Modul I Sejarah Indonesia : Hibah Modul Pengajaran : Content Development Tema B1

Tim Penyusun Didik Pradjoko, M.Hum (Koordinator)) Kasijanto, M.Hum (Anggota) Dr. Suharto (Anggota) Yuda B. Tangkilisan, M.Hum (Anggota) Sudarini MA (Anggota) Dra. MPB. Manus (Anggota) Raisye Soleh Haghia (Pendukung) Fathul Bari (Pendukung)

Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) Universitas Indonesia Tahun 2008 DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Nasional

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2008

1

Bab 1 BEBERAPA PENGERTIAN TENTANG SEJARAH

1.1. Pengertian Sejarah dan Ilmu Sejarah Kata “sejarah” yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah. Oleh karena itu tidak terlalu dapat dipersalahkan jika banyak buku sejarah di masa lampau, yang lebih banyak mengungkapkan riwayat seseorang atau satu keluarga daripada mengungkapkan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dan Negara. Dalam bahasa Indonesia terdapat juga kata-kata lain yang merupakan kata serapan dari bahasa lain yang dipergunakan untuk mengkaji masa lampau seperti: “silsilah” yang menunjuk pada asalusul keluarga atau nenek moyang; “hikayat” yang banyak dipergunakan untuk mengisahkan seseorang; ”babad” dan “carita” atau “cerita” yang dipergunakan mengisahkan kejadian-kejadian tertentu; dan masih aada kata-kata lainnya yang menjadi kebudayaan daerah tertentu seperti “tambo’ (Minangkabau) dan “tutur teteek” (Roti). Apabila dilihat dari pemaknaan kata sejarah yang kita pahami baik sebagai masa lampau maupun sebagai ilmu, kata sejarah itu lebih dekat dengan pengertian yang terkandung pada kata historia - berasal dari ilmu kedokteran Yunani- yang berarti ilmu (istor artinya orang pandai); dalam bahasa Inggris menjadi history yang mengandung arti masa lampau manusia, dan dalam bahasa Jerman disebut gesischte yang artinya sudah terjadi. Kata-kata lainnya yang juga dipergunakan untuk menunjukkan kajian masa lampau antara lain: chronicle (kronika), geneology (keturunan), annals (tarikh), dan epic (kepahlawanan). Jika sejarah itu adalah masa lampau, maka apa yang terjadi pada pagi hari telah menjadi sejarah pada siang harinya. Secara logika pernyataan seperti itu dapat dibenarkan. Namun cara berpikir seperti itu membuat masa lampau itu menjadi bentangan yang tidak terbatasnya– mulai dari detik-detik yang baru saja kita lewati sampai jauh ke belakang, entah kapan dan di mana sejarah dapat mengungkapkannya. Apa saja yang harus dimasukkan ke dalam “masa lampau” yang demikian panjang itu?

2

Perampokan? Gempa Bumi? Kerusuhan? Genocide? Krisis Moneter? Perang? Revolusi? Perdamaian? Kesejahteraan? dan apa lagi? Dari pertanyaan-pertanyaan semacam itu terlihat bahwa konsep masa lampau dalam arti sejarah, akan mempunyai arti jika pembatasan telah dilakukan. Pembatasan yang paling awal adalah menyangkut dimensi waktu – kapan sampai apabila. Salah satu konsensus yang dicapai adalah bahwa sejarah satu bangsa atau etnis tertentu dimulai manakala bukti-bukti tertulis mengenai bangsa atau etnis tersebut telah ditemukan. Atas dasar kesepakatan itu maka zaman (periode) sejarah pun mulai bergulir. Adapun zaman yang belum ditemukan bukti-bukti tertulis disebut zaman “prasejarah”, meskipun dari zaman ini pun ditemukan jejak-jejak peradaban manusia, seperti seni pahat atau seni patung. Penulisan tentang masa lampau manusia dapat dikatakan berawal di Yunani sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Pada waktu itu penulisan sejarah atau historiografi masih merupakan perpaduan antara ilmu kedokteran dan ilmu hukum. Dari ilmu kedokteran misalnya, historiografi Yunani mendapat pengaruh untuk mencari sebabmusabab dari suatu kondisi atau kasus. Dalam menjelaskan sebab-musabab itu dilakukan melalui suatu argumentasi yang lazim dilakukan oleh ilmu hukum (retorika), seperti dilakukan seorang jaksa penuntut untuk membuktikan kesalahan terdakwa dan pengacara yang berusaha membuktikan bahwa terdakwa tidak bersalah. Ungkapan retorika seperti itu tidak semata-mata untuk membuktikan kebenaran, tetapi juga menciptakan makna atas kebenaran itu. Sejarawan Yunani pertama yang melakukan pembuktian semacam itu adalah Herodotus (ca. 484-425 SM) dalam karyanya tentang “Perang Yunani-Persia” tahun 478 SM yang dilukiskan sebagai perang peradaban antara peradaban Hellenic dan Perisa (Timur). Dalam menyusun karyanya itu ia berusaha bertindak obyektif (dalam arti netral sehingga dianggap kurang patriotik) dengan menggunakan sumber data dari kedua belah pihak. Oleh karena itu dia dianggap sebagai bapak sejarah. Meskipun demikian karyanya masih mempunyai dua kelemahan, yaitu kurang akurat dalam menyajikan data, dan masih terbelenggu oleh kerangka pemikiran budaya itu, yaitu sebab-musabab supernatural. Artinya perang itu terjadi karena kehendak para dewa.

3

khususnya dua contoh karya Herodotus dan Thucydides. Tradisi sejarawan seperti yang dilakukan para sejarawan Yunani itu berlangsung sampai sekitar abad ke-18.Tulisan pertama dari sejarawan Yunani yang dinilai mampu melepaskan diri dari sebab-musabab supernatural adalah Thucydides (ca. Untuk mencari kebenaran sejarah. Ia menulis tentang perang antara Athena dan Sparta yang disebut sebagai Perang Peloponnesos (431-404). Thucydides sebagai seorang jenderal dan politisi. Perang itu terjadi karena didorong oleh persaingan antara kedua belah pihak untuk menjadi nomor satu di wilayah Yunani. Dalam karyanya itu. Leopold von 4 . yang membanding-bandingkan dua dokumen atau lebih untuk mencari mana yang otentik (asli) dan mana yang tidak otentik (cara kerja ini kemudian dikenal dengan sebutan “kritik ekstern”). Gibbon dapat dikatakan merupakan sejarawan pertama yang menggunakan cara kerja ilmiah. 456-396 SM). Meskipun Herodotus dan Thucydides sudah mengawali penulisan sejarah berdasarkan sumber data. Secara akurat ia mempu merekonstruksi perang tersebut berdasarkan data-data yang diperolehnya dari kedua belah pihak. dapat didefinisikan di sini bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia atau masa lalu manusia. melainkan karena ulah manusia. akan tetapi yang kemudian dikenal oleh masyarakat sejarawan sebagai bapak sejarah ilmiah (science historian) atau sejarah kritis adalah sejawan Jerman. dia tidak saja memanfaatkan kritik ekstern seperti yang dilakukan para filolog tetapi juga kritik intern yang dikembangkan oleh para sejarawan. sekaligus mampu menunjukkan bahwa sebab-musabab perang bukan karena kehendak para dewa. akan tetapi cara pembuktian para sejarawan Yunani waktu itu pada dasarnya tidak menggunakan bukti (evidensi) seperti dokumen yang menjadi baku dalam metode sejarah masa kini. Pada tahun 1776 terbit buku “The History of the Decline and Fall of the Roman Empire” karya Edward Gibbon (1737-1794). Dokumen dalam arti naskah-naskah lebih banyak digeluti oleh para ahli naskah atau filolog. Dari uraian di atas. melainkan pada dokumen-dokumen (bukti-bukti terturlis). Dalam karyanya itu Gibbon tidak lagi bersandar pada retorika yang meyakinkan untuk membuktikan “kebenaran sejarah”. Meskipun yang menerapkan cara kerja ilmiah dalam pembuktian sejarah adalah Gibbon. mampu menghindari penjelasan supernatural.

Ranke (1795-1886). 1495-1535 yang terbit pada tahun 1824. 1. dua dan tiga. sehingga akhirnya sejarah diakui sebagai salah satu cabang ilmu yang mandiri. termasuk konsep ruang (spatial) dan waktu (temporal). Metode sejarahnya itu diuraikannya dalam bukunya “History of Romance and Germanic Peoples. “wie es eigentlich gewesen”. 5 . maka ilmu sejarah juga mempunyai metode penelitiannya yaitu “metode sejarah” serta obyek penelitiannya yaitu masa lampau manusia dan struktur sosialnya. “really” (atau essentially) dan “actuality”. Artinya ia mengakui pula bahwa ilmu sejarah mempunyai keterkaitan dengan falsafah sejarah.2. Ia memperkenalkan cara-cara menguji isi dokumen dan menetapkan fakta sejarah yang benar. Sementara yang menerima kata “essentially” atau “really” berpendapat bahwa Ranke mengakui bahwa ide-ide tertentu menjadi faktor pendorong sejarah. Langkah-langkah yang ditempuh Ranke bukan semata-mata pembuktian terhadap kebenaran fakta sejarah. atau pembagian babak satu. Dia dinilai sebagai peletak dasar dari metode sejarah yang bersifat ilmiah. Sesuai dengan ketentuan sebagai cabang ilmu (ilmiah) harus mempunyai metode serta obyek penelitiannya. Jika sejarah adalah rekonstruksi manusia. Ia menganjurkan supaya menulis sejarah apa adanya dalam arti apa yang sebenarnya terjadi. melainkan juga harus menjelaskan alasan-alasan rasional. sebab setiap periode sejarah akan dipengaruhi oleh semangat zamannya (zeitgeist). Dalam bahasa Inggris kata “eigentlich” diartikan dalam dua kata. Selain itu Ranke menekankan pentingnya obyektivitas dalam penelitian sejarah. maka ilmu sejarah adalah ilmu yang mempelajari sejarah dalam arti bagaimana merekonstruksi semua data-data atau unsur-unsur masa lampau terkait dalam sesuatu deskripsi. melainkan juga untuk menjadikan sejarah sebagai disiplin ilmu atau cabang ilmu yang otonom sederajat dengan cabang-cabang ilmu lainnya. Langkahnya itu kemudian diikuti oleh para sejarawan lainnya. Pembabakan Sejarah (Indonesia) Pada hakekatnya masalah pembabakan atau periodesasi sejarah bukanlah sekedar menentukan batas awal dan batas akhir. yang berkaitan erat konsep pemenggalan waktu tersebut. Para sejarawan yang menerima “actuality” terjemahan “eigentlich” berpendapat bahwa yang dimaksud oleh Ranke adalah menentukan fakta sejarah seperti apa adanya tanpa diembel-embeli ide-ide tertentu sebagai pendorongnya.

duduk sebagai editor umum adalah Sartono Kartodirdjo. Berdasarkan keputusan akhirnya pada pertengahan dekade 1970-an terbit buku “Sejarah Nasional Indonesia” terdiri dari enam jilid. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Ternyata pembabakan “tiruan” itu selain banyak mengundang kritikan karena dinilai tidak cocok dengan semangat “Indonesia Sentris” yang berkembang waktu itu. bahkan kekacauan. Kalau konsep serta argumentasinya tidak jelas. Masalah pembabakan itu kemudian dibawa ke dalam Kongres Nasional Sejarah pada tahun 1957 yang kemudian dibicarakana lagi pada Seminar Nasional Sejarah ke-2 tahun 1970. Dalam “pemutakhiran yang dilakukan pada tahun 1984. maka akan terjadi kerancuan. yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pada cetakan pertama.Artinya harus jelas tempat atau ruang di mana peristiwa itu terjadi dan kapan terjadinya. Ada pun susunan pembabakannya berdasarkan cetakan kedelapan tahun 1993 adalah sebagai berikut: Jilid I Jaman Prasejarah di Indonesia Jilid II Jaman Kuno (awal M – 1500 M) Jilid III Jaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (±1500-1800) Jilid IV Abad Kesembilanbelas (± 1800-1900) Jilid V Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (±1900-1942) Jilid VI Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia (±1942-1984 6 . susunan editornya berubah menjadi Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Salah satu keputusan dari Seminar Nasional Sejarah yang kedua itu adalah penulisan Sejarah Nasional Indonesia yang diharapkan nantinya menjadi semacam buku baboon sejarah Indonesia. Pada awalnya pembabakan Sejarah Indonesia disusun mengikuti pembabakan yang telah dibuat oleh para sejarawan Kolonial Belanda. khususnya buku Geschiedenis van Nederlandsch-Indië (terbit pertama kali tahun 1939) karya Stapel dkk.

Zaman Proto Sejarah yaitu zaman ambang sejarah.Ternyata terbitnya buku Sejarah Nasional Indonesia tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. Zaman Sejarah. Selain banyak yang pro dan kotra terhadap buku tersebut. III. Namun pada babak ke-2 “Zaman Proto Sejarah” konsepnya itu menjadi kabur. atau tidak jelas dalam pembabakaannya. a. Zaman Prasejarah. yaitu zaman di mana orang sudah mengenal tulisan. Pada babak ke-1 “Zaman Prasejarah” konsep itu tercermin cukup jelas. Indonesia sesudah abad18 disebut Zaman Modern Dari contoh ini terlihat penulis buku tidak konsisten dengan konsep yang dibuatnya dalam menentukan periodisasi. Sebagai contoh kesalahan dalam membuat pembabakan itu nampak pada buku ajar Sejarah Indonesia untuk SMU yang diterbitkan oleh penerbit Bumi Aksara. Pasa zaman ini sudah ada tulisan-tulisan. Penulis buku itu membagi periodisasi Sejarah Indonesia sebagai berikut: I. juga dalam praktiknya masaih banyak buku ajar sejarah. Babak kedua ini tidak lagi didasarkan pada keberadaan bukti tertulis itu sendiri melainkan atas dasar asal bukti tertulis tersebut. terutama untuk sekolah-sekolah menengah yang terpengaruh oleh tulisan Stapel dkk. tetapi sumber tulisan itu dari luar negeri dan beritanya samarsamar. yaitu dalam negeri (kepulauan Indonesia) 7 . Indonesia abad ke-15 s/d abad ke -18 disebut Zaman Baru yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai jatuhnya Mataram dan Banten ke tangan imperialis Belanda c. Jadi dasar pembabakannya itu jelas adalah adanya bukti tertulis atau budaya aksara. Indonesia abad ke-1 s/d abad ke-14 disebut Zaman Kuno yang membicarakan masa berkembangnya kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buda b. Dia menyebutkan bahwa sejarah Indonesia dimulai sejak abad ke-4 Masehi. yaitu dengan ditemukannya tulisan (hal yang sudah menjadi kesepakatan umum). yang memberi keterangan tetang peristiwa-peristiwa masa lampau. yaitu zaman ketika orang belum mengenal tulisan yang diakhir pada abad ke-4 Masehi II.

dan luar negeri (luar kepulauan Indonesia). Ketidak jelasan itu juga terlihat pada babak ke-3 “Zaman Sejarah”. Meskipun zaman ini disebutkan dimulai sejak abad ke-4 M, namun dalam sub “a” yang diberi nama “Zaman Kuno”, dia menyebutkan bahwa zaman kuno yang nota bene tercakup dalam zaman sejarah, diawali pada abad pertama Masehi (kemungkinan besar kesalahan ini karena dia mengutip begitu saja pembabakan yang ada dalam buku Sejarah Nasional Indonesia). Terlepas dari masih adanya polemic sekitar buku Sejarah Nasional Indonesia yang enam jilid, pembabakan dalam tulisan sejarah pada hakekatnya dapat disusun berdasarkan kronologis atau tematis. Susunan secara kronologis artinya setiap babak disusun berdasarkan penggalan-penggalan waktu kejadian sebenarnya. Pembabakan secara kronologis ini terutama sangat membantu untuk penulisan sejarah yang mencakup kurun waktu yang panjang seperti sejarah umum, sejarah nasional atau sejarah dunia. Misalnya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 karya M.C. Ricklefs yang diterbitkan oleh Serambi tahun 2005. Struktur tulisannya adalah sebagai berikut: I. II. III. IV. V. VI. Lahirnya Zaman Modern Perjuangan Merebut Hegemoni, ± 1630-1800 Pembentukan Negara Jajahan, ± 1800-1910 Munculnya Konsepsi Indonesia ± 1900-42 Runtuhnya Negara Jajahan ± 1942-50 Indonesia Merdeka

Sedangkan pembabakan secara tematis akan sangat membantu jika tulisan sejarah itu semacam studi kasus atau kajian khusus yang durasinya relative singkat namun permasalahannya cukup rumit dan mendalam. Contoh tulisan itu antara lain Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya tahun 1984. Ada pun struktur penulisannya adalah sebagai berikut: Bab I Pengantar Bab II Latar Belakang Sosio-Ekonomis Bab III Perkembangan Politik

8

Bab IV Keresahan Sosial Bab V Kebangunan Agama Bab VI Gerakan Pemberontakan Bab VII Pemberontakan Dimulai Bab VIII Penumpasan Pemberontakan dan Kelanjutannya Bab IX Kelanjutan Pemberontakan Bab X Akhir Kata

1.3. Metodologi Sejarah Pada dasarnya untuk mengetahui masa lampau manusia adalah dengan cara mempelajari peninggalan-peninggalannya, baik berupa dokumen, artefak, maupun keterangan lisan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan suatu metode yang baik pula serta (kalau perlu) teori-teori tertentu yang tepat guna. Metode penelitian dalam ilmu sejarah disebut metode sejarah, yang cara kerja mempunyai cirri yang berbeda dengan metode penelitian bidang ilmu lain. Metode Sejarah merupakan suatu cara untuk mengetahui otensitas tidaknya satu dokumen, benar atau tidaknya isi dokumen, serta relevan tidaknya dengan permasalahan yang hendak dituliskan sebagai karya sejarah. Dalam proses kerjanya memperlihatkan tahap-tahap mulai dari yang teoritis sampai pada pelaksanaan teknis yang diterapkan dalam penelitian dan penulisan sejarah. 1.3.1. Metode Sejarah Dalam proses kerjanya, metode sejarah memiliki pentahapan yang sebaiknya diikuti dengan baik. Ada pun tahap-tahap penelitiannya itu adalah sebagai berikut:  heuristik, yaitu suatu kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah (raw material) sesuai dengan tujuan dari penelitian itu yang tertera dalam proposal atau outline penelitian yang telah disusun sebelumnya. Bentuk sumber sejarah adalah: tekstual (dokumen,

9

Koran, majalah dan bentuk teks lainnya) dan nontekstual (foto, gambar, peta, karikatur sezaman), lisan, kebendaan, dan audiovisual.  Verifikasi, yaitu mencakup kritik ekstern dan intern sumber sejarah. Dalam tahap ini peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui suatu proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Jika yang diuji itu arsip atau dokumen, maka yang dimaksud materi di sini adalah jenis kertasnya dan tintanya. Apakah benar kertas atau tintanya berasal dari zamannya. Jika sumber sejarah itu merupakan sumber lisan, maka yang diuji adalah orangnya, apakah orang tersebut betul pelaku atau orang yang menyaksikan langsung, serta cukup sehatkah untuk diwawancara. Setelah data-data tersebut teruji, kemudian dinilai apakah datadata itu relevan dengan permasalahan yang hendak ditulis, baik dari segi tema, maupun periodenya. Data-data yang telah teruji dan terpilih inilah yang kemudian disebut sebagai fakta sejarah.  Interpretasi atau eksplanasi yaitu proses menafsirkan atau pemberian makna serta merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya, dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti (fact of meaning). Berkaitan dengan masalah interpretasi dan eksplanasi ini ada berbagai metode atau pendekatan yang dapat dipergunakan, seperti metode naratif (history of event), struktural, dan strukturistik. Keberhasilan penggunaan ketiga metode ini pada dasarnya sangat tergantung dari sifat obyek penelitiannya.  Historiografi yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji dan terangkai tadi. Dalam proses penulisan ini, penguasaan sang sejarawan atas teori dan metodologi sedikit banyak ikut mempengaruhi mutu karya yang dihasilkannya. 1.3.2. Teori Sejarah Pokok masalah dalam teori sejarah adalah kebenaran dari pengetahuan yang dihasilkan oleh para ahli sejarah yang dilandasi oleh berbagai bentuk eksplanasi. Secara

10

yaitu : 1. maka tidak mengherankan jika sampai sekarang berkembang pula teori-teori sejarah. Salah seorang filsuf sejarah membedakan empat teori pokok yang sampai sekarang muncul di kalangan sejarawan. Dalam hal ini sejarah merupakan ungkapan dari suatu pandangan filsafah mengenai perkembangan ummat manusia. ilmu sejarah adalah kaidah-kaidah ilmiah untuk membuktikan adanya masa lampau. Seperti tercermin dalam ketiga macam pertanyaan tadi. “kasualitas” dan “covering law model” (Ankersmith. Meskipun pada dasarnya keempat teori tersebut bersandar pula pada suatu pandangan tertentu. Penganut lainnya adalah Hegel. Spengler. Mana “motor” yang menggerakkan sejarah 3. Mereka menolak anggapan bahwa tugas sejarawan adalah mengungkapkan masa lampau sesuai dengan falsafah tertentu. apa yang harus terjadi. Sejarah spekulatif umumnya dianut oleh para sejarawan yang menyatukan sejarah dengan filsafat. Paling tidak ada tiga macam pertanyaan yang umum diajukan oleh para penulis sejarah spekulatif. terutama antara teori yang disebut 11 . Pola macam apa yang perlu diamati dalam proses sejarah 2. Bagi kalangan ini. nampak bahwa sistem sejarah spekulatif sering membicarakan masa depan. Adapun sejarah analitis justru memisahkan antara sejarah dan falsafah. “hermeneutika”. Para sejarawan Marxis dapat dikatakan merupakan salah satu contoh model sejarah spekulatif. Para sejarawan menyadari pula bahwa dari keempat teori itu telah berkembang berbagai kombinasi. 1987). 1987: 17). Mereka melihat faktor “pertentangan kelas” menjadi “motor” dari proses sejarah. yaitu teori sejarah spekulatif dan kritis. tetapi seringkali juga mengungkapkan semacam prediksi. Bertolak dari tiga pertanyaan itu mereka membahas proses sejarah tidak sekedar apa yang telah terjadi di masa lalu. Aliran ini terutama berkembang pada sejarawan empirik. yaitu “narrativisme”.umum teori sejarah dapat dibagi dua bagian. Oleh karena banyak cara yang diajukan. Apa dan bagaimana sasaran terakhir yang dituju oleh proses sejarah. namun keempatnya dapat diterima sebagai patokan kerja. Bagaimana membuktikan adanya masa lampau melalui berbagai peninggalan masa yang bersangkutan itulah yang menjadi inti persoalan teori sejarah. dan Toynbee (Ankersmit.

adalah masalah obyektivitas dan subyektivitas. Oleh karena itu fakta-fakta yang ditampilkan merupakan evidensi itu sendiri. Kelompok yang berpandangan subyektif adalah yang menganggap bahwa peninggalan itu hanya sekedar lambang atau wakil dari masa lampau. Bila seorang sejarawan membiarkan keyakinan politik atau etisnya turut berperan sehingga terlihat dalam karya sejarahnya. 1. Para sejarawanlah yang membuat peninggal-peninggalan masa lampau itu “berbicara”. Ada yang berpendapat bahwa pengetahuan kita tentang masa lampau adalah subyektif dan ada pula yang menilainya obyektif.3. Subyektivitas dan Obyektivitas Sejarah Salah satu perbedaan pokok yang sering mencuat di kalangan sejarawan. yang tidak mempunyai nilai obyektif sendiri. Sebaliknya bila seorang sejarawan mampu menjaga jarak dari obyek yang ditelitinya sehingga nilai-nilai politik dan etisnya tidak larut dalam eksplanasi karyanya.3. Dalam praktek.pertama sampai ketiga. pengertian subyektif dan obyektif dapat disamakan dengan terpengaruh atau tidaknya sejarawan oleh nilai-nilai tertentu dari obyek yang ditelitinya. Dengan kata lain fakta-fakta itu hanya terdapat dalam alam pikiran para sejarawan yang menelitinya. atau kombinasikombinasinya. Artinya peninggalan-peninggalan itu sudah berbicara tentang masa lampau. Sementara itu kelompok sejarawan yang berpandangan obyektif menganggap bahwa peninggalan-peninggalan itu sudah merupakan kenyataan dari masa lampau. maka pelukisan sejarahnya disebut subyektif. terlepas apakah ia menggunakan teori baku seperti kasualitas. Kombinasi-kombinasi itu merupakan terobosan-terobosan yang diupayakan untuk menembus berbagai kendala yang masih menyelimuti masa lampau manusia yang diakibatkan oleh lemahnya atau terbatasnya data-data dari masa lampau. 12 . narrative. Perbedaan ini muncul terutama karena adanya pandangan yang berbada mengenai sifat-sifat peninggalan masa lampau. maka pelukisan sejarahnya itu disebut subyektif. Artinya peninggalan tersebut tidak dapat mengatakan kepada kita yang hidup di masa kini mengenai apa yang terjadi pada masa lampau. bukan hasil rekayasa para sejarawan dan selalu mengacu ke masa silam.

penulisan sejarah yang lebih rasional baru muncul sekitar abad ke-5 SM. antara lain oleh Polybius (orang Yunani yang dibesarkan di Roma). Meskipun karya ini bertolak dari suatu kenyataan masa lampau.Golongan obyektivitas menganut pandangan realis mengenai sejarah dan mengggap peninggalan masa lampau sebagai sumber sejarah.4. Gaius Sallustius Crispus (ca. maka penulisan sejarahpun semakin berkembang dan bervariasi pula. 1. sejarah ekonomi. maka sejak awal abad ke-20 berbagai tema sejarah sebagai alternatif dalam mengungkapkan masa lampau manusia seperti sejarah sosial. sejarah petani.4. Jika pada abad ke-19 dan sebelumnya jenis “sejarah politik” seakan-akan satu-satunya karya sejarah yang absah. Tradisi Yunani itu kemudian dijadikan model oleh para sejarawan Romawi. 86-34 SM). yaitu Illiad-Odessy yang menceritakan kehancuran kerajaan Troya tahun 1200 SM. Seperti telah disinggung di atas. Sedangkan golongan subyektif menganut pandangan idealis mengenai sejarah dan menganggap peninggalan masa lampau sebagai evidensi sejarah (barang bukti). 55-120 M). misalnya karya Homer. ditambah dengan adanya perkembangan teori dan metodologi sejarah. Di Yunani tradisi penulisan itu sudah dimulai yang disusun dalam bentuk puisi.1. Zaman Yunani-Romawi. Titus Livius (59 SM-17 M). Historiografi 1. para pakar sejarah umumnya melihat kepada historiografi Eropa karena dari wilayah inilah bermula munculnya tradisi penulisan sejarah. 13 . namun budaya zaman yang hidup waktu itu telah membuat karya lebih menyerupai mitologi daripada karya sejarah. Dengan adanya dua sudut pandang ini. dan Pablius Cornelius Tacitus (ca. Dalam masalah sejarah penulisan sejarah (historiografi). Ia banyak menulis tentang masa akhir Yunani sampai awal berdirinya Romawi. Penulis Romawi sendiri antara lain: Julius Caesar (100-44 SM). yaitu dengan terbitnya karya Herodotus yang disusul oleh karya Thucydides. Banyak aspek supernatural dipergunakan sebagai dasar penjelasannya mengenai sebab-musabab terjadinya suatu peristiwa. khususnya sejarah sebagai kajian ilmiah. sejarah mentalitas dll.

Conspiracy of Catiline. menulis Commentaries on Gallic War.6 ------0-------Adam----------Nuh--------Ibrahim-------.2. sekaaligus tentang adat-istiadat suku tersebut. Jugurtbine War. dan Germania. 1. Dalam pembuktiannya ia lebih banyak mengemukakan retorika sehingga mengorbankan kebenaran sejarah.3------0------. namun saying dia ceroboh dalam masalah kronologi dan geografi sehingga mengurangi nilai karyanya itu. dan civil War yang merupakan penjelasan mengenai sebab-musabab terjadinya perang Gallia. Livius merupakan salah satu contoh penulis yang hampir sepenuhnya menggunakan model Yunani. Analisanya dinilai cukup netral. sejarah tidak bisa dipisahkan dari teologi atau agama.Julius Caesar adalah seorang jenderal yang kemudian menjadi kaisar.4. Kebudayaan Yunani-Romawi yang bertumpu kepada kekuatan akal dianggap sebagai hasil setan karenanya harus ditolak dan digantikan dengan kebudayaan Kristen yang bertumpu pada agama dan supernatural. Karyanya itu merupakan paduan antara karya Livius yang cenderung pada retorika dan Polybius yang cenderung pada sejarah.kedatangan 14 . Histories. Zaman Abad Pertengahan. Sallustius terkenal dengan monografi dan biografinya. Ia tercatat sebagai orang pertama yang melukiskan sebab moral runtuhnya kekaisaran Romawi. Sebagai contoh adalah skema periodesasi yang disusun Augustine: --O------. Tradisi Yunani yang dilanjutkan oleh Romawi itu kemudian terhenti oleh kemenangan Kristen di Eropa. Menurut pandangan yang disebut terakhir. Bentuk karya yang disebut terakhir sekaligus menjadi salah satu 14irri bagi penulisan sejarah era Romawi.5 -------0---.Daud ---------Babylonia ----Jesus----. Sebagai contoh dalam periodisasi atau pembabakan sejarah disesuaikan dengan ajaran yang ada pada kitab Injil (Perjanjian Baru). yang merupakan memoir tentang suku Gallia. Ia menulis history of Rome.2 -------0-----.4 -----0---.1 ----0-----. Karyanya tentang berdirinya kota Roma merupakan campuran antara data factual dan fantasi. Tacitus menulis Annals.

yang menguangkapkan pembelaannya atas peradaban Kristen yang dituduh sebagai penyebab runtuhnya Romawi (Barat) pada abad ke-5 M. Hal ini antara lain tercermin dari karya Lorenzo Valla (1407-1457) yang menulis The History of Ferdinand I of Aragon. 1. namun keberaniannya dalam melakukan kritik merupakan satu langkah yang maju waktu itu. sekaligus sebagai pertanda berakhirnya Abad Pertengahan pada abad ke-15. Pada era ini semangat paga dan kebudayaan klasik Yunani-Romawi menjadi model. teologi yang dogmatis diganti dengan ilmu. Dalam karyanya itu itu Orosius mengatakan bahwa keruntuhan paganisme sudah menjadi kehendak Tuhan. Seven Books Against the Pagan karya Paulus Orosius (ca. Orang yang terlibat dalam sejarah suci akan dimenangkan oleh Tuhan. yang berupaya membuktikan bahwa berita kaisar Konstantinus (memerintah 305-337) telah memberikan hak politik kepada paus adalah tidak palsu. Pada masa ini pusat penulisan sejarah terdapat di gereja dan Negara dengan pendeta dan raja sebagai pelaku utama. Corak penulisan sejarah pun kembali mengalami perubahan. 180-250 M) yang mengungkapkan bahwa dunia diciptakan Tuhan pada 5499 SM. untuk memasuki era Renaissance. Pembuktian kebenaran sejarah tidak lagi bersandar pada wahyu melainkan pada akal.Jesus ke-2 The City of God adalah karya Augustine (ca.3. 380-420 M) murid Augustine. Tinjauan kritis dan netral yang didukung oleh data-data faktual tidak terlihat pada zaman Kristen di Abad Pertengahan ini. Menurut pandangan Kristen orang harus memilih antara Tuhan dan setan. Sejalan dengan semakin pulihnya keamanan dan perdagangan di Eropa. khususnya pada abad pertengahan yang sering dikenal dengan sebutan “Abad Kegelapan” (The Dark Ages) yang melahirkan struktur masyarakat feudal di Eropa. 15 . karena orang-orang kafir itu akan runtuh. The History of Ferdinand I of Aragon.4. Meskipun kebenaran yang dikemukakannya juga dapat disangkal oleh yang lain. 354-430 M) yang merupakan filsafat sejarah Kristen yang cukup berpengaruh. Reformasi dan Kontra Reformasi. Zaman Renaissance. Karya-karya yang lahir pada abad-abad ini antara lain: Chronographia karya Sextus Julius Africanus (ca.

Meskipun ia tergolong sejarawaan rasionalis. dan The History of the Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon yang terbit pada tahun 1776. Gibbon merupakan sejarawan pertama yang menggunakan eviden (dokumen) untuk pembuktian kebenaran sejarah. Historiografi pada abad ke-19 ditandai dengan beberapa cirri yang cukup menonjol. demikian pula mengenai sumbangan Islam pada peradaban dunia. namun dalam menulis tentang kemunculan agama Kristen di dunia Barat cukup obyektif. terutama dalam penggunaan sumber datanya.4. Tulisannya itu jelas merupakan karya yang memihak dan apologetis.Dekonstruksi terhadap historiografi Abad Pertengahan berlanjut pada masa “Reformasi”. Buku ini merupakan sejarah umum yang membeberkan sumbangan bangsa-bangsa Timur dan Islam terhadap peradaban dunia dan Eropa. Abad ini yang sering disebut sebagai Abad Rasionalisme-Pencerahan telah melahirkan banyak karya. yang banyak mengalihkan isu yang penting ke isu sekunder yang tidak relevan. misalnya: Essay on the manners and spirit of the Nation karya Voltaire (16971778) yang terbir pada tahun 1756. akurasinya dalam penulisan yang didukung dengan bukti-bukti membuat karyanya menjadi penting dan ‘abadi’ dalam historiografi dunia. antara lain: (1) penghargaan kembali pada Abad Pertengahan. (2) munculnya 16 . model Yunani dengan retorikanya masih cukup Nampak pada abad ke-17 dan ke-18. Cardinal Caesar Baronius (1538-1607) misalnya menulis buku Ecclesistical Annals yang merupakan jawaban langsung terhadap tuduhan dari buku Magdeburg Centuries. Hal ini antara lain tercermin dari karya lacich Illyricus (1520-1575). Magdeburg Centuries yang merupakan sejarah polemik. Dalam bukunya itu ia banyak menyerang institusi kepausan dari segi hukum dan konstitusi. Meskipun demikian nilai buku itu cukup tinggi. 1. Dari Rasionalisme ke Liberalisme. Seperti telah disinggung di atas. dari segi pengungkapan kebenaran sejarah.4. Seperti telah disinggung di atas. History of England from the Invasion of Julius Caesar to the Revolution of 1698 karya David Hume (1711-1776). Selain gayanya yng berbeda. Buku ini benyak dikecam oleh gerakan “kontra Reformasi” yang berupaya menegakkan kembali kewibawaan gereja Katholik yang dinilai telah dirusak oleh gerakan Reformasi.

Seperti dikemukakan oleh Carl L. (3) munculnya filsafat sejarah. melainkan fakta yang dipilih dengan sengaja oleh sejarawan. juga melahirkan banyak pemikir-pemikir sejarah (filsafat sejarah) yang berpengaruh pada perkembangan teori dan metode sejarah pada tahun-tahun berikutnya. dst. Tulisannya itu telah member dorongan timbulnya nasionalisme Jerman. Pengaruh filsafat sejarah Hegel ini antara lain nampak pada karya Francis Fukuyama. Pada gilirannya nanti sintesis ini akan berubah menjadi tesis baru. Dalam buku ini ia mengemukakan perbedaan antara orang-orang Jerman yang disebutnya Urvolk alias bangsa yang masih murni dan orang-orang Eropa selatan yang disebutnya Mischvolk alias bangsa campuran yang sedang mengalami keruntuhan. yaitu masyarakat kapitalis dengan sistem politik demokrasi liberalnya. dihargai. 17 . yaitu (1) perkembangan ekonomi yang didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan (2) keinginan untuk diakui. Dalam karyanya itu Fukuyama menginterpretasikan perkembangan masyarakat dunia (masa kontemporer) didorong oleh dua faktor. dan persamaan hak. Fakta sejarah bukanlah batu bata yang tinggal dipasang saja. dan (4) nasionalisme. Misalnya: Georg Wilhelm Friederich Hegel (1770-1831) yang menulis buku Philosophy of History. Dari pertarungannya itu melahirkan sintesis sebagai tujuan akhir. Sadar atau tidak. Dalam bukunya itu ia berpendapat bahwa sejarah itu naju dengan cara dialeksis. Diawali dengan tesis yang mendapat perlawanan dari satu kekuatan yang disebut anti-tesis. Abad 19 selain melahirkan Leopold von Ranke yang dianggap sebagai bapak sejarah science.liberalism. dengan proletariat sebagai sarana pembebasan manusia. Sejarah yang bersifat nasionalistis misalnya Address to the German Nation karya Johann Gottlieb Fitchte (1762-1814). Heinrich Karl Marx (1818-1883) memakai dialektika Hegel. The End of History and The Last Man yang terbit pertama kali pada tahun 1992. Kedua faktor inilah yang sering digugat oleh sistem komunis yang dapat dinilai sebagai kekuatan anti-tesis yang kemudian menghasilkan tujuan akhir sejarah manusia. setiap orang yang menulis pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu. yang kemudian berproses sampai menghasilkan sintesa baru. sebab menulis sejarah “sebagaimana yang terjadi dinilai bertentangan dengan psikologi. Menjelang akhir abad ke-19 kebenaran yang dikemukakan oleh Ranke mulai diragukan.

dan “Babad Kraton”.5. dan “Carita Parahiyangan”. yang disesuaikan dengan kebutuhan zamannya. Kemudian pada abad ke-19 beberapa pelaku sejarah juga menuliskan sejarahnya. Akan tetapi karya-karya para “sejarawan” atau tepat para pujangga dinilai kurang bernilai sejarah karena sarat dengan mitos-mitos seperti halnya historiografi Abad Pertengahan di Eropa. legitimasi.Becker (1873-1945). Atas dasar pemikiran itu maka muncul gagasan baru tentang perlunya “sejarah baru” atau “new perpective on historical writing”. Berbeda dengan historiografi modern yang dipelopori Ranke yang menekankan kritik. 1. semasa dia berada di pengasingan. tidak dapat menangkap realitas di bawah dan tidak dapat memahami perilaku manusia. “Negara Kertagama”. misalnya “Pararaton”. Oleh karena itu pada awalnya tidak sedikit sejarawan akademik yang menilai karya-karya seperti itu tidak patut dijadikan sebagai referensi penelitian sejarah ilmiah. Penulisan sejarah di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak masa kerajaan HinduBuddha berkembang di kepulauan Indonesia. “Tuhfat al Nafis”. anakronis. dengan sumber data yang seringkali sulit dilacak serta analisa sebab-musabab supernaturalnya. yang ditulisnya pada tahun 1835. Sifatnya primordial atau istana sentries. Historiografi Indonesia. Ia menulis Babad Giyanti yang merupakan penafsiran kembali karya-karya yang lebih tua. Yasadipura (1729-1805) barangkali dapat disebut sebagai ‘sejarawan’ yang mulai mengkaji kembali karya-karya historiografi tradisional Indonesia. terbit misalnya. Sementara itu James Harvey Robinson (1863-1936) mengatakan bahwa sejarah kritis kita hanya dapat menangkap “permukaan”. maka sejarah baru menekankan perlunya penggunaan ilmu-ilmu sosial. pemujaan terhadap fakta hanyalah ilusi. “Babad Tanah Jawi”. “Hikayat Tanah Hitu”. seperti Pangeran Dipenogoro menulis Babad Dipenogoro.4. sekaligus mendekatkan kembali ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial. sehingga seringkali sejarah baru itu disebut sebagai “sejarah sosial”. Salah satu pujangga istana Surakarta. Mungkin saja masih banyak pujangga dan pelaku sejarah 18 . Demikian pula era kesultanan atau kesunanan yang bercorak Islam.

Karyanya. di antaranya karya FW Stapel dkk. yang mempunyai pengaruh besar terhadap penulisan sejarah Indonesia kemudian. Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang menerbitkan karya biografinya. terutama buku-buku ajar sejarah pada tingkat sekolah menengah. Kemudian pada tahun 1936 giliran saudaranya. Namun seperti dikemukakan oleh Coolhaas bahwa harapan penulisan sejarah Indonesia akan sulit berkembang mengingat orang-orang Indonesia masih sedikit yang terlibat secara aktif dalam politik. Sejalan dengan berkembangnya metode kritis. Husein Djajadiningrat dapat dikatakan sebagai orang Indonesia pertama yang melakukan prinsip-prinsip metode kritis sejarah. bukan sultan. Awal abad ke-20 perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan munculnya studi sejarah yang kritis. sejarah dianggap benar dan penting-bahkan oleh orang-orang Indonesia berpendidikanadalah “babad londo” dengan tokoh-tokohnya yang berkuasa seperti gubernur jenderal dan para residennya. Indonesia dan Belanda. Geschiedenis van Nederlandsch-Indiё. Setelah proklamasi kemerdekaan literatur sejarah Indonesia mengalami “booming”. sampai meletusnya Perang Dunia II karya-karya sejarah kolonial masih mendominasi.Indonesia yang menulis. perkembangan nasionalisme Indonesia yang berkembang sejak awal tahun 1920-an. Selain itu mereka mempunyai tradisi dalam historiografi kolonial yang cukup lama Oleh karena itu pada masa kolonial. penelitian. Kenyataannya memang demikian. namun sejalan dengan perkembangan dunia kolonial. Semangat inilah yang mendorong penulisan sejarah dengan pendekatan “Indonesia sentries” menggantikan sudut pandang “Eropa sentries” atau “Belanda sentries” yang berkembang waktu itu. susuhunan. pengumpulan data dan komunikasi pemikiran sejarah pada abad ke-19 hampir sepenuhnya berada di tangan orang-orang Belanda/Barat. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) sebenarnya merupakan studi filologis yang menggunakan historiografi tradisional sebagai obyeknya. kiai atau pemimpin Indonesia lainnya. membutuhan pula sejarah yang dapat menunjukkan identitas dan simbol keindonesiaan. Semangat nasionalisme yang berkobar-kobar dalam periode post kolonial 19 . Kenang-kenangan Pangran Aria Achmad Djajadiningrat (Herrineringen van Pangran Aria Achmad Djajadiningrat) dalam dua bahasa.

Muhammad Yamin menghasilkan beberapa karya sejarah. Imam Bonjol. Demikian pula sejarah perlawanan terhadap penjajah. Dapat dikatakan sebagian besar karya sejarah waktu itu tidak lebih dari sejarah kolonial yang diputar balik peranan pelakunya. Meskipun sudah muncul alternatif baru dengan multidimensinya. Karena itu pula banyak kritik terhadap karya seperti itu. Pada tahun 1977-1979 terbit secara bertahap karya monumental AH Nasution Sekitar Perang Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia yang 20 . Pesimistis yang sempat berkembang itu kemudian menghilang sejalan dengan dibukanya kembali program studi sejarah di beberapa perguruan tinggi Indonesia.telah mendorong diterbitkannya buku-buku sejarah yang “Indonesia Sentris”. Tidak sedikit pula sejarawan asing yang pesimistis terhadap obyektivitas sejarah yang “Indonesia sentries”. Tidak sedikit politisi aktif yang ikut menulis sejarah seperti Mr. Pada tahun 1966 terbit buku The Peasants’ Revolt of Banten in 1888: Its Conditions. dari “jahat” menjadi “baik”. seperti Perang Dipenogoro. namun sampai sampai dekade 1970-an. yang kemudian dikenal sebagai sejarah sosial.masih cukup dominan. atau menuliskan memoarnya. Pemberontakan Petani Banten 1888 terbit pada tahun 1984) karya Sartono Kartodirdjo. yang disusul oleh karyanya yang lain seperti Protest Movement in Rural Java (1973). Sartono menawarkan alternatife dan perspektif baru dalam penulisan sejarah Indonesia. pergerakan nasional dan sebagainya menempati posisi yang sama seperti biografi para tokoh tadi. antara lain 6000 Tahun Sang Merah Putih. Oleh karena itu pada periode post revolusi ini banyak diterbitkan biografi tokoh-tokoh maupun pahlawan nasional seperti: Teuku Umar. dari “pemberontak” menjadi “pahlawan”. dari pemberontak Diponegoro menjadi pahlawan Diponeogoro dan seterusnya. sejarah politik-khususnya masa pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan. Pattimura. Perang Padri. Perang Aceh. Nuku dan Diponegoro karena obyek-obyek penulisan seperti ini yang mampu menunjukkan identitas dan symbol keindonesiaan. Course and Sequel (terjemahannya. seperti TB Simatupang menulis Laporan dari Banaran (1960) Semangat patriotisme yang berkobar-kobar namun tidak disertai dengan penguasaan metode sejarah teknis membuat banyak karya sejarah terbit pada periode ini sulit dipertanggungjawabkan dengan metode kritis. Dengan karyanya ini.

di samping beberapa orang Indonesia dalam bentuk disertasi. sampai akhir dekade 1970-an masih lebih banyak ditulis oleh peneliti asing. yang sampai akhir hayatnya belum sempat diterbitkan. Selain itu. Keprihatinan inilah antara lain yang menjadi salah satu faktor untuk menulis buku sejarah nasional sejenis yang lebih baik. Namun buku yang cukup tebal ini mempunyai satu kelemahan yang cukup mendasar. Buku ini semula adalah artikel-artikel yang dimuat dalam majalah Prisma No. Taufik Abdullah dan Prof. misalnya Onghokham (1975) yang menulis tentang Madiun pada abad ke-19. Demikian pula dengan sejarah sosial Indonesia. Setelah itu pada tahun 1979 terbit buku Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia (1979) karya Nugroho Notosusanto yang merupakan studi akademik pertama tentang masa pendudukan Jepang yang dikalakukan oleh orang Indonesia. Para sejarawan yang dimotori oleh Prof. Meskipun ada perkembangan dalam penulisan sejarah Indonesia. 21 . Buku SNI dinilai masih mengandung banyak kelemahan. Dr. Dalam waktu yang hampir sama terbit kumpulan biografi singkat dari berbagai tokoh yaitu Manusia Dalam Kemelut Sejarah (1978). Upaya itu mulai dirintis sejak penghujung abad ke-21. Buku ini banyak memberikan informasi tentang jalannya perang pada periode 1945-1949. tepatnya tahun 1977 terbit buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) yang terdiri dari 6 jilid yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan. namun di pihak lainnya telah mengundang polemik dan keprihatinan dari beberapa sejarawan lainnya. baik dari segi metode maupun data faktualnya. dalam dekade 1970-an.. namun banyak orang Indonesia yang menilai penulis-penulis asing masih lebih baik dalam tulisan sejarah yang bertema “perang kemerdekaan Indonesia”. Di satu pihak kehadiran buku SNI berhasil menjawab kebutuhan akan adanya buku sejarah Indonesia yang “nasionalistis”.terdiri dari 11 jilid. Dr. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Buku ini merupakan karya bersama sejarawan Indonesia waktu itu dalam upaya mewujudkan sejarah nasional. yaitu dalam masalah sumber data. Duduk sebagai editor umumnya adalah Sartono Kartodirdjo.8 tahun 1977. misalnya Nationalism and Revolution in Indonesia (1970) karya George Mc T Kahin dan Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance 1944-1946 (1972) karya BROG Anderson.

Metode baru itu. Lapian yang bertindak sebagai editor umum. sebenarnya perkembangan historiografi Indonesia tidaklah sesuram itu. Penggunaan metode strukturistik itu terlihat dalam beberapa karyanya seperti Halmahera Timur dan Raja Jailolo (1996) dan Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (2006). Perintis pendekatan strukturistik di Indonesia adalah R.A. Justru sejak akhir abad ke-20 telah berkembang pula penulisan sejarah dengan pendekatan baru. Namun perkembangan itu luput dari pengamatan para pakar sejarah. merencanakan untuk menulis sejarah Indonesia yang nantinya terdiri dari 8 jilid (plus satu jilid tambahan). dapat dikatakan semacam jembatan antara metode naratif dengan metode struktural. Di luar keprihatinan itu. 22 . khususnya yang menyangkut tema sekitar “Gerakan September Tiga Puluh” atau “G-30-S PKI”. yaitu metode strukturistik.Z. karena sebagian besar lebih tertarik untuk mengamati dan mendekonstruksi sejarah politik masa Orde Baru. Leirissa dari Universitas Indonesia.B.

Mengapa Leopold von Ranke diberi gelar bapak sejarah akademik (father of historical science)? d.Tes Formatif a.  Penguasaan teori dan metodologi sangat berpengaruh terhadap mutu penulisan sejarah  Historiografi Indonesia modern mulai berkembang sejak awal abad ke-20 yang ditandai dengan terbitnya karya Husein Djajadinigrat. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) dan semakin berkembang sejalan dengan dibukanya program-program studi sejarah pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Jelaskan mengapa historiografi tradisional Indonesia dinilai tidak patut dijadikan sebagai sumber data atau bahan referensi sejarah? f. Tunjukkan bentuk sejarah tekstual dan nontekstual 3. Rangkuman  Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Coba sebutkan beberapa buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh sejarawan Indonesia.1.Latihan 1. yang bertemakan perang kemerdekaan atau revolusi Indonesia? 23 .6.6. Jelaskan bagaimana cara pembuktian kebenaran sejarawan Yunani dibandingkan sejarawan masa kini? c. 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “zeitgeist”? b.1. Buatlah laporan sebuah biografi pahlawan Indonesia 1. Jelaskan bagaimana cara kerja filsafat Hegel dalam membuktikan kebenaran sejarah? e. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu sejarah 2.5.

Fukuyama. 1983. Yogyakarta: Bentang. Barraclough. Modern Historiography An Introduction. 1996. Jakarta: Pustaka Sejarah. Mengerti Sejarah. Breisach. Kahin. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. 2006. Aswab Mahasin. 1982.. Manusia Dalam Kemelut Sejarah. Gottschalk. R. 1979. Pengantar Ilmu Sejarah. ---------------. 24 . The End of History and The Last Man: Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal.). Jakarta: Balai Pustaka. Oxford-Cambridge: Blacwell. M. (terjemahan oleh: Hasan Basari) Jakarta: Pustaka Jaya. William H. dan Daniel Dhakidae (red). Francis.Daftar Sumber Abdulah. 2005. Ricklefs. 1993. New York-London: Holmes & Meier. 1982. (Terjemahan oleh H. Jakarta: Gramedia. Bentley. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. ---------------. 1995. Sartono. Jalan Peristiwa. 2004. Nugroho. Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia. Taufik.C. Pemahaman Sejarah Indonesia: Sebelum dan Sesudah Revolusi. Louis. & Modern... ---------------. Soeri Soeroto (peny.Halmahera Timur dan Raja Jailolo. Medievel. Ernst. Jakarta: PT Gramedia. Jakarta: LP3ES. 1984. Jakarta: LP3ES. Jakarta: Serambi. Notosusanto. Leirissa.M. Protest Meovement in Rural Java. Kuntowijoyo. Goerge Mc T. 2006. The Structures of History. London-New York: Routledge. Kartodirdjo. dan Kelanjutannya. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif. Frederick. Christopher.Chicago-London: The University of Chicago Press. Michael. Main Trends in History. Pemberontakan Petani Banten 1888: Kondisi. 1978. Amarullah) Yogyakarta: Qalam.. Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Lloyd. 1970. Ithaca-London: Cornell University Press. 1991. Historiography: Ancient. 2006. Geoffrey.Z. Nationalism and Revolution in Indonesia.

BAB II PEMBENTUKAN BANGSA INDONESIA 2 . Uraian dimulai sejak pra-Indonesia.1. Tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan di Indonesia 2. Terbentuknya bangsa dan negara Indonesia 25 .1. Di sini juga dikemukakan nama ”Indonesia” yang diciptakan oleh J. Indonesia yang 2. 2. Pendahuluan 2. Memahami penciptaan nama “Indonesia” dan konsep ”Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan. Lahir dan perkembangan nasionalisme Indonesia 4.2.R. sejak adanya kerajaan-kerajaan kuna pada abad ke-5 Masehi hingga tahun 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan.3. Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1.1. Logan pada pertengahan abad ke-19 dan nama atau “Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan yang dibuat Perhimpunan Indonesia. Deskripsi Singkat Pertemuan ini akan memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat memahami proses pembentukan bangsa Indonesia.1. 3. Manfaat Manfaat utama bagi mahasiswa setelah mempelajari bab ini adalah agar mereka memahami bagaimana proses terbentuknya bangsa dan negara memakan waktu panjang.1.

sehingga daerah kekuasaannya meliputi seluruh pulau Sumatra dan pulau-pulau di sebelah 26 . dan Mulawarman. Kerajaan Sriwijaya kemudian dapat mengalahkan kerajaan Malayu dan penguasa-penguasa daerah lainnya. Aswawarman. sejak bangkitnya nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo (BU). Buddha. Selanjutnya. organisasi pertama bangsa Indonesia. Pra-Indonesia Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa dan negara Indonesia resmi terbentuk sebagaimana disebut dalam UUD 1945. berada pada masa pra-Indonesia.2.1. oleh Sukarno dan Muhammad Yamin masingmasing kerajaan tersebut merupakan negara kebangsaan (nationale staat) pertama dan kedua. sedangkan kerajaan Tarumanagara diperintah oleh Purnawarman. Dua kerajaan yaitu Sriwijaya di Sumatra Selatan dan Majapahit di Jawa Timur. namun karena perang itu karena adanya keinginan untuk mengusir penguasa asing dari wilayah mereka. pada abad ke-7 Masehi di pantai timur Sumatra bagian selatan berdiri dua kerajaan Buddha yaitu Sriwijaya dan Malayu. Kerajaan Hindu Kutai diperintah berturut-turut oleh Kundungga. Walaupun perang-perang itu hanya meliputi suatu wilayah tertentu. Pada abad ke-7 Masehi. Jawa Barat. Sejarah kerajaan-kerajaan Hindu. Sebelum 1908 merupakan masa pra-Indonesia yang sejarahnya dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada Abad ke-5 Masehi.2. dapat dikatakan bahwa mereka telah mempunyai rasa nasionalisme dalam bentuk awal (proto nasionalisme). mulai 1908. kedua kerajaan tersebut tidak terdengar lagi beritanya. keduanya berdiri pada abad ke-5 Masehi.2. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia melalui suatu proses yang panjang. Adanya perang-perang antara raja-raja dan pemimpin rakyat melawan penguasa asing yang berlangsung sejak abad ke17 hingga abad ke-19 menunjukkan adanya proto nasionalisme di kalangan mereka. yaitu Kutai di Kalimantan Timur dan Tarumanagara di Bogor. 2. Muhammad Yamin juga menyebut Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Negara Kebangsaan ketiga. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha Masa pra-Indonesia dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan tertua. kemudian Islam yang ada di wilayah Indonesia.

kemudian baru belajar ke India. Penggantinya. Seorang pendeta agama Buddha yang mau belajar ke India dapat belajar lebih dahulu di Sriwijaya. dan sebagian Jawa Barat. pusat pemerintahan Mataram dipindahkan ke Jawa Timur. Mpu Sindok menamakan dirinya Sri Isanawikrama mendirikan wangsa Isana yang menurunkan raja-raja di Jawa Timur sampai tahun 1222. dan Jawa Timur memenuhi tuntutan itu. Kerajaan Sriwijaya menguasai jalar lalu lintas perdagangan antara India dan Cina dan menjamin keamanannya dari ancaman bajak laut. Pada waktu yang relatif bersamaan.timurnya. Raja pertama. dihukum dengan memotong jari-jari kakinya untuk pelajaran terhadap rakyatnya. Wilayah kerajaannya meliputi Jawa Timur. Semenanjung Malayu. Ada beberapa kemungkinan alasan kepindahannya. Sriwijaya merupakan pusat pengajaran agama Buddha yang bertaraf internasional. Bali. Pada tahun 1017 ketika ia merayakan pernikahan putrinya dengan Airlangga. kemudian ada seorang raja bernama Dharmawangsa. antara lain karena bencana alam. Jawa Tengah. ratu yang memerintah secara adil. ada masa yang gelap. Untuk menghindari perang saudara. melainkan perlu juga dari hasil perdagangan. sebelum ia meninggal kerajaan dibagi dua. Salah seorang rajanya yang terkenal adalah Ratu Hsi-mo atau Sima. Pada masa pemerintahannya ditulis kekawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa. namun pendapat yang kuat berada di Palembang. menamakan dirinya sebagai ”permata wangsa Sailendra”. Rakai Panangkaran. pada awal abad ke-8 di Jawa Tengah berdiri kerajaan Mataram yang beribukota di Medang. menaklukkan raja-raja di sekitarnya. Sanjaya. Putra mahkota sendiri yang tidak sengaja telah menginjak pundi-pundi berisi emas yang ditaruh di jalan. dan beberapa pulau di Nusa Tenggara. kemudian mengalahkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya satu per satu. Samarattungga. Waktu pemerintahan Mpu Sindok. mungkin juga karena kerajaan tidak dapat hidup hanya dari hasil pertanian. di Jawa Tengah berdiri kerajaan Holing atau Kalingga. 27 . Ia mendirikan candi Kalasan dan Sewu. Pawon. Tahun 1019 Airlangga naik tahta. dan ia terbunuh. Mengenai pusat pemerintahan Sriwijaya. sampai sekarang masih diperdebatkan. mendirikan candi Borobudur. Airlangga sebagai menantunya berhak naik tahta menggantikan mertuanya. Setelah pemerintahan Mpu Sindok. dan Mendut. Penggantinya lagi. dibakar. Setelah Kalingga. istana diserang.

penguasa bawahannya di Tumapel setelah membunuh Tunggul Ametung. Jayanegara. bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Puncak kebesaran atau zaman keemasan Majapahit ada di bawah pemerintahan raja Hayam Wuruk yang didampingi oleh patihnya. dan lahirlah kerajaan baru. Pasukan Kubilai Khan kemudian dapat dikalahkan oleh R. sedangkan kerajaan Kediri tumbuh dan berkembang. Daerah kekuasaan Majapahit. Tahun 1293 berdiri kerajaan Majapahit. meliputi Sumatera di bagian barat sampai daerah Maluku dan Irian di bagian timur. Kerajaan Jenggala akhirnya lenyap. Ia mengucapkan ”sumpah palapa” di hadapan raja dan para pembesar Majapahit dalam rangka melaksanakan politik nusantaranya. Singhasari. mendirikan wangsa Rajasa yang memerintah di kerajaan Singhasari dan Majapahit. Politik untuk menguasai seluruh nusantara berakhir tahun 1357 28 . Ken Arok naik tahta dan menamakan dirinya Rajasa. penggantinya berturut-turut adalah Anusapati. Dalam rangka melaksanakan politik tersebut ia menundukkan daerah-daerah yang belum bernaung di bawah Majapahit.Pembagian kerajaan dilakukan oleh Mpu Barada. Gajah Mada. Pada masa pemerintahannya ditulis kitab Bhratayuddha oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. R. Ia dikalahkan oleh Jayakatwang. Setelah Ken Arok. kerajaan pecah dua. Di antara raja-raja Kediri yang terkenal karena ramalan-ramalannya adalah Jayabaya. Kediri. tahun 1222 dikalahkan oleh Ken Arok. sebelah timur dinamakan kerajaan Jenggala dan sebelah barat kerajaan Panjalu yang kemudian terkenal dengan nama Daha atau Kediri. Tohjaya. Ranggawuni. Kediri dikuasai. keturunan Singhasari. penggantinya adalah adiknya perempuan yang bergelar Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwardhani. Setelah Jayanegara meninggal. raja bawahannya. luas. Wijaya. meliputi hampir seluas wilayah Indonesia sekarang. Wijaya menobatkan diri menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Jayakatwang kemudian dikalahkan oleh pasukan Kubilai Khan yang sesungguhnya datang untuk menyerang Kertanegara yang telah menyakiti utusannya. Kertajaya. dan raja terakhir adalah Kertanegara. Setelah Airlangga meninggal. Ia kemudian digantikan oleh putranya. Raja Kediri terakhir.

Dharmono Hardjowidjono). Tabanan. Kerajaan tersebut kemudian dikalahkan oleh Majapahit. Salah seorang rajanya bernama Dharma Udayana Warmadewa yang memerintah pada akhir abad ke-10. tidak diketahui secara pasti. 4 1 Peristiwa atau perang di Bubat terjadi ketika Raja Kerajaan Sunda bersama putrinya. 1991. yaitu kerajaan Kuningan dan Saunggalah. Prahajyan Sunda. Selain itu di Jawa Barat ada kerajaan-kerajaan kecil. H. Jilid II. Salah seorang putra Udayana adalah Airlangga yang menjadi raja di Jawa Timur. tahun 1579 dikalahkan oleh kerajaan Islam. Edisi Pemutakhiran. dan bagaimana nasib para penguasa Majapahit sesudah penaklukan. 400. 26.C. setelah Tarumanagara runtuh menjelang akhir abad ke-7.1 Negarakertagama oleh Mpu Prapanca. Di Jawa Barat. Sejarah Nasional Indonesia. diperkirakan terletak di sekitar Tampaksiring. (Terj. Para pembesar tidak setuju dengan sikap Gajah Mada. Nama raja yang memerintah antara lain Ratu Sri Ugrasena. dan Buleleng. Sejarah Indonesia Modern. tidak ada raja yang kuat. Dyah Pitaloka. Kerajaan Sunda pada masa pemerintahan raja terakhir. Perselisihan terjadi ketika Gajah Mada tidak menghendaki jika perkawinan itu dilangsungkan begitu saja. Kerajaan Majapahit runtuh sekitar tahun 1527 dikalahkan oleh Demak.2 Bagaimana penaklukan Majapahit oleh Demak. dan yang sangat terkenal adalah kerajaan Pakwan Pajajaran. Jilid II. Ia menghendaki agar putri itu dipersembahkan oleh raja Sunda kepada raja Majapahit sebagai tanda tunduk terhadap kerajaan Majapahit. Menurut sumber asing. 2008. terjadilah perang di Bubat. Menurut sumber lokal/asli. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. namanya sesuai dengan pusat pemerintahannya. 29 . 2 Ricklefs. hlm. terdapat satu kerajaan Hindu-Buddha bernama Kerajaan Sunda.sehubungan dengan terjadinya peristiwa di Bubat. Karangasem. Rombongan raja Sunda itu datang untuk mengawinkan putrinya dengan Hayam Wuruk sebagai permaisuri. pusat pemerintahannya berpindah-pindah. selanjutnya kerajaan dikuasai oleh keluarga raja Jawa. Kawali. beserta para pembesar kerajaan dan pengiringnya sampai di Majapahit. Drs. sesudah itu raja yang memerintah memakai gelar Warmadewa. Selain itu di Bali berdiri kerajaan-kerajaan lain seperti Gianyar. Kerajaan-kerajaan itu adalah kerajaan Galuh. Jakarta: Bali Pustaka. Nusiya Mulya. terjadi perang-perang saudara. hlm. Mengwi. 4 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum). Hayam Wuruk kemudian menikah dengan Paduka Sori. di Jawa Barat ada beberapa kerajaan. pada abad ke-9 terdapat kerajaan Singhamandawa. Edisi Pemutakhiran.. anak Bhre Wengker Wijayarajasa.. Pada masa itu ditulis kitab Setelah Hayam Wuruk meninggal. Semua orang Sunda termasuk Dyah Pitaloka gugur. 3 Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha adalah karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indonesia.3 Di Bali.

dan Cirebon. terdapat kerajaan Demak. Di Kalimantan Timur. Di Kalimantan terdapat kerajaan Banjar. Siak. Jambi. Banten. Soppeng. 2. Batak. Raja pertama adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530). Di Maluku terdapat kerajaan Ternate dan Tidore. yaitu kerajaan Samudra Pasai. ada kerajaan Kutai yang beragama Hindu. Tambora. dan Pontianak. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Islam Setelah agama Islam masuk ke Indonesia. dan Luwu. Kemudian salah seorang raja penggantinya mengalahkan beberapa kerajaan seperti Batak. muncul kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam. kemudian masuk Islam setelah kalah bertanding kesaktian dengan mubaligh yang menyebarkan Islam ke sana. Rupat. Aceh Darussalam. Pase. Kerajaan ini mengalami puncak kekuasaan atau zaman keemasan di bawah Sultan Iskandar Muda 5 Kerajaan-kerajaan di Sumatera banyak sekali. Pirada. raja pertama bergelar Sultan Malik As-Shaleh. Lambri atau Lamaru atau Tamni. Tiku. Kerajaan Negara Dipa pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Indragiri. Sumbawa. Panchur. Pajang. Mataram. Raja Mahkota. Pedir. Palembang.2. Kerajaan Samudra Pasai di Sumatra bagian utara tumbuh pada pertengahan abad ke-13. dan Barus. Nusa Tenggara. Kampar. dan Kahuripan yang berpusat di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai sekarang. Kalongkong. Kerajaan Aceh Darussalam tumbuh dan berkembang pada abad ke-16. dan Barus. Aru. banyak kerajaan. Kerajaan mengadakan hubungan pernikahan dengan kerajaan Malaka di Malaysia. Kerajaan juga pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Timar Tengah. Sulawesi Selatan. Di Sulawesi terdapat kerajaan Gowa-Tallo.Di Kalimantan ada kerajaan-kerajaan Hindu yaitu kerajaan Negara Dipa. Di Sumatra. Kerajaan-kerajaan itu ada di Sumatra. Kerajaan tersebut selalu mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Kalimantan. Andalas. Arcat. Aru. Bima. Di bawah pemerintahannya Aceh menaklukkan Samudra Pasai dan Pedir. Bican. terutama ada di sepanjang pesisir Selat Malaka dan pesisir barat. Tongkal. Minangkabau.5 Di Jawa. Bone. dan Maluku. Jawa. dan Dompu. Di Nusa Tenggara terdapat kerajaan Lombok. Salah seorang rajanya. terutama Kutai. Jambi. Kutai. Daha. Kerajaan ini sudah menggunakan mata uang yang terbuat dari emas yang disebut dramas. karena itu pengaruh Majapahit sampai di sana. 30 . Wajo.2. Pariaman. Daya.

Perang diakhiri dengan kalahnya Aceh pada tahun 1904. Johor di Malaysia. lalu dipindah lagi ke Manado dan meninggal di sana tahun 1864. daerahnya langsung dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda. Di Jambi kerajaan Islam berdiri pada sekitar tahun 1500 di bawah pemerintahan Sultan Orang Kayo Hitam. pertama antara tahun 1821-1825 dan kedua antara tahun 1830-1938. Antara tahun 16591706 Kesultanan Palembang diperintah oleh sebelas orang sultan. Teuku Umar dan Cut Nyak Din. merebut Pahang. Di bawah pemerintahannya Aceh menjadi negara yang paling kuat di Nusantara bagian barat. Sejak 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan. pada abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. Sumatra bagian selatan. Di Minangkabau. Pada tahun 1873-1904 kerajaan ini berperang melawan Belanda. Setelah pemerintahannya. Ia menaklukkan kerajaan-kerajaan di pesisir timur dan barat Sumatra. kemudian diasingkan ke Cianjur. Para pimpinan perang di antaranya Panglima Polem. Sedangkan agama Islam masuk ke Minangkabau sekitar akhir abad ke-15. Aceh memasuki masa perpecahan yang panjang. mengalahkan armada Portugis di Bintan. raja berkedudukan di Pagaruyung. Di Sumatra Barat. dan Nias. agama Islam baru masuk pada akhir abad ke-14 atau awal abad ke-15. Dalam serangan Belanda kedua.(1607-1636). Kampar. Pada waktu pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819 kerajaan diserang Belanda. Perang berlangsung dua babak. Pemimpin Kaum Padri antara lain Tuanku Imam Bonjol tertangkap. Di pantai timur Sumatra ada kerajaan-kerajaan Islam Siak atau Siak Sri Indrapura. raja sebagai lambang negara. Sultan Mahmud Badaruddin ditangkap lalu dibuang ke Ternate. dan Indragiri yang berdiri pada abad ke-15. Teuku Cik Di Tiro. Kaum Padri akhirnya kalah. 31 . dari sana dipindahkan ke Ambon. Raja pertama kesultanan Palembang bergelar Abdurrakhman Khalifat al-Mukminan Sayidil Iman atau Pangeran Kusumo Abdurrakhman. Palembang. perang antara kaum Paderi melawan kaum Adat yang dibantu oleh Belanda. akibatnya Belanda berhasil mengukuhkan kekuasaan politik dan ekonominya di Minangkabau atau Sumatra Barat. Di Minangkabau antara tahun 1821-1838 terjadi perang Paderi. sedangkan kekuasaan ada di tangan para penghulu yang tergabung dalam Dewan Penghulu atau Dewan Nagari.

Sultan Trenggono mengalahkan penguasa-penguasa Tuban. terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga. (Setelah Hadiwijoyo. Lamongan. Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono Demak mengalami zaman keemasan. raja berikutnya adalah Pati Unus (1518-1521). Demak didirikan pada perempat terakhir abad ke-15 oleh seorang asing yang beragama Islam. Kemudian pengganti Kerajaan Pajang adalah kerajaan Mataram yang pusatnya di kota Surakarta dan Yogyakarta. ”Sultan” Demak pertama. merupakan pengganti Demak. Sunan Kali Jaga. Daerah Mataram yang termasuk wilayah kerajaan Pajang. Panarukan. Setelah Raden Patah. 32 . Sunan Muria. Sunan Bonang. 6 Kerajaan Pajang yang ada di pedalaman Jawa Tengah. Madiun. dihadiahkan Sultan Pajang kepada Kyai Gede (Ageng) Pemanahan yang merupakan keturunan raja Majapahit terakhir. Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo (1584-1601). Raja-raja Demak terkenal sebagai pelindung agama. Sunan Giri. Wilayah itu pertama kali diperintah olehnya pada tahun 1578. ”Sultan” Trenggono terbunuh ketika melakukan ekspedisi melawan Panarukan tahun 1546. Surabaya. Setelah Sultan Trenggono meninggal tahun 1546. dan Syeh Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. Demak di bawah Sultan Trenggono merupakan zaman keemasannya.Di Jawa berdiri kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam yaitu Demak. dan berikutnya lagi Sultan Trenggono. Pasuruan. Termasuk Wali Sanga adalah: Sunan Ampel. terutama dengan Wali Sanga. tahun 1484 pemerintahan dipegang oleh anaknya. Ia menantu Sultan Pajang Hadiwijoyo yang meninggal tahun 1587. Antara raja-raja dan ulama erat berhubungan. dan kemudian Jaka Tingkir yang menobatkan dirinya sebagai Sultan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. raja Majapahit terakhir. dan Surabaya di Jawa Timur. Banten dan Cirebon di Jawa Barat. Sunan Kudus. Raden Patah. Pendirian Mesjid Agung Demak oleh para wali dengan arsiteknya Sunan Kali Jaga merupakan pusat dakwah para wali. pemerintahan Pajang di tangan Pangeran Banowo). hlm. Arya Penangsang. 56. Berturut-turut raja-raja yang memerintah sesudahnya adalah Sultan Prawoto. Wilayah Demak meliputi daerah Jawa Timur dan Jawa Barat. kemudian Mataram di Jawa Tengah. kerajaan Mataram dikembangkan ke daerah pesisir utara Jawa Tengah. Sunan Drajat. Di bawah pemerintahannya. dan Blitar. Pajang. adalah putra Prabu Brawijaya Kertabhumi. Setelah ia meninggal. Sunan Gunung Jati. 6 Rikleft.

Setelah merasa kuat. Tahun 1645 ia sakit dan meninggal. juga gagal. Pati. Banten kemudian diperintah oleh Gunungjati sebagai vasal Demak. Waktu mau minta bantuan pada VOC karena pemberontakan Trunajaya. Mataram mengakui kekuasaan VOC. Ia kemudian digantikan lagi oleh Sultan Agung. dan Pasuruhan. Mataram di bawah Sultan Agung selain bersifat agraris juga mengembangkan perdagangan ekspor dan impor melalui pelabuhan di pesisir utara Jawa seperti Jepara. Ia memindahkan kraton dari Kota Gede ke Plered. Ponorogo. Kendal. Setelah Senopati meninggal. Senopati melepaskan diri sebagai vasal kerajaan Pajang dan kemudian mengalahkan Pajang sekitar tahun 1587-1588. Sultan meluaskan wilayah kekuasaannya ke Lampung. raja terbesar Mataram (1613-1646). pusat kerajaan dipindahkan ke Surasowan di teluk Banten.Jawa Timur. kedudukannya digantikan oleh Raden Mas Jolang (16011613). Mas Jolang tahun 1613 meninggal di Krapyak. menaklukkan Demak. dan Jawa Barat. Jenazahnya dimakamkan di Tegal Arum. Tahun 1552 Sunan Gunungjati pindah ke Cirebon. Sultan Agung kembali menyerang Surabaya tahun 1625. Mataram di bawah pemerintahannya mengalami puncak kejayaannya. Mula-mula Banten sebelum 1525/1526 merupakan kadipaten dari Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. Setelah Sultan Agung meninggal. dan Tegal. Mataram dibagi dua yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surabarta. Selanjutnya. Tahun 1628 ia mengirim pasukannya ke Batavia tetapi tapi gagal. Kalahnya 33 . Senopati meluaskan kekuasaannya. berpusat di Banten Girang yang diperintah oleh Pucuk Umun. suami saudara perempuan Sultan Trenggono. digantikan oleh anaknya yang bergelar Susuhunan Amangkurat I (16471677). Madiun. Di Jawa Barat berdiri kerajaan Banten. Kedu. tahun 1613. tahun 1677 ia jatuh sakit di Wanayasa. Banten kemudian dikalahkan oleh Sunan Gunungjati. Kemudian Hasanuddin digantikan oleh Molama Yusuf (1570-1580) yang berhasil menaklukkan kerajaan Pajajaran tahun 1579. Benda-benda kerajaan yang keramat seperti pusaka yang merupakan simbul dan hiasan supra natural. dan Blambangan. kemudian namanya sebagai Panembahan Seda ing Krapyak. Kediri. Pengiriman pasukan diulangi lagi tahun 1629. dibawa ke Mataram. Sultan Agung mau menusir VOC dari Batavia. Tuban. pemerintahan diserahkan kepada anaknya Sultan Hasanuddin (1552-1570). Ia lebih dekat dengan VOC dan mengadakan perjanjian dengan VOC. Tegal. Tahun 1755 melalui Perjanjian Gianti. Bagelen. Giri. Ia digantikan oleh Amangkurat II.

Pajajaran berarti lenyaplan kerajaan besar yang menganut agama Hindu-Buddha di Jawa. sultan Haji yang dibantu VOC. Ketika diperintah raja Sultan Mustain Billah. Kesultanan Banten mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Di Kalimantan ada beberapa kerajaan Islam baik yang besar maupun kecil. 34 . Sunan Gunung Jati meninggal tahun 1568 Surabaya merupakan pelabuhan perdagangan yang besar pada awal abad ke-16. Kutai di Kalimantan Timur.17 Surabaya muncul sebagai kekuatan pantai yang terkemuka. awal abad ke-17 ibu kota kerajaan dipindahkan ke Amuntai. Sultan Ageng Tirtayasa kalah. Diperkirakan tahun 1470 agama Islam masuk Cirebon dibawa oleh Syarif Hidayatullah salah seorang wali sanga yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Dia juga kemudian memindahkan lagi ibu kotanya ke Kayu Tangi. Kerajaan Banjar mengirimkan upeti pada keraaan Demak. Sejak pengaruh Belanda 7 masuk ke Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia diambil dari karangan Marwati Djoened Poesponegooro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indoensia. Cirebon semula menjadi pelabuhan kerajaan Sunda Pajajaran. dan Barat. Agama Islam masuk ke kerajaan Banjar karena dibawa Demak tahun 1550. antara lain ke Kuningan. Setelah Pajajaran dikalahkan. Jakarta: Balai Pustaka. Surabaya dikuasai Sultan Agung tahun 1625. Sukadana. Batanglawai. Talaga. sebelah timar Keraton Kasepuhan. Tahun 1513 Cirebon di bawah kekuasaan Lebe Usa dikuasai Raden Patah dari Demak. Kotawaringin. Kerajaan dapat menguasai Kalimantan Timur Tenggara. Raja ini melakukan perlawanan dengan putranya. tetapi baru pada awal abad ke. Islam disebarkan. salah seorang Wali Sanga. Kerajaan-kerajaan Islam di Kalimantan adalah kerajaan Banjar atau Banjarmasin di Kalimantan Selatan. kemudian Pajang. Edisi Pemutakhiran. Tahun 1479 Syarif Hidayatullah menggantikan mertuanya sebagai penguasa Cirebon. dan Sambangan. dan Galuh sekitar tahun 1528-1530 dan ke daerah Banten 7 bersama putranya Maulana Hasanuddin tahun 1525-1526. kalangan elite Sunda memeluk agama Islam. 2008. Ia menghentikan memberi upeti ke pusat kerajaan Pajajaran di Pakuan. Pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati. Ia mendirikan keraton yang diberi nama Pakungwati. Jilid III. dan Pontianak di Kalimantan Barat. Tengah. Madawi. Syarif Hidayatullah terkenal juga dengan gelar Sunan Gunung Jati. Sampit. Kerajaan Banjar dibawah Sultan Surnyanullah meluaskan kekuasaannya ke Sambas.

35 . kerajaan diserahkan kepada VOC. Perang berakhir melalui Perjanjian Bongaya tahun 1667. Islamisasi di Sulawesi Selatan oleh tiga mubalig yang disebut Dalto Tallu ketiganya bersaudara dan berasal dari Koto Tengah. Ia memerintah tahun 1773-1808. Kedua kerajaan itu diperintah oleh Pate atau mungkin Adipati. selanjutnya sultan-sultannya diperintah oleh sultan-sultan keluarga Habib alGadri. Soppeng. dan Luwu. Di Kalimantan Barat antara lain ada kerajaan Tanjungpura dan Lawe (daerah Sukadana). Karena adanya ancaman dari VOC. tetapi kemudian terjadi peperangan antara kerajaan Gowa di bawah Sultan Hasanuddin melawan VOC yang dibantu tentara Bugis di bawah Arung Palaka. tunduk pada Pate Unus dari Demak. terjadi perlawanan terhadap Belanda antara 1859-1863. Para mubalig itu yang mengislaamkan raja Luwu tahun 1605. kerajaan Gowa diseahkan kepada VOC. Sejak tahun 1616 antara kerajaan Gowa dan VOC terjadi permusuhan. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. kerajaan Gowa-Tallo mengadakan hubungan baik dengan Portugis. Setelah Sultan Adam meninggal 1857. Pada abad ke-17 kedua kerajaan itu ada di bawah epngaruh kerajaan Mataram. Di Sulawesi Selatan terdapat lima kerajaan Islam. perselisihan-perselisihan terjadi baik dengan Belanda maupun lingkungan kerajaan. raja tahun 1607. waktunya diperkirakan tahun 1575. yaitu Gowa-Tallo. Kerajaan Gowa-Tallo mengalahkan kerajaan Wajo tahun 1610 dan Bone tahun 1611. Tahun 1670 kerajaan Wajo diserang VOC bersama tentara Bone. Setelah meninggal. Perlawanan dari pihak kerajaan Banjar di antaranya dipimpin oleh Pangeran Antasari. raja Tallo tahun 1605. Setelah beadu kesaktian antara mubalig dengan dengan Raja Mahkota. Pangeran Sayid Abdurrahman Nurul Alam yang mendirikan keraton dan mesjid di Pontianak. pada masa pemerintahan Raja Mahkota datang dua mubalig Islam. raja kalah dan masuk Islam.Kalimantan Selatan. Dato`ri Bandang dan Tunggang Parangan setelah mengIslamkan makassar. Bone. Tahun 1656 ada perjanjian perdamaian. Wajo. Peng-Islaman di Pontianak dilakukan oleh Habib Husein Al-Gadri pendakwah dari Hadramaut. Kerajaan wajo menyerah. Selanjutnya kerajaan Kutai menyebarkan agama Islam ke daerah sekitarnya. Diperkirakan Islam masuk ke sana pada sekitar abad ke-14-15. Minangkabau. digantikan oleh outranya. Perang besar-besaran terjadi tahun 1654-1655.

namun bisa juga menjadi kecil kembali bahkan mati karena dikalahkan oleh penguasa lain. melalui para mubaligh dari Makassar antara tahun 1540-1550. Waktu itu. Pusat kerajaan Lombok di Selaparang di bawah pemerintahan prabu Rangkesari mengalami zaman keemasan. di wilayah Indonesia tidak ada satu kekuatan yang tetap yang menjadi super power. Sultan Baabullah. Putranya. Kerajaan Bima akhirnya dikuasai oleh VOC. Islam memasuki Maluku antara tahun 1460-1465. Islam masuk ke Sumbawa mungkin melalui Sulawesi. Spanyol ke Tidore. putra Sunan Giri. Akan tetapi. dia yang mempunyai kekuasaan luas dan besar. Suatu kerajaan atau kesultanan setelah berdiri kemudian tumbuh. asal mereka kuat. Ternate diserang orang Spanyol. Siapa yang kuat. tahun 1570 sultan ini dibunuh Portugis. Dari uraian di atas tampak bahwa di Indonesia sebelum berdiri Negara Kesatuan RI tahun 1945. terdapat banyak sekali penguasa-penguasa daerah atau wilayah yang dinamakan kerajaan atau kesultanan atau lainnya. Besar kecilnya kerajaan tergantung pada raja yang memerintah. Di Maluku. Setiap kerajaan atau kesultanan melakukan ekspansi untuk bisa menjadi maharaja 36 . berkembang dalam waktu lama. Kerajaan Lombok dan kerajaan-kerajaan di Sumbawa dikuasai kerajaan Gowa. kerajaan Islam yang menonjol adalah kerajaan Ternate dan Tidore. Setelah terjadi perjanjian Bongaya. Tahun 1565 Sultan Khairun menyerang Portugis. kerajaankerajaan di Nusa Tenggara ditekan VOC. masuknya agama Islam ke Lombok diperkirakan pada abad ke-16 yang diperkenalkan oleh Sunan Perapen. Setiap penguasa bebas untuk melakukan ekspansi ke wilayah penguasa lain dalam rangka untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaan mereka. Ternate di bawah Sultan Hairun berhasil mempersatukan daerah-daerah di Maluku Utara di bawah Ternate. Akan tetapi setalah Baabullah meninggal.Di Nusa Tenggara. Kerajaan Lombok dan Sumbawa akhirnya dikuasai VOC. Di Nusa Tenggara ada juga kerajaan Bima dengan raja pertama Ruma Ta Ma Bata Wada yang bergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir. Portugia memusatkan perhatiannya ke Ternate. Rajanya ditangkap dan diasingkan ke Manila. Keadaan seperti itu terjadi terus silih berganti. meneruskan perlawanan dan dapat mengusir Portugis dari Ternate.Akan tetapi persatuan itu pecah lagi setelah kedatangan orang Portugis dan Spanyol ke Tidore.

dan Teuku Umar dari Aceh. dalam hal pergantian raja atau sultan sering terjadi kericuhan di antara keluarga atau bahkan terjadi pembunuhan terhadap raja yang berkuasa. lebih dari itu Belanda memperoleh sebagian bahkan bisa seluruh wilayah suatu kerajaan. Pelanggaran terhadap aturan dan adanya ambisi untuk menggantikan raja sebelumnya sering memicu adanya perangperang. Perang-perang itu dilakukan sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. dan Belanda diakui sebagai penguasa di atasnya. Imam Bonjol dari Sumatra Barat. Tahun 1905 Belanda 37 . maka kerajaan-kerajaan yang mengadakan perlawanan mengalami kekalahan. Karena kalahnya persenjataan pihak kerajaan. Setelah datang bangsa Barat khususnya Belanda dengan VOC-nya. meskipun telah ada semacam aturan. Perlawanan-perlawanan itu antara lain perlawanan oleh Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan. Dalam suatu perjanjian paling sedikit Belanda mendapat hak monopoli dalam perdagangan. Perang-perang itu yang masih bersifat kedaerahan dapat disebut sebagai rasa proto nasionlisme di kalangan mereka. Usaha dari phak kerajaan maupun rakyat untuk mengusir Belanda dari wilayah suatu kerajaan karena dirasa sangat menekan dan merugikan. sering terjadi bentrokanbentrokan dan peperangan-peperangan dengan kerajaan-kerajaan tersebut. bahkan sering terjadi di antara kerajaan-kerajan digunakan oleh Belanda untuk bersamanya melawan suatu kerajaan. muncul kekuatan baru di Indonesia di samping kerajaan-kerajaan. Sultan Agung dari Mataram. dan karena taktik dan politik devide et impera Belanda.atau super power. Diponegoro dari Jawa Tengah. Kekuatan baru ini pun berusaha untuk mengembangkan usahanya. Politik devide et impera dilakukan Belanda untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaannya. Mereka bersatu untuk bersama-sama melawan Belanda. sering terjadi yang dilakukan oleh seorang raja dan atau keluarga raja. Perang-perang terhadap Belanda selalu diakhiri dengan perjanjian yang selalu merugikan pihak kerajaan. Selain banyaknya kerajaan atau kesultanan. Pangeran Antasari dari Banjar. Akhirnya semua kerajaan di Indonesia setelah kalahnya Aceh pada tahun 1904 berada di bawah kekuasaan Belanda. Ada dua kerajaan yang besar yang oleh Sukarno dan Muhammad yamin sebagai Nationale Staat yaitu Sriwijaya dan Majapahit. Dalam rangka itu.

dan ilmu bahasa. Konsep Indonesia Dalam membicarakan “Pembentukan bangsa Indonesia”. perlu dikemukakan tentang kata atau nama ”Indonesia”. Van Vollenhoven menyebarluaskan pemakaian iastilah “Indonesië”. tidak memberikan pengertian tepat dan jelas bagi penduduk pribumi. Para guru besar Universitas Leiden seperti R. Earl lebih suka pada pemakaian istilah “Melayu-nesians” karena istilah “Indu-nesians” terlalu luas karena termasuk di dalamnya penduduk Sailon. Windsor(?) Winsdor(?) Earl dalam majalah yang sama menulis tentang ciri-ciri utama penduduk Irian. hukum adat. Adapun yang dimaksud oleh A. Ia memberi pertimbangan bahwa istilah “penduduk Hindia” sebagai kelompok pulau-pulau. sarjana Jerman. Bastian dengan istilah tersebut adalah istilah di bidang etnografi. Indonesiër”. 2. seorang etnolog Inggris di Pinang yang menjadi redaktur Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia. dan Melayu-Polinesia. dan Prof. Logan. Nama organisasi mahasiswa Indonesia yang semula bernama 38 .mencanangkan Pax Neerlandica. Kata atau nama tersebut diusulkan oleh J. Kemudian para mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang tergabung Perhimpunan Indonesia (PI) mengetahui istilah-istilah tersebut. kemudian menggunakan kata “Indonesien” sebagai judul bukunya yaitu Indonesien onder die Insln des Malayischen Archipels yang terbit tahun 1884. Snouck Horgronye. seorang etnolog Inggris lainnya. Kern. Sejak itu istilah tersebut dipakai dalam ilmu etnologi. bahwa seluruh wilayah Nusantara sebagai wilayah Hindia Belanda menjadi satu pengawasan keamanan oleh Belanda. Kepulauan Maladiva. Pada tahun 1850 ia melalui artikelnya berjudul ”The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing inquires into the continental relation of the Indo-Pacific Inlanders” mengusulkan istilah atau kata “Indonesia” untuk nama pulaupulau atau kepulauan Hindia dan penduduknya. dan Lakadiva. Pada tahun 1913 Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara ketika menjalani pembuangan di Nederland memberikan nama biro pers yang didirikannya dengan Indonesisch Persbureau. Ia mengusulkan digunakannya istilah “Indus-nesians” dan “Melayu-nesians” bagi penduduk kepulauan Hindia. penduduk asli Australia.3. Akan tetapi sebelumnya.A. dan ajektif ”Indonesisch” dalam karya mereka. G.R. Adolf Bastian.

pemerintah akan memperbaiki kesejahteraan rakyat. dan Nugroho Notosusanto. Ia mengakui bahwa pemerintah Belanda telah mengeruk keuntungan yang besar sekali dari Hindia Belanda.Indische Vereeniging tahun 1922 diganti menjadi Indonesische Vereeniging dan tahun 1924 nama Indonesische Vereeniging diganti menjadi Perhimpunan Indonesia. Ratu Wilhelmina mengumumkan di depan Parlemen Belanda program pemerintah. pemimpin redaksi surat kabar De Locomotief. Th. Van Deventer.4. Menurut Kielstra berdasarkan hasil surveinya bahwa sejak tahun 1816 uang yang disedot pemerintah Belanda dari Indonesia sebesar 832 juta gulden. Dikatakan bahwa pada masa datang. Pembentukan Bangsa dan Negara Indonesia Memasuki tahun 1901. Petrus Blumberger. C. Garis politik pemerintah Hindia Belanda yang seperti itu pertama kali dikemukakan oleh anggota Parlemen Belanda Van Dedem tahun 1891. penulis buku De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indië yang terbit tahun 1931 menyatakan bahwa sekitar tahun 1925 banyak organisasi yang berwawasan nasional memakai nama”Indonesia” sebagai pengganti Nederlandsch-Indië. J. 8 Sartono Kartodirdjo. Brooschooft. Dalam kaitan politik itu pemerintah akan memperluas pendidikan Barat bagi anak Indonesia khususnya anak-anak kalangan atas. dan P. Diakuinya bahwa Belanda telah ”berhutang budi” kepada rakyat Indonesia. Sejarah nasional Indonesia. Hindia Belanda. tahun 1899 menulis karangan di Jurnal De Gids berjudul ”Een Eereschuld” (”Hutang Budi”). Tulisan Van Deventer tersebut berpengaruh terhadap perubahan politik kolonial di Hindia Belanda. 39 .Th. Jilid V. Yakarta: Departemen P dan K. 290. Van Deventer. Marwati Djoened Poesponegoro. Dalam karangannya ia mengecam politik pemerintah Belanda yang tidak memisahkan keuangan negera Belanda dengan daerah jajahan. Perhimpunan Indonesia menggunakan nama Indonesia dalam pengertian politik ketatanegaraan yang artinya sama dengan Nederlandsch-Indië. Perjuangan melancarkan politik kolonial yang baru itu kemudian diteruskan oleh Van Kol. pemimpin kaum liberal. karena itu Pemerintah Belanda akan membalasnya dengan melaksanakan politik etika. 1976. sementara penduduknya semakin miskin.8 2. Nama majalahnya yang semula bernama Hindia Putera pada tahun 1922 diganti dengan Indonesia Merdeka.

Akan tetapi. yang akhirnya tahun 1908 muncul revolusi anti kaum kolot. Ia mempropagandakan tentang pemberian beasiswa bagi pemuda-pemuda yang pandai tetapi tidak mampu. Tujuan untuk mendirikan suatu ”Dana Belajar” itu diperluas jangkauannya. Kemenangan Jepang tersebut merupakan “Kebangkitan Asia” menimbulkan gelombang antusiasme di Asia. Ketika berada di Jakarta. diperlukan pendidikan secukupnya bagi kalangan luas orang pribumi. Peristiwa kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905 menunjukkan bahwa bangsa Barat dapat dikalahkan oleh bangsa Timur. Sementara itu. Sejalan dengan perubahan politik pemerintah kolonial yang hendak memajukan bidang pendidikan. Demikianlah pada tanggal 20 Mei 1908 di sekolah 40 . Selanjutnya sejak bulan November 1906. Kejadian-kejadian tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap munculnya gerakan nasional di Indonesia. di luar Indonesia pada awal abad ke-20 terjadi peristiwa-peristiwa penting yang berdampak terhadap bangsa Asia. meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi. dalam kenyataannya. dan kedua. Ia yang didampingi Pangeran Noto Dirojo. ia melakukan perjalanan keliling pulau Jawa untuk mempropagandakan cita-citanya. ia berhenti dan beristirahat di Jakarta. Di Turki muncul gerakan Turki Muda untuk mencapai perbaikan nasib.Politik etika yang dilaksanakan mulai tahun 1901 mempunyai dua tujuan yaitu pertama. khususnya Indonesia. kecuali untuk beberapa tahun pada waktu pecah Perang Dunia I ketika komunikasi antara negeri Belanda dan Hindia Belanda terputus. khususnya bupati yang kaya dan berpengaruh. dokter Wahidin Sudirohusodo yang sejak tahun 1901 menjadi redaktur majalah Retnodhumilah. putra Paku Alam V. melalui majalahnya ia mempropagandakan pentingnya pendidikan. Maksud Wahidin untuk mendirikan ”Dana Belajar” itu dibicarakan oleh Sutomo dengan teman-temannya di STOVIA. ia diundang Sutomo dan Suraji ke sekolah STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen) untuk mendengarkan gagasan-gagasannya. Menurut pendapatnya bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan. peralihan kekuasaan dari Negeri Belanda ke Hindia Belanda tidak pernah dilaksanakan. karena cara tersebut dinilai kurang efektif. berangsur-angsur menumbuhkan otonomi dan desentralisasi politik di Hindia Belanda. ia meletakkan jabatan sebagai redaktur Retnodhumilah karena alasan kesehatan. mula-mula mendekati para priyayi yang lebih tua dan lebih tinggi. Kemudian. Pada akhir tahun 1907 dalam perjalannya yang jauh.

STOVIA oleh pelajar-pelajar STOVIA didirikan organisasi bernama Budi Utomo dan Sutomo ditunjuk sebagai ketua. Budi Utomo merupakan organisasi pribumi pertama menurut model Barat, suatu organisasi yang pengurusnya secara periodik dipilih, mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mempunyai program, mengadakan rapat-rapat, kongres, dan anggotanya mempunyai hak suara. Lahirnya BU oleh Akira Nagazumi sebagai bangkitnya nasionalisme Indonesia. Setelah itu, mahasiswa Indonesia yang belajar di Negeri Belanda pada tahun yang sama mendirikan organisasi bernama Indische Vereeniging (IV) yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan. Pada tahun-tahun belasan, karena mengikuti jejak BU di satu pihak dan karena adanya pengaruh dari luar Indonesia, bermunculan berbagai macam organisasi. 9 Secara khronologis, tahun 1911 di Solo, Jawa Tengah berdiri organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh H. Samanhudi yang bergerak di bidang social ekonomi. Organisasi itu didirikan untuk menghadapi pedagang-pedagang Cina di kota itu yang telah mempermainkan harga bahan batik. Setahun kemudian, namanya diganti menjadi Sarekat Islam (SI) agar lebih banyak orang-orang Islam dapat masuk menjadi anggota. Di Yogyakarta tahun 1912 K.H. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi sosial keagamaan bernama Muhammadiyah. Pada tahun 1912 E.F.E. Douwes Dekker di Bandung mendirikan organisasi politik Indische Partij, statu organisasi yang pertama kali memakai nama partai yang mempunyai konsep nasionalisme Hindia (Indisch Nationalism). Organisasi ini yang menerima berbagai etnik yaitu kaum Indo-Eropa dan pribumi, radikal, menuntut kemerdekaan Hindia. H.J.F.M. Sneevliet tahun 1914 di Semarang mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV), suatu organisasi yang bersifat internasional menyebarkan ideologi sosialisme. Dalam perkembangannya, karena pengaruh revolusi Rusia, organisasi ini tahun 1923 berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain organisasi politik, berdiri juga sarekat-sarekat sekerja, organisasi pemuda,
9

perempuan,

dan kepanduan.

Organisasi-organisasi tersebut

Kejadian-kejadian di luar Indonesia yang menambah kemauan mendirikan organisasi di Indonesia adalah Revolusi di Tiongkok tahun 1911 yang menggulingkan pemerintahan Dinasti Manchu dan berdirinya Republik Tiongkok; pan-Islamisme, menyebarnya ajaran Marxismo (sosialisme dan sesudah revolusi di Rusia juga komunisme), azas-azas Perjanjian Versailles yang tidak dijalankan (hak bangsa untuk mengatur diri sendiri), berdirinya Volkenbond dan Labour office, gerakan di Irlandia, gerakan di India ; empat belas Pasal Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat, khususnya hak menentukan nasib sendiri bangsabangsa.

41

merupakan organisasi gerakan nasional yang tujuan akhirnya adalah kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa Indonesia di Negri Belanda yang datang ke sana setelah Perang Dunia Kedua, lebih banyak kesadaran politiknya dari pada angkatan-angkatan sebelumnya. Sebabnya karena mereka sebelum berangkat ke Negeri Belanda telah memasuki berbagai gerakan kebangsaan. Mereka terus bergabung dalam organisasi mahasiswa Indonesia Indische Vereeniging (IV) yang didirikan tahun 1908. Pada tahun 1920-an peran sosial dan kebudayaan dari IV masih ada, tetapi yang utama adalah bidang politik. Pada tahun 1922 namanya diubah menjadi Indonesische Vereeniging10 dan nama majalahnya yang semula bernama Hindia Poetera diganti menjadi Indonesia Merdeka.11 Pada tahun 1924 keterangan dasar IV adalah sebagai berikut: (1) Hanya Indonesia yang bersatu, dengan menyingkirkan perbedaan-perbedaan golongan, dapat mematahkan kekuasaan

penjajahan; (2) Tujuan bersama – memerdekakan Indonesia – menghendaki adanya suatu aksi massa nasional yang insyaf dan berdasar kepada tenaga sendiri; (3) Melihat dua macam penjajahan, politik dan ekonomi, aksi itu adalah suatu persediaan bagi kemerdekaan politik dan satu sikap menentang kapital asing yang menyedot kekayaan Indonesia. Ketua IV Nazir Pamoncak menegaskan politik nonkoperasi sebagai sendi perjuangan rakyat Indonesia. Kerjasama dengan si penjajah untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia, tidak lain dari menipu diri sendiri. Kerjasama hanya mungkin antara dua golongan yang sama hak, kewajibannya, dan kepentingannya. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, maka kerja sama berarti mempermainkan yang lemah oleh yang kuat, memperlakukan yang lemah sebagai alat untuk kepentingannya sendiri. Sebab itu PI menolak kerjasama dan tetap menuju tujuan sendiri. 12 Sejak 8 Februari 1925 nama organisasi diganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI),13 dan organisasai dikembangkan

10 11

Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 126. PI adalah organisasi pertama yang pertama kali menggunakan Istilah “Indonesia” sebagai nama organisasinya. 12 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 156 dan 158. 13 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 171.

42

menjadi organisasi yang mengutakan masalah-masalah politik sebagai bagian dari identitas nasional yang baru.14 Perkembangan PI menjadi organisasi politik terutama merupakan hasil usaha Mohammad Hatta. Kegiatan PI diarahkan untuk mencapai tiga tujuan, pertama, menyadarkan mahasiswa agar semakin percaya merasa diri sebagai orang Indonesia. Kedua, PI harus berusaha menghapuskan gambaran tentang Indonesia yang diciptakan oleh pemerintah Belanda. Ketiga, yang terpenting adalah mereka harus mengembangkan ideologi yang kuat dan bebas dari pembatasan-pembatasan Islam dan komunisme.15 Para anggota PI dari Negeri Belanda mengamati gerakan nasional di Indonesia. Mereka kecewa terhadap semangat partai-partai politik dan terhadap kegagalan mereka menciptakan suatu organisasi massa yang kuat untuk melawan Belanda. Oleh karena itu mereka membuat ideologi baru sebagai langkah pertama untuk menyusun gerakan kebangsaan jika mereka kembali ke tanah air. Ada empat pikiran pokok dalam ideologi PI yang dikembangkan sejak tahun 1925. Ideologi PI menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang utama. Pokokpokok pikiran PI adalah sebagai berikut. Kesatuan nasional: perlu mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan perlu dibentuk kesatuan aksi melawan Belanda untuk menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu; Solidaritas: tanpa melihat perbedaan antara sesama orang Indonesia, perlu disadari adanya pertentangan kepentingan yang mendasar antara penjajah dan terjajah. Kaum nasionalis harus mempertajam konflik antara orang kulit putih dan orang kulit sawo matang; Nonkoperasi: keharusan untuk menyadari bahwa kemerdekaan bukan hadiah sukarela dari Belanda melainkan harus direbut oleh bangsa Indonesia dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, oleh karena itu tidak perlu mengindahkan dewan perwakilan kolonial seperti Volksraad;

14

Mereka yang menjadi anggota PI hanya sekelompok kecil dari seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda. Tahun 1926, puncak aktivitas PI, jumlah anggota PI hanya 38 orang. Akhir tahun 1927 jumlah seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda diperkirakan 109 orang, hanya 20 orang yang menjadi anggota PI. (Ingleson, hlm. 2). 15 Ingleson, hlm. 4.

43

ideologi PI sampai di Indonesia. dan hukum yang berakar dalam masyarakat pribumi dan sejajar dengan administrasi kolonial. Kongres nasional pemuda kedua bulan Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda. pada bulan Desember 1927 didirikan badan federatif partai-partai politik dengan nama Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). Melalui majalahnya dan anggota PI yang kembali ke tanah air. Budi Utomo. Semangat persatuan itu menyatukan berbagai organisasi pemuda yang berdasarkan etnis/daerah menjadi satu. Di kalangan pemuda ada hasrat untuk menyatukan organisasi-organisasi pemuda. 5. oleh karena itu mereka tetap di luar dan mereka mendirikan kelompok-kelompok studi. solidaritas. 44 . Kemudian. Ada kelompok yang penting yaitu Indnosesische Studieclub di Surabaya pimpinan dr. untuk menyatukan gerakan nasional menjadi lebih besar. lahirlah Indonesia Muda pada awal tahun 1931. hlm. 16 17 Ingleson. Kaum Betawi. Untuk itu pada tahun 1926 dan kemudian tahun 1928 diselenggarakan kongres pemuda nasional pertama dan kedua. Sarekat Sumatra. ekonomi. satu nusa: Indonesia. Atas usaha Sukarno dan orang-orang yang tergabung dalam Algemene Studieclub pada 4 Juli 1927 didirikan partai baru bernama Perserikatan17 Nasional Indonesia (PNI). Beberapa partai politik yaitu PNI. dan swadaya. Usahanya tidak berhasil. politik. dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Partai ini melaksanakan ideologi PI. dan Kelompok Studi Indonesia bergabung dalam satu fron bersama sebagai ”fron sawo matang” melawan ”fron kulit putih” Belanda. Sutomo dan Algemene Studieclub di Bandung pimpinan Sukarno. yaitu kesatuan nasional. Pasundan. Para anggota PI yang kembali ke tanah air mencoba memasuki organisasiorganisasi etnis seperti BU dan Pasundan dan berusaha untuk merubah wawasannya dari dalam. Dalam kongresnya pertama kata ”Perserikatan” diganti menjadi ”Partai”. 16 PI menekankan bahwa ideologi PI harus dilaksanakan benar-benar oleh suatu partai yang merasa bertanggung jawab kepada rakyat yang berusaha mencapai kemerdekaan melalui jalan aksi massa. sosial.Swadaya: dengan mengandalkan kekuatan sendiri perlu dikembangkan struktur alternatif dalam kehidupan nasional. nonkoperasi. satu bangsa: Indonesia. PSI.

Pembentukan bangsa dan negara Indonesia dimulai dengan pembentukan nasionalisme Indonesia. (2) Keinginan-keinginan akan pembaruan di bidang sosial dan keagamaan.Organisasi perempuan pada bulan Desember tahun 1928 menyelenggarakan kongres perempuan pertama. berupa organisasi. Tahun tiga puluhan rasa persatuan nasional telah meliputi berbagai organisasi. 17-18). Sedangkan Parindra merumuskannya tidak terlalu tajam. hlm. diputuskan didirikan badan persatuan organisasi perempuan bernama Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII). Ada keinginan untuk memegang nasib di tangan sendiri. Yang disebut belakangan ini 45 .Gerakan itu diorganisasikan menurut model gerakan Barat. oleh Sartono Katodirdjo disebut sebagai proto nasionlisme. Perlawanan itu bersifat lokal. Sifat nasionalisme Indonesia ada dua. tetapi juga di bidang sosial. Rakyat terjajah menentang kekuasaan asing. Tujuan perlawanan itu adalah kemerdekaan bangsa. Sesungguhnya perlawanan terhadap penguasa bangsa lain di Indonesia sudah dimulai sejak adanya kekuasaan bangsa tersebut di Indonesia yaitu sejak awal abad ke17. yaitu: (1) Usaha nasionalisme lebih dari hanya ditujukan di bidang politik dan budaya. Sejak awal abad ke-20 di Indonesia lahir gerakan emansipasi. diperintah oleh orang-orangnya sendiri. Di kalangan organisasi kepanduan pada tahun 1931 organisasi kepanduan berfusi lahirlah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Gerakan rakyat Indonesia adalah usaha untuk perubahan dan pembaruan menuju kemerdekaan. Gerakan melawan penjajahan bangsa Barat menggunakan senjata dari Barat. tujuan gerakan adalah penghapusan setiap bentuk kekuasaan kolonial. Sejak itu ada perlawanan orang di Indonesia melawan Belanda kemudian melawan Jepang. dan keagamaan. gerakan perlawanan terhadap Belanda yang dipelopori dengan lahirnya organisasi Budi Utomo (BU). (Pluvier. ekonomi. kemerdekaan nasional merupakan syarat utama pembangunan masyarakat Indonesia. Perlawanan itu berupa perang-perang untuk mengusir penguasa bangsa asing itu dari wilayang mereka. kemudian dibentuk. Badan-badan federatif yang baru yang mencakup organisasi lebih banyak. walaupun nanti keadaan pada umumnya lebih jelek dari pada di bawah kekuasaan asing. Menurut PNI. Mereka ingin mengatur urusannya sendiri.

dan mereka berani mengambil risiko. Menurut kaum koperator. Sebaliknya. sehingga orang berusaha untuk menahan perkembangannya. 19. Orang harus melaksanakan politik yang prinsipiil dan yakin. tetapi dapat juga membahayakan kekuasaan mereka sendiri. Walaupun demikian. kepercayaan kepada kekuatan diri sendiri. dari pada hidup seperti di sorga. namun yang lebih penting adalah tuntutan agar supaya diutamakan lebih dahulu lenyapnya rezim kolonial. mereka tetap kaum nasionalis.disadari oleh kaum nasionlis. bahwa gerakan rakyat yang kuat tidak saja merupakan bahaya bagi rezim colonial. Tujuan pertama diarahkan terhadap kekuasaan asing yang dipandangnya sebagai bahaya yang paling besar mengancam masyarakat. (Pluvier. Sikap kaum bangsawan terhadap pergerakan itu bercabang dua. Kerja sama demikian dengan pemerintah hanya berarti memperkuat kekuasaan penjajah. yaitu koperasi dan nonkoperasi. bahwa perubahan-perubahan itu harus dipaksakan dengan jalan selfreliance. Mereka kurang keras dan agresif dan rapat-rapat mereka bukan rapat massa kaum marhaen. baik di Dewan Rakyat maupun di dewan-dewan local yaitu Dewan Propinsi atau Dewan Kabupaten. Taktik untuk mencapai tujuan ada dua cara. Nasionalisme Indonesia dalam keseluruhannya merupakan gejala yang sama seperti nasionalisme lainnya. tetapi diperintah oleh bangsa asing”. tidak loyal. hlm.) Pemerintah Hindia Belanda memandang mereka sebagai kaum ekstremis yang destruktif. kemerdekaan ekonomi harus lebih didahulukan dari keperdekaan politik. tidak dengan mengemis-ngemis (Tilak). mereka tidak duduk dalam dewan perwakilan. karena mereka juga bercita-cita untuk meningkatkan ekonomi dan kemerdekaan. (Pluvier. Bagaimadiirna wujud dari masyarakat baru sesudah merdeka itu merupakan pokok pembicaraan penting. Mereka mempunyai keyakinan. bahwa berhubung dengan dasar perbedaan kepentingan antara yang yang berkuasa dan yang dikuasai. 18). Perbedaan di antara kedua golongan itu adalah pada taktik dan keyakinan mereka. Kata-kata klasik dari Quezon: ”We would rather be governed like hell and do it ourselves than like heaven and have it done for us” (”Lebih baik kita hidup seperti di neraka tetapi diperintah oleh orangorang kita sendiri. kaum koperator dinamakan sebagai kaum sederhana dan loyal. Sebagian lain orang berusaha merebut kepemimpinan 46 . Kaum nonkoperator menyisihkan diri dari pemerintah HB. Sebagian karena takut. hlm. tidak mungkin ada kerjasama untuk mewujudkan aspirasi-aspirasi nasional.

dalam pergerakan itu untuk mendapatkan sokongan dari rakyat dan dengan demikian pengaruhnya yang lama. 18 Faktor penting bagi perkembangan nasionalisme ialah sifat dari agama Islam yang mengandung unsur-unsur yang baik. bahwa tidak akan ada bangsa Indonesia dan bahwa nasionalisme Indonesia itu sama sekali tidak mempunyai hak hidup. lama-lama timbul kesadaran untuk bersatu menjadi satu bangsa Indonesia. Politik orang-orang Belanda adalah sebanyak mungkin bekerja sama dengan pembesar-pembesar feodal dan tentang menjalankan agama Islam. Ia menciptakan semacam ”pra-nasionalisme” yang memberikan sokongan kepada nasionalisme. 19 J. Persatuan yang sedikit banyak hendak dipertahankan oleh kaum nasionalis. berhubung dengan perbedaan besar di antara pelbagai penduduk itu. menentang tradisionalisme dan formalisme. 1953. cit. Belanda telah menempatkan suku-suku dan bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara di bawah satu lingkungan kenegaraan. Perbedaan bahasa dan kebiasaan bukan penghalang dalam perjuangan bersama mencapai kemerdekaan nasional. tapi keliru untuk mengambil kesimpulan 18 J.M. Pluvier. merasa tertelan oleh stelsel kolonial yang tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menduduki pos-pos yang lebih tinggi dalam kehidupan politik dan ekonomi. Di zaman VOC mereka merupakan unsur yang paling keras. Van Hoeve. Kelas kedua dalam masyarakat adalah kaum ambtenaar. Di satu pihak kaum nasionalis melancarkan perlawanan yang aktif dengan cara Barat. Di abad ke-19 posisi mereka bertambah kuat setelah rakyat di sebagian besar kepulauan nusantara masuk agama Islam. walau hanya sebagian. Pengaruh agama Islam itu kuat sekali Ia memberikan kepada bangsa rasa senasib sepenangungan.M. reaksi orang-orang Islam memakai cara-cara yang antagonistis yaitu dengan suatu gerakan yang sifatnya reformistis. Pihak Belanda sering ditunjukkan. dapat dipulihkan kembali. Raja-raja sering bersekutu dengan mereka melawan pembesar-pembesar Belanda. op. 47 . 19 Dalam nasionalisme Indonesia hidup suatu tendensi untuk bersatu. kaum intelek atau semi intelek yang bekerja pada gubernemen atau perusahaan-perusahaan. Den Haag-Bandung: W. Reaksi agama Islam dan nasionalisme adalah terhadap pengaruh Barat. Perluasan agama ini dalam abad ke-15 dan 16 adalah sejajar dengan mendesaknya pengaruh dari Barat. Perbedaan itu benar. Overzicht van de Ontwikkwling der Nationalistische Beweging in Indonesie in jaren 19301942. Pluvier. Meski terdiri dari berjenis-jenis rakyat.

dan ini penting. 26). Jawa. atau Bali dari pada nasionalisme yang melingkupi seluruh Nusantara. Pemerintah menyokong patriotisme lokal membuat kaum nasionalis curiga. ”Untuk terbentuknya suatu nasion itu. Politik nonkoperasi ditiru. suatu usaha swadesi. Partai Kongres contoh yang ditiru kaum nasionalis Indonesia dalam organisasiorganisasi mereka. 20 Gerakan nasional di India banyak memberi isi kepada perkembangan nasionalisme di Indonesia. cit. Gokhale. Di lain pihak sikap Belanda lebih senang dengan nasionalisme Sunda. Yang terakhir ini yang terjadi. sedikit banyak berkembang kesadaran untuk bersatu. Cokroaminoto di tahun 1916 pada kongres nasional menunjukkan bahwa istilah ”nasional” itu berarti bahwa pergerakan rakyat itu bertujuan membentuk suatu persatuan yang kokoh kuat dari seluruh rakyat di kepulauan nusantara yang dengan seia sekata berusaha menjadi satu ”nasion”. Gandhi. untuk mempertahankan dan mengorganisir persatuan itu. (Pluvier. juga dilancarkan. hlm. Yang perlu adalah dalam unsur-unsur yang membentuk masyarakat itu. Tumbuhnya rasa senasibsepenanggungan. juga oleh partai-partai lokal. Satu-satunya pergerakan yang semua nasional adalah SI. Mengadudomba perbedaan-perbedaan dari rakyat itu satu alat politik pemecah belah dari golongan kecil yang memerintah massa berjuta-juta yang harus mereka anut untuk dapat bertahan. Baru sesudah PNI. op. adanya persamaan hal-hal sejarah dan pemerintahan. dan Nehru mempunyai arti lebih besar. Tilak. 48 . Orang berusaha untuk menyokong nasionalisme lokal supaya lebih kuat menghadapi nasionalisme Indonesia dan orang menunjukkan akan bahaya dari pada ”penjajahan orang-orang Jawa” atas golongan-golongan penduduk lainnya. Soalnya bukan apakah ada persatuan. tidak cukup dengan adanya persamaan bahasa. Kebanyakan pembesar-pembesar feodal memperlihatkan nasionalisme kedaerahan yang didasarkan atas tradisi dan adat yang menjadikan mereka berkuasa. agama. dan kultur. tapi apakah ada sesuatu yang tumbuh.seperti di atas. Sebelum tahun 1927 pergerakan politik berada pada taraf kedaerahan.M. Kemudian ide ini diambil oleh partai-partai lain. kemauan dari suatu bangsa. ide persatuan Indonesia dengan sadar maju kemuka. 20 J. boikot ekonomi. Kebangkitan dari negeri Cina membawa pengaruh besar. Pluvier.

Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Jakarta: Hasta Mitra. hlm. Banyak sebab yang dapat menimbulkan nasionalisme. KITLV. Poesponegoro. dan gerakan nasional di negara-negara tetangga seperti India dan Filipina memberi pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme. Yakarta: Grafiti. Djoened dan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Gramedia. Daftar Pustaka Hatta. Jilid 2. Sudewo Satiman). kongres nasional pemuda kedua tahun 1928 yang menghasilkan ”satu tanah air. 59. Overzicht van de Ontwikkeling der Nationalistische beweging in 21 Sartono Kartodirdjo. Grafiti dan KITLV). Akira. Nagazumi. ada pengaruh satu sama lain. 1908-1918. Hans Van. Ingleson.Jilid II. 49 .M. Jakarta: LP3ES. Miert. Sejarah Nasional Indonesia. (Terj. 1989. IV. (Terj. Revolusi Cina. Jakarta: Balai Pustaka. J. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. III. 1918-1930). memperbesar kesadaran nasional dan menyebabkan bangsa Indonesia memiliki rasa harga diri kembali. Kartodirdjo. Sartono. 21 Gerakan emansipasi mencapai titik-titik terang pada ongres BU pertama tahun 1908. John. Marwati. Zamakhsyari Dhofier). Pustaka Utan Kayu. Mohammad. dn VI. kongres kebudayaan tahun 1916. 2003. (Edisi Pemutakhiran).5. Pluvier. 2. (Terj. Memoir. satu bahasa” yaitu indonesia. Yakarta: Tintamas. Jakarta: PT Gramedia. 2008. 1979. Dengan Semangat Berkobat: Nasionalisme dan Gerakan Pemuda di Indonesia. 1983.Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh kekuasaan Barat di negara-negara Asia. 1990. Nasionalisme sebagai jawaban yang ditimbulkan oleh situasi kolonial. Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo. Kebangunan nasional di Indonesia berhubungan erat dengan kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905. Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia Tahun 1927-1934. satu bangsa. Gerakan Turki Muda. V. Nasionalisme dan kolonialisme tidak terlepas satu sama lain.

van Hoeve. Ricklefs.C. Den Haag – Bandung: W. 1991. H. (Terj. Sejarah Indonesia Modern. 1953 Pringgodigdo. Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Sukarno di hadapan Hakim Colonial Tahun 1930. Sukarno. in de jaren 1930 tot 1942. A. Cetakan ke-4... 1960. Dharmono Hardjowidjono). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Drs. Djakarta: Pustaka Rakjat. Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia. 50 .Indonesie.K.

dan lain-lain dengan produk-produk setempat. dan lain sebagainya merupakan produk lokal Nusantara. di mana kapal-kapal asing dan lokal saling menukarkan barang-barangnya. Tidore. nama yang 51 . kemudian memunculkan sistem pertukaran dan jual beli di banyak pelabuhan di Nusantara. alat-alat logam. Karena bagaimanapun juga kapal layar mereka sangat membutuhkan tiupan angin yang secara berkala berubah sesuai dengan musimnya. Dengan mengikuti sistem angin ini maka para pedagang dapat memperkirakan keberangkatan atau kepulangan perahuperahu mereka. Sehingga sudah sejak masa sebelum abad ke-10. bunga pala. India. Kayu cendana banyak dihasilkan di Pulau Timor dan Sumba. dan pulau-pulau yang berada di sekitar Selat Karimata dan Selat Malaka menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru tempat. Seram. Halmahera. seperti angin buritan atau angin haluan. seperti tekstil. dan Ambon. Dalam dunia pelayaran selama abad ke-16 sampai abad ke-18. Arab. Sejak itulah wilayah Nusantara bagian tengah dan timur kemudian menjadi jalur pelayaran dan perdagangan yang cukup ramai.Bab 3 Ekonomi dan Perdagangan di Indonesia Perdagangan dan Pelayaran di Nusantara Masa Awal sampai Abad ke-19 Letak geografis kepulauan Indonesia yang berada dalam jalur pelayaran dan perdagangan yang ramai antara Asia Timur dengan Asia Selatan dan Asia Barat membuat laut. Bugis. selat. Makasar. Bahkan beberapa nama angin diberi nama sesuai dengan arah angin yang datang ketika kapal sedang berlayar. Lampung. beras. banyak kapalkapal dagang dari Cina. Selain itu hasil produk yang terkenal sebagai mata dagangan ekspor yang sangat laris di pasaran adalah cengkeh. dan pesisir timur dan utara Pulau Sumatra. pala. porselain. sedangkan lada banyak dihasilkan dari Banten. Jawa. sementara pala dan bunga pala banyak dihasilkan di kepulauan Banda. dan berbagai suku di Nusantara yang menjadi pedagang dengan mengunjungi wilayah-wilayah yang menjadi penghasil produk yang diinginkan. Cengkeh dihasilkan dari Ternate. kayu cendana. Malaka. sutera. lada. Adanya perbedaan produk dari masing-masing daerah. pengetahuan tentang sistem angin dan musim menjadi pengetahuan yang penting untuk dimiliki para pelaut.

102 24 Ibid. Untuk perjalanan ke arah Campa. Cina. dan negeri-negeri di Asia Timur. dapat kita lihat dari ditemukannya sebuah prasasti berbahasa Tamil (India Selatan) yang berangka tahun 1088 M. Kapur 22 Marwati Djoened Poesponegoro. 103 52 . Kemudian kapal-kapal tersebut dapat kembali ke selatan pada bulan September sampai Desember dengan mengikuti angin yang bertiup ke selatan. hal.. hal. Jawa. Prasasti ini menggambarkan adanya hubungan dagang antara Sumatra dan India sejak 1088 M. Namun karena letak Nusantara adalah di antara benua-benua yang berbeda tekanan udaranya dan posisi peredaran bumi terhadap matahari. Sejarah Nasional Indonesia. membuat angin yang bertiup berubah arah ketika melintasi katulistiwa.. angin sakal yang menghambat pelayaran karena bertiup dari depan.lain misalnya angin turutan yang mendorong keras dari arah buritan. Balai Pustaka. Vietnam. hal. dan angin paksa yang membuat kapalkapal terpaksa membuang sauh di pelabuhan atau di teluk demi keamanan dari ancaman badai. 22 Letak kepulauan Nusantara di tengah-tengah garis katulistiwa (equator) menyebabkan di sebelah selatan katulistiwa bertiup Angin Pasat Tenggara dan di sebelah utara katulistiwa bertiup Angin Pasat Timur Laut yang bertiup sepanjang tahun. kapal-kapal dagang dapat berlayar pada bulan Juni sampai Agustus ketika angin bertiup ke arah utara. Jilid III. adanya hubungan pelayaran dan perdagangan awal antara India dengan Nusantara. Jakarta.101-102 23 Ibid. Pada bulan-bulan Desember sampai Pebruari bertiup angin barat dan pada bulan September sampai Nopember bertiup angin timur. Sumatera Utara.23 Dengan mengikuti pola angin yang sama kapal-kapal dari India dapat berangkat ke arah Malaka dan sebaliknya.. Depdikbud. sedangkan mereka pulang dengan dorongan angin timur kembali ke tempat asal kapal-kapal dagang tersebut. Pada saat-saat itu kapal-kapal dapat berlayar dari Aceh. Malaka. Angin tenggara berubah menjadi angin barat daya sedangkan angin timur laut berubah menjadi angin barat laut. karena ternyata isi dari prasasti ditulis oleh perkumpulan pedagang asal Tamil di Barus. dan Makasar berangkat ke arah Maluku dengan angin barat. Dalam ulasan lain digambarkan bagaimana komoditi kapur Barus telah dikenal luas di kalangan pedagang Arab dan India bahkan produk ini juga diperdagangkan sampai Eropa. 24 Dalam satu contoh.

dan Cina berlangsung. Selain itu ditemukannya keramik-keramik Cina di Barus menunjukkan sudah adanya hubungan perdagangan antara Cina dengan Barus di pantai barat Sumatera Utara. 104-107 Antony Reid. Subbarayalu. lambung yang berpasak. menjadikan wilayah pantai di Nusantara sangat panjang dan luas. Kegiatan ini sudah tentu membutuhkan alat transportasi yang dapat dipakai untuk berlayar ke tengah laut mencari ikan atau menyeberangi laut dan selat untuk berdagang dengan daerah seberang selat atau laut..25 Dengan demikian sudah sejak lama hubungan perdagangan antara Nusantara dengan daerah-daerah di Asia Barat. op.26 Kondisi geografis kepulauan Nusantara yang dilingkupi laut dan selat. EFEO-Pusat Penelitian Arkeologi-Yayasan Obor Indonesia. mereka mengatakan bahwa para pelaut di Asia dan juga di Nusantara sudah menggunakan peta dan alat-alat navigasi seperti yang dimiliki oleh Portugis. Asia Selatan. ed. Dalam penelitian Antony Reid disebutkan bahwa kapal-kapal yang berlayar di Asia Tenggara dan Indonesia jauh lebih besar dengan dua atau tiga tiang. “ Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus: Suatu Peninjauan Kembali”. Gambar Relief kapal besar bercadik pada candi Borobudur memperlihatkan kemampuan bahari masyarakat terutama yang dipergunakan di pantai Y.. 27 Dalam kebudayaan Nusantara kemampuan membuat perahu sudah mereka miliki sejak lama. Tambahan lagi banyak kapal-kapal Portugis ataupun Belanda yang melakukan pelayaran menuju kepulauan Nusantara menyewa tenaga navigator dari masyarakat setempat. Lobu Tua: Sejarah Awal Barus.barus ini merupakan bahan wewangian dan obat-obatan yang dipergunakan di Arab dan India. Dari beberapa keterangan pelaut Portugis. Jakarta. hal. hal. 26 27 25 Marwati Djoened Poesponegoro. 2002. 48-55 53 . sehingga mata pencaharian penduduk juga sangat tergantung dari mengolah laut. dan kemudi kembar. Selain itu kapal-kapal dengan berat ratusan ton juga dibuat di galangan kapal di pantai utara Jawa. Perkembangan perahu-perahu bercadik yang dibuat secara sederhana dari kayu yang dilubangi tengahnya seperti lesung dan diberikan kayu penyeimbang di kiri dan kanan badan kapal. op. dalam Claude Guillot. cit.. Namun penduduk di Asia Tenggara dan Indonesia sejak abad ke-16 mampu membuat kapal dengan konstruksi badan kapal terbuat dari papan. cit.

Cengkeh hanya dihasilkan di Ternate. porselain. dan ikan asin ini telah menjadi produk yang sangat dicari karena harganya yang mahal. timur. 144-148 54 . tekstil. sepanjang pantai utara Jawa. tuak. dan selatan Pulau Sumatra. Pantai utara Jawa dalam laporan Portugis merupakan pusat penghasil kapal-kapal berbadan besar selain yang di datangkan dari Pegu. dan Seram. Barang-barang ini seringkali dipertukarkan secara barter atau dengan mata uang perak atau emas. padewakang. Asia Barat. op. kayu cendana. beras. hal. mayang janggolan. Ambon. Kemudian pada abad ke-16 pohon cengkeh juga ditanam di Pulau Bacan.28 Ramainya perdagangan dan pelayaran tidak terlepas dari peran bandar atau pelabuhan yang menyediakan bermacam fasilitas bagi para pedagang yang hendak menjual atau membeli barang dagangan. dan sebagianya. Kapal jenis jukung. dan sebagainya menunjukkan keanekaragaman jenis kapal di Nusantara. lambo. Di samping itu rempah-rempah yang terdiri dari cengkeh. Rempah-rempah inilah yang menarik perhatian bangsa Eropa berdatangan ke Nusantara dengan melakukan pelayaran samudera menyusuri pantai Afrika menuju ke India dan Selat Malaka. batu permata. Ternate. seperti sutera. Beberapa daerah menjual produk setempat yang tidak diproduksi di tempat lain seperti cengkeh. Tidore. Burma. Pelabuhan-pelabuhan ini menyebar mulai dari bagian utara. kayu sapan. Sedangkan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Banda dan Seram Selatan.utara Jawa pada abad ke-9 M. pala. bunga pala. Semenanjung Malayu. dan sebagainya. Mereka menjualnya kepada para pedagang yang datang dengan menukarkannya dengan barang-barang dari Cina. dan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Maluku. alat-alat logam. kain yang kasar. Sementara itu hasil 28 Marwati Djoened Poesponegoro. dan begitu banyak yang lainnya di pulaupulau besar dan kecil. Nusa Tenggara. sagu. golekan. korakora. Banyaknya jenis kapal tersebut menunjukkan pula kemampuan masyarakat mampu membuat kapal yang baik untuk pelayaran jarak jauh maupun jarak dekat.. cit. peledang. Sepertinya rempah-rempah yang produksinya lebih sedikit dibandingkan produksi beras. kain yang halus. pala. Namun perdagangan yang paling utama pada abad ke-16 sampai 18 adalah rempah-rempah. Makian. kayu manis. dan India. Barang-barang yang diperdagangkan dalam pelayaran dan perdagangan di Nusantara itu sangat banyak dan bervariasi. kepulauan Maluku. Sulawesi Selatan. pinisi. Tidore. senjata api. dan Motir.

Makasar. dan lain sebagainya. Dengan demikian maka segera dikirim armada kapal ke Maluku. porselain. dan kepulauan Maladewa. sampai kemudian mengalami kemerosotan dan puncaknya adalah ketika kekuatan Portugis berhasil diusir dari Ternate. sekaligus menaklukkan Bandar Malaka pada tahun 1511 yang dikenal sebagai pasar rempah-rempah di Asia Tenggara. Di sana para pedagang menukarkan barangbarang yang mereka bawa dari tempat asalnya atau dari Cina dan India. 30 Tetapi kelemahan Portugis diakibatkan tidak mampunya armadanya mengamankan jalur pelayaran di Selat Malaka dan juga Goa di India Selatan. Yayasan Obor Indonesia. 4 30 29 Anthony Reid. 17-18. sebagai berikut: Pedagang Melayu mengatakan bahwa Tuhan menciptakan Timor untuk kayu cendana dan Banda untuk bunga pala (fuli) dan Maluku untuk cengkeh. menyeberangi Lautan Hindia dan langsung menuju ke Laut Merah. dan lain-lain berbondong-bondong berdatangan ke Maluku dan Nusa Tenggara bagian timur untuk membeli rempah-rempah dan kayu cendana. Namun kenyataannya Malaka hanyalah gudang rempah-rempah. Aceh.hutan berupa kayu cendana juga merupakan mata dagangan yang laku di pasaran Cina dan India sehinga kayu cendana yang berasal dari Timor tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. sedangkan penghasil rempah-rempah ada di kepulauan Maluku. sehingga banyak kapal-kapal dagang yang membawa rempah-rempah dan produk lain dari Indonesia bagian tengah dan timur tidak singgah ke Malaka namun melalui jalur pantai barat Sumatra. Bugis. 1999. 2. hal. tekstil. Dari Ekspansi Hingga Krisis II: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Para pedagang dari Jawa. Melayu. Selama hampir setengah abad kekuatan Portugis mendominasi Maluku.. Tome Pires dalam pelayarannya tahun 1515 di Maluku. terutama ke Ternate dan Tidore. Jakarta. benda logam. sutera. Armada Portugis pertama kali melakukan pelayaran ke Nusantara di bawah pimpinan Affonso de Albuquerque. cit. menuliskan pendapatnya tentang tanaman rempah-rempah dan kayu cendana. op. 27 55 . hal.29 Laporan Tome Pires di atas menunjukkan bahwa produk rempah-rempah dan kayu cendana merupakan mata dagangan ekspor yang menjanjikan keuntungan besar bagi para pedagang. seperti beras. Jalur baru ini membuat Portugis tidak lagi menjadi Anthony Reid. dan barang dagangan ini tidak dikenal di tempat lain di dunia kecuali di tempat itu.

Asia Barat.32 Penyebab lain dari pelayaran orang Belanda dipengaruhi oleh penerbitan buku Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien (Catatan Perjalanan ke Timor atau Hindia Portugis) karya Jan Huygen van Linschoten. Laporan Van Lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. 27 Ricklefs. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. Yogyakarta.C. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. Sementara orang-orang Belanda adalah pedagang yang melayari rute Lisabon.. 36-38 32 56 . Pelayaran pertama kapal-kapal Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Tetapi pemerintah Spanyol yang menguasai Portugal melarang kapal-kapal dagang Belanda membeli rempah-rempah dari Lisabon. Di samping itu daerah Nusa Tenggara juga menghasilkan produk-produk 31 Anthony Reid. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyusuri Laut Jawa. Van Linschoten adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. Laut Flores. 1998. op. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. hal. dan Eropa Utara. Sejarah Indonesia Modern. hal. dan Eropa. M. yang berangkat tahun 1595 dan tiba di Pelabuhan Banten. karena produk rempah-rempah mengalir melalui Mesir dan Laut Tengah. Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa dan di Malaka. Gadjah Mada University Press. Portugal. Kegairahan para pelaut dan kapal-kapal dagang Belanda mengunjungi Nusantara disebabkan antara lain karena pecahnya perang kemerdekaan Belanda terhadap Spanyol selama 1560 sampai 1648. Jawa Barat pada tahun 1596. cit. 31 Pada akhir abad ke-16 orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah langsung ke tempat produksinya di Maluku.pusat bagi pasaran Eropa. India. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu.

menjadikan pelabuhan Malaka menjadi pasar rempah-rempah asal Maluku. Masuknya bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16 (1596) di Nusantara membawa perubahan yang besar. Namun jangan lupa bahwa pelayaran ke Maluku mau tidak mau melewati Laut Flores di mana berhimpun beberapa pulau besar dan kecil. seperti Flores. Bugis. Alor. dan kayu sapan. penyediaan komoditi dari berbagai wilayah. Di antara orang asing yang menjadi pedagang dalam jumlah besar adalah penduduk muslim asal Gujarat dan Calicut. Dengan demikian wilayah tersebut sudah tersentuh dinamika pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai. Pedagang Hindu asal Coromandel yang dikenal dengan Keling juga banyak yang menjadi pedagang yang melayari rute India-Malaka. 526-528 57 . dan lain-lain. Menurut Tome Pires. Banyak para pedagang Muslim yang mencari persinggahan di tempat lain terutama di pantai timur dan barat Sumatra dan juga di pesisir utara Jawa. madu. produk kayu cendana asal Timor dan juga Sumba sangat laku di pasaran Cina. op. membawa kemunduran bagi Malaka. Para pedagang asal Gujarat inilah yang membawa lada dan rempah-rempah Tengah dan sekitar Laut Mediterania. Pedagang Belanda dengan 33 sampai ke wilayah Timur Fernand Braudel. Timor. Adanya hubungan pelayaran antara Malaka dan Maluku. membentuk lembaga perlindungan bagi keamanan kapal-kapal asing. 33 Ramainya Bandar Malaka membuat banyak para pedagang dari Jawa. Dalam beberapa laporan. Posisi Selat Malaka menjadi sangat strategis bagi lalu lintas pelayaran. dan dari daerah lain di Indonesia bagian timur. peralatan rumah tangga. Makasar. yaitu cengkeh dan pala. Ramainya perdagangan rempah-rempah dan berbagai produk lainnya menjadikan India Timur (East Indies) bukan hanya menjadi kutub yang menarik namun juga menjadi jalur persilangan yang sibuk bagi pelayaran dan perdagangan. Pantar.yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. Kejatuhan Malaka pada tahun 1511 akibat serangan Armada Portugis yang dipimpin Afonso d’albuquerque. terutama bagi kota Malaka yang berdiri sejak awal abad ke-15. cit. membawa komoditi asal Maluku yang sangat laku di pasaran India dan Cina.. lilin. antara empat sampai lima ribu pelaut datang dan pergi dari Pelabuhan Malaka. Pelabuhan Malaka terus berkembang sebagai penyedia sarana pelabuhan. hal.

Irian. VOC terus memperluas kekuasaan politik dan ekonominya di wilayah Hindia Timur. Kekuatan laut VOC sejak abad ke-16 belum ada yang menandinginya di Nusantara. hal ini berakibat VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di pusat produksinya dan bahkan mengatur penanaman dan pengaturan panen untuk mengendalikan harga. Berbagai macam komoditi dari berbagai daerah dapat dibeli dari Pelabuhan Makasar. Batavia kemudian dijadikan pusat administrasi bagi jaringan pelayaran dan perdagangannya di Asia. rempah-rempah. Sejak itu. Penaklukkan benteng-benteng Portugis di Ambon. Budak. Selain itu beberapa kerajaan lokal seperti Kesultanan Makasar dipaksa untuk menerima monopoli perdagangan rempah-rempah. Banten. VOC merebut Jayakarta dan menggantikannya dengan Batavia pada tahun 1619. Flores. Sinar Harapan.segera mendirikan Veerenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tahun 1602 untuk mengkonsolidasikan kekuatan menghadapi para pedagang Eropa lainnya terutama Inggris dan Portugis. 1983 34 58 . Hal ini mengakibatkan VOC menguasai hegemoni politik dan ekonomi di Nusantara. seperti Ambon (tahun 1605) dan Pelabuhan Malaka (tahun 1640). Bali. dan juga sebagian wilayah Mataram di pantai utara Jawa membuktikan kekuatan laut yang dimiliki oleh VOC. 34 Untuk memantapkan kedudukannya di Hindia Timur. Sumbawa. VOC memberlakukan pengawasan terhadap sentra-sentra produksi rempah-rempah dengan pelayaran Hongi (Hongi Tochten). dan Philipina Selatan. Beberapa wilayah direbut dari Portugis. Kesultanan Ternate dan Tidore dipaksa menerima pertuanan VOC. produk dari laut. Priangan. Makasar merupakan pelabuhan yang ramai sejak abad ke-16. Lombok. dan juga Untuk melihat sejarah singkat VOC lihat C. Malaka. seperti barangbarang dari Maluku. Kalimantan. Jawa. Timor. dan pantai utara Jawa diambil alih dari Mataram sampai pertengahan abad ke-18. penaklukkan Makasar. Banten direbut. Boxer. Cirebon. sehingga menimbulkan perang Makasar 1660-1667. Sumba. Perebutan hegemoni pelayaran dan perdagangan di Nusantara yang dilakukan VOC menghadapi tantangan dari pelaut-pelaut Makasar dan juga Sultan Makasar. sebuah Sejarah Singkat tentang Persekutuan Dagang Hindia Belanda.R. pelanggaran atas kuota produksi akan menghadapi penangkapan dan penghancuran kebun rempah-rempah milik penduduk. Jakarta. Jan Kompeni: Sejarah VOC Dalam Perang dan Damai 1602-1799.

Barang-barang dari India dan Cina dikenakan pajak dan barang-barang komoditi ekspor dijual dengan harga yang tinggi. Hal ini terutama dilakukan oleh Inggris sampai abad ke-18. hal. 375-377 59 . termasuk menjualnya melalui tokotokonya sendiri. perdagangan bebas di Nusantara mengalami kemerosotan. VOC melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dan yang lainnya. Dengan mengunakan perahu-perahunya orang-orang Makasar mengangkut berbagai komoditas dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. 1992. 36 Tetapi sejak kejatuhan pelabuhan Makasar. kapal-kapal Cina hanya diijinkan berdagang di Banjarmasin dan Makasar. 372-374 36 35 T. Gadjah Mada University Press. eds. menggunakan gudang-gudang sendiri.kayu cendana merupakan produk utama dari daerah timur. dan senjata untuk dipertukarkan dengan berbagai mata dagangan dari berbagai pelabuhan di Asia. hal. dalam T. op. VOC melakukan praktek monopoli perdagangan yang Heather A. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perlawanan dari kapal-kapal dagang dari berbagai bangsa dan daerah di Nusantara yang kemudian melakukan perdagangan ilegal atau penyelundupan. Selain itu Makasar juga memperdagangkan produk-produk dari India dan Cina yang didapat dari kehadiran kapalkapal asing di Malaka. Jawa tahun 1740.. Di samping itu banyak para pelaut dan pedagang Makasar yang juga melakukan perdagangan ilegal dengan menjual berbagai macam komoditi dari seluruh Nusantara. ”Quantitative and Qualitative Approaches to The Sudy of Indonesia Trade: The Case of Makasar”. opium. eds. Di samping itu para pedagang Cina dengan kapal-kapalnya yang besar sangat aktif berlayar dan memperdagangkan komoditi dari Cina ke Nusantara. Ibrahim Alfian. Sutherland dan David S. Pelayaran kapal-kapal Cina yang mendatangkan banyak keuntungan ini sangat menarik perhatian VOC.. 35 Kebijakan ini menjadikan VOC melakukan ekspansi perdagangan dengan kapalkapal sendiri. Bree. Ibrahim Alfian. Dari Babad dan Hikayat sampai Sejarah Kritis. VOC mulai membatasi kedatangan Jung Cina ke Nusantara. termasuk juga di Nusantara. Namun peristiwa pembantaian Cina di Batavia. atau para pedagang Makasar yang membelinya dari Pelabuhan Malaka. Para pedagang swasta Inggris dalam melakukan perdagangan dengan Asia.. juga melakukan ekspansi dengan menjual tekstil India. Penguasaan VOC atas Makasar membuat perubahan yang mendasar bagi Makasar. cit.

yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. Arab. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. atau 6 kapal per hari. Eksploitasi Pulau Jawa yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda selama abad ke-19 juga menelantarkan daerah luar Jawa terutama di Indonesia bagian timur. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. atau pelabuhan laut dalam. hal. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan menggali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan J. India. dalam Howard Dick. eds. Passau. Mulai dari perahu-perahu kecil berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. 37 60 . kedua. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhan-pelabuahn di luar Pulau Jawa. Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat.kemudian menjadikan perdagangan rempah-rempah menjadi kurang menarik. Tarif bea yang rendah yang diberlakukan Inggris di Pelabuhan Singapura membuat banyak pedagang dari Cina. 1999.000 metrik ton. dan bahkan kapal-kapal dari Bugis dan Makasar secara rutin berkunjung ke Singapura untuk menjual barang-barang yang dibawanya dari kepulauan Indonesia bagian timur. kayu cendana. pelayaran regional Asia Tenggara. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura per tahunnya. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. 97. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. dan lain-lain. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara juga meningkat pesat. Thomas Lindblad. beras. 37 Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. sarang burung. Pelayaran yang menyinggahi Singapura itu terdiri atas tiga jenis. edisi draf. dan terakhir pelayaran lokal. Namun munculnya pelabuhan bebas Singapura yang dibangun oleh Inggris tahun 1819. menyadarkan pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk melakukan usaha-usaha untuk menyaingi ramainya perdagangan di Singapura. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. Kapal-kapal pinisi dan padewakang milik orang Bugis-Makasar membawa produk-produk seperti lilin lebah..

jung. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. Kalimantan.. eds.cit.38 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. hal. cit. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. terutama kapal-kapal Inggris. op. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda.pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. eds. 99 61 . op.. jumlah mereka sekitar 135.23-25 39 40 38 Howard Dick. atau musim Bugis. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. dengan kapal yang bermuatan lebih besar.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun 1880.. Perkembangan Pelabuhan Singapura membuat Pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. hal. Jurnal Jabatan asia Tenggara. Howard Dick.1. dan di kota-kota pelabuhan di Nusantara. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama kallang di Singapura. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . hal. 1819-1941. Pelayaran perahu ini masih memainkan Hanizah Idris. 40 Sementara itu sejak tahun 1824. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. Universiti Malaya No.39 Selain itu peran pedagang Bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. Kapal-kapal Cina berdagang di banyak wilayah di Nusantara. Jati. Sulawesi. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra.. 1995. terutama setelah banyaknya kapalkapal uap yang berlayar ke Singapura. 98. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli... mereka juga mengganti kapal tradisional mereka.

dalam Anne Booth. Kekuatan armada kapal yang diperlengkapi dengan meriam yang canggih menjadikan kapal-kapal Portugis dan terutama Belanda mempunyai kekuatan memaksakan perdagangan monopolinya. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. hal.. seperti memonopoli pengiriman barang-barang milik pemerintah.Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. Ambon. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. Dick. Makasar (1847). yaitu Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM).cit. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. et. van Leur. “Perdagangan Antarpulau.C. Kedatangan kapal-kapal Eropa membawa pengaruh yang cukup penting dalam dunia perdagangan dan pelayaran di Nusantara. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. op. LP3ES. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. serta Ternate (1852). 404-407 62 . Banda.. 111-112 Howard W. eds. hal. Sejarah Ekonomi Indonesia. Pontianak. Sukadana (1837). dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. Pengintegrasian Ekonomi dan Timbulnya suatu Perekonomian Nasional”. Dalam kumpulan tulisan yang dibukukan setelah dia 41 42 Howard Dick. eds. Manado (1848). pengiriman surat.42 Usaha ini sedikit berhasil seperti dapat kita lihat dari tulisan Sutherland tentang kedatangan kapal-kapal Cina langsung ke Pelabuhan Makasar selama pertengahan abad ke-19.al. dan Sambas (1834). Dia dianggap sejarawan yang mempelopori kajian sejarah maritim yang mengkritik cara penulisan historiografi kolonial tentang sejarah ekonomi di Nusantara. Peran para pedagang Eropa pada bad ke-16 sampai 18. dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. Kajian yang menggambarkan dinamika perdagangan masyarakat lokal di Nusantara dilakukan oleh J. seringkali dijadikan studi sejarah oleh sejarawan kolonial yang seringkali tidak menuliskan peran para pedagang lokal dan Asia dalam pelayaran dan perdagangan pada masa itu. 1988.. 41 Kondisi tersebut yang membuat pemerintah Belanda berusaha menyaingi Singapura dengan membuka pelabuhan bebas di Riau (1829)..

C. hal. dan dari benua ke benua dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. RZ. Bandung. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. 192 44 43 63 .) 44 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. dari pulau ke pulau. dan di Cina sekitar 600 ton... 191 45 Taufik Abdullah. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. 1960. “Dr. Van Leur. 1997. Peddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciri-ciri tertentu. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50.C. eds. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. PPKB-LP UI. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History. Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme..000 ton. Sumur Bandung. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. hal. Pertama-tama perdagangan dilakukan dari satu tempat ke tempat lain. J.43 Dalam bukunya itu. cit. dalam Taufik Abdullah. dia melihat perkembangan dari pelayaran dan perdagangan pribumi yang marak selama kekuasaan VOC berkuasa di Nusantara. di India sekitar 200 ton. eds.45 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. yaitu investasi modal dari keuntungan.. Leirissa. op. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Bandung. Depok. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peddling trade (perdagangan penjaja). J.meninggal kita dapat membacanya dalam “Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History”.

Bone. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan.. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. “Dr. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. Chauduri. cit. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Leirissa. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. Kekuatan perdagangan laut ini didukung oleh penduduk yang mayoritas hidup dari hasil laut dan perniagaan di laut. Pada waktu itu kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan.Makasar di Nusantara Peran orang-orang Bugis-Makasar dalam pelayaran di Nusantara sudah berlangsung sejak abad ke-16. K. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. seperti Gowa dengan pelabuhannya di Makasar. 201-202 64 .Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya itu. dalam Taufik Abdullah..C. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Hormus. Luwu. Sudah sejak 46 47 K. N. 3. dan lain-lainnya merupakan kerajaan dagang yang kuat. Lihat artikel RZ.1. Wajo. Chauduri46 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. cit. J. Calicut. eds. hal. Malaka.47 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. op. Kanton. N. Pelayaran Perahu Bugis. dan sebagainya.. op.

Pelabuhan Makasar dianggap menyaingi perniagaan VOC. dan kepulauan Nusa Tenggara. terutama di daerah sekitar Sumatera Timur dan Semenanjung Malaya. 1995. Dalam kebudayaan bahari yang dimiliki oleh orang Makasar. membuat bangsawan Makasar dan para pengikutnya merasa terhina dan pergi meninggalkan tanah Makasar. porselain. 1667. Permintaan VOC agar Sultan menerima monopoli perdagangan di Makasar ditolak oleh Sultan Hasanuddin. part I. dan lain lain. sutera. ditolak oleh Sultan Hasanuddin. LXVIII. siapapun boleh melayarinya. tetapi juga berpindah tempat. Jawa Timur. dan lain-lainnya. hal. seperti beras. barang-barang logam. Dalam catatan sumber-sumber Belanda. 119-120 48 65 . Namun persebaran orang Makasar dan Bugis secara besar-besaran dan tidak hanya sekedar berdagang.48 Perang Makasar (1666-1668) sebenarnya dipicu oleh perang dagang antara Kerajaan Makasar yang menjadikan pelabuhannya bebas dikunjungi oleh kapal-kapal dari Eropa ataupun dari Asia dan Nusantara. sejak perjanjian Bongaya. penguasa Bone. dengan pihak VOC yang ingin memaksakan monopoli. mereka memiliki filosofi bahwa secara umum laut adalah milik bersama. mereka memperdagangkan produk-produk rempah-rempah dari Maluku untuk dipertukarkan dengan membawa barang-barang yang dibeli dari Jawa dan Malaka. Keinginan VOC untuk mengontrol jalur perniagaan laut. menjadi pemimpin utama di wilayah Sulawesi Selatan. Sementara itu pengungsian besar-besaran dilakukan oleh orang-orang Makasar pasca penaklukkan Kerajaan Gowa-Tallo oleh kekuatan militer VOC dalam Perang Makasar 1666-1669. Andaya. Vol. yang menandai kekalahan Kerajaan Gowa. Bahkan Sultan mengatakan: Leonard Y.”The Bugis-Makasar Diaspora”. terlebih lagi ketika Arung Palakka.sebelum abad ke-16. tekstil. Pengungsian besar-besaran terjadi pada tahun 1669 ketika secara final VOC mengalahkan pemberontakan orang Makasar. Penaklukkan oleh orang-orang Makasar ini membuat banyak orang-orang Bugis yang pindah dan menyebar ke seluruh Nusantara. Keadaan ini dipicu oleh penaklukkan kerajaan Gowa-Tallo yang bersuku Makasar terhadap kerajaan-kerajaan Bugis. Luwu. Journal of The Malaysian Branch of The Royal Asiatic Society. Bone. mengakibatkan orang Bugis dan Makasar menetap di kepulauan Riau. seperti Wajo.

Pihak penguasa hanya mengontrol keamanan laut dan pelabuhan dengan menarik cukai atas bermacam mata dagangan. padahal sudah sejak lama.11 tahun 1984. Kebanyakan orang Bugis kemudian menetap di wilayah kepulauan Riau dan Semenanjung Malaya. dan pelaut Makasar yang meninggalkan kampung halamannya pergi merantau ke seluruh kepulauan Nusantara. No. Sementara itu sebagaian besar bangsawan Bugis di Wajo yang menjadi sekutu Kerajaan Gowa-Tallo juga melakukan pengungsian setelah ibukota kerajaan di Tosora dihancurkan oleh VOC.”49 Jawaban ini meneguhkan semangat orang-orang Makasar untuk melawan tindakan yang memaksakan kehendak. Namun para pengungsi Makasar dan Bugis generasi awal telah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Andaya melihat bahwa para pengungsi Makasar awalnya mengalami kegagalan karena sifat mereka terus memusuhi VOC. Tetapi mengaruniakan laut untuk semuanya. 120-121 66 . Bahkan para penguasa juga menjadi kaya karena menjadi juragan atau pemilik kapalkapal dagang.50 Dalam proses awal adaptasi. 37 50 49 Leonard Y. sementara orang Makasar di Jawa dan Madura. loc. Karaeng Galengsung dan pengikutnya. lapian.. cit. Sedangkan dalam jumlah kecil mereka menyebar hampir di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.B. Prisma. yang pada akhirnya mengalami kekalahan pada tahun 1679. mendukung pemberontakan Trunojoyo melawan Mataram dan VOC. hal. Andaya. saudagar.“Tuhan telah menciptakan bumi dan lautan. Namun sejak kekalahan dalam Perang Makasar banyak bangsawan. sehingga di Jawa Timur. Hal yang sama juga terjadi di Banten ketika Karaeng Bontomarannu tiba di Banten dengan 800 orang pengikutnya dan mendapatkan tempat tinggal dari Sultan A. hal.”Perebutan Samudera: Laut Sulawesi pada Abad XVI dan XVII”. telah membagi-bagi daratan di antara umat manusia. Peperangan yang terjadi kemudian pada pertengahan abad ke-18 antara Kerajaan Bone melawan Kerajaan Gowa-Tallo dan Kerajaan Wajo juga makin menambah besar jumlah penduduk yang mengungsi. Tak pernah kedengaran larangan buat siapapun untuk mengarungi lautan. perniagaan laut di Asia Tenggara ini berjalan dengan sistem pasar bebas.

tanah air orang Bugis.Banten. cit. Kepulauan Maluku yang banyak menghasilkan rempahrempah merupakan tujuan utama pelayaran mereka. 121-125 Leonard Y.. Abd al-Jalil untuk melawan saingannya. Selain itu pada abad ke-18. Sultan memberikan daerah kepulauan Riau sebagai tempat tinggal orang-orang Bugis. sampai kemudiaan ditinggalkan akibat perang antara VOC dan Banten tahun 1680. Andaya. sampai abad ke-19. loc. hal.51 Sebaliknya menurut Andaya. Kegiatan dagang dan perantauan orang Bugis dan Makasar menyebar ke banyak wilayah di kepulauan Nusantara. orang-orang Makasar sudah mulai beralih sikap hanya menjadi pelaut dan pedagang. yang bernama kampung Makasar. Kampung ini sampai abad ke-19 merupakan kampung yang tidak hanya didiami oleh orang Makasar tetapi juga dari para pedagang Jawa dan Melayu. yang ingin merebut tahta dengan bantuan Orang Laut. Selain di Ternate pelaut Bugis-Makasar juga menetap di Ambon. 52 Dampak lain yang terjadi pada abad ke-18 adalah munculnya jaringan perdagangan laut antara kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan.. 125-128 67 . Andaya. Perniagaan ini menjadikan Riau sebagai daerah yang menjanjikan keuntungan besar karena lalu-lalangnya kapalkapal dagang Bugis yang berdatangan dari Jawa dan Sulawesi Selatan. dan bersama-sama orang Bugis mengarungi lautan di Nusantara dengan kapal-kapal padewakang dan pinisinya yang besar dan kuat. Sejak abad ke-16. hal. para bangsawan Bugis ini kemudian membentuk kerajaan yang otonom kepulauan Riau. Kampung-kampung muslim ini juga didiami oleh di 51 52 Leonard Y. cit. Sehingga orang-orang Bugis ini relatif tidak dicurigai oleh VOC. di Pelabuhan Ternate terdapat komunitas pedagang Makasar yang menetap di sana. loc. Para bangsawan Bugis dan pengikutnya yang berada di tanah Semenanjung Malaya justru diminta bantuan oleh Sultan Johor. para pengungsi dari Bugis tidak memposisikan sebagai musuh VOC dengan tidak mendukung perlawanan penguasa setempat terhadap VOC. Setelah musuhnya berhasil dikalahkan. sebuah tempat di tepi pantai dekat Benteng Oranje milik Belanda. Raja Kecik. Kehadiran pelaut dan pedagang Bugis-Makasar pun tidak ketinggalan. Pada abad ke-18.

619-633 54 Le Roux. Leiden. 706-714 53 68 . Melayu. kita dapat melihat begitu luasnya pelayaran yang dilakukan oleh perahu-perahu Bugis. Saiang (Siam). menggambarkan peta-peta wilayah di seluruh Nusantara. Tijdschrift van het Koninlijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap. hal. Koetaringang (Kotawaringin). Tana Palawang (Pulau Palawan). dan Jawa. 1935. C. Australia Utara. Deel 156. Maladiwa (Maladewa). Koeantong (Kanton).F. Atje (Aceh).. dan lain-lain. Ballitong (Belitung). bunga pala dan cengkeh diuraikan sebagai berikut: R. Kei dan Aru. Tweede Serie. Mangindano (Mindanao). E. Taranate (Ternate). Marege’ (Australia Utara). Deel LII. Peta itu juga menunjukkan rute dan tujuan pelayaran kapal-kapal Bugis sebelum pertengahan abad ke-19. Nama-nama daerah seperti Kalantang (Kelantan). Perdagangan Penjaja (Peddler-Trade) Pelayaran kapal-kapal Belanda pada akhir abad ke-16 dipengaruhi oleh terbitnya buku Itinerario yang ditulis oleh Jan Huygen van Linschoten. Poelo Lao’ (Pulau Laut). Dari Nama-nama tempat yang terdapat dalam peta Bugis ini menunjukkan luasnya pengetahuan tentang daerah-daerah di Asia Tenggara. Djoro’ (Johor). hal. Cense. 2000. ‘Boegineesche Zeekaarten van den Indischen Archipel’.53 Dalam peta yang dibuat oleh orang Bugis. A. Leirissa. dia adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16.C. Brill.M.54 3.A. Tulisannya tentang pala. Pigo (Pegu). Bijdragen Tot de Taal-land-En Volkenkunde. Kajian Le Roux atas peta yang ditemukan di perkampungan bajak laut di Santhel yang terletak di Teluk Sekana di Pulau Singkep tahun 1854.Z. Pelayaran kapal-kapal padewakang itu juga menyinggahi pulau-pulau di Banda. “The Bugis-Makasarese in the Port Town:Ambon and Ternate Through the Nineteenth Century”. dan Cina. Sibiro’ (Siberut). yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. dan wilayah Cina. Tjinabaloe (Kinabalu). Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. Palimbang (Palembang). Australia Utara.pelaut dari Mandar. Pilipina Selatan.2. sebagian Asia Tenggara.

dan Laut Banda menjadi sangat ramai. baik untuk peneyembuh sakit kepala. 9-10 69 . Laut Flores. Sejarah Ekonomi menurut J. menajamkan daya ingat. Amsterdam. 1595. 3. hal. Jakarta.2. Pala terbalut oleh tiga jenis kulit. …bunga pala terutama baik untuk selesma dan untuk pria yang lemah. menghilangkan rasa marah dan memudahkan buang angin…. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. Di samping itu daerah Nusa tenggara juga menghasilkan produk-produk yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana.1. menyegarkan nafas. 1996. Yang paling utama dan paling luar seperti daging kelapa. dan menguatkan jantung. jantung. Asia Barat. yang membalut buahnya. menghangatkan dan menguatkan tenggorokan. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit.Cengkeh memperkuat hati.Pohon-pohon yang membuahkan pala dan bunga pala itu tidak berbeda dengan pohon buah pir. tetapi daunnya lebih pendek dan bundar. kutipan di atas merupakan terjemahan langsung oleh Wilard A. mengusir angin dari tubuh. untuk ibu dan untuk syaraf.Pohon cengkeh banyak dahannya dan bunganya tidak sedikit. dan Eropa. lilin. Air cengkeh hijau yang disuling harum baunya. yang kemudian menjadibuah-buah yang dinamakan ‘cloves’ karena bentunya mirip cakar atau ’claws’. melancarkan pencernaan. Buah pala menenangkan otak. terutama kritikannya terdapat penulisan sejarah Hindia Belanda yang lebih banyak bercorak Eropa sentris. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyususri Laut Jawa. Dalam kajiannya tentang sejarah perekonomian di Asia dan juga 55 Laporan Van Lindschotten dalam bukunya. India. yang sakit cacar menjadi berkeringat dengan cengkih. adalah bunga pala. bunga pala. Hanna dan Des Alwi. yang berguna bagi obat-obatan.C. dan bila ditaruh di mata dapat memelihara penglihatan. Laporan Van lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. madu. tenggorokan. dan kayu sapan. Van Leur Sumbangan van Leur dalam penulisan sejarah Indonesia cukup besar artinya. Titinerario. dan cabe hitam…. memudahkan ke luarnya kencing. Cengkeh banyak digunakan untuk memasak daging maupun meramu obat. melancarkan kencing dan menghentikan mencret. Pustaka Sinar Harapan.55 Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa yang terutama di Malaka. dalam Ternate dan Tidore: Masa Lalu Penuh Gejolak.

jakarta. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. “Dr. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peeddling trade (perdagangan penjaja). Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. Jakarta. di India sekitar 200 ton. J.58 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik Dalam buku yang ditulis oleh Anthony Reid. Yayasan Obor Indonesia.. hal. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. Sehingga kekuasaan dan dominasi VOC atas berbagai wilayah di Nusantara dianggap mewakili dinamika pelayaran dan perdagangan di wilayah tersebut. Yayasan Obor Indoensia. membuktikan tentang ramainya perdagangan di Nusantara sejak abad ke-15 sampai abad ke-17 57 RZ. Peeddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciriciri tertentu. 1992 dan Jilid II Anthony Reid. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. op. yaitu investasi modal dari keuntungan. cit.C. dan di Cina sekitar 600 ton. 191 58 Taufik Abdullah. van Leur mengemukakan bahwa selalam ini sejarawan Belanda lebih memfokuskan peran orang-orang Belanda sendiri. Pertama-tama perdagangan dilkukan dari satu tempat ke tempat lain. 1999. Leirissa. eds. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis.di Indonesia. eds. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin. dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. Padahal dalam kajian van Leur. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. hal.. dalam Taufik Abdullah.56 Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. 1997. dari pulau ke pulau. dari benua ke benua. PPKB-LP UI.000 ton.) 57 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton.. Depok. 192 56 70 . Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. dia mengungkapkan bahwa pelayaran dan perdagangan pribumi juga berkembang dengan pesat. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. Jilid I.

eds. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Chauduri59 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. Malaka. J. Trade and Civilisation in The Indian Ocean: An Economic History from the Rise of Islam to 1750 . Hormus.. Cambritge. dan sebagainya. Leirissa. 201-202 59 71 .60 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. dalam Taufik Abdullah. cit. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. K. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. Univercity Press. “Dr.Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. N. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. 1989 60 Lihat artikel RZ. N..C. Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya. Calicut.para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. op. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. Kanton. hal. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Cambritge. K. Chauduri.

eds. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. Jurnal Jabatan asia Tenggara. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. edisi draf. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. Kapal-kapal Cina berdagang dengfan bayak wilayah di Nusantara. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan mengali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar.1. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara meningkat pesat. Jati.62 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. Hanizah Idris. pelayaran regional Asia Tenggara dan terakhir pelayaran lokal. kedua. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. hal. 1995. hal. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. terutama setelah banyaknya kapal-kapal uap yang berlayar ke Singapura. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhanpelabuahn di luar pulau Jawa. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. atau pelabuhan laut dalam. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. Kalimantan. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. dalam Howard Dick. Ekonomi dan perdagangan Maritim Periode Hindia Belanda Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. Passau.23-25 62 61 72 . The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 18002000. 61 Pelabuhan Singapura merupakan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. 1999.. Thomas Lindblad. atau 6 kapal perhari.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun J. Universiti Malaya No. jung. 97. 1819-1941.2. Sulawesi dan dikota-kota pelabuhan di Nusantara. jumlah mereka sekitar 135.2. Mulai dari perahu-perahu keci berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura pertahunnya. Pelayaran yang menyinggahi Singapura terdiri atas tiga jenis.3.000 metrik ton.

Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. edisi draf. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20.cit.63 Selain itu peran pedagang bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama.. Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda.1880. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ .. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. eds.. atau musim Bugis.. 99 73 . bahkan mereka memiliki kampung yang bernama ‘kallang’ di Singapura. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). terutama kapal-kapal Inggris. hal. dalam Howard Dick. yaitu. hal. 1999. seperti memonopoli pengiriman barang-barang J. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. eds. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa. Passau. 98. Perkembngan pelabuhan Singapura membuat pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. Pelayaran perahu ini masih memainkan Sementara itu sejak tahun 1824. 64 63 Howard Dick. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. Thomas Lindblad. 64 dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. op. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya.

Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. hal. Bentuk tanah dan pantainya wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi c. yaitu .. 1974:5-8). Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut f. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim di Indonesia Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai.. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari 65 Howard Dick. op.milik pemerintah. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut.3. a. surat dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. b. 65 3. eds. 111-112 74 . pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. teluk atau muara sungai.. Luas perdagangan maritim. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut e. Dari enam unsur di atas. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. d.2. Sebagai upaya untuk memudahkan kajian terhadap masyarakat maritim ada baiknya kita lihat beberapa rujukan berikut.cit. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsure (Van Leur dan Verhoeven.

mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. seni tenunan. Pecinan (tempat tinggal pedagang 75 . seni rupa. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. yang menjelajahi perairan Nusantara dengan armada perahunya pada masa lalu. dibentuklah armada angkatan laut. tonase. musik. seperti. seni tarinya. 2005: 3-5). bentuk perahu. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’ (Sedyawati. dari kata merica atau lada. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. Peralatan untuk membuat perahu atau kapal kayu d. Sulawesi Selatan. jalur-jalur pelayaran. peta. mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. yaitu tempat para pedagang merica. 1996) b. Teknologi perkapalan dan pelayaran. peralatan penangkap ikan. f. muaramuara sungai. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. c. pantai-pantai. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim e. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. laut lepas. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. dan tradisi lisannya. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. akibat adanya pelayaran. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. sebagai contoh di Kota Banten lama terdapat kampung Pamarican. sistem navigasi. Adapun tema-tema yang dapat dijadikan pokok kajian adalah: a. persenjataan. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. (Barnes. Sebagai contoh adanya tokoh mitos Sawerigading dalam masyarakat Bugis.

sehingga Babad Banjar mencatat bahwa lada adalah ‘dagangan negri’. h. adanya bencana alam. (Boomgaard. Selain itu ada contoh upeti (wase) atau pajak yang dikenakan terhadap jual beli di pasar (pekan) Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Dermayon (tempat tinggal orang Indramayu). i. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut k. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. 76 . Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. Sebagai contoh lada menjadi mata dagangan ekspor kerajaan Banjar. di Jakarta terdapat kampung Pekojan (tempat tinggal penduduk dari anak benua India) g. dalam Hikayat Bustanus Salatin dikutipkan: ‘Dan ialah yang memaknakan Bail Um Mal dan uzur negeri Aceh Darus-Salam dan Cukai pekan dan ialah yang sangat murah karunianya akan segala rakyat dan mengaruniai sedekah akan segala fakir miskin. Dan juga gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayang-bayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi.’ (Poesponegoro.Cina). seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. (Wahyono. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). 1997). cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. Organisasi pelayaran. 2000). Sistem pajak dan upeti. pada tiap-tiap berangkat sembahyang Jumat. 1984: 267) j.

Dengan mendata point-poin diatas diharapkan akan membantu kita yang hendak melakukan kajian peradaban sejarah atas masyarakat maritime yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografi dan wilayahnya. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat maritime tersebut. muara sungai sampai satuan bahari yang lebih besar seperti kawasan Laut Jawa. Cara dan kebiasaan makan. Kekuasaan politik yang muncul. Laut Flores. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. Laut Banda dan lain-lain. memulai menangkap ikan dan upacara ritus peralihan 4. bagian-bagian pembentuknya. seperti. Sebagai contoh kita bias melihat suatu wilayah satuan bahari mulai dari sebuah teluk atau selat yang kecil. berupa bangunan perahu atau kapal. 5. lagu-lagu rakyat. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). peralatan penangkap ikan atau produk laut lainnya. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. 3. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat Pokok-pokok bahasan tersebut tentunya dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan juga tingkat keluasan area yang dikaji. Selat Makasar. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 2. nasib baik dan buruk. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak maritime kita dapat mendata beberapa hal yang dikemukakan oleh David A. 77 . Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia maritime masyarakat.l. Taylor (1992): 1. Selat Malaka. senjata dan lain-lain. legendanya. berupa upacara-upacara tradisional memberkati kapal. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Selat Madura. Lapian. hal. sebagai pemersatu yang mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah itu. galai. 66 AB. dan kultural. heartland atau daerah inti dari sebuah negara kepulauan bukanlah suatu pulau melainkan suatu wilayah maritim yang sentral letaknya. Semisal Selat Makasar. Di samping itu akibat adanya pengaruh politik dan ekonomi. Lapian. gobang. dan lainlain. AB. 6-7 78 .66 Sehingga studi tentang sejarah bahari dan berbagai aspeknya sangat dibutuhkan bagi sebuah rekonstruksi sejarah Indonesia yang lebih utuh.1. cit. Laut Jawa. sosial. kajian bisa ditingkatkan lebih luas lagi dengan melihat selat dan laut yang lebih besar dan ramai oleh perdagangan. Lapian.68 Gambaran yang cukup menarik diberikan oleh A. Menurut pandangan AB. Selat Malaka. pendekatan sejarah maritim indonesia harus bisa melihat seluruh wilayah perairannya. Laut Sulawesi. Lapian tentang beragam jenis perahu dan kapal yang bisa dipakai oleh penduduk pribumi di Nusantara.B. jukung. Di samping itu integrasi yang dimaksudkannya bisa beragam sesuai dengan kondisi geografisnya atau bisa juga dilihat dari sudut politis. dengan sampan. op. 5-6 68 AB. perahu. cit.B. Lapian.. ekonomis. Lapian.3. Dalam tulisan AB.Pentingnya Kajian Sejarah Maritim Lokal Dengan demikian sebetulnya sudah sejak lama sejarah dan kehidupan bahari di Nusantara itu sudah menyatu sebagai suatu kenyataan yang ada dari abad ke abad. Pilihan untuk berlayar tersedia banyak jenis sarana. seperti yang diungkapkan oleh sejarawan A. hal. Dengan pendekatan seperti itu penulisan sejarah dapat melahirkan deskripsi dan analisa yang baru. Namun kenyataan yang ada kajian sejarah bahari masih jauh dari cukup. Lapian dalam pidato guru besarnya yang mengambil tema “Sejarah Nusantara Sejarah Bahari”.3. op. 4 Maret 1992 67 AB.. Laut Flores. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. Lapian juga memberikan pandangan bahwa kajian tentang sejarah maritim dapat dimulai dari sejarah teluk kecil atau selat yang sempit sebagai tempat para nelayan mengembangkan kegiatan matapencahariannya.3.67 Dengan demikian kajian sejarah bahari di Indonesia terdiri atas berbagai macam ‘satuan bahari’ atau yang dikenal dengan sea systems.

Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut.2. Direktorat Geografi Sejarah. teluk atau muara sungai. 4 Maret 1992. Pengantar Sejarah Maritim Indonesia. Beberapa di antaranya hanya dikenal dalam lingkungan sukubangsa tertentu. pengangkutan. 1974:5-8). Fakultas Sastra Universitas Indonesia. londe. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. Beberapa pokok Kajian tentang Masyarakat Maritim71 Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. Berbagai jenis perahu yang disebut dalam daftar di atas mempunyai tingkat kelayakan laut yang berbeda-beda.3. Jakarta. sedangkan ada jenis perahu yang tersebar di seluruh Nusantara. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut AB. Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala.3. Jenis-jenis angkutan laut tersebut ini mencerminkan kekayaan perbendaharaan alat angkutan yang digunakan untuk mengadakan hubungan antar pulau. yaitu . 2006 71 70 69 79 . pinisi. hal. h. sarana pertukaran dan hubungan. soppe. Bentuk tanah dan pantainya Luas wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi perdagangan maritim. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut k. rah. i.lancang. 70 3. lepa-lepa. Lapian. 2004. dan berbagai sarana angkutan air lainnya. pencalang. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsur (Van Leur dan Verhoeven. padewakang. Laut telah menjadi sarana bagi terwujudnya persatuan. j. g. 7 sebagian draft tulisan dikutip dari tulisan Penulis dalam draft Kajian Peradaban Maritim dalam Buku Pedoman Kajian Geografi Sejarah oleh Agus Aris Munandar dkk. wangkang. DIKTI.69 Selain itu kajian sejarah maritim juga membuka kajian yang luas tentang komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) lewat media laut antara satu komunitas dan komunitas yang lain yang dapat menjadi dasar bagi proses integrasi di kalangan masyarakat Indonesia. hal. Meski laut juga merupakan kondisi alam yang dapat memisahkan kalau masyarakat tidak mengatasinya dengan pembangunan di bidang teknologi perkapalannya.4 Singgih Tri Sulistiono.

perahu peledang inilah yang membawa nenek moyang orang Lamalera ke pulau Lembata.H.3. Sebagai contoh cerita mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. Kisahnya sebagai berikut: Edi Sedyawati. 1996 72 80 . yang tersurat dalam ‘Syair Asal usul’ atau ‘Lia Asa Usu’. 2001 dan R. mereka mengenal apa yang disebut dengan tutui teteek (kisah nyata). Tema Tema Pokok Kajian a. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia.3. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut.3. Dari enam unsur di atas.l. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara.73 Dalam tradisi lisan yang dikenal oleh masyarakat Roti. Dikisahkan adanya seorang nusak di Tola Manu (Termanu) yang melawan kompeni Belanda dan juga dikisahkan adanya keterangan tentang ramainya pelabuhan dagang di Tola Manu. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. UI. Lembaga Galekat Lefo Tanah. Sulawesi Selatan. Clarendon Press. 3-5 73 lihat Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. ed. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. Orang Lamalera juga memiliki cerita mitos tentang perahu tradisional mereka pertama yang dibuat nenek moyangnya di pulau Lepanbatan yang kemudian diceritakan tenggelam karena bencana alam. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Jakarta. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’72 3. 2005. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. Depok. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. hal. Oxford. Barnes.

hal. Jakarta. Sawu dengan menyinggahi pelabuhan di Pulau Roti. Makssar.Dikatakan bahwa ketika Koli do Buna masih merupakan pelabuhan besar. Djambatan. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. sebagai contoh perahu peledang yang dipergunakan oleh para nelayan Lamalera di Pulau Lembata untuk berburu ikan paus. Solor. 1986. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Peralatan atau teknologi untuk membuat perahu atau kapal kayu. Sawu. Lembaga Galekat Lefo Tanah. 1996 74 81 . 26. pantai-pantai. Makassar. Perahu peledang ini merupakan perahu besar sepanjang 9-10 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi dinding perahu anatara 1 sampai 1. b. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim.5 meter. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. laut lepas.H. ‘Nusak yang membantai kompeni’ (Nusa Manatati Koponi). kemudian dipendekkan menjadi Koli do Buna……. Perahu ini dibangun dari bahan papan kayu (ara blikeng) dengan konstruksi kuat tanpa menggunakan paku besi tetapi dari pasak kayu dan ikatan rotan.75 Selain itu di Selat Sape. Sebelumnya nusak Tola Manu disebut Koli Oe do Buna Oe. c.Pulau Roti menamakan Nusak Tola Manu. dan Ndau pergi dan datang. No. 28 75 lihat R. orang Buton. Solor. muaramuara sungai. 14.74 Dengan demikian dari cerita tutui teteek tersebut digambarkan juga adanya pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Buton. seperti. sebagai alat transportasi menangkap ikan orang Komodo membuat perahu atau sampan yang terbuat dari kayu rengo atau kawu puah (bombax ceiba) yang bisa James J. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. April 1974. 17. Depok. Barnes. Clarendon Press. perahu dagang tidak pernah berhenti berdagang mengunjungi Roti dan mereka biasanya berlabuh di kota Leleuk. Oxford. 2001 dan R. Bahasa. Sastra dan Sejarah: Kumpulan karangan Mengenai masyarakat Pulau Roti. Jurnal Indonesia (Cornell University).H. Fox. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. Barnes.

April 1974. jalur-jalur pelayaran. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. No. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. 2001 dan R. Depok. akibat adanya pelayaran. Rakyat. Pulau Komodo: Tanah. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. dan Sumbawa banyak didatangi oleh para pedagang Bugis dan Makasar yang mempengaruhi penggunaan perahu mereka pada masyarakat pedagang lokal. tonase.. Pelabuhan Ampenan dan Tanjungkarang di Lombok Barat. Di 76 J. 7-9 Untuk perkembangan perahu lokal di Nusa Tenggara lihat lihat R. musik. g. namun para pedagang Bugis dan Makasar dengan perahu padewakang dan pinisinya yang mewarnai pelayaran di Nusa Tenggara. peta. persenjataan. ‘Perahu Pinisi di Sunda kecil: Suatu Studi tentang Pola-pola perniagaan Abad XVIII-XIX. 1987. Jakarta. Lembaga Galekat Lefo Tanah.76 d. Jurnal Indonesia (Cornell University). seni rupa. 78 Lihat Edi Sedyawati. cit. Lombok. dan tradisi lisannya. Barnes. sedangkan orang Bali. ed. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. Penerbit Djambatan-KITLV. seni tarinya. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya.bertahan selama tiga tahun. sistem navigasi. UI. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. Barnes. hal. 1996. Oxford.H. 77 Untuk kajian tentang perahu-perahu tradisional lihat juga karya Horst Liebner. sedangkan sampan yang dibuat dari kayu pohon woh (sterculia foetida) bisa bertahan selama sepuluh tahun. bentuk perahu.J. 2005 79 lihat I Gde Parimartha. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim. Organisasi pelayaran. e. peralatan penangkap ikan. ed.. Jakarta.H. Verheijen. 2002 77 82 . Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. Clarendon Press. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. ‘. op.79 f. dan Bahasanya. Teknologi perkapalan dan pelayaran. Di Lombok ada Pelabuhan Labuhan Haji (Saboaji) dan Piju (Picu) di Lombok Timur. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. 17. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. Balai Pustaka. dibentuklah armada angkatan laut. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus.78 Untuk jalur-jalur pelayaran yang melewati wilayah utara Nuasa Tenggara kemudian langsung ke Maluku. seni tenunan. lihat I Putu Suwitha. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. Jakarta. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. kemudian jalur selatan yang menyusuri ke selatan via selat Lombok menuju bagian selatan Sumbawa kemudian menuju Sumba atau Ende dan terus ke Kupang.A. setiap pelabuhan dipimpin oleh Subandar (syahbandar).

dan memiliki daya tahan di dalam air laut. Sumbawa. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayangbayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). kapal-kapal dari Jawa. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. 2004 80 83 . Sebagai contoh kapal-kapal Eropa yang singgah di Bima dikenakan bea 10 real untuk barang dagangan seberat 10 koyan (20 ton). namun kapal yang hanya singgah tanpa berdagang selama seminggu tidak dikenakan bea. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. Dompo. Mataram. yang singgah di Bima akan dikenakan bea 1 real untuk muatan dagangan senilai 20 real. Dalam bahasa Melayu kayu ini dinamakan ‘sepang’. mengatur perjanjian dengan VOC soal pelayaran dan Perdagangan. Flores.80 m. Untuk peraturan yang diterapkan di Manggarai. adanya bencana alam. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. Kayu sapan (Caesalpinia Sappan) atau kayu Brazil dapat tumbuh antara 5-10 meter dan tumbuh liar dihutan-hutan di Sumbawa. Sumba merupakan pasar-pasar diwilayahnya masing-masing. mengatur perdagangan di Manggarai. Perbedaan komoditi yang khas diantara pelabuhan-pelabuhan tersebut kemudian memunculkan pertukaran baik ditingkat lokal maupun regional. Sanggar. n. dan perahu yang dibuat dari kayu sapan ini disebut dengan ‘sampan’. terutama dikenakan pada perdagangan dan kepemilikan budak. Utan). Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima. Timor. pihak kesultanan mengeluarakan Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima yang memuat aturan-aturan pembayaran bea cukai di bandar Bima. Undang-Undang ini juga mengatur larangan berdagang pada siang hari di hari Jumat dan menghukum para pelaut yang berkelahi ditempat umum. bahkan ditingkat global. Selain Siti Maryam R. Pelabuhan-pelabuhan di wilayah Lombok. Kayu ini sudah lama dikenal sebagai bahan pembuat perahu karena sifat kayunya yang keras. Lengge. Dompo dan Bima. Sebagai contoh Pulau Sumbawa sudah dikenal lama sebagai penghasil kayu sapan yang banyak tumbuh baik di Sumbawa Barat (Alas.pelabuhan Bima yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Bima di Sumbawa Timur. Salahudin (penyunting). mengatur tentang izin dan pelayanan kecelakaan pelayaran.

82 Perdagangan budak juga merupakan komoditi perdagangan yang sudah marak sejak abad ke-16. Pelabuhan Padangbai di Karangasem. perabot rumah tangga. Daerah penghasil kayu sapan yang lain adalah di Siam (Thailand) dan Philipina. Kayu ima Brazil tipis dan kalah bersaing dengan Siam. Peter. meski Sultan Mataram (Lombok) melarang rakyatnya memakai candu. et.eds. Tidak heran kayu sapan banyak dicari oleh para pedagang lokal maupun dari Asia dan Eropa. Dengan harga f 10. Candu banyak diperdagangkan di Bali. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya.al. bahkan sejak perjanjian Bungaya 1667. kecuali jalur lain melalui perdagangan gelap. India dan Eropa.81 Perdagangan opium (candu) juga merupakan komoditi perdagangan yang cukup ramai diperdagangkan. 1997 I Gde Parimartha. Pada tahun 1627 di negeri belanda harga kayu sapan bisa mencapai f 48-58 per 49. namun candu beredar lewat pasar gelap bahkan laporan pejabat Belandapada abad XIX banyak pejabat kerajaan yang ikut mencandu. Sementara itu di Sumbawa Besar dan Bima ada larangan berdagang candu oleh Sultan. Makasar dari Singapura. Kebanyakan candu didatangkan oleh pedagang Eropa. dalam Boomgaard. Sumbawa sampai ke Timor. Leiden.. pelabuhan Tuban di Badung. Pada abad XIX. karena laku dipasaran Cina. Tome Pires (1513) melaporkan bahwa. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. ‘Sustainability and Time perspectives in Natural Resource Management: Exploitation of Sappan Trees in the Forest of Sumbawa. Sejak saat itu kayu sapan banyak dibeli oleh VOC melalui para Sultan di Sumbawa Besar. 2001 82 81 84 .5 kg. Dompo dan Bima. Lombok. Bahkan menurut catatan orang Portugis.B. eds.”Pulau Bima (sic) menghasilkan kayu Brazil (sapan-penulis) yang dijual ke Malaka. namun eksploitasi ini berakibat makin menyusutnya hutan sapan pada abad ke19.6 kg). Depok.000 per peti atau f 100 per kati (o. ‘opium dalam Sejarah di Nusa Tenggara Barat’. Sedangkan saat itu harga lada hanya f 24 per 49. LPUI. Kesultanan Bima tidak boleh menjual kayu sapan selain ke VOC. kertas dan cat oleh orang Cina. Sumber utama budak terutama didatangkan dari wilayah Nusa Tenggara Bernice de Jong Boers.untuk pasak kayu. Bugis.” Sudah sejak awal Perhimpunan Dagang Hindia Timur (VOC) membeli kayu sapan ini untuk diperdagangkan ke wilayah lain. kayu ini juga dipakai untuk pewarna merah terbaik bagi tekstil.5 kg. KITLV. Indonesia 1500-1875’. Lapian. candu dijual bebas di pasar.

Bahkan para pelaut Bugis dan Makasar mencari budak dengan cara menculik penduduk dengan melakukan serangan bersenjata ke Tambora. Banyak kajian-kajian yang menggambarkan bahwa perdagangan budak sejak abad ke-16 sampai awal bad ke-19 adalah lumrah. 1720s-1840s’.(Bali. lihat juga A. lihat juga Rodney Needham. tahun 2000. 2002. Macknight. Macknight. Heeren. sumbawa. Pelaut Bugis dan makasar juga berlayar ke perairan utara australia untuk mencari tripang. dan Heather Sutherland. 84 Lihat C. working Paper No.83 Selain itu sejak abad XVIII diwilayah Nusa Tenggara menjadi ramai oleh kehadiran kapal-kapal Bugis dan Makasar yang mencari tripang (Holothuria). Flores. Pada tahun 1673 ada 27. sebelum Inggris dan Belanda kemudian melarangnya pada pertengahan abad ke-19. Deel 156.J. Untuk kajian lebih jauh lihat tulisan C. ed.’Sumba and The slave Trade’. Dan juga lihat I Gde Parimartha. Manggarai. Sawu dan timor).. Januari 1983. Melbourne University Press.C. mereka dipekerjakan di perkebunan tebu disekitar Batavia. dan juga direkrut sebagai serdadu. University of Qoueensland Press. St Lusia. Rote dan Timor. Bondage & Dependency in Southeast asia.C. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. sepanjang pantai utara Flores dan Sumba. Jakarta. madu. Bijdragen tot de Taal –Land En Volkenkunde (BKI).740 budak yang berasal dari kepulauan Indonesia Timur. lilin dan lada tetapi juga budak.068 budak dan 1681 ada 30. 1976. dalam Anthony reid.84 o. AA Cense. Dompu. Manggarai. ‘Trepang and Wangkang: China Trade of Eighteenth-Century Makassar c. Rote. 31. makalah seminar Center for comparative Studies on Southeast asia. sebagai tukang. Lombok. ‘Bali: slavery and Slave Trade’. Sumba. Slavery. Bhratara. 1972 83 85 . produk laut yang sangat mahal harganya dipasaran Cina. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. Selain dihasilkan di perairan Sumbawa. Jakarta. lihat Alfons de Kraan. Cense dan H.3. Para Raja dan Sultan menjadi pihak yang mengorganisasikan perdagangan budak. Flores. HJ. Menurut laporan pelaut Portugis. Sumba. Oxford. Pelajaran dan Pengaruh Kebudajaan MakasarBugis di Pantai Utara Australia. p. lihat juga Heather Sutherland. Heeren dan Heather Sutherland. kuda. Sebagai contoh Pulau bali merupakan penyedia budak yang sangat besar bagi VOC di Batavia. Duarte Barbosa tahun 1516 menceritakan bahwa kapal-kapal yang datang dari arah Indonesia Timur menuju Jawa dan Malaka tidak hanya membawa muatan cendana.A. ‘Slavery and The Slave Trde in South Sulawesi 1660s-1800s’. The Voyage to Marege’: Macassar Trepangers in Northern Australia. Penerbit Djambatan-KITLV.

ASAA. tekstil 3200 rijksdaalder dan Arak dan Brendi senilai 900 rijsdaalder. termasuk daerah yang cukup subur dengan luas sawah irigasi lebih dari 25. Lombok: Conquest.000 Ha dan lebih dari 45.cit. Sumbawa. yaitu Ampenan di barat dan Labuhanhaji di timur. Lombok: Conquest. disebutkan bahwa penghasilan yang diterima Raja Lombok karena mengontrol pelabuhan dan perdagangan sekitar f. 11-12 85 86 . Colonization and Underdevelopment 1870-1940. porselaian. Kesultanan di Lombok. Serta mengimpor opium seharga 4200 rijsdaalde. op.. Kekuasaan politik yang muncul. Para penguasa di Lombok menjadi kaya dan makmur bukan karena aktifitas ekonomi dan perdagangan yang mereka jalankan namun hasil dari pajak yang mereka tarik dari para petani. Perdagangan opium di Lombok berasal dari para pedagang Inggris. q. Selain itu kekayaan Raja Lombok juga berasal dari kontrol atas dua pelabuhan. minyak kelapa 600 rijksdaalder. (Kerajaan-kerajaan di Bali.gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. Menurut van Der Kraan dalam bukunya.000 Ha sawah tadah hujan. Lombok mengeksport beras seharga 20. memicu perdagangan beras yang ramai. sutera dan juga opium. Perdagangan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena raja Lombok melarang pemakaian opium. 1980. Alfons van der Kraan. hal. Di Lombok pada abad ke-19.000 rijksdaalder. Sehingga Lombok merupakan daerah dengan hasil beras yang melimpah. Barang-barang tersebut seringkali dipertukarkan dengan produk-produk tekstil.86 Selain itu juga kuda dan teripang merupakan mata dagangan ekspor dari Lombok.625 pertahun. Singapore-Heinemann Educational Books (Asia) Ltd.000 rijksdaalder. Belanda dan Bugis sejak tahun 1840-an. Banyaknya pedagang Arab dan Cina yang datang membuat perdagangan menjadi ramai dan raja memungut cukai atas perdagangan. Kekuatan politiklah yang menjadikan mereka kaya. Colonization and Underdevelopment 1870-1940. hal. dan tembakau 13. senjata. 126.85 Peningkatan produksi beras di Nusa Tenggara pada abad ke-19. terutama mengeksportnya kedaerah lainnya di Nusa Tenggra di mana tanah sawah sangat sedikit. 11 86 Alfons van der Kraan. Kerajaan-kerajaan di Flores dan Timor) sebagai contoh Kerajaan Lombok yang menjadi kaya karena perdagangan beras. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. Pada tahun 1890.

terutama eksploitasi kolonial Belanda yang sejak awal abad ke-19 memberlakukan kebijakan Cultuur Stelsel atau sistem perkebunan yang dipaksakan kepada penduduk Jawa dan Sumatera sebagai kewajiban membayar pajak. Sulawesi Selatan. Peradaban agraris telah melahirkan peradaban yang maju di Jawa dan bali. Sumatera Barat. Semoga makalah ini dapat menjadi pemiju penelitian lebih lanjut. Pajajaran dan banyaknya kerajaan yang muncul dan berkembang di Bali sejak abad ke-10 sampai awal abad ke-20. Untuk itu saran dan kritik akan saya terima dengan senang hati 3. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Petani-Sawah atau Masyarakat Agraris Peradaban masyarakat agraris dapat dijumpai diseluruh dunia. sejak dikeluarkan UU Agraria memunculkan sistem perkebunan swasta (ekonomi liberal) yang sangat mempengaruhi perubahan masyarakat terutama di Jawa dan Sumatera. sistem bercocok tanam padi sawah atau agraris ini umumnya terdapat di Jawa dan Bali. Untuk wilayah Indonesia.2. Syailendra. Lampung. sub-tropis maupun lingkungan dingin. karena banyak orang Cina dan Bali menghisap opium atau candu. 87 . Kediri. Penutup Uraian yang singkat dari makalah pengantar diskusi ini dengan contoh-contoh kasus penelitian sejarah maritim lokal tersebut tentunya sangat tidak memadai. Lombok dan Sumbawa. Kajian juga dapat dilanjutkan dari masa kemerdekaan sampai saat ini. hal ini dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan yang sangat maju dari sisasisa kerajaan Mataram Hindu. kajian tentang sejarah Pertanian dan pedesaan juga bisa dilakukan sejak masuknya bangsa Barat. Majapahit.4. namun begitu beberapa contoh diatas dapat dijadikan awal dari kajian sejarah maritim lokal yang lebih jauh dan lebih mendalam lagi seperti yang kami kutip dari sumber karya-karya sejarawan dan antropolog yang telah menuliskannya. baik dalam lingkungan tropis. juga terdapat dibeberapa wilayah di Aceh. Sedangkan sejak tahun 1870. Bisnis opium ini memberikan keuntungan yang besar bagi raja.meski dia mempunyai pabrik pengolahan opium di Bali yang dikerjakan oleh orang Cina.

dengan catatan bahwa setiap wilayah dengan pengaruh lingkungan geografi tertentu dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Legenda tentang asal-usul masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan tanah yang dijadikan areal persawahan. b. Upacara ritus peralihan atau upacara yang dilakukan ketika kelahiran sampai pasca kematian warga penduduk tersebut. orang bebas (to maradeka dalam masyarakat Bugis dan Makasar) aspek sosial dan militernya yang bertumpu pada bahan untuk 88 . seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. Beberapa hal yang bisa dijadikan direkonstruksi adalah. aspek pelapisan sosial penduduknya (bangsawan. Deskripsi demografi (kependudukan) Membuat deskripsi geografi yang menjadi tempat tinggal masyarakat agraris. Teknologi yang dipakai untuk mengolah tanah. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan masyarakat agraris. f. peralatan membuat tekstil atau tenunan i. h. Aspek kesenian dari budaya masyarakat agraris. seni rupa dan busana (kain batik dengan beragam motifnya) yang terkait dengan tradisi agraris. Religi masyarakat di wilayah tersebut dan upacara terkait kegiatan bercocok tanam e. seni tarinya. juga ditempattempat lain ada juga kepercayaan tentang dewi padi. Cerita tentang Dewi Sri yang dipuja sebagai dewi kesuburan di Jawa dan Bali. Termasuk juga peralatanyang dihasilkan. Dijelaskan masalah demografinya (kependudukannya).Seperti halnya dengan kajian peradaban maritim. mantra-mantra. g. Perkembangan kota-kota di pedalaman yang ekonominya bertumpu pada ekonomi pertanian atau agraris. maka kajian peradaban agraris juga dapat dilakukan dengan mendata poin-poin di bawah ini. pada saat panen dan pasca panen. Peralatan yang diperlukan untuk mengolah tanah dan bercocok tanam. priyayi. Sebagai contoh penduduk pertama pulau Jawa adalah kedatangan bangsa Rum dan para penguasa Jawa berasal dari dewa-dewa Hindu dan nabi-nabi Islam. c. dan tradisi lisannya. karena setiap wilayah memiliki nama-nama yang khas bagi peruntukan tanah. atau Orang Bali yang percaya mereka keturunan masyarakat kerajaan majapahit dari Jawa Timur. musik. d. a.

Pemberontakan yang dilakukan oleh petani terhadap kekuasaan kolonial yang yang menekan mereka dan fenomena perbanditan atau kejahatan sosial di pedesaan (Kartodirdjo. m. dan banyak kerajaan di Bali. Pengaruh sistem cultuur stel sel dan sistem ekonomi liberal terhadap kehidupan masyarakat petani di Jawa dan Sumatera. pejagalan (tempat pemotongan hewan. penggunaan gerobak sapi. legendanya. k. l. yaitu: 1. sampai abad ke-18. lagu-lagu rakyat. seperti Pon. 1991). dan juga segregasi(pembagian atau pemisahan) penduduk berdasarkan etnis atau profesinya.kekuatan prajurit darat.. Wage. n. dapat dilakukan dengan menadaptasikan kajian yang dilakukan David A. di Jawa dikenal hari pasaran (buka pasar pada hari tertentu). Kliwon. Termasuk hubungan antara tuan tanah (bangsawan. kauman (kampung santri) dan lain-lain. tamtaman (kampung prajurit). Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak agraris. Sistem pertanian dan Kehidupan petani sebelum dan sesudah kedatangan Bangsa Barat. 1983 dan Suhartono. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat agraris tersebut. Munculnya kekuasaan politik lokal sampai kerajaan Besar seperti Majapahit. Taylor (1992). Pertumbuhan pasar-pasar desa. loji (tempat tinggal orang Eropa). seperti. mataram Islam. o. sistem pajak atau upeti dan sistem bagi hasilnya. misalnya di kota-kota dipedalaman Jawa Tengah terdapat kampung pandean (tukang pande besi/kerajinan). bahkan di Jawa Tengah sejak akhir tahun 1860-an sudah dikenal transportasi kereta api yang menghubungkan Semarang-Solo-Yogyakarta. p. Paing dan Legi (di Sunda disebut Manis). Jenis-jenis alat transportasi di daerah pertanian dan perkebunan. Sistem pemerintahan di wilayah swapraja (Vorstenlanden) di Yogyakarta dan Surakarta. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 89 . j. priyayi) dengan para cacahnya (petani penggarap).

pola perkampungan. berupa bangunan rumah tinggal. keberhasilan atau kegagalan panen. dan upacara ritus peralihan 4. 5. bangunan irigasi. bekas istana-istana kerajaan. memelihara. 3. Cara dan kebiasaan makan. pada masa panen.2. lumbung. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia agraris. berupa upacaraupacara tradisional ketika memulai menanam. nasib baik dan buruk. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). 90 . tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. oragnisasi adat yang mengurusi pertanian (contoh subak di Bali). maupun pasca panen.

Sinar Harapan. Johan. LPUI. Pengantar Antropologi Jilid I dan II. Pemberontakan Petani Banten 1888.. Peter. Jakarta. Priyayi dalam Masyarakat Jawa. KITLV. eds. Clarendon Press. et. I. Peter.B. Fontana /Collins. 1998 Lapian. Jakarta. N. 2005 Asnan.eds. Jakarta. 1984 Koentjaraningrat. Gusti. Pustaka Jaya. R. Disertasi pada Universitas Gadjah Mada. James J. 1981 Boomgaard. Ekologi Perladangan di Indonesia: Studi Kasus dari daerah Baduy Banten selatan. KPG-Yayasan Adikarya IKAPI. Seluk beluk Masyarakat Kota. 1996 Geertz. New York. Daldjoeni. ‘Dari sungai ke Jalan Raya: Perubahan Sosial-Ekonomi di Daerah Perbatasan Sumatra Barat-Riau pada awal Abad XX’ dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi.. Sinar Harapan. Jakarta. Jawa Barat. Rineka Cipta. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. 1996 Braudel..H. Pustaka Jaya.DAFTAR SUMBER Alimuddin. Depok. Stanford: Stanford University Press. ‘Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Pada Abad XIX’. Jakarta. 1929-1989. 1997 Burke. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A.al. Leiden.. Dunia Orang Sawu. Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman. Lapian.B. Jakarta. Harper & Row. fourth edition. 2001 Barnes. 1990 . 1992 Kana. Niko L. Oxford. Djambatan. Panen Lontar: Perubahan Ekologi dalam Kehidupan Masyarakat Rote dan Sawu. Clifford. vol. 20 April 1987 91 . Sartono. Santri Abangan. 1983 Iskandar. Muhammad Ridwan. The French Historical Revolution: The Annales School. The Mediterranean and The Mediterranean World in the Age of Phillip II. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Jakarta. 1978 Fox. Fernand. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. A.. 1983 Kartodirdjo.

. Agama dan Ekonomi. Junus. Jakarta. EFEO. Jakarta. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB-DRPM Universitas Indonesia. Jakarta. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKBDRPM Universitas Indonesia. Jakarta. Tiara wacana. Dennis. Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar. 1995 Suhartono.J. Teori Mahan dan Sejarah Kepulauan Indonesia. Pamator. Jilid II Jaringan Asia. eds. Eds. Bhratara. Manusia Bugis. 1974 Liebner. Soedjatmoko. Jilid III Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. 2005 Lohanda. Forum Jakarta-Paris. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Lapian. 2005. Jilid III.’Kajian Maritim Aspek SosialBudaya Ragam dan Peluangnya. Nusa Jawa Silang Budaya. Christian. Jakarta. Sistem Budaya Indonesia. Tanah di Bawah Angin. Yogyakarta. Verhoeven. Supratikno. Horst H. Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1930. 1999 Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. 2006 Poesponegoro. Edi ed. 1984 Rahardjo. Jakarta.R. Depok. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. Balai Pustaka. Jakarta. 2001 Sedyawati. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Yayasan Obor Indonesia. Jilid I Batas-Batas Pembaratan.van Leur. Gramedia. Jakarta.B. dan F. 1991 92 . Gramedia. ‘Perahu-Perahu Tradisional Nusantara: Suatu Tinjauan Sejarah Perkapalan dan Pelayaran dalam Edi Sedyawati. J. LPUI. 1996 Melalatoa. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim.. ed. Komunitas Bambu.C.. Marwati Djoened. Peradaban Jawa Abad ke-8 Sampai dengan Abad ke-15: Sebuah Kajian Tentang Dinamika Pranata-Pranata Politik. Mona.’ Lombard.’ Bekerja dengan Sumber Sejarah: sebuah pengalaman Intelektual.. 1997 Pelras. Jawa Kuno. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Jilid I. dalam Edi sedyawati. Sejarah Nasional Indonesia. 1992 __________. Anthony. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia. 2002 Reid.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. dkk.. 1980/1981 Wahyono. Media Pressindo. Yogyakarta. Hak Ulayat laut di Kawasan Timur Indonesia. 2000 93 . J. Ary.Wangania. Jenis-Jenis Perahu di Pantai Utara Jawa Madura. Ditjen Kebudayaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful