Modul I Sejarah Indonesia : Hibah Modul Pengajaran : Content Development Tema B1

Tim Penyusun Didik Pradjoko, M.Hum (Koordinator)) Kasijanto, M.Hum (Anggota) Dr. Suharto (Anggota) Yuda B. Tangkilisan, M.Hum (Anggota) Sudarini MA (Anggota) Dra. MPB. Manus (Anggota) Raisye Soleh Haghia (Pendukung) Fathul Bari (Pendukung)

Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) Universitas Indonesia Tahun 2008 DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Nasional

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2008

1

Bab 1 BEBERAPA PENGERTIAN TENTANG SEJARAH

1.1. Pengertian Sejarah dan Ilmu Sejarah Kata “sejarah” yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah. Oleh karena itu tidak terlalu dapat dipersalahkan jika banyak buku sejarah di masa lampau, yang lebih banyak mengungkapkan riwayat seseorang atau satu keluarga daripada mengungkapkan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dan Negara. Dalam bahasa Indonesia terdapat juga kata-kata lain yang merupakan kata serapan dari bahasa lain yang dipergunakan untuk mengkaji masa lampau seperti: “silsilah” yang menunjuk pada asalusul keluarga atau nenek moyang; “hikayat” yang banyak dipergunakan untuk mengisahkan seseorang; ”babad” dan “carita” atau “cerita” yang dipergunakan mengisahkan kejadian-kejadian tertentu; dan masih aada kata-kata lainnya yang menjadi kebudayaan daerah tertentu seperti “tambo’ (Minangkabau) dan “tutur teteek” (Roti). Apabila dilihat dari pemaknaan kata sejarah yang kita pahami baik sebagai masa lampau maupun sebagai ilmu, kata sejarah itu lebih dekat dengan pengertian yang terkandung pada kata historia - berasal dari ilmu kedokteran Yunani- yang berarti ilmu (istor artinya orang pandai); dalam bahasa Inggris menjadi history yang mengandung arti masa lampau manusia, dan dalam bahasa Jerman disebut gesischte yang artinya sudah terjadi. Kata-kata lainnya yang juga dipergunakan untuk menunjukkan kajian masa lampau antara lain: chronicle (kronika), geneology (keturunan), annals (tarikh), dan epic (kepahlawanan). Jika sejarah itu adalah masa lampau, maka apa yang terjadi pada pagi hari telah menjadi sejarah pada siang harinya. Secara logika pernyataan seperti itu dapat dibenarkan. Namun cara berpikir seperti itu membuat masa lampau itu menjadi bentangan yang tidak terbatasnya– mulai dari detik-detik yang baru saja kita lewati sampai jauh ke belakang, entah kapan dan di mana sejarah dapat mengungkapkannya. Apa saja yang harus dimasukkan ke dalam “masa lampau” yang demikian panjang itu?

2

Perampokan? Gempa Bumi? Kerusuhan? Genocide? Krisis Moneter? Perang? Revolusi? Perdamaian? Kesejahteraan? dan apa lagi? Dari pertanyaan-pertanyaan semacam itu terlihat bahwa konsep masa lampau dalam arti sejarah, akan mempunyai arti jika pembatasan telah dilakukan. Pembatasan yang paling awal adalah menyangkut dimensi waktu – kapan sampai apabila. Salah satu konsensus yang dicapai adalah bahwa sejarah satu bangsa atau etnis tertentu dimulai manakala bukti-bukti tertulis mengenai bangsa atau etnis tersebut telah ditemukan. Atas dasar kesepakatan itu maka zaman (periode) sejarah pun mulai bergulir. Adapun zaman yang belum ditemukan bukti-bukti tertulis disebut zaman “prasejarah”, meskipun dari zaman ini pun ditemukan jejak-jejak peradaban manusia, seperti seni pahat atau seni patung. Penulisan tentang masa lampau manusia dapat dikatakan berawal di Yunani sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Pada waktu itu penulisan sejarah atau historiografi masih merupakan perpaduan antara ilmu kedokteran dan ilmu hukum. Dari ilmu kedokteran misalnya, historiografi Yunani mendapat pengaruh untuk mencari sebabmusabab dari suatu kondisi atau kasus. Dalam menjelaskan sebab-musabab itu dilakukan melalui suatu argumentasi yang lazim dilakukan oleh ilmu hukum (retorika), seperti dilakukan seorang jaksa penuntut untuk membuktikan kesalahan terdakwa dan pengacara yang berusaha membuktikan bahwa terdakwa tidak bersalah. Ungkapan retorika seperti itu tidak semata-mata untuk membuktikan kebenaran, tetapi juga menciptakan makna atas kebenaran itu. Sejarawan Yunani pertama yang melakukan pembuktian semacam itu adalah Herodotus (ca. 484-425 SM) dalam karyanya tentang “Perang Yunani-Persia” tahun 478 SM yang dilukiskan sebagai perang peradaban antara peradaban Hellenic dan Perisa (Timur). Dalam menyusun karyanya itu ia berusaha bertindak obyektif (dalam arti netral sehingga dianggap kurang patriotik) dengan menggunakan sumber data dari kedua belah pihak. Oleh karena itu dia dianggap sebagai bapak sejarah. Meskipun demikian karyanya masih mempunyai dua kelemahan, yaitu kurang akurat dalam menyajikan data, dan masih terbelenggu oleh kerangka pemikiran budaya itu, yaitu sebab-musabab supernatural. Artinya perang itu terjadi karena kehendak para dewa.

3

yang membanding-bandingkan dua dokumen atau lebih untuk mencari mana yang otentik (asli) dan mana yang tidak otentik (cara kerja ini kemudian dikenal dengan sebutan “kritik ekstern”). Meskipun Herodotus dan Thucydides sudah mengawali penulisan sejarah berdasarkan sumber data. Dalam karyanya itu. Pada tahun 1776 terbit buku “The History of the Decline and Fall of the Roman Empire” karya Edward Gibbon (1737-1794). melainkan pada dokumen-dokumen (bukti-bukti terturlis). akan tetapi cara pembuktian para sejarawan Yunani waktu itu pada dasarnya tidak menggunakan bukti (evidensi) seperti dokumen yang menjadi baku dalam metode sejarah masa kini. sekaligus mampu menunjukkan bahwa sebab-musabab perang bukan karena kehendak para dewa. melainkan karena ulah manusia. Ia menulis tentang perang antara Athena dan Sparta yang disebut sebagai Perang Peloponnesos (431-404). dapat didefinisikan di sini bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia atau masa lalu manusia. Dari uraian di atas. Thucydides sebagai seorang jenderal dan politisi. Secara akurat ia mempu merekonstruksi perang tersebut berdasarkan data-data yang diperolehnya dari kedua belah pihak. Untuk mencari kebenaran sejarah. mampu menghindari penjelasan supernatural. akan tetapi yang kemudian dikenal oleh masyarakat sejarawan sebagai bapak sejarah ilmiah (science historian) atau sejarah kritis adalah sejawan Jerman. Leopold von 4 . Meskipun yang menerapkan cara kerja ilmiah dalam pembuktian sejarah adalah Gibbon.Tulisan pertama dari sejarawan Yunani yang dinilai mampu melepaskan diri dari sebab-musabab supernatural adalah Thucydides (ca. khususnya dua contoh karya Herodotus dan Thucydides. Dalam karyanya itu Gibbon tidak lagi bersandar pada retorika yang meyakinkan untuk membuktikan “kebenaran sejarah”. 456-396 SM). Tradisi sejarawan seperti yang dilakukan para sejarawan Yunani itu berlangsung sampai sekitar abad ke-18. dia tidak saja memanfaatkan kritik ekstern seperti yang dilakukan para filolog tetapi juga kritik intern yang dikembangkan oleh para sejarawan. Perang itu terjadi karena didorong oleh persaingan antara kedua belah pihak untuk menjadi nomor satu di wilayah Yunani. Gibbon dapat dikatakan merupakan sejarawan pertama yang menggunakan cara kerja ilmiah. Dokumen dalam arti naskah-naskah lebih banyak digeluti oleh para ahli naskah atau filolog.

sebab setiap periode sejarah akan dipengaruhi oleh semangat zamannya (zeitgeist). Sementara yang menerima kata “essentially” atau “really” berpendapat bahwa Ranke mengakui bahwa ide-ide tertentu menjadi faktor pendorong sejarah. sehingga akhirnya sejarah diakui sebagai salah satu cabang ilmu yang mandiri. Para sejarawan yang menerima “actuality” terjemahan “eigentlich” berpendapat bahwa yang dimaksud oleh Ranke adalah menentukan fakta sejarah seperti apa adanya tanpa diembel-embeli ide-ide tertentu sebagai pendorongnya. dua dan tiga. 1495-1535 yang terbit pada tahun 1824. atau pembagian babak satu. “wie es eigentlich gewesen”. Langkahnya itu kemudian diikuti oleh para sejarawan lainnya.Ranke (1795-1886). maka ilmu sejarah adalah ilmu yang mempelajari sejarah dalam arti bagaimana merekonstruksi semua data-data atau unsur-unsur masa lampau terkait dalam sesuatu deskripsi. melainkan juga untuk menjadikan sejarah sebagai disiplin ilmu atau cabang ilmu yang otonom sederajat dengan cabang-cabang ilmu lainnya. melainkan juga harus menjelaskan alasan-alasan rasional. Ia memperkenalkan cara-cara menguji isi dokumen dan menetapkan fakta sejarah yang benar. Dia dinilai sebagai peletak dasar dari metode sejarah yang bersifat ilmiah. yang berkaitan erat konsep pemenggalan waktu tersebut. Artinya ia mengakui pula bahwa ilmu sejarah mempunyai keterkaitan dengan falsafah sejarah. Langkah-langkah yang ditempuh Ranke bukan semata-mata pembuktian terhadap kebenaran fakta sejarah. 1. Pembabakan Sejarah (Indonesia) Pada hakekatnya masalah pembabakan atau periodesasi sejarah bukanlah sekedar menentukan batas awal dan batas akhir. Ia menganjurkan supaya menulis sejarah apa adanya dalam arti apa yang sebenarnya terjadi. Metode sejarahnya itu diuraikannya dalam bukunya “History of Romance and Germanic Peoples. Selain itu Ranke menekankan pentingnya obyektivitas dalam penelitian sejarah. 5 . Jika sejarah adalah rekonstruksi manusia. Sesuai dengan ketentuan sebagai cabang ilmu (ilmiah) harus mempunyai metode serta obyek penelitiannya.2. “really” (atau essentially) dan “actuality”. Dalam bahasa Inggris kata “eigentlich” diartikan dalam dua kata. termasuk konsep ruang (spatial) dan waktu (temporal). maka ilmu sejarah juga mempunyai metode penelitiannya yaitu “metode sejarah” serta obyek penelitiannya yaitu masa lampau manusia dan struktur sosialnya.

Berdasarkan keputusan akhirnya pada pertengahan dekade 1970-an terbit buku “Sejarah Nasional Indonesia” terdiri dari enam jilid. Kalau konsep serta argumentasinya tidak jelas. Masalah pembabakan itu kemudian dibawa ke dalam Kongres Nasional Sejarah pada tahun 1957 yang kemudian dibicarakana lagi pada Seminar Nasional Sejarah ke-2 tahun 1970. maka akan terjadi kerancuan. Dalam “pemutakhiran yang dilakukan pada tahun 1984. Salah satu keputusan dari Seminar Nasional Sejarah yang kedua itu adalah penulisan Sejarah Nasional Indonesia yang diharapkan nantinya menjadi semacam buku baboon sejarah Indonesia. susunan editornya berubah menjadi Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto.Artinya harus jelas tempat atau ruang di mana peristiwa itu terjadi dan kapan terjadinya. Ternyata pembabakan “tiruan” itu selain banyak mengundang kritikan karena dinilai tidak cocok dengan semangat “Indonesia Sentris” yang berkembang waktu itu. bahkan kekacauan. duduk sebagai editor umum adalah Sartono Kartodirdjo. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. khususnya buku Geschiedenis van Nederlandsch-Indië (terbit pertama kali tahun 1939) karya Stapel dkk. Pada awalnya pembabakan Sejarah Indonesia disusun mengikuti pembabakan yang telah dibuat oleh para sejarawan Kolonial Belanda. Ada pun susunan pembabakannya berdasarkan cetakan kedelapan tahun 1993 adalah sebagai berikut: Jilid I Jaman Prasejarah di Indonesia Jilid II Jaman Kuno (awal M – 1500 M) Jilid III Jaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (±1500-1800) Jilid IV Abad Kesembilanbelas (± 1800-1900) Jilid V Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (±1900-1942) Jilid VI Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia (±1942-1984 6 . Pada cetakan pertama. yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Namun pada babak ke-2 “Zaman Proto Sejarah” konsepnya itu menjadi kabur. Dia menyebutkan bahwa sejarah Indonesia dimulai sejak abad ke-4 Masehi. Penulis buku itu membagi periodisasi Sejarah Indonesia sebagai berikut: I. Pasa zaman ini sudah ada tulisan-tulisan. Selain banyak yang pro dan kotra terhadap buku tersebut. juga dalam praktiknya masaih banyak buku ajar sejarah. terutama untuk sekolah-sekolah menengah yang terpengaruh oleh tulisan Stapel dkk. Indonesia abad ke-1 s/d abad ke-14 disebut Zaman Kuno yang membicarakan masa berkembangnya kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buda b. Babak kedua ini tidak lagi didasarkan pada keberadaan bukti tertulis itu sendiri melainkan atas dasar asal bukti tertulis tersebut. yaitu dalam negeri (kepulauan Indonesia) 7 . tetapi sumber tulisan itu dari luar negeri dan beritanya samarsamar. Zaman Sejarah. a. III. Pada babak ke-1 “Zaman Prasejarah” konsep itu tercermin cukup jelas. atau tidak jelas dalam pembabakaannya. yang memberi keterangan tetang peristiwa-peristiwa masa lampau. yaitu dengan ditemukannya tulisan (hal yang sudah menjadi kesepakatan umum). Indonesia sesudah abad18 disebut Zaman Modern Dari contoh ini terlihat penulis buku tidak konsisten dengan konsep yang dibuatnya dalam menentukan periodisasi. Jadi dasar pembabakannya itu jelas adalah adanya bukti tertulis atau budaya aksara. Zaman Prasejarah. Indonesia abad ke-15 s/d abad ke -18 disebut Zaman Baru yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai jatuhnya Mataram dan Banten ke tangan imperialis Belanda c.Ternyata terbitnya buku Sejarah Nasional Indonesia tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. Zaman Proto Sejarah yaitu zaman ambang sejarah. yaitu zaman di mana orang sudah mengenal tulisan. yaitu zaman ketika orang belum mengenal tulisan yang diakhir pada abad ke-4 Masehi II. Sebagai contoh kesalahan dalam membuat pembabakan itu nampak pada buku ajar Sejarah Indonesia untuk SMU yang diterbitkan oleh penerbit Bumi Aksara.

dan luar negeri (luar kepulauan Indonesia). Ketidak jelasan itu juga terlihat pada babak ke-3 “Zaman Sejarah”. Meskipun zaman ini disebutkan dimulai sejak abad ke-4 M, namun dalam sub “a” yang diberi nama “Zaman Kuno”, dia menyebutkan bahwa zaman kuno yang nota bene tercakup dalam zaman sejarah, diawali pada abad pertama Masehi (kemungkinan besar kesalahan ini karena dia mengutip begitu saja pembabakan yang ada dalam buku Sejarah Nasional Indonesia). Terlepas dari masih adanya polemic sekitar buku Sejarah Nasional Indonesia yang enam jilid, pembabakan dalam tulisan sejarah pada hakekatnya dapat disusun berdasarkan kronologis atau tematis. Susunan secara kronologis artinya setiap babak disusun berdasarkan penggalan-penggalan waktu kejadian sebenarnya. Pembabakan secara kronologis ini terutama sangat membantu untuk penulisan sejarah yang mencakup kurun waktu yang panjang seperti sejarah umum, sejarah nasional atau sejarah dunia. Misalnya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 karya M.C. Ricklefs yang diterbitkan oleh Serambi tahun 2005. Struktur tulisannya adalah sebagai berikut: I. II. III. IV. V. VI. Lahirnya Zaman Modern Perjuangan Merebut Hegemoni, ± 1630-1800 Pembentukan Negara Jajahan, ± 1800-1910 Munculnya Konsepsi Indonesia ± 1900-42 Runtuhnya Negara Jajahan ± 1942-50 Indonesia Merdeka

Sedangkan pembabakan secara tematis akan sangat membantu jika tulisan sejarah itu semacam studi kasus atau kajian khusus yang durasinya relative singkat namun permasalahannya cukup rumit dan mendalam. Contoh tulisan itu antara lain Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya tahun 1984. Ada pun struktur penulisannya adalah sebagai berikut: Bab I Pengantar Bab II Latar Belakang Sosio-Ekonomis Bab III Perkembangan Politik

8

Bab IV Keresahan Sosial Bab V Kebangunan Agama Bab VI Gerakan Pemberontakan Bab VII Pemberontakan Dimulai Bab VIII Penumpasan Pemberontakan dan Kelanjutannya Bab IX Kelanjutan Pemberontakan Bab X Akhir Kata

1.3. Metodologi Sejarah Pada dasarnya untuk mengetahui masa lampau manusia adalah dengan cara mempelajari peninggalan-peninggalannya, baik berupa dokumen, artefak, maupun keterangan lisan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, diperlukan suatu metode yang baik pula serta (kalau perlu) teori-teori tertentu yang tepat guna. Metode penelitian dalam ilmu sejarah disebut metode sejarah, yang cara kerja mempunyai cirri yang berbeda dengan metode penelitian bidang ilmu lain. Metode Sejarah merupakan suatu cara untuk mengetahui otensitas tidaknya satu dokumen, benar atau tidaknya isi dokumen, serta relevan tidaknya dengan permasalahan yang hendak dituliskan sebagai karya sejarah. Dalam proses kerjanya memperlihatkan tahap-tahap mulai dari yang teoritis sampai pada pelaksanaan teknis yang diterapkan dalam penelitian dan penulisan sejarah. 1.3.1. Metode Sejarah Dalam proses kerjanya, metode sejarah memiliki pentahapan yang sebaiknya diikuti dengan baik. Ada pun tahap-tahap penelitiannya itu adalah sebagai berikut:  heuristik, yaitu suatu kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah (raw material) sesuai dengan tujuan dari penelitian itu yang tertera dalam proposal atau outline penelitian yang telah disusun sebelumnya. Bentuk sumber sejarah adalah: tekstual (dokumen,

9

Koran, majalah dan bentuk teks lainnya) dan nontekstual (foto, gambar, peta, karikatur sezaman), lisan, kebendaan, dan audiovisual.  Verifikasi, yaitu mencakup kritik ekstern dan intern sumber sejarah. Dalam tahap ini peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui suatu proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Jika yang diuji itu arsip atau dokumen, maka yang dimaksud materi di sini adalah jenis kertasnya dan tintanya. Apakah benar kertas atau tintanya berasal dari zamannya. Jika sumber sejarah itu merupakan sumber lisan, maka yang diuji adalah orangnya, apakah orang tersebut betul pelaku atau orang yang menyaksikan langsung, serta cukup sehatkah untuk diwawancara. Setelah data-data tersebut teruji, kemudian dinilai apakah datadata itu relevan dengan permasalahan yang hendak ditulis, baik dari segi tema, maupun periodenya. Data-data yang telah teruji dan terpilih inilah yang kemudian disebut sebagai fakta sejarah.  Interpretasi atau eksplanasi yaitu proses menafsirkan atau pemberian makna serta merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya, dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti (fact of meaning). Berkaitan dengan masalah interpretasi dan eksplanasi ini ada berbagai metode atau pendekatan yang dapat dipergunakan, seperti metode naratif (history of event), struktural, dan strukturistik. Keberhasilan penggunaan ketiga metode ini pada dasarnya sangat tergantung dari sifat obyek penelitiannya.  Historiografi yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji dan terangkai tadi. Dalam proses penulisan ini, penguasaan sang sejarawan atas teori dan metodologi sedikit banyak ikut mempengaruhi mutu karya yang dihasilkannya. 1.3.2. Teori Sejarah Pokok masalah dalam teori sejarah adalah kebenaran dari pengetahuan yang dihasilkan oleh para ahli sejarah yang dilandasi oleh berbagai bentuk eksplanasi. Secara

10

Mana “motor” yang menggerakkan sejarah 3. ilmu sejarah adalah kaidah-kaidah ilmiah untuk membuktikan adanya masa lampau.umum teori sejarah dapat dibagi dua bagian. Para sejarawan menyadari pula bahwa dari keempat teori itu telah berkembang berbagai kombinasi. Aliran ini terutama berkembang pada sejarawan empirik. Bagaimana membuktikan adanya masa lampau melalui berbagai peninggalan masa yang bersangkutan itulah yang menjadi inti persoalan teori sejarah. yaitu “narrativisme”. Paling tidak ada tiga macam pertanyaan yang umum diajukan oleh para penulis sejarah spekulatif. “hermeneutika”. 1987: 17). namun keempatnya dapat diterima sebagai patokan kerja. terutama antara teori yang disebut 11 . nampak bahwa sistem sejarah spekulatif sering membicarakan masa depan. 1987). Spengler. Adapun sejarah analitis justru memisahkan antara sejarah dan falsafah. apa yang harus terjadi. Apa dan bagaimana sasaran terakhir yang dituju oleh proses sejarah. Sejarah spekulatif umumnya dianut oleh para sejarawan yang menyatukan sejarah dengan filsafat. Seperti tercermin dalam ketiga macam pertanyaan tadi. “kasualitas” dan “covering law model” (Ankersmith. Oleh karena banyak cara yang diajukan. yaitu teori sejarah spekulatif dan kritis. Dalam hal ini sejarah merupakan ungkapan dari suatu pandangan filsafah mengenai perkembangan ummat manusia. yaitu : 1. Para sejarawan Marxis dapat dikatakan merupakan salah satu contoh model sejarah spekulatif. dan Toynbee (Ankersmit. Mereka menolak anggapan bahwa tugas sejarawan adalah mengungkapkan masa lampau sesuai dengan falsafah tertentu. Salah seorang filsuf sejarah membedakan empat teori pokok yang sampai sekarang muncul di kalangan sejarawan. Mereka melihat faktor “pertentangan kelas” menjadi “motor” dari proses sejarah. Meskipun pada dasarnya keempat teori tersebut bersandar pula pada suatu pandangan tertentu. Pola macam apa yang perlu diamati dalam proses sejarah 2. Bertolak dari tiga pertanyaan itu mereka membahas proses sejarah tidak sekedar apa yang telah terjadi di masa lalu. tetapi seringkali juga mengungkapkan semacam prediksi. Penganut lainnya adalah Hegel. maka tidak mengherankan jika sampai sekarang berkembang pula teori-teori sejarah. Bagi kalangan ini.

Ada yang berpendapat bahwa pengetahuan kita tentang masa lampau adalah subyektif dan ada pula yang menilainya obyektif. Bila seorang sejarawan membiarkan keyakinan politik atau etisnya turut berperan sehingga terlihat dalam karya sejarahnya. Sebaliknya bila seorang sejarawan mampu menjaga jarak dari obyek yang ditelitinya sehingga nilai-nilai politik dan etisnya tidak larut dalam eksplanasi karyanya. 12 . narrative. Artinya peninggalan-peninggalan itu sudah berbicara tentang masa lampau. adalah masalah obyektivitas dan subyektivitas. Kelompok yang berpandangan subyektif adalah yang menganggap bahwa peninggalan itu hanya sekedar lambang atau wakil dari masa lampau.3. Perbedaan ini muncul terutama karena adanya pandangan yang berbada mengenai sifat-sifat peninggalan masa lampau. Dalam praktek. Dengan kata lain fakta-fakta itu hanya terdapat dalam alam pikiran para sejarawan yang menelitinya.3. Sementara itu kelompok sejarawan yang berpandangan obyektif menganggap bahwa peninggalan-peninggalan itu sudah merupakan kenyataan dari masa lampau. maka pelukisan sejarahnya disebut subyektif. 1. terlepas apakah ia menggunakan teori baku seperti kasualitas. Para sejarawanlah yang membuat peninggal-peninggalan masa lampau itu “berbicara”. yang tidak mempunyai nilai obyektif sendiri.pertama sampai ketiga. Artinya peninggalan tersebut tidak dapat mengatakan kepada kita yang hidup di masa kini mengenai apa yang terjadi pada masa lampau. Oleh karena itu fakta-fakta yang ditampilkan merupakan evidensi itu sendiri. pengertian subyektif dan obyektif dapat disamakan dengan terpengaruh atau tidaknya sejarawan oleh nilai-nilai tertentu dari obyek yang ditelitinya. bukan hasil rekayasa para sejarawan dan selalu mengacu ke masa silam. Subyektivitas dan Obyektivitas Sejarah Salah satu perbedaan pokok yang sering mencuat di kalangan sejarawan. Kombinasi-kombinasi itu merupakan terobosan-terobosan yang diupayakan untuk menembus berbagai kendala yang masih menyelimuti masa lampau manusia yang diakibatkan oleh lemahnya atau terbatasnya data-data dari masa lampau. atau kombinasikombinasinya. maka pelukisan sejarahnya itu disebut subyektif.

sejarah petani. maka penulisan sejarahpun semakin berkembang dan bervariasi pula. namun budaya zaman yang hidup waktu itu telah membuat karya lebih menyerupai mitologi daripada karya sejarah. 55-120 M). khususnya sejarah sebagai kajian ilmiah. misalnya karya Homer.4. 13 . Dengan adanya dua sudut pandang ini. para pakar sejarah umumnya melihat kepada historiografi Eropa karena dari wilayah inilah bermula munculnya tradisi penulisan sejarah.1. Dalam masalah sejarah penulisan sejarah (historiografi). antara lain oleh Polybius (orang Yunani yang dibesarkan di Roma). Titus Livius (59 SM-17 M). 86-34 SM). Ia banyak menulis tentang masa akhir Yunani sampai awal berdirinya Romawi. dan Pablius Cornelius Tacitus (ca. Jika pada abad ke-19 dan sebelumnya jenis “sejarah politik” seakan-akan satu-satunya karya sejarah yang absah. ditambah dengan adanya perkembangan teori dan metodologi sejarah. Meskipun karya ini bertolak dari suatu kenyataan masa lampau. Penulis Romawi sendiri antara lain: Julius Caesar (100-44 SM). Historiografi 1. Tradisi Yunani itu kemudian dijadikan model oleh para sejarawan Romawi. penulisan sejarah yang lebih rasional baru muncul sekitar abad ke-5 SM. Gaius Sallustius Crispus (ca. maka sejak awal abad ke-20 berbagai tema sejarah sebagai alternatif dalam mengungkapkan masa lampau manusia seperti sejarah sosial. Sedangkan golongan subyektif menganut pandangan idealis mengenai sejarah dan menganggap peninggalan masa lampau sebagai evidensi sejarah (barang bukti). yaitu Illiad-Odessy yang menceritakan kehancuran kerajaan Troya tahun 1200 SM.Golongan obyektivitas menganut pandangan realis mengenai sejarah dan mengggap peninggalan masa lampau sebagai sumber sejarah.4. Seperti telah disinggung di atas. yaitu dengan terbitnya karya Herodotus yang disusul oleh karya Thucydides. Di Yunani tradisi penulisan itu sudah dimulai yang disusun dalam bentuk puisi. sejarah ekonomi. Banyak aspek supernatural dipergunakan sebagai dasar penjelasannya mengenai sebab-musabab terjadinya suatu peristiwa. Zaman Yunani-Romawi. sejarah mentalitas dll. 1.

Livius merupakan salah satu contoh penulis yang hampir sepenuhnya menggunakan model Yunani.Daud ---------Babylonia ----Jesus----.2 -------0-----.5 -------0---. dan Germania. Tacitus menulis Annals. Analisanya dinilai cukup netral. Menurut pandangan yang disebut terakhir.1 ----0-----. dan civil War yang merupakan penjelasan mengenai sebab-musabab terjadinya perang Gallia. menulis Commentaries on Gallic War. Zaman Abad Pertengahan.4 -----0---.4. Bentuk karya yang disebut terakhir sekaligus menjadi salah satu 14irri bagi penulisan sejarah era Romawi. Jugurtbine War. Sebagai contoh dalam periodisasi atau pembabakan sejarah disesuaikan dengan ajaran yang ada pada kitab Injil (Perjanjian Baru). Histories. sejarah tidak bisa dipisahkan dari teologi atau agama. 1.kedatangan 14 . Tradisi Yunani yang dilanjutkan oleh Romawi itu kemudian terhenti oleh kemenangan Kristen di Eropa. Ia tercatat sebagai orang pertama yang melukiskan sebab moral runtuhnya kekaisaran Romawi. yang merupakan memoir tentang suku Gallia. namun saying dia ceroboh dalam masalah kronologi dan geografi sehingga mengurangi nilai karyanya itu. Dalam pembuktiannya ia lebih banyak mengemukakan retorika sehingga mengorbankan kebenaran sejarah.6 ------0-------Adam----------Nuh--------Ibrahim-------. Kebudayaan Yunani-Romawi yang bertumpu kepada kekuatan akal dianggap sebagai hasil setan karenanya harus ditolak dan digantikan dengan kebudayaan Kristen yang bertumpu pada agama dan supernatural. Conspiracy of Catiline. Sebagai contoh adalah skema periodesasi yang disusun Augustine: --O------.Julius Caesar adalah seorang jenderal yang kemudian menjadi kaisar. Karyanya tentang berdirinya kota Roma merupakan campuran antara data factual dan fantasi. sekaaligus tentang adat-istiadat suku tersebut. Karyanya itu merupakan paduan antara karya Livius yang cenderung pada retorika dan Polybius yang cenderung pada sejarah.3------0------. Ia menulis history of Rome.2. Sallustius terkenal dengan monografi dan biografinya.

Reformasi dan Kontra Reformasi. The History of Ferdinand I of Aragon. Karya-karya yang lahir pada abad-abad ini antara lain: Chronographia karya Sextus Julius Africanus (ca. Zaman Renaissance. Seven Books Against the Pagan karya Paulus Orosius (ca. Pada era ini semangat paga dan kebudayaan klasik Yunani-Romawi menjadi model. Dalam karyanya itu itu Orosius mengatakan bahwa keruntuhan paganisme sudah menjadi kehendak Tuhan. khususnya pada abad pertengahan yang sering dikenal dengan sebutan “Abad Kegelapan” (The Dark Ages) yang melahirkan struktur masyarakat feudal di Eropa. Orang yang terlibat dalam sejarah suci akan dimenangkan oleh Tuhan. karena orang-orang kafir itu akan runtuh. Menurut pandangan Kristen orang harus memilih antara Tuhan dan setan. Tinjauan kritis dan netral yang didukung oleh data-data faktual tidak terlihat pada zaman Kristen di Abad Pertengahan ini. yang berupaya membuktikan bahwa berita kaisar Konstantinus (memerintah 305-337) telah memberikan hak politik kepada paus adalah tidak palsu. Pembuktian kebenaran sejarah tidak lagi bersandar pada wahyu melainkan pada akal. 354-430 M) yang merupakan filsafat sejarah Kristen yang cukup berpengaruh. 15 . sekaligus sebagai pertanda berakhirnya Abad Pertengahan pada abad ke-15. Meskipun kebenaran yang dikemukakannya juga dapat disangkal oleh yang lain. teologi yang dogmatis diganti dengan ilmu. Hal ini antara lain tercermin dari karya Lorenzo Valla (1407-1457) yang menulis The History of Ferdinand I of Aragon. 180-250 M) yang mengungkapkan bahwa dunia diciptakan Tuhan pada 5499 SM. 380-420 M) murid Augustine. Corak penulisan sejarah pun kembali mengalami perubahan. yang menguangkapkan pembelaannya atas peradaban Kristen yang dituduh sebagai penyebab runtuhnya Romawi (Barat) pada abad ke-5 M. Pada masa ini pusat penulisan sejarah terdapat di gereja dan Negara dengan pendeta dan raja sebagai pelaku utama.4. Sejalan dengan semakin pulihnya keamanan dan perdagangan di Eropa.3. untuk memasuki era Renaissance. 1. namun keberaniannya dalam melakukan kritik merupakan satu langkah yang maju waktu itu.Jesus ke-2 The City of God adalah karya Augustine (ca.

dari segi pengungkapan kebenaran sejarah. Abad ini yang sering disebut sebagai Abad Rasionalisme-Pencerahan telah melahirkan banyak karya. dan The History of the Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon yang terbit pada tahun 1776. History of England from the Invasion of Julius Caesar to the Revolution of 1698 karya David Hume (1711-1776). Gibbon merupakan sejarawan pertama yang menggunakan eviden (dokumen) untuk pembuktian kebenaran sejarah. misalnya: Essay on the manners and spirit of the Nation karya Voltaire (16971778) yang terbir pada tahun 1756. (2) munculnya 16 . Tulisannya itu jelas merupakan karya yang memihak dan apologetis. Hal ini antara lain tercermin dari karya lacich Illyricus (1520-1575). akurasinya dalam penulisan yang didukung dengan bukti-bukti membuat karyanya menjadi penting dan ‘abadi’ dalam historiografi dunia. namun dalam menulis tentang kemunculan agama Kristen di dunia Barat cukup obyektif. Meskipun demikian nilai buku itu cukup tinggi. 1.4. antara lain: (1) penghargaan kembali pada Abad Pertengahan. Dalam bukunya itu ia banyak menyerang institusi kepausan dari segi hukum dan konstitusi. Seperti telah disinggung di atas. Cardinal Caesar Baronius (1538-1607) misalnya menulis buku Ecclesistical Annals yang merupakan jawaban langsung terhadap tuduhan dari buku Magdeburg Centuries. Dari Rasionalisme ke Liberalisme.4. Magdeburg Centuries yang merupakan sejarah polemik. Selain gayanya yng berbeda. Buku ini benyak dikecam oleh gerakan “kontra Reformasi” yang berupaya menegakkan kembali kewibawaan gereja Katholik yang dinilai telah dirusak oleh gerakan Reformasi. model Yunani dengan retorikanya masih cukup Nampak pada abad ke-17 dan ke-18. Seperti telah disinggung di atas. Buku ini merupakan sejarah umum yang membeberkan sumbangan bangsa-bangsa Timur dan Islam terhadap peradaban dunia dan Eropa. Meskipun ia tergolong sejarawaan rasionalis. yang banyak mengalihkan isu yang penting ke isu sekunder yang tidak relevan. terutama dalam penggunaan sumber datanya.Dekonstruksi terhadap historiografi Abad Pertengahan berlanjut pada masa “Reformasi”. demikian pula mengenai sumbangan Islam pada peradaban dunia. Historiografi pada abad ke-19 ditandai dengan beberapa cirri yang cukup menonjol.

juga melahirkan banyak pemikir-pemikir sejarah (filsafat sejarah) yang berpengaruh pada perkembangan teori dan metode sejarah pada tahun-tahun berikutnya. Seperti dikemukakan oleh Carl L. Sadar atau tidak. Tulisannya itu telah member dorongan timbulnya nasionalisme Jerman. Diawali dengan tesis yang mendapat perlawanan dari satu kekuatan yang disebut anti-tesis. dihargai. Dalam bukunya itu ia berpendapat bahwa sejarah itu naju dengan cara dialeksis. Pengaruh filsafat sejarah Hegel ini antara lain nampak pada karya Francis Fukuyama. Fakta sejarah bukanlah batu bata yang tinggal dipasang saja. dengan proletariat sebagai sarana pembebasan manusia.liberalism. Dalam buku ini ia mengemukakan perbedaan antara orang-orang Jerman yang disebutnya Urvolk alias bangsa yang masih murni dan orang-orang Eropa selatan yang disebutnya Mischvolk alias bangsa campuran yang sedang mengalami keruntuhan. dst. yang kemudian berproses sampai menghasilkan sintesa baru. Pada gilirannya nanti sintesis ini akan berubah menjadi tesis baru. Kedua faktor inilah yang sering digugat oleh sistem komunis yang dapat dinilai sebagai kekuatan anti-tesis yang kemudian menghasilkan tujuan akhir sejarah manusia. Menjelang akhir abad ke-19 kebenaran yang dikemukakan oleh Ranke mulai diragukan. The End of History and The Last Man yang terbit pertama kali pada tahun 1992. dan persamaan hak. Sejarah yang bersifat nasionalistis misalnya Address to the German Nation karya Johann Gottlieb Fitchte (1762-1814). yaitu (1) perkembangan ekonomi yang didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan (2) keinginan untuk diakui. Abad 19 selain melahirkan Leopold von Ranke yang dianggap sebagai bapak sejarah science. dan (4) nasionalisme. 17 . Heinrich Karl Marx (1818-1883) memakai dialektika Hegel. (3) munculnya filsafat sejarah. Dalam karyanya itu Fukuyama menginterpretasikan perkembangan masyarakat dunia (masa kontemporer) didorong oleh dua faktor. Misalnya: Georg Wilhelm Friederich Hegel (1770-1831) yang menulis buku Philosophy of History. Dari pertarungannya itu melahirkan sintesis sebagai tujuan akhir. setiap orang yang menulis pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu. melainkan fakta yang dipilih dengan sengaja oleh sejarawan. sebab menulis sejarah “sebagaimana yang terjadi dinilai bertentangan dengan psikologi. yaitu masyarakat kapitalis dengan sistem politik demokrasi liberalnya.

sekaligus mendekatkan kembali ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial. Kemudian pada abad ke-19 beberapa pelaku sejarah juga menuliskan sejarahnya. “Hikayat Tanah Hitu”. terbit misalnya. Sementara itu James Harvey Robinson (1863-1936) mengatakan bahwa sejarah kritis kita hanya dapat menangkap “permukaan”. pemujaan terhadap fakta hanyalah ilusi. legitimasi. misalnya “Pararaton”.Becker (1873-1945). Oleh karena itu pada awalnya tidak sedikit sejarawan akademik yang menilai karya-karya seperti itu tidak patut dijadikan sebagai referensi penelitian sejarah ilmiah. Penulisan sejarah di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak masa kerajaan HinduBuddha berkembang di kepulauan Indonesia. maka sejarah baru menekankan perlunya penggunaan ilmu-ilmu sosial. anakronis. yang ditulisnya pada tahun 1835. semasa dia berada di pengasingan. yang disesuaikan dengan kebutuhan zamannya.5. seperti Pangeran Dipenogoro menulis Babad Dipenogoro. Mungkin saja masih banyak pujangga dan pelaku sejarah 18 . Berbeda dengan historiografi modern yang dipelopori Ranke yang menekankan kritik. tidak dapat menangkap realitas di bawah dan tidak dapat memahami perilaku manusia. Salah satu pujangga istana Surakarta. Yasadipura (1729-1805) barangkali dapat disebut sebagai ‘sejarawan’ yang mulai mengkaji kembali karya-karya historiografi tradisional Indonesia. dengan sumber data yang seringkali sulit dilacak serta analisa sebab-musabab supernaturalnya. Ia menulis Babad Giyanti yang merupakan penafsiran kembali karya-karya yang lebih tua. “Negara Kertagama”. “Tuhfat al Nafis”. 1. dan “Babad Kraton”.4. Demikian pula era kesultanan atau kesunanan yang bercorak Islam. dan “Carita Parahiyangan”. Sifatnya primordial atau istana sentries. sehingga seringkali sejarah baru itu disebut sebagai “sejarah sosial”. “Babad Tanah Jawi”. Historiografi Indonesia. Akan tetapi karya-karya para “sejarawan” atau tepat para pujangga dinilai kurang bernilai sejarah karena sarat dengan mitos-mitos seperti halnya historiografi Abad Pertengahan di Eropa. Atas dasar pemikiran itu maka muncul gagasan baru tentang perlunya “sejarah baru” atau “new perpective on historical writing”.

di antaranya karya FW Stapel dkk. Setelah proklamasi kemerdekaan literatur sejarah Indonesia mengalami “booming”. Kenang-kenangan Pangran Aria Achmad Djajadiningrat (Herrineringen van Pangran Aria Achmad Djajadiningrat) dalam dua bahasa. bukan sultan. susuhunan. Kemudian pada tahun 1936 giliran saudaranya. Indonesia dan Belanda. Awal abad ke-20 perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan munculnya studi sejarah yang kritis. Geschiedenis van Nederlandsch-Indiё.Indonesia yang menulis. yang mempunyai pengaruh besar terhadap penulisan sejarah Indonesia kemudian. kiai atau pemimpin Indonesia lainnya. sejarah dianggap benar dan penting-bahkan oleh orang-orang Indonesia berpendidikanadalah “babad londo” dengan tokoh-tokohnya yang berkuasa seperti gubernur jenderal dan para residennya. Kenyataannya memang demikian. Karyanya. namun sejalan dengan perkembangan dunia kolonial. perkembangan nasionalisme Indonesia yang berkembang sejak awal tahun 1920-an. Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang menerbitkan karya biografinya. Selain itu mereka mempunyai tradisi dalam historiografi kolonial yang cukup lama Oleh karena itu pada masa kolonial. sampai meletusnya Perang Dunia II karya-karya sejarah kolonial masih mendominasi. Namun seperti dikemukakan oleh Coolhaas bahwa harapan penulisan sejarah Indonesia akan sulit berkembang mengingat orang-orang Indonesia masih sedikit yang terlibat secara aktif dalam politik. penelitian. Semangat nasionalisme yang berkobar-kobar dalam periode post kolonial 19 . Husein Djajadiningrat dapat dikatakan sebagai orang Indonesia pertama yang melakukan prinsip-prinsip metode kritis sejarah. Sejalan dengan berkembangnya metode kritis. pengumpulan data dan komunikasi pemikiran sejarah pada abad ke-19 hampir sepenuhnya berada di tangan orang-orang Belanda/Barat. terutama buku-buku ajar sejarah pada tingkat sekolah menengah. membutuhan pula sejarah yang dapat menunjukkan identitas dan simbol keindonesiaan. Semangat inilah yang mendorong penulisan sejarah dengan pendekatan “Indonesia sentries” menggantikan sudut pandang “Eropa sentries” atau “Belanda sentries” yang berkembang waktu itu. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) sebenarnya merupakan studi filologis yang menggunakan historiografi tradisional sebagai obyeknya.

Pesimistis yang sempat berkembang itu kemudian menghilang sejalan dengan dibukanya kembali program studi sejarah di beberapa perguruan tinggi Indonesia. antara lain 6000 Tahun Sang Merah Putih. Dapat dikatakan sebagian besar karya sejarah waktu itu tidak lebih dari sejarah kolonial yang diputar balik peranan pelakunya. Karena itu pula banyak kritik terhadap karya seperti itu. Tidak sedikit pula sejarawan asing yang pesimistis terhadap obyektivitas sejarah yang “Indonesia sentries”. Pada tahun 1966 terbit buku The Peasants’ Revolt of Banten in 1888: Its Conditions. Course and Sequel (terjemahannya. Oleh karena itu pada periode post revolusi ini banyak diterbitkan biografi tokoh-tokoh maupun pahlawan nasional seperti: Teuku Umar. dari “jahat” menjadi “baik”. Muhammad Yamin menghasilkan beberapa karya sejarah. Perang Padri. pergerakan nasional dan sebagainya menempati posisi yang sama seperti biografi para tokoh tadi.telah mendorong diterbitkannya buku-buku sejarah yang “Indonesia Sentris”. Imam Bonjol. namun sampai sampai dekade 1970-an. dari “pemberontak” menjadi “pahlawan”. Demikian pula sejarah perlawanan terhadap penjajah. atau menuliskan memoarnya. Sartono menawarkan alternatife dan perspektif baru dalam penulisan sejarah Indonesia. Pattimura. Meskipun sudah muncul alternatif baru dengan multidimensinya.masih cukup dominan. Pemberontakan Petani Banten 1888 terbit pada tahun 1984) karya Sartono Kartodirdjo. yang kemudian dikenal sebagai sejarah sosial. seperti Perang Dipenogoro. sejarah politik-khususnya masa pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan. seperti TB Simatupang menulis Laporan dari Banaran (1960) Semangat patriotisme yang berkobar-kobar namun tidak disertai dengan penguasaan metode sejarah teknis membuat banyak karya sejarah terbit pada periode ini sulit dipertanggungjawabkan dengan metode kritis. yang disusul oleh karyanya yang lain seperti Protest Movement in Rural Java (1973). Perang Aceh. Pada tahun 1977-1979 terbit secara bertahap karya monumental AH Nasution Sekitar Perang Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia yang 20 . dari pemberontak Diponegoro menjadi pahlawan Diponeogoro dan seterusnya. Tidak sedikit politisi aktif yang ikut menulis sejarah seperti Mr. Dengan karyanya ini. Nuku dan Diponegoro karena obyek-obyek penulisan seperti ini yang mampu menunjukkan identitas dan symbol keindonesiaan.

Buku SNI dinilai masih mengandung banyak kelemahan. Buku ini semula adalah artikel-artikel yang dimuat dalam majalah Prisma No. Selain itu. Duduk sebagai editor umumnya adalah Sartono Kartodirdjo.. baik dari segi metode maupun data faktualnya. misalnya Onghokham (1975) yang menulis tentang Madiun pada abad ke-19.8 tahun 1977. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto.terdiri dari 11 jilid. Dalam waktu yang hampir sama terbit kumpulan biografi singkat dari berbagai tokoh yaitu Manusia Dalam Kemelut Sejarah (1978). Upaya itu mulai dirintis sejak penghujung abad ke-21. Dr. Taufik Abdullah dan Prof. 21 . Meskipun ada perkembangan dalam penulisan sejarah Indonesia. Demikian pula dengan sejarah sosial Indonesia. Buku ini banyak memberikan informasi tentang jalannya perang pada periode 1945-1949. Namun buku yang cukup tebal ini mempunyai satu kelemahan yang cukup mendasar. Dr. di samping beberapa orang Indonesia dalam bentuk disertasi. namun di pihak lainnya telah mengundang polemik dan keprihatinan dari beberapa sejarawan lainnya. misalnya Nationalism and Revolution in Indonesia (1970) karya George Mc T Kahin dan Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance 1944-1946 (1972) karya BROG Anderson. dalam dekade 1970-an. Setelah itu pada tahun 1979 terbit buku Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia (1979) karya Nugroho Notosusanto yang merupakan studi akademik pertama tentang masa pendudukan Jepang yang dikalakukan oleh orang Indonesia. namun banyak orang Indonesia yang menilai penulis-penulis asing masih lebih baik dalam tulisan sejarah yang bertema “perang kemerdekaan Indonesia”. Di satu pihak kehadiran buku SNI berhasil menjawab kebutuhan akan adanya buku sejarah Indonesia yang “nasionalistis”. Para sejarawan yang dimotori oleh Prof. yang sampai akhir hayatnya belum sempat diterbitkan. Keprihatinan inilah antara lain yang menjadi salah satu faktor untuk menulis buku sejarah nasional sejenis yang lebih baik. tepatnya tahun 1977 terbit buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) yang terdiri dari 6 jilid yang diterbitkan oleh Balai PustakaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan. Buku ini merupakan karya bersama sejarawan Indonesia waktu itu dalam upaya mewujudkan sejarah nasional. yaitu dalam masalah sumber data. sampai akhir dekade 1970-an masih lebih banyak ditulis oleh peneliti asing.

karena sebagian besar lebih tertarik untuk mengamati dan mendekonstruksi sejarah politik masa Orde Baru. Leirissa dari Universitas Indonesia. khususnya yang menyangkut tema sekitar “Gerakan September Tiga Puluh” atau “G-30-S PKI”. Justru sejak akhir abad ke-20 telah berkembang pula penulisan sejarah dengan pendekatan baru. 22 .A.Z. Namun perkembangan itu luput dari pengamatan para pakar sejarah. Lapian yang bertindak sebagai editor umum. Di luar keprihatinan itu. merencanakan untuk menulis sejarah Indonesia yang nantinya terdiri dari 8 jilid (plus satu jilid tambahan). Penggunaan metode strukturistik itu terlihat dalam beberapa karyanya seperti Halmahera Timur dan Raja Jailolo (1996) dan Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (2006). sebenarnya perkembangan historiografi Indonesia tidaklah sesuram itu. yaitu metode strukturistik. dapat dikatakan semacam jembatan antara metode naratif dengan metode struktural. Metode baru itu. Perintis pendekatan strukturistik di Indonesia adalah R.B.

1.6. Jelaskan bagaimana cara pembuktian kebenaran sejarawan Yunani dibandingkan sejarawan masa kini? c.  Penguasaan teori dan metodologi sangat berpengaruh terhadap mutu penulisan sejarah  Historiografi Indonesia modern mulai berkembang sejak awal abad ke-20 yang ditandai dengan terbitnya karya Husein Djajadinigrat. Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten (1913) dan semakin berkembang sejalan dengan dibukanya program-program studi sejarah pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia.Tes Formatif a.6. Jelaskan mengapa historiografi tradisional Indonesia dinilai tidak patut dijadikan sebagai sumber data atau bahan referensi sejarah? f. Mengapa Leopold von Ranke diberi gelar bapak sejarah akademik (father of historical science)? d.1.1. Rangkuman  Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau manusia yang dibatasi oleh ruang dan waktu.Latihan 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu sejarah 2. yang bertemakan perang kemerdekaan atau revolusi Indonesia? 23 . Jelaskan apa yang dimaksud dengan “zeitgeist”? b.5. Jelaskan bagaimana cara kerja filsafat Hegel dalam membuktikan kebenaran sejarah? e. Buatlah laporan sebuah biografi pahlawan Indonesia 1. Tunjukkan bentuk sejarah tekstual dan nontekstual 3. Coba sebutkan beberapa buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh sejarawan Indonesia.

Louis.. William H. (Terjemahan oleh H.M. Main Trends in History. Jakarta: Gramedia.). Kartodirdjo.Halmahera Timur dan Raja Jailolo. 2006. Jakarta: Pustaka Sejarah. 2004. (terjemahan oleh: Hasan Basari) Jakarta: Pustaka Jaya. 2006. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif. ---------------. ---------------. Taufik. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Kekuatan Ketiga Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.Z. Frederick.C. 1993. Pemahaman Sejarah Indonesia: Sebelum dan Sesudah Revolusi.Chicago-London: The University of Chicago Press. Historiography: Ancient. Ernst.Daftar Sumber Abdulah. Francis. Jalan Peristiwa. Barraclough. Amarullah) Yogyakarta: Qalam. & Modern. London-New York: Routledge. Tentara Peta pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia. Fukuyama. Ithaca-London: Cornell University Press. 24 . Jakarta: LP3ES. ---------------... Jakarta: Serambi. R. Manusia Dalam Kemelut Sejarah. Notosusanto. Oxford-Cambridge: Blacwell. Christopher. New York-London: Holmes & Meier. Mengerti Sejarah. Breisach. Jakarta: Balai Pustaka. Ricklefs. Jakarta: LP3ES. Michael. Bentley. Kuntowijoyo. 1995. The End of History and The Last Man: Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal. Lloyd. dan Kelanjutannya. Jakarta: PT Gramedia. 1984. 1982. 1982.. Goerge Mc T. 1970. Geoffrey. 1991. Aswab Mahasin. 2006. Kahin. Medievel. Pengantar Ilmu Sejarah. Soeri Soeroto (peny. The Structures of History. 1979. Leirissa. Nugroho. 1978. Pemberontakan Petani Banten 1888: Kondisi. M. Nationalism and Revolution in Indonesia. Modern Historiography An Introduction. Protest Meovement in Rural Java. Sartono. dan Daniel Dhakidae (red). Gottschalk. 2005. 1996. Yogyakarta: Bentang. 1983. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004.

3.1. Di sini juga dikemukakan nama ”Indonesia” yang diciptakan oleh J. Logan pada pertengahan abad ke-19 dan nama atau “Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan yang dibuat Perhimpunan Indonesia. Memahami penciptaan nama “Indonesia” dan konsep ”Indonesia” sebagai konsep ketatanegaraan. Terbentuknya bangsa dan negara Indonesia 25 .2.1. Pendahuluan 2. Manfaat Manfaat utama bagi mahasiswa setelah mempelajari bab ini adalah agar mereka memahami bagaimana proses terbentuknya bangsa dan negara memakan waktu panjang. Deskripsi Singkat Pertemuan ini akan memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat memahami proses pembentukan bangsa Indonesia. sejak adanya kerajaan-kerajaan kuna pada abad ke-5 Masehi hingga tahun 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan. Indonesia yang 2. 2.1.BAB II PEMBENTUKAN BANGSA INDONESIA 2 . Uraian dimulai sejak pra-Indonesia.R. Tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan di Indonesia 2. Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1.3. Lahir dan perkembangan nasionalisme Indonesia 4.1.1.

1. 2. Pada abad ke-7 Masehi. Sejarah kerajaan-kerajaan Hindu. mulai 1908. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia melalui suatu proses yang panjang. Walaupun perang-perang itu hanya meliputi suatu wilayah tertentu. organisasi pertama bangsa Indonesia. sedangkan kerajaan Tarumanagara diperintah oleh Purnawarman.2. dan Mulawarman.2. namun karena perang itu karena adanya keinginan untuk mengusir penguasa asing dari wilayah mereka. yaitu Kutai di Kalimantan Timur dan Tarumanagara di Bogor. Kerajaan Hindu Kutai diperintah berturut-turut oleh Kundungga.2. oleh Sukarno dan Muhammad Yamin masingmasing kerajaan tersebut merupakan negara kebangsaan (nationale staat) pertama dan kedua. Pra-Indonesia Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa dan negara Indonesia resmi terbentuk sebagaimana disebut dalam UUD 1945. Aswawarman. sejak bangkitnya nasionalisme Indonesia yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo (BU). Adanya perang-perang antara raja-raja dan pemimpin rakyat melawan penguasa asing yang berlangsung sejak abad ke17 hingga abad ke-19 menunjukkan adanya proto nasionalisme di kalangan mereka. pada abad ke-7 Masehi di pantai timur Sumatra bagian selatan berdiri dua kerajaan Buddha yaitu Sriwijaya dan Malayu. Jawa Barat. dapat dikatakan bahwa mereka telah mempunyai rasa nasionalisme dalam bentuk awal (proto nasionalisme). Buddha. Sebelum 1908 merupakan masa pra-Indonesia yang sejarahnya dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha pada Abad ke-5 Masehi. sehingga daerah kekuasaannya meliputi seluruh pulau Sumatra dan pulau-pulau di sebelah 26 . Kerajaan Sriwijaya kemudian dapat mengalahkan kerajaan Malayu dan penguasa-penguasa daerah lainnya. Dua kerajaan yaitu Sriwijaya di Sumatra Selatan dan Majapahit di Jawa Timur. kemudian Islam yang ada di wilayah Indonesia. berada pada masa pra-Indonesia. kedua kerajaan tersebut tidak terdengar lagi beritanya. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha Masa pra-Indonesia dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan tertua. keduanya berdiri pada abad ke-5 Masehi. Muhammad Yamin juga menyebut Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Negara Kebangsaan ketiga. Selanjutnya.

Rakai Panangkaran. Pawon. Penggantinya. Salah seorang rajanya yang terkenal adalah Ratu Hsi-mo atau Sima. kemudian baru belajar ke India. menamakan dirinya sebagai ”permata wangsa Sailendra”. Jawa Tengah. sebelum ia meninggal kerajaan dibagi dua. menaklukkan raja-raja di sekitarnya. Setelah Kalingga. ada masa yang gelap. Waktu pemerintahan Mpu Sindok. kemudian mengalahkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya satu per satu. ratu yang memerintah secara adil. Untuk menghindari perang saudara. Semenanjung Malayu. Sanjaya. Ada beberapa kemungkinan alasan kepindahannya. Ia mendirikan candi Kalasan dan Sewu. Raja pertama. Penggantinya lagi. dan Mendut.timurnya. Airlangga sebagai menantunya berhak naik tahta menggantikan mertuanya. Putra mahkota sendiri yang tidak sengaja telah menginjak pundi-pundi berisi emas yang ditaruh di jalan. Pada masa pemerintahannya ditulis kekawin Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa. Sriwijaya merupakan pusat pengajaran agama Buddha yang bertaraf internasional. Kerajaan Sriwijaya menguasai jalar lalu lintas perdagangan antara India dan Cina dan menjamin keamanannya dari ancaman bajak laut. melainkan perlu juga dari hasil perdagangan. dan Jawa Timur memenuhi tuntutan itu. istana diserang. pada awal abad ke-8 di Jawa Tengah berdiri kerajaan Mataram yang beribukota di Medang. mendirikan candi Borobudur. Mengenai pusat pemerintahan Sriwijaya. Pada tahun 1017 ketika ia merayakan pernikahan putrinya dengan Airlangga. pusat pemerintahan Mataram dipindahkan ke Jawa Timur. 27 . dan beberapa pulau di Nusa Tenggara. Pada waktu yang relatif bersamaan. di Jawa Tengah berdiri kerajaan Holing atau Kalingga. mungkin juga karena kerajaan tidak dapat hidup hanya dari hasil pertanian. antara lain karena bencana alam. Seorang pendeta agama Buddha yang mau belajar ke India dapat belajar lebih dahulu di Sriwijaya. kemudian ada seorang raja bernama Dharmawangsa. dan sebagian Jawa Barat. Mpu Sindok menamakan dirinya Sri Isanawikrama mendirikan wangsa Isana yang menurunkan raja-raja di Jawa Timur sampai tahun 1222. Samarattungga. dan ia terbunuh. dibakar. Setelah pemerintahan Mpu Sindok. Wilayah kerajaannya meliputi Jawa Timur. Tahun 1019 Airlangga naik tahta. sampai sekarang masih diperdebatkan. dihukum dengan memotong jari-jari kakinya untuk pelajaran terhadap rakyatnya. namun pendapat yang kuat berada di Palembang. Bali.

Kediri. Kertajaya. Wijaya. Setelah Airlangga meninggal. penggantinya berturut-turut adalah Anusapati.Pembagian kerajaan dilakukan oleh Mpu Barada. bahkan pengaruhnya sampai ke beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Pada masa pemerintahannya ditulis kitab Bhratayuddha oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Wijaya menobatkan diri menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Ia dikalahkan oleh Jayakatwang. kerajaan pecah dua. Tohjaya. luas. meliputi Sumatera di bagian barat sampai daerah Maluku dan Irian di bagian timur. Ken Arok naik tahta dan menamakan dirinya Rajasa. Ia mengucapkan ”sumpah palapa” di hadapan raja dan para pembesar Majapahit dalam rangka melaksanakan politik nusantaranya. Ranggawuni. Singhasari. Jayanegara. dan lahirlah kerajaan baru. meliputi hampir seluas wilayah Indonesia sekarang. Setelah Ken Arok. Ia kemudian digantikan oleh putranya. sedangkan kerajaan Kediri tumbuh dan berkembang. Kerajaan Jenggala akhirnya lenyap. Puncak kebesaran atau zaman keemasan Majapahit ada di bawah pemerintahan raja Hayam Wuruk yang didampingi oleh patihnya. Di antara raja-raja Kediri yang terkenal karena ramalan-ramalannya adalah Jayabaya. Kediri dikuasai. Dalam rangka melaksanakan politik tersebut ia menundukkan daerah-daerah yang belum bernaung di bawah Majapahit. raja bawahannya. sebelah timur dinamakan kerajaan Jenggala dan sebelah barat kerajaan Panjalu yang kemudian terkenal dengan nama Daha atau Kediri. R. Raja Kediri terakhir. Jayakatwang kemudian dikalahkan oleh pasukan Kubilai Khan yang sesungguhnya datang untuk menyerang Kertanegara yang telah menyakiti utusannya. keturunan Singhasari. dan raja terakhir adalah Kertanegara. mendirikan wangsa Rajasa yang memerintah di kerajaan Singhasari dan Majapahit. Tahun 1293 berdiri kerajaan Majapahit. Politik untuk menguasai seluruh nusantara berakhir tahun 1357 28 . Setelah Jayanegara meninggal. Pasukan Kubilai Khan kemudian dapat dikalahkan oleh R. penguasa bawahannya di Tumapel setelah membunuh Tunggul Ametung. tahun 1222 dikalahkan oleh Ken Arok. Daerah kekuasaan Majapahit. penggantinya adalah adiknya perempuan yang bergelar Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwardhani. Gajah Mada.

dan yang sangat terkenal adalah kerajaan Pakwan Pajajaran.. Sejarah Indonesia Modern. sesudah itu raja yang memerintah memakai gelar Warmadewa. Dharmono Hardjowidjono). Kerajaan Sunda pada masa pemerintahan raja terakhir. Pada masa itu ditulis kitab Setelah Hayam Wuruk meninggal. Hayam Wuruk kemudian menikah dengan Paduka Sori. Kerajaan Majapahit runtuh sekitar tahun 1527 dikalahkan oleh Demak. Edisi Pemutakhiran. Para pembesar tidak setuju dengan sikap Gajah Mada.C. Edisi Pemutakhiran. 3 Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha adalah karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indonesia. pada abad ke-9 terdapat kerajaan Singhamandawa. (Terj. selanjutnya kerajaan dikuasai oleh keluarga raja Jawa. terjadilah perang di Bubat. Drs. Salah seorang rajanya bernama Dharma Udayana Warmadewa yang memerintah pada akhir abad ke-10. 26. setelah Tarumanagara runtuh menjelang akhir abad ke-7. 4 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum). Dyah Pitaloka. 2 Ricklefs. Tabanan. Nusiya Mulya. beserta para pembesar kerajaan dan pengiringnya sampai di Majapahit. Kerajaan tersebut kemudian dikalahkan oleh Majapahit. terdapat satu kerajaan Hindu-Buddha bernama Kerajaan Sunda. yaitu kerajaan Kuningan dan Saunggalah. Perselisihan terjadi ketika Gajah Mada tidak menghendaki jika perkawinan itu dilangsungkan begitu saja. Karangasem. Salah seorang putra Udayana adalah Airlangga yang menjadi raja di Jawa Timur. Sejarah Nasional Indonesia.sehubungan dengan terjadinya peristiwa di Bubat. 2008. Selain itu di Jawa Barat ada kerajaan-kerajaan kecil. Rombongan raja Sunda itu datang untuk mengawinkan putrinya dengan Hayam Wuruk sebagai permaisuri.1 Negarakertagama oleh Mpu Prapanca.2 Bagaimana penaklukan Majapahit oleh Demak. terjadi perang-perang saudara. anak Bhre Wengker Wijayarajasa. tidak ada raja yang kuat. Di Jawa Barat. Menurut sumber asing. dan bagaimana nasib para penguasa Majapahit sesudah penaklukan. 1991. Kawali.3 Di Bali. hlm. di Jawa Barat ada beberapa kerajaan. Jilid II. Kerajaan-kerajaan itu adalah kerajaan Galuh. 400. Selain itu di Bali berdiri kerajaan-kerajaan lain seperti Gianyar. Jilid II. Mengwi. Prahajyan Sunda. tahun 1579 dikalahkan oleh kerajaan Islam. Semua orang Sunda termasuk Dyah Pitaloka gugur. 4 1 Peristiwa atau perang di Bubat terjadi ketika Raja Kerajaan Sunda bersama putrinya. Menurut sumber lokal/asli. Jakarta: Bali Pustaka. diperkirakan terletak di sekitar Tampaksiring. dan Buleleng. H.. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. pusat pemerintahannya berpindah-pindah. hlm. Ia menghendaki agar putri itu dipersembahkan oleh raja Sunda kepada raja Majapahit sebagai tanda tunduk terhadap kerajaan Majapahit. namanya sesuai dengan pusat pemerintahannya. Nama raja yang memerintah antara lain Ratu Sri Ugrasena. tidak diketahui secara pasti. 29 .

Bima. Andalas. Daya. Panchur. Banten. Kalongkong. Kerajaan ini mengalami puncak kekuasaan atau zaman keemasan di bawah Sultan Iskandar Muda 5 Kerajaan-kerajaan di Sumatera banyak sekali. Aceh Darussalam. Arcat. Kampar. Raja pertama adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530). ada kerajaan Kutai yang beragama Hindu. terdapat kerajaan Demak. Lambri atau Lamaru atau Tamni. Soppeng. Pariaman. dan Dompu. dan Barus.2. Bican. karena itu pengaruh Majapahit sampai di sana. Rupat. dan Cirebon. Pedir.5 Di Jawa. banyak kerajaan. 30 . Pase. Kerajaan tersebut selalu mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. Kerajaan mengadakan hubungan pernikahan dengan kerajaan Malaka di Malaysia. Minangkabau. Tiku. Kerajaan-kerajaan itu ada di Sumatra. Batak. 2. kemudian masuk Islam setelah kalah bertanding kesaktian dengan mubaligh yang menyebarkan Islam ke sana. Kutai. Kalimantan. Di Kalimantan terdapat kerajaan Banjar. Raja Mahkota. Indragiri. Bone. dan Maluku. Di Sumatra. Di Nusa Tenggara terdapat kerajaan Lombok.2. Daha. Kerajaan Samudra Pasai di Sumatra bagian utara tumbuh pada pertengahan abad ke-13. dan Kahuripan yang berpusat di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai sekarang. Kerajaan ini sudah menggunakan mata uang yang terbuat dari emas yang disebut dramas. Aru. yaitu kerajaan Samudra Pasai. Di Kalimantan Timur. dan Pontianak. Wajo. Tongkal. Salah seorang rajanya. Sulawesi Selatan. Kerajaan Aceh Darussalam tumbuh dan berkembang pada abad ke-16.Di Kalimantan ada kerajaan-kerajaan Hindu yaitu kerajaan Negara Dipa. Kerajaan juga pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Timar Tengah. Di Maluku terdapat kerajaan Ternate dan Tidore. Mataram. Siak. Jawa. Pra-Indonesia: Kerajaan-kerajaan Islam Setelah agama Islam masuk ke Indonesia. raja pertama bergelar Sultan Malik As-Shaleh. Pirada. Sumbawa. Tambora. terutama ada di sepanjang pesisir Selat Malaka dan pesisir barat. Nusa Tenggara. Palembang. terutama Kutai. Jambi. Kerajaan Negara Dipa pernah mengadakan hubungan dengan kerajaan Majapahit. muncul kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam. dan Barus. dan Luwu. Kemudian salah seorang raja penggantinya mengalahkan beberapa kerajaan seperti Batak. Jambi. Di bawah pemerintahannya Aceh menaklukkan Samudra Pasai dan Pedir. Di Sulawesi terdapat kerajaan Gowa-Tallo. Pajang. Aru.

mengalahkan armada Portugis di Bintan. daerahnya langsung dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda. Antara tahun 16591706 Kesultanan Palembang diperintah oleh sebelas orang sultan. Pemimpin Kaum Padri antara lain Tuanku Imam Bonjol tertangkap. Sultan Mahmud Badaruddin ditangkap lalu dibuang ke Ternate. akibatnya Belanda berhasil mengukuhkan kekuasaan politik dan ekonominya di Minangkabau atau Sumatra Barat. Perang berlangsung dua babak. Kampar. Dalam serangan Belanda kedua. Aceh memasuki masa perpecahan yang panjang. Kaum Padri akhirnya kalah. Sedangkan agama Islam masuk ke Minangkabau sekitar akhir abad ke-15. dan Nias. 31 . dari sana dipindahkan ke Ambon. dan Indragiri yang berdiri pada abad ke-15. Ia menaklukkan kerajaan-kerajaan di pesisir timur dan barat Sumatra. Pada waktu pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819 kerajaan diserang Belanda. raja sebagai lambang negara. perang antara kaum Paderi melawan kaum Adat yang dibantu oleh Belanda. lalu dipindah lagi ke Manado dan meninggal di sana tahun 1864. Sumatra bagian selatan. Di Minangkabau antara tahun 1821-1838 terjadi perang Paderi. Raja pertama kesultanan Palembang bergelar Abdurrakhman Khalifat al-Mukminan Sayidil Iman atau Pangeran Kusumo Abdurrakhman. sedangkan kekuasaan ada di tangan para penghulu yang tergabung dalam Dewan Penghulu atau Dewan Nagari. Palembang. pada abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. Di Minangkabau. Teuku Umar dan Cut Nyak Din.(1607-1636). Pada tahun 1873-1904 kerajaan ini berperang melawan Belanda. Para pimpinan perang di antaranya Panglima Polem. Di bawah pemerintahannya Aceh menjadi negara yang paling kuat di Nusantara bagian barat. Teuku Cik Di Tiro. Di Jambi kerajaan Islam berdiri pada sekitar tahun 1500 di bawah pemerintahan Sultan Orang Kayo Hitam. raja berkedudukan di Pagaruyung. Sejak 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan. Di Sumatra Barat. Di pantai timur Sumatra ada kerajaan-kerajaan Islam Siak atau Siak Sri Indrapura. Setelah pemerintahannya. merebut Pahang. agama Islam baru masuk pada akhir abad ke-14 atau awal abad ke-15. pertama antara tahun 1821-1825 dan kedua antara tahun 1830-1938. Johor di Malaysia. kemudian diasingkan ke Cianjur. Perang diakhiri dengan kalahnya Aceh pada tahun 1904.

Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo (1584-1601). Sunan Muria. dihadiahkan Sultan Pajang kepada Kyai Gede (Ageng) Pemanahan yang merupakan keturunan raja Majapahit terakhir. Madiun. Sunan Giri. Antara raja-raja dan ulama erat berhubungan. Banten dan Cirebon di Jawa Barat. kemudian Mataram di Jawa Tengah. Sunan Gunung Jati. Sunan Drajat. dan Surabaya di Jawa Timur. ”Sultan” Demak pertama. Sunan Kali Jaga. Kemudian pengganti Kerajaan Pajang adalah kerajaan Mataram yang pusatnya di kota Surakarta dan Yogyakarta. 6 Kerajaan Pajang yang ada di pedalaman Jawa Tengah. Surabaya. Setelah Sultan Trenggono meninggal tahun 1546. kerajaan Mataram dikembangkan ke daerah pesisir utara Jawa Tengah. Raden Patah. Berturut-turut raja-raja yang memerintah sesudahnya adalah Sultan Prawoto. hlm.Di Jawa berdiri kerajaan-kerajaan baru yang menganut agama Islam yaitu Demak. Daerah Mataram yang termasuk wilayah kerajaan Pajang. 32 . dan kemudian Jaka Tingkir yang menobatkan dirinya sebagai Sultan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. dan Blitar. 6 Rikleft. Pajang. Ia menantu Sultan Pajang Hadiwijoyo yang meninggal tahun 1587. Di bawah pemerintahannya. Pasuruan. 56. raja berikutnya adalah Pati Unus (1518-1521). (Setelah Hadiwijoyo. raja Majapahit terakhir. Pendirian Mesjid Agung Demak oleh para wali dengan arsiteknya Sunan Kali Jaga merupakan pusat dakwah para wali. Lamongan. Raja-raja Demak terkenal sebagai pelindung agama. adalah putra Prabu Brawijaya Kertabhumi. Demak di bawah Sultan Trenggono merupakan zaman keemasannya. Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono Demak mengalami zaman keemasan. pemerintahan Pajang di tangan Pangeran Banowo). terutama dengan Wali Sanga. dan berikutnya lagi Sultan Trenggono. tahun 1484 pemerintahan dipegang oleh anaknya. Wilayah itu pertama kali diperintah olehnya pada tahun 1578. terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga. Sunan Kudus. Panarukan. ”Sultan” Trenggono terbunuh ketika melakukan ekspedisi melawan Panarukan tahun 1546. Termasuk Wali Sanga adalah: Sunan Ampel. merupakan pengganti Demak. Sunan Bonang. Setelah Raden Patah. Sultan Trenggono mengalahkan penguasa-penguasa Tuban. Setelah ia meninggal. Demak didirikan pada perempat terakhir abad ke-15 oleh seorang asing yang beragama Islam. Arya Penangsang. dan Syeh Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. Wilayah Demak meliputi daerah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Ia digantikan oleh Amangkurat II. dan Pasuruhan. kedudukannya digantikan oleh Raden Mas Jolang (16011613). Tuban. Mula-mula Banten sebelum 1525/1526 merupakan kadipaten dari Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. Waktu mau minta bantuan pada VOC karena pemberontakan Trunajaya. Pengiriman pasukan diulangi lagi tahun 1629. Bagelen. Sultan meluaskan wilayah kekuasaannya ke Lampung. kemudian namanya sebagai Panembahan Seda ing Krapyak. Mataram di bawah pemerintahannya mengalami puncak kejayaannya. pemerintahan diserahkan kepada anaknya Sultan Hasanuddin (1552-1570). Tahun 1645 ia sakit dan meninggal. Tahun 1552 Sunan Gunungjati pindah ke Cirebon. Di Jawa Barat berdiri kerajaan Banten. Kemudian Hasanuddin digantikan oleh Molama Yusuf (1570-1580) yang berhasil menaklukkan kerajaan Pajajaran tahun 1579. dan Jawa Barat. dan Tegal. menaklukkan Demak. Kalahnya 33 . Kendal. tahun 1677 ia jatuh sakit di Wanayasa. Banten kemudian dikalahkan oleh Sunan Gunungjati. berpusat di Banten Girang yang diperintah oleh Pucuk Umun. dibawa ke Mataram. Tegal. Mataram di bawah Sultan Agung selain bersifat agraris juga mengembangkan perdagangan ekspor dan impor melalui pelabuhan di pesisir utara Jawa seperti Jepara. Ia kemudian digantikan lagi oleh Sultan Agung. Benda-benda kerajaan yang keramat seperti pusaka yang merupakan simbul dan hiasan supra natural. Setelah Senopati meninggal.Jawa Timur. Mataram mengakui kekuasaan VOC. Jenazahnya dimakamkan di Tegal Arum. Tahun 1755 melalui Perjanjian Gianti. digantikan oleh anaknya yang bergelar Susuhunan Amangkurat I (16471677). Selanjutnya. Mas Jolang tahun 1613 meninggal di Krapyak. Senopati melepaskan diri sebagai vasal kerajaan Pajang dan kemudian mengalahkan Pajang sekitar tahun 1587-1588. Banten kemudian diperintah oleh Gunungjati sebagai vasal Demak. Madiun. Ia lebih dekat dengan VOC dan mengadakan perjanjian dengan VOC. Setelah merasa kuat. Senopati meluaskan kekuasaannya. Ponorogo. Mataram dibagi dua yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surabarta. Kedu. Sultan Agung mau menusir VOC dari Batavia. Kediri. tahun 1613. juga gagal. raja terbesar Mataram (1613-1646). Sultan Agung kembali menyerang Surabaya tahun 1625. dan Blambangan. Pati. pusat kerajaan dipindahkan ke Surasowan di teluk Banten. Tahun 1628 ia mengirim pasukannya ke Batavia tetapi tapi gagal. Setelah Sultan Agung meninggal. Ia memindahkan kraton dari Kota Gede ke Plered. Giri. suami saudara perempuan Sultan Trenggono.

Talaga. antara lain ke Kuningan. Kotawaringin. dan Barat. Surabaya dikuasai Sultan Agung tahun 1625. Islam disebarkan. dan Galuh sekitar tahun 1528-1530 dan ke daerah Banten 7 bersama putranya Maulana Hasanuddin tahun 1525-1526. Raja ini melakukan perlawanan dengan putranya. Diperkirakan tahun 1470 agama Islam masuk Cirebon dibawa oleh Syarif Hidayatullah salah seorang wali sanga yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Jakarta: Balai Pustaka. Kerajaan Banjar dibawah Sultan Surnyanullah meluaskan kekuasaannya ke Sambas. awal abad ke-17 ibu kota kerajaan dipindahkan ke Amuntai. Jilid III. Madawi. kemudian Pajang. Kerajaan-kerajaan Islam di Kalimantan adalah kerajaan Banjar atau Banjarmasin di Kalimantan Selatan. sebelah timar Keraton Kasepuhan. Dia juga kemudian memindahkan lagi ibu kotanya ke Kayu Tangi. Sultan Ageng Tirtayasa kalah. sultan Haji yang dibantu VOC. Syarif Hidayatullah terkenal juga dengan gelar Sunan Gunung Jati. 2008. 34 . Kutai di Kalimantan Timur. Kesultanan Banten mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Edisi Pemutakhiran. Ia mendirikan keraton yang diberi nama Pakungwati. Sukadana. Sejak pengaruh Belanda 7 masuk ke Sumber utama tentang kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia diambil dari karangan Marwati Djoened Poesponegooro dan Nugroho Notosusanto (Editor Umum) berjudul Sejarah Nasional Indoensia. dan Sambangan. Agama Islam masuk ke kerajaan Banjar karena dibawa Demak tahun 1550. Setelah Pajajaran dikalahkan. dan Pontianak di Kalimantan Barat. Kerajaan dapat menguasai Kalimantan Timur Tenggara. Tahun 1513 Cirebon di bawah kekuasaan Lebe Usa dikuasai Raden Patah dari Demak. Tengah. Cirebon semula menjadi pelabuhan kerajaan Sunda Pajajaran. Tahun 1479 Syarif Hidayatullah menggantikan mertuanya sebagai penguasa Cirebon. Sunan Gunung Jati meninggal tahun 1568 Surabaya merupakan pelabuhan perdagangan yang besar pada awal abad ke-16. tetapi baru pada awal abad ke. Kerajaan Banjar mengirimkan upeti pada keraaan Demak. salah seorang Wali Sanga. Di Kalimantan ada beberapa kerajaan Islam baik yang besar maupun kecil. kalangan elite Sunda memeluk agama Islam. Ketika diperintah raja Sultan Mustain Billah. Ia menghentikan memberi upeti ke pusat kerajaan Pajajaran di Pakuan.17 Surabaya muncul sebagai kekuatan pantai yang terkemuka. Pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati. Sampit.Pajajaran berarti lenyaplan kerajaan besar yang menganut agama Hindu-Buddha di Jawa. Batanglawai.

Selanjutnya kerajaan Kutai menyebarkan agama Islam ke daerah sekitarnya. raja Tallo tahun 1605. Setelah meninggal. Di Sulawesi Selatan terdapat lima kerajaan Islam. Minangkabau. Karena adanya ancaman dari VOC. dan Luwu. Islamisasi di Sulawesi Selatan oleh tiga mubalig yang disebut Dalto Tallu ketiganya bersaudara dan berasal dari Koto Tengah.Kalimantan Selatan. tunduk pada Pate Unus dari Demak. Setelah beadu kesaktian antara mubalig dengan dengan Raja Mahkota. perselisihan-perselisihan terjadi baik dengan Belanda maupun lingkungan kerajaan. Diperkirakan Islam masuk ke sana pada sekitar abad ke-14-15. Para mubalig itu yang mengislaamkan raja Luwu tahun 1605. terjadi perlawanan terhadap Belanda antara 1859-1863. Perlawanan dari pihak kerajaan Banjar di antaranya dipimpin oleh Pangeran Antasari. yaitu Gowa-Tallo. raja tahun 1607. Di Kalimantan Barat antara lain ada kerajaan Tanjungpura dan Lawe (daerah Sukadana). Kedua kerajaan itu diperintah oleh Pate atau mungkin Adipati. kerajaan Gowa diseahkan kepada VOC. waktunya diperkirakan tahun 1575. selanjutnya sultan-sultannya diperintah oleh sultan-sultan keluarga Habib alGadri. kerajaan diserahkan kepada VOC. Dato`ri Bandang dan Tunggang Parangan setelah mengIslamkan makassar. pada masa pemerintahan Raja Mahkota datang dua mubalig Islam. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. raja kalah dan masuk Islam. Wajo. Tahun 1656 ada perjanjian perdamaian. Peng-Islaman di Pontianak dilakukan oleh Habib Husein Al-Gadri pendakwah dari Hadramaut. Setelah Sultan Adam meninggal 1857. Kerajaan Gowa-Tallo mengalahkan kerajaan Wajo tahun 1610 dan Bone tahun 1611. kerajaan Gowa-Tallo mengadakan hubungan baik dengan Portugis. 35 . Sejak tahun 1616 antara kerajaan Gowa dan VOC terjadi permusuhan. Bone. Kerajaan wajo menyerah. Tahun 1670 kerajaan Wajo diserang VOC bersama tentara Bone. Pada abad ke-17 kedua kerajaan itu ada di bawah epngaruh kerajaan Mataram. Ia memerintah tahun 1773-1808. Soppeng. Pangeran Sayid Abdurrahman Nurul Alam yang mendirikan keraton dan mesjid di Pontianak. Perang besar-besaran terjadi tahun 1654-1655. tetapi kemudian terjadi peperangan antara kerajaan Gowa di bawah Sultan Hasanuddin melawan VOC yang dibantu tentara Bugis di bawah Arung Palaka. digantikan oleh outranya. Perang berakhir melalui Perjanjian Bongaya tahun 1667.

Siapa yang kuat.Di Nusa Tenggara. Spanyol ke Tidore. Islam memasuki Maluku antara tahun 1460-1465. meneruskan perlawanan dan dapat mengusir Portugis dari Ternate. di wilayah Indonesia tidak ada satu kekuatan yang tetap yang menjadi super power. Rajanya ditangkap dan diasingkan ke Manila. Kerajaan Bima akhirnya dikuasai oleh VOC. terdapat banyak sekali penguasa-penguasa daerah atau wilayah yang dinamakan kerajaan atau kesultanan atau lainnya. kerajaankerajaan di Nusa Tenggara ditekan VOC. Ternate di bawah Sultan Hairun berhasil mempersatukan daerah-daerah di Maluku Utara di bawah Ternate. Di Maluku. Kerajaan Lombok dan Sumbawa akhirnya dikuasai VOC. Portugia memusatkan perhatiannya ke Ternate. dia yang mempunyai kekuasaan luas dan besar. Tahun 1565 Sultan Khairun menyerang Portugis. Di Nusa Tenggara ada juga kerajaan Bima dengan raja pertama Ruma Ta Ma Bata Wada yang bergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir. Ternate diserang orang Spanyol. berkembang dalam waktu lama. Sultan Baabullah. Dari uraian di atas tampak bahwa di Indonesia sebelum berdiri Negara Kesatuan RI tahun 1945. tahun 1570 sultan ini dibunuh Portugis. masuknya agama Islam ke Lombok diperkirakan pada abad ke-16 yang diperkenalkan oleh Sunan Perapen. Waktu itu. Suatu kerajaan atau kesultanan setelah berdiri kemudian tumbuh. asal mereka kuat. namun bisa juga menjadi kecil kembali bahkan mati karena dikalahkan oleh penguasa lain. Setiap kerajaan atau kesultanan melakukan ekspansi untuk bisa menjadi maharaja 36 . Kerajaan Lombok dan kerajaan-kerajaan di Sumbawa dikuasai kerajaan Gowa. Keadaan seperti itu terjadi terus silih berganti. Pusat kerajaan Lombok di Selaparang di bawah pemerintahan prabu Rangkesari mengalami zaman keemasan. Islam masuk ke Sumbawa mungkin melalui Sulawesi. putra Sunan Giri. Setelah terjadi perjanjian Bongaya. Besar kecilnya kerajaan tergantung pada raja yang memerintah.Akan tetapi persatuan itu pecah lagi setelah kedatangan orang Portugis dan Spanyol ke Tidore. Setiap penguasa bebas untuk melakukan ekspansi ke wilayah penguasa lain dalam rangka untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaan mereka. Akan tetapi. Putranya. melalui para mubaligh dari Makassar antara tahun 1540-1550. Akan tetapi setalah Baabullah meninggal. kerajaan Islam yang menonjol adalah kerajaan Ternate dan Tidore.

meskipun telah ada semacam aturan. Ada dua kerajaan yang besar yang oleh Sukarno dan Muhammad yamin sebagai Nationale Staat yaitu Sriwijaya dan Majapahit. Perang-perang itu yang masih bersifat kedaerahan dapat disebut sebagai rasa proto nasionlisme di kalangan mereka. Perang-perang itu dilakukan sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20. Perang-perang terhadap Belanda selalu diakhiri dengan perjanjian yang selalu merugikan pihak kerajaan. Politik devide et impera dilakukan Belanda untuk memperluas wilayah dan memperbesar kekuasaannya. Mereka bersatu untuk bersama-sama melawan Belanda. Pangeran Antasari dari Banjar. Kekuatan baru ini pun berusaha untuk mengembangkan usahanya. Perlawanan-perlawanan itu antara lain perlawanan oleh Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan. Akhirnya semua kerajaan di Indonesia setelah kalahnya Aceh pada tahun 1904 berada di bawah kekuasaan Belanda. lebih dari itu Belanda memperoleh sebagian bahkan bisa seluruh wilayah suatu kerajaan. bahkan sering terjadi di antara kerajaan-kerajan digunakan oleh Belanda untuk bersamanya melawan suatu kerajaan. Pelanggaran terhadap aturan dan adanya ambisi untuk menggantikan raja sebelumnya sering memicu adanya perangperang. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. dan Belanda diakui sebagai penguasa di atasnya. dan Teuku Umar dari Aceh. Karena kalahnya persenjataan pihak kerajaan. Diponegoro dari Jawa Tengah. sering terjadi yang dilakukan oleh seorang raja dan atau keluarga raja.atau super power. Selain banyaknya kerajaan atau kesultanan. Dalam suatu perjanjian paling sedikit Belanda mendapat hak monopoli dalam perdagangan. muncul kekuatan baru di Indonesia di samping kerajaan-kerajaan. Setelah datang bangsa Barat khususnya Belanda dengan VOC-nya. maka kerajaan-kerajaan yang mengadakan perlawanan mengalami kekalahan. dalam hal pergantian raja atau sultan sering terjadi kericuhan di antara keluarga atau bahkan terjadi pembunuhan terhadap raja yang berkuasa. Imam Bonjol dari Sumatra Barat. sering terjadi bentrokanbentrokan dan peperangan-peperangan dengan kerajaan-kerajaan tersebut. Dalam rangka itu. Sultan Agung dari Mataram. Tahun 1905 Belanda 37 . dan karena taktik dan politik devide et impera Belanda. Usaha dari phak kerajaan maupun rakyat untuk mengusir Belanda dari wilayah suatu kerajaan karena dirasa sangat menekan dan merugikan.

mencanangkan Pax Neerlandica. dan Lakadiva. Kata atau nama tersebut diusulkan oleh J. Ia mengusulkan digunakannya istilah “Indus-nesians” dan “Melayu-nesians” bagi penduduk kepulauan Hindia. Van Vollenhoven menyebarluaskan pemakaian iastilah “Indonesië”. 2. G. Akan tetapi sebelumnya.R. Sejak itu istilah tersebut dipakai dalam ilmu etnologi. dan Prof. Adolf Bastian. dan ajektif ”Indonesisch” dalam karya mereka.3. penduduk asli Australia. seorang etnolog Inggris di Pinang yang menjadi redaktur Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia. Nama organisasi mahasiswa Indonesia yang semula bernama 38 . sarjana Jerman. Konsep Indonesia Dalam membicarakan “Pembentukan bangsa Indonesia”. Indonesiër”. Ia memberi pertimbangan bahwa istilah “penduduk Hindia” sebagai kelompok pulau-pulau. Para guru besar Universitas Leiden seperti R. dan ilmu bahasa. Pada tahun 1913 Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara ketika menjalani pembuangan di Nederland memberikan nama biro pers yang didirikannya dengan Indonesisch Persbureau. Windsor(?) Winsdor(?) Earl dalam majalah yang sama menulis tentang ciri-ciri utama penduduk Irian. Kepulauan Maladiva. Kemudian para mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang tergabung Perhimpunan Indonesia (PI) mengetahui istilah-istilah tersebut. Bastian dengan istilah tersebut adalah istilah di bidang etnografi.A. Adapun yang dimaksud oleh A. bahwa seluruh wilayah Nusantara sebagai wilayah Hindia Belanda menjadi satu pengawasan keamanan oleh Belanda. Logan. Kern. dan Melayu-Polinesia. seorang etnolog Inggris lainnya. Pada tahun 1850 ia melalui artikelnya berjudul ”The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing inquires into the continental relation of the Indo-Pacific Inlanders” mengusulkan istilah atau kata “Indonesia” untuk nama pulaupulau atau kepulauan Hindia dan penduduknya. perlu dikemukakan tentang kata atau nama ”Indonesia”. tidak memberikan pengertian tepat dan jelas bagi penduduk pribumi. Snouck Horgronye. Earl lebih suka pada pemakaian istilah “Melayu-nesians” karena istilah “Indu-nesians” terlalu luas karena termasuk di dalamnya penduduk Sailon. hukum adat. kemudian menggunakan kata “Indonesien” sebagai judul bukunya yaitu Indonesien onder die Insln des Malayischen Archipels yang terbit tahun 1884.

Van Deventer. Brooschooft. J. tahun 1899 menulis karangan di Jurnal De Gids berjudul ”Een Eereschuld” (”Hutang Budi”).4. Dikatakan bahwa pada masa datang. Pembentukan Bangsa dan Negara Indonesia Memasuki tahun 1901. Van Deventer. Diakuinya bahwa Belanda telah ”berhutang budi” kepada rakyat Indonesia. Tulisan Van Deventer tersebut berpengaruh terhadap perubahan politik kolonial di Hindia Belanda. Dalam kaitan politik itu pemerintah akan memperluas pendidikan Barat bagi anak Indonesia khususnya anak-anak kalangan atas. pemimpin redaksi surat kabar De Locomotief. Perjuangan melancarkan politik kolonial yang baru itu kemudian diteruskan oleh Van Kol. Th. pemimpin kaum liberal. Menurut Kielstra berdasarkan hasil surveinya bahwa sejak tahun 1816 uang yang disedot pemerintah Belanda dari Indonesia sebesar 832 juta gulden. Perhimpunan Indonesia menggunakan nama Indonesia dalam pengertian politik ketatanegaraan yang artinya sama dengan Nederlandsch-Indië. penulis buku De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indië yang terbit tahun 1931 menyatakan bahwa sekitar tahun 1925 banyak organisasi yang berwawasan nasional memakai nama”Indonesia” sebagai pengganti Nederlandsch-Indië. Yakarta: Departemen P dan K. 39 . Jilid V. Ratu Wilhelmina mengumumkan di depan Parlemen Belanda program pemerintah. 290. Marwati Djoened Poesponegoro. Sejarah nasional Indonesia. Hindia Belanda. Ia mengakui bahwa pemerintah Belanda telah mengeruk keuntungan yang besar sekali dari Hindia Belanda. pemerintah akan memperbaiki kesejahteraan rakyat. 1976. sementara penduduknya semakin miskin. Garis politik pemerintah Hindia Belanda yang seperti itu pertama kali dikemukakan oleh anggota Parlemen Belanda Van Dedem tahun 1891.Th. Petrus Blumberger.Indische Vereeniging tahun 1922 diganti menjadi Indonesische Vereeniging dan tahun 1924 nama Indonesische Vereeniging diganti menjadi Perhimpunan Indonesia. Nama majalahnya yang semula bernama Hindia Putera pada tahun 1922 diganti dengan Indonesia Merdeka. C. dan P. Dalam karangannya ia mengecam politik pemerintah Belanda yang tidak memisahkan keuangan negera Belanda dengan daerah jajahan.8 2. dan Nugroho Notosusanto. karena itu Pemerintah Belanda akan membalasnya dengan melaksanakan politik etika. 8 Sartono Kartodirdjo.

karena cara tersebut dinilai kurang efektif. Ia mempropagandakan tentang pemberian beasiswa bagi pemuda-pemuda yang pandai tetapi tidak mampu. Demikianlah pada tanggal 20 Mei 1908 di sekolah 40 . khususnya bupati yang kaya dan berpengaruh. dan kedua. Pada akhir tahun 1907 dalam perjalannya yang jauh. berangsur-angsur menumbuhkan otonomi dan desentralisasi politik di Hindia Belanda. mula-mula mendekati para priyayi yang lebih tua dan lebih tinggi. Ketika berada di Jakarta. meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi. dokter Wahidin Sudirohusodo yang sejak tahun 1901 menjadi redaktur majalah Retnodhumilah. ia melakukan perjalanan keliling pulau Jawa untuk mempropagandakan cita-citanya. khususnya Indonesia. diperlukan pendidikan secukupnya bagi kalangan luas orang pribumi. Peristiwa kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905 menunjukkan bahwa bangsa Barat dapat dikalahkan oleh bangsa Timur. putra Paku Alam V. Maksud Wahidin untuk mendirikan ”Dana Belajar” itu dibicarakan oleh Sutomo dengan teman-temannya di STOVIA. Kemenangan Jepang tersebut merupakan “Kebangkitan Asia” menimbulkan gelombang antusiasme di Asia. peralihan kekuasaan dari Negeri Belanda ke Hindia Belanda tidak pernah dilaksanakan. Selanjutnya sejak bulan November 1906. yang akhirnya tahun 1908 muncul revolusi anti kaum kolot. Ia yang didampingi Pangeran Noto Dirojo. di luar Indonesia pada awal abad ke-20 terjadi peristiwa-peristiwa penting yang berdampak terhadap bangsa Asia. Tujuan untuk mendirikan suatu ”Dana Belajar” itu diperluas jangkauannya. dalam kenyataannya. Kemudian. Menurut pendapatnya bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan. Sementara itu. Akan tetapi. Di Turki muncul gerakan Turki Muda untuk mencapai perbaikan nasib.Politik etika yang dilaksanakan mulai tahun 1901 mempunyai dua tujuan yaitu pertama. Kejadian-kejadian tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap munculnya gerakan nasional di Indonesia. Sejalan dengan perubahan politik pemerintah kolonial yang hendak memajukan bidang pendidikan. melalui majalahnya ia mempropagandakan pentingnya pendidikan. kecuali untuk beberapa tahun pada waktu pecah Perang Dunia I ketika komunikasi antara negeri Belanda dan Hindia Belanda terputus. ia berhenti dan beristirahat di Jakarta. ia diundang Sutomo dan Suraji ke sekolah STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen) untuk mendengarkan gagasan-gagasannya. ia meletakkan jabatan sebagai redaktur Retnodhumilah karena alasan kesehatan.

STOVIA oleh pelajar-pelajar STOVIA didirikan organisasi bernama Budi Utomo dan Sutomo ditunjuk sebagai ketua. Budi Utomo merupakan organisasi pribumi pertama menurut model Barat, suatu organisasi yang pengurusnya secara periodik dipilih, mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mempunyai program, mengadakan rapat-rapat, kongres, dan anggotanya mempunyai hak suara. Lahirnya BU oleh Akira Nagazumi sebagai bangkitnya nasionalisme Indonesia. Setelah itu, mahasiswa Indonesia yang belajar di Negeri Belanda pada tahun yang sama mendirikan organisasi bernama Indische Vereeniging (IV) yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan. Pada tahun-tahun belasan, karena mengikuti jejak BU di satu pihak dan karena adanya pengaruh dari luar Indonesia, bermunculan berbagai macam organisasi. 9 Secara khronologis, tahun 1911 di Solo, Jawa Tengah berdiri organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh H. Samanhudi yang bergerak di bidang social ekonomi. Organisasi itu didirikan untuk menghadapi pedagang-pedagang Cina di kota itu yang telah mempermainkan harga bahan batik. Setahun kemudian, namanya diganti menjadi Sarekat Islam (SI) agar lebih banyak orang-orang Islam dapat masuk menjadi anggota. Di Yogyakarta tahun 1912 K.H. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi sosial keagamaan bernama Muhammadiyah. Pada tahun 1912 E.F.E. Douwes Dekker di Bandung mendirikan organisasi politik Indische Partij, statu organisasi yang pertama kali memakai nama partai yang mempunyai konsep nasionalisme Hindia (Indisch Nationalism). Organisasi ini yang menerima berbagai etnik yaitu kaum Indo-Eropa dan pribumi, radikal, menuntut kemerdekaan Hindia. H.J.F.M. Sneevliet tahun 1914 di Semarang mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV), suatu organisasi yang bersifat internasional menyebarkan ideologi sosialisme. Dalam perkembangannya, karena pengaruh revolusi Rusia, organisasi ini tahun 1923 berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain organisasi politik, berdiri juga sarekat-sarekat sekerja, organisasi pemuda,
9

perempuan,

dan kepanduan.

Organisasi-organisasi tersebut

Kejadian-kejadian di luar Indonesia yang menambah kemauan mendirikan organisasi di Indonesia adalah Revolusi di Tiongkok tahun 1911 yang menggulingkan pemerintahan Dinasti Manchu dan berdirinya Republik Tiongkok; pan-Islamisme, menyebarnya ajaran Marxismo (sosialisme dan sesudah revolusi di Rusia juga komunisme), azas-azas Perjanjian Versailles yang tidak dijalankan (hak bangsa untuk mengatur diri sendiri), berdirinya Volkenbond dan Labour office, gerakan di Irlandia, gerakan di India ; empat belas Pasal Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat, khususnya hak menentukan nasib sendiri bangsabangsa.

41

merupakan organisasi gerakan nasional yang tujuan akhirnya adalah kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa Indonesia di Negri Belanda yang datang ke sana setelah Perang Dunia Kedua, lebih banyak kesadaran politiknya dari pada angkatan-angkatan sebelumnya. Sebabnya karena mereka sebelum berangkat ke Negeri Belanda telah memasuki berbagai gerakan kebangsaan. Mereka terus bergabung dalam organisasi mahasiswa Indonesia Indische Vereeniging (IV) yang didirikan tahun 1908. Pada tahun 1920-an peran sosial dan kebudayaan dari IV masih ada, tetapi yang utama adalah bidang politik. Pada tahun 1922 namanya diubah menjadi Indonesische Vereeniging10 dan nama majalahnya yang semula bernama Hindia Poetera diganti menjadi Indonesia Merdeka.11 Pada tahun 1924 keterangan dasar IV adalah sebagai berikut: (1) Hanya Indonesia yang bersatu, dengan menyingkirkan perbedaan-perbedaan golongan, dapat mematahkan kekuasaan

penjajahan; (2) Tujuan bersama – memerdekakan Indonesia – menghendaki adanya suatu aksi massa nasional yang insyaf dan berdasar kepada tenaga sendiri; (3) Melihat dua macam penjajahan, politik dan ekonomi, aksi itu adalah suatu persediaan bagi kemerdekaan politik dan satu sikap menentang kapital asing yang menyedot kekayaan Indonesia. Ketua IV Nazir Pamoncak menegaskan politik nonkoperasi sebagai sendi perjuangan rakyat Indonesia. Kerjasama dengan si penjajah untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia, tidak lain dari menipu diri sendiri. Kerjasama hanya mungkin antara dua golongan yang sama hak, kewajibannya, dan kepentingannya. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, maka kerja sama berarti mempermainkan yang lemah oleh yang kuat, memperlakukan yang lemah sebagai alat untuk kepentingannya sendiri. Sebab itu PI menolak kerjasama dan tetap menuju tujuan sendiri. 12 Sejak 8 Februari 1925 nama organisasi diganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI),13 dan organisasai dikembangkan

10 11

Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 126. PI adalah organisasi pertama yang pertama kali menggunakan Istilah “Indonesia” sebagai nama organisasinya. 12 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 156 dan 158. 13 Mohammad Hatta, Memoir, hlm. 171.

42

menjadi organisasi yang mengutakan masalah-masalah politik sebagai bagian dari identitas nasional yang baru.14 Perkembangan PI menjadi organisasi politik terutama merupakan hasil usaha Mohammad Hatta. Kegiatan PI diarahkan untuk mencapai tiga tujuan, pertama, menyadarkan mahasiswa agar semakin percaya merasa diri sebagai orang Indonesia. Kedua, PI harus berusaha menghapuskan gambaran tentang Indonesia yang diciptakan oleh pemerintah Belanda. Ketiga, yang terpenting adalah mereka harus mengembangkan ideologi yang kuat dan bebas dari pembatasan-pembatasan Islam dan komunisme.15 Para anggota PI dari Negeri Belanda mengamati gerakan nasional di Indonesia. Mereka kecewa terhadap semangat partai-partai politik dan terhadap kegagalan mereka menciptakan suatu organisasi massa yang kuat untuk melawan Belanda. Oleh karena itu mereka membuat ideologi baru sebagai langkah pertama untuk menyusun gerakan kebangsaan jika mereka kembali ke tanah air. Ada empat pikiran pokok dalam ideologi PI yang dikembangkan sejak tahun 1925. Ideologi PI menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang utama. Pokokpokok pikiran PI adalah sebagai berikut. Kesatuan nasional: perlu mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan perlu dibentuk kesatuan aksi melawan Belanda untuk menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu; Solidaritas: tanpa melihat perbedaan antara sesama orang Indonesia, perlu disadari adanya pertentangan kepentingan yang mendasar antara penjajah dan terjajah. Kaum nasionalis harus mempertajam konflik antara orang kulit putih dan orang kulit sawo matang; Nonkoperasi: keharusan untuk menyadari bahwa kemerdekaan bukan hadiah sukarela dari Belanda melainkan harus direbut oleh bangsa Indonesia dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, oleh karena itu tidak perlu mengindahkan dewan perwakilan kolonial seperti Volksraad;

14

Mereka yang menjadi anggota PI hanya sekelompok kecil dari seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda. Tahun 1926, puncak aktivitas PI, jumlah anggota PI hanya 38 orang. Akhir tahun 1927 jumlah seluruh mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda diperkirakan 109 orang, hanya 20 orang yang menjadi anggota PI. (Ingleson, hlm. 2). 15 Ingleson, hlm. 4.

43

Untuk itu pada tahun 1926 dan kemudian tahun 1928 diselenggarakan kongres pemuda nasional pertama dan kedua. lahirlah Indonesia Muda pada awal tahun 1931. Usahanya tidak berhasil. Kaum Betawi. solidaritas. dan swadaya. hlm. Dalam kongresnya pertama kata ”Perserikatan” diganti menjadi ”Partai”. dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Ada kelompok yang penting yaitu Indnosesische Studieclub di Surabaya pimpinan dr. sosial. Para anggota PI yang kembali ke tanah air mencoba memasuki organisasiorganisasi etnis seperti BU dan Pasundan dan berusaha untuk merubah wawasannya dari dalam. Beberapa partai politik yaitu PNI. politik. 44 . yaitu kesatuan nasional. Pasundan. 5. Semangat persatuan itu menyatukan berbagai organisasi pemuda yang berdasarkan etnis/daerah menjadi satu. untuk menyatukan gerakan nasional menjadi lebih besar. Budi Utomo. PSI. ekonomi. 16 PI menekankan bahwa ideologi PI harus dilaksanakan benar-benar oleh suatu partai yang merasa bertanggung jawab kepada rakyat yang berusaha mencapai kemerdekaan melalui jalan aksi massa. Melalui majalahnya dan anggota PI yang kembali ke tanah air. oleh karena itu mereka tetap di luar dan mereka mendirikan kelompok-kelompok studi. dan Kelompok Studi Indonesia bergabung dalam satu fron bersama sebagai ”fron sawo matang” melawan ”fron kulit putih” Belanda. Sutomo dan Algemene Studieclub di Bandung pimpinan Sukarno. pada bulan Desember 1927 didirikan badan federatif partai-partai politik dengan nama Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). Kongres nasional pemuda kedua bulan Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda. satu bangsa: Indonesia. satu nusa: Indonesia. Atas usaha Sukarno dan orang-orang yang tergabung dalam Algemene Studieclub pada 4 Juli 1927 didirikan partai baru bernama Perserikatan17 Nasional Indonesia (PNI). Partai ini melaksanakan ideologi PI. Kemudian. ideologi PI sampai di Indonesia. Di kalangan pemuda ada hasrat untuk menyatukan organisasi-organisasi pemuda. 16 17 Ingleson. nonkoperasi. dan hukum yang berakar dalam masyarakat pribumi dan sejajar dengan administrasi kolonial.Swadaya: dengan mengandalkan kekuatan sendiri perlu dikembangkan struktur alternatif dalam kehidupan nasional. Sarekat Sumatra.

kemerdekaan nasional merupakan syarat utama pembangunan masyarakat Indonesia. berupa organisasi. gerakan perlawanan terhadap Belanda yang dipelopori dengan lahirnya organisasi Budi Utomo (BU). Sesungguhnya perlawanan terhadap penguasa bangsa lain di Indonesia sudah dimulai sejak adanya kekuasaan bangsa tersebut di Indonesia yaitu sejak awal abad ke17. diputuskan didirikan badan persatuan organisasi perempuan bernama Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII). dan keagamaan. Ada keinginan untuk memegang nasib di tangan sendiri. Tahun tiga puluhan rasa persatuan nasional telah meliputi berbagai organisasi. Sejak awal abad ke-20 di Indonesia lahir gerakan emansipasi. 17-18). Gerakan melawan penjajahan bangsa Barat menggunakan senjata dari Barat. walaupun nanti keadaan pada umumnya lebih jelek dari pada di bawah kekuasaan asing. ekonomi. Badan-badan federatif yang baru yang mencakup organisasi lebih banyak. Di kalangan organisasi kepanduan pada tahun 1931 organisasi kepanduan berfusi lahirlah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Perlawanan itu berupa perang-perang untuk mengusir penguasa bangsa asing itu dari wilayang mereka. Yang disebut belakangan ini 45 . (Pluvier. diperintah oleh orang-orangnya sendiri. Gerakan rakyat Indonesia adalah usaha untuk perubahan dan pembaruan menuju kemerdekaan. hlm. Perlawanan itu bersifat lokal.Organisasi perempuan pada bulan Desember tahun 1928 menyelenggarakan kongres perempuan pertama. Sejak itu ada perlawanan orang di Indonesia melawan Belanda kemudian melawan Jepang. Rakyat terjajah menentang kekuasaan asing. yaitu: (1) Usaha nasionalisme lebih dari hanya ditujukan di bidang politik dan budaya. kemudian dibentuk. tetapi juga di bidang sosial. Pembentukan bangsa dan negara Indonesia dimulai dengan pembentukan nasionalisme Indonesia. Sedangkan Parindra merumuskannya tidak terlalu tajam. Sifat nasionalisme Indonesia ada dua.Gerakan itu diorganisasikan menurut model gerakan Barat. (2) Keinginan-keinginan akan pembaruan di bidang sosial dan keagamaan. Mereka ingin mengatur urusannya sendiri. tujuan gerakan adalah penghapusan setiap bentuk kekuasaan kolonial. Menurut PNI. oleh Sartono Katodirdjo disebut sebagai proto nasionlisme. Tujuan perlawanan itu adalah kemerdekaan bangsa.

18). Orang harus melaksanakan politik yang prinsipiil dan yakin. Bagaimadiirna wujud dari masyarakat baru sesudah merdeka itu merupakan pokok pembicaraan penting. hlm. (Pluvier.) Pemerintah Hindia Belanda memandang mereka sebagai kaum ekstremis yang destruktif. tidak loyal. tetapi dapat juga membahayakan kekuasaan mereka sendiri. Sebaliknya. tidak dengan mengemis-ngemis (Tilak). bahwa perubahan-perubahan itu harus dipaksakan dengan jalan selfreliance. kemerdekaan ekonomi harus lebih didahulukan dari keperdekaan politik. sehingga orang berusaha untuk menahan perkembangannya. Mereka mempunyai keyakinan. kaum koperator dinamakan sebagai kaum sederhana dan loyal.disadari oleh kaum nasionlis. baik di Dewan Rakyat maupun di dewan-dewan local yaitu Dewan Propinsi atau Dewan Kabupaten. Perbedaan di antara kedua golongan itu adalah pada taktik dan keyakinan mereka. mereka tidak duduk dalam dewan perwakilan. Sebagian lain orang berusaha merebut kepemimpinan 46 . 19. tidak mungkin ada kerjasama untuk mewujudkan aspirasi-aspirasi nasional. Kerja sama demikian dengan pemerintah hanya berarti memperkuat kekuasaan penjajah. Kaum nonkoperator menyisihkan diri dari pemerintah HB. Walaupun demikian. Nasionalisme Indonesia dalam keseluruhannya merupakan gejala yang sama seperti nasionalisme lainnya. dan mereka berani mengambil risiko. Mereka kurang keras dan agresif dan rapat-rapat mereka bukan rapat massa kaum marhaen. bahwa berhubung dengan dasar perbedaan kepentingan antara yang yang berkuasa dan yang dikuasai. tetapi diperintah oleh bangsa asing”. Kata-kata klasik dari Quezon: ”We would rather be governed like hell and do it ourselves than like heaven and have it done for us” (”Lebih baik kita hidup seperti di neraka tetapi diperintah oleh orangorang kita sendiri. (Pluvier. Menurut kaum koperator. Taktik untuk mencapai tujuan ada dua cara. bahwa gerakan rakyat yang kuat tidak saja merupakan bahaya bagi rezim colonial. karena mereka juga bercita-cita untuk meningkatkan ekonomi dan kemerdekaan. Sebagian karena takut. hlm. kepercayaan kepada kekuatan diri sendiri. namun yang lebih penting adalah tuntutan agar supaya diutamakan lebih dahulu lenyapnya rezim kolonial. Sikap kaum bangsawan terhadap pergerakan itu bercabang dua. mereka tetap kaum nasionalis. Tujuan pertama diarahkan terhadap kekuasaan asing yang dipandangnya sebagai bahaya yang paling besar mengancam masyarakat. dari pada hidup seperti di sorga. yaitu koperasi dan nonkoperasi.

Perbedaan bahasa dan kebiasaan bukan penghalang dalam perjuangan bersama mencapai kemerdekaan nasional. Perluasan agama ini dalam abad ke-15 dan 16 adalah sejajar dengan mendesaknya pengaruh dari Barat. Overzicht van de Ontwikkwling der Nationalistische Beweging in Indonesie in jaren 19301942. Pluvier. Belanda telah menempatkan suku-suku dan bangsa-bangsa di kepulauan Nusantara di bawah satu lingkungan kenegaraan.M. Politik orang-orang Belanda adalah sebanyak mungkin bekerja sama dengan pembesar-pembesar feodal dan tentang menjalankan agama Islam. 1953. Pengaruh agama Islam itu kuat sekali Ia memberikan kepada bangsa rasa senasib sepenangungan. 18 Faktor penting bagi perkembangan nasionalisme ialah sifat dari agama Islam yang mengandung unsur-unsur yang baik. reaksi orang-orang Islam memakai cara-cara yang antagonistis yaitu dengan suatu gerakan yang sifatnya reformistis.M. 19 Dalam nasionalisme Indonesia hidup suatu tendensi untuk bersatu. Meski terdiri dari berjenis-jenis rakyat.dalam pergerakan itu untuk mendapatkan sokongan dari rakyat dan dengan demikian pengaruhnya yang lama. Reaksi agama Islam dan nasionalisme adalah terhadap pengaruh Barat. Persatuan yang sedikit banyak hendak dipertahankan oleh kaum nasionalis. Pihak Belanda sering ditunjukkan. Di satu pihak kaum nasionalis melancarkan perlawanan yang aktif dengan cara Barat. Di zaman VOC mereka merupakan unsur yang paling keras. Den Haag-Bandung: W. merasa tertelan oleh stelsel kolonial yang tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menduduki pos-pos yang lebih tinggi dalam kehidupan politik dan ekonomi. Pluvier. Perbedaan itu benar. menentang tradisionalisme dan formalisme. tapi keliru untuk mengambil kesimpulan 18 J. Kelas kedua dalam masyarakat adalah kaum ambtenaar. Raja-raja sering bersekutu dengan mereka melawan pembesar-pembesar Belanda. cit. lama-lama timbul kesadaran untuk bersatu menjadi satu bangsa Indonesia. dapat dipulihkan kembali. Di abad ke-19 posisi mereka bertambah kuat setelah rakyat di sebagian besar kepulauan nusantara masuk agama Islam. berhubung dengan perbedaan besar di antara pelbagai penduduk itu. bahwa tidak akan ada bangsa Indonesia dan bahwa nasionalisme Indonesia itu sama sekali tidak mempunyai hak hidup. 19 J. op. 47 . walau hanya sebagian. Van Hoeve. kaum intelek atau semi intelek yang bekerja pada gubernemen atau perusahaan-perusahaan. Ia menciptakan semacam ”pra-nasionalisme” yang memberikan sokongan kepada nasionalisme.

Pluvier. Yang perlu adalah dalam unsur-unsur yang membentuk masyarakat itu. dan kultur. agama. Orang berusaha untuk menyokong nasionalisme lokal supaya lebih kuat menghadapi nasionalisme Indonesia dan orang menunjukkan akan bahaya dari pada ”penjajahan orang-orang Jawa” atas golongan-golongan penduduk lainnya. ”Untuk terbentuknya suatu nasion itu. Cokroaminoto di tahun 1916 pada kongres nasional menunjukkan bahwa istilah ”nasional” itu berarti bahwa pergerakan rakyat itu bertujuan membentuk suatu persatuan yang kokoh kuat dari seluruh rakyat di kepulauan nusantara yang dengan seia sekata berusaha menjadi satu ”nasion”. Satu-satunya pergerakan yang semua nasional adalah SI. kemauan dari suatu bangsa. Kemudian ide ini diambil oleh partai-partai lain. Yang terakhir ini yang terjadi. (Pluvier. Di lain pihak sikap Belanda lebih senang dengan nasionalisme Sunda. Gandhi. Tumbuhnya rasa senasibsepenanggungan. Kebangkitan dari negeri Cina membawa pengaruh besar. Kebanyakan pembesar-pembesar feodal memperlihatkan nasionalisme kedaerahan yang didasarkan atas tradisi dan adat yang menjadikan mereka berkuasa. dan Nehru mempunyai arti lebih besar. Baru sesudah PNI. Sebelum tahun 1927 pergerakan politik berada pada taraf kedaerahan. 48 .seperti di atas. cit. Politik nonkoperasi ditiru. Mengadudomba perbedaan-perbedaan dari rakyat itu satu alat politik pemecah belah dari golongan kecil yang memerintah massa berjuta-juta yang harus mereka anut untuk dapat bertahan. atau Bali dari pada nasionalisme yang melingkupi seluruh Nusantara. 26). 20 J. dan ini penting. tapi apakah ada sesuatu yang tumbuh. suatu usaha swadesi. tidak cukup dengan adanya persamaan bahasa. Tilak. Soalnya bukan apakah ada persatuan. juga dilancarkan. Pemerintah menyokong patriotisme lokal membuat kaum nasionalis curiga. ide persatuan Indonesia dengan sadar maju kemuka. sedikit banyak berkembang kesadaran untuk bersatu.M. adanya persamaan hal-hal sejarah dan pemerintahan. 20 Gerakan nasional di India banyak memberi isi kepada perkembangan nasionalisme di Indonesia. op. Gokhale. hlm. Partai Kongres contoh yang ditiru kaum nasionalis Indonesia dalam organisasiorganisasi mereka. Jawa. untuk mempertahankan dan mengorganisir persatuan itu. juga oleh partai-partai lokal. boikot ekonomi.

Sartono. Daftar Pustaka Hatta. Kartodirdjo. Yakarta: Tintamas. Nasionalisme dan kolonialisme tidak terlepas satu sama lain.Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh kekuasaan Barat di negara-negara Asia. Nasionalisme sebagai jawaban yang ditimbulkan oleh situasi kolonial. kongres nasional pemuda kedua tahun 1928 yang menghasilkan ”satu tanah air. 1989. 1908-1918. IV. J. memperbesar kesadaran nasional dan menyebabkan bangsa Indonesia memiliki rasa harga diri kembali. (Terj. Jilid 2. 1979. Jakarta: PT Gramedia.5. Zamakhsyari Dhofier). Jakarta: Hasta Mitra. Sudewo Satiman). Marwati. 1918-1930). 59. 2003. 2. Jalan Ke Pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia Tahun 1927-1934. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. 1983. dan gerakan nasional di negara-negara tetangga seperti India dan Filipina memberi pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme. Nagazumi. KITLV. Dengan Semangat Berkobat: Nasionalisme dan Gerakan Pemuda di Indonesia. Banyak sebab yang dapat menimbulkan nasionalisme. Mohammad. Hans Van. Jakarta: Gramedia. Grafiti dan KITLV). satu bahasa” yaitu indonesia. (Terj. Pustaka Utan Kayu. satu bangsa. John. 49 . 2008. Sejarah Nasional Indonesia. Overzicht van de Ontwikkeling der Nationalistische beweging in 21 Sartono Kartodirdjo. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. 1990. Kebangunan nasional di Indonesia berhubungan erat dengan kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905. Yakarta: Grafiti. Gerakan Turki Muda. dn VI. Miert. V. kongres kebudayaan tahun 1916. (Edisi Pemutakhiran). Ingleson. Revolusi Cina. 21 Gerakan emansipasi mencapai titik-titik terang pada ongres BU pertama tahun 1908. III.Jilid II. Jakarta: LP3ES. hlm. Poesponegoro.M. Jakarta: Balai Pustaka. (Terj. Akira. Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo. Djoened dan Nugroho Notosusanto. Memoir. ada pengaruh satu sama lain. Pluvier.

H. Sejarah Indonesia Modern. Cetakan ke-4. 1960. van Hoeve. Drs.Indonesie.. 1953 Pringgodigdo.C.K. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Sukarno di hadapan Hakim Colonial Tahun 1930. Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia. Den Haag – Bandung: W. Ricklefs.. in de jaren 1930 tot 1942. 1991. 50 . (Terj. Sukarno. Dharmono Hardjowidjono). A. Djakarta: Pustaka Rakjat.

dan lain sebagainya merupakan produk lokal Nusantara. Bahkan beberapa nama angin diberi nama sesuai dengan arah angin yang datang ketika kapal sedang berlayar. Karena bagaimanapun juga kapal layar mereka sangat membutuhkan tiupan angin yang secara berkala berubah sesuai dengan musimnya. kayu cendana. Tidore. dan Ambon. Lampung. Adanya perbedaan produk dari masing-masing daerah. seperti angin buritan atau angin haluan. nama yang 51 . Makasar.Bab 3 Ekonomi dan Perdagangan di Indonesia Perdagangan dan Pelayaran di Nusantara Masa Awal sampai Abad ke-19 Letak geografis kepulauan Indonesia yang berada dalam jalur pelayaran dan perdagangan yang ramai antara Asia Timur dengan Asia Selatan dan Asia Barat membuat laut. India. pengetahuan tentang sistem angin dan musim menjadi pengetahuan yang penting untuk dimiliki para pelaut. pala. dan berbagai suku di Nusantara yang menjadi pedagang dengan mengunjungi wilayah-wilayah yang menjadi penghasil produk yang diinginkan. di mana kapal-kapal asing dan lokal saling menukarkan barang-barangnya. Jawa. porselain. lada. selat. Dalam dunia pelayaran selama abad ke-16 sampai abad ke-18. Sejak itulah wilayah Nusantara bagian tengah dan timur kemudian menjadi jalur pelayaran dan perdagangan yang cukup ramai. Sehingga sudah sejak masa sebelum abad ke-10. dan pesisir timur dan utara Pulau Sumatra. beras. Kayu cendana banyak dihasilkan di Pulau Timor dan Sumba. Dengan mengikuti sistem angin ini maka para pedagang dapat memperkirakan keberangkatan atau kepulangan perahuperahu mereka. Malaka. dan lain-lain dengan produk-produk setempat. kemudian memunculkan sistem pertukaran dan jual beli di banyak pelabuhan di Nusantara. Arab. sutera. Seram. banyak kapalkapal dagang dari Cina. sementara pala dan bunga pala banyak dihasilkan di kepulauan Banda. dan pulau-pulau yang berada di sekitar Selat Karimata dan Selat Malaka menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru tempat. Cengkeh dihasilkan dari Ternate. Selain itu hasil produk yang terkenal sebagai mata dagangan ekspor yang sangat laris di pasaran adalah cengkeh. bunga pala. seperti tekstil. alat-alat logam. Bugis. sedangkan lada banyak dihasilkan dari Banten. Halmahera.

Jilid III. Angin tenggara berubah menjadi angin barat daya sedangkan angin timur laut berubah menjadi angin barat laut. Jakarta. Untuk perjalanan ke arah Campa. Pada bulan-bulan Desember sampai Pebruari bertiup angin barat dan pada bulan September sampai Nopember bertiup angin timur. Cina. dan Makasar berangkat ke arah Maluku dengan angin barat. Kapur 22 Marwati Djoened Poesponegoro. hal. Vietnam.23 Dengan mengikuti pola angin yang sama kapal-kapal dari India dapat berangkat ke arah Malaka dan sebaliknya. Pada saat-saat itu kapal-kapal dapat berlayar dari Aceh. Kemudian kapal-kapal tersebut dapat kembali ke selatan pada bulan September sampai Desember dengan mengikuti angin yang bertiup ke selatan. hal. karena ternyata isi dari prasasti ditulis oleh perkumpulan pedagang asal Tamil di Barus.. 102 24 Ibid. 22 Letak kepulauan Nusantara di tengah-tengah garis katulistiwa (equator) menyebabkan di sebelah selatan katulistiwa bertiup Angin Pasat Tenggara dan di sebelah utara katulistiwa bertiup Angin Pasat Timur Laut yang bertiup sepanjang tahun. dapat kita lihat dari ditemukannya sebuah prasasti berbahasa Tamil (India Selatan) yang berangka tahun 1088 M. hal. 103 52 . sedangkan mereka pulang dengan dorongan angin timur kembali ke tempat asal kapal-kapal dagang tersebut. 24 Dalam satu contoh. Jawa.101-102 23 Ibid. Depdikbud. Prasasti ini menggambarkan adanya hubungan dagang antara Sumatra dan India sejak 1088 M..lain misalnya angin turutan yang mendorong keras dari arah buritan. Malaka. Namun karena letak Nusantara adalah di antara benua-benua yang berbeda tekanan udaranya dan posisi peredaran bumi terhadap matahari. dan negeri-negeri di Asia Timur. Balai Pustaka. angin sakal yang menghambat pelayaran karena bertiup dari depan. Dalam ulasan lain digambarkan bagaimana komoditi kapur Barus telah dikenal luas di kalangan pedagang Arab dan India bahkan produk ini juga diperdagangkan sampai Eropa. Sumatera Utara. dan angin paksa yang membuat kapalkapal terpaksa membuang sauh di pelabuhan atau di teluk demi keamanan dari ancaman badai. Sejarah Nasional Indonesia. adanya hubungan pelayaran dan perdagangan awal antara India dengan Nusantara. kapal-kapal dagang dapat berlayar pada bulan Juni sampai Agustus ketika angin bertiup ke arah utara. membuat angin yang bertiup berubah arah ketika melintasi katulistiwa..

“ Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus: Suatu Peninjauan Kembali”. 104-107 Antony Reid. cit.. Perkembangan perahu-perahu bercadik yang dibuat secara sederhana dari kayu yang dilubangi tengahnya seperti lesung dan diberikan kayu penyeimbang di kiri dan kanan badan kapal. op. Subbarayalu. Dalam penelitian Antony Reid disebutkan bahwa kapal-kapal yang berlayar di Asia Tenggara dan Indonesia jauh lebih besar dengan dua atau tiga tiang. EFEO-Pusat Penelitian Arkeologi-Yayasan Obor Indonesia.25 Dengan demikian sudah sejak lama hubungan perdagangan antara Nusantara dengan daerah-daerah di Asia Barat.. Tambahan lagi banyak kapal-kapal Portugis ataupun Belanda yang melakukan pelayaran menuju kepulauan Nusantara menyewa tenaga navigator dari masyarakat setempat. sehingga mata pencaharian penduduk juga sangat tergantung dari mengolah laut. Selain itu kapal-kapal dengan berat ratusan ton juga dibuat di galangan kapal di pantai utara Jawa. Namun penduduk di Asia Tenggara dan Indonesia sejak abad ke-16 mampu membuat kapal dengan konstruksi badan kapal terbuat dari papan. Kegiatan ini sudah tentu membutuhkan alat transportasi yang dapat dipakai untuk berlayar ke tengah laut mencari ikan atau menyeberangi laut dan selat untuk berdagang dengan daerah seberang selat atau laut. Lobu Tua: Sejarah Awal Barus. ed. 26 27 25 Marwati Djoened Poesponegoro. dan Cina berlangsung. hal. 48-55 53 . hal. Dari beberapa keterangan pelaut Portugis. cit. 27 Dalam kebudayaan Nusantara kemampuan membuat perahu sudah mereka miliki sejak lama. dalam Claude Guillot. dan kemudi kembar. lambung yang berpasak. Selain itu ditemukannya keramik-keramik Cina di Barus menunjukkan sudah adanya hubungan perdagangan antara Cina dengan Barus di pantai barat Sumatera Utara. Jakarta. Gambar Relief kapal besar bercadik pada candi Borobudur memperlihatkan kemampuan bahari masyarakat terutama yang dipergunakan di pantai Y.26 Kondisi geografis kepulauan Nusantara yang dilingkupi laut dan selat.. 2002. op.barus ini merupakan bahan wewangian dan obat-obatan yang dipergunakan di Arab dan India. mereka mengatakan bahwa para pelaut di Asia dan juga di Nusantara sudah menggunakan peta dan alat-alat navigasi seperti yang dimiliki oleh Portugis. menjadikan wilayah pantai di Nusantara sangat panjang dan luas. Asia Selatan.

Namun perdagangan yang paling utama pada abad ke-16 sampai 18 adalah rempah-rempah. Sedangkan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Banda dan Seram Selatan. kayu sapan. Tidore. dan sebagainya menunjukkan keanekaragaman jenis kapal di Nusantara. dan bunga pala hanya tumbuh di kepulauan Maluku. kepulauan Maluku. sagu. Cengkeh hanya dihasilkan di Ternate. Mereka menjualnya kepada para pedagang yang datang dengan menukarkannya dengan barang-barang dari Cina. dan Seram.utara Jawa pada abad ke-9 M. Ambon. kayu cendana. beras. batu permata. tuak. Sulawesi Selatan. kayu manis. Makian. Kemudian pada abad ke-16 pohon cengkeh juga ditanam di Pulau Bacan. Banyaknya jenis kapal tersebut menunjukkan pula kemampuan masyarakat mampu membuat kapal yang baik untuk pelayaran jarak jauh maupun jarak dekat. Tidore. Nusa Tenggara..28 Ramainya perdagangan dan pelayaran tidak terlepas dari peran bandar atau pelabuhan yang menyediakan bermacam fasilitas bagi para pedagang yang hendak menjual atau membeli barang dagangan. Pelabuhan-pelabuhan ini menyebar mulai dari bagian utara. hal. Barang-barang yang diperdagangkan dalam pelayaran dan perdagangan di Nusantara itu sangat banyak dan bervariasi. dan selatan Pulau Sumatra. Asia Barat. dan Motir. alat-alat logam. Sementara itu hasil 28 Marwati Djoened Poesponegoro. senjata api. op. porselain. pinisi. dan sebagianya. kain yang kasar. golekan. kain yang halus. padewakang. Kapal jenis jukung. mayang janggolan. dan sebagainya. tekstil. dan ikan asin ini telah menjadi produk yang sangat dicari karena harganya yang mahal. pala. Ternate. peledang. Sepertinya rempah-rempah yang produksinya lebih sedikit dibandingkan produksi beras. pala. bunga pala. Pantai utara Jawa dalam laporan Portugis merupakan pusat penghasil kapal-kapal berbadan besar selain yang di datangkan dari Pegu. dan begitu banyak yang lainnya di pulaupulau besar dan kecil. cit. sepanjang pantai utara Jawa. 144-148 54 . timur. lambo. Burma. Di samping itu rempah-rempah yang terdiri dari cengkeh. korakora. Beberapa daerah menjual produk setempat yang tidak diproduksi di tempat lain seperti cengkeh. Barang-barang ini seringkali dipertukarkan secara barter atau dengan mata uang perak atau emas. Rempah-rempah inilah yang menarik perhatian bangsa Eropa berdatangan ke Nusantara dengan melakukan pelayaran samudera menyusuri pantai Afrika menuju ke India dan Selat Malaka. Semenanjung Malayu. seperti sutera. dan India.

30 Tetapi kelemahan Portugis diakibatkan tidak mampunya armadanya mengamankan jalur pelayaran di Selat Malaka dan juga Goa di India Selatan. sekaligus menaklukkan Bandar Malaka pada tahun 1511 yang dikenal sebagai pasar rempah-rempah di Asia Tenggara. 1999. menuliskan pendapatnya tentang tanaman rempah-rempah dan kayu cendana.hutan berupa kayu cendana juga merupakan mata dagangan yang laku di pasaran Cina dan India sehinga kayu cendana yang berasal dari Timor tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Jalur baru ini membuat Portugis tidak lagi menjadi Anthony Reid. dan lain-lain berbondong-bondong berdatangan ke Maluku dan Nusa Tenggara bagian timur untuk membeli rempah-rempah dan kayu cendana. benda logam. sampai kemudian mengalami kemerosotan dan puncaknya adalah ketika kekuatan Portugis berhasil diusir dari Ternate. cit. porselain. Tome Pires dalam pelayarannya tahun 1515 di Maluku. tekstil. Bugis. Para pedagang dari Jawa. Di sana para pedagang menukarkan barangbarang yang mereka bawa dari tempat asalnya atau dari Cina dan India. Jakarta. Makasar. Aceh. Namun kenyataannya Malaka hanyalah gudang rempah-rempah. 17-18. dan lain sebagainya. Dengan demikian maka segera dikirim armada kapal ke Maluku. Selama hampir setengah abad kekuatan Portugis mendominasi Maluku. sutera.. 2. 27 55 . dan barang dagangan ini tidak dikenal di tempat lain di dunia kecuali di tempat itu. sebagai berikut: Pedagang Melayu mengatakan bahwa Tuhan menciptakan Timor untuk kayu cendana dan Banda untuk bunga pala (fuli) dan Maluku untuk cengkeh. terutama ke Ternate dan Tidore. op. hal. seperti beras. sedangkan penghasil rempah-rempah ada di kepulauan Maluku. Armada Portugis pertama kali melakukan pelayaran ke Nusantara di bawah pimpinan Affonso de Albuquerque. sehingga banyak kapal-kapal dagang yang membawa rempah-rempah dan produk lain dari Indonesia bagian tengah dan timur tidak singgah ke Malaka namun melalui jalur pantai barat Sumatra. Dari Ekspansi Hingga Krisis II: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Yayasan Obor Indonesia. Melayu. dan kepulauan Maladewa. menyeberangi Lautan Hindia dan langsung menuju ke Laut Merah.29 Laporan Tome Pires di atas menunjukkan bahwa produk rempah-rempah dan kayu cendana merupakan mata dagangan ekspor yang menjanjikan keuntungan besar bagi para pedagang. hal. 4 30 29 Anthony Reid.

dan Eropa Utara. Pelayaran pertama kapal-kapal Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Van Linschoten adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. Laporan Van Lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. hal. yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. 36-38 32 56 .C. Tetapi pemerintah Spanyol yang menguasai Portugal melarang kapal-kapal dagang Belanda membeli rempah-rempah dari Lisabon. Sejarah Indonesia Modern. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. Laut Flores. cit. yang berangkat tahun 1595 dan tiba di Pelabuhan Banten.. 1998. karena produk rempah-rempah mengalir melalui Mesir dan Laut Tengah. Asia Barat. Di samping itu daerah Nusa Tenggara juga menghasilkan produk-produk 31 Anthony Reid.32 Penyebab lain dari pelayaran orang Belanda dipengaruhi oleh penerbitan buku Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien (Catatan Perjalanan ke Timor atau Hindia Portugis) karya Jan Huygen van Linschoten. hal. India. Jawa Barat pada tahun 1596. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. op. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa dan di Malaka. Gadjah Mada University Press. Sementara orang-orang Belanda adalah pedagang yang melayari rute Lisabon. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyusuri Laut Jawa. M. Portugal. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu. Yogyakarta. dan Eropa. Kegairahan para pelaut dan kapal-kapal dagang Belanda mengunjungi Nusantara disebabkan antara lain karena pecahnya perang kemerdekaan Belanda terhadap Spanyol selama 1560 sampai 1648.pusat bagi pasaran Eropa. 27 Ricklefs. 31 Pada akhir abad ke-16 orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah langsung ke tempat produksinya di Maluku.

Posisi Selat Malaka menjadi sangat strategis bagi lalu lintas pelayaran. op. membentuk lembaga perlindungan bagi keamanan kapal-kapal asing. peralatan rumah tangga. Masuknya bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16 (1596) di Nusantara membawa perubahan yang besar. hal. 33 Ramainya Bandar Malaka membuat banyak para pedagang dari Jawa. seperti Flores. madu. Dalam beberapa laporan. Namun jangan lupa bahwa pelayaran ke Maluku mau tidak mau melewati Laut Flores di mana berhimpun beberapa pulau besar dan kecil. Di antara orang asing yang menjadi pedagang dalam jumlah besar adalah penduduk muslim asal Gujarat dan Calicut. dan dari daerah lain di Indonesia bagian timur. terutama bagi kota Malaka yang berdiri sejak awal abad ke-15. membawa komoditi asal Maluku yang sangat laku di pasaran India dan Cina. Adanya hubungan pelayaran antara Malaka dan Maluku. Timor. Ramainya perdagangan rempah-rempah dan berbagai produk lainnya menjadikan India Timur (East Indies) bukan hanya menjadi kutub yang menarik namun juga menjadi jalur persilangan yang sibuk bagi pelayaran dan perdagangan. Para pedagang asal Gujarat inilah yang membawa lada dan rempah-rempah Tengah dan sekitar Laut Mediterania. Pedagang Belanda dengan 33 sampai ke wilayah Timur Fernand Braudel. dan kayu sapan. cit. Pelabuhan Malaka terus berkembang sebagai penyedia sarana pelabuhan. yaitu cengkeh dan pala. produk kayu cendana asal Timor dan juga Sumba sangat laku di pasaran Cina. Makasar. penyediaan komoditi dari berbagai wilayah. dan lain-lain. Banyak para pedagang Muslim yang mencari persinggahan di tempat lain terutama di pantai timur dan barat Sumatra dan juga di pesisir utara Jawa. 526-528 57 . Bugis. menjadikan pelabuhan Malaka menjadi pasar rempah-rempah asal Maluku. antara empat sampai lima ribu pelaut datang dan pergi dari Pelabuhan Malaka.. membawa kemunduran bagi Malaka. Alor. Kejatuhan Malaka pada tahun 1511 akibat serangan Armada Portugis yang dipimpin Afonso d’albuquerque. lilin. Pantar.yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. Dengan demikian wilayah tersebut sudah tersentuh dinamika pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai. Pedagang Hindu asal Coromandel yang dikenal dengan Keling juga banyak yang menjadi pedagang yang melayari rute India-Malaka. Menurut Tome Pires.

dan juga sebagian wilayah Mataram di pantai utara Jawa membuktikan kekuatan laut yang dimiliki oleh VOC. Jakarta. Priangan. Beberapa wilayah direbut dari Portugis. Sumba. produk dari laut. seperti barangbarang dari Maluku. Timor. Malaka. VOC terus memperluas kekuasaan politik dan ekonominya di wilayah Hindia Timur. Makasar merupakan pelabuhan yang ramai sejak abad ke-16. Kekuatan laut VOC sejak abad ke-16 belum ada yang menandinginya di Nusantara. Flores. rempah-rempah. VOC memberlakukan pengawasan terhadap sentra-sentra produksi rempah-rempah dengan pelayaran Hongi (Hongi Tochten). Cirebon. penaklukkan Makasar. Jan Kompeni: Sejarah VOC Dalam Perang dan Damai 1602-1799. Kalimantan. Kesultanan Ternate dan Tidore dipaksa menerima pertuanan VOC. Boxer. Banten direbut. 34 Untuk memantapkan kedudukannya di Hindia Timur. sehingga menimbulkan perang Makasar 1660-1667. Selain itu beberapa kerajaan lokal seperti Kesultanan Makasar dipaksa untuk menerima monopoli perdagangan rempah-rempah. Batavia kemudian dijadikan pusat administrasi bagi jaringan pelayaran dan perdagangannya di Asia. pelanggaran atas kuota produksi akan menghadapi penangkapan dan penghancuran kebun rempah-rempah milik penduduk. hal ini berakibat VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di pusat produksinya dan bahkan mengatur penanaman dan pengaturan panen untuk mengendalikan harga. Bali. dan juga Untuk melihat sejarah singkat VOC lihat C.R. Hal ini mengakibatkan VOC menguasai hegemoni politik dan ekonomi di Nusantara.segera mendirikan Veerenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tahun 1602 untuk mengkonsolidasikan kekuatan menghadapi para pedagang Eropa lainnya terutama Inggris dan Portugis. Banten. Sinar Harapan. Lombok. Budak. Irian. Sejak itu. VOC merebut Jayakarta dan menggantikannya dengan Batavia pada tahun 1619. 1983 34 58 . Penaklukkan benteng-benteng Portugis di Ambon. seperti Ambon (tahun 1605) dan Pelabuhan Malaka (tahun 1640). Sumbawa. Berbagai macam komoditi dari berbagai daerah dapat dibeli dari Pelabuhan Makasar. dan Philipina Selatan. sebuah Sejarah Singkat tentang Persekutuan Dagang Hindia Belanda. Perebutan hegemoni pelayaran dan perdagangan di Nusantara yang dilakukan VOC menghadapi tantangan dari pelaut-pelaut Makasar dan juga Sultan Makasar. dan pantai utara Jawa diambil alih dari Mataram sampai pertengahan abad ke-18. Jawa.

opium. Gadjah Mada University Press. Bree. dan senjata untuk dipertukarkan dengan berbagai mata dagangan dari berbagai pelabuhan di Asia. VOC melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dan yang lainnya. ”Quantitative and Qualitative Approaches to The Sudy of Indonesia Trade: The Case of Makasar”. menggunakan gudang-gudang sendiri. op. 36 Tetapi sejak kejatuhan pelabuhan Makasar. atau para pedagang Makasar yang membelinya dari Pelabuhan Malaka. cit. Dari Babad dan Hikayat sampai Sejarah Kritis. 35 Kebijakan ini menjadikan VOC melakukan ekspansi perdagangan dengan kapalkapal sendiri.. VOC melakukan praktek monopoli perdagangan yang Heather A. Di samping itu para pedagang Cina dengan kapal-kapalnya yang besar sangat aktif berlayar dan memperdagangkan komoditi dari Cina ke Nusantara. termasuk menjualnya melalui tokotokonya sendiri. Pelayaran kapal-kapal Cina yang mendatangkan banyak keuntungan ini sangat menarik perhatian VOC. Penguasaan VOC atas Makasar membuat perubahan yang mendasar bagi Makasar. Ibrahim Alfian.. Ibrahim Alfian. 375-377 59 .kayu cendana merupakan produk utama dari daerah timur. 1992. juga melakukan ekspansi dengan menjual tekstil India. perdagangan bebas di Nusantara mengalami kemerosotan. Namun peristiwa pembantaian Cina di Batavia. Selain itu Makasar juga memperdagangkan produk-produk dari India dan Cina yang didapat dari kehadiran kapalkapal asing di Malaka. Barang-barang dari India dan Cina dikenakan pajak dan barang-barang komoditi ekspor dijual dengan harga yang tinggi. dalam T. termasuk juga di Nusantara. Di samping itu banyak para pelaut dan pedagang Makasar yang juga melakukan perdagangan ilegal dengan menjual berbagai macam komoditi dari seluruh Nusantara. Para pedagang swasta Inggris dalam melakukan perdagangan dengan Asia. kapal-kapal Cina hanya diijinkan berdagang di Banjarmasin dan Makasar. Dengan mengunakan perahu-perahunya orang-orang Makasar mengangkut berbagai komoditas dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya.. Jawa tahun 1740. eds. Hal ini terutama dilakukan oleh Inggris sampai abad ke-18. hal. 372-374 36 35 T. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perlawanan dari kapal-kapal dagang dari berbagai bangsa dan daerah di Nusantara yang kemudian melakukan perdagangan ilegal atau penyelundupan. Sutherland dan David S. VOC mulai membatasi kedatangan Jung Cina ke Nusantara. eds. hal.

. menyadarkan pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk melakukan usaha-usaha untuk menyaingi ramainya perdagangan di Singapura. Thomas Lindblad. atau 6 kapal per hari. dan bahkan kapal-kapal dari Bugis dan Makasar secara rutin berkunjung ke Singapura untuk menjual barang-barang yang dibawanya dari kepulauan Indonesia bagian timur. Eksploitasi Pulau Jawa yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda selama abad ke-19 juga menelantarkan daerah luar Jawa terutama di Indonesia bagian timur. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara juga meningkat pesat. Mulai dari perahu-perahu kecil berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000. Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura per tahunnya. 37 Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. 1999. atau pelabuhan laut dalam. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. India. Arab. 97. hal. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. dan lain-lain. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. pelayaran regional Asia Tenggara. eds. Pelayaran yang menyinggahi Singapura itu terdiri atas tiga jenis. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan menggali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan J.kemudian menjadikan perdagangan rempah-rempah menjadi kurang menarik. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhan-pelabuahn di luar Pulau Jawa. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. sarang burung. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. beras. Namun munculnya pelabuhan bebas Singapura yang dibangun oleh Inggris tahun 1819. dalam Howard Dick. kayu cendana. Passau. Kapal-kapal pinisi dan padewakang milik orang Bugis-Makasar membawa produk-produk seperti lilin lebah. 37 60 .000 metrik ton. Tarif bea yang rendah yang diberlakukan Inggris di Pelabuhan Singapura membuat banyak pedagang dari Cina. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah. kedua. edisi draf. dan terakhir pelayaran lokal.

cit.pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. Kalimantan.39 Selain itu peran pedagang Bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. eds. 1995. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . 99 61 . Jati. hal. bahkan mereka memiliki kampung yang bernama kallang di Singapura.. hal.1.. terutama setelah banyaknya kapalkapal uap yang berlayar ke Singapura. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa. Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. eds. dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran. op. Perkembangan Pelabuhan Singapura membuat Pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. hal.. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. dan di kota-kota pelabuhan di Nusantara. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. 1819-1941. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. Universiti Malaya No.. jumlah mereka sekitar 135. 98. terutama kapal-kapal Inggris. op..23-25 39 40 38 Howard Dick. Kapal-kapal Cina berdagang di banyak wilayah di Nusantara.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun 1880. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. jung. karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. Sulawesi. Jurnal Jabatan asia Tenggara. cit. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra.38 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19.. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. Pelayaran perahu ini masih memainkan Hanizah Idris. Howard Dick. 40 Sementara itu sejak tahun 1824. atau musim Bugis.

Kekuatan armada kapal yang diperlengkapi dengan meriam yang canggih menjadikan kapal-kapal Portugis dan terutama Belanda mempunyai kekuatan memaksakan perdagangan monopolinya. seperti memonopoli pengiriman barang-barang milik pemerintah. 404-407 62 . hal..Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. et. yaitu Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). Pengintegrasian Ekonomi dan Timbulnya suatu Perekonomian Nasional”. LP3ES. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan. Dia dianggap sejarawan yang mempelopori kajian sejarah maritim yang mengkritik cara penulisan historiografi kolonial tentang sejarah ekonomi di Nusantara. op. Sukadana (1837). Sejarah Ekonomi Indonesia.. Banda. Makasar (1847). dalam Anne Booth. pengiriman surat. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). Dalam kumpulan tulisan yang dibukukan setelah dia 41 42 Howard Dick. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah. dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. 111-112 Howard W.cit. Pontianak.. Manado (1848). serta Ternate (1852). “Perdagangan Antarpulau. eds. 41 Kondisi tersebut yang membuat pemerintah Belanda berusaha menyaingi Singapura dengan membuka pelabuhan bebas di Riau (1829).42 Usaha ini sedikit berhasil seperti dapat kita lihat dari tulisan Sutherland tentang kedatangan kapal-kapal Cina langsung ke Pelabuhan Makasar selama pertengahan abad ke-19. seringkali dijadikan studi sejarah oleh sejarawan kolonial yang seringkali tidak menuliskan peran para pedagang lokal dan Asia dalam pelayaran dan perdagangan pada masa itu. Ambon. hal. Dick. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda.C. 1988. Kedatangan kapal-kapal Eropa membawa pengaruh yang cukup penting dalam dunia perdagangan dan pelayaran di Nusantara. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. Peran para pedagang Eropa pada bad ke-16 sampai 18.. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. Kajian yang menggambarkan dinamika perdagangan masyarakat lokal di Nusantara dilakukan oleh J.al. dan Sambas (1834). Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. eds. van Leur.

Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern.meninggal kita dapat membacanya dalam “Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History”. yaitu investasi modal dari keuntungan. Peddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciri-ciri tertentu. Pertama-tama perdagangan dilakukan dari satu tempat ke tempat lain... Indonesian Trade and Society: Essays in Asian and Economic History. dia melihat perkembangan dari pelayaran dan perdagangan pribumi yang marak selama kekuasaan VOC berkuasa di Nusantara.000 ton. dan di Cina sekitar 600 ton. PPKB-LP UI. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement.) 44 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. 1997. 192 44 43 63 . hal.C. eds. eds. Sumur Bandung. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. J. op.43 Dalam bukunya itu.. Van Leur. dari pulau ke pulau.. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peddling trade (perdagangan penjaja). hal. Bandung. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Depok. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. Bandung.45 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu. 191 45 Taufik Abdullah. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. “Dr.C. Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. dalam Taufik Abdullah. di India sekitar 200 ton. 1960. Leirissa. dan dari benua ke benua dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. J. RZ. cit.

Lihat artikel RZ. cit. dalam Taufik Abdullah. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja.. Chauduri.C.Makasar di Nusantara Peran orang-orang Bugis-Makasar dalam pelayaran di Nusantara sudah berlangsung sejak abad ke-16. Calicut. Chauduri46 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. op. dan lain-lainnya merupakan kerajaan dagang yang kuat. Kekuatan perdagangan laut ini didukung oleh penduduk yang mayoritas hidup dari hasil laut dan perniagaan di laut. Luwu. K. Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. Pada waktu itu kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan.. J. Kanton. Hormus. Sudah sejak 46 47 K. Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. Malaka. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Leirissa. Bone. op.Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya itu. Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. Pelayaran Perahu Bugis. hal. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan.47 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. eds. 3. 201-202 64 . Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. N. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia. cit. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. N. seperti Gowa dengan pelabuhannya di Makasar.. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden.1. “Dr. Wajo. dan sebagainya.

yang menandai kekalahan Kerajaan Gowa. Andaya. dengan pihak VOC yang ingin memaksakan monopoli. Keinginan VOC untuk mengontrol jalur perniagaan laut. tekstil. barang-barang logam. siapapun boleh melayarinya. seperti beras. Dalam catatan sumber-sumber Belanda. 119-120 48 65 . Journal of The Malaysian Branch of The Royal Asiatic Society. porselain. Sementara itu pengungsian besar-besaran dilakukan oleh orang-orang Makasar pasca penaklukkan Kerajaan Gowa-Tallo oleh kekuatan militer VOC dalam Perang Makasar 1666-1669. terlebih lagi ketika Arung Palakka. Penaklukkan oleh orang-orang Makasar ini membuat banyak orang-orang Bugis yang pindah dan menyebar ke seluruh Nusantara. ditolak oleh Sultan Hasanuddin. Pengungsian besar-besaran terjadi pada tahun 1669 ketika secara final VOC mengalahkan pemberontakan orang Makasar.”The Bugis-Makasar Diaspora”. menjadi pemimpin utama di wilayah Sulawesi Selatan. dan lain-lainnya. hal.sebelum abad ke-16. Namun persebaran orang Makasar dan Bugis secara besar-besaran dan tidak hanya sekedar berdagang. Dalam kebudayaan bahari yang dimiliki oleh orang Makasar. 1995. Permintaan VOC agar Sultan menerima monopoli perdagangan di Makasar ditolak oleh Sultan Hasanuddin. penguasa Bone. Luwu. mengakibatkan orang Bugis dan Makasar menetap di kepulauan Riau. LXVIII. Keadaan ini dipicu oleh penaklukkan kerajaan Gowa-Tallo yang bersuku Makasar terhadap kerajaan-kerajaan Bugis. sutera. tetapi juga berpindah tempat. dan kepulauan Nusa Tenggara. mereka memiliki filosofi bahwa secara umum laut adalah milik bersama. seperti Wajo. membuat bangsawan Makasar dan para pengikutnya merasa terhina dan pergi meninggalkan tanah Makasar. Jawa Timur. part I. Pelabuhan Makasar dianggap menyaingi perniagaan VOC. Vol. 1667.48 Perang Makasar (1666-1668) sebenarnya dipicu oleh perang dagang antara Kerajaan Makasar yang menjadikan pelabuhannya bebas dikunjungi oleh kapal-kapal dari Eropa ataupun dari Asia dan Nusantara. terutama di daerah sekitar Sumatera Timur dan Semenanjung Malaya. Bone. sejak perjanjian Bongaya. dan lain lain. mereka memperdagangkan produk-produk rempah-rempah dari Maluku untuk dipertukarkan dengan membawa barang-barang yang dibeli dari Jawa dan Malaka. Bahkan Sultan mengatakan: Leonard Y.

yang pada akhirnya mengalami kekalahan pada tahun 1679. sehingga di Jawa Timur.”49 Jawaban ini meneguhkan semangat orang-orang Makasar untuk melawan tindakan yang memaksakan kehendak. sementara orang Makasar di Jawa dan Madura. mendukung pemberontakan Trunojoyo melawan Mataram dan VOC. cit. hal. lapian. Karaeng Galengsung dan pengikutnya. No. dan pelaut Makasar yang meninggalkan kampung halamannya pergi merantau ke seluruh kepulauan Nusantara. Andaya melihat bahwa para pengungsi Makasar awalnya mengalami kegagalan karena sifat mereka terus memusuhi VOC. Pihak penguasa hanya mengontrol keamanan laut dan pelabuhan dengan menarik cukai atas bermacam mata dagangan. Hal yang sama juga terjadi di Banten ketika Karaeng Bontomarannu tiba di Banten dengan 800 orang pengikutnya dan mendapatkan tempat tinggal dari Sultan A. Sedangkan dalam jumlah kecil mereka menyebar hampir di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. padahal sudah sejak lama. hal.”Perebutan Samudera: Laut Sulawesi pada Abad XVI dan XVII”..50 Dalam proses awal adaptasi. Kebanyakan orang Bugis kemudian menetap di wilayah kepulauan Riau dan Semenanjung Malaya. Bahkan para penguasa juga menjadi kaya karena menjadi juragan atau pemilik kapalkapal dagang. Namun para pengungsi Makasar dan Bugis generasi awal telah beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. telah membagi-bagi daratan di antara umat manusia. 37 50 49 Leonard Y.“Tuhan telah menciptakan bumi dan lautan. Peperangan yang terjadi kemudian pada pertengahan abad ke-18 antara Kerajaan Bone melawan Kerajaan Gowa-Tallo dan Kerajaan Wajo juga makin menambah besar jumlah penduduk yang mengungsi.B. Tetapi mengaruniakan laut untuk semuanya. loc. Andaya.11 tahun 1984. perniagaan laut di Asia Tenggara ini berjalan dengan sistem pasar bebas. Sementara itu sebagaian besar bangsawan Bugis di Wajo yang menjadi sekutu Kerajaan Gowa-Tallo juga melakukan pengungsian setelah ibukota kerajaan di Tosora dihancurkan oleh VOC. 120-121 66 . Namun sejak kekalahan dalam Perang Makasar banyak bangsawan. Prisma. Tak pernah kedengaran larangan buat siapapun untuk mengarungi lautan. saudagar.

cit. Kehadiran pelaut dan pedagang Bugis-Makasar pun tidak ketinggalan. Kegiatan dagang dan perantauan orang Bugis dan Makasar menyebar ke banyak wilayah di kepulauan Nusantara. Kepulauan Maluku yang banyak menghasilkan rempahrempah merupakan tujuan utama pelayaran mereka. Kampung-kampung muslim ini juga didiami oleh di 51 52 Leonard Y. Para bangsawan Bugis dan pengikutnya yang berada di tanah Semenanjung Malaya justru diminta bantuan oleh Sultan Johor. 52 Dampak lain yang terjadi pada abad ke-18 adalah munculnya jaringan perdagangan laut antara kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan. loc. dan bersama-sama orang Bugis mengarungi lautan di Nusantara dengan kapal-kapal padewakang dan pinisinya yang besar dan kuat. hal. di Pelabuhan Ternate terdapat komunitas pedagang Makasar yang menetap di sana. Pada abad ke-18. para bangsawan Bugis ini kemudian membentuk kerajaan yang otonom kepulauan Riau.. 121-125 Leonard Y. 125-128 67 . Kampung ini sampai abad ke-19 merupakan kampung yang tidak hanya didiami oleh orang Makasar tetapi juga dari para pedagang Jawa dan Melayu.. para pengungsi dari Bugis tidak memposisikan sebagai musuh VOC dengan tidak mendukung perlawanan penguasa setempat terhadap VOC. cit. Selain itu pada abad ke-18. yang ingin merebut tahta dengan bantuan Orang Laut. Sultan memberikan daerah kepulauan Riau sebagai tempat tinggal orang-orang Bugis. loc. tanah air orang Bugis. Abd al-Jalil untuk melawan saingannya. sebuah tempat di tepi pantai dekat Benteng Oranje milik Belanda. Sejak abad ke-16. Raja Kecik.Banten. Sehingga orang-orang Bugis ini relatif tidak dicurigai oleh VOC. Perniagaan ini menjadikan Riau sebagai daerah yang menjanjikan keuntungan besar karena lalu-lalangnya kapalkapal dagang Bugis yang berdatangan dari Jawa dan Sulawesi Selatan. Selain di Ternate pelaut Bugis-Makasar juga menetap di Ambon. sampai kemudiaan ditinggalkan akibat perang antara VOC dan Banten tahun 1680. hal. orang-orang Makasar sudah mulai beralih sikap hanya menjadi pelaut dan pedagang. yang bernama kampung Makasar. Andaya.51 Sebaliknya menurut Andaya. Setelah musuhnya berhasil dikalahkan. Andaya. sampai abad ke-19.

2. dan Cina. Nama-nama daerah seperti Kalantang (Kelantan).54 3. Deel 156. Pelayaran kapal-kapal padewakang itu juga menyinggahi pulau-pulau di Banda. Tana Palawang (Pulau Palawan). Brill. Bijdragen Tot de Taal-land-En Volkenkunde.A. Tulisannya tentang pala. dia adalah seorang pelaut Belanda yang bekerja pada armada Portugis yang melakukan pelayaran perdagangan di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. sebagian Asia Tenggara. Leiden. kita dapat melihat begitu luasnya pelayaran yang dilakukan oleh perahu-perahu Bugis. Kei dan Aru. A. Marege’ (Australia Utara). yang memiliki khasiat penyembuh bermacam penyakit. Dari Nama-nama tempat yang terdapat dalam peta Bugis ini menunjukkan luasnya pengetahuan tentang daerah-daerah di Asia Tenggara. Tweede Serie. Maladiwa (Maladewa). Australia Utara.. menggambarkan peta-peta wilayah di seluruh Nusantara. hal. “The Bugis-Makasarese in the Port Town:Ambon and Ternate Through the Nineteenth Century”. Koeantong (Kanton). dan Jawa. E. C. Atje (Aceh). Perdagangan Penjaja (Peddler-Trade) Pelayaran kapal-kapal Belanda pada akhir abad ke-16 dipengaruhi oleh terbitnya buku Itinerario yang ditulis oleh Jan Huygen van Linschoten. Koetaringang (Kotawaringin). Tjinabaloe (Kinabalu).53 Dalam peta yang dibuat oleh orang Bugis. 619-633 54 Le Roux.M. Saiang (Siam). Australia Utara. Cense. Poelo Lao’ (Pulau Laut). Mangindano (Mindanao). bunga pala dan cengkeh diuraikan sebagai berikut: R. Taranate (Ternate). Deel LII. ‘Boegineesche Zeekaarten van den Indischen Archipel’. 706-714 53 68 .F. Djoro’ (Johor). Peta itu juga menunjukkan rute dan tujuan pelayaran kapal-kapal Bugis sebelum pertengahan abad ke-19. hal. Kajian Le Roux atas peta yang ditemukan di perkampungan bajak laut di Santhel yang terletak di Teluk Sekana di Pulau Singkep tahun 1854. Pilipina Selatan. Leirissa. Melayu. dan wilayah Cina. Dalam bukunya tersebut dia menuliskan dengan baik keindahan pohon penghasil rempah-rampah dan keajaiban buah itu.C. Ballitong (Belitung).pelaut dari Mandar. dan lain-lain. 1935. Sibiro’ (Siberut). Tijdschrift van het Koninlijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap. 2000.Z. Pigo (Pegu). Palimbang (Palembang).

Yang paling utama dan paling luar seperti daging kelapa.Pohon cengkeh banyak dahannya dan bunganya tidak sedikit. adalah bunga pala. Titinerario. tetapi daunnya lebih pendek dan bundar. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta. dalam Ternate dan Tidore: Masa Lalu Penuh Gejolak. Pala terbalut oleh tiga jenis kulit. Di samping itu daerah Nusa tenggara juga menghasilkan produk-produk yang laku di kalangan pedagang asing terutama hasil kayu cendana. baik untuk peneyembuh sakit kepala. yang kemudian menjadibuah-buah yang dinamakan ‘cloves’ karena bentunya mirip cakar atau ’claws’.Cengkeh memperkuat hati. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut akan menyinggahi daerah-daerah di Nusa Tenggara sebagai tempat transit. Air cengkeh hijau yang disuling harum baunya. dan bila ditaruh di mata dapat memelihara penglihatan. melancarkan kencing dan menghentikan mencret.1. terutama kritikannya terdapat penulisan sejarah Hindia Belanda yang lebih banyak bercorak Eropa sentris. Laporan Van lindsshchotten di atas membawa pengaruh bagi pelayaran kapal-kapal Belanda ke Maluku untuk mencari rempah-rempah. kutipan di atas merupakan terjemahan langsung oleh Wilard A. …bunga pala terutama baik untuk selesma dan untuk pria yang lemah. Sejarah Ekonomi menurut J. menghangatkan dan menguatkan tenggorokan. Perjalanan kapal-kapal dagang asing dan pribumi terutama dari arah barat ke Maluku menjadikan rute laut yang menyususri Laut Jawa.C. dan Eropa. yang sakit cacar menjadi berkeringat dengan cengkih. jantung. Hanna dan Des Alwi. 9-10 69 . India. 1996. dan kayu sapan.55 Daya tarik rempah-rempah dari kepulauan Maluku telah menarik kedatangan para pedagang pribumi dengan membawanya ke pusat-pusat pasar perdagangan di Jawa yang terutama di Malaka. memudahkan ke luarnya kencing. untuk ibu dan untuk syaraf. 3. Dalam kajiannya tentang sejarah perekonomian di Asia dan juga 55 Laporan Van Lindschotten dalam bukunya.2.Pohon-pohon yang membuahkan pala dan bunga pala itu tidak berbeda dengan pohon buah pir. Van Leur Sumbangan van Leur dalam penulisan sejarah Indonesia cukup besar artinya. yang berguna bagi obat-obatan. melancarkan pencernaan. dan cabe hitam…. menajamkan daya ingat. yang membalut buahnya. mengusir angin dari tubuh. menghilangkan rasa marah dan memudahkan buang angin…. dan menguatkan jantung. Buah pala menenangkan otak. lilin. Asia Barat. hal. tenggorokan. bunga pala. menyegarkan nafas. Amsterdam. Dari Bandar Malaka inilah rempah-rempah menyebar ke Cina. Laut Flores. dan Laut Banda menjadi sangat ramai. madu. 1595. Cengkeh banyak digunakan untuk memasak daging maupun meramu obat.

dan di Cina sekitar 600 ton. Yayasan Obor Indonesia.C.000 ton. 1997. dalam Taufik Abdullah. sedangkan perdagangan pribumi berekembang secara terbatas. Sehingga kekuasaan dan dominasi VOC atas berbagai wilayah di Nusantara dianggap mewakili dinamika pelayaran dan perdagangan di wilayah tersebut. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. Namun secara keseluruhan daya muat semua kapal di Nusantara diperkirakan 50. J.) 57 Dalam uraian selanjutnya Van Leur menggambarkan ukuran kapal-kapal layar di Nusantara yang paling besar berbobot 100 ton. Jakarta. Jilid I. Kesimpulan dari penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan dan motivasi ekonomi yang muncul dalam kegiatan pelayaran niaga adalah peeddling trade (perdagangan penjaja). Yayasan Obor Indoensia. Leirissa.58 Dengan kaca mata Asia sentris Van Leur berupaya mengkritik Dalam buku yang ditulis oleh Anthony Reid. membuktikan tentang ramainya perdagangan di Nusantara sejak abad ke-15 sampai abad ke-17 57 RZ. Perbedaan lainnya adalah bahwa barang dagangannya tidak banyak dibandingkan dengan kapitalisme modern yang menghasilkan komoditas dalam jumlah massal.di Indonesia. eds. op. Pertama-tama perdagangan dilkukan dari satu tempat ke tempat lain. “Dr. cit. Padahal dalam kajian van Leur. yaitu investasi modal dari keuntungan.. 1999. hal. Sebab itu tidak mengherankan bahwa barang yang diperdagangkan hanya barang yang mahal dan mewah. Depok. Sejarah Indonesia: Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing. dari benua ke benua. hal.. 1992 dan Jilid II Anthony Reid. dengan membawa sejumlah barang dagangan tertentu yang tidak besar volumenya. dari pulau ke pulau. dia mengungkapkan bahwa pelayaran dan perdagangan pribumi juga berkembang dengan pesat. PPKB-LP UI. eds. Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680. Pedagang tersebut mengunjungi satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain sampai barang dagangannya habis..56 Namun van Leur masih terpengaruh dengan cara pandang bahwa ekonomi Eropa berkembang dengan baik karena adanya kapitalisme. di India sekitar 200 ton. 191 58 Taufik Abdullah. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Tanah di Bawah Angin. Tidak terdapat sikap yang menonjol dalam kapitalisme modern. Sementara itu ada sedikit pedagang besar yang didominasi oleh kaum bangsawan (merchant gentlement. van Leur mengemukakan bahwa selalam ini sejarawan Belanda lebih memfokuskan peran orang-orang Belanda sendiri. 192 56 70 . Peeddling trade adalah perdagangan dengan kapasitas dan ciriciri tertentu. jakarta.

Cambritge. N. Menurutnya sejak abad ke-10 M sudah muncul apa yang dinamakan emporia trade yaitu pelayaran niaga melalui beberapa kota pelabuhan terbesar seperti Aden. 1989 60 Lihat artikel RZ. Chauduri. namun tidak mengulas argumennya tentang perdagangan di Asia yang dia tuliskan. Menurut Chauduri perdagangan penjaja terlalu sederhana untuk dipakai memahami pelayaran niaga di Asia sebelum abad ke-18. Van Leur dan Sejarah Ekonomi: Suatu Tinjauan Historiografi”. op. Cambritge. Malaka. J. Calicut. Menurutnya para pedagang besar atau yang disebut oleh Van Leur sebagai merchant gentlement merupakan kategori pedagang yang terpenting dan menentukan dalam pelayaran emporia..C.. “Dr. K. Trade and Civilisation in The Indian Ocean: An Economic History from the Rise of Islam to 1750 . Penelitian Chauduri ini menyanggah pendapat Van Leur yang mengemukakan tidak adanya perubahan selama ribuan tahun dalam pelayaran niaga di Asia. K. cit. eds. hal. Hormus.Para pedagang Asia berlayar dari satu emporia ke emporia lain tanpa harus mengarungi seluruh rute perdagangan itu dari Asia Barat sampai ke Cina. Leirissa.60 Perdagangan seperti itu melahirkan bandar-bandar besar yang memiliki fasilitas yang memadai untuk persinggahan kapal-kapal besar. Chauduri59 mengemukakan konsep emporia trade atau perdagangan emporium. Namun demikian kita berhutang budi kepada Van Leur karena telah berjasa membuka cakrawala baru dalam penulisan sejarah di Indonesia. Univercity Press. Kanton. dan sebagainya. 201-202 59 71 . Sebuah buku yang ditulis sejarawan ekonomi Inggris yang berasal dari India yaitu Dr. Banyak para sejarawan yang tertarik dengan konsep Van Leur tentang pandangan Asia sentrisnya. Konsep perdagangan emporia ini menggugurkan konsep Van Leur tentang perdagangan penjaja. N. dalam Taufik Abdullah.para sejarawan kolonial yang tidak melihat perdagangan oleh orang Asia termasuk juga di Nusantara sebagai sesuatu yang otonom yang ada sejak dahulu.

terlebih lagi orang Ciuna sudah sejak berabad yang lampau menjadi pendatang di Sumatra. Inggris melepas Bengkulu dan Belanda memberikan semenanjung Melayu. Pelabuhan Singapura ‘A Port By Design’. 97. Kalimantan. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 18002000. edisi draf. hilir mudik antara Singapura dan pelabuhanpelabuahn di luar pulau Jawa.000 metrik ton.2. Pelayaran yang menyinggahi Singapura terdiri atas tiga jenis.23-25 62 61 72 . 61 Pelabuhan Singapura merupakan yang dipersiapkan secara matang oleh para pembangunnya sejak 1819. mereka juga mengganti kapal tradisional mereka. Jati. Mulai dari perahu-perahu keci berbobot 20 ton sampai kapal-kapal yang bermuatan 200 ton terutama dari Makasar. Thomas Lindblad.1. 1999. atau 6 kapal perhari.3. Ekonomi dan perdagangan Maritim Periode Hindia Belanda Dibangunnya Singapura sebagai pelabuhan membuat pengaruh Inggris dalam perdagangan di Asia Tenggara meningkat pesat. Passau. yaitu pelayaran jarak jauh dengan wilayah Eropa. kedua.000 orang atau sepersepuluh dari jumlah orang Cina di Asia Tenggara pada tahun J. pelayaran regional Asia Tenggara dan terakhir pelayaran lokal.62 Pelayaran perahu-perahu Cina juga makin meningkat pada awal abad ke-19. atau pelabuhan laut dalam. Pelabuhan Singapura betul-betul dipersiapkan sebagai bandar besar. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. 1819-1941. hal. Jurnal Jabatan asia Tenggara. Dalam periode tersebut jumlah barang yang diangkut lebih dari 200. dalam Howard Dick.. jung. 1995. jumlah mereka sekitar 135. terutama setelah banyaknya kapal-kapal uap yang berlayar ke Singapura. Universiti Malaya No. Kondisi alam pulau yang pantainya berlumpur menjadikan pekerjaan mengali atau mengorek lumpur dan menghilangkan batu karang menjadi penting untuk mendapatkan pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar. hal. dengan kapal yang bermuatan lebih besar. Kapal-kapal Cina berdagang dengfan bayak wilayah di Nusantara. eds. Antara tahun 1830 sampai akhir 1860-an pelayaran dagang antara Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara meningkat pesat. Hanizah Idris. Sulawesi dan dikota-kota pelabuhan di Nusantara. Fakulti Sastera dan Sains Sosial. ketika Inggris dan Belanda saling bertukar wilayah.2. Rata-rata ada 2000 kapal yang singgah di Singapura pertahunnya.

. hal. KPM ini kemudian mendapat keistimewaan dari pemerintah.. yaitu. The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia 1800-2000.cit.. seperti memonopoli pengiriman barang-barang J. 99 73 . Kapal-kapal Eropa lainnya juga melakukan hal yang sama. pemerintah Belanda mendirikan Nederlansch Handel-Maatschappij (NHM) atau Perusahaan Perdagangan Belanda. 98. Kedatangan perahu-perahu Bugis ini merupakan panen besar bagi para pedagang lokal. Namun pemerintah Hindia Belanda tidak ingin tergantung dengan perusahaan tersebut. Passau. hal. Para pedagang lokal Singapura secara berkala bertransaksi dengan para pedagang Bugis dalam jumlah yang besar pada saat-saat tertentu yang mereka beri nama ‘Bugis Season’ . bahkan mereka memiliki kampung yang bernama ‘kallang’ di Singapura. Thomas Lindblad. Mereka melalui jalur pelayaran peranan yang penting di perairan Indonesia sampai abad ke-20. yaitu Nederlandsch Indie Stoomvaart-Maatschappij (NISM). karena mereka membawa sejumlah besar barang yang bisa mereka beli. Selain itu Inggris juga mendirikan perusahaan pelayaran dengan bendera Belanda. Perusahaan ini kemudian mengambil alih pengiriman paket pelayaran dari NISM yang telah habis masa kontraknya. Perkembngan pelabuhan Singapura membuat pelabuhan Makasar merosot perannya dalam perdagangan interregional dan regional. dan menjadi perusahaan pelayaran yang disewa pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak 1865 sampai 1890. Selain itu perahu-perahu tradisional dari berbagai wilayah kepulauan juga ikut meramaikan perdagangan interregional. atau musim Bugis. The Outer Islands in the Nineteenth Century: Contest for Periphery. 64 63 Howard Dick. Karena Belanda melarang perdagangan bebas di sini. dan mendirikan perusahaan pelayaraan kerajaan.63 Selain itu peran pedagang bugis yang berdagang ke Singapura sangat besar. Pelayaran perahu ini masih memainkan Sementara itu sejak tahun 1824. 1999. dalam Howard Dick. terutama kapal-kapal Inggris. 64 dari daerah pinggirann menuju jalur utama pelayaran.1880. Koninlijk Paketvaart Maatschappij (KPM). edisi draf. op.. meski muatan yang dibawanya kecil namun jika ditotal sangat besar volume perdagangannya. eds. Perusahaan ini menjadi perusahaan yang memiliki armada kapal yang mengangkut hasil-hasil dari Hindia Belanda ke Eropa. eds.

yaitu . b. Sebagai upaya untuk memudahkan kajian terhadap masyarakat maritim ada baiknya kita lihat beberapa rujukan berikut. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. teluk atau muara sungai. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. d. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. Sejak itu KPM telah mendominasi pelayaran di Hindia Belanda dengan menyinggahi 225 pelabuhan di seluruh kepulauan Hindia Belanda.2. eds. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah.milik pemerintah. Luas perdagangan maritim. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia. 111-112 74 . a. 65 3... Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut e.cit. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. Bentuk tanah dan pantainya wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi c. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut f. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari 65 Howard Dick.. Dari enam unsur di atas. surat dan perjalanan pegawai pemerintah Hindia Belanda. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsure (Van Leur dan Verhoeven. 1974:5-8). Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim di Indonesia Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai.3. op. hal.

Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. seperti. Pecinan (tempat tinggal pedagang 75 . c. laut lepas. pantai-pantai. tonase. yang menjelajahi perairan Nusantara dengan armada perahunya pada masa lalu. Sebagai contoh adanya tokoh mitos Sawerigading dalam masyarakat Bugis. Adapun tema-tema yang dapat dijadikan pokok kajian adalah: a. 2005: 3-5). meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. jalur-jalur pelayaran. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. peta. Peralatan untuk membuat perahu atau kapal kayu d. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. seni rupa. bentuk perahu. akibat adanya pelayaran.mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. seni tenunan. musik. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. muaramuara sungai. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. f. sistem navigasi. Teknologi perkapalan dan pelayaran. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. Sulawesi Selatan. sebagai contoh di Kota Banten lama terdapat kampung Pamarican. peralatan penangkap ikan. yaitu tempat para pedagang merica. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’ (Sedyawati. mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. (Barnes. 1996) b. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim e. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. dari kata merica atau lada. persenjataan. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. dan tradisi lisannya. seni tarinya. dibentuklah armada angkatan laut.

di Jakarta terdapat kampung Pekojan (tempat tinggal penduduk dari anak benua India) g. i. h. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. Dermayon (tempat tinggal orang Indramayu). Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. 1984: 267) j. Organisasi pelayaran. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut k. seperti tsunami (ibeuna-Aceh).’ (Poesponegoro. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayang-bayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). (Boomgaard. Selain itu ada contoh upeti (wase) atau pajak yang dikenakan terhadap jual beli di pasar (pekan) Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Dan juga gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. Sistem pajak dan upeti. 1997). sehingga Babad Banjar mencatat bahwa lada adalah ‘dagangan negri’.Cina). 2000). Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. (Wahyono. Sebagai contoh lada menjadi mata dagangan ekspor kerajaan Banjar. adanya bencana alam. cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. pada tiap-tiap berangkat sembahyang Jumat. dalam Hikayat Bustanus Salatin dikutipkan: ‘Dan ialah yang memaknakan Bail Um Mal dan uzur negeri Aceh Darus-Salam dan Cukai pekan dan ialah yang sangat murah karunianya akan segala rakyat dan mengaruniai sedekah akan segala fakir miskin. 76 . Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya.

cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 2. muara sungai sampai satuan bahari yang lebih besar seperti kawasan Laut Jawa. bagian-bagian pembentuknya. Laut Banda dan lain-lain. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. 77 . 3. berupa upacara-upacara tradisional memberkati kapal. Taylor (1992): 1. Selat Malaka. Cara dan kebiasaan makan. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. senjata dan lain-lain. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat Pokok-pokok bahasan tersebut tentunya dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan juga tingkat keluasan area yang dikaji. Selat Makasar. lagu-lagu rakyat. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat maritime tersebut. tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. 5. Dengan mendata point-poin diatas diharapkan akan membantu kita yang hendak melakukan kajian peradaban sejarah atas masyarakat maritime yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografi dan wilayahnya. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia maritime masyarakat. memulai menangkap ikan dan upacara ritus peralihan 4. berupa bangunan perahu atau kapal. Sebagai contoh kita bias melihat suatu wilayah satuan bahari mulai dari sebuah teluk atau selat yang kecil. nasib baik dan buruk. legendanya. Laut Flores. peralatan penangkap ikan atau produk laut lainnya.l. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada. seperti. Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak maritime kita dapat mendata beberapa hal yang dikemukakan oleh David A. Kekuasaan politik yang muncul.

Di samping itu integrasi yang dimaksudkannya bisa beragam sesuai dengan kondisi geografisnya atau bisa juga dilihat dari sudut politis. op. pendekatan sejarah maritim indonesia harus bisa melihat seluruh wilayah perairannya. dan lainlain. Lapian dalam pidato guru besarnya yang mengambil tema “Sejarah Nusantara Sejarah Bahari”. Di samping itu akibat adanya pengaruh politik dan ekonomi. Selat Malaka. Lapian. Laut Flores.3. gobang. dengan sampan. galai. 4 Maret 1992 67 AB. Menurut pandangan AB. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. cit.B. kajian bisa ditingkatkan lebih luas lagi dengan melihat selat dan laut yang lebih besar dan ramai oleh perdagangan. perahu.66 Sehingga studi tentang sejarah bahari dan berbagai aspeknya sangat dibutuhkan bagi sebuah rekonstruksi sejarah Indonesia yang lebih utuh. Lapian.67 Dengan demikian kajian sejarah bahari di Indonesia terdiri atas berbagai macam ‘satuan bahari’ atau yang dikenal dengan sea systems. Lapian.68 Gambaran yang cukup menarik diberikan oleh A. cit.3. AB. Dengan pendekatan seperti itu penulisan sejarah dapat melahirkan deskripsi dan analisa yang baru.3.Pentingnya Kajian Sejarah Maritim Lokal Dengan demikian sebetulnya sudah sejak lama sejarah dan kehidupan bahari di Nusantara itu sudah menyatu sebagai suatu kenyataan yang ada dari abad ke abad. dan kultural. Lapian tentang beragam jenis perahu dan kapal yang bisa dipakai oleh penduduk pribumi di Nusantara. 5-6 68 AB. Namun kenyataan yang ada kajian sejarah bahari masih jauh dari cukup. op. Laut Sulawesi. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. 6-7 78 . ekonomis.. seperti yang diungkapkan oleh sejarawan A. Semisal Selat Makasar.. sebagai pemersatu yang mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah itu. Lapian juga memberikan pandangan bahwa kajian tentang sejarah maritim dapat dimulai dari sejarah teluk kecil atau selat yang sempit sebagai tempat para nelayan mengembangkan kegiatan matapencahariannya. Pilihan untuk berlayar tersedia banyak jenis sarana. sosial.B.1. 66 AB. heartland atau daerah inti dari sebuah negara kepulauan bukanlah suatu pulau melainkan suatu wilayah maritim yang sentral letaknya. Dalam tulisan AB. Lapian. Selat Madura. Laut Jawa. Lapian. jukung. hal. hal.

londe. pinisi. wangkang. Direktorat Geografi Sejarah. Laut telah menjadi sarana bagi terwujudnya persatuan.69 Selain itu kajian sejarah maritim juga membuka kajian yang luas tentang komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) lewat media laut antara satu komunitas dan komunitas yang lain yang dapat menjadi dasar bagi proses integrasi di kalangan masyarakat Indonesia. hal. i. Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala. Sejarah Nusantara Sejarah bahari: Pidato Pengukuhan Guru besar Luar Biasa. 1974:5-8). 70 3. rah. Karakter maritim dari penduduk yang tinggal di wilayah tersebut AB. 7 sebagian draft tulisan dikutip dari tulisan Penulis dalam draft Kajian Peradaban Maritim dalam Buku Pedoman Kajian Geografi Sejarah oleh Agus Aris Munandar dkk. Mereka hidup dengan cara mengolah hasil laut dan perdagangan antar pulau atau wilayah. 2004. padewakang. 4 Maret 1992. sarana pertukaran dan hubungan. Bentuk tanah dan pantainya Luas wilayah daratan yang menghasilkan produk-produk komoditi perdagangan maritim. Beberapa di antaranya hanya dikenal dalam lingkungan sukubangsa tertentu. hal. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. teluk atau muara sungai. soppe. Meski laut juga merupakan kondisi alam yang dapat memisahkan kalau masyarakat tidak mengatasinya dengan pembangunan di bidang teknologi perkapalannya. pencalang. Beberapa pokok Kajian tentang Masyarakat Maritim71 Kelompok masyarakat maritim ini biasanya tinggal di perkampungan di sepanjang pantai. h. DIKTI. j. lepa-lepa.2. dan berbagai sarana angkutan air lainnya. Kedudukan geografinya berupa wilayah daratan yang dekat dengan laut. g.lancang. pengangkutan. Jenis-jenis angkutan laut tersebut ini mencerminkan kekayaan perbendaharaan alat angkutan yang digunakan untuk mengadakan hubungan antar pulau. Beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan bahwa karakter budaya maritim ditentukan oleh enam unsur (Van Leur dan Verhoeven. Lapian.3. yaitu . Jumlah penduduk yang hidup dari mengolah laut k. sedangkan ada jenis perahu yang tersebar di seluruh Nusantara.3. Berbagai jenis perahu yang disebut dalam daftar di atas mempunyai tingkat kelayakan laut yang berbeda-beda. Pengantar Sejarah Maritim Indonesia. 2006 71 70 69 79 . Jakarta.4 Singgih Tri Sulistiono.

Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera.H.l.3.3. Tema Tema Pokok Kajian a. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. 2005. Kisahnya sebagai berikut: Edi Sedyawati. pemerintahan lokal atau pada masa lalu adalah kerajaan atau kesultanan yang pernah ada pada suatu wilayah) dan lembaga-lembaganya yang mendukung eksplorasi kearah laut. Oxford. Dikisahkan adanya seorang nusak di Tola Manu (Termanu) yang melawan kompeni Belanda dan juga dikisahkan adanya keterangan tentang ramainya pelabuhan dagang di Tola Manu. ed. mereka mengenal apa yang disebut dengan tutui teteek (kisah nyata). Clarendon Press. Dari enam unsur di atas. yang ikut dalam pelayaran armada Majapahit ke Maluku dan Nusa Tenggara. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan laut. kita dapat memetakan suku-suku bangsa manakah di Indonesia yang memiliki semua atau sebagian dari unsure-unsur tersebut. di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari mengolah laut maupun menggunakan teknologi perahunya untuk melakukan pelayaran dan perdagangan maritim. yang tersurat dalam ‘Syair Asal usul’ atau ‘Lia Asa Usu’. perahu peledang inilah yang membawa nenek moyang orang Lamalera ke pulau Lembata. Depok. Kemudian dilakukan suatu penelitian baik itu yang bersifat pustaka mapun penelitian lapangan yang menggunakan sumber-sumber sejarah lisan melalui wawancara atau tradisi lisan. budaya dan religi yang terkait dengan dunia maritim ini dapat juga disebut sebagai ‘etnografi maritim’72 3. 3-5 73 lihat Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. Jakarta. Dalam aspek kajian sosial budaya maritim dapat meliputi sebagian suku bangsa di Indonesia.73 Dalam tradisi lisan yang dikenal oleh masyarakat Roti. Sifat pemerintah (untuk kasus Indonesia dapat diterapkan ditingkat suku bangsa. 2001 dan R. Sebagai contoh cerita mitos tentang pelayaran nenek moyang orang Lamalera di Pulau Lembata asal Luwuk. Orang Lamalera juga memiliki cerita mitos tentang perahu tradisional mereka pertama yang dibuat nenek moyangnya di pulau Lepanbatan yang kemudian diceritakan tenggelam karena bencana alam. Sulawesi Selatan. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime.3. Keseluruhan aspek dari kehidupan dan kegiatan ekonomi social. Barnes. hal. 1996 72 80 . Lembaga Galekat Lefo Tanah. UI. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus.

Clarendon Press. 28 75 lihat R. pantai-pantai. No. sebagai contoh perahu peledang yang dipergunakan oleh para nelayan Lamalera di Pulau Lembata untuk berburu ikan paus. Depok. Lembaga Galekat Lefo Tanah. April 1974. Sawu. 2001 dan R. ‘Nusak yang membantai kompeni’ (Nusa Manatati Koponi). Oxford. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan perairan yang menjadi wilayah eksplorasi masyarakat maritim. perahu dagang tidak pernah berhenti berdagang mengunjungi Roti dan mereka biasanya berlabuh di kota Leleuk. 17. Makassar. Jurnal Indonesia (Cornell University).Pulau Roti menamakan Nusak Tola Manu. 1996 74 81 . seperti. Perahu ini dibangun dari bahan papan kayu (ara blikeng) dengan konstruksi kuat tanpa menggunakan paku besi tetapi dari pasak kayu dan ikatan rotan. Djambatan.H. Perahu peledang ini merupakan perahu besar sepanjang 9-10 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi dinding perahu anatara 1 sampai 1. Sebelumnya nusak Tola Manu disebut Koli Oe do Buna Oe. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. Sastra dan Sejarah: Kumpulan karangan Mengenai masyarakat Pulau Roti. Fox. termasuk juga mendeskripsikan iklim sistem angin dan demografinya. Solor. Barnes. Sawu dengan menyinggahi pelabuhan di Pulau Roti. Membuat deskripsi geografi pantai dan laut yang menjadi tempat tinggal masyarakat maritim. Jakarta. b.75 Selain itu di Selat Sape. Solor. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona. c. Barnes. 14. hal. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. laut lepas. 26.74 Dengan demikian dari cerita tutui teteek tersebut digambarkan juga adanya pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Buton. teluk dan juga sungai-sungai yang menjadi penghubung wilayah pedalaman (hinterland) dengan daerah pantai. orang Buton.H. 1986. Makssar. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. muaramuara sungai.Dikatakan bahwa ketika Koli do Buna masih merupakan pelabuhan besar. dan Ndau pergi dan datang. Peralatan atau teknologi untuk membuat perahu atau kapal kayu. Bahasa. sebagai alat transportasi menangkap ikan orang Komodo membuat perahu atau sampan yang terbuat dari kayu rengo atau kawu puah (bombax ceiba) yang bisa James J. kemudian dipendekkan menjadi Koli do Buna…….5 meter.

Clarendon Press. seni tarinya. Teknologi perkapalan dan pelayaran. dan Sumbawa banyak didatangi oleh para pedagang Bugis dan Makasar yang mempengaruhi penggunaan perahu mereka pada masyarakat pedagang lokal. namun para pedagang Bugis dan Makasar dengan perahu padewakang dan pinisinya yang mewarnai pelayaran di Nusa Tenggara. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB. jalur-jalur pelayaran.79 f. Rakyat. Kota-kota ini juga harus dideskripsikan segregasinya dan munculnya kampung-kampung ditepi pantai. cit. sedangkan sampan yang dibuat dari kayu pohon woh (sterculia foetida) bisa bertahan selama sepuluh tahun. 1996. ed. g. Organisasi pelayaran. meliputi penggunaan tiang-tiang layar dan layarnya. persenjataan. op. 1987. Kota yang menjadi pusat kerajaan maritim hidup dari ekonomi perdagangan dan untuk mengamankan jalur-jalur pelayarannya. Di Lombok ada Pelabuhan Labuhan Haji (Saboaji) dan Piju (Picu) di Lombok Timur. Jakarta. lihat I Putu Suwitha. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. Balai Pustaka. musik. Barnes. Aspek kesenian dari budaya masyarakat maritim. 17. Depok. akibat adanya pelayaran. April 1974. Verheijen.J. ‘. bentuk perahu.H. Lombok. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. e. kemudian jalur selatan yang menyusuri ke selatan via selat Lombok menuju bagian selatan Sumbawa kemudian menuju Sumba atau Ende dan terus ke Kupang. UI. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. ‘Perahu Pinisi di Sunda kecil: Suatu Studi tentang Pola-pola perniagaan Abad XVIII-XIX.H. Oxford. seni tenunan. ed. Eksplorasi Sumber Budaya Maritime. 77 Untuk kajian tentang perahu-perahu tradisional lihat juga karya Horst Liebner. peta. Jakarta. Lembaga Galekat Lefo Tanah. Penerbit Djambatan-KITLV. peralatan penangkap ikan.. setiap pelabuhan dipimpin oleh Subandar (syahbandar).78 Untuk jalur-jalur pelayaran yang melewati wilayah utara Nuasa Tenggara kemudian langsung ke Maluku. Jakarta. Barnes. kerajinan dan busana yang terkait dengan tradisi maritim. 2001 dan R. sedangkan orang Bali. hal. sistem navigasi. Lihat juga Ambrosius Oleana dan Pieter Tedu Bataona.A. Masyarakat Nelayan Lamalera dan Tradisi Penangkapan Ikan Paus. tonase.. Jurnal Indonesia (Cornell University). 2002 77 82 . Di 76 J. dibentuklah armada angkatan laut. perdagangan dan migrasi yang dilakukan oleh suku-suku maritim.bertahan selama tiga tahun. dan tradisi lisannya. 2005 79 lihat I Gde Parimartha. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. 7-9 Untuk perkembangan perahu lokal di Nusa Tenggara lihat lihat R. dan Bahasanya.76 d. No. Lamalerap: A Whaling Village in Eastern Indonesia. seni rupa. Pulau Komodo: Tanah. Jenis-jenis kota pelabuhan dan pemukiman-pemukiman suku-suku maritim. seperti adanya pembagian tugas kerja dan juga termasuk pembagian hasil keuntungan yang di Bugis dan Makasar disebut Amanna Gappa. 78 Lihat Edi Sedyawati. Pelabuhan Ampenan dan Tanjungkarang di Lombok Barat.

yang singgah di Bima akan dikenakan bea 1 real untuk muatan dagangan senilai 20 real. mengatur tentang izin dan pelayanan kecelakaan pelayaran.80 m. pihak kesultanan mengeluarakan Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima yang memuat aturan-aturan pembayaran bea cukai di bandar Bima. namun kapal yang hanya singgah tanpa berdagang selama seminggu tidak dikenakan bea. Sanggar. baik produk dari pedalaman atau hasil laut yang mereka eksplorasi. kapal-kapal dari Jawa. mengatur perdagangan di Manggarai. Kayu ini sudah lama dikenal sebagai bahan pembuat perahu karena sifat kayunya yang keras. cerita banjir besar atau tsunami yang menghanyutkan orang Bajo (berasal dari kata bajo-bajo atau bayangbayang dari orang-orang yang terseret air bah atau banjir). cerita mitos tenggelamnya pulau Lepan Batan yang menjadi tempat tinggal nenek moyang orang Lamalera. Utan). Flores. Pelabuhan-pelabuhan di wilayah Lombok. dan memiliki daya tahan di dalam air laut. Untuk peraturan yang diterapkan di Manggarai. mengatur perjanjian dengan VOC soal pelayaran dan Perdagangan. Sumbawa. adanya bencana alam. Catatan tentang pola pemukiman dan pola migrasi yang terjadi. Kayu sapan (Caesalpinia Sappan) atau kayu Brazil dapat tumbuh antara 5-10 meter dan tumbuh liar dihutan-hutan di Sumbawa. Deskripsi tentang pasar-pasar lokal dan Jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan oleh mereka. seperti tsunami (ibeuna-Aceh). Timor. Hukum Adat Undang-Undang Bandar Bima. Lengge. Dompo. Sebagai contoh kapal-kapal Eropa yang singgah di Bima dikenakan bea 10 real untuk barang dagangan seberat 10 koyan (20 ton). Sebagai contoh Pulau Sumbawa sudah dikenal lama sebagai penghasil kayu sapan yang banyak tumbuh baik di Sumbawa Barat (Alas. Salahudin (penyunting). n. dan perahu yang dibuat dari kayu sapan ini disebut dengan ‘sampan’. 2004 80 83 . bahkan ditingkat global. Dalam bahasa Melayu kayu ini dinamakan ‘sepang’. terutama dikenakan pada perdagangan dan kepemilikan budak.pelabuhan Bima yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Bima di Sumbawa Timur. Dompo dan Bima. Mataram. Selain Siti Maryam R. Perbedaan komoditi yang khas diantara pelabuhan-pelabuhan tersebut kemudian memunculkan pertukaran baik ditingkat lokal maupun regional. Undang-Undang ini juga mengatur larangan berdagang pada siang hari di hari Jumat dan menghukum para pelaut yang berkelahi ditempat umum. Sumba merupakan pasar-pasar diwilayahnya masing-masing.

kertas dan cat oleh orang Cina.6 kg). dalam Boomgaard. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. LPUI. Leiden.untuk pasak kayu. bahkan sejak perjanjian Bungaya 1667. Sejak saat itu kayu sapan banyak dibeli oleh VOC melalui para Sultan di Sumbawa Besar. Pada abad XIX. Candu banyak diperdagangkan di Bali.82 Perdagangan budak juga merupakan komoditi perdagangan yang sudah marak sejak abad ke-16. India dan Eropa. Sedangkan saat itu harga lada hanya f 24 per 49. perabot rumah tangga. et. candu dijual bebas di pasar. kayu ini juga dipakai untuk pewarna merah terbaik bagi tekstil. Depok. Bugis. karena laku dipasaran Cina. Sumber utama budak terutama didatangkan dari wilayah Nusa Tenggara Bernice de Jong Boers. ‘Sustainability and Time perspectives in Natural Resource Management: Exploitation of Sappan Trees in the Forest of Sumbawa.” Sudah sejak awal Perhimpunan Dagang Hindia Timur (VOC) membeli kayu sapan ini untuk diperdagangkan ke wilayah lain.B. meski Sultan Mataram (Lombok) melarang rakyatnya memakai candu. Daerah penghasil kayu sapan yang lain adalah di Siam (Thailand) dan Philipina. KITLV.. Peter. Kayu ima Brazil tipis dan kalah bersaing dengan Siam. kecuali jalur lain melalui perdagangan gelap. Lombok. pelabuhan Tuban di Badung. Indonesia 1500-1875’.5 kg. Bahkan menurut catatan orang Portugis. dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. 2001 82 81 84 . Dompo dan Bima. Tidak heran kayu sapan banyak dicari oleh para pedagang lokal maupun dari Asia dan Eropa. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya.000 per peti atau f 100 per kati (o. ‘opium dalam Sejarah di Nusa Tenggara Barat’. namun eksploitasi ini berakibat makin menyusutnya hutan sapan pada abad ke19. Makasar dari Singapura. Sumbawa sampai ke Timor.81 Perdagangan opium (candu) juga merupakan komoditi perdagangan yang cukup ramai diperdagangkan. Pada tahun 1627 di negeri belanda harga kayu sapan bisa mencapai f 48-58 per 49. Pelabuhan Padangbai di Karangasem. Kesultanan Bima tidak boleh menjual kayu sapan selain ke VOC.al. namun candu beredar lewat pasar gelap bahkan laporan pejabat Belandapada abad XIX banyak pejabat kerajaan yang ikut mencandu. eds. Dengan harga f 10.”Pulau Bima (sic) menghasilkan kayu Brazil (sapan-penulis) yang dijual ke Malaka. Tome Pires (1513) melaporkan bahwa. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia. Sementara itu di Sumbawa Besar dan Bima ada larangan berdagang candu oleh Sultan.eds. 1997 I Gde Parimartha. Lapian. Kebanyakan candu didatangkan oleh pedagang Eropa.5 kg.

dalam Anthony reid. Jakarta. 2002. Pelajaran dan Pengaruh Kebudajaan MakasarBugis di Pantai Utara Australia. Manggarai. tahun 2000. Cense dan H. lihat Alfons de Kraan. Rote. Lombok.C. Januari 1983. dan Heather Sutherland. Heeren dan Heather Sutherland. Pelaut Bugis dan makasar juga berlayar ke perairan utara australia untuk mencari tripang. Manggarai.. ‘Bali: slavery and Slave Trade’. Pada tahun 1673 ada 27. sebagai tukang. Para Raja dan Sultan menjadi pihak yang mengorganisasikan perdagangan budak.3. Sumba. Bahkan para pelaut Bugis dan Makasar mencari budak dengan cara menculik penduduk dengan melakukan serangan bersenjata ke Tambora. p. Duarte Barbosa tahun 1516 menceritakan bahwa kapal-kapal yang datang dari arah Indonesia Timur menuju Jawa dan Malaka tidak hanya membawa muatan cendana. The Voyage to Marege’: Macassar Trepangers in Northern Australia. HJ.068 budak dan 1681 ada 30. ‘Slavery and The Slave Trde in South Sulawesi 1660s-1800s’. Selain dihasilkan di perairan Sumbawa. University of Qoueensland Press. Banyak kajian-kajian yang menggambarkan bahwa perdagangan budak sejak abad ke-16 sampai awal bad ke-19 adalah lumrah. Dan juga lihat I Gde Parimartha. Sebagai contoh Pulau bali merupakan penyedia budak yang sangat besar bagi VOC di Batavia. lihat juga Rodney Needham. Bhratara. Menurut laporan pelaut Portugis.(Bali. Macknight. ‘Trepang and Wangkang: China Trade of Eighteenth-Century Makassar c. sumbawa. lihat juga Heather Sutherland.C. 1972 83 85 . makalah seminar Center for comparative Studies on Southeast asia. Flores. Bijdragen tot de Taal –Land En Volkenkunde (BKI). Sawu dan timor). Melbourne University Press. Heeren.84 o. Jakarta. kuda.’Sumba and The slave Trade’.A. mereka dipekerjakan di perkebunan tebu disekitar Batavia. ed. working Paper No. Macknight. produk laut yang sangat mahal harganya dipasaran Cina. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. Penerbit Djambatan-KITLV.83 Selain itu sejak abad XVIII diwilayah Nusa Tenggara menjadi ramai oleh kehadiran kapal-kapal Bugis dan Makasar yang mencari tripang (Holothuria). Slavery.J. sepanjang pantai utara Flores dan Sumba. Deel 156. Flores. Sumba.740 budak yang berasal dari kepulauan Indonesia Timur. 1976. Oxford. sebelum Inggris dan Belanda kemudian melarangnya pada pertengahan abad ke-19. Sistem religi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut Sistem hak ulayat laut (sea tenure) yang ada dan mekanisme adat yang mengaturnya terkait sistem pengelolaan sumber daya laut yang menggambarkan rumitnya usaha adaptasi yang dilakukan manusia dengan lingkungan laut sekitarnya. Rote dan Timor. Untuk kajian lebih jauh lihat tulisan C. lihat juga A. madu. St Lusia. Bondage & Dependency in Southeast asia. dan juga direkrut sebagai serdadu. 84 Lihat C. Dompu. AA Cense. lilin dan lada tetapi juga budak. 31. 1720s-1840s’.

Para penguasa di Lombok menjadi kaya dan makmur bukan karena aktifitas ekonomi dan perdagangan yang mereka jalankan namun hasil dari pajak yang mereka tarik dari para petani. op. Serta mengimpor opium seharga 4200 rijsdaalde. porselaian.85 Peningkatan produksi beras di Nusa Tenggara pada abad ke-19. Lombok: Conquest. 1980.000 rijksdaalder. 126. Pada tahun 1890. q. Barang-barang tersebut seringkali dipertukarkan dengan produk-produk tekstil. Kekuatan politiklah yang menjadikan mereka kaya. Di Lombok pada abad ke-19.000 Ha dan lebih dari 45. Perdagangan opium di Lombok berasal dari para pedagang Inggris. Belanda dan Bugis sejak tahun 1840-an. yaitu Ampenan di barat dan Labuhanhaji di timur. Alfons van der Kraan. terutama mengeksportnya kedaerah lainnya di Nusa Tenggra di mana tanah sawah sangat sedikit. Banyaknya pedagang Arab dan Cina yang datang membuat perdagangan menjadi ramai dan raja memungut cukai atas perdagangan. minyak kelapa 600 rijksdaalder.cit. 11 86 Alfons van der Kraan. disebutkan bahwa penghasilan yang diterima Raja Lombok karena mengontrol pelabuhan dan perdagangan sekitar f. dan tembakau 13. Perdagangan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena raja Lombok melarang pemakaian opium. senjata.. termasuk daerah yang cukup subur dengan luas sawah irigasi lebih dari 25.625 pertahun.86 Selain itu juga kuda dan teripang merupakan mata dagangan ekspor dari Lombok. Kekuasaan politik yang muncul. Kesultanan di Lombok. Sumbawa. Sehingga Lombok merupakan daerah dengan hasil beras yang melimpah. hal. Kerajaan-kerajaan di Flores dan Timor) sebagai contoh Kerajaan Lombok yang menjadi kaya karena perdagangan beras. sutera dan juga opium. Lombok: Conquest. (Kerajaan-kerajaan di Bali. Menurut van Der Kraan dalam bukunya.000 rijksdaalder.gambaran tentang kearifan masyarakat yang melakukan pengaturan untuk tidak merusak laut dan habitatnya. Singapore-Heinemann Educational Books (Asia) Ltd. Selain itu kekayaan Raja Lombok juga berasal dari kontrol atas dua pelabuhan. tekstil 3200 rijksdaalder dan Arak dan Brendi senilai 900 rijsdaalder. baik ditingkat lokal maupun adanya kesultanan atau kerajaan yang ada.000 Ha sawah tadah hujan. Colonization and Underdevelopment 1870-1940. memicu perdagangan beras yang ramai. 11-12 85 86 . ASAA. Lombok mengeksport beras seharga 20. hal. Colonization and Underdevelopment 1870-1940.

Sedangkan sejak tahun 1870. Sulawesi Selatan. terutama eksploitasi kolonial Belanda yang sejak awal abad ke-19 memberlakukan kebijakan Cultuur Stelsel atau sistem perkebunan yang dipaksakan kepada penduduk Jawa dan Sumatera sebagai kewajiban membayar pajak. sub-tropis maupun lingkungan dingin. Majapahit. Lombok dan Sumbawa. baik dalam lingkungan tropis. Kediri. 87 . hal ini dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan yang sangat maju dari sisasisa kerajaan Mataram Hindu.meski dia mempunyai pabrik pengolahan opium di Bali yang dikerjakan oleh orang Cina. namun begitu beberapa contoh diatas dapat dijadikan awal dari kajian sejarah maritim lokal yang lebih jauh dan lebih mendalam lagi seperti yang kami kutip dari sumber karya-karya sejarawan dan antropolog yang telah menuliskannya. Kajian juga dapat dilanjutkan dari masa kemerdekaan sampai saat ini. juga terdapat dibeberapa wilayah di Aceh. Bisnis opium ini memberikan keuntungan yang besar bagi raja. Pajajaran dan banyaknya kerajaan yang muncul dan berkembang di Bali sejak abad ke-10 sampai awal abad ke-20.4.2. Lampung. karena banyak orang Cina dan Bali menghisap opium atau candu. sistem bercocok tanam padi sawah atau agraris ini umumnya terdapat di Jawa dan Bali. Penutup Uraian yang singkat dari makalah pengantar diskusi ini dengan contoh-contoh kasus penelitian sejarah maritim lokal tersebut tentunya sangat tidak memadai. Untuk itu saran dan kritik akan saya terima dengan senang hati 3. sejak dikeluarkan UU Agraria memunculkan sistem perkebunan swasta (ekonomi liberal) yang sangat mempengaruhi perubahan masyarakat terutama di Jawa dan Sumatera. Sumatera Barat. Indonesia Pokok-Pokok Kajian Sejarah dan Budaya Masyarakat Petani-Sawah atau Masyarakat Agraris Peradaban masyarakat agraris dapat dijumpai diseluruh dunia. Peradaban agraris telah melahirkan peradaban yang maju di Jawa dan bali. kajian tentang sejarah Pertanian dan pedesaan juga bisa dilakukan sejak masuknya bangsa Barat. Semoga makalah ini dapat menjadi pemiju penelitian lebih lanjut. Syailendra. Untuk wilayah Indonesia.

Perkembangan kota-kota di pedalaman yang ekonominya bertumpu pada ekonomi pertanian atau agraris. mantra-mantra. b. a. orang bebas (to maradeka dalam masyarakat Bugis dan Makasar) aspek sosial dan militernya yang bertumpu pada bahan untuk 88 . priyayi. Religi masyarakat di wilayah tersebut dan upacara terkait kegiatan bercocok tanam e. musik. seperti karya-karya sastra berupa tradisi tulis. Beberapa hal yang bisa dijadikan direkonstruksi adalah. atau Orang Bali yang percaya mereka keturunan masyarakat kerajaan majapahit dari Jawa Timur. Aspek kesenian dari budaya masyarakat agraris. Dijelaskan masalah demografinya (kependudukannya). pada saat panen dan pasca panen. Kosmologi dan mitologi yang berkenaan dengan masyarakat agraris.Seperti halnya dengan kajian peradaban maritim. Deskripsi demografi (kependudukan) Membuat deskripsi geografi yang menjadi tempat tinggal masyarakat agraris. seni tarinya. f. g. juga ditempattempat lain ada juga kepercayaan tentang dewi padi. d. Cerita tentang Dewi Sri yang dipuja sebagai dewi kesuburan di Jawa dan Bali. Peralatan yang diperlukan untuk mengolah tanah dan bercocok tanam. peralatan membuat tekstil atau tenunan i. karena setiap wilayah memiliki nama-nama yang khas bagi peruntukan tanah. Teknologi yang dipakai untuk mengolah tanah. Legenda tentang asal-usul masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. c. Sebagai contoh penduduk pertama pulau Jawa adalah kedatangan bangsa Rum dan para penguasa Jawa berasal dari dewa-dewa Hindu dan nabi-nabi Islam. h. Termasuk juga peralatanyang dihasilkan. seni rupa dan busana (kain batik dengan beragam motifnya) yang terkait dengan tradisi agraris. dan tradisi lisannya. dengan catatan bahwa setiap wilayah dengan pengaruh lingkungan geografi tertentu dapat berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. aspek pelapisan sosial penduduknya (bangsawan. Upacara ritus peralihan atau upacara yang dilakukan ketika kelahiran sampai pasca kematian warga penduduk tersebut. seperti membuat catatan tentang satuan-satuan tanah yang dijadikan areal persawahan. maka kajian peradaban agraris juga dapat dilakukan dengan mendata poin-poin di bawah ini.

Wage. yaitu: 1. kauman (kampung santri) dan lain-lain.kekuatan prajurit darat. sampai abad ke-18. cerita mitos dan asal usul nama tempat (toponimi) 89 . Sebagai tambahan untuk melakukan kajian untuk mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang bercorak agraris. Pertumbuhan pasar-pasar desa. j. 1991). seperti Pon. m. sistem pajak atau upeti dan sistem bagi hasilnya. Pemberontakan yang dilakukan oleh petani terhadap kekuasaan kolonial yang yang menekan mereka dan fenomena perbanditan atau kejahatan sosial di pedesaan (Kartodirdjo. bahkan di Jawa Tengah sejak akhir tahun 1860-an sudah dikenal transportasi kereta api yang menghubungkan Semarang-Solo-Yogyakarta. p. misalnya di kota-kota dipedalaman Jawa Tengah terdapat kampung pandean (tukang pande besi/kerajinan). Sistem pertanian dan Kehidupan petani sebelum dan sesudah kedatangan Bangsa Barat. dapat dilakukan dengan menadaptasikan kajian yang dilakukan David A. l. pejagalan (tempat pemotongan hewan. Tentang berbagai hal yang bersifat tradisi lisan yang ada dalam masyarakat agraris tersebut. dan juga segregasi(pembagian atau pemisahan) penduduk berdasarkan etnis atau profesinya. Taylor (1992). loji (tempat tinggal orang Eropa). k. lagu-lagu rakyat. tamtaman (kampung prajurit). Munculnya kekuasaan politik lokal sampai kerajaan Besar seperti Majapahit. Sistem pemerintahan di wilayah swapraja (Vorstenlanden) di Yogyakarta dan Surakarta. di Jawa dikenal hari pasaran (buka pasar pada hari tertentu). Kliwon. dan banyak kerajaan di Bali. Pengaruh sistem cultuur stel sel dan sistem ekonomi liberal terhadap kehidupan masyarakat petani di Jawa dan Sumatera. o. 1983 dan Suhartono. Paing dan Legi (di Sunda disebut Manis). seperti. n. penggunaan gerobak sapi.. Termasuk hubungan antara tuan tanah (bangsawan. priyayi) dengan para cacahnya (petani penggarap). legendanya. mataram Islam. Jenis-jenis alat transportasi di daerah pertanian dan perkebunan.

tanda-tanda alam yang dapat dipakai memprediksi cuaca. 5. pada masa panen. 90 . Cara dan kebiasaan makan. dan makna makanan tertentu dalam masyarakat. memelihara. Kemudian tentang kepercayaan-kepercayaan tradisional yang terkait dunia agraris. nasib baik dan buruk. Kebudayaan fisik yang dihasilkan dalam masyarakat tersebut (material culture). lumbung. bangunan irigasi.2. dan upacara ritus peralihan 4. bekas istana-istana kerajaan. berupa bangunan rumah tinggal. pola perkampungan. Adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. 3. berupa upacaraupacara tradisional ketika memulai menanam. Misalnya adanya kepercayaan tentang tahyul. maupun pasca panen. oragnisasi adat yang mengurusi pertanian (contoh subak di Bali). keberhasilan atau kegagalan panen.

al. Jakarta. LPUI.H. 1996 Braudel. Disertasi pada Universitas Gadjah Mada. 1997 Burke. Johan. Depok. Jakarta. 1978 Fox. New York. Jakarta.B. 1984 Koentjaraningrat. 1983 Kartodirdjo. Jakarta. 1983 Iskandar. Jakarta. A. Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Fernand. Santri Abangan..eds. James J. Panen Lontar: Perubahan Ekologi dalam Kehidupan Masyarakat Rote dan Sawu. R. Sinar Harapan. Peter. 1981 Boomgaard. Clifford. Clarendon Press. Ekologi Perladangan di Indonesia: Studi Kasus dari daerah Baduy Banten selatan. Gusti. Seluk beluk Masyarakat Kota. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. fourth edition. Rineka Cipta. eds.B. 20 April 1987 91 . Dunia Orang Sawu.. 1992 Kana. The Mediterranean and The Mediterranean World in the Age of Phillip II. Muhammad Ridwan. Pemberontakan Petani Banten 1888. Lapian. 2005 Asnan. 1998 Lapian.. Jawa Barat. ‘Dari sungai ke Jalan Raya: Perubahan Sosial-Ekonomi di Daerah Perbatasan Sumatra Barat-Riau pada awal Abad XX’ dalam Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Harper & Row. Pustaka Jaya. vol. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Pustaka Jaya. KPG-Yayasan Adikarya IKAPI. et. Sinar Harapan. Leiden.. I. Niko L. N. 1929-1989. Oxford. ‘Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Pada Abad XIX’. Jakarta. KITLV. Jakarta. 2001 Barnes.. The French Historical Revolution: The Annales School. Daldjoeni. Sartono. Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman. 1996 Geertz. Djambatan. Pengantar Antropologi Jilid I dan II. Stanford: Stanford University Press. 1990 . Fontana /Collins. Paper Landscapes: Explorations In The Environmental History of Indonesia.DAFTAR SUMBER Alimuddin. Sea Hunters of Indonesia: Fishers and Weavers of Lamalera. Peter.

Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680.C. 2005 Lohanda. Pamator. Jilid I Batas-Batas Pembaratan. Jakarta. Eds. Sejarah Nasional Indonesia.. Jakarta. eds. Lapian.. Junus.’ Bekerja dengan Sumber Sejarah: sebuah pengalaman Intelektual. Tanah di Bawah Angin. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680: Jilid I.’ Lombard. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Christian. Edi ed. Peradaban Jawa Abad ke-8 Sampai dengan Abad ke-15: Sebuah Kajian Tentang Dinamika Pranata-Pranata Politik. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKB-DRPM Universitas Indonesia. Jakarta. 1999 Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi. Jakarta. Soedjatmoko.’Kajian Maritim Aspek SosialBudaya Ragam dan Peluangnya. Komunitas Bambu. LPUI. EFEO. J. Manusia Bugis. 1984 Rahardjo. dalam Edi sedyawati.. Mona. Jakarta.B. Forum Jakarta-Paris. Marwati Djoened. Yogyakarta. Supratikno. Jakarta. Gramedia. Jakarta. Eksplorasi Sumber Budaya Maritim. Sistem Budaya Indonesia. Historiografi Indonesia: Sebuah Pengantar.J.R. Yayasan Obor Indonesia.. Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A. dan F. ‘Perahu-Perahu Tradisional Nusantara: Suatu Tinjauan Sejarah Perkapalan dan Pelayaran dalam Edi Sedyawati. 2005. 1991 92 . Bhratara. 2006 Poesponegoro. Jilid III. Tiara wacana. 1997 Pelras. 2002 Reid. Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1930. Jilid III Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. Agama dan Ekonomi. Nusa Jawa Silang Budaya. Yayasan Obor Indonesia. Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan PPKBDRPM Universitas Indonesia. ed.van Leur. Depok. Teori Mahan dan Sejarah Kepulauan Indonesia. 1995 Suhartono. Dennis. Gramedia. 1996 Melalatoa. Anthony. Verhoeven. Jilid II Jaringan Asia. 1974 Liebner. Jawa Kuno. Horst H. Balai Pustaka. Jakarta. Jakarta. 2001 Sedyawati. 1992 __________.

Hak Ulayat laut di Kawasan Timur Indonesia. 2000 93 . Jakarta. Media Pressindo.Wangania. dkk. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. J. Ary. Jenis-Jenis Perahu di Pantai Utara Jawa Madura. 1980/1981 Wahyono. Yogyakarta. Ditjen Kebudayaan..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful