Paristiyanti Nurwardani Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih untuk Sekolah Menengah Kejuruan Rctkuvk{cpvk"Pwtyctfcpk" VGMPKM

"RGODKDKVCP"VCPCOCP"FCP"RTQFWMUK"DGPKJ" wpvwm"UOM " Fktgmvqtcv"Rgodkpccp"Ugmqncj"Ogpgpicj"Mglwtwcp Fktgmvqtcv"Lgpfgtcn"Ocpclgogp"Rgpfkfkmcp"Fcuct"fcp"Ogpgpicj Fgrctvgogp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn

i Paristiyanti Nurwadani TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

ii Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Penulis : Paristiyanti Nurwadani Ilustrasi, Tata Letak : Perancang Kulit : Ukuran Buku : Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 410 NUR NURWADANI, Paristiyanti t Teknik Pembenihan Tanaman: Untuk SMK/oleh Paristiyanti Nurwadani. ---- Jakarta:Direktorat Pembinaan SMK, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

iii DAFTAR ISI Hal BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Potensi Pembenihan Tanaman 1 1.2. Peran Pembenihan Tanaman 5 BAB 2. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2.1. Anatomi Tumbuhan 7 2.2. Anatomi Dan Morfologi Biji Tumbuhan 14 2.3. Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan 14 BAB 3. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3.1. Dasar-dasar Pembibitan Tanaman dan Produksi benih 20 3.2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3) 20 3.3. Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian 23 3.4. Pohon Induk dan bibit Unggul 25 3.5. Batang Bawah Dan Batang Atas 27 3.6. Teknik Penyiapan Pembibitan 30 3.7. Teknik Pembenihan Tanaman Secara Vegetatif 35 3.8. Teknik Pemilihan Memproduksi Benih Vegetatif 68 3.9. Sertifikasi Benih 71 BAB 4. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4.1. Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman 78 4.2. Buah, Biji dan Perkembangan Biji 80 4.3. Penyerbukan (polinasi) 90 4.4. Teknik Produksi Benih Generatif Tanaman 92 4.5. Mutu Benih 106 4.6. Pengujian Kesehatan Benih 122 BAB 5. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5.1. Media Tumbuh 143 5.2. Sifat Fisik Tanah 148 5.3. Sifat Kimia Tanah 162 5.4. Teknik Pengolahan Tanah 162 5.5. Teknik Penanaman 163 5.6. Pemupukan 166 5.6.1. Pupuk Organik 167 5.6.2. Pupuk Anorganik 176 5.7. Pengairan 185 5.8. Air Tanah 186 5.9. Pemangkasan (prunning) 191 5.10. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) 193 a. hama 194

iv b. Penyakit Tanaman 1). Penyakit Non Infeksius 201 2). Penyakit infeksius 202 c. Gulma Tanaman 226 d. Teknik Pengendalian OPT 227 e. Implementasi pengendalian hama dan penyakit tanaman 236 f. Implementasi Pengendalian Gulma 240 Ringkasan, soal dan tugas BAB 6. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI 245 6.1. Perlakuan Pra-Panen 245 6.2. Perlakuan Pascapanen 254 6.3. Pra-panen Produksi Benih Padi Hibrida 255 6.4. Perlakuan Pascapanen 274 Ringkasan, Soal dan Tugas BAB 7. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI 7.1. Perlakuan Pra-Panen 281 7.2. Persyaratan Lahan 282 7.3. Benih Sumber 282 7.4. Waktu Tanam 283 7.5. Penyiapan Lahan 284 7.6. Penanaman dan Perlakuan Benih 285 7.7. Pemeliharaan 286 7.8. Pemanenan dan Perlakuan PAscapanen 289 Ringkasan, Soal dan Tugas 290 BAB 8. BIOTEKNOLOGI TANAMAN 295 8.1. Bioteknologi Tanaman 295 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman 295 8.3. Teknik Kultur In-vitro 306 8.4. Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi 322 Ringkasan, Soal dan Tugas 323 BAB 9. TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN 9.1. Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan 335 9.2. Peralatan Dan Bahan Kimia 335 9.3. Media Tanam 337 9.4. Beberapa Komposisi Media 349 9.5. Inisiasi Tunas dan Inokulasi 353 9.6. Teknik Kultur Suspensi Sel 354 9.7. Teknik Multiplikasi 355 9 8.. Teknik Aklimatisasi 358 9.9. Teknik Kultur Jaringan Pada Berbagai Tanaman 359 a. Teknik Kultur Jaringan Anggrek 359 b. Kultur Jaringan Tanaman Kopi 362 c. Rekayasa genetik pada tanaman tingkat tinggi 364 Ringkasan, Soal dan Tugas 365

v BAB 10. KEWIRAUSAHAAN 10.1. Pengertian Kewirausahaan 368 10.2. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan 10.3. Penjualan 370 a. Jiwa marketing dan motivasi tim 371 b. Perlunya rasa kekeluargaan 372 c. Strategi, visi dan misi 372 d. Pentingnya informasi 373 e. Pelanggan aset yang berharga 373 10.4. Dasar-dasar Strategi Pemasaran a. Kepercayaan 377 b. Kemudahan 377 c. Kenyamanan 378 d. Gengsi 379 e. Memasarkan benih Tanaman 379 Ringkasan, Soal dan Tugas 380 BAB 11. ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN 11.1. Analisis Usaha Pembenihan Tanaman 383 a. Analisis B/C ratio 383 b. Analisis R/C ratio 383 c. Analisis ROI 383 d. Analisis BEP 383 11.2. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Kelapa Sawit 384 11.3. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Durian 391 Ringkasan, Soal dan Tugas 392 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR ISTILAH 393 396

BAB 1. PENDAHULUAN Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan produksi. Dari sisi tata bahasa, teknik adalah suatu keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek yang produktif (Oxford, 2003); pembenihan adalah rangkaian proses budidaya tanaman untuk menghasilkan benih; sedangkan tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. Oleh karena itu, teknik perbenihan tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat memproduksi benih tanaman, baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal. Teknik produksi benih vegetatif pada umumnya dikelompokkan dalam 2 metoda, yaitu metoda konvensional dan modern. Teknik produksi benih vegetatif dengan metoda konvensional menggunakan teknik-teknik yang umum dilakukan oleh petani sedangkan teknik produksi benih vegetatif dengan metoda modern menerapakan ilmu biologi yang diintegrasikan dengan teknologi atau bioteknologi. Dalam hal ini bioteknologi yang yang diimplementasikan adalah teknik kultur jaringan. Proses produksi tanaman dimulai dengan benih ditanam, kemudian tanaman dipelihara danhasil tanaman (akar, umbi, batang, pucuk, daun, bunga, dan buah) dipanen. Kegiatan produksi pertanian memerlukan unit pembibitan tanaman. Pembibitan tanaman adalah suatu proses penyediaan bahan tanaman yang berasal dari benih tanaman (biji tanaman berkualitas baik dan siap untuk ditanam) atau bahan tanaman yang berasal dari organ vegetatif tanaman untuk menghasilkan bibit (bahan tanaman yang siap untuk ditanan di lapangan.

Teknik tanaman yang akan dikembangkan meliputi berbagai teknik dari setiap aspek pembi-bitan dan produksi benih serta teknik untuk mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman sehingga diperoleh hasil panen yang mempunyai kualitas yang baik dan kuantitas yang banyak. Untuk memutakhir-kan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam membudidayakan tanaman, akan dibahas teknik-teknik tanaman yang sedang trend seperti kultur jaringan dan bioteknologi. Dalam teknik pembibitan dan produksi benih akan diterangkan landasan teori dan langkah kerja tentang teknik penyiapan bahan ta-nam berupa benih dan bibit tanaman, persiapan lahan dan penanaman, pe-mupukan, pengairan, pengendalian hama, penyakit dan gulma, pemeliha-raan tanaman, perlakuan khusus pada tanaman, pembungaan dan pembuah-an, pemanenan dan pascapanen. Pada teknik pembibitaan tanaman akan diterangkan berbagai teknik praktis untuk menyetek, mencangkok, mengokulasi, menempel dan me-nyambung tunas, sampai memelihara bibit hasil perkembangbiakan secara vegetatif siap untuk ditanam. Kegiatan persiapan lahan dan penanaman merupakan awal budidaya tanaman. Untuk menumbuhkan profesionalisme dalam kompetensi ini, akan diinformasikan landasan teori tentang berbagai jenis tanah dan teknik perlakuan untuk tanah sehingga mempunyai kriteria yang optimal untuk kegiatan budidaya tanaman. Selama masa budidaya, kegiatan yang paling lama adalah pemeliharaan Teknik Pembenihan Tanaman 1

tanaman. Pada tahap pemeliharaan harus dikuasai berbagai teori tentang pupuk dan teknik-teknik pemupukan. Pengetahuan dasar yang baik tentang pupuk akan memudahkan pengelolaan pupuk dan mengembangkan formulasi yang tepat bagi tanaman agar penggunaannya efektif dan efisien. Teknik pemupukan sangat penting untuk dikuasai, agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Selama masa budidaya, tanaman sering mendapat masalah dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Yang termasuk OPT adalah hama, pemyakit dan gulma. Ketiga OPT tersebut harus dikendalikan agar tidak menimbulkan kerugian bagi tanaman. Untuk mengendalikan OPT, harus dikuasai berbagai teknik pengendaliannya, seperti pengen-dalian secara kultur teknis, fisik, mekanis, biologi, kimia dan pengen-dalian secara terpadu. Perkembangan dan citra pertanian di Indonesia identik dengan kotor dan cangkul. Untuk meningkatkan citra pertanian agar lebih modern dan bersih maka akan diinformasikan berbagai pengetahuan dasar tentang, teknik dan keterampilan mengelola bibit tanaman secara kultur jaringan serta berbagai sikap yang harus dikuasai agar menghasilkan bibit dan benih yang dapat tumbuh secara optimal. Dalam dua puluh tahun terakhir, perkembangan teknologi dalam bidang biologi berkembang dengan sangat pesat dan dikenal dengan bioteknologi . Penerapan bioteknologi untuk tanaman juga berkembang sangat pesat, sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi budidaya terutama dalam penyediaan bibit tanaman dan tanaman varietas unggul dalam waktu yang relatif singkat. Untuk memperkenalkan sekaligus memutakhirkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bioteknologi, maka akan dijelaskan

tentang berbagai teknik untuk memproduksi tanaman secara kultur jaringan. Dalam teknik kultur jaringan akan dipelajari mulai dari teknik menyiapkan sarana dan prasarana, tanaman induk, membuat media tanaman, inisiasi, subkultur, aklimatisasi dan pembesaran bibit hingga bibit siap tanam. Untuk menggambarkan berkembangan rekayasa genetika pada bidang pertanian, akan dibahas secara singkat tentang bioteknologi pertanian, mulai dari perkembangan berbagai penemuan pada bidang boteknologi, materi genetik dan beberapa contoh teknik kultur in vitro tanaman. 1.1. Potensi Perbenihan Tanaman Negara Republik Indonesia yang kita cintai mempunyai penduduk sebanyak 238 juta jiwa (WWW.DatastatistikIndonesia.com. , 2008). Sebagian besar penduduk Indonesia di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali makanan pokoknya adalah nasi. Di kepulauan Nusa Tenggara Timur makanan pokonya adalah jagung. Di Kepulauan Maluku dan Papua makanan pokonya adalah sagu. Kebutuhan beras untuk satu tahun adalah sebanyak 32,49 juta ton (www.depkoninfo.goid.,2008). Kebutuhan benih padi di indonesia adalah sebanyak 300.000 Ton per tahun. Produksi benih padi indonesia tahun 2007 adalah 106.700 ton. Hanya untuk kepentingan dalam negeri saja, masih terdapat peluang untuk mengupayakan produksi benih padi per tahun sekitar 103.300 ton per tahun. Hal ini tentu saja merupakan peluang usaha di bidang agrobisnis industri benih padi yang sangat prospetif untuk saat ini dan masa-masa yang akan datang. Menurut hasil analisa usaha, dalam satu kali periode produksi padi dihasilkan keuntungan rata-rata sebanyak Rp. 5.000.000,- sampai dengan

Teknik Pembenihan Tanaman 2

Rp.8.136.900,00 (www.litbang.deptan.go.id., 2008 dan www.medanbisnis.online., 2008). Tentu saja informasi ini merupakan berita gembira bagi sumberdaya manusia yang berminat membuka usaha di bidang pertanian. Oleh sebab itu sejaka lima tahun terakhir banyak perusahaan multinasional yang mengembangkan usaha baru di bidang perbenihan padi, terutama padi hibrida, diataranya adalah PT Sang Hyang Seri, PT Dupont Indonisia, PT Primatani, PT East West Seed, PT Primasid Andalan Utama. Hampir semua perusahaan tersebut dalam pengembangan produski masal benih padi, selalu mengadakan kerjasama dengan petani andalan dan kelompok tani yang pada umumnya menggunakan sistem inti-plasma. Sebagai sumberdaya manusia Indonesia yang bergerak di bidang pertanian, maka sebaiknya selalu meningkatkan kompetensi dalam bidang agrobisnis industri perbenihan. Kebutuhan benih jagung di Indonesia untuk tahun 2008 sekitar 47.600 ton. Produksi benih jagung di Indonesia pada tahun 2007 adalah sebanyak 35,150 ton (www.bisnis.com.2008). Sama halnya dengan potensi dalam agribisnis industri padi, maka potensi usaha dalam bidang agrobisnis industri jagung pun sangat menarik. Berdasarkan data di atas, untuk kepentingan dalam negeri, masih dibutuhkan benih jagung sekitar 12.450 ton benih jagung per tahun. Munurut informasi dari Bidang Penelitian dan Pengembangan-Depertemen pertanian keuntungan usaha dari produksi benih jagung adalah sebesar Rp.3.425.208,sampai dengan Rp.4.401.250,(www.litbang.deptan.go.id., 2008). Ilustrasi yang disampikan di atas, baru menganalisis dua benih makanan pokok masyarakat Indonesia. Bagaimana dengan potensi kebutuhan benih tanaman industri, contohnya adalah kelapa sawit dan karet. Kebutuhan benih kelapa sawit saat ini adalah sebanyak 230.000.000 benih dan sebagian besar diimport dari

Malaysia dan Costa Rica. Kebutuan benih kelapa sawit dari tahun ke tahun selalu memperlihatkan tren kenaikan. Oleh sebab itu prospek agrobisnis industri kelapa sawit merupakan pilihan cerdas untuk membuka usaha di masa yang akan datang (Badan Koordinasi Penanaman Modal, 2008). Perkembangan harga karet pada 3 tahun ini selalu meningkat sehingga investir dan masyarakat banyak yang beralih usaha dari bisnis di luar bidang pertanian berganti pengusaha agrobisnis. Berdasarkan fakta ini secara otomatis kebutuhan benih karet meningkat dan pada tahun 2008 permintaan benih karet mencapai 70.000.000 benih (BUMN, 2008). Dari kebutuhan benih karet sejumlah tersebut di atas hanya 50.000.000 benih karet yang dapat dihasilkan oleh pengusaha dan petani agrobisnis. Potensi baru dan peluang bisnis yang baik untuk SDM yang berkompeten di bidang perbenihan. Potensi agrobisnis industri benih tanaman hortikultura pun sangat baik untuk dipelajari. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura kebutuhan benih beberapa tanaman hortikultura masih harus diimport diantaranta adalah benih kentang 1.200.000,- kg, tanaman buah 418.000 bibit, tanaman hias 5.100 flask dan 51 Kg serta tanaman biofarmaka sebanyak 642 (Kg). Tentu saja informasi ini merupakan hal yang sangat penting, karena potensi perkebangan kebutuhan tanaman hortikultura masih memumnginkan untuk diproduksi di dalam negeri. Data import ini menjadi suatu peluang bagi sumberdaya manusia Indonesia yang memiliki potensi di bidang perbenihan tanaman. Analisa terhadap beberapa potensi agrobisnis industri benih telah dibahas. Agar dapat menjadi sumberdaya pada bidang perbenihan yang handal dan maka

Teknik Pembenihan Tanaman 3

dengan profesionalime harus dijunjung tinggi yaitu harus profesional saat bersikap, menguasai iptek perbenihan dengan baik dan dapat melakukan teknik perbenihan yang efektif dan efisen sehingga menghasilkan keuntungan dan benefit yang tinggi. Bagaimana dengan potensi ekspor benih dari indonesia di masa yang akan datang?. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura (2006) terdapat beberapa benih tanaman yang mempunyai potensi tinggi seperti benih tanaman sayuran, buah, tanaman hias dan bio-farmaka dengan nilai eksport sebesar US $ 3.783.501,-. 1.2. Peran Perbenihan Tanaman Benih merupakan produk akhir dari suatu program pemuliaan tanaman, yang pada umumnya memiliki karakteristik keunggulan tertentu, mempunyai peranan yang vital sebagai penentu batas-atas produktivitas dan dalam menjamin keberhasilan budidaya tanaman. Upaya perbaikan genetik tanaman di Indonesia masih terbatas melalui metode pemuliaan tanaman konvensional, seperti persilangan, seleksi dan mutasi. Di Indonesia penerapan teknologi pemuliaan modern belum diterapkan secara optimal sedangkan di negara-negara maju, teknologi tersebut sangat pesat perkembangannya. Di Indonesia tujuan pemuliaan masih berkisar pada upaya peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit utama dan toleransi terhadap cekaman lingkungan (Al, Fe, kadar garam, dan lain lain). Benih tanaman sangat berperan dalam pengembangan bidang pertanian. Benih adalah faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Benih dengan kualitas baik dan seragam akan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Benih kelapa sawit dura, Pisifera dan Tenera merupakan tiga varietas yang

Pada tingkat petani. Strategi pengembangan pola kemitraan usaha dengan swasta/penangkar benih/asosiasi petani di wilayah pengembangan ini dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah untuk mendorong industri perbenihan yang menyediakan benih yang terjamin mutunya. mutu dan harga). Teknik Pembenihan Tanaman 4 . Berikut ini akan diinformasikan beberapa peran perenihan tanaman secara spesifik untuk masing-masing sektor. jumlah. Ketidak-murnian benih yang ditanam akan mengakibatkan penurunan produksi dan mengakibatkan penurunan pendapatan atau bahkan rugi. Dengan beberapa informasi di atas dapat disimpulkan bahwa banih sangat berperan penting dalam menentukan produksi tanaman dan pendapatan petani.banyak diminta oleh konsumen karena mempunyai potensi produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya. Perbenihan tanaman sangat berperan dalam penyediaan pangan (ketahanan pangan). lokasi. Penggunaan benih bina oleh petani masih bervariasi antar komoditi seperti kelapa sawit (85 %). Dengan usaha tersebut diatas diharapkan akan tercipta usaha perbenihan yang profesional. jenis. Kebijakan pemerintah dalam mendukung program perbenihan melalui menyediakan benih unggul dan bermutu melalui prinsip 6(enam) tepat (waktu. sandang. papan. kapas (18 %) dan tembakau (21 %). lapangan kerja dan ekonomi. sehingga penanaman varietas tersebut di atas akan berperan sangat dominan dalam menentukan pendapatan petani kepala sawit. kakao (26 %). (Franchising). Wujud dari pola kemitraan usaha tersebut salah satunya adalah melalui pengembangan industri perbenihan dan Model Waralaba. penggunaan varietas unggul dan benih bermutu atau benih bina adalah salah satu faktor keberhasilan usaha dan pembangunan perkebunan.

Dengan demikian sektor perbenihan merupakan bagian dari penyediaan tenaga kerja di bidang pertanian. indonesia berhasil melakukan swasembada pangan. Setelah ditemukan padi VUTW. Salah satu hal yang menunjang keberhasilan tersebut adalah ditemukannya VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng). Perbenihan tanaman merupakan bidang yang memerlukan banyak tenaga kerja. Dengan adanya peningkatan produksi beras tersebut maka indonesia berhasil memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Varietas jati lokal dapat dipanen pada umur 20-30 tahun sedangkan jati mas dapat dipanen dalam jangka waktu 12-20 tahun. amka kebutuhan pangan tidak dapat dipenuhi dan mengakibatkan harus selalu import beras.Tahun 1987. Penemuan varietas jati unggul seperti mas dapat memperpendek masa budidaya tanaman jati. produktivitas beras per hektar meningkat dari 4 ton/hekter menjadi 6-8 ton/hektar. telah berperan dalam bidang ekonomi dengan adanya peningkatan penambahan devisa dari ekspor benih dan peningkatan pendapatan petani yang beralih dari petani budidaya menjadi penangkar benih Benih tanaman penghasil kayu dan kertas sangat dipengaruhi oleh varietas benih yang ditanam. Teknik Pembenihan Tanaman 5 . Benih tanaman sebagai langkah awal dari kegiatan pertanian. Indonesia yang pada tahun 1945 sampai dengan 1986 merupakan importir beras karena produktifitas benih padi hanya 4 ton per hektar dan sering terserang ooeh hama wereng. Masa budidaya yang singkat sangat menguntungkan ketersiediaan bahan baku papan.

Potensi kerjasama perusahaan benih dengan petani penangkar benih. papan dan sandang. Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk ekspor. Pembenihan tanaman perperan dalam penyediaan tenaga kerja terampil sehingga mengurangi pengangguran. . Menjelaskan peran pembenihan tanaman. Pembenihan tanaman berperan penting dalam keberhasilan Indonesia dalam program swasembada pangan tahun 1987. . siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. . Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk memenuhi kebutuhan benih dalam negeri. Potensi pembenihan tanaman Peran pembenihan tanaman . . SOAL: . Benih merupakan factor penentu produksi tanaman. Menjelaskan potensi pembenihan tanaman. Pembenihan tanaman sangat berperan dapam penyediaan bahan baku pangan. 2. . . Pembenihan tanaman dapat meningkatkan pendapatan petani.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 1. . . Pembenihan tanaman dapat meningkatkan perekonomian bangsa.

Bagaimana peran benih padi VUTW pada tahun 1987 dibandingkan dengan peran VUTW pada tahun 2007. Jelaskan dengan singkat dan jelas minimal 2 potensi dan peran pembenihan tanaman untuk ekspor.1. TUGAS: 1. Teknik Pembenihan Tanaman 6 . Wawancarai minimal satu orang petani / pengusaha penangkar benih tentang perbandingan pendapatan mereka saat menangani usaha pembenihan tanaman dibandingkan dengan usaha sebelumnya. 2. Lakukan observasi terhadap aktivitas petani penangkar benih. 2.

Tanaman merupakan mahluk hidup yang dapat memproduksi makanan sendiri. Jaringan lainnya yang terdapat pada batang adalah jaringan pembuluh yang terdiri dari xilem (jaringan pengangkut air) dan floem (jaringan pengangkut hasil fotosintesis). Akar primer adalah akar utama sedangkan akar lateral adalah akar yang tumbuh dari akar primer. Akar tanaman terdiri dari dua jenis yaitu akar primer dan akar lateral. batang. daun. Pada batang tanaman terdapat jaringan batang bagian bawah (ground tissue) yang menghubungkan bagian akar dengan dengan batang tanaman bagian atas dan organ-organ tanaman bagian atas . putik akan diserbuki oleh tepung . Akar tanaman terdiri dari tudung akar. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2. a.1 Anatomi Dan Morfologi Tumbuhan Tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. daun. Batang tanaman adalah bagian tanman yang tumbuh di atas akar atau tumbuh di atas permukaan media tanam (tanah. Pada batang tanaman terdapat daun. bunga dan buah. air atau media tanam lainnya). pada organ batang akan tumbuh dan berkembang bunga. Bunga tanaman mempunyai putik dan benang sari. bunga dan buah. Anatomi tanaman terdiri akar. batang. dan pada kondisi yang tepat. rambut akar. ujung akar. mulai dari yang berukuran kecil sampai dengan pohon yang sangat besar mempunyai kesamaan anatomi atau struktur. Struktur tubuh tumbuhan Struktur tubuh tanaman terdiri dari akar. kemudian pada saat tanaman dewasa. Seluruh tubuh tanaman dilindungi oleh sel epidermis.BAB 2. Semua jenis tanaman.

Sel dapat berfungsi secara otonomi (dapat berdiri sendiri/ independen) asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Bagian-bagian tanaman secara lengkap disajikan dalam Gambar 2. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. 2006). Gambar 2.sari sehingga menjadi buah. Makhluk hidup (organisma) dapat tersusun dari satu sel tunggal (uniselular.1. b.1. misalnya bakteri. Dalam buah yang berkualitas baik akan tumbuh biji sebagai cikal bakal generasi tanaman yang selanjutnya. Struktur tubuh tamanan (Encarta Ensiklopedia. dan beberapa jamur dan Teknik Pembenihan Tanaman 7 . Sel Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan.

namun proses evolusi yang dialami oleh masing-masing kelompok organisme (Phylum) memiliki kekhususan tersendiri. Kata sel berasal dari kata Latin ce lulae yang berarti 'kamar-kamar kecil Kemudian seorang ahli mikrobiologi yaitu Anton van Leeuwenhoek melakukan pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik (mikroba) dan hasil pengamatannya menemukan ada "kehidupan di dunia lain" yaitu kehidupan mikroba (organisma yang berukuran kecil) yang belum pernah dilihat oleh manusia. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh 2 orang ilmuwan dari Jerman yaitu Matthias Schleiden (ahli tumbuhan. Perkembangan mikroskop selama hampir 200 tahun berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk meneliti susunan tubuh makhluk hidup. Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun dari sel. Penemuan ini menjadi dasar bagi perkembangan bidang biologi yang penting saat ini yaitu mikrobiologi (ilmu yang mempelajari perkembangan dan pertumbuahan mahluk hidup yang berukuran kecil / mikroba). Sel-sel prokariota (organisme bersel satu seperti bakteri. mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru. beberpa fungi dan protozoa) beradaptasi dengan . c. 18041881) dan Theodor Schwann (ahli hewan. Pada organisma multiselular terjadi pembagian tugas selsel penyusunnya. dan dijadikan dasar untuk klasifikasi mahluk hidup. Rudolf Virchow. Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti tercantum pada Tabel 1. seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke meneliti irisan tipis gabus dengan menggunakan mikroskop yang dirancangnya sendiri. Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman. 1810-1882). Struktur dan fungsi-fungsi sel semua organisme hampir sama.protozoa) atau terdiri dari banyak sel (multiselular). Pada tahun 1665.

Sitoplasma dan nukleus secara bersama-sama dan berkelanjutan membentuk protoplasma. Perbedaan Sel Tumbuhan Dan Hewan. (fleksibel/ lentur). Sel tumbuhan. Tidak mempunyai klorofil Tidak mempunyai vakuola. alga dan prokariota mengembangkan dinding sel sedangkan sel hewan tidak mempunyai dinding sel. sitoplasma. Tabel 2. walaupun .1. Sel tumbuhan Sel hewan Ukuran sel lebih besar.kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota (organisme yang mempunyai inti sel yang dikelilingi membran inti) beradaptasi untuk hidup saling berinterkasi dengan organisme lain sehingga menjadi suatu organisasi mahluk hidup yang sangat harmonis. Mempunyai dinding sel Tidak mempunyai dinding sel Mempunyai klorofil Mempunyai vakuola atau rongga sel yang besar. d. Ukuran sel lebih kecil. Bentuk sel tidak tetap Bentuk sel tetap. Di dalam sitoplasma terdapat berbagai organel. Beberapa organisme prokariot memiliki flagella pada selnya untuk memudahkan pergerakan. dan inti sel atau nukleus. Struktur sel Struktur sel mahluk hidup pada umumnya minimal terdiri dari organelorganel membran sel.

terkadang beberapa sel hewan uniseluler memiliki vakuola Teknik Pembenihan Tanaman 8 .

2005) 1). Pada sel tumbuhan. membran sel selalu melekat pada dinding sel sebagai akibat adanya tekanan turgor dari dalam sel. Menyimpan makanan dalam bentuk granul (seperti biji) yaitu glikogen. Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). Memban sel secara otomatis dapat menentukan bahan-bahan tertentu saja (nutrisi yang dibutuhkan untuk kehidupan sel) yang dapat masuk k e dalam dan keluar dari sel. Membran sel embran sel adalah suatu selaput tipis yang membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar. Menyimpan energi dalam bentuk granul (seperti biji) berupa kanji. Sitoplasma Fungsi utama sitoplasma yang berupa cairan kental adalah menjamin kelangsungan hidup sel (metabolisma).2. Perbesaran 400 kali (Nurwardani. dalam kondisi normal. 2). Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). membran sel bersifat ' selektif permeabel'. Hampir semua kegi-atan metabolisme berlangsung di dalam ruangan berisi cai ran kental ini.(tetapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). Gambar 2. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayanglayang (terapung) dalam cairan kental (be . O leh sebab itu.

respirasi (perombakan energi dari proses pernafasan). Cairan yang mengisi vakuola ber-beda-beda. tergantung letak dan fungsi sel. serta reaksi terhadap rangsang. sehingga disebut pula 'cairan sel'. benda golgi dan berbagai produk sekunder lain. bunga dan buah. Demik ian pula dengan sel. Or ganel Manusi a memiliki banyak or-gan yang berbeda seperti jantung. khloraplas (organael khusus yang hanya terdapat dalam sel tumbuhan). terdapat pula vakuola. yang fungsinya yang berbeda -beda. batang. Sel memiliki organ yang disebut organel . Va-kuola memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim). daun. mi tokondria. Di dalam nukleus terdapat nukleolus.rsifat koloid. 3). penyimpanan. Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi pada sitoplasma. namun tidak homogen) yang disebut matriks. 4). Sel ain organel. Organel-organel dalam sel akan menjalankan banyak fungsi kehidupan seperti sintesis bahan. paru-paru dan lambung. N ukleus Nukl eus mengendalikan kegiatan yang terjadi pada sitoplasma. retikulum endoplasma. Tumbuhan mempunyai organ se-perti akar. Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik (suatu proses yang memerlukan protein spesifik sehingga mempercepat berlang-sungnya suatu proses metabolisme).

Teknik Pembenihan Tanaman 9 .

tidak beruas dan tidak menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainya. Vakuola Gambar 2. Mitokondria. Ribosom. dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop). Akar tanaman yang dibudidayakan secara .4. Berikut adalah macam-macam benda dalam sel (khususnya sitoplasma) yang digolongkan sebagai organel: . Gambar 2.3. hingga lebih mudah untuk menembus tanah. . . Pada umumnya akar tidak berbuku-buku. selalu tumbuh ke arah yang berlaw anan dengan udara dan cahaya. . Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah. Selanjutnya. Peroksisom . . .(berarti 'organ kecil'). 2005). e. Akar tidak berwarna hijau. Retikulum endoplasma. Akar Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan. Plastida (hanya sel tumbuhtumbuhan dan sejumlah alga). Pada ujungnya akar selalu tumbuh. Sel tumbuhan dan berbagai organel sel ( Encarta. biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuningkuningan. tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah cepat jika dibandingkan dengan bagian di atas permukaan tanah. ujung akar sering-kali meruncing. Badan golgi atau benda golgi atau diktiosom. Akar tumbuhan memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

. tumbuhan dikotil tersebut dikembang-biakkan secara vege-tatif seperti cangkok. ada dua jenis akar yaitu: 1). Secara umum. Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Akar serabut. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. untuk menyerap air dan zat-zat nutrisi (makanan tanaman) yang terlarut di dalam air tanah atau larutan hara tanaman. atau stek).hidroponik Fungsi akar bagi tumbuhan ada-lah memperkuat berdirinya tum-buhan. Walaupun terkadang. Teknik Pembenihan Tanaman 10 . Akar tanaman kadang-kadang berfungsi sebagai tempat untuk penimbunan makanan. tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan. mengangkut air dan zat-zat makanan yang telah diserap ke bagian tubuh tumbuhan yang memerlukan nutrisi.

Akar banir ialah akar yang banyak terdapat pada tumbuhan tropik. Akar tunggang. Batang tanaman umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. d).2). Akar napas. Akar nafas yaitu bagian akar yang naik ke atas tanah. dan Soneratia b). khususnya ke atas air seperti pada tumbuhan mangrove dari genera Avicennia. . akan tetapi selalu bersifat aktinomorf. Fungsi utama akar tunggang adalah untuk menyimpan makanan. 3). Ada beberapa jenis modifikasi akar. Akar gantung yaitu akar yang sepenuhnya berada di atas tanah. Akar penghisap akar pengisap ialah akar yang terdapat pada tumbuhan jenis parasit seperti benalu. Kedudukan batang bagi tubuh tum-buhan. a). Modifikasi akar Akar tumbuhan sering kali mengalami perubahan bentuk (modifikasi) sesuai dengan fungsi dan kondisi lingkungan serta jenis tumbuhannya. antara lain sebagai berikut. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut : . Akar gantung. Akar banir. batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. f. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Batang Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting. c). Akar gantung terdapat pada tumbuhan epifit seperti anggrek.

kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil. sedang atau tebal. Daun Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh pada batang. bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas. tidak akan di-gugurkan (digantikan dengan yang lebih muda). Bentuk daun sangat beragam. namun biasanya berupa helaian. Teknik Pembenihan Tanaman 11 . Batang tanaman pada umum-nya tidak berwarna hijau. umumnya berwarna hijau dan berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari melalui fotosintesis. misalnya rumput dan pada saat batang masih muda. ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. oleh sebab itu sering dikatakan. kecu-ali tumbuhan yang umurnya pendek. . . Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Batang tanaman membentuk percabangan dan selama hi-dup tumbuhan. Batang selalu bertambah pan-jang di ujungnya. dengan vari-asi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Batang tanaman terdiri atas ruasruas. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat (dapat membuat energi untuk kehidupannya).. . Ketebalan daun pun beragam ada tipis. g. Masing-masing ruas dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku batang terdapat daun. Batang biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop) . Bentuk dasar daun membulat.

Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus). Alat perkembang-biakkan secara vegetatif (seperti tunas daun cocor bebek yang dapat digunakan sebagai bahan un-tuk perbanyakan tanaman secara stek daun). dan mengakibatkan daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. misalnya karoten (berwarna jingga). Tempat terjadinya gutasi. Daun tanaman berfungsi sebagai: . Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah men-jadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur). tergantung derajat keasaman). Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan . Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menye-leksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam foto-sintesis. biru. . Epi-dermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. Anatomi daun adalah sebagai berikut: . xantofil (berwarna kuning). Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang berongga. . Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis bawah. . Sebagai organ pernapasan (pada daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi. . Tempat terjadinya fotosintesis. Daun tumbuhan sukulen (mengandung air dalam jum-ah yang banyak) atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air. Tempat terjadinya transpirasi. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain. . dan antosianin (berwarna merah. atau ungu. Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis .

. tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang. Sedangkan floem ber-fungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan. Stoma pada daun identik dengan hidung manusia. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis karena mengandung klorofil. Stoma terletak di epidermis bawah. . Kemudian stoma akan mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma (jamak: stomata) ber-fungsi sebagai organ respirasi. Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2.cadangan makanan. Teknik Pembenihan Tanaman 12 . Selain stoma.

Gambar 2.5 Berbagai bentuk batang dari berbagai jenis tanaman Gambar 2. Daun segar membutuhkan cahaya untuk melangsungkan proses fotosintes is (kiri) dan daun tua telah kehilangan klorofil karena proses penuaan (kanan) Teknik Pembenihan Tanaman 13 .Gambar 2.7 .6 Irisan melintang batang tanaman dengan struktur jaringan pengangkut a ir dan hasil fotosistesis.

9 Bunga tumbuhan yang sempurna memiliki bagian bunga sebagai berikut tangkai bunga. Perkembangan biji akan diakhiri dengan pemben-tukan integumen pada jaringan ovari induk. Pembuahan adalah permulaan dari pertumbuhan ovari yang cepat dan selanjutnya berkembang men-jadi biji. tangkai putik. Zigot akan tumbuh menjadi embrio biji. maka dengan segera dan secara bersam-sama jaringan pembuahan tersebut akan menye-rap air dan nutrisi tanaman berupa gula dan akan membentuk tabung sari. Buah dan biji Buah pada umunya merupa-kan organ tanaman tempat me-nyimpan benih dan hasil foto-sintesis. untuk membentuk zigot.kepala putik kelopak bunga. Di tempat tersebut sel jantan bertemu dengan sel telur.8. menuju kje arah kantung lembaga.Gambar 2. putik. sel telur. Gambar 2. Tidak semua biji tanaman dihasilkan dari bunga. Tabungsari akan tumbuh dan menembus tangkai putik (style). perkembangan em-brio didahului oleh pertumbuhan endosperm. Biji akan tumbuh dan berkembang sampai menjadi bentuk yang sempurna dan memenuhi standar untuk menjadi benih. sebagai contoh adalah cornifera mempunyai benih telanjang pada suatu bentuk spesifik berupa cone. dan serbuk sari Teknik Pembenihan Tanaman . Bunga Bunga adalah organ reproduksi pada sebagain besar tumbuhan yang sering memproduksi buah yang mengandung biji sebagai calon benih. Pada biji yang sedang berkembang. benang sari. Biji sebagai calon benih yang pada umumnya berada di dalam buah terbentuk melalui proses berikut: setelah tepung sari mendarat dengan tepat pada kepala putik. i. Model irisan melintang daun tumbuhan h. mahkota bunga.

14 .

embrio yang terdiri dari kotiledon dan calon akar). dan embrio.10. dan organisme pengganggu tanaman. calon akar dan calon daun pertama) Untuk memperjelas gambaran proses perkecambahan biji dapat dilihat pada gambar perkecambahan biji tembakau (Nicotiana tabacum). Pada biji monokotil. morfologi biji terdiri dari kulit biji (testa). Pada biji tanaman Gymnospermae. Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung air akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit. morfologi biji terdiri dari kulit biji. Cadangan makanan dalam benih adalah karbohidrat. Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm). sedangkan untuk biji dikotiledon terdiri dari kulit biji (testa) dan embrio (dua kotiledon. mega gametofit. .2. Gambar 2. Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet.2 Anatomi dan Morfologi Biji Tumbuhan Biji yang memenuhi kriteria ter-tentu dapat dijadikan benih. Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination). kotiledon. endosperm. Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkem-bangan bibit. Naungan berfungsi seba-gai pelindung kecambah dan bibit muda dari sengatan sinar mata-hari. lemak dan protein. Benih yang sedang berkecambahan sangat peka ter-hadap penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat memerlukan perlindungan (proteksi).

Teknik Pembenihan Tanaman 14 . Hal tersebut disebabkan oleh belum tuntasnya masa dormansi (istirahat) biji tersebut. Pada beberapa spesies walaupun kondisi di atas terpenuhi tetapi biji tidak dapat berkecambah. adanya persediaan oksigen dan air. persediaan oksigen memadai dan kelembaban media tumbuh cukup dan kontak secara langsung dengan biji. Biji-biji kelompok ini umumnya beasal dari daerah beriklim sub tropis. Periode dormansi yang telah dilewati akan menyebabkan perkecambahan biji pada kondisi suhu yang optimal.3 Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan Biji dari berbagai spesies tumbuhan akan berkecambah apabila. suhu menguntungkan.Biji tanaman yang terbentuk dari hasil pembuahan (bertemunya putik dengan serbuk sari dan berkembang menjadi zigot) 2.

C.12 Tahapan perkecambahan benih tembakau (Nicotiana tabacum). Pada saat ena m jam kedua.2004). ( (Muller et. Pada saat enam jam ke tiga. mikropilar endosperm akan menye limuti radikula pada saat 60 jam setelah perkecambahan (ABA menghambat mikropilar menyelimuti radikula). Enam jam pertama. mikropilar endosperm menyelimuti ujung radikula (calon akar). D. Pada penambahan hormon ABA.. A. Teknik Pembenihan Tanaman 15 .al.Gambar 2. m ikropilar kulit biji terluar akan merekah sehingga memudahkan endosperm menembus kulit biji. radikula mulai keluar dari biji. B.11 Morfologi benih tumbuhan Gambar 2.

Kelembaban media tanam yang terlalu berlebihan akan menghambat proses perkecambahan. benih mengabsorpsi air sehingga benih menjadi menggembung dan kulit biji pecah. kondisi kelebihan air akan menyebabkan oksigen keluar dari dalam sel dan benih tidak dapat berkecambah.Perkecambahan dapat terjadi walaupun tanah atau media semai tidak mengandung unsur hara karena di dalam biji sudah mengandung cukup persediaan makanan agar lembaga dapat tumbuh selama masa persemaian. Oksigen bebas sangat diperlukan untuk respirasi yang akan menghasilkan enerji yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. dan akan mengakibatkan benih mati atau tumbuh tidak normal. Sebaliknya jika kelembaban media kurang optimal benih tidak akan dapat menguraikan cadangan makanan dalam biji (jaringan endosperma) sehingga epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh dan berkembang. maka berbagai proses kehidupan akan berlangsung. Dengan segera air memasuki sel-sel jaringan lembaga dan endosperma. Dalam keadaan yang menguntungkan untuk proses perkecambahan. Benih harus mendapatkan jumlah air yang tepat untuk berkecambah. terutama dari golongan bakteri dan fungi. Pada saat protoplasma sel menyerap uap air. setelah keluar kotiledon harus ditambahkan air dan beberapa unsur hara pada media tanamnya. Benih akan berkecambah. Suhu yang paling optimal untuk perkecambahan biji adalah 15-38oC. Ketidak-tersediaan oksigen akan memperlambat atau mencegah perkecambahan benih. Hormon . Kondisi inipun akan mempertinggi kemungkinan benih terserang oleh organisme pengganggu tanaman. Kandungan air dalam sel benih akan naik dari tingkat praperkecambahan sebesar 8-14% menjadi lebih dari 90%.

produksi protoplasma. kemudian protoplasma yang baru akan terbentuk. Akar primer yang tumbuh akan mengasilkan akar-akar sekunder. Dalam proses ini pertumbuhan Teknik Pembenihan Tanaman 16 . Hormon ini mengatu pertumbuhan dan perkembanga hipokotil dan epikotil. Akar ini mempunyai panjang 2 cm atau lebih.pertumbuhan dan perkembangan seperti asam indol asetat akan mulai berfungsi. akar-akar primer akan tumbuh dalam 36-96 jam. Ketika terjadi proses pencernaan cadangan makanan pada biji. Ujung hipokotil tumbuh menjadi akar primer. kemudian tumbuh dan berkembang agi menjadi akar tersier. Ujung hipokotil muncul melalui suatu celah pada kulit biji. dalam kondisi lingkungan yang paling baik. sehingga dapat mensuplai epikotil tumbuh dengan baik dan akan menjadikan calon batang pertama. Akar primer akan menyerap air dan unsur hara dari tanah. Sumber makanan yang tersimpan dalam endosperma dan kotiledon akan segera diproses melalui respirasi sehingga menghasilkan enerji kimia yang penting untuk pembelahan sel. Kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman dewasa. maka sel-sel pada ujung epikotil dan hipokotil mulai membelah dan membentuk sel-sel baru. Sel-sel ini mulai membesar pada saat menyerap air. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketebalan dan struktur kulit biji dan masa dormansi biji. Dari epikotil akan tumbuh batang yang akan menghasilkan daun-daun serta berbagai cabang. dan proses-proses pertumbuhan lainnya. respirasi dan asimilasi nutrisi ke dalam protoplasma. Tingkat perkecambahan biji sangat bervariasi.

.

yaitu dengan ditandai terbentuknya jaringanjaringan baru seperti silem. serta cahaya. Hormon pertumbuhan IAA (Indol Acetic Acid) berfungsi dalam pembesaran sel.akan melibatkan pembuatan sel-sel baru dari sel-sel yang sudah ada sebelumnya. Selama masa pertumbuhan dan perkembangan. Tumbuhan yang sedang tumbuh harus memiliki protein dan senyawa organik lain untuk membangun protoplasma. unsur hara. dan jaringan peyimpanan. jaringan pembuat makanan. interaksi timbalbalik tunas dan berbagai pertumbuhan lainnya. tumbuhan memerlukan air. karbondioksida dan oksigen. Disamping itu terdapat proses pembesaran sel yang baru terbentuk. Pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dikendalikan secara umum oleh hormon yang disintesis oleh tumbuhan dan terdapat pada semua jaringan. Selama masa . Pada umumnya. jaringan penguat. floem. Sel yang baru terbentuk dengan cepat akan meningkat ukurannya karena adanya asimilasi makanan ke dalam protoplasma. Tumbuhan ini harus memiliki selulosa dan beberapa senyawa organik untuk membentuk dinding sel. Salah satu contoh IAA adalah giberelin. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk pertumbuhan normal adalah tersedianya enerji kimia yng berasal dari proses respirasi. gugurnya daun dan jatuhnya buah. Fase pertumbuhan yang berikutnya perkembangan sel. pertumbuhan buah dari bakal bunga menjadi bunga dan buah. akan tetapi proses kehidupan yang terjadi hanya mempertahankan ciri spesifiknya serta fungsinya sepanjang masa hidup tumbuhan. sehingga sel akan membesar dan menjadi jaringan tanaman. sel dan jaringan yang sudah matang tidak akan membelah diri lagi.

Proses benih berkecambah. Tumbuhan sanesen (tua) Teknik Pembenihan Tanaman 17 . Bibit. Gambar 2. Kondisi ini menandai adanya calon generasi tumbuhan berikutnya. D. Proses perkembangbiakan secara generatif dimulai dari terjadinya pertemuan butir-butir serbuk sari dengan putik.kemudian menjadi bakal biji yang terletak dalam bakal buah. C. butiran serbuk sari membentuk tabung. batang.tersebut. Tumbuhan dewasa. dan cabang tumbuhan akan tumbuh dan berkembang sampai akhirnya terbentuk organ generatif. A. Organ generatif tumbuhan yang minimal adalah terdiri dari benang sari dan putik. organ-organ vegetatif seperti daun. B. Di dalam putik. Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.13.

Teknik Pembenihan Tanaman 18 .Gambar 2.14. Proses pertumbuhan dan perkembangan biji (fase haploid) serta proses penyerbukan (fase diploid).

. Struktur tubuh tumbuhan. Batang . Buah dan biji. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman meliputi: proses benih berkecambah. . Anatomi dan morfologi biji tumbuhan.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 2. Anatomi dan morfologi tumbuhan Anatomi dan morfologi biji tumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan . Sel tumbuhan . . Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Perbedaan sel tumbuhan dan hewan. . Tahapan perkecambahan. Bunga . Anatomi dan morfologi tumbuhan 2. siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. 3. . Bagian-bagian biji monokotil. Bagian-bagian biji dikotil. . . Daun. Akar. . pertumbuhan dan .

Jelaskan dengan ringkas tentang perbedaan dan persamaan sel tumbuhan dan hewan 2. Amati proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman tanaman padi 2. SOAL: 1.perkembangan bibit. Teknik Pembenihan Tanaman 19 . Lakukan observasi di lingkungan sekolah terhadap 20 jenis tumbuhan. Kelompokkan tumbuhan atau tanaman yang mana yang termasuk dikotil dan mookotil. tumbuhan tumbuh dewasa dan proses sanesen (tua). Gambarkan bagian-bagian biji tumbuhan TUGAS: 1.

Pada kegiatan usaha pembenihan tanaman terdapat beberapa prinsip dasar yang selalu digunakan oleh setiap industri pembenihan yaitu: 3. Pencegahan merupakan cara yang paling efektif. Keturunan tanaman yang berasal dari proses pembenihan vegetatif dari dua induk yang mempunyai keunggulan.2. K3 bertujuan untuk mencegah. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. lingkungan hidup. Dasar-dasar Pembibitan dan Produksi Benih Tanaman. perusahaan. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Menurut Konradus (2003). Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen untuk memproteksi pekerja. bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident).1. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3. . Oleh sebab itu dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu : . Dalam hal ini ada 3 norma yang harus diperhatikan yaitu: . Teknik pembenihan vegetatif tanaman bertujuan untuk menghasilkan individu keturunan tanaman yang mempertahankan sifat baik dari induknya. Investasi modal usaha. norma kerja nyata. Keduanya dapata memadukan dua keunggulan tersebut sehingga mempunyai sifat-sifat lebih baik dari kedua induknya disebut bibit unggul. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. norma keselamatan dan . . dan tahan terhadap hama dan penyakit. norma kesehatan.BAB 3. mengurangi. dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja.

Pemahaman K-3 . Pemeliharaan pesemaian . Penyiapan tenaga kerja profesional . Investasi bahan tanaman unggul aman. perilaku yang tidak aman . kondisi lingkungan yang tidak . Sertifikasi . Distribusi produk . penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman seperti: . Pengolahan benih (seed processing) . Penelitian dan pengembangan produk Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja. Pemeliharaan benih . Pesemaian .. Investasi lahan pembenihan. (benih unggul) . Pengujian kualitas produk . Pemasaran . . Penanaman . Penyiapan alat-alat produksi benih dan quality control product . Layanan purna jual . Penggudangan .

tidak memakai alat pelindung diri . kondisi badan yang lemah Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas. sembrono dan tidak hati-hati .. tidak mematuhi peraturan . Teknik Pembenihan Tanaman 20 . tidak mengikuti standar prosedur kerja .

penggunaan alat dan mesin-mesin. dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran. Norma Kesehatan pekerja Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya. gangguan pernapasan. kebutaan. kerusakan paruparu. dan lain-lain. kerusakan jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet. Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif dengan teknik kultur jaringan terdapat sedikit perbedaan yaitu harus memperhatikan minimal 3 hal dalam kesehatan pekerja yaitu. yaitu penerapan dalam bidang teknik pembenihan tanaman secara secara generatif maupun vegetatif. kanker kulit. Penggunaan bahan kimia . pengolahan tanah. menyambung dan lainlain) hal-hal yang harus diperhatikan dalam kesehatan pekerja sama dengan dalam kegiatan teknik perbenihan secara generatif yaitu penggunaan alat mesin serta penggunaan bahan kimia. . Dalam teknik perbenihan tanaman secara generatif yang pada umumnya terdiri dari kegiatan persiapan lahan. pencahayaan (sinar). prosesing benih dan pengemasan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan diupayakan untuk diterapkan yaitu: . penanganan pasca panen. K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja. pembibitan. Hal yang penting diperhatikan dalam penerapan kesehatan pekerja dalam bidang teknik perbenihan tanaman dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. mencangkok. pemupukan. misalnya kebisingan.a. pesemaian. kemandulan. persilangan. Penggunaan alat dan mesin-mesin . pemanenan. penyakit dan gulma. penanaman. pengendalian hama. getaran. Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif baik secara konvensional (menyetek. penggunaan . kelembaban udara. pengairan.

Jika terjadi gangguan kesehatan maka harus ada tempat untuk pelaporan. penyelidikan dan pemberitahuan penyakit dan kecelakaan kerja A ktivitas perbenihan tanaman pada umumnya dilakukan di lokasi yang agak jauh dari kota. Alat atau kotak PPPK yang dirawat dengan baik harus siap tersedia di tempat kerja dan dilindungi terhadap pencemaran oleh kelembaban dan kotoran. Dalam area di mana pekerjaanterlibat dengan resiko keracunan oleh bahan kimia atau asap. Oleh sebab itu harus ada pekerja yang terampil dalam prosedur PPPK (Pertolongan Pertama Pada K ecelakaan). gizi dan air minum. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah tindakan pertolongan pertama. dan resusitasi. maka pelatihan pertolongan pertama harus diperluas melalui konsultasi dengan orang atau organisasi yang berkualitas. J ika dalam melakukan kegiatan agribisnis perbenihan terjadi kecelakaan harus terdapat alat komunikasi agar dapat dengan segera menghubungi regu penolong seperti rumah sakit. pencatatan. ambulance Teknik Pembenihan Tanaman 21 . Wadah ini harus ditandai dengan jelas dan tidak berisi apapun selain peralatan PPPK dan semua karyawan harus mengetahui tempat penyimpanan peralatan PPPK dan prosedurnya. tempat berteduh dan perumahan. serangga atau labalaba penggigit atau bahaya spesifik lain. perawatan kesehatan. regu penolong. Pelatihan ini meliputi perawatan luka terbuka. ular.. pelayanan kesehatan kerja .bahan kimia dan penggunaan lampu ultra violet dalam persiapan enkas untuk inokulasi bahan berupa sel atau jaringan tanaman.

Toko makanan . Fasilitas untuk mencuci dan mengeringkan pakaian . . Pada suatu lokasi perbenihan tanaman harus diupayakan adanya tempat berteduh dan berlindung. harus dipastikan bahwa masukan energi cukup untuk pelaksanaan pekerjaan fisik berat baik karbohidrat. pemangkasan. kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. Selain itu lokasi perbenihan diupayakan agar dekat dengan . pemeliharaan tanaman tanpa bahan kimia. Bila makanan disediakan oleh pengusaha. kamar kecil atau kakus . pemanenan. Semua kegiatan perbenihan tanaman harus direncanakan dan diorganisir secara terpadu sehingga dapat mencegah pemborosan dan untuk memastikan . penanaman . Penerapan keselatan kerja dalam bidang teknik perbenihnan tanaman harus diterapkan dalam setiap aktivitas diantaranya adalah persiapan lahan. Fasilitas sanitary (ruang cuci. b. pengairan.atau dokter terdekat. bahan kimia). lemak dan protein hewani.penyakit dan gulma tanaman). prosesing benih dan pengemasan. Norma Keselamatan kerja Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja. Toko barang umum (terpisah dengan bahan mudah terbakar. Persediaan air bersih yang cukup. Penerapan keselamtan kerja diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja. pancuran. penanganan dan penananam tanaman secara kimia (pemupukan dan pengendalian hama.

Lokasi tempat kerja yang ditunjuk. Teknik Pembenihan Tanaman 22 . Spesifikasi produk atau hasil lain: . Jika memungkinka untuk dapat dipraktekkan. Penggunaan bahan. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah adanya keterangan tentang : . Jadwal waktu untuk kegiatan spesifik: . mesin dan bahan-kimia berbahaya yang digunakan dalam pembenihan harus: . Untuk setiap tugas diupayakan dipilih metoda terbaik dan paling aman. terutama sekali untuk mengurangi mengangkat dan membawa muatan berat dan untuk mengurangi potensi bahaya yang timbul dari penanganan mesin bertenaga dan dipegang dengan tangan. Rencana darurat dalam cuaca buruk atau terdapat masalah dengan peralatan. . Penggunaan alat dan bahan harus dilakukan dengan metoda yang distandardisasi dan telah disetujui. Orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mengawasi kegiatan: . Tujuan kegiatan . Spesifikasi untuk metoda kerja yang digunakan: . alat dan mesin dalam teknik perbeniahan diupayakan untuk memenuhi kriteria di bawah ini. Semua perkakas. pekerjaan manual dan motor-manual perlu didukung dengan mesin. Jenis pekerjaan yang diperlukan .tingkatan monitorung yang tepat sehingga pelaksanaan kerja dapat berjalan dengan aman. Memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana ditentukan dalam standar internasional atau nasional dan rekomendasi.

Bila menggunakan bahan kimia berbahaya. Digunakan hanya untuk pekerjaan yang telah dirancang atau dikembangkan. alat pelindung diri harus disediakan sesuai keselamatan dalam penggunaan bahan kimia di tempat kerja. Norma Kerja nyata Norma kerja berkaitan dengan manajemen perusahaan. Untuk pekerjaan dalam iklim panas dan kering. . Digunakan atau dioperasikan hanya oleh para pekerja yang telah dinilai berkompeten dan/atau memegang sertifikat ketrampilan yang sesuai. . Alat pelindung diri harus mematuhi standar internasional atau nasional. K3 dalam . Alat pelindung diri harus disediakan dalam jumlah yang cukup. pakaian yang sesuai harus digunakan untuk menghindari isolasi panas yang berlebihan dan memudahkan pengeluaran keringat. Pakaian harus mempunyai warna yang kontras agar pekerja terlihat dengan jelas. . Pakaian kerja harus dibuat dari bahan yang menjaga badan pekerja tetap kering dan berada pada temperatur yang nyaman. Operator harus sadar bahwa keselamatan dan kesehatan kerja meruapak hal yang sangat penting. c. . .. Dalam melakukan kegiatan perbenihan tanaman sebaiknya menggunakan pakaian kerja dan alat pelindung diri ketentuan umum untuk pakaian kerja adalah sebagai berikut: . kecuali jika suatu penggunaan tambahan yang diusulkan telah dinilai oleh seorang yang kompeten yang telah menyimpulkan bahwa penggunaan alat dan bahan yang digunakan adalah aman: . Pakaian pelindung yang sesuai harus disediakan jika ada suatu resiko radiasi UV atau bahan yang beracun.

dan lainlain. kerja wanita. tenaga kerja kaum muda. 3. Pemeliharaan alat merupakan suatu kebutuhan prosedur dalam suatu usaha pembenihan tanamn sehingga prosedur mengendalikan dan administrasi pemeliharaan mutlak diperlukan.aktivitas kerja sehari-hari diterapkan dalam bentuk pengaturan jam kerja. pengaturan jam lembur. maka beberapa perusahaan saat ini telah Teknik Pembenihan Tanaman 23 . bangunan pada kondisi yang dapat diguanakan untuk aktivitas produksi pembenihan tanaman. Gangguan terhadap aktivitas produksi sering tidak diketahui sebelumnya karena jarang dievaluasi secara menyeluruh dan sulit untuk diperkirakan. shift. Suatu kerusakan/kegagalan dari alat/peralatan atau mesin mencerminkan metode yang digunakan dalam menjalankan sistim pemeliharaan alat tersebut.3. perusahaan sudah harua membetulkan atau memperbaiki kerusakan. analisis dan pengelolaan lingkungan hidup. atau memulihkan suatu alat. Dalam rangka meminimalkan akibat yang merugikan dari gangguan kerusakan alat yang terjadi dalam produksi. Dalam sistim pemeliharaan yang tradisionil digunakan sistim pemeliharaan dan perawatan yang tidak berencana. mesin. Metode ini dapat mengakibatkan terjadinya suatu kerusakan/kegagalan pengoperasian alat/mesin pembenihan sebelum alat diguanakan dengan optimal. Pengelolaan Alat Dan Mesin Perbenihan Pemeliharaan merupakan suatu penggabungan setiap tindakan atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mempertahankan.

Pekerjaan-pekerjaan Umum . Sistim pemeliharaan yang berencana adalah Aktivitas pemeliharaan yang teratur dan dijalankan dengan taat azas. yang selanjutnya lebih dikenal dengan istilah sistim pemeliharaan yang berencana. harus difahami minimal oleh. . Pada sistim Pemeliharaan dan Perawatan yang sifatnya darurat seluruhnya sangat tergantung pada keputusan-keputusan yang diambil. Pembuatan produk . Pada sistim pemeliharaan yang berencana mengatur kebijakan dalam sistim pemeliharaan suatu perusahaan dengan mengadakan prosedur yang jelas. melalui pengawasan dan pencatatan berdasarkan rencana yang telah dibuat terlebih dahulu. Pengawasan administratip pada pekerjaan pemeliharaan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Operator perubahan dan perbaikan . baik dalam segi teknis maupun keuangannya serta mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang objektif berdasarkan standar pemeliharaan alat yang lebih efektif dan efisien. Pembelian alat pengganti yang terburu-buru. Prosedur pemeliharaan alat.menerapkan atau Melaksanakan tindakan-tindakan pemeliharaan yang teratur. prioritas perbaikan yang tidak terencana. terutama pada saat perubahan dari sistim pemeliharaan darurat kedalam sistim pemeliharaan yang berencana. Keberhasilan suatu skema sistim pemeliharaan yang berencana adalah dengan membuatatau menjaga sistim tersebut sesederhana mungkin dalam prosedur pelaksanaannya dengan melibatkan para petugas lapangan/teknisi dengan kerja keras yang minimum. Supervisor . Operatot persiapan dan penyesuaian mesin-mesin . tenaga kerja yang kurang mampu akan menurunkan efisiensi pemeliharaan. Pemegang gudang .

Pemeliharaan perbaian Pemeliharaan perbaikan meruapakan sistim pemeliharaan yang dilakukan untuk memulihkan kerusakan (termasuk penyetelan dan perbaikan) suatu alat. b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan pencegahan merupakan Sistim pemeliharaan yang dilaksanakan atas dasar rencana/waktu yang telah ditetapkan sebelumnya dan bersifat untuk menghindari/mencegah kerusakan. dan pengemudi. Operator keamanan. Pemeliharaan berjalan Pemeliharaan sistim pemeliharaan yang dapat dilakukan ketika suatu alat. Teknik Pembenihan Tanaman 24 . . Pemeliharaan yang berencana Pemeliharaan berencana merupakan sistim pemeliharaan yang terorganisasi dan dilaksanakan dengan mantap berdasarkan rencana pengawasan dan pencatatan serta analisa berdasarkan rencana yang telah dibuat sebelumnya. mesin atau bangunan pembenihan tanaman agar dapat digunakan kembali dalam kegiatan produksi benih tanaman . d.alat alat pembenihan. pemadaman kebakaran. Berikut ini disampaikan beberapa metode pemeliharaan alat yang umum digunakan pada perusahaan pembenihan. c. mesin dalam keadaan dipakai. Pemeliharaan darurat yaitu suatu tindakan pemeliharaan yang perlu segera ditangani/diselesaikan dengan secepatnya untuk menghindari kerusakan yang lebih parah atau fatal. a.

dan bangunan pembenihan dalam keadaan tidak dipakai (proses produksi berhenti). .e. dan mesin-mesin. guna tujuan identifikasi. . Jadwal Pemeliharaan Suatu susunan/daftar yang komprehensip dari aktifitas pemeliharaan beserta kejadian/ akibat-akibatnya. . termasuk keterangan/data mengenai masingmasing spesifikasi Teknik dan konstruksinya secara terperinci. Perbaikan besar : . mesin. . mesin dan bangunan pembenihan. Laporan Kerja : Suatu pernyataan/catatan tentang kegiatan/pekerjaan yang telah dilakukan serta catatan tentang kondisi-kondisi dari suatu alat. mesin dan bangunan: Suatu catatan mengenai penggunaan. Program Pemeliharaan : Suatu daftar alokasi atau pembebanan dari aktifitas pemeliharaan pada jangka waktu tertentu. Pemeliharaan terbatas (pada saat produksi berhenti) Pemeliharaan terbatas meruapakan sistim pemeliharaan yang hanya dapat dijalankan pada waktu suatu alat. Inventarisasi pabrik Suatu daftar inventaris dari seluruh fasilitas misalnya : seluruh peralatan. Kartu Kendali alat. . . . kejadian dan kegiatan yang terjadi/dilaksanakan terhadap suatu alat. mesin-mesin yang ada serta bangunan dengan semua isinya. Spesifikasi Pekerjaan : Suatu dokumen yang menguraikan tentang kegiatan/pekerjaan yang harus dilaksanakan.

Suatu proses pengujian dan pemulihan alat. seperti tanaman buah yang tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).4. . Permohonan Pemeliharaan Salah satu persyaratan untuk perencanaan fungsi pemeliharaan. mesin dan bangunan pembenihan secara menyeluruh (termasuk perbaikan) Sampai dengan kondisi alat. 3.mesin dan bangunan tersebut dapat digunakan. tenaga kerja. Dalam industri pembenihan minimal terdapat enam kompetensi teknik yang harus difahami. Konsep lain yang penting pada industri pembenihan adalah tentang produksi benih vegetatif.mesin. dikuasai dan diimplementasikan yaitu pohon induk. Pengembangan pemeliharaan alat. batang bawah dan batang atas. baik itu tanaman kecil ataupun tanaman besar yang sudah produktif yang berasal dari biji atau hasil perbanyakan vegetatif. Persyaratan pohon induk antara lain adalah memiliki sifat unggul dalam produktivitas dan kualitas tanaman. bahan. teknik pemilihan memproduksi benih vegetatif dan sertifikasi benih. Perencanaan Pemeliharaan : Prosedur pemeliharaan yang mencakup tugas operator pemeliharaan. metode. Pohon Induk dan bibit unggul Pohon induk adalah tanaman pilihan yang dipergunakan sebagai sumber batang atas (entres). alat/peralatan. mesin dan bangunan pembenihan merupakan tahap-tahap yang harus difahami oelh semua operator pembenihan yang terlibat dalam kegiatan produksi benih. Nama . adalah mengetahui secara tepat tentang apa yang harus dikerjakan. teknik penyiapan pembibitan. serta waktu yang diperlukan. apa yang sedang dikerjakan dan berapa lama setiap tugas/pekerjaan tersebut dikerjakan. mesin. . teknik pembenihan tanaman secara vegetatif.

Teknik Pembenihan Tanaman 25 .

misalnya untuk tanaman durian. tempat asal) harus jelas. adalah cara eksplorasi. Kebun pohon induk adalah kebun yang ditanami dengan bebera-pa varietas buah unggul untuk sumber penghasil batang atas (mata tempel atau cabang entres) untuk perbanyakan dalam jumlah besar. Tanaman yang ditanam pada umumnya adalah tanaman hasil perbanyakan secara vegetatif (okulasi. Ditanam dalam kebun yang terpisah dari tanaman lain yang dapat menjadi sumber penularan penyakit atau penyerbukan silang. stek) dan memenuhi persyaratan sebagai pohon induk. sambung. Kebun pohon induk sekaligus sebagai kebun produksi. terutama untuk pohon induk yang akan diperbanyak secara generatif yaitu diambil bijinya.varietas pohon induk dan asal-usulnya (nama pemilik. yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara melacak suatu tanaman ke daerah sentra budidayanya sampai dengan tumbuhan yang tumbuh liar di hutan. Kebun pohon induk dengan jarak tanam lebih rapat. Pencarian pohon induk untuk mendapatkan jenis tanaman unggul dengan bebeapa cara. Lokasi pohon induk sebaiknya tidak jauh dengan lokasi perbanyakan tanaman. susuan. Dengan jarak tanam yang rapat dapat diperoleh lebih banyak pohon induk dalam suatu areal yang relatif tidak luas. Tanaman dari biji harus sudah berproduksi minimal lima musim. untuk memudahkan pelaksanaan perbanyakan bibit. cangkok. Pertama. Tempat tersebut mempunyai ribuan pohon durian yang tumbuh secara . untuk mengetahui kemantapan sifat yang dibawanya. kebun produksi biasanya berjarak tanam 10x10 m. sedangkan pada kebun pohon induk dapat berjarak tanam 3x3 m. sehingga memudahkan pela-cakannya. . ialah: . Ada dua sistem penanaman kebun pohon induk.

tanah dan cara budidaya pada tempat tumbuh asalnya dengan keadaan tempat tanam yang baru. Masalah lain yang muncul adalah adanya hama dan penyakit yang sebelumnya tidak diketahui di daerah asalnya. Pada tanaman buah sifat unggul ini terutama nilai dari kualitas Teknik Pembenihan Tanaman 26 . Kedua. tetapi muncul setelah tanaman tersebut ditanam di tempat yang baru. dari lomba tersebut muncul durian unggul baru yang berpotensi sebagai pemenang lomba. Contoh yang paling terkenal adalah durian Petruk. yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mendatangkan atau membawa jenis buah yang terbukti unggul dari daerah atau negara lain. Hal yang harus diperhatikan adalah kesesuaian keadaan iklim. Ketiga.alami dan di antara tanaman durian tersebut terdapat beberapa varietas yang mempunyai sifat-sifat unggul walaupun merupakan tanaman dari biji serta tumbuh setengah liar di alam. dengan cara promosi.agar kualitasnya tetap baik. Cara ini merupakan jalan pintas untuk mempercepat perolehan bahan tanaman yang telah diketahui sifat keunggulannya. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Pohon induk pada umumnya dipilih dari bibit-bibit unggul. ialah kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mengadakan kejuaraan buah unggul. Jenis ini rata-rata tidak tahan terhadap penyakit busuk akar dan busuk leher batang atau kanker batang. Sebagai contoh adalah durian bangkok dari Thailand yang di-introduksi ke Indonesia seperti Chanee dan Monthong. Durian ini adalah juara lomba buah di Jepara dan sekarang sudah ditetapkan pemerintah sebagi durian unggul nasional. serta tidak mengandung hama dan penyakit. dengan cara introduksi.

Jumlah juring : 5-6 juring sempurna Kelompok sifat menunjang : . Warna daging : kuning sampai jingga . Tahan terhadap hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. Buah demikian dapat digolongkan sebagai buah unggul. maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) buah tersebut. Ukuran buah : besar . Rasa daging buah : manis berlemak. Aroma : kuat merangsang . Bila semakin banyak sifat yang disukai konsumen terkumpul dalam satu buah. . Kadar air daging : sedikit (kering) . Struktur pohon kokoh. diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim. Tekstur daging : halus. percabangan merata/simetris. Kulit buah : tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak . . Ketebalan daging : tebal . Ukuran biji : kecil atau sekurangkurangnya kempes . diutamakan dengan rasa khas . Untuk itu dapat diambil contoh cara menilai buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen. sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. sedikit berserat . Kelompok sifat utama durian unggul adalah . tajuk bulat.buahnya. . Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun.

Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis tanaman. sehingga batang bawah ini mampu menyatu dan menopang proses pertumbuhan batang atasnya. Bila tidak memenuhi 70% persyaratan diatas.5. Apabila minimal terpenuhi 70% sifat unggul dari daftar diatas maka bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. . pengairan). Keuntungan batang bawah dari biji adalah: . Sistem perakarannya baik dan dalam serta tahan terhadap keadaan tanah . Adapun Kriteria tanaman yang akan dijadikan batang bawah adalah: . . Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis tanaman lainnya. Mudah diperbanyak.. Pada umumnya batang bawah berasal dari biji. . Batang Bawah Dan Batang Atas a. maka tanaman demikian tergolong benih yang biasa saja. Penyediaan batang bawah jenis ini bisa dilakukan dalam jumlah banyak. Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang atasnya. Pemilihan Batang bawah Batang bawah atau rootstock/ understem adalah tanaman yang berfungsi sebagai batang bagian bawah yang masih dilengkapi de-ngan sistem perakaran yang berfungsi mengambil makanan dari dalam tanah untuk batang atas atau tajuknya. Tanaman dalam kondisi sehat. Perkembangan sistem akar lebih kuat dan dalam. 3. sehingga relatif lebih tahan terhadap kekeringan. . karena memiliki akar tunggang.

Teknik Pembenihan Tanaman 27 .

karena sel-sel kambium berada dalam keadaan aktif membelah diri. Pemilihan batang atas Batang atas yang biasanya disebut entres (scion). serta penyiraman. muda (juvenile) dan sangat vegetatif. adalah calon bagian atas atau tajuk tanaman yang di kemudian hari akan menghasilkan tanaman berkualitas unggul. ·Semakin ke arah ujung ranting. Hal ini perlu diperhatikan agar batang bawah tumbuh subur dan sehat. . Entres inilah yang disambungkan pada batang bawah untuk menggabungkan sifat-sifat yang unggul dalam satu bibit tanaman. b.yang kurang menguntungkan. Karena itu entres sebagai batang atas harus diambil dari pohon induk yang sudah diketahui betul sifat unggulnya. sehingga pada akhirnya keberhasilan sambungan atau okulasinya juga tinggi. Batang atas ini dapat berupa mata tunas tunggal yang digunakan dalam teknik okulasi ataupun berupa ranting dengan lebih dari satu mata tunas atau ranting dengan tunas pucuk yang digunakan dalam sambungan (grafting). tetapi karena terbentuk pada masa awal pertumbuhan pohon tersebut maka selselnya besifat sederhana. Bagian pangkal pohon merupakan bagian yang tertua menurut umurnya. Pohon induk mempunyai bagian yang berbeda-beda fase perkembangannya. termasuk harus tahan teradap hama dan penyakit yang ada dalam tanah. pengendalian hama dan penyakit. Perawatan batang bawah meliputi kegiatan pemupukan. Tidak mengurangi kualitas dan kuantitas tanaman yang disambungkan/ diokulasi. Pertumbuhan yang subur dan sehat akan mempermudah pengelupasan kulit dan kayunya. Proses pembentukan kalus atau penyembuhan luka berlangsung dengan baik. semakin muda menurut .

Pengambilan entres dari pucuk tajuk pohon akan tetap membawa sifat dewasa atau generatif. Salah satu contoh adalah cara menilai bibit unggul buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen. Kelompok sifat utama. dewasa (mature) dan siap untuk memasuki masa berbunga dan berbuah (generatif). . . sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. Penyambungan entres dengan batang bawah akan menghasilkan bibit yang sudah membawa sifat dewasa tersebut. Semakin banyak sifat yang disukai konsumen dalam satu tanaman. tetapi sel-sel yang terbentuk paling akhir ini justru bersifat lebih kompleks. Kriteria tanaman yang dapat dijadikan sebagai batang atas adalah sebagai berikut. adalah kualitas buahnya. .umurnya. Rasa daging buahnya manis berlemak. misalnya berbuah lebat dan berkualitas tinggi. maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) tanaman tersebut. Tanaman tersebut dapat digolongkan sebagai tanaman unggul. Hal ini menyebabkan bibit hasil penyambungan atau okulasi lebih cepat berbuah daripada ta-naman yang berasal dari biji. sehingga batang atas mampu menyatu dan dapat berproduksi dengan optimal. pertumbuhannya normal dan bebas dari serangan hama dan pe-nyakit . Cabang berasal dari pohon induk yang sifatnya benar-benar seperti dikehendaki. Cabang dari pohon yang sehat. Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang bawahnya. Salah satu sifat unggul pada tanaman. dan .

Teknik Pembenihan Tanaman 28 .diutamakan memiliki rasa yang khas.

c. pengairan). Juring sempurna. Ukuran buahnya besar.Ketebalan daging buahnya tebal. Apabila minimal terpenuhi sekurangkurangnya 70% dari sifat unggul dari daftar diatas maka buah atau bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. Sifat penunjang yang banyak dijadikan kriteria untuk suatu bibit unggul adalah: Struktur pohon kokoh. kadar air daging sedikit (kering). berjumlah 5-6 juring. hingga dapat segera disambungkan di kebun pembibitan. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. Aroma buahnya kuat dan merangsang. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis buah lainnya. Ukuran bijinya kecil atau sekurangkurangnya kisut. diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim. . Warna daging buahnya: kuning sampai jingga. Tahan terhadap serangan hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. percabangan merata/simetris. Tekstur dagingnya halus dan sedikit berserat. Kulit buahnya tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak. Kelompok sifat penunjang. . tajuk bulat. Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis buah. maka tanaman tersebut tergolong buah yang biasa (kualitas normal). Mudah diperbanyak secara vegetatif. Pengemasan batang atas Tujuan pengemasan adalah menjaga kesegaran bahan batang atas selama mungkin. Bila tidak memenuhi 70% persyaratan di atas.

Entres harus disortir atau dipisahkan berdasarkan keberadaan mata tunas. kertas tisu. . Cabang atau ranting pohon induk dipilih sesuai dengan kriteria dan idealnya berdiameter 2-4 cm (tergantung jenis dan kualitas pohon induknya). . tetapi jangan terlalu basah. Entres harus tidak bercabang. . Seluruh daunnya segera dirontokkan. Pohon induk yang dipilih untuk sumber entres dapat diproses sebagai berikut: . Bahan ini merupakan peredam panas yang ideal. Setelah itu dibungkus lagi dengan kantong plastik.Metode pengemasan calon entres adalah sebagai berikut. Dari satu ranting dapat dihasilkan 3-5 mata entres yang baik/ produktif. tetapi berupa cabang tunggal sepanjang kurang lebih 20-30 cm. . untuk mengurangi kehilangan air dari permukaan daun yang dapat mengakibatkan entres menjadi keriput. Bungkus pertama ini perlu diperciki dengan air agar agak lembab. Sekumpulan cabang tunggal kemudian diikat dengan karet gelang sebanyak 10-30 entres setiap ikat. Kotak kardus atau karton dapat juga dipakai sebagai alternatif. Dengan cara ini. . Dan lebih baik lagi kalau bungkus paling luar adalah pelepah pi-sang. Bahan pembungkus yang digunakan harus bisa meredam panas dan sekaligus menjaga tingkat kelembaban entres. kesegaran entres dapat bertahan 2 hari. kantong plastik. Bahan yang biasa dipakai dan mudah didapat adalah kertas koran. . karena jaringan batang pisang segar banyak mengandung air dan sekaligus rongga-rongga udara. tergantung dari besar-kecilnya diameter entres. Setiap ikatan entres yang telah dipilih kemudian dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu atau kertas koran. daun dan pelepah pisang.

Teknik Pembenihan Tanaman 29 .

karena akan mengundang datangnya bakteri patogen dan cendawan masuk ke jaringan entres dan kambiumnya cepat tertarik keluar sehingga sering keluar cairan kental dari luka. .. Jangan melakukan pengambilan cabang entres setelah turun hujan Bila ini terpaksa dilakukan. Entres harus diletakkan mendatar agar cairan dalam entres tidak bergerak turun akibat gaya gravitasi. Entres jangan dicuci dengan air. perlu memperhatikan suhu dan kelembaban yang rendah. . baru kemudian dibungkus. Kondisi de mikian dapat menarik air keluar dari entres sehingga entres menjadi k eriput dan kehilangan kesegarannya. maka setelah cabang entres dipotong dari pohon induknya. a. G ambar 3. Aki-batnya pada saat akan diokulasikan atau disambungkan pada batang bawah. karena entres akan mengalami kekeringan. 3.1 . Teknik Penyiapan Pembibitan Tek nik penyiapan pembibitan terdiri dari pembibitan dan teknik pembibitan. . Batang tanaman sebagai bibit. . Menyimpan entres di dalam refrigerator (kulkas). segera dikeringanginkan. entres sudah membusuk. Batang bawah (kiri) danB atang atas (kanan) . sehingga kulit batang entres tidak akan mengerut dan sulit untuk dikelupaskan dari kayunya.6 . Pada waktu diangkut entres yang sudah dibungkus tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan ditaruh di dekat mesin.

paranet. 2) Lokasi pembibitan S yarat lokasi untuk pembibitan adalah dekat sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. 1) Sumber untuk pembibitan S umber daya produksi yang paling menentukan keberhasilan pembibitan adalah sumberdaya manusia yang terampil. Selanjutnya. atau mahalnya biaya produksi. Sumber daya produksi lainnya yang diperlukan dalam pembibitan tanaman antara lain adalah pupuk kandang. lokasi pembibitan dan pengelolaan pembibitan. Unsur cinta tanaman (hobby) ini penting artinya karena pada hakekatnya tanaman adalah makluk hidup yang memerlukan perhatian k husus. pestisida dan lain-lain. terutama untuk menghadapi musim kemarau. untuk memudahkan kegiatan pengangkutan keluar dan masuk kebun. polybag. Lokasi pembibitan yang terpusat memudahkan dalam perawatan dan Teknik Pembenihan Tanaman 30 .Pembibitan P embibitan tanaman pada prinsipnya adalah mengelola sumber pembibitan. Kesulitan memperoleh bahanbahan tersebut akan berdampak terhadap menurunnya mutu bibit yang dihasilkan. rajin dan cinta tanaman. pembibitan dekat dengan jalan yang dapat dilewati kendaraan roda empat.

Biji akan tumbuh dan berkembang. lakukan perawatan pada batang bawah dengan baik sampai batang bawah dapat disambung atau diokulasi (sekitar 3-4 bulan setelah tanam biji). Komposisi media tanam untuk mengisi polybag dapat digunakan campuran tanah. teduh dan terlindung dari ternak. kemudian dipanaskan di atas tungku. Kegiatan ini bertujuan untuk membunuh penyakit. nematoda dan serangga tanah.5-1 jam). porous (gembur) dan subur (kaya unsur hara). Lakukan sterilisasi pada pupuk kandang sebelum digunakan untuk campuran media. Sedangkan luas lokasi disesuaikan dengan kebutuhan produksi bibit. mudah didapat. Sterilisasi dapat dilakukan dengan uap air panas atau perebusan dengan menggunakan drum minyak tanah (isi 200 l). pupuk kandang dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Tiga sampai empat bulan berikutnya bibit harus dipindah ke polybag ukuran 30x40 cm. biji gulma. Lahan diupayakan datar dan berdrainase baik.pengawasan. Biji ditanam pada media pembibitan. Hal ini diperlukan karena . Setelah air mendidih pupuk kandang dalam karung bekas dimasukkan ke dalam drum (direbus selama 0. Tiga sampai empat bulan setelah penyemian benih untuk batang bawah dan telah tumbuh bibit maka bibit dapat dipindahkan ke polybag berukuran 20x30 cm. Penggunaan media tumbuh yang tepat akan menentukan pertumbuhan optimum bibit yang ditangkarkan. Drum diisi setengahnya. cendawan. bakteri. 3) Pengelolaan pembibitan a) Media tumbuh dalam polybag Syarat media tumbuh yang baik adalah ringan. Ukuran polybag yang banyak digunakan untuk pembibitan ta-naman biasanya berukuran 15X20 cm (diameter x tinggi). murah.

c) Naungan Naungan pada bibit muda berfungsi untuk: mengatur sinar matahari yang masuk ke pembibitan hanya berkisar antara 30-60% saja. sampai seperempat bagian dari volume polybag. agar media lebih kompak/padat. Bibit dalam polybag baru disiram sampai cukup basah agar media tumbuh yang baru dimasukkan memadat. sehingga kedudukan bibit menjadi kuat. maka akan mengakibatkan penyempitan ruang tumbuh akar. kemudian perakaran yang sudah mati atau mengering dipotong dengan gunting stek. Media tanam yang lama yang menyelubungi perakaran bibit dikurangi sedikit. b) Cara penggantian polybag Cara mengganti polybag selama proses pembibitan adalah sebagai berikut: Sebaiknya polybag disiram dengan air sebelum dilaksanakan pindah tanam. kemudian bibit dimasukkan ke dalam polybag pengganti. Polybag lama disobek dengan silet atau pisau secara hati-hati agar media tanam di dalamnya tidak pecah atau berhamburan. kemudian media tumbuh yang baru dimasukkan ke dalam polybag baru sampai hampir menyentuh bibir polybag pengganti. bahkan setelah beberapa lama pertumbuhan bibit seolah-olah berhenti.polybag pertama sudah tidak memadai lagi untuk perkembangan akar bibit tanaman. Bibit diatur agar letaknya tepat di tengah polybag. Naungan juga berguna untuk menciptakan iklim mikro Teknik Pembenihan Tanaman 31 . Polybag pengganti diisi media tumbuh yang baru. sehingga kondisi kesuburan bibit jadi menurun. sedangkan bibit masih belum siap ditanam. Jika bibit tetap dipertahankan pada polibag 20 x 30 cm.

Ada beberapa jenis naungan yang dapat digunakan untuk melindungi pembibitan. memelihara kelembaban tanah. d. Kedua. naungan paranet dari bahan plastik atau nylon. daun kelapa dan sebagainya. Pertama. Pada rak pemeliharan bibit harus diupayakan adanya ventilasi atau jalan angin di bawah rak bibit dan berfungsi untuk: mencegah penularan bibit penyakit dari tanah yang sering terlontar ke daun bila terkena cipratan air hujan. yang disusun sedemikian rupa.a. Umur pakainya bisa bertahan lama (3-4 tahun). Benih tanaman yang mulai berkecambah. sehingga sekali pasang dapat dipakai untuk beberapa kali usaha pembibitan. mengurangi derasnya curahan air hujan dan menghemat penyiraman air. Dengan adanya naungan akan menghindarkan bibit dari sengatan matahari langsung yang dapat membakar daun-daun muda.2. sehingga menghasilkan sinar masuk sekitar 50%. Efek dari adanya naungan juga akan menurunkan suhu tanah di siang hari. Dengan adanya rak bibit. kelebihan . Paranet tipe 55 dan 45 (55% dan 45% sinar yang diteruskan).2. jenis naungan dari plastik gelombang berwarna hijau yang dapat meneruskan sinar sebesar 40-60% (40% untuk naungan plastik yang sudah lama terpasang hingga 60% untuk yang baru dipasang).b. Gambar 3. Jenis naungan ketiga adalah naungan sederhana dari anyaman bambu.yang ideal bagi pertumbuhan awal bibit. Pemeliharaan bibit Tempat pemeliharaan bibit pada umumnya adalah rak yang terbuat dari bilah bambu atau besi. Benih tanaman yang siap untuk disemai Gambar 3.

Selain itu. sehingga media tidak menjadi becek dan kelembaban udara di sekitar bibit tidak terlalu tinggi. Hal ini penting untuk menghindari pertumbuhan fungi dan bekteri penyebab penyakit. Pemakaian alas berupa mulsa plastik berfungsi untuk: mengurangi dan mencegah pertumbuhan gulma disekitar bibit tanaman. Penggunaan polybag akan menyebabkan pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti apabila terkena udara di lubang dasar polybag dan kondisi sebaliknya akan mengakibatkan pertumbuhan akar lateralnya bertambah. Dalam pemeliharaan bibit biasanya dilengkapi dengan alas mulsa plastik. sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. Teknik Pembenihan Tanaman 32 .air siraman atau hujan dengan mudah menetes ke bawah. alas mulsa akan mencegah siraman air ke media polybag terus lari ke bawah atau lapisan tanah dibawah polybag. karena tertahan oleh lapisan mulsa plastik.

tidak terlalu kecil. atau membeli biji dari pengumpul biji. Gambar 3. 1) Pemilihan biji untuk bahan perbanyakan Mengambil biji idealnya dari buah yang besar dan sehat serta sudah matang penuh di pohon induk yang terpilih dan memenuhi persyaratan untuk dijadikan batang bawah. Tetapi apabila terdesak dengan kebutuhan biji yang banyak. Biji kemudian dimasukan ke dalam air. Teknik pembibitan Perbanyakan dengan biji. atau sisa kegiatan makan buah yang dimakan sendiri. Biji dipilih yang berukuran besar. sedangkan yang hampa dibuang. Biji buah yang mempunyai kulit pembung-kus keras seperti pada biji mangga. Hanya biji yang tenggelam yang ditanam untuk bibit. sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. Perbanyakan dengan biji juga masih dilakukan terutama pada tanaman tertentu yang bila diperbanyak dengan cara vegetatif menjadi tidak efisien (tanaman buah tak berkayu). tempat sampah. maka kita dapat mengumpulkan biji buah dari pasar. Kesulitan dari pengumpulan ini adalah sulit untuk mendapatkan biji yang seragam varietasnya. maka kulit pembungkusnya harus disayat dan dibuang untuk memudahkan .3 Naungan berupa rumah plastik untuk tempat pemeliharaan bibit tanaman dan usaha pembibitan b. Perbanyakan tanaman dengan biji (generatif) terutama dilakukan untuk penyediaan batang bawah yang nantinya akan diokulasi atau disambung dengan batang atas dari jenis unggul. tidak rusak oleh hama dan tidak luka). padat (bernas) dengan warna mengkilap atau biji yang sempurna (biji yang bentuknya seragam. tidak kempes.Pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti karena tidak mampu menempus lapisan mulsa plastik dan sebaliknya pertumbuhan akar lateralnya bertambah. Biji dari daging buah dicuci sampai bersih.

maka akar akan tumbuh lurus dan memudahkan pemindahan bibit ke polybag pembesaran. misalnya campuran pasir. pepaya. belimbing. Biji yang akan disemaikan ditabur merata di atas media. Fungsi bahan-bahan tersebut di atas adalah untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah serangan hama serta penyakit saat biji disemaikan. subur dan gembur. sawo dan lain-lain. 2) Menyemaikan biji dalam wadah persemaian Untuk mempermudah perawatan. pupuk kandang dan sekam yang sudah disterilkan dengan perbandingan 1:1:1.1 %) selama 30-60 menit. Setelah dibersihkan biji diberi perlakuan fungisida. Caranya biji-biji yang sudah bersih tadi dicelup dalam larutan Insektisida dan fungisida dan direndam ZPT (Atonik 0. sirsak. biji disemaikan dalam wadah yang terbuat dari kotak kayu atau plastik dan polybag.pertumbuhan akar. lalu ditutup lagi dengan media setebal 1-2 cm dan disiram dengan gembor sampai basah. Dengan media yang gembur. Biji yang disemaikan di dalam wadah adalah biji buah berukuran kecil seperti jambu air. Persemaian perlu dinaungi agar tidak terkena sinar matahari langsung dan Teknik Pembenihan Tanaman 33 . Media untuk persemaian harus mempunyai aerasi baik.

510 cm. Untuk menghindarkan jamur dan hama yang dapat merusak biji. Setelah bedengan persemaian siap.derasnya air hujan. sebaiknya disemaikan dalam bedengan di lapang. kemudian tanah dihaluskan. Gambar 3. maka pertumbuhan akar dan batang akan bengkok dan akan menggangu pertumbuhan bibit . sedangkan untuk durian. kemudian ditutup kembali dengan media disekitar larikan. Biji tanaman yang besar seperti mangga. Kemudian wadahnya ditaruh di tempat yang terlindung dari gangguan unggas dan se-rangga.5 cm ataupun tanpa jarak (berdempetan). media tempat penanaman tadi disemprot terlebih dahulu dengan fungisida dan insektisida. Untuk biji mangga bagian perutnya (bagian yang melengkung) menghadap ke bawah.4 . durian. agar tidak kekeringan. dan lain-lain. Biji yang disemai jangan diletakkan terbalik. setiap luasan dua meter persegi bedengan dapat ditambahkan masing-masing satu kaleng (isi 18 l) pupuk kandang dan sekam padi yang diaduk sampai rata. maka selanjutnya adalah menyemaikan biji dalam bedengan dengan arah memotong bedengan (lebar bedengan) dibuat larikan sedalam 7. alpukat. Setelah itu biji yang berukuran besar tadi ditanamkan dalam larikan dengan jarak 5-7. Penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari yaitu pada waktu pagi atau sore hari. alpukat. nangka. Bak plastik untuk penyemaian benih tanaman 3) Menyemaikan biji dalam bedeng persemaian Bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang tergantung kebutuhan dan arah bedengan diusahakan mengarah ke utara-selatan agar mendapat sinar matahari yang cukup. Untuk menambah kesuburan dan kegemburan tanah.5 cm dengan jarak larikan 7. Bedengan disiapkan dengan menggemburkan tanah menggunakan cangkul sedalam 25-30 cm. kemang dan nangka bagian sisi dimana embrio (bakal tunas dan akar) berada di bagian bawah. Bila letaknya terbalik.

maka tinggi tiang di sebelah timur sekitar 120 cm.selanjutnya. Gambar 3. Untuk menghindari derasnya air hujan dan teriknya sinar matahari. 65% atau dapat juga dibuat naungan individu untuk tiap bedengan dengan menggunakan atap dari jerami. Dengan demikian bentuk naungan condong ke arah sebelah barat dengan maksud agar bibit di persemaian cukup menerima sinar matahari pagi. bedengan diberi naungan dengan paranet tipe 55%.5 . anyaman bambu. sedangkan tinggi tiang di sebelah barat adalah 100 cm di atas permukaan tanah. Bedengan untuk tempat pembibitan tanaman. atau daun kelapa. Biji yang disemaikan biasanya mulai berkecambah Teknik Pembenihan Tanaman 34 . Jika yang digunakan atap bukan dari paranet.

okulasi dan susuan. Bibit Kelapa di bawah naungan.6. sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. tergantung jenis tanamannya. biji sudah dapat disambung pucuk ataupun diokulasi. Gambar 3. 3. Kelebihan bibit vegetatif yaitu kualitas tanaman keturunan mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi perakarannya. . okulasi. sehingga menjadi tanaman baru. Setelah berumur 3-4 bulan. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. Cara perbanyakan vegetatif dengan stek pada prinsipnya menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. Sebagai contoh adalah tanaman manggis asal bibit susuan dapat berbuah lima tahun setelah tanam. bibit berumur genjah (cepat berbuah). Contoh yang lain aalah bibit durian hasil okulasi dapat berbuah 4-6 tahun setelah tanam. dan penyusuan. penyambungan. Dari hasil penggabungan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten. yakni tahan terhadap penyakit akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam.(tunas muncul di atas permukaan tanah) antara 1-3 minggu setelah penyemaian. Teknik Pembenihan Tanaman secara vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif untuk tanaman yaitu penyetekan.4. pencangkokan. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang kurang aerasi. Pada tiga cara yang terakhir dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. Setelah biji berkecambah dapat langsung dipindah ke polybag ukuran 15x20 cm atau 20x25 cm. Batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya.

Perbanyakan vegetatif ada kalanya lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus.sedangkan bibit asal biji akan berbuah setelah berumur lebih dari 10 tahun setelah tanam. sedangkan durian akan sangat meTeknik Pembenihan Tanaman 35 . Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. Beberapa jenis tanaman tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pu-la. Tanaman ram-butan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam feno-lat yang teroksidasi dapat menim-bulkan pencoklatan (browning).

nguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. Stek dapat dikerjakan dengan cepat. mudah dan tidak memerlukan teknik khusus seperti pada cara . warna dan rasanya. . terutama dalam hal bentuk buah. Perbanyakan tanaman buah dengan stek merupakan cara perbanyakan yang praktis dan mudah dilakukan. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. Teknik pembuatan stek tanaman Stek (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. tetapi kurang praktis. Ada beberapa keuntungan yang didapat dari tanaman yang berasal dari bibit stek. yaitu . . walaupun dengan menggunakan cara konvensional a. Tanaman baru mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. sehingga menjadi tanaman baru. Bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. 1. ukuran. karena tanaman asal stek tidak mempunyai akar tunggang. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. murah. Tanaman asal stek dapat ditanam pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal. Perbanyakan bibit tanaman dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. Sebagai contoh seorang yang sudah terampil mengokulasi durian. maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit secara massal.

antara lain di batang. Yang dijadikan stek biasanya adalah bagian pangkal dari cabang. Zat hasil fotosintesis akan disimpan dalam organ penyimpanan. 1) Stek Batang Bakalan stek diambil dari batang atau cabang pohon induk yang akan diperbanyak dan pemotongan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. stek akar dan stek daun. tanaman menjadi tidak tahan kekeringan. Pada saat mengambil stek batang. .5 cm di bawah mata tunas yang paling bawah dan untuk ujung bagian atas sejauh 1 cm dari mata tunas yang paling atas. Gunting stek yang digunakan harus tajam agar bekas potongan rapi. Hal ini mengundang bibit penyakit masuk ke bagian yang memar. Dengan demikian seluruh daun dapat melakukan fotosintesis yang akan menghasilkan zat makanan dan karbohidrat. Pemotongan cabang diatur kira-kira 0. Cara perbanyakan tanaman dengan teknik stek dapat dilakukan melalui stek batang. Kondisi daun pada cabang yang hendak diambil sebaiknya berwarna hijau tua. Apabila musim kemarau pan-jang. Sedangkan potensi kerugian bibit dari stek adalah: . Karbohidrat pada batang berperan sangat penting yaitu sebagai sumber energi yang Teknik Pembenihan Tanaman 36 . pohon induk harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang bertunas. saat terjadi angin kencang tanaman menjadi mudah roboh. Perakaran dangkal dan tidak ada akar tunggang. sehingga bisa menyebabkan pembusukkan pangkal stek.cangkok dan okulasi. Bila kurang tajam batang akan rusak atau memar.

kandungan karbohidrat rendah tetapi hormonnya cukup tinggi. Selain itu. Ukuran besar cabang yang diambil cukup sebesar kelingking. Diameter sekitar 1 cm dengan panjang antara 1015 cm. Tetapi untuk tanaman yang sulit berakar. antara lain jambu biji. Cabang tersebut memiliki 3-4 mata tunas. jeruk dan kesemek. Pada stek akar tunas akan keluar dari bagian akar yang mulamula berbentuk seperti bintil. Kondisi batang pada saat pengambilan berada dalam keadaan setengah tua dengan warna kulit batang biasanya coklat muda. sukun. Bisa juga dari bekas potongannya yang mula-mula membentuk kalus. Pada batang yang masih muda. tunas keluar dari mata tunas. pemberian hormon tumbuh dapat membantu pertumbuhan akar (Gambar 9) 2) Stek akar Cara penyetekan ini menggunakan bagian akar sebagai sarana perbanyakan tanaman. sebaiknya sebelum stek disemai dilakukan dulu pengeratan batang. maka stek bisa langsung disemaikan setelah dipotong dari pohon induknya. Stek tanaman ada yang mudah berakar dan ada juga yang sulit berakar. Pada stek batang. Oleh karena itu. Bahan . stek yang berasal dari batang yang muda sering gagal. Pada saat ini kandungan karbohidrat dan auxin (hormon pertumbuhan akar) pada batang cukup memadai untuk menunjang terjadinya perakaran stek. Untuk tanaman yang mudah berakar seperti pada anggur. Dari kalus ini berubah menjadi tunas atau akar.dibutuhkan pada waktu pembentukan akar baru. Ada beberapa jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan cara stek akar. Biasanya pada kasus ini hasil stekan akan tumbuh tunas terlebih dahulu. padahal stek yang baik harus tumbuh akar dulu.

maka stek disusun dalam barisan. Stek disemaikan dengan cara tegak atau berdiri.stek akar harus diambil dengan cara menggali lubang di sekeliling pokok pohon induk. atau dapat juga dengan dibaringkan. akan tumbuh akar yang tumbuh ke arah samping sejajar dengan permukaan tanah. Pada waktu memotong akar. kemudian stek di tutup pasir. Hal ini diperlukan sebagai tanda agar pada waktu menyemai posisinya tidak terbalik. Penyemaian bisa dilakukan di dalam kotak kayu atau di bedeng persemaian. Jaraknya 5 cm antar barisan. Selanjutnya disimpan di bawah naungan sampai berumur sekitar 6 bulan. Setelah 3-4 minggu stek akan bertunas dan berakar. Akar tanaman dipotong-potong dengan panjang antara 5-10 cm. Bagian dekat ujung akar dipotong secara datar atau lurus. Pada akar lateral yang terpotong. Untuk penyemaian posisi tegak. Bagian pangkal yang dibenamkan ke dalam media kira-kira 3 cm atau setengah dari panjang stek. Media penyemaian stek akar bisa dari pasir. harus diperhatikan agar bagian akar yang dekat dengan pohon atau pangkal akar dipotong secara serong. Bila penyemaian dengan dibaringkan. Stek bisa dipindahkan ke polybag setelah lebih kurang 2 bulan. Setelah akar diambil. jarak yang direkomndasikan adalah 5x5 cm.5-2 cm di bawah permukaan media. lubang ditutup kembali. Pilihlah akar yang berdiameter sekitar 1 cm. sehingga stek berada pada kedalaman 1. 3) Mempercepat pertumbuhan akar pada stek a) Pengeratan (girdling) pada batang Penimbunan karbohidrat pada cabang pohon induk yang akan dijadikan stek dapat dilakukan dengan cara pengeratan kulit kayu sekeliling cabang .

Teknik Pembenihan Tanaman 37 .

(1) Cara celup cepat (quick dip) . tergantung jenis hormon dan jenis tanamannya. Sesungguhnya tanaman sendiri menghasilkan hormon.000 ppm. yaitu auksin endogen. Jarak dari ujung cabang ke batas keratan kira-kira 40 cm. . Biarkan cabang yang sudah dikerat selama 2-4 minggu. akan tetapi banyaknya auksin yang dihasilkan belum cukup memadai untuk mendorong pembentukan akar. Batang-batang stek yang akan diberi hormon disatukan.dibuang secara melingkar. Konsentrasi yang digunakan berkisar antara 500-10. . Jenis hormon auksinnya bisa IBA. Bagian pangkal cabang sepanjang 20 cm bisa dijadikan sebagai stek. Lebar lingkaran sekitar 2 cm. Setelah terlihat benjolan barulah cabang dapat dipotong dari induknya. seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 100-200 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc). Atau lebih mudahnya menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap untuk digunakan yang banyak dijual di toko pertanian. Selanjutnya bagian pangkalnya sekitar 2 cm dicelupkan selama 5 detik ke dalam larutan hormon. Tambahan auksin dari luar diperlukan untuk memacu perakaran stek. b) Penggunaan hormon tumbuh Hormon auksin bertindak seba-gai pendorong awal proses inisiasi atau terjadinya akar. Kemudian tambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan. Pada cara ini hormon auksin dilarutkan ke dalam alkohol 50%. IAA atau NAA (berbentuk serbuk). Pada dasar keratan akan tampak benjolan atau kalus. Pada benjolan inilah terjadi penumpukan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber tenaga pada saat pem-bentukan akar dan hormon auksin yang dibuat di daun. . Bisa dengan diikat menggunakan tali plastik atau karet gelang.

Jadi perbandingan dosis auk-sin pada pencelupan dan pe-rendaman adalah 100 : 1. Mula-mula auksin (berbentuk serbuk) dilarutkan dalam alkohol 95%. tetapi waktu perendamannya lama. larutan ditutup kembali agar alkoholnya tidak menguap. Larutan yang sama bisa digunakan berulang-ulang. Umumnya untuk penyetekan tanaman buah digunakan konsentrasi 100 ppm dengan lama perendaman 1-2 jam. Kemudian ditambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan. Konsentrasi auksin yang digunakan berkisar antara 5-100 ppm. banyaknya hormon per satuan luas permukaan akan tetap. Naik turunnya penyerapan hormon tidak akan terjadi pada waktu pencelupan. . (2) Cara rendam (prolonged soaking) . Bisa juga dengan konsentrasi 5 ppm. Dengan demikian. Cara perendaman sebagai berikut. tidak tergantung keadaan lingkungan. Agar pe-nyerapan auksin berlangsung Teknik Pembenihan Tanaman 38 . seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 1-2 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc). . Batang stek direndam dalam larutan auksin kira-kira 2 cm dari bagian pangkal. yaitu 10-24 jam. Untuk lebih memudahkan dapat menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap pakai dan banyak dijual di toko per-tanian. Yang penting setelah digunakan. tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan.Cara celup ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: Peralatan yang digunakan lebih sedikit bila dibandingkan dengan cara perendaman.

masukkan 1 kg tepung (talc) dan diaduk kembali.000 ppm.000 ppm dengan cara melarutkan 1 gr hormon dalam 5001. .000 mg hormon dilarutkan dalam 1.dengan baik. maka 1. (3) Cara pemberian dengan tepung tepung (powder). Perendaman dilakukan ditempat yang teduh dan agak lembab. tidak kurang karena pengaruh lingkungan. Pada setiap cara diatas konsentrasi dibuat berdasar-kan ppm.000. . . Pengertian ppm (part per million) artinya 1 bagian hormon dalam sejuta bagian pelarut atau tepung. Selanjutnya tepung tersebut dikeringkan sampai seluruh alkoholnya menguap. Mula-mula auksin dilarutkan dalam alkohol 95%. Pembuatan tepung dengan konsentrasi 1. Untuk proses yang lebih mudah dapat menggunakan hormon tumbuh auksin yang sudah siap digunakan dan banyak dijual di toko pertanian . kemudian disentuhkan ke dalam tepung. atau 1 gr hormon ke dalam 1 kg pelarut.000 cc alkohol 95%. Konsentrasi berkisar antara 1.000 ppm tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan. . Hal ini berguna agar penyerapan hormon berjalan teratur.000 mg pelarut. Jadi jika akan membuat larutan dengan konsentrasi 1. Setelah itu stek dapat disemaikan dalam media. Ke dalam larutan tersebut ditambahkan talek atau tepung sesuai dengan konsentrasi yang digunakan. Pelarut Alkohol diupayakan untuk diuapkan. lama perendaman disesuaikan dengan konsentrasi larutan. Pangkal stek kemudian diketuk-ketuk agar auksin yang melekat tidak berlebihan.000-5. Setelah diaduk sampai rata. Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut: basahi pangkal stek dengan air.

Untuk itu perlu menyediakan tempat yang kondisinya sesuai. terlebih dahulu dibuat lubanglubang kecil pada media. Media tumbuh dapat menggunakan pasir. sehingga permukaan media turun dan kompak. lebar 40-50 cm dan tinggi 20-30 cm. 4) Persemaian stek Stek yang sudah diberi perlakuan hormon penumbuh akar siap untuk disemaikan. sekitar 70-90%. Turus bambu yang dibulatkan bisa dipakai atau dapat pula dengan ranting pohon sebesar pensil. sehingga aerasinya baik. Perkirakan jarak lubang sekitar 5x5 cm dan dalamnya sekitar 5-7. lebar 25-30 cm dan tinggi 10-15 cm yang banyak dijual di toko pertanian. Lakukan penyiraman dengan gembor.dalam bentuk serbuk dengan berbagi merek dagang. Kelembaban udara sebaiknya tinggi. Suhu mendekati suhu kamar. Media tersebut dimasukkan ke dalam kotak kayu. Sebelum stek disemai. Ukuran kotak bisa lebih besar atau lebih kecil. atau menggunakan campuran pasir dengan sekam padi dengan perbandingan 2:1. 25-27oC. Penyemaian dalam kotak kayu dilakukan dengan rangkaian sebagai berikut. Setelah itu baru bagian pangkal stek dimasukkan Teknik Pembenihan Tanaman 39 . Untuk lebih praktis dapat juga digunakan kotak plastik (box semai) dengan ukuran panjang 35-40 cm. Selain itu dalam pembentukan akar stek diperlukan oksigen yang cukup.5 cm atau setengah dari panjang stek. disesuaikan dengan banyaknya stek yang akan disemaikan. Usaha untuk menumbuhkan stek perlu dilakukan pada lingkungan yang mempunyai cahaya baur atau terpencar (difusi). Oleh karena itu media yang digunakan harus cukup gembur. Tebal lapisan media antara 10-15 cm. Kotak kayu untuk menyemaikan stek bisa dibuat dari papan dengan ukuran panjang 80-100 cm.

Ukuran bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan. Setelah itu batang stek bisa ditancapkan. Bedengan perlu dilengkapi dengan naungan untuk melindungi bibit dari sengatan matahari yang berlebihan. Bagian media di sekitar stek ditekan perlahan-lahan agar posisi stek tidak goyah. Untuk menjaga agar kelembaban di sekitar stek menjadi tinggi. Persemaian di bedengan dilakukan sebagai berikut. Yang pen-ting media persemaian selalu dalam kondisi basah. daun alang-alang atau jerami padi. tunggu beberapa hari lagi sampai kelihatannya berwarna coklat dan stek sudah dapat dipindahkan ke dalam polybag. Jika ingin menggunakan naungan dari paranet gunakanlah paranet tipe 75% (sinar yang masuk ke bedengan sebesar 25%). Kotak kemudian ditutup dengan lembar plastik bening atau transparan. Untuk menghindari adanya tanah yang longsor tepi bedengan bisa dihalangi dengan bilah bambu atau batu bata. Jarak stek yang disemaikan ialah 5x5 cm. Naungan yang bisa terbuat dari daun kelapa. Cungkil stek dengan bilah bambu secara hati-hati agar perakarannya tidak menjadi rusak. Lakukan penyiraman agar media basah. Bedengan dibuat dengan arah Utara-Selatan agar stek bisa menerima matahari secara baik. Lahan yang akan dibuat bedengan dicangkul sedalam 25-30 cm (sedalam mata cangkul). Apabila batang stek yang akan kita semaikan jumlahnya banyak maka penyemaian bisa dilakukan dalam bedengan. Selanjutnya persemaian disiram lagi. Penyiraman persemaian harus dilakukan setiap hari sekali atau tergantung keadaan.ke dalam lubang. Sebaiknya kotak di-taruh pada tempat yang terlindung dari teriknya sinar matahari. Setelah 2-3 bulan stek sudah mulai berakar. Tanah lapisan atas ditaburi pasir setebal lebih kurang 5 cm. bedengan disungkup .

memupuk. Teknik pencangkokan Teknik Pembenihan Tanaman 40 . Standar stek yang siap disapih adalah mempunyai 4-6 daun baru yang sudah mekar dengan sempurna (daun-daun sudah mendapatkan nutrisi dari akar baru yang sudaj tumbuh).dengan plastik transparan. mengendalikan OPT dan memberi ajir (jika perlu) sampai dengan stek cukup besar ukurannya dan siap untuk dipasarkan. . maka stek harus disapih/transplanting. . . Pindahkan polybag stek ke bangunan pembibitan yang bernaungan/ rumah plastik/ rumah kaca. . Siapkan media pembibitan dengan komposisi tanah dengan kompos 1:1. Setelah ukuran stek memenuhi standar dan mempunyai akar. lalu benamkan bibit stek dengan hati-hati pada media tanam dan timbuh bibit stek dengan media tanam yang telah disiapkan kemudian lakukan pemadatan seperlunya agar stek berdiri dengan tegak. . Pindahkan bibit stek dengan cara mengambil stek beserta akar bibit dan sedikit media stek. Siapkan polybag sesuai dengan ukuran stek (diamter 10-20 cm). . Lakukan pemeliharaan stek dengan cara menyiram . b. Isi polybag dengan media tanam yang telah disiapkan dan buatlah lubang tanam yang sesuai dengan ukuran bibit stek.

Kalau disekitar kebun ada tanaman bambu. Media untuk mencangkok bisa menggunakan cocopeat atau serbuk sabut kelapa ataupun cacahan sabut kelapa. Pada teknik ini tidak ada batang bawah dan batang atas. Waktu pelaksanaan sebaiknya pada awal musim hujan. karena pada proses mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk. terdapat juga beberapa kekurangan/ kerugian pembibitan dengan sistem cangkok. Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak c abang yang dipotong. Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya. A B C D E F Teknik Pembenihan Tanaman 41 . Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan. Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja. maka tanah di bawah bambu yang telah bercampur seresah daun bambu dan sudah membusuk bisa juga digunakan untuk media cangkok. D isamping keuntungan. Dapat pula digunakan campuran kompos/ pupuk kandang dengan tanah (1:1). Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang. Teknik ini relatif sudah lakukan oleh petani dan keberhasilannya lebih tinggi. sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara i ni. sehingga cangkokan tidak akan kekeringan. Selain itu dengan mencangkok di awal musim hujan akan tersedia waktu untuk menanam hasil cangkokan pada musim itu juga.Teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering.

.

Persiapan dan bentuk entres: A. Pangkal entres berbentuk sisi dua. Pan gkal entres berbentuk sisi satu. Entres yang sudah tumbuh akar D.7. A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 42 E F .Gambar 3. Entres siap disemai. Pangkal entres berbentuk datar E. Entres dicelupkan ke dal am Zat Perangsang Tumbuh C. B. F.

D. Menyiapkan bahan stek . Menyiapkan bahan. Menyiapkan alat. Menyiapkan sungkup. Persiapan penanaman stek: A.Gambar 3.. F. Menyiapkan media. C. Memangkas daun A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 43 . E. B.8.

Menempatkan hasil stek. D. E . Menanam bahan stek bunga soka F. C.9. Menanam bahan stek dari cabang mawar. Menyiapkan hormon. G H Teknik Pembenihan Tanaman 44 . Menyiapkan batang stek B. Menanam bahan stek dari tangkai daun. Penamanan stek pada media tanah: A.Gambar 3.

Selanjutnya bekas sayatan ditutup dengan media cangkok. Cabang kemudian disayat dengan pisau secara melingkar dan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter cabang. Kemudian kulitnya dikelupas sehingga bagian kambium yang seperti lendir tampak jelas. Balik posisi kantong plastik ke arah berlawanan/keatas. Siapkan dan atur lembaran plastik (kantong plastik yang su-dah dibuka/dibelah) atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di bagian bawah keratan (1-2 cm). media diatur penempatannya agar rata menutupi luka keratan sampai melewati luka keratan . Jika terdapat kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air atau hormon tersebut ditambahkan pada media cangkok. se-hingga akan diperoleh ikatan tali plastik di dalam kantong plastik (ikatan bagian bawah tidak kelihatan dari luar/lebih rapi). Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah. Ukuran diameternya sekitar 0. Sebaiknya warna kulit cabang coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung jenis tanaman. tidak lebih kecil dari ukuran pensil. Memeriksa pertumbuhan akar dari bibit yang berasal dari s tek.9 (lanjutan ) G. Memelihara stek. adalah Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Setelah dikerik pada keratan bagian atas diolesi atau-pun tanpa diolesi dengan hormon tumbuh. Contoh hormon pertumbuhan atau vitamin. I. J. Kambium ini dihilangkan dengan cara dikerik dengan mata pisau sehingga bersih atau kering. H.5-2 cm. 1) Teknik mencangkok secara konvensional Pertama-tama harus dipilih cabang yang sehat dan kuat atau sudah berkayu. Bunga mawar hasil stek batang siap jual. kemudian diikat dengan tali plastik atau rafia.Gambar 3. Hasil penyetekan.

tanpa Teknik Pembenihan Tanaman 45 .bagian atas (1-2 cm). Lakukan pengikatan bagian atas dan bagian tengah plastik (kalau dibutuhkan). Cangkokan harus dirawat dengan cara disiram secara rutin agar tidak kering atau diposisi atas cangkokan diberi kantong plastik berisi air dengan satu lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes atau irigasi tetes dengan menggunakan potongan batang bambu "bumbung" berdiameter 5 cm diisi dengan air.

perbedaannya adalah media cangkok yang digunakan adalah cocopeat (serbuk sabut kelapa) yang tersedia di toko pertanian atau sabut kelapa yang sudah . sehingga pada keratan bagian atas ini penimbunan karbohidrat dan hormon jadi meningkat dan berbentuk kalus yang berubah menjadi akar tanaman. Daun pada cabang terlihat segar.dilubangi hanya dikerik/dikupas sedikit bagian kulit bawah yang nantinya dilekatkan diatas media cangkokan. Cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya. Plastik pembungkus media dilepaskan. Biasanya setelah 2-3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar. Sebagai media cangkok di polybag bisa digunakan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1: 2. Posisi bumbung digantung diatas cangkokan dengan posisi bawah bumbung merapat dengan posisi tengah cangkokan atau ditalikan melekat dicangkokan.1/3 helai daun dari seluruh daun yang ada dengan gunting stek. Bumbung ini dapat bertahan selama 3 hari. Potong 1/2 . hasil cangkokan dianggap berhasil. Pemotongan cangkokan dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau gergaji di bawah ikatan cangkok. Setelah cukup besar cangkokan bisa dipindah ke kebun. Setelah itu cangkok disemaikan dalam polybag. 2) Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik hampir sama dengan cara mencangkok yang normal. Selanjutnya polybag ini ditempatkan di tempat yang terlindung sampai cangkokan menjadi segar kembali (biasanya 3-4 bulan). Pada cangkok. akar keluar karena aliran zat makanan (karbohidrat) dan auksin (hormon tumbuh yang mendorong keluarnya akar) mengalir ke bawah melalui kulit kayu (phloem) dan tertahan di bagian keratan sebelah atas. Apabila akar sudah memenuhi media. Setelah dipotong dari induknya sebagian daun dikurangi untuk menghindari penguapan yang berlebihan.

Tam bahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. Perlakuan sabut kelapa meliputi langkahlangkah sebagai berikut. S abut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. paling lama 1 minggu agar melunak sehingga mudah dipisah-pisahkan dan hilang kandungan zat yang ada di sabut kelapa tersebut. . maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan. Media. serbuk/potongan sabut kelapa kita taruh di wadah. . Sabut kelapa direndam dalam air. contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di Teknik Pembenihan Tanaman 46 . sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam kantong plastik. Untuk pemakaian cocopeat tanpa melalui perendaman dalam air (dapat langsung digunakan). contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air.kita perlakukan sendiri. . . Tambahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. Jika kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan. . Sabut kelapa dikupas atau dipisahkan dengan bagian kulit luarnya yang keras. atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. yang digunakan hanya sabut kelapa tanpa kulitnya. .atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. karena zat tersebut dapat menghambat pembentukan akar tanaman.

Pengupasan kulit batang. atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. C. Pengikat an lembaran plastik di bawah kupasan kulit daun. A B Teknik Pembenihan Tanaman 47 .toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Jika kesulitan A mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. Pengisian media ke dalam lembaran plastik D. A. Teknik pencangkokan konvensional telah selesai. B. B C D Gambar 3. Proses pencangkokan secara konvensional. 10 .

B. Pada batang tanaman dilakukan pengikatan. A.kemudian di-selubungkan secara merata ke keratan batang tanaman. Isikan media dan padatkan sampai ¾ plastik. Media cangkok dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg untuk diameter batang yang kecil dan ½ kg untuk diameter batang yang lebih besar (ukuran kantong plastik disesuaikan dengan diameter batang yang akan dicangkok). (c) Kita punya persediaan media dalam kantong plastik yang mudah dibawa . pada posisi batang tegak memasukkan bebas. Pembukaan kantong plastik berisi media. Cara penggunaan media tersebut tinggal menyobek/ mengiris memanjang satu sisi kantong plastik dan sisi sobekan tadi dimasukkan dari bagian bawah luka bila posisi batang melintang atau datar. agar media berada pada posisi yang benar (letak sobekan menghadap ke atas (bila posisi batang mendatar) dan media rata menyelubungi/ menutup keratan/ luka di batang tanaman). Prosesn Pencangkokan konvensional yang dimodifikasi. Media dalam kantong plastik tersebut tahan sampai dengan 1 bulan. Pengupasan kulit batang. kemudian diratakan hingga diperoleh campuran yang basah. Dengan teknik ini diperoleh keuntungan antara lain: (a) Pencangkokan lebih cepat dan ringkas. C. (b) Jumlah tanaman yang kita cangkok bisa lebih banyak per satuan waktu.C D Gambar 3. Dari 2 kg media akan dihasilkan 15-20 media dalam kantong plastik. kemudian tarik ujung kantong plastik dan ditalikan. Cabang yang sudah dikupas kulitnya di masukan ke dalam kantong media Teknik pencangkokan yang efektif dan efisien telah selesai Contoh penggunaan media: 2 kg serbuk kelapa kering dicampur dengan 1 liter air yang sudah dicampur dengan 1-3 tetes hormon pertumbuhan.11.

Teknik Pembenihan Tanaman 48 .kemana-mana dan mudah dipakai sewaktu-waktu.

Pohon induk untuk cangkokan (kiri) dan cabang yang dapat dijadikan bibit cangkokan (kanan) A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 49 .12 .Gambar 3.

E F Gambar 3.13. A. I. Memasang plastik untuk menampung media cangkok. Memelihara bibit dari hasik pencang-kokan melalui keg iatan penyiraman. G. Memelihara cangkokan. Membungkus dan mengikat dengan t ali G H I J Gambar 3. disiram/disemprot dengan air. Membubuhkan tanah sebagai media tumbuh akar.(lanjutan). Mengelupas kulit cabang. Memotong hasil cangkok. Memberi hormon auxin pada sayatan bagian atas. pengendalian OPT dn pemberian pupup untuk nutrisi bibit baru hasil cangkok Teknik Pembenihan Tanaman 50 . Menyiapkan media pembi bitan.13 . Proses pencangkokan. F. H. Membuang kambium cabang. E. C. D. J. B.

Penyambungan batang bawah dan batang atas ini biasanya dilakukan antara dua varietas tanaman yang masih dalam spesies yang sama.Gambar 3. juga dapat mempercepat waktu berbunga dan berbuah (tanaman berumur genjah) serta menghasilkan tanaman yang sifat berbuahnya sama dengan induknya. Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Tanaman mangga (Mangifera indica) disambung denga tanaman kweni (Mangifera odorata). sehingga tidak memerlukan bibit baru dan menghemat biaya eksploitasi.14. Kadang-kadang bisa juga dilakukan penyambungan antara dua tanaman yang berlainan spesiesnya tetapi masih dalam satu famili. Bibit cangkok yang tealah berakar sudah siap untuk dipisahkan dari pohon induk. tindakan ini dilakukan khususnya pada tanaman yang berumah dua. baik itu berupa tunas pucuk atau tunas samping. Misalnya penyambungan antar varietas pada tanaman durian. c. misalnya tanaman melinjo. Bagian tanaman yang disambungkan atau disebut batang atas (scion) dan merupakan sepotong batang yang mempunyai lebih dari satu mata tunas (entres). 1) Manfaat sambungan pada tanaman Manfaat sambungan pada tanaman adalah untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil tanaman. dihasilkan gabungan tanaman baru yang mempunyai keunggulan dari segi perakaran dan produksinya. Mengatur proporsi tanaman agar memberikan hasil yang lebih baik. . Peremajaan tanpa menebang pohon tua. Teknik penyambungan Penyambungan atau enten (grafting) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya.

sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah. Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur : Teknik Pembenihan Tanaman 51 . karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar.2) Syarat batang bawah untuk sambungan Untuk menyiapkan batang ba-wah dapat menggunakan biji asalan atau "sapuan sehingga menghasilkan batang bawah. dan berumur sekitar 3-4 bulan. Pada saat bibit berdiameter 3-5 mm. tetapi ada varietas tanaman yang baik khusus untuk batang bawah yaitu durian varietas bokor dan siriwig. Agar menghasilkan bibit yang baik disarankan penyiraman dalam jumlah yang cukup (media cukup basah). Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. kambium aktif. bibit dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik).

Selain itu bila dilengkungkan keadaannya tidak lentur tetapi sudah cukup tegar. atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman maka ukuran polybag semakin besar. Bila pada waktunya pengambilan entres. Entres sebaiknya dipilih dari bagian cabang yang terkena sinar matahari penuh (tidak ternaungi) sehingga memungkinkan cabang memiliki mata tunas yang tumbuh sehat dan subur. dengan diameter sedikit lebih kecil atau sama besar dengan diameter batang bawahnya. setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. 3) Syarat batang atas untuk sambungan Batang atas atau entres yang akan disambungkan pada batang bawah diambil dari pohon induk yang sehat dan tidak terserang penyakit. Pengambilan entres ini dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau silet yang tajam (agar diperoleh potongan yang halus dan tidak mengalami kerusakan) dan bersih (agar entres tidak terkontaminasi oleh penyakit). Panjangnya kurang lebih 10 cm dari ujung pucuk. Entres dalam keadaan dorman ini bila dipijat dengan dua jari tangan akan terasa padat.tanah. pupuk kandang : sekam padi (1:1:1). tetapi dengan mudah bisa dipotong dengan pisau silet. maka bagian pucuk muda ini dibuang dan bagian . keadaan pucuknya sedang tumbuh tunas baru (trubus) atau sedang berdaun muda. Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel. Entres yang akan diambil sebaiknya dalam keadaan dorman (istirahat) pucuknya serta tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). Kecuali untuk pengangkutan jarak jauh dalam jumlah banyak maka gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya.

pertumbuhan bibitnya akan meng-arah ke samping. Gunakan silet. Caranya sebagai berikut. pisau okulasi atau gunting stek yang tajam agar bentuk irisan menjadi rapi. Memilih batang bawah yang diameter batangnya disesuaikan dengan besarnya ba-tang atas.pangkalnya sepanjang 5-10 cm dapat digunakan sebagai entres. Batang bawah kemudian dibelah membujur sedalam 2-2. Bentuk ini berangsur-angsur hilang bila tanaman menjelang dewasa. yaitu sambungan pucuk. mangga dan alpukat umur 3-6 bulan. Manggis pada umur 24 bulan baru bisa disambung karena sifat pertumbuhannya lambat. tergantung jenis tanamannya. bagian pangkal disayat pada kedua sisinya sepanjang 2-2. Pada durian bila entres yang digunakan berasal dari cabang yang tumbuh tegak lurus. Namun bila diambil dari cabang yang lain. berbentuk seperti kipas. Sambung pucuk (top grafting) merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian atas atau pucuk dari batang bawah.5-10 cm. sehingga panjangnya antara 7. dan sambungan samping. Batang bawah dipotong setinggi 2025 cm di atas permukaan tanah.5 cm. Se-bagai contoh.5 cm. maka bibit sambungannya akan tumbuh tegak dengan percabangan ke semua arah atau simetris. untuk durian umur 3-4 bulan. Umur batang bawah pada keadaan siap sambung ini bervariasi antara 1-24 bulan. Batang atas yang sudah disiapkan dipotong. 4) Tipe sambungan jika ditinjau dari bagian batang bawah yang disambung Ada dua tipe sambungan. sehingga bentuk irisannya seperti mata kampak. Teknik Pembenihan Tanaman 52 .

Terbentuklah pita plastik yang tipis dan lemas. Sisi irisan yang menempel pada batang bawah dibuat lebih panjang menyesuaikan irisan di batang bawah dari sisi luarnya. Pada dasarnya. Pada waktu memasukkan entres ke belahan batang bawah perlu diperhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah. Tujuan penyungkupan ini untuk mengurangi penguapan dan menjaga kelem-baban udara di sekitar sambungan agar tetap tinggi. Namun. Kantong plastik ini ditarik pelanpelan. Sambungan kemudian disungkup dengan kantong plastik bening. Batang atas tersebut disisipkan pada irisan belah dari batang bawah. Batang atas dibuat irisan me-runcing pada kedua sisinya. sehingga panjangnya menjadi 2-3 kali panjang semula. Pengikatan dengan tali plastik yang terbuat dari kantong plastik ½ kg selebar 1 cm. Batang bawah dipilih yang baik. Agar sungkup plastik tidak lepas bagian bawahnya perlu diikat. Tanaman sambungan kemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindung dari panasnya sinar matahari. Biasanya 2-3 minggu kemudian sambungan yang berhasil akan tumbuh tunas. Untuk selanjutnya kita tinggal merawat sampai bibit siap dipindah ke kebun Tipe sambungan kedua adalah sambungan samping. Ukuran batang atas tidak perlu sama dengan batang bawah.Selanjutnya batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah. Caranya sebagai berikut. Pada saat ini sungkup plastiknya sudah bisa dibuka. Sambungan yang gagal akan berwarna hitam dan kering. batang bawah dan batang atas akan . pita pengikat sambungan baru boleh dibuka 3-4 minggu kemudian. Sambung samping merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian samping batang bawah. pelaksanaan sambung samping sama seperti pelaksanaan model sambung pucuk. bahkan lebih baik dibuat lebih kecil. Irisan kulit batang bawah dibiarkan atau tidak dipotong. Pada batang bawah dibuat irisan belah dengan mengupas bagian kulit tanpa mengenai kayu atau dapat juga dengan sedikit menembus bagian kayunya. Dengan demikian.

sedangkan tali plastik yang mengikat langsung tempelan batang atas dan kulit batang bawah dibiarkan. Setelah batang atas menunjukkan pertumbuhan tunas. Bilamana sudah dipastikan bahwa batang atas dapat tumbuh dengan baik. kantong plastik serta tali plastik bagian atas sambungan dibuka lebih dulu. Teknik Pembenihan Tanaman 53 . sambungan dan batang atas ditutup dengan kantong plastik. Pemotongan perlu dilakukan supaya tidak terjadi kompetisi kebutuhan zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan lanjutan dari batang atas.saling berhimpitan. kemudian diikat dengan tali plastik. kurang lebih 2 minggu setelah penyambungan. Untuk menjaga agar tidak terkontaminasi atau mengering. Kedua lapisan kambium harus diusahakan agar saling bersentuhan dan bertaut bersama. Setelah selesai disambung. sampai tautan sambungan cukup kuat. bagian batang bawah di atas sambungan dipotong.

Melancipkan 2 sisi pangkal batang atas. Sambungan telah jadi dan bertaut ditandai keluarnya kuncup daun Teknik Pembenihan Tanaman 54 .15.A B C D E F G H I Gambar 3. G Sambungan telah diikat. Pemotongan batang bawah. H. Pembelahan batang bawah. A. I. B. Sambungan diselubungi dengan kantong plastik. Proses pembibibitan tanaman dengan teknik sambungan. Batang at as siap disambungka. C. D. E dan F. Pengikatan dengan tali plastik.

d. sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah. Dalam buku ini coba kita kenalkan "Okulasi Cipaku" karena teknik okulasi ini banyak dikembangkan dan digu-nakan oleh petani penangkar bibit di daerah Cipaku dan sekitarnya. Bagian tana-man yang ditempelkan atau di-sebut batang atas. kambiumnya aktif. Biasanya penangkar bibit melakukan okulasi pada saat batang bawah sudah sebesar ukuran pensil. di Kabupaten Bogor. Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik). Disarankan penyiraman cukup (media cukup basah) Teknik Pembenihan Tanaman 55 . tetapi ada varietas durian yang baik khusus untuk batang bawah yaitu varietas bokor dan siriwig.Teknik okulasi cipaku ini adalah pengem-bangan teknik okulasi sistem Forkert. Teknik penempelan tunas (okulasi) Penempelan atau okulasi (budding) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar. Batang diupayakan berdiameter 3-5 mm. berumur sekitar 3-4 bulan. entres (scion) dan merupakan potongan satu mata tunas (entres). sehingga bisa meng-hasilkan bibit lebih cepat dari pada sistem okulasi yang lama. Sedangkan okulasi Cipaku dilakukan pada batang bawah berukuran sebesar pangkal lidi. 1) Syarat batang bawah untuk okulasi Dapat menggunakan biji asal-an atau "sapuan" untuk mengha-silkan batang bawah.

.

Pada tanaman tertentu sering dijumpai cabang entres yang masih ada daun melekat pada tangkai batangnya. Entres yang diambil dari cabang yang terlalu tua pertumbuhannya lambat dan persentase keberhasilannya rendah. Dalam waktu dua minggu ini. pupuk kandang : sekam padi (1:1:1). Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur: tanah. tangkai daun akan luruh dan pada bekas tempat melekatnya (daerah absisi) akan terbentuk kalus penutup luka yang bisa mencegah masuknya mikro-organisme penyebab penyakit (patogen). Untuk meningkatkan kesuburan pohon induk. Besar diameter cabang untuk entres ini harus sebanding dengan besarnya batang bawahnya. Kecuali un-tuk alasan pengangkutan jarak jauh untuk efisiensi tempat kita gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya. 2) Syarat batang atas untuk okulasi Entres yang baik adalah yang cabangnya dalam keadaan tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). Kesehatan pohon induk ini penting karena dalam kondisi sakit. terutama penyakit . Setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. biasanya tiga minggu sebelum pengambilan batang atas dilakukan pemupukan dengan pupuk NPK. Cabang entres untuk okulasi sebaiknya tidak berdaun (daunnya sudah rontok). Untuk itu perompesan daun harus dilakukan dua minggu sebelum pengambilan cabang entres. Syarat lain yang perlu diperhatikan pada waktu pengambilan entres adalah kesuburan dan kesehatan pohon induk. Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel.Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. Warna kulitnya coklat muda kehijauan atau abu-abu muda. atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman harus diimbangi dengan ukuran besar polybag.

terhindar dari sinar matahari langsung. antara jam 07. silet yang akan digunakan langsung kita belah dua saat masih alam bungkusan kertas. sehingga bila mata tunasnya segera diokulasikan akan mempercepat pertautan dengan batang bawah. Entres diambil setelah kulit kayu cabangnya dengan mudah dapat dipisahkan dari kayunya (dikelupas). Seorang Teknik Pembenihan Tanaman 56 . 3) Faktor yang menunjang keberhasilan okulasi Waktu terbaik pelaksanaan okulasi adalah pada pagi hari.00 siang daun mulai layu.00 pagi. Perawatan alat okulasi. Petani terampil satu bagian silet mampu digunakan untuk 100 s/d 200 kali okulasi sehingga dengan dua bagian silet mampu dihasilkan 200 s/d 400 okulasi dalam sehari (10 jam kerja). ini menandakan kambiumnya aktif. setelah digunakan silet di-bersihkan dan dibungkus lagi dengan kertas pembungkusnya agar tidak berkarat.0011. Bagian dalam kulit kayu ini (kambium) akan tampak berair. sehingga silet kita tetap dalam kondisi bersih satu belahan kita gunakan sedangkan belahan lainnya kita sim-pan untuk pengganti belahan silet pertama apabila dirasa sudah tidah tajam lagi. Diatas Jam 12. Tetapi ini bisa diatasi dengan menempel di tempat yang teduh. Kebersihan alat okulasi. ka-rena saat tersebut tanaman se-dang aktif berfotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam kondisi aktif dan optimum.sistemik mudah sekali ditularkan pada bibit.

H. Pengambilan mat a entres dari batang atas. Setelah 2-3 minggu okulasi sudah dapat dibuka. Mata entres terlepas dengan kayunya. Proses pembuatan bibit dengan cara okulasi.. J. D.00 (6 jam) dilanjutkan jam 13. I.pembibit yang berpengalaman dalam 1 jam mampu menempel sekitar 40 tempelan. A. A sehingga 10 jam kerja dalam 1 hari dihasilkan 10x40 = 400 tempelan. Kerja mulai jam 06. berumur 3-4 bulan. Menempelkan mata ent res ke sayatan batang Bawah. Pembuatan sayatan di batang bawah. F. Mata entres terlepas tanpa kayunya dan siap ditempel. C.16. E.00-17. Arah ikatan dari bawah ke a tas. K Mata tunas tumbuh hasil okulasi Teknik Pembenihan Tanaman 57 . Okulasi dengan menggunakan bibit berdiameter 3-5 mm. Mata entres terpisah dengan batang atas. B C D E F G H I J K Gambar 3.00 (4 jam). G. B. Pengikatan dengan tali plastik.00-12..

¼ kg plastik ukuran ½ kg berisi 140 kantong plastik dan ¼ kg plastik ukuran 2 kg berisi 60 kantong plastik.600 tali platik. gerakan ini juga mampu menjatuhkan embun/ air yang melekat di daun. gerakan batang bawah sekali lagi dengan tangan.Pembuatan tali plastik dari kantong plastik berukuran ½ kg (12x25 cm) atau 2 kg (20x35 cm). 4) Cara okulasi a) Perlakuan pendahuluan Batang bawah dengan polybagnya dipegang dan diangkat sedikit keatas lalu ditekan miring ke bawah sehingga posisi tanaman dan polybagnya menjadi miring ke arah luar. agar memudahkan mencari posisi batang yang akan di tempel dan pengerjaan penempelan. Membuat irisan memanjang dengan lebar 0. Biasanya kan-tong plastik yang habis kita iris menjadi tali plastik. kita gosok-gosokan ke telapak tangan kita biar tidak licin/lebih kesat. Harga 1/4 kg kantong plastik harganya Rp 3. Cara menghitung kebutuhan tali plastik adalah sebagai berikut. Batang bawah dibersihkan dari kotoran/debu dengan cara mengusap . sedangkan yang sudah biasa pengirisan kantong plastik dapat langsung di atas paha kita. yang bergeraknya plastiknya bukan siletnya.5-1 cm.-. Untuk pemula pengirisan plastik bisa beralaskan papan atau kaca. agar lebih banyak embun/air yang jatuh. Membersihkan tali plastik dengan cara dipegang dengan jari direntangkan dan diketek-ketek atau digerakan biar menjadi ber-sih. Gunakan plastik yang tahan santan dan minyak.080 tali plastik. Biasanya 1 kantong plastik ukuran ½ kg menjadi 12 irisan bolak-balik sehingga menjadi 24 irisan x 3 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 72 tali plastik x ¼ kg (isi 140 lembar) maka dihasilkan 10. Pengirisan dengan silet. jangan dilap. sedangkan 1 kantong plastik ukur-an 2 kg menjadi 20 irisan bolak balik sehingga menjadi 40 irisan x 4 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 160 tali plastik x ¼ kg (isi 60 lembar) maka dihasilkan 9.000.

b) Pembuatan sayatan untuk tempat menempel entres Bagian batang bawah yang akan dijadikan tempat okulasi harus diperhatikan dengan seksama. Kalau itupun gagal kita bisa gunakan alternatif dengan teknik sambung pucuk atau kita menunggu tanaman tumbuh lebih tinggi. kalau okulasi ke-2 masih gagal dalam 3 minggu berikutnya kita dapat mengulang untuk yang terakhir kali atau yang ke-3 berjarak sepanjang silet pada sisi yang berlawanan dengan okulasi ke-2 atau sama sisi dengen okulasi ke-1. Penentuan tempat okulasi. buat tempat sayatan/ kupasan/ sobekan setinggi 3 kali tinggi/panjang silet dari batas akar dan batang. Panjang silet sekitar 4 cm. karena bila okulasi pertama gagal setelah 3 minggu kita bisa mengokulasi lagi tepat berjarak sepanjang silet dibawah luka okulasi pertama pada sisi yang berlawanan. Tetapi jangan melakukan okulasi 2 atau 3 sekaligus pada tanaman karena itu akan membuat stress tanaman.dengan ibu jari dan telunjuk tangan kita pada bagian yang akan dibuat sobekan untuk okulasi. Buang daun dibawah posisi Teknik Pembenihan Tanaman 58 . sehingga jarak tempat okulasi pertama adalah setinggi sekitar 12 cm di atas batas akar dan batang.

atau diameternya sama dengan batang bawah.5-3 cm. Warna kulit sama dengan warna kulit batang bawah (menunjukkan kesesuaian secara fisiologis).tempat sayatan. Mata entres yang besar tapi belum plast/sedang/bentuknya sudah menonjol (terbaik untuk ditempel). Mata entres yang sudah plast/mekar (tidak bagus). Sayatan ini kemudian dipotong ¾ panjangnya atau menyisakan sedikit sayatan (<1/3 bagian) cukup untuk tempat menahan sayatan atau pola mata entres. . karena yang dilekatkan/yang menjadi faktor penentu tingkat keberhasilan adalah lekatan pola entres bagian bawah rapat dengan pola jendela di batang bawah. c) Pengambilan mata entres Kriteria mata entres yang baik dari segi ukuran: . Pengambilan/pengupasan pola mata entres dari atas ke bawah. . lalu ditarik ke bawah sepanjang lebih kurang 1. . . Penyayatan kulit batang bawah mendatar selebar 3-4 mm dengan 2 atau 3 kupasan. . Mata tunas kecil/dormant/ istirahat (dapat digunakan tapi agak lama melekatnya dan pertumbuhannya juga relatif lama). untuk memudahkan penempelan atau tidak menghalangi pandangan. sehingga menjulur seperti lidah. Kelihatan ernas/ sehat/ segar. Atau dengan kalimat lain bahwa yang diperlukan . Diambil dari ranting yang berdiameter 2-4 mm. tergantung pada besar kecilnya diameter batang bawah dan diseimbangkan dengan besar kecilnya entres. Mudah dikupas (menandakan bawah kambiumnya/ jaringannya aktif). Kriteria mata entres yang baik dari segi pengerjaan dan bentuk: .

panjang sayatan sekitar 0. sayatan untuk pengambilan entres harus dengan satu gerakan mulus searah dan tidak boleh dengan gerakan terputus-putus. Batang disayat agak dalam sehingga menembus kayu.5 cm). Kemudian rapihkan irisan sisi bawah entres untuk menghindari irisan sisi bawah entres dari kotoran atau infeksi. kalau itu terjadi kita masih dapat memisahkan mata entres dengan kayu tersebut dengan sontekan ujung silet yang hatihati. biasanya sayatan ikut melepaskan kayu terikut dengan sayatan.adalah sisi bawah yang bersih. untuk memisahkan mata entres dengan kayu dengan cara mengait pola dengan ujung silet atau dengan kuku jari dengan sontekan halus sehingga terlepaslah kulit yang membawa mata entres dengan kayu dan sayatan kayu tidak terlepas dari ranting.5-1 cm dibawah mata entres (sayatan mata entes se-panjang sekitar 1-1. sedangkan sisi atas dan sisi samping lainnya tidak melekatpun tidak apa-apa. Tangan kiri memegang ranting yang mau diambil mata entresnya. tetapi lebih sempurna kalau semua sisi menempel rapat (tetapi keadaan tersebut sulit dicapai). ibu jari tangan kiri menahan ranting dan membantu mendorong ke arah atas saat silet ditangan kanan mulai bergerak membuat sayatan menembus kayu. kemudian membuat kerat-an melingkar mengarah miring ke dalam menghubungkan kedua sisi sayatan bidang pola mata entres. Apabila ranting yang terdapat mata entres terlalu kecil. yang menjadi perhatian pola Teknik Pembenihan Tanaman 59 . Ukuran sayatan mata tempel sedikit lebih kecil dari ukuran sayatan batang bawah. Setelah sayatan melewati mata entres.5-1 cm diatas mata entres dan 0. karena syarat mutlak agar tempelan jadi adalah pola mata entres harus melekat/ menempel rapat pada sisi bawah dan salah satu sisi samping.

Lanjutkan pengikatan ke arah atas sampai ikatan menutupi 0. pengikatan dari bawah tempelan melingkar ke atas dimulai sekitar 0. Prinsipnya semakin cepat penem-pelan dari pengambilan entres semakin baik.sayatan mata entres harus bersih dari kayu dan apabila dilihat tidak meninggalkan lubang di bekas kulit mata entres.5 cm diatas luka sayatan batang bawah. c) Menempelkan mata entres ke sayatan batang bawah Ambil sayatan mata entres. maka sayatan pola mata entres tersebut siap untuk ditempelkan. tancapkan dan tekan entres pada sisa sobekan di batang bawah. pengikatan dengan hatihati jangan terlalu kencang (mengganggu proses penyatuan batang bawah dan entres). d) Pengikatan Ambil tali dan tarik tali plastik yang disiapkan untuk pengikatan. persen jadinya makin tinggi. semisal pada durian tidak ditutup tali plastik saat pengikatan. tangkai daun dipotong penuh/biasanya tangkai daunnya sudah tanggal dengan sendirinya bila mata entres sudah besar. lekatkan. .5 cm di bawah sayatan/jendela. Pengikatan di dekat mata entres harus lebih hati-hati. ikat arah menyilang menuju bawah mata entres. tali plastik disusun saling tindih seperti menyusun genting. kembali menyilang ke atas mata entres usa-hakan sekitar mata entres terikat sempurna sehingga air tidak ma-suk ke dalam tempelan. lalu kunci ikatan dan tarik tali plastik dan potong/rapikan sisa tali plastik. atau kurang kencang/ kendur (air bisa masuk ke luka tempelan. tetapi disiasati dengan menyisakan potongan tangkai daun dibawahnya agak panjang sedikit. masukkan. Mata entres yang masih kecil ditutup dengan tali plastik. sehingga menginfeksi tempelan) gunakan perasaan da-lam pengikatan. Mata entres yang besar atau menonjol. tempelkan. ikat bagian bawah mata entres. ikat bagian bawah mata entres menuju bagian atas mata entres.

sehingga walaupun di tutup tapi sisa potongan tangkai daun masih mam-pu melindungi mata entres kecil dari tekanan pengikatan tali plastik sehingga cukup ruang untuk tumbuh dan mata entres tidak patah. Jika mata tunasnya tidak menonjol seperti pada mangga dan jeruk. mata tunas boleh ditutup rapat dengan pita plastik. A B Teknik Pembenihan Tanaman 60 .

C D Gambar 3.17. Proses Pembibitan duria dengan teknik sambung. A. Menyediakan biji durian untuk batang bawah C. Mengisi polybag untuk menyemai biji durian E F G H Teknik Pembenihan Tanaman 61 . Mencampur media semai. D. Menyiapkan alat dan bahan. B.

Memelihara batang bawah. F.I J Gambar 3. Menyayat batang bawah untuk menempelkan entres. I. Menyiapkan calon entres.17 (Lanjutan) E. H. J. Memberi pupuk untuk batang bawah. Menyiapkan calon entres. G. Menyemai biji durian untuk batang bawah. K L M N Teknik Pembenihan Tanaman 62 .

M.17 (Lanjutan). Q R S T Teknik Pembenihan Tanaman 63 . P. O. K. Memelihara entres. Membalut dan mengikat entres. Menyelipkan entres. L. Mengambil entres.O P Gambar 3. N. Dari entres akan tumbuh menjadi tunas baru. Membalut entres.

kalaupun belum kelihatan tumbuh dapat dengan menggores sedikit permukaan sayatan mata entres yang kita tem-pel apabila tetap segar/hijau berarti tempelan jadi. Biasanya 2-3 minggu kemudian mata okulasi mulai tumbuh dan dimulailah pembukaan entres. Tunas baru tumbuh dan berkembang. T.17 (Lanjutan) Q. Tanda dari keberhasilan okulasi adalah mata entres yang ditempelkan tetap hijau. Setelah mata tunas okulasi mempunyai 2-3 helai daun yang dewasa dan siap berfotosintesis. segar. R. lakukan pemotongan kira-kira 2-3 cm di atas mata okulasi batang bawahnya. dilakukan pemotongan pucuk (titik tumbuh) batang bawah setelah penempelan. Daun tunas muda bertambah. sehingga cukup makanan untuk proses melekatnya tempelan entres. S. atau tidak patah. Mengendalikan gulma OPT selama pemelihar aan tunas baru. b) Pemeliharaan bibit setelah okulasi Penyiraman paling lama 2 hari sekali. Bibit siap dipasarkan . 5) Kegiatan sesudah okulasi a) Deteksi keberhasilan okulasi Untuk mendorong tumbuhnya mata tunas atau pertumbuhan batang bawah seimbang antara pertumbuhan keatas dan menyamping.U V Gambar 3. V. U. tunas yang tumbuh dari batang bawah harus dibuang. Agar pertumbuhan mata tunas batang atas tidak terganggu. Dari tunas muda tumbuh ranting sert a daun baru. dilihat ada tidaknya hujan. yang harus diingat bahwa tanaman yang kita tempel . Tempelan yang gagal mata tempelnya akan berwarna coklat kehitaman. Kita buka ikatan paling atas dengan silet dan dilanjutkan dengan memutar tali ikatan berlawanan dengan arah pengikatan secara perlahan dan hati-hati ke arah ikatan yang lebih bawah. Bibit hasil okulasi dipelihara secara kontinu. Mata tunas tumbuh. tidak kering.

Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. Penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. air dan perawatan yang lebih. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pu-puk daun seperti Atonik. Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah Teknik Pembenihan Tanaman 64 . Metalik atau Gandasil D dengan kon-sentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsen-trasi 1-2 g/l air.mengalami pelukaan/stress sehingga memerlukan makanan.

Insektisida yang di-gunakan. Oleh karena itu penyusuan hanya dianjurkan terutama untuk perbanyakan tanaman yang sulit dengan cara sambungan dan okulasi. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP.5 EC. Keuntungan dari teknik ini adalah tingkat keberhasilan tinggi. kutu putih dan ulat daun. Kanon dengan konsentrasi 2 cc/l air. e. Phytophthora sp. karena batang bawah harus selalu didekatkan kepada cabang pohon induk yang kebanyakan berbatang tinggi. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. Benlate dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air. Fusarium sp dan Phytium sp. apabila penyemprotan pada musim hujan. Kerugian lainnya bahwa penyusuan hanya dapat dilakukan dalam jumlah sedikit atau terbatas. Penyusuan Istilah penyusuan (approach grafting) merupakan cara penyambungan di mana batang bawah dan batang atas masingmasing tanaman masih berhubungan dengan perakarannya. Dithane M-45 80 WP. Penyemprotan dengan fungisida apabila terdapat serangan penyakit lodoh/busuk daun. gejala bercak-bercak hitam pada permukaan daun. kering dan mati. Decis 2. Batang bawah kemudian ditaruh diatas para-para . tetapi pengerjaannya agak merepotkan. Matador. 1) Tipe penyusuan Susuan duduk untuk mendekatkan batang bawah dengan cabang induknya dibuat parapara dari bambu. daun melipat dan melekat satu sama lainnya. Reagent 50 SC atau Decis 2. tidak sebanyak sambungan atau menempel dan akibat dari penyusuan bisa merusak tajuk pohon induk. selan-jutnya daun menjadi kecoklatan. misalnya Supracide 25 WP.kutu perisai. Perlu ditambahkan perekat semisal Suntick. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat.5 EC. Penyemprotan diulang seminggu sekali.

Penyatuan batang atas dan batang bawah Teknik Pembenihan Tanaman 65 . Susuan gantung disebut demikian karena batang bawah yang akan disusukan didekatkan dengan cabang pohon induk dengan posisi menggantung. kira-kira 1/3 diameter batang.dan disusukan dengan cabang pohon induk. Tan-danya ada pembengkakan disekitar batang yang diikat. Pada pengeratan pertama setelah terjadi pembengkakan cabang entres dikerat 1/3 diameter cabang. Hal yang sama dilakukan untuk ca-bang batang atasnya yang belum dipotong dari induk. Minggu ketiga susuan dipotong lepas. Keduanya kemudian dilekatkan tepat pada bagian yang disayat. Agar cabang entres tidak kaget atau stres sebaiknya pemotongan dari induk dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Minggu ke-dua 2/3 diameter cabang. Dan polybag batang bawah kita ikatkan pada cabang batang atas. Pada waktu melekatkan harus diperhatikan agar kambium entres dan batang bawahnya berhimpit. Selang waktu pengeratan pertama ke berikutnya adalah seminggu. Pengupasan batang atas dan batang bawah . Pemotongan entres dilakukan setelah pertautan berhasil. Biasanya setelah 3-4 bulan. 2) Cara melakukan susuan Batang bawah disayat dengan kayunya sepanjang 2-3 cm. Posisi susuan bisa duduk atau menggantung. .

Proses Pembibitan dengan teknik penyusuan. Pengikatan batang atas dan batang baw ah. C. D.A B C D E Gambar 3.18 (Lanjutan) Hasil teknik penyusuan Teknik Pembenihan Tanaman 66 . B. A.18. Pengupasan batang atas dan batang bawah. Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan. Hasil teknik penyusuan duduk Gambar 3. E. Penyatuan batang atas dan batang bawah.

Perbanyakan beberapa tanaman buah-buahan dengan cara vegetatif Jenis tanaman Okulasi Sambung Penyusuan Stek Cangkokan Alpukat + + + 0 + Belimbing + + + 0 Cempedak + + + 0 Duku 0 + + - .Tabel 3.1.

0 Durian + + + 0 Jambu air + + + + Jambu biji + + + + + Jambu bol + + 0 + Jeruk + + + + .

+ Kapulasan + + _ + Mangga + + + 0 + Manggis Melinjo Nangka Rambutan + Sirsak Sukun + + + + + Keterangan : (+) baik (o) kurang baik (-) gagal . Pengikatan batang atas dan batang .

Setelah bibit susuan siap disapih maka pemeliharaan benih susuan dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.5 EC dengan konsentrasi 2 cc/l air. Penyemprotan dengan fungisida dilakukan apabila terdapat serangan penyakit. Metalik atau Gandasil D dengan konsentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsentrasi 1-2 g/l air. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP. 3) Pemeliharaan bibit tanaman hasil susuan. Penyemprotan diulang seminggu sekali.bawah . Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah kutu perisai. misalnya Supracide 25 WP. Fusarium sp dan Pythium sp. kutu putih dan ulat daun. Phytophthora sp. Insektisida yang digunakan. Hasil teknik penyusuan gantung. Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan . Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. atau Dithane M45 80 WP dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat.5 EC. Decis 2. Teknik Pembenihan Tanaman 67 . Reagent 50 SC atau Decis 2. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk daun seperti Atonik. Pemeliharaan bibit pada umunya adalah penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. Hasil teknik penyusuan duduk .

Penyiraman bibit pada musim kemarau biasanya dilakukan setiap dua hari sekali. Dari hasil menggabungkan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten. Lama perendaman 1-2 jam dengan tinggi air cukup ¾ tinggi polybagnya. maka cara penyiraman dengan menutup saluran pembuangan air. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. penyusuan. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang becek. Penyiangan rumput pengganggu (gulma). cangkok dan stek. yakni tahan cendawan akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi erakarannya. Pemilihan Teknik Perbanyakan Vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif buatan untuk tanaman buah yang sudah dikenal oleh para penangkar bibit dan petani yaitu cara penyambungan. Pada tiga cara yang pertama dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. Sedangkan cara stek pada prinsipnya . okulasi. Pemasukan air ini sebaiknya dilakukan pada waktu sore/ malam hari ketika suhu tanah tidak tinggi.sedangkan pada musim hujan disesuaikan. 3. Sedangkan batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. okulasi dan susuan. ruang tempat tumbuh. Penyiraman bibit ini dilakukan dengan menggunakan gembor air. karena rumput selalu bersaing dengan bibit dalam pengambilan hara.5. kemudian air dimasukkan ke areal pembibitan sampai media di polybag menjadi basah. Pengairan sistem genangan atau bahasa Jawanya dilep apabila pembibitannya dilakukan dalam polybag yang ditaruh di sawah. air dan sinar matahari.

sedangkan bibit asal biji berbuah lebih dari 10 tahun setelah tanam. sehingga menjadi tanaman baru. ada cara perbanyakan tertentu yang lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu pula. Rambutan dan kapulasan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam fenolat yang teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning). sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien.menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten. Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. Beberapa jenis tanaman buahbuahan tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pula. Tanaman manggis asal bibit susuan berbuah lima tahun setelah tanam. sehingga menjadi tanaman baru menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain berbuahnya persis sama dengan induknya. Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. Bibit durian okulasi bisa berbuah 4-6 tahun setelah tanam. Dalam perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan. Teknik Pembenihan Tanaman 68 . bibit juga berumur genjah (cepat berbuah).

sehingga bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman buahbuahan. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buahbuahan seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka kandel yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. Persentase keberhasilan cara perbanyakan okulasi.sedangkan tanaman durian menguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buahbuahan secara masal. tetapi kurang praktis dalam pengerjaannya. 2. Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. Sebagai contoh seorang pekerja yang sudah terampil mengokulasi durian. walaupun dengan menggunakan cara konvensional. Tabel 3. sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. enten dan penyusua n pada beberapa tanaman Jenis tanaman Okulasi Enten Penyusuan Alpukat 40-70 50-80 70-100 Belimbing 40-60 60-90 60-100 Duku .

0-10 40-60 40-80 Durian 60-80 20-60 60-100 Jeruk 60-70 70-85 60-90 Kapulasan 10-40 0 40-80 Mangga 40-70 60-90 60-100 Manggis 0 50-80 50-80 Melinjo 70-80 80-90 70-100 Rambutan 30-70 0 .

Mengetahui secara pasti varietas bibit yang dijualnya. Bibit yang dijualnya telah bersertifikat .60-100 Sawo 0 70-80 60-90 Sumber : Sunaryono (1987) dan Wijaya (1990) Keterangan : nilai dalam persen (%) a. Dengan demikian kesalahan dalam membeli bibit ini akan berakibat fatal bukan hanya berupa kerugian ekonomi tetapi juga kerugian tenaga dan waktu. Memiliki tempat Teknik Pembenihan Tanaman 69 . Ada beberapa kiat dalam pembelian bibit yang harus diperhatikan baik itu faktor teknis maupun faktor non teknis. Tips Membeli Bibit Tanaman Bibit yang siap untuk ditanam manfaatnya akan dapat dinikmati setelah beberapa bulan atau beberapa tahun. . Penjual bibit yang dapat dipercaya memiliki ciri sebagai berikut: Trdaftar di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Memiliki pembibitan sendiri atau mengetahui dengan pasti asal penangkarnya sehingga memudahkan melacak keaslian varietasnya.

Ada pula bibit yang pertumbuhan tingginya terlalu pesat. Jika tidak memungkinkan untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman induknya. cabang dan daunnya. Pada pucuk tanaman dan ujung ranting tampak kuncup daun yang menandakan adanya pertumbuhan. Perlu diperhatikan bahwa bibit yang baik biasanya memiliki batang utama yang lurus dan tumbuh tegak. Pada tanaman buah yang memiliki percabangan banyak. dapat dilakukan dengan pengidentifikasian ciri-ciri spesifik varietas tersebut.penjualan permanen (mangkal) sehingga memudahkan bagi pembeli yang akan komplain. cara yang paling baik adalah dengan mengetahui sendiri secara langsung tanaman induk bibit tersebut. tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek sesuai dengan umurnya. upaya yang dapat dilakukan adalah meminta informasi sebanyak mungkin kepada penangkar tentang induk tanaman tersebut. tidak melengkung. 1) Membeli bibit yang unggul atau baik kualitasnya Induk yang baik berasal dari varietas unggul. Selanjutnya dapat diperhatikan juga penampakan luarnya. . sedangkan batangnya kelihatan kecil dan terkesan kurang kokoh. yang perlu diperhatikan pertama kali ialah pertumbuhan batang. sehat dan telah cukup umur (lebih baik kalau pohon induk sudah berproduksi). Untuk memastikan bahwa bibit tersebut berasal dari induk yang baik. Tanaman yang kerdil biasanya kelihatan pendek dari yang seharusnya. kelihatan mulus dan kokoh. Pada kondisi seperti ini biasanya pembeli tahu betul kondisi "dapur produksi" produsen bibit tersebut. Untuk mengetahui varietas bibit tersebut. Bibit sehat dan berpenampilan baik Dalam memilih bibit tanaman. biasanya cabang tumbuh ke segala arah secara merata. apakah ada gejala serangan hama dan penyakit atau tidak. Hal ini tidak sulit dilakukan jika penjualnya telah dikenal baik oleh pembeli. Bentuk batang dan cabang dipilih yang baik.

Untuk menghilangkan stres. Untuk bibit yang dikirim dalam bentuk stump (cabutan). sehingga akarnya tidak kering. dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan setengah tanahnya. seperti bibit durian. Pengemasan bibit yang peka. semisal bibit jeruk dan jati.2) Pengemasan dan pengakutan benih. kemudian polybag diikat. Yang harus diperhatikan adalah apabila benih vegetatif akan diangkut oleh angkutan darat atau laut yang membutihkan waktu relatif lama (lebih dari 4-7 hari) maka harus dilakukan Teknik Pembenihan Tanaman 70 . maka bibit dalam polybag yang semula beratnya 4-7 kg/bibit menjadi0. Dengan cara pengepakan seperti ini.5-1 kg/bibit. Pengangkutan benih vegetatif harus direncanakan dengan baik. tidak terlalu khawatir terhadap kerusakan karena kekurangan air (kekeringan). biasanya untuk angkutan darat. Pada umumnya apabila benih akan diangkut dengan pesawat. sebelum diangkut bibit diletakkan dahulu di bawah naungan dan disiram untuk adaptasi. Mengeluarkan setengah tanahnya dan ditambah dengan gel (Agrosoft). pengirimannya tidak ada masalah karena beberapa bibit bisa saja dibungkus dengan batang pisang atau bahan lain yang bersifat lembab. Keadaan ini membuat bibit mampu bertahan sampai 4-7 hari tanpa penyiraman · Pengepakan tanpa mengurangi media tanam. Setelah satu minggu biasanya bibit sudah segar kembali dan dapat dipak dalam peti berventilasi untuk dikirim. kemudian ditambahkan serbuk kelapa (cocopeat).

Sedangkan . . Pada kondisi yang lebih modern. hanya ada satu jenis. sehingga konsumen tidak dirugikan. Tujuan registrasi pohon induk buahbuahan adalah untuk menjamin kebenaran bibit yang dihasilkan dari pohon induk yang bersangkutan secara hukum (yuridis). Pohon induk untuk sumber mata tunas (entres) harus diregistrasi terlebih dahulu oleh petugas Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Salah satu tekniknya adalah dengaan cara membungkus semua benih dengan daun/ pelepah pisang dan polibag benih ditutup dengan serbuk gergaji basah (ringan tetapi benih tetap lembab) dan benih siap untuk dipcking dan dikirim. Dasar dari Sertifikasi benih adalah: . Sebagai contoh adalah tentang banyak beredarnya varietas sitokong yang berlainan. 3. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. Sertifikasi Benih Masalah yang perlu diperhatikan dalam usaha pembibitan adalah upaya registrasi dan sertifikasi varietas bibit yang yang akan disebarkan kepada masyarakat. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995. Tujuan lainnya adalah untuk menjamin kebenaran suatu varietas. tentang Sistem Budidaya Tanaman.Tentang Perbenihan Tanaman. tentang Pemerintah Daerah. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992. . Jika diperhatikan. Padahal varietas sitokong yang resmi dilepas Menteri Pertanian pada tahun 1984. mungkin dapat dikumpulkan sekitar selusin varietas sitokong yang berbeda ciri tanamannya. plastik pengepak benih diisi N2 atau divacuum sehingga tidak terjadi proses respirasi dan benih akan aman selama masa pengankutan.pengepakan benih dengan batuan bahanbahan yang dapat mengurangi penguapan air dan respirasi.6.

maka pada pengajuannya dilengkapi dengan surat persetujuan dari pemilik pohon induk. Kebenaran Teknik Pembenihan Tanaman 71 . Penangkar harus memberi tahu rencana penangkarannya kepada BPSB selambatlambatnya satu minggu sebelum dimulai pelaksanaan perbanyakan bibit. Kerugian uang. sehingga akhirnya menghambat usaha tanaman buahbuahan. . baru diketahui 4-5 tahun yaitu pada saat pohon tersebut menghasilkan buah. sehingga bila seseorang membeli bibit palsu. Investasi pohon buah-buahan merupakan investasi jangka panjang. Oleh karena itu dianjurkan membeli bibit yang telah diketahui ciri-ciri atau bibit yang berlabel. Pengisian formulir tentang rencana dan jumlah bibit yang akan diproduksi. Bila penangkar akan mengambil entres dari pohon induk milik orang lain. a. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan cara perbanyakan bibit perlu diperketat agar tidak mengecewa-kan para pembeli bibit. tenaga dan waktu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Setelah pemohonan diterima BPSB maka petugas BPSB akan melakukan pemeriksaan pendahuluan tentang: kepastian letak atau areal penangkaran. disesuaikan dengan kemampuan pohon induk dan tenaga yang tersedia. Sertifikasi dan pelabelan benih Cara melakukan sertifikasi adalah sebagai berikut: .selebihnya adalah jenis-jenis durian yang tidak diketahui asal-usulnya yang diberi nama sitokong. .

petugas BPSB akan mengawasi tentang: . Setelah diperiksa baru dilakukan perbanyakan bibit. Mengetahui diperbanyak. Nama dan alamat penangkar. Kebenaran pohon induk yang digunakan. Di dalam label yang warnanya merah dimuat data: (Gambar 10 dan Gambar 11) . Jenis tanaman. . dilakukan pemeriksaan lagi tentang jumlah bibit yang tumbuh dengan baik dan layak untuk diberi label. Kebenaran entres yang digunakan. Asal bibit.varietas pohon induk. . Memeriksa cara perbanyakannya (okulasi. Pada akhir pemeriksaan menjelang pelabelan. . Label diisi dan diajukan ke BPSB untuk diberi nomer seri dan dilegalisir. sambung. . Pada waktu pelaksanaan perbanyakan. cangkok. jumlah tanaman yang . . penyusuan). Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. . . . . Entahah itu penangkar mengajukan permohonan seri label.

Sedangkan batang bawah untuk label merah vaietasnya bisa "sapuan" asalan.. Contoh Label Merah yang . Varietas batang atas. .karena mutu kertasnya lebih baik. Tanggal pemasangan label. Untuk pembuatan dan pencetakan label merah muda biayanya antara Rp 200 tergantung negoisasi dengan petugas BPSB tentang mutu kertas dan cetakan label tersebut. Khusus label putih pemeriksa-an lebih teliti menyangkut jenis varietas batang atas harus berasal dari pohon induk yang sudah terdaftar dan varietas batang bawah dan dikeluarkan dengan sepengetahuan BBI (Balai Benih Induk). . Varietas batang bawah.. Khusus untuk bibit jeruk bebas CVPD. terutama varietas buah-buahan yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian. sebenarnya ada label biru untuk varietas unggul lokal yang belum dilepas melalui SK Menteri dan yang terakhir adalah label putih yang dikhususkan untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian dan bibit tersebut ditanam dengan tujuan dijadikan pohon induk sebagai sumber mata entres. Gambar 3. sedangkan untuk label putih biayanya Rp 600. label hanya berlaku untuk jangka wak-tu tiga bulan.19. biayanya adalah Rp 20 per bibit batang bawah yang diajukan dalam pemeriksaan lapang. . setelah itu bibit harus diperiksa ulang tentang kese-hatannya. Selain label merah muda yang sudah sering kita lihat di lapang untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian. untuk perbanyak-an jenis tanaman buah-buahan di wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Label merah yang dikeluarkan BPSB Besarnya biaya sertifikasi telah ditentukan sesuai SK Direktur Jenderal Tanaman Pangan. Gambar 10. Sebagai contoh. Penerimaan hasil pemeriksaan bibit yang diperoleh BPSB ini merupakan pendapatan negara yang harus disetor langsung ke kas negara. Bibit yang dinyatakan sehat baru bisa diberi label lagi dengan biaya Rp 20 per bibit.

Sebagai tindak lanjut dari pemberian label bagi bibit unggul perlu disertakan informasi atau data mengenai Teknik Pembenihan Tanaman 72 .dikeluarkan BPSB untuk benih durian.

Jawa Barat. Bila terjadi hal demikian. Jawa Tengah memiliki kondisi iklim yang berbeda dengan daerah Bogor. Jawa Barat. mengikuti kursus dan seminar atau menjadi anggota . Jawa Tengah mempunyai ketinggian sekitar 50 m di atas permukaan laut dengan iklim yang kering (curah hujan rendah). Informasi seperti ini harus diketahui para penanam bibit unggul buah-buahan agar mereka tidak kecewa di kemudian hari. Jepara. baru berbuah pada umur tujuh tahun setelah tanam. Peningkatan pengetahuan dapat diperoleh dengan membaca tulisan atau artikel pada majalah pertanian. Selama ini masih beredar kepercayaan bahwa bibit unggul itu akan selalu bersifat unggul walaupun ditanam di tempat yang sebenarnya tidak cocok. Oleh karena itu perlu diingatkan kembali bahwa kemajuan berupa penemuan bibit unggul varietas baru. ditinggalkan. Pada dasarnya bibit unggul memerlukan lingkungan tumbuh yang spesifik. Bahkan ada anggapan bahwa bibit unggul tidak memerlukan pemupukan dan penyemprotan pestisida. Harapan seperti ini tentunya hanya merupakan angan-angan dan pasti akan berakhir dengan kekecewaan. sehingga cukup ditanam. kurang memuaskan jika ditanam di daerah Bogor. Hal ini disebabkan karena daerah Jepara. Jawa Tengah. Sedangkan kondisi tanah dan iklim daerah Bogor adalah lembab dan banyak hujan. Keterangan mengenai varietas tertentu cocok ditanam di dataran rendah atau dataran tinggi dan jenis tanah apa yang paling cocok. bahwa bibit yang dijual palsu. maka yang dikambinghitamkan biasanya adalah si penjual. sehingga tidak menunjang sifat unggul durian petruk.daerah penanaman yang cocok untuk bibit tertentu. perlu diimbangi dengan kemajuan pengetahuan petani mengenai cara-cara bercocok tanam yang lebih baik. kemudian akan berbuah sendiri dengan lebat. Bibit yang seharusnya berbuah pada umur lima tahun. Misalnya durian petruk yang asli berasal dari Jepara. Padahal pengetahuan dasar si penanam inilah yang tidak memadai untuk menanam bibit-bibit jenis unggul tadi. agar buah yang dihasilkannya benar-benar unggul. perlu diketahui oleh para petani dan konsumen yang ingin menanam bibit unggul tersebut.

Pembibitan tersebut sudah terdaftar secara resmi di BPSB dan berhak menerima pembinaan tentang perbenihan dari instansi terkait. dan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. walaupun penangkar Teknik Pembenihan Tanaman 73 . Deskripsi tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian. . b. Dengan mengadakan pertemuan yang teratur dapat dibahas masalah baru yang ditemukan di lapangan dan dicarikan jalan keluarnya. dapat dijadikan modal yang sangat berharga untuk terus maju dalam mengembangkan usaha hortikultura yang semakin cerah. Untuk informasi lebih lengkap tentang tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian dapat dilihat di Lampiran 1. tentang Pemerintah Daerah. Pengalaman pngalaman berharga dari sesama rekan petani. Adapun manfaat dari SKPPB adalah: . Meningkatkan kepercayaan konsumen bibit terhadap pembibitan tersebut. .dari suatu perkumpulan hortikultura. .Tentang Perbenihan Tanaman. Sebagai prasyarat apabila pembibitan mengikuti tender atau menyuplai bibit untuk proyek pemerintah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995. Memudahkan waktu pengurus-an labelisasi bibit. tentang Sistem Budidaya Tanaman. Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) Dasar dari SKPPB adalah Undangundang Nomor 12 Tahun 1992.

.20. . Nama pemimpin perusahaan. Alamat pemimpin perusahaan. maka petugas melaksanakan pemberkasan untuk diajukan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan tingkat Propinsi UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. . SK akan turun sekitar 1 bulan kemudian. . . Nama perusahaan. . Alamat perusahaan. Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. Kalau sudah lengkap berkasnya. Gambar 3. SKPPB berisi data . Kepastian letak atau areal penangkaran.000. kemudian petugas BPSB melakukan pemeriksaan lapang pendahuluan tentang: . SKPPB ini berlaku selama 2 tahun dan sesudahnya harus memperpanjang atau membuat lagi SKPPB tersebut. Kebenaran varietas ponon induk sebagai sumber entres. . Biaya pengurusan SKPPB adalah Rp 50.. Gambar Contoh Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) . Jenis dan varietas tanaman yang dibibitkan.di luar ongkos transportasi bagi petugas. Untuk memperoleh SKPPB Penangkar benih mendaftar di kantor BPSB Kabupaten atau Kota. karena instansi ini yang berwenang mengeluarkan SKPPB. bersedia mentaati peraturan-peraturan yang berlaku. Setelah pemeriksaan selesai dan terbukti kebenarannya.yang tak memiliki SKPPB pun juga bisa mengajukan labelisasi bibit. Bentuk/status perusahaan. Dengan ketentuan bahwa setiap akhir tahun harus melapor kembali rencana pengadaan/ penyaluran benih.

Agar kulaitas benih dapat terjaga dengan baik selama di penyimpanan. Prosedur perlakuan fungisida pada benih adalah sebagai berikut.7. Sebelum benih generatif dijual ke pasar bebas atau petani. Siapkan Ridomil sebanyak 5 dari berat benih yang akan disimpan.3. . pengemasan. Perlakuan. baik berupa gangguan biologis maupun lingkungan. penyimpanan dan penyaluran benih. maka benih harus dilindungan dari gangguan luar. . Tambahkan air sedikit demi sedikit ke dalam tepung Ridomil kemudian campur sampai dengan rata sehingga membentuk pasta Ridomil. pada umumnya benih-benih tersebut harus dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. Teknik Pembenihan Tanaman 74 . Untuk melindungi benih dari serangan penyakit dapat dilakukan dengan cara pemberian perlakuan fungisida Ridomil 5 gram/kg benih genaratif.

. maka sebaiknya menggunakan metode first come first out. benih yang lebih dahulu masuk ke dalam gudang maka harus disalurkan paling duluan. Pendistribusian benih sebaiknya mengkuti kaidah dalam sertfikasi benih yaitu hanya dapat disimpan selama 6-8 bulan setelah selesainya masa pengujian benih. Benih yang tealh diberi perlakuan dikemas dan dipasang label sertifikasi benih. Benih genetif yang telah diberi perlakuan Ridomil dikeringanginkan kembali sehingga kadar air benih sebelum diperlakukan dengan setelah perlakuan relatif sama. Penyimpanan benih sebaiknya di ruang yang mempunyai kelembaban udara yang rendaj seperti di dalam gudang dengan fasilitas AC (Air conditioner) dan upayakan pada suhu yang rendah. Apabila metode distribusi seperti yang tersebut di atas tidak memungkinkan.. . . Benih yang disimpan hanya benih yang diorder konsumen dan akan segera dikirimkan atau didistribusikan.dikemas dapat disimpan selama 6-9 bulan. Upayakan agar kadar air berada [ada kisaran 8-12% tergantung jenis komoditinya. Benih-benih yang telah disertifikasi. Benih generatif yang akan disimpan harus diperhatikan kadar airnya. Sebaiknya penyaluran benih dilakukan sesegera mungkin dengan menggunakan metode just in time. sebaiknya benih vegetatif disimpan di dalam gudng dengan ventilasi yang cukup sehingga pertikaran udara dapat berjalan dengan baik.. Benih-benih yang disimpan dalam gudang akan didistribusikan apabila terdapat order pembelian. Campurkan benih dengan pasta dan aduk dengan hati-hati sehingga campuran merata. diperlakukan dan . Jika kedua persyaratan tadi tidak terpenuhi.

Teknik Pembenihan Tanaman 75 .

Memelihara pohon induk. Dasar-dasar pembenihan tanaman Kesehatan dan keselamatan kerja Investasi modal usaha. Kesekatan dan keselamatan kerja. SDM. lahan. 7. Menyiapkan lahan dan media untuk produksi benih vegetatif. Membiakkan tanaman dengan sambung. pemahaman K-3. alat dan masin. distribusi. Pohon induk: pohon induk yang spesifik dan terpisah dari kebun produksi pada umumnya . sertifikasi. Membiakkan tanaman dengan okulasi 11. Merawat benih tanaman 12. Pengelolaan alat dan mesin pembenihan tanaman. Medistribusikan benih tanaman. 6. Pohon induk dan kebun produksi: pohon induk bergabung dengan kebun produksi. bahan baku. Jarak tanam pohon induk relative lebih jarang dibandingkan dengan jarak tanam normal. Membiakkan tanaman dengan stek. Dasar-dasar pembenihan tanaman dan produksi benih tanaman.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 3. 9. teknik budidaya. pemasaran dan layanan purna jual. Membiakkan tanaman dengan susuan 10. 8. Menerapkan persyaratan kerja 5. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi ber ikut: 1. 3. 2. panen dan penanganan benih. 4. penggudangan. Pohon induk .

Pemelihartaa n berencana .mempunyai jarak tanam yang lebih sempit. Kerja nyata Batang bawah dan batang atas . Pemeliharaa n terbatas. Teknik penyiapan benih . Pengelolaan alat dan mesin pembenihan . . . Pengepakan batang atas. Norma kesehatan . Norma keselamatan . Pemeliharaa n perbaikan . Teknik pembenihan Teknik produksi benih vegetatif Pemilihan teknik pembenihan Teknik Pembenihan Tanaman 76 . Pembibitan . Pemilihan batang bawah. Pohon induk pada kebun induk spesifik akan lebih terpelihara kemurnisnnya.

Bibit dikirim dengan . Benih harus dilindungi dari gangguan biologis dan lingkungan. . . Tip membeli tanaman . . Teknik pembenihan dengan sambung . Teknik pembenihan dengan cangkok . Factor teknis yang harus dipertimbangkan. Surat keterangan pendaftaran pedagang benih .. Teknik pembenihan dengan susuan . Teknik pembenihan dengan stek . Teknik pembenihan dengan sambung . . Sertifikasi benih Perlakuan pengemasan Pengepakan . Teknik pembenihan dengan okulsi . Perlakuan pengemasan benih dapat dilakukan dengan pemberin perlindungsn fisik dan kimia. Pengepakan bibit. . Bibit dikirim dalam bentuk cabutan. Sertifikasi dan pelabelan benih.

2. Terangkan minimal 3 proses produksi benih secara vegetatif. berapa persen benih yang telah bersertifikat. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema trik memilih benih vegetatif yang siap tanam. SOAL: 1. Lakukan identifikasi benih di pasar pertanian. TUGAS: 1. Mengapa sebagai tanah pada perakaran bibit tanaman harus tetap dipertahankan pada saat pengepakan dan pengiriman. Teknik Pembenihan Tanaman 77 .akar yang terbungkus setengan media tanam. Bibit dikirim dengan akar yang terbungkus dengan setengan media tanam ditambah dengan gel. 2. Bagaimana metode untuk mendaftarkan benih varietas baru. . 3.

Sedangkan putik akan membentuk bakal biji (ovulum) yang m engandung telur. Hasil penyatuan tersebut dinamakan zigot. kemudian berlangsung pembuahan an . terbentuklah tabung serbuk sari. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4. yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. Karena embrio tersebut memiliki sifat-sifat kedua induknya.1 Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman Ciri terpenting dalam reproduksi seksual adalah pembuahan. yaitu penyatuan sel betina dan sel jantan (gamet). Zigot akan tumbuh menjadi embrio (janin) di dalam biji. yaitu benang sari ( stamen) dan putik (pistil). Bunga merupakan fase penting dalam proses pembentukan biji. Pada dasarnya bunga terdiri dari beberapa organ. maka kemampuan mewariskan sifat-sifat tersebut melalui biji dari generasi ke generasi. Zigot tersebut berisi kedua krosom dari individu jantan dan individu betina dan merupakan sel pertama dari individu baru. Benang sari menghasilkan serbuk sari yang masing-masing membentuk gamet j antan. Pada waktu pros es penyerbukan. namun hanya dua organ saja yang terlibat dalam pembentukan biji. Bila biji berkecambah akan menjadi tumbuhan dewasa.BAB 4.

1 . Sedangkan bagian ang paling menonjol adalah daun mahkota bunga (petalum) yang secara kolektif disbeut m ahkota (corolla). Struktur bunga sangat beragam. S ebelum mekar. Bunga terbentuk pada tangkai khusus yaitu tangkai bunga atau pe dicellus. yang biasanya berbentuk bo . Semua bunga m empunyai kerangka struktur yang s ama. walaupun demikian terdapat pola umum dari berbagai m acam tumbuhan. Calyx dan corolla bersama-sama membentuk hiasan bu nga atau perianth. biru dan sebagainya. kelopak daun ini membungkus bagian bunga yang lain. maka bagian pusat bunga terletak pada putik ( pistillum). Salah satu bagian bunga adalah kelopak bunga (calyx) dimana biasanya bagian ini menumpang pada daun kelopak berwarna hijau (sepalum). Struktur bunga yang lengkap ika diperhatikan gambar mofologi sebuah bunga. merah. kuning. Pada apeks yang membesar tersusun bagian-bagian bu nga.tara sperma dengan telur. Proses akhir dari pembuahan ini adalah terben tuknya biji. jingga. Petal dapat be rwarna putih. J ambar 4.

tol dengan dasar membengkak G 78 .

sedangkan puitik sederhana hanya tersusun dari satu kapel saja. karpel melebar ke tengah dan peleburan terjadi sepanjang tepinya. Biasanya bila terdapat be-berapa putik. Ada dua macam putik. Hal ini merupakan ciri khas pada berbagai kelompok tumbuhan dan digunakan sebagai faktor dalam kunci identifikasi . Putik manjemuk terdiri dari dua daun buah atau lebih. Kedua. maka akan melebur membentuk pistil majemuk dan hanya satu putik saja yang terbentuk dalam bunga. Di atas petal terdapat benang sari yang terdiri dari tangkai sari (filamentum) yang bentuknya ramping dengan kepala sari (enthra) yang berisi serbuk sari (pollen). Pada tanaman ercis dan kacang-kacangan ter-dapat sebaris bakal biji yang melekat pada tepi karpel yang melebur. Pertama. sehingga bakal biji terkumpul di pusat. Peleburan daun buah dapat terjadi dengan dua cara. Bagian ini dihubungkan ke kepala putik oleh tangkai putik (stylus). Di dalam bakal buanh terdapat bakal biji. Seluruh kumpulan benang sari dinamakan androecium.yang dinamakan dengan bakal buah (ovarium). Bakal biji terbentuk pada permukaan sebelah dalam dekat dengan tepi daun buah. Sedangkan pada bunga cempaka (Magnolia) terdapat beberapa putik sederhana. peleburan karpel dekat tepi atau sepanjang tepi hingga membentuk satu kantung besar yang di dalamnya berkembang bakal biji. Putik sendiri dibentuk oleh satuan danun buah (carpellum) yang secara kolektif dinamakan gynaecium). yaitu putik sederhana dan putik majemuk. Tempat melekat bakal biji atau biji dinamakan tembun atau plasenta.

satu atau dua lingkaran stamen. dan seterusnya petalum. 10 stamen. enam stamen. Pada beberapa tumbuhan stamen dan karpel yang jumlahnya banyak melekat pada receptacle secara terpilin dan bukan lingkaran. dan lima karpel. Pada kelas Angiospermae. lima petalum. Jumlah bagian pada setiap lingkaran bervariasi sesuai species. Pada kelompok dikotil. keragaman bunga ditunjukkan dengan adanya odifikasi bagianbagian bunga. dan tiga karpel. Kombinasi antar susunan dalam spiral dan besarnya jumlah stamen dan karpel dianggap sebagai suatu petunjuk tingkatan yang ebih primitif dalam perkembangan evolusioner dibandingkan dengan 79 . Selain itu modifikasi juga merupakan indikasi proses evolusi. Bagian-bagian bunga umumnya disusun dalam lingkaran. Jumlah lingkaran biasanya empat atau lima. Lingkaran luar menunjukkan sepalum. misalnya lima sepalum. sehingga digunakan sebagai alat untuk mengetahui kekerabatan berbagai tumbuhan. tetapi biasanya tetap. jumlah bagian tersebut empat atau lima atau kelipatannya. Walaupun umumnya bunga memiliki struktur yang sama. satu lingkaran karpel yang bersatu menjadil pistil majemuk. Pada tanaman tulip terdapat enam bagian perianth.dan klasifikasi. Beberapa modifikasi ini memungkinkan adanya keragaman dalam penyerbukan. pengelompokan monokotil dan dikotil dibedakan dari jumlah bagian bunga pada setiap lingkaran.

.

Tumbuhan yang bagian perianthnya menjadi amat kecil atau tidak menyolok. atau takik. Bunga tidak sempurna bilamana salah satu organnya tidak ada. mentimun dan lain-lain. dan dinding bakal buah melebur. sebaliknya disebut pistilat atau bunga betina jika hanya memiliki pistil tanpa stamen. beberapa Acer. 4. Jika salah satu tidak ada atau tidak berfungsi. gigi. kebanyakan begonia. yaitu sepal. Adanya peleburan bagian-bagian bunga menunjukkan adanya perkembangan evousioner. Biji dan Perkembangan Biji . maka bunga tersebut disnamakan bunga uniseksual. Quercus. Contohnya Gramineae. dan sepalnya hanya berbentuk sisik. Kedua macam bunga uniseksual dapat dijumpai pada tanaman yang sama. yaitu petal membentuk tabung. Bunga sempurna mempunyai empat organ bunga yang dapat dibedakan.susunan dalam lingkaran dengan bagian-bagiannya dalam jumlah kecil. maka dinamakan staminat atau bunga jantan. petal. Pada banyak tanaman. karpel menjadi pistil majemuk. Peleburan bagian-bagian bunga dapat terjadi dengan berbagai cara. yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga yang mempunyai keduanya dan berfungsi disebut biseksual. kalaupun ada bentuknya rudimenter dan hanya dapat dikenali dengan pemeriksaan cermat. seperti jagung. Reduksi dalam jumlah dapat pula didapati pada stamen dan pistil. waluh jepang. Pengelompokan bunga dapat berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga. Jika hanya ada stamen. misalnya petal telah hilang. dan Ulmus.2 Buah. stamen dan pistil.

Jika stigma tidak dibuahi dan pembuahan tidak terjadi. Macam buah yang tidak merekah umumnya berbiji tunggal dan berukuran kecil. sebagai contohnya adalah bunga matahari dan jagung dimana buannya sering dinamakan biji. Proses pembuahan akan mempengaruhi biji secara langsung. setidaknya pada beberapa bakal biji. Selain itu proses tersebut juga akan mempengaruhi perkembangan seluruh jaringan buah secara tidak langsung.Setelah pembuahan. oleh karena itu istilah angiospermae digunakan untuk menamai tanaman yang memiliki biji terttutup. maka bunga biasanya menjadi layu dan gugur tanpa perkembangan lebih lanjut. Auksin biasanya dihasilkan oleh jaringan buah yang sedang tumbuh dan rupanya bertanggungjawab baik terhadap pertumbuhan selanjutnya maupun terhadap kemampuan untuk bersaing dengan . Reaksi-reaksi ini tampaknya beruhungan dengan hormon tumbuh atau auksin yang merupakan senyawa yang terkandung dalam buah. Dinding bakal buah matang yang disebut perikarp menutupi biji tumbuhan bunga. maka bakal buah bersama bijinya berkembang menjadi buah. Buah kering tersebut kemudian merekah. dan ada yang tidak merekah pada waktu matang. Beberapa jenis buah menjadi kerig apabila sudah matang. jenis lainnya berdaging.

bagian-bagian lainnya dalam tubuh 80 .

Konsentrasi auksin bertemabah beberapa kali setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Sebaliknya buah pada tanaman yang sama akan bersaing dengan ketat dalam pengadaan makanan dari jarak beberapa puluh sentimeter. Macam-macam infloresensi pada suatu species. Maka dianggap bahwa kemampuan bersaing ini didasarkan atas pembentukan auksin oleh biji-biji yang sedang berkembang dan bagianbagian lain pada buah. . Butir-butir serbuk sari mengandung auksin. pertumbuhan tabung sari melalui tangkai kepala putik mungkin menghasilkan lebih banyak auksin dan pembuah itu merangsang sel untuk membelah diri dan menghasilkan auksin pada biji muda. sehingga buah tumbuh dengan aktif dan meningkat hingga maksimal. jagung dan beberapa jenis tanaman lain kurang bersaing untuk memperoleh makanan. Bunga dan buah yang amat muda pada tanaman apel. dan akan melanjutkan pertumbuhan jika bahan-bahan makanan tersedia bebas dan mudah diperoleh. Pertumbuhan berhenti pada bunga matang dan untuk memulain perkembangan baru diperlukan beberapa perangsang. Rang-sangan ini menjadi tersedia dengan adanya penyerbukan dan pembuahan. Auksin yang dihasilkan tersebut pada gilirannya akan merangsang pembelahan sel secara terus menerus.tumbuhan dalam memperoleh makanan. Bunga kadang-kadang mempunyai satu tangkai sumbu seperti pada tulip. Pada bunga kelompok ini pembungaan disebut dengan infloresensi.

Menurut suatu teori. Biji merupakan struktur myang kompleks yang terdiri dari embrio atau lembaga. bunga adalah sumbu yang termodifikais dan menyangga bagianbagian hiasan bunga. Pada kondisi ini keduanya dianggap homolog dengan daun dan merupakan transformasi daun selama evolusi. Suatu proses pembungaan merupakan hasil evolusi. stamen dan karpel. Dengan demikian karpel dan pistil sederhana ditafsirkan sebagai organ ber-bentuk daun yang berubah dan terdapat sepanjang tulang daun tengah. murbei nangka dan lain-lain. Contoh pembungaan infloresensi terjadi pada broikoli. Ruas-ruasnya tertekan pada sepal terbawah sehingga buku-buku sangat berdekatan. nenas. Beberapa teori telah dikemukakan untuk menerangkan asal usul bunga dari evolusinya.gunus atau famili berjalan secara konstan sehingga dapat dijadikan cara untuk mengidentifikasi tumbuhtumbuhan. Dalam biji tumbuhan 81 . Bagian ujung karpel berubah menjadi stigma dan siap menerima serbuk sari. Stamen dan karpel kadang-kadang mirip dengan daun. Beberapa bunga mempunyai ciri khusus karena adanya modifikasi organ-organ bunga. Apabila bung mempunyai sepal dan petal menyerupai daun. Pada angiospermae petal kemungkinan berasal dari perubahan stamen yang menjadi petal karena hilanya jaringan reproduktif dan membentuk seperti sepal. maka kemungkinan besar bunga tersebut akan steril. kulit biji dan persediaan makan cadangan.

makanan disimpan dalam lembaga atau pada jaringan di sekelilingnya. Cuping merupakan ruang tanpa dinding yang dibatasi oleh jaringan steril kepala sari. Sel induk mikrospora mengandung banyak sitoplasma dan nukleus besar. Beberapa jenis serbuk sari Bila suatu kepala sari yang muda diperhatikan dengan cermat maka akan tampak empat cuping yang terdiri dari mikrosporangium. Irisan melintang melalui anther kuncup bunga yang muda memperlihatkan adanya sekumpulan sel besar dalam setiap mikrosporangium atau sel induk mikrospora.3 . Sel tersebut meluas dalam masa perpanjangan kepala sari. Bagian bunga yang esensial adalah pistil dan stamen yang secara langsung terlibat dalam proses pembentukan biji Gambar 4. Ketika pertama kali dibentuk sel 82 . Dua mikrosporangioum terletak pada dua sisi jaringan penopang yang dilalui satu berkas pembuluh.

Perubahan mikrospora menjadi butir serbuk sari disebabkan oleh pembelahan inti mikrospora. Serbuk sari pertama hanya berisi tabung dan nukleus generatif yang bersamaan dengan kesiapan serbuk sari yang ditumpahkan. Setelah dinding sel terbentuk maka terjadi empat sel yang disebut dengan mikrospora. Anak inti berpisah dan bersama dengan sitoplasma membentuk dua sel yang berdekatan. Serbuk sari yang kedua berisi nukleus tabung dan dua nukleus jantan. Dinding mikrospora menjadi dinding serbuk sari dan berubah menjadi tebal dengan permukaan luar ditutupi duri atau ciri khas lainnya. Salah satu sel ini adalah sel tabung yang merupakan sel. Langkahlangkah ini mengarah kepada pembentukan gamet betina atau sel .induk mikrospora sangat padat tetapi kemudian harus memisahkan diri menjadi berbentuk bola Semasa pertumbuhan anther nukleus setiap induk mikrospora membelah diri kemudian nukleus anak akan membelah lagi. Dengan demikian ada dua macam serbuk sari dalam tumbuhan berbunga. Sedangkan sel lainnya yang berukuran lebih besar disebut sel generatif. Mikrospora akan berkembang menjadi butir serbuk sari. Pada beberapa species sel generatif terbelah membentuk sel gamet jantan sebelum seruk sari ditumpahkan. Kumpulan mikrospora disebut tetrad. atau terkadang dipisahkan oleh membran yang tipis. Peristiwa yang terjadi di dalam bakal biji bersamaan dengan pembentukan sperma. Peristiwa ini merupakan proses meiosis.

Pada tumbuhan biji tertutup pada umumnya nucelus dianggap sebagai dinding megasporangium. Pada tumbuhan berbiji yang tumbuhan tingkat rendah yang mempunyai dua jenis spora akan menyimpan sel induk megaspora di dalam megasporangium. Hanya satu diantara empat megaspora dan biasanya megaspora yang paling jauh dari mikrofil akan paling dekat dengan suplai makanan. Perkembang-biakan ini terdiri dari suatu lapisan yang tebalnya sampai beberapa sel dan dinamakan nucelus. Makanan dan minuman diserap melalui tangkai bakal biji dan kantungnya membesar bersamaan dengan nucelus dan integumen. Bakan biji dapat lurus tetapi pada kebanyakan tumbuhan bunga bakal biji itu menjadi terbalik degan lubang mikrofilnya mengarah ke bagian plasenta dan tangkainya melebur ke integumen. Sel induk megaspora akan membelah dua dan membentuk emepat megaspora. Selama perkembangan kantung embrio. 83 .telur. Bakal biji adalah bentuk permulaan dari biji di daerah plasenta pada dinding bakal buah. Penebalan khusus ini menutupi satu sel induk magaspora. kemudian akan tumbuh dan mengelilingi mikrofil. Kantung embrio adalah satu megaspora yag besar dan hidup secara terus menerus. Proses ini hanya terdapat pada tumbuhan angiospermae. Sebagai akibat pertumbuhan nucelus dan basal akan segera diangkap pada integumen. inti megaspora terbagi menjadi tiga proses mitosis sehingga menjadi delapan inti yang secara genetis identik.

Gamet-gamet yang terdiri dari satu inti besar yang dikelilingi oleh selaput sitoplasma bergerak ke arah tabung serbuk sari. Satu nukeus. Sedangkan dua sel yang berdekatan akan mengelilingi sel telur dan disebut sebagai sinergit. Sedangkan empat lainnya di ujung yang berlawanan. Ujung tabung itu melewati nucelus dan masuk ke dalam kantung embrio kemdian ujung tabung membelah (pecah) mengeluarkan sperma. Inti tabung akan menurunkan suhu pada saat sebelum perkecambahan butir sebruk sari maupun pada pertumbuhan awal tabung serbuk sari. Nukleus tabung akan bergerak lebih dahulu dibandingkan dengan sperma kemudian nukleus mengarahkan tabung serbuk sari selama perkembangannya dan secara terus menerus mengikuti gamet. Pembuahan Pembuahan adalah bagian dari proses reproduksi secara seksual karena adanya perpaduan antara sperma dan sel telur.Empat diantara kedelapan inti tersebut berada di ujung mikrofil kantung embrio. sehingga selama proses ini akan menyebabkan inti tertinggal. inti kutub akan berpindah dari kelomppok megaspora ke arah tengah kemudian dikelilingi membran tipis. Butir serbuk sari berkecambah pada kepala putik atau stigma dan tabung serbuk sari tumbuh ke bawah melalui tangkai putik (stylus) ke bagal biji. Jika sel generatif belum terbagi untuk membentuk dua gamet jantan maka sel itu akan membelah diri sesudah berpindah ke dalam tabung serbuk sari. a. oleh sebab itu diduga bahwa inti tabung serbuk sari adalah struktur sisa yang tidak berperan dalam pertumbuhan tabung . Ketiga sel di ujung mikrofil adalah sel telur.

Struktur anatomi organ pembuahan tumbuhan. Struktur anatomi bakal buah. (b). (a).4. Struktur anatomi benang sari . Gambar 4.serbuk sari. 84 .

Gamet-gamet jantan pada sebagian besar organisme berkemampuan untuk bergerak aktif dengan pertolongan struktur khusus yang berbentuk seperti cemeti. Pada waktu yang sma perpaduan yang sama terjadi.5. Fase diploid: Perkecambahan dan perkembangan benih. Kedua nukleus kutub dapat bergabung terlebih dahulu dan kemudian berkumpul dengan nukleus sperma 85 .Gambar 4. penyerbukan dan pembuahan. Fase haploid: Pembentukan sel telur. Di dalam kantung embrio satu dari kedua nukleus sperma berpadu dengan n nukleus sel telur sehigga terjadi pembuahan dan membentuk sel pertana tanaman baru. Proses perkembangan organ reprodukstif dan fertilisasi. A. tetapi hal ini masih diragukan. meliputi kedua nukleus kutub dan nukleus sperma kedua. B. Mekanisme gerakan adalah ke bagian bawah dari tabung serbuk sari. tidak terdapat struktur khusus sehingga tidak dapat bergerak dengan bebas. Pada gamet jantan angio-spermae.

Perkembangan embrio 86 . Setidaktidaknya butir serbuk sari harus berkecambah pada stigma setiap bakal biji dan akan berkembang menjadi biji. Nukleus yang berasal dari peleburan ketiganya dinamakan nukleus endosperma primer atau nukleus peleburan ganda tiga.7. Pembuahan ganda harus terjadi di dalam setiap bakal biji dan diikuti oleh pembentukan biji. b. Proses pembuahan di dalam kantung embrio. Atau kadang-kadang berjalan berhari-hari sampai dengan berbulan-bulan Gambar 4. Gambar 4. Peleburan nukleus telur dengan sperma bersama-sama dengan perpaduan antara nukleus sperma kedua dengan nukleus kutub disebut pembuahan ganda.yang kedua. Pembuahan ganda hampir umum ditemukan oleh ahli botani. atau ketiga nukleus itu dapat berhimpun secara simultan. Sebagai contoh pada buah semangka yang mempunyai banyak biji berarti ratusan butir sebuk sari sangat diperlukan untuk menyerbuk satu bunga.6. Waktu antar perkecambahan Waktu antara perkecambahan serbuk sari dan pembuahannya berjalan dengan singkat.

perkecambahan serbuk sari sekitar 24 jam.mbaga .Pada tanaman jelasi perkecambahan serbuk sari kurang dari satu jam. Plumula yang merupakan aspek pucuk embrionik pada beberapa tanaman sepertikubis planula hanya terdiri dari sekelompok kecil jaringan meristimatik. Tingkatan dalam perkembangan embrio merupakan ciri khas bagi banyak petumbuhan tanaman dikotil. Pada ujung poros di atas buku kotiledon terdapat plumula. Pada waktu pembuahan atau pada saat sesudahnya nukleus menjadi tidak teratur tetapi setelah pembuahan selesai sel sinergit dan antipodal akan luluh. Sel telur yang dibuah tumbuh menjadi embrio. Sel teratas dari semuanya dan paling jauh dari mikrofil akan membelah diri karena adanya pembentukann dinding melintang dan membujur untuk membentuk sekelompok delapan sel menjadui dua baris yang terdiri dari empa sel. pada tanaman jagung. Sel-sel yang tersisa di bawahnya akan membentuk suspensor. Sedangkan pada tanaman lain seperti buncis mempunyai pucuk le. Pada tanaman tertentu tabung serbuk sari berkecambah setelah tujuh bulan. Kelompok sel ini menyusun sebahagian besar embrionya. Embrio yang sudah matang terdiri dari suatu poros yang menyangga dua kotiledon dan atau daun biji. Zigot akan membelah diri beberapa kali dan menghasilkan sekumpulan sel. pro embrio yang menunjang jalan masuk ke dalam kantung embrio. Pada tanaman tomat dekitar 50 jam dan pada tanaman kubis lebih kurang lima hari. Perkembangan suspensor akan mendorong embrio yang tumbuh ke bagian dalam endosperma yang berfungsi sebgai penyedia makanan yang berlimpah.

Kotiledom terdiri dari dua bagian pokok. Daerah antara radicula dan kotiledon adalah batang embrionik atau hipokotil. Pertama perisai atau skutelum. Setelah pembuahan nukleus endosperma primer segera mulai membelah diri dan menghasilkan jaringan multiseluler atau endosperma. Umumnya perkembangan embrio tumbuhan yang monokotil banyak persamaannya dengan pola perkembangan tanaman seperti kubis. Ujung meruncing dari embrio dibagian pangkal dinamakan sebagai akar lembaga (radicula). Pada perkecambahan. Sel telur yang dibuahi berkembang menjadi embrio tetapi pertumbuhannya berlangsung lambat dibandingkan dengan pertumbuhan endosperma karena setelah pembuahan zigot memasuki masa 87 . sebagai organ penyerap makanan dan kedua adalah koleoptil serta tudung pelindung di bagian atas plumula.atau plumula yang tersusun dari suatu meristem apikal mbersama-sama dengan beberapa daun embrionik. plumula membentuk bagian pucuk di atas kotiledon. Meskipun demikian pada monokotiledon yang sudah maju (contohnya rumput-rumputan) mempunyai kotiledon yang telah mengalami perubahan evolusioner. kemudian terus berkembang menjadi akar primer apabila biji tersebut berkecambah.

kubis. labu siam dan polong-polongan seperti kacang merah. Kulit biji biasanya tipis seperti pada kacang merah dan . padi-padian dan kelapa. jagung. pembentukan endosperma akan membebaskan banyak nukleus. Biji dikelilingi oleh kulit biji yang telah berkembang dari integumen bakal biji. Makanan yang tersimpan di dalam endosperma digun akan oleh embrio pada waktu biji berkecambah. Beberapa saat kemudian embrio akan menjadi kian besar dan sel-selnya terisi dengan bahan makanan cadangan. Contoh biji yang kekurangan endosperma adalah lobak. Dalam berbagai species pada tingkat dini. Endosperma berkembang berkat suplai makanan oleh tumbuhan induk. Pada beberapa biji. Endosperma berkembang lebih cepat dibandinmgkan dengan embrio dan biji muda. Dinding inti akan berkembang mengeilingi inti. embrio tetap berukuran kecil dan dikelilingi oleh endosperma. Kemudian memberi makanan kepada embrio. Sebahagian besar dari makanan yang tertimbun di dalam daun lebaga (kotiledon) yang menjadi sangat besar.istirahat. kaya akan makanan yang tertimbun dalam bentuk minyak atau pati atau protein. Pada sepcies yang lain pembelahan nuklir segera harus diikuti oleh pembentukan dinding sel. Biji dengan embrio yang terbenam di dalam endosperma merupakan salah satu contoh dari biji jarak. bunga matahari. Pada biji yang lain sebagian besar embrio melanjutkan perkembangannya sampai dengan semua endosperma diserap. Endosperma tetap hidup membesar dan menjadi jaringan istimewa biji.

kacang tanah yang berwarna coklat dan tipis seperti kertas mengelilingi embrio. Epidermis kujlit biji pada tanaman tertentu menghasilkan serat kapas seperti yang terjadi pada tanaman kapas. Proses perkecambahan benih dari biji dikotil. Sewaktu biji itu matang dan secara bertahap embrio memasuki masa dorman sampai biji perkecambah. 88 . Pada beberapa biji mikrofil tetap nampak sebagai lubang kecil yang dihubungkan dengan parutan yang disebut hilum yang menandakan letak tangkai yang melekatkan biji dengan plasenta. Gambar 4.8. Hal ini terjadi pada kenari dan kemiri. Kulit tersebut dapat menebal dan ekras seperti batu.

Pergiliran Generasi Pergiliran generasi merupakan kejadian dalam dua fase. Yang lain menghasilkan gamet dan disebut generasi gametofit. dalam daur hidup organisme yang berkembang biak secara seksual. Jadi dalam setiap gamet akan terdapat dua kali jumlah kromosom.8b. Kata generasi dipakai dalam hal ini untuk membedakan dari yang biasa dipakai. Inti sel telur yang dibuahi mengalami proses mitosis sehingga setiap anak sel berisi setengah jumlah kromosom yang berasal dari sperma dan stengah jumlah kromosom yang berasal dari sel telur. padi atau dari kulit biji dengan embrio saja. endoperma dan embrio. Salah satu dari generasi ini menghasilkan spora dan disebut dengan sporofit. Pergiliran generasi ini bersesuaian dengan pergantian jumlah kromosom dalam kedua fase daur hidup tumbuhan. atau generasi. yang mengacu kepada selang waktu di antara kelahiran tetuanya dan kelahiran keturunannya. Gambar 4. Perkecmbahan pada tanaman monokotil (barley) c. Semua sel dari tumbuhan berasal dari pembelahan ulang sel telur yang dibuahi yang mengandung jumlah kromosom ganda (2n).Biji angiospermae merupakan suatu struktur yang kompleks dan jaringannya bermacam-macam. Biji angisperma tersusun dari kulit biji. gandum. Satu gamet dinyatakan sebagai . Bila dua gamet berpadu membentuk zigot maka stiap gamet akan memberikan sum-bangan seperangkat kromosom kepada sel telur yang dibuahi. Hal ini terjadi pada tanaman jagung.

Maka penggandaan jumlah kromosom dari sel telur yang dibuahi selalu disertai dengan reduksi dari jumlah kromosom pada tahap siklus hidupnya. Pergiliran generasi tidak hanya dijumpai pada tumbuhan 89 . mikrospora dan megaspora memiliki kromosom sebanyak n. yaitu 2n. yaitu pembelahan secara kolektif. Oleh sebab itu sel telur yang dibuahi dan sel-sel pada tumbuhan akan mengandung 4n kromosom. Semua struktur yang terjadi secara langsung pada mikrospora dan megaspora juga memiliki jumlah kromosom n. Generasi sporofit memiliki kromosom 2n.n. Sel induk spora memiliki kromosom 2n. Pada tumbuhan berbunga terjadi pengurangan jumlah kromosom. Batas antara kedua generasi. sporofit dan gametofit. Proses ini disebut meiosis. Generasi berikutnya akan terdiri dari 8n kromosom. gametofitnya n kromosom. Sebagai akibat dari meiosis adalah terbentuknya tetrad spora dengan setengah dari jumlah kromosom. Gamet mengandung jumlah kromosom yang sama dengan sel tubuh. ditentukan dengan terjadinya peristiwa meiosis dan pembuahan.

burung. Penyerbukan sendiri adalah proses penyerbukan kepala putik oleh serbuk sari yang berasal dari bunga itu sendiri atau dari bunga lain pada tumbuhan yang sama. Penyerbukan silang menghasilkan kombinasi satuan keturunan yang lebih beragam dari . pada tumbuhan berumah dua. kedelai dan lain-lain. dan binatang kecil lain.berbunga. sel tubuh 2n mengandung kromosom yang telibat dalam penentuan alat reproduksi seksual. Penyerbukan ada dua macam. Penyerbukan silang lebih umum terjadi dibanding dengan penyerbukan sendiri. Penyerbukan berbeda dengan pembuahan. keong. Penyerbukan dapat dibantu oleh angin dan serangga. tetapi umum dijumpai pada seluruh dunia tumbuhan. Penyerbukan (polinasi) Pembuahan sel telur dan perkembangannya hanya akan terjadi jika butir serbuk sari sampai kepada stigma. Contoh tanaman yang menyerbuk sendiri adalah gandum.3. padi. penyerbukan adalah peleburan gamet jantan dan gamet betina. jelai. yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang. 4. Penyerbukan ialah pindahnya serbuk sari dari kepalam sari kepada stigma. Generasi sporofit yang menghasilkan spora maupun gametofit yang menghasilkan gamet yang dicirikan dengan adanya pembuahan dan meiosis. Penyerbukan silang ialah proses perpindahan serbuk sari dari anther bunga tumbuhan ke stigma bunga tumbuhan lain yang sama atau species yang berkerabat.

keduanya. Pengaruh langsung dari penyerbukan silang adalah banyaknya species dari produksi biji yang dihasilkan dan bersifat lebih kuat dari turunannya. Pergantian generasi tanaman 90 . Gambar 4.9.

Serbuk sari yang dihasilkan sangat berat sehingga cepat lengket dan sukar diterbangkan oleh angin. Adaptasi bunga yang menguntungkan penyerbukan silang Pada tumbuhan yang memiliki bunga sempurna mempunyai stamen dan pistil yang matang pada waktu yang berbeda. Bunga seperti ini mengandung tempat air madu atau nektar.a. Serbuk sari melekat pada bagian mulut. Penyerbukan oleh serangga merupakan cara yang terpenting untuk proses perkebang-biakan. Banyak sekali percobaan-percobaan untuk mengetahui ketertarikan serangga terhadap bunga yang berwarna dan berbau wangi. kepala. Hal ini menguntungkan penyerbukan silang (dikogam). Penyerbukan oleh serangga Sebahagian besar tumbuhan berbung diserbuki oleh insekta seperti lebah. sebagian serbuk sari akan menyentuh stigma dan mengakibatkan penyerbukan silang. Bunga yang diserbuki oleh serangga biasanya berwarna cerah dan atau berbau harum. Lebah dan serangga akan mendatangi bunga dan mengumpulkan serbuk sari atau nektar sebagai bahan makanan buat mereka atau keturunannya. Pada kasus tertentu penyerbukan dapat dilakukan oleh burung dan mamalia. Jika lebih mendatangi bunga yang lain. Penyerbukan terjadi secara kebetulan pada waktu serangga tersebut mendatangi bunga. kumbang dan lain-lain. kaki dan rambut pada tubuh lebah sesudah lebeah tersebut mendatangi bunga. tawon. Dikogami terhjadi melalui . kupu-kupu. b.

Bunga dengan pistil dan stamen yang matang pada waktu yang berbeda sangat umum dijumpai pada dunia tumbuhan. Penyerbukan sendiri tidak terhalangi oleh heterostyli karena pada saat serangga mencabut mulutnya dari korola bunga maka dia akan memindahkan serbuk sari dari anther ke stigma dari bunga yang sama. Penyerbukan sendiri lebih mudah terjadi pada siklus pendek akan tetapu proses penyerbukan sendiri dalam pembentukan biji sangat bervariasi. Sebagai contoh adalah Saponaria. Pada beberapa bunga terdapat hubungan antara tabung korola dan ukuran panjangnya. Nektar yang terletak pada pangkal tabung korola akan menempel pada anggota badan kupu-kupu atau ngengat yang memiliki bagian mulut berbentuk panjang sehingga dapat mencapai nektar. Datura memiliki tabung korola sepanjang 8cm sehingga sulit untuk diserbuk oleh serangga. Pada tumbuhan lain kadang-kadang tidak terjadi 91 . Ketidak serasian Pada banyak tumbuhan dengan bunga sempurna pembuahan dan pembentukan buah serta biji terjadi setelah penyerbukan sendiri (keserasian sendiri). Yang pertama adalah anther akan matang sebelum stigma pada kasus lain stigma lebih dulu matang daripada anther.dua cara. c. berbagai jenis tembakau.

Serbuk sari yang melekat harus diwarnai dan dapat dipelajari di bawah mikroskop dan kemudian diidentifikasi melalui ciri-ciri permukaan butir sari tersebut. Teknik Produksi Benih Tanaman Untuk menghasilkan benih bermutu (bersertifikat) minimum melibatkan dua aspek penting.pembuahan walaupun stigma sudah diserbuk oleh serbuk sari dari bunga yang sama (ketidak serasian fisiologis atau ketidak-serasisan sendiri). Cuercus dan lain-lain. Musim penyerbukan Di daerah empat musim terdapat tiga kali waktu penyerbukan. e. basik dalam kuantitas (jumlah) maupun kualitas (terutama mutu fisik dan mutu . Pada banyak tumbuhan erkayu bunga jantan dan terkadang betina berkelompok dalam untaian. Penyerbukan angin Penyerbukan dengan angin merupakan proses yang paling mudah. Banyaknya seruk sari di udara dapat dihitung dengan cara meletakkan di udara slide mikroskop yang ditutupi oleh agar tipis atau vaselin.4. seperti Conifer. penyerbukann angin dijumpai pada tumbuhan kayu dan herbal. yakni prinsip genetik dan prinsip agronomik. yaitu awal musim semi. Dalam banyak hal ketidak serasian disebabkan oleh rendahnya laju pertumbuhan tabung serbuk sari. d. Bunga tumbuhan diserbuk oleh angin kecil dan kurang menarik. serta akhir musim panas dan musim gugur. Prinsip genetik adalah pengendalian mutu benih internal yang dilaksanakan produsen benih agar kemunduran genetik tidak terjadi dan benih yang dihasilkan memiliki mutu genetik (kemurnian) yang tinggi. 4. Adapun prinsip agronomik adalah tindakan budi daya produksi agar benih yasng dihasilkan dapat maksimum. akhir musim semi dan awal musim panas.

Lahan subur dan tersedia air: Air dapat disediakan secara teknis melalui irigasi atau secara alami 92 . Untuk menghasilkan benih ber-sertifikat. Dua persyaratan lahan yang utama bila akan memproduksi benih bersertifikat yaitu sebagai berikut: (a). perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini. Pada dasarnya. Benih bersertifikat merupakan benih dari suatu varietas yang telah diketahui (telah dilepas) dan diproduksi dengan sistem pengawasan serta standar sertifikasi benih. baik standar lapangan maupun laboratorium yang ketat dalam mempertahankan kemurnian varietas tersebut. a. tanaman harus diusahakan secara intensif pada lahan yang memenuhi persyaratan dan dikelola sesuai dengan keadaan agroklimat setempat.fisiologis benih). Persyaratan lahan produksi benih Untuk menghasilkan benih bermutu. usaha produksi atau penangkaran benih bertujuan untuk menghasilkan benih sebanyakbanyaknya dengan mutu yang memenuhi syarat sertifikasi benih.

sejarah lahan. (b). dan memiliki daya tumbuh yang tinggi. Benih penjenis (BS) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BS4). Pengawasan dan jaminan mutu dilakukan oleh pemulia tanaman (breader) yang bersangkutan. b. Selain dari dalam lahan. (b). Secara umum. Benih dasar (BD) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan . Cara menghindarinya dengan melakukan isolasi waktu atau isolasi jarak. Untuk itu perlu diperhatikan ketentuan pelaksanaan sertifikasi sebagai berikut: (a). Benih sumber yang digunakan dalam produksi benih harus berasal dari kelas yang lebih tinggi seperti dalam sistem alur perbanyakan mono generation flow atau poly generation flow. Untuk menghindari percampuran varietas. perlu diperhatikan.sebagai lahan tadah hujan. Perlu diperhatikan pula bahwa memproduksi benih umumnya dilakukan di luar musim tanam (off-season) karena untuk memenuhi kebutuhan benih pada musim berikutnya. percampuran pun dapat terjadi dari pertanaman sejenis yang berbeda varietas yang ada di sekitar lahan produksi. yakni catatan urutan jenis dan varietas tanaman yang pernah ditanam. sehat (bebas dari hama maupun penyakit). bersih (bebas dari kotoran maupun campuran varietas lain). Air sangat dibutuhkan terutama pada saat tanaman memasuki masa pengisian biji (grain filling). Lahan bersih dan bebas dari varietas lain. dalam satu lokasi lahan produksi benih tidak dapat ditanami dua varietas berbeda dari jenis tanaman yang sama secara berturut karena akan menimbulkan penyerbukan silang. Adanya tanaman voluntir juga merupakan kontaminan. Syarat mutu bagi benih bersertifikat antara lain murni (sesuai dengan sifat-sifat induknya). Benih Sumber Benih sumber atau benih yang akan digunakan untuk memproduksi benih haruslah bermutu tinggi dan jelas asal-usulnya.

produksi benihpun perlu memperhatikan aspek sumber benih.BD4). Untuk kesuksesan produksi benih dalam hal kemurnian benih. (c). 93 . (d). Hal ini penting karena dalam skema sistem perbenihan di Indonesia. Isolasi uang umum digunakan adalah isolasi waktu dan jarak. Isolasi diterapkan apabila pada satu areal pertanaman terdapat kemungkinan terjadinya penyerbukan silang. Benih pokok (BP) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BP4). Jika kemungkinan penyerbukan silang tidak terjadi maka isolasi tidak perlu dilakukan. baik dari dalam maupun sekitar lahan produksi. Benih sebar (BR) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BR4) Selain aspek benih sumber. telah ditentukan lembaga-lembaga yang berkompeten untuk memproduksi setiap jenjang kelas benih bersertifikat. yakni lembaga atau institusi yang menghasilkan benih sumber. pada umumnya proses produksi terisolasi. Isolasi waktu ataupun isolasi jarak merupakan tindakan perlindungan terhadap pertanaman benih dari penyerbukan silang oleh varietas lain.

isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan yang dibantu oleh angin (misalnya jagung) lebih jauh dibanding tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh serangga. dapat terjadi penanaman di luar musim tanam. Dalam melakukan isolasi waktu. dilakukan roguing (pencabutan tanaman voluntir). Demikian pula. Oleh karenanya. lama isolasi waktu untuk tanaman pangan sekitar 1 bulan. Lasmanya ditentukan oleh masa pembungaan varietas yang bersangkutan. isolasi jarak 3 m). Dalam pelaksanaannya. misalnya irigasi yang baik. isolasi yang sering dilakukan yaitu menanam tanaman barier sehingga dapat menghemat waktu (tidak perlu isolasi waktu) dan dapat memanfaatkan ruang antara pertanaman. isolasi sering sulit dilaksanakan karena sulit mencari lahan produksi benih yang betul-betul ideal dan mengatur keserempakan pola dan waktu tanam petani. waktu tanam produksi benih dibuat berbeda dengan waktu tanam produksi benih dan atau non benih suatu varietas lain dari jenis tanaman yang sama. Adapun upaya untuk menghindari percampuran varietas dari dalam lahan produksi. Isolasi jarak memberi jarak antara satu hamparan pertanaman dan hamparan pertanaman lain dari varietas yang berbeda sehingga tidak dimungkinkan terjadi penyerbukan silang. Secara umum. isolasi jarak 200 m) askan lebih jauh dibandingkan tanaman dengan penyerbukan sendiri (misalnya padi. . di suatu lahan produksi yang berdekatan agar masa berbunga antara kedua varietas tidak dalam waktu yang bersamaan.Dalam isolasi waktu. Jarak isolasi tersebut ditentukan oleh tipe (jenis) dan cara penyerbukan dari tanaman yang bersangkutan. pertanaman dari tanaman jenis lain atau tanaman sejenis yang dijadikan tanaman penghalang (barier) dan tidak ikut dipanen sebagai benih. Isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan silang (misalnya jagung. Isolasi jarak dapat berupa lahan kosong. Jika ini terjadi maka harus ditunjang dengan sarana atau prasarana yang mampu menekan risiko kegagalan.

Produksi benih biasanya diawali dengan perkecambahan benih. pembibitan. yakni pada prinsip genetisnya. penanaman. pemeliharaan.c. 94 . pengujian benih. Adapun teknik budi daya mulai dari pengolahan tanah hingga panen antara teknik budi daya produksi benih dan non benih secara relatif sama. Teknik budi daya ini secara internal dilaksanakan oleh penangkar benih dalam bentuk roguing dan secara eksternal dilaksanakan oleh BPSB dalam bentuk pengawasan di lapang. dimana aspek kemurnian genetik menentukan kelulusan dalam sertifikasi. pengeringan. pengolahan benih. pesemaian. panen dan pascapanen. sertifikasi dan pengepakan benih. Dasar-dasar budidaya untuk produksi benih Teknik produksi benih sedikit berbeda dengan teknik produksi nonbenih.

pengujian benih. meningkatkan aktivitas organisme tanah. hendaknya cukup tersedia waktu antara saat pengolahan tanah dan waktu tanam sehingga benih gulma dan tanaman dari pertanaman sebelumnya tumbuh dan dapat dicabut. pengolahan benih.1) Pengolahan tanah. mencampur media dan mengisi media ke dalam polybag. pembibitan. Untuk memproduksi benih-benih kecil (10 gram benih = 1. Pada umumnya komposisi media yang diharapkan adalah mempunyai kandungan hara makro dan mikrto. Untuk itu. . mangandung bahan organik. menentukan komposisi media tanam. penanaman. pemeliharaan. sertifikasi dan pengepakan benih. pengolahan tanah dapat juga bermanfaat dalam mengendalikan gulma dan membebaskan lahan dari sisa-sisa tanaman atau benih tanaman yang ada. Media tanah dan kompos yang tealh sisiapkan harus dicampur dengan merata agar kondisi media tanam seragam baik secara fisik. Proses penyiapan polybag untuk pembibitan dimulai dengan menentukan komposisi media pembibitan.000 benih. serta menciptakan aerasi yang baik. biasanya diawali dengan perkecambahan benih. memperbaiki struktur tanah. pesemaian. Pengolahan tanah pada dasarnya bertujuan untuk menggemburkan. aerasi baik dan dapat menyimpan air dengan afisien. Selain itu. Untuk media pembibitan para petani penangkar benih biasanya menyiapka komposisi media tanah: kompos (1: 1) dan biasanya telah memenuhi standar kebutuhan unsur hara yang dipersyaratkan. panen dan pascapanen. pengeringan.

Pencampuran secara manual dapat dilakuan dengan bantuan alat sekop dan cangkul. Dengan alat ini petani tinggal memasukkan tanah setengah dari volume mixer dan kompos setengah dari volume mixer. Tutup kap penutup sampai rata. Sara encampu media tanam dapat dilakukan secara manual dan mekanik.kimia dan biologis. Media yang sudah siap untuk digunakan diangkut dengan gerobak (jika lokasi antar lokasi media dan tempat pembibitan berdekatan). maka disarankan untuk mengangkut media dengan kendaraan roda empat. Para petani pengangkar biasanya melakukan pencampuran sebagai berikut: karung tanah dicampur satu karung kompos lalu diaduk sampai rata. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pekerja dalam mengisi polybag. 95 . kegiatan ini dilakukan berulangulang sampai volume media tanam diperkirakan mencukup untuk mengisi polybag. Sambungkan kabel mixer ke arus listrik dan media tanam akan tecampur dengan sempurna dan ada kemungkinan lebih homogen dari pada pencampuran dengan cara manual. Pencampuran media tanam dapat dilakukan dengan mesin pengaduk media atau mixer. Apabila penyiapan media berjauhan dengan tempat pembibitan.

kebutuhan benih setiap hektar dapat ditentukan. (3). kemudian masing=masing polybah dirapikan dan disiram dengan air. Ukuran atau bobot benih per 1. dan pelaksanaan roguing. Posisi wadah dengan polybag pembibitan pada saat mengisi polybag 2) Penanaman Penanaman dilakukan secara beraturan untuk memudahkan pemeliharaan (pemupukan. Daya tumbuh (kecambah) benih. Setelah polybag berdiri pada tempatnya. tingkat kesuburan lahan. (2). Ukuran atau bobot .Media tanam akan diisikan ke polybag. Para petani biasanya menyiapkan kotak kayu untuk memberdirikan polybag atau kaleng atau botol plastik. pembersihan tanaman (pengendalian gulma). Polybah dibuka mulutnya dan diletakkan pada peralatan yang disebutkan. pengendalian hama dan penyakit).000 butir. Kebutuhan benih dipengaruhi oleh: (1). Jatak tanam antar tanaman pada umunya dapat ditentukan berdasarkan kanopi dari varietas tanaman yang dibudidayakan. maka media pembibitan disiramkan ke atas polybag terbuka sampai penuh. serta ketersediaan air dan sinar matahari. Setelah jarak tanam ditentukan. Jarak tanam yang rapat dilakukan jika kesuburan tanah mendukung dan kompetisi antar tanaman tidak sampai pada taraf yang merugikan. Jarak tanam yang digunakan dapat disesuaikan dengan jenis atau varietas tanamannya. Jarak tanam atau populasi tanaman per hektar. Jarak tanam rapat dilakukan untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia dalam rangka mendapatkan hasil (produksi) yang maksimal.

Perkiraan kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan rumus : 96 . Kekurangan penyediaan benih akan menyebabkan ketidakseragaman penanaman sedangkan kelebihan penyediaan benih merupakan pemborosan. cabai. bunga krisan dan lain-lain. wortel. Keterangan tentang daya tumbuh (daya kecambah) tertera pada label kemasan. Penghitungan kebutuhan benih sangat penting dilakukan agar penangkar dapat menyediakan benih secara tepat jumlah sehingga tidak ada kelebihan pembelian benih dan input produski benih menjadi efektif dan efisien. Ketiga keterangan di atas selalu terdapat pada label benih-benih tanaman yang bersertifikat. sawi.benih per 1000 gram. Keterangan ini terdapat pada kemasan apabila benih varietas tanaman mempunyai perfomansi biji berukur kecil seperti benih kubis. biasanya tertera pada kemasan (label) benih. tomat.

Adapun pupuk fosfor (P) dan kalium (K) dibutuhkan tanaman pada fase reproduktif. Selain untuk pertumbuhan tanaman. b) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membebaskan lahan dari gulma dan tanaman lainnya. pengendalian hama dan penyakit. Protein benih padi dapat ditingkatkan dengan pemupukan N dan bobot benih padi dapat ditingkatkan dengan pemu-pukan kalsium (Ca). serta pengairan dan pengelolaan air.B = 10. Dosis pupuk hendaknya disesuaikan dengan ting-kat kesuburan tanah.000 butir benih (gram) t = Jumlah tanaman per rumpun 3) Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan tanaman dalam budi daya meliputi pemupukan.000 X 100/p x100/q X 100/r X s/1000 X t X 1 g Keterangan : B = Benih yang diperlukan per hektar (gram) p = Jarak antar barisan (cm) q = Jarak rumpun tanaman dalam barisan (cm) r = Daya kecambah benih (%) s = Bobot 1. terutama masa pembungaan dan pengisian benih (grain filling). kebutuhan tanaman akan hara (terutama nitrogen) sangat besar. Teknik pemeliharaan tanaman hendaknya disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman sehingga tindakan yang diberikan tepat dan efisien. a) Pemupukan Pemupukan dilakukan untuk memperbaiki ketersediaan hara dalam tanah. Gulma dan tanaman lain dapat berfungsi sebagai kompetitor dalam mendapatkan air. penyiangan (pengendalian gulma). . Pada awal pertumbuhan vegetatif. pupuk pun berpengaruh terhadap produksi dan mutu benih.

hara. dan kimiawi (bahan kimia). biasanya juga dilakukan pembumbunan (pendangiran) untuk memperbaiki aerasi di daerah sekitar perakaran tanaman. mekanis (menggunakan alat). Pada saat penyiangan. 97 . serta tidak mencemari lingkungan (terutama air). Selain itu. gulma atau tanaman lain juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit tertentu atau memungkinkan terjadinya penyer-bukan silang dengan tanaman benih. Penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan gulma hendaknya selektif agar tidak membahayakan tanaman yang diusahakan dan sumber plasma nuftah lainnya. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual (dengan cara mencabut). dan energi matahari.

Cara kuratif adalah cara pemberantasan terhadap hama dan penyakit.c) Pengendalian hama dan penyakit Hama dan penyakit di lapang selalu ada sehingga perlu dikendalikan agar pertanian dapat mencapai produksi yang tinggi. pengecekan sumber dan pengelolaan air. dan eradikasi (pencabutan dan pembuangan) tanaman yang terserang. air diperlukan dalam jumlah banyak dan pada tahap pemasakan benih. Pada tahap pertumbuhan vegetatif sampai inisiasi bunga. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara preventif dan kuratif. air tidak diperlukan lagi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman dalam jumlah yang tepat. sesuai dengan fase pertumbuhan dan perkembangannya. gropyokan untuk pemberantasan tikus. misalnya memberi pupuk yang seimbang dan melakukan sanitasi lingkungan. pengendalian tersebut hendaknya dilakukan sedini mungkin dengan senantiasa memperhatikan batas ambang ekonomisnya. Penyediaan air bagi tanaman dapat dilakukan secara teknis melalui irigasi atau secara alami dari hujan. air diperlukan dalam jumlah sedang. seperti penggunaan pestisida. air diperlukan dalam jumlah banyak. Namun. yakni tingkat populasi dan intensitas serangan yang membahayakan proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pada tahap pembungaan. Pada tahap pembentukan dan perkembangan benih dini. d) Pengairan. pengairan dilakukan dengan . Cara preventif (pencegahan) dengan membuat pertumbuhan tanaman sesehat mungkin. Pada musim kemarau atau bila tidak hujan. Karena penggunaan bahan kimia cukup mengandung risiko maka dian-jurkan pestisida yang digunakan berbahan organik.

maka sumber air biasanya ditampung pada drum atau bak penampungan yang dilapisi plastik yang disiapkan di sekitar lokasi budidaya. Apabila fasilitas tersebut tidak ada. biasanya jaringan irigasi secara teknik harus disiapkan pada saat pembuatan bedengan sakaligus dengan pebuatan saluran.penyiraman. Sebelum melakukan kegiatan produksi benih. Apabila lahan produksi berada pada lahan sawah dengan pengairan teknis. Pada sistem ini saluran dapat dialiri air sehingga dapat dilakukan penyiraman dengan sistem lep. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Hal yang harus diperhatikan adalah kemiringan jaringan irigasi harus diperhitungkan agar air dapat mengalir dengan baik pada semua lahan budidaya. 98 . Harus dilakukan terlebih sahulu pengecekan sumber air dan jaringan irigasi. jangan dilakukan pada siang hari karena berpengaruh buruk terhadap tanaman. yakni terjadi peningkatan laju transpirasi secara mendadak. maka kondisi sumber air dan jaringan irigasi diprediksi tidak akan ada masalah. Apabila produksi benih dilakukan pada skala luas.

Cara pelaksanaannya dengan mencabut tanaman yang tidak dikehendaki. Pelaksanaan roguing mengikuti waktu dan frekuensi pemeriksaan lapangan oleh petugas pengawas sertifikasi benih. Melakukan roguing di lahan yang luas cukup menyulitkan. gulma-gulma berbahaya dicabut dan dimusnahkan. Ada beberapa macam pola pelaksanaan roguing (lihat gambar Usulan Jalur perjalanan dalam melakukan roguing). roguing dapat dilakukan setiap saat tidak hanya pada saat menjelang pemeriksaan oleh BPSB. Roguing dilaksanakan dengan mencocokkan deskripsi tanaman di lahan dengan deskripsi varietas tanaman yang diusahakan. yaitu saat tanaman umur 4 minggu setelah tanam. karena silau akan menyulitkan pengamatan. Tanaman rogue.e) Roguing oguing bertujuan untuk menjaga k emurnian benih. Jika memungkinkan. pada fase berbunga. Tanaman yang tidak sesuai dengan deskripsi tanaman yang diusahakan harus dicabut dan dimusnahkan. Oleh karenanya. Roguing hendaknya dilakukan sepagi mungkin dan arah berjalan sebaiknya tidak menghadap matahari. dan m enjelang panen. Pola A dapat menjamah lahan pertanaman . Roguing biasanya dilakukan sebelum lahan diperiksa oleh tim sertifikasi dari BPSB. dibutuhkan metode yang cukup representatif melalui pengacakan sampel di lapang. R oguing dilakukan dengan berjalan secara sistemik sehingga setiap tanaman dapat terlihat dan di amati. tanaman yang terserang hama dan penyakit. seperti tanaman yang berpotensi untuk terjadinya penyerbukan silang dengan varietas tanaman yang diusahakan atau tanaman yang berpotensi menghasilkan benih campuran varietas lain.

dan pola F hanya mampu menjamah pertanaman sebesar 60% dari luas lahan keseluruhan. Benih belum mengalami deteriorasi (kemunduran). pola B mampu menjamah lahan seluas 60-70%. pola C (cara acak) dan pola D (searah jarum jam) memungkinkan seluruh (100%) pertanaman terjamah. 99 . Beberapa keuntungan panen yang dilakukan pada saat benih mencapai m asak fisiologis antara lain: (a). Pemanenan P enanganan pascapanen dapat dilakukan dengan baik. pola E mampu menjamah lahan sebesar 85%. maka panen pada saat benih masak fisiologis adalah pilihan yang tepat.sekitar 75%. (b). Mempercepat program pemuliaan tanaman karena segera diperoleh data viabilitas dan vigor maksimum dari varietas yang dikembangkannya. tidak merusak benih yang masih berkadar air tinggi.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * .

Kondisi iklim pada selang waktu antara masak fisiologis dan panen sangat berpengaruh terhadap viabilitas benih. serta. maka panen dapat dilakukan beberapa hari setelah masak fisiologis. maupun daya simpan benih.9 . vigor. f) Pengolahan Benih Pengolahan benih merupakan tahap transisi antara produksi dan 100 . Cuaca pada areal produksi yang tidak menguntungkan dapat menurunkan mutu benih yang dihasilkan. Beberapa alternatif jalur perjalanan untuk melakukan kegiatan roguing. daya kecambah.* * * * Gambar 4. (c) Menghemat waktu dan mengurangi kehilangan benih di lahan. Perkecambahan benih di lapang dapat dihindari. Waktu panen ini pun jugam mempunyai risiko. Oleh karena kadar air benih pada saat masak fisiologis masih cukup tinggi (50-60%) sehingga rentan terhadap kerusakan mekanik. (d).

misalnya benih jagung masih dalam tongkol. Separation. benih tanaman lain. Tahap ini cukup menentukan karena benih dapat tidak bermanfaat jika salah dalam pengolahannya. d. Selain dalam bentuk calon benih. Nilai rendemen sangat ditentukan oleh jenis benih dan efektivitas pengolahan. yakni memilah benih dari benih yang kurang bermutu. benih kedelai dan kacang hijau masih dalam polong. dan kotoran benih. pengolahan benih yang dilakukan sebagai berikut. Oleh karenanya. Perbandingan jumlah benih hasil pengolahan dengan jumlah calon benih hasil panen dinamakan rendemen. semakin tinggi nilai rendemen yang berarti semakin kecil nilai kehilangan pascapanennya (post harvest losses).penyimpanan atau pemasaran benih. Alur umum pengolahan benih Benih masuk ke unit pengolahan benih umumnya dalam bentuk calon benih. mutu benih dapat ditingkatkan melalui dua cara yaitu : (a). Prinsip umum pengolahan benih adalah memproses calon benih menjadi benih dengan tetap mempertahankan mutu yang telah dicapai. tetapi secara populatif. Secara populatif. (b). Dengan pemisahan dan pemilahan benih. Adapun efektivitas pengolahan ditentukan oleh alur (jalur) pengolahan dan penggunaan alat-alat pengolahan benih yang tepat. Upgrading. kadar airnya juga masih sangat tinggi. akan diperoleh benih yang murni dan hidup (pure life seed) dengan total jumlah yang lebih rendah dari jumlah benih hasil panen. Semakin efektif pengolahan yang dilakukan. 1) Pembenihan dan prapembersihan . Pengolahan benih tidak dapat meningkatkan mutu benih secara individual. yakni memisahkan benih dari sumber kontaminan seperti benih gulma. misalnya berukuran kecil atau tidak seragam.

seperti air screen cleaner. atau jerami (disebut pre-cleaning). Setelah pengolahan tersebut. pecah. tongkol. serta benih yang berviabilitas rendah (kecil. yaitu benih dipisahkan dari benih varietas lain. dan tidak seragam). dilakukan pemisahan benih dari kotoran sisa polong.Kegiatan pembenihan meliputi pengeringan (drying) dan perontokan (threshing) pada kacang-kacangan dan padi atau pemipilan (she ling) pada jagung. 2) Pembersihan Proses pembersihan (cleaning) benih diawali dengan pemisahan benih dari kotoran (sampah). 3) Perlakuan benih dan pengemasan Perlakuan benih (seed treatment) adalah pemberian bahan kimia dalam 101 . benih memasuki proses sortasi dan upgrading. Setelah bersih dari kotoran. benih gulma. Pembersihan ini dapat menggunakan ayakan (saringan) atau alat pembersih benih dengan sistem pengayakan dan hembusan udara. Selama proses pembenihan dan prapembersihan. benih disimpan sementara secara curah dan tumpukan (bulk storage).

yakni kemasan porus. Alat dan mesin pengolahan benih Secara umum. Adapun kemasan kedap adalah kemasan yang tidak tembus air. dan ada atau tidaknya sumber listrik atau mesin diesel. kertas dan kain blacu. Contoh kemasan seperti ini yaitu kantong plastik. Contohnya botol (gelas) dan kaleng (drum). Jenis kemasan benih dapat dikelompokkan menjadi 3. pertimbangan keuntungan usaha. serangan yang mungkin terjadi di penyimpangan maupun serangan di lapang produksi. Pemilihan jenis alat pengolah benih tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan penangkar. alat pengering. Kemasan resisten adalah kemasan yang tahan terhadap tembusan air.rangka melindungi benih dari hama dan penyakit. Pengemasan bertujuan untuk melindungi benih dari pengaruh kelembaban udara dan pencampuran antar lot (kelompok) benih. baik yang terbawa benih. Bila menggunakan kemasan kedap. alat pembersih. jenis dan nilai komoditas. kadar air benih harus rendah untuk menghindari pengaruh buruk dari akumulasi produk respirasi benih di dalam kemasan. tetapi dalam jangka panjang kemasan menjadi porus. Alat-alat tersebut dapat berupa mesin pengolah benih yang dijalankan secara mekanik atau alat sederhana yang dijalankan secara manual. tingkat mutu dan efisiensi yang diinginkan. Hal penting yang diperhatikan di dalam memberikan perlakuan benih adalah jenis dan dosis pestisida yang digunakan agar tidak meracuni benih. Jenis kemasan ini mampu mempertahankan kadar air benih dalam jangka waktu yang lama. . resisten dan kedap. Contohnya. e. serta alat perlakuan dan pengemasan. Kemasan porus adalah kemasan yang tembus air sehingga tidak mampu melindungi benih dari pengaruh kelembapan udara luar. alat dan mesin pengolahan yang paling dibutuhkan yaitu alat pembenihan (conditioning dan pre-cleaning).

Kapasitas alat dan lama pengeringan perlu diketahui agar tidak terjadi overload atau penundaan pengeringan yang dapat menurunkan mutu benih. 102 . dan kapasitas lantai jemur yang terbatas. Meski penggunaan drier memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pengeringan alami.1) Alat pengering benih (seed drier) Pengeringan benih dapat dilakukan secara alami dengan panas matahari atau secara buatan dengan bantuan alat pengering (seed drier). suhu yang tidak dapat dikontrol. tetapi benih hasil pengeringan dengan matahari memiliki mutu fisik yang lebih baik. Pengeringan secara alami mempunyai kendala seperti turun hujan. sistem pengeringan buatan menggunakan kompor api atau heater sebagai sumber panas dan kipas (fan) sebagai tenaga penggerak aliran udara. Kendala tersebut tidak dijumpai bila pengeringan dilakukan dengan alat pengering. Secara prinsip. diperlukan pembalikan benih.

bin drier. sedangkan benih hasil pengeringan buatan memiliki warna yang sedikit kusam dan berbau (terutama bila menggunakan alat berbahan bakar minyak tanah). 2) Alat pembenihan Alat pembenihan adalah alat yang digunakan untuk memisahkan benih dari struktur buah. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat perontok dan pemipil adalah kecepatan putar silinder dan jumlah paku yang berpotensi merusak benih secara mekanik. tetapi potensi kerusakan mekanik yang ditimbulkannya juga semakin besar. secara umum alat pembenihan terdiri dari silinder yang memiliki gigi (paku) yang dapat diputar sehingga mampu merontok atau memipil benih. serta alat penanganan dan transportasi yang digunakan. Alat pembenihan yang paling sederhana adalah tangan. Ada pula mesin yang dilengkapi dengan blower sehingga benih yang dihasilkan lebih bersih. Benih yang dikeringkan secara alami memiliki warna yang lebih cerah dan tidak berbau. Adapun benih yang diproduksi dalam jumlah banyak dikeringkan dengan bin drier atau continous flow drier. Benih tanaman pangan. seperti kedelai dan jagung. Semakin cepat putaran silinder dan semakin banyak paku yang dipasang. Cara ini adalah cara yang paling kecil kerusakan mekaniknya.terutama warna dan baunya. Penggunaan masingmasing tipe antara lain tergantung pada jumlah lot benih. Jenis dan tipe alat yang digunakan berbeda untuk setiasp jenis benih. Terdapat berbagai tipe drier seperti tunnel drier. tetapi membutuhkan . semakin cepat pula proses perontokan atau pemipilan benih. Tenaga yang digunakan untuk memutar silinder perontok dapat berasal dari tenaga mekanik atau tenaga listrik. dikeringkan dengan batch drier. Namun. seperti memipil jagung dan mengupas benih kacang tanah. batch drier. column seed drier dan continous flow tower drier.

lalu memutarnya sambil ditiup. Alat pembersih benih modern (berbasis mesin) ada banyak tipe dan jenisnya. Kekurangan dari penggunaan alat ini adalah dibutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang banyak. Meskipun demikian risiko kerusakan benih sangat kecil. Hasilnya diperoleh benih yang bersih.waktu lama dan khusus untuk benih jagung. Cara menggunakannya dengan menggerakkan ke atas dan ke bawah. Alat pembersih benih tradisional berupa nyiru atau tampah. 3) Alat pembersih benih Alat pembersih merupakan alat untuk membersihkan benih dari sumber-sumber kontaminan dan benih yang tidak bermutu melalui pengayakan (penyaringan. Alat tipe ini menggunakan kombinasi dari aliran udara dan saringan untuk memisahkan benih 103 . kadar air benih harus cukup rendah (kering pipil). screening) dan peniupan benda-benda yang tidak diperlukan dengan blower. Alat pembersih yang paling banyak digunakan sebagai pembersih dasar (utama) adalah air scree cleaner.

a) Faktor Benih Kondisi benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap daya simpannya. yakni (1) saringan atas (scalping screen) menahan benih dan benda yang berukuran besar. Alat pembersih benih lain yaitu spesific gravity separator untuk memilah benih berdasarkan berat jenisnya. Dalam penyimpangan. Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung. (3) saringan bawah (graded screen) memilah dan menahan benih yang bersih. diseparasi untuk memilah benih berdasarkan ukurannya. secara umum dikelompokkan menjadi 3 kelompok. dan spiral separator untuk memilah benih berdasarkan bentuknya. Penyimpanan Benih Tujuan penyimpanan benih adalah mempertahankan daya hidup (daya simpan) benih selama mungkin.berdasarkan ukuran. (2) aliran udara (aspirating air) memisahkan benih dari benda-benda yang ringan. dan faktor organisme hidup yang ada di dalam ruang simpan. . sebagai contoh benih padi memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan benih kedelai walaupun faktor lainnya sama. yaitu faktor benih. faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya simpan benih dioptimalkan agar prosers kemun-duran dapat ditekan seminimum mungkin. 1) Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih. Air screen cleaner tipe kecil terdiri dari 2 saringan dengan 3-4 aspirator. lingkungan fisik penyimpanan. Tiap jenis atau varietas benih memiliki daya simpan tersendiri. f. berat jenis dan resistensi terhadap aliran udara. faktor perlakuan sebelum benih . Cara kerja alat ini terdiri dari tiga tahap. faktor genetik. Kondisi benih tersebut dipengaruhi oleh: .

dan (8) kadar air benih. . kondisi lingkungan selama benih dalam pemasakan. Kelembaban ruang simpan akan berpengaruh terhadap kadar air benih dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme. (3) komposisi kimia benih. seperti kondisi lapangan selama pertanaman (kesuburan lahan. benih mudah menyerap atau melepaskan uap air tergantung 104 . tingkat kemasakan benih. pemanenan. b) Faktor lingkungan fisik ruang penyimpanan Faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi daya simpan benih di dalam penyimpanan yaitu kelembapan. . iklim). pengeringan). dormansi dan benih keras. Karena bersifat higroskopis. tingkat kerusakan benih. dan perlakuan pengolahan benih dari calon benih menjadi benih (perontokan.disimpan. tingkat hama dan penyakit. dan komposisi gas di ruang simpan. . temperatur. struktur fisik benih. .

Hal ini berlaku bila tempat penyimpanan dengan kelembapan 20-70% dan temperatur 0-50OC. Daya hidup benih menjadi setengahnya jika temperatur dinaikkan 5Oc. semakin tinggi laju respirasi dan semakin tinggi kadar air kesetimbangan sehingga mempercepat kemunduran benih. (3). Semakin tinggi termperatur. Daya hidup benih menjadi setengahnya jika kadar air benih ditingkatkan 1% untuk kisaran benih berkadar air 5-14%. Rumusan tentang pengaruh temperatur dan kadar air benih terhadap daya simpan benih yaitu sebagai berikut : (1).kelembapan ruangan. dan nitrogen (N2). menggunakan bahan penyerap kelembapan (desikan). Gas yang berpengaruh terhadap daya simpan benih di penyimpanan antara lain oksigen (O2). Suhu berpengaruh terhadap laju respirasi benih dan tingkat kadar air kesetimbangan benih. Semakin tinggi kadar O2 di ruang penyimpanan. Nitrogen dapat mempercepat kemunduran benih bawang merah dan sawi. karbon dioksida (CO2). Melindungi benih dari pengaruh kelembapan dengan cara menggunakan kemasan yang resisten atau kedap. Jumlah angka kelembapan dalam % dan temperatur dalam OF tidak boleh melampaui angka 100 untuk penyimpanan benih selama 3-10 tahun. daya hidup benih akan semakin turun. dan mengendalikan ruangan supaya tetap kering dengan alat dehumidifier (penurun kelembapan). Untuk penyimpanan benih <3 tahun. angka tersebut boleh sampai 120 dengan catatan tingkat kelembapan udara tidak melebihi 60Of. Meningkatnya kadar CO2 dapat meningkatkan daya simpan benih bawang merah. (2). c) Jasad hidup di ruang penyimpanan .

Di daerah dengan iklim kering dan dingin. benih bisa tahan lama disimpan. Di daerah dengan iklim yang lembap dan temperatur tinggi. Daya simpan benih tergantung padak ondisi daerah penyimpanan. bakteri. dan burung. Pengendalian jasad hidup tersebut dapat dilakukan dengan sanitasi atau fumigasi. biasanya benih dikemas dengan wadah yang tidak 105 . Kerusakan yang diakibat-kan oleh jasad hidup ini umumnya secara fisik. misalnya benih berlubang atau rusak. yakni penyimpanan terbuka dan penyimpanan terkendali. yakni menutup seluruh benih dengan terpal lalu memberinya bahan fumigan seperti fostoxin. Pada sistem penyimpanan ini. Selain itu. serangga. tungau. d) Cara penyimpanan benih Secara umum.Jasad hidup yang terdapat di ruang penyimpanan benih umumnya terdiri dari cendawan. virus. adanya jasad hidup juga akan menyebabkan kondisi lingkungan kurang baik. penyimpanan benih dilakukan dengan dua sistem. daya simpan benih akan cepat menurun. Sistem penyimpanan terbuka berarti tidak ada perlakuan terhadap kondisi lingkungan ruang penyimpanan. seperti lingkungan menjadi lebih lembap dan kurang bersih yang pada akhirnya juga mempercepat kemunduran benih. tikus.

tergantung pada tingkat kadar airnya. seperti kantong plastik. Pada penyimpanan dingin. Dalam sistem ini. seperti kantong plastik. benih diekmas dengan wadah yang relatif rapat. dan bahan porus lain. Selama perubahan temperatur ruang simpan tidak terlampau tinggi. kertas semen. Kombinasi penyimpanan kering dan dingin. kelembapan ruang simpan dipertahankan rendah dengan menggunakan alat pengering ruangan dehumidifier. botol atau kaleng yang tertutup rapat. kelembapan maupun temperatur ruang simpan di kontrol dengan alat atau dengan cara pengemasan seperti pada kedua penyimpanan di atas. dan benih dikemas dengan kemasan yang . dan benih dapat diperta-hankan sampai beberapa tahun. Ruang simpan diberi AC. Ada empat cara penyimpanan benih dengan suhu dan kelembaban terkendali. penyimpanan secara kering. temperatur ruangan diatur agar tetap dingin dengan menggunakan AC (Air condition). Pada sistem penyimpanan benih terkendali. penyimpanan kering dan dingin. serta penyimpanan beku. Ssitem penyimpanan ini hanya cocok untuk benih yang disimpan dalam jangka pendek (<3 bulan).kedap. lingkungan ruang penyimpanan dikontrol atau dikendalikan sedemikian rupa sehingga daya hidup benih dapat dipertahankan sesuai dengan keinginan (lama yang diinginkan). Benih bisa disimpan dalam wadah sarang lalu ditempatkan di ruang ini. seperti kain blacu. benih bisa disimpan sampai beberapa tahun. Pada penyimpanan kering. Penyimpanan kering dapat juga dilakukan dengan penggunaan bahan pengemas yang rapat. yaitu penyimpanan secara dingin. dehumidifier. karung goni.

Sistem penyimpanan ini biasanya digunakan untuk penyimpanan koleksi benih penting yang dijadikan sebagai bahan pemuliaan tanaman (plasma nutfah). Komponen mutu fisik adalah kondisi fisik benih yang 106 . Sistem penyimpanan kering dan dingin merupakan sistem penyimpanan terbaik yang mampu memperta-hankan daya simpan benih hingga 10 tahun. yaitu komponen mutu fisik. fisiologis. Agar tidak tertipu oleh label benih. Penyimpanan ini mampu mempertahankan benih bertahuntahun. Secara umum. komponen mutu benis dibedakan menjadi tiga. Sekarang pasar sudah mendesak dimasukkannya komponen mutu pathologis. kelembapan ruang <30%. dan digunakan kemasan benih yang rapat (kedap). temperatur dibuat sangat rendah antara -20oC hingga 5oC.kedap. dan genetik. bahkan sampai 100 tahun. Pada penyimpanan beku. 4. para pengguna benih (terutama petani) hendaknya memahami tentang mutu benih dan komponen-komponennya yang dicantumkan di dalam label benih.5 Mutu Benih Program perbenihan menitikberatkan pada penggunaan benih yang tepat muitu yang ditunjukkan pada labelnya.

tekstur permukaan. tingkat kerusakan fisik. seperti potongan tangkai.menyangkut warna. bentuk. tidak berbercak. Benih bersih dan terbebas dari kotoran. Benih murni. campuran varietas lain. Warna benih terang dan tidak kusam. kotoran dan daya tumbuh. Hal yang berkaitan dengan ada atau tidaknya dan besarnya serangan penyakit yang terjadi. Pada label benih. (b). Komponen mutu fisiologis adalah hal yang berkait-an dengan daya hidup benih jika ditumbuhkan (dikecambahkan). debu dan kerikil. belum dicantumkan dalam label sertifikat benih. komponen benih murni. kebersihan. baik secara fenotip (fisik) maupun genetiknya. di Indonesia. diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. Adapun mutu pathologis berkaitan dengan ada tidaknya serangan penyakit pada benih serta tingkat serangan yang terjadi. Benih mulus. (c). dan keseragaman. baik pada kondisi yang menguntungkan (optimum) maupun kurang menguntungkan (suboptimum). bijibijian lain. a. dapat diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. Komponen mutu genetik adalah hal yang berkaitan dengan kebenaran dari varietas benih. bobot. Secara fisik. Kriteria benih bermutu Penggunaan benih bermutu dalam budi daya akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi karena populasi tanaman yang akan tumbuh dapat diperkirakan sebelumnya. yaitu dari data (label) daya berkecambah dan nilai kemurniannya. benih bermutu menampakkan ciri-ciri berikut: (a). unsur-unsur mutu benih yang dicantumkannya meliputi kadar air. . tidak tercampur dengan varietas lain. ukuran. (d). kulit tidak terkelupas. Dengan demikian.

Untuk mengatasi keterbatasan jumlah benih hasil pemuliaan ini. benih kedelai mesti lebih rendah lagi). tidak keriput. melalui suatu prosedur yang 107 . ukurannya normal dan seragam. Kelas benih Benih merupakan hasil akhir dari proses panjang yang dilakukan oleh seorang pemulia tanaman dalam merakit sebuah varietas baru. dibutuhkan kegiatan perbanyakan benih atau produksi benih. benih dianggap bermutu tinggi jika memiliki daya tumbuh (daya berkecambah) lebih dari 80% (tergantung jenis dan kelas benih) dan nilai kadar air di bawah 13% (tergantung jenis benihnya. b. Sistem perbanyakan benih dilakukan secara berjenjang dengan selalu mempertahankan identitas genetis dan kualitas benih dari varietas yang dihasilkan pemulia tanaman. Jika proses penyebaran varietas baru dari pemulia kepada petani dilakukan secara langsung maka jumlah benih yang tersedia tidak mencukupi kebutuhans seluruh petani. Selain itu. bernas.(e). Benih hasil produksi ini kemudian dikelompokkan kedalam kelas-kelas sesuai dengan tahapan generasi perbanyakan dan tingkat standar mutunya. Sehat.

Produksinya te-tap mempertahankan identitas maupun kemurnian varietas dan memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. Benih ini diproduksi dan diawasi secara ketat oleh pemulia tanaman sehingga kemurnian varietasnya dapat dipertahankan. Benih dasar ini diberi label sertifikasi berwarna putih. Produksi benih pokok tetap mempertahankan identitas dan kemurnian varietas serta memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. 1) Benih penjenis (BP = breeder seed: (BS)) Benih penjenis diproduksi dan diawasi oleh pemulian tanaman dan atau oleh instansi yang menanganinya (Lembaga Penelitian atau Perguruan Tinggi). BBI) dan proses produksinya diawasi dan disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Khusus untuk benih penjenis tidak dilakukan sertifikasi tetapi diberikan label warna putih.diatur dalam aturan sertifikasi benih. 3) Benih pokok (BP= stock seed. 4) Benih sebar (BR=extension seed (ES)) Benih sebar merupakan F1 benih pokok. 2) Benih dasar (BD = foundation seed (FS)) Benih dasar merupakan turunan pertama (F1) dari benih penjenis. Benih dasar diproduksi oleh Balai Benih (terutam Balai Benih Induk. (SS)) Benih pokok merupakan F1 dari benih dasar atau F2 dari benih penjenis. Benih pokok diproduksi oleh Balai Benih ataui pihak swasta yang terdaftar dan diberi label sertifikasi berwarna ungu. Dari sistem dibagi menjadi empat. Benih ini sebagai sumber untuk perbanyakan benih dasar. Benih pokok dan benih sebar umumnya diperbanyak oleh Balai Benih atau penangkar benih dengan .

sementara jumlah benih bermutu yang beredar belum sesuai dengan yang dibutuhkan maka dimungkinkan untuk diproduksi benih berlabel merah jambu (LMJ). Untuk benih palawija. tetapi tetap memenuhi standar laboratorium untuk pelabelan. upaya pemenuhan kebutuhan benih bersertifikat juga dilakukan dengan strategi alur perbanyakan benih. Produksi tetap mempertahankan identitas dan tingkat kemurnian varietas. Pengadaan benih LMJ tidak melalui proses sertifikasi. Benih dengan indeks penangkaran tinggi menggunakan strategi perbanyakan pola alur pernabanyakan tunggal. pengawasan dan sertifikasi dari BPSB. Dalam rangka memenuhi kebutuhan benih bermutu yang terus meningkat.mendapatkan bimbingan. selain benih sebar berlabel biru juga terdapat benih sebar berlabel hijau yang merupakan keturunan dari benih sebar berlabel biru. 108 . Benih sebar diberi label sertifikasi berwarna biru. Selain dengan pengkelasan benih.

11. Benih penjenis (Breeder seed) Benih dasar (Foundation seed) Benih pokok (Stock seed) Benih sebar (Extension seed) Petani Gambar 4. Adapun benih yang memiliki indeks penangkaran rendah dapat menggunakan perbanyakan pola alur perbanyakan ganda seperti pada kedelai.seperti padi dan jagung. tiap kelas benih diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih di bawahnya sehingga F3 dari benih penjenis adalah kelas benih sebar. Alur perbanyakan benih sistem polygeneration flow 109 . Pada sistem alur perbanyakan benih alur tunggal.

Hal ini pun diterapkan dengan pertimbangan kebutuhan benih di lapang sehingga tidak perlu benih F4. Adapun faktorfaktor yang berpengaruh terhadap mutu benih antara lain faktor genetika. melainkan benis penjenis ke-3 yang dapat dijadikan sebagai bahan perbanyakan kelas benih penjenis ke4 atau kelas benih dasar. Penerapan sistem alur perbanyakan benih selalu mempertimbangkan aspek volume kebutuhan benih dan indeks penangkaran benih. Selain dikenal dua sistem alur perbanyakan benih. b. tetapi dapat hanya sampai generasi ke-3 atau ke-2 bila kebutuhan benih telah tercukupi.Gambar 4. faktor lingkungan dan faktor status 110 transisi . benih diperbanyak secara alur generasi tunggal sampai dengan kelas benih pokok dan slenajutnya benih diperbanyak secara alur ganda untuk menghasilkan kelas benih sebar. sistem alur perbanyakan transisi pun dikenal pula dalam perbanyakan benih kacangkacangan. Alur perbanyakan benih sistem monogeneration flow Adapun pada sistem alur perbanyakan ganda. penerapan alur generasi ganda tidak harus sampai generasi ke-4. Faktor yang Mempengaruhi Mutu Benih Mutu benih merupakan perpaduan dari karakter genetik dan pengaruh lingkungan. Dengan demikian. setiap kelas benih dapat diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih yang sama dengan maksimal generasi diperbanyak 4 kali. sebagai strategi perbanyakan benih.12. Pada sistem alur perbanyakan ini. Oleh karenanya. F3 dari kelas benih penjenis bukan benih sebar.

Semua perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan gen yang ada di dalam benih. Sebagai contoh.benih (kondisi fisik dan fisiologis benih). serta sumber kontaminan terhadap varietas tanaman yang akan diproduksi. Jika lahan produksi harus ditanami jenis komoditas yang sama dengan pertanaman sebelumnya maka varietas yang ditanam hendaknya. 2) Faktor lingkungan Faktor lingkuingan yang berpengaruh terhadap mutu benih berkaitan dengan kondisi dan perlakuan selama prapanen. kekuatan daya tumbuh (vigor) dan produksi benih jagung hibrida lebih tinggi dari benih jagung biasa (komposit). Setiap jenis atau varietas memiliki identitas genetik yang berbeda. maupun saat pemasaran benih. tidak merupakan sumber investasi hama dan penyakit. mutu daya simpan benih kedelai lebih rendah dibanginkan dengan mutu daya simpan benih jagung. Demikian pula padi var. 1) Faktor genetik Genetik merupakan faktor bawaan yang berkaitan dengan komposisi genetika benih. Chainan. pancapanen. Dalam memilih lokasi produksi. Adanya tanaman voluntir dapat mengakibatkan mutu (genetis) benih menjadi rendah. Hal ini untuk menghindari adanya tanaman voluntir hasil penyerbukan silang antara tanaman sebelumnya (yang berbeda varietas) dengan pertanaman yang ada. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : a) Lokasi produksi dan waktu tanam Lokasi produksi benih dipilih lahan yang subur. Peta memiliki mutu daya simpan yang lebih baik dari benih padi var. Jika penanaman yang berbeda varietas tidak bisa . senantiasa memperhatikan sejarah lahan dan kondisi pertanaman sekitar lahan.

begitu juga waktu tanamnya.dihindari. selama fase pertumbuhan (fase vegetatif) curah hujan hendaknya cukup memadai. Berkaitan dengan waktu tanam. b) Teknik budidaya Semua tindakan dalam teknik budi daya produksi benih akan berpengaruh langsung terhadap mutu benih. Dari mulai tingkat kesuburan 111 . Sebaliknya. lahan masing-masing varietas harus diisolasi. Isolasi yang dilakukan meliputi isolasi jarak maupun isolasi waktu. Jarak antarblok pertanaman produksi benih diatur agar tidak terjadi penyerbukan silang. hal terpenting adalah memperkirakan bahwa saat panen benih tidak dilakukan pada musim hujan. Kesalahan dalam menentukan waktu tanam bisa mengakibatkan proses pembentukan dan perkembangan benih kurang sempurna (terutama fase pengisian biji/grain fi ling) sehingga kuantitas maupun kualitas benih menjadi rendah.

sampai perlindungan tanaman dari penyerbukan silang. kadar air benih masih relatif tinggi dan masih dalam bentuk calon benih (masih dalam malai. pengelolaan air. d) Penimbunan dan penanganan hasil Ketika dipanen. stadia perkembangan benih. kondisi gulma. bobot kering benih mencapai maksimum dan benih telah lepas dari tanaman induknya. Panen secara manual atau menggunakan alat panen sederhana merupakan cara panen terbaik karena tidak menimbulkan kerusakan fisik yang berarti. . Pada saat itu kadar air benih cukup tinggi sehingga tidak cukup aman terhadap kerusakan mekanik pada saat panen maupun pascapanen. atau struktur pembungkus benih lainnya). Bahkan utnuk beberapa kasus. Untuk mendapatkan benih bermutu tinggi. hendaknya digunakan alat panen yang tidak menimbulkan kerusakan mekanik (fisik) benih. sampai kadar air benih cukup aman untuk panen dan penanganan pasca panen. benih mengalami beberapa stadia. jika kondisi lingkungan memungkinkan (tidak ada hujan. yaitu stadia pembentukan. stadia matang morfologis.lahan dan teknik pemupukan. gangguan hama dan penyakit serta benih rontok). Tindakan ini merupakan tindakan pengeringan dan penyimpanan benih di lapangan. di dalam polong kelobot. benih tidak dipanen. saat panen yang sering dilakukan yaitu beberapa hari setelah masak fisiologis. status serangan hama dan penyakit serta pengendaliannya. Oleh krenanya. meski cara ini kurang efisien. Pada stadia masak fisiologis. teknik budi daya produksi benih perlu berpedoman pada kaidah-kaidah sertifikasi benih. jarak tanam. dan stadia masak fisiologis. c) Waktu dan cara panen Dalam pembentukannya. Agar benih tidak rusak pada saat panen.

tingginya tingkat kepekaan benih terhadap benturan dengan alatalat (mesin) pengolahan pada pascapanen. sistem penimbunan dan penanganan hasil sangat berpengaruh pada kualitas benih yang akan dihasilkan. Tempat penimbunan hasil hendaknya cukup luas dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Jika tempat penimbunan berupa ruang terbuka.Keadaan tersebut membawa konsekuensi pada tingginya proses metabolisme yang terjadi di dalam benih. benih hendaknya sesegera mungkin diproses untuk menghindari dampak buruk. seperti terpal plastik. Oleh karenanya. Semakin cepat proses penanganan benih. Penimbunan hasil yang baik ditujukan untuk menghindari terjadinya proses metabolisme anaerobik pada benih. perlu digunakan alas dan penutup timbunan benih yang kedap air. Berkaitan dengan penanganan hasil. semakin baik mutu benih yang dihasilkan karena 112 . untuk menghindari pengembunan pada malam hari. serta tingginya potensi serangan hama dan penyakit.

struktur. ukuran dan berat jenis. Kadar air benih sangat penting untuk dipertahankan karena peningkatan 1% . tingkat kadar air. a) Tingkat kemasakan benih Panen yang dilakukan sebelum masak fisiologis akan menghasil-kan benih yang kurang bermutu. tingkat kesehatan. pemanenan benih pada tingkat kemasakan yang tepat sangatlah penting dalam mendapatkan tingkat mutu benih (awal) yang tinggi dan mutu daya simpan benih yang panjang. Hal ini dapat diperkecil dengan melakukan penanganan dan pengolahan. serta pendistribusian benih secara baik. tingkat keusangan (hubungan antara vigor awal dan lamanya disimpan). dan dormansi benih. Pengemasan dan penyimpanan benih hendaknya mampu menjaga tingkat kadar air benih dan mutu benih dari pengaruhpengaruh lingkungan luar (kelembaban udara. penyimpanan. Oleh karenanya. Sifat kemunduran ini tidak dapat dicegah dan tidak dapat balik atau diperbaiki secara sempurna. dan hama serta penyakit). suhu ruangan. komposisi kimia. 3) Faktor fisik dan fisiologis Faktor ini berkaitan dengan performa benih seperti tingkat kemasakan.memperkecil energi yang terbuang akibat proses metabolisme benih selama di dalam penimbunan. b) Tingkat keusangan benih Tingkat vigor awal tidak dapat dipertahankan karena benih akan mengalami proses kemunduran secara kronologis. tingkat kerusakan mekanis. c) Tingkat kerusakan benih Tingkat kerusakan benih pada umumnya dapat diidentifikasi dari laju kemunduran mutu benih.

kadar air benih akan berubah dan memungkinkan tercampurnya antara satu kelompok benih (dari satu kemasan) dengan kelompok benih lain (dari kemasan aslinnya). yakni benih dimakan atau struktur.nilai kadar air akan mampu menurunkan daya simpan benih menjadi setengahnya. Pendistribusian benih tidak sampai merusak kemasan benih. Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama dapat secara langsung. d) Tingkat kesehatan benih Tingkat kesehatan berkaitan dengan ada tidaknya serangan dan tingkat serangan hama dan penyakit. Kadar air dapat dipertahankan dengan kemasan yang kedap udara luar. terutama embrio. misalnya di atas para-para dapur. Dapat pula benih rusak secara tidak langsung. rusak (sehingga benih tidak mampu berkecambah secara normal). yakni hama sebagai 113 . Serangan hama dari penyakit dapat terjadi sejak benih masih berada di lapang sampai di ruang penyimpanan. seperti plastik polietilin. Apabila kemasannya rusak. Mutu benih yang terserang hama dan atau penyakit akan menurun. atau benih disimpan dalam ruangan yang kering.

Hal ini pun disebabkan benih pada pangkal dan tengah tongkol lebih dahulu terbentuk dan berkembang. Hal ini disebabkan benih-benih di ujung malai lebih dahulu terbentuk dan berkembangl. cendawan umumnya menghasilkan produk beracun seperti aflatoksin yang akan meracuni benih sehingga akan menurunkan aktivitas enzim tatkala benih dikembahkan. Benih dikatan berlemak jika memiliki kandungan lemak antara 18-50%. benih dibedakan menjadi benih berpati (starchi seed). Sebaliknya benih-benih yang berada di pangkal dan tengan tongkol jagung memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih tinggi dibandingkan dengan benih di ujung tongkol. f) Komposisi kimia benih Berdasarkan komposisi kimia ini. dikatakan berprotein jika kandungan proteinnya 18-50% dan kandungan lemak <18%. e) Ukuran dan berat jenis benih Ukuran dan berat jenis benih sangat berkaitan dengan posisi bnenih di dalam buah dan posisi buah pada tanaman. Adapun kerusakan yang ditimbulkan penyakit. . benih yang berasal dari polong di pangkal batang memiliki ukuran dan berat jenis yang relatif lebih besar dibanding benih-benih yang berasal dari polong di ujung batang.pembawa penyakit. sedangkan dikatakan berpati jika kandungan patinya >50% dengan kandungan lemak dan protein <18%. diduga memiliki mutu fisiologis yang lebih tinggi karena benih tersebut memiliki jumlah cadangan makanan yang lebih banyak. Fenomena yang sama pun terjadi pada benih kedelai. pada varietas yang sama dan tingkat kadar air yang sama. Benihbenih dengan ukuran dan berat jenis lebih besar. selain menimbulkan lingkungan penyimpanan yang tidak optimum. benih berlemak (oily seed) dan benih berprotein (protein seed). Butiran benih padi yang terletak di ujung malai memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih besar dibandingkan butiran benih pada pangkal malai.

misalnya dilengkapi sayap sehingga mudah menyebar) dan mempunya fungsi sebagai pelindung (protecting structure) dari kerusakan fisik dan mekanik. Hasil penguraian lemak tak jenuh di dalam benih akan menghasilkan asam lemak bebas.Komposisi kimia benih berhubungan dengan mutu daya simpannya. lalu terurai menjadi radikal bebas yang akan merusak fungsi enzim di dalam proses meta-bolisme benih. Di tempat terbuka. benih dikategorikan dalam lima kelompok yaitu : 114 . g) Struktur benih Struktur benih sangat berkaitan dengan sistem penyebaran benih (seed dispersal. Sistem pelindung ini bisa terkait dengan struktur fisik benih (bentuk dan ukuran). Atas dasar ini. tetapi juga bisa terkait dengan berat benih. benih berpati dan berprotein mempunyai daya simpan lebih lama dibandingkan benih berlemak. Pada akhirnya benih cepat mengalami kemunduran.

DSI) kedelai lebih tinggi dari benih jagung. jagung tergolong naked fruit. naked seed (benih terbuka). jika terlalu kering. benih berkadar air tinggi yang dikeringkan dengan suhu tinggi (kecepatan pengeringan tinggi) dapat terjadi pengerasan pada kulit benih. Sebaliknya. padi tergolong structure protected seed. structure protected seed (benih dilindungi oleh struktur fisiknya). Proses panen dan perontokan yang dilakukan pada benih berkadar air tinggi akan mengakibatkan benih memar. Berdasarkan kategori tersebut. dan patologis. yaitu semakin terbukanya struktur benih maka semakin tinggi nilai indeks kerusakannya. Demikian pula dalam proses pengeringan. dengan pemberian bahan kimia pada . weight protected seed (benih yang dilindungi oleh beratnya yang ringan). loose filled seed (benih dilindungi oleh ruangan yang cukup longgar antara benih dan kulit buah). . Dalam kondisi ini. Struktur benih berkaitan dengan mutu benih. Kadar air benih sangat berkait erat dengan mutu fisik. naked fruit (buah terbuka). benih belum kering. sedangkan kacang hijau dan kedelai tergolong naked seed. fisiologis. proses perontokan dapat mengakibatkan benih retak. Demikian juga. serta . . tetapi tampak seolaholah telah kering karena air di dalm benih tidak dapat diuapkan akibat kulit yang keras. Hal ini berarti indeks kerusakan benih (damage susceptibility index.. Selain itu kombinasi antara komposisi kimia dan struktur benih dapat menduga tingkat kerusakan dan kemunduran benih seperti yang tertera pada tabel 1. kacang tanah tergolong loose filled seed. h) Tingkat kadar air benih Kadar air benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap mutu benih. DSI benih jagung lebih tinggi dari benih padi. .

1 Indeks kerusakan dan kemunduran benih berkaitan dengan komposisi kimia dan struktur benih Komposisi Kimia Benih Benih Benih Berlemak (DSI = 6) 1. Jika masih berkadar air tinggi. Padi (structure protected seed.beberapa jenis benih (seperti pemberian Ridomil pada benih jagung). yaitu berlangsungnya metabolisme benih. Kadar air benih sangat berpengaruh pada penyimpanan. yakni memberikan kondisi yang optimum Tabel 4. DSI = 2) 2. Kacang tanah belum dikupas 18 Benih Berprotein (DSI = 3) Benih Berpadu (DSI = 2) 4 115 . maupun tidak langsung. Pengaruh tersebut bisa bersifat langsung. bahan kimia yang akan terabsorbsi benih melebihi batas aman sehingga dapat meracuni benih.

air. Produk respirasi tersebut selanjutnya merupakan stimulan untuk peningkatan laju respirasi berikutnya. dan panas. Guiescence adalah kondisi benih yang tidak berkecambah karena tidak tersedia lingkungan yang optimum untuk perkecambahan.2. Berbeda dengan dormansi adalah guiescence. produk respirasi tersebut juga merupakan kondisi optimum untuk perkembang-biakan cendawan. Dalam keadaan seperti ini benih mengalami kemunduran. Adapun hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologis benih dapat dilihat pada tabel 4. yaitu dormansi primer . DSI=4) 8 5. Kedelai (naked seed.(loose fi led seed. i) Dormansi benih Dormansi benih merupakan kondisi benih yang tidak mampu berkecambah meski kondisi lingkungannya optimum untuk perkecambahan. DSI=3) 3. Respirasi tersebut juga menghasilkan produk yang tidak diperlukan. Jagung (naked fruit. 1972 untuk perkembangbiakan hama dan penyakit. Dormansi benih dibedakan menjadi dua. Dengan demikian. seperti gas karbondioksida. Selain stimulan terhadap laju kemunduran benih. DSI=5) 30 4. lajur respirasi semakin meningkat dan akibatnya lajur kemunduran benih semakin meningkat pula. DSI=5) 30 Sumber: Potts. Kadar air yang tinggi menyebabkan laju respirasi benih menjadi tinggi sehingga sejumlah energi di dalam benih hilang. Cendawan akan aktif dan berkembang biak secara cepat pada tingkat kadar air benih 13-18%. Kacang tanah kupas (naked seed.

seperti pada benih legum. Dormansi primer adalah sifat dormansi yang timbul karena sifat fisik dan fisiologis benih. Tipe dormansi ini terjadi pada benih yang berkulit keras (hardseed). Klulit benih menjadi penghalang masuknya air dan atau gas kedalam benih dalam proses perkecambahan sehingga proses perkecambahan tidak terjadi.dan dormansi sekunder. Endogenous dormancy terjadi berkaitan dengan sifat internal (endogen) fisiologis benih. Selain itu kulit benih juga menjadi penghalang munculnya kecambah (radicle protusion) pada proses perkecambahan. Exogenous dormancy umumnya terjadi karena sifat kulit benih. seperti kondisi embrio yang belum masak (rudimentary embryo) dan tidak seimbangnya komposisi zat pengatur tumbuh didalam embrio sehingga proses perkecambahan (terutama 116 . Dormansi primer dibedakan menjadi exogenous dormancy dan endogenous dormancy. seperti pelukaan kulit dan perendaman dalam air panas. Dormansi ini dapat dipatahkan dengan memberi perlakukan terhadap kulit benih agar menjadi permeable (mudah dilalui) air dan gas.

Kecepatan respirasi benih relatif tinggi. 13-18 Laju respirasi benih masih tinggi.2. . patogen. seperti tomat.aktivasi enzim dan respirasi) terhambat dan akhirnya gagal berkecambah. Tipe dormansi ini terjadi pada benih-benih yang mengalami after ripening (embrio masak setelah panen). dan penyimpanan benih. Hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologi benih Kadar Air (%) Kondisi Fisik dan Fisiologi Benih 30-80 Belum siap dipanen 18-40 Benih sudah masak fisiologis. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih. tetapi dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi. faktor fisik dan mekanik. sperti padi. Benih peka terhadap gangguan yang berasal dari lapangan. Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. patogen. Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras. Benih peka terhadap hama. Mematahkan tipe dormansi ini dengan pemberian zat perangsang tumbuh atau dengan pencucian agar zat penghambat tumbuh dapat dibersihkan dair benih. pengolahan. Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu. Tabel 4. dan benih-benih yang mengandung zat penghambat tumbuh (growth inhibitor). Benih peka terhadap serangan hama. faktor fisik dan mekanik.

33-66 Benih akan berkecambah setelah mengimbibisi air sampai kadar 117 . 8-10 Benih aman untuk disimpan selama 1-3 tahun. 0-4 Benih terlalu kering sehingga kondisi benih dalam keadaan rusak. 4-8 Benih aman untuk disimpan dalam wadah tertutup dan kedap udara. tetapi masih peka terhadap beberapa hama dan kerusakan mekanik.10-13 Benih aman untuk disimpan selama 6-18 bulan. Benih masih peka terhadap beberapa serangga hama dan kerusakan mekanik. Benih cukup tahan terhadap serangan patogen.

Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. Cendawan merupakan mikroorganisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan. Kedua. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan benih. endosperm atau kulit biji. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat . dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. Dan ketiga. Pertaman patogen terbawa secara internal dan berada di dalam jaringan struktur perbanyakan tanaman seperti biji.air benih 33-66% 4. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 cara. patogen menempel pada permukaan benih. dalam hal ini patogen bias berada di embrio.6 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman. bakteri. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. patogen secara terpisah terbawa biji. nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman. tetapi juga di tempat penyimpanan.

perubahan ukuran. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih. Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. dan bentuk benih. Tetapi metode ini hanya mendeteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menghasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual 118 .digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih.

karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. batu. Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia.pada benih atau tercampur pada benih. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui . puru nematoda. oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan). pasir. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih. Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). c. sisa tanaman.

sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam 119 . Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis. Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentri-fugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit. dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji.atau terdeteksi.

terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. Dengan menggunakan pipet. Bila pendekatan kuantitatif diperlukan. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). Dengan cara tersebut maka mikro-organisme/ patogen terbawa benih. spora dengan massa sporanya. piknidiospora da-lam piknidia. yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jarungan benih. d. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tumbuhnya seperti tubuh buah. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. dan pengujian pada media agar. Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. . konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. maka pengamatan dapat menggunakan haemacytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. sporodokium dan aservulus.tabung dan dicampur hingga merata. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi. dan askospora dalam peritesia.

Sebelum benih diletakkan. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan 120 . Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang). Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih. Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo.1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Letakan benih satu per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian. Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan.

Jika suatu cendawan telah teridentifikasi. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias.mikroskop compoun dan kunci identifikasi. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan media kertas. Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan. Pada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. karena . yaitu memberikan informasi relatif lebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan. 3) Metode inkubasi pada media agar Dalam metode media agar inokulum terbawa benih. Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. Setelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih.

Media Komada. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek.ketersediaan nutrisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga memudahkan dalam pengamatan. Dalam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama. relatif rumit dan mahal. Biasanya cendawan atau bakteri akan membentuk koloni yang khas pada media agar. dan lainlain. Media BSC. terutama bila menggunakan media spesifik. Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. Prosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam 121 .

atau hipokotil.cawan petri steril. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. Benih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. Dalam banyak kasus. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. batang. Tiap cawan ditanami 10 butir benih. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan aseptik seperti alkohol 70 %. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. e. kotiledon. Sejumlah cendawan. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. Uji Gejala pada Bibit/Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain . Gejala terjadi pada akar. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4.

Fusarium. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. Ascochyta. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi. Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. 122 . Macrophomina. Colletotrichum. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp.Alternaria. Drechslera. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. bata merah. Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten.

Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. akurat. Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. koloni cendawan dan struktur cendawan.baik dengan kimia maupun secara fisik. Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. sensitif. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. mudah dilakukan. f. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. tabung tetap tertutup dengan kapas. Penanaman dikerjakan secara aseptik. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. cepat. double antibody sandwich . Sebelum dan sesudah penanaman.

Sedangkan pada DAS ELISA. F (ab ) 2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus. Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin. tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9. Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. mempersiapkan stock gamma globulin (lgG). DAS ELISA protocol. Masukan antigen 123 . virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim. dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin.ELISA (DAS ELISA).

Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C.tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA. Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. ulangi sampai 4 kali cucian. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC. Buat larutan substrat dari 1 tablet p . Kosongkan plate ELISA. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer. Suspensi disaring dengan menggunakan kain kasa. Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. Keringkan dengan kertas tissue. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween.

000) .nitrophenyl (PNPP).2 Antigen buffer: i. 0.2 g KCl. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang. 0.5 g Na Cl /l b. Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar. 124 . 0.5 ml Tween 20 Serum buffer : . 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25. PBS Tween (untuk mencuci) . Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer. . 1 liter PBS Tween . Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : a. 2 g Ovalbumin (0. Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. 1 liter PBS Tween . pH 7.05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8. PBS + 0.01 M NaDIECA. (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB).2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning.

. . Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. tanah. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. 4. Reaksi yang terjadi adalah berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml. Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut. Teknik biomolekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR). . serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ ketentuan perbenihan yang berlaku. Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. peralatan dan tenaga pelaksana. g. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). 200 ml deinonized H2O . 24 ml 5 N Hcl . dan gudang penyimpanan.. Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih.7 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih.

pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan. Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. pengajuan pemeriksaan pendahuluan. pemeriksaan lapang. Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang. asal benih sumber. dan pengajuan pemasangan label sertifikat. b. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan. Dalam 125 . a. sejarah lapangan. dan isolasi (jarak/waktu) yang dilakukan. pengambilan sampel benih. Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar).Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. letak areal. Setelah diisi. rencana penanaman.

pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi. Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali. Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang. Sebelum pengawas BPSB memeriksa. Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. Semakin tinggi kelas benih. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. dan hanya diperbolehkan untuk produksi nonbenih. Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. d. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. semakin ketat standarnya. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL).pemeriksaan ini. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu . c. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya.

Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. seperti warna dan bentuk benih. e.minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya. Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali. serta saat pembungaan. Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih. seperti warna dan bentuk bunga. pada pemeriksaan ini 126 . penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus.

tetapi merupakan peng-awasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar. seperti varietas lain.tidak dilakukan pemeriksaan ulang. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. f. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan. Permohonan pemeriksaan alatalat panen dan pengolahan benih Selain benih. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnya adalah permohonan pengambilan contoh . misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. g. Artinya. h. Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan.

i. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih. Lot benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya.benih guna pengujian di laboratorium analisis mutu benih BPSB. Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat 127 . Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat.

jenis. berat bersih tiap wadah. Adapun isi label akan meliputi hasilhasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. jumlah wadah. Dalam pengajuan ini. nomor pengujian. penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu. dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. daya tumbuh benih. selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih.Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. tetapi . Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. varietas. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang. kemurnian. mengujikannya dan kemudian me-masang label ulangan pada kemasan benihnya. Jika dalam pengujian laboratorium. nama dan alamat produsen. j. sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. Pada kemasan benih. nomor kelompok benih yang bersangkutan.

8 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. bakteri. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan 128 .dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras. 4. pengolahan. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula. dan penyimpanan benih. nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman.

patogen secara terpisah terbawa biji. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman. Dan ketiga. dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. Kedua. dalam bias berada di embrio. Cendawan merupakan mikro-organisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan. Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering . patogen menempel pada permukaan benih. Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. Pertaman secara internal dan jaringan struktur perbanyakan biji. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam.benih. Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. tetapi juga di tempat penyimpanan. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 patogen terbawa berada di dalam tanaman seperti hal ini patogen cara. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu. endosperm atau kulit biji. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat.

perubahan ukuran. dan bentuk benih. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing 129 . Tetapi metode ini hanya men-deteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja.Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang meng-hasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual pada benih atau tercampur pada benih.

b. karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan). batu. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. pasir. Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih.Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah. Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas . Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji. sisa tanaman. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui atau terdeteksi. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia. oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. puru nematoda. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih.

Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. maka pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan haemocytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis. Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet. Bila pendekatan kuantitatif diperlukan. Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentrifugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit. Dengan menggunakan pipet. sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam tabung dan dicampur hingga merata. 130 . Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20.

Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian. cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang). 1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah. Dengan cara tersebut maka mikroorganisme /patogen terbawa benih. piknidiospora da-lam piknidia.c. spora dengan massa sporanya. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. Sebelum benih diletakkan. dan pengujian pada media agar. dan askospora dalam peritesia. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jaringan benih. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi. terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. Letakan benih satu . diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tum-buhnya seperti tubuh buah. Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih. Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. sporodokium dan aservulus.

oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan mikroskop compoun dan kunci identifikasi.per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan. Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Jika suatu cendawan telah teridentifikasi. Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan. Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi 131 .

kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. 3) Metode inkubasi pada media agar D alam metode media agar inokulum terbawa benih. yaitu memberikan informasi lebih relatif l ebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih. Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. Biasanya cendawan atau bakteri akan . P ada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap. Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan m edia kertas. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias. karena ketersediaan nu trisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga m emudahkan dalam pengamatan. Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan. etelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian.

relatif rumit dan mahal. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula. perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan. D alam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. terutama bila menggunakan media spesifik. Media BSC. Tiap cawan ditanami 10 butir benih. B enih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan 132 . Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an.membentuk koloni yang khas pada media agar. P rosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam c awan petri steril. Media Komada. dan lainlain. Dalam banyak kasus.

Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. batang. bata merah. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. Sejumlah cendawan. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain Alternaria. sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan.aseptik seperti alkohol 70 %. Co letotrichum. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. Gejala terjadi pada akar. Fusarium. Ascochyta. 4) Uji Gejala pada Bibit/ Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. Drechslera. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. atau hipokotil. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp. . kotiledon. Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. Macrophomina.

Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. tabung tetap tertutup dengan kapas. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi. Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten. Penanaman 133 . baik dengan kimia maupun secara fisik. Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. Sebelum dan sesudah penanaman. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit.

Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. koloni cendawan dan struktur cendawan. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. Sedangkan pada DAS ELISA. DAS ELISA protocol. F (ab )2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA.dikerjakan secara aseptik. sensitif. . akurat. virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim. 5) Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. cepat. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus. mudah dilakukan. double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin.

dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin. Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9.mempersiapkan stock gamma globulin (lgG). Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. Masukan antigen tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA. Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Suspensi disaring dengan 134 .

(tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB). Keringkan dengan kertas tissue. Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning. Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C.menggunakan kain kasa. ulangi sampai 4 kali cucian. Kosongkan plate ELISA. Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer. Buat larutan substrat dari 1 tablet p nitrophenyl (PNPP). Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC. Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect . Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween.

PBS + 0. Reaksi yang terjadi adalah 135 . 200 ml deinonized H2O .2 Antigen buffer: a.05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8. 0. .01 M NaDIECA.2 g KCl. 0. buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml. 1 liter PBS Tween .2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer.000) . Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut.5 ml Tween 20 Serum buffer : .5 g Na Cl /l 7) pH 7. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). 1 liter PBS Tween . 6) Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih. . 2 g Ovalbumin (0. PBS Tween (untuk mencuci) .ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : 6) 0. 24 ml 5 N Hcl . . 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25.

Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. 4. a. serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ketentuan perbenihan yang berlaku. asal benih sumber. Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. 7) Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih. dan pengajuan pemasangan label sertifikat. Teknik biomo-lekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR). pengambilan sampel benih. pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan. Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). peralatan dan tenaga pelaksana. rencana penanaman. Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. letak areal. tanah. dan gudang penyimpanan. Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. sejarah lapangan.berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. pengajuan pemeriksaan pendahuluan. pemeriksaan lapang. dan isolasi (jarak/waktu) .9 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih.

Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. Dalam pemeriksaan ini. pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi. formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan. Setelah diisi.yang dilakukan. 1) Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang. 2) Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase 136 .

Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya. Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Semakin tinggi kelas benih. Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. Sebelum pengawas BPSB memeriksa. semakin ketat standarnya. Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang.pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. seperti warna dan bentuk bunga. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. 3) Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL). Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. serta saat pembungaan. dan hanya diperbolehkan untuk produksi non benih. Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali. 4) Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen .

Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). 137 . Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih.Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya. pada pemeriksaan ini tidak dilakukan pemeriksaan ulang. Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Artinya. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan. 5) ermohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih Selain benih. jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. seperti warna dan bentuk benih.

tetapi merupakan pengawasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnyas adalah permohonan pengambilan contoh benih guna pengujian di labora-torium analisis mutu benih BPSB. Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. b. c.seperti varietas lain. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan. misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. Lot . Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih.

jenis. d. Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. Dalam pengajuan ini. nomor kelompok benih yang bersangkutan. penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan.benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). nomor pengujian. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya. Jika dalam pengujian laboratorium. 138 .

daya tumbuh benih. e. 139 . selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. berat bersih tiap wadah. sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. kemurnian. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. Pada kemasan benih. mengujikannya dan kemudian memasang label ulangan pada kemasan benihnya. dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang.varietas. nama dan alamat produsen. Adapun isi label akan meliputi hasil-hasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. jumlah wadah. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya.

II BUMN Swasta BUMN Swasta Keterangan: : Komando : Pengawasan Pemasaran : Pembinaan dan Koordinasi : Alur benih .Direktorat Jenderal Perbenihan BPSB Pemerintah dan Litbang Swasta Pelepasan Varietas Baru (Breeder Seed) Benih Dasar (Fondation Seed) Benih Pokok (Stock Seed) Benih Sebar (Extention Seed) Pemasaran P E T A N I BBI BBU BBP Dinas Pertanian Tingkat I BUMN Swasta Diperta Tk.

13. Gambar 4. produksi dan pengawasan mutu benih di Indonesia.: Sertifikasi Skema alur pelepasan benih. (Ditjentan Pangan dan Horti. 1999) 140 .

siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Potensi benih tanaman 2. Membiakkan tanaman dengan biji Proses pembentukan biji pada tumbuhan Pembuahan adalah penyatuan sel betina dan sel jantan. . Buab. Menyiapkann lahan pembenihan 4. Persyaratan lahan produksi . Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. Benih sumber .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 4. Hasil penyatuan disebut zigot. Adaptasi bunga . Penyerbukan dengan angina Musim penyerbukan Teknik produksi benih tanaman Mutu benih . Dasar-dasar produksi benih 3. Pembuahan . Pergiliran generasi . biji dan perkembangan biji Polinasi . Waktu antar pembuahan . Teknik budidaya tanaman . Penyerbukan oleh serangga. Zigor berisi kromosom dari individi jantan dan betina. Merawat benih tanaman 5. Ketidakserasian .

Uji serologi . Alat dan mesin pengolahan benih Penyimpanan benih . Metode inkubasi . 141 . Uji tanaman indicator . Permohonan pemeriksaan fase generatif . Permohonan pengambilan sample benih . Pengawasan pengolahan benih . Alur umum pengelolaan benih . Permohonan pengawasan pemasangan label bersertifikat . Permohonan sertifikasi . Pengujian kesehatan benih Prosedur memperoleh benih bersertifikat . Permohonan pemeriksaan fase vegetatif . Pengamtan secara visual . . Permohonan pelabelan ulang. Faktor yang mempengaruhi mutu benih.untuk produksi benih generatif . Uji gejala pada bibit/ kecambah . . . Kelas benih . Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen. Permohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih. Kriteria benih bermutu . Metode pencucian benih . Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan.

Lakukan observasi minimal pada 2 (dua) orang penangkar benih dan lakukan wawancara terhadap teknik produksi yang biasa dilakukan.SOAL: 1. Bagaiman proses sertifikasi benih di Indonesia TUGAS: 1. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema mendaftarkan benih vegetatif dan benih generatif. 2. 142 . Jelaskan proses pembentukan biji pada tumbuhan dengan bantuan angina dan serangga 2.

mangan. Oksigen dalam tanah digunakan oleh se-mua mahluk hidup dalam tanah. Semua gas tersebar dalam poripori tanah atau terlarut dalam tanah. fosfor. molibdenum. kalium. klor. Hara esensial (penting) sebagian besar terdapat dalam tanah. dan 1% CO2 beserta gas lainnya. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5. Akar dan organisme tanah memerlukan oksigen untuk proses pernafasan (respirasi). silikon. 78% nitrogen. udara dan berbagai hara tumbuhan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. iod. Sebagain air tanah terdapat dalam bentuk lapisan tipis yang dinamakan air kapiler. belerang. boron. baik organisme maupun mikroor-ganisme. Air kapiler membentuk larutan tanah yang berfungsi seba-gai sumber unsur hata tumbuhan. strontium. sehingga konsentrasi oksigen dalam tanah akan lebih rendah dibandingakan dengan oksigen di atas permukaan tanah (atmosfir). Nitogen merupakan unsur hra yang sangt penting bagi tumbuhan. flour. Barium dan kobalt. Nitrogen merupakan ba-han baku untuk . Di dalam tanah terdapat nitrogen. Beberapa tumbuhan membutuhkan beberapa unsur lain seperti natrium. Di dalam tanah terdapat air. Air yang beada dalam tanah sangat pentig untuk proses kimia.BAB 5. biologi dan fisika tanah.1 Media Tumbuh Tanah adalah tempat tumbuh tumbuhan di atas permukaan bumi. seng dan tembaga (unsur hara mikro). kalsium dan magnesium dalam jumlah yang relatif banyak (unsur hara makro) dan terdapat sedikit besi. Udara dalam tanah beasal dari udara atmosfir yang mengandung sekitar 21% Okigen.

Nitoden diserap oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan amonium. yang seringkali menyebabkan tergusurnya lahan pertanian yang produktif semata-mata karena alasan finansial. terjadi benturan kepentingan antara kebutuhan lahan untuk sarana transportasi dan pendirian bangunan dengan kebutuhan lahan pertanian. Dengan berkembangnya areal perkotaan. tanah dipandang sebagai lapisan permukaan bumi (natural body) yang berasal dari bebatuan (natural material) yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam (natural force). kalsium dan magnesium merupakan logam. Pada saat ketiga logam tersebut di atas bereksi dengan air maka akan dibebaskan ion-ion kalium.penyusunan protein dan asam amino tumbuhan. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk ion fospat. mulai berkembang pemahaman fungsi tanah sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman tersebut. Pada tahap berikutnya. sehingga membentuk regolit (lapisan 143 .Perkembangan dan Pengertian Tanah Pemahaman fungsi tanah sebagai media tumbuh dimulai sejak peradaban manusia mulai beralih dari manusia pengumpul pangan yang tidak menetap menjadi manusia pemukim yang mulai melakukan pemindah tanaman pangan /nonpangan ke areal dekat mereka tinggal. a. Kalium. Pada mulanya. Belerang diserap oleh tumbuhan dalam bentuk sulfat. sehingga produksi yang dicapai tanaman tergantung pada kemampuan tanah dalam penyediaan nutrisi ini (kesuburan tanah). kalsium dan magnesium. Belerang ditemukan dalam tanah mineral. Fosfor dibentuk pada tanah mineral dan berbagai senyawa organik.

sistematik. Perbedaan-perbedaan berbagai jenis tanah dan dijumpainya suatu jenis tanah yang sama jika kondisinya relatif sama. kimiawi dan biologis. (2). Hal-hal yang dipelajari adalah (1). Hasil kajian tanah secara pedologis ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan dasar dalam pemanfaatan masingmasing jenis tanah secara efisien dan rasional. Konsep ini dikembangkan oleh para Geologis pada akhir abad XIX. Ilmu Ukur . Masingmasing jenis tanah mempunyai morfologi yang khas sebagai konsekuensi keterpaduan pengaruh spesifik dari iklim. Kimia dan Biologi Tanah. bahan induk. serta ciri-ciri lainnya umumnya berbeda dibanding bahan induknya. Fisika. sifat kemampuan dan penyebaran berbagai jenis tanah yang tercakup dalam bidang kajian Klasifikasi dan Pemetaan Tanah. dan (2) nama-nama. Satu penciri-beda utama adalah tanah ini secara fisik. organisme (makro dan mikro) dan topografi pada suatu periode waktu tertentu". Tanah merupakan hasil evolusi alam yang bersifat dinamis sepanjang masa. yang telah dan akan tetap mengalami perlakuan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan yang meliputi bahan induk. Pengertian ini disebut sebagai definisi pedologis (pedo = gumpal tanah). iklim (termasuk kelembaban dan suhu). Dalam definisi yang lain ilmu tanah adalah ilmu pengetahuan alam murni dalam hal: (1) asal mula dan pembentukan tanah yang tercakup dalam bidang kajian genesis tanah. topografi dan umur tanah. Analisis Bentang Lahan. dan (3).berpartikel halus). Dinamika dan evolusi alam ini terhimpun dalam definisi bahwa tanah adalah "bahan mineral yang tidak padat (unconsolidated) terletak di permukaan bumi. Survei dan Pemetaan Tanah. Kajian Pedologi antara lain meliputi Agrogeologi. yang variasinya tergantung pada faktorfaktor pembentuk tanah tersebut. Morfologi dan Klasifikasi Tanah. jasad hidup (tanaman dan ternak).

Jones dari Cornell University Inggris. K. Tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefinisikan sebagai: "Lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembang sistem perakaran penopang tegak-tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara. secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti N. proteksi) bagi tanaman". Kajian Edaphologi ini antara lain meliputi Kesuburan Tanah. H. Agrohidrologi. Pemahaman tanah sebagai media tumbuh tanaman pertama kali dikemukakan oleh Dr. P. yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas 144 . Mn. Zn. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Mg. Fe.Tanah. yang mengkaji hubungan tanah pada tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi pertanian yang seekonomis mungkin. Pengelolaan Tanah Rawa. Ekologi Tanah dan Bioteknologi Tanah. Pupuk dan Pemupukan. B. Cl. Ca. dan lain-lain). dan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasiaktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. S. sedangkan yang merangkum kajian Pedologi dan Edaphologi sekaligus antara lain meliputi Pengelolaan Tanah dan Air. Kajian tanah dari aspek ini disebut edaphologi (edaphos = bahan tanah subur). namun pada realitasnya kedua definisi selalu terintegrasi. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Tata Guna Lahan. Cu.L. Konservasi Tanah dan Air.

(b). Penyokong tegaktumbuhnya trubus (bagian atas) tetanaman. maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman. obat-obatan. sebagai penyerap zatzat yang dibutuhkan tanaman. zat-zat pemacu tumbuh (hormon. Penyedia kebutuhan primer tanaman untuk melaksanakan aktivitas metabolismenya. meliputi zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota terutama mikroflora tanah seperti (a). industri perkebunan. Habitat biota tanah. (3). Atas dasar definisi ini maka tanah sebagai media tumbuh mempunyai empat fungsi utama. (2). Fungsi-fungsi tanah yang sedemikian vitalnya dalam penyediaan bahan pangan. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman yang berfungsi dalam menunjang aktivitasnya supaya berlangsung optimum. (4). senyawa-senyawa atau enzim yang berfungsi dalam penyediaan kebutuhan primer tersebut atau transformasi zat-zat toksik eksternal seperti pestisida dan limbah industri berbahaya. meliputi air. baik selama pertumbuhan maupun untuk berproduksi. baik tanaman pangan. yaitu sebagai (1). tetapi juga harus memahami.tanah untuk menghasilkan biomasa. (d). antibiotik dan toksin yang berfungsi sebagai anti hamapenyakit tanaman di dalam tanah. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran yang mempunyai dua peran utama. maupun kehutanan". serta. papan dan sandang bagi manusia (juga bagi hewan) ini membawa konsekuensi bahwa seorang ahli tanah tidak saja dituntut untuk berpengetahuan tentang: (1) tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman. (2) fungsi tanah sebagai pelindung tanaman dari serangan hama . vitamin dan asam-asam organik khas). udara dan unsur-unsur hara. (c). (5). baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut.

palawija dan sesayuran yang paling berperan adalah kedalaman di bawah 20 cm. Profil Tanah Secara vertikal tanah berdifferensiasi membentuk horizonhorizon (lapisan-lapisan) yang berbedabeda baik dalam morfologis seperti ketebalan dan warnanya.dan penyakit dan dampak negatif pestisida limbah industri berbahaya tersebut. yang biasanya terdiri dari horizon-horizon O-A-E-B-C. kimiawi.A (lapisan atas) yang biasanya mempunyai ketebalan di bawah 30 cm. Empat lapisan teratas. Susunan horizon-horizon tanah dalam lapisan permukaan bumi setebal 100-120 cm disebut sebagai profil tanah. b. Oleh karena itu. dalam buku ini dituturkan dalam kerangka pengertian fenomena ini. bahkan bagi tanaman berakar dangkal seperti padi.R. namun bagi tetanaman yang sangat penting adalah horizon O . Oleh karena itu. berupa bahan organik sisa-sisa biota yang hidup di atasnya dan mineral non bahan induk yang berasal dari letusan gunung api. yang masih dipengaruhi cuaca disebut Solum Tanah. maupun karakteristik fisik. atau yang terbawa oleh aliran air. horizon OA disebut lapisan tanah atas dan horizon E-B disebut lapisan tanah bawah Meskipun tanah terdiri dari beberapa horizon. istilah kesuburan tanah biasanya mengacu kepada ketersediaan hara pada lapisan setebal ini. Profil Tanah merupakan irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke bebatuan induk tanah (regolit). dan biologis masing-masingnya sebagai konsekuensi bekerjanya faktor-faktor lingkungan terhadap: (1) bahan induk asalnya maupun (2) bahan-bahan eksternal. yang 145 .

Sumatera Selatan. sedangkan tanah yang berwarna terang atau pucat berarti berBOT (bahan organik tanah) rendah atau telah mengalami pelindian hara intensif. profilnya lengkap seperti sketsa pada Gambar 1. Namun bagi tetanaman perkebunan dan kehutanan (pepohonan) untuk jangka panjang lapisan tanah bawah juga akan menjadi sumber hara dan air. yang telah tererosi berat atau telah mengalami pencucian intensif mempunyai profil yang umumnya tanpa atau sedikit lapisan olah (horizon 0 dan A).1. di atas. Pada tanah-tanah muda seperti Regosol. (2). namun kelengkapan atau diferensiasi horizon ini akan makin berkurang atau makin baur apabila tanah mengalami erosi. makin lengkap atau makin berdiferensiasi horizon-horizon tanah berarti makin tua umur tanah. sedangkan pada tanah-tanah tua seperti Podsolik di sekitar Palembang dan Prabumulih serta tanah latosol di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Warna tanah merupakan indikator sifat kimiawi tanah. Tanah yang berwarna gelap berarti banyak mengandung bahan. Kegunaan langsung dari pengamatan profil tanah ini antara lain adalah untuk mengetahui (1). Informasi ini dapat menuntun kita dalam memilih jenis tanaman dan teknik penanamannya. profilnya dapat tanpa horizon. yang banyak terdapat di sekitar Indralaya. Kedalaman lapisan olah atau solum tanah yang merupakan indikator potensi kedalaman akar tanaman untuk berpenetrasi. makin dangkal berarti makin tipis sistem perakarannya. .biasanya disebut sebagai lapisan olah. sehingga jika makin besar bobot atau tinggi tanaman akan makin mudah tanaman untuk tumbang. yang banyak terdapat di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. organik tanah atau belum mengalami pelindian (leaching) hara secara intensif. 0I Sumatera Selatan. Kelengkapan atau differensiasi horizon pada profil tanah merupakan indikator umur tanah atau proses-proses pembentukan (genesis) yang telah dilaluinya. Pada tanah dewasa seperti andosol. sehingga relatif subur.

sehingga relatif miskin. sehingga proses oksidasi berjalan baik. sedangkan tanah yang berwarna tak bersih atau bebercak menunjukkan aerasi dan drainasenya tidak baik. c. karena bagian padatannya 100% dapat berupa bahan organik. Proses reduksi yang lama pada tanah kering berkadar besi tinggi akan menimbulkan bercak-bercak senyawa ferro yang berwarna kekuningan. maka tanah secara rerata terdiri dari: (1) 50% padatan. Riau. air dan udara. yaitu bahan padatan (mineral dan bahan organik). sehingga proses oksidasi dan reduksinya terjadi secara bergantian. Berdasarkan volumenya. dan (2) 50% ruang pori. sehingga ketiadaan bahan mineral dan udara pada tanah ini merupakan masalah utama dalam 146 . berisi 25% air dan 25% udara. berupa 45% bahan mineral dan 5% bahan organik. sedangkan proses oksidasi yang lama pada tanah rawa akan menghasilkan senyawa ferri yang berwarna kecoklatmerahan. Komponen Tanah Tanah mineral yang dapat berfungsi sebagai media tumbuh ideal secara material tersusun oleh 4 komponen. Khusus untuk tanah gambut yang banyak tersebar di kawasan rawa Sumatera Selatan. sedangkan ruang porinya 100% dapat terisi air. Kalimantan dan Papua. komposisi ini relatif berlainan. berarti kadar oksigennya cukup. Jambi. Tanah yang berwarna homogen bersih menunjukkan sirkulasi udara (aerasi) dan airnya (drainase) baik.

Sumber air. tanah bervegetasi akan mempunyai proporsi BOT tinggi. tanah yang berdekatan dengan sungai akan lebih banyak mengandung air ketimbang yang jauh dari sungai. Sketsa proporsi komponen-komponen tanah mineral Udara tanah misalnya berfungsi sebagai gudang dan sumber gas (1). CO2 bagi mikrobia fotosintetik. H2 dan gas-gas lainnya .pemanfaatannya menjadi lahan pertanian produktif. saat hujan dan evaporasi (penguapan) rendah proporsi air meningkat (dan proporsi udara menurun). dan (3). (2). makin halus berarti makin padat tanah. sehingga ruang porinya juga akan menyempit. Fungsi Utama Tanah sebagai Media Tumbuh Masing-masing komponen tanah tersebut berperan penting dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuh. sebaliknya pada tanah gundul (tanpa vegetasi). d. yang melepaskan CO2 dan untuk oksidasi enzimatik oleh mikrobia autotrofik (mampu menggunakan senyawa anorganik sebagai sumber energinya). sehingga variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap variabilitas fungsi tanah sebagai media tumbuh. Ukuran partikel penyusun tanah. Iklim terutama curah hujan dan temperatur. (3). O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran tanaman untuk melaksanakan respirasi. Beberapa gas seperti CO2 dan N2 ini serta NH3. dan (4). Gambar 5. N2 bagi mikrobia pengikat N. sebaliknya pada saat tidak hujan dan evaporasi tinggi. sebaliknya jika makin kasar. Sumber bahan organik tanah. Secara alamiah proporsi komponenkomponen tanah sangat tergantung pada (1).1. (2).

Bahan mineral melalui bentuk partikel-partikelnya merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air. baik ke permukaan akar maupun transportasi ke daun. tanaman yang mengalami kekurangan air tidak saja akan layu tetapi juga akan mengalami defisiensi hara. tanaman membutuhkan sekitar 500 g air. apabila berkadar relatif tinggi dapat menjadi racun baik bagi akar maupun bagi mikrobia tanah. Adanya sirkulasi udara (aerasi) yang baik akan memungkinkan pertukaran gas-gas ini dengan 02 dari atmosfer. Oleh karena itu.baik yang berasal dari proses dekomposisi bahan organik maupun berasal dari sisa-sisa pestisida atau limbah industri. sehingga aktivitas mikrobia autotrofik yang berperan vital dalam penyediaan unsur-unsur hara menjadi terjamin dan toksisitas gas-gas tersebut ternetralisir. yang 1 %nya mengisi setiap unit selsel tanaman. Untuk menghasilkan 1 g biomass kering. Sebagian besar ketersediaan dan penyerapan hara oleh tanaman dimediasi oleh air. K dan Ca dominan diserap tanaman melalui bantuan mekanisme aliran massa air. malah unsur-unsur mobil seperti N. Bahan organik dan mineral tanah terutama berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara bagi tetanaman dan biota tanah. Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tetanaman dan biota tanah. tetapi juga sebagai ruang untuk akar berpenetrasi. makin sedikit ruang 147 .

5. sedangkan stabilitas ukuran ruang ini tergantung pada konsistensi tanah terhadap pengaruh tekanan. reaksi kimiawi. Tanaman kedelai dapat berpenetrasi hingga 35 cm lateral dan 1 m horizontal. Kemudahan tanah untuk dipenetrasi ini tergantung pada ruang pori-pori yang berbentuk di antara partikel-partikel tanah (tekstur dan struktur). pada kondisi ideal perakaran tanaman dapat tumbuh dan berpenetrasi baik secara lateral maupun vertikal sejauh beberapa cm per hari. sehingga keberadaan BOT (bahan organik tanah) akan sangat menentukan populasi dan aktivitasnya dalam melepaskan hara-hara tersedia yang dikandung BOT tersebut. karbon dan hara bagi biota heterotrofik (pengguna senyawa organik). Bahkan tanaman alfalfa diketahui dapat mencapai kedalaman sampai 7 m. Makna terpenting dari makin berkembangnya sistem perakaran ini adalah makin banyaknya hara dan air yang dapat diserap tanaman. Bahan organik merupakan sumber energi. Warna mencerminkan jenis mineral penyusun tanah. Dalam berpenetrasi ini. intensitas pelindian dan akumulasi bahan-bahan yang terjadi.2. sehingga makin terjamin kebutuhannya selama proses pertumbuhan dan produksinya. Kerapatan porosotas tersebut menentukan kemudahan air untuk bersirkulasi dengan udara (drainase dan aerasi).pori ini akan makin tidak berkembang sistem perakaran tanaman. sedangkan . sehingga tanaman jagung dewasa yang ditanam berjarak 100 cm dapat mempunyai sistem perakaran yang saling bersentuhan dengan kedalaman lebih dari 2 meter. dan akhirnya makin produktif suatu areal lahan. Sifat fisik lain yang penting adalah warna dan suhu tanah. Sifat Fisik Tanah Telah dijelaskan sebelumnya bahwa fungsi pertama tanah sebagai media tumbuh adalah sebagai tempat akar mencari ruang untuk berpenetrasi (menelusup). dengan rerata 2-3 m. baik secara lateral atau horizontal maupun secara vertikal.

sedangkan bakteri Nitratasi akan merubah NO2 menjadi NO3. Tanah yang gembur akan memberikan kelonggaran bagi perkembangan akar serta memperlancarkan persediaan oksigen dan drainase yang baik. Secara keseluruham sifat-sifat fisik tanah ditentukan oleh (1). Jenis dan proporsi komponenkomponen penyusunan pertikel-pertikel ini. (3). Contohnya adalah bakteri Rhizobum sp. Pada leguminoceae akan membantu proses penangkapan N2 dari udara dan akan dikonversi menjadi Nitrat. Ketersediaan oksigen juga diperlukan untuk proses dan aktivitas jasad renik tanah yang menguraikan bahan organik menjadi unsur hara yang selanjutnya dapat diserap oleh tanaman. Ukuran dan komposisi partikel-partikel hasil pelapukan bahan penyusunan tanah. Drainase tanah yang baik akan mencegah penggenangan air. Selain itu. dan (4). energi dan bahan dengan kehilangannya. Keseimbangan antara suplai air. (2).suhu merupakan indikator energi matahari yang dapat diserap oleh bahan-bahan penyusunan tanah. Intensitas reaksi kimiawi dan biologis yang telah atau sedang berlangsung. dengan drainase yang baik akan terhindar perkembangan berbagai patogen seperti cendawan yang merugikan. mengatur suhu dan kelembaban tanah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. 148 .

1.5. sedangkan yang didominasi liat akan banyak mempunyai pori-pori mikro (kecil) atau tidak poreus. tetapi harus diperhitungkan dalam evaluasi tekstur tanah. berikut: Tabel 5. yang menunjukkan makin padatnya partikel-partikel per satuan volume tanah. Sebagai hasilnya. (2). Klasifikasi ukuran. debu (silt) (berdiameter 0.1 Tekstur Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah (separat) yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relatif antara fraksi pasir (sand) (berdiameter 2. memperlihatkan bahwa makin kecil ukuran separat berarti makin banyak jumlah dan makin luas permukaannya per satuan bobot tanah. dan sebaliknya. maka (1). Makin poreus tanah akan makin mudah akar untuk berpenetrasi. jumlah dan Was permukaan fraksi-fraksi tanah menurut sistem USDA dan Sistem Internasional tertera pada Tabel 5. Hal ini berbanding terbalik dengan luas permukaan yang terbentuk.2. Tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori makro (besar) (disebut lebih poreus). luas permukaan mencerminkan luas situs yang dapat bersentuhan dengan air. Hal ini berarti makin banyak ukuran pori mikro yang terbentuk.20 mm atau 2000-200 m. sehingga makin dominan fraksi pasir akan makin kecil daya menahan tanah terhadap ketiga material ini. tanah yang didominasi debu akan banyak mempunyai pori-pori meso (sedang) (agak poreus). Makin tidak . energi atau bahan lain.002 mm atau 200-2 m) dan liat (clay) (<2 m).20-0.000. sebaliknya jika ukuran separat makin besar. serta makin mudah air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi baik: air dan udara banyak tersedia bagi tanaman). dan sebaliknya jika liat yang dominan. Partikel berukuran di atas 2 mm seperti kerikil dan bebatuan kecil tidak tergolong sebagai fraksi tanah. tetapi makin mudah pula air untuk hilang dari tanah.1.

sehingga tanah bertekstur debu dan lempung akan mempunyai ketersediaan yang optimum bagi tanaman. tetapi tidak licin.poreus tanah akan makin sulit akar untuk berpenetrasi. fraksi debu akan terasa agak halus dan agak lekat. sedangkan karena sebagian fraksi liat yang rukuran <1 m merupakan koloid atau partikel bermuatan listrik yang aktif sebagai situs pertukaran anion atau kation. sedangkan fraksi debu sanya berasal dari mineral feldspar dan mika yang cepat lapuk. maka tanah yang baik dicerminkan oleh komposisi ideal dari kedua kondisi ini. tetapi air yang ada tidak mudah hilang dari tanah. Oleh karena itu. serta makin sulit air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi buruk: air dan udara sedikit tersedia). Perbedaan jumlah dan luas permukaan partikel-partikel per satuan volume tanah. (3). Uraian ini menunjukkan bahwa fraksi pasir dan debu lebih berperan secara fisik. dan licin. 149 . sedangkan fraksi liat akan terasa halus. sehingga tanah bertekstur debu umumnya lebih subur ketimbang tanah tekstur pasir. maka di lapangan jika tanah yang telah dibasahi dirasakan dengan kulit jari-jari tangan. Tekstur tanah dibagi menjadi 12 kelas seperti tertera pada Tabel 5. lekat. maka fraksi pasir akan terasa kasar dan tidak lekat. namun dari segi nutrisi tanah lempung lebih baik ketimbang tanah bertekstur debu. maka fraksi liat lebih berperan secara kimiawi ketimbang secara fisik.2. Fraksi pasir umumnya didominasi oleh mineral kuarsa (SiO2) yang sangat tahan terhadap pelapukan. pada saat pelapukannya akan membebaskan sejumlah hara.

Tanah yang berkomposisi ideal yaitu 22.5. dan (c). apabila kelas tekstur tanah diketahui. (3). Tanah bertekstur sedang tetapi agak halus mencakup lempung liat (Clay loam). (b). Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung. Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah digolongkan menjadi (1). Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung (tiga macam). Di lapangan tekstur tanah dapat ditetapkan berdasarkan kepekaan indra perasa (kulit jari jempol dan telunjuk) yang membutuhkan pengalaman dan kemahiran. liat berdebu atau liat berpasir (3 macam).5% liat atau bertekstur liat. debu dan liat sebagaimana dijelaskan sebelumnya.5% pasir. terdiri dari (a). hasil penetapannya akan makin . Melalui pengetahuan tentang sifatsifat fraksi pasir. lempung berdebu (Silty Loam) atau debu (silt) (4 macam). Tanah bertekstur sedang tetapi agak kasar meliputi tanah yang bertekstur lempung berpasir (Sandy Loam) atau lempung berpasir halus (dua macam). bertekstur debu apabila berkadar minimal 80% debu dan bertekstur liat apabila berkadar minimal 40% liat.menunjukkan bahwa suatu tanah disebut bertekstur pasir apabila mengandung minimal 85% pasir. lempung (Loam). makin peka indra perasa ini.52. Tanah bertekstur halus atau tanah berliat berarti tanah yang mengandung minimal 37. Tanah bertekstur sedang meliputi yang bertekstur lempung berpasir sangat halus. 30-50% debu dan 10 30% liat disebut bertekstur Lempung. (2). maka gambaran umum tentang sifat fisik tanah dapat diperkirakan. lempung liat berpasir (Sandy clay Loam) atau lempung liat berdebu (Sandy-silt Loam) (3 macam).

Cara ini disebut metode rasa. kelicinan. (2). (4). dan kelengketan partikel-partikel tanah. apabila yang terasa lebih dominan adalah sifat pasir. maka berarti tanah bertekstur liat. dan seterusnya. maka berarti tanah bertekstur lempung berpasir. Tanah bertekstur debu akan mempunyai partikel-partikel yang terasa agak halus dan licin tetapi tidak lengket. lalu pijit di antara jari jempol dan telunjuk. Terasa kasar. tanpa rasa licin dan tanpa rasa lengket. serta gulungan atau lempengan yang terbentuk rapuh atau mudah hancur. dilakukan dengan mengambil sebongkah tanah seberat kira-kira 10 g. tekstur tanah umumnya ditetapkan melalui dua metode. Sebaliknya jika partikel tanah terasa halus.mendekati kebenaran atau makin identik dengan basil penetapan di laboratorium. pecahkan perlahan. Hasil penetapan menurut metode rasa ini akan makin baik apabila untuk setiap titik pengamatan dilakukan beberapa kali. (3). Tanah bertekstur lempung akan mempunyai partikel-partikel yang mempunyai rasa ketiganya secara proporsional. lengket dan dapat dibuat gulungan atau lempengan kontinu. geser-geserkan jari telunjuk sambil merasai derajat kekasaran. yaitu metode pipet (kurang teliti) atau metode hidrometer "Bouyoucos" (lebih teliti). Di Laboratorium. yang keduanya didasarkan pada perbedaan kecepatan jatuhnya partikel-partikel tanah di dalam air dengan asumsi bahwa kecepatan 150 . misalnya indra kulit merasakan partikel-partikel (1). maka berarti tanah bertekstur pasir. paling tidak tiga kali (tiga ulangan). serta tidak bisa membentuk gulungan atau lempengan kontinu. Melalui perbandingan rasa ketiganya maka secara kasar tekstur tanah dapat diperkirakan. basahi dengan air secukupnya.

fraksi debu turun antara 40 detik hingga hampir dua jam. 9n di mana : V = kecepatan jatuhnya partikel (cm detik-1) g = percepatan karena gravitasi (cm detik-1) dp = kerapatan partikel (g cm-3) d = kerapatan larutan (g cm-3) r = radius partikel (cm) n = viskositas absolut larutan (dyne detik cm-3). hasil penelitian pengaruh tekstur tanah terhadap produksi jagung dan kentang tertera pada Tabel 3. sedangkan.3.1). Tabel 3.3 ini menunjukkan bahwa jagung ideal tumbuh pada tanah bertekstur lempung. . fraksi pasir merupakan partikelpartikel yang turun ke dasar suspensi selama kurang dari 40 detik. Melalui metode hidrometer tersebut (1). sisanya yang masih tersuspensi merupakan fraksi liat. . misalnya contoh tanah o berkadar pasir 25%.dp gr 2 2 .jatuhnya partikel yang berkerapatan (density) sama dalam suatu larutan akan meningkat secara. debu 25% dan liat 50%. d . linear apabila radius partikel bertambah secara secara kuadratik: V . Peran tekstur tanah sebagaimana diuraikan di atas akan memengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. (3). Proporsi hasil penetapan masingmasing fraksi tanah ini kemudian dicocokkan dengan proporsi pada segitiga tekstur (Gambar 3. (2). maka berarti tanah bertekstur liat.

Pinus resinosa ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir meskipun jika dibanding dengan tanah bertekstur pasir yang diberi air irigasi. dan (3) umur bahan induk tanah. 151 . yang lembek jika basah dan keras jika kering) atau apabila dilumat dengan air membentuk pasta disebut juga tanpa struktur. debu dan liat individual) hingga partikel-partikel sekunder (gabungan partikel-partikel primer yang disebut ped (gumpalan) yang membentuk agregat (bongkah). Tanah yang partikel-partikelnya belum bergabung.sedangkan kentang ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir ketimbang yang bertekstur liat dan pasir berlempung.2 Struktur Apabila tekstur mencerminkan ukuran partikel dari fraksi-fraksi tanah. terutama yang bertekstur pasir. sedangkan tanah bertekstur liat. sehingga sistem perakarannya leluasa untuk berkembang. yang terlihat massif (padu tanpa ruang pori. 1979). nisbah debu : Liat merupakan kriteria penting dalam mengevaluasi fenomena seperti: (1) migrasi liat. 5. Namun keduanya tumbuh ideal pada tanah bertekstur pasir apabila disertai dengan irigasi. Pada tanah-tanah di daerah tropika. (2) taraf pelapukan fisik. disebut tanpa struktur atau berstruktur lepas. Pada kondisi tanpa irigasi. maka struktur merupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel-partikel primer tanah (pasir. serta (4) klasifikasi tanah (Lal. tanah lempung memberikan sifat-sifat fisik yang baik sebagaimana diuraikan sebelumnya. Tanah yang lebih baik adalah tanah bertesktur lempung berpasir ketimbang tekstur lempung terkait dengan kebutuhan tanaman kentang terhadap ruang untuk perpanjangan dan pembesaran umbinya.2.

02-0. karena susunan antar ped atau agregat tanah akan menghasilkan ruang yang lebih besar ketimbang susunan antarpartikel primer.00 1.00-1.50 0. sehingga lebih memudahkan sistem perakaran tanaman untuk berpenetrasi dan mengabsorpsi (menyerap) hara dan air.25 0.1.002 <0.05-0.002 <0.Tabel 5. jumlah dan luas permukaan fraksi-fraksi tanah men urut Sistem USDA dan Sistem Internasional Separat tanah Diameter (mm) USDA Internasional Pasir sangat kasar Pasir kasar Pasir sedang Pasir Pasirhalus Pasir sangat halus Debu Debu Liat*) 2.05 0. Klasifikasi ukuran. Hal ini terbukti dari percobaan pemupukan yang . sehingga pertumbuhan dan produksi menjadi lebih baik. Oleh karena itu.00-0.10 0. tanah yang berstruktur baik akan mempunyai kondisi drainase dan aerasi yang baik pula.20 --0.25-0.002 Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah.50-0.002 --2.00-0.10-0.

000 2.796 90.088 46. (2). sehingga makin rapat tajuk tanaman akan makin baik pengaruhnya terhadap agregat tanah. (e).853.000 5. penggenangan dan . Penanaman melindungi agregat tanah dari hantaman air hujan.000 722.mendapatkan bahwa produksi jagung pada tanah tanpa pupuk tetapi beragregat baik ternyata 2.250. difusi gas dari dan ke atmosfer.334. mengontrol proliferasi (pertumbuhan) akar dan perkembangannya. Struktur tanah mempunyai peran sebagai regulator yang (1). erosi air atau angin.776.000.700 4. (c) Kemudian secara langsung atau tak langsung terkait dengan (d). mengatur retensi dan pergerakan air tanah yang meliputi: (a). (b).000 terbentuk dari berbagai ukuran pori-pori yang berinterkoneksi.000 Was permukaan (cm2 g-1) 11 23 45 29 91 227 454 271 8. menyinambungkan arah pipa yang Jumlah partikel (g-1) 90 720 5. stabilitas dan durabilitasnya.3 kali lebih besar ketimbang produksi pada tanah beragregat buruk yang diberi pupuk.

jika agregasi tak terlihat atau berbatas tidak jelas atau baur dengan batas-batas alamiah. indikator bentuk dan susunan ped. pelindian atau kehilangan hara-hara tanaman. struktur tanah dideskripsikan menurut (1). (g). balok dan prisma. kelas. sebagaimana tertera pada Tabel 3. menghasilkan 7 tipe struktur tanah. jika ped sulit 152 . lempeng. (b) lemah. dan (3). Di lapangan. yang dibagi menjadi (a) tanpa struktur. (f). tipe. gradasi. dan (h). (2). indikator bentuk struktur yang terbentuk dari ped-ped penyusunnya.4. indikator derajat agregasi atau perkembangan struktur. yaitu: bulat. temperatur tanah. stres tanaman akibat kekeringan.aerasi tanah.

tahan lama dan jelas. Pencairan dan pembekuan yang juga merenggangciutkan partikel-partikel. Stabilitas ped yang terbentuk (juga agregat) ter-gantung pada dua kondisi. tanah kering diletakkan dalam saringan kemudian dicelupkan ke dalam air.terbentuk tetapi terlihat. Stabilitas ped ini dapat ditentukan melalui metode penyaringan basah. air segera meresap dan mendesak udara yang terperangkap di ruang-ruang pori tanah. jika ped dapat terbentuk dengan baik. . Keutuhan tanah permukaan ped pada saat rehidrasi. yaitu (1). pada tanah utuh jelas terlihat dan antar ped terikat lemah namun tahan jika dipindahkan dan hanya terpisah apabila tanah terganggu. turun lewat lobang-lobang saringan. (c) sedang. tetapi tak jelas pada tanah utuh. (4). jika ped kuat. Ped-ped yang tertinggal merupakan ped yang stabil terhadap air. Kekuatan ikatan antar koloid-partikel di dalam ped pada saat basah. (2) pergerakan air yang mengikuti arah perkembangan akar menyebabkan terjadinya pengikisan dan pemecahan tanah yang kemudian memicu pembentukan ped. ped yang tidak kuat terhadap tekanan ini akan pecah dan rusak. Dalam metode ini. Mekanisme pembentukan struktur dimulai dari butiran tunggal atau dari bentuk masif. maka perkembangannya dimulai dari pengikatan partikel-partikel tanah membentuk cluster (gerombol) yang kemudian menjadi ped. Apabila berasal dari butirbutir tunggal. Lima mekanisme utama yang menyatukan partikel-partikel ini meliputi: (1) aktivitas penetrasi akar pada saat berkembang. dan (2). Pembasahan dan pengeringan yang merenggang-ciutkan partikelpartikel dan (5). dan (3) aktivitas keluar masuknya fauna tanah. dan (d) kuat.

(4). maka terjadilah agregasi. lempung berliat Miami: lendir mikrobial>Fe-oksida>C-organik. lempung berliat Kewaunee : Feoksida> liat>lendir mikrobial.Secara umum terdapat tiga kelompok bahan koloidal (partikel berdiameter <1 m) yang bertindak sebagai agen perekat (cementing agent) partikel-partikel dalam proses pembentukan agregat (agregasi) tanah. Polimerpolimer organik yang merupakan polisakarida berbobot-molekul besar dapat berasal dari lendir ekstraseluler atau dinding-dinding sel-sel mikrobia. dan (3) Bahan organik koloidal. (2) Oksida-oksida besi dan mangan koloidal. Pentingnya peran lendir (gum) mikrobial sebagai agen pengikat adalah menjamin kelangsungan aktivitas mikrobia dalam proses pembentukan ped (dan agregasi) tersebut. dan (5). maka molekulmolekul air yang dapat bertindak secara dipolar (bermuatan + dan -) terjerap (adsorpsi) ke permukaan koloid liat tersebut. yaitu (1) Mineral-mineral Liat koloidal. membentuk jaringan seperti jala yang efektif dalam menyatukan partikelpartikel tanah. Lempung berdebu Parr: lendir mikrobial>liat>Fe-oksida> C-organik. (2). termasuk hasil aktivitas dan perombakan sel-sel mikrobia. Secara umum lendir mikrobial>Feoksida>C-organik> liat. (3).5 mm adalah sebagai berikut (1). Pada saat air menguap. Pada tanah horizon A di Wisconsin USA urutan kepentingan agen-agen pengikat pembentuk ped berdiameter > 0. sedangkan . Hidroksi polimer-polimer ini dan atom-atom oksigen permukaan liat membentuk ikatan-ikatan hidrogen sebagai jembatan pengikat. Lempung berliat Almena : lendir mikrobial>Fe-oksida. maka lempeng-lempeng liat akan berdekatan dan dibantu oleh agen perekat. Oleh karena koloid-koloid ini bermuatan negatif.

153 .

Lempeng 4.60 Tabel 5.00 7. Balok bersudut . Deskripsi tipe-tipe struktur tanah Tipe struktur Deskripsi Ped Lokasi horizon 1. Tabel 5. Pengaruh kelas tekstur dominan lapisan atas tanah terhadap produksi jagung dan kentang Produksi (per hektar) Kelas tekstur dominan Liat Lempung Lempung berpasir Pasir berlempung Pasir (+ irigasi) Jagung (ton) Kentang (Ton) 5.544 33.772 28. agen pengikat yang terpenting adalah Fe-oksida karena tingginya kadar Feoksida pada tanah ini. Pada tanah Latosol di daerah tropis.030 33. Remah 3. polimerpolimer ini bertindak sebagai lem perekat.030 6.00 5.4.terhadap partikel nonkoloidal.60 3. Miselia jamur dan aktinomisetes juga efektif sebagai agen pengikat ini. Granuler 2.3.287 28.

Kolumnar Relatif tak poreus.2. Pada tanah beraerasi bueruk. tetapi ped-ped penyusun bersisi-sisi bulat agak persegi.5. Ped prisma ini ada yang pecah membentuk ped balok kecil. tidak terikat membentuk ped. = 6. Seperti tumpukan susunan piringan yang berikatan lemah. lkatan antar ped ini sering putus membentuk balok-balok kecil. Seperti balok-balok yang terbentuk dari ikatan ped-ped yang sisi-sisinya bersudut tajam. sedangkan aerasi buruk berarti sebaliknya. disebut plat jika tebal dan laminar jika tipis. kecil dan agak bulat. Aerasi baik berarti keluarmasuknya udara dari hambatan. Prisma 7.3 Aerasi Tanah Aerasi tanah merupakan istilah yang mengindifikasikan kondisi tataudara (keluar-masuknya udara) dalam tanah. 5. tetapi berpermukaan bulat melingkar yang diikat secara lateral oleh ped pilar lainnya sebagai penyela. = 4. akan terjadi penghambatan A A E tanah hutan atau Bt tanah liat Bt Bt Bt Bt terhadap pertumbuhan dan produksi . Balok persegi 6. Seperti pilar-pilar berpermukaan rata yang terikat oleh ped prisma lainnya sebagai penyela. antarped tidak terikat. = 1 tetapi relatif poreus.

tanaman akibat tertekannya (1). (3). kiemudian kalsium. (2). Serapan hara yang paling terganggu adalah kalium. nitrogen dan fosfor (4). Respirasi akar. Absorpsi (penyerapan) air dan unsur hara. magnesium. 154 . Aktivitas mikrobia yang terkait dengan kesuburan tanah. Pertumbuhan dan perkembangan perakaran tanaman.

Pada kondisi aerasi baik kadar CO2 udara tanah lebih tinggi 6-7 kali (jika aerasi buruk dapat hingga 10-100 kali). Hal ini di samping disebabkan oleh (1). dan (4). kadar O2 lebih rendah dan kadar N2. Kecenderungan udara yang mengalir dari temperatur tinggi (tanah) ke temperatur udara (atmosfer) terutama di malam hari dan sebaliknya di siang hari. dan (2). terutama terkait dengan (3). Laju difusi oksigen di dalam air adalah 10 ribu kali lebih kecil ketimbang laju difusi oksigen di udara tanah. O2 dan N2 atmosfer. Kemungkinan secara keseluruhan akan menghambat perkembangan dan pertumbuhan tanaman. serta fiksasi N2 (seperti bakteri rhizobium). Di bawah kadar 10% pertumbuhan akan terhambat dan akan berhenti sama sekali apabila kadarnya kurang dari 2%. Adanya respirasi akar (juga mikroflora fotosintetik dan fauna tanah) seperti dijelaskan diatas.Hal ini terutama terkait dengan proses respirasi akar tanaman yang menyerap O2 dari udara tanah dan melepaskan CO2 sehingga jika aerasi buruk akan terjadi akumulasi CO2 dan defisit O2 konsrkuensinya respirasi akar dan aktivitas mikrobia aerobik (mutlak butuh oksigen) yang terlibat dalam penyediaan hara akan terganggu. maka penyerapan hara melalui mekanisme aktif yang membutuhkan energi kimiawi (ATP) hasil proses respirasi juga akan terhambat. lebih tinggi daripada kandungan CO2. Aktivitas mikrobia dalam dekomposisi bahan organik yang melepaskan gas CO2 dan N2 (denitrifikasi). sehingga peningkatan kadar air tanah akan . Adanya gas-gas yang berdifusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah (N2 dan CO2 dari tanah ke udara dan O2 dari udara ke tanah). idealnya sekitar 21%. Umumnya tanaman tumbuh normal pada saat pori tanah terisi udara >10% oksigen. CO2 (mikrobia heterotrofik) dan O2 (mikrobia aerobik).

gandum. Pada tomat terlihat setelah 10-15 hari kemudian dengan penurunan bobot terjadi pada 45-50 hari kemudian dengan penurunan bobot hingga 25% yang baru pulih setelah 70 hari. Peka: tomat. padi.menghambat penetrasi oksigen ini yang kemudian menyebabkan tertekannya respirasi akar. Toleran: willow. hidrogen sulfida dan amoniak. Agak tahan: sorgum (dapat terendam beberapa hari). Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar CO2 O2 udara tanah tertera pada Tabel 3. dan (4).1-5. (3). Pada kondisi tergenang (reduksi) udara tanah juga banyak mengandung gas methan. Kepekaan tanaman terhadap aerasi tanah yang buruk atau defisiensi oksigen adalah sebagai berikut (1). kacang pea dan barlei. oat. dan pada kondisi jenuh air terjadi defisit oksigen yang menyebabkan matinya tanaman. cattail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar kebanyakan tanaman ideal pada laju difusi oksigen minimal 30 x 10 cm menit.8 yang secara umum merupakan konsekuensinya terhambat aktivitas akar dan mikrobia. kentang. Pada padi mekanisme ini terjadi karena adanya interkoneksi pembuluh udara dalam korteks. serta difusi yang 156 . dan kedelai. yang dapat menyuplai oksigen asalkan trubusnya menyembul ke udara. derisiensi oksigen selama 24 jam saja telah menghambat pertumbuhannya.0% dan jika aerasi buruk dapat mencapai hampir 20%. biet gula. rumput sudan dan reed canary. (2). Pada kacang kapri dan tomat. Sedang: jagung. dan beberapa sedge yang dapat menyerap udara ke dalam perakarannya yang tenggelam. Kadar CO2 pada udara tanah bervariasi antara 0. tidak mampu berpenetrasi ke dalam tanah apabila laju difusi kurang dari 20 x 10 cm menit.

aerasi. Dalam Handbook of Chenistry and Physics . laju optimum aktivitas biota tanah yang menguntungkan terjadi pada temperatur 18 30oC. Pada temperatur di atas 30oC lebih banyak unsur K-tertukar dibebaskan ketimbang pada temperatur yang lebih rendah. mikrobia umumnya menjadi inaktif.2. dan enzimatik.4 Temperatur Tanah Temperatur (suhu) adalah suatu sifat tanah yang sangat penting secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan juga terhadap kelembaban. Temperatur tanah sangat memperngaruhi aktivitas mikrobial tanah. Temperatur dinyatakan dalam derajat (a). Satu sentigrade = 1/100 dari total perbedaan anatar . temperatur didefibisikan sebagai kondisi suatu bodi yang menentukan transfer panas ke atau dari bodi lainya . yang kemudian paling umum digunakan di dunia. akar tanaman dan mikrobia tanah secara langsung dipengaruhi oleh temperatur tanah. Pada temperatur di atas 40oC. aktivitas mikrobial. sehingga penyerapannya oleh akar juga meningkat. Skala sentigrade pada tahun 1742 oleh Anders Celcius (ahli Astronomi Swedia). Temperatur tanah merupakan salah satu faktor tumbuh tanaman yang penting sebagaimana halnya air. seperti bakteri pengikat N pada tanah berdrainase baik. udara dan unsur hara. struktur. Nitrifikasi berlangsung optimum pada temperatur sekitar Pada temperatur di atas 30oC. Proses kehidupan bebijian. Temperatur adalah istilah untuk menyatakan intensitas atau level panas yang berfungsi sebagai indikator level atau derajat aktivitas molekuler.menyebabkan naiknya kadar CO2 dan turunnya kadar O2. dekomposisi serasah/sisa tanaman dan ketersediaan hara-hara tanaman. Laju reaksi kimiawi meningkat dua kali lipat untuk setiap 10o kenaikan temperatur. Aktivotas ini sangat terbatas pada temperatur di bawah 10oC. 5.

(d). dan (c). namun skalanya dimulai pada -273. Satuan kapasitas panas adalah gram per kalori (g cal-1). yang berpanas-spesifik air = 1 cal g-1. 180). yaiut radiasi sinar matahari dan langit (dominan). serta 157 . Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor dengan dua sumber panas. sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah panas-spesifik hampir 0.2 cal g-1.556 oK 273 = oC = 0. secara umum semua substansi berkapasitas-panas lebih kecil dari air (Kohnke. Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air. (b).temperatur air pada titik didih di bawah tekanan atmosfer baku {700 mm Hg (merkuri)}. Hubungan ketiga skala temperatur ini adalah : oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0.8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut seabgaai kapasitas thermal atau kapasitas panas.556 oF 17. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per tahun satuan bobot massa substansi tersebut. Pada tahun 1724 seorang blower gelas bangsa Jerman Fahrenheit mengembangkan sistem graduasi temperatur dengan menggunakan tem-peratur terbeku dari campuran amonium khlorida es air sebagai titik nol dan panasa darah sebagai titik 100 oF. yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC.18 oC sebagai titik nol. Interval temperatur ini juga digunakan untuk menyatakan temperatur absolut (derajat Kelvin).

yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC.556 oK 273 = oC = 0. musim. dan (b) insulasi oleh udara. Didaerah Temperate. secara umum semua substansi berkapasitas panas lebih kecil dari air (Kohnke.konduksi dari interior anah (sangat sedikit). yang secara rata-rata setara dengan . Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air ini. dan mulsa.556 oF 17. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per satuan bobot massa substansi tersebut. kabut. serta konduksi dari interior tanah (sangat sedikit). Jumlah panas matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 2 cal g-1 cm-2 menit-1 atau 2 langleys menit -1 . yang berpanas spesifik air = 1 cal g-1 . yaitu radiasi sinar matahari dan langit (dominan). radiasi yang diterima permukaan bumi adalah 100 800 langleys per hari.8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut sebagai kapasitas thermal atau kapasitas panas. Radiasi solar. tetanaman. dengan dua sumber panas. Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor. uap air. salju. serta altitudo lokasinya. waktu. tergantung pada : (a) sudut temu antar matahari muka tanah yang dipengaruhi oleh latitudo. sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah berpanas-spesifik hampir 0. awan. Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang berperan menyebabkan ter-jadinya perubahan temperatur tanah meliputi : (1). Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang ber-peran menyebabkan terjadinya perubahan temperatur tanah meliputi: oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0. Satuan kapasitas tanah adalah gram per kalori (g cal-1 ). 1980). debu. (2). namun yang benar-benar diterima oleh permukaan tanah jauh berkurang. kecuraman dan arah lereng.2 cal g -1 .

3 5. Konduksi panas dari atmosfer. melalui pengaruhnya terhadap transpirasi. yang berkontribusi relatif besar dalam menyuplai panas pada tanah di areal yang sinar mataharinya dapat menembus atmosfer bumi. Curah hujan berperan menurunkan temperatur tanah. Namun demikian hanya sebagian dari total radiasi ini yang tersedia untuk menyuplai energi yang dibutuhkan untuk evaporasi dan transpirasi tersebut. Vegetasi. (3). Evaporsi. dan (7). maka efeknya terhadap temperatur tanah hanya penting apabila terjadi kontak dengan tanah. Kondensasi. direradiasikan kembali ke langit.kebutuhan energi untuk mengevaporasikan lapisan air setebal 1 cm diperlukan 560 langleys. Oleh karena konduksi panas yang menerobos udara adalah sedikit. dapat berupa tanaman penutup tanah. Radiasi solar terjadi sebagai radiasi gelombang pendek dengan panjang gelombang antara 0. mulsa. (4). repleksi radiasi dan energi yang digunakannya untuk fotosintesis akan menurunkan temperatur iklim mikro 158 . (2). (5). awan dan asap yang menghalangi sampainya radiasi matahari ke permukaan tanah.0 um. (6). Radiasi dari langit. salju. Sisa energi ini jika tidak terpakai untuk menaikan temperatur tanah dan fotosintesis.(1). hingga 5 oC atau lebih. Insulasi. merupakan proses eksothermik. Apabila uap air dari atmosfer atau dari kedalaman tanah yang berbeda berkondensasi di dalam tanah maka akan terjadi peningkatan temperatur tanah. merupakan proses endothermik yang berefek kebalikan .

Faktor-faktor internal (tanah) yang berperan meliputi : (1) Kapasitas thermal. Panas spesifik es hanya 0. Ativitas biologi menghasilkan panas. tanah-tanah berstruktur lepas lagi kering akan mempunyai konduktivitas thermal yang sangat rendah (0.65 x 0.2 cal g-1 . Tanah mineral kering mempunyai panas spesifik hampir 0. Oleh karena itu. tetapi secara volumetris tidak banyak berbeda.265 cal cm3 (atau rerata 0.9 cal cm3.dan secara tidak langsung juga temperatur tanah. . Tanah yang ruang porinya terisi air akan berpanas-spesifik = 0. (2) Konduktivitas dan difusivitas thermal.25 cal cm3 ) oleh karena panas spesifik udara sangat kecil sehingga dapat diabaikan.5 x 2.265 + (0.0) = 0. Konduktivitas bahan-bahan pembentuk tanah dan sebagian besar partikel-partikel tanah adalah sekitar 0.0003-0. panas spesifik gambut secara gravimetris (bobot) akan jauh lebih besar ketimbang tanah mineral. yang nilainya akan menurun tergantung proporsi kadar air tanahnya.5 cal cm3 .5 x 1. sehingga dalam keadaan jenuh akan berpanas-spesifik besar. (3) Aktivitas biologis. udara berkonduktivitas 100 kali lebih kecil sedangkan air hanya sekitar seperlima ketimbang mineral pembentuk tanah tersebut. yaitu sekitar 0.0005 cal detik 1 cm -1 oC-1).675 cal cm3 . yang berarti setiap 1 cm3 (biasanya disingkat cc) tanah kering yang tersusun oleh 50 % padatan dan 50 % ruang pori akan mempunyai panas spesifik sebesar 0.005 cal detik -1 cm -1 oC-1.2 = 0. Tanah organik biasanya mempunyai banyak ruang pori.

karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tetanaman tetapi secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperatur dan kelembaban tanah. (5) Struktur. akibat udara yang mengisi tanah gembur ini mempunyai konduktivitas thermal yang jauh lebih rendah ketimbang air. coklat. sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap temperatur tanah. Tanah padat mempunyai konduktivitas thermal lebih besar ketimbang tanah yang gembur. Kadar garam yang tinggi akan menenkan aktivitas biologis ini. (4) Radiasi Radiasi dari tanah ke atmosfer yang terjadi secara kontinu. coklat. kuning. (6) Garam-garam terlarut Garam terlarut mempengaruhi evaporsi. apalagi ketimbang partikel-partikel tanah. 5. dan udara tinggi.5 Warna Tanah Warna merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah. kadangkala dapat pula kebiruan atau kehijauan. makin tinggi temperatur tanah akan makin besar radiasinya. merah.2. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tak murni tetapi campuran kelabu.sehingga makin besar aktivitas ini kan makin banyak pans yang dibebaskan ke tanah. hara . dan hitam. kelabu. Tanah yang berkadar BOT . Warna tanah meliputi putih. Tekstur dan Kelembaban Tanah. dan bercak 159 . kesuburan tanah dan aktivitas biologis tanah. serta berapa derajat lebih tinggi ketimbang tanah yang biologisnya tidak aktif.

Warna bercak pada tanah juga merupakan indkator terjadinya proses reduksi-oksidasi secara sebentarsebentar (intermitten) akibat adanya kelebihan air dan buruknya aerasi yang terjadi secara temporer. selama musim hujan. disebut karatan (mottling). dan feldspar mempunyai banyak warna tetapi dominan merah. dan (b) oksidasi yang menyebabkan terjadinya pada tanah yang rendah kadar besi atau mangannya. misalnya humus dan besihidroksida yang secara jelas menentukan warna tanah. besi-tereduksi berwarna biru-hijau. Tanah basah atau lembab terlihat lebih gelap ketimbang tanah kering. atau kadangkala olive-hijau. yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna tanah. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah. kelabu. Batukapur berwarna putih. . Karatan-karatan yang terbentuk ini tidak segera berubah meskipun telah dilakukan perbaikan drainase.(rust). tergantung tipe dan proporsi mantel-besinya. kuarsa umumnya berwarna putih. sedangkan karatan berwarna gelap terbentuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami presipitasi. khusunya besi (Fe) dan mangan (Mn). Besi-oksida berwarna merah. Efek komponen-komponen terhadap warna komposit ini secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik masing-masingnya terhadap tanah. Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen penyusunnya. yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan. kerapkali 2-3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot. coklat-karatan atau kuning tergantung derajat hidrasinya. Hal ini terutama dipicu oleh terjadinya : (a) reduksi besi dan mangan ke bentuk larutan.

baik iklim makro maupun iklim tanah. tetapi pada kondisi tertentu warna sering pula digunakan sebagai indikator kesuburan atau kapasitas produktivitas lahan. Warna merupakan indikator kondisi iklim tempat tanah berkembang atau asal bahan induknya. yang umumnya bersamaan dengan hilangnya berbagai unsur hara. 160 . warna merupakan indikator jenis bahan induknya. (2). Yang merupakan resultante dari hal-hal berikut: (1). merupakan indikator iklim tempat perkembangannya. coklat-kekelabuan. sedangkan tanah-tanah tua. yaitu mineral yang tanpa nilai nutrisional sama sekali. dan Pada tanah muda. Iklim hangat akan menghasilkan tanah-tanah berwarna merah. khususnya jika tanah berdrainase baik. secara umum dikatakan bahwa Makin gelap tanah berarti makin tinggi produktivitasnya. sehingga warna pada tanah kering akan banyak direfleksikan. Kuning. kadar bahan organik yang berwarna belap.karena terkait dengan perbedaan nyata dari sifat refraktif (aksi pembiasan cahaya) komponen padatan tanah dan udara. kelabu. Warna terang kerapkali merupakan hasil intesifnya pelindian besi dari tanah. makin tinggi makin gelap. warna terang mencerminkan dominannya kuarsa. Dengan berbagai pengecualian mempunyai urutan : putih.merah. sehingga tanah berwarna terang sering dikaitkan dengan rendahnya produktivitas. intensitas pelindian unsur-unsur hara pada tanah tersebut. atau (3). sehingga makin dominan makin terang. makin intensif makin terang. coklat-kekaratan Coklat dan hitam.

Benda berwarna hitam dan gelap cenderung lebih banyak menyerap energi matahari ketimbang benda berwarna terang atau putih. dan lainnya. yaitu hue. YR (ye low red) .38 0.2.5 5.5 dan 10. Dalam pengklasifikasian warna tanah.Warna juga memengaruhi kondisi tanah lainnya melalui efeknya terhadap energi radiant.0 7. tanah-tanah hitam dan gelap cenderung lebih hangat ketimbang tanah-tanah terang atau putih. R (red = merah). RP (red purple). Warna ini dibedakan berdasarkan tiga faktor basal (basic) berupa komponen warna. m. Dalam hue ini warna dipilah menjadi 10 warna. 5.5 5. sehingga pada saat matahari bersinar.5 2.0 5. metode yang telah dikenal luas oleh banyak Soil Specialist adalah Sistem Munsell .75 .0 7. dan GY (gray yellow). yaitu : Y (yellow = kuning). yang mendasari penyusunan variasi warna pada kartu-kartu Munsell : Hue merujuk pada spektral atau kualitas warna yang dominan.5 10. G (gray = kelabu). Efek sinar dari berbagai panjang gelombang yang memengaruhi mata (impresi) sangat bervariasi.6 Klasifikasi Warna Gelombang elektromagnetik yang dikenal sebagai sinar visibel (dapat dilihat mata) mempunyai panjang gelombang sekitar 0. Perbedaan imperasi inilah yang disebut sebagai warna . PB (purple brown). Lebih banyaknya energi panas yang tersedia dalam tanah akan lebih mendorong laju evaporasi. B (brown = coklat).5 dan 7. yang membedakan warna tanah secara langsung dengan bantuan kolom-kolom warna standar. namun adanya mulsa atau vegetasi penutup tanah atau mengeliminasi perbedaan ini. P (Purple = ungu). yang pada kartu warna hanya tertulis 2. kemudian setiap warna ini dibagi menjadi kisaran hue : 0 2. yang merupakan pembeda antara merah dari kuning. BG (brown gray). value dan chroma. Value atau briliance (kecemerlangan) yang mengekspresikan .

0. Pada umumnya tanaman membutuhkan kondisi lahan yang netral dengan pH sekitar 7. 5. dan Chroma didefinisikan sebagai gradasi kemurnian dari warna.3 Sifat Kimia Tanah Sifat kimia tanah yang penting bagi budidaya tanaman adalah derajat keasaman atau pH tanah. akan berpengaruh juga terhadap kehidupan jasad renik atau mikroorganisme tanah yang berperan dalam 161 . Value ini merujuk pada gradasi warna dari putih (skala 10) ke hitam (skala 0). ambil tanah secukupnya (kira-kira 5 g) cocokan dengan warna yang ada di buku Munsell. misalnya warna tanah terletak pada kartu Hue 2. Derajat kemasaman tanah. derajat keasaman tanah ini akan lebih banyak berpengaruh pada fase pertumbuhan tanaman dan perkembangan selanjutnya. Dilapangan.5 YR. Hal ini karena pH tanah berkaitan dengan kemampuan tukar ion yang terjadi di dalam tanah yang pada akhirnya akan menentukan ketersediaan unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.5 YR ¾ berarti warnanya dark reddish brown (coklat kemerahan gelap). ditulis 2. Derajat kemasaman tanah yang tidak sesuai dengan syarat perkembangan tanaman menakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu dan akhirnya akan memberikan hasil yang tidak memuaskan. value 3 dan chroma 4.variasi berkas sinar yang terjadi jika dibandingkan warna putih absolut. atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelbu atau putih netral (skala 0) ke warna lainnya (skala 19).

Tabel 5.perombakan bahan organik menjadi unsur hara. Rerata temperatur tanah tahunan (oC) Beda temperatur musim panas = 5 = 5 < 8 Frigid Isofrigid 8 . yaitu fiksasi nitrogen dari udara menjadi senyawa nitrit dan kemudian menjadi senyawa nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh akan tanaman. aktivitas jasad renik dalam perombakan bahan organik menjadi unsur hara sangat penting bagi tanaman. Penggolongan tanah berdasarkan suhu. Dengan demikian akan menyuburkan tanah. Sifat biologis tanah akan membantu tersedianya unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Ini merupakan salah satu sifat biologis tanah yang perlu diperhatikan dalam memilih tanah untuk keperluan budidaya.5. membantu melarutkan unsur hara yang tidak dapat larut dalam air melalui proses biologis. Jasad renik juga dapat membantu proses nitrifikasi.15 Mesik Isomesik 15 22 musim dingin (oC) Thermik Isothermik < 22 Hyperthermik . Seperti yang telah disebutkan di atas.

pengolahan tanah dan pembuatan bedengan.4 Teknik Pengolahan Tanah Pengolahan lahan terdiri dari persiapan lahan.Isohyperthermik Gambar 5. Lahan untuk budidaya secara konvensional pada umumnya terdiri dari tanah yang merupakan tempat tumbuh tanaman. Oleh karena itu tanah yang akan ditanami harus dipersiapkan sebaik 162 . Perkembangan kesuburan tanah (Encarta. 2006) 5.2 .

2 meter. Dengan adanya bedengan maka akan terbentuk saluran-saluran pembuangan air yang sekaligus bisa digunakan sebagai jalan untuk mengamati atau merawat tanaman. pengaturan air. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengolahan tanah. misalnya rerumputan dan semak yang tumbuh pada lahan tersebut. sehingga diperoleh kompos siap pakai yang mengandung mikroflora tanah yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan berdampak positif untuk tanaman yang dibudidayakan. Pada tanah basah seperti tanah sawah. Untuk mempercepat proses pengomposan pada tanah sawah dapat ditambahkan bio-fertilizer dan dekomposer yang bersifat anaerob. agar tanaman bisa tumbuh dengan subur dan memberikan banyak hasil. dan jarak antara bedengan 30-40 cm. Setelah kegiatan pengolah tanah. dan pencabutan. panjang 10-15 meter (tergantung luas lahan). Pengolahan tanah merupakan kegiatan yang dilakukan agar tanah menjadi gembur dan subur. Semua bahan organik yang terkumpul diupayakan untuk diproses menjadi kompos dengan menggunakan dekomposer (bio-fertilizer) dan antagonis patogen tular tanah. Fungsi bedengan adalah memudahkan perawatan tanaman. tinggi 15-20cm. pembersihan lahan dilakukan dengan membabat atau membenamkan sisa tanaman ke dalam tanah yang terendam air. Sebelum melakukan pengolahan tanah hendaknya lahan dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa tanaman yang ada. . penanaman benih atau bibit tanaman. Bedengan biasanya dibuat dengan ukuran lebar 1-1. tahap berikutnya yang harus dikerjakan adalah pembuatan bedengan. Pembersihan lahan ini dapat dilakukan dengan pembabatan. Pengolahan (penggemburan) tanah ini bisa dilakukan dengan cangkul atau dengan bajak sedalam 20-30 cm.mungkin sehingga tanaman bisa tumbuh dengan subur dan hasilnya memuaskan.

3. dalam 20-25 cm dan jarak antar lubang 60 x 70 cm atau 60 x 60 cm.Pembuatan lubang tanam dan pemberian pupuk dasar. Pengolahan tanah. B. A. Pengolahan tanah di lahan sawah dengan menggunakan hand tractor. Pengolahan tanah di lahan kering dengan menggunakan traktor . Lubang tanam ini dibuat dengan ukuran lebar 15-20 cm. Pembuat-an lubang tanam dilakukan dengan membuat lubang dan menggemburkan tanah disekitar tanah tersebut. 163 . Gambar 5.

Aktivitas yang dilaku-kan adalah menanam bibit pada kondisi yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanman sehingga tidak ada yang mati dan mampu menghasilkan produksi seperti yang direncanakan. Pembuatan bedengan dengan menggunakan traktor Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). 5. Pola tanam dapat dilakukan berupa sistem tunggal atau inter-cropping. Untuk mendapatkan areal .Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. Pada umumnya pola tanam diterapkan menyesuaikan dengan pola tenam sebelumnya. Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman.4. Gambar 5.5 Teknik Penanaman Penanaman merupakan aktivitas utama yang akan menentukan tingkat keberhasilan suatu usahatani.

5 Bebeberapa alternatif pola penenaman Jumlah benih yang harus disemai adalah + 1. X x x x x x x x X x x x x x X x x x x x x x x x X x x x x x x x X x x x x x X x x x x X x x x Gambar 5. diantaaranya adalah pola tanam segi empat. Jika Anda ingin menanam 2400 pohon maka jumlah benih cabe yang hams anda semai dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : 163 .5 kali jumlah kebutuhan bibit/tanaman. dan pola tanam campuran. pola tanam segitiga.penanaman yang sebaik-baiknya dianjurkan untuk menetapkan pola tanam terlebih dahulu. Ada empat pola tanam yang dianjurkan. Pola tanam erat kaitannya dengan keoptimuman jumlah pohon per hektar.

Jumlah Benih Cabe = 1. bebas dari gangguan cuaca (banjir. Jumlah Benih Tomat = 1. mempunyai aerasi (aliran udara) dan drainase (aliran air) yang baik. cahaya matahari secara langsung) . Dekat dengan sumber air . Benih tomat dan cabe berukuran kecil (+ diameter 0.2-0. Benih tomat dan cabe yang akan disemaikan direndam dengan air hangat (50°60°C) terlebih dahulu selama 6-12 jam . Oleh sebab itu benih tersebut disebar merata pada media persemaian.200 biji Jumlah benih tomat per 10 gram sekitar 1. Perendamanan benih bertujuan untuk melunakkan kulit benih sehingga air dan udara mudah masuk ke dalam benih sehingga mendorong proses perkecambahan. Mudah transportasi . Selanjutnya benih direndam dalam larutan fungisida (± 2-4 gram/liter) selama 30 menit. Untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam benih dilakukan perendaman dengan fungisida (dapat dibeli di toko pertanian). Bebas dari gangguan hewan/hama . sedangkan pupuk kandang .5 x (jumlah bibit/1500) x 10 gram Catatan: Jumlah benih cabe per 10 gram sekitar 1.5 x (jumlah bibit/1200) x 10 gram = 1. Media persemaian yang baik adalah tanah yang subur. gembur. Umumnya media semai yang dapat Anda gunakan untuk benih tomat dan cabe adalah campuran pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.5 x 2400/1200 x 10 gram = 30 gram atau + 3 pack atau 3 bungkus@ 10 gram. Pasir mempunyai sifat aerasi (udara dapat keluar dan masuk secara bebas) dan drainase (mampu mengalirkan air) yang baik.4 cm).500 biji Agar persemaian berhasil dengan baik. Anda dapat memililih tempat persemaian dengan sifat-sifat sebagai berikut : .

menyediakan unsur hara (zat makanan) yang diperlukan oleh bibit tomat dan cabe. Lima hari setelah benih tomat dan cabe ditebar akan keluar kecambah. Hand sprayer untuk menyiram kecambah L 165 . Gambar 5.6. Siramilah kecambah tersebut setiap hari dengan menggunakan hand sprayer atau gembor (semprotan tanaman dari plastik).

Lubang tanam kemudian ditaburi dengan pupuk kandang dan pupuk dasar. polybag disayat dari bagian bawah ke arah atas. Bibit yang baru . Dua minggu sebelum penenaman terlebih dahulu harus disiapkan lubang tanam yang berukuran seuai dengan ukuran bibit. maka penanaman dapat dilakukan. Pem-berian pupuk dimaksudkan untuk menyediakan hara untuk bibit yang akan ditanam beberapa minggu kemudian. Rencana penanaman sebaiknya diiringi dengan rencana pemeliharaan tanaman sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik untuk jangka waktu yang cukup lama. Pemadatan media tanam dapat dilakukan dengan bantauan tangan atau kaki yang ditekankan pada permukaan tanah. Tehnik penanaman dilakukan dengan cara memasukkan poly-bag terlebih dahulu ke lobang tanam.Bila jarak tanam dan pola tanam telah ditetapkan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekompakan media tanam. Untuk itu diperlukan tempat pengumpulan bibit. Bibit diangkat dengan cara memegang batang bibit sehingga kondisi bibit tidak akan rusak. Lubang tanam bervariasi mulai dari 10x10x10 sampai dengan 60x60x60 cm. serta bibit sudah siap tanam. Penyanggaan polybag bibit ke lubang tanam akan menjamin bibit lebih aman. mencegah penggenangan air di sekitar batang yang dapat menyebabkan pembusukan bibit. Bibit yang hendak ditanam sebaiknya tidak terlalu sering dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. misalnya untuk setiap 50 lubang tanam selalu disediakan satu tempat pengumpulan bibit. Setelah itu dengan menggunakan pisau tajam. Polybag yang terkoyak dapat mudah ditarik dan lubang tanam ditutup kembali dengan tanah top soil.

molybdenum (Mo) dan seng (Zn). oksigen (O).6 Pemupukan Pupuk merupakan bahan yang dapat menyediakan unsur hara pada tanaman. unsurunsur Ca. bibit dapat diberi naungan sementara dengan menancapkan pelindung bibit. Unsur-unsur C. nitrogen (N). yaitu unsur-unsur penting lainnya yang dibutuhknn dalam jumlah sedikit. 5. Pupuk anorgani adalah pupuk buatan yang diproduksi oleh pabrik. karena ketersediaan unsur hara di tanah tidak selamanya cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman. phosfor (P). Pupuk dapat berbentuk pupuk organik (pupuk alam) ataupun pupuk anorganik (buatan) Pupuk sangat dibutuhkan oleh tanaman. H dan O dapat dipenuhi dari udaara dan air. kalsium (Ca). tembaga (Cu). besi (Fe). hidrogen (H). Pupuk untuk tanaman dapat digolongkan kepada pupuk organik an anorganik. mangan (Mn). Unsur-unsur N. Mg dan S merupakan unsur hara sekunder.ditanam di lapangan peka terhadap sinar matahari. tetapi menentukan perkembangan tanaman. Unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar adalah karbon (C). sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang merupakan hasil penguraian mikroba dekomposer sehingga membentuk senyawa-seyawa 166 . Selain itu tanaman membutuhkan unsur-unsur hara micro. P dan K merupakan hara primer. Pupuk adalah senyawa yang mengandung unsur hara yang akan diberikan pada tanaman kemudian digunakan oleh tanaman untuk melakukan proses metbolisma sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang. khlor (Cl). Bila tersedia tenaga dan bahan yang cukup. kalium (K). yakni boron (B). magnesium (Mg) dan belerang (S).

sisa tanaman) mempunyai kandungan hara yang berbeda. Pupuk organik Yang termasuk golongan pupuk organik adalah pupuk kandang. Penggunaan pupuk organik pada dasarnya untuk mengimbangi penggunaan pupuk anorganik dan berfungsi sebagai penambah unsur hara dan sekaligus memperbaiki struktur tanah. Sedangkan kompos merupakan jenis pupuk yang berasal dari sisa-sisa bahan tanaman yang telah mengalami penguraian (dekomposisi). Pupuk majemuk cair. F.7. Pupuk maj emuk NPK serta unsur hara mikro.1. C. B. Beberapa jenis pupuk anorganik.6. Pupuk majemuk untuk tanaman hias.sederhana yang siap diserap oleh tanaman. Karena itu diperlukan pengetahuan tentang cara menghitung kebutuhan pupuk supaya pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang dapat digunakan apabila telah dikeringkan dan proses pelapukannya (dekomposisi) telah sempurna. pupuk hijau dan kompos. Pupuk majemuk NPK padat. E. yaitu dengan cara dihamparkan atau disebar di permukaan tanah kemudian tanah dibajak atau dicangkul sehingga pupuk organik tercampur dengan tanah. A. Penggunaan pupuk organik di lahan pertanian mutlak diperlukan untuk menjaga agar kesuburan tanah dapat . Jenis pupuk yang digunakan untuk budi daya tanaman adalah pupuk organik (pupuk alam) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). D. 5. pupuk kandang. Pupuk Nitrogen. Adapun penggunaannya adalah pada waktu pengolahan tanah. Pupuk fosfor. A B C D E F Gambar 5. Pupuk hijau berasal dari tanaman berpolong dan kacang-kacangan. Pupuk buatan.

mineral. dan bahan organik selalu dalam keadaan seimbang 167 .dipertahankan secara berkelanjutan. agar komponen udara. air. Fungsi pupuk organik sangat penting dalam hal memperbaiki sifat fisik. kimia. dan biologi tanah.

. pupuk andang juga membantu memperbaiki struktur tanah dan aktifitas hewan dan mikroba tanah. Yang termasuk ke dalam pupuk organik adalah: pupuk kandang dan pupuk organik sisa tanaman. Belerang (S) Memperkokoh kerja fosfor Besi (Fe) Sangat berpengaruh dalam pembentukan khlorofil Mangan (Mn) Membantu tanaman dalam penyerapan nitrogen Seng (Zn) Mendorong proses pengubahan energi dalam tanaman Tembaga (Cu) Diperlukan dalam proses pembentukan khlorofil Molybdenum (Mo) Berperan dalam penyerapan besi. cabang dan batang Phosfor (P) Mendorong pertumbuhan akar. batang dan mempermudah penyerapan unsur kaliurn.sehingga keseimbangan ekosistem pada lahan pertanian akan terkendali. Proses penguraian bahan organik dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: memanfaatkan mikroba pengurai secara alami. Selain dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman. menambahkan starter mikroba ke dalam bahan kompos dan dengan bantuan biota pengurai cacing tanah. Magnesium (Mg) Merupakan bagian dari khlorofil dan aktif dalam proses distribusi fosfor ke seluruh bagian tanaman. Pupuk organik (kompos) merupakan pupuk alami hasil proses penguraian bahan organik oleh mikroba pengurai secara aerob (butuh udara). UNSUR KEGUNAAN Nitrogen (N) Mendorong pertumbuhan daun. dipakai oleh tanaman dalam penyerahap bahan dan enerji yang dihasilkan dari fotosintesa. mempengaruhi pertumbuhan bunga dan buah Kalium (K) Memperkokoh tubuh tanaman. Kalsium (Ca) Mempercepat pertumbuhan akar.

30% P. 8 kg P. batang jagung) perlu dikembalikan ke lahan pertanian. berarti dia menambahkan 20 kg N. bila seorang petani menggunakan 4 ton pupuk kandang sapi per hektar.6. dan N sampai 90% tergantung jenis tanamannya. dan 20 kg 168 . Pupuk kandang Sisa tanaman mengandung unsur hara yang cukup tinggi. Untuk sistem pertanian radisional (tidak intensif).1). Berdasarkan Tabel 5. terutama kalium. Karena itu sisa tanaman (jerami. pengembal ian sisa tanaman dapat mengurangi kebutuhan pemberian pupuk untuk tanaman berikutnya sebanyak 50% untuk K.

metode pembuatan pupuk organik. bahan baku. Sisa tanaman Pemberian pupuk dasar bertujuan untuk menyuburkan tanah. semangat untuk memanfaatkan limbah organik pertanian. biasanya . Membuat pupuk organik Untuk membuat pupuk organik dibutuhkan sumberdaya manusia yang terampil. Jadi dengan menambahkan 4 ton/ha pupuk kandang sapi. Bahan-bahan organik. 3).K. Pupuk dasar ini diberikan pada lubang tanam yang telah dibuat. dan pengelolaan pupuk organik selama proses pembuatan maupun penyimpanan. pemberian pupuk buatan dapat dikurangi menjadi: Urea= (150-43) kg/ha = 107 kg/ha SP36= (75-50) kg/ha = 25 kg/ha KCl = (30-38) kg/ha = 0 (tidak perlu pemberian KCl). Banyaknya pupuk dasar yang diberikan adalah 0. maka petani tersebut dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan sebanyak: Urea= 100/46 x 20 kg/ha = 43 kg/ha SP36= 100/16 x 8 kg/ha = 50 kg/ha KCl = 100/52 x 20 kg/ha = 38 kg/ha Dengan demikian. agar kebutuhan makanan bagi tanaman pada awal pertumbuhan dapat terpenuhi. Bahan baku pupuk organik adalah bahan organik yaitu limbah yang berasal dari pertanian.5 -1 kg pupuk organik. peternakan dan perikanan. sisa-sisa ikan termasuk ke dalam bahan organik. kalau seha-rusnya pupuk buatan diberikan sebanyak: Urea= 150 kg/ha SP36= 75 kg/ha dan KCl = 30 kg/ha. 2). kotoran hewan. Maka dengan pemberian 4 t/ha pupuk kandang (kotoran sapi). Dengan demikian bagian-bagian tanaman yang tidak dipergunakan sebelum maupun setelah proses. kemudian diaduk sambil menggemburkan tanah disekitarnya.

Unsur-unsur tersebut umumnya disediakan oleh bahan organik . Disamping dibutuhkan sumber makanan lain yang mengandung unsur Karbon (C). Fosfor (P) dan Kalium (K). Unsur oksigen dari udara dan air. Kandungan unsur hara di dalam 1 ton pupuk kandang Pupuk kandang Kandungan kg /ton pupuk kandang N P K Ca Sapi 5 2 5 3 Kambing 8 7 15 8 Domba 10 7 15 17 Babi 9 3 . Tabel 5.mengandung berbagai macam mikroorganisme yang mampu mengubah bahan organik menjadi humus.7. Nitrogen (N). merupakan unsur utama yang dibutuhkan mikroorganisme dalam kehidupan dan perkembangbiakannya.

terutama untuk kegiatan pertanian yaitu sebagai pupuk organik. Proses pengomposan 169 .6 12 Ayam 15 5 6 23 Pemanfaatan bahan organik telah banyak dilakukan.

. Selama proses oksidasi bahan organik ini. Sisa bahan organik yang terdekomposisi dapat mencegah partikel tanah dari proses penggumpalan. Senyawa humus dapat berperan sebagai zat tumbuh seperti auxin. sehingga memberikan pengaruh yang baik pada produksi tanaman. sehingga meningkatkan jumlah air yang tersedia untuk pertumbuhan tanaman.merupakan cara yang biasa digunakan untuk menghasilkan pupuk organik yang kualitasnya lebih baik dibanding bahan organiknya. sehingga dapat memelihara struktur tanah. sehingga dapat meningkatkan kapasitas kecambah. Pengaruh pupuk organik terhadap sifat fisik tanah Pengaruh utama dari penambahan bahan organik adalah menurunnya bobot isi tanah dan meningkatkan kapasitas tanah pengikat air. Meningkatkan permeabilitas membran tanaman sehingga meningkatkan pengambilan hara. Pengaruh langsung berupa pengambilan senyawasenyawa organik oleh tanaman melalui akar. Pengaruh bahan organik terhadap fisiologi tumbuhan Bahan organik memberi pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap pertumbuhan tanaman. P. Bahan organik mempengaruhi isi tanah melalui kegiatannya menurunkan densitas agregat tanah dan meningkatkan ukuran agregat. (3). . Dapat mengubah metabolisme karbohidrat dari tanaman dan pada saat yang sama untuk mendorong akumulasi gula terlarut. S dan sejumlah unsur-unsur lainnya di lepaskan dan menempati bagian di dalam profil tanah. unsur-unsur seperti N. (2). Mikroorganisme dari pupuk organik mempunyai peranan penting dalam pembentukan dan stabilitas bahan organik. Pengaruh yang menguntungkan dari pupuk organik terhadap fisiologi tumbuhan adalah: (1). sehingga meningkatkan tekanan osmotik .

hal tersebut akan mendorong resistensi yang besar terhadap kelayuan. aktinomycetes. Kombinasi senyawa-senyawa organik seperti dapat meningkatkan pertumbuhan akar. Jumlah bakteri lebih banyak dibandingkan dengan mikroorganisme lain. antara lain bakteri. fungi. sangat diperlukan pengendalian suhu agar aktivitas dan per-tumbuhan mikroorganisme dapat berlangsung dengan baik.tanaman. disimpan atau digunakan untuk lahan pertanian tanpa pengaruh yang merugikan. Aktivitas biologi merupakan faktor penting dalam pengomposan. Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. . Berbagai mikrorganisme terlibat dalam proses dekomposisi bahan organik. ragi. terutama pada sisa-sisa tanaman dan kotoran hewan bertujuan untuk menambah tingkat kesuburan tanah. Untuk penguraian bahan yang optimal. Pengomposan bahan-bahan organik. dengan cara bertahap komponen bahan padat diuraikan secara biologis dibawah keadaan terkendali sehingga menjadi bentuk yang dapat ditangani. Dalam kondisi kelembaban yang rendah. Kandungan air dan nitrogen dari protein merupakan sumber nutrisi yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme pengurai. Proses pengomposan bahan organik Pengomposan adalah suatu proses pengelolaan limbah padat. Dekomposisi bahan organik menjadi kompos bergantung pada kandungan air dan nitrogen yang cukup pada bahan serta temperatur yang sesuai. mikro-fauna protozoa. (4). Pada proses dekomposisi 170 .

kelom-pok bakteri Bahan organik aktivitas mikroorganisme Bakteri penghasil asam penghasil asam. ammonia. Potongan rumput muda 2 TD 2. Pada proses dekomposisi secara anaerobik. merubah produk antara menjadi metana. reaksi biokimia berlangsung melalui proses reduksi. Nitrogen. Kelompok bakteri yang lain.4 . mikroorganisme menggunakan oksigen untuk menguraikan bahan organik dan mengasimilasi Karbon. Fosfor. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. CO2 + H2O + Hara + Humus + E (CH2O)x X CH3COOH Metanomonas CH3COOH CH4 + CO2 N-organik NH3 2H2S + CO2 (CH2O) + S + H2S No. karbon dioksida dan hidrogen. Bahan Organik Nitrogen (%) Rasio C/N 01.secara aerobik. aldehid dan seterusnya. Sulfur dan unsur-unsur lainnya untuk sintesis protoplasma. Reaksi kimia yang terjadi selama dekomposisi bahan organik secara anaerobik adalah sebagai berikut. Tahap awal pengomposan. heterotrof fakultatif mendegradasi bahan organik menjadi asam-asam lemah.

Sampah kota/kandungan sayuran tinggi 2 3 10 16 04.9 13 05.3 1. Kotoran Sapi 1 19 06.6 80 09.7 70 08. Kotoran Babi 1.6 30 80 07. Daun-daun segar yang gugur 1. Pupuk hijau tumbuh-tumbuhan 3 5 10 15 03.8 . Padi-padian dan batang kacang polong 0. Jerami gandum 0. Sampah kota/kandungan kertas tinggi 0.02.

Batang jagung 100-120 6.5 . Kotoran unggas 4 TD 14.0. Serbuk gergaji segar 0.0 Sampah gula tebu 0.1 500 12. Tinja 5. Jerami padi 80 130 15. 1.3 150 11.5 6 10 13.4 40 80 10. Jerami barley 80 130 16.

Urin hewan 15 0.17.3 171 . Kotoran kuda 20 20. Hijauan gulma 13 22. Kotoran biri-biri 23 19.0 8 23. Ampas kopi/bubuk kopi 1.8 18 2. Sisa buah-buahan 35 21. Batang Kapas 50 60 18.

.

hingga pembentukan karbon dioksida dari oksidasi unsur karbon berkurang. keasaman (pH) dan suhu. Unsur Hara: Aktivitas mikroorganisme dalam proses pengomposan memer-lukan sumber energi dari unsur karbon dan nitrogen. bahkan kebanyakan unsur hara lainnya akan tersedia pula dalam jumlah yang cukup. Apabila ukuran partikel sangat besar. Apabila rasio C/N lebih besar. Cara paling sederhana untuk menyesuaikan rasio C/N ialah dengan mencampur berbagai bahan organik yang mempunyai rasio C/N tinggi dengan bahan yang mempunyai rasio C/N rendah. (2). nitrogen dalam bahan organik akan dibebaskan sebagai amoniak. Unsur-unsur tersebut biasanya telah tersedia cukup dalam bahan organik. kandungan air. Untuk mempercepat proses pengomposan. dibutuhkan bahan organik yang memiliki rasio C/N relatif rendah yaitu berkisar antara 25 sampai 35/liter dalam campuran pertama. unsur hara. kotoran hewan yang mempunyai rasio C/N lebih rendah. proses pengom-posan akan memakan waktu lebih lama. Pada rasio C/N rendah tidak ada persaingan antara akar tumbuhan dengan mikroorganisme dalam menggunakan unsur nitrogen dalam . (1). aerasi. Ukuran yang baik antara 10 sampai 50 mm. Makin tinggi tingkat dekom-posisi dari bahan organik. luas permukaan kurang sehingga reaksi pengomposan akan berjalan lambat. makin kecil rasio C/N. Hal ini dapat dilakukan misalnya bahan berjerami dicampur dengan tinja.Kecepatan penguraian bahan organik menjadi kompos bergantung pada beberapa faktor yaitu: ukuran partikel. apabila terlalu kecil ruang-ruang antara partikel menjadi sempit sehingga dapat menghambat gerakan udara ke dalam tumpukan dan sirkulasi gas karbon dioksida keluar tumpukan. Ukuran Partikel: Ukuran partikel berpengaruh pada keberhasilan proses pengomposan. Sebaliknya apabila rasio C/N lebih kecil.

ruang antar partikel dari bahan menjadi sempit karena terisi air. karena terlepasnya ammonia (bersifat basa) dari hasil penguraian protein. hal ini ditandai dengan tidak menetesnya air apabila bahan di-genggam dan akan mekar apabila genggaman dilepaskan. akan terjadi perubahan pH yaitu bahan agak asam. Keadaan basa yang terlalu tinggi. Kandungan air bahan terlalu tinggi.tanah. sebagian energi dibebaskan se-bagai panas. Kondisi tersebut berakibat pada tumpukan bahan akan didominasi oleh mikroorganisme anaerob yang menghasilkan bau busuk tidak sedap. (5). karena prosesnya ber-langsung secara aerob. menyebabkan selama proses pengomposan kehilangan nitrogen secara berlebihan. (6). baik menggunakan mesin maupun dengan tangan/cangkul. Aerasi: Dalam proses pengomposan. mikroorganisme dalam bahan organik sangat memerlukan jumlah udara yang cukup. Suhu: Dalam proses pengomposan. Keasaman (pH): Pada tahap awal pengomposan. Aerasi dapat diperoleh melalui gerakan udara dari alam masuk ke dalam tumpukan dengan membulak-balik bahan secara berkala. (4). Kandungan Air: Kandungan air pada bahan organik sebaiknya antara 30 40%. actinomycetes dan fungi 172 . karena terbentuk asam organik sederhana. sehingga sirkulasi udara dalam tumpukan akan terhambat. mikro-organisme yang terlibat adalah bakteri dan fungi mesofilik. mikroorganisme yang berperan adalah mikroorganisme termofilik. selanjutnya pH berangsur naik. (3). Selanjutnya suhu bahan naik hingga di atas 400C. Pada tahap awal suhu tumpukan bahan sekitar 400C.

dan pemakai secara intensif menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah. Spesifikasi produk sangat tergantung pada masing-masing negara sebagai contoh nilai minuman untuk NPK paling tidak 1.5%. bahwa kandungan utama pupuk organik adalah karbon dalam bentuk senyawa organik. Petani sebagai konsumen akan memperhatikan kandungan hara dan air.termofilik. Kandungan total bahan organik paling tidak 20% tetapi dapat lebih tinggi apabila produk organik tersebut tidak dijual sebagai bahan pupuk organik tetapi sebagai bahan pembenah tanah. Setelah suhu berangsur turun. Kandungan lengas tidak boleh melampaui 15%-25% jika terlalu kering tidak baik karena akan terjadi inaktivasi gugus aktif yang salah satunya menyebabkan pupuk menjadi hidropobik. Kriteria kualitas bahan organik yang berkaitanb dengan kandungan bahan organik adalah nisbah C/N.0%-1. beberapa negara seperti Filipina. . Suhu ideal dalam pengomposan antara 300C sampai 450C. hanya membuat spesfikasi untuk kombinasi NPK secara total 4%-5% dan 5%-6% tanpa memisahkan secara spesifik untuk masing-masing hara. selanjutnya.0% dan 1. Standar Pupuk Organik Berdasarkan atas berbagai fakta yang dikemukakan oleh para pakar dan sumber informasi yang lain yang berkaitan dengan kelembagaan atau organisasi maka dari asfek administrasi yang perlu mendapatkan perhatian adalah spesifikasi produk akhir pupuk organik. mikrorganisme memanfaatkan sebagai sumber energi kemudian bahan ternisbah C/N yang tinggi pada produk . selulosa dan akhirnya lignin. gula dan pati mengalami perombakan. maka mikroorganisme mesofilik muncul kembali. diikuti oleh perombakan hemi-selulosa.5%-3. Bahan organik yang mengalami proses pengomposan baik dan menjadi pupuk organik yang stabil mempunyai nisbah C/N anatara 10/1 seperti dalam definisi standar ISO cukup jelas.

penggunaan bahan inokulan atau bahan lain yang bertujuan untuk mempercepat pengomposan. pH 6. sehingga tanah terjadi imobilisasi N. atau tidak ingin dalam karung pupuk organik penuh dengan batu atau kerikil. tekstur. Patogen dan logam berat biasanya berasal dari limbah cair dan sampah kota. Apabila produk pupuk organik dengan nisbah C/N tinggi diaplikasikan kedalam tanah maka mikrorganisme akan tumbuh dengan memanfaatkan N tersedia tanah. atau unsur lain.5. bebas dari patogen. Mungkin perlu juga diinformasikan dalam stendar baku.5 7. dalam kondisi normal tidak akan menimbulkan masalah. Tidak ada konsumen atau pemakai pupuk organik yang menghendaki terluka karena serpihan gelas atau logam. Pada umumnya yang banyak digunakan adalah mikrorganisme seperti Trichorderma spp. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan pada pupuk organik adalah warna. berkisar netral. Keasaman (pH) harus masuk dalam kriteria kualitas pupuk organik. logam berat. Apabila produk pupuk organik mengandung satu atau lebih unsur mikro. Apabila nisbah C/N rendah pada awal proses pengomposan maka nitrogen akan hilang melalui proses penguapan amonium. maka hal ini harus dijelaskan dan dimasukan dalam label. sejauh proses pengomposan yang dilakukan dapat mempertahankan pH pada kisaran netral. partikel yang tidak dikehendaki.akhir menunjukan mikroorganisme akan aktif memanfaatkan nitrogen untuk membentuk protein. 173 .

. Karakteristik Umum Pupuk Organik Karakteristik pupuk organik adalah sebagai berikut: (a). Hara pupuk organik pada umumnya rendah tetapi bervariasi tergantung pada jenis bahan dasarnya. (b). Hara yang berasal dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikrobia tanah merubah bahan-bahan yang kompleks dan tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman menjadi bentuk senyawa organik dan anorganik sederhana yang dapat diserap oleh tanaman. (c). Penyediaan hara yang berasal dari pupuk organik biasanya terbatas dan tidak cukup dalam menyediakan hara yang diper-lukan tanaman. Untuk membuat kompos organik dapat dilakukan melalui beberapa cara: 1) Pengomposan Bahan Organik Secara Konven-sional Bahan yang akan digunakan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam. Selanjutnya, timbang semua bahan dengan berat masing-masing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian. Campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/merata sambil disiram air sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/plastik pada seluruh permukaannya. Proses pengom-posan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan Lakukan pengamatan dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses.

Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan. Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Kompos yang dihasilkan perlu diuraikan lebih lanjut dengan menambah waktu pengomposan secara alami atau menggunakan cacing tanah selama 2 3 minggu. 2) Pengomposan Bahan Organik Dengan Menggu-nakan Starter Mikroba Pengurai (Bio-Komplek). Pada tahap pertama, siapkan sediaan starter mikroba dengan cara melarutkan biakan mikroba (biokomplek) ke dalam air 4-5 gram/liter, selanjutnya inkubasi pada suhu kamar sekitar 24 jam (sehari sebelum proses pengomposan). Starter adalah komponen biologis jenis mikroorganisme yang efektif jika bersimbiosis dengan satu jenis tanaman, maka cara penggunaannya pun harus bersamaan dengan tanaman inangnya. Starter bakteri Rhizobium akan efektif jika digunakan dengan tumbuhan inang jenis legum. Oleh sebab itu Rhisobium lebih cocok digunakan dalam program penyuburan tanah, dengan menggunakan tanaman legum sebagi pupuk hijau. Keuntungan yang diperoleh dari residu legum tergantung dari jumlah residu dan mineralisasinya. Akumulasi nitrogen akan terjadi pada biji legum, oleh sebab itu dalam program penyuburan tanah, tanaman legum harus dipanen dan dibenamkan ke 174

dalam tanah sebelum terjadi pembentukan biji. Dengan cara tersebut maka akumulasi nitrogen yang terdapat pada bintil akar akan menjadi cadangan bagi tanaman berikutnya. Beberapa jenis tanaman legum seperti kacang tanah, kacang babi dan kacang tunggak mempunyai efek residu nitrogen sebesar 20-50 kg N per ha. Jenis-jenis tanamn legum tersebut sangat cocok dipakai sebagai tanaman inang bagi Rhizobium. Starter Gliocladium mudah diperbanyak dalam media serbuk kayu dan sekam dan dapat efektif tanpa tanamn inang. Jenis pupuk hayati Gliocladium yang juga merupakan biokontrol, cara penggunaannya sama dengan pupuk organic kompos, sehingga sering disebut Gliokompos. Efek dari penggunaan pupuk hayati terhadap tanaman tidak dapat dilihat secara langsung seperti penggunaan pupuk kimia. Efek penggunaan pupuk hayati akan dirasakan manfaatnya pada jangka panjang, namun penggunaan pupuk hayati tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi tanaman, lahan pertanian serta lingkungan. Langkah selanjutnya kecilkan ukuran bahan yang masih panjang dengan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam! Lakukan penimbangan untuk semua bahan dengan berat masingmasing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian! Kemudian campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/ merata sambil disiram air starter pada no 1 sebanyak 1 liter pada setiap 50 kg campuran bahan organik. Tambahkan air pada saat mencampur, sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Tabel 5.9. Sifat Kimia dan Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Kompos No. Parameter Kompos **) 123456789 10 11

pH. C-Organik N-Total P tersedia P- total Ca Mg K Na Kapasitas Tukar Kation (KTK) Kejenuhan basa (KB) 6 25,04 % 1,19 % -10,75 (me/100gr) 3,13 (me/100gr) 7,26 (me/100gr) 5,30 (me/100gr) 35,50 (me/100gr) 74,48 % 175

Gambar 5.8. Alur proses pembuatan kompos Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/ plastik pada seluruh permukaan-nya. Proses pengomposan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan. Langkah terakhir, amati dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses! Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan! Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Mikroorganisme dekomposer (pengurai) un tuk pembuatan bioferlilizer Gambar 5.9. Beberapa mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengurai bahan organik (bio-ferlilizer) 6.2. Pupuk anorganik Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik atau hasil industri dan mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman. Berdasarkan jumlah jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik ini dibagi dalam beberapa golongan, yaitu: (1). Pupuk tunggal : yaitu pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara, misalnya urea (mengandung unsur N); TSP (mengandung unsur P) dan KCL (mengandung unsur K). (2). Pupuk majemuk; yaitu pupuk yang mengandung unsur N, P dan K

sekaligus. Contohnya adalah Amofos 176

(mengandung unsur dan P), Nitroposka (mengandung unsur N, P dan K). Berdasarkan jenis hara utama yang dikandung, pupuk anorganik dibagi dalam beberapa golongan, yakni : pupuk nitrogen, pupuk fosfor dan pupuk kalium. Pupuk Nitrogen, contohnya Urea (Co(NH2)2) : mengandung 46% nitrogen. Urea sangat mudah larut, sebahagian kecil terikat dalam fiat pada bahan organik dan sisanya bebas bergerak mengikuti kelembaban tanah. Pemberian urea di permukaan tanah dengan dosis tinggi (>150kg/ha) dapat menyebabkan kehilangan - N lebih banyak akibat proses penguapan. Amonium nitrat (NH4NO3): mengandung 33,5% nitrogen. Sebahagian nitrogen dalam bentuk ion amonium (NH4+) dan sebahagian lagi dalam bentuk nitrat (NO3-). Di dalam tanah nitrat dapat diambil oleh akar tanaman melalui air tanah yang diubah oleh jasad residu tanah. Pada keadaan basah dan panas, nitrogen dapat hilang ke udara. Amonium sulfat ((NH4)2SO4)), petani menyebutnya pupuk ZA: mengandung 20% nitrogen. Amonium terdapat pada tanah fiat dan bahan organik. Pupuk amonium sulfat berpengaruh terhadap menurunkan pH (keasaman) tanah, sehingga sangat baik bagi tanah-tanah yang terlalu basa (nilai pH tinggi). Penyiapan starter Penyiapan carrier Kompos Mikroba dari habitat alami Isolasi Pemilihan bahan kayu Gambut Serbuk dll

Perbanyakan Pencampuran Pengujian Sterilisasi

Biofertilizer Pengujian Pencampuran Pemeletan Pengeringan 177

Pupuk posfat; contohnya TSP (triple super fosfat) mengandung 36-46% senyawa P205, berupa butiran berwarna abu-abu, dengan sifat netral. Pupuk Kalium, contohnya Kalium khlorida (KC1) mengandung 49-50% K20 (KCl 80) atau 55% K20 (KC1 90). Mengingat tingginya kadar Cl-nya maka sebaiknya tidak digunakan untuk tanaman yang peka terhadap unsur khlor (Cl). Kalium nitrat (KNO3) me-ngandung 13,8% nitrogen dan 46,6% K20. Pupuk ini digunakan sebagai sumber unsur K pada tanaman yang tidak dapat menggunakan Cl. Pupuk NPK. Selain ketiga macam pupuk yang telah disebutkan di atas, masih ada pupuk daun dan bunga yang merupakan pupuk majemuk. Kedua pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk daun dan bunga berbentuk cairan dan butiran yang dikemas 0,25-1 kg per pak. Pada umumnya digunakan untuk pupuk daun dan bunga. 1). Dosis Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kekurangan atau kelebihan pupuk menimbulkan dampak negatif, baik pada tanah maupun pada tanaman. Tingginya dosis pemupukan ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah, jenis atau varitas tanaman, umur atau tingkat perkembangan tanaman dan tingkat kerapatan penanaman. Tanah yang subur, memerlukan jumlah pupuk lebih rendah dibandingkan dengan pada tanah yang kurus. Varitas tanaman lokal memerlukan pupuk lebih sedikit daripada tanaman hibrida. Tanaman yang masih muda memerlukan pupuk lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang sudah tua dan populasi tanaman yang rendah memerlukan dosis pemupukan yang rendah pula dibandingkan dengan populasi tanaman yang tinggi. Pemupukan susulan untuk tanaman cabe dan tomat hanya bersifat menunjang, diberikan jika dianggap perlu, karena sebahagian besar pupuk sudah

diberikan pada waktu penanaman. Pupuk susulan berupa pupuk buatan seperti pupuk daun, pupuk buah, urea, ammonium sufat (ZA), TSP, KCI dan NPK cair. Semua jenis pupuk buatan dapat Anda peroleh di toko pertanian. Jadwal pemberian pupuk dapat dilihat pada Tabel berikut. Pemberian pupuk daun disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. Pemberian yang sering menyebabkan tanaman tumbuh terlalu subur sehingga menjadi peka terhadap gangguan kerusakan. Pada minggu ke-6 dan ke-11 tanaman dapat ditambahkan pupuk campur-an berupa urea, ZA, KCl dan TSP. Tngkat kebutuhannya hanya 5-10 gram per tanaman, tergantung pada varitas tanaman. Cara pemberiannya dengan menaburkan pupuk di sekitar batang utama kira-kira 5 cm. Agar pupuk cepat larut, dapat ditambahkan air sekaligus untuk meng-airi tanaman. Pada saat tanaman mulai berbuah, setiap interval 2 minggu diberi pupuk bush dan NPK cair. Konsentrasi NPK adalah 15-20 gram dilarutkan dalam 1 liter air. Masingmasing tanaman diberi 300-400 ml. 178

Tabel 5.10. Jadwal pemberian pupuk susulan untuk tanaman cabe dan tomat (lokal/hibrida) ENIS W AKTU PEMBERIAN P UPUK 1 -5 6 1 1 1 5 1 7 1 9 2 1 M ST M ST M ST M ST M ST M ST M ST Da un * S ' B uah ** -

S S . S Ur ea 3 3 g 3 g Z T A 3 -10 3 g-10 3 g-10 SP 5 -10g 5 -10g K CI 5

-10 5 -10g 5 -10g NP K*** 3 00m1 3 00m1 4 00 ml 4 00 ml Ke

terangan : M ST : minggu setelah tanam kebutuhan per hektar * * kebutuhan per hektar per sekali semprot * ** : 5-20 gram/liter air (di larutkan terlebih dahulu, kemudian disiramkan pada luang tanaman) S : semprotkan J adi jika Anda menanam 100 pohon tomat, maka harus dipersiapkan : P = 100 x 15 x (1000 m1/300 ml) = 5000 ml larutan pupuk; ( dalam hal ini 75 gram NPK dilarutkan

dalam 5 liter air). A tau menggunakan rumus: P = JT x K x (1000 m1/300 ml) d imana : P = Kebutuhan pupuk JT = jumlah tanaman K = konsentrasi larutan pupuk (15-20 g/liter) 2). Dasar Penentuan Kebutuhan Pupuk Kebutuhan pupuk didasarkan atas: jumlah hara yang terangkut bersama panen. cadangan hara yang ada di dalam tan ah. tanda kekurangan unsur hara pa da tanaman. Penentuan kebutuhan pu puk berdasarkan cadangan hara di dalam tanah memerlukan analisis tanah di laboratorium. P enentuan kebutuhan pupuk berdasarkan tanda kekurangan hara yang diperlihatkan tanaman, memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Kadang-kadang gejala kekurangan antara unsur yang satu dengan lainnya sulit dibedakan dan gejala tersebut tidak m enggambarkan berapa jumlah pupuk y ang harus diberikan. penentuan k ebutuhan pupuk berdasarkan perkiraan jumlah hara yang terangkut bersama penen merupakan cara yang paling sederhana dan mudah, oleh karena itu cara tersebut dibahas di dalam tulisan ini. setiap jenis tanaman mengandung unsur ha

ra yang berbeda. Jika pemupukan menggunakan pupuk buatan seperti Urea, SP36 dan KCl, maka jumlah pupuk yang diperlukan untuk menggantikan 48 kg N; 8,4 kg P dan 12 kg K yang terangkut bersama 3 t/ha panen jagung adalah: 179

kedelai. K). K). terikat oleh mineral liat tanah (P. SP36 dan KCL yang diperlukan untuk penanaman jagung dengan perkiraan hasil 3 t/ha kurang lebih adalah urea= 150 Sampai 200 Kg/Ha sedangkan SP36= 75 Sampai 100 Kg/Ha Unsur N. ma-ka hasil panen tersebut mengan-dung 48 kg N. Apabila hasil panen jagung dalam 1 ha adalah 3 ton. pencucian ke lapisan tanah yang lebih dalam seingga tidak terjangka oleh akar (N. dan K (Kg) di dalam satu ton hasil panen berbagai tanaman.P. mengandung N yang sangat tinggi sehingga N yang terbawa panen juga tinggi. melalui kerjasama (symbiose) dengan bakteri Rhyzobium sanggup mengikat N dari udara. Tetapi tanaman kacang-kacangan (kacang tanah. Kebutuhan P dan K kacang-kacangan ditentukan dengan cara .4 Kg/Ha = 53 Kg/Ha KCl = 100/52 X 12 Kg/Ha = 23 Kg/Ha Akan tetapi zat hara di dalam tanah tidak semuanya dapat di-gunakan oleh tanaman. lamtoro). Sebagian akan hilang karena penguapan (N).K). P. Jadi urea.5 sampai 2 kali jumlah hara yang hilang bersama panen. Dengan demikian pemupukan N untuk tanaman kacang-kacangan sangat rendah (hanya sekitar 30 kg urea/ ha pada waktu tanam).Urea= 100/46 X 48 Kg/Ha = 104 Kg/Ha SP36= 100/16 X 8.4 kg P dan 12 kg K. Oleh karena itu pemberian pupuk sebaiknya 1. 8. Penentuan kebutuhan pupuk untuk tanaman kacang-kacangan Tanaman legum (kacang-kacangan) seperti kacang tanah dan hijauan kacang-kacangan seperti lamtoro dan benguk. atau hanyut karena tererosi (N. Unsur hara yang terbawa panen ini perlu dikembalikan ke dalam tanah melalui pemupukan supaya kesuburan tanah tetap terjaga dan produksi tanaman dapat dipertahankan.

yaitu apakah pupuk tersebut mempunyai sifat mengasamkan atau tidak. reaksi membutuhkan oksigen. Pada umumnya pupuk nitrogen yang mengandung amonium atau sisa asam seperti sulfat bersifat mengasamkan tanah. yaitu. jenis hewan. Pupuk nitrogen yang mengandung gugus amonia sebelum tersedia pada tanaman terlebih dahulu mengalami proses amonifikasi dan nitrifikasi. dimanfaatkan langsung oleh bakteri dalam melanjutkan proses dekomposisi. Kedua bakteri ini disebut dengan Nitrobakteri. Perubahan nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh bakteri Nitrobacter yang termasuk ke dalam golongan bakteri obligat ototrof.yang sama seperti pada penentuan kebutuhan pupuk tanaman lainnya. Perubahan dari amonium menjadi nitrat disebut dengan nitrifikasi. Masalah utama yang perlu mendapat perhatian para pengguna pupuk adalah reaksi kimia. dan kesehatan hewan. Ada tiga hal penting yang dapat diambil dari persamaan-persamaan dalam proses nitrifikasi. yaitu perubahan amonium menjadi nirit (nitritasi) dan perubahan nitrit menjadi nitrat (nitratasi). Senyawa amonium yang terbentuk dari proses amonifikasi dapat berupa: konversi dari nitrit ke nitrat. dambil langsung oleh tanaman. Proses oksidasi biologi ini dibedakan dalam dua tahap. Reaksi nitrifikasi membebaskan H+ yang 180 . dan difksasi oleh mineral liat tertentu. oleh sebab itu proses ini berlangsung di dalam tanah dengan aerasi yang baik. Pupuk kandang mempunyai kandungan unsur hara yang sangat bervariasi tergantung pada waktu dan cara penyimpanannya. Perubahan dari amonium menjadi nitrit dilakukan oleh bakteri obligat ototrof yaitu Nitrosomonas.

Pada tanah sawah. aerasi. Bila amonium dioksida-si maka akan menimbulkan keasaman tanah. ini berarti meningkatkan kemasaman tanah. Mikroba tanah pada umumnya lebih menyukai senyawa dalam bentuk ion amonium daripada ion nitrat. Satu molekul pupuk urea dapat menyumbang empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada waktu pelepasan ion. Oleh sebab itu. Proses seperti ini akan meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen. misalnya tumpangsari antara jagung dan kedelai.menymbangkan empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada sat pelepasan tersebut. kelembaban tanah dan suhu tanah. kecepatan perubahannya sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. reaksi tanah. Pada tanah-tanah yang mempunyai aerasi baik. Pupuk urea yang diberikan pada tanah akan berubah menjadi ion amonia atau amonium.merupakan penyebab keasaman tanah bila dipupuk dengan pupuk NH4 atau pupuk anorganik sepertu urea. bakteri memegang peranandalam proses. karena sebagian besar nitrogen yang berasal dari pupuk tidak diabsorpsi oleh tanaman legum dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan awal menjelang terbentuknya bintil akar yang dapat . Pemberian pupuk urea. populasi bakteri nitrifikasi. Sedangkan pada tanah yang ter-genang dan dalam kondisi anaerob sempurna proses immobilisasi akan sangat rendah. proses immobilisasi adalah rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses nitrifikasi adalah jumlah NH4+ yang ada di dalam tanah. Ekskresi nitrogen oleh suatu tanaman legum akan dapat dimanfaatkan oleh tanaman lain dlaam pola tanam tumpangsari. Dalam proses nitrifikasi. akan terlihat bahwa proses immobilisasi terjadi amat besar. amonium sulfat. klor dan nitrat perlu mendapat perhatian serius agar tidak menambah kemasaman tanah. Nitrogen ditambahkan ke tanah berinteraksi dengan pH tanah dan mempengaruhi proses nitrogen.

sehingga serapan tanaman terhadap Nitrogen maksimal dan mengurangi kehilangan Nitrogen ke udara. nudeotides. merupakan komponen dari asam amino. Oleh karenanya. Tanaman yang kekurangan nitrogen akan tumbuh kerdil. dan hormon. Hasil dan kualitas produk melalui. pemberian pupuk Nitrogen yang tepat sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. N mendorong pertumbuhan tanaman yang cepat dan memperbaiki tingkat. pembentukan bunga. daun menguning dan 181 . Sedangkan bagi tanaman yang ditanam tidak bersamaan hanya akan menghasilkan perombakan bahan organik. N sangat mobil (mudah menghilang / menguap) di dalam tanaman dan tanah. dan sintesis protein. Fiksasi itrogen secara biologi dapat menghemat kebutuhan nitrogen sampai 2/3 dari kebutuhan nitrogen bagi tanaman. Nitrogen merupakan elemen pembatas pada hampir semua jenis tanah. pengem-bangan luas daun. asam nukleid. Kekurangan atau pengelolaan Nitrogen yang tidak sesuai akan berakibat buruk pada tanaman dan lingkungan. Strategi pengelolaan Nitrogen yang optimal ditujukan pada keserasian pemberian pupuk Nitrogen dengan kebutuhan aktual tanaman. Nitrogen Nitrogen adalah hara utama tanaman. khususnya dalam sistem pertanian intensif. Manfaat nitrogen fiksasi bagi tanman lain yang ditanam secara tumpangsari adalah berupa perembasan nitrogen dari bintil akar.mengikat nitrogen bebas dari udara. Kelebihan pupuk nitrogen adalah merupakan pupuk yang sangat potensial bagi tanaman. pengisian buah. klorofil. . enzim.

Pupuk anorganik merupakan sumber yang biasa digunakan mensuplai N. kalkareous dan tanah salin dengan kadar bahan organik rendah serta berpotensi tinggi untuk terjadinya penguapan amonia. urea (46 % N) dan diamonium fosfat atau DAP (18 % N. tetapi tidak mobil dalam tanah. 4446 % P2O5). Unsur nitrogen dapat diperoleh dari beberapa sumber diantaranya adalah amonium sulfat (21 % N. dan lebih menguntungkan petani dibandingkan menggunakan pupuk N organik.5 % organik C). Unsus P seringkali kurang pada tanah berpasir dengan kandungan bahan organik rendah. Sumber pupuk organik N tersedia di lahan pertanian seperti pupuk kandang dan kompos bisa efektif dan menarik secara finansial guna memenuhi kebutuhan padi akan N. Hampir semua jenis tanah kekurangan N. drainase buruk.jumlah anakan sedikit. dan pematangan. Warna daun dan penampilan tanaman menunjukkan status N dan membantu menentukan kebutuhan akan pemupukan N. anakan. salin. . Berikan pupuk N anorganik 40-50 kg/ha untuk setiap kenaikan satu ton hasil dari tanpa pemberian N. dan tanah kahat P dengan kapasitas mineralisasi N dan fiksasi biologis N rendah. P mobil dalam tanaman. tanah kalkareous/salin/ alkalin. matang lambat (tidak terjadi pembungaan pada kahat P yang parah). hasil rendah karena jumlah malai per unit area dan jumlah gabah per malai lebih sedikit. Fosfat Posfor adalah hara utama tanaman yang penting untuk perkembangan akar. Tanaman yang mengalami kekurangan unsur fosfor akan tampak hijau gelap dan kerdil dengan daun tegak dan anakan kurang. tanah masam. degradasi tanah sawah. 24 % S). tanah masam dengan tekstur kasar (coarse) dan kandungan bahan organik rendah (kurang dari 0. gabah hampa tinggi. tanah abu vulkan atau tanah kering masam dengan kapasitas fiksasi P . batang kurus dan kecil. berbunga awal.

untuk memperoleh hasil padi yang tinggi setelah nitrogen (N). Perubahan warna pada daun umum terjadi pada tanaman kahat P. gejala pada daun nampak pada fase pertumbuhan 182 . Tanaman kahat P kerdil dan daunnya tegak lurus dibandingkan dengan tanaman normal. Anakan berkurang pada tanaman kahat P. ketahanan terhadap kerebahan dan hama/ penyakit. Kalium seringkali merupakan unsur pembatas. benamkan dan aduk semua pupuk P ke dalam tanah sebelum pelumpuran terakhir dan tanam pindah atau sebar seluruh P pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung. dan tanah sulfat masam dengan kandungan besi dan aluminium tinggi. tanah gambut. . Tanaman yang mengalami kekurangan kalium akan tampak berwarna hijau gelap dan kerdil dengan margin daun cokelat kekuningan dan/atau dengan margin dan ujung daun tua nekrotik. Kalium Kalium adalah hara tanaman utama yang dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan akar dan vigor tanaman.tinggi. Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon yang baik dari tanaman terhadap aplikasi K dan pencapaian pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. Pada waktu aplikasi pupuk fosfat. gejala kahat K pada daun dapat menyerupai gejala penyakit tungro. Pupuk K perlu diberikan dalam jumlah mencukupi pada hampir semua lahan sawah irigasi. namun tungro biasanya terjadi pada spotspot yang tersebar (tidak menyeluruh) dan lebih nyata warna daun kuning dan oranye dan tanaman kerdil. K mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah.

S sangat mobil dalam tanaman (walaupun lebih kurang mobil dibandingkan dengan N). K seringkali kurang pada tanah berpasir atau bertekstur kasar. namun belum tentu meningkatkan hasil. namun hanya sebagian mobil dalam tanah. . tanah sulfat masam. tanah kering masam. benam dan aduk pupuk K ke dalam tanah terakhir sebelum tanam pindah atau sebar seluruh pupuk K pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung. Belerang Belerang atau Sulfur (S) adalah hara utama penting yang diperlukan untuk produksi khlorofil.2 kg K2O pada buah dan 16. S diperlukan untuk memproduksi asam amino (cystein. Sumber kalium yang banyak dikenal adalah kalium klorida (MOP-muriate of potash) yang mengandung 50% K atau 60% K2O dalam bentuk KCl (30 kg K2O setara dengan 50 kg MOP atau KCl). akar tidak sehat dan menghitam. bobot gabah lebih ringan. Catatan: penambahan unsur K dari air irigasi cukup nyata pada daerah tertentu. lahan sawah terdegradasi. Pada dosis >30 K2O/ha. berikan 50% sebagai pupuk dasar dan 50% pada awal pembentukan bunga. kerebahan dan kehampaan gabah tinggi. Rekomendasi pemupukan K berdasarkan target hasil dan status K tanah. Pemberian K paling tidak dua kali pada tanah berpasir dengan derajat pencucian tinggi. Gejala kahat unsur S ditunjukkan . tanaman rata-rata mengambil sekitar 19 kg K2O (16 K) untuk setiap ton hasil (2. Kekurangan (kahat) K terjadi di daerah pertanaman yang intensif yang mendapat pemupukan N dan P tinggi. Pada hara tanaman optimum.lanjut. dan tanah organik. Bila dosis yang digunakan rendah. Pemberi-an K pada fase pembungaan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kerebahan dengan kanopi rapat dan target hasil tinggi. dan cystin) dalam tanaman yang berkaitan dengan nutrisi manusia. methionin.8 kg K2O pada serasah orgainik).

Sumber S yang biasa digunakan adalah amonium sulfat (24% S). Zn hanya sedikit mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. Bila dibutuhkan. suplai Zn tanah rendah atau kondisi tanah buruk (misalnya. dan gypsum (17% S). selalu kebanjiran) menghalangi serapan Zn oleh tanaman. Aplikasi unsur belerang dilakukan dengan pemberian sebanyak 10 kg S/ha pada kahat S yang parah. Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon tanaman yang baik terhadap pupuk Zn dan pencapaian 183 . Analisis tanah dan/tanaman diperlukan untuk konfirmasi gejala kahat S. termasuk produksi klorofil dan integritas membran. Oleh karenanya kahat Zn mempengaruhi warna dan turgor tanaman. Pada kasus tertentu. . Kahat S sesungguhnya jarang dijumpai. Tanaman memerlukan sekitar 2 kg S/ha (jerami+gabah) untuk setiap ton hasil gabah. daun muda menguning pucat (kontras dengan daun tua yang menguning cepat dan mati pada tanaman kahat N). Zinc Seng atau Zinc (Zn) adalah hara utama penting yang dibutuhkan tanaman untuk beberapa proses biokimia dalam tanaman padi. Pengaruh pemberian S bertahan sampai 2 musim tanam. dan tanah dengan pelapukan tinggi kaya akan besi oksida. berikan semua jenis pupuk S sesaat sebelum pelumpuran bersama dengan pupuk P dan K. tanah dengan kandungan bahan organik rendah.dengan warna tanaman hijau pucat. single super fosfat (12% S). Zn perlu diberikan sesuai kebutuhan. Seng membatasi pertumbuhan tanaman. S mungkin diperlukan pada tanah berpasir yang mudah tercuci.

pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. Zn perlu diberikan pada setiap musim tanam. atau celupkan akar bibit padi dalam 2-4% larutan ZnO sebelum transplanting (20-40 g ZnO/lt air). tanah gambut. pertanaman intensif. .05 kg Zn/ha (jerami+gabah) per ton hasil gabah. gejala kahat Zn menyerupai kahat S dan Fe pada tanah alkalin dan keracunan Fe tanah organik berdrainase buruk. Bila kahat Zn nampak di lapang. Tanaman hanya memerlukan sekitar 0. Tanaman dapat pulih dari kahat Zn bila sawah didrainasi kondisi kering meningkatkan ketersediaan Zn. tanah dengan P dan silikat (Si) tersedia tinggi. tanah sulfat masam tua dengan konsentarsi K. tanah dengan pelapukan tinggi. namun dapat terjadi pada tanah kalkareous dan netral. kehampaan gabah tinggi. Mg. dan bertekstur kasar. tanah salin dan sodik. Selain itu terdapat spotspot tanaman yang tumbuh jelek. tanah sawah yang selalu kebanjiran atau berdrainase buruk. dan Ca rendah. Tanaman kerdil dan bercak coklat berdebu pada bagian atas daun merupakan gajala kekurangan Zn. asam. Kahat Zn tidak sering dijumpai. Pengaruh pemberian Zn berlaku sampai 2-5 musim tanam pada semua jenis tanah kecuali tanah alkalin. pematangan terlambat dan hasil rendah. Sumber Zn yang biasa digunakan adalah zinc sulfate terlarut (23-36% Zn). tanah berpasir.7H2O per ha pada permukaan tanah. Berikan pupuk Zn pada permukaan tanah setelah pelumpuran terakhir dan perataan lahan atau berikan Zn pada bedeng persemaian 7-8 hari sebelum bibit dicabut. gejala terlihat 2-4 minggu setelah tanam pindah. dan tercuci. namun lebih banyak pupuk Zn harus diberikan karena begitu diberikan Zn tidak selalu tersedia bagi tanaman. tanah yang terbentuk dari serpentin dan laterik. Pada tanah alkalin.H2O atau 20-40 kg ZnSO4. berikan 10-25 kg ZnSO4.

zinc klorida terlarut (48-50% Zn). Produksi bahan kering dan hasil menurun. Pada waktu aplikasi. namun banyak dijumpai pada sawah dengan tekstur tanah berpasir. P.5 kg/ha Fe (jerami dan biji/gabah) untuk setiap ton hasil gabah. baik dalam tanaman maupun tanah. berikan solid fero sulfat (FeSO4) di sebelah barisan 184 . Kekurangan Fe akan menghambat absorpsi K. Kahat Fe tidak dijumpai pada sawah tergenang yang sedikit asam. Setelah kahat unsur utama N. K. 2-3 % larutan fero sulfat atau 100 l/ha Fe chelate 2-3 dalam selang waktu 2 minggu dimulai pada fase anakan. dan Zn. . Tanaman memerlukan sekitar 0. Unsur Fe tidak mobil. Pemberian melalui daun. Seluruh daun dan bagian tanaman menguning (khlorotik). Besi Unsur Fe adalah hara esensial yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung transportasi elektron dalam proses fotosintesis. Aplikasinya harus berimbang agar terjamin pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. Gejala kahat Fe ditunjukkan adanya gajala antartulang daun menguning. Kahat Fe sangat sulit diatasi dan mahal untuk dikoreksi. kalkareous dan bereaksi alkalin. kalkareous dan alkalin (basa). Fe merupakan akseptor elektron penting dalam reaksi redoks dan aktivator untuk beberapa enzim. Pemberian pada tanah memerlukan 100-300 kg/ha fero sulfat (sulfat besi). kahat Fe merupakan urutan penting berikutnya yang membatasi hasil tanaman padi. namun setelah aplikasi Fe tidak tersedia bebas bagi tanaman. dan zinc oksida tidak larut (60-80% Zn). daun yang muncul mengalami klorosis. Kahat Fe sering dijumpai pada lahan kering dengan tanah bereaksi netral. S.

tanaman padi dengan dosis 100 kg/ha. penyaluran air ke lahan. Banyak faktor yang perlu mendapat perhatian. lahirlah pemikiran untuk memenuhi kekurangan air yang sering terjadi. Irigasi berarti berarti memberi air padata tanaman untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertumbuhannya. Dengan demikian kebuhtuhan air tanaman ditentukan dengan menghitung besarnya penguapan (evaporasi) permukaan tanah dan penguapan kebutuhan air secara tepat. Salah satu ilmu yang mengkaji dan membahas masalah air bagi pertanian adalah ilmu irigasi. Kekurangan air menga-kibatkan terganggunya perkem-bangan morfologi dan proses fisiologi tanaman.6 Pengairan Air merupakan bahan yang sangat vital bagi kebidupan tanaman. 5. dan pembuangan kelebihan air serta menjaga kontinyuitas air. dan chelate besi (5-14%). fero amonium sulfat (14% Fe). Dua sampai tiga aplikasi 2-3 % larutan FeSO4 melalui daun atau chelate besi pada selang waktu 2 minggu pada fase anakan. Pupuk Fe yang biasa digunakan adalah larutan fero sulfat (20-30% Fe). Masalah kekurangan air timbul akibat siklus hidrologi di alam yang tidak merata. Kahat Fe memiliki gejala tulang daun menguning. Pada prinsipnya air irigasi yang ditambahkan adalah untuk menutupi kekurangan air . Kegiatan-kegiatan irigasi meliputi penampungan air. Kebutuhan air tanaman sama dengan kehilangan air per satuan luas yang diakibatkan oleh kanopi tanaman ditambah dengan hilangnya air melalui penguapan permukaan tanah pada luasan tertentu. Sebagai tindak lanjut-nya. terutama faktor meteorologi dan faktor hidrologi yang berhubungan langsung dengan jumlah dan efisiensi irigasi. Keracunan Fe ditunjukkan adanya bercak coklat kecil pada daun.

Fungsi Air bagi tanaman Fungsi air bagai tanaman adalah : (a) bagian dari protoplasma. (c) pelarut garam.tanah yang telah ada pada saat yang diperlukan dan dalam jumlah yang cukup. gas dan berbagai material yang bergerak ke dalam tanaman melalui dinding sel. dan pengelolaan air yang mantap. Oleh karena itu untuk merancang irigasi diperlukan data hidrologi.7. Kehilangan air pada tanaman dapat terjadi melalui (a) transpirasi. bisanya air membentuk 85% sampai 90% dai berat keseluruhan dari bagiaan hijau tanaman (jaringan yang sedang tumbuh). struktur tanaman. proses membuka dan menutupnya mulut daun. menekan pertumbuhan gulma. melalui dinding sel dan jaringan xilem serta menjamin kesinambungannya.. dan garam serta asam yang berlebihan. (b) reagen yang penting dalam proses fotosintesa dan dalam proses hidrolitik seperti perubahan pati menjadi gula. stabilitas bentuk daun. (d) sesuatu yang esensial untukmenjamin adanya turgiditas pertumbuhan sel. mengatur suhu tanah dan iklim mikro. kadar unsur-unsur racun. 5. hama dan penyakit tanaman. Selama pertumbuhan tanaman terus menerus mengisap air dari tanah dan mengelarkannhya pada sat transpirasi. (b) akibat sampingan fiksasi karbon dioksida dalam pemecahan karbon dan oksifgen. Keguanaan air irigasi adalah untuk mempermudah pengolahan tanah. dan jaringan xilem ke dalam tanaman.2. 185 . kelangsungan gerak.3. membersihkan tanah dari kotoran. meteorologi. Kebutuhan air bagi tanaman Kebutuhan air tanaman dinyatakan sebagai jumlah satuan air yang diserap per satuan berat kering yang dibentuk atau banyaknya air yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan berat kering tnaman.7. 5.

Fase pertumbuhan. Jadi semakin halus . Air higroskopis dipegang erat oleh partikel-partikel tanah sehingga sulit diserap tanaman. yaitu pada saat kondisi air dalam tanah tidak lagi tersedia bagi tanaman dan tanaman mulai layu secara permanen. Kemampuan tanah pasir untuk memegang air dapat ditambah dengan bahan organik. jumlah air. Ketinggian air dapat dicapai oleh air yang berbanding terbalik dengan diameter pembuluh kapiler. Hal tersebut disebabkan karena jumlah air yang berbeda dalam romgga antar partikel belum melampaui batas kemampuan partikel tanah tersebut untuk memegang air. kelembaban tanah. Titik batas yang paling kritis terhadap air disebut titik layu permanen. Gerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh gradien hidrolik. gravitasi. dan jenis tanaman Kemampuan tanah untuk mempertahankan air tergantung pada teksttur tanah. Tanah pasir mempunyai kemampuan mempertahankan air yang lebih lemah daripada tanah liat. tekstur tanah. Air kapiler bergerak melawan gravitasi bumi karena gaya kapileritasnya lebih besar dari gravitasi bumi. Tanah yang terlalu banyak mengandung air menyebabkan berkurangnya udara dalam tanah. struktur tanah. Kehilangan air pada tanah dipengaruhi oleh: bentuk tajuk tanaman (kanopi). Air yang tertinggal dalam tanah yang tidak tersedia bagi tanaman dikenal sebagai air higroskopis dan air yang terikat secara kimia (Gambar hal 19). Keadaan air dalam tanah yang terbaik adalah pada saat kapasitas lapang.Dalam tanah air berada di antara ronggarongga tanah dan terikat oleh butir tanah dengan kekuatan yang ditentukan oleh banyaknya air yang dikandung oleh tanah tersebut atau besarnya gaya untuk memisahkan air dari partikel tanah.

juga berfungsi sebagai media reaksi pada hampir seluruh proses metabolismenya yang apabila telah terpakai diuapkan melalui mekanisme transpirasi.7. karena absorpsi hara berjalan dengan kecepatan tinggi. Akibat semakin subur tanah. Air yang diserap tanaman di samping berfungsi sebagai komponen sel-selnya.2 Peran Utama Air merupakan komponen utama tubuh tanaman. 5. Sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar kemudian ke daun. (2). (3). Oleh karena itu. yang bersama-sama dengan penguapan dari tanah sekitarnya (evaporasi) disebut evapo-transpirasi. Sebagai sarana transportasi dan pendistribusian nutrisi jadi dari daun keseluruh bagian tanaman. tergantung pada jenis tanaman. maka selama juta ton air atau 5 juta m3 . Air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan kadangkala merugikan. apabila dalam sehektar tanam tanaman memproduksi biomas sebanyak 10 ton (4 ton gabah + 6 ton jerami). Secara garisbesar peran air tanah yang menguntungkan meliputi : (1).pembuluh kapiler tanah makin tinggi pula gerakan air ke atas. Dalam memproduksi biomass sangat banyak dibutuhkan air. bahkan hampir 90% selsel tanaman dan mikrobia terdiri dari air. apabila umur tanaman ini adalah 100 hari berarti setiap hari akan ditranspirasikan sebanyak 50 ton/ha (setara dengan 10 mobil tanki berkapsitas-angkut 5 ton). semakin banyak air yang diperlukan. biasanya untuk setiap kg bobot kering biomass yang diproduksi akan ditranspirasikan air sebanyak 500 kg (nisbah transpirasi 500). Sebagai 186 . Efisiensi penggunaan air meningkat dengan kesuburan tanah.7 Air Tanah 5.

(3).15%). Sebagai pemicu kemiskinan tanah melalui pelindian hara. (8). Tanah yang jenuh dengan air dapat menyebabkan terhambatnya aliran udara ke dalam tanah. (4). Sebagai stabilisator temperatur tanah. dan (9).2 % berupa lautan dan 2. (7). (6). Sebagai pelarut pupuk dan pestisida Peran yang merugikan antara lain adalah (1).62%) dan air . Sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk. dan (4). sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar. air artesis ( 0.8. manfaat air tanah bagi tetanaman tergantung pada kemampuan kita dalam meningkatkan peran yang menguntungkan dan menekan peran yang merugikan tersebut. Mempermudah pengolahan tanah. Sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah.komponen kunci dalam proses fotosintesis. (10). Dipersawahan. Sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara tak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. perkembangan tanah dan diferensial horizon. serta aktivitas mikrobia yang menguntungkan. dan (11). (5).8% terdiri dari lembaran es dan gletser (2. Sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimiawi penyediaan unsur hara tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. asimilasi.3. 5. genangan air akan menghambat pertumbuhan gulma dan sebagai sarana pemupukan lewat air irigasi ( pugasi).Proporsi dan Siklus Air Tanah Air di dunia 97. misalnya melalui erosi (2). Sebagai pemicu perubahan horizon melalui pelindian komponenkomponennya. Oleh karena itu. sintesis maupun respirasi tanaman. Sebagai pemicu rusaknya tanah.

tergantung pada keseimbangan masukan dan kehilangan air tersebut. Retensi dan pergerakan air di dalam tanah. aliran permukaan. salju. Air lainnya ini meliputi danau tawar (0. 1984).Foth. Kadar air tanah (water storage) merupakan selisih masuka air (water gain) dari presipitasi (meliputi hujan. air atmosfer *hujan dan kabut) (0. perkolasi dan rembesan lateral. baik berupa (1). maupun. yaitu dari bentuk tidak tersedia (terikat kuat oleh tanah) menjadi tersedia bagi tanaman atau sebaliknya. yaitu dari air tanah menjadi air tanah menjadi air tanaman atau air hujan (atmosfer). Perubahan status.lainnya (0.005%).008%). dan (c).009%). (b).danau air asin (0. yaitu : (a).secara keseluruhan dari total air dunia hanya 2. Perubahan situs (lokasi).03%). Perubahan fase yaitu.001%) dan air sungai (0. air aliran (sungai) dan kembali ke situs air tanah. air tanah (0. yang secara umum disebut sebagai persamaan air tanah: KAT=masukan air kehilangan air KAT adalah Kadar Air Tanah Oleh karena itu fluktuasi kadar air tanah periodikal. dan (3).005% diantaranya adalah air tanah. kabut) yang menginfiltrasi tanah ditambah hasil kondensasi (oleh tanaman dan tanah) dan adsorpsi (oleh tanah) dikurangi air yang hilang (water loss) lewat evapo-transpirasi. Siklus air tanah merupakan proses mekanika perubahan air.0001%) (Strahler dan Strahler cit. dari fase cair ke fase padat atau fase gas. Penguapan air (evapotranspirasi) ke atmosfer. Penyerapan (uptake) dan translokasi air didalam tubuh tanaman. Ketiga perubahan ini terjadi dalam sistem tanahairtetanaman-atmosfer yang melibatkan tiga mekanisme utama. (2).792% air tawar dan 0. .

187 .

Koefisien dan ketersediaan Air Tanah Air ditahan di dalam sel akar oleh adanya gaya-jerap dan gaya-osmotik. maka gaya ini disebut potensial matrix (Pm). Makin besar penggelembungan makin besar pula tekanan yang bekerja terhadap air sel dan. gaya yang timbul ini disebut potensial bahan larut (PI). Tekanan yang menyertai penyerapan air oleh sel disebut turgor atau potensial tekanan (Pt). dan (3). gabungan keduanya disebut potensial osmotik (Po). Dinding sel yang tegar dan tetapi dapat mengembang secara elastis. volume sel bertambah dan protoplasma terdesak kedinding sel. dan akan berhenti sama sekali apabila : Pa = Pt + Pl + Pm + = Pt + Po = 0 Koefisien Air tanah merupakan koefesien yang menunjukan potensi ketersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman (Tabel 3. Vakuola yang berisi cairan sel kaya bahan larut dan koloidal. tetapi tidak bebas dilewati aliran bahan-bahan larut dan koloidal. yang pengaruhnya makin besar selaras dengan pertambahan kadarnya. (2).4. sehingga aliran air ke dalam sel menurun berbanding terbalik dengan kenaikan tekanan turgor. Sel tanaman terdiri dari : (1). terdiri .12). Adanya bahan-bahan larut dan koloidal dalam vakuola ini mengurangi aktivitas air di dalam sel. Potensial inilah yang mendorong air ke luar sel sebagai akibat terjadi penggelembungan sel. Apabila air masuk kedalam sel. yang karena elastis jadi mengembang.8.5. Gaya yang menyebabkan air diluar selaput protoplasma akan mengalir kedalam sel lebih cepat ketimbang difusi bahan larut ke luar protoplasma. Kemudian apabila yang menyerap air adalah bahan kolodial dalam sel atau koloid proplasma. Protoplasma yang berupa selaput semipermeabel sehingga dapat dilewati air secara bebas. tekanan turgor juga meningkat selaras dengan kenaikan tekanan in.

mudah hilang dan bergerak relatif cepat sehingga dapat melindi (leaching) unsur-unsur hara yang dilaluinya. dan aktivitas mikrobia aerobik seperti bakteri amonifikasi dan nitrifikasi akan terhenti sama sekali. Kondisi ini terjadi pada tegangan permukaan lapisan air sekitar 1/3 atm atau pF 2. air gravitasi (pori-pori makro) habis dan air tersedia (pada pori-pori meso dan mikro) bagi tanaman dalam keadaan optimum. Pada kondisi tanah berdrainase buruk atau suplai berlebihan (banjir atau tergenang pada periode lama akan berdampak buruk terhadap aerasi tanah sehingga respirasi akar.54. Sehinngga air ini terutama yang mengisi poripori makro segera turun ke bawah tertarik oleh gaya gravitasi. Air kondisi jenuh ini disebut air bebas atau air Gravitasi atau air drainase atau air berlebihan (lihat gambar 3. sehingga tegangan antarair-udara meningkat hingga lebih lebih besar dari gaya gravitasi.<1/3 atm. Pada kondisi ini tegangan pada permuakaan lapisan air hampir 0 . yaitu kondisi di mana seluruh ruang pori tanah terisi. (2) Kapsitas lapangan (field capacity) adalah kondisi di mana tebal lapisan air dalam pori-pori tanah mulai menipis. (3) Koefisien layu (titik kayu permanen atau titik kelembaban kritis) adalah kondisi kadar air tanah yang ketersediaannya sudah lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman untuk aktifitas dan 188 .dari : (1) Jenuh atau retensi maksimum.7).

Air tanah yang mempunyai tegangan antara 1/3 atm 31 atm (antara kapasitas lapangan hingga koefisien higroskopis) disebut air kapiller. suplai air harus diberikan apabila 50 85% air tersedia ini telah habis terpakai. Air yang tersisanya adalah air adhesi. berbentuk kristal dan tidak tersedia bagi tanaman. Pergerakannya lambat dan terjadi melalui penyesuaian terhadap keketebalan lapisan air.5. Hal ini merupakan akibat terbatasnya suplai air/hujan pada absorpsi (penyerapan) air oleh tanaman dan avaporasi terus terjadi. Kadar air tanah . Kadar dan ketersediaan air tanah sebenarnya pada setiap koefesien ini umumnya bervariasi terutama tergantung pada : (1) Tekstur tanah. Oleh karena itu untuk menjamin tercukupinya kebutuhan tanaman. yaitu pada tegangan sekitar 15 atm.mempertahankan turgornya. yaitu pada tegangan minimal 3 atm. berfungsi sebagai larutan tanah dan sebagiannya. Air yang ditahan diatas koefisien layu merupakan air tak tersedia. terdiri dari sebagian air kapiler (air adhesi dan sedikit air kohesi) dan seluruh air hidroskopis (air kristal). sehingga tanaman mrnjadi layu secara permanen atau tak dapat pulih lagi. terdiri atas air kohesi pada pori-pori meso dan mikro serta sedikit pada pori makro. Faktor-faktor Ketersediaan Air tanah.8. Pada kondisi ini air yang tersisa hanya air adhesi dan terikat kuat oleh gaya matrik tanah. yaitu air yang langsung terjerap ke bahan padat tanah. namun makin mendekati koefisien layu tingkat ketersediaannya makin rendah. 5. (4) Koefisien Higroskopis adalah kondisi dimana air tanah terikat sangat kuat Oleh gaya matrik tanah. Air tersedia (air yang dapat diserap langsung tanaman) adalah air yang ditahan tanah pada kondisi kapasitas lapangan hingga koefisien layu.

Garam-garam senyawa-pupuk/amelioran (pembenah tanah) baik alamiah maupun nonalamiah mampunyai gaya osmotik yang dapat menarik dan menghidrolis air. BOT mempunyai pori-pori mikro yang jauh lebih baik ketimbang partikel mineral tanah. kadar air tanah pada masing-masingnya adalah sekitar 55%. sehingga makin tinggi kadar BOT akan makin kadar dan ketersediaan air tanah. Kadar air tersedia berdasarkan tekstur tanah tertera pada gambar 3. yang makin halus teksturnya akan makin banyak sehingga makin besar kapasitas-simpan airnya. 189 . (4) Kedalaman solum/lapisan tanah menentukan volume simpan air Tanah. sehingga koefesien layu meningkat. Konsekuensinya. makin banyak senyawa kimiawi dan ketersediaan air tanah menurun. (3) Senyawa kimiawi. misalnya pada tegangan 1/3 atm (kapasitas lapangan). Hal ini terkait dengan pengaruh tekstur terhadap proporsi bahan kolodial. yang berarti luas permukaan penyerap (kapasitas simpan) air juga lebih banyak. sehingga kadar dan ketersediaan air juga makin banyak. Kedalaman solum/lapisan ini sangat penting bagi tetanaman berakar tunggang dan dalam. 40% dan 15%.bertekstur liat > lempung > pasir. ruang pori dan luas permukaan adsortif. Hasilhasilnya berupa peningkatan kadar dan ketersediaan air tanah.9 (2) Kadar bahan organik tanah (BOT).. makin dalam makin besar.

liter/menit. Pengelolaan air meliputi (1) irigasi. Volume diberikan dalam satuan galon. yaitu sistem leb dari sawah. Irigasi permukaan adalah cara yang paling umum dikenal di Indonesia. kaki kubik.8. Air dibawa lewat parit-parit agak datar dengan kecepatan rendah untuk menghindari erosi.Disamping faktor tanah ini. Kecepatan air mengalir dinyatakan dalam liter/detik. Irigasi adalah penambahan suplemen air. di mana air didistribusikan melalui permukaan tanah. (3) irigasi eniter berupa sprinkler. air harus dikelola secara baik dan ekonomis. hektar-cm. Penggunaan irigasi telah dilakukan sejak jaman kuno. dan lain-lain. serta tingkat dan stadia pertumbuhan. Jenis irigasi meliputi (1) irigasi permukaan. toleransi terhadap kekeringan. Masing-masing sistem sesuai dengan sistem budidaya tertentu. yang prinsipnya terkait dengan suplai air dan evotranspirasi. diberi plastik atau tumpukan rumput-rumput untuk . Teknik pengairan Dalam hubungannya dengan produksi tanaman. temperatur dan kecepatan angin. Faktor tanaman yang berpengaruh meliputi bentuk dan kedalaman perakaran. spitter dn dripper. yaitu mendistribusikan air ke bawah permukaan tanah untuk memberi kelembaban kepada tanaman lewat gaya kapiler ke atas.000 liter. air diukur dengan istilah volume dan kecepatan mengalir. Untuk tujuan pertanian. Faktor iklim yang berpengaruh meliputi curah hujan.6. Satu hektar-cm dari air adalah jumlah air yang akan menutupi satu hektar tanah sedalam cm dan kira-kira sebanyak 100 m3 atau 100. (3) konservasi. hektar-cm/hari dan sebagainya. yang pada prinsipnya terkait dengan kebutuhan air tanaman 5. (2) drainase. Parit dapat diaspal. (2) irigasi penyiraman. disemen. yaitu pemberian air melalui pipa bertekanan. faktor iklim dan tanaman juga menentukan kadar dan ketersediaan air tanah.

pada saat persiapan lahan. Kaang-kadang pada 190 . Tehnik irigasi siraman dengan tangan akan mengakibatkan biaya tenaga yang sangat tinggi. Di Indonesia. Tehnik pengairan drainase adalah menyiapkan bedengan. tidak ada erosi. agar lama tinggal di atas parit sehingga dapat mensuplai air untuk akar tanaman. guludan. Dalam sistem leb harus cukup waktu untuk membiarkan air menutupi seluruh permukaan dan cukup waktu bagi air untuk masuk ke dalam tanah. Tetapi tehnik irigasi siraman sederhana yang dilakukan oleh para petani adalah dengan menggunakan gayung atau gembor atau ujung pipa plastik. Masalah yang ditimbulkan dari tehnik ini relatif kecil. Dalam hal ini harus dibuat parit pembuangan air. sedangkan untuk tanaman yang rata menutup tanah digunakan sistem leb-flood irrigation dan contour irrigation. air dapat lebih ekonomis dibanding sistem leb. Keuntungan tehnik irigasi siraman adalah lebih seragam dan tepat untuk setiap jenis tanah dan tanaman. Irigasi permukaan biasa diberikan kepada tanaman yang menutup rata tanah seperti padi dan padang rumput. Untuk tanaman berbaris digunakan sistem leb-furrow irrigation. Irigasi siraman telah dikenal di negara-negara maju. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membuang kelebihan air. belum banyak dilakukan kecuali untuk padang rumput golf.menghindari kebocoroan air ke bawah. Tehnik ini telah banyak dilakukan dengan menggunakan pipa-pia otomatis. Pupuk dapat diberikan bersama air siraman. Kerugian sistem siram adalah mahalnya peralatan pada investasi awal dan air harus selalu bersih. untuk mengalir-kan kelebihan air sesudah kapasitas lapang lahan tersebut tercapai.

.

5. Pemangkasan (prunning) 5.daerah lembab perlu pipa drainase yang dibenamkan dalam tanah. Pemangkasan tanaman muda Pemangkasan penting dalam rangkan mengembangkan tanaman dengan struktur yang kokok dan bentuk yang diinginkan. Kedua. Membuat potongan Jika pemotongan dapat mengganggu respon tanaman terhadap pertumbuhan dan proses penutupan luka potongan. jika pemangkasan pada waktu tanaman sudah matang diperlukan pemotongan yang lebih banyak dan akan menjadi lebih sulit dilakukan.9.1. Keempat. maka pemangkasan yang buruk dapat menyebabkan kerusakan tanaman bahkan dapat menyebabkan kematiannya. Hal ini yang menyebabkan mengapa pemangkasan yang tepat pada tanaman muda menjadi kritis dan penting. Pertama. karena tehnik pemangkasan yang tepat adalah penting. Dengan demikian. Hal ini karena pada bagian . Ketika tanaman mengalami luka (atau dilukai) tanaman tersebut harus tetap tumbuh dan luka tersebut akan tetap ada. adanya suatu aturan bahwa potongan yang kecil menghasilkan kerusakan yang kecil pula. Ketiga. setikap potongan memiliki potensi mengubah pertumbuhan tanaman.9. maka pemangkasan harus dibuat di luar lingkar cabang (branch collar). Ada beberapa prinsip sederhana yang harus dimengerti dalam melakukan pemangkasan tanaman muda. proses penyembuhan pada tanaman tidak seperti halnya pada manusia. .

Percabangan yang berjenjang memberikan bentuk tanaman yang sudah dewasa dan memberikan perlakuan pemangkasan yang tepat terhadap tanaman yang masih muda dapat mengembangkan struktur yang kokoh. sebahagian besar pemotongan dapat dilakukan dengan gunting atau pisau. Perlengkapan Pemangkasan Untuk tananam berukuran kecil. Perkembangan batang Pada sebahagian besar tanaman muda. Untuk pemotongan batang lebih dari 0. Pemotongan dilakukan pada internodal atau pemotongan dibuat di antara tunas atau cabang dapat menyebabkan batang membusuk. . Jika cabang permanen perlu diperpendek. pertahankan batang tunggal yang dominan. maka potonglah cabang atau tunas lateral.tersebut terdapat jaringan batang atau induk cabang dan tanaman akan rusak potongan dilakukan di tempat tersebut. Hal ini akan mengakibatkan kelemahan struktur batang.5 inci harus menggunakan gunting bertangkai atau gergaji pangkas. Jangan lakukan pemangkasan pucuk yang dapat menyebabkan munculnya dua batang utama yang disebut dengan cabang codominant stems. . oleh karena itu sebaiknya dibuang saja selagi tanaman masih muda. . gangguan produksi dan pertumbuhan yang menyimpang. Memperoleh strutur percabangan yang kokok Struktur cabang primer yang baik dapat dibentuk selagi tnaman masih muda. jika potongan cukup besar. Cabang-cabang lateral akan menyebabkan . maka tanaman dapat mengalami kerusakan internal permanen akibat pemangkasan yang tidak tepat. Dalam beberapa kasus.

Perlu dipertahankan beberapa cabang lateral walaupun akan dipangkas kemudian. Cabang-cabang seperti ini dinamakan cabang sementara yang berpera ndalam 191 . dan meruncing.perkembangan struktur tanaman yang tegap.

. maka akan terdapat lipatan-lipatan kulit yang nantinya akan menggangu percabangan pada batang utama. Cabang sementara ini dipertahankan cukup pendek agara tidak menghalangi atau menjadi pesaing bagi cabang lateral yang dipilih untuk dipertahankan. Buang . Pemilihan cabang permanen Tingginya cabang permanen yang paling rendah ditentukan oleh fungsi yang diharapkan serta lokasi tanaman pada lanskapnya. Pemangkasan harus dilakukan terhadap cabang-cabang yang memiliki penempelan yang lemah selagi cabang tersebut masih muda. Pohon yang digunakan untuk menyaring pandangan yang tidak diinginkan atau untuk penghadang angin dapat dibiarkan bercabang serendah mungkin. penurunan pertumbuhan dan menjadi tidak sehat. Pertahankan keseimbangan radial dengan cabangcabang yang tumbuh keluar untuk segala arah. Karena daun pada setiap cabang/ranting perlu menghasilkan makanan yang cukup untuk kehidupan dan pertumbuhan pohon maka setiap cabang harus memberikan sumbangan makanan kepada batang dan akar. Beberapa pohon memiliki kecenderungan perkembangan cabang dengan sudut percabangan yang kecil. . Ketika tanaman tersebut tumbuh. Pemangkasan pohon yang baru ditanam Pemangkasan terhadap tanman yang baru ditanam harus dibatasi. Hindari adanya pengelompokan daun pada percabangan di dalam.melindungi batang dari kerusakan akibat sinar matahari atak kerusakan mekanis. Jarak antar cabang baik vertikal maupun horizontal sangatlah penting. Jika terlalu banyak daun yang dibuang makan pohon akan mengalami kelaparan . Cabang yang dipilih sebagai cabang permanen harus memiliki ruang yang cukup terhadap batangnya.

Pemangkasan harus dilakukan dengan pemahaman bagaimana repon tanaman terhadap pemotongan bagian tubuhnya. Pemangkasan tanaman yang sudah tua Pemangkasan paling umum dilakukan untuk tujuan mempertahankan bentuk tanaman. Pemangkasan yang tidak tepat dapat menyebabkan kersukanan yang akanb mengantarkan kepada kematian pohon. Pohon yang tidak dipangkas pada awal penanamannya akan menghasilkan akan yang lebih kuat dibandingkan tanaman yang dipangkas pada waktu penanamannya. Alasan melakukan pemangkasan Karena setiap pemotongan akan berpotensi mengubah pertumbuhan pohon. melindungi luka tersebut dari serangga dan penyakit serta mengurangi pembusukan.cabang yang mati atau patah. . maka gunakan kain yang tipis dari bahan yang tidak mengandung racun terhadap tanaman. penelitian menunjukkann bahwa pembalutan tidak mengurangi pembusukan atau kecebatan penutupan luka dan jarang sekali dapat melindungi luka terhadap serangan serangga atau infeksi penyakit.2. . maka seharunya jangan ada 192 . Walaupun demikian. Jika harus dilakukan atau untuk tujuan keindahan. akan tetapi tnaman pekarangan memerlukan kehati-hatian yang lebih tinggi. Walaupun banyak pepohonan hutan tumbung dengan sangat baik. 5. tunda pemangkasan untuk tahun berikutnya. Membalut luka Membalut luka akibat pemotongan diperkirakan akan mempercepat penutupan luka. Sebahagian besar ahli menyarankan pembalutan luka tidak dilakukan.9.

.

Pembuangan daun melalui pemangkasan dapat mengurangi pertumbuhan dan simpanan enerji.cabnag yang dibuang tanpa malasan yang kuat. membuang dahan yang terlalu banyak dan menghilangkan resiko bahaya. cabang yang berpenyakit. membuang cabang lemah dan cabang yang memiliki kemampuan tumbuh rendah. dimana pemangkasan dapat dilakukan setiap saat selama tidak berakibat buruk terhadap pohon. Pohon akan menghasilkan tajuk yang padat dengan daun untuk menghasilkan gula yang digunakan sebagai enerji untuk pertumbuhan dan perkembangnnya. Alasan yang umum bagai pemangkasan adallah membuang cabang yang mati. . . Pohon dapat dipangkas untuk tujuan meningkatkan penetrasi cahaya dan udara ke bagian dalam dari tajuknya. Penipisan tajuk Tindakan selektif membuang cabang untuk meningkatkan penetrasi cahaya dan pergerakan udara di daerah tajuk . Pemangkasan secara besar-besaran akan mengakibatkan pohon menjadi stress . Waktu pemangkasan Sebahagian besar pemangkasan rutin adalah membuang dahan yang lemah atau mati. Dalam banyak kasus. tanman yang sudah tua dipangkas sebagai tindakan korektif atau tindakan preventif. Penipisan percabangan secara rutin tidak cukup memperbaiki kesehatan pohon. Tehnik pemangkasan dan pembersihan tajuk Tehnik ini adalah membuang cabang yang mati. atau ke bagian bawah lanskap. Peningkatan tajuk Membuang cabang-cabang yang rendah dengan tujuan untuk memberikan kesan .

. Mengurangi tajuk Mengurangi ukuran ranaman dengan cara mengurangi ketinggian dan lebar tajuk. Eradikasi organisme pengganggu tumbuhan. Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.bersih . masa pertumbuhan tanaman. Pencegahan masuknya organisme pengganggu tumbuhan kedalam dan tersebarnya dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia. terdapat beberapa diskripsi diantaranya adalah perlindungan tanaman dilaksanakan pada masa pra tanam. Perlindungan tanaman pada masa pasca panen dilaksanakan sejak sesudah panen sampai dengan hasilnya siap dipasarkan. . menimbulkan gangguan dan kerusakan 193 . Perlindungan tanaman pada masa pertumbuhan tanaman dilaksanakan sejak penanaman sampai dengan panen. dan atau masa pasca panen. 5. Perlindungan tanaman dilaksanakan melalui sistem pengendalian hama terpadu yaitu dengan cara: . Organisma Pengganggu Tumbuhan (Opt) Menurut PP Nomor 6 tahun 2005 tentang Perlindungan Tanaman. Perlindungan tanaman dilaksakan dengan menggunakan sarana dan cara yang tidak mengganggu kesehatan dan atau mengancam keselamatan manusia.10. Perlindungan tanaman pada masa pra tanam dilaksanakan sejak penyiapan lahan atau media tumbuh lainnya sampai dengan penanaman.

bakteri. . o dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina ditempat-tempat pemasukan dan pengeluaran untuk tindakan karantina. o dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan. Pengganggu dapat dikelompokkan dalam beberapa istilah .sumber daya alam dan atau lingkungan hidup. Pencegahan masuknya ke dalam atau tersebarnya organisme pengganggu umbuhan dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Replublik Indonesia dilaksanakan dengan cara mengenakan tindakan karantina pada setiap media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina yang dimasukkan ke dalam atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indnesia. baik tu dari kelompok virus. jamur. dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit. burung dan mamalia. . serangga. dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina. Organisme pengganggu tanaman (OPT) adalah semua makhluk hidup yang merusak tanaman. Pengiriman media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan dari satu area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib o dilengkapi sertifikat kesehatan dari area asal. dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan. Pemasukan media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib: .

. Semua kerusakan tersebut disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Kerugian akibat hama tanaman antara lain. sebagai penyebab penyakit tanaman. Kerusakan yang disebabkan oleh OPT mencapai 33%. hama. burung dan kelompok mamalia. yaitu patogen. Hama Tumbuhan Hama tanaman adalah organisme pengganggu tanaman berupa serangga. buah cabe dan tomat yang busuk di pohonnya atau tanaman layu. Hama adalah kelompok hewan yang menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan mengakibatkan kerugaian. Hama dari ke-lompok serangga memegang peranan penting karena jumlahnya cukup banyak dan hampir 50% menjadi penganggu kehidupan manusia. Spodoptera sp adalah salah satu contoh hama tanaman a. mengurangi hasil tanaman.yang lebih luas. Anda pasti pernah melihat daun tanaman bolong. Gambar di bawah ini menunjukkan beberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman. organisme yang merusak tanaman dan gula. 194 .10. adalah tumbuhan yang merusak tanaman budidaya. Diperkirakan sebanyak 1500 species serangga yang menempati permukaan bumi menjadi hama tanaman. Gambar 5.

Sedangkan faktor eksternal adalah faktor lingkungan yang langsung berpengaruh ter-hadap kehidupannya. .11. cahaya. mengurangi mutu atau kualitas hasil tanaman. Hama ini berkembang pesat dan membahayakan dalam keadaan cuaca kering pada musim . Kutu Hompotera. mempercepat terjadinya infeksi penyakit pada tanaman. Beberapa contoh hama yang sering menyerang tanaman adalah tungau. faktor biologis dan gangguan manusia. Beberapa Hama Tanaman Gambar 5. menisap cairan dalam jaringan tanaman. 1). kelembaban udara. memamah dan menusuk serta menumpang bertelur pada tanaman. Faktor internal (biotik) adalah segala proses kehidupan dari tubuh serangga untuk memacu kehidupannya. . menambah biaya produksi karena diperlukan adanya biaya untuk pengendalian hama. dan gajah. Berikut ini adalah beberapa contoh hama tanaman (Gambar 2). gajah. Ulat Lepidoptera. Kehidupan serangga dikendalikan oleh dua faktor. tikus. faktor iklim yang lain. Kumbang Coleoptera dan mamalia (tikus. kumbang Coleoptera. seperti suhu. Serangga merusak tanaman dengan cara memakan bagian tanaman. hidup disepanjang tulang anak daun sambil mengisap cairan daun sehingga warna daun berubah menjadi mengkilat berwarna bronz. Lalat diptera. dan babi hutan).5 mm. Kepik Hemiptera. Tungau ini berukuran 0. Beberapa contoh hama-hama tananaman yang sering merugikan petani dinataranya ada lah ulat lepidoptera. Hama Tungau Penyebab : Tungau merah (Oligonychus).. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Bentuk kerusakan tanaman tergantung pada tipe mulut serangga.

Gangguan tungau pada pesemaian dapat mengakibatkan rusaknya bibit.kemarau. 195 .

Setelah mulai memakan daun warna ulat hijau. Pada kondisi demikian serangan hama sudah mulai menimbulkan kerugian ± 5 10% sehingga perlu diwaspadai dan segera mengambil tindakan pencegahan. Penyebaran tidak terlalu cepat dan tergantung pada populasi imago.12. 196 .15. Gambar 5. Hama ini meletakkan telur di atas permukaan daun.14. 16. Imago (serangga dewasa) Sylepta sp. ulat membuat sarang dengan cara menggulung daun yang agak muda dan memakan daun dari sarang yang dibuat. Ulat Lepidoptera a). Ketika ulat mulai agak dewasa. Siklus hidup tungau merah Bila daun sudah habis. Setelah larva menetas warnanya transparan. ulat juga memakan batang muda dekat sarangnya. (Pyralidae. Larva tungau merah 2). sehingga bagian daun yang dimakan kelihatan transparan. Imago tungau merah. Ulat bergerombol memakan bagian atas permukaan daun. Gambar 5. Gambar 5. Sylepta sp. Gejala serangan tungau merah pada tanaman jeruk.Gambar 5. Gambar 5. 13. Lepidoptera) Penggulung daun nilam dan pemakan daun lainnya.

Gambar 5. Berbeda dengan ulat tritip yang telurnya dietakkan secara menyebar. b). Siklus hidup Plutela sp. 17 Siklus hidup Sylepta sp. d). Ulat grayak (Spodoptera litura) 197 ering menyerang secara berkelompok dan serangan sangat mendadak. Imago Crocidolomia sp. Jika diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. jika sudah besar garis-garis coklat. Ulatnya kecil kira-kira 5 mm berwarna hijau. 20. Jika diganggu agak malas untuk bergerak. Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida. ulat jantung kubis meletakkan telurnya dalam satu kelompok. Ulatnya kecil berwarna hijau lebih besar dari ulat tritip. 19.18 Imago Plutela sp c). Ulat krop/ jantung kubis (Crocidolomia binotalis) Sering menyerang titik tumbuh sehingga disebut sebagai ulat jantung kubis. Gambar 5. Gambar 5.21. Larva Crocidolomia sp Gambar 5. .Gambar 5. Ulat tritip/ ulat daun (Plutella xylostella) Ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga tinggal epidermis bagian atas saja.

Pengendalian dapat dilakukan dengan membongkar tanah secara berhati-hati disekitar tanaman yang terpotong. Imago Agrotis sp. 3) Lalat Diptera Lalat bibit adalah salah satu hama yang dapat merusak bibit tanaman. 4) Kepik Hemiptera Kepik hemiptera adalah perusak polong. penggerek pucuk kedelai (Agromyza dolichostigma). penggerek batang kedelai (Melanagromyza sojae). 25. Gambar 5. Gambar 5. jika sudah besar garis-garis coklat. 22.23 Siklus hidup Spodoptera sp e). Gejala serangan lalat diptera. Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Ulat berwarna hitam. Gambar 5. Gambar 5. dan kepik hijau Nezara viridulla. Beberapa lalat bibit yang sering merugikan adalah lalat kacang (Agromyza phaseoli). Gejala kerusakan yang ditimbulkan ialah terpotongnya tanaman kubis yang masih kecil. Tanaman yang umumnya diserang oleh lalat bibit adalah leguminoceae.24. Serangga pengisap polong adalah Riptortus linearis. Gambar 5.Serangan umumnya terjadi pada malam hari sehingga disebut ulat gerayak atau ulat tentara. Larva Agrotis sp. Serangga merusak tanaman dengan cara mengisap cairan tanaman dengan jarum stilet (alat pengisap yang dipunyai serangga). Jika diganggu agak malas untuk bergerak. Ulatnya berwarna hijau lebih besar dari ulat kubis. . Larva Spodotera sp.26. Serangga penggerek polong adalah Etiella zinchenella.

27. Imago kepik Nezara viridula 198 .Gambar 5.

Gambar 5. a).viridula 5) Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. Bila serangan mengenai titik tumbuh. Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak.Gambar 5. Hama tanaman kelapa kumbang Oryctes sp 199 . tanaman akan mati. tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting.28.29. tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting. tanaman akan mati. Bila serangan mengenai titik tumbuh. Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak. Siklus hidup N.

bakteri.6) Mamalia Hama yang termasuk mamalia (binatang menyusui) adalah babi hutan dan kera. Gejala ini dapat berupa perubahan laju pertumbuhan. batang. Penyakit yang sering menginfeksi tanaman dapat berupa jamur. warna buah atau bunga. warna daun. virus dan fitoplasma. Sejak benih ditanam. ketebalan daun. Selain itu juga tikus (rodentia) merupakan hama yang merusak (memakan) buah kelapa sawit yang sudah tua. fase vegetatif dan fase generatif tanaman. Jika tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu unsur hara atau pH media tumbuh terlalu rendah atau terlalu tinggi maka tanaman akan menunjukkan gejala kerusakan. Siklus hidup kumbang hama kepala Oryctes rhinoceros b. Hama ini sangat merusak tanaman kelapa sawit. Tanaman sakit adalah suatu kondisi tanaman yang tidak wajar. buah. Yang pertama adalah penyakit non infeksius dan yang ke dua adalah penyakit infeksius. bunga dan biji. daun. . gajah sering menyebabkan kerusakan yang serius pada tanaman kelapa sawit muda. Penyebab penyakit atau patogen tersebut menyebabkan adanya gejala kerusakan pada bagianbagian tanaman seperti pada akar. semua kebutuhan hara tanaman harus dicukupi. Penye-bab penyakit dapat disebarkan dari tanaman yang sakit atau dari bagian tanaman yang sakit tersebut ke tanaman sehat. ukuran tanaman. Di beberapa daerah tertentu di Sumatera. warna batang. Penyakit tumbuhan Penyakit tanaman dikelompokkan menjadi dua. Gejala serangan patogen tersebut dinamakan penyakit. yang pada akhirnya menimbulkan keruganian bagi petani. bentuk buah atau bunga dan lain-lain. sehingga proses kehidupan (metabolisme) tanaman terganggu. Gambar 5.30.

Sedangkan bakteri adalah mikro-organisme yang lebih kecil dari jamur. koma atau rantai. layu (terganggunya aliran air di dalam pembuluh tanaman). berbentuk seperti batang. kanker (pertumbuhan bagian tanaman yang tidak wajar). mempunyai sel tunggal atau berkoloni. Patogen yang lain adalah bakteri yaitu mikroba yang dapat dilihat dengan pembesaran 100-1600 kali dan harus menggunakan minyak emersi. Patogen tanaman dapat berupa jamur yaitu organisme yang umumnya berbentuk benang. dapat menghasilkan spora. nekrosis (kematian jaringan tanaman/bercak daun). klorosis (perubahan jaringan tanaman dari hijau menjadi kekuningan). Intinya jelas dan dapat dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran lensa 100-400 kali. 200 .Gejala penyakit pada tanaman dikelompokkan sebagai berikut : Kerdil (pertumbuhan tanaman yang lamban secara menyeluruh).

dan akibat akhirnya akan . Keasaman atau kebasaan tanah. Praktek penanaman yang salah dan lain sebagainya yang menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal (a). . Bentuk virus dan MLO hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikro-skop elektron (pembesaran > 1 juta kali). . . . . Kekurangan oksigen. Patogen-patogen tersebut dapat menyerang tanaman pada fase vegetatif dan fase generatif. 1). Penyakit Non Infeksius Faktor lingkungan yang tiba-tiba beruabah. Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman antara lain: . suply nutrisi yang tidak cocok. .gejala terbakar. Penyakit Pecah Buah Pada permukaan bawah buah tomat . MLO adalah patogen yang merupakan peralihan dari virus ke bakteri.Virus adalah mikroba yang hanya mempunyai suatu selubung protein dengan asam nukleat yang dapat mempengaruhi kerja DNA sehingga proses kehidupan tanaman terganggu. atau irigasi akan menyebabkan gejala kerusakan fisiologi pada tanaman. Kerusakan atau kelebihan cahaya. kekurangan atau kelebihan air. Suhu ekstrim. Defisiensi nutrisi. . . Keracunan mineral. Keracunan pestisida. Polusi udara. Beberapa tanaman budidaya lebih sensitif tehadap perubahan-perubahan tersebut di atas dibandingakn dengan varietas lainnya.

Gambar 5. 31 Gejala serangan penyakit pecah buah.32. (b). Media tumbuh tanam yang tiba-tiba mendapatkan suply air. Defisiensi calsium. Gejala penyakit buah konsentris (c). Usaha menghidar dari hal tersebut di atas akan menimbulkan busuk buah. Perubahan suhu yang peralahan lahan 201 . Penyakit Pecah Buah konsentris Belahan konsentris meling-kar yang terdapat pada seluruh permukaan buah atau muncul dari tangkai buah biasanya disebabkan oleh tingginya suhu hari. Penyakit Belah Cekung Belah yang umumnya keluar dari permukaan buah mulai dari bahu buah adalah akibat terdapatnya perbedaan tang nencocok antara mahasiswa.menimbulkan gejala bercak kering melingkar (Gambar ). besarnya perbedaa suhu antara sian dan malam dan perubahan tiba-tiba pada siang dan suhu malan media pertumbuhan telah menjadi topik bagi penelitian Gambar 5. aku-mulasi garam pada daerah per-akaran merupakan gejala-gejala yang umum.

34. Identifikasi keberadaan penyakit secara dini terhadap tanaman hidroponik dapat mengendalikan permasalah penyakitnya. . kekurangan nutrisi.33. kelembaban media pertumbuhan yang kurang cocok. Gambar 5. Penyakit Keriting Buah Keriting buah merupakan keru-sakan fisiologis yang sangat meru-gikan mentimun. Kerusakan tanaman akibat ketidak seuaian hara . kebanyakan jumlah buah dan diserang hama. (e). Gejala penyakit nekrosa buah (d). dan mengadopsi praktek-praktek budidaya yang tepat seperti keseimbangan hara dapat mempertahankan tanaman tetap sehat. Dengan strategi adopsi pengelolaan hama terpadu (PHT) untuk tanaman sangat di-anjurkan di sini. Selain itu dianjurkan agar memulai penanaman dengan menggunakan bibit yang sehat. Gejala penyakit keriting buah.dimulai dari adanya ventilasi mencegah terjadinya kejadian ini. Dengan mempertahankan kebersihan ling-kungannya. Jika perlu guna-kan bahan kimia yang direkomendasi untuk mengendalikan serangga hama atau beberapa penyakit dan selalu mengikuti aplikasinya secara ketat sebelum proses panennya. Bakal buah yang tidak produktif sebaiknya dipangkas. Buah muda menjadi seperti kurva dan dimulai pada saat perkembangan bunga stadia awal dan mungkin dise-babkan oleh perubahan suhu yang mendadak. Kerusakan akibat hama dan penyakit akan berkurang. Gambar 5.

Gejala ini meliputi perubahan pada laju pertumbuhan. bakteri. virus. ketebalan daun. 2). Patogen yang sering menyerang tanaman budidaya adalah jamur (fungi).Semua hara penting diberikan. ukuran tanaman. Maka tanaman akan menampak-kan gejala kerusakan. Walaupun gejala luar ini akan beragam berdasarkan tanaman dan varietasnya. jarang antar cabang. karakteristik buah akan berubah juga. Jika larutan tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu komponen haranya atau pH dan daya hantar listriknya melebihi daya toleransi tanaman. Penyakit infeksius Penyakit tanaman pada umumnya disebabkan oleh bibit penyakit (patogen). karakteristik akar dan lain-lain. Manusia sebagai penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan dapat dibuktikan dengan banyak penyakit tumbuhan yang berkembang sebagai akibat dari 202 . beberapa gejala umum dapat digambarkan dalam tabel gambar berikut ini. dan nematoda. warna batang. Selanjutnya. bentuk daun dan warna daun.

Sekali patogen dapat dapat menyesuaikan diri. Adanya satu macam kultivar tanaman menyebabkan patogen tidak punya pilihan lain selain harus memamfaatkannya sebagai makan. maka patogen kemungkinan besar akan menyesuaikan diri dengan jalan adaptasi atau mekanisme lainnya agar dapat bertahan hidup. maka keturunannya akan dapat berkembang dengan pesat pada kultivar tersebut. Orang akan cenderung menanam varietas yang enak untuk dikonsumsi walaupun banyak hama dan penyakitnya. Penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit banyak ditemui dan telah berjalan sejak manusia mulai mengenal bercocok tanam. Penanaman satu macam kultivar dalam areal yang luas menyebabkan tersedianya makanan dengan tingkat kerentanan yang sama dalam jumlah berlimpah bagi patogen. juga merupakan penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. sehingga patogen akan berkembang dengan pesat.kemajuan ilmu pertanian yang dikembangkan oleh manusia. Bahkan apabila kultivar tersebut merupakan tanaman tahan terhadap penyakit tertentu. dibandingkan memilih tanaman yang . Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. penanaman yang terus menerus karena ditunjang irigasi. penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit. Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. maka sepanjang musim akan selalu tersedia makanan bagi patogen. Hal yang sama juga terjadi bila dalam suatu hamparan tertentu dilakukan penanaman satu jenis tanaman dengan tidak serentak. Adanya penanaman terus menerus. merupakan salah satu penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. Penanaman yang terus-menerus karena meningkatnya irigasi. hal demikian tersebut tidak mungkin ditemukan pada hutan alami yang belum disentuh teknologi. pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain adalah contohcontoh penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan.

Hal ini akan menyebabkan penyakit berkembang pesat tanpa dihambat oleh musuh alami seperti ditempat asalnya. Alasan pertama yaitu ada kemungkinan penyakit akan terikut sedangkan musuh alaminya tertinggal. sehingga akan menyebabkan sulitnya mencari sumber gen katahanan untuk tujuan pemuliaan. Dengan pola yang demikian itu tanpa disadari telah meyebabkan banyaknya plasma nutfah yang hilang. Patogen akan menyebabkan timbulnya penyakit dengan cara sebagai berikut.tidak begitu enak tetapi tidak berpenyakitan. Mengkonsumsi kandungan sel inang atau mengabsorbsi makanan dari . Pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain dengan tidak sengaja akan menyebabkan meningkatnya penyakit tumbuhan karena dua alasan. Akibat dalam jangka panjang adalah sulitnya pengendalian penyakit bila telah timbul resistensi patogen terhadap pestisida. Patogen menyebabkan penyakit pada tumbuhan dengan cara : 203 . Alasan yang kedua yaitu bahwa ada kemungkinan di tempat baru-nya. Peningkatan populasi patogen pada giliran berikutnya akan menyebabkan gampang patahnya ketahanan tanaman varietas lain yang saebelumnya tahan. Tetapi teknologi pengendalian menggunakan fungisida tetap lebih mudah diaplikasikan dalam jangka pendek. tanaman ternyata rentan terhadap patogen yang telah ada lebih dahulu sehingga akan memicu peningkatan populasi patogen tersebut.

a). Membunuh sel atau merusak aktivitas metabolisme sel inang karena sekresi patogen berupa enzim. Berikut ini beberapa contoh gejala serangan patogen pada tanaman. batang. Tanaman budidaya sering diserang oleh fungi. Fungi dapat menyerang semua organ tanaman mulai dari akar. . fungi penyebab busuk daun dan fungi penyebab kanker tanaman. Fungi yang menyerang bunga dan buah adalah Colletotrichum sp. paprika. Penyakit yang disebabkan oleh fungi (1). Fungi yang menerang daun adalah Cercospora sp dan Helmintosporium sp. dan . Fungi adalah organisme prokariotik (organisme yang tidak mempunyai inti sel sejati). Virus adalah organisme parasit obligat (organisme yang selalu menggantungkan hidupnya pada tanaman yang diserang). Penyakit mozaik pada tembakau (TMV: Tobaco Mozaic Virus) dan CMV (cucumber Mozaic Virus). fungi penyebab penyakit busuk buah. nutrisi mineral dan air pada jaringan pembuluh inang Beberapa penyakit penting yang disebabkan oleh virus adalah penyakit keriting pada cabai merah.tanaman inang secara terus menerus sehingga melemahkan tanaman inang. Mengganggu transportasi makanan. Hawar Daun (Late Blight) pada Kentang . toksin dan zat tumbuh. bunga dan buah. Contoh fungi yang menyerang akar diantaranya adalah Fusarium sp. daun. Beberapa fungi yang dapat menyebabkab penyakit dan sangat merugikan tanaman adalah fungi penyebab penyakit layu. cabai rawit. dan Phytoptora sp.

Di Indonesia. termasuk di Indonesia. (2). Gambar 5. Patogen ini menyerang daun. Penyakit ini berjangkit pada tanaman kentang di Jawa pada tahun 1935. Sampai saat ini. batang. Peralihan ini menyebabkan beralihnya pula kebiasaan orang Eropa dari peminum kopi menjadi peminum teh karena Sri Langka saat itu merupakan pemasok kopi terbesar ke Eropa. Karat daun kopi Penyakit ini merupakan penyakit paling penting pada tanaman kopi Arabika di dunia. Penyebab penyakit ini adalah jamur Phytophtrhora infestans. yaitu kopi Arabika. penyakit ini pada tahun 1876 telah menyebabkan musnahnya kopi yang dibudidayakan saat itu.35. Sampai saat ini pun penyakit ini merupakan penyebab kerugian yang terpenting pada tanaman kentang di dunia. karat merupakan ancaman terbesar bagi produksi kopi Amerika Selatan. Penyakit layu pada tembakau 204 . akar dan umbi menyebabkan gejala hawar. Di Sri Langka hanya dalam waktu 14 tahun saja (1870-1884) penyakit ini memusnahkan perkebunanperkebunan kopi sehingga sejak saat itu Sri Langka beralih dari negara penghasil kopi menjadi penghasil teh sampai sekarang. sehingga kopi ini sekarang hanya tinggal di daratan tinggi saja.Di Eropa. hawar daun pada kentang telah menyebabkan ratusan ribu rakyat Irlandia mati kelaparan da sekitar satu juta lainnya mengungsi ke Amerika pada tahun 1845-1846.

36. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix yang menyerang daundaun kopi. kopi arabika hanya 5% dan ditanam di pegunungan. sedangkan selebihnya hampir seluruhnya adalah kopi Robusta. (patogen penyakit layu) Gambar 5. penyakit ini menyebabkan migrasi besar-besaran dari desa ke kota dalam upaya mencari kerja untuk membeli beras yang harganya sangat tinggi dan telah menyebabkan sekitar dua juta orang meninggal dunia. sedangkan ras T diketahui pernah menyebabkan kerugian sekitar satu milyar USD di Amerika Serikat pada tahun 1970. Penyebab penyakit ini adalah jamur Helminthosporium oryzae yang menyerang daun. termasuk Indonesia. Perhatian pemerintah terhadap penyakit karat pada kopi meningkat sejak tahun 1980-an dengan berusaha untuk meningkatkan produksi kopi Arabika. Ras 0 merupakan ras yang umum dari patogen ini. 37. Hawar Daun Jagung Penyakit hawar daun jagung (Southern Corn Leaf Blight) yang disebabkan oleh jamur Bipolaris maydis (Helminthosporium maydis) sampai saat ini terdapat di berbagai tempat di seluruh dunia terutama di daerah-daerah hangat dan lembab. antar lain Dataran Tinggi Ijen. Bercak Daun Helminthosporium pada Tanaman Padi Di India pada tahun 1942. Karena sampai tahun tersebut. Jawa Timur. Ras T ini dapat menyerang semua bagian .Gambar 5. (4). Sampai beberapa tahun yang lalu bercak coklat masih tergolong penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia. sketsa Fusariumsp. Antara tahun 1896 sampai 1900 produksi kopi Indonesia merosot menjadi 25% dari semula. (3). Di daerah yang ketinggian kurang dari 1000 m ditanam kopi Robusta yang tahan terhadap penyakit karat daun. batang dan bulir padi. Fotomikroskopis Fusariumsp. Ras T biasanya hanya diketahui ada pada tanaman jagung hibrida dengan sitoplasma jantan mandul jagung Texas.

Penyakit rebah kecambah Penyakit rebah kecambah disebabkan oleh sekumpulan fungi atau satu jenis fungi yang menyerang bibit tanaman secara mandiri atau pun bersama-sama. Patogen penyakit rebah kecambah diantaranya adalah Pythium. atau pada waktu umur bibit masih sangat muda. tergantung jenis 205 . and Phomopsis. Fusarium. pada saat masih berkecambah. Gejala penyakit yang muncul pada bibit tanaman atau tanaman muda relatif sama. Patogen dapat menyerang sejak benih mulai berkecambah. karena ada kemungkinan patogen terbawa melalui benih atau bertahan pada bahan organik yang digunakan sebagai pupuk. Penyakit ini sering muncul sejak benih tumbuh di lapangan.tanaman jagung. (5). Rhizoctonia.

Gejala penyakit rebah kecambah pada tanaman kedelai muda Gambar 5. organ tanaman yang terserang biasanya daun padi bagian bawah. penyakit ini akan menurunkan produksi. Gejala penyakit pada umumnya timbul pada bagian tanaman yang dekat dengan air.38. Pada kondisi yang lembab (95%)dan hangat. (6). Patogen pada umumnya menyerang tanaman pada saat tanaman menjelang dewasa dan mengakibatkan . (7). 41. Penyakit ini merupakan penyakit penting pada tanaman padi. Penyakit busuk lunak seludang daun Penyakit busuk lunak pada seludang daun disebabkan oleh patogen Rhizoctonia solani. Dari tahun ke tahun penyakit berkembang terus sehingga menjadi penyakit penting pada 206 tanaman padi. Penggunaan unsur hara untuk mengembalikan vigor tanaman ataupun untuk membantu ketahanan tanaman terhadap penyakit tidak akan berfungsi dengan baik dan penyakit ini pun tidak dapat dikendalikan dengan pestisida. Penyakit bercak coklat cercospora Penyakit bercak coklat disebabkan oleh Cercospora janseana. Pada tingkat serangan yang menengah. penyakit ini akan menyebar dengan cepat. Gambar 5. Gambar 5. Gejala penyakit bercah basah (blight) pada tanaman padi. 38 Gejala penyakit rebah kecambah yang disebabkan Phytophthora pada kecambah Gambar 5.patogen yang menyerang. 40 Gejala serangan pada bagian akar.

Gambar 5. kuning kecoklatan. Fotomikroskopis satu sel bakteri yangmempunyai . Pada varietas tertentu penyakit ini dapat menggagalkan panen. (8). Varietas padi yang genjah dapat terhindar dari serangan patogen.000 X dalam minyak imersi. Bagian tengah bercak biasanya berwarna abuabu sedangkan sekeliling bercak berwarna coklat atao coklat kemerahan. Bercak pada daun berukuran 0. Ukuran bercak sangat bervariasi. dan bersifat tidak membentuk spora. atau kuning. Gejala penyakit bercak piricularia. 42. 43. Mereka tumbuh dengan segera dalam medium PDA (Potato Dextrose Agar) dengan membentuk koloni bulat berwarna putih.5 sampai 3 mikron (panjang) dan tampak kecil meskipun di bawah mikroskop dengan perbesaran 1. dapat mengakibatkan daun padi mati. Bakteri parasit tersebut berbentuk batang.kematangan biji padi lebih cepat dibandingkan dengan kondisi normal.5 cm. Penyakit bercak Pyricularia Penyakit ini sering menyerang tanaman padi. Patogen menyerang daun. Gejala penyakit bercak crcospora pada daun padi. sebagian besar bisa bergerak (motile) dengan bulu getar (flagella) yang ada di ujung-ujung sel (polar) maupun yang ada di sisi dan di ujung sel (Peritrichous). panikel dan daun bendera.2 sampai 1. 44. b). Kebanyakan tanaman yang diserang merupakan tanaman yang tidak penting (minor). Pada tingkat serangan yang tinggi. Patogen penyebab penyakit ini adalah Pyricularia grisea. Gambar 5. Sel bakteri berukuran 1. Gambar 5. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri Kurang lebih terdapat 200 species dari bakteri penyebab penyakit tanaman yang telah dideskripsikan.

Bakteri penyebab penyakit pada tanaman terdiri dari 6 genera : Agrobakterium: Batang pendek. Flaccumfaciens dan C. motile (peritrichous). non motile (kecuali C. menyebabkan kematian jaringan yang . kebanyakan gejala layu. motile. menyebabkan berbagai 207 gejala. Poinsettiae).flagella. menyebabkan hypertrophies (pertumbuhan abnormal karena pertambahan besar sel-sel yang sangat cepat) dan benjolan-benjolan (gall) pada akar atau batang tanaman. flagella peritrichous. Corynebakterium: Batang ramping. Erwinia: Bentuk batang.

Contoh yang klasik seperti yang telah dikemukakan adalah Crown Gall pada golongan tanaman budah-buahan pome dan stone Fruits. Menyebabkan kematian jaringan (necrosis) berupa bercak-bercak kecil (spots) dan besar (blights) pada daun. motile. atau pada akar. Gejala utama benjolan (galls) Galls atau Fasciations adalah pertumbuhan abnormal yang disebabkan oleh peningkatan jumlah sel secara cepat. Bila dibiakkan akan membentuk koloni dengan pigmen berwarna kehijau-hijauan yang dapat larut dalam air. Hanya terdapat beberapa jenis bakteri yang menstimulir tanaman inang untuk membentuk benjolan (galls). (1). Bakteri dapat dibiakkan dari jaringan luar benjolan yang masih muda dan tumbuh aktif. bentuknya menjadi pipih dan terjadi pada organ tanaman seperti batang. layu. Dalam banyak hal maka identifikasi dapat dilakukan berdasar gejala-gejala yang terdapat pada tanaman. biasanya pada pangkal batang. Streptomyces: Myceliumnya sangat halus ( 2/3 mikron). leher akar. dahan. disusul penyatuan/fusi sel-sel tersebut. Biasanya benjolan akan timbul setelah 1 atau 2 . benjolan-benjolan. serta pada kira-kira 200 tanaman berkayu lainnya. Xanthomona: Batang kecil.bersifat kering. Menyebabkan bercak-bercak daun berukuran kecil (spots) maupun besar (blights). dan busuk basah. lalu ditularkan pada tanaman tomat atau Kalanchoe untuk menguji pathogenicitynya. Pseudomonas: Bentuk batang. dan benangbenang filaments berbentuk spiral membentuk segmen-segmen pada spora berbentuk tabung (cylinder) yang berukuran seperti bakteri (1 sampai 2 mikron). Limapuluhlima jenis bakteri yang penting dan sering terdapat telah digolongkan menjadi 8 kelas berdasar gejala-gejala utama yang ditimbulkannya pada tanaman inang. dan sebagainya. motile dan flagella ujung (polar). flagella satu di ujung. Koloni berlendir berwarna kuning. Penggolongan tersebut disajikan di bawah ini.

Anda dapat membuat biakan bakteri dengan mengambil 208 . Agrobacterium tumefaciens : Crown Gall. Ash . batang.minggu dari jaringan yang ditulari itu. Oleander . dan tanaman-tanaman bunga lainnya. Crysanthemum. Xanthomas beticola : kantong Bakteri (Bakteril Pocket) : Menyebabkan benjolan-benjolan dengan kantongkantong bakteri pada leher akar dan akarakar tanaman gula bit. Agrobakterium rhizogenes : Akar Berambut (Hairy Roots) : Pertumbuhan berlebihan secara abnormal dari akar-akar. Benjolan pada akar. atau dahan-dahan. pohon buah-buahan nuts . Benjolanbenjolan pada dahan tanaman kapri. Benjolan bakteri sering terdapat pada leher akar tanaman berkayu yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Pseudomonas savastanoi : Benjolan Pohon Olive (Olive Knot) : Benjolan-benjolan pada akar dari pohon Olive dan Ash . Di samping itu Crown Gall juga menyerang kira-kira 20 jenis tanaman berkayu lainnya. Contoh klasik dari gejala penyakit ini adalah apa yang disebut Crown Gall dari tanaman buah-buahan golongan pome dan stone fruits. Agrobakterium rubi : Benjolan batang/dahan (Cane Gall) : Benjolanbenjolan pada batang/dahan yang sedang berbuah dari tanaman Blackberry dan Raspberry . dan pohon-pohon hutan. Bakteri penyebab benjolan yang lain adalah yang menyerang tanaman Olive . Corynebakterium fasciens : Penyebab Fasciation. baik yang menghasilkan benjolan (gall tissue) maupun tidak. termasuk beberapa golongan tanaman hias. juga pada rantingranting pohon Olive .

Oleander. jagung. misalnya jenis bakterium yang menyerang golongan tanaman semangka dan sebangsanya. Contoh-contoh benjolan bakteri yang lain adalah penyakit benjolan bakteri pada tanaman Olive . Sangat merugikan di lapangan dan di tempat penyimpanan. Gejala-gejala baru muncul pada saat kentang menjelang masak. sehingga cairan tersebut meleleh keluar ke bagian bawah dari batang. dan lainlain. Pangkal batang menunjukkan gejala busuk basah. Kedua macam tanaman ini akan cepat menumbuhkan benjolan bila diserang oleh bakterium ini. dan pohon-pohon hutan. Suatu ciri khas dari penyakit ini adalah : . Cairan yang menjadi seperti lendir (flux) ini kemudian diuraikan oleh Bakteri lain dan Ragi sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap/merangsang. Ada pula jenis-jenis bakteri yang mula-mula menyerang jaringan pembuluh tanaman. Corynebacterium sepedonicum : Busuk-melingkar pada kentang (Bakteril ring-rot of potato). Ash . tetapi kemudian menyebabkan busuk-jaringan pada jaringan disekelilingnya. Biakan murni bakteri tersebut lalu diuji sifat patogenesitasnya dengan menularkannya kepada tanaman tomat (batangnya) atau bagian yang sukulen (tanaman yang mengandung banyak air). tomat. Bakteri ada juga yang menyebabkan penyakit dengan gejala perlendiranBakteri atau Kebasahan pada kayu (Bakteril Slime-Flux or Wetwood) pada pohon Elm dan pohon-pohon lain. (2). Penyebab penyakit adalah Erwinia nimipressuralis yang menimbulkan terbentuknya cairan di jaringan kayu (heart-wood) dengan tekanan. yaitu terlihat cabang/batang tanaman menjadi layu atau tumbuhnya seolah-olah terhambat/kerdil (stunted). Layu Bakteri Tanaman menjadi layu oleh karena serangan Bakteri pada jaringan pembuluh. Jenis-jenis bakteri ini mempunyai pengkhususan (specialisasi) dalam kelompok-kelompok tanaman inang yang diserangnya. buncis. kentang.jaringan bagian luar dari benjolan yang masih muda dan sedang tumbuh.

Pseudomonas caryophy li : Layu bakteri pada Bunga Anyelir. serta akarnya 209 . Menyebabkan tanaman menjadi layu pada segala tahapan umur. Bibit tanaman tomat menjadi kerdil. tetapi kemudian di dalam gudang penyimpanan gejala-gejala khas penyakit ini mulai kelihatan. Bintik-bintik kecil bagaikan mata-burung terdapat pada buah. Seakan-akan bagaikan sebuah cincin yang melingkar di dalam jaringan umbi yang berwarna kuning kecoklatan. Corynebakterium michiganense : Layu bakteri pada Tomat. Biasanya bakteri sudah ada pada (atau di dalam) biji. maka keluarlah cairan (exudates) yang berwarna kuning-kecoklatan (cream). lalu berubah menjadi coklat muda. Kemudian setelah adanya serangan mikroorganisme sekunder barulah timbul bau yang kurang sedap. Tanaman menjadi layu dan mengering. Daun-daun bawah tepinya menjadi layu dan mengering. Infeksi pada umbi mula-mula tidak tampak. Seringkali tanaman juga menjadi kerdil. Carotovora Corynebakterium flaccumfaciens : Layu bakteri dari Kacang buncis. Selanjutnya lingkaran tersebut makin jelas berubah menjadi busuk (seperti keju ) tanpa bau. Menyerang tanaman-tanaman Anyelir dalam Rumah-Kaca. yang terutama disebabkan oleh E. lalu dipijit.bila batang dipotong.

Menyebabkan kerdil dan penguningan warna bagian atas tanaman . Ralstonia solanacearum: Penyebab penyakit layu pada banyak jenis sayur-mayur dan tanaman hias. Corynebakterium insidiosum : Layu bakteri pada Alfalfa. Menyebabkan tanaman mati atau daundaunnya gugur Xanthomonas incanae : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Stock (Tanaman hias Matthiola). juga umbi kentang menjadi busuk berwarna coklat melingkar. Mula-mula daun-daun menjadi hijau-keabu-abuan. yang selanjutnya meningkat menjadi bercak-bercak meluas berwarna kuningcoklat pada seluruh jaringan kayu. Xanthomonas campestris : Busuk-hitam dari golongan Cruciferae.membusuk. jaringan-jaringan pembuluh berwarna coklat dan tampak garis-garis coklat pada irisan batang membujur. Terdapat garis-garis kuning pada jaringan pembuluh dari batang. Bakteri memasuki jaringan tanaman melalui pori-pori air atau luka. Irisan melintang dari petiole (tangkai daun) menunjukkan jaringan Xylem yang seperti tersumbat serta berwarna hitam. lalu menjadi kuning dan mati. Penyakit pada jaringan pembuluh (melalui luka) yang disebarkan oleh bangsa kumbang dari golongan Cucurbit ini. Gejala utama : Kerdil atau layu serentak. Kadang-kadang terjadi busuk-lunak berwarna coklat pada batang dari tanaman tomat dan kentang. Pada . maka akan tampak garis-garis coklat tingkat awal pada jaringan kayu. jika kulit akar tunggang dikelupas. kemudian menyebar melalui jaringan pembuluh. Irisan melintan akan menunjukkan lingkaran hitam pada pembuluh. Erwinia tracheiphi la : Layu bakteri pada golongan Cucurbitaceae. Menyebabkan layu serentak dan kematian pada batnag/cabang penjalar (Tidak terjadi pada semangka).

tanaman muda/bibit menyebabkan layu serentak. Gambar 5. buku-buku menjadi coklat. Padamedia agar.45. Fotomikroskopis bakteri penyebab penyakit layu Gambar 5. hasil isolasi dari tanaman yang sakit 210 . boleh jadi terus mati. Terdapat lendir berwarna kuning pada jaringan pembuluh. Pada tanaman dewasa terjadi bercak-bercak hitam pada batang. Tanaman menjadi kerdil. seluruh jaringan pembuluh berubah warnanya. 46. Pseudomonas sp. pada daun-daun terjadi baris-baris (streaks) berwarna hijau-pucat yang panjang. Xanthomonas stewartii : Layu bakteri pada tanaman Jagung.

poplar. Kemudian cairan itu menjadi mangsa bakteri pembusuk yang lain dan jenis-jenis cendawan ragi. sehingga zat perekat terebut mencair dan akibatnya jaringan lalu rusak menjadi semacam lendir. . (4). maka kita dapat pula mengetahui cara untuk melakukan tindakan-tindakan kontrol yang cocok guna mengatasi penyakit-penyakit busuk basah lainnya. Patut dicatat.Gambar 5. mulberry. Erwinia nimipressuralis : Perlendiran Bakteri atau Kebasahan pada Kayu (Slime Flux or Wetwood). dan willow.47. maple. Jaringan kayu dan pohon-pohon itu menjadi berwarna gelap dengan sifat seperti bekas terendam air. bahwa organisme sekunder tersebut bukan penyebab penyakit. Bau. Jaringan kayu (heart-wood) yang terserang membentuk zat cair yang karena ada tekanan (gas) lalu keluar ke permukaan batang dan mengalir ke bagian bawah. Menyerang pohon Elm. Penyebabnya adalah Erwinia nimipressuralis yang merupakan suatu jenis bakterium penghasil gas. Gejala utama : busuk lunak/basah Gejala penyakit ini kiranya cukup dideskripsikan sebagai berikut : Type penyakit yang disebabkan oleh serangan bakteri pada zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. sehingga terjadi penguraian yang menimbulkan bau tidak sedap dan merangsang. Berdasar type klasik bakterium Erwinia carotovora (penyebab busuk basah yang umum). Bakteri menimbulkan tekanan (gas) pada cairan yang beredar dalam tanaman. dari luka-luka maupun celah-celah yang ada keluarlah cairan/lendir secara terputus-putus maupun terus-menerus. Gejala utama : mengeluarkan lendir (slime flux) Seperti yang telah diuraikan di muka. Gejala serangan bakteri layu pada batang tomat (irisan membujur) (3).busuk timbul pada lendir setelah diuraikan oleh micro-organisme sekunder. oak. bakteri juga ada yang menyebabkan penyakit yang mengeluarkan lendir terus menerus seperti yang terdapat pada pohon Elm dan pohon-pohon lain.

Terjadi di lapangan. Cactus yang besar ukurannya. tetapi gejala menyeluruhnya (Syndrome) adalah asma. Pengujian cepat : Pada medium Na-polypectate yang baru dituang ke dalam cawan Petri diberikan (inoculasi) organisme tersebut dengan menyapukannya. 211 . E. Enzymeenzyme yang dihasilkan oleh bakteri menghancurkan zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. Erwinia carotovora : Busuk basah dari sayuran. di tempat penyimpanan. cepat menjalar dan menjadi busuk dengan abu tak sedap. dan tanaman-tanaman lainnya. Penyebabnya belum tentu E. transit pada sayuran maupun tanaman hias. Infeksi melalui luka. misalnya tanaman hias-daun. Carotovora akan merubah medium emnjadi cair dalam waktu 24 sampai 48 jam. sehingga menimbulkan busuk jaringan yang basah dan berlendir. carotovora. Rhizome dari tanaman Iris.Busuk basah terjadi terutama pada sayuran yang banyak mengandung air.

Batang di bawah permukaan tanah menjadi hitam dan membusuk. Juga menyebabkan busuk basah pada banyak macam sayuran.atroseptica. tanaman hias. juga umbi-umbi tanaman hias. Erwinia dissolvens : Busuk bakteri pada Batang Jagung. . dan pertumbuhannya menjadi tegak.Erwinia aroideae : Busuk lunak dari Calia. Erwinia phytophthora (atroseptica): Busuk-hitam dari Delphinium (Blackleg of Delphinium). Erwinia carnegiana : Necrosis-bakteri dari Cactus Besar (Bact. karena penyakit sudah terlampau lanjut. berbentuk bulat atau oval.Necrosis of Giant Cactus). Sangat merugikan bila menyerang bukubuku batang bagian bawah sehingga menyebabkan busuk lunak/basah. Menurut Elliot : bakteri penyebabnya termasuk E. umbi-umbinya ikut terinfeksi melalui jaringan penghubung dengan batang. Pada tahapan ini tanaman inang tak bisa diselamatkan lagi. Mulamula mendapat bercak-bercak kecil. lalu menjadi hitam pada permukaan jaringan cactus yang seperti semangka itu. Bagian-bagian dengan kematian jaringan yagn luas menghasilkan cairan coklat-hitam. golongan Cucurbit. Kecuali dalam hal busuk-melingkar pada kentang di mana tindakan kontrol yang drastis diperlukan). Busuk lunak yang khas. Menyebabkan busuk-lunakhitam pada pangkal batang dengan cairan bakteri yang meleleh keluar dari celahcelahnya. Erwinia atroseptica : Busuk-hitam pada Kentang (Potato Blackleg). dan Cacti. Daun-daun tanaman di bagian bawah berwarna kuning. batang tanaman menjadi patah/rebah dan mati. Adalah tidak terlampau penting untuk mengidentifikasi sampai kepada species dari bakteri penyebab busuk lunak/basah agar anda dapat memberikan anjuran tindakan kontrol.

Pseudomonas syringae : Busuk hitam pada celah-celah tanaman citrus (Black Pits of Citrus-Citrus Blast). Bercak-bercak berwarna kemerahmerahan dan berbentuk agak meruncing atau menonjol. dan menghasilkan busuk lunak maupun keras. Bercak-bercak bersifat seperti bekas terendam air pada tingkat awal. kemudian menjadi coklat-tua dan cekung. Mula-mula terdapat bercak-bercak kecil pada daun bagian bawah (dekat batang). bergabung menjadi hitam. dan pada tingkat lanjut mengering serta mengeras. seperti terendam air. Erwinia cypripedii: Busuk-coklat pada anggrek. Bercakbercak kecil berwarna coklat-mengkilap. lapis. Kemudian bercak-bercak melebar. batang/dahan. Pangkal tanaman mengkerut dan daun-daun gugur. kemudian menjadi coklat sampai hitam. seperti bekas terendam air. dan lain-lain. berwarna hijau-gelap. Bercak-bercak berwarna hitam dan cekung pada buah Citrus. maka penyakit busuk-keras ini menyebabkan kerusakan jaringan yang terbatas. Pseudomonas cattleyae : bercak-bercak coklat pada anggrek. Kerusakan atau kematian jaringan itu terjadi pada daun-daun. Pseudomonasi marginalis : Kurap pada gladiol (Gladiolus Scab). 212 .(5). terutama Lemon. buah. umbi. Gejala utama : busuk rot) keras (firm Seperti halnya pada penyakit bercakbercak daun yang kecil (spots) dan besar (blights). umbi batang. Bercak-bercak berbentuk bulat. tanpa pembusukan.

Terjadinya bercak-bercak berukuran besar pada bunga-bunga.Pada umbi-lapis bercak-bercak pada tingkat awal bersifat seperti bekas terendam air dan berwarna kuning-pucat. Seringkali bercak-bercak ini mempunyai lingkaran kuning di sekelilingnya (yellow halo) dan menyebabkan daun rontok. Xanthomonas hyacinthi : Penyakit kuning pada hyacinth (Hyacinth Yellow). Irisan melintang pada umbi akan menimbulkan lendir kuning. Menimbulkan bercak-bercak berwarna kecoklatan dan bergabus pada daun dan buah. dan berbentuk meruncing ke atas pada daun. tunas buah. Xanthomonas citri : Canker Pada Citrus (Citrus canker). Fire blight disebabkan oleh serangan bakterium Erwinia amylovora. dan ranting-ranting baru adalah pada musim bunga dan periode sesudahnya di . Di negeri Amerika Serikat ini tidak akan dijumpai lagi. Gejala utama : hawar (blights) dan kanker Gejala-gejala dari penyakit FIRE BLIGHT pada tanaman Apel yang terkenal itu merupakan TYPE gejala umum golongan penyakit ini. Umbi-umbi Hyacinth yang terkena infeksi berat tidak akan menghasilkan bunga dan daun-daunnya mempunyai gejala baris-baris (streaks) kuning sampai coklat. (6). Bercak-bercak serupa bisa juga timbul pada buah. Menimbulkan bercakbercak sangat kecil. Xanthomonas vesicatoria : Bercak-bercak bakteri pada Tomat dan Cabai. bersudut-sudut. (Bakteril Spots of Tomato&PapperBakteril Pustuler). cekung dengan pinggirannya agak terangkat. Penyakit yang serius ini telah dimusnahkan dari daerah Florida dan sepanjang Teluk Mexico. Selanjutnya bila umbi tersebut menjadi tua dan penyakitnya berkembang : bercak-bercak menjadi berwarna coklat tua.

Masuknya sang bakteri melalui ranting-ranting. lalu disusul dengan mati dan mengkerutnya jaringan kulit yang seterusnya menyebabkan terjadinya celah-celah. Bercak213 . Penularan terjadi melalui vektor serangga atau uap air. cotoneaster. Bakteri dapat bertahan hidup di jaringan Cambium yang diserangnya itu selama musim dingin (over-winter). Cambium menjadi berwarna coklat muda. ranting. dan sebagainya. tetapi bisa juga menyerang jenis-jenis tanaman dari golongan famili Rosaceae termasuk stone fruits dan tanaman hias seperti loquat. Jika kerusakan Cambium terjadi secara melingkar. lalu di musim semi berikutnya menghasilkan cairan/lendir yang selanjutnya menulari bagian-bagian pohon yagn lain seperti bunga. maka gejala mengkerut dan matinya kulit tampak jelas sekali pada bagian-bagian dahan yang terserang. sel-selnya mati. pyracantha.mana terjadi pertumbuhan yang pesat di musim semi. tunas buah. dan tampak garis pembatas yang sangat jelas/tajam antara jaringan yang mati dan yang hidup. dan Photinia. Bagian tanaman yang terletak di atas lingkaran kematian itu lalu mati pula. Serangan Fire Blight sangat merusak bila telah mencapai daerah Cambium dari batang atau dahan pohon. Jaringan yang terinfeksi menjadi mati dan warnanya berubah menjadi coklat-muda sampai tua tergantung jenis tanaman inang. Fire blight merupakan penyakit yang sangat dikenal menyerang tanaman Pear dan Apel. Pada pertengahan musim panas infeksi terhenti. atau tunas-tunas air yang kena infeksi.

(2) Biasanya disertai dengan terjadinya gum yang mengalir keluar pada darah-darah yang kena canker. Jika terkena butiran air maka lendir lalu menyebar dan membentuk lapisan bakteri yang sangat tipis. Pseudomonas mori : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Mulberry. Dahan yang muda menjadi bergaris-garis hitam . Tanaman lain yang diserang : Black Walnut dan butternut. Pseudomonas syringae : Canker bakteri pada tone Fruits. Cambium menjadi hitam dan mati. Bercak-bercak seperti bekas terendam air terdapat banyak sekali pada daun-daun. Xanthomonas junglandis : Bercak-bercak bear bakteri pada pohon Walnut. buah-buah yang muda dan masak. ranting. dan cabang-cabang yang aktif. Bercak-bercak menjadi coklat hitam dengan tepi kuning. Penyaki canker yang bisa melewati musim dingin pada medium dahan-dahan yang besar itu di musim semi berikutnya mengeluarkan lendir yang kemudian ditularkan oleh serangga dan percikan-percikan air (uap air) ke bagian tanaman lain : bunga-bunga dan ranting-ranting baru. Erwinia amylovora : Penyakit fire blight. lalu bercak-bercak membesar dan menyebabkan daun menjadi salah bentuk. Hampir serupa dengan Fire Blight dengan 2 perbedaan : (1) Infeksi terjadi selama musim dingin dan awal musim semi. Bercak-bercak hitam dengan selselnya yang mati pada taji ranting (catkin). atau buah dari tanaman tidak berkayu seringkali mengeluarkan tetesantetesan lendir (exudate). Menyerang bermacam-macam tanaman golongan pome dan stone fruits dan berbagai tanaman hias. Akibatnya bungabunga dan ranting-ranting menjadi mati (necrosis) dan berbercak-bercak dengan ukuran besar. lalu menjadi terhenti pada musim panas . disusul jaringan kulit menjadi mati pula.bercak yang terjadi pada daun-daun. ranting-ranting.

Polong yang kena infeksi berbercak-bercak seperti bekas terendam air. Mula-mula berwarna coklat-kemerahan. Xanthomonas pruni : Bercak-bercak bakteri dan canker pada Stone fruits. Bercak-bercak kecil. Glycinea Bercak-bercak bakteri dari Kedelai. Ada juga bercak-bercak pada batang dan petiole yang berwarna hitam. Seringkali terdapat lapisan bakteri tipis (exudate) pada permukaan bawah dari daun yang berwarna keputih-putihan. lalu menjadi hitam dan mengeluarkan cairan (exudate). Penyakit ini merupakan penyakit yang umumnya terdapat pada keledai. Akibatnya pohon menjadi kerdil. bersudut-sudut. dan mengeluarkan cairan (exudate) berwarna kuning. Phaseolicola 214 . lalu menjadi hitam pada tingkat lanjut.dengan mengeluarkan lendir. Pseudomonas syringae pv. dan translucent pada daun kedelai. menyebabkan daun-daun berlubang karena bercak-bercak itu menjadi lepas (shotholes). Bercak-bercak kecil berwarna kemerah-merahan lalu menjadi coklat. mengandung gum. Kalau sudah begini maka biji-bijinya seringkali kena infeksi juga. Pada buah terjadi bercak-bercak yang bersifat kering. Bercak banteri pada tanaman yang tidak berkayu Pseudomonas syringae pv. cekung. terdapat banyak sekali pada daundaun. Bercak-bercak pada ranting berwarna gelap dan cekung ke dalam. Daun-daun lalu rontok. (7).

Bercakbercak pada buah mula-mula hijau dan seperti bekas terendam air. Xanthomonas malvacearum : Bercak-bercak daun bersudut-sudut pada kapas (Angular leaf spots of Cotton-Black arm).Bercak-bercak dengan halo pada kacang buncis/polong (Halo blight of Bean). tetapi banyak jenis kacang polong (dry beans) resisten. hanya saja terdapat lingkaran (halo) lebar hijau atau hijau-kuning di sekitar bercak-bercak yang seperti bekas terendam air itu. Bercak-bercak pada polong berwarna kemerahan sampai coklat dengan lapisan tipis berwarna perak yang berasal dari lendir baceria. lalu mengering. bersudut-sudut. kemerah-merahan. dan mengadung kerak dari lendir bakteri yang kering. Phaseoli Bercak-bercak bakteri biasa paca kacang buncis/polong. Kemudian bercak-bercak menjadi coklat dan kering. kemudian menjadi berwarna gelap Pseudomonas pisi Bercak-bercak bakteri dari Kapri (bakteril Blight of Pea). Mula-mula bercak-bercak daun seperti bekas terendam air. berwarna kuning-coklat dengan tepinya berwarna kuning. Bercak-bercak pada polong merupakan noda seperti bekas terendam air. hijau-tua. bersifat seperti bekas terendam air. jika dilihat dengan latar belakang yang mempunyai pancaran cahaya akan tampak hijaumuda. Bercak-bercak tersebar sepanjang tulang daun utama. cekung. dan dibatasi oleh tulang-tulang daun kecil hingga tepinya seperti bersudut-sudut. Kemudian menjadi besar dan mengering. Bercakbercak pada batang/cabang menyebabkan mudah patah bila tertiup angin. Xanthomonasi campestris pv. Bercak-bercak pada batang/cabang membesar dan menghitam. Kalau sudah begini maka biji-bijnyapun kena infeksi : berbercak-bercak dengan warna kuning-coklat sampai kelabu. Bercak-bercak seperti penyakit bercak-bercak lainnya. Mula-mula bercak-bercak daun berwarna hijau-tua dan seperti . Mula-mula bercak-bercak kecil pada daun. kemudian menjadi hijau-tua dan berwarna gelap. Semua jenis kacang buncis peka (rentan) terhadap penyakit ini. dan berwarna hijau-muda.

Gejala utama : bercak-bercak daun Penyakit bercak-bercak daun yang disebabkan oleh bakteri juga mempunyai gejala-gejala karakteristik yang umum. lalu menjadi gelap warnanya. Pada cabang atau buah bercakbercaknya bisa berukuran kecil (spots) sampai besar (blights). Bunga-bunga yang dibiarkan untuk memproduksi biji bisa menjadi rusak/mati oleh serangan penyakit ini. 215 . Xanthomonas carotae Bercak-bercak bakteri pada Wortel. Bercak-bercak yang tak teratur bentuknya pada daun dan petiole. (8). Bercak-bercak serupa pada batang/cabang. maka bercak-bercak itu akan mengeluarkan tetesan lendir bakteri yang bila mengering menjadi setitik kecil karak lendir. Juga pada bunga-bunga dan polong-polong muda.bekas terendam air. Bila cuaca lembab. mula-mula translucent. bentuknya bulat atau lonjong (oval). Bila kena tetesan air maka lendir menyebar menjadi suatu lapisan bakteri yang tipis. Jika tulang daun kena infeksi pada usia muda biasanya tanaman lalu mati. (Bakteril Blight of Carrots). dan tidak bersudut-sudut. lalu membesar dan mengering serta menjadi coklat kemerahan. kemudian bercak-bercak itu berubah menjadi berwarna gelap dan tidak tembus cahaya (opaque). Mula-mula translucent (agak tembus cahaya). Acapkali bercak-bercak daun mempunyai tepi yang bersudut-sudut sebab dibatasi oleh tulang-tulang daun.

Lachrymans Bercak. Bercak-bercak seringkali bergabung hingga menjadi lebih besar. Bercak-bercak hitam-tak teratur pada seluruh bagian tanaman Delphinium. Tapi bercak-bercak biasanya berwarna lebih gelap/tua. Xanthomonas holcicola : Penyakit bakteri bergaris-garis tak teratur pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Streak of Sorghum and Corn). Terdapat kerak merah bakteri. tampak seolah-olah meruncing keluar dari permukaan bawah daun dan bergabus. Bercak-bercak pada tingkat lanjut berwarna kelabu. Pseudomonas andropogonis : Penyakit bakteri-bergaris pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Stripe of Sorghum and Corn).Suatu variasi yang menarik dari golongan penyakit ini ialah adanya bintik-bintik bakteri (bakteril pustules) yang timbul di sisi bawah permukaan daun. berwarna seperti karat. mudah . Bercak-bercak daun bersudut-sudut. bersifat seperti bekas terendam air. tak teratur. Pseudomonas ap i : Bercak-bercak bakteri pada Selderi (Bakteril Blights of Celery). Daundaun yang kena infeksi berat menguning dan gugur. mudah tersebar/ tercuci oleh butir air hujan. dan mengeluarkan cairan (exudate) yang seterusnya menjadi lapisan tipis bakteri keputih-putihan. Hampir serupa dengan di atas.bercak daun yang bersudut-sudut dari Cucurbit (Angular leaf-spots of Cucurbits). cabai. dapat menyebabkan daun rontok. kedelai. Bercak-bercak kecil tak teratur pada daun. Pseudomonas syringae pv. Terdapat menyerang pada tomat. dan lain-lain. Bintik-bintik ini berukuran sangat kecil (1 sampai 2 mm). Garis-garis dan noda-noda merah pada daun-daun dan pelepah. bintik-bintik juga terdapat pada buah. Selain daun. Pseudomonas delphinii : Bercak-bercak hitam pada Delphinium (Delphinium Black Spot).

kedelai dan kacang polong (cowpeas). Bila menyerang batang/dahan.glycines: Pustul bakteri pada tanaman kedelai (bakteril pustules of Soybean). serta mempunyai lingkaran halo berwarna kuning. Pada tingkat lanjut bercak-bercak menjadi tak tembus cahaya. Xanthomonas begoniae : Bercak-bercak daun dan batang/dahan dari Begonia (bakteril leaf and stem blight of Begonia). bulat dan kecil-kecil. 216 . Bercak-bercak seperti melepuh.patah. dan kadang-kadang menimbulkan lubang karena bercak-bercak itu terlepas. Terutama menyerang daun. Pada permukaan bawah daun timbul bintikbintik (pustule). Selain tembakau. Pseudomonas washingtoniae : Bercak-bercak daun dari Palem (Bakteril leaf-spot of Palm). dan dengan pancaran sinar tampak berwarna hijau-muda. Begonia akan mati. berwarna coklat dengan tepi berwarna kuning-translucent. penyakit ini menyerang anggota-anggota Solanaceae lainnya. Xanthomonas axonopodis pv. Gejala berupa bercakbercak kecil berjumlah sangat banyak pada daun. Pseudomonas tabaci : Penyakit Terbakar pada Tembakau (Tobacco Wildfire). Bercak-bercak daun berwarna kuning-coklat sampai coklat pada pusatnya. dan terdapat pada daun. Menyebabkan daun gugur secara prematur. Pada buah bercak-bercak berwarna keputih-putihan. Bercak-bercak kecil berwarna hijau-kekuningan dengan pusatnya yang coklat-kemerahan.

maka sukar untuk melihat myceliumnya. Bila dibuat seksi (irisan). Akar-akar rabut berkurang jumlahnya dan mengalami salah bentuk. kadang-kadang dengan celah terbuka (luka yang dalam) sampai sepanjang 2. S. Daun-daun tanaman ubi-jalar yang terkena infeksi berukuran kecil. Diagnosis cukup dengan melihat gejalanya. pada umbi menimbulkan luka terbuka. dan cabangnya kerdil. scabies : Penyakit Kurap Yang Umum (Common Scab) pada kentang. S. yaitu 1 sampai 2 mikron panjangnya. Ipomoea : Menyebabkan Busuk dalam Tanah (Soil Rot or Pox) pada ubi-jalar.5 cm pada ubinya. Spora ini mempunyai ukuran seperti bakteri. Gejala utama : kurap atau luka terbuka (scab or pits) ordo Actinomycetales family Streptomycetaceae Streptomyces (Actinomyces) : Suatu genus yang mempunyai mycelium. Tetapi janganlah anda terkacau dengan penyakit kurap yang lain. Bercak-bercak itu bisa dangkal atau dalam. Hal ini untuk menghindarkan . dan tanaman ubi-ubian yang lain. sudah tentu diperlukan istilah-istilah yang tepat dan singkat serta dimengerti oleh semua fihak. gula-bit. Dalam menyatakan gejala-gejala penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri.stolon. maupun akar. pucat. tetapi dalam Manual Bergey digolongkan Bakteri dalam Ordo terpisah. Myceliumnya sangat halus (2/3 mikron) dan mempunyai benang-benang spiral yang membentuk segmen-segmen ke dalam sporanya yang berbentuk cylinder. Dengan melihat gejalanya saja sudah cukup untuk memberikan diagnosis.(9). Akibatnya ubi-jalar menjadi berkurap. Menyebabkan timbulnya bercak-bercak bergabus pada ubi. sehingga sukar pula untuk mengisolasinya. yaitu kurap-berbubuk (powdery scab) yang disebabkan oleh Spongospora.

maka bercak-bercak pada tingkat awal menunjukkan sifat seperti bekas terendam air (watersoaked). Yang paling banayk dikenal adalah Fire Blight pada tanaman Apel. Dibawah ini akan dikemukakan beberapa istilah yang sering dipakai untuk gejala penyakit bakteri yang banyak dijumpai. dan tampak garis pembatas yang sangat jelas antara jaringan yang mati dengan yagn hidup. Gejala penyakit bakteri berupa busuk-Keras (Firm Rot). lalu seluruh bagian mengering dan mengeras. tunas buah. dan Photinia . Jaringan yang terinfeksi mati dan warnanya menjadi coklat muda sampai tua tergantung pada tanaman inang. Penyakit ini menyebabkan kematian sebagian jaringan (necrosis) dari daun. umbi lapis. dahan. buah. Cotoneaster . 217 . Pyracantha . Seperti gejala serangan bakteri pada umumnya. Buah-buahan menjadi busuk dan keras. umbi batang. dan lain-lain sehingga menimbulkan gejala bercak-bercak (lesions). (10). yang bisa pula menyerang tanaman dari golongan Mawar termasuk golongan Stone Fruits dan tanaman hias seperti loquat . Serangan penyakit ini biasanya terhenti di pertengahan musim panas.pertelaan gejala yang panjang-lebar serta untuk mencegah salah pengertian. lalu mengering dan mati. dan ranting-ranting muda yang biasanya terjadi pada musim bunga dan periode pertumbuhan yang cepat di musim semi. Ada pula serangan penyakit bakteri yang mengakibatkan mati-jaringan dengan bercak-bercak berukuran besarbesar (Bakteril Blighting) pada bunga.

mula-mula translucent. dan lain-lain. maka lendir tadi akan menjadi kering sehingga yang tertinggal adalah setitik kecil lendir kering. dan lain-lain. Pada musim semi berikutnya bangkit kembali. Selanjutnya bagian atas pohon menyusul mati. Serangan bakteri pada cabang atau buah bisa mengakibatkan bercak-bercak kecil dan besar. serta sering-sering menimbulkan celahcelah. kulitnya mengkerut. dan tunas/cabang air. tunas buah. lalu menjadi berwarna lebih gelap serta tidak tembus cahaya (opaque). Pustul bakteri (Bakteril Pustules) berupa bintik-bintik kecil ( 1 sampai 2 mm) yang menonjol pada bagian bawah daun dan pada buah-buahan seperti buah tomat. dan tidak pernah bersudutsudut. sebab perusakan jaringan dibatasi oleh tulang-tulang daun. Bila kematian jaringan Cambium terjadi secara melingkar (girdling).Serangan Fire Blight dapat menjadi lebih parah bila mencapai tingkatan serangan bakterium pada daerah Cambium dari dahan dan batang. cabai. si-bakterium akan mengeluarkan setetesduatetes lendir. Jika terkena air. Kalau infeksi bertambah . Jika kelembaban udara tinggi. sehingga setelah kering akan tampak sebagai lapisan yang sangat tipis berwarna keputih-putihan. lalu berwarna gelap. Bakterium masuk lewat ranting-ranting. Bercak-bercak daun seringkali bersudutsudut. melalui serangga dan uap air. Jika tak terganggu. kedelai. Bercak-bercak daun yang disebabkan bakteri (Bakteril Leaf spots) merupakan gejala yang khas mula-mula translucent (dapat melewatkan sebagian cahaya). Bintikbintik ini seperti bergabus dan bentuknya meruncing. dan cairan ini lalu menulari bagian-bagian bunga. menuju daerah Cambium dan menyebabkan kematian jaringan dengan warna coklat muda. Bakteri dapat bertahan hidup selama musim dingin di jaringan Cambium yang telah diserangnya (over-wintering). Bagian yang Cambiumnya mati. maka lendir akan menyebar-melebar rata. mengeluarkan cairan (exudates). maka akan tampak jelas lingkaran kulit pohon yang mengkerut dan mati. kering dan mati pula. biasanya berbentuk bulat atau lonjong.

Besar dan luasnya kerugian yang diakibatkan oleh kira-kira 24 jenis (genra) parasit nematoda (tidak termasuk penyebab benjolan akar) baru disadari sejak tahun 1950. (c). Di bawah ini dicantumkan gejala-gejala utama dari serangan parasit nematoda bukanpembentuk benjolan (non-gall formers). Gambar 5. Jenis-jenis nematoda lainnya juga menimbulkan kerugian dengan menjadi parasit pada tanaman. mulamula sangat kecil. maka daun menguning dan gugur sebelum waktunya.48. Gejala umum yang dapat ditimbulkan adalah pertumbuhan yang terhambat dan hasil yang menurun. Bercak-bercak akar (root lesions). kemudian bisa menjalar ke seluruh akar 218 . Penyakit-penyakit nematoda Penyakit atau gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh parasit nematoda telah lama diketahui.berat. walaupun tanpa menimbulkan benjolan-benjolan (galls) dan tanpa gejala yang jelas bagian tanaman di atas tanah. Gejala pustul bakteri pada daun kedelai. terutama yang mengakibatkan terbentuknya benjolanbenjolan pada akar (root-knot nematodes).

Beberapa jenis nematoda yang menyerang golongan tanaman butirbutiran (gandum misalnya) dan rumputrumputan menyebabkan terbentuknya benjolan (galls) dalam jaringan biji. disebabkan oleh organisme sekunder setelah terjadinya pelukaan oleh nematoda. rhizome.Busuk akar. menguning. menyebabkan akar menjadi kerdil dan bengkak (seperti stubby roots ). Gambar 5. Gambar 5. Akibat-akibat lain yang umum terdapat : tanaman merana.50. Nematoda di dalamsel tanaman Gambar 5. Hal ini disebabkan oleh besarnya kemungkinan penyebaran parasit nematoda melalui akar-akar tanaman. Gejala serangan nematoda Bila terdapat infestasi. dan/atau menghasilkan panen yang rendah kwalitasnya (misalnya sayuran). Kerusakan pada daun. . Acapkali akibat-akibat ini sulit untuk dievaluasi dan dibedakan dari akibat-akibat yang ditimbulkan oleh faktor-faktor lain yang mungkin bisa juga menyebabkan pertumbuhan yang jelek. umbi (yang akan ditanam). maupun tanahnya sendiri.Gejala puru akar yang disebabkan oleh nematoda Pemilik tanaman agar diberitahu dengan segera agar bisa melakukan tindakan-tindakan guna menghindarkan bahaya penyebaran infestasi. kerdil. terjadi pembentukan akar lateral yang sangat banyak setelah nematoda melukai dan menyerang akar. layu secara abnormal. nematoda yang menyerang bagian tanaman di atas tanah menimbulkan salah bentuk pada daun-daun dan batang/cabang. maka adalah sangat penting untuk melakukan diagnosis secara akurat.51.49. Diagnosis penyakit nematoda Type dari benjolan akar (Types of rootknot galls) : Tergantung pada tanaman inang maka terdapat beberapa type benjolan akar yang akan . Percabangan akar berlebihan. batang dan bunga. Ujung akar terluka (Injured Root-tips).

dikemukakan di bawah ini (penggolongan secara artificial hanya untuk membantu mempermudah mengenali gejala). 219 .

bangsa labu-ketimun. Benjolan-benjolan akar bersifat sukulen dan akan cepat membusuk. bedanya ialah : benjolan-benjolan ini terdapat sepanjang akar dan tidak berbentuk bulan. Type 2 : Benjolan yang keras. Type 3 : Benjolan-benjolan sangat kecil. serta disertai dengan benjolanbenjolan kecil lain yang berjumlah banyak. Type benjolan ini adalah yang paling umum terdapat. dan dahlia seringkali membentuk benjolan yang kurang-lebih bulat (spherical) dan bisa mencapai diameter 1.Type 1 : Berukuran besar (relatif). kacang buncis. Benjolan-benjolan akar ini dapat terkacau dengan gejala penyakit Crown Gall (bakteri). berbentuk bulat Tanaman sukulen yang tumbuhnya cepat seperti tomat. Dalam jaringan benjolan terdapat nematodabetina yang berukuran kecil dan tampak seperti mutiara. berkayu. berbentuk seperti kelas penggulung benang (Very small spindle-shaped galls) Terdapat pada beberapa jenis tanaman seperti arbel dan ash (dan beberapa jenis tanaman lain yang agak peka sifatnya). Jika benjolan-benjolan sebesar ini banyak terdapat pada akar tunggang (utama).2 cm atau lebih. Anda bisa melihatnya (dengan merobek jaringan benjolan) dengan mata langsung. pare. maka akar tunggang itu akan tampak membengkak besar sekali dan salah bentuknya. dan beberapa tanaman hias (misalnya pepper tree ) membentuk benjolanbenjolan yang besar dan bentuknya bermacam-macam. serta benjolan-benjolan kecil lainnya terdapat pada akar lateral. berwarna gelap. peach . dan pada beberapa tanaman inang berukuran besar Tanaman-tanaman yang sangat peka misalnya pohon fig . benjolan-benjolan ini sering diabaikan karena tidak mudah terlihat Nematoda-nematoda betina kadangkadang berada di luar akar tanpa pembentukan benjolan ). atau dengan lensa-tangan akan terlihat lebih jelas. Type 4 : Benjolan pada ujung akarBeberapa tanaman tertentu misalnya Palem. membentuk benjolan hanya sebagai pembengkakan dari ujung akarakar .

dan kulitnya tebal (warty) : Tanaman kentang membentuk benjolan-benjolan kecil dan berkulit tebal pada umbinya. Benjolan-benjolan ini mempunyai celahcelah di mana terdapat nematodanya. Ujung akar yang membusuk itu selanjutnya akan memperlihatkan benang-benang halus yang putih warnanya (ikatan pembuluh primer). Juga rhizome (akar-tinggal) dari tanaman Iris mempunyai celah-celah serupa. atau dewasa) yang bisa terlihat dengan bantuan lensa220 . Benjolanbenjolan ini cepat membusuk dan biasanya tidak akan ikut terambil bila dilakukan pengambilan contoh (samples) untuk pemeriksaan. Jika anda membuat seksi (irisan) pada benjolan dengan pisau silet yang tajam. Type 5 : Bercak-bercak kecil. tetapi tanpa benjolan-benjolan berkulit tebal (waret) itu. maka biasanya terdapat celah-celah kecil berwarna coklat dimana berada sang nematoda (telur. larva. namun benjolan-benjolan bisa berjumlah banyak. Kriteria khusus yang digunakan untuk melakukan diagnosis pemeriksaan (distinguishing features) : Harus dicari : Benjolan-benjolan kecil berbentuk kelos yang berjumlah banyak sampai pada benjolan yang lebh besar dengan bentuk bulat pada akar-akar dari segala macam ukuran.rambut yang masih lunak. menonjol. Meskipun tanaman terserang dengan tidak terlampau berat.

Kalau tanaman berkayu tampak merana. Crown Gall tidak mempunyai celah-celah seperti ini. Telur-telur itu sangat kecil ukurannya serta berbentuk seperti cylinder dan transparant. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus Penyakit-penyakit tanaman yang disebabkan oleh serangan virus telah dipelajari secara ekstensif selama 20 tahun terakhir ini. harap diperiksa akar-akarnya. Beberapa jenis virus mampu menyerang banyak macam tanaman inang. namun untuk memastikan adanya serangan Nematoda kita harus memeriksa akar tanaman. oleh karena Virus telah menimbulkan kerugian ekonomis yang besar terhadap hasil-hasil pertanian. Selain itu. ada pula yang menimbulkan gejala-gejala pada .tangan. Gejala lainnya :Tanaman semusim yang sukulen dan peka (sayuran dan bunga-bungaan) seringkali bila diserang Nematoda menunjukkan gejala daun-daun terbakar dan bisa mati di tengah-tengah musim. Tanda-tanda serangan nematoda di lapangan : Walaupun ada beberapa macam gejala pada bagian tanaman yang terdapat di atas tanah yang agak jelas. Adalah lebih baik bila diperiksa dengan mikroskop (stereo)binocular atau dengan mikroskop compound berperbesaran rendah. (d). Gejala layu di sore hari dalam keadaan kadar air tanah yang cukup adalah gejala pertama. Gejala penyakit virus juga bervariasi : ada virus yang latent tanpa gejala. setelah Nematoda melukai jaringan akar. tanaman-tanaman muda yang kena serangan Nematoda seringkali lalu menjadi kerdil dan tidak produktif. Adanya Nematoda puru-akar (root-knot nematodes) dapat ditetapkan dengan memeriksa irisan akar rambut yang mengandung telur Nematoda di bawah mikroskop compound. Hal ini lebih mudah dilakukan daripada memeriksa larvae atau Nematoda dewasa yang bisa menimbulkan kekeliruan dengan Nema dari species lain. Tanaman muda di pembibitan banyak mengalami kematian karena infeksi Rhixoctonia dan lain-lain. sedangkan ada pula yang mempunyai hanya satu tanaman inang spesifik.

52.tanaman inang : dari yang tidak begitu berat sampai yang sangat berat. oleh karenanya virus-virus terdapat pada seluruh bagian tanaman dan ini dapat dinyatakan dari cairan-tanaman (sap) yang berasal dari bagian manapun. Tungau. dan sejenis Lalat putih (Whiteflies). atau oleh pembuatn okulasi atau penyambungan (enten). misalnya daun-daun bawah tampak sehat-sehat saja. Gambar 5. sedangkan bagian-bagian yang tua. Struktur virus Gejala penyakit virus tampak paling menyolok dan nyata pada bagian pertumbuhan baru dari tanaman. Sebagian besar penyakit virus bersifat systemic. Beberapa jenis penyakit virus bisa pula ditularkan oleh serangga golongan Thrips. atau oleh adanya kontak/sentuhan dari tanaman yang sakit kepada yang sehat. 221 . bahkan menimbulkan kematian. Pada umumnya penyakit-penyakit virus disebarkan/ditularkan oleh serangga golongan Aphid dan Belalang-daun (Leafhoppers).

Meskipun demikian. maka jawabannya selalu sama : Tanaman yang telah kena infeksi Virus tidak dapat dipulihkan/disembuhkan lagi oleh sipemilik tanaman. oleh karena nama dengan system binomial jauh lebih ruwet dan belum seragam serta belum diterima oleh semua ahli virus. Oleh karena itu pengamatan jasad virus tidak merupakan suatu cara diagnosis yang praktis untuk pekerjaan identifikasi yang rutin. Ahli-ahli Penyakit Tanaman yang telah dilatih dengan Teknik-Virus dapat menyelamatkan virus yang ada di dalam bibit-bibit tanaman dengan perlakuan pemanasan atau kultur jaringan. Di tempat-tempat dengan areal pertanaman yang luas cara ini seringkali tidak praktis dan pengobatan yang effektif belum ada. Beberapa varitas tanaman telah dimulyakan sehingga resisten/toleran inilah yang di kelak kemudan hari akan merupakan carautama guna mengontrol penyakitpenyakit virus. Seperti yang telah dikemukakan. Deskripsi gejala penyakit virus . Kadang-kadang untuk melakukan hal ini haruslah dibantu dengan suatu pengujian penularan yang sederhana (Transmission test). Untuk membuktikan adanya virus di dalam tanaman haruslah dideteksi dengan gejala-gejala pada tanaman yang ditimbulkan. Diagnosis penyakit-penyakit virus Partikel-partikel virus berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Serangan penyakit yang telah mencapai tingkat lanjut dapat dengan mudah dinyatakan sebagai serangan Virus. Selanjutnya bibit-bibit tanaman dijaga agar tetap bebas dari virus dengan cara seleksi. jika ditinjau dari segi anjuran yang merupakan proSedure bagi pemilik tanaman penanam). dan malahan lebih baik dimusnahkan guna mencegah penularan lebih lanjut kepada tanaman yang masih sehat . gejalagejala penyakit virus sangat bervariasi dan biasanya terdapat tiga sampai enam macam gejala yang berassosiasi dengan tiap-tiap penyakit.Nama-nama virus yang akan dicantumkan di bawah ini adalah nama-nama umum.

Jala-Kuning (Yellow-net) : Tampak seperti jala berwarna kuning pada daun yang sesungguhnya adalah seluruh tulang daun telah menguning. Tulang-tulang daun menguning-pucat (vein clearing) Sebelum tampak gejala mosaic atau perubahan warna secara tak teratur dan meluas. Atau terjadi Chlorosis.Gejala mosaic : (1). atau Chlorosis/necrosis terjadi pada jaringan parenchyma di antara tulangtulang daun sehingga tulang-tulang daun menjadi baris-baris hijau. 222 . (3). (2). maka terlebih dulu terjadi perubahan warna tulang-tulang daun atau di daerah di dekatnya menjadi lebih terang :kuning-pucat. (4). Ini adalah tahap lanjut dari gejala No. Tulang daun menjadi (Vein banding) baris-baris Tulang-tulang daun dan daerah sekitarnya menjadi baris-baris chlorosis. 1. Kedua macam gejala di atas bisa merupakan gejala transisi ke arah mosaic yang lebih luas atau bisa juga tetap seperti itu sebagai gejala utamanya). Bercak-bercak Bulat (Ring spots) Terdapat bercak-bercak bulat Chlorosis (sel-selnya Chlorosis) dan bercak-bercak bulat necrosis (sel-selnya necrosis/mati secara berselang-seling dengan sel-sel hijau-normal). Pusat dari kedua macam bercak-bercak menjadi necrosis pada tahap lanjut.

(5). (3). Pengerdilan pada Pertumbuhan Baru (Stunting of Current Growth): Gejala Rosettes pada penyakit Mosaic dari tanaman Peach. Necrosis Pucuk (Top Necrosis) Terjadi kematian pucuk (terminal) ranting/cabang dan daun-daun. Mosaic pada Peach. termasuk akar-akar. Gejala kerdil dan mati. Gejala penyakit Kerdil pada Dahlia. . (4). Kerdil pada Alfalfa. dan lain-lain. (2). (6). Kerdil Seluruh bagian tanaman menjadi kerdil. Daun Gugur Prematur (Premature Leaf Shedding) : Gejala penyakit Mosaic pada Kobis. (2). Garis-garis tak teratur (Streaks) Terjadi necrosis yang berupa bercakbercak memanjang seperti garis-garis tak teratur (terputus-putus) pada batang. Mosaic Variasi dalam warna daun dengan pola beraneka. Necrosis Lokal Bercak-bercak kecil-bulat yang berupa jaringan mati pada daun. Gejala dari penyakit Layu berbercak-bercak (Spotted Wilt) dari tanaman tomat. penyakit Pucuk-Keriting (Curly Top)d ari gula-bit. dan gejala meranting (Spnidly twigs) pada penyakit Yellows dari pohon Peach. Mottle Beberapa pola tertentu dari variasi warna Gejala nekrosis: (1). (3). (4). (1). Gejala dari penyakit Phloem Necrosis dari pohon Elm. Necrosis pada Phloem Kematian jaringan Phloem yagn tampak pada irisan melintang batang/cabang. Kerdil dan Mati dari Tanaman Berkayu (Stunting and Death of Woody Palnts): Tristeza dari Citrus.

(2). Enations: Tumbuh tonjolan-tonjolan lunak di atas permukaan daun atau batang. Petunia. Endapan Gum dalam jaringan Xylem dari kayu (Gum depostis inXylem of wood) Gejala penyakit Kulit Bersisik (Scaly Bark) dari Citrus. Gejala Pucuk-Keriting (Curly Top). Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar sekunder (Proliferation of secondary roots): Gejala 223 . Reduksi pada lamina-daun (Leaf blades reduced) Gejala penyakit Daun Paku-pakuan (Fern leaf) dari tomat.Keriting (Curly Top) dari tanaman Gula-bit dan Tomat. (1). (5). (1). Daun-daun menggulung ke bawah Penyakit Pucuk Keriting ari Buncis Gejala pertumbuhan berlebihan (overgrowth). (2). Daun menggulung ke atas Penyakit Pucuk. (6). (3). Sapu setan (Witches broom) pada kentang.Salah bentuk (malformations): Daun bertekstur kasar (Rough-textured Leaves): Gejala penyakit Mosaic Rugose pada Kentang. umbi berlekuk-lekuk (spindle-tuber) pada kentang. (3). Stock. (4). Pertumbuhan Terhambat Gejala dengan ujung-ujung/pucuk-pucuk meruncing pada tanaman ketimun. dan Tulip. Warna Terputus dari Petal (Color Break in Petals) Gejala perubahan warna dari mahkotabunga (petals) pada tanaman Kapri. Kuncup-kuncup tumbuh berlebihan (Proliferation of buds): Gejala penyakit Aster Yelows . Mosaic pada Fig.

Virus mosaic ketimun (Cucumber mosaic virus) vector aphids. dan juga gejala penyakit Aster Yellows Gejala penguningan (yellows symptoms). Virus mosaic alfalfa (Alfalfa mosaic virus)vector aphids Gambar 5. Virus yang menyerang inang dalamsatu famili.53.55. (1). Virus Western X.54. Virus mosaic Peach (Peach Mosaic virus)-vector tungau eriophid. .penyakit Pucuk-keriting (Curly Top). Virus Pucuk-keriting (Curly-top virus)-vector eblalang-daun (leafhoppers). salah satu vektor virus tanaman. Chlorosis yang menyeluruh dan permanen pada daun-daun dan lain-lain (Permanent uniform Chlorosis of leaves.): Gejala Aster Yellows . Kutu daun. Virus mosaic buncis (Bean mosaic virus)-vector aphids (11 species) Gambar 5.vector aphids. . satu species Virus Aster yellows (Aster Yellows virus)-vector belalang daun(leafhopper). (2). Gejala serangan virus pada daun tembakan Gambar 5. Mahkota bunga menguning atau menghijau (Greening or Yellowning of Petals): Gejala penyakit Aster Yellows pada tanaman Aster dan Delphinium Virus-Virus Penting yang Menyerang Tanaman Virus mosaic tembakau (Tobacco mosaic virus). Virus layu-berbercakbercak (Spotted wilt virus)-vector thrips. Virus busuk-melingkar hitam dari Kobis (Cabbage black ring-rot virus)vector aphids. etc. Virus mosaic tebu (Sugarcane mosaic virus)-vector tak diketahui.disease -vector belalang daun (leafhopper). Virus Tristeza dari Citrus-vector aphids.

Gejala serangan virus pada polong kacang buncis . Virus yang menyerang inang dalam satu genus Virus nekrosis Phloem dari Elm (Phloem necrosis virus of Elm)-vector kumbang224 .

bahwa jenis-jenis yang dikenal akan bertambah dalam waktu singkat. Jenis-jenis mycoplasma yang telah dinyatakan berada dalam tanaman dan mengakibatkan penyakit tidak banyak jumlahnya. Virus gabus bagian-dalam (internal cork virus) dari tanaman ubi jalarvector aphids. Virus Sour Cherry Yellows -vector tak diketahui. Dari segi diagnosis. Virus Peach Yellow - vector aphids. tetapi dapat dihambat perkembangannya secara partial (partially inhibited) oleh senyawa-senyawa Tetracycline (Aeromycin et al). ternyata tidak demikian. mereka akan tampak sebagai benang-benang yang bercabangcabang dan memanjang yang kemudian akan terputus-putus menjadi sel-sel yang berbentuk bulat. Di Dalam beberapa jenis mycoplasma ditularkan oleh belalangdaun (leafhoppers). Organismeorganisme ini disebut mycoplasma (berarti : bentuk cendawan ). dan oleh karenanya dapat berubah bentuknya sesuai dengan sifat membran selnya yang lentur tapi mudah rusak/luka iut. bahwa sejumlah penyakit yellow diseases yang dulunya dikira disebabkan oleh serangan virus. Mycoplasma resisten terhadap Penicillin. mereka akan diperlakukan seperti penyakit-penyakit dimana identifikasi dilakukan berdasar gejala-gejala yang ditimbulkannya pada tanaman.dengan mikroskop elektron. Penyakit-penyakit yellows (mycoplasma): . Gambar 5. tidak mempunyai dinding sel yang kaku. Penyakit-penyakit mycoplasma Belum lama berselang (1967) telah didemonstasikan.kulit-pohon. Penyakit bunchy Top yang disebabkan oleh virus pada tanaman pisang. 5). Penyebabnya adalah suatu golongan organisme yang sangat kecil dengan ukuran terletak di antara virus dan bakteri.56. Gejala serangan virus pada tanaman bawang Gambar 5.57. Akan tetapi dapat dipastikan.

tomat. Chrysanthemum. Kerdil-jagung (Corn stunt) : Jagung. Petunia. Stolbur. Parastolbur : Pada tanaman Periwinkle. Kemunduran pada Pertanaman Pech (Peach decline). Penyakit-X pada Peach (Peach X-disease). dan lainlain. dan cabai Kerdil Clover (Clover dwarf) : Pada Clover. Kerdil-kuning pada padi (Rice Yellow-dwarf). Kerdil pada Mulberry (Mulberry dwarf): Pada Mulberry.American Aster Yellows : Pada tanaman Aster. Gejala-gejala : Penyakit Aster Yellows menyerang lebih dari 150 genera 225 . kentang.

Penyakit Aster Yellows biasanya dapat didiagnosis berdasar gejala-gejala pada tanaman inang. Gejala-gejalanya mencakup terjadinya penguningan (warna kuning yang bersifat umum) dan effek ini seringkali terjadi secara unilateral . air dan udara dan tempat tumbuh. gulma teki dan gulma rumput. Persaingan antara gulma dengan tanaman utamanya adalah bersaing dalam penggunaan unsur hara.tanaman. dan sapu setan . Bagian-bagian berubah bentuk dan warnanya seperti daun. Gulma juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit bagi tanaman. tekitekian (Cyperus sp. termasuk banyak jenis gulma. Di samping itu mungkin terdapat pula gejalagejala : Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar kecil. Akan tetapi kerugian ekonomis diderita terutama oleh golongan tanaman hias dari family Compositae seperti Aster.) dan rerumputan seperti rumput kremah. tergantung pada tempat tumbuh. dan alang-alang.58. Gulma tanaman daun lebar . selderi dan parsley. Gejala Pucuk-Ungu (Purple Top) adalah serangan penyakit Aster Yellows pada tanaman kentang di mana terjadi pula gejala timbulnya umbi-umbi pada bukubuku cabang/batang. c. rumput bermuda. Jenis gulma yang tumbuh sangat bervariasi. Gulma semusim (berdaun lebar) yang sering dijumpai di semua lokasi misalnya babadotan (Ageratum conyzoides). cara pengolahan tanah dan lokasi penanaman. walaupun tidak gampang. dorongan tumbuh pada kuncup-kuncup yang dormant. Gulma Tumbuhan Gulma adalah tumbuhan yang hidup pada tanaman budidaya sehingga akan menjadi pesaing bagi tanaman. Gambar 5. golongan tanaman sayuran dari family Umberlliferae seperti wortel. dan bungabunganya secara keseluruhan akan mengalami salah-bentuk atau steril. Beberapa gulma yang sering mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya adakah: gulma berdaun lebar. bayam duri (Arnaranthus spinosus).

Gulma di lahan sawah. Struktur gulma Cyperus iria 226 .60.59. Gambar 5.Gambar 5.

dan PB30. PB28. . . Sifat-sifat kimia/ fisik serta morfologi tanman yang tahan tidak disukai oleh hama. Pengendalian hama dengan varietas tahan merupakan upaya pemberantasan hama yang paling mudah. penggunaan insek-tisida. Pengendalian secara sanitasi adalah menghilangkan inang alternatif barupatumbuhan yang tidak dibudidayakan yang biasanya digunakan untuk tempat hidup alternatif bagi hama . sehingga hama akan kekurangan makanan sekali gus akan berpengaruh terhadap penurunan populasi hama. penggunaan varitas tahan atau resisten. Pengendlian secara tehnis budidaya bertujuan untuk memutuskn dan memperpendek masa tersedianya makanan bagi hama. Dengan terputus dan bergantinya tanaman yang dibudidayakan maka kesempatan hama untuk mendapatkan makanan yang paling disenangi akan terputus. . tehnik budidaya. rotasi tanaman dan pergiliran tanaman yang merupakan salah satu cara memberantas hama dengan tehnik budidaya. . . Kebanyakan hama sangat tergantung pada jenis makanan tertentu. secara biologi. midalnya penanaman padi tahan weereng. sanitasi. pengendalian hama secara terpadu. Teknik pengendalian opt Pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara: . Pengendalian secara tehnik budidaya adalah mengatur masa tanam.d. Sehingga perkembangan dan pertumbuhan populasi hama akan turun sampai batas yang tidak membahayakan tanaman budidaya. seperti PB26.

Pestisida digunakan apabila tehnik pengen-dalian dengan varietas resisten. Pemilihan pestisida yang efektif amat mutlak diperlukan. Kegiatan sanitasi dilakukan dalam upaya untuk mengurangi populasi serangga. misalanya stadiaum nimfa atau imago. Pengendalian hama dengan menggunakan pestisida selalu dilakukan pada saat populasi hama telah melampaui bata ambang ekonomi (tingkat membahayakan). Penggunaan pestisida dapat dianjurkan pada kondisi seperti tersebut di atas. Pada umumnya pengendalian hama secara sanitasi dilakukan dengan membersihkan tumbuhan liar yang mungkin menjadi tempat hidup dan bertelur ataupun tempat makan hama yang sangat diperlukan untuk kehidupannya.tanaman. Penyemprotan pestisida hendaknya dilakukan secara berulang-ulang dengan konsentrasi yang rendah dan sesuai dengan dosis rekomendasi. tehnik budidaya dan sanitasi tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama. Hal ini terkait dengn 227 . Penyemprotan pestisida dapat diulamngi apabila penyemprotan yang pertama tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama dan ssangat memungkinkan apabila diperlukan konsentrasi pestisida dapat ditingkatkan. Penyemprotan pestisida sebaiknya ditujukan pada stadium hama yang paling lemah. Memusnahkan sisa tanaman yang berada di lahan pertanian juga termasuk dalam usaha sanitasi untuk memberantas hama karena sisa tanaman budidaya akan memungkinkan hama dapat bertahan hidup sampai masa tanam berikutnya.

Penerapan cara pemberantasan biologi harus mengusahakan pendistribusian parasit seefisien mungkin agar tercipta kesinambungan biologi antara parasit de ngan hama. maka dapat bertahan lebih lama. P engendalian hama terpad (integrated pest control) adalah perpaduan beberpa metode dan tehnik pengendalian hama . Keseimbangan yang diharapkan adalah kemungkinan bahwa parasit dapat mengurangi populasi serangga sampai tidak membahayakan. Apabila parasit yang ditetapkan bekerja secara efisien. Akibat negatif dari pestisida adalah resurgensi hama dan letusan hama kedua yang lebih dahsyat dibanding dengan serangan hama yang pertama. misalnya parasit wereng adalah tabuhan dari famili Tricogamatidae yang merupakan parasit telur dan predatornya adlah kumbang Coxinella arcuata. Musuh alami hama dapat berupa predator dan parasit. Pada kondisi ini diduga musuh alami banyak terbunuh pada saat melakukan aplikasi penyemprotan pestisida yang pertama. Dan cara biologi ini tidak mencemarkan lingkungan seperti ada aplikasi pestisida.bahaya residu pestisida terhadap tanaman manusia. Akibat pengunaan pestisida yang kurang tepat menimbulkan ketahanan serangga terhadap pestisida. Pengendalian hama secara biologi diarahkan supaya hama secara alami dapat berkompetisi dengan organisme se-kitar lingkungannya. tetapi bukan untuk memusnahkan seluruh hama yang menjadii OPT. Hama Flutella pada kubis diparasit oleh Angitaria. Untuk mengintroduksi predator atau parasit membutuhkan modal yang besar. Cara pengendalian hama secara biologi adalah dengan memanfaatkan musuh alami dari hama yang menyerang tanaman budidaya. dan lingku-ngan.

Dalam kondis tertentu ada kemungkinan bahwa adanya individu serangga atau bina-tang malahan lebih berguna bagi manusia di masa yang akan datang. Pengendalian hama yang hanya bertumpu hanya pada satu tehnik pengendalian sering disebut dengan pengendalian seca unilateral. Pengendalian hama terpadu tidak tergantung pada suatu cara pengenalian tertentu seperti pengunaan pestisida. atau penanaman varietas tahan hama. tetapi memadukan semua tehnik pe ngendalian dalam satu kesatuan s istem pengelolaan. Pengendalian hama mengakui adanya jenjang toleransi manusia terhadap populasi hama atau terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh hama. Sedangkan pengendalian hama terpadu merupakan kegiatan pengendalian secara multilateral. tetapi berupa pembatasan populasi hama. Pandangan yang menyatakan dan harus dilakukan pemberantasan tidak sesuai dengan k aidah pengendalian hama terpadu. D alam melaksanakan pengendalian hama digunakan semua metode atau tehnik pengendalian yang sudah umum di lakukan. tetapi hanya mengenalikan populasi hama agar tetap berada di bawah suatu tingkatan atau aras yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomis. Strategi pemberantasan hama terpadu bukanlah eradikasi hama.dalam suatu program untuk mengelola populais hama sehingga kerusakan tanaman yang disebabkan oleh OPT tidak termasuk ke dalam kerusakan ekonomis. 228 . Ciri-ciri pengendalian hama terpadu adalah sebagai berikut: tuj uan utama bukanlah memusnahkan hama. mebasmi ataupun memberantas.

yaitu mempertahankan populasi hama di bawah kerusakan ekonomi. Langkah-langkah pokok yang harus dilalui dalam pengendalian hama terpadu: . serta kelestarian produksi dan pengelolaan lingkungan. Mengembangkan .marga satwa. manusia. maka perlu diperhatikan bebe-rapa kendalanya. Kendala ekologi yang berarti bahwa dalam penerapan pengendalian hama terpadu harus secara biologis dapat dipertanggung-jawabkan dan tidak menimbulkan kegoncangan atau kerusakan linkungan yang akan merugikan binatang berguna. yang berarti bahwa pelaksanaan pengendalian hama terpadu harus dapat didukung oleh kelayanan sosial ekonomi masyarakat setempat. yaitu kendala sosial dan ekonomi. Mengembangkan sistempengamatan toring hama dan meoni. dan lingkungannya. Sehingga produktivitas pertanian dapat diusahakan pada tingkat yang tinggi. Identifikasi dan analisis status hama yang harus dikelola . Menetapkan dan mengembangkan ekonomi ambang .Dalam mencapai sasaran pengendalian hama terpadu. Pengendalian hama terpadu tidak hanya memperhatikan sasaran jangka pendek tetapi merupakan pencapaian untuk sasaran jangkan panjang. Mempelajari saling ketergantungan dalam ekosistem .

Mengembangkan strategi pengelolaan hama .model deskripsi dan peramalan hama . Mengembangkan orgnisasi pengendalian hama terpadu Beberapa taktik dasar pengendalian hama terpadu antar lain pemanfaatan pengendali hayati yang asli dari tempat tersebut. 1) Pengendalian organisme penganggu dengan pola bercocok tanam Pada dasarnya pengendalian organisme pengganggu secara kultur tehnis adalah mengelola lingkungan tempat budi daya tanaman agar kondisinya tidak mendukung perkembangan dan pertumbuhan organisme pengganggu. Beberapa cara mengendalikan organisme pangganggu secara mekanis adalah sebagai berikut : Pengendalian dengan tangan. pada prinsipnya . Keberhasilan pengendalian secara mekanis dapat dicapai jika dilakukan secara terus menerus. Pemasangan perangkap. ekologis. Cara pengendalian ini cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh semua orang. yaitu dengan pengambilan organisme pengganggu secara langsung dengan menggunakan tangan. pengelolaan lingkungan dengan cara bercocok tanam menggunakan pestisida secara selektif termasuk pestisida fisiologis. 2) Pengendalian organisme pengganggu secara mekanis Pengendalian secara mekanis dimaksudkan untuk mengurangi populasi (jumlah) organisme pengganggu dengan bantuan tangan atau alat tertentu. Melakukan penyuluhan kepada para petani agar menerima dan menerapkan pengendalian hama terpadu . dan selektivitas melalui perbaikan tehnik aplikasi dan pengetahuan terhadap sifat dan perilaku hama.

229 .hanya menyediakan sesuatu (alat dan bahan) yang menyebabkan organisme pengganggu tertarik sehingga menghampiri perangkap. Pemasangan lampu (sumber cahaya) pada malam hari. di tengah kebun sangat efektif untuk hama dari ordo Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat).

Pengendalian dengan cara ini merupakan cara yang paling mudah. 6) Pengendalian organisme secara kimiawi Pengendalian organisme peng-gangu secara kimiawi adalah penggunaan zatzat kimia untuk mematikan organisme . pembasahan. 4) Pengendalian organisme secara hayati Pengendalian hayati adalah pemanfaatan dan penggunaan musuh alami untuk menumnkan/mematikan populasi organisme pengganggu tanaman. Contohnya adalah tanaman tomat Ratna dan cabe keriting yang tahan terhadap penyakit layu. Kematian organisme pengganggu dapat disebabkan oleh pemanasan. Pengendalian hayati dengan musuh alami yaitu menggunakan organisme an dapat menyerang hama atau patogen (bibit penyakit) atau gulma. Akan tetapi organisme musuh alami tersebut tidak merugikan tanaman yang diusahakan. murah dan ramah lingkungan. dan petani dapat secara langsung menggunakannya seperti halnya membudidayakan tanaman pada umumnya.3) Pengendalian organisme pengganggu secara fisik Pengendalian secara fisik merupakan pengendalian yang menggunakan faktorfaktor fisik atau mengubah lingkungan fisik agar organisme pengganggu menjadi mati atau berkurang jumlahnya. Dengan cara ini petani tidak perlu belajar secara khusus. hanya benih/bibit yang ditanam diambil dari kelompok varitas/ klon yang tahan terhadap suatu organisme pengganggu. pembakaran. pengeringan. penghalang dan lain-lain. 5) Pengendalian organisme pengganggu dengan varitas/klon tanaman tahan hama/ penyakit Pengendalian organisme peng-ganggu dengan varitas atau klon tanaman yang tahan terhadap organisme tersebut bertujuan untuk meminimumkan (menurunkan) serangan organisme penggganggu karena adanya daya tahan yang tinggi dari varitas atau klon tanaman yang diusahakan.

Racun perut adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama melalui saluran pencernaan makanan. yaitu sebagai berikut : Nama umum : Karbofuran Nama Umum : Furadan. akarisida dan herbisida. Dan herbisida adalah tanaman yang dapat membunguh rerumput-an gulma. Racun kontak adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama apabila bahan kimia tersebut bersentuhan atau 230 . Ada tiga cara penamaan pestisida. racun kontak. nematisida. bakterisida. Rodentisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tikus. Curater dan lain-lain Nama Kimia : 2. Insektisida adalah bahan kmia yang dapat membunuh serangga (insekta). Contoh penamaan pestisida dalam kegiatan sehari-hari adalah nama dagang. Pestisida dapat dikelompokkan menjadi insetisida. Nematisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh nematoda. racun sistemik dan fumigan.pengganggu. dapat digolongkan menjadi racun perut. rodentisida.3-dihidro 2. fungisida. Bakterisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh bakteri. Fungisida dalah bahan kimia yang dapat membunuh jamur (fungi). sehingga populasinya menurun. Acarisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tungau (ordo Acarina). nama dagang dan nama kimiawi. yaitu nama umum.2-dimetil-7-benzonil-dimetilkarbonat Dari cara masuknya pes-tisida ke dalam organisme pengganggu tanaman.

Beberapa bentuk formula pestisida disajikan dalam tabel berikut ini. bila dicampur air menjadi suspensi 3 Flowable Powder (F) Tepung halus dan basah (seperti puding). Pada umumnya pestisida dibuat dalam bentuk formulasi tertentu. Fumigan adalah bahan kimia yang mudah Tabel 5. Jenis Formulasi Pestisida menjadi gas dan membunuh organisme pengganggu melalui proses pernafasan. sehingga efektif dan efisien penggunaannya.menempel pada tubuh hama. Bila dicampur air emnjadi suspensi tepung dan dapat larut dalam air . Racun sistemik adalah bahan kimia yang mematikan hama yang masuk ke dalam tubuh hama melalui bagian tumbuhan yang terlebih dahulu telah mengandug bahan kimia tersebut.11. NO NAMA KODE KETERANGAN FORMULASI 1 Emulsifiable Bila dicampur air. cairan akan menjadi emulsi (putih seperti Concentrates (EC) susu) 2 Wetable Powders (WP) Tepung basah. kemudian termakan organisme penggangu atau nama.

digunakan bersama bahan tambahan yang disenangi hama (sebagaimakanan) 10 Slow. merupakan partikel kecil yang dapat menguap ke udara 9 Poisonous Baits (B) Umpan beracun. digunakan tanpa campuran bahan pelarut lagi 7 Granular Butiran. dapat larut dalam air 5 Solution (S) Larutan mempunyai-daya racun tinggi terhadap organisme pengganggu tanaman 6 Dust (D) Debu.4 Soluble Powder (SP) Tepung.release Formulations (SR) . diberikan kepada tanaman tanpa bahan tambahan (G) (langsung dibenamkan pada tanah) 8 Aerosol (A) Bahan aktif.

dengan selang waktu 7-10 hari. keluar secara per lahan-lahan. HAMA Takothion 500 EC 1 Thrips 1-2 cc/liter air. pemakaian selama musim tanam beberapa kali. Furadan G 2-4 gram per tanaman untuk membasmi nimfa (anak serangga). Tabel 5. NAMA HAMA/ PENYAKIT PESTISIDA DOSIS PENGENDALIAN A. Daftar hama dan penyakit tanaman serta jenis pestisida No. dibenamkan dalam media tanam Curater 3 G 2 gram per tanaman.12. disemprotkan merata ke tanaman setelah tanaman berumur 15-30 hari.Bahan aktif. dibenamkan dalam media tanam 2 Tungau Takothion 500 EC Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 231 . untuk membasmi nimfa (anak serangga). dibenarnkan dalam media tanam Temik 10 G 2 gram per tanaman untukmembasmi nimfa (anak serangga).

3 Kutu Daun Trithion 4 E Omite 57 EC Tahothion 500 EC Anthio 33 EC Dibrom 8 EC Folithion 50 EC Karphos 25 EC 4 Ulat Nudrin 24WSC Diazinon 40 EC Baythroid 50WSC 5 Kumbang Cymbush 6 EC Bayrusil 250 EC 6 Lalat Buah Hostathion 75 EC Bayrusil 250 EC 7 Kepik Laybaycid 25 EC Folithion 50 EC 8 Belalang Curacron B. PENYAKIT Benlate / Antracol 70 1 WP / Velimex Bercak Daun 2 .

Memanfaatkan secara maksimal proses pengendalian alami oleh patogen hama.15%per liter air 0. Ada banyak jenis jamur patogen penyebab penyakit dan jamur yang mampu menekan populasi hama secara alami sehingga populasi tetap berada di bawah aras ekonomik. Kita harus menjaga ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen dapat melaksanakan fungsinya secara density dependent . Teknik pengendalian hama.2%per liter air 0.75-1.Layu Fusarium 3 Layu Bakteri - 4 Antraknose/ patek Benlate / Antracol 70 WP/ Velimex d.5 cc/liter air 0.25-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 2-3 cc/liter air 0.2%per liter air 0. 25-40 ml/liter air 1-2 cc/liter air Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 1 2 cc per liter air 2 cc/liter air 0. penyakit dan gulma (hpg) secara organik Patogen serangga dapat digunakan dalam Pengendalian Hama Tanaman (PHT) melalui beberapa teknik dan sasaran yaitu : 1).5-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 0.15%per liter air .

0.0. Introduksi dan aplikasi patogen hama sebagai faktor mortalitas tetap.5 .5 1 gram / liter air Tanaman dibangkar lalu dibakar Tanaman dibangkar lalu dibakar 0. 2). sehingga menjadi faktor 232 .I cc / liter air 0. Caranya adalah dengan memasukkan dan menyebarkan patogen pada suatu ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen tersebut mantap di ekosistem yang baru ini. Prinsip penggunaan patogen hama disini sama dengan introduksi serangga parasitoid atau predator untuk menekan populasi hama untuk jangka waktu yang panjang.25 1 cc / liter air.5 1 gram / liter air Untuk itu keadaan dan perkembangan hama yang penting perlu terus dipantau dan menjaga tindakan-tindakan yang mengurangi berfungsinya patogen hama dapat dibatasi sekecil mungkin.

pengendalian OPT dengan musuh alami memiliki keuntungan diantaranya: a). Aplikasi patogen perlu dilakukan beberapa kali sama prinsipnya dengan penggunaan insektisida sintetik organik. kemudian disemprotkan ke seluruh tanaman atau langsung ke dalam tanah di sekitar perakaran. Aplikasi patogen hama sebagai insektisida mikrobial. Permu-laan bagi patogen diperlukan kepadatan populasi inang yang cukup. Teknik penggunaan pengendali hama jenis mikroba biasanya diigunakan pada tanaman setelah melalui pengenceran untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat. Permanen Musuh alami menjadi lebih mapan dan selanjutnya secara alami musuh alami akan mampu menjaga populasi hama dalam keadaan seimbang di bawah aras ekonomik dalam jangka waktu yang panjang b). Saat ini beberapa jenis patogen seperti Bacillus thuringiensis telah dipasarkan dengan nama dagang tertentu. 3). Berbeda dengan insektisida sintetik organik maka insektisida mikrobia mempunyai keuntungan yaitu berspektrum sempit atau khas inang dan aman bagi lingkungan hidup serta tidak membunuh binatang bukan sasaran. Aman bagi lingkungan Pengendalian hayati tidak memiliki efek samping terhadap lingkungan terutama terhadap serangga atau orga-nisme yang . sedangkan untuk microbial agen yang telah dikeringkan dan dicampur dengan media lain dapat langsung dibenamkan kedalam tanah atau ditebarkan ke tanah disekitar tanaman. Kecuali itu apabila keadaan lingkungan memungkinkan patogen hama yang diaplikasikan pada ekosistem mungkin dapat menjadi pengendali alami hama yang permanen di ekosistem tersebut. Dibandingkan dengan teknik-teknik pengendalian yang lain terutama pestisida.mortalitas tetap bagi spesies hama yang dikendalikan.

dan evaluasi terutama yang menyangkut berbagai aspek dasar baik untuk hama. musuh alami maupun tanaman. biologi. 4) Taktik Pengendalian Telah tersedia berbagai taktik pengendalian yang dapat dikelompokkan seperti di bawah ini : (a). dinamika populasi. Kerugian pengendalian hayati adalah: a).bukan sasaran Relatif ekonomik karena begitu usaha tersebut berhasil kita tidak memerlukan lagi tambahan biaya khusus untuk pengen-dalian hama yang kita upayakan dan tidak merugikan per-kembangan musuh alami. ekologi. Aspek dasar yang meliputi taksonomi. Modal investasi yang besar Modal untuk pengendalian hayati relatif besar karena harus dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi. pengujian. supaya tidak memperoleh kesulitan dalam mempelajari sifat-sifat kehidupan musuh alami dan langkah kegiatan selanjutnya Diperlukan Fasilitas yang lengkap dan para peneliti yang berkualitas. Identifikasi yang tepat jenis hama maupun musuh alaminya merupakan langkah permulan yang sangat penting. genetika. dll. Mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat 233 . penelitian. fisiologi. siklus hidup. berpendidikan khusus dan. berdedikasi tinggi untuk pengembangan teknologi pengendalian hayati. Keberhasilan dari penggunaan pengendali hayati relatif lebih lama.

Waktu tanam . Penggunaan mulsa (b). anakan produktif 15-20 batang. Demikian juga kecepatan pertumbuhan benih tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan. dan daun hijau. Bagaimana caranya mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. Pengelolaan tanah dan pengairan . Usaha ini mencakup berbagai aspek kultur teknik yaitu : . terlihat bernas. Bentuk tanamannya tegak. Tanaman yang sehat akan lebih mampu menahan serangan berbagai spesies hamanya. Tanaman perangkap . persentase tumbuhnya (kecambah) hampir 100%.Yang dimaksud dengan tanaman sehat ialah tanaman yang terlihat segar. malah sangat erat. Apakah hubungan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan masalah hama. tumbuh normal menurut kriteria pertumbuhan yang telah diketahui. Di lapangan dapat dibedakan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan yang bukan. posisi daun tegak. Mengapa harus mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. tinggi antara 105-120 cm. tidak ada gejala-gejala berpenyakit. Sanitasi . Misalnya varietas unggul Cisadane. Tanda-tanda benih sehat ialah benih harus bersih. tidak berkeriput. Pemupukan . Dimulai dengan menilai kesehatan benih. bentuk dan warna gabah gemuk dan kuning bersih. batang. Jelas ada hubunganya. umur antara 135-145 hari. Jadi pertumbuhan tanaman sehat pada umumnya menjadi lebih tahan terhadap serangan hama. Pengendalian hayati (musuh-musuh alam) . muka daun kasar. Pola-pola tanam . Pergiliran tanaman . warna kaki. Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat pula. Pemangkasan .

Predator . Dari segi kepentingan manusia musuh-musuh alam tersebut dimanfaatkan sebagai pengendali hama agar fluktuasi kepadatan rata-rata populasi hama tanaman selalu rendah. (c). Parasitoid . Dengan demikian hama tersebut tidak mendatangkan kerugian. Mekanik Pengendalian secara mekanik ialah menggunakan berbagai alat/bahan untuk membinasakan hama. Pimentel. bakteri. Vertebrata (mamalia. amphibia. Mekanisme ketahanan varietas dapat digolongkan sebagai berikut (Pinter. et al. Varietas tahan Yang dimaksud dengan varietas tahan ialah varietas-varietas yang memang tahan terhadap serangan hama-hama tertentu. ikan). virus. 1951) : . nematoda) . Daya tahannya itu diwariskan kepad keturunan-keturunannya. jadi daya tahan yang diwariskan secara genetik. 1979). Patogen serangga ( jamur. burung. 1985. termasuk menggunakan tangan kita untuk mengambil/menangkap hama sebagai berikut : 234 . Antibiosis . Musuh-musuh alam tersebut dapat digolongkan sebagai berikut (van den Bosch et al.Dalam pengertian ekologi definisi pengendalian hayati ialah pengaturan populasi kepadatan organisme oleh musuh-musuh alamnya. 1986) . Toleransi tanaman (d). hingga tingkat kepadatan rata-rata organisme tersebut lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak teratur oleh musuh alamnya (DeBach. Non-preferensi .

(g). Yang termasuk ke dalam senyawasenyawa kimia semio ini adalah feromonferomon dan senyawa-senyawa kimia alelo ( allelochemicals ).. Metoda pengendalian . dingin . Memagari tanaman dengan pagar . pengaturan cahaya (f). Pengendalian secara genetik Ada kemungkinan untuk merubah komponen-komponen genetik populasi hama atau mekanisme pewarisnya yang lain dengan tujuan untuk mengendalikan hama tersebut. Suhu panas. Membinasakan dengan tangan. Menangkap dengan alat penghisap . Beberapa diantara senyawa kimia ini telah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu taktik dalam PHT. perangkap cahaya. alat . antara lain dengan : . Suara . Energi. Fisik Yang dimaksud dengan pengendalian secara fisik ialah memanfaatkan faktorfaktor fisik untuk membinasakan atau menekan perkembangan populasi hama. Senyawa-senyawa kimia semio ( semiochemicals ) Selama dua dekade terakhir ini banyak kemajuan telah tercapai dalam mengidentifikasi dan menetapkan fungsi berbagai senyawa kimia yang dikeluarkan oleh serangga yang mutlak penting dalam kehidupannya. tetapi tidak mematikannya. Kelembapan . Menggunakan alat perangkap (e). Sepanjang diektahui efek racunnya terhadap kehidupan hewan dan tanaman sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Mekanisme kerjanya ialah mengubah perilaku serangga.

Zat kimia pemandul (h). formulasi. efeknya terhadap hama. . Pestisida Yang dimaksud dengan pestisida ialah zat-zat kimia untuk membunuh hama. Dengan demikian harus dapat diantisipasi spesies-spesies hama penting apa saja yang mungkin timbul pada setiap fase kegiatan dan . Jadi pestisida adalah racun. transpor. Bakterisida . feromon dan sebagainya. Herbisida Sesuai dengan definisi PHT untuk menanggulangi sesuatu spesies/ sekelompok spesies hama penting dipilih mana dari taktik-taktik pengendalian tersebut di atas yang paling cocok untuk digabungkan menjadi satu kesatuan program pengendalian. Molusida . penyimpanan. Apabila dengan menggunakan satu taktik pengendalian sudah berhasil baik sesuai dengan falsafah dan tujuan PHT. Namun masih terjadi perdebatan apakah berbagai produk kimia yang non-letal seperti pengatur tumbuh. Namun tidak mutlak demikian. Yang dibicarakan di sini antara lain penggolongan pestisida menurut golongan hama yang diberantasnya. Fungisida . juga termasuk pestisida. toksisitas. yang lainnya tidak diperlukan. 235 Program PHT hendaknya sudah harus dimulai sejak persiapan tanam sampai dengan pasca panen. Insektisida . Teknik jantan mandul dengan radiasi .secara genetik yang dibicarakan di sini ialah : . dan teknik memusnahkan serta alat-alat dan teknik aplikasi dan pengelolaan pestisida. Akarisida .

Bemisia tabaci. 1). pengendalian secara hayati. Hampir semua kelompok organisme dapat berperan sebagai musuh alami serangga hama termasuk binatang vertebrata. nematoda. Untuk mengendalian hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan sevara bilogis. dan patogen. Kelompok musuh alami yang paling penting adalah dari go-longan serangga sendiri. Tabel III. e. Untuk keberhasilan suatu pengendalian secara biologis harus mengenal terlebih dahulu musuh-musuh alami hama dan penyakit tanaman. Misalnya tanaman kedelai. Dilihat dari fungsinya musuh alami dapat kita kelompokkan menjadi parasitoid. kumbang daun kedelai. pengendalian dengan varietas yang tahan terhadap OPT dan penendalian secara terpadu (PHT: Pengendalian hama. Pengendalian yang sudah umum dilakukan oleh petani Indonesia adalah pengendalian secara kultur teknis. Untuk ini diperlukan pengetahuan tentang agorekosistem tanaman tersebut dan ekobiologi hama-hamanya. penegndalian secara fisik. mikroorganisme. pengendalian secara kimiawi. pengendalian secara mekanis.3 memuat daftar hama-hama kedelai yang dapat hadir pada fase-fase pertumbuhan tanaman kedelai (Wedanimbi dan Soehardjan. patogen dan gulma secara terpadu).pertumbuhan tanaman. 1993). Ophiomya phaseoli. Hama kedelai yang terpenting selama fase pertumbuhan pertama yaitu sejak berumur 4-10 hari setelah tanam ialah lalat kacang. Implementasi Pengendalian Pengendalian hama dan patogen tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara. Spesies-spesies hama lain mungkin juga ada. Parasitoid Parasitoid adalah serangga yang merugikan serangga atau binatang . predator. Phaedonia inclusa dan kutu kebul. Berikut ini adalah beberapa musuh alami hama dan penyakit tanaman. invertebrata selain serangga.

Lepidoptera. Sedangkan parasitoid gregarius adalah jenis parasitoid yang lebih dari satu individu dapat hidup bersama-sama dalam tubuh satu inang. dan Strepsiptera.arthropoda lainnya. Hymenoptera. Umumnya parasitoid dapat membunuh inangnya meskipun ada inang yang mampu melengkapi siklus hidupnya sebelum mati. Diptera. Fase inang yang diserang pada umumnya adalah telur dan larva. Oleh induk parasitoid telur dapat diletakkan pada permu-kaan kulit inang atau dengan tusukan ovipositornya telur langsung dimasukkan ke dalam tubuh inang. Dalam ordo Hymenoptera yang terbanyak parasitoid adalah famili 236 . Neuro-ptera. Banyak lebah Ichneumonid merupakan parasito-id soliter. Parasitoid bersifat parasitik pada fase pra dewasanya sedangkan pada fase dewasa mereka hidup bebas tidak terikat pada inangnya. Larva yang keluar dari telur menghisap cairan inangnya dan menyelesaikan perkembangannya di luar tubuh inang (sebagai ekto-parasitoid) dan sebagian besar di dalam tubuh inang (sebagai endoparasitoid). dan banyak lebah Braconid dan Chalcidoid yang bersifat gregarius. Terdapat 6 ordo dan 86 famili serangga yang termasuk parasitoid yaitu Coleoptera. Parasitoid dapat menyerang setiap fase instar serangga maupun fase dewasa. Parasitoid semacam ini disebut parasitoid soliter. Ada spesies parasitoid yang hanya digunakan oleh satu para-sitoid untuk dapat melengkapi per-kembangannya sampai fase dewasa pada satu inang.

Kelompok bakteri yang lebih penting adalah bakteri pem-bentuk spora yang pada saat ini telah banyak digunakan sebagai insektisida mikrobial. Yang mencari inang pada parasitoid adalah serangga dewasa betina. Neuroptera. Mikroorganisme patogen Jenis-jenis mikroorganisme yang berperan sebagai agen pengendali hayati diantaranya adalah sebagai berikut : Bakteri. sedangkan predator memerlukan banyak mangsa. Beberapa perbedaan antara predator dan parasitoid: Parasitoid umumnya monofag atau oligofag Dalam perkembangannya parasitoid memerlukan satu inang. Beberapa famili yang terkenal adalah kumbang kubah (Coleoptera: Coccinellidae). Hymenoptera. Undur-undur (Neuroptera : Chrysopidae). seperti Coleop-tera. Bacillus thuringiensis sangat efektif digunakan untuk mengendalikan larva ordo Lepidoptera dan larva nyamuk. Kumbang tanah (Coleoptera : Carabidae). tetapi pada predator serangga jantan dan betina. Fungsi bakteri: Bacillus popilliae yaitu menyebabkan seperti penyakit susu pada kumbang jepang Popiliae japonica dan kumbang skarabid lainnya. Gejala serangan : Bacillus thuringiensis sporulasi dalam tubuh serangga membentuk kristal yang mengandung protein beracun. Kristal bakteri akan melarut dalam saluran . Diptera. 3). 2). Bila spora dan kristal bakteri dimakan oleh serangga yang peka maka terjadi gejala paralisis yang mengakibatkan kematian inang. dan hemiptera. Braconidae.Ichneumonidae. Predator Predator merupakan orga-nisme yang hidup bebas de-ngan memakan atau memangsa binatang lainnya. Hampir semua jenis ordo se-rangga mempunyai jenis yang menjadi predator. dan Chalcidoidea. jenis bakteri patogen yang penting adalah bakteri bacillus popiliae dan bacillus thuringiensis.

Setelah konidia jamur masuk ke dalam tubuh serangga serangga. Proses perkembangan jamur dalam tubuh inang sampai inang mati berjalan sekitar 7 hari. Setelah inang terbunuh. Metharizium anisopliae. epidermis. jamur membentuk konidia primer dan sekunder yang dalam kondisi cuaca yang sesuai 237 .pencernaan. dan Beauveria basiana Gejala serangan : Jamur patogen masuk ke dalam tubuh serangga tidak melalui saluran makanan tetapi langsung masuk ke dalam tu-buh melalui kulit atau integumen. Karena pengaruh infeksi jamur terhadap pembentukan pigmen. jamur memperbanyak dirinya melalui pembentukan hifa dalam jaringan epikutikula. jenis yang terkenal adalah Nomuraea rileyi. larva atau instar serangga yang terserang jamur memperlihatkan perubahan warna tertentu seperti warna merah dan merah muda. Pada akhirnya semua jaringan dipenuhi oleh miselia jamur. hemocoel. Dalam jaringan tersebut bakteri mengeluarkan toksin yang dapat mematikan serangga Cendawan (fungi). Kelompok jenis jamur yang menginfeksi serangga kita namakan jamur entomofatogenik. Disamping itu ada beberapa jenis jamur yang mempengaruhi pigmentasi serangga dan menghasilkan toksin yang sangat mempengaruhi fisiologi serangga. serta jaringan-jaringan lainnya.

sordidus. dengan sifat hiperparasit dan persaingan hara maupun ruang. bersifat antagonis yang menyebabkan kematian dan menghancurkan hifa inangnya dengan sekresi satu atau lebih antibiotik. yaitu Jamur B. Jamur pengendali hayati adalah Trichoderma spp. 1982). pupa) hama penggerek bonggol pisang. bassiana merupakan entomopatogen yang dapat mematikan serangga dewasa dan pra dewasa (telur. Gliocladium dan Trichoderma berpotensi sebagai agen pengendali hayati untuk penyakit layu fusarium.konidia tersebut muncul keluar dari kutikula serangga. Pengendalian hayati dapat berjalan dengan alami melalui manipulasi lingkungan inang (tumbuhan). bassiana dapat hidup. tungau dan jamur. adalah gliotoksin. Saat ini di Indonesia jamur Metarhizium anisopliae telah digunakan secara luas untuk pengendalian hama Oryctes sp. Trichoderma spp. Bila pupa yang terinfeksi B. dan Metharizium sp. Antibiotik yang dihasilkan Gliocladium sp. Jamur Beauveria telah dicoba untuk pengendalian hama wereng padi coklat dan hama penggerek buah kopi. nematoda. Membebaskan gas-gas yang mudah menguap dan berfungsi sebagai anti jamur. virus. protozoa. Gliocladium spp.. yang menyerang kelapa. namun serangga imagonya akan cacat dimana perkembangan sayapnya tidak . pengendalian hayati adalah tindakan penekanan kepadatan inokulum atau aktifitas patogen yang berada dalam keadaan aktif atau dorman oleh satu atau lebih organisme. Berikut beberapa contoh pembuat-an pestisida hayati dari mikro-organisme. (baker and Cook. agen pengendali hayati atau dengan introduksi masal satu atau lebih agen pengendali hayati. C. Beberapa spesies Gliocladium sp. Anti jamur yang dihasilkan berpengaruh terhadap pertumbuhan Fomes annosus dan Lentinus lepideus Menurut Baker and Cook (1982). Jenis-jenis agen pengendali hayati yang dapat dipergunakan untuk mengendalikan penyakit tumbuhan adalah bakteri. larva. Jamur antagonis.

sempurna. Setelah beberapa hari kemudian seluruh permukaan tubuh serangga yang terinfeksi akan ditutupi oleh massa jamur yang berwarna putih. antara segmen toraks dengan abdomen dan antara segmen abdomen dengan cauda (ekor). bassiana terlihat keluar dari tubuh serangga terinfeksi mula-mula dari bagian alat tambahan (apendages) seperti antara segmensegmen antena. antara segmen kepala dengan toraks. 238 . Jamur B. Penetrasi jamur entomopato-gen sering terjadi pada membran antara kapsul kepala (head capsule) dengan toraks atau diantara segmen-segmen apendages demikian pula miselium jamur keluar pertama kali pada bagian-bagian tersebut.

Gliocladium sp. Suspensi ini dihitung kepekat-an sporanya dengan alat Haemocytometer di bawah mikroskop dengan perbesaran 400 600x. Pada patogen tanaman (kanan) Jamur Metarrhizium anisopliae Perbanyakan jamur dilakukan pada PDA. kemudian diinkubasikan dalam suhu 239 . diperbanyak pada media PDA dengan cara isolat murni Gliocladium sp. Satu milimeter hasil pengenceran tanah ditumpahkan ke dalam cawan petri lalu ditambah sembilan mililiter media PDA dan antibiotik. Pada media jagung tersebut akan tumbuh miselium berwarna putih dan spora-spora jamur berwarna hijau olive. yang berada dalam tabung reaksi dituangkan ke tanah yang mengandung patogen.Gambar 48. Kemudian tanah yang mengandung patogen dan jamur antagonis diambil satu gram. sordidus yang terinfeksi oleh jamur B. (kiri) dan Hiperparasitisme Gliocladium sp. setelah itu dipin-dahkan ke dalam media ja-gung pecah. Tanah tersebut disirami setiap hari sampai lembab. lalu diinkubasikan selama satu minggu. Gejala pada serangga dewasa C.bassiana Gambar Morfologi Gliocladium sp. lalu diencerkan dengan aquades steril sampai dengan 10-5. sehingga diperoleh suspensi dasar yang selanjutnya akan diencerkan sesuai kebutuhan. Campuran tersebut digoyang sekitar 20 kali. Suspensi jamur dibuat dari biakan pada media jagung yang disuspensikan ke dalam akuades dan disaring.

murni. f. Implementasi pengendalian gulma. Contohnya memberantas Lantana camara dengan hama penggerek batang Plagiohanus spini atau pengerek daun seperti Octotoma scrabripennis. yaitu mengendalikan gulma dengan menggunakan ba-han kimia atau herbisida. dengan menggunakan predator gulma dan penyakit tanaman berupa fungi atau bakteri atau virus. (3) pergiliran tanaman. Herbisida kontak yaitu herbisida yang dapat membunuh bagian gulma yang terkena herbisida kemudian mengalir melalui sel-sel xilem. Pada hari ke-3 pindahkan jamur antagonis ke dalam cawan petri yang mengandung PDA steril. pencabutan. pembakaran dan penutupan lahan dengan mulsa plastik hitam-perak atau mulsa organik. lalu diinkubasikan selama tujuh hari. (5) secara kimia. yaitu (1) cara mekanis. herbisida digolongkan dalam tiga kelompok. Untuk mengendalikan gulma tanaman terdapat lima tehnik pengendalian. yaitu herbisida kontak. sistemik dan sterilisasi tanah. Setelah dipotongpotong dengan alat Cork Boorer.yaitu mengatur waktu tanam yang tepat sehingga tanaman tidak tersaingi dalam kebutuhan air. melakukan pembabatan. pengenangan. Dalam penerapannya. pengolahan tanah. setiap satu potongan dipindahkan ke cawan petri. Pilih satu cawan petri yang mengandung koloni Gliocladium sp. Dengan demikian diperoleh koloni murni Gliocladium sp. lalu diinkubasikan sela-ma 4 hari. (4) cara biologi. yaitu melakukan pergantian tanaman budidaya pada setiap musim tanam. (2) tehnik kompetisi. diabsorpsi oleh akan atau bagian tanaman lainnya dan dapat ditranslokasikan ke seluruh bagian . Herbisida sistemik adalah herbisida yang dapat membunuh seluruh bagain tumbuhan. unsur hara dan oksigen.kamar selama 2 hari.

Penyemprotan herbisida melalui daun akan diterukan ke bagian bawah. karena proses translokasi bahan-bahan dari daun ke bagian tanaman berjalan secara aktif. Selama sel-sel floem masih berfungsi maka gulma masih tetap dapat bertahan hidup. Pemberian herbisida melalui tanah akan diangkut oleh jaringan pembuluh xilem ke bagian atas gulma termasuk daun. yaitu translokasi melalui jaringan kulit kayu atau floem.tumbuhan. Penyemprotan sebaiknya dilaku-kan pada sel-sel yang masih muda. Oleh karena itu untuk membunuh gulma dengan menggunakan herbisida harus selalu mematikan fungsi floem sehingga fungsi akar akan terhenti. larikan dan langsung. termasuk akar. Cara sebar dilakukan untuk menyemprot atau menebar herbisida ke seluruh area pertanaman. Cara larikan adalah pemberian herbisida yang disebarkan di antara barisan tanaman. Herbisida yang toksik akan mema-tikan sel-sel atau jaringan yang dilewatinya. Sedangkan cara langsung dilakukan apabila herbisida disemprotkan secara langsung pada gulma atau dengan cara melukai gulma dan mengoleskan herbisida pada bagian yang luka. Translokasi herbisida ke bagian-bagian gulma dibagi atas tiga cara. Herbisda sterilisasi tanah adalah herbisida yang selama berada di dalam tanah dapat mencegah tumbuhnya gulma. trnaslokasi melalui jaringan pembuluh kayu (xilem) dan translokais melalui ruang inertseluler. Translokais dari bagian akar ke bagian di atas permukaan tanah akan 240 . Pemberian herbisida untuk memberantas gulma dilakukan dengan cara sebar. Xilem merupakan sel-sel yang tidak hidup sehingga herbisida sulit untuk merusak sel xilem.

.

penempatan dan hubungannya dengan alat serta waktu penggunaannya. Sifat herbisida menyangkut daya kerja. sinar. Dengan demikian herbisida dapat menyebar ke seluruh bagian tanaman. Keadaan seperti tanah. cara pemberian atau pemakaian. atau sebaliknya. 241 . suhu. mekanisme kerja. Tehnik penggunaan herbisida mencakup cara penyemprotan. dan interaksi sifat herbisida. Faktor-faktor yang mempengaruhi efetivitas dan selektivitas herbsida adalah: sifat herbisida.selalu mengikuti translokasi air dan larutan hara tanama Translokasi bahan aktif dari herbisida melalui ruang interseluler karena adanya sifat bahan pelarut yang nonpolar dan mempunyai tekanan permukaan yang rendah. kelembaban udara. Begitupun dengan proses secara radian ataupun tangensial. Sifat gulma yang mempengaruhi efektivitas dan selektivitas herbisida adalah sifat morfologis. dari bagian atas ke bawah. air dan faktor biologi akan mempengaruhi pula efektivitas dan selektivitas herbisida. gulma dan lingkungan. lingkungan. fisiologis dan genetis. sifat gulma. formulasi dan pH.

Warna tanah . Unsur hara mikro Teknik pengolahan tanah Teknik penanaman Pemupukan Teknik pengolahan tanah terdiri dari persiapan lahan. Aerasi tanah . Teknik penanaman terdiri dari persemain. dan pembuatan bedengan untuk tempat tumbuh tanaman. Menyiapkan lahan dan media tanam 2. Merawat benih tanaman Media tumbuh Sifat fisik tanah Sifat kimia . siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi berikut: 1. Menerapkan K-3 dalam merawat tanaman 4. Fungsi utama tanah senagai media tumbuh .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 5. Profil tanah . Mengelola alat dan mesin pemeliharaan tanaman 3. . Perkembangan dan pengertian tanah . Komponen tanah . Temperatur tanah . Unsu hara makro . Kegiatan selanjutnya adalah membuat lubang tanam dengan jarak tanaman yang efektif dan efisien. Klasifikasi warna . Struktur . Tekstur .

pemeliharaan bibit dan penanaman. factor-faktor ketersediaan air . Pupuk organic . . Pemangkasan tanaman muda. . Hama . Koefisien dan ketersediaan air tanah . . Mengapa pengendalian OPT yang terbaik adalah secara terpadu. Penyakit . 242 . Kebutuhan bagi tanaman . Pupuk anorganik Pengairan Pemangkasan OPT . Proporsi dan siklus air tanah. Implementasi pengendalian SOAL: 1. Fungsi air bagi tanaman . 2. 3. Teknik pengairan . Tekniik pengendalian HPG . . Jelaskan minimal 10 OPT dan teknik pengendaliannya. Pemangkasan tanaman tua. Jelaskan tentang unsur hara makro dan mikro bagi tanaman. Peran utama air tanah .pembibitan. Gulma .

Lakukan observasi terhadap unsur hara yang digunkan petani di sekitar sekolah mu. Amati hama. Penyakit dan gulma yang menyerang tanaman yang dibudidayakan di sekolahmu dan diskusikan dengan teman satu kelompok bagaimana cara mengendalikan OPT tersebut. 243 . 2.TUGAS: 1.

Menurut catatan Ditjentan Pangan (1999). Luas lahan yang diperlukan untuk menghasilkan kebutuhan padi tersebut minimal 8 juta ha jika produktivitas rata-rata per hektar 4. Dengan demikian. Bila rendemennya 70% maka kebutuhan padi Indonesia per tahun adalah 37. Oleh karenanya.Tehnik Pembenihan Tanaman 244 BAB 6.1.5 ton.2. Akar Batang . kebutuhan benih padi dipenuhi oleh dua industri benih padi terbesar.1 juta ton/th. belum seluruh kebutuhan benih padi terpenuhi. yakni PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani. peluang berusaha di sektor penangkaran atau industri benih padi di Indonesia masih cukup terbuka. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI Padi di Indonesia masih merupakan tanaman pangan utama yang dikonsumsi tidak kurang dari 200 juta penduduk. kecuali jika lahan ini diberakan selama beberapa kali musim tanam.5 kg/kapita/th maka total kebutuhan beras 26. baru berkisar 30-40% saja benih bersertifikat yang tersedia. Anatomi bunga padi Gambar 6. Morfologi tanaman padi Padi umumnya diusahakan secara terus menerus pada lahan yang sama dengan varietas yang berbeda-beda antar-musimnya. sedangkan isolasi waktu sekitar 30 hari Untuk dapat mengelola produksi benih padi bersertifikat terdapat beberapa proses yang harus dilakukan dengan seksama dan teliti. Jika konsumsi beras rata-rata 130.3 juta ton padi kering giling. Hal ini menjadi salah satu faktor sulitnya membebaskan lahan padi dari tanaman voluntir serta serangan hama dan penyakit. kebutuhan benih padi Indonesia per tahun 200 ribu ton jika kebutuhan benih padi per hektar 25 kg. Isolasi jarak yang disarankan 3 m. Di Indonesia. Gambar 6. Padi tergolong tanaman yang menyerbuk sendiri dan kemungkinan untuk menyerbuk silang sangat kecil (<4%).

Daun Panikel Gabah .

c. Namun. Gambar 6. . umur tanaman. . Oleh karena itu. Varietas yang ditanam hendaknya selain disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.245 6... setiap tahap budidaya perlu diperhatikan..4 Benih sumber padi . Lahan relatif subur. Gambar 6. padi juga dapat ditanam di lahan kering asalkan air cukup tersedia. dan 25 kg benih pokok untuk menghasilkan benih sebar.3.1. selama air tersedia cukup. asalkan varietas yang ditanam sama dengan varietas yang ditanam sebelumnya. Ph 5. dan memiliki lapisan keras sedalam 30 cm agar sawah tidak lekas kering. a.4-6. memperhatikan pula aspek kecocokan lahan. umumnya padi beradaptasi di dataran rendah. padi dapat ditanam pada musim hujan maupun musim kemarau. dimulai dari kegiatan sebelum panen. Lahan dapat bekas tanaman padi. Ketinggian lahan disesuaikan dengan daya adaptasi varietas tanaman. Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan yang diberakan. sebagailangkah untuk mempersiapkan tempat produksi benih padi. Perlakuan Pra-Panen Untuk mendapatkan benih bersertifikat. Benih Sumber Benih sumber yang digunakan hendaknya dari kelas yang lebih tinggi. Musim Tanam Padi termasuk tanaman yang dapat tumbuh dalam genangan. b. 25 kg benih dasar untuk menghasilkan benih pokok. . Persyaratan Lahan Persyaratan berikut perlu diperhatikan pada saat memilih lahan adalah sebagai berikut: . Kebutuhan benih sumber per hektar diperkirakan sebanyak 10 kg benih penjenis untuk menghasilkan benih dasar. dan ketahanan terhadap hama serta penyakit. Pengolahan lahan sawah dengan traktor..

5 Benih padi siap disemai di lahan sawah . Keesokan harinya. jarak antar bedengan dibuat selebar 30 cm. Benih yang digunakan sebaiknya mempunyai kadar air 1112%. Setelah itu. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama. Selanjutnya. lahan persemaian diairi lebih dahulu agar tanah menjadi gembur. Lokasi tempat memeram sebaiknya dipilih tempat yang teduh. Gambar 6.6 Bagian-bagian benih padai (a) dan perkembangan dan pertumbuhan benih padi menjadi bibit lalu menjadi tanaman (b) Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macakmacak (berlumpur). Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. lahan dicangkul dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120150 cm. Setelah itu. dan ketinggian 15-20 cm. benih (dalam karung) direndak di dalam kolam atau air yang mengalir selama 24 jam untuk mematahkan domansi dan membersihkan benih dari patogen.Tehnik Pembenihan Tanaman 246 d. panjang 8-10 m atau tergantung bentuk petakan. Sebelum diolah. lahan penanaman direncanakan seluas satu hektar maka bedengan persemaian yang diperlukan sekitar 500m2. Sebelum disebarkan. Misalnya. Penyemaian Ukuran bedeng pesemaian umumnya 5% dari luas lahan penanaman. benih diperam dalam air selama 24 jam untuk memacu perkecam-bahan. misalnya Benlate F-20 dengan dosis 125 g per 25 kg benih. benih diberi perlakuan fungisida. Gambar 6.

Jarak tanam ini dapat pula disesuaikan dengan jarak tanam yang dianjurkan untuk varietas yang ditanam atau sesuai anjuran Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. Perendaman II selama 2-3 hari lalu diikuti pembajakan II . Sementara bibit yang . Lahan pesemaian dijaga dalam kondisi macak-macak hingga tanaman berumur 14-18 HST : Jika lahan tergenang air atau kekeringan maka bibit padi akan cepat mati.. Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macak-macak (berlumpur). pada lahan dibuat lajur (larikan) dengan menggunakan caplak atau tali. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama. misalnya Bassa 50 EC ( dosis 1.. Kegiatan selanjutnya yaitu pengaturan jarak tanam jarak tanam dibuat 22 cm x 22 cm bila penanaman pada musim kemarau dan 30 cm x 15 cm bila penanaman pada musim hujan. Penyiapan lahan dan penanaman Penanaman padi menghendaki tanah sawah yang berstruktur lumpur dengan kedalaman sekitar 15-30 cm. Bibit yang lemah maupun bibit voluntir dicabut dan dibuang.. Agar penanaman dapat teratur. e. Perendaman I selama 3-4 hari lalu diikuti pembajakan I . .. untuk melindungi pesemaian dari serangan hama maupun penyakit. untuk memperoleh struktur tanah demikian. perlu disemprotkan insektisida. pupuk disebar pada pagi hari sebelum pukul 08. Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan I . Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan II sambil permukaan tanah diratakan.5 ml/l air) dan Darmafur 3G sebanyak 2 kg. Setelah itu.00. lahan beberapa kali direndam dengan air.247 Semai dipupuk pada umur 5 hari setelah tanam (HST) dengan campuran 200 g urea + 100 g SP-36 + 60 g KCL untuk setiap 10m2.

bibit dipotong kira-kira 20 cm dari pangkal batang. Adapun untuk perbanyakan benih BP dari BD maupun BR dari BP. dalam satu lubang dapat ditanami 3 bibit. penanaman bibit adalah 1 bibit per lubang tanam. Penanaman bibit sebaiknya 2-4 tanaman per rumpun sedalam ± 2-3 cm. Tujuannya untuk mengurangi penguapan agar bibit tidak lekas layu. Sebelum ditanam. dan berumur 21-25 hari di cabut dan kemudian ditanam di lahan. sehat. .vigor. untuk perbanyakan benih BD dari benih BS.

pengairan. pengendalian hama dan penyakit serta roguing. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi pemupukan. penambahan bahan organik sangat dianjurkan. Tanaman pengganti ini diusahakan tidak terlalu jauh perbedaan umurnya.7 Bibit padi siap tanam Bibit yang masih tersisa dapat digunakan untuk penyulaman. penyulaman. Pada saat pemupukan. TSP. 200 kg TSP. Pemupukan dasar diberikan 3-4 hari sebelum tanam dengan 1/3 bagian urea. Penyulaman biasanya dilakukan pada 7-10 HST dan paling lambat pada umur 15 HST. sedangkan pemupukan susulan II diberikan 7 MST dengan 1/3 urea sisanya. dosisnya bervariasi 0. Untuk tanah berpasir. Pupuk susulan I diberikan dengan cara disebarkan dalam larikan dengan selang satu larikan. kompos atau bokhasi) per hektar tergantung pada kondisi lahan. dan KCL dengan dosis per hektar 300 kg Urea.5-2 ton bahan organik (pupuk kandang. f. 2) Penyulaman Penyulaman terhadap tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dilakukan pada saat umur 4-5 HST atau paling lambat 10-15 HST. Tanaman penyulam dipilih tanaman yang seragam dengan pertumbuhan yang kuat dan sehat. Pemberian pupuk susulan II dengan cara disebarkan pada larikan yang belum dipupuk pada pemupukan susulan I. penyiangan.8 Pemupukan lahan sawah . Penyulaman dilakukan untuk menggantikan bibit yang mati atau kurang bagus pertumbuhannya. Gambar 6. 1) Pemupukan Pupuk yang digunakan adalah Urea. Pupuk dasar diberikan dengan cara disebarkan merata kemudian diinjak-injak.Tehnik Pembenihan Tanaman 248 Gambar 6. dan 100 kg KCL. kondisi tanah dibuat macak-macak dan dibiarkan selama 3 hari.

Setelah fase pembungaan. Pada fase pembentukan anakan. pengairan perlu dilakukan sedikit demi sedikit hingga tinggi air mencapai 7-10 cm di atas permukaan tanah. genangan air dipertahankan 3-5 cm di atas permukaan tanah. g. seperti Ronstar 25 EC. Kekurangan air pada fase ini dapat mengakibatkan kehampaan. Pada awal fase pertumbuhan. saat ini disebut juga fase krisis II. Beberapa jenis gulma yang sering mengganggu tanaman di persawahan antara lain jejagoan (Echinochloa crussgalli L. Penyiangan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan I dan II agar lebih mengefisienkan waktu. Mitchell). kondisi ini disebut fase krisis I. Penyiangan dilakukan pada umur 21 HST pada saat tanaman aktif membentuk anakan dan 45 HST pada saat tanaman mulai berbunga. Pengairan Pengairan dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca dan fase pertumbuhan tanaman. Saturn-D. Pengendalian gulma dapat pula dilakukan secara kimiawi dengan herbisida. suhu tanah meningkat . berkaitan dengan dampaknya terhadap pencemaran lingkungan. Jika perlu. dan Ally. pakupakuan (Salvinea molesta DS. dan eceng (Sagitaria guayanensis). teki (Cyperus rotundus Linn. dilakukan pula penyiangan saat tanaman berumur 50-60 HST.249 3) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membuang gulma dan tanaman pengganggu lainnya. air perlu dikurangi dan dikeringkan agar akar dapat bernapas dan berkembang dengan baik. Bila tinggi air di atas 5 cm. Puncak kebutuhan air terjadi pada saat pembungaan. memasuki fase pembentukan bulir (primordia) petakan sawah perlu diairi sampai ketinggian 10 cm.).). pertumbuhan tunas (anakan) akan terhambat. Perlu diperhatikan bahwa herbisida sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir. Penyemprotan herbisida dilakukan saat tanaman berumur 15-25 HST dengan dosis sesuai petunjuk pada label.

Penggunaan bahan-bahan kimia (pestisida) hanya diberikan pada kondisi yang tepat.sehingga aktivitas organisme tanah juga meningkat. Dua minggu sebelum panen sampai saat panen. yakni jika populasi hama melampaui batas ambang kendali. Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama dan penyakit hendaknya mengikuti sistem pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan varietas. dan pengelolaan biologis. wereng . lahan hendaknya dalam keadaan kering. pengelolaan budidaya. hama penggerek batang (sundep dan beluk). Hama dan penyakit utama yang biasa menyerang padi adalah hama tikus. dan busuk akar dapat dihindari.

burung hantu. Contoh rodentisida yaitu Racumin (dosis 1:19 dari berat umpan) dan Klerat. . Gambar 6. dan penyakit hawar daun (kresek). Selama ini. Serangannya pada tahun 1963-1964 men-capai 800. Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian umpan beracun dengan racun akut (dapat membunuh dengan cepat) atau racun kronis (tikus mati setelah memakan umpan berulang-ulang). pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alaminya. seperti ular. seperti gropyokan. Serangan tikus dapat terjadi sejak padi di pesemaian sampai padi hampir dipanen.000 ha dengan tingkat kerusakan ratarata 40% bahkan di Sumatera Selatan kerusakannya mencapai 5870%. Secara biologis. masih ada hama penggerek padi putih (Tryporyza innotata Wlk) dan hama penggerek padi kuning (Tryporyza incertulas Wlk) yang juga sering menyerang tanaman padi. Gambar 6.10 Beberapa contoh rodentisida b) Pengendalian hama penggerek batang Jika serangan hama penggerek terjadi pada tanaman padi stadia vegetatif maka hama ini disebut sundep. musang dan anjing. bila serangan terjadi pada tanaman yang sedang berbunga maka hama itu disebut beluk. belum ada teknik budi daya yang efektif mengendalikan hama penggerek batang. penyakit tungro.Tehnik Pembenihan Tanaman 250 cokelat.9 Hama tikus Pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara teknis budi daya. 4) Pengendalian Organisma Pengganggu Tanaman a) Pengendalian hama tikus Hama tikus merupakan hama yang paling sering menghancurkan pertanaman padi. kecuali menanam varietas yang tahan dan beranak banyak serta memupuk secara berimbang. yakni pembongkaran lubang-lubang tikus secara massal atau memasang pagar plastik yang dilengkapi dengan perangkap bubu. Selain itu.

Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian insektisida sistemik seperti Furadan 3G.Hal ini dilakukan untuk mengurangi intensitas serangan saja. .

kumbang Carabidae.251 Dharmafur. serta pemusnahan (eradikasi) tanaman terserang. Tanaman yang sakit akan menguning yang dimulai dari ujung daun. Curater. Dari kedua golongan tersebut. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan insektisida sistemik seperti Applaud. nigropictus Stal) dan wereng loreng (Recilia dosalis Totch). N. serta pemangsa larva seperti kumbang Carabidae dan laba-laba. dan Regent yang efektif diberikan pada fase pesemaian dengan fase vegetatif. Pengendalian biologis dapat dilakukan dengan memanfaatkan pemangsa telur seperti Conoshepalus iongipennis. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan penanaman serempa. yakni wereng hijau (Nephotettix virescens Distant. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan pergiliran tanaman dan sanitasi lahan. Virus tungro menyebar melalui vektor penularnya. pengguna-an varietas lahan wereng. Phytoselidae. Adapun cara kimiawi dengan mengendalikan wereng . d) Pengendalian penyakit tungro Penyakit tungro atau mentek (Jawa) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus tungro. c) Pengendalian wereng cokelat Hama wareng padi ada dua golongan. dan capung berkembang dengan baik. seperti Trichogrammatidae. Cara biologis dilakukan dengan menjaga agar kehidupan musuh-musuh alami. yakni wereng batang padi (planthopper) yang hidup di bagian pangkal tanaman dan wereng daun padi (leafhopper) yang hidup pad daun aau bagian atas tanaman. wereng batang padi atau wereng cokleat merupakan hama yang paling merugikan. dan pemupukan berimbang. laba-laba. pergiliran varietas. Hama wereng cokelat ada dua yaitu wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens Stal) dan wereng punggung putih (Sogatella furcifera).

Penyakit ini kelihatan kurang berarti.hijau sejak dari fase pesemaian dengan pemberian insektisida. daun menjadi berwarna kuning atau putih kotor dan akhirnya mati. Ciri penyakit hawar daun sering terlihat pada infeksi yang sistemik pada . tetapi mampu menurunkan produksi sampai 25% (Soemartono et. e) Pengendalian penyakit hawar daun Penyakit hawar daun atau penyakit kresek adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri busuk daun Xanthomonas oryzae. Pada serangan lebih lanjutm. Gejalanya dimulai dengan bercak-bercak kuning pada sepanjang tepi daun bagian atas.al. 1992)..

Pelaksanaan Roguing I dengan membuang rumpun yang memiliki warna dan bentuk batang serta daun yang berbeda. serta jika suhu dan kelembaban tinggi. tinggi tanaman. serta bentuk dari warna gabah yang berbeda. serta warna gabah. . Roguing I dilakukan pada fase vegetatif (umur 30 HST) antara lain untuk membedakan warna.Tehnik Pembenihan Tanaman 252 bibit padi.. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah melalui penanaman varietas yang tahan serta pemupukan yang berimbang. bentuk dan letak daun bendera. Roguing minimal dilakukan 3 kali. bentuk dan warna bunga. . g) Pemanenan dan perlakuan pasacapanen Pemanenan padi untuk benih dilakukan setelah pemeriksaan lapangan terakhir dan telah .11 Salah satu masa roguing yang tepat pada tanaman padi adalah pada saat menjelang panen . f) Roguing Roguing biasanya dilakukan sebelum tanaman diperiksa oleh BPSB. bentuk. dan tinggi tanaman.. dimana bakteri masuk ke dalam daun melalui permukaan yang telah dipotong atau luka sewaktu pemindahan tanaman. bentuk gabah. yaitu pada fase vegetatif. Roguing II dilakukan pada fase berbunga (±umur 50 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman. musim kemarau.. Pelaksanaan roguing III dengan membuang rumpun yang memiliki bentuk dan posisi daun bendera. Serangan bakteri hawar daun kerap terjadi di dataran rendah. dan pada saat menjelang panen atau ± 80% malai telah menguning. fase berbunga. Roguing III dilakukan pada saat menjelang panen atau saat 80% malai telah menguning (± umur 100 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman. serta keseragaman saat berbunga. Pelaksanaan roguing II dengan membuang rumpun yang memiliki posisi dan warna bunga yang berbeda. Gambar 6.

Tanda-tanda saat panen yaitu gabah sudah menguning dan keras bila dipijat. Waktu panen ditentukan jika umur berbunga telah mencapai optimal. buku-buku . Kondisi ini ditandai oleh sebagian besar (80-90%) malai telah menguning dengan kadar air sekitar 17-23%.dinyatakan lulus oleh BPSB.

serta penyimpanan. risiko kerusakan mekanis (sekam terkelupas) lebih besar.253 sebelah atas berwarna kuning. Perontokan Perontokan malai padi biasanya dilakukan langsung di sawah. ani-ani. kadar air biji padi sebaiknya sekitar 15-20%.12 Panen padi 6. Penggunaan mesin perontok juga bermanfaat dalam menekan jumlah kehilangan benih (post harvest losses). Perlakuan tersebut antara lain perontokan. b. Demikian pula jika kadar air kurang dari 15%. dapat pula malai dipukulpukul dengan penggebuk terbuat dari kayu sambil dibalik-balik sehingga perontokan dapat sempurna. Malai yang masih hijau tidak dipanen karena akan meningkatkan nilai butir hijau. Perontokan dengan menggunakan alat perontok (thresher) sangat dianjurkan karena akan mempercepat penanganan dan pengolahan hasil. Perontokan secara tradisional biasnaya dilakukan dengan menginjak-injak malai padi sehingga bulir padi rontok. Gambar 6. a. Panen dapat dilakukan dengan menggunakan sabit. atau dengan mesin pemanen padi (combine harvester). pengeringan. serta batang mulai mengering. Pengeringan secara alami . Pengeringan dan pengolahan benih Pengeringan padi dilakukan sesegera mungkin setelah benih dirontokkan. Malai padi dipukul-pukulkan pada papan perontokan yang terbuat dari kayu. Selain itu. Apabila kondisi tidak memungkinkan maka calon benih ini harus dihamparkan dan dianginanginkan untuk mencegah kenaikan suhu dan perkecambahan benih di dalam karung. pengolahan. Pada pemanenan dengan mesin. benih akar mengalami kerusakan mekanik (benih mamar) yang cukup besar. Apabila kadar air lebih tinggi dari 20%.2 Perlakuan PascaPanen Padi yang telah dipanen masih ada beberapa tahap perlakukan agar siap digunakan sebagai benih.

Dalam kondisi cerah.dilakukan dengan menjemur calon benih di lantai. Benih yang telah kering (kadar air 11-12% dibersihkan dari kotoran campuran varietas lain. seperti air screen . pengeringan secara alami mampu menurunkan kadar air dari 23% menjadi 11% dalam waktu 2 hari. dan biji-biji gulma. Pembersihan dapat dilakukan dengan nyiru atau mesin pembersih.

pada umumnya benih diberi berbagai perlakuan pelapisan benih (seed coating).14 Perkembangan biji padi pada bagian luar dan bagian dalam. Benih dalam karung dapat ditumpuk dan antara tumpukan karung diberi jarak untuk memudahkan pemeriksaan atau pengontrolan dalam pengendalian mutu benih oleh penangkar. Benih padi yang seragam menghasilkan benih yang bermutu tinggi. Proses pengolahan benih merupakan proses yang cukup kritis. Bagian bawah tumpukan karung diberi alas berupa potongan kayu (balok) sehingga karung tidak berhubungan langsung dengan tanah atau lantai yang memung-kinkan naiknya kelembaban. Jika produksi di lapang harus lulus standar lapang maka proses pengolahan benih pun harus lulus standar laboratorium.kemudian benih-benih . orientasi mutu maksimal merupakan prioritasnya. Pada proses pembersihan. mulai dari biji muda sampai siap panen (kiri) dan Benih padi (kanan) c. Ruang penyimpan benih diusahakan mempunyai ventilasi yang baik agar kualitas benih dapat terjaga. Masa berlakunya label benih padi 6 bulan sejak selesainya pengujian dan paling lama 9 bulan setelah tanggal panen. Pemberian jarak di antara tumpukan karung maupun dengan alas lantai berguna untuk memperlancar sirkulasi udara. Gambar 6. maka pada proses pengolahan benih.Tehnik Pembenihan Tanaman 254 cleaner. Lama penyimpangan benih hendaknya memperhatikan masa berlakunya label benih. Jika saat di lahan. Penyimpanan Benih yang telah kering dan bersih dikemas dalam karung atau kemasan siap salur dan kemudian disimpan di dalam ruang penyimpanan. orientasi produksi maksimal merupakan tujuan utama. Sebelum disimpan. benih dapat saja dipilah untuk peningkatan mutu fisik dan fisiologis berdasarkan panjang dan atau berdasarkan ketebalan sehingga diperoleh benih yang bermutu tinggi dan seragam. Gambar 6.13.

.tersebut akan diuji dengan berbagai peralatan modern.

. Gambar 6.17. Jika produksi beras diharapkan meningkat. Dust Off Test yang digunakan untuk mengukur konsentrasi debu pada benih tanaman.16 Plantability Checks yang digunakan untuk menguji daya tumbuh benih.15 Rotary Batch Lab treater. Gambar 6. Gambar 6.255 Gambar 6. maka kebutuhan benih padi pun akan meningkat.18 Germination Test yang digunakan untuk menguji daya kecambah benih 6. yang digunakan untuk meberi perlakuan pada benih seperti pelapisan benih dengan pestisida ataupun bahan perlakuan benih yang lainnya.3 Pra-panen produksi benih padi hibrida Sejalan dengan pertambahan penduduk di Indonesia maka kebutuhan beras dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Teknik produksi padi lokal dan hasil introduksi masih belum cukup untuk mengatasi hal tersebut. oleh sebab itu dibutuhkan alternatif baru yaitu produksi benih padi hibrida. Metsizo (PSB Rc72H dengan waktu penanaman 123 hari dan rata-rata hasil 5. Sebagai contoh adalah jantan mempunyai sifat genetik produksinya tinggi (diatas 5 ton per hektar) sedangkan induk betina mempunyai sifat genetik enak rasanya.Tehnik Pembenihan Tanaman 256 Gambar 6. Pada umumnya persilangan kedua galur jantan dan betina ini sudah diuji berulang kali melalui penelitian yang panjang.19 Treatment Analysis yang digunakan adalah GC (Gas Chromatography) dan HPLC (Hight Performance Liquid Chromatography).8 t/ha). Hasil persilangan kedua induk tersebut disebut sebagai First Generation atau turunan generasi pertama atau first filial generation dan dikenal dengan istilah (F1) .6 ton/ha). Benih hibrida harus diproduksi setiap musim tanam. Sebagai contoh kasus produksi benih hibrida akan disampaikan berdasarkan hasil penelitian IRRI (International Rice Research Institute) yang berlokasi di Filipina yaitu varietas Magat (PSB Rc26H. Kedua alat ini digunakan untuk menganalisis berbagai bahan yang digunakan untuk perlakuan benih. Benih padi hibrida dihasilkan ketika sel telur dari induk betina dibuahi oleh serbuksari dari anther varietas yang berbeda atau galur yang digunakan sebagai induk jantan. Pada prinsip rangkian proses produksi benih padi hibrida sama dengan produksi benih padi bersetifikat. lama penanaman 110 hari dengan rata-rata produksi 5.4 t/ha) dan Panay (PSB Rc76H dengan waktu penanaman selama 106 hari dan hasil produksi rata-rata 4. Perbedaan terdapat pada tahapan penyiapan galur induk jantan dan betina yang beasal dari jenis yang berbeda sifat genetiknya. dan dipertahankan kemurnian genetiknya hingga lebih dari 98% agar dicapai hasil yang memuaskan. Teknologi produksi benih hibrida sangat berbeda dari varietas non hibrida.

Meurut IRRI (2006) Benih padi hibrida F1 menghasilkan keuntungannya sekitar 10-15% dibandingkan dengan varietas yang dihasilkan melalui persilangan sendiri.yang merupakan hasil penyilangan antara dua varietas padi yang berbeda secara genetik. Padi hibrida pada umumnya memberi peluang hasil produksi yang lebih tinggi. maka penggunaan . Menghadapi kondisi lahan budidaya padi yang semakin menyempit.

Proses membibitkan galur induk benih sumber untuk bibit padi .1 Ukuran standar benih padi F1 STANDAR BENIH FAKTOR F1 Seed (%) Kemurnian benih (min.) 98 Benih lain atau biji gulma (max.) 10 Bahan lain yang terbawa (max.) 20 Daya kecambah (min. Perbedaan yang harus diperhatikan adalah pada pembibitan padi hibrida para penangkar harus membibitkan dua varietas galur induk hibrida yang akan dijadikan sebagai sumber benih jantan dan sumber benih betina.) 85 Kadar air (max.14%. Untuk melakukan kegiatan pembibitan padi hibrida sama dengan proses membibitkan padi non hibrida..) 14 a. maka penangkar benih akan melakukan kegiatan pengeringan benih sampai dengan kadar airnya . artinya penangkar benih harus melakukan roguing dengan sangat seksama jangan sampai ada varietas lain yang tumbuh selain 2 varietas induk jantan dan induk betina yang direncanakan untuk disilangkan agar menghasilkan benih padi hibrida.) 2 Biji beras merah /500 gr (max. Dengan adanya pengetahuan tentang informasi standar benih padi tersebut.) 2 Biji varietas lain/500 gr (max. Membibitkan galur induk benih sumber Galur induk benih sumber adalah benih yang berasal dari suatu galur tertentu yang digunakan untuk sumber induk jantan dan betina yang mempunyai sifat genetik yang berbedasesuai dengan harapan penangkar benih. Sebagai contoh untuk standar kemurnian benih padi hibrida adalah 98%. Tabel 6. Penguasaan informasi tentang standar kualitas benih dapat memudahkan pengelolaan proses kegiatan di lapangan budidaya. Contoh kedua adalah tentang standar kadar air maksimal 14%. Sebelum melakukan serangkaian proses produksi benih padi hibrida. sebaiknya dianalis terlebih dahulu standar benih padi hibrida yang telah ditetapkan.257 varietas hibrida merupakan salah satu solusi yang tepat.

jantan dan betina mempunyai keuntungan sebagai berikut: .. Benih padi lebih cepat berkecambah (germinasi yang lebih cepat) .

... . .. Kegiatan ini berfungsi untuk membunuh benih gulma atau padi liar. Sumber benih padi jantan disebarkan pada bedengan kecil yang telah disediakan (bedengan pendek ± 250-300 m2 /ha produksi benih) dan benih betina disebarkan pada bedengan yang terpisah dari benih jantan (bedengan panjang ± 700-750 m2 /hektar produksi benih).20 Dua tempat pembibitan yang disiapkan untuk sumber bibit jantan dan betina. Bedengan pembibitan sebaiknya mempunyai ketinggian 4-5 cm lebih tinggi dari permukaan lumpur sawah dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang sesuai dengan kebutuhan benih. Gambar 6...25 Kg/m2 . Lahan bedengan digenangi sebanyak tiga kali dengan interval waktu setiap 7 (tujuh) hari. Menghasilkan bibit yang lebih sehat dengan vigor yang lebih baik . Air rendaman benih diganti setiap 6 jam. Berikan pemupukan dengan pupuk organik dengan dosis 1. Benih galur R (benih sumber jantan) direndam selama 24 jam. Untuk memproduksi benih padi hibrida seluas satu hektar harus disiapkan 1000m2 bedengan pembibitan (1000 m2 bibit/1 hektar) b.. Benih gaur A (benih sumber betina) direndam dalam air bersih selama 12 jam. Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan . Kebutuhan benih lebih sedikit. . tinggi 5-10 cm dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan bibit padi yang akan ditanam Dalam rangka menyiapkan bedengan untuk tempat pembibitan sumber benih jantan dan betina dilakukan langkah kerja sebagai berikut: .Tehnik Pembenihan Tanaman 258 . Pembuatan bedengan pada umumnya berukuran lebar meter. .

Benih diinkubasikan selama 12-24 jam (a). dan akumulasi bahan kering lebih tinggi. dan 10 kg galur-R (jantan). Vigor bibit seperti tersebut di atas disebabkan oleh tingkat kompetisi antar tanaman yang rendah. . . tegakan batang pendek. Penaburan benih pada bedengan (b) . Interval Pembibitan Pembibitan tanaman benih dilakukan melalui beberapa kali penyemaian.259 Gambar 6. Kepadatan benih padi sebanyak 25 gram benih/m2. daun berwarna lebih hijau.. Kebutuhan benih Kebutuhan benih untuk satu hektar sebanyak 20-25 kg galur-A (betina). c. Pembibitan dengan kepadatan rendah (jarang) akan menghasilkan bibit dengan vigor (performansi bibit) sebagai berikut: anakan banyak. Kedua sumber benih yang telah direndam selanjutnya diaduk-aduk selama ±3-5 menit. varietas induk yang digunakan dan tingkat kepadatan semai dapat dilihat pada tabel 6.. dibandingkan dengan bibit padi yang disemaikan dalam kondisi kepadatan yang tinggi. Benih galur jentan dan betina diinkubasikan pada wadah terpisah dengan kondisi yang sama selama 24 jam dalam tempat yang terlindung.2.. . Pada kedua musim tersebut kegiatan penyemaian. Benih yang tenggelam merupakan indikator bahwa benih tersebut bernas dan diharapkan dapar berkecambah dengan baik.21. d. Untuk penyemaian pada musim kemarau dan musim hujan. Benih-benih padi yang mengambang (tidak bernas/ kosong) dibuang. Benih-benih yang akan diinkubasikan dicuci sampai bersih (proses ini diharapkan dapat mengurangi jumlah inokulum patogen (sumber penyakit) yang terbawa dalam air rendaman.

hal ini berfungsi untuk mengendalikan gulma. Lahan produksi cukup cahaya .22. sebarkan 5-10 gram pupuk majemuk 14-14-14 atau 16-20-0 atau yang setara dengan dosis tersebut. Pemeliharaan Bedengan Pemeliharaan bedengan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Air di lahan produksi diupayakan selalu jernih sampai dengan bibit padi mempunyai 4 helai daun atau bibit padi berumur 10 hari setelah tanam (HST) dan sesekali harus dilakukan pengurasan air sehingga dihasilkan bibit padi dengan kualitas vigor yang baik. Tingkatkan ketinggian air (2-3 cm) secra bertahap. Tingkat serangga hama dan penyakit rendah.Tehnik Pembenihan Tanaman 260 Gambar 6. Gulmagulma yang tumbuh dibedengan harus dikendalikan secara manual (dengan tangan). Pada saat 10 HSS (hari setelah semai). . Iklim lingkungan sesuai dengan syarat tumbuh padi . Persyaratan Lahan Produksi Lahan produksi padi hibrida diharapkan dapat memenuhi kriteria sebagai berikut: ... Tanah mempunyai predikat subur . Lahan terisolasi dari lahan sawah lain. . f. lahan produksi diharapkan terisolasi dari sawah lain.. Persyaratan ini berfungsi untuk .. Drainase dan irigasi berkualitas baik. Bibit padi pada bedengan pembibitan e... Dalam produksi benih padi hibrida.

Jenis isolasi untuk produksi benih padi hibrida adalah Isolasi jarak: Pertahankan jarak lahan produksi padi hibrida sekurangkurangnya 100 meter dari plot lain atau varietas padi lainnya Tabel 6. MK interval pembibitan antara A & R1 adalah 8-10 hari. sekurang-kurangnya 50-100 cm . Isolasi jarak pada produksi benih padi hibrida.261 menjaga kemurnian genetik benih padi hibrida (F-1) atau menghindari cross polination (penyerbukan silang).2 Waktu semai dan tingkat pembibitan tiga jenis induk padi Musim Kemarau (MK) Waktu semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 34686 R1 5.0 Hari ke-21 IR 58025 A 20 25 Catatan: Galur-A disemaikan satu kali dan Galur-R disemaikan dua kali. MH interval bibit antara A & R1 adalah 20-21 hari Gambar 6.0 Hari ke-10 IR 58025 A 20 25 Musim Hujan (MH) Waktu Semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 IR 34686 R1 5.23.0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5.0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5.

. . isolasi waktu: Upayakan waktu penanaman padi hibrida agar periode pembungaan induk hibrida akan berlangsung sekurangkurangnya 21 hari lebih awal daripada varietas lain atau 21 hari lebih lambat dari varietas lain yang ditanamam pada areal produksi lain yang terdekat..25. kelapa atau tanaman lainnya. dan terhindar dari serangan HPT). . Sekurang-kurangnya dipisahkan dengan jarak 5 m.5 meter. Isolasi penghalang (barrier): Isolasi barrier (penghalang) umumnya berupa penghalang yang secara khusus dipersiapkan berupa suatu bahan atau tanaman dengan ketinggian sekurangkurangnya 2. . .Tehnik Pembenihan Tanaman 262 Gambar 6. yang terpenting adalah lahan produksi benih padi hibrida terisolasi dari penyerbukan silang padi. Isolation geografis: Isolasi geografis dilakukan dengan cara menyeleksi area produksi benih padi hibrida agar terlindungi oleh tanaman lain yang tinggi atau berada didaerah yang terisolir (area produksi benih berada disekitar perkebunan tanaman seperti pisang.24 Isolasi waktu penanaman benih.. u ntuk perbedaan pembungaan lebih dari 3 minggu Gambar 6. Isolasi dengan penghalang berupa tanaman lain.

roguing dan pengendalian HPT).26 Penanaman bibit padi di lahan produksi.263 Isolasi geografis merupakan isolasi terbaik dibanding dengan isilasi yang lainnya. Bibit padi R-1 dan R-2 yang berumur 20 HSS ditaman pada baris R dan bibit A berumur 10 HSS (atau 21 HSS pada saat musim hujan) ditanam pada baris A. 1) Teknik penanaman Penamanan bibit padi baru dapat dilakukan setelah persiapan lahan dianggap memenuhi sayarat. Jarak tanam yang diaplikasikan sesuai dengan anjuran akan memaksimumkan jumlah tanaman per hektar dan produksi benih padi hibrida.. Gambar 6. dan pengaturan posisi penanaman bibit se cara konvensional . g. hal ini akan memudahkan pertumbuhan dan perkembangan bibit serta tillering. Penanaman bibit umumnya adalah sebagai berikut: . Penanaman Kegiatan penanaman benih dilakukan sebagai berikut: Barisan bibit tanaman padi yang lurus akan memudahkan pengelolaan produksi benih padi hibrida karena akan memudahkan kegiatan pengendalian gulma. Rasio baris adalah 2:8 (R:A) untuk musim hujan dan 2:12 untuk musim kemarau. Semua bibit padai ditanam dengan jarak tanam 20 x 15 cm dengan kedalaman 2-3 cm.

27. Posisi penanaman benih induk betina dan induk jantan. Modifikasi jarak tanam adalah 15 x 15 cm atau 20 x 20 cm (b).28. Gambar 6. Posisi dan rasio penanaman bibit induk betina dan jantan Gambar 6.Tehnik Pembenihan Tanaman 264 Gambar 6. . Jarak tanam yang dianjurkan adalah 15 x 20 cm (a).27a.

. Kegiatan pembibitan diupayakan dalam kondisi sebagai berikut: . Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pada periode pembungaan. Lakukan observasi secara seksama pada baris tanaman. h. .. Penyulaman bibit dilakukan pada saat 5 hari setelah tanam. mekanik atau menggunkan metode pengendalian secara terpadu. penyebaran serbuk sari dari bunga jantan akan berlangsung dengan mudah menyerbuki bunga betina 2) Penyulaman bibit Penyulaman bibit padi hibrida bertujuan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh dan berkembanga dengan baik.. Pengendalian secara . fisik. Perhatikan dengan seksama agar bibit pada baris A benar-benar ditanami secara penuh pada baris sebelah kanan. penyakit dan gulma Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi harus dilakukan secara terpadu melalui proses observasi hama dan penyakit sesuai dengan hasil informasi dari SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama dan penyakit secara Terpadu).. menggunakan varietas tahan hama dan penyakit tertentu sehingga mengkondisikan tanaman padi dalam keadaan sehat dan mempunyai daya tahan terhadap serangan hama penyakit tanaman). Penanaman dilakukan dengan rasio satu bibit/titik tanam untuk baris-A dan 2-3 bibit/titik tanam pada baris-R. Hama dan penyakit tanaman padi dikendalikan dengan menggunakan perpaduan pengendalian secara kultur teknis (memberikan unsur hara yang berimbang.. Pemeliharaan tanaman 1) Pengendalian hama. sehingga harus diganti dengan bibit baru yang mempunyai vigor (kualitas) yang baik. kemudian permukaan air swah dinaikkan secara perlahan sampai naik setinggi 2-3 cm. untuk menjamin tumbuhnya bibit selama 4-5 hari.265 . Lahan sawah harus selalu cukup air (macak-macak).. .

kimia akan dilakukan jika populasi hama atau penyakit melebihi ambang batas ekonomi. air. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan . Pengendalian gulma bertujuan untuk mengurangi kompetisi dalam hal tempat tumbuh. Gambar 6. dan unsur hara. cahaya matahari. Penyulaman bibit tanaman padi.29.

50 Kg Fosfat dan 60 kg Kalium per hektar. 1/3 5-7 hari setelah tanam. 3) Pengairan Selama proses produksi benih padi hibrida pengelolaan air harus mendapat perhatian terutama pada masa-masa kritis seperti saat menjelang pembungaan. . 1/3 20-25 hari setelah tanam... secara mekanik (mengunakan caplak bambu) atau secara kimia (menggunakan herbisida) atau dengan pengendalian gulma secara terpadu. Untuk musim kemarau pemupukan direkomendasikan sebagai berikut: 120 Kg Nitrogen.Tehnik Pembenihan Tanaman 266 metoda dicabut langsung dengan tangan. Pupuk Nitrogen diaplikasikan dalam 3 waktu: . 1/3 at 5-7 hari sebelum inisiasi bunga (panikel). Pemupukan untuk musim hujan adalah sebanyak 60-90 Kg Nitrogen. . 2) Pemupukan Padi hibrida sama dengan padi non hibrida yakni membutuhkan hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. 40 Kg pupuk Fosfat dan 45 kg pupuk Kalium per hektar. . Untuk mengoptimalkan suplai hara maka pemupukan dilakukan harus sesuai dengan rekomendasi terutama pupuk P dan K serta pupuk organik (diaplikasikan sebelum pembajakan yang terakhir).. saat aplikasi ZPT dan saat menjelang panen. Selama masa budidaya air sawah harus selalu diamati dan upayakan agar permukaan air selalu setinggi 2-3 cm.

. masa pembungaan harus diperkirakan seakurat mungkin (perkiraan harus tepat). 4) Pembungaan Pada kegiatan produksi benih padi hibrida. kurangi suplai air sampai kondisi lahan sawah lembab dan terlihat beberapa rekahan halus pada tanah sawah. Selama masa pengisian biji. amati permukaan air sawah agar diupayakan selalu setinggi 3-5 cm selama inisiasi bunga (naikkan permukaan air sedikit demi sedikit sampai dengan 3-5 cm sampai dengan masa generatif). Pada saat 2 minggu sebelum panen.30. kondisi air harus dalam keadaan cukup dengan permukaan air sekitar 3-5 cm. Pengamatan pertumbuhan panicle pada baris-A dan baris-R sangat berguna terutama untuk menentukan masa pembungaan yang tepat yang harus diatur atau disesuaikan (singkronisasi pembungaan). mekanik dan kimiawi (b). Oleh sebab itu perkiraan pembungaan harus diupayakan diprediksi secara tepat.267 Gambar 6. Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara kimiawi (a). Pada saat tanaman menjelang stadium generatif kurangi air sampai dengan kondisi macak-macak (selama masa pembungaan) kemudian naikkan permukaan air setinggi 3-5 cm pada saat aplikasi Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) GA3. Perubahan cuaca akan mempengaruhi kagiatan produksi benih terutama sangat berpengaruh terhadap sinkronisasi pembungaan. Kondisi ini diperlukan untuk memaksimumkan hasil persilangan antara bunga jantan dengan bunga betina. Setelah masa anakan. Pada saat masa jumlah anakan mencapai maksimum. Pengendalian gulma se cara manual . air harus dikeringkan dan dipertahankan terus sampai dengan masa panen.

32 Pengamatan inisiasi panicle Berikut ini proses singkronisasi pembungaan yang umum dilakukan untuk memproduksi benih padi hibrida. Tiga waktu pemupukan yang dianjurkan. dan menjelang pembungaan.31. . 20-25 hari setelah pemupukan pertama.Tehnik Pembenihan Tanaman 268 Gambar 6. yaitu 5-7 hari setelah tanam. Gambar 6.

269 Gambar 6. .33 Singkronisasi pembungaan Gambar 6. Sepuluh tahap perkembangan panikel padi (b).34 Proses perkembangan bunga padi (a).

Kondisi ini akan mendorong serbuk sari dapat menyebar secara luas sehingga akan menghasilkan banyak calon benih. Gambar 6. 6) Pemangkasan daun Pada masa pembungaan dan menjelang masa penyerbukan padi hibrida. Kemudian air sawah dikurangi dan daun dipangkas. pembungaan bunga jantan dan betina seringkali muncul tidak sesuai dengan perkiraan. Selain itu pertahankan agar air selalu tersedia di sawah dan lakukan penyemprotan GA3. Daun bendera harus dipotong 1/3 sampai ½-nya.35 Sinkronisasi Pembungaan . Oleh sebab itu pangkas semua barier sehingga mendorong penyerbukan silang. maka masa pembungaan dapat diundurkan dengan mengurangi aplikasi pupuk Nitogen sebanyak 2% dari dosis rekomendasi. Jika masa pembungaan harus dipercepat. semua organ tanaman yang menghalangi proses penyerbukan harus dibuang. Jika induk padi hibrida berbunga terlalu awal. Potongan daun jangan dibuang ke lahan produksi. Sisa potongan daun yang terserang hama dan penyakit dapat menjadi sumber penyakit dan menularkan patogen ke tanaman induk sehingga akan mengganggu kesehatan tanaman dan dapat menyebabkan penurunan produksi benih (produksi lebih rendah dari harapan) Pemotongan daun bendera sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah atau lebih baik pada musim kemarau.Tehnik Pembenihan Tanaman 270 5) Penyesuaian waktu pembungaan Pada kondisi yang sesungguhnya di lapangan. maka proses tersebut dapat diupayakan dengan menyemprot 1% pupuk P (fosfat) atau KH2PO4.

Pembuatan larutan GA3 8) Bantuan penyerbukan (Polinasi) Pada produksi benih padi lokal atau non hibrida. meningkatkan kekuatan dan pembetukan tangkai sari serta memperpanjang durasi stigma membentuk serbuk sari.271 Gambar 6. Lakukan penyemprotan pada saat hari tenang jika memungkinkan tidak ada angin sehingga GA3 dapat menyebar dengan merata di lapangan.37. GA3 berfungsi untuk membantu meninggikan tanaman baik itu induk jantan ataupun betina. Untuk . Jangan melakukan penyemprotan GA3 jika diduga akan turun hujan pada 24 jam setelah penyemprotan GA3.36. 7) Aplikasi Gibberellic Acid (GA3) Giberelic Acid (GA3) merupakan salah satu ZPT yang sering digunakan untuk meningkatkan keberhasilan proses pembungaan dan pembuahan pada tanaman. meningkatkan waktu membukaan bunga betina sehingga meningkatkan peluang diserbuki oleh bunga jantan. Penyemprotan pertama sebanyak 30% dari dosis. Aplikasi GA3 yang optimal adalah sebanyak 100-150 gram/hektar untuk 3 kali penyemprotan. Demikian pula pada proses produksi benih padi hibrida. mendorong keluarnya panicle dari daun bendera. penyerbukan dilakukan secara alami tanpa tindakan bantuan/perlakuan khusus. penyemprotan ke-2 sebanyak 50% dari dosis dan penyemprotan terakhir sebanyak 20% dari dosis. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat sore hari yang cerah. Gambar 6. Daun bendera yang harus dibuang (a). Teknik pemotongan daun bendera yang dianjur kan (b).

0 26.7 Ultra-low volume sparyer 1000 2 1.0 3.0 20.3 1.0 16.3 15.7 0.3 10000 500 30.5 2.5 0.4 Kebutuhan Volume Larutan GA3 dengan alat Knapsach sprayer Area (m2) vol(lt.5 1.0 8000 400 24.8 2000 4 2. Bantuan polinasi dapat dilakukan pada saat pagi hari ketika bunga membuka dengan sempurna baik itu bunga dari induk betina maupun jantan.3 3.0 11.4 5000 10 5. sehingga serbuk sari menyebar dengan sempurna pada putik bunga betina. Perlakuan bantuan polinasi diharapkan dapat membantu menyebarkan serbuk sari dari induk jantan agar menempel dengan baik pada putik induk betina.Tehnik Pembenihan Tanaman 272 produksi padi hibrida.1 0.5 2.8 4.1 2500 5 2. Penyerbukan harus dilakukan tepat waktu yaitu lakukan penyerbukan pada saat hari tenang dan angin sepoi-sepoi(1-3 km/hr).0 1.6 Untuk membantu proses penyerbukan tersebut dapat dilakukan dengan cara tangkai malai digoyang dengan tangan atau gunakan tongkat bambu dan pukulkan dengan perlahan ke pangkal tangkai malai induk jantan.7 0.6 2.2 5.7 3.0 1.3 6.0 2.5 8.0 6.8 1.2 1.0 33.0 6.0 5.2 10000 20 10. Kanopi tanaman digoyangkan setiap 30 menit sampai dengan bunga padi .) air Konsentrasi 60 ppm 30 ppm 100% 90% 100% 90% 1000 50 3.7 6000 300 18.3 1.5 1.0 9.7 12.8 7500 15 7.0 5. Tabel 6.7 2000 100 6.0 13.0 3.6 1500 3 1. proses penyerbukan harus dibantu dengan cara menggoyangkan tangkai malai induk jantan pada saat stadium pembungaan yakni bersamaan dengan periode pematangan serbuk sari.0 10.3 4000 200 12.0 13.

9) Roguing Pada proses produksi benih padi hibrida. Fertilisasi pada bunga betina padi (b). Selain itu buang tipe tanaman yang mempunyai bentuk dan ukuran daun bendera berbeda atau mempunyai seludang daun yang berbeda warnanya. Gambar 6. proses roguing mutlak dilakukan. Waktu yang paling tepat untuk melakukan kegiatan roguing adalah pada saat tanaman mulai tumbuh di lahan. Gambar 6. saat pembungaan dan sebelum panen.38. Waktu pembungaan bunga betina diupayakan harus bersamaan dengan bunga jantan (a).38. Pembuangan varietas lain harus dilakukan karena dapat menyebabkan penyerbukan silang dengan baris-A sehingga akan menyebabkan menurunnya kemurnian benih hibrida yang diinginkan. Roguing sangat penting dilakukan pada stadium tanaman jumlah anakan yang maksimum. Roguing dilakukan pada semua tumbuhan yang terdapat pada jarak antar baris. Roguing berfungsi untuk membuang tumbuhan yang tidak dikendaki (dari spesies ataupun varietas yang berbeda).00 sampai dengan pukul 13.30).273 menutup (umumnya pukul 10. Semua tanaman yang tumbuh lebih pendek atau lebih tinggi dari benih tanaman atau induk jantan harus dibuang (dicabut). Bantuan penyerbukan dengan menggunakan potongan bambu. Selian itu semua tunbuhan yang . Roguing dilakukan juga pada saat pembungaan yaitu semua tumbuhan yang tidak diinginkan harus dibuangdari baris A. Semua organ tanaman yang terlihat terserang hama atau penyakit harus dibuang dari lahan produksi.

Gambar 6. Proses pemanenen baris A dapat dilakukan secara manual ataupun secara mekanik. Biji-biji yang terdapat pada malai padi dari baris A terlihat bernas. pengeringan ataupin pengepakan. Waktu pemanenan dapat diupayakan pada saat 90% biji sudah berbulir penuh. Induk betina (atas) dan induk jantan (bawah) yang siap untuk diserbuki dan menyerbuki 6. begitu pula dengan tumbuhan yang mempunyai bentuk . Baris-A yang dipanen disebut F-1 atau benih hibrida. Gambar 6. Waktu roguing yang dianjurkan Gambar 6. Pada saat menjelang panen semua tumbuhan yang bukan induk padi hibrida harua dibunag dari pada baris-A.Tehnik Pembenihan Tanaman 274 mempunyai periode pembungaan lebih cepat atau lebih lambat harus dibuang. Hal ini dilakukan agar benih padi hibrida tidak tercampur (terkontaminasi) oleh benih padi lainnya.41. perontokan. bersih dan menghilat dengan warna gabah yang cerah. ukuran dan warna biji yang berbeda harus dibuang.4. Baris-R jangan digunakan sebagai benih.40. Perlakuan Pasca Panen Proses pemanenan dilakukan terlebih dahulu pada baris R dan dilakukan secara manual. kemudian dilanjutkan dengan baris-A. Biji padi yang dipanen .42 Kegiatan roguing di lahan produksi benih padi hibrida. Hasil panen dari baris R dan baris A harus benar-benar terpisah selama masa panen.

43. Kegiatan pengeringan lahan dilakukan selama 2 minggu sebelum waktu panen. Upayakan untuk tidak menjemur benih secara langsung di atas lantai jemur. Contoh tumbuhan yang tidak dikehendaki dan harus dibuang pada proses roguing. Benih dikeringkan sesegera mungkin setelah proses perontokan sampai dengan kadar air benih kurang dari 14% (standar benih berkualitas bagus). Perontokan Sebelum proses perontokan. Baris-A dirontokkan terlebih dahulu kemudian baris-R. a. semua peralatan perontokan padi harus ditempatkan di atas lantai yang benar-benar bersih.44 Proses kematangan buah padi. Gambar 6. Gambar 6. Pengeringan dan pembersihan Pengeringan dan pembersihan benih padi harus dilakukan.275 harus dipastikan dalam kondisi yang kering. Kegiatan ini berfungsi untuk mempertahankan kualitas benih agar selalu dapat kondisi yang baik. b. Karung dan kantong benih harus tersedia dalam kondisi bersih dan siap untuk diisi dengan benih. Benih dapat dikeringkan secara mekanik atau menggunakan pengering dengan solar sel. Selama pengeringan balikkan benih secara berkala agar . Selama perontokan benih yang berasal dari induk betina (baris-A)harus benar-benar dipisahkan dari biji yang berasal dari induk jantan (baris-R).

46 Proses perontokan benih padi.Tehnik Pembenihan Tanaman 276 kekeringan merata. Benih dapat dibersihkan secara manual dengan cara ditampi. Gambar 6.47 Proses pengeringan benih . Gambar 6. benih yang kering dan bersih dimasukkan dalam kantong yang baru lalu diberi label yang memuat informasi sesuai dengan keperluan (varietas. biji yang belum matang. tanggal panen dan nomor lot benih) Gambar 6. Benih yang sudah kering harus dibersihkan dari ketidak murnian seperti harus terbebas dari biji gulma. atau menggunakan mesin pembersih benih. dan gabah.45 Proses pemanenan benih padi hibrida.

Benih yang akan digunakan pada musim yang akan datang harus disimpan pada kondisi dingin dan kering. Gambar 6. Salah satu kriteria benih berkualitas baik adalah mempunyai daya kecambah minimal 85%. . Jika benih akan digunakan pada musim tanam yang terdekat dan didistribusikan secepatnya maka benih dapat disimpan pada suhu kamar.48 Teknik pengujian daya kecambah benih padi. Penyimpanan Penyimpanan benih padi pada umumnya mempunyai 2 (dua) tujuan yaitu untuk penanaman pada musim berikutnya atau untuk penanaman pada dua musim yang akan datang.277 c. Benih yang berkualitas baik adalah benih yang sesuai dengan standar yang ditentukan masingmsing negara.

. Penyimpanan SOAL: 1..... Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. ... Pengeringan . Menerapkan persyaratan kerja 3. 2. Benih sumber . Deskripsikan persamaan dan perrbedaan produksi benih padi local dengan padi hibrida. Penyimpanan Perlakuan pra panen padi hibrida Perlakuan pascapanen padi hibrida .. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1.. Menyiapkann lahan pembenihan 4. Pengendalian OPT .. Pemeliharaan tanaman .. Penanaman . Potensi benih tanaman 2. Pengairan .. Penyiapan lahan dan penanaman . Peromtokan . Persyaratan lahan . Bagaimana teknik pemelihraan alat dan mesin yang digunakan dalam proses produksi benih tanaman . Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan . Persyaratan lahan produksi ..... Musim tanam . Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra-panen benih padi Perlakuan Pascapanen .... Kebutuhan benih . Perontokan .. Pemeliharaan bedengan . Merawat benih tanaman 5.. . Membibitkan gakur induk benih sumber.Tehnik Pembenihan Tanaman 278 Ringkasan Setelah mempelajari BAB 6. Pemeliharaan . Interval pembibitan . Penyemaian . Pengeringan dan pembersihan . ...

Bagaimana system penggudangan benih yang ada di sekolahmu / perusahaan benih di sekitar kotamu .279 TUGAS: 1. 2. Lakukan identifikasi proses produksi benih yang dilakukan oleh petani dan sekolahmu.

TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI Ketersediaan benih kedelai di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan kebutuhannya. PT Patra Tani merupakan satu-satunya indsutri benih kedelai nasional yang sangat besar. yang kapasitas penyediaannya sangat terbatas. Ditjentan Pangan (1992) mencatat bahwa pemenuhan benih kedelai bersertifikat secara nasional masih di bawah angka 5%. Rendahnya persentase ini merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan kedelai nasional. dan Balai Benih Pembantu. seperti Balai Benih Induk. Patra Tani tidak lagi memproduksi benih sehingga nyaris tidak ada lagi produsen benih kedelai. Jika produktivitas rata-rata kedelai 1 ton/ha maka untuk memenuhi kebutuhan nasional diperlukan lahan produksi seluas 2 juta ha. Data Departemen pertanian menujukkan bahwa produki kedelai nasional tahun 2000 sebesar 1. Ini berarti diperlukan penyediaan benih kedelai sebesar 40 ribu ton per tahun. Balai Benih Utama.470 ton atau hampir 2 juta ton. Di Indonesia tercatat belum ada industri benih yang mengusahakan produksi benih kedelai secara mapan.969 ton. Fenomena ini yang semakin mendorong petani untuk menyediakan benih kedelai secara .634 ton dan impor kedelai tahun 1999 sebesar 839.867 ton maka total konsumsi kedelai nasional adalah 1.BAB 7. tetapi dalamvolume yang terbatas. Satusatunya penghasil benih kedelai adalah para penangkar benih lokal danprodusen benih sumber milik Pemerintah.017. PT. Jika ditambahkan dengan impor kedlai hitam untuk kebutuhan indsutri kecap tahun 1988 yang mencapai 104.962. Setelah tahun 1986 sampai sekarang. Perum Sang Hyang Seri pada waktu itu juga memproduksi benih kedelai. Sebelum tahun 1986.

petani pun enggan membeli benih bersertifikat. Harga kedelai impor yang lebih murah dari harga kedelai lokal semakin mengecilkan minat Tenik Pembenihan Tanaman 280 . Bila menanam kedelai. Harga kedelai konsumsi nasional rendah sehingga petani kurang tertarik mengusahakannya. Masa edar (waktu pemasaran) benih kedelai sangat singkat karena daya simpannya yang sangatsingkat. .sendiri tanpa melalui proses sertifikasi benih. Produktivitas tanaman kedelai masih rendah sehingga secara usaha tani kurang menguntungkan. . . Beberapa alasan kurang tertariknya para investor untuk memproduksi benih kedelai di Indonesia antara lain sebagai berikut : .

Gambar 7. Jika kebijakan Pemerintah telah berubah dan nilai produksi pertanian disejajarkan dengan produk industri non pertanian lainnya maka usaha produksi benih kedelai sangat menguntungkan karena belum ada industri benih yang mengusahakannya. tanaman tumpang sari. tetapi pengusahaannya perlu terus ditingkatkan karena prospek yang sangat besar. kedelai hanya sebagai tanaman sela.1 Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai (atas) dan tanaman kedelai (bawah . Tentunya usaha yang dilakukan hendaknya diiringi dengan perbaikanperbaikan. Kedelai termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri sehingga isolasi jarak hanya 8 meter. Adapun standar lapang untuk proses produksi benih kedelai bersertifikat dapat dilihat pada tabel 6. salah satunya adalah potensi hasilnya yg masih rendah. atau sekedar tanaman rotasi. Agar penanganan produksi dan pascapanen benih kedelai tidak keliru. sifat-sifat benih kedelai seperti berikut perlu dipahami lebih dahulu. 7.1 Perlakuan Prapanen Telah dijelaskan bahwa permasalahan produksi benih kedelai cukup kompleks. sedangkan isolasi waktu hanya 15 hari agar tidak terjadi pencampuran benih antar-varietas. pendekatan lingkungan.5. Akibatnya. Meski permasalahan kedelai cukup komplek. baik varietas tanaman. serta pengelolaan dan pemasarannya.petani dan penangkar benih kedelai. teknologi budi daya dan pascapanennya.

Benih bersifat higroskopis sehingga kadar airnya mengikuti kelembapan udara di sekitarnya. Pada kondisi suhu dan kelembapan yang relatif tinggi. 281 . .. viabilitas (daya tumbuh dan kekuatan tumbuh) benih kedelai mudah menurun akibat laju respirasi yang meningkat.

Berlabel hijau (ES1 s/d ES4) . Kulit benih kedelai amat tipis sehingga mudah terinfeksi oleh cendawan. kedelai mudah terserang hama penggerek dan pengisap biji.2 Persyaratan lahan Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam memilih lahan untuk produksi benih kedelai sebagai berikut : . bakteri dan virus. Saat di pertanaman. serta rentan terhadap kerusakan fisik dan mekanik . Berlabel biru . . 7. Lahan tergolong subur dan cukup tersedia air. Suhu harian lokasi penenaman tidak melebihi 35OC dengan kelembaban nisbi yang relatif rendah (sekitar 70%).1 8 0.2 8 . Lokasi penanaman mempunyai curah hujan sedang (150 200 mm perbulan) pada saat pertumbuhan dan kurag dari 50 mm per bulanpada saat pematangan polong.Kelas Benih Benih dasar Benih Pokok Benih sebar . Daerah pertanaman bebas dari gangguan hama maupun Isolasi Jarak (m) Varietas Lain dan Tipe Simpang Maksimum (%) 8 0. .

. 7. yakni (1) sangat minimnya produsen benih kedelai. hanya berkisar angka 40. Adapun varietas-varietas kedelai yang direkomendasikan untuk diusahakan dapat dilihat pada tabel 12. terutama hama yang menyerang biji.7 penyakit. Lahan pertanaman bukan bekas pertanaman kedelai varietas yang berbeda. Tenik Pembenihan Tanaman 282 Tabel 7.3 Benih sumber Kebutuhan benih sumber berkelas lebih tinggi +40 kg/ha. dapat digunakan benih sumber dari kelas benih sebar.0. kecuali bila telah diberakan selama 3 bulan. Benih BMJ masih ditolerir beredar karena dua pertimbangan.5 8 0.1 Standar Kondisi Lapangan Untuk Menghasilkan Benih Kedelai Bersertifikat . (2) sangat rendahnya indeks penangkaran (benih sumber menjadi benih komersial). Lahan terbebas dari gangguan gulma. Untuk produksi benih berlabel merah jambu (BMJ). .

Lokon 1982 1.1 10.6 78 3. Karakteristik Bebagai Varietas Kedelai dan Tahun Pelepasannya Kisaran Bobot Umur Nama Varietas Tahun Hasil 100 biji Panen Pelepasan (ton/ha) (g) (hari) A. Tidar 1987 1.0 2.2.0 2. Petek 2. Guntur 1982 1. Umur Genjah 1.8 76 2.1 10.4 7 75 4.Tabel 7.0 .

Tengger 1991 1.5 .2 7.2 12 70 2. Lumajang 1989 1.0 2.5 1.6 80 Bewok 6. Lawu 1991 1.0 8 80 5.0 1.5 78 8.0 2. Dieng 1991 1. Malabar 1992 1.0 2.0 9.2 11 74 7.1989 1.2 11 79 9.

B.0 2.5 2.5 10 2. Umur Sedang 1.5 10 88 2.5 13 85 4.5 10 88 5.5 9 87 3. Wlis 1983 1. Tambora 1989 1.5 2. Raung 1986 1. Rinjani 1989 1.5 2.5 14 85 6. Lampobatang 1989 1. Kerinci 1985 1.5 2.5 .

7 2.86 7.2 2. Tampomas 1992 1. Jayawijaya 1991 1.6 8 85 9.0 .5 11 84 10.5 10 85 12.5 2.4 12 85 11. Singgalang 1992 1.2 9 87 8.2 2. Krakatau 1992 1. Cikuray 1992 1.0 2. Pangrango 1995 1.7 10 2.

5 20 82 14.0 . Bromo 1998 1.1 2.5 2.5 10 90 3. Kipas Putih 1992 1. Burangrang 1999 1. Merbabu 1986 1. Dempo 1984 1.5 2.5 16 85 15.7 2.5 2.5 21 81 C.88 13.5 2. Umur Dalam 1.5 13 90 2. Argomulyo 1998 1.

tanaman mendapatkan air yang cukup pada awal 283 .12 90 7. tanaman kedelai sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan. Pada lahan beririgasi teknis. tetapi tidak tahan terhadap genangan air. Dengan demikian.4 Waktu tanam Kedelai tergolong peka terhadap kekeringan.

sebaiknya penanaman pada permulaan musim labuhan (hujan) dan akhir rendengan (kemarau). Bedengan dibuat dengan lebar 3-4 m dan panjang sesuai petakan. Pengolahan lahan kering .2 Benih sumber kedelai Kondisi musim di tiap daerah tidaklah sama. Gambar 7. Namun. musim tanam kedelai (petani).pertumbuh-annya dan kondisi lahan telah kering saat menjelang panen. Waktu tanam yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang paling kecil risiko maupun biaya pemeliharaannya. 7. Sebagai gam-baran. Oleh karena itu waktu penanaman kedelai juga tidak bersamaan. jika di lahan kering (tegalan). bila produksi benih kedelai dilakukan di lahan sawah beririgasi maka penanaman sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Tanaman kedelai dapat ditanam di lahan sawah maupun dilahan kering (tegalan).5 Penyiapan lahan Pengolahan tanah ditujukan untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah agar pertumbuhan akar dan penyerapan hara dapat berlangsung secara baik. penanaman yang dilakukan pada musim hujan yang berlebihan akan berisiko terhadap serangan hama maupun penyakit dan membutuhkan biaya relatif banyak untuk penanganan lepas panennya. Tanah diolah secara dangkal dengan membenamkan gulma. Sebagai contoh. Agar benih tidak terlalu lama tersimpan maka penangkaran benih sebaiknya dilakukan 4 6 bulan sebelum tiba. Pada lahan sawah dibuat parit sekeliling lahan di dekat pematang secara membujur dan melintang. Parit dibuat dengan lebar 20-25 cm sedalam 25-30 cm.

0). semakin tanahnya masam. penanaman dilakukan paling lambat seminggu setelah panen padi agar tanah masih lembap. sekitar 50-60% yang merupakan kelembapan optimum Tenik Pembenihan Tanaman 284 . kebutuhan kapur semakin banyak. tanah ditaburi kapur degan jumlah sesuai kebutuhan (misal-nya 2 ton/ha untuk tanah ber pH 4. Tanah selanjutnya diolah dengan cara dicangkul sedalam 10 20 cm dan diratakan. Tanah dibersihkan dari gulma. Jika penanaman dilakukan setelah pertanaman padi. Namun. kemudian diratakan dan dibuat parit di sekeliling lahan. maka pengolahan tanah tidak diperlukan.(tegalan dengan cara dibajak/ dicangkul agar gembur. Pada saat pengolahan.5 5.

Selain dengan inokulum Rhizobium. Setiap tubang dapat ditanam 2-3 benih. Rhizoplus. 7.untuk perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman kedelai. benih yang akan ditanam perlu dicampur dengan inokulum Rhizobium. atau Rhizogin yang telah dibasahi. tergantung varietas yang digunakan. seperti Legin. Tanaman kedelai dan bagian-bagiannya . kemudian diaduk hingga merata.3. Untuk daerah ang sering terserang hama lalat bibit (Ophiomya phaseoli). Bila terlambat menanam. dapat pula digunakan tanah dari pertanaman kedelai dengan takaran 2-3 kg tanah untuk 10 kg benih. Jarak tanam yang disarankan adalah 40 cm x 15 cm atau 40cm x 20 cm. Setelah itu. lubang tanam ditutup dengan tanah halus atau pasir agar proses perkecambahan dan pertumbuhan kecambah tidak terhambat. Bening ditanam langsung dengan bantuan tugal. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 15 cm. Sebagai gambaran. Tanah ini dicampurkan dengan benih. gulma telah tumuh dan menjadi pesaing tanaman kedelai. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 10 cm atau 30 cm x 15 cm. benih diberi insektisida Marshal 25 ST dengan dosis 5 g bahan aktif per kg benih sebelum ditanam. Jika menggunakan varietas umur sedang. diperlukan 30 g Legin atau Rhizogin untuk 10kg benih. Gambar 7. Benih segera ditanam setelah 6 jam diinokulasi.6 Penanaman dan perlakuan benih Apabila penanaman dilakukan di lahan yang belum pernah ditanami kedelai. Benih ditanam secara teratur dengan jarak tanam optimal. Benih kedelai ditanam dalam lubang tanam yang dibuat dengan tugal sedalam 3 5 cm. Untuk varietas umur genjah.

menekan 285 .(atas) Tanaman kedelai muda (bawah) Penggunaan mulsa (penutup tanah) jerami pada benih yang baru ditanam dapat menjaga kelembapan tanah.

pertumbuhan gulma dan serangan lalat bibit. Pada musim hujan. Penyulaman Penyulaman dilakukan terhadap benih yang tidak berkecambah atau tumbuh dengan kondisi kurang baik. Penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan pembubunan dan pemupukan kedua. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam. a. dan cahaya matahari. c. air. Penyiangan dan pembumbunan Gulma merupakan pesaing tanaman yang sangat merugikan. Penurunan hasil dapat mencapai 10 60% jika gulma tidak dikendalikan dengan baik. Jumlah mulsa yang dibutuhkan sekitar 2-5 ton/ha. Oleh karena itu kegiatan pemeliharaan penting untuk diperhatikan. hara.7 Pemeliharaan Tanaman akan tumbuh dengan baik bila dipelihara dengan baik pula. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dengan penyiangan atau secara kimiawi dengan mnggunakan herbisida. Waktu penyulaman dilakukan hingga satu minggu setelah tanam agar keseragaman pertanaman tetap terpelihara. gulma kerap kali menjadi inang hama atau penyakit tertentu. Pada saat berbunga. Selain pesaing dalam perolehan ruang tumbuh. penyiangan tidak dianjurkan untuk menghindari goncangan pada tanaman yang dapat merontokkan bunga. b. Pengairan . jumlah mulsa dapat dikurangi. Mulsa ini dapat dihamparkan di atas tanah secara merata segera setelah tanam. 7. tergantung musim tanamnya.

Saat kritis yang dimaksudkan adalah pada fase perkecambahan. dan fase pengisian biji (50-60 HST).5 0. Tenik Pembenihan Tanaman 286 . menjelang berbunga (35 45 HST). kebutuhan air untuk tanaman kedelai tergantung pada varietas. Pupuk di-berikan secara larikan di samping tanaman dengan jarak sekitar 5 7 cm. air harus cukup tersedia atau yang diperkirakan 0. Meski-pun demikian. semakin banyak air yang dibutuhkan. 2000). fase pembentukan polong.Pertanaman kedelai tidak boleh kekurangan air. Pemupukan Pemupukan tanaman kedelai secara umum diberikan bersamaan dengan saat tanam atau 7 10 hari setelah tanam. d. fase awal pertumbuhan (20 25 HST).6 l/det/ha (BPTB Karangploso. karena semakin panjang umur suatu varietas. Pada masa-masa tersebut. terutama pada saat-saat kritis.

kepik hijau (Nezara viridula). kutu daun (Aphis glycine). Hidromorf :100kg Urea + 75 kg SP-36 + 100 kg KCl.). dan kepik (Piezodorus hybneri). Namun demikian. e. kutu kebul (Bemicia tabaci). dan . yang dierikan pada saat pembubunan. konon lebih dari 100 jenis. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan bervariasi bergantung pada jenis tanah. Regosol: 50 kg Urea + 50 kg SP-36 + (75 100) kg KCl. Pengendalian hama dan penyakit Jenis hama yang menyerang tanaman kedelai sangat banyak. Menurut BPTP Karangploso (2000). ulat penggerek (Helicoverpa armigera). + 50-75 kg/ha. Vertisol atau Grumosol: 50 kg Urea + 75 kg SP-36 + 75 kg KCl . Adapun potensi kerugian dan saat penyerangannya dapat dilihat pada tabel berikut ini. kepik polong (Riptortus liniaris). dosis pupuk yang diberikan pada beberapa jenis tanah yaitu : . Jagung dengan umur yang berbeda . Pada lahan tegalan. seperti tanaman jagung. hama utama yang menyebabkan kerusakan cukup berat antara lain lalat bibit (Ophionya phaseoli). Pengendalian hama secara kultur teknis dilakukan dengan menanam tanaman perangkap. pupuk dibenamkan kedalam tanah. ulat grayak (Spodoptera litura). penggerek polong (Etiella spp. dianjurkan juga diberi pupuk kandang sebanyak 3-5 ton/ha yang ditabur secara merata pada saat pengolahan tanah. .Setelah ditabur. Untuk lahan yang kurang subur. kumbang kedelai (Phaedonia inclusa). perlu ditambah pupuk N. Aluvial: 50 kg Urea + 50 kg SP36 + 50 kg KCl.

dan Mitac 200 EC. Applaud 10 WP. seperti Dithane.(genjah. Beberapa jenis insektisida yang digunakan untuk mengendalikan hama antara lain Marshal 200 EC. Pengendalian pe-nyakit karat dengan cara menanam varietas yang tahan atau dengan menggunakan fungisida. Benlate. dan dalam) ditanam di pematang. virus kerdil (soybean stunt virus). dan virus katai (indonesian soybean dwarf virus). 21 hari sebelum penanaman kedelai dengan jarak tanam 25 m x 25 cm. seperti virus mosaik (soybean mozaik virus). dan Bayleton. Dursban 20 EC. Adanya virus hanya 287 . Anvil. Cara lain pengendalian hama dengan memasang perangkap sex pheromone yang menyebarkan bau serangga betina sehingga serangga jantan datang dan terperangkap. baik dosis dan waktunya (lihat tabel kemasan). Penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai adalah karat daun (Phalaespora phacyrizi) dan virus. Surecide 25 EC. Cara pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida secara tepat. sedang.

dan eradikasi tanaman sakit. Tabel 7. sanitasi lahan. Kumbang kedelai (Phaedonia inclusa) 5. yaitu sebagai berikut : . Roguing Roguing pada pertanaman kedelai dilakukan tiga kali. pemeriksaan dilakukan terhadap warna dan bentuk polong. Roguing I pada saat tanaman berumur 2 minggu.dapat dicegah dengan penggunaan benih yang sehat. pemeriksaan dilakukan terhadap warna bunga. . f. dan waktu berbunga.Hama Penting Kedelai Dan Waktu Penyerangannya Umur Tanaman (Hari Setelah Tanam) Jenis Hama 1. Roguing III pada saat menjelang panen. Kutu kebul (Bemicia tabaci) xxxxx xxxxx oooooo 4. . Lalat bibit (Ophionya phaseoli) < 10 1130 31 xxxxx 50 51 70 > 70 2. warna batang. pergiliran tanaman.3 Hama. bentuk percabangan. pemeriksaan dilakukan terhadap keseragaman warna hipokotil. Roguing II pada awal berbunga. Kutu daun (Aphis glycine) xxxxx xxxxx oooooo 3. bulu pada batang. Ulat penggerek (Helicoverpa armigera) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo oooooo xxxxx .

) 8. Cowpea Mild Mottle Virus ** = serangga penular berbagai penyakit virus kacangkacangan Sumber : BPTP Karangpioso.6. Penggerek polong (Etiella spp. 2000 Tenik Pembenihan Tanaman 288 . Kepik hijau (Nezara viridula) xxxxx xxxxx oooooo 10. Kepik (Piezodorus hybneri) xxxxx xxxxx oooooo Keterangan : xxxxx = sangat berbahaya ooooo = berbahaya *** = serangga penular penyakit virus belang samar kacang panjang (CMMV). Ulat grayak (Spodoptera litura) oooooo xxxxx 7. Kepik polong (Riptortus liniaris) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo 9.

Tanda-tanda kedelai sudah dapat dipanen dapat dikenali dari daun yang telah menguning dan sebagian sudah rontok. benih kedelai telah lepas dari plasenta di dalam polong. Karena sifat yang higroskopis dan kulitnya yg tipis. Tidak jarang benih hasil panen terlihat pecah kulit jika selama benih di lapang terjadi hujan. Gambar 7. dianjurkan panen dilakukan tidak terlalu lamasetelah benih mencapaimasa fisiologis. Tanaman yang masak tidak merata dan warna polongnya ber\beda sebaiknya tidak digunakan sebagai benih. 7. petani memanen kedelai dengan cara mencabut seluruh tanaman. batang berwarna kuning sampai cokelat. benih sangat peka sekali terhadap pengaruh kelembaban lingkungan. Pemanenan benih kedelai dilakukan dengan cara memotong pangkal batang dengan bantuan sabit. Cara ini hanya . Masak fisiologis terjadi jika lebih dari 60% populasi tanaman telah menunjukkan polong yang berwarna cokelat.8 Pemanenan dan perlakuan pascapanen Pemanenan kedelai untuk benih dilakukan pada umur 75 110 hari atau bila kadar air benih mencapai 18 20%.4 Polong kedelai siap panen Keterlambatan panen akan menu-runkan mutu fisik dan fisiologis benih.Apabila dijumpai tanaman yang berbeda dari ciri yang ada perlu dicabut dan dimusnahkan. Jika masa fisiologis tepat pada saat 60% polong telah matang (cokelat) maka panen benih dilakukan pada saat polong matang (cokelat) mencapai 80%. serta polong berwarna kuning sampai cokelat. Pada saat masa fisiologis. Kadangkala. Dengan kondisi seperti itu.

Selain itu. Setelah dipanen. bintil akar yang mengandung Rhizobium akan tetap tertinggal di dalam tanah sehingga berguna untuk kesuburan.dianjurkan bila lahan penenaman relatif gembur. pemanenan dengan cara memotong batang dianggap lebih menguntungkan karena lebih menghemat waktu dan tenaga. benih kedelai tidak mengalami dormansi sehingga benih yang baru dipanen 289 . Dari kedua cara tersebut.

Panen hendaknya dilakukan setelah embun pagi mengering (sekitar pukul 08:00) agar kadar air benih tidak mengalami peningkatan akibat air embun.5 Benih kedelai Tenik Pembenihan Tanaman 290 . Waktu pemanenan hendaknya tidak dilakukan pada saat hari hujan atau pagi hari saat masih ada ada embun. Gambar 7.mempunyai kualitas yang semakin baik.

Menyiapkann lahan pembenihan 4. dan aerasi. Penyiapan lahan Penanaman dan perlakuan benih Memperbaiki struktur tanah. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Pada tanah tegalan sebaiknya pada akhir musim kemarau atau akhir musism hujan Persyaratan lahan Benih sumber Waktu tanam Perlakuan benih dengan Rhizobium. Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra panen Lahan pembenihan harus dekat dengan sumber air. insektisida dan fungisida. bukan bekas tanaman kedelai.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 7. tidak ada serangan OPT. Merawat benih tanaman 5. . Potensi benih tanaman 2. Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. subur. Waktu musim hujan atau musim kemarau. Menerapkan persyaratan kerja 3.

Pengairan . jarak tanam 40 x 15 atau 40 x 20 dan apabila perlu dapat digunakan mulsa. 2.Benih diberi perlakuan rhizobium. Cirri ciri kedelai siap panen adalah daun dan polong menguning. Umur dalam Pemeliharaan Pemanenan dan perlakuan pascapanen . Umur sedang . Pengendalian OPT Panen dilakukan pada saat 75-110 hari setelah tanam. Penyulaman . Jelaskan langkah-langkah kerja pada produksi benih kedelai sampai dengan pengemasan. 291 . . Penyiangan dan pembumbunan . Pemupukan . Umur genjah . SOAL: 1. OPT apakah yang harus dikendalikan dari tanaman kedelai dan mengapa demikian.

2. Tenik Pembenihan Tanaman 292 . Bagaimana teknik perlakuan pra tanam pada benih kedelai yang ditanam oleh petani atau tim produksi di sekolahmu. Lakukan observasi pada kegiatan panen suatu benih tanaman di sekitar sekolahmu atau sekolahmu.TUGAS: 1.

perkembangan bioteknologi telah berhasil memberikan terobosan pada bidang pertanian seperti percepatan untuk menghasilkan suatu varietas tanaman yang baru. . teknologi DNA rekombinan dan berbagai rekayasa . Dari kenyataan yang ada. BIOTEKNOLOGI TANAMAN Kegiatan pada bidang pertanian dapat dibagi menjadi 3 generasi : . Generasi pertama adalah kegiatan menghasilkan benih (generatif dan vegetatif). Generasi ketiga adalah kegiatan menghasilkan produk agroindustri Berdasarkan hasil penelitian pada bidang biologi yang diintegrasikan dengan teknologi yang mengkaji ilmu dasar (basic science) ditemukan berbagai mekanisme dalam proses metabolisme mahluk hidup yang lebih dimengerti sehingga pada periode ke tiga ini dihasilkan produk pertanian yang lebih efektif dan efisien. pemanfaatan mikroba sebagai vektor pembawa sifat genetik yang dapat mentranfer sifat tersebut dari satu organisme ke organisme lainnya. Peran ini dapat diimplementasikan kedalam ketiga generasi pertanian diatas. Keilmuan tentang penerapan prinsipprinsip biologi. baik itu yang mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat (contohnya satu spesies atau famili) maupun sebaliknya. teknik kultur jaringan. pemanfaatan mikroba sebagai starter untuk memproduksi pupuk (bio-fertilizer dan dekomposer) ataupun pestisida (bio-pesticide). 2006). biokimia dan rekayasa dalam pengolahan bahan dengan memanfaatkan agensia jasad hidup dan komponen-komponennya untuk menghasilkan barang dan jasa disebut bioteknologi (Yuwono. .BAB 8. Generasi kedua adalah kegiatan menghasilkan teknik budidaya pada bidang pertanian. Bioteknologi diharapkan dapat berperan menghasilkan produk agribisnis yang berdaya saing tinggi.

akan mendukung suskes budidaya dan selanjutnya mendukung sukses agroindustri. Sukses pada generasi pertama pertanian seperti pengadaan bibit unggul. Sebagai contoh adalah pisang cavendis (buah pisang berukuran besar) mudah dibudidayakan. sehingga sesuai dengan kondisi petani yang pada umumnya sederhana dan praktis. Benih pertanian yang dihasilkan melalui bioteknologi meliputi pengembangan dan penyediaan benih unggul sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman. Tepat sasaran artinya. Benih yang dihasilkan juga tepat sasaran dan mudah ditangani (user friendly). serta mempunyai ketahanan terhadap hama dan penyakit. seperti menghasilkan buah yang banyak dan bermutu baik.genetik pada tanaman dan mikroba yang menguntungkan untuk efisiensi input budidaya tanaman. sifat benih yang dikembangkan sesuai sasaran. Tehnik Pembenihan Tanaman 293 .

Kemampuan bioteknologi dalam pengadaan benih diantaranya dilakukan melalui proses rekayasa genetika (genetic engineering). Dalam hal ini adalah proses menghimpun dan menyatukan sifat-sifat tanaman (sifat genetik) yang unggul dan membuang sifat yang tidak baik.Pengetahuan tentang peta genetik banyak bermanfaat untuk pembenihan, antara lain digunakan pada seleksi benih yang tidak unggul atau cacat tidak perlu diperbanyak karena akan merugikan petani. Perbanyakan benih vegetatif dapat dilakukan melalui kultur jaringan (tissue culutre) ataupun embriogenesis. Benih vegetatif dapat diperbanyak secara massal, dengan mutu yang standar, fisik dan sifatnya seragam. Hal ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan benih dalam jumlah besar dalam waktu serentak, sehingga memenuhi QCD (Quality Cost dan Delivery). Di Indonesia, perkembangan bioteknologi belum optimal karena sampai saat ini belum dapat memberikan solusi-solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah petani, sebagai contoh, untuk kebutuhan pemenuhan kedelai bagi industri tempe yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kita, ternyata kedelai yang digunakan adalah kedelai impor, karena kedelai yang dihasilkan oleh petani kita kurang cocok. Generasi kedua pertanian meliputi teknik budidaya yang mencakup pengetahuan lahan, teknik pengolahan lahan, teknik penanaman, teknik pemupukan dan teknik pemeliharaan serta panen. Dengan memakai benih unggul diharapkan hasil budidaya pun akan unggul pula. Hal ini ditandai, melalui biaya per unit produk yang relatif rendah, masa tanam dan pemeliharaan yang lebih singkat, produksi yang tinggi dengan mutu baik dan seragam, tahan hama dan penyakit, tidak merusak lingkungan, mudah dalam pemeliharaan atau perawatan.

Dalam budidaya tanaman, bioteknologi juga mempunyai peranan yang sangat besar terutama dalam pengembangan dan penyediaan pupuk organik (biofertilizer) dan pertisida (biopestisida), sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta melipatgandakan hasil pertanian, Selain hal tersebut di atas, bioteknologi dapat memberikan kotribusi yang sangat besar terhadap konservasi lahan dan lingkungan. Pemanfaatan hasil pengembangan bioteknologi dalam penyediaan pupuk organik dan biopestisida, masih belum memasyarakat, sehingga dalam kondisi seperti saat ini dimana kita kekurangan suplai pupuk anorganik, keberadaan dan ketersediaan pupuk organik sebagai pupuk elternatif belum dapat diandalkan. Peranan bioteknologi dalam pengembangan argo-industri banyak dilakukan terutama yang berkaitan dengan proses fermentasi seperti berbagai produk makanan yang bergizi serta berbagai macam obat-obatan dan antibiotik. Peranan bioteknologi dalam bidang agro-industri, dapat menurunkan input produksi, biaya 294

dan waktu proses, sehingga sangat ekonomis. 8.1. Bioteknologi Tanaman Bioteknologi modern telah berkembang sangat pesat dan meluas sehingga mencakup berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Saat ini, aplikasi bioteknologi moderen untuk pemenuhan kebutuhan manusia masih terkait erat dengan penggunaan bioteknologi konvensional yang telah berkembang sebelumnya. Dalam penyediaan pangan, selain menggunakan pendekatan bioteknologi modern, beberapa peneliti masih mengandalkan teknologi konvensional untuk menghasilkan benih tanaman berkualitas. Sebagai contoh, tanaman padi yang dibudidayakan sekarang ini sebagian besar masih berasal dari hasil persilangan konvensional, meskipun sudah ada galur-galur baru yang dikembangkan dengan teknologi DNA rekombinan, misalnya galur padi Golden Rice. Galur Golden Rice adalah galur padi yang membawa gen-gen asing dari bakteri sehingga beras yang dihasilkan oleh galur padi ini mempunyai kandungan provitamin A yang tinggi. Galur semacam ini tidak pernah diketemukan sebelumnya di alam maupun berdasarkan hasil persilangan konvensional. Dalam bidang budidaya tanaman pangan dan tanaman industri, selain menggunakan teknik-teknik konvensional, sudah berkembang galur-galur tanaman transgenik baru yang mempunyai sifat toleran terhadap keadaan lingkungan dengan menyisipkan gen-gen asing dari jasad lain. Sebagai contoh, para ilmuwan telah mengembangkan tanaman tembakau yang lebih toleran terhadap kadar garam tinggi, tanaman yang tahan terhadap herbisida, tahan terhadap hama dan penyakit tertentu, dan sebagainya.

Bioteknologi modern menghasilkan berbagai macam bahan industri. Berbagai macam enzim dan protein, baik untuk keperluan industri maupun untuk konsumsi dan terapeutik (pengobatan) telah dihasilkan dengan menerapkan bioteknologi modern yang berlandaskan atas teknologi DNA rekombiman. Pengembangan Bioteknologi moderen juga mempunyai pengaruh balik yang penting terhadap perkembangan ilmu-ilmu dasar. Banyak konsep dasar dalam sistem fisiologi jasad hidup yang menjadi lebih jelas dan mudah dipahami dengan adanya perkembangan-perkembangan baru dalam teknik-teknik molekular. Oleh karena itu ilmu-IImu dasar dan Bio-teknologi modem akhimya saling mendukung dalam perkembangannya masing-masing. 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman Studi mengenai eksistensi asam nukleat pertama kali dilakukan oleh Friedrich Miescher dari Jerman yang mengisolasi inti dari sel darah putih pada tahun 1869. Miescher menemukan bahwa di dalam inti sel tersebut terdapat senyawa yang mengandung fosfat yang kemudian Tehnik Pembenihan Tanaman 295

dinamakan nuclein. Selanjutnya pada akhir abad ke-19 telah berhasil dilakukan pemisahan antara DNA (deoxy-ribonucleic acid) RNA (ribonucleic acid) dan protein-protein yang melekatkan molekul asam nukleat tersebut pada sel. Pada awal 1930-an, P. Levene, W. Jacobs dan kawan-kawan menunjukkan bahwa RNA tersusun atas satu gugus gula ribosa dan empat basa yang mengandung nitrogen, sementara DNA tersusun atas gugus gula yang berbeda yaitu deoksiribosa. Pembuktian bahwa DNA merupakan bahan genetik pertama dilakukan oleh Frederick Griffith pada tahun 1928 yaitu dengan linen transformasi pada bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri S. pneumoniae tipe alami mempunyai bentuk sel bulat (Spheris) yang diselubungi oleh senyawa berlendir yang disebut kapsul. Sel-sel tipe alami akan membentuk koloni yang mengkilat dikenal sebagai koloni halus (smooth, S). Sel tipe alami semacam ini bersifat virulen artinya dapat menyebabkan terjadinya kematian pada mencit yang diinjeksi dengan sel yang masih hidup. Selain itu diketahui adanya strain mutan S. pneumoniae yang kehilangan kemampuannya untuk membentuk kapsula sehingga sel-selnya berukuran kecil dan akan membentuk koloni yang kasar (tipe R). Sel mutan semacam ini bersifat avirulen, artinya tidak dapat menyebabkan kematian pada mencit yang diinjeksi oleh sel mutan. Eksperimen Griffith menunjukkan bahwa sel-sel yang avirulen dapat mengalami transformasi (perubahan) menjadi sel yang virulen. Hal ini dibuktikan dengan menginjeksi mencit menggunakan sel-sel tipe alami yang masih hidup (sel tipe S). Diketahui kemudian bahwa injeksi dengan sel tipe S yang hidup menyebabkan kematian mencit. Selanjutnya eksperimen dilakukan

dengan menginjeksi mencit menggunakan sel tipe R yang hidup. Injeksi semacam ini ternyata tidak menyebabkan kematian mencit. Hal yang serupa juga diperoleh yaitu bahwa injeksi mencit menggunakan sel tipe S yang sudah dimatikan ternyata juga tidak menyebabkan kematian mencit. Pada eksperimen selanjutnya Griffith mencampur selsel tipe S yang sudah dimatikan dengan sel-sel tipe R yang masih hidup dan diinjeksikan ke dalam mencit. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa inj'eksi dengan campuran sel semacam ini menyebabkan kematian mencit. Griffith kemudian mengisolasi bakteri S. pneumoniae dari mencit yang sudah mati tersebut dan memperoleh sel-sel tipe S dan R yang hidup. Hal ini memberikan indikasi bahwa pencampuran sel tipe S yang mati dengan sel tipe R yang hidup telah menyebabkan peru-bahan (transformasi) sel tipe R yang hidup menjadi sel tipe S yang hidup. Bukti bahwa DNA merupakan bahan yang menyebabkan terjadinya proses transformasi pada S. pneumoniae ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh Oswald Avery, Colin Macleod, dan Maclyn McCarty pada tahun 1944. Mereka melakukan eksperimen serupa dengan yang dilakukan oleh Griffith, namun 296

mereka melakukan pengujian leblh lanjut terhadap senyawa yang menyebabkan transformasi S. pneumoniae. Mereka melakukan ekstraksi terhadap sel virulen dan kemudian menghilangkan proteinnya. Hasil ekstraksi tersebut kemudian diperlakukan dengan bermacammacam enzim yang mendegradasi protein (tripsin dan kemotripsin) maupun enzim yang menghancurkan RNA (RNA-ase). Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa ekstrak sel tersebut ternyata masih dapat menyebabkan proses transformasi. Hasil eksperimen membuktikan bahwa senyawa yang menyebabkan proses trasnformasi bukanlah RNA. Sebaliknya, ketika ekstrak sel tersebut diperlakukan dengan enzim deoksiribonukle-ase yang menghancurkan DNA, ternyata kemampuan untuk menyebabkan proses transformasi menjadi hilang. Hasil ini memberikan indikasi bahwa senyawa yang menyebabkan transformasi adalah molekul DNA. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment. Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment.

Gambar 8.1 Hipotesa Griffith tentang agen transformasi Gambar 8.2 Percobaan Avery tentang transformasi Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas protein dan DNA. Untuk membuktikan apakah senyawa yang bertanggung jawab terhadap perubahan sifat suatu sel berupa protein atau DNA maka Hershey dan Chase melakukan pelabelan terhadap protein bakteriofag T2 dengan 35S. Selain itu, pada bagian eks-perimen yang lain, mereka juga melabel DNA bakteriofag dengan 32P. Bakteriofag yang telah dilabel tersebut kemudian digunakan untuk menginfeksi bakteri Escherichia Selubung partikel bakteriofag yang sudah mengi-njeksikan DNA ke dalam sel kemudian diambil dan dianalisis. Tehnik Pembenihan Tanaman 297

Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar protein berlabel tetap ada di luar sedangkan DNA berlabel ada di dalam sel. Hal ini memberikan yang jelas bahwa senyawa yang masuk kedalam sel adalah DNA. Hasil-hasil eksperimen seperti yang dijelaskan di atas bahwa molekul yang meru-pakan bahan genetik di dalam sel adalah DNA. DNA merupakan salah satu makromolekul yang mempunyai peranan sangat penting pada jasad hidup. DNA adalah polimer nukleotida yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan kepada jasad keturunannya. informasi genetik disusun dalam bentuk kodon (codon) yang berupa tiga pasang basa nukleotida dan menentukan bentuk, struktur maupun fisiologi suatu jasad. Gambar 8.3 Bactriophage T2 phage hasil dari percobaan Harshey-Chase Gambar 8.4 Siklus produksi virus di dalam sel inang a. Asam nukleat Asam nukleat adalah suatu polimer nukleotida yang berperanan di dalam penyimpanan serta pemindahan informasi genetik. Asam nukleat ctapat dibedakan menjadi dua struktur dasar yaitu 298

DNA dan RNA. Satu nukleotida terdiri atas tiga bagian (Gambar 3. I.) yaitu: 1). Cincin purine atau pyrimidine Purine atau pyrimidin adalah basa nitrogen yang terikat pada pada atom C nomor 1 suatu molekul gula (ribosa atau deoksiribosa) melalui ikatan Nglukosidik. Basa nitrogen yang menyusun asam nukleat yaitu basa purine yang terdiri atas adenine (A) dan guanine (G), serta basa pirimidine yang terdiri atas thymine (T), cytosine (C) dan uracil (U). Baik DNA (deoxyribonucleic acid) maupun RNA (ribonucleic acid) tersusun atas A, G, C, tetapi T hanya terdapat pada DNA sedangkan U hanya terdapat pada RNA. Akan tetapi ada per-kecualian yaltu bahwa pada beberapa molekul tRNA terdapat basa T, sedangkan pada beberapa bakteriofag DNA-nya tersusun atas U dan bukan basa T. Struktur basa nitrogen penyusun asam nukleat dapat dilihat pada Gambar 3.2. 2) Molekul gula dengan 5 atom C (pentosa). Pada RNA gulanya adalah ribosa, sedangkan pada DNA gulanya adalah deoksiribosa. Perbedaan antara kedua bentuk gula tersebut terletak pada atom C nomor 2. Pada RNA, atom C nomor 2 berikatan dengan gugus hidroksil (OH) sedangkan pada DNA atom C nomor 2 berikatan dengan atom H. Gambar 8.5 Preparasi bakteriofag yang diberi label T2 secara radioaktif 3) Gugus fosfat Gugus fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 melalui ikatan fosfoester. Gugus fosfat inilah yang menyebabkan asam nukleat bermuatan negatif kuat. Timidin (thymidine) Timidin adalah

bentuk deoksi. Beniuk ribo tidak ada dalam asam nukleat. Uridin adalah bentuk ribo, deoksiuridin umumnya tidak ada. Struktur molekul DNA pertama kali diungkapkan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 berdasarkan atas foto difraksi sinar X yang dibuat oleh Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins. Berdasarkan atas data. kimia dan fisik, Watson dan Crick membuat model struktur DNA yang disebut double helix (untai ganda). Untal ganda DNA tersusun oleh dua rantai polinukleotida yang berpilin. Tehnik Pembenihan Tanaman 299

Gambar 8.6 Experimen yang menunjukkan DNA menjadi materi genetik pada T2 genetk pada TMV Gambar 8.7 RNA sebagai materi genetik virus TMV Kedua rantai mempunyai orientasi yang berlawanan (antiparalel): rantai yang satu memptinyai orientasi 5' . 3', sedangkan rantal yang lain berorientasi 3' . 5'. Kedua rantai tersebut berikatan dengan adanya ikatan hidrogen antara basa adenine (A) dengan thymine (T), dan antara guanine (G) dengan cytosine (C). Ikatan antara A-T 300

berupa dua ikatan hidrogen, sedangkan antara G C berupa tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G -C lebih kuat. Spesifisitas pa-sangan basa semacam ini disebut sebagai komplementaritas (com-plementarity). Proporsi basa A dan T, serta G dan C selalu sama sehingga komposisi DNA dapat dinyatakan dengan kandungan G+C (G+C content) yang berkisar dari 26% sampai 74%. Hal ini dikenal sebagal hukum Chargaff. Erwin Chargaff pada tahun 1950 mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai komposisi basa DNA pada berbagai jasad hidup. 5). Ikatan Hidrogen Antar nukleotida. Ikatan antara adenine (A) dengan thymine (T) dilakukan meialui dua ikatan hidrogen, sedangkan pada ikatan antara guanine (G) dan cytosine (C) ada tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G-C lebih kuat kuat dibandingkan dengan ikatan A-T. Kerangka gula deoksi-ribosa dan fosfat penyusun DNA terletak luar molekul, sedangkan basa purine dan pyrimidine terletak di dalam untaian (helix). Basabasa purine dan pyrimidine terletak pada bidang datar yang sama dan tegak lurus terhadap aksis untaian DNA. Diameter untaian DNA adalah 20 dan bersifat konstan karena basa purine akan selalu basa pyrimidine. Pasang-an-pasangan basa yang berurutan berjarak 3,4 A satu sama lain dan berotasi sebesar 360. Karena kedua rantai DNA tersusun secara antiparalel maka ada konvensi dalam penulisan orieritasi DNA. Perlu dlingat bah-wa pada masing-masing rantai DNA terdapat ujung 5 -fosfat (5 -P) dan ujung 3 -OH. Molekul DNA yang tersusun oleh dua rantai polinukleotida (double stranded) biasanya hanya ditulis salah satu rantainya, misalnya ATGCAATTCCGG. Dalam penulisan

semacam ini ujung sebelah kiri (A) adalah ujung 5'-P, sedangkan ujung sebelah kanan (G) adalah ujung 3 -OH. Oleh karena itu molekul DNA tersebut dapat ditulis sebagai P-5 -ATGCAATTCCGG-3'OH, atau kadang-kadang ditulis dengan pApTpGpCpApApTpTpCpCpGpG. Untuk menyingkat biasanya DNA hanya ditulis urutan basa DNA-nya saja. b. Ukuran Molekul DNA Pada Beberapa Jasad Hidup Ukuran molekul DNA bervariasi antara jasad yang satu dengan. Pada jasad prokaryot variasinya tidak sebesar pada virus dan ofag. Bahan genetik pada prokaryot dan virus pada umum-nya satu molekul tunggal DNA (kecuali virus tertentu yang bahannya RNA). Sebaliknya, bahan genetik pada eukaryot berupa molekul kromo-som yang masing-masing berupa molekul berukuran besar. Ukuran DNA pada jasad eukaryot tingkat tinggi, belum diketahui secara pasti karena kompleknya. Tehnik Pembenihan Tanaman 301

Gambar 8.8 Ikatan antar molekul dalam basa penyusun DNA Gambar 8.8 Model DNA untaian ganda yang berpilin 302

Ukuran DNA pada gamet (haploid) 10-6 mm (1 pg (pico gram) = 10-12 g. Meskipun demikian studi menunjukkan bahwa banyaknya kandungan DNA suatu jasad tidak selalu berkorelasi positif dengan kompleksitas jasad tersebut. t-RNA pada ragi yang membawa alanin c. kbp = kilo base pairs = 1000 pasangan h jumlah kromosom pada keadaan haploid). paradox. Secara logika sederhana. telah diketahui secara pasti bahkan urutan basa DNA pun telah dike-tahui secara akurat. Struktur sekunder RNA. tetapi juga diketahui teradi pada kelompok jasad yang sama. beberapa species amfibi mempunyai kandungan DNA 100 kali . misalnya bakteriofag . yaitu bahwa semakin komplek suatu jasad maka semakin besar pula kandungan DNAnya per sel haploid (dikenal sebagal C value).Ukuran molekul DNA pada beberapa bakteriofag. Fenomena semacam ini disebut sebagai C value.9. Sebagai contoh. Gambar 8. . Sebagai contoh. Sebagai contoh. kandungan DNA pada per sel katak adalah 7 kali lebih banyak dibanding dengan kandungan DNA pada sel manusia. Paradok semacam ini tidak hanya antar kelompok jasad yang berbeda. kandungan DNA pada khamir Saccharomyces cerevisiae lima kali lebih besar dibanding dengan kandungan DNA bakteri Escherichia coli karena secara struktural bakteri ini lebih sederhana. semestinya ada suatu korelasi positif antara kandungan DNA dengan kompleksitas jasad. sedangkan kandungan DNA pada sel bunga lily 100 kali lebih banyak dibanding pada sel manusia. Kandungan DNA Dan Kapasitas Genetik Seperti telah diungkapkan sebelumnya. ukuran dan kandungan molekul DNA yang dimiliki oleh suatu jasad sangat bervariasi sesuai dengan kompleksitas jasadnya.

Jasad yang mempunyai nilai-C yang lebih besar tidak selalu mempunyai lebih banyak gen dibanding dengan jasad yang nilainya kecil. Tehnik Pembenihan Tanaman 303 . Urutan basa DNA sendiri banyak terdapat pada bagian intron dan urutan berulang DNA).lebih banyak dibanding dengan species amfibi yang lain. C value paradox dapat terjadi karena beberapa jasad mempunyai banyak urutan basa DNA yang tidak berkode asam amino (non-coding DNA).

Proses translasi memerlukan r-RNA dan tRNA. e. mRNA akan diterjemahkan (translasi) rangkaian asam-asam amino sehingga membentuk struktur polipeptida (protein). dan gugus fosfat.d. hewan. misalnya virus TMV (Tobacco Mosaic Pada jasad selular. yaitu m-RNA (messenger-RNA) r-RNA (riboso-malRNA). Pada kelompok prokaryot. dan t-RNA (transfer-RNA). Proses ekspresi genetik. Molekul r-RNA adalah RNA hasil transkripsi suatu rangkaian genetik tertentu pada DNA. Molekul RNA adalah hasil transkripsi DNA yang membawa kode-kode gen dan rangkaian asamasam amino yang menyusun suatu protein. RNA hasil penyalinan (transkripsi) kode-kode genetik yang ada genetik jasad (DNA). Pada beberapa virus. Organisasi Bahan Genetik Salah satu perbedaan fundamental antara jasad prokaryot dan eukaryot adalah pada organisasi bahan genetiknya. RNA merupakan genetik utama. Molekul r-RNA digunakan untuk menyusun ribosom yaitu tempat berlangsungnya proses translasi atau biosintesis protein. basa purin atau din. dan ada tiga bentuk molekul RNA. Struktur RNA RNA (ribonucleic acid) adalah salah satu bentuk asam nukleat mempunyai komponen berupa gula ribosa. Pada jasad selular. tumbuhan. umumnya hanya ada satu unit bahan genetik utama membawa . Molekul t-RNA adalah RNA yang secara khusus berperan membawa asam-asam amino spesifk yang akan dirangkaikan dal proses blosintesis protein di dalain ribosom. Molekul tRNA Juga merupakan hasil transkripsi rangkaian kode genetik tertentu Pada DNA. yaitu mikrobia.

perlu dipahami terlebih 304 .semua inforasi genetik yang diperlukan untuk kelangsungan Pertumbuhan jasad tersebut. penghubung DNA seperti manik-manik di atas Nukleosom dihubungan dengan untaian benang Level 3 beberapa nukleosom membentuk benang Satu kemasan terdiri dari kromatin setebal 30-nm Level 4. Meskipun demikian. Level 1. Pembentukan pilinan benang kromatin yang terletak di atas protein kriomosom non histon Gambar 8.10 Tingkatan kemasan DNA dalam kromosom Sebelum dibahas lebih lanjut sistem organisasi genom pada jasad. pada eukaryot bahan genetik utama terdiri atas beberapa unit independen yang terpisah namun semua unit bahan genetik merupakan kesatuan genom yang menentukan kelangsungan hidup jasad. Sebaliknya. Lilitan DNA pada histon membentuk struktur nukleosom Level 2. ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa jasad prokaryot tertentu mempunyai lebih dari satu unit bahan genetik utama.

misalnya Pseudomonas sp. Pada beberapa jasad. dan Rhizobium tahui ada unit bahan genetik yang seringkali dianggap sebagai raksasa (giant plasmid) yang secara genetis merupakan bahan yang vital untuk jasad tersebut. beberapa prokaryot. Dengan batasan semacam ini maka dapat dimengerti bahwa sepotong molekul DNA yang tidak membawa informasi genetik yang lengkap tidak dapat disebut sebagai genom hanya sebagai fragmen DNA. Batasan genom pada prokaryot hanya meliputi bahan genetik utamanya. Sebagai contoh. Gen adalah unit molekul DNA atau RNA dengan panjang minimum tertentu yang mem-bawa informasi mengenai asam amino yang lengkap suatu protein. Oleh sifat genetisnya yang vital maka plasmid raksasa semacam . yang dinamakan genom bakteri Escherichia coli adalah semua gen yang ada satu unit bahan genetik utamanya (kromosom) yang tersusun 4.. Bahan genetik tambahan/ekstra semacam ini secara umum sebagai plasmid. seribu pasangan basa). terutama pada kelompok prokaryot. Pseudomonas mempunyal plasmid metabolik (plasmid CAM) yang 230 kb (1 kb: 1 kilo base pairs. atau yang menentukan struktur lengkap suatu molekul r-RNA (RNA ribosom) atau t-RNA (tranfer RNA).dahulu perbedaan pengertian antara gen dengan genom. kecuali kalau genetik tambahan tersebut merupakan bagian yang secara tak terpisahkan dari sel tersebut.2 x 10' bp (base pairs/pasangan basa) DNA. Sedajhgkan genom adalah satu kesatuan gen yang secara alami dimiliki oleh satu sel atau virus. Sebagai contoh. dijumpai bahan genetik tambahan selain bahan genetik. Sebaliknya. atau satu kesatuan kromosom jasad eukaryotik dalam fase haploid.

6 x 106 bp). f. Organisasi Genom Pada Prokaryot Bahan genetik utama (kromosom) jasad prokaryot pada umumnya terdiri atas satu unit molekul DNA untai ganda (doublestranded) dengan struktur lingkar (circular). bahan genetik utama-nya terdiri atas sekitar 4600 kb (4. Oleh karena itu jasad prokaryot bersifat monoploid karena hanya ada satu bahan genetik utama.11 Untaian DNA membentuk kromsom Pada jasad eukaryot. misalnya bd DNA pada mitokondria dan kloroplas (pada tumbuhan hijau). juga dijumpai ada genetik lain yang terletak di dalam organel yang lain. Bahan Tehnik Pembenihan Tanaman 305 .itu merupakan baglan genom jasad tersebut. selain bahan genetik utama yang terdapat inti sel. Pada bakteri Escherichia coli. Gambar 8. yang disebut sebagai kromosom.

mempunyai bahan genetik tambahan yang disebut sebagai plasmid. Oleh karena itu dalam keadaan normal plasmid dapat . Oleh karena struktur bahan genetik utama jasad prokaryot berupa molekul lingkar maka molekul tersebut tidak ada bagian ujungnya.genetik pada jasad prokaryot tidak dikemas di dalam suatu struktur yang jelas karena pada sel prokaryot tidak terdapat inti sel (nukleus). Pada umumnya plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun seringkali plasmid membawa gen-gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan bagi sel dalam keadaan tertentu. Protein di ujung molekul kromosom semacam ini mempunyal fungsi yang sangat penting dalam proses inisiasi replikasi DNA. Bahan genetik utama jasad prokaryot diketahui terikat pada membran sel sebelah dalam yang diduga berperanan dalam proses pemisahan DNA pada waktu terjadi pembelahan sel. Hal ini berbeda dengan bahan genetik utama jasad eukaryot yang terdapat di dalam struktur nukleus. misalnya gen ketahanan terhadap antibiotik. Meskipun pada umumnya kromosom bakteri berupa molekul DNA dengan struktur lingkar. namun diketahui terdapat beberapa bakteri yang struktur bahan genetik utamanya berupa molekul DNA linear. Ujung molekul kromosom S. Selain itu juga diketahui ada bakteri yang mempunyai 2 molekul kromosom yaitu bakteri Rhodobacter sphaeroides. jasad prokaryot seringkali juga. lividans diketahui berikatan secara kovalen dengan suatu protein. Selain bahan genetik utama. Plasmid pada prokaryot berupa molekul DNA untaian dengan struktur lingkar. misalnya pada bakteri Borrelia burgdorferi dan Streptomyces lividans.

3 Teknik Kultur In vitro Dewasa ini pemerintah sedang menggalakkan komoditas nonmigas. Perbanyakan tanaman dengan kultur in vitro telah banyak diusahakan secara komersial di negara maju seperti Amerika. Melalui kultur in vitro.dihilangkan dengan metode curing tanpa mengganggu pertumbuhan selnya. Pemanfaat-an 306 . dan Eropa. Bibit suatu varietas unggul yang dihasilkan pemulia tanaman sangat terbatas. sedangkan bibit tanaman yang dibutuhkan sangat banyak. Bibit dari varietas unggul yang mampu bersaing di pasaran internasional yang jumlahnya sangat sedikit dapat dikembangkan melalui kultur in-vitro. Jepang. Teknologi tersebut telah banyak diguna-kan untuk pengadaan bibit pada berbagai tanaman. Dengan dipenuhi dengan perbanyakan melalui teknik konvensional. tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan. karena kecepatan perbanyakan yang tinggi. Upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian memerlukan dukungan penyediaan bibit untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. melalui pengembangan agribisnis yang dapat meningkatkan perolehan devisa negara. 8. Salah satu teknologi harapan yang telah terbukti keberhasilannya adalah teknik kultur in vitro.

terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi dalam aplikasinya yaitu: (1) Keberhasilan teknik ini pada tanaman tahunan berkayu masih rendah sehingga aplikasinya masih terbatas pada jenis tanaman tertentu saja. (7) Diperlukan modal awal yang cukup tinggi. serta mempunyai keterampilan khusus. Walaupun demikian. terdidik.teknologi tersebut untuk pengadaan bibit pada awalnya berdasarkan hasil percobaan Morel tahun 1960 pada anggrek Cymbidium. (3) Penurunan integritas genetik pada bibit yang dihasilkan. (4) Persentase keberhasilan aklimatisasi (terutama pada tanaman tahunan berkayu) relatif masih rendah. Pierik (1987) menyatakan bahwa perbanyakan melalui kultur in vitro dapat dikatakan berhasil bila memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: (1) tidak merubah sifat genetik . Keberhasilan tersebut mendorong dimanfaatkannya in vitro sebagai teknologi perbanyakan yang banyak memberikan keunggulan daripada teknologi konvensional. (2) Kapasitas regenerasi menurun bila sering dilakukan pembaharuan. (6) Diperlukan tenaga kerja yang intensif. (5) Adanya patogen internal (khususnya pada tanaman tahunan berkayu) yang sulit dihilangkan. Dalam waktu yang singkat dari bahan tanaman yang sangat terbatas dapat dihasilkan bibit dalam jumlah yang banyak.

3) jaringan sklerenkhima. Penggunaan komponen organik tertentu dan jaringan yang bersifat juvenil dapat memacu daya regenerasi jaringan. 4) kandungan inhibitor organik yang tinggi. antara lain: 1) daya meristematis tanaman yang rendah 2) tingkat oksidasi fenol yang tinggi. (4) kemampuan regenerasi yang tetap tinggi. Pada tanaman semusim (berdinding lunak). dan (5) ekonomis. dan 7) gugurnya tunas dan daun yang lebih dini. banyak faktor yang menghambat proses regenerasi.pohon induk (2) seleksi kuat pada bahan tanaman yang akan digunakan sebagai eksplan agar bebas penyakit. menghambat aktivitas etilen dan mengurangi terbentuknya kinon karena oksidasi fenol. masalah regenerasi umumnya tidak menjadi masalah. (3) teknik perbanyakan yang tidak terlalu rumit. Semakin banyak tunas yang dapat Tehnik Pembenihan Tanaman 307 . 5) kurangnya faktor perakaran. Berbeda dengan tanaman tahunan berkayu. Faktor pertunasan yang tinggi dapat tercapai dengan penggunaan formulasi media tertentu. 6) kandungan lignin yang tinggi. Multiplikasi tunas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan perbanyakan melalui kultur in vitro.

.

maupun cekaman lingkungan yang dapat mengganggu keberhasilan banyakan tanaman di lapangan. Teknik budidaya tanaman dengan menggunakan metode konvensional dalam medium tanah atau pasir seringkali menghadapi kendala teknis. bebas hama dan penyakit serta harus media dalam waktu singkat seringkali tidak dapat dipenuhi dengan menggunakan metode konvensional baik secara generatif maupun vegetatif. semakin tinggi peluang memperoleh bibit yang banyak. misalnya hama dan penyakit. Y = An x B x F1 x F2 x F3 di mana : Y= jumlah plantlet yang dihasilkan A= jumlah tunas yang dihasilkan pada setiap subkultur (fakror multiplikasi) B = jumlah eksplan awal yang tumbuh n= jumlah subkultur pada periode tertentu (per tahun) F1= % keberhasilan kultur pada tahap Multiplikasi F2= % keberhasilan kultur pada tahap Perakaran . Jumlah bibit yang dihasilkan dapat dihitung berdasarkan jumlah kelipatan tunasnya. lingkungan maupun waktu. Kebutuhan akan bibit tanaman jumlah besar. baik yang disebabkan oleh jasad hidup. kendala lain yang juga sering muncul adalah gangguan alam. Pennel (1987) memberikan formulasi untuk menghitung potensi jumlah plantlet (bibit) yang dapat dihasilkan secara teoritis dalam satu periode (1 tahun) dengan rumus sebagai tercantum di bawah ini.dibentuk. perbaikan tanaman dengan menggunakan biji memerlukan waktu lama dan seringkali hasilnya tidak seperti tanaman induknya. Sebagai contoh. berkualitas.

seorang ahli penyatanaman dari Perancis. Pierre Roger Gautheret dari Universitas rbonne. capraea dan Populus alba sebagai model untuk melakukan banyakan dan pernbelahan jaringan tanaman. Pada saat itu Gautheret menggunakan jaring-an tanaman V. Hasil Kultur In-vitro Sejak tahun 1902 Gottlieb Haberiandt telah mengajukan gagasan mengenai kemungkinan pengembangan teknik kultivasi tanaman dari sel yang ditumbuhkan dalam larutan nutrien.12 . yaitu pada tahun 1939. Gautheret. dan R. Jaringan hasil 308 . berhasil melakukan perbanyakan (propagation) kultur jaringan man wortel dengan menambahkan asam indol asetat (Indolec Acid) untuk menstimulasi pertumbuhan jaringan yang tidak salami diferenslasi. Selain itu.F3= % keberhasilan kultur pada tahap aklimatisasi Gambar 8. Perancis. Nobecurt. Beberapa puluh un kemudian. White dari Amerika Serikat untuk tama kalinya berhasil melakukan kultivasi tanaman yang berasal dari jaringan.P.

Georges Morel yang bekeja sama dengan Gautheret berhasil melakukan perbanyakan jaringan tumbuhan monokotil dengan menggunakan meristem. Oleh karena itu teknik ini secara umum disebut sebagai teknik kultur invitro. Tehnik ini sekarang sudah berkembang luas sehingga bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan awal perbanyakan tidak hanya berupa jaringan melainkan juga dalam bentuk sel sehingga juga dikenal teknik kultur sel. Bahkan pada tahun 1952 Morel dan Martin berhasil mengembang-kan teknik kultur meristem Dahlia dan memperoleh tunas yang bebas virus dan pada tahun 1955 mereka dapat mengembangkan kultur tanaman kentang yang bebas virus. Konsep totipotensi tersebut mempunyal makna sa-ngat penting dalam bidang kultur jaringan. Kemampuan ini oleh Morgan disebut sebagai totipotensi (totipotency). pada tahun 1950. Selanjutnya. Istilah kultur jaringan mengacu pada teknik untuk menumbuhkan jasad multiselular dalam medium padat maupun cair menggunakan jaringan yang diambil dari jasad tersebut. Pada tahun 1901 Morgan mengemukakan bahwa setiap sel mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi suatu jasad hidup yang lengkap melalui proses regenerasi.perbanyakan tersebtit disebut sebagal kalus (callus). . Penelitian-penelitian selanjutnya membuka kemungkinan penerapan teknik kultur sel atau jaringan untuk berbagai macam tanaman yang akhimya memberikan pengaruh besar dalam pengembangan bioteknologi tanaman. Teknik kultur jaringan tersebut dilakukan sebagal altematif perbanyakan tanaman bukan dengan menggunakan media tanah. melainkan dalam medium buatan di dalam tabung.

tunas apikal dan axilari (apical and axi lary buds).13 Proses kultur in-vitro pada tanaman Untuk mengembangkan tanaman secara in vitro sampai menjadi plantlet dan akhirnya menjadi tanaman lengkap yang siap dipindah ke medium tanah. maka terdapat beberapa tahapan utama yang harus dilakukan.a. (2) penanaman pada medium yang Tehnik Pembenihan Tanaman 309 . akar dan lain-lain. petiole. Teknik Dasar Kultur In-Vitro Tanaman Kultur in-vitro tanaman memerlukan beberapa komponen utama. Bagian tanaman digunakan sebagai bahan awal kultur in-vitro disebut sebagai eksplan (explant). (3) tempat kultivasi. (2) media yang sesuai. yaitu: (1) bahan awal (starting materials). Gambar 8. Bahan awal yang dapat diguna kultur in-vitro tanaman bermacam-macam. antara lain: batang. eksplan. ovule. dan lain-lain). yaitu: (1) pemilihan sumber tanaman yang akan digunakan sebagai bahan awal Jaringan meristem. po len. petal.

(5) penanaman pada medium biasa (tanah atau media bukan artifisial lainnya). setelah itu dibersihkan dengan air mengalir selama 1-2 jam. (3) pembentukan tunas dan akar sampai terbentuk plantlet. Salah satu prasyarat utama dalam teknik kultur in-vitro adalah kebersihan dan sterilitas alat serta tempat yang digunakan. kemudian disterilkan. Sebelum digunakan. yaitu proses adaptasi pada lingkungan di luar sistem in vitro. yaitu suatu kabin yang dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan yang menuntut sterilitas. Eksplan yang akan digunakan dipotong potong dengan ukuran yang sesuai dengan keperluan. sedangkan peralatan atau tempat kerja yang lain dapat disterilkan dengan menggunakan alkohol atau disinfektan yang sesual. Pemilihan Dan Penyiapan Eksplan Bahan yang akan digunakan sebagal eksplan sebaiknya berasal dari bagian tanaman yang masih muda dan sehat. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh bakteri atau jamur yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan kultur sel atau ja-ringan tanaman.01- . Alat-alat dan bahan yang tahan panas dapat disterilisasi dengan autoklaf. Oleh karena itu pekerjaan kultur in vitro sebaiknya dilakukan di tempat tertutup dan tidak digunakan untuk aktivitas yang lain. Untuk menjaga sterilitas maka pebedaan sebaiknya dilaku-kan di dalam laminar air flow. eksplan harus dibersihkan dengan air bersih dan deterjen khusus. misalnya larutan merkuri klorida (HgCI2) 0. misalnya Tween-80. (4) aklimatisasi. Bahan yang berupa biji yang keras harus diperlakukan khusus menggunakan asam sulfat 50% untuk menghilangkan dormansi biji.sesuai sampai terjadi perbanyakan (misalnya dalam bentuk kalus). b.

Medium yang digunakan mengandung lima komponen utama. zat pengatur tumbuh. Gambar 8. sumber karbon.14.0. Medium Yang Digunakan Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro tanaman dapat berupa medium padat atau cair.1%. c. sedangkan medium cair blasanya digunakan untuk kultur sel. yaitu: senyawa anorganik. Medium padat digunakan untuk menghasilkan kalus yang selanjutnya diinduksi membentuk tanaman yang lengkap (disebut sebagai plantlet). Pada prinsipnya semua pekerjaan dalam kultur in vitro harus dilakukan secara aseptik. dan suplemen organik. Jarum atau pisau skalpel yang digunakan untuk memotong atau mengambil dan menanam eksplan harus diterilkan juga dengan membakar dengan lampu bunsen sesaat sebelum digunakan. Media padat untuk kultur jaringan tanaman 310 . vitamin.

magnesium dan sulfat yang diperlukan sekitar 0-3 mM. Sumber karbon yang digunakan dapat berupa glukosa. untuk indole acetic acid (IAA).4-D) atau l-naphtalene acetic acid (NAA) dan sito-kinin (kinetin. tembaga (Cu). Ammonium merupakan senyawa esensial untuk hampir semua kultur tetapi konsentrasi yang diperlukan lebih rendah dibandingkan dengan nitrat. Unsur-unsur mikro yang diperlukan antara lain iodine (I). untuk perbanyakan (proliferation) sel digunat kan 2. boron (B). benzyl adenosine. fruk-tosa. Vitamin yang banyak digunakan antara lain adalah thia-min. zeatin). mangan (Mn). pyridoxine dan asam nikotinat. tetapi sukrosa merupakan sumber karbon yang banyak digunakan dalam banyak sistem kultur. ekstrak khamir. peptone. molybdenum (Mo). Suplemen senyawa organik yang digunakan adalah asam amino (biasanya digunakan glycine). kobalt (Co) dan besi (Fe). Pada umumnya medium mengandung nitrat dan potasium pada konsentrasi masing-masing 25 mM. Zat pengatur tumbuh juga diperlukan dalam kultur in vitro untuk mendukung pertumbuhan. 2-isopentyl enosine. biasanya medium sintetik yang jelas komposisi kimiawinya lebih banyak digunakan sedangkan suplemen organik yang tidak jelas komposisi kimiawinya hanya digunakan jika dianggap esensial. indole butyric acid (IBA) dalam .Senyawa anorganik terdiri atas unsur-unsur makro dan mlkro.4 dichlorophenoxy acetic acid (2. zinc (Zn). Konsentrasi kalsium. Kombinasi zat pengatur tumbuh yang digunakan meliputi: . . Meskipun demikian. maltosa atau sulcrosa dengan konsentrasi sekitar 2-4%. ekstrak malt.

4-D diketahui menginduksi perbanyakan sel teta-pi menekan diferensiasi pada tanaman dikotil.4-D dan 2.4. mulai dari tabung reaksi. Tempat Kultivasi Kultur in-vitro tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan dua macam medium yaitu medium padat atau medium cair.5 trichloro-phenoxy-acetic acid) diketahui bersifat efektif untuk menginduksi embrio-genesis somatik pada tanarnan serealia (monokotil). Komposis-1 medium untuk kultur in-vitro dapat dilihat pada buku-buku manual kultur in-vitro. Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro sekarang dapat dibeli dalam bentuk jadi meskipun harganya lebih mahal dibanding kalau dibuat sendiri di laboratorium. tetapi 2. Jika menggunakan kultivasi pada medium cair dan perlu penggojokan maka sebaiknya digunakan wadah yang Tehnik Pembenihan Tanaman 311 .4-D.konsentrasi rendah dan sitokinin dalam konsentrasi tinggi.4. tetapi bukan dalam bentuk 2. Hal yang paling penong dalam pemilihan wadah untuk kultur in vitro adalah kemudahan untuk menjaga sterilitasnya selama perbanyakan sel atau jaringan.5-T (2. Senyawa 2. Kultivasi sel atau jaringan secara in vitro secara prinsip dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam wadah. tabung erlenmeyer. d. bahkan botol gelas sederhana.

memungkinkan untuk ditempatkan secara mudah dan aman pada alat penggojok. Kultur Kalus Tanaman dapat diperbanyak secara vegetatif menggunaka teknik kultur in vitro dengan teknik kultur kalus atau kultur sel. Oleh karena itu tabung erlenmeyer merupakan wadah yang ideal untuk kultur sel menggunakan medium cair. komposisi nutrisi pada medium dan faktor lingkungan. tergantung spesiesnya. misalnya tunas muda. Kalus dapat disub-kultur dengan cara mengambil sebagian kalus dan memindahkannya pada medium baru. Dengan sistem induksi yang tepat kalus dapat berkembang menjadi tanaman yang utuh (plantlet). Pembentukan kalus ditentukan sumber eksplan. Kalus. akan terbentuk massa kalus yaitu suatu massa amorf yang tersusun atas selsel parenlcim berdinding sel tipis yang berkembang dari hasil proliferasi sel-sel jaringan induk. yaitu induksi. Eksplan yang berasal dari jaringan meristem berkembang lebih cepat dibanding .4 minggu. pembelahan sel dan diferensiasi. Kultur kalus dapat dikembangkan dengan menggunakan eksplan yang berasal dari berbagai sumber. Kalus dihasilkan dari lapisan luar selsel korteks pada eksplan melalui pembelahan sel berulang-ulang.15 Salah satu contoh tempat kultivasi berupa wadah plastik dan botol gelas e. dalam waktu 2 . Kultur kalus tumbuh berkembang lebih lambat dibanding kultur yang berasal dari suspensi sel. dan bagian bunga. terbentuk meialui tiga tahapan. Gambar 8. buah. daun. Jika suatu eksplan ditanam pada medium padat atau dalam medium cair yang sesuai. ujung akar.

(3) variasi 312 . maka perlu dilakukan sub-kultur seca-ra berkala.jaringan dari sel-sel berdinding tipis dan mengandung lignin. (2) diferensiasi dan morfogenesis sel dan organ tanaman. Gambar 8.16 Kultur kalus tanaman Kultur kalus bermanfaat untuk mempelajari beberapa aspek dalam metabolisms tumbuhan dan diferensiasinya. misalnya: (1) mempelajari aspek nutrisi tanaman. misalnya setlap 30 hari. Untuk memelihara kalus.

Lebih mudah diatur kondisi lingkungannya . Kultur sel mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan kultur kalus.somaklonal. yaitu: . (4) trans-formasi genelik menggunakan teknik biolistik. penggojokan juga berfungsi memberikan aerasi pada kultur. Oleh karena itu penumbuhan ulang (sub-kultur) kultur suspensi sel perlu dilakukan dalam periode yang lebih singkat dibanding dengan periode penumbuhan ulang kultur kalus. Sebagal inokulum digunakan sebagian kalus yang kemudian ditumbuhkan dalam medium cair dan digojok sehingga sel dapat terpisah. Banyaknya inokulum yang digunakan seringkali mempengaruhi laju pertumbuhan sel. Dapat dikulturkan dalam volume besar sampal 1500 liter . Laju pembelahan sel pada sistem kultur suspensi sel lebih tinggi dibanding pada kultur kalus tetapi maslh lebih rendah dibanding laju pertumbuhan sel bakteri dan biasanya berkisar antara 24-72 jam. Selain membuat sel menjadi terpisah (tidak mengelompok). sekitar 7-21 hari. Dapat dimanipulasi untuk . f. Suspensi sel dapat dipipet sehingga mempermudah proses sub kultur. karena itu dikenal suatu konsep yang disebut kerapatan sel awal kritis (critical initial cell density) yaitu jumlah inokulum terendah per volume medium yang memungkinkan kultur sel dapat tumbuh. Kultur sel Kultur sel tanaman dapat ditumbuhkan dengan menggunakan medium cair dalam erlenmeyer. Tidak seheterogen kultur kalus dan diferenslasi sel tidak terlal besar . . (5) produksi metabolit sekunder dan asinya.

protease. Embrio yang diperoleh selanjutnya dapat berkembang menjadi kecambah yang akhirnya berkembang menjadi tanaman dewasa. g. Selanjutnya kalus dapat disubkultur. Protoplas dapat diperoleh dengan perlakuan enzimatik atau mekanis. Protoplas dapat diregenerasi sehingga membentuk dinding sel kemudian mengalami pembelahan dan akhimya dapat membentuk kalus. misalnya toleran terhadap garam. Enzim yang digunakan untuk membuat protoplas tanaman berupa campuran beberapa enzim antara lain selulase. pektinase. Kultur Protoplas Protoplas adalah sel yang tidak mempunyal dinding sel.produksi metabolit alami dengan cara menambahkan precursor Kultur sel dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi kultur tunggal karena sistem kultur suspensi sel blasanya terdiri atas campuran sel-sel tunggal dan kelompokan kecil sel-sel. Tehnik Pembenihan Tanaman 313 . Jika kalus ditanam pada medium yang tidak mengandung manitol dan auxin. maka dapat terjadi embriogenesis. Kultur sel dapat dimanfaatkan untuk mengisolasi protoplas dan pengembangan galur sel dengan sifar fisiologis spesifik.

hibrid. terdapat juga genetik yang tidak berada di dalam nukleus melainkan terdapat di dalam sitoplasma (cytoplasmic inheritance). cybrid (cytoplasmid hybrid atau heteroplast). Fusi protoplas dapat dimanfaatkan untuk melakukan persilangan antar spesies atau galur tanaman yang tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan persilangan biasa karena adanya masalah inkompatibilitas fisik. Perlu diketahui bahwa selain infonnasi genetik yang terdapat di dalam nukleus. . . . misalnya pada kentang. Fusi protoplas dapat menghasilkan dua macam kemungkinan produk: . . jika hanya sitoplasma yang mengalami fusi sedangkan informasi genetik dari salah satu induknya hilang. menghasilkan galur hetero-zigot dalam satu spesies tanaman yang secara normal hanya dapat diperbanyak dengan cara vegetatif. jika nukleus dari kedua spesies tersebut betul-betul. mengalami fusi (menyatu).Kultur protoplas memberikan dasar yang penting untuk manipulasi sel tanaman yaitu dengan melakukan fusi protoplas antar spesies atau galur yang berbeda. memindahkan sebagian informasi genetik dari satu spesies ke spesies lain dengan memanfaatkan fenomena yang disebut penghilangan kromosom (chromosome elimination). Fusi protoplas membuka kemungkinan untuk : . memindahkan informasi genetik yang ada di sitoplasma dari satu galur atau spesies ke galur atau spesies lain. menghasilkan hibrid soma-tik amphidiploid yang fertil antar spesies yang secara seksual tidak kompatibel. dan .

Teknik kultur jaringan. hibrid somatik Solanum tuberosum dengan S. barley dengan padi. sel.misalnya sifat male sterility pada beberapa tanaman. dapat disegel sehingga membentuk tanaman yang lengkap. chacoense. Kalus hibrid selanjutnya dapat diinduksi sehingga terbentuk tanaman hibrid. Teknik fusi protoplas telah berhasil digunakan misalnya pada fusi protoplas Nicotiana glauca dengan N. Kalus yang dikembangkan dari eksplan. Hasil fusi (disebut sebagai fusan) yang diperoleh selanjutnya dapat ditumbuhkan pada medium untuk menghasilkan kalus hibrid. tomat dengan kentang. h. langsdorffii. dan tebu dengan sorghum. sel. Teknik untuk menginduksi organogenesis pada umumnya dilakukan pada kultur kalus meskipun juga dapat dilakukan 314 . gandum dengan oat. Proses pembentukan organ-organ tanaman yang lengkap dari kultur sel atau jari disebut organo-genesis. misalnya. barley dengan gandum. atau protoplas telah banyak dimanfaatkan untuk perbanyakan berbagai macam tanaman. jaringan maupun organ. Teknik Regenerasi In Vitro Kemampuan sel tanaman untuk menjadi tanaman yang lengkap (totipotensi) dapat dimanfaatkan untuk melakukan regenerasi tanaman secara in vitro dari sumber yang berupa protoplas.

yang bekerja secara independen. (3) nodus (node). tum-buhan lengkap yang terbentuk dari hasil kultur in vitro (disebut sebagai plantlet) yang pertama kali dilaporkan adalah Tropaeolum dan Lupinus yang dilakukan oleh Emest Ball pada tahun 1946. Meristem. sayuran. apex dan nodus dapat dikulturkan menjadi tunas.secara langsung dari eksplan yang ditanam pada medium White dan Nobecourt. tanaman bumbu. misalnya batang atau embrio zigot. kultur sel maupun protoplas bahkan terbentuk secara langsung dari sel-sel struktur yang terorganisasi. yaitu (1) meristem. Tunas yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber untuk menghasilkan banyak tunas baru . menginduksi pembentukan akar dan tunas tembakau dari kultur ka Pada tahun ber-ikutnya yaitu 1958. Sekarang ini tanaman hasil kultur in vitro telah berhasil dilakukan pada banyak jenis tanaman. dan (4) bermacam-macam eksplan. Eisomatik dapat terbentuk pada kalus. Sementara itu. tanaman obat dan tanaman hutan Secara umum terdapat empat sumber yang digunakan dalam perbanyakan mikro (micropropagation) untuk menghasilkan plantlet. tanaman buah dan biji. misalnya tanaman hias. (2) apex. untuk pertama kalinya melaporkan pada tahun 1939 mengenai keberhasilan mereka dalam menginduksi pembentukan tunas (shoot) pada tembakau (White) dan pembentukan akar pada kalus wortel (Nobeco Penelitian selanjutnya oleh Skoog dan Miller pada tahun 1957 menunjukkan bahwa kombinasi yang tepat antara auxin dan sitokinin. tanaman pangan. Reinert dan Steward berhasil melakukan embriogenesis somatik secara in vitro pada wortel.

Embriogenesis somatik dapat dihasilkan secara langsung. Eksplan mau-pun kalus yang membentuk tunas adventif selanjutnya dapat dlinduksi sehingga membentuk akar dan akhirnya menjadi plantlet. Embrio somatik. Tunas-tunas tersebut kemudian dapat dikembangkan le-bih lanjut sehingga terbentuk perakaran dan akhirnya menjadi plantlet. Di sisi lain. Tehnik Pembenihan Tanaman 315 . Eksplan juga dapat ditumbuhkan sebagai kalus yang selanjutnya diinduksi sehingga terbentuk tunas adventif. Proses-proses ini secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat macam. yaitu: . Embriogenesis somatik yang mengarah ke pembentukan struktur bipolar yang mengandung axis tunas dan akar dengan sistem vaskular tertutup. bermacam-macam eksplan dapat juga dikembangkan sehingga terbentuk tunas adventif. baik yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dapat di induksi sehingga ber-kecambah dan akhirnya juga menjadi plantlet. kalus juga dapat digunakan sebagal sumber sel untuk membuat kultur suspensi sel yang selanjutnya dapat dikembangkan untuk menghasilkan embrio somatik secara tidak langsung.dengan menggunakan percabangan axilari. atau embrio somatik secara langsung. atau secara tidak langsung melalui pembentukan kalus dari eksplan. Selain itu.

. Pembentukan tunas adventif yaitu tunas yang terbentuk dari sumber selain meristem. Organogenesis yaitu pembentukan organ dari jaringan yang tidak mengalami diferensiasi. . dan vitamin. Stabilitas genetik plantlet yang terbentuk dan tunas adventif semacam ini tidak dapat dijamin sebab jika kalus terbentuk maka kemungkinan ketidak-stabilan genetik akan meningkat. zat pengatur tumbuh. ukuran eksplan. . dan komponen media. Di sisi lain. yaitu dalam hal ini adalah kalus. Sumber eksplan dapat mempengaruhi proses regenerasi karena beberapa faktor. Induksi Kalus. dan . yaitu: . Metode ini juga disebut perbanyakan kional. Proses regenerasi dari bermacammacam sumber sampai menjadi plantlet dipengaruhl oleh dua faktor utama. musim pada waktu organ diambil. kualitas keseluruhan tanaman sebagai sumber eksplan. yaitu: sumber eksplan. sumber karbon.17 Regenerasi tanaman dari jaringan daun i. organ yang digunakan. komponen media yang mempengaruhi proses regenerasi adalah nutrien anorganik dan organik. Kultur Kalus Dan Regenerasi Organ Dan Embrio Dalam bagian ini akan diberikan . Gambar 8. status fisiologis organ. sumber nitrogen. . Pembentukan tunas axilari merupakan metode yang paling baik karena plantlet yang dihasilkan adalah benar-benar serupa dengan tanaman induk. . . Pembentukan tunas axilari yang secara genetik stabil.

gambaran secara sederhana proses kultur in vitro tanaman sampal akhirnya menjadi tanaman yang lengkap dan dapat dipindahkan ke medium tanah atau medium bukan artifisial lainnya. dilakukan multiplikasi kultur untuk mendapatkan tunas-tunas baru dalam jumlah lebih banyak. Secara garis besar metode perbanyakan tanaman secara in vitro terdiri atas empat tahapan. yaltu (1) seleksi dan penyiapan kultur aseptik. Dalam tahapan seleksi dan penyiapan kultur aseptik dilakukan pengambilan bahan awal dan penanamannya pada medium in vitro yang sesuai. (3) regenerasi plantlet. (4) aklimatisasi dan pemindahan ke tanah. Setelah diperoleh tunas pada tahapan pertama. Plantlet yang terbentuk selanjutnya diadaptasi dengan lingkungan alami sebagal 316 . (2) multiplikasi kultur. Tunas-tunas baru hasil perbanyakan kemudian dipindahkan ke medium yang khusus dibuat untuk menginduksi pembentukan akar sehingga akhirnya terbentuk plantlet yang lengkap.

Daun yang muda dipotong sesuai dengan ukuran yang akan digunakan. . Jika induksi pembentukan akar berhasil maka sudah didapatkan plantlet yang slap dipindahkan ke medium bukan artifisial. . misalnya tabung erlenmeyer. Sebagian kalus yang terbentuk diambil untuk disub-kultur pada medium segar pada tabung yang lain. Pengambilan eksplan. . misalnya daun yang masih muda. Sebaglan kalus yang terbentuk dari hasil subkultur kemudian dipindahkan pada medium lain yang khusus digunakan untuk induksi pembentukan organ. tahapan yang dilalui dalam proses kultivasi tanaman secara in vitro dapat disaiikan sebagai berikut: . misalnya medium tanah. misalnya tunas (shoot).persiapan untuk dipindahkan dan ditanam di tanah atau lapangan. . . Medium yang digunakan dimasukkan dalam wadah yang akan digunakan untuk kultivasi. Plantlet yang sudah terbentuk selanjutnya dipindah ke medium . . Jika induksi organogenesis berhasil maka pada langkah ke-4 di atas akan terbentuk tunas adventif. Sebagian tunas yang terbentuk kemudian dipotong dan dipindahkan ke medium lain yang digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. Eksplan yang diperoleh kemudian ditanam pada medium (padat) yang sesuai yang sudah disterilisasi. selanjutnya dilakukan sterilisasi. . Secara sederhana. sampai terbentuk struktur kalus.

Senyawa IBA dan NAA adalah senyawa yang paling sering digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. Pembentukan tunas dan akar ditentukan oleh konsentrasi auksin dan sitokinin yang digunakan.05 M untuk membentuk tunas. Induksi Pembentukan Embrio (Embriogenesis) Pada Kultur In Vitro Selain menginduksi pembentukan organ. Banyak spesies yang memerlukan kinetin dengan konsentrasi 0. Perbanyakan dalam medium cair Tehnik Pembenihan Tanaman 317 . Induksi Pembentukan Organ (Organogenesis) Pada Kultur In Vitro Pembentukan organ (organogenesis) pada kultur in vitro tanaman dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa-senyawa tertentu dalam medium. kultur in vitro tanaman juga dapat diarahkan uhtuk membentuk embrio. k.tanah untuk proses aklimatisasi. Pada umumnya sitokinin konsentrasi tinggi merangsang pembentukan tunas. j. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memindahkan sebagian kalus yang terbentuk dan hasil sub-kultur (langkah ke-3) ke medium cair.4-D) berkonsentrasi tinggi dan sitokinin (kinetin) berkonsentrasi rendah untuk membentuk tunas. kecuali pada kalus alfalfa yang memerlukan auxin (2.

Kedua. embrio yang terbentuk secara langsung dari sel atau jaringan tanpa melalui pembentukan kalus. Asparagus officinalis. Induksi pembentukan embrio dari kalus atau eksplan memerlukan penambahan auxin ke dalam medium yang digunakan. Gambar 8. Petunia hybrida. misalnya wortel. Embrio dapat dihasilkan dari kalus yang tumbuh pada medium padat. Proses pemben-tukan embrio dari sel sornatik atau jaringan disebut sebagai proses embrio-genesis somatik. embrio yang terbentuk secara tidak langsung yaitu melalui tahapan pembentukan kalus. tetapi embrio-genesis leblh sering terjadi pada medium cair. namun induksi pembentukan organ biasanya dilakukan pada medium padat. Solanaceae. Sel-sel yang dapat membentuk embrio semacam ini disebut Pre-Embryonic Determined Ce ls (PEDC). Ada dua macam embrio somatik yang dapat terbentuk yaitu: pertama.dapat dilakukan berulang-ulang. Embrio semacam ini misalnya dapat terbentuk dari eksplan daun Coffea arabica. Umbe liferae. Embrio semacam ini dapat terbentuk misalnya dari sel-sel epidermis hipokotil (misalnya pada Ranunculus sceleratus.18 Planlet yang sudah terbentuk dan siap untuk diaklimatisasi Embriogenesis somatik secara umum terjadi pada famili Ranunculaceae. Meskipun demikian untuk beberapa tanaman. Brassica napus). dan Gramineae. pembentukan embrio dari kalus tidak . Linum usitatissimum. Oleh karena itu embrio yang dihasilkan pada kultur cair tersebut kemudian dapat diisolasi dan dipindahkan ke medium padat sampai ter-bentuk plantlet yang siap dipindahkan ke medium tanah. Rutaceae.

Beberapa senyawa auxin lain yang juga dapat digunakan untuk induksi embrio somatik Sebaliknya. gibberelin dan etilen biasanya menghambat embrio-genesis. 2.4.memerlukan penambahan auxin.di-chlorophenoxy acetic acid (2. Senyawa yang biasanya digunakan untuk menginduksi pembentukan embrio adalah 2. l. Beberapa tanaman monokotil dan dikotil dapat diinduksi untuk membentuk embrio dengan senyawa semacam ini. Hal ini perlu dilakukan sebab tanaman yang diperbanyak secara in vitro mempunyai perbedaan kemampuan adaptasi fisiologis dengan 318 .5-T) dan picloram.5trichlorophenoxy acetic acid (2. Selsel yang membentuk embrio setelah diinduksi semacam ini disebut sebagai Induced Embryogenic Determined Cells (IEDC).4.4-D). Aklimatisasi Dan Pemindah-an Tanaman Hasil Kultur In Vitro Ke Tanah Plantlet yang terbentuk secara in vitro selanjutnya harus diaklimatisasi sebagai persiapan untuk pemindahannya ke medium tanah atau lapangan.4.

Oleh karena itu pada saat tanaman legum hasil kultur in vitro dipindahkan ke tanah maka perlu dilakukan inokulasi dengan bakteri Rhizobium yang berasosiasi dengan tanaman ini. misalnya tanaman legum membentuk hubungan simblotik dengan bakteri Rhizobium. Gambar 8. tanaman yang diperbanyak secara in vitro biasanya tidak memiliki lapisan lilin (cuticular) yang sempurna sehingga hal ini dapat memperbesar evaporasi air dari dalam sel tanaman. Daun tanaman in vitro biasanya tipis dan lembut dan secara fotosintesis tidak terlalu aktif schingga tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan klimatologis in vivo. misalnya dengan menurunkan kelembaban relatif.19 Aklimatisasi planlet pada media tanah (di dalam rumah kaca) . Beberapa tanaman yang tumbuh dalam kondisi alami mempunyai asosiasi dengan mikrobia tertentu. Selain itu stomata biasanya juga tidak dapat berfungsi sempuma karena stomata yang terbuka pada tanaman in vitro menyebabkan cekaman air yang dialami pada beberapa jam pertama proses aklimatisasi. Artinya.tanaman yang diperbanyak secara in vivo. Sebagai contoh. Untuk membantu proses aklimatisasi di luar lingkungan laboratorium biasanya dilakukan terlebih dahulu aklirnatisasi in vitro. Faktor lain yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi in vitro menyebabkan tanaman tumbuh secara heterotrofik padahal dalam kondisi in vivo tanaman harus tumbuh secara autotrofik. sumber karbon yang biasanya diberikan dalam medium in vitro harus disediakan oleh tanaman itu sendiri melalui fotosintesis setelah tanaman in vitro dipindahkan ke kondisi in vivo. Pada tanaman in vitro hubungan vaskular antara bagian tunas dengan akar umumnya tidak baik sehingga menurunkan konduksi air.

Tehnik Pembenihan Tanaman 319 .

3 mm (panjang).1 mm (diameter) dan 0. ujung tunas disterilisasi kemudian meristem diambil dari tanaman dengan menghilangkan daun yang menutupinya. Meristem apikal pertama kali terbentuk selama perkembangan embrio dan akan tetap aktif selama fase vegetatif tanaman. Kultur Meristem Untuk Menghasilkan Tanaman Bebasis Virus Salah satu aplikasi penting teknik kultur in vitro adalah dalam pengembangan tanaman bebas virus. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsentrasi virus pada tanaman semakin kecil dengan semakin dekatnya ke bagian meristem. Oleh karena itu istilah yang leblh tepat adalah tanaman bebas virus yang sudah diuji.Banyak tanaman yang telah berhasil diperbanyak dengan kultur in vitro menggunakan berba-gai eksplan sebagal bahan awal. Kondisi pendukung pertumbuhan meristem biasanya medium dengan konsentrasi garam yang rendah dan kandungan vitamin yang tinggi. Kultur in vitro meristem melalui beberapa tahapan yaitu inisiasi . Perlu dipahami bahwa semua angiosperma dan gimnosperma tumbuh melalui meristem apikalnya. Pada meristem apikal diketahui tidak terdeteksi lagi adanya virus dalam 50% sampel yang diuji. m. Meristem apikal biasanya berupa struktur serupa kubah (dome) yang terletak pada ujung tunas dan berukuran sekitar 0. Sebelum diambil meristemnya.2-0. artinya ada kemungkinan tanaman tersebut masih mengandung virus lain yang belum dapat dideteksi dengan teknik uji yang tersedia. Bebas virus yang dimaksud di sini adalah bebas virus yang sudah diuji secara eksperimental. Meristem yang diperoleh kemudian ditanam pada medium agar dan diinkubasi.

320 . Caladium hortulanum Dasheen mosaic virus. Ananas sativus Virus mosaik. Potato virus-Y. Cauliflower Mosaic Virus. A lium cepa Virus mosaik. Brassica oleracea virus mosaik turnip. Kultur Anther dan Pollen Untuk Menghasilkan Tana-man Haploid Tanaman haploid adalah tanaman yang mempunyai satu set tunggal kromosom (biasanya ditulis dengan notasi Mendelian sebagian. Tanaman haploid mempunyai banyak kegunaan antara lain untuk menghasilkan tanaman homozigot yang sangat sulit diperoleh dengan pemuliaan tanaman konvensional. Beberapa tanaman bebas virus yang berhasil dikembangkan dari kultur in vitro meristem antara lain. sedangkan tanaman diploid mempunyal dua set kromosom identik untuk setiap kromosom sehingga dituliskan sebagai 2n. perbanyakan tunas dan diikuti dengan pembentukan akar sehingga menghasilkan plantlet. Rugos mosaic virus. Musa sp Cucumber mosaic virus. Solanum tuberosum. pertumbuhan dan perkembangan. Saccharum officinarum Virus mosaik.kultur. (kentang) Potato virus-X. Diantlius barbatus Ring spot virus (RSV). Potato n. misalnya colchicine. Leblh jauh lagi. mottle virus Ipomoea batata (ketela rambat) Internal cork virus. lwornosom tanaman haploid semacam itu dapat digandakan dengan senyawa mutagenik. Petunia Tobacco mosaic virus (TMV).

Meski-pun demikian banyak bukti menunjukkan bahwa dalam populasi tanaman yang dihasilkan secara in vitro. Androgenesis langsung adalah proses pembentukan plantlet haploid dengan melalui embriogenesis menggunakan kultur anther. Ada dua macam androgenesis yaitu androgenesis langsung dan androgenesis tidak langsung. Beberapa tanaman penting yang berhasil dikembangkan menjadi tanaman haploid dengan menggunakan tekmk kultur anther atau pollen. Dari sisi pemuliaan tanaman. kultur sel. terjadi variasi fenotipik dan ketidakstabilan kromosom. Larkin dan Scowcroft pada tahuri 1981 menamakan variasi yang muncul dalam populasi tanaman hasil regenerasi in vitro tersebut se-bagai varlasi . o. yaitu melalui kultur kalus. proses androgenesis langsung lebih disukai sebab androgenesis melalui pembentukan kalus dapat menyebabkan terjadinya variasi.Tanaman haplold dapat dikembangkan dengan menggunakan kultur in vitro anther dan pollen. Proses perbanyakan tanaman haploid dengan menggunakan gametofit jantan semacam ini disebut sebagai androgenesis. Anther diperoleh dari tunas bunga dan dapat dikulturkan pada medium padat atau cair sehingga teradi embriogenesis. sedangkan pada androgenesis tidak langsung plantlet terbentuk melalui pembentukan kalus yang kemudian mengalami regenerasi menjail plantlet. embriogenesis dari kultur dan embriogenesis somatik tidak langsung. Selain itu pollen juga dapat diambil secara aseptik dan di-kulturkan pada medium cair. Variasi Somaklonal Perbanyakan tanaman secara in vitro secara teoritis akan menghasilkan tanaman-tanaman yang secara genetis seragam karena tanaman in vitro berkembang hanya melalui pembelahan sel secara mitotik.

Variasi somaklonal disebabkan oleh beberapa faktor. Sebaliknya. Telah diketahui bahwa hanya meristem yang dapat menghasilkan plantlet yang stabil secara genetis. Dalam kultur in vitro terjadi pembelahan sel berulang-ulang yang dipengaruhi oleh zat pengatur pertumbuhan. (3) abnormalitas pembelahan sel secara in vitro.somaklonal. sedangkan perbanyakan meialui kalus meningkatkan kemungkinan tejadinya variasi somaklonal. variasi somaklonal. Eksplan yang berasal dari sumber yang berbeda mempunyai variasi inheren sehingga dapat muncul sebagal variasi somaklonal. yaitu (1) organisasi sel yang digunakan sebagai sumber eksplan. Variasi yang terdapat pada sumber eksplan juga mempengaruhi. pada tanaman yang berasal dari kultur meristem tidak terjadi variasi semacam itu sehingga sistem kultur meristem banyak digunakan untuk propagasi klonal. Kombinasi yang tidak tepat dalam penggunaan zat pengatur pertumbuhan dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas dalam pembelahan sel yang dapat muncul dalam bentuk perubahan jumlah dan struktur kromosom. Selain faktor Tehnik Pembenihan Tanaman 321 . kemunculan. Organisasi sel mempunyai peranan penting dalam hal pemunculan variasi somaklonal. (2) variasi pada jaringan sebagai sumber eksplan.

sodium alginat. Teknik induksi embrio-genesis somatik dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan biji sintetik atau biji artifisial. Beberapa aplikasi lain yang dapat dikembangkan dari teknik kultur in vitro tanaman antara lain adalah (1) biji/benih sintetik. Ada empat tipe biji sintetik berdasarkan atas embrio dan proses pembungkusannya. tinggi ta-naman. ukuran daun. p.tumbuh. Dalam aplikasi yang lebih mutakhir. misalnya agarose. ketahanan terhadap pe-nyakit dan lainlain. suhu. Pengendalian yang tidak tepat terhadap siklus sel ini dapat menyebabkan munculnya variasi somaklonal. fertilitas biji. Beberapa sifat yang dapat muncul dalam bentuk variasi somaklonal antara lain adalah waktu pembungaan. teknik kultur sel tanaman dapat dimanfaatkan guna menghasilkan berbagai metabolit sekunder. (2) embryo rescue. Biji sintetik atau artifisial (synthetic seed) adalah biji yang dlhasilkan dari embrio somatik yang kemudian dibungkus (encapsulated) dengan bahan tertentu. cahaya. yaitu: . Beberapa Aplikasi Lain Teknik Kultur In Vitro Tanaman Kultur in vitro tanaman mempunyai potensi sangat besar dalam program pemuliaan tanaman serta penyediaan benlh dan bibit berkualitas. Selain itu. sel in vitro. Variasi somaklonal yang terjadi pada kultur in vitro tanaman dapat dimanfaatkan sebagai salah satu altematif pemuliaan tanaman karena dapat menghasilkan varietas-varietas baru. polioksietilen. osmolaritas juga mempengaruhi siklus. teknik kultur in vitro merupakan dasar yang sangat penting dalam pengembangan tanaman transgenik.

(1) Tidak dibungkus. misalnya alfalfa. 1996). (3) Dibungkus. 8. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan generatif) berbagai spesies tanaman. misalnya untuk orchard grass. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih disukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan 322 . misalnya wortel. somatik embrio dihidrasi. (2) Dibungkus. embrio dihidrasi. Laboratorium kultur jaringan. Untuk itu. Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. misalnya wortel. Namun metode embrio-genesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. Di samping faktor pertunasan yang rendah. embrio somatik dikeringkan.4 Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi Laboratorium kultur jaringan. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah. antara lain tanaman tahunan. embrio somatik yang dikeringkan. (4) Tidak dibungkus. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska.

1996). Di samping faktor pertunasan yang rendah. Menurut Mariska et al.generatif) berbagai spesies tanaman. Dalam program pengembangan diperlukan bahan tanaman bermutu dalam jumlah memadai dari pohon induk yang sangat terbatas. telah dicoba perbanyakan vegetatif secara in vitro dengan eksplan yang berasal dari pohon induk yang unggul. (1997) masalah tersebut umum dijumpai pada tanaman tahunan berkayu. Untuk itu. Hasil penelitian awal menunjukkan adanya masalah penguningan daun yang terjadi sangat cepat. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih di-sukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. Bibit yang berasal dari biji menghasilkan tanaman yang beragam. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah. Namun metode embriogenesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. Untuk itu. 1) Jambu Mete (Anacardium occidentale L. Dengan penambahan asam amino tertentu masalah tersebut dapat ditekan. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. antara lain tanaman tahunan.) Jambu mete merupakan tanaman industri yang diprioritaskan untuk dikembangkan di daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI). Penambahan phloroglucinol ke dalam media yang sudah mengandung BA dan tidiazuron dapat meningkatkan .

1998). Bila dalam media dasar tersebut. Tanaman pulai merupakan tanaman berkayu dan tingginya dapat mencapai 25 m. Akar dapat terbentuk dari media dasar Jordan + NAA 7 mg/l. akar lebih cepat terbentuk. penyebarannya tidak banyak dijumpai serta mengalami erosi berat. tetapi tidak dapat memacu pembentukan akar. akar tidak dapat terbentuk. senyawa fenol dan asam amino) telah dicoba. Tehnik Pembenihan Tanaman 323 . namun tersebar secara lokal atau daerah.. disebabkan sempitnya selang konsentrasi optimal dari NAA.) Pulai termasuk salah satu tumbuhan obat langka dengan kategori jarang. Tunas in vitro yang berasal dari pertunasan kemudian dicoba diakarkan.persentase eksplan yang bertunas dan jumlah tunas yang terbentuk dari setiap eksplan (Mariska et al. Populasi tanaman ini termasuk besar. 2) Pulai (Alstonia scholaris L. Lebih dari 200 formulasi media (kombinasi MS dengan berbagai jenis auksin. Dengan formulasi tersebut. konsentrasi NAA berbeda. jumlahnya lebih banyak dan pertumbuhannya lebih cepat. Kemudian dicoba media "Woody Plant Medium" (WPM) dan Jordan yang dilengkapi NAA.

. Masalah pencoklatan dicoba diatasi dengan cara perendaman eskplan dalam DIECA 6 g/l selama 1 jam. Pada media WPM terutama dengan kandungan makronya yang diencerkan sampai setengahnya tidak ditemukan adanya masalah oksidasi fenol. dan 10 mg/l). Masalah utama yang dihadapi pada cengkeh adalah tingkat oksidasi fenol yang sangat tinggi dan sistem regenerasi pembentukan tunas yang lambat.1/2) yang dilengkapi BA (0. Setelah biakan mengalami periode kultur in vitro yang relatif lama. Namun perbanyakan secara generatif dapat menyebabkan terjadinya segregasi genetik.Perbanyakan tanaman secara konvensional belum banyak dilakukan dan keberhasilannya masih rendah. Media dasar WPM konsentrasi total ionnya lebih rendah daripada MS. daya meristematis tanaman meningkat. 5. Untuk mempercepat pengembangan pohon induk unggul yang jumlahnya terbatas. digunakan teknologi kultur jaringan. kecuali untuk ion sulfat. 3. Dinyatakan pula bahwa asam fenol teroksidasi tergantung pada potensi reduksi oksidasi dari media. Setelah perendaman eksplan ditanam pada media MS (1. Walaupun pada media WPM ½ tidak ada masalah pencoklatan. Untuk mendukung upaya pengembangannya dilakukan perbanyakan vegetatif melalui kultur jaringan. Masalah oksidasi fenol akan semakin meningkat dengan kandungan potasium yang tinggi seperti pada media dasar MS. Tanaman pulai mempunyai daya meristematis yang sangat rendah. 3) Cengkeh (Eugenia caryophy lus) Cengkeh merupakan salah satu tanaman industri dan umumnya diperbanyak dengan biji. namun inisiasi tunasnya lebih lama dibandingkan WPM.1/2) dan WPM (1. Untuk mengurangi masalah pencoklatan.

Dari hasil persilangan diperoleh buah pepaya yang berbentuk bulat. Jerman. Tunas paling banyak diperoleh dari media WPM + BA 10 mg/l + NAA 1 mg/l. Komoditas tersebut diekspor ke pasar yang cukup terbuka.) Pepaya merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor nonmigas. dan Perancis (Biro Pusat Statistik.maka pada penelitian selanjutnya digunakan media cair dengan media dasar WPM (Tabel 4). agak kecil. tambahan paling banyak (0. Perakaran dapat dilakukan secara in vitro dengan menumbuhkan tunas in vitro di rumah kaca dengan kelembapan yang tinggi dan pemberian intermittent mist system setiap 3 jam pada siang hari. Untuk itu. pepaya mempunyai banyak kegunaan lain. Australia. warna kuning 324 . Untuk meningkatkan kualitas buah pepaya telah dilakukan persilangan antara pepaya Bangkok dengan pepaya Hawai. Namun setelah 7 minggu. 4) Pepaya (Carica papaya L. Di samping buahnya kaya akan vitamin dan mineral. yaitu Singapura.31 cm) diperoleh dari media awal WPM + BA 5 mg/l + NAA 0.50 mg/l. tunas yang terbentuk tidak memanjang. 1992). buah daging tebal.

Secara konvensional. komponen organik lainnya dan modifikasi garam mineral tertentu. Untuk perakaran. Kalus lebih banyak terbentuk terutama pada media DKW yang diberi 2-IP kemudian BA. Sebelum dilakukan pelestarian secara in vitro maka perlu dikuasai .kemerahan. perbanyakan vegetatif sulit dilakukan terutama bila diarahkan untuk mempercepat pengembangan varietas unggul baru dalam skala luas. Perbanyakan vegetatif dilakukan melalui kultur jaringan untuk mempertahankan kualitas buah yang baik. tunas tidak dapat memanjang serta daunnya cepat menguning kemudian gugur dengan cepat. wangi. Pada media MS gejala penguningan daun dan tunas terjadi lebih lama yaitu 6-8 minggu setelah tanam. maka tunas dapat tumbuh memanjang dan daun tetap hijau. 5) Pulasari (Alyxia stellata) Pulasari termasuk salah satu tanaman obat yang dikategorikan langka. dari mata tunas terminal yang ditumbuhkan pada berbagai formulasi media (lebih dari 150 formulasi). Hasil penelitian awal. dan manis. tunas in vitro yang panjangnya mencapai 3-5 cm dapat diakarkan secara in vivo di rumah kaca. mengkalus pada pangkal tunasnya. Pelestarian secara in vitro potensial bila dilakukan pada tanaman yang selalu diperbanyak secara vegetatif atau tanaman yang viabilitas benihnya sangat singkat. Gejala tersebut terjadi secara cepat (2-3 minggu setelah tanam) terutama pada biakan yang dikulturkan pada media Anderson dan WPM. Setelah dicoba formulasi media baru yang mengandung selain zat pengatur tumbuh konsentrasi rendah diberikan pula asam amino. Untuk menyelamatkannya telah dilakukan antara lain melalui kultur in vitro. umumnya tunas tumbuh rosette (menggerombol) dan daun pendek-pendek. Perbanyakan melalui biji hanya menghasilkan buah yang baik kurang dari 2%.

. Antara kedua zat pengatur tumbuh tersebut terjadi aktivitas sinergisme dalam mema-cu pertumbuhan jaringan. Zat pengatur tumbuh BA lebih efektif dibandingkan kinetin. daya regenerasinya lebih mudah baik pada tahap pertunasan maupun perakaran. antara lain tanaman serat rami. Persentase perakaran paling banyak berasal dari media MS + kinetin 1 mg/l + NAA 0 mg/l.) Pada saat ini banyak kalangan swasta yang akan mengembangkan usaha di bidang pertanian dalam skala luas. Dari penelitian Gati dan Mariska (1992) menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi BA 3 mg/l dengan NAA 0. Berbeda dengan tanaman jambu mete (Mariska et al.terlebih da-hulu sistem regenerasinya. pada tanaman pulasari. Bila metode regenerasi sudah dikuasai maka tanaman dalam botol dapat cepat diperbanyak apabila dibutuhkan. Untuk memenuhi kebutuhan bibit rami dalam jumlah yang sangat Tehnik Pembenihan Tanaman 325 .. Namun demikian pada media dengan kinetin 1 mg/ l + NAA 0. 1991).10 mg/l dapat terbentuk akar. 1998) dan cengkeh (Mariska et al.10 mg/l memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tunggal. 6) Rami (Boehmeria nivea Gaud.

7) Jati (Tectona grandis) Jati merupakan salah satu komoditas kayu yang berharga di daerah tropis. Kebutuhan kayu jati semakin meningkat setiap tahunnya. Gati et al. Melalui cara tersebut. Untuk itu dicoba formulasi lain yaitu kombinasi BA dengan 2-IP. . biji unggul hasil persilangan terkendali dapat diperbanyak secara cepat dari sel somatik. sehingga bibit dapat diproduksi dengan jumlah yang tidak terbatas. melalui DNA rekombinan. sehingga berbagai negara produsen.50 mg/l menghasilkan tunas yang lebih banyak daripada perlakuan lainnya.banyak dapat dimanfaatkan teknologi kultur jaringan. Di masa mendatang embriosomatik pada tanaman tahunan berkayu. dengan formulasi tersebut biakan tumbuh lebih tegar. penggunaan struktur embriosomatik lebih disukai karena dapat berasal dari satu sel. banyak menarik perhatian untuk produksi benih sintetis (artificial seed). di antaranya Indonesia berusaha mengembangkan tanaman jati dalam skala luas. Pada program perbaikan tanaman. Untuk mendukung program tersebut dicoba perbanyakan secara in vitro melalui jalur embriogenesis somatik. Hartman dan Kester (1983) menyatakan bahwa penggunaan zat pengatur tumbuh dari golongan yang sama pada waktu yang bersamaan pada sebagian tanaman nyata lebih baik dibandingkan perlakuan tunggal. Penggunaan BA 0. embrio somatik dianggap sebagai bahan tanaman yang ideal untuk disimpan mengingat strukturnya yang bipolar. Namun tunas menunjukkan gejala vitrifikasi. daun lebih hijau dan lebih lebar. yang dapat menurunkan keberhasilan dalam tahap aklimatisasi. (1991) telah mendapatkan metode perbanyakan cepat tanaman rami. Demikian pula untuk penyimpanan benih dalam jangka pendek dan panjang.

struktur globular tidak mampu membentuk struktur yang bipolar. persentase keberhasilan pembentukan embriosomatik paling tinggi berasal dari media MS + 2. Percobaan ini masih memerlukan waktu lama untuk mengetahui metode yang diperoleh dapat diulang serta mendapatkan struktur embriosomatik yang dapat dikecambahkan membentuk benih somatik. Pada formulasi media lain eksplan.36 mg/l. Di samping itu embriosomatik yang terbentuk cenderung mengkalus kembali bila tidak di subkultur pada media lain. Tanpa KCl. Faktor pertunasan pada tanaman tahunan (terutama tahunan berkayu) relatif masih rendah. 1996). juga membentuk kalus yang tumbuh dengan cepat. Dari berbagai formulasi media yang diuji. di samping itu pada media yang sama struktur embriosomatik globular dapat berkembang membentuk struktur torpedo.40-D 2 mg/l + BA 0. Struktur tersebut siap untuk dikecambahkan pada media baru.20 mg/l + ABA 2 mg/l + KCl 22.sehingga selalu siap diregenerasi membentuk langsung benih somatik (Mariska. jaringan daun muda dari biakan in vitro di samping membentuk struktur globular. Tunas 326 . Penambahan KCl ke dalam media dapat meningkatkan keberhasilan.

harus selalu di subkultur untuk memacu jaringan bersifat juvenil. media dasar WPM atau Jordan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan MS. Pada beberapa tanaman tahunan berkayu. Tehnik Pembenihan Tanaman 327 . Untuk perakaran dapat dilakukan secara in vivo di rumah kaca dengan mempertahankan kelembaban yang relatif tinggi atau dengan pemberian intermittent mist system.

Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Bioteknologi tanaman Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman Bioteknologi tanaman yang telah berhasil dilakukan adalah tanaman transgenic yang toleran terhadap stress lingkungan seperti tembakau yang toleran terhadap kadar garam yang tinggi. papaya. Bioteknologi tanaman 2. Lakukan identifikasi pada bahan pangan yang sering saudara temui yang . media yang sesuai . pembentukan tunas dan akar. Aklimatisasi dan penanaman pada media tanah . siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. hias. Keberhasilan rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi: Kultur jaringan tanaman kopi. Komponen utama kultur in vitro adalah bahan awal. pulasari Rami dan jati. TUGAS: 1.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 8. jambu mete. DNA RNA DNA sebagai bahan genetik Teknik kultur in-vitro Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Teknik kultur in vitro banyak digunakan untuk pengadaan bibit berbagai tanaman. Jelaskan tentang materi genetic yang kamu ketahui. cengkeh. Mengapa bidang bioteknologi penting untuk dikembangkan pada sector pertanian. Herbisida dan tahan OPT. 2. Teknik kultur in-vitro 4. SOAL: 1. Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman 3. pulai.

328 . mengapa demikian. Lakukan diskusi kelompok. apakah sekolah saudara memunkinkan untuk mengembangkan bidang bioteknologi.berasal dari hasil bioteknologi. 2.

Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. seiring dengan perkem-bangan zaman serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan orang menganggap berita itu sangat bertentangan dengan kebiasaan yang dilihat orang pada umumnya. kejadian di atas tidak menjadi aneh dan dapat diterima oleh akal. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. cara tersebut dapat dilakukan dengan menanam bagian tanaman di tempat yang cocok dan diberi perlakuan-perlakuan khusus. serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. mungkin terasa aneh mendengar berita bibit tanaman yang dihasilkan dari potongan daun. Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Cara ini lebih dikenal sebagai kultur jaringan. Namun.BAB 9. selanjutnya dalam waktu tertentu dapat tumbuh menjadi tanaman normal seperti tanaman di kebun. KULTUR JARINGAN Sebelum tahun 1980-an. Secara ringkas. berita tersebut telah menggemparkan khalayak ramai dan dianggap tidak masuk akal. khususnya bioteknologi. mata tunas. Metode kultur jaringan . Waktu itu.

dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas. antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya. Aklimatisasi Tehnik pembenihan Tanaman 329 . Pengakaran . khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah: . Penyiapan fasilitas laboratorium . Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. Penyiapan alat dan bahan . kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. Pembuatan media . Inisiasi .dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman. Multiplikasi . Sterilisasi . mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin.

gula. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. terdapat sumber air dan mempunyai ruangan-ruangan yang diperlukan. kegiatan kultur jaringan memerlukan alat dan bahan. Bahan-bahan yang diperlukan adalah bahan kimia untuk nutrisi tanaman. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi. dissecting set. Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. yaitu dapat digunakan sebagai tempat kegiatan yang bersifat aseptik (bebas mikroba/ steril). Laboratorium dapat disediakan mulai dari laboratorium yang sederhana sesuai dengan kriteria yang ditentukan. vitamin. dan hormon. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf. hormonhormon pertumbuhan dan bahanbahan untuk kegiatan sterilisasi. Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. fasilitas laboratorium mutlak diperlukan. dan glass ware (alat-alat gelas). Alatalat kultur jaringan yang minimal harus disediakan adalah laminar air flow cabinet. baik jenisnya maupun jumlahnya. diperlukan juga bahan tambahan seperti agar.Dalam pengembangan usaha kultur jaringan. tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. autoclave. dan lain-lain. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah . Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral. Selain itu. Sama dengan pengembangan bidang pertanian yang lainnya.

Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan 330 . Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan. Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril. Pengakaran adalah fase di mana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan.tunas. Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif. sengon. dll.akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Biji Anggrek . Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik. Pemindahan dilakukan secara hatihati dan bertahap. Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. antara lain adalah: jati. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan Tanaman Dewasa Bibit Siap Tanam dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. yaitu dengan memberikan sungkup. akasia. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan.

1.Plantlet Bibit dalam Botol Bibit Aklimatisasi Gambar 9. Proses produksi benih dan tanaman anggrek dengan cara kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 331 .

Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama. Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat. tidaklah heran jika impor bibit anggrek dalam bentuk flask sempat membanjiri nursery-nursery anggrek di negara kita. hemat waktu. Kultur jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar. dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahan-lahan yang kosong dapat dipercepat dihijaukan kembali. jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (didalam gelas). bahkan hampir dikatakan jalan di tempat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. tunas. Perkembangan kultur jaringan di Indonesia terasa sangat lambat. dan deraan lingkungan lainnya. lembaga penelitian. Bibit yang dihasilkan seragam . Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek. Selain kesenjangan teknologi di lini akademisi.000 planlet/bibit) . Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah . publik dan pecinta anggrek. penyakit. Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. salah satu penyebab teknologi ini menjadi sangat . Keuntungan pemanfaatan kultur jaringan . Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu) . Pengadaan bibit tidak tergantung musim . Selain itu.

khususnya yang berkaitan dengan teknologi kultur jaringan. Secara prinsip. Beberapa gambaran dan potensi yang bisa dimunculkan dalam kultur jaringan diantaranya adalah : . Sementara itu hanya sebagian kecil pihak yang mampu melakukan pengembangan dan pemanfaatan anggrek spesies. diperkirakan sekitar 5000 jenis anggrek spesies tersebar di hutan wilayah Indonesia. Indonesia memiliki keaneka-ragaman hayati yang luar biasa. dapat menghasilkan anggrek yang bebas virus. Potensi tersebut akan menjadi tidak berarti manakala penebangan hutan dan eksploitasi besar-besaran terjadi hutan kita. Tidak dipungkiri bahwa metode terbaik hingga saat ini dalam pelestarian dan perbanyakan anggrek adalah dengan kultur jaringan. dan hanya cocok atau feasible untuk perusahaan.lambat perkembangannya adalah karena adanya persepsi bahwa diperlukan investasi yang sangat mahal untuk membangun sebuah lab kultur jaringan. lab kultur jaringan dapat disederhanakan dengan melakukan modifikasi peralatan dan bahan yang digunakan. Kultur meristem. sehingga sangat tepat digunakan pada tanaman anggrek 332 . salah satunya adalah anggrek. belum lagi pencurian terang-terangan ataupun terselubung dengan dalih kerjasama dan sumbangan penelitian baik oleh masyarakat kita maupun orang asing. sehingga sangat dimungkinkan kultur jaringan seperti home industri . karena melalui kuljar banyak hal yang bisa dilakukan dibandingkan dengan metode konvensional. Potensi ini sangat berharga bagi pengembang dan pecinta anggrek di Indonesia. Hal ini dapat dilihat pada kelompok petani pengkultur biji anggrek di Malang yang telah sedemikian banyak. khususnya potensi genetis untuk menghasilkan anggrek silangan yang memiliki nilai komersial tinggi.

dengan meminimalkan pertumbuhan secara in-vitro kita bisa mengoleksi tanaman anggrek langka tanpa harus memiliki lahan yang luas dan perawatan intensif. selain itu dengan kultur anther berpeluang memunculkan sifat resesif unggul yang pada kondisi normal tidak akan muncul karena tertutup oleh yang dominan . . Sebagian penganggrek telah mampu melakukan tekhnik ini.spesies langka yang telah terinfeksi oleh hama penyakit. secara alami mutasi sangat sulit terjadi. Baik untuk spesies langka Indonesia maupun dari luar negeri untuk menjaga keaslian genetis yang sangat penting dalam proses pemuliaan anggrek. Kloning. Beberapa literatur peluangnya 1:100 000 000. bisa menghasilkan anggrek dengan genetik haploid (1n). Gambar 9.2 Contoh skema laboratorium kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 333 . tekhnik ini memungkinkan untuk dihasilkan anggrek dengan jumlah banyak dan seragam. khususnya untuk jenis anggrek bunga potong. termasuk virus. Mutasi. Dengan tekhnik poliploid dimungkinkan untuk mendapatkan tanaman anggrek giant atau besar. sehingga bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan anggrek diploid (2n). Dengan memberikan induksi tertentu melalui kultur jaringan hal tersebut lebih mudah untuk diatur. Bank plasma. Dengan demikian sangat dimungkinkan untuk menghasilkan tanaman anggrek mini. . Tekhnik ini salah satunya dengan memberikan induksi bahan kimia yang bersifat menghambat (cholchicine) . Kultur anther. Tanaman yang mengalami mutasi permanen biasanya memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi .

pH meter. Untuk memproduksi bibit melalui kultur jaringan peralatan minimal yang perlu disediakan adalah: laminar air flow. dan kulkas. dekat dengan sumber tenaga listrik dan air. rak kultur. yang dapat memenuhi pertanaman seluas 500 800 ha. terlihat adanya air flow cabinet yang berfungsi sebagai tempat inokulasi ekspan pada media tanam. ruang inkubasi (untuk pertunasan dan pembentukan plantlet/bibit tanaman) dan rumah kaca. ada baiknya bila laboratorium kultur jaringan ditempatkan di daerah tinggi. b. bahan serta pemeliharaan alat. pisau.4. oven.3 Situasi bagian dalam laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca sebagai fasilit as pendukung laboratorium kultur jarinagan 9. Peralatan. Pada gambar 9. agar suhu ruangan tetap rendah. hot plate + stirer.000 planlet/bibit. 9.1 Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan a. Untuk ukuran laboratorium sekitar 250 m2. yaitu gudang (ruang) untuk penyimpanan bahan. ruang tanam.2 Peralatan dan Bahan Kimia a. Langkah kerja penggunaan air flow cabinet adalah sebagai berikut: . Satu malam sebelum lat digunakan. bibit yang dapat diproduksi tiap tahun sekitar 400 500. pinset.Gambar 9. Dalam suatu laboratorium minimal terdapat 5 ruangan terpisah. Untuk menghemat tenaga listrik. AC. ruang pembuatan media. nyalakan lampu . Kapasitas Labotarium Ukuran laboratorium tergantung pada jumlah bibit yang akan diproduksi. Persyaratan Lokasi Laboratorium kultur jaringan hendaknya jauh dari sumber polusi.

UV untuk menstrerilkan bagian dalam air flow cabinet , dan menimalkan kontaminasi yang disebabkan olek mikroba. . Pagi hari, lampu UV dimatikan (jangan lupa mematikan lampu UV , apabila lampu UV menyala pada saat bekerja maka operator dalam kondisi berbahaya karena dapat terkontaminasi radiasi UV yang dapat mengakibatkan iritasi kulit dan selaput mata serta gangguan reproduksi. . Setelah lampu UV dimatikan, bagian dalam laminar didesinfeksi dengan alkohol 70% dan laminar siap digunakan. Bahan- bahan kimia yang dibutuhkan untuk kegiatan kultur jaringan adalah 334

garam hara makrodan mikro, vitamin, zat pengatur tumbuh, asam amino, alkohol, clorox. Gambar 9.4 Berbagai peralatan kultur jaringan: Air flow cabinet. saringan, autoclave, Dissecting set dan nutrisi tanaman dan Mikroskop (searah jarum jam) Gambar 9.5 Salah satu contoh pohon induk bunga krisan dengan keunggulan bunga lebih tahan dan warna bunga lebih beragam Semua peralatan dan mesin-mesin yang digunakan dalam kultur jaringan harus selalu dipehara secara rutin. Pemeliharaan alat dan mesin kultur jaringan pada prinsipnya sama dengan pemeliharaab tanaman yang terdapat pada BAB 3. Pada umumnya pemeliharaan alat terdiri dari perencanaan pemeliharaan, pelaksanaan pemeliharaan,monitoring pemeliharaan peralatan dan tindak lanjut pemeliharaan peralatan. Contoh perencanaan pemeliharaan pada perabot gelas (glassware) selalu langsung dibersihkan sesegera mungkin setelah pemakaian. Pemeliharaan mesinmesin besar seperti genset pada umumnya direncanakan setiap tiga enem bulan sekali. Monitoring pemeliharaan harus dilakukan secar melekat sehingga semua operator alat mempunyai instruksi kerja alat yang bersangkutan dan umumnya sudah ada pada setiap pembelian alat. Monitoring pemeliharaan umumnya dilakukan secar peiodik misalnya setiap bulan. Tindak lanjut dari pemeliharaan selalu dilakukan apabila terdapat alat dan mesin pembenihan yang rusak dan harus diperbaiki. Untuk melaksanakan proses pemeliharaan alat da mesin pembenihan biasanya diupayakan budget pemeliharaan 5-10% dari aset perusahaan.

b. Sumber eksplan. Eksplan berupa mata tunas, diambil dari pohon induk yang fisiknya sehat. Tunas tersebut selanjutnya disterilkan dengan alkohol 70%, HgCl2, 0,2%, dan Clorox 30%. 9.3 Media Tanaman Keberhasilan dalam penggunaan metode kultur jaringan, sangat bergantung pada media yang digunakan. Media kultur jaringan tanaman menyediakan tidak hanya unsur hara-unsur hara makro dan mikro, tetapi juga karbohidrat yang pada umumnya berupa gula untuk menggantikan karbon yang biasanya didapat dari atmosphere melalui fotosintesis. Hasil yang lebih baik akan dapat kita jangkau/peroleh, bila ke dalam media tersebut ditambahkan vitaminvitamin, amino acid, dan zat pengatur tumbuh. Walaupun sudah diusahakan untuk menghindarkan penggunaan komponen-komponen yang tidak jelas (komponennya) seperti juice, yeast ectracts dan casein hydrolysate, tetapi kadang-kadang kita bisa memperoleh hasil yang lebih tinggi dengan penambahan tersebut. Sebagai contoh, air kelapa masih sering digunakan di laboratorium-laboratorium penelitian, sedangkan pisang masih merupakan Tehnik pembenihan Tanaman 335

komponen tambahan yang sangat popular pada media anggrek. Gambar 9.6 Siklus kultur jaringan Media kultur tersusun dari beberapa atau seluruh komponen berikut: . Hara makro yang digunakan pada semua media. . Hara mikro hampir selalu digunakan. Ada beberapa komposisi media yang hanya menggunakan best atau besikelat. . Vitamin-vitamin, umumnya ditambahkan dalam jumlah yang bervariasi. . Gula, merupakan keharusan, kecuali untuk tujuan yang sangat khusus. . Asam amino dan N organik. . Persenyawaan-persenyawaan kompleks alamiah seperti: air kelapa, ekstrak ragi (yeast extract), juice tomat, ekstrak kentang, dan sebagainya. . Buffer, terutama buffer organik. . Arang aktif. Sering dipergunakan untuk menstimulir pertumbuhan akar. . Zat pengatur tumbuh: terutama auksin dan sitokinin. Zat pengatur tumbuh merupakan komponen yang sangat penting dalam media kultur jaringan. Tetapi jenis dan konsentrasinya sangat tergantung pada jenis tanaman dan tujuan kulturnya. . Bahan pemadat. Untuk membuat media padat, bisanya digunakan agar. a. Unsur Hara dalam Media 1) Unsur makro dalam media kultur Pada awalnya, unsur-unsur makro pada media kultur jaringan tanaman dibuat berdasarkan larutan untuk hidroponik. Unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman di lapangan merupakan kebutuhan pokok yang

disediakan dalam media. Unsur-unsur hara diberikan dalam bentuk garam-garam anorganik. Komposisi media dan perkembangannya didasarkan pada pendekatan masing-masing peneliti. Dalam periode tahun 1930-1940, formulasi media terutama ditujukan untuk menumbuhkan akar. Pada masa itu, diperoleh suatu hasil yang menyatakan bahwa larutan garam-garam makro dengan konsentrasi rendah, lebih balk daripada media dengan konsentrasi tinggi. Penemuan ini banyak diterapkan untuk tujuan menginduksi pembentukan akar pada pucuk-pucuk yang diperoleh melalui kultur in vitro. Media yang paling sering digunakan untuk induksi adalah media White. Kultur kalus berhasil dikembangkan pada tahun 1937. Kultur kalus tersebut, juga ditumbuhkan pada media dengan konsentrasi garam-garam yang rendah seperti dalam kultur akar. Nobecourt misalnya, pada tahun 1937, menggunakan setengah konsentrasi dari larutan Knop yang biasa digunakan untuk hidroponik, untuk menumbuhkan kalus wortelnya (George & Sherrington, 1984). Percobaan yang sangat penting yang dilakukan oleh Hildebrant dan grupnya 336

pada tahun 1946, telah menbawa perbaikan media untuk kultur jaringan tumor tembakau dan bunga matahari. Media Hildebrant dikembangkan dari media White. Dalam kultur jaringan tumor bunga matahari, ditemukan bahwa unsur makro yang dibutuhkan kultur tersebut, lebih tinggi dari pada yang dibutuhkan oleh kultur tembakau. Tanaman sumber eksplan untuk kultur jaringan Menyediakan potongan daun bahan transfeksi plasmid-bakteri dilakukan dalam laminar flow cabinet Serpihan daun dimasukkan dalam suspensi Agrobacterium tumifaciens Produksi kalus pada lempeng daun eksplan. Bagian berwarna hijau menunjukkan sel yang berhasil hidup dari agen penyeleksi Pemotongan daun dari tanaman yang ditumbuhkan secara invitro, dilakukan dalam laminar flow cabinet Simpan satu malam (fase stasioner) kultur Agrobacterium tumifaciens Lempengan daun bersatu dengan media callus (CIM= callus induction media) dalam kultur sel, dicirikan dengan adanya bakteri (berwarna putih) yang tumbuh pada sisi daun Terjadi rangsangan tumbuhnya batang pada daun eksplan, terjadi dalam kondisi adanya agen penyeleksi Bagian batang yang terbentuk mulai memasuki media akar (RIM= root induction media Akar mulai tumbuh pada media akar karena adanya agen seleksi

Terjadi pertumbuhan akar dan batang secara ekstensif pada individu tanaman baru Tanaman sempurna hasil proses transgenik baru telah berkembang dalam tabung Gambar 9.7. Proses produksi tanaman transgenik Level dari unsur P, Ca, Mg dan S pada media untuk tumor matahari ini, ternyata sama dengan media untuk jaringan normal yang dikembangkan kemudian. Konsentrasi NO3 dan K+ yang digunakan memang lebih tinggi dari media White, tetapi masih lebih rendah daripada media-media lain yang umum digunakan sekarang. Perbaikan yang paling penting adalah pengembangan komposisi unsur makro yang universal, yang mendukung pertumbuhan semua jaringan. Dalam media ini ditambahkan amonium, dan konsentrasi NO3 dan K+ ditingkatkan. Media ini tidak saja menunjang pertumbuhan kalus, tetapi juga mendukung pembentukan pucuk dan embriogenesis pada banyak jenis tanaman yang dikultur secara in vitro. Tanaman lengkap di, lapangan dapat tumbuh dengan baik dalam larutan yang hanya mengandung N dari Nitrat. Tapi pada tahun 1922, Knudson yang bekerja dengan anggrek menemukan bahwa penambahan 7.6 mM NH4 disamping 8.5 mM NO3 sangat baik untuk perkecambahan dan pertumbuhan biji anggrek. Banyak akhli kultur aringan betpendapat bahwa Morel mungkin tidak akan berhasil mengorbitkan metode kultur jaringan untuk tujuan komersial, bila NH4+ tidak ditambahkan dalam medianya. NH4 ternyata dibutuhkan untuk perkembangan protocorm. Nitsch dapat dikatakan sebagai orang

pertama yang menggunakan NO3 dan K+ dengan kadar yang cukup tinggi didalam percobaannya pada kultur jaringan tanaman artichoke Jerusalem. Penambahan amonium khlorida sebanyak Tehnik pembenihan Tanaman 337

0.1 nM menghasilkan pertumbuhan jaringan yang menurun. Hereka mengambil kesimpulan, bahwa NH4+ tldak diperlukan dalam kultur jaringan. Tetapi pada waktu yang: bersamaan, Prof. Skoog dan grupnya menunjukkan bahwa NH4 sangat menunjang pertumbuhan kalus tembakau (Miller et al, 1956). Wood & Braun (1961) yang meneliti pertumbuhan sel dari jaringan normal dibandingkan dengan jaringan tumor pada tanaman Venca rosea (Catharanthus roseus), mendapatkan bukti-bukti tentang keuntungan penambahan amonium kedalam media White yang sudah dimodifikasi. Konsentrasi NO3, K+, NH4+, dan KH2PO4 yang diperoleh, hampir sama dengan yang dikembangkan oleh Miller. Gambar 9.8 Sumber explant dari daun, potongan explant dicuci klorox, explant steril ditanaman dalam wadah kultur, hasil kultur jaringan 1. Media MS. Penelitian perbaikan komposisi media di laboratorium Skoog, dikulminasikan dalam publikasinya tentang kebutuhan garam anorganik yang mendukung pertumbuhan optimum pada kultur jaringan tembakau. Media baru yang sudah diperbaiki itu disebut media Murashige & Skoog yang biasa dituliskan sebagai media MS. Media MS mengandung 40 mM N dalam bentuk NO3 dan 29 mM dalam bentuk NH4 Kandungan N ini, lima kali lebih tinggi dari N total yang terdapat pada media Miller, 15 kali lebih tinggi dari me dia tembakau Hildebrant, dan 19 kali lebih tinggi dari media White. Kalium juga ditingkatkan sampai 20 mM, sedangkan 1.25 mM unsur makro lainnya, juga dinaikkan sedikit. Walaupun unsur-unsur makro dalam media MS dibuat untuk kultur kalus tembakau, tetapi komposisi MS ini pada umumnya juga mendukung kultur jaringan tanaman lain. Dibandingkan dengan media-media lain, media MS

paling banyak digunakan untuk berbagai tujuan kultur. Pada tahun-tahun sesudah penemuan media MS, banyak dikembangkan media-media lain. Berdasarkan media MS tersebut, antara lain media: . Lin & Staba, menggunakan setengah dan komposisi unsur makro MS, dengan modifikasi 9 mM amonium nitrat yang seharusnya 10 mM bila setengah dari komposisi MS. Sedangkan KH2PO4 yang digunakan 0.5 mM, tidak 0.625 mM sebagai setengah, dari MS. Larutan garam makro Lin & Staba, kemudian digunakan oleh Halperin dalam penelitian embrio-genesis dari kultur jaringan wortel. Media ini, juga digunakan oleh Bourgin & Nitsch (1967) serta Nitsch & Nitsch (1969) dalam penelitian kultur anther. . Durzan et al (1973) membuat modifikasi media MS untuk. kultur suspensi sel White spruce dengan cara mengurangi konsentrasi K+ dan NO3 , tetapi konsentrasi Ca+2 nya ditingkatkan. . Chaturvedi et al (1978) mengubah media MS untuk kultur pucuk Bougainvillea glabra dengan menurunkan konsentrasi NO3 , K+, Ca+2, Mg+2 dan SO4-3 Meskipun unsur-unsur makro MS merupakan titik tolak pengenbangan media-media lain, tetapi dalam kasuskasus tertentu, pemakaian konsentrasi unsur-unsur makro yang lebih rendah dari pada konsentrasi yang terdapat pada media MS terbukti lebih baik. Telah ditunjukkan bahwa dalam media MS dapat terjadi pengendapan parsenyawaan. 338

Pengendapan ini tidak terlihat dalam media padat, tetapi terlihat jelas pada media cair. Kebanyakan dari persenyawaan yang mengendap adalah fosfat dan besi, kemudian dalam jumlah yang lebih sedikit adalah Ca, K, N, Zn dan Mn. Yang paling sedikit adalah C, Mg, K, Si, H, S, Ca dan Co. Setelah tujuh hari dibiarkan, maka kira-kira 50 % dari Fe dan 13% dari PO4+ mengendap (Dalton et al, 1983). Pengendapan unsur-unsur tersebut mungkin tidak penting, karena unsur-unsur tersebut masih tersedia bagi jaringan tanaman dan pengaruh pengendapannya belum diketahui. Untuk mengatasi pengendapan Fe, Dalton dan grupnya menganjurkan supaya konsentrasi Fe dikurangi sampai 1/3 dengan EDTA yang tetap. b) Media B5 Media B5 dikembangkan oleh Gamborg dan grupnya pada tahun 1968 untuk kultur suspensi kedelai. Pada masa ini media B5 juga digunakan untuk kulturkultur lain. Media ini dikembangkan dari komposisi PRL-4, yang juga dikembangkan pada tahun 1968. Media ini menggunakan konsentrasi HH4+ yang rendah, karena konsentrasi yang lebih dari 2mM menghambat pertumbuhan sel kedelai. Fosfat yang berikan adalah 1 mM, Ca+2 antara 1-4 mM, sedangkan Mg+2 antara 0.5 3. Gambar 9.9 Produksi benih vegetatif bawang (Alium sp.) secara kultur jaringan 2. Media SH Media Schenk & Hildebrant merupakan media ylng juga cukup terkenal, diintroduksi untuk kultur kalus tanaman monokotil dan dikotil. Konsentrasi ion-ion dalam komposisi media SH sangat mirip dengan komposisi yang dibuat oleh Gamborg et al, dengan perbedaan kecil yaitu level Ca+2, Mg+2, dan PO4-3 yang lebih tinggi. Schenk &

Hildebrant mempelajari pertumbuhan jaringan dari 37 jenis tanaman dalam media mereka dan mendapatkan bahwa: 32% dari species yang dicobakan, tumbuh dengan sangat baik, 19% baik, 30% sedang, 14% kurang baik, dan 5% buruk pertumbuhannya. Tetapi karena zat tumbuh yang diberikan pada. tiap jenis tanaman tersebut berbeda, maka hasil yang dipublikasi pada tahun 1972 ini sebenarnya sukar dipahami. Namun demikian, media SH ini; cukdp luas penggunaannya, terutama untuk legume. 3. Media WPM Media ini yang mempunyai kepanjangan Woody Plant Medium dikembangkan oleh Lloyd & Mc Cown pada tahun 1981, merupakan media dengan konsentrasi ion yang rendah pada jaman sesudah penemuan media MS. Media ini konsisten dengan media untuk tanaman berkayu yang dikembangkan oleh akhli lain, tetapi sulfat yang digunakan lebih tinggi dari sulfat pada media tanaman berkayu lain. Saat ini WPM banyak digunakan untuk perbanyakan tanaman hias berbentuk perdu dan pohon-pohon. 2) Unsur mikro dalam kultur jaringan Hara mikro: Fe, Mn, Zn, B, Cu Co, dan Mo adalah komponen protein sel tanaman yang panting dalam proses metaholisme dan proses fisiologi lain. Pentingnya Fe untuk tanaman telah diketahui sejak akhir abad yang lalu, sedangkan unsur-unsur lainnya barn diketahui pada tahun antara 1914-1939. Dalam kultur jaringanpun demikian pula. Tehnik pembenihan Tanaman 339

Pada mulanya, unsur mikro juga diragukan. Pada tahun 1922, Knudson yang menambahkan Fe dan Mn dalam media untuk perkecambahan anggrek, mendapatkan hasil yang sangat baik. Pada tahun antara 1934- 1939, Barthelot, Gautheret, dan Nobecourt menganjurkan pemakaian Cu, Co, Ni, Ti dan Be dalam media kultur. Pada tahun 1946, Hildebrant dan kawan kawannya menentukan kebutuhan B, Mn, Zn dan Fe yang optimum, untuk pertumbuhan kalus tanaman tembakau dan bunga matahari. Mo diperkenalkan oleh Buerk Holder dan Nicks pada tahun 1949. Percobaan Heller pada tahun 1953 merupakan percobaan yang jelas membuktikan pentingnya unsur Fe, B, Mn, Zn, dan Cu Dalam kultur wortel yang ditumbuhkan pada media Gautheret, Heller menemukan bahwa tanpa unsurunsur Fe dan sebagainya, kultur akan mati setelah 3-5 kali disubkultur. Bila salah satu dari unsur makro N, P, K, Ca, Mg, dan S dihilangkan dari media, maka kultur akan mati setelah disubkultur sebanyak 1-2 kali. Hasil ini menunjukkan kepentingan relatif unsur makro dan unsur mikro. Kultur akar juga dipergunakan untuk mempelajari keperluan hara mikro. Zn sangat diperlukan untuk pertumbuhan akar tomat yang normal (Eltinge & Reed, 1940 dalam George & Sherrington, 1984). Sedangkan tanpa Cu, pertumbuhan berhenti sama sekali seperti yang diulas Glasstone, 1947 (George & Sherrington, 1984). Dalam kultur kotiledon selada tanpa Mn, maka jumlah pucuk yang dihasilkan berkurang. Mn dalam level yang tinggi dapat merupakan kompensasi untuk Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistim enzime tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948. Kekurangan Boron mengurangi laju pertumbuhan kultur sel tebu, bunga matahari, dan wortel. Sebaliknya konsentrasi lebih tinggi dari 2 mg/l, bersifat meracun terhadap kultur. Dalam beberapa species ternyata terdapat

interaksi antara B dan auksin dalam pengaturan pengakaran pada percobaan stek. Unsur Seng, Aluminium, dan Nikel, tidak banyak dipeiajari efeknya terhadap pertumbuhan kultur. Untuk Seng, diketahui bahwa unsur ini dibutuhkan dalam sintesa tryptophan; sedangkan untuk Al dan Ni belum ada bukti- bukti yang cukup yang menyatakan bahwa unsur-unsur tersebut terlibat dalam metabolisme penting dalam sel. Unsur Al dan Ni jarang ditambahkan dalam formulasi media, hanya Heller dan beberapa peneliti lain yang menambahkan. Tetapi penambahan Al dan Ni tidak mempunyai pengaruh apaapa. Iodine juga merupakan unsur yang tidak diketahui kontribusinya dalam kultur jaringan tanaman, tetapi 65% dari komposisi media yang dikembangkan, menambahkan unsur ini. Penambahan ini dilakukan setelah White menyatakan bahwa iodine dapat memperbaiki pertumbuhan akar tomat yang dikultur secara in vitro. Dalam media Euwens yang dikembangkan pada tahun 1976 untuk kelapa, iodine yang ditambahkan 0.05 mM; nilai ini 10 kali lebih tinggi dari level yang terdapat dalam komposisi MS. b. Perkembangan Komposisi Vitamin Vitamin yang paling sering digunakan dalam media kultur jaringan tanaman, adalah thiamine (vitamin B1), nicotinic acid (niacin) dan pyridoxine (vitamin B6). Thiamine merupakan vitamin yang esensial dalam kultur tanaman. Penambahan nicotinic acid ke dalam jaringan media, banyak dilakukan setelah Bonner dan Devirian pada tahun 1939 menyatakan bahwa persenyawaan tersebut penting untuk kultur akar tomat, ercis dan lobak. Pada tahun yang sama peneliti Robbins dan Schmidt menemukan bahwa pyridoxin juga diperlukan dalam kultur akar tomat.

340

Pembentukan pucuk dalam Haworthia sp. Keuntungan penambahan myoinositol pertama kali ditunjukkan oleh Jacoulot dalam kultur kambium tanaman elm. dan dalam jumlah kecil didalam agar pasta. misainya dalam kultur Haworthia sp. Henurut George dan Sherrington. Asam amino Asam amino merupakan sumber N . Dan juga ada kemungkinan inkorporasinya dalam fosfoinositida dan fosfatidil inositol yang berperanan dalam pembelahan sel. memperbaiki pertumbuhan dan morfogenesis. Myoinositol kemudian dipergunakan dalam komposisi Wood & Braun dan Hurashige & Skoog. Myoinositol ditemukan dalam air kelapa. Banyak peneliti menemukan bahwa myoinositol mempengaruhi morfogenesis kultur. seperti Salix sp. Pantothenic acid juga ditemukan mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan beberapa jaringan tertentu. Oleh karena itu sering dipandang sebagai golongan vitamin untuk tanaman. kemungkinan. Penambahan myoinositol kedalam media. Penambahan dalam kultur jaringan tanaman pada konsentrasi 0. tergantung dari myo-inositol.95 mM. merangsang pembentukan kalus friable dalam kultur embrio jagung. Dalam kultur suspensi sel clover dan kedelai.Myoinositol yang kadang-kadang juga disebut mesoinositol atau inositol. peranannya melalui keikutsertaannya dalam lintasan biosintesa asamD-galakturonat yang menghasilkan vitamin C dan pektin. bukanlah vitamin dalam kebutuhan fisiologis hewan. Tetapi pantothenic acid tidak berdampak terhadap pertambahan jaringan wortel yang mungkin sudah disintesa dalam jumlah yang cukup dalam jaringannya. bila konsentrasi yang digunakan antara 201000 mg/ml. Vitamin E (tocopherol) merupakan anti-oksidan dalam jaringan manusia yang dapat merangsang sifat juvenil dalam fibroplast paru-paru. merangsang dispersi sel c.

L-cysteine misalnya.mg/1. Penambahan asparagin dan alanin merangsang pembentukan pucuk dalam kultur Torenia. tetapi sel yang ditumbuhkan dalam media dengan nitrat. dalam media dengan komposisi garam anorganik yang tepat. seperti yang dilaporkan. Lysine dan threonine merupakan asam amino yang harus digunakan secara hati-hati.organik. mempunyai pengaruh mengurangi browning pada kultur jaringan tebu.. Ada beberapa asam amino saling . ditemukan bahwa sel-sel menjadi panjang-panjang. setelah White menunjukkan bahwa dalama kultur tomat. tidak menunjukkan gejala yang demikian. Menurut Gamborg. Glycine merupakan asam amino yang ditambahkan sejak tahun 1939. Tapi Linsmaier dan Skoog pada tahun 1965 menemukan bahwa glycine tidak memperbaiki pertumbuhan kalus tembakau. karena dapat menghambat pertumbuhan walaupun pada konsentrasi yang rendah. Glycine merupakan komposisi tetap dalam banyak formulasi media dan diberikan dengan konsentrasi 2 . Sebaiknya tidak menambahkan keduanya bersamasama. L-asparagine digunakan oleh Green dan Phillips (1974) untuk merangsang regenerasi dalam kultur jaringan jagung. Sumber N yang berbeda ini memberikan pengaruh yang berbeda juga. Kedua asam amino tersebut mempunyai efek cooperasi dalam penghambatan. tidak diperlukan penambahan bahan organik lain. penambahan Glycine lebih baik daripada ekstrak ragi. Dalam media B5 yang dikembangkan oleh Gamborg dan grdpnya untuk pertumbuhan sel akar kedelai. Pada kultur sel sycamore. penambahan campuran asam amino seperti yang terdapat dalam casein hidrolisat tidak memberikan pengaruh yang nyata. Beberapa asam amino memang dibuktikan mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan kultur.

Tehnik pembenihan Tanaman 341 .

konsentrasi. Selain auksin dan sitokinin. Kemampuan jaringan mensintesa auksin . giberelin dan persenyawaan-persenyawaan lain juga ditambahkan dalam kasus-kasus tertentu. Level zat pengatur tumbuh endogen ini kemudian. level auksin endogen . tipe petumbuhan yang dikehendaki . Zat Pengatur Tumbuh Dalam kultur jaringan. L-argine dan L-lysine. d. lnteraksi dan perimbangan antara zat pengatur tumbuh yang diberikan dalam media dan yang diproduksi oleh sel secara endogen. jaringan. 1) Auksin. jenis tanamannya. dan organ. Golongan zat tumbuh lain yang ditambahkan. suspensi sel dan organ.antagonis terhadap sesamanya. Jenis . Auksin alamiah adalah Indole Acetic Acid (IAA). Pemilihan jenis auksin dan. dua golongan zat pengatur tumbuh yang sangat penting adalah sitokinin dan auksin. mengubah level zat pengatur tumbuh endogen sel. Zat pengatur tumbuh ini mempengaruhi-pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur sel. seperti phenyl-alanine dan tyrosine. L-leucine dan DL-valine. Sel-sel ini disebut sel-sel yang habituated. merupakan trigering factor untuk prosesproses yang tumbuh dan morfo-genesis. tergantung dari: . menentukan arah perkembangan suatu kultur. Auksin digunakan secara luas dalam kultur jaringan untuk pertumbuhan kalus. Selain itu juga dipengaruhi oleh musim dan umur tanaman. Level auksin dalam eksplan tergantung dari bagian tanaman yang diambil dan. Dalam kultur in vitro ada sel-sel yang dapat tumbuh dan berkembang tanpa auksin seperti sel-sel tumor. Penambahan auksin atau sitokinin eksogen.

4-Dichlorophenoxyacetic Acid C213 Menghambat tunas tambahan (axillary) p-Chlorophenoxyacetic acid P717 Menghambat perpanjangan akar Picloram D159 Dicamba Cytokinins 6-Benzylaminopurine B800 Meningkatkan pembentukan batang 6-.Z125 Menghambat perpanjangan batang N Phenylurea Z899 Menghambat penuaan daun Zeatin 342 ..-Dimethylallylaminopurine D525 Menghambat pemebntukan akar (2iP) K750 Memacu pembelahan sel Kinetin T888 Memicu dan pertumbuhan inisiasi Thidiazuron (TDZ) C279 Merangsang pertumbuhan dan pemecahan tunas tambahan N-(2-chloro-4-pyridyl). Potassium I530 Induksi somatik embrio Salt N600 Pembelahan sel a-Naphthaleneacetic Acid D299 Pembentukan dan pertumbuhan kalus 2..Hormon Nama Produk Nomor Produk Number Fungsi dalam Kultur Jaringan Indole-3 -Acetic Acid Auxins I 885 Pembentukan akar (konsentrasi tinggi) Indole-3-Butyric Acid I538 Pembentukan batang (konsntrasi rendah) Indole-3-Butyric Acid.

04 . perkembangan benih. IAA. 4-Chlorophenoxy acetic acid (4-CPA). Abscisic Abscisic Acid A102 Merangsang pembentkan tuber Acid Merangsang pematangan embrio Memicu awal dormansi Polyamines Putrescine P733 Memicu kecepatan pemebtukan akar Spermidine S837 Memicu somatic embryogenesis Memicu pemebntukan batang (shoot) Pengaruh auksin terhadap pertumbuhan jaringan tanaman diduga melalui dua cara: .4-dichlorophenoxy acetic acid (2. berat molekul 203. Pengasaman dinding menyebabkan K+ diambil. berat molekul 202.Zeatin Riboside Gibberellins Gibberellic Acid G500 Merangsang perpanjangan batang Memecah dormansi.24 . 2. embrio dan tunas apikal Menghambat kecepatan pembentukan akar Paclobutrazol dan ancymidol menghambat sintesis gibberellin. mempengaruhi metabolisme RNA yang berarti metabolisme protein. . Indole butyric acid (IBA). Naphtoxy acetic acid (NOA). Auksin sintetik yang sexing digunakan dalam kultur jaringan tanaman adalah: .21 .40).21 . Naphtaleine acetic acidi-naphtyl (NAA). berat molekul 186.19 . berat nolekul 221. dengan demikian dihasilkan batang yang pendek. molekul RNA. Menginduksi sekresi ion H+ keluar sel melalui dinding sel. mungkin melalui transkripsi. dan pengambilan ini mengurangi potensial air dalam sel. Akibatnya air masuk ke dalam sel dan sel membesar . dengan berat nolekul 175.

IAA conjugate: IAA-L-alanine IAAGlycine 2) Sitokinin Golongan sitokinin adalah turunan dari adenine. Zeatin. (6-furfuryl amino purine). Kinetin.04 .46 .60 . berat molekul 255.6-Dichloro anisic acid (Dicamba). 2.25 . berat molekul 241. Kinetin diperoleh dari DNA ikan herring yang diautoklaf dalam larutan yang asam.t-dimetylallyl amino purine). (4-hydroxyl 73-methyl-trans-2butenyl amino purine).berat molekul 186. Persenyawaan tersebut kemudian dinamakan kinetin.6-trichloro picolinic acid (Picloram). atau 6-(t. Seperti juga auksin. 2iP (N6-2-isopentanyl adenine.49 . Persenyawaan dari DNA tersebut sewaktu ditambahkan ke dalam media untuk tembakau. 4-Amino-3. adalah kinetin yang diisolasi oleh Prof. Sitokinin yang biasa digunakan dalam kultur jaringan : . Sitokinin yang pertama ditemukan.Golongan ini sangat penting dalam pengaturan pembelahan sel dan morfogenesis. . berat Tehnik pembenihan Tanaman 343 . berat molekul 219. ternyata merangsang pembelahan sel dan diferensiasi sel.25. Skoog dalam Laboratorium Botany di University of Wisconsin. berat molekul 215. berat molekul 221. sitokinin ada yang alamiah dan sintesis.5. 3.4.5-trichloro acetic acid.

tanaman.13 . 4) Zat Pengatur Tumbuh Yang Tidak Umum B .molekul 203.6-dichloro-4 pyridyl)-N. Berat molekul GA3 346.69 . berat molekul 247. Tetapi dalam kultur kalus dimana pertumbuhan sudah cepat hanyadengan auksin dan sitokinin. 6(-benzylamino). Pada umumnya giberelin terutama GA3 menghambat perakaran. BAP/BA (6-benzyl amino purine/6benzyl adenine). . kadang-kadang membantu morfogenesis. berat molekul 28 2.21.6-C1-4 PU: N (2. maka penambahan giberelin sering m enghambat. berat molekul 22 0.26 . berat molekul 309.-9-(2rahydropyranyl)-9H-purine. gula.25 3) Giberelin P enggunaan giberelin dalam kultur jaringan. 2C 1-4 PU: N (2-chloro-4 pyridyl)-Nph enylurea.phenylurea.01-0.38. Pertumbuhan kentang juga ba ik bila 0.5-5. dimana GA3 merangsang pembentukan pucuk dari potongan inflorescence. 2. Thidiazurin urea). berat molekul 225.10 mg/1 GA3 dikombinasikan dengan 0. PBA (SD 8339): .37 .0 mg/1 kinetin. Pengaruh positif giberelin ditemukan bit.

4 . Dikegulac dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah pucuk dalam kultur sweet chery. ekstrak ragi.4-D dan air kelapa terjadi reaksi sinergistik yang memacu pertumbuhan kalus Daucus c arota. Pada tahun-tahun berikutnya. bila dalam media juga diberikan auksin. menemukan bahwa efek air kelapa pada pertumbuhan memjadi lebih baik. casein hydrolysate. persenyawaan kompleks yang dimaksud adalah: air kelapa. Caplin & Steward memperoleh pertumbuhan kalus yang lebih baik pada media dengan 5% air kelapa dan casein hydrolysate dari pada media dengan IAA. ekstrak kentang. dan ekstrak pisang. P enggunaan air kelapa pertama kali dilaporkan oleh van Overbeek pada tahun 1941 dalam kultur embrio Datura stramonium. Persenyawaan Organik Kompleks D isamping golongan persenyawaan organik yang konstitusinya jelas. e. Steward dan Caplin (1951) mendapatkan bahwa antara 2. yang komposisinya dapat berbeda dari sumber yang satu dengan yang lainnya. penambahan air kelapa dalam media yang mengandung 2. Gautheret menemukan bahwa air kelapa dapat digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan jaringan yang diisolasi dari cumber yang berlainan. juga ditambahkan persenyawaan yang kompleks.eberapa persenyawaan yang mempunyai sifat mengatur pertumbuhan dan perkembangan jaringan tanaman misalnya: glyphosate (N-phosphonomethyl glycine) dapat digunakan untuk merangsang pucuk dalam kalus alfalfa bila ditambahkan bersama-sama auksin dan sitokinin. Lin & Staba (1961) menemukan bahwa pada pertumbuhan kalus pe ppermint dan spearmint. juice tomat. Tetapi tidak semua auksin dan air kelapa mempunyai kerja sama yang sinergis. Penelitian yang lebih mendalam. dapat bersifat sinergis. kadangkadang dalam media kultur jaringan. Pada tahun 1948. Auksin tertentu dan air kelapa.

purin. asam nukleat. B ahan-bahan yang terkandung dalam air kelapa. gula alkohol. vitamin. dan zat pengatur tumbuh. mineral. antara lain: asam amino. Zat pengatur tumbuh yang ditemukan dalam air kelapa antara lain : . sedangkan dengan 2.-0 meningkatkan pertumbuhan kalus. gula. asamasam organik. 344 .benzothiazoleox yacetic acid tidak. 9-B-D ribofuranosyl zeatin ditemukan oleh Letham pada tahun 1968 (George & Sherrington 1984).

1984). peptida. Dalam hal ini. 1) Casein hydrolysat Dalam media yang tidak mengandung ion amonium. Casein hydrolisat diberikan dalam konsentrasi 200-500 mg/l. Ekstrak ragi juga menyumbangkan asam amino. vitamin. 1955 dalam George & Sherrington. N-N-Diphenyl urea (Shantz & Steward. 1970 dalam George & Sherrington. ekstrak pisang.5 gram/1 sampai 2 gram/1. Konsentrasi yang digunakan dalam kultur berkisar antara 0. 1982 dalam George & Sherrington. 1984). telah memperbaiki pertumbuhan akar. 2) Ekstrak ragi Penggunaan bahan ini pada aural sejarah kultur jaringan dalam percobaanpercobaan pionir seperti yang dilakukan oleh Robbins dan White.. Dalam kultur jagung. 3) Juice tomat. Bahan-bahan ini pada umumnya merupakan sumber gula. banyak . Oleh karena itu mereka berpendapat bahwa ada persenyawaan lain yang penting dalam casein hydrolysat. meningkatkan jumlah pucuk yang terbentuk-dalam kalus padi. 1984). dan ekstrak kentang. walaupun dalam media sudah ada ion amonium seperti media Linsmaier & Skoog. Sumber asap amino campuran yang relatif murah adalah casein hydrolysat dan ekstrak ragi. . zat pengatur tumbuh. . Penambahan casein-hydrolysat dalam media regenerasi padi. penambahan asap amino yang sama dengan asap amino dalam casein hydrolysat tidak menghasilkan pengaruh yang sama. Penambahan asap amino dapat memperbaiki pertumbuhan can morfogenesis. (4) 2(3-methylbutyl-2-ethylamino) (Letham. vitamin. Juice tomat dan ekstrak pisang. dan asam amino. untuk pertumbuhan kultur. penambahan ekstrak ragi 800 mg/1 atau casein hydrolysat 200 mg/1 memperbaiki pertumbuhan kalus. Zeatin (Zwar & Bruce.

penambahan bahan-bahan yang undefined ini dihindarkan. f. sedangkan manosa dan laktosa Tehnik pembenihan Tanaman 345 . Karbohidrat terutama gpla. Dalam perkembangan komposisi media. Ekstrak kentang biasanya digunakan antara 10-30% dengan hasil terbaik 20%. banyak bahanbahan organik harus ditambahkan kedalam media untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. bahan tanaman yang digunakan merupakan bagian kecil dari tanaman dan tidakmerupakan suatu sistim yang lengkap. Penambahan ekstrak kentang kedalam media. Gautheret mendapatkan bahwa sukrosa adalah yang paling baik. dengan nyata meningkatkan pertumbuhan kalus dan regenerasi anther beberapa jenis padi. Gula putih yang biasa digunakan untuk keperluan seharihari cukup memenuhl syarat untuk mendukung pertumbuhan kultur. Sumber Energi : Karbohidrat Didalam kultur jaringan. maltosaa dan rafinosa. kadang-kadang tidak dapat diulangi lagi. Ekstrak kentang digunakan dalam kultur anther padi. merupakan komponen yang selalu ada dalam media tumbuh. nutrisi tanaman. Perkembangan pemilihan jenis karbohidrat dimulai tahun 1945 oleh Gautheret. Lingkungan tumbuh. Dengan demikian.digunakan untuk kultur embrio anggrek. ia membandingkan pengaruh berbagai jenis gula pada kultur jaringan wortel. Hasil yang diperoleh di suatu saat. lalu glukosa. mempengaruhi kandungan pesenyawaan tersebut. dan sebagainya. karena bahanbahan organik ini dapat berbeda bila varietas tanaman berbeda. Fruktosa dan galaktosa kurang efektif. kecuali dalam media untuk tujuan yang sangat spesifik. Tetapi tidak dijelaskan tentang jenis kentang yang dipergunakan.

Dalam kultur kalus dan pucuk. dalam media dengan pH rendah.9 atm. Kultur pucuk mulberry yang tidak dorman. Konsentrasi optimum sukrosa tergantung dari jenis kultur. Sebahagian besar potensi osmotik dalam media White disebabkan oleh gula. g. tidak merangsang pertumbuhan pucuk. tumbuh baik pada media dengan maltosa. gula juga berfungsi sebagai tekanan osmotik media. dan fruktosa. Hidrolisa terjadi karena aktifitas enzim invertase yang terdapat pada dinding sel. Pembelahan sel protonema Ceratodon purpureus dipengaruhi oleh Selain sebagai somber energi. adanya gula. Sedangkan penambahan sukrosa. sehingga dalam kisaran temperatur kultur agar akan berada dalam keadaan beku yang stabil . konsentrasi gula dapat mencapai 12%. sedangkan dalam media MS hanya seten ah dari potensial osmotiknya disebabkan oleh. garam-garam 3. konsentrasi antara 2-4% merupakan konsentrasi yang optimum. Namun dalam kultur embrio. Pertumbuhan kalus Nicotiana glutinosa yang terbaik adalah bila potensial osmotik yang disebabkan adanya sukrosa dalam larutan: 2.6 atm. Kombinasi yang lain adalah: sukrosa: 0. Bahan Pemadat Bahan pemadat yang paling banyak digunakan agar. agar membeku pada suhu < 45 oC dan mencair pada temperatur 100 oC. dengan garam-garam lain memberikan 2. Pada umumnya urutan yang demikian berlaku untuk hampir semua tanaman. glukosa.2 atm. Hidrolisa sukrosa paling efektif.7 atm.merupakan karbohidrat yang paling tidak efektif. Namun ada saja kekecualian dalam semua kasus. keuntungan dari pemakaian agar adalah: . Sukrosa dalam media dihidrolisa menjadi monosakharida se1ama masa kultur.

1. pemakaian gelrite lebih rendah dari agar. 346 . Gelrite yang diproduksi oleh Kelco. Gefrite membentuk gel yang lebih bening dari agar.6. Konsentrasi agar yang diberikan berkisar antara 0. tetapi yang diisolasi dari organisme mikro lain. selama 24 jam dalam aquadest. penggunaan agar murni bukan suatu keharusan mengingat harga agar murni sangat tinggi. Bahan-bahan yang tidak diinginkan dari agar. Kekerasan media juga dipengaruhi oleh : .. . merupakan polisakharida dari bakteri Pseudomonas sp. tidak bereaksi dengan persenyawaan penyusun media. dapat dimurnikan dengan jalan merendam agar. Selain agar. pada umumnya hanya 2 gram per liter media. sedangkan zat penghambat dari eksplan tetap berkumpul di sekitar eksplan. .0%. Jenis agar yang dipakai. Agar kemudian dibilas dengan ethanol dan dikeringkan dalam oven pada 60° C selama 24 jam. Untuk mencapai kekerasan gel tertentu. pH media h. Kekerasan media pada umumnya meningkat secara linier pada pertambahan konsentrasi agar. akhir-akhir ini dikembangkan suatu zat pemadat lain yang juga merupakan polisakharida. Konsentrasi agar yang terlalu tinggi dapat mengurangi difusi persenyawaan dari dan ke arah eksplan sehingga pengambilan hara dan zat tumbuh berkurang. Penambahan arang aktif Dalam perbanyakan komersil dan percobaan-percobaan yang tidak dimaksudkan untuk mempelajari metabolisme sel. Agar adalah campuran polisakharida yang diperoleh dari beberapa species algae. tidak dicerna oleh enzim tanaman . Beberapa sifat gelrite yang berlainan dengan agar adalah bahwa : ..

.

. Mencegah pertumbuhan kalus yang tidak diinginkan. media regenerasi. . Membantu embrio-genesis kultur dalam media regenerasi. atau media perakaran. tanpa auksin. Menyerap zat pengatur-tumbuh sehingga: . Garam NaCl dan KCl menurunkan kekerasan tetapi MgCl2 dan CaCl2 meningkatkan kekerasan gel.5 0. seperti dalam androgenesis dan pucuk yang ingin diakarkan.6 X. Penambahan arang aktif dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan kultur. Merangsang perakaran dengan mengurangi tingkat cahaya Arang aktif ditambahkan dengan konsentrasi yang variasi dari 0. Namun kekerasan gel dari gelrite sangat dipengaruhi oleh kehadiran garam seperti NaCl. KCl. Arang aktif adalah arang yang sudah dipanaskan beberapa jam dengan menggunakan uap atau udara panas. Bahan ini mempunyai adsorpsi yang sangat kuat. Arang aktif dapat ditambahkan kedalam media pada berbagai tahap perkembangan Bahan ini dapat ditambahkan pada media inisiasi. pengaruh arang aktif adalah sebagai berikut: 1) Menyerap senyawa toxin yang terdapat dalam media yang dapat menghambat pertumbuhan kultur terutama: . . Secara umum. . Persenyawaan 5-hidroksimetil furfural yang diduga terbentuk dari gula yang berada dalam larutan asam lemah dan mengalami pemanasan dengan tekanan tinggi (Kitsch et al. tergantung dari jenis kulturnya.6H2O dan CaCl2.. Senyawa fenolik dari jaringan yang terluka waktu inisiasi. mungkin dengan betindak sebagai sink yang menarik auksin dari dalam sel sehingga enbriogenesis dapat terjadi . MgCl2. 1968).

9. Sesudah sterilisasi dalam autoclave. Efisiensi pembekuan agar. juga harus mempertimbangkan faktor-faktor: . Dalam media yang ditambahkan arang aktif. Tanaman Ericaceae seperti Rhododendron ditemukan tumbuh lebih baik dalam media 4. Sel-sel tanaman membutuhkan pH yang sedikit asam berkisar antara 5. botol media harus sering dikocok agar mulai membeku. Murashige dan Skoog menyarankan agar dilakukan pemanasan untuk melarutkan agar-agar dan memanaskan media didalam autoclave selama beberapa menit. baru diadakan Tehnik pembenihan Tanaman 347 . beberapa saat sebelum disterilkan dengan autoclave.5-5. Derajat keasaman media Faktor penting lain yang juga perlu mendapat perhatian. Pada umumnya terdapat penurunan pH setelah disterilkan dalam autoclave. biasa dilakukan dengan menggunakan NaOH (atau kadang-kadang KOH) atau HCl pada waktu semua komponen sudah dicampur. adalah pH yang harus diatur sedemikian rupa sehinga tidak mengganggu fungsi membran sel dan pH dari sitoplasma.0 dalam media yang belum disterilkan. Untuk mencapai pH sekitar 5. Mann dan grupnya (dalam George dan Sherrington.5.7 -5. 1984) membuat pH 7. Kelarutan dari garamHgaram penyusun media . i. harus diusahakan agar arang aktif terbagi rata dalam media. Pengaturan pH. Untuk menghindarkan perubahan pH yang cukup besar.tergantung dari tujuan. Pengaturan pH selain memperhatikan kepentingan fisiologi sel.8. Pengambilan (uptake) dari zat pengatur tumbuh dan garam-garam lain . Sekalipun media sudah ditepatkan. seringkali setelah sterilisasi pH-nya berubah.

. Banyak peneliti menyarankan untuk menambahkan KH2PO4 dan KH2PO4 dalam media. dan legume lain. digunakan untuk hampir semua jenis kultur.4 Beberapa Komposisi Media Pada umumnya media kultur jaringan dibedakan menjadi media dasar dan media perlakuan. Penambahan KH2PO4 sendiri tidak efektif sebagai buffer. Beberapa media. pH. Setelah itu media di-tuang ke dalam wadah kultur steril yang telah dipersiapkan di dalam laminar air flow cabinet. Penamaan resep media dasar umumnya diambil dari nama penemunya atau peneliti yang menggunakan pertama kali dalam kultur khusus dan memperoleh suatu hasil yang panting artinya. Dalam teknik kultur jaringan dikenal puluhan macam media dasar. Cara ini juga diguna}can pada penelitian yang menggunakan media dengan pH rendah untuk tujuan seleksi.dasar yang banyak digunakan antara lain: . Dalam wadah yang besar. 9. Media dasar White (1934) yang sangat cocok kultur akar tanaman tomat . untuk tindak sebagai buffer. media disterilkan dan kemudian dititrasi dengan Na0H/HC1 steril sampai pH yang diinginkan. alfafa. Media dasar Nitsch dan Nitsch yang . terutama pada tanaman herbaceus. sumber energi dan vitamin. Media dasar Murashige dan Skoog (1962) yang dac. Resep media dasar adalah resep kombinasi zat yang mengandung hara esensial (makro dan mikro). Penambahan asam amino seringkali juga bersifat sehagai buffer organik. Media dasar B5 untuk kultur sel kedelai. .menetapar. . Media dasar Vacin dan Went yang biasa digunaan untuk kultur jaringan anggrek. Cara lain yang dilakukan adalah penetapan pH setelah media disterilkan dalam autoclave.

Bahan yang telah ditimbang. Larutan dibuat dalam bentuk larutan stok campuran. Media dasar Schenk dan Hildebrandt (1972) yang cocok untuk kultur jaringan tanaman-tanaman monokotil. Larutan Stok A. . . .biasa digunakan dalam kultur tepung sari (pollen) kultur sel. Larutan stok A untuk persenyawaan NH4NO3. 1 liter (50 kali konsentrasi) Menimbang persenyawaan NH4NO3 sebanyak 83. Kadang-kadang untuk kultur tertentu.50 gram. berarti konsentrasi persenyawaan yang digunakan adalah setengah konsentrasi Media HS. kombinasi zat kimia dari Murashige dan Skoog masih tetap digunakan tetapi konsentrasi yang diubah. Larutan stok C untuk persenyawaan CaCl2. Medium khusus tanaman berkayu atau Woody Plant Medium (WPM). dimasukkan ke dalam gelas piala bersih yang sudah berisi aquadest atau air bebas ion kira-kira 700 ml. Gelas piala dibilas dengan aquadest dan air bilasan dituang ke dalam labu takar (sebaiknya bilaslah dengan 50 . . . Biasanya larutan stok hara dibuat dalam beberapa macam dan diberi nama sebagai berikut : . sebagai contoh media 1/2 MS. Larutan stok E untuk persenyawaan FeSO4.7H2O dan KH2PO4. Larutan stok D untuk persenyawaan MgSO4. Larutan stok B untuk persenyawaan KNO3. Larutan. Media N6 untuk serealia terutama padi Dari sekian banyak media dasar yang paling sering dan banyak digunakan adalah komposisi media dari Murashige dan Skoog. . kemudian dipindahkan ke dalam labu takar 1 liter yang telah dibilas dengan aquadest. .7H2O dam Na2EDTA . Kemudian diaduk hingga larut merata.2H2O.

Kemudian 348 .ml aquadest 2-3 kali).

Formula ini memang memudahkan pekerjaan. ada yang hanya mengandung garam makro dan mikro serta vitamin. langkah pertama adalah membuat stok dari media terpilih. Larutan stok. ada juga yang lengkap sampai hormon dan gula. sedangkan stok hara dapat disimpan 4-8 minggu. pembuatan media selanjutnya hanya dengan teknik pengenceran dan pencanpuran saja. bahkan larutan stok mikro dapat dipergunakan sampai 200 liter media. Dalam pembuatan media. . tapi untuk suatu penelitian yang memerlukan perubahan komposisi dalam satu atau beberapa komponen. Dengan adanya larutan stok. dibutuhkan 20 ml larutan stok A.ditambahkan aquadest hingga volume' larutan tepat pada 1 liter. stok mikro. Pembuatan Media Dewasa ini beberapa media kultur jaringan dapat dibeli dalam bentuk bubuk yang telah dipersiapkan. Stok hormon dapat disimpan antara 2-4 minggu. Setiap larutan stok dapat dipergunakan untuk kira-kira 50 liter-media. stok vitamin dan stok hormon terutama bila larutan stok tidak disimpan ter-lalu lama (segera digunakan habis). Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan larutan stok adalah penyimpanan (daya simpan) larutan. Larutan telah jadi. Tergantung dari jenisnya. lalu dipindahkan ke dalam erlenmeyer/botol reagent ukuran 1 liter yang bersih. maka pemisahan komponenkomponen penyusun media perlu dilakukan. Untuk membuat 1 liter media. Pembuatan larutan stok berdasarkan pengelompokan dalam stok makro. bila dapat disimpan ditempat yang bertemperatur rendah dan gelap. a. Larutan stok A dapat disimpan pada suhu kamar. diberi label A dan ditutup rapat.. Selain itu. stok Fe. Penggunaan larutan stok menghemat pekerjaan menimbang bahan yang berulang-ulang setiap kali membuat media. juga kadang-kadang timbangan yang dibutuhkan untuk menimbang jumlah kecil tidak tersedia dalam laboratorium.

dilarutkan dalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest. Larutan dituang ke dalam labu takar 1 liter seperti pada proses pembuatan larutan stok A. karena ada beberapa bahar yang tidak tahan dalam suhu tinggi atau cahaya. Larutan stok yang terkontaminasi mikroorganisme ini. yaitu dengan menbuat satu larutan stok hanya untuk satu jenis bahan (terutama untuk unsur hara makro). Larutan stok kadang-kadang ditumbuhi mikroba. Timbang persenyawaan KNO3 sebanyak 95 gram. tidak dapat digunakan lagi. larutan dipindahkan ke dalam gelas erlenmeyer 1 liter. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang persenyawaan CaCl2. Stok hara makro Senyawa-senyawa sumber unsur hara makro diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. diberi label "B". juga tidak dapat digunakan lagi.Larutan yang sudah mengalami pengendapan. Oleh karena itu pengendapan larutan dapat dihindari dengan membuat larutan yang tidak terlalu pekat atau tidak menggunakan larutan campuran. b. Larutan Stok B. 1 liter. kemudian. kemungkinan hal tersebut akan mempercepat pengendapan larutan. Setelah volume larutan diterakan 1 liter.H2O sebanyak 44 gram. Kondisi simpan juga perlu diperhatikan. Jenis anion senyawa sumber unsur hara makro tidak sama. Larutan diaduk hingga larut merata. serapat mungkin. Stok C. Oleh karena itu kondisi simpan harus dijaga kebersihan dan tempat (wadah) larutan harus diusahakan. kemudian dilarutkan Tehnik pembenihan Tanaman 349 . Untuk membuat 1 liter media diperlukan 20 ml larutan stok B. Pengendapan larutan stok umumnya terjadi bila kepekatan larutan terlalu tinggi. Oleh karena itu sebaiknya dibuat dalam larutan stok tunggal. ditutup rapat dan disimpan dalam kondisi suhu kamar.

Setelah mendingin.57 gram FeSO4. diperlukan 10 ml larutan stok C. ulangilah proses seperti pembuatan larutan stok A dan B.45 gram Na2EDTA. Setelah suhu kembali ke suhu kamar. kedua persenyawaan dituangkan dalam satu labu takar 1 liter. Larutan stok E dapat disimpan dalam kondisi. Untuk membuat media MS 1 liter. Kedua bahan tersebut dilarutkan secara terpisah dalam kira-kira 350 ml aquadest. Biarkan hingga suhu kembali ke suhu kamar. diperlukan 5 ml larutan stok E. Larutan stok D dapat disimpan dalam kondisi suhu kamar. Setelah volume tepat 1 liter. Karena larutan Fe ini peka terhadap cahaya. kemudian tambahkan larutan FeSO4. larutan dibiarkan mendingin dahulu hingga suhu kembali ke suhu kamar.7H2O dan 7.7H2O dan diaduk hingga tercampur merata. Oleh karena itu sebelum ditempatkan volumenya. ulangi proses pembuatan stok terdahulu.H2O dan 17 gram KH2PO4. Stok hara mikro. dibutuhkan 10 ml larutan stok D Larutan stok E. Untuk membuat 1 liter media MS. maka perlu diselubungi aluminium foil pada erlenmeyer/botol penyimpannya. pindahkan ke dalam erlenmeyer/botol 1 liter yang bersih dan seluruh sisinya sudah tertutup aluminium foil. Setelah larut. Dalam 1 liter media MS. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang 37 gram persenyawaan MgSO4. tetapi lebih baik disimpan dalam lemari es. Persenyawaan kalsium-klorida akan membebaskan kalor bila dilarutkan dalam air. Stok D. Proses selanjutnya sama seperti pada pembuatan stok sebelumnya. . masukkan larutan campuran itu ke dalam labu takar.suhu kamar. Unsur hara mikro sangat sedikit diperlukan dalam pembuatan media. Larutkan secara terpisah easing-easing persenyawaan dalam 350 ml aquadest. Larutan stok C dapat disimpan dalam kondisi seperti larutan stok A dan B.dalam 700 ml aquadest dalam galas piala 1 liter. 1 liter (200 kali konsentrasi): Timbang 5. Larutan Na2EDTA dipanaskan hingga 40-60°C selama beberapa menit. gunakan gelas piala 1 liter. c.

ditutup rapat dan disimpan pada suhu kamar.Biasanya larutan hara makro dibuat dengan kepekatan 200 kali konsentrasi akhir media dan bahan yang diperiukan masih cukup kecil jumlahnya.0 mg KI 166. Cara membuat larutan stok hara mikro dapat dirinci sebagai berikut: Timbang bahan-bahan sumber hara mikro dengan menggunakan timbangan analitik dalam jumlah sebagai berikut: Nama Senyawa Berat MnSO4. baru disusul oleh bahan berikutnya. Setelah semua bahan larut. Satu liter media MS hanya memerlukan 5 ml larutan stok F. umumnya peka terhadap suhu tinggi dan cahaya.0 mg CuSO4. Oleh karena itu larutan stok vitamin dan zat pengatur tumbuh. harus disimpan di dalam lemari es dan sebaiknya dalam membuatnya .0 mg H3B03 1240. Bahan-bahan organik. Larutan yang telah jadi selanjutnya dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan diberi label F. Setiap memasukkan bahan diikuti dengan pengadukan agar larut. Oleh karena itu larutan stok unsur hara mikro dapat dibuat sebagai stok campuran. baru dimasukkan ke dalam labu takar 1 liter dan volume ditempatkan 1 liter dengan menambah aquadest.0 mg ZnSO4.5H20 5. merupakan bahan-bahan kimia organik.0 mg CoCl. Selain itu zat organik dalam bentuk larutan mudah mengalami perubahan. Vitamin dan zat pengatur tumbuh.0 mg Masukkan bahan satu per satu kedalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest. sehingga:tidak awet.0 mg Na2MoO4.2H20 50.H20 3380.6H20 5.7H20 1720.

350 .

Usahakan volume tidak melebihi 50 ml. ditutup rapat. hanya membutuhkan 1 mllarutan stok vitamin. lalu disimpan dalam lemari es. Larutan yang telah jadi. d. Sambil diaduk-aduk teteskan sedikit larutan NaOH 1 N dengan hati-hati hingga bahan larut benar-benar. kemudian dipindahkan ke dalam . Setelah larut merata. umumnya hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Khusus myo-inositol. maka larutan stok vitamin dapat dibuat' sebagai stok campuran. Untuk membuat larutan stok. pyridoxine HCl 0. dibuat larutan stok tunggal dengan kepekatan 100 kali konsentrasi akhir media. berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok zat pengatur tumbuh dengan kepekatan 1 mg/ml sebanyak 100 ml. Labu takar kemudian dikocok hingga semua bahan larut merata. kemudian dipindahkan ke botol 100 ml. e. Satu liter media yang dibuat. Larutan stok vitamin. karena biasanya zat pengatur tum. nicotinic acid U.1 mg. Proses penimbangan zat pengatur tumbuh untuk larutan stok.5 mg dan glycine 2. sulit digeneralisasikan. umumnya dibuat 1000 kali konsentrasi akhir. Bila vitamin bukan merupakan vitamin yang sama. 1) Larutan stok auksin Timbang bahan sebanyak 100 mg.0 mg per liter media. Sebagai contoh akan dibuat media dasar yang memerlukan thiamine HCl 0. Setelah larut merata.5 mg.kemudian dituangkan ke dalam gelas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. Sebagai contoh. kemudian volume labu ditepatkan sampai 100 ml dengan menambahkan aquadest. hati-hati dalam membilas bahan yang dimasukkan ke labu. Larutan stok zat pengatur tumbuh Zat pengatur tumbuh. B iasanya larutan stok zat pengatur tumbuh dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml. diberi label. sebanyak 100 ml.buh merupakan perlakuan dalam media kultur jaringan.tidak usah banyak-banyak agar cepat habis terpakai.

Setelah larut dan dingin. ditutup rapat dan diberi label untuk seterusnya disimpan dalam lemari es. larutan dipindahkan ke dalam labu takar 100 ml untuk ditepatkan volumenya pada 100 ml. ditetesi dengan larutan HCl 1 N dan dipanaskan sebentar hingga bahan benar-benar larut (menjadi jernih). dalam jumlah sedikit (100 ml). yaitu 1-10 mg/ml. Tehnik pembenihan Tanaman 351 . Timbang kinetin 100 mg dan tuang ke dalam galas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. diberi label dan disimpan dalam lemari es. dan volume ditepatkan 100 ml dengan menambahkan akuades. Bila 1 ml larutan stok ini ditambahkan dalaa pembuatan 1 liter media akan memberi perlakuan kinetin 1 ppm. Sebagai pengganti larutan NaOH. Berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok kinetin 1 mg/ml sebanyak 100 ml. Larutan yang telah ditepatkan volumenya itu dipindahkan ke dalam erlenmeyer 100 ml. Bila perlakuan zat pengatur tumbuh (auksin) yang digunakan 1 ppm maka dibutuhkan 1 ml. kebutuhan larutan stok zat pengatur tumbuh bergantung kepada konsentrasi yang digunakan (perlakuan zat pengatur tumbuh). sitokinin sebaiknya dibuat stok. ditutup rapat. 2) Larutan stok sitokinin Seperti auksin.labu takar 100 ml. dengan menambahkan aquadest. dapat digunakan bahan pelarut alkohol 40%. atau dengan pemanasan larutan awal (larutan sebelum diterakan dalam labu takar) selama beberapa menit hingga bahan benarbenar larut (menjadi jernih). Sambil diaduk-aduk. Untuk membuat 1 liter media. Larutan yang telah jadi dipindahkan ke dalam botol simpan 100 ml. Umumnya kepekatan yang digunakan hampir sama dengan auksin. bila 2 ppm diperlukan 2 dan seterusnya.

Stok vitamin dan zat pengatur tumbuh. Semua alat-alat gelas (alat ukur. dapat dibantu pelarutannya dengan menambahkan rapa tetes larutan HCl 1 N. atau dengan pemanasan. tempatkanlah pada rak penyimpanan secara terbalik supaya kering dan bagian dalamnya tidak berdebu. Larutan stok unsur hara. akan dibuat 1 liter media MS dengan perlakuan 1 ppm NAA dan 2 ppm kinetin. Cara membuat media dengan larutan stok. Bila tidak digunakan lagi. takar. . jadwal pembuatan media. wadah) sebelum dipergunakan untuk membuat larutan. . Sedangkan zat pengatur tumbuh yang bereaksi basa seperti golongan sitokinin. tidak boleh digunakan lagi (dibuang). . Zat pengatur tumbuh yang bereaksi asam seperti auksin dan giberelin. Setelah selesai digunakan atau sebelum digunakan lagi. atau dengan pemanasan. Larutan stok yang telah mengalami pengendapan dan yang sudah ditumbuhi mikroorganisme. dan semua sarana pembuatan media harus benar-benar sudah siap. harus ditentukan dahulu kebutuhan media. . Untuk itu perlu diketahui benar-benar volume kebutuhan larutan stok masing-masing. sebaiknya tidak disimpan lebih dari dua bulan sebelum dipergunakan. dapat dilarutkan dengan bantuan menambahan larutan NaOH (basa). sebaiknya digunakan segar (kurang dari 2 minggu). harus dibilas dulu dengan aquadest. atau menggunakan bahan pelarut alkohol 40%. sebagai contoh. Oleh karena itu sebelum membuat larutan stok. dilakukan dengan metode pengenceran. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada larutan stok: . harus pula segera dibilas dengan aquadest.Ketentuan pembuatan larutan stok auksin dan sitoinin ini dapat berlaku umum untuk golongan zat pengatur tumbuh yang lain.

Bilas dengan aquadest steril. Bagian tanaman seperti embrio muda.5 Inisiasi tunas Inisiasi adalah proses memulai suatu kegiatan kultur jaringan. 9.8% agar dan mengandung 3% gula sukrosa). dan juga moss. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. Bagian ujung eksplan yang keluar dari larutan sterilisasi.4-D.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. lalu iris dalam potongan kecil. Tahapannya adalah sebagai berikut. Suatu contoh prosedur dalam inisiasi kultur kalus. hipokotil. kupas kulit luarrnya. 352 . daun. monokotil gymnospermae.Media yang dibuat adalah media padat dengan 0. seiama 10 menit. dan jaringan meristemlainnya. Eksplan yang telah disterilkan dikulturkan dalam media kultur (MS+BAP). Sterilkan dalam alkohol 70% selama 1 menit. kotiledon. Inisiasi dapat dilakukan melalui akar. Wortel yang segar dan yang kotor cuci wortel dengan detergent. pakis. Rendam dalam larutan clorox 20X. dipotong ambil bagian kambium dan tanam di dalam larutan 77:2 media ES dengan hormon 2. di dalam media MS. tunas tersebut disubkultur dalam media multiplikasi (MS+BAP) dan beberapa komponen organik lainnya. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula. Bilas lagi 3 kali dalam aquadest. Setelah terbentuk tunas. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. dan batang muda. dapat diperoleh dengan menumbuhkan potongan wortel dekat lingkaran kambium. Tahap awal adalah proses persiapan eksplan. meliputi dikotil berdaun lebar.

.

dapat dipergunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 1000 kali. Kultur diletakkan pada rak terbuka di dalam ruang kultur dengan temperatur rata-rata 250C dalam diffuse light. dan tanggal tanam. Periksa kultur setelah satu minggu. untuk melihat perkembangan kultur. atau dipindahkan ke media lain untuk diregenerasi menjadi tanaman. Ketiga eksplan ini dianggap sebagai satu unit percobaan. media disimpan dulu selama 3 hari dalam keadaan gelap.Mempersiapkan media dan lingkungan kultur. kode media. bagian yang diambil. kalus dapat membentuk akar atau tunas. Untuk itu parameter pertumbuhan yang digunakan untuk pengaruh media. kalus yang friable dapat disubkultur pada media baru. agar 8 gr/l. setelah sel itu diberi larutan toluidine blue (0. Untuk media yang tidak terkontaminasi dipergunakan untuk inisiasi kultur. Regenerasi tanaman dapat melalui organogenesis atau embriogenesis. Setelah dipanaskan untuk melarutkan agar. Setelah 4 minggu. Dalam kultur kalus yang hanya membentuk akar. atau keduaduanya. Setelah diautoclave.6 Kultur Suspensi Sel Kalus yang diperoleh dari kultur kalus. dan diameter kalus 9. Kultur diberi label yang berisi keterangan tentang jenis tanaman. dan faktor-faktor lain. lalu ditutup dengan aluminium foil. Untuk melihat sel. Lakukan pengamatan pertumbuhan kalus. Tiga eksplan ditanam dalam satu botol media.4-D 1 mg/l. sukrosa 30 gr/1. dapat dipindahkan ke media cair untuk inisiasi kultur suspensi sel. Dalam organogenesis. berat kering kalus.05% w/v). eksplan. gunakan media MS yang diberi tambahan 2. media dimasukkan ke dalam botol 75 ml masing-masing 15 ml. seringkali dijumpai . adalah berat basah kalus.

kultur suspensi sel dipergunakan sebagai sumber: . Penanbahan auksin dalam suspensi menghasilkan kultur sel yang terpisah (dispersed). pengaruh berbagai persenyawaan pada sel. Sedangkan dalam embryogenesis. maka kemungkinan induksi akar lebih mudah. Sel-sel untuk media seleksi. Massa untuk produksi bahan-bahan sekunder . Sel-sel yang akan diberi perlakuan mutagen kimia . Kalus yang segar kirakira 200 . Inisiasi kultur dari kalus.kesulitan untuk memperoleh pucuk dari akar tersebut. Sel untuk studi hubungan hostpatogen adalah fitopatologi . Sedangkan dalam segi praktisnya. Gambar 9. pembentukan pucuk dan akar sudah terintegrasi dalam satu sumber. merupakan cara yang paling sederhana dan banyak dilakukan. Kultur suspensi dikocok supaya: Tehnik pembenihan Tanaman 353 .250 mg dapat dipindahkan ke 40 ml media cair dalam botol erlenneyer 125 ml. dan merupakan suatu sistem tertutup (closed system) yang tidak berhubungan dengari jaringan asalnya.10 Pengamatan pertumbuhan kalus Tetapi bila regenerasi terjadi melalui pembentukan tunas terlebih dahulu. Kultur kemudian diletakkan pada shaker dan dikocok dengan kecepatan 90-100 rpm secara terus menerus. serta diferensiasi sel. Kultur suspensi sel merupakan suatu sistem yang sesuai untuk mempelajari metabolisme sel. Sel-sel untuk protoplasma .

Setelah mencapai fase ini. Dalam suspensi sel dikenal dua kelompok kultur. P. Perbanyakan dilakukan dengan memindahkan sejumlah kecil sel dan disubkultur pada media baru. Dalam kultur ini terdapat sistem untuk sirkulasi mengeluarkan media lama dan ditambah dengan media yang baru. diatur sedemikian rupa pada suatu level yang tetap untuk mengatur populasi sel yang tertentu. yaitu tipe tertutup (closed type) dan tipe terbuka (open type) Dalam tipe tertutup. atau glukosa. Kultur continuous merupakan kultur sel jangka panjang dengan suplai hara yang konstan dalam wadah yang besar. yaitu: kultur batch dan. Sedangkan pada tipe terbuka. Distribusi sel yang merata dalam media. sel berhenti membelah karena kehabisan hara dan akumulasi metabolik yang toxic. Pertukaran gas antara media dan udara. . . Sebagai contoh: misainya kultur berisi 20-75 ml media. Dalam kultur sel continuous terdapat dua tipe. atau glukosa. misalnya kadar N. Pada tipe kultur continuous dengan . Chemostat menggunakan standard konsentrasi bahan-bahan kimia tertentu yang mengatur laju pertumbuhan. hanya media yang disirkulasi. terjadi pertambahan biomass yang mengikuti pola sigmold. sel bertambah terus tanpa dipanen. continuous.Setelah mencapai suatu masa tertentu. Kultur sel batch adalah kultur dalam media hara dengan volume tetap. Persenyawaan N.. kultur batch harus diperbarui/diperbanyak. tetapi dengan konsentrasi hara yang berubah sesuai dengan tingkat pertumbuhan sel. Tipe kultur contnuous yang terbuka dapat menggunakan chemostat atau turbidostat. Selama masa inkubasi. P. Pemecahan gumpalan se1 menjadi agregat kecil dan sel tunggal. penapbahan media baru disertai juga dengan panen sel.

Kultur suspensi sel dapat diinisiasi dari kalus. biakan dipindahkan (dikulturkan) pada media perakaran. yang diukur dengan turbiditas. gigitan atau tusukan serangga dan 354 . kalus pada umumnya terbentuk pada bekasbekas luka akibat serangan infeksi mikro organisme: Agrobacterium tumefaciens. Kalus adalah suatu kumpulan sel amorphous yang terjadi dari sel-sel jaringan yang membelah diri secara terns menerus. diatur jumlah tertentu. Setiap siklus multiplikasi ber-langsung selama 2 3 bulan. akan dikeluarkan.7 Multiplikasi.11 Multiplikasi tanaman 9.yang sudah ditentukan. Dalam keadaan in vivo. sesuai dengan kapasitas laboratorium. Kerapatan biomass yang melebihi turbiditas. Gambar 9. Untuk biakan (tunas) yang telah responsif stater cultur. dalam periode tersebut dari 1 tunas dapat dihasilkan 10-20 tunas baru. Multiplikasi dilakukan secara berulang sampai diperoleh jumlah tanaman yang dikehendaki.turbidostat. Setelah tunas mencapai jumlah yang diinginkan.

gula. Jaringan yang memeriukan auksin dan sitokinin selain gula dan garamgaram mineral seperti: empulur tembakau. Bila eksplan yang digunakan mengandung kambium. maka kalus dapat terbentuk tanpa parlakuan zat pengatur tumbuh. Kultur kalus bertujuan untuk memperoleh kalus dari eksplan yang diisolasi dan ditumbuhkan dalam lingkungan terkendali. Sel-sel penyusun kalus adalah sel-sel parenkhima yang mempunyai ikatan yang renggang dengan sel-sel lain. jaringan tanaman digolongkan dalam 4 grup: . dan garam-garam . . hanya gula dan garamgaram mineral seperti: jaringan kambium. sering disebut sebagai tumor. Gambar 9. serupa dengan kejadian pencangkokan dan penyetekan. Jaringan yang tidak perlu auksin dan sitokinin. Kalus juga dapat terbentuk sebagai akibat stress. Jaringan yang memerlukan hanya sitokinin. Dalam hal kalus sebagai akibat serangan bakteri Agrobacterium tumefaciens. Berdasarkan kebutuhan akan zat pengatur tumbuh untuk menbentuk kalus. Pembentukan kalus pada eksplan yang ada nkambium ini. Jaringan tanaman yang membutuhkan hanya auksin selain gula dan garam-garam mineral untuk dapat membentuk kalus seperti: umbi artichoke.nematoda. 12 Produksi tanaman kultur jaringan secara komersial Kalus diharapkan memperbanyak dirinya secara terus menerus. . Dalam kuitur in vitro. . kalus dapat dihasilkan dari potongan organ yang telah didalam media yang mengandung auksin dan kadang-kadang juga sitokinin.

hipokotil. Inisiasi pembelahan sel yang hanya terbatas di lapisan luar dari jaringan. adalah bahwa pembelahan sel tidak terjadi pada semua sel dalam jaringan asal. kemampuan pembentukan. pakis. Bagian tanaman seperti embrio muda. kalus dari jaringan tergantung juga dari: . Umur fisiologi dari jaringan waktu diisolasi.mineral seperti parenkhima xylem dari akar turnip. kotiledon. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula. Tehnik pembenihan Tanaman 355 . Musim pada waktu bahan tanaman diisolasi. . sedangkan selsel di tengah tetap guiscent. . tetapi hanya sel di lapisan periphery yang membelan terus menerus. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. . Suatu sifat yang diamati dalam jaringan yang membentuk kalus. kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor: ketersediaan oksigen yang lebih tinggi.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. monokotil gymnospermae. Bagian tanaman yang dipakai. Jenis tanaman. dan juga moss. meliputi dikotil berdaun lebar. Pada umumnya. dan batang muda.

penghambat yang bersifat folatik lebih cepat menguap. Eksplan batang. terdiri dari 1-6 lapis. menghasilkan kalus yang heterogenous dengan berbagai macam sel. Sel-sel yang heterogen dari jaringan yang kompleks menunjukkan pertumbuhan yang berbeda. Dengan mengubah komposisi media. Hal ini berarti bahwa media tumbuh menentukan komposisi kalus. dilakukan dengan aktifitas enzim-enzim NAD-diaphorase dehydrogenase dan cytochrome oxidase. Dalam mempelajari proses pembentukan kalus sebagai akibat perlukaan. Fenomena yang sama dalam jaringan umbi artichoke yang ditumbuhkan dalam media dengan air. ternyata menghasilkan kalus dengan sel yang mempunyai DNA yang berbeda yang mencerminkan level ploidi yang berbeda. dan daun. Kalus yang robek mau akan campuran sel dengan tingkat ploidi yang berbeda. akar. Lapisan tengah (core) yang selnya tidak membelah. Kesediaan hara yang lebih banyak. terjadi seleksi sel-sel yang menpunyai sfat khusus. Lapisanlapisan sel yang berbeda terlihat jelas tiga hari setelah kuitur terdiri dari Lapisan luar dengan sel-sel yang pecah. Kadang-kadang jaringan yang kelihatan seragam histologinya seperti pembuluh tembakau. Sel . Kenaikan aktifitas enzim terutama dalam lapisan sel yang sedang membelah. Keempat lapisan yang ditemukan Forket dan Roberts. Lapisan dengan sel yang aktif membelah. 1970). mengamati empat lapisan sel yang berbeda dalam wortel yang dikultur pada berbagai media. juga ditemukan dalam kultur artichoke.keluarnya gas CO2. Inisiasi kalus dalam jaringan wortel ini. Fosket & Roberts (1965 dalam Yeoman. Beberapa jaringan yang telah dicoba dan menghasilkan sel yang cukup seragam antara lain: sel parenkhima phloem dari wortel dan parenkhima sel penyimpan (storage cell) dari umbi artichoke jerusalem. dan cahaya. Lapisan kedua terdiri dari dua lapisan dorman.

maupun untuk produksi bahan-bahan/ persenyawaan sekunder. Perubahan terjadi. . Ketidak-stabilan khromosom ini menyulitkan aplikasi kultur kalus untuk parbanyakan. walaupun penyebabnya bakteri Agrobacterium tumefaciens telah dihilangkan. Sebaliknya. berasi khromosom. hilangnya suatu morfologi yang memang tidak diinginkan seperti duri.yang jumlahnya paling banyak merupakan sel yang paling cepat membelah. terjadinya penyakit ini (Crown gall disease) melalui luka. . . serta jenis tanamannya. paling sedikit adalah sel yang paling lambat membelannya. untuk memperoleh sifat-sifat baru yang menguntungkan seperti: resistensi terhadap penyakit. amplifikasi gen: jumlah gen untuk suatu sifat tertentu per genome haploid bertambah. hilangnya suatu gen (deletion. Kecepatan perubahan dalam khromosom tergantung juga dari macam media yang digunakan. . dapat juga terjadi akibat masa kultur jaringan melalui subkultur yang berkali-kali. atau zat pengatur tumbuh yang ditambahkan ke dalam media. dapat merupakan: . endoreduplikasi yang menghasilkan polipicidi. Media seleksi dapat berdasarkan unsur-unsur hara. . . ketidak-stabilan tersebut dapat dipergunakan dalam seleksi dan pemuliaan in vitro. jaringan tumor yang terjadi dapat tumbuh terus. mutasi gen. Sel-sel yang heterogen selain berasal dari asalnya. Hal ini dibuktikan pada perbobaan . Ciri dari tumor adalah: . atau warner pada bunga. transposisi urutan DNA (DNA sequences transposition).

penyambungan. . pada tanaman sehat. tidak memerlukan auksin maupun sitokinin. tumor ini bila tumbuh pada media buatan. bagian yang terserang. Ketidaktergantungan jaringan tanaman untuk 356 .

8 Aklimatisasi Dapat dilakukan di rumah kaca. tergantung dari kecepatan pertumbuhan kalus. Planlet (dalam polibag) dipelihara di rumah kaca atau rumah kasa. bibit ditaruh di atas bedengan . perlu dipindahkan secara teratur dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu. massa sel yang dipindahkan harus cukup banyak. Proses perakaran pada mumnya berlangsung selama 1 bulan. Subkultur sebaiknya dilakukan 28 hari sekali. juga karena media menguapkan air dari masa ke masa. Kalus yang ditumbuhkan pada suatu media. Namun waktu yang tepat untuk memindahkan kultur. untuk menjaga kehidupan dan perbanyakan yang sinambung kalus yang dihasilkan perlu disubkultur.tumbuh dan terus membelah. Pada subkultur. Masa kultur yang panjang dalam media yang tetap. planlet ditanam dalam polibag diameter +10 cm yang berisi media (tanah+pupuk kandang) yang telah disterilkan. Kehabisan air dapat terjadi karena selain terhisap untuk pertumbuhan. rumah kasa atau persemaian. yang kondisinya (terutama kelembaban) dapat dikendalikan. dalam kalus. juga mengeluarkan senyawa hasil metabolisme yang menghambat pertumbuhan kalus itu sendiri. akan menyebabkan terjadinya kehabisan hara dan air. Kedua. Perakaran tanaman hasil kultur jaringan 9.13. Planlet (tunas yang telah berakar) diaklimatisasikan sampai bibit cukup kuat untuk ditanam di lapang. Untuk perakaran digunakan media MS+NAA. Selain kehabisan hara. disebut habituation. agar ada pertumbuhan yang cepat dalam media baru menggunakan inokulum yang mempunyai diameter 5-10 mm atau sekitar 20-100 mg. Gambar 9.

14. Dua sampai tiga minggu sebelum tanam. tanaman hasil aklimatisasi Proses aklimatisasi harus dilakukan dengan hati-hati. panjangnya tergantung keadaan tempat. Planlet ditanam dengan jarak 20 cm x 20 cm. karena tahapan ini merupakan tahapan akhir sebelum plantlet dipindahkan ke lapangan budidaya. bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (+4 kg/m2) dan disterilkan dengan formalin 4%. Pada umumnya parameter aklimatisasi adalah Tehnik pembenihan Tanaman 357 . Lebar pesemaian 1-1. Aklimatisasi tanaman di dalan screen house dan.yang dinaungi dengan plastik. Gambar 9. Aklimatisasi berlangsung selama 2-3 bulan.2 m. Aklimatisasi cara pertama dapat dilakukan bila lokasi pertanaman letaknya jauh dari pesemaian dan cara kedua dilakukan bila pesemaian berada di sekitar areal pertanaman.

Hasil percobaan dengan jelas memperlihatkan bahwa sekam mentah . Data pada menunjukkan bahwa panjang daun dan lebar daun anthurium yang ditanam pada media sekam mentah dan arang sekam lebih besar dibandingkan pada media humus bambu atau kombinasi beberapa media. kapasitas menahan air tinggi.2 kg/l). baik mentah maupun bakar. jumlah daun. mempunyai aerasi yang cukup tinggi sehingga mampu menyerap air dan unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. tinggi tanaman. Hasil ini kemungkinan disebabkan arang sekam mempunyai sifat ringan (berat jenis 0. Waktu aklimatisasi sangat bervariasi tergantung jenis tanaman yang dikulturkan. Proses aklimatisasi dengan perendaman planlet dalam benomil 1% dan penutupan planlet dengan plastik transparan pada 30 hari pertama sangat berpengaruh terhadap kemampuan planlet untuk beradaptasi. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa dikombinasikan dengan media yang lain. banyak pori-porinya. Persentase tanaman hidup pada perlakuan sekam mentah + humus bambu dan arang sekam + humus bambu menurun seiring dengan bertambahnya umur tanaman Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan media arang sekam memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terbesar dan kombinasi arang sekam dan sekam mentah memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terkecil. Rata-rata persentase tanaman hidup semua perlakuan maksimum 10%.persentase tanaman hidup. Hal ini dikarenakan sekam padi. dan berwarna hitam sehingga dapat menyerap sinar matahari dengan efektif. Pada umumnya aklimatisasi dilakukan selama 4 minggu sampai tanaman tanaman berumur 30 minggu. sekam mentah dan arang sekam dapat digunakan sebagai media aklimatisasi anthurium. sedangkan jumlah daun terendah pada kombinasi sekam mentah dan arang sekam. serta panjang dan lebar daun. Jumlah daun terbanyak diperoleh pada media arang sekam. Pengamatan persentase tanaman hidup dilaku-kan setelah tanaman berumur 30 hari sampai 30 minggu.

Sebanyak 1 paket media. Persiapkan media sesuai dengan petunjuk. 1 ml PPM. Media arang sekam dapat digunakan sebagai media alternatif untuk aklimatisasi anthurium. Sesuaikan pH media hingga mencapai 5. agar. (b) Persiapkan media dan persiapkan kotak yang bersih.9 Kultur jaringan pada berbagai tanaman Berikut ini adalah beberapa contoh keberhasilan produksi benih vegetatif menggunakan metode kultur jaringan. Tuangkan 3 sendok teh media ke dalam wadah berupa 358 . gula. (a) Bahan-bahan: Media Knudson C atau media MS. jumlah daun. 9. dan lebar daun) paling baik. dan lebar daun. Media arang sekam dan sekam mentah menghasilkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman. PPM (Plant Preservative Mixture) umumnya tidak digunakan dalam kultur bibit anggrek.dan sekam bakar merupakan media yang paling tinggi untuk tinggi tanaman. campurkan bahan dengan baik. 1) Kultur Jaringan Anggrek Anggrek merupakan bunga yang indah dan tanaman yang mistrius yang dapat dengan mudah dibudidayakan di laboratorium sederhana dengan menggunakan bahan-bahan berikut ini. Media Knudson C atau media MS diperlukan bagi bibit anggrek dan dapat diperoleh di toko. PPM. panjang daun.5. tetapi dapat digunakan untuk membantu mengendalikan kontaminasi. panjang daun. bibit bunga.jika media belum mengandung sukrosa ditambahkan ke dalam 1 liter air suling. jumlah daun. Keberhasilan akilimatisasi planlet anthurium dipengaruhi oleh penyiapan planlet yang baik dan proses aklimatisasi secara bertahap. 5 sendok teh gula.

Beberapa species menyukai inkubasi gelap sedangkan beberap jenis lainnhya dapat diinkubasi dalam kondisi bercahaya. 2) Desinfeksi atau desinfestasi benih anggrek a) Menggunakan unit penyaringan buatan sendiri Alat dan bahan yang diperlukan meliputi 70% isopropyl alcohol. Gunakan pinset yang sudah steril untuk mengangkat alat-alat yang direndam dalam alkohol dan pinbdahkan ke larutan 10% pemutih+deterjen.botol. atau menggunakan sucrosa dan peroksida. (f) Lakukan subkultur pada media baru.16 Benih tanaman dalam proses kultur agar dan individu baru tanaman anggrek siap transplantasi Gambar 9. Gambar 9. Taburkan benih anggrek pada unit penyariang yang sudah disiapkan Celupkan unit penyaringan ke dalam larutan 70% alkohol hingga semua benih basah. dari hasil kultur jaringgan hingga bunga (c) Melakukan desinfeksi benih: gunakan unit filter yang dirancang sendiri. (e) Tunggu beberapa minggu sampai beberapa bulan agar bibit dapat berkecambah. Celupkan . 10% larutan pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset. Semprotkan alkohol ke bagian dalam hingga semua bagian saringan menjadi steril Lakukan desinfeksi terhadap pinset.15 Bibit tanaman anggrek. (d) Bungkus wadah untuk mencegah kontaminasi dan simpan pada suhu kamar. Lakukan streilisasi sesuai petunjuk. Tambahkan agar ke setiap boto sebelum disterilisasi.

angkat semua benda yang direndam dalam larutan pemutih dan biarkan kering. sendok kecil atau pisau mentega tumpul pindahkan beberapa benih ke dlaam botol media yang steril. dengan spatula steril. Tempatkan benih pada piring steril. Sebarkan benih di atas permukaan media. Tutup dan balut dengan selotip b) Menggunakan saringan kopi Perlengkapan meliputi kertas saring yang biasa digunakan menyaringkopi. tambahkan air steril dengan sendok ke permukaan media agar benih menebar. corong. air steril plus Tehnik pembenihan Tanaman 359 .berulang-ulang semua benih ke dalam larutan pemutih dan lanjutkan selama 10 menit Dengan menggunakan pinset. l10% arutan pemutih.

Sukrosa kemudian diambil dengan menggunakan pipet transfer. Sebarkan benih di atas permukaan media. dan pipet transfer. sendok kecil atau pisau roti yang tumpul pindahkan benih ke dalam botol medium yang steril pula. Hal ini akan membunuh bakteri dan perkecambahan spora jamur. tambahkan sedikit air steril dengan sendok ke atas media agar benih menyebar. Tutup botol dan . Tutup dan balut penutup botol. Tambahan sukrosa akan membantu germinasi spora jamur. Campuran ditaburkan ke dalam corong yang sudah dilapisi kertas saring yang sebelumnya sudah dibasahi dengan larutan pemutih. Dengan menggunakan spatula steril. Campuran ini dibiarkan (diinkubasikan) selama 12 jam. Benih ditempatkan dalam tabung reaksi dan tambahkan larutan 5% sukrosa (dengan beberapa tetes deterjen). Tambahkan hydrogen peroxida (3%) dan biarkan benih terdesinfeksi selama 30 menit.piring steril atau anduk kertas dan pinset atau spatula/pisau. c) Menggunakan sukrosa dan peroksida: Perlengkapan untuk ini terdiri dari larutan 5% gula. Air steril dibubuhkan ke atas benih beberapa kali untuk membebaskan dari cairan pemutih. Miringkan dasar botol untuk menyebarkan benih ke atas media agar. Benih ditempatkan dalam tabung reaksi atau botol kecil. Benih dan larutan diaduk selama 10 menit. hidrogen peroksida (3%). Tambahkan larutan 10% cairan pemutih + beberapa tetes deterjen. Media cair dapat digunakan jika memiliki unit pengguncang (shaker). Campurkan larutan dengan pipet dan tambahkan beberapa tetes kepada botol media. tabung rekasi kecil atau botol kecil.

balut penutup botol. d) Menggunakan buah anggrek hijau Perlengkapan terdiri dari larutan 70% isopropyl alcohol. Lanjutkan dengan memasukkan benih ke dalam media yang sudah disiapkan 360 . larutan 10% pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset. Buah anggrek yang hijau dibersihkan dengan sikat gigi kemudian rendam dengan larutan 70% isopropyl alkohol selama beberapa detik. Tempatkan buah anggrek pada permukaan piring steril kemudia belah menjadi dua dan pindahkan biji yang terdapat di dalam buah dengan hati-hati dengan menggunakan pinset atau ujung pisau roti yang tumpul. diikuti dengan prendaman dengan larutan 10% pemutih selama 20 menit.

Daun tersebut dipotong kecil-kecil berukuran kurang lebih 5 mm berbentuk segi empat atau Potongan daun tadi ditanam di dalam cawan kecil yang berisi campuran bahanbahan khusus yang untuk memenuhi Tehnik pembenihan Tanaman 361 . Gambar 9.17 Rangkaian proses produksi bibit anggrek dengan media agar Berikut ini adalah contoh dari hasil perkembang biakan tanaman anggrek melalui proses kultur jaringan secara komersial. Kultur jaringan tanaman kopi Bahan yang digunakan adalah potongan daun kopi muda yang masih berwarna hijau-kemerahan atau hijau segar.Gambar 9.18 Pemisahan rumpun anakan bibit tanaman anggrek hasil kultur jaringan 2.

perlakuan yang diberikan meliputi umur dan kondisi bibit. Dalam beberapa percobaan. cahaya. Selanjutnya. rumah kaca. dan sebagainya. Di rumah kaca. kelembapan. suhu. macam bahan untuk tempat pertumbuhan bibit. dan sebagainya. yang paling penting .19 Tanaman anggrek di dalam rumah kaca: dari bibit hingga produksi bunga Gambar 9. Embrio inilah yang akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit yang ukurannya kecilkecil. tanaman hias yang indah Campuran bahan-bahan ini dinamakan media. kondisi penanaman yang paling sesuai. ada juga dari potongan daun langsung membentuk embrio. Perlakuan ini dilakukan di laboratorium. Selanjutnya kalus ini akan tumbuh dan berkembang menjadi calon atau bakal bibit yang disebut "embrio". Bunga anggrek dalam pot. Adapun perlakuan yang diberikan di tempat persemaian. Untuk membuat potongan daun mampu tumbuh dan berkembang.kebutuhan makanan bagi po-tongan daun kopi tersebut. Pada tahap ini bibit diberi beberapa perlakuan seiring dengan pertambahan umur. berbentuk bulat atau lonjong yang disebut sebagai "kalus". Sebelum menjadi tanaman. Perlakuan yang diberikan di laboratorium meliputi jenis media. macam dan kadar zat pengatur tumbuh. tentunya perlu beberapa perlakuan khusus agar dapat berhasil membentuk bibit yang sempurna. bibit dipindah ke dalam botol yang sesuai dengan ukuran bibit agar tumbuh dan berkembang lebih jauh menjadi tanaman yang lebih besar. Gambar 9.20. dan tempat persemaian di kebun. potongan daun tersebut akan membentuk gumpalan-gumpalan yang berwarna putihkekuningan dan krem.

Berdasarkan hasil penelitian. maka bibit kopi siap ditanam secara luas di kebun. Apabila perlakuan terakhir ini sudah berhasil. cangkok ataupun sambung. cangkok ataupun sambung. Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm. bibit kopi asal kultur jaringan dapat tumbuh dan berkembang normal seperti tanaman kopi dari benih ataupun cangkok. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. Cara ini telah menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm.adalah tingkat cahaya dan penaungan untuk mengatur kelembapan. Cara ini telah 362 .

2007). Kultur jaringan pada tanaman hias Anthurium merupakan tanaman hias tropik dari famili Araceae. baik umur. Keunggulan Tanaman Kopi Asal Kultur Jaringan Dibanding tanaman kopi asal benih maupun cangkok. Dapat dihasilkan dalam jumlah besar sesuai pesanan dalam waktu relatif singkat (Imron Riyadi. dan bibit tanaman kopi dalam botol yang berasal dari perkembangan embrio. Proses pembuatannya lebih praktis. Anthurium daun memiliki bentuk daun yang indah. Bibit kopi yang sudah dijarangkan dalam botol dan bibit kopi yang sudah siap ditanam di kebun 3. Bibit yang dihasilkan lebih seragam. . gumpalan kalus dan embrio yang tumbuh dari potongan daun kopi. Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. anthurium terbagi menjadi dua kelompok. Dalam dunia florikultura. Proses pembuatannya berlangsung cepat. Gambar 9. yaitu anthurium daun dan anthurium bunga (Wahyuni 1999).menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. tetapi bunganya kurang Tehnik pembenihan Tanaman 363 . tanaman kopi asal kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. . Gambar 9. . karena tidak menunggu tanaman induk sampai besar/dewasa. 22. karena hanya dilakukan dalam ruangan yang relatif kecil. yaitu: .21 Potongan daun kopi yang ditanam pada media. tinggi maupun kondisi fisik lainnya.

Kultur jaringan tanaman meru-pakan teknik menumbuh-kembangkan bagian tanaman. Campuran dua macam media dapat memperbaiki kekurangan masingmasing media tersebut. Media merupakan salah satu faktor lingkungan yang berfungsi menyediakan unsur hara dan air bagi pertumbuhan tanaman. baik berupa sel.5-3 tahun (Higaki dan Watson 1967). dan 6-8 bulan untuk pende-wasaan. Namun. tongkol bunga (spadik). Teknik ini mampu memperbanyak tanaman dalam jumlah besar dan dalam waktu relatif singkat. perbanyakan anthurium dengan teknik kultur jaringan memiliki potensi untuk dikembangkan. dan tangkai bunga (peduncle).menarik. serta kemampuan mempertahankan kelembapan media (Satsijati 1991). Anthurium dari biji baru dapat berbunga setelah berumur 1. Salah satu media tanam . jaringan maupun organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. anthurium bunga memiliki bunga yang menarik. Secara konvensional. Oleh karena itu. kemudian secara berangsur-angsur kelem-babannya diturunkan dan intensitas cahayanya dinaikkan (Yusnita 2003). antara lain dalam kecepatan pelapukan dan penyediaan hara tanaman. Sementara itu. Aklimatisasi dilakukan dengan memindahkan planlet ke media aklimatisasi dengan intensitas cahaya rendah dan kelembapan nisbi tinggi. yang terdiri atas seludang bunga (spate). Oleh karena itu. cara perbanyakan tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak seragam. Tahap ini merupakan tahap yang kritis karena kondisi iklim di rumah kaca atau rumah plastik dan di lapangan sangat berbeda dengan kondisi di dalam botol kultur. Tahapan akhir dari per-banyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah aklimatisasi planlet. Perbanyakan melalui pemotongan rimpang memerlukan waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk pemisahan rimpang. anthurium dapat diperbanyak melalui biji dan pemotongan rimpang. perlu dikembangkan teknik perbanyakan alternatif yang lebih potensial.

dan humus bambu yang dikombinasikan dalam perlakuan sebagai berikut: M1 = sekam mentah. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui media yang sesuai untuk aklimatisasi planlet anthurium. Bak ditutup dengan plastik transparan dan disimpan di tempat teduh selama 30 hari. M2 = arang sekam.yang baik adalah sekam padi karena ringan. mempunyai kapasitas menyerap air. planlet dipindahkan ke media tanam individu berupa pot 364 . Segunung. Planlet kemudian ditanam pada bak plastik yang sudah diisi media tanam sesuai perlakuan. Cipanas. namun secara bertahap plastik penutup dibuka. M3 = humus bambu. Planlet yang digunakan diperoleh dari perbanyakan in vitro hasil kultur antera anthurium kultivar Tropical. memiliki drainase dan aerasi yang baik. serta harganya murah. Sekam padi mengandung unsur N 1% dan K 2%. mengandung hara atau larutan garam. Percobaan dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). M4 = sekam mentah + arang sekam = 1:1. Jawa Barat pada bulan Februari-Oktober 2005. M6 = arang sekam + humus bambu = 1:1. tidak mempengaruhi pH. M5 = sekam mentah + humus bambu = 1:1. Planlet yang sudah bersih kemudian direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif benomil 50% dengan dosis 1% selama 5 menit lalu dikeringanginkan. Sebagai media tanam digunakan sekam mentah. Planlet anthurium yang sudah berakar dikeluarkan dari botol kultur dengan menggunakan pinset. Setelah berada di bak semai selama 30 hari. arang sekam (sekam bakar). kemudian dicuci dengan air yang mengalir untuk menghilangkan agar-agar media yang masih menempel pada akar. Sekam padi yang dibakar menjadi arang sekam telah banyak digunakan untuk media hidroponik secara komersial (Rahardi 1991).

berdiameter 10 cm. Tanaman dalam pot kemudian dipindahkan ke rumah kaca untuk diamati. Tehnik pembenihan Tanaman 365 .

Bahan kimia untuk media tanam laboratorium kultur jaringan . Sumber energi . Persenyawaan organic . Asam amino . Kapasitas . Komposisi vitamin . ZPT .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 9 siswa telah mampu menguasai kompetensi membiakan tanaman secara kultur jaringan. Peralatan . Unsur hara pada . Fasiitas laboratorium kultur jaringan Peralatan dan bahan kimia Media tanam . Persyaratan lokasi .

Pembuatan media . Langkah kerja . Stok hara makro inokulasi . Bahan pemadat .. Stok hara mikro . Penambahan arang aktif . inisiasi . Larutan stok vitamin . Larutan stok ZPT Multiplikasi aklimatisai Untuk memperoleh bibit tanaman sesuai dengan jumlah yang diinginkan . Derajat keasaman media Beberapa komposisi media Inokulasi dan Inisiasi tunas .

tanaman apa yang memungkinkan dapat diperbantak secara kultur jaringan. memproduksi senyawa metabolit sekunder dan media seleksi sel. gambarkan skema laboratorium kultur jaringan 3. Terangkan secara ringkas dan jelas proses kultur jaringan yang saudara ketahu i. Identifikasi alat-alat yang dibutuhkan untuik laboratorium kultur jaringan. 2. 2.Mengadaptasikan planlet dari botol kultur ke media tumbuh yang umum digunakan di lapangan. Kultur jaringan kopi. Kultur jaringan kopi . Kultur jaringan pada berbagai tanaman . Kultur jaringan anggrek . TUGAS: 1. SOAL: 1. Kultur suspensi sel Fungsi kultur suspensi sel adalah untuk sel protoplasma. kunjungilah satu perusahaan yang bergerak di bidang kultur jaringan. Tehnik pembenihan Tanaman 367 . sel mutagen. fitopatologi.

1. wirausaha berarti berani untuk berusaha. hasil. individu yang optimis. 2 Berorientasi pada tugas. Kewirausahaan adalah orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaat bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari dan menciptakan peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. menggunakan sumberdaya secara optimal. karakterisrtik. senang terhadap tantangan dan mampu mengambil resiko. Ada yang mendifinisikan wirausaha adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. KEWIRAUSAHAAN 10. Wirausaha juga berasal dari bahasa Perancis: entrepreneur yang berarti ambil resiko.BAB 10. Seorang wirausahawan merupakan seorang pemimpin yang mampu mempengaruhi dan meyakinkan kelompoknya dalam mengembangkan gagasannya dengan cara kerjasama saling mempercayai satu sama lain. yaitu : No Ciri Dan Karakteristik Watak 1 Percaya diri Keyakinan. ketidaktergantungan. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan Ada beberapa ciri. 10. Pengertian Kewirausahaan Kewirausahaan berasal dari kata awalan ke dan akhiran an dengan akar kata wiira usaha . dan ambisi untuk maju 3 Pengambil resiko . guna meraih keuntungan yang tinggi dan sukses yang berkesinambungan. dan sifat yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh seseorang untuk menjadi seorang wirausahawan. Wira berarti berani atau pejuang.2.

Tehnik Pembnihan Tanaman 368 . tanggap terhadap saran dan kritik. mempunyai tekad dan bekerja keras. punya banyak sumber. mengoreksi apa yang telah diperbuat.4 Kepemimpinan 5 Keorisinilan Berorientasi terhadap laba. dan perspektif 6 Berorientasi ke masa depan 7 Profesional Selalu ingin mendapatkan yang terbaik. dapat bergaul dengan orang lain. mempunyai dorongan yang kuat. serta percaya diri Inovatif dan kreatif. tekun dan tabah. fleksibel. serta berinisiatif dan berdaya kemampuan yang kuat Kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan. pintar dan cerdas serta ulet Bertingkah laku sebagai pemimpin. serba bisa dan mengetahui segala hal Pandangan ke depan .

Harga jual produk yang belum menentu. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain: . produksi yang rendah dengan tingkat kebutuhan yang tinggi akan memicu kenaikan harga. dalam berkomunikasi selalu berpedoman pada mutu. Dimana kelebihan produksi segera akan diikuti oleh penurunan harga. kuat. dan punya komitmen tinggi terhadap ketercapaian perencanaan Bisa menyakinkan orang lain. memanfaatkan peluang bisnis yang ada Selalu tepat waktu. Seacara umum kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat. dan tindakan nyata yang sangat perlu. bangsa dan negara. harga. nilai-nilai dan prinsip serta sikap. . .8 Naluri dan intuisi yang tajam 9 Disiplin 10 Mempunyai kemampuan menjual Selalu mendengar dan memperhatikan apa yang ada di lingkungannya. Demikian pula sebaliknya. Sifat benih dan bibit kultur yang sangat sensitif terhadp kondisi lingkungan dan mudah rusak. Berbagai usaha dalam bidang pembenihan dan kultur jaringan merupakan jenis usaha yang relatif besiko tinggi. seni. pengiriman yang tepat 11 Memiliki tanggungjawab moral Adanya kepentingan bersama.

Kelompokan masalah per masalah . Rasa takut apa yang ada pada diri anda untuk menghadapi resiko . Apakah yang akan dicapai dengan keputusan yang mengandung resiko . Bagaimana anda mengetahui bahwa pekerjaan tersebut mengandung resiko . Mengapa resiko ini penting .Beberapa hal yang dapat ditanyakan sebelum mengambil keputusan yang mengandung resiko: . Pilihlah secara sekala prioritas . Kumpulkan data dan masalah yang berkaitan dengan masalah yang terjadi . Bagaimana anda mempersiapkan sesuatu untuk mengurangai resiko . Apakah anda bersedia sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan . Apa dan siapa yang bisa membantu untuk mengurangi resiko . Bagaimana anda mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan anda telah tercapai Teknik-teknik pemecahan masalah : . Buatlah berbagai alternatif pemecahan masalah Tehnik Pembnihan Tanaman 370 .

Saluran-saluran distribusi pemasaran . wirausahawan akan memproduksi produk pertanian yang akan memberikan keuntungan (nilai tambah) yang tinggi dan berkesinambungan. Dalam mengembangkan suatu usaha terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. teknologi dan aspek pengelolaan yang terkuasai merupakan kunci pengembangan Usaha Produksi Benih Tanaman Pertanyaan sekarang. . Teknologi untuk memproduksi/ mengelola usaha pertanian tersebut tersedia dan dapat dikuasai oleh seorang wirausaha . yang mendukung dan cocok dengan komoditi yang diusahakan. sumberdaya manusia yang memadai. Yang harus dilakukan oleh pelaku usaha pembenihan dan kultur jaringan tanaman untuk berperilaku sebagai wirausahawan adalah melihat peluang pasar. Jaminan pasar hasil usaha pembenihan dan kultur jaringan akan diterima oleh pasar dengan harga yang layak. Pilih alternatif yang terbaik . Terjaminnya pasar. .. 3. Evaluasi hasil kepurusan tersebut. Langkah Pertama. Sumber daya lahan. Halhal yang harus diperhatikan dalam usaha pengelolaan dapat dilihat dengan berbagai aspek : . apa langkahlangkah yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan agar mendapatkan nilai tambah yang optimal. Berikut beberapa saran yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan dalam mengembangkan usaha pembenihan dan kultur jaringan. Sarana produksi dan permodalan dapat mendukung pengembangan usaha mina . Kondisi keuangan yang dimiliki . Ambil keputusan .

Yang harus dilakukan seorang wirausahawan setelah menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki adalah memilih komoditi yang diusahakan. baik yang menyangkut teknologi produksi. Sesuai dengan kiatnya. Peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku Langkah Kedua . maka seorang wirausaha memilih komoditi yang diusahakannya harus berorientasi pasar dengan menetapkan skala prioritas bidang usaha mina yang akan dijalankannya berdasarkan kriteria : . dimana yang harus dijaga jangan over supply . Disamping itu Tehnik Pembnihan Tanaman 369 . Langkah Keempat . Terimalah perubahan tersebut dan gunakanlah perubahan tersebut untuk memotivasi diri guna mencapai tujuan atau sasaran yang lebih tinggi.yang berlaku untuk komoditi tersebut . maupun pemasaran. Kuasailah teknologi pengelolaan pembenihan dan kultur jaringan serta pasca panen dari komoditi yang akan dipilih. Terjamin pasarnya . Teknologi dan aspek-aspek pengelolaan terkuasai Langkah Ketiga . SDM yang tersedia cukup memadai . Bila belum paham betul. belajarlah atau maganglah ditempat orang-orang yang berhasil dalam memproduksi komoditi yang sama. Selain itu ketahuilah sebanyak mungkin tentang seluk-beluk dari aspek-aspek penting dari komoditi yang dipelajari. Laksanakan riset pasar untuk menentukan berapa banyak dan kualitas produk yang diminta pasar serta mana lokasi distribusinya pada waktu penyerahan produk. Pesaing-pesaing yang ada. Seorang wirausaha akan selalu berusaha meningkatkan diri karena semuanya didunia ini selalu berubah.

selanjutnya diolah dengan memperhatikan kondisi alam saat harga berlaku dan perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada waktu tersebut seperti adanya hari-hari besar keagamaan atau adanya kebijaksanaan baru dari pemerintah. 50. Untuk bidang usaha yang proses produksinya relatif pendek seperti tanaman semusim.peranggota Koperasi. Jumlah kredit yang disediakan maksimum Rp. baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat propinsi. Langkah Kelima . riset pasar ini perlu pula ditunjang dengan mengadakan pemantauan langsung ke sumber-sumber produksi yang telah ada sebelumnnya. Riset pasar yang sederhana adalah dengan mendatangi pengusaha yang ada di pasar. Apabila modal belum tersedia dapat memanfaatkan kredit-kredit yang tersedia. masalah skala usaha tersebut dapat terpecahkan dan sekaligus meningkatkan potensi tawar. Dengan mengembangkan kelompok tani atau kelompok usaha bersama agribisnis. Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggotanya (KKPA). Untuk mensuplai ke butuhan pasar apabila besarnya usaha belum memenuhi skala usaha begabunglah dengan pengusaha sekitarnya. Langkah Keenam . Data fluktuasi harga harian serta produk. . Tetapkan lokasi dan besarnya usaha. .000.riset pasar dimaksudkan untuk mengetahui/memprediksi tingkat harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga yang ditetapkan dalam kontrak pada saat penyerahan produk. Data yang diperlukan untuk menyusun prediksi harga di pasar tradisional mengacu pada data yang dikeluarkan oleh instansi terkait atau mass media.000. Siapkan rencana bisnis secara matang.. Taksirlah berapa besar produk yang dapat dijual kelak setelah diproduksi.

penjualan merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi suatu usaha. . berhimpunlah dengan pelaku usaha lain dan gunakanlah prinsip beli bersama. dan jual bersama 10. Tanpa adanya penjualan maka usaha tidak akan mendapatkan income untuk dapat menutup biaya kegiatan operasional bulanan atau tahunan. Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggota perkebunan inti rakyat (KKPA PIR.. Gunakanlah teknologi tepat guna yang tepat dan dapat memberikan keuntungan yang tinggi. pasca produksi (pengolahan/ industri) maupun pemasaran. Penjualan itu penting bagi setiap usaha dan mutlak diperlukan bagi semua usaha. Langkah Ketujuh . Kredit untuk mendukung perkebunan swasta nasional (PBSN/PSN) dan perkebunan inti rakyat-transmigrasi (PIR Trans). . Penjualan Menurut Sitompul (2007).3. Tehnik Pembnihan Tanaman 370 . mengingat sumber keuntungan yang diharapkan dapat diperoleh dari penjualan produk atau jasa.Trans). proses produksi (budidaya). Dalam setiap usaha diperlukan tim penjualan yang efektif dan berkualitas. Lakukan pengelolaan agribisnis dari komoditi yang dikelola dengan manajemen yang efisien. baik dalam penyediaan sarana produksi. Apabila usaha petani belum memenuhi skala usaha ekonomi. Kredit lain seperti kredit melalui proyek yang dihubungkan oleh Bank Indonesia yaitu Agricultural Financing Project (AFP).

Banyak dari usaha yang hanya membuat target di atas kertas. lingkungan budaya. kebiasaan adat istiadat. kemampuan daya beli masyarakat. Memang kalau diperkirakan Indonesia akan dapat menjadi pangsa pasar yang besar. Tetapi yang dibutuhkan adalah angka spesifik yang dapat digunakan sebagai acuan perhitungan. Angka spesifik yang dibutuhkan untuk dapat memperkirakan target adalah range jumlah orang atau penduduk yang . Kebanyakan rencana-rencana untuk kegiatan usaha dilakukan karena ada keterkaitan hobi pemilik atau ide-ide produk yang dianggap bagus untuk dijual. Untuk itu diperlukan strategi dalam jangka pendek atau jangka panjang dalam menghadapi kendala dalam penjualan. disebabkan jumlah populasi penduduk yang cukup besar +/205 juta jiwa. Kondisi lapangan. Seringkali investasi dilakukan secara besar-besaran dikarenakan perhitungan di atas kertas menunjukkan nilai yang menguntungkan dan menjanjikan. trend produk. Sebagus apapun produk suatu perusahaan dan sebanyak apapun modal yang diinvestasikan akan menjadi percuma jika penjualan tidak berjalan atau pasar tidak bisa menyerap produk tersebut sesuai dengan target yang dibuat. Tidak bisa dengan menggunakan angka perkiraan. tingkat kegunaan produk dan variabel-variabel lain menentukan keberhasilan untuk melakukan penjualan produk. Padahal perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan basis nilai harga produk yang dijual dengan jumlah target penjualan perbulan / pertahun dan target penjualan tersebut diperhitungkan dengan angka maksimal dari "perkiraan" jumlah pemakai atau calon pelanggan.Penjualan merupakan ujung tombak dari suatu usaha dan masih ada anggapan bahwa bidang penjualan sebagai pelengkap dalam bidang usaha. tanpa menganalisa terhadap kegiatan pelaksanaan yang dilakukan oleh tim penjualan di lapangan dan target tersebut dijadikan acuan untuk mencapai hasil penjualan.

memberikan layanan maksimal kepada konsumen dengan mengantisipasi setiap keluhan konsumen. maka setiap individu yang terkait di dalam perusahaan akan berusaha untuk dapat memberikan hasil yang terbaik bagi usaha penjualan serta memberikan layanan secara maksimal kepada konsumen. Selain itu dibutuhkan strategi yang dapat memotivasi tim penjualan. Jiwa marketing dimulai dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah dalam suatu usaha. tingkat kebutuhan masyarakat terhadap produk yang akan ditawarkan. tingkat penghasilan masyarakat tersebut. Tim penjualan bukan hanya dimotivasi untuk mencapai target penjualan dan kemudian menghasilkan profit atau keuntungan. Dengan memfokuskan usaha kepada hasil pencapaian target penjualan produk. Dengan adanya angka-angka spesifik tersebut akan dapat diperkirakan hasil terburuk dan hasil terbaik pada daya serap pasar terhadap produk yang ditawarkan. Jiwa marketing dan motivasi team Agar penjualan dapat tercapai dengan baik perlu adanya jiwa marketing bagi semua orang yang terkait dalam perusahaan. a. tetapi juga diharapkan dapat membangun jaringan Tehnik Pembnihan Tanaman 371 .mampu membeli produk yang ditawarkan (untuk mass product). dengan harapan tim penjualan dapat membentuk jaringan pelanggan. Usaha ini dapat dimulai dengan melakukan kontrol kualitas produk yang akan dijual.

Masih banyak yang beranggapan kegiatan kegiatan non formal tersebut tidak penting dan mengganggap kegiatan non formal tersebut sebagai "pemborosan" pada keuangan perusahaan. Hal-hal lain yang terkait dengan penjualan adalah keikutsertaan dari tim penjualan untuk mengamati setiap pergerakan dan arah pasar terhadap permintaan produk. Dengan adanya standar prosedur yang baku. akan memudahkan tim penjualan untuk dalam melaksanakan tugas penjualan. antara atasan dan bawahan yang terkait dengan team. b. Kerja sama dan rasa kekeluargaan tersebut dapat dibentuk dengan cara membuat acara non formal diluar rutinitas kerja dengan antar individu. Yang tersulit adalah membentuk tim penjualan yang solid dan handal. Untuk mencapai hal-hal tersebut dibutuhkan pelatihan secara berkala dan standar prosedur pelaksanaan pekerjaan yang baku untuk kegiatan penjualan serta melakukan pengembangan secara terus menerus terhadap kualitas produk dan layanan yang ditawarkan kepada pelanggan.pelanggan atau network pelanggan bagi perusahaan. Selain itu juga tim penjualan diharapkan dapat memberikan layanan maksimal kepada semua pelanggan. Agenda atau poin-point penting yang akan dibahas perlu diberikan kepada semua anggota tim sebelum diadakan pertemuan mingguan. agar dapat mengarahkan peserta kepada topik utama. Pertemuan mingguan dan bulanan antara tim penjualan diperlukan untuk dapat mengevaluasi dan memodifikasi strategi penjualan. Dengan melakukan hal tersebut di atas secara tidak langsung telah membangun loyalitas individu terhadap usaha dan rasa saling percaya antar personil baik dari bawahan dan atasan. Strategi dan visi misi Setiap usaha membutuhkan strategi untuk dapat mencapai target dari visi dan . Perlunya rasa kekeluargaan Team penjualan perlu membentuk kerja sama dengan unit terkait lainnya serta membentuk rasa kekeluargaan antar team. c.

Untuk itu perlu dicermati keunggulan produk dan keunikan dari produk yang dijual. Untuk melakukan penetrasi pasar dapat dilakukan dengan kegiatan promosi dan mengkampanyekan produk. Promosi akan membantu mengangkat merek produk dan nama produsen. Kesulitan terjadi jika produk yang ditawarkan memiliki kesamaan dengan produk kompetitor lainnya. Kesulitan utama yang dialami oleh banyak usaha baru adalah melakukan penetrasi produk baru kedalam pasar. keuntungan). yang harus memiliki hubungan sejalan. Dengan cara ini kompetisi harga akan terhindari.misi usaha. Jika keunggulan produk dan keunikan tidak jauh berbeda dengan produk kompetitor maka perlu diantisipasi dengan memberikan keuntungan lebih dan layanan yang lebih baik kepada konsumen. Kelemahan yang terjadi kebanyakan dari usaha yang baru berdiri tidak mempunyai strategi untuk melakukan usaha. Kebanyakan founder atau co-founder hanya terpaku pada analisis hasil pencapaian target (profit. sehingga usaha tersebut dapat mencapai target visi dan misi yang telah dibuat. dan tidak Tehnik Pembnihan Tanaman 372 . Visi dan misi merupakan acuan bagi semua orang yang terkait dalam usaha. Dengan menguasai keunggulan produk dan keunikan produk akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan penjualan. Strategi-strategi ini disusun berdasarkan visi dan misi usaha.

Pelanggan aset yang berharga Pelanggan yang puas akan menyampaikan produk dan layanan anda . Pentingnya informasi Suatu kegiatan usaha membutuhkan tujuan dan standarisasi kegiatan yang jelas. cakupan area penjualan. d. produk unggulan yang dilakukan pihak kompetitor. system penjualan. teknologi yang digunakan dan informasi lainnya. e. Tim penjualan dapat menjadi pencari informasi pasar dan memberikan informasi yang lengkap kepada para pengambil keputusan. Setiap strategi tersebut perlu dirinci lebih detail untuk memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Informasi ini dapat berupa harga.menyebabkan terjadinya perang harga pada produk yang sama terhadap kopetitor lain. Selain itu diperlukan pula pemikiran jangka panjang dari para pengambil keputusan dan pemikiran ini dirumuskan menjadi arah kegiatan usaha serta strategi untuk usaha. Dengan mengamati dan mewaspadai arah pemasaran yang dilakukan kompetitor akan mempermudah tim penjualan untuk dapat melakukan penetrasi produk kedalam pasar. Untuk memperkirakan kompetitor yang sudah dan akan ikut bermain dalam bisnis yang sama diperlukan informasi pasar yang lengkap. Hal ini dapat mencegah terjadinya perang harga berlebihan di pasaran serta akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan inovasi dan pengembangan layanan penjualan terhadap para pelanggan. layanan produk. Konsumen akan membeli dengan membayar harga layanan dan keuntungan yang lebih. Salah satu hal yang penting dalam memulai usaha adalah mengenali kompetitor yang sudah lebih dulu bermain dan yang akan ikut bermain di pasaran. dengan produk yang sama serta memperkirakan cakupan area pemasaran yang telah dicapai oleh kompetitor.

Kritikan dari pelanggan adalah konsultasi yang murah dan gratis untuk dapat memperbaiki sistim penjualan.kepada temannya yang lain. Layani setiap ketidak puasan pelanggan dengan baik. Informasi kepuasan yang disampaikan pelanggan kepada orang lain mengenai produk dan layanan yang telah anda berikan. Pelanggan yang tidak puas akan meyampaikan ketidak puasan terhadap produk dan layanan anda kepada semua orang. Dalam suatu kegiatan usaha. Komplain atas ketidak kepuasan pelanggan jangan dibalas dengan layanan yang buruk. akan dapat mengangkat image atau menghancurkan image dan merek dari produk layanan anda. dan dapat juga menghancurkannya. pelanggan merupakan aset yang sangat penting yang harus dijaga. Menyampaikan informasi secara berantai dari mulut ke mulut akan sering terjadi. baik untuk Tehnik Pembnihan Tanaman 373 . Kritikan dari pelanggan adalah bahan koreksi untuk bahan perbaikan terhadap cara layanan. Kepuasan pelanggan dan kepercayaan pelanggan tidak dapat dibeli dengan uang. Membangun image dan nama baik itu sangat sulit. selama dalam batas-batas yang wajar. informasi pelanggan kepada orang sekitar dapat mengangkat image produk dan layanan. Bandingkan jika suatu perusahaan harus membayar biaya konsultan dengan biaya yang mahal untuk dapat memperbaiki cara layanan terhadap pelanggan. Menjaga kepuasan pelanggan. sangat penting dalam usaha. Ini mungkin akan sering terjadi dalam kegiatan penjualan.

Kendala yang paling sulit dalam penjualan adalah membentuk pelanggan yang loyal dan setia kepada produk yang kita tawarkan. Hubungan baik dengan konsumen tidak bisa dibeli dengan uang dan tidaklah mudah untuk dapat menjaga hubungan baik jangka panjang dengan pelanggan. anda juga harus mengetahui kelemahankelemahan kompetitor anda dan harus bisa mengenali konsumen dan bagaimana memanajemen konsumen atau pembeli anda. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mendidik dan mengajarkan kepada pelanggan atas produk yang dijual. ada beberapa pokok yang harus diperhatikan dalam menjalankan strategi pemasaran yang matang. Strategi pemasaran yang baik harus didukung oleh perencanaan yang baik pula. Pelanggan yang cerewet adalah guru yang baik untuk seorang penjual dibandingkan dengan pelanggan yang diam atau pasif. Dalam setiap aktifitas pemasaran di media-media masa. Itulah yang selalu di implementasikan oleh para marketingmarketing di seluruh dunia dalam menjalanan strategi pemasaranya.untuk mengurangi resiko terjadinya kesalahan-kesalahan yang bisa . Pelanggan yang cerewet dapat memberikan masukan dan perbaikan untuk sistim penjualan. Ada beberapa produsen yang tidak begitu peduli akan hal ini. Dengan membuat pelanggan menjadi "pintar" akan mengurangi komplain lebih banyak terhadap produk yang dijual akibat kesalahan pemakaian produk tersebut. Dengan mengajarkan pelanggan tentang penggunaan produk yang dijual sebagai contoh produk yang dijual adalah produk yang membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya seperti produk kultur jaringan dan lainnya.selain anda harus memiliki sebuah media pemasaran seperti sebuah website atau biasa disebut situs. Bagi seorang penjual tidak ada harta yang lebih berharga dari pada database konsumen dan hubungan baik dengan pelanggan.perorangan ataupun untuk perusahaan.

Penjualan majalah anda sehari sudah berakhir.menyebabkan ketidak teraturan dalam menjalankan sebuah strategi pemasaran yang baik.salah satu dari konsumen anda berpikir tentang cara ini. Dalam menjalankan strategi pemasaran untuk bisnis.berikut tips-tips dan trick yang perlu anda ketahui sebelum menjalankan strategi pemasaran bisnis dan usaha anda.apakah waktunya untuk berberes-beres dan maju ke langkah berikutnya? Mulailah memfokuskan usaha penjualan anda untuk menjamin konsumen itu akan kembali membeli produk anda lagi.pria. karena akan berpengaruh pada imej bisnis.wanita dan anak-anak. anda akan bisa meningkatkan penjualan majalah anda secara dramatis.dengan kata lain. jangan pernah lakukan tindak-tindak spamming. Jika ingin meningkatkan penjualan secara dramatis? Ubah fokus penjualan anda dari hanya menarik konsumen baru menjadi menggoda konsumen yang terjamin akan kembali untuk membeli lagi . Dan dibawah ini cara yang manjur untuk meningkatkan penjualan yang akan Tehnik Pembnihan Tanaman 374 . Jika bisnis anda terletak di sebuah kota kecil dengan populasi 1000 jiwa dan anda menjual majalah untuk semua orang di kota itu. gunakanlah strategi yang wajar dan pantas secara sportif untuk meraih kemenangan yang sportif pula.Prospek penjualan yang terbaik adalah prospek yang sudah di ubah.anda menjual majalah anda dan memenuhi pasar anda.

atau dalam artian hanya dengan menempatkan tambahan produk lain didekat produk yang anda fokuskan untuk dipasarkan.saat terakhir karpet konsumen di dibersihkan di sebuah pencucian karpet. Karena mereka menawarkan staff marketing mereka sebuah trip perjalanan liburan ke atlantis atau TV 29 inchi untuk setiap penjualan yang terjadi. tidak akan melejitkan penjualan anda. Sederhana dan Mudah Untuk di peroleh .membantu menambah kesetiaan konsumen juga Cobalah sesuatu dari apa saja yang disarankan untuk meningkatkan penjualan anda dibawah ini: 1). Agar penjualan lebih sukses. bagaimana mudahnya dan efektifnya tempat pencucian mereka membersihkan .pemasaran yang melibatkan produk atau jasa lain tapi berhubungan dengan produk yang anda pasarkan dan membuatnya agar lebih cocok atau sesuai dan dibutuhkan oleh kustomer anda untuk membelinya. yang jitu membangun program pendorong penjualan anda Cantik.contohnya. Persiapkan program pendorong penjualan Berikan alasan kepada staff marketing anda untuk pergi keluar sana dan lakukan penjualan. Mengapa begitu banyak bisnis yang mempercayai staff marketing mereka untuk mengendalikan dan menangani penjualan. dan memperlihatkan kepada konsumen. ia mengalihkan perhatian konsumen ke masalah kecil itu. Tumbuhkan semangat keberanian untuk menjual kepada staff marketing anda Pada dasarnya. si pencuci mengatakan bahwa terdapat noda kotoran hewan. penjualan dan penjualan.dan malah hanya membersihkanya. konsumen harus diyakinkan dengan adanya sebuah keuntungan dan manfaat dari sebuah produk atau jasa yang anda pasarkan. Coba lihat Progran Pembentuk Dorongan Penjualan dari Paul Shearstone. 2).

Akibatnya akan membuat trick pemasaran yang melejitkan penjualan.Saat Pak Konsum ingin mengambil sebuah produk. 3). Pak Konsum kembali ke toko elektronik tersebut. Beberapa bulan yang lalu Pak Konsum berbelanja di sebuah toko pejualan alat-alat elektronik.segala bekas-bekas noda kotoran hewan. katakan pada kustomer anda tentang harga penurunan Tehnik Pembnihan Tanaman 375 . Karyawan pencuci karpet tersebut meyakinkan konsumen untuk kembali mencuci kepada mereka dan menciptakan tempat pencucian mereka sebagai tempat yang cocok dan klop untuk konsumen tersebut. dan membawa pulang TV tersebut lengkap dengan antena dan sebuah DVD Player karena masih ada sisa dari budget. namun saat seorang karyawan mendatanginya dan berkata Sepertinya mas tertarik dengan TV Itu yah mas? . Pelajaran yang di ambil dari kasus diatas adalah : Jika anda ingin penjualan atau promosi selalu datang. Pak Konsum berbicara dalam hatinya untuk membeli atau tidak.mungkin mas bisa kembali lagi bulan depan? . Berikan konsumen anda sebuah dongkrak dari dalam.Coba tebak apa cerita selanjutnya.dan Pak Konsum menjawab Iya tapi masih mikir harganya lalu ia mengatakan Bulan depan kami mengadakan diskon 20% untuk TV ini mas. Apakah konsumnen akan kembali kepada mereka? Pasti !!.

harga. Kita semua sudah kenal dengan yang namanya program penghargaan untuk pelanggan setia dimana sudah banyak bisnis besar yang menyelenggarakanya. Sejajarkan kustomer anda Sangatlah jelas pada kenyataanya ada perbedaan antara Pelanggan dan Pembeli. produk baru dengan harga murah dari toko lain. Dan jangan lupa!! Anda juga bisa mendongkrak semangat mereka dengan email atau menghubungi mereka melalui telephone. Tapi tidak ada alasan untuk bisnis yang masih kecil tidak dapat menyelenggarakan atau menciptakan sebuah program penghargaan terhadap pelanggan setia anda. Bisa saja sangat sederhana hanya dengan sebuah diskon untuk pelanggan yang berulang tahun pada tanggal yang ditentukan. atau memberikan bebas harga untuk pembelian apa saja untuk pelanggan yang sudah memiliki poin tertinggi dalam pembelian di perusahan atau untuk bisnis anda. dan sejenisnya. Terdapat beberapa cara untuk memperhatikan pelanggan yaitu pelanggan selalu nomor satu. 4). seperti menyapa mereka dengan membawa sesuatu yang menguntungakan mereka seperti dengan memberikan perpanjang diskon hanya untuk mereka yang anda anggap sudah menjadi pelanggan anda. Mungkin saja saat kembali lagi mereka akan membawa seorang teman dan temannya membawa temannya yang lain. Bagaimana anda mengharapkan kesetian konsumen seperti itu jika anda memperlakukan konsumen anda seperti seseorang yang tidak penting. Dari contoh kecil saja. Rancanglah sebuah program penghargaan bagi pelanggan anda. Dari survey menyatakan bahwa program . 5). perbedaannya untuk Pelanggan anda adalah mereka memperlihatkan kepada anda betapa anda memiliki poin dan nilai untuk mereka.

penghargaan terhadap pelanggan ini dapat meningkatkan penjualan dan menciptakan kesetiaan pelanggan yang makin setia terhadap anda. Rubahlah fokus pemasaran anda seperti ini kepada lebih memberikan keyakinan. Sebagai kustomer yang telah membeli produk yang asli dan puas. 6). Berikan contoh gratis kepada kustomer. kemungkinan besar mereka akan mencoba dan menyukai produk yang baru sama seperti mereka puas dengan produk yang telah mereka beli sebelumnya dan ingin mencoba dengan membelinya. Mengapa sangat banyak bisnis yang mengikut sertakan contoh trial produk gratis pada produk yang lain saat anda membeli sesuatu dari mereka? Karena itu dapat meningkatkan penjualan dalam banyak cara. dorongan dan kenyamanan kepada pelanggan setia Tehnik Pembnihan Tanaman 376 . tetapi bukan hanya itu yang menjadi cara untuk meningkatkan penjualan. Menarik perhatian kustomer baru adalah hal yang bagus. malah pada kenyataanya itu adalah cara yang berat dalam melakukanya. setidaknya kustomer yang sudah membeli produk anda sebelumnya akan berpikir pikiran yang baik tentang bisnis atau perusahaan anda. karena dimulai dari awal untuk menciptakan kenyamanan dan kepercayaan kedada kustomer baru tersebut.dan berharaplah agar mereka mengatakan tentang produk anda.

Dalam strategi pemasaran target pasar adalah hal pokok yang tidak bisa di hindari oleh pemasar dalam melakukan pemasaran. Dasar-dasar strategi pemasaran Pertama yang harus anda perhatikan sebelum memulai aktifitas dan pelaksanaan strategi pemasaran adalah target pasar.no telephone. Solusi Masalah : Didalam setiap kegiatan pemasaran tak luput dari deskripsi tentang produk yang anda pasarkan. terbukti trick ini lebih manjur dalam meningkatkan penjualan. Kontak : informasi kontak dan data tentang diri anda sendiri atau cerita singkat tentang diri anda dan bisnis serta usaha anda. . 10.yang sudah kenal dan menjadi konsumen anda sebelumnya hingga sekarang. email.5.karena segala bentuk transaksi dan aktifitas pemasaran terjadi. oleh sebab untuk membentuk sebuah kepercayaan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: . Testimonial : bila perlu tampilkan beberapa testimonial dari konsumen anda tentang kesan dan pesan setelah memanfaatkan produk anda . ini adalah strategi yang paling dasar dalam pemasaran. seperti alamat anda. lokasi dengan peta (jika perlu). bahkan yang terhandal menciptakan kesetiaan konsumen yang mempengaruh penjualan yang berulang-ulang. tentukan target pasar anda dan perhatikan hal-hal yang penting dibawah ini sebelum merencanakan sebuah strategi pemasaran yang handal dan jitu. karena setiap strategi memiliki bobot tersendiri dalam pengimplementasianya. dan keberhasilan strategi tersebut tergantung oleh keuletan dan cara pelaksanaannya oleh tim pemasaran itu sendiri: a. dan sejarah singkat tentang berdirinya bisnis anda dan dari mana anda terinsipirasi tentang bisnis anda . Kepercayaan Dalam pemasaran kepercayaan adalah hal yang paling pokok dan paling mendasar.

untuk menyelesaikan masalah tersebut. Taruh semua hal di atas di setiap halaman pada website atau halaman pemasaran anda. dan apa yang membuat anda antusias dalam memasarkan produk anda. tapi secara tidak langsung strategi ini bisa mempengaruhi sebagian orang yang tidak mudah percaya. anda harus tahu apa masalah yang dihadapi pembeli anda jika memerlukan solusi dari produk anda. karena faktor kepentingan dan efektifitas. sama halnya jika anda ingin orang lain membuka dirinya kepada anda. banyak pemasar yang lupa untuk menggunakan strategi ini. anda harus ikut merasakan masalah yang mereka rasakan. Sejarah singkat : Ceritakan tentang diri anda. tunjukan kepada pembeli anda apa yang bisa dilakukan produk anda. . sebelumnya anda harus membuka diri anda sendiri kepada orang lain bukan?. dengan banyak dan padatnya kegiatan-kegiatan yang Tehnik Pembnihan Tanaman 377 . bisnis dan usaha anda. dan apa kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh produk anda dalam memberikan solusi masalah yang dihadapi pembeli anda. b. jika perlu resiko-resiko apa saja yang terjadi jika masalah tersebut dibiarkan berlarut-larut. Kemudahan Dalam dunia usaha. tidak ada salahnya kita menggunakan cara ini dalam strategi pemasaran.namun sekarang bagaimana anda menyampaikanya kepada pembeli.

sms.mudah. tapi semudah apa untuk melakukan sembuah transaksi itu? . . karena jika itu terjadi. mending beli toko dekat rumah. apalagi jika hanya untuk melakukan sebuah pembelian.atau telephone. Lama waktu penerimaan barang atau jasa : Untuk strategi pemasaran ini diperlukan kecepatan dan kedisiplinan yang tinggi. memang untuk kenyamanan. mereka akan mengubah pikiran untuk melakukan pembelian kepada anda di masa kedepanya. alamat.. . internet adalah tempat yang pas untuk melakukan pembelian. Metode Pembayaran : Gunakan metode pembayaran yang kebanyakan orang menggunakanya. Anda bisa menawarkan sistem pembayaran dengan pemesanan melalui email. mereka tentunya tidak ingin diperberat dengan sebuah hal yang bertele-tele dan rumit. .dilalui oleh orang-orang sehari-hari dikantor ataupun dimana saja.mudah. Intinya jangan hilangkan image dan kelebihan yang di berikan jika berbelanja yaitu nyaman. seperti nama lengkap. tentulah pembeli diminta untuk mengisi sebuah formulir tentang data diri dan data transaksi yang dilakukan.cepat dan dari mana saja. untuk itu cukup minta pembeli untuk mengisi apa saja yang paling diperlukan. andalah yang melakukan survey untuk kebenaran data tersebut.no telephone dan sisanya. hanya didepan komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet. Form Transaksi : Sebelum melakukan pembelian. atau usahakan jangan sampai pembeli menghubungi anda lebih dari sekali untuk memastikan pesanan mereka sudah dikirim atau belum. sudah bisa berbelanja apa saja yang anda inginkan. berikan pilihan cara pembayaran yang nyaman dan aman. karena agar setiap transaksi yang terjadi usahakan tidak memakan waktu lebih dari 1 hari untuk wilayah sekitar perusahaan anda. murah dan langsung diterima.

Panduan membeli : Berikan tips dan panduan membeli produk yang sejenis dengan anda.berikan jaminan uang kembali jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan yang anda sampaikan tentang produk anda dalam beberapa bulan . sebelum pembeli membeli produk dari anda. yaitu kenyamanan adalah hal yang pokok dalam setiap transaksi. Orang-orang tidak ingin tertipu dengan hal-hal baik Tehnik Pembnihan Tanaman 378 . Kenyamanan Dalam strategi pemasaran. . jangan pernah tinggalkan satu hal ini.otomatis pembeli anda juga yakin dengan apa yang anda berikan. Jaminan uang kembali : Untuk menghindari rasa penyesalan dari diri pembeli anda. dan jika pembeli ingin membeli produk anda. apa yang membuat mereka nyaman untuk membeli produk anda.karena percaya diri bersifat menular. apa yang membuat mereka nyaman untuk memilih anda sebagai partner bisnis nya.berarti anda yakin bahwa produk anda adalah produk yang pasti pas untuk solusi masalah pembeli anda. Garansi : Berikan jaminan garansi kepada pembeli tentang produk anda jika produk tersebut rusak atau tidak dapat digunakan dalam beberapa bulan atau tahun maka bisa diganti produk yang baruJjika anda berani memberikan jaminan ketahanan dan ke efektifan produk anda. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diataranya : .c.jika anda yakin.

perusahaan anda akan lebih terkesan profesional. bisa kita sebut sebuah sugesti. karena menunggu adalah pekerjaan yaaang paling membosankan.memang ada yang bisa percaya. jadi berikan informasi tentang cara pengiriman. selain anda bisa dipercaya. . kebanyakan orang menggunakan atau mengikuti sesuatu berdasarkan trend yang sedang beredar dilingkungan mereka.yang ditawarkan tanpa tau apa kekurangan dan kelebihanya dan apakah mengandung resiko atau tidak. d. kepercayaan pelanggan kepada. contohnya saja untuk sebuah proses pengiriman. jika seseorang mengatakan bagus.artinya semua yang anda uraikan sudah dimiliki oleh produk anda.Kebanyakan pemasar-pemasar produk dan jasa tidak memberikan hal-hal diatas. kendaraan apa yang digunakan. tidak ada salahnya untuk diuraikan sebagai tambahan yang mungkin berguna..namun alangkah bagusnya jika kepercayaan mereka di bareng dengan keyakinan dan keputusan yang bulat agar tidak timbul penyesalan point yang anda dapat disini adalah. Proses pengiriman : Dalam strategi ini perlu sebuah struktur perusahaan yang kuat dan arsitektur proses kinerja yang mapan. karena anda bisa mennguraikan secara detail apa-apa saja yang harus diperhatikan untuk sebuah produk sejenis anda. ada beberapa karakter . Gengsi Menurut survey yang dilakukan untuk pasar di indonesia. kemasan yang digunakan dalam mengirimkan dan waktu yang dibutuhkan. karena anda harus menjalankan komitmen secara akurat. bukan tidak mungkin yang lain juga mengatakan bagus. atau secara halusnya. kecepatan sebuah proses pengiriman dan penerimaan produk yang anda jual ke tangan pembeli adalah salah satu strategi meningkatkan kenyamanan. dalam strategi pemasaran ini.tapi hanya kelebihankelebihan produk yang sempurna bagai tanpa cela. perincian biaya pengiriman.

place dan promotion (marketing mix). lalu dilakukan analisis BEP (lihat BAB 11). Harga jual dapat pula ditentukn berdasarkan survey pemasaran sehingga didapat harga jual yang masih menguntungkan perusahaan dan kompetitif. Dari analisis usaha tersebut dapat diprediksi jumlah produksi minimal yang harus diproduksi. Harga penjualan produk berupa benih tanaman dihitung dari semua komponen biaya produksi. Untuk menentukan harga penjualan. e. Tehnik Pembnihan Tanaman 379 . sasaran dan target penjualan. price.konsumen yang ada. konsumen tipe ini sangat memperhatikan tren dan trade mark yang ada. 1) Menghitung harga penjualan. Memasarkan benih tanaman Sebelum melakukan pemasaran benih tanaman. antara lain The Followers. strategi promisi dan sistem penjualan. semakin ingin mereka mengikuti bahkan tidak perlu tahu fungsi dan kelebihanya. pengusaha pada umumnya menambahkan keuntungan sekitar 25-50% datri biaya produksi tergantung product. semakin ingin mereka untuk mengikuti keramaian tersebut. semakin ramai tempat yang dikunjungi. maka harus dihitung terlebih dahulu harga jual dari produk yang akan dijual. Semakin ramai yang menggunakan produk dan jasa anda.

pemasangan beaner. 3) Menentukan strategi promosi . Strategi promosi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. booklet.000 13. Kalimantan Barat. diskusi panel keunggulan produk dan lain-lain. Metode ini akan mengurangi resika kerugian bagi perusahaan. 4) Menentukan sistem penjualan Strategi penjualan yang dapat ditempuh oleh perusahaan benih kelapa . pengenalan produk door to door dan pemberian produk secara gratis dan lain-lain. BEP produk adalah 86. Target penjualan sama dengan sasaran penjulan yang harus ditentukan sebelum kegiatan produksi dilakukan. Sedangkan sasaran di luar negeri adalah Malaysia. Promosi tidak langsung pada umumnya melalui propaganda. sehingga target pejualan harus direncanakan antara 11. Kalimantan Timur dan Medan.533 benih kelapa sawit. penyebaran leaflet. Target penjualan minimal harus lebih besar 25-50% dari BEP unit/produk benih. Promosi langsung adalah dengan cara mengikuti pameran produk. sebaiknya dilakukan dahulu promosi. Sasaran pemasaran adalah perkiraan konsumen/ klien yang akan dijadikan fokus penjualan. lokakarya.Sebelum memutuskan untuk mengimplementasikan salah satu strategi marketing. Untuk benih kelapa sawit tentu saja sasaran pemasarannya dapat berupa klien individu atau pun kelompok/ perusahaan. Contoh pada BAB 11. Salah satu contoh sasaran kelapa sawit di dalam negeri adalah propinsi-propinsi yang mempunyai visi dan misi mengembangkan kelapa sawit secara besar-besaran seperti propinsi Riau. seminar.2) Merencanakan sasaran dan target penjulan Sasaran dan target penjualan harus ditentukan sebelum produksi dimulai.000 benih kelapa sawit.

sawit atau durian adalah seling dan marketing. agen dan pengecer. Metode marketing dapat dilakukan melalui internet. dan MLM (Multy Level Marketing). Marketing adalah penjulan produk melalui saluran pemasaran. Tehnik Pembnihan Tanaman 380 . Selling dapat dilakukan secara langsung oleh pengusaha kepada komsumen. Contoh dari marketing adalah penjualan melalui distributor.

Strategi dan visi serta misi. Pentingnya informasi . Gengsi . Perlunya rasa kekeluargaan. siswa telah mampu menguasai kompetensi memasarkan benih tanaman. pengambilan resiko. Kenyamanan .mempunyai naluri dan intuisi yang tajam. Jiwa marketing dan motovasi tim . Pengertian kewirausahaan Ciri dan karakteristik wirausahawan Orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaan bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. berorientasi pada tugas. disiplin. Kepercayaan . Pelanggan adalah asset yang . keorisinilan. Berorientasi ke masa depan. . professional. Kemudahan .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 10. Percaya diri. . Penjulan Dasar-dasar strategi pemasaran . kepemimpinan. mempunyai kemampuan menjual dan memiliki tanggung jawab moral.

TUGAS: 1.per bulan. Bagaima teknik penjualan benih tanaman pangan dan hias agar omset penjualan anda minimal Rp.berharga SOAL: 1. 2. Tehnik Pembnihan Tanaman 381 . Siapa pengusaha idola anda.. Lakukan permainan peran dengan tema penjulan benih kelapa sawit ke Negara Malaysia. Ada berapa persen ciri dan karakter wirausaha yang teman anda miliki. Lakukan identifikasi jiwa kewirausahaan pada minimal 2 teman anda.000.10. Deskripsikan alas an anda memilih orang tersebut.000. 2.

BAB 11. Sebelum memutuskan untuk memulai suatu kegiatan bisnis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian. Secara umum. ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN Untuk mengetahui suatu usaha layak untuk dilaksanakan atau tidak layak dilaksanakan maka perlu dilakukan analisis usaha tani. analisis keuntungan. analisis titik impas (break even point). Semua perhitungan di dalam analisis ini berdasarkan satuan unit usaha dan masa pembenihan satu periode (siklus pembenihan). Sifat analisis ini adalah tidak tetap. usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian yang dibahas dalam tulisan ini dapat disusun analisis usaha taninya yang meliputi analisis biaya produksi. suatu kegiatan usaha tani dapat dikatakan berhasil dalam segi finansial apabila dapat menunjukkan hal-hal sebagai berikut : (a) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan yang dapat menutup semua biaya atau pengeluarannya. Oleh karena itu analisis usaha tani ini merupakan suatu contoh perhitungan . Asumsi lain yang digunakan adalah usaha tani dilakukan dengan sistem monokultur dan kegiatan usaha berorientasi pada pasar komersial. dan lainlain. Untuk itu. perbedaan iklim dan hal-hal yang menyangkut kondisi lahan. analisis modal usaha tani. maka perhitungan untung (atau rugi) dan kemungkinan terjadinya kegagalan merupakan faktor utama yang selalu menjadi bahan pertimbangan. (b) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan tambahan . artinya semua harga yang ditentukan di dalam analisis ini akan sangat dipengaruhi oleh waktu dan kondisi pasar.

baik modal sendiri maupun modal yang dipinjam dari pihak lain. tenaga kerja. Tinggi rendahnya biaya suatu usaha tani ditentukan oleh besarnya skala usaha dan efisiensi penggunaan modal. Sedangkan unsur-unsur dalam biaya variabel meliputi sarana produksi. jika produk yang dihasilkan adalah jumlah polibag yang diisi dan dengan media tanam dan benih. tenaga kerja. pajak dan lain-lain. polibag. Besar kecilnya produk yang dihasilkan akan sangat bergantung dari biaya variabel yang dikeluarkan.untuk membayar bunga modal yang dipakai. dan (c) usaha tani tersebut memberikan jasa pengelolaan yang wajar kepada pelaku usaha tani tersebut. Komponen biaya tetap terdiri dari biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan lahan (sewa lahan). Pengertian biaya tetapi ini adalah bahwa biaya tersebut . Jika usaha dihentikan. pupuk dan obat-obatan. tenaga kerja dan lain-lain. alat-alat serta sarana produksi. Secara umum biaya dikelompokkan kepada biaya tetap dan biaya variabel. Unsur biaya tetap terdiri dari sewa lahan. maka semakin banyak tenaga kerja dikerahkan untuk mengisi polibag maka hasilnyapun akan semakin tinggi. Dalam pengolahan tanah biaya variabel adalah jumlah ongkos yang dikeluarkan untuk mengolah sejumlah luasan lahan. Dengan demikian biaya variabel mengandung makna bahwa jumlah biaya akan bervariasi tergantung dari sekala usaha yang dijalankan. baik menggunakan tenaga kerja maupun dengan traktor. praktis biaya ini menjadi nol. Biaya variabel ini berhubungan langsung dengan jumlah produk yang dihasilkan atau yang akan dihasilkan. Dalam analisis ini biaya variabel terdiri dari biji siap tanam. Biaya usaha tani meliputi semua ongkosongkos yang merupakan pengorbanan dalam pengadaan input produksi. Sebagai contoh.

tetap saja dikeluarkan walaupun proses produksi tidak dijalankan. Sewa lahan Tehnik Pembenihan Tanaman 382 .

1. 11. Beberapa contoh analisis perbandingan tersebut. Keuntungan merupakan selisih yang diperoleh dari pendapan (hasil penjualan) dikurangi biaya-biaya. secara sedehana dapat dilakukan analisis perbandingan berbagai komponen biaya. Komponen biaya yang dijadikan pembanding biasanya adalah biaya produksi. b. return on investment (ROI). Analisis R/C ratio Disamping B/C ratio. Analisis usaha pembenihan tanaman Untuk menilai kinerja atau performa suatu usaha. biasanya dinamakan ratio. R/C ratio. a. Analisis B/C ratio B/C ratio (benefit/cost) merupakan perbandingan antara keuntungan yang didapatkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. return on assets (ROA) dan sebagainya. kinerja keuangan sejenis yang biasa dapat digunakan adalah R/C ratio (revenue/cost). pendapatan. adalah B/C rasio.tetap menjadi beban pengusaha walaupun pengusaha tersebut tidak menjalankan kegiatannya. Analisis ini menunjukkan seberapa besar suatu usaha menghasilkan keuntungan. Suatu usaha dapat memiliki R/C ratio = 1 jika jumlah penerimaan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. dan keuntungan. yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang. artinya usaha tersebut mendapatkan marjin posiitif . Usaha yang baik tentunya harus mendapatkan R/C ratio yang lebih besar dari 1. Ratio ini mengambarkan kemampuan peneriamaan usaha. B/C ratio ini biayasnya dilakukan untuk menilai kinerja keuangan dari suatu usaha pada tiap kali siklus produksi. Break even point analysis (BEP).

Titik impas adalah suatu keadaan dimana suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan. Ratio ini menggambarkan kemampuan usaha untuk membiayai pengadaan asset usaha. Analisis B/C ratio. Analis ROI Selanjutnya. tetapi tidak pula menderita kerugian.(keuntungan). Sedangkan analisis ROA (return on assets) adalah perbandingan antara keuntungan (return) dibandingkan dengan nilai asset usaha (aktiva). sedangkan analisis ROI dan ROA umumnya dilakukan untuk satu periode tahun anggaran. Rasio ini bisanya dinyatakan dalam persen (%). Analisis BEP Analisis titik impas. analisis ROI (return on investment) yaitu perbandingan antara keuntungan (return) dengan besarnya investasi yang telah dikeluarkan. R/C ratio dan BEP umumnya dapat diterapkan dalam setiap siklus produksi. setiap usaha harus mampu melebihi titik impasanya. Titik impas sendiri dapat dinyatakan dalam jumlah rupiah pendapat yang diharus diperoleh atau dalam jumlah unit barang yang harus dihasilkan agar suatu usaha tidak mengalami kerugian. Nilai-nilai yang berada di bawah titik impas menunjukkan bahwa usaha mengalami kerugian. Analisis ini menujukkan kemampuan usaha untuk mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan oleh si pemilik usaha. biasanya disebut sebagai analisis BEP (break even point). Oleh karena itu. d.31 sedangkan B/C rasio untuk pembenihan durian adalah 1. Dalam lanjutan analisis terlihat bahwa kelayakan usaha untuk B/C ratio kelapa sawit menunjukkan nilai 1.30 yang berarti bahwa manfaat yang diterima dalam satu musim tanam leih besar dari biaya yang Tehnik Pembenihan Tanaman 383 . c.

2. Oleh karena itu jika petani dapat menghasilkan benih kelapa sawit dan durian lebih dari tingkat produksi tersebut maka petani diharapkan dapat meraih keuntungan. teknik budidaya.518 benih durian dengan kondisi layak jual. maupun bahan bakar (biodiesel).dikeluarkan. 11.533 benih kelapa sawit dan 6. Contoh perhitungan analisis usaha pada kelapa sawit. harus difahami terlebih dahulu tentang peluang pemasaran.) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak goreng (palm oil). sumberdaya manusia yang dibutuhkan. Sebelum menghitung analisis usaha kelapa sawit. Jika seluruh laba digunakan untuk membayar modal usaha tani. Pada contoh perhitungan analisis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian akan dihitung B/C dan R/C. teknik pengepakan/pengemasan. Kelapa sawit (Elaeis sp. Analisis titik impas yang menunjukkan titik dimana terjadi pulang modal. distribusi dan pelayanan purna jual. yaitu kondisi dimana usaha tani belum menunjukkan laba tetapi tidak merugi dapat dicapai pada tingkat produksi sebesar 86. Untuk analisis R/C ratio atau besarnya perbandingan laba terhadap biaya produksi. Perkebunannya menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. dalam analisis ini ditunjukkan dalam analisis ROI (return on investment) maka selurUh modal akan dapat dibayar dalam dua kali musim pembenihan. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah . minyak industri. Berikut ini akan diinformasikan tentang berbagai faktor yang terkait dengan teknik budidaya di pembenihan kelapa sawit. Artinya usaha ini secara sederhana dapat dikatakan layak untuk dijalankan.

Kelapa sawit berbentuk pohon. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Di Indonesia penyebaran kelapa sawit berada di daerah Aceh. a. Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. dan Sulawesi. Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. kandungan asam lemak bebas (FFA. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Tingginya dapat mencapai 24 meter. namun proyeksi pada masa yang akan datang. diperkirakan bahwa pada tahun 2009 Indonesia akan menempati posisi pertama. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.Malaysia. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Buah sawit matang pada Tehnik Pembenihan Tanaman 384 . pantai timur Sumatra. Setelah melewati fase matang. Minyak dihasilkan oleh buah. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. ungu. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. Jawa. Syarat Tumbuh Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.

dan Tenera. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. digunakan teknik kultur jaringan. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU 15° LS). Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Tanaman sawit dengan tipe cangkang . Akar serabut.1 . Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%.kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).Pisifera. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Kelapa sawit hanya dapat tumbuh di daerah tropis. 2000-2500 mm setahun Kelapa sawit memiliki banyak jenis. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Kelapa sawit berbentuk pohon. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Habitat untuk kelapa sawit adalah daerah semak belukar. Struktur tubuh dan berbagai organ kelapa sawit. Gambar 11. Untuk pembibitan massal.

Tehnik Pembenihan Tanaman 385 . Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%.15° LS). 2000-2500 mm setahun. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU .pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif.

000 mm/tahun. Curah hujan tahunan antara 1. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah.000 mm. dan Tenera. Pembibitan Pembibitan tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara generatif . Benih kelapa sawit mengalami masa dormansi yang cukup panjang. Ketinggian tempat yang ideal bagi pembenihan kelapa sawit adalah antara 1-400 m dpl. beraerasi baik dan subur. Tanah Latosol. c. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%.500-4. Tanah memiliki derajat keasaman (pH) antara 4-6. b. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. dapat dijadikan media pembibitan kelapa sawit. optimal 2. Ultisol dan Aluvial yang meliputi tanah gambut. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaban 60-80% dengan temperatur 35ºC. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera.000-3. Pisifera. Media Tanam Tanah yang baik untuk budidaya kelapa sawit harus mengandung banyak lempung.Kelapa sawit memiliki banyak jenis.

Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji.dan saat ini sudah dilakukan kultur jaringan untuk memperbanyak benih kelapa sawit. Keringkan dan seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam Semua benih disimpan di dalam ruangan bersuhu 27ºC dan kelembaban 6070% sebelum dikecambahkan.2% selama 3 menit.45 0. e. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari. Masukan biji kedalam kaleng pengecembahan dan tempatkan dalam ruangan dengan temperatur 39ºC dan kelembaban 60 70% Tehnik Pembenihan Tanaman 386 . Pengecambahan benih Tangkai buah dilepaskan dari spikeletnya. f.2% selama 2 menit. Persyaratan benih Benih-benih yang dihasilkan oleh produsen resmi ini mempunyai kualitas sangat baik ini berasal dari induk jelas asal usulnya seperti Delidura dan bapak Pisifera. Teknik pembibitan . Tandan buah diperam selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air. lalu rendam dalam larutan Dithane M . Cuci biji dengan air dan masukkan kedalam larutan Dithane M45 0. Biji dikeringanginkan. d. Rendam biji dalam air selama 6 7 hari dan ganti air tiap hari.

Polybag disusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas. diratakan dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman. Cara langsung Kecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada . Masukkan biji ke dalam larutan Dithane M 45 0. Cara tak langsung Kecambah dimasukkan ke dalam polybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1. 60 x 60 cm. 2).000 butir. Kebutuhan bibit per hektar antara 12. Kecambah di tanam sedalam 2 cm.2% selama 1 2 menit. 80 x 80 cm. Terdapat dua teknik pembibitan yaitu (1) cara dua tahap melalui dederan (prenursery) dan (2) cara langsung tanpa dederan. Setelah berumur 3 4 bulan dan berdaun 4 5 helai bibit dipindah tanamkan ke pembibitan. 65 x 65 cm. Lahan pembibitan dibersihkan.selama 60 hari. siram tanah di dalam polybag sampai lembab. Simpan polybag dibedengan dengan diameter 120 cm. Simpan benih diruangan bersuhu 27ºC. Setelah 10 hari benih berkecambah pada hari ke 30 tidak digunakan lagi.5 2.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. 70 x 70 cm. 1).500 sampai 25. 85 x 85 cm. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0. Setiap 7 hari benih dikeringanginkan selama 3 menit. 90 x 90 cm atau 100 x 100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi. Tanah di polybag harus selalu lembab.1 mm yang berisi 15 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Jarak tanam biji dipembibitan adalah 50 x 50 cm. Sebelum bibit ditanam. Setelah 60 hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 30% dan dikeringanginkan lagi.

Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan dan diberikan dalam larutan urea atau pupuk majemuk (Tabel 11. Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 8 mm. Gulma dibuang/dicabut atau disemprot herbisida setiap 3 bulan. d. Kebutuhan air sekitar 2 liter untuk setiap polybag. Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan. Seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan. Penyiangan dilakukan 2 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.).1. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Bibit yang tumbuh abnormal.cara pembibitan.Cara ini menghemat tenaga dan biaya. Tehnik Pembenihan Tanaman 387 . Cara lain mencegah gulma adalah menaburkan serasah di polybag.

00 NPKMg (15. Standar jumlah Kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Penggunaan Pupuk.25 61.4) 50 gr 122. OST Rajawali Tan.Tabel 11.15.6.00 NPKMg .6.15.1.4) 25 gr 61. Jumlah Kebutuhan Pupuk Untuk Benih Kelapa Sawit. Tanaman NPKMg (15.50 122.500.250. jumlah kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Pemupukan Tanaman Tan.

00 Kiserit 27.333. kerja (NPKMg) 20 times 73.666.00 NPKMg (12.2) 115 gr 281.666.500.50 563.00 77.12.67 OST OST Rajawali Rajawali gram 0 0 0.50 gr 36.(12.67 T.67 36.2) 230 gr 563.750.12.33 73.17.75 281.33 Man Power (NPKMg) 10 kali 36.00 .000.67 36.17.00 Kiserit 55 gr 77.

333.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.00 125.00 0.2%.33 Total Cost 546.83 546.17.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.666.00 (OST Rajawali) 1 kali 3.2%.00 T. Umur bibit 6 7 larutan urea 0. rustica 12.33 Pemupukan dilakukan pada umur bibit 4 5 minggu larutan urea 0. Umur bibit 17 20 minggu. rustica .12.67 3.6.00 50 grams 50 gr 125. Umur bibit 8 16 minggu . dosis 4 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi. Umur bibit 21 28 minggu. rustica 15.000. kerja Man Power (OST 0.67 Rajawali) Biaya Total 836.15.833. 3 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.0.83 836.

12.17. tandan buah menjadi busuk. Umur bibit 41 48 minggu. Pengendalian : dengan meracuni pohon dengan natrium arsenit dan setelah mati dibongkar dan dibakar. Bagian yang diserang adalah daun. Umur bibit 29 40 minggu.17. rustica 12.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. Gejala : daun menjadi mengkilap dan daun berwarna bronz. daun berubah warna menjadi kuning dan mengering. Gejala yang ditimbulkan adalah : pusat mahkota mengerdil.12.2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. 3) Ulat Setora Penyebab setora nitens. Bagian yang diserang adalah akar. Pengendalian menggunakan insektisida Hosation 25 Tehnik Pembenihan Tanaman 388 .12. 2) Tunggau Penyebab : Tunggau Merah (Oliganycus).1 0. Penyebabnya adalah nematoda rhadinaphelenchus cocophilus. Bagian yang diserang adalah daun.12. daun baru tergulung dan tegak. rustica 12.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.2%. Gejala : daun dimakan sehingga yang tersisa hanya lidinya saja. Pengendalian menggunakan aktrisida tetradifon 0. Hama dan Penyakit 1) Nematoda.17. g.

UI.V, sevin 85 ES, Dursban 20 EC pada konsentrasi 0,2 0,3%. 4) Oil Palm Bunch Moth. Penyebab Tiorathaba mudella. Bagian yang diserang adalah buah muda dan kadang-kadang tandan buah. Gejala : buah muda berlubang, tandan buah busuk. Pengendalian menggunakan insektisida dipteres/thiodam (0,55 kg/370 liter air). Selain itu dilakukan pemberantasan biologi dengan parasit tabuhan dan lalat parasit. 5) Kumbang Oryctes. Penyebab oryctes rhynoceros. Bagian yang diserang adalah titik tumbuh, bakal daun. Gejala daun seperti terpotong gunting; pada serangan berat serangga akan mati. Pengendalian peningkatan sanitasi dan pemberantasan biologi dengan parasit jamur. 6) Babi hutan dan tikus. Babi hutan dan tikus biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang masih muda. Untuk hama tikus biasanya pengendalian dilakukan dengan menggunakan/memelihara burung hantu. h. Penyakit 1) Root Blast. Penyebab : rhizoctonia lamcllifera dan Phythium Sp. Bagian yang diserang adalah akar. Gejala : bibit persemaian mati mendadak. Tanaman dewasa layu dan mati. Selain itu terlihat adanya pembusukan akar. Pengendalian : pembuatan persemai yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, pengendalian bibit lebih dari 11 bulan. 2) Garis Kuning. Penyebab fusarium oxysporum. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala : bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.

3) Dry Basal Rot. Penyebab ceratocytis paradoxa. Bagian yang diserang adalah batang. Gejala : pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering, daun muda mati dan kering. Pengendalian adalah dengan menanam bibit yang telah di inokulasi. Asumsi yang digunakan dalam penghitungan analisis usaha kelapa sawit adalah sebagai berikut: . Semua harga dalam rupiah . Hari Orang Bulan sebesar Rp. 1.000.000,. Hari orang kerja sebesar Rp.20.000 per hari . Harga satu benih kelapa sawit adalah sebesar Rp.350,00 . Harga alat dan mesin untuk berbagai kegiatan pembenihan meruapakan harga perkiraan . Perkiraan Harga pupuk dan pestisida mengacu pada tahun 2000-2005 dari PT Rajawali . Harga benih kelapa sawit Rp. 12.000,Tehnik Pembenihan Tanaman 389

Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Kelapa Sawit Seluas 20 Hektar No Kegiatan Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana Satua n Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Sewa Lahan 10 Hektar 2,000,000.00 20,000,000.00 Persiapan lahan pembenihan 10 unit 500,000.00 5,000,000.00 Pembangunan bedengan dan naungan 1 unit 75,000,000.00 75,000,000.00 Membangun gudang 1 unit 20,000,000.00 20,000,000.00 Memasang instalasi air

1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Mengisi dan menyususn baby-bag 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Menanam kecanbah 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Perawatan semai 72 HOB 100,000.00 7,200,000.00 - Penyiraman 36 HOB 100,000.00 3,600,000.00 - Pemupukan 4,000.00 HOK 20,000.00 80,000,000.00 - Pengendalian HP

72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Pengendalian gulma 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Seleksi semai 18 HOB 1,000,000.00 18,000,000.00 - Pengisian dan penyusunan polybag 1,250.00 HOK 20,000.00 25,000,000.00 - transplanting 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Penyiraman 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00

- Seleksi bibit 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00 - Pemanenan 200 HOK 20,000.00 4,000,000.00 Penyediaan Sarana Pembelian mesin pompa 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 pembangunan sumber air/menara 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 Pembelian polybag 100 KG 26,000.00 2,600,000.00 PemBelian benih generatif 400,000.00 BUAH 400.00

160,000,000.00 Kendaraan projek 1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Pupuk 200000 tan 500 100,000,000.00 Pestisida 200000 tan 350 70,000,000.00 Biaya produksi 1,038,400,000.00 Harga jual 200000 12000 2,400,000,000.00 B/C 1.31 R/C 2.31

Perkiraan keuntungan/periode pembenihan (12 bulan) 1,361,600,000.00 Tehnik Pembenihan Tanaman 390

11.3. Analisis usaha pembenihan durian Berbagai teknik dan trik dalam proses okulasi telah diinformasikan dengan jelas pada BAB 3 Benih hasil okulasi memungkinkan untuk dijadikan usaha yang menguntungkan di bidang pertanian. Adapun analis usaha pembenihan durian secara okulasi dibahas pada Tabel 11.3. Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Durian Okulasi Sebanyak 10.000 Tanaman No Kegiatan 1 Sewa lahan 2 Pembuatan pembibitan 3 Penyiapan media semai 4 Pengisian polybag 5 Penyemaian 6 Okulasi 7 Pemeliharaan bibit 8 Biji durian 9 polybag 10 Pupuk kandang 11 tali rafia 12 mata entres 13 Pupuk dan pestisida 14 Pisau okulasi 15 gunting stek 16 cangkul 17 gembor 18 Pemasaran Biaya produksi Harga benih durian: (asumsi SR benih 60%) Perkiraan keuntungan B/C R/C

Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana 1 20 5 50 20 100 500 10 50 100 1 20000 10000 55111 6,000 Satuan 1000 m2 HOK HOK HOK HOK HOK HOK Biji Kg karung gulung buah unit buah buah buah buah paket Tanaman Harga Satuan (Rp) 3,000,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 50,000.00 25,000.00 100.00 24,000.00 4,000.00 50,000.00 100.00 500.00 1,000,000.00

100,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 15,000 Jumlah (Rp) 3,000,000.00 500,000.00 125,000.00 1,250,000.00 500,000.00 5,000,000.00 12,500,000.00 1,000.00 1,200,000.00 400,000.00 50,000.00 2,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00 500,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 39,106,000.00 90,000,000.00 50,894,000.00 1.30 1.77

Tehnik Pembenihan Tanaman 391

Ringkasan Setelah mempelajari BAB 11. siswa telah mampu menguasai kompetensi menganalisis usaha pembenihan tanaman. Menghitung biaya produksi Menghitung pendapatan Biaya produksi adalah semua komponen biaya yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja dan kemasan, Menghitung pendapatan berfungsi untuk memperkirakan seluruh pendapatan dari satu kali periode produski suatu barang / jasa. Penghitungan dilakukan dengan cara mengalikan jumlah unit barang/ produk yang dihasilkan dengan harga jual produk/barang/ jasa. Menentukan B/C Menghitung BEP B/C rasio adalah perbandingan antara laba dengan biaya total yang dikelurkan. BEP adalah titik inpas dimana usaha tidak mangalami kerugian maupun keuntungan. Satuan BEP dapat digunakan dalam bentuk analisis keuangan atau jumlah unit minimal yang harus diproduksi agar usaha tidak merugi. Contoh perhitungan B/C, R/C, dan BEP pembeniha kelapa sawit dan durian . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit SOAL: 1. Jelaskan tentang biaya produksi dari unit produksi pembenihan di sekolah 2. Hitung B/C. R/C dan BEP unit produksi pembenihan salah seorang penangkar beni h yang saudara kenal. 3. jelaskan keuntungan dari masing-masing teknik analisis usaha B/C dan BEP TUGAS: 1. Lakukan observasi harga terkini dari analisis usaha kelapa sawit dan durian. 2. Lakukan analisis terhadap biaya produksi kelapa sawit dan durian sesuai denga n karakteristik usaha yang terdapat di lingkungan sekolah. Tehnik Pembenihan Tanaman 392

393 DAFTAR PUSTAKA Abadi, L.A. 2000. Ilmu Penyakit Tumbuhan, Dasar-dasar dan Penerapannya. Lemlit Fakultas Pertanian Univ. Brawijaya Malang. 236 hal. Anonim. 1985. Rekomendasi Pengendalian Jasad Pengganggu Tanaman Pangan di Indonesia. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Anonim. 1989. Petunjuk Teknis Penanganan Pasca Panen. Direktorat Bina Usaha Petani dan Pengelolaan Hasil Tanaman Pangan. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta, 162 hal. Anonim. 2002. Ensiklopedia IPTEK, Ensiklopedia Sains untuk Peljar dan Umum Jilid 3. Penerbit Lentera Abadi, Jakarta. 287 hal. Anonim, 2003. Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Agronomi (Pembenihan). Dep. Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. 292 hal. Anonim 2004. Standar Kompetensi Nasional Indonesia, Bidang Keahlian Kultur Jaringan. Departemen Pendidikan Nasional. 187 hal. Anonim. 2007. Sistem Pangan Organik, Standar Nasional Indonesia. Badan Standardisasi Nasional. Anonim. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 6. Kehidupan Tumbuhan dan Kehidupan Hewan. Grolier International Inc., Jakarta. 295 hal. Anonim. 2004. Oxford Ensiklopedia Pelajar Jilid 8, Edisi Bahasa Indonesia. Grolier International, Oxford University Press. 91 hal. Baehaki. 1993. Insektisida Pengendalian Hama Tanaman. Penerbit Angkasa Bandung. 148 hal. Darjanto dan Satifah, S. 1984. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Tehnik

Penyerbukan Silang Buatan. Penerbit Gramedia. Jakarta, 156 hal. Endah, J.E., dan Novozan. 2002. Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman. Penerbit Agromedia Pustaka. 98 ha. Fitter, A.H., dan R.K.M. Hay. 1998. Fisiolog Lingkungan Tanaman. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 421 hal. Hanafiah, K.A. 2005. Dasardasar Ilmu Tanah. Penerbit Raja Grafindo Persada. Jakarta. 360 hal. Hartono, M. 1999. Produksi Tanaman Buah Dalam Pot. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Harjadi, S.S. 1980. Pengantar Agronomi. Penerbit Gramedia Jakarta. 197 hal. Haryanto, I. 1999. Pertanian Organik Tanaman Sayuran Pengahsil Dasun. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hadisuwito, S. 2007. Membuat Pupuk Kompos Cair.

394 Agromedia Pusaka, Jakarta. 50 hal. Hartus, T. 2007. Berkebun Hidroponik Secara Murah. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 96 hal. Huffaker, C.B., dan P.S. Messenger. Ed., Teori dan Praktek Pengendalian Biologis. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. 352 hal. Jamaran, I. 1998. Penerapan Bioteknologi dalam Menghasilkan Produk Agribisnis yang Berdaya Saing Tinggi. Prosiding Seminar Kebangkitan Agribisnis Indonesia, Jakarta. 107 hal Jumin, H.B. 2005. Dasar-Dasar Agronomi, Edisi Revisi. Penerbit Rjagrafindo Persada. Jakarta. 250 hal. Justice, O.L., dan L.N. Bass. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Cetakan ketiga. Rajagrafindo Persada. Jakarta. 446 hal. Novizan. 2002. Petunjuk Pemakaian Pestisida. Agromedia Pustaka, Jakarta. 124 hal. Novizan, 2005. Petunjuk Pemupukn yang efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta. 130 hal. Nurwardani, P. 2002. Usahatani Tomat. Dep. Agama RI dan PPPG Pertanian Cianjur. 77 hal. Nurwardani, P. 2006. Khitosan Sebagai Bahan Pengendali Colletotrichum capsici (Sydow) Butler & Bisby. Disertasi. Universitas Brawijaya Malang. 138 hal. Nurwardani, P. 1999. Budidaya Tanaman Hortikultura. Modul. Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam, Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Departemen Agama Republik Indonesia. Nurwardani, P. 2007. Memproduksi Bio-

Insektisida. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertnian Cianjur. Nurwardani, P. 2007. Musuh Alami Organisme Pengganggu Tanaman. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertanian Cianjur. Oka, I.N., 2005. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 255 hal. Pahan, I. 2002. Kelapa Sawit, Panduan Lengkap Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 411 hal. Rasminah, S., 1990. Penyakit Benih (Seed Pathology). Penerbit Universitas Brawijaya, Malang. 71 hal. Santoso, I. 1980. Diagnosis Penyakit Tanaman. Terjemahan dari R.B. Streets. University of Arizona Press. Semangun, H. 2004. Penyakitpenyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia.

2002. 2000. Press. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Jakarta. dan Susilowati. G. 850 hal. Metode Kultur Jaringan Tanaman. Budidaya. 2005. Y. 1999. 2005.S. Modul..H. Yogyakarta. Y. Penerbit Gajah Mada University Press. Bandung. Wetter. Produksi Bibit Tanaman Buah-Buahan dengan Cara Mencangkok. Pertanian Organik. Constabel. Penerbit Angkasa. Sukamto. Penerbit Papas Sinar Sinanti. Muhammadiyah Malang. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sutanto. Aluyo.R. Riyadi dan L. Nuraeni. Sugandi. S. T. 1987.395 Penerbit Gajah Mada Univ. Produksi Bibit Tanaman Buah-buahan Dengan Cara Okulasi. Modul. 255. U. dan F. G. 170 hal. Sutiyoso. Hidroponik Rakit Apung. 1989. Mikrobiologi Dasar. Pengelolaan dan Pemasaran Cokelat. L. 286 hal. Edisi Kedua. Penerbit Angkasa. Gajahmada University Press. S. Suriawiria. 1999. 268 hal. 349 hal. Mikrobiologi Umum. Tjitrosomo. 2007.S. 476 hal. Yogyakarta. Botani Umum 1. Biologi Sel.hal. 1991. 218 hal. Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Siregar. Penerbit Swadaya. 79 hal Tjitrosoepomo.. Yogyakarta. R. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Jakarta. Penerbit Penebar Swadaya Seri Agritekno. Tjitrosoepomo.. Penerbit Kanisius. 1983. Jakarta. 2002. Penerbit ITB . L. Morfologi Tumbuhan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Subowo. 172 hal. Univ. Bndung.

Yayasan Obor Indonesia. Wirawan. 2006. Penerbit Gajah Mada University Press. Wudianto. dan C. 2002. 2004. 397 hal. Penerbit Penebar Swadaya. 1992. Wisnuwati. Yatim. Modul. Bioteknologi Pertanian. Sri Wahyuni. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. W. R. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. Memproduksi Benih Bersertifikat. Produksi Kompos dengan Tehnologi Effective Microorganism (EM). 154 hal. Penerbit Tarsito Bandung. 1983. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Glosarium Pertanian. S.Bandung. Yahya. T. Sitanggang. Yogyakarta. 201 hal. Geneika. B. Jakarta.. Penerbit Swadaya. 120 hal. 284 hal. Yuwono. 191 hal. .

Calon tanaman yang berada di dalam benih. Organisma tumbuhan tingkat rendah berukuran mikroskopis. Mikroorganisme sejenis bakteri yang berbentuk menyerupai pita. Benih. Permulaan pertumbuhan atau perkembangan terutama digunakan pada spora atau benih. Penyerapan gas. Akar primer. Daya kecambah di lapangan. Tujuannya untuk mencegah peningkatan panas sehingga proses pengeringan dapat berlangsung. Aerasi. ap air atau bahan hasil uraian lain oleh suatu permukaan benda padat halus. Aktinomisetes. Adsorbsi. Buah. Akar sekunder. Ovari pada tumbuhan yang telah berkembang menjadi masak bersama-sama dengan bagian bunga lain yang berdekatan dengannya. Bakteri. Dormansi yang disebabkan oleh terjadinya kekacauan pada fungsi atau pada metabolisma akibat pengaruh suhu yang terlampau tinggi atau pemberian air yang berlebihan. tidak berklorofil dan berkembang biak dengan cara membelah diri atau membentuk spora. misalnya karbon aktif atau silika gel.396 DAFTAR ISTILAH Absorpsi. Munculnya kecambah yang beasal dari benih yang ditanam di lapangan. bersel satu. Endosperma. Akar pertama tanaman yang berkembang / berasal dari radikel. Penyerapan oleh sel atau jaringan hidup yang berada di dalam benih. Cabang lateral akar primer. Berkecambah. Ovula masak yang terdiri dari embrio tanaman serta jaringan cadangan makanan serta seludang penutup. Dormansi fisiologis. Embrio. Melalukan udara luar ke tempat penyimpanan benih. Jaringan di dalam benih yang berasal dari hasilperkawinan antar inti polar di dalm sel telur dengan salah satu .

. Bahan katalis yang dihasilkan oleh benda hidup yang mampu membantu terjadinya perubahan kimiawi. Misalnya tipe bunga. Jaringan tersebut memberi makanan kepada embrio benih. Pestisida. Genotip.inti sperma. Bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan orgenisme pengganggu tanaman (OPT). bentuk lain dan lain-lain. Enzim. Unsur keturunan suatu tumbuhan yang bersama-sama dengan lingkungan mengendalikan sifat-sifat individu tumbuhannya.

Ovula. Varietas yang dibudidayakan. spesies atau genusnya berbeda dengan varietas. Benda hidup terkecil yang hanya mampu berkembang baik di dalam sel hidup. Kecambah. . Calon akar pada benih atau ujung bagian bawah hipokotil embrio. namun dapat pula berfungsi sebagai daun dalam arti yang sebnarnya yaitu melakukan fotosintesa. Kemampuan untuk hidup tumbuh dan berkembang. Perikarp.397 Hibrida. Panen. Perontokan. Pemisahan polong atau malai atau butiran benih dari tanamannya. Bahan yang digunakan di laboratorium untuk menumbuhkan organisma atau mikroorganisme. Slah satu hasil tindakan menanam atau membudidayakan. Viabilitas. Kotiledon. Plumula. Uji viabilitas. Radikel. Media biakan. Hasil persilangan dari induk jantan yang varietas. Mamapu tumbuh dan berkembang. Binatang mikroskopis yang menyerupai cacing. Bagian bunga yang menjadi benih atau biji setelah bunganya mengalami perubahan dan perkembangan lanjutan setelah pembuahan. Viabel. Jumlah yang dihasilkan misalnya satu ton jagung per hektar. Kultivar. Tanaman muda yang berasal dari benih. Vigor. Tunas muda dari embrio pada benih atau pada kecambah dan akan berkembang menjadi bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah. Jaringan benih terluar. Pengujian untuk menentukan kemampuan hidup. Virus. Kulit benih. Nematoda. Pembungkus benih yang berasal dari ovari. Kondisi yang mencerminkan kesehatan yang dan kebugaran alami. spesies atau genus induk betinanya. Daun embrio benih yang berukuran tebal dan befungsi sebagai tempat cadangan makanan.

22 KUDP"ZZZ/ZZZ/ZZZ/Z Dwmw"kpk"vgncj"fkpknck"qngj"Dcfcp"Uvcpfct"Pcukqpcn"Rgpfkfkmcp"*DUPR+"fcp"vgncj" fkp{cvcmcp" nc{cm" ugdcick" dwmw" vgmu" rgnclctcp" dgtfcuctmcp" Rgtcvwtcp" Ogpvg tk" Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn"Pqoqt"68"Vcjwp"4229"vcpiicn" 7"Fgugodgt"4229"vgpvcpi" Rgpgvcrcp"Dwmw"Vgmu"Rgnclctcp"{cpi"Ogogpwjk"U{ctcv"Mgnc{cmcp"wpvwm"Fkiw/ pcmcp"fcnco"Rtqugu"Rgodgnclctcp0 .JGV"*Jctic"Gegtcp"Vgtvkpiik+"Tr0"90:::.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful