Paristiyanti Nurwardani Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih untuk Sekolah Menengah Kejuruan Rctkuvk{cpvk"Pwtyctfcpk" VGMPKM

"RGODKDKVCP"VCPCOCP"FCP"RTQFWMUK"DGPKJ" wpvwm"UOM " Fktgmvqtcv"Rgodkpccp"Ugmqncj"Ogpgpicj"Mglwtwcp Fktgmvqtcv"Lgpfgtcn"Ocpclgogp"Rgpfkfkmcp"Fcuct"fcp"Ogpgpicj Fgrctvgogp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn

i Paristiyanti Nurwadani TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

ii Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Penulis : Paristiyanti Nurwadani Ilustrasi, Tata Letak : Perancang Kulit : Ukuran Buku : Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 410 NUR NURWADANI, Paristiyanti t Teknik Pembenihan Tanaman: Untuk SMK/oleh Paristiyanti Nurwadani. ---- Jakarta:Direktorat Pembinaan SMK, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

iii DAFTAR ISI Hal BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Potensi Pembenihan Tanaman 1 1.2. Peran Pembenihan Tanaman 5 BAB 2. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2.1. Anatomi Tumbuhan 7 2.2. Anatomi Dan Morfologi Biji Tumbuhan 14 2.3. Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan 14 BAB 3. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3.1. Dasar-dasar Pembibitan Tanaman dan Produksi benih 20 3.2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3) 20 3.3. Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian 23 3.4. Pohon Induk dan bibit Unggul 25 3.5. Batang Bawah Dan Batang Atas 27 3.6. Teknik Penyiapan Pembibitan 30 3.7. Teknik Pembenihan Tanaman Secara Vegetatif 35 3.8. Teknik Pemilihan Memproduksi Benih Vegetatif 68 3.9. Sertifikasi Benih 71 BAB 4. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4.1. Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman 78 4.2. Buah, Biji dan Perkembangan Biji 80 4.3. Penyerbukan (polinasi) 90 4.4. Teknik Produksi Benih Generatif Tanaman 92 4.5. Mutu Benih 106 4.6. Pengujian Kesehatan Benih 122 BAB 5. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5.1. Media Tumbuh 143 5.2. Sifat Fisik Tanah 148 5.3. Sifat Kimia Tanah 162 5.4. Teknik Pengolahan Tanah 162 5.5. Teknik Penanaman 163 5.6. Pemupukan 166 5.6.1. Pupuk Organik 167 5.6.2. Pupuk Anorganik 176 5.7. Pengairan 185 5.8. Air Tanah 186 5.9. Pemangkasan (prunning) 191 5.10. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) 193 a. hama 194

iv b. Penyakit Tanaman 1). Penyakit Non Infeksius 201 2). Penyakit infeksius 202 c. Gulma Tanaman 226 d. Teknik Pengendalian OPT 227 e. Implementasi pengendalian hama dan penyakit tanaman 236 f. Implementasi Pengendalian Gulma 240 Ringkasan, soal dan tugas BAB 6. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI 245 6.1. Perlakuan Pra-Panen 245 6.2. Perlakuan Pascapanen 254 6.3. Pra-panen Produksi Benih Padi Hibrida 255 6.4. Perlakuan Pascapanen 274 Ringkasan, Soal dan Tugas BAB 7. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI 7.1. Perlakuan Pra-Panen 281 7.2. Persyaratan Lahan 282 7.3. Benih Sumber 282 7.4. Waktu Tanam 283 7.5. Penyiapan Lahan 284 7.6. Penanaman dan Perlakuan Benih 285 7.7. Pemeliharaan 286 7.8. Pemanenan dan Perlakuan PAscapanen 289 Ringkasan, Soal dan Tugas 290 BAB 8. BIOTEKNOLOGI TANAMAN 295 8.1. Bioteknologi Tanaman 295 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman 295 8.3. Teknik Kultur In-vitro 306 8.4. Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi 322 Ringkasan, Soal dan Tugas 323 BAB 9. TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN 9.1. Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan 335 9.2. Peralatan Dan Bahan Kimia 335 9.3. Media Tanam 337 9.4. Beberapa Komposisi Media 349 9.5. Inisiasi Tunas dan Inokulasi 353 9.6. Teknik Kultur Suspensi Sel 354 9.7. Teknik Multiplikasi 355 9 8.. Teknik Aklimatisasi 358 9.9. Teknik Kultur Jaringan Pada Berbagai Tanaman 359 a. Teknik Kultur Jaringan Anggrek 359 b. Kultur Jaringan Tanaman Kopi 362 c. Rekayasa genetik pada tanaman tingkat tinggi 364 Ringkasan, Soal dan Tugas 365

v BAB 10. KEWIRAUSAHAAN 10.1. Pengertian Kewirausahaan 368 10.2. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan 10.3. Penjualan 370 a. Jiwa marketing dan motivasi tim 371 b. Perlunya rasa kekeluargaan 372 c. Strategi, visi dan misi 372 d. Pentingnya informasi 373 e. Pelanggan aset yang berharga 373 10.4. Dasar-dasar Strategi Pemasaran a. Kepercayaan 377 b. Kemudahan 377 c. Kenyamanan 378 d. Gengsi 379 e. Memasarkan benih Tanaman 379 Ringkasan, Soal dan Tugas 380 BAB 11. ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN 11.1. Analisis Usaha Pembenihan Tanaman 383 a. Analisis B/C ratio 383 b. Analisis R/C ratio 383 c. Analisis ROI 383 d. Analisis BEP 383 11.2. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Kelapa Sawit 384 11.3. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Durian 391 Ringkasan, Soal dan Tugas 392 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR ISTILAH 393 396

BAB 1. PENDAHULUAN Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan produksi. Dari sisi tata bahasa, teknik adalah suatu keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek yang produktif (Oxford, 2003); pembenihan adalah rangkaian proses budidaya tanaman untuk menghasilkan benih; sedangkan tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. Oleh karena itu, teknik perbenihan tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat memproduksi benih tanaman, baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal. Teknik produksi benih vegetatif pada umumnya dikelompokkan dalam 2 metoda, yaitu metoda konvensional dan modern. Teknik produksi benih vegetatif dengan metoda konvensional menggunakan teknik-teknik yang umum dilakukan oleh petani sedangkan teknik produksi benih vegetatif dengan metoda modern menerapakan ilmu biologi yang diintegrasikan dengan teknologi atau bioteknologi. Dalam hal ini bioteknologi yang yang diimplementasikan adalah teknik kultur jaringan. Proses produksi tanaman dimulai dengan benih ditanam, kemudian tanaman dipelihara danhasil tanaman (akar, umbi, batang, pucuk, daun, bunga, dan buah) dipanen. Kegiatan produksi pertanian memerlukan unit pembibitan tanaman. Pembibitan tanaman adalah suatu proses penyediaan bahan tanaman yang berasal dari benih tanaman (biji tanaman berkualitas baik dan siap untuk ditanam) atau bahan tanaman yang berasal dari organ vegetatif tanaman untuk menghasilkan bibit (bahan tanaman yang siap untuk ditanan di lapangan.

Teknik tanaman yang akan dikembangkan meliputi berbagai teknik dari setiap aspek pembi-bitan dan produksi benih serta teknik untuk mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman sehingga diperoleh hasil panen yang mempunyai kualitas yang baik dan kuantitas yang banyak. Untuk memutakhir-kan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam membudidayakan tanaman, akan dibahas teknik-teknik tanaman yang sedang trend seperti kultur jaringan dan bioteknologi. Dalam teknik pembibitan dan produksi benih akan diterangkan landasan teori dan langkah kerja tentang teknik penyiapan bahan ta-nam berupa benih dan bibit tanaman, persiapan lahan dan penanaman, pe-mupukan, pengairan, pengendalian hama, penyakit dan gulma, pemeliha-raan tanaman, perlakuan khusus pada tanaman, pembungaan dan pembuah-an, pemanenan dan pascapanen. Pada teknik pembibitaan tanaman akan diterangkan berbagai teknik praktis untuk menyetek, mencangkok, mengokulasi, menempel dan me-nyambung tunas, sampai memelihara bibit hasil perkembangbiakan secara vegetatif siap untuk ditanam. Kegiatan persiapan lahan dan penanaman merupakan awal budidaya tanaman. Untuk menumbuhkan profesionalisme dalam kompetensi ini, akan diinformasikan landasan teori tentang berbagai jenis tanah dan teknik perlakuan untuk tanah sehingga mempunyai kriteria yang optimal untuk kegiatan budidaya tanaman. Selama masa budidaya, kegiatan yang paling lama adalah pemeliharaan Teknik Pembenihan Tanaman 1

tanaman. Pada tahap pemeliharaan harus dikuasai berbagai teori tentang pupuk dan teknik-teknik pemupukan. Pengetahuan dasar yang baik tentang pupuk akan memudahkan pengelolaan pupuk dan mengembangkan formulasi yang tepat bagi tanaman agar penggunaannya efektif dan efisien. Teknik pemupukan sangat penting untuk dikuasai, agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Selama masa budidaya, tanaman sering mendapat masalah dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Yang termasuk OPT adalah hama, pemyakit dan gulma. Ketiga OPT tersebut harus dikendalikan agar tidak menimbulkan kerugian bagi tanaman. Untuk mengendalikan OPT, harus dikuasai berbagai teknik pengendaliannya, seperti pengen-dalian secara kultur teknis, fisik, mekanis, biologi, kimia dan pengen-dalian secara terpadu. Perkembangan dan citra pertanian di Indonesia identik dengan kotor dan cangkul. Untuk meningkatkan citra pertanian agar lebih modern dan bersih maka akan diinformasikan berbagai pengetahuan dasar tentang, teknik dan keterampilan mengelola bibit tanaman secara kultur jaringan serta berbagai sikap yang harus dikuasai agar menghasilkan bibit dan benih yang dapat tumbuh secara optimal. Dalam dua puluh tahun terakhir, perkembangan teknologi dalam bidang biologi berkembang dengan sangat pesat dan dikenal dengan bioteknologi . Penerapan bioteknologi untuk tanaman juga berkembang sangat pesat, sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi budidaya terutama dalam penyediaan bibit tanaman dan tanaman varietas unggul dalam waktu yang relatif singkat. Untuk memperkenalkan sekaligus memutakhirkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bioteknologi, maka akan dijelaskan

tentang berbagai teknik untuk memproduksi tanaman secara kultur jaringan. Dalam teknik kultur jaringan akan dipelajari mulai dari teknik menyiapkan sarana dan prasarana, tanaman induk, membuat media tanaman, inisiasi, subkultur, aklimatisasi dan pembesaran bibit hingga bibit siap tanam. Untuk menggambarkan berkembangan rekayasa genetika pada bidang pertanian, akan dibahas secara singkat tentang bioteknologi pertanian, mulai dari perkembangan berbagai penemuan pada bidang boteknologi, materi genetik dan beberapa contoh teknik kultur in vitro tanaman. 1.1. Potensi Perbenihan Tanaman Negara Republik Indonesia yang kita cintai mempunyai penduduk sebanyak 238 juta jiwa (WWW.DatastatistikIndonesia.com. , 2008). Sebagian besar penduduk Indonesia di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali makanan pokoknya adalah nasi. Di kepulauan Nusa Tenggara Timur makanan pokonya adalah jagung. Di Kepulauan Maluku dan Papua makanan pokonya adalah sagu. Kebutuhan beras untuk satu tahun adalah sebanyak 32,49 juta ton (www.depkoninfo.goid.,2008). Kebutuhan benih padi di indonesia adalah sebanyak 300.000 Ton per tahun. Produksi benih padi indonesia tahun 2007 adalah 106.700 ton. Hanya untuk kepentingan dalam negeri saja, masih terdapat peluang untuk mengupayakan produksi benih padi per tahun sekitar 103.300 ton per tahun. Hal ini tentu saja merupakan peluang usaha di bidang agrobisnis industri benih padi yang sangat prospetif untuk saat ini dan masa-masa yang akan datang. Menurut hasil analisa usaha, dalam satu kali periode produksi padi dihasilkan keuntungan rata-rata sebanyak Rp. 5.000.000,- sampai dengan

Teknik Pembenihan Tanaman 2

Rp.8.136.900,00 (www.litbang.deptan.go.id., 2008 dan www.medanbisnis.online., 2008). Tentu saja informasi ini merupakan berita gembira bagi sumberdaya manusia yang berminat membuka usaha di bidang pertanian. Oleh sebab itu sejaka lima tahun terakhir banyak perusahaan multinasional yang mengembangkan usaha baru di bidang perbenihan padi, terutama padi hibrida, diataranya adalah PT Sang Hyang Seri, PT Dupont Indonisia, PT Primatani, PT East West Seed, PT Primasid Andalan Utama. Hampir semua perusahaan tersebut dalam pengembangan produski masal benih padi, selalu mengadakan kerjasama dengan petani andalan dan kelompok tani yang pada umumnya menggunakan sistem inti-plasma. Sebagai sumberdaya manusia Indonesia yang bergerak di bidang pertanian, maka sebaiknya selalu meningkatkan kompetensi dalam bidang agrobisnis industri perbenihan. Kebutuhan benih jagung di Indonesia untuk tahun 2008 sekitar 47.600 ton. Produksi benih jagung di Indonesia pada tahun 2007 adalah sebanyak 35,150 ton (www.bisnis.com.2008). Sama halnya dengan potensi dalam agribisnis industri padi, maka potensi usaha dalam bidang agrobisnis industri jagung pun sangat menarik. Berdasarkan data di atas, untuk kepentingan dalam negeri, masih dibutuhkan benih jagung sekitar 12.450 ton benih jagung per tahun. Munurut informasi dari Bidang Penelitian dan Pengembangan-Depertemen pertanian keuntungan usaha dari produksi benih jagung adalah sebesar Rp.3.425.208,sampai dengan Rp.4.401.250,(www.litbang.deptan.go.id., 2008). Ilustrasi yang disampikan di atas, baru menganalisis dua benih makanan pokok masyarakat Indonesia. Bagaimana dengan potensi kebutuhan benih tanaman industri, contohnya adalah kelapa sawit dan karet. Kebutuhan benih kelapa sawit saat ini adalah sebanyak 230.000.000 benih dan sebagian besar diimport dari

Malaysia dan Costa Rica. Kebutuan benih kelapa sawit dari tahun ke tahun selalu memperlihatkan tren kenaikan. Oleh sebab itu prospek agrobisnis industri kelapa sawit merupakan pilihan cerdas untuk membuka usaha di masa yang akan datang (Badan Koordinasi Penanaman Modal, 2008). Perkembangan harga karet pada 3 tahun ini selalu meningkat sehingga investir dan masyarakat banyak yang beralih usaha dari bisnis di luar bidang pertanian berganti pengusaha agrobisnis. Berdasarkan fakta ini secara otomatis kebutuhan benih karet meningkat dan pada tahun 2008 permintaan benih karet mencapai 70.000.000 benih (BUMN, 2008). Dari kebutuhan benih karet sejumlah tersebut di atas hanya 50.000.000 benih karet yang dapat dihasilkan oleh pengusaha dan petani agrobisnis. Potensi baru dan peluang bisnis yang baik untuk SDM yang berkompeten di bidang perbenihan. Potensi agrobisnis industri benih tanaman hortikultura pun sangat baik untuk dipelajari. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura kebutuhan benih beberapa tanaman hortikultura masih harus diimport diantaranta adalah benih kentang 1.200.000,- kg, tanaman buah 418.000 bibit, tanaman hias 5.100 flask dan 51 Kg serta tanaman biofarmaka sebanyak 642 (Kg). Tentu saja informasi ini merupakan hal yang sangat penting, karena potensi perkebangan kebutuhan tanaman hortikultura masih memumnginkan untuk diproduksi di dalam negeri. Data import ini menjadi suatu peluang bagi sumberdaya manusia Indonesia yang memiliki potensi di bidang perbenihan tanaman. Analisa terhadap beberapa potensi agrobisnis industri benih telah dibahas. Agar dapat menjadi sumberdaya pada bidang perbenihan yang handal dan maka

Teknik Pembenihan Tanaman 3

dengan profesionalime harus dijunjung tinggi yaitu harus profesional saat bersikap, menguasai iptek perbenihan dengan baik dan dapat melakukan teknik perbenihan yang efektif dan efisen sehingga menghasilkan keuntungan dan benefit yang tinggi. Bagaimana dengan potensi ekspor benih dari indonesia di masa yang akan datang?. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura (2006) terdapat beberapa benih tanaman yang mempunyai potensi tinggi seperti benih tanaman sayuran, buah, tanaman hias dan bio-farmaka dengan nilai eksport sebesar US $ 3.783.501,-. 1.2. Peran Perbenihan Tanaman Benih merupakan produk akhir dari suatu program pemuliaan tanaman, yang pada umumnya memiliki karakteristik keunggulan tertentu, mempunyai peranan yang vital sebagai penentu batas-atas produktivitas dan dalam menjamin keberhasilan budidaya tanaman. Upaya perbaikan genetik tanaman di Indonesia masih terbatas melalui metode pemuliaan tanaman konvensional, seperti persilangan, seleksi dan mutasi. Di Indonesia penerapan teknologi pemuliaan modern belum diterapkan secara optimal sedangkan di negara-negara maju, teknologi tersebut sangat pesat perkembangannya. Di Indonesia tujuan pemuliaan masih berkisar pada upaya peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit utama dan toleransi terhadap cekaman lingkungan (Al, Fe, kadar garam, dan lain lain). Benih tanaman sangat berperan dalam pengembangan bidang pertanian. Benih adalah faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Benih dengan kualitas baik dan seragam akan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Benih kelapa sawit dura, Pisifera dan Tenera merupakan tiga varietas yang

banyak diminta oleh konsumen karena mempunyai potensi produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya. Perbenihan tanaman sangat berperan dalam penyediaan pangan (ketahanan pangan). jenis. lapangan kerja dan ekonomi. Strategi pengembangan pola kemitraan usaha dengan swasta/penangkar benih/asosiasi petani di wilayah pengembangan ini dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah untuk mendorong industri perbenihan yang menyediakan benih yang terjamin mutunya. Ketidak-murnian benih yang ditanam akan mengakibatkan penurunan produksi dan mengakibatkan penurunan pendapatan atau bahkan rugi. sandang. (Franchising). Teknik Pembenihan Tanaman 4 . Berikut ini akan diinformasikan beberapa peran perenihan tanaman secara spesifik untuk masing-masing sektor. kakao (26 %). Dengan usaha tersebut diatas diharapkan akan tercipta usaha perbenihan yang profesional. Wujud dari pola kemitraan usaha tersebut salah satunya adalah melalui pengembangan industri perbenihan dan Model Waralaba. papan. Penggunaan benih bina oleh petani masih bervariasi antar komoditi seperti kelapa sawit (85 %). sehingga penanaman varietas tersebut di atas akan berperan sangat dominan dalam menentukan pendapatan petani kepala sawit. mutu dan harga). jumlah. Kebijakan pemerintah dalam mendukung program perbenihan melalui menyediakan benih unggul dan bermutu melalui prinsip 6(enam) tepat (waktu. kapas (18 %) dan tembakau (21 %). penggunaan varietas unggul dan benih bermutu atau benih bina adalah salah satu faktor keberhasilan usaha dan pembangunan perkebunan. Dengan beberapa informasi di atas dapat disimpulkan bahwa banih sangat berperan penting dalam menentukan produksi tanaman dan pendapatan petani. Pada tingkat petani. lokasi.

Tahun 1987. amka kebutuhan pangan tidak dapat dipenuhi dan mengakibatkan harus selalu import beras. Indonesia yang pada tahun 1945 sampai dengan 1986 merupakan importir beras karena produktifitas benih padi hanya 4 ton per hektar dan sering terserang ooeh hama wereng. Perbenihan tanaman merupakan bidang yang memerlukan banyak tenaga kerja. Varietas jati lokal dapat dipanen pada umur 20-30 tahun sedangkan jati mas dapat dipanen dalam jangka waktu 12-20 tahun. Benih tanaman sebagai langkah awal dari kegiatan pertanian. Teknik Pembenihan Tanaman 5 . Setelah ditemukan padi VUTW. Penemuan varietas jati unggul seperti mas dapat memperpendek masa budidaya tanaman jati. Salah satu hal yang menunjang keberhasilan tersebut adalah ditemukannya VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng). indonesia berhasil melakukan swasembada pangan. telah berperan dalam bidang ekonomi dengan adanya peningkatan penambahan devisa dari ekspor benih dan peningkatan pendapatan petani yang beralih dari petani budidaya menjadi penangkar benih Benih tanaman penghasil kayu dan kertas sangat dipengaruhi oleh varietas benih yang ditanam. Dengan demikian sektor perbenihan merupakan bagian dari penyediaan tenaga kerja di bidang pertanian. Dengan adanya peningkatan produksi beras tersebut maka indonesia berhasil memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. produktivitas beras per hektar meningkat dari 4 ton/hekter menjadi 6-8 ton/hektar. Masa budidaya yang singkat sangat menguntungkan ketersiediaan bahan baku papan.

Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk memenuhi kebutuhan benih dalam negeri. Menjelaskan peran pembenihan tanaman. . 2. Benih merupakan factor penentu produksi tanaman. . Menjelaskan potensi pembenihan tanaman. papan dan sandang. SOAL: . siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 1. . . Pembenihan tanaman berperan penting dalam keberhasilan Indonesia dalam program swasembada pangan tahun 1987. . . Potensi kerjasama perusahaan benih dengan petani penangkar benih. Pembenihan tanaman perperan dalam penyediaan tenaga kerja terampil sehingga mengurangi pengangguran. Pembenihan tanaman dapat meningkatkan pendapatan petani. Potensi pembenihan tanaman Peran pembenihan tanaman . Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk ekspor. Pembenihan tanaman sangat berperan dapam penyediaan bahan baku pangan. Pembenihan tanaman dapat meningkatkan perekonomian bangsa. . .

1. TUGAS: 1. Bagaimana peran benih padi VUTW pada tahun 1987 dibandingkan dengan peran VUTW pada tahun 2007. Wawancarai minimal satu orang petani / pengusaha penangkar benih tentang perbandingan pendapatan mereka saat menangani usaha pembenihan tanaman dibandingkan dengan usaha sebelumnya. Lakukan observasi terhadap aktivitas petani penangkar benih. Teknik Pembenihan Tanaman 6 . 2. 2. Jelaskan dengan singkat dan jelas minimal 2 potensi dan peran pembenihan tanaman untuk ekspor.

batang. Akar primer adalah akar utama sedangkan akar lateral adalah akar yang tumbuh dari akar primer. mulai dari yang berukuran kecil sampai dengan pohon yang sangat besar mempunyai kesamaan anatomi atau struktur. ujung akar. kemudian pada saat tanaman dewasa. Pada batang tanaman terdapat daun.1 Anatomi Dan Morfologi Tumbuhan Tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. Tanaman merupakan mahluk hidup yang dapat memproduksi makanan sendiri. Batang tanaman adalah bagian tanman yang tumbuh di atas akar atau tumbuh di atas permukaan media tanam (tanah. putik akan diserbuki oleh tepung . dan pada kondisi yang tepat. rambut akar. Struktur tubuh tumbuhan Struktur tubuh tanaman terdiri dari akar. Pada batang tanaman terdapat jaringan batang bagian bawah (ground tissue) yang menghubungkan bagian akar dengan dengan batang tanaman bagian atas dan organ-organ tanaman bagian atas . batang.BAB 2. a. daun. Akar tanaman terdiri dari tudung akar. air atau media tanam lainnya). Seluruh tubuh tanaman dilindungi oleh sel epidermis. bunga dan buah. daun. Akar tanaman terdiri dari dua jenis yaitu akar primer dan akar lateral. Semua jenis tanaman. Jaringan lainnya yang terdapat pada batang adalah jaringan pembuluh yang terdiri dari xilem (jaringan pengangkut air) dan floem (jaringan pengangkut hasil fotosintesis). pada organ batang akan tumbuh dan berkembang bunga. Anatomi tanaman terdiri akar. bunga dan buah. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2. Bunga tanaman mempunyai putik dan benang sari.

Struktur tubuh tamanan (Encarta Ensiklopedia.1. b. Makhluk hidup (organisma) dapat tersusun dari satu sel tunggal (uniselular. Sel dapat berfungsi secara otonomi (dapat berdiri sendiri/ independen) asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. 2006).sari sehingga menjadi buah. Gambar 2. dan beberapa jamur dan Teknik Pembenihan Tanaman 7 . Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.1. Bagian-bagian tanaman secara lengkap disajikan dalam Gambar 2. misalnya bakteri. Sel Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Dalam buah yang berkualitas baik akan tumbuh biji sebagai cikal bakal generasi tanaman yang selanjutnya.

protozoa) atau terdiri dari banyak sel (multiselular). Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman. Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun dari sel. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh 2 orang ilmuwan dari Jerman yaitu Matthias Schleiden (ahli tumbuhan. c. Penemuan ini menjadi dasar bagi perkembangan bidang biologi yang penting saat ini yaitu mikrobiologi (ilmu yang mempelajari perkembangan dan pertumbuahan mahluk hidup yang berukuran kecil / mikroba). Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti tercantum pada Tabel 1. namun proses evolusi yang dialami oleh masing-masing kelompok organisme (Phylum) memiliki kekhususan tersendiri. Sel-sel prokariota (organisme bersel satu seperti bakteri. Pada organisma multiselular terjadi pembagian tugas selsel penyusunnya. mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru. Kata sel berasal dari kata Latin ce lulae yang berarti 'kamar-kamar kecil Kemudian seorang ahli mikrobiologi yaitu Anton van Leeuwenhoek melakukan pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik (mikroba) dan hasil pengamatannya menemukan ada "kehidupan di dunia lain" yaitu kehidupan mikroba (organisma yang berukuran kecil) yang belum pernah dilihat oleh manusia. Rudolf Virchow. seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke meneliti irisan tipis gabus dengan menggunakan mikroskop yang dirancangnya sendiri. Pada tahun 1665. Perkembangan mikroskop selama hampir 200 tahun berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk meneliti susunan tubuh makhluk hidup. 1810-1882). beberpa fungi dan protozoa) beradaptasi dengan . 18041881) dan Theodor Schwann (ahli hewan. Struktur dan fungsi-fungsi sel semua organisme hampir sama. dan dijadikan dasar untuk klasifikasi mahluk hidup.

Ukuran sel lebih kecil. Sitoplasma dan nukleus secara bersama-sama dan berkelanjutan membentuk protoplasma. Sel tumbuhan Sel hewan Ukuran sel lebih besar. Tabel 2.1.kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota (organisme yang mempunyai inti sel yang dikelilingi membran inti) beradaptasi untuk hidup saling berinterkasi dengan organisme lain sehingga menjadi suatu organisasi mahluk hidup yang sangat harmonis. Bentuk sel tidak tetap Bentuk sel tetap. alga dan prokariota mengembangkan dinding sel sedangkan sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Sel tumbuhan. Mempunyai dinding sel Tidak mempunyai dinding sel Mempunyai klorofil Mempunyai vakuola atau rongga sel yang besar. sitoplasma. dan inti sel atau nukleus. (fleksibel/ lentur). Perbedaan Sel Tumbuhan Dan Hewan. Tidak mempunyai klorofil Tidak mempunyai vakuola. walaupun . d. Struktur sel Struktur sel mahluk hidup pada umumnya minimal terdiri dari organelorganel membran sel. Beberapa organisme prokariot memiliki flagella pada selnya untuk memudahkan pergerakan. Di dalam sitoplasma terdapat berbagai organel.

terkadang beberapa sel hewan uniseluler memiliki vakuola Teknik Pembenihan Tanaman 8 .

Perbesaran 400 kali (Nurwardani. Pada sel tumbuhan. Sitoplasma Fungsi utama sitoplasma yang berupa cairan kental adalah menjamin kelangsungan hidup sel (metabolisma). Menyimpan makanan dalam bentuk granul (seperti biji) yaitu glikogen. O leh sebab itu. Menyimpan energi dalam bentuk granul (seperti biji) berupa kanji. dalam kondisi normal. 2). Memban sel secara otomatis dapat menentukan bahan-bahan tertentu saja (nutrisi yang dibutuhkan untuk kehidupan sel) yang dapat masuk k e dalam dan keluar dari sel. Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayanglayang (terapung) dalam cairan kental (be . membran sel selalu melekat pada dinding sel sebagai akibat adanya tekanan turgor dari dalam sel.2005) 1).2. membran sel bersifat ' selektif permeabel'.(tetapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). Gambar 2. Hampir semua kegi-atan metabolisme berlangsung di dalam ruangan berisi cai ran kental ini. Membran sel embran sel adalah suatu selaput tipis yang membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar.

sehingga disebut pula 'cairan sel'. Demik ian pula dengan sel. namun tidak homogen) yang disebut matriks. paru-paru dan lambung. penyimpanan.rsifat koloid. Di dalam nukleus terdapat nukleolus. respirasi (perombakan energi dari proses pernafasan). tergantung letak dan fungsi sel. mi tokondria. 3). yang fungsinya yang berbeda -beda. Va-kuola memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair. Or ganel Manusi a memiliki banyak or-gan yang berbeda seperti jantung. serta reaksi terhadap rangsang. Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik (suatu proses yang memerlukan protein spesifik sehingga mempercepat berlang-sungnya suatu proses metabolisme). Tumbuhan mempunyai organ se-perti akar. Organel-organel dalam sel akan menjalankan banyak fungsi kehidupan seperti sintesis bahan. 4). bunga dan buah. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim). Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi pada sitoplasma. N ukleus Nukl eus mengendalikan kegiatan yang terjadi pada sitoplasma. batang. Cairan yang mengisi vakuola ber-beda-beda. Sel memiliki organ yang disebut organel . benda golgi dan berbagai produk sekunder lain. Sel ain organel. khloraplas (organael khusus yang hanya terdapat dalam sel tumbuhan). terdapat pula vakuola. retikulum endoplasma. daun.

Teknik Pembenihan Tanaman 9 .

Mitokondria. Peroksisom . biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuningkuningan. Pada umumnya akar tidak berbuku-buku. Vakuola Gambar 2. e. Berikut adalah macam-macam benda dalam sel (khususnya sitoplasma) yang digolongkan sebagai organel: . Pada ujungnya akar selalu tumbuh. Akar tumbuhan memiliki sifat-sifat sebagai berikut. tidak beruas dan tidak menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainya. Akar Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan. ujung akar sering-kali meruncing. Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah.4. Gambar 2. 2005). . .(berarti 'organ kecil'). tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah cepat jika dibandingkan dengan bagian di atas permukaan tanah. .3. Ribosom. Selanjutnya. selalu tumbuh ke arah yang berlaw anan dengan udara dan cahaya. Retikulum endoplasma. Plastida (hanya sel tumbuhtumbuhan dan sejumlah alga). hingga lebih mudah untuk menembus tanah. . dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop). Sel tumbuhan dan berbagai organel sel ( Encarta. Akar tanaman yang dibudidayakan secara . Akar tidak berwarna hijau. Badan golgi atau benda golgi atau diktiosom. .

tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan. Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Teknik Pembenihan Tanaman 10 . Secara umum. Walaupun terkadang. tumbuhan dikotil tersebut dikembang-biakkan secara vege-tatif seperti cangkok. untuk menyerap air dan zat-zat nutrisi (makanan tanaman) yang terlarut di dalam air tanah atau larutan hara tanaman. Akar serabut. ada dua jenis akar yaitu: 1). atau stek). Akar tanaman kadang-kadang berfungsi sebagai tempat untuk penimbunan makanan..hidroponik Fungsi akar bagi tumbuhan ada-lah memperkuat berdirinya tum-buhan. mengangkut air dan zat-zat makanan yang telah diserap ke bagian tubuh tumbuhan yang memerlukan nutrisi.

batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. c). Batang Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut : . Akar penghisap akar pengisap ialah akar yang terdapat pada tumbuhan jenis parasit seperti benalu. dan Soneratia b). Fungsi utama akar tunggang adalah untuk menyimpan makanan. . Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Kedudukan batang bagi tubuh tum-buhan. Akar banir ialah akar yang banyak terdapat pada tumbuhan tropik. Ada beberapa jenis modifikasi akar. Batang tanaman umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. 3). Akar nafas yaitu bagian akar yang naik ke atas tanah. Akar tunggang. Akar banir. Akar gantung terdapat pada tumbuhan epifit seperti anggrek. Akar gantung. a). f. d).2). akan tetapi selalu bersifat aktinomorf. Modifikasi akar Akar tumbuhan sering kali mengalami perubahan bentuk (modifikasi) sesuai dengan fungsi dan kondisi lingkungan serta jenis tumbuhannya. khususnya ke atas air seperti pada tumbuhan mangrove dari genera Avicennia. antara lain sebagai berikut. Akar gantung yaitu akar yang sepenuhnya berada di atas tanah. Akar napas.

. Ketebalan daun pun beragam ada tipis. Bentuk daun sangat beragam. Batang selalu bertambah pan-jang di ujungnya. umumnya berwarna hijau dan berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari melalui fotosintesis. namun biasanya berupa helaian. kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil. Bentuk dasar daun membulat. dengan vari-asi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Batang tanaman terdiri atas ruasruas. . sedang atau tebal. oleh sebab itu sering dikatakan. . Masing-masing ruas dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku batang terdapat daun. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat (dapat membuat energi untuk kehidupannya). Batang biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop) . Daun Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh pada batang. tidak akan di-gugurkan (digantikan dengan yang lebih muda). Teknik Pembenihan Tanaman 11 . . bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas. misalnya rumput dan pada saat batang masih muda. kecu-ali tumbuhan yang umurnya pendek. ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Batang tanaman pada umum-nya tidak berwarna hijau. g. Batang tanaman membentuk percabangan dan selama hi-dup tumbuhan. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun.

Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain. . Tempat terjadinya gutasi. Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis . . Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Epi-dermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. atau ungu. dan mengakibatkan daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. dan antosianin (berwarna merah. Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis bawah. misalnya karoten (berwarna jingga). Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menye-leksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam foto-sintesis. . Tempat terjadinya transpirasi. Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang berongga. . tergantung derajat keasaman). Daun tumbuhan sukulen (mengandung air dalam jum-ah yang banyak) atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air.Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah men-jadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur). Daun tanaman berfungsi sebagai: . Sebagai organ pernapasan (pada daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi. xantofil (berwarna kuning). Alat perkembang-biakkan secara vegetatif (seperti tunas daun cocor bebek yang dapat digunakan sebagai bahan un-tuk perbanyakan tanaman secara stek daun). Anatomi daun adalah sebagai berikut: . biru. . Tempat terjadinya fotosintesis. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan .

Selain stoma. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis karena mengandung klorofil. Sedangkan floem ber-fungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). Stoma (jamak: stomata) ber-fungsi sebagai organ respirasi. Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. . Teknik Pembenihan Tanaman 12 . Kemudian stoma akan mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stoma terletak di epidermis bawah. Stoma pada daun identik dengan hidung manusia. dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2. tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.cadangan makanan. .

Gambar 2.6 Irisan melintang batang tanaman dengan struktur jaringan pengangkut a ir dan hasil fotosistesis.7 . Daun segar membutuhkan cahaya untuk melangsungkan proses fotosintes is (kiri) dan daun tua telah kehilangan klorofil karena proses penuaan (kanan) Teknik Pembenihan Tanaman 13 .5 Berbagai bentuk batang dari berbagai jenis tanaman Gambar 2.Gambar 2.

i. Gambar 2. Tidak semua biji tanaman dihasilkan dari bunga.8. sebagai contoh adalah cornifera mempunyai benih telanjang pada suatu bentuk spesifik berupa cone. benang sari.9 Bunga tumbuhan yang sempurna memiliki bagian bunga sebagai berikut tangkai bunga. sel telur. untuk membentuk zigot.Gambar 2. Biji akan tumbuh dan berkembang sampai menjadi bentuk yang sempurna dan memenuhi standar untuk menjadi benih. putik. maka dengan segera dan secara bersam-sama jaringan pembuahan tersebut akan menye-rap air dan nutrisi tanaman berupa gula dan akan membentuk tabung sari. mahkota bunga. Bunga Bunga adalah organ reproduksi pada sebagain besar tumbuhan yang sering memproduksi buah yang mengandung biji sebagai calon benih. Zigot akan tumbuh menjadi embrio biji. Pada biji yang sedang berkembang. menuju kje arah kantung lembaga. perkembangan em-brio didahului oleh pertumbuhan endosperm. Buah dan biji Buah pada umunya merupa-kan organ tanaman tempat me-nyimpan benih dan hasil foto-sintesis. Perkembangan biji akan diakhiri dengan pemben-tukan integumen pada jaringan ovari induk. Model irisan melintang daun tumbuhan h. Tabungsari akan tumbuh dan menembus tangkai putik (style).kepala putik kelopak bunga. Biji sebagai calon benih yang pada umumnya berada di dalam buah terbentuk melalui proses berikut: setelah tepung sari mendarat dengan tepat pada kepala putik. Di tempat tersebut sel jantan bertemu dengan sel telur. Pembuahan adalah permulaan dari pertumbuhan ovari yang cepat dan selanjutnya berkembang men-jadi biji. dan serbuk sari Teknik Pembenihan Tanaman . tangkai putik.

14 .

Pada biji monokotil. Gambar 2. Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet. kotiledon.10.2 Anatomi dan Morfologi Biji Tumbuhan Biji yang memenuhi kriteria ter-tentu dapat dijadikan benih.2. morfologi biji terdiri dari kulit biji (testa). mega gametofit. lemak dan protein. Cadangan makanan dalam benih adalah karbohidrat. dan embrio. Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkem-bangan bibit. . Pada biji tanaman Gymnospermae. calon akar dan calon daun pertama) Untuk memperjelas gambaran proses perkecambahan biji dapat dilihat pada gambar perkecambahan biji tembakau (Nicotiana tabacum). Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung air akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit. Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination). embrio yang terdiri dari kotiledon dan calon akar). endosperm. Naungan berfungsi seba-gai pelindung kecambah dan bibit muda dari sengatan sinar mata-hari. Benih yang sedang berkecambahan sangat peka ter-hadap penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat memerlukan perlindungan (proteksi). dan organisme pengganggu tanaman. Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm). morfologi biji terdiri dari kulit biji. sedangkan untuk biji dikotiledon terdiri dari kulit biji (testa) dan embrio (dua kotiledon.

Biji tanaman yang terbentuk dari hasil pembuahan (bertemunya putik dengan serbuk sari dan berkembang menjadi zigot) 2. persediaan oksigen memadai dan kelembaban media tumbuh cukup dan kontak secara langsung dengan biji. Biji-biji kelompok ini umumnya beasal dari daerah beriklim sub tropis. adanya persediaan oksigen dan air. Teknik Pembenihan Tanaman 14 . Periode dormansi yang telah dilewati akan menyebabkan perkecambahan biji pada kondisi suhu yang optimal. Pada beberapa spesies walaupun kondisi di atas terpenuhi tetapi biji tidak dapat berkecambah. Hal tersebut disebabkan oleh belum tuntasnya masa dormansi (istirahat) biji tersebut. suhu menguntungkan.3 Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan Biji dari berbagai spesies tumbuhan akan berkecambah apabila.

mikropilar endosperm akan menye limuti radikula pada saat 60 jam setelah perkecambahan (ABA menghambat mikropilar menyelimuti radikula). mikropilar endosperm menyelimuti ujung radikula (calon akar).. Enam jam pertama. Pada penambahan hormon ABA. Pada saat ena m jam kedua.11 Morfologi benih tumbuhan Gambar 2.2004).Gambar 2.12 Tahapan perkecambahan benih tembakau (Nicotiana tabacum). radikula mulai keluar dari biji.al. C. A. ( (Muller et. Teknik Pembenihan Tanaman 15 . m ikropilar kulit biji terluar akan merekah sehingga memudahkan endosperm menembus kulit biji. D. Pada saat enam jam ke tiga. B.

Benih akan berkecambah. benih mengabsorpsi air sehingga benih menjadi menggembung dan kulit biji pecah. Kandungan air dalam sel benih akan naik dari tingkat praperkecambahan sebesar 8-14% menjadi lebih dari 90%. Pada saat protoplasma sel menyerap uap air. Benih harus mendapatkan jumlah air yang tepat untuk berkecambah. Hormon . Dengan segera air memasuki sel-sel jaringan lembaga dan endosperma. Sebaliknya jika kelembaban media kurang optimal benih tidak akan dapat menguraikan cadangan makanan dalam biji (jaringan endosperma) sehingga epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh dan berkembang. Dalam keadaan yang menguntungkan untuk proses perkecambahan. Ketidak-tersediaan oksigen akan memperlambat atau mencegah perkecambahan benih. Oksigen bebas sangat diperlukan untuk respirasi yang akan menghasilkan enerji yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. dan akan mengakibatkan benih mati atau tumbuh tidak normal. Suhu yang paling optimal untuk perkecambahan biji adalah 15-38oC. setelah keluar kotiledon harus ditambahkan air dan beberapa unsur hara pada media tanamnya. terutama dari golongan bakteri dan fungi.Perkecambahan dapat terjadi walaupun tanah atau media semai tidak mengandung unsur hara karena di dalam biji sudah mengandung cukup persediaan makanan agar lembaga dapat tumbuh selama masa persemaian. Kondisi inipun akan mempertinggi kemungkinan benih terserang oleh organisme pengganggu tanaman. Kelembaban media tanam yang terlalu berlebihan akan menghambat proses perkecambahan. maka berbagai proses kehidupan akan berlangsung. kondisi kelebihan air akan menyebabkan oksigen keluar dari dalam sel dan benih tidak dapat berkecambah.

akar-akar primer akan tumbuh dalam 36-96 jam. Ujung hipokotil tumbuh menjadi akar primer. respirasi dan asimilasi nutrisi ke dalam protoplasma. kemudian protoplasma yang baru akan terbentuk. Sel-sel ini mulai membesar pada saat menyerap air. dalam kondisi lingkungan yang paling baik. Dari epikotil akan tumbuh batang yang akan menghasilkan daun-daun serta berbagai cabang. maka sel-sel pada ujung epikotil dan hipokotil mulai membelah dan membentuk sel-sel baru. produksi protoplasma. Sumber makanan yang tersimpan dalam endosperma dan kotiledon akan segera diproses melalui respirasi sehingga menghasilkan enerji kimia yang penting untuk pembelahan sel. Akar ini mempunyai panjang 2 cm atau lebih. Hormon ini mengatu pertumbuhan dan perkembanga hipokotil dan epikotil. Dalam proses ini pertumbuhan Teknik Pembenihan Tanaman 16 . sehingga dapat mensuplai epikotil tumbuh dengan baik dan akan menjadikan calon batang pertama. Kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman dewasa. dan proses-proses pertumbuhan lainnya. Akar primer yang tumbuh akan mengasilkan akar-akar sekunder.pertumbuhan dan perkembangan seperti asam indol asetat akan mulai berfungsi. kemudian tumbuh dan berkembang agi menjadi akar tersier. Ujung hipokotil muncul melalui suatu celah pada kulit biji. Tingkat perkecambahan biji sangat bervariasi. Ketika terjadi proses pencernaan cadangan makanan pada biji. Akar primer akan menyerap air dan unsur hara dari tanah. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketebalan dan struktur kulit biji dan masa dormansi biji.

.

akan tetapi proses kehidupan yang terjadi hanya mempertahankan ciri spesifiknya serta fungsinya sepanjang masa hidup tumbuhan. Tumbuhan yang sedang tumbuh harus memiliki protein dan senyawa organik lain untuk membangun protoplasma. Disamping itu terdapat proses pembesaran sel yang baru terbentuk. Selama masa pertumbuhan dan perkembangan. Pada umumnya. tumbuhan memerlukan air. unsur hara. floem. jaringan pembuat makanan. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk pertumbuhan normal adalah tersedianya enerji kimia yng berasal dari proses respirasi. serta cahaya. karbondioksida dan oksigen. yaitu dengan ditandai terbentuknya jaringanjaringan baru seperti silem. Pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dikendalikan secara umum oleh hormon yang disintesis oleh tumbuhan dan terdapat pada semua jaringan. sel dan jaringan yang sudah matang tidak akan membelah diri lagi. Selama masa .akan melibatkan pembuatan sel-sel baru dari sel-sel yang sudah ada sebelumnya. dan jaringan peyimpanan. Tumbuhan ini harus memiliki selulosa dan beberapa senyawa organik untuk membentuk dinding sel. gugurnya daun dan jatuhnya buah. Sel yang baru terbentuk dengan cepat akan meningkat ukurannya karena adanya asimilasi makanan ke dalam protoplasma. pertumbuhan buah dari bakal bunga menjadi bunga dan buah. jaringan penguat. Salah satu contoh IAA adalah giberelin. interaksi timbalbalik tunas dan berbagai pertumbuhan lainnya. Fase pertumbuhan yang berikutnya perkembangan sel. Hormon pertumbuhan IAA (Indol Acetic Acid) berfungsi dalam pembesaran sel. sehingga sel akan membesar dan menjadi jaringan tanaman.

Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.kemudian menjadi bakal biji yang terletak dalam bakal buah. butiran serbuk sari membentuk tabung. batang. Tumbuhan sanesen (tua) Teknik Pembenihan Tanaman 17 . Proses benih berkecambah. Proses perkembangbiakan secara generatif dimulai dari terjadinya pertemuan butir-butir serbuk sari dengan putik. B. Organ generatif tumbuhan yang minimal adalah terdiri dari benang sari dan putik. A. Kondisi ini menandai adanya calon generasi tumbuhan berikutnya. organ-organ vegetatif seperti daun. Di dalam putik. Tumbuhan dewasa. C.tersebut. dan cabang tumbuhan akan tumbuh dan berkembang sampai akhirnya terbentuk organ generatif. D. Bibit.13. Gambar 2.

Teknik Pembenihan Tanaman 18 . Proses pertumbuhan dan perkembangan biji (fase haploid) serta proses penyerbukan (fase diploid).Gambar 2.14.

Batang . pertumbuhan dan . Perbedaan sel tumbuhan dan hewan. Tahapan perkecambahan. Bagian-bagian biji monokotil. . . Sel tumbuhan . Anatomi dan morfologi biji tumbuhan. Bunga . Buah dan biji. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 2. Akar. Bagian-bagian biji dikotil. . siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Anatomi dan morfologi tumbuhan 2. Anatomi dan morfologi tumbuhan Anatomi dan morfologi biji tumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan . . Daun. 3. . . . Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman meliputi: proses benih berkecambah. Struktur tubuh tumbuhan. .

tumbuhan tumbuh dewasa dan proses sanesen (tua). Teknik Pembenihan Tanaman 19 . Amati proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman tanaman padi 2. Jelaskan dengan ringkas tentang perbedaan dan persamaan sel tumbuhan dan hewan 2. Kelompokkan tumbuhan atau tanaman yang mana yang termasuk dikotil dan mookotil. Gambarkan bagian-bagian biji tumbuhan TUGAS: 1. SOAL: 1. Lakukan observasi di lingkungan sekolah terhadap 20 jenis tumbuhan.perkembangan bibit.

norma kesehatan. norma keselamatan dan . Dasar-dasar Pembibitan dan Produksi Benih Tanaman. dan tahan terhadap hama dan penyakit. dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Dalam hal ini ada 3 norma yang harus diperhatikan yaitu: . lingkungan hidup.1. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Menurut Konradus (2003). perusahaan. Pencegahan merupakan cara yang paling efektif. . Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. mengurangi.2. Teknik pembenihan vegetatif tanaman bertujuan untuk menghasilkan individu keturunan tanaman yang mempertahankan sifat baik dari induknya. Oleh sebab itu dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu : .BAB 3. Keturunan tanaman yang berasal dari proses pembenihan vegetatif dari dua induk yang mempunyai keunggulan. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen untuk memproteksi pekerja. norma kerja nyata. bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Pada kegiatan usaha pembenihan tanaman terdapat beberapa prinsip dasar yang selalu digunakan oleh setiap industri pembenihan yaitu: 3. Investasi modal usaha. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3. K3 bertujuan untuk mencegah. Keduanya dapata memadukan dua keunggulan tersebut sehingga mempunyai sifat-sifat lebih baik dari kedua induknya disebut bibit unggul. .

Layanan purna jual .. Pesemaian . Distribusi produk . Pemasaran . perilaku yang tidak aman . kondisi lingkungan yang tidak . Penyiapan alat-alat produksi benih dan quality control product . Penanaman . Penggudangan . Sertifikasi . Pemahaman K-3 . Penelitian dan pengembangan produk Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja. Pemeliharaan pesemaian . . Pengujian kualitas produk . (benih unggul) . Pemeliharaan benih . Penyiapan tenaga kerja profesional . Investasi bahan tanaman unggul aman. penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman seperti: . Investasi lahan pembenihan. Pengolahan benih (seed processing) .

tidak mengikuti standar prosedur kerja .. tidak mematuhi peraturan . Teknik Pembenihan Tanaman 20 . tidak memakai alat pelindung diri . kondisi badan yang lemah Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas. sembrono dan tidak hati-hati .

pengendalian hama. kelembaban udara. gangguan pernapasan. kerusakan paruparu. kerusakan jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet. Hal yang penting diperhatikan dalam penerapan kesehatan pekerja dalam bidang teknik perbenihan tanaman dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. misalnya kebisingan. dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran. pembibitan. penyakit dan gulma. yaitu penerapan dalam bidang teknik pembenihan tanaman secara secara generatif maupun vegetatif. pemanenan. penanganan pasca panen. pengolahan tanah. Norma Kesehatan pekerja Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya. kebutaan. penggunaan . K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja. persilangan. pencahayaan (sinar). pemupukan. Dalam teknik perbenihan tanaman secara generatif yang pada umumnya terdiri dari kegiatan persiapan lahan. penanaman. kemandulan. pengairan. mencangkok. menyambung dan lainlain) hal-hal yang harus diperhatikan dalam kesehatan pekerja sama dengan dalam kegiatan teknik perbenihan secara generatif yaitu penggunaan alat mesin serta penggunaan bahan kimia. kanker kulit. penggunaan alat dan mesin-mesin. Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif baik secara konvensional (menyetek. Penggunaan bahan kimia . Penggunaan alat dan mesin-mesin . getaran. Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif dengan teknik kultur jaringan terdapat sedikit perbedaan yaitu harus memperhatikan minimal 3 hal dalam kesehatan pekerja yaitu. pesemaian. dan lain-lain. prosesing benih dan pengemasan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan diupayakan untuk diterapkan yaitu: .a. .

serangga atau labalaba penggigit atau bahaya spesifik lain. maka pelatihan pertolongan pertama harus diperluas melalui konsultasi dengan orang atau organisasi yang berkualitas. regu penolong. J ika dalam melakukan kegiatan agribisnis perbenihan terjadi kecelakaan harus terdapat alat komunikasi agar dapat dengan segera menghubungi regu penolong seperti rumah sakit. gizi dan air minum. Alat atau kotak PPPK yang dirawat dengan baik harus siap tersedia di tempat kerja dan dilindungi terhadap pencemaran oleh kelembaban dan kotoran. tempat berteduh dan perumahan. Dalam area di mana pekerjaanterlibat dengan resiko keracunan oleh bahan kimia atau asap. perawatan kesehatan. ular. Oleh sebab itu harus ada pekerja yang terampil dalam prosedur PPPK (Pertolongan Pertama Pada K ecelakaan).bahan kimia dan penggunaan lampu ultra violet dalam persiapan enkas untuk inokulasi bahan berupa sel atau jaringan tanaman. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah tindakan pertolongan pertama. ambulance Teknik Pembenihan Tanaman 21 .. Wadah ini harus ditandai dengan jelas dan tidak berisi apapun selain peralatan PPPK dan semua karyawan harus mengetahui tempat penyimpanan peralatan PPPK dan prosedurnya. Jika terjadi gangguan kesehatan maka harus ada tempat untuk pelaporan. Pelatihan ini meliputi perawatan luka terbuka. penyelidikan dan pemberitahuan penyakit dan kecelakaan kerja A ktivitas perbenihan tanaman pada umumnya dilakukan di lokasi yang agak jauh dari kota. pencatatan. dan resusitasi. pelayanan kesehatan kerja .

bahan kimia). pemangkasan. Selain itu lokasi perbenihan diupayakan agar dekat dengan . Penerapan keselatan kerja dalam bidang teknik perbenihnan tanaman harus diterapkan dalam setiap aktivitas diantaranya adalah persiapan lahan. Bila makanan disediakan oleh pengusaha. prosesing benih dan pengemasan. pancuran. kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. Pada suatu lokasi perbenihan tanaman harus diupayakan adanya tempat berteduh dan berlindung.atau dokter terdekat.penyakit dan gulma tanaman). lemak dan protein hewani. Semua kegiatan perbenihan tanaman harus direncanakan dan diorganisir secara terpadu sehingga dapat mencegah pemborosan dan untuk memastikan . penanaman . penanganan dan penananam tanaman secara kimia (pemupukan dan pengendalian hama. Toko barang umum (terpisah dengan bahan mudah terbakar. Toko makanan . pemeliharaan tanaman tanpa bahan kimia. Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja. pengairan. Persediaan air bersih yang cukup. Fasilitas untuk mencuci dan mengeringkan pakaian . pemanenan. Fasilitas sanitary (ruang cuci. Norma Keselamatan kerja Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. Penerapan keselamtan kerja diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja. kamar kecil atau kakus . b. . harus dipastikan bahwa masukan energi cukup untuk pelaksanaan pekerjaan fisik berat baik karbohidrat.

Memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana ditentukan dalam standar internasional atau nasional dan rekomendasi. Spesifikasi untuk metoda kerja yang digunakan: . pekerjaan manual dan motor-manual perlu didukung dengan mesin. Semua perkakas. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah adanya keterangan tentang : . . terutama sekali untuk mengurangi mengangkat dan membawa muatan berat dan untuk mengurangi potensi bahaya yang timbul dari penanganan mesin bertenaga dan dipegang dengan tangan. Teknik Pembenihan Tanaman 22 . Penggunaan alat dan bahan harus dilakukan dengan metoda yang distandardisasi dan telah disetujui. Tujuan kegiatan . Orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mengawasi kegiatan: . Rencana darurat dalam cuaca buruk atau terdapat masalah dengan peralatan. Jika memungkinka untuk dapat dipraktekkan. alat dan mesin dalam teknik perbeniahan diupayakan untuk memenuhi kriteria di bawah ini. Lokasi tempat kerja yang ditunjuk. Jadwal waktu untuk kegiatan spesifik: . Penggunaan bahan. Untuk setiap tugas diupayakan dipilih metoda terbaik dan paling aman. mesin dan bahan-kimia berbahaya yang digunakan dalam pembenihan harus: . Jenis pekerjaan yang diperlukan .tingkatan monitorung yang tepat sehingga pelaksanaan kerja dapat berjalan dengan aman. Spesifikasi produk atau hasil lain: .

Bila menggunakan bahan kimia berbahaya. Pakaian harus mempunyai warna yang kontras agar pekerja terlihat dengan jelas. pakaian yang sesuai harus digunakan untuk menghindari isolasi panas yang berlebihan dan memudahkan pengeluaran keringat. Alat pelindung diri harus mematuhi standar internasional atau nasional. . . Alat pelindung diri harus disediakan dalam jumlah yang cukup. . K3 dalam . Digunakan atau dioperasikan hanya oleh para pekerja yang telah dinilai berkompeten dan/atau memegang sertifikat ketrampilan yang sesuai. Untuk pekerjaan dalam iklim panas dan kering. Norma Kerja nyata Norma kerja berkaitan dengan manajemen perusahaan. Digunakan hanya untuk pekerjaan yang telah dirancang atau dikembangkan. kecuali jika suatu penggunaan tambahan yang diusulkan telah dinilai oleh seorang yang kompeten yang telah menyimpulkan bahwa penggunaan alat dan bahan yang digunakan adalah aman: . . Pakaian kerja harus dibuat dari bahan yang menjaga badan pekerja tetap kering dan berada pada temperatur yang nyaman.. Dalam melakukan kegiatan perbenihan tanaman sebaiknya menggunakan pakaian kerja dan alat pelindung diri ketentuan umum untuk pakaian kerja adalah sebagai berikut: . Pakaian pelindung yang sesuai harus disediakan jika ada suatu resiko radiasi UV atau bahan yang beracun. Operator harus sadar bahwa keselamatan dan kesehatan kerja meruapak hal yang sangat penting. c. . alat pelindung diri harus disediakan sesuai keselamatan dalam penggunaan bahan kimia di tempat kerja.

dan lainlain. atau memulihkan suatu alat. tenaga kerja kaum muda. bangunan pada kondisi yang dapat diguanakan untuk aktivitas produksi pembenihan tanaman.3. mesin. Dalam sistim pemeliharaan yang tradisionil digunakan sistim pemeliharaan dan perawatan yang tidak berencana. 3. maka beberapa perusahaan saat ini telah Teknik Pembenihan Tanaman 23 . shift.aktivitas kerja sehari-hari diterapkan dalam bentuk pengaturan jam kerja. Dalam rangka meminimalkan akibat yang merugikan dari gangguan kerusakan alat yang terjadi dalam produksi. perusahaan sudah harua membetulkan atau memperbaiki kerusakan. Pengelolaan Alat Dan Mesin Perbenihan Pemeliharaan merupakan suatu penggabungan setiap tindakan atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mempertahankan. Pemeliharaan alat merupakan suatu kebutuhan prosedur dalam suatu usaha pembenihan tanamn sehingga prosedur mengendalikan dan administrasi pemeliharaan mutlak diperlukan. analisis dan pengelolaan lingkungan hidup. Gangguan terhadap aktivitas produksi sering tidak diketahui sebelumnya karena jarang dievaluasi secara menyeluruh dan sulit untuk diperkirakan. kerja wanita. pengaturan jam lembur. Suatu kerusakan/kegagalan dari alat/peralatan atau mesin mencerminkan metode yang digunakan dalam menjalankan sistim pemeliharaan alat tersebut. Metode ini dapat mengakibatkan terjadinya suatu kerusakan/kegagalan pengoperasian alat/mesin pembenihan sebelum alat diguanakan dengan optimal.

Pengawasan administratip pada pekerjaan pemeliharaan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Prosedur pemeliharaan alat. Pada sistim Pemeliharaan dan Perawatan yang sifatnya darurat seluruhnya sangat tergantung pada keputusan-keputusan yang diambil. Pembelian alat pengganti yang terburu-buru. tenaga kerja yang kurang mampu akan menurunkan efisiensi pemeliharaan. Pekerjaan-pekerjaan Umum . harus difahami minimal oleh. prioritas perbaikan yang tidak terencana. Supervisor . yang selanjutnya lebih dikenal dengan istilah sistim pemeliharaan yang berencana. . Operatot persiapan dan penyesuaian mesin-mesin . Pada sistim pemeliharaan yang berencana mengatur kebijakan dalam sistim pemeliharaan suatu perusahaan dengan mengadakan prosedur yang jelas. baik dalam segi teknis maupun keuangannya serta mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang objektif berdasarkan standar pemeliharaan alat yang lebih efektif dan efisien. Keberhasilan suatu skema sistim pemeliharaan yang berencana adalah dengan membuatatau menjaga sistim tersebut sesederhana mungkin dalam prosedur pelaksanaannya dengan melibatkan para petugas lapangan/teknisi dengan kerja keras yang minimum. terutama pada saat perubahan dari sistim pemeliharaan darurat kedalam sistim pemeliharaan yang berencana. Operator perubahan dan perbaikan .menerapkan atau Melaksanakan tindakan-tindakan pemeliharaan yang teratur. Sistim pemeliharaan yang berencana adalah Aktivitas pemeliharaan yang teratur dan dijalankan dengan taat azas. Pemegang gudang . melalui pengawasan dan pencatatan berdasarkan rencana yang telah dibuat terlebih dahulu. Pembuatan produk .

c. Pemeliharaan yang berencana Pemeliharaan berencana merupakan sistim pemeliharaan yang terorganisasi dan dilaksanakan dengan mantap berdasarkan rencana pengawasan dan pencatatan serta analisa berdasarkan rencana yang telah dibuat sebelumnya. mesin atau bangunan pembenihan tanaman agar dapat digunakan kembali dalam kegiatan produksi benih tanaman . pemadaman kebakaran. b. dan pengemudi. a. Pemeliharaan berjalan Pemeliharaan sistim pemeliharaan yang dapat dilakukan ketika suatu alat. . mesin dalam keadaan dipakai. d. Pemeliharaan perbaian Pemeliharaan perbaikan meruapakan sistim pemeliharaan yang dilakukan untuk memulihkan kerusakan (termasuk penyetelan dan perbaikan) suatu alat. Pemeliharaan darurat yaitu suatu tindakan pemeliharaan yang perlu segera ditangani/diselesaikan dengan secepatnya untuk menghindari kerusakan yang lebih parah atau fatal. Teknik Pembenihan Tanaman 24 .alat alat pembenihan. Berikut ini disampaikan beberapa metode pemeliharaan alat yang umum digunakan pada perusahaan pembenihan. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan pencegahan merupakan Sistim pemeliharaan yang dilaksanakan atas dasar rencana/waktu yang telah ditetapkan sebelumnya dan bersifat untuk menghindari/mencegah kerusakan. Operator keamanan.

mesin-mesin yang ada serta bangunan dengan semua isinya. . Laporan Kerja : Suatu pernyataan/catatan tentang kegiatan/pekerjaan yang telah dilakukan serta catatan tentang kondisi-kondisi dari suatu alat. . kejadian dan kegiatan yang terjadi/dilaksanakan terhadap suatu alat. . . Pemeliharaan terbatas (pada saat produksi berhenti) Pemeliharaan terbatas meruapakan sistim pemeliharaan yang hanya dapat dijalankan pada waktu suatu alat. Kartu Kendali alat. Spesifikasi Pekerjaan : Suatu dokumen yang menguraikan tentang kegiatan/pekerjaan yang harus dilaksanakan. . guna tujuan identifikasi. dan mesin-mesin. Jadwal Pemeliharaan Suatu susunan/daftar yang komprehensip dari aktifitas pemeliharaan beserta kejadian/ akibat-akibatnya. Inventarisasi pabrik Suatu daftar inventaris dari seluruh fasilitas misalnya : seluruh peralatan. mesin dan bangunan: Suatu catatan mengenai penggunaan. dan bangunan pembenihan dalam keadaan tidak dipakai (proses produksi berhenti). Perbaikan besar : . . . termasuk keterangan/data mengenai masingmasing spesifikasi Teknik dan konstruksinya secara terperinci. mesin. Program Pemeliharaan : Suatu daftar alokasi atau pembebanan dari aktifitas pemeliharaan pada jangka waktu tertentu. mesin dan bangunan pembenihan.e.

Perencanaan Pemeliharaan : Prosedur pemeliharaan yang mencakup tugas operator pemeliharaan. mesin dan bangunan pembenihan merupakan tahap-tahap yang harus difahami oelh semua operator pembenihan yang terlibat dalam kegiatan produksi benih. 3. serta waktu yang diperlukan. Permohonan Pemeliharaan Salah satu persyaratan untuk perencanaan fungsi pemeliharaan. bahan. tenaga kerja.4. Nama .Suatu proses pengujian dan pemulihan alat. apa yang sedang dikerjakan dan berapa lama setiap tugas/pekerjaan tersebut dikerjakan. Dalam industri pembenihan minimal terdapat enam kompetensi teknik yang harus difahami.mesin dan bangunan tersebut dapat digunakan. . dikuasai dan diimplementasikan yaitu pohon induk. seperti tanaman buah yang tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pohon Induk dan bibit unggul Pohon induk adalah tanaman pilihan yang dipergunakan sebagai sumber batang atas (entres). Konsep lain yang penting pada industri pembenihan adalah tentang produksi benih vegetatif. adalah mengetahui secara tepat tentang apa yang harus dikerjakan.mesin. metode. baik itu tanaman kecil ataupun tanaman besar yang sudah produktif yang berasal dari biji atau hasil perbanyakan vegetatif. mesin. mesin dan bangunan pembenihan secara menyeluruh (termasuk perbaikan) Sampai dengan kondisi alat. . teknik pembenihan tanaman secara vegetatif. batang bawah dan batang atas. Pengembangan pemeliharaan alat. teknik penyiapan pembibitan. teknik pemilihan memproduksi benih vegetatif dan sertifikasi benih. Persyaratan pohon induk antara lain adalah memiliki sifat unggul dalam produktivitas dan kualitas tanaman. alat/peralatan.

Teknik Pembenihan Tanaman 25 .

stek) dan memenuhi persyaratan sebagai pohon induk. sehingga memudahkan pela-cakannya. Tanaman dari biji harus sudah berproduksi minimal lima musim. ialah: . misalnya untuk tanaman durian. Dengan jarak tanam yang rapat dapat diperoleh lebih banyak pohon induk dalam suatu areal yang relatif tidak luas. Lokasi pohon induk sebaiknya tidak jauh dengan lokasi perbanyakan tanaman. kebun produksi biasanya berjarak tanam 10x10 m. Ada dua sistem penanaman kebun pohon induk. Kebun pohon induk sekaligus sebagai kebun produksi. untuk mengetahui kemantapan sifat yang dibawanya. Pencarian pohon induk untuk mendapatkan jenis tanaman unggul dengan bebeapa cara. . Tempat tersebut mempunyai ribuan pohon durian yang tumbuh secara . yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara melacak suatu tanaman ke daerah sentra budidayanya sampai dengan tumbuhan yang tumbuh liar di hutan. Tanaman yang ditanam pada umumnya adalah tanaman hasil perbanyakan secara vegetatif (okulasi. terutama untuk pohon induk yang akan diperbanyak secara generatif yaitu diambil bijinya. sedangkan pada kebun pohon induk dapat berjarak tanam 3x3 m. tempat asal) harus jelas. untuk memudahkan pelaksanaan perbanyakan bibit. adalah cara eksplorasi. Kebun pohon induk adalah kebun yang ditanami dengan bebera-pa varietas buah unggul untuk sumber penghasil batang atas (mata tempel atau cabang entres) untuk perbanyakan dalam jumlah besar. Kebun pohon induk dengan jarak tanam lebih rapat. Ditanam dalam kebun yang terpisah dari tanaman lain yang dapat menjadi sumber penularan penyakit atau penyerbukan silang. cangkok. susuan. sambung.varietas pohon induk dan asal-usulnya (nama pemilik. Pertama.

dari lomba tersebut muncul durian unggul baru yang berpotensi sebagai pemenang lomba. Sebagai contoh adalah durian bangkok dari Thailand yang di-introduksi ke Indonesia seperti Chanee dan Monthong. Ketiga. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Kedua. tanah dan cara budidaya pada tempat tumbuh asalnya dengan keadaan tempat tanam yang baru. dengan cara promosi.alami dan di antara tanaman durian tersebut terdapat beberapa varietas yang mempunyai sifat-sifat unggul walaupun merupakan tanaman dari biji serta tumbuh setengah liar di alam. serta tidak mengandung hama dan penyakit. Contoh yang paling terkenal adalah durian Petruk. dengan cara introduksi. ialah kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mengadakan kejuaraan buah unggul. Jenis ini rata-rata tidak tahan terhadap penyakit busuk akar dan busuk leher batang atau kanker batang. Hal yang harus diperhatikan adalah kesesuaian keadaan iklim. Masalah lain yang muncul adalah adanya hama dan penyakit yang sebelumnya tidak diketahui di daerah asalnya.agar kualitasnya tetap baik. Durian ini adalah juara lomba buah di Jepara dan sekarang sudah ditetapkan pemerintah sebagi durian unggul nasional. Pohon induk pada umumnya dipilih dari bibit-bibit unggul. Pada tanaman buah sifat unggul ini terutama nilai dari kualitas Teknik Pembenihan Tanaman 26 . yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mendatangkan atau membawa jenis buah yang terbukti unggul dari daerah atau negara lain. tetapi muncul setelah tanaman tersebut ditanam di tempat yang baru. Cara ini merupakan jalan pintas untuk mempercepat perolehan bahan tanaman yang telah diketahui sifat keunggulannya.

Kelompok sifat utama durian unggul adalah . diutamakan dengan rasa khas . Rasa daging buah : manis berlemak. Untuk itu dapat diambil contoh cara menilai buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen. Aroma : kuat merangsang . . diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim. Kulit buah : tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak . Kadar air daging : sedikit (kering) . Ketebalan daging : tebal . Ukuran biji : kecil atau sekurangkurangnya kempes . tajuk bulat. sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. Tekstur daging : halus. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. Ukuran buah : besar . . Bila semakin banyak sifat yang disukai konsumen terkumpul dalam satu buah. maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) buah tersebut. Jumlah juring : 5-6 juring sempurna Kelompok sifat menunjang : . percabangan merata/simetris. Tahan terhadap hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. Struktur pohon kokoh.buahnya. Buah demikian dapat digolongkan sebagai buah unggul. . sedikit berserat . Warna daging : kuning sampai jingga .

Sistem perakarannya baik dan dalam serta tahan terhadap keadaan tanah . . Pemilihan Batang bawah Batang bawah atau rootstock/ understem adalah tanaman yang berfungsi sebagai batang bagian bawah yang masih dilengkapi de-ngan sistem perakaran yang berfungsi mengambil makanan dari dalam tanah untuk batang atas atau tajuknya. Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang atasnya. 3. Bila tidak memenuhi 70% persyaratan diatas. sehingga relatif lebih tahan terhadap kekeringan. Adapun Kriteria tanaman yang akan dijadikan batang bawah adalah: . Pada umumnya batang bawah berasal dari biji.. Tanaman dalam kondisi sehat. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan.5. Batang Bawah Dan Batang Atas a. karena memiliki akar tunggang. Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis tanaman. maka tanaman demikian tergolong benih yang biasa saja. . Penyediaan batang bawah jenis ini bisa dilakukan dalam jumlah banyak. . Mudah diperbanyak. sehingga batang bawah ini mampu menyatu dan menopang proses pertumbuhan batang atasnya. Keuntungan batang bawah dari biji adalah: . Perkembangan sistem akar lebih kuat dan dalam. Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis tanaman lainnya. pengairan). Apabila minimal terpenuhi 70% sifat unggul dari daftar diatas maka bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. .

Teknik Pembenihan Tanaman 27 .

adalah calon bagian atas atau tajuk tanaman yang di kemudian hari akan menghasilkan tanaman berkualitas unggul. b. Pohon induk mempunyai bagian yang berbeda-beda fase perkembangannya. Karena itu entres sebagai batang atas harus diambil dari pohon induk yang sudah diketahui betul sifat unggulnya. Bagian pangkal pohon merupakan bagian yang tertua menurut umurnya.yang kurang menguntungkan. termasuk harus tahan teradap hama dan penyakit yang ada dalam tanah. Tidak mengurangi kualitas dan kuantitas tanaman yang disambungkan/ diokulasi. . tetapi karena terbentuk pada masa awal pertumbuhan pohon tersebut maka selselnya besifat sederhana. pengendalian hama dan penyakit. Proses pembentukan kalus atau penyembuhan luka berlangsung dengan baik. Batang atas ini dapat berupa mata tunas tunggal yang digunakan dalam teknik okulasi ataupun berupa ranting dengan lebih dari satu mata tunas atau ranting dengan tunas pucuk yang digunakan dalam sambungan (grafting). karena sel-sel kambium berada dalam keadaan aktif membelah diri. Pemilihan batang atas Batang atas yang biasanya disebut entres (scion). sehingga pada akhirnya keberhasilan sambungan atau okulasinya juga tinggi. Hal ini perlu diperhatikan agar batang bawah tumbuh subur dan sehat. Entres inilah yang disambungkan pada batang bawah untuk menggabungkan sifat-sifat yang unggul dalam satu bibit tanaman. Pertumbuhan yang subur dan sehat akan mempermudah pengelupasan kulit dan kayunya. ·Semakin ke arah ujung ranting. semakin muda menurut . Perawatan batang bawah meliputi kegiatan pemupukan. muda (juvenile) dan sangat vegetatif. serta penyiraman.

Hal ini menyebabkan bibit hasil penyambungan atau okulasi lebih cepat berbuah daripada ta-naman yang berasal dari biji. maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) tanaman tersebut. dewasa (mature) dan siap untuk memasuki masa berbunga dan berbuah (generatif). Kelompok sifat utama. pertumbuhannya normal dan bebas dari serangan hama dan pe-nyakit . Tanaman tersebut dapat digolongkan sebagai tanaman unggul. misalnya berbuah lebat dan berkualitas tinggi. dan . Semakin banyak sifat yang disukai konsumen dalam satu tanaman. Cabang dari pohon yang sehat. Salah satu sifat unggul pada tanaman.umurnya. Rasa daging buahnya manis berlemak. Penyambungan entres dengan batang bawah akan menghasilkan bibit yang sudah membawa sifat dewasa tersebut. tetapi sel-sel yang terbentuk paling akhir ini justru bersifat lebih kompleks. adalah kualitas buahnya. Kriteria tanaman yang dapat dijadikan sebagai batang atas adalah sebagai berikut. Pengambilan entres dari pucuk tajuk pohon akan tetap membawa sifat dewasa atau generatif. sehingga batang atas mampu menyatu dan dapat berproduksi dengan optimal. . . Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang bawahnya. Cabang berasal dari pohon induk yang sifatnya benar-benar seperti dikehendaki. sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. Salah satu contoh adalah cara menilai bibit unggul buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen. .

Teknik Pembenihan Tanaman 28 .diutamakan memiliki rasa yang khas.

percabangan merata/simetris. maka tanaman tersebut tergolong buah yang biasa (kualitas normal). . Tahan terhadap serangan hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. c. Sifat penunjang yang banyak dijadikan kriteria untuk suatu bibit unggul adalah: Struktur pohon kokoh. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. tajuk bulat. Kulit buahnya tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak.Ketebalan daging buahnya tebal. kadar air daging sedikit (kering). Pengemasan batang atas Tujuan pengemasan adalah menjaga kesegaran bahan batang atas selama mungkin. Kelompok sifat penunjang. . Mudah diperbanyak secara vegetatif. Warna daging buahnya: kuning sampai jingga. Juring sempurna. Ukuran bijinya kecil atau sekurangkurangnya kisut. Aroma buahnya kuat dan merangsang. Ukuran buahnya besar. hingga dapat segera disambungkan di kebun pembibitan. diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim. Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis buah. Apabila minimal terpenuhi sekurangkurangnya 70% dari sifat unggul dari daftar diatas maka buah atau bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. Tekstur dagingnya halus dan sedikit berserat. berjumlah 5-6 juring. Bila tidak memenuhi 70% persyaratan di atas. Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis buah lainnya. pengairan).

Bahan yang biasa dipakai dan mudah didapat adalah kertas koran. kertas tisu. Seluruh daunnya segera dirontokkan. Dengan cara ini. Bahan ini merupakan peredam panas yang ideal. . tetapi jangan terlalu basah. Pohon induk yang dipilih untuk sumber entres dapat diproses sebagai berikut: . Bahan pembungkus yang digunakan harus bisa meredam panas dan sekaligus menjaga tingkat kelembaban entres. Entres harus tidak bercabang. tergantung dari besar-kecilnya diameter entres. Setelah itu dibungkus lagi dengan kantong plastik. karena jaringan batang pisang segar banyak mengandung air dan sekaligus rongga-rongga udara. Entres harus disortir atau dipisahkan berdasarkan keberadaan mata tunas. kantong plastik. Kotak kardus atau karton dapat juga dipakai sebagai alternatif. daun dan pelepah pisang. . untuk mengurangi kehilangan air dari permukaan daun yang dapat mengakibatkan entres menjadi keriput. . Bungkus pertama ini perlu diperciki dengan air agar agak lembab. . kesegaran entres dapat bertahan 2 hari. Sekumpulan cabang tunggal kemudian diikat dengan karet gelang sebanyak 10-30 entres setiap ikat. Dan lebih baik lagi kalau bungkus paling luar adalah pelepah pi-sang. . tetapi berupa cabang tunggal sepanjang kurang lebih 20-30 cm.Metode pengemasan calon entres adalah sebagai berikut. . Setiap ikatan entres yang telah dipilih kemudian dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu atau kertas koran. Cabang atau ranting pohon induk dipilih sesuai dengan kriteria dan idealnya berdiameter 2-4 cm (tergantung jenis dan kualitas pohon induknya). Dari satu ranting dapat dihasilkan 3-5 mata entres yang baik/ produktif.

Teknik Pembenihan Tanaman 29 .

. karena entres akan mengalami kekeringan. . Batang bawah (kiri) danB atang atas (kanan) .1 . G ambar 3. Aki-batnya pada saat akan diokulasikan atau disambungkan pada batang bawah. Entres harus diletakkan mendatar agar cairan dalam entres tidak bergerak turun akibat gaya gravitasi. Entres jangan dicuci dengan air. perlu memperhatikan suhu dan kelembaban yang rendah. baru kemudian dibungkus. 3. karena akan mengundang datangnya bakteri patogen dan cendawan masuk ke jaringan entres dan kambiumnya cepat tertarik keluar sehingga sering keluar cairan kental dari luka.. Batang tanaman sebagai bibit. maka setelah cabang entres dipotong dari pohon induknya. . sehingga kulit batang entres tidak akan mengerut dan sulit untuk dikelupaskan dari kayunya. Pada waktu diangkut entres yang sudah dibungkus tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan ditaruh di dekat mesin. segera dikeringanginkan. Jangan melakukan pengambilan cabang entres setelah turun hujan Bila ini terpaksa dilakukan. Menyimpan entres di dalam refrigerator (kulkas). entres sudah membusuk. Teknik Penyiapan Pembibitan Tek nik penyiapan pembibitan terdiri dari pembibitan dan teknik pembibitan. a. .6 . Kondisi de mikian dapat menarik air keluar dari entres sehingga entres menjadi k eriput dan kehilangan kesegarannya.

Pembibitan P embibitan tanaman pada prinsipnya adalah mengelola sumber pembibitan. 1) Sumber untuk pembibitan S umber daya produksi yang paling menentukan keberhasilan pembibitan adalah sumberdaya manusia yang terampil. lokasi pembibitan dan pengelolaan pembibitan. untuk memudahkan kegiatan pengangkutan keluar dan masuk kebun. rajin dan cinta tanaman. paranet. Sumber daya produksi lainnya yang diperlukan dalam pembibitan tanaman antara lain adalah pupuk kandang. polybag. 2) Lokasi pembibitan S yarat lokasi untuk pembibitan adalah dekat sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. Kesulitan memperoleh bahanbahan tersebut akan berdampak terhadap menurunnya mutu bibit yang dihasilkan. terutama untuk menghadapi musim kemarau. Unsur cinta tanaman (hobby) ini penting artinya karena pada hakekatnya tanaman adalah makluk hidup yang memerlukan perhatian k husus. Selanjutnya. Lokasi pembibitan yang terpusat memudahkan dalam perawatan dan Teknik Pembenihan Tanaman 30 . atau mahalnya biaya produksi. pestisida dan lain-lain. pembibitan dekat dengan jalan yang dapat dilewati kendaraan roda empat.

pupuk kandang dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Drum diisi setengahnya. Ukuran polybag yang banyak digunakan untuk pembibitan ta-naman biasanya berukuran 15X20 cm (diameter x tinggi). cendawan. Tiga sampai empat bulan berikutnya bibit harus dipindah ke polybag ukuran 30x40 cm.5-1 jam). Kegiatan ini bertujuan untuk membunuh penyakit. murah. Lahan diupayakan datar dan berdrainase baik. Tiga sampai empat bulan setelah penyemian benih untuk batang bawah dan telah tumbuh bibit maka bibit dapat dipindahkan ke polybag berukuran 20x30 cm. mudah didapat. kemudian dipanaskan di atas tungku. Biji akan tumbuh dan berkembang. 3) Pengelolaan pembibitan a) Media tumbuh dalam polybag Syarat media tumbuh yang baik adalah ringan. Komposisi media tanam untuk mengisi polybag dapat digunakan campuran tanah. Sterilisasi dapat dilakukan dengan uap air panas atau perebusan dengan menggunakan drum minyak tanah (isi 200 l). Sedangkan luas lokasi disesuaikan dengan kebutuhan produksi bibit. Setelah air mendidih pupuk kandang dalam karung bekas dimasukkan ke dalam drum (direbus selama 0. Lakukan sterilisasi pada pupuk kandang sebelum digunakan untuk campuran media. Biji ditanam pada media pembibitan. nematoda dan serangga tanah. Hal ini diperlukan karena . lakukan perawatan pada batang bawah dengan baik sampai batang bawah dapat disambung atau diokulasi (sekitar 3-4 bulan setelah tanam biji). teduh dan terlindung dari ternak.pengawasan. biji gulma. porous (gembur) dan subur (kaya unsur hara). bakteri. Penggunaan media tumbuh yang tepat akan menentukan pertumbuhan optimum bibit yang ditangkarkan.

kemudian media tumbuh yang baru dimasukkan ke dalam polybag baru sampai hampir menyentuh bibir polybag pengganti. agar media lebih kompak/padat. Media tanam yang lama yang menyelubungi perakaran bibit dikurangi sedikit. maka akan mengakibatkan penyempitan ruang tumbuh akar. b) Cara penggantian polybag Cara mengganti polybag selama proses pembibitan adalah sebagai berikut: Sebaiknya polybag disiram dengan air sebelum dilaksanakan pindah tanam. Bibit dalam polybag baru disiram sampai cukup basah agar media tumbuh yang baru dimasukkan memadat. Polybag lama disobek dengan silet atau pisau secara hati-hati agar media tanam di dalamnya tidak pecah atau berhamburan. Jika bibit tetap dipertahankan pada polibag 20 x 30 cm.polybag pertama sudah tidak memadai lagi untuk perkembangan akar bibit tanaman. c) Naungan Naungan pada bibit muda berfungsi untuk: mengatur sinar matahari yang masuk ke pembibitan hanya berkisar antara 30-60% saja. Polybag pengganti diisi media tumbuh yang baru. bahkan setelah beberapa lama pertumbuhan bibit seolah-olah berhenti. sehingga kondisi kesuburan bibit jadi menurun. sehingga kedudukan bibit menjadi kuat. Bibit diatur agar letaknya tepat di tengah polybag. sedangkan bibit masih belum siap ditanam. sampai seperempat bagian dari volume polybag. kemudian bibit dimasukkan ke dalam polybag pengganti. kemudian perakaran yang sudah mati atau mengering dipotong dengan gunting stek. Naungan juga berguna untuk menciptakan iklim mikro Teknik Pembenihan Tanaman 31 .

jenis naungan dari plastik gelombang berwarna hijau yang dapat meneruskan sinar sebesar 40-60% (40% untuk naungan plastik yang sudah lama terpasang hingga 60% untuk yang baru dipasang). kelebihan . Gambar 3. Kedua. d. Dengan adanya naungan akan menghindarkan bibit dari sengatan matahari langsung yang dapat membakar daun-daun muda. Ada beberapa jenis naungan yang dapat digunakan untuk melindungi pembibitan. sehingga menghasilkan sinar masuk sekitar 50%. Pertama. Jenis naungan ketiga adalah naungan sederhana dari anyaman bambu.2. daun kelapa dan sebagainya. yang disusun sedemikian rupa.b. Benih tanaman yang mulai berkecambah.yang ideal bagi pertumbuhan awal bibit. Dengan adanya rak bibit. memelihara kelembaban tanah. sehingga sekali pasang dapat dipakai untuk beberapa kali usaha pembibitan. Pada rak pemeliharan bibit harus diupayakan adanya ventilasi atau jalan angin di bawah rak bibit dan berfungsi untuk: mencegah penularan bibit penyakit dari tanah yang sering terlontar ke daun bila terkena cipratan air hujan. Paranet tipe 55 dan 45 (55% dan 45% sinar yang diteruskan). mengurangi derasnya curahan air hujan dan menghemat penyiraman air. Benih tanaman yang siap untuk disemai Gambar 3. Pemeliharaan bibit Tempat pemeliharaan bibit pada umumnya adalah rak yang terbuat dari bilah bambu atau besi. naungan paranet dari bahan plastik atau nylon.a.2. Umur pakainya bisa bertahan lama (3-4 tahun). Efek dari adanya naungan juga akan menurunkan suhu tanah di siang hari.

air siraman atau hujan dengan mudah menetes ke bawah. Teknik Pembenihan Tanaman 32 . sehingga media tidak menjadi becek dan kelembaban udara di sekitar bibit tidak terlalu tinggi. Hal ini penting untuk menghindari pertumbuhan fungi dan bekteri penyebab penyakit. karena tertahan oleh lapisan mulsa plastik. sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. Penggunaan polybag akan menyebabkan pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti apabila terkena udara di lubang dasar polybag dan kondisi sebaliknya akan mengakibatkan pertumbuhan akar lateralnya bertambah. Selain itu. Dalam pemeliharaan bibit biasanya dilengkapi dengan alas mulsa plastik. Pemakaian alas berupa mulsa plastik berfungsi untuk: mengurangi dan mencegah pertumbuhan gulma disekitar bibit tanaman. alas mulsa akan mencegah siraman air ke media polybag terus lari ke bawah atau lapisan tanah dibawah polybag.

padat (bernas) dengan warna mengkilap atau biji yang sempurna (biji yang bentuknya seragam. sedangkan yang hampa dibuang.3 Naungan berupa rumah plastik untuk tempat pemeliharaan bibit tanaman dan usaha pembibitan b. atau membeli biji dari pengumpul biji. atau sisa kegiatan makan buah yang dimakan sendiri. tempat sampah. tidak rusak oleh hama dan tidak luka). tidak terlalu kecil. maka kita dapat mengumpulkan biji buah dari pasar. Teknik pembibitan Perbanyakan dengan biji. Biji buah yang mempunyai kulit pembung-kus keras seperti pada biji mangga. 1) Pemilihan biji untuk bahan perbanyakan Mengambil biji idealnya dari buah yang besar dan sehat serta sudah matang penuh di pohon induk yang terpilih dan memenuhi persyaratan untuk dijadikan batang bawah. Biji dari daging buah dicuci sampai bersih. Kesulitan dari pengumpulan ini adalah sulit untuk mendapatkan biji yang seragam varietasnya. Tetapi apabila terdesak dengan kebutuhan biji yang banyak. Hanya biji yang tenggelam yang ditanam untuk bibit. Gambar 3. Biji dipilih yang berukuran besar. maka kulit pembungkusnya harus disayat dan dibuang untuk memudahkan . Biji kemudian dimasukan ke dalam air. Perbanyakan dengan biji juga masih dilakukan terutama pada tanaman tertentu yang bila diperbanyak dengan cara vegetatif menjadi tidak efisien (tanaman buah tak berkayu). sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. Perbanyakan tanaman dengan biji (generatif) terutama dilakukan untuk penyediaan batang bawah yang nantinya akan diokulasi atau disambung dengan batang atas dari jenis unggul. tidak kempes.Pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti karena tidak mampu menempus lapisan mulsa plastik dan sebaliknya pertumbuhan akar lateralnya bertambah.

Setelah dibersihkan biji diberi perlakuan fungisida. biji disemaikan dalam wadah yang terbuat dari kotak kayu atau plastik dan polybag. subur dan gembur. pupuk kandang dan sekam yang sudah disterilkan dengan perbandingan 1:1:1. sirsak. sawo dan lain-lain. belimbing. Biji yang disemaikan di dalam wadah adalah biji buah berukuran kecil seperti jambu air. Caranya biji-biji yang sudah bersih tadi dicelup dalam larutan Insektisida dan fungisida dan direndam ZPT (Atonik 0. Biji yang akan disemaikan ditabur merata di atas media. maka akar akan tumbuh lurus dan memudahkan pemindahan bibit ke polybag pembesaran. Fungsi bahan-bahan tersebut di atas adalah untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah serangan hama serta penyakit saat biji disemaikan. lalu ditutup lagi dengan media setebal 1-2 cm dan disiram dengan gembor sampai basah. misalnya campuran pasir.pertumbuhan akar. pepaya. 2) Menyemaikan biji dalam wadah persemaian Untuk mempermudah perawatan. Dengan media yang gembur.1 %) selama 30-60 menit. Media untuk persemaian harus mempunyai aerasi baik. Persemaian perlu dinaungi agar tidak terkena sinar matahari langsung dan Teknik Pembenihan Tanaman 33 .

Gambar 3. sedangkan untuk durian. media tempat penanaman tadi disemprot terlebih dahulu dengan fungisida dan insektisida. agar tidak kekeringan. Bila letaknya terbalik. kemudian tanah dihaluskan. setiap luasan dua meter persegi bedengan dapat ditambahkan masing-masing satu kaleng (isi 18 l) pupuk kandang dan sekam padi yang diaduk sampai rata.derasnya air hujan. maka selanjutnya adalah menyemaikan biji dalam bedengan dengan arah memotong bedengan (lebar bedengan) dibuat larikan sedalam 7.5 cm dengan jarak larikan 7. Biji yang disemai jangan diletakkan terbalik. Bedengan disiapkan dengan menggemburkan tanah menggunakan cangkul sedalam 25-30 cm. nangka. dan lain-lain.510 cm. Setelah bedengan persemaian siap. alpukat. sebaiknya disemaikan dalam bedengan di lapang. Untuk menambah kesuburan dan kegemburan tanah. Biji tanaman yang besar seperti mangga.5 cm ataupun tanpa jarak (berdempetan). Bak plastik untuk penyemaian benih tanaman 3) Menyemaikan biji dalam bedeng persemaian Bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang tergantung kebutuhan dan arah bedengan diusahakan mengarah ke utara-selatan agar mendapat sinar matahari yang cukup. alpukat. durian. Setelah itu biji yang berukuran besar tadi ditanamkan dalam larikan dengan jarak 5-7. Untuk biji mangga bagian perutnya (bagian yang melengkung) menghadap ke bawah. maka pertumbuhan akar dan batang akan bengkok dan akan menggangu pertumbuhan bibit . Untuk menghindarkan jamur dan hama yang dapat merusak biji. kemudian ditutup kembali dengan media disekitar larikan. kemang dan nangka bagian sisi dimana embrio (bakal tunas dan akar) berada di bagian bawah. Kemudian wadahnya ditaruh di tempat yang terlindung dari gangguan unggas dan se-rangga. Penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari yaitu pada waktu pagi atau sore hari.4 .

atau daun kelapa. Bedengan untuk tempat pembibitan tanaman.5 . Jika yang digunakan atap bukan dari paranet. sedangkan tinggi tiang di sebelah barat adalah 100 cm di atas permukaan tanah. Gambar 3. maka tinggi tiang di sebelah timur sekitar 120 cm. anyaman bambu. bedengan diberi naungan dengan paranet tipe 55%. Dengan demikian bentuk naungan condong ke arah sebelah barat dengan maksud agar bibit di persemaian cukup menerima sinar matahari pagi. 65% atau dapat juga dibuat naungan individu untuk tiap bedengan dengan menggunakan atap dari jerami. Untuk menghindari derasnya air hujan dan teriknya sinar matahari.selanjutnya. Biji yang disemaikan biasanya mulai berkecambah Teknik Pembenihan Tanaman 34 .

Sebagai contoh adalah tanaman manggis asal bibit susuan dapat berbuah lima tahun setelah tanam. Setelah berumur 3-4 bulan. okulasi. Contoh yang lain aalah bibit durian hasil okulasi dapat berbuah 4-6 tahun setelah tanam. Setelah biji berkecambah dapat langsung dipindah ke polybag ukuran 15x20 cm atau 20x25 cm. sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. Cara perbanyakan vegetatif dengan stek pada prinsipnya menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. 3. tergantung jenis tanamannya. biji sudah dapat disambung pucuk ataupun diokulasi. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. dan penyusuan. penyambungan. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang kurang aerasi. Bibit Kelapa di bawah naungan. Kelebihan bibit vegetatif yaitu kualitas tanaman keturunan mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. yakni tahan terhadap penyakit akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok.4. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi perakarannya. sehingga menjadi tanaman baru. okulasi dan susuan. Gambar 3. bibit berumur genjah (cepat berbuah). Teknik Pembenihan Tanaman secara vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif untuk tanaman yaitu penyetekan. Dari hasil penggabungan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten. Batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. . pencangkokan. Pada tiga cara yang terakhir dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas.(tunas muncul di atas permukaan tanah) antara 1-3 minggu setelah penyemaian.6.

Perbanyakan vegetatif ada kalanya lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. Beberapa jenis tanaman tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pu-la.sedangkan bibit asal biji akan berbuah setelah berumur lebih dari 10 tahun setelah tanam. Tanaman ram-butan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam feno-lat yang teroksidasi dapat menim-bulkan pencoklatan (browning). sedangkan durian akan sangat meTeknik Pembenihan Tanaman 35 . Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten. Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus.

karena tanaman asal stek tidak mempunyai akar tunggang. Tanaman baru mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman. . dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. mudah dan tidak memerlukan teknik khusus seperti pada cara . maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit secara massal.nguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. 1. terutama dalam hal bentuk buah. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. tetapi kurang praktis. Sebagai contoh seorang yang sudah terampil mengokulasi durian. sehingga menjadi tanaman baru. Stek dapat dikerjakan dengan cepat. yaitu . Perbanyakan bibit tanaman dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. Ada beberapa keuntungan yang didapat dari tanaman yang berasal dari bibit stek. murah. walaupun dengan menggunakan cara konvensional a. Teknik pembuatan stek tanaman Stek (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. Tanaman asal stek dapat ditanam pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal. . sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. warna dan rasanya. Bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. ukuran. Perbanyakan tanaman buah dengan stek merupakan cara perbanyakan yang praktis dan mudah dilakukan.

Apabila musim kemarau pan-jang. Hal ini mengundang bibit penyakit masuk ke bagian yang memar. sehingga bisa menyebabkan pembusukkan pangkal stek.cangkok dan okulasi. Karbohidrat pada batang berperan sangat penting yaitu sebagai sumber energi yang Teknik Pembenihan Tanaman 36 . tanaman menjadi tidak tahan kekeringan. Sedangkan potensi kerugian bibit dari stek adalah: . Pada saat mengambil stek batang. Dengan demikian seluruh daun dapat melakukan fotosintesis yang akan menghasilkan zat makanan dan karbohidrat. Pemotongan cabang diatur kira-kira 0. Cara perbanyakan tanaman dengan teknik stek dapat dilakukan melalui stek batang. pohon induk harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang bertunas. Zat hasil fotosintesis akan disimpan dalam organ penyimpanan. Gunting stek yang digunakan harus tajam agar bekas potongan rapi. Kondisi daun pada cabang yang hendak diambil sebaiknya berwarna hijau tua. Perakaran dangkal dan tidak ada akar tunggang. Yang dijadikan stek biasanya adalah bagian pangkal dari cabang. Bila kurang tajam batang akan rusak atau memar. 1) Stek Batang Bakalan stek diambil dari batang atau cabang pohon induk yang akan diperbanyak dan pemotongan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari.5 cm di bawah mata tunas yang paling bawah dan untuk ujung bagian atas sejauh 1 cm dari mata tunas yang paling atas. antara lain di batang. saat terjadi angin kencang tanaman menjadi mudah roboh. . stek akar dan stek daun.

Biasanya pada kasus ini hasil stekan akan tumbuh tunas terlebih dahulu. maka stek bisa langsung disemaikan setelah dipotong dari pohon induknya. Bahan . padahal stek yang baik harus tumbuh akar dulu. Bisa juga dari bekas potongannya yang mula-mula membentuk kalus.dibutuhkan pada waktu pembentukan akar baru. stek yang berasal dari batang yang muda sering gagal. Ukuran besar cabang yang diambil cukup sebesar kelingking. antara lain jambu biji. Dari kalus ini berubah menjadi tunas atau akar. Pada batang yang masih muda. sukun. pemberian hormon tumbuh dapat membantu pertumbuhan akar (Gambar 9) 2) Stek akar Cara penyetekan ini menggunakan bagian akar sebagai sarana perbanyakan tanaman. sebaiknya sebelum stek disemai dilakukan dulu pengeratan batang. Oleh karena itu. Pada stek batang. jeruk dan kesemek. Stek tanaman ada yang mudah berakar dan ada juga yang sulit berakar. Ada beberapa jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan cara stek akar. Untuk tanaman yang mudah berakar seperti pada anggur. Pada saat ini kandungan karbohidrat dan auxin (hormon pertumbuhan akar) pada batang cukup memadai untuk menunjang terjadinya perakaran stek. Tetapi untuk tanaman yang sulit berakar. Pada stek akar tunas akan keluar dari bagian akar yang mulamula berbentuk seperti bintil. Selain itu. Cabang tersebut memiliki 3-4 mata tunas. Diameter sekitar 1 cm dengan panjang antara 1015 cm. Kondisi batang pada saat pengambilan berada dalam keadaan setengah tua dengan warna kulit batang biasanya coklat muda. tunas keluar dari mata tunas. kandungan karbohidrat rendah tetapi hormonnya cukup tinggi.

Hal ini diperlukan sebagai tanda agar pada waktu menyemai posisinya tidak terbalik. harus diperhatikan agar bagian akar yang dekat dengan pohon atau pangkal akar dipotong secara serong. Stek disemaikan dengan cara tegak atau berdiri. Akar tanaman dipotong-potong dengan panjang antara 5-10 cm. Pada waktu memotong akar. Untuk penyemaian posisi tegak. akan tumbuh akar yang tumbuh ke arah samping sejajar dengan permukaan tanah. sehingga stek berada pada kedalaman 1. Penyemaian bisa dilakukan di dalam kotak kayu atau di bedeng persemaian.5-2 cm di bawah permukaan media. Bila penyemaian dengan dibaringkan. Jaraknya 5 cm antar barisan. lubang ditutup kembali. maka stek disusun dalam barisan. Stek bisa dipindahkan ke polybag setelah lebih kurang 2 bulan. Bagian pangkal yang dibenamkan ke dalam media kira-kira 3 cm atau setengah dari panjang stek. Setelah 3-4 minggu stek akan bertunas dan berakar. Pada akar lateral yang terpotong. Bagian dekat ujung akar dipotong secara datar atau lurus. Selanjutnya disimpan di bawah naungan sampai berumur sekitar 6 bulan.stek akar harus diambil dengan cara menggali lubang di sekeliling pokok pohon induk. Media penyemaian stek akar bisa dari pasir. 3) Mempercepat pertumbuhan akar pada stek a) Pengeratan (girdling) pada batang Penimbunan karbohidrat pada cabang pohon induk yang akan dijadikan stek dapat dilakukan dengan cara pengeratan kulit kayu sekeliling cabang . Setelah akar diambil. Pilihlah akar yang berdiameter sekitar 1 cm. kemudian stek di tutup pasir. atau dapat juga dengan dibaringkan. jarak yang direkomndasikan adalah 5x5 cm.

Teknik Pembenihan Tanaman 37 .

Pada cara ini hormon auksin dilarutkan ke dalam alkohol 50%. Jenis hormon auksinnya bisa IBA. . Jarak dari ujung cabang ke batas keratan kira-kira 40 cm. b) Penggunaan hormon tumbuh Hormon auksin bertindak seba-gai pendorong awal proses inisiasi atau terjadinya akar. Batang-batang stek yang akan diberi hormon disatukan. Bisa dengan diikat menggunakan tali plastik atau karet gelang. (1) Cara celup cepat (quick dip) .000 ppm. Biarkan cabang yang sudah dikerat selama 2-4 minggu. Konsentrasi yang digunakan berkisar antara 500-10. . Pada dasar keratan akan tampak benjolan atau kalus. Tambahan auksin dari luar diperlukan untuk memacu perakaran stek. IAA atau NAA (berbentuk serbuk). seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 100-200 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc). Selanjutnya bagian pangkalnya sekitar 2 cm dicelupkan selama 5 detik ke dalam larutan hormon. Kemudian tambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan. Atau lebih mudahnya menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap untuk digunakan yang banyak dijual di toko pertanian. tergantung jenis hormon dan jenis tanamannya. Lebar lingkaran sekitar 2 cm.dibuang secara melingkar. Pada benjolan inilah terjadi penumpukan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber tenaga pada saat pem-bentukan akar dan hormon auksin yang dibuat di daun. Bagian pangkal cabang sepanjang 20 cm bisa dijadikan sebagai stek. akan tetapi banyaknya auksin yang dihasilkan belum cukup memadai untuk mendorong pembentukan akar. Setelah terlihat benjolan barulah cabang dapat dipotong dari induknya. yaitu auksin endogen. Sesungguhnya tanaman sendiri menghasilkan hormon. .

Mula-mula auksin (berbentuk serbuk) dilarutkan dalam alkohol 95%. yaitu 10-24 jam.Cara celup ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: Peralatan yang digunakan lebih sedikit bila dibandingkan dengan cara perendaman. tetapi waktu perendamannya lama. Naik turunnya penyerapan hormon tidak akan terjadi pada waktu pencelupan. tidak tergantung keadaan lingkungan. tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan. Cara perendaman sebagai berikut. Jadi perbandingan dosis auk-sin pada pencelupan dan pe-rendaman adalah 100 : 1. . Batang stek direndam dalam larutan auksin kira-kira 2 cm dari bagian pangkal. banyaknya hormon per satuan luas permukaan akan tetap. Larutan yang sama bisa digunakan berulang-ulang. . Kemudian ditambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan. Agar pe-nyerapan auksin berlangsung Teknik Pembenihan Tanaman 38 . Konsentrasi auksin yang digunakan berkisar antara 5-100 ppm. Yang penting setelah digunakan. larutan ditutup kembali agar alkoholnya tidak menguap. Umumnya untuk penyetekan tanaman buah digunakan konsentrasi 100 ppm dengan lama perendaman 1-2 jam. Dengan demikian. Untuk lebih memudahkan dapat menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap pakai dan banyak dijual di toko per-tanian. Bisa juga dengan konsentrasi 5 ppm. (2) Cara rendam (prolonged soaking) . seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 1-2 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc).

000-5. Selanjutnya tepung tersebut dikeringkan sampai seluruh alkoholnya menguap. Setelah diaduk sampai rata. Pangkal stek kemudian diketuk-ketuk agar auksin yang melekat tidak berlebihan.000. .000 ppm tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan. . Mula-mula auksin dilarutkan dalam alkohol 95%.000 mg hormon dilarutkan dalam 1. (3) Cara pemberian dengan tepung tepung (powder).000 cc alkohol 95%. Hal ini berguna agar penyerapan hormon berjalan teratur. Pelarut Alkohol diupayakan untuk diuapkan. Pengertian ppm (part per million) artinya 1 bagian hormon dalam sejuta bagian pelarut atau tepung. Setelah itu stek dapat disemaikan dalam media. atau 1 gr hormon ke dalam 1 kg pelarut. kemudian disentuhkan ke dalam tepung. Jadi jika akan membuat larutan dengan konsentrasi 1. Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut: basahi pangkal stek dengan air. Perendaman dilakukan ditempat yang teduh dan agak lembab.dengan baik.000 mg pelarut. lama perendaman disesuaikan dengan konsentrasi larutan. . Pembuatan tepung dengan konsentrasi 1. Ke dalam larutan tersebut ditambahkan talek atau tepung sesuai dengan konsentrasi yang digunakan. Pada setiap cara diatas konsentrasi dibuat berdasar-kan ppm. masukkan 1 kg tepung (talc) dan diaduk kembali.000 ppm dengan cara melarutkan 1 gr hormon dalam 5001.000 ppm. . Untuk proses yang lebih mudah dapat menggunakan hormon tumbuh auksin yang sudah siap digunakan dan banyak dijual di toko pertanian . Konsentrasi berkisar antara 1. tidak kurang karena pengaruh lingkungan. maka 1.

Media tumbuh dapat menggunakan pasir. Kotak kayu untuk menyemaikan stek bisa dibuat dari papan dengan ukuran panjang 80-100 cm.dalam bentuk serbuk dengan berbagi merek dagang. Untuk itu perlu menyediakan tempat yang kondisinya sesuai. 25-27oC. disesuaikan dengan banyaknya stek yang akan disemaikan. sekitar 70-90%. Ukuran kotak bisa lebih besar atau lebih kecil. terlebih dahulu dibuat lubanglubang kecil pada media. Oleh karena itu media yang digunakan harus cukup gembur. lebar 25-30 cm dan tinggi 10-15 cm yang banyak dijual di toko pertanian. Tebal lapisan media antara 10-15 cm. Media tersebut dimasukkan ke dalam kotak kayu. atau menggunakan campuran pasir dengan sekam padi dengan perbandingan 2:1. sehingga aerasinya baik. sehingga permukaan media turun dan kompak. Selain itu dalam pembentukan akar stek diperlukan oksigen yang cukup. Suhu mendekati suhu kamar. Setelah itu baru bagian pangkal stek dimasukkan Teknik Pembenihan Tanaman 39 . Usaha untuk menumbuhkan stek perlu dilakukan pada lingkungan yang mempunyai cahaya baur atau terpencar (difusi). lebar 40-50 cm dan tinggi 20-30 cm.5 cm atau setengah dari panjang stek. Kelembaban udara sebaiknya tinggi. Perkirakan jarak lubang sekitar 5x5 cm dan dalamnya sekitar 5-7. Lakukan penyiraman dengan gembor. 4) Persemaian stek Stek yang sudah diberi perlakuan hormon penumbuh akar siap untuk disemaikan. Turus bambu yang dibulatkan bisa dipakai atau dapat pula dengan ranting pohon sebesar pensil. Sebelum stek disemai. Penyemaian dalam kotak kayu dilakukan dengan rangkaian sebagai berikut. Untuk lebih praktis dapat juga digunakan kotak plastik (box semai) dengan ukuran panjang 35-40 cm.

daun alang-alang atau jerami padi. Apabila batang stek yang akan kita semaikan jumlahnya banyak maka penyemaian bisa dilakukan dalam bedengan. Untuk menghindari adanya tanah yang longsor tepi bedengan bisa dihalangi dengan bilah bambu atau batu bata. Jika ingin menggunakan naungan dari paranet gunakanlah paranet tipe 75% (sinar yang masuk ke bedengan sebesar 25%). Untuk menjaga agar kelembaban di sekitar stek menjadi tinggi. Bedengan dibuat dengan arah Utara-Selatan agar stek bisa menerima matahari secara baik. Bagian media di sekitar stek ditekan perlahan-lahan agar posisi stek tidak goyah. Ukuran bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan. Setelah itu batang stek bisa ditancapkan. Lahan yang akan dibuat bedengan dicangkul sedalam 25-30 cm (sedalam mata cangkul). Setelah 2-3 bulan stek sudah mulai berakar. Bedengan perlu dilengkapi dengan naungan untuk melindungi bibit dari sengatan matahari yang berlebihan. Jarak stek yang disemaikan ialah 5x5 cm. Sebaiknya kotak di-taruh pada tempat yang terlindung dari teriknya sinar matahari. Tanah lapisan atas ditaburi pasir setebal lebih kurang 5 cm. Yang pen-ting media persemaian selalu dalam kondisi basah. Persemaian di bedengan dilakukan sebagai berikut. Lakukan penyiraman agar media basah. Cungkil stek dengan bilah bambu secara hati-hati agar perakarannya tidak menjadi rusak. tunggu beberapa hari lagi sampai kelihatannya berwarna coklat dan stek sudah dapat dipindahkan ke dalam polybag. bedengan disungkup .ke dalam lubang. Penyiraman persemaian harus dilakukan setiap hari sekali atau tergantung keadaan. Kotak kemudian ditutup dengan lembar plastik bening atau transparan. Selanjutnya persemaian disiram lagi. Naungan yang bisa terbuat dari daun kelapa.

. . Siapkan media pembibitan dengan komposisi tanah dengan kompos 1:1. Lakukan pemeliharaan stek dengan cara menyiram . Isi polybag dengan media tanam yang telah disiapkan dan buatlah lubang tanam yang sesuai dengan ukuran bibit stek. . . Setelah ukuran stek memenuhi standar dan mempunyai akar.dengan plastik transparan. Standar stek yang siap disapih adalah mempunyai 4-6 daun baru yang sudah mekar dengan sempurna (daun-daun sudah mendapatkan nutrisi dari akar baru yang sudaj tumbuh). b. . maka stek harus disapih/transplanting. Pindahkan bibit stek dengan cara mengambil stek beserta akar bibit dan sedikit media stek. Siapkan polybag sesuai dengan ukuran stek (diamter 10-20 cm). Pindahkan polybag stek ke bangunan pembibitan yang bernaungan/ rumah plastik/ rumah kaca. Teknik pencangkokan Teknik Pembenihan Tanaman 40 . memupuk. mengendalikan OPT dan memberi ajir (jika perlu) sampai dengan stek cukup besar ukurannya dan siap untuk dipasarkan. lalu benamkan bibit stek dengan hati-hati pada media tanam dan timbuh bibit stek dengan media tanam yang telah disiapkan kemudian lakukan pemadatan seperlunya agar stek berdiri dengan tegak. .

Media untuk mencangkok bisa menggunakan cocopeat atau serbuk sabut kelapa ataupun cacahan sabut kelapa. sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara i ni. A B C D E F Teknik Pembenihan Tanaman 41 . Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering. Dapat pula digunakan campuran kompos/ pupuk kandang dengan tanah (1:1). terdapat juga beberapa kekurangan/ kerugian pembibitan dengan sistem cangkok. Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak c abang yang dipotong. Selain itu dengan mencangkok di awal musim hujan akan tersedia waktu untuk menanam hasil cangkokan pada musim itu juga.Teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. karena pada proses mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk. Waktu pelaksanaan sebaiknya pada awal musim hujan. Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan. Pada teknik ini tidak ada batang bawah dan batang atas. Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja. D isamping keuntungan. Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya. Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang. Kalau disekitar kebun ada tanaman bambu. Teknik ini relatif sudah lakukan oleh petani dan keberhasilannya lebih tinggi. maka tanah di bawah bambu yang telah bercampur seresah daun bambu dan sudah membusuk bisa juga digunakan untuk media cangkok. sehingga cangkokan tidak akan kekeringan.

.

A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 42 E F . Pangkal entres berbentuk sisi dua. F. Entres dicelupkan ke dal am Zat Perangsang Tumbuh C. Entres yang sudah tumbuh akar D. Pan gkal entres berbentuk sisi satu. Persiapan dan bentuk entres: A.Gambar 3.7. Entres siap disemai. Pangkal entres berbentuk datar E. B.

Menyiapkan sungkup.Gambar 3. Persiapan penanaman stek: A. Menyiapkan bahan stek . F. C. B. Menyiapkan alat. D. Menyiapkan media.. Menyiapkan bahan. Memangkas daun A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 43 .8. E.

Menempatkan hasil stek. Menyiapkan hormon.9. Menanam bahan stek bunga soka F. Penamanan stek pada media tanah: A. C. G H Teknik Pembenihan Tanaman 44 . E . D. Menanam bahan stek dari tangkai daun. Menanam bahan stek dari cabang mawar.Gambar 3. Menyiapkan batang stek B.

Cabang kemudian disayat dengan pisau secara melingkar dan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter cabang. Contoh hormon pertumbuhan atau vitamin. se-hingga akan diperoleh ikatan tali plastik di dalam kantong plastik (ikatan bagian bawah tidak kelihatan dari luar/lebih rapi). Hasil penyetekan. Memelihara stek. 1) Teknik mencangkok secara konvensional Pertama-tama harus dipilih cabang yang sehat dan kuat atau sudah berkayu. Memeriksa pertumbuhan akar dari bibit yang berasal dari s tek. Jika terdapat kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air atau hormon tersebut ditambahkan pada media cangkok.Gambar 3. Sebaiknya warna kulit cabang coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung jenis tanaman. Ukuran diameternya sekitar 0. adalah Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. I. Kambium ini dihilangkan dengan cara dikerik dengan mata pisau sehingga bersih atau kering. tidak lebih kecil dari ukuran pensil. J. Bunga mawar hasil stek batang siap jual. Setelah dikerik pada keratan bagian atas diolesi atau-pun tanpa diolesi dengan hormon tumbuh.9 (lanjutan ) G. Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah. H. Kemudian kulitnya dikelupas sehingga bagian kambium yang seperti lendir tampak jelas. media diatur penempatannya agar rata menutupi luka keratan sampai melewati luka keratan . Siapkan dan atur lembaran plastik (kantong plastik yang su-dah dibuka/dibelah) atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di bagian bawah keratan (1-2 cm). Balik posisi kantong plastik ke arah berlawanan/keatas. kemudian diikat dengan tali plastik atau rafia.5-2 cm. Selanjutnya bekas sayatan ditutup dengan media cangkok.

Lakukan pengikatan bagian atas dan bagian tengah plastik (kalau dibutuhkan). tanpa Teknik Pembenihan Tanaman 45 .bagian atas (1-2 cm). Cangkokan harus dirawat dengan cara disiram secara rutin agar tidak kering atau diposisi atas cangkokan diberi kantong plastik berisi air dengan satu lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes atau irigasi tetes dengan menggunakan potongan batang bambu "bumbung" berdiameter 5 cm diisi dengan air.

2) Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik hampir sama dengan cara mencangkok yang normal. Setelah cukup besar cangkokan bisa dipindah ke kebun. Sebagai media cangkok di polybag bisa digunakan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1: 2. Setelah itu cangkok disemaikan dalam polybag. hasil cangkokan dianggap berhasil. Selanjutnya polybag ini ditempatkan di tempat yang terlindung sampai cangkokan menjadi segar kembali (biasanya 3-4 bulan). Plastik pembungkus media dilepaskan. akar keluar karena aliran zat makanan (karbohidrat) dan auksin (hormon tumbuh yang mendorong keluarnya akar) mengalir ke bawah melalui kulit kayu (phloem) dan tertahan di bagian keratan sebelah atas. Potong 1/2 . Apabila akar sudah memenuhi media. Setelah dipotong dari induknya sebagian daun dikurangi untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Posisi bumbung digantung diatas cangkokan dengan posisi bawah bumbung merapat dengan posisi tengah cangkokan atau ditalikan melekat dicangkokan. Cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya. Daun pada cabang terlihat segar. perbedaannya adalah media cangkok yang digunakan adalah cocopeat (serbuk sabut kelapa) yang tersedia di toko pertanian atau sabut kelapa yang sudah .dilubangi hanya dikerik/dikupas sedikit bagian kulit bawah yang nantinya dilekatkan diatas media cangkokan. Bumbung ini dapat bertahan selama 3 hari.1/3 helai daun dari seluruh daun yang ada dengan gunting stek. Biasanya setelah 2-3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar. Pemotongan cangkokan dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau gergaji di bawah ikatan cangkok. sehingga pada keratan bagian atas ini penimbunan karbohidrat dan hormon jadi meningkat dan berbentuk kalus yang berubah menjadi akar tanaman. Pada cangkok.

contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di Teknik Pembenihan Tanaman 46 . S abut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. serbuk/potongan sabut kelapa kita taruh di wadah. karena zat tersebut dapat menghambat pembentukan akar tanaman. Tambahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. . paling lama 1 minggu agar melunak sehingga mudah dipisah-pisahkan dan hilang kandungan zat yang ada di sabut kelapa tersebut.kita perlakukan sendiri. Jika kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. . Untuk pemakaian cocopeat tanpa melalui perendaman dalam air (dapat langsung digunakan). yang digunakan hanya sabut kelapa tanpa kulitnya. contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. . .atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. Tam bahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. . Sabut kelapa dikupas atau dipisahkan dengan bagian kulit luarnya yang keras. atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. Perlakuan sabut kelapa meliputi langkahlangkah sebagai berikut. maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan. Media. Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. Sabut kelapa direndam dalam air. atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan. . sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam kantong plastik.

A B Teknik Pembenihan Tanaman 47 . A. Pengisian media ke dalam lembaran plastik D. C. atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. Jika kesulitan A mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. Teknik pencangkokan konvensional telah selesai. Pengupasan kulit batang. Pengikat an lembaran plastik di bawah kupasan kulit daun. B.toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Proses pencangkokan secara konvensional. B C D Gambar 3. 10 .

kemudian tarik ujung kantong plastik dan ditalikan. Dengan teknik ini diperoleh keuntungan antara lain: (a) Pencangkokan lebih cepat dan ringkas. Prosesn Pencangkokan konvensional yang dimodifikasi. (b) Jumlah tanaman yang kita cangkok bisa lebih banyak per satuan waktu. Dari 2 kg media akan dihasilkan 15-20 media dalam kantong plastik. A. Cabang yang sudah dikupas kulitnya di masukan ke dalam kantong media Teknik pencangkokan yang efektif dan efisien telah selesai Contoh penggunaan media: 2 kg serbuk kelapa kering dicampur dengan 1 liter air yang sudah dicampur dengan 1-3 tetes hormon pertumbuhan. C. pada posisi batang tegak memasukkan bebas. Media cangkok dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg untuk diameter batang yang kecil dan ½ kg untuk diameter batang yang lebih besar (ukuran kantong plastik disesuaikan dengan diameter batang yang akan dicangkok).C D Gambar 3. Media dalam kantong plastik tersebut tahan sampai dengan 1 bulan.11.kemudian di-selubungkan secara merata ke keratan batang tanaman. Pada batang tanaman dilakukan pengikatan. agar media berada pada posisi yang benar (letak sobekan menghadap ke atas (bila posisi batang mendatar) dan media rata menyelubungi/ menutup keratan/ luka di batang tanaman). B. kemudian diratakan hingga diperoleh campuran yang basah. Cara penggunaan media tersebut tinggal menyobek/ mengiris memanjang satu sisi kantong plastik dan sisi sobekan tadi dimasukkan dari bagian bawah luka bila posisi batang melintang atau datar. Pengupasan kulit batang. (c) Kita punya persediaan media dalam kantong plastik yang mudah dibawa . Isikan media dan padatkan sampai ¾ plastik. Pembukaan kantong plastik berisi media.

Teknik Pembenihan Tanaman 48 .kemana-mana dan mudah dipakai sewaktu-waktu.

12 . Pohon induk untuk cangkokan (kiri) dan cabang yang dapat dijadikan bibit cangkokan (kanan) A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 49 .Gambar 3.

F. A. Menyiapkan media pembi bitan. H. Mengelupas kulit cabang. Memotong hasil cangkok. D.13. Membuang kambium cabang. G. Memasang plastik untuk menampung media cangkok.E F Gambar 3. Membungkus dan mengikat dengan t ali G H I J Gambar 3. disiram/disemprot dengan air. E. Memelihara cangkokan. I. Memberi hormon auxin pada sayatan bagian atas. C.(lanjutan). B. Memelihara bibit dari hasik pencang-kokan melalui keg iatan penyiraman. pengendalian OPT dn pemberian pupup untuk nutrisi bibit baru hasil cangkok Teknik Pembenihan Tanaman 50 . Membubuhkan tanah sebagai media tumbuh akar. J. Proses pencangkokan.13 .

14. c. misalnya tanaman melinjo. . Peremajaan tanpa menebang pohon tua. Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Misalnya penyambungan antar varietas pada tanaman durian. dihasilkan gabungan tanaman baru yang mempunyai keunggulan dari segi perakaran dan produksinya. Tanaman mangga (Mangifera indica) disambung denga tanaman kweni (Mangifera odorata).Gambar 3. Bagian tanaman yang disambungkan atau disebut batang atas (scion) dan merupakan sepotong batang yang mempunyai lebih dari satu mata tunas (entres). juga dapat mempercepat waktu berbunga dan berbuah (tanaman berumur genjah) serta menghasilkan tanaman yang sifat berbuahnya sama dengan induknya. sehingga tidak memerlukan bibit baru dan menghemat biaya eksploitasi. baik itu berupa tunas pucuk atau tunas samping. Mengatur proporsi tanaman agar memberikan hasil yang lebih baik. 1) Manfaat sambungan pada tanaman Manfaat sambungan pada tanaman adalah untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil tanaman. Teknik penyambungan Penyambungan atau enten (grafting) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. Bibit cangkok yang tealah berakar sudah siap untuk dipisahkan dari pohon induk. Kadang-kadang bisa juga dilakukan penyambungan antara dua tanaman yang berlainan spesiesnya tetapi masih dalam satu famili. tindakan ini dilakukan khususnya pada tanaman yang berumah dua. Penyambungan batang bawah dan batang atas ini biasanya dilakukan antara dua varietas tanaman yang masih dalam spesies yang sama.

karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar. Pada saat bibit berdiameter 3-5 mm. Agar menghasilkan bibit yang baik disarankan penyiraman dalam jumlah yang cukup (media cukup basah). sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah. Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur : Teknik Pembenihan Tanaman 51 . bibit dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik). tetapi ada varietas tanaman yang baik khusus untuk batang bawah yaitu durian varietas bokor dan siriwig. dan berumur sekitar 3-4 bulan.2) Syarat batang bawah untuk sambungan Untuk menyiapkan batang ba-wah dapat menggunakan biji asalan atau "sapuan sehingga menghasilkan batang bawah. Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. kambium aktif.

Entres dalam keadaan dorman ini bila dipijat dengan dua jari tangan akan terasa padat. keadaan pucuknya sedang tumbuh tunas baru (trubus) atau sedang berdaun muda. Bila pada waktunya pengambilan entres. tetapi dengan mudah bisa dipotong dengan pisau silet. maka bagian pucuk muda ini dibuang dan bagian . Panjangnya kurang lebih 10 cm dari ujung pucuk. pupuk kandang : sekam padi (1:1:1). setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman maka ukuran polybag semakin besar. Kecuali untuk pengangkutan jarak jauh dalam jumlah banyak maka gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya. Entres yang akan diambil sebaiknya dalam keadaan dorman (istirahat) pucuknya serta tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). Selain itu bila dilengkungkan keadaannya tidak lentur tetapi sudah cukup tegar. dengan diameter sedikit lebih kecil atau sama besar dengan diameter batang bawahnya. Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel.tanah. Pengambilan entres ini dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau silet yang tajam (agar diperoleh potongan yang halus dan tidak mengalami kerusakan) dan bersih (agar entres tidak terkontaminasi oleh penyakit). Entres sebaiknya dipilih dari bagian cabang yang terkena sinar matahari penuh (tidak ternaungi) sehingga memungkinkan cabang memiliki mata tunas yang tumbuh sehat dan subur. 3) Syarat batang atas untuk sambungan Batang atas atau entres yang akan disambungkan pada batang bawah diambil dari pohon induk yang sehat dan tidak terserang penyakit.

untuk durian umur 3-4 bulan. Batang bawah dipotong setinggi 2025 cm di atas permukaan tanah. yaitu sambungan pucuk. Se-bagai contoh. berbentuk seperti kipas.5 cm. Pada durian bila entres yang digunakan berasal dari cabang yang tumbuh tegak lurus. dan sambungan samping. Teknik Pembenihan Tanaman 52 . Namun bila diambil dari cabang yang lain. sehingga panjangnya antara 7. Sambung pucuk (top grafting) merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian atas atau pucuk dari batang bawah. Umur batang bawah pada keadaan siap sambung ini bervariasi antara 1-24 bulan. 4) Tipe sambungan jika ditinjau dari bagian batang bawah yang disambung Ada dua tipe sambungan. pisau okulasi atau gunting stek yang tajam agar bentuk irisan menjadi rapi.5-10 cm. Memilih batang bawah yang diameter batangnya disesuaikan dengan besarnya ba-tang atas.pangkalnya sepanjang 5-10 cm dapat digunakan sebagai entres.5 cm. Manggis pada umur 24 bulan baru bisa disambung karena sifat pertumbuhannya lambat. Gunakan silet. Batang atas yang sudah disiapkan dipotong. maka bibit sambungannya akan tumbuh tegak dengan percabangan ke semua arah atau simetris. Batang bawah kemudian dibelah membujur sedalam 2-2. mangga dan alpukat umur 3-6 bulan. pertumbuhan bibitnya akan meng-arah ke samping. sehingga bentuk irisannya seperti mata kampak. Bentuk ini berangsur-angsur hilang bila tanaman menjelang dewasa. tergantung jenis tanamannya. bagian pangkal disayat pada kedua sisinya sepanjang 2-2. Caranya sebagai berikut.

Sambungan yang gagal akan berwarna hitam dan kering. Pada saat ini sungkup plastiknya sudah bisa dibuka. Dengan demikian. Ukuran batang atas tidak perlu sama dengan batang bawah. Kantong plastik ini ditarik pelanpelan. Agar sungkup plastik tidak lepas bagian bawahnya perlu diikat. Pada dasarnya. Namun. sehingga panjangnya menjadi 2-3 kali panjang semula. pelaksanaan sambung samping sama seperti pelaksanaan model sambung pucuk. Pada waktu memasukkan entres ke belahan batang bawah perlu diperhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah. Batang atas dibuat irisan me-runcing pada kedua sisinya. Irisan kulit batang bawah dibiarkan atau tidak dipotong. bahkan lebih baik dibuat lebih kecil.Terbentuklah pita plastik yang tipis dan lemas. Caranya sebagai berikut. Untuk selanjutnya kita tinggal merawat sampai bibit siap dipindah ke kebun Tipe sambungan kedua adalah sambungan samping. Pengikatan dengan tali plastik yang terbuat dari kantong plastik ½ kg selebar 1 cm. Batang atas tersebut disisipkan pada irisan belah dari batang bawah. Batang bawah dipilih yang baik. Sambung samping merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian samping batang bawah. Tujuan penyungkupan ini untuk mengurangi penguapan dan menjaga kelem-baban udara di sekitar sambungan agar tetap tinggi. pita pengikat sambungan baru boleh dibuka 3-4 minggu kemudian. Sisi irisan yang menempel pada batang bawah dibuat lebih panjang menyesuaikan irisan di batang bawah dari sisi luarnya. Tanaman sambungan kemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindung dari panasnya sinar matahari. batang bawah dan batang atas akan . Sambungan kemudian disungkup dengan kantong plastik bening. Pada batang bawah dibuat irisan belah dengan mengupas bagian kulit tanpa mengenai kayu atau dapat juga dengan sedikit menembus bagian kayunya. Biasanya 2-3 minggu kemudian sambungan yang berhasil akan tumbuh tunas.Selanjutnya batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah.

Untuk menjaga agar tidak terkontaminasi atau mengering. Setelah selesai disambung. Pemotongan perlu dilakukan supaya tidak terjadi kompetisi kebutuhan zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan lanjutan dari batang atas. kemudian diikat dengan tali plastik. sedangkan tali plastik yang mengikat langsung tempelan batang atas dan kulit batang bawah dibiarkan.saling berhimpitan. Kedua lapisan kambium harus diusahakan agar saling bersentuhan dan bertaut bersama. Setelah batang atas menunjukkan pertumbuhan tunas. kurang lebih 2 minggu setelah penyambungan. Bilamana sudah dipastikan bahwa batang atas dapat tumbuh dengan baik. Teknik Pembenihan Tanaman 53 . sambungan dan batang atas ditutup dengan kantong plastik. sampai tautan sambungan cukup kuat. kantong plastik serta tali plastik bagian atas sambungan dibuka lebih dulu. bagian batang bawah di atas sambungan dipotong.

Sambungan diselubungi dengan kantong plastik. H. B. D. Batang at as siap disambungka. Pengikatan dengan tali plastik.A B C D E F G H I Gambar 3. Proses pembibibitan tanaman dengan teknik sambungan. Melancipkan 2 sisi pangkal batang atas.15. G Sambungan telah diikat. Pembelahan batang bawah. Pemotongan batang bawah. I. A. E dan F. C. Sambungan telah jadi dan bertaut ditandai keluarnya kuncup daun Teknik Pembenihan Tanaman 54 .

1) Syarat batang bawah untuk okulasi Dapat menggunakan biji asal-an atau "sapuan" untuk mengha-silkan batang bawah. kambiumnya aktif. Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah. tetapi ada varietas durian yang baik khusus untuk batang bawah yaitu varietas bokor dan siriwig. berumur sekitar 3-4 bulan. Biasanya penangkar bibit melakukan okulasi pada saat batang bawah sudah sebesar ukuran pensil.d. Bagian tana-man yang ditempelkan atau di-sebut batang atas. Sedangkan okulasi Cipaku dilakukan pada batang bawah berukuran sebesar pangkal lidi. di Kabupaten Bogor. sehingga bisa meng-hasilkan bibit lebih cepat dari pada sistem okulasi yang lama. Disarankan penyiraman cukup (media cukup basah) Teknik Pembenihan Tanaman 55 . Teknik penempelan tunas (okulasi) Penempelan atau okulasi (budding) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. Dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik). karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar. Dalam buku ini coba kita kenalkan "Okulasi Cipaku" karena teknik okulasi ini banyak dikembangkan dan digu-nakan oleh petani penangkar bibit di daerah Cipaku dan sekitarnya. entres (scion) dan merupakan potongan satu mata tunas (entres).Teknik okulasi cipaku ini adalah pengem-bangan teknik okulasi sistem Forkert. Batang diupayakan berdiameter 3-5 mm.

.

pupuk kandang : sekam padi (1:1:1). biasanya tiga minggu sebelum pengambilan batang atas dilakukan pemupukan dengan pupuk NPK. atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman harus diimbangi dengan ukuran besar polybag. tangkai daun akan luruh dan pada bekas tempat melekatnya (daerah absisi) akan terbentuk kalus penutup luka yang bisa mencegah masuknya mikro-organisme penyebab penyakit (patogen). Warna kulitnya coklat muda kehijauan atau abu-abu muda. terutama penyakit . Untuk itu perompesan daun harus dilakukan dua minggu sebelum pengambilan cabang entres. Setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur: tanah. Kesehatan pohon induk ini penting karena dalam kondisi sakit. Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel. 2) Syarat batang atas untuk okulasi Entres yang baik adalah yang cabangnya dalam keadaan tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). Syarat lain yang perlu diperhatikan pada waktu pengambilan entres adalah kesuburan dan kesehatan pohon induk.Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. Besar diameter cabang untuk entres ini harus sebanding dengan besarnya batang bawahnya. Pada tanaman tertentu sering dijumpai cabang entres yang masih ada daun melekat pada tangkai batangnya. Entres yang diambil dari cabang yang terlalu tua pertumbuhannya lambat dan persentase keberhasilannya rendah. Cabang entres untuk okulasi sebaiknya tidak berdaun (daunnya sudah rontok). Untuk meningkatkan kesuburan pohon induk. Kecuali un-tuk alasan pengangkutan jarak jauh untuk efisiensi tempat kita gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya. Dalam waktu dua minggu ini.

sehingga bila mata tunasnya segera diokulasikan akan mempercepat pertautan dengan batang bawah. sehingga silet kita tetap dalam kondisi bersih satu belahan kita gunakan sedangkan belahan lainnya kita sim-pan untuk pengganti belahan silet pertama apabila dirasa sudah tidah tajam lagi.sistemik mudah sekali ditularkan pada bibit. Entres diambil setelah kulit kayu cabangnya dengan mudah dapat dipisahkan dari kayunya (dikelupas).00 pagi.00 siang daun mulai layu. ini menandakan kambiumnya aktif. setelah digunakan silet di-bersihkan dan dibungkus lagi dengan kertas pembungkusnya agar tidak berkarat. Petani terampil satu bagian silet mampu digunakan untuk 100 s/d 200 kali okulasi sehingga dengan dua bagian silet mampu dihasilkan 200 s/d 400 okulasi dalam sehari (10 jam kerja). Tetapi ini bisa diatasi dengan menempel di tempat yang teduh. terhindar dari sinar matahari langsung.0011. silet yang akan digunakan langsung kita belah dua saat masih alam bungkusan kertas. Perawatan alat okulasi. ka-rena saat tersebut tanaman se-dang aktif berfotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam kondisi aktif dan optimum. Kebersihan alat okulasi. Seorang Teknik Pembenihan Tanaman 56 . antara jam 07. 3) Faktor yang menunjang keberhasilan okulasi Waktu terbaik pelaksanaan okulasi adalah pada pagi hari. Diatas Jam 12. Bagian dalam kulit kayu ini (kambium) akan tampak berair.

Menempelkan mata ent res ke sayatan batang Bawah.00 (6 jam) dilanjutkan jam 13. B. Mata entres terlepas tanpa kayunya dan siap ditempel. Pengikatan dengan tali plastik. Kerja mulai jam 06. A. Pengambilan mat a entres dari batang atas. Proses pembuatan bibit dengan cara okulasi. C. F. E. A sehingga 10 jam kerja dalam 1 hari dihasilkan 10x40 = 400 tempelan..00-17. Mata entres terlepas dengan kayunya. K Mata tunas tumbuh hasil okulasi Teknik Pembenihan Tanaman 57 . Setelah 2-3 minggu okulasi sudah dapat dibuka..00 (4 jam). J.16. Pembuatan sayatan di batang bawah. D. H.pembibit yang berpengalaman dalam 1 jam mampu menempel sekitar 40 tempelan. G. Mata entres terpisah dengan batang atas. Arah ikatan dari bawah ke a tas. I. B C D E F G H I J K Gambar 3. berumur 3-4 bulan.00-12. Okulasi dengan menggunakan bibit berdiameter 3-5 mm.

Pembuatan tali plastik dari kantong plastik berukuran ½ kg (12x25 cm) atau 2 kg (20x35 cm). Gunakan plastik yang tahan santan dan minyak. Biasanya 1 kantong plastik ukuran ½ kg menjadi 12 irisan bolak-balik sehingga menjadi 24 irisan x 3 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 72 tali plastik x ¼ kg (isi 140 lembar) maka dihasilkan 10.-. 4) Cara okulasi a) Perlakuan pendahuluan Batang bawah dengan polybagnya dipegang dan diangkat sedikit keatas lalu ditekan miring ke bawah sehingga posisi tanaman dan polybagnya menjadi miring ke arah luar. agar memudahkan mencari posisi batang yang akan di tempel dan pengerjaan penempelan. Untuk pemula pengirisan plastik bisa beralaskan papan atau kaca.600 tali platik. Pengirisan dengan silet. kita gosok-gosokan ke telapak tangan kita biar tidak licin/lebih kesat.080 tali plastik. gerakan ini juga mampu menjatuhkan embun/ air yang melekat di daun. Biasanya kan-tong plastik yang habis kita iris menjadi tali plastik. gerakan batang bawah sekali lagi dengan tangan. Batang bawah dibersihkan dari kotoran/debu dengan cara mengusap . Harga 1/4 kg kantong plastik harganya Rp 3. sedangkan 1 kantong plastik ukur-an 2 kg menjadi 20 irisan bolak balik sehingga menjadi 40 irisan x 4 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 160 tali plastik x ¼ kg (isi 60 lembar) maka dihasilkan 9. sedangkan yang sudah biasa pengirisan kantong plastik dapat langsung di atas paha kita. agar lebih banyak embun/air yang jatuh. Membersihkan tali plastik dengan cara dipegang dengan jari direntangkan dan diketek-ketek atau digerakan biar menjadi ber-sih. yang bergeraknya plastiknya bukan siletnya.000. jangan dilap. Cara menghitung kebutuhan tali plastik adalah sebagai berikut.5-1 cm. Membuat irisan memanjang dengan lebar 0. ¼ kg plastik ukuran ½ kg berisi 140 kantong plastik dan ¼ kg plastik ukuran 2 kg berisi 60 kantong plastik.

Panjang silet sekitar 4 cm. sehingga jarak tempat okulasi pertama adalah setinggi sekitar 12 cm di atas batas akar dan batang. Penentuan tempat okulasi. kalau okulasi ke-2 masih gagal dalam 3 minggu berikutnya kita dapat mengulang untuk yang terakhir kali atau yang ke-3 berjarak sepanjang silet pada sisi yang berlawanan dengan okulasi ke-2 atau sama sisi dengen okulasi ke-1. karena bila okulasi pertama gagal setelah 3 minggu kita bisa mengokulasi lagi tepat berjarak sepanjang silet dibawah luka okulasi pertama pada sisi yang berlawanan.dengan ibu jari dan telunjuk tangan kita pada bagian yang akan dibuat sobekan untuk okulasi. b) Pembuatan sayatan untuk tempat menempel entres Bagian batang bawah yang akan dijadikan tempat okulasi harus diperhatikan dengan seksama. Kalau itupun gagal kita bisa gunakan alternatif dengan teknik sambung pucuk atau kita menunggu tanaman tumbuh lebih tinggi. Tetapi jangan melakukan okulasi 2 atau 3 sekaligus pada tanaman karena itu akan membuat stress tanaman. Buang daun dibawah posisi Teknik Pembenihan Tanaman 58 . buat tempat sayatan/ kupasan/ sobekan setinggi 3 kali tinggi/panjang silet dari batas akar dan batang.

tergantung pada besar kecilnya diameter batang bawah dan diseimbangkan dengan besar kecilnya entres. karena yang dilekatkan/yang menjadi faktor penentu tingkat keberhasilan adalah lekatan pola entres bagian bawah rapat dengan pola jendela di batang bawah. .tempat sayatan. Pengambilan/pengupasan pola mata entres dari atas ke bawah. Penyayatan kulit batang bawah mendatar selebar 3-4 mm dengan 2 atau 3 kupasan. Mata tunas kecil/dormant/ istirahat (dapat digunakan tapi agak lama melekatnya dan pertumbuhannya juga relatif lama). Mata entres yang besar tapi belum plast/sedang/bentuknya sudah menonjol (terbaik untuk ditempel). . Diambil dari ranting yang berdiameter 2-4 mm. c) Pengambilan mata entres Kriteria mata entres yang baik dari segi ukuran: . . Mata entres yang sudah plast/mekar (tidak bagus). untuk memudahkan penempelan atau tidak menghalangi pandangan. lalu ditarik ke bawah sepanjang lebih kurang 1. Mudah dikupas (menandakan bawah kambiumnya/ jaringannya aktif). Warna kulit sama dengan warna kulit batang bawah (menunjukkan kesesuaian secara fisiologis). Kriteria mata entres yang baik dari segi pengerjaan dan bentuk: . Atau dengan kalimat lain bahwa yang diperlukan . sehingga menjulur seperti lidah. Kelihatan ernas/ sehat/ segar.5-3 cm. Sayatan ini kemudian dipotong ¾ panjangnya atau menyisakan sedikit sayatan (<1/3 bagian) cukup untuk tempat menahan sayatan atau pola mata entres. . atau diameternya sama dengan batang bawah. .

biasanya sayatan ikut melepaskan kayu terikut dengan sayatan. yang menjadi perhatian pola Teknik Pembenihan Tanaman 59 . Apabila ranting yang terdapat mata entres terlalu kecil.5-1 cm dibawah mata entres (sayatan mata entes se-panjang sekitar 1-1. Tangan kiri memegang ranting yang mau diambil mata entresnya. tetapi lebih sempurna kalau semua sisi menempel rapat (tetapi keadaan tersebut sulit dicapai). untuk memisahkan mata entres dengan kayu dengan cara mengait pola dengan ujung silet atau dengan kuku jari dengan sontekan halus sehingga terlepaslah kulit yang membawa mata entres dengan kayu dan sayatan kayu tidak terlepas dari ranting. sedangkan sisi atas dan sisi samping lainnya tidak melekatpun tidak apa-apa. sayatan untuk pengambilan entres harus dengan satu gerakan mulus searah dan tidak boleh dengan gerakan terputus-putus.5 cm).adalah sisi bawah yang bersih. Setelah sayatan melewati mata entres. ibu jari tangan kiri menahan ranting dan membantu mendorong ke arah atas saat silet ditangan kanan mulai bergerak membuat sayatan menembus kayu. kalau itu terjadi kita masih dapat memisahkan mata entres dengan kayu tersebut dengan sontekan ujung silet yang hatihati. Kemudian rapihkan irisan sisi bawah entres untuk menghindari irisan sisi bawah entres dari kotoran atau infeksi. karena syarat mutlak agar tempelan jadi adalah pola mata entres harus melekat/ menempel rapat pada sisi bawah dan salah satu sisi samping. kemudian membuat kerat-an melingkar mengarah miring ke dalam menghubungkan kedua sisi sayatan bidang pola mata entres. Ukuran sayatan mata tempel sedikit lebih kecil dari ukuran sayatan batang bawah.5-1 cm diatas mata entres dan 0. Batang disayat agak dalam sehingga menembus kayu. panjang sayatan sekitar 0.

lekatkan. atau kurang kencang/ kendur (air bisa masuk ke luka tempelan. ikat arah menyilang menuju bawah mata entres. Prinsipnya semakin cepat penem-pelan dari pengambilan entres semakin baik. ikat bagian bawah mata entres. d) Pengikatan Ambil tali dan tarik tali plastik yang disiapkan untuk pengikatan.sayatan mata entres harus bersih dari kayu dan apabila dilihat tidak meninggalkan lubang di bekas kulit mata entres. Mata entres yang besar atau menonjol. tali plastik disusun saling tindih seperti menyusun genting. pengikatan dengan hatihati jangan terlalu kencang (mengganggu proses penyatuan batang bawah dan entres). lalu kunci ikatan dan tarik tali plastik dan potong/rapikan sisa tali plastik. maka sayatan pola mata entres tersebut siap untuk ditempelkan. tancapkan dan tekan entres pada sisa sobekan di batang bawah. Lanjutkan pengikatan ke arah atas sampai ikatan menutupi 0.5 cm di bawah sayatan/jendela. Pengikatan di dekat mata entres harus lebih hati-hati.5 cm diatas luka sayatan batang bawah. tangkai daun dipotong penuh/biasanya tangkai daunnya sudah tanggal dengan sendirinya bila mata entres sudah besar. Mata entres yang masih kecil ditutup dengan tali plastik. ikat bagian bawah mata entres menuju bagian atas mata entres. semisal pada durian tidak ditutup tali plastik saat pengikatan. masukkan. kembali menyilang ke atas mata entres usa-hakan sekitar mata entres terikat sempurna sehingga air tidak ma-suk ke dalam tempelan. persen jadinya makin tinggi. tetapi disiasati dengan menyisakan potongan tangkai daun dibawahnya agak panjang sedikit. . tempelkan. pengikatan dari bawah tempelan melingkar ke atas dimulai sekitar 0. c) Menempelkan mata entres ke sayatan batang bawah Ambil sayatan mata entres. sehingga menginfeksi tempelan) gunakan perasaan da-lam pengikatan.

Jika mata tunasnya tidak menonjol seperti pada mangga dan jeruk. mata tunas boleh ditutup rapat dengan pita plastik.sehingga walaupun di tutup tapi sisa potongan tangkai daun masih mam-pu melindungi mata entres kecil dari tekanan pengikatan tali plastik sehingga cukup ruang untuk tumbuh dan mata entres tidak patah. A B Teknik Pembenihan Tanaman 60 .

A. Proses Pembibitan duria dengan teknik sambung. Mencampur media semai. Menyiapkan alat dan bahan. B.C D Gambar 3. D.17. Menyediakan biji durian untuk batang bawah C. Mengisi polybag untuk menyemai biji durian E F G H Teknik Pembenihan Tanaman 61 .

H. J. Menyemai biji durian untuk batang bawah. Memelihara batang bawah. K L M N Teknik Pembenihan Tanaman 62 . I. Memberi pupuk untuk batang bawah. Menyiapkan calon entres.17 (Lanjutan) E.I J Gambar 3. G. Menyayat batang bawah untuk menempelkan entres. F. Menyiapkan calon entres.

17 (Lanjutan). Mengambil entres. Dari entres akan tumbuh menjadi tunas baru. O. Membalut entres. N. M.O P Gambar 3. Membalut dan mengikat entres. Menyelipkan entres. Q R S T Teknik Pembenihan Tanaman 63 . Memelihara entres. K. L. P.

Daun tunas muda bertambah. Bibit hasil okulasi dipelihara secara kontinu. T. R. yang harus diingat bahwa tanaman yang kita tempel . Kita buka ikatan paling atas dengan silet dan dilanjutkan dengan memutar tali ikatan berlawanan dengan arah pengikatan secara perlahan dan hati-hati ke arah ikatan yang lebih bawah. tunas yang tumbuh dari batang bawah harus dibuang. Mata tunas tumbuh. sehingga cukup makanan untuk proses melekatnya tempelan entres. tidak kering. U. Bibit siap dipasarkan . b) Pemeliharaan bibit setelah okulasi Penyiraman paling lama 2 hari sekali.17 (Lanjutan) Q. Biasanya 2-3 minggu kemudian mata okulasi mulai tumbuh dan dimulailah pembukaan entres. dilakukan pemotongan pucuk (titik tumbuh) batang bawah setelah penempelan. lakukan pemotongan kira-kira 2-3 cm di atas mata okulasi batang bawahnya.U V Gambar 3. kalaupun belum kelihatan tumbuh dapat dengan menggores sedikit permukaan sayatan mata entres yang kita tem-pel apabila tetap segar/hijau berarti tempelan jadi. 5) Kegiatan sesudah okulasi a) Deteksi keberhasilan okulasi Untuk mendorong tumbuhnya mata tunas atau pertumbuhan batang bawah seimbang antara pertumbuhan keatas dan menyamping. Dari tunas muda tumbuh ranting sert a daun baru. S. Tunas baru tumbuh dan berkembang. Mengendalikan gulma OPT selama pemelihar aan tunas baru. Tempelan yang gagal mata tempelnya akan berwarna coklat kehitaman. Tanda dari keberhasilan okulasi adalah mata entres yang ditempelkan tetap hijau. V. Setelah mata tunas okulasi mempunyai 2-3 helai daun yang dewasa dan siap berfotosintesis. segar. Agar pertumbuhan mata tunas batang atas tidak terganggu. dilihat ada tidaknya hujan. atau tidak patah.

Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. Penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. Metalik atau Gandasil D dengan kon-sentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsen-trasi 1-2 g/l air. air dan perawatan yang lebih.mengalami pelukaan/stress sehingga memerlukan makanan. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah Teknik Pembenihan Tanaman 64 . Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pu-puk daun seperti Atonik.

selan-jutnya daun menjadi kecoklatan.5 EC. misalnya Supracide 25 WP. Phytophthora sp. kering dan mati. Perlu ditambahkan perekat semisal Suntick. tetapi pengerjaannya agak merepotkan. Matador. Kerugian lainnya bahwa penyusuan hanya dapat dilakukan dalam jumlah sedikit atau terbatas.5 EC. daun melipat dan melekat satu sama lainnya. Decis 2. Penyemprotan dengan fungisida apabila terdapat serangan penyakit lodoh/busuk daun. kutu putih dan ulat daun. Penyemprotan diulang seminggu sekali. karena batang bawah harus selalu didekatkan kepada cabang pohon induk yang kebanyakan berbatang tinggi. 1) Tipe penyusuan Susuan duduk untuk mendekatkan batang bawah dengan cabang induknya dibuat parapara dari bambu. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. apabila penyemprotan pada musim hujan. Penyusuan Istilah penyusuan (approach grafting) merupakan cara penyambungan di mana batang bawah dan batang atas masingmasing tanaman masih berhubungan dengan perakarannya. Reagent 50 SC atau Decis 2. tidak sebanyak sambungan atau menempel dan akibat dari penyusuan bisa merusak tajuk pohon induk. e.kutu perisai. Fusarium sp dan Phytium sp. Kanon dengan konsentrasi 2 cc/l air. Benlate dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air. Insektisida yang di-gunakan. Dithane M-45 80 WP. gejala bercak-bercak hitam pada permukaan daun. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. Batang bawah kemudian ditaruh diatas para-para . Oleh karena itu penyusuan hanya dianjurkan terutama untuk perbanyakan tanaman yang sulit dengan cara sambungan dan okulasi. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP. Keuntungan dari teknik ini adalah tingkat keberhasilan tinggi.

Hal yang sama dilakukan untuk ca-bang batang atasnya yang belum dipotong dari induk. . kira-kira 1/3 diameter batang. Posisi susuan bisa duduk atau menggantung. Pemotongan entres dilakukan setelah pertautan berhasil. Susuan gantung disebut demikian karena batang bawah yang akan disusukan didekatkan dengan cabang pohon induk dengan posisi menggantung. Pengupasan batang atas dan batang bawah . Selang waktu pengeratan pertama ke berikutnya adalah seminggu. Biasanya setelah 3-4 bulan. Penyatuan batang atas dan batang bawah Teknik Pembenihan Tanaman 65 . Pada waktu melekatkan harus diperhatikan agar kambium entres dan batang bawahnya berhimpit. Minggu ketiga susuan dipotong lepas. Pada pengeratan pertama setelah terjadi pembengkakan cabang entres dikerat 1/3 diameter cabang.dan disusukan dengan cabang pohon induk. 2) Cara melakukan susuan Batang bawah disayat dengan kayunya sepanjang 2-3 cm. Dan polybag batang bawah kita ikatkan pada cabang batang atas. Minggu ke-dua 2/3 diameter cabang. Agar cabang entres tidak kaget atau stres sebaiknya pemotongan dari induk dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Keduanya kemudian dilekatkan tepat pada bagian yang disayat. Tan-danya ada pembengkakan disekitar batang yang diikat.

Pengupasan batang atas dan batang bawah. Proses Pembibitan dengan teknik penyusuan.18.18 (Lanjutan) Hasil teknik penyusuan Teknik Pembenihan Tanaman 66 . E. D.A B C D E Gambar 3. A. Hasil teknik penyusuan duduk Gambar 3. Penyatuan batang atas dan batang bawah. Pengikatan batang atas dan batang baw ah. C. B. Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan.

Perbanyakan beberapa tanaman buah-buahan dengan cara vegetatif Jenis tanaman Okulasi Sambung Penyusuan Stek Cangkokan Alpukat + + + 0 + Belimbing + + + 0 Cempedak + + + 0 Duku 0 + + - .Tabel 3.1.

0 Durian + + + 0 Jambu air + + + + Jambu biji + + + + + Jambu bol + + 0 + Jeruk + + + + .

+ Kapulasan + + _ + Mangga + + + 0 + Manggis Melinjo Nangka Rambutan + Sirsak Sukun + + + + + Keterangan : (+) baik (o) kurang baik (-) gagal . Pengikatan batang atas dan batang .

Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah kutu perisai. Decis 2. misalnya Supracide 25 WP. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. Setelah bibit susuan siap disapih maka pemeliharaan benih susuan dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.5 EC dengan konsentrasi 2 cc/l air. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP. Penyemprotan dengan fungisida dilakukan apabila terdapat serangan penyakit. Hasil teknik penyusuan duduk . Pemeliharaan bibit pada umunya adalah penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. Reagent 50 SC atau Decis 2. kutu putih dan ulat daun. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. 3) Pemeliharaan bibit tanaman hasil susuan. Phytophthora sp. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk daun seperti Atonik.5 EC. Penyemprotan diulang seminggu sekali. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. Teknik Pembenihan Tanaman 67 . Hasil teknik penyusuan gantung. Fusarium sp dan Pythium sp. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. atau Dithane M45 80 WP dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air. Metalik atau Gandasil D dengan konsentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsentrasi 1-2 g/l air. Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan .bawah . Insektisida yang digunakan.

sedangkan pada musim hujan disesuaikan. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. air dan sinar matahari. Pemilihan Teknik Perbanyakan Vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif buatan untuk tanaman buah yang sudah dikenal oleh para penangkar bibit dan petani yaitu cara penyambungan. Pemasukan air ini sebaiknya dilakukan pada waktu sore/ malam hari ketika suhu tanah tidak tinggi. okulasi dan susuan. Penyiraman bibit ini dilakukan dengan menggunakan gembor air. maka cara penyiraman dengan menutup saluran pembuangan air. Pengairan sistem genangan atau bahasa Jawanya dilep apabila pembibitannya dilakukan dalam polybag yang ditaruh di sawah. Lama perendaman 1-2 jam dengan tinggi air cukup ¾ tinggi polybagnya. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. kemudian air dimasukkan ke areal pembibitan sampai media di polybag menjadi basah. cangkok dan stek. karena rumput selalu bersaing dengan bibit dalam pengambilan hara. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang becek. Sedangkan cara stek pada prinsipnya . Pada tiga cara yang pertama dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi erakarannya. penyusuan. 3. Sedangkan batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. ruang tempat tumbuh. yakni tahan cendawan akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam. okulasi. Dari hasil menggabungkan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten. Penyiangan rumput pengganggu (gulma).5.Penyiraman bibit pada musim kemarau biasanya dilakukan setiap dua hari sekali.

Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. Beberapa jenis tanaman buahbuahan tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pula. sehingga menjadi tanaman baru menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. Bibit durian okulasi bisa berbuah 4-6 tahun setelah tanam. sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. sedangkan bibit asal biji berbuah lebih dari 10 tahun setelah tanam. Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. bibit juga berumur genjah (cepat berbuah). Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. ada cara perbanyakan tertentu yang lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu pula. Tanaman manggis asal bibit susuan berbuah lima tahun setelah tanam. Teknik Pembenihan Tanaman 68 . Dalam perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan. Rambutan dan kapulasan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam fenolat yang teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning). Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten. sehingga menjadi tanaman baru.menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain berbuahnya persis sama dengan induknya.

Sebagai contoh seorang pekerja yang sudah terampil mengokulasi durian. Tabel 3. enten dan penyusua n pada beberapa tanaman Jenis tanaman Okulasi Enten Penyusuan Alpukat 40-70 50-80 70-100 Belimbing 40-60 60-90 60-100 Duku . 2. sehingga bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buahbuahan secara masal. sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. walaupun dengan menggunakan cara konvensional. Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi.sedangkan tanaman durian menguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buahbuahan seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka kandel yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman buahbuahan. Persentase keberhasilan cara perbanyakan okulasi. tetapi kurang praktis dalam pengerjaannya.

0-10 40-60 40-80 Durian 60-80 20-60 60-100 Jeruk 60-70 70-85 60-90 Kapulasan 10-40 0 40-80 Mangga 40-70 60-90 60-100 Manggis 0 50-80 50-80 Melinjo 70-80 80-90 70-100 Rambutan 30-70 0 .

Bibit yang dijualnya telah bersertifikat . Mengetahui secara pasti varietas bibit yang dijualnya. Tips Membeli Bibit Tanaman Bibit yang siap untuk ditanam manfaatnya akan dapat dinikmati setelah beberapa bulan atau beberapa tahun. . Penjual bibit yang dapat dipercaya memiliki ciri sebagai berikut: Trdaftar di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Dengan demikian kesalahan dalam membeli bibit ini akan berakibat fatal bukan hanya berupa kerugian ekonomi tetapi juga kerugian tenaga dan waktu. Memiliki pembibitan sendiri atau mengetahui dengan pasti asal penangkarnya sehingga memudahkan melacak keaslian varietasnya. Ada beberapa kiat dalam pembelian bibit yang harus diperhatikan baik itu faktor teknis maupun faktor non teknis. Memiliki tempat Teknik Pembenihan Tanaman 69 .60-100 Sawo 0 70-80 60-90 Sumber : Sunaryono (1987) dan Wijaya (1990) Keterangan : nilai dalam persen (%) a.

Perlu diperhatikan bahwa bibit yang baik biasanya memiliki batang utama yang lurus dan tumbuh tegak. Pada kondisi seperti ini biasanya pembeli tahu betul kondisi "dapur produksi" produsen bibit tersebut. Pada tanaman buah yang memiliki percabangan banyak. Untuk mengetahui varietas bibit tersebut. Pada pucuk tanaman dan ujung ranting tampak kuncup daun yang menandakan adanya pertumbuhan. cabang dan daunnya. dapat dilakukan dengan pengidentifikasian ciri-ciri spesifik varietas tersebut. Bentuk batang dan cabang dipilih yang baik. tidak melengkung. . Bibit sehat dan berpenampilan baik Dalam memilih bibit tanaman. upaya yang dapat dilakukan adalah meminta informasi sebanyak mungkin kepada penangkar tentang induk tanaman tersebut. Tanaman yang kerdil biasanya kelihatan pendek dari yang seharusnya. Hal ini tidak sulit dilakukan jika penjualnya telah dikenal baik oleh pembeli. Selanjutnya dapat diperhatikan juga penampakan luarnya. tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek sesuai dengan umurnya. Jika tidak memungkinkan untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman induknya. cara yang paling baik adalah dengan mengetahui sendiri secara langsung tanaman induk bibit tersebut. Untuk memastikan bahwa bibit tersebut berasal dari induk yang baik. 1) Membeli bibit yang unggul atau baik kualitasnya Induk yang baik berasal dari varietas unggul. yang perlu diperhatikan pertama kali ialah pertumbuhan batang. sedangkan batangnya kelihatan kecil dan terkesan kurang kokoh. biasanya cabang tumbuh ke segala arah secara merata. kelihatan mulus dan kokoh.penjualan permanen (mangkal) sehingga memudahkan bagi pembeli yang akan komplain. Ada pula bibit yang pertumbuhan tingginya terlalu pesat. sehat dan telah cukup umur (lebih baik kalau pohon induk sudah berproduksi). apakah ada gejala serangan hama dan penyakit atau tidak.

seperti bibit durian. Untuk menghilangkan stres.5-1 kg/bibit. kemudian polybag diikat. Keadaan ini membuat bibit mampu bertahan sampai 4-7 hari tanpa penyiraman · Pengepakan tanpa mengurangi media tanam. Setelah satu minggu biasanya bibit sudah segar kembali dan dapat dipak dalam peti berventilasi untuk dikirim. sehingga akarnya tidak kering. semisal bibit jeruk dan jati.2) Pengemasan dan pengakutan benih. pengirimannya tidak ada masalah karena beberapa bibit bisa saja dibungkus dengan batang pisang atau bahan lain yang bersifat lembab. Dengan cara pengepakan seperti ini. kemudian ditambahkan serbuk kelapa (cocopeat). Pengemasan bibit yang peka. Pada umumnya apabila benih akan diangkut dengan pesawat. tidak terlalu khawatir terhadap kerusakan karena kekurangan air (kekeringan). sebelum diangkut bibit diletakkan dahulu di bawah naungan dan disiram untuk adaptasi. Mengeluarkan setengah tanahnya dan ditambah dengan gel (Agrosoft). maka bibit dalam polybag yang semula beratnya 4-7 kg/bibit menjadi0. Yang harus diperhatikan adalah apabila benih vegetatif akan diangkut oleh angkutan darat atau laut yang membutihkan waktu relatif lama (lebih dari 4-7 hari) maka harus dilakukan Teknik Pembenihan Tanaman 70 . Pengangkutan benih vegetatif harus direncanakan dengan baik. dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan setengah tanahnya. biasanya untuk angkutan darat. Untuk bibit yang dikirim dalam bentuk stump (cabutan).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995.pengepakan benih dengan batuan bahanbahan yang dapat mengurangi penguapan air dan respirasi.6. Jika diperhatikan. Sertifikasi Benih Masalah yang perlu diperhatikan dalam usaha pembibitan adalah upaya registrasi dan sertifikasi varietas bibit yang yang akan disebarkan kepada masyarakat. tentang Pemerintah Daerah. Pohon induk untuk sumber mata tunas (entres) harus diregistrasi terlebih dahulu oleh petugas Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).Tentang Perbenihan Tanaman. Pada kondisi yang lebih modern. sehingga konsumen tidak dirugikan. Padahal varietas sitokong yang resmi dilepas Menteri Pertanian pada tahun 1984. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992. Sebagai contoh adalah tentang banyak beredarnya varietas sitokong yang berlainan. Tujuan lainnya adalah untuk menjamin kebenaran suatu varietas. 3. Dasar dari Sertifikasi benih adalah: . plastik pengepak benih diisi N2 atau divacuum sehingga tidak terjadi proses respirasi dan benih akan aman selama masa pengankutan. tentang Sistem Budidaya Tanaman. mungkin dapat dikumpulkan sekitar selusin varietas sitokong yang berbeda ciri tanamannya. . Sedangkan . . Tujuan registrasi pohon induk buahbuahan adalah untuk menjamin kebenaran bibit yang dihasilkan dari pohon induk yang bersangkutan secara hukum (yuridis). Salah satu tekniknya adalah dengaan cara membungkus semua benih dengan daun/ pelepah pisang dan polibag benih ditutup dengan serbuk gergaji basah (ringan tetapi benih tetap lembab) dan benih siap untuk dipcking dan dikirim. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. hanya ada satu jenis.

tenaga dan waktu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Kebenaran Teknik Pembenihan Tanaman 71 .selebihnya adalah jenis-jenis durian yang tidak diketahui asal-usulnya yang diberi nama sitokong. sehingga bila seseorang membeli bibit palsu. Sertifikasi dan pelabelan benih Cara melakukan sertifikasi adalah sebagai berikut: . Kerugian uang. sehingga akhirnya menghambat usaha tanaman buahbuahan. baru diketahui 4-5 tahun yaitu pada saat pohon tersebut menghasilkan buah. maka pada pengajuannya dilengkapi dengan surat persetujuan dari pemilik pohon induk. Investasi pohon buah-buahan merupakan investasi jangka panjang. Bila penangkar akan mengambil entres dari pohon induk milik orang lain. disesuaikan dengan kemampuan pohon induk dan tenaga yang tersedia. . Oleh karena itu dianjurkan membeli bibit yang telah diketahui ciri-ciri atau bibit yang berlabel. Setelah pemohonan diterima BPSB maka petugas BPSB akan melakukan pemeriksaan pendahuluan tentang: kepastian letak atau areal penangkaran. Pengisian formulir tentang rencana dan jumlah bibit yang akan diproduksi. Penangkar harus memberi tahu rencana penangkarannya kepada BPSB selambatlambatnya satu minggu sebelum dimulai pelaksanaan perbanyakan bibit. . Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan cara perbanyakan bibit perlu diperketat agar tidak mengecewa-kan para pembeli bibit. a.

. Nama dan alamat penangkar. Memeriksa cara perbanyakannya (okulasi. . Setelah diperiksa baru dilakukan perbanyakan bibit. . Kebenaran pohon induk yang digunakan. jumlah tanaman yang . Di dalam label yang warnanya merah dimuat data: (Gambar 10 dan Gambar 11) . petugas BPSB akan mengawasi tentang: . penyusuan). Pada waktu pelaksanaan perbanyakan. sambung. . cangkok. Label diisi dan diajukan ke BPSB untuk diberi nomer seri dan dilegalisir. . . Entahah itu penangkar mengajukan permohonan seri label. Kebenaran entres yang digunakan. . Asal bibit. Jenis tanaman. Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. . Mengetahui diperbanyak. Pada akhir pemeriksaan menjelang pelabelan.varietas pohon induk. . dilakukan pemeriksaan lagi tentang jumlah bibit yang tumbuh dengan baik dan layak untuk diberi label.

19. Gambar 3. . Label merah yang dikeluarkan BPSB Besarnya biaya sertifikasi telah ditentukan sesuai SK Direktur Jenderal Tanaman Pangan. Sedangkan batang bawah untuk label merah vaietasnya bisa "sapuan" asalan. Untuk pembuatan dan pencetakan label merah muda biayanya antara Rp 200 tergantung negoisasi dengan petugas BPSB tentang mutu kertas dan cetakan label tersebut. Selain label merah muda yang sudah sering kita lihat di lapang untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian. sebenarnya ada label biru untuk varietas unggul lokal yang belum dilepas melalui SK Menteri dan yang terakhir adalah label putih yang dikhususkan untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian dan bibit tersebut ditanam dengan tujuan dijadikan pohon induk sebagai sumber mata entres.. Khusus untuk bibit jeruk bebas CVPD. Tanggal pemasangan label. Varietas batang bawah. Varietas batang atas. setelah itu bibit harus diperiksa ulang tentang kese-hatannya. Gambar 10.karena mutu kertasnya lebih baik. Contoh Label Merah yang . label hanya berlaku untuk jangka wak-tu tiga bulan.. . biayanya adalah Rp 20 per bibit batang bawah yang diajukan dalam pemeriksaan lapang. Sebagai contoh. terutama varietas buah-buahan yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian. Bibit yang dinyatakan sehat baru bisa diberi label lagi dengan biaya Rp 20 per bibit. Penerimaan hasil pemeriksaan bibit yang diperoleh BPSB ini merupakan pendapatan negara yang harus disetor langsung ke kas negara. Khusus label putih pemeriksa-an lebih teliti menyangkut jenis varietas batang atas harus berasal dari pohon induk yang sudah terdaftar dan varietas batang bawah dan dikeluarkan dengan sepengetahuan BBI (Balai Benih Induk). . sedangkan untuk label putih biayanya Rp 600. untuk perbanyak-an jenis tanaman buah-buahan di wilayah Jawa Barat dan Jakarta.

dikeluarkan BPSB untuk benih durian. Sebagai tindak lanjut dari pemberian label bagi bibit unggul perlu disertakan informasi atau data mengenai Teknik Pembenihan Tanaman 72 .

kemudian akan berbuah sendiri dengan lebat. sehingga cukup ditanam. perlu diimbangi dengan kemajuan pengetahuan petani mengenai cara-cara bercocok tanam yang lebih baik. Jawa Barat. perlu diketahui oleh para petani dan konsumen yang ingin menanam bibit unggul tersebut. Keterangan mengenai varietas tertentu cocok ditanam di dataran rendah atau dataran tinggi dan jenis tanah apa yang paling cocok. Peningkatan pengetahuan dapat diperoleh dengan membaca tulisan atau artikel pada majalah pertanian. ditinggalkan. Jawa Tengah mempunyai ketinggian sekitar 50 m di atas permukaan laut dengan iklim yang kering (curah hujan rendah). baru berbuah pada umur tujuh tahun setelah tanam. Misalnya durian petruk yang asli berasal dari Jepara. Bibit yang seharusnya berbuah pada umur lima tahun. Informasi seperti ini harus diketahui para penanam bibit unggul buah-buahan agar mereka tidak kecewa di kemudian hari. sehingga tidak menunjang sifat unggul durian petruk. Padahal pengetahuan dasar si penanam inilah yang tidak memadai untuk menanam bibit-bibit jenis unggul tadi. Bahkan ada anggapan bahwa bibit unggul tidak memerlukan pemupukan dan penyemprotan pestisida. Pada dasarnya bibit unggul memerlukan lingkungan tumbuh yang spesifik. Bila terjadi hal demikian. maka yang dikambinghitamkan biasanya adalah si penjual. Jawa Barat. Selama ini masih beredar kepercayaan bahwa bibit unggul itu akan selalu bersifat unggul walaupun ditanam di tempat yang sebenarnya tidak cocok. Jawa Tengah. Jawa Tengah memiliki kondisi iklim yang berbeda dengan daerah Bogor. Jepara. Hal ini disebabkan karena daerah Jepara. agar buah yang dihasilkannya benar-benar unggul. Oleh karena itu perlu diingatkan kembali bahwa kemajuan berupa penemuan bibit unggul varietas baru. mengikuti kursus dan seminar atau menjadi anggota . Sedangkan kondisi tanah dan iklim daerah Bogor adalah lembab dan banyak hujan. bahwa bibit yang dijual palsu.daerah penanaman yang cocok untuk bibit tertentu. Harapan seperti ini tentunya hanya merupakan angan-angan dan pasti akan berakhir dengan kekecewaan. kurang memuaskan jika ditanam di daerah Bogor.

Pengalaman pngalaman berharga dari sesama rekan petani. Meningkatkan kepercayaan konsumen bibit terhadap pembibitan tersebut. Deskripsi tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian. Sebagai prasyarat apabila pembibitan mengikuti tender atau menyuplai bibit untuk proyek pemerintah.Tentang Perbenihan Tanaman. tentang Pemerintah Daerah. dapat dijadikan modal yang sangat berharga untuk terus maju dalam mengembangkan usaha hortikultura yang semakin cerah. walaupun penangkar Teknik Pembenihan Tanaman 73 . Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) Dasar dari SKPPB adalah Undangundang Nomor 12 Tahun 1992. Adapun manfaat dari SKPPB adalah: . tentang Sistem Budidaya Tanaman. b. Dengan mengadakan pertemuan yang teratur dapat dibahas masalah baru yang ditemukan di lapangan dan dicarikan jalan keluarnya.dari suatu perkumpulan hortikultura. . Pembibitan tersebut sudah terdaftar secara resmi di BPSB dan berhak menerima pembinaan tentang perbenihan dari instansi terkait. Memudahkan waktu pengurus-an labelisasi bibit. . . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995. dan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. Untuk informasi lebih lengkap tentang tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian dapat dilihat di Lampiran 1.

20. Untuk memperoleh SKPPB Penangkar benih mendaftar di kantor BPSB Kabupaten atau Kota. SKPPB ini berlaku selama 2 tahun dan sesudahnya harus memperpanjang atau membuat lagi SKPPB tersebut. . SKPPB berisi data .000. Bentuk/status perusahaan. Alamat perusahaan. Setelah pemeriksaan selesai dan terbukti kebenarannya.yang tak memiliki SKPPB pun juga bisa mengajukan labelisasi bibit. . . . Gambar 3. Gambar Contoh Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) . Kepastian letak atau areal penangkaran. Alamat pemimpin perusahaan. . Jenis dan varietas tanaman yang dibibitkan. Dengan ketentuan bahwa setiap akhir tahun harus melapor kembali rencana pengadaan/ penyaluran benih.. Biaya pengurusan SKPPB adalah Rp 50. kemudian petugas BPSB melakukan pemeriksaan lapang pendahuluan tentang: . Nama perusahaan. SK akan turun sekitar 1 bulan kemudian. . Kebenaran varietas ponon induk sebagai sumber entres. Nama pemimpin perusahaan. maka petugas melaksanakan pemberkasan untuk diajukan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan tingkat Propinsi UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kalau sudah lengkap berkasnya. Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. . karena instansi ini yang berwenang mengeluarkan SKPPB. bersedia mentaati peraturan-peraturan yang berlaku.di luar ongkos transportasi bagi petugas.

. Perlakuan. pada umumnya benih-benih tersebut harus dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. Agar kulaitas benih dapat terjaga dengan baik selama di penyimpanan. maka benih harus dilindungan dari gangguan luar. Siapkan Ridomil sebanyak 5 dari berat benih yang akan disimpan. Prosedur perlakuan fungisida pada benih adalah sebagai berikut. Teknik Pembenihan Tanaman 74 .3. baik berupa gangguan biologis maupun lingkungan. Tambahkan air sedikit demi sedikit ke dalam tepung Ridomil kemudian campur sampai dengan rata sehingga membentuk pasta Ridomil.7. pengemasan. penyimpanan dan penyaluran benih. Untuk melindungi benih dari serangan penyakit dapat dilakukan dengan cara pemberian perlakuan fungisida Ridomil 5 gram/kg benih genaratif. . Sebelum benih generatif dijual ke pasar bebas atau petani.

benih yang lebih dahulu masuk ke dalam gudang maka harus disalurkan paling duluan. Benih-benih yang telah disertifikasi. Benih genetif yang telah diberi perlakuan Ridomil dikeringanginkan kembali sehingga kadar air benih sebelum diperlakukan dengan setelah perlakuan relatif sama. maka sebaiknya menggunakan metode first come first out. Sebaiknya penyaluran benih dilakukan sesegera mungkin dengan menggunakan metode just in time. Pendistribusian benih sebaiknya mengkuti kaidah dalam sertfikasi benih yaitu hanya dapat disimpan selama 6-8 bulan setelah selesainya masa pengujian benih. Benih-benih yang disimpan dalam gudang akan didistribusikan apabila terdapat order pembelian. Benih yang disimpan hanya benih yang diorder konsumen dan akan segera dikirimkan atau didistribusikan. . Penyimpanan benih sebaiknya di ruang yang mempunyai kelembaban udara yang rendaj seperti di dalam gudang dengan fasilitas AC (Air conditioner) dan upayakan pada suhu yang rendah. Campurkan benih dengan pasta dan aduk dengan hati-hati sehingga campuran merata.. .dikemas dapat disimpan selama 6-9 bulan. Benih generatif yang akan disimpan harus diperhatikan kadar airnya. Benih yang tealh diberi perlakuan dikemas dan dipasang label sertifikasi benih. . diperlakukan dan . sebaiknya benih vegetatif disimpan di dalam gudng dengan ventilasi yang cukup sehingga pertikaran udara dapat berjalan dengan baik. Apabila metode distribusi seperti yang tersebut di atas tidak memungkinkan. Upayakan agar kadar air berada [ada kisaran 8-12% tergantung jenis komoditinya. Jika kedua persyaratan tadi tidak terpenuhi..

Teknik Pembenihan Tanaman 75 .

Menerapkan persyaratan kerja 5. 2. 7. Dasar-dasar pembenihan tanaman Kesehatan dan keselamatan kerja Investasi modal usaha. Pohon induk dan kebun produksi: pohon induk bergabung dengan kebun produksi. Membiakkan tanaman dengan stek. lahan. Pohon induk: pohon induk yang spesifik dan terpisah dari kebun produksi pada umumnya . 6. Menyiapkan lahan dan media untuk produksi benih vegetatif. Membiakkan tanaman dengan okulasi 11. Dasar-dasar pembenihan tanaman dan produksi benih tanaman. Pengelolaan alat dan mesin pembenihan tanaman. pemahaman K-3. distribusi. Kesekatan dan keselamatan kerja. Jarak tanam pohon induk relative lebih jarang dibandingkan dengan jarak tanam normal. Membiakkan tanaman dengan susuan 10. SDM. teknik budidaya. 9. panen dan penanganan benih.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 3. Memelihara pohon induk. pemasaran dan layanan purna jual. sertifikasi. Membiakkan tanaman dengan sambung. penggudangan. 4. 8. bahan baku. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi ber ikut: 1. alat dan masin. Medistribusikan benih tanaman. Pohon induk . Merawat benih tanaman 12. 3.

Teknik pembenihan Teknik produksi benih vegetatif Pemilihan teknik pembenihan Teknik Pembenihan Tanaman 76 . Kerja nyata Batang bawah dan batang atas . . . Pohon induk pada kebun induk spesifik akan lebih terpelihara kemurnisnnya. Norma kesehatan . Pemeliharaa n terbatas. Pemilihan batang bawah. Pengepakan batang atas. Pengelolaan alat dan mesin pembenihan . Pemelihartaa n berencana . Teknik penyiapan benih .mempunyai jarak tanam yang lebih sempit. Norma keselamatan . Pembibitan . Pemeliharaa n perbaikan .

Teknik pembenihan dengan cangkok . Sertifikasi benih Perlakuan pengemasan Pengepakan . Sertifikasi dan pelabelan benih. Surat keterangan pendaftaran pedagang benih . . Teknik pembenihan dengan stek . Tip membeli tanaman . . Teknik pembenihan dengan sambung . . Pengepakan bibit. Factor teknis yang harus dipertimbangkan. Teknik pembenihan dengan susuan . . Bibit dikirim dengan .. Perlakuan pengemasan benih dapat dilakukan dengan pemberin perlindungsn fisik dan kimia. Teknik pembenihan dengan sambung . Teknik pembenihan dengan okulsi . . Bibit dikirim dalam bentuk cabutan. Benih harus dilindungi dari gangguan biologis dan lingkungan.

Terangkan minimal 3 proses produksi benih secara vegetatif. Lakukan identifikasi benih di pasar pertanian. 2. 3. 2. Teknik Pembenihan Tanaman 77 . berapa persen benih yang telah bersertifikat. Mengapa sebagai tanah pada perakaran bibit tanaman harus tetap dipertahankan pada saat pengepakan dan pengiriman. SOAL: 1.akar yang terbungkus setengan media tanam. TUGAS: 1. Bibit dikirim dengan akar yang terbungkus dengan setengan media tanam ditambah dengan gel. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema trik memilih benih vegetatif yang siap tanam. . Bagaimana metode untuk mendaftarkan benih varietas baru.

Zigot akan tumbuh menjadi embrio (janin) di dalam biji. Pada dasarnya bunga terdiri dari beberapa organ. Hasil penyatuan tersebut dinamakan zigot. terbentuklah tabung serbuk sari. yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. kemudian berlangsung pembuahan an . yaitu benang sari ( stamen) dan putik (pistil). Bunga merupakan fase penting dalam proses pembentukan biji.1 Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman Ciri terpenting dalam reproduksi seksual adalah pembuahan. namun hanya dua organ saja yang terlibat dalam pembentukan biji. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4. yaitu penyatuan sel betina dan sel jantan (gamet). Benang sari menghasilkan serbuk sari yang masing-masing membentuk gamet j antan.BAB 4. Pada waktu pros es penyerbukan. Zigot tersebut berisi kedua krosom dari individu jantan dan individu betina dan merupakan sel pertama dari individu baru. Sedangkan putik akan membentuk bakal biji (ovulum) yang m engandung telur. Bila biji berkecambah akan menjadi tumbuhan dewasa. Karena embrio tersebut memiliki sifat-sifat kedua induknya. maka kemampuan mewariskan sifat-sifat tersebut melalui biji dari generasi ke generasi.

Bunga terbentuk pada tangkai khusus yaitu tangkai bunga atau pe dicellus. Struktur bunga yang lengkap ika diperhatikan gambar mofologi sebuah bunga. walaupun demikian terdapat pola umum dari berbagai m acam tumbuhan. Sedangkan bagian ang paling menonjol adalah daun mahkota bunga (petalum) yang secara kolektif disbeut m ahkota (corolla). kelopak daun ini membungkus bagian bunga yang lain. kuning. S ebelum mekar.1 . yang biasanya berbentuk bo . Petal dapat be rwarna putih. Pada apeks yang membesar tersusun bagian-bagian bu nga. Struktur bunga sangat beragam. Calyx dan corolla bersama-sama membentuk hiasan bu nga atau perianth. merah.tara sperma dengan telur. Proses akhir dari pembuahan ini adalah terben tuknya biji. Salah satu bagian bunga adalah kelopak bunga (calyx) dimana biasanya bagian ini menumpang pada daun kelopak berwarna hijau (sepalum). Semua bunga m empunyai kerangka struktur yang s ama. jingga. J ambar 4. biru dan sebagainya. maka bagian pusat bunga terletak pada putik ( pistillum).

tol dengan dasar membengkak G 78 .

Di dalam bakal buanh terdapat bakal biji. Peleburan daun buah dapat terjadi dengan dua cara. yaitu putik sederhana dan putik majemuk. Biasanya bila terdapat be-berapa putik. Tempat melekat bakal biji atau biji dinamakan tembun atau plasenta. Di atas petal terdapat benang sari yang terdiri dari tangkai sari (filamentum) yang bentuknya ramping dengan kepala sari (enthra) yang berisi serbuk sari (pollen). peleburan karpel dekat tepi atau sepanjang tepi hingga membentuk satu kantung besar yang di dalamnya berkembang bakal biji. maka akan melebur membentuk pistil majemuk dan hanya satu putik saja yang terbentuk dalam bunga. Hal ini merupakan ciri khas pada berbagai kelompok tumbuhan dan digunakan sebagai faktor dalam kunci identifikasi . Sedangkan pada bunga cempaka (Magnolia) terdapat beberapa putik sederhana. Ada dua macam putik. Putik manjemuk terdiri dari dua daun buah atau lebih. Bakal biji terbentuk pada permukaan sebelah dalam dekat dengan tepi daun buah. sehingga bakal biji terkumpul di pusat. Putik sendiri dibentuk oleh satuan danun buah (carpellum) yang secara kolektif dinamakan gynaecium).yang dinamakan dengan bakal buah (ovarium). Seluruh kumpulan benang sari dinamakan androecium. Bagian ini dihubungkan ke kepala putik oleh tangkai putik (stylus). Pada tanaman ercis dan kacang-kacangan ter-dapat sebaris bakal biji yang melekat pada tepi karpel yang melebur. karpel melebar ke tengah dan peleburan terjadi sepanjang tepinya. Kedua. Pertama. sedangkan puitik sederhana hanya tersusun dari satu kapel saja.

Jumlah lingkaran biasanya empat atau lima. tetapi biasanya tetap. Kombinasi antar susunan dalam spiral dan besarnya jumlah stamen dan karpel dianggap sebagai suatu petunjuk tingkatan yang ebih primitif dalam perkembangan evolusioner dibandingkan dengan 79 . Pada tanaman tulip terdapat enam bagian perianth. pengelompokan monokotil dan dikotil dibedakan dari jumlah bagian bunga pada setiap lingkaran. Pada kelas Angiospermae. satu atau dua lingkaran stamen. Bagian-bagian bunga umumnya disusun dalam lingkaran. Selain itu modifikasi juga merupakan indikasi proses evolusi. keragaman bunga ditunjukkan dengan adanya odifikasi bagianbagian bunga. satu lingkaran karpel yang bersatu menjadil pistil majemuk.dan klasifikasi. 10 stamen. lima petalum. enam stamen. Beberapa modifikasi ini memungkinkan adanya keragaman dalam penyerbukan. jumlah bagian tersebut empat atau lima atau kelipatannya. dan tiga karpel. dan lima karpel. Lingkaran luar menunjukkan sepalum. dan seterusnya petalum. Walaupun umumnya bunga memiliki struktur yang sama. Pada beberapa tumbuhan stamen dan karpel yang jumlahnya banyak melekat pada receptacle secara terpilin dan bukan lingkaran. Jumlah bagian pada setiap lingkaran bervariasi sesuai species. sehingga digunakan sebagai alat untuk mengetahui kekerabatan berbagai tumbuhan. misalnya lima sepalum. Pada kelompok dikotil.

.

Kedua macam bunga uniseksual dapat dijumpai pada tanaman yang sama. Contohnya Gramineae. Peleburan bagian-bagian bunga dapat terjadi dengan berbagai cara. mentimun dan lain-lain. yaitu sepal. maka dinamakan staminat atau bunga jantan. dan sepalnya hanya berbentuk sisik. Bunga sempurna mempunyai empat organ bunga yang dapat dibedakan. Reduksi dalam jumlah dapat pula didapati pada stamen dan pistil. Jika hanya ada stamen. kebanyakan begonia. yaitu petal membentuk tabung. misalnya petal telah hilang. maka bunga tersebut disnamakan bunga uniseksual. atau takik. sebaliknya disebut pistilat atau bunga betina jika hanya memiliki pistil tanpa stamen. karpel menjadi pistil majemuk. stamen dan pistil. yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. dan dinding bakal buah melebur. kalaupun ada bentuknya rudimenter dan hanya dapat dikenali dengan pemeriksaan cermat.susunan dalam lingkaran dengan bagian-bagiannya dalam jumlah kecil. seperti jagung. Pada banyak tanaman.2 Buah. Adanya peleburan bagian-bagian bunga menunjukkan adanya perkembangan evousioner. Quercus. beberapa Acer. Tumbuhan yang bagian perianthnya menjadi amat kecil atau tidak menyolok. waluh jepang. Bunga yang mempunyai keduanya dan berfungsi disebut biseksual. 4. Bunga tidak sempurna bilamana salah satu organnya tidak ada. petal. Pengelompokan bunga dapat berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga. Biji dan Perkembangan Biji . dan Ulmus. gigi. Jika salah satu tidak ada atau tidak berfungsi.

Macam buah yang tidak merekah umumnya berbiji tunggal dan berukuran kecil. Jika stigma tidak dibuahi dan pembuahan tidak terjadi. jenis lainnya berdaging. Beberapa jenis buah menjadi kerig apabila sudah matang. oleh karena itu istilah angiospermae digunakan untuk menamai tanaman yang memiliki biji terttutup. maka bunga biasanya menjadi layu dan gugur tanpa perkembangan lebih lanjut. Buah kering tersebut kemudian merekah. Auksin biasanya dihasilkan oleh jaringan buah yang sedang tumbuh dan rupanya bertanggungjawab baik terhadap pertumbuhan selanjutnya maupun terhadap kemampuan untuk bersaing dengan . sebagai contohnya adalah bunga matahari dan jagung dimana buannya sering dinamakan biji. setidaknya pada beberapa bakal biji. dan ada yang tidak merekah pada waktu matang. Proses pembuahan akan mempengaruhi biji secara langsung. Selain itu proses tersebut juga akan mempengaruhi perkembangan seluruh jaringan buah secara tidak langsung. Reaksi-reaksi ini tampaknya beruhungan dengan hormon tumbuh atau auksin yang merupakan senyawa yang terkandung dalam buah. Dinding bakal buah matang yang disebut perikarp menutupi biji tumbuhan bunga.Setelah pembuahan. maka bakal buah bersama bijinya berkembang menjadi buah.

bagian-bagian lainnya dalam tubuh 80 .

Sebaliknya buah pada tanaman yang sama akan bersaing dengan ketat dalam pengadaan makanan dari jarak beberapa puluh sentimeter. Pada bunga kelompok ini pembungaan disebut dengan infloresensi. Bunga kadang-kadang mempunyai satu tangkai sumbu seperti pada tulip.tumbuhan dalam memperoleh makanan. Macam-macam infloresensi pada suatu species. Auksin yang dihasilkan tersebut pada gilirannya akan merangsang pembelahan sel secara terus menerus. jagung dan beberapa jenis tanaman lain kurang bersaing untuk memperoleh makanan. sehingga buah tumbuh dengan aktif dan meningkat hingga maksimal. Rang-sangan ini menjadi tersedia dengan adanya penyerbukan dan pembuahan. Butir-butir serbuk sari mengandung auksin. . Konsentrasi auksin bertemabah beberapa kali setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Pertumbuhan berhenti pada bunga matang dan untuk memulain perkembangan baru diperlukan beberapa perangsang. Maka dianggap bahwa kemampuan bersaing ini didasarkan atas pembentukan auksin oleh biji-biji yang sedang berkembang dan bagianbagian lain pada buah. pertumbuhan tabung sari melalui tangkai kepala putik mungkin menghasilkan lebih banyak auksin dan pembuah itu merangsang sel untuk membelah diri dan menghasilkan auksin pada biji muda. dan akan melanjutkan pertumbuhan jika bahan-bahan makanan tersedia bebas dan mudah diperoleh. Bunga dan buah yang amat muda pada tanaman apel.

Apabila bung mempunyai sepal dan petal menyerupai daun. Contoh pembungaan infloresensi terjadi pada broikoli. Menurut suatu teori. Pada kondisi ini keduanya dianggap homolog dengan daun dan merupakan transformasi daun selama evolusi. stamen dan karpel.gunus atau famili berjalan secara konstan sehingga dapat dijadikan cara untuk mengidentifikasi tumbuhtumbuhan. maka kemungkinan besar bunga tersebut akan steril. Dengan demikian karpel dan pistil sederhana ditafsirkan sebagai organ ber-bentuk daun yang berubah dan terdapat sepanjang tulang daun tengah. Bagian ujung karpel berubah menjadi stigma dan siap menerima serbuk sari. Ruas-ruasnya tertekan pada sepal terbawah sehingga buku-buku sangat berdekatan. Biji merupakan struktur myang kompleks yang terdiri dari embrio atau lembaga. kulit biji dan persediaan makan cadangan. Suatu proses pembungaan merupakan hasil evolusi. murbei nangka dan lain-lain. Stamen dan karpel kadang-kadang mirip dengan daun. Beberapa teori telah dikemukakan untuk menerangkan asal usul bunga dari evolusinya. Beberapa bunga mempunyai ciri khusus karena adanya modifikasi organ-organ bunga. Pada angiospermae petal kemungkinan berasal dari perubahan stamen yang menjadi petal karena hilanya jaringan reproduktif dan membentuk seperti sepal. nenas. Dalam biji tumbuhan 81 . bunga adalah sumbu yang termodifikais dan menyangga bagianbagian hiasan bunga.

Bagian bunga yang esensial adalah pistil dan stamen yang secara langsung terlibat dalam proses pembentukan biji Gambar 4. Cuping merupakan ruang tanpa dinding yang dibatasi oleh jaringan steril kepala sari. Sel tersebut meluas dalam masa perpanjangan kepala sari. Ketika pertama kali dibentuk sel 82 . Sel induk mikrospora mengandung banyak sitoplasma dan nukleus besar. Dua mikrosporangioum terletak pada dua sisi jaringan penopang yang dilalui satu berkas pembuluh. Beberapa jenis serbuk sari Bila suatu kepala sari yang muda diperhatikan dengan cermat maka akan tampak empat cuping yang terdiri dari mikrosporangium. Irisan melintang melalui anther kuncup bunga yang muda memperlihatkan adanya sekumpulan sel besar dalam setiap mikrosporangium atau sel induk mikrospora.makanan disimpan dalam lembaga atau pada jaringan di sekelilingnya.3 .

Setelah dinding sel terbentuk maka terjadi empat sel yang disebut dengan mikrospora. Kumpulan mikrospora disebut tetrad. Anak inti berpisah dan bersama dengan sitoplasma membentuk dua sel yang berdekatan. Peristiwa yang terjadi di dalam bakal biji bersamaan dengan pembentukan sperma. Mikrospora akan berkembang menjadi butir serbuk sari. Perubahan mikrospora menjadi butir serbuk sari disebabkan oleh pembelahan inti mikrospora. Pada beberapa species sel generatif terbelah membentuk sel gamet jantan sebelum seruk sari ditumpahkan. Serbuk sari yang kedua berisi nukleus tabung dan dua nukleus jantan. atau terkadang dipisahkan oleh membran yang tipis. Dinding mikrospora menjadi dinding serbuk sari dan berubah menjadi tebal dengan permukaan luar ditutupi duri atau ciri khas lainnya. Langkahlangkah ini mengarah kepada pembentukan gamet betina atau sel . Serbuk sari pertama hanya berisi tabung dan nukleus generatif yang bersamaan dengan kesiapan serbuk sari yang ditumpahkan. Peristiwa ini merupakan proses meiosis. Sedangkan sel lainnya yang berukuran lebih besar disebut sel generatif. Dengan demikian ada dua macam serbuk sari dalam tumbuhan berbunga.induk mikrospora sangat padat tetapi kemudian harus memisahkan diri menjadi berbentuk bola Semasa pertumbuhan anther nukleus setiap induk mikrospora membelah diri kemudian nukleus anak akan membelah lagi. Salah satu sel ini adalah sel tabung yang merupakan sel.

Penebalan khusus ini menutupi satu sel induk magaspora. Makanan dan minuman diserap melalui tangkai bakal biji dan kantungnya membesar bersamaan dengan nucelus dan integumen. Selama perkembangan kantung embrio. Sel induk megaspora akan membelah dua dan membentuk emepat megaspora. Sebagai akibat pertumbuhan nucelus dan basal akan segera diangkap pada integumen. 83 . Pada tumbuhan berbiji yang tumbuhan tingkat rendah yang mempunyai dua jenis spora akan menyimpan sel induk megaspora di dalam megasporangium. Pada tumbuhan biji tertutup pada umumnya nucelus dianggap sebagai dinding megasporangium. Hanya satu diantara empat megaspora dan biasanya megaspora yang paling jauh dari mikrofil akan paling dekat dengan suplai makanan. Kantung embrio adalah satu megaspora yag besar dan hidup secara terus menerus. kemudian akan tumbuh dan mengelilingi mikrofil. Proses ini hanya terdapat pada tumbuhan angiospermae. Bakal biji adalah bentuk permulaan dari biji di daerah plasenta pada dinding bakal buah. inti megaspora terbagi menjadi tiga proses mitosis sehingga menjadi delapan inti yang secara genetis identik. Perkembang-biakan ini terdiri dari suatu lapisan yang tebalnya sampai beberapa sel dan dinamakan nucelus.telur. Bakan biji dapat lurus tetapi pada kebanyakan tumbuhan bunga bakal biji itu menjadi terbalik degan lubang mikrofilnya mengarah ke bagian plasenta dan tangkainya melebur ke integumen.

oleh sebab itu diduga bahwa inti tabung serbuk sari adalah struktur sisa yang tidak berperan dalam pertumbuhan tabung . Sedangkan empat lainnya di ujung yang berlawanan. Pembuahan Pembuahan adalah bagian dari proses reproduksi secara seksual karena adanya perpaduan antara sperma dan sel telur. Jika sel generatif belum terbagi untuk membentuk dua gamet jantan maka sel itu akan membelah diri sesudah berpindah ke dalam tabung serbuk sari. Satu nukeus. sehingga selama proses ini akan menyebabkan inti tertinggal. Nukleus tabung akan bergerak lebih dahulu dibandingkan dengan sperma kemudian nukleus mengarahkan tabung serbuk sari selama perkembangannya dan secara terus menerus mengikuti gamet. Sedangkan dua sel yang berdekatan akan mengelilingi sel telur dan disebut sebagai sinergit. Ketiga sel di ujung mikrofil adalah sel telur. Butir serbuk sari berkecambah pada kepala putik atau stigma dan tabung serbuk sari tumbuh ke bawah melalui tangkai putik (stylus) ke bagal biji. Ujung tabung itu melewati nucelus dan masuk ke dalam kantung embrio kemdian ujung tabung membelah (pecah) mengeluarkan sperma. Gamet-gamet yang terdiri dari satu inti besar yang dikelilingi oleh selaput sitoplasma bergerak ke arah tabung serbuk sari. inti kutub akan berpindah dari kelomppok megaspora ke arah tengah kemudian dikelilingi membran tipis.Empat diantara kedelapan inti tersebut berada di ujung mikrofil kantung embrio. Inti tabung akan menurunkan suhu pada saat sebelum perkecambahan butir sebruk sari maupun pada pertumbuhan awal tabung serbuk sari. a.

(a).serbuk sari. 84 .4. Struktur anatomi benang sari . Struktur anatomi organ pembuahan tumbuhan. (b). Gambar 4. Struktur anatomi bakal buah.

Pada waktu yang sma perpaduan yang sama terjadi.5. Kedua nukleus kutub dapat bergabung terlebih dahulu dan kemudian berkumpul dengan nukleus sperma 85 . Pada gamet jantan angio-spermae. penyerbukan dan pembuahan. tetapi hal ini masih diragukan. Fase diploid: Perkecambahan dan perkembangan benih. B. meliputi kedua nukleus kutub dan nukleus sperma kedua. Gamet-gamet jantan pada sebagian besar organisme berkemampuan untuk bergerak aktif dengan pertolongan struktur khusus yang berbentuk seperti cemeti. Fase haploid: Pembentukan sel telur.Gambar 4. Di dalam kantung embrio satu dari kedua nukleus sperma berpadu dengan n nukleus sel telur sehigga terjadi pembuahan dan membentuk sel pertana tanaman baru. Mekanisme gerakan adalah ke bagian bawah dari tabung serbuk sari. A. Proses perkembangan organ reprodukstif dan fertilisasi. tidak terdapat struktur khusus sehingga tidak dapat bergerak dengan bebas.

atau ketiga nukleus itu dapat berhimpun secara simultan. Pembuahan ganda harus terjadi di dalam setiap bakal biji dan diikuti oleh pembentukan biji. Nukleus yang berasal dari peleburan ketiganya dinamakan nukleus endosperma primer atau nukleus peleburan ganda tiga. Perkembangan embrio 86 .6. Atau kadang-kadang berjalan berhari-hari sampai dengan berbulan-bulan Gambar 4. b. Gambar 4. Pembuahan ganda hampir umum ditemukan oleh ahli botani. Sebagai contoh pada buah semangka yang mempunyai banyak biji berarti ratusan butir sebuk sari sangat diperlukan untuk menyerbuk satu bunga. Setidaktidaknya butir serbuk sari harus berkecambah pada stigma setiap bakal biji dan akan berkembang menjadi biji.7. Proses pembuahan di dalam kantung embrio. Waktu antar perkecambahan Waktu antara perkecambahan serbuk sari dan pembuahannya berjalan dengan singkat.yang kedua. Peleburan nukleus telur dengan sperma bersama-sama dengan perpaduan antara nukleus sperma kedua dengan nukleus kutub disebut pembuahan ganda.

Pada tanaman tomat dekitar 50 jam dan pada tanaman kubis lebih kurang lima hari. Kelompok sel ini menyusun sebahagian besar embrionya. Sedangkan pada tanaman lain seperti buncis mempunyai pucuk le. perkecambahan serbuk sari sekitar 24 jam. Pada tanaman tertentu tabung serbuk sari berkecambah setelah tujuh bulan. Perkembangan suspensor akan mendorong embrio yang tumbuh ke bagian dalam endosperma yang berfungsi sebgai penyedia makanan yang berlimpah. Pada ujung poros di atas buku kotiledon terdapat plumula. Plumula yang merupakan aspek pucuk embrionik pada beberapa tanaman sepertikubis planula hanya terdiri dari sekelompok kecil jaringan meristimatik. Tingkatan dalam perkembangan embrio merupakan ciri khas bagi banyak petumbuhan tanaman dikotil. Pada waktu pembuahan atau pada saat sesudahnya nukleus menjadi tidak teratur tetapi setelah pembuahan selesai sel sinergit dan antipodal akan luluh. Sel-sel yang tersisa di bawahnya akan membentuk suspensor. Sel telur yang dibuah tumbuh menjadi embrio. Embrio yang sudah matang terdiri dari suatu poros yang menyangga dua kotiledon dan atau daun biji.mbaga . Zigot akan membelah diri beberapa kali dan menghasilkan sekumpulan sel. pada tanaman jagung. Sel teratas dari semuanya dan paling jauh dari mikrofil akan membelah diri karena adanya pembentukann dinding melintang dan membujur untuk membentuk sekelompok delapan sel menjadui dua baris yang terdiri dari empa sel.Pada tanaman jelasi perkecambahan serbuk sari kurang dari satu jam. pro embrio yang menunjang jalan masuk ke dalam kantung embrio.

Sel telur yang dibuahi berkembang menjadi embrio tetapi pertumbuhannya berlangsung lambat dibandingkan dengan pertumbuhan endosperma karena setelah pembuahan zigot memasuki masa 87 . plumula membentuk bagian pucuk di atas kotiledon. sebagai organ penyerap makanan dan kedua adalah koleoptil serta tudung pelindung di bagian atas plumula. Meskipun demikian pada monokotiledon yang sudah maju (contohnya rumput-rumputan) mempunyai kotiledon yang telah mengalami perubahan evolusioner.atau plumula yang tersusun dari suatu meristem apikal mbersama-sama dengan beberapa daun embrionik. Pertama perisai atau skutelum. Kotiledom terdiri dari dua bagian pokok. Umumnya perkembangan embrio tumbuhan yang monokotil banyak persamaannya dengan pola perkembangan tanaman seperti kubis. Pada perkecambahan. kemudian terus berkembang menjadi akar primer apabila biji tersebut berkecambah. Setelah pembuahan nukleus endosperma primer segera mulai membelah diri dan menghasilkan jaringan multiseluler atau endosperma. Ujung meruncing dari embrio dibagian pangkal dinamakan sebagai akar lembaga (radicula). Daerah antara radicula dan kotiledon adalah batang embrionik atau hipokotil.

Biji dikelilingi oleh kulit biji yang telah berkembang dari integumen bakal biji. Contoh biji yang kekurangan endosperma adalah lobak. labu siam dan polong-polongan seperti kacang merah. Endosperma tetap hidup membesar dan menjadi jaringan istimewa biji. jagung. embrio tetap berukuran kecil dan dikelilingi oleh endosperma. Pada biji yang lain sebagian besar embrio melanjutkan perkembangannya sampai dengan semua endosperma diserap. Endosperma berkembang berkat suplai makanan oleh tumbuhan induk. Dinding inti akan berkembang mengeilingi inti. padi-padian dan kelapa. Pada beberapa biji. Kemudian memberi makanan kepada embrio. Endosperma berkembang lebih cepat dibandinmgkan dengan embrio dan biji muda. Sebahagian besar dari makanan yang tertimbun di dalam daun lebaga (kotiledon) yang menjadi sangat besar. kubis. kaya akan makanan yang tertimbun dalam bentuk minyak atau pati atau protein. Kulit biji biasanya tipis seperti pada kacang merah dan . Beberapa saat kemudian embrio akan menjadi kian besar dan sel-selnya terisi dengan bahan makanan cadangan.istirahat. Biji dengan embrio yang terbenam di dalam endosperma merupakan salah satu contoh dari biji jarak. Pada sepcies yang lain pembelahan nuklir segera harus diikuti oleh pembentukan dinding sel. Makanan yang tersimpan di dalam endosperma digun akan oleh embrio pada waktu biji berkecambah. Dalam berbagai species pada tingkat dini. pembentukan endosperma akan membebaskan banyak nukleus. bunga matahari.

Hal ini terjadi pada kenari dan kemiri. 88 . Pada beberapa biji mikrofil tetap nampak sebagai lubang kecil yang dihubungkan dengan parutan yang disebut hilum yang menandakan letak tangkai yang melekatkan biji dengan plasenta.8. Gambar 4.kacang tanah yang berwarna coklat dan tipis seperti kertas mengelilingi embrio. Proses perkecambahan benih dari biji dikotil. Epidermis kujlit biji pada tanaman tertentu menghasilkan serat kapas seperti yang terjadi pada tanaman kapas. Sewaktu biji itu matang dan secara bertahap embrio memasuki masa dorman sampai biji perkecambah. Kulit tersebut dapat menebal dan ekras seperti batu.

endoperma dan embrio. yang mengacu kepada selang waktu di antara kelahiran tetuanya dan kelahiran keturunannya. Jadi dalam setiap gamet akan terdapat dua kali jumlah kromosom. Gambar 4. Inti sel telur yang dibuahi mengalami proses mitosis sehingga setiap anak sel berisi setengah jumlah kromosom yang berasal dari sperma dan stengah jumlah kromosom yang berasal dari sel telur. gandum.8b. Kata generasi dipakai dalam hal ini untuk membedakan dari yang biasa dipakai. dalam daur hidup organisme yang berkembang biak secara seksual. atau generasi. Semua sel dari tumbuhan berasal dari pembelahan ulang sel telur yang dibuahi yang mengandung jumlah kromosom ganda (2n). padi atau dari kulit biji dengan embrio saja. Yang lain menghasilkan gamet dan disebut generasi gametofit. Pergiliran Generasi Pergiliran generasi merupakan kejadian dalam dua fase. Biji angisperma tersusun dari kulit biji. Satu gamet dinyatakan sebagai . Perkecmbahan pada tanaman monokotil (barley) c. Salah satu dari generasi ini menghasilkan spora dan disebut dengan sporofit.Biji angiospermae merupakan suatu struktur yang kompleks dan jaringannya bermacam-macam. Pergiliran generasi ini bersesuaian dengan pergantian jumlah kromosom dalam kedua fase daur hidup tumbuhan. Hal ini terjadi pada tanaman jagung. Bila dua gamet berpadu membentuk zigot maka stiap gamet akan memberikan sum-bangan seperangkat kromosom kepada sel telur yang dibuahi.

Pada tumbuhan berbunga terjadi pengurangan jumlah kromosom. mikrospora dan megaspora memiliki kromosom sebanyak n. Maka penggandaan jumlah kromosom dari sel telur yang dibuahi selalu disertai dengan reduksi dari jumlah kromosom pada tahap siklus hidupnya. Generasi sporofit memiliki kromosom 2n. Proses ini disebut meiosis. yaitu 2n. yaitu pembelahan secara kolektif. Semua struktur yang terjadi secara langsung pada mikrospora dan megaspora juga memiliki jumlah kromosom n. Sebagai akibat dari meiosis adalah terbentuknya tetrad spora dengan setengah dari jumlah kromosom. Oleh sebab itu sel telur yang dibuahi dan sel-sel pada tumbuhan akan mengandung 4n kromosom. Batas antara kedua generasi. gametofitnya n kromosom. Gamet mengandung jumlah kromosom yang sama dengan sel tubuh. ditentukan dengan terjadinya peristiwa meiosis dan pembuahan. Pergiliran generasi tidak hanya dijumpai pada tumbuhan 89 . Generasi berikutnya akan terdiri dari 8n kromosom. sporofit dan gametofit. Sel induk spora memiliki kromosom 2n.n.

burung. padi. Penyerbukan silang ialah proses perpindahan serbuk sari dari anther bunga tumbuhan ke stigma bunga tumbuhan lain yang sama atau species yang berkerabat. Penyerbukan (polinasi) Pembuahan sel telur dan perkembangannya hanya akan terjadi jika butir serbuk sari sampai kepada stigma. Penyerbukan ada dua macam. Penyerbukan berbeda dengan pembuahan. 4.berbunga. Contoh tanaman yang menyerbuk sendiri adalah gandum. dan binatang kecil lain. Penyerbukan dapat dibantu oleh angin dan serangga. sel tubuh 2n mengandung kromosom yang telibat dalam penentuan alat reproduksi seksual. penyerbukan adalah peleburan gamet jantan dan gamet betina. kedelai dan lain-lain. Penyerbukan sendiri adalah proses penyerbukan kepala putik oleh serbuk sari yang berasal dari bunga itu sendiri atau dari bunga lain pada tumbuhan yang sama. Penyerbukan ialah pindahnya serbuk sari dari kepalam sari kepada stigma. pada tumbuhan berumah dua. yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang. Penyerbukan silang lebih umum terjadi dibanding dengan penyerbukan sendiri. jelai. tetapi umum dijumpai pada seluruh dunia tumbuhan. keong. Generasi sporofit yang menghasilkan spora maupun gametofit yang menghasilkan gamet yang dicirikan dengan adanya pembuahan dan meiosis. Penyerbukan silang menghasilkan kombinasi satuan keturunan yang lebih beragam dari .3.

keduanya.9. Gambar 4. Pergantian generasi tanaman 90 . Pengaruh langsung dari penyerbukan silang adalah banyaknya species dari produksi biji yang dihasilkan dan bersifat lebih kuat dari turunannya.

Serbuk sari melekat pada bagian mulut. sebagian serbuk sari akan menyentuh stigma dan mengakibatkan penyerbukan silang. kepala. Penyerbukan oleh serangga merupakan cara yang terpenting untuk proses perkebang-biakan. Lebah dan serangga akan mendatangi bunga dan mengumpulkan serbuk sari atau nektar sebagai bahan makanan buat mereka atau keturunannya. Jika lebih mendatangi bunga yang lain. Adaptasi bunga yang menguntungkan penyerbukan silang Pada tumbuhan yang memiliki bunga sempurna mempunyai stamen dan pistil yang matang pada waktu yang berbeda. Hal ini menguntungkan penyerbukan silang (dikogam).a. Bunga seperti ini mengandung tempat air madu atau nektar. Bunga yang diserbuki oleh serangga biasanya berwarna cerah dan atau berbau harum. kaki dan rambut pada tubuh lebah sesudah lebeah tersebut mendatangi bunga. Serbuk sari yang dihasilkan sangat berat sehingga cepat lengket dan sukar diterbangkan oleh angin. Penyerbukan terjadi secara kebetulan pada waktu serangga tersebut mendatangi bunga. Banyak sekali percobaan-percobaan untuk mengetahui ketertarikan serangga terhadap bunga yang berwarna dan berbau wangi. b. kupu-kupu. Pada kasus tertentu penyerbukan dapat dilakukan oleh burung dan mamalia. Dikogami terhjadi melalui . tawon. Penyerbukan oleh serangga Sebahagian besar tumbuhan berbung diserbuki oleh insekta seperti lebah. kumbang dan lain-lain.

Pada tumbuhan lain kadang-kadang tidak terjadi 91 . berbagai jenis tembakau.dua cara. Penyerbukan sendiri lebih mudah terjadi pada siklus pendek akan tetapu proses penyerbukan sendiri dalam pembentukan biji sangat bervariasi. Datura memiliki tabung korola sepanjang 8cm sehingga sulit untuk diserbuk oleh serangga. Sebagai contoh adalah Saponaria. Yang pertama adalah anther akan matang sebelum stigma pada kasus lain stigma lebih dulu matang daripada anther. Pada beberapa bunga terdapat hubungan antara tabung korola dan ukuran panjangnya. Bunga dengan pistil dan stamen yang matang pada waktu yang berbeda sangat umum dijumpai pada dunia tumbuhan. Nektar yang terletak pada pangkal tabung korola akan menempel pada anggota badan kupu-kupu atau ngengat yang memiliki bagian mulut berbentuk panjang sehingga dapat mencapai nektar. c. Ketidak serasian Pada banyak tumbuhan dengan bunga sempurna pembuahan dan pembentukan buah serta biji terjadi setelah penyerbukan sendiri (keserasian sendiri). Penyerbukan sendiri tidak terhalangi oleh heterostyli karena pada saat serangga mencabut mulutnya dari korola bunga maka dia akan memindahkan serbuk sari dari anther ke stigma dari bunga yang sama.

Prinsip genetik adalah pengendalian mutu benih internal yang dilaksanakan produsen benih agar kemunduran genetik tidak terjadi dan benih yang dihasilkan memiliki mutu genetik (kemurnian) yang tinggi. e. penyerbukann angin dijumpai pada tumbuhan kayu dan herbal. Pada banyak tumbuhan erkayu bunga jantan dan terkadang betina berkelompok dalam untaian. Teknik Produksi Benih Tanaman Untuk menghasilkan benih bermutu (bersertifikat) minimum melibatkan dua aspek penting. 4. Banyaknya seruk sari di udara dapat dihitung dengan cara meletakkan di udara slide mikroskop yang ditutupi oleh agar tipis atau vaselin. Cuercus dan lain-lain. Musim penyerbukan Di daerah empat musim terdapat tiga kali waktu penyerbukan. serta akhir musim panas dan musim gugur.4. Serbuk sari yang melekat harus diwarnai dan dapat dipelajari di bawah mikroskop dan kemudian diidentifikasi melalui ciri-ciri permukaan butir sari tersebut. seperti Conifer. Dalam banyak hal ketidak serasian disebabkan oleh rendahnya laju pertumbuhan tabung serbuk sari. Adapun prinsip agronomik adalah tindakan budi daya produksi agar benih yasng dihasilkan dapat maksimum. basik dalam kuantitas (jumlah) maupun kualitas (terutama mutu fisik dan mutu . akhir musim semi dan awal musim panas. d.pembuahan walaupun stigma sudah diserbuk oleh serbuk sari dari bunga yang sama (ketidak serasian fisiologis atau ketidak-serasisan sendiri). Bunga tumbuhan diserbuk oleh angin kecil dan kurang menarik. yakni prinsip genetik dan prinsip agronomik. yaitu awal musim semi. Penyerbukan angin Penyerbukan dengan angin merupakan proses yang paling mudah.

a.fisiologis benih). Dua persyaratan lahan yang utama bila akan memproduksi benih bersertifikat yaitu sebagai berikut: (a). usaha produksi atau penangkaran benih bertujuan untuk menghasilkan benih sebanyakbanyaknya dengan mutu yang memenuhi syarat sertifikasi benih. Persyaratan lahan produksi benih Untuk menghasilkan benih bermutu. perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini. Untuk menghasilkan benih ber-sertifikat. Pada dasarnya. Benih bersertifikat merupakan benih dari suatu varietas yang telah diketahui (telah dilepas) dan diproduksi dengan sistem pengawasan serta standar sertifikasi benih. baik standar lapangan maupun laboratorium yang ketat dalam mempertahankan kemurnian varietas tersebut. Lahan subur dan tersedia air: Air dapat disediakan secara teknis melalui irigasi atau secara alami 92 . tanaman harus diusahakan secara intensif pada lahan yang memenuhi persyaratan dan dikelola sesuai dengan keadaan agroklimat setempat.

yakni catatan urutan jenis dan varietas tanaman yang pernah ditanam. Cara menghindarinya dengan melakukan isolasi waktu atau isolasi jarak. (b). Air sangat dibutuhkan terutama pada saat tanaman memasuki masa pengisian biji (grain filling). dalam satu lokasi lahan produksi benih tidak dapat ditanami dua varietas berbeda dari jenis tanaman yang sama secara berturut karena akan menimbulkan penyerbukan silang. (b). Adanya tanaman voluntir juga merupakan kontaminan. b. Secara umum. Benih sumber yang digunakan dalam produksi benih harus berasal dari kelas yang lebih tinggi seperti dalam sistem alur perbanyakan mono generation flow atau poly generation flow. sejarah lahan. Selain dari dalam lahan. bersih (bebas dari kotoran maupun campuran varietas lain). Untuk menghindari percampuran varietas. Syarat mutu bagi benih bersertifikat antara lain murni (sesuai dengan sifat-sifat induknya). sehat (bebas dari hama maupun penyakit). Untuk itu perlu diperhatikan ketentuan pelaksanaan sertifikasi sebagai berikut: (a). percampuran pun dapat terjadi dari pertanaman sejenis yang berbeda varietas yang ada di sekitar lahan produksi. Pengawasan dan jaminan mutu dilakukan oleh pemulia tanaman (breader) yang bersangkutan. dan memiliki daya tumbuh yang tinggi. Benih Sumber Benih sumber atau benih yang akan digunakan untuk memproduksi benih haruslah bermutu tinggi dan jelas asal-usulnya. Benih dasar (BD) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan . Benih penjenis (BS) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BS4).sebagai lahan tadah hujan. perlu diperhatikan. Perlu diperhatikan pula bahwa memproduksi benih umumnya dilakukan di luar musim tanam (off-season) karena untuk memenuhi kebutuhan benih pada musim berikutnya. Lahan bersih dan bebas dari varietas lain.

Untuk kesuksesan produksi benih dalam hal kemurnian benih. Benih sebar (BR) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BR4) Selain aspek benih sumber. baik dari dalam maupun sekitar lahan produksi. (d). telah ditentukan lembaga-lembaga yang berkompeten untuk memproduksi setiap jenjang kelas benih bersertifikat. Isolasi diterapkan apabila pada satu areal pertanaman terdapat kemungkinan terjadinya penyerbukan silang. Isolasi uang umum digunakan adalah isolasi waktu dan jarak. Jika kemungkinan penyerbukan silang tidak terjadi maka isolasi tidak perlu dilakukan. Benih pokok (BP) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BP4). 93 . yakni lembaga atau institusi yang menghasilkan benih sumber. Isolasi waktu ataupun isolasi jarak merupakan tindakan perlindungan terhadap pertanaman benih dari penyerbukan silang oleh varietas lain. Hal ini penting karena dalam skema sistem perbenihan di Indonesia. pada umumnya proses produksi terisolasi.BD4). produksi benihpun perlu memperhatikan aspek sumber benih. (c).

isolasi sering sulit dilaksanakan karena sulit mencari lahan produksi benih yang betul-betul ideal dan mengatur keserempakan pola dan waktu tanam petani. Demikian pula. lama isolasi waktu untuk tanaman pangan sekitar 1 bulan. Oleh karenanya. isolasi yang sering dilakukan yaitu menanam tanaman barier sehingga dapat menghemat waktu (tidak perlu isolasi waktu) dan dapat memanfaatkan ruang antara pertanaman. waktu tanam produksi benih dibuat berbeda dengan waktu tanam produksi benih dan atau non benih suatu varietas lain dari jenis tanaman yang sama. Isolasi jarak dapat berupa lahan kosong. isolasi jarak 3 m). dapat terjadi penanaman di luar musim tanam. Isolasi jarak memberi jarak antara satu hamparan pertanaman dan hamparan pertanaman lain dari varietas yang berbeda sehingga tidak dimungkinkan terjadi penyerbukan silang. Adapun upaya untuk menghindari percampuran varietas dari dalam lahan produksi. Isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan silang (misalnya jagung. di suatu lahan produksi yang berdekatan agar masa berbunga antara kedua varietas tidak dalam waktu yang bersamaan. Lasmanya ditentukan oleh masa pembungaan varietas yang bersangkutan. pertanaman dari tanaman jenis lain atau tanaman sejenis yang dijadikan tanaman penghalang (barier) dan tidak ikut dipanen sebagai benih. isolasi jarak 200 m) askan lebih jauh dibandingkan tanaman dengan penyerbukan sendiri (misalnya padi. Dalam melakukan isolasi waktu. misalnya irigasi yang baik.Dalam isolasi waktu. isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan yang dibantu oleh angin (misalnya jagung) lebih jauh dibanding tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh serangga. Dalam pelaksanaannya. dilakukan roguing (pencabutan tanaman voluntir). Jika ini terjadi maka harus ditunjang dengan sarana atau prasarana yang mampu menekan risiko kegagalan. . Secara umum. Jarak isolasi tersebut ditentukan oleh tipe (jenis) dan cara penyerbukan dari tanaman yang bersangkutan.

Adapun teknik budi daya mulai dari pengolahan tanah hingga panen antara teknik budi daya produksi benih dan non benih secara relatif sama.c. 94 . Produksi benih biasanya diawali dengan perkecambahan benih. panen dan pascapanen. Dasar-dasar budidaya untuk produksi benih Teknik produksi benih sedikit berbeda dengan teknik produksi nonbenih. Teknik budi daya ini secara internal dilaksanakan oleh penangkar benih dalam bentuk roguing dan secara eksternal dilaksanakan oleh BPSB dalam bentuk pengawasan di lapang. pembibitan. dimana aspek kemurnian genetik menentukan kelulusan dalam sertifikasi. pengeringan. penanaman. pemeliharaan. pengolahan benih. pengujian benih. sertifikasi dan pengepakan benih. yakni pada prinsip genetisnya. pesemaian.

pengolahan tanah dapat juga bermanfaat dalam mengendalikan gulma dan membebaskan lahan dari sisa-sisa tanaman atau benih tanaman yang ada. serta menciptakan aerasi yang baik. pengujian benih. hendaknya cukup tersedia waktu antara saat pengolahan tanah dan waktu tanam sehingga benih gulma dan tanaman dari pertanaman sebelumnya tumbuh dan dapat dicabut. Untuk memproduksi benih-benih kecil (10 gram benih = 1. pengolahan benih.1) Pengolahan tanah.000 benih. Untuk media pembibitan para petani penangkar benih biasanya menyiapka komposisi media tanah: kompos (1: 1) dan biasanya telah memenuhi standar kebutuhan unsur hara yang dipersyaratkan. menentukan komposisi media tanam. penanaman. Pengolahan tanah pada dasarnya bertujuan untuk menggemburkan. Selain itu. Untuk itu. memperbaiki struktur tanah. pembibitan. mangandung bahan organik. pengeringan. Pada umumnya komposisi media yang diharapkan adalah mempunyai kandungan hara makro dan mikrto. pesemaian. meningkatkan aktivitas organisme tanah. pemeliharaan. panen dan pascapanen. biasanya diawali dengan perkecambahan benih. aerasi baik dan dapat menyimpan air dengan afisien. Media tanah dan kompos yang tealh sisiapkan harus dicampur dengan merata agar kondisi media tanam seragam baik secara fisik. Proses penyiapan polybag untuk pembibitan dimulai dengan menentukan komposisi media pembibitan. mencampur media dan mengisi media ke dalam polybag. sertifikasi dan pengepakan benih. .

95 . Sambungkan kabel mixer ke arus listrik dan media tanam akan tecampur dengan sempurna dan ada kemungkinan lebih homogen dari pada pencampuran dengan cara manual. Pencampuran secara manual dapat dilakuan dengan bantuan alat sekop dan cangkul. Media yang sudah siap untuk digunakan diangkut dengan gerobak (jika lokasi antar lokasi media dan tempat pembibitan berdekatan).kimia dan biologis. Sara encampu media tanam dapat dilakukan secara manual dan mekanik. Para petani pengangkar biasanya melakukan pencampuran sebagai berikut: karung tanah dicampur satu karung kompos lalu diaduk sampai rata. kegiatan ini dilakukan berulangulang sampai volume media tanam diperkirakan mencukup untuk mengisi polybag. maka disarankan untuk mengangkut media dengan kendaraan roda empat. Apabila penyiapan media berjauhan dengan tempat pembibitan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pekerja dalam mengisi polybag. Pencampuran media tanam dapat dilakukan dengan mesin pengaduk media atau mixer. Tutup kap penutup sampai rata. Dengan alat ini petani tinggal memasukkan tanah setengah dari volume mixer dan kompos setengah dari volume mixer.

Jarak tanam rapat dilakukan untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia dalam rangka mendapatkan hasil (produksi) yang maksimal. Jarak tanam yang digunakan dapat disesuaikan dengan jenis atau varietas tanamannya. Kebutuhan benih dipengaruhi oleh: (1).000 butir. Jarak tanam atau populasi tanaman per hektar. kebutuhan benih setiap hektar dapat ditentukan. Ukuran atau bobot . Daya tumbuh (kecambah) benih. (3). kemudian masing=masing polybah dirapikan dan disiram dengan air. (2). maka media pembibitan disiramkan ke atas polybag terbuka sampai penuh. dan pelaksanaan roguing. Jarak tanam yang rapat dilakukan jika kesuburan tanah mendukung dan kompetisi antar tanaman tidak sampai pada taraf yang merugikan. Setelah polybag berdiri pada tempatnya. Para petani biasanya menyiapkan kotak kayu untuk memberdirikan polybag atau kaleng atau botol plastik. serta ketersediaan air dan sinar matahari. Posisi wadah dengan polybag pembibitan pada saat mengisi polybag 2) Penanaman Penanaman dilakukan secara beraturan untuk memudahkan pemeliharaan (pemupukan. tingkat kesuburan lahan.Media tanam akan diisikan ke polybag. Jatak tanam antar tanaman pada umunya dapat ditentukan berdasarkan kanopi dari varietas tanaman yang dibudidayakan. Ukuran atau bobot benih per 1. Setelah jarak tanam ditentukan. pembersihan tanaman (pengendalian gulma). Polybah dibuka mulutnya dan diletakkan pada peralatan yang disebutkan. pengendalian hama dan penyakit).

Ketiga keterangan di atas selalu terdapat pada label benih-benih tanaman yang bersertifikat. biasanya tertera pada kemasan (label) benih. bunga krisan dan lain-lain. Kekurangan penyediaan benih akan menyebabkan ketidakseragaman penanaman sedangkan kelebihan penyediaan benih merupakan pemborosan. tomat. cabai. Keterangan tentang daya tumbuh (daya kecambah) tertera pada label kemasan. Perkiraan kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan rumus : 96 . sawi.benih per 1000 gram. Keterangan ini terdapat pada kemasan apabila benih varietas tanaman mempunyai perfomansi biji berukur kecil seperti benih kubis. Penghitungan kebutuhan benih sangat penting dilakukan agar penangkar dapat menyediakan benih secara tepat jumlah sehingga tidak ada kelebihan pembelian benih dan input produski benih menjadi efektif dan efisien. wortel.

kebutuhan tanaman akan hara (terutama nitrogen) sangat besar.000 butir benih (gram) t = Jumlah tanaman per rumpun 3) Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan tanaman dalam budi daya meliputi pemupukan. terutama masa pembungaan dan pengisian benih (grain filling). Adapun pupuk fosfor (P) dan kalium (K) dibutuhkan tanaman pada fase reproduktif. Pada awal pertumbuhan vegetatif. pupuk pun berpengaruh terhadap produksi dan mutu benih. Selain untuk pertumbuhan tanaman. serta pengairan dan pengelolaan air. Teknik pemeliharaan tanaman hendaknya disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman sehingga tindakan yang diberikan tepat dan efisien. a) Pemupukan Pemupukan dilakukan untuk memperbaiki ketersediaan hara dalam tanah.000 X 100/p x100/q X 100/r X s/1000 X t X 1 g Keterangan : B = Benih yang diperlukan per hektar (gram) p = Jarak antar barisan (cm) q = Jarak rumpun tanaman dalam barisan (cm) r = Daya kecambah benih (%) s = Bobot 1. b) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membebaskan lahan dari gulma dan tanaman lainnya. penyiangan (pengendalian gulma). Protein benih padi dapat ditingkatkan dengan pemupukan N dan bobot benih padi dapat ditingkatkan dengan pemu-pukan kalsium (Ca).B = 10. pengendalian hama dan penyakit. . Dosis pupuk hendaknya disesuaikan dengan ting-kat kesuburan tanah. Gulma dan tanaman lain dapat berfungsi sebagai kompetitor dalam mendapatkan air.

Selain itu.hara. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual (dengan cara mencabut). dan energi matahari. gulma atau tanaman lain juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit tertentu atau memungkinkan terjadinya penyer-bukan silang dengan tanaman benih. mekanis (menggunakan alat). serta tidak mencemari lingkungan (terutama air). Pada saat penyiangan. 97 . dan kimiawi (bahan kimia). Penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan gulma hendaknya selektif agar tidak membahayakan tanaman yang diusahakan dan sumber plasma nuftah lainnya. biasanya juga dilakukan pembumbunan (pendangiran) untuk memperbaiki aerasi di daerah sekitar perakaran tanaman.

c) Pengendalian hama dan penyakit Hama dan penyakit di lapang selalu ada sehingga perlu dikendalikan agar pertanian dapat mencapai produksi yang tinggi. Pada musim kemarau atau bila tidak hujan. air diperlukan dalam jumlah sedang. Pada tahap pembentukan dan perkembangan benih dini. air diperlukan dalam jumlah banyak dan pada tahap pemasakan benih. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara preventif dan kuratif. dan eradikasi (pencabutan dan pembuangan) tanaman yang terserang. gropyokan untuk pemberantasan tikus. seperti penggunaan pestisida. sesuai dengan fase pertumbuhan dan perkembangannya. Pada tahap pertumbuhan vegetatif sampai inisiasi bunga. Cara kuratif adalah cara pemberantasan terhadap hama dan penyakit. air diperlukan dalam jumlah banyak. Cara preventif (pencegahan) dengan membuat pertumbuhan tanaman sesehat mungkin. d) Pengairan. Penyediaan air bagi tanaman dapat dilakukan secara teknis melalui irigasi atau secara alami dari hujan. Pada tahap pembungaan. yakni tingkat populasi dan intensitas serangan yang membahayakan proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman dalam jumlah yang tepat. Karena penggunaan bahan kimia cukup mengandung risiko maka dian-jurkan pestisida yang digunakan berbahan organik. Namun. pengairan dilakukan dengan . pengendalian tersebut hendaknya dilakukan sedini mungkin dengan senantiasa memperhatikan batas ambang ekonomisnya. pengecekan sumber dan pengelolaan air. misalnya memberi pupuk yang seimbang dan melakukan sanitasi lingkungan. air tidak diperlukan lagi.

Apabila produksi benih dilakukan pada skala luas. jangan dilakukan pada siang hari karena berpengaruh buruk terhadap tanaman. maka sumber air biasanya ditampung pada drum atau bak penampungan yang dilapisi plastik yang disiapkan di sekitar lokasi budidaya. Apabila lahan produksi berada pada lahan sawah dengan pengairan teknis.penyiraman. Sebelum melakukan kegiatan produksi benih. yakni terjadi peningkatan laju transpirasi secara mendadak. Hal yang harus diperhatikan adalah kemiringan jaringan irigasi harus diperhitungkan agar air dapat mengalir dengan baik pada semua lahan budidaya. Apabila fasilitas tersebut tidak ada. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. biasanya jaringan irigasi secara teknik harus disiapkan pada saat pembuatan bedengan sakaligus dengan pebuatan saluran. maka kondisi sumber air dan jaringan irigasi diprediksi tidak akan ada masalah. Harus dilakukan terlebih sahulu pengecekan sumber air dan jaringan irigasi. 98 . Pada sistem ini saluran dapat dialiri air sehingga dapat dilakukan penyiraman dengan sistem lep.

Roguing hendaknya dilakukan sepagi mungkin dan arah berjalan sebaiknya tidak menghadap matahari. Ada beberapa macam pola pelaksanaan roguing (lihat gambar Usulan Jalur perjalanan dalam melakukan roguing). Pola A dapat menjamah lahan pertanaman . Cara pelaksanaannya dengan mencabut tanaman yang tidak dikehendaki. R oguing dilakukan dengan berjalan secara sistemik sehingga setiap tanaman dapat terlihat dan di amati. roguing dapat dilakukan setiap saat tidak hanya pada saat menjelang pemeriksaan oleh BPSB. dan m enjelang panen. karena silau akan menyulitkan pengamatan. seperti tanaman yang berpotensi untuk terjadinya penyerbukan silang dengan varietas tanaman yang diusahakan atau tanaman yang berpotensi menghasilkan benih campuran varietas lain. Oleh karenanya. Melakukan roguing di lahan yang luas cukup menyulitkan.e) Roguing oguing bertujuan untuk menjaga k emurnian benih. pada fase berbunga. tanaman yang terserang hama dan penyakit. gulma-gulma berbahaya dicabut dan dimusnahkan. Roguing dilaksanakan dengan mencocokkan deskripsi tanaman di lahan dengan deskripsi varietas tanaman yang diusahakan. Tanaman yang tidak sesuai dengan deskripsi tanaman yang diusahakan harus dicabut dan dimusnahkan. Roguing biasanya dilakukan sebelum lahan diperiksa oleh tim sertifikasi dari BPSB. Tanaman rogue. dibutuhkan metode yang cukup representatif melalui pengacakan sampel di lapang. Jika memungkinkan. Pelaksanaan roguing mengikuti waktu dan frekuensi pemeriksaan lapangan oleh petugas pengawas sertifikasi benih. yaitu saat tanaman umur 4 minggu setelah tanam.

Beberapa keuntungan panen yang dilakukan pada saat benih mencapai m asak fisiologis antara lain: (a). pola E mampu menjamah lahan sebesar 85%. Benih belum mengalami deteriorasi (kemunduran). Mempercepat program pemuliaan tanaman karena segera diperoleh data viabilitas dan vigor maksimum dari varietas yang dikembangkannya. maka panen pada saat benih masak fisiologis adalah pilihan yang tepat.sekitar 75%. pola B mampu menjamah lahan seluas 60-70%. (b). 99 . Pemanenan P enanganan pascapanen dapat dilakukan dengan baik. tidak merusak benih yang masih berkadar air tinggi. dan pola F hanya mampu menjamah pertanaman sebesar 60% dari luas lahan keseluruhan. pola C (cara acak) dan pola D (searah jarum jam) memungkinkan seluruh (100%) pertanaman terjamah.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * .

9 . maka panen dapat dilakukan beberapa hari setelah masak fisiologis. Perkecambahan benih di lapang dapat dihindari. serta. vigor. Beberapa alternatif jalur perjalanan untuk melakukan kegiatan roguing. Cuaca pada areal produksi yang tidak menguntungkan dapat menurunkan mutu benih yang dihasilkan. f) Pengolahan Benih Pengolahan benih merupakan tahap transisi antara produksi dan 100 . (c) Menghemat waktu dan mengurangi kehilangan benih di lahan. daya kecambah.* * * * Gambar 4. Waktu panen ini pun jugam mempunyai risiko. Oleh karena kadar air benih pada saat masak fisiologis masih cukup tinggi (50-60%) sehingga rentan terhadap kerusakan mekanik. (d). Kondisi iklim pada selang waktu antara masak fisiologis dan panen sangat berpengaruh terhadap viabilitas benih. maupun daya simpan benih.

Upgrading. Secara populatif. tetapi secara populatif. Nilai rendemen sangat ditentukan oleh jenis benih dan efektivitas pengolahan. pengolahan benih yang dilakukan sebagai berikut. benih kedelai dan kacang hijau masih dalam polong. Dengan pemisahan dan pemilahan benih. Separation. Perbandingan jumlah benih hasil pengolahan dengan jumlah calon benih hasil panen dinamakan rendemen. Alur umum pengolahan benih Benih masuk ke unit pengolahan benih umumnya dalam bentuk calon benih. Selain dalam bentuk calon benih. misalnya benih jagung masih dalam tongkol. Tahap ini cukup menentukan karena benih dapat tidak bermanfaat jika salah dalam pengolahannya.penyimpanan atau pemasaran benih. (b). d. kadar airnya juga masih sangat tinggi. Oleh karenanya. Adapun efektivitas pengolahan ditentukan oleh alur (jalur) pengolahan dan penggunaan alat-alat pengolahan benih yang tepat. benih tanaman lain. Pengolahan benih tidak dapat meningkatkan mutu benih secara individual. semakin tinggi nilai rendemen yang berarti semakin kecil nilai kehilangan pascapanennya (post harvest losses). dan kotoran benih. mutu benih dapat ditingkatkan melalui dua cara yaitu : (a). akan diperoleh benih yang murni dan hidup (pure life seed) dengan total jumlah yang lebih rendah dari jumlah benih hasil panen. misalnya berukuran kecil atau tidak seragam. yakni memisahkan benih dari sumber kontaminan seperti benih gulma. Prinsip umum pengolahan benih adalah memproses calon benih menjadi benih dengan tetap mempertahankan mutu yang telah dicapai. yakni memilah benih dari benih yang kurang bermutu. Semakin efektif pengolahan yang dilakukan. 1) Pembenihan dan prapembersihan .

Setelah bersih dari kotoran. benih disimpan sementara secara curah dan tumpukan (bulk storage). Setelah pengolahan tersebut. 3) Perlakuan benih dan pengemasan Perlakuan benih (seed treatment) adalah pemberian bahan kimia dalam 101 . 2) Pembersihan Proses pembersihan (cleaning) benih diawali dengan pemisahan benih dari kotoran (sampah). pecah.Kegiatan pembenihan meliputi pengeringan (drying) dan perontokan (threshing) pada kacang-kacangan dan padi atau pemipilan (she ling) pada jagung. tongkol. Pembersihan ini dapat menggunakan ayakan (saringan) atau alat pembersih benih dengan sistem pengayakan dan hembusan udara. seperti air screen cleaner. yaitu benih dipisahkan dari benih varietas lain. dilakukan pemisahan benih dari kotoran sisa polong. benih memasuki proses sortasi dan upgrading. Selama proses pembenihan dan prapembersihan. atau jerami (disebut pre-cleaning). dan tidak seragam). serta benih yang berviabilitas rendah (kecil. benih gulma.

Adapun kemasan kedap adalah kemasan yang tidak tembus air. pertimbangan keuntungan usaha. serta alat perlakuan dan pengemasan. Contohnya. alat dan mesin pengolahan yang paling dibutuhkan yaitu alat pembenihan (conditioning dan pre-cleaning). Hal penting yang diperhatikan di dalam memberikan perlakuan benih adalah jenis dan dosis pestisida yang digunakan agar tidak meracuni benih. Pemilihan jenis alat pengolah benih tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan penangkar. Kemasan resisten adalah kemasan yang tahan terhadap tembusan air. e. Contoh kemasan seperti ini yaitu kantong plastik. kadar air benih harus rendah untuk menghindari pengaruh buruk dari akumulasi produk respirasi benih di dalam kemasan. Jenis kemasan benih dapat dikelompokkan menjadi 3. resisten dan kedap.rangka melindungi benih dari hama dan penyakit. kertas dan kain blacu. Contohnya botol (gelas) dan kaleng (drum). tingkat mutu dan efisiensi yang diinginkan. tetapi dalam jangka panjang kemasan menjadi porus. jenis dan nilai komoditas. Alat-alat tersebut dapat berupa mesin pengolah benih yang dijalankan secara mekanik atau alat sederhana yang dijalankan secara manual. serangan yang mungkin terjadi di penyimpangan maupun serangan di lapang produksi. Alat dan mesin pengolahan benih Secara umum. alat pembersih. Jenis kemasan ini mampu mempertahankan kadar air benih dalam jangka waktu yang lama. dan ada atau tidaknya sumber listrik atau mesin diesel. yakni kemasan porus. baik yang terbawa benih. Bila menggunakan kemasan kedap. Pengemasan bertujuan untuk melindungi benih dari pengaruh kelembaban udara dan pencampuran antar lot (kelompok) benih. alat pengering. Kemasan porus adalah kemasan yang tembus air sehingga tidak mampu melindungi benih dari pengaruh kelembapan udara luar. .

102 . suhu yang tidak dapat dikontrol. sistem pengeringan buatan menggunakan kompor api atau heater sebagai sumber panas dan kipas (fan) sebagai tenaga penggerak aliran udara. Pengeringan secara alami mempunyai kendala seperti turun hujan. tetapi benih hasil pengeringan dengan matahari memiliki mutu fisik yang lebih baik. Kapasitas alat dan lama pengeringan perlu diketahui agar tidak terjadi overload atau penundaan pengeringan yang dapat menurunkan mutu benih. Secara prinsip.1) Alat pengering benih (seed drier) Pengeringan benih dapat dilakukan secara alami dengan panas matahari atau secara buatan dengan bantuan alat pengering (seed drier). diperlukan pembalikan benih. dan kapasitas lantai jemur yang terbatas. Meski penggunaan drier memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pengeringan alami. Kendala tersebut tidak dijumpai bila pengeringan dilakukan dengan alat pengering.

Tenaga yang digunakan untuk memutar silinder perontok dapat berasal dari tenaga mekanik atau tenaga listrik. serta alat penanganan dan transportasi yang digunakan. Benih yang dikeringkan secara alami memiliki warna yang lebih cerah dan tidak berbau. Penggunaan masingmasing tipe antara lain tergantung pada jumlah lot benih. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat perontok dan pemipil adalah kecepatan putar silinder dan jumlah paku yang berpotensi merusak benih secara mekanik. seperti kedelai dan jagung. bin drier. Jenis dan tipe alat yang digunakan berbeda untuk setiasp jenis benih. column seed drier dan continous flow tower drier. 2) Alat pembenihan Alat pembenihan adalah alat yang digunakan untuk memisahkan benih dari struktur buah. Terdapat berbagai tipe drier seperti tunnel drier. Semakin cepat putaran silinder dan semakin banyak paku yang dipasang. seperti memipil jagung dan mengupas benih kacang tanah. Benih tanaman pangan. Namun. Alat pembenihan yang paling sederhana adalah tangan. Ada pula mesin yang dilengkapi dengan blower sehingga benih yang dihasilkan lebih bersih. semakin cepat pula proses perontokan atau pemipilan benih. batch drier. secara umum alat pembenihan terdiri dari silinder yang memiliki gigi (paku) yang dapat diputar sehingga mampu merontok atau memipil benih. sedangkan benih hasil pengeringan buatan memiliki warna yang sedikit kusam dan berbau (terutama bila menggunakan alat berbahan bakar minyak tanah). Adapun benih yang diproduksi dalam jumlah banyak dikeringkan dengan bin drier atau continous flow drier. Cara ini adalah cara yang paling kecil kerusakan mekaniknya. tetapi membutuhkan . dikeringkan dengan batch drier. tetapi potensi kerusakan mekanik yang ditimbulkannya juga semakin besar.terutama warna dan baunya.

Alat tipe ini menggunakan kombinasi dari aliran udara dan saringan untuk memisahkan benih 103 . Alat pembersih benih modern (berbasis mesin) ada banyak tipe dan jenisnya. Meskipun demikian risiko kerusakan benih sangat kecil. kadar air benih harus cukup rendah (kering pipil). Kekurangan dari penggunaan alat ini adalah dibutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang banyak. Alat pembersih benih tradisional berupa nyiru atau tampah. screening) dan peniupan benda-benda yang tidak diperlukan dengan blower.waktu lama dan khusus untuk benih jagung. Hasilnya diperoleh benih yang bersih. Cara menggunakannya dengan menggerakkan ke atas dan ke bawah. lalu memutarnya sambil ditiup. Alat pembersih yang paling banyak digunakan sebagai pembersih dasar (utama) adalah air scree cleaner. 3) Alat pembersih benih Alat pembersih merupakan alat untuk membersihkan benih dari sumber-sumber kontaminan dan benih yang tidak bermutu melalui pengayakan (penyaringan.

dan faktor organisme hidup yang ada di dalam ruang simpan. Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung. faktor perlakuan sebelum benih . yaitu faktor benih. Dalam penyimpangan. (2) aliran udara (aspirating air) memisahkan benih dari benda-benda yang ringan. (3) saringan bawah (graded screen) memilah dan menahan benih yang bersih. .berdasarkan ukuran. diseparasi untuk memilah benih berdasarkan ukurannya. a) Faktor Benih Kondisi benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap daya simpannya. f. Cara kerja alat ini terdiri dari tiga tahap. faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya simpan benih dioptimalkan agar prosers kemun-duran dapat ditekan seminimum mungkin. secara umum dikelompokkan menjadi 3 kelompok. sebagai contoh benih padi memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan benih kedelai walaupun faktor lainnya sama. berat jenis dan resistensi terhadap aliran udara. yakni (1) saringan atas (scalping screen) menahan benih dan benda yang berukuran besar. Tiap jenis atau varietas benih memiliki daya simpan tersendiri. lingkungan fisik penyimpanan. Penyimpanan Benih Tujuan penyimpanan benih adalah mempertahankan daya hidup (daya simpan) benih selama mungkin. 1) Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih. Alat pembersih benih lain yaitu spesific gravity separator untuk memilah benih berdasarkan berat jenisnya. Air screen cleaner tipe kecil terdiri dari 2 saringan dengan 3-4 aspirator. Kondisi benih tersebut dipengaruhi oleh: . dan spiral separator untuk memilah benih berdasarkan bentuknya. faktor genetik.

. . seperti kondisi lapangan selama pertanaman (kesuburan lahan. Karena bersifat higroskopis. temperatur. dan (8) kadar air benih. dan komposisi gas di ruang simpan.disimpan. b) Faktor lingkungan fisik ruang penyimpanan Faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi daya simpan benih di dalam penyimpanan yaitu kelembapan. tingkat kemasakan benih. kondisi lingkungan selama benih dalam pemasakan. . tingkat hama dan penyakit. . pemanenan. dan perlakuan pengolahan benih dari calon benih menjadi benih (perontokan. pengeringan). struktur fisik benih. iklim). Kelembaban ruang simpan akan berpengaruh terhadap kadar air benih dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme. dormansi dan benih keras. (3) komposisi kimia benih. tingkat kerusakan benih. benih mudah menyerap atau melepaskan uap air tergantung 104 .

c) Jasad hidup di ruang penyimpanan . Rumusan tentang pengaruh temperatur dan kadar air benih terhadap daya simpan benih yaitu sebagai berikut : (1). Hal ini berlaku bila tempat penyimpanan dengan kelembapan 20-70% dan temperatur 0-50OC.kelembapan ruangan. (3). Semakin tinggi kadar O2 di ruang penyimpanan. Suhu berpengaruh terhadap laju respirasi benih dan tingkat kadar air kesetimbangan benih. Jumlah angka kelembapan dalam % dan temperatur dalam OF tidak boleh melampaui angka 100 untuk penyimpanan benih selama 3-10 tahun. Daya hidup benih menjadi setengahnya jika kadar air benih ditingkatkan 1% untuk kisaran benih berkadar air 5-14%. karbon dioksida (CO2). Melindungi benih dari pengaruh kelembapan dengan cara menggunakan kemasan yang resisten atau kedap. Semakin tinggi termperatur. Daya hidup benih menjadi setengahnya jika temperatur dinaikkan 5Oc. (2). angka tersebut boleh sampai 120 dengan catatan tingkat kelembapan udara tidak melebihi 60Of. dan nitrogen (N2). dan mengendalikan ruangan supaya tetap kering dengan alat dehumidifier (penurun kelembapan). Nitrogen dapat mempercepat kemunduran benih bawang merah dan sawi. Gas yang berpengaruh terhadap daya simpan benih di penyimpanan antara lain oksigen (O2). semakin tinggi laju respirasi dan semakin tinggi kadar air kesetimbangan sehingga mempercepat kemunduran benih. Meningkatnya kadar CO2 dapat meningkatkan daya simpan benih bawang merah. daya hidup benih akan semakin turun. menggunakan bahan penyerap kelembapan (desikan). Untuk penyimpanan benih <3 tahun.

misalnya benih berlubang atau rusak. Di daerah dengan iklim yang lembap dan temperatur tinggi. seperti lingkungan menjadi lebih lembap dan kurang bersih yang pada akhirnya juga mempercepat kemunduran benih. tungau. Di daerah dengan iklim kering dan dingin. Sistem penyimpanan terbuka berarti tidak ada perlakuan terhadap kondisi lingkungan ruang penyimpanan. yakni menutup seluruh benih dengan terpal lalu memberinya bahan fumigan seperti fostoxin. penyimpanan benih dilakukan dengan dua sistem. Pada sistem penyimpanan ini. Selain itu. biasanya benih dikemas dengan wadah yang tidak 105 . Daya simpan benih tergantung padak ondisi daerah penyimpanan. yakni penyimpanan terbuka dan penyimpanan terkendali.Jasad hidup yang terdapat di ruang penyimpanan benih umumnya terdiri dari cendawan. daya simpan benih akan cepat menurun. adanya jasad hidup juga akan menyebabkan kondisi lingkungan kurang baik. Kerusakan yang diakibat-kan oleh jasad hidup ini umumnya secara fisik. dan burung. virus. Pengendalian jasad hidup tersebut dapat dilakukan dengan sanitasi atau fumigasi. benih bisa tahan lama disimpan. tikus. serangga. d) Cara penyimpanan benih Secara umum. bakteri.

kedap. serta penyimpanan beku. kelembapan maupun temperatur ruang simpan di kontrol dengan alat atau dengan cara pengemasan seperti pada kedua penyimpanan di atas. Penyimpanan kering dapat juga dilakukan dengan penggunaan bahan pengemas yang rapat. dan benih dikemas dengan kemasan yang . Selama perubahan temperatur ruang simpan tidak terlampau tinggi. seperti kain blacu. seperti kantong plastik. Ssitem penyimpanan ini hanya cocok untuk benih yang disimpan dalam jangka pendek (<3 bulan). Ada empat cara penyimpanan benih dengan suhu dan kelembaban terkendali. tergantung pada tingkat kadar airnya. kelembapan ruang simpan dipertahankan rendah dengan menggunakan alat pengering ruangan dehumidifier. Ruang simpan diberi AC. botol atau kaleng yang tertutup rapat. benih bisa disimpan sampai beberapa tahun. dan bahan porus lain. penyimpanan kering dan dingin. Pada sistem penyimpanan benih terkendali. benih diekmas dengan wadah yang relatif rapat. penyimpanan secara kering. Dalam sistem ini. dehumidifier. kertas semen. temperatur ruangan diatur agar tetap dingin dengan menggunakan AC (Air condition). Kombinasi penyimpanan kering dan dingin. karung goni. Benih bisa disimpan dalam wadah sarang lalu ditempatkan di ruang ini. yaitu penyimpanan secara dingin. lingkungan ruang penyimpanan dikontrol atau dikendalikan sedemikian rupa sehingga daya hidup benih dapat dipertahankan sesuai dengan keinginan (lama yang diinginkan). Pada penyimpanan dingin. Pada penyimpanan kering. seperti kantong plastik. dan benih dapat diperta-hankan sampai beberapa tahun.

4. yaitu komponen mutu fisik. Sistem penyimpanan kering dan dingin merupakan sistem penyimpanan terbaik yang mampu memperta-hankan daya simpan benih hingga 10 tahun. Sistem penyimpanan ini biasanya digunakan untuk penyimpanan koleksi benih penting yang dijadikan sebagai bahan pemuliaan tanaman (plasma nutfah). dan genetik. kelembapan ruang <30%. fisiologis.5 Mutu Benih Program perbenihan menitikberatkan pada penggunaan benih yang tepat muitu yang ditunjukkan pada labelnya. Penyimpanan ini mampu mempertahankan benih bertahuntahun. Pada penyimpanan beku. temperatur dibuat sangat rendah antara -20oC hingga 5oC. komponen mutu benis dibedakan menjadi tiga. para pengguna benih (terutama petani) hendaknya memahami tentang mutu benih dan komponen-komponennya yang dicantumkan di dalam label benih. Komponen mutu fisik adalah kondisi fisik benih yang 106 . dan digunakan kemasan benih yang rapat (kedap). bahkan sampai 100 tahun. Sekarang pasar sudah mendesak dimasukkannya komponen mutu pathologis. Agar tidak tertipu oleh label benih. Secara umum.kedap.

Benih mulus. Benih bersih dan terbebas dari kotoran. a. debu dan kerikil. bijibijian lain. campuran varietas lain. tidak berbercak. Dengan demikian. yaitu dari data (label) daya berkecambah dan nilai kemurniannya. kulit tidak terkelupas. benih bermutu menampakkan ciri-ciri berikut: (a). baik secara fenotip (fisik) maupun genetiknya. di Indonesia. Hal yang berkaitan dengan ada atau tidaknya dan besarnya serangan penyakit yang terjadi. Warna benih terang dan tidak kusam. dapat diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. seperti potongan tangkai. bobot. dan keseragaman. tekstur permukaan. bentuk. belum dicantumkan dalam label sertifikat benih. tidak tercampur dengan varietas lain. Secara fisik.menyangkut warna. ukuran. Pada label benih. Komponen mutu genetik adalah hal yang berkaitan dengan kebenaran dari varietas benih. (b). komponen benih murni. Komponen mutu fisiologis adalah hal yang berkait-an dengan daya hidup benih jika ditumbuhkan (dikecambahkan). (d). Kriteria benih bermutu Penggunaan benih bermutu dalam budi daya akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi karena populasi tanaman yang akan tumbuh dapat diperkirakan sebelumnya. unsur-unsur mutu benih yang dicantumkannya meliputi kadar air. kebersihan. kotoran dan daya tumbuh. tingkat kerusakan fisik. . Benih murni. (c). Adapun mutu pathologis berkaitan dengan ada tidaknya serangan penyakit pada benih serta tingkat serangan yang terjadi. baik pada kondisi yang menguntungkan (optimum) maupun kurang menguntungkan (suboptimum). diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman.

b. melalui suatu prosedur yang 107 . Kelas benih Benih merupakan hasil akhir dari proses panjang yang dilakukan oleh seorang pemulia tanaman dalam merakit sebuah varietas baru. tidak keriput. benih dianggap bermutu tinggi jika memiliki daya tumbuh (daya berkecambah) lebih dari 80% (tergantung jenis dan kelas benih) dan nilai kadar air di bawah 13% (tergantung jenis benihnya. Selain itu. benih kedelai mesti lebih rendah lagi). Sistem perbanyakan benih dilakukan secara berjenjang dengan selalu mempertahankan identitas genetis dan kualitas benih dari varietas yang dihasilkan pemulia tanaman. Benih hasil produksi ini kemudian dikelompokkan kedalam kelas-kelas sesuai dengan tahapan generasi perbanyakan dan tingkat standar mutunya. dibutuhkan kegiatan perbanyakan benih atau produksi benih.(e). Sehat. ukurannya normal dan seragam. bernas. Jika proses penyebaran varietas baru dari pemulia kepada petani dilakukan secara langsung maka jumlah benih yang tersedia tidak mencukupi kebutuhans seluruh petani. Untuk mengatasi keterbatasan jumlah benih hasil pemuliaan ini.

(SS)) Benih pokok merupakan F1 dari benih dasar atau F2 dari benih penjenis. Produksi benih pokok tetap mempertahankan identitas dan kemurnian varietas serta memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. Benih dasar diproduksi oleh Balai Benih (terutam Balai Benih Induk. 4) Benih sebar (BR=extension seed (ES)) Benih sebar merupakan F1 benih pokok. Benih pokok dan benih sebar umumnya diperbanyak oleh Balai Benih atau penangkar benih dengan . 3) Benih pokok (BP= stock seed. BBI) dan proses produksinya diawasi dan disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Benih ini sebagai sumber untuk perbanyakan benih dasar. 2) Benih dasar (BD = foundation seed (FS)) Benih dasar merupakan turunan pertama (F1) dari benih penjenis. Dari sistem dibagi menjadi empat. Benih dasar ini diberi label sertifikasi berwarna putih. Khusus untuk benih penjenis tidak dilakukan sertifikasi tetapi diberikan label warna putih. Benih ini diproduksi dan diawasi secara ketat oleh pemulia tanaman sehingga kemurnian varietasnya dapat dipertahankan. Produksinya te-tap mempertahankan identitas maupun kemurnian varietas dan memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB.diatur dalam aturan sertifikasi benih. 1) Benih penjenis (BP = breeder seed: (BS)) Benih penjenis diproduksi dan diawasi oleh pemulian tanaman dan atau oleh instansi yang menanganinya (Lembaga Penelitian atau Perguruan Tinggi). Benih pokok diproduksi oleh Balai Benih ataui pihak swasta yang terdaftar dan diberi label sertifikasi berwarna ungu.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan benih bermutu yang terus meningkat. Untuk benih palawija.mendapatkan bimbingan. Pengadaan benih LMJ tidak melalui proses sertifikasi. Produksi tetap mempertahankan identitas dan tingkat kemurnian varietas. selain benih sebar berlabel biru juga terdapat benih sebar berlabel hijau yang merupakan keturunan dari benih sebar berlabel biru. pengawasan dan sertifikasi dari BPSB. Benih sebar diberi label sertifikasi berwarna biru. Selain dengan pengkelasan benih. upaya pemenuhan kebutuhan benih bersertifikat juga dilakukan dengan strategi alur perbanyakan benih. 108 . tetapi tetap memenuhi standar laboratorium untuk pelabelan. sementara jumlah benih bermutu yang beredar belum sesuai dengan yang dibutuhkan maka dimungkinkan untuk diproduksi benih berlabel merah jambu (LMJ). Benih dengan indeks penangkaran tinggi menggunakan strategi perbanyakan pola alur pernabanyakan tunggal.

Alur perbanyakan benih sistem polygeneration flow 109 . Adapun benih yang memiliki indeks penangkaran rendah dapat menggunakan perbanyakan pola alur perbanyakan ganda seperti pada kedelai.seperti padi dan jagung. Benih penjenis (Breeder seed) Benih dasar (Foundation seed) Benih pokok (Stock seed) Benih sebar (Extension seed) Petani Gambar 4. Pada sistem alur perbanyakan benih alur tunggal. tiap kelas benih diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih di bawahnya sehingga F3 dari benih penjenis adalah kelas benih sebar.11.

faktor lingkungan dan faktor status 110 transisi . tetapi dapat hanya sampai generasi ke-3 atau ke-2 bila kebutuhan benih telah tercukupi. sebagai strategi perbanyakan benih. Pada sistem alur perbanyakan ini. b. Dengan demikian. melainkan benis penjenis ke-3 yang dapat dijadikan sebagai bahan perbanyakan kelas benih penjenis ke4 atau kelas benih dasar. Adapun faktorfaktor yang berpengaruh terhadap mutu benih antara lain faktor genetika. Penerapan sistem alur perbanyakan benih selalu mempertimbangkan aspek volume kebutuhan benih dan indeks penangkaran benih. sistem alur perbanyakan transisi pun dikenal pula dalam perbanyakan benih kacangkacangan. Alur perbanyakan benih sistem monogeneration flow Adapun pada sistem alur perbanyakan ganda. penerapan alur generasi ganda tidak harus sampai generasi ke-4. Selain dikenal dua sistem alur perbanyakan benih. F3 dari kelas benih penjenis bukan benih sebar.Gambar 4. Faktor yang Mempengaruhi Mutu Benih Mutu benih merupakan perpaduan dari karakter genetik dan pengaruh lingkungan. Hal ini pun diterapkan dengan pertimbangan kebutuhan benih di lapang sehingga tidak perlu benih F4. benih diperbanyak secara alur generasi tunggal sampai dengan kelas benih pokok dan slenajutnya benih diperbanyak secara alur ganda untuk menghasilkan kelas benih sebar. setiap kelas benih dapat diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih yang sama dengan maksimal generasi diperbanyak 4 kali.12. Oleh karenanya.

mutu daya simpan benih kedelai lebih rendah dibanginkan dengan mutu daya simpan benih jagung. senantiasa memperhatikan sejarah lahan dan kondisi pertanaman sekitar lahan. Hal ini untuk menghindari adanya tanaman voluntir hasil penyerbukan silang antara tanaman sebelumnya (yang berbeda varietas) dengan pertanaman yang ada. Chainan. Setiap jenis atau varietas memiliki identitas genetik yang berbeda. Peta memiliki mutu daya simpan yang lebih baik dari benih padi var. serta sumber kontaminan terhadap varietas tanaman yang akan diproduksi. Jika lahan produksi harus ditanami jenis komoditas yang sama dengan pertanaman sebelumnya maka varietas yang ditanam hendaknya. pancapanen. 2) Faktor lingkungan Faktor lingkuingan yang berpengaruh terhadap mutu benih berkaitan dengan kondisi dan perlakuan selama prapanen. kekuatan daya tumbuh (vigor) dan produksi benih jagung hibrida lebih tinggi dari benih jagung biasa (komposit). Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : a) Lokasi produksi dan waktu tanam Lokasi produksi benih dipilih lahan yang subur. tidak merupakan sumber investasi hama dan penyakit. Sebagai contoh. 1) Faktor genetik Genetik merupakan faktor bawaan yang berkaitan dengan komposisi genetika benih. Semua perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan gen yang ada di dalam benih.benih (kondisi fisik dan fisiologis benih). Adanya tanaman voluntir dapat mengakibatkan mutu (genetis) benih menjadi rendah. Demikian pula padi var. maupun saat pemasaran benih. Jika penanaman yang berbeda varietas tidak bisa . Dalam memilih lokasi produksi.

Isolasi yang dilakukan meliputi isolasi jarak maupun isolasi waktu.dihindari. Dari mulai tingkat kesuburan 111 . Berkaitan dengan waktu tanam. b) Teknik budidaya Semua tindakan dalam teknik budi daya produksi benih akan berpengaruh langsung terhadap mutu benih. hal terpenting adalah memperkirakan bahwa saat panen benih tidak dilakukan pada musim hujan. selama fase pertumbuhan (fase vegetatif) curah hujan hendaknya cukup memadai. Sebaliknya. Kesalahan dalam menentukan waktu tanam bisa mengakibatkan proses pembentukan dan perkembangan benih kurang sempurna (terutama fase pengisian biji/grain fi ling) sehingga kuantitas maupun kualitas benih menjadi rendah. begitu juga waktu tanamnya. Jarak antarblok pertanaman produksi benih diatur agar tidak terjadi penyerbukan silang. lahan masing-masing varietas harus diisolasi.

dan stadia masak fisiologis. pengelolaan air. sampai kadar air benih cukup aman untuk panen dan penanganan pasca panen. meski cara ini kurang efisien. stadia perkembangan benih. jika kondisi lingkungan memungkinkan (tidak ada hujan. c) Waktu dan cara panen Dalam pembentukannya. yaitu stadia pembentukan. Pada saat itu kadar air benih cukup tinggi sehingga tidak cukup aman terhadap kerusakan mekanik pada saat panen maupun pascapanen. Panen secara manual atau menggunakan alat panen sederhana merupakan cara panen terbaik karena tidak menimbulkan kerusakan fisik yang berarti. d) Penimbunan dan penanganan hasil Ketika dipanen. Oleh krenanya. sampai perlindungan tanaman dari penyerbukan silang. Bahkan utnuk beberapa kasus. status serangan hama dan penyakit serta pengendaliannya. benih tidak dipanen. gangguan hama dan penyakit serta benih rontok). Tindakan ini merupakan tindakan pengeringan dan penyimpanan benih di lapangan. kondisi gulma. di dalam polong kelobot. bobot kering benih mencapai maksimum dan benih telah lepas dari tanaman induknya. hendaknya digunakan alat panen yang tidak menimbulkan kerusakan mekanik (fisik) benih. Untuk mendapatkan benih bermutu tinggi. stadia matang morfologis. jarak tanam. kadar air benih masih relatif tinggi dan masih dalam bentuk calon benih (masih dalam malai. atau struktur pembungkus benih lainnya). benih mengalami beberapa stadia. teknik budi daya produksi benih perlu berpedoman pada kaidah-kaidah sertifikasi benih. Agar benih tidak rusak pada saat panen. .lahan dan teknik pemupukan. Pada stadia masak fisiologis. saat panen yang sering dilakukan yaitu beberapa hari setelah masak fisiologis.

Oleh karenanya. untuk menghindari pengembunan pada malam hari. sistem penimbunan dan penanganan hasil sangat berpengaruh pada kualitas benih yang akan dihasilkan. serta tingginya potensi serangan hama dan penyakit.Keadaan tersebut membawa konsekuensi pada tingginya proses metabolisme yang terjadi di dalam benih. Berkaitan dengan penanganan hasil. Penimbunan hasil yang baik ditujukan untuk menghindari terjadinya proses metabolisme anaerobik pada benih. tingginya tingkat kepekaan benih terhadap benturan dengan alatalat (mesin) pengolahan pada pascapanen. seperti terpal plastik. Jika tempat penimbunan berupa ruang terbuka. perlu digunakan alas dan penutup timbunan benih yang kedap air. semakin baik mutu benih yang dihasilkan karena 112 . Semakin cepat proses penanganan benih. Tempat penimbunan hasil hendaknya cukup luas dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. benih hendaknya sesegera mungkin diproses untuk menghindari dampak buruk.

serta pendistribusian benih secara baik.memperkecil energi yang terbuang akibat proses metabolisme benih selama di dalam penimbunan. Hal ini dapat diperkecil dengan melakukan penanganan dan pengolahan. penyimpanan. a) Tingkat kemasakan benih Panen yang dilakukan sebelum masak fisiologis akan menghasil-kan benih yang kurang bermutu. dan dormansi benih. tingkat kesehatan. Pengemasan dan penyimpanan benih hendaknya mampu menjaga tingkat kadar air benih dan mutu benih dari pengaruhpengaruh lingkungan luar (kelembaban udara. struktur. b) Tingkat keusangan benih Tingkat vigor awal tidak dapat dipertahankan karena benih akan mengalami proses kemunduran secara kronologis. suhu ruangan. 3) Faktor fisik dan fisiologis Faktor ini berkaitan dengan performa benih seperti tingkat kemasakan. ukuran dan berat jenis. pemanenan benih pada tingkat kemasakan yang tepat sangatlah penting dalam mendapatkan tingkat mutu benih (awal) yang tinggi dan mutu daya simpan benih yang panjang. dan hama serta penyakit). komposisi kimia. Sifat kemunduran ini tidak dapat dicegah dan tidak dapat balik atau diperbaiki secara sempurna. tingkat kadar air. Oleh karenanya. Kadar air benih sangat penting untuk dipertahankan karena peningkatan 1% . c) Tingkat kerusakan benih Tingkat kerusakan benih pada umumnya dapat diidentifikasi dari laju kemunduran mutu benih. tingkat keusangan (hubungan antara vigor awal dan lamanya disimpan). tingkat kerusakan mekanis.

yakni benih dimakan atau struktur. Pendistribusian benih tidak sampai merusak kemasan benih. yakni hama sebagai 113 . seperti plastik polietilin. Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama dapat secara langsung. kadar air benih akan berubah dan memungkinkan tercampurnya antara satu kelompok benih (dari satu kemasan) dengan kelompok benih lain (dari kemasan aslinnya). d) Tingkat kesehatan benih Tingkat kesehatan berkaitan dengan ada tidaknya serangan dan tingkat serangan hama dan penyakit.nilai kadar air akan mampu menurunkan daya simpan benih menjadi setengahnya. Serangan hama dari penyakit dapat terjadi sejak benih masih berada di lapang sampai di ruang penyimpanan. Mutu benih yang terserang hama dan atau penyakit akan menurun. atau benih disimpan dalam ruangan yang kering. Apabila kemasannya rusak. Kadar air dapat dipertahankan dengan kemasan yang kedap udara luar. terutama embrio. misalnya di atas para-para dapur. rusak (sehingga benih tidak mampu berkecambah secara normal). Dapat pula benih rusak secara tidak langsung.

benih berlemak (oily seed) dan benih berprotein (protein seed). Sebaliknya benih-benih yang berada di pangkal dan tengan tongkol jagung memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih tinggi dibandingkan dengan benih di ujung tongkol. f) Komposisi kimia benih Berdasarkan komposisi kimia ini. dikatakan berprotein jika kandungan proteinnya 18-50% dan kandungan lemak <18%. Benih dikatan berlemak jika memiliki kandungan lemak antara 18-50%. Benihbenih dengan ukuran dan berat jenis lebih besar. cendawan umumnya menghasilkan produk beracun seperti aflatoksin yang akan meracuni benih sehingga akan menurunkan aktivitas enzim tatkala benih dikembahkan. . diduga memiliki mutu fisiologis yang lebih tinggi karena benih tersebut memiliki jumlah cadangan makanan yang lebih banyak. benih yang berasal dari polong di pangkal batang memiliki ukuran dan berat jenis yang relatif lebih besar dibanding benih-benih yang berasal dari polong di ujung batang. pada varietas yang sama dan tingkat kadar air yang sama. Fenomena yang sama pun terjadi pada benih kedelai. Hal ini disebabkan benih-benih di ujung malai lebih dahulu terbentuk dan berkembangl. Butiran benih padi yang terletak di ujung malai memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih besar dibandingkan butiran benih pada pangkal malai. benih dibedakan menjadi benih berpati (starchi seed). e) Ukuran dan berat jenis benih Ukuran dan berat jenis benih sangat berkaitan dengan posisi bnenih di dalam buah dan posisi buah pada tanaman. Hal ini pun disebabkan benih pada pangkal dan tengah tongkol lebih dahulu terbentuk dan berkembang. sedangkan dikatakan berpati jika kandungan patinya >50% dengan kandungan lemak dan protein <18%. Adapun kerusakan yang ditimbulkan penyakit. selain menimbulkan lingkungan penyimpanan yang tidak optimum.pembawa penyakit.

Hasil penguraian lemak tak jenuh di dalam benih akan menghasilkan asam lemak bebas. Pada akhirnya benih cepat mengalami kemunduran. Sistem pelindung ini bisa terkait dengan struktur fisik benih (bentuk dan ukuran). tetapi juga bisa terkait dengan berat benih. benih berpati dan berprotein mempunyai daya simpan lebih lama dibandingkan benih berlemak. Atas dasar ini. lalu terurai menjadi radikal bebas yang akan merusak fungsi enzim di dalam proses meta-bolisme benih.Komposisi kimia benih berhubungan dengan mutu daya simpannya. Di tempat terbuka. benih dikategorikan dalam lima kelompok yaitu : 114 . misalnya dilengkapi sayap sehingga mudah menyebar) dan mempunya fungsi sebagai pelindung (protecting structure) dari kerusakan fisik dan mekanik. g) Struktur benih Struktur benih sangat berkaitan dengan sistem penyebaran benih (seed dispersal.

. Berdasarkan kategori tersebut. DSI benih jagung lebih tinggi dari benih padi. jika terlalu kering. sedangkan kacang hijau dan kedelai tergolong naked seed. h) Tingkat kadar air benih Kadar air benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap mutu benih. padi tergolong structure protected seed. Demikian pula dalam proses pengeringan. kacang tanah tergolong loose filled seed. naked seed (benih terbuka). Selain itu kombinasi antara komposisi kimia dan struktur benih dapat menduga tingkat kerusakan dan kemunduran benih seperti yang tertera pada tabel 1. Dalam kondisi ini. Struktur benih berkaitan dengan mutu benih. Kadar air benih sangat berkait erat dengan mutu fisik. jagung tergolong naked fruit. weight protected seed (benih yang dilindungi oleh beratnya yang ringan).. tetapi tampak seolaholah telah kering karena air di dalm benih tidak dapat diuapkan akibat kulit yang keras. benih berkadar air tinggi yang dikeringkan dengan suhu tinggi (kecepatan pengeringan tinggi) dapat terjadi pengerasan pada kulit benih. Demikian juga. Sebaliknya. . dengan pemberian bahan kimia pada . Hal ini berarti indeks kerusakan benih (damage susceptibility index. benih belum kering. structure protected seed (benih dilindungi oleh struktur fisiknya). fisiologis. serta . dan patologis. naked fruit (buah terbuka). yaitu semakin terbukanya struktur benih maka semakin tinggi nilai indeks kerusakannya. loose filled seed (benih dilindungi oleh ruangan yang cukup longgar antara benih dan kulit buah). DSI) kedelai lebih tinggi dari benih jagung. . proses perontokan dapat mengakibatkan benih retak. Proses panen dan perontokan yang dilakukan pada benih berkadar air tinggi akan mengakibatkan benih memar.

beberapa jenis benih (seperti pemberian Ridomil pada benih jagung). yaitu berlangsungnya metabolisme benih. yakni memberikan kondisi yang optimum Tabel 4. Kadar air benih sangat berpengaruh pada penyimpanan. DSI = 2) 2. Padi (structure protected seed.1 Indeks kerusakan dan kemunduran benih berkaitan dengan komposisi kimia dan struktur benih Komposisi Kimia Benih Benih Benih Berlemak (DSI = 6) 1. Pengaruh tersebut bisa bersifat langsung. Kacang tanah belum dikupas 18 Benih Berprotein (DSI = 3) Benih Berpadu (DSI = 2) 4 115 . bahan kimia yang akan terabsorbsi benih melebihi batas aman sehingga dapat meracuni benih. Jika masih berkadar air tinggi. maupun tidak langsung.

Respirasi tersebut juga menghasilkan produk yang tidak diperlukan. Berbeda dengan dormansi adalah guiescence. DSI=3) 3. Selain stimulan terhadap laju kemunduran benih.(loose fi led seed. 1972 untuk perkembangbiakan hama dan penyakit. Dengan demikian. Kedelai (naked seed. seperti gas karbondioksida. produk respirasi tersebut juga merupakan kondisi optimum untuk perkembang-biakan cendawan. lajur respirasi semakin meningkat dan akibatnya lajur kemunduran benih semakin meningkat pula. i) Dormansi benih Dormansi benih merupakan kondisi benih yang tidak mampu berkecambah meski kondisi lingkungannya optimum untuk perkecambahan. Dalam keadaan seperti ini benih mengalami kemunduran. Adapun hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologis benih dapat dilihat pada tabel 4. dan panas. Kacang tanah kupas (naked seed. Kadar air yang tinggi menyebabkan laju respirasi benih menjadi tinggi sehingga sejumlah energi di dalam benih hilang.2. DSI=5) 30 4. DSI=4) 8 5. Produk respirasi tersebut selanjutnya merupakan stimulan untuk peningkatan laju respirasi berikutnya. Cendawan akan aktif dan berkembang biak secara cepat pada tingkat kadar air benih 13-18%. air. yaitu dormansi primer . Dormansi benih dibedakan menjadi dua. DSI=5) 30 Sumber: Potts. Jagung (naked fruit. Guiescence adalah kondisi benih yang tidak berkecambah karena tidak tersedia lingkungan yang optimum untuk perkecambahan.

Exogenous dormancy umumnya terjadi karena sifat kulit benih. Klulit benih menjadi penghalang masuknya air dan atau gas kedalam benih dalam proses perkecambahan sehingga proses perkecambahan tidak terjadi. Dormansi primer dibedakan menjadi exogenous dormancy dan endogenous dormancy. seperti kondisi embrio yang belum masak (rudimentary embryo) dan tidak seimbangnya komposisi zat pengatur tumbuh didalam embrio sehingga proses perkecambahan (terutama 116 . Dormansi ini dapat dipatahkan dengan memberi perlakukan terhadap kulit benih agar menjadi permeable (mudah dilalui) air dan gas. Tipe dormansi ini terjadi pada benih yang berkulit keras (hardseed). seperti pada benih legum. seperti pelukaan kulit dan perendaman dalam air panas.dan dormansi sekunder. Dormansi primer adalah sifat dormansi yang timbul karena sifat fisik dan fisiologis benih. Endogenous dormancy terjadi berkaitan dengan sifat internal (endogen) fisiologis benih. Selain itu kulit benih juga menjadi penghalang munculnya kecambah (radicle protusion) pada proses perkecambahan.

Kecepatan respirasi benih relatif tinggi. Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu. patogen. sperti padi.2. Benih peka terhadap serangan hama. dan penyimpanan benih. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras. Benih peka terhadap hama. seperti tomat. . Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed).aktivasi enzim dan respirasi) terhambat dan akhirnya gagal berkecambah. Tipe dormansi ini terjadi pada benih-benih yang mengalami after ripening (embrio masak setelah panen). Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. Benih peka terhadap gangguan yang berasal dari lapangan. pengolahan. Hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologi benih Kadar Air (%) Kondisi Fisik dan Fisiologi Benih 30-80 Belum siap dipanen 18-40 Benih sudah masak fisiologis. Tabel 4. 13-18 Laju respirasi benih masih tinggi. faktor fisik dan mekanik. faktor fisik dan mekanik. patogen. dan benih-benih yang mengandung zat penghambat tumbuh (growth inhibitor). Mematahkan tipe dormansi ini dengan pemberian zat perangsang tumbuh atau dengan pencucian agar zat penghambat tumbuh dapat dibersihkan dair benih. tetapi dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi.

4-8 Benih aman untuk disimpan dalam wadah tertutup dan kedap udara. 33-66 Benih akan berkecambah setelah mengimbibisi air sampai kadar 117 . 0-4 Benih terlalu kering sehingga kondisi benih dalam keadaan rusak. 8-10 Benih aman untuk disimpan selama 1-3 tahun.10-13 Benih aman untuk disimpan selama 6-18 bulan. tetapi masih peka terhadap beberapa hama dan kerusakan mekanik. Benih cukup tahan terhadap serangan patogen. Benih masih peka terhadap beberapa serangga hama dan kerusakan mekanik.

bakteri. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 cara. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. Kedua.6 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman. dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. endosperm atau kulit biji. Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. dalam hal ini patogen bias berada di embrio. nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman. tetapi juga di tempat penyimpanan. Cendawan merupakan mikroorganisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu. Pertaman patogen terbawa secara internal dan berada di dalam jaringan struktur perbanyakan tanaman seperti biji. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat . Dan ketiga. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan benih. patogen menempel pada permukaan benih. patogen secara terpisah terbawa biji.air benih 33-66% 4.

Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. perubahan ukuran. dan bentuk benih. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih. Tetapi metode ini hanya mendeteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menghasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual 118 .digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih.

Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. batu. Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. sisa tanaman. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia. pasir.pada benih atau tercampur pada benih. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih. puru nematoda. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui . oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih. Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih. Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah. c. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan).

sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam 119 . Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji. Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet.atau terdeteksi. Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis. Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentri-fugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20.

Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). spora dengan massa sporanya. yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian.tabung dan dicampur hingga merata. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. dan askospora dalam peritesia. Dengan cara tersebut maka mikro-organisme/ patogen terbawa benih. dan pengujian pada media agar. . d. Bila pendekatan kuantitatif diperlukan. sporodokium dan aservulus. konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tumbuhnya seperti tubuh buah. Dengan menggunakan pipet. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jarungan benih. maka pengamatan dapat menggunakan haemacytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. piknidiospora da-lam piknidia.

Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih. Sebelum benih diletakkan. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan 120 . Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari. Letakan benih satu per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan. Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian.1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang).

dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. 3) Metode inkubasi pada media agar Dalam metode media agar inokulum terbawa benih. Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan.mikroskop compoun dan kunci identifikasi. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. Pada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. Setelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan media kertas. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih. Jika suatu cendawan telah teridentifikasi. yaitu memberikan informasi relatif lebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. karena .

Prosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam 121 . Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. Biasanya cendawan atau bakteri akan membentuk koloni yang khas pada media agar. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. relatif rumit dan mahal. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula.ketersediaan nutrisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga memudahkan dalam pengamatan. terutama bila menggunakan media spesifik. dan lainlain. Dalam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama. Media Komada. Media BSC.

Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. batang. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. Dalam banyak kasus. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. Gejala terjadi pada akar. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. Sejumlah cendawan. sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. e. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan aseptik seperti alkohol 70 %. kotiledon. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan. Benih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. Uji Gejala pada Bibit/Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. Tiap cawan ditanami 10 butir benih. atau hipokotil.cawan petri steril. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain .

Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp.Alternaria. Drechslera. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi. Ascochyta. Colletotrichum. Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten. Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. Fusarium. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. 122 . Macrophomina. Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. bata merah.

cepat. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. akurat. Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. double antibody sandwich . Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. Sebelum dan sesudah penanaman.baik dengan kimia maupun secara fisik. tabung tetap tertutup dengan kapas. Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA. mudah dilakukan. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. sensitif. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. Penanaman dikerjakan secara aseptik. f. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit. koloni cendawan dan struktur cendawan.

Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. F (ab ) 2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. DAS ELISA protocol. Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9. mempersiapkan stock gamma globulin (lgG).ELISA (DAS ELISA). dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin. Sedangkan pada DAS ELISA. Masukan antigen 123 . tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim. Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus.

Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. Kosongkan plate ELISA. Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Keringkan dengan kertas tissue. Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas. Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer.tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Buat larutan substrat dari 1 tablet p . ulangi sampai 4 kali cucian. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Suspensi disaring dengan menggunakan kain kasa. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC. Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween.

Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar. Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : a. 1 liter PBS Tween .5 ml Tween 20 Serum buffer : . 1 liter PBS Tween .2 g KCl.05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang.2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer. 124 . Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning.01 M NaDIECA. .nitrophenyl (PNPP). pH 7. PBS Tween (untuk mencuci) .000) . 0. PBS + 0. (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB). 0. 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25.5 g Na Cl /l b. Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. 0.2 Antigen buffer: i. 2 g Ovalbumin (0.

Teknik biomolekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR). Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih.7 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. peralatan dan tenaga pelaksana. Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut. . tanah. Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ ketentuan perbenihan yang berlaku. dan gudang penyimpanan. 4. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). . 200 ml deinonized H2O .. 24 ml 5 N Hcl . Reaksi yang terjadi adalah berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. . Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. g. buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml.

dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. Dalam 125 . pemeriksaan lapang. letak areal. pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan. Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). Setelah diisi. dan pengajuan pemasangan label sertifikat. formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan.Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. a. pengambilan sampel benih. rencana penanaman. pengajuan pemeriksaan pendahuluan. b. Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. dan isolasi (jarak/waktu) yang dilakukan. sejarah lapangan. Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang. asal benih sumber.

Sebelum pengawas BPSB memeriksa. c. Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. d. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. dan hanya diperbolehkan untuk produksi nonbenih. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Semakin tinggi kelas benih. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu . Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL). Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. semakin ketat standarnya. pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi.pemeriksaan ini. Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali.

e. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya. pada pemeriksaan ini 126 . seperti warna dan bentuk bunga. serta saat pembungaan. Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. seperti warna dan bentuk benih. Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali. Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih.minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif.

Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. Artinya. seperti varietas lain. Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. tetapi merupakan peng-awasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar.tidak dilakukan pemeriksaan ulang. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnya adalah permohonan pengambilan contoh . misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. f. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. g. Permohonan pemeriksaan alatalat panen dan pengolahan benih Selain benih. h.

Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. i. penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya. Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat 127 . Lot benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya.benih guna pengujian di laboratorium analisis mutu benih BPSB. Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih.

Jika dalam pengujian laboratorium. nomor kelompok benih yang bersangkutan. dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan. varietas. nama dan alamat produsen. Dalam pengajuan ini. berat bersih tiap wadah. jenis. nomor pengujian. mengujikannya dan kemudian me-masang label ulangan pada kemasan benihnya. daya tumbuh benih. Adapun isi label akan meliputi hasilhasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. kemurnian. Pada kemasan benih. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya. jumlah wadah. tetapi . Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. j. Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang. sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain.Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu.

Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras. Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih.dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi. 4. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan 128 . Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). pengolahan. dan penyimpanan benih. bakteri.8 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman.

dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. Kedua. patogen menempel pada permukaan benih. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering . Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. endosperm atau kulit biji.benih. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. patogen secara terpisah terbawa biji. Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. Pertaman secara internal dan jaringan struktur perbanyakan biji. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu. Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 patogen terbawa berada di dalam tanaman seperti hal ini patogen cara. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. Cendawan merupakan mikro-organisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan. Dan ketiga. dalam bias berada di embrio. tetapi juga di tempat penyimpanan. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman.

Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing 129 . Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih. Tetapi metode ini hanya men-deteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja.Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). dan bentuk benih. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang meng-hasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual pada benih atau tercampur pada benih. perubahan ukuran.

karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. sisa tanaman. Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. batu. Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan). pasir. puru nematoda. dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji.Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih. Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas . b. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui atau terdeteksi. Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih.

Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentrifugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit. maka pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan haemocytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. Bila pendekatan kuantitatif diperlukan. 130 . sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam tabung dan dicampur hingga merata. Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20.Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis. Dengan menggunakan pipet. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan.

spora dengan massa sporanya. Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang). terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. sporodokium dan aservulus. dan askospora dalam peritesia. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). Dengan cara tersebut maka mikroorganisme /patogen terbawa benih. 1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Sebelum benih diletakkan. Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih. yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah. cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi. Letakan benih satu . Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian. diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tum-buhnya seperti tubuh buah. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jaringan benih.c. Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). piknidiospora da-lam piknidia. dan pengujian pada media agar.

per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. Jika suatu cendawan telah teridentifikasi. Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi 131 . dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan mikroskop compoun dan kunci identifikasi.

Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan. P ada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap. etelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. yaitu memberikan informasi lebih relatif l ebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. Biasanya cendawan atau bakteri akan . 3) Metode inkubasi pada media agar D alam metode media agar inokulum terbawa benih. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih. karena ketersediaan nu trisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga m emudahkan dalam pengamatan. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias.kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan m edia kertas.

dan lainlain. Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. Media Komada. Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. Media BSC. terutama bila menggunakan media spesifik. relatif rumit dan mahal. perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan 132 . D alam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama.membentuk koloni yang khas pada media agar. B enih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. Dalam banyak kasus. P rosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam c awan petri steril. Tiap cawan ditanami 10 butir benih. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula.

Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. Macrophomina.aseptik seperti alkohol 70 %. Fusarium. Ascochyta. Co letotrichum. sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain Alternaria. batang. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. bata merah. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. kotiledon. . Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp. 4) Uji Gejala pada Bibit/ Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. Drechslera. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. Gejala terjadi pada akar. Sejumlah cendawan. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. atau hipokotil. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan.

Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina.Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. tabung tetap tertutup dengan kapas. Sebelum dan sesudah penanaman. Penanaman 133 . Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi. baik dengan kimia maupun secara fisik.

sensitif. Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. . akurat. mudah dilakukan. virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Sedangkan pada DAS ELISA. cepat. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin. DAS ELISA protocol. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. 5) Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. F (ab )2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. koloni cendawan dan struktur cendawan.dikerjakan secara aseptik. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus. double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA).

Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9. dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin. Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. Suspensi disaring dengan 134 . Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Masukan antigen tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu.mempersiapkan stock gamma globulin (lgG). Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50.

Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang. Kosongkan plate ELISA. Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. ulangi sampai 4 kali cucian. Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Keringkan dengan kertas tissue. Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning. Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB). Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer. Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect . Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C. Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar. Buat larutan substrat dari 1 tablet p nitrophenyl (PNPP). Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC.menggunakan kain kasa. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer.

5 g Na Cl /l 7) pH 7. PBS Tween (untuk mencuci) . . 0. Reaksi yang terjadi adalah 135 .05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8.5 ml Tween 20 Serum buffer : . 200 ml deinonized H2O .2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer. Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). 2 g Ovalbumin (0.2 g KCl.ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : 6) 0. 1 liter PBS Tween .000) . 6) Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih. 0. PBS + 0. . 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25. buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml. .01 M NaDIECA.2 Antigen buffer: a. 24 ml 5 N Hcl . 1 liter PBS Tween .

pengajuan pemeriksaan pendahuluan. a. Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ketentuan perbenihan yang berlaku. Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. dan isolasi (jarak/waktu) .berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. 7) Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. peralatan dan tenaga pelaksana. Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). dan gudang penyimpanan. tanah. pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan.9 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. dan pengajuan pemasangan label sertifikat. Teknik biomo-lekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR). pemeriksaan lapang. sejarah lapangan. letak areal. Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. 4. Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. pengambilan sampel benih. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. asal benih sumber. rencana penanaman.

Dalam pemeriksaan ini. 2) Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase 136 . Setelah diisi. 1) Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang. Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi.yang dilakukan. formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan.

maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. Sebelum pengawas BPSB memeriksa. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang. semakin ketat standarnya. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif.pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL). dan hanya diperbolehkan untuk produksi non benih. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. serta saat pembungaan. Semakin tinggi kelas benih. Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. 4) Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen . Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali. 3) Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. seperti warna dan bentuk bunga. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya. Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali.

jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan. Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih. Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. 5) ermohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih Selain benih. Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. seperti warna dan bentuk benih. 137 . Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). pada pemeriksaan ini tidak dilakukan pemeriksaan ulang.Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. Artinya.

c. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. tetapi merupakan pengawasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar. Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat. misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnyas adalah permohonan pengambilan contoh benih guna pengujian di labora-torium analisis mutu benih BPSB. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. Lot . b.seperti varietas lain.

nomor kelompok benih yang bersangkutan. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). d. 138 .benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya. nomor pengujian. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya. Jika dalam pengujian laboratorium. jenis. penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan. Dalam pengajuan ini. Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi.

berat bersih tiap wadah. kemurnian. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya. selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih.varietas. Adapun isi label akan meliputi hasil-hasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang. e. 139 . sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. nama dan alamat produsen. jumlah wadah. daya tumbuh benih. dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang. Pada kemasan benih. mengujikannya dan kemudian memasang label ulangan pada kemasan benihnya. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir.

II BUMN Swasta BUMN Swasta Keterangan: : Komando : Pengawasan Pemasaran : Pembinaan dan Koordinasi : Alur benih .Direktorat Jenderal Perbenihan BPSB Pemerintah dan Litbang Swasta Pelepasan Varietas Baru (Breeder Seed) Benih Dasar (Fondation Seed) Benih Pokok (Stock Seed) Benih Sebar (Extention Seed) Pemasaran P E T A N I BBI BBU BBP Dinas Pertanian Tingkat I BUMN Swasta Diperta Tk.

Gambar 4. produksi dan pengawasan mutu benih di Indonesia.13. 1999) 140 . (Ditjentan Pangan dan Horti.: Sertifikasi Skema alur pelepasan benih.

Teknik budidaya tanaman . Persyaratan lahan produksi . Mengelola alat dan mesin pembenihan 6.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 4. . Membiakkan tanaman dengan biji Proses pembentukan biji pada tumbuhan Pembuahan adalah penyatuan sel betina dan sel jantan. Ketidakserasian . biji dan perkembangan biji Polinasi . Benih sumber . Penyerbukan dengan angina Musim penyerbukan Teknik produksi benih tanaman Mutu benih . Hasil penyatuan disebut zigot. Adaptasi bunga . Buab. Pergiliran generasi . Waktu antar pembuahan . Zigor berisi kromosom dari individi jantan dan betina. Penyerbukan oleh serangga. Menyiapkann lahan pembenihan 4. Merawat benih tanaman 5. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Potensi benih tanaman 2. Dasar-dasar produksi benih 3. Pembuahan .

Alur umum pengelolaan benih . Faktor yang mempengaruhi mutu benih. Pengujian kesehatan benih Prosedur memperoleh benih bersertifikat . . Uji serologi . Pengamtan secara visual . Uji gejala pada bibit/ kecambah .untuk produksi benih generatif . Kelas benih . Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan. Pengawasan pengolahan benih . Permohonan sertifikasi . Permohonan pengawasan pemasangan label bersertifikat . Permohonan pemeriksaan fase vegetatif . Permohonan pelabelan ulang. Metode inkubasi . Permohonan pengambilan sample benih . Permohonan pemeriksaan fase generatif . . . Alat dan mesin pengolahan benih Penyimpanan benih . Kriteria benih bermutu . Permohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih. 141 . Metode pencucian benih . Uji tanaman indicator . Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen.

Bagaiman proses sertifikasi benih di Indonesia TUGAS: 1. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema mendaftarkan benih vegetatif dan benih generatif. 2. Lakukan observasi minimal pada 2 (dua) orang penangkar benih dan lakukan wawancara terhadap teknik produksi yang biasa dilakukan.SOAL: 1. 142 . Jelaskan proses pembentukan biji pada tumbuhan dengan bantuan angina dan serangga 2.

Akar dan organisme tanah memerlukan oksigen untuk proses pernafasan (respirasi). klor. Air yang beada dalam tanah sangat pentig untuk proses kimia. Nitogen merupakan unsur hra yang sangt penting bagi tumbuhan. flour. biologi dan fisika tanah. Sebagain air tanah terdapat dalam bentuk lapisan tipis yang dinamakan air kapiler. Beberapa tumbuhan membutuhkan beberapa unsur lain seperti natrium. udara dan berbagai hara tumbuhan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Di dalam tanah terdapat nitrogen. 78% nitrogen. kalium. Air kapiler membentuk larutan tanah yang berfungsi seba-gai sumber unsur hata tumbuhan. mangan. Nitrogen merupakan ba-han baku untuk . TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5. iod. belerang. sehingga konsentrasi oksigen dalam tanah akan lebih rendah dibandingakan dengan oksigen di atas permukaan tanah (atmosfir). fosfor. molibdenum. Barium dan kobalt. Udara dalam tanah beasal dari udara atmosfir yang mengandung sekitar 21% Okigen. kalsium dan magnesium dalam jumlah yang relatif banyak (unsur hara makro) dan terdapat sedikit besi. baik organisme maupun mikroor-ganisme. seng dan tembaga (unsur hara mikro). Semua gas tersebar dalam poripori tanah atau terlarut dalam tanah. Di dalam tanah terdapat air. boron.BAB 5. silikon. dan 1% CO2 beserta gas lainnya.1 Media Tumbuh Tanah adalah tempat tumbuh tumbuhan di atas permukaan bumi. strontium. Hara esensial (penting) sebagian besar terdapat dalam tanah. Oksigen dalam tanah digunakan oleh se-mua mahluk hidup dalam tanah.

mulai berkembang pemahaman fungsi tanah sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman tersebut. yang seringkali menyebabkan tergusurnya lahan pertanian yang produktif semata-mata karena alasan finansial. Nitoden diserap oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan amonium. tanah dipandang sebagai lapisan permukaan bumi (natural body) yang berasal dari bebatuan (natural material) yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam (natural force).penyusunan protein dan asam amino tumbuhan.Perkembangan dan Pengertian Tanah Pemahaman fungsi tanah sebagai media tumbuh dimulai sejak peradaban manusia mulai beralih dari manusia pengumpul pangan yang tidak menetap menjadi manusia pemukim yang mulai melakukan pemindah tanaman pangan /nonpangan ke areal dekat mereka tinggal. kalsium dan magnesium. Fosfor dibentuk pada tanah mineral dan berbagai senyawa organik. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk ion fospat. Dengan berkembangnya areal perkotaan. Pada saat ketiga logam tersebut di atas bereksi dengan air maka akan dibebaskan ion-ion kalium. a. Pada mulanya. Belerang diserap oleh tumbuhan dalam bentuk sulfat. sehingga membentuk regolit (lapisan 143 . kalsium dan magnesium merupakan logam. Belerang ditemukan dalam tanah mineral. Kalium. sehingga produksi yang dicapai tanaman tergantung pada kemampuan tanah dalam penyediaan nutrisi ini (kesuburan tanah). terjadi benturan kepentingan antara kebutuhan lahan untuk sarana transportasi dan pendirian bangunan dengan kebutuhan lahan pertanian. Pada tahap berikutnya.

Dinamika dan evolusi alam ini terhimpun dalam definisi bahwa tanah adalah "bahan mineral yang tidak padat (unconsolidated) terletak di permukaan bumi. dan (2) nama-nama. serta ciri-ciri lainnya umumnya berbeda dibanding bahan induknya. Hasil kajian tanah secara pedologis ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan dasar dalam pemanfaatan masingmasing jenis tanah secara efisien dan rasional. Masingmasing jenis tanah mempunyai morfologi yang khas sebagai konsekuensi keterpaduan pengaruh spesifik dari iklim. (2). yang variasinya tergantung pada faktorfaktor pembentuk tanah tersebut. Survei dan Pemetaan Tanah. Konsep ini dikembangkan oleh para Geologis pada akhir abad XIX. iklim (termasuk kelembaban dan suhu). jasad hidup (tanaman dan ternak). Analisis Bentang Lahan. organisme (makro dan mikro) dan topografi pada suatu periode waktu tertentu". Kajian Pedologi antara lain meliputi Agrogeologi. Hal-hal yang dipelajari adalah (1).berpartikel halus). Perbedaan-perbedaan berbagai jenis tanah dan dijumpainya suatu jenis tanah yang sama jika kondisinya relatif sama. dan (3). yang telah dan akan tetap mengalami perlakuan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan yang meliputi bahan induk. Kimia dan Biologi Tanah. Pengertian ini disebut sebagai definisi pedologis (pedo = gumpal tanah). Satu penciri-beda utama adalah tanah ini secara fisik. Morfologi dan Klasifikasi Tanah. bahan induk. Dalam definisi yang lain ilmu tanah adalah ilmu pengetahuan alam murni dalam hal: (1) asal mula dan pembentukan tanah yang tercakup dalam bidang kajian genesis tanah. Tanah merupakan hasil evolusi alam yang bersifat dinamis sepanjang masa. Ilmu Ukur . sifat kemampuan dan penyebaran berbagai jenis tanah yang tercakup dalam bidang kajian Klasifikasi dan Pemetaan Tanah. Fisika. topografi dan umur tanah. sistematik. kimiawi dan biologis.

Ekologi Tanah dan Bioteknologi Tanah. K. Mn. P. dan lain-lain). Ca. Cu. Zn. H. Agrohidrologi. Kajian Edaphologi ini antara lain meliputi Kesuburan Tanah. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Kajian tanah dari aspek ini disebut edaphologi (edaphos = bahan tanah subur). B. Mg. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Tata Guna Lahan. dan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasiaktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh. Pupuk dan Pemupukan. sedangkan yang merangkum kajian Pedologi dan Edaphologi sekaligus antara lain meliputi Pengelolaan Tanah dan Air. Cl. proteksi) bagi tanaman". Fe. yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas 144 . Pemahaman tanah sebagai media tumbuh tanaman pertama kali dikemukakan oleh Dr. yang mengkaji hubungan tanah pada tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi pertanian yang seekonomis mungkin.L. S. Jones dari Cornell University Inggris.Tanah. Pengelolaan Tanah Rawa. Konservasi Tanah dan Air. secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti N. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefinisikan sebagai: "Lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembang sistem perakaran penopang tegak-tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara. namun pada realitasnya kedua definisi selalu terintegrasi.

(4). (3). baik selama pertumbuhan maupun untuk berproduksi. industri perkebunan. Penyokong tegaktumbuhnya trubus (bagian atas) tetanaman. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman yang berfungsi dalam menunjang aktivitasnya supaya berlangsung optimum. tetapi juga harus memahami. yaitu sebagai (1). baik tanaman pangan. Penyedia kebutuhan primer tanaman untuk melaksanakan aktivitas metabolismenya. papan dan sandang bagi manusia (juga bagi hewan) ini membawa konsekuensi bahwa seorang ahli tanah tidak saja dituntut untuk berpengetahuan tentang: (1) tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman. vitamin dan asam-asam organik khas). meliputi air. (5). zat-zat pemacu tumbuh (hormon. (b). serta. Fungsi-fungsi tanah yang sedemikian vitalnya dalam penyediaan bahan pangan.tanah untuk menghasilkan biomasa. maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman. meliputi zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota terutama mikroflora tanah seperti (a). senyawa-senyawa atau enzim yang berfungsi dalam penyediaan kebutuhan primer tersebut atau transformasi zat-zat toksik eksternal seperti pestisida dan limbah industri berbahaya. maupun kehutanan". Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran yang mempunyai dua peran utama. (2) fungsi tanah sebagai pelindung tanaman dari serangan hama . baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut. (d). Atas dasar definisi ini maka tanah sebagai media tumbuh mempunyai empat fungsi utama. udara dan unsur-unsur hara. sebagai penyerap zatzat yang dibutuhkan tanaman. (c). Habitat biota tanah. obat-obatan. (2). antibiotik dan toksin yang berfungsi sebagai anti hamapenyakit tanaman di dalam tanah.

Empat lapisan teratas. Profil Tanah merupakan irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke bebatuan induk tanah (regolit). maupun karakteristik fisik.R. atau yang terbawa oleh aliran air. Profil Tanah Secara vertikal tanah berdifferensiasi membentuk horizonhorizon (lapisan-lapisan) yang berbedabeda baik dalam morfologis seperti ketebalan dan warnanya. yang biasanya terdiri dari horizon-horizon O-A-E-B-C. yang 145 . b. horizon OA disebut lapisan tanah atas dan horizon E-B disebut lapisan tanah bawah Meskipun tanah terdiri dari beberapa horizon.A (lapisan atas) yang biasanya mempunyai ketebalan di bawah 30 cm. yang masih dipengaruhi cuaca disebut Solum Tanah. palawija dan sesayuran yang paling berperan adalah kedalaman di bawah 20 cm. dan biologis masing-masingnya sebagai konsekuensi bekerjanya faktor-faktor lingkungan terhadap: (1) bahan induk asalnya maupun (2) bahan-bahan eksternal. istilah kesuburan tanah biasanya mengacu kepada ketersediaan hara pada lapisan setebal ini. Susunan horizon-horizon tanah dalam lapisan permukaan bumi setebal 100-120 cm disebut sebagai profil tanah. namun bagi tetanaman yang sangat penting adalah horizon O .dan penyakit dan dampak negatif pestisida limbah industri berbahaya tersebut. Oleh karena itu. dalam buku ini dituturkan dalam kerangka pengertian fenomena ini. berupa bahan organik sisa-sisa biota yang hidup di atasnya dan mineral non bahan induk yang berasal dari letusan gunung api. bahkan bagi tanaman berakar dangkal seperti padi. Oleh karena itu. kimiawi.

Kegunaan langsung dari pengamatan profil tanah ini antara lain adalah untuk mengetahui (1). . organik tanah atau belum mengalami pelindian (leaching) hara secara intensif. makin lengkap atau makin berdiferensiasi horizon-horizon tanah berarti makin tua umur tanah.1. (2). Warna tanah merupakan indikator sifat kimiawi tanah. sehingga jika makin besar bobot atau tinggi tanaman akan makin mudah tanaman untuk tumbang. makin dangkal berarti makin tipis sistem perakarannya. Tanah yang berwarna gelap berarti banyak mengandung bahan. Kedalaman lapisan olah atau solum tanah yang merupakan indikator potensi kedalaman akar tanaman untuk berpenetrasi. di atas. Namun bagi tetanaman perkebunan dan kehutanan (pepohonan) untuk jangka panjang lapisan tanah bawah juga akan menjadi sumber hara dan air. Informasi ini dapat menuntun kita dalam memilih jenis tanaman dan teknik penanamannya. yang banyak terdapat di sekitar Indralaya. sedangkan tanah yang berwarna terang atau pucat berarti berBOT (bahan organik tanah) rendah atau telah mengalami pelindian hara intensif. Kelengkapan atau differensiasi horizon pada profil tanah merupakan indikator umur tanah atau proses-proses pembentukan (genesis) yang telah dilaluinya. yang banyak terdapat di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. Pada tanah dewasa seperti andosol. profilnya dapat tanpa horizon. profilnya lengkap seperti sketsa pada Gambar 1. 0I Sumatera Selatan. namun kelengkapan atau diferensiasi horizon ini akan makin berkurang atau makin baur apabila tanah mengalami erosi.biasanya disebut sebagai lapisan olah. sedangkan pada tanah-tanah tua seperti Podsolik di sekitar Palembang dan Prabumulih serta tanah latosol di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. yang telah tererosi berat atau telah mengalami pencucian intensif mempunyai profil yang umumnya tanpa atau sedikit lapisan olah (horizon 0 dan A). Pada tanah-tanah muda seperti Regosol. sehingga relatif subur. Sumatera Selatan.

sedangkan tanah yang berwarna tak bersih atau bebercak menunjukkan aerasi dan drainasenya tidak baik. karena bagian padatannya 100% dapat berupa bahan organik. sehingga proses oksidasi dan reduksinya terjadi secara bergantian. sehingga proses oksidasi berjalan baik. yaitu bahan padatan (mineral dan bahan organik). sedangkan proses oksidasi yang lama pada tanah rawa akan menghasilkan senyawa ferri yang berwarna kecoklatmerahan. Komponen Tanah Tanah mineral yang dapat berfungsi sebagai media tumbuh ideal secara material tersusun oleh 4 komponen. Berdasarkan volumenya. dan (2) 50% ruang pori. air dan udara. Tanah yang berwarna homogen bersih menunjukkan sirkulasi udara (aerasi) dan airnya (drainase) baik. sehingga ketiadaan bahan mineral dan udara pada tanah ini merupakan masalah utama dalam 146 . c. Jambi. maka tanah secara rerata terdiri dari: (1) 50% padatan. sedangkan ruang porinya 100% dapat terisi air. berisi 25% air dan 25% udara. berarti kadar oksigennya cukup. komposisi ini relatif berlainan. Riau.sehingga relatif miskin. Khusus untuk tanah gambut yang banyak tersebar di kawasan rawa Sumatera Selatan. berupa 45% bahan mineral dan 5% bahan organik. Proses reduksi yang lama pada tanah kering berkadar besi tinggi akan menimbulkan bercak-bercak senyawa ferro yang berwarna kekuningan. Kalimantan dan Papua.

Iklim terutama curah hujan dan temperatur. O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran tanaman untuk melaksanakan respirasi. tanah bervegetasi akan mempunyai proporsi BOT tinggi. (3). saat hujan dan evaporasi (penguapan) rendah proporsi air meningkat (dan proporsi udara menurun). dan (4). yang melepaskan CO2 dan untuk oksidasi enzimatik oleh mikrobia autotrofik (mampu menggunakan senyawa anorganik sebagai sumber energinya). N2 bagi mikrobia pengikat N. sebaliknya pada tanah gundul (tanpa vegetasi). sebaliknya pada saat tidak hujan dan evaporasi tinggi. H2 dan gas-gas lainnya . Fungsi Utama Tanah sebagai Media Tumbuh Masing-masing komponen tanah tersebut berperan penting dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuh.pemanfaatannya menjadi lahan pertanian produktif. Sumber bahan organik tanah.1. d. CO2 bagi mikrobia fotosintetik. Sketsa proporsi komponen-komponen tanah mineral Udara tanah misalnya berfungsi sebagai gudang dan sumber gas (1). Gambar 5. (2). dan (3). makin halus berarti makin padat tanah. sehingga variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap variabilitas fungsi tanah sebagai media tumbuh. Ukuran partikel penyusun tanah. Secara alamiah proporsi komponenkomponen tanah sangat tergantung pada (1). (2). sehingga ruang porinya juga akan menyempit. sebaliknya jika makin kasar. tanah yang berdekatan dengan sungai akan lebih banyak mengandung air ketimbang yang jauh dari sungai. Sumber air. Beberapa gas seperti CO2 dan N2 ini serta NH3.

sehingga aktivitas mikrobia autotrofik yang berperan vital dalam penyediaan unsur-unsur hara menjadi terjamin dan toksisitas gas-gas tersebut ternetralisir. malah unsur-unsur mobil seperti N. Adanya sirkulasi udara (aerasi) yang baik akan memungkinkan pertukaran gas-gas ini dengan 02 dari atmosfer. Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tetanaman dan biota tanah. apabila berkadar relatif tinggi dapat menjadi racun baik bagi akar maupun bagi mikrobia tanah. Bahan mineral melalui bentuk partikel-partikelnya merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air. Untuk menghasilkan 1 g biomass kering. makin sedikit ruang 147 . baik ke permukaan akar maupun transportasi ke daun. Oleh karena itu. tetapi juga sebagai ruang untuk akar berpenetrasi. Sebagian besar ketersediaan dan penyerapan hara oleh tanaman dimediasi oleh air.baik yang berasal dari proses dekomposisi bahan organik maupun berasal dari sisa-sisa pestisida atau limbah industri. tanaman yang mengalami kekurangan air tidak saja akan layu tetapi juga akan mengalami defisiensi hara. K dan Ca dominan diserap tanaman melalui bantuan mekanisme aliran massa air. Bahan organik dan mineral tanah terutama berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara bagi tetanaman dan biota tanah. yang 1 %nya mengisi setiap unit selsel tanaman. tanaman membutuhkan sekitar 500 g air.

pada kondisi ideal perakaran tanaman dapat tumbuh dan berpenetrasi baik secara lateral maupun vertikal sejauh beberapa cm per hari. sehingga keberadaan BOT (bahan organik tanah) akan sangat menentukan populasi dan aktivitasnya dalam melepaskan hara-hara tersedia yang dikandung BOT tersebut. sehingga tanaman jagung dewasa yang ditanam berjarak 100 cm dapat mempunyai sistem perakaran yang saling bersentuhan dengan kedalaman lebih dari 2 meter. Dalam berpenetrasi ini. sehingga makin terjamin kebutuhannya selama proses pertumbuhan dan produksinya. dan akhirnya makin produktif suatu areal lahan. Sifat Fisik Tanah Telah dijelaskan sebelumnya bahwa fungsi pertama tanah sebagai media tumbuh adalah sebagai tempat akar mencari ruang untuk berpenetrasi (menelusup). Bahan organik merupakan sumber energi. baik secara lateral atau horizontal maupun secara vertikal. Warna mencerminkan jenis mineral penyusun tanah. Kerapatan porosotas tersebut menentukan kemudahan air untuk bersirkulasi dengan udara (drainase dan aerasi). 5. Makna terpenting dari makin berkembangnya sistem perakaran ini adalah makin banyaknya hara dan air yang dapat diserap tanaman. sedangkan stabilitas ukuran ruang ini tergantung pada konsistensi tanah terhadap pengaruh tekanan. Bahkan tanaman alfalfa diketahui dapat mencapai kedalaman sampai 7 m. Sifat fisik lain yang penting adalah warna dan suhu tanah. sedangkan .pori ini akan makin tidak berkembang sistem perakaran tanaman. intensitas pelindian dan akumulasi bahan-bahan yang terjadi. reaksi kimiawi. karbon dan hara bagi biota heterotrofik (pengguna senyawa organik). Tanaman kedelai dapat berpenetrasi hingga 35 cm lateral dan 1 m horizontal. Kemudahan tanah untuk dipenetrasi ini tergantung pada ruang pori-pori yang berbentuk di antara partikel-partikel tanah (tekstur dan struktur). dengan rerata 2-3 m.2.

Ukuran dan komposisi partikel-partikel hasil pelapukan bahan penyusunan tanah. dengan drainase yang baik akan terhindar perkembangan berbagai patogen seperti cendawan yang merugikan. Contohnya adalah bakteri Rhizobum sp. 148 . (2). Secara keseluruham sifat-sifat fisik tanah ditentukan oleh (1). sedangkan bakteri Nitratasi akan merubah NO2 menjadi NO3. Selain itu. (3). energi dan bahan dengan kehilangannya. Keseimbangan antara suplai air. mengatur suhu dan kelembaban tanah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. Intensitas reaksi kimiawi dan biologis yang telah atau sedang berlangsung. dan (4). Pada leguminoceae akan membantu proses penangkapan N2 dari udara dan akan dikonversi menjadi Nitrat. Drainase tanah yang baik akan mencegah penggenangan air. Tanah yang gembur akan memberikan kelonggaran bagi perkembangan akar serta memperlancarkan persediaan oksigen dan drainase yang baik.suhu merupakan indikator energi matahari yang dapat diserap oleh bahan-bahan penyusunan tanah. Jenis dan proporsi komponenkomponen penyusunan pertikel-pertikel ini. Ketersediaan oksigen juga diperlukan untuk proses dan aktivitas jasad renik tanah yang menguraikan bahan organik menjadi unsur hara yang selanjutnya dapat diserap oleh tanaman.

dan sebaliknya jika liat yang dominan.1. Sebagai hasilnya. (2). jumlah dan Was permukaan fraksi-fraksi tanah menurut sistem USDA dan Sistem Internasional tertera pada Tabel 5. Hal ini berbanding terbalik dengan luas permukaan yang terbentuk. berikut: Tabel 5. sebaliknya jika ukuran separat makin besar.1 Tekstur Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah (separat) yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relatif antara fraksi pasir (sand) (berdiameter 2. tetapi makin mudah pula air untuk hilang dari tanah. memperlihatkan bahwa makin kecil ukuran separat berarti makin banyak jumlah dan makin luas permukaannya per satuan bobot tanah. Hal ini berarti makin banyak ukuran pori mikro yang terbentuk. sehingga makin dominan fraksi pasir akan makin kecil daya menahan tanah terhadap ketiga material ini. sedangkan yang didominasi liat akan banyak mempunyai pori-pori mikro (kecil) atau tidak poreus.002 mm atau 200-2 m) dan liat (clay) (<2 m).2. Tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori makro (besar) (disebut lebih poreus). tetapi harus diperhitungkan dalam evaluasi tekstur tanah.5.20-0. tanah yang didominasi debu akan banyak mempunyai pori-pori meso (sedang) (agak poreus).1. Partikel berukuran di atas 2 mm seperti kerikil dan bebatuan kecil tidak tergolong sebagai fraksi tanah. serta makin mudah air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi baik: air dan udara banyak tersedia bagi tanaman). Klasifikasi ukuran. yang menunjukkan makin padatnya partikel-partikel per satuan volume tanah. maka (1).000.20 mm atau 2000-200 m. dan sebaliknya. Makin tidak . debu (silt) (berdiameter 0. Makin poreus tanah akan makin mudah akar untuk berpenetrasi. luas permukaan mencerminkan luas situs yang dapat bersentuhan dengan air. energi atau bahan lain.

lekat. 149 .poreus tanah akan makin sulit akar untuk berpenetrasi.2. pada saat pelapukannya akan membebaskan sejumlah hara. Uraian ini menunjukkan bahwa fraksi pasir dan debu lebih berperan secara fisik. (3). sehingga tanah bertekstur debu umumnya lebih subur ketimbang tanah tekstur pasir. Fraksi pasir umumnya didominasi oleh mineral kuarsa (SiO2) yang sangat tahan terhadap pelapukan. dan licin. maka tanah yang baik dicerminkan oleh komposisi ideal dari kedua kondisi ini. maka di lapangan jika tanah yang telah dibasahi dirasakan dengan kulit jari-jari tangan. Tekstur tanah dibagi menjadi 12 kelas seperti tertera pada Tabel 5. sedangkan fraksi liat akan terasa halus. maka fraksi liat lebih berperan secara kimiawi ketimbang secara fisik. sedangkan karena sebagian fraksi liat yang rukuran <1 m merupakan koloid atau partikel bermuatan listrik yang aktif sebagai situs pertukaran anion atau kation. sedangkan fraksi debu sanya berasal dari mineral feldspar dan mika yang cepat lapuk. Oleh karena itu. tetapi tidak licin. fraksi debu akan terasa agak halus dan agak lekat. serta makin sulit air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi buruk: air dan udara sedikit tersedia). maka fraksi pasir akan terasa kasar dan tidak lekat. namun dari segi nutrisi tanah lempung lebih baik ketimbang tanah bertekstur debu. sehingga tanah bertekstur debu dan lempung akan mempunyai ketersediaan yang optimum bagi tanaman. tetapi air yang ada tidak mudah hilang dari tanah. Perbedaan jumlah dan luas permukaan partikel-partikel per satuan volume tanah.

Di lapangan tekstur tanah dapat ditetapkan berdasarkan kepekaan indra perasa (kulit jari jempol dan telunjuk) yang membutuhkan pengalaman dan kemahiran. dan (c). (3). Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung. lempung liat berpasir (Sandy clay Loam) atau lempung liat berdebu (Sandy-silt Loam) (3 macam). maka gambaran umum tentang sifat fisik tanah dapat diperkirakan. Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung (tiga macam). debu dan liat sebagaimana dijelaskan sebelumnya.menunjukkan bahwa suatu tanah disebut bertekstur pasir apabila mengandung minimal 85% pasir. (2).5. apabila kelas tekstur tanah diketahui. lempung berdebu (Silty Loam) atau debu (silt) (4 macam). hasil penetapannya akan makin . 30-50% debu dan 10 30% liat disebut bertekstur Lempung. makin peka indra perasa ini. bertekstur debu apabila berkadar minimal 80% debu dan bertekstur liat apabila berkadar minimal 40% liat. Tanah bertekstur sedang meliputi yang bertekstur lempung berpasir sangat halus. (b). Tanah yang berkomposisi ideal yaitu 22.5% pasir. Tanah bertekstur halus atau tanah berliat berarti tanah yang mengandung minimal 37.52. Melalui pengetahuan tentang sifatsifat fraksi pasir. terdiri dari (a).5% liat atau bertekstur liat. liat berdebu atau liat berpasir (3 macam). Tanah bertekstur sedang tetapi agak kasar meliputi tanah yang bertekstur lempung berpasir (Sandy Loam) atau lempung berpasir halus (dua macam). Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah digolongkan menjadi (1). lempung (Loam). Tanah bertekstur sedang tetapi agak halus mencakup lempung liat (Clay loam).

(2). dilakukan dengan mengambil sebongkah tanah seberat kira-kira 10 g. serta tidak bisa membentuk gulungan atau lempengan kontinu. maka berarti tanah bertekstur lempung berpasir. Di Laboratorium. Tanah bertekstur debu akan mempunyai partikel-partikel yang terasa agak halus dan licin tetapi tidak lengket. lengket dan dapat dibuat gulungan atau lempengan kontinu. misalnya indra kulit merasakan partikel-partikel (1). serta gulungan atau lempengan yang terbentuk rapuh atau mudah hancur. Cara ini disebut metode rasa. maka berarti tanah bertekstur pasir. Terasa kasar. apabila yang terasa lebih dominan adalah sifat pasir. (4). geser-geserkan jari telunjuk sambil merasai derajat kekasaran. paling tidak tiga kali (tiga ulangan). dan kelengketan partikel-partikel tanah. Sebaliknya jika partikel tanah terasa halus. basahi dengan air secukupnya. maka berarti tanah bertekstur liat. tekstur tanah umumnya ditetapkan melalui dua metode. yaitu metode pipet (kurang teliti) atau metode hidrometer "Bouyoucos" (lebih teliti). pecahkan perlahan. Tanah bertekstur lempung akan mempunyai partikel-partikel yang mempunyai rasa ketiganya secara proporsional. tanpa rasa licin dan tanpa rasa lengket. yang keduanya didasarkan pada perbedaan kecepatan jatuhnya partikel-partikel tanah di dalam air dengan asumsi bahwa kecepatan 150 . (3). Melalui perbandingan rasa ketiganya maka secara kasar tekstur tanah dapat diperkirakan. lalu pijit di antara jari jempol dan telunjuk.mendekati kebenaran atau makin identik dengan basil penetapan di laboratorium. Hasil penetapan menurut metode rasa ini akan makin baik apabila untuk setiap titik pengamatan dilakukan beberapa kali. dan seterusnya. kelicinan.

(2). debu 25% dan liat 50%. sedangkan.dp gr 2 2 . Tabel 3.1). (3).jatuhnya partikel yang berkerapatan (density) sama dalam suatu larutan akan meningkat secara. sisanya yang masih tersuspensi merupakan fraksi liat. maka berarti tanah bertekstur liat.3 ini menunjukkan bahwa jagung ideal tumbuh pada tanah bertekstur lempung. Melalui metode hidrometer tersebut (1). fraksi pasir merupakan partikelpartikel yang turun ke dasar suspensi selama kurang dari 40 detik.3. hasil penelitian pengaruh tekstur tanah terhadap produksi jagung dan kentang tertera pada Tabel 3. . linear apabila radius partikel bertambah secara secara kuadratik: V . . Proporsi hasil penetapan masingmasing fraksi tanah ini kemudian dicocokkan dengan proporsi pada segitiga tekstur (Gambar 3. 9n di mana : V = kecepatan jatuhnya partikel (cm detik-1) g = percepatan karena gravitasi (cm detik-1) dp = kerapatan partikel (g cm-3) d = kerapatan larutan (g cm-3) r = radius partikel (cm) n = viskositas absolut larutan (dyne detik cm-3). fraksi debu turun antara 40 detik hingga hampir dua jam. Peran tekstur tanah sebagaimana diuraikan di atas akan memengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. d . misalnya contoh tanah o berkadar pasir 25%.

dan (3) umur bahan induk tanah. 5. serta (4) klasifikasi tanah (Lal. Namun keduanya tumbuh ideal pada tanah bertekstur pasir apabila disertai dengan irigasi. Tanah yang lebih baik adalah tanah bertesktur lempung berpasir ketimbang tekstur lempung terkait dengan kebutuhan tanaman kentang terhadap ruang untuk perpanjangan dan pembesaran umbinya. Pinus resinosa ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir meskipun jika dibanding dengan tanah bertekstur pasir yang diberi air irigasi. 151 . sedangkan tanah bertekstur liat. maka struktur merupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel-partikel primer tanah (pasir. Tanah yang partikel-partikelnya belum bergabung. yang lembek jika basah dan keras jika kering) atau apabila dilumat dengan air membentuk pasta disebut juga tanpa struktur. disebut tanpa struktur atau berstruktur lepas. yang terlihat massif (padu tanpa ruang pori. 1979).2 Struktur Apabila tekstur mencerminkan ukuran partikel dari fraksi-fraksi tanah.sedangkan kentang ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir ketimbang yang bertekstur liat dan pasir berlempung. nisbah debu : Liat merupakan kriteria penting dalam mengevaluasi fenomena seperti: (1) migrasi liat. Pada tanah-tanah di daerah tropika. sehingga sistem perakarannya leluasa untuk berkembang. debu dan liat individual) hingga partikel-partikel sekunder (gabungan partikel-partikel primer yang disebut ped (gumpalan) yang membentuk agregat (bongkah).2. Pada kondisi tanpa irigasi. terutama yang bertekstur pasir. tanah lempung memberikan sifat-sifat fisik yang baik sebagaimana diuraikan sebelumnya. (2) taraf pelapukan fisik.

10-0.00 1.002 Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah.50 0. Klasifikasi ukuran.00-1.50-0.05-0.002 <0.Tabel 5.1.05 0. jumlah dan luas permukaan fraksi-fraksi tanah men urut Sistem USDA dan Sistem Internasional Separat tanah Diameter (mm) USDA Internasional Pasir sangat kasar Pasir kasar Pasir sedang Pasir Pasirhalus Pasir sangat halus Debu Debu Liat*) 2.25 0. karena susunan antar ped atau agregat tanah akan menghasilkan ruang yang lebih besar ketimbang susunan antarpartikel primer.10 0.20 --0. tanah yang berstruktur baik akan mempunyai kondisi drainase dan aerasi yang baik pula. Hal ini terbukti dari percobaan pemupukan yang .00-0.002 <0.002 --2.25-0.02-0. sehingga lebih memudahkan sistem perakaran tanaman untuk berpenetrasi dan mengabsorpsi (menyerap) hara dan air. sehingga pertumbuhan dan produksi menjadi lebih baik. Oleh karena itu.00-0.

stabilitas dan durabilitasnya. (c) Kemudian secara langsung atau tak langsung terkait dengan (d). (2). (b).796 90.250.000.088 46.853.334.mendapatkan bahwa produksi jagung pada tanah tanpa pupuk tetapi beragregat baik ternyata 2.000 5. difusi gas dari dan ke atmosfer.000 2. Penanaman melindungi agregat tanah dari hantaman air hujan. sehingga makin rapat tajuk tanaman akan makin baik pengaruhnya terhadap agregat tanah. Struktur tanah mempunyai peran sebagai regulator yang (1).700 4. erosi air atau angin.776. (e).000 Was permukaan (cm2 g-1) 11 23 45 29 91 227 454 271 8. penggenangan dan . mengontrol proliferasi (pertumbuhan) akar dan perkembangannya.000 terbentuk dari berbagai ukuran pori-pori yang berinterkoneksi.000 722. mengatur retensi dan pergerakan air tanah yang meliputi: (a).3 kali lebih besar ketimbang produksi pada tanah beragregat buruk yang diberi pupuk. menyinambungkan arah pipa yang Jumlah partikel (g-1) 90 720 5.

aerasi tanah. temperatur tanah. yaitu: bulat. indikator derajat agregasi atau perkembangan struktur. dan (3). stres tanaman akibat kekeringan. (g). pelindian atau kehilangan hara-hara tanaman. balok dan prisma. (b) lemah. yang dibagi menjadi (a) tanpa struktur. gradasi.4. menghasilkan 7 tipe struktur tanah. jika agregasi tak terlihat atau berbatas tidak jelas atau baur dengan batas-batas alamiah. Di lapangan. struktur tanah dideskripsikan menurut (1). lempeng. indikator bentuk struktur yang terbentuk dari ped-ped penyusunnya. indikator bentuk dan susunan ped. (2). sebagaimana tertera pada Tabel 3. (f). tipe. dan (h). jika ped sulit 152 . kelas.

pada tanah utuh jelas terlihat dan antar ped terikat lemah namun tahan jika dipindahkan dan hanya terpisah apabila tanah terganggu. Kekuatan ikatan antar koloid-partikel di dalam ped pada saat basah. dan (d) kuat. Apabila berasal dari butirbutir tunggal. Mekanisme pembentukan struktur dimulai dari butiran tunggal atau dari bentuk masif. (2) pergerakan air yang mengikuti arah perkembangan akar menyebabkan terjadinya pengikisan dan pemecahan tanah yang kemudian memicu pembentukan ped. air segera meresap dan mendesak udara yang terperangkap di ruang-ruang pori tanah. turun lewat lobang-lobang saringan. dan (3) aktivitas keluar masuknya fauna tanah. Pencairan dan pembekuan yang juga merenggangciutkan partikel-partikel. tetapi tak jelas pada tanah utuh. (4). tanah kering diletakkan dalam saringan kemudian dicelupkan ke dalam air. Stabilitas ped yang terbentuk (juga agregat) ter-gantung pada dua kondisi. dan (2). (c) sedang. jika ped dapat terbentuk dengan baik. Lima mekanisme utama yang menyatukan partikel-partikel ini meliputi: (1) aktivitas penetrasi akar pada saat berkembang. Dalam metode ini. yaitu (1). Stabilitas ped ini dapat ditentukan melalui metode penyaringan basah. Pembasahan dan pengeringan yang merenggang-ciutkan partikelpartikel dan (5). Ped-ped yang tertinggal merupakan ped yang stabil terhadap air. . jika ped kuat. maka perkembangannya dimulai dari pengikatan partikel-partikel tanah membentuk cluster (gerombol) yang kemudian menjadi ped.terbentuk tetapi terlihat. tahan lama dan jelas. Keutuhan tanah permukaan ped pada saat rehidrasi. ped yang tidak kuat terhadap tekanan ini akan pecah dan rusak.

Pada tanah horizon A di Wisconsin USA urutan kepentingan agen-agen pengikat pembentuk ped berdiameter > 0. Hidroksi polimer-polimer ini dan atom-atom oksigen permukaan liat membentuk ikatan-ikatan hidrogen sebagai jembatan pengikat. Oleh karena koloid-koloid ini bermuatan negatif. lempung berliat Miami: lendir mikrobial>Fe-oksida>C-organik.Secara umum terdapat tiga kelompok bahan koloidal (partikel berdiameter <1 m) yang bertindak sebagai agen perekat (cementing agent) partikel-partikel dalam proses pembentukan agregat (agregasi) tanah. dan (3) Bahan organik koloidal. membentuk jaringan seperti jala yang efektif dalam menyatukan partikelpartikel tanah.5 mm adalah sebagai berikut (1). termasuk hasil aktivitas dan perombakan sel-sel mikrobia. Polimerpolimer organik yang merupakan polisakarida berbobot-molekul besar dapat berasal dari lendir ekstraseluler atau dinding-dinding sel-sel mikrobia. Pentingnya peran lendir (gum) mikrobial sebagai agen pengikat adalah menjamin kelangsungan aktivitas mikrobia dalam proses pembentukan ped (dan agregasi) tersebut. maka terjadilah agregasi. sedangkan . (3). maka molekulmolekul air yang dapat bertindak secara dipolar (bermuatan + dan -) terjerap (adsorpsi) ke permukaan koloid liat tersebut. Lempung berliat Almena : lendir mikrobial>Fe-oksida. maka lempeng-lempeng liat akan berdekatan dan dibantu oleh agen perekat. Pada saat air menguap. Secara umum lendir mikrobial>Feoksida>C-organik> liat. yaitu (1) Mineral-mineral Liat koloidal. (4). Lempung berdebu Parr: lendir mikrobial>liat>Fe-oksida> C-organik. (2) Oksida-oksida besi dan mangan koloidal. (2). lempung berliat Kewaunee : Feoksida> liat>lendir mikrobial. dan (5).

153 .

287 28.terhadap partikel nonkoloidal.3.544 33. Balok bersudut . Miselia jamur dan aktinomisetes juga efektif sebagai agen pengikat ini. Pengaruh kelas tekstur dominan lapisan atas tanah terhadap produksi jagung dan kentang Produksi (per hektar) Kelas tekstur dominan Liat Lempung Lempung berpasir Pasir berlempung Pasir (+ irigasi) Jagung (ton) Kentang (Ton) 5. Granuler 2. Remah 3. Tabel 5. polimerpolimer ini bertindak sebagai lem perekat. Pada tanah Latosol di daerah tropis.772 28. Lempeng 4.60 3.030 6.030 33.00 7.00 5. agen pengikat yang terpenting adalah Fe-oksida karena tingginya kadar Feoksida pada tanah ini.60 Tabel 5.4. Deskripsi tipe-tipe struktur tanah Tipe struktur Deskripsi Ped Lokasi horizon 1.

Seperti tumpukan susunan piringan yang berikatan lemah. Seperti pilar-pilar berpermukaan rata yang terikat oleh ped prisma lainnya sebagai penyela. Ped prisma ini ada yang pecah membentuk ped balok kecil. kecil dan agak bulat. tetapi ped-ped penyusun bersisi-sisi bulat agak persegi. Aerasi baik berarti keluarmasuknya udara dari hambatan.3 Aerasi Tanah Aerasi tanah merupakan istilah yang mengindifikasikan kondisi tataudara (keluar-masuknya udara) dalam tanah. = 1 tetapi relatif poreus. antarped tidak terikat. disebut plat jika tebal dan laminar jika tipis. Kolumnar Relatif tak poreus. akan terjadi penghambatan A A E tanah hutan atau Bt tanah liat Bt Bt Bt Bt terhadap pertumbuhan dan produksi .5. lkatan antar ped ini sering putus membentuk balok-balok kecil.2. = 4. sedangkan aerasi buruk berarti sebaliknya. Seperti balok-balok yang terbentuk dari ikatan ped-ped yang sisi-sisinya bersudut tajam. = 6. 5. Balok persegi 6. tetapi berpermukaan bulat melingkar yang diikat secara lateral oleh ped pilar lainnya sebagai penyela. Pada tanah beraerasi bueruk. tidak terikat membentuk ped. Prisma 7.

Aktivitas mikrobia yang terkait dengan kesuburan tanah. 154 . kiemudian kalsium. Pertumbuhan dan perkembangan perakaran tanaman.tanaman akibat tertekannya (1). (3). Serapan hara yang paling terganggu adalah kalium. Respirasi akar. (2). magnesium. Absorpsi (penyerapan) air dan unsur hara. nitrogen dan fosfor (4).

Adanya gas-gas yang berdifusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah (N2 dan CO2 dari tanah ke udara dan O2 dari udara ke tanah). Di bawah kadar 10% pertumbuhan akan terhambat dan akan berhenti sama sekali apabila kadarnya kurang dari 2%. Laju difusi oksigen di dalam air adalah 10 ribu kali lebih kecil ketimbang laju difusi oksigen di udara tanah. sehingga peningkatan kadar air tanah akan . dan (4). Umumnya tanaman tumbuh normal pada saat pori tanah terisi udara >10% oksigen. Hal ini di samping disebabkan oleh (1). Aktivitas mikrobia dalam dekomposisi bahan organik yang melepaskan gas CO2 dan N2 (denitrifikasi). lebih tinggi daripada kandungan CO2. kadar O2 lebih rendah dan kadar N2. idealnya sekitar 21%. maka penyerapan hara melalui mekanisme aktif yang membutuhkan energi kimiawi (ATP) hasil proses respirasi juga akan terhambat. Pada kondisi aerasi baik kadar CO2 udara tanah lebih tinggi 6-7 kali (jika aerasi buruk dapat hingga 10-100 kali). Kecenderungan udara yang mengalir dari temperatur tinggi (tanah) ke temperatur udara (atmosfer) terutama di malam hari dan sebaliknya di siang hari.Hal ini terutama terkait dengan proses respirasi akar tanaman yang menyerap O2 dari udara tanah dan melepaskan CO2 sehingga jika aerasi buruk akan terjadi akumulasi CO2 dan defisit O2 konsrkuensinya respirasi akar dan aktivitas mikrobia aerobik (mutlak butuh oksigen) yang terlibat dalam penyediaan hara akan terganggu. Adanya respirasi akar (juga mikroflora fotosintetik dan fauna tanah) seperti dijelaskan diatas. O2 dan N2 atmosfer. serta fiksasi N2 (seperti bakteri rhizobium). terutama terkait dengan (3). CO2 (mikrobia heterotrofik) dan O2 (mikrobia aerobik). dan (2). Kemungkinan secara keseluruhan akan menghambat perkembangan dan pertumbuhan tanaman.

Pada tomat terlihat setelah 10-15 hari kemudian dengan penurunan bobot terjadi pada 45-50 hari kemudian dengan penurunan bobot hingga 25% yang baru pulih setelah 70 hari. biet gula. serta difusi yang 156 . hidrogen sulfida dan amoniak. yang dapat menyuplai oksigen asalkan trubusnya menyembul ke udara. rumput sudan dan reed canary. Kadar CO2 pada udara tanah bervariasi antara 0. derisiensi oksigen selama 24 jam saja telah menghambat pertumbuhannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar CO2 O2 udara tanah tertera pada Tabel 3.8 yang secara umum merupakan konsekuensinya terhambat aktivitas akar dan mikrobia. kacang pea dan barlei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar kebanyakan tanaman ideal pada laju difusi oksigen minimal 30 x 10 cm menit. padi. Kepekaan tanaman terhadap aerasi tanah yang buruk atau defisiensi oksigen adalah sebagai berikut (1). dan (4). Toleran: willow. dan beberapa sedge yang dapat menyerap udara ke dalam perakarannya yang tenggelam. oat.0% dan jika aerasi buruk dapat mencapai hampir 20%. kentang.menghambat penetrasi oksigen ini yang kemudian menyebabkan tertekannya respirasi akar. dan pada kondisi jenuh air terjadi defisit oksigen yang menyebabkan matinya tanaman. cattail. Pada kondisi tergenang (reduksi) udara tanah juga banyak mengandung gas methan. gandum. Agak tahan: sorgum (dapat terendam beberapa hari). Peka: tomat. dan kedelai. Pada padi mekanisme ini terjadi karena adanya interkoneksi pembuluh udara dalam korteks. Pada kacang kapri dan tomat. (3). (2).1-5. Sedang: jagung. tidak mampu berpenetrasi ke dalam tanah apabila laju difusi kurang dari 20 x 10 cm menit.

mikrobia umumnya menjadi inaktif. Temperatur tanah merupakan salah satu faktor tumbuh tanaman yang penting sebagaimana halnya air. temperatur didefibisikan sebagai kondisi suatu bodi yang menentukan transfer panas ke atau dari bodi lainya .menyebabkan naiknya kadar CO2 dan turunnya kadar O2. dan enzimatik. udara dan unsur hara. Temperatur tanah sangat memperngaruhi aktivitas mikrobial tanah. Temperatur adalah istilah untuk menyatakan intensitas atau level panas yang berfungsi sebagai indikator level atau derajat aktivitas molekuler. Proses kehidupan bebijian. 5.4 Temperatur Tanah Temperatur (suhu) adalah suatu sifat tanah yang sangat penting secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan juga terhadap kelembaban. aerasi. aktivitas mikrobial. dekomposisi serasah/sisa tanaman dan ketersediaan hara-hara tanaman. Temperatur dinyatakan dalam derajat (a). Pada temperatur di atas 40oC. Aktivotas ini sangat terbatas pada temperatur di bawah 10oC. Satu sentigrade = 1/100 dari total perbedaan anatar . akar tanaman dan mikrobia tanah secara langsung dipengaruhi oleh temperatur tanah. laju optimum aktivitas biota tanah yang menguntungkan terjadi pada temperatur 18 30oC. sehingga penyerapannya oleh akar juga meningkat. Laju reaksi kimiawi meningkat dua kali lipat untuk setiap 10o kenaikan temperatur. Skala sentigrade pada tahun 1742 oleh Anders Celcius (ahli Astronomi Swedia).2. yang kemudian paling umum digunakan di dunia. Nitrifikasi berlangsung optimum pada temperatur sekitar Pada temperatur di atas 30oC. seperti bakteri pengikat N pada tanah berdrainase baik. struktur. Pada temperatur di atas 30oC lebih banyak unsur K-tertukar dibebaskan ketimbang pada temperatur yang lebih rendah. Dalam Handbook of Chenistry and Physics .

serta 157 . Interval temperatur ini juga digunakan untuk menyatakan temperatur absolut (derajat Kelvin). (d). Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor dengan dua sumber panas. Pada tahun 1724 seorang blower gelas bangsa Jerman Fahrenheit mengembangkan sistem graduasi temperatur dengan menggunakan tem-peratur terbeku dari campuran amonium khlorida es air sebagai titik nol dan panasa darah sebagai titik 100 oF. secara umum semua substansi berkapasitas-panas lebih kecil dari air (Kohnke. (b). Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air.18 oC sebagai titik nol. Hubungan ketiga skala temperatur ini adalah : oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per tahun satuan bobot massa substansi tersebut.temperatur air pada titik didih di bawah tekanan atmosfer baku {700 mm Hg (merkuri)}. yaiut radiasi sinar matahari dan langit (dominan). yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC. namun skalanya dimulai pada -273. Satuan kapasitas panas adalah gram per kalori (g cal-1). 180). sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah panas-spesifik hampir 0.8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut seabgaai kapasitas thermal atau kapasitas panas. dan (c).2 cal g-1.556 oF 17.556 oK 273 = oC = 0. yang berpanas-spesifik air = 1 cal g-1.

debu. kecuraman dan arah lereng. tetanaman. sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah berpanas-spesifik hampir 0.8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut sebagai kapasitas thermal atau kapasitas panas. Jumlah panas matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 2 cal g-1 cm-2 menit-1 atau 2 langleys menit -1 .2 cal g -1 . yang secara rata-rata setara dengan . musim. Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor. yang berpanas spesifik air = 1 cal g-1 . yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC. salju. Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air ini. dan mulsa.konduksi dari interior anah (sangat sedikit). Satuan kapasitas tanah adalah gram per kalori (g cal-1 ). serta konduksi dari interior tanah (sangat sedikit). radiasi yang diterima permukaan bumi adalah 100 800 langleys per hari. Radiasi solar. dengan dua sumber panas. Didaerah Temperate. awan. Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang ber-peran menyebabkan terjadinya perubahan temperatur tanah meliputi: oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0. namun yang benar-benar diterima oleh permukaan tanah jauh berkurang. secara umum semua substansi berkapasitas panas lebih kecil dari air (Kohnke. uap air. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per satuan bobot massa substansi tersebut. serta altitudo lokasinya. kabut.556 oF 17. yaitu radiasi sinar matahari dan langit (dominan). waktu. Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang berperan menyebabkan ter-jadinya perubahan temperatur tanah meliputi : (1). tergantung pada : (a) sudut temu antar matahari muka tanah yang dipengaruhi oleh latitudo.556 oK 273 = oC = 0. 1980). dan (b) insulasi oleh udara. (2).

merupakan proses eksothermik. Radiasi dari langit. mulsa. direradiasikan kembali ke langit. (4).0 um. dapat berupa tanaman penutup tanah. (6). Oleh karena konduksi panas yang menerobos udara adalah sedikit. Konduksi panas dari atmosfer. Insulasi. awan dan asap yang menghalangi sampainya radiasi matahari ke permukaan tanah. (5). (2). salju. Kondensasi. Radiasi solar terjadi sebagai radiasi gelombang pendek dengan panjang gelombang antara 0. repleksi radiasi dan energi yang digunakannya untuk fotosintesis akan menurunkan temperatur iklim mikro 158 .kebutuhan energi untuk mengevaporasikan lapisan air setebal 1 cm diperlukan 560 langleys. Vegetasi. Curah hujan berperan menurunkan temperatur tanah. melalui pengaruhnya terhadap transpirasi. dan (7). merupakan proses endothermik yang berefek kebalikan . Evaporsi. Sisa energi ini jika tidak terpakai untuk menaikan temperatur tanah dan fotosintesis.(1). Namun demikian hanya sebagian dari total radiasi ini yang tersedia untuk menyuplai energi yang dibutuhkan untuk evaporasi dan transpirasi tersebut. (3). hingga 5 oC atau lebih. Apabila uap air dari atmosfer atau dari kedalaman tanah yang berbeda berkondensasi di dalam tanah maka akan terjadi peningkatan temperatur tanah.3 5. maka efeknya terhadap temperatur tanah hanya penting apabila terjadi kontak dengan tanah. yang berkontribusi relatif besar dalam menyuplai panas pada tanah di areal yang sinar mataharinya dapat menembus atmosfer bumi.

0003-0.005 cal detik -1 cm -1 oC-1.65 x 0. Faktor-faktor internal (tanah) yang berperan meliputi : (1) Kapasitas thermal. Konduktivitas bahan-bahan pembentuk tanah dan sebagian besar partikel-partikel tanah adalah sekitar 0.25 cal cm3 ) oleh karena panas spesifik udara sangat kecil sehingga dapat diabaikan. .675 cal cm3 . Oleh karena itu. Panas spesifik es hanya 0. sehingga dalam keadaan jenuh akan berpanas-spesifik besar.0) = 0.0005 cal detik 1 cm -1 oC-1). yang berarti setiap 1 cm3 (biasanya disingkat cc) tanah kering yang tersusun oleh 50 % padatan dan 50 % ruang pori akan mempunyai panas spesifik sebesar 0. yaitu sekitar 0. Tanah yang ruang porinya terisi air akan berpanas-spesifik = 0.9 cal cm3. (3) Aktivitas biologis.2 cal g-1 .265 + (0.5 cal cm3 . udara berkonduktivitas 100 kali lebih kecil sedangkan air hanya sekitar seperlima ketimbang mineral pembentuk tanah tersebut. Tanah mineral kering mempunyai panas spesifik hampir 0. tetapi secara volumetris tidak banyak berbeda. Tanah organik biasanya mempunyai banyak ruang pori. Ativitas biologi menghasilkan panas.5 x 2. tanah-tanah berstruktur lepas lagi kering akan mempunyai konduktivitas thermal yang sangat rendah (0. yang nilainya akan menurun tergantung proporsi kadar air tanahnya.dan secara tidak langsung juga temperatur tanah.5 x 1.2 = 0. (2) Konduktivitas dan difusivitas thermal. panas spesifik gambut secara gravimetris (bobot) akan jauh lebih besar ketimbang tanah mineral.265 cal cm3 (atau rerata 0.

5 Warna Tanah Warna merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah. (5) Struktur. coklat. Tanah padat mempunyai konduktivitas thermal lebih besar ketimbang tanah yang gembur. kesuburan tanah dan aktivitas biologis tanah. Warna tanah meliputi putih. apalagi ketimbang partikel-partikel tanah. makin tinggi temperatur tanah akan makin besar radiasinya. coklat. serta berapa derajat lebih tinggi ketimbang tanah yang biologisnya tidak aktif. sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap temperatur tanah.2. Tekstur dan Kelembaban Tanah. hara . Kadar garam yang tinggi akan menenkan aktivitas biologis ini.sehingga makin besar aktivitas ini kan makin banyak pans yang dibebaskan ke tanah. kadangkala dapat pula kebiruan atau kehijauan. dan hitam. 5. Tanah yang berkadar BOT . akibat udara yang mengisi tanah gembur ini mempunyai konduktivitas thermal yang jauh lebih rendah ketimbang air. kuning. kelabu. dan udara tinggi. merah. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tak murni tetapi campuran kelabu. (4) Radiasi Radiasi dari tanah ke atmosfer yang terjadi secara kontinu. dan bercak 159 . karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tetanaman tetapi secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperatur dan kelembaban tanah. (6) Garam-garam terlarut Garam terlarut mempengaruhi evaporsi.

kerapkali 2-3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot. besi-tereduksi berwarna biru-hijau. dan (b) oksidasi yang menyebabkan terjadinya pada tanah yang rendah kadar besi atau mangannya. . atau kadangkala olive-hijau. yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna tanah. dan feldspar mempunyai banyak warna tetapi dominan merah. Tanah basah atau lembab terlihat lebih gelap ketimbang tanah kering. disebut karatan (mottling). kelabu. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah. kuarsa umumnya berwarna putih. Warna bercak pada tanah juga merupakan indkator terjadinya proses reduksi-oksidasi secara sebentarsebentar (intermitten) akibat adanya kelebihan air dan buruknya aerasi yang terjadi secara temporer. misalnya humus dan besihidroksida yang secara jelas menentukan warna tanah. Besi-oksida berwarna merah. tergantung tipe dan proporsi mantel-besinya. khusunya besi (Fe) dan mangan (Mn). sedangkan karatan berwarna gelap terbentuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami presipitasi. Hal ini terutama dipicu oleh terjadinya : (a) reduksi besi dan mangan ke bentuk larutan.(rust). Karatan-karatan yang terbentuk ini tidak segera berubah meskipun telah dilakukan perbaikan drainase. Batukapur berwarna putih. Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen penyusunnya. coklat-karatan atau kuning tergantung derajat hidrasinya. selama musim hujan. Efek komponen-komponen terhadap warna komposit ini secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik masing-masingnya terhadap tanah. yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan.

makin tinggi makin gelap. (2). sehingga tanah berwarna terang sering dikaitkan dengan rendahnya produktivitas. secara umum dikatakan bahwa Makin gelap tanah berarti makin tinggi produktivitasnya. warna merupakan indikator jenis bahan induknya. Kuning. coklat-kekelabuan. Iklim hangat akan menghasilkan tanah-tanah berwarna merah. baik iklim makro maupun iklim tanah. kelabu. 160 . Yang merupakan resultante dari hal-hal berikut: (1). Warna terang kerapkali merupakan hasil intesifnya pelindian besi dari tanah. kadar bahan organik yang berwarna belap. Dengan berbagai pengecualian mempunyai urutan : putih. sehingga makin dominan makin terang. makin intensif makin terang.merah. yang umumnya bersamaan dengan hilangnya berbagai unsur hara. yaitu mineral yang tanpa nilai nutrisional sama sekali. atau (3). Warna merupakan indikator kondisi iklim tempat tanah berkembang atau asal bahan induknya. intensitas pelindian unsur-unsur hara pada tanah tersebut. sedangkan tanah-tanah tua. coklat-kekaratan Coklat dan hitam. merupakan indikator iklim tempat perkembangannya. dan Pada tanah muda. sehingga warna pada tanah kering akan banyak direfleksikan. khususnya jika tanah berdrainase baik. warna terang mencerminkan dominannya kuarsa.karena terkait dengan perbedaan nyata dari sifat refraktif (aksi pembiasan cahaya) komponen padatan tanah dan udara. tetapi pada kondisi tertentu warna sering pula digunakan sebagai indikator kesuburan atau kapasitas produktivitas lahan.

PB (purple brown). value dan chroma. G (gray = kelabu). Perbedaan imperasi inilah yang disebut sebagai warna . namun adanya mulsa atau vegetasi penutup tanah atau mengeliminasi perbedaan ini. yaitu : Y (yellow = kuning). yang membedakan warna tanah secara langsung dengan bantuan kolom-kolom warna standar.6 Klasifikasi Warna Gelombang elektromagnetik yang dikenal sebagai sinar visibel (dapat dilihat mata) mempunyai panjang gelombang sekitar 0.0 7.5 5. YR (ye low red) . 5.5 10. sehingga pada saat matahari bersinar. R (red = merah). dan GY (gray yellow).2. metode yang telah dikenal luas oleh banyak Soil Specialist adalah Sistem Munsell . Efek sinar dari berbagai panjang gelombang yang memengaruhi mata (impresi) sangat bervariasi. yang merupakan pembeda antara merah dari kuning.5 dan 7. kemudian setiap warna ini dibagi menjadi kisaran hue : 0 2. yang mendasari penyusunan variasi warna pada kartu-kartu Munsell : Hue merujuk pada spektral atau kualitas warna yang dominan. Benda berwarna hitam dan gelap cenderung lebih banyak menyerap energi matahari ketimbang benda berwarna terang atau putih.75 . Dalam pengklasifikasian warna tanah.0 7. tanah-tanah hitam dan gelap cenderung lebih hangat ketimbang tanah-tanah terang atau putih.Warna juga memengaruhi kondisi tanah lainnya melalui efeknya terhadap energi radiant. Lebih banyaknya energi panas yang tersedia dalam tanah akan lebih mendorong laju evaporasi. B (brown = coklat). m. RP (red purple).0 5. Warna ini dibedakan berdasarkan tiga faktor basal (basic) berupa komponen warna. yang pada kartu warna hanya tertulis 2. BG (brown gray). Value atau briliance (kecemerlangan) yang mengekspresikan .5 dan 10. Dalam hue ini warna dipilah menjadi 10 warna. yaitu hue.38 0. dan lainnya. P (Purple = ungu).5 2.5 5.

derajat keasaman tanah ini akan lebih banyak berpengaruh pada fase pertumbuhan tanaman dan perkembangan selanjutnya. Derajat kemasaman tanah. atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelbu atau putih netral (skala 0) ke warna lainnya (skala 19). Pada umumnya tanaman membutuhkan kondisi lahan yang netral dengan pH sekitar 7. ambil tanah secukupnya (kira-kira 5 g) cocokan dengan warna yang ada di buku Munsell.0. ditulis 2. misalnya warna tanah terletak pada kartu Hue 2. Value ini merujuk pada gradasi warna dari putih (skala 10) ke hitam (skala 0).5 YR. akan berpengaruh juga terhadap kehidupan jasad renik atau mikroorganisme tanah yang berperan dalam 161 .variasi berkas sinar yang terjadi jika dibandingkan warna putih absolut. value 3 dan chroma 4. 5.5 YR ¾ berarti warnanya dark reddish brown (coklat kemerahan gelap). Dilapangan. Derajat kemasaman tanah yang tidak sesuai dengan syarat perkembangan tanaman menakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu dan akhirnya akan memberikan hasil yang tidak memuaskan.3 Sifat Kimia Tanah Sifat kimia tanah yang penting bagi budidaya tanaman adalah derajat keasaman atau pH tanah. Hal ini karena pH tanah berkaitan dengan kemampuan tukar ion yang terjadi di dalam tanah yang pada akhirnya akan menentukan ketersediaan unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. dan Chroma didefinisikan sebagai gradasi kemurnian dari warna.

Ini merupakan salah satu sifat biologis tanah yang perlu diperhatikan dalam memilih tanah untuk keperluan budidaya. Seperti yang telah disebutkan di atas.perombakan bahan organik menjadi unsur hara. Dengan demikian akan menyuburkan tanah. Penggolongan tanah berdasarkan suhu. membantu melarutkan unsur hara yang tidak dapat larut dalam air melalui proses biologis.15 Mesik Isomesik 15 22 musim dingin (oC) Thermik Isothermik < 22 Hyperthermik . Tabel 5.5. aktivitas jasad renik dalam perombakan bahan organik menjadi unsur hara sangat penting bagi tanaman. Rerata temperatur tanah tahunan (oC) Beda temperatur musim panas = 5 = 5 < 8 Frigid Isofrigid 8 . yaitu fiksasi nitrogen dari udara menjadi senyawa nitrit dan kemudian menjadi senyawa nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh akan tanaman. Sifat biologis tanah akan membantu tersedianya unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Jasad renik juga dapat membantu proses nitrifikasi.

Perkembangan kesuburan tanah (Encarta. 2006) 5. Oleh karena itu tanah yang akan ditanami harus dipersiapkan sebaik 162 .2 .Isohyperthermik Gambar 5. Lahan untuk budidaya secara konvensional pada umumnya terdiri dari tanah yang merupakan tempat tumbuh tanaman.4 Teknik Pengolahan Tanah Pengolahan lahan terdiri dari persiapan lahan. pengolahan tanah dan pembuatan bedengan.

Bedengan biasanya dibuat dengan ukuran lebar 1-1. dan pencabutan. Pembersihan lahan ini dapat dilakukan dengan pembabatan. pengaturan air. Sebelum melakukan pengolahan tanah hendaknya lahan dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa tanaman yang ada. misalnya rerumputan dan semak yang tumbuh pada lahan tersebut. tinggi 15-20cm. Untuk mempercepat proses pengomposan pada tanah sawah dapat ditambahkan bio-fertilizer dan dekomposer yang bersifat anaerob. sehingga diperoleh kompos siap pakai yang mengandung mikroflora tanah yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan berdampak positif untuk tanaman yang dibudidayakan. panjang 10-15 meter (tergantung luas lahan).mungkin sehingga tanaman bisa tumbuh dengan subur dan hasilnya memuaskan. pembersihan lahan dilakukan dengan membabat atau membenamkan sisa tanaman ke dalam tanah yang terendam air. . Pada tanah basah seperti tanah sawah. dan jarak antara bedengan 30-40 cm. Fungsi bedengan adalah memudahkan perawatan tanaman. penanaman benih atau bibit tanaman. Dengan adanya bedengan maka akan terbentuk saluran-saluran pembuangan air yang sekaligus bisa digunakan sebagai jalan untuk mengamati atau merawat tanaman. Pengolahan (penggemburan) tanah ini bisa dilakukan dengan cangkul atau dengan bajak sedalam 20-30 cm. Setelah kegiatan pengolah tanah. agar tanaman bisa tumbuh dengan subur dan memberikan banyak hasil.2 meter. tahap berikutnya yang harus dikerjakan adalah pembuatan bedengan. Pengolahan tanah merupakan kegiatan yang dilakukan agar tanah menjadi gembur dan subur. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengolahan tanah. Semua bahan organik yang terkumpul diupayakan untuk diproses menjadi kompos dengan menggunakan dekomposer (bio-fertilizer) dan antagonis patogen tular tanah.

163 . dalam 20-25 cm dan jarak antar lubang 60 x 70 cm atau 60 x 60 cm.3. Lubang tanam ini dibuat dengan ukuran lebar 15-20 cm. Pengolahan tanah di lahan kering dengan menggunakan traktor . Pengolahan tanah.Pembuatan lubang tanam dan pemberian pupuk dasar. Pembuat-an lubang tanam dilakukan dengan membuat lubang dan menggemburkan tanah disekitar tanah tersebut. Pengolahan tanah di lahan sawah dengan menggunakan hand tractor. A. B. Gambar 5.

5 Teknik Penanaman Penanaman merupakan aktivitas utama yang akan menentukan tingkat keberhasilan suatu usahatani. Pembuatan bedengan dengan menggunakan traktor Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). Pada umumnya pola tanam diterapkan menyesuaikan dengan pola tenam sebelumnya.4. Pola tanam dapat dilakukan berupa sistem tunggal atau inter-cropping. Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman. Aktivitas yang dilaku-kan adalah menanam bibit pada kondisi yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanman sehingga tidak ada yang mati dan mampu menghasilkan produksi seperti yang direncanakan. Untuk mendapatkan areal .Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. Gambar 5. Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). 5.

5 kali jumlah kebutuhan bibit/tanaman. dan pola tanam campuran. diantaaranya adalah pola tanam segi empat. Pola tanam erat kaitannya dengan keoptimuman jumlah pohon per hektar. Ada empat pola tanam yang dianjurkan.5 Bebeberapa alternatif pola penenaman Jumlah benih yang harus disemai adalah + 1. Jika Anda ingin menanam 2400 pohon maka jumlah benih cabe yang hams anda semai dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : 163 . pola tanam segitiga.penanaman yang sebaik-baiknya dianjurkan untuk menetapkan pola tanam terlebih dahulu. X x x x x x x x X x x x x x X x x x x x x x x x X x x x x x x x X x x x x x X x x x x X x x x Gambar 5.

5 x 2400/1200 x 10 gram = 30 gram atau + 3 pack atau 3 bungkus@ 10 gram. Anda dapat memililih tempat persemaian dengan sifat-sifat sebagai berikut : . Pasir mempunyai sifat aerasi (udara dapat keluar dan masuk secara bebas) dan drainase (mampu mengalirkan air) yang baik.Jumlah Benih Cabe = 1. mempunyai aerasi (aliran udara) dan drainase (aliran air) yang baik. Jumlah Benih Tomat = 1. Benih tomat dan cabe yang akan disemaikan direndam dengan air hangat (50°60°C) terlebih dahulu selama 6-12 jam .2-0. Selanjutnya benih direndam dalam larutan fungisida (± 2-4 gram/liter) selama 30 menit. bebas dari gangguan cuaca (banjir. Media persemaian yang baik adalah tanah yang subur. Untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam benih dilakukan perendaman dengan fungisida (dapat dibeli di toko pertanian). Oleh sebab itu benih tersebut disebar merata pada media persemaian. Mudah transportasi .500 biji Agar persemaian berhasil dengan baik.5 x (jumlah bibit/1200) x 10 gram = 1. Perendamanan benih bertujuan untuk melunakkan kulit benih sehingga air dan udara mudah masuk ke dalam benih sehingga mendorong proses perkecambahan. gembur.4 cm).200 biji Jumlah benih tomat per 10 gram sekitar 1. Benih tomat dan cabe berukuran kecil (+ diameter 0. Dekat dengan sumber air . Bebas dari gangguan hewan/hama . sedangkan pupuk kandang . cahaya matahari secara langsung) . Umumnya media semai yang dapat Anda gunakan untuk benih tomat dan cabe adalah campuran pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.5 x (jumlah bibit/1500) x 10 gram Catatan: Jumlah benih cabe per 10 gram sekitar 1.

menyediakan unsur hara (zat makanan) yang diperlukan oleh bibit tomat dan cabe. Lima hari setelah benih tomat dan cabe ditebar akan keluar kecambah. Siramilah kecambah tersebut setiap hari dengan menggunakan hand sprayer atau gembor (semprotan tanaman dari plastik).6. Hand sprayer untuk menyiram kecambah L 165 . Gambar 5.

Pemadatan media tanam dapat dilakukan dengan bantauan tangan atau kaki yang ditekankan pada permukaan tanah. Tehnik penanaman dilakukan dengan cara memasukkan poly-bag terlebih dahulu ke lobang tanam. polybag disayat dari bagian bawah ke arah atas. maka penanaman dapat dilakukan. Dua minggu sebelum penenaman terlebih dahulu harus disiapkan lubang tanam yang berukuran seuai dengan ukuran bibit. Rencana penanaman sebaiknya diiringi dengan rencana pemeliharaan tanaman sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik untuk jangka waktu yang cukup lama. Bibit diangkat dengan cara memegang batang bibit sehingga kondisi bibit tidak akan rusak. Penyanggaan polybag bibit ke lubang tanam akan menjamin bibit lebih aman. Pem-berian pupuk dimaksudkan untuk menyediakan hara untuk bibit yang akan ditanam beberapa minggu kemudian. Lubang tanam bervariasi mulai dari 10x10x10 sampai dengan 60x60x60 cm. misalnya untuk setiap 50 lubang tanam selalu disediakan satu tempat pengumpulan bibit. Bibit yang baru .Bila jarak tanam dan pola tanam telah ditetapkan. Polybag yang terkoyak dapat mudah ditarik dan lubang tanam ditutup kembali dengan tanah top soil. Lubang tanam kemudian ditaburi dengan pupuk kandang dan pupuk dasar. Bibit yang hendak ditanam sebaiknya tidak terlalu sering dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Setelah itu dengan menggunakan pisau tajam. serta bibit sudah siap tanam. Untuk itu diperlukan tempat pengumpulan bibit. mencegah penggenangan air di sekitar batang yang dapat menyebabkan pembusukan bibit. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekompakan media tanam.

Pupuk untuk tanaman dapat digolongkan kepada pupuk organik an anorganik.6 Pemupukan Pupuk merupakan bahan yang dapat menyediakan unsur hara pada tanaman. hidrogen (H). 5. kalsium (Ca). Mg dan S merupakan unsur hara sekunder. Unsur-unsur N. nitrogen (N). kalium (K). phosfor (P). Selain itu tanaman membutuhkan unsur-unsur hara micro. tembaga (Cu). sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang merupakan hasil penguraian mikroba dekomposer sehingga membentuk senyawa-seyawa 166 . tetapi menentukan perkembangan tanaman. H dan O dapat dipenuhi dari udaara dan air. yakni boron (B). unsurunsur Ca. Unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar adalah karbon (C). P dan K merupakan hara primer. besi (Fe). Pupuk anorgani adalah pupuk buatan yang diproduksi oleh pabrik.ditanam di lapangan peka terhadap sinar matahari. Bila tersedia tenaga dan bahan yang cukup. mangan (Mn). Unsur-unsur C. Pupuk adalah senyawa yang mengandung unsur hara yang akan diberikan pada tanaman kemudian digunakan oleh tanaman untuk melakukan proses metbolisma sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang. Pupuk dapat berbentuk pupuk organik (pupuk alam) ataupun pupuk anorganik (buatan) Pupuk sangat dibutuhkan oleh tanaman. yaitu unsur-unsur penting lainnya yang dibutuhknn dalam jumlah sedikit. khlor (Cl). oksigen (O). karena ketersediaan unsur hara di tanah tidak selamanya cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman. molybdenum (Mo) dan seng (Zn). bibit dapat diberi naungan sementara dengan menancapkan pelindung bibit. magnesium (Mg) dan belerang (S).

Pupuk majemuk untuk tanaman hias.6. Beberapa jenis pupuk anorganik. 5. pupuk kandang. Pupuk buatan.7. Pupuk maj emuk NPK serta unsur hara mikro. Jenis pupuk yang digunakan untuk budi daya tanaman adalah pupuk organik (pupuk alam) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). F. Pupuk Nitrogen. Karena itu diperlukan pengetahuan tentang cara menghitung kebutuhan pupuk supaya pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pupuk organik Yang termasuk golongan pupuk organik adalah pupuk kandang. Pupuk majemuk cair. D. C. Pupuk fosfor. Penggunaan pupuk organik pada dasarnya untuk mengimbangi penggunaan pupuk anorganik dan berfungsi sebagai penambah unsur hara dan sekaligus memperbaiki struktur tanah. B. sisa tanaman) mempunyai kandungan hara yang berbeda. pupuk hijau dan kompos.1. Adapun penggunaannya adalah pada waktu pengolahan tanah. E. Pupuk hijau berasal dari tanaman berpolong dan kacang-kacangan. Pupuk majemuk NPK padat. Penggunaan pupuk organik di lahan pertanian mutlak diperlukan untuk menjaga agar kesuburan tanah dapat . A. Sedangkan kompos merupakan jenis pupuk yang berasal dari sisa-sisa bahan tanaman yang telah mengalami penguraian (dekomposisi). yaitu dengan cara dihamparkan atau disebar di permukaan tanah kemudian tanah dibajak atau dicangkul sehingga pupuk organik tercampur dengan tanah.sederhana yang siap diserap oleh tanaman. A B C D E F Gambar 5. Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang dapat digunakan apabila telah dikeringkan dan proses pelapukannya (dekomposisi) telah sempurna.

dan biologi tanah. mineral. kimia. air.dipertahankan secara berkelanjutan. agar komponen udara. dan bahan organik selalu dalam keadaan seimbang 167 . Fungsi pupuk organik sangat penting dalam hal memperbaiki sifat fisik.

batang dan mempermudah penyerapan unsur kaliurn. . Pupuk organik (kompos) merupakan pupuk alami hasil proses penguraian bahan organik oleh mikroba pengurai secara aerob (butuh udara). mempengaruhi pertumbuhan bunga dan buah Kalium (K) Memperkokoh tubuh tanaman. Kalsium (Ca) Mempercepat pertumbuhan akar. UNSUR KEGUNAAN Nitrogen (N) Mendorong pertumbuhan daun. pupuk andang juga membantu memperbaiki struktur tanah dan aktifitas hewan dan mikroba tanah. menambahkan starter mikroba ke dalam bahan kompos dan dengan bantuan biota pengurai cacing tanah. Yang termasuk ke dalam pupuk organik adalah: pupuk kandang dan pupuk organik sisa tanaman. Proses penguraian bahan organik dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: memanfaatkan mikroba pengurai secara alami. dipakai oleh tanaman dalam penyerahap bahan dan enerji yang dihasilkan dari fotosintesa.sehingga keseimbangan ekosistem pada lahan pertanian akan terkendali. Belerang (S) Memperkokoh kerja fosfor Besi (Fe) Sangat berpengaruh dalam pembentukan khlorofil Mangan (Mn) Membantu tanaman dalam penyerapan nitrogen Seng (Zn) Mendorong proses pengubahan energi dalam tanaman Tembaga (Cu) Diperlukan dalam proses pembentukan khlorofil Molybdenum (Mo) Berperan dalam penyerapan besi. Selain dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman. Magnesium (Mg) Merupakan bagian dari khlorofil dan aktif dalam proses distribusi fosfor ke seluruh bagian tanaman. cabang dan batang Phosfor (P) Mendorong pertumbuhan akar.

batang jagung) perlu dikembalikan ke lahan pertanian. pengembal ian sisa tanaman dapat mengurangi kebutuhan pemberian pupuk untuk tanaman berikutnya sebanyak 50% untuk K. terutama kalium. dan 20 kg 168 . dan N sampai 90% tergantung jenis tanamannya. Karena itu sisa tanaman (jerami. Untuk sistem pertanian radisional (tidak intensif). 8 kg P. Berdasarkan Tabel 5. bila seorang petani menggunakan 4 ton pupuk kandang sapi per hektar. 30% P. Pupuk kandang Sisa tanaman mengandung unsur hara yang cukup tinggi.6. berarti dia menambahkan 20 kg N.1).

2). Maka dengan pemberian 4 t/ha pupuk kandang (kotoran sapi). semangat untuk memanfaatkan limbah organik pertanian. kalau seha-rusnya pupuk buatan diberikan sebanyak: Urea= 150 kg/ha SP36= 75 kg/ha dan KCl = 30 kg/ha. agar kebutuhan makanan bagi tanaman pada awal pertumbuhan dapat terpenuhi. dan pengelolaan pupuk organik selama proses pembuatan maupun penyimpanan. biasanya . Bahan baku pupuk organik adalah bahan organik yaitu limbah yang berasal dari pertanian. sisa-sisa ikan termasuk ke dalam bahan organik.5 -1 kg pupuk organik. pemberian pupuk buatan dapat dikurangi menjadi: Urea= (150-43) kg/ha = 107 kg/ha SP36= (75-50) kg/ha = 25 kg/ha KCl = (30-38) kg/ha = 0 (tidak perlu pemberian KCl). Sisa tanaman Pemberian pupuk dasar bertujuan untuk menyuburkan tanah. Pupuk dasar ini diberikan pada lubang tanam yang telah dibuat. Dengan demikian bagian-bagian tanaman yang tidak dipergunakan sebelum maupun setelah proses. 3). metode pembuatan pupuk organik. kemudian diaduk sambil menggemburkan tanah disekitarnya. maka petani tersebut dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan sebanyak: Urea= 100/46 x 20 kg/ha = 43 kg/ha SP36= 100/16 x 8 kg/ha = 50 kg/ha KCl = 100/52 x 20 kg/ha = 38 kg/ha Dengan demikian. Banyaknya pupuk dasar yang diberikan adalah 0. kotoran hewan. bahan baku. Jadi dengan menambahkan 4 ton/ha pupuk kandang sapi. Membuat pupuk organik Untuk membuat pupuk organik dibutuhkan sumberdaya manusia yang terampil. peternakan dan perikanan. Bahan-bahan organik.K.

7. Tabel 5. Fosfor (P) dan Kalium (K). Nitrogen (N). Disamping dibutuhkan sumber makanan lain yang mengandung unsur Karbon (C).mengandung berbagai macam mikroorganisme yang mampu mengubah bahan organik menjadi humus. merupakan unsur utama yang dibutuhkan mikroorganisme dalam kehidupan dan perkembangbiakannya. Unsur oksigen dari udara dan air. Unsur-unsur tersebut umumnya disediakan oleh bahan organik . Kandungan unsur hara di dalam 1 ton pupuk kandang Pupuk kandang Kandungan kg /ton pupuk kandang N P K Ca Sapi 5 2 5 3 Kambing 8 7 15 8 Domba 10 7 15 17 Babi 9 3 .

6 12 Ayam 15 5 6 23 Pemanfaatan bahan organik telah banyak dilakukan. terutama untuk kegiatan pertanian yaitu sebagai pupuk organik. Proses pengomposan 169 .

sehingga dapat meningkatkan kapasitas kecambah. Pengaruh bahan organik terhadap fisiologi tumbuhan Bahan organik memberi pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap pertumbuhan tanaman. Pengaruh yang menguntungkan dari pupuk organik terhadap fisiologi tumbuhan adalah: (1). sehingga meningkatkan tekanan osmotik . S dan sejumlah unsur-unsur lainnya di lepaskan dan menempati bagian di dalam profil tanah. Selama proses oksidasi bahan organik ini. Mikroorganisme dari pupuk organik mempunyai peranan penting dalam pembentukan dan stabilitas bahan organik.merupakan cara yang biasa digunakan untuk menghasilkan pupuk organik yang kualitasnya lebih baik dibanding bahan organiknya. Bahan organik mempengaruhi isi tanah melalui kegiatannya menurunkan densitas agregat tanah dan meningkatkan ukuran agregat. sehingga memberikan pengaruh yang baik pada produksi tanaman. Pengaruh pupuk organik terhadap sifat fisik tanah Pengaruh utama dari penambahan bahan organik adalah menurunnya bobot isi tanah dan meningkatkan kapasitas tanah pengikat air. sehingga dapat memelihara struktur tanah. Meningkatkan permeabilitas membran tanaman sehingga meningkatkan pengambilan hara. P. unsur-unsur seperti N. Senyawa humus dapat berperan sebagai zat tumbuh seperti auxin. Pengaruh langsung berupa pengambilan senyawasenyawa organik oleh tanaman melalui akar. sehingga meningkatkan jumlah air yang tersedia untuk pertumbuhan tanaman. Dapat mengubah metabolisme karbohidrat dari tanaman dan pada saat yang sama untuk mendorong akumulasi gula terlarut. (3). (2). . Sisa bahan organik yang terdekomposisi dapat mencegah partikel tanah dari proses penggumpalan. .

Kandungan air dan nitrogen dari protein merupakan sumber nutrisi yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme pengurai. Berbagai mikrorganisme terlibat dalam proses dekomposisi bahan organik. terutama pada sisa-sisa tanaman dan kotoran hewan bertujuan untuk menambah tingkat kesuburan tanah. Jumlah bakteri lebih banyak dibandingkan dengan mikroorganisme lain. Untuk penguraian bahan yang optimal. dengan cara bertahap komponen bahan padat diuraikan secara biologis dibawah keadaan terkendali sehingga menjadi bentuk yang dapat ditangani. fungi. aktinomycetes. Aktivitas biologi merupakan faktor penting dalam pengomposan. hal tersebut akan mendorong resistensi yang besar terhadap kelayuan. Dekomposisi bahan organik menjadi kompos bergantung pada kandungan air dan nitrogen yang cukup pada bahan serta temperatur yang sesuai. Pengomposan bahan-bahan organik. Dalam kondisi kelembaban yang rendah. (4). . Pada proses dekomposisi 170 . Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Kombinasi senyawa-senyawa organik seperti dapat meningkatkan pertumbuhan akar. disimpan atau digunakan untuk lahan pertanian tanpa pengaruh yang merugikan. antara lain bakteri. mikro-fauna protozoa. ragi.tanaman. Proses pengomposan bahan organik Pengomposan adalah suatu proses pengelolaan limbah padat. sangat diperlukan pengendalian suhu agar aktivitas dan per-tumbuhan mikroorganisme dapat berlangsung dengan baik.

secara aerobik. aldehid dan seterusnya. CO2 + H2O + Hara + Humus + E (CH2O)x X CH3COOH Metanomonas CH3COOH CH4 + CO2 N-organik NH3 2H2S + CO2 (CH2O) + S + H2S No. Pada proses dekomposisi secara anaerobik. Fosfor. Bahan Organik Nitrogen (%) Rasio C/N 01. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Nitrogen. Potongan rumput muda 2 TD 2. ammonia. heterotrof fakultatif mendegradasi bahan organik menjadi asam-asam lemah. mikroorganisme menggunakan oksigen untuk menguraikan bahan organik dan mengasimilasi Karbon. Reaksi kimia yang terjadi selama dekomposisi bahan organik secara anaerobik adalah sebagai berikut.4 . kelom-pok bakteri Bahan organik aktivitas mikroorganisme Bakteri penghasil asam penghasil asam. merubah produk antara menjadi metana. Kelompok bakteri yang lain. Sulfur dan unsur-unsur lainnya untuk sintesis protoplasma. reaksi biokimia berlangsung melalui proses reduksi. Tahap awal pengomposan. karbon dioksida dan hidrogen.

Jerami gandum 0.9 13 05.6 80 09.3 1. Sampah kota/kandungan kertas tinggi 0.7 70 08. Sampah kota/kandungan sayuran tinggi 2 3 10 16 04. Daun-daun segar yang gugur 1. Kotoran Babi 1. Pupuk hijau tumbuh-tumbuhan 3 5 10 15 03.6 30 80 07.8 . Kotoran Sapi 1 19 06.02. Padi-padian dan batang kacang polong 0.

Batang jagung 100-120 6. 1. Jerami padi 80 130 15.5 6 10 13. Tinja 5. Jerami barley 80 130 16.5 .3 150 11.0. Kotoran unggas 4 TD 14.1 500 12. Serbuk gergaji segar 0.4 40 80 10.0 Sampah gula tebu 0.

Kotoran biri-biri 23 19. Sisa buah-buahan 35 21.17. Kotoran kuda 20 20. Urin hewan 15 0. Batang Kapas 50 60 18. Ampas kopi/bubuk kopi 1.3 171 .8 18 2. Hijauan gulma 13 22.0 8 23.

.

Apabila ukuran partikel sangat besar.Kecepatan penguraian bahan organik menjadi kompos bergantung pada beberapa faktor yaitu: ukuran partikel. Hal ini dapat dilakukan misalnya bahan berjerami dicampur dengan tinja. bahkan kebanyakan unsur hara lainnya akan tersedia pula dalam jumlah yang cukup. proses pengom-posan akan memakan waktu lebih lama. Sebaliknya apabila rasio C/N lebih kecil. aerasi. unsur hara. Pada rasio C/N rendah tidak ada persaingan antara akar tumbuhan dengan mikroorganisme dalam menggunakan unsur nitrogen dalam . Ukuran Partikel: Ukuran partikel berpengaruh pada keberhasilan proses pengomposan. luas permukaan kurang sehingga reaksi pengomposan akan berjalan lambat. apabila terlalu kecil ruang-ruang antara partikel menjadi sempit sehingga dapat menghambat gerakan udara ke dalam tumpukan dan sirkulasi gas karbon dioksida keluar tumpukan. (1).hingga pembentukan karbon dioksida dari oksidasi unsur karbon berkurang. kotoran hewan yang mempunyai rasio C/N lebih rendah. Makin tinggi tingkat dekom-posisi dari bahan organik. Cara paling sederhana untuk menyesuaikan rasio C/N ialah dengan mencampur berbagai bahan organik yang mempunyai rasio C/N tinggi dengan bahan yang mempunyai rasio C/N rendah. Unsur-unsur tersebut biasanya telah tersedia cukup dalam bahan organik. Apabila rasio C/N lebih besar. keasaman (pH) dan suhu. Untuk mempercepat proses pengomposan. makin kecil rasio C/N. (2). nitrogen dalam bahan organik akan dibebaskan sebagai amoniak. dibutuhkan bahan organik yang memiliki rasio C/N relatif rendah yaitu berkisar antara 25 sampai 35/liter dalam campuran pertama. Ukuran yang baik antara 10 sampai 50 mm. kandungan air. Unsur Hara: Aktivitas mikroorganisme dalam proses pengomposan memer-lukan sumber energi dari unsur karbon dan nitrogen.

sehingga sirkulasi udara dalam tumpukan akan terhambat. Kandungan air bahan terlalu tinggi. actinomycetes dan fungi 172 . mikroorganisme dalam bahan organik sangat memerlukan jumlah udara yang cukup. baik menggunakan mesin maupun dengan tangan/cangkul. karena terlepasnya ammonia (bersifat basa) dari hasil penguraian protein. (5). selanjutnya pH berangsur naik. (4). Selanjutnya suhu bahan naik hingga di atas 400C. Kondisi tersebut berakibat pada tumpukan bahan akan didominasi oleh mikroorganisme anaerob yang menghasilkan bau busuk tidak sedap.tanah. mikro-organisme yang terlibat adalah bakteri dan fungi mesofilik. Aerasi: Dalam proses pengomposan. menyebabkan selama proses pengomposan kehilangan nitrogen secara berlebihan. sebagian energi dibebaskan se-bagai panas. Keadaan basa yang terlalu tinggi. Keasaman (pH): Pada tahap awal pengomposan. Aerasi dapat diperoleh melalui gerakan udara dari alam masuk ke dalam tumpukan dengan membulak-balik bahan secara berkala. karena terbentuk asam organik sederhana. Suhu: Dalam proses pengomposan. Pada tahap awal suhu tumpukan bahan sekitar 400C. akan terjadi perubahan pH yaitu bahan agak asam. karena prosesnya ber-langsung secara aerob. Kandungan Air: Kandungan air pada bahan organik sebaiknya antara 30 40%. mikroorganisme yang berperan adalah mikroorganisme termofilik. (3). ruang antar partikel dari bahan menjadi sempit karena terisi air. (6). hal ini ditandai dengan tidak menetesnya air apabila bahan di-genggam dan akan mekar apabila genggaman dilepaskan.

dan pemakai secara intensif menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah.0% dan 1. Suhu ideal dalam pengomposan antara 300C sampai 450C. bahwa kandungan utama pupuk organik adalah karbon dalam bentuk senyawa organik.termofilik. beberapa negara seperti Filipina. . Kandungan total bahan organik paling tidak 20% tetapi dapat lebih tinggi apabila produk organik tersebut tidak dijual sebagai bahan pupuk organik tetapi sebagai bahan pembenah tanah. Bahan organik yang mengalami proses pengomposan baik dan menjadi pupuk organik yang stabil mempunyai nisbah C/N anatara 10/1 seperti dalam definisi standar ISO cukup jelas.5%-3. Standar Pupuk Organik Berdasarkan atas berbagai fakta yang dikemukakan oleh para pakar dan sumber informasi yang lain yang berkaitan dengan kelembagaan atau organisasi maka dari asfek administrasi yang perlu mendapatkan perhatian adalah spesifikasi produk akhir pupuk organik. Kandungan lengas tidak boleh melampaui 15%-25% jika terlalu kering tidak baik karena akan terjadi inaktivasi gugus aktif yang salah satunya menyebabkan pupuk menjadi hidropobik. selanjutnya. maka mikroorganisme mesofilik muncul kembali. Spesifikasi produk sangat tergantung pada masing-masing negara sebagai contoh nilai minuman untuk NPK paling tidak 1. gula dan pati mengalami perombakan. mikrorganisme memanfaatkan sebagai sumber energi kemudian bahan ternisbah C/N yang tinggi pada produk . Kriteria kualitas bahan organik yang berkaitanb dengan kandungan bahan organik adalah nisbah C/N. Setelah suhu berangsur turun. diikuti oleh perombakan hemi-selulosa.0%-1.5%. hanya membuat spesfikasi untuk kombinasi NPK secara total 4%-5% dan 5%-6% tanpa memisahkan secara spesifik untuk masing-masing hara. Petani sebagai konsumen akan memperhatikan kandungan hara dan air. selulosa dan akhirnya lignin.

Keasaman (pH) harus masuk dalam kriteria kualitas pupuk organik. Apabila produk pupuk organik dengan nisbah C/N tinggi diaplikasikan kedalam tanah maka mikrorganisme akan tumbuh dengan memanfaatkan N tersedia tanah. atau tidak ingin dalam karung pupuk organik penuh dengan batu atau kerikil. bebas dari patogen. Patogen dan logam berat biasanya berasal dari limbah cair dan sampah kota. tekstur. 173 . berkisar netral. logam berat. dalam kondisi normal tidak akan menimbulkan masalah.5 7. maka hal ini harus dijelaskan dan dimasukan dalam label. Pada umumnya yang banyak digunakan adalah mikrorganisme seperti Trichorderma spp. sehingga tanah terjadi imobilisasi N. Apabila nisbah C/N rendah pada awal proses pengomposan maka nitrogen akan hilang melalui proses penguapan amonium. atau unsur lain. Apabila produk pupuk organik mengandung satu atau lebih unsur mikro.akhir menunjukan mikroorganisme akan aktif memanfaatkan nitrogen untuk membentuk protein. sejauh proses pengomposan yang dilakukan dapat mempertahankan pH pada kisaran netral.5. Tidak ada konsumen atau pemakai pupuk organik yang menghendaki terluka karena serpihan gelas atau logam. pH 6. partikel yang tidak dikehendaki. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan pada pupuk organik adalah warna. Mungkin perlu juga diinformasikan dalam stendar baku. penggunaan bahan inokulan atau bahan lain yang bertujuan untuk mempercepat pengomposan.

. Karakteristik Umum Pupuk Organik Karakteristik pupuk organik adalah sebagai berikut: (a). Hara pupuk organik pada umumnya rendah tetapi bervariasi tergantung pada jenis bahan dasarnya. (b). Hara yang berasal dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikrobia tanah merubah bahan-bahan yang kompleks dan tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman menjadi bentuk senyawa organik dan anorganik sederhana yang dapat diserap oleh tanaman. (c). Penyediaan hara yang berasal dari pupuk organik biasanya terbatas dan tidak cukup dalam menyediakan hara yang diper-lukan tanaman. Untuk membuat kompos organik dapat dilakukan melalui beberapa cara: 1) Pengomposan Bahan Organik Secara Konven-sional Bahan yang akan digunakan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam. Selanjutnya, timbang semua bahan dengan berat masing-masing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian. Campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/merata sambil disiram air sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/plastik pada seluruh permukaannya. Proses pengom-posan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan Lakukan pengamatan dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses.

Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan. Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Kompos yang dihasilkan perlu diuraikan lebih lanjut dengan menambah waktu pengomposan secara alami atau menggunakan cacing tanah selama 2 3 minggu. 2) Pengomposan Bahan Organik Dengan Menggu-nakan Starter Mikroba Pengurai (Bio-Komplek). Pada tahap pertama, siapkan sediaan starter mikroba dengan cara melarutkan biakan mikroba (biokomplek) ke dalam air 4-5 gram/liter, selanjutnya inkubasi pada suhu kamar sekitar 24 jam (sehari sebelum proses pengomposan). Starter adalah komponen biologis jenis mikroorganisme yang efektif jika bersimbiosis dengan satu jenis tanaman, maka cara penggunaannya pun harus bersamaan dengan tanaman inangnya. Starter bakteri Rhizobium akan efektif jika digunakan dengan tumbuhan inang jenis legum. Oleh sebab itu Rhisobium lebih cocok digunakan dalam program penyuburan tanah, dengan menggunakan tanaman legum sebagi pupuk hijau. Keuntungan yang diperoleh dari residu legum tergantung dari jumlah residu dan mineralisasinya. Akumulasi nitrogen akan terjadi pada biji legum, oleh sebab itu dalam program penyuburan tanah, tanaman legum harus dipanen dan dibenamkan ke 174

dalam tanah sebelum terjadi pembentukan biji. Dengan cara tersebut maka akumulasi nitrogen yang terdapat pada bintil akar akan menjadi cadangan bagi tanaman berikutnya. Beberapa jenis tanaman legum seperti kacang tanah, kacang babi dan kacang tunggak mempunyai efek residu nitrogen sebesar 20-50 kg N per ha. Jenis-jenis tanamn legum tersebut sangat cocok dipakai sebagai tanaman inang bagi Rhizobium. Starter Gliocladium mudah diperbanyak dalam media serbuk kayu dan sekam dan dapat efektif tanpa tanamn inang. Jenis pupuk hayati Gliocladium yang juga merupakan biokontrol, cara penggunaannya sama dengan pupuk organic kompos, sehingga sering disebut Gliokompos. Efek dari penggunaan pupuk hayati terhadap tanaman tidak dapat dilihat secara langsung seperti penggunaan pupuk kimia. Efek penggunaan pupuk hayati akan dirasakan manfaatnya pada jangka panjang, namun penggunaan pupuk hayati tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi tanaman, lahan pertanian serta lingkungan. Langkah selanjutnya kecilkan ukuran bahan yang masih panjang dengan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam! Lakukan penimbangan untuk semua bahan dengan berat masingmasing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian! Kemudian campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/ merata sambil disiram air starter pada no 1 sebanyak 1 liter pada setiap 50 kg campuran bahan organik. Tambahkan air pada saat mencampur, sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Tabel 5.9. Sifat Kimia dan Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Kompos No. Parameter Kompos **) 123456789 10 11

pH. C-Organik N-Total P tersedia P- total Ca Mg K Na Kapasitas Tukar Kation (KTK) Kejenuhan basa (KB) 6 25,04 % 1,19 % -10,75 (me/100gr) 3,13 (me/100gr) 7,26 (me/100gr) 5,30 (me/100gr) 35,50 (me/100gr) 74,48 % 175

Gambar 5.8. Alur proses pembuatan kompos Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/ plastik pada seluruh permukaan-nya. Proses pengomposan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan. Langkah terakhir, amati dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses! Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan! Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Mikroorganisme dekomposer (pengurai) un tuk pembuatan bioferlilizer Gambar 5.9. Beberapa mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengurai bahan organik (bio-ferlilizer) 6.2. Pupuk anorganik Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik atau hasil industri dan mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman. Berdasarkan jumlah jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik ini dibagi dalam beberapa golongan, yaitu: (1). Pupuk tunggal : yaitu pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara, misalnya urea (mengandung unsur N); TSP (mengandung unsur P) dan KCL (mengandung unsur K). (2). Pupuk majemuk; yaitu pupuk yang mengandung unsur N, P dan K

sekaligus. Contohnya adalah Amofos 176

(mengandung unsur dan P), Nitroposka (mengandung unsur N, P dan K). Berdasarkan jenis hara utama yang dikandung, pupuk anorganik dibagi dalam beberapa golongan, yakni : pupuk nitrogen, pupuk fosfor dan pupuk kalium. Pupuk Nitrogen, contohnya Urea (Co(NH2)2) : mengandung 46% nitrogen. Urea sangat mudah larut, sebahagian kecil terikat dalam fiat pada bahan organik dan sisanya bebas bergerak mengikuti kelembaban tanah. Pemberian urea di permukaan tanah dengan dosis tinggi (>150kg/ha) dapat menyebabkan kehilangan - N lebih banyak akibat proses penguapan. Amonium nitrat (NH4NO3): mengandung 33,5% nitrogen. Sebahagian nitrogen dalam bentuk ion amonium (NH4+) dan sebahagian lagi dalam bentuk nitrat (NO3-). Di dalam tanah nitrat dapat diambil oleh akar tanaman melalui air tanah yang diubah oleh jasad residu tanah. Pada keadaan basah dan panas, nitrogen dapat hilang ke udara. Amonium sulfat ((NH4)2SO4)), petani menyebutnya pupuk ZA: mengandung 20% nitrogen. Amonium terdapat pada tanah fiat dan bahan organik. Pupuk amonium sulfat berpengaruh terhadap menurunkan pH (keasaman) tanah, sehingga sangat baik bagi tanah-tanah yang terlalu basa (nilai pH tinggi). Penyiapan starter Penyiapan carrier Kompos Mikroba dari habitat alami Isolasi Pemilihan bahan kayu Gambut Serbuk dll

Perbanyakan Pencampuran Pengujian Sterilisasi

Biofertilizer Pengujian Pencampuran Pemeletan Pengeringan 177

Pupuk posfat; contohnya TSP (triple super fosfat) mengandung 36-46% senyawa P205, berupa butiran berwarna abu-abu, dengan sifat netral. Pupuk Kalium, contohnya Kalium khlorida (KC1) mengandung 49-50% K20 (KCl 80) atau 55% K20 (KC1 90). Mengingat tingginya kadar Cl-nya maka sebaiknya tidak digunakan untuk tanaman yang peka terhadap unsur khlor (Cl). Kalium nitrat (KNO3) me-ngandung 13,8% nitrogen dan 46,6% K20. Pupuk ini digunakan sebagai sumber unsur K pada tanaman yang tidak dapat menggunakan Cl. Pupuk NPK. Selain ketiga macam pupuk yang telah disebutkan di atas, masih ada pupuk daun dan bunga yang merupakan pupuk majemuk. Kedua pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk daun dan bunga berbentuk cairan dan butiran yang dikemas 0,25-1 kg per pak. Pada umumnya digunakan untuk pupuk daun dan bunga. 1). Dosis Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kekurangan atau kelebihan pupuk menimbulkan dampak negatif, baik pada tanah maupun pada tanaman. Tingginya dosis pemupukan ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah, jenis atau varitas tanaman, umur atau tingkat perkembangan tanaman dan tingkat kerapatan penanaman. Tanah yang subur, memerlukan jumlah pupuk lebih rendah dibandingkan dengan pada tanah yang kurus. Varitas tanaman lokal memerlukan pupuk lebih sedikit daripada tanaman hibrida. Tanaman yang masih muda memerlukan pupuk lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang sudah tua dan populasi tanaman yang rendah memerlukan dosis pemupukan yang rendah pula dibandingkan dengan populasi tanaman yang tinggi. Pemupukan susulan untuk tanaman cabe dan tomat hanya bersifat menunjang, diberikan jika dianggap perlu, karena sebahagian besar pupuk sudah

diberikan pada waktu penanaman. Pupuk susulan berupa pupuk buatan seperti pupuk daun, pupuk buah, urea, ammonium sufat (ZA), TSP, KCI dan NPK cair. Semua jenis pupuk buatan dapat Anda peroleh di toko pertanian. Jadwal pemberian pupuk dapat dilihat pada Tabel berikut. Pemberian pupuk daun disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. Pemberian yang sering menyebabkan tanaman tumbuh terlalu subur sehingga menjadi peka terhadap gangguan kerusakan. Pada minggu ke-6 dan ke-11 tanaman dapat ditambahkan pupuk campur-an berupa urea, ZA, KCl dan TSP. Tngkat kebutuhannya hanya 5-10 gram per tanaman, tergantung pada varitas tanaman. Cara pemberiannya dengan menaburkan pupuk di sekitar batang utama kira-kira 5 cm. Agar pupuk cepat larut, dapat ditambahkan air sekaligus untuk meng-airi tanaman. Pada saat tanaman mulai berbuah, setiap interval 2 minggu diberi pupuk bush dan NPK cair. Konsentrasi NPK adalah 15-20 gram dilarutkan dalam 1 liter air. Masingmasing tanaman diberi 300-400 ml. 178

Tabel 5.10. Jadwal pemberian pupuk susulan untuk tanaman cabe dan tomat (lokal/hibrida) ENIS W AKTU PEMBERIAN P UPUK 1 -5 6 1 1 1 5 1 7 1 9 2 1 M ST M ST M ST M ST M ST M ST M ST Da un * S ' B uah ** -

S S . S Ur ea 3 3 g 3 g Z T A 3 -10 3 g-10 3 g-10 SP 5 -10g 5 -10g K CI 5

-10 5 -10g 5 -10g NP K*** 3 00m1 3 00m1 4 00 ml 4 00 ml Ke

terangan : M ST : minggu setelah tanam kebutuhan per hektar * * kebutuhan per hektar per sekali semprot * ** : 5-20 gram/liter air (di larutkan terlebih dahulu, kemudian disiramkan pada luang tanaman) S : semprotkan J adi jika Anda menanam 100 pohon tomat, maka harus dipersiapkan : P = 100 x 15 x (1000 m1/300 ml) = 5000 ml larutan pupuk; ( dalam hal ini 75 gram NPK dilarutkan

dalam 5 liter air). A tau menggunakan rumus: P = JT x K x (1000 m1/300 ml) d imana : P = Kebutuhan pupuk JT = jumlah tanaman K = konsentrasi larutan pupuk (15-20 g/liter) 2). Dasar Penentuan Kebutuhan Pupuk Kebutuhan pupuk didasarkan atas: jumlah hara yang terangkut bersama panen. cadangan hara yang ada di dalam tan ah. tanda kekurangan unsur hara pa da tanaman. Penentuan kebutuhan pu puk berdasarkan cadangan hara di dalam tanah memerlukan analisis tanah di laboratorium. P enentuan kebutuhan pupuk berdasarkan tanda kekurangan hara yang diperlihatkan tanaman, memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Kadang-kadang gejala kekurangan antara unsur yang satu dengan lainnya sulit dibedakan dan gejala tersebut tidak m enggambarkan berapa jumlah pupuk y ang harus diberikan. penentuan k ebutuhan pupuk berdasarkan perkiraan jumlah hara yang terangkut bersama penen merupakan cara yang paling sederhana dan mudah, oleh karena itu cara tersebut dibahas di dalam tulisan ini. setiap jenis tanaman mengandung unsur ha

ra yang berbeda. Jika pemupukan menggunakan pupuk buatan seperti Urea, SP36 dan KCl, maka jumlah pupuk yang diperlukan untuk menggantikan 48 kg N; 8,4 kg P dan 12 kg K yang terangkut bersama 3 t/ha panen jagung adalah: 179

Dengan demikian pemupukan N untuk tanaman kacang-kacangan sangat rendah (hanya sekitar 30 kg urea/ ha pada waktu tanam).5 sampai 2 kali jumlah hara yang hilang bersama panen.P. kedelai. Tetapi tanaman kacang-kacangan (kacang tanah.Urea= 100/46 X 48 Kg/Ha = 104 Kg/Ha SP36= 100/16 X 8. Jadi urea. terikat oleh mineral liat tanah (P. ma-ka hasil panen tersebut mengan-dung 48 kg N. Kebutuhan P dan K kacang-kacangan ditentukan dengan cara . SP36 dan KCL yang diperlukan untuk penanaman jagung dengan perkiraan hasil 3 t/ha kurang lebih adalah urea= 150 Sampai 200 Kg/Ha sedangkan SP36= 75 Sampai 100 Kg/Ha Unsur N.K). Unsur hara yang terbawa panen ini perlu dikembalikan ke dalam tanah melalui pemupukan supaya kesuburan tanah tetap terjaga dan produksi tanaman dapat dipertahankan. Oleh karena itu pemberian pupuk sebaiknya 1.4 kg P dan 12 kg K.4 Kg/Ha = 53 Kg/Ha KCl = 100/52 X 12 Kg/Ha = 23 Kg/Ha Akan tetapi zat hara di dalam tanah tidak semuanya dapat di-gunakan oleh tanaman. K). K). melalui kerjasama (symbiose) dengan bakteri Rhyzobium sanggup mengikat N dari udara. P. mengandung N yang sangat tinggi sehingga N yang terbawa panen juga tinggi. lamtoro). pencucian ke lapisan tanah yang lebih dalam seingga tidak terjangka oleh akar (N. dan K (Kg) di dalam satu ton hasil panen berbagai tanaman. Penentuan kebutuhan pupuk untuk tanaman kacang-kacangan Tanaman legum (kacang-kacangan) seperti kacang tanah dan hijauan kacang-kacangan seperti lamtoro dan benguk. Apabila hasil panen jagung dalam 1 ha adalah 3 ton. 8. atau hanyut karena tererosi (N. Sebagian akan hilang karena penguapan (N).

dan difksasi oleh mineral liat tertentu. Kedua bakteri ini disebut dengan Nitrobakteri. Perubahan dari amonium menjadi nitrat disebut dengan nitrifikasi. dambil langsung oleh tanaman. Perubahan nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh bakteri Nitrobacter yang termasuk ke dalam golongan bakteri obligat ototrof. Masalah utama yang perlu mendapat perhatian para pengguna pupuk adalah reaksi kimia. Senyawa amonium yang terbentuk dari proses amonifikasi dapat berupa: konversi dari nitrit ke nitrat. dan kesehatan hewan. yaitu. Ada tiga hal penting yang dapat diambil dari persamaan-persamaan dalam proses nitrifikasi. Pada umumnya pupuk nitrogen yang mengandung amonium atau sisa asam seperti sulfat bersifat mengasamkan tanah. yaitu apakah pupuk tersebut mempunyai sifat mengasamkan atau tidak. reaksi membutuhkan oksigen. dimanfaatkan langsung oleh bakteri dalam melanjutkan proses dekomposisi. Reaksi nitrifikasi membebaskan H+ yang 180 . jenis hewan. Perubahan dari amonium menjadi nitrit dilakukan oleh bakteri obligat ototrof yaitu Nitrosomonas. oleh sebab itu proses ini berlangsung di dalam tanah dengan aerasi yang baik. Proses oksidasi biologi ini dibedakan dalam dua tahap.yang sama seperti pada penentuan kebutuhan pupuk tanaman lainnya. Pupuk kandang mempunyai kandungan unsur hara yang sangat bervariasi tergantung pada waktu dan cara penyimpanannya. Pupuk nitrogen yang mengandung gugus amonia sebelum tersedia pada tanaman terlebih dahulu mengalami proses amonifikasi dan nitrifikasi. yaitu perubahan amonium menjadi nirit (nitritasi) dan perubahan nitrit menjadi nitrat (nitratasi).

misalnya tumpangsari antara jagung dan kedelai. amonium sulfat. Satu molekul pupuk urea dapat menyumbang empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada waktu pelepasan ion. kecepatan perubahannya sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Pupuk urea yang diberikan pada tanah akan berubah menjadi ion amonia atau amonium.menymbangkan empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada sat pelepasan tersebut. Nitrogen ditambahkan ke tanah berinteraksi dengan pH tanah dan mempengaruhi proses nitrogen. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses nitrifikasi adalah jumlah NH4+ yang ada di dalam tanah. kelembaban tanah dan suhu tanah. akan terlihat bahwa proses immobilisasi terjadi amat besar. reaksi tanah. Pada tanah-tanah yang mempunyai aerasi baik. Proses seperti ini akan meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen. Oleh sebab itu.merupakan penyebab keasaman tanah bila dipupuk dengan pupuk NH4 atau pupuk anorganik sepertu urea. Bila amonium dioksida-si maka akan menimbulkan keasaman tanah. karena sebagian besar nitrogen yang berasal dari pupuk tidak diabsorpsi oleh tanaman legum dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan awal menjelang terbentuknya bintil akar yang dapat . Ekskresi nitrogen oleh suatu tanaman legum akan dapat dimanfaatkan oleh tanaman lain dlaam pola tanam tumpangsari. ini berarti meningkatkan kemasaman tanah. Dalam proses nitrifikasi. populasi bakteri nitrifikasi. Pada tanah sawah. bakteri memegang peranandalam proses. Pemberian pupuk urea. Sedangkan pada tanah yang ter-genang dan dalam kondisi anaerob sempurna proses immobilisasi akan sangat rendah. Mikroba tanah pada umumnya lebih menyukai senyawa dalam bentuk ion amonium daripada ion nitrat. proses immobilisasi adalah rendah. klor dan nitrat perlu mendapat perhatian serius agar tidak menambah kemasaman tanah. aerasi.

Kelebihan pupuk nitrogen adalah merupakan pupuk yang sangat potensial bagi tanaman. Strategi pengelolaan Nitrogen yang optimal ditujukan pada keserasian pemberian pupuk Nitrogen dengan kebutuhan aktual tanaman. sehingga serapan tanaman terhadap Nitrogen maksimal dan mengurangi kehilangan Nitrogen ke udara. dan hormon. Sedangkan bagi tanaman yang ditanam tidak bersamaan hanya akan menghasilkan perombakan bahan organik. Nitrogen merupakan elemen pembatas pada hampir semua jenis tanah. Oleh karenanya. khususnya dalam sistem pertanian intensif. pembentukan bunga. Fiksasi itrogen secara biologi dapat menghemat kebutuhan nitrogen sampai 2/3 dari kebutuhan nitrogen bagi tanaman.mengikat nitrogen bebas dari udara. pengem-bangan luas daun. . dan sintesis protein. enzim. pengisian buah. Tanaman yang kekurangan nitrogen akan tumbuh kerdil. asam nukleid. N mendorong pertumbuhan tanaman yang cepat dan memperbaiki tingkat. pemberian pupuk Nitrogen yang tepat sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Nitrogen Nitrogen adalah hara utama tanaman. Hasil dan kualitas produk melalui. Kekurangan atau pengelolaan Nitrogen yang tidak sesuai akan berakibat buruk pada tanaman dan lingkungan. nudeotides. klorofil. N sangat mobil (mudah menghilang / menguap) di dalam tanaman dan tanah. Manfaat nitrogen fiksasi bagi tanman lain yang ditanam secara tumpangsari adalah berupa perembasan nitrogen dari bintil akar. daun menguning dan 181 . merupakan komponen dari asam amino.

Tanaman yang mengalami kekurangan unsur fosfor akan tampak hijau gelap dan kerdil dengan daun tegak dan anakan kurang. degradasi tanah sawah. . dan tanah kahat P dengan kapasitas mineralisasi N dan fiksasi biologis N rendah. dan lebih menguntungkan petani dibandingkan menggunakan pupuk N organik. P mobil dalam tanaman. hasil rendah karena jumlah malai per unit area dan jumlah gabah per malai lebih sedikit. 4446 % P2O5). berbunga awal. matang lambat (tidak terjadi pembungaan pada kahat P yang parah). dan pematangan. salin. tanah kalkareous/salin/ alkalin. batang kurus dan kecil. 24 % S). gabah hampa tinggi. Hampir semua jenis tanah kekurangan N. tanah masam dengan tekstur kasar (coarse) dan kandungan bahan organik rendah (kurang dari 0. anakan. Berikan pupuk N anorganik 40-50 kg/ha untuk setiap kenaikan satu ton hasil dari tanpa pemberian N. drainase buruk. tetapi tidak mobil dalam tanah.jumlah anakan sedikit. kalkareous dan tanah salin dengan kadar bahan organik rendah serta berpotensi tinggi untuk terjadinya penguapan amonia. Unsus P seringkali kurang pada tanah berpasir dengan kandungan bahan organik rendah. urea (46 % N) dan diamonium fosfat atau DAP (18 % N. tanah abu vulkan atau tanah kering masam dengan kapasitas fiksasi P .5 % organik C). tanah masam. Unsur nitrogen dapat diperoleh dari beberapa sumber diantaranya adalah amonium sulfat (21 % N. Sumber pupuk organik N tersedia di lahan pertanian seperti pupuk kandang dan kompos bisa efektif dan menarik secara finansial guna memenuhi kebutuhan padi akan N. Fosfat Posfor adalah hara utama tanaman yang penting untuk perkembangan akar. Warna daun dan penampilan tanaman menunjukkan status N dan membantu menentukan kebutuhan akan pemupukan N. Pupuk anorganik merupakan sumber yang biasa digunakan mensuplai N.

gejala kahat K pada daun dapat menyerupai gejala penyakit tungro. dan tanah sulfat masam dengan kandungan besi dan aluminium tinggi. Anakan berkurang pada tanaman kahat P. Kalium Kalium adalah hara tanaman utama yang dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan akar dan vigor tanaman. Kalium seringkali merupakan unsur pembatas. gejala pada daun nampak pada fase pertumbuhan 182 . untuk memperoleh hasil padi yang tinggi setelah nitrogen (N). Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon yang baik dari tanaman terhadap aplikasi K dan pencapaian pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. Perubahan warna pada daun umum terjadi pada tanaman kahat P. K mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. tanah gambut. namun tungro biasanya terjadi pada spotspot yang tersebar (tidak menyeluruh) dan lebih nyata warna daun kuning dan oranye dan tanaman kerdil.tinggi. ketahanan terhadap kerebahan dan hama/ penyakit. benamkan dan aduk semua pupuk P ke dalam tanah sebelum pelumpuran terakhir dan tanam pindah atau sebar seluruh P pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung. Tanaman kahat P kerdil dan daunnya tegak lurus dibandingkan dengan tanaman normal. Pada waktu aplikasi pupuk fosfat. Tanaman yang mengalami kekurangan kalium akan tampak berwarna hijau gelap dan kerdil dengan margin daun cokelat kekuningan dan/atau dengan margin dan ujung daun tua nekrotik. Pupuk K perlu diberikan dalam jumlah mencukupi pada hampir semua lahan sawah irigasi. .

K seringkali kurang pada tanah berpasir atau bertekstur kasar. Rekomendasi pemupukan K berdasarkan target hasil dan status K tanah.lanjut. berikan 50% sebagai pupuk dasar dan 50% pada awal pembentukan bunga. bobot gabah lebih ringan.2 kg K2O pada buah dan 16. Pada dosis >30 K2O/ha. Sumber kalium yang banyak dikenal adalah kalium klorida (MOP-muriate of potash) yang mengandung 50% K atau 60% K2O dalam bentuk KCl (30 kg K2O setara dengan 50 kg MOP atau KCl). akar tidak sehat dan menghitam.8 kg K2O pada serasah orgainik). Gejala kahat unsur S ditunjukkan . lahan sawah terdegradasi. tanah sulfat masam. namun hanya sebagian mobil dalam tanah. S sangat mobil dalam tanaman (walaupun lebih kurang mobil dibandingkan dengan N). Kekurangan (kahat) K terjadi di daerah pertanaman yang intensif yang mendapat pemupukan N dan P tinggi. Catatan: penambahan unsur K dari air irigasi cukup nyata pada daerah tertentu. dan cystin) dalam tanaman yang berkaitan dengan nutrisi manusia. tanaman rata-rata mengambil sekitar 19 kg K2O (16 K) untuk setiap ton hasil (2. kerebahan dan kehampaan gabah tinggi. dan tanah organik. namun belum tentu meningkatkan hasil. Belerang Belerang atau Sulfur (S) adalah hara utama penting yang diperlukan untuk produksi khlorofil. . benam dan aduk pupuk K ke dalam tanah terakhir sebelum tanam pindah atau sebar seluruh pupuk K pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung. Pemberi-an K pada fase pembungaan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kerebahan dengan kanopi rapat dan target hasil tinggi. Bila dosis yang digunakan rendah. tanah kering masam. methionin. Pada hara tanaman optimum. S diperlukan untuk memproduksi asam amino (cystein. Pemberian K paling tidak dua kali pada tanah berpasir dengan derajat pencucian tinggi.

tanah dengan kandungan bahan organik rendah. dan tanah dengan pelapukan tinggi kaya akan besi oksida. Analisis tanah dan/tanaman diperlukan untuk konfirmasi gejala kahat S. Zn hanya sedikit mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. Tanaman memerlukan sekitar 2 kg S/ha (jerami+gabah) untuk setiap ton hasil gabah. Sumber S yang biasa digunakan adalah amonium sulfat (24% S). Zn perlu diberikan sesuai kebutuhan. Zinc Seng atau Zinc (Zn) adalah hara utama penting yang dibutuhkan tanaman untuk beberapa proses biokimia dalam tanaman padi. berikan semua jenis pupuk S sesaat sebelum pelumpuran bersama dengan pupuk P dan K. daun muda menguning pucat (kontras dengan daun tua yang menguning cepat dan mati pada tanaman kahat N). Oleh karenanya kahat Zn mempengaruhi warna dan turgor tanaman. Seng membatasi pertumbuhan tanaman. Pengaruh pemberian S bertahan sampai 2 musim tanam.dengan warna tanaman hijau pucat. Pada kasus tertentu. Aplikasi unsur belerang dilakukan dengan pemberian sebanyak 10 kg S/ha pada kahat S yang parah. . single super fosfat (12% S). selalu kebanjiran) menghalangi serapan Zn oleh tanaman. suplai Zn tanah rendah atau kondisi tanah buruk (misalnya. dan gypsum (17% S). Bila dibutuhkan. Kahat S sesungguhnya jarang dijumpai. termasuk produksi klorofil dan integritas membran. S mungkin diperlukan pada tanah berpasir yang mudah tercuci. Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon tanaman yang baik terhadap pupuk Zn dan pencapaian 183 .

atau celupkan akar bibit padi dalam 2-4% larutan ZnO sebelum transplanting (20-40 g ZnO/lt air). Berikan pupuk Zn pada permukaan tanah setelah pelumpuran terakhir dan perataan lahan atau berikan Zn pada bedeng persemaian 7-8 hari sebelum bibit dicabut. tanah sulfat masam tua dengan konsentarsi K. berikan 10-25 kg ZnSO4. namun lebih banyak pupuk Zn harus diberikan karena begitu diberikan Zn tidak selalu tersedia bagi tanaman.pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. tanah yang terbentuk dari serpentin dan laterik. Selain itu terdapat spotspot tanaman yang tumbuh jelek. dan Ca rendah.05 kg Zn/ha (jerami+gabah) per ton hasil gabah. dan tercuci. Pada tanah alkalin. pertanaman intensif. Mg. asam. Pengaruh pemberian Zn berlaku sampai 2-5 musim tanam pada semua jenis tanah kecuali tanah alkalin. . tanah dengan pelapukan tinggi.7H2O per ha pada permukaan tanah. namun dapat terjadi pada tanah kalkareous dan netral. Tanaman hanya memerlukan sekitar 0. Tanaman dapat pulih dari kahat Zn bila sawah didrainasi kondisi kering meningkatkan ketersediaan Zn. kehampaan gabah tinggi. tanah dengan P dan silikat (Si) tersedia tinggi. Bila kahat Zn nampak di lapang. tanah salin dan sodik. Tanaman kerdil dan bercak coklat berdebu pada bagian atas daun merupakan gajala kekurangan Zn. gejala terlihat 2-4 minggu setelah tanam pindah. Kahat Zn tidak sering dijumpai. Zn perlu diberikan pada setiap musim tanam.H2O atau 20-40 kg ZnSO4. Sumber Zn yang biasa digunakan adalah zinc sulfate terlarut (23-36% Zn). dan bertekstur kasar. gejala kahat Zn menyerupai kahat S dan Fe pada tanah alkalin dan keracunan Fe tanah organik berdrainase buruk. tanah gambut. tanah berpasir. tanah sawah yang selalu kebanjiran atau berdrainase buruk. pematangan terlambat dan hasil rendah.

P. kahat Fe merupakan urutan penting berikutnya yang membatasi hasil tanaman padi. Seluruh daun dan bagian tanaman menguning (khlorotik). Kahat Fe sering dijumpai pada lahan kering dengan tanah bereaksi netral. Kekurangan Fe akan menghambat absorpsi K. Besi Unsur Fe adalah hara esensial yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung transportasi elektron dalam proses fotosintesis. namun setelah aplikasi Fe tidak tersedia bebas bagi tanaman. kalkareous dan alkalin (basa). S. Setelah kahat unsur utama N. . Pemberian melalui daun. daun yang muncul mengalami klorosis. Kahat Fe sangat sulit diatasi dan mahal untuk dikoreksi. namun banyak dijumpai pada sawah dengan tekstur tanah berpasir. Gejala kahat Fe ditunjukkan adanya gajala antartulang daun menguning. baik dalam tanaman maupun tanah. dan Zn. Unsur Fe tidak mobil.5 kg/ha Fe (jerami dan biji/gabah) untuk setiap ton hasil gabah. Fe merupakan akseptor elektron penting dalam reaksi redoks dan aktivator untuk beberapa enzim. dan zinc oksida tidak larut (60-80% Zn). Kahat Fe tidak dijumpai pada sawah tergenang yang sedikit asam. berikan solid fero sulfat (FeSO4) di sebelah barisan 184 . 2-3 % larutan fero sulfat atau 100 l/ha Fe chelate 2-3 dalam selang waktu 2 minggu dimulai pada fase anakan. kalkareous dan bereaksi alkalin. Aplikasinya harus berimbang agar terjamin pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. Tanaman memerlukan sekitar 0. Produksi bahan kering dan hasil menurun. Pemberian pada tanah memerlukan 100-300 kg/ha fero sulfat (sulfat besi). K.zinc klorida terlarut (48-50% Zn). Pada waktu aplikasi.

Keracunan Fe ditunjukkan adanya bercak coklat kecil pada daun. dan pembuangan kelebihan air serta menjaga kontinyuitas air. penyaluran air ke lahan. Sebagai tindak lanjut-nya.tanaman padi dengan dosis 100 kg/ha. lahirlah pemikiran untuk memenuhi kekurangan air yang sering terjadi. Pupuk Fe yang biasa digunakan adalah larutan fero sulfat (20-30% Fe). Kahat Fe memiliki gejala tulang daun menguning. dan chelate besi (5-14%). Dua sampai tiga aplikasi 2-3 % larutan FeSO4 melalui daun atau chelate besi pada selang waktu 2 minggu pada fase anakan. fero amonium sulfat (14% Fe). Dengan demikian kebuhtuhan air tanaman ditentukan dengan menghitung besarnya penguapan (evaporasi) permukaan tanah dan penguapan kebutuhan air secara tepat.6 Pengairan Air merupakan bahan yang sangat vital bagi kebidupan tanaman. Salah satu ilmu yang mengkaji dan membahas masalah air bagi pertanian adalah ilmu irigasi. Banyak faktor yang perlu mendapat perhatian. Kebutuhan air tanaman sama dengan kehilangan air per satuan luas yang diakibatkan oleh kanopi tanaman ditambah dengan hilangnya air melalui penguapan permukaan tanah pada luasan tertentu. Masalah kekurangan air timbul akibat siklus hidrologi di alam yang tidak merata. Kekurangan air menga-kibatkan terganggunya perkem-bangan morfologi dan proses fisiologi tanaman. Pada prinsipnya air irigasi yang ditambahkan adalah untuk menutupi kekurangan air . Kegiatan-kegiatan irigasi meliputi penampungan air. 5. Irigasi berarti berarti memberi air padata tanaman untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertumbuhannya. terutama faktor meteorologi dan faktor hidrologi yang berhubungan langsung dengan jumlah dan efisiensi irigasi.

(d) sesuatu yang esensial untukmenjamin adanya turgiditas pertumbuhan sel. dan garam serta asam yang berlebihan. kelangsungan gerak. 5. mengatur suhu tanah dan iklim mikro. membersihkan tanah dari kotoran.. proses membuka dan menutupnya mulut daun. Selama pertumbuhan tanaman terus menerus mengisap air dari tanah dan mengelarkannhya pada sat transpirasi. (b) reagen yang penting dalam proses fotosintesa dan dalam proses hidrolitik seperti perubahan pati menjadi gula. (b) akibat sampingan fiksasi karbon dioksida dalam pemecahan karbon dan oksifgen. meteorologi. menekan pertumbuhan gulma. dan pengelolaan air yang mantap. Oleh karena itu untuk merancang irigasi diperlukan data hidrologi.7. 5. gas dan berbagai material yang bergerak ke dalam tanaman melalui dinding sel. hama dan penyakit tanaman. dan jaringan xilem ke dalam tanaman. kadar unsur-unsur racun. 185 . Kehilangan air pada tanaman dapat terjadi melalui (a) transpirasi. (c) pelarut garam.7. melalui dinding sel dan jaringan xilem serta menjamin kesinambungannya. Keguanaan air irigasi adalah untuk mempermudah pengolahan tanah.tanah yang telah ada pada saat yang diperlukan dan dalam jumlah yang cukup. bisanya air membentuk 85% sampai 90% dai berat keseluruhan dari bagiaan hijau tanaman (jaringan yang sedang tumbuh). struktur tanaman. Fungsi Air bagi tanaman Fungsi air bagai tanaman adalah : (a) bagian dari protoplasma. stabilitas bentuk daun.3. Kebutuhan air bagi tanaman Kebutuhan air tanaman dinyatakan sebagai jumlah satuan air yang diserap per satuan berat kering yang dibentuk atau banyaknya air yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan berat kering tnaman.2.

Hal tersebut disebabkan karena jumlah air yang berbeda dalam romgga antar partikel belum melampaui batas kemampuan partikel tanah tersebut untuk memegang air. Fase pertumbuhan. Kemampuan tanah pasir untuk memegang air dapat ditambah dengan bahan organik. Air yang tertinggal dalam tanah yang tidak tersedia bagi tanaman dikenal sebagai air higroskopis dan air yang terikat secara kimia (Gambar hal 19). Keadaan air dalam tanah yang terbaik adalah pada saat kapasitas lapang.Dalam tanah air berada di antara ronggarongga tanah dan terikat oleh butir tanah dengan kekuatan yang ditentukan oleh banyaknya air yang dikandung oleh tanah tersebut atau besarnya gaya untuk memisahkan air dari partikel tanah. jumlah air. Ketinggian air dapat dicapai oleh air yang berbanding terbalik dengan diameter pembuluh kapiler. dan jenis tanaman Kemampuan tanah untuk mempertahankan air tergantung pada teksttur tanah. kelembaban tanah. Tanah pasir mempunyai kemampuan mempertahankan air yang lebih lemah daripada tanah liat. Titik batas yang paling kritis terhadap air disebut titik layu permanen. struktur tanah. Tanah yang terlalu banyak mengandung air menyebabkan berkurangnya udara dalam tanah. Gerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh gradien hidrolik. Air higroskopis dipegang erat oleh partikel-partikel tanah sehingga sulit diserap tanaman. tekstur tanah. Kehilangan air pada tanah dipengaruhi oleh: bentuk tajuk tanaman (kanopi). Air kapiler bergerak melawan gravitasi bumi karena gaya kapileritasnya lebih besar dari gravitasi bumi. yaitu pada saat kondisi air dalam tanah tidak lagi tersedia bagi tanaman dan tanaman mulai layu secara permanen. Jadi semakin halus . gravitasi.

juga berfungsi sebagai media reaksi pada hampir seluruh proses metabolismenya yang apabila telah terpakai diuapkan melalui mekanisme transpirasi. 5. Oleh karena itu.2 Peran Utama Air merupakan komponen utama tubuh tanaman. Air yang diserap tanaman di samping berfungsi sebagai komponen sel-selnya. Sebagai 186 . Efisiensi penggunaan air meningkat dengan kesuburan tanah. tergantung pada jenis tanaman.7 Air Tanah 5. Air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan kadangkala merugikan. karena absorpsi hara berjalan dengan kecepatan tinggi. bahkan hampir 90% selsel tanaman dan mikrobia terdiri dari air. Sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar kemudian ke daun. (3). semakin banyak air yang diperlukan.7. (2). biasanya untuk setiap kg bobot kering biomass yang diproduksi akan ditranspirasikan air sebanyak 500 kg (nisbah transpirasi 500). Secara garisbesar peran air tanah yang menguntungkan meliputi : (1). Sebagai sarana transportasi dan pendistribusian nutrisi jadi dari daun keseluruh bagian tanaman.pembuluh kapiler tanah makin tinggi pula gerakan air ke atas. maka selama juta ton air atau 5 juta m3 . apabila dalam sehektar tanam tanaman memproduksi biomas sebanyak 10 ton (4 ton gabah + 6 ton jerami). yang bersama-sama dengan penguapan dari tanah sekitarnya (evaporasi) disebut evapo-transpirasi. Akibat semakin subur tanah. Dalam memproduksi biomass sangat banyak dibutuhkan air. apabila umur tanaman ini adalah 100 hari berarti setiap hari akan ditranspirasikan sebanyak 50 ton/ha (setara dengan 10 mobil tanki berkapsitas-angkut 5 ton).

Sebagai pemicu perubahan horizon melalui pelindian komponenkomponennya. (10). genangan air akan menghambat pertumbuhan gulma dan sebagai sarana pemupukan lewat air irigasi ( pugasi). Sebagai pemicu rusaknya tanah. Sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimiawi penyediaan unsur hara tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. Tanah yang jenuh dengan air dapat menyebabkan terhambatnya aliran udara ke dalam tanah.15%). dan (9). Mempermudah pengolahan tanah. (3). (4). Oleh karena itu.8% terdiri dari lembaran es dan gletser (2. Sebagai stabilisator temperatur tanah.3. Sebagai pelarut pupuk dan pestisida Peran yang merugikan antara lain adalah (1). (5). sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar. asimilasi. Sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara tak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. sintesis maupun respirasi tanaman. Sebagai pemicu kemiskinan tanah melalui pelindian hara. dan (11). Sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah. misalnya melalui erosi (2).Proporsi dan Siklus Air Tanah Air di dunia 97. manfaat air tanah bagi tetanaman tergantung pada kemampuan kita dalam meningkatkan peran yang menguntungkan dan menekan peran yang merugikan tersebut. Sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk.62%) dan air . serta aktivitas mikrobia yang menguntungkan. (6).komponen kunci dalam proses fotosintesis. air artesis ( 0.8.2 % berupa lautan dan 2. 5. (8). Dipersawahan. (7). perkembangan tanah dan diferensial horizon. dan (4).

Retensi dan pergerakan air di dalam tanah. perkolasi dan rembesan lateral.Foth. (b). tergantung pada keseimbangan masukan dan kehilangan air tersebut. yaitu dari bentuk tidak tersedia (terikat kuat oleh tanah) menjadi tersedia bagi tanaman atau sebaliknya. salju.lainnya (0.005%).792% air tawar dan 0. air tanah (0. 1984). Perubahan fase yaitu. Air lainnya ini meliputi danau tawar (0. yang secara umum disebut sebagai persamaan air tanah: KAT=masukan air kehilangan air KAT adalah Kadar Air Tanah Oleh karena itu fluktuasi kadar air tanah periodikal.001%) dan air sungai (0. yaitu dari air tanah menjadi air tanah menjadi air tanaman atau air hujan (atmosfer). baik berupa (1). air aliran (sungai) dan kembali ke situs air tanah. maupun.03%). Penguapan air (evapotranspirasi) ke atmosfer. Perubahan situs (lokasi).secara keseluruhan dari total air dunia hanya 2. dan (c).danau air asin (0.0001%) (Strahler dan Strahler cit. Ketiga perubahan ini terjadi dalam sistem tanahairtetanaman-atmosfer yang melibatkan tiga mekanisme utama. dari fase cair ke fase padat atau fase gas.008%). Perubahan status. . Penyerapan (uptake) dan translokasi air didalam tubuh tanaman. yaitu : (a). kabut) yang menginfiltrasi tanah ditambah hasil kondensasi (oleh tanaman dan tanah) dan adsorpsi (oleh tanah) dikurangi air yang hilang (water loss) lewat evapo-transpirasi. dan (3). Kadar air tanah (water storage) merupakan selisih masuka air (water gain) dari presipitasi (meliputi hujan. Siklus air tanah merupakan proses mekanika perubahan air. aliran permukaan. air atmosfer *hujan dan kabut) (0. (2).009%).005% diantaranya adalah air tanah.

187 .

5. Adanya bahan-bahan larut dan koloidal dalam vakuola ini mengurangi aktivitas air di dalam sel.12). Vakuola yang berisi cairan sel kaya bahan larut dan koloidal. yang pengaruhnya makin besar selaras dengan pertambahan kadarnya. tekanan turgor juga meningkat selaras dengan kenaikan tekanan in. Protoplasma yang berupa selaput semipermeabel sehingga dapat dilewati air secara bebas. Gaya yang menyebabkan air diluar selaput protoplasma akan mengalir kedalam sel lebih cepat ketimbang difusi bahan larut ke luar protoplasma. Kemudian apabila yang menyerap air adalah bahan kolodial dalam sel atau koloid proplasma. maka gaya ini disebut potensial matrix (Pm). dan (3).4. Apabila air masuk kedalam sel. dan akan berhenti sama sekali apabila : Pa = Pt + Pl + Pm + = Pt + Po = 0 Koefisien Air tanah merupakan koefesien yang menunjukan potensi ketersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman (Tabel 3. sehingga aliran air ke dalam sel menurun berbanding terbalik dengan kenaikan tekanan turgor. gabungan keduanya disebut potensial osmotik (Po). volume sel bertambah dan protoplasma terdesak kedinding sel. Potensial inilah yang mendorong air ke luar sel sebagai akibat terjadi penggelembungan sel. yang karena elastis jadi mengembang. Makin besar penggelembungan makin besar pula tekanan yang bekerja terhadap air sel dan. tetapi tidak bebas dilewati aliran bahan-bahan larut dan koloidal. terdiri . (2). Koefisien dan ketersediaan Air Tanah Air ditahan di dalam sel akar oleh adanya gaya-jerap dan gaya-osmotik. Sel tanaman terdiri dari : (1).8. gaya yang timbul ini disebut potensial bahan larut (PI). Dinding sel yang tegar dan tetapi dapat mengembang secara elastis. Tekanan yang menyertai penyerapan air oleh sel disebut turgor atau potensial tekanan (Pt).

Pada kondisi ini tegangan pada permuakaan lapisan air hampir 0 . Pada kondisi tanah berdrainase buruk atau suplai berlebihan (banjir atau tergenang pada periode lama akan berdampak buruk terhadap aerasi tanah sehingga respirasi akar.54. Sehinngga air ini terutama yang mengisi poripori makro segera turun ke bawah tertarik oleh gaya gravitasi. sehingga tegangan antarair-udara meningkat hingga lebih lebih besar dari gaya gravitasi.7). yaitu kondisi di mana seluruh ruang pori tanah terisi.dari : (1) Jenuh atau retensi maksimum. mudah hilang dan bergerak relatif cepat sehingga dapat melindi (leaching) unsur-unsur hara yang dilaluinya. (2) Kapsitas lapangan (field capacity) adalah kondisi di mana tebal lapisan air dalam pori-pori tanah mulai menipis.<1/3 atm. Kondisi ini terjadi pada tegangan permukaan lapisan air sekitar 1/3 atm atau pF 2. dan aktivitas mikrobia aerobik seperti bakteri amonifikasi dan nitrifikasi akan terhenti sama sekali. air gravitasi (pori-pori makro) habis dan air tersedia (pada pori-pori meso dan mikro) bagi tanaman dalam keadaan optimum. Air kondisi jenuh ini disebut air bebas atau air Gravitasi atau air drainase atau air berlebihan (lihat gambar 3. (3) Koefisien layu (titik kayu permanen atau titik kelembaban kritis) adalah kondisi kadar air tanah yang ketersediaannya sudah lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman untuk aktifitas dan 188 .

yaitu pada tegangan minimal 3 atm. terdiri atas air kohesi pada pori-pori meso dan mikro serta sedikit pada pori makro. Air yang ditahan diatas koefisien layu merupakan air tak tersedia. terdiri dari sebagian air kapiler (air adhesi dan sedikit air kohesi) dan seluruh air hidroskopis (air kristal). Hal ini merupakan akibat terbatasnya suplai air/hujan pada absorpsi (penyerapan) air oleh tanaman dan avaporasi terus terjadi.5. Air tersedia (air yang dapat diserap langsung tanaman) adalah air yang ditahan tanah pada kondisi kapasitas lapangan hingga koefisien layu. yaitu air yang langsung terjerap ke bahan padat tanah. berbentuk kristal dan tidak tersedia bagi tanaman.8. Pergerakannya lambat dan terjadi melalui penyesuaian terhadap keketebalan lapisan air. Air yang tersisanya adalah air adhesi. Kadar air tanah . Faktor-faktor Ketersediaan Air tanah. Air tanah yang mempunyai tegangan antara 1/3 atm 31 atm (antara kapasitas lapangan hingga koefisien higroskopis) disebut air kapiller. Pada kondisi ini air yang tersisa hanya air adhesi dan terikat kuat oleh gaya matrik tanah. suplai air harus diberikan apabila 50 85% air tersedia ini telah habis terpakai. 5. yaitu pada tegangan sekitar 15 atm. sehingga tanaman mrnjadi layu secara permanen atau tak dapat pulih lagi. (4) Koefisien Higroskopis adalah kondisi dimana air tanah terikat sangat kuat Oleh gaya matrik tanah. Oleh karena itu untuk menjamin tercukupinya kebutuhan tanaman.mempertahankan turgornya. namun makin mendekati koefisien layu tingkat ketersediaannya makin rendah. berfungsi sebagai larutan tanah dan sebagiannya. Kadar dan ketersediaan air tanah sebenarnya pada setiap koefesien ini umumnya bervariasi terutama tergantung pada : (1) Tekstur tanah.

Konsekuensinya. (4) Kedalaman solum/lapisan tanah menentukan volume simpan air Tanah. Garam-garam senyawa-pupuk/amelioran (pembenah tanah) baik alamiah maupun nonalamiah mampunyai gaya osmotik yang dapat menarik dan menghidrolis air.. (3) Senyawa kimiawi. makin banyak senyawa kimiawi dan ketersediaan air tanah menurun. 40% dan 15%. kadar air tanah pada masing-masingnya adalah sekitar 55%. yang makin halus teksturnya akan makin banyak sehingga makin besar kapasitas-simpan airnya. Hal ini terkait dengan pengaruh tekstur terhadap proporsi bahan kolodial. sehingga makin tinggi kadar BOT akan makin kadar dan ketersediaan air tanah. sehingga kadar dan ketersediaan air juga makin banyak. sehingga koefesien layu meningkat. makin dalam makin besar. ruang pori dan luas permukaan adsortif. Kadar air tersedia berdasarkan tekstur tanah tertera pada gambar 3. 189 . yang berarti luas permukaan penyerap (kapasitas simpan) air juga lebih banyak. misalnya pada tegangan 1/3 atm (kapasitas lapangan).9 (2) Kadar bahan organik tanah (BOT). Hasilhasilnya berupa peningkatan kadar dan ketersediaan air tanah.bertekstur liat > lempung > pasir. Kedalaman solum/lapisan ini sangat penting bagi tetanaman berakar tunggang dan dalam. BOT mempunyai pori-pori mikro yang jauh lebih baik ketimbang partikel mineral tanah.

Volume diberikan dalam satuan galon. air diukur dengan istilah volume dan kecepatan mengalir. Faktor tanaman yang berpengaruh meliputi bentuk dan kedalaman perakaran. Pengelolaan air meliputi (1) irigasi. hektar-cm/hari dan sebagainya. Satu hektar-cm dari air adalah jumlah air yang akan menutupi satu hektar tanah sedalam cm dan kira-kira sebanyak 100 m3 atau 100. Irigasi permukaan adalah cara yang paling umum dikenal di Indonesia. (3) irigasi eniter berupa sprinkler. toleransi terhadap kekeringan. di mana air didistribusikan melalui permukaan tanah.Disamping faktor tanah ini. Jenis irigasi meliputi (1) irigasi permukaan. Irigasi adalah penambahan suplemen air. faktor iklim dan tanaman juga menentukan kadar dan ketersediaan air tanah. Faktor iklim yang berpengaruh meliputi curah hujan. (2) drainase. (2) irigasi penyiraman. diberi plastik atau tumpukan rumput-rumput untuk . Penggunaan irigasi telah dilakukan sejak jaman kuno. yaitu pemberian air melalui pipa bertekanan. Teknik pengairan Dalam hubungannya dengan produksi tanaman.6. serta tingkat dan stadia pertumbuhan. temperatur dan kecepatan angin. Untuk tujuan pertanian. yaitu mendistribusikan air ke bawah permukaan tanah untuk memberi kelembaban kepada tanaman lewat gaya kapiler ke atas. yaitu sistem leb dari sawah. hektar-cm. yang pada prinsipnya terkait dengan kebutuhan air tanaman 5. kaki kubik. (3) konservasi. liter/menit. air harus dikelola secara baik dan ekonomis. disemen. Kecepatan air mengalir dinyatakan dalam liter/detik. dan lain-lain. spitter dn dripper. Parit dapat diaspal.8. yang prinsipnya terkait dengan suplai air dan evotranspirasi. Masing-masing sistem sesuai dengan sistem budidaya tertentu.000 liter. Air dibawa lewat parit-parit agak datar dengan kecepatan rendah untuk menghindari erosi.

agar lama tinggal di atas parit sehingga dapat mensuplai air untuk akar tanaman. untuk mengalir-kan kelebihan air sesudah kapasitas lapang lahan tersebut tercapai. Pupuk dapat diberikan bersama air siraman. tidak ada erosi. Tetapi tehnik irigasi siraman sederhana yang dilakukan oleh para petani adalah dengan menggunakan gayung atau gembor atau ujung pipa plastik. sedangkan untuk tanaman yang rata menutup tanah digunakan sistem leb-flood irrigation dan contour irrigation. Irigasi permukaan biasa diberikan kepada tanaman yang menutup rata tanah seperti padi dan padang rumput. belum banyak dilakukan kecuali untuk padang rumput golf. Untuk tanaman berbaris digunakan sistem leb-furrow irrigation. Tehnik pengairan drainase adalah menyiapkan bedengan. Di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membuang kelebihan air.menghindari kebocoroan air ke bawah. guludan. Kaang-kadang pada 190 . Irigasi siraman telah dikenal di negara-negara maju. air dapat lebih ekonomis dibanding sistem leb. Dalam sistem leb harus cukup waktu untuk membiarkan air menutupi seluruh permukaan dan cukup waktu bagi air untuk masuk ke dalam tanah. Kerugian sistem siram adalah mahalnya peralatan pada investasi awal dan air harus selalu bersih. Tehnik ini telah banyak dilakukan dengan menggunakan pipa-pia otomatis. pada saat persiapan lahan. Dalam hal ini harus dibuat parit pembuangan air. Masalah yang ditimbulkan dari tehnik ini relatif kecil. Tehnik irigasi siraman dengan tangan akan mengakibatkan biaya tenaga yang sangat tinggi. Keuntungan tehnik irigasi siraman adalah lebih seragam dan tepat untuk setiap jenis tanah dan tanaman.

.

9. 5. Ketika tanaman mengalami luka (atau dilukai) tanaman tersebut harus tetap tumbuh dan luka tersebut akan tetap ada. . setikap potongan memiliki potensi mengubah pertumbuhan tanaman. Membuat potongan Jika pemotongan dapat mengganggu respon tanaman terhadap pertumbuhan dan proses penutupan luka potongan. Hal ini yang menyebabkan mengapa pemangkasan yang tepat pada tanaman muda menjadi kritis dan penting. proses penyembuhan pada tanaman tidak seperti halnya pada manusia. maka pemangkasan harus dibuat di luar lingkar cabang (branch collar). Hal ini karena pada bagian . Pertama. Ada beberapa prinsip sederhana yang harus dimengerti dalam melakukan pemangkasan tanaman muda.daerah lembab perlu pipa drainase yang dibenamkan dalam tanah.1. Keempat. Pemangkasan (prunning) 5. jika pemangkasan pada waktu tanaman sudah matang diperlukan pemotongan yang lebih banyak dan akan menjadi lebih sulit dilakukan. adanya suatu aturan bahwa potongan yang kecil menghasilkan kerusakan yang kecil pula. maka pemangkasan yang buruk dapat menyebabkan kerusakan tanaman bahkan dapat menyebabkan kematiannya. Ketiga. karena tehnik pemangkasan yang tepat adalah penting. Dengan demikian.9. Kedua. Pemangkasan tanaman muda Pemangkasan penting dalam rangkan mengembangkan tanaman dengan struktur yang kokok dan bentuk yang diinginkan.

sebahagian besar pemotongan dapat dilakukan dengan gunting atau pisau. Untuk pemotongan batang lebih dari 0. Dalam beberapa kasus. Pemotongan dilakukan pada internodal atau pemotongan dibuat di antara tunas atau cabang dapat menyebabkan batang membusuk. . Perkembangan batang Pada sebahagian besar tanaman muda. Hal ini akan mengakibatkan kelemahan struktur batang. pertahankan batang tunggal yang dominan. Cabang-cabang lateral akan menyebabkan . Jika cabang permanen perlu diperpendek. . Perlengkapan Pemangkasan Untuk tananam berukuran kecil. Percabangan yang berjenjang memberikan bentuk tanaman yang sudah dewasa dan memberikan perlakuan pemangkasan yang tepat terhadap tanaman yang masih muda dapat mengembangkan struktur yang kokoh.5 inci harus menggunakan gunting bertangkai atau gergaji pangkas. . Jangan lakukan pemangkasan pucuk yang dapat menyebabkan munculnya dua batang utama yang disebut dengan cabang codominant stems.tersebut terdapat jaringan batang atau induk cabang dan tanaman akan rusak potongan dilakukan di tempat tersebut. jika potongan cukup besar. Memperoleh strutur percabangan yang kokok Struktur cabang primer yang baik dapat dibentuk selagi tnaman masih muda. gangguan produksi dan pertumbuhan yang menyimpang. oleh karena itu sebaiknya dibuang saja selagi tanaman masih muda. maka tanaman dapat mengalami kerusakan internal permanen akibat pemangkasan yang tidak tepat. maka potonglah cabang atau tunas lateral.

perkembangan struktur tanaman yang tegap. Cabang-cabang seperti ini dinamakan cabang sementara yang berpera ndalam 191 . Perlu dipertahankan beberapa cabang lateral walaupun akan dipangkas kemudian. dan meruncing.

. . Jika terlalu banyak daun yang dibuang makan pohon akan mengalami kelaparan . Pemangkasan harus dilakukan terhadap cabang-cabang yang memiliki penempelan yang lemah selagi cabang tersebut masih muda. Ketika tanaman tersebut tumbuh. Cabang yang dipilih sebagai cabang permanen harus memiliki ruang yang cukup terhadap batangnya. Jarak antar cabang baik vertikal maupun horizontal sangatlah penting. Pertahankan keseimbangan radial dengan cabangcabang yang tumbuh keluar untuk segala arah. penurunan pertumbuhan dan menjadi tidak sehat.melindungi batang dari kerusakan akibat sinar matahari atak kerusakan mekanis. Buang . Karena daun pada setiap cabang/ranting perlu menghasilkan makanan yang cukup untuk kehidupan dan pertumbuhan pohon maka setiap cabang harus memberikan sumbangan makanan kepada batang dan akar. maka akan terdapat lipatan-lipatan kulit yang nantinya akan menggangu percabangan pada batang utama. Pemilihan cabang permanen Tingginya cabang permanen yang paling rendah ditentukan oleh fungsi yang diharapkan serta lokasi tanaman pada lanskapnya. Pemangkasan pohon yang baru ditanam Pemangkasan terhadap tanman yang baru ditanam harus dibatasi. Cabang sementara ini dipertahankan cukup pendek agara tidak menghalangi atau menjadi pesaing bagi cabang lateral yang dipilih untuk dipertahankan. Beberapa pohon memiliki kecenderungan perkembangan cabang dengan sudut percabangan yang kecil. Pohon yang digunakan untuk menyaring pandangan yang tidak diinginkan atau untuk penghadang angin dapat dibiarkan bercabang serendah mungkin. Hindari adanya pengelompokan daun pada percabangan di dalam.

penelitian menunjukkann bahwa pembalutan tidak mengurangi pembusukan atau kecebatan penutupan luka dan jarang sekali dapat melindungi luka terhadap serangan serangga atau infeksi penyakit.2. 5. melindungi luka tersebut dari serangga dan penyakit serta mengurangi pembusukan. akan tetapi tnaman pekarangan memerlukan kehati-hatian yang lebih tinggi.cabang yang mati atau patah. Pemangkasan yang tidak tepat dapat menyebabkan kersukanan yang akanb mengantarkan kepada kematian pohon. Sebahagian besar ahli menyarankan pembalutan luka tidak dilakukan. Walaupun demikian. Pemangkasan harus dilakukan dengan pemahaman bagaimana repon tanaman terhadap pemotongan bagian tubuhnya. Pohon yang tidak dipangkas pada awal penanamannya akan menghasilkan akan yang lebih kuat dibandingkan tanaman yang dipangkas pada waktu penanamannya.9. Pemangkasan tanaman yang sudah tua Pemangkasan paling umum dilakukan untuk tujuan mempertahankan bentuk tanaman. tunda pemangkasan untuk tahun berikutnya. . . maka seharunya jangan ada 192 . Jika harus dilakukan atau untuk tujuan keindahan. Membalut luka Membalut luka akibat pemotongan diperkirakan akan mempercepat penutupan luka. Alasan melakukan pemangkasan Karena setiap pemotongan akan berpotensi mengubah pertumbuhan pohon. maka gunakan kain yang tipis dari bahan yang tidak mengandung racun terhadap tanaman. Walaupun banyak pepohonan hutan tumbung dengan sangat baik.

.

Penipisan percabangan secara rutin tidak cukup memperbaiki kesehatan pohon. . Pembuangan daun melalui pemangkasan dapat mengurangi pertumbuhan dan simpanan enerji. membuang dahan yang terlalu banyak dan menghilangkan resiko bahaya. atau ke bagian bawah lanskap. tanman yang sudah tua dipangkas sebagai tindakan korektif atau tindakan preventif. Tehnik pemangkasan dan pembersihan tajuk Tehnik ini adalah membuang cabang yang mati. Pemangkasan secara besar-besaran akan mengakibatkan pohon menjadi stress . Dalam banyak kasus.cabnag yang dibuang tanpa malasan yang kuat. Penipisan tajuk Tindakan selektif membuang cabang untuk meningkatkan penetrasi cahaya dan pergerakan udara di daerah tajuk . membuang cabang lemah dan cabang yang memiliki kemampuan tumbuh rendah. dimana pemangkasan dapat dilakukan setiap saat selama tidak berakibat buruk terhadap pohon. Alasan yang umum bagai pemangkasan adallah membuang cabang yang mati. cabang yang berpenyakit. Pohon akan menghasilkan tajuk yang padat dengan daun untuk menghasilkan gula yang digunakan sebagai enerji untuk pertumbuhan dan perkembangnnya. Peningkatan tajuk Membuang cabang-cabang yang rendah dengan tujuan untuk memberikan kesan . Waktu pemangkasan Sebahagian besar pemangkasan rutin adalah membuang dahan yang lemah atau mati. . Pohon dapat dipangkas untuk tujuan meningkatkan penetrasi cahaya dan udara ke bagian dalam dari tajuknya.

.bersih . Perlindungan tanaman pada masa pra tanam dilaksanakan sejak penyiapan lahan atau media tumbuh lainnya sampai dengan penanaman. 5. masa pertumbuhan tanaman. menimbulkan gangguan dan kerusakan 193 . Perlindungan tanaman dilaksanakan melalui sistem pengendalian hama terpadu yaitu dengan cara: .10. terdapat beberapa diskripsi diantaranya adalah perlindungan tanaman dilaksanakan pada masa pra tanam. Organisma Pengganggu Tumbuhan (Opt) Menurut PP Nomor 6 tahun 2005 tentang Perlindungan Tanaman. Mengurangi tajuk Mengurangi ukuran ranaman dengan cara mengurangi ketinggian dan lebar tajuk. . Perlindungan tanaman pada masa pertumbuhan tanaman dilaksanakan sejak penanaman sampai dengan panen. Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Perlindungan tanaman dilaksakan dengan menggunakan sarana dan cara yang tidak mengganggu kesehatan dan atau mengancam keselamatan manusia. Pencegahan masuknya organisme pengganggu tumbuhan kedalam dan tersebarnya dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Eradikasi organisme pengganggu tumbuhan. Perlindungan tanaman pada masa pasca panen dilaksanakan sejak sesudah panen sampai dengan hasilnya siap dipasarkan. dan atau masa pasca panen.

o dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina ditempat-tempat pemasukan dan pengeluaran untuk tindakan karantina. bakteri. burung dan mamalia. Pencegahan masuknya ke dalam atau tersebarnya organisme pengganggu umbuhan dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Replublik Indonesia dilaksanakan dengan cara mengenakan tindakan karantina pada setiap media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina yang dimasukkan ke dalam atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indnesia. jamur. dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina.sumber daya alam dan atau lingkungan hidup. . dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit. Pengiriman media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan dari satu area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib o dilengkapi sertifikat kesehatan dari area asal. Pemasukan media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib: . dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan. . serangga. Organisme pengganggu tanaman (OPT) adalah semua makhluk hidup yang merusak tanaman. baik tu dari kelompok virus. o dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan. Pengganggu dapat dikelompokkan dalam beberapa istilah .

Hama dari ke-lompok serangga memegang peranan penting karena jumlahnya cukup banyak dan hampir 50% menjadi penganggu kehidupan manusia. Semua kerusakan tersebut disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Kerugian akibat hama tanaman antara lain. hama. Anda pasti pernah melihat daun tanaman bolong. 194 . Hama Tumbuhan Hama tanaman adalah organisme pengganggu tanaman berupa serangga. . Gambar di bawah ini menunjukkan beberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman.10. mengurangi hasil tanaman.yang lebih luas. buah cabe dan tomat yang busuk di pohonnya atau tanaman layu. Diperkirakan sebanyak 1500 species serangga yang menempati permukaan bumi menjadi hama tanaman. yaitu patogen. Hama adalah kelompok hewan yang menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan mengakibatkan kerugaian. adalah tumbuhan yang merusak tanaman budidaya. burung dan kelompok mamalia. organisme yang merusak tanaman dan gula. sebagai penyebab penyakit tanaman. Spodoptera sp adalah salah satu contoh hama tanaman a. Kerusakan yang disebabkan oleh OPT mencapai 33%. Gambar 5.

seperti suhu. mengurangi mutu atau kualitas hasil tanaman. menambah biaya produksi karena diperlukan adanya biaya untuk pengendalian hama. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor lingkungan yang langsung berpengaruh ter-hadap kehidupannya.5 mm. Kutu Hompotera. hidup disepanjang tulang anak daun sambil mengisap cairan daun sehingga warna daun berubah menjadi mengkilat berwarna bronz. tikus. Kumbang Coleoptera dan mamalia (tikus. Kepik Hemiptera. kumbang Coleoptera. Beberapa contoh hama yang sering menyerang tanaman adalah tungau. faktor biologis dan gangguan manusia. kelembaban udara. faktor iklim yang lain. Bentuk kerusakan tanaman tergantung pada tipe mulut serangga.11. Faktor internal (biotik) adalah segala proses kehidupan dari tubuh serangga untuk memacu kehidupannya. Serangga merusak tanaman dengan cara memakan bagian tanaman. gajah. Kehidupan serangga dikendalikan oleh dua faktor. mempercepat terjadinya infeksi penyakit pada tanaman. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. dan babi hutan). Berikut ini adalah beberapa contoh hama tanaman (Gambar 2). . cahaya.. 1). Lalat diptera. memamah dan menusuk serta menumpang bertelur pada tanaman. Ulat Lepidoptera. Beberapa contoh hama-hama tananaman yang sering merugikan petani dinataranya ada lah ulat lepidoptera. menisap cairan dalam jaringan tanaman. Tungau ini berukuran 0. Beberapa Hama Tanaman Gambar 5. Hama Tungau Penyebab : Tungau merah (Oligonychus). dan gajah. Hama ini berkembang pesat dan membahayakan dalam keadaan cuaca kering pada musim . .

195 .kemarau. Gangguan tungau pada pesemaian dapat mengakibatkan rusaknya bibit.

Hama ini meletakkan telur di atas permukaan daun. Ketika ulat mulai agak dewasa. Gambar 5.12. Gambar 5. Lepidoptera) Penggulung daun nilam dan pemakan daun lainnya. 13. Imago tungau merah. Gambar 5. Ulat Lepidoptera a). Siklus hidup tungau merah Bila daun sudah habis. ulat juga memakan batang muda dekat sarangnya.Gambar 5. Sylepta sp. 16. ulat membuat sarang dengan cara menggulung daun yang agak muda dan memakan daun dari sarang yang dibuat. Setelah larva menetas warnanya transparan. Setelah mulai memakan daun warna ulat hijau.15. Gambar 5. Larva tungau merah 2).14. Penyebaran tidak terlalu cepat dan tergantung pada populasi imago. (Pyralidae. Pada kondisi demikian serangan hama sudah mulai menimbulkan kerugian ± 5 10% sehingga perlu diwaspadai dan segera mengambil tindakan pencegahan. sehingga bagian daun yang dimakan kelihatan transparan. Gejala serangan tungau merah pada tanaman jeruk. Imago (serangga dewasa) Sylepta sp. 196 . Ulat bergerombol memakan bagian atas permukaan daun.

17 Siklus hidup Sylepta sp. Gambar 5. 19. b). Jika diganggu agak malas untuk bergerak. Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida. Imago Crocidolomia sp. Ulat tritip/ ulat daun (Plutella xylostella) Ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga tinggal epidermis bagian atas saja. Ulat krop/ jantung kubis (Crocidolomia binotalis) Sering menyerang titik tumbuh sehingga disebut sebagai ulat jantung kubis. ulat jantung kubis meletakkan telurnya dalam satu kelompok. Ulat grayak (Spodoptera litura) 197 ering menyerang secara berkelompok dan serangan sangat mendadak. Siklus hidup Plutela sp. Jika diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. Gambar 5.Gambar 5. d). Gambar 5.21. jika sudah besar garis-garis coklat. Ulatnya kecil kira-kira 5 mm berwarna hijau. Berbeda dengan ulat tritip yang telurnya dietakkan secara menyebar. Larva Crocidolomia sp Gambar 5. 20.18 Imago Plutela sp c). Ulatnya kecil berwarna hijau lebih besar dari ulat tritip. .

Ulatnya berwarna hijau lebih besar dari ulat kubis.24. Serangga penggerek polong adalah Etiella zinchenella. penggerek batang kedelai (Melanagromyza sojae). Larva Agrotis sp. Beberapa lalat bibit yang sering merugikan adalah lalat kacang (Agromyza phaseoli). Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Ulat berwarna hitam. Gambar 5. 4) Kepik Hemiptera Kepik hemiptera adalah perusak polong. Gambar 5. 22. Larva Spodotera sp. Gambar 5. jika sudah besar garis-garis coklat. penggerek pucuk kedelai (Agromyza dolichostigma). Tanaman yang umumnya diserang oleh lalat bibit adalah leguminoceae. dan kepik hijau Nezara viridulla. Pengendalian dapat dilakukan dengan membongkar tanah secara berhati-hati disekitar tanaman yang terpotong. Gejala kerusakan yang ditimbulkan ialah terpotongnya tanaman kubis yang masih kecil.26. 3) Lalat Diptera Lalat bibit adalah salah satu hama yang dapat merusak bibit tanaman. .Serangan umumnya terjadi pada malam hari sehingga disebut ulat gerayak atau ulat tentara. Gambar 5. Serangga merusak tanaman dengan cara mengisap cairan tanaman dengan jarum stilet (alat pengisap yang dipunyai serangga). Gambar 5.23 Siklus hidup Spodoptera sp e). Jika diganggu agak malas untuk bergerak. 25. Gejala serangan lalat diptera. Imago Agrotis sp. Serangga pengisap polong adalah Riptortus linearis.

Imago kepik Nezara viridula 198 . 27.Gambar 5.

Siklus hidup N.28.Gambar 5. Gambar 5.viridula 5) Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. Hama tanaman kelapa kumbang Oryctes sp 199 . Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak. Bila serangan mengenai titik tumbuh. a). tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting. tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting.29. tanaman akan mati. Bila serangan mengenai titik tumbuh. Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. tanaman akan mati. Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak.

gajah sering menyebabkan kerusakan yang serius pada tanaman kelapa sawit muda. semua kebutuhan hara tanaman harus dicukupi. Hama ini sangat merusak tanaman kelapa sawit. Penyakit yang sering menginfeksi tanaman dapat berupa jamur. sehingga proses kehidupan (metabolisme) tanaman terganggu. ukuran tanaman. Gambar 5.30. yang pada akhirnya menimbulkan keruganian bagi petani. bunga dan biji. daun. Jika tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu unsur hara atau pH media tumbuh terlalu rendah atau terlalu tinggi maka tanaman akan menunjukkan gejala kerusakan. Sejak benih ditanam. virus dan fitoplasma. warna daun. Selain itu juga tikus (rodentia) merupakan hama yang merusak (memakan) buah kelapa sawit yang sudah tua. . Penyakit tumbuhan Penyakit tanaman dikelompokkan menjadi dua. bentuk buah atau bunga dan lain-lain. ketebalan daun. Yang pertama adalah penyakit non infeksius dan yang ke dua adalah penyakit infeksius. warna buah atau bunga. warna batang. Gejala ini dapat berupa perubahan laju pertumbuhan.6) Mamalia Hama yang termasuk mamalia (binatang menyusui) adalah babi hutan dan kera. Penye-bab penyakit dapat disebarkan dari tanaman yang sakit atau dari bagian tanaman yang sakit tersebut ke tanaman sehat. bakteri. Gejala serangan patogen tersebut dinamakan penyakit. Penyebab penyakit atau patogen tersebut menyebabkan adanya gejala kerusakan pada bagianbagian tanaman seperti pada akar. fase vegetatif dan fase generatif tanaman. batang. Siklus hidup kumbang hama kepala Oryctes rhinoceros b. Di beberapa daerah tertentu di Sumatera. buah. Tanaman sakit adalah suatu kondisi tanaman yang tidak wajar.

Intinya jelas dan dapat dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran lensa 100-400 kali. koma atau rantai. klorosis (perubahan jaringan tanaman dari hijau menjadi kekuningan). berbentuk seperti batang. Patogen tanaman dapat berupa jamur yaitu organisme yang umumnya berbentuk benang. dapat menghasilkan spora. 200 . layu (terganggunya aliran air di dalam pembuluh tanaman). Patogen yang lain adalah bakteri yaitu mikroba yang dapat dilihat dengan pembesaran 100-1600 kali dan harus menggunakan minyak emersi. kanker (pertumbuhan bagian tanaman yang tidak wajar). Sedangkan bakteri adalah mikro-organisme yang lebih kecil dari jamur.Gejala penyakit pada tanaman dikelompokkan sebagai berikut : Kerdil (pertumbuhan tanaman yang lamban secara menyeluruh). nekrosis (kematian jaringan tanaman/bercak daun). mempunyai sel tunggal atau berkoloni.

. . suply nutrisi yang tidak cocok. kekurangan atau kelebihan air. dan akibat akhirnya akan . Keracunan pestisida. Kekurangan oksigen.Virus adalah mikroba yang hanya mempunyai suatu selubung protein dengan asam nukleat yang dapat mempengaruhi kerja DNA sehingga proses kehidupan tanaman terganggu. Suhu ekstrim. Penyakit Pecah Buah Pada permukaan bawah buah tomat .gejala terbakar. Defisiensi nutrisi. Beberapa tanaman budidaya lebih sensitif tehadap perubahan-perubahan tersebut di atas dibandingakn dengan varietas lainnya. Bentuk virus dan MLO hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikro-skop elektron (pembesaran > 1 juta kali). Keasaman atau kebasaan tanah. . . atau irigasi akan menyebabkan gejala kerusakan fisiologi pada tanaman. Keracunan mineral. 1). . Polusi udara. Praktek penanaman yang salah dan lain sebagainya yang menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal (a). Patogen-patogen tersebut dapat menyerang tanaman pada fase vegetatif dan fase generatif. Kerusakan atau kelebihan cahaya. . Penyakit Non Infeksius Faktor lingkungan yang tiba-tiba beruabah. . Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman antara lain: . . MLO adalah patogen yang merupakan peralihan dari virus ke bakteri.

Gambar 5. Defisiensi calsium. Penyakit Belah Cekung Belah yang umumnya keluar dari permukaan buah mulai dari bahu buah adalah akibat terdapatnya perbedaan tang nencocok antara mahasiswa. Perubahan suhu yang peralahan lahan 201 . Gejala penyakit buah konsentris (c). besarnya perbedaa suhu antara sian dan malam dan perubahan tiba-tiba pada siang dan suhu malan media pertumbuhan telah menjadi topik bagi penelitian Gambar 5.menimbulkan gejala bercak kering melingkar (Gambar ). (b).32. aku-mulasi garam pada daerah per-akaran merupakan gejala-gejala yang umum. 31 Gejala serangan penyakit pecah buah. Penyakit Pecah Buah konsentris Belahan konsentris meling-kar yang terdapat pada seluruh permukaan buah atau muncul dari tangkai buah biasanya disebabkan oleh tingginya suhu hari. Usaha menghidar dari hal tersebut di atas akan menimbulkan busuk buah. Media tumbuh tanam yang tiba-tiba mendapatkan suply air.

Gambar 5. Buah muda menjadi seperti kurva dan dimulai pada saat perkembangan bunga stadia awal dan mungkin dise-babkan oleh perubahan suhu yang mendadak. Penyakit Keriting Buah Keriting buah merupakan keru-sakan fisiologis yang sangat meru-gikan mentimun.dimulai dari adanya ventilasi mencegah terjadinya kejadian ini. Gejala penyakit keriting buah. Bakal buah yang tidak produktif sebaiknya dipangkas. Identifikasi keberadaan penyakit secara dini terhadap tanaman hidroponik dapat mengendalikan permasalah penyakitnya. Kerusakan akibat hama dan penyakit akan berkurang. Gejala penyakit nekrosa buah (d). Dengan mempertahankan kebersihan ling-kungannya. kekurangan nutrisi. Kerusakan tanaman akibat ketidak seuaian hara . dan mengadopsi praktek-praktek budidaya yang tepat seperti keseimbangan hara dapat mempertahankan tanaman tetap sehat. kebanyakan jumlah buah dan diserang hama. Jika perlu guna-kan bahan kimia yang direkomendasi untuk mengendalikan serangga hama atau beberapa penyakit dan selalu mengikuti aplikasinya secara ketat sebelum proses panennya. kelembaban media pertumbuhan yang kurang cocok.33. Dengan strategi adopsi pengelolaan hama terpadu (PHT) untuk tanaman sangat di-anjurkan di sini. . (e).34. Selain itu dianjurkan agar memulai penanaman dengan menggunakan bibit yang sehat. Gambar 5.

dan nematoda. Patogen yang sering menyerang tanaman budidaya adalah jamur (fungi). Jika larutan tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu komponen haranya atau pH dan daya hantar listriknya melebihi daya toleransi tanaman. bentuk daun dan warna daun.Semua hara penting diberikan. Selanjutnya. Manusia sebagai penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan dapat dibuktikan dengan banyak penyakit tumbuhan yang berkembang sebagai akibat dari 202 . virus. jarang antar cabang. warna batang. ketebalan daun. bakteri. beberapa gejala umum dapat digambarkan dalam tabel gambar berikut ini. karakteristik akar dan lain-lain. Maka tanaman akan menampak-kan gejala kerusakan. ukuran tanaman. Walaupun gejala luar ini akan beragam berdasarkan tanaman dan varietasnya. Penyakit infeksius Penyakit tanaman pada umumnya disebabkan oleh bibit penyakit (patogen). karakteristik buah akan berubah juga. Gejala ini meliputi perubahan pada laju pertumbuhan. 2).

Sekali patogen dapat dapat menyesuaikan diri. Adanya penanaman terus menerus. Hal yang sama juga terjadi bila dalam suatu hamparan tertentu dilakukan penanaman satu jenis tanaman dengan tidak serentak. Orang akan cenderung menanam varietas yang enak untuk dikonsumsi walaupun banyak hama dan penyakitnya. dibandingkan memilih tanaman yang . Penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit banyak ditemui dan telah berjalan sejak manusia mulai mengenal bercocok tanam. Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. hal demikian tersebut tidak mungkin ditemukan pada hutan alami yang belum disentuh teknologi. maka patogen kemungkinan besar akan menyesuaikan diri dengan jalan adaptasi atau mekanisme lainnya agar dapat bertahan hidup. Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. Penanaman yang terus-menerus karena meningkatnya irigasi. sehingga patogen akan berkembang dengan pesat.kemajuan ilmu pertanian yang dikembangkan oleh manusia. juga merupakan penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. Adanya satu macam kultivar tanaman menyebabkan patogen tidak punya pilihan lain selain harus memamfaatkannya sebagai makan. Penanaman satu macam kultivar dalam areal yang luas menyebabkan tersedianya makanan dengan tingkat kerentanan yang sama dalam jumlah berlimpah bagi patogen. maka keturunannya akan dapat berkembang dengan pesat pada kultivar tersebut. merupakan salah satu penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. penanaman yang terus menerus karena ditunjang irigasi. Bahkan apabila kultivar tersebut merupakan tanaman tahan terhadap penyakit tertentu. pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain adalah contohcontoh penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. maka sepanjang musim akan selalu tersedia makanan bagi patogen. penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit.

Akibat dalam jangka panjang adalah sulitnya pengendalian penyakit bila telah timbul resistensi patogen terhadap pestisida. Alasan yang kedua yaitu bahwa ada kemungkinan di tempat baru-nya. Pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain dengan tidak sengaja akan menyebabkan meningkatnya penyakit tumbuhan karena dua alasan. Alasan pertama yaitu ada kemungkinan penyakit akan terikut sedangkan musuh alaminya tertinggal. sehingga akan menyebabkan sulitnya mencari sumber gen katahanan untuk tujuan pemuliaan. Tetapi teknologi pengendalian menggunakan fungisida tetap lebih mudah diaplikasikan dalam jangka pendek. Dengan pola yang demikian itu tanpa disadari telah meyebabkan banyaknya plasma nutfah yang hilang.tidak begitu enak tetapi tidak berpenyakitan. Patogen menyebabkan penyakit pada tumbuhan dengan cara : 203 . Hal ini akan menyebabkan penyakit berkembang pesat tanpa dihambat oleh musuh alami seperti ditempat asalnya. Mengkonsumsi kandungan sel inang atau mengabsorbsi makanan dari . Patogen akan menyebabkan timbulnya penyakit dengan cara sebagai berikut. tanaman ternyata rentan terhadap patogen yang telah ada lebih dahulu sehingga akan memicu peningkatan populasi patogen tersebut. Peningkatan populasi patogen pada giliran berikutnya akan menyebabkan gampang patahnya ketahanan tanaman varietas lain yang saebelumnya tahan.

Fungi dapat menyerang semua organ tanaman mulai dari akar. Fungi adalah organisme prokariotik (organisme yang tidak mempunyai inti sel sejati). Beberapa fungi yang dapat menyebabkab penyakit dan sangat merugikan tanaman adalah fungi penyebab penyakit layu. Penyakit mozaik pada tembakau (TMV: Tobaco Mozaic Virus) dan CMV (cucumber Mozaic Virus). Tanaman budidaya sering diserang oleh fungi. . bunga dan buah. toksin dan zat tumbuh. Contoh fungi yang menyerang akar diantaranya adalah Fusarium sp. Fungi yang menyerang bunga dan buah adalah Colletotrichum sp. cabai rawit. Penyakit yang disebabkan oleh fungi (1). Hawar Daun (Late Blight) pada Kentang . paprika. batang. a). Fungi yang menerang daun adalah Cercospora sp dan Helmintosporium sp. fungi penyebab busuk daun dan fungi penyebab kanker tanaman. dan Phytoptora sp. Virus adalah organisme parasit obligat (organisme yang selalu menggantungkan hidupnya pada tanaman yang diserang). Berikut ini beberapa contoh gejala serangan patogen pada tanaman. Mengganggu transportasi makanan. Membunuh sel atau merusak aktivitas metabolisme sel inang karena sekresi patogen berupa enzim. fungi penyebab penyakit busuk buah. daun. nutrisi mineral dan air pada jaringan pembuluh inang Beberapa penyakit penting yang disebabkan oleh virus adalah penyakit keriting pada cabai merah. dan .tanaman inang secara terus menerus sehingga melemahkan tanaman inang.

(2). Di Indonesia. Sampai saat ini pun penyakit ini merupakan penyebab kerugian yang terpenting pada tanaman kentang di dunia. termasuk di Indonesia. Patogen ini menyerang daun. Karat daun kopi Penyakit ini merupakan penyakit paling penting pada tanaman kopi Arabika di dunia. hawar daun pada kentang telah menyebabkan ratusan ribu rakyat Irlandia mati kelaparan da sekitar satu juta lainnya mengungsi ke Amerika pada tahun 1845-1846.35. Peralihan ini menyebabkan beralihnya pula kebiasaan orang Eropa dari peminum kopi menjadi peminum teh karena Sri Langka saat itu merupakan pemasok kopi terbesar ke Eropa. sehingga kopi ini sekarang hanya tinggal di daratan tinggi saja. Penyakit layu pada tembakau 204 . Gambar 5. akar dan umbi menyebabkan gejala hawar. batang. Penyakit ini berjangkit pada tanaman kentang di Jawa pada tahun 1935. Penyebab penyakit ini adalah jamur Phytophtrhora infestans.Di Eropa. Di Sri Langka hanya dalam waktu 14 tahun saja (1870-1884) penyakit ini memusnahkan perkebunanperkebunan kopi sehingga sejak saat itu Sri Langka beralih dari negara penghasil kopi menjadi penghasil teh sampai sekarang. penyakit ini pada tahun 1876 telah menyebabkan musnahnya kopi yang dibudidayakan saat itu. yaitu kopi Arabika. karat merupakan ancaman terbesar bagi produksi kopi Amerika Selatan. Sampai saat ini.

Bercak Daun Helminthosporium pada Tanaman Padi Di India pada tahun 1942. (4). Perhatian pemerintah terhadap penyakit karat pada kopi meningkat sejak tahun 1980-an dengan berusaha untuk meningkatkan produksi kopi Arabika. (3). sedangkan selebihnya hampir seluruhnya adalah kopi Robusta. Hawar Daun Jagung Penyakit hawar daun jagung (Southern Corn Leaf Blight) yang disebabkan oleh jamur Bipolaris maydis (Helminthosporium maydis) sampai saat ini terdapat di berbagai tempat di seluruh dunia terutama di daerah-daerah hangat dan lembab. (patogen penyakit layu) Gambar 5. Penyebab penyakit ini adalah jamur Helminthosporium oryzae yang menyerang daun. Ras T biasanya hanya diketahui ada pada tanaman jagung hibrida dengan sitoplasma jantan mandul jagung Texas. Sampai beberapa tahun yang lalu bercak coklat masih tergolong penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia. kopi arabika hanya 5% dan ditanam di pegunungan. Jawa Timur. termasuk Indonesia. sketsa Fusariumsp. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix yang menyerang daundaun kopi.Gambar 5. antar lain Dataran Tinggi Ijen. Di daerah yang ketinggian kurang dari 1000 m ditanam kopi Robusta yang tahan terhadap penyakit karat daun. 36. 37. Antara tahun 1896 sampai 1900 produksi kopi Indonesia merosot menjadi 25% dari semula. batang dan bulir padi. Ras 0 merupakan ras yang umum dari patogen ini. Ras T ini dapat menyerang semua bagian . Karena sampai tahun tersebut. penyakit ini menyebabkan migrasi besar-besaran dari desa ke kota dalam upaya mencari kerja untuk membeli beras yang harganya sangat tinggi dan telah menyebabkan sekitar dua juta orang meninggal dunia. sedangkan ras T diketahui pernah menyebabkan kerugian sekitar satu milyar USD di Amerika Serikat pada tahun 1970. Fotomikroskopis Fusariumsp.

pada saat masih berkecambah. Rhizoctonia. and Phomopsis. karena ada kemungkinan patogen terbawa melalui benih atau bertahan pada bahan organik yang digunakan sebagai pupuk. Gejala penyakit yang muncul pada bibit tanaman atau tanaman muda relatif sama.tanaman jagung. Patogen dapat menyerang sejak benih mulai berkecambah. Penyakit rebah kecambah Penyakit rebah kecambah disebabkan oleh sekumpulan fungi atau satu jenis fungi yang menyerang bibit tanaman secara mandiri atau pun bersama-sama. Fusarium. Patogen penyakit rebah kecambah diantaranya adalah Pythium. tergantung jenis 205 . (5). atau pada waktu umur bibit masih sangat muda. Penyakit ini sering muncul sejak benih tumbuh di lapangan.

Penggunaan unsur hara untuk mengembalikan vigor tanaman ataupun untuk membantu ketahanan tanaman terhadap penyakit tidak akan berfungsi dengan baik dan penyakit ini pun tidak dapat dikendalikan dengan pestisida. organ tanaman yang terserang biasanya daun padi bagian bawah. penyakit ini akan menurunkan produksi. Gejala penyakit bercah basah (blight) pada tanaman padi. Dari tahun ke tahun penyakit berkembang terus sehingga menjadi penyakit penting pada 206 tanaman padi.38.patogen yang menyerang. (6). Penyakit ini merupakan penyakit penting pada tanaman padi. Penyakit bercak coklat cercospora Penyakit bercak coklat disebabkan oleh Cercospora janseana. (7). Patogen pada umumnya menyerang tanaman pada saat tanaman menjelang dewasa dan mengakibatkan . 40 Gejala serangan pada bagian akar. Gambar 5. Gejala penyakit pada umumnya timbul pada bagian tanaman yang dekat dengan air. Gambar 5. Penyakit busuk lunak seludang daun Penyakit busuk lunak pada seludang daun disebabkan oleh patogen Rhizoctonia solani. 38 Gejala penyakit rebah kecambah yang disebabkan Phytophthora pada kecambah Gambar 5. 41. Pada tingkat serangan yang menengah. Gejala penyakit rebah kecambah pada tanaman kedelai muda Gambar 5. penyakit ini akan menyebar dengan cepat. Pada kondisi yang lembab (95%)dan hangat.

kematangan biji padi lebih cepat dibandingkan dengan kondisi normal. Patogen menyerang daun. Patogen penyebab penyakit ini adalah Pyricularia grisea. Pada tingkat serangan yang tinggi. Fotomikroskopis satu sel bakteri yangmempunyai . Pada varietas tertentu penyakit ini dapat menggagalkan panen. (8). Sel bakteri berukuran 1. dapat mengakibatkan daun padi mati.000 X dalam minyak imersi. dan bersifat tidak membentuk spora.5 sampai 3 mikron (panjang) dan tampak kecil meskipun di bawah mikroskop dengan perbesaran 1. Penyakit bercak Pyricularia Penyakit ini sering menyerang tanaman padi. Varietas padi yang genjah dapat terhindar dari serangan patogen. Mereka tumbuh dengan segera dalam medium PDA (Potato Dextrose Agar) dengan membentuk koloni bulat berwarna putih. atau kuning. b). kuning kecoklatan. Gejala penyakit bercak crcospora pada daun padi. Gambar 5. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri Kurang lebih terdapat 200 species dari bakteri penyebab penyakit tanaman yang telah dideskripsikan. sebagian besar bisa bergerak (motile) dengan bulu getar (flagella) yang ada di ujung-ujung sel (polar) maupun yang ada di sisi dan di ujung sel (Peritrichous). 42. Gejala penyakit bercak piricularia.2 sampai 1. Kebanyakan tanaman yang diserang merupakan tanaman yang tidak penting (minor). Gambar 5. 43. Bagian tengah bercak biasanya berwarna abuabu sedangkan sekeliling bercak berwarna coklat atao coklat kemerahan. Bercak pada daun berukuran 0. Gambar 5. Ukuran bercak sangat bervariasi. 44. panikel dan daun bendera. Bakteri parasit tersebut berbentuk batang.5 cm.

kebanyakan gejala layu. menyebabkan hypertrophies (pertumbuhan abnormal karena pertambahan besar sel-sel yang sangat cepat) dan benjolan-benjolan (gall) pada akar atau batang tanaman. non motile (kecuali C. Poinsettiae).flagella. motile (peritrichous). menyebabkan kematian jaringan yang . Corynebakterium: Batang ramping. flagella peritrichous. Erwinia: Bentuk batang. menyebabkan berbagai 207 gejala. Flaccumfaciens dan C. Bakteri penyebab penyakit pada tanaman terdiri dari 6 genera : Agrobakterium: Batang pendek. motile.

Biasanya benjolan akan timbul setelah 1 atau 2 . flagella satu di ujung. Contoh yang klasik seperti yang telah dikemukakan adalah Crown Gall pada golongan tanaman budah-buahan pome dan stone Fruits. layu. Menyebabkan bercak-bercak daun berukuran kecil (spots) maupun besar (blights). Gejala utama benjolan (galls) Galls atau Fasciations adalah pertumbuhan abnormal yang disebabkan oleh peningkatan jumlah sel secara cepat. Hanya terdapat beberapa jenis bakteri yang menstimulir tanaman inang untuk membentuk benjolan (galls). motile. Xanthomona: Batang kecil. Bila dibiakkan akan membentuk koloni dengan pigmen berwarna kehijau-hijauan yang dapat larut dalam air. atau pada akar. Koloni berlendir berwarna kuning. bentuknya menjadi pipih dan terjadi pada organ tanaman seperti batang. dan sebagainya. (1). leher akar. Menyebabkan kematian jaringan (necrosis) berupa bercak-bercak kecil (spots) dan besar (blights) pada daun. benjolan-benjolan. dan benangbenang filaments berbentuk spiral membentuk segmen-segmen pada spora berbentuk tabung (cylinder) yang berukuran seperti bakteri (1 sampai 2 mikron). Dalam banyak hal maka identifikasi dapat dilakukan berdasar gejala-gejala yang terdapat pada tanaman. Streptomyces: Myceliumnya sangat halus ( 2/3 mikron). Limapuluhlima jenis bakteri yang penting dan sering terdapat telah digolongkan menjadi 8 kelas berdasar gejala-gejala utama yang ditimbulkannya pada tanaman inang. biasanya pada pangkal batang. motile dan flagella ujung (polar). Bakteri dapat dibiakkan dari jaringan luar benjolan yang masih muda dan tumbuh aktif. dahan. dan busuk basah.bersifat kering. Pseudomonas: Bentuk batang. disusul penyatuan/fusi sel-sel tersebut. serta pada kira-kira 200 tanaman berkayu lainnya. lalu ditularkan pada tanaman tomat atau Kalanchoe untuk menguji pathogenicitynya. Penggolongan tersebut disajikan di bawah ini.

Xanthomas beticola : kantong Bakteri (Bakteril Pocket) : Menyebabkan benjolan-benjolan dengan kantongkantong bakteri pada leher akar dan akarakar tanaman gula bit. Anda dapat membuat biakan bakteri dengan mengambil 208 . juga pada rantingranting pohon Olive . Agrobacterium tumefaciens : Crown Gall. Contoh klasik dari gejala penyakit ini adalah apa yang disebut Crown Gall dari tanaman buah-buahan golongan pome dan stone fruits. pohon buah-buahan nuts . Benjolan pada akar. Agrobakterium rhizogenes : Akar Berambut (Hairy Roots) : Pertumbuhan berlebihan secara abnormal dari akar-akar. atau dahan-dahan. Crysanthemum. Pseudomonas savastanoi : Benjolan Pohon Olive (Olive Knot) : Benjolan-benjolan pada akar dari pohon Olive dan Ash . Benjolanbenjolan pada dahan tanaman kapri. Di samping itu Crown Gall juga menyerang kira-kira 20 jenis tanaman berkayu lainnya. Corynebakterium fasciens : Penyebab Fasciation. Oleander . Agrobakterium rubi : Benjolan batang/dahan (Cane Gall) : Benjolanbenjolan pada batang/dahan yang sedang berbuah dari tanaman Blackberry dan Raspberry . dan pohon-pohon hutan.minggu dari jaringan yang ditulari itu. Ash . batang. termasuk beberapa golongan tanaman hias. Benjolan bakteri sering terdapat pada leher akar tanaman berkayu yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Bakteri penyebab benjolan yang lain adalah yang menyerang tanaman Olive . baik yang menghasilkan benjolan (gall tissue) maupun tidak. dan tanaman-tanaman bunga lainnya.

Oleander. Biakan murni bakteri tersebut lalu diuji sifat patogenesitasnya dengan menularkannya kepada tanaman tomat (batangnya) atau bagian yang sukulen (tanaman yang mengandung banyak air). Gejala-gejala baru muncul pada saat kentang menjelang masak. Cairan yang menjadi seperti lendir (flux) ini kemudian diuraikan oleh Bakteri lain dan Ragi sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap/merangsang. Ada pula jenis-jenis bakteri yang mula-mula menyerang jaringan pembuluh tanaman.jaringan bagian luar dari benjolan yang masih muda dan sedang tumbuh. dan pohon-pohon hutan. Kedua macam tanaman ini akan cepat menumbuhkan benjolan bila diserang oleh bakterium ini. tomat. yaitu terlihat cabang/batang tanaman menjadi layu atau tumbuhnya seolah-olah terhambat/kerdil (stunted). Ash . Corynebacterium sepedonicum : Busuk-melingkar pada kentang (Bakteril ring-rot of potato). Penyebab penyakit adalah Erwinia nimipressuralis yang menimbulkan terbentuknya cairan di jaringan kayu (heart-wood) dengan tekanan. sehingga cairan tersebut meleleh keluar ke bagian bawah dari batang. Pangkal batang menunjukkan gejala busuk basah. kentang. Sangat merugikan di lapangan dan di tempat penyimpanan. dan lainlain. Bakteri ada juga yang menyebabkan penyakit dengan gejala perlendiranBakteri atau Kebasahan pada kayu (Bakteril Slime-Flux or Wetwood) pada pohon Elm dan pohon-pohon lain. Suatu ciri khas dari penyakit ini adalah : . Contoh-contoh benjolan bakteri yang lain adalah penyakit benjolan bakteri pada tanaman Olive . Layu Bakteri Tanaman menjadi layu oleh karena serangan Bakteri pada jaringan pembuluh. tetapi kemudian menyebabkan busuk-jaringan pada jaringan disekelilingnya. buncis. Jenis-jenis bakteri ini mempunyai pengkhususan (specialisasi) dalam kelompok-kelompok tanaman inang yang diserangnya. (2). misalnya jenis bakterium yang menyerang golongan tanaman semangka dan sebangsanya. jagung.

lalu dipijit. Menyerang tanaman-tanaman Anyelir dalam Rumah-Kaca. serta akarnya 209 . Corynebakterium michiganense : Layu bakteri pada Tomat. Bintik-bintik kecil bagaikan mata-burung terdapat pada buah. maka keluarlah cairan (exudates) yang berwarna kuning-kecoklatan (cream). Selanjutnya lingkaran tersebut makin jelas berubah menjadi busuk (seperti keju ) tanpa bau. Pseudomonas caryophy li : Layu bakteri pada Bunga Anyelir. tetapi kemudian di dalam gudang penyimpanan gejala-gejala khas penyakit ini mulai kelihatan. Infeksi pada umbi mula-mula tidak tampak. Bibit tanaman tomat menjadi kerdil. Biasanya bakteri sudah ada pada (atau di dalam) biji. Seakan-akan bagaikan sebuah cincin yang melingkar di dalam jaringan umbi yang berwarna kuning kecoklatan. yang terutama disebabkan oleh E. Kemudian setelah adanya serangan mikroorganisme sekunder barulah timbul bau yang kurang sedap. Menyebabkan tanaman menjadi layu pada segala tahapan umur. Tanaman menjadi layu dan mengering.bila batang dipotong. Carotovora Corynebakterium flaccumfaciens : Layu bakteri dari Kacang buncis. Daun-daun bawah tepinya menjadi layu dan mengering. lalu berubah menjadi coklat muda. Seringkali tanaman juga menjadi kerdil.

Irisan melintan akan menunjukkan lingkaran hitam pada pembuluh. Bakteri memasuki jaringan tanaman melalui pori-pori air atau luka. yang selanjutnya meningkat menjadi bercak-bercak meluas berwarna kuningcoklat pada seluruh jaringan kayu.membusuk. Kadang-kadang terjadi busuk-lunak berwarna coklat pada batang dari tanaman tomat dan kentang. maka akan tampak garis-garis coklat tingkat awal pada jaringan kayu. jika kulit akar tunggang dikelupas. juga umbi kentang menjadi busuk berwarna coklat melingkar. Terdapat garis-garis kuning pada jaringan pembuluh dari batang. lalu menjadi kuning dan mati. Pada . Corynebakterium insidiosum : Layu bakteri pada Alfalfa. Mula-mula daun-daun menjadi hijau-keabu-abuan. Erwinia tracheiphi la : Layu bakteri pada golongan Cucurbitaceae. Xanthomonas campestris : Busuk-hitam dari golongan Cruciferae. Menyebabkan kerdil dan penguningan warna bagian atas tanaman . Menyebabkan layu serentak dan kematian pada batnag/cabang penjalar (Tidak terjadi pada semangka). Irisan melintang dari petiole (tangkai daun) menunjukkan jaringan Xylem yang seperti tersumbat serta berwarna hitam. Ralstonia solanacearum: Penyebab penyakit layu pada banyak jenis sayur-mayur dan tanaman hias. Menyebabkan tanaman mati atau daundaunnya gugur Xanthomonas incanae : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Stock (Tanaman hias Matthiola). jaringan-jaringan pembuluh berwarna coklat dan tampak garis-garis coklat pada irisan batang membujur. Penyakit pada jaringan pembuluh (melalui luka) yang disebarkan oleh bangsa kumbang dari golongan Cucurbit ini. Gejala utama : Kerdil atau layu serentak. kemudian menyebar melalui jaringan pembuluh.

hasil isolasi dari tanaman yang sakit 210 .tanaman muda/bibit menyebabkan layu serentak. boleh jadi terus mati. Pada tanaman dewasa terjadi bercak-bercak hitam pada batang. Gambar 5. seluruh jaringan pembuluh berubah warnanya. Padamedia agar. pada daun-daun terjadi baris-baris (streaks) berwarna hijau-pucat yang panjang. buku-buku menjadi coklat. Tanaman menjadi kerdil. Fotomikroskopis bakteri penyebab penyakit layu Gambar 5. Terdapat lendir berwarna kuning pada jaringan pembuluh. Xanthomonas stewartii : Layu bakteri pada tanaman Jagung.45. Pseudomonas sp. 46.

poplar. Jaringan kayu dan pohon-pohon itu menjadi berwarna gelap dengan sifat seperti bekas terendam air. maka kita dapat pula mengetahui cara untuk melakukan tindakan-tindakan kontrol yang cocok guna mengatasi penyakit-penyakit busuk basah lainnya. bakteri juga ada yang menyebabkan penyakit yang mengeluarkan lendir terus menerus seperti yang terdapat pada pohon Elm dan pohon-pohon lain. (4). Bau. dan willow. Bakteri menimbulkan tekanan (gas) pada cairan yang beredar dalam tanaman.busuk timbul pada lendir setelah diuraikan oleh micro-organisme sekunder. . oak.Gambar 5. Berdasar type klasik bakterium Erwinia carotovora (penyebab busuk basah yang umum). Jaringan kayu (heart-wood) yang terserang membentuk zat cair yang karena ada tekanan (gas) lalu keluar ke permukaan batang dan mengalir ke bagian bawah. Menyerang pohon Elm. sehingga zat perekat terebut mencair dan akibatnya jaringan lalu rusak menjadi semacam lendir. sehingga terjadi penguraian yang menimbulkan bau tidak sedap dan merangsang. Erwinia nimipressuralis : Perlendiran Bakteri atau Kebasahan pada Kayu (Slime Flux or Wetwood).47. bahwa organisme sekunder tersebut bukan penyebab penyakit. maple. dari luka-luka maupun celah-celah yang ada keluarlah cairan/lendir secara terputus-putus maupun terus-menerus. Penyebabnya adalah Erwinia nimipressuralis yang merupakan suatu jenis bakterium penghasil gas. Gejala serangan bakteri layu pada batang tomat (irisan membujur) (3). Gejala utama : mengeluarkan lendir (slime flux) Seperti yang telah diuraikan di muka. Kemudian cairan itu menjadi mangsa bakteri pembusuk yang lain dan jenis-jenis cendawan ragi. Gejala utama : busuk lunak/basah Gejala penyakit ini kiranya cukup dideskripsikan sebagai berikut : Type penyakit yang disebabkan oleh serangan bakteri pada zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. Patut dicatat. mulberry.

Busuk basah terjadi terutama pada sayuran yang banyak mengandung air. Penyebabnya belum tentu E. cepat menjalar dan menjadi busuk dengan abu tak sedap. Carotovora akan merubah medium emnjadi cair dalam waktu 24 sampai 48 jam. carotovora. Cactus yang besar ukurannya. transit pada sayuran maupun tanaman hias. Pengujian cepat : Pada medium Na-polypectate yang baru dituang ke dalam cawan Petri diberikan (inoculasi) organisme tersebut dengan menyapukannya. dan tanaman-tanaman lainnya. tetapi gejala menyeluruhnya (Syndrome) adalah asma. Terjadi di lapangan. Erwinia carotovora : Busuk basah dari sayuran. sehingga menimbulkan busuk jaringan yang basah dan berlendir. di tempat penyimpanan. misalnya tanaman hias-daun. Infeksi melalui luka. 211 . Enzymeenzyme yang dihasilkan oleh bakteri menghancurkan zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. Rhizome dari tanaman Iris. E.

tanaman hias. umbi-umbinya ikut terinfeksi melalui jaringan penghubung dengan batang. Erwinia carnegiana : Necrosis-bakteri dari Cactus Besar (Bact. . Adalah tidak terlampau penting untuk mengidentifikasi sampai kepada species dari bakteri penyebab busuk lunak/basah agar anda dapat memberikan anjuran tindakan kontrol.Erwinia aroideae : Busuk lunak dari Calia. Menurut Elliot : bakteri penyebabnya termasuk E. batang tanaman menjadi patah/rebah dan mati. Kecuali dalam hal busuk-melingkar pada kentang di mana tindakan kontrol yang drastis diperlukan). berbentuk bulat atau oval. Daun-daun tanaman di bagian bawah berwarna kuning. Juga menyebabkan busuk basah pada banyak macam sayuran. Busuk lunak yang khas. golongan Cucurbit. juga umbi-umbi tanaman hias. Erwinia dissolvens : Busuk bakteri pada Batang Jagung. Bagian-bagian dengan kematian jaringan yagn luas menghasilkan cairan coklat-hitam.atroseptica. dan Cacti. lalu menjadi hitam pada permukaan jaringan cactus yang seperti semangka itu. Pada tahapan ini tanaman inang tak bisa diselamatkan lagi. karena penyakit sudah terlampau lanjut. Erwinia atroseptica : Busuk-hitam pada Kentang (Potato Blackleg). dan pertumbuhannya menjadi tegak. Sangat merugikan bila menyerang bukubuku batang bagian bawah sehingga menyebabkan busuk lunak/basah. Batang di bawah permukaan tanah menjadi hitam dan membusuk. Erwinia phytophthora (atroseptica): Busuk-hitam dari Delphinium (Blackleg of Delphinium).Necrosis of Giant Cactus). Mulamula mendapat bercak-bercak kecil. Menyebabkan busuk-lunakhitam pada pangkal batang dengan cairan bakteri yang meleleh keluar dari celahcelahnya.

seperti bekas terendam air. Pseudomonas syringae : Busuk hitam pada celah-celah tanaman citrus (Black Pits of Citrus-Citrus Blast). 212 . Bercak-bercak berbentuk bulat. dan menghasilkan busuk lunak maupun keras. Kerusakan atau kematian jaringan itu terjadi pada daun-daun. berwarna hijau-gelap. Mula-mula terdapat bercak-bercak kecil pada daun bagian bawah (dekat batang). Bercak-bercak bersifat seperti bekas terendam air pada tingkat awal. terutama Lemon. dan pada tingkat lanjut mengering serta mengeras. Gejala utama : busuk rot) keras (firm Seperti halnya pada penyakit bercakbercak daun yang kecil (spots) dan besar (blights). lapis. tanpa pembusukan. umbi. umbi batang. Erwinia cypripedii: Busuk-coklat pada anggrek. dan lain-lain. Pseudomonas cattleyae : bercak-bercak coklat pada anggrek. Pangkal tanaman mengkerut dan daun-daun gugur. Bercak-bercak berwarna hitam dan cekung pada buah Citrus. Pseudomonasi marginalis : Kurap pada gladiol (Gladiolus Scab). batang/dahan. seperti terendam air. Bercakbercak kecil berwarna coklat-mengkilap. Kemudian bercak-bercak melebar. maka penyakit busuk-keras ini menyebabkan kerusakan jaringan yang terbatas.(5). Bercak-bercak berwarna kemerahmerahan dan berbentuk agak meruncing atau menonjol. buah. bergabung menjadi hitam. kemudian menjadi coklat-tua dan cekung. kemudian menjadi coklat sampai hitam.

bersudut-sudut. (6). Xanthomonas vesicatoria : Bercak-bercak bakteri pada Tomat dan Cabai. Irisan melintang pada umbi akan menimbulkan lendir kuning. Menimbulkan bercakbercak sangat kecil. Fire blight disebabkan oleh serangan bakterium Erwinia amylovora. dan berbentuk meruncing ke atas pada daun. Terjadinya bercak-bercak berukuran besar pada bunga-bunga. Umbi-umbi Hyacinth yang terkena infeksi berat tidak akan menghasilkan bunga dan daun-daunnya mempunyai gejala baris-baris (streaks) kuning sampai coklat. Xanthomonas citri : Canker Pada Citrus (Citrus canker). Di negeri Amerika Serikat ini tidak akan dijumpai lagi. tunas buah. Menimbulkan bercak-bercak berwarna kecoklatan dan bergabus pada daun dan buah. (Bakteril Spots of Tomato&PapperBakteril Pustuler). Seringkali bercak-bercak ini mempunyai lingkaran kuning di sekelilingnya (yellow halo) dan menyebabkan daun rontok. Penyakit yang serius ini telah dimusnahkan dari daerah Florida dan sepanjang Teluk Mexico. Xanthomonas hyacinthi : Penyakit kuning pada hyacinth (Hyacinth Yellow).Pada umbi-lapis bercak-bercak pada tingkat awal bersifat seperti bekas terendam air dan berwarna kuning-pucat. dan ranting-ranting baru adalah pada musim bunga dan periode sesudahnya di . cekung dengan pinggirannya agak terangkat. Gejala utama : hawar (blights) dan kanker Gejala-gejala dari penyakit FIRE BLIGHT pada tanaman Apel yang terkenal itu merupakan TYPE gejala umum golongan penyakit ini. Bercak-bercak serupa bisa juga timbul pada buah. Selanjutnya bila umbi tersebut menjadi tua dan penyakitnya berkembang : bercak-bercak menjadi berwarna coklat tua.

Jika kerusakan Cambium terjadi secara melingkar. Penularan terjadi melalui vektor serangga atau uap air. tetapi bisa juga menyerang jenis-jenis tanaman dari golongan famili Rosaceae termasuk stone fruits dan tanaman hias seperti loquat. atau tunas-tunas air yang kena infeksi.mana terjadi pertumbuhan yang pesat di musim semi. ranting. Masuknya sang bakteri melalui ranting-ranting. Bercak213 . lalu di musim semi berikutnya menghasilkan cairan/lendir yang selanjutnya menulari bagian-bagian pohon yagn lain seperti bunga. Fire blight merupakan penyakit yang sangat dikenal menyerang tanaman Pear dan Apel. dan tampak garis pembatas yang sangat jelas/tajam antara jaringan yang mati dan yang hidup. dan Photinia. maka gejala mengkerut dan matinya kulit tampak jelas sekali pada bagian-bagian dahan yang terserang. Pada pertengahan musim panas infeksi terhenti. dan sebagainya. sel-selnya mati. tunas buah. Bagian tanaman yang terletak di atas lingkaran kematian itu lalu mati pula. Bakteri dapat bertahan hidup di jaringan Cambium yang diserangnya itu selama musim dingin (over-winter). Cambium menjadi berwarna coklat muda. Serangan Fire Blight sangat merusak bila telah mencapai daerah Cambium dari batang atau dahan pohon. lalu disusul dengan mati dan mengkerutnya jaringan kulit yang seterusnya menyebabkan terjadinya celah-celah. cotoneaster. Jaringan yang terinfeksi menjadi mati dan warnanya berubah menjadi coklat-muda sampai tua tergantung jenis tanaman inang. pyracantha.

Jika terkena butiran air maka lendir lalu menyebar dan membentuk lapisan bakteri yang sangat tipis.bercak yang terjadi pada daun-daun. Cambium menjadi hitam dan mati. disusul jaringan kulit menjadi mati pula. Tanaman lain yang diserang : Black Walnut dan butternut.(2) Biasanya disertai dengan terjadinya gum yang mengalir keluar pada darah-darah yang kena canker. dan cabang-cabang yang aktif. Akibatnya bungabunga dan ranting-ranting menjadi mati (necrosis) dan berbercak-bercak dengan ukuran besar. Erwinia amylovora : Penyakit fire blight. Bercak-bercak hitam dengan selselnya yang mati pada taji ranting (catkin). Menyerang bermacam-macam tanaman golongan pome dan stone fruits dan berbagai tanaman hias. ranting. Bercak-bercak seperti bekas terendam air terdapat banyak sekali pada daun-daun. Dahan yang muda menjadi bergaris-garis hitam . buah-buah yang muda dan masak. atau buah dari tanaman tidak berkayu seringkali mengeluarkan tetesantetesan lendir (exudate). Bercak-bercak menjadi coklat hitam dengan tepi kuning. Xanthomonas junglandis : Bercak-bercak bear bakteri pada pohon Walnut. Pseudomonas mori : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Mulberry. lalu bercak-bercak membesar dan menyebabkan daun menjadi salah bentuk. ranting-ranting. Hampir serupa dengan Fire Blight dengan 2 perbedaan : (1) Infeksi terjadi selama musim dingin dan awal musim semi. Pseudomonas syringae : Canker bakteri pada tone Fruits. lalu menjadi terhenti pada musim panas . Penyaki canker yang bisa melewati musim dingin pada medium dahan-dahan yang besar itu di musim semi berikutnya mengeluarkan lendir yang kemudian ditularkan oleh serangga dan percikan-percikan air (uap air) ke bagian tanaman lain : bunga-bunga dan ranting-ranting baru.

Pada buah terjadi bercak-bercak yang bersifat kering. Bercak-bercak kecil berwarna kemerah-merahan lalu menjadi coklat. Daun-daun lalu rontok. Seringkali terdapat lapisan bakteri tipis (exudate) pada permukaan bawah dari daun yang berwarna keputih-putihan. cekung. terdapat banyak sekali pada daundaun. Xanthomonas pruni : Bercak-bercak bakteri dan canker pada Stone fruits. Mula-mula berwarna coklat-kemerahan. Bercak-bercak pada ranting berwarna gelap dan cekung ke dalam. dan translucent pada daun kedelai. Glycinea Bercak-bercak bakteri dari Kedelai. Phaseolicola 214 . Kalau sudah begini maka biji-bijinya seringkali kena infeksi juga. Pseudomonas syringae pv. dan mengeluarkan cairan (exudate) berwarna kuning. Ada juga bercak-bercak pada batang dan petiole yang berwarna hitam. lalu menjadi hitam dan mengeluarkan cairan (exudate). Bercak banteri pada tanaman yang tidak berkayu Pseudomonas syringae pv. Penyakit ini merupakan penyakit yang umumnya terdapat pada keledai.dengan mengeluarkan lendir. (7). bersudut-sudut. mengandung gum. menyebabkan daun-daun berlubang karena bercak-bercak itu menjadi lepas (shotholes). Akibatnya pohon menjadi kerdil. Polong yang kena infeksi berbercak-bercak seperti bekas terendam air. lalu menjadi hitam pada tingkat lanjut. Bercak-bercak kecil.

hanya saja terdapat lingkaran (halo) lebar hijau atau hijau-kuning di sekitar bercak-bercak yang seperti bekas terendam air itu. Kalau sudah begini maka biji-bijnyapun kena infeksi : berbercak-bercak dengan warna kuning-coklat sampai kelabu. bersudut-sudut. Bercak-bercak pada polong merupakan noda seperti bekas terendam air. tetapi banyak jenis kacang polong (dry beans) resisten. Kemudian menjadi besar dan mengering. Phaseoli Bercak-bercak bakteri biasa paca kacang buncis/polong. hijau-tua. Bercakbercak pada buah mula-mula hijau dan seperti bekas terendam air. kemudian menjadi berwarna gelap Pseudomonas pisi Bercak-bercak bakteri dari Kapri (bakteril Blight of Pea).Bercak-bercak dengan halo pada kacang buncis/polong (Halo blight of Bean). lalu mengering. Bercak-bercak seperti penyakit bercak-bercak lainnya. dan dibatasi oleh tulang-tulang daun kecil hingga tepinya seperti bersudut-sudut. kemerah-merahan. Mula-mula bercak-bercak daun berwarna hijau-tua dan seperti . Bercakbercak pada batang/cabang menyebabkan mudah patah bila tertiup angin. Bercak-bercak pada polong berwarna kemerahan sampai coklat dengan lapisan tipis berwarna perak yang berasal dari lendir baceria. Xanthomonasi campestris pv. berwarna kuning-coklat dengan tepinya berwarna kuning. Bercak-bercak tersebar sepanjang tulang daun utama. Semua jenis kacang buncis peka (rentan) terhadap penyakit ini. Bercak-bercak pada batang/cabang membesar dan menghitam. Xanthomonas malvacearum : Bercak-bercak daun bersudut-sudut pada kapas (Angular leaf spots of Cotton-Black arm). cekung. Mula-mula bercak-bercak kecil pada daun. jika dilihat dengan latar belakang yang mempunyai pancaran cahaya akan tampak hijaumuda. Mula-mula bercak-bercak daun seperti bekas terendam air. bersifat seperti bekas terendam air. dan mengadung kerak dari lendir bakteri yang kering. Kemudian bercak-bercak menjadi coklat dan kering. dan berwarna hijau-muda. kemudian menjadi hijau-tua dan berwarna gelap.

Gejala utama : bercak-bercak daun Penyakit bercak-bercak daun yang disebabkan oleh bakteri juga mempunyai gejala-gejala karakteristik yang umum. dan tidak bersudut-sudut. lalu membesar dan mengering serta menjadi coklat kemerahan. Bercak-bercak yang tak teratur bentuknya pada daun dan petiole. 215 . Juga pada bunga-bunga dan polong-polong muda. Mula-mula translucent (agak tembus cahaya). lalu menjadi gelap warnanya. Xanthomonas carotae Bercak-bercak bakteri pada Wortel. Pada cabang atau buah bercakbercaknya bisa berukuran kecil (spots) sampai besar (blights). kemudian bercak-bercak itu berubah menjadi berwarna gelap dan tidak tembus cahaya (opaque). bentuknya bulat atau lonjong (oval). Bercak-bercak serupa pada batang/cabang. (Bakteril Blight of Carrots). Bila kena tetesan air maka lendir menyebar menjadi suatu lapisan bakteri yang tipis. Bila cuaca lembab. Jika tulang daun kena infeksi pada usia muda biasanya tanaman lalu mati. (8).bekas terendam air. Acapkali bercak-bercak daun mempunyai tepi yang bersudut-sudut sebab dibatasi oleh tulang-tulang daun. Bunga-bunga yang dibiarkan untuk memproduksi biji bisa menjadi rusak/mati oleh serangan penyakit ini. mula-mula translucent. maka bercak-bercak itu akan mengeluarkan tetesan lendir bakteri yang bila mengering menjadi setitik kecil karak lendir.

Hampir serupa dengan di atas. mudah . mudah tersebar/ tercuci oleh butir air hujan. dan mengeluarkan cairan (exudate) yang seterusnya menjadi lapisan tipis bakteri keputih-putihan. dapat menyebabkan daun rontok. Bercak-bercak daun bersudut-sudut.bercak daun yang bersudut-sudut dari Cucurbit (Angular leaf-spots of Cucurbits). Xanthomonas holcicola : Penyakit bakteri bergaris-garis tak teratur pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Streak of Sorghum and Corn). bintik-bintik juga terdapat pada buah. Selain daun. Bercak-bercak seringkali bergabung hingga menjadi lebih besar. Pseudomonas syringae pv. Bercak-bercak kecil tak teratur pada daun. Terdapat kerak merah bakteri. Bercak-bercak pada tingkat lanjut berwarna kelabu. Tapi bercak-bercak biasanya berwarna lebih gelap/tua. tak teratur. Terdapat menyerang pada tomat. tampak seolah-olah meruncing keluar dari permukaan bawah daun dan bergabus. berwarna seperti karat. Pseudomonas ap i : Bercak-bercak bakteri pada Selderi (Bakteril Blights of Celery). cabai. Bintik-bintik ini berukuran sangat kecil (1 sampai 2 mm). Bercak-bercak hitam-tak teratur pada seluruh bagian tanaman Delphinium. Pseudomonas andropogonis : Penyakit bakteri-bergaris pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Stripe of Sorghum and Corn). dan lain-lain. Daundaun yang kena infeksi berat menguning dan gugur. kedelai. Garis-garis dan noda-noda merah pada daun-daun dan pelepah. Lachrymans Bercak. bersifat seperti bekas terendam air. Pseudomonas delphinii : Bercak-bercak hitam pada Delphinium (Delphinium Black Spot).Suatu variasi yang menarik dari golongan penyakit ini ialah adanya bintik-bintik bakteri (bakteril pustules) yang timbul di sisi bawah permukaan daun.

216 . Begonia akan mati. Xanthomonas axonopodis pv. Selain tembakau. Pada buah bercak-bercak berwarna keputih-putihan.patah. Pada permukaan bawah daun timbul bintikbintik (pustule). Bila menyerang batang/dahan.glycines: Pustul bakteri pada tanaman kedelai (bakteril pustules of Soybean). Menyebabkan daun gugur secara prematur. Bercak-bercak kecil berwarna hijau-kekuningan dengan pusatnya yang coklat-kemerahan. Bercak-bercak daun berwarna kuning-coklat sampai coklat pada pusatnya. dan terdapat pada daun. bulat dan kecil-kecil. kedelai dan kacang polong (cowpeas). Terutama menyerang daun. Gejala berupa bercakbercak kecil berjumlah sangat banyak pada daun. dan dengan pancaran sinar tampak berwarna hijau-muda. Pseudomonas washingtoniae : Bercak-bercak daun dari Palem (Bakteril leaf-spot of Palm). berwarna coklat dengan tepi berwarna kuning-translucent. Pada tingkat lanjut bercak-bercak menjadi tak tembus cahaya. Bercak-bercak seperti melepuh. penyakit ini menyerang anggota-anggota Solanaceae lainnya. Xanthomonas begoniae : Bercak-bercak daun dan batang/dahan dari Begonia (bakteril leaf and stem blight of Begonia). Pseudomonas tabaci : Penyakit Terbakar pada Tembakau (Tobacco Wildfire). dan kadang-kadang menimbulkan lubang karena bercak-bercak itu terlepas. serta mempunyai lingkaran halo berwarna kuning.

pucat. S. dan tanaman ubi-ubian yang lain. yaitu kurap-berbubuk (powdery scab) yang disebabkan oleh Spongospora.stolon. maka sukar untuk melihat myceliumnya. Tetapi janganlah anda terkacau dengan penyakit kurap yang lain. Akar-akar rabut berkurang jumlahnya dan mengalami salah bentuk. sudah tentu diperlukan istilah-istilah yang tepat dan singkat serta dimengerti oleh semua fihak. Bercak-bercak itu bisa dangkal atau dalam. Hal ini untuk menghindarkan . Menyebabkan timbulnya bercak-bercak bergabus pada ubi. gula-bit. Spora ini mempunyai ukuran seperti bakteri. tetapi dalam Manual Bergey digolongkan Bakteri dalam Ordo terpisah. Ipomoea : Menyebabkan Busuk dalam Tanah (Soil Rot or Pox) pada ubi-jalar.(9). Daun-daun tanaman ubi-jalar yang terkena infeksi berukuran kecil. Dalam menyatakan gejala-gejala penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri. S. Bila dibuat seksi (irisan). Gejala utama : kurap atau luka terbuka (scab or pits) ordo Actinomycetales family Streptomycetaceae Streptomyces (Actinomyces) : Suatu genus yang mempunyai mycelium.5 cm pada ubinya. pada umbi menimbulkan luka terbuka. scabies : Penyakit Kurap Yang Umum (Common Scab) pada kentang. yaitu 1 sampai 2 mikron panjangnya. dan cabangnya kerdil. Dengan melihat gejalanya saja sudah cukup untuk memberikan diagnosis. Myceliumnya sangat halus (2/3 mikron) dan mempunyai benang-benang spiral yang membentuk segmen-segmen ke dalam sporanya yang berbentuk cylinder. kadang-kadang dengan celah terbuka (luka yang dalam) sampai sepanjang 2. Diagnosis cukup dengan melihat gejalanya. maupun akar. sehingga sukar pula untuk mengisolasinya. Akibatnya ubi-jalar menjadi berkurap.

maka bercak-bercak pada tingkat awal menunjukkan sifat seperti bekas terendam air (watersoaked). Ada pula serangan penyakit bakteri yang mengakibatkan mati-jaringan dengan bercak-bercak berukuran besarbesar (Bakteril Blighting) pada bunga. Buah-buahan menjadi busuk dan keras. Jaringan yang terinfeksi mati dan warnanya menjadi coklat muda sampai tua tergantung pada tanaman inang. buah. tunas buah. umbi lapis. dan ranting-ranting muda yang biasanya terjadi pada musim bunga dan periode pertumbuhan yang cepat di musim semi. Serangan penyakit ini biasanya terhenti di pertengahan musim panas. Yang paling banayk dikenal adalah Fire Blight pada tanaman Apel. dan Photinia . dan lain-lain sehingga menimbulkan gejala bercak-bercak (lesions). yang bisa pula menyerang tanaman dari golongan Mawar termasuk golongan Stone Fruits dan tanaman hias seperti loquat . lalu seluruh bagian mengering dan mengeras. (10). umbi batang. dahan. Penyakit ini menyebabkan kematian sebagian jaringan (necrosis) dari daun. 217 . Pyracantha . dan tampak garis pembatas yang sangat jelas antara jaringan yang mati dengan yagn hidup. Dibawah ini akan dikemukakan beberapa istilah yang sering dipakai untuk gejala penyakit bakteri yang banyak dijumpai. Gejala penyakit bakteri berupa busuk-Keras (Firm Rot). Cotoneaster .pertelaan gejala yang panjang-lebar serta untuk mencegah salah pengertian. lalu mengering dan mati. Seperti gejala serangan bakteri pada umumnya.

sehingga setelah kering akan tampak sebagai lapisan yang sangat tipis berwarna keputih-putihan. Kalau infeksi bertambah . menuju daerah Cambium dan menyebabkan kematian jaringan dengan warna coklat muda. tunas buah. serta sering-sering menimbulkan celahcelah. kering dan mati pula. kulitnya mengkerut. mula-mula translucent. maka lendir tadi akan menjadi kering sehingga yang tertinggal adalah setitik kecil lendir kering. kedelai.Serangan Fire Blight dapat menjadi lebih parah bila mencapai tingkatan serangan bakterium pada daerah Cambium dari dahan dan batang. Jika terkena air. dan tidak pernah bersudutsudut. Selanjutnya bagian atas pohon menyusul mati. cabai. Jika kelembaban udara tinggi. maka lendir akan menyebar-melebar rata. melalui serangga dan uap air. dan cairan ini lalu menulari bagian-bagian bunga. biasanya berbentuk bulat atau lonjong. Bagian yang Cambiumnya mati. dan tunas/cabang air. maka akan tampak jelas lingkaran kulit pohon yang mengkerut dan mati. sebab perusakan jaringan dibatasi oleh tulang-tulang daun. dan lain-lain. Bakteri dapat bertahan hidup selama musim dingin di jaringan Cambium yang telah diserangnya (over-wintering). lalu berwarna gelap. dan lain-lain. mengeluarkan cairan (exudates). Bintikbintik ini seperti bergabus dan bentuknya meruncing. Bakterium masuk lewat ranting-ranting. Pada musim semi berikutnya bangkit kembali. si-bakterium akan mengeluarkan setetesduatetes lendir. Bercak-bercak daun yang disebabkan bakteri (Bakteril Leaf spots) merupakan gejala yang khas mula-mula translucent (dapat melewatkan sebagian cahaya). Pustul bakteri (Bakteril Pustules) berupa bintik-bintik kecil ( 1 sampai 2 mm) yang menonjol pada bagian bawah daun dan pada buah-buahan seperti buah tomat. lalu menjadi berwarna lebih gelap serta tidak tembus cahaya (opaque). Bila kematian jaringan Cambium terjadi secara melingkar (girdling). Jika tak terganggu. Serangan bakteri pada cabang atau buah bisa mengakibatkan bercak-bercak kecil dan besar. Bercak-bercak daun seringkali bersudutsudut.

Besar dan luasnya kerugian yang diakibatkan oleh kira-kira 24 jenis (genra) parasit nematoda (tidak termasuk penyebab benjolan akar) baru disadari sejak tahun 1950. (c). maka daun menguning dan gugur sebelum waktunya. Jenis-jenis nematoda lainnya juga menimbulkan kerugian dengan menjadi parasit pada tanaman.berat. Gambar 5.48. walaupun tanpa menimbulkan benjolan-benjolan (galls) dan tanpa gejala yang jelas bagian tanaman di atas tanah. Bercak-bercak akar (root lesions). Penyakit-penyakit nematoda Penyakit atau gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh parasit nematoda telah lama diketahui. Gejala umum yang dapat ditimbulkan adalah pertumbuhan yang terhambat dan hasil yang menurun. terutama yang mengakibatkan terbentuknya benjolanbenjolan pada akar (root-knot nematodes). Gejala pustul bakteri pada daun kedelai. Di bawah ini dicantumkan gejala-gejala utama dari serangan parasit nematoda bukanpembentuk benjolan (non-gall formers). mulamula sangat kecil. kemudian bisa menjalar ke seluruh akar 218 .

umbi (yang akan ditanam).Busuk akar. rhizome. Nematoda di dalamsel tanaman Gambar 5. Kerusakan pada daun.50. Acapkali akibat-akibat ini sulit untuk dievaluasi dan dibedakan dari akibat-akibat yang ditimbulkan oleh faktor-faktor lain yang mungkin bisa juga menyebabkan pertumbuhan yang jelek. menguning. nematoda yang menyerang bagian tanaman di atas tanah menimbulkan salah bentuk pada daun-daun dan batang/cabang. Ujung akar terluka (Injured Root-tips). disebabkan oleh organisme sekunder setelah terjadinya pelukaan oleh nematoda. Hal ini disebabkan oleh besarnya kemungkinan penyebaran parasit nematoda melalui akar-akar tanaman. dan/atau menghasilkan panen yang rendah kwalitasnya (misalnya sayuran). . menyebabkan akar menjadi kerdil dan bengkak (seperti stubby roots ).Gejala puru akar yang disebabkan oleh nematoda Pemilik tanaman agar diberitahu dengan segera agar bisa melakukan tindakan-tindakan guna menghindarkan bahaya penyebaran infestasi. Percabangan akar berlebihan.49. Akibat-akibat lain yang umum terdapat : tanaman merana. kerdil. maka adalah sangat penting untuk melakukan diagnosis secara akurat. Gambar 5. terjadi pembentukan akar lateral yang sangat banyak setelah nematoda melukai dan menyerang akar.51. Gambar 5. batang dan bunga. Gejala serangan nematoda Bila terdapat infestasi. maupun tanahnya sendiri. layu secara abnormal. Diagnosis penyakit nematoda Type dari benjolan akar (Types of rootknot galls) : Tergantung pada tanaman inang maka terdapat beberapa type benjolan akar yang akan . Beberapa jenis nematoda yang menyerang golongan tanaman butirbutiran (gandum misalnya) dan rumputrumputan menyebabkan terbentuknya benjolan (galls) dalam jaringan biji.

dikemukakan di bawah ini (penggolongan secara artificial hanya untuk membantu mempermudah mengenali gejala). 219 .

bangsa labu-ketimun. Jika benjolan-benjolan sebesar ini banyak terdapat pada akar tunggang (utama).Type 1 : Berukuran besar (relatif). dan dahlia seringkali membentuk benjolan yang kurang-lebih bulat (spherical) dan bisa mencapai diameter 1. serta benjolan-benjolan kecil lainnya terdapat pada akar lateral. berbentuk seperti kelas penggulung benang (Very small spindle-shaped galls) Terdapat pada beberapa jenis tanaman seperti arbel dan ash (dan beberapa jenis tanaman lain yang agak peka sifatnya).2 cm atau lebih. Benjolan-benjolan akar bersifat sukulen dan akan cepat membusuk. peach . Type 4 : Benjolan pada ujung akarBeberapa tanaman tertentu misalnya Palem. membentuk benjolan hanya sebagai pembengkakan dari ujung akarakar . Anda bisa melihatnya (dengan merobek jaringan benjolan) dengan mata langsung. berwarna gelap. benjolan-benjolan ini sering diabaikan karena tidak mudah terlihat Nematoda-nematoda betina kadangkadang berada di luar akar tanpa pembentukan benjolan ). dan pada beberapa tanaman inang berukuran besar Tanaman-tanaman yang sangat peka misalnya pohon fig . Benjolan-benjolan akar ini dapat terkacau dengan gejala penyakit Crown Gall (bakteri). pare. dan beberapa tanaman hias (misalnya pepper tree ) membentuk benjolanbenjolan yang besar dan bentuknya bermacam-macam. berbentuk bulat Tanaman sukulen yang tumbuhnya cepat seperti tomat. Type 3 : Benjolan-benjolan sangat kecil. Type benjolan ini adalah yang paling umum terdapat. kacang buncis. Type 2 : Benjolan yang keras. serta disertai dengan benjolanbenjolan kecil lain yang berjumlah banyak. Dalam jaringan benjolan terdapat nematodabetina yang berukuran kecil dan tampak seperti mutiara. atau dengan lensa-tangan akan terlihat lebih jelas. berkayu. bedanya ialah : benjolan-benjolan ini terdapat sepanjang akar dan tidak berbentuk bulan. maka akar tunggang itu akan tampak membengkak besar sekali dan salah bentuknya.

larva. menonjol. Ujung akar yang membusuk itu selanjutnya akan memperlihatkan benang-benang halus yang putih warnanya (ikatan pembuluh primer). dan kulitnya tebal (warty) : Tanaman kentang membentuk benjolan-benjolan kecil dan berkulit tebal pada umbinya. Benjolanbenjolan ini cepat membusuk dan biasanya tidak akan ikut terambil bila dilakukan pengambilan contoh (samples) untuk pemeriksaan. namun benjolan-benjolan bisa berjumlah banyak. Jika anda membuat seksi (irisan) pada benjolan dengan pisau silet yang tajam.rambut yang masih lunak. Benjolan-benjolan ini mempunyai celahcelah di mana terdapat nematodanya. Juga rhizome (akar-tinggal) dari tanaman Iris mempunyai celah-celah serupa. atau dewasa) yang bisa terlihat dengan bantuan lensa220 . Kriteria khusus yang digunakan untuk melakukan diagnosis pemeriksaan (distinguishing features) : Harus dicari : Benjolan-benjolan kecil berbentuk kelos yang berjumlah banyak sampai pada benjolan yang lebh besar dengan bentuk bulat pada akar-akar dari segala macam ukuran. maka biasanya terdapat celah-celah kecil berwarna coklat dimana berada sang nematoda (telur. tetapi tanpa benjolan-benjolan berkulit tebal (waret) itu. Type 5 : Bercak-bercak kecil. Meskipun tanaman terserang dengan tidak terlampau berat.

Hal ini lebih mudah dilakukan daripada memeriksa larvae atau Nematoda dewasa yang bisa menimbulkan kekeliruan dengan Nema dari species lain. Adanya Nematoda puru-akar (root-knot nematodes) dapat ditetapkan dengan memeriksa irisan akar rambut yang mengandung telur Nematoda di bawah mikroskop compound. Telur-telur itu sangat kecil ukurannya serta berbentuk seperti cylinder dan transparant. Kalau tanaman berkayu tampak merana. oleh karena Virus telah menimbulkan kerugian ekonomis yang besar terhadap hasil-hasil pertanian. harap diperiksa akar-akarnya.tangan. Gejala lainnya :Tanaman semusim yang sukulen dan peka (sayuran dan bunga-bungaan) seringkali bila diserang Nematoda menunjukkan gejala daun-daun terbakar dan bisa mati di tengah-tengah musim. Adalah lebih baik bila diperiksa dengan mikroskop (stereo)binocular atau dengan mikroskop compound berperbesaran rendah. namun untuk memastikan adanya serangan Nematoda kita harus memeriksa akar tanaman. Gejala layu di sore hari dalam keadaan kadar air tanah yang cukup adalah gejala pertama. (d). Penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus Penyakit-penyakit tanaman yang disebabkan oleh serangan virus telah dipelajari secara ekstensif selama 20 tahun terakhir ini. Beberapa jenis virus mampu menyerang banyak macam tanaman inang. Tanda-tanda serangan nematoda di lapangan : Walaupun ada beberapa macam gejala pada bagian tanaman yang terdapat di atas tanah yang agak jelas. Tanaman muda di pembibitan banyak mengalami kematian karena infeksi Rhixoctonia dan lain-lain. sedangkan ada pula yang mempunyai hanya satu tanaman inang spesifik. Selain itu. tanaman-tanaman muda yang kena serangan Nematoda seringkali lalu menjadi kerdil dan tidak produktif. ada pula yang menimbulkan gejala-gejala pada . Crown Gall tidak mempunyai celah-celah seperti ini. Gejala penyakit virus juga bervariasi : ada virus yang latent tanpa gejala. setelah Nematoda melukai jaringan akar.

bahkan menimbulkan kematian. Tungau. Sebagian besar penyakit virus bersifat systemic. Struktur virus Gejala penyakit virus tampak paling menyolok dan nyata pada bagian pertumbuhan baru dari tanaman. Pada umumnya penyakit-penyakit virus disebarkan/ditularkan oleh serangga golongan Aphid dan Belalang-daun (Leafhoppers). Beberapa jenis penyakit virus bisa pula ditularkan oleh serangga golongan Thrips. 221 .tanaman inang : dari yang tidak begitu berat sampai yang sangat berat. sedangkan bagian-bagian yang tua. atau oleh pembuatn okulasi atau penyambungan (enten). dan sejenis Lalat putih (Whiteflies).52. atau oleh adanya kontak/sentuhan dari tanaman yang sakit kepada yang sehat. oleh karenanya virus-virus terdapat pada seluruh bagian tanaman dan ini dapat dinyatakan dari cairan-tanaman (sap) yang berasal dari bagian manapun. misalnya daun-daun bawah tampak sehat-sehat saja. Gambar 5.

Beberapa varitas tanaman telah dimulyakan sehingga resisten/toleran inilah yang di kelak kemudan hari akan merupakan carautama guna mengontrol penyakitpenyakit virus. Untuk membuktikan adanya virus di dalam tanaman haruslah dideteksi dengan gejala-gejala pada tanaman yang ditimbulkan. Meskipun demikian. dan malahan lebih baik dimusnahkan guna mencegah penularan lebih lanjut kepada tanaman yang masih sehat . oleh karena nama dengan system binomial jauh lebih ruwet dan belum seragam serta belum diterima oleh semua ahli virus. gejalagejala penyakit virus sangat bervariasi dan biasanya terdapat tiga sampai enam macam gejala yang berassosiasi dengan tiap-tiap penyakit. Diagnosis penyakit-penyakit virus Partikel-partikel virus berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Seperti yang telah dikemukakan. Deskripsi gejala penyakit virus . Selanjutnya bibit-bibit tanaman dijaga agar tetap bebas dari virus dengan cara seleksi. Oleh karena itu pengamatan jasad virus tidak merupakan suatu cara diagnosis yang praktis untuk pekerjaan identifikasi yang rutin. Serangan penyakit yang telah mencapai tingkat lanjut dapat dengan mudah dinyatakan sebagai serangan Virus. Ahli-ahli Penyakit Tanaman yang telah dilatih dengan Teknik-Virus dapat menyelamatkan virus yang ada di dalam bibit-bibit tanaman dengan perlakuan pemanasan atau kultur jaringan. maka jawabannya selalu sama : Tanaman yang telah kena infeksi Virus tidak dapat dipulihkan/disembuhkan lagi oleh sipemilik tanaman. Di tempat-tempat dengan areal pertanaman yang luas cara ini seringkali tidak praktis dan pengobatan yang effektif belum ada.Nama-nama virus yang akan dicantumkan di bawah ini adalah nama-nama umum. Kadang-kadang untuk melakukan hal ini haruslah dibantu dengan suatu pengujian penularan yang sederhana (Transmission test). jika ditinjau dari segi anjuran yang merupakan proSedure bagi pemilik tanaman penanam).

Kedua macam gejala di atas bisa merupakan gejala transisi ke arah mosaic yang lebih luas atau bisa juga tetap seperti itu sebagai gejala utamanya).Gejala mosaic : (1). Ini adalah tahap lanjut dari gejala No. maka terlebih dulu terjadi perubahan warna tulang-tulang daun atau di daerah di dekatnya menjadi lebih terang :kuning-pucat. (2). (4). Tulang daun menjadi (Vein banding) baris-baris Tulang-tulang daun dan daerah sekitarnya menjadi baris-baris chlorosis. Tulang-tulang daun menguning-pucat (vein clearing) Sebelum tampak gejala mosaic atau perubahan warna secara tak teratur dan meluas. Atau terjadi Chlorosis. atau Chlorosis/necrosis terjadi pada jaringan parenchyma di antara tulangtulang daun sehingga tulang-tulang daun menjadi baris-baris hijau. (3). Bercak-bercak Bulat (Ring spots) Terdapat bercak-bercak bulat Chlorosis (sel-selnya Chlorosis) dan bercak-bercak bulat necrosis (sel-selnya necrosis/mati secara berselang-seling dengan sel-sel hijau-normal). 1. Pusat dari kedua macam bercak-bercak menjadi necrosis pada tahap lanjut. Jala-Kuning (Yellow-net) : Tampak seperti jala berwarna kuning pada daun yang sesungguhnya adalah seluruh tulang daun telah menguning. 222 .

. Necrosis pada Phloem Kematian jaringan Phloem yagn tampak pada irisan melintang batang/cabang. (4). Mosaic Variasi dalam warna daun dengan pola beraneka. dan gejala meranting (Spnidly twigs) pada penyakit Yellows dari pohon Peach. Kerdil dan Mati dari Tanaman Berkayu (Stunting and Death of Woody Palnts): Tristeza dari Citrus. Gejala dari penyakit Phloem Necrosis dari pohon Elm. (6). Pengerdilan pada Pertumbuhan Baru (Stunting of Current Growth): Gejala Rosettes pada penyakit Mosaic dari tanaman Peach. Mosaic pada Peach. Necrosis Lokal Bercak-bercak kecil-bulat yang berupa jaringan mati pada daun. Kerdil pada Alfalfa.(5). (3). Mottle Beberapa pola tertentu dari variasi warna Gejala nekrosis: (1). Gejala penyakit Kerdil pada Dahlia. penyakit Pucuk-Keriting (Curly Top)d ari gula-bit. (2). (3). Gejala dari penyakit Layu berbercak-bercak (Spotted Wilt) dari tanaman tomat. termasuk akar-akar. dan lain-lain. (1). (2). Garis-garis tak teratur (Streaks) Terjadi necrosis yang berupa bercakbercak memanjang seperti garis-garis tak teratur (terputus-putus) pada batang. Daun Gugur Prematur (Premature Leaf Shedding) : Gejala penyakit Mosaic pada Kobis. Gejala kerdil dan mati. (4). Kerdil Seluruh bagian tanaman menjadi kerdil. Necrosis Pucuk (Top Necrosis) Terjadi kematian pucuk (terminal) ranting/cabang dan daun-daun.

Petunia. Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar sekunder (Proliferation of secondary roots): Gejala 223 . Gejala Pucuk-Keriting (Curly Top). (5). Kuncup-kuncup tumbuh berlebihan (Proliferation of buds): Gejala penyakit Aster Yelows . (3). Daun menggulung ke atas Penyakit Pucuk.Salah bentuk (malformations): Daun bertekstur kasar (Rough-textured Leaves): Gejala penyakit Mosaic Rugose pada Kentang. Stock. Reduksi pada lamina-daun (Leaf blades reduced) Gejala penyakit Daun Paku-pakuan (Fern leaf) dari tomat. Mosaic pada Fig. (1). Daun-daun menggulung ke bawah Penyakit Pucuk Keriting ari Buncis Gejala pertumbuhan berlebihan (overgrowth). (6). Sapu setan (Witches broom) pada kentang. (2). Endapan Gum dalam jaringan Xylem dari kayu (Gum depostis inXylem of wood) Gejala penyakit Kulit Bersisik (Scaly Bark) dari Citrus. (1). Enations: Tumbuh tonjolan-tonjolan lunak di atas permukaan daun atau batang. dan Tulip.Keriting (Curly Top) dari tanaman Gula-bit dan Tomat. (2). umbi berlekuk-lekuk (spindle-tuber) pada kentang. (4). Pertumbuhan Terhambat Gejala dengan ujung-ujung/pucuk-pucuk meruncing pada tanaman ketimun. (3). Warna Terputus dari Petal (Color Break in Petals) Gejala perubahan warna dari mahkotabunga (petals) pada tanaman Kapri.

Chlorosis yang menyeluruh dan permanen pada daun-daun dan lain-lain (Permanent uniform Chlorosis of leaves.): Gejala Aster Yellows . Virus mosaic ketimun (Cucumber mosaic virus) vector aphids.55. Virus layu-berbercakbercak (Spotted wilt virus)-vector thrips. (1).disease -vector belalang daun (leafhopper). (2).54. Kutu daun. Virus mosaic alfalfa (Alfalfa mosaic virus)vector aphids Gambar 5. Gejala serangan virus pada daun tembakan Gambar 5.53. dan juga gejala penyakit Aster Yellows Gejala penguningan (yellows symptoms). .vector aphids. Virus Western X. satu species Virus Aster yellows (Aster Yellows virus)-vector belalang daun(leafhopper). Virus mosaic buncis (Bean mosaic virus)-vector aphids (11 species) Gambar 5. Virus busuk-melingkar hitam dari Kobis (Cabbage black ring-rot virus)vector aphids. etc. Mahkota bunga menguning atau menghijau (Greening or Yellowning of Petals): Gejala penyakit Aster Yellows pada tanaman Aster dan Delphinium Virus-Virus Penting yang Menyerang Tanaman Virus mosaic tembakau (Tobacco mosaic virus). salah satu vektor virus tanaman. Virus mosaic Peach (Peach Mosaic virus)-vector tungau eriophid. Virus Tristeza dari Citrus-vector aphids. Virus mosaic tebu (Sugarcane mosaic virus)-vector tak diketahui.penyakit Pucuk-keriting (Curly Top). Virus Pucuk-keriting (Curly-top virus)-vector eblalang-daun (leafhoppers). Virus yang menyerang inang dalamsatu famili. .

Virus yang menyerang inang dalam satu genus Virus nekrosis Phloem dari Elm (Phloem necrosis virus of Elm)-vector kumbang224 .Gejala serangan virus pada polong kacang buncis .

57. Gambar 5. 5).56. Virus Peach Yellow - vector aphids. Virus gabus bagian-dalam (internal cork virus) dari tanaman ubi jalarvector aphids. Virus Sour Cherry Yellows -vector tak diketahui. dan oleh karenanya dapat berubah bentuknya sesuai dengan sifat membran selnya yang lentur tapi mudah rusak/luka iut. mereka akan tampak sebagai benang-benang yang bercabangcabang dan memanjang yang kemudian akan terputus-putus menjadi sel-sel yang berbentuk bulat. Penyebabnya adalah suatu golongan organisme yang sangat kecil dengan ukuran terletak di antara virus dan bakteri. bahwa sejumlah penyakit yellow diseases yang dulunya dikira disebabkan oleh serangan virus. Penyakit-penyakit yellows (mycoplasma): . Akan tetapi dapat dipastikan. ternyata tidak demikian. Mycoplasma resisten terhadap Penicillin. tidak mempunyai dinding sel yang kaku. Jenis-jenis mycoplasma yang telah dinyatakan berada dalam tanaman dan mengakibatkan penyakit tidak banyak jumlahnya. bahwa jenis-jenis yang dikenal akan bertambah dalam waktu singkat. tetapi dapat dihambat perkembangannya secara partial (partially inhibited) oleh senyawa-senyawa Tetracycline (Aeromycin et al). Dari segi diagnosis. mereka akan diperlakukan seperti penyakit-penyakit dimana identifikasi dilakukan berdasar gejala-gejala yang ditimbulkannya pada tanaman. Gejala serangan virus pada tanaman bawang Gambar 5. Penyakit-penyakit mycoplasma Belum lama berselang (1967) telah didemonstasikan.dengan mikroskop elektron. Di Dalam beberapa jenis mycoplasma ditularkan oleh belalangdaun (leafhoppers).kulit-pohon. Penyakit bunchy Top yang disebabkan oleh virus pada tanaman pisang. Organismeorganisme ini disebut mycoplasma (berarti : bentuk cendawan ).

Kerdil-kuning pada padi (Rice Yellow-dwarf). Chrysanthemum. dan cabai Kerdil Clover (Clover dwarf) : Pada Clover.American Aster Yellows : Pada tanaman Aster. kentang. Kerdil pada Mulberry (Mulberry dwarf): Pada Mulberry. Penyakit-X pada Peach (Peach X-disease). Petunia. dan lainlain. Parastolbur : Pada tanaman Periwinkle. Kerdil-jagung (Corn stunt) : Jagung. Gejala-gejala : Penyakit Aster Yellows menyerang lebih dari 150 genera 225 . Kemunduran pada Pertanaman Pech (Peach decline). Stolbur. tomat.

Penyakit Aster Yellows biasanya dapat didiagnosis berdasar gejala-gejala pada tanaman inang.tanaman.58. rumput bermuda. dan bungabunganya secara keseluruhan akan mengalami salah-bentuk atau steril. air dan udara dan tempat tumbuh. Persaingan antara gulma dengan tanaman utamanya adalah bersaing dalam penggunaan unsur hara. Gejala-gejalanya mencakup terjadinya penguningan (warna kuning yang bersifat umum) dan effek ini seringkali terjadi secara unilateral .) dan rerumputan seperti rumput kremah. Akan tetapi kerugian ekonomis diderita terutama oleh golongan tanaman hias dari family Compositae seperti Aster. tekitekian (Cyperus sp. dorongan tumbuh pada kuncup-kuncup yang dormant. tergantung pada tempat tumbuh. c. bayam duri (Arnaranthus spinosus). Di samping itu mungkin terdapat pula gejalagejala : Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar kecil. cara pengolahan tanah dan lokasi penanaman. Jenis gulma yang tumbuh sangat bervariasi. dan sapu setan . dan alang-alang. Gulma Tumbuhan Gulma adalah tumbuhan yang hidup pada tanaman budidaya sehingga akan menjadi pesaing bagi tanaman. termasuk banyak jenis gulma. Bagian-bagian berubah bentuk dan warnanya seperti daun. Gambar 5. gulma teki dan gulma rumput. walaupun tidak gampang. selderi dan parsley. Gulma tanaman daun lebar . Gejala Pucuk-Ungu (Purple Top) adalah serangan penyakit Aster Yellows pada tanaman kentang di mana terjadi pula gejala timbulnya umbi-umbi pada bukubuku cabang/batang. golongan tanaman sayuran dari family Umberlliferae seperti wortel. Gulma semusim (berdaun lebar) yang sering dijumpai di semua lokasi misalnya babadotan (Ageratum conyzoides). Gulma juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit bagi tanaman. Beberapa gulma yang sering mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya adakah: gulma berdaun lebar.

Gulma di lahan sawah.59. Struktur gulma Cyperus iria 226 .Gambar 5. Gambar 5.60.

. Pengendalian hama dengan varietas tahan merupakan upaya pemberantasan hama yang paling mudah. sehingga hama akan kekurangan makanan sekali gus akan berpengaruh terhadap penurunan populasi hama. Kebanyakan hama sangat tergantung pada jenis makanan tertentu. seperti PB26. . Pengendlian secara tehnis budidaya bertujuan untuk memutuskn dan memperpendek masa tersedianya makanan bagi hama. Sifat-sifat kimia/ fisik serta morfologi tanman yang tahan tidak disukai oleh hama. PB28. Pengendalian secara tehnik budidaya adalah mengatur masa tanam. Sehingga perkembangan dan pertumbuhan populasi hama akan turun sampai batas yang tidak membahayakan tanaman budidaya. penggunaan insek-tisida. secara biologi. sanitasi. Dengan terputus dan bergantinya tanaman yang dibudidayakan maka kesempatan hama untuk mendapatkan makanan yang paling disenangi akan terputus. rotasi tanaman dan pergiliran tanaman yang merupakan salah satu cara memberantas hama dengan tehnik budidaya. Pengendalian secara sanitasi adalah menghilangkan inang alternatif barupatumbuhan yang tidak dibudidayakan yang biasanya digunakan untuk tempat hidup alternatif bagi hama . penggunaan varitas tahan atau resisten. tehnik budidaya.d. midalnya penanaman padi tahan weereng. dan PB30. . . Teknik pengendalian opt Pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara: . pengendalian hama secara terpadu. .

Penyemprotan pestisida sebaiknya ditujukan pada stadium hama yang paling lemah. Pengendalian hama dengan menggunakan pestisida selalu dilakukan pada saat populasi hama telah melampaui bata ambang ekonomi (tingkat membahayakan). Hal ini terkait dengn 227 .tanaman. Kegiatan sanitasi dilakukan dalam upaya untuk mengurangi populasi serangga. Pada umumnya pengendalian hama secara sanitasi dilakukan dengan membersihkan tumbuhan liar yang mungkin menjadi tempat hidup dan bertelur ataupun tempat makan hama yang sangat diperlukan untuk kehidupannya. Memusnahkan sisa tanaman yang berada di lahan pertanian juga termasuk dalam usaha sanitasi untuk memberantas hama karena sisa tanaman budidaya akan memungkinkan hama dapat bertahan hidup sampai masa tanam berikutnya. Pestisida digunakan apabila tehnik pengen-dalian dengan varietas resisten. Penyemprotan pestisida dapat diulamngi apabila penyemprotan yang pertama tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama dan ssangat memungkinkan apabila diperlukan konsentrasi pestisida dapat ditingkatkan. Penggunaan pestisida dapat dianjurkan pada kondisi seperti tersebut di atas. tehnik budidaya dan sanitasi tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama. misalanya stadiaum nimfa atau imago. Pemilihan pestisida yang efektif amat mutlak diperlukan. Penyemprotan pestisida hendaknya dilakukan secara berulang-ulang dengan konsentrasi yang rendah dan sesuai dengan dosis rekomendasi.

Hama Flutella pada kubis diparasit oleh Angitaria. Dan cara biologi ini tidak mencemarkan lingkungan seperti ada aplikasi pestisida. Untuk mengintroduksi predator atau parasit membutuhkan modal yang besar. misalnya parasit wereng adalah tabuhan dari famili Tricogamatidae yang merupakan parasit telur dan predatornya adlah kumbang Coxinella arcuata. tetapi bukan untuk memusnahkan seluruh hama yang menjadii OPT.bahaya residu pestisida terhadap tanaman manusia. Musuh alami hama dapat berupa predator dan parasit. Pengendalian hama secara biologi diarahkan supaya hama secara alami dapat berkompetisi dengan organisme se-kitar lingkungannya. Apabila parasit yang ditetapkan bekerja secara efisien. dan lingku-ngan. Keseimbangan yang diharapkan adalah kemungkinan bahwa parasit dapat mengurangi populasi serangga sampai tidak membahayakan. Akibat pengunaan pestisida yang kurang tepat menimbulkan ketahanan serangga terhadap pestisida. Akibat negatif dari pestisida adalah resurgensi hama dan letusan hama kedua yang lebih dahsyat dibanding dengan serangan hama yang pertama. maka dapat bertahan lebih lama. Cara pengendalian hama secara biologi adalah dengan memanfaatkan musuh alami dari hama yang menyerang tanaman budidaya. Penerapan cara pemberantasan biologi harus mengusahakan pendistribusian parasit seefisien mungkin agar tercipta kesinambungan biologi antara parasit de ngan hama. Pada kondisi ini diduga musuh alami banyak terbunuh pada saat melakukan aplikasi penyemprotan pestisida yang pertama. P engendalian hama terpad (integrated pest control) adalah perpaduan beberpa metode dan tehnik pengendalian hama .

D alam melaksanakan pengendalian hama digunakan semua metode atau tehnik pengendalian yang sudah umum di lakukan.dalam suatu program untuk mengelola populais hama sehingga kerusakan tanaman yang disebabkan oleh OPT tidak termasuk ke dalam kerusakan ekonomis. Pengendalian hama terpadu tidak tergantung pada suatu cara pengenalian tertentu seperti pengunaan pestisida. atau penanaman varietas tahan hama. Pandangan yang menyatakan dan harus dilakukan pemberantasan tidak sesuai dengan k aidah pengendalian hama terpadu. Strategi pemberantasan hama terpadu bukanlah eradikasi hama. tetapi memadukan semua tehnik pe ngendalian dalam satu kesatuan s istem pengelolaan. Ciri-ciri pengendalian hama terpadu adalah sebagai berikut: tuj uan utama bukanlah memusnahkan hama. 228 . Sedangkan pengendalian hama terpadu merupakan kegiatan pengendalian secara multilateral. mebasmi ataupun memberantas. tetapi hanya mengenalikan populasi hama agar tetap berada di bawah suatu tingkatan atau aras yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomis. Pengendalian hama yang hanya bertumpu hanya pada satu tehnik pengendalian sering disebut dengan pengendalian seca unilateral. Pengendalian hama mengakui adanya jenjang toleransi manusia terhadap populasi hama atau terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh hama. Dalam kondis tertentu ada kemungkinan bahwa adanya individu serangga atau bina-tang malahan lebih berguna bagi manusia di masa yang akan datang. tetapi berupa pembatasan populasi hama.

yang berarti bahwa pelaksanaan pengendalian hama terpadu harus dapat didukung oleh kelayanan sosial ekonomi masyarakat setempat. Langkah-langkah pokok yang harus dilalui dalam pengendalian hama terpadu: .Dalam mencapai sasaran pengendalian hama terpadu.marga satwa. Kendala ekologi yang berarti bahwa dalam penerapan pengendalian hama terpadu harus secara biologis dapat dipertanggung-jawabkan dan tidak menimbulkan kegoncangan atau kerusakan linkungan yang akan merugikan binatang berguna. manusia. serta kelestarian produksi dan pengelolaan lingkungan. Mengembangkan . dan lingkungannya. Sehingga produktivitas pertanian dapat diusahakan pada tingkat yang tinggi. Identifikasi dan analisis status hama yang harus dikelola . Mengembangkan sistempengamatan toring hama dan meoni. Mempelajari saling ketergantungan dalam ekosistem . Menetapkan dan mengembangkan ekonomi ambang . maka perlu diperhatikan bebe-rapa kendalanya. yaitu kendala sosial dan ekonomi. yaitu mempertahankan populasi hama di bawah kerusakan ekonomi. Pengendalian hama terpadu tidak hanya memperhatikan sasaran jangka pendek tetapi merupakan pencapaian untuk sasaran jangkan panjang.

dan selektivitas melalui perbaikan tehnik aplikasi dan pengetahuan terhadap sifat dan perilaku hama. ekologis. yaitu dengan pengambilan organisme pengganggu secara langsung dengan menggunakan tangan. Pemasangan perangkap. pada prinsipnya . Keberhasilan pengendalian secara mekanis dapat dicapai jika dilakukan secara terus menerus. Cara pengendalian ini cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh semua orang. pengelolaan lingkungan dengan cara bercocok tanam menggunakan pestisida secara selektif termasuk pestisida fisiologis. Melakukan penyuluhan kepada para petani agar menerima dan menerapkan pengendalian hama terpadu . 2) Pengendalian organisme pengganggu secara mekanis Pengendalian secara mekanis dimaksudkan untuk mengurangi populasi (jumlah) organisme pengganggu dengan bantuan tangan atau alat tertentu. Mengembangkan orgnisasi pengendalian hama terpadu Beberapa taktik dasar pengendalian hama terpadu antar lain pemanfaatan pengendali hayati yang asli dari tempat tersebut.model deskripsi dan peramalan hama . Beberapa cara mengendalikan organisme pangganggu secara mekanis adalah sebagai berikut : Pengendalian dengan tangan. Mengembangkan strategi pengelolaan hama . 1) Pengendalian organisme penganggu dengan pola bercocok tanam Pada dasarnya pengendalian organisme pengganggu secara kultur tehnis adalah mengelola lingkungan tempat budi daya tanaman agar kondisinya tidak mendukung perkembangan dan pertumbuhan organisme pengganggu.

229 . Pemasangan lampu (sumber cahaya) pada malam hari. di tengah kebun sangat efektif untuk hama dari ordo Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat).hanya menyediakan sesuatu (alat dan bahan) yang menyebabkan organisme pengganggu tertarik sehingga menghampiri perangkap.

4) Pengendalian organisme secara hayati Pengendalian hayati adalah pemanfaatan dan penggunaan musuh alami untuk menumnkan/mematikan populasi organisme pengganggu tanaman. pembakaran. Contohnya adalah tanaman tomat Ratna dan cabe keriting yang tahan terhadap penyakit layu. Kematian organisme pengganggu dapat disebabkan oleh pemanasan. Pengendalian hayati dengan musuh alami yaitu menggunakan organisme an dapat menyerang hama atau patogen (bibit penyakit) atau gulma. dan petani dapat secara langsung menggunakannya seperti halnya membudidayakan tanaman pada umumnya. penghalang dan lain-lain. Pengendalian dengan cara ini merupakan cara yang paling mudah. pengeringan. Dengan cara ini petani tidak perlu belajar secara khusus.3) Pengendalian organisme pengganggu secara fisik Pengendalian secara fisik merupakan pengendalian yang menggunakan faktorfaktor fisik atau mengubah lingkungan fisik agar organisme pengganggu menjadi mati atau berkurang jumlahnya. 6) Pengendalian organisme secara kimiawi Pengendalian organisme peng-gangu secara kimiawi adalah penggunaan zatzat kimia untuk mematikan organisme . 5) Pengendalian organisme pengganggu dengan varitas/klon tanaman tahan hama/ penyakit Pengendalian organisme peng-ganggu dengan varitas atau klon tanaman yang tahan terhadap organisme tersebut bertujuan untuk meminimumkan (menurunkan) serangan organisme penggganggu karena adanya daya tahan yang tinggi dari varitas atau klon tanaman yang diusahakan. hanya benih/bibit yang ditanam diambil dari kelompok varitas/ klon yang tahan terhadap suatu organisme pengganggu. Akan tetapi organisme musuh alami tersebut tidak merugikan tanaman yang diusahakan. pembasahan. murah dan ramah lingkungan.

Ada tiga cara penamaan pestisida. fungisida. nematisida.2-dimetil-7-benzonil-dimetilkarbonat Dari cara masuknya pes-tisida ke dalam organisme pengganggu tanaman. Contoh penamaan pestisida dalam kegiatan sehari-hari adalah nama dagang. rodentisida. yaitu sebagai berikut : Nama umum : Karbofuran Nama Umum : Furadan. Dan herbisida adalah tanaman yang dapat membunguh rerumput-an gulma. Rodentisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tikus. Racun kontak adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama apabila bahan kimia tersebut bersentuhan atau 230 . yaitu nama umum. racun kontak.3-dihidro 2. dapat digolongkan menjadi racun perut. Bakterisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh bakteri. bakterisida. Fungisida dalah bahan kimia yang dapat membunuh jamur (fungi). Racun perut adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama melalui saluran pencernaan makanan. Nematisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh nematoda. akarisida dan herbisida. racun sistemik dan fumigan. sehingga populasinya menurun.pengganggu. Curater dan lain-lain Nama Kimia : 2. Insektisida adalah bahan kmia yang dapat membunuh serangga (insekta). nama dagang dan nama kimiawi. Acarisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tungau (ordo Acarina). Pestisida dapat dikelompokkan menjadi insetisida.

NO NAMA KODE KETERANGAN FORMULASI 1 Emulsifiable Bila dicampur air. Beberapa bentuk formula pestisida disajikan dalam tabel berikut ini.11. cairan akan menjadi emulsi (putih seperti Concentrates (EC) susu) 2 Wetable Powders (WP) Tepung basah. kemudian termakan organisme penggangu atau nama. Racun sistemik adalah bahan kimia yang mematikan hama yang masuk ke dalam tubuh hama melalui bagian tumbuhan yang terlebih dahulu telah mengandug bahan kimia tersebut. bila dicampur air menjadi suspensi 3 Flowable Powder (F) Tepung halus dan basah (seperti puding). Fumigan adalah bahan kimia yang mudah Tabel 5. Jenis Formulasi Pestisida menjadi gas dan membunuh organisme pengganggu melalui proses pernafasan. Pada umumnya pestisida dibuat dalam bentuk formulasi tertentu. sehingga efektif dan efisien penggunaannya. Bila dicampur air emnjadi suspensi tepung dan dapat larut dalam air .menempel pada tubuh hama.

digunakan bersama bahan tambahan yang disenangi hama (sebagaimakanan) 10 Slow. diberikan kepada tanaman tanpa bahan tambahan (G) (langsung dibenamkan pada tanah) 8 Aerosol (A) Bahan aktif. digunakan tanpa campuran bahan pelarut lagi 7 Granular Butiran.4 Soluble Powder (SP) Tepung.release Formulations (SR) . dapat larut dalam air 5 Solution (S) Larutan mempunyai-daya racun tinggi terhadap organisme pengganggu tanaman 6 Dust (D) Debu. merupakan partikel kecil yang dapat menguap ke udara 9 Poisonous Baits (B) Umpan beracun.

HAMA Takothion 500 EC 1 Thrips 1-2 cc/liter air. Tabel 5. NAMA HAMA/ PENYAKIT PESTISIDA DOSIS PENGENDALIAN A. keluar secara per lahan-lahan. Daftar hama dan penyakit tanaman serta jenis pestisida No. pemakaian selama musim tanam beberapa kali. Furadan G 2-4 gram per tanaman untuk membasmi nimfa (anak serangga). dibenarnkan dalam media tanam Temik 10 G 2 gram per tanaman untukmembasmi nimfa (anak serangga). dibenamkan dalam media tanam 2 Tungau Takothion 500 EC Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 231 . untuk membasmi nimfa (anak serangga). dibenamkan dalam media tanam Curater 3 G 2 gram per tanaman.12. dengan selang waktu 7-10 hari.Bahan aktif. disemprotkan merata ke tanaman setelah tanaman berumur 15-30 hari.

3 Kutu Daun Trithion 4 E Omite 57 EC Tahothion 500 EC Anthio 33 EC Dibrom 8 EC Folithion 50 EC Karphos 25 EC 4 Ulat Nudrin 24WSC Diazinon 40 EC Baythroid 50WSC 5 Kumbang Cymbush 6 EC Bayrusil 250 EC 6 Lalat Buah Hostathion 75 EC Bayrusil 250 EC 7 Kepik Laybaycid 25 EC Folithion 50 EC 8 Belalang Curacron B. PENYAKIT Benlate / Antracol 70 1 WP / Velimex Bercak Daun 2 .

penyakit dan gulma (hpg) secara organik Patogen serangga dapat digunakan dalam Pengendalian Hama Tanaman (PHT) melalui beberapa teknik dan sasaran yaitu : 1).2%per liter air 0.5 cc/liter air 0. Memanfaatkan secara maksimal proses pengendalian alami oleh patogen hama.2%per liter air 0.Layu Fusarium 3 Layu Bakteri - 4 Antraknose/ patek Benlate / Antracol 70 WP/ Velimex d.15%per liter air 0. 25-40 ml/liter air 1-2 cc/liter air Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 1 2 cc per liter air 2 cc/liter air 0.15%per liter air .25-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 2-3 cc/liter air 0. Ada banyak jenis jamur patogen penyebab penyakit dan jamur yang mampu menekan populasi hama secara alami sehingga populasi tetap berada di bawah aras ekonomik.5-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 0. Kita harus menjaga ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen dapat melaksanakan fungsinya secara density dependent .75-1. Teknik pengendalian hama.

5 .25 1 cc / liter air. 0.5 1 gram / liter air Tanaman dibangkar lalu dibakar Tanaman dibangkar lalu dibakar 0. Caranya adalah dengan memasukkan dan menyebarkan patogen pada suatu ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen tersebut mantap di ekosistem yang baru ini.5 1 gram / liter air Untuk itu keadaan dan perkembangan hama yang penting perlu terus dipantau dan menjaga tindakan-tindakan yang mengurangi berfungsinya patogen hama dapat dibatasi sekecil mungkin. Introduksi dan aplikasi patogen hama sebagai faktor mortalitas tetap. 2).I cc / liter air 0.0. Prinsip penggunaan patogen hama disini sama dengan introduksi serangga parasitoid atau predator untuk menekan populasi hama untuk jangka waktu yang panjang. sehingga menjadi faktor 232 .

Saat ini beberapa jenis patogen seperti Bacillus thuringiensis telah dipasarkan dengan nama dagang tertentu. kemudian disemprotkan ke seluruh tanaman atau langsung ke dalam tanah di sekitar perakaran. Berbeda dengan insektisida sintetik organik maka insektisida mikrobia mempunyai keuntungan yaitu berspektrum sempit atau khas inang dan aman bagi lingkungan hidup serta tidak membunuh binatang bukan sasaran. sedangkan untuk microbial agen yang telah dikeringkan dan dicampur dengan media lain dapat langsung dibenamkan kedalam tanah atau ditebarkan ke tanah disekitar tanaman. Dibandingkan dengan teknik-teknik pengendalian yang lain terutama pestisida. Aman bagi lingkungan Pengendalian hayati tidak memiliki efek samping terhadap lingkungan terutama terhadap serangga atau orga-nisme yang .mortalitas tetap bagi spesies hama yang dikendalikan. 3). Permanen Musuh alami menjadi lebih mapan dan selanjutnya secara alami musuh alami akan mampu menjaga populasi hama dalam keadaan seimbang di bawah aras ekonomik dalam jangka waktu yang panjang b). Permu-laan bagi patogen diperlukan kepadatan populasi inang yang cukup. Teknik penggunaan pengendali hama jenis mikroba biasanya diigunakan pada tanaman setelah melalui pengenceran untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat. Aplikasi patogen perlu dilakukan beberapa kali sama prinsipnya dengan penggunaan insektisida sintetik organik. Kecuali itu apabila keadaan lingkungan memungkinkan patogen hama yang diaplikasikan pada ekosistem mungkin dapat menjadi pengendali alami hama yang permanen di ekosistem tersebut. Aplikasi patogen hama sebagai insektisida mikrobial. pengendalian OPT dengan musuh alami memiliki keuntungan diantaranya: a).

fisiologi. musuh alami maupun tanaman. berpendidikan khusus dan. dan evaluasi terutama yang menyangkut berbagai aspek dasar baik untuk hama. biologi.bukan sasaran Relatif ekonomik karena begitu usaha tersebut berhasil kita tidak memerlukan lagi tambahan biaya khusus untuk pengen-dalian hama yang kita upayakan dan tidak merugikan per-kembangan musuh alami. dinamika populasi. Modal investasi yang besar Modal untuk pengendalian hayati relatif besar karena harus dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi. Identifikasi yang tepat jenis hama maupun musuh alaminya merupakan langkah permulan yang sangat penting. genetika. 4) Taktik Pengendalian Telah tersedia berbagai taktik pengendalian yang dapat dikelompokkan seperti di bawah ini : (a). Keberhasilan dari penggunaan pengendali hayati relatif lebih lama. supaya tidak memperoleh kesulitan dalam mempelajari sifat-sifat kehidupan musuh alami dan langkah kegiatan selanjutnya Diperlukan Fasilitas yang lengkap dan para peneliti yang berkualitas. Mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat 233 . pengujian. ekologi. dll. siklus hidup. penelitian. berdedikasi tinggi untuk pengembangan teknologi pengendalian hayati. Kerugian pengendalian hayati adalah: a). Aspek dasar yang meliputi taksonomi.

Jelas ada hubunganya. Mengapa harus mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. Usaha ini mencakup berbagai aspek kultur teknik yaitu : . anakan produktif 15-20 batang. Tanaman perangkap . Pengendalian hayati (musuh-musuh alam) . tinggi antara 105-120 cm. Di lapangan dapat dibedakan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan yang bukan. dan daun hijau. Demikian juga kecepatan pertumbuhan benih tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Bagaimana caranya mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. persentase tumbuhnya (kecambah) hampir 100%. Tanaman yang sehat akan lebih mampu menahan serangan berbagai spesies hamanya. Tanda-tanda benih sehat ialah benih harus bersih. Pemupukan . terlihat bernas. Misalnya varietas unggul Cisadane. warna kaki. Pemangkasan . Jadi pertumbuhan tanaman sehat pada umumnya menjadi lebih tahan terhadap serangan hama. Dimulai dengan menilai kesehatan benih. muka daun kasar. Pola-pola tanam . Pengelolaan tanah dan pengairan . Pergiliran tanaman . malah sangat erat. tidak berkeriput. Sanitasi . Apakah hubungan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan masalah hama. Penggunaan mulsa (b). batang. Bentuk tanamannya tegak. umur antara 135-145 hari. posisi daun tegak. bentuk dan warna gabah gemuk dan kuning bersih. tidak ada gejala-gejala berpenyakit. Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat pula.Yang dimaksud dengan tanaman sehat ialah tanaman yang terlihat segar. tumbuh normal menurut kriteria pertumbuhan yang telah diketahui. Waktu tanam .

Patogen serangga ( jamur. Varietas tahan Yang dimaksud dengan varietas tahan ialah varietas-varietas yang memang tahan terhadap serangan hama-hama tertentu. 1986) . hingga tingkat kepadatan rata-rata organisme tersebut lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak teratur oleh musuh alamnya (DeBach. (c). Toleransi tanaman (d). Mekanisme ketahanan varietas dapat digolongkan sebagai berikut (Pinter. burung. Parasitoid . ikan). jadi daya tahan yang diwariskan secara genetik. Pimentel. et al.Dalam pengertian ekologi definisi pengendalian hayati ialah pengaturan populasi kepadatan organisme oleh musuh-musuh alamnya. Non-preferensi . Vertebrata (mamalia. bakteri. nematoda) . 1979). 1951) : . amphibia. 1985. Daya tahannya itu diwariskan kepad keturunan-keturunannya. Dari segi kepentingan manusia musuh-musuh alam tersebut dimanfaatkan sebagai pengendali hama agar fluktuasi kepadatan rata-rata populasi hama tanaman selalu rendah. Predator . Musuh-musuh alam tersebut dapat digolongkan sebagai berikut (van den Bosch et al. Antibiosis . Mekanik Pengendalian secara mekanik ialah menggunakan berbagai alat/bahan untuk membinasakan hama. termasuk menggunakan tangan kita untuk mengambil/menangkap hama sebagai berikut : 234 . virus. Dengan demikian hama tersebut tidak mendatangkan kerugian.

Metoda pengendalian . Menangkap dengan alat penghisap . Menggunakan alat perangkap (e). Kelembapan . Energi. dingin . tetapi tidak mematikannya. Membinasakan dengan tangan. antara lain dengan : . Senyawa-senyawa kimia semio ( semiochemicals ) Selama dua dekade terakhir ini banyak kemajuan telah tercapai dalam mengidentifikasi dan menetapkan fungsi berbagai senyawa kimia yang dikeluarkan oleh serangga yang mutlak penting dalam kehidupannya. pengaturan cahaya (f). Yang termasuk ke dalam senyawasenyawa kimia semio ini adalah feromonferomon dan senyawa-senyawa kimia alelo ( allelochemicals ). Suhu panas. Sepanjang diektahui efek racunnya terhadap kehidupan hewan dan tanaman sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Mekanisme kerjanya ialah mengubah perilaku serangga. Pengendalian secara genetik Ada kemungkinan untuk merubah komponen-komponen genetik populasi hama atau mekanisme pewarisnya yang lain dengan tujuan untuk mengendalikan hama tersebut. Suara . perangkap cahaya. Fisik Yang dimaksud dengan pengendalian secara fisik ialah memanfaatkan faktorfaktor fisik untuk membinasakan atau menekan perkembangan populasi hama. Beberapa diantara senyawa kimia ini telah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu taktik dalam PHT. Memagari tanaman dengan pagar .. (g). alat .

penyimpanan. . transpor. Pestisida Yang dimaksud dengan pestisida ialah zat-zat kimia untuk membunuh hama. Yang dibicarakan di sini antara lain penggolongan pestisida menurut golongan hama yang diberantasnya. feromon dan sebagainya. Akarisida . Insektisida . Molusida . Namun tidak mutlak demikian. Bakterisida . formulasi.secara genetik yang dibicarakan di sini ialah : . Dengan demikian harus dapat diantisipasi spesies-spesies hama penting apa saja yang mungkin timbul pada setiap fase kegiatan dan . Herbisida Sesuai dengan definisi PHT untuk menanggulangi sesuatu spesies/ sekelompok spesies hama penting dipilih mana dari taktik-taktik pengendalian tersebut di atas yang paling cocok untuk digabungkan menjadi satu kesatuan program pengendalian. Teknik jantan mandul dengan radiasi . yang lainnya tidak diperlukan. 235 Program PHT hendaknya sudah harus dimulai sejak persiapan tanam sampai dengan pasca panen. Fungisida . Jadi pestisida adalah racun. Namun masih terjadi perdebatan apakah berbagai produk kimia yang non-letal seperti pengatur tumbuh. Zat kimia pemandul (h). toksisitas. juga termasuk pestisida. dan teknik memusnahkan serta alat-alat dan teknik aplikasi dan pengelolaan pestisida. Apabila dengan menggunakan satu taktik pengendalian sudah berhasil baik sesuai dengan falsafah dan tujuan PHT. efeknya terhadap hama.

1993). dan patogen. Tabel III.pertumbuhan tanaman. Berikut ini adalah beberapa musuh alami hama dan penyakit tanaman.3 memuat daftar hama-hama kedelai yang dapat hadir pada fase-fase pertumbuhan tanaman kedelai (Wedanimbi dan Soehardjan. mikroorganisme. Untuk keberhasilan suatu pengendalian secara biologis harus mengenal terlebih dahulu musuh-musuh alami hama dan penyakit tanaman. Implementasi Pengendalian Pengendalian hama dan patogen tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara. pengendalian secara mekanis. invertebrata selain serangga. e. Ophiomya phaseoli. penegndalian secara fisik. Hama kedelai yang terpenting selama fase pertumbuhan pertama yaitu sejak berumur 4-10 hari setelah tanam ialah lalat kacang. pengendalian dengan varietas yang tahan terhadap OPT dan penendalian secara terpadu (PHT: Pengendalian hama. pengendalian secara kimiawi. Phaedonia inclusa dan kutu kebul. Dilihat dari fungsinya musuh alami dapat kita kelompokkan menjadi parasitoid. Hampir semua kelompok organisme dapat berperan sebagai musuh alami serangga hama termasuk binatang vertebrata. patogen dan gulma secara terpadu). Misalnya tanaman kedelai. Parasitoid Parasitoid adalah serangga yang merugikan serangga atau binatang . Pengendalian yang sudah umum dilakukan oleh petani Indonesia adalah pengendalian secara kultur teknis. Spesies-spesies hama lain mungkin juga ada. Bemisia tabaci. kumbang daun kedelai. Untuk ini diperlukan pengetahuan tentang agorekosistem tanaman tersebut dan ekobiologi hama-hamanya. pengendalian secara hayati. predator. 1). Kelompok musuh alami yang paling penting adalah dari go-longan serangga sendiri. nematoda. Untuk mengendalian hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan sevara bilogis.

Larva yang keluar dari telur menghisap cairan inangnya dan menyelesaikan perkembangannya di luar tubuh inang (sebagai ekto-parasitoid) dan sebagian besar di dalam tubuh inang (sebagai endoparasitoid). Hymenoptera. Dalam ordo Hymenoptera yang terbanyak parasitoid adalah famili 236 . Diptera. Neuro-ptera. Parasitoid semacam ini disebut parasitoid soliter. Terdapat 6 ordo dan 86 famili serangga yang termasuk parasitoid yaitu Coleoptera. Parasitoid bersifat parasitik pada fase pra dewasanya sedangkan pada fase dewasa mereka hidup bebas tidak terikat pada inangnya. Banyak lebah Ichneumonid merupakan parasito-id soliter. Fase inang yang diserang pada umumnya adalah telur dan larva. Ada spesies parasitoid yang hanya digunakan oleh satu para-sitoid untuk dapat melengkapi per-kembangannya sampai fase dewasa pada satu inang. Lepidoptera. dan banyak lebah Braconid dan Chalcidoid yang bersifat gregarius. Oleh induk parasitoid telur dapat diletakkan pada permu-kaan kulit inang atau dengan tusukan ovipositornya telur langsung dimasukkan ke dalam tubuh inang. Umumnya parasitoid dapat membunuh inangnya meskipun ada inang yang mampu melengkapi siklus hidupnya sebelum mati. Parasitoid dapat menyerang setiap fase instar serangga maupun fase dewasa.arthropoda lainnya. dan Strepsiptera. Sedangkan parasitoid gregarius adalah jenis parasitoid yang lebih dari satu individu dapat hidup bersama-sama dalam tubuh satu inang.

jenis bakteri patogen yang penting adalah bakteri bacillus popiliae dan bacillus thuringiensis. Undur-undur (Neuroptera : Chrysopidae). Diptera. Hampir semua jenis ordo se-rangga mempunyai jenis yang menjadi predator. Hymenoptera. Predator Predator merupakan orga-nisme yang hidup bebas de-ngan memakan atau memangsa binatang lainnya. tetapi pada predator serangga jantan dan betina. Neuroptera. seperti Coleop-tera. 2). Kumbang tanah (Coleoptera : Carabidae). Braconidae. Kristal bakteri akan melarut dalam saluran . Beberapa famili yang terkenal adalah kumbang kubah (Coleoptera: Coccinellidae). Gejala serangan : Bacillus thuringiensis sporulasi dalam tubuh serangga membentuk kristal yang mengandung protein beracun. Bila spora dan kristal bakteri dimakan oleh serangga yang peka maka terjadi gejala paralisis yang mengakibatkan kematian inang. Beberapa perbedaan antara predator dan parasitoid: Parasitoid umumnya monofag atau oligofag Dalam perkembangannya parasitoid memerlukan satu inang. Kelompok bakteri yang lebih penting adalah bakteri pem-bentuk spora yang pada saat ini telah banyak digunakan sebagai insektisida mikrobial. Yang mencari inang pada parasitoid adalah serangga dewasa betina. sedangkan predator memerlukan banyak mangsa. Fungsi bakteri: Bacillus popilliae yaitu menyebabkan seperti penyakit susu pada kumbang jepang Popiliae japonica dan kumbang skarabid lainnya. Mikroorganisme patogen Jenis-jenis mikroorganisme yang berperan sebagai agen pengendali hayati diantaranya adalah sebagai berikut : Bakteri.Ichneumonidae. dan hemiptera. 3). Bacillus thuringiensis sangat efektif digunakan untuk mengendalikan larva ordo Lepidoptera dan larva nyamuk. dan Chalcidoidea.

larva atau instar serangga yang terserang jamur memperlihatkan perubahan warna tertentu seperti warna merah dan merah muda. Karena pengaruh infeksi jamur terhadap pembentukan pigmen. Setelah inang terbunuh. hemocoel.pencernaan. Proses perkembangan jamur dalam tubuh inang sampai inang mati berjalan sekitar 7 hari. Kelompok jenis jamur yang menginfeksi serangga kita namakan jamur entomofatogenik. dan Beauveria basiana Gejala serangan : Jamur patogen masuk ke dalam tubuh serangga tidak melalui saluran makanan tetapi langsung masuk ke dalam tu-buh melalui kulit atau integumen. Setelah konidia jamur masuk ke dalam tubuh serangga serangga. jamur membentuk konidia primer dan sekunder yang dalam kondisi cuaca yang sesuai 237 . Dalam jaringan tersebut bakteri mengeluarkan toksin yang dapat mematikan serangga Cendawan (fungi). jamur memperbanyak dirinya melalui pembentukan hifa dalam jaringan epikutikula. serta jaringan-jaringan lainnya. Pada akhirnya semua jaringan dipenuhi oleh miselia jamur. jenis yang terkenal adalah Nomuraea rileyi. Disamping itu ada beberapa jenis jamur yang mempengaruhi pigmentasi serangga dan menghasilkan toksin yang sangat mempengaruhi fisiologi serangga. epidermis. Metharizium anisopliae.

Trichoderma spp. yang menyerang kelapa. Antibiotik yang dihasilkan Gliocladium sp. Gliocladium dan Trichoderma berpotensi sebagai agen pengendali hayati untuk penyakit layu fusarium. Anti jamur yang dihasilkan berpengaruh terhadap pertumbuhan Fomes annosus dan Lentinus lepideus Menurut Baker and Cook (1982). tungau dan jamur. Membebaskan gas-gas yang mudah menguap dan berfungsi sebagai anti jamur. Bila pupa yang terinfeksi B. bassiana merupakan entomopatogen yang dapat mematikan serangga dewasa dan pra dewasa (telur. pengendalian hayati adalah tindakan penekanan kepadatan inokulum atau aktifitas patogen yang berada dalam keadaan aktif atau dorman oleh satu atau lebih organisme. protozoa. (baker and Cook. C. Pengendalian hayati dapat berjalan dengan alami melalui manipulasi lingkungan inang (tumbuhan). virus. dengan sifat hiperparasit dan persaingan hara maupun ruang. pupa) hama penggerek bonggol pisang. adalah gliotoksin.konidia tersebut muncul keluar dari kutikula serangga. Berikut beberapa contoh pembuat-an pestisida hayati dari mikro-organisme. Jamur Beauveria telah dicoba untuk pengendalian hama wereng padi coklat dan hama penggerek buah kopi. Jamur antagonis. agen pengendali hayati atau dengan introduksi masal satu atau lebih agen pengendali hayati. sordidus. 1982). bassiana dapat hidup. dan Metharizium sp. yaitu Jamur B. namun serangga imagonya akan cacat dimana perkembangan sayapnya tidak . Jenis-jenis agen pengendali hayati yang dapat dipergunakan untuk mengendalikan penyakit tumbuhan adalah bakteri. larva. nematoda. Gliocladium spp. Jamur pengendali hayati adalah Trichoderma spp. Beberapa spesies Gliocladium sp.. bersifat antagonis yang menyebabkan kematian dan menghancurkan hifa inangnya dengan sekresi satu atau lebih antibiotik. Saat ini di Indonesia jamur Metarhizium anisopliae telah digunakan secara luas untuk pengendalian hama Oryctes sp.

238 . antara segmen toraks dengan abdomen dan antara segmen abdomen dengan cauda (ekor).sempurna. Penetrasi jamur entomopato-gen sering terjadi pada membran antara kapsul kepala (head capsule) dengan toraks atau diantara segmen-segmen apendages demikian pula miselium jamur keluar pertama kali pada bagian-bagian tersebut. antara segmen kepala dengan toraks. bassiana terlihat keluar dari tubuh serangga terinfeksi mula-mula dari bagian alat tambahan (apendages) seperti antara segmensegmen antena. Setelah beberapa hari kemudian seluruh permukaan tubuh serangga yang terinfeksi akan ditutupi oleh massa jamur yang berwarna putih. Jamur B.

setelah itu dipin-dahkan ke dalam media ja-gung pecah. Pada media jagung tersebut akan tumbuh miselium berwarna putih dan spora-spora jamur berwarna hijau olive. Gejala pada serangga dewasa C. Suspensi ini dihitung kepekat-an sporanya dengan alat Haemocytometer di bawah mikroskop dengan perbesaran 400 600x. lalu diinkubasikan selama satu minggu. Gliocladium sp.bassiana Gambar Morfologi Gliocladium sp. Campuran tersebut digoyang sekitar 20 kali. sordidus yang terinfeksi oleh jamur B. lalu diencerkan dengan aquades steril sampai dengan 10-5. Pada patogen tanaman (kanan) Jamur Metarrhizium anisopliae Perbanyakan jamur dilakukan pada PDA. Tanah tersebut disirami setiap hari sampai lembab. diperbanyak pada media PDA dengan cara isolat murni Gliocladium sp. sehingga diperoleh suspensi dasar yang selanjutnya akan diencerkan sesuai kebutuhan. (kiri) dan Hiperparasitisme Gliocladium sp. Suspensi jamur dibuat dari biakan pada media jagung yang disuspensikan ke dalam akuades dan disaring. kemudian diinkubasikan dalam suhu 239 .Gambar 48. yang berada dalam tabung reaksi dituangkan ke tanah yang mengandung patogen. Satu milimeter hasil pengenceran tanah ditumpahkan ke dalam cawan petri lalu ditambah sembilan mililiter media PDA dan antibiotik. Kemudian tanah yang mengandung patogen dan jamur antagonis diambil satu gram.

Setelah dipotongpotong dengan alat Cork Boorer. Untuk mengendalikan gulma tanaman terdapat lima tehnik pengendalian. yaitu herbisida kontak.yaitu mengatur waktu tanam yang tepat sehingga tanaman tidak tersaingi dalam kebutuhan air. (4) cara biologi. unsur hara dan oksigen. yaitu mengendalikan gulma dengan menggunakan ba-han kimia atau herbisida. Pilih satu cawan petri yang mengandung koloni Gliocladium sp. Herbisida sistemik adalah herbisida yang dapat membunuh seluruh bagain tumbuhan. murni. diabsorpsi oleh akan atau bagian tanaman lainnya dan dapat ditranslokasikan ke seluruh bagian . Contohnya memberantas Lantana camara dengan hama penggerek batang Plagiohanus spini atau pengerek daun seperti Octotoma scrabripennis. yaitu (1) cara mekanis. melakukan pembabatan. yaitu melakukan pergantian tanaman budidaya pada setiap musim tanam.kamar selama 2 hari. pencabutan. dengan menggunakan predator gulma dan penyakit tanaman berupa fungi atau bakteri atau virus. herbisida digolongkan dalam tiga kelompok. (5) secara kimia. Dengan demikian diperoleh koloni murni Gliocladium sp. pembakaran dan penutupan lahan dengan mulsa plastik hitam-perak atau mulsa organik. lalu diinkubasikan selama tujuh hari. f. lalu diinkubasikan sela-ma 4 hari. Dalam penerapannya. Implementasi pengendalian gulma. (3) pergiliran tanaman. sistemik dan sterilisasi tanah. Pada hari ke-3 pindahkan jamur antagonis ke dalam cawan petri yang mengandung PDA steril. (2) tehnik kompetisi. setiap satu potongan dipindahkan ke cawan petri. pengolahan tanah. Herbisida kontak yaitu herbisida yang dapat membunuh bagian gulma yang terkena herbisida kemudian mengalir melalui sel-sel xilem. pengenangan.

Pemberian herbisida melalui tanah akan diangkut oleh jaringan pembuluh xilem ke bagian atas gulma termasuk daun. karena proses translokasi bahan-bahan dari daun ke bagian tanaman berjalan secara aktif. termasuk akar. Sedangkan cara langsung dilakukan apabila herbisida disemprotkan secara langsung pada gulma atau dengan cara melukai gulma dan mengoleskan herbisida pada bagian yang luka. Oleh karena itu untuk membunuh gulma dengan menggunakan herbisida harus selalu mematikan fungsi floem sehingga fungsi akar akan terhenti. larikan dan langsung. yaitu translokasi melalui jaringan kulit kayu atau floem. Cara larikan adalah pemberian herbisida yang disebarkan di antara barisan tanaman. Penyemprotan sebaiknya dilaku-kan pada sel-sel yang masih muda. Translokais dari bagian akar ke bagian di atas permukaan tanah akan 240 . trnaslokasi melalui jaringan pembuluh kayu (xilem) dan translokais melalui ruang inertseluler. Translokasi herbisida ke bagian-bagian gulma dibagi atas tiga cara.tumbuhan. Pemberian herbisida untuk memberantas gulma dilakukan dengan cara sebar. Herbisda sterilisasi tanah adalah herbisida yang selama berada di dalam tanah dapat mencegah tumbuhnya gulma. Penyemprotan herbisida melalui daun akan diterukan ke bagian bawah. Cara sebar dilakukan untuk menyemprot atau menebar herbisida ke seluruh area pertanaman. Herbisida yang toksik akan mema-tikan sel-sel atau jaringan yang dilewatinya. Xilem merupakan sel-sel yang tidak hidup sehingga herbisida sulit untuk merusak sel xilem. Selama sel-sel floem masih berfungsi maka gulma masih tetap dapat bertahan hidup.

.

cara pemberian atau pemakaian. sifat gulma. Dengan demikian herbisida dapat menyebar ke seluruh bagian tanaman. kelembaban udara.selalu mengikuti translokasi air dan larutan hara tanama Translokasi bahan aktif dari herbisida melalui ruang interseluler karena adanya sifat bahan pelarut yang nonpolar dan mempunyai tekanan permukaan yang rendah. formulasi dan pH. Sifat herbisida menyangkut daya kerja. Begitupun dengan proses secara radian ataupun tangensial. air dan faktor biologi akan mempengaruhi pula efektivitas dan selektivitas herbisida. Faktor-faktor yang mempengaruhi efetivitas dan selektivitas herbsida adalah: sifat herbisida. sinar. penempatan dan hubungannya dengan alat serta waktu penggunaannya. atau sebaliknya. dan interaksi sifat herbisida. mekanisme kerja. Sifat gulma yang mempengaruhi efektivitas dan selektivitas herbisida adalah sifat morfologis. gulma dan lingkungan. lingkungan. 241 . fisiologis dan genetis. dari bagian atas ke bawah. Keadaan seperti tanah. Tehnik penggunaan herbisida mencakup cara penyemprotan. suhu.

Komponen tanah . Struktur . Menyiapkan lahan dan media tanam 2. Teknik penanaman terdiri dari persemain. Fungsi utama tanah senagai media tumbuh . Profil tanah . Kegiatan selanjutnya adalah membuat lubang tanam dengan jarak tanaman yang efektif dan efisien. Perkembangan dan pengertian tanah . dan pembuatan bedengan untuk tempat tumbuh tanaman. Tekstur . siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi berikut: 1. Unsu hara makro . Aerasi tanah . Unsur hara mikro Teknik pengolahan tanah Teknik penanaman Pemupukan Teknik pengolahan tanah terdiri dari persiapan lahan. Merawat benih tanaman Media tumbuh Sifat fisik tanah Sifat kimia . Mengelola alat dan mesin pemeliharaan tanaman 3. Warna tanah . Klasifikasi warna . Menerapkan K-3 dalam merawat tanaman 4.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 5. . Temperatur tanah .

Peran utama air tanah . Jelaskan minimal 10 OPT dan teknik pengendaliannya. factor-faktor ketersediaan air . Penyakit . Pemangkasan tanaman tua. Mengapa pengendalian OPT yang terbaik adalah secara terpadu. Kebutuhan bagi tanaman .pembibitan. 242 . 3. Tekniik pengendalian HPG . 2. Fungsi air bagi tanaman . Jelaskan tentang unsur hara makro dan mikro bagi tanaman. . pemeliharaan bibit dan penanaman. Gulma . . Koefisien dan ketersediaan air tanah . Hama . Pupuk organic . . Teknik pengairan . . Implementasi pengendalian SOAL: 1. Pemangkasan tanaman muda. Pupuk anorganik Pengairan Pemangkasan OPT . Proporsi dan siklus air tanah.

Amati hama. 2. Penyakit dan gulma yang menyerang tanaman yang dibudidayakan di sekolahmu dan diskusikan dengan teman satu kelompok bagaimana cara mengendalikan OPT tersebut.TUGAS: 1. Lakukan observasi terhadap unsur hara yang digunkan petani di sekitar sekolah mu. 243 .

Bila rendemennya 70% maka kebutuhan padi Indonesia per tahun adalah 37. Di Indonesia. Morfologi tanaman padi Padi umumnya diusahakan secara terus menerus pada lahan yang sama dengan varietas yang berbeda-beda antar-musimnya. kecuali jika lahan ini diberakan selama beberapa kali musim tanam. Anatomi bunga padi Gambar 6. Gambar 6. Luas lahan yang diperlukan untuk menghasilkan kebutuhan padi tersebut minimal 8 juta ha jika produktivitas rata-rata per hektar 4.1 juta ton/th. Menurut catatan Ditjentan Pangan (1999). kebutuhan benih padi Indonesia per tahun 200 ribu ton jika kebutuhan benih padi per hektar 25 kg. Hal ini menjadi salah satu faktor sulitnya membebaskan lahan padi dari tanaman voluntir serta serangan hama dan penyakit. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI Padi di Indonesia masih merupakan tanaman pangan utama yang dikonsumsi tidak kurang dari 200 juta penduduk.3 juta ton padi kering giling.2.5 ton.1. sedangkan isolasi waktu sekitar 30 hari Untuk dapat mengelola produksi benih padi bersertifikat terdapat beberapa proses yang harus dilakukan dengan seksama dan teliti. Padi tergolong tanaman yang menyerbuk sendiri dan kemungkinan untuk menyerbuk silang sangat kecil (<4%). Jika konsumsi beras rata-rata 130.5 kg/kapita/th maka total kebutuhan beras 26. kebutuhan benih padi dipenuhi oleh dua industri benih padi terbesar.Tehnik Pembenihan Tanaman 244 BAB 6. Isolasi jarak yang disarankan 3 m. peluang berusaha di sektor penangkaran atau industri benih padi di Indonesia masih cukup terbuka. Oleh karenanya. baru berkisar 30-40% saja benih bersertifikat yang tersedia. yakni PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani. Dengan demikian. belum seluruh kebutuhan benih padi terpenuhi. Akar Batang .

Daun Panikel Gabah .

padi juga dapat ditanam di lahan kering asalkan air cukup tersedia. Perlakuan Pra-Panen Untuk mendapatkan benih bersertifikat. . 25 kg benih dasar untuk menghasilkan benih pokok. Lahan relatif subur. Oleh karena itu. dan memiliki lapisan keras sedalam 30 cm agar sawah tidak lekas kering. Persyaratan Lahan Persyaratan berikut perlu diperhatikan pada saat memilih lahan adalah sebagai berikut: .3. a.1. Gambar 6. Ph 5. c.245 6. .4 Benih sumber padi .. dan ketahanan terhadap hama serta penyakit. .. umumnya padi beradaptasi di dataran rendah. dimulai dari kegiatan sebelum panen. umur tanaman. Gambar 6. Benih Sumber Benih sumber yang digunakan hendaknya dari kelas yang lebih tinggi. Ketinggian lahan disesuaikan dengan daya adaptasi varietas tanaman. memperhatikan pula aspek kecocokan lahan. asalkan varietas yang ditanam sama dengan varietas yang ditanam sebelumnya. Lahan dapat bekas tanaman padi. sebagailangkah untuk mempersiapkan tempat produksi benih padi. Pengolahan lahan sawah dengan traktor.. b. padi dapat ditanam pada musim hujan maupun musim kemarau. selama air tersedia cukup. Varietas yang ditanam hendaknya selain disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. setiap tahap budidaya perlu diperhatikan. Kebutuhan benih sumber per hektar diperkirakan sebanyak 10 kg benih penjenis untuk menghasilkan benih dasar.. Namun. Musim Tanam Padi termasuk tanaman yang dapat tumbuh dalam genangan.4-6. dan 25 kg benih pokok untuk menghasilkan benih sebar. Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan yang diberakan.

lahan persemaian diairi lebih dahulu agar tanah menjadi gembur. Lokasi tempat memeram sebaiknya dipilih tempat yang teduh.Tehnik Pembenihan Tanaman 246 d. benih (dalam karung) direndak di dalam kolam atau air yang mengalir selama 24 jam untuk mematahkan domansi dan membersihkan benih dari patogen. lahan penanaman direncanakan seluas satu hektar maka bedengan persemaian yang diperlukan sekitar 500m2. Benih yang digunakan sebaiknya mempunyai kadar air 1112%. dan ketinggian 15-20 cm. Setelah itu.6 Bagian-bagian benih padai (a) dan perkembangan dan pertumbuhan benih padi menjadi bibit lalu menjadi tanaman (b) Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macakmacak (berlumpur). lahan dicangkul dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120150 cm. misalnya Benlate F-20 dengan dosis 125 g per 25 kg benih. Keesokan harinya. Gambar 6. Sebelum diolah.5 Benih padi siap disemai di lahan sawah . Setelah itu. Gambar 6. benih diperam dalam air selama 24 jam untuk memacu perkecam-bahan. Selanjutnya. Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. Misalnya. Penyemaian Ukuran bedeng pesemaian umumnya 5% dari luas lahan penanaman. jarak antar bedengan dibuat selebar 30 cm. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama. Sebelum disebarkan. benih diberi perlakuan fungisida. panjang 8-10 m atau tergantung bentuk petakan.

Sementara bibit yang . permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama. Setelah itu. Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. Agar penanaman dapat teratur.247 Semai dipupuk pada umur 5 hari setelah tanam (HST) dengan campuran 200 g urea + 100 g SP-36 + 60 g KCL untuk setiap 10m2.. Lahan pesemaian dijaga dalam kondisi macak-macak hingga tanaman berumur 14-18 HST : Jika lahan tergenang air atau kekeringan maka bibit padi akan cepat mati.5 ml/l air) dan Darmafur 3G sebanyak 2 kg. Penyiapan lahan dan penanaman Penanaman padi menghendaki tanah sawah yang berstruktur lumpur dengan kedalaman sekitar 15-30 cm. untuk melindungi pesemaian dari serangan hama maupun penyakit.. e. Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan I . Bibit yang lemah maupun bibit voluntir dicabut dan dibuang.00. untuk memperoleh struktur tanah demikian. Perendaman II selama 2-3 hari lalu diikuti pembajakan II .. Jarak tanam ini dapat pula disesuaikan dengan jarak tanam yang dianjurkan untuk varietas yang ditanam atau sesuai anjuran Dinas Pertanian Tanaman Pangan. lahan beberapa kali direndam dengan air. pupuk disebar pada pagi hari sebelum pukul 08. pada lahan dibuat lajur (larikan) dengan menggunakan caplak atau tali. Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macak-macak (berlumpur). Perendaman I selama 3-4 hari lalu diikuti pembajakan I . .. Kegiatan selanjutnya yaitu pengaturan jarak tanam jarak tanam dibuat 22 cm x 22 cm bila penanaman pada musim kemarau dan 30 cm x 15 cm bila penanaman pada musim hujan. misalnya Bassa 50 EC ( dosis 1. Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan II sambil permukaan tanah diratakan. perlu disemprotkan insektisida.

Adapun untuk perbanyakan benih BP dari BD maupun BR dari BP.vigor. . untuk perbanyakan benih BD dari benih BS. bibit dipotong kira-kira 20 cm dari pangkal batang. Tujuannya untuk mengurangi penguapan agar bibit tidak lekas layu. dalam satu lubang dapat ditanami 3 bibit. Penanaman bibit sebaiknya 2-4 tanaman per rumpun sedalam ± 2-3 cm. penanaman bibit adalah 1 bibit per lubang tanam. dan berumur 21-25 hari di cabut dan kemudian ditanam di lahan. Sebelum ditanam. sehat.

penyiangan. Gambar 6. sedangkan pemupukan susulan II diberikan 7 MST dengan 1/3 urea sisanya. Pada saat pemupukan.5-2 ton bahan organik (pupuk kandang. penambahan bahan organik sangat dianjurkan. dan 100 kg KCL. Pupuk dasar diberikan dengan cara disebarkan merata kemudian diinjak-injak. pengendalian hama dan penyakit serta roguing. Penyulaman dilakukan untuk menggantikan bibit yang mati atau kurang bagus pertumbuhannya. TSP. Pupuk susulan I diberikan dengan cara disebarkan dalam larikan dengan selang satu larikan. kompos atau bokhasi) per hektar tergantung pada kondisi lahan. 2) Penyulaman Penyulaman terhadap tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dilakukan pada saat umur 4-5 HST atau paling lambat 10-15 HST. kondisi tanah dibuat macak-macak dan dibiarkan selama 3 hari. Penyulaman biasanya dilakukan pada 7-10 HST dan paling lambat pada umur 15 HST.Tehnik Pembenihan Tanaman 248 Gambar 6. Untuk tanah berpasir. Tanaman penyulam dipilih tanaman yang seragam dengan pertumbuhan yang kuat dan sehat. dan KCL dengan dosis per hektar 300 kg Urea. Pemupukan dasar diberikan 3-4 hari sebelum tanam dengan 1/3 bagian urea. 1) Pemupukan Pupuk yang digunakan adalah Urea. pengairan. Pemberian pupuk susulan II dengan cara disebarkan pada larikan yang belum dipupuk pada pemupukan susulan I. dosisnya bervariasi 0.7 Bibit padi siap tanam Bibit yang masih tersisa dapat digunakan untuk penyulaman.8 Pemupukan lahan sawah . Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi pemupukan. 200 kg TSP. penyulaman. Tanaman pengganti ini diusahakan tidak terlalu jauh perbedaan umurnya. f.

Saturn-D.). Penyemprotan herbisida dilakukan saat tanaman berumur 15-25 HST dengan dosis sesuai petunjuk pada label. Pada fase pembentukan anakan. memasuki fase pembentukan bulir (primordia) petakan sawah perlu diairi sampai ketinggian 10 cm. pakupakuan (Salvinea molesta DS. Penyiangan dilakukan pada umur 21 HST pada saat tanaman aktif membentuk anakan dan 45 HST pada saat tanaman mulai berbunga. dan Ally. Mitchell). g. kondisi ini disebut fase krisis I. teki (Cyperus rotundus Linn. Penyiangan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan I dan II agar lebih mengefisienkan waktu. pertumbuhan tunas (anakan) akan terhambat. Pada awal fase pertumbuhan. dilakukan pula penyiangan saat tanaman berumur 50-60 HST. Bila tinggi air di atas 5 cm.). air perlu dikurangi dan dikeringkan agar akar dapat bernapas dan berkembang dengan baik. Setelah fase pembungaan. seperti Ronstar 25 EC. pengairan perlu dilakukan sedikit demi sedikit hingga tinggi air mencapai 7-10 cm di atas permukaan tanah. Puncak kebutuhan air terjadi pada saat pembungaan.249 3) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membuang gulma dan tanaman pengganggu lainnya. Jika perlu. suhu tanah meningkat . Perlu diperhatikan bahwa herbisida sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir. saat ini disebut juga fase krisis II. genangan air dipertahankan 3-5 cm di atas permukaan tanah. Pengendalian gulma dapat pula dilakukan secara kimiawi dengan herbisida. dan eceng (Sagitaria guayanensis). Beberapa jenis gulma yang sering mengganggu tanaman di persawahan antara lain jejagoan (Echinochloa crussgalli L. berkaitan dengan dampaknya terhadap pencemaran lingkungan. Pengairan Pengairan dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca dan fase pertumbuhan tanaman. Kekurangan air pada fase ini dapat mengakibatkan kehampaan.

dan busuk akar dapat dihindari. yakni jika populasi hama melampaui batas ambang kendali. wereng . Hama dan penyakit utama yang biasa menyerang padi adalah hama tikus. hama penggerek batang (sundep dan beluk). Dua minggu sebelum panen sampai saat panen. lahan hendaknya dalam keadaan kering. pengelolaan budidaya. dan pengelolaan biologis.sehingga aktivitas organisme tanah juga meningkat. Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama dan penyakit hendaknya mengikuti sistem pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan varietas. Penggunaan bahan-bahan kimia (pestisida) hanya diberikan pada kondisi yang tepat.

Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian umpan beracun dengan racun akut (dapat membunuh dengan cepat) atau racun kronis (tikus mati setelah memakan umpan berulang-ulang). . seperti ular. kecuali menanam varietas yang tahan dan beranak banyak serta memupuk secara berimbang.Tehnik Pembenihan Tanaman 250 cokelat.9 Hama tikus Pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara teknis budi daya. burung hantu. yakni pembongkaran lubang-lubang tikus secara massal atau memasang pagar plastik yang dilengkapi dengan perangkap bubu. Selama ini. masih ada hama penggerek padi putih (Tryporyza innotata Wlk) dan hama penggerek padi kuning (Tryporyza incertulas Wlk) yang juga sering menyerang tanaman padi. Secara biologis. Selain itu. 4) Pengendalian Organisma Pengganggu Tanaman a) Pengendalian hama tikus Hama tikus merupakan hama yang paling sering menghancurkan pertanaman padi. dan penyakit hawar daun (kresek). Serangan tikus dapat terjadi sejak padi di pesemaian sampai padi hampir dipanen. musang dan anjing. Contoh rodentisida yaitu Racumin (dosis 1:19 dari berat umpan) dan Klerat.10 Beberapa contoh rodentisida b) Pengendalian hama penggerek batang Jika serangan hama penggerek terjadi pada tanaman padi stadia vegetatif maka hama ini disebut sundep. belum ada teknik budi daya yang efektif mengendalikan hama penggerek batang. pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alaminya. Gambar 6. bila serangan terjadi pada tanaman yang sedang berbunga maka hama itu disebut beluk. seperti gropyokan. Gambar 6. penyakit tungro.000 ha dengan tingkat kerusakan ratarata 40% bahkan di Sumatera Selatan kerusakannya mencapai 5870%. Serangannya pada tahun 1963-1964 men-capai 800.

. Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian insektisida sistemik seperti Furadan 3G.Hal ini dilakukan untuk mengurangi intensitas serangan saja.

dan Regent yang efektif diberikan pada fase pesemaian dengan fase vegetatif. d) Pengendalian penyakit tungro Penyakit tungro atau mentek (Jawa) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus tungro. serta pemangsa larva seperti kumbang Carabidae dan laba-laba. Hama wereng cokelat ada dua yaitu wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens Stal) dan wereng punggung putih (Sogatella furcifera). Tanaman yang sakit akan menguning yang dimulai dari ujung daun. pergiliran varietas. Curater. Cara biologis dilakukan dengan menjaga agar kehidupan musuh-musuh alami. dan pemupukan berimbang. N. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan insektisida sistemik seperti Applaud. seperti Trichogrammatidae. nigropictus Stal) dan wereng loreng (Recilia dosalis Totch). Phytoselidae. Pengendalian biologis dapat dilakukan dengan memanfaatkan pemangsa telur seperti Conoshepalus iongipennis. c) Pengendalian wereng cokelat Hama wareng padi ada dua golongan. laba-laba. yakni wereng hijau (Nephotettix virescens Distant. yakni wereng batang padi (planthopper) yang hidup di bagian pangkal tanaman dan wereng daun padi (leafhopper) yang hidup pad daun aau bagian atas tanaman. kumbang Carabidae. wereng batang padi atau wereng cokleat merupakan hama yang paling merugikan. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan pergiliran tanaman dan sanitasi lahan. serta pemusnahan (eradikasi) tanaman terserang. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan penanaman serempa. Virus tungro menyebar melalui vektor penularnya. Adapun cara kimiawi dengan mengendalikan wereng . Dari kedua golongan tersebut.251 Dharmafur. dan capung berkembang dengan baik. pengguna-an varietas lahan wereng.

Pada serangan lebih lanjutm. Gejalanya dimulai dengan bercak-bercak kuning pada sepanjang tepi daun bagian atas.hijau sejak dari fase pesemaian dengan pemberian insektisida. Penyakit ini kelihatan kurang berarti.. daun menjadi berwarna kuning atau putih kotor dan akhirnya mati.al. e) Pengendalian penyakit hawar daun Penyakit hawar daun atau penyakit kresek adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri busuk daun Xanthomonas oryzae. tetapi mampu menurunkan produksi sampai 25% (Soemartono et. Ciri penyakit hawar daun sering terlihat pada infeksi yang sistemik pada . 1992).

Roguing II dilakukan pada fase berbunga (±umur 50 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman. dan pada saat menjelang panen atau ± 80% malai telah menguning. bentuk. musim kemarau... . f) Roguing Roguing biasanya dilakukan sebelum tanaman diperiksa oleh BPSB. fase berbunga. bentuk dan warna bunga. dimana bakteri masuk ke dalam daun melalui permukaan yang telah dipotong atau luka sewaktu pemindahan tanaman. tinggi tanaman. Gambar 6. Pelaksanaan roguing III dengan membuang rumpun yang memiliki bentuk dan posisi daun bendera. Serangan bakteri hawar daun kerap terjadi di dataran rendah.. g) Pemanenan dan perlakuan pasacapanen Pemanenan padi untuk benih dilakukan setelah pemeriksaan lapangan terakhir dan telah . Pengendalian yang dapat dilakukan adalah melalui penanaman varietas yang tahan serta pemupukan yang berimbang. serta bentuk dari warna gabah yang berbeda. dan tinggi tanaman. serta jika suhu dan kelembaban tinggi. bentuk gabah. Roguing III dilakukan pada saat menjelang panen atau saat 80% malai telah menguning (± umur 100 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman. yaitu pada fase vegetatif.11 Salah satu masa roguing yang tepat pada tanaman padi adalah pada saat menjelang panen . Pelaksanaan roguing II dengan membuang rumpun yang memiliki posisi dan warna bunga yang berbeda. . serta keseragaman saat berbunga. Roguing minimal dilakukan 3 kali. serta warna gabah. Roguing I dilakukan pada fase vegetatif (umur 30 HST) antara lain untuk membedakan warna. bentuk dan letak daun bendera. Pelaksanaan Roguing I dengan membuang rumpun yang memiliki warna dan bentuk batang serta daun yang berbeda.Tehnik Pembenihan Tanaman 252 bibit padi.

Waktu panen ditentukan jika umur berbunga telah mencapai optimal. buku-buku . Tanda-tanda saat panen yaitu gabah sudah menguning dan keras bila dipijat. Kondisi ini ditandai oleh sebagian besar (80-90%) malai telah menguning dengan kadar air sekitar 17-23%.dinyatakan lulus oleh BPSB.

Demikian pula jika kadar air kurang dari 15%.2 Perlakuan PascaPanen Padi yang telah dipanen masih ada beberapa tahap perlakukan agar siap digunakan sebagai benih. pengeringan. Pengeringan dan pengolahan benih Pengeringan padi dilakukan sesegera mungkin setelah benih dirontokkan. Apabila kadar air lebih tinggi dari 20%. Malai yang masih hijau tidak dipanen karena akan meningkatkan nilai butir hijau. Perontokan secara tradisional biasnaya dilakukan dengan menginjak-injak malai padi sehingga bulir padi rontok. Malai padi dipukul-pukulkan pada papan perontokan yang terbuat dari kayu. Gambar 6. Apabila kondisi tidak memungkinkan maka calon benih ini harus dihamparkan dan dianginanginkan untuk mencegah kenaikan suhu dan perkecambahan benih di dalam karung. serta batang mulai mengering. benih akar mengalami kerusakan mekanik (benih mamar) yang cukup besar. Perontokan Perontokan malai padi biasanya dilakukan langsung di sawah.12 Panen padi 6. Pada pemanenan dengan mesin. Perontokan dengan menggunakan alat perontok (thresher) sangat dianjurkan karena akan mempercepat penanganan dan pengolahan hasil. Penggunaan mesin perontok juga bermanfaat dalam menekan jumlah kehilangan benih (post harvest losses). atau dengan mesin pemanen padi (combine harvester). Selain itu. risiko kerusakan mekanis (sekam terkelupas) lebih besar. b.253 sebelah atas berwarna kuning. ani-ani. pengolahan. serta penyimpanan. Perlakuan tersebut antara lain perontokan. a. Pengeringan secara alami . kadar air biji padi sebaiknya sekitar 15-20%. Panen dapat dilakukan dengan menggunakan sabit. dapat pula malai dipukulpukul dengan penggebuk terbuat dari kayu sambil dibalik-balik sehingga perontokan dapat sempurna.

Dalam kondisi cerah. pengeringan secara alami mampu menurunkan kadar air dari 23% menjadi 11% dalam waktu 2 hari. dan biji-biji gulma. Benih yang telah kering (kadar air 11-12% dibersihkan dari kotoran campuran varietas lain. seperti air screen . Pembersihan dapat dilakukan dengan nyiru atau mesin pembersih.dilakukan dengan menjemur calon benih di lantai.

Benih dalam karung dapat ditumpuk dan antara tumpukan karung diberi jarak untuk memudahkan pemeriksaan atau pengontrolan dalam pengendalian mutu benih oleh penangkar.kemudian benih-benih . Pada proses pembersihan. maka pada proses pengolahan benih. Penyimpanan Benih yang telah kering dan bersih dikemas dalam karung atau kemasan siap salur dan kemudian disimpan di dalam ruang penyimpanan. Masa berlakunya label benih padi 6 bulan sejak selesainya pengujian dan paling lama 9 bulan setelah tanggal panen. Jika produksi di lapang harus lulus standar lapang maka proses pengolahan benih pun harus lulus standar laboratorium. orientasi mutu maksimal merupakan prioritasnya.14 Perkembangan biji padi pada bagian luar dan bagian dalam. Jika saat di lahan. Ruang penyimpan benih diusahakan mempunyai ventilasi yang baik agar kualitas benih dapat terjaga. Pemberian jarak di antara tumpukan karung maupun dengan alas lantai berguna untuk memperlancar sirkulasi udara. orientasi produksi maksimal merupakan tujuan utama. Proses pengolahan benih merupakan proses yang cukup kritis.13. Lama penyimpangan benih hendaknya memperhatikan masa berlakunya label benih. pada umumnya benih diberi berbagai perlakuan pelapisan benih (seed coating). mulai dari biji muda sampai siap panen (kiri) dan Benih padi (kanan) c. Gambar 6. Benih padi yang seragam menghasilkan benih yang bermutu tinggi. Gambar 6.Tehnik Pembenihan Tanaman 254 cleaner. benih dapat saja dipilah untuk peningkatan mutu fisik dan fisiologis berdasarkan panjang dan atau berdasarkan ketebalan sehingga diperoleh benih yang bermutu tinggi dan seragam. Sebelum disimpan. Bagian bawah tumpukan karung diberi alas berupa potongan kayu (balok) sehingga karung tidak berhubungan langsung dengan tanah atau lantai yang memung-kinkan naiknya kelembaban.

tersebut akan diuji dengan berbagai peralatan modern. .

15 Rotary Batch Lab treater. Jika produksi beras diharapkan meningkat. Dust Off Test yang digunakan untuk mengukur konsentrasi debu pada benih tanaman.16 Plantability Checks yang digunakan untuk menguji daya tumbuh benih.18 Germination Test yang digunakan untuk menguji daya kecambah benih 6. Gambar 6. Gambar 6.255 Gambar 6. maka kebutuhan benih padi pun akan meningkat. Gambar 6.3 Pra-panen produksi benih padi hibrida Sejalan dengan pertambahan penduduk di Indonesia maka kebutuhan beras dari tahun ke tahun selalu meningkat.17. yang digunakan untuk meberi perlakuan pada benih seperti pelapisan benih dengan pestisida ataupun bahan perlakuan benih yang lainnya. .

4 t/ha) dan Panay (PSB Rc76H dengan waktu penanaman selama 106 hari dan hasil produksi rata-rata 4. Teknologi produksi benih hibrida sangat berbeda dari varietas non hibrida.8 t/ha).19 Treatment Analysis yang digunakan adalah GC (Gas Chromatography) dan HPLC (Hight Performance Liquid Chromatography). Metsizo (PSB Rc72H dengan waktu penanaman 123 hari dan rata-rata hasil 5. Hasil persilangan kedua induk tersebut disebut sebagai First Generation atau turunan generasi pertama atau first filial generation dan dikenal dengan istilah (F1) . Benih padi hibrida dihasilkan ketika sel telur dari induk betina dibuahi oleh serbuksari dari anther varietas yang berbeda atau galur yang digunakan sebagai induk jantan. Pada prinsip rangkian proses produksi benih padi hibrida sama dengan produksi benih padi bersetifikat. lama penanaman 110 hari dengan rata-rata produksi 5. Pada umumnya persilangan kedua galur jantan dan betina ini sudah diuji berulang kali melalui penelitian yang panjang. Kedua alat ini digunakan untuk menganalisis berbagai bahan yang digunakan untuk perlakuan benih. Benih hibrida harus diproduksi setiap musim tanam. Sebagai contoh kasus produksi benih hibrida akan disampaikan berdasarkan hasil penelitian IRRI (International Rice Research Institute) yang berlokasi di Filipina yaitu varietas Magat (PSB Rc26H. Perbedaan terdapat pada tahapan penyiapan galur induk jantan dan betina yang beasal dari jenis yang berbeda sifat genetiknya. Sebagai contoh adalah jantan mempunyai sifat genetik produksinya tinggi (diatas 5 ton per hektar) sedangkan induk betina mempunyai sifat genetik enak rasanya. dan dipertahankan kemurnian genetiknya hingga lebih dari 98% agar dicapai hasil yang memuaskan. Teknik produksi padi lokal dan hasil introduksi masih belum cukup untuk mengatasi hal tersebut.6 ton/ha).Tehnik Pembenihan Tanaman 256 Gambar 6. oleh sebab itu dibutuhkan alternatif baru yaitu produksi benih padi hibrida.

Meurut IRRI (2006) Benih padi hibrida F1 menghasilkan keuntungannya sekitar 10-15% dibandingkan dengan varietas yang dihasilkan melalui persilangan sendiri. maka penggunaan . Menghadapi kondisi lahan budidaya padi yang semakin menyempit.yang merupakan hasil penyilangan antara dua varietas padi yang berbeda secara genetik. Padi hibrida pada umumnya memberi peluang hasil produksi yang lebih tinggi.

Contoh kedua adalah tentang standar kadar air maksimal 14%. Dengan adanya pengetahuan tentang informasi standar benih padi tersebut.14%.) 2 Biji beras merah /500 gr (max. Perbedaan yang harus diperhatikan adalah pada pembibitan padi hibrida para penangkar harus membibitkan dua varietas galur induk hibrida yang akan dijadikan sebagai sumber benih jantan dan sumber benih betina.) 85 Kadar air (max. Proses membibitkan galur induk benih sumber untuk bibit padi .) 2 Biji varietas lain/500 gr (max. Untuk melakukan kegiatan pembibitan padi hibrida sama dengan proses membibitkan padi non hibrida. sebaiknya dianalis terlebih dahulu standar benih padi hibrida yang telah ditetapkan.) 14 a.) 10 Bahan lain yang terbawa (max. Tabel 6. Penguasaan informasi tentang standar kualitas benih dapat memudahkan pengelolaan proses kegiatan di lapangan budidaya. Sebelum melakukan serangkaian proses produksi benih padi hibrida. Membibitkan galur induk benih sumber Galur induk benih sumber adalah benih yang berasal dari suatu galur tertentu yang digunakan untuk sumber induk jantan dan betina yang mempunyai sifat genetik yang berbedasesuai dengan harapan penangkar benih.1 Ukuran standar benih padi F1 STANDAR BENIH FAKTOR F1 Seed (%) Kemurnian benih (min. artinya penangkar benih harus melakukan roguing dengan sangat seksama jangan sampai ada varietas lain yang tumbuh selain 2 varietas induk jantan dan induk betina yang direncanakan untuk disilangkan agar menghasilkan benih padi hibrida.. maka penangkar benih akan melakukan kegiatan pengeringan benih sampai dengan kadar airnya .) 20 Daya kecambah (min. Sebagai contoh untuk standar kemurnian benih padi hibrida adalah 98%.257 varietas hibrida merupakan salah satu solusi yang tepat.) 98 Benih lain atau biji gulma (max.

.jantan dan betina mempunyai keuntungan sebagai berikut: . Benih padi lebih cepat berkecambah (germinasi yang lebih cepat) .

Air rendaman benih diganti setiap 6 jam. Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan . Bedengan pembibitan sebaiknya mempunyai ketinggian 4-5 cm lebih tinggi dari permukaan lumpur sawah dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang sesuai dengan kebutuhan benih... . .. . Pembuatan bedengan pada umumnya berukuran lebar meter. Benih gaur A (benih sumber betina) direndam dalam air bersih selama 12 jam... Benih galur R (benih sumber jantan) direndam selama 24 jam. Gambar 6. Lahan bedengan digenangi sebanyak tiga kali dengan interval waktu setiap 7 (tujuh) hari. Kegiatan ini berfungsi untuk membunuh benih gulma atau padi liar..25 Kg/m2 . Untuk memproduksi benih padi hibrida seluas satu hektar harus disiapkan 1000m2 bedengan pembibitan (1000 m2 bibit/1 hektar) b. tinggi 5-10 cm dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan bibit padi yang akan ditanam Dalam rangka menyiapkan bedengan untuk tempat pembibitan sumber benih jantan dan betina dilakukan langkah kerja sebagai berikut: . Kebutuhan benih lebih sedikit.20 Dua tempat pembibitan yang disiapkan untuk sumber bibit jantan dan betina. Menghasilkan bibit yang lebih sehat dengan vigor yang lebih baik .Tehnik Pembenihan Tanaman 258 . Berikan pemupukan dengan pupuk organik dengan dosis 1. .. Sumber benih padi jantan disebarkan pada bedengan kecil yang telah disediakan (bedengan pendek ± 250-300 m2 /ha produksi benih) dan benih betina disebarkan pada bedengan yang terpisah dari benih jantan (bedengan panjang ± 700-750 m2 /hektar produksi benih).

varietas induk yang digunakan dan tingkat kepadatan semai dapat dilihat pada tabel 6. dibandingkan dengan bibit padi yang disemaikan dalam kondisi kepadatan yang tinggi. Interval Pembibitan Pembibitan tanaman benih dilakukan melalui beberapa kali penyemaian. dan 10 kg galur-R (jantan). . Benih-benih padi yang mengambang (tidak bernas/ kosong) dibuang. Pembibitan dengan kepadatan rendah (jarang) akan menghasilkan bibit dengan vigor (performansi bibit) sebagai berikut: anakan banyak. Benih diinkubasikan selama 12-24 jam (a). Vigor bibit seperti tersebut di atas disebabkan oleh tingkat kompetisi antar tanaman yang rendah. Penaburan benih pada bedengan (b) . tegakan batang pendek. .. .259 Gambar 6.21. dan akumulasi bahan kering lebih tinggi. Benih galur jentan dan betina diinkubasikan pada wadah terpisah dengan kondisi yang sama selama 24 jam dalam tempat yang terlindung.. d. c. Benih yang tenggelam merupakan indikator bahwa benih tersebut bernas dan diharapkan dapar berkecambah dengan baik. daun berwarna lebih hijau. Untuk penyemaian pada musim kemarau dan musim hujan. Kebutuhan benih Kebutuhan benih untuk satu hektar sebanyak 20-25 kg galur-A (betina). Kepadatan benih padi sebanyak 25 gram benih/m2.2. Pada kedua musim tersebut kegiatan penyemaian.. Kedua sumber benih yang telah direndam selanjutnya diaduk-aduk selama ±3-5 menit. Benih-benih yang akan diinkubasikan dicuci sampai bersih (proses ini diharapkan dapat mengurangi jumlah inokulum patogen (sumber penyakit) yang terbawa dalam air rendaman.

hal ini berfungsi untuk mengendalikan gulma. Persyaratan ini berfungsi untuk . Lahan terisolasi dari lahan sawah lain. Dalam produksi benih padi hibrida. Persyaratan Lahan Produksi Lahan produksi padi hibrida diharapkan dapat memenuhi kriteria sebagai berikut: . Iklim lingkungan sesuai dengan syarat tumbuh padi . Tanah mempunyai predikat subur . sebarkan 5-10 gram pupuk majemuk 14-14-14 atau 16-20-0 atau yang setara dengan dosis tersebut.. Pada saat 10 HSS (hari setelah semai). Lahan produksi cukup cahaya . lahan produksi diharapkan terisolasi dari sawah lain.22. Drainase dan irigasi berkualitas baik..Tehnik Pembenihan Tanaman 260 Gambar 6. Tingkat serangga hama dan penyakit rendah.. Tingkatkan ketinggian air (2-3 cm) secra bertahap.. . Gulmagulma yang tumbuh dibedengan harus dikendalikan secara manual (dengan tangan). .. Bibit padi pada bedengan pembibitan e. Pemeliharaan Bedengan Pemeliharaan bedengan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Air di lahan produksi diupayakan selalu jernih sampai dengan bibit padi mempunyai 4 helai daun atau bibit padi berumur 10 hari setelah tanam (HST) dan sesekali harus dilakukan pengurasan air sehingga dihasilkan bibit padi dengan kualitas vigor yang baik. f..

Jenis isolasi untuk produksi benih padi hibrida adalah Isolasi jarak: Pertahankan jarak lahan produksi padi hibrida sekurangkurangnya 100 meter dari plot lain atau varietas padi lainnya Tabel 6.0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5.0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5. sekurang-kurangnya 50-100 cm .0 Hari ke-10 IR 58025 A 20 25 Musim Hujan (MH) Waktu Semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 IR 34686 R1 5. Isolasi jarak pada produksi benih padi hibrida.0 Hari ke-21 IR 58025 A 20 25 Catatan: Galur-A disemaikan satu kali dan Galur-R disemaikan dua kali. MH interval bibit antara A & R1 adalah 20-21 hari Gambar 6.2 Waktu semai dan tingkat pembibitan tiga jenis induk padi Musim Kemarau (MK) Waktu semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 34686 R1 5.261 menjaga kemurnian genetik benih padi hibrida (F-1) atau menghindari cross polination (penyerbukan silang).23. MK interval pembibitan antara A & R1 adalah 8-10 hari.

Tehnik Pembenihan Tanaman 262 Gambar 6.24 Isolasi waktu penanaman benih. . Sekurang-kurangnya dipisahkan dengan jarak 5 m.. . u ntuk perbedaan pembungaan lebih dari 3 minggu Gambar 6.. .. yang terpenting adalah lahan produksi benih padi hibrida terisolasi dari penyerbukan silang padi.5 meter. Isolasi penghalang (barrier): Isolasi barrier (penghalang) umumnya berupa penghalang yang secara khusus dipersiapkan berupa suatu bahan atau tanaman dengan ketinggian sekurangkurangnya 2. kelapa atau tanaman lainnya.25. Isolasi dengan penghalang berupa tanaman lain. . Isolation geografis: Isolasi geografis dilakukan dengan cara menyeleksi area produksi benih padi hibrida agar terlindungi oleh tanaman lain yang tinggi atau berada didaerah yang terisolir (area produksi benih berada disekitar perkebunan tanaman seperti pisang. dan terhindar dari serangan HPT). isolasi waktu: Upayakan waktu penanaman padi hibrida agar periode pembungaan induk hibrida akan berlangsung sekurangkurangnya 21 hari lebih awal daripada varietas lain atau 21 hari lebih lambat dari varietas lain yang ditanamam pada areal produksi lain yang terdekat.

26 Penanaman bibit padi di lahan produksi. Jarak tanam yang diaplikasikan sesuai dengan anjuran akan memaksimumkan jumlah tanaman per hektar dan produksi benih padi hibrida. Rasio baris adalah 2:8 (R:A) untuk musim hujan dan 2:12 untuk musim kemarau. 1) Teknik penanaman Penamanan bibit padi baru dapat dilakukan setelah persiapan lahan dianggap memenuhi sayarat. Bibit padi R-1 dan R-2 yang berumur 20 HSS ditaman pada baris R dan bibit A berumur 10 HSS (atau 21 HSS pada saat musim hujan) ditanam pada baris A. roguing dan pengendalian HPT). Penanaman bibit umumnya adalah sebagai berikut: . hal ini akan memudahkan pertumbuhan dan perkembangan bibit serta tillering. Gambar 6.263 Isolasi geografis merupakan isolasi terbaik dibanding dengan isilasi yang lainnya. dan pengaturan posisi penanaman bibit se cara konvensional .. g. Penanaman Kegiatan penanaman benih dilakukan sebagai berikut: Barisan bibit tanaman padi yang lurus akan memudahkan pengelolaan produksi benih padi hibrida karena akan memudahkan kegiatan pengendalian gulma. Semua bibit padai ditanam dengan jarak tanam 20 x 15 cm dengan kedalaman 2-3 cm.

27a. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 15 x 20 cm (a). . Gambar 6. Posisi dan rasio penanaman bibit induk betina dan jantan Gambar 6.27. Modifikasi jarak tanam adalah 15 x 15 cm atau 20 x 20 cm (b).28. Posisi penanaman benih induk betina dan induk jantan.Tehnik Pembenihan Tanaman 264 Gambar 6.

. penyakit dan gulma Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi harus dilakukan secara terpadu melalui proses observasi hama dan penyakit sesuai dengan hasil informasi dari SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama dan penyakit secara Terpadu). h.. Lahan sawah harus selalu cukup air (macak-macak).265 . Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pada periode pembungaan. Kegiatan pembibitan diupayakan dalam kondisi sebagai berikut: . Pengendalian secara . Pemeliharaan tanaman 1) Pengendalian hama. . kemudian permukaan air swah dinaikkan secara perlahan sampai naik setinggi 2-3 cm.. Penyulaman bibit dilakukan pada saat 5 hari setelah tanam. menggunakan varietas tahan hama dan penyakit tertentu sehingga mengkondisikan tanaman padi dalam keadaan sehat dan mempunyai daya tahan terhadap serangan hama penyakit tanaman). fisik. Perhatikan dengan seksama agar bibit pada baris A benar-benar ditanami secara penuh pada baris sebelah kanan. sehingga harus diganti dengan bibit baru yang mempunyai vigor (kualitas) yang baik. Penanaman dilakukan dengan rasio satu bibit/titik tanam untuk baris-A dan 2-3 bibit/titik tanam pada baris-R. Hama dan penyakit tanaman padi dikendalikan dengan menggunakan perpaduan pengendalian secara kultur teknis (memberikan unsur hara yang berimbang. untuk menjamin tumbuhnya bibit selama 4-5 hari. Lakukan observasi secara seksama pada baris tanaman. .. penyebaran serbuk sari dari bunga jantan akan berlangsung dengan mudah menyerbuki bunga betina 2) Penyulaman bibit Penyulaman bibit padi hibrida bertujuan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh dan berkembanga dengan baik. mekanik atau menggunkan metode pengendalian secara terpadu...

air. Penyulaman bibit tanaman padi. Gambar 6.kimia akan dilakukan jika populasi hama atau penyakit melebihi ambang batas ekonomi.29. cahaya matahari. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan . dan unsur hara. Pengendalian gulma bertujuan untuk mengurangi kompetisi dalam hal tempat tumbuh.

Untuk musim kemarau pemupukan direkomendasikan sebagai berikut: 120 Kg Nitrogen. 40 Kg pupuk Fosfat dan 45 kg pupuk Kalium per hektar. Pemupukan untuk musim hujan adalah sebanyak 60-90 Kg Nitrogen. 1/3 5-7 hari setelah tanam. . saat aplikasi ZPT dan saat menjelang panen. secara mekanik (mengunakan caplak bambu) atau secara kimia (menggunakan herbisida) atau dengan pengendalian gulma secara terpadu. 2) Pemupukan Padi hibrida sama dengan padi non hibrida yakni membutuhkan hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan.Tehnik Pembenihan Tanaman 266 metoda dicabut langsung dengan tangan. Untuk mengoptimalkan suplai hara maka pemupukan dilakukan harus sesuai dengan rekomendasi terutama pupuk P dan K serta pupuk organik (diaplikasikan sebelum pembajakan yang terakhir). Pupuk Nitrogen diaplikasikan dalam 3 waktu: ... . . 1/3 20-25 hari setelah tanam. Selama masa budidaya air sawah harus selalu diamati dan upayakan agar permukaan air selalu setinggi 2-3 cm. 1/3 at 5-7 hari sebelum inisiasi bunga (panikel). 3) Pengairan Selama proses produksi benih padi hibrida pengelolaan air harus mendapat perhatian terutama pada masa-masa kritis seperti saat menjelang pembungaan. 50 Kg Fosfat dan 60 kg Kalium per hektar..

. Kondisi ini diperlukan untuk memaksimumkan hasil persilangan antara bunga jantan dengan bunga betina. Pada saat 2 minggu sebelum panen.267 Gambar 6. Perubahan cuaca akan mempengaruhi kagiatan produksi benih terutama sangat berpengaruh terhadap sinkronisasi pembungaan. amati permukaan air sawah agar diupayakan selalu setinggi 3-5 cm selama inisiasi bunga (naikkan permukaan air sedikit demi sedikit sampai dengan 3-5 cm sampai dengan masa generatif). Pada saat masa jumlah anakan mencapai maksimum. Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara kimiawi (a). kurangi suplai air sampai kondisi lahan sawah lembab dan terlihat beberapa rekahan halus pada tanah sawah. kondisi air harus dalam keadaan cukup dengan permukaan air sekitar 3-5 cm. Pengamatan pertumbuhan panicle pada baris-A dan baris-R sangat berguna terutama untuk menentukan masa pembungaan yang tepat yang harus diatur atau disesuaikan (singkronisasi pembungaan). 4) Pembungaan Pada kegiatan produksi benih padi hibrida. Setelah masa anakan. air harus dikeringkan dan dipertahankan terus sampai dengan masa panen. Oleh sebab itu perkiraan pembungaan harus diupayakan diprediksi secara tepat. Selama masa pengisian biji. masa pembungaan harus diperkirakan seakurat mungkin (perkiraan harus tepat). mekanik dan kimiawi (b). Pada saat tanaman menjelang stadium generatif kurangi air sampai dengan kondisi macak-macak (selama masa pembungaan) kemudian naikkan permukaan air setinggi 3-5 cm pada saat aplikasi Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) GA3.30. Pengendalian gulma se cara manual .

31. Gambar 6. Tiga waktu pemupukan yang dianjurkan.Tehnik Pembenihan Tanaman 268 Gambar 6. yaitu 5-7 hari setelah tanam. 20-25 hari setelah pemupukan pertama. .32 Pengamatan inisiasi panicle Berikut ini proses singkronisasi pembungaan yang umum dilakukan untuk memproduksi benih padi hibrida. dan menjelang pembungaan.

.33 Singkronisasi pembungaan Gambar 6.269 Gambar 6.34 Proses perkembangan bunga padi (a). Sepuluh tahap perkembangan panikel padi (b).

Gambar 6. Sisa potongan daun yang terserang hama dan penyakit dapat menjadi sumber penyakit dan menularkan patogen ke tanaman induk sehingga akan mengganggu kesehatan tanaman dan dapat menyebabkan penurunan produksi benih (produksi lebih rendah dari harapan) Pemotongan daun bendera sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah atau lebih baik pada musim kemarau. pembungaan bunga jantan dan betina seringkali muncul tidak sesuai dengan perkiraan. Jika masa pembungaan harus dipercepat. Kondisi ini akan mendorong serbuk sari dapat menyebar secara luas sehingga akan menghasilkan banyak calon benih. Potongan daun jangan dibuang ke lahan produksi. Oleh sebab itu pangkas semua barier sehingga mendorong penyerbukan silang. maka proses tersebut dapat diupayakan dengan menyemprot 1% pupuk P (fosfat) atau KH2PO4.35 Sinkronisasi Pembungaan . Kemudian air sawah dikurangi dan daun dipangkas. 6) Pemangkasan daun Pada masa pembungaan dan menjelang masa penyerbukan padi hibrida. Daun bendera harus dipotong 1/3 sampai ½-nya. maka masa pembungaan dapat diundurkan dengan mengurangi aplikasi pupuk Nitogen sebanyak 2% dari dosis rekomendasi.Tehnik Pembenihan Tanaman 270 5) Penyesuaian waktu pembungaan Pada kondisi yang sesungguhnya di lapangan. semua organ tanaman yang menghalangi proses penyerbukan harus dibuang. Selain itu pertahankan agar air selalu tersedia di sawah dan lakukan penyemprotan GA3. Jika induk padi hibrida berbunga terlalu awal.

Demikian pula pada proses produksi benih padi hibrida.271 Gambar 6. Lakukan penyemprotan pada saat hari tenang jika memungkinkan tidak ada angin sehingga GA3 dapat menyebar dengan merata di lapangan. penyerbukan dilakukan secara alami tanpa tindakan bantuan/perlakuan khusus. Teknik pemotongan daun bendera yang dianjur kan (b). mendorong keluarnya panicle dari daun bendera. Untuk . Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat sore hari yang cerah. Gambar 6.36.37. meningkatkan kekuatan dan pembetukan tangkai sari serta memperpanjang durasi stigma membentuk serbuk sari. Pembuatan larutan GA3 8) Bantuan penyerbukan (Polinasi) Pada produksi benih padi lokal atau non hibrida. Penyemprotan pertama sebanyak 30% dari dosis. Aplikasi GA3 yang optimal adalah sebanyak 100-150 gram/hektar untuk 3 kali penyemprotan. GA3 berfungsi untuk membantu meninggikan tanaman baik itu induk jantan ataupun betina. meningkatkan waktu membukaan bunga betina sehingga meningkatkan peluang diserbuki oleh bunga jantan. penyemprotan ke-2 sebanyak 50% dari dosis dan penyemprotan terakhir sebanyak 20% dari dosis. Jangan melakukan penyemprotan GA3 jika diduga akan turun hujan pada 24 jam setelah penyemprotan GA3. Daun bendera yang harus dibuang (a). 7) Aplikasi Gibberellic Acid (GA3) Giberelic Acid (GA3) merupakan salah satu ZPT yang sering digunakan untuk meningkatkan keberhasilan proses pembungaan dan pembuahan pada tanaman.

8 2000 4 2.3 15.8 4.0 1.0 9.3 1.1 2500 5 2.0 33.3 10000 500 30. Kanopi tanaman digoyangkan setiap 30 menit sampai dengan bunga padi .5 1. Perlakuan bantuan polinasi diharapkan dapat membantu menyebarkan serbuk sari dari induk jantan agar menempel dengan baik pada putik induk betina. Bantuan polinasi dapat dilakukan pada saat pagi hari ketika bunga membuka dengan sempurna baik itu bunga dari induk betina maupun jantan.7 12.0 26.0 1.5 1.0 5.0 8000 400 24.7 2000 100 6.6 Untuk membantu proses penyerbukan tersebut dapat dilakukan dengan cara tangkai malai digoyang dengan tangan atau gunakan tongkat bambu dan pukulkan dengan perlahan ke pangkal tangkai malai induk jantan.8 7500 15 7.2 1.6 2.0 6. Tabel 6.4 Kebutuhan Volume Larutan GA3 dengan alat Knapsach sprayer Area (m2) vol(lt.0 13.0 3.Tehnik Pembenihan Tanaman 272 produksi padi hibrida.4 5000 10 5.5 0.0 16.0 5.2 5.6 1500 3 1.3 6.7 6000 300 18. proses penyerbukan harus dibantu dengan cara menggoyangkan tangkai malai induk jantan pada saat stadium pembungaan yakni bersamaan dengan periode pematangan serbuk sari.) air Konsentrasi 60 ppm 30 ppm 100% 90% 100% 90% 1000 50 3.8 1.3 4000 200 12.5 8.7 3.0 10.7 0.0 20.3 3.0 6.7 0.1 0.0 13.0 2.0 11.5 2. Penyerbukan harus dilakukan tepat waktu yaitu lakukan penyerbukan pada saat hari tenang dan angin sepoi-sepoi(1-3 km/hr). sehingga serbuk sari menyebar dengan sempurna pada putik bunga betina.5 2.0 3.2 10000 20 10.7 Ultra-low volume sparyer 1000 2 1.3 1.

Roguing dilakukan pada semua tumbuhan yang terdapat pada jarak antar baris. Gambar 6. Pembuangan varietas lain harus dilakukan karena dapat menyebabkan penyerbukan silang dengan baris-A sehingga akan menyebabkan menurunnya kemurnian benih hibrida yang diinginkan. Waktu pembungaan bunga betina diupayakan harus bersamaan dengan bunga jantan (a). Roguing dilakukan juga pada saat pembungaan yaitu semua tumbuhan yang tidak diinginkan harus dibuangdari baris A. saat pembungaan dan sebelum panen. Roguing berfungsi untuk membuang tumbuhan yang tidak dikendaki (dari spesies ataupun varietas yang berbeda). 9) Roguing Pada proses produksi benih padi hibrida. Waktu yang paling tepat untuk melakukan kegiatan roguing adalah pada saat tanaman mulai tumbuh di lahan. Semua tanaman yang tumbuh lebih pendek atau lebih tinggi dari benih tanaman atau induk jantan harus dibuang (dicabut).30). Fertilisasi pada bunga betina padi (b). Roguing sangat penting dilakukan pada stadium tanaman jumlah anakan yang maksimum.273 menutup (umumnya pukul 10.38. proses roguing mutlak dilakukan. Semua organ tanaman yang terlihat terserang hama atau penyakit harus dibuang dari lahan produksi.00 sampai dengan pukul 13. Gambar 6. Bantuan penyerbukan dengan menggunakan potongan bambu. Selain itu buang tipe tanaman yang mempunyai bentuk dan ukuran daun bendera berbeda atau mempunyai seludang daun yang berbeda warnanya.38. Selian itu semua tunbuhan yang .

Baris-R jangan digunakan sebagai benih. ukuran dan warna biji yang berbeda harus dibuang. Gambar 6. Hasil panen dari baris R dan baris A harus benar-benar terpisah selama masa panen. Gambar 6. Biji padi yang dipanen .40. Biji-biji yang terdapat pada malai padi dari baris A terlihat bernas. Waktu roguing yang dianjurkan Gambar 6. Induk betina (atas) dan induk jantan (bawah) yang siap untuk diserbuki dan menyerbuki 6. perontokan. Baris-A yang dipanen disebut F-1 atau benih hibrida. pengeringan ataupin pengepakan.4. kemudian dilanjutkan dengan baris-A. Perlakuan Pasca Panen Proses pemanenan dilakukan terlebih dahulu pada baris R dan dilakukan secara manual. Hal ini dilakukan agar benih padi hibrida tidak tercampur (terkontaminasi) oleh benih padi lainnya.Tehnik Pembenihan Tanaman 274 mempunyai periode pembungaan lebih cepat atau lebih lambat harus dibuang. begitu pula dengan tumbuhan yang mempunyai bentuk .42 Kegiatan roguing di lahan produksi benih padi hibrida. bersih dan menghilat dengan warna gabah yang cerah. Pada saat menjelang panen semua tumbuhan yang bukan induk padi hibrida harua dibunag dari pada baris-A. Proses pemanenen baris A dapat dilakukan secara manual ataupun secara mekanik.41. Waktu pemanenan dapat diupayakan pada saat 90% biji sudah berbulir penuh.

Baris-A dirontokkan terlebih dahulu kemudian baris-R. Kegiatan pengeringan lahan dilakukan selama 2 minggu sebelum waktu panen. Selama pengeringan balikkan benih secara berkala agar .275 harus dipastikan dalam kondisi yang kering. Pengeringan dan pembersihan Pengeringan dan pembersihan benih padi harus dilakukan. Gambar 6. b. Gambar 6. Selama perontokan benih yang berasal dari induk betina (baris-A)harus benar-benar dipisahkan dari biji yang berasal dari induk jantan (baris-R). Benih dapat dikeringkan secara mekanik atau menggunakan pengering dengan solar sel. a. Perontokan Sebelum proses perontokan. Kegiatan ini berfungsi untuk mempertahankan kualitas benih agar selalu dapat kondisi yang baik. Contoh tumbuhan yang tidak dikehendaki dan harus dibuang pada proses roguing.44 Proses kematangan buah padi.43. semua peralatan perontokan padi harus ditempatkan di atas lantai yang benar-benar bersih. Upayakan untuk tidak menjemur benih secara langsung di atas lantai jemur. Benih dikeringkan sesegera mungkin setelah proses perontokan sampai dengan kadar air benih kurang dari 14% (standar benih berkualitas bagus). Karung dan kantong benih harus tersedia dalam kondisi bersih dan siap untuk diisi dengan benih.

biji yang belum matang. tanggal panen dan nomor lot benih) Gambar 6. atau menggunakan mesin pembersih benih. Gambar 6.45 Proses pemanenan benih padi hibrida. benih yang kering dan bersih dimasukkan dalam kantong yang baru lalu diberi label yang memuat informasi sesuai dengan keperluan (varietas. dan gabah.Tehnik Pembenihan Tanaman 276 kekeringan merata. Benih yang sudah kering harus dibersihkan dari ketidak murnian seperti harus terbebas dari biji gulma. Gambar 6. Benih dapat dibersihkan secara manual dengan cara ditampi.47 Proses pengeringan benih .46 Proses perontokan benih padi.

Salah satu kriteria benih berkualitas baik adalah mempunyai daya kecambah minimal 85%. . Benih yang berkualitas baik adalah benih yang sesuai dengan standar yang ditentukan masingmsing negara. Gambar 6. Penyimpanan Penyimpanan benih padi pada umumnya mempunyai 2 (dua) tujuan yaitu untuk penanaman pada musim berikutnya atau untuk penanaman pada dua musim yang akan datang. Benih yang akan digunakan pada musim yang akan datang harus disimpan pada kondisi dingin dan kering.277 c.48 Teknik pengujian daya kecambah benih padi. Jika benih akan digunakan pada musim tanam yang terdekat dan didistribusikan secepatnya maka benih dapat disimpan pada suhu kamar.

. Potensi benih tanaman 2. Membibitkan gakur induk benih sumber.... . Persyaratan lahan produksi ... Interval pembibitan . Persyaratan lahan .. Perontokan .. Pengeringan .. Pemeliharaan .. Penanaman .. Penyemaian . Peromtokan . Penyimpanan SOAL: 1. .. Pengeringan dan pembersihan . Pengendalian OPT . Menerapkan persyaratan kerja 3. Mengelola alat dan mesin pembenihan 6....... Pengairan . Benih sumber .. Musim tanam .. Menyiapkann lahan pembenihan 4. Pemeliharaan tanaman . 2. Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra-panen benih padi Perlakuan Pascapanen .. Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan . Merawat benih tanaman 5.Tehnik Pembenihan Tanaman 278 Ringkasan Setelah mempelajari BAB 6.. Pemeliharaan bedengan . Penyimpanan Perlakuan pra panen padi hibrida Perlakuan pascapanen padi hibrida . Deskripsikan persamaan dan perrbedaan produksi benih padi local dengan padi hibrida. Kebutuhan benih . Penyiapan lahan dan penanaman . Bagaimana teknik pemelihraan alat dan mesin yang digunakan dalam proses produksi benih tanaman . siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. ..

Bagaimana system penggudangan benih yang ada di sekolahmu / perusahaan benih di sekitar kotamu .279 TUGAS: 1. Lakukan identifikasi proses produksi benih yang dilakukan oleh petani dan sekolahmu. 2.

Ditjentan Pangan (1992) mencatat bahwa pemenuhan benih kedelai bersertifikat secara nasional masih di bawah angka 5%. Patra Tani tidak lagi memproduksi benih sehingga nyaris tidak ada lagi produsen benih kedelai. Data Departemen pertanian menujukkan bahwa produki kedelai nasional tahun 2000 sebesar 1.634 ton dan impor kedelai tahun 1999 sebesar 839. dan Balai Benih Pembantu. yang kapasitas penyediaannya sangat terbatas. Setelah tahun 1986 sampai sekarang. Balai Benih Utama.BAB 7. Jika produktivitas rata-rata kedelai 1 ton/ha maka untuk memenuhi kebutuhan nasional diperlukan lahan produksi seluas 2 juta ha. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI Ketersediaan benih kedelai di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan kebutuhannya. Perum Sang Hyang Seri pada waktu itu juga memproduksi benih kedelai.017. Ini berarti diperlukan penyediaan benih kedelai sebesar 40 ribu ton per tahun. PT Patra Tani merupakan satu-satunya indsutri benih kedelai nasional yang sangat besar. Di Indonesia tercatat belum ada industri benih yang mengusahakan produksi benih kedelai secara mapan. Sebelum tahun 1986.867 ton maka total konsumsi kedelai nasional adalah 1. Rendahnya persentase ini merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan kedelai nasional. Satusatunya penghasil benih kedelai adalah para penangkar benih lokal danprodusen benih sumber milik Pemerintah.969 ton.470 ton atau hampir 2 juta ton. PT. Jika ditambahkan dengan impor kedlai hitam untuk kebutuhan indsutri kecap tahun 1988 yang mencapai 104. seperti Balai Benih Induk. Fenomena ini yang semakin mendorong petani untuk menyediakan benih kedelai secara .962. tetapi dalamvolume yang terbatas.

.sendiri tanpa melalui proses sertifikasi benih. . petani pun enggan membeli benih bersertifikat. Harga kedelai konsumsi nasional rendah sehingga petani kurang tertarik mengusahakannya. Harga kedelai impor yang lebih murah dari harga kedelai lokal semakin mengecilkan minat Tenik Pembenihan Tanaman 280 . Beberapa alasan kurang tertariknya para investor untuk memproduksi benih kedelai di Indonesia antara lain sebagai berikut : . Produktivitas tanaman kedelai masih rendah sehingga secara usaha tani kurang menguntungkan. Masa edar (waktu pemasaran) benih kedelai sangat singkat karena daya simpannya yang sangatsingkat. . Bila menanam kedelai.

Adapun standar lapang untuk proses produksi benih kedelai bersertifikat dapat dilihat pada tabel 6. Akibatnya. salah satunya adalah potensi hasilnya yg masih rendah. 7. serta pengelolaan dan pemasarannya. Kedelai termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri sehingga isolasi jarak hanya 8 meter.1 Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai (atas) dan tanaman kedelai (bawah .5. baik varietas tanaman. tetapi pengusahaannya perlu terus ditingkatkan karena prospek yang sangat besar. Jika kebijakan Pemerintah telah berubah dan nilai produksi pertanian disejajarkan dengan produk industri non pertanian lainnya maka usaha produksi benih kedelai sangat menguntungkan karena belum ada industri benih yang mengusahakannya. Tentunya usaha yang dilakukan hendaknya diiringi dengan perbaikanperbaikan.1 Perlakuan Prapanen Telah dijelaskan bahwa permasalahan produksi benih kedelai cukup kompleks. sifat-sifat benih kedelai seperti berikut perlu dipahami lebih dahulu. sedangkan isolasi waktu hanya 15 hari agar tidak terjadi pencampuran benih antar-varietas. Meski permasalahan kedelai cukup komplek. pendekatan lingkungan. atau sekedar tanaman rotasi. Gambar 7. tanaman tumpang sari. Agar penanganan produksi dan pascapanen benih kedelai tidak keliru. teknologi budi daya dan pascapanennya.petani dan penangkar benih kedelai. kedelai hanya sebagai tanaman sela.

. 281 . viabilitas (daya tumbuh dan kekuatan tumbuh) benih kedelai mudah menurun akibat laju respirasi yang meningkat. Benih bersifat higroskopis sehingga kadar airnya mengikuti kelembapan udara di sekitarnya. Pada kondisi suhu dan kelembapan yang relatif tinggi. .

2 8 . serta rentan terhadap kerusakan fisik dan mekanik . Lahan tergolong subur dan cukup tersedia air. Suhu harian lokasi penenaman tidak melebihi 35OC dengan kelembaban nisbi yang relatif rendah (sekitar 70%). bakteri dan virus. . Daerah pertanaman bebas dari gangguan hama maupun Isolasi Jarak (m) Varietas Lain dan Tipe Simpang Maksimum (%) 8 0.1 8 0. . Saat di pertanaman. Kulit benih kedelai amat tipis sehingga mudah terinfeksi oleh cendawan. Berlabel hijau (ES1 s/d ES4) .2 Persyaratan lahan Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam memilih lahan untuk produksi benih kedelai sebagai berikut : .Kelas Benih Benih dasar Benih Pokok Benih sebar . Lokasi penanaman mempunyai curah hujan sedang (150 200 mm perbulan) pada saat pertumbuhan dan kurag dari 50 mm per bulanpada saat pematangan polong. Berlabel biru . 7. kedelai mudah terserang hama penggerek dan pengisap biji.

1 Standar Kondisi Lapangan Untuk Menghasilkan Benih Kedelai Bersertifikat . Benih BMJ masih ditolerir beredar karena dua pertimbangan. hanya berkisar angka 40. 7. Adapun varietas-varietas kedelai yang direkomendasikan untuk diusahakan dapat dilihat pada tabel 12.3 Benih sumber Kebutuhan benih sumber berkelas lebih tinggi +40 kg/ha. kecuali bila telah diberakan selama 3 bulan. dapat digunakan benih sumber dari kelas benih sebar. yakni (1) sangat minimnya produsen benih kedelai. . Lahan pertanaman bukan bekas pertanaman kedelai varietas yang berbeda. (2) sangat rendahnya indeks penangkaran (benih sumber menjadi benih komersial). Tenik Pembenihan Tanaman 282 Tabel 7. . Untuk produksi benih berlabel merah jambu (BMJ).7 penyakit.5 8 0. terutama hama yang menyerang biji. Lahan terbebas dari gangguan gulma.0.

1 10. Petek 2.Tabel 7.0 2. Tidar 1987 1.6 78 3. Guntur 1982 1.0 .4 7 75 4. Karakteristik Bebagai Varietas Kedelai dan Tahun Pelepasannya Kisaran Bobot Umur Nama Varietas Tahun Hasil 100 biji Panen Pelepasan (ton/ha) (g) (hari) A.2.0 2. Lokon 1982 1.8 76 2. Umur Genjah 1.1 10.

5 78 8. Tengger 1991 1.0 8 80 5. Lawu 1991 1.2 11 74 7.2 12 70 2.5 1.0 1.6 80 Bewok 6.0 2. Dieng 1991 1. Malabar 1992 1. Lumajang 1989 1.5 .1989 1.0 9.0 2.2 7.2 11 79 9.0 2.

Lampobatang 1989 1. Umur Sedang 1.5 10 2.5 10 88 5. Tambora 1989 1.5 2.5 2.5 9 87 3. Wlis 1983 1.5 14 85 6.5 2. Kerinci 1985 1. Rinjani 1989 1.B.5 2.5 13 85 4.5 .5 10 88 2. Raung 1986 1.0 2.

6 8 85 9.7 10 2.5 2.2 9 87 8.0 2.0 .5 11 84 10.2 2.86 7.4 12 85 11.7 2. Pangrango 1995 1. Krakatau 1992 1. Singgalang 1992 1.5 10 85 12.2 2. Tampomas 1992 1. Jayawijaya 1991 1. Cikuray 1992 1.

Dempo 1984 1.5 20 82 14. Argomulyo 1998 1.7 2.5 2. Bromo 1998 1.5 16 85 15. Kipas Putih 1992 1. Merbabu 1986 1.88 13.5 10 90 3. Umur Dalam 1.5 2.5 21 81 C.0 .5 13 90 2.1 2.5 2.5 2. Burangrang 1999 1.

tetapi tidak tahan terhadap genangan air.4 Waktu tanam Kedelai tergolong peka terhadap kekeringan. Pada lahan beririgasi teknis. tanaman kedelai sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan. tanaman mendapatkan air yang cukup pada awal 283 . Dengan demikian.12 90 7.

sebaiknya penanaman pada permulaan musim labuhan (hujan) dan akhir rendengan (kemarau). 7. Waktu tanam yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang paling kecil risiko maupun biaya pemeliharaannya. Tanaman kedelai dapat ditanam di lahan sawah maupun dilahan kering (tegalan). musim tanam kedelai (petani). Sebagai gam-baran.5 Penyiapan lahan Pengolahan tanah ditujukan untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah agar pertumbuhan akar dan penyerapan hara dapat berlangsung secara baik. Pengolahan lahan kering .2 Benih sumber kedelai Kondisi musim di tiap daerah tidaklah sama. Gambar 7. Bedengan dibuat dengan lebar 3-4 m dan panjang sesuai petakan. Namun. Tanah diolah secara dangkal dengan membenamkan gulma. jika di lahan kering (tegalan).pertumbuh-annya dan kondisi lahan telah kering saat menjelang panen. bila produksi benih kedelai dilakukan di lahan sawah beririgasi maka penanaman sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. penanaman yang dilakukan pada musim hujan yang berlebihan akan berisiko terhadap serangan hama maupun penyakit dan membutuhkan biaya relatif banyak untuk penanganan lepas panennya. Pada lahan sawah dibuat parit sekeliling lahan di dekat pematang secara membujur dan melintang. Parit dibuat dengan lebar 20-25 cm sedalam 25-30 cm. Sebagai contoh. Agar benih tidak terlalu lama tersimpan maka penangkaran benih sebaiknya dilakukan 4 6 bulan sebelum tiba. Oleh karena itu waktu penanaman kedelai juga tidak bersamaan.

Namun. Pada saat pengolahan. penanaman dilakukan paling lambat seminggu setelah panen padi agar tanah masih lembap. Jika penanaman dilakukan setelah pertanaman padi.5 5. sekitar 50-60% yang merupakan kelembapan optimum Tenik Pembenihan Tanaman 284 . kebutuhan kapur semakin banyak. Tanah dibersihkan dari gulma. kemudian diratakan dan dibuat parit di sekeliling lahan.0). tanah ditaburi kapur degan jumlah sesuai kebutuhan (misal-nya 2 ton/ha untuk tanah ber pH 4. maka pengolahan tanah tidak diperlukan. semakin tanahnya masam. Tanah selanjutnya diolah dengan cara dicangkul sedalam 10 20 cm dan diratakan.(tegalan dengan cara dibajak/ dicangkul agar gembur.

Jarak tanam yang disarankan adalah 40 cm x 15 cm atau 40cm x 20 cm. tergantung varietas yang digunakan. seperti Legin. benih diberi insektisida Marshal 25 ST dengan dosis 5 g bahan aktif per kg benih sebelum ditanam. Tanah ini dicampurkan dengan benih. Benih segera ditanam setelah 6 jam diinokulasi. Jika menggunakan varietas umur sedang. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 15 cm.untuk perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman kedelai. lubang tanam ditutup dengan tanah halus atau pasir agar proses perkecambahan dan pertumbuhan kecambah tidak terhambat. Selain dengan inokulum Rhizobium. Untuk daerah ang sering terserang hama lalat bibit (Ophiomya phaseoli). Sebagai gambaran. benih yang akan ditanam perlu dicampur dengan inokulum Rhizobium. Untuk varietas umur genjah. gulma telah tumuh dan menjadi pesaing tanaman kedelai. diperlukan 30 g Legin atau Rhizogin untuk 10kg benih. 7. Bila terlambat menanam. atau Rhizogin yang telah dibasahi. Tanaman kedelai dan bagian-bagiannya . Setelah itu.3. kemudian diaduk hingga merata. Benih kedelai ditanam dalam lubang tanam yang dibuat dengan tugal sedalam 3 5 cm. Setiap tubang dapat ditanam 2-3 benih.6 Penanaman dan perlakuan benih Apabila penanaman dilakukan di lahan yang belum pernah ditanami kedelai. Bening ditanam langsung dengan bantuan tugal. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 10 cm atau 30 cm x 15 cm. Rhizoplus. Benih ditanam secara teratur dengan jarak tanam optimal. Gambar 7. dapat pula digunakan tanah dari pertanaman kedelai dengan takaran 2-3 kg tanah untuk 10 kg benih.

menekan 285 .(atas) Tanaman kedelai muda (bawah) Penggunaan mulsa (penutup tanah) jerami pada benih yang baru ditanam dapat menjaga kelembapan tanah.

Oleh karena itu kegiatan pemeliharaan penting untuk diperhatikan. Penyulaman Penyulaman dilakukan terhadap benih yang tidak berkecambah atau tumbuh dengan kondisi kurang baik.7 Pemeliharaan Tanaman akan tumbuh dengan baik bila dipelihara dengan baik pula. Jumlah mulsa yang dibutuhkan sekitar 2-5 ton/ha. Penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan pembubunan dan pemupukan kedua. 7. hara. jumlah mulsa dapat dikurangi. c. Pengairan . Pada saat berbunga.pertumbuhan gulma dan serangan lalat bibit. penyiangan tidak dianjurkan untuk menghindari goncangan pada tanaman yang dapat merontokkan bunga. Waktu penyulaman dilakukan hingga satu minggu setelah tanam agar keseragaman pertanaman tetap terpelihara. a. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Penyiangan dan pembumbunan Gulma merupakan pesaing tanaman yang sangat merugikan. dan cahaya matahari. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dengan penyiangan atau secara kimiawi dengan mnggunakan herbisida. Pada musim hujan. air. b. Penurunan hasil dapat mencapai 10 60% jika gulma tidak dikendalikan dengan baik. Mulsa ini dapat dihamparkan di atas tanah secara merata segera setelah tanam. Selain pesaing dalam perolehan ruang tumbuh. tergantung musim tanamnya. gulma kerap kali menjadi inang hama atau penyakit tertentu.

6 l/det/ha (BPTB Karangploso. d. Pemupukan Pemupukan tanaman kedelai secara umum diberikan bersamaan dengan saat tanam atau 7 10 hari setelah tanam. fase pembentukan polong. karena semakin panjang umur suatu varietas. Tenik Pembenihan Tanaman 286 . dan fase pengisian biji (50-60 HST). terutama pada saat-saat kritis. menjelang berbunga (35 45 HST). Meski-pun demikian. Saat kritis yang dimaksudkan adalah pada fase perkecambahan. 2000). Pada masa-masa tersebut.5 0. kebutuhan air untuk tanaman kedelai tergantung pada varietas. Pupuk di-berikan secara larikan di samping tanaman dengan jarak sekitar 5 7 cm. air harus cukup tersedia atau yang diperkirakan 0. semakin banyak air yang dibutuhkan.Pertanaman kedelai tidak boleh kekurangan air. fase awal pertumbuhan (20 25 HST).

Setelah ditabur. seperti tanaman jagung. perlu ditambah pupuk N. Regosol: 50 kg Urea + 50 kg SP-36 + (75 100) kg KCl. Aluvial: 50 kg Urea + 50 kg SP36 + 50 kg KCl. Pada lahan tegalan. Pengendalian hama dan penyakit Jenis hama yang menyerang tanaman kedelai sangat banyak. Untuk lahan yang kurang subur. kutu daun (Aphis glycine). kumbang kedelai (Phaedonia inclusa). kepik polong (Riptortus liniaris). + 50-75 kg/ha. konon lebih dari 100 jenis.). dan . Menurut BPTP Karangploso (2000). kutu kebul (Bemicia tabaci). e. ulat grayak (Spodoptera litura). hama utama yang menyebabkan kerusakan cukup berat antara lain lalat bibit (Ophionya phaseoli). Hidromorf :100kg Urea + 75 kg SP-36 + 100 kg KCl. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan bervariasi bergantung pada jenis tanah. Jagung dengan umur yang berbeda . yang dierikan pada saat pembubunan. Adapun potensi kerugian dan saat penyerangannya dapat dilihat pada tabel berikut ini. ulat penggerek (Helicoverpa armigera). dianjurkan juga diberi pupuk kandang sebanyak 3-5 ton/ha yang ditabur secara merata pada saat pengolahan tanah. pupuk dibenamkan kedalam tanah. penggerek polong (Etiella spp. dan kepik (Piezodorus hybneri). kepik hijau (Nezara viridula). dosis pupuk yang diberikan pada beberapa jenis tanah yaitu : . Pengendalian hama secara kultur teknis dilakukan dengan menanam tanaman perangkap. . Namun demikian. Vertisol atau Grumosol: 50 kg Urea + 75 kg SP-36 + 75 kg KCl .

Pengendalian pe-nyakit karat dengan cara menanam varietas yang tahan atau dengan menggunakan fungisida. Adanya virus hanya 287 . baik dosis dan waktunya (lihat tabel kemasan). Cara lain pengendalian hama dengan memasang perangkap sex pheromone yang menyebarkan bau serangga betina sehingga serangga jantan datang dan terperangkap. sedang. 21 hari sebelum penanaman kedelai dengan jarak tanam 25 m x 25 cm. dan dalam) ditanam di pematang. Penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai adalah karat daun (Phalaespora phacyrizi) dan virus. virus kerdil (soybean stunt virus). Anvil. seperti virus mosaik (soybean mozaik virus). Benlate. Dursban 20 EC. dan virus katai (indonesian soybean dwarf virus). Applaud 10 WP. dan Bayleton. Surecide 25 EC. Cara pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida secara tepat. Beberapa jenis insektisida yang digunakan untuk mengendalikan hama antara lain Marshal 200 EC. seperti Dithane. dan Mitac 200 EC.(genjah.

f. . Roguing III pada saat menjelang panen. . yaitu sebagai berikut : . warna batang. Roguing I pada saat tanaman berumur 2 minggu. bulu pada batang. Kumbang kedelai (Phaedonia inclusa) 5. Roguing II pada awal berbunga.3 Hama. sanitasi lahan. dan eradikasi tanaman sakit. Kutu daun (Aphis glycine) xxxxx xxxxx oooooo 3. dan waktu berbunga. pemeriksaan dilakukan terhadap warna dan bentuk polong. Lalat bibit (Ophionya phaseoli) < 10 1130 31 xxxxx 50 51 70 > 70 2.Hama Penting Kedelai Dan Waktu Penyerangannya Umur Tanaman (Hari Setelah Tanam) Jenis Hama 1. Roguing Roguing pada pertanaman kedelai dilakukan tiga kali. pemeriksaan dilakukan terhadap warna bunga. Tabel 7. pergiliran tanaman.dapat dicegah dengan penggunaan benih yang sehat. Kutu kebul (Bemicia tabaci) xxxxx xxxxx oooooo 4. bentuk percabangan. Ulat penggerek (Helicoverpa armigera) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo oooooo xxxxx . pemeriksaan dilakukan terhadap keseragaman warna hipokotil.

Cowpea Mild Mottle Virus ** = serangga penular berbagai penyakit virus kacangkacangan Sumber : BPTP Karangpioso. Kepik (Piezodorus hybneri) xxxxx xxxxx oooooo Keterangan : xxxxx = sangat berbahaya ooooo = berbahaya *** = serangga penular penyakit virus belang samar kacang panjang (CMMV).) 8. 2000 Tenik Pembenihan Tanaman 288 . Penggerek polong (Etiella spp. Kepik polong (Riptortus liniaris) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo 9.6. Kepik hijau (Nezara viridula) xxxxx xxxxx oooooo 10. Ulat grayak (Spodoptera litura) oooooo xxxxx 7.

Dengan kondisi seperti itu. Tidak jarang benih hasil panen terlihat pecah kulit jika selama benih di lapang terjadi hujan. Pada saat masa fisiologis.Apabila dijumpai tanaman yang berbeda dari ciri yang ada perlu dicabut dan dimusnahkan. benih kedelai telah lepas dari plasenta di dalam polong. 7. batang berwarna kuning sampai cokelat. Gambar 7. Pemanenan benih kedelai dilakukan dengan cara memotong pangkal batang dengan bantuan sabit.8 Pemanenan dan perlakuan pascapanen Pemanenan kedelai untuk benih dilakukan pada umur 75 110 hari atau bila kadar air benih mencapai 18 20%. Masak fisiologis terjadi jika lebih dari 60% populasi tanaman telah menunjukkan polong yang berwarna cokelat.4 Polong kedelai siap panen Keterlambatan panen akan menu-runkan mutu fisik dan fisiologis benih. Jika masa fisiologis tepat pada saat 60% polong telah matang (cokelat) maka panen benih dilakukan pada saat polong matang (cokelat) mencapai 80%. dianjurkan panen dilakukan tidak terlalu lamasetelah benih mencapaimasa fisiologis. serta polong berwarna kuning sampai cokelat. Cara ini hanya . Tanaman yang masak tidak merata dan warna polongnya ber\beda sebaiknya tidak digunakan sebagai benih. Kadangkala. Tanda-tanda kedelai sudah dapat dipanen dapat dikenali dari daun yang telah menguning dan sebagian sudah rontok. Karena sifat yang higroskopis dan kulitnya yg tipis. benih sangat peka sekali terhadap pengaruh kelembaban lingkungan. petani memanen kedelai dengan cara mencabut seluruh tanaman.

benih kedelai tidak mengalami dormansi sehingga benih yang baru dipanen 289 . Selain itu. bintil akar yang mengandung Rhizobium akan tetap tertinggal di dalam tanah sehingga berguna untuk kesuburan. Dari kedua cara tersebut.dianjurkan bila lahan penenaman relatif gembur. pemanenan dengan cara memotong batang dianggap lebih menguntungkan karena lebih menghemat waktu dan tenaga. Setelah dipanen.

Panen hendaknya dilakukan setelah embun pagi mengering (sekitar pukul 08:00) agar kadar air benih tidak mengalami peningkatan akibat air embun.mempunyai kualitas yang semakin baik. Waktu pemanenan hendaknya tidak dilakukan pada saat hari hujan atau pagi hari saat masih ada ada embun. Gambar 7.5 Benih kedelai Tenik Pembenihan Tanaman 290 .

. Waktu musim hujan atau musim kemarau. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Pada tanah tegalan sebaiknya pada akhir musim kemarau atau akhir musism hujan Persyaratan lahan Benih sumber Waktu tanam Perlakuan benih dengan Rhizobium. insektisida dan fungisida. Potensi benih tanaman 2. Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. bukan bekas tanaman kedelai. dan aerasi. Menerapkan persyaratan kerja 3. Penyiapan lahan Penanaman dan perlakuan benih Memperbaiki struktur tanah. tidak ada serangan OPT. Menyiapkann lahan pembenihan 4.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 7. Merawat benih tanaman 5. Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra panen Lahan pembenihan harus dekat dengan sumber air. subur.

Pengairan . 2. 291 . Penyulaman . Penyiangan dan pembumbunan .Benih diberi perlakuan rhizobium. Pengendalian OPT Panen dilakukan pada saat 75-110 hari setelah tanam. Pemupukan . Umur sedang . Umur dalam Pemeliharaan Pemanenan dan perlakuan pascapanen . OPT apakah yang harus dikendalikan dari tanaman kedelai dan mengapa demikian. SOAL: 1. . Jelaskan langkah-langkah kerja pada produksi benih kedelai sampai dengan pengemasan. Umur genjah . Cirri ciri kedelai siap panen adalah daun dan polong menguning. jarak tanam 40 x 15 atau 40 x 20 dan apabila perlu dapat digunakan mulsa.

Bagaimana teknik perlakuan pra tanam pada benih kedelai yang ditanam oleh petani atau tim produksi di sekolahmu. 2.TUGAS: 1. Tenik Pembenihan Tanaman 292 . Lakukan observasi pada kegiatan panen suatu benih tanaman di sekitar sekolahmu atau sekolahmu.

pemanfaatan mikroba sebagai starter untuk memproduksi pupuk (bio-fertilizer dan dekomposer) ataupun pestisida (bio-pesticide). Peran ini dapat diimplementasikan kedalam ketiga generasi pertanian diatas. . perkembangan bioteknologi telah berhasil memberikan terobosan pada bidang pertanian seperti percepatan untuk menghasilkan suatu varietas tanaman yang baru. Dari kenyataan yang ada. baik itu yang mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat (contohnya satu spesies atau famili) maupun sebaliknya. Keilmuan tentang penerapan prinsipprinsip biologi. . Generasi kedua adalah kegiatan menghasilkan teknik budidaya pada bidang pertanian. pemanfaatan mikroba sebagai vektor pembawa sifat genetik yang dapat mentranfer sifat tersebut dari satu organisme ke organisme lainnya. 2006). teknologi DNA rekombinan dan berbagai rekayasa . biokimia dan rekayasa dalam pengolahan bahan dengan memanfaatkan agensia jasad hidup dan komponen-komponennya untuk menghasilkan barang dan jasa disebut bioteknologi (Yuwono. BIOTEKNOLOGI TANAMAN Kegiatan pada bidang pertanian dapat dibagi menjadi 3 generasi : . Generasi pertama adalah kegiatan menghasilkan benih (generatif dan vegetatif).BAB 8. teknik kultur jaringan. Bioteknologi diharapkan dapat berperan menghasilkan produk agribisnis yang berdaya saing tinggi. Generasi ketiga adalah kegiatan menghasilkan produk agroindustri Berdasarkan hasil penelitian pada bidang biologi yang diintegrasikan dengan teknologi yang mengkaji ilmu dasar (basic science) ditemukan berbagai mekanisme dalam proses metabolisme mahluk hidup yang lebih dimengerti sehingga pada periode ke tiga ini dihasilkan produk pertanian yang lebih efektif dan efisien.

serta mempunyai ketahanan terhadap hama dan penyakit. Tehnik Pembenihan Tanaman 293 . sifat benih yang dikembangkan sesuai sasaran. Benih pertanian yang dihasilkan melalui bioteknologi meliputi pengembangan dan penyediaan benih unggul sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman. sehingga sesuai dengan kondisi petani yang pada umumnya sederhana dan praktis. seperti menghasilkan buah yang banyak dan bermutu baik. Tepat sasaran artinya.genetik pada tanaman dan mikroba yang menguntungkan untuk efisiensi input budidaya tanaman. Benih yang dihasilkan juga tepat sasaran dan mudah ditangani (user friendly). Sukses pada generasi pertama pertanian seperti pengadaan bibit unggul. akan mendukung suskes budidaya dan selanjutnya mendukung sukses agroindustri. Sebagai contoh adalah pisang cavendis (buah pisang berukuran besar) mudah dibudidayakan.

Kemampuan bioteknologi dalam pengadaan benih diantaranya dilakukan melalui proses rekayasa genetika (genetic engineering). Dalam hal ini adalah proses menghimpun dan menyatukan sifat-sifat tanaman (sifat genetik) yang unggul dan membuang sifat yang tidak baik.Pengetahuan tentang peta genetik banyak bermanfaat untuk pembenihan, antara lain digunakan pada seleksi benih yang tidak unggul atau cacat tidak perlu diperbanyak karena akan merugikan petani. Perbanyakan benih vegetatif dapat dilakukan melalui kultur jaringan (tissue culutre) ataupun embriogenesis. Benih vegetatif dapat diperbanyak secara massal, dengan mutu yang standar, fisik dan sifatnya seragam. Hal ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan benih dalam jumlah besar dalam waktu serentak, sehingga memenuhi QCD (Quality Cost dan Delivery). Di Indonesia, perkembangan bioteknologi belum optimal karena sampai saat ini belum dapat memberikan solusi-solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah petani, sebagai contoh, untuk kebutuhan pemenuhan kedelai bagi industri tempe yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kita, ternyata kedelai yang digunakan adalah kedelai impor, karena kedelai yang dihasilkan oleh petani kita kurang cocok. Generasi kedua pertanian meliputi teknik budidaya yang mencakup pengetahuan lahan, teknik pengolahan lahan, teknik penanaman, teknik pemupukan dan teknik pemeliharaan serta panen. Dengan memakai benih unggul diharapkan hasil budidaya pun akan unggul pula. Hal ini ditandai, melalui biaya per unit produk yang relatif rendah, masa tanam dan pemeliharaan yang lebih singkat, produksi yang tinggi dengan mutu baik dan seragam, tahan hama dan penyakit, tidak merusak lingkungan, mudah dalam pemeliharaan atau perawatan.

Dalam budidaya tanaman, bioteknologi juga mempunyai peranan yang sangat besar terutama dalam pengembangan dan penyediaan pupuk organik (biofertilizer) dan pertisida (biopestisida), sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta melipatgandakan hasil pertanian, Selain hal tersebut di atas, bioteknologi dapat memberikan kotribusi yang sangat besar terhadap konservasi lahan dan lingkungan. Pemanfaatan hasil pengembangan bioteknologi dalam penyediaan pupuk organik dan biopestisida, masih belum memasyarakat, sehingga dalam kondisi seperti saat ini dimana kita kekurangan suplai pupuk anorganik, keberadaan dan ketersediaan pupuk organik sebagai pupuk elternatif belum dapat diandalkan. Peranan bioteknologi dalam pengembangan argo-industri banyak dilakukan terutama yang berkaitan dengan proses fermentasi seperti berbagai produk makanan yang bergizi serta berbagai macam obat-obatan dan antibiotik. Peranan bioteknologi dalam bidang agro-industri, dapat menurunkan input produksi, biaya 294

dan waktu proses, sehingga sangat ekonomis. 8.1. Bioteknologi Tanaman Bioteknologi modern telah berkembang sangat pesat dan meluas sehingga mencakup berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Saat ini, aplikasi bioteknologi moderen untuk pemenuhan kebutuhan manusia masih terkait erat dengan penggunaan bioteknologi konvensional yang telah berkembang sebelumnya. Dalam penyediaan pangan, selain menggunakan pendekatan bioteknologi modern, beberapa peneliti masih mengandalkan teknologi konvensional untuk menghasilkan benih tanaman berkualitas. Sebagai contoh, tanaman padi yang dibudidayakan sekarang ini sebagian besar masih berasal dari hasil persilangan konvensional, meskipun sudah ada galur-galur baru yang dikembangkan dengan teknologi DNA rekombinan, misalnya galur padi Golden Rice. Galur Golden Rice adalah galur padi yang membawa gen-gen asing dari bakteri sehingga beras yang dihasilkan oleh galur padi ini mempunyai kandungan provitamin A yang tinggi. Galur semacam ini tidak pernah diketemukan sebelumnya di alam maupun berdasarkan hasil persilangan konvensional. Dalam bidang budidaya tanaman pangan dan tanaman industri, selain menggunakan teknik-teknik konvensional, sudah berkembang galur-galur tanaman transgenik baru yang mempunyai sifat toleran terhadap keadaan lingkungan dengan menyisipkan gen-gen asing dari jasad lain. Sebagai contoh, para ilmuwan telah mengembangkan tanaman tembakau yang lebih toleran terhadap kadar garam tinggi, tanaman yang tahan terhadap herbisida, tahan terhadap hama dan penyakit tertentu, dan sebagainya.

Bioteknologi modern menghasilkan berbagai macam bahan industri. Berbagai macam enzim dan protein, baik untuk keperluan industri maupun untuk konsumsi dan terapeutik (pengobatan) telah dihasilkan dengan menerapkan bioteknologi modern yang berlandaskan atas teknologi DNA rekombiman. Pengembangan Bioteknologi moderen juga mempunyai pengaruh balik yang penting terhadap perkembangan ilmu-ilmu dasar. Banyak konsep dasar dalam sistem fisiologi jasad hidup yang menjadi lebih jelas dan mudah dipahami dengan adanya perkembangan-perkembangan baru dalam teknik-teknik molekular. Oleh karena itu ilmu-IImu dasar dan Bio-teknologi modem akhimya saling mendukung dalam perkembangannya masing-masing. 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman Studi mengenai eksistensi asam nukleat pertama kali dilakukan oleh Friedrich Miescher dari Jerman yang mengisolasi inti dari sel darah putih pada tahun 1869. Miescher menemukan bahwa di dalam inti sel tersebut terdapat senyawa yang mengandung fosfat yang kemudian Tehnik Pembenihan Tanaman 295

dinamakan nuclein. Selanjutnya pada akhir abad ke-19 telah berhasil dilakukan pemisahan antara DNA (deoxy-ribonucleic acid) RNA (ribonucleic acid) dan protein-protein yang melekatkan molekul asam nukleat tersebut pada sel. Pada awal 1930-an, P. Levene, W. Jacobs dan kawan-kawan menunjukkan bahwa RNA tersusun atas satu gugus gula ribosa dan empat basa yang mengandung nitrogen, sementara DNA tersusun atas gugus gula yang berbeda yaitu deoksiribosa. Pembuktian bahwa DNA merupakan bahan genetik pertama dilakukan oleh Frederick Griffith pada tahun 1928 yaitu dengan linen transformasi pada bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri S. pneumoniae tipe alami mempunyai bentuk sel bulat (Spheris) yang diselubungi oleh senyawa berlendir yang disebut kapsul. Sel-sel tipe alami akan membentuk koloni yang mengkilat dikenal sebagai koloni halus (smooth, S). Sel tipe alami semacam ini bersifat virulen artinya dapat menyebabkan terjadinya kematian pada mencit yang diinjeksi dengan sel yang masih hidup. Selain itu diketahui adanya strain mutan S. pneumoniae yang kehilangan kemampuannya untuk membentuk kapsula sehingga sel-selnya berukuran kecil dan akan membentuk koloni yang kasar (tipe R). Sel mutan semacam ini bersifat avirulen, artinya tidak dapat menyebabkan kematian pada mencit yang diinjeksi oleh sel mutan. Eksperimen Griffith menunjukkan bahwa sel-sel yang avirulen dapat mengalami transformasi (perubahan) menjadi sel yang virulen. Hal ini dibuktikan dengan menginjeksi mencit menggunakan sel-sel tipe alami yang masih hidup (sel tipe S). Diketahui kemudian bahwa injeksi dengan sel tipe S yang hidup menyebabkan kematian mencit. Selanjutnya eksperimen dilakukan

dengan menginjeksi mencit menggunakan sel tipe R yang hidup. Injeksi semacam ini ternyata tidak menyebabkan kematian mencit. Hal yang serupa juga diperoleh yaitu bahwa injeksi mencit menggunakan sel tipe S yang sudah dimatikan ternyata juga tidak menyebabkan kematian mencit. Pada eksperimen selanjutnya Griffith mencampur selsel tipe S yang sudah dimatikan dengan sel-sel tipe R yang masih hidup dan diinjeksikan ke dalam mencit. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa inj'eksi dengan campuran sel semacam ini menyebabkan kematian mencit. Griffith kemudian mengisolasi bakteri S. pneumoniae dari mencit yang sudah mati tersebut dan memperoleh sel-sel tipe S dan R yang hidup. Hal ini memberikan indikasi bahwa pencampuran sel tipe S yang mati dengan sel tipe R yang hidup telah menyebabkan peru-bahan (transformasi) sel tipe R yang hidup menjadi sel tipe S yang hidup. Bukti bahwa DNA merupakan bahan yang menyebabkan terjadinya proses transformasi pada S. pneumoniae ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh Oswald Avery, Colin Macleod, dan Maclyn McCarty pada tahun 1944. Mereka melakukan eksperimen serupa dengan yang dilakukan oleh Griffith, namun 296

mereka melakukan pengujian leblh lanjut terhadap senyawa yang menyebabkan transformasi S. pneumoniae. Mereka melakukan ekstraksi terhadap sel virulen dan kemudian menghilangkan proteinnya. Hasil ekstraksi tersebut kemudian diperlakukan dengan bermacammacam enzim yang mendegradasi protein (tripsin dan kemotripsin) maupun enzim yang menghancurkan RNA (RNA-ase). Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa ekstrak sel tersebut ternyata masih dapat menyebabkan proses transformasi. Hasil eksperimen membuktikan bahwa senyawa yang menyebabkan proses trasnformasi bukanlah RNA. Sebaliknya, ketika ekstrak sel tersebut diperlakukan dengan enzim deoksiribonukle-ase yang menghancurkan DNA, ternyata kemampuan untuk menyebabkan proses transformasi menjadi hilang. Hasil ini memberikan indikasi bahwa senyawa yang menyebabkan transformasi adalah molekul DNA. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment. Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment.

Gambar 8.1 Hipotesa Griffith tentang agen transformasi Gambar 8.2 Percobaan Avery tentang transformasi Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas protein dan DNA. Untuk membuktikan apakah senyawa yang bertanggung jawab terhadap perubahan sifat suatu sel berupa protein atau DNA maka Hershey dan Chase melakukan pelabelan terhadap protein bakteriofag T2 dengan 35S. Selain itu, pada bagian eks-perimen yang lain, mereka juga melabel DNA bakteriofag dengan 32P. Bakteriofag yang telah dilabel tersebut kemudian digunakan untuk menginfeksi bakteri Escherichia Selubung partikel bakteriofag yang sudah mengi-njeksikan DNA ke dalam sel kemudian diambil dan dianalisis. Tehnik Pembenihan Tanaman 297

Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar protein berlabel tetap ada di luar sedangkan DNA berlabel ada di dalam sel. Hal ini memberikan yang jelas bahwa senyawa yang masuk kedalam sel adalah DNA. Hasil-hasil eksperimen seperti yang dijelaskan di atas bahwa molekul yang meru-pakan bahan genetik di dalam sel adalah DNA. DNA merupakan salah satu makromolekul yang mempunyai peranan sangat penting pada jasad hidup. DNA adalah polimer nukleotida yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan kepada jasad keturunannya. informasi genetik disusun dalam bentuk kodon (codon) yang berupa tiga pasang basa nukleotida dan menentukan bentuk, struktur maupun fisiologi suatu jasad. Gambar 8.3 Bactriophage T2 phage hasil dari percobaan Harshey-Chase Gambar 8.4 Siklus produksi virus di dalam sel inang a. Asam nukleat Asam nukleat adalah suatu polimer nukleotida yang berperanan di dalam penyimpanan serta pemindahan informasi genetik. Asam nukleat ctapat dibedakan menjadi dua struktur dasar yaitu 298

DNA dan RNA. Satu nukleotida terdiri atas tiga bagian (Gambar 3. I.) yaitu: 1). Cincin purine atau pyrimidine Purine atau pyrimidin adalah basa nitrogen yang terikat pada pada atom C nomor 1 suatu molekul gula (ribosa atau deoksiribosa) melalui ikatan Nglukosidik. Basa nitrogen yang menyusun asam nukleat yaitu basa purine yang terdiri atas adenine (A) dan guanine (G), serta basa pirimidine yang terdiri atas thymine (T), cytosine (C) dan uracil (U). Baik DNA (deoxyribonucleic acid) maupun RNA (ribonucleic acid) tersusun atas A, G, C, tetapi T hanya terdapat pada DNA sedangkan U hanya terdapat pada RNA. Akan tetapi ada per-kecualian yaltu bahwa pada beberapa molekul tRNA terdapat basa T, sedangkan pada beberapa bakteriofag DNA-nya tersusun atas U dan bukan basa T. Struktur basa nitrogen penyusun asam nukleat dapat dilihat pada Gambar 3.2. 2) Molekul gula dengan 5 atom C (pentosa). Pada RNA gulanya adalah ribosa, sedangkan pada DNA gulanya adalah deoksiribosa. Perbedaan antara kedua bentuk gula tersebut terletak pada atom C nomor 2. Pada RNA, atom C nomor 2 berikatan dengan gugus hidroksil (OH) sedangkan pada DNA atom C nomor 2 berikatan dengan atom H. Gambar 8.5 Preparasi bakteriofag yang diberi label T2 secara radioaktif 3) Gugus fosfat Gugus fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 melalui ikatan fosfoester. Gugus fosfat inilah yang menyebabkan asam nukleat bermuatan negatif kuat. Timidin (thymidine) Timidin adalah

bentuk deoksi. Beniuk ribo tidak ada dalam asam nukleat. Uridin adalah bentuk ribo, deoksiuridin umumnya tidak ada. Struktur molekul DNA pertama kali diungkapkan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 berdasarkan atas foto difraksi sinar X yang dibuat oleh Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins. Berdasarkan atas data. kimia dan fisik, Watson dan Crick membuat model struktur DNA yang disebut double helix (untai ganda). Untal ganda DNA tersusun oleh dua rantai polinukleotida yang berpilin. Tehnik Pembenihan Tanaman 299

Gambar 8.6 Experimen yang menunjukkan DNA menjadi materi genetik pada T2 genetk pada TMV Gambar 8.7 RNA sebagai materi genetik virus TMV Kedua rantai mempunyai orientasi yang berlawanan (antiparalel): rantai yang satu memptinyai orientasi 5' . 3', sedangkan rantal yang lain berorientasi 3' . 5'. Kedua rantai tersebut berikatan dengan adanya ikatan hidrogen antara basa adenine (A) dengan thymine (T), dan antara guanine (G) dengan cytosine (C). Ikatan antara A-T 300

berupa dua ikatan hidrogen, sedangkan antara G C berupa tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G -C lebih kuat. Spesifisitas pa-sangan basa semacam ini disebut sebagai komplementaritas (com-plementarity). Proporsi basa A dan T, serta G dan C selalu sama sehingga komposisi DNA dapat dinyatakan dengan kandungan G+C (G+C content) yang berkisar dari 26% sampai 74%. Hal ini dikenal sebagal hukum Chargaff. Erwin Chargaff pada tahun 1950 mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai komposisi basa DNA pada berbagai jasad hidup. 5). Ikatan Hidrogen Antar nukleotida. Ikatan antara adenine (A) dengan thymine (T) dilakukan meialui dua ikatan hidrogen, sedangkan pada ikatan antara guanine (G) dan cytosine (C) ada tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G-C lebih kuat kuat dibandingkan dengan ikatan A-T. Kerangka gula deoksi-ribosa dan fosfat penyusun DNA terletak luar molekul, sedangkan basa purine dan pyrimidine terletak di dalam untaian (helix). Basabasa purine dan pyrimidine terletak pada bidang datar yang sama dan tegak lurus terhadap aksis untaian DNA. Diameter untaian DNA adalah 20 dan bersifat konstan karena basa purine akan selalu basa pyrimidine. Pasang-an-pasangan basa yang berurutan berjarak 3,4 A satu sama lain dan berotasi sebesar 360. Karena kedua rantai DNA tersusun secara antiparalel maka ada konvensi dalam penulisan orieritasi DNA. Perlu dlingat bah-wa pada masing-masing rantai DNA terdapat ujung 5 -fosfat (5 -P) dan ujung 3 -OH. Molekul DNA yang tersusun oleh dua rantai polinukleotida (double stranded) biasanya hanya ditulis salah satu rantainya, misalnya ATGCAATTCCGG. Dalam penulisan

semacam ini ujung sebelah kiri (A) adalah ujung 5'-P, sedangkan ujung sebelah kanan (G) adalah ujung 3 -OH. Oleh karena itu molekul DNA tersebut dapat ditulis sebagai P-5 -ATGCAATTCCGG-3'OH, atau kadang-kadang ditulis dengan pApTpGpCpApApTpTpCpCpGpG. Untuk menyingkat biasanya DNA hanya ditulis urutan basa DNA-nya saja. b. Ukuran Molekul DNA Pada Beberapa Jasad Hidup Ukuran molekul DNA bervariasi antara jasad yang satu dengan. Pada jasad prokaryot variasinya tidak sebesar pada virus dan ofag. Bahan genetik pada prokaryot dan virus pada umum-nya satu molekul tunggal DNA (kecuali virus tertentu yang bahannya RNA). Sebaliknya, bahan genetik pada eukaryot berupa molekul kromo-som yang masing-masing berupa molekul berukuran besar. Ukuran DNA pada jasad eukaryot tingkat tinggi, belum diketahui secara pasti karena kompleknya. Tehnik Pembenihan Tanaman 301

Gambar 8.8 Ikatan antar molekul dalam basa penyusun DNA Gambar 8.8 Model DNA untaian ganda yang berpilin 302

. yaitu bahwa semakin komplek suatu jasad maka semakin besar pula kandungan DNAnya per sel haploid (dikenal sebagal C value). telah diketahui secara pasti bahkan urutan basa DNA pun telah dike-tahui secara akurat. Sebagai contoh. Struktur sekunder RNA. Paradok semacam ini tidak hanya antar kelompok jasad yang berbeda. kandungan DNA pada khamir Saccharomyces cerevisiae lima kali lebih besar dibanding dengan kandungan DNA bakteri Escherichia coli karena secara struktural bakteri ini lebih sederhana. t-RNA pada ragi yang membawa alanin c. Fenomena semacam ini disebut sebagai C value. Sebagai contoh. Meskipun demikian studi menunjukkan bahwa banyaknya kandungan DNA suatu jasad tidak selalu berkorelasi positif dengan kompleksitas jasad tersebut. Sebagai contoh. paradox. kandungan DNA pada per sel katak adalah 7 kali lebih banyak dibanding dengan kandungan DNA pada sel manusia. misalnya bakteriofag . sedangkan kandungan DNA pada sel bunga lily 100 kali lebih banyak dibanding pada sel manusia. tetapi juga diketahui teradi pada kelompok jasad yang sama. kbp = kilo base pairs = 1000 pasangan h jumlah kromosom pada keadaan haploid). semestinya ada suatu korelasi positif antara kandungan DNA dengan kompleksitas jasad.9. Kandungan DNA Dan Kapasitas Genetik Seperti telah diungkapkan sebelumnya.Ukuran molekul DNA pada beberapa bakteriofag. ukuran dan kandungan molekul DNA yang dimiliki oleh suatu jasad sangat bervariasi sesuai dengan kompleksitas jasadnya. beberapa species amfibi mempunyai kandungan DNA 100 kali . Secara logika sederhana. Gambar 8. Ukuran DNA pada gamet (haploid) 10-6 mm (1 pg (pico gram) = 10-12 g.

Tehnik Pembenihan Tanaman 303 .lebih banyak dibanding dengan species amfibi yang lain. Jasad yang mempunyai nilai-C yang lebih besar tidak selalu mempunyai lebih banyak gen dibanding dengan jasad yang nilainya kecil. Urutan basa DNA sendiri banyak terdapat pada bagian intron dan urutan berulang DNA). C value paradox dapat terjadi karena beberapa jasad mempunyai banyak urutan basa DNA yang tidak berkode asam amino (non-coding DNA).

yaitu m-RNA (messenger-RNA) r-RNA (riboso-malRNA).d. Proses translasi memerlukan r-RNA dan tRNA. Struktur RNA RNA (ribonucleic acid) adalah salah satu bentuk asam nukleat mempunyai komponen berupa gula ribosa. hewan. Pada beberapa virus. Molekul t-RNA adalah RNA yang secara khusus berperan membawa asam-asam amino spesifk yang akan dirangkaikan dal proses blosintesis protein di dalain ribosom. dan gugus fosfat. Molekul RNA adalah hasil transkripsi DNA yang membawa kode-kode gen dan rangkaian asamasam amino yang menyusun suatu protein. mRNA akan diterjemahkan (translasi) rangkaian asam-asam amino sehingga membentuk struktur polipeptida (protein). Pada jasad selular. Molekul r-RNA adalah RNA hasil transkripsi suatu rangkaian genetik tertentu pada DNA. dan ada tiga bentuk molekul RNA. yaitu mikrobia. Pada kelompok prokaryot. RNA merupakan genetik utama. Molekul tRNA Juga merupakan hasil transkripsi rangkaian kode genetik tertentu Pada DNA. tumbuhan. misalnya virus TMV (Tobacco Mosaic Pada jasad selular. Organisasi Bahan Genetik Salah satu perbedaan fundamental antara jasad prokaryot dan eukaryot adalah pada organisasi bahan genetiknya. RNA hasil penyalinan (transkripsi) kode-kode genetik yang ada genetik jasad (DNA). Molekul r-RNA digunakan untuk menyusun ribosom yaitu tempat berlangsungnya proses translasi atau biosintesis protein. e. Proses ekspresi genetik. basa purin atau din. dan t-RNA (transfer-RNA). umumnya hanya ada satu unit bahan genetik utama membawa .

semua inforasi genetik yang diperlukan untuk kelangsungan Pertumbuhan jasad tersebut. pada eukaryot bahan genetik utama terdiri atas beberapa unit independen yang terpisah namun semua unit bahan genetik merupakan kesatuan genom yang menentukan kelangsungan hidup jasad. Level 1. perlu dipahami terlebih 304 . ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa jasad prokaryot tertentu mempunyai lebih dari satu unit bahan genetik utama. Meskipun demikian. Lilitan DNA pada histon membentuk struktur nukleosom Level 2. Sebaliknya. Pembentukan pilinan benang kromatin yang terletak di atas protein kriomosom non histon Gambar 8. penghubung DNA seperti manik-manik di atas Nukleosom dihubungan dengan untaian benang Level 3 beberapa nukleosom membentuk benang Satu kemasan terdiri dari kromatin setebal 30-nm Level 4.10 Tingkatan kemasan DNA dalam kromosom Sebelum dibahas lebih lanjut sistem organisasi genom pada jasad.

Batasan genom pada prokaryot hanya meliputi bahan genetik utamanya. misalnya Pseudomonas sp. Oleh sifat genetisnya yang vital maka plasmid raksasa semacam . Gen adalah unit molekul DNA atau RNA dengan panjang minimum tertentu yang mem-bawa informasi mengenai asam amino yang lengkap suatu protein. Pada beberapa jasad. atau satu kesatuan kromosom jasad eukaryotik dalam fase haploid. terutama pada kelompok prokaryot. dijumpai bahan genetik tambahan selain bahan genetik. Bahan genetik tambahan/ekstra semacam ini secara umum sebagai plasmid. Sebagai contoh.dahulu perbedaan pengertian antara gen dengan genom. dan Rhizobium tahui ada unit bahan genetik yang seringkali dianggap sebagai raksasa (giant plasmid) yang secara genetis merupakan bahan yang vital untuk jasad tersebut. Sedajhgkan genom adalah satu kesatuan gen yang secara alami dimiliki oleh satu sel atau virus. atau yang menentukan struktur lengkap suatu molekul r-RNA (RNA ribosom) atau t-RNA (tranfer RNA).. Sebaliknya. kecuali kalau genetik tambahan tersebut merupakan bagian yang secara tak terpisahkan dari sel tersebut. yang dinamakan genom bakteri Escherichia coli adalah semua gen yang ada satu unit bahan genetik utamanya (kromosom) yang tersusun 4.2 x 10' bp (base pairs/pasangan basa) DNA. beberapa prokaryot. Dengan batasan semacam ini maka dapat dimengerti bahwa sepotong molekul DNA yang tidak membawa informasi genetik yang lengkap tidak dapat disebut sebagai genom hanya sebagai fragmen DNA. seribu pasangan basa). Sebagai contoh. Pseudomonas mempunyal plasmid metabolik (plasmid CAM) yang 230 kb (1 kb: 1 kilo base pairs.

itu merupakan baglan genom jasad tersebut.11 Untaian DNA membentuk kromsom Pada jasad eukaryot. misalnya bd DNA pada mitokondria dan kloroplas (pada tumbuhan hijau). Oleh karena itu jasad prokaryot bersifat monoploid karena hanya ada satu bahan genetik utama. selain bahan genetik utama yang terdapat inti sel.6 x 106 bp). bahan genetik utama-nya terdiri atas sekitar 4600 kb (4. f. Gambar 8. Organisasi Genom Pada Prokaryot Bahan genetik utama (kromosom) jasad prokaryot pada umumnya terdiri atas satu unit molekul DNA untai ganda (doublestranded) dengan struktur lingkar (circular). juga dijumpai ada genetik lain yang terletak di dalam organel yang lain. Bahan Tehnik Pembenihan Tanaman 305 . Pada bakteri Escherichia coli. yang disebut sebagai kromosom.

genetik pada jasad prokaryot tidak dikemas di dalam suatu struktur yang jelas karena pada sel prokaryot tidak terdapat inti sel (nukleus). mempunyai bahan genetik tambahan yang disebut sebagai plasmid. Bahan genetik utama jasad prokaryot diketahui terikat pada membran sel sebelah dalam yang diduga berperanan dalam proses pemisahan DNA pada waktu terjadi pembelahan sel. misalnya gen ketahanan terhadap antibiotik. Plasmid pada prokaryot berupa molekul DNA untaian dengan struktur lingkar. misalnya pada bakteri Borrelia burgdorferi dan Streptomyces lividans. Oleh karena struktur bahan genetik utama jasad prokaryot berupa molekul lingkar maka molekul tersebut tidak ada bagian ujungnya. lividans diketahui berikatan secara kovalen dengan suatu protein. Selain itu juga diketahui ada bakteri yang mempunyai 2 molekul kromosom yaitu bakteri Rhodobacter sphaeroides. Hal ini berbeda dengan bahan genetik utama jasad eukaryot yang terdapat di dalam struktur nukleus. Protein di ujung molekul kromosom semacam ini mempunyal fungsi yang sangat penting dalam proses inisiasi replikasi DNA. Ujung molekul kromosom S. Oleh karena itu dalam keadaan normal plasmid dapat . jasad prokaryot seringkali juga. Meskipun pada umumnya kromosom bakteri berupa molekul DNA dengan struktur lingkar. Pada umumnya plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun seringkali plasmid membawa gen-gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan bagi sel dalam keadaan tertentu. Selain bahan genetik utama. namun diketahui terdapat beberapa bakteri yang struktur bahan genetik utamanya berupa molekul DNA linear.

Upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian memerlukan dukungan penyediaan bibit untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat.dihilangkan dengan metode curing tanpa mengganggu pertumbuhan selnya.3 Teknik Kultur In vitro Dewasa ini pemerintah sedang menggalakkan komoditas nonmigas. Perbanyakan tanaman dengan kultur in vitro telah banyak diusahakan secara komersial di negara maju seperti Amerika. Teknologi tersebut telah banyak diguna-kan untuk pengadaan bibit pada berbagai tanaman. 8. Salah satu teknologi harapan yang telah terbukti keberhasilannya adalah teknik kultur in vitro. Dengan dipenuhi dengan perbanyakan melalui teknik konvensional. sedangkan bibit tanaman yang dibutuhkan sangat banyak. Melalui kultur in vitro. Bibit suatu varietas unggul yang dihasilkan pemulia tanaman sangat terbatas. melalui pengembangan agribisnis yang dapat meningkatkan perolehan devisa negara. Bibit dari varietas unggul yang mampu bersaing di pasaran internasional yang jumlahnya sangat sedikit dapat dikembangkan melalui kultur in-vitro. dan Eropa. Jepang. Pemanfaat-an 306 . karena kecepatan perbanyakan yang tinggi. tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan.

serta mempunyai keterampilan khusus. terdidik. (4) Persentase keberhasilan aklimatisasi (terutama pada tanaman tahunan berkayu) relatif masih rendah. (6) Diperlukan tenaga kerja yang intensif. terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi dalam aplikasinya yaitu: (1) Keberhasilan teknik ini pada tanaman tahunan berkayu masih rendah sehingga aplikasinya masih terbatas pada jenis tanaman tertentu saja. (3) Penurunan integritas genetik pada bibit yang dihasilkan. (7) Diperlukan modal awal yang cukup tinggi. (2) Kapasitas regenerasi menurun bila sering dilakukan pembaharuan. (5) Adanya patogen internal (khususnya pada tanaman tahunan berkayu) yang sulit dihilangkan. Pierik (1987) menyatakan bahwa perbanyakan melalui kultur in vitro dapat dikatakan berhasil bila memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: (1) tidak merubah sifat genetik . Walaupun demikian.teknologi tersebut untuk pengadaan bibit pada awalnya berdasarkan hasil percobaan Morel tahun 1960 pada anggrek Cymbidium. Dalam waktu yang singkat dari bahan tanaman yang sangat terbatas dapat dihasilkan bibit dalam jumlah yang banyak. Keberhasilan tersebut mendorong dimanfaatkannya in vitro sebagai teknologi perbanyakan yang banyak memberikan keunggulan daripada teknologi konvensional.

(3) teknik perbanyakan yang tidak terlalu rumit. (4) kemampuan regenerasi yang tetap tinggi.pohon induk (2) seleksi kuat pada bahan tanaman yang akan digunakan sebagai eksplan agar bebas penyakit. menghambat aktivitas etilen dan mengurangi terbentuknya kinon karena oksidasi fenol. Multiplikasi tunas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan perbanyakan melalui kultur in vitro. 6) kandungan lignin yang tinggi. dan (5) ekonomis. Faktor pertunasan yang tinggi dapat tercapai dengan penggunaan formulasi media tertentu. antara lain: 1) daya meristematis tanaman yang rendah 2) tingkat oksidasi fenol yang tinggi. 3) jaringan sklerenkhima. 5) kurangnya faktor perakaran. Pada tanaman semusim (berdinding lunak). 4) kandungan inhibitor organik yang tinggi. dan 7) gugurnya tunas dan daun yang lebih dini. masalah regenerasi umumnya tidak menjadi masalah. Berbeda dengan tanaman tahunan berkayu. banyak faktor yang menghambat proses regenerasi. Semakin banyak tunas yang dapat Tehnik Pembenihan Tanaman 307 . Penggunaan komponen organik tertentu dan jaringan yang bersifat juvenil dapat memacu daya regenerasi jaringan.

.

kendala lain yang juga sering muncul adalah gangguan alam. semakin tinggi peluang memperoleh bibit yang banyak. maupun cekaman lingkungan yang dapat mengganggu keberhasilan banyakan tanaman di lapangan. Kebutuhan akan bibit tanaman jumlah besar. berkualitas. misalnya hama dan penyakit. perbaikan tanaman dengan menggunakan biji memerlukan waktu lama dan seringkali hasilnya tidak seperti tanaman induknya. lingkungan maupun waktu. Sebagai contoh. bebas hama dan penyakit serta harus media dalam waktu singkat seringkali tidak dapat dipenuhi dengan menggunakan metode konvensional baik secara generatif maupun vegetatif. Teknik budidaya tanaman dengan menggunakan metode konvensional dalam medium tanah atau pasir seringkali menghadapi kendala teknis.dibentuk. Y = An x B x F1 x F2 x F3 di mana : Y= jumlah plantlet yang dihasilkan A= jumlah tunas yang dihasilkan pada setiap subkultur (fakror multiplikasi) B = jumlah eksplan awal yang tumbuh n= jumlah subkultur pada periode tertentu (per tahun) F1= % keberhasilan kultur pada tahap Multiplikasi F2= % keberhasilan kultur pada tahap Perakaran . baik yang disebabkan oleh jasad hidup. Pennel (1987) memberikan formulasi untuk menghitung potensi jumlah plantlet (bibit) yang dapat dihasilkan secara teoritis dalam satu periode (1 tahun) dengan rumus sebagai tercantum di bawah ini. Jumlah bibit yang dihasilkan dapat dihitung berdasarkan jumlah kelipatan tunasnya.

White dari Amerika Serikat untuk tama kalinya berhasil melakukan kultivasi tanaman yang berasal dari jaringan. Selain itu. Beberapa puluh un kemudian.12 . dan R. Pada saat itu Gautheret menggunakan jaring-an tanaman V. yaitu pada tahun 1939.P. berhasil melakukan perbanyakan (propagation) kultur jaringan man wortel dengan menambahkan asam indol asetat (Indolec Acid) untuk menstimulasi pertumbuhan jaringan yang tidak salami diferenslasi. Gautheret. Jaringan hasil 308 . capraea dan Populus alba sebagai model untuk melakukan banyakan dan pernbelahan jaringan tanaman. Nobecurt.F3= % keberhasilan kultur pada tahap aklimatisasi Gambar 8. Hasil Kultur In-vitro Sejak tahun 1902 Gottlieb Haberiandt telah mengajukan gagasan mengenai kemungkinan pengembangan teknik kultivasi tanaman dari sel yang ditumbuhkan dalam larutan nutrien. seorang ahli penyatanaman dari Perancis. Perancis. Pierre Roger Gautheret dari Universitas rbonne.

perbanyakan tersebtit disebut sebagal kalus (callus). Teknik kultur jaringan tersebut dilakukan sebagal altematif perbanyakan tanaman bukan dengan menggunakan media tanah. . Pada tahun 1901 Morgan mengemukakan bahwa setiap sel mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi suatu jasad hidup yang lengkap melalui proses regenerasi. Kemampuan ini oleh Morgan disebut sebagai totipotensi (totipotency). Konsep totipotensi tersebut mempunyal makna sa-ngat penting dalam bidang kultur jaringan. Bahkan pada tahun 1952 Morel dan Martin berhasil mengembang-kan teknik kultur meristem Dahlia dan memperoleh tunas yang bebas virus dan pada tahun 1955 mereka dapat mengembangkan kultur tanaman kentang yang bebas virus. Penelitian-penelitian selanjutnya membuka kemungkinan penerapan teknik kultur sel atau jaringan untuk berbagai macam tanaman yang akhimya memberikan pengaruh besar dalam pengembangan bioteknologi tanaman. Georges Morel yang bekeja sama dengan Gautheret berhasil melakukan perbanyakan jaringan tumbuhan monokotil dengan menggunakan meristem. Oleh karena itu teknik ini secara umum disebut sebagai teknik kultur invitro. Tehnik ini sekarang sudah berkembang luas sehingga bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan awal perbanyakan tidak hanya berupa jaringan melainkan juga dalam bentuk sel sehingga juga dikenal teknik kultur sel. Selanjutnya. Istilah kultur jaringan mengacu pada teknik untuk menumbuhkan jasad multiselular dalam medium padat maupun cair menggunakan jaringan yang diambil dari jasad tersebut. pada tahun 1950. melainkan dalam medium buatan di dalam tabung.

eksplan. maka terdapat beberapa tahapan utama yang harus dilakukan. tunas apikal dan axilari (apical and axi lary buds). (2) penanaman pada medium yang Tehnik Pembenihan Tanaman 309 . ovule. Gambar 8. Bahan awal yang dapat diguna kultur in-vitro tanaman bermacam-macam. akar dan lain-lain. Teknik Dasar Kultur In-Vitro Tanaman Kultur in-vitro tanaman memerlukan beberapa komponen utama. (3) tempat kultivasi. yaitu: (1) pemilihan sumber tanaman yang akan digunakan sebagai bahan awal Jaringan meristem. Bagian tanaman digunakan sebagai bahan awal kultur in-vitro disebut sebagai eksplan (explant). yaitu: (1) bahan awal (starting materials). (2) media yang sesuai. petiole.13 Proses kultur in-vitro pada tanaman Untuk mengembangkan tanaman secara in vitro sampai menjadi plantlet dan akhirnya menjadi tanaman lengkap yang siap dipindah ke medium tanah.a. petal. po len. antara lain: batang. dan lain-lain).

eksplan harus dibersihkan dengan air bersih dan deterjen khusus. yaitu proses adaptasi pada lingkungan di luar sistem in vitro. Alat-alat dan bahan yang tahan panas dapat disterilisasi dengan autoklaf. Bahan yang berupa biji yang keras harus diperlakukan khusus menggunakan asam sulfat 50% untuk menghilangkan dormansi biji. setelah itu dibersihkan dengan air mengalir selama 1-2 jam. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh bakteri atau jamur yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan kultur sel atau ja-ringan tanaman. (3) pembentukan tunas dan akar sampai terbentuk plantlet. (5) penanaman pada medium biasa (tanah atau media bukan artifisial lainnya). misalnya larutan merkuri klorida (HgCI2) 0. kemudian disterilkan.sesuai sampai terjadi perbanyakan (misalnya dalam bentuk kalus). sedangkan peralatan atau tempat kerja yang lain dapat disterilkan dengan menggunakan alkohol atau disinfektan yang sesual. yaitu suatu kabin yang dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan yang menuntut sterilitas. Salah satu prasyarat utama dalam teknik kultur in-vitro adalah kebersihan dan sterilitas alat serta tempat yang digunakan. (4) aklimatisasi. Untuk menjaga sterilitas maka pebedaan sebaiknya dilaku-kan di dalam laminar air flow. b. misalnya Tween-80. Sebelum digunakan.01- . Eksplan yang akan digunakan dipotong potong dengan ukuran yang sesuai dengan keperluan. Oleh karena itu pekerjaan kultur in vitro sebaiknya dilakukan di tempat tertutup dan tidak digunakan untuk aktivitas yang lain. Pemilihan Dan Penyiapan Eksplan Bahan yang akan digunakan sebagal eksplan sebaiknya berasal dari bagian tanaman yang masih muda dan sehat.

dan suplemen organik. sedangkan medium cair blasanya digunakan untuk kultur sel. c.1%. Pada prinsipnya semua pekerjaan dalam kultur in vitro harus dilakukan secara aseptik. sumber karbon.0. vitamin. Gambar 8. zat pengatur tumbuh. Medium Yang Digunakan Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro tanaman dapat berupa medium padat atau cair.14. yaitu: senyawa anorganik. Medium yang digunakan mengandung lima komponen utama. Medium padat digunakan untuk menghasilkan kalus yang selanjutnya diinduksi membentuk tanaman yang lengkap (disebut sebagai plantlet). Jarum atau pisau skalpel yang digunakan untuk memotong atau mengambil dan menanam eksplan harus diterilkan juga dengan membakar dengan lampu bunsen sesaat sebelum digunakan. Media padat untuk kultur jaringan tanaman 310 .

molybdenum (Mo). Unsur-unsur mikro yang diperlukan antara lain iodine (I). Kombinasi zat pengatur tumbuh yang digunakan meliputi: . Zat pengatur tumbuh juga diperlukan dalam kultur in vitro untuk mendukung pertumbuhan.4-D) atau l-naphtalene acetic acid (NAA) dan sito-kinin (kinetin. benzyl adenosine. kobalt (Co) dan besi (Fe).4 dichlorophenoxy acetic acid (2. Pada umumnya medium mengandung nitrat dan potasium pada konsentrasi masing-masing 25 mM. Sumber karbon yang digunakan dapat berupa glukosa. boron (B). peptone.Senyawa anorganik terdiri atas unsur-unsur makro dan mlkro. Konsentrasi kalsium. mangan (Mn). untuk indole acetic acid (IAA). Vitamin yang banyak digunakan antara lain adalah thia-min. Meskipun demikian. biasanya medium sintetik yang jelas komposisi kimiawinya lebih banyak digunakan sedangkan suplemen organik yang tidak jelas komposisi kimiawinya hanya digunakan jika dianggap esensial. untuk perbanyakan (proliferation) sel digunat kan 2. zinc (Zn). Suplemen senyawa organik yang digunakan adalah asam amino (biasanya digunakan glycine). tembaga (Cu). pyridoxine dan asam nikotinat. maltosa atau sulcrosa dengan konsentrasi sekitar 2-4%. 2-isopentyl enosine. zeatin). fruk-tosa. Ammonium merupakan senyawa esensial untuk hampir semua kultur tetapi konsentrasi yang diperlukan lebih rendah dibandingkan dengan nitrat. indole butyric acid (IBA) dalam . . ekstrak khamir. tetapi sukrosa merupakan sumber karbon yang banyak digunakan dalam banyak sistem kultur. ekstrak malt. magnesium dan sulfat yang diperlukan sekitar 0-3 mM.

Tempat Kultivasi Kultur in-vitro tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan dua macam medium yaitu medium padat atau medium cair. Hal yang paling penong dalam pemilihan wadah untuk kultur in vitro adalah kemudahan untuk menjaga sterilitasnya selama perbanyakan sel atau jaringan. Jika menggunakan kultivasi pada medium cair dan perlu penggojokan maka sebaiknya digunakan wadah yang Tehnik Pembenihan Tanaman 311 . tabung erlenmeyer.4-D. Komposis-1 medium untuk kultur in-vitro dapat dilihat pada buku-buku manual kultur in-vitro. Kultivasi sel atau jaringan secara in vitro secara prinsip dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam wadah.4.5 trichloro-phenoxy-acetic acid) diketahui bersifat efektif untuk menginduksi embrio-genesis somatik pada tanarnan serealia (monokotil). tetapi 2.4-D diketahui menginduksi perbanyakan sel teta-pi menekan diferensiasi pada tanaman dikotil.5-T (2. mulai dari tabung reaksi. Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro sekarang dapat dibeli dalam bentuk jadi meskipun harganya lebih mahal dibanding kalau dibuat sendiri di laboratorium. bahkan botol gelas sederhana. Senyawa 2. d.4-D dan 2.4. tetapi bukan dalam bentuk 2.konsentrasi rendah dan sitokinin dalam konsentrasi tinggi.

tergantung spesiesnya. akan terbentuk massa kalus yaitu suatu massa amorf yang tersusun atas selsel parenlcim berdinding sel tipis yang berkembang dari hasil proliferasi sel-sel jaringan induk. ujung akar. misalnya tunas muda.4 minggu. Kultur kalus dapat dikembangkan dengan menggunakan eksplan yang berasal dari berbagai sumber. Eksplan yang berasal dari jaringan meristem berkembang lebih cepat dibanding .15 Salah satu contoh tempat kultivasi berupa wadah plastik dan botol gelas e. pembelahan sel dan diferensiasi. Kalus dapat disub-kultur dengan cara mengambil sebagian kalus dan memindahkannya pada medium baru. Kalus dihasilkan dari lapisan luar selsel korteks pada eksplan melalui pembelahan sel berulang-ulang. Pembentukan kalus ditentukan sumber eksplan. Jika suatu eksplan ditanam pada medium padat atau dalam medium cair yang sesuai. terbentuk meialui tiga tahapan. Oleh karena itu tabung erlenmeyer merupakan wadah yang ideal untuk kultur sel menggunakan medium cair. dan bagian bunga.memungkinkan untuk ditempatkan secara mudah dan aman pada alat penggojok. Gambar 8. daun. dalam waktu 2 . Dengan sistem induksi yang tepat kalus dapat berkembang menjadi tanaman yang utuh (plantlet). Kultur kalus tumbuh berkembang lebih lambat dibanding kultur yang berasal dari suspensi sel. yaitu induksi. komposisi nutrisi pada medium dan faktor lingkungan. Kalus. buah. Kultur Kalus Tanaman dapat diperbanyak secara vegetatif menggunaka teknik kultur in vitro dengan teknik kultur kalus atau kultur sel.

maka perlu dilakukan sub-kultur seca-ra berkala. misalnya: (1) mempelajari aspek nutrisi tanaman. (3) variasi 312 . Untuk memelihara kalus. misalnya setlap 30 hari. (2) diferensiasi dan morfogenesis sel dan organ tanaman.16 Kultur kalus tanaman Kultur kalus bermanfaat untuk mempelajari beberapa aspek dalam metabolisms tumbuhan dan diferensiasinya. Gambar 8.jaringan dari sel-sel berdinding tipis dan mengandung lignin.

Banyaknya inokulum yang digunakan seringkali mempengaruhi laju pertumbuhan sel. Dapat dikulturkan dalam volume besar sampal 1500 liter . Dapat dimanipulasi untuk . f. (4) trans-formasi genelik menggunakan teknik biolistik. Lebih mudah diatur kondisi lingkungannya . (5) produksi metabolit sekunder dan asinya. sekitar 7-21 hari. Kultur sel mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan kultur kalus. Sebagal inokulum digunakan sebagian kalus yang kemudian ditumbuhkan dalam medium cair dan digojok sehingga sel dapat terpisah. Laju pembelahan sel pada sistem kultur suspensi sel lebih tinggi dibanding pada kultur kalus tetapi maslh lebih rendah dibanding laju pertumbuhan sel bakteri dan biasanya berkisar antara 24-72 jam. Kultur sel Kultur sel tanaman dapat ditumbuhkan dengan menggunakan medium cair dalam erlenmeyer. penggojokan juga berfungsi memberikan aerasi pada kultur. Selain membuat sel menjadi terpisah (tidak mengelompok). . yaitu: . Suspensi sel dapat dipipet sehingga mempermudah proses sub kultur. karena itu dikenal suatu konsep yang disebut kerapatan sel awal kritis (critical initial cell density) yaitu jumlah inokulum terendah per volume medium yang memungkinkan kultur sel dapat tumbuh. Oleh karena itu penumbuhan ulang (sub-kultur) kultur suspensi sel perlu dilakukan dalam periode yang lebih singkat dibanding dengan periode penumbuhan ulang kultur kalus.somaklonal. Tidak seheterogen kultur kalus dan diferenslasi sel tidak terlal besar .

g. Protoplas dapat diregenerasi sehingga membentuk dinding sel kemudian mengalami pembelahan dan akhimya dapat membentuk kalus. Tehnik Pembenihan Tanaman 313 . Embrio yang diperoleh selanjutnya dapat berkembang menjadi kecambah yang akhirnya berkembang menjadi tanaman dewasa. Jika kalus ditanam pada medium yang tidak mengandung manitol dan auxin. Enzim yang digunakan untuk membuat protoplas tanaman berupa campuran beberapa enzim antara lain selulase. pektinase. Kultur sel dapat dimanfaatkan untuk mengisolasi protoplas dan pengembangan galur sel dengan sifar fisiologis spesifik. Kultur Protoplas Protoplas adalah sel yang tidak mempunyal dinding sel. protease. misalnya toleran terhadap garam. Selanjutnya kalus dapat disubkultur. Protoplas dapat diperoleh dengan perlakuan enzimatik atau mekanis.produksi metabolit alami dengan cara menambahkan precursor Kultur sel dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi kultur tunggal karena sistem kultur suspensi sel blasanya terdiri atas campuran sel-sel tunggal dan kelompokan kecil sel-sel. maka dapat terjadi embriogenesis.

mengalami fusi (menyatu). dan . . memindahkan informasi genetik yang ada di sitoplasma dari satu galur atau spesies ke galur atau spesies lain. menghasilkan hibrid soma-tik amphidiploid yang fertil antar spesies yang secara seksual tidak kompatibel. menghasilkan galur hetero-zigot dalam satu spesies tanaman yang secara normal hanya dapat diperbanyak dengan cara vegetatif. .Kultur protoplas memberikan dasar yang penting untuk manipulasi sel tanaman yaitu dengan melakukan fusi protoplas antar spesies atau galur yang berbeda. jika hanya sitoplasma yang mengalami fusi sedangkan informasi genetik dari salah satu induknya hilang. terdapat juga genetik yang tidak berada di dalam nukleus melainkan terdapat di dalam sitoplasma (cytoplasmic inheritance). Perlu diketahui bahwa selain infonnasi genetik yang terdapat di dalam nukleus. . jika nukleus dari kedua spesies tersebut betul-betul. memindahkan sebagian informasi genetik dari satu spesies ke spesies lain dengan memanfaatkan fenomena yang disebut penghilangan kromosom (chromosome elimination). hibrid. . Fusi protoplas membuka kemungkinan untuk : . Fusi protoplas dapat dimanfaatkan untuk melakukan persilangan antar spesies atau galur tanaman yang tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan persilangan biasa karena adanya masalah inkompatibilitas fisik. misalnya pada kentang. Fusi protoplas dapat menghasilkan dua macam kemungkinan produk: . cybrid (cytoplasmid hybrid atau heteroplast).

atau protoplas telah banyak dimanfaatkan untuk perbanyakan berbagai macam tanaman. hibrid somatik Solanum tuberosum dengan S. gandum dengan oat. dapat disegel sehingga membentuk tanaman yang lengkap. Teknik Regenerasi In Vitro Kemampuan sel tanaman untuk menjadi tanaman yang lengkap (totipotensi) dapat dimanfaatkan untuk melakukan regenerasi tanaman secara in vitro dari sumber yang berupa protoplas. Kalus hibrid selanjutnya dapat diinduksi sehingga terbentuk tanaman hibrid. Teknik fusi protoplas telah berhasil digunakan misalnya pada fusi protoplas Nicotiana glauca dengan N.misalnya sifat male sterility pada beberapa tanaman. barley dengan gandum. langsdorffii. sel. Hasil fusi (disebut sebagai fusan) yang diperoleh selanjutnya dapat ditumbuhkan pada medium untuk menghasilkan kalus hibrid. Kalus yang dikembangkan dari eksplan. barley dengan padi. tomat dengan kentang. jaringan maupun organ. Proses pembentukan organ-organ tanaman yang lengkap dari kultur sel atau jari disebut organo-genesis. Teknik untuk menginduksi organogenesis pada umumnya dilakukan pada kultur kalus meskipun juga dapat dilakukan 314 . Teknik kultur jaringan. h. dan tebu dengan sorghum. chacoense. sel. misalnya.

kultur sel maupun protoplas bahkan terbentuk secara langsung dari sel-sel struktur yang terorganisasi. tanaman pangan. Tunas yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber untuk menghasilkan banyak tunas baru .secara langsung dari eksplan yang ditanam pada medium White dan Nobecourt. Meristem. yaitu (1) meristem. misalnya tanaman hias. (2) apex. (3) nodus (node). dan (4) bermacam-macam eksplan. menginduksi pembentukan akar dan tunas tembakau dari kultur ka Pada tahun ber-ikutnya yaitu 1958. yang bekerja secara independen. tanaman obat dan tanaman hutan Secara umum terdapat empat sumber yang digunakan dalam perbanyakan mikro (micropropagation) untuk menghasilkan plantlet. tanaman bumbu. Sementara itu. sayuran. untuk pertama kalinya melaporkan pada tahun 1939 mengenai keberhasilan mereka dalam menginduksi pembentukan tunas (shoot) pada tembakau (White) dan pembentukan akar pada kalus wortel (Nobeco Penelitian selanjutnya oleh Skoog dan Miller pada tahun 1957 menunjukkan bahwa kombinasi yang tepat antara auxin dan sitokinin. tanaman buah dan biji. apex dan nodus dapat dikulturkan menjadi tunas. Reinert dan Steward berhasil melakukan embriogenesis somatik secara in vitro pada wortel. tum-buhan lengkap yang terbentuk dari hasil kultur in vitro (disebut sebagai plantlet) yang pertama kali dilaporkan adalah Tropaeolum dan Lupinus yang dilakukan oleh Emest Ball pada tahun 1946. misalnya batang atau embrio zigot. Eisomatik dapat terbentuk pada kalus. Sekarang ini tanaman hasil kultur in vitro telah berhasil dilakukan pada banyak jenis tanaman.

Di sisi lain. Embrio somatik. kalus juga dapat digunakan sebagal sumber sel untuk membuat kultur suspensi sel yang selanjutnya dapat dikembangkan untuk menghasilkan embrio somatik secara tidak langsung.dengan menggunakan percabangan axilari. atau secara tidak langsung melalui pembentukan kalus dari eksplan. Eksplan mau-pun kalus yang membentuk tunas adventif selanjutnya dapat dlinduksi sehingga membentuk akar dan akhirnya menjadi plantlet. Tehnik Pembenihan Tanaman 315 . Selain itu. Embriogenesis somatik dapat dihasilkan secara langsung. atau embrio somatik secara langsung. Embriogenesis somatik yang mengarah ke pembentukan struktur bipolar yang mengandung axis tunas dan akar dengan sistem vaskular tertutup. Proses-proses ini secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat macam. Tunas-tunas tersebut kemudian dapat dikembangkan le-bih lanjut sehingga terbentuk perakaran dan akhirnya menjadi plantlet. Eksplan juga dapat ditumbuhkan sebagai kalus yang selanjutnya diinduksi sehingga terbentuk tunas adventif. bermacam-macam eksplan dapat juga dikembangkan sehingga terbentuk tunas adventif. yaitu: . baik yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dapat di induksi sehingga ber-kecambah dan akhirnya juga menjadi plantlet.

sumber nitrogen. dan . Gambar 8. ukuran eksplan. . komponen media yang mempengaruhi proses regenerasi adalah nutrien anorganik dan organik. dan komponen media. Induksi Kalus. organ yang digunakan. . zat pengatur tumbuh. Metode ini juga disebut perbanyakan kional. dan vitamin. Pembentukan tunas axilari yang secara genetik stabil. Organogenesis yaitu pembentukan organ dari jaringan yang tidak mengalami diferensiasi. Kultur Kalus Dan Regenerasi Organ Dan Embrio Dalam bagian ini akan diberikan . musim pada waktu organ diambil. kualitas keseluruhan tanaman sebagai sumber eksplan.17 Regenerasi tanaman dari jaringan daun i.. . yaitu dalam hal ini adalah kalus. status fisiologis organ. Stabilitas genetik plantlet yang terbentuk dan tunas adventif semacam ini tidak dapat dijamin sebab jika kalus terbentuk maka kemungkinan ketidak-stabilan genetik akan meningkat. Pembentukan tunas adventif yaitu tunas yang terbentuk dari sumber selain meristem. . . sumber karbon. yaitu: . Di sisi lain. Proses regenerasi dari bermacammacam sumber sampai menjadi plantlet dipengaruhl oleh dua faktor utama. yaitu: sumber eksplan. Sumber eksplan dapat mempengaruhi proses regenerasi karena beberapa faktor. Pembentukan tunas axilari merupakan metode yang paling baik karena plantlet yang dihasilkan adalah benar-benar serupa dengan tanaman induk.

(2) multiplikasi kultur.gambaran secara sederhana proses kultur in vitro tanaman sampal akhirnya menjadi tanaman yang lengkap dan dapat dipindahkan ke medium tanah atau medium bukan artifisial lainnya. Tunas-tunas baru hasil perbanyakan kemudian dipindahkan ke medium yang khusus dibuat untuk menginduksi pembentukan akar sehingga akhirnya terbentuk plantlet yang lengkap. dilakukan multiplikasi kultur untuk mendapatkan tunas-tunas baru dalam jumlah lebih banyak. Secara garis besar metode perbanyakan tanaman secara in vitro terdiri atas empat tahapan. (4) aklimatisasi dan pemindahan ke tanah. Dalam tahapan seleksi dan penyiapan kultur aseptik dilakukan pengambilan bahan awal dan penanamannya pada medium in vitro yang sesuai. (3) regenerasi plantlet. Plantlet yang terbentuk selanjutnya diadaptasi dengan lingkungan alami sebagal 316 . yaltu (1) seleksi dan penyiapan kultur aseptik. Setelah diperoleh tunas pada tahapan pertama.

Sebagian tunas yang terbentuk kemudian dipotong dan dipindahkan ke medium lain yang digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. . selanjutnya dilakukan sterilisasi. misalnya medium tanah. Sebaglan kalus yang terbentuk dari hasil subkultur kemudian dipindahkan pada medium lain yang khusus digunakan untuk induksi pembentukan organ. Plantlet yang sudah terbentuk selanjutnya dipindah ke medium . Medium yang digunakan dimasukkan dalam wadah yang akan digunakan untuk kultivasi. misalnya daun yang masih muda. tahapan yang dilalui dalam proses kultivasi tanaman secara in vitro dapat disaiikan sebagai berikut: .persiapan untuk dipindahkan dan ditanam di tanah atau lapangan. misalnya tabung erlenmeyer. Secara sederhana. Eksplan yang diperoleh kemudian ditanam pada medium (padat) yang sesuai yang sudah disterilisasi. . . Sebagian kalus yang terbentuk diambil untuk disub-kultur pada medium segar pada tabung yang lain. Jika induksi organogenesis berhasil maka pada langkah ke-4 di atas akan terbentuk tunas adventif. misalnya tunas (shoot). Pengambilan eksplan. . Jika induksi pembentukan akar berhasil maka sudah didapatkan plantlet yang slap dipindahkan ke medium bukan artifisial. . . Daun yang muda dipotong sesuai dengan ukuran yang akan digunakan. sampai terbentuk struktur kalus. .

Senyawa IBA dan NAA adalah senyawa yang paling sering digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. Pembentukan tunas dan akar ditentukan oleh konsentrasi auksin dan sitokinin yang digunakan. j. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memindahkan sebagian kalus yang terbentuk dan hasil sub-kultur (langkah ke-3) ke medium cair.tanah untuk proses aklimatisasi. k.05 M untuk membentuk tunas. kultur in vitro tanaman juga dapat diarahkan uhtuk membentuk embrio. Induksi Pembentukan Embrio (Embriogenesis) Pada Kultur In Vitro Selain menginduksi pembentukan organ. Perbanyakan dalam medium cair Tehnik Pembenihan Tanaman 317 . Banyak spesies yang memerlukan kinetin dengan konsentrasi 0. Induksi Pembentukan Organ (Organogenesis) Pada Kultur In Vitro Pembentukan organ (organogenesis) pada kultur in vitro tanaman dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa-senyawa tertentu dalam medium. kecuali pada kalus alfalfa yang memerlukan auxin (2. Pada umumnya sitokinin konsentrasi tinggi merangsang pembentukan tunas.4-D) berkonsentrasi tinggi dan sitokinin (kinetin) berkonsentrasi rendah untuk membentuk tunas.

dapat dilakukan berulang-ulang. Linum usitatissimum. Asparagus officinalis. Proses pemben-tukan embrio dari sel sornatik atau jaringan disebut sebagai proses embrio-genesis somatik. Induksi pembentukan embrio dari kalus atau eksplan memerlukan penambahan auxin ke dalam medium yang digunakan.18 Planlet yang sudah terbentuk dan siap untuk diaklimatisasi Embriogenesis somatik secara umum terjadi pada famili Ranunculaceae. Sel-sel yang dapat membentuk embrio semacam ini disebut Pre-Embryonic Determined Ce ls (PEDC). Brassica napus). Umbe liferae. Embrio semacam ini misalnya dapat terbentuk dari eksplan daun Coffea arabica. pembentukan embrio dari kalus tidak . embrio yang terbentuk secara langsung dari sel atau jaringan tanpa melalui pembentukan kalus. tetapi embrio-genesis leblh sering terjadi pada medium cair. Meskipun demikian untuk beberapa tanaman. Ada dua macam embrio somatik yang dapat terbentuk yaitu: pertama. embrio yang terbentuk secara tidak langsung yaitu melalui tahapan pembentukan kalus. Embrio semacam ini dapat terbentuk misalnya dari sel-sel epidermis hipokotil (misalnya pada Ranunculus sceleratus. Gambar 8. Solanaceae. Petunia hybrida. Embrio dapat dihasilkan dari kalus yang tumbuh pada medium padat. dan Gramineae. namun induksi pembentukan organ biasanya dilakukan pada medium padat. Rutaceae. misalnya wortel. Kedua. Oleh karena itu embrio yang dihasilkan pada kultur cair tersebut kemudian dapat diisolasi dan dipindahkan ke medium padat sampai ter-bentuk plantlet yang siap dipindahkan ke medium tanah.

l. Beberapa tanaman monokotil dan dikotil dapat diinduksi untuk membentuk embrio dengan senyawa semacam ini. Beberapa senyawa auxin lain yang juga dapat digunakan untuk induksi embrio somatik Sebaliknya.4. Senyawa yang biasanya digunakan untuk menginduksi pembentukan embrio adalah 2.5-T) dan picloram.4. 2.5trichlorophenoxy acetic acid (2.4.di-chlorophenoxy acetic acid (2. Selsel yang membentuk embrio setelah diinduksi semacam ini disebut sebagai Induced Embryogenic Determined Cells (IEDC).memerlukan penambahan auxin. gibberelin dan etilen biasanya menghambat embrio-genesis.4-D). Aklimatisasi Dan Pemindah-an Tanaman Hasil Kultur In Vitro Ke Tanah Plantlet yang terbentuk secara in vitro selanjutnya harus diaklimatisasi sebagai persiapan untuk pemindahannya ke medium tanah atau lapangan. Hal ini perlu dilakukan sebab tanaman yang diperbanyak secara in vitro mempunyai perbedaan kemampuan adaptasi fisiologis dengan 318 .

Gambar 8. Selain itu stomata biasanya juga tidak dapat berfungsi sempuma karena stomata yang terbuka pada tanaman in vitro menyebabkan cekaman air yang dialami pada beberapa jam pertama proses aklimatisasi. misalnya tanaman legum membentuk hubungan simblotik dengan bakteri Rhizobium. sumber karbon yang biasanya diberikan dalam medium in vitro harus disediakan oleh tanaman itu sendiri melalui fotosintesis setelah tanaman in vitro dipindahkan ke kondisi in vivo. Daun tanaman in vitro biasanya tipis dan lembut dan secara fotosintesis tidak terlalu aktif schingga tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan klimatologis in vivo. Sebagai contoh.tanaman yang diperbanyak secara in vivo. Beberapa tanaman yang tumbuh dalam kondisi alami mempunyai asosiasi dengan mikrobia tertentu. Faktor lain yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi in vitro menyebabkan tanaman tumbuh secara heterotrofik padahal dalam kondisi in vivo tanaman harus tumbuh secara autotrofik. misalnya dengan menurunkan kelembaban relatif. Untuk membantu proses aklimatisasi di luar lingkungan laboratorium biasanya dilakukan terlebih dahulu aklirnatisasi in vitro. Oleh karena itu pada saat tanaman legum hasil kultur in vitro dipindahkan ke tanah maka perlu dilakukan inokulasi dengan bakteri Rhizobium yang berasosiasi dengan tanaman ini. Artinya. tanaman yang diperbanyak secara in vitro biasanya tidak memiliki lapisan lilin (cuticular) yang sempurna sehingga hal ini dapat memperbesar evaporasi air dari dalam sel tanaman.19 Aklimatisasi planlet pada media tanah (di dalam rumah kaca) . Pada tanaman in vitro hubungan vaskular antara bagian tunas dengan akar umumnya tidak baik sehingga menurunkan konduksi air.

Tehnik Pembenihan Tanaman 319 .

Bebas virus yang dimaksud di sini adalah bebas virus yang sudah diuji secara eksperimental. ujung tunas disterilisasi kemudian meristem diambil dari tanaman dengan menghilangkan daun yang menutupinya.1 mm (diameter) dan 0.Banyak tanaman yang telah berhasil diperbanyak dengan kultur in vitro menggunakan berba-gai eksplan sebagal bahan awal. Pada meristem apikal diketahui tidak terdeteksi lagi adanya virus dalam 50% sampel yang diuji. artinya ada kemungkinan tanaman tersebut masih mengandung virus lain yang belum dapat dideteksi dengan teknik uji yang tersedia. Perlu dipahami bahwa semua angiosperma dan gimnosperma tumbuh melalui meristem apikalnya. Oleh karena itu istilah yang leblh tepat adalah tanaman bebas virus yang sudah diuji. Meristem apikal biasanya berupa struktur serupa kubah (dome) yang terletak pada ujung tunas dan berukuran sekitar 0. Meristem apikal pertama kali terbentuk selama perkembangan embrio dan akan tetap aktif selama fase vegetatif tanaman. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsentrasi virus pada tanaman semakin kecil dengan semakin dekatnya ke bagian meristem. Kultur Meristem Untuk Menghasilkan Tanaman Bebasis Virus Salah satu aplikasi penting teknik kultur in vitro adalah dalam pengembangan tanaman bebas virus.2-0. Meristem yang diperoleh kemudian ditanam pada medium agar dan diinkubasi. m. Kultur in vitro meristem melalui beberapa tahapan yaitu inisiasi . Sebelum diambil meristemnya.3 mm (panjang). Kondisi pendukung pertumbuhan meristem biasanya medium dengan konsentrasi garam yang rendah dan kandungan vitamin yang tinggi.

Caladium hortulanum Dasheen mosaic virus. Cauliflower Mosaic Virus. A lium cepa Virus mosaik. Saccharum officinarum Virus mosaik. 320 . Solanum tuberosum. mottle virus Ipomoea batata (ketela rambat) Internal cork virus. perbanyakan tunas dan diikuti dengan pembentukan akar sehingga menghasilkan plantlet. Beberapa tanaman bebas virus yang berhasil dikembangkan dari kultur in vitro meristem antara lain. Ananas sativus Virus mosaik. Brassica oleracea virus mosaik turnip. pertumbuhan dan perkembangan. Kultur Anther dan Pollen Untuk Menghasilkan Tana-man Haploid Tanaman haploid adalah tanaman yang mempunyai satu set tunggal kromosom (biasanya ditulis dengan notasi Mendelian sebagian. Tanaman haploid mempunyai banyak kegunaan antara lain untuk menghasilkan tanaman homozigot yang sangat sulit diperoleh dengan pemuliaan tanaman konvensional. Potato virus-Y. Leblh jauh lagi. (kentang) Potato virus-X. Diantlius barbatus Ring spot virus (RSV).kultur. Musa sp Cucumber mosaic virus. sedangkan tanaman diploid mempunyal dua set kromosom identik untuk setiap kromosom sehingga dituliskan sebagai 2n. lwornosom tanaman haploid semacam itu dapat digandakan dengan senyawa mutagenik. misalnya colchicine. Petunia Tobacco mosaic virus (TMV). Rugos mosaic virus. Potato n.

Larkin dan Scowcroft pada tahuri 1981 menamakan variasi yang muncul dalam populasi tanaman hasil regenerasi in vitro tersebut se-bagai varlasi . Anther diperoleh dari tunas bunga dan dapat dikulturkan pada medium padat atau cair sehingga teradi embriogenesis. kultur sel. Beberapa tanaman penting yang berhasil dikembangkan menjadi tanaman haploid dengan menggunakan tekmk kultur anther atau pollen. Dari sisi pemuliaan tanaman.Tanaman haplold dapat dikembangkan dengan menggunakan kultur in vitro anther dan pollen. yaitu melalui kultur kalus. Ada dua macam androgenesis yaitu androgenesis langsung dan androgenesis tidak langsung. o. sedangkan pada androgenesis tidak langsung plantlet terbentuk melalui pembentukan kalus yang kemudian mengalami regenerasi menjail plantlet. proses androgenesis langsung lebih disukai sebab androgenesis melalui pembentukan kalus dapat menyebabkan terjadinya variasi. embriogenesis dari kultur dan embriogenesis somatik tidak langsung. Meski-pun demikian banyak bukti menunjukkan bahwa dalam populasi tanaman yang dihasilkan secara in vitro. Variasi Somaklonal Perbanyakan tanaman secara in vitro secara teoritis akan menghasilkan tanaman-tanaman yang secara genetis seragam karena tanaman in vitro berkembang hanya melalui pembelahan sel secara mitotik. Proses perbanyakan tanaman haploid dengan menggunakan gametofit jantan semacam ini disebut sebagai androgenesis. Selain itu pollen juga dapat diambil secara aseptik dan di-kulturkan pada medium cair. Androgenesis langsung adalah proses pembentukan plantlet haploid dengan melalui embriogenesis menggunakan kultur anther. terjadi variasi fenotipik dan ketidakstabilan kromosom.

Organisasi sel mempunyai peranan penting dalam hal pemunculan variasi somaklonal. variasi somaklonal. Kombinasi yang tidak tepat dalam penggunaan zat pengatur pertumbuhan dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas dalam pembelahan sel yang dapat muncul dalam bentuk perubahan jumlah dan struktur kromosom. (2) variasi pada jaringan sebagai sumber eksplan. Sebaliknya. Selain faktor Tehnik Pembenihan Tanaman 321 . pada tanaman yang berasal dari kultur meristem tidak terjadi variasi semacam itu sehingga sistem kultur meristem banyak digunakan untuk propagasi klonal.somaklonal. yaitu (1) organisasi sel yang digunakan sebagai sumber eksplan. kemunculan. Variasi somaklonal disebabkan oleh beberapa faktor. Variasi yang terdapat pada sumber eksplan juga mempengaruhi. sedangkan perbanyakan meialui kalus meningkatkan kemungkinan tejadinya variasi somaklonal. Dalam kultur in vitro terjadi pembelahan sel berulang-ulang yang dipengaruhi oleh zat pengatur pertumbuhan. Telah diketahui bahwa hanya meristem yang dapat menghasilkan plantlet yang stabil secara genetis. Eksplan yang berasal dari sumber yang berbeda mempunyai variasi inheren sehingga dapat muncul sebagal variasi somaklonal. (3) abnormalitas pembelahan sel secara in vitro.

Variasi somaklonal yang terjadi pada kultur in vitro tanaman dapat dimanfaatkan sebagai salah satu altematif pemuliaan tanaman karena dapat menghasilkan varietas-varietas baru. yaitu: . polioksietilen. sel in vitro. Teknik induksi embrio-genesis somatik dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan biji sintetik atau biji artifisial. ketahanan terhadap pe-nyakit dan lainlain. sodium alginat. ukuran daun. Beberapa sifat yang dapat muncul dalam bentuk variasi somaklonal antara lain adalah waktu pembungaan. teknik kultur sel tanaman dapat dimanfaatkan guna menghasilkan berbagai metabolit sekunder. (2) embryo rescue. Beberapa Aplikasi Lain Teknik Kultur In Vitro Tanaman Kultur in vitro tanaman mempunyai potensi sangat besar dalam program pemuliaan tanaman serta penyediaan benlh dan bibit berkualitas. osmolaritas juga mempengaruhi siklus. Selain itu. Pengendalian yang tidak tepat terhadap siklus sel ini dapat menyebabkan munculnya variasi somaklonal. misalnya agarose.tumbuh. suhu. Biji sintetik atau artifisial (synthetic seed) adalah biji yang dlhasilkan dari embrio somatik yang kemudian dibungkus (encapsulated) dengan bahan tertentu. Beberapa aplikasi lain yang dapat dikembangkan dari teknik kultur in vitro tanaman antara lain adalah (1) biji/benih sintetik. tinggi ta-naman. fertilitas biji. teknik kultur in vitro merupakan dasar yang sangat penting dalam pengembangan tanaman transgenik. cahaya. Ada empat tipe biji sintetik berdasarkan atas embrio dan proses pembungkusannya. Dalam aplikasi yang lebih mutakhir. p.

Laboratorium kultur jaringan. Namun metode embrio-genesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. embrio somatik dikeringkan. Untuk itu. misalnya wortel. Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. somatik embrio dihidrasi. (4) Tidak dibungkus. 1996). embrio somatik yang dikeringkan. (2) Dibungkus. embrio dihidrasi. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih disukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. (3) Dibungkus. antara lain tanaman tahunan. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan 322 . misalnya untuk orchard grass. 8. misalnya wortel. Di samping faktor pertunasan yang rendah. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. misalnya alfalfa. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan generatif) berbagai spesies tanaman.(1) Tidak dibungkus.4 Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi Laboratorium kultur jaringan.

Di samping faktor pertunasan yang rendah.) Jambu mete merupakan tanaman industri yang diprioritaskan untuk dikembangkan di daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dengan penambahan asam amino tertentu masalah tersebut dapat ditekan. Bibit yang berasal dari biji menghasilkan tanaman yang beragam. Hasil penelitian awal menunjukkan adanya masalah penguningan daun yang terjadi sangat cepat. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian. 1) Jambu Mete (Anacardium occidentale L. telah dicoba perbanyakan vegetatif secara in vitro dengan eksplan yang berasal dari pohon induk yang unggul. 1996). sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih di-sukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. antara lain tanaman tahunan. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah. Menurut Mariska et al. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. Untuk itu. Dalam program pengembangan diperlukan bahan tanaman bermutu dalam jumlah memadai dari pohon induk yang sangat terbatas. Penambahan phloroglucinol ke dalam media yang sudah mengandung BA dan tidiazuron dapat meningkatkan . Untuk itu. Namun metode embriogenesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis.generatif) berbagai spesies tanaman. (1997) masalah tersebut umum dijumpai pada tanaman tahunan berkayu.

Tanaman pulai merupakan tanaman berkayu dan tingginya dapat mencapai 25 m. tetapi tidak dapat memacu pembentukan akar. Kemudian dicoba media "Woody Plant Medium" (WPM) dan Jordan yang dilengkapi NAA. Bila dalam media dasar tersebut.persentase eksplan yang bertunas dan jumlah tunas yang terbentuk dari setiap eksplan (Mariska et al.. Lebih dari 200 formulasi media (kombinasi MS dengan berbagai jenis auksin. Dengan formulasi tersebut. namun tersebar secara lokal atau daerah. Populasi tanaman ini termasuk besar. senyawa fenol dan asam amino) telah dicoba. 2) Pulai (Alstonia scholaris L. jumlahnya lebih banyak dan pertumbuhannya lebih cepat. penyebarannya tidak banyak dijumpai serta mengalami erosi berat. 1998). akar tidak dapat terbentuk. Akar dapat terbentuk dari media dasar Jordan + NAA 7 mg/l. Tehnik Pembenihan Tanaman 323 . konsentrasi NAA berbeda.) Pulai termasuk salah satu tumbuhan obat langka dengan kategori jarang. Tunas in vitro yang berasal dari pertunasan kemudian dicoba diakarkan. akar lebih cepat terbentuk. disebabkan sempitnya selang konsentrasi optimal dari NAA.

Masalah oksidasi fenol akan semakin meningkat dengan kandungan potasium yang tinggi seperti pada media dasar MS. Setelah perendaman eksplan ditanam pada media MS (1. Pada media WPM terutama dengan kandungan makronya yang diencerkan sampai setengahnya tidak ditemukan adanya masalah oksidasi fenol. Untuk mendukung upaya pengembangannya dilakukan perbanyakan vegetatif melalui kultur jaringan. Tanaman pulai mempunyai daya meristematis yang sangat rendah. daya meristematis tanaman meningkat. 3) Cengkeh (Eugenia caryophy lus) Cengkeh merupakan salah satu tanaman industri dan umumnya diperbanyak dengan biji. Media dasar WPM konsentrasi total ionnya lebih rendah daripada MS.Perbanyakan tanaman secara konvensional belum banyak dilakukan dan keberhasilannya masih rendah. kecuali untuk ion sulfat. Untuk mempercepat pengembangan pohon induk unggul yang jumlahnya terbatas. Walaupun pada media WPM ½ tidak ada masalah pencoklatan. Dinyatakan pula bahwa asam fenol teroksidasi tergantung pada potensi reduksi oksidasi dari media. namun inisiasi tunasnya lebih lama dibandingkan WPM. Setelah biakan mengalami periode kultur in vitro yang relatif lama. Namun perbanyakan secara generatif dapat menyebabkan terjadinya segregasi genetik. 3. Untuk mengurangi masalah pencoklatan. dan 10 mg/l). Masalah utama yang dihadapi pada cengkeh adalah tingkat oksidasi fenol yang sangat tinggi dan sistem regenerasi pembentukan tunas yang lambat. digunakan teknologi kultur jaringan. .1/2) yang dilengkapi BA (0. Masalah pencoklatan dicoba diatasi dengan cara perendaman eskplan dalam DIECA 6 g/l selama 1 jam.1/2) dan WPM (1. 5.

Untuk itu. Di samping buahnya kaya akan vitamin dan mineral. Jerman. agak kecil. tunas yang terbentuk tidak memanjang. Perakaran dapat dilakukan secara in vitro dengan menumbuhkan tunas in vitro di rumah kaca dengan kelembapan yang tinggi dan pemberian intermittent mist system setiap 3 jam pada siang hari. 4) Pepaya (Carica papaya L.maka pada penelitian selanjutnya digunakan media cair dengan media dasar WPM (Tabel 4).50 mg/l. Australia.31 cm) diperoleh dari media awal WPM + BA 5 mg/l + NAA 0. tambahan paling banyak (0. Dari hasil persilangan diperoleh buah pepaya yang berbentuk bulat. buah daging tebal. Namun setelah 7 minggu. dan Perancis (Biro Pusat Statistik. yaitu Singapura. warna kuning 324 . Komoditas tersebut diekspor ke pasar yang cukup terbuka. Untuk meningkatkan kualitas buah pepaya telah dilakukan persilangan antara pepaya Bangkok dengan pepaya Hawai. 1992). pepaya mempunyai banyak kegunaan lain.) Pepaya merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor nonmigas. Tunas paling banyak diperoleh dari media WPM + BA 10 mg/l + NAA 1 mg/l.

Pada media MS gejala penguningan daun dan tunas terjadi lebih lama yaitu 6-8 minggu setelah tanam. Setelah dicoba formulasi media baru yang mengandung selain zat pengatur tumbuh konsentrasi rendah diberikan pula asam amino. Hasil penelitian awal. dan manis. Pelestarian secara in vitro potensial bila dilakukan pada tanaman yang selalu diperbanyak secara vegetatif atau tanaman yang viabilitas benihnya sangat singkat. Untuk perakaran. perbanyakan vegetatif sulit dilakukan terutama bila diarahkan untuk mempercepat pengembangan varietas unggul baru dalam skala luas. Sebelum dilakukan pelestarian secara in vitro maka perlu dikuasai . Kalus lebih banyak terbentuk terutama pada media DKW yang diberi 2-IP kemudian BA. tunas in vitro yang panjangnya mencapai 3-5 cm dapat diakarkan secara in vivo di rumah kaca. Gejala tersebut terjadi secara cepat (2-3 minggu setelah tanam) terutama pada biakan yang dikulturkan pada media Anderson dan WPM. komponen organik lainnya dan modifikasi garam mineral tertentu. 5) Pulasari (Alyxia stellata) Pulasari termasuk salah satu tanaman obat yang dikategorikan langka. tunas tidak dapat memanjang serta daunnya cepat menguning kemudian gugur dengan cepat. dari mata tunas terminal yang ditumbuhkan pada berbagai formulasi media (lebih dari 150 formulasi). maka tunas dapat tumbuh memanjang dan daun tetap hijau.kemerahan. wangi. Perbanyakan melalui biji hanya menghasilkan buah yang baik kurang dari 2%. umumnya tunas tumbuh rosette (menggerombol) dan daun pendek-pendek. Untuk menyelamatkannya telah dilakukan antara lain melalui kultur in vitro. mengkalus pada pangkal tunasnya. Perbanyakan vegetatif dilakukan melalui kultur jaringan untuk mempertahankan kualitas buah yang baik. Secara konvensional.

) Pada saat ini banyak kalangan swasta yang akan mengembangkan usaha di bidang pertanian dalam skala luas. Antara kedua zat pengatur tumbuh tersebut terjadi aktivitas sinergisme dalam mema-cu pertumbuhan jaringan. 1991). Berbeda dengan tanaman jambu mete (Mariska et al. Zat pengatur tumbuh BA lebih efektif dibandingkan kinetin.10 mg/l dapat terbentuk akar.10 mg/l memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tunggal. pada tanaman pulasari.. Dari penelitian Gati dan Mariska (1992) menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi BA 3 mg/l dengan NAA 0.. Namun demikian pada media dengan kinetin 1 mg/ l + NAA 0. 1998) dan cengkeh (Mariska et al.terlebih da-hulu sistem regenerasinya. antara lain tanaman serat rami. Untuk memenuhi kebutuhan bibit rami dalam jumlah yang sangat Tehnik Pembenihan Tanaman 325 . 6) Rami (Boehmeria nivea Gaud. Persentase perakaran paling banyak berasal dari media MS + kinetin 1 mg/l + NAA 0 mg/l. Bila metode regenerasi sudah dikuasai maka tanaman dalam botol dapat cepat diperbanyak apabila dibutuhkan. daya regenerasinya lebih mudah baik pada tahap pertunasan maupun perakaran.

Kebutuhan kayu jati semakin meningkat setiap tahunnya. 7) Jati (Tectona grandis) Jati merupakan salah satu komoditas kayu yang berharga di daerah tropis. sehingga berbagai negara produsen. banyak menarik perhatian untuk produksi benih sintetis (artificial seed). Untuk itu dicoba formulasi lain yaitu kombinasi BA dengan 2-IP. . dengan formulasi tersebut biakan tumbuh lebih tegar. Untuk mendukung program tersebut dicoba perbanyakan secara in vitro melalui jalur embriogenesis somatik. daun lebih hijau dan lebih lebar.banyak dapat dimanfaatkan teknologi kultur jaringan. penggunaan struktur embriosomatik lebih disukai karena dapat berasal dari satu sel. Namun tunas menunjukkan gejala vitrifikasi. biji unggul hasil persilangan terkendali dapat diperbanyak secara cepat dari sel somatik. Melalui cara tersebut. sehingga bibit dapat diproduksi dengan jumlah yang tidak terbatas. yang dapat menurunkan keberhasilan dalam tahap aklimatisasi. Di masa mendatang embriosomatik pada tanaman tahunan berkayu. Hartman dan Kester (1983) menyatakan bahwa penggunaan zat pengatur tumbuh dari golongan yang sama pada waktu yang bersamaan pada sebagian tanaman nyata lebih baik dibandingkan perlakuan tunggal. embrio somatik dianggap sebagai bahan tanaman yang ideal untuk disimpan mengingat strukturnya yang bipolar. (1991) telah mendapatkan metode perbanyakan cepat tanaman rami. Gati et al. Demikian pula untuk penyimpanan benih dalam jangka pendek dan panjang. Pada program perbaikan tanaman. di antaranya Indonesia berusaha mengembangkan tanaman jati dalam skala luas.50 mg/l menghasilkan tunas yang lebih banyak daripada perlakuan lainnya. melalui DNA rekombinan. Penggunaan BA 0.

1996). Tanpa KCl. Tunas 326 . Pada formulasi media lain eksplan.20 mg/l + ABA 2 mg/l + KCl 22.sehingga selalu siap diregenerasi membentuk langsung benih somatik (Mariska. Penambahan KCl ke dalam media dapat meningkatkan keberhasilan. Struktur tersebut siap untuk dikecambahkan pada media baru. Di samping itu embriosomatik yang terbentuk cenderung mengkalus kembali bila tidak di subkultur pada media lain. juga membentuk kalus yang tumbuh dengan cepat. Dari berbagai formulasi media yang diuji. persentase keberhasilan pembentukan embriosomatik paling tinggi berasal dari media MS + 2. di samping itu pada media yang sama struktur embriosomatik globular dapat berkembang membentuk struktur torpedo. Percobaan ini masih memerlukan waktu lama untuk mengetahui metode yang diperoleh dapat diulang serta mendapatkan struktur embriosomatik yang dapat dikecambahkan membentuk benih somatik. Faktor pertunasan pada tanaman tahunan (terutama tahunan berkayu) relatif masih rendah.36 mg/l. jaringan daun muda dari biakan in vitro di samping membentuk struktur globular. struktur globular tidak mampu membentuk struktur yang bipolar.40-D 2 mg/l + BA 0.

Tehnik Pembenihan Tanaman 327 . Pada beberapa tanaman tahunan berkayu.harus selalu di subkultur untuk memacu jaringan bersifat juvenil. Untuk perakaran dapat dilakukan secara in vivo di rumah kaca dengan mempertahankan kelembaban yang relatif tinggi atau dengan pemberian intermittent mist system. media dasar WPM atau Jordan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan MS.

SOAL: 1. Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman 3. Mengapa bidang bioteknologi penting untuk dikembangkan pada sector pertanian. Jelaskan tentang materi genetic yang kamu ketahui. Bioteknologi tanaman 2. cengkeh. Komponen utama kultur in vitro adalah bahan awal. pulai. DNA RNA DNA sebagai bahan genetik Teknik kultur in-vitro Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Teknik kultur in vitro banyak digunakan untuk pengadaan bibit berbagai tanaman. Herbisida dan tahan OPT. Teknik kultur in-vitro 4.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 8. Keberhasilan rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi: Kultur jaringan tanaman kopi. pulasari Rami dan jati. pembentukan tunas dan akar. jambu mete. Aklimatisasi dan penanaman pada media tanah . 2. Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Bioteknologi tanaman Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman Bioteknologi tanaman yang telah berhasil dilakukan adalah tanaman transgenic yang toleran terhadap stress lingkungan seperti tembakau yang toleran terhadap kadar garam yang tinggi. Lakukan identifikasi pada bahan pangan yang sering saudara temui yang . hias. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. papaya. TUGAS: 1. media yang sesuai .

berasal dari hasil bioteknologi. apakah sekolah saudara memunkinkan untuk mengembangkan bidang bioteknologi. mengapa demikian. Lakukan diskusi kelompok. 328 . 2.

cara tersebut dapat dilakukan dengan menanam bagian tanaman di tempat yang cocok dan diberi perlakuan-perlakuan khusus. khususnya bioteknologi. seiring dengan perkem-bangan zaman serta ilmu pengetahuan dan teknologi. serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.BAB 9. Metode kultur jaringan . Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. Waktu itu. Namun. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. mata tunas. mungkin terasa aneh mendengar berita bibit tanaman yang dihasilkan dari potongan daun. KULTUR JARINGAN Sebelum tahun 1980-an. selanjutnya dalam waktu tertentu dapat tumbuh menjadi tanaman normal seperti tanaman di kebun. Secara ringkas. Bahkan orang menganggap berita itu sangat bertentangan dengan kebiasaan yang dilihat orang pada umumnya. Cara ini lebih dikenal sebagai kultur jaringan. kejadian di atas tidak menjadi aneh dan dapat diterima oleh akal. berita tersebut telah menggemparkan khalayak ramai dan dianggap tidak masuk akal.

Penyiapan alat dan bahan . kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin.dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman. Aklimatisasi Tehnik pembenihan Tanaman 329 . Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. Inisiasi . Multiplikasi . mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. Penyiapan fasilitas laboratorium . Sterilisasi . antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya. khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. Pengakaran . dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas. Pembuatan media . Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah: .

Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi. hormonhormon pertumbuhan dan bahanbahan untuk kegiatan sterilisasi. Selain itu. terdapat sumber air dan mempunyai ruangan-ruangan yang diperlukan. dan glass ware (alat-alat gelas). dan hormon. fasilitas laboratorium mutlak diperlukan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah . Sama dengan pengembangan bidang pertanian yang lainnya. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral. kegiatan kultur jaringan memerlukan alat dan bahan. tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Alatalat kultur jaringan yang minimal harus disediakan adalah laminar air flow cabinet. autoclave. Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. vitamin. Bahan-bahan yang diperlukan adalah bahan kimia untuk nutrisi tanaman. Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan.Dalam pengembangan usaha kultur jaringan. baik jenisnya maupun jumlahnya. dissecting set. dan lain-lain. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf. yaitu dapat digunakan sebagai tempat kegiatan yang bersifat aseptik (bebas mikroba/ steril). diperlukan juga bahan tambahan seperti agar. Laboratorium dapat disediakan mulai dari laboratorium yang sederhana sesuai dengan kriteria yang ditentukan. gula.

Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan 330 . Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan. Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar. yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan.tunas. Pengakaran adalah fase di mana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.

Biji Anggrek .akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan Tanaman Dewasa Bibit Siap Tanam dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. yaitu dengan memberikan sungkup. antara lain adalah: jati. sengon. Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif. Pemindahan dilakukan secara hatihati dan bertahap. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. akasia. Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan. dll. terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng.

Plantlet Bibit dalam Botol Bibit Aklimatisasi Gambar 9. Proses produksi benih dan tanaman anggrek dengan cara kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 331 .1.

Selain kesenjangan teknologi di lini akademisi. penyakit. Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek.Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. salah satu penyebab teknologi ini menjadi sangat . Keuntungan pemanfaatan kultur jaringan . dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. Bibit yang dihasilkan seragam . dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahan-lahan yang kosong dapat dipercepat dihijaukan kembali. hemat waktu. jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (didalam gelas).000 planlet/bibit) . tidaklah heran jika impor bibit anggrek dalam bentuk flask sempat membanjiri nursery-nursery anggrek di negara kita. Pengadaan bibit tidak tergantung musim . tunas. Perkembangan kultur jaringan di Indonesia terasa sangat lambat. dan deraan lingkungan lainnya. Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10. Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu) . lembaga penelitian. Kultur jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar. bahkan hampir dikatakan jalan di tempat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat. Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama. Selain itu. Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah . publik dan pecinta anggrek.

Beberapa gambaran dan potensi yang bisa dimunculkan dalam kultur jaringan diantaranya adalah : . Potensi tersebut akan menjadi tidak berarti manakala penebangan hutan dan eksploitasi besar-besaran terjadi hutan kita. Sementara itu hanya sebagian kecil pihak yang mampu melakukan pengembangan dan pemanfaatan anggrek spesies. Tidak dipungkiri bahwa metode terbaik hingga saat ini dalam pelestarian dan perbanyakan anggrek adalah dengan kultur jaringan. Secara prinsip. Kultur meristem. sehingga sangat tepat digunakan pada tanaman anggrek 332 . Potensi ini sangat berharga bagi pengembang dan pecinta anggrek di Indonesia. dan hanya cocok atau feasible untuk perusahaan. lab kultur jaringan dapat disederhanakan dengan melakukan modifikasi peralatan dan bahan yang digunakan. karena melalui kuljar banyak hal yang bisa dilakukan dibandingkan dengan metode konvensional. diperkirakan sekitar 5000 jenis anggrek spesies tersebar di hutan wilayah Indonesia. salah satunya adalah anggrek. dapat menghasilkan anggrek yang bebas virus. Hal ini dapat dilihat pada kelompok petani pengkultur biji anggrek di Malang yang telah sedemikian banyak.lambat perkembangannya adalah karena adanya persepsi bahwa diperlukan investasi yang sangat mahal untuk membangun sebuah lab kultur jaringan. khususnya yang berkaitan dengan teknologi kultur jaringan. Indonesia memiliki keaneka-ragaman hayati yang luar biasa. sehingga sangat dimungkinkan kultur jaringan seperti home industri . khususnya potensi genetis untuk menghasilkan anggrek silangan yang memiliki nilai komersial tinggi. belum lagi pencurian terang-terangan ataupun terselubung dengan dalih kerjasama dan sumbangan penelitian baik oleh masyarakat kita maupun orang asing.

Tekhnik ini salah satunya dengan memberikan induksi bahan kimia yang bersifat menghambat (cholchicine) . Kultur anther. Mutasi. Tanaman yang mengalami mutasi permanen biasanya memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi . selain itu dengan kultur anther berpeluang memunculkan sifat resesif unggul yang pada kondisi normal tidak akan muncul karena tertutup oleh yang dominan . bisa menghasilkan anggrek dengan genetik haploid (1n). khususnya untuk jenis anggrek bunga potong. Kloning. Dengan tekhnik poliploid dimungkinkan untuk mendapatkan tanaman anggrek giant atau besar. Dengan memberikan induksi tertentu melalui kultur jaringan hal tersebut lebih mudah untuk diatur. Baik untuk spesies langka Indonesia maupun dari luar negeri untuk menjaga keaslian genetis yang sangat penting dalam proses pemuliaan anggrek. tekhnik ini memungkinkan untuk dihasilkan anggrek dengan jumlah banyak dan seragam. Bank plasma. Dengan demikian sangat dimungkinkan untuk menghasilkan tanaman anggrek mini. .2 Contoh skema laboratorium kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 333 . . dengan meminimalkan pertumbuhan secara in-vitro kita bisa mengoleksi tanaman anggrek langka tanpa harus memiliki lahan yang luas dan perawatan intensif. Gambar 9. secara alami mutasi sangat sulit terjadi. Beberapa literatur peluangnya 1:100 000 000. Sebagian penganggrek telah mampu melakukan tekhnik ini. termasuk virus.spesies langka yang telah terinfeksi oleh hama penyakit. sehingga bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan anggrek diploid (2n).

dan kulkas. AC. pisau. yang dapat memenuhi pertanaman seluas 500 800 ha. Satu malam sebelum lat digunakan. ruang pembuatan media.3 Situasi bagian dalam laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca sebagai fasilit as pendukung laboratorium kultur jarinagan 9. Untuk menghemat tenaga listrik. yaitu gudang (ruang) untuk penyimpanan bahan. hot plate + stirer. bibit yang dapat diproduksi tiap tahun sekitar 400 500. Langkah kerja penggunaan air flow cabinet adalah sebagai berikut: .1 Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan a. Dalam suatu laboratorium minimal terdapat 5 ruangan terpisah. dekat dengan sumber tenaga listrik dan air.000 planlet/bibit. Peralatan. nyalakan lampu .2 Peralatan dan Bahan Kimia a. Untuk memproduksi bibit melalui kultur jaringan peralatan minimal yang perlu disediakan adalah: laminar air flow. b. agar suhu ruangan tetap rendah. ruang inkubasi (untuk pertunasan dan pembentukan plantlet/bibit tanaman) dan rumah kaca. terlihat adanya air flow cabinet yang berfungsi sebagai tempat inokulasi ekspan pada media tanam. pinset. Pada gambar 9. ada baiknya bila laboratorium kultur jaringan ditempatkan di daerah tinggi.4. ruang tanam. rak kultur. Persyaratan Lokasi Laboratorium kultur jaringan hendaknya jauh dari sumber polusi.Gambar 9. pH meter. Kapasitas Labotarium Ukuran laboratorium tergantung pada jumlah bibit yang akan diproduksi. bahan serta pemeliharaan alat. 9. Untuk ukuran laboratorium sekitar 250 m2. oven.

UV untuk menstrerilkan bagian dalam air flow cabinet , dan menimalkan kontaminasi yang disebabkan olek mikroba. . Pagi hari, lampu UV dimatikan (jangan lupa mematikan lampu UV , apabila lampu UV menyala pada saat bekerja maka operator dalam kondisi berbahaya karena dapat terkontaminasi radiasi UV yang dapat mengakibatkan iritasi kulit dan selaput mata serta gangguan reproduksi. . Setelah lampu UV dimatikan, bagian dalam laminar didesinfeksi dengan alkohol 70% dan laminar siap digunakan. Bahan- bahan kimia yang dibutuhkan untuk kegiatan kultur jaringan adalah 334

garam hara makrodan mikro, vitamin, zat pengatur tumbuh, asam amino, alkohol, clorox. Gambar 9.4 Berbagai peralatan kultur jaringan: Air flow cabinet. saringan, autoclave, Dissecting set dan nutrisi tanaman dan Mikroskop (searah jarum jam) Gambar 9.5 Salah satu contoh pohon induk bunga krisan dengan keunggulan bunga lebih tahan dan warna bunga lebih beragam Semua peralatan dan mesin-mesin yang digunakan dalam kultur jaringan harus selalu dipehara secara rutin. Pemeliharaan alat dan mesin kultur jaringan pada prinsipnya sama dengan pemeliharaab tanaman yang terdapat pada BAB 3. Pada umumnya pemeliharaan alat terdiri dari perencanaan pemeliharaan, pelaksanaan pemeliharaan,monitoring pemeliharaan peralatan dan tindak lanjut pemeliharaan peralatan. Contoh perencanaan pemeliharaan pada perabot gelas (glassware) selalu langsung dibersihkan sesegera mungkin setelah pemakaian. Pemeliharaan mesinmesin besar seperti genset pada umumnya direncanakan setiap tiga enem bulan sekali. Monitoring pemeliharaan harus dilakukan secar melekat sehingga semua operator alat mempunyai instruksi kerja alat yang bersangkutan dan umumnya sudah ada pada setiap pembelian alat. Monitoring pemeliharaan umumnya dilakukan secar peiodik misalnya setiap bulan. Tindak lanjut dari pemeliharaan selalu dilakukan apabila terdapat alat dan mesin pembenihan yang rusak dan harus diperbaiki. Untuk melaksanakan proses pemeliharaan alat da mesin pembenihan biasanya diupayakan budget pemeliharaan 5-10% dari aset perusahaan.

b. Sumber eksplan. Eksplan berupa mata tunas, diambil dari pohon induk yang fisiknya sehat. Tunas tersebut selanjutnya disterilkan dengan alkohol 70%, HgCl2, 0,2%, dan Clorox 30%. 9.3 Media Tanaman Keberhasilan dalam penggunaan metode kultur jaringan, sangat bergantung pada media yang digunakan. Media kultur jaringan tanaman menyediakan tidak hanya unsur hara-unsur hara makro dan mikro, tetapi juga karbohidrat yang pada umumnya berupa gula untuk menggantikan karbon yang biasanya didapat dari atmosphere melalui fotosintesis. Hasil yang lebih baik akan dapat kita jangkau/peroleh, bila ke dalam media tersebut ditambahkan vitaminvitamin, amino acid, dan zat pengatur tumbuh. Walaupun sudah diusahakan untuk menghindarkan penggunaan komponen-komponen yang tidak jelas (komponennya) seperti juice, yeast ectracts dan casein hydrolysate, tetapi kadang-kadang kita bisa memperoleh hasil yang lebih tinggi dengan penambahan tersebut. Sebagai contoh, air kelapa masih sering digunakan di laboratorium-laboratorium penelitian, sedangkan pisang masih merupakan Tehnik pembenihan Tanaman 335

komponen tambahan yang sangat popular pada media anggrek. Gambar 9.6 Siklus kultur jaringan Media kultur tersusun dari beberapa atau seluruh komponen berikut: . Hara makro yang digunakan pada semua media. . Hara mikro hampir selalu digunakan. Ada beberapa komposisi media yang hanya menggunakan best atau besikelat. . Vitamin-vitamin, umumnya ditambahkan dalam jumlah yang bervariasi. . Gula, merupakan keharusan, kecuali untuk tujuan yang sangat khusus. . Asam amino dan N organik. . Persenyawaan-persenyawaan kompleks alamiah seperti: air kelapa, ekstrak ragi (yeast extract), juice tomat, ekstrak kentang, dan sebagainya. . Buffer, terutama buffer organik. . Arang aktif. Sering dipergunakan untuk menstimulir pertumbuhan akar. . Zat pengatur tumbuh: terutama auksin dan sitokinin. Zat pengatur tumbuh merupakan komponen yang sangat penting dalam media kultur jaringan. Tetapi jenis dan konsentrasinya sangat tergantung pada jenis tanaman dan tujuan kulturnya. . Bahan pemadat. Untuk membuat media padat, bisanya digunakan agar. a. Unsur Hara dalam Media 1) Unsur makro dalam media kultur Pada awalnya, unsur-unsur makro pada media kultur jaringan tanaman dibuat berdasarkan larutan untuk hidroponik. Unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman di lapangan merupakan kebutuhan pokok yang

disediakan dalam media. Unsur-unsur hara diberikan dalam bentuk garam-garam anorganik. Komposisi media dan perkembangannya didasarkan pada pendekatan masing-masing peneliti. Dalam periode tahun 1930-1940, formulasi media terutama ditujukan untuk menumbuhkan akar. Pada masa itu, diperoleh suatu hasil yang menyatakan bahwa larutan garam-garam makro dengan konsentrasi rendah, lebih balk daripada media dengan konsentrasi tinggi. Penemuan ini banyak diterapkan untuk tujuan menginduksi pembentukan akar pada pucuk-pucuk yang diperoleh melalui kultur in vitro. Media yang paling sering digunakan untuk induksi adalah media White. Kultur kalus berhasil dikembangkan pada tahun 1937. Kultur kalus tersebut, juga ditumbuhkan pada media dengan konsentrasi garam-garam yang rendah seperti dalam kultur akar. Nobecourt misalnya, pada tahun 1937, menggunakan setengah konsentrasi dari larutan Knop yang biasa digunakan untuk hidroponik, untuk menumbuhkan kalus wortelnya (George & Sherrington, 1984). Percobaan yang sangat penting yang dilakukan oleh Hildebrant dan grupnya 336

pada tahun 1946, telah menbawa perbaikan media untuk kultur jaringan tumor tembakau dan bunga matahari. Media Hildebrant dikembangkan dari media White. Dalam kultur jaringan tumor bunga matahari, ditemukan bahwa unsur makro yang dibutuhkan kultur tersebut, lebih tinggi dari pada yang dibutuhkan oleh kultur tembakau. Tanaman sumber eksplan untuk kultur jaringan Menyediakan potongan daun bahan transfeksi plasmid-bakteri dilakukan dalam laminar flow cabinet Serpihan daun dimasukkan dalam suspensi Agrobacterium tumifaciens Produksi kalus pada lempeng daun eksplan. Bagian berwarna hijau menunjukkan sel yang berhasil hidup dari agen penyeleksi Pemotongan daun dari tanaman yang ditumbuhkan secara invitro, dilakukan dalam laminar flow cabinet Simpan satu malam (fase stasioner) kultur Agrobacterium tumifaciens Lempengan daun bersatu dengan media callus (CIM= callus induction media) dalam kultur sel, dicirikan dengan adanya bakteri (berwarna putih) yang tumbuh pada sisi daun Terjadi rangsangan tumbuhnya batang pada daun eksplan, terjadi dalam kondisi adanya agen penyeleksi Bagian batang yang terbentuk mulai memasuki media akar (RIM= root induction media Akar mulai tumbuh pada media akar karena adanya agen seleksi

Terjadi pertumbuhan akar dan batang secara ekstensif pada individu tanaman baru Tanaman sempurna hasil proses transgenik baru telah berkembang dalam tabung Gambar 9.7. Proses produksi tanaman transgenik Level dari unsur P, Ca, Mg dan S pada media untuk tumor matahari ini, ternyata sama dengan media untuk jaringan normal yang dikembangkan kemudian. Konsentrasi NO3 dan K+ yang digunakan memang lebih tinggi dari media White, tetapi masih lebih rendah daripada media-media lain yang umum digunakan sekarang. Perbaikan yang paling penting adalah pengembangan komposisi unsur makro yang universal, yang mendukung pertumbuhan semua jaringan. Dalam media ini ditambahkan amonium, dan konsentrasi NO3 dan K+ ditingkatkan. Media ini tidak saja menunjang pertumbuhan kalus, tetapi juga mendukung pembentukan pucuk dan embriogenesis pada banyak jenis tanaman yang dikultur secara in vitro. Tanaman lengkap di, lapangan dapat tumbuh dengan baik dalam larutan yang hanya mengandung N dari Nitrat. Tapi pada tahun 1922, Knudson yang bekerja dengan anggrek menemukan bahwa penambahan 7.6 mM NH4 disamping 8.5 mM NO3 sangat baik untuk perkecambahan dan pertumbuhan biji anggrek. Banyak akhli kultur aringan betpendapat bahwa Morel mungkin tidak akan berhasil mengorbitkan metode kultur jaringan untuk tujuan komersial, bila NH4+ tidak ditambahkan dalam medianya. NH4 ternyata dibutuhkan untuk perkembangan protocorm. Nitsch dapat dikatakan sebagai orang

pertama yang menggunakan NO3 dan K+ dengan kadar yang cukup tinggi didalam percobaannya pada kultur jaringan tanaman artichoke Jerusalem. Penambahan amonium khlorida sebanyak Tehnik pembenihan Tanaman 337

0.1 nM menghasilkan pertumbuhan jaringan yang menurun. Hereka mengambil kesimpulan, bahwa NH4+ tldak diperlukan dalam kultur jaringan. Tetapi pada waktu yang: bersamaan, Prof. Skoog dan grupnya menunjukkan bahwa NH4 sangat menunjang pertumbuhan kalus tembakau (Miller et al, 1956). Wood & Braun (1961) yang meneliti pertumbuhan sel dari jaringan normal dibandingkan dengan jaringan tumor pada tanaman Venca rosea (Catharanthus roseus), mendapatkan bukti-bukti tentang keuntungan penambahan amonium kedalam media White yang sudah dimodifikasi. Konsentrasi NO3, K+, NH4+, dan KH2PO4 yang diperoleh, hampir sama dengan yang dikembangkan oleh Miller. Gambar 9.8 Sumber explant dari daun, potongan explant dicuci klorox, explant steril ditanaman dalam wadah kultur, hasil kultur jaringan 1. Media MS. Penelitian perbaikan komposisi media di laboratorium Skoog, dikulminasikan dalam publikasinya tentang kebutuhan garam anorganik yang mendukung pertumbuhan optimum pada kultur jaringan tembakau. Media baru yang sudah diperbaiki itu disebut media Murashige & Skoog yang biasa dituliskan sebagai media MS. Media MS mengandung 40 mM N dalam bentuk NO3 dan 29 mM dalam bentuk NH4 Kandungan N ini, lima kali lebih tinggi dari N total yang terdapat pada media Miller, 15 kali lebih tinggi dari me dia tembakau Hildebrant, dan 19 kali lebih tinggi dari media White. Kalium juga ditingkatkan sampai 20 mM, sedangkan 1.25 mM unsur makro lainnya, juga dinaikkan sedikit. Walaupun unsur-unsur makro dalam media MS dibuat untuk kultur kalus tembakau, tetapi komposisi MS ini pada umumnya juga mendukung kultur jaringan tanaman lain. Dibandingkan dengan media-media lain, media MS

paling banyak digunakan untuk berbagai tujuan kultur. Pada tahun-tahun sesudah penemuan media MS, banyak dikembangkan media-media lain. Berdasarkan media MS tersebut, antara lain media: . Lin & Staba, menggunakan setengah dan komposisi unsur makro MS, dengan modifikasi 9 mM amonium nitrat yang seharusnya 10 mM bila setengah dari komposisi MS. Sedangkan KH2PO4 yang digunakan 0.5 mM, tidak 0.625 mM sebagai setengah, dari MS. Larutan garam makro Lin & Staba, kemudian digunakan oleh Halperin dalam penelitian embrio-genesis dari kultur jaringan wortel. Media ini, juga digunakan oleh Bourgin & Nitsch (1967) serta Nitsch & Nitsch (1969) dalam penelitian kultur anther. . Durzan et al (1973) membuat modifikasi media MS untuk. kultur suspensi sel White spruce dengan cara mengurangi konsentrasi K+ dan NO3 , tetapi konsentrasi Ca+2 nya ditingkatkan. . Chaturvedi et al (1978) mengubah media MS untuk kultur pucuk Bougainvillea glabra dengan menurunkan konsentrasi NO3 , K+, Ca+2, Mg+2 dan SO4-3 Meskipun unsur-unsur makro MS merupakan titik tolak pengenbangan media-media lain, tetapi dalam kasuskasus tertentu, pemakaian konsentrasi unsur-unsur makro yang lebih rendah dari pada konsentrasi yang terdapat pada media MS terbukti lebih baik. Telah ditunjukkan bahwa dalam media MS dapat terjadi pengendapan parsenyawaan. 338

Pengendapan ini tidak terlihat dalam media padat, tetapi terlihat jelas pada media cair. Kebanyakan dari persenyawaan yang mengendap adalah fosfat dan besi, kemudian dalam jumlah yang lebih sedikit adalah Ca, K, N, Zn dan Mn. Yang paling sedikit adalah C, Mg, K, Si, H, S, Ca dan Co. Setelah tujuh hari dibiarkan, maka kira-kira 50 % dari Fe dan 13% dari PO4+ mengendap (Dalton et al, 1983). Pengendapan unsur-unsur tersebut mungkin tidak penting, karena unsur-unsur tersebut masih tersedia bagi jaringan tanaman dan pengaruh pengendapannya belum diketahui. Untuk mengatasi pengendapan Fe, Dalton dan grupnya menganjurkan supaya konsentrasi Fe dikurangi sampai 1/3 dengan EDTA yang tetap. b) Media B5 Media B5 dikembangkan oleh Gamborg dan grupnya pada tahun 1968 untuk kultur suspensi kedelai. Pada masa ini media B5 juga digunakan untuk kulturkultur lain. Media ini dikembangkan dari komposisi PRL-4, yang juga dikembangkan pada tahun 1968. Media ini menggunakan konsentrasi HH4+ yang rendah, karena konsentrasi yang lebih dari 2mM menghambat pertumbuhan sel kedelai. Fosfat yang berikan adalah 1 mM, Ca+2 antara 1-4 mM, sedangkan Mg+2 antara 0.5 3. Gambar 9.9 Produksi benih vegetatif bawang (Alium sp.) secara kultur jaringan 2. Media SH Media Schenk & Hildebrant merupakan media ylng juga cukup terkenal, diintroduksi untuk kultur kalus tanaman monokotil dan dikotil. Konsentrasi ion-ion dalam komposisi media SH sangat mirip dengan komposisi yang dibuat oleh Gamborg et al, dengan perbedaan kecil yaitu level Ca+2, Mg+2, dan PO4-3 yang lebih tinggi. Schenk &

Hildebrant mempelajari pertumbuhan jaringan dari 37 jenis tanaman dalam media mereka dan mendapatkan bahwa: 32% dari species yang dicobakan, tumbuh dengan sangat baik, 19% baik, 30% sedang, 14% kurang baik, dan 5% buruk pertumbuhannya. Tetapi karena zat tumbuh yang diberikan pada. tiap jenis tanaman tersebut berbeda, maka hasil yang dipublikasi pada tahun 1972 ini sebenarnya sukar dipahami. Namun demikian, media SH ini; cukdp luas penggunaannya, terutama untuk legume. 3. Media WPM Media ini yang mempunyai kepanjangan Woody Plant Medium dikembangkan oleh Lloyd & Mc Cown pada tahun 1981, merupakan media dengan konsentrasi ion yang rendah pada jaman sesudah penemuan media MS. Media ini konsisten dengan media untuk tanaman berkayu yang dikembangkan oleh akhli lain, tetapi sulfat yang digunakan lebih tinggi dari sulfat pada media tanaman berkayu lain. Saat ini WPM banyak digunakan untuk perbanyakan tanaman hias berbentuk perdu dan pohon-pohon. 2) Unsur mikro dalam kultur jaringan Hara mikro: Fe, Mn, Zn, B, Cu Co, dan Mo adalah komponen protein sel tanaman yang panting dalam proses metaholisme dan proses fisiologi lain. Pentingnya Fe untuk tanaman telah diketahui sejak akhir abad yang lalu, sedangkan unsur-unsur lainnya barn diketahui pada tahun antara 1914-1939. Dalam kultur jaringanpun demikian pula. Tehnik pembenihan Tanaman 339

Pada mulanya, unsur mikro juga diragukan. Pada tahun 1922, Knudson yang menambahkan Fe dan Mn dalam media untuk perkecambahan anggrek, mendapatkan hasil yang sangat baik. Pada tahun antara 1934- 1939, Barthelot, Gautheret, dan Nobecourt menganjurkan pemakaian Cu, Co, Ni, Ti dan Be dalam media kultur. Pada tahun 1946, Hildebrant dan kawan kawannya menentukan kebutuhan B, Mn, Zn dan Fe yang optimum, untuk pertumbuhan kalus tanaman tembakau dan bunga matahari. Mo diperkenalkan oleh Buerk Holder dan Nicks pada tahun 1949. Percobaan Heller pada tahun 1953 merupakan percobaan yang jelas membuktikan pentingnya unsur Fe, B, Mn, Zn, dan Cu Dalam kultur wortel yang ditumbuhkan pada media Gautheret, Heller menemukan bahwa tanpa unsurunsur Fe dan sebagainya, kultur akan mati setelah 3-5 kali disubkultur. Bila salah satu dari unsur makro N, P, K, Ca, Mg, dan S dihilangkan dari media, maka kultur akan mati setelah disubkultur sebanyak 1-2 kali. Hasil ini menunjukkan kepentingan relatif unsur makro dan unsur mikro. Kultur akar juga dipergunakan untuk mempelajari keperluan hara mikro. Zn sangat diperlukan untuk pertumbuhan akar tomat yang normal (Eltinge & Reed, 1940 dalam George & Sherrington, 1984). Sedangkan tanpa Cu, pertumbuhan berhenti sama sekali seperti yang diulas Glasstone, 1947 (George & Sherrington, 1984). Dalam kultur kotiledon selada tanpa Mn, maka jumlah pucuk yang dihasilkan berkurang. Mn dalam level yang tinggi dapat merupakan kompensasi untuk Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistim enzime tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948. Kekurangan Boron mengurangi laju pertumbuhan kultur sel tebu, bunga matahari, dan wortel. Sebaliknya konsentrasi lebih tinggi dari 2 mg/l, bersifat meracun terhadap kultur. Dalam beberapa species ternyata terdapat

interaksi antara B dan auksin dalam pengaturan pengakaran pada percobaan stek. Unsur Seng, Aluminium, dan Nikel, tidak banyak dipeiajari efeknya terhadap pertumbuhan kultur. Untuk Seng, diketahui bahwa unsur ini dibutuhkan dalam sintesa tryptophan; sedangkan untuk Al dan Ni belum ada bukti- bukti yang cukup yang menyatakan bahwa unsur-unsur tersebut terlibat dalam metabolisme penting dalam sel. Unsur Al dan Ni jarang ditambahkan dalam formulasi media, hanya Heller dan beberapa peneliti lain yang menambahkan. Tetapi penambahan Al dan Ni tidak mempunyai pengaruh apaapa. Iodine juga merupakan unsur yang tidak diketahui kontribusinya dalam kultur jaringan tanaman, tetapi 65% dari komposisi media yang dikembangkan, menambahkan unsur ini. Penambahan ini dilakukan setelah White menyatakan bahwa iodine dapat memperbaiki pertumbuhan akar tomat yang dikultur secara in vitro. Dalam media Euwens yang dikembangkan pada tahun 1976 untuk kelapa, iodine yang ditambahkan 0.05 mM; nilai ini 10 kali lebih tinggi dari level yang terdapat dalam komposisi MS. b. Perkembangan Komposisi Vitamin Vitamin yang paling sering digunakan dalam media kultur jaringan tanaman, adalah thiamine (vitamin B1), nicotinic acid (niacin) dan pyridoxine (vitamin B6). Thiamine merupakan vitamin yang esensial dalam kultur tanaman. Penambahan nicotinic acid ke dalam jaringan media, banyak dilakukan setelah Bonner dan Devirian pada tahun 1939 menyatakan bahwa persenyawaan tersebut penting untuk kultur akar tomat, ercis dan lobak. Pada tahun yang sama peneliti Robbins dan Schmidt menemukan bahwa pyridoxin juga diperlukan dalam kultur akar tomat.

340

Oleh karena itu sering dipandang sebagai golongan vitamin untuk tanaman. memperbaiki pertumbuhan dan morfogenesis. Penambahan myoinositol kedalam media. Henurut George dan Sherrington. Keuntungan penambahan myoinositol pertama kali ditunjukkan oleh Jacoulot dalam kultur kambium tanaman elm. Pembentukan pucuk dalam Haworthia sp. Penambahan dalam kultur jaringan tanaman pada konsentrasi 0. peranannya melalui keikutsertaannya dalam lintasan biosintesa asamD-galakturonat yang menghasilkan vitamin C dan pektin.Myoinositol yang kadang-kadang juga disebut mesoinositol atau inositol. Banyak peneliti menemukan bahwa myoinositol mempengaruhi morfogenesis kultur. dan dalam jumlah kecil didalam agar pasta. merangsang pembentukan kalus friable dalam kultur embrio jagung. Myoinositol kemudian dipergunakan dalam komposisi Wood & Braun dan Hurashige & Skoog.95 mM. tergantung dari myo-inositol. Pantothenic acid juga ditemukan mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan beberapa jaringan tertentu. misainya dalam kultur Haworthia sp. Dalam kultur suspensi sel clover dan kedelai. merangsang dispersi sel c. bukanlah vitamin dalam kebutuhan fisiologis hewan. Myoinositol ditemukan dalam air kelapa. Tetapi pantothenic acid tidak berdampak terhadap pertambahan jaringan wortel yang mungkin sudah disintesa dalam jumlah yang cukup dalam jaringannya. Dan juga ada kemungkinan inkorporasinya dalam fosfoinositida dan fosfatidil inositol yang berperanan dalam pembelahan sel. seperti Salix sp. kemungkinan. Asam amino Asam amino merupakan sumber N . bila konsentrasi yang digunakan antara 201000 mg/ml. Vitamin E (tocopherol) merupakan anti-oksidan dalam jaringan manusia yang dapat merangsang sifat juvenil dalam fibroplast paru-paru.

Ada beberapa asam amino saling .organik. Pada kultur sel sycamore..mg/1. tetapi sel yang ditumbuhkan dalam media dengan nitrat. Menurut Gamborg. Glycine merupakan asam amino yang ditambahkan sejak tahun 1939. Kedua asam amino tersebut mempunyai efek cooperasi dalam penghambatan. Dalam media B5 yang dikembangkan oleh Gamborg dan grdpnya untuk pertumbuhan sel akar kedelai. karena dapat menghambat pertumbuhan walaupun pada konsentrasi yang rendah. tidak menunjukkan gejala yang demikian. Penambahan asparagin dan alanin merangsang pembentukan pucuk dalam kultur Torenia. Sumber N yang berbeda ini memberikan pengaruh yang berbeda juga. mempunyai pengaruh mengurangi browning pada kultur jaringan tebu. Tapi Linsmaier dan Skoog pada tahun 1965 menemukan bahwa glycine tidak memperbaiki pertumbuhan kalus tembakau. penambahan Glycine lebih baik daripada ekstrak ragi. dalam media dengan komposisi garam anorganik yang tepat. Glycine merupakan komposisi tetap dalam banyak formulasi media dan diberikan dengan konsentrasi 2 . Sebaiknya tidak menambahkan keduanya bersamasama. Beberapa asam amino memang dibuktikan mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan kultur. Lysine dan threonine merupakan asam amino yang harus digunakan secara hati-hati. penambahan campuran asam amino seperti yang terdapat dalam casein hidrolisat tidak memberikan pengaruh yang nyata. ditemukan bahwa sel-sel menjadi panjang-panjang. L-asparagine digunakan oleh Green dan Phillips (1974) untuk merangsang regenerasi dalam kultur jaringan jagung. seperti yang dilaporkan. tidak diperlukan penambahan bahan organik lain. L-cysteine misalnya. setelah White menunjukkan bahwa dalama kultur tomat.

Tehnik pembenihan Tanaman 341 .

Sel-sel ini disebut sel-sel yang habituated. lnteraksi dan perimbangan antara zat pengatur tumbuh yang diberikan dalam media dan yang diproduksi oleh sel secara endogen. Pemilihan jenis auksin dan. Dalam kultur in vitro ada sel-sel yang dapat tumbuh dan berkembang tanpa auksin seperti sel-sel tumor. jenis tanamannya.konsentrasi. tipe petumbuhan yang dikehendaki . mengubah level zat pengatur tumbuh endogen sel. Selain auksin dan sitokinin. L-leucine dan DL-valine. d. Kemampuan jaringan mensintesa auksin . seperti phenyl-alanine dan tyrosine. Golongan zat tumbuh lain yang ditambahkan. dan organ. merupakan trigering factor untuk prosesproses yang tumbuh dan morfo-genesis. dua golongan zat pengatur tumbuh yang sangat penting adalah sitokinin dan auksin.antagonis terhadap sesamanya. menentukan arah perkembangan suatu kultur. Penambahan auksin atau sitokinin eksogen. Level auksin dalam eksplan tergantung dari bagian tanaman yang diambil dan. Jenis . jaringan. 1) Auksin. tergantung dari: . Zat Pengatur Tumbuh Dalam kultur jaringan. Auksin digunakan secara luas dalam kultur jaringan untuk pertumbuhan kalus. giberelin dan persenyawaan-persenyawaan lain juga ditambahkan dalam kasus-kasus tertentu. Level zat pengatur tumbuh endogen ini kemudian. suspensi sel dan organ. Auksin alamiah adalah Indole Acetic Acid (IAA). Selain itu juga dipengaruhi oleh musim dan umur tanaman. Zat pengatur tumbuh ini mempengaruhi-pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur sel. L-argine dan L-lysine. level auksin endogen .

Z125 Menghambat perpanjangan batang N Phenylurea Z899 Menghambat penuaan daun Zeatin 342 .-Dimethylallylaminopurine D525 Menghambat pemebntukan akar (2iP) K750 Memacu pembelahan sel Kinetin T888 Memicu dan pertumbuhan inisiasi Thidiazuron (TDZ) C279 Merangsang pertumbuhan dan pemecahan tunas tambahan N-(2-chloro-4-pyridyl).Hormon Nama Produk Nomor Produk Number Fungsi dalam Kultur Jaringan Indole-3 -Acetic Acid Auxins I 885 Pembentukan akar (konsentrasi tinggi) Indole-3-Butyric Acid I538 Pembentukan batang (konsntrasi rendah) Indole-3-Butyric Acid..4-Dichlorophenoxyacetic Acid C213 Menghambat tunas tambahan (axillary) p-Chlorophenoxyacetic acid P717 Menghambat perpanjangan akar Picloram D159 Dicamba Cytokinins 6-Benzylaminopurine B800 Meningkatkan pembentukan batang 6-.. Potassium I530 Induksi somatik embrio Salt N600 Pembelahan sel a-Naphthaleneacetic Acid D299 Pembentukan dan pertumbuhan kalus 2.

Pengasaman dinding menyebabkan K+ diambil.19 .Zeatin Riboside Gibberellins Gibberellic Acid G500 Merangsang perpanjangan batang Memecah dormansi. molekul RNA. Naphtoxy acetic acid (NOA). dengan berat nolekul 175. 2.04 . Auksin sintetik yang sexing digunakan dalam kultur jaringan tanaman adalah: .4-dichlorophenoxy acetic acid (2. berat molekul 186. Indole butyric acid (IBA). Akibatnya air masuk ke dalam sel dan sel membesar .24 . perkembangan benih. IAA. Abscisic Abscisic Acid A102 Merangsang pembentkan tuber Acid Merangsang pematangan embrio Memicu awal dormansi Polyamines Putrescine P733 Memicu kecepatan pemebtukan akar Spermidine S837 Memicu somatic embryogenesis Memicu pemebntukan batang (shoot) Pengaruh auksin terhadap pertumbuhan jaringan tanaman diduga melalui dua cara: . dengan demikian dihasilkan batang yang pendek. berat molekul 203. berat molekul 202. Naphtaleine acetic acidi-naphtyl (NAA). dan pengambilan ini mengurangi potensial air dalam sel. mungkin melalui transkripsi.21 . 4-Chlorophenoxy acetic acid (4-CPA). Menginduksi sekresi ion H+ keluar sel melalui dinding sel.40). mempengaruhi metabolisme RNA yang berarti metabolisme protein. .21 . berat nolekul 221. embrio dan tunas apikal Menghambat kecepatan pembentukan akar Paclobutrazol dan ancymidol menghambat sintesis gibberellin.

berat molekul 186. Seperti juga auksin.46 . berat molekul 221. 2iP (N6-2-isopentanyl adenine. berat Tehnik pembenihan Tanaman 343 . Persenyawaan tersebut kemudian dinamakan kinetin. berat molekul 255. Skoog dalam Laboratorium Botany di University of Wisconsin. IAA conjugate: IAA-L-alanine IAAGlycine 2) Sitokinin Golongan sitokinin adalah turunan dari adenine.25 . Zeatin. atau 6-(t.04 . berat molekul 219. 3.Golongan ini sangat penting dalam pengaturan pembelahan sel dan morfogenesis.5. (6-furfuryl amino purine).25. Persenyawaan dari DNA tersebut sewaktu ditambahkan ke dalam media untuk tembakau. Kinetin.6-Dichloro anisic acid (Dicamba). Kinetin diperoleh dari DNA ikan herring yang diautoklaf dalam larutan yang asam. 2.6-trichloro picolinic acid (Picloram). Sitokinin yang pertama ditemukan. (4-hydroxyl 73-methyl-trans-2butenyl amino purine).4. adalah kinetin yang diisolasi oleh Prof. berat molekul 215.t-dimetylallyl amino purine). . 4-Amino-3.60 .5-trichloro acetic acid. Sitokinin yang biasa digunakan dalam kultur jaringan : .49 . ternyata merangsang pembelahan sel dan diferensiasi sel. sitokinin ada yang alamiah dan sintesis. berat molekul 241.

69 . berat molekul 28 2. tanaman.38. Thidiazurin urea). berat molekul 225. 2.37 . Pada umumnya giberelin terutama GA3 menghambat perakaran.-9-(2rahydropyranyl)-9H-purine. berat molekul 247.5-5.0 mg/1 kinetin.molekul 203. Pertumbuhan kentang juga ba ik bila 0. berat molekul 22 0. maka penambahan giberelin sering m enghambat.phenylurea. 6(-benzylamino). 2C 1-4 PU: N (2-chloro-4 pyridyl)-Nph enylurea. Tetapi dalam kultur kalus dimana pertumbuhan sudah cepat hanyadengan auksin dan sitokinin.26 .01-0. Berat molekul GA3 346.6-dichloro-4 pyridyl)-N.6-C1-4 PU: N (2. Pengaruh positif giberelin ditemukan bit.21. kadang-kadang membantu morfogenesis. PBA (SD 8339): . gula. dimana GA3 merangsang pembentukan pucuk dari potongan inflorescence. BAP/BA (6-benzyl amino purine/6benzyl adenine). berat molekul 309.13 . 4) Zat Pengatur Tumbuh Yang Tidak Umum B .10 mg/1 GA3 dikombinasikan dengan 0.25 3) Giberelin P enggunaan giberelin dalam kultur jaringan. .

ekstrak kentang. Caplin & Steward memperoleh pertumbuhan kalus yang lebih baik pada media dengan 5% air kelapa dan casein hydrolysate dari pada media dengan IAA. juice tomat. Lin & Staba (1961) menemukan bahwa pada pertumbuhan kalus pe ppermint dan spearmint. e. Persenyawaan Organik Kompleks D isamping golongan persenyawaan organik yang konstitusinya jelas. Penelitian yang lebih mendalam. penambahan air kelapa dalam media yang mengandung 2. kadangkadang dalam media kultur jaringan. Auksin tertentu dan air kelapa. juga ditambahkan persenyawaan yang kompleks.eberapa persenyawaan yang mempunyai sifat mengatur pertumbuhan dan perkembangan jaringan tanaman misalnya: glyphosate (N-phosphonomethyl glycine) dapat digunakan untuk merangsang pucuk dalam kalus alfalfa bila ditambahkan bersama-sama auksin dan sitokinin. Pada tahun-tahun berikutnya. yang komposisinya dapat berbeda dari sumber yang satu dengan yang lainnya. dapat bersifat sinergis.4-D dan air kelapa terjadi reaksi sinergistik yang memacu pertumbuhan kalus Daucus c arota. Dikegulac dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah pucuk dalam kultur sweet chery. dan ekstrak pisang.4 . bila dalam media juga diberikan auksin. ekstrak ragi. P enggunaan air kelapa pertama kali dilaporkan oleh van Overbeek pada tahun 1941 dalam kultur embrio Datura stramonium. Gautheret menemukan bahwa air kelapa dapat digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan jaringan yang diisolasi dari cumber yang berlainan. persenyawaan kompleks yang dimaksud adalah: air kelapa. Tetapi tidak semua auksin dan air kelapa mempunyai kerja sama yang sinergis. casein hydrolysate. menemukan bahwa efek air kelapa pada pertumbuhan memjadi lebih baik. Pada tahun 1948. Steward dan Caplin (1951) mendapatkan bahwa antara 2.

purin.-0 meningkatkan pertumbuhan kalus. 9-B-D ribofuranosyl zeatin ditemukan oleh Letham pada tahun 1968 (George & Sherrington 1984). vitamin. Zat pengatur tumbuh yang ditemukan dalam air kelapa antara lain : .benzothiazoleox yacetic acid tidak. 344 . mineral. sedangkan dengan 2. gula. gula alkohol. dan zat pengatur tumbuh. antara lain: asam amino. asamasam organik. B ahan-bahan yang terkandung dalam air kelapa. asam nukleat.

telah memperbaiki pertumbuhan akar. vitamin. 1984). banyak . (4) 2(3-methylbutyl-2-ethylamino) (Letham. Casein hydrolisat diberikan dalam konsentrasi 200-500 mg/l. 3) Juice tomat. 2) Ekstrak ragi Penggunaan bahan ini pada aural sejarah kultur jaringan dalam percobaanpercobaan pionir seperti yang dilakukan oleh Robbins dan White. peptida. 1970 dalam George & Sherrington. Sumber asap amino campuran yang relatif murah adalah casein hydrolysat dan ekstrak ragi. Ekstrak ragi juga menyumbangkan asam amino. Konsentrasi yang digunakan dalam kultur berkisar antara 0. ekstrak pisang. Zeatin (Zwar & Bruce. dan asam amino. penambahan ekstrak ragi 800 mg/1 atau casein hydrolysat 200 mg/1 memperbaiki pertumbuhan kalus. Oleh karena itu mereka berpendapat bahwa ada persenyawaan lain yang penting dalam casein hydrolysat. zat pengatur tumbuh. walaupun dalam media sudah ada ion amonium seperti media Linsmaier & Skoog. Dalam kultur jagung. untuk pertumbuhan kultur. Juice tomat dan ekstrak pisang..5 gram/1 sampai 2 gram/1. Bahan-bahan ini pada umumnya merupakan sumber gula. penambahan asap amino yang sama dengan asap amino dalam casein hydrolysat tidak menghasilkan pengaruh yang sama. 1984). 1984). 1955 dalam George & Sherrington. dan ekstrak kentang. . Penambahan casein-hydrolysat dalam media regenerasi padi. vitamin. Dalam hal ini. 1) Casein hydrolysat Dalam media yang tidak mengandung ion amonium. . Penambahan asap amino dapat memperbaiki pertumbuhan can morfogenesis. meningkatkan jumlah pucuk yang terbentuk-dalam kalus padi. N-N-Diphenyl urea (Shantz & Steward. 1982 dalam George & Sherrington.

lalu glukosa. karena bahanbahan organik ini dapat berbeda bila varietas tanaman berbeda. banyak bahanbahan organik harus ditambahkan kedalam media untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Dengan demikian. bahan tanaman yang digunakan merupakan bagian kecil dari tanaman dan tidakmerupakan suatu sistim yang lengkap. dengan nyata meningkatkan pertumbuhan kalus dan regenerasi anther beberapa jenis padi. Dalam perkembangan komposisi media. Gula putih yang biasa digunakan untuk keperluan seharihari cukup memenuhl syarat untuk mendukung pertumbuhan kultur. f. Sumber Energi : Karbohidrat Didalam kultur jaringan. Ekstrak kentang biasanya digunakan antara 10-30% dengan hasil terbaik 20%. Hasil yang diperoleh di suatu saat. ia membandingkan pengaruh berbagai jenis gula pada kultur jaringan wortel. Penambahan ekstrak kentang kedalam media. maltosaa dan rafinosa. penambahan bahan-bahan yang undefined ini dihindarkan.digunakan untuk kultur embrio anggrek. Gautheret mendapatkan bahwa sukrosa adalah yang paling baik. Perkembangan pemilihan jenis karbohidrat dimulai tahun 1945 oleh Gautheret. Karbohidrat terutama gpla. kadang-kadang tidak dapat diulangi lagi. sedangkan manosa dan laktosa Tehnik pembenihan Tanaman 345 . merupakan komponen yang selalu ada dalam media tumbuh. kecuali dalam media untuk tujuan yang sangat spesifik. Ekstrak kentang digunakan dalam kultur anther padi. dan sebagainya. mempengaruhi kandungan pesenyawaan tersebut. nutrisi tanaman. Lingkungan tumbuh. Fruktosa dan galaktosa kurang efektif. Tetapi tidak dijelaskan tentang jenis kentang yang dipergunakan.

6 atm.7 atm. Pembelahan sel protonema Ceratodon purpureus dipengaruhi oleh Selain sebagai somber energi. garam-garam 3. konsentrasi gula dapat mencapai 12%.9 atm. Dalam kultur kalus dan pucuk. Namun dalam kultur embrio. Hidrolisa sukrosa paling efektif. Sukrosa dalam media dihidrolisa menjadi monosakharida se1ama masa kultur. tumbuh baik pada media dengan maltosa. glukosa. Kombinasi yang lain adalah: sukrosa: 0. Namun ada saja kekecualian dalam semua kasus. sehingga dalam kisaran temperatur kultur agar akan berada dalam keadaan beku yang stabil . agar membeku pada suhu < 45 oC dan mencair pada temperatur 100 oC. Bahan Pemadat Bahan pemadat yang paling banyak digunakan agar. tidak merangsang pertumbuhan pucuk. dalam media dengan pH rendah.merupakan karbohidrat yang paling tidak efektif. dan fruktosa.2 atm. Konsentrasi optimum sukrosa tergantung dari jenis kultur. g. keuntungan dari pemakaian agar adalah: . Kultur pucuk mulberry yang tidak dorman. Sebahagian besar potensi osmotik dalam media White disebabkan oleh gula. konsentrasi antara 2-4% merupakan konsentrasi yang optimum. Sedangkan penambahan sukrosa. gula juga berfungsi sebagai tekanan osmotik media. sedangkan dalam media MS hanya seten ah dari potensial osmotiknya disebabkan oleh. dengan garam-garam lain memberikan 2. Pertumbuhan kalus Nicotiana glutinosa yang terbaik adalah bila potensial osmotik yang disebabkan adanya sukrosa dalam larutan: 2. Pada umumnya urutan yang demikian berlaku untuk hampir semua tanaman. Hidrolisa terjadi karena aktifitas enzim invertase yang terdapat pada dinding sel. adanya gula.

dapat dimurnikan dengan jalan merendam agar.1. selama 24 jam dalam aquadest.. Kekerasan media pada umumnya meningkat secara linier pada pertambahan konsentrasi agar. . pada umumnya hanya 2 gram per liter media. Jenis agar yang dipakai. merupakan polisakharida dari bakteri Pseudomonas sp. akhir-akhir ini dikembangkan suatu zat pemadat lain yang juga merupakan polisakharida. . Penambahan arang aktif Dalam perbanyakan komersil dan percobaan-percobaan yang tidak dimaksudkan untuk mempelajari metabolisme sel.0%. Gefrite membentuk gel yang lebih bening dari agar. Konsentrasi agar yang terlalu tinggi dapat mengurangi difusi persenyawaan dari dan ke arah eksplan sehingga pengambilan hara dan zat tumbuh berkurang.6. Bahan-bahan yang tidak diinginkan dari agar. sedangkan zat penghambat dari eksplan tetap berkumpul di sekitar eksplan. penggunaan agar murni bukan suatu keharusan mengingat harga agar murni sangat tinggi. Untuk mencapai kekerasan gel tertentu. Kekerasan media juga dipengaruhi oleh : . Konsentrasi agar yang diberikan berkisar antara 0. Beberapa sifat gelrite yang berlainan dengan agar adalah bahwa : . pH media h. Selain agar. pemakaian gelrite lebih rendah dari agar. Agar adalah campuran polisakharida yang diperoleh dari beberapa species algae. tetapi yang diisolasi dari organisme mikro lain. Gelrite yang diproduksi oleh Kelco. tidak dicerna oleh enzim tanaman . tidak bereaksi dengan persenyawaan penyusun media.. 346 . Agar kemudian dibilas dengan ethanol dan dikeringkan dalam oven pada 60° C selama 24 jam.

.

mungkin dengan betindak sebagai sink yang menarik auksin dari dalam sel sehingga enbriogenesis dapat terjadi . . tanpa auksin. Membantu embrio-genesis kultur dalam media regenerasi. Arang aktif adalah arang yang sudah dipanaskan beberapa jam dengan menggunakan uap atau udara panas. Bahan ini mempunyai adsorpsi yang sangat kuat. Merangsang perakaran dengan mengurangi tingkat cahaya Arang aktif ditambahkan dengan konsentrasi yang variasi dari 0. pengaruh arang aktif adalah sebagai berikut: 1) Menyerap senyawa toxin yang terdapat dalam media yang dapat menghambat pertumbuhan kultur terutama: . Senyawa fenolik dari jaringan yang terluka waktu inisiasi.5 0. media regenerasi. Menyerap zat pengatur-tumbuh sehingga: . seperti dalam androgenesis dan pucuk yang ingin diakarkan. Namun kekerasan gel dari gelrite sangat dipengaruhi oleh kehadiran garam seperti NaCl. tergantung dari jenis kulturnya. Persenyawaan 5-hidroksimetil furfural yang diduga terbentuk dari gula yang berada dalam larutan asam lemah dan mengalami pemanasan dengan tekanan tinggi (Kitsch et al. Penambahan arang aktif dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan kultur. atau media perakaran.. KCl. MgCl2. Secara umum. .6H2O dan CaCl2. . .6 X. 1968). Garam NaCl dan KCl menurunkan kekerasan tetapi MgCl2 dan CaCl2 meningkatkan kekerasan gel. Arang aktif dapat ditambahkan kedalam media pada berbagai tahap perkembangan Bahan ini dapat ditambahkan pada media inisiasi. Mencegah pertumbuhan kalus yang tidak diinginkan.

i. Pengaturan pH selain memperhatikan kepentingan fisiologi sel. Pengambilan (uptake) dari zat pengatur tumbuh dan garam-garam lain . Untuk menghindarkan perubahan pH yang cukup besar. 1984) membuat pH 7. botol media harus sering dikocok agar mulai membeku. Pengaturan pH.0 dalam media yang belum disterilkan. baru diadakan Tehnik pembenihan Tanaman 347 . Murashige dan Skoog menyarankan agar dilakukan pemanasan untuk melarutkan agar-agar dan memanaskan media didalam autoclave selama beberapa menit. harus diusahakan agar arang aktif terbagi rata dalam media.8. Sel-sel tanaman membutuhkan pH yang sedikit asam berkisar antara 5. adalah pH yang harus diatur sedemikian rupa sehinga tidak mengganggu fungsi membran sel dan pH dari sitoplasma. Sekalipun media sudah ditepatkan. seringkali setelah sterilisasi pH-nya berubah. Sesudah sterilisasi dalam autoclave.5. Tanaman Ericaceae seperti Rhododendron ditemukan tumbuh lebih baik dalam media 4. Untuk mencapai pH sekitar 5.7 -5. Mann dan grupnya (dalam George dan Sherrington. juga harus mempertimbangkan faktor-faktor: . biasa dilakukan dengan menggunakan NaOH (atau kadang-kadang KOH) atau HCl pada waktu semua komponen sudah dicampur.tergantung dari tujuan.9. Kelarutan dari garamHgaram penyusun media . Pada umumnya terdapat penurunan pH setelah disterilkan dalam autoclave. Derajat keasaman media Faktor penting lain yang juga perlu mendapat perhatian.5-5. Dalam media yang ditambahkan arang aktif. Efisiensi pembekuan agar. beberapa saat sebelum disterilkan dengan autoclave.

Banyak peneliti menyarankan untuk menambahkan KH2PO4 dan KH2PO4 dalam media. .menetapar. Media dasar Nitsch dan Nitsch yang .dasar yang banyak digunakan antara lain: . Cara ini juga diguna}can pada penelitian yang menggunakan media dengan pH rendah untuk tujuan seleksi. Beberapa media. Dalam wadah yang besar. Media dasar Murashige dan Skoog (1962) yang dac. media disterilkan dan kemudian dititrasi dengan Na0H/HC1 steril sampai pH yang diinginkan. . alfafa. terutama pada tanaman herbaceus. sumber energi dan vitamin. untuk tindak sebagai buffer. Media dasar White (1934) yang sangat cocok kultur akar tanaman tomat . . Media dasar Vacin dan Went yang biasa digunaan untuk kultur jaringan anggrek. Media dasar B5 untuk kultur sel kedelai. dan legume lain. Penamaan resep media dasar umumnya diambil dari nama penemunya atau peneliti yang menggunakan pertama kali dalam kultur khusus dan memperoleh suatu hasil yang panting artinya.4 Beberapa Komposisi Media Pada umumnya media kultur jaringan dibedakan menjadi media dasar dan media perlakuan. Cara lain yang dilakukan adalah penetapan pH setelah media disterilkan dalam autoclave. Dalam teknik kultur jaringan dikenal puluhan macam media dasar. Penambahan asam amino seringkali juga bersifat sehagai buffer organik. 9. pH. Setelah itu media di-tuang ke dalam wadah kultur steril yang telah dipersiapkan di dalam laminar air flow cabinet. digunakan untuk hampir semua jenis kultur. Penambahan KH2PO4 sendiri tidak efektif sebagai buffer. Resep media dasar adalah resep kombinasi zat yang mengandung hara esensial (makro dan mikro).

kombinasi zat kimia dari Murashige dan Skoog masih tetap digunakan tetapi konsentrasi yang diubah.7H2O dam Na2EDTA . Larutan Stok A.50 gram. Larutan. . Larutan dibuat dalam bentuk larutan stok campuran. Larutan stok D untuk persenyawaan MgSO4. Larutan stok A untuk persenyawaan NH4NO3. . . Kemudian diaduk hingga larut merata.biasa digunakan dalam kultur tepung sari (pollen) kultur sel. Medium khusus tanaman berkayu atau Woody Plant Medium (WPM). Biasanya larutan stok hara dibuat dalam beberapa macam dan diberi nama sebagai berikut : . Media N6 untuk serealia terutama padi Dari sekian banyak media dasar yang paling sering dan banyak digunakan adalah komposisi media dari Murashige dan Skoog. Larutan stok C untuk persenyawaan CaCl2. dimasukkan ke dalam gelas piala bersih yang sudah berisi aquadest atau air bebas ion kira-kira 700 ml. Kadang-kadang untuk kultur tertentu. Larutan stok E untuk persenyawaan FeSO4. Larutan stok B untuk persenyawaan KNO3. berarti konsentrasi persenyawaan yang digunakan adalah setengah konsentrasi Media HS. . . 1 liter (50 kali konsentrasi) Menimbang persenyawaan NH4NO3 sebanyak 83.2H2O.7H2O dan KH2PO4. sebagai contoh media 1/2 MS. Gelas piala dibilas dengan aquadest dan air bilasan dituang ke dalam labu takar (sebaiknya bilaslah dengan 50 . Media dasar Schenk dan Hildebrandt (1972) yang cocok untuk kultur jaringan tanaman-tanaman monokotil. . Bahan yang telah ditimbang. kemudian dipindahkan ke dalam labu takar 1 liter yang telah dibilas dengan aquadest. .

Kemudian 348 .ml aquadest 2-3 kali).

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan larutan stok adalah penyimpanan (daya simpan) larutan. langkah pertama adalah membuat stok dari media terpilih. tapi untuk suatu penelitian yang memerlukan perubahan komposisi dalam satu atau beberapa komponen. Larutan stok. Penggunaan larutan stok menghemat pekerjaan menimbang bahan yang berulang-ulang setiap kali membuat media. stok vitamin dan stok hormon terutama bila larutan stok tidak disimpan ter-lalu lama (segera digunakan habis). diberi label A dan ditutup rapat. ada juga yang lengkap sampai hormon dan gula. Selain itu. a. Larutan stok A dapat disimpan pada suhu kamar. Untuk membuat 1 liter media. bila dapat disimpan ditempat yang bertemperatur rendah dan gelap. Dalam pembuatan media. bahkan larutan stok mikro dapat dipergunakan sampai 200 liter media.. Pembuatan larutan stok berdasarkan pengelompokan dalam stok makro. stok Fe. Setiap larutan stok dapat dipergunakan untuk kira-kira 50 liter-media. lalu dipindahkan ke dalam erlenmeyer/botol reagent ukuran 1 liter yang bersih. Stok hormon dapat disimpan antara 2-4 minggu. Pembuatan Media Dewasa ini beberapa media kultur jaringan dapat dibeli dalam bentuk bubuk yang telah dipersiapkan. Formula ini memang memudahkan pekerjaan. juga kadang-kadang timbangan yang dibutuhkan untuk menimbang jumlah kecil tidak tersedia dalam laboratorium. sedangkan stok hara dapat disimpan 4-8 minggu. . pembuatan media selanjutnya hanya dengan teknik pengenceran dan pencanpuran saja. maka pemisahan komponenkomponen penyusun media perlu dilakukan.ditambahkan aquadest hingga volume' larutan tepat pada 1 liter. Dengan adanya larutan stok. Larutan telah jadi. stok mikro. dibutuhkan 20 ml larutan stok A. Tergantung dari jenisnya. ada yang hanya mengandung garam makro dan mikro serta vitamin.

Timbang persenyawaan KNO3 sebanyak 95 gram. juga tidak dapat digunakan lagi. Pengendapan larutan stok umumnya terjadi bila kepekatan larutan terlalu tinggi. tidak dapat digunakan lagi. Larutan dituang ke dalam labu takar 1 liter seperti pada proses pembuatan larutan stok A.Larutan yang sudah mengalami pengendapan. ditutup rapat dan disimpan dalam kondisi suhu kamar. Oleh karena itu pengendapan larutan dapat dihindari dengan membuat larutan yang tidak terlalu pekat atau tidak menggunakan larutan campuran. kemungkinan hal tersebut akan mempercepat pengendapan larutan. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang persenyawaan CaCl2. Stok hara makro Senyawa-senyawa sumber unsur hara makro diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. kemudian. Kondisi simpan juga perlu diperhatikan. b. serapat mungkin. Oleh karena itu sebaiknya dibuat dalam larutan stok tunggal. larutan dipindahkan ke dalam gelas erlenmeyer 1 liter. Untuk membuat 1 liter media diperlukan 20 ml larutan stok B. 1 liter. Larutan diaduk hingga larut merata. Larutan stok kadang-kadang ditumbuhi mikroba. Larutan stok yang terkontaminasi mikroorganisme ini. Larutan Stok B. Setelah volume larutan diterakan 1 liter. karena ada beberapa bahar yang tidak tahan dalam suhu tinggi atau cahaya. Oleh karena itu kondisi simpan harus dijaga kebersihan dan tempat (wadah) larutan harus diusahakan. dilarutkan dalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest.H2O sebanyak 44 gram. yaitu dengan menbuat satu larutan stok hanya untuk satu jenis bahan (terutama untuk unsur hara makro). Jenis anion senyawa sumber unsur hara makro tidak sama. kemudian dilarutkan Tehnik pembenihan Tanaman 349 . diberi label "B". Stok C.

Larutan Na2EDTA dipanaskan hingga 40-60°C selama beberapa menit. Dalam 1 liter media MS. Untuk membuat 1 liter media MS. Setelah volume tepat 1 liter. gunakan gelas piala 1 liter.7H2O dan diaduk hingga tercampur merata. Stok hara mikro. Setelah suhu kembali ke suhu kamar. diperlukan 5 ml larutan stok E.57 gram FeSO4. kedua persenyawaan dituangkan dalam satu labu takar 1 liter. larutan dibiarkan mendingin dahulu hingga suhu kembali ke suhu kamar. ulangilah proses seperti pembuatan larutan stok A dan B. Unsur hara mikro sangat sedikit diperlukan dalam pembuatan media. dibutuhkan 10 ml larutan stok D Larutan stok E. ulangi proses pembuatan stok terdahulu. pindahkan ke dalam erlenmeyer/botol 1 liter yang bersih dan seluruh sisinya sudah tertutup aluminium foil.7H2O dan 7. diperlukan 10 ml larutan stok C. Larutan stok C dapat disimpan dalam kondisi seperti larutan stok A dan B. Persenyawaan kalsium-klorida akan membebaskan kalor bila dilarutkan dalam air. Untuk membuat media MS 1 liter. Proses selanjutnya sama seperti pada pembuatan stok sebelumnya. .suhu kamar. Biarkan hingga suhu kembali ke suhu kamar. Larutan stok D dapat disimpan dalam kondisi suhu kamar. Setelah mendingin. Setelah larut. tetapi lebih baik disimpan dalam lemari es. Larutkan secara terpisah easing-easing persenyawaan dalam 350 ml aquadest. Karena larutan Fe ini peka terhadap cahaya.45 gram Na2EDTA. Kedua bahan tersebut dilarutkan secara terpisah dalam kira-kira 350 ml aquadest. masukkan larutan campuran itu ke dalam labu takar. maka perlu diselubungi aluminium foil pada erlenmeyer/botol penyimpannya. c. Stok D. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang 37 gram persenyawaan MgSO4. Oleh karena itu sebelum ditempatkan volumenya.dalam 700 ml aquadest dalam galas piala 1 liter.H2O dan 17 gram KH2PO4. Larutan stok E dapat disimpan dalam kondisi. 1 liter (200 kali konsentrasi): Timbang 5. kemudian tambahkan larutan FeSO4.

0 mg Masukkan bahan satu per satu kedalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest. Vitamin dan zat pengatur tumbuh. Selain itu zat organik dalam bentuk larutan mudah mengalami perubahan.7H20 1720.0 mg KI 166. sehingga:tidak awet. Oleh karena itu larutan stok vitamin dan zat pengatur tumbuh.Biasanya larutan hara makro dibuat dengan kepekatan 200 kali konsentrasi akhir media dan bahan yang diperiukan masih cukup kecil jumlahnya.5H20 5. baru disusul oleh bahan berikutnya. Oleh karena itu larutan stok unsur hara mikro dapat dibuat sebagai stok campuran. ditutup rapat dan disimpan pada suhu kamar.6H20 5. Bahan-bahan organik. Satu liter media MS hanya memerlukan 5 ml larutan stok F.0 mg CoCl.0 mg H3B03 1240. Setiap memasukkan bahan diikuti dengan pengadukan agar larut. Cara membuat larutan stok hara mikro dapat dirinci sebagai berikut: Timbang bahan-bahan sumber hara mikro dengan menggunakan timbangan analitik dalam jumlah sebagai berikut: Nama Senyawa Berat MnSO4. Setelah semua bahan larut.2H20 50.0 mg CuSO4. merupakan bahan-bahan kimia organik.0 mg ZnSO4. baru dimasukkan ke dalam labu takar 1 liter dan volume ditempatkan 1 liter dengan menambah aquadest. umumnya peka terhadap suhu tinggi dan cahaya. Larutan yang telah jadi selanjutnya dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan diberi label F.H20 3380.0 mg Na2MoO4. harus disimpan di dalam lemari es dan sebaiknya dalam membuatnya .

350 .

Satu liter media yang dibuat. Larutan yang telah jadi. Setelah larut merata. maka larutan stok vitamin dapat dibuat' sebagai stok campuran. B iasanya larutan stok zat pengatur tumbuh dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml.kemudian dituangkan ke dalam gelas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. pyridoxine HCl 0. umumnya dibuat 1000 kali konsentrasi akhir. dibuat larutan stok tunggal dengan kepekatan 100 kali konsentrasi akhir media. sulit digeneralisasikan. Labu takar kemudian dikocok hingga semua bahan larut merata. kemudian volume labu ditepatkan sampai 100 ml dengan menambahkan aquadest. kemudian dipindahkan ke botol 100 ml.1 mg.buh merupakan perlakuan dalam media kultur jaringan. Larutan stok zat pengatur tumbuh Zat pengatur tumbuh. Khusus myo-inositol. d.tidak usah banyak-banyak agar cepat habis terpakai. e. kemudian dipindahkan ke dalam . Larutan stok vitamin.5 mg dan glycine 2.5 mg. diberi label. Usahakan volume tidak melebihi 50 ml. Bila vitamin bukan merupakan vitamin yang sama. nicotinic acid U. berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok zat pengatur tumbuh dengan kepekatan 1 mg/ml sebanyak 100 ml. umumnya hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. hati-hati dalam membilas bahan yang dimasukkan ke labu. ditutup rapat. hanya membutuhkan 1 mllarutan stok vitamin.0 mg per liter media. Sebagai contoh akan dibuat media dasar yang memerlukan thiamine HCl 0. lalu disimpan dalam lemari es. Proses penimbangan zat pengatur tumbuh untuk larutan stok. karena biasanya zat pengatur tum. Untuk membuat larutan stok. Sebagai contoh. 1) Larutan stok auksin Timbang bahan sebanyak 100 mg. Sambil diaduk-aduk teteskan sedikit larutan NaOH 1 N dengan hati-hati hingga bahan larut benar-benar. sebanyak 100 ml. Setelah larut merata.

Sebagai pengganti larutan NaOH.labu takar 100 ml. Tehnik pembenihan Tanaman 351 . Larutan yang telah ditepatkan volumenya itu dipindahkan ke dalam erlenmeyer 100 ml. Bila 1 ml larutan stok ini ditambahkan dalaa pembuatan 1 liter media akan memberi perlakuan kinetin 1 ppm. Timbang kinetin 100 mg dan tuang ke dalam galas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. bila 2 ppm diperlukan 2 dan seterusnya. 2) Larutan stok sitokinin Seperti auksin. dalam jumlah sedikit (100 ml). Berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok kinetin 1 mg/ml sebanyak 100 ml. Larutan yang telah jadi dipindahkan ke dalam botol simpan 100 ml. kebutuhan larutan stok zat pengatur tumbuh bergantung kepada konsentrasi yang digunakan (perlakuan zat pengatur tumbuh). dengan menambahkan aquadest. diberi label dan disimpan dalam lemari es. sitokinin sebaiknya dibuat stok. yaitu 1-10 mg/ml. ditutup rapat. dapat digunakan bahan pelarut alkohol 40%. Umumnya kepekatan yang digunakan hampir sama dengan auksin. atau dengan pemanasan larutan awal (larutan sebelum diterakan dalam labu takar) selama beberapa menit hingga bahan benarbenar larut (menjadi jernih). ditetesi dengan larutan HCl 1 N dan dipanaskan sebentar hingga bahan benar-benar larut (menjadi jernih). Untuk membuat 1 liter media. larutan dipindahkan ke dalam labu takar 100 ml untuk ditepatkan volumenya pada 100 ml. Sambil diaduk-aduk. ditutup rapat dan diberi label untuk seterusnya disimpan dalam lemari es. dan volume ditepatkan 100 ml dengan menambahkan akuades. Bila perlakuan zat pengatur tumbuh (auksin) yang digunakan 1 ppm maka dibutuhkan 1 ml. Setelah larut dan dingin.

. dapat dibantu pelarutannya dengan menambahkan rapa tetes larutan HCl 1 N. Zat pengatur tumbuh yang bereaksi asam seperti auksin dan giberelin. sebagai contoh. atau dengan pemanasan. Larutan stok yang telah mengalami pengendapan dan yang sudah ditumbuhi mikroorganisme. Setelah selesai digunakan atau sebelum digunakan lagi. tempatkanlah pada rak penyimpanan secara terbalik supaya kering dan bagian dalamnya tidak berdebu. Cara membuat media dengan larutan stok. atau menggunakan bahan pelarut alkohol 40%. Semua alat-alat gelas (alat ukur. dapat dilarutkan dengan bantuan menambahan larutan NaOH (basa). . tidak boleh digunakan lagi (dibuang). harus ditentukan dahulu kebutuhan media. Untuk itu perlu diketahui benar-benar volume kebutuhan larutan stok masing-masing.Ketentuan pembuatan larutan stok auksin dan sitoinin ini dapat berlaku umum untuk golongan zat pengatur tumbuh yang lain. harus dibilas dulu dengan aquadest. Oleh karena itu sebelum membuat larutan stok. akan dibuat 1 liter media MS dengan perlakuan 1 ppm NAA dan 2 ppm kinetin. Sedangkan zat pengatur tumbuh yang bereaksi basa seperti golongan sitokinin. Stok vitamin dan zat pengatur tumbuh. harus pula segera dibilas dengan aquadest. atau dengan pemanasan. sebaiknya digunakan segar (kurang dari 2 minggu). sebaiknya tidak disimpan lebih dari dua bulan sebelum dipergunakan. . takar. Larutan stok unsur hara. jadwal pembuatan media. Bila tidak digunakan lagi. wadah) sebelum dipergunakan untuk membuat larutan. . dan semua sarana pembuatan media harus benar-benar sudah siap. dilakukan dengan metode pengenceran. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada larutan stok: .

Bagian ujung eksplan yang keluar dari larutan sterilisasi.Media yang dibuat adalah media padat dengan 0. di dalam media MS. seiama 10 menit. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. dan batang muda. lalu iris dalam potongan kecil. hipokotil.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. Suatu contoh prosedur dalam inisiasi kultur kalus. Wortel yang segar dan yang kotor cuci wortel dengan detergent. tunas tersebut disubkultur dalam media multiplikasi (MS+BAP) dan beberapa komponen organik lainnya.5 Inisiasi tunas Inisiasi adalah proses memulai suatu kegiatan kultur jaringan. dan juga moss.4-D. Eksplan yang telah disterilkan dikulturkan dalam media kultur (MS+BAP). meliputi dikotil berdaun lebar. 352 . Inisiasi dapat dilakukan melalui akar. pakis. daun. Bilas lagi 3 kali dalam aquadest. 9. monokotil gymnospermae. Tahapannya adalah sebagai berikut.8% agar dan mengandung 3% gula sukrosa). kotiledon. Bilas dengan aquadest steril. dan jaringan meristemlainnya. Bagian tanaman seperti embrio muda. Setelah terbentuk tunas. Tahap awal adalah proses persiapan eksplan. Sterilkan dalam alkohol 70% selama 1 menit. Rendam dalam larutan clorox 20X. dapat diperoleh dengan menumbuhkan potongan wortel dekat lingkaran kambium. dipotong ambil bagian kambium dan tanam di dalam larutan 77:2 media ES dengan hormon 2. kupas kulit luarrnya. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula.

.

Untuk melihat sel. Tiga eksplan ditanam dalam satu botol media. Kultur diberi label yang berisi keterangan tentang jenis tanaman. berat kering kalus. kalus yang friable dapat disubkultur pada media baru. bagian yang diambil. Setelah diautoclave.05% w/v). seringkali dijumpai . atau dipindahkan ke media lain untuk diregenerasi menjadi tanaman. sukrosa 30 gr/1. dapat dipindahkan ke media cair untuk inisiasi kultur suspensi sel. media dimasukkan ke dalam botol 75 ml masing-masing 15 ml. Regenerasi tanaman dapat melalui organogenesis atau embriogenesis. Kultur diletakkan pada rak terbuka di dalam ruang kultur dengan temperatur rata-rata 250C dalam diffuse light. atau keduaduanya.Mempersiapkan media dan lingkungan kultur. media disimpan dulu selama 3 hari dalam keadaan gelap. Ketiga eksplan ini dianggap sebagai satu unit percobaan. untuk melihat perkembangan kultur. adalah berat basah kalus. lalu ditutup dengan aluminium foil. Periksa kultur setelah satu minggu. eksplan. agar 8 gr/l.4-D 1 mg/l. Lakukan pengamatan pertumbuhan kalus. Untuk itu parameter pertumbuhan yang digunakan untuk pengaruh media. Setelah 4 minggu. dapat dipergunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 1000 kali. gunakan media MS yang diberi tambahan 2. dan faktor-faktor lain. Untuk media yang tidak terkontaminasi dipergunakan untuk inisiasi kultur. Setelah dipanaskan untuk melarutkan agar. dan diameter kalus 9.6 Kultur Suspensi Sel Kalus yang diperoleh dari kultur kalus. setelah sel itu diberi larutan toluidine blue (0. kode media. Dalam organogenesis. kalus dapat membentuk akar atau tunas. Dalam kultur kalus yang hanya membentuk akar. dan tanggal tanam.

Sedangkan dalam segi praktisnya. Inisiasi kultur dari kalus. Sedangkan dalam embryogenesis. dan merupakan suatu sistem tertutup (closed system) yang tidak berhubungan dengari jaringan asalnya. Kultur kemudian diletakkan pada shaker dan dikocok dengan kecepatan 90-100 rpm secara terus menerus. serta diferensiasi sel.10 Pengamatan pertumbuhan kalus Tetapi bila regenerasi terjadi melalui pembentukan tunas terlebih dahulu.kesulitan untuk memperoleh pucuk dari akar tersebut.250 mg dapat dipindahkan ke 40 ml media cair dalam botol erlenneyer 125 ml. Penanbahan auksin dalam suspensi menghasilkan kultur sel yang terpisah (dispersed). Gambar 9. pengaruh berbagai persenyawaan pada sel. Sel-sel yang akan diberi perlakuan mutagen kimia . maka kemungkinan induksi akar lebih mudah. Sel-sel untuk media seleksi. Sel untuk studi hubungan hostpatogen adalah fitopatologi . Kalus yang segar kirakira 200 . pembentukan pucuk dan akar sudah terintegrasi dalam satu sumber. Kultur suspensi dikocok supaya: Tehnik pembenihan Tanaman 353 . merupakan cara yang paling sederhana dan banyak dilakukan. Massa untuk produksi bahan-bahan sekunder . Kultur suspensi sel merupakan suatu sistem yang sesuai untuk mempelajari metabolisme sel. Sel-sel untuk protoplasma . kultur suspensi sel dipergunakan sebagai sumber: .

atau glukosa. kultur batch harus diperbarui/diperbanyak. Selama masa inkubasi. .. diatur sedemikian rupa pada suatu level yang tetap untuk mengatur populasi sel yang tertentu. yaitu tipe tertutup (closed type) dan tipe terbuka (open type) Dalam tipe tertutup. Sebagai contoh: misainya kultur berisi 20-75 ml media. misalnya kadar N. Chemostat menggunakan standard konsentrasi bahan-bahan kimia tertentu yang mengatur laju pertumbuhan. hanya media yang disirkulasi. penapbahan media baru disertai juga dengan panen sel. Sedangkan pada tipe terbuka. yaitu: kultur batch dan. Pada tipe kultur continuous dengan . sel bertambah terus tanpa dipanen. Tipe kultur contnuous yang terbuka dapat menggunakan chemostat atau turbidostat. Kultur continuous merupakan kultur sel jangka panjang dengan suplai hara yang konstan dalam wadah yang besar. Perbanyakan dilakukan dengan memindahkan sejumlah kecil sel dan disubkultur pada media baru. Dalam suspensi sel dikenal dua kelompok kultur. Dalam kultur ini terdapat sistem untuk sirkulasi mengeluarkan media lama dan ditambah dengan media yang baru. Pemecahan gumpalan se1 menjadi agregat kecil dan sel tunggal. Dalam kultur sel continuous terdapat dua tipe. Distribusi sel yang merata dalam media. Setelah mencapai fase ini. Kultur sel batch adalah kultur dalam media hara dengan volume tetap. Persenyawaan N. tetapi dengan konsentrasi hara yang berubah sesuai dengan tingkat pertumbuhan sel. sel berhenti membelah karena kehabisan hara dan akumulasi metabolik yang toxic. . P. Pertukaran gas antara media dan udara. P.Setelah mencapai suatu masa tertentu. continuous. terjadi pertambahan biomass yang mengikuti pola sigmold. atau glukosa.

Kultur suspensi sel dapat diinisiasi dari kalus.turbidostat. Untuk biakan (tunas) yang telah responsif stater cultur. akan dikeluarkan. dalam periode tersebut dari 1 tunas dapat dihasilkan 10-20 tunas baru. diatur jumlah tertentu. yang diukur dengan turbiditas. kalus pada umumnya terbentuk pada bekasbekas luka akibat serangan infeksi mikro organisme: Agrobacterium tumefaciens. biakan dipindahkan (dikulturkan) pada media perakaran. gigitan atau tusukan serangga dan 354 . Gambar 9. Multiplikasi dilakukan secara berulang sampai diperoleh jumlah tanaman yang dikehendaki. Kerapatan biomass yang melebihi turbiditas.11 Multiplikasi tanaman 9.yang sudah ditentukan.7 Multiplikasi. Setelah tunas mencapai jumlah yang diinginkan. Kalus adalah suatu kumpulan sel amorphous yang terjadi dari sel-sel jaringan yang membelah diri secara terns menerus. Dalam keadaan in vivo. sesuai dengan kapasitas laboratorium. Setiap siklus multiplikasi ber-langsung selama 2 3 bulan.

Kultur kalus bertujuan untuk memperoleh kalus dari eksplan yang diisolasi dan ditumbuhkan dalam lingkungan terkendali. dan garam-garam . . 12 Produksi tanaman kultur jaringan secara komersial Kalus diharapkan memperbanyak dirinya secara terus menerus. Jaringan yang tidak perlu auksin dan sitokinin. maka kalus dapat terbentuk tanpa parlakuan zat pengatur tumbuh. Kalus juga dapat terbentuk sebagai akibat stress. Sel-sel penyusun kalus adalah sel-sel parenkhima yang mempunyai ikatan yang renggang dengan sel-sel lain. Pembentukan kalus pada eksplan yang ada nkambium ini. Dalam hal kalus sebagai akibat serangan bakteri Agrobacterium tumefaciens. Bila eksplan yang digunakan mengandung kambium. hanya gula dan garamgaram mineral seperti: jaringan kambium. kalus dapat dihasilkan dari potongan organ yang telah didalam media yang mengandung auksin dan kadang-kadang juga sitokinin. jaringan tanaman digolongkan dalam 4 grup: . Jaringan tanaman yang membutuhkan hanya auksin selain gula dan garam-garam mineral untuk dapat membentuk kalus seperti: umbi artichoke. . sering disebut sebagai tumor. serupa dengan kejadian pencangkokan dan penyetekan. Jaringan yang memeriukan auksin dan sitokinin selain gula dan garamgaram mineral seperti: empulur tembakau. Dalam kuitur in vitro. gula. . Jaringan yang memerlukan hanya sitokinin. Gambar 9.nematoda. Berdasarkan kebutuhan akan zat pengatur tumbuh untuk menbentuk kalus.

. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. kotiledon. Bagian tanaman seperti embrio muda. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula. . hipokotil. kemampuan pembentukan. adalah bahwa pembelahan sel tidak terjadi pada semua sel dalam jaringan asal. . dan juga moss. kalus dari jaringan tergantung juga dari: . Bagian tanaman yang dipakai. kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor: ketersediaan oksigen yang lebih tinggi. monokotil gymnospermae. dan batang muda. Umur fisiologi dari jaringan waktu diisolasi. Inisiasi pembelahan sel yang hanya terbatas di lapisan luar dari jaringan.mineral seperti parenkhima xylem dari akar turnip. Tehnik pembenihan Tanaman 355 . Suatu sifat yang diamati dalam jaringan yang membentuk kalus. pakis. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. meliputi dikotil berdaun lebar. tetapi hanya sel di lapisan periphery yang membelan terus menerus. Musim pada waktu bahan tanaman diisolasi. Jenis tanaman. sedangkan selsel di tengah tetap guiscent. Pada umumnya.

menghasilkan kalus yang heterogenous dengan berbagai macam sel. Kenaikan aktifitas enzim terutama dalam lapisan sel yang sedang membelah. 1970).keluarnya gas CO2. mengamati empat lapisan sel yang berbeda dalam wortel yang dikultur pada berbagai media. Kadang-kadang jaringan yang kelihatan seragam histologinya seperti pembuluh tembakau. Fosket & Roberts (1965 dalam Yeoman. Dengan mengubah komposisi media. terdiri dari 1-6 lapis. Lapisanlapisan sel yang berbeda terlihat jelas tiga hari setelah kuitur terdiri dari Lapisan luar dengan sel-sel yang pecah. dan daun. Beberapa jaringan yang telah dicoba dan menghasilkan sel yang cukup seragam antara lain: sel parenkhima phloem dari wortel dan parenkhima sel penyimpan (storage cell) dari umbi artichoke jerusalem. Sel-sel yang heterogen dari jaringan yang kompleks menunjukkan pertumbuhan yang berbeda. dilakukan dengan aktifitas enzim-enzim NAD-diaphorase dehydrogenase dan cytochrome oxidase. Fenomena yang sama dalam jaringan umbi artichoke yang ditumbuhkan dalam media dengan air. Kalus yang robek mau akan campuran sel dengan tingkat ploidi yang berbeda. Kesediaan hara yang lebih banyak. Lapisan tengah (core) yang selnya tidak membelah. Inisiasi kalus dalam jaringan wortel ini. Hal ini berarti bahwa media tumbuh menentukan komposisi kalus. dan cahaya. Lapisan kedua terdiri dari dua lapisan dorman. penghambat yang bersifat folatik lebih cepat menguap. Dalam mempelajari proses pembentukan kalus sebagai akibat perlukaan. Sel . Lapisan dengan sel yang aktif membelah. ternyata menghasilkan kalus dengan sel yang mempunyai DNA yang berbeda yang mencerminkan level ploidi yang berbeda. Eksplan batang. terjadi seleksi sel-sel yang menpunyai sfat khusus. akar. juga ditemukan dalam kultur artichoke. Keempat lapisan yang ditemukan Forket dan Roberts.

amplifikasi gen: jumlah gen untuk suatu sifat tertentu per genome haploid bertambah. transposisi urutan DNA (DNA sequences transposition). Media seleksi dapat berdasarkan unsur-unsur hara. . jaringan tumor yang terjadi dapat tumbuh terus. maupun untuk produksi bahan-bahan/ persenyawaan sekunder. . atau zat pengatur tumbuh yang ditambahkan ke dalam media. Hal ini dibuktikan pada perbobaan . Perubahan terjadi. atau warner pada bunga.yang jumlahnya paling banyak merupakan sel yang paling cepat membelah. endoreduplikasi yang menghasilkan polipicidi. . . untuk memperoleh sifat-sifat baru yang menguntungkan seperti: resistensi terhadap penyakit. berasi khromosom. paling sedikit adalah sel yang paling lambat membelannya. ketidak-stabilan tersebut dapat dipergunakan dalam seleksi dan pemuliaan in vitro. hilangnya suatu morfologi yang memang tidak diinginkan seperti duri. Kecepatan perubahan dalam khromosom tergantung juga dari macam media yang digunakan. . Sel-sel yang heterogen selain berasal dari asalnya. hilangnya suatu gen (deletion. dapat juga terjadi akibat masa kultur jaringan melalui subkultur yang berkali-kali. serta jenis tanamannya. walaupun penyebabnya bakteri Agrobacterium tumefaciens telah dihilangkan. Sebaliknya. dapat merupakan: . Ketidak-stabilan khromosom ini menyulitkan aplikasi kultur kalus untuk parbanyakan. Ciri dari tumor adalah: . mutasi gen. . terjadinya penyakit ini (Crown gall disease) melalui luka.

. tumor ini bila tumbuh pada media buatan. tidak memerlukan auksin maupun sitokinin. Ketidaktergantungan jaringan tanaman untuk 356 . bagian yang terserang.penyambungan. pada tanaman sehat.

Pada subkultur. Untuk perakaran digunakan media MS+NAA. Planlet (dalam polibag) dipelihara di rumah kaca atau rumah kasa. untuk menjaga kehidupan dan perbanyakan yang sinambung kalus yang dihasilkan perlu disubkultur. Subkultur sebaiknya dilakukan 28 hari sekali. Namun waktu yang tepat untuk memindahkan kultur. akan menyebabkan terjadinya kehabisan hara dan air.tumbuh dan terus membelah. Kalus yang ditumbuhkan pada suatu media.8 Aklimatisasi Dapat dilakukan di rumah kaca. bibit ditaruh di atas bedengan . disebut habituation. juga mengeluarkan senyawa hasil metabolisme yang menghambat pertumbuhan kalus itu sendiri. tergantung dari kecepatan pertumbuhan kalus. Planlet (tunas yang telah berakar) diaklimatisasikan sampai bibit cukup kuat untuk ditanam di lapang. Gambar 9. Masa kultur yang panjang dalam media yang tetap. Kehabisan air dapat terjadi karena selain terhisap untuk pertumbuhan. massa sel yang dipindahkan harus cukup banyak. agar ada pertumbuhan yang cepat dalam media baru menggunakan inokulum yang mempunyai diameter 5-10 mm atau sekitar 20-100 mg. perlu dipindahkan secara teratur dalam jangka waktu tertentu.13. Proses perakaran pada mumnya berlangsung selama 1 bulan. planlet ditanam dalam polibag diameter +10 cm yang berisi media (tanah+pupuk kandang) yang telah disterilkan. Perakaran tanaman hasil kultur jaringan 9. Selain kehabisan hara. Oleh karena itu. rumah kasa atau persemaian. juga karena media menguapkan air dari masa ke masa. dalam kalus. yang kondisinya (terutama kelembaban) dapat dikendalikan. Kedua.

Dua sampai tiga minggu sebelum tanam. tanaman hasil aklimatisasi Proses aklimatisasi harus dilakukan dengan hati-hati. Pada umumnya parameter aklimatisasi adalah Tehnik pembenihan Tanaman 357 . Aklimatisasi berlangsung selama 2-3 bulan.yang dinaungi dengan plastik. karena tahapan ini merupakan tahapan akhir sebelum plantlet dipindahkan ke lapangan budidaya.14. Lebar pesemaian 1-1. Gambar 9. Aklimatisasi tanaman di dalan screen house dan.2 m. bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (+4 kg/m2) dan disterilkan dengan formalin 4%. Planlet ditanam dengan jarak 20 cm x 20 cm. Aklimatisasi cara pertama dapat dilakukan bila lokasi pertanaman letaknya jauh dari pesemaian dan cara kedua dilakukan bila pesemaian berada di sekitar areal pertanaman. panjangnya tergantung keadaan tempat.

dan berwarna hitam sehingga dapat menyerap sinar matahari dengan efektif. jumlah daun. Pada umumnya aklimatisasi dilakukan selama 4 minggu sampai tanaman tanaman berumur 30 minggu.2 kg/l). Hal ini menunjukkan bahwa tanpa dikombinasikan dengan media yang lain. Proses aklimatisasi dengan perendaman planlet dalam benomil 1% dan penutupan planlet dengan plastik transparan pada 30 hari pertama sangat berpengaruh terhadap kemampuan planlet untuk beradaptasi. Data pada menunjukkan bahwa panjang daun dan lebar daun anthurium yang ditanam pada media sekam mentah dan arang sekam lebih besar dibandingkan pada media humus bambu atau kombinasi beberapa media. Jumlah daun terbanyak diperoleh pada media arang sekam. Waktu aklimatisasi sangat bervariasi tergantung jenis tanaman yang dikulturkan. Persentase tanaman hidup pada perlakuan sekam mentah + humus bambu dan arang sekam + humus bambu menurun seiring dengan bertambahnya umur tanaman Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan media arang sekam memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terbesar dan kombinasi arang sekam dan sekam mentah memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terkecil. sekam mentah dan arang sekam dapat digunakan sebagai media aklimatisasi anthurium. Hasil ini kemungkinan disebabkan arang sekam mempunyai sifat ringan (berat jenis 0. kapasitas menahan air tinggi. tinggi tanaman. Hasil percobaan dengan jelas memperlihatkan bahwa sekam mentah . mempunyai aerasi yang cukup tinggi sehingga mampu menyerap air dan unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.persentase tanaman hidup. Pengamatan persentase tanaman hidup dilaku-kan setelah tanaman berumur 30 hari sampai 30 minggu. baik mentah maupun bakar. serta panjang dan lebar daun. sedangkan jumlah daun terendah pada kombinasi sekam mentah dan arang sekam. banyak pori-porinya. Rata-rata persentase tanaman hidup semua perlakuan maksimum 10%. Hal ini dikarenakan sekam padi.

dan sekam bakar merupakan media yang paling tinggi untuk tinggi tanaman. PPM (Plant Preservative Mixture) umumnya tidak digunakan dalam kultur bibit anggrek. Media Knudson C atau media MS diperlukan bagi bibit anggrek dan dapat diperoleh di toko. bibit bunga. Sesuaikan pH media hingga mencapai 5. (b) Persiapkan media dan persiapkan kotak yang bersih. gula. PPM. Keberhasilan akilimatisasi planlet anthurium dipengaruhi oleh penyiapan planlet yang baik dan proses aklimatisasi secara bertahap. Persiapkan media sesuai dengan petunjuk. 9. Tuangkan 3 sendok teh media ke dalam wadah berupa 358 . dan lebar daun. Media arang sekam dan sekam mentah menghasilkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman. (a) Bahan-bahan: Media Knudson C atau media MS.jika media belum mengandung sukrosa ditambahkan ke dalam 1 liter air suling. campurkan bahan dengan baik. 1) Kultur Jaringan Anggrek Anggrek merupakan bunga yang indah dan tanaman yang mistrius yang dapat dengan mudah dibudidayakan di laboratorium sederhana dengan menggunakan bahan-bahan berikut ini. Sebanyak 1 paket media. jumlah daun.9 Kultur jaringan pada berbagai tanaman Berikut ini adalah beberapa contoh keberhasilan produksi benih vegetatif menggunakan metode kultur jaringan. 5 sendok teh gula. dan lebar daun) paling baik. jumlah daun. agar. panjang daun. tetapi dapat digunakan untuk membantu mengendalikan kontaminasi.5. panjang daun. 1 ml PPM. Media arang sekam dapat digunakan sebagai media alternatif untuk aklimatisasi anthurium.

Gambar 9. Taburkan benih anggrek pada unit penyariang yang sudah disiapkan Celupkan unit penyaringan ke dalam larutan 70% alkohol hingga semua benih basah.botol. 10% larutan pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset.15 Bibit tanaman anggrek. Tambahkan agar ke setiap boto sebelum disterilisasi. atau menggunakan sucrosa dan peroksida. Gunakan pinset yang sudah steril untuk mengangkat alat-alat yang direndam dalam alkohol dan pinbdahkan ke larutan 10% pemutih+deterjen. (d) Bungkus wadah untuk mencegah kontaminasi dan simpan pada suhu kamar. dari hasil kultur jaringgan hingga bunga (c) Melakukan desinfeksi benih: gunakan unit filter yang dirancang sendiri. (f) Lakukan subkultur pada media baru. Lakukan streilisasi sesuai petunjuk. Celupkan .16 Benih tanaman dalam proses kultur agar dan individu baru tanaman anggrek siap transplantasi Gambar 9. Beberapa species menyukai inkubasi gelap sedangkan beberap jenis lainnhya dapat diinkubasi dalam kondisi bercahaya. Semprotkan alkohol ke bagian dalam hingga semua bagian saringan menjadi steril Lakukan desinfeksi terhadap pinset. 2) Desinfeksi atau desinfestasi benih anggrek a) Menggunakan unit penyaringan buatan sendiri Alat dan bahan yang diperlukan meliputi 70% isopropyl alcohol. (e) Tunggu beberapa minggu sampai beberapa bulan agar bibit dapat berkecambah.

sendok kecil atau pisau mentega tumpul pindahkan beberapa benih ke dlaam botol media yang steril. Tempatkan benih pada piring steril. air steril plus Tehnik pembenihan Tanaman 359 . tambahkan air steril dengan sendok ke permukaan media agar benih menebar. dengan spatula steril. Tutup dan balut dengan selotip b) Menggunakan saringan kopi Perlengkapan meliputi kertas saring yang biasa digunakan menyaringkopi.berulang-ulang semua benih ke dalam larutan pemutih dan lanjutkan selama 10 menit Dengan menggunakan pinset. angkat semua benda yang direndam dalam larutan pemutih dan biarkan kering. l10% arutan pemutih. corong. Sebarkan benih di atas permukaan media.

Dengan menggunakan spatula steril. Campuran ditaburkan ke dalam corong yang sudah dilapisi kertas saring yang sebelumnya sudah dibasahi dengan larutan pemutih. Tutup botol dan . Miringkan dasar botol untuk menyebarkan benih ke atas media agar.piring steril atau anduk kertas dan pinset atau spatula/pisau. Tambahkan hydrogen peroxida (3%) dan biarkan benih terdesinfeksi selama 30 menit. Air steril dibubuhkan ke atas benih beberapa kali untuk membebaskan dari cairan pemutih. Sukrosa kemudian diambil dengan menggunakan pipet transfer. Tambahkan larutan 10% cairan pemutih + beberapa tetes deterjen. hidrogen peroksida (3%). Benih ditempatkan dalam tabung reaksi dan tambahkan larutan 5% sukrosa (dengan beberapa tetes deterjen). dan pipet transfer. tabung rekasi kecil atau botol kecil. c) Menggunakan sukrosa dan peroksida: Perlengkapan untuk ini terdiri dari larutan 5% gula. Benih dan larutan diaduk selama 10 menit. tambahkan sedikit air steril dengan sendok ke atas media agar benih menyebar. Hal ini akan membunuh bakteri dan perkecambahan spora jamur. Campurkan larutan dengan pipet dan tambahkan beberapa tetes kepada botol media. Benih ditempatkan dalam tabung reaksi atau botol kecil. sendok kecil atau pisau roti yang tumpul pindahkan benih ke dalam botol medium yang steril pula. Tutup dan balut penutup botol. Tambahan sukrosa akan membantu germinasi spora jamur. Campuran ini dibiarkan (diinkubasikan) selama 12 jam. Media cair dapat digunakan jika memiliki unit pengguncang (shaker). Sebarkan benih di atas permukaan media.

Buah anggrek yang hijau dibersihkan dengan sikat gigi kemudian rendam dengan larutan 70% isopropyl alkohol selama beberapa detik. larutan 10% pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset. Lanjutkan dengan memasukkan benih ke dalam media yang sudah disiapkan 360 . d) Menggunakan buah anggrek hijau Perlengkapan terdiri dari larutan 70% isopropyl alcohol.balut penutup botol. Tempatkan buah anggrek pada permukaan piring steril kemudia belah menjadi dua dan pindahkan biji yang terdapat di dalam buah dengan hati-hati dengan menggunakan pinset atau ujung pisau roti yang tumpul. diikuti dengan prendaman dengan larutan 10% pemutih selama 20 menit.

Gambar 9.17 Rangkaian proses produksi bibit anggrek dengan media agar Berikut ini adalah contoh dari hasil perkembang biakan tanaman anggrek melalui proses kultur jaringan secara komersial.18 Pemisahan rumpun anakan bibit tanaman anggrek hasil kultur jaringan 2. Kultur jaringan tanaman kopi Bahan yang digunakan adalah potongan daun kopi muda yang masih berwarna hijau-kemerahan atau hijau segar. Daun tersebut dipotong kecil-kecil berukuran kurang lebih 5 mm berbentuk segi empat atau Potongan daun tadi ditanam di dalam cawan kecil yang berisi campuran bahanbahan khusus yang untuk memenuhi Tehnik pembenihan Tanaman 361 .Gambar 9.

tentunya perlu beberapa perlakuan khusus agar dapat berhasil membentuk bibit yang sempurna. Sebelum menjadi tanaman. yang paling penting . dan sebagainya. Perlakuan yang diberikan di laboratorium meliputi jenis media. Pada tahap ini bibit diberi beberapa perlakuan seiring dengan pertambahan umur. cahaya. ada juga dari potongan daun langsung membentuk embrio. berbentuk bulat atau lonjong yang disebut sebagai "kalus". Perlakuan ini dilakukan di laboratorium.19 Tanaman anggrek di dalam rumah kaca: dari bibit hingga produksi bunga Gambar 9. perlakuan yang diberikan meliputi umur dan kondisi bibit. tanaman hias yang indah Campuran bahan-bahan ini dinamakan media. Di rumah kaca. Adapun perlakuan yang diberikan di tempat persemaian. Dalam beberapa percobaan. Embrio inilah yang akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit yang ukurannya kecilkecil. Bunga anggrek dalam pot. dan sebagainya. Untuk membuat potongan daun mampu tumbuh dan berkembang. Gambar 9.20. bibit dipindah ke dalam botol yang sesuai dengan ukuran bibit agar tumbuh dan berkembang lebih jauh menjadi tanaman yang lebih besar. Selanjutnya. Selanjutnya kalus ini akan tumbuh dan berkembang menjadi calon atau bakal bibit yang disebut "embrio". kelembapan. macam dan kadar zat pengatur tumbuh. macam bahan untuk tempat pertumbuhan bibit. rumah kaca. kondisi penanaman yang paling sesuai.kebutuhan makanan bagi po-tongan daun kopi tersebut. potongan daun tersebut akan membentuk gumpalan-gumpalan yang berwarna putihkekuningan dan krem. dan tempat persemaian di kebun. suhu.

cangkok ataupun sambung. Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. Cara ini telah menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. bibit kopi asal kultur jaringan dapat tumbuh dan berkembang normal seperti tanaman kopi dari benih ataupun cangkok. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. cangkok ataupun sambung. Berdasarkan hasil penelitian. Apabila perlakuan terakhir ini sudah berhasil. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih.adalah tingkat cahaya dan penaungan untuk mengatur kelembapan. bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih. maka bibit kopi siap ditanam secara luas di kebun. bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm. Cara ini telah 362 .

gumpalan kalus dan embrio yang tumbuh dari potongan daun kopi. anthurium terbagi menjadi dua kelompok. 22. 2007). Proses pembuatannya lebih praktis. Gambar 9. Anthurium daun memiliki bentuk daun yang indah. baik umur. tinggi maupun kondisi fisik lainnya. yaitu: . yaitu anthurium daun dan anthurium bunga (Wahyuni 1999).menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun.21 Potongan daun kopi yang ditanam pada media. . tanaman kopi asal kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. dan bibit tanaman kopi dalam botol yang berasal dari perkembangan embrio. Dapat dihasilkan dalam jumlah besar sesuai pesanan dalam waktu relatif singkat (Imron Riyadi. Kultur jaringan pada tanaman hias Anthurium merupakan tanaman hias tropik dari famili Araceae. . Keunggulan Tanaman Kopi Asal Kultur Jaringan Dibanding tanaman kopi asal benih maupun cangkok. Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. Bibit yang dihasilkan lebih seragam. karena hanya dilakukan dalam ruangan yang relatif kecil. Gambar 9. . karena tidak menunggu tanaman induk sampai besar/dewasa. Proses pembuatannya berlangsung cepat. tetapi bunganya kurang Tehnik pembenihan Tanaman 363 . Bibit kopi yang sudah dijarangkan dalam botol dan bibit kopi yang sudah siap ditanam di kebun 3. Dalam dunia florikultura.

Media merupakan salah satu faktor lingkungan yang berfungsi menyediakan unsur hara dan air bagi pertumbuhan tanaman. tongkol bunga (spadik). baik berupa sel. Anthurium dari biji baru dapat berbunga setelah berumur 1. Perbanyakan melalui pemotongan rimpang memerlukan waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk pemisahan rimpang. Aklimatisasi dilakukan dengan memindahkan planlet ke media aklimatisasi dengan intensitas cahaya rendah dan kelembapan nisbi tinggi. Namun. kemudian secara berangsur-angsur kelem-babannya diturunkan dan intensitas cahayanya dinaikkan (Yusnita 2003). perbanyakan anthurium dengan teknik kultur jaringan memiliki potensi untuk dikembangkan. Oleh karena itu.menarik. jaringan maupun organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. Salah satu media tanam . anthurium bunga memiliki bunga yang menarik. Tahap ini merupakan tahap yang kritis karena kondisi iklim di rumah kaca atau rumah plastik dan di lapangan sangat berbeda dengan kondisi di dalam botol kultur.5-3 tahun (Higaki dan Watson 1967). anthurium dapat diperbanyak melalui biji dan pemotongan rimpang. Sementara itu. Teknik ini mampu memperbanyak tanaman dalam jumlah besar dan dalam waktu relatif singkat. dan tangkai bunga (peduncle). antara lain dalam kecepatan pelapukan dan penyediaan hara tanaman. Tahapan akhir dari per-banyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah aklimatisasi planlet. perlu dikembangkan teknik perbanyakan alternatif yang lebih potensial. Oleh karena itu. serta kemampuan mempertahankan kelembapan media (Satsijati 1991). Secara konvensional. Kultur jaringan tanaman meru-pakan teknik menumbuh-kembangkan bagian tanaman. dan 6-8 bulan untuk pende-wasaan. yang terdiri atas seludang bunga (spate). cara perbanyakan tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak seragam. Campuran dua macam media dapat memperbaiki kekurangan masingmasing media tersebut.

M5 = sekam mentah + humus bambu = 1:1. Planlet yang sudah bersih kemudian direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif benomil 50% dengan dosis 1% selama 5 menit lalu dikeringanginkan. M4 = sekam mentah + arang sekam = 1:1. Bak ditutup dengan plastik transparan dan disimpan di tempat teduh selama 30 hari. M6 = arang sekam + humus bambu = 1:1. arang sekam (sekam bakar). memiliki drainase dan aerasi yang baik. Sekam padi mengandung unsur N 1% dan K 2%. M3 = humus bambu. Planlet yang digunakan diperoleh dari perbanyakan in vitro hasil kultur antera anthurium kultivar Tropical. tidak mempengaruhi pH. Sebagai media tanam digunakan sekam mentah. kemudian dicuci dengan air yang mengalir untuk menghilangkan agar-agar media yang masih menempel pada akar. Cipanas. mempunyai kapasitas menyerap air. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui media yang sesuai untuk aklimatisasi planlet anthurium. Jawa Barat pada bulan Februari-Oktober 2005. Percobaan dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). mengandung hara atau larutan garam.yang baik adalah sekam padi karena ringan. Sekam padi yang dibakar menjadi arang sekam telah banyak digunakan untuk media hidroponik secara komersial (Rahardi 1991). Planlet anthurium yang sudah berakar dikeluarkan dari botol kultur dengan menggunakan pinset. planlet dipindahkan ke media tanam individu berupa pot 364 . namun secara bertahap plastik penutup dibuka. M2 = arang sekam. Setelah berada di bak semai selama 30 hari. Segunung. serta harganya murah. Planlet kemudian ditanam pada bak plastik yang sudah diisi media tanam sesuai perlakuan. dan humus bambu yang dikombinasikan dalam perlakuan sebagai berikut: M1 = sekam mentah.

Tehnik pembenihan Tanaman 365 .berdiameter 10 cm. Tanaman dalam pot kemudian dipindahkan ke rumah kaca untuk diamati.

Kapasitas . Fasiitas laboratorium kultur jaringan Peralatan dan bahan kimia Media tanam . Peralatan . Persyaratan lokasi . Persenyawaan organic .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 9 siswa telah mampu menguasai kompetensi membiakan tanaman secara kultur jaringan. ZPT . Asam amino . Sumber energi . Komposisi vitamin . Unsur hara pada . Bahan kimia untuk media tanam laboratorium kultur jaringan .

. Pembuatan media . Penambahan arang aktif . inisiasi . Larutan stok ZPT Multiplikasi aklimatisai Untuk memperoleh bibit tanaman sesuai dengan jumlah yang diinginkan . Larutan stok vitamin . Langkah kerja . Stok hara mikro . Derajat keasaman media Beberapa komposisi media Inokulasi dan Inisiasi tunas . Bahan pemadat . Stok hara makro inokulasi .

memproduksi senyawa metabolit sekunder dan media seleksi sel. Kultur suspensi sel Fungsi kultur suspensi sel adalah untuk sel protoplasma. Terangkan secara ringkas dan jelas proses kultur jaringan yang saudara ketahu i. TUGAS: 1. Kultur jaringan pada berbagai tanaman . 2. Kultur jaringan kopi . Identifikasi alat-alat yang dibutuhkan untuik laboratorium kultur jaringan. sel mutagen.Mengadaptasikan planlet dari botol kultur ke media tumbuh yang umum digunakan di lapangan. fitopatologi. gambarkan skema laboratorium kultur jaringan 3. kunjungilah satu perusahaan yang bergerak di bidang kultur jaringan. Tehnik pembenihan Tanaman 367 . 2. tanaman apa yang memungkinkan dapat diperbantak secara kultur jaringan. Kultur jaringan kopi. SOAL: 1. Kultur jaringan anggrek .

dan ambisi untuk maju 3 Pengambil resiko . 2 Berorientasi pada tugas.BAB 10. wirausaha berarti berani untuk berusaha. KEWIRAUSAHAAN 10.1. senang terhadap tantangan dan mampu mengambil resiko. ketidaktergantungan. karakterisrtik. hasil. Wira berarti berani atau pejuang. Seorang wirausahawan merupakan seorang pemimpin yang mampu mempengaruhi dan meyakinkan kelompoknya dalam mengembangkan gagasannya dengan cara kerjasama saling mempercayai satu sama lain. individu yang optimis. dan sifat yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh seseorang untuk menjadi seorang wirausahawan. Pengertian Kewirausahaan Kewirausahaan berasal dari kata awalan ke dan akhiran an dengan akar kata wiira usaha . menggunakan sumberdaya secara optimal.2. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan Ada beberapa ciri. Kewirausahaan adalah orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaat bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari dan menciptakan peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. yaitu : No Ciri Dan Karakteristik Watak 1 Percaya diri Keyakinan. Wirausaha juga berasal dari bahasa Perancis: entrepreneur yang berarti ambil resiko. 10. Ada yang mendifinisikan wirausaha adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. guna meraih keuntungan yang tinggi dan sukses yang berkesinambungan.

pintar dan cerdas serta ulet Bertingkah laku sebagai pemimpin.4 Kepemimpinan 5 Keorisinilan Berorientasi terhadap laba. mengoreksi apa yang telah diperbuat. mempunyai tekad dan bekerja keras. tanggap terhadap saran dan kritik. dan perspektif 6 Berorientasi ke masa depan 7 Profesional Selalu ingin mendapatkan yang terbaik. dapat bergaul dengan orang lain. mempunyai dorongan yang kuat. serta percaya diri Inovatif dan kreatif. fleksibel. serta berinisiatif dan berdaya kemampuan yang kuat Kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan. tekun dan tabah. punya banyak sumber. Tehnik Pembnihan Tanaman 368 . serba bisa dan mengetahui segala hal Pandangan ke depan .

memanfaatkan peluang bisnis yang ada Selalu tepat waktu. harga. Harga jual produk yang belum menentu. . Demikian pula sebaliknya. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. kuat. Berbagai usaha dalam bidang pembenihan dan kultur jaringan merupakan jenis usaha yang relatif besiko tinggi. Dimana kelebihan produksi segera akan diikuti oleh penurunan harga. dan tindakan nyata yang sangat perlu. pengiriman yang tepat 11 Memiliki tanggungjawab moral Adanya kepentingan bersama. . bangsa dan negara. seni.8 Naluri dan intuisi yang tajam 9 Disiplin 10 Mempunyai kemampuan menjual Selalu mendengar dan memperhatikan apa yang ada di lingkungannya. dan punya komitmen tinggi terhadap ketercapaian perencanaan Bisa menyakinkan orang lain. Sifat benih dan bibit kultur yang sangat sensitif terhadp kondisi lingkungan dan mudah rusak. hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain: . nilai-nilai dan prinsip serta sikap. produksi yang rendah dengan tingkat kebutuhan yang tinggi akan memicu kenaikan harga. dalam berkomunikasi selalu berpedoman pada mutu. Seacara umum kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat.

Kelompokan masalah per masalah . Mengapa resiko ini penting . Buatlah berbagai alternatif pemecahan masalah Tehnik Pembnihan Tanaman 370 . Bagaimana anda mengetahui bahwa pekerjaan tersebut mengandung resiko .Beberapa hal yang dapat ditanyakan sebelum mengambil keputusan yang mengandung resiko: . Bagaimana anda mempersiapkan sesuatu untuk mengurangai resiko . Pilihlah secara sekala prioritas . Apakah yang akan dicapai dengan keputusan yang mengandung resiko . Apa dan siapa yang bisa membantu untuk mengurangi resiko . Apakah anda bersedia sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan . Bagaimana anda mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan anda telah tercapai Teknik-teknik pemecahan masalah : . Rasa takut apa yang ada pada diri anda untuk menghadapi resiko . Kumpulkan data dan masalah yang berkaitan dengan masalah yang terjadi .

Jaminan pasar hasil usaha pembenihan dan kultur jaringan akan diterima oleh pasar dengan harga yang layak. yang mendukung dan cocok dengan komoditi yang diusahakan. Kondisi keuangan yang dimiliki .. apa langkahlangkah yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan agar mendapatkan nilai tambah yang optimal. Sumber daya lahan. Sarana produksi dan permodalan dapat mendukung pengembangan usaha mina . Langkah Pertama. Teknologi untuk memproduksi/ mengelola usaha pertanian tersebut tersedia dan dapat dikuasai oleh seorang wirausaha . sumberdaya manusia yang memadai. Ambil keputusan . Yang harus dilakukan oleh pelaku usaha pembenihan dan kultur jaringan tanaman untuk berperilaku sebagai wirausahawan adalah melihat peluang pasar. Berikut beberapa saran yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan dalam mengembangkan usaha pembenihan dan kultur jaringan. Terjaminnya pasar. Saluran-saluran distribusi pemasaran . Dalam mengembangkan suatu usaha terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. wirausahawan akan memproduksi produk pertanian yang akan memberikan keuntungan (nilai tambah) yang tinggi dan berkesinambungan. teknologi dan aspek pengelolaan yang terkuasai merupakan kunci pengembangan Usaha Produksi Benih Tanaman Pertanyaan sekarang. 3. . Pilih alternatif yang terbaik . . Halhal yang harus diperhatikan dalam usaha pengelolaan dapat dilihat dengan berbagai aspek : . Evaluasi hasil kepurusan tersebut.

Yang harus dilakukan seorang wirausahawan setelah menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki adalah memilih komoditi yang diusahakan. Laksanakan riset pasar untuk menentukan berapa banyak dan kualitas produk yang diminta pasar serta mana lokasi distribusinya pada waktu penyerahan produk. SDM yang tersedia cukup memadai . Langkah Keempat . Bila belum paham betul. belajarlah atau maganglah ditempat orang-orang yang berhasil dalam memproduksi komoditi yang sama. Terimalah perubahan tersebut dan gunakanlah perubahan tersebut untuk memotivasi diri guna mencapai tujuan atau sasaran yang lebih tinggi. Sesuai dengan kiatnya. Kuasailah teknologi pengelolaan pembenihan dan kultur jaringan serta pasca panen dari komoditi yang akan dipilih. Teknologi dan aspek-aspek pengelolaan terkuasai Langkah Ketiga . Disamping itu Tehnik Pembnihan Tanaman 369 . Seorang wirausaha akan selalu berusaha meningkatkan diri karena semuanya didunia ini selalu berubah. Terjamin pasarnya . maupun pemasaran. dimana yang harus dijaga jangan over supply . maka seorang wirausaha memilih komoditi yang diusahakannya harus berorientasi pasar dengan menetapkan skala prioritas bidang usaha mina yang akan dijalankannya berdasarkan kriteria : .yang berlaku untuk komoditi tersebut . baik yang menyangkut teknologi produksi. Peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku Langkah Kedua . Selain itu ketahuilah sebanyak mungkin tentang seluk-beluk dari aspek-aspek penting dari komoditi yang dipelajari. Pesaing-pesaing yang ada.

Untuk mensuplai ke butuhan pasar apabila besarnya usaha belum memenuhi skala usaha begabunglah dengan pengusaha sekitarnya.riset pasar dimaksudkan untuk mengetahui/memprediksi tingkat harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga yang ditetapkan dalam kontrak pada saat penyerahan produk. masalah skala usaha tersebut dapat terpecahkan dan sekaligus meningkatkan potensi tawar. riset pasar ini perlu pula ditunjang dengan mengadakan pemantauan langsung ke sumber-sumber produksi yang telah ada sebelumnnya. Taksirlah berapa besar produk yang dapat dijual kelak setelah diproduksi. 50. . Siapkan rencana bisnis secara matang. baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat propinsi. Data yang diperlukan untuk menyusun prediksi harga di pasar tradisional mengacu pada data yang dikeluarkan oleh instansi terkait atau mass media. Apabila modal belum tersedia dapat memanfaatkan kredit-kredit yang tersedia.. . Langkah Keenam . Data fluktuasi harga harian serta produk. Riset pasar yang sederhana adalah dengan mendatangi pengusaha yang ada di pasar.peranggota Koperasi. Dengan mengembangkan kelompok tani atau kelompok usaha bersama agribisnis. selanjutnya diolah dengan memperhatikan kondisi alam saat harga berlaku dan perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada waktu tersebut seperti adanya hari-hari besar keagamaan atau adanya kebijaksanaan baru dari pemerintah. Langkah Kelima . Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggotanya (KKPA).000. Jumlah kredit yang disediakan maksimum Rp. Tetapkan lokasi dan besarnya usaha.000. Untuk bidang usaha yang proses produksinya relatif pendek seperti tanaman semusim.

Tanpa adanya penjualan maka usaha tidak akan mendapatkan income untuk dapat menutup biaya kegiatan operasional bulanan atau tahunan. Dalam setiap usaha diperlukan tim penjualan yang efektif dan berkualitas. Kredit untuk mendukung perkebunan swasta nasional (PBSN/PSN) dan perkebunan inti rakyat-transmigrasi (PIR Trans). Penjualan itu penting bagi setiap usaha dan mutlak diperlukan bagi semua usaha. proses produksi (budidaya). . Kredit lain seperti kredit melalui proyek yang dihubungkan oleh Bank Indonesia yaitu Agricultural Financing Project (AFP). Lakukan pengelolaan agribisnis dari komoditi yang dikelola dengan manajemen yang efisien. Langkah Ketujuh . pasca produksi (pengolahan/ industri) maupun pemasaran. dan jual bersama 10. baik dalam penyediaan sarana produksi. berhimpunlah dengan pelaku usaha lain dan gunakanlah prinsip beli bersama. Tehnik Pembnihan Tanaman 370 . penjualan merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi suatu usaha. Gunakanlah teknologi tepat guna yang tepat dan dapat memberikan keuntungan yang tinggi. . Apabila usaha petani belum memenuhi skala usaha ekonomi. Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggota perkebunan inti rakyat (KKPA PIR.3..Trans). mengingat sumber keuntungan yang diharapkan dapat diperoleh dari penjualan produk atau jasa. Penjualan Menurut Sitompul (2007).

Sebagus apapun produk suatu perusahaan dan sebanyak apapun modal yang diinvestasikan akan menjadi percuma jika penjualan tidak berjalan atau pasar tidak bisa menyerap produk tersebut sesuai dengan target yang dibuat. tingkat kegunaan produk dan variabel-variabel lain menentukan keberhasilan untuk melakukan penjualan produk. lingkungan budaya. Tidak bisa dengan menggunakan angka perkiraan. kebiasaan adat istiadat. Padahal perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan basis nilai harga produk yang dijual dengan jumlah target penjualan perbulan / pertahun dan target penjualan tersebut diperhitungkan dengan angka maksimal dari "perkiraan" jumlah pemakai atau calon pelanggan. Angka spesifik yang dibutuhkan untuk dapat memperkirakan target adalah range jumlah orang atau penduduk yang . Kebanyakan rencana-rencana untuk kegiatan usaha dilakukan karena ada keterkaitan hobi pemilik atau ide-ide produk yang dianggap bagus untuk dijual. Banyak dari usaha yang hanya membuat target di atas kertas. trend produk. tanpa menganalisa terhadap kegiatan pelaksanaan yang dilakukan oleh tim penjualan di lapangan dan target tersebut dijadikan acuan untuk mencapai hasil penjualan.Penjualan merupakan ujung tombak dari suatu usaha dan masih ada anggapan bahwa bidang penjualan sebagai pelengkap dalam bidang usaha. kemampuan daya beli masyarakat. disebabkan jumlah populasi penduduk yang cukup besar +/205 juta jiwa. Memang kalau diperkirakan Indonesia akan dapat menjadi pangsa pasar yang besar. Seringkali investasi dilakukan secara besar-besaran dikarenakan perhitungan di atas kertas menunjukkan nilai yang menguntungkan dan menjanjikan. Untuk itu diperlukan strategi dalam jangka pendek atau jangka panjang dalam menghadapi kendala dalam penjualan. Kondisi lapangan. Tetapi yang dibutuhkan adalah angka spesifik yang dapat digunakan sebagai acuan perhitungan.

tetapi juga diharapkan dapat membangun jaringan Tehnik Pembnihan Tanaman 371 . Jiwa marketing dimulai dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah dalam suatu usaha. dengan harapan tim penjualan dapat membentuk jaringan pelanggan. Selain itu dibutuhkan strategi yang dapat memotivasi tim penjualan. Dengan adanya angka-angka spesifik tersebut akan dapat diperkirakan hasil terburuk dan hasil terbaik pada daya serap pasar terhadap produk yang ditawarkan. Dengan memfokuskan usaha kepada hasil pencapaian target penjualan produk. a. tingkat kebutuhan masyarakat terhadap produk yang akan ditawarkan. tingkat penghasilan masyarakat tersebut.mampu membeli produk yang ditawarkan (untuk mass product). Usaha ini dapat dimulai dengan melakukan kontrol kualitas produk yang akan dijual. Jiwa marketing dan motivasi team Agar penjualan dapat tercapai dengan baik perlu adanya jiwa marketing bagi semua orang yang terkait dalam perusahaan. memberikan layanan maksimal kepada konsumen dengan mengantisipasi setiap keluhan konsumen. maka setiap individu yang terkait di dalam perusahaan akan berusaha untuk dapat memberikan hasil yang terbaik bagi usaha penjualan serta memberikan layanan secara maksimal kepada konsumen. Tim penjualan bukan hanya dimotivasi untuk mencapai target penjualan dan kemudian menghasilkan profit atau keuntungan.

antara atasan dan bawahan yang terkait dengan team. Yang tersulit adalah membentuk tim penjualan yang solid dan handal. Selain itu juga tim penjualan diharapkan dapat memberikan layanan maksimal kepada semua pelanggan. c. Hal-hal lain yang terkait dengan penjualan adalah keikutsertaan dari tim penjualan untuk mengamati setiap pergerakan dan arah pasar terhadap permintaan produk.pelanggan atau network pelanggan bagi perusahaan. Masih banyak yang beranggapan kegiatan kegiatan non formal tersebut tidak penting dan mengganggap kegiatan non formal tersebut sebagai "pemborosan" pada keuangan perusahaan. Perlunya rasa kekeluargaan Team penjualan perlu membentuk kerja sama dengan unit terkait lainnya serta membentuk rasa kekeluargaan antar team. Pertemuan mingguan dan bulanan antara tim penjualan diperlukan untuk dapat mengevaluasi dan memodifikasi strategi penjualan. agar dapat mengarahkan peserta kepada topik utama. akan memudahkan tim penjualan untuk dalam melaksanakan tugas penjualan. b. Kerja sama dan rasa kekeluargaan tersebut dapat dibentuk dengan cara membuat acara non formal diluar rutinitas kerja dengan antar individu. Agenda atau poin-point penting yang akan dibahas perlu diberikan kepada semua anggota tim sebelum diadakan pertemuan mingguan. Dengan adanya standar prosedur yang baku. Strategi dan visi misi Setiap usaha membutuhkan strategi untuk dapat mencapai target dari visi dan . Dengan melakukan hal tersebut di atas secara tidak langsung telah membangun loyalitas individu terhadap usaha dan rasa saling percaya antar personil baik dari bawahan dan atasan. Untuk mencapai hal-hal tersebut dibutuhkan pelatihan secara berkala dan standar prosedur pelaksanaan pekerjaan yang baku untuk kegiatan penjualan serta melakukan pengembangan secara terus menerus terhadap kualitas produk dan layanan yang ditawarkan kepada pelanggan.

Kesulitan terjadi jika produk yang ditawarkan memiliki kesamaan dengan produk kompetitor lainnya. Untuk melakukan penetrasi pasar dapat dilakukan dengan kegiatan promosi dan mengkampanyekan produk. Jika keunggulan produk dan keunikan tidak jauh berbeda dengan produk kompetitor maka perlu diantisipasi dengan memberikan keuntungan lebih dan layanan yang lebih baik kepada konsumen. keuntungan). Untuk itu perlu dicermati keunggulan produk dan keunikan dari produk yang dijual. Dengan cara ini kompetisi harga akan terhindari.misi usaha. Visi dan misi merupakan acuan bagi semua orang yang terkait dalam usaha. Kesulitan utama yang dialami oleh banyak usaha baru adalah melakukan penetrasi produk baru kedalam pasar. yang harus memiliki hubungan sejalan. Kebanyakan founder atau co-founder hanya terpaku pada analisis hasil pencapaian target (profit. Dengan menguasai keunggulan produk dan keunikan produk akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan penjualan. sehingga usaha tersebut dapat mencapai target visi dan misi yang telah dibuat. Promosi akan membantu mengangkat merek produk dan nama produsen. dan tidak Tehnik Pembnihan Tanaman 372 . Kelemahan yang terjadi kebanyakan dari usaha yang baru berdiri tidak mempunyai strategi untuk melakukan usaha. Strategi-strategi ini disusun berdasarkan visi dan misi usaha.

layanan produk. Hal ini dapat mencegah terjadinya perang harga berlebihan di pasaran serta akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan inovasi dan pengembangan layanan penjualan terhadap para pelanggan. produk unggulan yang dilakukan pihak kompetitor. system penjualan. Informasi ini dapat berupa harga. Konsumen akan membeli dengan membayar harga layanan dan keuntungan yang lebih. Salah satu hal yang penting dalam memulai usaha adalah mengenali kompetitor yang sudah lebih dulu bermain dan yang akan ikut bermain di pasaran. Pelanggan aset yang berharga Pelanggan yang puas akan menyampaikan produk dan layanan anda .menyebabkan terjadinya perang harga pada produk yang sama terhadap kopetitor lain. Dengan mengamati dan mewaspadai arah pemasaran yang dilakukan kompetitor akan mempermudah tim penjualan untuk dapat melakukan penetrasi produk kedalam pasar. Tim penjualan dapat menjadi pencari informasi pasar dan memberikan informasi yang lengkap kepada para pengambil keputusan. d. e. Setiap strategi tersebut perlu dirinci lebih detail untuk memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. dengan produk yang sama serta memperkirakan cakupan area pemasaran yang telah dicapai oleh kompetitor. Untuk memperkirakan kompetitor yang sudah dan akan ikut bermain dalam bisnis yang sama diperlukan informasi pasar yang lengkap. Pentingnya informasi Suatu kegiatan usaha membutuhkan tujuan dan standarisasi kegiatan yang jelas. teknologi yang digunakan dan informasi lainnya. cakupan area penjualan. Selain itu diperlukan pula pemikiran jangka panjang dari para pengambil keputusan dan pemikiran ini dirumuskan menjadi arah kegiatan usaha serta strategi untuk usaha.

Kepuasan pelanggan dan kepercayaan pelanggan tidak dapat dibeli dengan uang. baik untuk Tehnik Pembnihan Tanaman 373 . Membangun image dan nama baik itu sangat sulit. Pelanggan yang tidak puas akan meyampaikan ketidak puasan terhadap produk dan layanan anda kepada semua orang. Menjaga kepuasan pelanggan. sangat penting dalam usaha. Informasi kepuasan yang disampaikan pelanggan kepada orang lain mengenai produk dan layanan yang telah anda berikan. Bandingkan jika suatu perusahaan harus membayar biaya konsultan dengan biaya yang mahal untuk dapat memperbaiki cara layanan terhadap pelanggan. dan dapat juga menghancurkannya. Kritikan dari pelanggan adalah bahan koreksi untuk bahan perbaikan terhadap cara layanan. Dalam suatu kegiatan usaha. pelanggan merupakan aset yang sangat penting yang harus dijaga.kepada temannya yang lain. Kritikan dari pelanggan adalah konsultasi yang murah dan gratis untuk dapat memperbaiki sistim penjualan. akan dapat mengangkat image atau menghancurkan image dan merek dari produk layanan anda. Komplain atas ketidak kepuasan pelanggan jangan dibalas dengan layanan yang buruk. informasi pelanggan kepada orang sekitar dapat mengangkat image produk dan layanan. Layani setiap ketidak puasan pelanggan dengan baik. Menyampaikan informasi secara berantai dari mulut ke mulut akan sering terjadi. selama dalam batas-batas yang wajar. Ini mungkin akan sering terjadi dalam kegiatan penjualan.

ada beberapa pokok yang harus diperhatikan dalam menjalankan strategi pemasaran yang matang.selain anda harus memiliki sebuah media pemasaran seperti sebuah website atau biasa disebut situs.perorangan ataupun untuk perusahaan.untuk mengurangi resiko terjadinya kesalahan-kesalahan yang bisa . Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mendidik dan mengajarkan kepada pelanggan atas produk yang dijual. Pelanggan yang cerewet adalah guru yang baik untuk seorang penjual dibandingkan dengan pelanggan yang diam atau pasif. Hubungan baik dengan konsumen tidak bisa dibeli dengan uang dan tidaklah mudah untuk dapat menjaga hubungan baik jangka panjang dengan pelanggan. Kendala yang paling sulit dalam penjualan adalah membentuk pelanggan yang loyal dan setia kepada produk yang kita tawarkan. Dalam setiap aktifitas pemasaran di media-media masa. anda juga harus mengetahui kelemahankelemahan kompetitor anda dan harus bisa mengenali konsumen dan bagaimana memanajemen konsumen atau pembeli anda. Ada beberapa produsen yang tidak begitu peduli akan hal ini. Strategi pemasaran yang baik harus didukung oleh perencanaan yang baik pula. Bagi seorang penjual tidak ada harta yang lebih berharga dari pada database konsumen dan hubungan baik dengan pelanggan. Dengan mengajarkan pelanggan tentang penggunaan produk yang dijual sebagai contoh produk yang dijual adalah produk yang membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya seperti produk kultur jaringan dan lainnya. Pelanggan yang cerewet dapat memberikan masukan dan perbaikan untuk sistim penjualan. Dengan membuat pelanggan menjadi "pintar" akan mengurangi komplain lebih banyak terhadap produk yang dijual akibat kesalahan pemakaian produk tersebut. Itulah yang selalu di implementasikan oleh para marketingmarketing di seluruh dunia dalam menjalanan strategi pemasaranya.

gunakanlah strategi yang wajar dan pantas secara sportif untuk meraih kemenangan yang sportif pula.dengan kata lain. karena akan berpengaruh pada imej bisnis. Jika bisnis anda terletak di sebuah kota kecil dengan populasi 1000 jiwa dan anda menjual majalah untuk semua orang di kota itu.anda menjual majalah anda dan memenuhi pasar anda.wanita dan anak-anak.apakah waktunya untuk berberes-beres dan maju ke langkah berikutnya? Mulailah memfokuskan usaha penjualan anda untuk menjamin konsumen itu akan kembali membeli produk anda lagi. Penjualan majalah anda sehari sudah berakhir. anda akan bisa meningkatkan penjualan majalah anda secara dramatis.menyebabkan ketidak teraturan dalam menjalankan sebuah strategi pemasaran yang baik. Dan dibawah ini cara yang manjur untuk meningkatkan penjualan yang akan Tehnik Pembnihan Tanaman 374 . Dalam menjalankan strategi pemasaran untuk bisnis.pria.Prospek penjualan yang terbaik adalah prospek yang sudah di ubah.salah satu dari konsumen anda berpikir tentang cara ini. Jika ingin meningkatkan penjualan secara dramatis? Ubah fokus penjualan anda dari hanya menarik konsumen baru menjadi menggoda konsumen yang terjamin akan kembali untuk membeli lagi .berikut tips-tips dan trick yang perlu anda ketahui sebelum menjalankan strategi pemasaran bisnis dan usaha anda. jangan pernah lakukan tindak-tindak spamming.

bagaimana mudahnya dan efektifnya tempat pencucian mereka membersihkan . konsumen harus diyakinkan dengan adanya sebuah keuntungan dan manfaat dari sebuah produk atau jasa yang anda pasarkan. Karena mereka menawarkan staff marketing mereka sebuah trip perjalanan liburan ke atlantis atau TV 29 inchi untuk setiap penjualan yang terjadi.membantu menambah kesetiaan konsumen juga Cobalah sesuatu dari apa saja yang disarankan untuk meningkatkan penjualan anda dibawah ini: 1). Sederhana dan Mudah Untuk di peroleh . 2). yang jitu membangun program pendorong penjualan anda Cantik. atau dalam artian hanya dengan menempatkan tambahan produk lain didekat produk yang anda fokuskan untuk dipasarkan.dan malah hanya membersihkanya.contohnya.saat terakhir karpet konsumen di dibersihkan di sebuah pencucian karpet.pemasaran yang melibatkan produk atau jasa lain tapi berhubungan dengan produk yang anda pasarkan dan membuatnya agar lebih cocok atau sesuai dan dibutuhkan oleh kustomer anda untuk membelinya. Persiapkan program pendorong penjualan Berikan alasan kepada staff marketing anda untuk pergi keluar sana dan lakukan penjualan. Mengapa begitu banyak bisnis yang mempercayai staff marketing mereka untuk mengendalikan dan menangani penjualan. Tumbuhkan semangat keberanian untuk menjual kepada staff marketing anda Pada dasarnya. si pencuci mengatakan bahwa terdapat noda kotoran hewan. tidak akan melejitkan penjualan anda. Agar penjualan lebih sukses. dan memperlihatkan kepada konsumen. ia mengalihkan perhatian konsumen ke masalah kecil itu. Coba lihat Progran Pembentuk Dorongan Penjualan dari Paul Shearstone. penjualan dan penjualan.

mungkin mas bisa kembali lagi bulan depan? . Berikan konsumen anda sebuah dongkrak dari dalam. Pak Konsum berbicara dalam hatinya untuk membeli atau tidak. Akibatnya akan membuat trick pemasaran yang melejitkan penjualan. dan membawa pulang TV tersebut lengkap dengan antena dan sebuah DVD Player karena masih ada sisa dari budget.Saat Pak Konsum ingin mengambil sebuah produk. katakan pada kustomer anda tentang harga penurunan Tehnik Pembnihan Tanaman 375 . Pelajaran yang di ambil dari kasus diatas adalah : Jika anda ingin penjualan atau promosi selalu datang.dan Pak Konsum menjawab Iya tapi masih mikir harganya lalu ia mengatakan Bulan depan kami mengadakan diskon 20% untuk TV ini mas. Beberapa bulan yang lalu Pak Konsum berbelanja di sebuah toko pejualan alat-alat elektronik. Apakah konsumnen akan kembali kepada mereka? Pasti !!. Karyawan pencuci karpet tersebut meyakinkan konsumen untuk kembali mencuci kepada mereka dan menciptakan tempat pencucian mereka sebagai tempat yang cocok dan klop untuk konsumen tersebut.Coba tebak apa cerita selanjutnya. 3).segala bekas-bekas noda kotoran hewan. Pak Konsum kembali ke toko elektronik tersebut. namun saat seorang karyawan mendatanginya dan berkata Sepertinya mas tertarik dengan TV Itu yah mas? .

seperti menyapa mereka dengan membawa sesuatu yang menguntungakan mereka seperti dengan memberikan perpanjang diskon hanya untuk mereka yang anda anggap sudah menjadi pelanggan anda. Dan jangan lupa!! Anda juga bisa mendongkrak semangat mereka dengan email atau menghubungi mereka melalui telephone. Dari survey menyatakan bahwa program . produk baru dengan harga murah dari toko lain. Dari contoh kecil saja.harga. dan sejenisnya. Mungkin saja saat kembali lagi mereka akan membawa seorang teman dan temannya membawa temannya yang lain. Kita semua sudah kenal dengan yang namanya program penghargaan untuk pelanggan setia dimana sudah banyak bisnis besar yang menyelenggarakanya. Sejajarkan kustomer anda Sangatlah jelas pada kenyataanya ada perbedaan antara Pelanggan dan Pembeli. Bagaimana anda mengharapkan kesetian konsumen seperti itu jika anda memperlakukan konsumen anda seperti seseorang yang tidak penting. Bisa saja sangat sederhana hanya dengan sebuah diskon untuk pelanggan yang berulang tahun pada tanggal yang ditentukan. perbedaannya untuk Pelanggan anda adalah mereka memperlihatkan kepada anda betapa anda memiliki poin dan nilai untuk mereka. atau memberikan bebas harga untuk pembelian apa saja untuk pelanggan yang sudah memiliki poin tertinggi dalam pembelian di perusahan atau untuk bisnis anda. 4). 5). Terdapat beberapa cara untuk memperhatikan pelanggan yaitu pelanggan selalu nomor satu. Rancanglah sebuah program penghargaan bagi pelanggan anda. Tapi tidak ada alasan untuk bisnis yang masih kecil tidak dapat menyelenggarakan atau menciptakan sebuah program penghargaan terhadap pelanggan setia anda.

setidaknya kustomer yang sudah membeli produk anda sebelumnya akan berpikir pikiran yang baik tentang bisnis atau perusahaan anda. karena dimulai dari awal untuk menciptakan kenyamanan dan kepercayaan kedada kustomer baru tersebut.dan berharaplah agar mereka mengatakan tentang produk anda. tetapi bukan hanya itu yang menjadi cara untuk meningkatkan penjualan. Rubahlah fokus pemasaran anda seperti ini kepada lebih memberikan keyakinan. Sebagai kustomer yang telah membeli produk yang asli dan puas. Mengapa sangat banyak bisnis yang mengikut sertakan contoh trial produk gratis pada produk yang lain saat anda membeli sesuatu dari mereka? Karena itu dapat meningkatkan penjualan dalam banyak cara. dorongan dan kenyamanan kepada pelanggan setia Tehnik Pembnihan Tanaman 376 . malah pada kenyataanya itu adalah cara yang berat dalam melakukanya. Berikan contoh gratis kepada kustomer. kemungkinan besar mereka akan mencoba dan menyukai produk yang baru sama seperti mereka puas dengan produk yang telah mereka beli sebelumnya dan ingin mencoba dengan membelinya. 6). Menarik perhatian kustomer baru adalah hal yang bagus.penghargaan terhadap pelanggan ini dapat meningkatkan penjualan dan menciptakan kesetiaan pelanggan yang makin setia terhadap anda.

dan sejarah singkat tentang berdirinya bisnis anda dan dari mana anda terinsipirasi tentang bisnis anda . lokasi dengan peta (jika perlu). . Solusi Masalah : Didalam setiap kegiatan pemasaran tak luput dari deskripsi tentang produk yang anda pasarkan. karena setiap strategi memiliki bobot tersendiri dalam pengimplementasianya.karena segala bentuk transaksi dan aktifitas pemasaran terjadi. 10. bahkan yang terhandal menciptakan kesetiaan konsumen yang mempengaruh penjualan yang berulang-ulang. seperti alamat anda.yang sudah kenal dan menjadi konsumen anda sebelumnya hingga sekarang. dan keberhasilan strategi tersebut tergantung oleh keuletan dan cara pelaksanaannya oleh tim pemasaran itu sendiri: a. Dalam strategi pemasaran target pasar adalah hal pokok yang tidak bisa di hindari oleh pemasar dalam melakukan pemasaran. oleh sebab untuk membentuk sebuah kepercayaan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: . Testimonial : bila perlu tampilkan beberapa testimonial dari konsumen anda tentang kesan dan pesan setelah memanfaatkan produk anda . terbukti trick ini lebih manjur dalam meningkatkan penjualan.no telephone. email. Dasar-dasar strategi pemasaran Pertama yang harus anda perhatikan sebelum memulai aktifitas dan pelaksanaan strategi pemasaran adalah target pasar. tentukan target pasar anda dan perhatikan hal-hal yang penting dibawah ini sebelum merencanakan sebuah strategi pemasaran yang handal dan jitu. ini adalah strategi yang paling dasar dalam pemasaran.5. Kepercayaan Dalam pemasaran kepercayaan adalah hal yang paling pokok dan paling mendasar. Kontak : informasi kontak dan data tentang diri anda sendiri atau cerita singkat tentang diri anda dan bisnis serta usaha anda.

tunjukan kepada pembeli anda apa yang bisa dilakukan produk anda. Taruh semua hal di atas di setiap halaman pada website atau halaman pemasaran anda.namun sekarang bagaimana anda menyampaikanya kepada pembeli. Sejarah singkat : Ceritakan tentang diri anda. karena faktor kepentingan dan efektifitas. untuk menyelesaikan masalah tersebut. tidak ada salahnya kita menggunakan cara ini dalam strategi pemasaran. bisnis dan usaha anda. anda harus tahu apa masalah yang dihadapi pembeli anda jika memerlukan solusi dari produk anda. sama halnya jika anda ingin orang lain membuka dirinya kepada anda. banyak pemasar yang lupa untuk menggunakan strategi ini. sebelumnya anda harus membuka diri anda sendiri kepada orang lain bukan?. . dengan banyak dan padatnya kegiatan-kegiatan yang Tehnik Pembnihan Tanaman 377 . Kemudahan Dalam dunia usaha. b. dan apa yang membuat anda antusias dalam memasarkan produk anda. dan apa kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh produk anda dalam memberikan solusi masalah yang dihadapi pembeli anda. anda harus ikut merasakan masalah yang mereka rasakan. tapi secara tidak langsung strategi ini bisa mempengaruhi sebagian orang yang tidak mudah percaya. jika perlu resiko-resiko apa saja yang terjadi jika masalah tersebut dibiarkan berlarut-larut.

tapi semudah apa untuk melakukan sembuah transaksi itu? . berikan pilihan cara pembayaran yang nyaman dan aman. hanya didepan komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet.mudah. karena jika itu terjadi. Lama waktu penerimaan barang atau jasa : Untuk strategi pemasaran ini diperlukan kecepatan dan kedisiplinan yang tinggi. mending beli toko dekat rumah..cepat dan dari mana saja. seperti nama lengkap.dilalui oleh orang-orang sehari-hari dikantor ataupun dimana saja. memang untuk kenyamanan. atau usahakan jangan sampai pembeli menghubungi anda lebih dari sekali untuk memastikan pesanan mereka sudah dikirim atau belum. mereka tentunya tidak ingin diperberat dengan sebuah hal yang bertele-tele dan rumit. Intinya jangan hilangkan image dan kelebihan yang di berikan jika berbelanja yaitu nyaman. sudah bisa berbelanja apa saja yang anda inginkan. apalagi jika hanya untuk melakukan sebuah pembelian. murah dan langsung diterima.atau telephone. karena agar setiap transaksi yang terjadi usahakan tidak memakan waktu lebih dari 1 hari untuk wilayah sekitar perusahaan anda. . internet adalah tempat yang pas untuk melakukan pembelian. Form Transaksi : Sebelum melakukan pembelian. . . alamat. tentulah pembeli diminta untuk mengisi sebuah formulir tentang data diri dan data transaksi yang dilakukan. Metode Pembayaran : Gunakan metode pembayaran yang kebanyakan orang menggunakanya. Anda bisa menawarkan sistem pembayaran dengan pemesanan melalui email.mudah.no telephone dan sisanya. sms. mereka akan mengubah pikiran untuk melakukan pembelian kepada anda di masa kedepanya. untuk itu cukup minta pembeli untuk mengisi apa saja yang paling diperlukan. andalah yang melakukan survey untuk kebenaran data tersebut.

berarti anda yakin bahwa produk anda adalah produk yang pasti pas untuk solusi masalah pembeli anda. jangan pernah tinggalkan satu hal ini.berikan jaminan uang kembali jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan yang anda sampaikan tentang produk anda dalam beberapa bulan . Orang-orang tidak ingin tertipu dengan hal-hal baik Tehnik Pembnihan Tanaman 378 . Kenyamanan Dalam strategi pemasaran.jika anda yakin.c. apa yang membuat mereka nyaman untuk membeli produk anda. yaitu kenyamanan adalah hal yang pokok dalam setiap transaksi. apa yang membuat mereka nyaman untuk memilih anda sebagai partner bisnis nya. sebelum pembeli membeli produk dari anda. . Jaminan uang kembali : Untuk menghindari rasa penyesalan dari diri pembeli anda.otomatis pembeli anda juga yakin dengan apa yang anda berikan. Panduan membeli : Berikan tips dan panduan membeli produk yang sejenis dengan anda. dan jika pembeli ingin membeli produk anda. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diataranya : .karena percaya diri bersifat menular. Garansi : Berikan jaminan garansi kepada pembeli tentang produk anda jika produk tersebut rusak atau tidak dapat digunakan dalam beberapa bulan atau tahun maka bisa diganti produk yang baruJjika anda berani memberikan jaminan ketahanan dan ke efektifan produk anda.

Kebanyakan pemasar-pemasar produk dan jasa tidak memberikan hal-hal diatas. bukan tidak mungkin yang lain juga mengatakan bagus.memang ada yang bisa percaya. . jadi berikan informasi tentang cara pengiriman. bisa kita sebut sebuah sugesti. kepercayaan pelanggan kepada. karena menunggu adalah pekerjaan yaaang paling membosankan. jika seseorang mengatakan bagus. ada beberapa karakter . Gengsi Menurut survey yang dilakukan untuk pasar di indonesia. kemasan yang digunakan dalam mengirimkan dan waktu yang dibutuhkan. dalam strategi pemasaran ini. perincian biaya pengiriman.. kebanyakan orang menggunakan atau mengikuti sesuatu berdasarkan trend yang sedang beredar dilingkungan mereka.tapi hanya kelebihankelebihan produk yang sempurna bagai tanpa cela. Proses pengiriman : Dalam strategi ini perlu sebuah struktur perusahaan yang kuat dan arsitektur proses kinerja yang mapan. karena anda harus menjalankan komitmen secara akurat. kecepatan sebuah proses pengiriman dan penerimaan produk yang anda jual ke tangan pembeli adalah salah satu strategi meningkatkan kenyamanan. tidak ada salahnya untuk diuraikan sebagai tambahan yang mungkin berguna.artinya semua yang anda uraikan sudah dimiliki oleh produk anda.yang ditawarkan tanpa tau apa kekurangan dan kelebihanya dan apakah mengandung resiko atau tidak. d. atau secara halusnya. karena anda bisa mennguraikan secara detail apa-apa saja yang harus diperhatikan untuk sebuah produk sejenis anda. perusahaan anda akan lebih terkesan profesional.namun alangkah bagusnya jika kepercayaan mereka di bareng dengan keyakinan dan keputusan yang bulat agar tidak timbul penyesalan point yang anda dapat disini adalah. kendaraan apa yang digunakan. contohnya saja untuk sebuah proses pengiriman. selain anda bisa dipercaya.

semakin ingin mereka mengikuti bahkan tidak perlu tahu fungsi dan kelebihanya. strategi promisi dan sistem penjualan.konsumen yang ada. lalu dilakukan analisis BEP (lihat BAB 11). place dan promotion (marketing mix). Tehnik Pembnihan Tanaman 379 . price. Harga penjualan produk berupa benih tanaman dihitung dari semua komponen biaya produksi. Semakin ramai yang menggunakan produk dan jasa anda. Dari analisis usaha tersebut dapat diprediksi jumlah produksi minimal yang harus diproduksi. pengusaha pada umumnya menambahkan keuntungan sekitar 25-50% datri biaya produksi tergantung product. Untuk menentukan harga penjualan. antara lain The Followers. Harga jual dapat pula ditentukn berdasarkan survey pemasaran sehingga didapat harga jual yang masih menguntungkan perusahaan dan kompetitif. e. konsumen tipe ini sangat memperhatikan tren dan trade mark yang ada. maka harus dihitung terlebih dahulu harga jual dari produk yang akan dijual. semakin ingin mereka untuk mengikuti keramaian tersebut. semakin ramai tempat yang dikunjungi. 1) Menghitung harga penjualan. sasaran dan target penjualan. Memasarkan benih tanaman Sebelum melakukan pemasaran benih tanaman.

lokakarya. BEP produk adalah 86.000 13. diskusi panel keunggulan produk dan lain-lain. Kalimantan Timur dan Medan.Sebelum memutuskan untuk mengimplementasikan salah satu strategi marketing. sebaiknya dilakukan dahulu promosi. Target penjualan minimal harus lebih besar 25-50% dari BEP unit/produk benih. sehingga target pejualan harus direncanakan antara 11. Metode ini akan mengurangi resika kerugian bagi perusahaan. Salah satu contoh sasaran kelapa sawit di dalam negeri adalah propinsi-propinsi yang mempunyai visi dan misi mengembangkan kelapa sawit secara besar-besaran seperti propinsi Riau. Promosi tidak langsung pada umumnya melalui propaganda. pengenalan produk door to door dan pemberian produk secara gratis dan lain-lain.2) Merencanakan sasaran dan target penjulan Sasaran dan target penjualan harus ditentukan sebelum produksi dimulai. pemasangan beaner. Contoh pada BAB 11.000 benih kelapa sawit. Sasaran pemasaran adalah perkiraan konsumen/ klien yang akan dijadikan fokus penjualan. Untuk benih kelapa sawit tentu saja sasaran pemasarannya dapat berupa klien individu atau pun kelompok/ perusahaan. penyebaran leaflet. 4) Menentukan sistem penjualan Strategi penjualan yang dapat ditempuh oleh perusahaan benih kelapa . Sedangkan sasaran di luar negeri adalah Malaysia. seminar. Promosi langsung adalah dengan cara mengikuti pameran produk. Strategi promosi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Target penjualan sama dengan sasaran penjulan yang harus ditentukan sebelum kegiatan produksi dilakukan. 3) Menentukan strategi promosi .533 benih kelapa sawit. Kalimantan Barat. booklet.

dan MLM (Multy Level Marketing). agen dan pengecer. Selling dapat dilakukan secara langsung oleh pengusaha kepada komsumen. Tehnik Pembnihan Tanaman 380 . Marketing adalah penjulan produk melalui saluran pemasaran.sawit atau durian adalah seling dan marketing. Contoh dari marketing adalah penjualan melalui distributor. Metode marketing dapat dilakukan melalui internet.

Pentingnya informasi . Kemudahan . mempunyai kemampuan menjual dan memiliki tanggung jawab moral. . Kenyamanan . Strategi dan visi serta misi. Penjulan Dasar-dasar strategi pemasaran . kepemimpinan.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 10. siswa telah mampu menguasai kompetensi memasarkan benih tanaman. Pelanggan adalah asset yang . pengambilan resiko. keorisinilan. . Perlunya rasa kekeluargaan. Kepercayaan . Percaya diri. Pengertian kewirausahaan Ciri dan karakteristik wirausahawan Orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaan bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. professional. Gengsi . disiplin. Jiwa marketing dan motovasi tim . Berorientasi ke masa depan. berorientasi pada tugas.mempunyai naluri dan intuisi yang tajam.

2.000.. Tehnik Pembnihan Tanaman 381 . TUGAS: 1. Lakukan permainan peran dengan tema penjulan benih kelapa sawit ke Negara Malaysia.per bulan. Bagaima teknik penjualan benih tanaman pangan dan hias agar omset penjualan anda minimal Rp. Siapa pengusaha idola anda. Lakukan identifikasi jiwa kewirausahaan pada minimal 2 teman anda. 2. Deskripsikan alas an anda memilih orang tersebut. Ada berapa persen ciri dan karakter wirausaha yang teman anda miliki.000.berharga SOAL: 1.10.

artinya semua harga yang ditentukan di dalam analisis ini akan sangat dipengaruhi oleh waktu dan kondisi pasar. analisis keuntungan. ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN Untuk mengetahui suatu usaha layak untuk dilaksanakan atau tidak layak dilaksanakan maka perlu dilakukan analisis usaha tani. Oleh karena itu analisis usaha tani ini merupakan suatu contoh perhitungan . Sebelum memutuskan untuk memulai suatu kegiatan bisnis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian. Semua perhitungan di dalam analisis ini berdasarkan satuan unit usaha dan masa pembenihan satu periode (siklus pembenihan). Sifat analisis ini adalah tidak tetap. usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian yang dibahas dalam tulisan ini dapat disusun analisis usaha taninya yang meliputi analisis biaya produksi. perbedaan iklim dan hal-hal yang menyangkut kondisi lahan. (b) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan tambahan . Secara umum. maka perhitungan untung (atau rugi) dan kemungkinan terjadinya kegagalan merupakan faktor utama yang selalu menjadi bahan pertimbangan. Asumsi lain yang digunakan adalah usaha tani dilakukan dengan sistem monokultur dan kegiatan usaha berorientasi pada pasar komersial. analisis titik impas (break even point). dan lainlain. analisis modal usaha tani. suatu kegiatan usaha tani dapat dikatakan berhasil dalam segi finansial apabila dapat menunjukkan hal-hal sebagai berikut : (a) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan yang dapat menutup semua biaya atau pengeluarannya. Untuk itu.BAB 11.

pupuk dan obat-obatan. tenaga kerja. Dalam analisis ini biaya variabel terdiri dari biji siap tanam. Dalam pengolahan tanah biaya variabel adalah jumlah ongkos yang dikeluarkan untuk mengolah sejumlah luasan lahan. Jika usaha dihentikan.untuk membayar bunga modal yang dipakai. Secara umum biaya dikelompokkan kepada biaya tetap dan biaya variabel. Komponen biaya tetap terdiri dari biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan lahan (sewa lahan). tenaga kerja dan lain-lain. Sedangkan unsur-unsur dalam biaya variabel meliputi sarana produksi. pajak dan lain-lain. Besar kecilnya produk yang dihasilkan akan sangat bergantung dari biaya variabel yang dikeluarkan. dan (c) usaha tani tersebut memberikan jasa pengelolaan yang wajar kepada pelaku usaha tani tersebut. praktis biaya ini menjadi nol. Dengan demikian biaya variabel mengandung makna bahwa jumlah biaya akan bervariasi tergantung dari sekala usaha yang dijalankan. Tinggi rendahnya biaya suatu usaha tani ditentukan oleh besarnya skala usaha dan efisiensi penggunaan modal. Unsur biaya tetap terdiri dari sewa lahan. baik modal sendiri maupun modal yang dipinjam dari pihak lain. Biaya variabel ini berhubungan langsung dengan jumlah produk yang dihasilkan atau yang akan dihasilkan. tenaga kerja. jika produk yang dihasilkan adalah jumlah polibag yang diisi dan dengan media tanam dan benih. Sebagai contoh. Biaya usaha tani meliputi semua ongkosongkos yang merupakan pengorbanan dalam pengadaan input produksi. Pengertian biaya tetapi ini adalah bahwa biaya tersebut . maka semakin banyak tenaga kerja dikerahkan untuk mengisi polibag maka hasilnyapun akan semakin tinggi. baik menggunakan tenaga kerja maupun dengan traktor. polibag. alat-alat serta sarana produksi.

Sewa lahan Tehnik Pembenihan Tanaman 382 .tetap saja dikeluarkan walaupun proses produksi tidak dijalankan.

1.tetap menjadi beban pengusaha walaupun pengusaha tersebut tidak menjalankan kegiatannya. artinya usaha tersebut mendapatkan marjin posiitif . a. Analisis usaha pembenihan tanaman Untuk menilai kinerja atau performa suatu usaha. yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang. pendapatan. Beberapa contoh analisis perbandingan tersebut. Keuntungan merupakan selisih yang diperoleh dari pendapan (hasil penjualan) dikurangi biaya-biaya. Usaha yang baik tentunya harus mendapatkan R/C ratio yang lebih besar dari 1. B/C ratio ini biayasnya dilakukan untuk menilai kinerja keuangan dari suatu usaha pada tiap kali siklus produksi. dan keuntungan. kinerja keuangan sejenis yang biasa dapat digunakan adalah R/C ratio (revenue/cost). Analisis R/C ratio Disamping B/C ratio. return on assets (ROA) dan sebagainya. biasanya dinamakan ratio. Analisis B/C ratio B/C ratio (benefit/cost) merupakan perbandingan antara keuntungan yang didapatkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. b. secara sedehana dapat dilakukan analisis perbandingan berbagai komponen biaya. Analisis ini menunjukkan seberapa besar suatu usaha menghasilkan keuntungan. Suatu usaha dapat memiliki R/C ratio = 1 jika jumlah penerimaan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Break even point analysis (BEP). adalah B/C rasio. Ratio ini mengambarkan kemampuan peneriamaan usaha. Komponen biaya yang dijadikan pembanding biasanya adalah biaya produksi. 11. R/C ratio. return on investment (ROI).

Dalam lanjutan analisis terlihat bahwa kelayakan usaha untuk B/C ratio kelapa sawit menunjukkan nilai 1. analisis ROI (return on investment) yaitu perbandingan antara keuntungan (return) dengan besarnya investasi yang telah dikeluarkan. sedangkan analisis ROI dan ROA umumnya dilakukan untuk satu periode tahun anggaran. setiap usaha harus mampu melebihi titik impasanya. Sedangkan analisis ROA (return on assets) adalah perbandingan antara keuntungan (return) dibandingkan dengan nilai asset usaha (aktiva). biasanya disebut sebagai analisis BEP (break even point). Analisis B/C ratio. Analisis ini menujukkan kemampuan usaha untuk mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan oleh si pemilik usaha. c. Analis ROI Selanjutnya. Rasio ini bisanya dinyatakan dalam persen (%). Titik impas adalah suatu keadaan dimana suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan.30 yang berarti bahwa manfaat yang diterima dalam satu musim tanam leih besar dari biaya yang Tehnik Pembenihan Tanaman 383 . Oleh karena itu. Analisis BEP Analisis titik impas. Ratio ini menggambarkan kemampuan usaha untuk membiayai pengadaan asset usaha. Nilai-nilai yang berada di bawah titik impas menunjukkan bahwa usaha mengalami kerugian. tetapi tidak pula menderita kerugian.(keuntungan). R/C ratio dan BEP umumnya dapat diterapkan dalam setiap siklus produksi. Titik impas sendiri dapat dinyatakan dalam jumlah rupiah pendapat yang diharus diperoleh atau dalam jumlah unit barang yang harus dihasilkan agar suatu usaha tidak mengalami kerugian.31 sedangkan B/C rasio untuk pembenihan durian adalah 1. d.

Berikut ini akan diinformasikan tentang berbagai faktor yang terkait dengan teknik budidaya di pembenihan kelapa sawit. Contoh perhitungan analisis usaha pada kelapa sawit. maupun bahan bakar (biodiesel). teknik budidaya. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah . teknik pengepakan/pengemasan. Kelapa sawit (Elaeis sp. yaitu kondisi dimana usaha tani belum menunjukkan laba tetapi tidak merugi dapat dicapai pada tingkat produksi sebesar 86. harus difahami terlebih dahulu tentang peluang pemasaran. Perkebunannya menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Analisis titik impas yang menunjukkan titik dimana terjadi pulang modal. distribusi dan pelayanan purna jual. Pada contoh perhitungan analisis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian akan dihitung B/C dan R/C. Sebelum menghitung analisis usaha kelapa sawit. 11. sumberdaya manusia yang dibutuhkan.2.dikeluarkan.) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak goreng (palm oil). Artinya usaha ini secara sederhana dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Untuk analisis R/C ratio atau besarnya perbandingan laba terhadap biaya produksi. Oleh karena itu jika petani dapat menghasilkan benih kelapa sawit dan durian lebih dari tingkat produksi tersebut maka petani diharapkan dapat meraih keuntungan.533 benih kelapa sawit dan 6. minyak industri. Jika seluruh laba digunakan untuk membayar modal usaha tani. dalam analisis ini ditunjukkan dalam analisis ROI (return on investment) maka selurUh modal akan dapat dibayar dalam dua kali musim pembenihan.518 benih durian dengan kondisi layak jual.

Jawa. a. Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. dan Sulawesi. Setelah melewati fase matang. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. ungu. Di Indonesia penyebaran kelapa sawit berada di daerah Aceh. Kelapa sawit berbentuk pohon. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. kandungan asam lemak bebas (FFA. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. diperkirakan bahwa pada tahun 2009 Indonesia akan menempati posisi pertama. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. pantai timur Sumatra. Minyak dihasilkan oleh buah. Buah sawit matang pada Tehnik Pembenihan Tanaman 384 . Syarat Tumbuh Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. namun proyeksi pada masa yang akan datang.Malaysia.

kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Untuk pembibitan massal. Tanaman sawit dengan tipe cangkang .1 . Kelapa sawit berbentuk pohon. Kelapa sawit hanya dapat tumbuh di daerah tropis. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. 2000-2500 mm setahun Kelapa sawit memiliki banyak jenis. digunakan teknik kultur jaringan.Pisifera. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. Struktur tubuh dan berbagai organ kelapa sawit. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. Gambar 11. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU 15° LS). Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Tingginya dapat mencapai 24 meter. dan Tenera. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Akar serabut. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Habitat untuk kelapa sawit adalah daerah semak belukar.

pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU . Tehnik Pembenihan Tanaman 385 . yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. 2000-2500 mm setahun. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).15° LS). Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%.

000 mm/tahun. b. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. Benih kelapa sawit mengalami masa dormansi yang cukup panjang. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaban 60-80% dengan temperatur 35ºC. Tanah memiliki derajat keasaman (pH) antara 4-6. Pembibitan Pembibitan tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara generatif . Tanah Latosol.Kelapa sawit memiliki banyak jenis.000-3. Pisifera. beraerasi baik dan subur. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. Media Tanam Tanah yang baik untuk budidaya kelapa sawit harus mengandung banyak lempung. Ketinggian tempat yang ideal bagi pembenihan kelapa sawit adalah antara 1-400 m dpl.500-4. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. optimal 2. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. c.000 mm. dapat dijadikan media pembibitan kelapa sawit. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Curah hujan tahunan antara 1. Ultisol dan Aluvial yang meliputi tanah gambut. dan Tenera.

f. Persyaratan benih Benih-benih yang dihasilkan oleh produsen resmi ini mempunyai kualitas sangat baik ini berasal dari induk jelas asal usulnya seperti Delidura dan bapak Pisifera. Pengecambahan benih Tangkai buah dilepaskan dari spikeletnya. Tandan buah diperam selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air. Cuci biji dengan air dan masukkan kedalam larutan Dithane M45 0.2% selama 3 menit.dan saat ini sudah dilakukan kultur jaringan untuk memperbanyak benih kelapa sawit. Biji dikeringanginkan. Keringkan dan seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam Semua benih disimpan di dalam ruangan bersuhu 27ºC dan kelembaban 6070% sebelum dikecambahkan. lalu rendam dalam larutan Dithane M .2% selama 2 menit. Masukan biji kedalam kaleng pengecembahan dan tempatkan dalam ruangan dengan temperatur 39ºC dan kelembaban 60 70% Tehnik Pembenihan Tanaman 386 . Teknik pembibitan . d.45 0. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari. Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji. Rendam biji dalam air selama 6 7 hari dan ganti air tiap hari. e.

80 x 80 cm. Kebutuhan bibit per hektar antara 12. Cara tak langsung Kecambah dimasukkan ke dalam polybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak.1 mm yang berisi 15 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Jarak tanam biji dipembibitan adalah 50 x 50 cm. Polybag disusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas. Tanah di polybag harus selalu lembab. 85 x 85 cm. 65 x 65 cm. Setelah berumur 3 4 bulan dan berdaun 4 5 helai bibit dipindah tanamkan ke pembibitan. 90 x 90 cm atau 100 x 100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi. Setelah 10 hari benih berkecambah pada hari ke 30 tidak digunakan lagi. siram tanah di dalam polybag sampai lembab. Simpan benih diruangan bersuhu 27ºC. Cara langsung Kecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada . 70 x 70 cm.5 2. 60 x 60 cm. Sebelum bibit ditanam. Simpan polybag dibedengan dengan diameter 120 cm.000 butir.selama 60 hari. diratakan dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman. Lahan pembibitan dibersihkan. 1).2% selama 1 2 menit. Setiap 7 hari benih dikeringanginkan selama 3 menit.500 sampai 25. Setelah 60 hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 30% dan dikeringanginkan lagi. 2). Terdapat dua teknik pembibitan yaitu (1) cara dua tahap melalui dederan (prenursery) dan (2) cara langsung tanpa dederan. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0. Masukkan biji ke dalam larutan Dithane M 45 0. Kecambah di tanam sedalam 2 cm.

Tehnik Pembenihan Tanaman 387 .Cara ini menghemat tenaga dan biaya. d. Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan.). berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan dan diberikan dalam larutan urea atau pupuk majemuk (Tabel 11.cara pembibitan. Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 8 mm.1. Bibit yang tumbuh abnormal. Cara lain mencegah gulma adalah menaburkan serasah di polybag. Seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan. Gulma dibuang/dicabut atau disemprot herbisida setiap 3 bulan. Kebutuhan air sekitar 2 liter untuk setiap polybag. Penyiangan dilakukan 2 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.

00 NPKMg .15.25 61. jumlah kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Pemupukan Tanaman Tan. Jumlah Kebutuhan Pupuk Untuk Benih Kelapa Sawit.4) 25 gr 61.00 NPKMg (15.1.250. Standar jumlah Kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Penggunaan Pupuk.Tabel 11.4) 50 gr 122.6.6.500.15. Tanaman NPKMg (15.50 122. OST Rajawali Tan.

67 T.12.750. kerja (NPKMg) 20 times 73.333.2) 115 gr 281.50 563.00 Kiserit 55 gr 77.67 36.12.17.00 NPKMg (12.75 281.(12.33 Man Power (NPKMg) 10 kali 36.000.67 OST OST Rajawali Rajawali gram 0 0 0.00 Kiserit 27.33 73.500.17.2) 230 gr 563.00 .00 77.67 36.666.50 gr 36.666.

rustica 12. Umur bibit 8 16 minggu . Umur bibit 6 7 larutan urea 0. Umur bibit 21 28 minggu.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.0. kerja Man Power (OST 0. dosis 4 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.833.33 Total Cost 546.00 T.6.00 0.2%.2%.666. rustica 15.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. 3 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.15.17.333.83 836.12. Umur bibit 17 20 minggu.67 3. rustica .83 546.00 125.00 (OST Rajawali) 1 kali 3.00 50 grams 50 gr 125.67 Rajawali) Biaya Total 836.000.33 Pemupukan dilakukan pada umur bibit 4 5 minggu larutan urea 0.

Gejala : daun menjadi mengkilap dan daun berwarna bronz. Bagian yang diserang adalah daun.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.17. rustica 12. 3) Ulat Setora Penyebab setora nitens.12.12. tandan buah menjadi busuk. Gejala yang ditimbulkan adalah : pusat mahkota mengerdil.2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. Bagian yang diserang adalah akar.12. Pengendalian menggunakan aktrisida tetradifon 0. daun berubah warna menjadi kuning dan mengering. Bagian yang diserang adalah daun.12. Gejala : daun dimakan sehingga yang tersisa hanya lidinya saja. Pengendalian menggunakan insektisida Hosation 25 Tehnik Pembenihan Tanaman 388 . rustica 12. Umur bibit 41 48 minggu. Penyebabnya adalah nematoda rhadinaphelenchus cocophilus.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. Hama dan Penyakit 1) Nematoda. Umur bibit 29 40 minggu. daun baru tergulung dan tegak. 2) Tunggau Penyebab : Tunggau Merah (Oliganycus).17. Pengendalian : dengan meracuni pohon dengan natrium arsenit dan setelah mati dibongkar dan dibakar.1 0.17. g.2%.

UI.V, sevin 85 ES, Dursban 20 EC pada konsentrasi 0,2 0,3%. 4) Oil Palm Bunch Moth. Penyebab Tiorathaba mudella. Bagian yang diserang adalah buah muda dan kadang-kadang tandan buah. Gejala : buah muda berlubang, tandan buah busuk. Pengendalian menggunakan insektisida dipteres/thiodam (0,55 kg/370 liter air). Selain itu dilakukan pemberantasan biologi dengan parasit tabuhan dan lalat parasit. 5) Kumbang Oryctes. Penyebab oryctes rhynoceros. Bagian yang diserang adalah titik tumbuh, bakal daun. Gejala daun seperti terpotong gunting; pada serangan berat serangga akan mati. Pengendalian peningkatan sanitasi dan pemberantasan biologi dengan parasit jamur. 6) Babi hutan dan tikus. Babi hutan dan tikus biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang masih muda. Untuk hama tikus biasanya pengendalian dilakukan dengan menggunakan/memelihara burung hantu. h. Penyakit 1) Root Blast. Penyebab : rhizoctonia lamcllifera dan Phythium Sp. Bagian yang diserang adalah akar. Gejala : bibit persemaian mati mendadak. Tanaman dewasa layu dan mati. Selain itu terlihat adanya pembusukan akar. Pengendalian : pembuatan persemai yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, pengendalian bibit lebih dari 11 bulan. 2) Garis Kuning. Penyebab fusarium oxysporum. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala : bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.

3) Dry Basal Rot. Penyebab ceratocytis paradoxa. Bagian yang diserang adalah batang. Gejala : pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering, daun muda mati dan kering. Pengendalian adalah dengan menanam bibit yang telah di inokulasi. Asumsi yang digunakan dalam penghitungan analisis usaha kelapa sawit adalah sebagai berikut: . Semua harga dalam rupiah . Hari Orang Bulan sebesar Rp. 1.000.000,. Hari orang kerja sebesar Rp.20.000 per hari . Harga satu benih kelapa sawit adalah sebesar Rp.350,00 . Harga alat dan mesin untuk berbagai kegiatan pembenihan meruapakan harga perkiraan . Perkiraan Harga pupuk dan pestisida mengacu pada tahun 2000-2005 dari PT Rajawali . Harga benih kelapa sawit Rp. 12.000,Tehnik Pembenihan Tanaman 389

Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Kelapa Sawit Seluas 20 Hektar No Kegiatan Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana Satua n Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Sewa Lahan 10 Hektar 2,000,000.00 20,000,000.00 Persiapan lahan pembenihan 10 unit 500,000.00 5,000,000.00 Pembangunan bedengan dan naungan 1 unit 75,000,000.00 75,000,000.00 Membangun gudang 1 unit 20,000,000.00 20,000,000.00 Memasang instalasi air

1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Mengisi dan menyususn baby-bag 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Menanam kecanbah 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Perawatan semai 72 HOB 100,000.00 7,200,000.00 - Penyiraman 36 HOB 100,000.00 3,600,000.00 - Pemupukan 4,000.00 HOK 20,000.00 80,000,000.00 - Pengendalian HP

72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Pengendalian gulma 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Seleksi semai 18 HOB 1,000,000.00 18,000,000.00 - Pengisian dan penyusunan polybag 1,250.00 HOK 20,000.00 25,000,000.00 - transplanting 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Penyiraman 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00

- Seleksi bibit 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00 - Pemanenan 200 HOK 20,000.00 4,000,000.00 Penyediaan Sarana Pembelian mesin pompa 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 pembangunan sumber air/menara 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 Pembelian polybag 100 KG 26,000.00 2,600,000.00 PemBelian benih generatif 400,000.00 BUAH 400.00

160,000,000.00 Kendaraan projek 1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Pupuk 200000 tan 500 100,000,000.00 Pestisida 200000 tan 350 70,000,000.00 Biaya produksi 1,038,400,000.00 Harga jual 200000 12000 2,400,000,000.00 B/C 1.31 R/C 2.31

Perkiraan keuntungan/periode pembenihan (12 bulan) 1,361,600,000.00 Tehnik Pembenihan Tanaman 390

11.3. Analisis usaha pembenihan durian Berbagai teknik dan trik dalam proses okulasi telah diinformasikan dengan jelas pada BAB 3 Benih hasil okulasi memungkinkan untuk dijadikan usaha yang menguntungkan di bidang pertanian. Adapun analis usaha pembenihan durian secara okulasi dibahas pada Tabel 11.3. Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Durian Okulasi Sebanyak 10.000 Tanaman No Kegiatan 1 Sewa lahan 2 Pembuatan pembibitan 3 Penyiapan media semai 4 Pengisian polybag 5 Penyemaian 6 Okulasi 7 Pemeliharaan bibit 8 Biji durian 9 polybag 10 Pupuk kandang 11 tali rafia 12 mata entres 13 Pupuk dan pestisida 14 Pisau okulasi 15 gunting stek 16 cangkul 17 gembor 18 Pemasaran Biaya produksi Harga benih durian: (asumsi SR benih 60%) Perkiraan keuntungan B/C R/C

Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana 1 20 5 50 20 100 500 10 50 100 1 20000 10000 55111 6,000 Satuan 1000 m2 HOK HOK HOK HOK HOK HOK Biji Kg karung gulung buah unit buah buah buah buah paket Tanaman Harga Satuan (Rp) 3,000,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 50,000.00 25,000.00 100.00 24,000.00 4,000.00 50,000.00 100.00 500.00 1,000,000.00

100,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 15,000 Jumlah (Rp) 3,000,000.00 500,000.00 125,000.00 1,250,000.00 500,000.00 5,000,000.00 12,500,000.00 1,000.00 1,200,000.00 400,000.00 50,000.00 2,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00 500,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 39,106,000.00 90,000,000.00 50,894,000.00 1.30 1.77

Tehnik Pembenihan Tanaman 391

Ringkasan Setelah mempelajari BAB 11. siswa telah mampu menguasai kompetensi menganalisis usaha pembenihan tanaman. Menghitung biaya produksi Menghitung pendapatan Biaya produksi adalah semua komponen biaya yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja dan kemasan, Menghitung pendapatan berfungsi untuk memperkirakan seluruh pendapatan dari satu kali periode produski suatu barang / jasa. Penghitungan dilakukan dengan cara mengalikan jumlah unit barang/ produk yang dihasilkan dengan harga jual produk/barang/ jasa. Menentukan B/C Menghitung BEP B/C rasio adalah perbandingan antara laba dengan biaya total yang dikelurkan. BEP adalah titik inpas dimana usaha tidak mangalami kerugian maupun keuntungan. Satuan BEP dapat digunakan dalam bentuk analisis keuangan atau jumlah unit minimal yang harus diproduksi agar usaha tidak merugi. Contoh perhitungan B/C, R/C, dan BEP pembeniha kelapa sawit dan durian . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit SOAL: 1. Jelaskan tentang biaya produksi dari unit produksi pembenihan di sekolah 2. Hitung B/C. R/C dan BEP unit produksi pembenihan salah seorang penangkar beni h yang saudara kenal. 3. jelaskan keuntungan dari masing-masing teknik analisis usaha B/C dan BEP TUGAS: 1. Lakukan observasi harga terkini dari analisis usaha kelapa sawit dan durian. 2. Lakukan analisis terhadap biaya produksi kelapa sawit dan durian sesuai denga n karakteristik usaha yang terdapat di lingkungan sekolah. Tehnik Pembenihan Tanaman 392

393 DAFTAR PUSTAKA Abadi, L.A. 2000. Ilmu Penyakit Tumbuhan, Dasar-dasar dan Penerapannya. Lemlit Fakultas Pertanian Univ. Brawijaya Malang. 236 hal. Anonim. 1985. Rekomendasi Pengendalian Jasad Pengganggu Tanaman Pangan di Indonesia. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Anonim. 1989. Petunjuk Teknis Penanganan Pasca Panen. Direktorat Bina Usaha Petani dan Pengelolaan Hasil Tanaman Pangan. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta, 162 hal. Anonim. 2002. Ensiklopedia IPTEK, Ensiklopedia Sains untuk Peljar dan Umum Jilid 3. Penerbit Lentera Abadi, Jakarta. 287 hal. Anonim, 2003. Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Agronomi (Pembenihan). Dep. Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. 292 hal. Anonim 2004. Standar Kompetensi Nasional Indonesia, Bidang Keahlian Kultur Jaringan. Departemen Pendidikan Nasional. 187 hal. Anonim. 2007. Sistem Pangan Organik, Standar Nasional Indonesia. Badan Standardisasi Nasional. Anonim. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 6. Kehidupan Tumbuhan dan Kehidupan Hewan. Grolier International Inc., Jakarta. 295 hal. Anonim. 2004. Oxford Ensiklopedia Pelajar Jilid 8, Edisi Bahasa Indonesia. Grolier International, Oxford University Press. 91 hal. Baehaki. 1993. Insektisida Pengendalian Hama Tanaman. Penerbit Angkasa Bandung. 148 hal. Darjanto dan Satifah, S. 1984. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Tehnik

Penyerbukan Silang Buatan. Penerbit Gramedia. Jakarta, 156 hal. Endah, J.E., dan Novozan. 2002. Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman. Penerbit Agromedia Pustaka. 98 ha. Fitter, A.H., dan R.K.M. Hay. 1998. Fisiolog Lingkungan Tanaman. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 421 hal. Hanafiah, K.A. 2005. Dasardasar Ilmu Tanah. Penerbit Raja Grafindo Persada. Jakarta. 360 hal. Hartono, M. 1999. Produksi Tanaman Buah Dalam Pot. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Harjadi, S.S. 1980. Pengantar Agronomi. Penerbit Gramedia Jakarta. 197 hal. Haryanto, I. 1999. Pertanian Organik Tanaman Sayuran Pengahsil Dasun. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hadisuwito, S. 2007. Membuat Pupuk Kompos Cair.

394 Agromedia Pusaka, Jakarta. 50 hal. Hartus, T. 2007. Berkebun Hidroponik Secara Murah. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 96 hal. Huffaker, C.B., dan P.S. Messenger. Ed., Teori dan Praktek Pengendalian Biologis. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. 352 hal. Jamaran, I. 1998. Penerapan Bioteknologi dalam Menghasilkan Produk Agribisnis yang Berdaya Saing Tinggi. Prosiding Seminar Kebangkitan Agribisnis Indonesia, Jakarta. 107 hal Jumin, H.B. 2005. Dasar-Dasar Agronomi, Edisi Revisi. Penerbit Rjagrafindo Persada. Jakarta. 250 hal. Justice, O.L., dan L.N. Bass. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Cetakan ketiga. Rajagrafindo Persada. Jakarta. 446 hal. Novizan. 2002. Petunjuk Pemakaian Pestisida. Agromedia Pustaka, Jakarta. 124 hal. Novizan, 2005. Petunjuk Pemupukn yang efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta. 130 hal. Nurwardani, P. 2002. Usahatani Tomat. Dep. Agama RI dan PPPG Pertanian Cianjur. 77 hal. Nurwardani, P. 2006. Khitosan Sebagai Bahan Pengendali Colletotrichum capsici (Sydow) Butler & Bisby. Disertasi. Universitas Brawijaya Malang. 138 hal. Nurwardani, P. 1999. Budidaya Tanaman Hortikultura. Modul. Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam, Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Departemen Agama Republik Indonesia. Nurwardani, P. 2007. Memproduksi Bio-

Insektisida. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertnian Cianjur. Nurwardani, P. 2007. Musuh Alami Organisme Pengganggu Tanaman. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertanian Cianjur. Oka, I.N., 2005. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 255 hal. Pahan, I. 2002. Kelapa Sawit, Panduan Lengkap Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 411 hal. Rasminah, S., 1990. Penyakit Benih (Seed Pathology). Penerbit Universitas Brawijaya, Malang. 71 hal. Santoso, I. 1980. Diagnosis Penyakit Tanaman. Terjemahan dari R.B. Streets. University of Arizona Press. Semangun, H. 2004. Penyakitpenyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia.

T. Produksi Bibit Tanaman Buah-buahan Dengan Cara Okulasi. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Penerbit Kanisius. Riyadi dan L. 1989.395 Penerbit Gajah Mada Univ. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Wetter. Mikrobiologi Umum. 1983. 79 hal Tjitrosoepomo. 268 hal. R. Y. Sutiyoso. Edisi Kedua. Budidaya. Jakarta. 2005. 2005. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Modul. Morfologi Tumbuhan.S. 1999. 170 hal.H. 2000. Penerbit Penebar Swadaya Seri Agritekno. G. Siregar. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sutanto. Penerbit Angkasa. Hidroponik Rakit Apung. 476 hal. L. 2002. Mikrobiologi Dasar. Sukamto. Penerbit Swadaya. Y.hal. Penerbit Angkasa. 1987. Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan.. L. Yogyakarta. Pengelolaan dan Pemasaran Cokelat. Muhammadiyah Malang.. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Produksi Bibit Tanaman Buah-Buahan dengan Cara Mencangkok. Gajahmada University Press. Univ. Penerbit Papas Sinar Sinanti. Yogyakarta. Subowo.. U. 218 hal. 349 hal. 2007. dan F. Tjitrosomo.R. Nuraeni. Sugandi. 286 hal. Press. Tjitrosoepomo. 255. 1999. S. Botani Umum 1. 1991. G. Bandung. Suriawiria. 850 hal.2002. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. Aluyo. Bndung. Pertanian Organik. Penerbit ITB . Jakarta. Biologi Sel. Metode Kultur Jaringan Tanaman.S. dan Susilowati. S. Constabel. 172 hal.

2002. 154 hal. Glosarium Pertanian.. 397 hal. Yatim. Yuwono. Penerbit Tarsito Bandung. 1992. Penerbit Gajah Mada University Press. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dan C. 1999. Penerbit Swadaya. Geneika. Modul. 2004. T. B. Produksi Kompos dengan Tehnologi Effective Microorganism (EM). Penerbit Penebar Swadaya. 284 hal.Bandung. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Yayasan Obor Indonesia. R. Sitanggang. 120 hal. Wirawan. Wisnuwati. Yogyakarta. Wudianto. . S. 201 hal. 1983. Sri Wahyuni. Bioteknologi Pertanian. Memproduksi Benih Bersertifikat. Jakarta. 191 hal. Yahya. 2006. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. W.

Mikroorganisme sejenis bakteri yang berbentuk menyerupai pita. Tujuannya untuk mencegah peningkatan panas sehingga proses pengeringan dapat berlangsung. Aktinomisetes. Jaringan di dalam benih yang berasal dari hasilperkawinan antar inti polar di dalm sel telur dengan salah satu . Endosperma. bersel satu. misalnya karbon aktif atau silika gel. Berkecambah. Munculnya kecambah yang beasal dari benih yang ditanam di lapangan. Dormansi fisiologis. Embrio. Bakteri. Penyerapan gas. Calon tanaman yang berada di dalam benih. Buah. Akar primer. Cabang lateral akar primer. Akar sekunder. Organisma tumbuhan tingkat rendah berukuran mikroskopis. Adsorbsi.396 DAFTAR ISTILAH Absorpsi. Permulaan pertumbuhan atau perkembangan terutama digunakan pada spora atau benih. Penyerapan oleh sel atau jaringan hidup yang berada di dalam benih. Ovula masak yang terdiri dari embrio tanaman serta jaringan cadangan makanan serta seludang penutup. Daya kecambah di lapangan. Aerasi. tidak berklorofil dan berkembang biak dengan cara membelah diri atau membentuk spora. Akar pertama tanaman yang berkembang / berasal dari radikel. Benih. Dormansi yang disebabkan oleh terjadinya kekacauan pada fungsi atau pada metabolisma akibat pengaruh suhu yang terlampau tinggi atau pemberian air yang berlebihan. Ovari pada tumbuhan yang telah berkembang menjadi masak bersama-sama dengan bagian bunga lain yang berdekatan dengannya. ap air atau bahan hasil uraian lain oleh suatu permukaan benda padat halus. Melalukan udara luar ke tempat penyimpanan benih.

Unsur keturunan suatu tumbuhan yang bersama-sama dengan lingkungan mengendalikan sifat-sifat individu tumbuhannya. Enzim. Jaringan tersebut memberi makanan kepada embrio benih. bentuk lain dan lain-lain.inti sperma. . Genotip. Pestisida. Misalnya tipe bunga. Bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan orgenisme pengganggu tanaman (OPT). Bahan katalis yang dihasilkan oleh benda hidup yang mampu membantu terjadinya perubahan kimiawi.

Calon akar pada benih atau ujung bagian bawah hipokotil embrio. Kondisi yang mencerminkan kesehatan yang dan kebugaran alami. Kultivar. Pembungkus benih yang berasal dari ovari.397 Hibrida. Hasil persilangan dari induk jantan yang varietas. Jaringan benih terluar. spesies atau genus induk betinanya. Kemampuan untuk hidup tumbuh dan berkembang. Bagian bunga yang menjadi benih atau biji setelah bunganya mengalami perubahan dan perkembangan lanjutan setelah pembuahan. . Kulit benih. Pemisahan polong atau malai atau butiran benih dari tanamannya. Perikarp. Perontokan. Viabel. Mamapu tumbuh dan berkembang. Nematoda. spesies atau genusnya berbeda dengan varietas. Tunas muda dari embrio pada benih atau pada kecambah dan akan berkembang menjadi bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah. Bahan yang digunakan di laboratorium untuk menumbuhkan organisma atau mikroorganisme. Virus. Benda hidup terkecil yang hanya mampu berkembang baik di dalam sel hidup. Tanaman muda yang berasal dari benih. Varietas yang dibudidayakan. Jumlah yang dihasilkan misalnya satu ton jagung per hektar. Viabilitas. namun dapat pula berfungsi sebagai daun dalam arti yang sebnarnya yaitu melakukan fotosintesa. Pengujian untuk menentukan kemampuan hidup. Vigor. Panen. Binatang mikroskopis yang menyerupai cacing. Ovula. Uji viabilitas. Kecambah. Kotiledon. Slah satu hasil tindakan menanam atau membudidayakan. Media biakan. Daun embrio benih yang berukuran tebal dan befungsi sebagai tempat cadangan makanan. Radikel. Plumula.

JGV"*Jctic"Gegtcp"Vgtvkpiik+"Tr0"90:::.22 KUDP"ZZZ/ZZZ/ZZZ/Z Dwmw"kpk"vgncj"fkpknck"qngj"Dcfcp"Uvcpfct"Pcukqpcn"Rgpfkfkmcp"*DUPR+"fcp"vgncj" fkp{cvcmcp" nc{cm" ugdcick" dwmw" vgmu" rgnclctcp" dgtfcuctmcp" Rgtcvwtcp" Ogpvg tk" Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn"Pqoqt"68"Vcjwp"4229"vcpiicn" 7"Fgugodgt"4229"vgpvcpi" Rgpgvcrcp"Dwmw"Vgmu"Rgnclctcp"{cpi"Ogogpwjk"U{ctcv"Mgnc{cmcp"wpvwm"Fkiw/ pcmcp"fcnco"Rtqugu"Rgodgnclctcp0 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful