P. 1
SISTEM IMUN 3

SISTEM IMUN 3

|Views: 294|Likes:
Published by Monika Hdy

More info:

Published by: Monika Hdy on Mar 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2014

pdf

text

original

SISTEM IMUN

SISTEM IMUN
Fungsi: 1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit; menghancurkan menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh 2. Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak (debris sel) untuk perbaikan jaringan. 3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal Sasaran utama: 1. bakteri patogen & virus 2. Leukosit mrpkn sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, & sel mast) Patogen bagi tubuh manusia
    

Bakteri Virus Jamur Protozoa bersel satu Parasit

Struktur Struktur Imun
  

Organ sistem imun berada di seluruh bagian tubuh ® organ limfoid Organ limfoid: ‘rumah’ bg limfosit Jaringan limfoid primer:

1. kelenjar thymus 2. sumsum tulang

Jaringan limfoid sekunder:

1. berkapsul: limpa & kelenjar limfa 2. tdk berkapsul: tonsil, GALT (gut-associated lymphoid tissue), jar.limfoid di kulit, sal.napas, kemih, & reproduksi Jaringan Limfoid
 

Merupakan jaringan yang memproduksi, menyimpan, & memproses limfosit Mencakup: sumsum tulang, kel.limfe, limpa, thymus, tonsil, adenoid, appendiks, & agregat jar.limf di sal.cerna (GALT= gut-associated lymphoid tissue/ Plak Peyer)

Sistem kekebalan nonspesifik (didapat) (innate immune system) 2. Sel T limfosit intraepitel akan menghasilkan sitokin. mengaktifkan fagositosis dan . Didalam sel epitel barier juga terdapat sel limfosit T dan B.Sistem Imun   Pertahanan lapis pertama: Pertahanan fisik (physical barrier) Ada 2 sistem kekebalan tubuh: 1. Sistem kekebalan spesifik (dipelajari/adaptif) (learned/adaptive immune system) Komponen Sistem Imun Spesifik Barier Sel Epitel Sel epitel yang utuh merupakan barier fisik terhadap mikroba dari lingkungan dan menghasilkan peptida yang berfungsi sebagai antibodi natural. tetapi diversitasnya lebih rendah daripada limfosit T dan B pada sistem imun spesifik.

namun tdk dpt mengenali benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Sedangkan sel B limfosit intraepitel akan menghasilkan IG M. Tahap Respons Imun     Deteksi & mengenali benda asing Komunikasi dg sel lain untuk berespons Rekruitmen bantuan & koordinasi respons Destruksi atau supresi penginvasi Þ antibodi & sitokin Respons Imun Respons imun alami nonspesifik     ada sejak lahir tdk memiliki target tertentu terjadi dlm bbrp menit – jam Reaksi inflamasi Respons imun didapat spesifik   spesifik untuk jenis tertentu respons terhadap paparan I terjadi dalam beberapa hari. sebum. paparan berikutnya lebih cepat Pertahanan Lapis Pertama      Kulit & membran mukosa yang utuh Kelenjar keringat. Neutrofil dan Makrofag Ketika terdapat mikroba dalam tubuh. sel keratin & lysozim di lapisan epitel Rambut pd lubang hidung Flora normal Sistem Kekebalan Non-spesifik   Dapat mendeteksi adanya benda asing & melindungi tubuh dari kerusakan yang diakibatkannya. Yang termasuk dlm sistem ini: . komponen pertama yang bekerja adalah neutrofil dan makrofag dengan cara ingesti dan penghancuran terhadap mikroba tersebut. & airmata ® mensekresi zat kimia & bersifat bakterisid Mukus. tight junction. endotoxin dan lipopolisakarida pada mikroba yang selanjutnya mengaktifkan aktifitas antimikroba dan sekresi sitokin. desmosom.selanjutnya melisiskan mikroorganisme. Hal ini di karenakan makrofag dan neutrofil mempunyai reseptor di permukaannya yang bisa mengenali bahan intraselular (DNA). silia.

paparan rantai karbohidrat yg ada pd permukaan mikroorganisme yg tdk ada pd sel manusia . Reaksi inflamasi/peradangan Protein antivirus (interferon) Sel natural killer (NK) Sistem komplemen Inflamasi/ Peradangan    Merupakan respons lokal tubuh thd infeksi atau perlukaan Tidak spesifik hanya untuk infeksi mikroba. & makrofag Tahap inflamasi       Masuknya bakteri ke dalam jaringan Vasodilatasi sistem mikrosirkulasi area yg terinfeksi ®meningkatkan aliran darah (RUBOR/kemerahan & CALOR/panas) Permeabilitas kapiler & venul yang terinfeksi terhadap protein meningkat ® difusi protein & filtrasi air ke interstisial (TUMOR/bengkak & DOLOR/nyeri) Keluarnya neutrofil lalu monosit dari kapiler & venula ke interstisial Penghancuran bakteri di jaringan ® fagositosis (respons sistemik: demam) Perbaikan jaringan Interferon     Sel yang terinfeksi virus akan mengeluarkan interferon Interferon mengganggu replikasi virus (antivirus). 2. non-spesifik. tetapi respons yg sama juga terjadi pada perlukaan akibat suhu dingin. 4. monosit.1. atau trauma Pemeran utama: fagosit. a. ttp lebih cepat.l: neutrofil. panas. 3. & bekerja sebelum sel T sitotoksik mnjd lebih banyak & berfungsi Sistem Komplemen  Sistem ini diaktifkan oleh: 1. ‘interfere’ Interferon juga memperlambat pembelahan & pertumbuhan sel tumor dgn meningkatkan potensi sel NK & sel T sitotoksik (antikanker) Peran interferon yg lain: meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag & merangsang produksi antibodi Sel Natural Killer (NK)   Merusak sel yg terinfeksi virus & sel kanker dengan melisiskan membran sel pd paparan I Kerjanya = sel T sitotoksik.

2. kekebalan selular :    produksi limfosit T yg teraktivasi harus dapat membedakan sel asing yg harus dirusak dari sel-diri antigen (molekul besar. paparan antibodi yang diproduksi spesifik untuk zat asing tertentu oleh Sistem imun adaptif  Bekerja sbg ‘komplemen’ dari kerja antibodi Komplemen yg teraktivasi akan:     Berikatan dg basofil & sel mast & menginduksi penglepasan histamin ® reaksi inflamasi Berperan sbg faktor kemotaksis yang meningkatkan fagositosis Berikatan dg permukaan bakteri & bekerja sbg opsonin (opsonisasi) ® fagositosis Menempel pd membran & membentuk struktur berbentuk tabung yg melubangi membran sel & menyebabkan lisis sel. kompleks. & perkemihan (cth: pd airmata & ASI) . Ig A : ditemukan pd sekresi sistem perncernaan. Ig G : Ig terbanyak di darah. Ab disekresi ke darah atau limf ~ lokasi sel plasma yg teraktivasi. Ig E : melindungi tubuh dr infeksi parasit & mrp mediator pd reaksi alergi. diproduksi jika tubuh berespons thd antigen yg sama . kekebalan humoral : produksi antibodi oleh limfosit B (sel plasma) 2. semua Ab akan mencapai darah Þ gamma globulin = imunoglobulin (Ig) Imunoglobulin (Ig) Ada 5 kelas: 1. & unik yg memicu respons imun spesifik jika masuk ke dalam tubuh) Sistem Kekebalan Humoral   Antigen (Ag) merangsang sel B berubah menjadi sel plasma yg memproduksi antibodi (Ab). melepaskan histamin dari basofil & sel mast 4. pernapasan. Ig M & IgG berperan jika tjd invasi bakteri & virus serta aktivasi komplemen 3. Ig M : berperan sbg reseptor permukaan sel B & disekresi pd tahap awal respons sel plasma 2. Sistem Kekebalan Spesifik   Atau Sistem kekebalan adaptif dapat menghancurkan patogen yang lolos dari Sistem kekebalan non-spesifik. Mencakup: 1.

dan 3. rx transfusi Sistem Pertahanan Tubuh Tiga macam sel darah putih yang berperan dalam respon imun. leukemia Incorrect response (peny. Makrofag. sel NK. krn adanya sel memori. respons antibodi terjadi lambat dlm bbrp hari sampai terbentuk sel plasma & akan mencapai puncak dlm bbrp minggu (Respons primer). khas pd setiap individu Surveilens imun: kerjasama sel T sitotoksik. Limfosit T. & interferon Pembentukan Kekebalan Jangka Panjang (long-term immunity)   Pada kontak pertama dg antigen mikroba. disebut sel T karena diproduksi di dalam kelenjar timus. makrofag. disebut sel B karena diproduksi di dalam bone marrow (sumsum tulang). .5. autoimun) contoh: DM tipe I. & akan membentuk sel memori Jika terjadi kontak dg antigen yg sama. miastenia gravis.penyakit Graves. respons yg terjadi mjd lebih cepat (Respons sekunder) Gangguan Sistem imun    Lack of response (imunodefisiensi) contoh: AIDS. Overactive response (alergi/ hipersensitivitas) contoh: asma. sel T penolong. Ig D : terdapat pada banyak permukaan sel B. Limfosit B. Sel-sel T harus kontak langsung dg sasaran Ada 3 subpopulasi sel T: sel T sitotoksik. multiple sclerosis. & sel T penekan Major histocompatibility complex (MHC): kode human leucocyte-associated antigen (HLA) yg terikat pd permukaan membran sel. 2. rhinitis allergic. mengenali antigen pd sel B Sistem Kekebalan Seluler      Limfosit T spesifik untuk kekebalan terhadap infeksi virus & pengaturan pd mekanisme kekebalan. yaitu: 1.

Beberapa dari bakteri asam laktat merupakan kelompok dari probiotik yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Meningkatkan respon seluler   Probiotik Lactobacillus GG memiliki kemampuan unutuk meningkatkan imunitas mukosa intestinal yaitu peningkatan jumlah sel penghasil terutama IgA dan sel penghasil imunoglobin yang lain. Peranan bakteri asam laktat terhadap imunitas manusia ialah sebagai berikut: Meningkatkan respon imun humoral Meningkatkan respon seluler Meningkatkan produksi sitokin Meningkatkan imunitas nonspesifik 1. 2. Hal ini mengindikasikan adanya fungsi Lactobacillus sebagai imunoadjuvant dan hanya Lactobacillus yang hidup saja dapat menstimulasi respon antibodi terhadap antigen spesifik lokal dan sistemik. Pemberian Lactobacillus dapat meningkatkan produksi sistem imun IgA lokal dan meningkatkan produksi IgA yang disekresi ke limen intestinal memberikan pertahanan mukosa terhadap Salmonella typhimurium. Antibodi ini bisa disekresikan atau tetap terikat membran pada permukaan sel B. 4. Sel-sel T mensintesis reseptor yang mengenali antigen-antigen pada permukaan sel dan memicu lisisnya sel-sel yang mengandung antigen tadi. Peningkatan sekresi IgA cukup untuk mencegah saluran cerna. Meningkatkan respon imun humoral       Bakteri asam laktat (probiotik) akan meningkatkan respon imun humoral. antibodi-antibodi mengikat antigen-antigen yang kemudian diingesti (ditelan) dan didegradasi (dipecah/dirusak) oleh makrofag Limfosit T lebih memiliki respon dalam imun sel. Casei. merangsang pelepasan interferon lokal yang memfasilitasi transport antigen serta meningkatkan ambilan antigen oleh Payer´s patches. tergantung kondisinya. Terdapat peningkatan jumlah sel yang memproduksi IgA pada kelompok mencit yang mendapatkan L. PENAHAN BIOLOGI    Bakteri asam laktat adalah bakteri yang memproduksi asam laktat. Penelitian menunjukkan bahwa sel yang memproduksi IgA lebih sedikit pada hewan coba dibandingkan dengan yang mendapat probiotik. 3.Mekanisme kerja antibodi      Limfosit B berperan dalam sintesis antibodi. . Selama respon imun humoral.

Peran nonspesifik lain dari bakteri asam laktat yaitu mampu menurunkan reaksi hipersensitifitas terhadap susu sapi .. yang ditandai dengan munculnya IgM beberapa hari setelah pemapara.  Asam laktat yang dihasilkannya akan meningkatkan aktivitas enzim laktase usus halus (Subijanto. Meningkatkan imunitas nonspesifik   Adanya kemampuan memproduksi asam laktat.Meningkatkan produksi sitokin  Streptococcus thermophilus yang secara komersial terdapat di yoghurt meningkatkan produksi sitokin TNF dan IL-6 melalui sel makrofag. Anti bodi yang terbentuk secara spesifik ini akan mengikat anti gen baru lainnya yang sejenis (Bothamley. sedangkan IgM mulai berkurang sebelum kadar IgG mencapai puncaknya yaitu 10-14 hari setelah pemaparan anti gen.. Respon immun TBC Terdapat dua macam respon imun pertahanan tubuh terhadap infeksi tuberkulosis yaitu respon imun selular (sel T dan makrofag yang teraktivasi) bersama sejumlah sitokin dan pertahanan secara humoral (anti bodi-mediated). MS. Imunoglobulin (Ig) di bentuk oleh sel plasma yang berasal dari ploriferasi sel B akibat adanya kontak dengan anti gen. . bakteri asam laktat yang terkandung dalam yoghurt juga mampu mengatasi masalah intoleransi laktosa. Respon imun sekunder terjadi apabila pemaparan anti gen terjadi untuk yang kedua kalinya. yang di sebut juga booster.      Respon imun seluler lebih banyak memegang peranan dalam pertahan tubuh terhadap infeksi tuberkulosis. 2006} Apply . 1995). bakteri asam laktat mampu meningkatkan efek fagositosis terhadap patogen. Respon ini di awali dengan diferensiasi limfosit B menjadi satu populasi sel plasma yang memproduksi dan melepaskan anti bodi spesifik ke dalam darah yang dinamakan imunoglobulin. Pertahanan secara humoral tidak bersifat protektif tetapi lebih banyak digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis. barulah bisa di deteksi IgG pada serum. Selain berperan dalam sistem imun manusia. Respon imun primer terjadi sewaktu antigen pertama kali masuk ke dalam tubuh.    Kadar IgM mencapai puncaknya pada hari ke-7. pada 6-7 hari setelah pemaparan.

kemudian di telan oleh makrofag. Peristiwa ini akan terjadi bila sel-T spesifik yang teraktivasi pada limfonodi mengalami resirkulasi dan melewati lesi yang meradang yang selanjutnya akan membentuk granuloma. Pada limfonodi regional. Anti bodi yang pertama di bentuk dalam respon imun adalah IgM.    . perkembangan infeksi M. Dominasi produksi sitokin oleh makrofag yang mensekresikan IL-12 akan merangsang respon sel Th 1. IL-8. Tipe respon imun ini akan menentukan kualitas aktivasi makrofag untuk mempresentasikan anti gen kepada sel-T khususnya melalui jalur MHC kelas-II Selama imunitas yang di dapat berkembang untuk mempercepat aktivasi makrofag/monosit. Mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi ini terutama dilakukan oleh sel-sel pertahanan (sel T dan makrofag yang teraktivasi) bersama sejumlah sitokin.      Puncak kadar IgM pada respon sekunder ini umumnya tidak melebihi puncaknya pada respon primer. 2. Pada tuberkulosis primer. kadarnya dalam serum sekitar 13 mg/ml. Sitokin mempunyai efek imunoregulator yang penting 3.       Oleh sistem imun alamiah. Perbedaan dalam respon ini di sebabkan adanya sel B dan sel T memory akibat pemaparan yang pertama IgG merupakan komponen utama imunoglobulin serum. yakni : 1. terjadilah bakteremia. IL10. yang akan mengenali basil tuberkulosis. Makrofag tersebut mempunyai 3 fungsi utama. sebaliknya kadar IgG meningkat jauh lebih tinggi dan berlangsung lebih lama. tuberculosis di inhalasi sehingga masuk ke paru-paru. Memproduksi sitokin sebagai respon terhadap M. Basil menggunakan makrofag sebagai sarana untuk menyebar dan selanjutnya tumbuh dan menetap pada sel-sel fagosit di berbagai organ tubuh. oleh karena itu kadar IgM yang tinggi merupakan petunjuk adanya infeksi dini Myxobacterium. TNF-a TGF-b. Kadar IgG meninggi pada infeksi kronis dan penyakit auto imun. Untuk memproses dan menyajikan anti gen terhadap limfosist T. merupakan 75% dari semua imunoglobulin. Memproduksi enzim proteolitik dan metabolit lainnya yang memperlihatkan efek mycobactericidal. Tipe respon imun ini sangat tergantung pada sitokin yang dihasilkan oleh sistem imun alamiah. terjadi perkembangan respon imun yang di dapat. basil akan di eliminasi oleh kerja sama antara alveolar makrofag dan NK sel melalui sitokin yang dihasilkannya yakni TNF-a dan INF-g. IL-6. tuberculosis pada target organ tergantung pada derajat aktivitas anti bakteri makrofag dari sistem imun alamiah serta kecepatan dan kualitas perkembangan sistem imun yang di dapat. sedangkan bila IL-4 yang lebih banyak disekresikan oleh sel-T maka akan timbul respon oleh sel Th 2. tuberculosis yakni IL-1.

GMCSF. TNF-a. IL-1b. makrofag yang teraktivasi dan berbagai macam komponen bakterial . tuberculosis menetap dalam makrofag dan pertumbuhannya di kontrol dalam fokus-fokus yang terbentuk. Pembentukan granuloma dan kavitas di pengaruhi oleh berbagai macam sitokin sebagai hasil interaksi antara sel-T spesifik. sehingga terjadi kematian bakteri. Akan tetapi sering terjadi keadaan di mana basil tidak seluruhnya mati tapi sebagian masih ada yang hidup dan tetap bertahan dalam bentuk dorman. pertahanan tubuh di dominasi oleh pembentukan elemen nekrotik yang lebih hebat dari kasus infeksi primer. Pada sistem ini. sebaliknya IL-4. di mana komunikasi antara sel-T dan makrofag di perantarai oleh sitokin. INF-g telah di identifikasikan sebagai sitokin utama untuk mengaktivasi makrofag. IL-6. sel-T spesifik memproduki IFN-g dan mengaktifkan fungsi anti mikroba makrofag. Granuloma terutama terdiri atas makrofag dan sel-T. Pembentukan dan kelangsungan hidup granuloma di kontrol oleh sel-T. Selama interaksi antara anti gen spesifik dengan sel fagosit yang terinfeksi pada berbagai organ. yang selanjutnya dapat menghambat pertumbuhan patogen ini. Infeksi yang terlokalisir sering tidak menimbulkan gejala klinis dan bisa bertahan dalam waktu yang lama Pada tuberkulosis post primer. M. Dalam granuloma terjadi enkapsulasi yang di picu oleh fibrosis dan kalsifikasi serta terjadi nekrosis yang menurunkan pasokan nutrien dan oksigen. IL-5 dan IL-10 menghambat pembentukan dan perkembangan granuloma konklusi    Proses aktivasi makrofag oleh sitokin merupakan faktor sentral dalam imunitas terhadap tuberkulosis. Elemen-elemen nekrotik ini akan selalu dikelurkan sehingga akhirnya akan terbentuk kavitas. Bila respon imun yang di dapat berkembang tidak adekuat maka akan timbul manifestasi klinis akibat penyebaran basil yang berupa tuberkulosis milier atau tuberkulosis meningen catatan           Granuloma merupakan mekanisme pertahanan utama dengan cara membatasi replikasi bakteri pada fokus infeksi. Limfadenitis regional jarang terjadi. TGF-b.  Pada peristiwa ini TNF memegang peranan yang sangat vital. INF-g dan TNF-b merupakan sitokin yang mengontrol kelangsungan granuloma.

Bila sel limfosit B sudah memperlihatkan petanda rantai berat H dan rantai ringan L yang lengkap. dan tanpa imunoglobulin pada permukaannya. Pada manusia sel pro-limfosit B sudah dapat ditemukan di hati fetus pada masa gestasi minggu ke-7 dan ke-8. bahkan mengalami proses yang dinamakan apoptosis sehingga sel menjadi mati (programmed cell death). Dinamakan pluripoten karena sel ini juga merupakan progenitor sel hematopoietik lainnya. Sel pertama yang dapat dikenal sebagai prekursor (pendahulu) sel limfosit B adalah sel yang sitoplasmanya mengandung rantai berat µ. yang kemudian bermigrasi ke hati. reseptor komplemen C3b dan reseptor virus Epstein-Barr (EBV). terdiri atas bagian variabel V dan bagian konstan C tanpa rantai ringan L.  Sel pro-limfosit B ini berkembang menjadi sel limfosit B imatur. Pada tahap ini sel limfosit B imatur telah dapat membentuk rantai ringan L imunoglobulin sehingga mempunyai petanda imunoglobulin pada permukaan membran sel yang berfungsi sebagai reseptor antigen. sel monosit dan sel makrofag. sel pro-limfosit B juga memperlihatkan molekul lain pada permukaannya. Jika sel ini terpajan dengan ligannya (pasangan kontra imunoglobulin yang ada pada permukaan membran sel). sel ini tidak akan terstimulasi. antara lain antigen HLA-DR. Sel ini dinamakan sel pro-limfosit B.SEL LlMFOSIT B    Progenitor sel limfosit B adalah sel stem hematopoietik pluripoten. sel asal (stem cell) hanya ditemukan pada sumsum tulang. Sel B imatur mempunyai sifat yang unik. Setelah bayi lahir. Selain rantai µ. Pada masa embrio sel ini ditemukan pada yolk sac. maka sel ini tidak akan dapat memproduksi rantai berat H dan rantai ringan L lain yang mengandung bagian variabel (bagian yang berikatan dengan antigen) yang berbeda. Dinamakan limfosit B karena tempat perkembangan utamanya pada burung adalah bursa fabricius. Hal ini terjadi pada masa perkembangan di sumsum tulang. Jadi setiap sel limfosit B hanya memproduksi satu macam bagian variabel dari imunoglobulin. Kemudian sel limfosit B imatur yang telah memperlihatkan imunoglobulin lengkap pada permukaannya akan keluar dari sumsum tulang dan masuk ke dalam sirkulasi perifer serta bermigrasi ke jaringan limfoid untuk terus berkembang menjadi sel matur (lihat Gambar 9-1). lni berarti imunoglobulin yang dibentuk hanya ditujukan terhadap satu determinan antigenik saja. sel limfosit B yang keluar dari sumsum tulang merupakan sel limfosit B yang hanya bereaksi terhadap antigen asing. sedangkan pada manusia tempat perkembangan utamanya adalah sumsum tulang. Jika ligannya itu adalah antigen diri (self antigen). Sel B ini memperlihatkan petanda imunoglobulin IgM dan IgD dengan bagian variabel yang sama pada permukaan membran sel dan dinamakan sel B matur. Oleh karena itu. seperti sel polimorfonuklear. limpa dan sumsum tulang. . maka sel yang bereaksi terhadap antigen diri akan mengalami apoptosis sehingga tubuh menjadi toleran terhadap antigen diri.

maka sel B akan berdiferensiasi menjadi aktif dan berproliferasi. Tahap perkembangan ini dinamakan tahapan generasi keragaman klon (clone diversity). Ikatan silang ini mengakibatkan aktivasi enzim kinase dan peningkatan ion Ca++ dalam sitoplasma. Maturasi afinitas ini diperoleh melalui mutasi somatik. Aktivasi mitosis ini dapat terjadi dengan atau tanpa bantuan sel T. Sel B memori ini akan beresirkulasi secara aktif melalui pembuluh darah. jadi yang tidak menemukan ligannya. Beberapa progeni sel B aktif tersebut akan mulai mensekresi imunoglobulin kelas lain seperti IgG. Proliferasi akan mengakibatkan ekspansi klon diferensiasi dan selanjutnya sekresi antibodi. pembuluh limfe. Antigen yang diekspresikan oleh sel dendrit ini akan merangsang sel B memori menjadi aktif kembali. Sel B aktif kemudian akan berubah menjadi sel blast dan berproliferasi serta berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan memproduksi imunoglobulin. Bila antigen dapat lama disimpan oleh sel dendrit di kelenjar limfe. Terjadilah fosforilase protein yang meregulasi transkripsi gen antara lain protoonkogen (proto oncogene) yang produknya meregulasi pertumbuhan dan diferensiasi sel. sehingga kekebalan yang timbul dapat bertahan lama. yang dinamakan tahapan respons imun. tergantung pada sifat antigen yang merangsangnya. maka sel B matur akan menjadi aktif dan dinamakan sel B aktif. Antigen TI dapat merangsang sel B untuk berproliferasi dan . dan IgE dengan bagian variabel yang sama yang dinamakan alih isotip atau alih kelas rantai berat (isotype switching). Μ Sel B memori ini mengandung imunoglobulin yang afinitasnya lebih tinggi. Setelah distimulasi oleh antigen. akan mati dengan waktu paruh 3-4 hari.     Perkembangan dari sel asal (stem cell) sampai menjadi sel B matur tidak memerlukan stimulasi antigen. Sedangkan sel B memori akan bertahan hidup lebih lama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan tanpa stimulasi antigen. Aktivasi dan fungsi sel B   Bila sel limfosit B matur distimulasi antigen ligannya. Fungsi fisiologis antibodi adalah untuk menetralkan dan mengeliminasi antigen yang menginduksi pembentukannya. kadar antibodi terhadap suatu antigen tertentu dapat bertahan lama pada kadar protektif. Ikatan antara antigen dan imunoglobulin pada permukaan sel B. berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi. Sel B matur yang tidak distimulasi. dan kelenjar limfe. maka sel dendrit ini pada suatu waktu akan mengekspresikan antigen tersebut pada permukaannya. Dikenal 2 macam antigen yang dapat menstimulasi sel B. Beberapa progeni sel B aktif lainnya ada yang tidak mensekresi imunoglobulin melainkan tetap sebagai sel B yang memperlihatkan petanda imunoglobulin pada permukaannya dan dinamakan sel B memori. akan mengakibatkan terjadinya ikatan silang antara imunoglobulin permukaan sel B. yaitu antigen yang tidak tergantung pada sel T (TI = T cell independent) dan antigen yang tergantung pada sel T (TD = T cell dependent). tetapi terjadi di bawah pengaruh lingkungan mikro dan genetik. IgA. Dalam hal ini. yaitu klon yang mempunyai imunoglobulin permukaan dengan daya ikat terhadap determinan antigen tertentu. Tahap selanjutnya memerlukan stimulasi antigen.

sehingga dapat mengadakan ikatan silang antara imunoglobulin yang ada pada permukaan sel B. Perbedaan tersebut adalah pada respons antibodi sekunder terbentuknya antibodi lebih cepat dan jumlahnya pun lebih banyak. IgA. Demikian pula lipopolisakarida (LPS). Specific acquired immunity. atau antigen yang mengekspresikan determinan antigen (epitop) identik yang multipel.    mensekresi imunoglobulin tanpa bantuan sel T penolong (Th = T helper). Respons antibodi primer adalah respons sel B terhadap pajanan antigen ligannya yang pertama kali. dan IgE sebagai hasil alih isotip. penyunting. tetapi melalui reseptor mitogen. Roitt IM. sehingga dapat mengaktifkan sel B tanpa bantuan sel T. dan diferensiasi. 15-30. sedangkan respons antibodi sekunder adalah respons sel B pada pajanan berikutnya. DAFTAR PUSTAKA   Abbas AK. Dalam: Roitt IM. Respons sel B memori adalah khusus oleh stimulasi antigen TD. agar dapat merangsang sel B untuk berproliferasi dan berdiferensiasi. Pober JS. Afinitas antibodi yang dibentuk pada respons antibodi sekunder lebih tinggi dibanding dengan respons antibodi primer. antibodi yang disekresi terutama adalah isotip lainnya seperti IgG. Ikatan silang ini mengakibatkan terjadinya aktivasi sel B. Tetapi LPS pada konsentrasi tinggi dapat merupakan aktivator sel B yang bersifat poliklonal. penyunting. jadi merupakan respons sel B memori. Polisakarida pneumokok. yaitu respons antibodi primer dan sekunder. Hal ini menandakan bahwa respons antibodi sekunder memerlukan pengaruh sel Th atau limfokin yang disekresikannya. yaitu komponen dinding sel beberapa bakteri Gram negatif dapat pula mengaktifkan sel B. Pada respons antibodi primer. Essential immunology. Philadelphia: Saunders. Antigen TD merupakan antigen protein yang membutuhkan bantuan sel Th melalui limfokin yang dihasilkannya. sedangkan stimulasi oleh antigen TI pada umumnya tidak memperlihatkan respons sel B memori dan imunoglobulin yang dibentuk umumnya adalah IgM. The basic of immunology. kelas imunoglobulin yang disekresi terutama adalah IgM. London: Blackwell. Kedua macam respons antibodi ini berbeda baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Contohnya adalah antigen dengan susunan molekul karbohidrat. 1991. Terdapat dua macam respons antibodi. polimer D-asam amino dan polivinil pirolidin mempunyai epitop identik yang multipel. Cellular and molecular immunology. 70-96. proliferasi. karena sel B istirahat hanya memperlihatkan IgM dan IgD pada permukaannya (IgD jarang disekresi). Sedangkan pada respons antibodi sekunder. Hal ini diperkirakan karena LPS tidak mengaktifkan sel B melalui reseptor antigen. Dalam: Abbas AK. edisi ke-6. dan dinamakan maturasi afinitas. 1988. . Lichtman AH. Maturation of B lymphocytes and expression of immunoglobulin genes.

. Dan fase kedua adalah fase dependen – antigen. virus dan mikroorganisme lainnya yang berada di dalam cairan tubuh. Fase pertama pematangan sel B bersifat independen-antigen. tidak matang di timus. Kekebalan humoral (humoral immunity) melibatkan aktivasi limfosit B. Igg berperan dalam menggumpalkan partikel. menetralkan toksin yang diproduksi oleh virus dan bacteria. limfosit B akan mensekresikan antibody. racun. 2005). Antibody ini terutama IgA penting sebagai pertahanan dinasofaring dan saluran udara pernafasan bagian atas. pengikatan antibody dan antigen merupaakan dasara dari mekanisme pembuangan antigen (Yahya. IMUNITAS HUMORAL June 22. mengaktifkan komplemen. IgA yang terdapat didaerah ini merupakan produk local sehingga kadar iga jenis ini lebih banyak terdapat pada system pernafasan dibandingkan di dalam darah. Pembentukan antibody ini dipicu oleh adanya antigen. IgG yang ada di paru sebagian besar merupakan hasil produksi local paru sedangkan sebagan kecil lainnya berasal dari serum. tetapi tidak seperti sel T. tetapi tidak seperti sel T. sel B berinteraksi dengan suatu imunogen. menjadi aktif dan membentuk sel plasma yang mampu mengeluarkan antibodi. Sel B mengalami pematangan dalam dua tahap. Seperti halnya IgA. dan melisiskan gram negatif (Dinejad. Ada zat yang sangat penting yang terdapat pada secret system pernafasan .IMUNITAS HUMORAL Sel B memiliki dua fungsi esensial : berdiferensiasi menjadi sel plasma yang menghasilkan imunoglobulin dan merupakan salah satu kelompok APC. Dapat dikatakan bahwa iga yang paling berperan di system pernafasan. Fase pertama pematangan sel B bersifat independen-antigen. tidak matang di timus. menjadi aktif dan membentuk sel plasma yang mampu mengeluarkan antibodi (Baratawidjaja. Antibody yang beredar sebagai respon humoral bekerja melawan bakteri bebeas. Dan fase kedua adalah fase dependen – antigen. yaitu immunoglobulin dan antiprotease mekanisme imun humoral didalam system pernafasan tampak dalam 2 bentuk antibody berupa imuniglobulin IgA dan IgB. 2002). 1996). Sel B mengalami pematangan dalam dua tahap. sel B berinteraksi dengan suatu imunogen. antibody yang dibentuk akan beredar dalam plasma darah atau limfa. 2010 in Uncategorized Sel B memiliki dua fungsi esensial : berdiferensiasi menjadi sel plasma yang menghasilkan imunoglobulin dan merupakan salah satu kelompok APC.

Kompleks ini kemudian diangkut ke permukaan sel. yang merupakan sel ecfektor yang mensekresi antibodi pada kekebalan humoral (Yahya. 2005. 3. Seluruh proses ini dibantu oleh CD4 + T-helper 2 sel. Respon imun humoral (Rih) merupakan aspek imunitas dimediasi oleh antibodi yang disekresikan (sebagai lawan dari imunitas diperantarai sel. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universit as Indonesia Dinejad. Adapun proses penghasilan antibodi yang dilakukan oleh sel B yaitu: 1. DAFTAR PUSTAKA Baratawidjaja. B lalu membelah secara berulang-ulang dan berdiferensiasi menjadi sel B memori dan sel plasma. Bandung: PT. melibatkan limfosit T Siapa) Apa yang dihasilkan dalam. Sistem Kekebalan Tubuh dan Keajaiban didalamnya. Syaamil Cipta Media. Jakarta: Cv. Sel B (dengan rekan-stimulasi) berubah menjadi antibodi-mensekresi sel plasma. 2002. Antibodi mengikat antigen disekresi pada permukaan . Sel B (DENGAN Co-stimulasi) berubah menjadi sel plasma yang mensekresikan antibodi. 5. Imunologi Dasar.Banyak antigen dapat memicu respon kekebalan humoral oleh sel B hanya dengan partisipasi sel T helper. Antigen seperti ini disebut antigen yang bergantung pada sel T. Costimulasi sel B dapat berasal dari sel lain yang hadir antigen. Yang menyediakan co-stimulasi. seperti sel-sel dendritik. Co-stimulasi sel B dapat menyajikan antigen berasal dari sel lainnya. Sistem Kekebalan Tubuh. Sel T helper dengan reseptor yang spesifik untuk antigen yang disajikan itu berinteraksi dengan makrofaga dengan cara berikatan dengan kompleks MHC dan antigen. Karnen Garna. Harun. sel B limfosit adalah keturunan (sel B). yang menyediakan co-stimulasi. Sel T helper mensekresikan IL-2 dan sitokin lain yang mengaktifkan sel B. 4. Makrofaga menelan pathogen yang masuk ke dalam tubuh 2. Ahmad. 2002).Swasada Yahya. protein termasuk dalam jenis ini. Sel T helper yang diaktifkan kemudian berinteraksi dengan sel B yang telah menghancurkan antigen dengan cara endositosis dan memperlihatkan fragmen antigen bersama dengan protein MHC kelas II. seperti sel-sel dendritik. dan sebagian besar antigen. Fragmen antigen dari pathogen yang dicerna sebagian lalu membentuk kompleks dengan protein MHC kelas II. 2000. tempat kompleks tersebut disajikan ke sel-sel lain milik system kekebalan. Seluruh proses ini dibantu oleh CD4 + Thelper 2 sel.

[2] sistem pelengkap terlibat dalam kegiatan dari kedua imunitas bawaan dan diperoleh. IgG. Antibodi dan jangka imunoglobulin sering digunakan secara bergantian. Sel B dapat mengaktifkan sel T naif secara mandiri atau dependen DENGAN. sekresi Dan BANYAK. Sel B pengakuan antigen tidak satu-satunya unsur yang diperlukan untuk aktivasi sel B (kombinasi dari proliferasi klonal diferensiasi terminal murah ke dalam sel plasma). dan sekresi banyak. Istilah antibodi imunoglobulin murah digunakan secara bergantian SERING. Sel b Sel B adalah fungsi utama dari sel B untuk membuat antibodi melawan antigen larut. Fungsi superfamili immunoglobulin sebagai antibodi. tetapi dua sinyal selalu diperlukan untuk memulai aktivasi. atau tubuh Sistem Komplemen Sistem komplemen adalah kaskade biokimia dari sistem kekebalan tubuh bawaan yang membantu patogen jelas dari organisme. SISTEM SISTEM komplementer adalah kaskade biokimia Tubuh imunitas bawaan itu membantu patogen jelas dari organisme. Hal ini berasal dari banyak protein plasma kecil yang bekerja sama untuk mengganggu sel target \ 's membran plasma menyebabkan sitolisis dari sel. Imunoglobulin merupakan glikoprotein Dalam. IgM murah. IgD. besar mereka berbentuk Y protein globular Pada mamalia ada lima jenis antibodi: IgA. IgG. Sistem pelengkap terdiri dari lebih dari 35 protein larut dan sel-terikat. Aktivasi sel B tergantung pada salah satu dari tiga . IgE.serangan mikroba (seperti virus atau bakteri). 12 dari Langsung terlibat dalam. IgE. DI mamalia ada lima jenis antibodi: IgA. jaringan murah dari cairan darah. [1] Antibodi disintesis dan disekresi oleh sel plasma yang berasal dari sel B dari sistem kekebalan tubuh. yang bendera mereka untuk penghancuran. tetapi doa selalu dibutuhkan UNTUK memulai aktivasi sinyal. Setiap kelas imunoglobulin berbeda dalam sifat biologis dan telah berevolusi untuk berurusan dengan antigen yang berbeda. melengkapi Line. Mereka ditemukan dalam. Hal ini berasal dari protein plasma Kecil bekerjasama UNTUK BANYAK mengganggu membran plasma sel target penyebab sitolisis dari sel. dan IgM. 12 di antaranya terlibat langsung dalam jalur komplemen. Sistem komplemen terdiri dari lebih dari 35 sel-larut protein terikat murah. [2] melengkapi SISTEM terlibat dalam. kegiatan baik kekebalan bawaan antibodi Antibodi imunoglobulin adalah glikoprotein dalam superfamili immunoglobulin yang berfungsi sebagai antibodi. IgD. Struktur. Fungsi utama sel B adalah cara untuk membuat antibodi melawan antigen larut. Naif sel B dapat diaktifkan oleh sel T dependen atau independen. Sel B mengenali antigen tidak satu-satunya elemen yang diperlukan untuk aktivasi sel B (kombinasi proliferasi klonal dan diferensiasi terminal ke dalam sel plasma). [1] imunitas humoral sangat bernama karena melibatkan zat yang ditemukan dalam cairan. Mereka ditemukan dalam darah dan cairan jaringan. Dalam. Dalam struktur. mereka besar berbentuk Y protein globular.

. antigen presenting sel (APC) menyajikan antigen diproses ke T helper (T h) sel. sel T melepaskan sitokin yang mengaktifkan sel B [2] Ketika sel-sel proses B hadir antigen ke sel yang kurang prima sama T h.mekanisme: Tipe 1 sel T-independen (poliklonal) aktivasi. TENTANG murah aktivasi sel T tergantung. priming itu. Ketika sel B dan sel antigen proses penyajian mirip dengan perdana T h. sel T mengaktifkan sitokin rilis B Sel Itu. Selama aktivasi sel T dependen. priming ITU. Tipe 2-Independen Aktivasi sel T (di mana makrofag menyajikan beberapa antigen dengan cara yang sama yang menyebabkan AT antibodi permukaan sel Palang B). Selama aktivasi sel T dependen. sel-sel antigen A presentasi (APC) menyajikan antigen diproses UNTUK T helper (T h) sel.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->