Modul I Sejarah Indonesia : Hibah Modul Pengajaran : Content Development Tema B1

Tim Penyusun Didik Pradjoko, M.Hum (Koordinator)) Kasijanto, M.Hum (Anggota) Dr. Suharto (Anggota) Yuda B. Tangkilisan, M.Hum (Anggota) Sudarini MA (Anggota) Dra. MPB. Manus (Anggota) Raisye Soleh Haghia (Pendukung) Fathul Bari (Pendukung)

Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) Universitas Indonesia Tahun 2008 DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Nasional

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2008

1

Bab 1 BEBERAPA PENGERTIAN TENTANG SEJARAH

1.1. Pengertian Sejarah dan Ilmu Sejarah Kata “sejarah” yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah. Oleh karena itu tidak terlalu dapat dipersalahkan jika banyak buku sejarah di masa lampau, yang lebih banyak mengungkapkan riwayat seseorang atau satu keluarga daripada mengungkapkan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dan Negara. Dalam bahasa Indonesia terdapat juga kata-kata lain yang merupakan kata serapan dari bahasa lain yang dipergunakan untuk mengkaji masa lampau seperti: “silsilah” yang menunjuk pada asalusul keluarga atau nenek moyang; “hikayat” yang banyak dipergunakan untuk mengisahkan seseorang; ”babad” dan “carita” atau “cerita” yang dipergunakan mengisahkan kejadian-kejadian tertentu; dan masih aada kata-kata lainnya yang menjadi kebudayaan daerah tertentu seperti “tambo’ (Minangkabau) dan “tutur teteek” (Roti). Apabila dilihat dari pemaknaan kata sejarah yang kita pahami baik sebagai masa lampau maupun sebagai ilmu, kata sejarah itu lebih dekat dengan pengertian yang terkandung pada kata historia - berasal dari ilmu kedokteran Yunani- yang berarti ilmu (istor artinya orang pandai); dalam bahasa Inggris menjadi history yang mengandung arti masa lampau manusia, dan dalam bahasa Jerman disebut gesischte yang artinya sudah terjadi. Kata-kata lainnya yang juga dipergunakan untuk menunjukkan kajian masa lampau antara lain: chronicle (kronika), geneology (keturunan), annals (tarikh), dan epic (kepahlawanan). Jika sejarah itu adalah masa lampau, maka apa yang terjadi pada pagi hari telah menjadi sejarah pada siang harinya. Secara logika pernyataan seperti itu dapat dibenarkan. Namun cara berpikir seperti itu membuat masa lampau itu menjadi bentangan yang tidak terbatasnya– mulai dari detik-detik yang baru saja kita lewati sampai jauh ke belakang, entah kapan dan di mana sejarah dapat mengungkapkannya. Apa saja yang harus dimasukkan ke dalam “masa lampau” yang demikian panjang itu?

2

Perampokan? Gempa Bumi? Kerusuhan? Genocide? Krisis Moneter? Perang? Revolusi? Perdamaian? Kesejahteraan? dan apa lagi? Dari pertanyaan-pertanyaan semacam itu terlihat bahwa konsep masa lampau dalam arti sejarah, akan mempunyai arti jika pembatasan telah dilakukan. Pembatasan yang paling awal adalah menyangkut dimensi waktu – kapan sampai apabila. Salah satu konsensus yang dicapai adalah bahwa sejarah satu bangsa atau etnis tertentu dimulai manakala bukti-bukti tertulis mengenai bangsa atau etnis tersebut telah ditemukan. Atas dasar kesepakatan itu maka zaman (periode) sejarah pun mulai bergulir. Adapun zaman yang belum ditemukan bukti-bukti tertulis disebut zaman “prasejarah”, meskipun dari zaman ini pun ditemukan jejak-jejak peradaban manusia, seperti seni pahat atau seni patung. Penulisan tentang masa lampau manusia dapat dikatakan berawal di Yunani sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Pada waktu itu penulisan sejarah atau historiografi masih merupakan perpaduan antara ilmu kedokteran dan ilmu hukum. Dari ilmu kedokteran misalnya, historiografi Yunani mendapat pengaruh untuk mencari sebabmusabab dari suatu kondisi atau kasus. Dalam menjelaskan sebab-musabab itu dilakukan melalui suatu argumentasi yang lazim dilakukan oleh ilmu hukum (retorika), seperti dilakukan seorang jaksa penuntut untuk membuktikan kesalahan terdakwa dan pengacara yang berusaha membuktikan bahwa terdakwa tidak bersalah. Ungkapan retorika seperti itu tidak semata-mata untuk membuktikan kebenaran, tetapi juga menciptakan makna atas kebenaran itu. Sejarawan Yunani pertama yang melakukan pembuktian semacam itu adalah Herodotus (ca. 484-425 SM) dalam karyanya tentang “Perang Yunani-Persia” tahun 478 SM yang dilukiskan sebagai perang peradaban antara peradaban Hellenic dan Perisa (Timur). Dalam menyusun karyanya itu ia berusaha bertindak obyektif (dalam arti netral sehingga dianggap kurang patriotik) dengan menggunakan sumber data dari kedua belah pihak. Oleh karena itu dia dianggap sebagai bapak sejarah. Meskipun demikian karyanya masih mempunyai dua kelemahan, yaitu kurang akurat dalam menyajikan data, dan masih terbelenggu oleh kerangka pemikiran budaya itu, yaitu sebab-musabab supernatural. Artinya perang itu terjadi karena kehendak para dewa.

3

Dokumen dalam arti naskah-naskah lebih banyak digeluti oleh para ahli naskah atau filolog. Secara akurat ia mempu merekonstruksi perang tersebut berdasarkan data-data yang diperolehnya dari kedua belah pihak. Tradisi sejarawan seperti yang dilakukan para sejarawan Yunani itu berlangsung sampai sekitar abad ke-18. sekaligus mampu menunjukkan bahwa sebab-musabab perang bukan karena kehendak para dewa. Meskipun Herodotus dan Thucydides sudah mengawali penulisan sejarah berdasarkan sumber data. akan tetapi cara pembuktian para sejarawan Yunani waktu itu pada dasarnya tidak menggunakan bukti (evidensi) seperti dokumen yang menjadi baku dalam metode sejarah masa kini. melainkan karena ulah manusia. Dalam karyanya itu Gibbon tidak lagi bersandar pada retorika yang meyakinkan untuk membuktikan “kebenaran sejarah”. dia tidak saja memanfaatkan kritik ekstern seperti yang dilakukan para filolog tetapi juga kritik intern yang dikembangkan oleh para sejarawan. mampu menghindari penjelasan supernatural. Perang itu terjadi karena didorong oleh persaingan antara kedua belah pihak untuk menjadi nomor satu di wilayah Yunani. Dari uraian di atas. Leopold von 4 . melainkan pada dokumen-dokumen (bukti-bukti terturlis). Untuk mencari kebenaran sejarah.Tulisan pertama dari sejarawan Yunani yang dinilai mampu melepaskan diri dari sebab-musabab supernatural adalah Thucydides (ca. Thucydides sebagai seorang jenderal dan politisi. khususnya dua contoh karya Herodotus dan Thucydides. Dalam karyanya itu. Pada tahun 1776 terbit buku “The History of the Decline and Fall of the Roman Empire” karya Edward Gibbon (1737-1794). 456-396 SM). Ia menulis tentang perang antara Athena dan Sparta yang disebut sebagai Perang Peloponnesos (431-404). Gibbon dapat dikatakan merupakan sejarawan pertama yang menggunakan cara kerja ilmiah. Meskipun yang menerapkan cara kerja ilmiah dalam pembuktian sejarah adalah Gibbon. dapat didefinisikan di sini bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia atau masa lalu manusia. yang membanding-bandingkan dua dokumen atau lebih untuk mencari mana yang otentik (asli) dan mana yang tidak otentik (cara kerja ini kemudian dikenal dengan sebutan “kritik ekstern”). akan tetapi yang kemudian dikenal oleh masyarakat sejarawan sebagai bapak sejarah ilmiah (science historian) atau sejarah kritis adalah sejawan Jerman.

yang berkaitan erat konsep pemenggalan waktu tersebut. 5 . sebab setiap periode sejarah akan dipengaruhi oleh semangat zamannya (zeitgeist). termasuk konsep ruang (spatial) dan waktu (temporal). melainkan juga untuk menjadikan sejarah sebagai disiplin ilmu atau cabang ilmu yang otonom sederajat dengan cabang-cabang ilmu lainnya. Artinya ia mengakui pula bahwa ilmu sejarah mempunyai keterkaitan dengan falsafah sejarah. 1495-1535 yang terbit pada tahun 1824. sehingga akhirnya sejarah diakui sebagai salah satu cabang ilmu yang mandiri. Langkah-langkah yang ditempuh Ranke bukan semata-mata pembuktian terhadap kebenaran fakta sejarah. dua dan tiga. 1. Langkahnya itu kemudian diikuti oleh para sejarawan lainnya.Ranke (1795-1886). Jika sejarah adalah rekonstruksi manusia. Ia menganjurkan supaya menulis sejarah apa adanya dalam arti apa yang sebenarnya terjadi. “wie es eigentlich gewesen”. Selain itu Ranke menekankan pentingnya obyektivitas dalam penelitian sejarah. melainkan juga harus menjelaskan alasan-alasan rasional. Sesuai dengan ketentuan sebagai cabang ilmu (ilmiah) harus mempunyai metode serta obyek penelitiannya. maka ilmu sejarah juga mempunyai metode penelitiannya yaitu “metode sejarah” serta obyek penelitiannya yaitu masa lampau manusia dan struktur sosialnya. Dia dinilai sebagai peletak dasar dari metode sejarah yang bersifat ilmiah. Dalam bahasa Inggris kata “eigentlich” diartikan dalam dua kata. atau pembagian babak satu. Metode sejarahnya itu diuraikannya dalam bukunya “History of Romance and Germanic Peoples. Para sejarawan yang menerima “actuality” terjemahan “eigentlich” berpendapat bahwa yang dimaksud oleh Ranke adalah menentukan fakta sejarah seperti apa adanya tanpa diembel-embeli ide-ide tertentu sebagai pendorongnya. Sementara yang menerima kata “essentially” atau “really” berpendapat bahwa Ranke mengakui bahwa ide-ide tertentu menjadi faktor pendorong sejarah. Ia memperkenalkan cara-cara menguji isi dokumen dan menetapkan fakta sejarah yang benar. “really” (atau essentially) dan “actuality”.2. Pembabakan Sejarah (Indonesia) Pada hakekatnya masalah pembabakan atau periodesasi sejarah bukanlah sekedar menentukan batas awal dan batas akhir. maka ilmu sejarah adalah ilmu yang mempelajari sejarah dalam arti bagaimana merekonstruksi semua data-data atau unsur-unsur masa lampau terkait dalam sesuatu deskripsi.

Pada awalnya pembabakan Sejarah Indonesia disusun mengikuti pembabakan yang telah dibuat oleh para sejarawan Kolonial Belanda. khususnya buku Geschiedenis van Nederlandsch-Indië (terbit pertama kali tahun 1939) karya Stapel dkk. duduk sebagai editor umum adalah Sartono Kartodirdjo. Kalau konsep serta argumentasinya tidak jelas. bahkan kekacauan. Pada cetakan pertama. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto.Artinya harus jelas tempat atau ruang di mana peristiwa itu terjadi dan kapan terjadinya. yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ternyata pembabakan “tiruan” itu selain banyak mengundang kritikan karena dinilai tidak cocok dengan semangat “Indonesia Sentris” yang berkembang waktu itu. Berdasarkan keputusan akhirnya pada pertengahan dekade 1970-an terbit buku “Sejarah Nasional Indonesia” terdiri dari enam jilid. Ada pun susunan pembabakannya berdasarkan cetakan kedelapan tahun 1993 adalah sebagai berikut: Jilid I Jaman Prasejarah di Indonesia Jilid II Jaman Kuno (awal M – 1500 M) Jilid III Jaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (±1500-1800) Jilid IV Abad Kesembilanbelas (± 1800-1900) Jilid V Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (±1900-1942) Jilid VI Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia (±1942-1984 6 . Salah satu keputusan dari Seminar Nasional Sejarah yang kedua itu adalah penulisan Sejarah Nasional Indonesia yang diharapkan nantinya menjadi semacam buku baboon sejarah Indonesia. maka akan terjadi kerancuan. Masalah pembabakan itu kemudian dibawa ke dalam Kongres Nasional Sejarah pada tahun 1957 yang kemudian dibicarakana lagi pada Seminar Nasional Sejarah ke-2 tahun 1970. Dalam “pemutakhiran yang dilakukan pada tahun 1984. susunan editornya berubah menjadi Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto.

Selain banyak yang pro dan kotra terhadap buku tersebut. Indonesia sesudah abad18 disebut Zaman Modern Dari contoh ini terlihat penulis buku tidak konsisten dengan konsep yang dibuatnya dalam menentukan periodisasi. Pasa zaman ini sudah ada tulisan-tulisan. Sebagai contoh kesalahan dalam membuat pembabakan itu nampak pada buku ajar Sejarah Indonesia untuk SMU yang diterbitkan oleh penerbit Bumi Aksara. Indonesia abad ke-15 s/d abad ke -18 disebut Zaman Baru yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai jatuhnya Mataram dan Banten ke tangan imperialis Belanda c. Zaman Proto Sejarah yaitu zaman ambang sejarah. Jadi dasar pembabakannya itu jelas adalah adanya bukti tertulis atau budaya aksara. Zaman Prasejarah.Ternyata terbitnya buku Sejarah Nasional Indonesia tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. atau tidak jelas dalam pembabakaannya. Babak kedua ini tidak lagi didasarkan pada keberadaan bukti tertulis itu sendiri melainkan atas dasar asal bukti tertulis tersebut. yaitu zaman di mana orang sudah mengenal tulisan. yang memberi keterangan tetang peristiwa-peristiwa masa lampau. Penulis buku itu membagi periodisasi Sejarah Indonesia sebagai berikut: I. yaitu dalam negeri (kepulauan Indonesia) 7 . a. yaitu zaman ketika orang belum mengenal tulisan yang diakhir pada abad ke-4 Masehi II. Pada babak ke-1 “Zaman Prasejarah” konsep itu tercermin cukup jelas. terutama untuk sekolah-sekolah menengah yang terpengaruh oleh tulisan Stapel dkk. tetapi sumber tulisan itu dari luar negeri dan beritanya samarsamar. III. Indonesia abad ke-1 s/d abad ke-14 disebut Zaman Kuno yang membicarakan masa berkembangnya kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buda b. Dia menyebutkan bahwa sejarah Indonesia dimulai sejak abad ke-4 Masehi. juga dalam praktiknya masaih banyak buku ajar sejarah. Namun pada babak ke-2 “Zaman Proto Sejarah” konsepnya itu menjadi kabur. Zaman Sejarah. yaitu dengan ditemukannya tulisan (hal yang sudah menjadi kesepakatan umum).

dan luar negeri (luar kepulauan Indonesia). Ketidak jelasan itu juga terlihat pada babak ke-3 “Zaman Sejarah”. Meskipun zaman ini disebutkan dimulai sejak abad ke-4 M, namun dalam sub “a” yang diberi nama “Zaman Kuno”, dia menyebutkan bahwa zaman kuno yang nota bene tercakup dalam zaman sejarah, diawali pada abad pertama Masehi (kemungkinan besar kesalahan ini karena dia mengutip begitu saja pembabakan yang ada dalam buku Sejarah Nasional Indonesia). Terlepas dari masih adanya polemic sekitar buku Sejarah Nasional Indonesia yang enam jilid, pembabakan dalam tulisan sejarah pada hakekatnya dapat disusun berdasarkan kronologis atau tematis. Susunan secara kronologis artinya setiap babak disusun berdasarkan penggalan-penggalan waktu kejadian sebenarnya. Pembabakan secara kronologis ini terutama sangat membantu untuk penulisan sejarah yang mencakup kurun waktu yang panjang seperti sejarah umum, sejarah nasional atau sejarah dunia. Misalnya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 karya M.C. Ricklefs yang diterbitkan oleh Serambi tahun 2005. Struktur tulisannya adalah sebagai berikut: I. II. III. IV. V. VI. Lahirnya Zaman Modern Perjuangan Merebut Hegemoni, ± 1630-1800 Pembentukan Negara Jajahan, ± 1800-1910 Munculnya Konsepsi Indonesia ± 1900-42 Runtuhnya Negara Jajahan ± 1942-50 Indonesia Merdeka

Sedangkan pembabakan secara tematis akan sangat membantu jika tulisan sejarah itu semacam studi kasus atau kajian khusus yang durasinya relative singkat namun permasalahannya cukup rumit dan mendalam. Contoh tulisan itu antara lain Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya tahun 1984. Ada pun struktur penulisannya adalah sebagai berikut: Bab I Pengantar Bab II Latar Belakang Sosio-Ekonomis Bab III Perkembangan Politik

8

Bab IV Keresahan Sosial Bab V Kebangunan Agama Bab VI Gerakan Pemberontakan Bab VII Pemberontakan Dimulai Bab VIII Penumpasan Pemberontakan dan Kelanjutannya Bab IX Kelanjutan Pemberontakan Bab X Akhir Kata

1.3. Metodologi Sejarah Pada dasarnya untuk mengetahui masa lampau manusia adalah dengan cara mempelajari peninggalan-peninggalannya, baik berupa dokumen, artefak, maupun keterangan lisan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan suatu metode yang baik pula serta (kalau perlu) teori-teori tertentu yang tepat guna. Metode penelitian dalam ilmu sejarah disebut metode sejarah, yang cara kerja mempunyai cirri yang berbeda dengan metode penelitian bidang ilmu lain. Metode Sejarah merupakan suatu cara untuk mengetahui otensitas tidaknya satu dokumen, benar atau tidaknya isi dokumen, serta relevan tidaknya dengan permasalahan yang hendak dituliskan sebagai karya sejarah. Dalam proses kerjanya memperlihatkan tahap-tahap mulai dari yang teoritis sampai pada pelaksanaan teknis yang diterapkan dalam penelitian dan penulisan sejarah. 1.3.1. Metode Sejarah Dalam proses kerjanya, metode sejarah memiliki pentahapan yang sebaiknya diikuti dengan baik. Ada pun tahap-tahap penelitiannya itu adalah sebagai berikut:  heuristik, yaitu suatu kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah (raw material) sesuai dengan tujuan dari penelitian itu yang tertera dalam proposal atau outline penelitian yang telah disusun sebelumnya. Bentuk sumber sejarah adalah: tekstual (dokumen,

9

Koran, majalah dan bentuk teks lainnya) dan nontekstual (foto, gambar, peta, karikatur sezaman), lisan, kebendaan, dan audiovisual.  Verifikasi, yaitu mencakup kritik ekstern dan intern sumber sejarah. Dalam tahap ini peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui suatu proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Jika yang diuji itu arsip atau dokumen, maka yang dimaksud materi di sini adalah jenis kertasnya dan tintanya. Apakah benar kertas atau tintanya berasal dari zamannya. Jika sumber sejarah itu merupakan sumber lisan, maka yang diuji adalah orangnya, apakah orang tersebut betul pelaku atau orang yang menyaksikan langsung, serta cukup sehatkah untuk diwawancara. Setelah data-data tersebut teruji, kemudian dinilai apakah datadata itu relevan dengan permasalahan yang hendak ditulis, baik dari segi tema, maupun periodenya. Data-data yang telah teruji dan terpilih inilah yang kemudian disebut sebagai fakta sejarah.  Interpretasi atau eksplanasi yaitu proses menafsirkan atau pemberian makna serta merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya, dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti (fact of meaning). Berkaitan dengan masalah interpretasi dan eksplanasi ini ada berbagai metode atau pendekatan yang dapat dipergunakan, seperti metode naratif (history of event), struktural, dan strukturistik. Keberhasilan penggunaan ketiga metode ini pada dasarnya sangat tergantung dari sifat obyek penelitiannya.  Historiografi yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji dan terangkai tadi. Dalam proses penulisan ini, penguasaan sang sejarawan atas teori dan metodologi sedikit banyak ikut mempengaruhi mutu karya yang dihasilkannya. 1.3.2. Teori Sejarah Pokok masalah dalam teori sejarah adalah kebenaran dari pengetahuan yang dihasilkan oleh para ahli sejarah yang dilandasi oleh berbagai bentuk eksplanasi. Secara

10

Seperti tercermin dalam ketiga macam pertanyaan tadi. Apa dan bagaimana sasaran terakhir yang dituju oleh proses sejarah. “kasualitas” dan “covering law model” (Ankersmith. Pola macam apa yang perlu diamati dalam proses sejarah 2. 1987). Para sejarawan menyadari pula bahwa dari keempat teori itu telah berkembang berbagai kombinasi. Dalam hal ini sejarah merupakan ungkapan dari suatu pandangan filsafah mengenai perkembangan ummat manusia. Mereka melihat faktor “pertentangan kelas” menjadi “motor” dari proses sejarah.umum teori sejarah dapat dibagi dua bagian. Bertolak dari tiga pertanyaan itu mereka membahas proses sejarah tidak sekedar apa yang telah terjadi di masa lalu. ilmu sejarah adalah kaidah-kaidah ilmiah untuk membuktikan adanya masa lampau. terutama antara teori yang disebut 11 . Adapun sejarah analitis justru memisahkan antara sejarah dan falsafah. Bagi kalangan ini. yaitu “narrativisme”. Bagaimana membuktikan adanya masa lampau melalui berbagai peninggalan masa yang bersangkutan itulah yang menjadi inti persoalan teori sejarah. Penganut lainnya adalah Hegel. yaitu teori sejarah spekulatif dan kritis. Spengler. “hermeneutika”. 1987: 17). Paling tidak ada tiga macam pertanyaan yang umum diajukan oleh para penulis sejarah spekulatif. nampak bahwa sistem sejarah spekulatif sering membicarakan masa depan. yaitu : 1. Sejarah spekulatif umumnya dianut oleh para sejarawan yang menyatukan sejarah dengan filsafat. Oleh karena banyak cara yang diajukan. Meskipun pada dasarnya keempat teori tersebut bersandar pula pada suatu pandangan tertentu. maka tidak mengherankan jika sampai sekarang berkembang pula teori-teori sejarah. Mana “motor” yang menggerakkan sejarah 3. namun keempatnya dapat diterima sebagai patokan kerja. Aliran ini terutama berkembang pada sejarawan empirik. Mereka menolak anggapan bahwa tugas sejarawan adalah mengungkapkan masa lampau sesuai dengan falsafah tertentu. tetapi seringkali juga mengungkapkan semacam prediksi. apa yang harus terjadi. Salah seorang filsuf sejarah membedakan empat teori pokok yang sampai sekarang muncul di kalangan sejarawan. Para sejarawan Marxis dapat dikatakan merupakan salah satu contoh model sejarah spekulatif. dan Toynbee (Ankersmit.

Artinya peninggalan tersebut tidak dapat mengatakan kepada kita yang hidup di masa kini mengenai apa yang terjadi pada masa lampau. Kombinasi-kombinasi itu merupakan terobosan-terobosan yang diupayakan untuk menembus berbagai kendala yang masih menyelimuti masa lampau manusia yang diakibatkan oleh lemahnya atau terbatasnya data-data dari masa lampau. atau kombinasikombinasinya.3. Artinya peninggalan-peninggalan itu sudah berbicara tentang masa lampau. Kelompok yang berpandangan subyektif adalah yang menganggap bahwa peninggalan itu hanya sekedar lambang atau wakil dari masa lampau. pengertian subyektif dan obyektif dapat disamakan dengan terpengaruh atau tidaknya sejarawan oleh nilai-nilai tertentu dari obyek yang ditelitinya.3. 1. Dengan kata lain fakta-fakta itu hanya terdapat dalam alam pikiran para sejarawan yang menelitinya. bukan hasil rekayasa para sejarawan dan selalu mengacu ke masa silam.pertama sampai ketiga. narrative. maka pelukisan sejarahnya itu disebut subyektif. Dalam praktek. Sebaliknya bila seorang sejarawan mampu menjaga jarak dari obyek yang ditelitinya sehingga nilai-nilai politik dan etisnya tidak larut dalam eksplanasi karyanya. adalah masalah obyektivitas dan subyektivitas. Subyektivitas dan Obyektivitas Sejarah Salah satu perbedaan pokok yang sering mencuat di kalangan sejarawan. yang tidak mempunyai nilai obyektif sendiri. 12 . Sementara itu kelompok sejarawan yang berpandangan obyektif menganggap bahwa peninggalan-peninggalan itu sudah merupakan kenyataan dari masa lampau. terlepas apakah ia menggunakan teori baku seperti kasualitas. Bila seorang sejarawan membiarkan keyakinan politik atau etisnya turut berperan sehingga terlihat dalam karya sejarahnya. Perbedaan ini muncul terutama karena adanya pandangan yang berbada mengenai sifat-sifat peninggalan masa lampau. Ada yang berpendapat bahwa pengetahuan kita tentang masa lampau adalah subyektif dan ada pula yang menilainya obyektif. Oleh karena itu fakta-fakta yang ditampilkan merupakan evidensi itu sendiri. Para sejarawanlah yang membuat peninggal-peninggalan masa lampau itu “berbicara”. maka pelukisan sejarahnya disebut subyektif.

13 . maka sejak awal abad ke-20 berbagai tema sejarah sebagai alternatif dalam mengungkapkan masa lampau manusia seperti sejarah sosial.Golongan obyektivitas menganut pandangan realis mengenai sejarah dan mengggap peninggalan masa lampau sebagai sumber sejarah. para pakar sejarah umumnya melihat kepada historiografi Eropa karena dari wilayah inilah bermula munculnya tradisi penulisan sejarah. Tradisi Yunani itu kemudian dijadikan model oleh para sejarawan Romawi. Banyak aspek supernatural dipergunakan sebagai dasar penjelasannya mengenai sebab-musabab terjadinya suatu peristiwa. Ia banyak menulis tentang masa akhir Yunani sampai awal berdirinya Romawi. yaitu Illiad-Odessy yang menceritakan kehancuran kerajaan Troya tahun 1200 SM. Jika pada abad ke-19 dan sebelumnya jenis “sejarah politik” seakan-akan satu-satunya karya sejarah yang absah. khususnya sejarah sebagai kajian ilmiah. Sedangkan golongan subyektif menganut pandangan idealis mengenai sejarah dan menganggap peninggalan masa lampau sebagai evidensi sejarah (barang bukti). 1. sejarah ekonomi. penulisan sejarah yang lebih rasional baru muncul sekitar abad ke-5 SM. yaitu dengan terbitnya karya Herodotus yang disusul oleh karya Thucydides. namun budaya zaman yang hidup waktu itu telah membuat karya lebih menyerupai mitologi daripada karya sejarah.4. antara lain oleh Polybius (orang Yunani yang dibesarkan di Roma). Di Yunani tradisi penulisan itu sudah dimulai yang disusun dalam bentuk puisi. dan Pablius Cornelius Tacitus (ca. Historiografi 1. ditambah dengan adanya perkembangan teori dan metodologi sejarah. sejarah mentalitas dll. 55-120 M).4. misalnya karya Homer.1. Zaman Yunani-Romawi. maka penulisan sejarahpun semakin berkembang dan bervariasi pula. Gaius Sallustius Crispus (ca. Seperti telah disinggung di atas. Dalam masalah sejarah penulisan sejarah (historiografi). sejarah petani. Titus Livius (59 SM-17 M). Meskipun karya ini bertolak dari suatu kenyataan masa lampau. Penulis Romawi sendiri antara lain: Julius Caesar (100-44 SM). 86-34 SM). Dengan adanya dua sudut pandang ini.

Zaman Abad Pertengahan.5 -------0---. Karyanya tentang berdirinya kota Roma merupakan campuran antara data factual dan fantasi. Histories. Livius merupakan salah satu contoh penulis yang hampir sepenuhnya menggunakan model Yunani. Sebagai contoh dalam periodisasi atau pembabakan sejarah disesuaikan dengan ajaran yang ada pada kitab Injil (Perjanjian Baru).2. Conspiracy of Catiline. sejarah tidak bisa dipisahkan dari teologi atau agama. Ia menulis history of Rome.2 -------0-----.4. menulis Commentaries on Gallic War. Menurut pandangan yang disebut terakhir.4 -----0---. Dalam pembuktiannya ia lebih banyak mengemukakan retorika sehingga mengorbankan kebenaran sejarah. Sallustius terkenal dengan monografi dan biografinya. yang merupakan memoir tentang suku Gallia. Bentuk karya yang disebut terakhir sekaligus menjadi salah satu 14irri bagi penulisan sejarah era Romawi. Ia tercatat sebagai orang pertama yang melukiskan sebab moral runtuhnya kekaisaran Romawi. Tradisi Yunani yang dilanjutkan oleh Romawi itu kemudian terhenti oleh kemenangan Kristen di Eropa. Jugurtbine War. Kebudayaan Yunani-Romawi yang bertumpu kepada kekuatan akal dianggap sebagai hasil setan karenanya harus ditolak dan digantikan dengan kebudayaan Kristen yang bertumpu pada agama dan supernatural.Daud ---------Babylonia ----Jesus----.3------0------. 1.1 ----0-----. Karyanya itu merupakan paduan antara karya Livius yang cenderung pada retorika dan Polybius yang cenderung pada sejarah. Sebagai contoh adalah skema periodesasi yang disusun Augustine: --O------. dan Germania. Analisanya dinilai cukup netral.Julius Caesar adalah seorang jenderal yang kemudian menjadi kaisar. dan civil War yang merupakan penjelasan mengenai sebab-musabab terjadinya perang Gallia.6 ------0-------Adam----------Nuh--------Ibrahim-------. namun saying dia ceroboh dalam masalah kronologi dan geografi sehingga mengurangi nilai karyanya itu. sekaaligus tentang adat-istiadat suku tersebut. Tacitus menulis Annals.kedatangan 14 .

teologi yang dogmatis diganti dengan ilmu. Seven Books Against the Pagan karya Paulus Orosius (ca. 180-250 M) yang mengungkapkan bahwa dunia diciptakan Tuhan pada 5499 SM. Corak penulisan sejarah pun kembali mengalami perubahan. 15 . The History of Ferdinand I of Aragon. Pembuktian kebenaran sejarah tidak lagi bersandar pada wahyu melainkan pada akal. 1. Tinjauan kritis dan netral yang didukung oleh data-data faktual tidak terlihat pada zaman Kristen di Abad Pertengahan ini. sekaligus sebagai pertanda berakhirnya Abad Pertengahan pada abad ke-15. Pada masa ini pusat penulisan sejarah terdapat di gereja dan Negara dengan pendeta dan raja sebagai pelaku utama.4. khususnya pada abad pertengahan yang sering dikenal dengan sebutan “Abad Kegelapan” (The Dark Ages) yang melahirkan struktur masyarakat feudal di Eropa.Jesus ke-2 The City of God adalah karya Augustine (ca. Pada era ini semangat paga dan kebudayaan klasik Yunani-Romawi menjadi model.3. namun keberaniannya dalam melakukan kritik merupakan satu langkah yang maju waktu itu. Karya-karya yang lahir pada abad-abad ini antara lain: Chronographia karya Sextus Julius Africanus (ca. yang menguangkapkan pembelaannya atas peradaban Kristen yang dituduh sebagai penyebab runtuhnya Romawi (Barat) pada abad ke-5 M. 354-430 M) yang merupakan filsafat sejarah Kristen yang cukup berpengaruh. untuk memasuki era Renaissance. Dalam karyanya itu itu Orosius mengatakan bahwa keruntuhan paganisme sudah menjadi kehendak Tuhan. karena orang-orang kafir itu akan runtuh. Sejalan dengan semakin pulihnya keamanan dan perdagangan di Eropa. Orang yang terlibat dalam sejarah suci akan dimenangkan oleh Tuhan. Zaman Renaissance. Hal ini antara lain tercermin dari karya Lorenzo Valla (1407-1457) yang menulis The History of Ferdinand I of Aragon. yang berupaya membuktikan bahwa berita kaisar Konstantinus (memerintah 305-337) telah memberikan hak politik kepada paus adalah tidak palsu. 380-420 M) murid Augustine. Menurut pandangan Kristen orang harus memilih antara Tuhan dan setan. Meskipun kebenaran yang dikemukakannya juga dapat disangkal oleh yang lain. Reformasi dan Kontra Reformasi.

Dalam bukunya itu ia banyak menyerang institusi kepausan dari segi hukum dan konstitusi. Historiografi pada abad ke-19 ditandai dengan beberapa cirri yang cukup menonjol. antara lain: (1) penghargaan kembali pada Abad Pertengahan. dari segi pengungkapan kebenaran sejarah. model Yunani dengan retorikanya masih cukup Nampak pada abad ke-17 dan ke-18. Seperti telah disinggung di atas. Cardinal Caesar Baronius (1538-1607) misalnya menulis buku Ecclesistical Annals yang merupakan jawaban langsung terhadap tuduhan dari buku Magdeburg Centuries.4. 1. Gibbon merupakan sejarawan pertama yang menggunakan eviden (dokumen) untuk pembuktian kebenaran sejarah. Abad ini yang sering disebut sebagai Abad Rasionalisme-Pencerahan telah melahirkan banyak karya. Seperti telah disinggung di atas. dan The History of the Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon yang terbit pada tahun 1776. akurasinya dalam penulisan yang didukung dengan bukti-bukti membuat karyanya menjadi penting dan ‘abadi’ dalam historiografi dunia. namun dalam menulis tentang kemunculan agama Kristen di dunia Barat cukup obyektif. Hal ini antara lain tercermin dari karya lacich Illyricus (1520-1575). Buku ini benyak dikecam oleh gerakan “kontra Reformasi” yang berupaya menegakkan kembali kewibawaan gereja Katholik yang dinilai telah dirusak oleh gerakan Reformasi. Dari Rasionalisme ke Liberalisme. terutama dalam penggunaan sumber datanya. History of England from the Invasion of Julius Caesar to the Revolution of 1698 karya David Hume (1711-1776). Magdeburg Centuries yang merupakan sejarah polemik. Meskipun ia tergolong sejarawaan rasionalis. misalnya: Essay on the manners and spirit of the Nation karya Voltaire (16971778) yang terbir pada tahun 1756. Tulisannya itu jelas merupakan karya yang memihak dan apologetis. Selain gayanya yng berbeda. demikian pula mengenai sumbangan Islam pada peradaban dunia. Buku ini merupakan sejarah umum yang membeberkan sumbangan bangsa-bangsa Timur dan Islam terhadap peradaban dunia dan Eropa. Meskipun demikian nilai buku itu cukup tinggi. (2) munculnya 16 .Dekonstruksi terhadap historiografi Abad Pertengahan berlanjut pada masa “Reformasi”. yang banyak mengalihkan isu yang penting ke isu sekunder yang tidak relevan.4.

Dalam karyanya itu Fukuyama menginterpretasikan perkembangan masyarakat dunia (masa kontemporer) didorong oleh dua faktor. Diawali dengan tesis yang mendapat perlawanan dari satu kekuatan yang disebut anti-tesis. Pada gilirannya nanti sintesis ini akan berubah menjadi tesis baru. setiap orang yang menulis pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Tulisannya itu telah member dorongan timbulnya nasionalisme Jerman. Fakta sejarah bukanlah batu bata yang tinggal dipasang saja. The End of History and The Last Man yang terbit pertama kali pada tahun 1992. Heinrich Karl Marx (1818-1883) memakai dialektika Hegel. melainkan fakta yang dipilih dengan sengaja oleh sejarawan. Pengaruh filsafat sejarah Hegel ini antara lain nampak pada karya Francis Fukuyama. Misalnya: Georg Wilhelm Friederich Hegel (1770-1831) yang menulis buku Philosophy of History. juga melahirkan banyak pemikir-pemikir sejarah (filsafat sejarah) yang berpengaruh pada perkembangan teori dan metode sejarah pada tahun-tahun berikutnya. yaitu (1) perkembangan ekonomi yang didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan (2) keinginan untuk diakui. yang kemudian berproses sampai menghasilkan sintesa baru. dihargai. Kedua faktor inilah yang sering digugat oleh sistem komunis yang dapat dinilai sebagai kekuatan anti-tesis yang kemudian menghasilkan tujuan akhir sejarah manusia. dan persamaan hak. Menjelang akhir abad ke-19 kebenaran yang dikemukakan oleh Ranke mulai diragukan. Sadar atau tidak. Seperti dikemukakan oleh Carl L. yaitu masyarakat kapitalis dengan sistem politik demokrasi liberalnya.liberalism. dengan proletariat sebagai sarana pembebasan manusia. Dalam buku ini ia mengemukakan perbedaan antara orang-orang Jerman yang disebutnya Urvolk alias bangsa yang masih murni dan orang-orang Eropa selatan yang disebutnya Mischvolk alias bangsa campuran yang sedang mengalami keruntuhan. Dari pertarungannya itu melahirkan sintesis sebagai tujuan akhir. dst. sebab menulis sejarah “sebagaimana yang terjadi dinilai bertentangan dengan psikologi. 17 . Abad 19 selain melahirkan Leopold von Ranke yang dianggap sebagai bapak sejarah science. Sejarah yang bersifat nasionalistis misalnya Address to the German Nation karya Johann Gottlieb Fitchte (1762-1814). (3) munculnya filsafat sejarah. dan (4) nasionalisme. Dalam bukunya itu ia berpendapat bahwa sejarah itu naju dengan cara dialeksis.

legitimasi.Becker (1873-1945). Berbeda dengan historiografi modern yang dipelopori Ranke yang menekankan kritik. Yasadipura (1729-1805) barangkali dapat disebut sebagai ‘sejarawan’ yang mulai mengkaji kembali karya-karya historiografi tradisional Indonesia. sekaligus mendekatkan kembali ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial. Salah satu pujangga istana Surakarta. Oleh karena itu pada awalnya tidak sedikit sejarawan akademik yang menilai karya-karya seperti itu tidak patut dijadikan sebagai referensi penelitian sejarah ilmiah. Atas dasar pemikiran itu maka muncul gagasan baru tentang perlunya “sejarah baru” atau “new perpective on historical writing”. misalnya “Pararaton”. Demikian pula era kesultanan atau kesunanan yang bercorak Islam. seperti Pangeran Dipenogoro menulis Babad Dipenogoro. “Hikayat Tanah Hitu”. “Tuhfat al Nafis”.4. sehingga seringkali sejarah baru itu disebut sebagai “sejarah sosial”. 1. terbit misalnya. yang ditulisnya pada tahun 1835. dan “Carita Parahiyangan”. Kemudian pada abad ke-19 beberapa pelaku sejarah juga menuliskan sejarahnya. “Negara Kertagama”. anakronis. pemujaan terhadap fakta hanyalah ilusi. Penulisan sejarah di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak masa kerajaan HinduBuddha berkembang di kepulauan Indonesia. Historiografi Indonesia. Sementara itu James Harvey Robinson (1863-1936) mengatakan bahwa sejarah kritis kita hanya dapat menangkap “permukaan”. Ia menulis Babad Giyanti yang merupakan penafsiran kembali karya-karya yang lebih tua. tidak dapat menangkap realitas di bawah dan tidak dapat memahami perilaku manusia. maka sejarah baru menekankan perlunya penggunaan ilmu-ilmu sosial.5. semasa dia berada di pengasingan. dan “Babad Kraton”. dengan sumber data yang seringkali sulit dilacak serta analisa sebab-musabab supernaturalnya. Sifatnya primordial atau istana sentries. “Babad Tanah Jawi”. Akan tetapi karya-karya para “sejarawan” atau tepat para pujangga dinilai kurang bernilai sejarah karena sarat dengan mitos-mitos seperti halnya historiografi Abad Pertengahan di Eropa. yang disesuaikan dengan kebutuhan zamannya. Mungkin saja masih banyak pujangga dan pelaku sejarah 18 .

Karyanya. namun sejalan dengan perkembangan dunia kolonial. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) sebenarnya merupakan studi filologis yang menggunakan historiografi tradisional sebagai obyeknya. membutuhan pula sejarah yang dapat menunjukkan identitas dan simbol keindonesiaan. Namun seperti dikemukakan oleh Coolhaas bahwa harapan penulisan sejarah Indonesia akan sulit berkembang mengingat orang-orang Indonesia masih sedikit yang terlibat secara aktif dalam politik.Indonesia yang menulis. yang mempunyai pengaruh besar terhadap penulisan sejarah Indonesia kemudian. terutama buku-buku ajar sejarah pada tingkat sekolah menengah. Indonesia dan Belanda. kiai atau pemimpin Indonesia lainnya. Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang menerbitkan karya biografinya. pengumpulan data dan komunikasi pemikiran sejarah pada abad ke-19 hampir sepenuhnya berada di tangan orang-orang Belanda/Barat. Selain itu mereka mempunyai tradisi dalam historiografi kolonial yang cukup lama Oleh karena itu pada masa kolonial. Kenang-kenangan Pangran Aria Achmad Djajadiningrat (Herrineringen van Pangran Aria Achmad Djajadiningrat) dalam dua bahasa. susuhunan. Husein Djajadiningrat dapat dikatakan sebagai orang Indonesia pertama yang melakukan prinsip-prinsip metode kritis sejarah. Awal abad ke-20 perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan munculnya studi sejarah yang kritis. penelitian. Semangat inilah yang mendorong penulisan sejarah dengan pendekatan “Indonesia sentries” menggantikan sudut pandang “Eropa sentries” atau “Belanda sentries” yang berkembang waktu itu. Kenyataannya memang demikian. Geschiedenis van Nederlandsch-Indiё. bukan sultan. sejarah dianggap benar dan penting-bahkan oleh orang-orang Indonesia berpendidikanadalah “babad londo” dengan tokoh-tokohnya yang berkuasa seperti gubernur jenderal dan para residennya. Setelah proklamasi kemerdekaan literatur sejarah Indonesia mengalami “booming”. sampai meletusnya Perang Dunia II karya-karya sejarah kolonial masih mendominasi. Kemudian pada tahun 1936 giliran saudaranya. Sejalan dengan berkembangnya metode kritis. Semangat nasionalisme yang berkobar-kobar dalam periode post kolonial 19 . di antaranya karya FW Stapel dkk. perkembangan nasionalisme Indonesia yang berkembang sejak awal tahun 1920-an.

Course and Sequel (terjemahannya. Tidak sedikit pula sejarawan asing yang pesimistis terhadap obyektivitas sejarah yang “Indonesia sentries”. dari “pemberontak” menjadi “pahlawan”. Pada tahun 1977-1979 terbit secara bertahap karya monumental AH Nasution Sekitar Perang Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia yang 20 . Pada tahun 1966 terbit buku The Peasants’ Revolt of Banten in 1888: Its Conditions. Demikian pula sejarah perlawanan terhadap penjajah. pergerakan nasional dan sebagainya menempati posisi yang sama seperti biografi para tokoh tadi. yang disusul oleh karyanya yang lain seperti Protest Movement in Rural Java (1973). Dapat dikatakan sebagian besar karya sejarah waktu itu tidak lebih dari sejarah kolonial yang diputar balik peranan pelakunya. Muhammad Yamin menghasilkan beberapa karya sejarah.masih cukup dominan. Oleh karena itu pada periode post revolusi ini banyak diterbitkan biografi tokoh-tokoh maupun pahlawan nasional seperti: Teuku Umar. sejarah politik-khususnya masa pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan. Imam Bonjol. Nuku dan Diponegoro karena obyek-obyek penulisan seperti ini yang mampu menunjukkan identitas dan symbol keindonesiaan. Dengan karyanya ini. Pemberontakan Petani Banten 1888 terbit pada tahun 1984) karya Sartono Kartodirdjo. yang kemudian dikenal sebagai sejarah sosial. Perang Padri. dari pemberontak Diponegoro menjadi pahlawan Diponeogoro dan seterusnya. Meskipun sudah muncul alternatif baru dengan multidimensinya. Tidak sedikit politisi aktif yang ikut menulis sejarah seperti Mr. Sartono menawarkan alternatife dan perspektif baru dalam penulisan sejarah Indonesia. namun sampai sampai dekade 1970-an. dari “jahat” menjadi “baik”. Pesimistis yang sempat berkembang itu kemudian menghilang sejalan dengan dibukanya kembali program studi sejarah di beberapa perguruan tinggi Indonesia. Pattimura.telah mendorong diterbitkannya buku-buku sejarah yang “Indonesia Sentris”. Karena itu pula banyak kritik terhadap karya seperti itu. seperti TB Simatupang menulis Laporan dari Banaran (1960) Semangat patriotisme yang berkobar-kobar namun tidak disertai dengan penguasaan metode sejarah teknis membuat banyak karya sejarah terbit pada periode ini sulit dipertanggungjawabkan dengan metode kritis. antara lain 6000 Tahun Sang Merah Putih. seperti Perang Dipenogoro. Perang Aceh. atau menuliskan memoarnya.

Dr. namun di pihak lainnya telah mengundang polemik dan keprihatinan dari beberapa sejarawan lainnya. Buku SNI dinilai masih mengandung banyak kelemahan. Setelah itu pada tahun 1979 terbit buku Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia (1979) karya Nugroho Notosusanto yang merupakan studi akademik pertama tentang masa pendudukan Jepang yang dikalakukan oleh orang Indonesia. Upaya itu mulai dirintis sejak penghujung abad ke-21. Di satu pihak kehadiran buku SNI berhasil menjawab kebutuhan akan adanya buku sejarah Indonesia yang “nasionalistis”. Duduk sebagai editor umumnya adalah Sartono Kartodirdjo. Selain itu. Meskipun ada perkembangan dalam penulisan sejarah Indonesia. di samping beberapa orang Indonesia dalam bentuk disertasi. tepatnya tahun 1977 terbit buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) yang terdiri dari 6 jilid yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan. namun banyak orang Indonesia yang menilai penulis-penulis asing masih lebih baik dalam tulisan sejarah yang bertema “perang kemerdekaan Indonesia”. baik dari segi metode maupun data faktualnya. 21 . Buku ini semula adalah artikel-artikel yang dimuat dalam majalah Prisma No. Taufik Abdullah dan Prof. yaitu dalam masalah sumber data. misalnya Nationalism and Revolution in Indonesia (1970) karya George Mc T Kahin dan Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance 1944-1946 (1972) karya BROG Anderson.terdiri dari 11 jilid. Demikian pula dengan sejarah sosial Indonesia. Buku ini merupakan karya bersama sejarawan Indonesia waktu itu dalam upaya mewujudkan sejarah nasional. misalnya Onghokham (1975) yang menulis tentang Madiun pada abad ke-19. Dalam waktu yang hampir sama terbit kumpulan biografi singkat dari berbagai tokoh yaitu Manusia Dalam Kemelut Sejarah (1978). Para sejarawan yang dimotori oleh Prof. yang sampai akhir hayatnya belum sempat diterbitkan. Buku ini banyak memberikan informasi tentang jalannya perang pada periode 1945-1949. Dr. dalam dekade 1970-an. sampai akhir dekade 1970-an masih lebih banyak ditulis oleh peneliti asing.8 tahun 1977. Keprihatinan inilah antara lain yang menjadi salah satu faktor untuk menulis buku sejarah nasional sejenis yang lebih baik. Namun buku yang cukup tebal ini mempunyai satu kelemahan yang cukup mendasar. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto..

Z.A. Metode baru itu. yaitu metode strukturistik. 22 . Penggunaan metode strukturistik itu terlihat dalam beberapa karyanya seperti Halmahera Timur dan Raja Jailolo (1996) dan Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (2006). karena sebagian besar lebih tertarik untuk mengamati dan mendekonstruksi sejarah politik masa Orde Baru. Leirissa dari Universitas Indonesia. merencanakan untuk menulis sejarah Indonesia yang nantinya terdiri dari 8 jilid (plus satu jilid tambahan). Lapian yang bertindak sebagai editor umum. Namun perkembangan itu luput dari pengamatan para pakar sejarah. Justru sejak akhir abad ke-20 telah berkembang pula penulisan sejarah dengan pendekatan baru. dapat dikatakan semacam jembatan antara metode naratif dengan metode struktural. khususnya yang menyangkut tema sekitar “Gerakan September Tiga Puluh” atau “G-30-S PKI”.B. sebenarnya perkembangan historiografi Indonesia tidaklah sesuram itu. Perintis pendekatan strukturistik di Indonesia adalah R. Di luar keprihatinan itu.

yang bertemakan perang kemerdekaan atau revolusi Indonesia? 23 .Latihan 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu sejarah 2. Coba sebutkan beberapa buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh sejarawan Indonesia. Jelaskan mengapa historiografi tradisional Indonesia dinilai tidak patut dijadikan sebagai sumber data atau bahan referensi sejarah? f. Mengapa Leopold von Ranke diberi gelar bapak sejarah akademik (father of historical science)? d. Jelaskan bagaimana cara pembuktian kebenaran sejarawan Yunani dibandingkan sejarawan masa kini? c.Tes Formatif a.  Penguasaan teori dan metodologi sangat berpengaruh terhadap mutu penulisan sejarah  Historiografi Indonesia modern mulai berkembang sejak awal abad ke-20 yang ditandai dengan terbitnya karya Husein Djajadinigrat. Rangkuman  Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia yang dibatasi oleh ruang dan waktu.1.6.6. Tunjukkan bentuk sejarah tekstual dan nontekstual 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “zeitgeist”? b.5. Buatlah laporan sebuah biografi pahlawan Indonesia 1.1. 1. Jelaskan bagaimana cara kerja filsafat Hegel dalam membuktikan kebenaran sejarah? e. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) dan semakin berkembang sejalan dengan dibukanya program-program studi sejarah pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

---------------. Jalan Peristiwa. (Terjemahan oleh H. 2004. Leirissa. Barraclough. 1991. Manusia Dalam Kemelut Sejarah. Christopher. ---------------. Lloyd. Oxford-Cambridge: Blacwell. London-New York: Routledge. Notosusanto. Medievel. Yogyakarta: Bentang. Jakarta: Balai Pustaka.. Kahin.M. R. 1982. Main Trends in History. Kuntowijoyo. & Modern. Amarullah) Yogyakarta: Qalam. Historiography: Ancient.Z. Jakarta: LP3ES. Mengerti Sejarah. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif. Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. 1996. Pemberontakan Petani Banten 1888: Kondisi. 24 . Ricklefs. Gottschalk. 1995. 2006. Jakarta: Serambi. (terjemahan oleh: Hasan Basari) Jakarta: Pustaka Jaya.C. Sartono. Nugroho. M.). Pemahaman Sejarah Indonesia: Sebelum dan Sesudah Revolusi. Geoffrey. 2005. 2006. Ernst. Kartodirdjo. William H. 1978. Fukuyama. Taufik. The End of History and The Last Man: Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal. Nationalism and Revolution in Indonesia. Protest Meovement in Rural Java. Bentley.Halmahera Timur dan Raja Jailolo. 2006. The Structures of History. Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia. Jakarta: Pustaka Sejarah.Daftar Sumber Abdulah. Breisach. 1984. Louis. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. 1982.Chicago-London: The University of Chicago Press. Aswab Mahasin. New York-London: Holmes & Meier. 1970. Soeri Soeroto (peny. Goerge Mc T. 1983. Modern Historiography An Introduction. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: PT Gramedia. Michael. Pengantar Ilmu Sejarah. ---------------. Jakarta: Gramedia. dan Daniel Dhakidae (red)... 1993. Ithaca-London: Cornell University Press. dan Kelanjutannya. Jakarta: LP3ES.. Frederick. Francis. 1979.

R. Manfaat Manfaat utama bagi mahasiswa setelah mempelajari bab ini adalah agar mereka memahami bagaimana proses terbentuknya bangsa dan negara memakan waktu panjang. Lahir dan perkembangan nasionalisme Indonesia 4. Memahami penciptaan nama “Indonesia” dan konsep ”Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan.1. Deskripsi Singkat Pertemuan ini akan memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat memahami proses pembentukan bangsa Indonesia. 3. 2. Terbentuknya bangsa dan negara Indonesia 25 .3. Indonesia yang 2. Logan pada pertengahan abad ke-19 dan nama atau “Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan yang dibuat Perhimpunan Indonesia. Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1.2.1.1.1. sejak adanya kerajaan-kerajaan kuna pada abad ke-5 Masehi hingga tahun 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan. Tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan di Indonesia 2.BAB II PEMBENTUKAN BANGSA INDONESIA 2 . Pendahuluan 2. Di sini juga dikemukakan nama ”Indonesia” yang diciptakan oleh J.1. Uraian dimulai sejak pra-Indonesia.

kedua kerajaan tersebut tidak terdengar lagi beritanya. namun karena perang itu karena adanya keinginan untuk mengusir penguasa asing dari wilayah mereka. pada abad ke-7 Masehi di pantai timur Sumatra bagian selatan berdiri dua kerajaan Buddha yaitu Sriwijaya dan Malayu. Kerajaan Sriwijaya kemudian dapat mengalahkan kerajaan Malayu dan penguasa-penguasa daerah lainnya. Adanya perang-perang antara raja-raja dan pemimpin rakyat melawan penguasa asing yang berlangsung sejak abad ke17 hingga abad ke-19 menunjukkan adanya proto nasionalisme di kalangan mereka. 2. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia melalui suatu proses yang panjang. Muhammad Yamin juga menyebut Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Negara Kebangsaan ketiga. Kerajaan Hindu Kutai diperintah berturut-turut oleh Kundungga. dan Mulawarman. dapat dikatakan bahwa mereka telah mempunyai rasa nasionalisme dalam bentuk awal (proto nasionalisme). organisasi pertama bangsa Indonesia. Walaupun perang-perang itu hanya meliputi suatu wilayah tertentu. yaitu Kutai di Kalimantan Timur dan Tarumanagara di Bogor. berada pada masa pra-Indonesia. Sebelum 1908 merupakan masa pra-Indonesia yang sejarahnya dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada Abad ke-5 Masehi. keduanya berdiri pada abad ke-5 Masehi.2. sehingga daerah kekuasaannya meliputi seluruh pulau Sumatra dan pulau-pulau di sebelah 26 . Buddha. kemudian Islam yang ada di wilayah Indonesia. Pra-Indonesia Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa dan negara Indonesia resmi terbentuk sebagaimana disebut dalam UUD 1945. oleh Sukarno dan Muhammad Yamin masingmasing kerajaan tersebut merupakan negara kebangsaan (nationale staat) pertama dan kedua. sejak bangkitnya nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo (BU). Dua kerajaan yaitu Sriwijaya di Sumatra Selatan dan Majapahit di Jawa Timur. Aswawarman. Pada abad ke-7 Masehi. Jawa Barat.2. Selanjutnya. mulai 1908.1. sedangkan kerajaan Tarumanagara diperintah oleh Purnawarman.2. Sejarah kerajaan-kerajaan Hindu. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha Masa pra-Indonesia dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan tertua.

dihukum dengan memotong jari-jari kakinya untuk pelajaran terhadap rakyatnya. Seorang pendeta agama Buddha yang mau belajar ke India dapat belajar lebih dahulu di Sriwijaya. Wilayah kerajaannya meliputi Jawa Timur. Pada tahun 1017 ketika ia merayakan pernikahan putrinya dengan Airlangga. Pawon. dan Mendut. istana diserang. pada awal abad ke-8 di Jawa Tengah berdiri kerajaan Mataram yang beribukota di Medang. Samarattungga. kemudian baru belajar ke India. ratu yang memerintah secara adil. Jawa Tengah. Pada masa pemerintahannya ditulis kekawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa. sampai sekarang masih diperdebatkan. menaklukkan raja-raja di sekitarnya. sebelum ia meninggal kerajaan dibagi dua. Airlangga sebagai menantunya berhak naik tahta menggantikan mertuanya. kemudian mengalahkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya satu per satu. Rakai Panangkaran. Salah seorang rajanya yang terkenal adalah Ratu Hsi-mo atau Sima. mendirikan candi Borobudur. dan beberapa pulau di Nusa Tenggara. Raja pertama. Sriwijaya merupakan pusat pengajaran agama Buddha yang bertaraf internasional. Untuk menghindari perang saudara. antara lain karena bencana alam. Ada beberapa kemungkinan alasan kepindahannya. Penggantinya. dan sebagian Jawa Barat. Penggantinya lagi. pusat pemerintahan Mataram dipindahkan ke Jawa Timur. dibakar. Sanjaya. kemudian ada seorang raja bernama Dharmawangsa. Setelah pemerintahan Mpu Sindok. menamakan dirinya sebagai ”permata wangsa Sailendra”. namun pendapat yang kuat berada di Palembang. Semenanjung Malayu. Mengenai pusat pemerintahan Sriwijaya. dan Jawa Timur memenuhi tuntutan itu. Ia mendirikan candi Kalasan dan Sewu. Putra mahkota sendiri yang tidak sengaja telah menginjak pundi-pundi berisi emas yang ditaruh di jalan. Kerajaan Sriwijaya menguasai jalar lalu lintas perdagangan antara India dan Cina dan menjamin keamanannya dari ancaman bajak laut. Waktu pemerintahan Mpu Sindok. Pada waktu yang relatif bersamaan. ada masa yang gelap.timurnya. Tahun 1019 Airlangga naik tahta. melainkan perlu juga dari hasil perdagangan. Bali. mungkin juga karena kerajaan tidak dapat hidup hanya dari hasil pertanian. dan ia terbunuh. di Jawa Tengah berdiri kerajaan Holing atau Kalingga. 27 . Mpu Sindok menamakan dirinya Sri Isanawikrama mendirikan wangsa Isana yang menurunkan raja-raja di Jawa Timur sampai tahun 1222. Setelah Kalingga.

Kertajaya. Kerajaan Jenggala akhirnya lenyap. Wijaya. luas. Daerah kekuasaan Majapahit. Gajah Mada. Tahun 1293 berdiri kerajaan Majapahit. penggantinya berturut-turut adalah Anusapati. Politik untuk menguasai seluruh nusantara berakhir tahun 1357 28 . dan raja terakhir adalah Kertanegara. Singhasari. bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Jayanegara. Jayakatwang kemudian dikalahkan oleh pasukan Kubilai Khan yang sesungguhnya datang untuk menyerang Kertanegara yang telah menyakiti utusannya. Ia mengucapkan ”sumpah palapa” di hadapan raja dan para pembesar Majapahit dalam rangka melaksanakan politik nusantaranya. Wijaya menobatkan diri menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. kerajaan pecah dua. penguasa bawahannya di Tumapel setelah membunuh Tunggul Ametung. Setelah Jayanegara meninggal. Setelah Airlangga meninggal. Puncak kebesaran atau zaman keemasan Majapahit ada di bawah pemerintahan raja Hayam Wuruk yang didampingi oleh patihnya. Dalam rangka melaksanakan politik tersebut ia menundukkan daerah-daerah yang belum bernaung di bawah Majapahit. meliputi hampir seluas wilayah Indonesia sekarang. dan lahirlah kerajaan baru. keturunan Singhasari. Pasukan Kubilai Khan kemudian dapat dikalahkan oleh R. tahun 1222 dikalahkan oleh Ken Arok. mendirikan wangsa Rajasa yang memerintah di kerajaan Singhasari dan Majapahit. raja bawahannya. penggantinya adalah adiknya perempuan yang bergelar Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwardhani. Pada masa pemerintahannya ditulis kitab Bhratayuddha oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Kediri dikuasai. Di antara raja-raja Kediri yang terkenal karena ramalan-ramalannya adalah Jayabaya. R. Ranggawuni. sebelah timur dinamakan kerajaan Jenggala dan sebelah barat kerajaan Panjalu yang kemudian terkenal dengan nama Daha atau Kediri. Ia dikalahkan oleh Jayakatwang. Kediri. Tohjaya. Ia kemudian digantikan oleh putranya.Pembagian kerajaan dilakukan oleh Mpu Barada. sedangkan kerajaan Kediri tumbuh dan berkembang. Setelah Ken Arok. meliputi Sumatera di bagian barat sampai daerah Maluku dan Irian di bagian timur. Ken Arok naik tahta dan menamakan dirinya Rajasa. Raja Kediri terakhir.

beserta para pembesar kerajaan dan pengiringnya sampai di Majapahit.1 Negarakertagama oleh Mpu Prapanca. Kerajaan tersebut kemudian dikalahkan oleh Majapahit. Prahajyan Sunda.2 Bagaimana penaklukan Majapahit oleh Demak. Edisi Pemutakhiran. yaitu kerajaan Kuningan dan Saunggalah. Nama raja yang memerintah antara lain Ratu Sri Ugrasena. Pada masa itu ditulis kitab Setelah Hayam Wuruk meninggal. Selain itu di Bali berdiri kerajaan-kerajaan lain seperti Gianyar. dan bagaimana nasib para penguasa Majapahit sesudah penaklukan. Rombongan raja Sunda itu datang untuk mengawinkan putrinya dengan Hayam Wuruk sebagai permaisuri. Menurut sumber asing. hlm. 1991. Sejarah Indonesia Modern. setelah Tarumanagara runtuh menjelang akhir abad ke-7. diperkirakan terletak di sekitar Tampaksiring. hlm. Hayam Wuruk kemudian menikah dengan Paduka Sori. Karangasem. Perselisihan terjadi ketika Gajah Mada tidak menghendaki jika perkawinan itu dilangsungkan begitu saja. 400. Semua orang Sunda termasuk Dyah Pitaloka gugur. sesudah itu raja yang memerintah memakai gelar Warmadewa. dan Buleleng. 26. 2 Ricklefs. terjadilah perang di Bubat. tahun 1579 dikalahkan oleh kerajaan Islam. namanya sesuai dengan pusat pemerintahannya. Edisi Pemutakhiran. terjadi perang-perang saudara. (Terj. terdapat satu kerajaan Hindu-Buddha bernama Kerajaan Sunda. Kerajaan Sunda pada masa pemerintahan raja terakhir. Kerajaan-kerajaan itu adalah kerajaan Galuh. 29 . H.. Kawali.C. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. pusat pemerintahannya berpindah-pindah. anak Bhre Wengker Wijayarajasa. Dyah Pitaloka. Tabanan. dan yang sangat terkenal adalah kerajaan Pakwan Pajajaran. Para pembesar tidak setuju dengan sikap Gajah Mada. 4 1 Peristiwa atau perang di Bubat terjadi ketika Raja Kerajaan Sunda bersama putrinya. 3 Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha adalah karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indonesia.sehubungan dengan terjadinya peristiwa di Bubat. 4 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum). 2008. Nusiya Mulya.. Salah seorang rajanya bernama Dharma Udayana Warmadewa yang memerintah pada akhir abad ke-10. Jilid II. Jilid II. Mengwi. tidak diketahui secara pasti. Menurut sumber lokal/asli.3 Di Bali. di Jawa Barat ada beberapa kerajaan. Salah seorang putra Udayana adalah Airlangga yang menjadi raja di Jawa Timur. Dharmono Hardjowidjono). pada abad ke-9 terdapat kerajaan Singhamandawa. Ia menghendaki agar putri itu dipersembahkan oleh raja Sunda kepada raja Majapahit sebagai tanda tunduk terhadap kerajaan Majapahit. selanjutnya kerajaan dikuasai oleh keluarga raja Jawa. Drs. Di Jawa Barat. Kerajaan Majapahit runtuh sekitar tahun 1527 dikalahkan oleh Demak. Selain itu di Jawa Barat ada kerajaan-kerajaan kecil. Sejarah Nasional Indonesia. tidak ada raja yang kuat. Jakarta: Bali Pustaka.

dan Barus. dan Barus. Mataram. 30 . Andalas. 2.5 Di Jawa. Kemudian salah seorang raja penggantinya mengalahkan beberapa kerajaan seperti Batak. Tambora. Raja Mahkota. Di Kalimantan terdapat kerajaan Banjar. Di Kalimantan Timur. Aceh Darussalam. Pase. Jambi. kemudian masuk Islam setelah kalah bertanding kesaktian dengan mubaligh yang menyebarkan Islam ke sana. Pedir. Sulawesi Selatan. Arcat. dan Cirebon. Sumbawa. Rupat.Di Kalimantan ada kerajaan-kerajaan Hindu yaitu kerajaan Negara Dipa. Kerajaan mengadakan hubungan pernikahan dengan kerajaan Malaka di Malaysia. Kerajaan juga pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Timar Tengah. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Islam Setelah agama Islam masuk ke Indonesia. Siak. dan Pontianak.2. Kutai. Di Maluku terdapat kerajaan Ternate dan Tidore. Pariaman. Kerajaan ini mengalami puncak kekuasaan atau zaman keemasan di bawah Sultan Iskandar Muda 5 Kerajaan-kerajaan di Sumatera banyak sekali. Kerajaan Negara Dipa pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Batak. terutama ada di sepanjang pesisir Selat Malaka dan pesisir barat. Kalimantan. terdapat kerajaan Demak. Bone. Kerajaan Aceh Darussalam tumbuh dan berkembang pada abad ke-16. Di Sumatra. dan Maluku. ada kerajaan Kutai yang beragama Hindu. dan Luwu. Di Sulawesi terdapat kerajaan Gowa-Tallo. Jambi. Raja pertama adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530). Kerajaan-kerajaan itu ada di Sumatra. Kampar. Salah seorang rajanya. Lambri atau Lamaru atau Tamni. Aru. Bima. dan Dompu. Aru. Bican. Pajang. Di Nusa Tenggara terdapat kerajaan Lombok. Kalongkong.2. muncul kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam. Daya. terutama Kutai. Palembang. Tiku. Indragiri. Nusa Tenggara. Jawa. Daha. yaitu kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan ini sudah menggunakan mata uang yang terbuat dari emas yang disebut dramas. Tongkal. Wajo. Panchur. Pirada. dan Kahuripan yang berpusat di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai sekarang. karena itu pengaruh Majapahit sampai di sana. Kerajaan tersebut selalu mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Banten. Di bawah pemerintahannya Aceh menaklukkan Samudra Pasai dan Pedir. banyak kerajaan. raja pertama bergelar Sultan Malik As-Shaleh. Kerajaan Samudra Pasai di Sumatra bagian utara tumbuh pada pertengahan abad ke-13. Soppeng. Minangkabau.

Sultan Mahmud Badaruddin ditangkap lalu dibuang ke Ternate. Di pantai timur Sumatra ada kerajaan-kerajaan Islam Siak atau Siak Sri Indrapura. Teuku Cik Di Tiro. mengalahkan armada Portugis di Bintan. Perang berlangsung dua babak. Perang diakhiri dengan kalahnya Aceh pada tahun 1904. Sumatra bagian selatan. Di Minangkabau. raja berkedudukan di Pagaruyung. pada abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. Setelah pemerintahannya. pertama antara tahun 1821-1825 dan kedua antara tahun 1830-1938. Raja pertama kesultanan Palembang bergelar Abdurrakhman Khalifat al-Mukminan Sayidil Iman atau Pangeran Kusumo Abdurrakhman. Johor di Malaysia. agama Islam baru masuk pada akhir abad ke-14 atau awal abad ke-15. Di Jambi kerajaan Islam berdiri pada sekitar tahun 1500 di bawah pemerintahan Sultan Orang Kayo Hitam. Di bawah pemerintahannya Aceh menjadi negara yang paling kuat di Nusantara bagian barat. Sejak 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan. raja sebagai lambang negara. Pemimpin Kaum Padri antara lain Tuanku Imam Bonjol tertangkap. akibatnya Belanda berhasil mengukuhkan kekuasaan politik dan ekonominya di Minangkabau atau Sumatra Barat. lalu dipindah lagi ke Manado dan meninggal di sana tahun 1864. merebut Pahang.(1607-1636). Para pimpinan perang di antaranya Panglima Polem. sedangkan kekuasaan ada di tangan para penghulu yang tergabung dalam Dewan Penghulu atau Dewan Nagari. dari sana dipindahkan ke Ambon. Dalam serangan Belanda kedua. Pada waktu pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819 kerajaan diserang Belanda. Kaum Padri akhirnya kalah. Antara tahun 16591706 Kesultanan Palembang diperintah oleh sebelas orang sultan. dan Nias. Kampar. Di Minangkabau antara tahun 1821-1838 terjadi perang Paderi. Di Sumatra Barat. kemudian diasingkan ke Cianjur. 31 . Teuku Umar dan Cut Nyak Din. Palembang. daerahnya langsung dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda. dan Indragiri yang berdiri pada abad ke-15. Sedangkan agama Islam masuk ke Minangkabau sekitar akhir abad ke-15. Aceh memasuki masa perpecahan yang panjang. Pada tahun 1873-1904 kerajaan ini berperang melawan Belanda. Ia menaklukkan kerajaan-kerajaan di pesisir timur dan barat Sumatra. perang antara kaum Paderi melawan kaum Adat yang dibantu oleh Belanda.

Pajang. Antara raja-raja dan ulama erat berhubungan. dan Syeh Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. Demak didirikan pada perempat terakhir abad ke-15 oleh seorang asing yang beragama Islam. Setelah Raden Patah. raja Majapahit terakhir. Sunan Drajat. merupakan pengganti Demak. dan Blitar. Sunan Giri. kerajaan Mataram dikembangkan ke daerah pesisir utara Jawa Tengah. Arya Penangsang. ”Sultan” Demak pertama. Pasuruan. Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo (1584-1601). Sunan Kudus. 56. Panarukan. Sunan Kali Jaga. pemerintahan Pajang di tangan Pangeran Banowo). Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono Demak mengalami zaman keemasan. Sunan Gunung Jati. 6 Kerajaan Pajang yang ada di pedalaman Jawa Tengah. Sunan Bonang. Berturut-turut raja-raja yang memerintah sesudahnya adalah Sultan Prawoto. Madiun. dihadiahkan Sultan Pajang kepada Kyai Gede (Ageng) Pemanahan yang merupakan keturunan raja Majapahit terakhir. Raden Patah. Sultan Trenggono mengalahkan penguasa-penguasa Tuban. dan kemudian Jaka Tingkir yang menobatkan dirinya sebagai Sultan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Ia menantu Sultan Pajang Hadiwijoyo yang meninggal tahun 1587. terutama dengan Wali Sanga. Lamongan. (Setelah Hadiwijoyo. tahun 1484 pemerintahan dipegang oleh anaknya. kemudian Mataram di Jawa Tengah. Banten dan Cirebon di Jawa Barat.Di Jawa berdiri kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam yaitu Demak. raja berikutnya adalah Pati Unus (1518-1521). Daerah Mataram yang termasuk wilayah kerajaan Pajang. ”Sultan” Trenggono terbunuh ketika melakukan ekspedisi melawan Panarukan tahun 1546. adalah putra Prabu Brawijaya Kertabhumi. Kemudian pengganti Kerajaan Pajang adalah kerajaan Mataram yang pusatnya di kota Surakarta dan Yogyakarta. Di bawah pemerintahannya. Sunan Muria. Wilayah Demak meliputi daerah Jawa Timur dan Jawa Barat. terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga. Pendirian Mesjid Agung Demak oleh para wali dengan arsiteknya Sunan Kali Jaga merupakan pusat dakwah para wali. dan Surabaya di Jawa Timur. Surabaya. 6 Rikleft. Demak di bawah Sultan Trenggono merupakan zaman keemasannya. Raja-raja Demak terkenal sebagai pelindung agama. Setelah ia meninggal. Termasuk Wali Sanga adalah: Sunan Ampel. hlm. Setelah Sultan Trenggono meninggal tahun 1546. Wilayah itu pertama kali diperintah olehnya pada tahun 1578. 32 . dan berikutnya lagi Sultan Trenggono.

suami saudara perempuan Sultan Trenggono. Pengiriman pasukan diulangi lagi tahun 1629. Ia memindahkan kraton dari Kota Gede ke Plered. Mataram mengakui kekuasaan VOC. Sultan Agung kembali menyerang Surabaya tahun 1625. Tuban. Banten kemudian diperintah oleh Gunungjati sebagai vasal Demak. Senopati melepaskan diri sebagai vasal kerajaan Pajang dan kemudian mengalahkan Pajang sekitar tahun 1587-1588. Jenazahnya dimakamkan di Tegal Arum. Madiun. Waktu mau minta bantuan pada VOC karena pemberontakan Trunajaya. menaklukkan Demak. Banten kemudian dikalahkan oleh Sunan Gunungjati. Di Jawa Barat berdiri kerajaan Banten. Tahun 1645 ia sakit dan meninggal. Sultan Agung mau menusir VOC dari Batavia. Kemudian Hasanuddin digantikan oleh Molama Yusuf (1570-1580) yang berhasil menaklukkan kerajaan Pajajaran tahun 1579. Kalahnya 33 .Jawa Timur. Mataram dibagi dua yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surabarta. dan Blambangan. Tahun 1552 Sunan Gunungjati pindah ke Cirebon. dan Jawa Barat. dan Tegal. pusat kerajaan dipindahkan ke Surasowan di teluk Banten. digantikan oleh anaknya yang bergelar Susuhunan Amangkurat I (16471677). Kediri. Selanjutnya. Bagelen. tahun 1613. dibawa ke Mataram. Mula-mula Banten sebelum 1525/1526 merupakan kadipaten dari Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. Tahun 1628 ia mengirim pasukannya ke Batavia tetapi tapi gagal. juga gagal. Mas Jolang tahun 1613 meninggal di Krapyak. Tahun 1755 melalui Perjanjian Gianti. raja terbesar Mataram (1613-1646). pemerintahan diserahkan kepada anaknya Sultan Hasanuddin (1552-1570). Ia digantikan oleh Amangkurat II. Giri. Ia lebih dekat dengan VOC dan mengadakan perjanjian dengan VOC. Mataram di bawah Sultan Agung selain bersifat agraris juga mengembangkan perdagangan ekspor dan impor melalui pelabuhan di pesisir utara Jawa seperti Jepara. Setelah Senopati meninggal. Setelah Sultan Agung meninggal. Mataram di bawah pemerintahannya mengalami puncak kejayaannya. Senopati meluaskan kekuasaannya. Setelah merasa kuat. Sultan meluaskan wilayah kekuasaannya ke Lampung. Kedu. dan Pasuruhan. kedudukannya digantikan oleh Raden Mas Jolang (16011613). Kendal. Ia kemudian digantikan lagi oleh Sultan Agung. Pati. kemudian namanya sebagai Panembahan Seda ing Krapyak. Ponorogo. berpusat di Banten Girang yang diperintah oleh Pucuk Umun. Tegal. tahun 1677 ia jatuh sakit di Wanayasa. Benda-benda kerajaan yang keramat seperti pusaka yang merupakan simbul dan hiasan supra natural.

Pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati. Diperkirakan tahun 1470 agama Islam masuk Cirebon dibawa oleh Syarif Hidayatullah salah seorang wali sanga yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati. dan Galuh sekitar tahun 1528-1530 dan ke daerah Banten 7 bersama putranya Maulana Hasanuddin tahun 1525-1526. Kesultanan Banten mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.17 Surabaya muncul sebagai kekuatan pantai yang terkemuka. Di Kalimantan ada beberapa kerajaan Islam baik yang besar maupun kecil. Edisi Pemutakhiran. Islam disebarkan. Surabaya dikuasai Sultan Agung tahun 1625. Syarif Hidayatullah terkenal juga dengan gelar Sunan Gunung Jati. Ketika diperintah raja Sultan Mustain Billah.Pajajaran berarti lenyaplan kerajaan besar yang menganut agama Hindu-Buddha di Jawa. Kerajaan Banjar dibawah Sultan Surnyanullah meluaskan kekuasaannya ke Sambas. Kerajaan-kerajaan Islam di Kalimantan adalah kerajaan Banjar atau Banjarmasin di Kalimantan Selatan. tetapi baru pada awal abad ke. Cirebon semula menjadi pelabuhan kerajaan Sunda Pajajaran. kalangan elite Sunda memeluk agama Islam. Tengah. sultan Haji yang dibantu VOC. Kotawaringin. antara lain ke Kuningan. 34 . Sunan Gunung Jati meninggal tahun 1568 Surabaya merupakan pelabuhan perdagangan yang besar pada awal abad ke-16. Tahun 1479 Syarif Hidayatullah menggantikan mertuanya sebagai penguasa Cirebon. Agama Islam masuk ke kerajaan Banjar karena dibawa Demak tahun 1550. Sukadana. Sejak pengaruh Belanda 7 masuk ke Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia diambil dari karangan Marwati Djoened Poesponegooro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indoensia. Sultan Ageng Tirtayasa kalah. Setelah Pajajaran dikalahkan. Ia menghentikan memberi upeti ke pusat kerajaan Pajajaran di Pakuan. kemudian Pajang. Jilid III. Kerajaan Banjar mengirimkan upeti pada keraaan Demak. dan Pontianak di Kalimantan Barat. salah seorang Wali Sanga. Tahun 1513 Cirebon di bawah kekuasaan Lebe Usa dikuasai Raden Patah dari Demak. Kerajaan dapat menguasai Kalimantan Timur Tenggara. Batanglawai. Madawi. dan Sambangan. dan Barat. Dia juga kemudian memindahkan lagi ibu kotanya ke Kayu Tangi. Talaga. sebelah timar Keraton Kasepuhan. Raja ini melakukan perlawanan dengan putranya. 2008. Sampit. awal abad ke-17 ibu kota kerajaan dipindahkan ke Amuntai. Ia mendirikan keraton yang diberi nama Pakungwati. Kutai di Kalimantan Timur. Jakarta: Balai Pustaka.

Sejak tahun 1616 antara kerajaan Gowa dan VOC terjadi permusuhan. Minangkabau. selanjutnya sultan-sultannya diperintah oleh sultan-sultan keluarga Habib alGadri. waktunya diperkirakan tahun 1575. kerajaan Gowa-Tallo mengadakan hubungan baik dengan Portugis. dan Luwu. raja tahun 1607. Pangeran Sayid Abdurrahman Nurul Alam yang mendirikan keraton dan mesjid di Pontianak. Islamisasi di Sulawesi Selatan oleh tiga mubalig yang disebut Dalto Tallu ketiganya bersaudara dan berasal dari Koto Tengah. Setelah beadu kesaktian antara mubalig dengan dengan Raja Mahkota. Pada abad ke-17 kedua kerajaan itu ada di bawah epngaruh kerajaan Mataram. 35 . Di Sulawesi Selatan terdapat lima kerajaan Islam. Setelah meninggal. Tahun 1670 kerajaan Wajo diserang VOC bersama tentara Bone. raja kalah dan masuk Islam. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Setelah Sultan Adam meninggal 1857. tetapi kemudian terjadi peperangan antara kerajaan Gowa di bawah Sultan Hasanuddin melawan VOC yang dibantu tentara Bugis di bawah Arung Palaka. Para mubalig itu yang mengislaamkan raja Luwu tahun 1605. Karena adanya ancaman dari VOC. Ia memerintah tahun 1773-1808. terjadi perlawanan terhadap Belanda antara 1859-1863. Wajo. Kerajaan wajo menyerah. kerajaan Gowa diseahkan kepada VOC. Kedua kerajaan itu diperintah oleh Pate atau mungkin Adipati. perselisihan-perselisihan terjadi baik dengan Belanda maupun lingkungan kerajaan. Bone. Selanjutnya kerajaan Kutai menyebarkan agama Islam ke daerah sekitarnya. Peng-Islaman di Pontianak dilakukan oleh Habib Husein Al-Gadri pendakwah dari Hadramaut. Diperkirakan Islam masuk ke sana pada sekitar abad ke-14-15. Tahun 1656 ada perjanjian perdamaian. Dato`ri Bandang dan Tunggang Parangan setelah mengIslamkan makassar. yaitu Gowa-Tallo. digantikan oleh outranya. tunduk pada Pate Unus dari Demak. Perang berakhir melalui Perjanjian Bongaya tahun 1667. raja Tallo tahun 1605. Soppeng. kerajaan diserahkan kepada VOC. Kerajaan Gowa-Tallo mengalahkan kerajaan Wajo tahun 1610 dan Bone tahun 1611. Perang besar-besaran terjadi tahun 1654-1655.Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Barat antara lain ada kerajaan Tanjungpura dan Lawe (daerah Sukadana). Perlawanan dari pihak kerajaan Banjar di antaranya dipimpin oleh Pangeran Antasari. pada masa pemerintahan Raja Mahkota datang dua mubalig Islam.

tahun 1570 sultan ini dibunuh Portugis. berkembang dalam waktu lama. kerajaankerajaan di Nusa Tenggara ditekan VOC. Tahun 1565 Sultan Khairun menyerang Portugis. Kerajaan Lombok dan Sumbawa akhirnya dikuasai VOC. Akan tetapi. Besar kecilnya kerajaan tergantung pada raja yang memerintah. Keadaan seperti itu terjadi terus silih berganti. Spanyol ke Tidore. Ternate diserang orang Spanyol. namun bisa juga menjadi kecil kembali bahkan mati karena dikalahkan oleh penguasa lain. putra Sunan Giri. Setelah terjadi perjanjian Bongaya. Portugia memusatkan perhatiannya ke Ternate. Di Nusa Tenggara ada juga kerajaan Bima dengan raja pertama Ruma Ta Ma Bata Wada yang bergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir. dia yang mempunyai kekuasaan luas dan besar. Di Maluku. Kerajaan Bima akhirnya dikuasai oleh VOC.Di Nusa Tenggara. Islam masuk ke Sumbawa mungkin melalui Sulawesi. Rajanya ditangkap dan diasingkan ke Manila. Suatu kerajaan atau kesultanan setelah berdiri kemudian tumbuh. Pusat kerajaan Lombok di Selaparang di bawah pemerintahan prabu Rangkesari mengalami zaman keemasan. Ternate di bawah Sultan Hairun berhasil mempersatukan daerah-daerah di Maluku Utara di bawah Ternate. di wilayah Indonesia tidak ada satu kekuatan yang tetap yang menjadi super power. asal mereka kuat. terdapat banyak sekali penguasa-penguasa daerah atau wilayah yang dinamakan kerajaan atau kesultanan atau lainnya. kerajaan Islam yang menonjol adalah kerajaan Ternate dan Tidore. Sultan Baabullah.Akan tetapi persatuan itu pecah lagi setelah kedatangan orang Portugis dan Spanyol ke Tidore. Islam memasuki Maluku antara tahun 1460-1465. Dari uraian di atas tampak bahwa di Indonesia sebelum berdiri Negara Kesatuan RI tahun 1945. Setiap penguasa bebas untuk melakukan ekspansi ke wilayah penguasa lain dalam rangka untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaan mereka. masuknya agama Islam ke Lombok diperkirakan pada abad ke-16 yang diperkenalkan oleh Sunan Perapen. Akan tetapi setalah Baabullah meninggal. Setiap kerajaan atau kesultanan melakukan ekspansi untuk bisa menjadi maharaja 36 . Putranya. Waktu itu. melalui para mubaligh dari Makassar antara tahun 1540-1550. meneruskan perlawanan dan dapat mengusir Portugis dari Ternate. Kerajaan Lombok dan kerajaan-kerajaan di Sumbawa dikuasai kerajaan Gowa. Siapa yang kuat.

dan Belanda diakui sebagai penguasa di atasnya.atau super power. Imam Bonjol dari Sumatra Barat. sering terjadi yang dilakukan oleh seorang raja dan atau keluarga raja. Usaha dari phak kerajaan maupun rakyat untuk mengusir Belanda dari wilayah suatu kerajaan karena dirasa sangat menekan dan merugikan. dalam hal pergantian raja atau sultan sering terjadi kericuhan di antara keluarga atau bahkan terjadi pembunuhan terhadap raja yang berkuasa. dan Teuku Umar dari Aceh. sering terjadi bentrokanbentrokan dan peperangan-peperangan dengan kerajaan-kerajaan tersebut. Selain banyaknya kerajaan atau kesultanan. Pelanggaran terhadap aturan dan adanya ambisi untuk menggantikan raja sebelumnya sering memicu adanya perangperang. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Tahun 1905 Belanda 37 . Dalam suatu perjanjian paling sedikit Belanda mendapat hak monopoli dalam perdagangan. bahkan sering terjadi di antara kerajaan-kerajan digunakan oleh Belanda untuk bersamanya melawan suatu kerajaan. Politik devide et impera dilakukan Belanda untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaannya. Sultan Agung dari Mataram. Mereka bersatu untuk bersama-sama melawan Belanda. Karena kalahnya persenjataan pihak kerajaan. maka kerajaan-kerajaan yang mengadakan perlawanan mengalami kekalahan. Pangeran Antasari dari Banjar. Ada dua kerajaan yang besar yang oleh Sukarno dan Muhammad yamin sebagai Nationale Staat yaitu Sriwijaya dan Majapahit. muncul kekuatan baru di Indonesia di samping kerajaan-kerajaan. dan karena taktik dan politik devide et impera Belanda. Perlawanan-perlawanan itu antara lain perlawanan oleh Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan. Kekuatan baru ini pun berusaha untuk mengembangkan usahanya. Akhirnya semua kerajaan di Indonesia setelah kalahnya Aceh pada tahun 1904 berada di bawah kekuasaan Belanda. Dalam rangka itu. Perang-perang terhadap Belanda selalu diakhiri dengan perjanjian yang selalu merugikan pihak kerajaan. lebih dari itu Belanda memperoleh sebagian bahkan bisa seluruh wilayah suatu kerajaan. Diponegoro dari Jawa Tengah. Perang-perang itu yang masih bersifat kedaerahan dapat disebut sebagai rasa proto nasionlisme di kalangan mereka. Setelah datang bangsa Barat khususnya Belanda dengan VOC-nya. meskipun telah ada semacam aturan. Perang-perang itu dilakukan sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20.

Kepulauan Maladiva. 2. Nama organisasi mahasiswa Indonesia yang semula bernama 38 . Earl lebih suka pada pemakaian istilah “Melayu-nesians” karena istilah “Indu-nesians” terlalu luas karena termasuk di dalamnya penduduk Sailon. dan Prof. Kata atau nama tersebut diusulkan oleh J. tidak memberikan pengertian tepat dan jelas bagi penduduk pribumi. perlu dikemukakan tentang kata atau nama ”Indonesia”. Akan tetapi sebelumnya. Kern. Ia mengusulkan digunakannya istilah “Indus-nesians” dan “Melayu-nesians” bagi penduduk kepulauan Hindia. dan Lakadiva. Van Vollenhoven menyebarluaskan pemakaian iastilah “Indonesië”.R. Pada tahun 1913 Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara ketika menjalani pembuangan di Nederland memberikan nama biro pers yang didirikannya dengan Indonesisch Persbureau. G. Indonesiër”. dan ilmu bahasa.A.mencanangkan Pax Neerlandica. penduduk asli Australia. hukum adat. Ia memberi pertimbangan bahwa istilah “penduduk Hindia” sebagai kelompok pulau-pulau. seorang etnolog Inggris di Pinang yang menjadi redaktur Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia.3. Logan. Windsor(?) Winsdor(?) Earl dalam majalah yang sama menulis tentang ciri-ciri utama penduduk Irian. Sejak itu istilah tersebut dipakai dalam ilmu etnologi. Konsep Indonesia Dalam membicarakan “Pembentukan bangsa Indonesia”. bahwa seluruh wilayah Nusantara sebagai wilayah Hindia Belanda menjadi satu pengawasan keamanan oleh Belanda. kemudian menggunakan kata “Indonesien” sebagai judul bukunya yaitu Indonesien onder die Insln des Malayischen Archipels yang terbit tahun 1884. Adapun yang dimaksud oleh A. Bastian dengan istilah tersebut adalah istilah di bidang etnografi. Para guru besar Universitas Leiden seperti R. Pada tahun 1850 ia melalui artikelnya berjudul ”The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing inquires into the continental relation of the Indo-Pacific Inlanders” mengusulkan istilah atau kata “Indonesia” untuk nama pulaupulau atau kepulauan Hindia dan penduduknya. dan ajektif ”Indonesisch” dalam karya mereka. Kemudian para mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang tergabung Perhimpunan Indonesia (PI) mengetahui istilah-istilah tersebut. seorang etnolog Inggris lainnya. sarjana Jerman. dan Melayu-Polinesia. Adolf Bastian. Snouck Horgronye.

Sejarah nasional Indonesia. Van Deventer. Yakarta: Departemen P dan K. Dikatakan bahwa pada masa datang.4. Brooschooft. Van Deventer. Menurut Kielstra berdasarkan hasil surveinya bahwa sejak tahun 1816 uang yang disedot pemerintah Belanda dari Indonesia sebesar 832 juta gulden. penulis buku De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indië yang terbit tahun 1931 menyatakan bahwa sekitar tahun 1925 banyak organisasi yang berwawasan nasional memakai nama”Indonesia” sebagai pengganti Nederlandsch-Indië.Th. karena itu Pemerintah Belanda akan membalasnya dengan melaksanakan politik etika. Ia mengakui bahwa pemerintah Belanda telah mengeruk keuntungan yang besar sekali dari Hindia Belanda. sementara penduduknya semakin miskin. pemimpin redaksi surat kabar De Locomotief. Nama majalahnya yang semula bernama Hindia Putera pada tahun 1922 diganti dengan Indonesia Merdeka. Pembentukan Bangsa dan Negara Indonesia Memasuki tahun 1901. C. Dalam karangannya ia mengecam politik pemerintah Belanda yang tidak memisahkan keuangan negera Belanda dengan daerah jajahan. tahun 1899 menulis karangan di Jurnal De Gids berjudul ”Een Eereschuld” (”Hutang Budi”). Garis politik pemerintah Hindia Belanda yang seperti itu pertama kali dikemukakan oleh anggota Parlemen Belanda Van Dedem tahun 1891. 290.8 2. Hindia Belanda. Dalam kaitan politik itu pemerintah akan memperluas pendidikan Barat bagi anak Indonesia khususnya anak-anak kalangan atas. Th. Petrus Blumberger. Marwati Djoened Poesponegoro. pemimpin kaum liberal. pemerintah akan memperbaiki kesejahteraan rakyat. 1976. Jilid V. dan P. 8 Sartono Kartodirdjo. Diakuinya bahwa Belanda telah ”berhutang budi” kepada rakyat Indonesia. Ratu Wilhelmina mengumumkan di depan Parlemen Belanda program pemerintah. J. Perhimpunan Indonesia menggunakan nama Indonesia dalam pengertian politik ketatanegaraan yang artinya sama dengan Nederlandsch-Indië. dan Nugroho Notosusanto.Indische Vereeniging tahun 1922 diganti menjadi Indonesische Vereeniging dan tahun 1924 nama Indonesische Vereeniging diganti menjadi Perhimpunan Indonesia. Tulisan Van Deventer tersebut berpengaruh terhadap perubahan politik kolonial di Hindia Belanda. 39 . Perjuangan melancarkan politik kolonial yang baru itu kemudian diteruskan oleh Van Kol.

Tujuan untuk mendirikan suatu ”Dana Belajar” itu diperluas jangkauannya. Ia yang didampingi Pangeran Noto Dirojo. ia melakukan perjalanan keliling pulau Jawa untuk mempropagandakan cita-citanya. Ia mempropagandakan tentang pemberian beasiswa bagi pemuda-pemuda yang pandai tetapi tidak mampu. di luar Indonesia pada awal abad ke-20 terjadi peristiwa-peristiwa penting yang berdampak terhadap bangsa Asia. berangsur-angsur menumbuhkan otonomi dan desentralisasi politik di Hindia Belanda. dokter Wahidin Sudirohusodo yang sejak tahun 1901 menjadi redaktur majalah Retnodhumilah. Demikianlah pada tanggal 20 Mei 1908 di sekolah 40 . diperlukan pendidikan secukupnya bagi kalangan luas orang pribumi. Menurut pendapatnya bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan. Pada akhir tahun 1907 dalam perjalannya yang jauh. Kemenangan Jepang tersebut merupakan “Kebangkitan Asia” menimbulkan gelombang antusiasme di Asia.Politik etika yang dilaksanakan mulai tahun 1901 mempunyai dua tujuan yaitu pertama. Maksud Wahidin untuk mendirikan ”Dana Belajar” itu dibicarakan oleh Sutomo dengan teman-temannya di STOVIA. Kemudian. melalui majalahnya ia mempropagandakan pentingnya pendidikan. dalam kenyataannya. karena cara tersebut dinilai kurang efektif. Sejalan dengan perubahan politik pemerintah kolonial yang hendak memajukan bidang pendidikan. Akan tetapi. meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi. Ketika berada di Jakarta. mula-mula mendekati para priyayi yang lebih tua dan lebih tinggi. Sementara itu. kecuali untuk beberapa tahun pada waktu pecah Perang Dunia I ketika komunikasi antara negeri Belanda dan Hindia Belanda terputus. peralihan kekuasaan dari Negeri Belanda ke Hindia Belanda tidak pernah dilaksanakan. dan kedua. khususnya Indonesia. Selanjutnya sejak bulan November 1906. Peristiwa kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905 menunjukkan bahwa bangsa Barat dapat dikalahkan oleh bangsa Timur. Di Turki muncul gerakan Turki Muda untuk mencapai perbaikan nasib. khususnya bupati yang kaya dan berpengaruh. yang akhirnya tahun 1908 muncul revolusi anti kaum kolot. Kejadian-kejadian tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap munculnya gerakan nasional di Indonesia. ia diundang Sutomo dan Suraji ke sekolah STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen) untuk mendengarkan gagasan-gagasannya. ia berhenti dan beristirahat di Jakarta. putra Paku Alam V. ia meletakkan jabatan sebagai redaktur Retnodhumilah karena alasan kesehatan.

STOVIA oleh pelajar-pelajar STOVIA didirikan organisasi bernama Budi Utomo dan Sutomo ditunjuk sebagai ketua. Budi Utomo merupakan organisasi pribumi pertama menurut model Barat, suatu organisasi yang pengurusnya secara periodik dipilih, mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mempunyai program, mengadakan rapat-rapat, kongres, dan anggotanya mempunyai hak suara. Lahirnya BU oleh Akira Nagazumi sebagai bangkitnya nasionalisme Indonesia. Setelah itu, mahasiswa Indonesia yang belajar di Negeri Belanda pada tahun yang sama mendirikan organisasi bernama Indische Vereeniging (IV) yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan. Pada tahun-tahun belasan, karena mengikuti jejak BU di satu pihak dan karena adanya pengaruh dari luar Indonesia, bermunculan berbagai macam organisasi. 9 Secara khronologis, tahun 1911 di Solo, Jawa Tengah berdiri organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh H. Samanhudi yang bergerak di bidang social ekonomi. Organisasi itu didirikan untuk menghadapi pedagang-pedagang Cina di kota itu yang telah mempermainkan harga bahan batik. Setahun kemudian, namanya diganti menjadi Sarekat Islam (SI) agar lebih banyak orang-orang Islam dapat masuk menjadi anggota. Di Yogyakarta tahun 1912 K.H. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi sosial keagamaan bernama Muhammadiyah. Pada tahun 1912 E.F.E. Douwes Dekker di Bandung mendirikan organisasi politik Indische Partij, statu organisasi yang pertama kali memakai nama partai yang mempunyai konsep nasionalisme Hindia (Indisch Nationalism). Organisasi ini yang menerima berbagai etnik yaitu kaum Indo-Eropa dan pribumi, radikal, menuntut kemerdekaan Hindia. H.J.F.M. Sneevliet tahun 1914 di Semarang mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV), suatu organisasi yang bersifat internasional menyebarkan ideologi sosialisme. Dalam perkembangannya, karena pengaruh revolusi Rusia, organisasi ini tahun 1923 berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain organisasi politik, berdiri juga sarekat-sarekat sekerja, organisasi pemuda,
9

perempuan,

dan kepanduan.

Organisasi-organisasi tersebut

Kejadian-kejadian di luar Indonesia yang menambah kemauan mendirikan organisasi di Indonesia adalah Revolusi di Tiongkok tahun 1911 yang menggulingkan pemerintahan Dinasti Manchu dan berdirinya Republik Tiongkok; pan-Islamisme, menyebarnya ajaran Marxismo (sosialisme dan sesudah revolusi di Rusia juga komunisme), azas-azas Perjanjian Versailles yang tidak dijalankan (hak bangsa untuk mengatur diri sendiri), berdirinya Volkenbond dan Labour office, gerakan di Irlandia, gerakan di India ; empat belas Pasal Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat, khususnya hak menentukan nasib sendiri bangsabangsa.

41

merupakan organisasi gerakan nasional yang tujuan akhirnya adalah kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa Indonesia di Negri Belanda yang datang ke sana setelah Perang Dunia Kedua, lebih banyak kesadaran politiknya dari pada angkatan-angkatan sebelumnya. Sebabnya karena mereka sebelum berangkat ke Negeri Belanda telah memasuki berbagai gerakan kebangsaan. Mereka terus bergabung dalam organisasi mahasiswa Indonesia Indische Vereeniging (IV) yang didirikan tahun 1908. Pada tahun 1920-an peran sosial dan kebudayaan dari IV masih ada, tetapi yang utama adalah bidang politik. Pada tahun 1922 namanya diubah menjadi Indonesische Vereeniging10 dan nama majalahnya yang semula bernama Hindia Poetera diganti menjadi Indonesia Merdeka.11 Pada tahun 1924 keterangan dasar IV adalah sebagai berikut: (1) Hanya Indonesia yang bersatu, dengan menyingkirkan perbedaan-perbedaan golongan, dapat mematahkan kekuasaan

penjajahan; (2) Tujuan bersama – memerdekakan Indonesia – menghendaki adanya suatu aksi massa nasional yang insyaf dan berdasar kepada tenaga sendiri; (3) Melihat dua macam penjajahan, politik dan ekonomi, aksi itu adalah suatu persediaan bagi kemerdekaan politik dan satu sikap menentang kapital asing yang menyedot kekayaan Indonesia. Ketua IV Nazir Pamoncak menegaskan politik nonkoperasi sebagai sendi perjuangan rakyat Indonesia. Kerjasama dengan si penjajah untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia, tidak lain dari menipu diri sendiri. Kerjasama hanya mungkin antara dua golongan yang sama hak, kewajibannya, dan kepentingannya. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, maka kerja sama berarti mempermainkan yang lemah oleh yang kuat, memperlakukan yang lemah sebagai alat untuk kepentingannya sendiri. Sebab itu PI menolak kerjasama dan tetap menuju tujuan sendiri. 12 Sejak 8 Februari 1925 nama organisasi diganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI),13 dan organisasai dikembangkan

10 11

Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 126. PI adalah organisasi pertama yang pertama kali menggunakan Istilah “Indonesia” sebagai nama organisasinya. 12 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 156 dan 158. 13 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 171.

42

menjadi organisasi yang mengutakan masalah-masalah politik sebagai bagian dari identitas nasional yang baru.14 Perkembangan PI menjadi organisasi politik terutama merupakan hasil usaha Mohammad Hatta. Kegiatan PI diarahkan untuk mencapai tiga tujuan, pertama, menyadarkan mahasiswa agar semakin percaya merasa diri sebagai orang Indonesia. Kedua, PI harus berusaha menghapuskan gambaran tentang Indonesia yang diciptakan oleh pemerintah Belanda. Ketiga, yang terpenting adalah mereka harus mengembangkan ideologi yang kuat dan bebas dari pembatasan-pembatasan Islam dan komunisme.15 Para anggota PI dari Negeri Belanda mengamati gerakan nasional di Indonesia. Mereka kecewa terhadap semangat partai-partai politik dan terhadap kegagalan mereka menciptakan suatu organisasi massa yang kuat untuk melawan Belanda. Oleh karena itu mereka membuat ideologi baru sebagai langkah pertama untuk menyusun gerakan kebangsaan jika mereka kembali ke tanah air. Ada empat pikiran pokok dalam ideologi PI yang dikembangkan sejak tahun 1925. Ideologi PI menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang utama. Pokokpokok pikiran PI adalah sebagai berikut. Kesatuan nasional: perlu mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan perlu dibentuk kesatuan aksi melawan Belanda untuk menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu; Solidaritas: tanpa melihat perbedaan antara sesama orang Indonesia, perlu disadari adanya pertentangan kepentingan yang mendasar antara penjajah dan terjajah. Kaum nasionalis harus mempertajam konflik antara orang kulit putih dan orang kulit sawo matang; Nonkoperasi: keharusan untuk menyadari bahwa kemerdekaan bukan hadiah sukarela dari Belanda melainkan harus direbut oleh bangsa Indonesia dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, oleh karena itu tidak perlu mengindahkan dewan perwakilan kolonial seperti Volksraad;

14

Mereka yang menjadi anggota PI hanya sekelompok kecil dari seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda. Tahun 1926, puncak aktivitas PI, jumlah anggota PI hanya 38 orang. Akhir tahun 1927 jumlah seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda diperkirakan 109 orang, hanya 20 orang yang menjadi anggota PI. (Ingleson, hlm. 2). 15 Ingleson, hlm. 4.

43

44 . hlm. Beberapa partai politik yaitu PNI. Sarekat Sumatra. satu bangsa: Indonesia.Swadaya: dengan mengandalkan kekuatan sendiri perlu dikembangkan struktur alternatif dalam kehidupan nasional. ekonomi. PSI. Budi Utomo. Atas usaha Sukarno dan orang-orang yang tergabung dalam Algemene Studieclub pada 4 Juli 1927 didirikan partai baru bernama Perserikatan17 Nasional Indonesia (PNI). lahirlah Indonesia Muda pada awal tahun 1931. 16 PI menekankan bahwa ideologi PI harus dilaksanakan benar-benar oleh suatu partai yang merasa bertanggung jawab kepada rakyat yang berusaha mencapai kemerdekaan melalui jalan aksi massa. politik. sosial. yaitu kesatuan nasional. Kemudian. 5. Sutomo dan Algemene Studieclub di Bandung pimpinan Sukarno. solidaritas. Semangat persatuan itu menyatukan berbagai organisasi pemuda yang berdasarkan etnis/daerah menjadi satu. pada bulan Desember 1927 didirikan badan federatif partai-partai politik dengan nama Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). ideologi PI sampai di Indonesia. Pasundan. Dalam kongresnya pertama kata ”Perserikatan” diganti menjadi ”Partai”. 16 17 Ingleson. Di kalangan pemuda ada hasrat untuk menyatukan organisasi-organisasi pemuda. Ada kelompok yang penting yaitu Indnosesische Studieclub di Surabaya pimpinan dr. satu nusa: Indonesia. dan swadaya. dan hukum yang berakar dalam masyarakat pribumi dan sejajar dengan administrasi kolonial. Melalui majalahnya dan anggota PI yang kembali ke tanah air. nonkoperasi. oleh karena itu mereka tetap di luar dan mereka mendirikan kelompok-kelompok studi. Usahanya tidak berhasil. dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Untuk itu pada tahun 1926 dan kemudian tahun 1928 diselenggarakan kongres pemuda nasional pertama dan kedua. Partai ini melaksanakan ideologi PI. Para anggota PI yang kembali ke tanah air mencoba memasuki organisasiorganisasi etnis seperti BU dan Pasundan dan berusaha untuk merubah wawasannya dari dalam. Kongres nasional pemuda kedua bulan Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda. dan Kelompok Studi Indonesia bergabung dalam satu fron bersama sebagai ”fron sawo matang” melawan ”fron kulit putih” Belanda. untuk menyatukan gerakan nasional menjadi lebih besar. Kaum Betawi.

tetapi juga di bidang sosial. Sedangkan Parindra merumuskannya tidak terlalu tajam. ekonomi. Rakyat terjajah menentang kekuasaan asing. (2) Keinginan-keinginan akan pembaruan di bidang sosial dan keagamaan. Ada keinginan untuk memegang nasib di tangan sendiri. Sejak itu ada perlawanan orang di Indonesia melawan Belanda kemudian melawan Jepang. Perlawanan itu berupa perang-perang untuk mengusir penguasa bangsa asing itu dari wilayang mereka. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia dimulai dengan pembentukan nasionalisme Indonesia. Gerakan melawan penjajahan bangsa Barat menggunakan senjata dari Barat. Yang disebut belakangan ini 45 . dan keagamaan. Badan-badan federatif yang baru yang mencakup organisasi lebih banyak. (Pluvier. Sifat nasionalisme Indonesia ada dua. oleh Sartono Katodirdjo disebut sebagai proto nasionlisme. diperintah oleh orang-orangnya sendiri. diputuskan didirikan badan persatuan organisasi perempuan bernama Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII). berupa organisasi. Tujuan perlawanan itu adalah kemerdekaan bangsa. Mereka ingin mengatur urusannya sendiri. Di kalangan organisasi kepanduan pada tahun 1931 organisasi kepanduan berfusi lahirlah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Perlawanan itu bersifat lokal. hlm. gerakan perlawanan terhadap Belanda yang dipelopori dengan lahirnya organisasi Budi Utomo (BU). Gerakan rakyat Indonesia adalah usaha untuk perubahan dan pembaruan menuju kemerdekaan. Tahun tiga puluhan rasa persatuan nasional telah meliputi berbagai organisasi. Menurut PNI. Sesungguhnya perlawanan terhadap penguasa bangsa lain di Indonesia sudah dimulai sejak adanya kekuasaan bangsa tersebut di Indonesia yaitu sejak awal abad ke17. kemudian dibentuk. yaitu: (1) Usaha nasionalisme lebih dari hanya ditujukan di bidang politik dan budaya. tujuan gerakan adalah penghapusan setiap bentuk kekuasaan kolonial.Organisasi perempuan pada bulan Desember tahun 1928 menyelenggarakan kongres perempuan pertama. Sejak awal abad ke-20 di Indonesia lahir gerakan emansipasi.Gerakan itu diorganisasikan menurut model gerakan Barat. walaupun nanti keadaan pada umumnya lebih jelek dari pada di bawah kekuasaan asing. kemerdekaan nasional merupakan syarat utama pembangunan masyarakat Indonesia. 17-18).

Bagaimadiirna wujud dari masyarakat baru sesudah merdeka itu merupakan pokok pembicaraan penting. bahwa gerakan rakyat yang kuat tidak saja merupakan bahaya bagi rezim colonial. Kaum nonkoperator menyisihkan diri dari pemerintah HB. Tujuan pertama diarahkan terhadap kekuasaan asing yang dipandangnya sebagai bahaya yang paling besar mengancam masyarakat. Menurut kaum koperator. Mereka kurang keras dan agresif dan rapat-rapat mereka bukan rapat massa kaum marhaen.) Pemerintah Hindia Belanda memandang mereka sebagai kaum ekstremis yang destruktif. bahwa berhubung dengan dasar perbedaan kepentingan antara yang yang berkuasa dan yang dikuasai. mereka tidak duduk dalam dewan perwakilan. (Pluvier. mereka tetap kaum nasionalis. dan mereka berani mengambil risiko. bahwa perubahan-perubahan itu harus dipaksakan dengan jalan selfreliance. Kerja sama demikian dengan pemerintah hanya berarti memperkuat kekuasaan penjajah. Mereka mempunyai keyakinan.disadari oleh kaum nasionlis. tidak dengan mengemis-ngemis (Tilak). sehingga orang berusaha untuk menahan perkembangannya. karena mereka juga bercita-cita untuk meningkatkan ekonomi dan kemerdekaan. Perbedaan di antara kedua golongan itu adalah pada taktik dan keyakinan mereka. Sebagian karena takut. namun yang lebih penting adalah tuntutan agar supaya diutamakan lebih dahulu lenyapnya rezim kolonial. Orang harus melaksanakan politik yang prinsipiil dan yakin. Sebaliknya. baik di Dewan Rakyat maupun di dewan-dewan local yaitu Dewan Propinsi atau Dewan Kabupaten. Taktik untuk mencapai tujuan ada dua cara. kepercayaan kepada kekuatan diri sendiri. Nasionalisme Indonesia dalam keseluruhannya merupakan gejala yang sama seperti nasionalisme lainnya. Sebagian lain orang berusaha merebut kepemimpinan 46 . Walaupun demikian. tidak mungkin ada kerjasama untuk mewujudkan aspirasi-aspirasi nasional. tetapi diperintah oleh bangsa asing”. Kata-kata klasik dari Quezon: ”We would rather be governed like hell and do it ourselves than like heaven and have it done for us” (”Lebih baik kita hidup seperti di neraka tetapi diperintah oleh orangorang kita sendiri. tidak loyal. 18). tetapi dapat juga membahayakan kekuasaan mereka sendiri. hlm. yaitu koperasi dan nonkoperasi. (Pluvier. 19. dari pada hidup seperti di sorga. Sikap kaum bangsawan terhadap pergerakan itu bercabang dua. kemerdekaan ekonomi harus lebih didahulukan dari keperdekaan politik. kaum koperator dinamakan sebagai kaum sederhana dan loyal. hlm.

M. walau hanya sebagian. Politik orang-orang Belanda adalah sebanyak mungkin bekerja sama dengan pembesar-pembesar feodal dan tentang menjalankan agama Islam. tapi keliru untuk mengambil kesimpulan 18 J. Di satu pihak kaum nasionalis melancarkan perlawanan yang aktif dengan cara Barat. Perluasan agama ini dalam abad ke-15 dan 16 adalah sejajar dengan mendesaknya pengaruh dari Barat. Overzicht van de Ontwikkwling der Nationalistische Beweging in Indonesie in jaren 19301942. 1953. 19 Dalam nasionalisme Indonesia hidup suatu tendensi untuk bersatu. 47 .dalam pergerakan itu untuk mendapatkan sokongan dari rakyat dan dengan demikian pengaruhnya yang lama. 19 J. Meski terdiri dari berjenis-jenis rakyat. berhubung dengan perbedaan besar di antara pelbagai penduduk itu. Pengaruh agama Islam itu kuat sekali Ia memberikan kepada bangsa rasa senasib sepenangungan. merasa tertelan oleh stelsel kolonial yang tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menduduki pos-pos yang lebih tinggi dalam kehidupan politik dan ekonomi. Persatuan yang sedikit banyak hendak dipertahankan oleh kaum nasionalis. Belanda telah menempatkan suku-suku dan bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara di bawah satu lingkungan kenegaraan. Kelas kedua dalam masyarakat adalah kaum ambtenaar. Perbedaan itu benar. 18 Faktor penting bagi perkembangan nasionalisme ialah sifat dari agama Islam yang mengandung unsur-unsur yang baik. bahwa tidak akan ada bangsa Indonesia dan bahwa nasionalisme Indonesia itu sama sekali tidak mempunyai hak hidup. kaum intelek atau semi intelek yang bekerja pada gubernemen atau perusahaan-perusahaan. Perbedaan bahasa dan kebiasaan bukan penghalang dalam perjuangan bersama mencapai kemerdekaan nasional. Reaksi agama Islam dan nasionalisme adalah terhadap pengaruh Barat. Van Hoeve.M. Den Haag-Bandung: W. Raja-raja sering bersekutu dengan mereka melawan pembesar-pembesar Belanda. Ia menciptakan semacam ”pra-nasionalisme” yang memberikan sokongan kepada nasionalisme. reaksi orang-orang Islam memakai cara-cara yang antagonistis yaitu dengan suatu gerakan yang sifatnya reformistis. Pluvier. Pihak Belanda sering ditunjukkan. Pluvier. Di zaman VOC mereka merupakan unsur yang paling keras. menentang tradisionalisme dan formalisme. cit. dapat dipulihkan kembali. op. Di abad ke-19 posisi mereka bertambah kuat setelah rakyat di sebagian besar kepulauan nusantara masuk agama Islam. lama-lama timbul kesadaran untuk bersatu menjadi satu bangsa Indonesia.

suatu usaha swadesi. Partai Kongres contoh yang ditiru kaum nasionalis Indonesia dalam organisasiorganisasi mereka.M. kemauan dari suatu bangsa. 26). Pluvier. Yang terakhir ini yang terjadi.seperti di atas. tapi apakah ada sesuatu yang tumbuh. 20 Gerakan nasional di India banyak memberi isi kepada perkembangan nasionalisme di Indonesia. hlm. Tilak. Cokroaminoto di tahun 1916 pada kongres nasional menunjukkan bahwa istilah ”nasional” itu berarti bahwa pergerakan rakyat itu bertujuan membentuk suatu persatuan yang kokoh kuat dari seluruh rakyat di kepulauan nusantara yang dengan seia sekata berusaha menjadi satu ”nasion”. Sebelum tahun 1927 pergerakan politik berada pada taraf kedaerahan. cit. sedikit banyak berkembang kesadaran untuk bersatu. ide persatuan Indonesia dengan sadar maju kemuka. Kemudian ide ini diambil oleh partai-partai lain. atau Bali dari pada nasionalisme yang melingkupi seluruh Nusantara. dan ini penting. Baru sesudah PNI. Orang berusaha untuk menyokong nasionalisme lokal supaya lebih kuat menghadapi nasionalisme Indonesia dan orang menunjukkan akan bahaya dari pada ”penjajahan orang-orang Jawa” atas golongan-golongan penduduk lainnya. Gandhi. Yang perlu adalah dalam unsur-unsur yang membentuk masyarakat itu. juga oleh partai-partai lokal. Soalnya bukan apakah ada persatuan. Di lain pihak sikap Belanda lebih senang dengan nasionalisme Sunda. Mengadudomba perbedaan-perbedaan dari rakyat itu satu alat politik pemecah belah dari golongan kecil yang memerintah massa berjuta-juta yang harus mereka anut untuk dapat bertahan. boikot ekonomi. Gokhale. agama. (Pluvier. ”Untuk terbentuknya suatu nasion itu. Kebanyakan pembesar-pembesar feodal memperlihatkan nasionalisme kedaerahan yang didasarkan atas tradisi dan adat yang menjadikan mereka berkuasa. adanya persamaan hal-hal sejarah dan pemerintahan. 20 J. Jawa. Pemerintah menyokong patriotisme lokal membuat kaum nasionalis curiga. tidak cukup dengan adanya persamaan bahasa. Kebangkitan dari negeri Cina membawa pengaruh besar. Politik nonkoperasi ditiru. Satu-satunya pergerakan yang semua nasional adalah SI. 48 . op. dan kultur. Tumbuhnya rasa senasibsepenanggungan. juga dilancarkan. untuk mempertahankan dan mengorganisir persatuan itu. dan Nehru mempunyai arti lebih besar.

Sartono. Hans Van. III. 1908-1918. kongres nasional pemuda kedua tahun 1928 yang menghasilkan ”satu tanah air. Mohammad. Nasionalisme sebagai jawaban yang ditimbulkan oleh situasi kolonial. Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo. Dengan Semangat Berkobat: Nasionalisme dan Gerakan Pemuda di Indonesia. KITLV. Yakarta: Tintamas. Djoened dan Nugroho Notosusanto. (Terj. Akira. Jakarta: Gramedia. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Nagazumi. John. (Edisi Pemutakhiran).M. memperbesar kesadaran nasional dan menyebabkan bangsa Indonesia memiliki rasa harga diri kembali. Zamakhsyari Dhofier). Daftar Pustaka Hatta. 1918-1930). Jakarta: PT Gramedia. Marwati. Poesponegoro. (Terj. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. hlm. Sudewo Satiman). Pluvier. 1990.Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh kekuasaan Barat di negara-negara Asia. Kebangunan nasional di Indonesia berhubungan erat dengan kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905. kongres kebudayaan tahun 1916. Banyak sebab yang dapat menimbulkan nasionalisme. V. 1983. 59.5. Jakarta: Hasta Mitra. dn VI. (Terj. Gerakan Turki Muda. 21 Gerakan emansipasi mencapai titik-titik terang pada ongres BU pertama tahun 1908. Jakarta: LP3ES. Nasionalisme dan kolonialisme tidak terlepas satu sama lain. Miert. Overzicht van de Ontwikkeling der Nationalistische beweging in 21 Sartono Kartodirdjo. 1989. Ingleson. 2008. 2. J. Revolusi Cina. dan gerakan nasional di negara-negara tetangga seperti India dan Filipina memberi pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme. satu bahasa” yaitu indonesia. satu bangsa. IV. 49 . Jakarta: Balai Pustaka. Jilid 2. Pustaka Utan Kayu. Kartodirdjo. Sejarah Nasional Indonesia.Jilid II. Memoir. 1979. 2003. Yakarta: Grafiti. Grafiti dan KITLV). Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia Tahun 1927-1934. ada pengaruh satu sama lain.

Ricklefs. Den Haag – Bandung: W. Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia. H.K.. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Sukarno di hadapan Hakim Colonial Tahun 1930. A. 1953 Pringgodigdo. 1991.. in de jaren 1930 tot 1942. Drs.Indonesie. Dharmono Hardjowidjono). Cetakan ke-4. 1960.C. Djakarta: Pustaka Rakjat. (Terj. 50 . Sukarno. van Hoeve.

pengetahuan tentang sistem angin dan musim menjadi pengetahuan yang penting untuk dimiliki para pelaut. bunga pala. Selain itu hasil produk yang terkenal sebagai mata dagangan ekspor yang sangat laris di pasaran adalah cengkeh. seperti tekstil. Lampung. sutera. Dengan mengikuti sistem angin ini maka para pedagang dapat memperkirakan keberangkatan atau kepulangan perahuperahu mereka. sedangkan lada banyak dihasilkan dari Banten. Jawa. beras. Arab. Malaka. Cengkeh dihasilkan dari Ternate.Bab 3 Ekonomi dan Perdagangan di Indonesia Perdagangan dan Pelayaran di Nusantara Masa Awal sampai Abad ke-19 Letak geografis kepulauan Indonesia yang berada dalam jalur pelayaran dan perdagangan yang ramai antara Asia Timur dengan Asia Selatan dan Asia Barat membuat laut. pala. Karena bagaimanapun juga kapal layar mereka sangat membutuhkan tiupan angin yang secara berkala berubah sesuai dengan musimnya. dan berbagai suku di Nusantara yang menjadi pedagang dengan mengunjungi wilayah-wilayah yang menjadi penghasil produk yang diinginkan. alat-alat logam. lada. kemudian memunculkan sistem pertukaran dan jual beli di banyak pelabuhan di Nusantara. Makasar. Dalam dunia pelayaran selama abad ke-16 sampai abad ke-18. dan lain-lain dengan produk-produk setempat. kayu cendana. Kayu cendana banyak dihasilkan di Pulau Timor dan Sumba. Tidore. Bahkan beberapa nama angin diberi nama sesuai dengan arah angin yang datang ketika kapal sedang berlayar. dan Ambon. Bugis. Halmahera. Sehingga sudah sejak masa sebelum abad ke-10. selat. porselain. nama yang 51 . dan pesisir timur dan utara Pulau Sumatra. dan pulau-pulau yang berada di sekitar Selat Karimata dan Selat Malaka menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru tempat. Adanya perbedaan produk dari masing-masing daerah. Sejak itulah wilayah Nusantara bagian tengah dan timur kemudian menjadi jalur pelayaran dan perdagangan yang cukup ramai. banyak kapalkapal dagang dari Cina. seperti angin buritan atau angin haluan. Seram. dan lain sebagainya merupakan produk lokal Nusantara. India. di mana kapal-kapal asing dan lokal saling menukarkan barang-barangnya. sementara pala dan bunga pala banyak dihasilkan di kepulauan Banda.

Cina. Pada saat-saat itu kapal-kapal dapat berlayar dari Aceh. Jilid III. Prasasti ini menggambarkan adanya hubungan dagang antara Sumatra dan India sejak 1088 M. Sejarah Nasional Indonesia.. Depdikbud. Malaka. Kemudian kapal-kapal tersebut dapat kembali ke selatan pada bulan September sampai Desember dengan mengikuti angin yang bertiup ke selatan. sedangkan mereka pulang dengan dorongan angin timur kembali ke tempat asal kapal-kapal dagang tersebut.. dapat kita lihat dari ditemukannya sebuah prasasti berbahasa Tamil (India Selatan) yang berangka tahun 1088 M.23 Dengan mengikuti pola angin yang sama kapal-kapal dari India dapat berangkat ke arah Malaka dan sebaliknya. Dalam ulasan lain digambarkan bagaimana komoditi kapur Barus telah dikenal luas di kalangan pedagang Arab dan India bahkan produk ini juga diperdagangkan sampai Eropa. dan negeri-negeri di Asia Timur. hal.101-102 23 Ibid. 102 24 Ibid. hal. adanya hubungan pelayaran dan perdagangan awal antara India dengan Nusantara. Untuk perjalanan ke arah Campa. kapal-kapal dagang dapat berlayar pada bulan Juni sampai Agustus ketika angin bertiup ke arah utara. Jawa. Pada bulan-bulan Desember sampai Pebruari bertiup angin barat dan pada bulan September sampai Nopember bertiup angin timur. Kapur 22 Marwati Djoened Poesponegoro. 24 Dalam satu contoh. Sumatera Utara. angin sakal yang menghambat pelayaran karena bertiup dari depan. Angin tenggara berubah menjadi angin barat daya sedangkan angin timur laut berubah menjadi angin barat laut.. Jakarta. karena ternyata isi dari prasasti ditulis oleh perkumpulan pedagang asal Tamil di Barus. 103 52 . dan Makasar berangkat ke arah Maluku dengan angin barat. Balai Pustaka. Namun karena letak Nusantara adalah di antara benua-benua yang berbeda tekanan udaranya dan posisi peredaran bumi terhadap matahari. dan angin paksa yang membuat kapalkapal terpaksa membuang sauh di pelabuhan atau di teluk demi keamanan dari ancaman badai. membuat angin yang bertiup berubah arah ketika melintasi katulistiwa. 22 Letak kepulauan Nusantara di tengah-tengah garis katulistiwa (equator) menyebabkan di sebelah selatan katulistiwa bertiup Angin Pasat Tenggara dan di sebelah utara katulistiwa bertiup Angin Pasat Timur Laut yang bertiup sepanjang tahun. Vietnam. hal.lain misalnya angin turutan yang mendorong keras dari arah buritan.

dalam Claude Guillot. Kegiatan ini sudah tentu membutuhkan alat transportasi yang dapat dipakai untuk berlayar ke tengah laut mencari ikan atau menyeberangi laut dan selat untuk berdagang dengan daerah seberang selat atau laut. op.. Jakarta. sehingga mata pencaharian penduduk juga sangat tergantung dari mengolah laut. cit. Selain itu kapal-kapal dengan berat ratusan ton juga dibuat di galangan kapal di pantai utara Jawa.. Asia Selatan. 27 Dalam kebudayaan Nusantara kemampuan membuat perahu sudah mereka miliki sejak lama. 2002. 26 27 25 Marwati Djoened Poesponegoro.26 Kondisi geografis kepulauan Nusantara yang dilingkupi laut dan selat. Lobu Tua: Sejarah Awal Barus. Dalam penelitian Antony Reid disebutkan bahwa kapal-kapal yang berlayar di Asia Tenggara dan Indonesia jauh lebih besar dengan dua atau tiga tiang. 48-55 53 . “ Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus: Suatu Peninjauan Kembali”. hal. Subbarayalu..25 Dengan demikian sudah sejak lama hubungan perdagangan antara Nusantara dengan daerah-daerah di Asia Barat. Namun penduduk di Asia Tenggara dan Indonesia sejak abad ke-16 mampu membuat kapal dengan konstruksi badan kapal terbuat dari papan. 104-107 Antony Reid. dan Cina berlangsung.barus ini merupakan bahan wewangian dan obat-obatan yang dipergunakan di Arab dan India. cit. mereka mengatakan bahwa para pelaut di Asia dan juga di Nusantara sudah menggunakan peta dan alat-alat navigasi seperti yang dimiliki oleh Portugis. dan kemudi kembar. Selain itu ditemukannya keramik-keramik Cina di Barus menunjukkan sudah adanya hubungan perdagangan antara Cina dengan Barus di pantai barat Sumatera Utara. op. EFEO-Pusat Penelitian Arkeologi-Yayasan Obor Indonesia. Gambar Relief kapal besar bercadik pada candi Borobudur memperlihatkan kemampuan bahari masyarakat terutama yang dipergunakan di pantai Y. hal. Dari beberapa keterangan pelaut Portugis. Tambahan lagi banyak kapal-kapal Portugis ataupun Belanda yang melakukan pelayaran menuju kepulauan Nusantara menyewa tenaga navigator dari masyarakat setempat. Perkembangan perahu-perahu bercadik yang dibuat secara sederhana dari kayu yang dilubangi tengahnya seperti lesung dan diberikan kayu penyeimbang di kiri dan kanan badan kapal. lambung yang berpasak. ed. menjadikan wilayah pantai di Nusantara sangat panjang dan luas.

Asia Barat. dan selatan Pulau Sumatra. dan sebagainya menunjukkan keanekaragaman jenis kapal di Nusantara. korakora.28 Ramainya perdagangan dan pelayaran tidak terlepas dari peran bandar atau pelabuhan yang menyediakan bermacam fasilitas bagi para pedagang yang hendak menjual atau membeli barang dagangan. Rempah-rempah inilah yang menarik perhatian bangsa Eropa berdatangan ke Nusantara dengan melakukan pelayaran samudera menyusuri pantai Afrika menuju ke India dan Selat Malaka. Sedangkan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Banda dan Seram Selatan. Burma. mayang janggolan. Kapal jenis jukung. dan India. bunga pala.. kepulauan Maluku. Ternate. op. hal. tuak. Tidore. batu permata. dan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Maluku. Barang-barang yang diperdagangkan dalam pelayaran dan perdagangan di Nusantara itu sangat banyak dan bervariasi. Pantai utara Jawa dalam laporan Portugis merupakan pusat penghasil kapal-kapal berbadan besar selain yang di datangkan dari Pegu. timur. Banyaknya jenis kapal tersebut menunjukkan pula kemampuan masyarakat mampu membuat kapal yang baik untuk pelayaran jarak jauh maupun jarak dekat. Namun perdagangan yang paling utama pada abad ke-16 sampai 18 adalah rempah-rempah. Di samping itu rempah-rempah yang terdiri dari cengkeh. pala. Semenanjung Malayu. pinisi. lambo. kayu sapan. pala. dan begitu banyak yang lainnya di pulaupulau besar dan kecil. Ambon. kayu manis.utara Jawa pada abad ke-9 M. senjata api. Barang-barang ini seringkali dipertukarkan secara barter atau dengan mata uang perak atau emas. dan sebagainya. Mereka menjualnya kepada para pedagang yang datang dengan menukarkannya dengan barang-barang dari Cina. kayu cendana. beras. tekstil. Cengkeh hanya dihasilkan di Ternate. Nusa Tenggara. Sepertinya rempah-rempah yang produksinya lebih sedikit dibandingkan produksi beras. kain yang halus. Beberapa daerah menjual produk setempat yang tidak diproduksi di tempat lain seperti cengkeh. padewakang. dan sebagianya. dan Motir. 144-148 54 . porselain. Kemudian pada abad ke-16 pohon cengkeh juga ditanam di Pulau Bacan. seperti sutera. cit. dan Seram. Sementara itu hasil 28 Marwati Djoened Poesponegoro. sagu. peledang. Pelabuhan-pelabuhan ini menyebar mulai dari bagian utara. sepanjang pantai utara Jawa. alat-alat logam. dan ikan asin ini telah menjadi produk yang sangat dicari karena harganya yang mahal. Makian. Tidore. Sulawesi Selatan. golekan. kain yang kasar.

menyeberangi Lautan Hindia dan langsung menuju ke Laut Merah. dan kepulauan Maladewa. Tome Pires dalam pelayarannya tahun 1515 di Maluku. porselain. Dengan demikian maka segera dikirim armada kapal ke Maluku. Namun kenyataannya Malaka hanyalah gudang rempah-rempah. Jalur baru ini membuat Portugis tidak lagi menjadi Anthony Reid. sutera. Di sana para pedagang menukarkan barangbarang yang mereka bawa dari tempat asalnya atau dari Cina dan India. 30 Tetapi kelemahan Portugis diakibatkan tidak mampunya armadanya mengamankan jalur pelayaran di Selat Malaka dan juga Goa di India Selatan. Dari Ekspansi Hingga Krisis II: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. sampai kemudian mengalami kemerosotan dan puncaknya adalah ketika kekuatan Portugis berhasil diusir dari Ternate. 2. Para pedagang dari Jawa. sedangkan penghasil rempah-rempah ada di kepulauan Maluku. seperti beras. 1999. Jakarta. hal. terutama ke Ternate dan Tidore. Selama hampir setengah abad kekuatan Portugis mendominasi Maluku. sekaligus menaklukkan Bandar Malaka pada tahun 1511 yang dikenal sebagai pasar rempah-rempah di Asia Tenggara. dan lain sebagainya. tekstil. op. menuliskan pendapatnya tentang tanaman rempah-rempah dan kayu cendana. benda logam. cit. 4 30 29 Anthony Reid. Melayu. hal. sebagai berikut: Pedagang Melayu mengatakan bahwa Tuhan menciptakan Timor untuk kayu cendana dan Banda untuk bunga pala (fuli) dan Maluku untuk cengkeh. dan lain-lain berbondong-bondong berdatangan ke Maluku dan Nusa Tenggara bagian timur untuk membeli rempah-rempah dan kayu cendana. Bugis. dan barang dagangan ini tidak dikenal di tempat lain di dunia kecuali di tempat itu. sehingga banyak kapal-kapal dagang yang membawa rempah-rempah dan produk lain dari Indonesia bagian tengah dan timur tidak singgah ke Malaka namun melalui jalur pantai barat Sumatra. 17-18. Aceh.29 Laporan Tome Pires di atas menunjukkan bahwa produk rempah-rempah dan kayu cendana merupakan mata dagangan ekspor yang menjanjikan keuntungan besar bagi para pedagang. Armada Portugis pertama kali melakukan pelayaran ke Nusantara di bawah pimpinan Affonso de Albuquerque..hutan berupa kayu cendana juga merupakan mata dagangan yang laku di pasaran Cina dan India sehinga kayu cendana yang berasal dari Timor tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Yayasan Obor Indonesia. 27 55 . Makasar.

32 Penyebab lain dari pelayaran orang Belanda dipengaruhi oleh penerbitan buku Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien (Catatan Perjalanan ke Timor atau Hindia Portugis) karya Jan Huygen van Linschoten. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyusuri Laut Jawa.C. hal. dan Eropa Utara. 27 Ricklefs. Di samping itu daerah Nusa Tenggara juga menghasilkan produk-produk 31 Anthony Reid. Portugal. cit. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. Jawa Barat pada tahun 1596.. Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa dan di Malaka. M. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. Kegairahan para pelaut dan kapal-kapal dagang Belanda mengunjungi Nusantara disebabkan antara lain karena pecahnya perang kemerdekaan Belanda terhadap Spanyol selama 1560 sampai 1648. karena produk rempah-rempah mengalir melalui Mesir dan Laut Tengah. 1998. Sejarah Indonesia Modern. op. Van Linschoten adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. India. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. Laporan Van Lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. Asia Barat. Tetapi pemerintah Spanyol yang menguasai Portugal melarang kapal-kapal dagang Belanda membeli rempah-rempah dari Lisabon. hal. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina.pusat bagi pasaran Eropa. dan Eropa. Sementara orang-orang Belanda adalah pedagang yang melayari rute Lisabon. Pelayaran pertama kapal-kapal Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Yogyakarta. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. Laut Flores. 36-38 32 56 . Gadjah Mada University Press. 31 Pada akhir abad ke-16 orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah langsung ke tempat produksinya di Maluku. yang berangkat tahun 1595 dan tiba di Pelabuhan Banten.

membawa komoditi asal Maluku yang sangat laku di pasaran India dan Cina. lilin. Namun jangan lupa bahwa pelayaran ke Maluku mau tidak mau melewati Laut Flores di mana berhimpun beberapa pulau besar dan kecil. Di antara orang asing yang menjadi pedagang dalam jumlah besar adalah penduduk muslim asal Gujarat dan Calicut. Adanya hubungan pelayaran antara Malaka dan Maluku. Menurut Tome Pires. menjadikan pelabuhan Malaka menjadi pasar rempah-rempah asal Maluku. Banyak para pedagang Muslim yang mencari persinggahan di tempat lain terutama di pantai timur dan barat Sumatra dan juga di pesisir utara Jawa. Bugis.. Makasar. antara empat sampai lima ribu pelaut datang dan pergi dari Pelabuhan Malaka. 526-528 57 . Timor. seperti Flores. Alor. Dalam beberapa laporan. Pedagang Belanda dengan 33 sampai ke wilayah Timur Fernand Braudel. dan lain-lain. Posisi Selat Malaka menjadi sangat strategis bagi lalu lintas pelayaran. Pantar. Pelabuhan Malaka terus berkembang sebagai penyedia sarana pelabuhan. peralatan rumah tangga. cit. Masuknya bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16 (1596) di Nusantara membawa perubahan yang besar. dan dari daerah lain di Indonesia bagian timur. penyediaan komoditi dari berbagai wilayah.yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. Ramainya perdagangan rempah-rempah dan berbagai produk lainnya menjadikan India Timur (East Indies) bukan hanya menjadi kutub yang menarik namun juga menjadi jalur persilangan yang sibuk bagi pelayaran dan perdagangan. Pedagang Hindu asal Coromandel yang dikenal dengan Keling juga banyak yang menjadi pedagang yang melayari rute India-Malaka. 33 Ramainya Bandar Malaka membuat banyak para pedagang dari Jawa. Kejatuhan Malaka pada tahun 1511 akibat serangan Armada Portugis yang dipimpin Afonso d’albuquerque. dan kayu sapan. membawa kemunduran bagi Malaka. Para pedagang asal Gujarat inilah yang membawa lada dan rempah-rempah Tengah dan sekitar Laut Mediterania. yaitu cengkeh dan pala. madu. terutama bagi kota Malaka yang berdiri sejak awal abad ke-15. Dengan demikian wilayah tersebut sudah tersentuh dinamika pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai. membentuk lembaga perlindungan bagi keamanan kapal-kapal asing. hal. produk kayu cendana asal Timor dan juga Sumba sangat laku di pasaran Cina. op.

Batavia kemudian dijadikan pusat administrasi bagi jaringan pelayaran dan perdagangannya di Asia. Boxer. Banten direbut. Berbagai macam komoditi dari berbagai daerah dapat dibeli dari Pelabuhan Makasar. Jan Kompeni: Sejarah VOC Dalam Perang dan Damai 1602-1799. pelanggaran atas kuota produksi akan menghadapi penangkapan dan penghancuran kebun rempah-rempah milik penduduk. Sumba. VOC terus memperluas kekuasaan politik dan ekonominya di wilayah Hindia Timur. Hal ini mengakibatkan VOC menguasai hegemoni politik dan ekonomi di Nusantara. Perebutan hegemoni pelayaran dan perdagangan di Nusantara yang dilakukan VOC menghadapi tantangan dari pelaut-pelaut Makasar dan juga Sultan Makasar. Priangan. Jakarta. dan juga Untuk melihat sejarah singkat VOC lihat C. dan juga sebagian wilayah Mataram di pantai utara Jawa membuktikan kekuatan laut yang dimiliki oleh VOC. dan pantai utara Jawa diambil alih dari Mataram sampai pertengahan abad ke-18. seperti barangbarang dari Maluku. Malaka. seperti Ambon (tahun 1605) dan Pelabuhan Malaka (tahun 1640). Irian. Flores. Sejak itu. Kesultanan Ternate dan Tidore dipaksa menerima pertuanan VOC. Sinar Harapan. Beberapa wilayah direbut dari Portugis. Jawa. Bali. Cirebon. Kekuatan laut VOC sejak abad ke-16 belum ada yang menandinginya di Nusantara. sebuah Sejarah Singkat tentang Persekutuan Dagang Hindia Belanda. Timor. Penaklukkan benteng-benteng Portugis di Ambon. sehingga menimbulkan perang Makasar 1660-1667. produk dari laut. Budak. VOC memberlakukan pengawasan terhadap sentra-sentra produksi rempah-rempah dengan pelayaran Hongi (Hongi Tochten). Lombok.segera mendirikan Veerenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tahun 1602 untuk mengkonsolidasikan kekuatan menghadapi para pedagang Eropa lainnya terutama Inggris dan Portugis. rempah-rempah. penaklukkan Makasar. Kalimantan. 34 Untuk memantapkan kedudukannya di Hindia Timur. hal ini berakibat VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di pusat produksinya dan bahkan mengatur penanaman dan pengaturan panen untuk mengendalikan harga. Banten. Selain itu beberapa kerajaan lokal seperti Kesultanan Makasar dipaksa untuk menerima monopoli perdagangan rempah-rempah.R. dan Philipina Selatan. 1983 34 58 . VOC merebut Jayakarta dan menggantikannya dengan Batavia pada tahun 1619. Makasar merupakan pelabuhan yang ramai sejak abad ke-16. Sumbawa.

dan senjata untuk dipertukarkan dengan berbagai mata dagangan dari berbagai pelabuhan di Asia. hal. termasuk juga di Nusantara. 35 Kebijakan ini menjadikan VOC melakukan ekspansi perdagangan dengan kapalkapal sendiri. Jawa tahun 1740. 1992. Sutherland dan David S. juga melakukan ekspansi dengan menjual tekstil India. Barang-barang dari India dan Cina dikenakan pajak dan barang-barang komoditi ekspor dijual dengan harga yang tinggi.. eds. Hal ini terutama dilakukan oleh Inggris sampai abad ke-18. Ibrahim Alfian.. 36 Tetapi sejak kejatuhan pelabuhan Makasar. dalam T. 375-377 59 .. Selain itu Makasar juga memperdagangkan produk-produk dari India dan Cina yang didapat dari kehadiran kapalkapal asing di Malaka. Di samping itu banyak para pelaut dan pedagang Makasar yang juga melakukan perdagangan ilegal dengan menjual berbagai macam komoditi dari seluruh Nusantara. Para pedagang swasta Inggris dalam melakukan perdagangan dengan Asia. ”Quantitative and Qualitative Approaches to The Sudy of Indonesia Trade: The Case of Makasar”. Dengan mengunakan perahu-perahunya orang-orang Makasar mengangkut berbagai komoditas dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perlawanan dari kapal-kapal dagang dari berbagai bangsa dan daerah di Nusantara yang kemudian melakukan perdagangan ilegal atau penyelundupan. kapal-kapal Cina hanya diijinkan berdagang di Banjarmasin dan Makasar. termasuk menjualnya melalui tokotokonya sendiri. Bree. menggunakan gudang-gudang sendiri. Di samping itu para pedagang Cina dengan kapal-kapalnya yang besar sangat aktif berlayar dan memperdagangkan komoditi dari Cina ke Nusantara. Penguasaan VOC atas Makasar membuat perubahan yang mendasar bagi Makasar. VOC melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dan yang lainnya. op. Pelayaran kapal-kapal Cina yang mendatangkan banyak keuntungan ini sangat menarik perhatian VOC. VOC mulai membatasi kedatangan Jung Cina ke Nusantara. perdagangan bebas di Nusantara mengalami kemerosotan. Namun peristiwa pembantaian Cina di Batavia. Gadjah Mada University Press. opium. 372-374 36 35 T. VOC melakukan praktek monopoli perdagangan yang Heather A. eds. Ibrahim Alfian.kayu cendana merupakan produk utama dari daerah timur. hal. Dari Babad dan Hikayat sampai Sejarah Kritis. cit. atau para pedagang Makasar yang membelinya dari Pelabuhan Malaka.

Eksploitasi Pulau Jawa yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda selama abad ke-19 juga menelantarkan daerah luar Jawa terutama di Indonesia bagian timur. hal. atau pelabuhan laut dalam. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhan-pelabuahn di luar Pulau Jawa. Pelayaran yang menyinggahi Singapura itu terdiri atas tiga jenis. 37 60 . dan bahkan kapal-kapal dari Bugis dan Makasar secara rutin berkunjung ke Singapura untuk menjual barang-barang yang dibawanya dari kepulauan Indonesia bagian timur. menyadarkan pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk melakukan usaha-usaha untuk menyaingi ramainya perdagangan di Singapura. atau 6 kapal per hari. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. Kapal-kapal pinisi dan padewakang milik orang Bugis-Makasar membawa produk-produk seperti lilin lebah. Passau. Mulai dari perahu-perahu kecil berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. Arab.000 metrik ton. sarang burung. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. edisi draf. Namun munculnya pelabuhan bebas Singapura yang dibangun oleh Inggris tahun 1819. Thomas Lindblad. 97.kemudian menjadikan perdagangan rempah-rempah menjadi kurang menarik. 1999. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. kayu cendana. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara juga meningkat pesat. eds. beras. 37 Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan menggali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan J. dan terakhir pelayaran lokal. pelayaran regional Asia Tenggara. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura per tahunnya. India. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. Tarif bea yang rendah yang diberlakukan Inggris di Pelabuhan Singapura membuat banyak pedagang dari Cina. dan lain-lain. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa.. kedua. dalam Howard Dick.

Kalimantan. Sulawesi. Howard Dick. eds. op.. hal. eds.. 1819-1941..cit. Kapal-kapal Cina berdagang di banyak wilayah di Nusantara. 40 Sementara itu sejak tahun 1824.23-25 39 40 38 Howard Dick.38 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. hal. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa.1. 98.. terutama setelah banyaknya kapalkapal uap yang berlayar ke Singapura. hal. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . 99 61 . Jati. dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. Universiti Malaya No. cit. 1995. Pelayaran perahu ini masih memainkan Hanizah Idris. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. atau musim Bugis. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. jung. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. terutama kapal-kapal Inggris. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama kallang di Singapura.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun 1880.39 Selain itu peran pedagang Bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar.. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. Perkembangan Pelabuhan Singapura membuat Pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda.. Jurnal Jabatan asia Tenggara. jumlah mereka sekitar 135.pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. op. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. dan di kota-kota pelabuhan di Nusantara.

Peran para pedagang Eropa pada bad ke-16 sampai 18. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). van Leur.. seringkali dijadikan studi sejarah oleh sejarawan kolonial yang seringkali tidak menuliskan peran para pedagang lokal dan Asia dalam pelayaran dan perdagangan pada masa itu. Pengintegrasian Ekonomi dan Timbulnya suatu Perekonomian Nasional”. 404-407 62 .. Pontianak. hal. “Perdagangan Antarpulau. yaitu Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. pengiriman surat. 1988. Dick. et.al. Dalam kumpulan tulisan yang dibukukan setelah dia 41 42 Howard Dick. serta Ternate (1852).42 Usaha ini sedikit berhasil seperti dapat kita lihat dari tulisan Sutherland tentang kedatangan kapal-kapal Cina langsung ke Pelabuhan Makasar selama pertengahan abad ke-19. 41 Kondisi tersebut yang membuat pemerintah Belanda berusaha menyaingi Singapura dengan membuka pelabuhan bebas di Riau (1829). KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. Ambon. hal. dan Sambas (1834).Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda.C. Manado (1848). 111-112 Howard W. LP3ES. Banda. op. Sejarah Ekonomi Indonesia. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. seperti memonopoli pengiriman barang-barang milik pemerintah. dalam Anne Booth. dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890.cit.. eds. Kajian yang menggambarkan dinamika perdagangan masyarakat lokal di Nusantara dilakukan oleh J. Dia dianggap sejarawan yang mempelopori kajian sejarah maritim yang mengkritik cara penulisan historiografi kolonial tentang sejarah ekonomi di Nusantara.. Kedatangan kapal-kapal Eropa membawa pengaruh yang cukup penting dalam dunia perdagangan dan pelayaran di Nusantara. eds. Kekuatan armada kapal yang diperlengkapi dengan meriam yang canggih menjadikan kapal-kapal Portugis dan terutama Belanda mempunyai kekuatan memaksakan perdagangan monopolinya. Makasar (1847). Sukadana (1837).

dan dari benua ke benua dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya.43 Dalam bukunya itu. dari pulau ke pulau. hal. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”.000 ton. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. Bandung. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern.. “Dr. 1960.. Van Leur. di India sekitar 200 ton.C. Sumur Bandung. dalam Taufik Abdullah. Bandung. cit. J. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peddling trade (perdagangan penjaja)..C. op.) 44 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. 191 45 Taufik Abdullah. Peddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciri-ciri tertentu. hal. dan di Cina sekitar 600 ton. 1997. dia melihat perkembangan dari pelayaran dan perdagangan pribumi yang marak selama kekuasaan VOC berkuasa di Nusantara. yaitu investasi modal dari keuntungan. J. Leirissa. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. eds.meninggal kita dapat membacanya dalam “Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History”. Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. RZ. Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing.. 192 44 43 63 . Pertama-tama perdagangan dilakukan dari satu tempat ke tempat lain.45 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. PPKB-LP UI. Depok. eds. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah.

Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. Luwu. Lihat artikel RZ. cit. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. “Dr. dalam Taufik Abdullah. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. dan lain-lainnya merupakan kerajaan dagang yang kuat. cit. Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. Chauduri. N. Sudah sejak 46 47 K.C. Kekuatan perdagangan laut ini didukung oleh penduduk yang mayoritas hidup dari hasil laut dan perniagaan di laut. Wajo. Kanton. Chauduri46 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. K. Pelayaran Perahu Bugis. J.47 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. op. eds. op. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden.. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. Malaka.Makasar di Nusantara Peran orang-orang Bugis-Makasar dalam pelayaran di Nusantara sudah berlangsung sejak abad ke-16. Hormus...1. seperti Gowa dengan pelabuhannya di Makasar. hal.Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya itu. 3. Pada waktu itu kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan. Calicut. Leirissa. 201-202 64 . Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. Bone. dan sebagainya. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. N.

Keadaan ini dipicu oleh penaklukkan kerajaan Gowa-Tallo yang bersuku Makasar terhadap kerajaan-kerajaan Bugis. part I. seperti beras. hal. yang menandai kekalahan Kerajaan Gowa. terlebih lagi ketika Arung Palakka. dan kepulauan Nusa Tenggara. Andaya. barang-barang logam. dengan pihak VOC yang ingin memaksakan monopoli. Luwu. tetapi juga berpindah tempat. porselain. terutama di daerah sekitar Sumatera Timur dan Semenanjung Malaya. 1667. Pelabuhan Makasar dianggap menyaingi perniagaan VOC. seperti Wajo.”The Bugis-Makasar Diaspora”. Penaklukkan oleh orang-orang Makasar ini membuat banyak orang-orang Bugis yang pindah dan menyebar ke seluruh Nusantara. Sementara itu pengungsian besar-besaran dilakukan oleh orang-orang Makasar pasca penaklukkan Kerajaan Gowa-Tallo oleh kekuatan militer VOC dalam Perang Makasar 1666-1669. Journal of The Malaysian Branch of The Royal Asiatic Society. LXVIII. tekstil. penguasa Bone. mereka memiliki filosofi bahwa secara umum laut adalah milik bersama. 1995. Permintaan VOC agar Sultan menerima monopoli perdagangan di Makasar ditolak oleh Sultan Hasanuddin. dan lain-lainnya. mereka memperdagangkan produk-produk rempah-rempah dari Maluku untuk dipertukarkan dengan membawa barang-barang yang dibeli dari Jawa dan Malaka. Dalam kebudayaan bahari yang dimiliki oleh orang Makasar. membuat bangsawan Makasar dan para pengikutnya merasa terhina dan pergi meninggalkan tanah Makasar. Pengungsian besar-besaran terjadi pada tahun 1669 ketika secara final VOC mengalahkan pemberontakan orang Makasar. Jawa Timur.sebelum abad ke-16. ditolak oleh Sultan Hasanuddin. sejak perjanjian Bongaya. menjadi pemimpin utama di wilayah Sulawesi Selatan. sutera. Bone. dan lain lain. Vol. siapapun boleh melayarinya. mengakibatkan orang Bugis dan Makasar menetap di kepulauan Riau. Namun persebaran orang Makasar dan Bugis secara besar-besaran dan tidak hanya sekedar berdagang. 119-120 48 65 . Keinginan VOC untuk mengontrol jalur perniagaan laut. Bahkan Sultan mengatakan: Leonard Y.48 Perang Makasar (1666-1668) sebenarnya dipicu oleh perang dagang antara Kerajaan Makasar yang menjadikan pelabuhannya bebas dikunjungi oleh kapal-kapal dari Eropa ataupun dari Asia dan Nusantara. Dalam catatan sumber-sumber Belanda.

telah membagi-bagi daratan di antara umat manusia. Andaya. hal. Pihak penguasa hanya mengontrol keamanan laut dan pelabuhan dengan menarik cukai atas bermacam mata dagangan. Sementara itu sebagaian besar bangsawan Bugis di Wajo yang menjadi sekutu Kerajaan Gowa-Tallo juga melakukan pengungsian setelah ibukota kerajaan di Tosora dihancurkan oleh VOC. saudagar. 120-121 66 . Bahkan para penguasa juga menjadi kaya karena menjadi juragan atau pemilik kapalkapal dagang. perniagaan laut di Asia Tenggara ini berjalan dengan sistem pasar bebas.B. sementara orang Makasar di Jawa dan Madura. No. Tak pernah kedengaran larangan buat siapapun untuk mengarungi lautan.. mendukung pemberontakan Trunojoyo melawan Mataram dan VOC. Prisma. Kebanyakan orang Bugis kemudian menetap di wilayah kepulauan Riau dan Semenanjung Malaya.“Tuhan telah menciptakan bumi dan lautan. Peperangan yang terjadi kemudian pada pertengahan abad ke-18 antara Kerajaan Bone melawan Kerajaan Gowa-Tallo dan Kerajaan Wajo juga makin menambah besar jumlah penduduk yang mengungsi. Namun sejak kekalahan dalam Perang Makasar banyak bangsawan. Karaeng Galengsung dan pengikutnya. Tetapi mengaruniakan laut untuk semuanya.50 Dalam proses awal adaptasi. yang pada akhirnya mengalami kekalahan pada tahun 1679.”49 Jawaban ini meneguhkan semangat orang-orang Makasar untuk melawan tindakan yang memaksakan kehendak. lapian. Sedangkan dalam jumlah kecil mereka menyebar hampir di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Namun para pengungsi Makasar dan Bugis generasi awal telah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. dan pelaut Makasar yang meninggalkan kampung halamannya pergi merantau ke seluruh kepulauan Nusantara. 37 50 49 Leonard Y. cit. padahal sudah sejak lama.11 tahun 1984. sehingga di Jawa Timur. Hal yang sama juga terjadi di Banten ketika Karaeng Bontomarannu tiba di Banten dengan 800 orang pengikutnya dan mendapatkan tempat tinggal dari Sultan A. loc. Andaya melihat bahwa para pengungsi Makasar awalnya mengalami kegagalan karena sifat mereka terus memusuhi VOC.”Perebutan Samudera: Laut Sulawesi pada Abad XVI dan XVII”. hal.

. orang-orang Makasar sudah mulai beralih sikap hanya menjadi pelaut dan pedagang.51 Sebaliknya menurut Andaya. Pada abad ke-18.. Kampung-kampung muslim ini juga didiami oleh di 51 52 Leonard Y. hal. yang bernama kampung Makasar. Andaya. Perniagaan ini menjadikan Riau sebagai daerah yang menjanjikan keuntungan besar karena lalu-lalangnya kapalkapal dagang Bugis yang berdatangan dari Jawa dan Sulawesi Selatan. di Pelabuhan Ternate terdapat komunitas pedagang Makasar yang menetap di sana. Abd al-Jalil untuk melawan saingannya. Para bangsawan Bugis dan pengikutnya yang berada di tanah Semenanjung Malaya justru diminta bantuan oleh Sultan Johor. Sultan memberikan daerah kepulauan Riau sebagai tempat tinggal orang-orang Bugis. sampai abad ke-19. loc. cit. Kepulauan Maluku yang banyak menghasilkan rempahrempah merupakan tujuan utama pelayaran mereka.Banten. Sehingga orang-orang Bugis ini relatif tidak dicurigai oleh VOC. 121-125 Leonard Y. tanah air orang Bugis. yang ingin merebut tahta dengan bantuan Orang Laut. hal. loc. Setelah musuhnya berhasil dikalahkan. Kehadiran pelaut dan pedagang Bugis-Makasar pun tidak ketinggalan. Andaya. dan bersama-sama orang Bugis mengarungi lautan di Nusantara dengan kapal-kapal padewakang dan pinisinya yang besar dan kuat. sebuah tempat di tepi pantai dekat Benteng Oranje milik Belanda. sampai kemudiaan ditinggalkan akibat perang antara VOC dan Banten tahun 1680. Kegiatan dagang dan perantauan orang Bugis dan Makasar menyebar ke banyak wilayah di kepulauan Nusantara. Kampung ini sampai abad ke-19 merupakan kampung yang tidak hanya didiami oleh orang Makasar tetapi juga dari para pedagang Jawa dan Melayu. cit. Raja Kecik. para pengungsi dari Bugis tidak memposisikan sebagai musuh VOC dengan tidak mendukung perlawanan penguasa setempat terhadap VOC. 52 Dampak lain yang terjadi pada abad ke-18 adalah munculnya jaringan perdagangan laut antara kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan. Sejak abad ke-16. para bangsawan Bugis ini kemudian membentuk kerajaan yang otonom kepulauan Riau. 125-128 67 . Selain di Ternate pelaut Bugis-Makasar juga menetap di Ambon. Selain itu pada abad ke-18.

1935. “The Bugis-Makasarese in the Port Town:Ambon and Ternate Through the Nineteenth Century”. Bijdragen Tot de Taal-land-En Volkenkunde. menggambarkan peta-peta wilayah di seluruh Nusantara.M. Tana Palawang (Pulau Palawan).2. bunga pala dan cengkeh diuraikan sebagai berikut: R. Leiden.54 3.pelaut dari Mandar. Maladiwa (Maladewa). Australia Utara. Kei dan Aru. dia adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. dan wilayah Cina. Pigo (Pegu). Deel 156. dan Jawa. Sibiro’ (Siberut). E. hal. Nama-nama daerah seperti Kalantang (Kelantan). Koeantong (Kanton). A. Kajian Le Roux atas peta yang ditemukan di perkampungan bajak laut di Santhel yang terletak di Teluk Sekana di Pulau Singkep tahun 1854. Saiang (Siam).A. Koetaringang (Kotawaringin). Leirissa. Peta itu juga menunjukkan rute dan tujuan pelayaran kapal-kapal Bugis sebelum pertengahan abad ke-19. hal. C. dan lain-lain. Poelo Lao’ (Pulau Laut). yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. kita dapat melihat begitu luasnya pelayaran yang dilakukan oleh perahu-perahu Bugis. Taranate (Ternate). Ballitong (Belitung). Atje (Aceh). 2000. Djoro’ (Johor). Tijdschrift van het Koninlijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap.53 Dalam peta yang dibuat oleh orang Bugis. dan Cina.Z. 619-633 54 Le Roux. Pilipina Selatan. Cense.C. ‘Boegineesche Zeekaarten van den Indischen Archipel’. Palimbang (Palembang). Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. Melayu. Australia Utara. Tjinabaloe (Kinabalu). Brill. Marege’ (Australia Utara). 706-714 53 68 . Tulisannya tentang pala.F. Deel LII. Pelayaran kapal-kapal padewakang itu juga menyinggahi pulau-pulau di Banda. Tweede Serie. Mangindano (Mindanao). Dari Nama-nama tempat yang terdapat dalam peta Bugis ini menunjukkan luasnya pengetahuan tentang daerah-daerah di Asia Tenggara. Perdagangan Penjaja (Peddler-Trade) Pelayaran kapal-kapal Belanda pada akhir abad ke-16 dipengaruhi oleh terbitnya buku Itinerario yang ditulis oleh Jan Huygen van Linschoten. sebagian Asia Tenggara..

Van Leur Sumbangan van Leur dalam penulisan sejarah Indonesia cukup besar artinya. kutipan di atas merupakan terjemahan langsung oleh Wilard A. dalam Ternate dan Tidore: Masa Lalu Penuh Gejolak. menghangatkan dan menguatkan tenggorokan. Dalam kajiannya tentang sejarah perekonomian di Asia dan juga 55 Laporan Van Lindschotten dalam bukunya. tenggorokan. 3. untuk ibu dan untuk syaraf. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. madu. Air cengkeh hijau yang disuling harum baunya. dan menguatkan jantung. adalah bunga pala. dan Eropa.C. Cengkeh banyak digunakan untuk memasak daging maupun meramu obat. melancarkan pencernaan. menajamkan daya ingat.Pohon-pohon yang membuahkan pala dan bunga pala itu tidak berbeda dengan pohon buah pir.2. bunga pala. Buah pala menenangkan otak. Pala terbalut oleh tiga jenis kulit. hal. …bunga pala terutama baik untuk selesma dan untuk pria yang lemah. dan bila ditaruh di mata dapat memelihara penglihatan.55 Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa yang terutama di Malaka. yang sakit cacar menjadi berkeringat dengan cengkih. yang kemudian menjadibuah-buah yang dinamakan ‘cloves’ karena bentunya mirip cakar atau ’claws’. Titinerario. India. dan kayu sapan. Hanna dan Des Alwi. 9-10 69 . Sejarah Ekonomi menurut J. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. yang membalut buahnya. Di samping itu daerah Nusa tenggara juga menghasilkan produk-produk yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. lilin. terutama kritikannya terdapat penulisan sejarah Hindia Belanda yang lebih banyak bercorak Eropa sentris. Laut Flores. Laporan Van lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. tetapi daunnya lebih pendek dan bundar. memudahkan ke luarnya kencing. baik untuk peneyembuh sakit kepala. menyegarkan nafas. Yang paling utama dan paling luar seperti daging kelapa. melancarkan kencing dan menghentikan mencret. 1996. jantung.Cengkeh memperkuat hati. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.1. mengusir angin dari tubuh. Asia Barat. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyususri Laut Jawa. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. dan cabe hitam…. menghilangkan rasa marah dan memudahkan buang angin…. yang berguna bagi obat-obatan. Amsterdam. 1595.Pohon cengkeh banyak dahannya dan bunganya tidak sedikit.

di Indonesia. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement... Pertama-tama perdagangan dilkukan dari satu tempat ke tempat lain. cit. Yayasan Obor Indoensia. J. 1999. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Depok. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. Leirissa.000 ton. van Leur mengemukakan bahwa selalam ini sejarawan Belanda lebih memfokuskan peran orang-orang Belanda sendiri. eds. dia mengungkapkan bahwa pelayaran dan perdagangan pribumi juga berkembang dengan pesat. dari benua ke benua.. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin. hal. op. Padahal dalam kajian van Leur. PPKB-LP UI. Yayasan Obor Indonesia. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. di India sekitar 200 ton. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peeddling trade (perdagangan penjaja). dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. dalam Taufik Abdullah.C. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. dan di Cina sekitar 600 ton. eds. yaitu investasi modal dari keuntungan. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. Jakarta. 1992 dan Jilid II Anthony Reid. jakarta. dari pulau ke pulau.) 57 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. Sehingga kekuasaan dan dominasi VOC atas berbagai wilayah di Nusantara dianggap mewakili dinamika pelayaran dan perdagangan di wilayah tersebut. 192 56 70 . “Dr. membuktikan tentang ramainya perdagangan di Nusantara sejak abad ke-15 sampai abad ke-17 57 RZ.56 Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. Peeddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciriciri tertentu. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. hal. Jilid I. 1997. 191 58 Taufik Abdullah.58 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik Dalam buku yang ditulis oleh Anthony Reid.

hal. Univercity Press. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. Kanton. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. N. Hormus. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Cambritge. “Dr.. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan..60 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar.para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. dalam Taufik Abdullah. 201-202 59 71 . op. K. Cambritge. Chauduri. Leirissa. Trade and Civilisation in The Indian Ocean: An Economic History from the Rise of Islam to 1750 . Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. eds. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. 1989 60 Lihat artikel RZ. K. Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya. J. cit. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia.Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina.C. Calicut. dan sebagainya. Chauduri59 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. Malaka. N.

1995. pelayaran regional Asia Tenggara dan terakhir pelayaran lokal. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan mengali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun J. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu.62 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. Kalimantan.2. edisi draf. Passau. dalam Howard Dick.000 metrik ton. Thomas Lindblad. kedua. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. jung. Pelayaran yang menyinggahi Singapura terdiri atas tiga jenis. hal. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 18002000. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara meningkat pesat.. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura pertahunnya. Jati. Ekonomi dan perdagangan Maritim Periode Hindia Belanda Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery.1. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. Hanizah Idris. terutama setelah banyaknya kapal-kapal uap yang berlayar ke Singapura. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhanpelabuahn di luar pulau Jawa. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. atau 6 kapal perhari. 97. Kapal-kapal Cina berdagang dengfan bayak wilayah di Nusantara. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. 1999. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. eds. Sulawesi dan dikota-kota pelabuhan di Nusantara. Mulai dari perahu-perahu keci berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. Jurnal Jabatan asia Tenggara. atau pelabuhan laut dalam. hal. 61 Pelabuhan Singapura merupakan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819.2.3. jumlah mereka sekitar 135. 1819-1941. Universiti Malaya No.23-25 62 61 72 .

Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. 99 73 .63 Selain itu peran pedagang bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar.. hal. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. seperti memonopoli pengiriman barang-barang J. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama ‘kallang’ di Singapura.cit. Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. Thomas Lindblad. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . dalam Howard Dick. terutama kapal-kapal Inggris. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). Perkembngan pelabuhan Singapura membuat pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. 1999. Passau. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. eds. 64 dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. op.1880. eds. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa. edisi draf. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. 64 63 Howard Dick... yaitu. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. hal. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda.. Pelayaran perahu ini masih memainkan Sementara itu sejak tahun 1824. atau musim Bugis. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. 98.

. op. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. Bentuk tanah dan pantainya wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi c. hal. b.cit. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. 111-112 74 . Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. a. 65 3. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsure (Van Leur dan Verhoeven. 1974:5-8). di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari 65 Howard Dick.milik pemerintah. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut f. d.2. yaitu . Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. teluk atau muara sungai. eds.. Luas perdagangan maritim..3. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. surat dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. Dari enam unsur di atas. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim di Indonesia Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. Sebagai upaya untuk memudahkan kajian terhadap masyarakat maritim ada baiknya kita lihat beberapa rujukan berikut. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut e.

seni rupa.mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. muaramuara sungai. dibentuklah armada angkatan laut. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. peta. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. sebagai contoh di Kota Banten lama terdapat kampung Pamarican. f. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. Sulawesi Selatan. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. sistem navigasi. dari kata merica atau lada. Peralatan untuk membuat perahu atau kapal kayu d. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. pantai-pantai. jalur-jalur pelayaran. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. musik. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. Pecinan (tempat tinggal pedagang 75 . seperti. tonase. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. yang menjelajahi perairan Nusantara dengan armada perahunya pada masa lalu. Teknologi perkapalan dan pelayaran. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. bentuk perahu. 1996) b. dan tradisi lisannya. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’ (Sedyawati. yaitu tempat para pedagang merica. Sebagai contoh adanya tokoh mitos Sawerigading dalam masyarakat Bugis. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. (Barnes. peralatan penangkap ikan. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. 2005: 3-5). persenjataan. c. seni tenunan. laut lepas. Adapun tema-tema yang dapat dijadikan pokok kajian adalah: a. akibat adanya pelayaran. mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim e. seni tarinya.

di Jakarta terdapat kampung Pekojan (tempat tinggal penduduk dari anak benua India) g. (Wahyono. 76 . Dermayon (tempat tinggal orang Indramayu). Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut k. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. sehingga Babad Banjar mencatat bahwa lada adalah ‘dagangan negri’. (Boomgaard. Dan juga gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayang-bayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. h. dalam Hikayat Bustanus Salatin dikutipkan: ‘Dan ialah yang memaknakan Bail Um Mal dan uzur negeri Aceh Darus-Salam dan Cukai pekan dan ialah yang sangat murah karunianya akan segala rakyat dan mengaruniai sedekah akan segala fakir miskin. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). Sistem pajak dan upeti. i. pada tiap-tiap berangkat sembahyang Jumat. Sebagai contoh lada menjadi mata dagangan ekspor kerajaan Banjar. 1984: 267) j. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi.’ (Poesponegoro. adanya bencana alam. 1997). Selain itu ada contoh upeti (wase) atau pajak yang dikenakan terhadap jual beli di pasar (pekan) Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Organisasi pelayaran. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. 2000).Cina). seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa.

dan makna makanan tertentu dalam masyarakat Pokok-pokok bahasan tersebut tentunya dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan juga tingkat keluasan area yang dikaji. berupa bangunan perahu atau kapal. Dengan mendata point-poin diatas diharapkan akan membantu kita yang hendak melakukan kajian peradaban sejarah atas masyarakat maritime yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografi dan wilayahnya. 77 . bagian-bagian pembentuknya. seperti. 3. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak maritime kita dapat mendata beberapa hal yang dikemukakan oleh David A. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 2. Selat Makasar.l. berupa upacara-upacara tradisional memberkati kapal. Sebagai contoh kita bias melihat suatu wilayah satuan bahari mulai dari sebuah teluk atau selat yang kecil. memulai menangkap ikan dan upacara ritus peralihan 4. 5. Taylor (1992): 1. Laut Banda dan lain-lain. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat maritime tersebut. Laut Flores. legendanya. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. lagu-lagu rakyat. muara sungai sampai satuan bahari yang lebih besar seperti kawasan Laut Jawa. nasib baik dan buruk. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. senjata dan lain-lain. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). Kekuasaan politik yang muncul. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia maritime masyarakat. Cara dan kebiasaan makan. peralatan penangkap ikan atau produk laut lainnya. Selat Malaka.

Dalam tulisan AB. cit. 4 Maret 1992 67 AB.Pentingnya Kajian Sejarah Maritim Lokal Dengan demikian sebetulnya sudah sejak lama sejarah dan kehidupan bahari di Nusantara itu sudah menyatu sebagai suatu kenyataan yang ada dari abad ke abad. Lapian dalam pidato guru besarnya yang mengambil tema “Sejarah Nusantara Sejarah Bahari”. Laut Sulawesi. Laut Jawa. hal. cit. kajian bisa ditingkatkan lebih luas lagi dengan melihat selat dan laut yang lebih besar dan ramai oleh perdagangan. Menurut pandangan AB. dan lainlain.3. Di samping itu akibat adanya pengaruh politik dan ekonomi.3.B. jukung. 6-7 78 . heartland atau daerah inti dari sebuah negara kepulauan bukanlah suatu pulau melainkan suatu wilayah maritim yang sentral letaknya.. Semisal Selat Makasar. Dengan pendekatan seperti itu penulisan sejarah dapat melahirkan deskripsi dan analisa yang baru.. galai. Selat Malaka. op. Fakultas Sastra Universitas Indonesia.67 Dengan demikian kajian sejarah bahari di Indonesia terdiri atas berbagai macam ‘satuan bahari’ atau yang dikenal dengan sea systems.B. Lapian. Pilihan untuk berlayar tersedia banyak jenis sarana. Lapian juga memberikan pandangan bahwa kajian tentang sejarah maritim dapat dimulai dari sejarah teluk kecil atau selat yang sempit sebagai tempat para nelayan mengembangkan kegiatan matapencahariannya. AB. 66 AB. seperti yang diungkapkan oleh sejarawan A.3. Selat Madura. gobang. Lapian tentang beragam jenis perahu dan kapal yang bisa dipakai oleh penduduk pribumi di Nusantara. op. perahu. Lapian. sebagai pemersatu yang mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah itu.68 Gambaran yang cukup menarik diberikan oleh A. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. hal. Di samping itu integrasi yang dimaksudkannya bisa beragam sesuai dengan kondisi geografisnya atau bisa juga dilihat dari sudut politis. dan kultural. Namun kenyataan yang ada kajian sejarah bahari masih jauh dari cukup. Lapian. Lapian. 5-6 68 AB. Laut Flores. sosial.1. dengan sampan. Lapian. pendekatan sejarah maritim indonesia harus bisa melihat seluruh wilayah perairannya. ekonomis.66 Sehingga studi tentang sejarah bahari dan berbagai aspeknya sangat dibutuhkan bagi sebuah rekonstruksi sejarah Indonesia yang lebih utuh.

Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. soppe.3. lepa-lepa. Meski laut juga merupakan kondisi alam yang dapat memisahkan kalau masyarakat tidak mengatasinya dengan pembangunan di bidang teknologi perkapalannya. wangkang. sedangkan ada jenis perahu yang tersebar di seluruh Nusantara. i. teluk atau muara sungai. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa.4 Singgih Tri Sulistiono. londe. dan berbagai sarana angkutan air lainnya. Laut telah menjadi sarana bagi terwujudnya persatuan. 70 3. sarana pertukaran dan hubungan. j. 2006 71 70 69 79 .3. padewakang. Berbagai jenis perahu yang disebut dalam daftar di atas mempunyai tingkat kelayakan laut yang berbeda-beda. Jakarta.69 Selain itu kajian sejarah maritim juga membuka kajian yang luas tentang komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) lewat media laut antara satu komunitas dan komunitas yang lain yang dapat menjadi dasar bagi proses integrasi di kalangan masyarakat Indonesia. hal. 2004. yaitu . 1974:5-8). g. rah. 7 sebagian draft tulisan dikutip dari tulisan Penulis dalam draft Kajian Peradaban Maritim dalam Buku Pedoman Kajian Geografi Sejarah oleh Agus Aris Munandar dkk. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsur (Van Leur dan Verhoeven. h. Fakultas Sastra Universitas Indonesia.2. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut AB. DIKTI. Lapian. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. Direktorat Geografi Sejarah. Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala. Beberapa pokok Kajian tentang Masyarakat Maritim71 Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. pengangkutan. 4 Maret 1992. Jenis-jenis angkutan laut tersebut ini mencerminkan kekayaan perbendaharaan alat angkutan yang digunakan untuk mengadakan hubungan antar pulau. Beberapa di antaranya hanya dikenal dalam lingkungan sukubangsa tertentu. pencalang. Bentuk tanah dan pantainya Luas wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi perdagangan maritim. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut k. pinisi.lancang. Pengantar Sejarah Maritim Indonesia. hal.

Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Depok. Orang Lamalera juga memiliki cerita mitos tentang perahu tradisional mereka pertama yang dibuat nenek moyangnya di pulau Lepanbatan yang kemudian diceritakan tenggelam karena bencana alam. yang tersurat dalam ‘Syair Asal usul’ atau ‘Lia Asa Usu’. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. 2001 dan R.H. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’72 3. 3-5 73 lihat Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. Dikisahkan adanya seorang nusak di Tola Manu (Termanu) yang melawan kompeni Belanda dan juga dikisahkan adanya keterangan tentang ramainya pelabuhan dagang di Tola Manu. Tema Tema Pokok Kajian a. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. 1996 72 80 . Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. Oxford. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. UI. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. Lembaga Galekat Lefo Tanah. Clarendon Press. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut.3. Jakarta. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. hal.3.3. 2005. mereka mengenal apa yang disebut dengan tutui teteek (kisah nyata).l. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. Sebagai contoh cerita mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk.73 Dalam tradisi lisan yang dikenal oleh masyarakat Roti. Kisahnya sebagai berikut: Edi Sedyawati. Dari enam unsur di atas. Sulawesi Selatan. Barnes. perahu peledang inilah yang membawa nenek moyang orang Lamalera ke pulau Lembata. ed.

Sastra dan Sejarah: Kumpulan karangan Mengenai masyarakat Pulau Roti. Perahu peledang ini merupakan perahu besar sepanjang 9-10 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi dinding perahu anatara 1 sampai 1. 17. ‘Nusak yang membantai kompeni’ (Nusa Manatati Koponi). Solor. Peralatan atau teknologi untuk membuat perahu atau kapal kayu. Barnes. sebagai contoh perahu peledang yang dipergunakan oleh para nelayan Lamalera di Pulau Lembata untuk berburu ikan paus. Perahu ini dibangun dari bahan papan kayu (ara blikeng) dengan konstruksi kuat tanpa menggunakan paku besi tetapi dari pasak kayu dan ikatan rotan.5 meter. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. Djambatan. Sebelumnya nusak Tola Manu disebut Koli Oe do Buna Oe. hal.Pulau Roti menamakan Nusak Tola Manu. muaramuara sungai.74 Dengan demikian dari cerita tutui teteek tersebut digambarkan juga adanya pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Buton. c. sebagai alat transportasi menangkap ikan orang Komodo membuat perahu atau sampan yang terbuat dari kayu rengo atau kawu puah (bombax ceiba) yang bisa James J. Makassar. Bahasa. Lembaga Galekat Lefo Tanah. 1986. laut lepas. pantai-pantai. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. 14. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. kemudian dipendekkan menjadi Koli do Buna……. Solor. seperti. Makssar.H. 2001 dan R. perahu dagang tidak pernah berhenti berdagang mengunjungi Roti dan mereka biasanya berlabuh di kota Leleuk. 28 75 lihat R. 26. Sawu dengan menyinggahi pelabuhan di Pulau Roti. dan Ndau pergi dan datang. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. No. 1996 74 81 . Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona.H. April 1974.75 Selain itu di Selat Sape. Jurnal Indonesia (Cornell University).Dikatakan bahwa ketika Koli do Buna masih merupakan pelabuhan besar. Sawu. Fox. b. Barnes. Depok. Clarendon Press. orang Buton. Jakarta. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. Oxford.

namun para pedagang Bugis dan Makasar dengan perahu padewakang dan pinisinya yang mewarnai pelayaran di Nusa Tenggara. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. lihat I Putu Suwitha. hal. No. op. seni tenunan. sistem navigasi. 2001 dan R. g. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. 1987.76 d. Barnes. 17. Jakarta. Verheijen. dan Sumbawa banyak didatangi oleh para pedagang Bugis dan Makasar yang mempengaruhi penggunaan perahu mereka pada masyarakat pedagang lokal. peralatan penangkap ikan. e. UI.78 Untuk jalur-jalur pelayaran yang melewati wilayah utara Nuasa Tenggara kemudian langsung ke Maluku. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. 2002 77 82 . dibentuklah armada angkatan laut. sedangkan orang Bali. kemudian jalur selatan yang menyusuri ke selatan via selat Lombok menuju bagian selatan Sumbawa kemudian menuju Sumba atau Ende dan terus ke Kupang. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim. Barnes. seni rupa. Rakyat. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. bentuk perahu. Jakarta.. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Di Lombok ada Pelabuhan Labuhan Haji (Saboaji) dan Piju (Picu) di Lombok Timur. 77 Untuk kajian tentang perahu-perahu tradisional lihat juga karya Horst Liebner.H. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. Jakarta. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. sedangkan sampan yang dibuat dari kayu pohon woh (sterculia foetida) bisa bertahan selama sepuluh tahun. 7-9 Untuk perkembangan perahu lokal di Nusa Tenggara lihat lihat R. 78 Lihat Edi Sedyawati. ed. Clarendon Press. seni tarinya. April 1974. dan Bahasanya. Depok. persenjataan. Organisasi pelayaran.J. peta.A. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. ‘. ed. Lombok. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. tonase. akibat adanya pelayaran. Lembaga Galekat Lefo Tanah.79 f. dan tradisi lisannya. 2005 79 lihat I Gde Parimartha. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. 1996. Oxford. jalur-jalur pelayaran. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. ‘Perahu Pinisi di Sunda kecil: Suatu Studi tentang Pola-pola perniagaan Abad XVIII-XIX. musik. Balai Pustaka. Pulau Komodo: Tanah. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim.. Di 76 J. Pelabuhan Ampenan dan Tanjungkarang di Lombok Barat. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia.H. cit. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. Jurnal Indonesia (Cornell University).bertahan selama tiga tahun. setiap pelabuhan dipimpin oleh Subandar (syahbandar). Teknologi perkapalan dan pelayaran. Penerbit Djambatan-KITLV.

Sumbawa. Dalam bahasa Melayu kayu ini dinamakan ‘sepang’. Flores. Mataram. Selain Siti Maryam R. Perbedaan komoditi yang khas diantara pelabuhan-pelabuhan tersebut kemudian memunculkan pertukaran baik ditingkat lokal maupun regional. namun kapal yang hanya singgah tanpa berdagang selama seminggu tidak dikenakan bea. Sumba merupakan pasar-pasar diwilayahnya masing-masing. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. Salahudin (penyunting). Timor. dan perahu yang dibuat dari kayu sapan ini disebut dengan ‘sampan’. Kayu ini sudah lama dikenal sebagai bahan pembuat perahu karena sifat kayunya yang keras. Dompo dan Bima. Sanggar. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). n. Kayu sapan (Caesalpinia Sappan) atau kayu Brazil dapat tumbuh antara 5-10 meter dan tumbuh liar dihutan-hutan di Sumbawa. Dompo.80 m. pihak kesultanan mengeluarakan Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima yang memuat aturan-aturan pembayaran bea cukai di bandar Bima. Sebagai contoh Pulau Sumbawa sudah dikenal lama sebagai penghasil kayu sapan yang banyak tumbuh baik di Sumbawa Barat (Alas. bahkan ditingkat global. Sebagai contoh kapal-kapal Eropa yang singgah di Bima dikenakan bea 10 real untuk barang dagangan seberat 10 koyan (20 ton). kapal-kapal dari Jawa. mengatur perjanjian dengan VOC soal pelayaran dan Perdagangan. dan memiliki daya tahan di dalam air laut. mengatur tentang izin dan pelayanan kecelakaan pelayaran. Lengge. 2004 80 83 . Utan). cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayangbayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. Pelabuhan-pelabuhan di wilayah Lombok.pelabuhan Bima yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Bima di Sumbawa Timur. Undang-Undang ini juga mengatur larangan berdagang pada siang hari di hari Jumat dan menghukum para pelaut yang berkelahi ditempat umum. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. adanya bencana alam. mengatur perdagangan di Manggarai. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. Untuk peraturan yang diterapkan di Manggarai. terutama dikenakan pada perdagangan dan kepemilikan budak. Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima. yang singgah di Bima akan dikenakan bea 1 real untuk muatan dagangan senilai 20 real.

dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. eds. Bahkan menurut catatan orang Portugis. Sedangkan saat itu harga lada hanya f 24 per 49. LPUI. Peter. Makasar dari Singapura.82 Perdagangan budak juga merupakan komoditi perdagangan yang sudah marak sejak abad ke-16.5 kg.al.”Pulau Bima (sic) menghasilkan kayu Brazil (sapan-penulis) yang dijual ke Malaka. Sejak saat itu kayu sapan banyak dibeli oleh VOC melalui para Sultan di Sumbawa Besar. Leiden.B. Daerah penghasil kayu sapan yang lain adalah di Siam (Thailand) dan Philipina. KITLV. ‘opium dalam Sejarah di Nusa Tenggara Barat’. Sumbawa sampai ke Timor. Depok. candu dijual bebas di pasar. kertas dan cat oleh orang Cina.untuk pasak kayu. kecuali jalur lain melalui perdagangan gelap. Pada abad XIX. et. Sementara itu di Sumbawa Besar dan Bima ada larangan berdagang candu oleh Sultan. bahkan sejak perjanjian Bungaya 1667. 2001 82 81 84 .eds. Pelabuhan Padangbai di Karangasem. namun candu beredar lewat pasar gelap bahkan laporan pejabat Belandapada abad XIX banyak pejabat kerajaan yang ikut mencandu. kayu ini juga dipakai untuk pewarna merah terbaik bagi tekstil. Candu banyak diperdagangkan di Bali. Kayu ima Brazil tipis dan kalah bersaing dengan Siam. Lapian. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Lombok. India dan Eropa. Tidak heran kayu sapan banyak dicari oleh para pedagang lokal maupun dari Asia dan Eropa. Dengan harga f 10.. Pada tahun 1627 di negeri belanda harga kayu sapan bisa mencapai f 48-58 per 49.000 per peti atau f 100 per kati (o. namun eksploitasi ini berakibat makin menyusutnya hutan sapan pada abad ke19. 1997 I Gde Parimartha. Sumber utama budak terutama didatangkan dari wilayah Nusa Tenggara Bernice de Jong Boers. Kesultanan Bima tidak boleh menjual kayu sapan selain ke VOC. ‘Sustainability and Time perspectives in Natural Resource Management: Exploitation of Sappan Trees in the Forest of Sumbawa. dalam Boomgaard. karena laku dipasaran Cina.81 Perdagangan opium (candu) juga merupakan komoditi perdagangan yang cukup ramai diperdagangkan.6 kg). meski Sultan Mataram (Lombok) melarang rakyatnya memakai candu. pelabuhan Tuban di Badung.5 kg. Tome Pires (1513) melaporkan bahwa. Kebanyakan candu didatangkan oleh pedagang Eropa. perabot rumah tangga.” Sudah sejak awal Perhimpunan Dagang Hindia Timur (VOC) membeli kayu sapan ini untuk diperdagangkan ke wilayah lain. Dompo dan Bima. Bugis. Indonesia 1500-1875’. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia.

84 Lihat C. 1976. Jakarta.A. Slavery. Duarte Barbosa tahun 1516 menceritakan bahwa kapal-kapal yang datang dari arah Indonesia Timur menuju Jawa dan Malaka tidak hanya membawa muatan cendana. Macknight. Banyak kajian-kajian yang menggambarkan bahwa perdagangan budak sejak abad ke-16 sampai awal bad ke-19 adalah lumrah. lihat juga Heather Sutherland. Para Raja dan Sultan menjadi pihak yang mengorganisasikan perdagangan budak. p. tahun 2000. Macknight. Manggarai. Dompu.C. University of Qoueensland Press. Heeren. Lombok. makalah seminar Center for comparative Studies on Southeast asia.C. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915.(Bali. mereka dipekerjakan di perkebunan tebu disekitar Batavia. Jakarta. Penerbit Djambatan-KITLV. Bhratara. Heeren dan Heather Sutherland. produk laut yang sangat mahal harganya dipasaran Cina. kuda. lihat juga A.83 Selain itu sejak abad XVIII diwilayah Nusa Tenggara menjadi ramai oleh kehadiran kapal-kapal Bugis dan Makasar yang mencari tripang (Holothuria). Pelaut Bugis dan makasar juga berlayar ke perairan utara australia untuk mencari tripang. Flores. Deel 156. AA Cense. Bijdragen tot de Taal –Land En Volkenkunde (BKI). Selain dihasilkan di perairan Sumbawa. Flores. dan juga direkrut sebagai serdadu. 1720s-1840s’. lihat Alfons de Kraan. madu. Rote dan Timor. working Paper No. ‘Trepang and Wangkang: China Trade of Eighteenth-Century Makassar c. Untuk kajian lebih jauh lihat tulisan C. sebelum Inggris dan Belanda kemudian melarangnya pada pertengahan abad ke-19. dan Heather Sutherland. Oxford. The Voyage to Marege’: Macassar Trepangers in Northern Australia. Sawu dan timor). ‘Bali: slavery and Slave Trade’. Sumba. Sebagai contoh Pulau bali merupakan penyedia budak yang sangat besar bagi VOC di Batavia. sumbawa.3. Melbourne University Press.J. 2002. St Lusia. 31. Manggarai. Pelajaran dan Pengaruh Kebudajaan MakasarBugis di Pantai Utara Australia. lihat juga Rodney Needham. 1972 83 85 . sepanjang pantai utara Flores dan Sumba. lilin dan lada tetapi juga budak. Rote. Bahkan para pelaut Bugis dan Makasar mencari budak dengan cara menculik penduduk dengan melakukan serangan bersenjata ke Tambora. Bondage & Dependency in Southeast asia.’Sumba and The slave Trade’.068 budak dan 1681 ada 30. Pada tahun 1673 ada 27.740 budak yang berasal dari kepulauan Indonesia Timur. Januari 1983. ed. sebagai tukang. Sumba. Cense dan H. dalam Anthony reid. ‘Slavery and The Slave Trde in South Sulawesi 1660s-1800s’. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. Menurut laporan pelaut Portugis. Dan juga lihat I Gde Parimartha. HJ.84 o..

disebutkan bahwa penghasilan yang diterima Raja Lombok karena mengontrol pelabuhan dan perdagangan sekitar f. tekstil 3200 rijksdaalder dan Arak dan Brendi senilai 900 rijsdaalder. 11 86 Alfons van der Kraan. Alfons van der Kraan. Kekuasaan politik yang muncul. 126. 1980. Barang-barang tersebut seringkali dipertukarkan dengan produk-produk tekstil. Kesultanan di Lombok. Lombok: Conquest. Singapore-Heinemann Educational Books (Asia) Ltd. 11-12 85 86 . hal. ASAA. memicu perdagangan beras yang ramai.000 rijksdaalder.000 Ha dan lebih dari 45. Colonization and Underdevelopment 1870-1940.cit. Para penguasa di Lombok menjadi kaya dan makmur bukan karena aktifitas ekonomi dan perdagangan yang mereka jalankan namun hasil dari pajak yang mereka tarik dari para petani. dan tembakau 13. Banyaknya pedagang Arab dan Cina yang datang membuat perdagangan menjadi ramai dan raja memungut cukai atas perdagangan. Di Lombok pada abad ke-19. terutama mengeksportnya kedaerah lainnya di Nusa Tenggra di mana tanah sawah sangat sedikit. (Kerajaan-kerajaan di Bali.000 Ha sawah tadah hujan. Lombok mengeksport beras seharga 20. op. sutera dan juga opium. hal..gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. Lombok: Conquest.625 pertahun. senjata.000 rijksdaalder. Sumbawa.86 Selain itu juga kuda dan teripang merupakan mata dagangan ekspor dari Lombok. Kerajaan-kerajaan di Flores dan Timor) sebagai contoh Kerajaan Lombok yang menjadi kaya karena perdagangan beras. minyak kelapa 600 rijksdaalder. Pada tahun 1890. Perdagangan opium di Lombok berasal dari para pedagang Inggris. Serta mengimpor opium seharga 4200 rijsdaalde. Selain itu kekayaan Raja Lombok juga berasal dari kontrol atas dua pelabuhan. termasuk daerah yang cukup subur dengan luas sawah irigasi lebih dari 25. Belanda dan Bugis sejak tahun 1840-an.85 Peningkatan produksi beras di Nusa Tenggara pada abad ke-19. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. Menurut van Der Kraan dalam bukunya. q. Sehingga Lombok merupakan daerah dengan hasil beras yang melimpah. Perdagangan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena raja Lombok melarang pemakaian opium. yaitu Ampenan di barat dan Labuhanhaji di timur. porselaian. Colonization and Underdevelopment 1870-1940. Kekuatan politiklah yang menjadikan mereka kaya.

Bisnis opium ini memberikan keuntungan yang besar bagi raja. Untuk wilayah Indonesia. Kajian juga dapat dilanjutkan dari masa kemerdekaan sampai saat ini. Sumatera Barat. sistem bercocok tanam padi sawah atau agraris ini umumnya terdapat di Jawa dan Bali. Sulawesi Selatan. Peradaban agraris telah melahirkan peradaban yang maju di Jawa dan bali. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Petani-Sawah atau Masyarakat Agraris Peradaban masyarakat agraris dapat dijumpai diseluruh dunia.2. karena banyak orang Cina dan Bali menghisap opium atau candu. Lampung. namun begitu beberapa contoh diatas dapat dijadikan awal dari kajian sejarah maritim lokal yang lebih jauh dan lebih mendalam lagi seperti yang kami kutip dari sumber karya-karya sejarawan dan antropolog yang telah menuliskannya. kajian tentang sejarah Pertanian dan pedesaan juga bisa dilakukan sejak masuknya bangsa Barat. juga terdapat dibeberapa wilayah di Aceh. Lombok dan Sumbawa. Untuk itu saran dan kritik akan saya terima dengan senang hati 3. Syailendra.4. Majapahit. Penutup Uraian yang singkat dari makalah pengantar diskusi ini dengan contoh-contoh kasus penelitian sejarah maritim lokal tersebut tentunya sangat tidak memadai. Kediri. Sedangkan sejak tahun 1870. baik dalam lingkungan tropis. sejak dikeluarkan UU Agraria memunculkan sistem perkebunan swasta (ekonomi liberal) yang sangat mempengaruhi perubahan masyarakat terutama di Jawa dan Sumatera. Pajajaran dan banyaknya kerajaan yang muncul dan berkembang di Bali sejak abad ke-10 sampai awal abad ke-20. hal ini dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan yang sangat maju dari sisasisa kerajaan Mataram Hindu. 87 .meski dia mempunyai pabrik pengolahan opium di Bali yang dikerjakan oleh orang Cina. sub-tropis maupun lingkungan dingin. terutama eksploitasi kolonial Belanda yang sejak awal abad ke-19 memberlakukan kebijakan Cultuur Stelsel atau sistem perkebunan yang dipaksakan kepada penduduk Jawa dan Sumatera sebagai kewajiban membayar pajak. Semoga makalah ini dapat menjadi pemiju penelitian lebih lanjut.

Termasuk juga peralatanyang dihasilkan. g. b. pada saat panen dan pasca panen. Cerita tentang Dewi Sri yang dipuja sebagai dewi kesuburan di Jawa dan Bali. Dijelaskan masalah demografinya (kependudukannya). h. atau Orang Bali yang percaya mereka keturunan masyarakat kerajaan majapahit dari Jawa Timur. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan masyarakat agraris. dengan catatan bahwa setiap wilayah dengan pengaruh lingkungan geografi tertentu dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. f. priyayi. Religi masyarakat di wilayah tersebut dan upacara terkait kegiatan bercocok tanam e. Legenda tentang asal-usul masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. mantra-mantra. a. aspek pelapisan sosial penduduknya (bangsawan. Deskripsi demografi (kependudukan) Membuat deskripsi geografi yang menjadi tempat tinggal masyarakat agraris. Teknologi yang dipakai untuk mengolah tanah. Perkembangan kota-kota di pedalaman yang ekonominya bertumpu pada ekonomi pertanian atau agraris. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. dan tradisi lisannya. seni tarinya. musik. juga ditempattempat lain ada juga kepercayaan tentang dewi padi. d. Aspek kesenian dari budaya masyarakat agraris. Peralatan yang diperlukan untuk mengolah tanah dan bercocok tanam. Upacara ritus peralihan atau upacara yang dilakukan ketika kelahiran sampai pasca kematian warga penduduk tersebut. Sebagai contoh penduduk pertama pulau Jawa adalah kedatangan bangsa Rum dan para penguasa Jawa berasal dari dewa-dewa Hindu dan nabi-nabi Islam. orang bebas (to maradeka dalam masyarakat Bugis dan Makasar) aspek sosial dan militernya yang bertumpu pada bahan untuk 88 .Seperti halnya dengan kajian peradaban maritim. karena setiap wilayah memiliki nama-nama yang khas bagi peruntukan tanah. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan tanah yang dijadikan areal persawahan. seni rupa dan busana (kain batik dengan beragam motifnya) yang terkait dengan tradisi agraris. c. Beberapa hal yang bisa dijadikan direkonstruksi adalah. peralatan membuat tekstil atau tenunan i. maka kajian peradaban agraris juga dapat dilakukan dengan mendata poin-poin di bawah ini.

1991). di Jawa dikenal hari pasaran (buka pasar pada hari tertentu). Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak agraris. sampai abad ke-18. yaitu: 1. penggunaan gerobak sapi. Pertumbuhan pasar-pasar desa. n. Jenis-jenis alat transportasi di daerah pertanian dan perkebunan. bahkan di Jawa Tengah sejak akhir tahun 1860-an sudah dikenal transportasi kereta api yang menghubungkan Semarang-Solo-Yogyakarta. j. dan juga segregasi(pembagian atau pemisahan) penduduk berdasarkan etnis atau profesinya. priyayi) dengan para cacahnya (petani penggarap). Pemberontakan yang dilakukan oleh petani terhadap kekuasaan kolonial yang yang menekan mereka dan fenomena perbanditan atau kejahatan sosial di pedesaan (Kartodirdjo. Munculnya kekuasaan politik lokal sampai kerajaan Besar seperti Majapahit. 1983 dan Suhartono. tamtaman (kampung prajurit). Termasuk hubungan antara tuan tanah (bangsawan. lagu-lagu rakyat. seperti. misalnya di kota-kota dipedalaman Jawa Tengah terdapat kampung pandean (tukang pande besi/kerajinan).. pejagalan (tempat pemotongan hewan. Paing dan Legi (di Sunda disebut Manis). Wage. k. Kliwon. o. Sistem pertanian dan Kehidupan petani sebelum dan sesudah kedatangan Bangsa Barat. mataram Islam. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat agraris tersebut. Pengaruh sistem cultuur stel sel dan sistem ekonomi liberal terhadap kehidupan masyarakat petani di Jawa dan Sumatera. loji (tempat tinggal orang Eropa). kauman (kampung santri) dan lain-lain. sistem pajak atau upeti dan sistem bagi hasilnya.kekuatan prajurit darat. l. seperti Pon. dapat dilakukan dengan menadaptasikan kajian yang dilakukan David A. p. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 89 . m. Taylor (1992). legendanya. dan banyak kerajaan di Bali. Sistem pemerintahan di wilayah swapraja (Vorstenlanden) di Yogyakarta dan Surakarta.

dan upacara ritus peralihan 4. berupa upacaraupacara tradisional ketika memulai menanam. pola perkampungan. memelihara. bangunan irigasi. 90 . bekas istana-istana kerajaan. 5. maupun pasca panen. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. nasib baik dan buruk. 3. oragnisasi adat yang mengurusi pertanian (contoh subak di Bali). dan makna makanan tertentu dalam masyarakat.2. berupa bangunan rumah tinggal. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. lumbung. pada masa panen. keberhasilan atau kegagalan panen. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. Cara dan kebiasaan makan. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia agraris.

LPUI. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Panen Lontar: Perubahan Ekologi dalam Kehidupan Masyarakat Rote dan Sawu. Santri Abangan. Oxford. I. Sinar Harapan. Jawa Barat. Daldjoeni. Harper & Row. fourth edition. Leiden. Clifford. 20 April 1987 91 .H. Stanford: Stanford University Press. Pustaka Jaya. Jakarta. et.B. 1984 Koentjaraningrat. Pustaka Jaya. The Mediterranean and The Mediterranean World in the Age of Phillip II. Dunia Orang Sawu. Jakarta. Gusti. 1997 Burke. Fontana /Collins. Jakarta. Disertasi pada Universitas Gadjah Mada. Lapian. Jakarta. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Peter. 1981 Boomgaard. vol. Djambatan. Jakarta. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. 1983 Kartodirdjo. Sinar Harapan. 1996 Geertz.. ‘Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Pada Abad XIX’.. Depok. Pengantar Antropologi Jilid I dan II.DAFTAR SUMBER Alimuddin. 1983 Iskandar. 1929-1989. 1996 Braudel. Peter. A. Seluk beluk Masyarakat Kota.eds. ‘Dari sungai ke Jalan Raya: Perubahan Sosial-Ekonomi di Daerah Perbatasan Sumatra Barat-Riau pada awal Abad XX’ dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Johan. Jakarta. KITLV. The French Historical Revolution: The Annales School. N..al. R. Clarendon Press.. James J. Rineka Cipta.B. Ekologi Perladangan di Indonesia: Studi Kasus dari daerah Baduy Banten selatan. 1998 Lapian.. Jakarta. Pemberontakan Petani Banten 1888. Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Sartono. 2005 Asnan. eds. 1978 Fox. KPG-Yayasan Adikarya IKAPI. Niko L. 2001 Barnes. New York. 1992 Kana. Fernand. Muhammad Ridwan. 1990 .

Jakarta. Jakarta. Tiara wacana. Gramedia. Eds. 2006 Poesponegoro. Agama dan Ekonomi. Forum Jakarta-Paris. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Jilid I. Bhratara. Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar.’Kajian Maritim Aspek SosialBudaya Ragam dan Peluangnya. Peradaban Jawa Abad ke-8 Sampai dengan Abad ke-15: Sebuah Kajian Tentang Dinamika Pranata-Pranata Politik. eds. Gramedia.van Leur. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKBDRPM Universitas Indonesia. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB-DRPM Universitas Indonesia. Jilid II Jaringan Asia. Jakarta. ‘Perahu-Perahu Tradisional Nusantara: Suatu Tinjauan Sejarah Perkapalan dan Pelayaran dalam Edi Sedyawati.J. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. Horst H. Jakarta. Jilid I Batas-Batas Pembaratan. 2001 Sedyawati.. Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1930. EFEO. Sejarah Nasional Indonesia. LPUI. dan F. 2002 Reid. ed. J.C. 1974 Liebner. Nusa Jawa Silang Budaya. Soedjatmoko. Marwati Djoened. Jakarta. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim.’ Lombard. Mona.R. 2005 Lohanda.B. 2005. Jawa Kuno..’ Bekerja dengan Sumber Sejarah: sebuah pengalaman Intelektual. 1991 92 . 1996 Melalatoa. Christian. Pamator. Junus. Depok.. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Jakarta. 1999 Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Lapian.. Yayasan Obor Indonesia. Komunitas Bambu. Jakarta. Manusia Bugis. 1992 __________. Yayasan Obor Indonesia. Anthony. Edi ed. Balai Pustaka. Tanah di Bawah Angin. Yogyakarta. Verhoeven. Jilid III Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. Dennis. Jakarta. Supratikno. dalam Edi sedyawati. Jilid III. 1995 Suhartono. Jakarta. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Teori Mahan dan Sejarah Kepulauan Indonesia. 1997 Pelras. 1984 Rahardjo. Sistem Budaya Indonesia.

J. Ditjen Kebudayaan. Media Pressindo. 1980/1981 Wahyono. Jenis-Jenis Perahu di Pantai Utara Jawa Madura. Hak Ulayat laut di Kawasan Timur Indonesia. Yogyakarta. Jakarta.Wangania. dkk.. 2000 93 . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ary.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful