‘satuan bahari’ atau yang dikenal dengan sea systems. Lapian. seperti yang diungkapkan oleh sejarawan A. Dengan pendekatan seperti itu penulisan sejarah dapat melahirkan deskripsi dan analisa yang baru. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Menurut pandangan AB. 5-6 68 AB. heartland atau daerah inti dari sebuah negara kepulauan bukanlah suatu pulau melainkan suatu wilayah maritim yang sentral letaknya. Laut Jawa. Pilihan untuk berlayar tersedia banyak jenis sarana. 4 Maret 1992 67 AB. Lapian. sebagai pemersatu yang mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah itu.66 Sehingga studi tentang sejarah bahari dan berbagai aspeknya sangat dibutuhkan bagi sebuah rekonstruksi sejarah Indonesia yang lebih utuh. Lapian. cit.Pentingnya Kajian Sejarah Maritim Lokal Dengan demikian sebetulnya sudah sejak lama sejarah dan kehidupan bahari di Nusantara itu sudah menyatu sebagai suatu kenyataan yang ada dari abad ke abad. op. AB. Namun kenyataan yang ada kajian sejarah bahari masih jauh dari cukup. perahu. Lapian juga memberikan pandangan bahwa kajian tentang sejarah maritim dapat dimulai dari sejarah teluk kecil atau selat yang sempit sebagai tempat para nelayan mengembangkan kegiatan matapencahariannya. dan lainlain. 6-7 78 .. galai. Lapian. hal. Semisal Selat Makasar. Di samping itu akibat adanya pengaruh politik dan ekonomi. pendekatan sejarah maritim indonesia harus bisa melihat seluruh wilayah perairannya. Selat Madura. Laut Sulawesi.B. hal. jukung. Dalam tulisan AB.3.68 Gambaran yang cukup menarik diberikan oleh A. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa.B. op. Laut Flores. kajian bisa ditingkatkan lebih luas lagi dengan melihat selat dan laut yang lebih besar dan ramai oleh perdagangan. Selat Malaka. dengan sampan. ekonomis.

j. Jenis-jenis angkutan laut tersebut ini mencerminkan kekayaan perbendaharaan alat angkutan yang digunakan untuk mengadakan hubungan antar pulau. rah. dan berbagai sarana angkutan air lainnya. 70 3. Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala.3. Beberapa di antaranya hanya dikenal dalam lingkungan sukubangsa tertentu. padewakang.lancang. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. 4 Maret 1992. londe. sarana pertukaran dan hubungan. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut AB. 2006 71 70 69 79 . 2004. teluk atau muara sungai. Laut telah menjadi sarana bagi terwujudnya persatuan. pinisi. sedangkan ada jenis perahu yang tersebar di seluruh Nusantara. h.2.4 Singgih Tri Sulistiono. Jakarta. Bentuk tanah dan pantainya Luas wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi perdagangan maritim. Meski laut juga merupakan kondisi alam yang dapat memisahkan kalau masyarakat tidak mengatasinya dengan pembangunan di bidang teknologi perkapalannya. hal. yaitu . Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsur (Van Leur dan Verhoeven. Direktorat Geografi Sejarah. 1974:5-8). Berbagai jenis perahu yang disebut dalam daftar di atas mempunyai tingkat kelayakan laut yang berbeda-beda. pencalang. 7 sebagian draft tulisan dikutip dari tulisan Penulis dalam draft Kajian Peradaban Maritim dalam Buku Pedoman Kajian Geografi Sejarah oleh Agus Aris Munandar dkk.69 Selain itu kajian sejarah maritim juga membuka kajian yang luas tentang komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) lewat media laut antara satu komunitas dan komunitas yang lain yang dapat menjadi dasar bagi proses integrasi di kalangan masyarakat Indonesia. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. i. Lapian. Beberapa pokok Kajian tentang Masyarakat Maritim71 Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. lepa-lepa. DIKTI. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut k. pengangkutan. g. hal.3. soppe. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. Pengantar Sejarah Maritim Indonesia. wangkang.

Dari enam unsur di atas.3. 2005. 3-5 73 lihat Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. yang tersurat dalam ‘Syair Asal usul’ atau ‘Lia Asa Usu’. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. Clarendon Press. Sulawesi Selatan. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa.3. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. UI. hal. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. Barnes. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. ed. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan.3. perahu peledang inilah yang membawa nenek moyang orang Lamalera ke pulau Lembata. 2001 dan R. Sebagai contoh cerita mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus.73 Dalam tradisi lisan yang dikenal oleh masyarakat Roti. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Oxford. Lembaga Galekat Lefo Tanah. Tema Tema Pokok Kajian a. 1996 72 80 .l. Jakarta. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’72 3.H. Kisahnya sebagai berikut: Edi Sedyawati. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. mereka mengenal apa yang disebut dengan tutui teteek (kisah nyata). Depok. Orang Lamalera juga memiliki cerita mitos tentang perahu tradisional mereka pertama yang dibuat nenek moyangnya di pulau Lepanbatan yang kemudian diceritakan tenggelam karena bencana alam. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. Dikisahkan adanya seorang nusak di Tola Manu (Termanu) yang melawan kompeni Belanda dan juga dikisahkan adanya keterangan tentang ramainya pelabuhan dagang di Tola Manu.

2001 dan R. Clarendon Press.75 Selain itu di Selat Sape. Sebelumnya nusak Tola Manu disebut Koli Oe do Buna Oe. Solor. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona.H. 1996 74 81 . Sawu. c. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. Barnes.74 Dengan demikian dari cerita tutui teteek tersebut digambarkan juga adanya pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Buton. pantai-pantai. kemudian dipendekkan menjadi Koli do Buna……. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus.Pulau Roti menamakan Nusak Tola Manu. 1986. orang Buton. Djambatan. ‘Nusak yang membantai kompeni’ (Nusa Manatati Koponi). Depok. Solor. sebagai contoh perahu peledang yang dipergunakan oleh para nelayan Lamalera di Pulau Lembata untuk berburu ikan paus. sebagai alat transportasi menangkap ikan orang Komodo membuat perahu atau sampan yang terbuat dari kayu rengo atau kawu puah (bombax ceiba) yang bisa James J. Barnes. Fox. 26. 14. seperti. Bahasa. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. dan Ndau pergi dan datang. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. b. Sawu dengan menyinggahi pelabuhan di Pulau Roti. Makassar.5 meter.H. Perahu peledang ini merupakan perahu besar sepanjang 9-10 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi dinding perahu anatara 1 sampai 1. 28 75 lihat R. hal.Dikatakan bahwa ketika Koli do Buna masih merupakan pelabuhan besar. muaramuara sungai. No. Sastra dan Sejarah: Kumpulan karangan Mengenai masyarakat Pulau Roti. laut lepas. Jakarta. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. Makssar. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. April 1974. Peralatan atau teknologi untuk membuat perahu atau kapal kayu. Lembaga Galekat Lefo Tanah. Perahu ini dibangun dari bahan papan kayu (ara blikeng) dengan konstruksi kuat tanpa menggunakan paku besi tetapi dari pasak kayu dan ikatan rotan. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. Oxford. perahu dagang tidak pernah berhenti berdagang mengunjungi Roti dan mereka biasanya berlabuh di kota Leleuk. Jurnal Indonesia (Cornell University). 17.

persenjataan. Barnes. tonase. 77 Untuk kajian tentang perahu-perahu tradisional lihat juga karya Horst Liebner.J. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. g. Jakarta. kemudian jalur selatan yang menyusuri ke selatan via selat Lombok menuju bagian selatan Sumbawa kemudian menuju Sumba atau Ende dan terus ke Kupang. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. seni rupa.. Rakyat. 17. akibat adanya pelayaran. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. ‘Perahu Pinisi di Sunda kecil: Suatu Studi tentang Pola-pola perniagaan Abad XVIII-XIX. sistem navigasi.78 Untuk jalur-jalur pelayaran yang melewati wilayah utara Nuasa Tenggara kemudian langsung ke Maluku. Di Lombok ada Pelabuhan Labuhan Haji (Saboaji) dan Piju (Picu) di Lombok Timur. Barnes. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. seni tarinya. 1996.H. ed. lihat I Putu Suwitha. April 1974.. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. setiap pelabuhan dipimpin oleh Subandar (syahbandar).79 f. Balai Pustaka. peta. 2005 79 lihat I Gde Parimartha.A. Organisasi pelayaran. dan Bahasanya.bertahan selama tiga tahun. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. Di 76 J.H. namun para pedagang Bugis dan Makasar dengan perahu padewakang dan pinisinya yang mewarnai pelayaran di Nusa Tenggara. Jurnal Indonesia (Cornell University). Depok. Lombok. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. No. 2001 dan R. cit. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. Jakarta. Penerbit Djambatan-KITLV.76 d. Clarendon Press. dan Sumbawa banyak didatangi oleh para pedagang Bugis dan Makasar yang mempengaruhi penggunaan perahu mereka pada masyarakat pedagang lokal. ed. seni tenunan. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. 7-9 Untuk perkembangan perahu lokal di Nusa Tenggara lihat lihat R. ‘. sedangkan orang Bali. jalur-jalur pelayaran. 2002 77 82 . op. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Jakarta. bentuk perahu. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. musik. Pelabuhan Ampenan dan Tanjungkarang di Lombok Barat. 78 Lihat Edi Sedyawati. dibentuklah armada angkatan laut. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. peralatan penangkap ikan. Lembaga Galekat Lefo Tanah. Pulau Komodo: Tanah. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim. 1987. sedangkan sampan yang dibuat dari kayu pohon woh (sterculia foetida) bisa bertahan selama sepuluh tahun. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. Oxford. hal. dan tradisi lisannya. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. Teknologi perkapalan dan pelayaran. e. UI. Verheijen.

Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima. Kayu sapan (Caesalpinia Sappan) atau kayu Brazil dapat tumbuh antara 5-10 meter dan tumbuh liar dihutan-hutan di Sumbawa. Dompo. Sebagai contoh Pulau Sumbawa sudah dikenal lama sebagai penghasil kayu sapan yang banyak tumbuh baik di Sumbawa Barat (Alas. namun kapal yang hanya singgah tanpa berdagang selama seminggu tidak dikenakan bea. dan perahu yang dibuat dari kayu sapan ini disebut dengan ‘sampan’. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayangbayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). Salahudin (penyunting). terutama dikenakan pada perdagangan dan kepemilikan budak. mengatur perdagangan di Manggarai. Lengge.80 m. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. dan memiliki daya tahan di dalam air laut. kapal-kapal dari Jawa. yang singgah di Bima akan dikenakan bea 1 real untuk muatan dagangan senilai 20 real. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. Sumbawa. bahkan ditingkat global. adanya bencana alam. Sumba merupakan pasar-pasar diwilayahnya masing-masing. n. Sebagai contoh kapal-kapal Eropa yang singgah di Bima dikenakan bea 10 real untuk barang dagangan seberat 10 koyan (20 ton). Untuk peraturan yang diterapkan di Manggarai.pelabuhan Bima yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Bima di Sumbawa Timur. Mataram. Dompo dan Bima. Dalam bahasa Melayu kayu ini dinamakan ‘sepang’. Pelabuhan-pelabuhan di wilayah Lombok. Kayu ini sudah lama dikenal sebagai bahan pembuat perahu karena sifat kayunya yang keras. 2004 80 83 . pihak kesultanan mengeluarakan Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima yang memuat aturan-aturan pembayaran bea cukai di bandar Bima. Flores. Utan). Perbedaan komoditi yang khas diantara pelabuhan-pelabuhan tersebut kemudian memunculkan pertukaran baik ditingkat lokal maupun regional. Selain Siti Maryam R. mengatur tentang izin dan pelayanan kecelakaan pelayaran. mengatur perjanjian dengan VOC soal pelayaran dan Perdagangan. Undang-Undang ini juga mengatur larangan berdagang pada siang hari di hari Jumat dan menghukum para pelaut yang berkelahi ditempat umum. Timor. Sanggar. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka.

Pada abad XIX.al. bahkan sejak perjanjian Bungaya 1667.5 kg.81 Perdagangan opium (candu) juga merupakan komoditi perdagangan yang cukup ramai diperdagangkan. Depok. Sumber utama budak terutama didatangkan dari wilayah Nusa Tenggara Bernice de Jong Boers. 1997 I Gde Parimartha.6 kg). Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Lombok.B. India dan Eropa. kertas dan cat oleh orang Cina.untuk pasak kayu. Candu banyak diperdagangkan di Bali. Pelabuhan Padangbai di Karangasem. Leiden. ‘Sustainability and Time perspectives in Natural Resource Management: Exploitation of Sappan Trees in the Forest of Sumbawa. meski Sultan Mataram (Lombok) melarang rakyatnya memakai candu. KITLV. Indonesia 1500-1875’. Tome Pires (1513) melaporkan bahwa. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. dalam Boomgaard. Bugis. Makasar dari Singapura. ‘opium dalam Sejarah di Nusa Tenggara Barat’. Peter. Kebanyakan candu didatangkan oleh pedagang Eropa. 2001 82 81 84 . Sumbawa sampai ke Timor.” Sudah sejak awal Perhimpunan Dagang Hindia Timur (VOC) membeli kayu sapan ini untuk diperdagangkan ke wilayah lain. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. candu dijual bebas di pasar. Lapian. kayu ini juga dipakai untuk pewarna merah terbaik bagi tekstil. namun candu beredar lewat pasar gelap bahkan laporan pejabat Belandapada abad XIX banyak pejabat kerajaan yang ikut mencandu. LPUI.5 kg.eds. Bahkan menurut catatan orang Portugis.82 Perdagangan budak juga merupakan komoditi perdagangan yang sudah marak sejak abad ke-16. Sedangkan saat itu harga lada hanya f 24 per 49. Pada tahun 1627 di negeri belanda harga kayu sapan bisa mencapai f 48-58 per 49. Sementara itu di Sumbawa Besar dan Bima ada larangan berdagang candu oleh Sultan. eds.000 per peti atau f 100 per kati (o. kecuali jalur lain melalui perdagangan gelap. Tidak heran kayu sapan banyak dicari oleh para pedagang lokal maupun dari Asia dan Eropa. karena laku dipasaran Cina. Dengan harga f 10.. et. Daerah penghasil kayu sapan yang lain adalah di Siam (Thailand) dan Philipina. Sejak saat itu kayu sapan banyak dibeli oleh VOC melalui para Sultan di Sumbawa Besar. Kayu ima Brazil tipis dan kalah bersaing dengan Siam. Kesultanan Bima tidak boleh menjual kayu sapan selain ke VOC.”Pulau Bima (sic) menghasilkan kayu Brazil (sapan-penulis) yang dijual ke Malaka. perabot rumah tangga. Dompo dan Bima. pelabuhan Tuban di Badung. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. namun eksploitasi ini berakibat makin menyusutnya hutan sapan pada abad ke19.

produk laut yang sangat mahal harganya dipasaran Cina. ‘Trepang and Wangkang: China Trade of Eighteenth-Century Makassar c. Pelaut Bugis dan makasar juga berlayar ke perairan utara australia untuk mencari tripang. Selain dihasilkan di perairan Sumbawa. Manggarai. dan juga direkrut sebagai serdadu. lihat juga Rodney Needham. Bondage & Dependency in Southeast asia. Sawu dan timor). Duarte Barbosa tahun 1516 menceritakan bahwa kapal-kapal yang datang dari arah Indonesia Timur menuju Jawa dan Malaka tidak hanya membawa muatan cendana. sumbawa. Rote.. dan Heather Sutherland.(Bali.740 budak yang berasal dari kepulauan Indonesia Timur.C. Rote dan Timor. p. Macknight. 84 Lihat C. working Paper No. St Lusia. Januari 1983. Bhratara. Sumba. Melbourne University Press. University of Qoueensland Press. HJ. The Voyage to Marege’: Macassar Trepangers in Northern Australia. Banyak kajian-kajian yang menggambarkan bahwa perdagangan budak sejak abad ke-16 sampai awal bad ke-19 adalah lumrah. Manggarai. Jakarta. ‘Slavery and The Slave Trde in South Sulawesi 1660s-1800s’. 1720s-1840s’. mereka dipekerjakan di perkebunan tebu disekitar Batavia. ‘Bali: slavery and Slave Trade’. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. lihat Alfons de Kraan. 1976.’Sumba and The slave Trade’. 1972 83 85 . Oxford. Sebagai contoh Pulau bali merupakan penyedia budak yang sangat besar bagi VOC di Batavia.J. sebagai tukang. Flores.3. Sumba. Untuk kajian lebih jauh lihat tulisan C. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. Heeren. sepanjang pantai utara Flores dan Sumba. Heeren dan Heather Sutherland.A. sebelum Inggris dan Belanda kemudian melarangnya pada pertengahan abad ke-19. makalah seminar Center for comparative Studies on Southeast asia. Deel 156. dalam Anthony reid. kuda. Macknight. Pada tahun 1673 ada 27. Para Raja dan Sultan menjadi pihak yang mengorganisasikan perdagangan budak. Flores.83 Selain itu sejak abad XVIII diwilayah Nusa Tenggara menjadi ramai oleh kehadiran kapal-kapal Bugis dan Makasar yang mencari tripang (Holothuria). Cense dan H. Bijdragen tot de Taal –Land En Volkenkunde (BKI).84 o. Dan juga lihat I Gde Parimartha. Lombok. Bahkan para pelaut Bugis dan Makasar mencari budak dengan cara menculik penduduk dengan melakukan serangan bersenjata ke Tambora. madu. lihat juga Heather Sutherland. 31. Jakarta. Pelajaran dan Pengaruh Kebudajaan MakasarBugis di Pantai Utara Australia. ed. Penerbit Djambatan-KITLV. lihat juga A. AA Cense.C. lilin dan lada tetapi juga budak. Slavery.068 budak dan 1681 ada 30. 2002. Menurut laporan pelaut Portugis. tahun 2000. Dompu.

termasuk daerah yang cukup subur dengan luas sawah irigasi lebih dari 25. terutama mengeksportnya kedaerah lainnya di Nusa Tenggra di mana tanah sawah sangat sedikit. Lombok: Conquest.000 Ha sawah tadah hujan. 126. Selain itu kekayaan Raja Lombok juga berasal dari kontrol atas dua pelabuhan. yaitu Ampenan di barat dan Labuhanhaji di timur. ASAA. porselaian. senjata. 11-12 85 86 .000 rijksdaalder. Barang-barang tersebut seringkali dipertukarkan dengan produk-produk tekstil. tekstil 3200 rijksdaalder dan Arak dan Brendi senilai 900 rijsdaalder.85 Peningkatan produksi beras di Nusa Tenggara pada abad ke-19. hal..000 rijksdaalder. Serta mengimpor opium seharga 4200 rijsdaalde. sutera dan juga opium. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. 1980. 11 86 Alfons van der Kraan. Para penguasa di Lombok menjadi kaya dan makmur bukan karena aktifitas ekonomi dan perdagangan yang mereka jalankan namun hasil dari pajak yang mereka tarik dari para petani. Sehingga Lombok merupakan daerah dengan hasil beras yang melimpah. Lombok: Conquest. q. Alfons van der Kraan.cit. Lombok mengeksport beras seharga 20. Perdagangan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena raja Lombok melarang pemakaian opium. Singapore-Heinemann Educational Books (Asia) Ltd. hal. disebutkan bahwa penghasilan yang diterima Raja Lombok karena mengontrol pelabuhan dan perdagangan sekitar f. Kekuasaan politik yang muncul. Kekuatan politiklah yang menjadikan mereka kaya. Colonization and Underdevelopment 1870-1940. Belanda dan Bugis sejak tahun 1840-an. Colonization and Underdevelopment 1870-1940. (Kerajaan-kerajaan di Bali.625 pertahun.000 Ha dan lebih dari 45. dan tembakau 13. Sumbawa. Kerajaan-kerajaan di Flores dan Timor) sebagai contoh Kerajaan Lombok yang menjadi kaya karena perdagangan beras. Kesultanan di Lombok. op. memicu perdagangan beras yang ramai. Pada tahun 1890.gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. Banyaknya pedagang Arab dan Cina yang datang membuat perdagangan menjadi ramai dan raja memungut cukai atas perdagangan.86 Selain itu juga kuda dan teripang merupakan mata dagangan ekspor dari Lombok. minyak kelapa 600 rijksdaalder. Di Lombok pada abad ke-19. Menurut van Der Kraan dalam bukunya. Perdagangan opium di Lombok berasal dari para pedagang Inggris.

namun begitu beberapa contoh diatas dapat dijadikan awal dari kajian sejarah maritim lokal yang lebih jauh dan lebih mendalam lagi seperti yang kami kutip dari sumber karya-karya sejarawan dan antropolog yang telah menuliskannya. 87 . terutama eksploitasi kolonial Belanda yang sejak awal abad ke-19 memberlakukan kebijakan Cultuur Stelsel atau sistem perkebunan yang dipaksakan kepada penduduk Jawa dan Sumatera sebagai kewajiban membayar pajak. kajian tentang sejarah Pertanian dan pedesaan juga bisa dilakukan sejak masuknya bangsa Barat. Semoga makalah ini dapat menjadi pemiju penelitian lebih lanjut. Pajajaran dan banyaknya kerajaan yang muncul dan berkembang di Bali sejak abad ke-10 sampai awal abad ke-20. Kajian juga dapat dilanjutkan dari masa kemerdekaan sampai saat ini. Syailendra. Untuk itu saran dan kritik akan saya terima dengan senang hati 3. sistem bercocok tanam padi sawah atau agraris ini umumnya terdapat di Jawa dan Bali. Bisnis opium ini memberikan keuntungan yang besar bagi raja.meski dia mempunyai pabrik pengolahan opium di Bali yang dikerjakan oleh orang Cina. karena banyak orang Cina dan Bali menghisap opium atau candu. hal ini dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan yang sangat maju dari sisasisa kerajaan Mataram Hindu.4. Sumatera Barat. Lombok dan Sumbawa. Untuk wilayah Indonesia. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Petani-Sawah atau Masyarakat Agraris Peradaban masyarakat agraris dapat dijumpai diseluruh dunia.2. Sedangkan sejak tahun 1870. Kediri. sejak dikeluarkan UU Agraria memunculkan sistem perkebunan swasta (ekonomi liberal) yang sangat mempengaruhi perubahan masyarakat terutama di Jawa dan Sumatera. Sulawesi Selatan. Penutup Uraian yang singkat dari makalah pengantar diskusi ini dengan contoh-contoh kasus penelitian sejarah maritim lokal tersebut tentunya sangat tidak memadai. sub-tropis maupun lingkungan dingin. Lampung. Majapahit. juga terdapat dibeberapa wilayah di Aceh. baik dalam lingkungan tropis. Peradaban agraris telah melahirkan peradaban yang maju di Jawa dan bali.

Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan masyarakat agraris. d. juga ditempattempat lain ada juga kepercayaan tentang dewi padi. karena setiap wilayah memiliki nama-nama yang khas bagi peruntukan tanah. mantra-mantra. g. f. b. Dijelaskan masalah demografinya (kependudukannya). seni rupa dan busana (kain batik dengan beragam motifnya) yang terkait dengan tradisi agraris. Peralatan yang diperlukan untuk mengolah tanah dan bercocok tanam. pada saat panen dan pasca panen. Cerita tentang Dewi Sri yang dipuja sebagai dewi kesuburan di Jawa dan Bali. atau Orang Bali yang percaya mereka keturunan masyarakat kerajaan majapahit dari Jawa Timur. Aspek kesenian dari budaya masyarakat agraris. maka kajian peradaban agraris juga dapat dilakukan dengan mendata poin-poin di bawah ini. Teknologi yang dipakai untuk mengolah tanah. Deskripsi demografi (kependudukan) Membuat deskripsi geografi yang menjadi tempat tinggal masyarakat agraris. dengan catatan bahwa setiap wilayah dengan pengaruh lingkungan geografi tertentu dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Sebagai contoh penduduk pertama pulau Jawa adalah kedatangan bangsa Rum dan para penguasa Jawa berasal dari dewa-dewa Hindu dan nabi-nabi Islam. Legenda tentang asal-usul masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Termasuk juga peralatanyang dihasilkan. Beberapa hal yang bisa dijadikan direkonstruksi adalah. Religi masyarakat di wilayah tersebut dan upacara terkait kegiatan bercocok tanam e. dan tradisi lisannya.Seperti halnya dengan kajian peradaban maritim. priyayi. a. aspek pelapisan sosial penduduknya (bangsawan. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan tanah yang dijadikan areal persawahan. musik. c. Upacara ritus peralihan atau upacara yang dilakukan ketika kelahiran sampai pasca kematian warga penduduk tersebut. Perkembangan kota-kota di pedalaman yang ekonominya bertumpu pada ekonomi pertanian atau agraris. peralatan membuat tekstil atau tenunan i. h. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. orang bebas (to maradeka dalam masyarakat Bugis dan Makasar) aspek sosial dan militernya yang bertumpu pada bahan untuk 88 . seni tarinya.

Paing dan Legi (di Sunda disebut Manis). pejagalan (tempat pemotongan hewan. dapat dilakukan dengan menadaptasikan kajian yang dilakukan David A. 1983 dan Suhartono. seperti Pon. k. kauman (kampung santri) dan lain-lain. 1991). Taylor (1992). di Jawa dikenal hari pasaran (buka pasar pada hari tertentu). Sistem pemerintahan di wilayah swapraja (Vorstenlanden) di Yogyakarta dan Surakarta. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 89 . dan juga segregasi(pembagian atau pemisahan) penduduk berdasarkan etnis atau profesinya. Kliwon. Termasuk hubungan antara tuan tanah (bangsawan. j. Pertumbuhan pasar-pasar desa. sistem pajak atau upeti dan sistem bagi hasilnya. dan banyak kerajaan di Bali. Pemberontakan yang dilakukan oleh petani terhadap kekuasaan kolonial yang yang menekan mereka dan fenomena perbanditan atau kejahatan sosial di pedesaan (Kartodirdjo. Wage. Munculnya kekuasaan politik lokal sampai kerajaan Besar seperti Majapahit. penggunaan gerobak sapi.kekuatan prajurit darat. seperti. mataram Islam. Sistem pertanian dan Kehidupan petani sebelum dan sesudah kedatangan Bangsa Barat. tamtaman (kampung prajurit). Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat agraris tersebut. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak agraris. Jenis-jenis alat transportasi di daerah pertanian dan perkebunan. lagu-lagu rakyat. o. legendanya. n. yaitu: 1. priyayi) dengan para cacahnya (petani penggarap). sampai abad ke-18. l. Pengaruh sistem cultuur stel sel dan sistem ekonomi liberal terhadap kehidupan masyarakat petani di Jawa dan Sumatera. p. m. loji (tempat tinggal orang Eropa). bahkan di Jawa Tengah sejak akhir tahun 1860-an sudah dikenal transportasi kereta api yang menghubungkan Semarang-Solo-Yogyakarta.. misalnya di kota-kota dipedalaman Jawa Tengah terdapat kampung pandean (tukang pande besi/kerajinan).

maupun pasca panen. keberhasilan atau kegagalan panen. nasib baik dan buruk. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. 5. 3. oragnisasi adat yang mengurusi pertanian (contoh subak di Bali). Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). bangunan irigasi. pada masa panen. bekas istana-istana kerajaan. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat. memelihara.2. pola perkampungan. 90 . berupa bangunan rumah tinggal. lumbung. Cara dan kebiasaan makan. dan upacara ritus peralihan 4. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia agraris. berupa upacaraupacara tradisional ketika memulai menanam.

Pemberontakan Petani Banten 1888. R. Pustaka Jaya. Muhammad Ridwan. Seluk beluk Masyarakat Kota. Jakarta. 2005 Asnan. Jakarta. Leiden. 1998 Lapian. ‘Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Pada Abad XIX’. Disertasi pada Universitas Gadjah Mada.. The Mediterranean and The Mediterranean World in the Age of Phillip II. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. Fontana /Collins. Fernand.B. Clarendon Press. 1983 Kartodirdjo. et.. fourth edition. KITLV. 1929-1989. Clifford. 1996 Braudel. 1984 Koentjaraningrat.. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. KPG-Yayasan Adikarya IKAPI. Ekologi Perladangan di Indonesia: Studi Kasus dari daerah Baduy Banten selatan. A. Djambatan. Dunia Orang Sawu. Santri Abangan. Sartono. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Jakarta. Oxford. 1996 Geertz.DAFTAR SUMBER Alimuddin. 1997 Burke. Jawa Barat. eds. New York. Rineka Cipta. Jakarta. 2001 Barnes. Sinar Harapan. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Panen Lontar: Perubahan Ekologi dalam Kehidupan Masyarakat Rote dan Sawu. Lapian. Jakarta. ‘Dari sungai ke Jalan Raya: Perubahan Sosial-Ekonomi di Daerah Perbatasan Sumatra Barat-Riau pada awal Abad XX’ dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. vol. Pengantar Antropologi Jilid I dan II. James J. Niko L. Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman. The French Historical Revolution: The Annales School. 20 April 1987 91 . Peter. LPUI. 1992 Kana. Harper & Row. Stanford: Stanford University Press. I.eds. Johan. N. Pustaka Jaya. Depok. 1983 Iskandar. Peter. 1981 Boomgaard. 1978 Fox. Sinar Harapan...H. Jakarta. Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta. Daldjoeni. 1990 .B.al. Gusti.

Jakarta. Junus. Jilid III. 1997 Pelras.R. Edi ed.’ Lombard. Supratikno. 1974 Liebner. Agama dan Ekonomi. dalam Edi sedyawati. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB-DRPM Universitas Indonesia. Tanah di Bawah Angin. LPUI. Gramedia. EFEO. Horst H.. Dennis.van Leur. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar.’ Bekerja dengan Sumber Sejarah: sebuah pengalaman Intelektual. Jakarta. Peradaban Jawa Abad ke-8 Sampai dengan Abad ke-15: Sebuah Kajian Tentang Dinamika Pranata-Pranata Politik. Jakarta. Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta. Christian. 1996 Melalatoa. Jilid I Batas-Batas Pembaratan. 2001 Sedyawati. Tiara wacana. Yayasan Obor Indonesia. eds.. Lapian. 2006 Poesponegoro. ‘Perahu-Perahu Tradisional Nusantara: Suatu Tinjauan Sejarah Perkapalan dan Pelayaran dalam Edi Sedyawati. 1991 92 .B. Jakarta. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. 1995 Suhartono. Jilid II Jaringan Asia. 2005 Lohanda.’Kajian Maritim Aspek SosialBudaya Ragam dan Peluangnya. Jilid III Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKBDRPM Universitas Indonesia. Mona. 2002 Reid.J. Komunitas Bambu. Gramedia. Balai Pustaka. Forum Jakarta-Paris. 2005. Jakarta. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Jilid I. Sistem Budaya Indonesia.C. ed. Jakarta. dan F. Jakarta. Bhratara. 1992 __________. J. Depok. Nusa Jawa Silang Budaya. Yayasan Obor Indonesia. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Verhoeven. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Eds. 1999 Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Anthony. Jakarta. Yogyakarta. Manusia Bugis. Marwati Djoened. Soedjatmoko. 1984 Rahardjo.. Teori Mahan dan Sejarah Kepulauan Indonesia.. Pamator. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1930. Jawa Kuno.

dkk. Ditjen Kebudayaan. J. Jenis-Jenis Perahu di Pantai Utara Jawa Madura. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Wangania.. Jakarta. Ary. 2000 93 . 1980/1981 Wahyono. Hak Ulayat laut di Kawasan Timur Indonesia. Media Pressindo. Yogyakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->