LAPORAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI TUMBUHAN

NAMA NIM KELAS KELOMPOK

: : : :

PILIAGAI C51110187 AGROTEK II

E

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2011

Kemudian keringkan dengan kertas tisu dan timbang sebagai berat awal pada masing-masing selinder.60 larutan molar larutan sukrosa.45 : 0. masing-masing diisi dengan 100 ml dengan larutan berikut : air destilata.35 : 0.10 : 0. Biarkan selama 30 menit. 0.50 dan 0. CARA KERJA Siapkan 12 tabung reaksi.  Buat 12 selinder umbi dan kentang dengan menggunakan cork borrer.15 : 0.25 :.  Kemudian selinder diangkat dan keringkan kembali dengan kertas tisu.  Potensial air jaringan dapat diperoleh setelah terlebih dahulu menghitung potensial osmotik (Ψs) untuk masing-masing konsentrasi larutan sukrosa dan gunakan rumus berikut : . Ssebaiknya semua silinder dibuat dari satu umbi kentang. Untuk menghitung perubahan berat gunakan rumus berikut : % perubahan berat = x 100%  Buat grafik dan plotkan % perubahan berat pada ordinat dan konsentrasi larutan sukrosa (dalam molar) pada absis.05 : 0. 0. Buang kulitnya dan di cuci.40 : 0. masingmasing panjangnya 2 cm.20 : 0. Selanjutnya silinder ditimbang kembali sebagai berat akhir.PRAKTIKUM I Judul Tujuan : Penetapan Potensial Air Jaringan Tumbuhan : Mengukur nilai potensial air jaringan umbi kentang I. BAHAN DAN ALAT Bahan :  Umbi kentang  Larutan Sukrosa Alat :     Bor sumbat botol (cork borrer) Pisau Timbangan analitik 12 tabung reaksi dan rak tabung reaksi II.  Masukkan silinder-silinder umbi kentang tersebut ke dalam 12 set larutan sukrosa dan usahakan umbi dalam keadaan terendam semua.30 : 0.

Air merupakan komponen penyusun terbesar sel-sel pada tumbuhan. selanjutnya potensial dari larutan-larutan lainnya dapat ditentukan dengan menggunakan rumus : = Kemudian tentukan (menginterpolasikan dari grafik) konsentrasi sukrosa yang tidak menghasilkan perubahan berat nilai Ψs tersebut sebanding dengan potensial air (Ψw) jaringan. Dalam tumbuhan yang sedang tumbuh aktif. III. Potensial air kadang-kadang dinyatakan dalam satuan energi sebagai kalori/mol atau dinyatakan sebagai tekanan (bar). tanah dan udara.Ψs Dimana : = . salah satunya adalah kesetimbangan air. 1994). kekurangan air dapat menjadi faktor pembatas bagi perkembangannya.0831 bar/derajat ionisasi = suhu absolut (= °C + 273) Rumus ini cukup digunakan untuk menhitung potensial osmotik satu larutan sukrosa (Ψs). Air adalah senyawa yang paling mudah bergerak (mobile) dalam tumbuhan ( Steudle. 1991). kepekaannya terhadap faktor-faktor fisik dan kimia dari lingkungannya juga berkurang. Di samping itu aktifitas sel-sel akan menurun. Kandungan air dalam jaringan tumbuhan merupakan indikator yang paling baik digunakan untuk mengetahui apakah proses dalam suatu tumbuhan berlangsung normal (sehat).MIRT M = molalitas dari larutan sukrosa (konsentrasi larutan) I R T = konstanta ionisasi untuk sukrosa = konstanta gas (0. karena hampir 80-95% dari total berat basah jaringan yang sedang tumbuh terdiri dari air (Taiz dan Zeiger. Potensial air (Ψ: Psi) penting untuk diketahui agar dapat mengerti pergerakan air di dalam sistem tumbuhan. . Air akan bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah. Apabila tumbuhan kekurangan suplai air. DASAR TEORI Keadaan fisiologi aktif dalam satu sel dan seluruhsel-sel dalam tumbuhan bergantung pada beberapa keadaan relatif yang konstan. Pergerakan air antar sel biasanya melalui difusi. maka kandungan air dalam tumbuhan menjadi menurun sehingga akan mengganggu proses fisiologi dan jika keadaan ini berlangsung lama dapat mematikan tumbuhan.

Nilainya selalu ditandai dengan bilangan positif. Potensial air murni pada tekanan atmosfir adalah nol dan potensial air di dalam sel dan larutan kurang dari nol negatif. Sebagai pegangan atau dasar dapat diambil potensial air murni. Komponen-komponen potensial air sel atau jaringan adalah sebgai berikut : Ψw = Ψs + Ψp + Ψm dimana : Ψw Ψs Ψp Ψm = potennsial air suatu sel/jaringan tumbuhan = potensial osmotik = potensial tekanan (turgor) = potensial matrik Tekanan turgor (Ψp). suatu ukuran daya yang menyebabkan air bergrak ke dalam suatu sistem seperti jaringan.terjadi sebagai akibat adanya gradien dalam energi bebas dari partikel-pertikel yang berdifusi. Potensial tekanan turgor adalah potensial yang disebabkan tekanan hidrostatis membran sel pada dinding sel. Potensial air adalah pernyataan dari status energi bebas air. Jadi potensial air adalah perbedaaan dalam energi bebas atau potensial kimia persatuan molar volume antara air murni dan suatu larutan pada suhu yang sama. sifat-sifat membran perlu diketahui agar mengerti proses pengangkutanlarutan di dalam tumbuhan (Baker. nol atau juga negatif. Pergerakan air dari akar kedaun melalui xilem berlangsung menurut aliran massa (Bulk flow) dan terjadi akibat adanya perbaedaan potensial air antara akar dan daun. nilainya dapat diabaikan. Osmosis merupakan pergerakan air melalui membran selektif permeabel. tekanan osmotik (Ψs) dan tekanan matriks (Ψm) akan menetukan tekanan air pada setiap sistem. tanah dari atau atmosfir atau dari suatu bagian ke bagian yang lain dalam suatu sistem. 1978). Potensial osmotik adalah potensial yang disebabkan oleh zatzat terlarut. Nilai absolut dari potensial air tidak mudah diukur. Potensial matrik bertanda negatif tetapi pada umumnya pada sel-sel bervakuola. Dengan demikian. Penambahan tekanan (terbentuknyatekanan turgor ) mengakibatkan potensial tekanan lebih positif. tanaman dan atmosfir. Potensial air merupakan parameter yang paling bermanfaat untuk di ukur dalam hubungannya dengan sistem tanah. sehingga setiap ada perbedaan potensial air di dalam sel hanya . tandanya negatif. Jadi osmosis dapat terjadi secara difusi ataupun aliran masa.

sehingga tidak mengubah osmotikum dari jaringan. Dalam percobaan ini dicari larutan sukrosa yang sama dengan potensial air jaringan. Pergerakan air akan terhenti sampai terjadi keadaan kesetimbangan. maka persamaannya menjadi : ΨWL = ΨWJ . Setiap ada pergerakan air dari jaringan ke larutan hanya disebabkan oleh adanya perbedaan potensial airnya. Oleh karena itu dapat di sederhanakan menjadi : Ψw = Ψs + Ψp Potensial air jaringan ditentukan dengan cara merendam potongan jaringan dalam suatu seri larutan sukrosa atau mannitol (non elektrolit) yang diketahui konsentrasinya. 1991). Potensial air larutan sama dengan larutan air jaringan.disebabkan oleh tekanan osmotik dan turgor (Taiz dan Zeiger.

76 10. 1. 1.07 2.57 11. 0. 7.71 5. 0.56 2.41 10.55 3. 1. 1. 1.IV. 1. 0. 1.90 7. 11.25 4.90 11.36 Berat akhir kentang : 1. HASIL DAN PEMBAHASAN  Hasil Berat awal kentang : 1.73 4.60 3. 1.23 9.93 8. 7. 1. 0. 1. 1.99 10. 1. 1.32 6.23 5.26 6. 1. 1. 0. 1.89 . 1.36 8.23 9.

64 13.26 1.23 1.05 0.05 0.55 0.76 34.75 46.1 0.35 0.30 0.57 1.90 1.6 .60 1.23 1.73 1.01 38.07 0.25 0.32 1. Hasil No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1111 11  Konsentrasi Sukrosa 0.90 1.36 Berat Akhir (g) 1.50 0.61 9.99 1.76 1.35 0.45 0.23 27.71 1.40 0.25 0.3 0.20 0.45 0.41 0.15 0.89 Perubahan Berat (%) 64.97 Grafik 80 70 60 50 40 30 20 10 0 0.06 21.23 39.60 Berat Awal (g) 0.15 0.2 0.57 1.02 4.93 1.5 0.4 0.09 71.10 0.25 1.36 1.56 0.

25 :. yang menandakan bahwa potensial air pada larutan sukrosa lebih tinggi dibandingkan dengan potensial air pada kentang. 0.61 . yaitu 0.35 : 0.23 . Umbi kentang terlebih dahulu di buat silinder menggunakan pengebor gabus dengan diameter 12 cm dan panjang 2 cm.97. 38.05 : 0.05 : 0.09 . Biarkan selama 30 menit. 46. 13.75 . yang akan dikerjakan adalah mengukur potensial air dalam jaringan tumbuhan. 0.10 : 0.50 dan 0. digunakan larutan sukrosa dengan berbagai konsentrasi.30 : 0. Untuk mengukur potensial pada umbi kentang.76 .50 dan 0.23 .20 : 0. 39. umbi kentang mengalami perubahan berat.45 : 0.45 : 0. yaitu pada umbi kentang dan daun Rhoeodiscolor.35 : 0. Pembahasan Pada praktikum kali ini.30 : 0. 27.25 :. 71.64 .01 .15 : 0. 4.20 : 0. 0. Hal ini menunjukkan bahwa air pada larutan sukrosa mengalir masuk ke dalam jaringan. umbi kentang pada larutan sukrosa.06 .40 : 0. Masukkan silinder-silinder umbi kentang tersebut ke dalam 12 set larutan sukrosa dan usahakan umbi dalam keadaan terendam semua. 9. Setelah dimasukkan ke dalam larutan sukrosa dengan berbagai konsentrasi.60 larutan molar larutan sukrosa mengalami pertambahan berat sebesar 64.02 .15 : 0. . 34.10 : 0. 21.40 : 0.60.

Pada saat akan melakukan pengamatan. 2009. potong bahan yang akan di amati dengan ukuran yang telah di tentukan dengan seteliti mungkin agar data yang di dapat bisa akurat. VI.V. . Saran 1. DAFTAR PUSTAKA Tim fisiologi tumbuhan. Gunakanlah mikroskop pada saat pengamatan dari perbesaran rendah hingga perbesaran tinggi. 3. proses terjadinya hal tersebut disebabkan atau dipengaruhi oleh zat-zat terlarut yang ada pada jaringan sel atau tumbuhan. Bandung : Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penurunan Potensial air dari sel atau pada jaringan tumbuhan disebabkan naiknya potensial osmosis. Penuntun Praktikum FISIOLOGI TUMBUHAN. 2. agar bagian-bagiannya terlihat secara lengkap dan jelas. Biasakanlah membawa bahan-bahan praktek selengkap mungkin supaya saat praktek bisa langsung bekerja.

Setelah 35 menit kemudian menimbang kedua tanaman tersebut sebagai berat awal dan berat akhir. CARA KERJA   Sediakan 4 lembar daun ficus benjamina dicuci dengan air pada kedua permukaan daun dan kemudian keringkan dengan tisu. Meletakkan tanaman tersebut di tempat yang terkena sinar matahari selama 35 menit. Menghitung selisih sebagai berat awal dan berat akhir. ALAT DAN BAHAN: Alat:     Timbngan Digital Kertas milimeter Bahan: Daun beringin berdaun tebal (ficus benjamina) Vaselin II. Mengukur luas total daun yang digunakan dan menghitung kecepatan transpirasi daun dalam satuan milimeter.PRAKTIKUM II Judul Tujuan : Transpirasi : untuk melihat laju transpirasi pada permukaan dorsiventral dari daun I. Bandingkan hasil antara laju transpirasi masing-masing daun. Mengoleskan vaselin o pada permukaan daun 1 (bagian atas bawah) tanaman o pada permukaan daun 2 (bagian atas) tanaman o pada permukaan daun 3 (bagian bawah) tanaman o pada permukaan daun 4 tidak dioleskan       Lalu timbang masing-masing daun (berat awal). .

angin. tebal tipisnya daun. banyak sedikitnya stomata. Transpirasi juga bermanfaat di dalam hubungannya dengan penggunaan sinar matahari. temperatur. Kenaikan temperatur yang membahayakan dapat dicegah karena sebagian sinar matahari yang memancar itu digunakan untuk penguapan air. Transpirasi pada tanaman banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam maupun luar tanaman tersebut. bentuk dan lokasi stomata. keadaan air dalam tanah dan lain sebagainya. Faktor diantaranya adalah besar kecilnya daun. Sebenarnya seluruh bagian tanaman ini mengadakan transpirasi. banyak sedikitnya bulu pada permukaan daun.III. kebasahan udara. Traspirasi bisa terjadi melalui kutikula. . tekanan udara. Transpirasi merupakan sutu akibat yang tidak dapat dielakkan luasnya permukaan daun-daun yang ada di udara merupakan suatu kondisi yang menyebabkan penguapan mesti terjadi dan tidak mungkin dapat dicegah. Sedangkan faktor luar diantaranya adalah radiasi. Hal ini disebabakan karena luasnya permukaan daun dan juga karena daun-daun itu lebih terkena udara dari pada bagian lain tanaman. stomata dan lentisel. TEORI DASAR Transpirasi pada dasarnya sama dengan penguapan. berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun. Transpirasi pada tanaman hakikatnya adalah suatu penguapan baru yang membawa garam-garam mineral dari dalam tanah. akan tetapi biasanya yang kita bicarakan hanya transpirasi melalui daun karena menghilangnya molekul-molekul air dari tubuh tanaman itu sebagian besar adalah lewan daun.

Walaupun berat tanaman telah berkurang selama 30 menit tapi justru penguapan air yang lebih besar terjadi pada perlakuan di dalam ruangan daripada di dalam ruangan.82 Berat Akhir 11. Hal ini menunjukkan pada tanaman terjadi penguapan air yang ditandai dengan berkurangnya berat tanaman tersebut.77 10.IV. Sinar juga mengandung panas hal ini juga berarti . Sinar matahari juga menigkatkan transpirasi dengan menghangatkan daun. HASIL DAN PEMBAHASAN  Hasil Daun 1 2 3 4 Berat Awal 8. Seharusnya penguapan air yang lebih besar terjadi di luar ruangan karena di luar ruangan pucuk tanaman kembang sepatu tersebut langsung berhubungan dengan sinar matahari dan suhu di luar pun jauh lebih tinggi dari pada di dalam ruangan.05 9.92 12.98 Selisih Berat Jumlah daun = 4 helai Luas permukaan daun ke – 1 = mm² Luas permukaan daun ke – 2 = 818 mm² Luas permukaan daun ke – 3 = 835mm² Luas permukaan daun ke – 4 = 794mm² Luas daun keseluruhan = mm² Kecepatan transpirasi = Waktu/luas total daun = gr/ mm²  Pembahasan Dari hasil perlakuan terhadap pucuk tanaman kembang sepatu yang telah diolesi olah vaselin baik itu yang ditempatkan di dalam maupun di luar ruangan ternyata lebih ringan dibandingkan berat awal sebeblum dibiarkan selama 30 menit.05 11. Sinar matahari mendorong atau merangsang stomata dan dapat meningkatkan pemindahan udara berisikan uap air dari lapisan bunga karang ke luar.64 11.17 11.

Triska Sulisa. suhu. KESIMPULAN DAN SARAN   Proses transpirasi yang terjadi di luar ruangan lebih cepat dibandingkan yang di dalam ruangan karena pengaruh sinar matahari. DAFTAR PUSTAKA Nindy. banyak atau sedikitnya stomata.dkk. Karena cahaya.menambah panas dengan demikian menaikkan temperatur. Proses respirasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah ketebalan daun. Dari luas total daun yang digunakan pada praktikum dapat dihitung kecepatan transpirasi daun yaitu dengan cara membagi antara waktu dengan luas total seluruh daun sehingga diperoleh hasil. “Laboratory Exercises in the principles of biology”. Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa kecepatan transpirasi di dalam ruangan jauh lebih cepat dibandingkan di luar ruangan. kelembaban. cahaya dan kelembaban. dkk. Thomas R. vol 2 No 1 Mertens. Kenaikkan temperatur sampai pada batas tertentu menyebabkan melebarnya stomata dan memperbesar transpirasi. Burgess publishing company:Indiana .1966. angin dan air tanah semuanya mempengaruhi kecepatan transpirasi.Jurnal Kesehatan Lingkungan. Mungkin hal ini disebabkan karena peletakkan pucuk tanaman kembang sepatu tiedak persis di tempat yang terang dan juga kelembaban udara yang relatif rendah. VI. V. hal ini tidak sesuai dengan kenyataan. 2005. “Hubungan Sanitasi Rumah dengan Kejadian Infeksi Saluran pernapasan Akut (ISPA) pada anak balita”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful