Penjelasan Sejarah Dan Histografi

Modul I Sejarah Indonesia : Hibah Modul Pengajaran : Content Development Tema B1

Tim Penyusun Didik Pradjoko, M.Hum (Koordinator)) Kasijanto, M.Hum (Anggota) Dr. Suharto (Anggota) Yuda B. Tangkilisan, M.Hum (Anggota) Sudarini MA (Anggota) Dra. MPB. Manus (Anggota) Raisye Soleh Haghia (Pendukung) Fathul Bari (Pendukung)

Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) Universitas Indonesia Tahun 2008 DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Nasional

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2008

1

Bab 1 BEBERAPA PENGERTIAN TENTANG SEJARAH

1.1. Pengertian Sejarah dan Ilmu Sejarah Kata “sejarah” yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah. Oleh karena itu tidak terlalu dapat dipersalahkan jika banyak buku sejarah di masa lampau, yang lebih banyak mengungkapkan riwayat seseorang atau satu keluarga daripada mengungkapkan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dan Negara. Dalam bahasa Indonesia terdapat juga kata-kata lain yang merupakan kata serapan dari bahasa lain yang dipergunakan untuk mengkaji masa lampau seperti: “silsilah” yang menunjuk pada asalusul keluarga atau nenek moyang; “hikayat” yang banyak dipergunakan untuk mengisahkan seseorang; ”babad” dan “carita” atau “cerita” yang dipergunakan mengisahkan kejadian-kejadian tertentu; dan masih aada kata-kata lainnya yang menjadi kebudayaan daerah tertentu seperti “tambo’ (Minangkabau) dan “tutur teteek” (Roti). Apabila dilihat dari pemaknaan kata sejarah yang kita pahami baik sebagai masa lampau maupun sebagai ilmu, kata sejarah itu lebih dekat dengan pengertian yang terkandung pada kata historia - berasal dari ilmu kedokteran Yunani- yang berarti ilmu (istor artinya orang pandai); dalam bahasa Inggris menjadi history yang mengandung arti masa lampau manusia, dan dalam bahasa Jerman disebut gesischte yang artinya sudah terjadi. Kata-kata lainnya yang juga dipergunakan untuk menunjukkan kajian masa lampau antara lain: chronicle (kronika), geneology (keturunan), annals (tarikh), dan epic (kepahlawanan). Jika sejarah itu adalah masa lampau, maka apa yang terjadi pada pagi hari telah menjadi sejarah pada siang harinya. Secara logika pernyataan seperti itu dapat dibenarkan. Namun cara berpikir seperti itu membuat masa lampau itu menjadi bentangan yang tidak terbatasnya– mulai dari detik-detik yang baru saja kita lewati sampai jauh ke belakang, entah kapan dan di mana sejarah dapat mengungkapkannya. Apa saja yang harus dimasukkan ke dalam “masa lampau” yang demikian panjang itu?

2

Perampokan? Gempa Bumi? Kerusuhan? Genocide? Krisis Moneter? Perang? Revolusi? Perdamaian? Kesejahteraan? dan apa lagi? Dari pertanyaan-pertanyaan semacam itu terlihat bahwa konsep masa lampau dalam arti sejarah, akan mempunyai arti jika pembatasan telah dilakukan. Pembatasan yang paling awal adalah menyangkut dimensi waktu – kapan sampai apabila. Salah satu konsensus yang dicapai adalah bahwa sejarah satu bangsa atau etnis tertentu dimulai manakala bukti-bukti tertulis mengenai bangsa atau etnis tersebut telah ditemukan. Atas dasar kesepakatan itu maka zaman (periode) sejarah pun mulai bergulir. Adapun zaman yang belum ditemukan bukti-bukti tertulis disebut zaman “prasejarah”, meskipun dari zaman ini pun ditemukan jejak-jejak peradaban manusia, seperti seni pahat atau seni patung. Penulisan tentang masa lampau manusia dapat dikatakan berawal di Yunani sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Pada waktu itu penulisan sejarah atau historiografi masih merupakan perpaduan antara ilmu kedokteran dan ilmu hukum. Dari ilmu kedokteran misalnya, historiografi Yunani mendapat pengaruh untuk mencari sebabmusabab dari suatu kondisi atau kasus. Dalam menjelaskan sebab-musabab itu dilakukan melalui suatu argumentasi yang lazim dilakukan oleh ilmu hukum (retorika), seperti dilakukan seorang jaksa penuntut untuk membuktikan kesalahan terdakwa dan pengacara yang berusaha membuktikan bahwa terdakwa tidak bersalah. Ungkapan retorika seperti itu tidak semata-mata untuk membuktikan kebenaran, tetapi juga menciptakan makna atas kebenaran itu. Sejarawan Yunani pertama yang melakukan pembuktian semacam itu adalah Herodotus (ca. 484-425 SM) dalam karyanya tentang “Perang Yunani-Persia” tahun 478 SM yang dilukiskan sebagai perang peradaban antara peradaban Hellenic dan Perisa (Timur). Dalam menyusun karyanya itu ia berusaha bertindak obyektif (dalam arti netral sehingga dianggap kurang patriotik) dengan menggunakan sumber data dari kedua belah pihak. Oleh karena itu dia dianggap sebagai bapak sejarah. Meskipun demikian karyanya masih mempunyai dua kelemahan, yaitu kurang akurat dalam menyajikan data, dan masih terbelenggu oleh kerangka pemikiran budaya itu, yaitu sebab-musabab supernatural. Artinya perang itu terjadi karena kehendak para dewa.

3

sekaligus mampu menunjukkan bahwa sebab-musabab perang bukan karena kehendak para dewa. akan tetapi cara pembuktian para sejarawan Yunani waktu itu pada dasarnya tidak menggunakan bukti (evidensi) seperti dokumen yang menjadi baku dalam metode sejarah masa kini. dapat didefinisikan di sini bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia atau masa lalu manusia. Dalam karyanya itu Gibbon tidak lagi bersandar pada retorika yang meyakinkan untuk membuktikan “kebenaran sejarah”.Tulisan pertama dari sejarawan Yunani yang dinilai mampu melepaskan diri dari sebab-musabab supernatural adalah Thucydides (ca. Secara akurat ia mempu merekonstruksi perang tersebut berdasarkan data-data yang diperolehnya dari kedua belah pihak. Dalam karyanya itu. Perang itu terjadi karena didorong oleh persaingan antara kedua belah pihak untuk menjadi nomor satu di wilayah Yunani. akan tetapi yang kemudian dikenal oleh masyarakat sejarawan sebagai bapak sejarah ilmiah (science historian) atau sejarah kritis adalah sejawan Jerman. melainkan pada dokumen-dokumen (bukti-bukti terturlis). khususnya dua contoh karya Herodotus dan Thucydides. Pada tahun 1776 terbit buku “The History of the Decline and Fall of the Roman Empire” karya Edward Gibbon (1737-1794). Gibbon dapat dikatakan merupakan sejarawan pertama yang menggunakan cara kerja ilmiah. Ia menulis tentang perang antara Athena dan Sparta yang disebut sebagai Perang Peloponnesos (431-404). Meskipun Herodotus dan Thucydides sudah mengawali penulisan sejarah berdasarkan sumber data. Thucydides sebagai seorang jenderal dan politisi. Dokumen dalam arti naskah-naskah lebih banyak digeluti oleh para ahli naskah atau filolog. 456-396 SM). mampu menghindari penjelasan supernatural. Meskipun yang menerapkan cara kerja ilmiah dalam pembuktian sejarah adalah Gibbon. Leopold von 4 . yang membanding-bandingkan dua dokumen atau lebih untuk mencari mana yang otentik (asli) dan mana yang tidak otentik (cara kerja ini kemudian dikenal dengan sebutan “kritik ekstern”). Dari uraian di atas. Untuk mencari kebenaran sejarah. Tradisi sejarawan seperti yang dilakukan para sejarawan Yunani itu berlangsung sampai sekitar abad ke-18. melainkan karena ulah manusia. dia tidak saja memanfaatkan kritik ekstern seperti yang dilakukan para filolog tetapi juga kritik intern yang dikembangkan oleh para sejarawan.

Sementara yang menerima kata “essentially” atau “really” berpendapat bahwa Ranke mengakui bahwa ide-ide tertentu menjadi faktor pendorong sejarah. termasuk konsep ruang (spatial) dan waktu (temporal). 1495-1535 yang terbit pada tahun 1824. Ia memperkenalkan cara-cara menguji isi dokumen dan menetapkan fakta sejarah yang benar. Para sejarawan yang menerima “actuality” terjemahan “eigentlich” berpendapat bahwa yang dimaksud oleh Ranke adalah menentukan fakta sejarah seperti apa adanya tanpa diembel-embeli ide-ide tertentu sebagai pendorongnya. 1. Jika sejarah adalah rekonstruksi manusia. Pembabakan Sejarah (Indonesia) Pada hakekatnya masalah pembabakan atau periodesasi sejarah bukanlah sekedar menentukan batas awal dan batas akhir. Dia dinilai sebagai peletak dasar dari metode sejarah yang bersifat ilmiah. sebab setiap periode sejarah akan dipengaruhi oleh semangat zamannya (zeitgeist). Selain itu Ranke menekankan pentingnya obyektivitas dalam penelitian sejarah. sehingga akhirnya sejarah diakui sebagai salah satu cabang ilmu yang mandiri. “really” (atau essentially) dan “actuality”. Dalam bahasa Inggris kata “eigentlich” diartikan dalam dua kata. atau pembagian babak satu. Langkahnya itu kemudian diikuti oleh para sejarawan lainnya. maka ilmu sejarah juga mempunyai metode penelitiannya yaitu “metode sejarah” serta obyek penelitiannya yaitu masa lampau manusia dan struktur sosialnya. yang berkaitan erat konsep pemenggalan waktu tersebut. dua dan tiga.2.Ranke (1795-1886). melainkan juga harus menjelaskan alasan-alasan rasional. 5 . Artinya ia mengakui pula bahwa ilmu sejarah mempunyai keterkaitan dengan falsafah sejarah. “wie es eigentlich gewesen”. Ia menganjurkan supaya menulis sejarah apa adanya dalam arti apa yang sebenarnya terjadi. Sesuai dengan ketentuan sebagai cabang ilmu (ilmiah) harus mempunyai metode serta obyek penelitiannya. maka ilmu sejarah adalah ilmu yang mempelajari sejarah dalam arti bagaimana merekonstruksi semua data-data atau unsur-unsur masa lampau terkait dalam sesuatu deskripsi. Metode sejarahnya itu diuraikannya dalam bukunya “History of Romance and Germanic Peoples. Langkah-langkah yang ditempuh Ranke bukan semata-mata pembuktian terhadap kebenaran fakta sejarah. melainkan juga untuk menjadikan sejarah sebagai disiplin ilmu atau cabang ilmu yang otonom sederajat dengan cabang-cabang ilmu lainnya.

Kalau konsep serta argumentasinya tidak jelas. Ternyata pembabakan “tiruan” itu selain banyak mengundang kritikan karena dinilai tidak cocok dengan semangat “Indonesia Sentris” yang berkembang waktu itu. Dalam “pemutakhiran yang dilakukan pada tahun 1984. Pada cetakan pertama.Artinya harus jelas tempat atau ruang di mana peristiwa itu terjadi dan kapan terjadinya. bahkan kekacauan. Ada pun susunan pembabakannya berdasarkan cetakan kedelapan tahun 1993 adalah sebagai berikut: Jilid I Jaman Prasejarah di Indonesia Jilid II Jaman Kuno (awal M – 1500 M) Jilid III Jaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (±1500-1800) Jilid IV Abad Kesembilanbelas (± 1800-1900) Jilid V Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (±1900-1942) Jilid VI Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia (±1942-1984 6 . Berdasarkan keputusan akhirnya pada pertengahan dekade 1970-an terbit buku “Sejarah Nasional Indonesia” terdiri dari enam jilid. susunan editornya berubah menjadi Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. duduk sebagai editor umum adalah Sartono Kartodirdjo. maka akan terjadi kerancuan. Pada awalnya pembabakan Sejarah Indonesia disusun mengikuti pembabakan yang telah dibuat oleh para sejarawan Kolonial Belanda. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. khususnya buku Geschiedenis van Nederlandsch-Indië (terbit pertama kali tahun 1939) karya Stapel dkk. yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Masalah pembabakan itu kemudian dibawa ke dalam Kongres Nasional Sejarah pada tahun 1957 yang kemudian dibicarakana lagi pada Seminar Nasional Sejarah ke-2 tahun 1970. Salah satu keputusan dari Seminar Nasional Sejarah yang kedua itu adalah penulisan Sejarah Nasional Indonesia yang diharapkan nantinya menjadi semacam buku baboon sejarah Indonesia.

Indonesia abad ke-15 s/d abad ke -18 disebut Zaman Baru yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai jatuhnya Mataram dan Banten ke tangan imperialis Belanda c. Penulis buku itu membagi periodisasi Sejarah Indonesia sebagai berikut: I. Namun pada babak ke-2 “Zaman Proto Sejarah” konsepnya itu menjadi kabur. juga dalam praktiknya masaih banyak buku ajar sejarah. Dia menyebutkan bahwa sejarah Indonesia dimulai sejak abad ke-4 Masehi. yang memberi keterangan tetang peristiwa-peristiwa masa lampau. tetapi sumber tulisan itu dari luar negeri dan beritanya samarsamar. yaitu zaman di mana orang sudah mengenal tulisan. yaitu zaman ketika orang belum mengenal tulisan yang diakhir pada abad ke-4 Masehi II. terutama untuk sekolah-sekolah menengah yang terpengaruh oleh tulisan Stapel dkk. Indonesia sesudah abad18 disebut Zaman Modern Dari contoh ini terlihat penulis buku tidak konsisten dengan konsep yang dibuatnya dalam menentukan periodisasi. Selain banyak yang pro dan kotra terhadap buku tersebut. a. Sebagai contoh kesalahan dalam membuat pembabakan itu nampak pada buku ajar Sejarah Indonesia untuk SMU yang diterbitkan oleh penerbit Bumi Aksara. yaitu dengan ditemukannya tulisan (hal yang sudah menjadi kesepakatan umum). Zaman Prasejarah.Ternyata terbitnya buku Sejarah Nasional Indonesia tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. Zaman Proto Sejarah yaitu zaman ambang sejarah. yaitu dalam negeri (kepulauan Indonesia) 7 . Indonesia abad ke-1 s/d abad ke-14 disebut Zaman Kuno yang membicarakan masa berkembangnya kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buda b. Jadi dasar pembabakannya itu jelas adalah adanya bukti tertulis atau budaya aksara. Pasa zaman ini sudah ada tulisan-tulisan. III. atau tidak jelas dalam pembabakaannya. Pada babak ke-1 “Zaman Prasejarah” konsep itu tercermin cukup jelas. Babak kedua ini tidak lagi didasarkan pada keberadaan bukti tertulis itu sendiri melainkan atas dasar asal bukti tertulis tersebut. Zaman Sejarah.

dan luar negeri (luar kepulauan Indonesia). Ketidak jelasan itu juga terlihat pada babak ke-3 “Zaman Sejarah”. Meskipun zaman ini disebutkan dimulai sejak abad ke-4 M, namun dalam sub “a” yang diberi nama “Zaman Kuno”, dia menyebutkan bahwa zaman kuno yang nota bene tercakup dalam zaman sejarah, diawali pada abad pertama Masehi (kemungkinan besar kesalahan ini karena dia mengutip begitu saja pembabakan yang ada dalam buku Sejarah Nasional Indonesia). Terlepas dari masih adanya polemic sekitar buku Sejarah Nasional Indonesia yang enam jilid, pembabakan dalam tulisan sejarah pada hakekatnya dapat disusun berdasarkan kronologis atau tematis. Susunan secara kronologis artinya setiap babak disusun berdasarkan penggalan-penggalan waktu kejadian sebenarnya. Pembabakan secara kronologis ini terutama sangat membantu untuk penulisan sejarah yang mencakup kurun waktu yang panjang seperti sejarah umum, sejarah nasional atau sejarah dunia. Misalnya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 karya M.C. Ricklefs yang diterbitkan oleh Serambi tahun 2005. Struktur tulisannya adalah sebagai berikut: I. II. III. IV. V. VI. Lahirnya Zaman Modern Perjuangan Merebut Hegemoni, ± 1630-1800 Pembentukan Negara Jajahan, ± 1800-1910 Munculnya Konsepsi Indonesia ± 1900-42 Runtuhnya Negara Jajahan ± 1942-50 Indonesia Merdeka

Sedangkan pembabakan secara tematis akan sangat membantu jika tulisan sejarah itu semacam studi kasus atau kajian khusus yang durasinya relative singkat namun permasalahannya cukup rumit dan mendalam. Contoh tulisan itu antara lain Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya tahun 1984. Ada pun struktur penulisannya adalah sebagai berikut: Bab I Pengantar Bab II Latar Belakang Sosio-Ekonomis Bab III Perkembangan Politik

8

Bab IV Keresahan Sosial Bab V Kebangunan Agama Bab VI Gerakan Pemberontakan Bab VII Pemberontakan Dimulai Bab VIII Penumpasan Pemberontakan dan Kelanjutannya Bab IX Kelanjutan Pemberontakan Bab X Akhir Kata

1.3. Metodologi Sejarah Pada dasarnya untuk mengetahui masa lampau manusia adalah dengan cara mempelajari peninggalan-peninggalannya, baik berupa dokumen, artefak, maupun keterangan lisan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan suatu metode yang baik pula serta (kalau perlu) teori-teori tertentu yang tepat guna. Metode penelitian dalam ilmu sejarah disebut metode sejarah, yang cara kerja mempunyai cirri yang berbeda dengan metode penelitian bidang ilmu lain. Metode Sejarah merupakan suatu cara untuk mengetahui otensitas tidaknya satu dokumen, benar atau tidaknya isi dokumen, serta relevan tidaknya dengan permasalahan yang hendak dituliskan sebagai karya sejarah. Dalam proses kerjanya memperlihatkan tahap-tahap mulai dari yang teoritis sampai pada pelaksanaan teknis yang diterapkan dalam penelitian dan penulisan sejarah. 1.3.1. Metode Sejarah Dalam proses kerjanya, metode sejarah memiliki pentahapan yang sebaiknya diikuti dengan baik. Ada pun tahap-tahap penelitiannya itu adalah sebagai berikut:  heuristik, yaitu suatu kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah (raw material) sesuai dengan tujuan dari penelitian itu yang tertera dalam proposal atau outline penelitian yang telah disusun sebelumnya. Bentuk sumber sejarah adalah: tekstual (dokumen,

9

Koran, majalah dan bentuk teks lainnya) dan nontekstual (foto, gambar, peta, karikatur sezaman), lisan, kebendaan, dan audiovisual.  Verifikasi, yaitu mencakup kritik ekstern dan intern sumber sejarah. Dalam tahap ini peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui suatu proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Jika yang diuji itu arsip atau dokumen, maka yang dimaksud materi di sini adalah jenis kertasnya dan tintanya. Apakah benar kertas atau tintanya berasal dari zamannya. Jika sumber sejarah itu merupakan sumber lisan, maka yang diuji adalah orangnya, apakah orang tersebut betul pelaku atau orang yang menyaksikan langsung, serta cukup sehatkah untuk diwawancara. Setelah data-data tersebut teruji, kemudian dinilai apakah datadata itu relevan dengan permasalahan yang hendak ditulis, baik dari segi tema, maupun periodenya. Data-data yang telah teruji dan terpilih inilah yang kemudian disebut sebagai fakta sejarah.  Interpretasi atau eksplanasi yaitu proses menafsirkan atau pemberian makna serta merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya, dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti (fact of meaning). Berkaitan dengan masalah interpretasi dan eksplanasi ini ada berbagai metode atau pendekatan yang dapat dipergunakan, seperti metode naratif (history of event), struktural, dan strukturistik. Keberhasilan penggunaan ketiga metode ini pada dasarnya sangat tergantung dari sifat obyek penelitiannya.  Historiografi yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji dan terangkai tadi. Dalam proses penulisan ini, penguasaan sang sejarawan atas teori dan metodologi sedikit banyak ikut mempengaruhi mutu karya yang dihasilkannya. 1.3.2. Teori Sejarah Pokok masalah dalam teori sejarah adalah kebenaran dari pengetahuan yang dihasilkan oleh para ahli sejarah yang dilandasi oleh berbagai bentuk eksplanasi. Secara

10

maka tidak mengherankan jika sampai sekarang berkembang pula teori-teori sejarah.umum teori sejarah dapat dibagi dua bagian. “kasualitas” dan “covering law model” (Ankersmith. terutama antara teori yang disebut 11 . Mana “motor” yang menggerakkan sejarah 3. Dalam hal ini sejarah merupakan ungkapan dari suatu pandangan filsafah mengenai perkembangan ummat manusia. Salah seorang filsuf sejarah membedakan empat teori pokok yang sampai sekarang muncul di kalangan sejarawan. Oleh karena banyak cara yang diajukan. Pola macam apa yang perlu diamati dalam proses sejarah 2. Para sejarawan Marxis dapat dikatakan merupakan salah satu contoh model sejarah spekulatif. yaitu teori sejarah spekulatif dan kritis. Mereka menolak anggapan bahwa tugas sejarawan adalah mengungkapkan masa lampau sesuai dengan falsafah tertentu. apa yang harus terjadi. tetapi seringkali juga mengungkapkan semacam prediksi. 1987: 17). “hermeneutika”. Penganut lainnya adalah Hegel. Adapun sejarah analitis justru memisahkan antara sejarah dan falsafah. Apa dan bagaimana sasaran terakhir yang dituju oleh proses sejarah. yaitu “narrativisme”. namun keempatnya dapat diterima sebagai patokan kerja. Spengler. Paling tidak ada tiga macam pertanyaan yang umum diajukan oleh para penulis sejarah spekulatif. Seperti tercermin dalam ketiga macam pertanyaan tadi. Meskipun pada dasarnya keempat teori tersebut bersandar pula pada suatu pandangan tertentu. Sejarah spekulatif umumnya dianut oleh para sejarawan yang menyatukan sejarah dengan filsafat. Para sejarawan menyadari pula bahwa dari keempat teori itu telah berkembang berbagai kombinasi. 1987). nampak bahwa sistem sejarah spekulatif sering membicarakan masa depan. Mereka melihat faktor “pertentangan kelas” menjadi “motor” dari proses sejarah. Aliran ini terutama berkembang pada sejarawan empirik. dan Toynbee (Ankersmit. Bagaimana membuktikan adanya masa lampau melalui berbagai peninggalan masa yang bersangkutan itulah yang menjadi inti persoalan teori sejarah. Bertolak dari tiga pertanyaan itu mereka membahas proses sejarah tidak sekedar apa yang telah terjadi di masa lalu. Bagi kalangan ini. yaitu : 1. ilmu sejarah adalah kaidah-kaidah ilmiah untuk membuktikan adanya masa lampau.

yang tidak mempunyai nilai obyektif sendiri.3. Oleh karena itu fakta-fakta yang ditampilkan merupakan evidensi itu sendiri. atau kombinasikombinasinya. Artinya peninggalan tersebut tidak dapat mengatakan kepada kita yang hidup di masa kini mengenai apa yang terjadi pada masa lampau. Kombinasi-kombinasi itu merupakan terobosan-terobosan yang diupayakan untuk menembus berbagai kendala yang masih menyelimuti masa lampau manusia yang diakibatkan oleh lemahnya atau terbatasnya data-data dari masa lampau. Sebaliknya bila seorang sejarawan mampu menjaga jarak dari obyek yang ditelitinya sehingga nilai-nilai politik dan etisnya tidak larut dalam eksplanasi karyanya. narrative. Artinya peninggalan-peninggalan itu sudah berbicara tentang masa lampau. adalah masalah obyektivitas dan subyektivitas. Subyektivitas dan Obyektivitas Sejarah Salah satu perbedaan pokok yang sering mencuat di kalangan sejarawan. Sementara itu kelompok sejarawan yang berpandangan obyektif menganggap bahwa peninggalan-peninggalan itu sudah merupakan kenyataan dari masa lampau. terlepas apakah ia menggunakan teori baku seperti kasualitas. maka pelukisan sejarahnya disebut subyektif. 1. 12 .3. maka pelukisan sejarahnya itu disebut subyektif. Bila seorang sejarawan membiarkan keyakinan politik atau etisnya turut berperan sehingga terlihat dalam karya sejarahnya. Dalam praktek. bukan hasil rekayasa para sejarawan dan selalu mengacu ke masa silam. Perbedaan ini muncul terutama karena adanya pandangan yang berbada mengenai sifat-sifat peninggalan masa lampau. Para sejarawanlah yang membuat peninggal-peninggalan masa lampau itu “berbicara”. Ada yang berpendapat bahwa pengetahuan kita tentang masa lampau adalah subyektif dan ada pula yang menilainya obyektif.pertama sampai ketiga. Kelompok yang berpandangan subyektif adalah yang menganggap bahwa peninggalan itu hanya sekedar lambang atau wakil dari masa lampau. pengertian subyektif dan obyektif dapat disamakan dengan terpengaruh atau tidaknya sejarawan oleh nilai-nilai tertentu dari obyek yang ditelitinya. Dengan kata lain fakta-fakta itu hanya terdapat dalam alam pikiran para sejarawan yang menelitinya.

khususnya sejarah sebagai kajian ilmiah. Zaman Yunani-Romawi. para pakar sejarah umumnya melihat kepada historiografi Eropa karena dari wilayah inilah bermula munculnya tradisi penulisan sejarah. Jika pada abad ke-19 dan sebelumnya jenis “sejarah politik” seakan-akan satu-satunya karya sejarah yang absah. Di Yunani tradisi penulisan itu sudah dimulai yang disusun dalam bentuk puisi. dan Pablius Cornelius Tacitus (ca. ditambah dengan adanya perkembangan teori dan metodologi sejarah. 13 . Penulis Romawi sendiri antara lain: Julius Caesar (100-44 SM). Dalam masalah sejarah penulisan sejarah (historiografi). yaitu dengan terbitnya karya Herodotus yang disusul oleh karya Thucydides. sejarah ekonomi. Tradisi Yunani itu kemudian dijadikan model oleh para sejarawan Romawi. Titus Livius (59 SM-17 M). sejarah mentalitas dll. Meskipun karya ini bertolak dari suatu kenyataan masa lampau. sejarah petani. antara lain oleh Polybius (orang Yunani yang dibesarkan di Roma). Gaius Sallustius Crispus (ca. 55-120 M). maka penulisan sejarahpun semakin berkembang dan bervariasi pula. Dengan adanya dua sudut pandang ini. Ia banyak menulis tentang masa akhir Yunani sampai awal berdirinya Romawi.4. Historiografi 1. Seperti telah disinggung di atas. misalnya karya Homer. 86-34 SM). yaitu Illiad-Odessy yang menceritakan kehancuran kerajaan Troya tahun 1200 SM. Banyak aspek supernatural dipergunakan sebagai dasar penjelasannya mengenai sebab-musabab terjadinya suatu peristiwa. namun budaya zaman yang hidup waktu itu telah membuat karya lebih menyerupai mitologi daripada karya sejarah. 1.4. maka sejak awal abad ke-20 berbagai tema sejarah sebagai alternatif dalam mengungkapkan masa lampau manusia seperti sejarah sosial. Sedangkan golongan subyektif menganut pandangan idealis mengenai sejarah dan menganggap peninggalan masa lampau sebagai evidensi sejarah (barang bukti).Golongan obyektivitas menganut pandangan realis mengenai sejarah dan mengggap peninggalan masa lampau sebagai sumber sejarah. penulisan sejarah yang lebih rasional baru muncul sekitar abad ke-5 SM.1.

2 -------0-----. dan Germania. Ia menulis history of Rome. Tacitus menulis Annals. dan civil War yang merupakan penjelasan mengenai sebab-musabab terjadinya perang Gallia. Ia tercatat sebagai orang pertama yang melukiskan sebab moral runtuhnya kekaisaran Romawi. Analisanya dinilai cukup netral. Conspiracy of Catiline. yang merupakan memoir tentang suku Gallia. Dalam pembuktiannya ia lebih banyak mengemukakan retorika sehingga mengorbankan kebenaran sejarah. Jugurtbine War. sekaaligus tentang adat-istiadat suku tersebut.3------0------. Sallustius terkenal dengan monografi dan biografinya.kedatangan 14 .2. menulis Commentaries on Gallic War.4 -----0---. Karyanya itu merupakan paduan antara karya Livius yang cenderung pada retorika dan Polybius yang cenderung pada sejarah. Kebudayaan Yunani-Romawi yang bertumpu kepada kekuatan akal dianggap sebagai hasil setan karenanya harus ditolak dan digantikan dengan kebudayaan Kristen yang bertumpu pada agama dan supernatural.Julius Caesar adalah seorang jenderal yang kemudian menjadi kaisar. Histories. Sebagai contoh dalam periodisasi atau pembabakan sejarah disesuaikan dengan ajaran yang ada pada kitab Injil (Perjanjian Baru). 1. sejarah tidak bisa dipisahkan dari teologi atau agama.6 ------0-------Adam----------Nuh--------Ibrahim-------. Livius merupakan salah satu contoh penulis yang hampir sepenuhnya menggunakan model Yunani.1 ----0-----. Menurut pandangan yang disebut terakhir.4. Sebagai contoh adalah skema periodesasi yang disusun Augustine: --O------. namun saying dia ceroboh dalam masalah kronologi dan geografi sehingga mengurangi nilai karyanya itu. Tradisi Yunani yang dilanjutkan oleh Romawi itu kemudian terhenti oleh kemenangan Kristen di Eropa. Zaman Abad Pertengahan.Daud ---------Babylonia ----Jesus----. Bentuk karya yang disebut terakhir sekaligus menjadi salah satu 14irri bagi penulisan sejarah era Romawi. Karyanya tentang berdirinya kota Roma merupakan campuran antara data factual dan fantasi.5 -------0---.

354-430 M) yang merupakan filsafat sejarah Kristen yang cukup berpengaruh. The History of Ferdinand I of Aragon. Reformasi dan Kontra Reformasi. Sejalan dengan semakin pulihnya keamanan dan perdagangan di Eropa. Corak penulisan sejarah pun kembali mengalami perubahan. yang menguangkapkan pembelaannya atas peradaban Kristen yang dituduh sebagai penyebab runtuhnya Romawi (Barat) pada abad ke-5 M. teologi yang dogmatis diganti dengan ilmu. yang berupaya membuktikan bahwa berita kaisar Konstantinus (memerintah 305-337) telah memberikan hak politik kepada paus adalah tidak palsu. 15 . Pembuktian kebenaran sejarah tidak lagi bersandar pada wahyu melainkan pada akal. Tinjauan kritis dan netral yang didukung oleh data-data faktual tidak terlihat pada zaman Kristen di Abad Pertengahan ini. sekaligus sebagai pertanda berakhirnya Abad Pertengahan pada abad ke-15. Seven Books Against the Pagan karya Paulus Orosius (ca.3.Jesus ke-2 The City of God adalah karya Augustine (ca. khususnya pada abad pertengahan yang sering dikenal dengan sebutan “Abad Kegelapan” (The Dark Ages) yang melahirkan struktur masyarakat feudal di Eropa. Dalam karyanya itu itu Orosius mengatakan bahwa keruntuhan paganisme sudah menjadi kehendak Tuhan.4. Karya-karya yang lahir pada abad-abad ini antara lain: Chronographia karya Sextus Julius Africanus (ca. Pada era ini semangat paga dan kebudayaan klasik Yunani-Romawi menjadi model. 1. Menurut pandangan Kristen orang harus memilih antara Tuhan dan setan. Hal ini antara lain tercermin dari karya Lorenzo Valla (1407-1457) yang menulis The History of Ferdinand I of Aragon. untuk memasuki era Renaissance. Orang yang terlibat dalam sejarah suci akan dimenangkan oleh Tuhan. 180-250 M) yang mengungkapkan bahwa dunia diciptakan Tuhan pada 5499 SM. 380-420 M) murid Augustine. namun keberaniannya dalam melakukan kritik merupakan satu langkah yang maju waktu itu. Zaman Renaissance. Meskipun kebenaran yang dikemukakannya juga dapat disangkal oleh yang lain. karena orang-orang kafir itu akan runtuh. Pada masa ini pusat penulisan sejarah terdapat di gereja dan Negara dengan pendeta dan raja sebagai pelaku utama.

dan The History of the Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon yang terbit pada tahun 1776.4. History of England from the Invasion of Julius Caesar to the Revolution of 1698 karya David Hume (1711-1776). Selain gayanya yng berbeda. akurasinya dalam penulisan yang didukung dengan bukti-bukti membuat karyanya menjadi penting dan ‘abadi’ dalam historiografi dunia. Historiografi pada abad ke-19 ditandai dengan beberapa cirri yang cukup menonjol. namun dalam menulis tentang kemunculan agama Kristen di dunia Barat cukup obyektif. 1. Dari Rasionalisme ke Liberalisme. model Yunani dengan retorikanya masih cukup Nampak pada abad ke-17 dan ke-18. Magdeburg Centuries yang merupakan sejarah polemik. Tulisannya itu jelas merupakan karya yang memihak dan apologetis. terutama dalam penggunaan sumber datanya.4. Cardinal Caesar Baronius (1538-1607) misalnya menulis buku Ecclesistical Annals yang merupakan jawaban langsung terhadap tuduhan dari buku Magdeburg Centuries. yang banyak mengalihkan isu yang penting ke isu sekunder yang tidak relevan. dari segi pengungkapan kebenaran sejarah. Buku ini merupakan sejarah umum yang membeberkan sumbangan bangsa-bangsa Timur dan Islam terhadap peradaban dunia dan Eropa. Gibbon merupakan sejarawan pertama yang menggunakan eviden (dokumen) untuk pembuktian kebenaran sejarah. Abad ini yang sering disebut sebagai Abad Rasionalisme-Pencerahan telah melahirkan banyak karya. antara lain: (1) penghargaan kembali pada Abad Pertengahan. Dalam bukunya itu ia banyak menyerang institusi kepausan dari segi hukum dan konstitusi. Buku ini benyak dikecam oleh gerakan “kontra Reformasi” yang berupaya menegakkan kembali kewibawaan gereja Katholik yang dinilai telah dirusak oleh gerakan Reformasi. misalnya: Essay on the manners and spirit of the Nation karya Voltaire (16971778) yang terbir pada tahun 1756. demikian pula mengenai sumbangan Islam pada peradaban dunia.Dekonstruksi terhadap historiografi Abad Pertengahan berlanjut pada masa “Reformasi”. Meskipun ia tergolong sejarawaan rasionalis. Seperti telah disinggung di atas. Hal ini antara lain tercermin dari karya lacich Illyricus (1520-1575). Seperti telah disinggung di atas. (2) munculnya 16 . Meskipun demikian nilai buku itu cukup tinggi.

Tulisannya itu telah member dorongan timbulnya nasionalisme Jerman. Dalam karyanya itu Fukuyama menginterpretasikan perkembangan masyarakat dunia (masa kontemporer) didorong oleh dua faktor. Menjelang akhir abad ke-19 kebenaran yang dikemukakan oleh Ranke mulai diragukan. 17 .liberalism. sebab menulis sejarah “sebagaimana yang terjadi dinilai bertentangan dengan psikologi. Pada gilirannya nanti sintesis ini akan berubah menjadi tesis baru. Dari pertarungannya itu melahirkan sintesis sebagai tujuan akhir. dan persamaan hak. Heinrich Karl Marx (1818-1883) memakai dialektika Hegel. yang kemudian berproses sampai menghasilkan sintesa baru. Kedua faktor inilah yang sering digugat oleh sistem komunis yang dapat dinilai sebagai kekuatan anti-tesis yang kemudian menghasilkan tujuan akhir sejarah manusia. yaitu (1) perkembangan ekonomi yang didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan (2) keinginan untuk diakui. dst. Sejarah yang bersifat nasionalistis misalnya Address to the German Nation karya Johann Gottlieb Fitchte (1762-1814). Seperti dikemukakan oleh Carl L. Dalam buku ini ia mengemukakan perbedaan antara orang-orang Jerman yang disebutnya Urvolk alias bangsa yang masih murni dan orang-orang Eropa selatan yang disebutnya Mischvolk alias bangsa campuran yang sedang mengalami keruntuhan. juga melahirkan banyak pemikir-pemikir sejarah (filsafat sejarah) yang berpengaruh pada perkembangan teori dan metode sejarah pada tahun-tahun berikutnya. (3) munculnya filsafat sejarah. Pengaruh filsafat sejarah Hegel ini antara lain nampak pada karya Francis Fukuyama. setiap orang yang menulis pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Dalam bukunya itu ia berpendapat bahwa sejarah itu naju dengan cara dialeksis. melainkan fakta yang dipilih dengan sengaja oleh sejarawan. Abad 19 selain melahirkan Leopold von Ranke yang dianggap sebagai bapak sejarah science. Diawali dengan tesis yang mendapat perlawanan dari satu kekuatan yang disebut anti-tesis. dengan proletariat sebagai sarana pembebasan manusia. The End of History and The Last Man yang terbit pertama kali pada tahun 1992. dan (4) nasionalisme. yaitu masyarakat kapitalis dengan sistem politik demokrasi liberalnya. Misalnya: Georg Wilhelm Friederich Hegel (1770-1831) yang menulis buku Philosophy of History. Sadar atau tidak. Fakta sejarah bukanlah batu bata yang tinggal dipasang saja. dihargai.

Sifatnya primordial atau istana sentries. semasa dia berada di pengasingan. Salah satu pujangga istana Surakarta. pemujaan terhadap fakta hanyalah ilusi. dengan sumber data yang seringkali sulit dilacak serta analisa sebab-musabab supernaturalnya.5. terbit misalnya. maka sejarah baru menekankan perlunya penggunaan ilmu-ilmu sosial. Penulisan sejarah di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak masa kerajaan HinduBuddha berkembang di kepulauan Indonesia. anakronis. “Hikayat Tanah Hitu”. dan “Babad Kraton”. “Tuhfat al Nafis”. Atas dasar pemikiran itu maka muncul gagasan baru tentang perlunya “sejarah baru” atau “new perpective on historical writing”. Akan tetapi karya-karya para “sejarawan” atau tepat para pujangga dinilai kurang bernilai sejarah karena sarat dengan mitos-mitos seperti halnya historiografi Abad Pertengahan di Eropa. 1. Demikian pula era kesultanan atau kesunanan yang bercorak Islam. seperti Pangeran Dipenogoro menulis Babad Dipenogoro. tidak dapat menangkap realitas di bawah dan tidak dapat memahami perilaku manusia. dan “Carita Parahiyangan”. Sementara itu James Harvey Robinson (1863-1936) mengatakan bahwa sejarah kritis kita hanya dapat menangkap “permukaan”. Ia menulis Babad Giyanti yang merupakan penafsiran kembali karya-karya yang lebih tua. Mungkin saja masih banyak pujangga dan pelaku sejarah 18 . sehingga seringkali sejarah baru itu disebut sebagai “sejarah sosial”. legitimasi. yang disesuaikan dengan kebutuhan zamannya. yang ditulisnya pada tahun 1835. sekaligus mendekatkan kembali ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial. misalnya “Pararaton”.Becker (1873-1945). Historiografi Indonesia. “Babad Tanah Jawi”.4. Berbeda dengan historiografi modern yang dipelopori Ranke yang menekankan kritik. “Negara Kertagama”. Yasadipura (1729-1805) barangkali dapat disebut sebagai ‘sejarawan’ yang mulai mengkaji kembali karya-karya historiografi tradisional Indonesia. Oleh karena itu pada awalnya tidak sedikit sejarawan akademik yang menilai karya-karya seperti itu tidak patut dijadikan sebagai referensi penelitian sejarah ilmiah. Kemudian pada abad ke-19 beberapa pelaku sejarah juga menuliskan sejarahnya.

Kemudian pada tahun 1936 giliran saudaranya. Namun seperti dikemukakan oleh Coolhaas bahwa harapan penulisan sejarah Indonesia akan sulit berkembang mengingat orang-orang Indonesia masih sedikit yang terlibat secara aktif dalam politik. Kenang-kenangan Pangran Aria Achmad Djajadiningrat (Herrineringen van Pangran Aria Achmad Djajadiningrat) dalam dua bahasa. terutama buku-buku ajar sejarah pada tingkat sekolah menengah. membutuhan pula sejarah yang dapat menunjukkan identitas dan simbol keindonesiaan. perkembangan nasionalisme Indonesia yang berkembang sejak awal tahun 1920-an. pengumpulan data dan komunikasi pemikiran sejarah pada abad ke-19 hampir sepenuhnya berada di tangan orang-orang Belanda/Barat. Sejalan dengan berkembangnya metode kritis. Selain itu mereka mempunyai tradisi dalam historiografi kolonial yang cukup lama Oleh karena itu pada masa kolonial. bukan sultan. Husein Djajadiningrat dapat dikatakan sebagai orang Indonesia pertama yang melakukan prinsip-prinsip metode kritis sejarah. sejarah dianggap benar dan penting-bahkan oleh orang-orang Indonesia berpendidikanadalah “babad londo” dengan tokoh-tokohnya yang berkuasa seperti gubernur jenderal dan para residennya. di antaranya karya FW Stapel dkk. Semangat inilah yang mendorong penulisan sejarah dengan pendekatan “Indonesia sentries” menggantikan sudut pandang “Eropa sentries” atau “Belanda sentries” yang berkembang waktu itu. Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang menerbitkan karya biografinya. namun sejalan dengan perkembangan dunia kolonial. yang mempunyai pengaruh besar terhadap penulisan sejarah Indonesia kemudian. Semangat nasionalisme yang berkobar-kobar dalam periode post kolonial 19 .Indonesia yang menulis. Karyanya. Kenyataannya memang demikian. Awal abad ke-20 perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan munculnya studi sejarah yang kritis. penelitian. susuhunan. Setelah proklamasi kemerdekaan literatur sejarah Indonesia mengalami “booming”. sampai meletusnya Perang Dunia II karya-karya sejarah kolonial masih mendominasi. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) sebenarnya merupakan studi filologis yang menggunakan historiografi tradisional sebagai obyeknya. Indonesia dan Belanda. kiai atau pemimpin Indonesia lainnya. Geschiedenis van Nederlandsch-Indiё.

dari pemberontak Diponegoro menjadi pahlawan Diponeogoro dan seterusnya. seperti Perang Dipenogoro. Imam Bonjol. dari “jahat” menjadi “baik”.telah mendorong diterbitkannya buku-buku sejarah yang “Indonesia Sentris”. Sartono menawarkan alternatife dan perspektif baru dalam penulisan sejarah Indonesia. Oleh karena itu pada periode post revolusi ini banyak diterbitkan biografi tokoh-tokoh maupun pahlawan nasional seperti: Teuku Umar. Perang Padri. atau menuliskan memoarnya. Perang Aceh. pergerakan nasional dan sebagainya menempati posisi yang sama seperti biografi para tokoh tadi. Demikian pula sejarah perlawanan terhadap penjajah. dari “pemberontak” menjadi “pahlawan”. Nuku dan Diponegoro karena obyek-obyek penulisan seperti ini yang mampu menunjukkan identitas dan symbol keindonesiaan. yang disusul oleh karyanya yang lain seperti Protest Movement in Rural Java (1973). Pada tahun 1977-1979 terbit secara bertahap karya monumental AH Nasution Sekitar Perang Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia yang 20 . Tidak sedikit politisi aktif yang ikut menulis sejarah seperti Mr.masih cukup dominan. sejarah politik-khususnya masa pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan. Pada tahun 1966 terbit buku The Peasants’ Revolt of Banten in 1888: Its Conditions. Course and Sequel (terjemahannya. namun sampai sampai dekade 1970-an. Pesimistis yang sempat berkembang itu kemudian menghilang sejalan dengan dibukanya kembali program studi sejarah di beberapa perguruan tinggi Indonesia. seperti TB Simatupang menulis Laporan dari Banaran (1960) Semangat patriotisme yang berkobar-kobar namun tidak disertai dengan penguasaan metode sejarah teknis membuat banyak karya sejarah terbit pada periode ini sulit dipertanggungjawabkan dengan metode kritis. Karena itu pula banyak kritik terhadap karya seperti itu. Muhammad Yamin menghasilkan beberapa karya sejarah. Dapat dikatakan sebagian besar karya sejarah waktu itu tidak lebih dari sejarah kolonial yang diputar balik peranan pelakunya. Pemberontakan Petani Banten 1888 terbit pada tahun 1984) karya Sartono Kartodirdjo. Pattimura. antara lain 6000 Tahun Sang Merah Putih. Meskipun sudah muncul alternatif baru dengan multidimensinya. yang kemudian dikenal sebagai sejarah sosial. Tidak sedikit pula sejarawan asing yang pesimistis terhadap obyektivitas sejarah yang “Indonesia sentries”. Dengan karyanya ini.

Setelah itu pada tahun 1979 terbit buku Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia (1979) karya Nugroho Notosusanto yang merupakan studi akademik pertama tentang masa pendudukan Jepang yang dikalakukan oleh orang Indonesia. namun di pihak lainnya telah mengundang polemik dan keprihatinan dari beberapa sejarawan lainnya. namun banyak orang Indonesia yang menilai penulis-penulis asing masih lebih baik dalam tulisan sejarah yang bertema “perang kemerdekaan Indonesia”. tepatnya tahun 1977 terbit buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) yang terdiri dari 6 jilid yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam waktu yang hampir sama terbit kumpulan biografi singkat dari berbagai tokoh yaitu Manusia Dalam Kemelut Sejarah (1978). Buku ini merupakan karya bersama sejarawan Indonesia waktu itu dalam upaya mewujudkan sejarah nasional. baik dari segi metode maupun data faktualnya. misalnya Nationalism and Revolution in Indonesia (1970) karya George Mc T Kahin dan Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance 1944-1946 (1972) karya BROG Anderson. yang sampai akhir hayatnya belum sempat diterbitkan. di samping beberapa orang Indonesia dalam bentuk disertasi. Demikian pula dengan sejarah sosial Indonesia.8 tahun 1977. sampai akhir dekade 1970-an masih lebih banyak ditulis oleh peneliti asing. Upaya itu mulai dirintis sejak penghujung abad ke-21. Dr.. Meskipun ada perkembangan dalam penulisan sejarah Indonesia. 21 . Selain itu. Para sejarawan yang dimotori oleh Prof. Keprihatinan inilah antara lain yang menjadi salah satu faktor untuk menulis buku sejarah nasional sejenis yang lebih baik. Duduk sebagai editor umumnya adalah Sartono Kartodirdjo.terdiri dari 11 jilid. yaitu dalam masalah sumber data. Buku ini banyak memberikan informasi tentang jalannya perang pada periode 1945-1949. Di satu pihak kehadiran buku SNI berhasil menjawab kebutuhan akan adanya buku sejarah Indonesia yang “nasionalistis”. misalnya Onghokham (1975) yang menulis tentang Madiun pada abad ke-19. Namun buku yang cukup tebal ini mempunyai satu kelemahan yang cukup mendasar. dalam dekade 1970-an. Buku ini semula adalah artikel-artikel yang dimuat dalam majalah Prisma No. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Dr. Buku SNI dinilai masih mengandung banyak kelemahan. Taufik Abdullah dan Prof.

Leirissa dari Universitas Indonesia. 22 . Di luar keprihatinan itu. yaitu metode strukturistik. Perintis pendekatan strukturistik di Indonesia adalah R. karena sebagian besar lebih tertarik untuk mengamati dan mendekonstruksi sejarah politik masa Orde Baru. dapat dikatakan semacam jembatan antara metode naratif dengan metode struktural. Metode baru itu. Justru sejak akhir abad ke-20 telah berkembang pula penulisan sejarah dengan pendekatan baru.B. Namun perkembangan itu luput dari pengamatan para pakar sejarah.A.Z. sebenarnya perkembangan historiografi Indonesia tidaklah sesuram itu. Lapian yang bertindak sebagai editor umum. Penggunaan metode strukturistik itu terlihat dalam beberapa karyanya seperti Halmahera Timur dan Raja Jailolo (1996) dan Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (2006). khususnya yang menyangkut tema sekitar “Gerakan September Tiga Puluh” atau “G-30-S PKI”. merencanakan untuk menulis sejarah Indonesia yang nantinya terdiri dari 8 jilid (plus satu jilid tambahan).

6. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) dan semakin berkembang sejalan dengan dibukanya program-program studi sejarah pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “zeitgeist”? b.6.1. Mengapa Leopold von Ranke diberi gelar bapak sejarah akademik (father of historical science)? d. yang bertemakan perang kemerdekaan atau revolusi Indonesia? 23 . Jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu sejarah 2. Coba sebutkan beberapa buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh sejarawan Indonesia. 1.  Penguasaan teori dan metodologi sangat berpengaruh terhadap mutu penulisan sejarah  Historiografi Indonesia modern mulai berkembang sejak awal abad ke-20 yang ditandai dengan terbitnya karya Husein Djajadinigrat.Tes Formatif a. Buatlah laporan sebuah biografi pahlawan Indonesia 1.1. Jelaskan bagaimana cara kerja filsafat Hegel dalam membuktikan kebenaran sejarah? e. Jelaskan mengapa historiografi tradisional Indonesia dinilai tidak patut dijadikan sebagai sumber data atau bahan referensi sejarah? f. Jelaskan bagaimana cara pembuktian kebenaran sejarawan Yunani dibandingkan sejarawan masa kini? c. Rangkuman  Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Tunjukkan bentuk sejarah tekstual dan nontekstual 3.Latihan 1.5.

William H. Taufik. Nationalism and Revolution in Indonesia. Soeri Soeroto (peny. 2005. Sartono. R. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif. M. Jakarta: Gramedia. 1996. Main Trends in History. 1982.M. The End of History and The Last Man: Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal. Notosusanto. dan Kelanjutannya. 1970. Kartodirdjo. 2004. 2006. Nugroho. (terjemahan oleh: Hasan Basari) Jakarta: Pustaka Jaya. ---------------. ---------------. Medievel.Chicago-London: The University of Chicago Press. Lloyd. Louis. Gottschalk. Frederick. Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Jakarta: PT Gramedia. Jalan Peristiwa. Mengerti Sejarah. Leirissa. The Structures of History. Jakarta: Pustaka Sejarah. Jakarta: LP3ES. Ricklefs. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. 1991. Jakarta: Balai Pustaka. Ithaca-London: Cornell University Press. Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia. Fukuyama. Geoffrey.. Bentley. 1993. Pemberontakan Petani Banten 1888: Kondisi. Protest Meovement in Rural Java. & Modern. Aswab Mahasin.Halmahera Timur dan Raja Jailolo. Michael. 1995. Modern Historiography An Introduction. Historiography: Ancient. Francis. Manusia Dalam Kemelut Sejarah. Jakarta: LP3ES. New York-London: Holmes & Meier. ---------------. Yogyakarta: Bentang. Amarullah) Yogyakarta: Qalam. 1978. 24 . Kuntowijoyo. Pemahaman Sejarah Indonesia: Sebelum dan Sesudah Revolusi. Barraclough.). London-New York: Routledge. dan Daniel Dhakidae (red). 2006. Kahin.. 1984. Ernst. Oxford-Cambridge: Blacwell. Christopher.. Goerge Mc T. Pengantar Ilmu Sejarah. 1983. 2006. 1982. Breisach. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: Serambi..C. 1979.Z. (Terjemahan oleh H.Daftar Sumber Abdulah.

sejak adanya kerajaan-kerajaan kuna pada abad ke-5 Masehi hingga tahun 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan. Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1.1.2. Terbentuknya bangsa dan negara Indonesia 25 . Lahir dan perkembangan nasionalisme Indonesia 4. 3. Uraian dimulai sejak pra-Indonesia. 2.1. Deskripsi Singkat Pertemuan ini akan memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat memahami proses pembentukan bangsa Indonesia. Memahami penciptaan nama “Indonesia” dan konsep ”Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan.R. Indonesia yang 2.1.1. Di sini juga dikemukakan nama ”Indonesia” yang diciptakan oleh J. Pendahuluan 2. Tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan di Indonesia 2. Logan pada pertengahan abad ke-19 dan nama atau “Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan yang dibuat Perhimpunan Indonesia. Manfaat Manfaat utama bagi mahasiswa setelah mempelajari bab ini adalah agar mereka memahami bagaimana proses terbentuknya bangsa dan negara memakan waktu panjang.3.BAB II PEMBENTUKAN BANGSA INDONESIA 2 .1.

Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha Masa pra-Indonesia dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan tertua. Pra-Indonesia Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa dan negara Indonesia resmi terbentuk sebagaimana disebut dalam UUD 1945. kemudian Islam yang ada di wilayah Indonesia. mulai 1908. Kerajaan Hindu Kutai diperintah berturut-turut oleh Kundungga. Selanjutnya. 2. dan Mulawarman. berada pada masa pra-Indonesia. namun karena perang itu karena adanya keinginan untuk mengusir penguasa asing dari wilayah mereka.1. Kerajaan Sriwijaya kemudian dapat mengalahkan kerajaan Malayu dan penguasa-penguasa daerah lainnya. Adanya perang-perang antara raja-raja dan pemimpin rakyat melawan penguasa asing yang berlangsung sejak abad ke17 hingga abad ke-19 menunjukkan adanya proto nasionalisme di kalangan mereka. Aswawarman. Muhammad Yamin juga menyebut Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Negara Kebangsaan ketiga.2. pada abad ke-7 Masehi di pantai timur Sumatra bagian selatan berdiri dua kerajaan Buddha yaitu Sriwijaya dan Malayu. yaitu Kutai di Kalimantan Timur dan Tarumanagara di Bogor. kedua kerajaan tersebut tidak terdengar lagi beritanya. sejak bangkitnya nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo (BU). Buddha. Walaupun perang-perang itu hanya meliputi suatu wilayah tertentu. dapat dikatakan bahwa mereka telah mempunyai rasa nasionalisme dalam bentuk awal (proto nasionalisme). Jawa Barat. sedangkan kerajaan Tarumanagara diperintah oleh Purnawarman. Pada abad ke-7 Masehi. Sejarah kerajaan-kerajaan Hindu. organisasi pertama bangsa Indonesia. Sebelum 1908 merupakan masa pra-Indonesia yang sejarahnya dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada Abad ke-5 Masehi. oleh Sukarno dan Muhammad Yamin masingmasing kerajaan tersebut merupakan negara kebangsaan (nationale staat) pertama dan kedua. Dua kerajaan yaitu Sriwijaya di Sumatra Selatan dan Majapahit di Jawa Timur.2. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia melalui suatu proses yang panjang. sehingga daerah kekuasaannya meliputi seluruh pulau Sumatra dan pulau-pulau di sebelah 26 . keduanya berdiri pada abad ke-5 Masehi.2.

kemudian ada seorang raja bernama Dharmawangsa. sampai sekarang masih diperdebatkan. di Jawa Tengah berdiri kerajaan Holing atau Kalingga. Mengenai pusat pemerintahan Sriwijaya.timurnya. kemudian mengalahkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya satu per satu. mungkin juga karena kerajaan tidak dapat hidup hanya dari hasil pertanian. melainkan perlu juga dari hasil perdagangan. ratu yang memerintah secara adil. Semenanjung Malayu. dan Jawa Timur memenuhi tuntutan itu. sebelum ia meninggal kerajaan dibagi dua. dan beberapa pulau di Nusa Tenggara. pada awal abad ke-8 di Jawa Tengah berdiri kerajaan Mataram yang beribukota di Medang. menaklukkan raja-raja di sekitarnya. mendirikan candi Borobudur. Salah seorang rajanya yang terkenal adalah Ratu Hsi-mo atau Sima. Putra mahkota sendiri yang tidak sengaja telah menginjak pundi-pundi berisi emas yang ditaruh di jalan. istana diserang. Raja pertama. Ia mendirikan candi Kalasan dan Sewu. dan sebagian Jawa Barat. ada masa yang gelap. Bali. menamakan dirinya sebagai ”permata wangsa Sailendra”. dibakar. dan ia terbunuh. Pada waktu yang relatif bersamaan. Penggantinya. 27 . Sriwijaya merupakan pusat pengajaran agama Buddha yang bertaraf internasional. Untuk menghindari perang saudara. Setelah Kalingga. namun pendapat yang kuat berada di Palembang. Sanjaya. dihukum dengan memotong jari-jari kakinya untuk pelajaran terhadap rakyatnya. Ada beberapa kemungkinan alasan kepindahannya. Tahun 1019 Airlangga naik tahta. Waktu pemerintahan Mpu Sindok. pusat pemerintahan Mataram dipindahkan ke Jawa Timur. Jawa Tengah. Penggantinya lagi. Pada tahun 1017 ketika ia merayakan pernikahan putrinya dengan Airlangga. Setelah pemerintahan Mpu Sindok. Pawon. Kerajaan Sriwijaya menguasai jalar lalu lintas perdagangan antara India dan Cina dan menjamin keamanannya dari ancaman bajak laut. Wilayah kerajaannya meliputi Jawa Timur. Mpu Sindok menamakan dirinya Sri Isanawikrama mendirikan wangsa Isana yang menurunkan raja-raja di Jawa Timur sampai tahun 1222. antara lain karena bencana alam. Seorang pendeta agama Buddha yang mau belajar ke India dapat belajar lebih dahulu di Sriwijaya. dan Mendut. Samarattungga. Airlangga sebagai menantunya berhak naik tahta menggantikan mertuanya. Pada masa pemerintahannya ditulis kekawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa. kemudian baru belajar ke India. Rakai Panangkaran.

Tahun 1293 berdiri kerajaan Majapahit. Ranggawuni. penggantinya adalah adiknya perempuan yang bergelar Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwardhani. tahun 1222 dikalahkan oleh Ken Arok. Politik untuk menguasai seluruh nusantara berakhir tahun 1357 28 . bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Ia kemudian digantikan oleh putranya. Wijaya menobatkan diri menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Dalam rangka melaksanakan politik tersebut ia menundukkan daerah-daerah yang belum bernaung di bawah Majapahit. Kediri dikuasai. luas. Pasukan Kubilai Khan kemudian dapat dikalahkan oleh R. Ia dikalahkan oleh Jayakatwang. Pada masa pemerintahannya ditulis kitab Bhratayuddha oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. dan lahirlah kerajaan baru. Setelah Airlangga meninggal. sebelah timur dinamakan kerajaan Jenggala dan sebelah barat kerajaan Panjalu yang kemudian terkenal dengan nama Daha atau Kediri. Jayakatwang kemudian dikalahkan oleh pasukan Kubilai Khan yang sesungguhnya datang untuk menyerang Kertanegara yang telah menyakiti utusannya. Kertajaya. Di antara raja-raja Kediri yang terkenal karena ramalan-ramalannya adalah Jayabaya. mendirikan wangsa Rajasa yang memerintah di kerajaan Singhasari dan Majapahit. Singhasari. Jayanegara. Kerajaan Jenggala akhirnya lenyap. Puncak kebesaran atau zaman keemasan Majapahit ada di bawah pemerintahan raja Hayam Wuruk yang didampingi oleh patihnya. raja bawahannya. Setelah Ken Arok. Daerah kekuasaan Majapahit. penguasa bawahannya di Tumapel setelah membunuh Tunggul Ametung. Setelah Jayanegara meninggal. keturunan Singhasari. meliputi hampir seluas wilayah Indonesia sekarang. Wijaya. Tohjaya. sedangkan kerajaan Kediri tumbuh dan berkembang. Ken Arok naik tahta dan menamakan dirinya Rajasa.Pembagian kerajaan dilakukan oleh Mpu Barada. R. Gajah Mada. Raja Kediri terakhir. Kediri. penggantinya berturut-turut adalah Anusapati. dan raja terakhir adalah Kertanegara. Ia mengucapkan ”sumpah palapa” di hadapan raja dan para pembesar Majapahit dalam rangka melaksanakan politik nusantaranya. meliputi Sumatera di bagian barat sampai daerah Maluku dan Irian di bagian timur. kerajaan pecah dua.

sehubungan dengan terjadinya peristiwa di Bubat. 4 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum). terjadilah perang di Bubat. sesudah itu raja yang memerintah memakai gelar Warmadewa. (Terj. terdapat satu kerajaan Hindu-Buddha bernama Kerajaan Sunda. Jakarta: Bali Pustaka. hlm.2 Bagaimana penaklukan Majapahit oleh Demak. Kerajaan Sunda pada masa pemerintahan raja terakhir. Semua orang Sunda termasuk Dyah Pitaloka gugur. Tabanan. dan Buleleng. 2 Ricklefs. Pada masa itu ditulis kitab Setelah Hayam Wuruk meninggal.. tidak diketahui secara pasti. Dharmono Hardjowidjono). setelah Tarumanagara runtuh menjelang akhir abad ke-7. Ia menghendaki agar putri itu dipersembahkan oleh raja Sunda kepada raja Majapahit sebagai tanda tunduk terhadap kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit runtuh sekitar tahun 1527 dikalahkan oleh Demak. dan yang sangat terkenal adalah kerajaan Pakwan Pajajaran. tahun 1579 dikalahkan oleh kerajaan Islam. dan bagaimana nasib para penguasa Majapahit sesudah penaklukan. Kawali. pusat pemerintahannya berpindah-pindah. Hayam Wuruk kemudian menikah dengan Paduka Sori. Menurut sumber asing. Nama raja yang memerintah antara lain Ratu Sri Ugrasena. Kerajaan tersebut kemudian dikalahkan oleh Majapahit. selanjutnya kerajaan dikuasai oleh keluarga raja Jawa. 2008. Perselisihan terjadi ketika Gajah Mada tidak menghendaki jika perkawinan itu dilangsungkan begitu saja. Rombongan raja Sunda itu datang untuk mengawinkan putrinya dengan Hayam Wuruk sebagai permaisuri. Sejarah Indonesia Modern. 3 Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha adalah karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indonesia. Sejarah Nasional Indonesia. H. terjadi perang-perang saudara. Selain itu di Jawa Barat ada kerajaan-kerajaan kecil. Nusiya Mulya. namanya sesuai dengan pusat pemerintahannya. Di Jawa Barat. pada abad ke-9 terdapat kerajaan Singhamandawa. beserta para pembesar kerajaan dan pengiringnya sampai di Majapahit. Karangasem. hlm.. 26. 29 . di Jawa Barat ada beberapa kerajaan. 4 1 Peristiwa atau perang di Bubat terjadi ketika Raja Kerajaan Sunda bersama putrinya. Prahajyan Sunda. Mengwi. diperkirakan terletak di sekitar Tampaksiring. 1991. Jilid II. Edisi Pemutakhiran. Menurut sumber lokal/asli. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. anak Bhre Wengker Wijayarajasa. Edisi Pemutakhiran. Kerajaan-kerajaan itu adalah kerajaan Galuh.3 Di Bali. Selain itu di Bali berdiri kerajaan-kerajaan lain seperti Gianyar. Salah seorang rajanya bernama Dharma Udayana Warmadewa yang memerintah pada akhir abad ke-10. yaitu kerajaan Kuningan dan Saunggalah. 400. Jilid II.C. Para pembesar tidak setuju dengan sikap Gajah Mada. Drs. Salah seorang putra Udayana adalah Airlangga yang menjadi raja di Jawa Timur. tidak ada raja yang kuat.1 Negarakertagama oleh Mpu Prapanca. Dyah Pitaloka.

Kerajaan Aceh Darussalam tumbuh dan berkembang pada abad ke-16. Kalongkong. dan Kahuripan yang berpusat di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai sekarang. Kerajaan Negara Dipa pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Daha. Jambi. Sumbawa. Kerajaan juga pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Timar Tengah. dan Barus. 2. Rupat. Raja Mahkota. dan Pontianak. Palembang. Kerajaan tersebut selalu mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Raja pertama adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530). banyak kerajaan. Banten. Bima. Pirada. Pedir. Di Kalimantan terdapat kerajaan Banjar. Di Sulawesi terdapat kerajaan Gowa-Tallo. dan Cirebon. Pariaman. Kampar. Daya. terutama ada di sepanjang pesisir Selat Malaka dan pesisir barat. Tiku. Tambora. 30 . Wajo. Indragiri. Andalas. Kemudian salah seorang raja penggantinya mengalahkan beberapa kerajaan seperti Batak. Panchur. ada kerajaan Kutai yang beragama Hindu. Lambri atau Lamaru atau Tamni. Minangkabau. yaitu kerajaan Samudra Pasai. Mataram. Aru. karena itu pengaruh Majapahit sampai di sana. Aceh Darussalam. dan Luwu. Jambi. Kalimantan. Tongkal. raja pertama bergelar Sultan Malik As-Shaleh. Soppeng.2. Kerajaan Samudra Pasai di Sumatra bagian utara tumbuh pada pertengahan abad ke-13. dan Dompu. kemudian masuk Islam setelah kalah bertanding kesaktian dengan mubaligh yang menyebarkan Islam ke sana. Di Sumatra. Arcat. Kerajaan mengadakan hubungan pernikahan dengan kerajaan Malaka di Malaysia. Di bawah pemerintahannya Aceh menaklukkan Samudra Pasai dan Pedir. Kerajaan ini sudah menggunakan mata uang yang terbuat dari emas yang disebut dramas. Bone. Salah seorang rajanya.2.5 Di Jawa. Bican. terutama Kutai. Nusa Tenggara. dan Barus. terdapat kerajaan Demak. muncul kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam. Kerajaan-kerajaan itu ada di Sumatra. Di Nusa Tenggara terdapat kerajaan Lombok. Kutai. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Islam Setelah agama Islam masuk ke Indonesia. Siak. Pajang. Batak. Pase. Sulawesi Selatan. dan Maluku. Kerajaan ini mengalami puncak kekuasaan atau zaman keemasan di bawah Sultan Iskandar Muda 5 Kerajaan-kerajaan di Sumatera banyak sekali.Di Kalimantan ada kerajaan-kerajaan Hindu yaitu kerajaan Negara Dipa. Di Kalimantan Timur. Di Maluku terdapat kerajaan Ternate dan Tidore. Aru. Jawa.

Aceh memasuki masa perpecahan yang panjang. Palembang. lalu dipindah lagi ke Manado dan meninggal di sana tahun 1864. Setelah pemerintahannya. Di Sumatra Barat. sedangkan kekuasaan ada di tangan para penghulu yang tergabung dalam Dewan Penghulu atau Dewan Nagari. Antara tahun 16591706 Kesultanan Palembang diperintah oleh sebelas orang sultan. Pada tahun 1873-1904 kerajaan ini berperang melawan Belanda. Di bawah pemerintahannya Aceh menjadi negara yang paling kuat di Nusantara bagian barat. daerahnya langsung dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada waktu pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819 kerajaan diserang Belanda. Para pimpinan perang di antaranya Panglima Polem. pertama antara tahun 1821-1825 dan kedua antara tahun 1830-1938. Raja pertama kesultanan Palembang bergelar Abdurrakhman Khalifat al-Mukminan Sayidil Iman atau Pangeran Kusumo Abdurrakhman. dan Indragiri yang berdiri pada abad ke-15. Ia menaklukkan kerajaan-kerajaan di pesisir timur dan barat Sumatra. Teuku Umar dan Cut Nyak Din. Di Minangkabau. Johor di Malaysia. pada abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. Dalam serangan Belanda kedua. kemudian diasingkan ke Cianjur. Kaum Padri akhirnya kalah. raja berkedudukan di Pagaruyung. Pemimpin Kaum Padri antara lain Tuanku Imam Bonjol tertangkap. dan Nias. akibatnya Belanda berhasil mengukuhkan kekuasaan politik dan ekonominya di Minangkabau atau Sumatra Barat. raja sebagai lambang negara. Di Minangkabau antara tahun 1821-1838 terjadi perang Paderi. Di pantai timur Sumatra ada kerajaan-kerajaan Islam Siak atau Siak Sri Indrapura.(1607-1636). Sultan Mahmud Badaruddin ditangkap lalu dibuang ke Ternate. perang antara kaum Paderi melawan kaum Adat yang dibantu oleh Belanda. agama Islam baru masuk pada akhir abad ke-14 atau awal abad ke-15. Di Jambi kerajaan Islam berdiri pada sekitar tahun 1500 di bawah pemerintahan Sultan Orang Kayo Hitam. merebut Pahang. Perang diakhiri dengan kalahnya Aceh pada tahun 1904. Sedangkan agama Islam masuk ke Minangkabau sekitar akhir abad ke-15. mengalahkan armada Portugis di Bintan. dari sana dipindahkan ke Ambon. Teuku Cik Di Tiro. Sumatra bagian selatan. 31 . Kampar. Sejak 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan. Perang berlangsung dua babak.

kemudian Mataram di Jawa Tengah. dan Syeh Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. Demak didirikan pada perempat terakhir abad ke-15 oleh seorang asing yang beragama Islam. Madiun. hlm. 6 Kerajaan Pajang yang ada di pedalaman Jawa Tengah. ”Sultan” Demak pertama. dan kemudian Jaka Tingkir yang menobatkan dirinya sebagai Sultan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. 6 Rikleft. Banten dan Cirebon di Jawa Barat. Raden Patah.Di Jawa berdiri kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam yaitu Demak. Pendirian Mesjid Agung Demak oleh para wali dengan arsiteknya Sunan Kali Jaga merupakan pusat dakwah para wali. Wilayah itu pertama kali diperintah olehnya pada tahun 1578. terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga. dan berikutnya lagi Sultan Trenggono. Sunan Bonang. Pasuruan. Arya Penangsang. Berturut-turut raja-raja yang memerintah sesudahnya adalah Sultan Prawoto. Setelah ia meninggal. Daerah Mataram yang termasuk wilayah kerajaan Pajang. raja berikutnya adalah Pati Unus (1518-1521). Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo (1584-1601). Sunan Drajat. kerajaan Mataram dikembangkan ke daerah pesisir utara Jawa Tengah. dihadiahkan Sultan Pajang kepada Kyai Gede (Ageng) Pemanahan yang merupakan keturunan raja Majapahit terakhir. Wilayah Demak meliputi daerah Jawa Timur dan Jawa Barat. Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono Demak mengalami zaman keemasan. Termasuk Wali Sanga adalah: Sunan Ampel. raja Majapahit terakhir. Di bawah pemerintahannya. dan Surabaya di Jawa Timur. Setelah Sultan Trenggono meninggal tahun 1546. Sunan Kali Jaga. dan Blitar. Surabaya. Pajang. merupakan pengganti Demak. Lamongan. 56. terutama dengan Wali Sanga. Panarukan. Antara raja-raja dan ulama erat berhubungan. Sunan Gunung Jati. Raja-raja Demak terkenal sebagai pelindung agama. Sunan Muria. tahun 1484 pemerintahan dipegang oleh anaknya. Sultan Trenggono mengalahkan penguasa-penguasa Tuban. adalah putra Prabu Brawijaya Kertabhumi. Ia menantu Sultan Pajang Hadiwijoyo yang meninggal tahun 1587. Kemudian pengganti Kerajaan Pajang adalah kerajaan Mataram yang pusatnya di kota Surakarta dan Yogyakarta. 32 . (Setelah Hadiwijoyo. Demak di bawah Sultan Trenggono merupakan zaman keemasannya. Setelah Raden Patah. ”Sultan” Trenggono terbunuh ketika melakukan ekspedisi melawan Panarukan tahun 1546. Sunan Giri. pemerintahan Pajang di tangan Pangeran Banowo). Sunan Kudus.

Ia memindahkan kraton dari Kota Gede ke Plered. Tahun 1755 melalui Perjanjian Gianti. Sultan Agung kembali menyerang Surabaya tahun 1625. Benda-benda kerajaan yang keramat seperti pusaka yang merupakan simbul dan hiasan supra natural. menaklukkan Demak. kemudian namanya sebagai Panembahan Seda ing Krapyak. Mula-mula Banten sebelum 1525/1526 merupakan kadipaten dari Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. Bagelen. Waktu mau minta bantuan pada VOC karena pemberontakan Trunajaya. tahun 1677 ia jatuh sakit di Wanayasa. digantikan oleh anaknya yang bergelar Susuhunan Amangkurat I (16471677). Setelah Senopati meninggal. Sultan meluaskan wilayah kekuasaannya ke Lampung. dan Tegal. Sultan Agung mau menusir VOC dari Batavia.Jawa Timur. pusat kerajaan dipindahkan ke Surasowan di teluk Banten. Pati. Kemudian Hasanuddin digantikan oleh Molama Yusuf (1570-1580) yang berhasil menaklukkan kerajaan Pajajaran tahun 1579. kedudukannya digantikan oleh Raden Mas Jolang (16011613). Mataram mengakui kekuasaan VOC. suami saudara perempuan Sultan Trenggono. tahun 1613. Kediri. berpusat di Banten Girang yang diperintah oleh Pucuk Umun. Kalahnya 33 . Mataram di bawah pemerintahannya mengalami puncak kejayaannya. Tahun 1645 ia sakit dan meninggal. Giri. Kendal. Mataram di bawah Sultan Agung selain bersifat agraris juga mengembangkan perdagangan ekspor dan impor melalui pelabuhan di pesisir utara Jawa seperti Jepara. Selanjutnya. dan Pasuruhan. Kedu. Di Jawa Barat berdiri kerajaan Banten. Setelah Sultan Agung meninggal. Senopati melepaskan diri sebagai vasal kerajaan Pajang dan kemudian mengalahkan Pajang sekitar tahun 1587-1588. Pengiriman pasukan diulangi lagi tahun 1629. Tahun 1552 Sunan Gunungjati pindah ke Cirebon. Tegal. Ia lebih dekat dengan VOC dan mengadakan perjanjian dengan VOC. dan Blambangan. Madiun. raja terbesar Mataram (1613-1646). Setelah merasa kuat. Ia kemudian digantikan lagi oleh Sultan Agung. dibawa ke Mataram. Tahun 1628 ia mengirim pasukannya ke Batavia tetapi tapi gagal. dan Jawa Barat. Mas Jolang tahun 1613 meninggal di Krapyak. Banten kemudian dikalahkan oleh Sunan Gunungjati. juga gagal. Mataram dibagi dua yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surabarta. Ponorogo. pemerintahan diserahkan kepada anaknya Sultan Hasanuddin (1552-1570). Ia digantikan oleh Amangkurat II. Senopati meluaskan kekuasaannya. Tuban. Jenazahnya dimakamkan di Tegal Arum. Banten kemudian diperintah oleh Gunungjati sebagai vasal Demak.

antara lain ke Kuningan. Syarif Hidayatullah terkenal juga dengan gelar Sunan Gunung Jati.Pajajaran berarti lenyaplan kerajaan besar yang menganut agama Hindu-Buddha di Jawa.17 Surabaya muncul sebagai kekuatan pantai yang terkemuka. sebelah timar Keraton Kasepuhan. kalangan elite Sunda memeluk agama Islam. Diperkirakan tahun 1470 agama Islam masuk Cirebon dibawa oleh Syarif Hidayatullah salah seorang wali sanga yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Talaga. Di Kalimantan ada beberapa kerajaan Islam baik yang besar maupun kecil. Kerajaan-kerajaan Islam di Kalimantan adalah kerajaan Banjar atau Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Ia menghentikan memberi upeti ke pusat kerajaan Pajajaran di Pakuan. dan Galuh sekitar tahun 1528-1530 dan ke daerah Banten 7 bersama putranya Maulana Hasanuddin tahun 1525-1526. Sultan Ageng Tirtayasa kalah. Sejak pengaruh Belanda 7 masuk ke Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia diambil dari karangan Marwati Djoened Poesponegooro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indoensia. Setelah Pajajaran dikalahkan. Tahun 1513 Cirebon di bawah kekuasaan Lebe Usa dikuasai Raden Patah dari Demak. Jilid III. kemudian Pajang. Islam disebarkan. Edisi Pemutakhiran. Dia juga kemudian memindahkan lagi ibu kotanya ke Kayu Tangi. Kerajaan Banjar mengirimkan upeti pada keraaan Demak. 2008. Tengah. Madawi. salah seorang Wali Sanga. Pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati. Kutai di Kalimantan Timur. Sunan Gunung Jati meninggal tahun 1568 Surabaya merupakan pelabuhan perdagangan yang besar pada awal abad ke-16. Ia mendirikan keraton yang diberi nama Pakungwati. 34 . Sampit. dan Pontianak di Kalimantan Barat. awal abad ke-17 ibu kota kerajaan dipindahkan ke Amuntai. Agama Islam masuk ke kerajaan Banjar karena dibawa Demak tahun 1550. sultan Haji yang dibantu VOC. Jakarta: Balai Pustaka. Kotawaringin. Cirebon semula menjadi pelabuhan kerajaan Sunda Pajajaran. Surabaya dikuasai Sultan Agung tahun 1625. Kerajaan dapat menguasai Kalimantan Timur Tenggara. Kesultanan Banten mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. dan Barat. Ketika diperintah raja Sultan Mustain Billah. Raja ini melakukan perlawanan dengan putranya. Batanglawai. dan Sambangan. Sukadana. tetapi baru pada awal abad ke. Tahun 1479 Syarif Hidayatullah menggantikan mertuanya sebagai penguasa Cirebon. Kerajaan Banjar dibawah Sultan Surnyanullah meluaskan kekuasaannya ke Sambas.

Pada abad ke-17 kedua kerajaan itu ada di bawah epngaruh kerajaan Mataram. Setelah meninggal. kerajaan Gowa diseahkan kepada VOC. Tahun 1670 kerajaan Wajo diserang VOC bersama tentara Bone. Di Kalimantan Barat antara lain ada kerajaan Tanjungpura dan Lawe (daerah Sukadana). Karena adanya ancaman dari VOC. Kedua kerajaan itu diperintah oleh Pate atau mungkin Adipati. Wajo. perselisihan-perselisihan terjadi baik dengan Belanda maupun lingkungan kerajaan. Diperkirakan Islam masuk ke sana pada sekitar abad ke-14-15. terjadi perlawanan terhadap Belanda antara 1859-1863. tetapi kemudian terjadi peperangan antara kerajaan Gowa di bawah Sultan Hasanuddin melawan VOC yang dibantu tentara Bugis di bawah Arung Palaka. Perlawanan dari pihak kerajaan Banjar di antaranya dipimpin oleh Pangeran Antasari. Para mubalig itu yang mengislaamkan raja Luwu tahun 1605. waktunya diperkirakan tahun 1575. raja tahun 1607. pada masa pemerintahan Raja Mahkota datang dua mubalig Islam. 35 . Sejak tahun 1616 antara kerajaan Gowa dan VOC terjadi permusuhan. Perang berakhir melalui Perjanjian Bongaya tahun 1667. Setelah Sultan Adam meninggal 1857. dan Luwu. Islamisasi di Sulawesi Selatan oleh tiga mubalig yang disebut Dalto Tallu ketiganya bersaudara dan berasal dari Koto Tengah. Ia memerintah tahun 1773-1808.Kalimantan Selatan. Soppeng. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. digantikan oleh outranya. kerajaan diserahkan kepada VOC. Minangkabau. Bone. Kerajaan Gowa-Tallo mengalahkan kerajaan Wajo tahun 1610 dan Bone tahun 1611. Dato`ri Bandang dan Tunggang Parangan setelah mengIslamkan makassar. selanjutnya sultan-sultannya diperintah oleh sultan-sultan keluarga Habib alGadri. Perang besar-besaran terjadi tahun 1654-1655. raja kalah dan masuk Islam. Peng-Islaman di Pontianak dilakukan oleh Habib Husein Al-Gadri pendakwah dari Hadramaut. Selanjutnya kerajaan Kutai menyebarkan agama Islam ke daerah sekitarnya. Pangeran Sayid Abdurrahman Nurul Alam yang mendirikan keraton dan mesjid di Pontianak. Setelah beadu kesaktian antara mubalig dengan dengan Raja Mahkota. tunduk pada Pate Unus dari Demak. yaitu Gowa-Tallo. kerajaan Gowa-Tallo mengadakan hubungan baik dengan Portugis. raja Tallo tahun 1605. Tahun 1656 ada perjanjian perdamaian. Di Sulawesi Selatan terdapat lima kerajaan Islam. Kerajaan wajo menyerah.

Akan tetapi setalah Baabullah meninggal. Islam memasuki Maluku antara tahun 1460-1465. melalui para mubaligh dari Makassar antara tahun 1540-1550. Akan tetapi. tahun 1570 sultan ini dibunuh Portugis. Ternate diserang orang Spanyol. Ternate di bawah Sultan Hairun berhasil mempersatukan daerah-daerah di Maluku Utara di bawah Ternate. Putranya. asal mereka kuat. Suatu kerajaan atau kesultanan setelah berdiri kemudian tumbuh. Waktu itu. Pusat kerajaan Lombok di Selaparang di bawah pemerintahan prabu Rangkesari mengalami zaman keemasan. Di Nusa Tenggara ada juga kerajaan Bima dengan raja pertama Ruma Ta Ma Bata Wada yang bergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir.Di Nusa Tenggara. Sultan Baabullah. Kerajaan Lombok dan Sumbawa akhirnya dikuasai VOC. terdapat banyak sekali penguasa-penguasa daerah atau wilayah yang dinamakan kerajaan atau kesultanan atau lainnya. di wilayah Indonesia tidak ada satu kekuatan yang tetap yang menjadi super power. Setiap penguasa bebas untuk melakukan ekspansi ke wilayah penguasa lain dalam rangka untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaan mereka. Setelah terjadi perjanjian Bongaya. Besar kecilnya kerajaan tergantung pada raja yang memerintah. berkembang dalam waktu lama. namun bisa juga menjadi kecil kembali bahkan mati karena dikalahkan oleh penguasa lain. Spanyol ke Tidore. Kerajaan Lombok dan kerajaan-kerajaan di Sumbawa dikuasai kerajaan Gowa. masuknya agama Islam ke Lombok diperkirakan pada abad ke-16 yang diperkenalkan oleh Sunan Perapen. kerajaan Islam yang menonjol adalah kerajaan Ternate dan Tidore. meneruskan perlawanan dan dapat mengusir Portugis dari Ternate. Di Maluku. Dari uraian di atas tampak bahwa di Indonesia sebelum berdiri Negara Kesatuan RI tahun 1945. Kerajaan Bima akhirnya dikuasai oleh VOC. Islam masuk ke Sumbawa mungkin melalui Sulawesi. Keadaan seperti itu terjadi terus silih berganti.Akan tetapi persatuan itu pecah lagi setelah kedatangan orang Portugis dan Spanyol ke Tidore. Siapa yang kuat. kerajaankerajaan di Nusa Tenggara ditekan VOC. putra Sunan Giri. dia yang mempunyai kekuasaan luas dan besar. Portugia memusatkan perhatiannya ke Ternate. Rajanya ditangkap dan diasingkan ke Manila. Tahun 1565 Sultan Khairun menyerang Portugis. Setiap kerajaan atau kesultanan melakukan ekspansi untuk bisa menjadi maharaja 36 .

muncul kekuatan baru di Indonesia di samping kerajaan-kerajaan. Politik devide et impera dilakukan Belanda untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaannya. dan Teuku Umar dari Aceh. dalam hal pergantian raja atau sultan sering terjadi kericuhan di antara keluarga atau bahkan terjadi pembunuhan terhadap raja yang berkuasa. Perang-perang itu yang masih bersifat kedaerahan dapat disebut sebagai rasa proto nasionlisme di kalangan mereka. maka kerajaan-kerajaan yang mengadakan perlawanan mengalami kekalahan. sering terjadi yang dilakukan oleh seorang raja dan atau keluarga raja. Imam Bonjol dari Sumatra Barat. Ada dua kerajaan yang besar yang oleh Sukarno dan Muhammad yamin sebagai Nationale Staat yaitu Sriwijaya dan Majapahit. Perlawanan-perlawanan itu antara lain perlawanan oleh Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan. lebih dari itu Belanda memperoleh sebagian bahkan bisa seluruh wilayah suatu kerajaan. dan karena taktik dan politik devide et impera Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. meskipun telah ada semacam aturan. bahkan sering terjadi di antara kerajaan-kerajan digunakan oleh Belanda untuk bersamanya melawan suatu kerajaan. Perang-perang terhadap Belanda selalu diakhiri dengan perjanjian yang selalu merugikan pihak kerajaan. dan Belanda diakui sebagai penguasa di atasnya.atau super power. Selain banyaknya kerajaan atau kesultanan. Mereka bersatu untuk bersama-sama melawan Belanda. Akhirnya semua kerajaan di Indonesia setelah kalahnya Aceh pada tahun 1904 berada di bawah kekuasaan Belanda. sering terjadi bentrokanbentrokan dan peperangan-peperangan dengan kerajaan-kerajaan tersebut. Sultan Agung dari Mataram. Pangeran Antasari dari Banjar. Perang-perang itu dilakukan sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20. Kekuatan baru ini pun berusaha untuk mengembangkan usahanya. Dalam suatu perjanjian paling sedikit Belanda mendapat hak monopoli dalam perdagangan. Karena kalahnya persenjataan pihak kerajaan. Setelah datang bangsa Barat khususnya Belanda dengan VOC-nya. Dalam rangka itu. Usaha dari phak kerajaan maupun rakyat untuk mengusir Belanda dari wilayah suatu kerajaan karena dirasa sangat menekan dan merugikan. Diponegoro dari Jawa Tengah. Tahun 1905 Belanda 37 . Pelanggaran terhadap aturan dan adanya ambisi untuk menggantikan raja sebelumnya sering memicu adanya perangperang.

mencanangkan Pax Neerlandica. Kern. Kata atau nama tersebut diusulkan oleh J. Akan tetapi sebelumnya. kemudian menggunakan kata “Indonesien” sebagai judul bukunya yaitu Indonesien onder die Insln des Malayischen Archipels yang terbit tahun 1884. hukum adat. dan ilmu bahasa. Adolf Bastian. Kemudian para mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang tergabung Perhimpunan Indonesia (PI) mengetahui istilah-istilah tersebut. Logan. Sejak itu istilah tersebut dipakai dalam ilmu etnologi. Pada tahun 1850 ia melalui artikelnya berjudul ”The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing inquires into the continental relation of the Indo-Pacific Inlanders” mengusulkan istilah atau kata “Indonesia” untuk nama pulaupulau atau kepulauan Hindia dan penduduknya. tidak memberikan pengertian tepat dan jelas bagi penduduk pribumi. Pada tahun 1913 Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara ketika menjalani pembuangan di Nederland memberikan nama biro pers yang didirikannya dengan Indonesisch Persbureau.R. Earl lebih suka pada pemakaian istilah “Melayu-nesians” karena istilah “Indu-nesians” terlalu luas karena termasuk di dalamnya penduduk Sailon. Indonesiër”. seorang etnolog Inggris lainnya. Konsep Indonesia Dalam membicarakan “Pembentukan bangsa Indonesia”. Bastian dengan istilah tersebut adalah istilah di bidang etnografi. dan Lakadiva. Para guru besar Universitas Leiden seperti R. dan Melayu-Polinesia. Snouck Horgronye.A. Van Vollenhoven menyebarluaskan pemakaian iastilah “Indonesië”. dan ajektif ”Indonesisch” dalam karya mereka. Kepulauan Maladiva. 2.3. Nama organisasi mahasiswa Indonesia yang semula bernama 38 . dan Prof. Ia memberi pertimbangan bahwa istilah “penduduk Hindia” sebagai kelompok pulau-pulau. sarjana Jerman. Windsor(?) Winsdor(?) Earl dalam majalah yang sama menulis tentang ciri-ciri utama penduduk Irian. seorang etnolog Inggris di Pinang yang menjadi redaktur Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia. bahwa seluruh wilayah Nusantara sebagai wilayah Hindia Belanda menjadi satu pengawasan keamanan oleh Belanda. G. penduduk asli Australia. Adapun yang dimaksud oleh A. Ia mengusulkan digunakannya istilah “Indus-nesians” dan “Melayu-nesians” bagi penduduk kepulauan Hindia. perlu dikemukakan tentang kata atau nama ”Indonesia”.

Ia mengakui bahwa pemerintah Belanda telah mengeruk keuntungan yang besar sekali dari Hindia Belanda. Diakuinya bahwa Belanda telah ”berhutang budi” kepada rakyat Indonesia. pemimpin kaum liberal.Indische Vereeniging tahun 1922 diganti menjadi Indonesische Vereeniging dan tahun 1924 nama Indonesische Vereeniging diganti menjadi Perhimpunan Indonesia. Van Deventer.4. Ratu Wilhelmina mengumumkan di depan Parlemen Belanda program pemerintah. J. Dikatakan bahwa pada masa datang. Jilid V. Dalam kaitan politik itu pemerintah akan memperluas pendidikan Barat bagi anak Indonesia khususnya anak-anak kalangan atas.Th. Van Deventer. sementara penduduknya semakin miskin. Dalam karangannya ia mengecam politik pemerintah Belanda yang tidak memisahkan keuangan negera Belanda dengan daerah jajahan. Tulisan Van Deventer tersebut berpengaruh terhadap perubahan politik kolonial di Hindia Belanda. C. Nama majalahnya yang semula bernama Hindia Putera pada tahun 1922 diganti dengan Indonesia Merdeka. dan Nugroho Notosusanto. 290. Sejarah nasional Indonesia. pemimpin redaksi surat kabar De Locomotief. Perjuangan melancarkan politik kolonial yang baru itu kemudian diteruskan oleh Van Kol. Marwati Djoened Poesponegoro. tahun 1899 menulis karangan di Jurnal De Gids berjudul ”Een Eereschuld” (”Hutang Budi”). 1976. Hindia Belanda. dan P. Perhimpunan Indonesia menggunakan nama Indonesia dalam pengertian politik ketatanegaraan yang artinya sama dengan Nederlandsch-Indië. 39 . 8 Sartono Kartodirdjo. Menurut Kielstra berdasarkan hasil surveinya bahwa sejak tahun 1816 uang yang disedot pemerintah Belanda dari Indonesia sebesar 832 juta gulden. Petrus Blumberger. Brooschooft. Yakarta: Departemen P dan K. Th. Pembentukan Bangsa dan Negara Indonesia Memasuki tahun 1901. Garis politik pemerintah Hindia Belanda yang seperti itu pertama kali dikemukakan oleh anggota Parlemen Belanda Van Dedem tahun 1891. penulis buku De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indië yang terbit tahun 1931 menyatakan bahwa sekitar tahun 1925 banyak organisasi yang berwawasan nasional memakai nama”Indonesia” sebagai pengganti Nederlandsch-Indië. pemerintah akan memperbaiki kesejahteraan rakyat. karena itu Pemerintah Belanda akan membalasnya dengan melaksanakan politik etika.8 2.

dalam kenyataannya. Sementara itu. Pada akhir tahun 1907 dalam perjalannya yang jauh. Ia mempropagandakan tentang pemberian beasiswa bagi pemuda-pemuda yang pandai tetapi tidak mampu. diperlukan pendidikan secukupnya bagi kalangan luas orang pribumi. ia berhenti dan beristirahat di Jakarta. meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi.Politik etika yang dilaksanakan mulai tahun 1901 mempunyai dua tujuan yaitu pertama. ia melakukan perjalanan keliling pulau Jawa untuk mempropagandakan cita-citanya. Tujuan untuk mendirikan suatu ”Dana Belajar” itu diperluas jangkauannya. Sejalan dengan perubahan politik pemerintah kolonial yang hendak memajukan bidang pendidikan. di luar Indonesia pada awal abad ke-20 terjadi peristiwa-peristiwa penting yang berdampak terhadap bangsa Asia. ia diundang Sutomo dan Suraji ke sekolah STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen) untuk mendengarkan gagasan-gagasannya. berangsur-angsur menumbuhkan otonomi dan desentralisasi politik di Hindia Belanda. khususnya bupati yang kaya dan berpengaruh. dan kedua. Kejadian-kejadian tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap munculnya gerakan nasional di Indonesia. yang akhirnya tahun 1908 muncul revolusi anti kaum kolot. kecuali untuk beberapa tahun pada waktu pecah Perang Dunia I ketika komunikasi antara negeri Belanda dan Hindia Belanda terputus. mula-mula mendekati para priyayi yang lebih tua dan lebih tinggi. Menurut pendapatnya bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan. khususnya Indonesia. Maksud Wahidin untuk mendirikan ”Dana Belajar” itu dibicarakan oleh Sutomo dengan teman-temannya di STOVIA. peralihan kekuasaan dari Negeri Belanda ke Hindia Belanda tidak pernah dilaksanakan. Selanjutnya sejak bulan November 1906. putra Paku Alam V. dokter Wahidin Sudirohusodo yang sejak tahun 1901 menjadi redaktur majalah Retnodhumilah. Demikianlah pada tanggal 20 Mei 1908 di sekolah 40 . karena cara tersebut dinilai kurang efektif. melalui majalahnya ia mempropagandakan pentingnya pendidikan. Kemenangan Jepang tersebut merupakan “Kebangkitan Asia” menimbulkan gelombang antusiasme di Asia. Peristiwa kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905 menunjukkan bahwa bangsa Barat dapat dikalahkan oleh bangsa Timur. Di Turki muncul gerakan Turki Muda untuk mencapai perbaikan nasib. Kemudian. Akan tetapi. Ketika berada di Jakarta. ia meletakkan jabatan sebagai redaktur Retnodhumilah karena alasan kesehatan. Ia yang didampingi Pangeran Noto Dirojo.

STOVIA oleh pelajar-pelajar STOVIA didirikan organisasi bernama Budi Utomo dan Sutomo ditunjuk sebagai ketua. Budi Utomo merupakan organisasi pribumi pertama menurut model Barat, suatu organisasi yang pengurusnya secara periodik dipilih, mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mempunyai program, mengadakan rapat-rapat, kongres, dan anggotanya mempunyai hak suara. Lahirnya BU oleh Akira Nagazumi sebagai bangkitnya nasionalisme Indonesia. Setelah itu, mahasiswa Indonesia yang belajar di Negeri Belanda pada tahun yang sama mendirikan organisasi bernama Indische Vereeniging (IV) yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan. Pada tahun-tahun belasan, karena mengikuti jejak BU di satu pihak dan karena adanya pengaruh dari luar Indonesia, bermunculan berbagai macam organisasi. 9 Secara khronologis, tahun 1911 di Solo, Jawa Tengah berdiri organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh H. Samanhudi yang bergerak di bidang social ekonomi. Organisasi itu didirikan untuk menghadapi pedagang-pedagang Cina di kota itu yang telah mempermainkan harga bahan batik. Setahun kemudian, namanya diganti menjadi Sarekat Islam (SI) agar lebih banyak orang-orang Islam dapat masuk menjadi anggota. Di Yogyakarta tahun 1912 K.H. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi sosial keagamaan bernama Muhammadiyah. Pada tahun 1912 E.F.E. Douwes Dekker di Bandung mendirikan organisasi politik Indische Partij, statu organisasi yang pertama kali memakai nama partai yang mempunyai konsep nasionalisme Hindia (Indisch Nationalism). Organisasi ini yang menerima berbagai etnik yaitu kaum Indo-Eropa dan pribumi, radikal, menuntut kemerdekaan Hindia. H.J.F.M. Sneevliet tahun 1914 di Semarang mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV), suatu organisasi yang bersifat internasional menyebarkan ideologi sosialisme. Dalam perkembangannya, karena pengaruh revolusi Rusia, organisasi ini tahun 1923 berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain organisasi politik, berdiri juga sarekat-sarekat sekerja, organisasi pemuda,
9

perempuan,

dan kepanduan.

Organisasi-organisasi tersebut

Kejadian-kejadian di luar Indonesia yang menambah kemauan mendirikan organisasi di Indonesia adalah Revolusi di Tiongkok tahun 1911 yang menggulingkan pemerintahan Dinasti Manchu dan berdirinya Republik Tiongkok; pan-Islamisme, menyebarnya ajaran Marxismo (sosialisme dan sesudah revolusi di Rusia juga komunisme), azas-azas Perjanjian Versailles yang tidak dijalankan (hak bangsa untuk mengatur diri sendiri), berdirinya Volkenbond dan Labour office, gerakan di Irlandia, gerakan di India ; empat belas Pasal Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat, khususnya hak menentukan nasib sendiri bangsabangsa.

41

merupakan organisasi gerakan nasional yang tujuan akhirnya adalah kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa Indonesia di Negri Belanda yang datang ke sana setelah Perang Dunia Kedua, lebih banyak kesadaran politiknya dari pada angkatan-angkatan sebelumnya. Sebabnya karena mereka sebelum berangkat ke Negeri Belanda telah memasuki berbagai gerakan kebangsaan. Mereka terus bergabung dalam organisasi mahasiswa Indonesia Indische Vereeniging (IV) yang didirikan tahun 1908. Pada tahun 1920-an peran sosial dan kebudayaan dari IV masih ada, tetapi yang utama adalah bidang politik. Pada tahun 1922 namanya diubah menjadi Indonesische Vereeniging10 dan nama majalahnya yang semula bernama Hindia Poetera diganti menjadi Indonesia Merdeka.11 Pada tahun 1924 keterangan dasar IV adalah sebagai berikut: (1) Hanya Indonesia yang bersatu, dengan menyingkirkan perbedaan-perbedaan golongan, dapat mematahkan kekuasaan

penjajahan; (2) Tujuan bersama – memerdekakan Indonesia – menghendaki adanya suatu aksi massa nasional yang insyaf dan berdasar kepada tenaga sendiri; (3) Melihat dua macam penjajahan, politik dan ekonomi, aksi itu adalah suatu persediaan bagi kemerdekaan politik dan satu sikap menentang kapital asing yang menyedot kekayaan Indonesia. Ketua IV Nazir Pamoncak menegaskan politik nonkoperasi sebagai sendi perjuangan rakyat Indonesia. Kerjasama dengan si penjajah untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia, tidak lain dari menipu diri sendiri. Kerjasama hanya mungkin antara dua golongan yang sama hak, kewajibannya, dan kepentingannya. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, maka kerja sama berarti mempermainkan yang lemah oleh yang kuat, memperlakukan yang lemah sebagai alat untuk kepentingannya sendiri. Sebab itu PI menolak kerjasama dan tetap menuju tujuan sendiri. 12 Sejak 8 Februari 1925 nama organisasi diganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI),13 dan organisasai dikembangkan

10 11

Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 126. PI adalah organisasi pertama yang pertama kali menggunakan Istilah “Indonesia” sebagai nama organisasinya. 12 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 156 dan 158. 13 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 171.

42

menjadi organisasi yang mengutakan masalah-masalah politik sebagai bagian dari identitas nasional yang baru.14 Perkembangan PI menjadi organisasi politik terutama merupakan hasil usaha Mohammad Hatta. Kegiatan PI diarahkan untuk mencapai tiga tujuan, pertama, menyadarkan mahasiswa agar semakin percaya merasa diri sebagai orang Indonesia. Kedua, PI harus berusaha menghapuskan gambaran tentang Indonesia yang diciptakan oleh pemerintah Belanda. Ketiga, yang terpenting adalah mereka harus mengembangkan ideologi yang kuat dan bebas dari pembatasan-pembatasan Islam dan komunisme.15 Para anggota PI dari Negeri Belanda mengamati gerakan nasional di Indonesia. Mereka kecewa terhadap semangat partai-partai politik dan terhadap kegagalan mereka menciptakan suatu organisasi massa yang kuat untuk melawan Belanda. Oleh karena itu mereka membuat ideologi baru sebagai langkah pertama untuk menyusun gerakan kebangsaan jika mereka kembali ke tanah air. Ada empat pikiran pokok dalam ideologi PI yang dikembangkan sejak tahun 1925. Ideologi PI menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang utama. Pokokpokok pikiran PI adalah sebagai berikut. Kesatuan nasional: perlu mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan perlu dibentuk kesatuan aksi melawan Belanda untuk menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu; Solidaritas: tanpa melihat perbedaan antara sesama orang Indonesia, perlu disadari adanya pertentangan kepentingan yang mendasar antara penjajah dan terjajah. Kaum nasionalis harus mempertajam konflik antara orang kulit putih dan orang kulit sawo matang; Nonkoperasi: keharusan untuk menyadari bahwa kemerdekaan bukan hadiah sukarela dari Belanda melainkan harus direbut oleh bangsa Indonesia dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, oleh karena itu tidak perlu mengindahkan dewan perwakilan kolonial seperti Volksraad;

14

Mereka yang menjadi anggota PI hanya sekelompok kecil dari seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda. Tahun 1926, puncak aktivitas PI, jumlah anggota PI hanya 38 orang. Akhir tahun 1927 jumlah seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda diperkirakan 109 orang, hanya 20 orang yang menjadi anggota PI. (Ingleson, hlm. 2). 15 Ingleson, hlm. 4.

43

yaitu kesatuan nasional. Beberapa partai politik yaitu PNI. 16 PI menekankan bahwa ideologi PI harus dilaksanakan benar-benar oleh suatu partai yang merasa bertanggung jawab kepada rakyat yang berusaha mencapai kemerdekaan melalui jalan aksi massa. Kemudian. Atas usaha Sukarno dan orang-orang yang tergabung dalam Algemene Studieclub pada 4 Juli 1927 didirikan partai baru bernama Perserikatan17 Nasional Indonesia (PNI). pada bulan Desember 1927 didirikan badan federatif partai-partai politik dengan nama Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). 5. sosial. satu bangsa: Indonesia. dan hukum yang berakar dalam masyarakat pribumi dan sejajar dengan administrasi kolonial. Untuk itu pada tahun 1926 dan kemudian tahun 1928 diselenggarakan kongres pemuda nasional pertama dan kedua.Swadaya: dengan mengandalkan kekuatan sendiri perlu dikembangkan struktur alternatif dalam kehidupan nasional. ideologi PI sampai di Indonesia. untuk menyatukan gerakan nasional menjadi lebih besar. Budi Utomo. nonkoperasi. dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Para anggota PI yang kembali ke tanah air mencoba memasuki organisasiorganisasi etnis seperti BU dan Pasundan dan berusaha untuk merubah wawasannya dari dalam. dan swadaya. Semangat persatuan itu menyatukan berbagai organisasi pemuda yang berdasarkan etnis/daerah menjadi satu. Dalam kongresnya pertama kata ”Perserikatan” diganti menjadi ”Partai”. Ada kelompok yang penting yaitu Indnosesische Studieclub di Surabaya pimpinan dr. politik. Melalui majalahnya dan anggota PI yang kembali ke tanah air. hlm. Kaum Betawi. dan Kelompok Studi Indonesia bergabung dalam satu fron bersama sebagai ”fron sawo matang” melawan ”fron kulit putih” Belanda. Sarekat Sumatra. PSI. ekonomi. Sutomo dan Algemene Studieclub di Bandung pimpinan Sukarno. Usahanya tidak berhasil. 44 . satu nusa: Indonesia. lahirlah Indonesia Muda pada awal tahun 1931. 16 17 Ingleson. Di kalangan pemuda ada hasrat untuk menyatukan organisasi-organisasi pemuda. oleh karena itu mereka tetap di luar dan mereka mendirikan kelompok-kelompok studi. Partai ini melaksanakan ideologi PI. solidaritas. Pasundan. Kongres nasional pemuda kedua bulan Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda.

Sejak itu ada perlawanan orang di Indonesia melawan Belanda kemudian melawan Jepang.Gerakan itu diorganisasikan menurut model gerakan Barat. kemudian dibentuk. Yang disebut belakangan ini 45 . oleh Sartono Katodirdjo disebut sebagai proto nasionlisme. Tujuan perlawanan itu adalah kemerdekaan bangsa. Sejak awal abad ke-20 di Indonesia lahir gerakan emansipasi. tetapi juga di bidang sosial. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia dimulai dengan pembentukan nasionalisme Indonesia. yaitu: (1) Usaha nasionalisme lebih dari hanya ditujukan di bidang politik dan budaya. Menurut PNI. Gerakan rakyat Indonesia adalah usaha untuk perubahan dan pembaruan menuju kemerdekaan. diperintah oleh orang-orangnya sendiri. (Pluvier. diputuskan didirikan badan persatuan organisasi perempuan bernama Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII). Sesungguhnya perlawanan terhadap penguasa bangsa lain di Indonesia sudah dimulai sejak adanya kekuasaan bangsa tersebut di Indonesia yaitu sejak awal abad ke17. Di kalangan organisasi kepanduan pada tahun 1931 organisasi kepanduan berfusi lahirlah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Sedangkan Parindra merumuskannya tidak terlalu tajam. Tahun tiga puluhan rasa persatuan nasional telah meliputi berbagai organisasi. gerakan perlawanan terhadap Belanda yang dipelopori dengan lahirnya organisasi Budi Utomo (BU). Perlawanan itu berupa perang-perang untuk mengusir penguasa bangsa asing itu dari wilayang mereka. Ada keinginan untuk memegang nasib di tangan sendiri. Perlawanan itu bersifat lokal. berupa organisasi. dan keagamaan. Rakyat terjajah menentang kekuasaan asing. tujuan gerakan adalah penghapusan setiap bentuk kekuasaan kolonial. hlm. Mereka ingin mengatur urusannya sendiri. Badan-badan federatif yang baru yang mencakup organisasi lebih banyak. Sifat nasionalisme Indonesia ada dua. (2) Keinginan-keinginan akan pembaruan di bidang sosial dan keagamaan.Organisasi perempuan pada bulan Desember tahun 1928 menyelenggarakan kongres perempuan pertama. 17-18). walaupun nanti keadaan pada umumnya lebih jelek dari pada di bawah kekuasaan asing. ekonomi. Gerakan melawan penjajahan bangsa Barat menggunakan senjata dari Barat. kemerdekaan nasional merupakan syarat utama pembangunan masyarakat Indonesia.

19. yaitu koperasi dan nonkoperasi. Sebagian karena takut. dari pada hidup seperti di sorga. Bagaimadiirna wujud dari masyarakat baru sesudah merdeka itu merupakan pokok pembicaraan penting. Kata-kata klasik dari Quezon: ”We would rather be governed like hell and do it ourselves than like heaven and have it done for us” (”Lebih baik kita hidup seperti di neraka tetapi diperintah oleh orangorang kita sendiri. Orang harus melaksanakan politik yang prinsipiil dan yakin. tidak dengan mengemis-ngemis (Tilak). Menurut kaum koperator. namun yang lebih penting adalah tuntutan agar supaya diutamakan lebih dahulu lenyapnya rezim kolonial. Sikap kaum bangsawan terhadap pergerakan itu bercabang dua. Kaum nonkoperator menyisihkan diri dari pemerintah HB. tidak loyal. Mereka mempunyai keyakinan. Tujuan pertama diarahkan terhadap kekuasaan asing yang dipandangnya sebagai bahaya yang paling besar mengancam masyarakat. dan mereka berani mengambil risiko.disadari oleh kaum nasionlis. kepercayaan kepada kekuatan diri sendiri. Taktik untuk mencapai tujuan ada dua cara. tidak mungkin ada kerjasama untuk mewujudkan aspirasi-aspirasi nasional. bahwa perubahan-perubahan itu harus dipaksakan dengan jalan selfreliance. tetapi dapat juga membahayakan kekuasaan mereka sendiri. hlm. 18). kaum koperator dinamakan sebagai kaum sederhana dan loyal. Sebagian lain orang berusaha merebut kepemimpinan 46 . hlm. Nasionalisme Indonesia dalam keseluruhannya merupakan gejala yang sama seperti nasionalisme lainnya. Kerja sama demikian dengan pemerintah hanya berarti memperkuat kekuasaan penjajah.) Pemerintah Hindia Belanda memandang mereka sebagai kaum ekstremis yang destruktif. mereka tetap kaum nasionalis. Walaupun demikian. Perbedaan di antara kedua golongan itu adalah pada taktik dan keyakinan mereka. tetapi diperintah oleh bangsa asing”. bahwa berhubung dengan dasar perbedaan kepentingan antara yang yang berkuasa dan yang dikuasai. kemerdekaan ekonomi harus lebih didahulukan dari keperdekaan politik. Mereka kurang keras dan agresif dan rapat-rapat mereka bukan rapat massa kaum marhaen. baik di Dewan Rakyat maupun di dewan-dewan local yaitu Dewan Propinsi atau Dewan Kabupaten. (Pluvier. (Pluvier. karena mereka juga bercita-cita untuk meningkatkan ekonomi dan kemerdekaan. Sebaliknya. sehingga orang berusaha untuk menahan perkembangannya. bahwa gerakan rakyat yang kuat tidak saja merupakan bahaya bagi rezim colonial. mereka tidak duduk dalam dewan perwakilan.

19 J. menentang tradisionalisme dan formalisme. Belanda telah menempatkan suku-suku dan bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara di bawah satu lingkungan kenegaraan. tapi keliru untuk mengambil kesimpulan 18 J. bahwa tidak akan ada bangsa Indonesia dan bahwa nasionalisme Indonesia itu sama sekali tidak mempunyai hak hidup. Pluvier.M. lama-lama timbul kesadaran untuk bersatu menjadi satu bangsa Indonesia. berhubung dengan perbedaan besar di antara pelbagai penduduk itu. reaksi orang-orang Islam memakai cara-cara yang antagonistis yaitu dengan suatu gerakan yang sifatnya reformistis. 18 Faktor penting bagi perkembangan nasionalisme ialah sifat dari agama Islam yang mengandung unsur-unsur yang baik. 1953. Den Haag-Bandung: W. kaum intelek atau semi intelek yang bekerja pada gubernemen atau perusahaan-perusahaan. Perbedaan itu benar. Pihak Belanda sering ditunjukkan. Di zaman VOC mereka merupakan unsur yang paling keras. Raja-raja sering bersekutu dengan mereka melawan pembesar-pembesar Belanda. op. cit. Di satu pihak kaum nasionalis melancarkan perlawanan yang aktif dengan cara Barat. merasa tertelan oleh stelsel kolonial yang tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menduduki pos-pos yang lebih tinggi dalam kehidupan politik dan ekonomi. Kelas kedua dalam masyarakat adalah kaum ambtenaar. Persatuan yang sedikit banyak hendak dipertahankan oleh kaum nasionalis. Politik orang-orang Belanda adalah sebanyak mungkin bekerja sama dengan pembesar-pembesar feodal dan tentang menjalankan agama Islam. Van Hoeve. 47 . Perbedaan bahasa dan kebiasaan bukan penghalang dalam perjuangan bersama mencapai kemerdekaan nasional. Di abad ke-19 posisi mereka bertambah kuat setelah rakyat di sebagian besar kepulauan nusantara masuk agama Islam. Pengaruh agama Islam itu kuat sekali Ia memberikan kepada bangsa rasa senasib sepenangungan.M.dalam pergerakan itu untuk mendapatkan sokongan dari rakyat dan dengan demikian pengaruhnya yang lama. dapat dipulihkan kembali. Meski terdiri dari berjenis-jenis rakyat. Perluasan agama ini dalam abad ke-15 dan 16 adalah sejajar dengan mendesaknya pengaruh dari Barat. walau hanya sebagian. 19 Dalam nasionalisme Indonesia hidup suatu tendensi untuk bersatu. Ia menciptakan semacam ”pra-nasionalisme” yang memberikan sokongan kepada nasionalisme. Pluvier. Overzicht van de Ontwikkwling der Nationalistische Beweging in Indonesie in jaren 19301942. Reaksi agama Islam dan nasionalisme adalah terhadap pengaruh Barat.

Kemudian ide ini diambil oleh partai-partai lain.seperti di atas. ”Untuk terbentuknya suatu nasion itu. Baru sesudah PNI. Satu-satunya pergerakan yang semua nasional adalah SI. Sebelum tahun 1927 pergerakan politik berada pada taraf kedaerahan. Tumbuhnya rasa senasibsepenanggungan. tapi apakah ada sesuatu yang tumbuh. op. Gokhale. 48 . ide persatuan Indonesia dengan sadar maju kemuka. 20 Gerakan nasional di India banyak memberi isi kepada perkembangan nasionalisme di Indonesia. agama. Gandhi. (Pluvier. 20 J. Jawa. Soalnya bukan apakah ada persatuan. 26). Yang terakhir ini yang terjadi. dan Nehru mempunyai arti lebih besar. boikot ekonomi. Pemerintah menyokong patriotisme lokal membuat kaum nasionalis curiga. cit. suatu usaha swadesi. atau Bali dari pada nasionalisme yang melingkupi seluruh Nusantara. tidak cukup dengan adanya persamaan bahasa. sedikit banyak berkembang kesadaran untuk bersatu. kemauan dari suatu bangsa. Tilak. juga oleh partai-partai lokal. dan ini penting. Kebanyakan pembesar-pembesar feodal memperlihatkan nasionalisme kedaerahan yang didasarkan atas tradisi dan adat yang menjadikan mereka berkuasa. Mengadudomba perbedaan-perbedaan dari rakyat itu satu alat politik pemecah belah dari golongan kecil yang memerintah massa berjuta-juta yang harus mereka anut untuk dapat bertahan. Yang perlu adalah dalam unsur-unsur yang membentuk masyarakat itu. Pluvier. juga dilancarkan. Politik nonkoperasi ditiru. Di lain pihak sikap Belanda lebih senang dengan nasionalisme Sunda. Cokroaminoto di tahun 1916 pada kongres nasional menunjukkan bahwa istilah ”nasional” itu berarti bahwa pergerakan rakyat itu bertujuan membentuk suatu persatuan yang kokoh kuat dari seluruh rakyat di kepulauan nusantara yang dengan seia sekata berusaha menjadi satu ”nasion”. dan kultur. adanya persamaan hal-hal sejarah dan pemerintahan. untuk mempertahankan dan mengorganisir persatuan itu. Orang berusaha untuk menyokong nasionalisme lokal supaya lebih kuat menghadapi nasionalisme Indonesia dan orang menunjukkan akan bahaya dari pada ”penjajahan orang-orang Jawa” atas golongan-golongan penduduk lainnya. hlm. Partai Kongres contoh yang ditiru kaum nasionalis Indonesia dalam organisasiorganisasi mereka. Kebangkitan dari negeri Cina membawa pengaruh besar.M.

Jilid II. 1908-1918. Jilid 2. 2008. KITLV. Jakarta: LP3ES. Nasionalisme sebagai jawaban yang ditimbulkan oleh situasi kolonial. satu bahasa” yaitu indonesia. 59. Grafiti dan KITLV). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Marwati. Overzicht van de Ontwikkeling der Nationalistische beweging in 21 Sartono Kartodirdjo. Pustaka Utan Kayu. Jakarta: Gramedia. Sartono. Dengan Semangat Berkobat: Nasionalisme dan Gerakan Pemuda di Indonesia. (Terj. 1989. 2. John. III. Nasionalisme dan kolonialisme tidak terlepas satu sama lain. Daftar Pustaka Hatta. Hans Van. (Edisi Pemutakhiran). IV. Gerakan Turki Muda. dan gerakan nasional di negara-negara tetangga seperti India dan Filipina memberi pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme. Zamakhsyari Dhofier). Akira. 2003. (Terj. Mohammad. Jakarta: Hasta Mitra. hlm.M. Ingleson. ada pengaruh satu sama lain. Djoened dan Nugroho Notosusanto. Yakarta: Tintamas. 1990. Jakarta: Balai Pustaka. V. kongres kebudayaan tahun 1916.5. 1979. satu bangsa. kongres nasional pemuda kedua tahun 1928 yang menghasilkan ”satu tanah air. Sudewo Satiman). Pluvier. Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. (Terj. 1983. Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia Tahun 1927-1934. Sejarah Nasional Indonesia. Yakarta: Grafiti. Memoir. J. Nagazumi. 21 Gerakan emansipasi mencapai titik-titik terang pada ongres BU pertama tahun 1908. Kebangunan nasional di Indonesia berhubungan erat dengan kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905.Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh kekuasaan Barat di negara-negara Asia. Jakarta: PT Gramedia. Kartodirdjo. Banyak sebab yang dapat menimbulkan nasionalisme. memperbesar kesadaran nasional dan menyebabkan bangsa Indonesia memiliki rasa harga diri kembali. Miert. dn VI. 49 . Revolusi Cina. 1918-1930). Poesponegoro.

Den Haag – Bandung: W. H. Cetakan ke-4. in de jaren 1930 tot 1942. 1991. A. Dharmono Hardjowidjono). Sukarno. 1960.. 1953 Pringgodigdo.K. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Drs. Ricklefs. van Hoeve.Indonesie.C.. (Terj. Sejarah Indonesia Modern. 50 . Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia. Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Sukarno di hadapan Hakim Colonial Tahun 1930. Djakarta: Pustaka Rakjat.

Dalam dunia pelayaran selama abad ke-16 sampai abad ke-18. seperti tekstil. dan Ambon. kayu cendana. Selain itu hasil produk yang terkenal sebagai mata dagangan ekspor yang sangat laris di pasaran adalah cengkeh. Seram. porselain. Halmahera. di mana kapal-kapal asing dan lokal saling menukarkan barang-barangnya. Cengkeh dihasilkan dari Ternate. dan lain-lain dengan produk-produk setempat. Bugis. Makasar. banyak kapalkapal dagang dari Cina. bunga pala. kemudian memunculkan sistem pertukaran dan jual beli di banyak pelabuhan di Nusantara. Dengan mengikuti sistem angin ini maka para pedagang dapat memperkirakan keberangkatan atau kepulangan perahuperahu mereka. India. selat. dan pesisir timur dan utara Pulau Sumatra. Malaka. Sejak itulah wilayah Nusantara bagian tengah dan timur kemudian menjadi jalur pelayaran dan perdagangan yang cukup ramai. Lampung.Bab 3 Ekonomi dan Perdagangan di Indonesia Perdagangan dan Pelayaran di Nusantara Masa Awal sampai Abad ke-19 Letak geografis kepulauan Indonesia yang berada dalam jalur pelayaran dan perdagangan yang ramai antara Asia Timur dengan Asia Selatan dan Asia Barat membuat laut. Jawa. Adanya perbedaan produk dari masing-masing daerah. nama yang 51 . pala. Sehingga sudah sejak masa sebelum abad ke-10. Bahkan beberapa nama angin diberi nama sesuai dengan arah angin yang datang ketika kapal sedang berlayar. beras. Kayu cendana banyak dihasilkan di Pulau Timor dan Sumba. alat-alat logam. sutera. dan berbagai suku di Nusantara yang menjadi pedagang dengan mengunjungi wilayah-wilayah yang menjadi penghasil produk yang diinginkan. Karena bagaimanapun juga kapal layar mereka sangat membutuhkan tiupan angin yang secara berkala berubah sesuai dengan musimnya. sedangkan lada banyak dihasilkan dari Banten. lada. pengetahuan tentang sistem angin dan musim menjadi pengetahuan yang penting untuk dimiliki para pelaut. Tidore. seperti angin buritan atau angin haluan. sementara pala dan bunga pala banyak dihasilkan di kepulauan Banda. Arab. dan pulau-pulau yang berada di sekitar Selat Karimata dan Selat Malaka menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru tempat. dan lain sebagainya merupakan produk lokal Nusantara.

Sejarah Nasional Indonesia. membuat angin yang bertiup berubah arah ketika melintasi katulistiwa. dan negeri-negeri di Asia Timur. adanya hubungan pelayaran dan perdagangan awal antara India dengan Nusantara. 22 Letak kepulauan Nusantara di tengah-tengah garis katulistiwa (equator) menyebabkan di sebelah selatan katulistiwa bertiup Angin Pasat Tenggara dan di sebelah utara katulistiwa bertiup Angin Pasat Timur Laut yang bertiup sepanjang tahun. karena ternyata isi dari prasasti ditulis oleh perkumpulan pedagang asal Tamil di Barus. Depdikbud. dapat kita lihat dari ditemukannya sebuah prasasti berbahasa Tamil (India Selatan) yang berangka tahun 1088 M. Vietnam. Kapur 22 Marwati Djoened Poesponegoro. Prasasti ini menggambarkan adanya hubungan dagang antara Sumatra dan India sejak 1088 M. dan angin paksa yang membuat kapalkapal terpaksa membuang sauh di pelabuhan atau di teluk demi keamanan dari ancaman badai.. Jakarta. sedangkan mereka pulang dengan dorongan angin timur kembali ke tempat asal kapal-kapal dagang tersebut. hal. Malaka. 24 Dalam satu contoh. kapal-kapal dagang dapat berlayar pada bulan Juni sampai Agustus ketika angin bertiup ke arah utara. hal. dan Makasar berangkat ke arah Maluku dengan angin barat. Untuk perjalanan ke arah Campa. Pada bulan-bulan Desember sampai Pebruari bertiup angin barat dan pada bulan September sampai Nopember bertiup angin timur. Jawa.lain misalnya angin turutan yang mendorong keras dari arah buritan. hal.23 Dengan mengikuti pola angin yang sama kapal-kapal dari India dapat berangkat ke arah Malaka dan sebaliknya. angin sakal yang menghambat pelayaran karena bertiup dari depan. 102 24 Ibid. Sumatera Utara. Namun karena letak Nusantara adalah di antara benua-benua yang berbeda tekanan udaranya dan posisi peredaran bumi terhadap matahari. Jilid III. Balai Pustaka. Dalam ulasan lain digambarkan bagaimana komoditi kapur Barus telah dikenal luas di kalangan pedagang Arab dan India bahkan produk ini juga diperdagangkan sampai Eropa. Angin tenggara berubah menjadi angin barat daya sedangkan angin timur laut berubah menjadi angin barat laut. Pada saat-saat itu kapal-kapal dapat berlayar dari Aceh.101-102 23 Ibid.. Cina. Kemudian kapal-kapal tersebut dapat kembali ke selatan pada bulan September sampai Desember dengan mengikuti angin yang bertiup ke selatan.. 103 52 .

27 Dalam kebudayaan Nusantara kemampuan membuat perahu sudah mereka miliki sejak lama. Perkembangan perahu-perahu bercadik yang dibuat secara sederhana dari kayu yang dilubangi tengahnya seperti lesung dan diberikan kayu penyeimbang di kiri dan kanan badan kapal.. Selain itu kapal-kapal dengan berat ratusan ton juga dibuat di galangan kapal di pantai utara Jawa. hal.barus ini merupakan bahan wewangian dan obat-obatan yang dipergunakan di Arab dan India. Subbarayalu. Jakarta. lambung yang berpasak. Dari beberapa keterangan pelaut Portugis. Tambahan lagi banyak kapal-kapal Portugis ataupun Belanda yang melakukan pelayaran menuju kepulauan Nusantara menyewa tenaga navigator dari masyarakat setempat. Gambar Relief kapal besar bercadik pada candi Borobudur memperlihatkan kemampuan bahari masyarakat terutama yang dipergunakan di pantai Y. “ Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus: Suatu Peninjauan Kembali”. op. Asia Selatan. Namun penduduk di Asia Tenggara dan Indonesia sejak abad ke-16 mampu membuat kapal dengan konstruksi badan kapal terbuat dari papan. sehingga mata pencaharian penduduk juga sangat tergantung dari mengolah laut. Selain itu ditemukannya keramik-keramik Cina di Barus menunjukkan sudah adanya hubungan perdagangan antara Cina dengan Barus di pantai barat Sumatera Utara. cit. dan kemudi kembar.26 Kondisi geografis kepulauan Nusantara yang dilingkupi laut dan selat. menjadikan wilayah pantai di Nusantara sangat panjang dan luas.. Kegiatan ini sudah tentu membutuhkan alat transportasi yang dapat dipakai untuk berlayar ke tengah laut mencari ikan atau menyeberangi laut dan selat untuk berdagang dengan daerah seberang selat atau laut. EFEO-Pusat Penelitian Arkeologi-Yayasan Obor Indonesia. hal. dan Cina berlangsung. Dalam penelitian Antony Reid disebutkan bahwa kapal-kapal yang berlayar di Asia Tenggara dan Indonesia jauh lebih besar dengan dua atau tiga tiang. dalam Claude Guillot.. 26 27 25 Marwati Djoened Poesponegoro. mereka mengatakan bahwa para pelaut di Asia dan juga di Nusantara sudah menggunakan peta dan alat-alat navigasi seperti yang dimiliki oleh Portugis. 2002.25 Dengan demikian sudah sejak lama hubungan perdagangan antara Nusantara dengan daerah-daerah di Asia Barat. Lobu Tua: Sejarah Awal Barus. op. ed. cit. 48-55 53 . 104-107 Antony Reid.

dan sebagainya. hal. kain yang halus. dan Seram. dan Motir. Sementara itu hasil 28 Marwati Djoened Poesponegoro.. cit. sepanjang pantai utara Jawa. Sedangkan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Banda dan Seram Selatan. batu permata. kain yang kasar. Namun perdagangan yang paling utama pada abad ke-16 sampai 18 adalah rempah-rempah. dan selatan Pulau Sumatra. Ternate. Cengkeh hanya dihasilkan di Ternate. Beberapa daerah menjual produk setempat yang tidak diproduksi di tempat lain seperti cengkeh. Kemudian pada abad ke-16 pohon cengkeh juga ditanam di Pulau Bacan. porselain. Tidore. Semenanjung Malayu. sagu. peledang. Makian. Asia Barat. Di samping itu rempah-rempah yang terdiri dari cengkeh. mayang janggolan. tuak. lambo. Rempah-rempah inilah yang menarik perhatian bangsa Eropa berdatangan ke Nusantara dengan melakukan pelayaran samudera menyusuri pantai Afrika menuju ke India dan Selat Malaka. Burma. kayu sapan. dan ikan asin ini telah menjadi produk yang sangat dicari karena harganya yang mahal. tekstil. korakora. Sepertinya rempah-rempah yang produksinya lebih sedikit dibandingkan produksi beras. alat-alat logam.utara Jawa pada abad ke-9 M. pala. pala. dan India. timur. Banyaknya jenis kapal tersebut menunjukkan pula kemampuan masyarakat mampu membuat kapal yang baik untuk pelayaran jarak jauh maupun jarak dekat. bunga pala. senjata api. beras. op. kepulauan Maluku. dan sebagianya. seperti sutera. kayu cendana. dan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Maluku. Ambon. Barang-barang ini seringkali dipertukarkan secara barter atau dengan mata uang perak atau emas. dan sebagainya menunjukkan keanekaragaman jenis kapal di Nusantara. Sulawesi Selatan. padewakang. 144-148 54 .28 Ramainya perdagangan dan pelayaran tidak terlepas dari peran bandar atau pelabuhan yang menyediakan bermacam fasilitas bagi para pedagang yang hendak menjual atau membeli barang dagangan. pinisi. Tidore. Kapal jenis jukung. Barang-barang yang diperdagangkan dalam pelayaran dan perdagangan di Nusantara itu sangat banyak dan bervariasi. Pantai utara Jawa dalam laporan Portugis merupakan pusat penghasil kapal-kapal berbadan besar selain yang di datangkan dari Pegu. golekan. dan begitu banyak yang lainnya di pulaupulau besar dan kecil. Pelabuhan-pelabuhan ini menyebar mulai dari bagian utara. kayu manis. Nusa Tenggara. Mereka menjualnya kepada para pedagang yang datang dengan menukarkannya dengan barang-barang dari Cina.

29 Laporan Tome Pires di atas menunjukkan bahwa produk rempah-rempah dan kayu cendana merupakan mata dagangan ekspor yang menjanjikan keuntungan besar bagi para pedagang. terutama ke Ternate dan Tidore. 4 30 29 Anthony Reid. hal. Para pedagang dari Jawa. Dengan demikian maka segera dikirim armada kapal ke Maluku. sekaligus menaklukkan Bandar Malaka pada tahun 1511 yang dikenal sebagai pasar rempah-rempah di Asia Tenggara. op. 1999. sutera. sedangkan penghasil rempah-rempah ada di kepulauan Maluku. sampai kemudian mengalami kemerosotan dan puncaknya adalah ketika kekuatan Portugis berhasil diusir dari Ternate. dan lain sebagainya. 30 Tetapi kelemahan Portugis diakibatkan tidak mampunya armadanya mengamankan jalur pelayaran di Selat Malaka dan juga Goa di India Selatan. tekstil. Armada Portugis pertama kali melakukan pelayaran ke Nusantara di bawah pimpinan Affonso de Albuquerque. Jalur baru ini membuat Portugis tidak lagi menjadi Anthony Reid. dan lain-lain berbondong-bondong berdatangan ke Maluku dan Nusa Tenggara bagian timur untuk membeli rempah-rempah dan kayu cendana. Bugis.hutan berupa kayu cendana juga merupakan mata dagangan yang laku di pasaran Cina dan India sehinga kayu cendana yang berasal dari Timor tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. benda logam. Selama hampir setengah abad kekuatan Portugis mendominasi Maluku. Tome Pires dalam pelayarannya tahun 1515 di Maluku. menyeberangi Lautan Hindia dan langsung menuju ke Laut Merah. Di sana para pedagang menukarkan barangbarang yang mereka bawa dari tempat asalnya atau dari Cina dan India. Jakarta. sebagai berikut: Pedagang Melayu mengatakan bahwa Tuhan menciptakan Timor untuk kayu cendana dan Banda untuk bunga pala (fuli) dan Maluku untuk cengkeh. seperti beras. dan barang dagangan ini tidak dikenal di tempat lain di dunia kecuali di tempat itu. 2. Aceh. cit. menuliskan pendapatnya tentang tanaman rempah-rempah dan kayu cendana. 17-18. 27 55 . hal. Dari Ekspansi Hingga Krisis II: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680.. Makasar. Namun kenyataannya Malaka hanyalah gudang rempah-rempah. Melayu. Yayasan Obor Indonesia. sehingga banyak kapal-kapal dagang yang membawa rempah-rempah dan produk lain dari Indonesia bagian tengah dan timur tidak singgah ke Malaka namun melalui jalur pantai barat Sumatra. porselain. dan kepulauan Maladewa.

Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa dan di Malaka. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. Tetapi pemerintah Spanyol yang menguasai Portugal melarang kapal-kapal dagang Belanda membeli rempah-rempah dari Lisabon. cit. op. dan Eropa.C. Van Linschoten adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. hal. Laut Flores. 36-38 32 56 . 27 Ricklefs. 31 Pada akhir abad ke-16 orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah langsung ke tempat produksinya di Maluku. Sejarah Indonesia Modern.32 Penyebab lain dari pelayaran orang Belanda dipengaruhi oleh penerbitan buku Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien (Catatan Perjalanan ke Timor atau Hindia Portugis) karya Jan Huygen van Linschoten. Di samping itu daerah Nusa Tenggara juga menghasilkan produk-produk 31 Anthony Reid. Kegairahan para pelaut dan kapal-kapal dagang Belanda mengunjungi Nusantara disebabkan antara lain karena pecahnya perang kemerdekaan Belanda terhadap Spanyol selama 1560 sampai 1648. Jawa Barat pada tahun 1596. M. Gadjah Mada University Press. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. Portugal. hal.pusat bagi pasaran Eropa. Sementara orang-orang Belanda adalah pedagang yang melayari rute Lisabon. Laporan Van Lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. Pelayaran pertama kapal-kapal Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman. India. Yogyakarta.. 1998. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. dan Eropa Utara. Asia Barat. karena produk rempah-rempah mengalir melalui Mesir dan Laut Tengah. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyusuri Laut Jawa. yang berangkat tahun 1595 dan tiba di Pelabuhan Banten.

membawa kemunduran bagi Malaka. dan kayu sapan. Kejatuhan Malaka pada tahun 1511 akibat serangan Armada Portugis yang dipimpin Afonso d’albuquerque. dan dari daerah lain di Indonesia bagian timur. Timor. cit. Pedagang Hindu asal Coromandel yang dikenal dengan Keling juga banyak yang menjadi pedagang yang melayari rute India-Malaka. 526-528 57 . membentuk lembaga perlindungan bagi keamanan kapal-kapal asing. Ramainya perdagangan rempah-rempah dan berbagai produk lainnya menjadikan India Timur (East Indies) bukan hanya menjadi kutub yang menarik namun juga menjadi jalur persilangan yang sibuk bagi pelayaran dan perdagangan. Pantar. seperti Flores. Makasar. op. Pelabuhan Malaka terus berkembang sebagai penyedia sarana pelabuhan. Menurut Tome Pires. hal. Dalam beberapa laporan. Bugis. Dengan demikian wilayah tersebut sudah tersentuh dinamika pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai. Banyak para pedagang Muslim yang mencari persinggahan di tempat lain terutama di pantai timur dan barat Sumatra dan juga di pesisir utara Jawa.. Adanya hubungan pelayaran antara Malaka dan Maluku. Para pedagang asal Gujarat inilah yang membawa lada dan rempah-rempah Tengah dan sekitar Laut Mediterania. lilin. terutama bagi kota Malaka yang berdiri sejak awal abad ke-15.yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. penyediaan komoditi dari berbagai wilayah. Alor. peralatan rumah tangga. Pedagang Belanda dengan 33 sampai ke wilayah Timur Fernand Braudel. Namun jangan lupa bahwa pelayaran ke Maluku mau tidak mau melewati Laut Flores di mana berhimpun beberapa pulau besar dan kecil. madu. yaitu cengkeh dan pala. produk kayu cendana asal Timor dan juga Sumba sangat laku di pasaran Cina. membawa komoditi asal Maluku yang sangat laku di pasaran India dan Cina. menjadikan pelabuhan Malaka menjadi pasar rempah-rempah asal Maluku. antara empat sampai lima ribu pelaut datang dan pergi dari Pelabuhan Malaka. 33 Ramainya Bandar Malaka membuat banyak para pedagang dari Jawa. Masuknya bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16 (1596) di Nusantara membawa perubahan yang besar. Di antara orang asing yang menjadi pedagang dalam jumlah besar adalah penduduk muslim asal Gujarat dan Calicut. Posisi Selat Malaka menjadi sangat strategis bagi lalu lintas pelayaran. dan lain-lain.

Sinar Harapan. Sumba. pelanggaran atas kuota produksi akan menghadapi penangkapan dan penghancuran kebun rempah-rempah milik penduduk. Cirebon. Kesultanan Ternate dan Tidore dipaksa menerima pertuanan VOC. produk dari laut. Berbagai macam komoditi dari berbagai daerah dapat dibeli dari Pelabuhan Makasar. dan Philipina Selatan. dan juga Untuk melihat sejarah singkat VOC lihat C. Jawa. Batavia kemudian dijadikan pusat administrasi bagi jaringan pelayaran dan perdagangannya di Asia. sebuah Sejarah Singkat tentang Persekutuan Dagang Hindia Belanda. Jakarta. Perebutan hegemoni pelayaran dan perdagangan di Nusantara yang dilakukan VOC menghadapi tantangan dari pelaut-pelaut Makasar dan juga Sultan Makasar. Flores. Bali. seperti Ambon (tahun 1605) dan Pelabuhan Malaka (tahun 1640). Jan Kompeni: Sejarah VOC Dalam Perang dan Damai 1602-1799. Banten direbut. 34 Untuk memantapkan kedudukannya di Hindia Timur. Selain itu beberapa kerajaan lokal seperti Kesultanan Makasar dipaksa untuk menerima monopoli perdagangan rempah-rempah. 1983 34 58 . Penaklukkan benteng-benteng Portugis di Ambon. Makasar merupakan pelabuhan yang ramai sejak abad ke-16. seperti barangbarang dari Maluku. Malaka. Budak. Kalimantan. Boxer. Timor. Beberapa wilayah direbut dari Portugis. Hal ini mengakibatkan VOC menguasai hegemoni politik dan ekonomi di Nusantara. VOC memberlakukan pengawasan terhadap sentra-sentra produksi rempah-rempah dengan pelayaran Hongi (Hongi Tochten). Lombok. Sumbawa.segera mendirikan Veerenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tahun 1602 untuk mengkonsolidasikan kekuatan menghadapi para pedagang Eropa lainnya terutama Inggris dan Portugis. VOC terus memperluas kekuasaan politik dan ekonominya di wilayah Hindia Timur. VOC merebut Jayakarta dan menggantikannya dengan Batavia pada tahun 1619. dan pantai utara Jawa diambil alih dari Mataram sampai pertengahan abad ke-18. Sejak itu. Banten. rempah-rempah. Kekuatan laut VOC sejak abad ke-16 belum ada yang menandinginya di Nusantara. Irian. Priangan. hal ini berakibat VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di pusat produksinya dan bahkan mengatur penanaman dan pengaturan panen untuk mengendalikan harga. penaklukkan Makasar. dan juga sebagian wilayah Mataram di pantai utara Jawa membuktikan kekuatan laut yang dimiliki oleh VOC. sehingga menimbulkan perang Makasar 1660-1667.R.

VOC mulai membatasi kedatangan Jung Cina ke Nusantara. eds. termasuk menjualnya melalui tokotokonya sendiri. hal. 36 Tetapi sejak kejatuhan pelabuhan Makasar. Sutherland dan David S. eds.kayu cendana merupakan produk utama dari daerah timur. perdagangan bebas di Nusantara mengalami kemerosotan. Barang-barang dari India dan Cina dikenakan pajak dan barang-barang komoditi ekspor dijual dengan harga yang tinggi.. Selain itu Makasar juga memperdagangkan produk-produk dari India dan Cina yang didapat dari kehadiran kapalkapal asing di Malaka. Di samping itu banyak para pelaut dan pedagang Makasar yang juga melakukan perdagangan ilegal dengan menjual berbagai macam komoditi dari seluruh Nusantara. opium. kapal-kapal Cina hanya diijinkan berdagang di Banjarmasin dan Makasar. dalam T. Gadjah Mada University Press. Ibrahim Alfian. hal. Ibrahim Alfian. Para pedagang swasta Inggris dalam melakukan perdagangan dengan Asia. 372-374 36 35 T. juga melakukan ekspansi dengan menjual tekstil India. VOC melakukan praktek monopoli perdagangan yang Heather A. 35 Kebijakan ini menjadikan VOC melakukan ekspansi perdagangan dengan kapalkapal sendiri. cit. Hal ini terutama dilakukan oleh Inggris sampai abad ke-18. Jawa tahun 1740. Pelayaran kapal-kapal Cina yang mendatangkan banyak keuntungan ini sangat menarik perhatian VOC. termasuk juga di Nusantara. op. atau para pedagang Makasar yang membelinya dari Pelabuhan Malaka. VOC melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dan yang lainnya. dan senjata untuk dipertukarkan dengan berbagai mata dagangan dari berbagai pelabuhan di Asia. Penguasaan VOC atas Makasar membuat perubahan yang mendasar bagi Makasar. Dengan mengunakan perahu-perahunya orang-orang Makasar mengangkut berbagai komoditas dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Di samping itu para pedagang Cina dengan kapal-kapalnya yang besar sangat aktif berlayar dan memperdagangkan komoditi dari Cina ke Nusantara.. ”Quantitative and Qualitative Approaches to The Sudy of Indonesia Trade: The Case of Makasar”. menggunakan gudang-gudang sendiri. Dari Babad dan Hikayat sampai Sejarah Kritis. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perlawanan dari kapal-kapal dagang dari berbagai bangsa dan daerah di Nusantara yang kemudian melakukan perdagangan ilegal atau penyelundupan.. Namun peristiwa pembantaian Cina di Batavia. 375-377 59 . Bree. 1992.

pelayaran regional Asia Tenggara. Eksploitasi Pulau Jawa yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda selama abad ke-19 juga menelantarkan daerah luar Jawa terutama di Indonesia bagian timur. 37 60 .. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan menggali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan J. Pelayaran yang menyinggahi Singapura itu terdiri atas tiga jenis. dan terakhir pelayaran lokal. hal. dalam Howard Dick.kemudian menjadikan perdagangan rempah-rempah menjadi kurang menarik. Thomas Lindblad. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. dan lain-lain. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. atau pelabuhan laut dalam. Namun munculnya pelabuhan bebas Singapura yang dibangun oleh Inggris tahun 1819. 97. dan bahkan kapal-kapal dari Bugis dan Makasar secara rutin berkunjung ke Singapura untuk menjual barang-barang yang dibawanya dari kepulauan Indonesia bagian timur. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara juga meningkat pesat. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. Passau. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura per tahunnya. beras. Arab. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. Mulai dari perahu-perahu kecil berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. atau 6 kapal per hari. menyadarkan pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk melakukan usaha-usaha untuk menyaingi ramainya perdagangan di Singapura. 37 Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. kayu cendana.000 metrik ton. sarang burung. Tarif bea yang rendah yang diberlakukan Inggris di Pelabuhan Singapura membuat banyak pedagang dari Cina. kedua. India. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. 1999. eds. edisi draf. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhan-pelabuahn di luar Pulau Jawa. Kapal-kapal pinisi dan padewakang milik orang Bugis-Makasar membawa produk-produk seperti lilin lebah. Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat.

terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. 40 Sementara itu sejak tahun 1824. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . 98. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama kallang di Singapura. 1819-1941. cit. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. dan di kota-kota pelabuhan di Nusantara. Sulawesi.. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’.cit. jumlah mereka sekitar 135. eds.. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa. Perkembangan Pelabuhan Singapura membuat Pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal.1. Jati. terutama setelah banyaknya kapalkapal uap yang berlayar ke Singapura. Kapal-kapal Cina berdagang di banyak wilayah di Nusantara.23-25 39 40 38 Howard Dick. Pelayaran perahu ini masih memainkan Hanizah Idris. op. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. terutama kapal-kapal Inggris. hal. atau musim Bugis. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya.. Kalimantan.38 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun 1880.. hal. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli.39 Selain itu peran pedagang Bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. hal. eds.. Howard Dick.. jung. 1995. Jurnal Jabatan asia Tenggara. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini.pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. Universiti Malaya No. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. op. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. 99 61 .

yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). hal.C. serta Ternate (1852). op... 404-407 62 . Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. 41 Kondisi tersebut yang membuat pemerintah Belanda berusaha menyaingi Singapura dengan membuka pelabuhan bebas di Riau (1829). Banda. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. et.Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. Dick. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. Sukadana (1837). Kedatangan kapal-kapal Eropa membawa pengaruh yang cukup penting dalam dunia perdagangan dan pelayaran di Nusantara. 1988. hal.. Manado (1848). eds. Pengintegrasian Ekonomi dan Timbulnya suatu Perekonomian Nasional”. Dalam kumpulan tulisan yang dibukukan setelah dia 41 42 Howard Dick. van Leur.42 Usaha ini sedikit berhasil seperti dapat kita lihat dari tulisan Sutherland tentang kedatangan kapal-kapal Cina langsung ke Pelabuhan Makasar selama pertengahan abad ke-19. dan Sambas (1834). seperti memonopoli pengiriman barang-barang milik pemerintah. Peran para pedagang Eropa pada bad ke-16 sampai 18.al.cit.. Makasar (1847). Sejarah Ekonomi Indonesia. yaitu Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. Dia dianggap sejarawan yang mempelopori kajian sejarah maritim yang mengkritik cara penulisan historiografi kolonial tentang sejarah ekonomi di Nusantara. 111-112 Howard W. pengiriman surat. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. eds. “Perdagangan Antarpulau. LP3ES. Pontianak. Kajian yang menggambarkan dinamika perdagangan masyarakat lokal di Nusantara dilakukan oleh J. Ambon. Kekuatan armada kapal yang diperlengkapi dengan meriam yang canggih menjadikan kapal-kapal Portugis dan terutama Belanda mempunyai kekuatan memaksakan perdagangan monopolinya. seringkali dijadikan studi sejarah oleh sejarawan kolonial yang seringkali tidak menuliskan peran para pedagang lokal dan Asia dalam pelayaran dan perdagangan pada masa itu. dalam Anne Booth.

Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. Van Leur. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. Peddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciri-ciri tertentu..) 44 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. PPKB-LP UI. Leirissa. J. 1997. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. dan di Cina sekitar 600 ton. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah.C. dan dari benua ke benua dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. Depok. Pertama-tama perdagangan dilakukan dari satu tempat ke tempat lain. eds. 192 44 43 63 . Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History.43 Dalam bukunya itu. Bandung.. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. cit. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. 1960.meninggal kita dapat membacanya dalam “Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History”.45 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. J. dalam Taufik Abdullah. 191 45 Taufik Abdullah. RZ. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. di India sekitar 200 ton.000 ton.. yaitu investasi modal dari keuntungan. dari pulau ke pulau. Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”.. dia melihat perkembangan dari pelayaran dan perdagangan pribumi yang marak selama kekuasaan VOC berkuasa di Nusantara. eds. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peddling trade (perdagangan penjaja). Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. hal. op.C. Sumur Bandung. hal. Bandung. “Dr.

Sudah sejak 46 47 K. Lihat artikel RZ. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. Calicut. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Bone.1. N. dan sebagainya. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. J. eds.. Kanton. dan lain-lainnya merupakan kerajaan dagang yang kuat. Pada waktu itu kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan. seperti Gowa dengan pelabuhannya di Makasar.. K.C. Malaka. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. Chauduri46 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. “Dr. cit. op.47 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. Luwu. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. N. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. Pelayaran Perahu Bugis. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. hal.Makasar di Nusantara Peran orang-orang Bugis-Makasar dalam pelayaran di Nusantara sudah berlangsung sejak abad ke-16. 3. op. dalam Taufik Abdullah. Leirissa. Hormus. Kekuatan perdagangan laut ini didukung oleh penduduk yang mayoritas hidup dari hasil laut dan perniagaan di laut. cit..Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya itu. Chauduri. Wajo. 201-202 64 . Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina.

Keinginan VOC untuk mengontrol jalur perniagaan laut. Jawa Timur. Keadaan ini dipicu oleh penaklukkan kerajaan Gowa-Tallo yang bersuku Makasar terhadap kerajaan-kerajaan Bugis. seperti Wajo. Andaya. membuat bangsawan Makasar dan para pengikutnya merasa terhina dan pergi meninggalkan tanah Makasar.48 Perang Makasar (1666-1668) sebenarnya dipicu oleh perang dagang antara Kerajaan Makasar yang menjadikan pelabuhannya bebas dikunjungi oleh kapal-kapal dari Eropa ataupun dari Asia dan Nusantara. barang-barang logam. Dalam kebudayaan bahari yang dimiliki oleh orang Makasar. hal. mengakibatkan orang Bugis dan Makasar menetap di kepulauan Riau. dan lain-lainnya. Pengungsian besar-besaran terjadi pada tahun 1669 ketika secara final VOC mengalahkan pemberontakan orang Makasar. Namun persebaran orang Makasar dan Bugis secara besar-besaran dan tidak hanya sekedar berdagang. tetapi juga berpindah tempat. ditolak oleh Sultan Hasanuddin. sejak perjanjian Bongaya. mereka memperdagangkan produk-produk rempah-rempah dari Maluku untuk dipertukarkan dengan membawa barang-barang yang dibeli dari Jawa dan Malaka. tekstil. siapapun boleh melayarinya. LXVIII. 1995. terlebih lagi ketika Arung Palakka. Dalam catatan sumber-sumber Belanda. Sementara itu pengungsian besar-besaran dilakukan oleh orang-orang Makasar pasca penaklukkan Kerajaan Gowa-Tallo oleh kekuatan militer VOC dalam Perang Makasar 1666-1669. dan lain lain. Vol.sebelum abad ke-16. Journal of The Malaysian Branch of The Royal Asiatic Society. Bahkan Sultan mengatakan: Leonard Y. Permintaan VOC agar Sultan menerima monopoli perdagangan di Makasar ditolak oleh Sultan Hasanuddin. Bone. menjadi pemimpin utama di wilayah Sulawesi Selatan. porselain. 119-120 48 65 . Pelabuhan Makasar dianggap menyaingi perniagaan VOC. Luwu.”The Bugis-Makasar Diaspora”. Penaklukkan oleh orang-orang Makasar ini membuat banyak orang-orang Bugis yang pindah dan menyebar ke seluruh Nusantara. terutama di daerah sekitar Sumatera Timur dan Semenanjung Malaya. part I. sutera. dengan pihak VOC yang ingin memaksakan monopoli. penguasa Bone. seperti beras. 1667. yang menandai kekalahan Kerajaan Gowa. mereka memiliki filosofi bahwa secara umum laut adalah milik bersama. dan kepulauan Nusa Tenggara.

loc. Tetapi mengaruniakan laut untuk semuanya. padahal sudah sejak lama. saudagar. yang pada akhirnya mengalami kekalahan pada tahun 1679. mendukung pemberontakan Trunojoyo melawan Mataram dan VOC.”49 Jawaban ini meneguhkan semangat orang-orang Makasar untuk melawan tindakan yang memaksakan kehendak. Andaya melihat bahwa para pengungsi Makasar awalnya mengalami kegagalan karena sifat mereka terus memusuhi VOC. hal. Andaya. dan pelaut Makasar yang meninggalkan kampung halamannya pergi merantau ke seluruh kepulauan Nusantara. lapian. sementara orang Makasar di Jawa dan Madura. Pihak penguasa hanya mengontrol keamanan laut dan pelabuhan dengan menarik cukai atas bermacam mata dagangan..11 tahun 1984. telah membagi-bagi daratan di antara umat manusia. 120-121 66 . Namun para pengungsi Makasar dan Bugis generasi awal telah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Tak pernah kedengaran larangan buat siapapun untuk mengarungi lautan. Peperangan yang terjadi kemudian pada pertengahan abad ke-18 antara Kerajaan Bone melawan Kerajaan Gowa-Tallo dan Kerajaan Wajo juga makin menambah besar jumlah penduduk yang mengungsi. cit. Kebanyakan orang Bugis kemudian menetap di wilayah kepulauan Riau dan Semenanjung Malaya. Hal yang sama juga terjadi di Banten ketika Karaeng Bontomarannu tiba di Banten dengan 800 orang pengikutnya dan mendapatkan tempat tinggal dari Sultan A.50 Dalam proses awal adaptasi. No. Sedangkan dalam jumlah kecil mereka menyebar hampir di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. hal. Bahkan para penguasa juga menjadi kaya karena menjadi juragan atau pemilik kapalkapal dagang.”Perebutan Samudera: Laut Sulawesi pada Abad XVI dan XVII”. Namun sejak kekalahan dalam Perang Makasar banyak bangsawan. Prisma. sehingga di Jawa Timur. perniagaan laut di Asia Tenggara ini berjalan dengan sistem pasar bebas. Karaeng Galengsung dan pengikutnya.“Tuhan telah menciptakan bumi dan lautan.B. 37 50 49 Leonard Y. Sementara itu sebagaian besar bangsawan Bugis di Wajo yang menjadi sekutu Kerajaan Gowa-Tallo juga melakukan pengungsian setelah ibukota kerajaan di Tosora dihancurkan oleh VOC.

Sejak abad ke-16. loc. para bangsawan Bugis ini kemudian membentuk kerajaan yang otonom kepulauan Riau. Kepulauan Maluku yang banyak menghasilkan rempahrempah merupakan tujuan utama pelayaran mereka. Kegiatan dagang dan perantauan orang Bugis dan Makasar menyebar ke banyak wilayah di kepulauan Nusantara. Pada abad ke-18. Andaya. 121-125 Leonard Y. hal. sampai abad ke-19. hal. orang-orang Makasar sudah mulai beralih sikap hanya menjadi pelaut dan pedagang. Perniagaan ini menjadikan Riau sebagai daerah yang menjanjikan keuntungan besar karena lalu-lalangnya kapalkapal dagang Bugis yang berdatangan dari Jawa dan Sulawesi Selatan. Selain di Ternate pelaut Bugis-Makasar juga menetap di Ambon. sampai kemudiaan ditinggalkan akibat perang antara VOC dan Banten tahun 1680. Abd al-Jalil untuk melawan saingannya. di Pelabuhan Ternate terdapat komunitas pedagang Makasar yang menetap di sana. 125-128 67 . para pengungsi dari Bugis tidak memposisikan sebagai musuh VOC dengan tidak mendukung perlawanan penguasa setempat terhadap VOC. sebuah tempat di tepi pantai dekat Benteng Oranje milik Belanda.. Para bangsawan Bugis dan pengikutnya yang berada di tanah Semenanjung Malaya justru diminta bantuan oleh Sultan Johor. Kampung-kampung muslim ini juga didiami oleh di 51 52 Leonard Y. yang bernama kampung Makasar. Selain itu pada abad ke-18. tanah air orang Bugis.. Sehingga orang-orang Bugis ini relatif tidak dicurigai oleh VOC. Setelah musuhnya berhasil dikalahkan.Banten. loc. Kampung ini sampai abad ke-19 merupakan kampung yang tidak hanya didiami oleh orang Makasar tetapi juga dari para pedagang Jawa dan Melayu. Andaya. cit. Kehadiran pelaut dan pedagang Bugis-Makasar pun tidak ketinggalan. yang ingin merebut tahta dengan bantuan Orang Laut. dan bersama-sama orang Bugis mengarungi lautan di Nusantara dengan kapal-kapal padewakang dan pinisinya yang besar dan kuat. Sultan memberikan daerah kepulauan Riau sebagai tempat tinggal orang-orang Bugis. cit.51 Sebaliknya menurut Andaya. Raja Kecik. 52 Dampak lain yang terjadi pada abad ke-18 adalah munculnya jaringan perdagangan laut antara kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan.

2. Pilipina Selatan. E. Koetaringang (Kotawaringin).Z. dan Cina. Tana Palawang (Pulau Palawan). “The Bugis-Makasarese in the Port Town:Ambon and Ternate Through the Nineteenth Century”. Ballitong (Belitung). dia adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. Taranate (Ternate). Palimbang (Palembang). Tweede Serie. Kei dan Aru. Poelo Lao’ (Pulau Laut). Dari Nama-nama tempat yang terdapat dalam peta Bugis ini menunjukkan luasnya pengetahuan tentang daerah-daerah di Asia Tenggara. Mangindano (Mindanao). kita dapat melihat begitu luasnya pelayaran yang dilakukan oleh perahu-perahu Bugis.F. Tjinabaloe (Kinabalu). Brill. Tijdschrift van het Koninlijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap. menggambarkan peta-peta wilayah di seluruh Nusantara. Nama-nama daerah seperti Kalantang (Kelantan). Melayu. dan lain-lain. 1935.M.C. C. Kajian Le Roux atas peta yang ditemukan di perkampungan bajak laut di Santhel yang terletak di Teluk Sekana di Pulau Singkep tahun 1854. 706-714 53 68 . sebagian Asia Tenggara. hal. Marege’ (Australia Utara). ‘Boegineesche Zeekaarten van den Indischen Archipel’. Atje (Aceh). Koeantong (Kanton). 619-633 54 Le Roux..pelaut dari Mandar.54 3. hal. 2000. Saiang (Siam). Pigo (Pegu).53 Dalam peta yang dibuat oleh orang Bugis. Peta itu juga menunjukkan rute dan tujuan pelayaran kapal-kapal Bugis sebelum pertengahan abad ke-19. Tulisannya tentang pala. Maladiwa (Maladewa). Leirissa. dan Jawa. Bijdragen Tot de Taal-land-En Volkenkunde. Deel 156. Djoro’ (Johor). Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. Leiden. Perdagangan Penjaja (Peddler-Trade) Pelayaran kapal-kapal Belanda pada akhir abad ke-16 dipengaruhi oleh terbitnya buku Itinerario yang ditulis oleh Jan Huygen van Linschoten. Sibiro’ (Siberut). yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. Deel LII. dan wilayah Cina. A. Pelayaran kapal-kapal padewakang itu juga menyinggahi pulau-pulau di Banda. Australia Utara. bunga pala dan cengkeh diuraikan sebagai berikut: R. Australia Utara. Cense.A.

Air cengkeh hijau yang disuling harum baunya. Laut Flores. melancarkan pencernaan. Titinerario. 1595. menyegarkan nafas. Di samping itu daerah Nusa tenggara juga menghasilkan produk-produk yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. 9-10 69 . India. madu. menghangatkan dan menguatkan tenggorokan. yang kemudian menjadibuah-buah yang dinamakan ‘cloves’ karena bentunya mirip cakar atau ’claws’. tenggorokan. yang membalut buahnya.C. dalam Ternate dan Tidore: Masa Lalu Penuh Gejolak. Cengkeh banyak digunakan untuk memasak daging maupun meramu obat. baik untuk peneyembuh sakit kepala. Sejarah Ekonomi menurut J. Pala terbalut oleh tiga jenis kulit. tetapi daunnya lebih pendek dan bundar. mengusir angin dari tubuh. yang berguna bagi obat-obatan. dan cabe hitam…. melancarkan kencing dan menghentikan mencret.1. dan menguatkan jantung. Hanna dan Des Alwi. memudahkan ke luarnya kencing. dan kayu sapan.2. Laporan Van lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. lilin. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. menajamkan daya ingat. Yang paling utama dan paling luar seperti daging kelapa. dan bila ditaruh di mata dapat memelihara penglihatan.55 Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa yang terutama di Malaka. terutama kritikannya terdapat penulisan sejarah Hindia Belanda yang lebih banyak bercorak Eropa sentris. menghilangkan rasa marah dan memudahkan buang angin…. adalah bunga pala. 3. Amsterdam.Pohon-pohon yang membuahkan pala dan bunga pala itu tidak berbeda dengan pohon buah pir. Van Leur Sumbangan van Leur dalam penulisan sejarah Indonesia cukup besar artinya. …bunga pala terutama baik untuk selesma dan untuk pria yang lemah. 1996. Asia Barat. Pustaka Sinar Harapan. Dalam kajiannya tentang sejarah perekonomian di Asia dan juga 55 Laporan Van Lindschotten dalam bukunya. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyususri Laut Jawa.Cengkeh memperkuat hati. bunga pala. Jakarta. untuk ibu dan untuk syaraf.Pohon cengkeh banyak dahannya dan bunganya tidak sedikit. kutipan di atas merupakan terjemahan langsung oleh Wilard A. hal. yang sakit cacar menjadi berkeringat dengan cengkih. jantung. Buah pala menenangkan otak. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. dan Eropa.

Jakarta. hal. Depok. J. Leirissa.58 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik Dalam buku yang ditulis oleh Anthony Reid. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. 1999. PPKB-LP UI. dari benua ke benua. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. yaitu investasi modal dari keuntungan. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peeddling trade (perdagangan penjaja). cit. Sehingga kekuasaan dan dominasi VOC atas berbagai wilayah di Nusantara dianggap mewakili dinamika pelayaran dan perdagangan di wilayah tersebut. 1992 dan Jilid II Anthony Reid. eds. “Dr. jakarta. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. op. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. hal. membuktikan tentang ramainya perdagangan di Nusantara sejak abad ke-15 sampai abad ke-17 57 RZ. dan di Cina sekitar 600 ton. Jilid I.C. 1997.. Yayasan Obor Indonesia. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. Yayasan Obor Indoensia. Padahal dalam kajian van Leur.di Indonesia. dia mengungkapkan bahwa pelayaran dan perdagangan pribumi juga berkembang dengan pesat. Peeddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciriciri tertentu..000 ton. 192 56 70 . dari pulau ke pulau. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. 191 58 Taufik Abdullah. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis.56 Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. di India sekitar 200 ton. Pertama-tama perdagangan dilkukan dari satu tempat ke tempat lain.) 57 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. van Leur mengemukakan bahwa selalam ini sejarawan Belanda lebih memfokuskan peran orang-orang Belanda sendiri. dalam Taufik Abdullah. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. eds.. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya.

Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Univercity Press. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. dalam Taufik Abdullah. dan sebagainya. J. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. Cambritge. Chauduri59 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. Cambritge.. 201-202 59 71 . eds. Malaka. K. Hormus. Chauduri. Calicut.60 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. 1989 60 Lihat artikel RZ. cit. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia.para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. Leirissa. K. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. Trade and Civilisation in The Indian Ocean: An Economic History from the Rise of Islam to 1750 . Kanton.C.. hal. “Dr. op.Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. N. N. Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya.

Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. Ekonomi dan perdagangan Maritim Periode Hindia Belanda Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. 1999. hal. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. kedua. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 18002000. terutama setelah banyaknya kapal-kapal uap yang berlayar ke Singapura. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. Passau. pelayaran regional Asia Tenggara dan terakhir pelayaran lokal. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan mengali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhanpelabuahn di luar pulau Jawa. Jati. Sulawesi dan dikota-kota pelabuhan di Nusantara. dalam Howard Dick. 97. eds. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura pertahunnya. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. edisi draf.62 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara meningkat pesat. Universiti Malaya No.23-25 62 61 72 .000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun J.000 metrik ton. Pelayaran yang menyinggahi Singapura terdiri atas tiga jenis. atau 6 kapal perhari. 61 Pelabuhan Singapura merupakan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819.2. hal.3. Hanizah Idris. Jurnal Jabatan asia Tenggara. 1819-1941. jung. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’.. Thomas Lindblad. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. jumlah mereka sekitar 135.1.2. Kapal-kapal Cina berdagang dengfan bayak wilayah di Nusantara. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. 1995. Kalimantan. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. atau pelabuhan laut dalam. Mulai dari perahu-perahu keci berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar.

Passau. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. Thomas Lindblad.cit. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa. Perkembngan pelabuhan Singapura membuat pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. 1999. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. eds. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). dalam Howard Dick. 64 63 Howard Dick.. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah.. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama.1880. op. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. yaitu. 64 dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. edisi draf. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama ‘kallang’ di Singapura. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini..63 Selain itu peran pedagang bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda.. terutama kapal-kapal Inggris. seperti memonopoli pengiriman barang-barang J. 98. hal. Pelayaran perahu ini masih memainkan Sementara itu sejak tahun 1824. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. 99 73 . atau musim Bugis. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. hal. eds. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM).

surat dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. 1974:5-8).3. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut.. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. Dari enam unsur di atas. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut.. d. Bentuk tanah dan pantainya wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi c. b. op. eds. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari 65 Howard Dick. 111-112 74 . Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim di Indonesia Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsure (Van Leur dan Verhoeven.cit.. Sebagai upaya untuk memudahkan kajian terhadap masyarakat maritim ada baiknya kita lihat beberapa rujukan berikut.2. yaitu . a. Luas perdagangan maritim. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut e. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan.milik pemerintah. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut f. 65 3. teluk atau muara sungai. hal.

dari kata merica atau lada. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. musik. Adapun tema-tema yang dapat dijadikan pokok kajian adalah: a. seni tarinya. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. peralatan penangkap ikan. pantai-pantai. Teknologi perkapalan dan pelayaran. Pecinan (tempat tinggal pedagang 75 . Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. dibentuklah armada angkatan laut. laut lepas. sistem navigasi. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. bentuk perahu. seperti. f. jalur-jalur pelayaran. 2005: 3-5).mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. persenjataan. Sebagai contoh adanya tokoh mitos Sawerigading dalam masyarakat Bugis. muaramuara sungai. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’ (Sedyawati. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. sebagai contoh di Kota Banten lama terdapat kampung Pamarican. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. yang menjelajahi perairan Nusantara dengan armada perahunya pada masa lalu. c. dan tradisi lisannya. tonase. Peralatan untuk membuat perahu atau kapal kayu d. 1996) b. seni tenunan. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. seni rupa. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. yaitu tempat para pedagang merica. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim e. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. (Barnes. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. Sulawesi Selatan. peta. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. akibat adanya pelayaran.

Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. 2000). Selain itu ada contoh upeti (wase) atau pajak yang dikenakan terhadap jual beli di pasar (pekan) Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. adanya bencana alam. (Wahyono. Dan juga gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya.’ (Poesponegoro. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. pada tiap-tiap berangkat sembahyang Jumat. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. 1984: 267) j. Dermayon (tempat tinggal orang Indramayu). i. dalam Hikayat Bustanus Salatin dikutipkan: ‘Dan ialah yang memaknakan Bail Um Mal dan uzur negeri Aceh Darus-Salam dan Cukai pekan dan ialah yang sangat murah karunianya akan segala rakyat dan mengaruniai sedekah akan segala fakir miskin. Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. Organisasi pelayaran. sehingga Babad Banjar mencatat bahwa lada adalah ‘dagangan negri’. Sebagai contoh lada menjadi mata dagangan ekspor kerajaan Banjar. 1997). di Jakarta terdapat kampung Pekojan (tempat tinggal penduduk dari anak benua India) g.Cina). (Boomgaard. Sistem pajak dan upeti. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut k. 76 . seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayang-bayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). h.

Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat maritime tersebut. 3.l. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. berupa bangunan perahu atau kapal. Taylor (1992): 1. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). Laut Flores. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat Pokok-pokok bahasan tersebut tentunya dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan juga tingkat keluasan area yang dikaji. berupa upacara-upacara tradisional memberkati kapal. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. bagian-bagian pembentuknya. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 2. Selat Makasar. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. 77 . Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak maritime kita dapat mendata beberapa hal yang dikemukakan oleh David A. Kekuasaan politik yang muncul. 5. seperti. senjata dan lain-lain. legendanya. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia maritime masyarakat. nasib baik dan buruk. muara sungai sampai satuan bahari yang lebih besar seperti kawasan Laut Jawa. Cara dan kebiasaan makan. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. Selat Malaka. lagu-lagu rakyat. Dengan mendata point-poin diatas diharapkan akan membantu kita yang hendak melakukan kajian peradaban sejarah atas masyarakat maritime yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografi dan wilayahnya. Sebagai contoh kita bias melihat suatu wilayah satuan bahari mulai dari sebuah teluk atau selat yang kecil. peralatan penangkap ikan atau produk laut lainnya. Laut Banda dan lain-lain. memulai menangkap ikan dan upacara ritus peralihan 4.

Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. 6-7 78 . Lapian.3. Lapian dalam pidato guru besarnya yang mengambil tema “Sejarah Nusantara Sejarah Bahari”. perahu. 66 AB. Menurut pandangan AB. Lapian juga memberikan pandangan bahwa kajian tentang sejarah maritim dapat dimulai dari sejarah teluk kecil atau selat yang sempit sebagai tempat para nelayan mengembangkan kegiatan matapencahariannya. Lapian. gobang.3. dan kultural. Dalam tulisan AB. op.Pentingnya Kajian Sejarah Maritim Lokal Dengan demikian sebetulnya sudah sejak lama sejarah dan kehidupan bahari di Nusantara itu sudah menyatu sebagai suatu kenyataan yang ada dari abad ke abad. Laut Flores. Lapian. seperti yang diungkapkan oleh sejarawan A.1. op. jukung. Dengan pendekatan seperti itu penulisan sejarah dapat melahirkan deskripsi dan analisa yang baru. 4 Maret 1992 67 AB. pendekatan sejarah maritim indonesia harus bisa melihat seluruh wilayah perairannya.. ekonomis. dengan sampan.67 Dengan demikian kajian sejarah bahari di Indonesia terdiri atas berbagai macam ‘satuan bahari’ atau yang dikenal dengan sea systems. Di samping itu akibat adanya pengaruh politik dan ekonomi.. kajian bisa ditingkatkan lebih luas lagi dengan melihat selat dan laut yang lebih besar dan ramai oleh perdagangan. 5-6 68 AB. Selat Madura. galai. Semisal Selat Makasar. hal.B. Namun kenyataan yang ada kajian sejarah bahari masih jauh dari cukup. Laut Sulawesi. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Lapian. hal. heartland atau daerah inti dari sebuah negara kepulauan bukanlah suatu pulau melainkan suatu wilayah maritim yang sentral letaknya. Lapian tentang beragam jenis perahu dan kapal yang bisa dipakai oleh penduduk pribumi di Nusantara. Selat Malaka.3. Lapian.66 Sehingga studi tentang sejarah bahari dan berbagai aspeknya sangat dibutuhkan bagi sebuah rekonstruksi sejarah Indonesia yang lebih utuh. sosial. Pilihan untuk berlayar tersedia banyak jenis sarana. cit. AB.B. dan lainlain. Laut Jawa. sebagai pemersatu yang mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah itu. Di samping itu integrasi yang dimaksudkannya bisa beragam sesuai dengan kondisi geografisnya atau bisa juga dilihat dari sudut politis.68 Gambaran yang cukup menarik diberikan oleh A. cit.

Pengantar Sejarah Maritim Indonesia. sarana pertukaran dan hubungan. Direktorat Geografi Sejarah. hal. pencalang. sedangkan ada jenis perahu yang tersebar di seluruh Nusantara. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. g. i. 7 sebagian draft tulisan dikutip dari tulisan Penulis dalam draft Kajian Peradaban Maritim dalam Buku Pedoman Kajian Geografi Sejarah oleh Agus Aris Munandar dkk. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. padewakang. Laut telah menjadi sarana bagi terwujudnya persatuan. Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala. h. Bentuk tanah dan pantainya Luas wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi perdagangan maritim.4 Singgih Tri Sulistiono. pinisi. Jakarta.2. 2004. soppe.3. yaitu . teluk atau muara sungai. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsur (Van Leur dan Verhoeven. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut AB. 70 3. hal.69 Selain itu kajian sejarah maritim juga membuka kajian yang luas tentang komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) lewat media laut antara satu komunitas dan komunitas yang lain yang dapat menjadi dasar bagi proses integrasi di kalangan masyarakat Indonesia. Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut k. dan berbagai sarana angkutan air lainnya. lepa-lepa. pengangkutan. Meski laut juga merupakan kondisi alam yang dapat memisahkan kalau masyarakat tidak mengatasinya dengan pembangunan di bidang teknologi perkapalannya.lancang. Berbagai jenis perahu yang disebut dalam daftar di atas mempunyai tingkat kelayakan laut yang berbeda-beda. 4 Maret 1992.3. Beberapa pokok Kajian tentang Masyarakat Maritim71 Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. 1974:5-8). londe. wangkang. Jenis-jenis angkutan laut tersebut ini mencerminkan kekayaan perbendaharaan alat angkutan yang digunakan untuk mengadakan hubungan antar pulau. DIKTI. 2006 71 70 69 79 . rah. Beberapa di antaranya hanya dikenal dalam lingkungan sukubangsa tertentu. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. j. Lapian.

Oxford. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. perahu peledang inilah yang membawa nenek moyang orang Lamalera ke pulau Lembata. 1996 72 80 . Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Kisahnya sebagai berikut: Edi Sedyawati. 2005. Depok. yang tersurat dalam ‘Syair Asal usul’ atau ‘Lia Asa Usu’. mereka mengenal apa yang disebut dengan tutui teteek (kisah nyata). Clarendon Press. Orang Lamalera juga memiliki cerita mitos tentang perahu tradisional mereka pertama yang dibuat nenek moyangnya di pulau Lepanbatan yang kemudian diceritakan tenggelam karena bencana alam.73 Dalam tradisi lisan yang dikenal oleh masyarakat Roti. Dikisahkan adanya seorang nusak di Tola Manu (Termanu) yang melawan kompeni Belanda dan juga dikisahkan adanya keterangan tentang ramainya pelabuhan dagang di Tola Manu. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. ed. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa.3. Sulawesi Selatan. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’72 3. Tema Tema Pokok Kajian a.l.H. Sebagai contoh cerita mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. Jakarta.3. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. Barnes. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. UI. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus.3. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. 2001 dan R. Lembaga Galekat Lefo Tanah. 3-5 73 lihat Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. hal. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. Dari enam unsur di atas.

muaramuara sungai. 14.5 meter. ‘Nusak yang membantai kompeni’ (Nusa Manatati Koponi).Pulau Roti menamakan Nusak Tola Manu. Sastra dan Sejarah: Kumpulan karangan Mengenai masyarakat Pulau Roti.H. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. 17. pantai-pantai. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. Sawu dengan menyinggahi pelabuhan di Pulau Roti. orang Buton. 28 75 lihat R. Barnes. Depok. Bahasa.H. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. Makssar. Lembaga Galekat Lefo Tanah. hal. Sawu. Jakarta. kemudian dipendekkan menjadi Koli do Buna……. Barnes. Perahu peledang ini merupakan perahu besar sepanjang 9-10 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi dinding perahu anatara 1 sampai 1. Peralatan atau teknologi untuk membuat perahu atau kapal kayu. Fox. 1996 74 81 . b. perahu dagang tidak pernah berhenti berdagang mengunjungi Roti dan mereka biasanya berlabuh di kota Leleuk. Oxford. Solor. c. sebagai contoh perahu peledang yang dipergunakan oleh para nelayan Lamalera di Pulau Lembata untuk berburu ikan paus. Solor.75 Selain itu di Selat Sape. 26. Djambatan. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia.74 Dengan demikian dari cerita tutui teteek tersebut digambarkan juga adanya pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Buton. Perahu ini dibangun dari bahan papan kayu (ara blikeng) dengan konstruksi kuat tanpa menggunakan paku besi tetapi dari pasak kayu dan ikatan rotan. dan Ndau pergi dan datang. Clarendon Press. Sebelumnya nusak Tola Manu disebut Koli Oe do Buna Oe. 2001 dan R. April 1974.Dikatakan bahwa ketika Koli do Buna masih merupakan pelabuhan besar. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. sebagai alat transportasi menangkap ikan orang Komodo membuat perahu atau sampan yang terbuat dari kayu rengo atau kawu puah (bombax ceiba) yang bisa James J. laut lepas. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. 1986. No. Jurnal Indonesia (Cornell University). Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. seperti. Makassar.

Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. Teknologi perkapalan dan pelayaran. Pulau Komodo: Tanah. seni rupa. 1996. lihat I Putu Suwitha. UI.76 d.. seni tenunan. peta. Rakyat. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. namun para pedagang Bugis dan Makasar dengan perahu padewakang dan pinisinya yang mewarnai pelayaran di Nusa Tenggara. Barnes.A. Verheijen. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. dan tradisi lisannya. Lembaga Galekat Lefo Tanah. cit.H. tonase. Lombok. op. Depok.. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. ed. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Pelabuhan Ampenan dan Tanjungkarang di Lombok Barat. dan Sumbawa banyak didatangi oleh para pedagang Bugis dan Makasar yang mempengaruhi penggunaan perahu mereka pada masyarakat pedagang lokal. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim.bertahan selama tiga tahun. akibat adanya pelayaran. ‘Perahu Pinisi di Sunda kecil: Suatu Studi tentang Pola-pola perniagaan Abad XVIII-XIX. kemudian jalur selatan yang menyusuri ke selatan via selat Lombok menuju bagian selatan Sumbawa kemudian menuju Sumba atau Ende dan terus ke Kupang. Jakarta. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. sedangkan sampan yang dibuat dari kayu pohon woh (sterculia foetida) bisa bertahan selama sepuluh tahun. Jakarta. Jurnal Indonesia (Cornell University). sistem navigasi. Organisasi pelayaran. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. 17. sedangkan orang Bali. hal. musik. Balai Pustaka. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. seni tarinya.J. persenjataan.78 Untuk jalur-jalur pelayaran yang melewati wilayah utara Nuasa Tenggara kemudian langsung ke Maluku. e. 7-9 Untuk perkembangan perahu lokal di Nusa Tenggara lihat lihat R. bentuk perahu. 1987. Oxford. 2002 77 82 . 77 Untuk kajian tentang perahu-perahu tradisional lihat juga karya Horst Liebner. 2001 dan R. April 1974. jalur-jalur pelayaran. Penerbit Djambatan-KITLV. 78 Lihat Edi Sedyawati.H. Di 76 J. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. Jakarta. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. setiap pelabuhan dipimpin oleh Subandar (syahbandar). ‘. dan Bahasanya. Clarendon Press. 2005 79 lihat I Gde Parimartha. No. ed. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim.79 f. g. Barnes. Di Lombok ada Pelabuhan Labuhan Haji (Saboaji) dan Piju (Picu) di Lombok Timur. peralatan penangkap ikan. dibentuklah armada angkatan laut.

Sumbawa. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. namun kapal yang hanya singgah tanpa berdagang selama seminggu tidak dikenakan bea. Mataram. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayangbayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). Selain Siti Maryam R. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. Lengge. pihak kesultanan mengeluarakan Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima yang memuat aturan-aturan pembayaran bea cukai di bandar Bima. mengatur perjanjian dengan VOC soal pelayaran dan Perdagangan. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). Dompo. Sanggar. Perbedaan komoditi yang khas diantara pelabuhan-pelabuhan tersebut kemudian memunculkan pertukaran baik ditingkat lokal maupun regional. n. Kayu ini sudah lama dikenal sebagai bahan pembuat perahu karena sifat kayunya yang keras. Pelabuhan-pelabuhan di wilayah Lombok. terutama dikenakan pada perdagangan dan kepemilikan budak. Kayu sapan (Caesalpinia Sappan) atau kayu Brazil dapat tumbuh antara 5-10 meter dan tumbuh liar dihutan-hutan di Sumbawa. kapal-kapal dari Jawa. Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima. dan perahu yang dibuat dari kayu sapan ini disebut dengan ‘sampan’. Sumba merupakan pasar-pasar diwilayahnya masing-masing. mengatur perdagangan di Manggarai. Dalam bahasa Melayu kayu ini dinamakan ‘sepang’. mengatur tentang izin dan pelayanan kecelakaan pelayaran. Sebagai contoh Pulau Sumbawa sudah dikenal lama sebagai penghasil kayu sapan yang banyak tumbuh baik di Sumbawa Barat (Alas. bahkan ditingkat global. Timor. Untuk peraturan yang diterapkan di Manggarai. Dompo dan Bima. Salahudin (penyunting).80 m. dan memiliki daya tahan di dalam air laut. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. Flores. yang singgah di Bima akan dikenakan bea 1 real untuk muatan dagangan senilai 20 real. adanya bencana alam.pelabuhan Bima yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Bima di Sumbawa Timur. Utan). Undang-Undang ini juga mengatur larangan berdagang pada siang hari di hari Jumat dan menghukum para pelaut yang berkelahi ditempat umum. 2004 80 83 . Sebagai contoh kapal-kapal Eropa yang singgah di Bima dikenakan bea 10 real untuk barang dagangan seberat 10 koyan (20 ton).

Peter. Lombok. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia.al. Sumber utama budak terutama didatangkan dari wilayah Nusa Tenggara Bernice de Jong Boers. Sumbawa sampai ke Timor.5 kg.5 kg. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. kecuali jalur lain melalui perdagangan gelap. Lapian.B. Dompo dan Bima. et. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A.untuk pasak kayu..82 Perdagangan budak juga merupakan komoditi perdagangan yang sudah marak sejak abad ke-16. ‘opium dalam Sejarah di Nusa Tenggara Barat’. dalam Boomgaard. meski Sultan Mataram (Lombok) melarang rakyatnya memakai candu.”Pulau Bima (sic) menghasilkan kayu Brazil (sapan-penulis) yang dijual ke Malaka.6 kg).” Sudah sejak awal Perhimpunan Dagang Hindia Timur (VOC) membeli kayu sapan ini untuk diperdagangkan ke wilayah lain. Kebanyakan candu didatangkan oleh pedagang Eropa. 1997 I Gde Parimartha. pelabuhan Tuban di Badung. Bahkan menurut catatan orang Portugis. eds. ‘Sustainability and Time perspectives in Natural Resource Management: Exploitation of Sappan Trees in the Forest of Sumbawa. Makasar dari Singapura. Bugis. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Sementara itu di Sumbawa Besar dan Bima ada larangan berdagang candu oleh Sultan.81 Perdagangan opium (candu) juga merupakan komoditi perdagangan yang cukup ramai diperdagangkan. 2001 82 81 84 . Candu banyak diperdagangkan di Bali. LPUI. Kesultanan Bima tidak boleh menjual kayu sapan selain ke VOC. Pada abad XIX. Sejak saat itu kayu sapan banyak dibeli oleh VOC melalui para Sultan di Sumbawa Besar. Pada tahun 1627 di negeri belanda harga kayu sapan bisa mencapai f 48-58 per 49. perabot rumah tangga. India dan Eropa. Tome Pires (1513) melaporkan bahwa. Sedangkan saat itu harga lada hanya f 24 per 49. namun candu beredar lewat pasar gelap bahkan laporan pejabat Belandapada abad XIX banyak pejabat kerajaan yang ikut mencandu. Leiden.000 per peti atau f 100 per kati (o. Daerah penghasil kayu sapan yang lain adalah di Siam (Thailand) dan Philipina. KITLV. Indonesia 1500-1875’. karena laku dipasaran Cina. Depok. Kayu ima Brazil tipis dan kalah bersaing dengan Siam. kayu ini juga dipakai untuk pewarna merah terbaik bagi tekstil. Tidak heran kayu sapan banyak dicari oleh para pedagang lokal maupun dari Asia dan Eropa.eds. namun eksploitasi ini berakibat makin menyusutnya hutan sapan pada abad ke19. candu dijual bebas di pasar. Pelabuhan Padangbai di Karangasem. bahkan sejak perjanjian Bungaya 1667. Dengan harga f 10. kertas dan cat oleh orang Cina.

Sawu dan timor). Cense dan H. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. 31. produk laut yang sangat mahal harganya dipasaran Cina. The Voyage to Marege’: Macassar Trepangers in Northern Australia. ‘Bali: slavery and Slave Trade’. lihat juga Rodney Needham. Pelajaran dan Pengaruh Kebudajaan MakasarBugis di Pantai Utara Australia. Rote dan Timor. p. kuda. lihat juga A. ‘Trepang and Wangkang: China Trade of Eighteenth-Century Makassar c. Pada tahun 1673 ada 27.A. Menurut laporan pelaut Portugis. Sebagai contoh Pulau bali merupakan penyedia budak yang sangat besar bagi VOC di Batavia. Selain dihasilkan di perairan Sumbawa. Untuk kajian lebih jauh lihat tulisan C. Rote.740 budak yang berasal dari kepulauan Indonesia Timur. Melbourne University Press. Oxford. Manggarai. dan juga direkrut sebagai serdadu. Slavery. 84 Lihat C. sebagai tukang. 1976. Heeren. Manggarai. lilin dan lada tetapi juga budak. Sumba. Sumba. Dompu. Banyak kajian-kajian yang menggambarkan bahwa perdagangan budak sejak abad ke-16 sampai awal bad ke-19 adalah lumrah. sumbawa. Para Raja dan Sultan menjadi pihak yang mengorganisasikan perdagangan budak. ed. Penerbit Djambatan-KITLV. University of Qoueensland Press. Deel 156.C.83 Selain itu sejak abad XVIII diwilayah Nusa Tenggara menjadi ramai oleh kehadiran kapal-kapal Bugis dan Makasar yang mencari tripang (Holothuria). Bahkan para pelaut Bugis dan Makasar mencari budak dengan cara menculik penduduk dengan melakukan serangan bersenjata ke Tambora. Lombok. Januari 1983. 1720s-1840s’.84 o.3. Pelaut Bugis dan makasar juga berlayar ke perairan utara australia untuk mencari tripang. dan Heather Sutherland. Macknight. 1972 83 85 . Bondage & Dependency in Southeast asia. ‘Slavery and The Slave Trde in South Sulawesi 1660s-1800s’. Flores. sepanjang pantai utara Flores dan Sumba. 2002.068 budak dan 1681 ada 30. Heeren dan Heather Sutherland. Bhratara. AA Cense. dalam Anthony reid. HJ. lihat Alfons de Kraan. sebelum Inggris dan Belanda kemudian melarangnya pada pertengahan abad ke-19. makalah seminar Center for comparative Studies on Southeast asia. madu. mereka dipekerjakan di perkebunan tebu disekitar Batavia. lihat juga Heather Sutherland. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. Macknight. Duarte Barbosa tahun 1516 menceritakan bahwa kapal-kapal yang datang dari arah Indonesia Timur menuju Jawa dan Malaka tidak hanya membawa muatan cendana. Bijdragen tot de Taal –Land En Volkenkunde (BKI). Flores..J.(Bali. Jakarta. working Paper No. Dan juga lihat I Gde Parimartha. St Lusia.C. Jakarta. tahun 2000.’Sumba and The slave Trade’.

000 rijksdaalder. Sehingga Lombok merupakan daerah dengan hasil beras yang melimpah. Perdagangan opium di Lombok berasal dari para pedagang Inggris. Serta mengimpor opium seharga 4200 rijsdaalde. Colonization and Underdevelopment 1870-1940.gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. Kesultanan di Lombok. Perdagangan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena raja Lombok melarang pemakaian opium. dan tembakau 13. (Kerajaan-kerajaan di Bali. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. 11-12 85 86 . Kerajaan-kerajaan di Flores dan Timor) sebagai contoh Kerajaan Lombok yang menjadi kaya karena perdagangan beras. Singapore-Heinemann Educational Books (Asia) Ltd. Barang-barang tersebut seringkali dipertukarkan dengan produk-produk tekstil.. Colonization and Underdevelopment 1870-1940. Sumbawa. Belanda dan Bugis sejak tahun 1840-an.625 pertahun.000 rijksdaalder. op. sutera dan juga opium.86 Selain itu juga kuda dan teripang merupakan mata dagangan ekspor dari Lombok. Para penguasa di Lombok menjadi kaya dan makmur bukan karena aktifitas ekonomi dan perdagangan yang mereka jalankan namun hasil dari pajak yang mereka tarik dari para petani. Alfons van der Kraan. hal. 126. tekstil 3200 rijksdaalder dan Arak dan Brendi senilai 900 rijsdaalder. Banyaknya pedagang Arab dan Cina yang datang membuat perdagangan menjadi ramai dan raja memungut cukai atas perdagangan. Pada tahun 1890. senjata. disebutkan bahwa penghasilan yang diterima Raja Lombok karena mengontrol pelabuhan dan perdagangan sekitar f. ASAA. Lombok: Conquest. hal. porselaian.000 Ha dan lebih dari 45.000 Ha sawah tadah hujan. Menurut van Der Kraan dalam bukunya. terutama mengeksportnya kedaerah lainnya di Nusa Tenggra di mana tanah sawah sangat sedikit. minyak kelapa 600 rijksdaalder. Kekuatan politiklah yang menjadikan mereka kaya. 11 86 Alfons van der Kraan. Lombok: Conquest. Lombok mengeksport beras seharga 20. 1980. memicu perdagangan beras yang ramai. Kekuasaan politik yang muncul. yaitu Ampenan di barat dan Labuhanhaji di timur. Selain itu kekayaan Raja Lombok juga berasal dari kontrol atas dua pelabuhan. termasuk daerah yang cukup subur dengan luas sawah irigasi lebih dari 25. Di Lombok pada abad ke-19.85 Peningkatan produksi beras di Nusa Tenggara pada abad ke-19.cit. q.

Untuk wilayah Indonesia. Bisnis opium ini memberikan keuntungan yang besar bagi raja. Sumatera Barat.meski dia mempunyai pabrik pengolahan opium di Bali yang dikerjakan oleh orang Cina. Untuk itu saran dan kritik akan saya terima dengan senang hati 3. 87 . Penutup Uraian yang singkat dari makalah pengantar diskusi ini dengan contoh-contoh kasus penelitian sejarah maritim lokal tersebut tentunya sangat tidak memadai. terutama eksploitasi kolonial Belanda yang sejak awal abad ke-19 memberlakukan kebijakan Cultuur Stelsel atau sistem perkebunan yang dipaksakan kepada penduduk Jawa dan Sumatera sebagai kewajiban membayar pajak. juga terdapat dibeberapa wilayah di Aceh. sistem bercocok tanam padi sawah atau agraris ini umumnya terdapat di Jawa dan Bali. Lombok dan Sumbawa. Sedangkan sejak tahun 1870.2.4. namun begitu beberapa contoh diatas dapat dijadikan awal dari kajian sejarah maritim lokal yang lebih jauh dan lebih mendalam lagi seperti yang kami kutip dari sumber karya-karya sejarawan dan antropolog yang telah menuliskannya. Semoga makalah ini dapat menjadi pemiju penelitian lebih lanjut. Syailendra. sejak dikeluarkan UU Agraria memunculkan sistem perkebunan swasta (ekonomi liberal) yang sangat mempengaruhi perubahan masyarakat terutama di Jawa dan Sumatera. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Petani-Sawah atau Masyarakat Agraris Peradaban masyarakat agraris dapat dijumpai diseluruh dunia. karena banyak orang Cina dan Bali menghisap opium atau candu. baik dalam lingkungan tropis. Peradaban agraris telah melahirkan peradaban yang maju di Jawa dan bali. Kajian juga dapat dilanjutkan dari masa kemerdekaan sampai saat ini. Sulawesi Selatan. kajian tentang sejarah Pertanian dan pedesaan juga bisa dilakukan sejak masuknya bangsa Barat. hal ini dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan yang sangat maju dari sisasisa kerajaan Mataram Hindu. sub-tropis maupun lingkungan dingin. Majapahit. Lampung. Pajajaran dan banyaknya kerajaan yang muncul dan berkembang di Bali sejak abad ke-10 sampai awal abad ke-20. Kediri.

orang bebas (to maradeka dalam masyarakat Bugis dan Makasar) aspek sosial dan militernya yang bertumpu pada bahan untuk 88 . a. Upacara ritus peralihan atau upacara yang dilakukan ketika kelahiran sampai pasca kematian warga penduduk tersebut. d. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. seni tarinya. mantra-mantra. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan masyarakat agraris. Peralatan yang diperlukan untuk mengolah tanah dan bercocok tanam. maka kajian peradaban agraris juga dapat dilakukan dengan mendata poin-poin di bawah ini. Sebagai contoh penduduk pertama pulau Jawa adalah kedatangan bangsa Rum dan para penguasa Jawa berasal dari dewa-dewa Hindu dan nabi-nabi Islam. juga ditempattempat lain ada juga kepercayaan tentang dewi padi. Aspek kesenian dari budaya masyarakat agraris. f. Legenda tentang asal-usul masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Perkembangan kota-kota di pedalaman yang ekonominya bertumpu pada ekonomi pertanian atau agraris. g. pada saat panen dan pasca panen. h. seni rupa dan busana (kain batik dengan beragam motifnya) yang terkait dengan tradisi agraris. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan tanah yang dijadikan areal persawahan. Termasuk juga peralatanyang dihasilkan. b. dan tradisi lisannya. dengan catatan bahwa setiap wilayah dengan pengaruh lingkungan geografi tertentu dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Teknologi yang dipakai untuk mengolah tanah. Dijelaskan masalah demografinya (kependudukannya). Deskripsi demografi (kependudukan) Membuat deskripsi geografi yang menjadi tempat tinggal masyarakat agraris. aspek pelapisan sosial penduduknya (bangsawan. c. musik. atau Orang Bali yang percaya mereka keturunan masyarakat kerajaan majapahit dari Jawa Timur. karena setiap wilayah memiliki nama-nama yang khas bagi peruntukan tanah.Seperti halnya dengan kajian peradaban maritim. Beberapa hal yang bisa dijadikan direkonstruksi adalah. peralatan membuat tekstil atau tenunan i. Religi masyarakat di wilayah tersebut dan upacara terkait kegiatan bercocok tanam e. Cerita tentang Dewi Sri yang dipuja sebagai dewi kesuburan di Jawa dan Bali. priyayi.

bahkan di Jawa Tengah sejak akhir tahun 1860-an sudah dikenal transportasi kereta api yang menghubungkan Semarang-Solo-Yogyakarta. Sistem pemerintahan di wilayah swapraja (Vorstenlanden) di Yogyakarta dan Surakarta. 1983 dan Suhartono. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 89 . o. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat agraris tersebut. di Jawa dikenal hari pasaran (buka pasar pada hari tertentu). priyayi) dengan para cacahnya (petani penggarap). Munculnya kekuasaan politik lokal sampai kerajaan Besar seperti Majapahit. Pertumbuhan pasar-pasar desa. dan juga segregasi(pembagian atau pemisahan) penduduk berdasarkan etnis atau profesinya. k.. loji (tempat tinggal orang Eropa). Termasuk hubungan antara tuan tanah (bangsawan. sampai abad ke-18. seperti. dapat dilakukan dengan menadaptasikan kajian yang dilakukan David A. legendanya. 1991). n. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak agraris. seperti Pon. j. sistem pajak atau upeti dan sistem bagi hasilnya. Pemberontakan yang dilakukan oleh petani terhadap kekuasaan kolonial yang yang menekan mereka dan fenomena perbanditan atau kejahatan sosial di pedesaan (Kartodirdjo. Wage. Sistem pertanian dan Kehidupan petani sebelum dan sesudah kedatangan Bangsa Barat. Paing dan Legi (di Sunda disebut Manis). p. tamtaman (kampung prajurit). mataram Islam. misalnya di kota-kota dipedalaman Jawa Tengah terdapat kampung pandean (tukang pande besi/kerajinan). lagu-lagu rakyat. dan banyak kerajaan di Bali. Pengaruh sistem cultuur stel sel dan sistem ekonomi liberal terhadap kehidupan masyarakat petani di Jawa dan Sumatera. Kliwon. Taylor (1992). yaitu: 1. Jenis-jenis alat transportasi di daerah pertanian dan perkebunan. kauman (kampung santri) dan lain-lain. l.kekuatan prajurit darat. pejagalan (tempat pemotongan hewan. penggunaan gerobak sapi. m.

memelihara. 5. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. lumbung. berupa upacaraupacara tradisional ketika memulai menanam. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat. Cara dan kebiasaan makan.2. bangunan irigasi. bekas istana-istana kerajaan. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). 3. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia agraris. dan upacara ritus peralihan 4. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. 90 . nasib baik dan buruk. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. pola perkampungan. oragnisasi adat yang mengurusi pertanian (contoh subak di Bali). pada masa panen. berupa bangunan rumah tinggal. maupun pasca panen. keberhasilan atau kegagalan panen.

fourth edition. 2001 Barnes. Jakarta. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Pemberontakan Petani Banten 1888. Jakarta. Ekologi Perladangan di Indonesia: Studi Kasus dari daerah Baduy Banten selatan. vol. Pengantar Antropologi Jilid I dan II.B. Sinar Harapan. Fontana /Collins. Clifford. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya.. New York. Jakarta. Stanford: Stanford University Press. Jakarta.al. Fernand. N. et.. Seluk beluk Masyarakat Kota. Jawa Barat. Pustaka Jaya. 1998 Lapian. Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Muhammad Ridwan. Pustaka Jaya. The French Historical Revolution: The Annales School. Lapian. ‘Dari sungai ke Jalan Raya: Perubahan Sosial-Ekonomi di Daerah Perbatasan Sumatra Barat-Riau pada awal Abad XX’ dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Sartono. 1983 Kartodirdjo. Disertasi pada Universitas Gadjah Mada. ‘Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Pada Abad XIX’. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. 1984 Koentjaraningrat. 1996 Braudel. Rineka Cipta.. R. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. 1929-1989. Sinar Harapan. Djambatan. KITLV. Clarendon Press.eds.. I. Depok. KPG-Yayasan Adikarya IKAPI. 1997 Burke. James J. Dunia Orang Sawu. Jakarta.B. Santri Abangan. Leiden. eds. 1983 Iskandar. 2005 Asnan.H. 1996 Geertz. Harper & Row. 1990 . A. The Mediterranean and The Mediterranean World in the Age of Phillip II. Oxford. Peter. LPUI. Gusti. Panen Lontar: Perubahan Ekologi dalam Kehidupan Masyarakat Rote dan Sawu. 1978 Fox. 20 April 1987 91 . Peter. Daldjoeni. 1981 Boomgaard. Jakarta.DAFTAR SUMBER Alimuddin. Niko L. 1992 Kana. Johan.. Jakarta. Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman.

1995 Suhartono. 1999 Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Jakarta.B.. ed. dalam Edi sedyawati. Sistem Budaya Indonesia. 1991 92 . Jilid III Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. ‘Perahu-Perahu Tradisional Nusantara: Suatu Tinjauan Sejarah Perkapalan dan Pelayaran dalam Edi Sedyawati. 1974 Liebner.. EFEO. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKBDRPM Universitas Indonesia. Marwati Djoened. Agama dan Ekonomi. Sejarah Nasional Indonesia. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. Yayasan Obor Indonesia. Jawa Kuno. Jakarta. Forum Jakarta-Paris. Dennis. Gramedia. Gramedia. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. dan F. Tiara wacana. LPUI.’ Bekerja dengan Sumber Sejarah: sebuah pengalaman Intelektual. 1997 Pelras. Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar. Horst H. Junus. 2005. J. 2005 Lohanda. 1984 Rahardjo. Balai Pustaka. Edi ed. Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1930.van Leur. Jakarta. Soedjatmoko. Anthony. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Lapian. Christian.R. Jakarta. Manusia Bugis. Nusa Jawa Silang Budaya. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Jilid I. Pamator. Yogyakarta. Jakarta. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Jilid II Jaringan Asia. Mona. Peradaban Jawa Abad ke-8 Sampai dengan Abad ke-15: Sebuah Kajian Tentang Dinamika Pranata-Pranata Politik.. Bhratara. 2006 Poesponegoro. eds.’Kajian Maritim Aspek SosialBudaya Ragam dan Peluangnya. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. Tanah di Bawah Angin. Jilid III. Depok. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB-DRPM Universitas Indonesia. Eds. Jakarta. 1996 Melalatoa. Jakarta.J. 2001 Sedyawati. 2002 Reid. Jilid I Batas-Batas Pembaratan.C. Supratikno.. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. Teori Mahan dan Sejarah Kepulauan Indonesia.’ Lombard. 1992 __________. Komunitas Bambu. Verhoeven. Jakarta.

1980/1981 Wahyono. Jakarta.Wangania. J. 2000 93 .. Yogyakarta. Ditjen Kebudayaan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Media Pressindo. Jenis-Jenis Perahu di Pantai Utara Jawa Madura. dkk. Ary. Hak Ulayat laut di Kawasan Timur Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful