P. 1
Teknik Pembibitan Tanaman Dan Produksi Benih

Teknik Pembibitan Tanaman Dan Produksi Benih

|Views: 1,103|Likes:

More info:

Published by: Dhéëèâ Ziebokz Thea on Mar 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

Paristiyanti Nurwardani Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih untuk Sekolah Menengah Kejuruan Rctkuvk{cpvk"Pwtyctfcpk" VGMPKM

"RGODKDKVCP"VCPCOCP"FCP"RTQFWMUK"DGPKJ" wpvwm"UOM " Fktgmvqtcv"Rgodkpccp"Ugmqncj"Ogpgpicj"Mglwtwcp Fktgmvqtcv"Lgpfgtcn"Ocpclgogp"Rgpfkfkmcp"Fcuct"fcp"Ogpgpicj Fgrctvgogp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn

i Paristiyanti Nurwadani TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

ii Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Penulis : Paristiyanti Nurwadani Ilustrasi, Tata Letak : Perancang Kulit : Ukuran Buku : Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 410 NUR NURWADANI, Paristiyanti t Teknik Pembenihan Tanaman: Untuk SMK/oleh Paristiyanti Nurwadani. ---- Jakarta:Direktorat Pembinaan SMK, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

iii DAFTAR ISI Hal BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Potensi Pembenihan Tanaman 1 1.2. Peran Pembenihan Tanaman 5 BAB 2. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2.1. Anatomi Tumbuhan 7 2.2. Anatomi Dan Morfologi Biji Tumbuhan 14 2.3. Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan 14 BAB 3. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3.1. Dasar-dasar Pembibitan Tanaman dan Produksi benih 20 3.2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3) 20 3.3. Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian 23 3.4. Pohon Induk dan bibit Unggul 25 3.5. Batang Bawah Dan Batang Atas 27 3.6. Teknik Penyiapan Pembibitan 30 3.7. Teknik Pembenihan Tanaman Secara Vegetatif 35 3.8. Teknik Pemilihan Memproduksi Benih Vegetatif 68 3.9. Sertifikasi Benih 71 BAB 4. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4.1. Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman 78 4.2. Buah, Biji dan Perkembangan Biji 80 4.3. Penyerbukan (polinasi) 90 4.4. Teknik Produksi Benih Generatif Tanaman 92 4.5. Mutu Benih 106 4.6. Pengujian Kesehatan Benih 122 BAB 5. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5.1. Media Tumbuh 143 5.2. Sifat Fisik Tanah 148 5.3. Sifat Kimia Tanah 162 5.4. Teknik Pengolahan Tanah 162 5.5. Teknik Penanaman 163 5.6. Pemupukan 166 5.6.1. Pupuk Organik 167 5.6.2. Pupuk Anorganik 176 5.7. Pengairan 185 5.8. Air Tanah 186 5.9. Pemangkasan (prunning) 191 5.10. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) 193 a. hama 194

iv b. Penyakit Tanaman 1). Penyakit Non Infeksius 201 2). Penyakit infeksius 202 c. Gulma Tanaman 226 d. Teknik Pengendalian OPT 227 e. Implementasi pengendalian hama dan penyakit tanaman 236 f. Implementasi Pengendalian Gulma 240 Ringkasan, soal dan tugas BAB 6. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI 245 6.1. Perlakuan Pra-Panen 245 6.2. Perlakuan Pascapanen 254 6.3. Pra-panen Produksi Benih Padi Hibrida 255 6.4. Perlakuan Pascapanen 274 Ringkasan, Soal dan Tugas BAB 7. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI 7.1. Perlakuan Pra-Panen 281 7.2. Persyaratan Lahan 282 7.3. Benih Sumber 282 7.4. Waktu Tanam 283 7.5. Penyiapan Lahan 284 7.6. Penanaman dan Perlakuan Benih 285 7.7. Pemeliharaan 286 7.8. Pemanenan dan Perlakuan PAscapanen 289 Ringkasan, Soal dan Tugas 290 BAB 8. BIOTEKNOLOGI TANAMAN 295 8.1. Bioteknologi Tanaman 295 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman 295 8.3. Teknik Kultur In-vitro 306 8.4. Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi 322 Ringkasan, Soal dan Tugas 323 BAB 9. TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN 9.1. Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan 335 9.2. Peralatan Dan Bahan Kimia 335 9.3. Media Tanam 337 9.4. Beberapa Komposisi Media 349 9.5. Inisiasi Tunas dan Inokulasi 353 9.6. Teknik Kultur Suspensi Sel 354 9.7. Teknik Multiplikasi 355 9 8.. Teknik Aklimatisasi 358 9.9. Teknik Kultur Jaringan Pada Berbagai Tanaman 359 a. Teknik Kultur Jaringan Anggrek 359 b. Kultur Jaringan Tanaman Kopi 362 c. Rekayasa genetik pada tanaman tingkat tinggi 364 Ringkasan, Soal dan Tugas 365

v BAB 10. KEWIRAUSAHAAN 10.1. Pengertian Kewirausahaan 368 10.2. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan 10.3. Penjualan 370 a. Jiwa marketing dan motivasi tim 371 b. Perlunya rasa kekeluargaan 372 c. Strategi, visi dan misi 372 d. Pentingnya informasi 373 e. Pelanggan aset yang berharga 373 10.4. Dasar-dasar Strategi Pemasaran a. Kepercayaan 377 b. Kemudahan 377 c. Kenyamanan 378 d. Gengsi 379 e. Memasarkan benih Tanaman 379 Ringkasan, Soal dan Tugas 380 BAB 11. ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN 11.1. Analisis Usaha Pembenihan Tanaman 383 a. Analisis B/C ratio 383 b. Analisis R/C ratio 383 c. Analisis ROI 383 d. Analisis BEP 383 11.2. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Kelapa Sawit 384 11.3. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Durian 391 Ringkasan, Soal dan Tugas 392 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR ISTILAH 393 396

BAB 1. PENDAHULUAN Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan produksi. Dari sisi tata bahasa, teknik adalah suatu keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek yang produktif (Oxford, 2003); pembenihan adalah rangkaian proses budidaya tanaman untuk menghasilkan benih; sedangkan tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. Oleh karena itu, teknik perbenihan tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat memproduksi benih tanaman, baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal. Teknik produksi benih vegetatif pada umumnya dikelompokkan dalam 2 metoda, yaitu metoda konvensional dan modern. Teknik produksi benih vegetatif dengan metoda konvensional menggunakan teknik-teknik yang umum dilakukan oleh petani sedangkan teknik produksi benih vegetatif dengan metoda modern menerapakan ilmu biologi yang diintegrasikan dengan teknologi atau bioteknologi. Dalam hal ini bioteknologi yang yang diimplementasikan adalah teknik kultur jaringan. Proses produksi tanaman dimulai dengan benih ditanam, kemudian tanaman dipelihara danhasil tanaman (akar, umbi, batang, pucuk, daun, bunga, dan buah) dipanen. Kegiatan produksi pertanian memerlukan unit pembibitan tanaman. Pembibitan tanaman adalah suatu proses penyediaan bahan tanaman yang berasal dari benih tanaman (biji tanaman berkualitas baik dan siap untuk ditanam) atau bahan tanaman yang berasal dari organ vegetatif tanaman untuk menghasilkan bibit (bahan tanaman yang siap untuk ditanan di lapangan.

Teknik tanaman yang akan dikembangkan meliputi berbagai teknik dari setiap aspek pembi-bitan dan produksi benih serta teknik untuk mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman sehingga diperoleh hasil panen yang mempunyai kualitas yang baik dan kuantitas yang banyak. Untuk memutakhir-kan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam membudidayakan tanaman, akan dibahas teknik-teknik tanaman yang sedang trend seperti kultur jaringan dan bioteknologi. Dalam teknik pembibitan dan produksi benih akan diterangkan landasan teori dan langkah kerja tentang teknik penyiapan bahan ta-nam berupa benih dan bibit tanaman, persiapan lahan dan penanaman, pe-mupukan, pengairan, pengendalian hama, penyakit dan gulma, pemeliha-raan tanaman, perlakuan khusus pada tanaman, pembungaan dan pembuah-an, pemanenan dan pascapanen. Pada teknik pembibitaan tanaman akan diterangkan berbagai teknik praktis untuk menyetek, mencangkok, mengokulasi, menempel dan me-nyambung tunas, sampai memelihara bibit hasil perkembangbiakan secara vegetatif siap untuk ditanam. Kegiatan persiapan lahan dan penanaman merupakan awal budidaya tanaman. Untuk menumbuhkan profesionalisme dalam kompetensi ini, akan diinformasikan landasan teori tentang berbagai jenis tanah dan teknik perlakuan untuk tanah sehingga mempunyai kriteria yang optimal untuk kegiatan budidaya tanaman. Selama masa budidaya, kegiatan yang paling lama adalah pemeliharaan Teknik Pembenihan Tanaman 1

tanaman. Pada tahap pemeliharaan harus dikuasai berbagai teori tentang pupuk dan teknik-teknik pemupukan. Pengetahuan dasar yang baik tentang pupuk akan memudahkan pengelolaan pupuk dan mengembangkan formulasi yang tepat bagi tanaman agar penggunaannya efektif dan efisien. Teknik pemupukan sangat penting untuk dikuasai, agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Selama masa budidaya, tanaman sering mendapat masalah dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Yang termasuk OPT adalah hama, pemyakit dan gulma. Ketiga OPT tersebut harus dikendalikan agar tidak menimbulkan kerugian bagi tanaman. Untuk mengendalikan OPT, harus dikuasai berbagai teknik pengendaliannya, seperti pengen-dalian secara kultur teknis, fisik, mekanis, biologi, kimia dan pengen-dalian secara terpadu. Perkembangan dan citra pertanian di Indonesia identik dengan kotor dan cangkul. Untuk meningkatkan citra pertanian agar lebih modern dan bersih maka akan diinformasikan berbagai pengetahuan dasar tentang, teknik dan keterampilan mengelola bibit tanaman secara kultur jaringan serta berbagai sikap yang harus dikuasai agar menghasilkan bibit dan benih yang dapat tumbuh secara optimal. Dalam dua puluh tahun terakhir, perkembangan teknologi dalam bidang biologi berkembang dengan sangat pesat dan dikenal dengan bioteknologi . Penerapan bioteknologi untuk tanaman juga berkembang sangat pesat, sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi budidaya terutama dalam penyediaan bibit tanaman dan tanaman varietas unggul dalam waktu yang relatif singkat. Untuk memperkenalkan sekaligus memutakhirkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bioteknologi, maka akan dijelaskan

tentang berbagai teknik untuk memproduksi tanaman secara kultur jaringan. Dalam teknik kultur jaringan akan dipelajari mulai dari teknik menyiapkan sarana dan prasarana, tanaman induk, membuat media tanaman, inisiasi, subkultur, aklimatisasi dan pembesaran bibit hingga bibit siap tanam. Untuk menggambarkan berkembangan rekayasa genetika pada bidang pertanian, akan dibahas secara singkat tentang bioteknologi pertanian, mulai dari perkembangan berbagai penemuan pada bidang boteknologi, materi genetik dan beberapa contoh teknik kultur in vitro tanaman. 1.1. Potensi Perbenihan Tanaman Negara Republik Indonesia yang kita cintai mempunyai penduduk sebanyak 238 juta jiwa (WWW.DatastatistikIndonesia.com. , 2008). Sebagian besar penduduk Indonesia di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali makanan pokoknya adalah nasi. Di kepulauan Nusa Tenggara Timur makanan pokonya adalah jagung. Di Kepulauan Maluku dan Papua makanan pokonya adalah sagu. Kebutuhan beras untuk satu tahun adalah sebanyak 32,49 juta ton (www.depkoninfo.goid.,2008). Kebutuhan benih padi di indonesia adalah sebanyak 300.000 Ton per tahun. Produksi benih padi indonesia tahun 2007 adalah 106.700 ton. Hanya untuk kepentingan dalam negeri saja, masih terdapat peluang untuk mengupayakan produksi benih padi per tahun sekitar 103.300 ton per tahun. Hal ini tentu saja merupakan peluang usaha di bidang agrobisnis industri benih padi yang sangat prospetif untuk saat ini dan masa-masa yang akan datang. Menurut hasil analisa usaha, dalam satu kali periode produksi padi dihasilkan keuntungan rata-rata sebanyak Rp. 5.000.000,- sampai dengan

Teknik Pembenihan Tanaman 2

Rp.8.136.900,00 (www.litbang.deptan.go.id., 2008 dan www.medanbisnis.online., 2008). Tentu saja informasi ini merupakan berita gembira bagi sumberdaya manusia yang berminat membuka usaha di bidang pertanian. Oleh sebab itu sejaka lima tahun terakhir banyak perusahaan multinasional yang mengembangkan usaha baru di bidang perbenihan padi, terutama padi hibrida, diataranya adalah PT Sang Hyang Seri, PT Dupont Indonisia, PT Primatani, PT East West Seed, PT Primasid Andalan Utama. Hampir semua perusahaan tersebut dalam pengembangan produski masal benih padi, selalu mengadakan kerjasama dengan petani andalan dan kelompok tani yang pada umumnya menggunakan sistem inti-plasma. Sebagai sumberdaya manusia Indonesia yang bergerak di bidang pertanian, maka sebaiknya selalu meningkatkan kompetensi dalam bidang agrobisnis industri perbenihan. Kebutuhan benih jagung di Indonesia untuk tahun 2008 sekitar 47.600 ton. Produksi benih jagung di Indonesia pada tahun 2007 adalah sebanyak 35,150 ton (www.bisnis.com.2008). Sama halnya dengan potensi dalam agribisnis industri padi, maka potensi usaha dalam bidang agrobisnis industri jagung pun sangat menarik. Berdasarkan data di atas, untuk kepentingan dalam negeri, masih dibutuhkan benih jagung sekitar 12.450 ton benih jagung per tahun. Munurut informasi dari Bidang Penelitian dan Pengembangan-Depertemen pertanian keuntungan usaha dari produksi benih jagung adalah sebesar Rp.3.425.208,sampai dengan Rp.4.401.250,(www.litbang.deptan.go.id., 2008). Ilustrasi yang disampikan di atas, baru menganalisis dua benih makanan pokok masyarakat Indonesia. Bagaimana dengan potensi kebutuhan benih tanaman industri, contohnya adalah kelapa sawit dan karet. Kebutuhan benih kelapa sawit saat ini adalah sebanyak 230.000.000 benih dan sebagian besar diimport dari

Malaysia dan Costa Rica. Kebutuan benih kelapa sawit dari tahun ke tahun selalu memperlihatkan tren kenaikan. Oleh sebab itu prospek agrobisnis industri kelapa sawit merupakan pilihan cerdas untuk membuka usaha di masa yang akan datang (Badan Koordinasi Penanaman Modal, 2008). Perkembangan harga karet pada 3 tahun ini selalu meningkat sehingga investir dan masyarakat banyak yang beralih usaha dari bisnis di luar bidang pertanian berganti pengusaha agrobisnis. Berdasarkan fakta ini secara otomatis kebutuhan benih karet meningkat dan pada tahun 2008 permintaan benih karet mencapai 70.000.000 benih (BUMN, 2008). Dari kebutuhan benih karet sejumlah tersebut di atas hanya 50.000.000 benih karet yang dapat dihasilkan oleh pengusaha dan petani agrobisnis. Potensi baru dan peluang bisnis yang baik untuk SDM yang berkompeten di bidang perbenihan. Potensi agrobisnis industri benih tanaman hortikultura pun sangat baik untuk dipelajari. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura kebutuhan benih beberapa tanaman hortikultura masih harus diimport diantaranta adalah benih kentang 1.200.000,- kg, tanaman buah 418.000 bibit, tanaman hias 5.100 flask dan 51 Kg serta tanaman biofarmaka sebanyak 642 (Kg). Tentu saja informasi ini merupakan hal yang sangat penting, karena potensi perkebangan kebutuhan tanaman hortikultura masih memumnginkan untuk diproduksi di dalam negeri. Data import ini menjadi suatu peluang bagi sumberdaya manusia Indonesia yang memiliki potensi di bidang perbenihan tanaman. Analisa terhadap beberapa potensi agrobisnis industri benih telah dibahas. Agar dapat menjadi sumberdaya pada bidang perbenihan yang handal dan maka

Teknik Pembenihan Tanaman 3

dengan profesionalime harus dijunjung tinggi yaitu harus profesional saat bersikap, menguasai iptek perbenihan dengan baik dan dapat melakukan teknik perbenihan yang efektif dan efisen sehingga menghasilkan keuntungan dan benefit yang tinggi. Bagaimana dengan potensi ekspor benih dari indonesia di masa yang akan datang?. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura (2006) terdapat beberapa benih tanaman yang mempunyai potensi tinggi seperti benih tanaman sayuran, buah, tanaman hias dan bio-farmaka dengan nilai eksport sebesar US $ 3.783.501,-. 1.2. Peran Perbenihan Tanaman Benih merupakan produk akhir dari suatu program pemuliaan tanaman, yang pada umumnya memiliki karakteristik keunggulan tertentu, mempunyai peranan yang vital sebagai penentu batas-atas produktivitas dan dalam menjamin keberhasilan budidaya tanaman. Upaya perbaikan genetik tanaman di Indonesia masih terbatas melalui metode pemuliaan tanaman konvensional, seperti persilangan, seleksi dan mutasi. Di Indonesia penerapan teknologi pemuliaan modern belum diterapkan secara optimal sedangkan di negara-negara maju, teknologi tersebut sangat pesat perkembangannya. Di Indonesia tujuan pemuliaan masih berkisar pada upaya peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit utama dan toleransi terhadap cekaman lingkungan (Al, Fe, kadar garam, dan lain lain). Benih tanaman sangat berperan dalam pengembangan bidang pertanian. Benih adalah faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Benih dengan kualitas baik dan seragam akan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Benih kelapa sawit dura, Pisifera dan Tenera merupakan tiga varietas yang

Ketidak-murnian benih yang ditanam akan mengakibatkan penurunan produksi dan mengakibatkan penurunan pendapatan atau bahkan rugi. jumlah. Penggunaan benih bina oleh petani masih bervariasi antar komoditi seperti kelapa sawit (85 %). sehingga penanaman varietas tersebut di atas akan berperan sangat dominan dalam menentukan pendapatan petani kepala sawit. mutu dan harga). kapas (18 %) dan tembakau (21 %).banyak diminta oleh konsumen karena mempunyai potensi produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya. Pada tingkat petani. sandang. papan. jenis. Berikut ini akan diinformasikan beberapa peran perenihan tanaman secara spesifik untuk masing-masing sektor. (Franchising). Strategi pengembangan pola kemitraan usaha dengan swasta/penangkar benih/asosiasi petani di wilayah pengembangan ini dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah untuk mendorong industri perbenihan yang menyediakan benih yang terjamin mutunya. lokasi. lapangan kerja dan ekonomi. Dengan beberapa informasi di atas dapat disimpulkan bahwa banih sangat berperan penting dalam menentukan produksi tanaman dan pendapatan petani. Teknik Pembenihan Tanaman 4 . Wujud dari pola kemitraan usaha tersebut salah satunya adalah melalui pengembangan industri perbenihan dan Model Waralaba. Dengan usaha tersebut diatas diharapkan akan tercipta usaha perbenihan yang profesional. Kebijakan pemerintah dalam mendukung program perbenihan melalui menyediakan benih unggul dan bermutu melalui prinsip 6(enam) tepat (waktu. penggunaan varietas unggul dan benih bermutu atau benih bina adalah salah satu faktor keberhasilan usaha dan pembangunan perkebunan. kakao (26 %). Perbenihan tanaman sangat berperan dalam penyediaan pangan (ketahanan pangan).

Dengan demikian sektor perbenihan merupakan bagian dari penyediaan tenaga kerja di bidang pertanian. amka kebutuhan pangan tidak dapat dipenuhi dan mengakibatkan harus selalu import beras. Dengan adanya peningkatan produksi beras tersebut maka indonesia berhasil memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Teknik Pembenihan Tanaman 5 . Benih tanaman sebagai langkah awal dari kegiatan pertanian. indonesia berhasil melakukan swasembada pangan. Setelah ditemukan padi VUTW. Masa budidaya yang singkat sangat menguntungkan ketersiediaan bahan baku papan.Tahun 1987. Perbenihan tanaman merupakan bidang yang memerlukan banyak tenaga kerja. Indonesia yang pada tahun 1945 sampai dengan 1986 merupakan importir beras karena produktifitas benih padi hanya 4 ton per hektar dan sering terserang ooeh hama wereng. telah berperan dalam bidang ekonomi dengan adanya peningkatan penambahan devisa dari ekspor benih dan peningkatan pendapatan petani yang beralih dari petani budidaya menjadi penangkar benih Benih tanaman penghasil kayu dan kertas sangat dipengaruhi oleh varietas benih yang ditanam. Varietas jati lokal dapat dipanen pada umur 20-30 tahun sedangkan jati mas dapat dipanen dalam jangka waktu 12-20 tahun. produktivitas beras per hektar meningkat dari 4 ton/hekter menjadi 6-8 ton/hektar. Penemuan varietas jati unggul seperti mas dapat memperpendek masa budidaya tanaman jati. Salah satu hal yang menunjang keberhasilan tersebut adalah ditemukannya VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng).

. papan dan sandang. . . Pembenihan tanaman berperan penting dalam keberhasilan Indonesia dalam program swasembada pangan tahun 1987. Pembenihan tanaman dapat meningkatkan perekonomian bangsa. Menjelaskan potensi pembenihan tanaman. siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Pembenihan tanaman perperan dalam penyediaan tenaga kerja terampil sehingga mengurangi pengangguran. Benih merupakan factor penentu produksi tanaman.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 1. SOAL: . . Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk memenuhi kebutuhan benih dalam negeri. . Menjelaskan peran pembenihan tanaman. 2. . Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk ekspor. Potensi kerjasama perusahaan benih dengan petani penangkar benih. Pembenihan tanaman dapat meningkatkan pendapatan petani. Pembenihan tanaman sangat berperan dapam penyediaan bahan baku pangan. . . Potensi pembenihan tanaman Peran pembenihan tanaman .

TUGAS: 1. Wawancarai minimal satu orang petani / pengusaha penangkar benih tentang perbandingan pendapatan mereka saat menangani usaha pembenihan tanaman dibandingkan dengan usaha sebelumnya.1. 2. Lakukan observasi terhadap aktivitas petani penangkar benih. Bagaimana peran benih padi VUTW pada tahun 1987 dibandingkan dengan peran VUTW pada tahun 2007. 2. Teknik Pembenihan Tanaman 6 . Jelaskan dengan singkat dan jelas minimal 2 potensi dan peran pembenihan tanaman untuk ekspor.

kemudian pada saat tanaman dewasa. air atau media tanam lainnya). pada organ batang akan tumbuh dan berkembang bunga. Batang tanaman adalah bagian tanman yang tumbuh di atas akar atau tumbuh di atas permukaan media tanam (tanah. dan pada kondisi yang tepat. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2. bunga dan buah. mulai dari yang berukuran kecil sampai dengan pohon yang sangat besar mempunyai kesamaan anatomi atau struktur. Tanaman merupakan mahluk hidup yang dapat memproduksi makanan sendiri. Struktur tubuh tumbuhan Struktur tubuh tanaman terdiri dari akar. Akar tanaman terdiri dari tudung akar. rambut akar. daun. Akar primer adalah akar utama sedangkan akar lateral adalah akar yang tumbuh dari akar primer. bunga dan buah. Pada batang tanaman terdapat jaringan batang bagian bawah (ground tissue) yang menghubungkan bagian akar dengan dengan batang tanaman bagian atas dan organ-organ tanaman bagian atas . Anatomi tanaman terdiri akar. batang. Semua jenis tanaman. a. Jaringan lainnya yang terdapat pada batang adalah jaringan pembuluh yang terdiri dari xilem (jaringan pengangkut air) dan floem (jaringan pengangkut hasil fotosintesis). Pada batang tanaman terdapat daun. Akar tanaman terdiri dari dua jenis yaitu akar primer dan akar lateral. putik akan diserbuki oleh tepung . batang. Seluruh tubuh tanaman dilindungi oleh sel epidermis. ujung akar. daun.BAB 2. Bunga tanaman mempunyai putik dan benang sari.1 Anatomi Dan Morfologi Tumbuhan Tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan.

Struktur tubuh tamanan (Encarta Ensiklopedia. Bagian-bagian tanaman secara lengkap disajikan dalam Gambar 2. Makhluk hidup (organisma) dapat tersusun dari satu sel tunggal (uniselular. dan beberapa jamur dan Teknik Pembenihan Tanaman 7 . Dalam buah yang berkualitas baik akan tumbuh biji sebagai cikal bakal generasi tanaman yang selanjutnya. Sel dapat berfungsi secara otonomi (dapat berdiri sendiri/ independen) asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.1. Sel Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. misalnya bakteri.1. b.sari sehingga menjadi buah. Gambar 2. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. 2006).

Struktur dan fungsi-fungsi sel semua organisme hampir sama. Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti tercantum pada Tabel 1. namun proses evolusi yang dialami oleh masing-masing kelompok organisme (Phylum) memiliki kekhususan tersendiri. Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun dari sel. Kata sel berasal dari kata Latin ce lulae yang berarti 'kamar-kamar kecil Kemudian seorang ahli mikrobiologi yaitu Anton van Leeuwenhoek melakukan pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik (mikroba) dan hasil pengamatannya menemukan ada "kehidupan di dunia lain" yaitu kehidupan mikroba (organisma yang berukuran kecil) yang belum pernah dilihat oleh manusia. Sel-sel prokariota (organisme bersel satu seperti bakteri. dan dijadikan dasar untuk klasifikasi mahluk hidup. Pada organisma multiselular terjadi pembagian tugas selsel penyusunnya. Rudolf Virchow. Perkembangan mikroskop selama hampir 200 tahun berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk meneliti susunan tubuh makhluk hidup. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh 2 orang ilmuwan dari Jerman yaitu Matthias Schleiden (ahli tumbuhan. c.protozoa) atau terdiri dari banyak sel (multiselular). 18041881) dan Theodor Schwann (ahli hewan. seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke meneliti irisan tipis gabus dengan menggunakan mikroskop yang dirancangnya sendiri. Penemuan ini menjadi dasar bagi perkembangan bidang biologi yang penting saat ini yaitu mikrobiologi (ilmu yang mempelajari perkembangan dan pertumbuahan mahluk hidup yang berukuran kecil / mikroba). Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman. mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru. beberpa fungi dan protozoa) beradaptasi dengan . 1810-1882). Pada tahun 1665.

Sitoplasma dan nukleus secara bersama-sama dan berkelanjutan membentuk protoplasma. Perbedaan Sel Tumbuhan Dan Hewan. d.kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota (organisme yang mempunyai inti sel yang dikelilingi membran inti) beradaptasi untuk hidup saling berinterkasi dengan organisme lain sehingga menjadi suatu organisasi mahluk hidup yang sangat harmonis. Bentuk sel tidak tetap Bentuk sel tetap. Tidak mempunyai klorofil Tidak mempunyai vakuola. alga dan prokariota mengembangkan dinding sel sedangkan sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Ukuran sel lebih kecil.1. Tabel 2. Sel tumbuhan. Struktur sel Struktur sel mahluk hidup pada umumnya minimal terdiri dari organelorganel membran sel. (fleksibel/ lentur). sitoplasma. walaupun . Mempunyai dinding sel Tidak mempunyai dinding sel Mempunyai klorofil Mempunyai vakuola atau rongga sel yang besar. Sel tumbuhan Sel hewan Ukuran sel lebih besar. Beberapa organisme prokariot memiliki flagella pada selnya untuk memudahkan pergerakan. dan inti sel atau nukleus. Di dalam sitoplasma terdapat berbagai organel.

terkadang beberapa sel hewan uniseluler memiliki vakuola Teknik Pembenihan Tanaman 8 .

Memban sel secara otomatis dapat menentukan bahan-bahan tertentu saja (nutrisi yang dibutuhkan untuk kehidupan sel) yang dapat masuk k e dalam dan keluar dari sel. Perbesaran 400 kali (Nurwardani. O leh sebab itu.2005) 1).2. Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). Hampir semua kegi-atan metabolisme berlangsung di dalam ruangan berisi cai ran kental ini.(tetapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). membran sel bersifat ' selektif permeabel'. Menyimpan energi dalam bentuk granul (seperti biji) berupa kanji. Menyimpan makanan dalam bentuk granul (seperti biji) yaitu glikogen. Pada sel tumbuhan. dalam kondisi normal. Sitoplasma Fungsi utama sitoplasma yang berupa cairan kental adalah menjamin kelangsungan hidup sel (metabolisma). Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayanglayang (terapung) dalam cairan kental (be . Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). membran sel selalu melekat pada dinding sel sebagai akibat adanya tekanan turgor dari dalam sel. 2). Membran sel embran sel adalah suatu selaput tipis yang membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar. Gambar 2.

sehingga disebut pula 'cairan sel'. N ukleus Nukl eus mengendalikan kegiatan yang terjadi pada sitoplasma. Organel-organel dalam sel akan menjalankan banyak fungsi kehidupan seperti sintesis bahan. serta reaksi terhadap rangsang. tergantung letak dan fungsi sel. Di dalam nukleus terdapat nukleolus. respirasi (perombakan energi dari proses pernafasan). yang fungsinya yang berbeda -beda. mi tokondria. khloraplas (organael khusus yang hanya terdapat dalam sel tumbuhan). namun tidak homogen) yang disebut matriks. paru-paru dan lambung. bunga dan buah. Sel ain organel. terdapat pula vakuola. Tumbuhan mempunyai organ se-perti akar. Or ganel Manusi a memiliki banyak or-gan yang berbeda seperti jantung. Sel memiliki organ yang disebut organel . Demik ian pula dengan sel. retikulum endoplasma. benda golgi dan berbagai produk sekunder lain. Va-kuola memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair. 4). Cairan yang mengisi vakuola ber-beda-beda. penyimpanan. batang. 3).rsifat koloid. Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik (suatu proses yang memerlukan protein spesifik sehingga mempercepat berlang-sungnya suatu proses metabolisme). Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi pada sitoplasma. daun. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim).

Teknik Pembenihan Tanaman 9 .

. Selanjutnya. Akar tumbuhan memiliki sifat-sifat sebagai berikut. hingga lebih mudah untuk menembus tanah. Plastida (hanya sel tumbuhtumbuhan dan sejumlah alga). Retikulum endoplasma. . Mitokondria. Ribosom. tidak beruas dan tidak menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainya. . Akar tanaman yang dibudidayakan secara . . Akar tidak berwarna hijau. Peroksisom . Pada umumnya akar tidak berbuku-buku. Vakuola Gambar 2. Sel tumbuhan dan berbagai organel sel ( Encarta.(berarti 'organ kecil'). Pada ujungnya akar selalu tumbuh. Badan golgi atau benda golgi atau diktiosom. e. dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop).3. tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah cepat jika dibandingkan dengan bagian di atas permukaan tanah.4. selalu tumbuh ke arah yang berlaw anan dengan udara dan cahaya. . Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah. Akar Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan. Berikut adalah macam-macam benda dalam sel (khususnya sitoplasma) yang digolongkan sebagai organel: . Gambar 2. ujung akar sering-kali meruncing. biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuningkuningan. 2005).

mengangkut air dan zat-zat makanan yang telah diserap ke bagian tubuh tumbuhan yang memerlukan nutrisi. Teknik Pembenihan Tanaman 10 .. Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Akar tanaman kadang-kadang berfungsi sebagai tempat untuk penimbunan makanan. tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan. Secara umum. atau stek). ada dua jenis akar yaitu: 1).hidroponik Fungsi akar bagi tumbuhan ada-lah memperkuat berdirinya tum-buhan. Akar serabut. Walaupun terkadang. untuk menyerap air dan zat-zat nutrisi (makanan tanaman) yang terlarut di dalam air tanah atau larutan hara tanaman. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. tumbuhan dikotil tersebut dikembang-biakkan secara vege-tatif seperti cangkok.

Ada beberapa jenis modifikasi akar. Akar tunggang. Akar banir. 3). Batang Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting. Akar nafas yaitu bagian akar yang naik ke atas tanah.2). antara lain sebagai berikut. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Akar gantung yaitu akar yang sepenuhnya berada di atas tanah. dan Soneratia b). batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut : . Akar napas. c). . Akar gantung terdapat pada tumbuhan epifit seperti anggrek. Batang tanaman umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. Akar gantung. d). Akar banir ialah akar yang banyak terdapat pada tumbuhan tropik. a). Fungsi utama akar tunggang adalah untuk menyimpan makanan. Modifikasi akar Akar tumbuhan sering kali mengalami perubahan bentuk (modifikasi) sesuai dengan fungsi dan kondisi lingkungan serta jenis tumbuhannya. khususnya ke atas air seperti pada tumbuhan mangrove dari genera Avicennia. f. akan tetapi selalu bersifat aktinomorf. Kedudukan batang bagi tubuh tum-buhan. Akar penghisap akar pengisap ialah akar yang terdapat pada tumbuhan jenis parasit seperti benalu.

Batang biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop) . Batang selalu bertambah pan-jang di ujungnya. tidak akan di-gugurkan (digantikan dengan yang lebih muda). Batang tanaman membentuk percabangan dan selama hi-dup tumbuhan. Bentuk dasar daun membulat. Batang tanaman terdiri atas ruasruas. . misalnya rumput dan pada saat batang masih muda. oleh sebab itu sering dikatakan. namun biasanya berupa helaian.. dengan vari-asi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk daun sangat beragam. Ketebalan daun pun beragam ada tipis. Daun Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh pada batang. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat (dapat membuat energi untuk kehidupannya). kecu-ali tumbuhan yang umurnya pendek. ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. . sedang atau tebal. Batang tanaman pada umum-nya tidak berwarna hijau. . Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas. Teknik Pembenihan Tanaman 11 . umumnya berwarna hijau dan berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari melalui fotosintesis. kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil. Masing-masing ruas dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku batang terdapat daun. g.

. . Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan . misalnya karoten (berwarna jingga). biru. Alat perkembang-biakkan secara vegetatif (seperti tunas daun cocor bebek yang dapat digunakan sebagai bahan un-tuk perbanyakan tanaman secara stek daun). . Tempat terjadinya fotosintesis. dan antosianin (berwarna merah. Sebagai organ pernapasan (pada daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi. Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Daun tumbuhan sukulen (mengandung air dalam jum-ah yang banyak) atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air. Tempat terjadinya gutasi. Epi-dermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis bawah. xantofil (berwarna kuning). . Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menye-leksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam foto-sintesis. Anatomi daun adalah sebagai berikut: .Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus). Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis . dan mengakibatkan daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah men-jadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur). Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang berongga. Daun tanaman berfungsi sebagai: . atau ungu. Tempat terjadinya transpirasi. tergantung derajat keasaman). .

Stoma pada daun identik dengan hidung manusia. Selain stoma. tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang. dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2. sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis).cadangan makanan. Kemudian stoma akan mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. . Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis karena mengandung klorofil. Stoma (jamak: stomata) ber-fungsi sebagai organ respirasi. Sedangkan floem ber-fungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan. . Teknik Pembenihan Tanaman 12 . Stoma terletak di epidermis bawah.

Gambar 2.7 .6 Irisan melintang batang tanaman dengan struktur jaringan pengangkut a ir dan hasil fotosistesis.5 Berbagai bentuk batang dari berbagai jenis tanaman Gambar 2.Gambar 2. Daun segar membutuhkan cahaya untuk melangsungkan proses fotosintes is (kiri) dan daun tua telah kehilangan klorofil karena proses penuaan (kanan) Teknik Pembenihan Tanaman 13 .

Perkembangan biji akan diakhiri dengan pemben-tukan integumen pada jaringan ovari induk. Model irisan melintang daun tumbuhan h. benang sari. Pembuahan adalah permulaan dari pertumbuhan ovari yang cepat dan selanjutnya berkembang men-jadi biji. sebagai contoh adalah cornifera mempunyai benih telanjang pada suatu bentuk spesifik berupa cone. Tabungsari akan tumbuh dan menembus tangkai putik (style). Tidak semua biji tanaman dihasilkan dari bunga. tangkai putik.kepala putik kelopak bunga. putik. Buah dan biji Buah pada umunya merupa-kan organ tanaman tempat me-nyimpan benih dan hasil foto-sintesis. i. Di tempat tersebut sel jantan bertemu dengan sel telur. Pada biji yang sedang berkembang. sel telur. dan serbuk sari Teknik Pembenihan Tanaman .9 Bunga tumbuhan yang sempurna memiliki bagian bunga sebagai berikut tangkai bunga. Bunga Bunga adalah organ reproduksi pada sebagain besar tumbuhan yang sering memproduksi buah yang mengandung biji sebagai calon benih. perkembangan em-brio didahului oleh pertumbuhan endosperm.8. Biji akan tumbuh dan berkembang sampai menjadi bentuk yang sempurna dan memenuhi standar untuk menjadi benih. Biji sebagai calon benih yang pada umumnya berada di dalam buah terbentuk melalui proses berikut: setelah tepung sari mendarat dengan tepat pada kepala putik. mahkota bunga. Zigot akan tumbuh menjadi embrio biji. menuju kje arah kantung lembaga. untuk membentuk zigot. maka dengan segera dan secara bersam-sama jaringan pembuahan tersebut akan menye-rap air dan nutrisi tanaman berupa gula dan akan membentuk tabung sari. Gambar 2.Gambar 2.

14 .

kotiledon. morfologi biji terdiri dari kulit biji. Pada biji monokotil. dan organisme pengganggu tanaman. Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm). Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet. Naungan berfungsi seba-gai pelindung kecambah dan bibit muda dari sengatan sinar mata-hari. Benih yang sedang berkecambahan sangat peka ter-hadap penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat memerlukan perlindungan (proteksi). embrio yang terdiri dari kotiledon dan calon akar). lemak dan protein. Pada biji tanaman Gymnospermae. .2 Anatomi dan Morfologi Biji Tumbuhan Biji yang memenuhi kriteria ter-tentu dapat dijadikan benih.2. Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung air akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit. Gambar 2. endosperm. dan embrio. Cadangan makanan dalam benih adalah karbohidrat. sedangkan untuk biji dikotiledon terdiri dari kulit biji (testa) dan embrio (dua kotiledon. Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination). morfologi biji terdiri dari kulit biji (testa). calon akar dan calon daun pertama) Untuk memperjelas gambaran proses perkecambahan biji dapat dilihat pada gambar perkecambahan biji tembakau (Nicotiana tabacum).10. Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkem-bangan bibit. mega gametofit.

Biji tanaman yang terbentuk dari hasil pembuahan (bertemunya putik dengan serbuk sari dan berkembang menjadi zigot) 2.3 Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan Biji dari berbagai spesies tumbuhan akan berkecambah apabila. suhu menguntungkan. Biji-biji kelompok ini umumnya beasal dari daerah beriklim sub tropis. Periode dormansi yang telah dilewati akan menyebabkan perkecambahan biji pada kondisi suhu yang optimal. adanya persediaan oksigen dan air. Pada beberapa spesies walaupun kondisi di atas terpenuhi tetapi biji tidak dapat berkecambah. persediaan oksigen memadai dan kelembaban media tumbuh cukup dan kontak secara langsung dengan biji. Teknik Pembenihan Tanaman 14 . Hal tersebut disebabkan oleh belum tuntasnya masa dormansi (istirahat) biji tersebut.

mikropilar endosperm akan menye limuti radikula pada saat 60 jam setelah perkecambahan (ABA menghambat mikropilar menyelimuti radikula). B. m ikropilar kulit biji terluar akan merekah sehingga memudahkan endosperm menembus kulit biji. Pada saat ena m jam kedua. Pada saat enam jam ke tiga. A. Enam jam pertama. mikropilar endosperm menyelimuti ujung radikula (calon akar).11 Morfologi benih tumbuhan Gambar 2. D.12 Tahapan perkecambahan benih tembakau (Nicotiana tabacum).2004). Teknik Pembenihan Tanaman 15 . Pada penambahan hormon ABA. radikula mulai keluar dari biji. C.al. ( (Muller et..Gambar 2.

Kondisi inipun akan mempertinggi kemungkinan benih terserang oleh organisme pengganggu tanaman.Perkecambahan dapat terjadi walaupun tanah atau media semai tidak mengandung unsur hara karena di dalam biji sudah mengandung cukup persediaan makanan agar lembaga dapat tumbuh selama masa persemaian. Ketidak-tersediaan oksigen akan memperlambat atau mencegah perkecambahan benih. Hormon . Oksigen bebas sangat diperlukan untuk respirasi yang akan menghasilkan enerji yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. setelah keluar kotiledon harus ditambahkan air dan beberapa unsur hara pada media tanamnya. maka berbagai proses kehidupan akan berlangsung. Pada saat protoplasma sel menyerap uap air. Dengan segera air memasuki sel-sel jaringan lembaga dan endosperma. Suhu yang paling optimal untuk perkecambahan biji adalah 15-38oC. kondisi kelebihan air akan menyebabkan oksigen keluar dari dalam sel dan benih tidak dapat berkecambah. Dalam keadaan yang menguntungkan untuk proses perkecambahan. Sebaliknya jika kelembaban media kurang optimal benih tidak akan dapat menguraikan cadangan makanan dalam biji (jaringan endosperma) sehingga epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh dan berkembang. dan akan mengakibatkan benih mati atau tumbuh tidak normal. Kelembaban media tanam yang terlalu berlebihan akan menghambat proses perkecambahan. terutama dari golongan bakteri dan fungi. Benih harus mendapatkan jumlah air yang tepat untuk berkecambah. Benih akan berkecambah. benih mengabsorpsi air sehingga benih menjadi menggembung dan kulit biji pecah. Kandungan air dalam sel benih akan naik dari tingkat praperkecambahan sebesar 8-14% menjadi lebih dari 90%.

Akar primer yang tumbuh akan mengasilkan akar-akar sekunder. respirasi dan asimilasi nutrisi ke dalam protoplasma. Dari epikotil akan tumbuh batang yang akan menghasilkan daun-daun serta berbagai cabang. kemudian protoplasma yang baru akan terbentuk. Ketika terjadi proses pencernaan cadangan makanan pada biji. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketebalan dan struktur kulit biji dan masa dormansi biji. maka sel-sel pada ujung epikotil dan hipokotil mulai membelah dan membentuk sel-sel baru. sehingga dapat mensuplai epikotil tumbuh dengan baik dan akan menjadikan calon batang pertama. akar-akar primer akan tumbuh dalam 36-96 jam. Hormon ini mengatu pertumbuhan dan perkembanga hipokotil dan epikotil. Ujung hipokotil muncul melalui suatu celah pada kulit biji. dalam kondisi lingkungan yang paling baik. Dalam proses ini pertumbuhan Teknik Pembenihan Tanaman 16 .pertumbuhan dan perkembangan seperti asam indol asetat akan mulai berfungsi. Akar primer akan menyerap air dan unsur hara dari tanah. Sel-sel ini mulai membesar pada saat menyerap air. Sumber makanan yang tersimpan dalam endosperma dan kotiledon akan segera diproses melalui respirasi sehingga menghasilkan enerji kimia yang penting untuk pembelahan sel. kemudian tumbuh dan berkembang agi menjadi akar tersier. Kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman dewasa. produksi protoplasma. dan proses-proses pertumbuhan lainnya. Akar ini mempunyai panjang 2 cm atau lebih. Tingkat perkecambahan biji sangat bervariasi. Ujung hipokotil tumbuh menjadi akar primer.

.

Fase pertumbuhan yang berikutnya perkembangan sel. Hormon pertumbuhan IAA (Indol Acetic Acid) berfungsi dalam pembesaran sel. Selama masa . tumbuhan memerlukan air. unsur hara. karbondioksida dan oksigen. Tumbuhan ini harus memiliki selulosa dan beberapa senyawa organik untuk membentuk dinding sel. sel dan jaringan yang sudah matang tidak akan membelah diri lagi. serta cahaya. Salah satu contoh IAA adalah giberelin. Disamping itu terdapat proses pembesaran sel yang baru terbentuk. gugurnya daun dan jatuhnya buah. Selama masa pertumbuhan dan perkembangan. dan jaringan peyimpanan. yaitu dengan ditandai terbentuknya jaringanjaringan baru seperti silem. floem. Pada umumnya. jaringan pembuat makanan. interaksi timbalbalik tunas dan berbagai pertumbuhan lainnya. jaringan penguat. Sel yang baru terbentuk dengan cepat akan meningkat ukurannya karena adanya asimilasi makanan ke dalam protoplasma. akan tetapi proses kehidupan yang terjadi hanya mempertahankan ciri spesifiknya serta fungsinya sepanjang masa hidup tumbuhan. sehingga sel akan membesar dan menjadi jaringan tanaman.akan melibatkan pembuatan sel-sel baru dari sel-sel yang sudah ada sebelumnya. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk pertumbuhan normal adalah tersedianya enerji kimia yng berasal dari proses respirasi. pertumbuhan buah dari bakal bunga menjadi bunga dan buah. Pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dikendalikan secara umum oleh hormon yang disintesis oleh tumbuhan dan terdapat pada semua jaringan. Tumbuhan yang sedang tumbuh harus memiliki protein dan senyawa organik lain untuk membangun protoplasma.

tersebut. A. C.kemudian menjadi bakal biji yang terletak dalam bakal buah. Bibit. D. Organ generatif tumbuhan yang minimal adalah terdiri dari benang sari dan putik. Gambar 2. Tumbuhan sanesen (tua) Teknik Pembenihan Tanaman 17 . Di dalam putik.13. Tumbuhan dewasa. dan cabang tumbuhan akan tumbuh dan berkembang sampai akhirnya terbentuk organ generatif. organ-organ vegetatif seperti daun. Kondisi ini menandai adanya calon generasi tumbuhan berikutnya. butiran serbuk sari membentuk tabung. Proses perkembangbiakan secara generatif dimulai dari terjadinya pertemuan butir-butir serbuk sari dengan putik. Proses benih berkecambah. B. Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. batang.

Teknik Pembenihan Tanaman 18 .Gambar 2. Proses pertumbuhan dan perkembangan biji (fase haploid) serta proses penyerbukan (fase diploid).14.

. 3. Bagian-bagian biji dikotil. Bunga . . . . Buah dan biji. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Anatomi dan morfologi tumbuhan 2.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 2. Anatomi dan morfologi biji tumbuhan. pertumbuhan dan . . Tahapan perkecambahan. Akar. . siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman meliputi: proses benih berkecambah. Daun. Perbedaan sel tumbuhan dan hewan. Batang . Bagian-bagian biji monokotil. . . Struktur tubuh tumbuhan. Anatomi dan morfologi tumbuhan Anatomi dan morfologi biji tumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan . Sel tumbuhan .

Kelompokkan tumbuhan atau tanaman yang mana yang termasuk dikotil dan mookotil. Lakukan observasi di lingkungan sekolah terhadap 20 jenis tumbuhan. Teknik Pembenihan Tanaman 19 . SOAL: 1. tumbuhan tumbuh dewasa dan proses sanesen (tua).perkembangan bibit. Gambarkan bagian-bagian biji tumbuhan TUGAS: 1. Amati proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman tanaman padi 2. Jelaskan dengan ringkas tentang perbedaan dan persamaan sel tumbuhan dan hewan 2.

mengurangi. Dalam hal ini ada 3 norma yang harus diperhatikan yaitu: . Dasar-dasar Pembibitan dan Produksi Benih Tanaman.BAB 3. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen untuk memproteksi pekerja. Investasi modal usaha.1. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Menurut Konradus (2003). bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). dan tahan terhadap hama dan penyakit.2. Pencegahan merupakan cara yang paling efektif. Pada kegiatan usaha pembenihan tanaman terdapat beberapa prinsip dasar yang selalu digunakan oleh setiap industri pembenihan yaitu: 3. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. perusahaan. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3. Oleh sebab itu dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu : . norma keselamatan dan . norma kesehatan. . norma kerja nyata. Keduanya dapata memadukan dua keunggulan tersebut sehingga mempunyai sifat-sifat lebih baik dari kedua induknya disebut bibit unggul. K3 bertujuan untuk mencegah. Keturunan tanaman yang berasal dari proses pembenihan vegetatif dari dua induk yang mempunyai keunggulan. dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Teknik pembenihan vegetatif tanaman bertujuan untuk menghasilkan individu keturunan tanaman yang mempertahankan sifat baik dari induknya. lingkungan hidup. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. .

Sertifikasi . penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman seperti: . Penggudangan .. Pengujian kualitas produk . Pemahaman K-3 . Penanaman . Pemeliharaan pesemaian . Pengolahan benih (seed processing) . Investasi bahan tanaman unggul aman. . Penyiapan alat-alat produksi benih dan quality control product . Pesemaian . perilaku yang tidak aman . Pemasaran . Penelitian dan pengembangan produk Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja. Pemeliharaan benih . (benih unggul) . Layanan purna jual . Investasi lahan pembenihan. kondisi lingkungan yang tidak . Distribusi produk . Penyiapan tenaga kerja profesional .

Teknik Pembenihan Tanaman 20 . tidak memakai alat pelindung diri . kondisi badan yang lemah Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas. sembrono dan tidak hati-hati . tidak mematuhi peraturan .. tidak mengikuti standar prosedur kerja .

menyambung dan lainlain) hal-hal yang harus diperhatikan dalam kesehatan pekerja sama dengan dalam kegiatan teknik perbenihan secara generatif yaitu penggunaan alat mesin serta penggunaan bahan kimia. misalnya kebisingan. pemanenan. kebutaan. Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif baik secara konvensional (menyetek. kanker kulit. pemupukan. penyakit dan gulma. dan lain-lain. kemandulan. K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja. kerusakan jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet. pesemaian. penggunaan . Dalam teknik perbenihan tanaman secara generatif yang pada umumnya terdiri dari kegiatan persiapan lahan. penanganan pasca panen. yaitu penerapan dalam bidang teknik pembenihan tanaman secara secara generatif maupun vegetatif. Hal yang penting diperhatikan dalam penerapan kesehatan pekerja dalam bidang teknik perbenihan tanaman dapat dikelompokkan menjadi dua bagian.a. pencahayaan (sinar). kelembaban udara. . pengendalian hama. Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif dengan teknik kultur jaringan terdapat sedikit perbedaan yaitu harus memperhatikan minimal 3 hal dalam kesehatan pekerja yaitu. getaran. Penggunaan bahan kimia . pengairan. kerusakan paruparu. pembibitan. penggunaan alat dan mesin-mesin. Penggunaan alat dan mesin-mesin . Norma Kesehatan pekerja Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya. prosesing benih dan pengemasan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan diupayakan untuk diterapkan yaitu: . gangguan pernapasan. mencangkok. pengolahan tanah. penanaman. persilangan. dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran.

regu penolong. ambulance Teknik Pembenihan Tanaman 21 . gizi dan air minum. tempat berteduh dan perumahan.bahan kimia dan penggunaan lampu ultra violet dalam persiapan enkas untuk inokulasi bahan berupa sel atau jaringan tanaman. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah tindakan pertolongan pertama. pencatatan. pelayanan kesehatan kerja . ular. penyelidikan dan pemberitahuan penyakit dan kecelakaan kerja A ktivitas perbenihan tanaman pada umumnya dilakukan di lokasi yang agak jauh dari kota. J ika dalam melakukan kegiatan agribisnis perbenihan terjadi kecelakaan harus terdapat alat komunikasi agar dapat dengan segera menghubungi regu penolong seperti rumah sakit. perawatan kesehatan. serangga atau labalaba penggigit atau bahaya spesifik lain. Dalam area di mana pekerjaanterlibat dengan resiko keracunan oleh bahan kimia atau asap. dan resusitasi. Wadah ini harus ditandai dengan jelas dan tidak berisi apapun selain peralatan PPPK dan semua karyawan harus mengetahui tempat penyimpanan peralatan PPPK dan prosedurnya. Oleh sebab itu harus ada pekerja yang terampil dalam prosedur PPPK (Pertolongan Pertama Pada K ecelakaan).. Alat atau kotak PPPK yang dirawat dengan baik harus siap tersedia di tempat kerja dan dilindungi terhadap pencemaran oleh kelembaban dan kotoran. Pelatihan ini meliputi perawatan luka terbuka. maka pelatihan pertolongan pertama harus diperluas melalui konsultasi dengan orang atau organisasi yang berkualitas. Jika terjadi gangguan kesehatan maka harus ada tempat untuk pelaporan.

atau dokter terdekat. pemanenan. lemak dan protein hewani. . b. Norma Keselamatan kerja Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. Penerapan keselamtan kerja diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja. kamar kecil atau kakus . pemangkasan. pemeliharaan tanaman tanpa bahan kimia. Selain itu lokasi perbenihan diupayakan agar dekat dengan . Toko makanan .penyakit dan gulma tanaman). prosesing benih dan pengemasan. pancuran. Semua kegiatan perbenihan tanaman harus direncanakan dan diorganisir secara terpadu sehingga dapat mencegah pemborosan dan untuk memastikan . Toko barang umum (terpisah dengan bahan mudah terbakar. Pada suatu lokasi perbenihan tanaman harus diupayakan adanya tempat berteduh dan berlindung. penanganan dan penananam tanaman secara kimia (pemupukan dan pengendalian hama. harus dipastikan bahwa masukan energi cukup untuk pelaksanaan pekerjaan fisik berat baik karbohidrat. Penerapan keselatan kerja dalam bidang teknik perbenihnan tanaman harus diterapkan dalam setiap aktivitas diantaranya adalah persiapan lahan. pengairan. Fasilitas untuk mencuci dan mengeringkan pakaian . Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja. Persediaan air bersih yang cukup. penanaman . bahan kimia). kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. Bila makanan disediakan oleh pengusaha. Fasilitas sanitary (ruang cuci.

. Jadwal waktu untuk kegiatan spesifik: . Spesifikasi untuk metoda kerja yang digunakan: .tingkatan monitorung yang tepat sehingga pelaksanaan kerja dapat berjalan dengan aman. Penggunaan alat dan bahan harus dilakukan dengan metoda yang distandardisasi dan telah disetujui. Jika memungkinka untuk dapat dipraktekkan. Semua perkakas. pekerjaan manual dan motor-manual perlu didukung dengan mesin. Teknik Pembenihan Tanaman 22 . Rencana darurat dalam cuaca buruk atau terdapat masalah dengan peralatan. Penggunaan bahan. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah adanya keterangan tentang : . Memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana ditentukan dalam standar internasional atau nasional dan rekomendasi. Jenis pekerjaan yang diperlukan . Orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mengawasi kegiatan: . Lokasi tempat kerja yang ditunjuk. terutama sekali untuk mengurangi mengangkat dan membawa muatan berat dan untuk mengurangi potensi bahaya yang timbul dari penanganan mesin bertenaga dan dipegang dengan tangan. Untuk setiap tugas diupayakan dipilih metoda terbaik dan paling aman. mesin dan bahan-kimia berbahaya yang digunakan dalam pembenihan harus: . alat dan mesin dalam teknik perbeniahan diupayakan untuk memenuhi kriteria di bawah ini. Spesifikasi produk atau hasil lain: . Tujuan kegiatan .

K3 dalam . .. Pakaian kerja harus dibuat dari bahan yang menjaga badan pekerja tetap kering dan berada pada temperatur yang nyaman. Untuk pekerjaan dalam iklim panas dan kering. pakaian yang sesuai harus digunakan untuk menghindari isolasi panas yang berlebihan dan memudahkan pengeluaran keringat. Dalam melakukan kegiatan perbenihan tanaman sebaiknya menggunakan pakaian kerja dan alat pelindung diri ketentuan umum untuk pakaian kerja adalah sebagai berikut: . c. . Norma Kerja nyata Norma kerja berkaitan dengan manajemen perusahaan. Bila menggunakan bahan kimia berbahaya. Pakaian harus mempunyai warna yang kontras agar pekerja terlihat dengan jelas. Digunakan atau dioperasikan hanya oleh para pekerja yang telah dinilai berkompeten dan/atau memegang sertifikat ketrampilan yang sesuai. Pakaian pelindung yang sesuai harus disediakan jika ada suatu resiko radiasi UV atau bahan yang beracun. Operator harus sadar bahwa keselamatan dan kesehatan kerja meruapak hal yang sangat penting. Digunakan hanya untuk pekerjaan yang telah dirancang atau dikembangkan. kecuali jika suatu penggunaan tambahan yang diusulkan telah dinilai oleh seorang yang kompeten yang telah menyimpulkan bahwa penggunaan alat dan bahan yang digunakan adalah aman: . Alat pelindung diri harus disediakan dalam jumlah yang cukup. . . Alat pelindung diri harus mematuhi standar internasional atau nasional. . alat pelindung diri harus disediakan sesuai keselamatan dalam penggunaan bahan kimia di tempat kerja.

analisis dan pengelolaan lingkungan hidup. atau memulihkan suatu alat.3. bangunan pada kondisi yang dapat diguanakan untuk aktivitas produksi pembenihan tanaman. 3. perusahaan sudah harua membetulkan atau memperbaiki kerusakan. shift. maka beberapa perusahaan saat ini telah Teknik Pembenihan Tanaman 23 .aktivitas kerja sehari-hari diterapkan dalam bentuk pengaturan jam kerja. dan lainlain. mesin. Dalam rangka meminimalkan akibat yang merugikan dari gangguan kerusakan alat yang terjadi dalam produksi. Pengelolaan Alat Dan Mesin Perbenihan Pemeliharaan merupakan suatu penggabungan setiap tindakan atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mempertahankan. Metode ini dapat mengakibatkan terjadinya suatu kerusakan/kegagalan pengoperasian alat/mesin pembenihan sebelum alat diguanakan dengan optimal. Pemeliharaan alat merupakan suatu kebutuhan prosedur dalam suatu usaha pembenihan tanamn sehingga prosedur mengendalikan dan administrasi pemeliharaan mutlak diperlukan. kerja wanita. pengaturan jam lembur. Suatu kerusakan/kegagalan dari alat/peralatan atau mesin mencerminkan metode yang digunakan dalam menjalankan sistim pemeliharaan alat tersebut. tenaga kerja kaum muda. Gangguan terhadap aktivitas produksi sering tidak diketahui sebelumnya karena jarang dievaluasi secara menyeluruh dan sulit untuk diperkirakan. Dalam sistim pemeliharaan yang tradisionil digunakan sistim pemeliharaan dan perawatan yang tidak berencana.

. terutama pada saat perubahan dari sistim pemeliharaan darurat kedalam sistim pemeliharaan yang berencana. Operator perubahan dan perbaikan . Sistim pemeliharaan yang berencana adalah Aktivitas pemeliharaan yang teratur dan dijalankan dengan taat azas. harus difahami minimal oleh. tenaga kerja yang kurang mampu akan menurunkan efisiensi pemeliharaan. Pemegang gudang . Operatot persiapan dan penyesuaian mesin-mesin . Keberhasilan suatu skema sistim pemeliharaan yang berencana adalah dengan membuatatau menjaga sistim tersebut sesederhana mungkin dalam prosedur pelaksanaannya dengan melibatkan para petugas lapangan/teknisi dengan kerja keras yang minimum. Supervisor . Pada sistim pemeliharaan yang berencana mengatur kebijakan dalam sistim pemeliharaan suatu perusahaan dengan mengadakan prosedur yang jelas.menerapkan atau Melaksanakan tindakan-tindakan pemeliharaan yang teratur. Pengawasan administratip pada pekerjaan pemeliharaan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Prosedur pemeliharaan alat. prioritas perbaikan yang tidak terencana. Pembelian alat pengganti yang terburu-buru. baik dalam segi teknis maupun keuangannya serta mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang objektif berdasarkan standar pemeliharaan alat yang lebih efektif dan efisien. Pada sistim Pemeliharaan dan Perawatan yang sifatnya darurat seluruhnya sangat tergantung pada keputusan-keputusan yang diambil. melalui pengawasan dan pencatatan berdasarkan rencana yang telah dibuat terlebih dahulu. yang selanjutnya lebih dikenal dengan istilah sistim pemeliharaan yang berencana. Pekerjaan-pekerjaan Umum . Pembuatan produk .

c. b. Pemeliharaan perbaian Pemeliharaan perbaikan meruapakan sistim pemeliharaan yang dilakukan untuk memulihkan kerusakan (termasuk penyetelan dan perbaikan) suatu alat. Pemeliharaan darurat yaitu suatu tindakan pemeliharaan yang perlu segera ditangani/diselesaikan dengan secepatnya untuk menghindari kerusakan yang lebih parah atau fatal. dan pengemudi. Teknik Pembenihan Tanaman 24 .alat alat pembenihan. Pemeliharaan berjalan Pemeliharaan sistim pemeliharaan yang dapat dilakukan ketika suatu alat. Pemeliharaan yang berencana Pemeliharaan berencana merupakan sistim pemeliharaan yang terorganisasi dan dilaksanakan dengan mantap berdasarkan rencana pengawasan dan pencatatan serta analisa berdasarkan rencana yang telah dibuat sebelumnya. Berikut ini disampaikan beberapa metode pemeliharaan alat yang umum digunakan pada perusahaan pembenihan. . a. mesin dalam keadaan dipakai. pemadaman kebakaran. mesin atau bangunan pembenihan tanaman agar dapat digunakan kembali dalam kegiatan produksi benih tanaman . d. Operator keamanan. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan pencegahan merupakan Sistim pemeliharaan yang dilaksanakan atas dasar rencana/waktu yang telah ditetapkan sebelumnya dan bersifat untuk menghindari/mencegah kerusakan.

kejadian dan kegiatan yang terjadi/dilaksanakan terhadap suatu alat. mesin-mesin yang ada serta bangunan dengan semua isinya. Jadwal Pemeliharaan Suatu susunan/daftar yang komprehensip dari aktifitas pemeliharaan beserta kejadian/ akibat-akibatnya.e. . Kartu Kendali alat. dan bangunan pembenihan dalam keadaan tidak dipakai (proses produksi berhenti). mesin dan bangunan pembenihan. Inventarisasi pabrik Suatu daftar inventaris dari seluruh fasilitas misalnya : seluruh peralatan. Laporan Kerja : Suatu pernyataan/catatan tentang kegiatan/pekerjaan yang telah dilakukan serta catatan tentang kondisi-kondisi dari suatu alat. Perbaikan besar : . . Pemeliharaan terbatas (pada saat produksi berhenti) Pemeliharaan terbatas meruapakan sistim pemeliharaan yang hanya dapat dijalankan pada waktu suatu alat. . mesin. . . Program Pemeliharaan : Suatu daftar alokasi atau pembebanan dari aktifitas pemeliharaan pada jangka waktu tertentu. guna tujuan identifikasi. termasuk keterangan/data mengenai masingmasing spesifikasi Teknik dan konstruksinya secara terperinci. . mesin dan bangunan: Suatu catatan mengenai penggunaan. Spesifikasi Pekerjaan : Suatu dokumen yang menguraikan tentang kegiatan/pekerjaan yang harus dilaksanakan. dan mesin-mesin. .

teknik pemilihan memproduksi benih vegetatif dan sertifikasi benih. apa yang sedang dikerjakan dan berapa lama setiap tugas/pekerjaan tersebut dikerjakan. batang bawah dan batang atas.Suatu proses pengujian dan pemulihan alat. mesin dan bangunan pembenihan secara menyeluruh (termasuk perbaikan) Sampai dengan kondisi alat. seperti tanaman buah yang tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).mesin dan bangunan tersebut dapat digunakan. baik itu tanaman kecil ataupun tanaman besar yang sudah produktif yang berasal dari biji atau hasil perbanyakan vegetatif. 3. teknik penyiapan pembibitan. Perencanaan Pemeliharaan : Prosedur pemeliharaan yang mencakup tugas operator pemeliharaan. metode.mesin. Persyaratan pohon induk antara lain adalah memiliki sifat unggul dalam produktivitas dan kualitas tanaman. Pengembangan pemeliharaan alat. Nama . Permohonan Pemeliharaan Salah satu persyaratan untuk perencanaan fungsi pemeliharaan. Konsep lain yang penting pada industri pembenihan adalah tentang produksi benih vegetatif. serta waktu yang diperlukan. alat/peralatan. . Dalam industri pembenihan minimal terdapat enam kompetensi teknik yang harus difahami. tenaga kerja. adalah mengetahui secara tepat tentang apa yang harus dikerjakan. teknik pembenihan tanaman secara vegetatif. mesin dan bangunan pembenihan merupakan tahap-tahap yang harus difahami oelh semua operator pembenihan yang terlibat dalam kegiatan produksi benih. Pohon Induk dan bibit unggul Pohon induk adalah tanaman pilihan yang dipergunakan sebagai sumber batang atas (entres). .4. dikuasai dan diimplementasikan yaitu pohon induk. mesin. bahan.

Teknik Pembenihan Tanaman 25 .

yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara melacak suatu tanaman ke daerah sentra budidayanya sampai dengan tumbuhan yang tumbuh liar di hutan. Tanaman dari biji harus sudah berproduksi minimal lima musim. sedangkan pada kebun pohon induk dapat berjarak tanam 3x3 m. Ditanam dalam kebun yang terpisah dari tanaman lain yang dapat menjadi sumber penularan penyakit atau penyerbukan silang. stek) dan memenuhi persyaratan sebagai pohon induk.varietas pohon induk dan asal-usulnya (nama pemilik. ialah: . Kebun pohon induk sekaligus sebagai kebun produksi. . cangkok. untuk memudahkan pelaksanaan perbanyakan bibit. Pertama. Tanaman yang ditanam pada umumnya adalah tanaman hasil perbanyakan secara vegetatif (okulasi. Pencarian pohon induk untuk mendapatkan jenis tanaman unggul dengan bebeapa cara. adalah cara eksplorasi. untuk mengetahui kemantapan sifat yang dibawanya. sambung. Lokasi pohon induk sebaiknya tidak jauh dengan lokasi perbanyakan tanaman. Kebun pohon induk adalah kebun yang ditanami dengan bebera-pa varietas buah unggul untuk sumber penghasil batang atas (mata tempel atau cabang entres) untuk perbanyakan dalam jumlah besar. sehingga memudahkan pela-cakannya. Kebun pohon induk dengan jarak tanam lebih rapat. misalnya untuk tanaman durian. susuan. tempat asal) harus jelas. kebun produksi biasanya berjarak tanam 10x10 m. Dengan jarak tanam yang rapat dapat diperoleh lebih banyak pohon induk dalam suatu areal yang relatif tidak luas. Ada dua sistem penanaman kebun pohon induk. Tempat tersebut mempunyai ribuan pohon durian yang tumbuh secara . terutama untuk pohon induk yang akan diperbanyak secara generatif yaitu diambil bijinya.

Pohon induk pada umumnya dipilih dari bibit-bibit unggul. Kedua. Masalah lain yang muncul adalah adanya hama dan penyakit yang sebelumnya tidak diketahui di daerah asalnya. serta tidak mengandung hama dan penyakit. Hal yang harus diperhatikan adalah kesesuaian keadaan iklim. dengan cara promosi. ialah kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mengadakan kejuaraan buah unggul. Jenis ini rata-rata tidak tahan terhadap penyakit busuk akar dan busuk leher batang atau kanker batang. tanah dan cara budidaya pada tempat tumbuh asalnya dengan keadaan tempat tanam yang baru. dari lomba tersebut muncul durian unggul baru yang berpotensi sebagai pemenang lomba. Ketiga. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Cara ini merupakan jalan pintas untuk mempercepat perolehan bahan tanaman yang telah diketahui sifat keunggulannya. dengan cara introduksi.alami dan di antara tanaman durian tersebut terdapat beberapa varietas yang mempunyai sifat-sifat unggul walaupun merupakan tanaman dari biji serta tumbuh setengah liar di alam. Durian ini adalah juara lomba buah di Jepara dan sekarang sudah ditetapkan pemerintah sebagi durian unggul nasional.agar kualitasnya tetap baik. Contoh yang paling terkenal adalah durian Petruk. Pada tanaman buah sifat unggul ini terutama nilai dari kualitas Teknik Pembenihan Tanaman 26 . yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mendatangkan atau membawa jenis buah yang terbukti unggul dari daerah atau negara lain. Sebagai contoh adalah durian bangkok dari Thailand yang di-introduksi ke Indonesia seperti Chanee dan Monthong. tetapi muncul setelah tanaman tersebut ditanam di tempat yang baru.

Jumlah juring : 5-6 juring sempurna Kelompok sifat menunjang : . Ketebalan daging : tebal . Aroma : kuat merangsang . Untuk itu dapat diambil contoh cara menilai buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen. Kulit buah : tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak . . Rasa daging buah : manis berlemak. sedikit berserat . Tekstur daging : halus. Bila semakin banyak sifat yang disukai konsumen terkumpul dalam satu buah. Warna daging : kuning sampai jingga . Kelompok sifat utama durian unggul adalah . maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) buah tersebut. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. Ukuran biji : kecil atau sekurangkurangnya kempes . Tahan terhadap hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. Kadar air daging : sedikit (kering) . sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. tajuk bulat. Ukuran buah : besar . diutamakan dengan rasa khas . . Buah demikian dapat digolongkan sebagai buah unggul. percabangan merata/simetris.buahnya. Struktur pohon kokoh. diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim. .

Penyediaan batang bawah jenis ini bisa dilakukan dalam jumlah banyak. Perkembangan sistem akar lebih kuat dan dalam. Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang atasnya. Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis tanaman lainnya. sehingga relatif lebih tahan terhadap kekeringan. pengairan). Bila tidak memenuhi 70% persyaratan diatas. Tanaman dalam kondisi sehat. . Pemilihan Batang bawah Batang bawah atau rootstock/ understem adalah tanaman yang berfungsi sebagai batang bagian bawah yang masih dilengkapi de-ngan sistem perakaran yang berfungsi mengambil makanan dari dalam tanah untuk batang atas atau tajuknya. . Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis tanaman. sehingga batang bawah ini mampu menyatu dan menopang proses pertumbuhan batang atasnya. Adapun Kriteria tanaman yang akan dijadikan batang bawah adalah: .. Mudah diperbanyak. Keuntungan batang bawah dari biji adalah: . Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. . maka tanaman demikian tergolong benih yang biasa saja. 3. Apabila minimal terpenuhi 70% sifat unggul dari daftar diatas maka bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. Sistem perakarannya baik dan dalam serta tahan terhadap keadaan tanah . karena memiliki akar tunggang. Pada umumnya batang bawah berasal dari biji. Batang Bawah Dan Batang Atas a.5. .

Teknik Pembenihan Tanaman 27 .

termasuk harus tahan teradap hama dan penyakit yang ada dalam tanah. . Pemilihan batang atas Batang atas yang biasanya disebut entres (scion). muda (juvenile) dan sangat vegetatif. Perawatan batang bawah meliputi kegiatan pemupukan. serta penyiraman. Pohon induk mempunyai bagian yang berbeda-beda fase perkembangannya. b. Bagian pangkal pohon merupakan bagian yang tertua menurut umurnya. Entres inilah yang disambungkan pada batang bawah untuk menggabungkan sifat-sifat yang unggul dalam satu bibit tanaman. Hal ini perlu diperhatikan agar batang bawah tumbuh subur dan sehat. adalah calon bagian atas atau tajuk tanaman yang di kemudian hari akan menghasilkan tanaman berkualitas unggul. Batang atas ini dapat berupa mata tunas tunggal yang digunakan dalam teknik okulasi ataupun berupa ranting dengan lebih dari satu mata tunas atau ranting dengan tunas pucuk yang digunakan dalam sambungan (grafting). karena sel-sel kambium berada dalam keadaan aktif membelah diri. semakin muda menurut . tetapi karena terbentuk pada masa awal pertumbuhan pohon tersebut maka selselnya besifat sederhana. pengendalian hama dan penyakit.yang kurang menguntungkan. Proses pembentukan kalus atau penyembuhan luka berlangsung dengan baik. Karena itu entres sebagai batang atas harus diambil dari pohon induk yang sudah diketahui betul sifat unggulnya. Tidak mengurangi kualitas dan kuantitas tanaman yang disambungkan/ diokulasi. ·Semakin ke arah ujung ranting. Pertumbuhan yang subur dan sehat akan mempermudah pengelupasan kulit dan kayunya. sehingga pada akhirnya keberhasilan sambungan atau okulasinya juga tinggi.

sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) tanaman tersebut. Penyambungan entres dengan batang bawah akan menghasilkan bibit yang sudah membawa sifat dewasa tersebut. Salah satu sifat unggul pada tanaman. pertumbuhannya normal dan bebas dari serangan hama dan pe-nyakit . Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang bawahnya. Rasa daging buahnya manis berlemak. Pengambilan entres dari pucuk tajuk pohon akan tetap membawa sifat dewasa atau generatif. dewasa (mature) dan siap untuk memasuki masa berbunga dan berbuah (generatif). Kriteria tanaman yang dapat dijadikan sebagai batang atas adalah sebagai berikut. misalnya berbuah lebat dan berkualitas tinggi. sehingga batang atas mampu menyatu dan dapat berproduksi dengan optimal. adalah kualitas buahnya. dan . Cabang dari pohon yang sehat. Salah satu contoh adalah cara menilai bibit unggul buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen.umurnya. . Semakin banyak sifat yang disukai konsumen dalam satu tanaman. Hal ini menyebabkan bibit hasil penyambungan atau okulasi lebih cepat berbuah daripada ta-naman yang berasal dari biji. tetapi sel-sel yang terbentuk paling akhir ini justru bersifat lebih kompleks. Tanaman tersebut dapat digolongkan sebagai tanaman unggul. . Cabang berasal dari pohon induk yang sifatnya benar-benar seperti dikehendaki. . Kelompok sifat utama.

Teknik Pembenihan Tanaman 28 .diutamakan memiliki rasa yang khas.

berjumlah 5-6 juring. maka tanaman tersebut tergolong buah yang biasa (kualitas normal). Warna daging buahnya: kuning sampai jingga. kadar air daging sedikit (kering). Kulit buahnya tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak. Ukuran bijinya kecil atau sekurangkurangnya kisut. Tekstur dagingnya halus dan sedikit berserat. Tahan terhadap serangan hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. tajuk bulat. Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis buah. Pengemasan batang atas Tujuan pengemasan adalah menjaga kesegaran bahan batang atas selama mungkin. diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim.Ketebalan daging buahnya tebal. . pengairan). Aroma buahnya kuat dan merangsang. Juring sempurna. c. Mudah diperbanyak secara vegetatif. Sifat penunjang yang banyak dijadikan kriteria untuk suatu bibit unggul adalah: Struktur pohon kokoh. Kelompok sifat penunjang. percabangan merata/simetris. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. Ukuran buahnya besar. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis buah lainnya. hingga dapat segera disambungkan di kebun pembibitan. Apabila minimal terpenuhi sekurangkurangnya 70% dari sifat unggul dari daftar diatas maka buah atau bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. . Bila tidak memenuhi 70% persyaratan di atas.

Pohon induk yang dipilih untuk sumber entres dapat diproses sebagai berikut: . Bahan ini merupakan peredam panas yang ideal. Bahan pembungkus yang digunakan harus bisa meredam panas dan sekaligus menjaga tingkat kelembaban entres. tetapi berupa cabang tunggal sepanjang kurang lebih 20-30 cm. Dari satu ranting dapat dihasilkan 3-5 mata entres yang baik/ produktif. Seluruh daunnya segera dirontokkan. Entres harus tidak bercabang.Metode pengemasan calon entres adalah sebagai berikut. Sekumpulan cabang tunggal kemudian diikat dengan karet gelang sebanyak 10-30 entres setiap ikat. kantong plastik. daun dan pelepah pisang. . tetapi jangan terlalu basah. Kotak kardus atau karton dapat juga dipakai sebagai alternatif. untuk mengurangi kehilangan air dari permukaan daun yang dapat mengakibatkan entres menjadi keriput. . . Entres harus disortir atau dipisahkan berdasarkan keberadaan mata tunas. Dan lebih baik lagi kalau bungkus paling luar adalah pelepah pi-sang. . Bungkus pertama ini perlu diperciki dengan air agar agak lembab. Bahan yang biasa dipakai dan mudah didapat adalah kertas koran. . tergantung dari besar-kecilnya diameter entres. Dengan cara ini. Setelah itu dibungkus lagi dengan kantong plastik. kesegaran entres dapat bertahan 2 hari. karena jaringan batang pisang segar banyak mengandung air dan sekaligus rongga-rongga udara. kertas tisu. Cabang atau ranting pohon induk dipilih sesuai dengan kriteria dan idealnya berdiameter 2-4 cm (tergantung jenis dan kualitas pohon induknya). . Setiap ikatan entres yang telah dipilih kemudian dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu atau kertas koran.

Teknik Pembenihan Tanaman 29 .

Batang tanaman sebagai bibit. . baru kemudian dibungkus. Pada waktu diangkut entres yang sudah dibungkus tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan ditaruh di dekat mesin. . Batang bawah (kiri) danB atang atas (kanan) . Entres harus diletakkan mendatar agar cairan dalam entres tidak bergerak turun akibat gaya gravitasi. a. entres sudah membusuk. perlu memperhatikan suhu dan kelembaban yang rendah.6 . sehingga kulit batang entres tidak akan mengerut dan sulit untuk dikelupaskan dari kayunya. . Kondisi de mikian dapat menarik air keluar dari entres sehingga entres menjadi k eriput dan kehilangan kesegarannya. karena akan mengundang datangnya bakteri patogen dan cendawan masuk ke jaringan entres dan kambiumnya cepat tertarik keluar sehingga sering keluar cairan kental dari luka. Entres jangan dicuci dengan air. Menyimpan entres di dalam refrigerator (kulkas). karena entres akan mengalami kekeringan. segera dikeringanginkan. Teknik Penyiapan Pembibitan Tek nik penyiapan pembibitan terdiri dari pembibitan dan teknik pembibitan. . G ambar 3.1 . 3.. Aki-batnya pada saat akan diokulasikan atau disambungkan pada batang bawah. maka setelah cabang entres dipotong dari pohon induknya. Jangan melakukan pengambilan cabang entres setelah turun hujan Bila ini terpaksa dilakukan.

pestisida dan lain-lain. rajin dan cinta tanaman. Selanjutnya. terutama untuk menghadapi musim kemarau. paranet. atau mahalnya biaya produksi. pembibitan dekat dengan jalan yang dapat dilewati kendaraan roda empat. Sumber daya produksi lainnya yang diperlukan dalam pembibitan tanaman antara lain adalah pupuk kandang.Pembibitan P embibitan tanaman pada prinsipnya adalah mengelola sumber pembibitan. 1) Sumber untuk pembibitan S umber daya produksi yang paling menentukan keberhasilan pembibitan adalah sumberdaya manusia yang terampil. polybag. lokasi pembibitan dan pengelolaan pembibitan. Kesulitan memperoleh bahanbahan tersebut akan berdampak terhadap menurunnya mutu bibit yang dihasilkan. untuk memudahkan kegiatan pengangkutan keluar dan masuk kebun. Lokasi pembibitan yang terpusat memudahkan dalam perawatan dan Teknik Pembenihan Tanaman 30 . 2) Lokasi pembibitan S yarat lokasi untuk pembibitan adalah dekat sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. Unsur cinta tanaman (hobby) ini penting artinya karena pada hakekatnya tanaman adalah makluk hidup yang memerlukan perhatian k husus.

Setelah air mendidih pupuk kandang dalam karung bekas dimasukkan ke dalam drum (direbus selama 0. kemudian dipanaskan di atas tungku. Hal ini diperlukan karena . Biji ditanam pada media pembibitan. cendawan. teduh dan terlindung dari ternak. 3) Pengelolaan pembibitan a) Media tumbuh dalam polybag Syarat media tumbuh yang baik adalah ringan. biji gulma. pupuk kandang dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. murah. Tiga sampai empat bulan setelah penyemian benih untuk batang bawah dan telah tumbuh bibit maka bibit dapat dipindahkan ke polybag berukuran 20x30 cm. Sedangkan luas lokasi disesuaikan dengan kebutuhan produksi bibit.pengawasan. mudah didapat. lakukan perawatan pada batang bawah dengan baik sampai batang bawah dapat disambung atau diokulasi (sekitar 3-4 bulan setelah tanam biji). Lakukan sterilisasi pada pupuk kandang sebelum digunakan untuk campuran media. Penggunaan media tumbuh yang tepat akan menentukan pertumbuhan optimum bibit yang ditangkarkan. Kegiatan ini bertujuan untuk membunuh penyakit. Biji akan tumbuh dan berkembang. Ukuran polybag yang banyak digunakan untuk pembibitan ta-naman biasanya berukuran 15X20 cm (diameter x tinggi). porous (gembur) dan subur (kaya unsur hara). Lahan diupayakan datar dan berdrainase baik. Drum diisi setengahnya.5-1 jam). nematoda dan serangga tanah. Sterilisasi dapat dilakukan dengan uap air panas atau perebusan dengan menggunakan drum minyak tanah (isi 200 l). Tiga sampai empat bulan berikutnya bibit harus dipindah ke polybag ukuran 30x40 cm. bakteri. Komposisi media tanam untuk mengisi polybag dapat digunakan campuran tanah.

kemudian media tumbuh yang baru dimasukkan ke dalam polybag baru sampai hampir menyentuh bibir polybag pengganti. c) Naungan Naungan pada bibit muda berfungsi untuk: mengatur sinar matahari yang masuk ke pembibitan hanya berkisar antara 30-60% saja. sampai seperempat bagian dari volume polybag. Polybag pengganti diisi media tumbuh yang baru.polybag pertama sudah tidak memadai lagi untuk perkembangan akar bibit tanaman. b) Cara penggantian polybag Cara mengganti polybag selama proses pembibitan adalah sebagai berikut: Sebaiknya polybag disiram dengan air sebelum dilaksanakan pindah tanam. Polybag lama disobek dengan silet atau pisau secara hati-hati agar media tanam di dalamnya tidak pecah atau berhamburan. Bibit dalam polybag baru disiram sampai cukup basah agar media tumbuh yang baru dimasukkan memadat. Media tanam yang lama yang menyelubungi perakaran bibit dikurangi sedikit. bahkan setelah beberapa lama pertumbuhan bibit seolah-olah berhenti. Naungan juga berguna untuk menciptakan iklim mikro Teknik Pembenihan Tanaman 31 . Jika bibit tetap dipertahankan pada polibag 20 x 30 cm. kemudian perakaran yang sudah mati atau mengering dipotong dengan gunting stek. Bibit diatur agar letaknya tepat di tengah polybag. sehingga kondisi kesuburan bibit jadi menurun. agar media lebih kompak/padat. kemudian bibit dimasukkan ke dalam polybag pengganti. maka akan mengakibatkan penyempitan ruang tumbuh akar. sedangkan bibit masih belum siap ditanam. sehingga kedudukan bibit menjadi kuat.

Jenis naungan ketiga adalah naungan sederhana dari anyaman bambu. Dengan adanya naungan akan menghindarkan bibit dari sengatan matahari langsung yang dapat membakar daun-daun muda.2.yang ideal bagi pertumbuhan awal bibit. kelebihan . Paranet tipe 55 dan 45 (55% dan 45% sinar yang diteruskan). mengurangi derasnya curahan air hujan dan menghemat penyiraman air. daun kelapa dan sebagainya. Gambar 3. Umur pakainya bisa bertahan lama (3-4 tahun).a. yang disusun sedemikian rupa. d. naungan paranet dari bahan plastik atau nylon. Pemeliharaan bibit Tempat pemeliharaan bibit pada umumnya adalah rak yang terbuat dari bilah bambu atau besi. jenis naungan dari plastik gelombang berwarna hijau yang dapat meneruskan sinar sebesar 40-60% (40% untuk naungan plastik yang sudah lama terpasang hingga 60% untuk yang baru dipasang). memelihara kelembaban tanah. Ada beberapa jenis naungan yang dapat digunakan untuk melindungi pembibitan. Benih tanaman yang mulai berkecambah. sehingga sekali pasang dapat dipakai untuk beberapa kali usaha pembibitan. Efek dari adanya naungan juga akan menurunkan suhu tanah di siang hari. Dengan adanya rak bibit. Pertama.2. Kedua. Pada rak pemeliharan bibit harus diupayakan adanya ventilasi atau jalan angin di bawah rak bibit dan berfungsi untuk: mencegah penularan bibit penyakit dari tanah yang sering terlontar ke daun bila terkena cipratan air hujan.b. sehingga menghasilkan sinar masuk sekitar 50%. Benih tanaman yang siap untuk disemai Gambar 3.

Pemakaian alas berupa mulsa plastik berfungsi untuk: mengurangi dan mencegah pertumbuhan gulma disekitar bibit tanaman. Dalam pemeliharaan bibit biasanya dilengkapi dengan alas mulsa plastik.air siraman atau hujan dengan mudah menetes ke bawah. Teknik Pembenihan Tanaman 32 . sehingga media tidak menjadi becek dan kelembaban udara di sekitar bibit tidak terlalu tinggi. Selain itu. Penggunaan polybag akan menyebabkan pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti apabila terkena udara di lubang dasar polybag dan kondisi sebaliknya akan mengakibatkan pertumbuhan akar lateralnya bertambah. karena tertahan oleh lapisan mulsa plastik. alas mulsa akan mencegah siraman air ke media polybag terus lari ke bawah atau lapisan tanah dibawah polybag. Hal ini penting untuk menghindari pertumbuhan fungi dan bekteri penyebab penyakit. sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit.

tidak terlalu kecil. Biji buah yang mempunyai kulit pembung-kus keras seperti pada biji mangga. Perbanyakan tanaman dengan biji (generatif) terutama dilakukan untuk penyediaan batang bawah yang nantinya akan diokulasi atau disambung dengan batang atas dari jenis unggul. tidak rusak oleh hama dan tidak luka). Teknik pembibitan Perbanyakan dengan biji. Biji kemudian dimasukan ke dalam air. 1) Pemilihan biji untuk bahan perbanyakan Mengambil biji idealnya dari buah yang besar dan sehat serta sudah matang penuh di pohon induk yang terpilih dan memenuhi persyaratan untuk dijadikan batang bawah. atau membeli biji dari pengumpul biji.3 Naungan berupa rumah plastik untuk tempat pemeliharaan bibit tanaman dan usaha pembibitan b. Hanya biji yang tenggelam yang ditanam untuk bibit. sedangkan yang hampa dibuang.Pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti karena tidak mampu menempus lapisan mulsa plastik dan sebaliknya pertumbuhan akar lateralnya bertambah. maka kulit pembungkusnya harus disayat dan dibuang untuk memudahkan . sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. Tetapi apabila terdesak dengan kebutuhan biji yang banyak. padat (bernas) dengan warna mengkilap atau biji yang sempurna (biji yang bentuknya seragam. maka kita dapat mengumpulkan biji buah dari pasar. Gambar 3. tempat sampah. Kesulitan dari pengumpulan ini adalah sulit untuk mendapatkan biji yang seragam varietasnya. atau sisa kegiatan makan buah yang dimakan sendiri. Biji dipilih yang berukuran besar. Perbanyakan dengan biji juga masih dilakukan terutama pada tanaman tertentu yang bila diperbanyak dengan cara vegetatif menjadi tidak efisien (tanaman buah tak berkayu). Biji dari daging buah dicuci sampai bersih. tidak kempes.

lalu ditutup lagi dengan media setebal 1-2 cm dan disiram dengan gembor sampai basah. Media untuk persemaian harus mempunyai aerasi baik. maka akar akan tumbuh lurus dan memudahkan pemindahan bibit ke polybag pembesaran.1 %) selama 30-60 menit. Setelah dibersihkan biji diberi perlakuan fungisida. sawo dan lain-lain. subur dan gembur. Biji yang disemaikan di dalam wadah adalah biji buah berukuran kecil seperti jambu air. pupuk kandang dan sekam yang sudah disterilkan dengan perbandingan 1:1:1. Fungsi bahan-bahan tersebut di atas adalah untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah serangan hama serta penyakit saat biji disemaikan. biji disemaikan dalam wadah yang terbuat dari kotak kayu atau plastik dan polybag. pepaya.pertumbuhan akar. Caranya biji-biji yang sudah bersih tadi dicelup dalam larutan Insektisida dan fungisida dan direndam ZPT (Atonik 0. belimbing. 2) Menyemaikan biji dalam wadah persemaian Untuk mempermudah perawatan. Biji yang akan disemaikan ditabur merata di atas media. sirsak. misalnya campuran pasir. Dengan media yang gembur. Persemaian perlu dinaungi agar tidak terkena sinar matahari langsung dan Teknik Pembenihan Tanaman 33 .

kemang dan nangka bagian sisi dimana embrio (bakal tunas dan akar) berada di bagian bawah. agar tidak kekeringan. sebaiknya disemaikan dalam bedengan di lapang. nangka. Penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari yaitu pada waktu pagi atau sore hari. Gambar 3. maka pertumbuhan akar dan batang akan bengkok dan akan menggangu pertumbuhan bibit . maka selanjutnya adalah menyemaikan biji dalam bedengan dengan arah memotong bedengan (lebar bedengan) dibuat larikan sedalam 7. Untuk biji mangga bagian perutnya (bagian yang melengkung) menghadap ke bawah. kemudian ditutup kembali dengan media disekitar larikan. Biji tanaman yang besar seperti mangga. Bedengan disiapkan dengan menggemburkan tanah menggunakan cangkul sedalam 25-30 cm. Bila letaknya terbalik. Kemudian wadahnya ditaruh di tempat yang terlindung dari gangguan unggas dan se-rangga. alpukat. sedangkan untuk durian. kemudian tanah dihaluskan. dan lain-lain.derasnya air hujan.510 cm. Biji yang disemai jangan diletakkan terbalik.5 cm ataupun tanpa jarak (berdempetan). durian. Setelah itu biji yang berukuran besar tadi ditanamkan dalam larikan dengan jarak 5-7. Untuk menambah kesuburan dan kegemburan tanah. alpukat. Bak plastik untuk penyemaian benih tanaman 3) Menyemaikan biji dalam bedeng persemaian Bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang tergantung kebutuhan dan arah bedengan diusahakan mengarah ke utara-selatan agar mendapat sinar matahari yang cukup. Setelah bedengan persemaian siap.4 . media tempat penanaman tadi disemprot terlebih dahulu dengan fungisida dan insektisida. Untuk menghindarkan jamur dan hama yang dapat merusak biji. setiap luasan dua meter persegi bedengan dapat ditambahkan masing-masing satu kaleng (isi 18 l) pupuk kandang dan sekam padi yang diaduk sampai rata.5 cm dengan jarak larikan 7.

Jika yang digunakan atap bukan dari paranet. atau daun kelapa. 65% atau dapat juga dibuat naungan individu untuk tiap bedengan dengan menggunakan atap dari jerami. Untuk menghindari derasnya air hujan dan teriknya sinar matahari.5 . Gambar 3. Dengan demikian bentuk naungan condong ke arah sebelah barat dengan maksud agar bibit di persemaian cukup menerima sinar matahari pagi. sedangkan tinggi tiang di sebelah barat adalah 100 cm di atas permukaan tanah.selanjutnya. anyaman bambu. bedengan diberi naungan dengan paranet tipe 55%. maka tinggi tiang di sebelah timur sekitar 120 cm. Biji yang disemaikan biasanya mulai berkecambah Teknik Pembenihan Tanaman 34 . Bedengan untuk tempat pembibitan tanaman.

Setelah berumur 3-4 bulan. Teknik Pembenihan Tanaman secara vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif untuk tanaman yaitu penyetekan.(tunas muncul di atas permukaan tanah) antara 1-3 minggu setelah penyemaian. sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. yakni tahan terhadap penyakit akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. Batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. okulasi dan susuan. sehingga menjadi tanaman baru. Gambar 3. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang kurang aerasi. bibit berumur genjah (cepat berbuah). Kelebihan bibit vegetatif yaitu kualitas tanaman keturunan mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. okulasi. Sebagai contoh adalah tanaman manggis asal bibit susuan dapat berbuah lima tahun setelah tanam. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. 3. Contoh yang lain aalah bibit durian hasil okulasi dapat berbuah 4-6 tahun setelah tanam.6. Bibit Kelapa di bawah naungan. biji sudah dapat disambung pucuk ataupun diokulasi. Pada tiga cara yang terakhir dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. pencangkokan. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi perakarannya. . penyambungan. dan penyusuan. Setelah biji berkecambah dapat langsung dipindah ke polybag ukuran 15x20 cm atau 20x25 cm. Cara perbanyakan vegetatif dengan stek pada prinsipnya menumbuhkan bagian atau potongan tanaman.4. Dari hasil penggabungan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten. tergantung jenis tanamannya.

Beberapa jenis tanaman tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pu-la. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. Tanaman ram-butan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam feno-lat yang teroksidasi dapat menim-bulkan pencoklatan (browning).sedangkan bibit asal biji akan berbuah setelah berumur lebih dari 10 tahun setelah tanam. Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. Perbanyakan vegetatif ada kalanya lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu. Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. sedangkan durian akan sangat meTeknik Pembenihan Tanaman 35 .

nguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. Tanaman baru mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. ukuran. murah. tetapi kurang praktis. Tanaman asal stek dapat ditanam pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal. Bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit secara massal. Perbanyakan tanaman buah dengan stek merupakan cara perbanyakan yang praktis dan mudah dilakukan. karena tanaman asal stek tidak mempunyai akar tunggang. terutama dalam hal bentuk buah. Ada beberapa keuntungan yang didapat dari tanaman yang berasal dari bibit stek. . . Perbanyakan bibit tanaman dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. Stek dapat dikerjakan dengan cepat. walaupun dengan menggunakan cara konvensional a. sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. warna dan rasanya. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman. mudah dan tidak memerlukan teknik khusus seperti pada cara . Teknik pembuatan stek tanaman Stek (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. yaitu . sehingga menjadi tanaman baru. Sebagai contoh seorang yang sudah terampil mengokulasi durian. 1.

Gunting stek yang digunakan harus tajam agar bekas potongan rapi. Bila kurang tajam batang akan rusak atau memar. Sedangkan potensi kerugian bibit dari stek adalah: . Pemotongan cabang diatur kira-kira 0. antara lain di batang. saat terjadi angin kencang tanaman menjadi mudah roboh.5 cm di bawah mata tunas yang paling bawah dan untuk ujung bagian atas sejauh 1 cm dari mata tunas yang paling atas. Karbohidrat pada batang berperan sangat penting yaitu sebagai sumber energi yang Teknik Pembenihan Tanaman 36 . Perakaran dangkal dan tidak ada akar tunggang. Hal ini mengundang bibit penyakit masuk ke bagian yang memar. Pada saat mengambil stek batang. Dengan demikian seluruh daun dapat melakukan fotosintesis yang akan menghasilkan zat makanan dan karbohidrat. 1) Stek Batang Bakalan stek diambil dari batang atau cabang pohon induk yang akan diperbanyak dan pemotongan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. Kondisi daun pada cabang yang hendak diambil sebaiknya berwarna hijau tua. Apabila musim kemarau pan-jang. tanaman menjadi tidak tahan kekeringan. .cangkok dan okulasi. sehingga bisa menyebabkan pembusukkan pangkal stek. Yang dijadikan stek biasanya adalah bagian pangkal dari cabang. Cara perbanyakan tanaman dengan teknik stek dapat dilakukan melalui stek batang. Zat hasil fotosintesis akan disimpan dalam organ penyimpanan. pohon induk harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang bertunas. stek akar dan stek daun.

Cabang tersebut memiliki 3-4 mata tunas. Pada saat ini kandungan karbohidrat dan auxin (hormon pertumbuhan akar) pada batang cukup memadai untuk menunjang terjadinya perakaran stek. sukun. Bisa juga dari bekas potongannya yang mula-mula membentuk kalus. jeruk dan kesemek. Pada stek akar tunas akan keluar dari bagian akar yang mulamula berbentuk seperti bintil. Dari kalus ini berubah menjadi tunas atau akar. antara lain jambu biji. Ukuran besar cabang yang diambil cukup sebesar kelingking. Bahan . pemberian hormon tumbuh dapat membantu pertumbuhan akar (Gambar 9) 2) Stek akar Cara penyetekan ini menggunakan bagian akar sebagai sarana perbanyakan tanaman. tunas keluar dari mata tunas. stek yang berasal dari batang yang muda sering gagal. Selain itu. Pada stek batang. Oleh karena itu. maka stek bisa langsung disemaikan setelah dipotong dari pohon induknya. Tetapi untuk tanaman yang sulit berakar. kandungan karbohidrat rendah tetapi hormonnya cukup tinggi. padahal stek yang baik harus tumbuh akar dulu. sebaiknya sebelum stek disemai dilakukan dulu pengeratan batang. Kondisi batang pada saat pengambilan berada dalam keadaan setengah tua dengan warna kulit batang biasanya coklat muda.dibutuhkan pada waktu pembentukan akar baru. Untuk tanaman yang mudah berakar seperti pada anggur. Diameter sekitar 1 cm dengan panjang antara 1015 cm. Stek tanaman ada yang mudah berakar dan ada juga yang sulit berakar. Pada batang yang masih muda. Biasanya pada kasus ini hasil stekan akan tumbuh tunas terlebih dahulu. Ada beberapa jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan cara stek akar.

Stek disemaikan dengan cara tegak atau berdiri. Stek bisa dipindahkan ke polybag setelah lebih kurang 2 bulan.stek akar harus diambil dengan cara menggali lubang di sekeliling pokok pohon induk. Pada waktu memotong akar. Akar tanaman dipotong-potong dengan panjang antara 5-10 cm. lubang ditutup kembali. maka stek disusun dalam barisan. Hal ini diperlukan sebagai tanda agar pada waktu menyemai posisinya tidak terbalik. Jaraknya 5 cm antar barisan. Setelah 3-4 minggu stek akan bertunas dan berakar. 3) Mempercepat pertumbuhan akar pada stek a) Pengeratan (girdling) pada batang Penimbunan karbohidrat pada cabang pohon induk yang akan dijadikan stek dapat dilakukan dengan cara pengeratan kulit kayu sekeliling cabang . jarak yang direkomndasikan adalah 5x5 cm. sehingga stek berada pada kedalaman 1. akan tumbuh akar yang tumbuh ke arah samping sejajar dengan permukaan tanah. Untuk penyemaian posisi tegak. Bila penyemaian dengan dibaringkan.5-2 cm di bawah permukaan media. kemudian stek di tutup pasir. Pilihlah akar yang berdiameter sekitar 1 cm. Bagian pangkal yang dibenamkan ke dalam media kira-kira 3 cm atau setengah dari panjang stek. Setelah akar diambil. Bagian dekat ujung akar dipotong secara datar atau lurus. Penyemaian bisa dilakukan di dalam kotak kayu atau di bedeng persemaian. Pada akar lateral yang terpotong. Media penyemaian stek akar bisa dari pasir. atau dapat juga dengan dibaringkan. harus diperhatikan agar bagian akar yang dekat dengan pohon atau pangkal akar dipotong secara serong. Selanjutnya disimpan di bawah naungan sampai berumur sekitar 6 bulan.

Teknik Pembenihan Tanaman 37 .

Lebar lingkaran sekitar 2 cm. IAA atau NAA (berbentuk serbuk). Pada dasar keratan akan tampak benjolan atau kalus. (1) Cara celup cepat (quick dip) . b) Penggunaan hormon tumbuh Hormon auksin bertindak seba-gai pendorong awal proses inisiasi atau terjadinya akar. Tambahan auksin dari luar diperlukan untuk memacu perakaran stek.dibuang secara melingkar. Selanjutnya bagian pangkalnya sekitar 2 cm dicelupkan selama 5 detik ke dalam larutan hormon. Jenis hormon auksinnya bisa IBA. yaitu auksin endogen. Batang-batang stek yang akan diberi hormon disatukan. .000 ppm. Atau lebih mudahnya menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap untuk digunakan yang banyak dijual di toko pertanian. Setelah terlihat benjolan barulah cabang dapat dipotong dari induknya. Bagian pangkal cabang sepanjang 20 cm bisa dijadikan sebagai stek. Biarkan cabang yang sudah dikerat selama 2-4 minggu. tergantung jenis hormon dan jenis tanamannya. Konsentrasi yang digunakan berkisar antara 500-10. Kemudian tambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan. seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 100-200 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc). Sesungguhnya tanaman sendiri menghasilkan hormon. Bisa dengan diikat menggunakan tali plastik atau karet gelang. . . Pada cara ini hormon auksin dilarutkan ke dalam alkohol 50%. Jarak dari ujung cabang ke batas keratan kira-kira 40 cm. akan tetapi banyaknya auksin yang dihasilkan belum cukup memadai untuk mendorong pembentukan akar. Pada benjolan inilah terjadi penumpukan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber tenaga pada saat pem-bentukan akar dan hormon auksin yang dibuat di daun.

. Konsentrasi auksin yang digunakan berkisar antara 5-100 ppm. tidak tergantung keadaan lingkungan. (2) Cara rendam (prolonged soaking) . Dengan demikian. yaitu 10-24 jam. Cara perendaman sebagai berikut. Batang stek direndam dalam larutan auksin kira-kira 2 cm dari bagian pangkal. Bisa juga dengan konsentrasi 5 ppm. . tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan. larutan ditutup kembali agar alkoholnya tidak menguap. Untuk lebih memudahkan dapat menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap pakai dan banyak dijual di toko per-tanian. Naik turunnya penyerapan hormon tidak akan terjadi pada waktu pencelupan. seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 1-2 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc). Yang penting setelah digunakan. Agar pe-nyerapan auksin berlangsung Teknik Pembenihan Tanaman 38 . Kemudian ditambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan. Umumnya untuk penyetekan tanaman buah digunakan konsentrasi 100 ppm dengan lama perendaman 1-2 jam.Cara celup ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: Peralatan yang digunakan lebih sedikit bila dibandingkan dengan cara perendaman. tetapi waktu perendamannya lama. banyaknya hormon per satuan luas permukaan akan tetap. Larutan yang sama bisa digunakan berulang-ulang. Jadi perbandingan dosis auk-sin pada pencelupan dan pe-rendaman adalah 100 : 1. Mula-mula auksin (berbentuk serbuk) dilarutkan dalam alkohol 95%.

Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut: basahi pangkal stek dengan air. Pembuatan tepung dengan konsentrasi 1. .000 ppm. (3) Cara pemberian dengan tepung tepung (powder).000 mg pelarut. Jadi jika akan membuat larutan dengan konsentrasi 1.000. . . Setelah diaduk sampai rata. lama perendaman disesuaikan dengan konsentrasi larutan.000-5. atau 1 gr hormon ke dalam 1 kg pelarut. Pada setiap cara diatas konsentrasi dibuat berdasar-kan ppm.000 ppm dengan cara melarutkan 1 gr hormon dalam 5001.dengan baik.000 mg hormon dilarutkan dalam 1. Mula-mula auksin dilarutkan dalam alkohol 95%. Ke dalam larutan tersebut ditambahkan talek atau tepung sesuai dengan konsentrasi yang digunakan. Pelarut Alkohol diupayakan untuk diuapkan. Perendaman dilakukan ditempat yang teduh dan agak lembab. masukkan 1 kg tepung (talc) dan diaduk kembali. kemudian disentuhkan ke dalam tepung. Konsentrasi berkisar antara 1.000 cc alkohol 95%.000 ppm tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan. maka 1. Setelah itu stek dapat disemaikan dalam media. Pengertian ppm (part per million) artinya 1 bagian hormon dalam sejuta bagian pelarut atau tepung. Untuk proses yang lebih mudah dapat menggunakan hormon tumbuh auksin yang sudah siap digunakan dan banyak dijual di toko pertanian . . Pangkal stek kemudian diketuk-ketuk agar auksin yang melekat tidak berlebihan. Selanjutnya tepung tersebut dikeringkan sampai seluruh alkoholnya menguap. tidak kurang karena pengaruh lingkungan. Hal ini berguna agar penyerapan hormon berjalan teratur.

Suhu mendekati suhu kamar. atau menggunakan campuran pasir dengan sekam padi dengan perbandingan 2:1. Perkirakan jarak lubang sekitar 5x5 cm dan dalamnya sekitar 5-7. Ukuran kotak bisa lebih besar atau lebih kecil. Kelembaban udara sebaiknya tinggi. Oleh karena itu media yang digunakan harus cukup gembur. sehingga aerasinya baik. Untuk lebih praktis dapat juga digunakan kotak plastik (box semai) dengan ukuran panjang 35-40 cm. Tebal lapisan media antara 10-15 cm. sehingga permukaan media turun dan kompak. Sebelum stek disemai. lebar 40-50 cm dan tinggi 20-30 cm. Media tersebut dimasukkan ke dalam kotak kayu. Turus bambu yang dibulatkan bisa dipakai atau dapat pula dengan ranting pohon sebesar pensil. Penyemaian dalam kotak kayu dilakukan dengan rangkaian sebagai berikut. Lakukan penyiraman dengan gembor. Usaha untuk menumbuhkan stek perlu dilakukan pada lingkungan yang mempunyai cahaya baur atau terpencar (difusi). lebar 25-30 cm dan tinggi 10-15 cm yang banyak dijual di toko pertanian. Setelah itu baru bagian pangkal stek dimasukkan Teknik Pembenihan Tanaman 39 . Selain itu dalam pembentukan akar stek diperlukan oksigen yang cukup. sekitar 70-90%. disesuaikan dengan banyaknya stek yang akan disemaikan. terlebih dahulu dibuat lubanglubang kecil pada media. 4) Persemaian stek Stek yang sudah diberi perlakuan hormon penumbuh akar siap untuk disemaikan.dalam bentuk serbuk dengan berbagi merek dagang. Media tumbuh dapat menggunakan pasir.5 cm atau setengah dari panjang stek. 25-27oC. Untuk itu perlu menyediakan tempat yang kondisinya sesuai. Kotak kayu untuk menyemaikan stek bisa dibuat dari papan dengan ukuran panjang 80-100 cm.

Cungkil stek dengan bilah bambu secara hati-hati agar perakarannya tidak menjadi rusak. Setelah itu batang stek bisa ditancapkan. Kotak kemudian ditutup dengan lembar plastik bening atau transparan. Selanjutnya persemaian disiram lagi. Bedengan perlu dilengkapi dengan naungan untuk melindungi bibit dari sengatan matahari yang berlebihan. tunggu beberapa hari lagi sampai kelihatannya berwarna coklat dan stek sudah dapat dipindahkan ke dalam polybag. Yang pen-ting media persemaian selalu dalam kondisi basah. Naungan yang bisa terbuat dari daun kelapa. Persemaian di bedengan dilakukan sebagai berikut. Bedengan dibuat dengan arah Utara-Selatan agar stek bisa menerima matahari secara baik. bedengan disungkup . Tanah lapisan atas ditaburi pasir setebal lebih kurang 5 cm. Sebaiknya kotak di-taruh pada tempat yang terlindung dari teriknya sinar matahari. Untuk menghindari adanya tanah yang longsor tepi bedengan bisa dihalangi dengan bilah bambu atau batu bata. daun alang-alang atau jerami padi. Penyiraman persemaian harus dilakukan setiap hari sekali atau tergantung keadaan. Bagian media di sekitar stek ditekan perlahan-lahan agar posisi stek tidak goyah. Jarak stek yang disemaikan ialah 5x5 cm. Setelah 2-3 bulan stek sudah mulai berakar. Apabila batang stek yang akan kita semaikan jumlahnya banyak maka penyemaian bisa dilakukan dalam bedengan. Lakukan penyiraman agar media basah. Lahan yang akan dibuat bedengan dicangkul sedalam 25-30 cm (sedalam mata cangkul). Untuk menjaga agar kelembaban di sekitar stek menjadi tinggi. Ukuran bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika ingin menggunakan naungan dari paranet gunakanlah paranet tipe 75% (sinar yang masuk ke bedengan sebesar 25%).ke dalam lubang.

Pindahkan bibit stek dengan cara mengambil stek beserta akar bibit dan sedikit media stek. memupuk. Pindahkan polybag stek ke bangunan pembibitan yang bernaungan/ rumah plastik/ rumah kaca. Lakukan pemeliharaan stek dengan cara menyiram . b. maka stek harus disapih/transplanting. Siapkan polybag sesuai dengan ukuran stek (diamter 10-20 cm). Standar stek yang siap disapih adalah mempunyai 4-6 daun baru yang sudah mekar dengan sempurna (daun-daun sudah mendapatkan nutrisi dari akar baru yang sudaj tumbuh). Isi polybag dengan media tanam yang telah disiapkan dan buatlah lubang tanam yang sesuai dengan ukuran bibit stek. . lalu benamkan bibit stek dengan hati-hati pada media tanam dan timbuh bibit stek dengan media tanam yang telah disiapkan kemudian lakukan pemadatan seperlunya agar stek berdiri dengan tegak. . Teknik pencangkokan Teknik Pembenihan Tanaman 40 . mengendalikan OPT dan memberi ajir (jika perlu) sampai dengan stek cukup besar ukurannya dan siap untuk dipasarkan. . Siapkan media pembibitan dengan komposisi tanah dengan kompos 1:1.dengan plastik transparan. Setelah ukuran stek memenuhi standar dan mempunyai akar. . . .

karena pada proses mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk. Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering. Pada teknik ini tidak ada batang bawah dan batang atas. D isamping keuntungan.Teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara i ni. Selain itu dengan mencangkok di awal musim hujan akan tersedia waktu untuk menanam hasil cangkokan pada musim itu juga. Waktu pelaksanaan sebaiknya pada awal musim hujan. Dapat pula digunakan campuran kompos/ pupuk kandang dengan tanah (1:1). Media untuk mencangkok bisa menggunakan cocopeat atau serbuk sabut kelapa ataupun cacahan sabut kelapa. maka tanah di bawah bambu yang telah bercampur seresah daun bambu dan sudah membusuk bisa juga digunakan untuk media cangkok. terdapat juga beberapa kekurangan/ kerugian pembibitan dengan sistem cangkok. Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja. Kalau disekitar kebun ada tanaman bambu. Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan. Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya. sehingga cangkokan tidak akan kekeringan. Teknik ini relatif sudah lakukan oleh petani dan keberhasilannya lebih tinggi. Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang. A B C D E F Teknik Pembenihan Tanaman 41 . Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak c abang yang dipotong.

.

Entres siap disemai. A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 42 E F .7. Pan gkal entres berbentuk sisi satu. Entres yang sudah tumbuh akar D.Gambar 3. Pangkal entres berbentuk datar E. Pangkal entres berbentuk sisi dua. F. Persiapan dan bentuk entres: A. Entres dicelupkan ke dal am Zat Perangsang Tumbuh C. B.

E. Menyiapkan bahan. Memangkas daun A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 43 . F. D.. Menyiapkan bahan stek .8. C. Menyiapkan media. Persiapan penanaman stek: A. B. Menyiapkan alat.Gambar 3. Menyiapkan sungkup.

9. Menanam bahan stek dari tangkai daun. C. E . Menempatkan hasil stek.Gambar 3. Menyiapkan batang stek B. Menyiapkan hormon. G H Teknik Pembenihan Tanaman 44 . Menanam bahan stek bunga soka F. Menanam bahan stek dari cabang mawar. D. Penamanan stek pada media tanah: A.

Jika terdapat kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air atau hormon tersebut ditambahkan pada media cangkok. media diatur penempatannya agar rata menutupi luka keratan sampai melewati luka keratan . J. Bunga mawar hasil stek batang siap jual. Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah. Contoh hormon pertumbuhan atau vitamin. Balik posisi kantong plastik ke arah berlawanan/keatas. tidak lebih kecil dari ukuran pensil. Selanjutnya bekas sayatan ditutup dengan media cangkok. Setelah dikerik pada keratan bagian atas diolesi atau-pun tanpa diolesi dengan hormon tumbuh. Hasil penyetekan. Memeriksa pertumbuhan akar dari bibit yang berasal dari s tek. adalah Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air.Gambar 3. Memelihara stek. se-hingga akan diperoleh ikatan tali plastik di dalam kantong plastik (ikatan bagian bawah tidak kelihatan dari luar/lebih rapi). 1) Teknik mencangkok secara konvensional Pertama-tama harus dipilih cabang yang sehat dan kuat atau sudah berkayu. Kemudian kulitnya dikelupas sehingga bagian kambium yang seperti lendir tampak jelas. Siapkan dan atur lembaran plastik (kantong plastik yang su-dah dibuka/dibelah) atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di bagian bawah keratan (1-2 cm). Ukuran diameternya sekitar 0. I. Kambium ini dihilangkan dengan cara dikerik dengan mata pisau sehingga bersih atau kering.5-2 cm. H.9 (lanjutan ) G. Sebaiknya warna kulit cabang coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung jenis tanaman. Cabang kemudian disayat dengan pisau secara melingkar dan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter cabang. kemudian diikat dengan tali plastik atau rafia.

Cangkokan harus dirawat dengan cara disiram secara rutin agar tidak kering atau diposisi atas cangkokan diberi kantong plastik berisi air dengan satu lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes atau irigasi tetes dengan menggunakan potongan batang bambu "bumbung" berdiameter 5 cm diisi dengan air.bagian atas (1-2 cm). tanpa Teknik Pembenihan Tanaman 45 . Lakukan pengikatan bagian atas dan bagian tengah plastik (kalau dibutuhkan).

Apabila akar sudah memenuhi media. sehingga pada keratan bagian atas ini penimbunan karbohidrat dan hormon jadi meningkat dan berbentuk kalus yang berubah menjadi akar tanaman.1/3 helai daun dari seluruh daun yang ada dengan gunting stek. Setelah cukup besar cangkokan bisa dipindah ke kebun. perbedaannya adalah media cangkok yang digunakan adalah cocopeat (serbuk sabut kelapa) yang tersedia di toko pertanian atau sabut kelapa yang sudah . Setelah itu cangkok disemaikan dalam polybag. hasil cangkokan dianggap berhasil. Daun pada cabang terlihat segar. Pada cangkok. Potong 1/2 . akar keluar karena aliran zat makanan (karbohidrat) dan auksin (hormon tumbuh yang mendorong keluarnya akar) mengalir ke bawah melalui kulit kayu (phloem) dan tertahan di bagian keratan sebelah atas. Selanjutnya polybag ini ditempatkan di tempat yang terlindung sampai cangkokan menjadi segar kembali (biasanya 3-4 bulan). Plastik pembungkus media dilepaskan.dilubangi hanya dikerik/dikupas sedikit bagian kulit bawah yang nantinya dilekatkan diatas media cangkokan. Posisi bumbung digantung diatas cangkokan dengan posisi bawah bumbung merapat dengan posisi tengah cangkokan atau ditalikan melekat dicangkokan. Pemotongan cangkokan dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau gergaji di bawah ikatan cangkok. Sebagai media cangkok di polybag bisa digunakan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1: 2. Biasanya setelah 2-3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar. Bumbung ini dapat bertahan selama 3 hari. Cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya. 2) Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik hampir sama dengan cara mencangkok yang normal. Setelah dipotong dari induknya sebagian daun dikurangi untuk menghindari penguapan yang berlebihan.

Sabut kelapa direndam dalam air. serbuk/potongan sabut kelapa kita taruh di wadah. Jika kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. karena zat tersebut dapat menghambat pembentukan akar tanaman. . atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. Tambahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. Untuk pemakaian cocopeat tanpa melalui perendaman dalam air (dapat langsung digunakan). Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. . contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Media. Perlakuan sabut kelapa meliputi langkahlangkah sebagai berikut.kita perlakukan sendiri. maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan. . paling lama 1 minggu agar melunak sehingga mudah dipisah-pisahkan dan hilang kandungan zat yang ada di sabut kelapa tersebut. . atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. S abut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di Teknik Pembenihan Tanaman 46 . . sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam kantong plastik. yang digunakan hanya sabut kelapa tanpa kulitnya. Sabut kelapa dikupas atau dipisahkan dengan bagian kulit luarnya yang keras. . maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan.atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. Tam bahkan hormon pertumbuhan atau vitamin.

atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. A. B C D Gambar 3. Pengupasan kulit batang. Pengikat an lembaran plastik di bawah kupasan kulit daun. Pengisian media ke dalam lembaran plastik D. A B Teknik Pembenihan Tanaman 47 . Teknik pencangkokan konvensional telah selesai.toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Jika kesulitan A mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. B. 10 . Proses pencangkokan secara konvensional. C.

Dengan teknik ini diperoleh keuntungan antara lain: (a) Pencangkokan lebih cepat dan ringkas. C. B. (c) Kita punya persediaan media dalam kantong plastik yang mudah dibawa .C D Gambar 3. Pada batang tanaman dilakukan pengikatan. A. Media dalam kantong plastik tersebut tahan sampai dengan 1 bulan. kemudian tarik ujung kantong plastik dan ditalikan.11. Isikan media dan padatkan sampai ¾ plastik. agar media berada pada posisi yang benar (letak sobekan menghadap ke atas (bila posisi batang mendatar) dan media rata menyelubungi/ menutup keratan/ luka di batang tanaman). (b) Jumlah tanaman yang kita cangkok bisa lebih banyak per satuan waktu. Pembukaan kantong plastik berisi media. kemudian diratakan hingga diperoleh campuran yang basah. Cabang yang sudah dikupas kulitnya di masukan ke dalam kantong media Teknik pencangkokan yang efektif dan efisien telah selesai Contoh penggunaan media: 2 kg serbuk kelapa kering dicampur dengan 1 liter air yang sudah dicampur dengan 1-3 tetes hormon pertumbuhan.kemudian di-selubungkan secara merata ke keratan batang tanaman. Dari 2 kg media akan dihasilkan 15-20 media dalam kantong plastik. Cara penggunaan media tersebut tinggal menyobek/ mengiris memanjang satu sisi kantong plastik dan sisi sobekan tadi dimasukkan dari bagian bawah luka bila posisi batang melintang atau datar. Media cangkok dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg untuk diameter batang yang kecil dan ½ kg untuk diameter batang yang lebih besar (ukuran kantong plastik disesuaikan dengan diameter batang yang akan dicangkok). pada posisi batang tegak memasukkan bebas. Prosesn Pencangkokan konvensional yang dimodifikasi. Pengupasan kulit batang.

kemana-mana dan mudah dipakai sewaktu-waktu. Teknik Pembenihan Tanaman 48 .

Gambar 3.12 . Pohon induk untuk cangkokan (kiri) dan cabang yang dapat dijadikan bibit cangkokan (kanan) A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 49 .

Membungkus dan mengikat dengan t ali G H I J Gambar 3. G. Memasang plastik untuk menampung media cangkok.E F Gambar 3. D. Mengelupas kulit cabang. Menyiapkan media pembi bitan. Memotong hasil cangkok. Memelihara bibit dari hasik pencang-kokan melalui keg iatan penyiraman. C. E. Membuang kambium cabang. Memelihara cangkokan. B. Membubuhkan tanah sebagai media tumbuh akar. pengendalian OPT dn pemberian pupup untuk nutrisi bibit baru hasil cangkok Teknik Pembenihan Tanaman 50 . H.(lanjutan). Proses pencangkokan.13 . I. Memberi hormon auxin pada sayatan bagian atas. disiram/disemprot dengan air. J. F. A.13.

Bibit cangkok yang tealah berakar sudah siap untuk dipisahkan dari pohon induk. Bagian tanaman yang disambungkan atau disebut batang atas (scion) dan merupakan sepotong batang yang mempunyai lebih dari satu mata tunas (entres). Tanaman mangga (Mangifera indica) disambung denga tanaman kweni (Mangifera odorata). Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. 1) Manfaat sambungan pada tanaman Manfaat sambungan pada tanaman adalah untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil tanaman.14. Penyambungan batang bawah dan batang atas ini biasanya dilakukan antara dua varietas tanaman yang masih dalam spesies yang sama. juga dapat mempercepat waktu berbunga dan berbuah (tanaman berumur genjah) serta menghasilkan tanaman yang sifat berbuahnya sama dengan induknya. sehingga tidak memerlukan bibit baru dan menghemat biaya eksploitasi. c. Kadang-kadang bisa juga dilakukan penyambungan antara dua tanaman yang berlainan spesiesnya tetapi masih dalam satu famili. Mengatur proporsi tanaman agar memberikan hasil yang lebih baik. .Gambar 3. Teknik penyambungan Penyambungan atau enten (grafting) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. dihasilkan gabungan tanaman baru yang mempunyai keunggulan dari segi perakaran dan produksinya. baik itu berupa tunas pucuk atau tunas samping. misalnya tanaman melinjo. tindakan ini dilakukan khususnya pada tanaman yang berumah dua. Peremajaan tanpa menebang pohon tua. Misalnya penyambungan antar varietas pada tanaman durian.

dan berumur sekitar 3-4 bulan. bibit dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik).2) Syarat batang bawah untuk sambungan Untuk menyiapkan batang ba-wah dapat menggunakan biji asalan atau "sapuan sehingga menghasilkan batang bawah. Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur : Teknik Pembenihan Tanaman 51 . sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah. karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar. Pada saat bibit berdiameter 3-5 mm. Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. tetapi ada varietas tanaman yang baik khusus untuk batang bawah yaitu durian varietas bokor dan siriwig. Agar menghasilkan bibit yang baik disarankan penyiraman dalam jumlah yang cukup (media cukup basah). kambium aktif.

3) Syarat batang atas untuk sambungan Batang atas atau entres yang akan disambungkan pada batang bawah diambil dari pohon induk yang sehat dan tidak terserang penyakit. Entres yang akan diambil sebaiknya dalam keadaan dorman (istirahat) pucuknya serta tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel. setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman maka ukuran polybag semakin besar. Entres dalam keadaan dorman ini bila dipijat dengan dua jari tangan akan terasa padat. tetapi dengan mudah bisa dipotong dengan pisau silet. dengan diameter sedikit lebih kecil atau sama besar dengan diameter batang bawahnya. Kecuali untuk pengangkutan jarak jauh dalam jumlah banyak maka gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya. pupuk kandang : sekam padi (1:1:1). Entres sebaiknya dipilih dari bagian cabang yang terkena sinar matahari penuh (tidak ternaungi) sehingga memungkinkan cabang memiliki mata tunas yang tumbuh sehat dan subur. keadaan pucuknya sedang tumbuh tunas baru (trubus) atau sedang berdaun muda. Panjangnya kurang lebih 10 cm dari ujung pucuk. Bila pada waktunya pengambilan entres.tanah. maka bagian pucuk muda ini dibuang dan bagian . Pengambilan entres ini dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau silet yang tajam (agar diperoleh potongan yang halus dan tidak mengalami kerusakan) dan bersih (agar entres tidak terkontaminasi oleh penyakit). Selain itu bila dilengkungkan keadaannya tidak lentur tetapi sudah cukup tegar.

5 cm. maka bibit sambungannya akan tumbuh tegak dengan percabangan ke semua arah atau simetris. Gunakan silet. dan sambungan samping. sehingga panjangnya antara 7. yaitu sambungan pucuk. Se-bagai contoh. Umur batang bawah pada keadaan siap sambung ini bervariasi antara 1-24 bulan. Bentuk ini berangsur-angsur hilang bila tanaman menjelang dewasa. Sambung pucuk (top grafting) merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian atas atau pucuk dari batang bawah. Manggis pada umur 24 bulan baru bisa disambung karena sifat pertumbuhannya lambat. mangga dan alpukat umur 3-6 bulan. bagian pangkal disayat pada kedua sisinya sepanjang 2-2. pertumbuhan bibitnya akan meng-arah ke samping. Pada durian bila entres yang digunakan berasal dari cabang yang tumbuh tegak lurus. Batang bawah kemudian dibelah membujur sedalam 2-2.5 cm. pisau okulasi atau gunting stek yang tajam agar bentuk irisan menjadi rapi. Namun bila diambil dari cabang yang lain.pangkalnya sepanjang 5-10 cm dapat digunakan sebagai entres. Teknik Pembenihan Tanaman 52 . sehingga bentuk irisannya seperti mata kampak. 4) Tipe sambungan jika ditinjau dari bagian batang bawah yang disambung Ada dua tipe sambungan. Batang atas yang sudah disiapkan dipotong. berbentuk seperti kipas. tergantung jenis tanamannya. Caranya sebagai berikut. Batang bawah dipotong setinggi 2025 cm di atas permukaan tanah. untuk durian umur 3-4 bulan. Memilih batang bawah yang diameter batangnya disesuaikan dengan besarnya ba-tang atas.5-10 cm.

pita pengikat sambungan baru boleh dibuka 3-4 minggu kemudian. Pengikatan dengan tali plastik yang terbuat dari kantong plastik ½ kg selebar 1 cm. Pada waktu memasukkan entres ke belahan batang bawah perlu diperhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah. Batang bawah dipilih yang baik. Tujuan penyungkupan ini untuk mengurangi penguapan dan menjaga kelem-baban udara di sekitar sambungan agar tetap tinggi. bahkan lebih baik dibuat lebih kecil. Sisi irisan yang menempel pada batang bawah dibuat lebih panjang menyesuaikan irisan di batang bawah dari sisi luarnya. Sambungan kemudian disungkup dengan kantong plastik bening. Irisan kulit batang bawah dibiarkan atau tidak dipotong. Batang atas dibuat irisan me-runcing pada kedua sisinya. Sambungan yang gagal akan berwarna hitam dan kering. Pada dasarnya. Kantong plastik ini ditarik pelanpelan. Tanaman sambungan kemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindung dari panasnya sinar matahari. Pada batang bawah dibuat irisan belah dengan mengupas bagian kulit tanpa mengenai kayu atau dapat juga dengan sedikit menembus bagian kayunya. batang bawah dan batang atas akan .Selanjutnya batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah. Ukuran batang atas tidak perlu sama dengan batang bawah. Batang atas tersebut disisipkan pada irisan belah dari batang bawah. Pada saat ini sungkup plastiknya sudah bisa dibuka. sehingga panjangnya menjadi 2-3 kali panjang semula. Sambung samping merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian samping batang bawah. Agar sungkup plastik tidak lepas bagian bawahnya perlu diikat. Caranya sebagai berikut.Terbentuklah pita plastik yang tipis dan lemas. Biasanya 2-3 minggu kemudian sambungan yang berhasil akan tumbuh tunas. Namun. Dengan demikian. Untuk selanjutnya kita tinggal merawat sampai bibit siap dipindah ke kebun Tipe sambungan kedua adalah sambungan samping. pelaksanaan sambung samping sama seperti pelaksanaan model sambung pucuk.

Setelah selesai disambung. kurang lebih 2 minggu setelah penyambungan.saling berhimpitan. Bilamana sudah dipastikan bahwa batang atas dapat tumbuh dengan baik. kantong plastik serta tali plastik bagian atas sambungan dibuka lebih dulu. Pemotongan perlu dilakukan supaya tidak terjadi kompetisi kebutuhan zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan lanjutan dari batang atas. Untuk menjaga agar tidak terkontaminasi atau mengering. Kedua lapisan kambium harus diusahakan agar saling bersentuhan dan bertaut bersama. kemudian diikat dengan tali plastik. Setelah batang atas menunjukkan pertumbuhan tunas. Teknik Pembenihan Tanaman 53 . sedangkan tali plastik yang mengikat langsung tempelan batang atas dan kulit batang bawah dibiarkan. bagian batang bawah di atas sambungan dipotong. sampai tautan sambungan cukup kuat. sambungan dan batang atas ditutup dengan kantong plastik.

D. Pembelahan batang bawah. Melancipkan 2 sisi pangkal batang atas. G Sambungan telah diikat. C. A. Batang at as siap disambungka. Sambungan diselubungi dengan kantong plastik. Proses pembibibitan tanaman dengan teknik sambungan. Pemotongan batang bawah.15. Sambungan telah jadi dan bertaut ditandai keluarnya kuncup daun Teknik Pembenihan Tanaman 54 .A B C D E F G H I Gambar 3. Pengikatan dengan tali plastik. B. H. I. E dan F.

entres (scion) dan merupakan potongan satu mata tunas (entres). 1) Syarat batang bawah untuk okulasi Dapat menggunakan biji asal-an atau "sapuan" untuk mengha-silkan batang bawah. sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah. Bagian tana-man yang ditempelkan atau di-sebut batang atas. Batang diupayakan berdiameter 3-5 mm. tetapi ada varietas durian yang baik khusus untuk batang bawah yaitu varietas bokor dan siriwig. kambiumnya aktif. Dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik). Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Disarankan penyiraman cukup (media cukup basah) Teknik Pembenihan Tanaman 55 .Teknik okulasi cipaku ini adalah pengem-bangan teknik okulasi sistem Forkert. Biasanya penangkar bibit melakukan okulasi pada saat batang bawah sudah sebesar ukuran pensil. berumur sekitar 3-4 bulan. Sedangkan okulasi Cipaku dilakukan pada batang bawah berukuran sebesar pangkal lidi. di Kabupaten Bogor.d. Dalam buku ini coba kita kenalkan "Okulasi Cipaku" karena teknik okulasi ini banyak dikembangkan dan digu-nakan oleh petani penangkar bibit di daerah Cipaku dan sekitarnya. Teknik penempelan tunas (okulasi) Penempelan atau okulasi (budding) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. sehingga bisa meng-hasilkan bibit lebih cepat dari pada sistem okulasi yang lama. karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar.

.

tangkai daun akan luruh dan pada bekas tempat melekatnya (daerah absisi) akan terbentuk kalus penutup luka yang bisa mencegah masuknya mikro-organisme penyebab penyakit (patogen). Untuk meningkatkan kesuburan pohon induk. Entres yang diambil dari cabang yang terlalu tua pertumbuhannya lambat dan persentase keberhasilannya rendah. Setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. 2) Syarat batang atas untuk okulasi Entres yang baik adalah yang cabangnya dalam keadaan tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). Dalam waktu dua minggu ini. Warna kulitnya coklat muda kehijauan atau abu-abu muda. Pada tanaman tertentu sering dijumpai cabang entres yang masih ada daun melekat pada tangkai batangnya. Kecuali un-tuk alasan pengangkutan jarak jauh untuk efisiensi tempat kita gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya.Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. Cabang entres untuk okulasi sebaiknya tidak berdaun (daunnya sudah rontok). Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur: tanah. Syarat lain yang perlu diperhatikan pada waktu pengambilan entres adalah kesuburan dan kesehatan pohon induk. Kesehatan pohon induk ini penting karena dalam kondisi sakit. pupuk kandang : sekam padi (1:1:1). biasanya tiga minggu sebelum pengambilan batang atas dilakukan pemupukan dengan pupuk NPK. terutama penyakit . Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel. Untuk itu perompesan daun harus dilakukan dua minggu sebelum pengambilan cabang entres. Besar diameter cabang untuk entres ini harus sebanding dengan besarnya batang bawahnya. atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman harus diimbangi dengan ukuran besar polybag.

Seorang Teknik Pembenihan Tanaman 56 . Kebersihan alat okulasi. 3) Faktor yang menunjang keberhasilan okulasi Waktu terbaik pelaksanaan okulasi adalah pada pagi hari. Bagian dalam kulit kayu ini (kambium) akan tampak berair. Perawatan alat okulasi. Petani terampil satu bagian silet mampu digunakan untuk 100 s/d 200 kali okulasi sehingga dengan dua bagian silet mampu dihasilkan 200 s/d 400 okulasi dalam sehari (10 jam kerja). Entres diambil setelah kulit kayu cabangnya dengan mudah dapat dipisahkan dari kayunya (dikelupas).sistemik mudah sekali ditularkan pada bibit. ini menandakan kambiumnya aktif.00 pagi. ka-rena saat tersebut tanaman se-dang aktif berfotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam kondisi aktif dan optimum. sehingga bila mata tunasnya segera diokulasikan akan mempercepat pertautan dengan batang bawah. Diatas Jam 12. sehingga silet kita tetap dalam kondisi bersih satu belahan kita gunakan sedangkan belahan lainnya kita sim-pan untuk pengganti belahan silet pertama apabila dirasa sudah tidah tajam lagi.0011. setelah digunakan silet di-bersihkan dan dibungkus lagi dengan kertas pembungkusnya agar tidak berkarat.00 siang daun mulai layu. terhindar dari sinar matahari langsung. silet yang akan digunakan langsung kita belah dua saat masih alam bungkusan kertas. antara jam 07. Tetapi ini bisa diatasi dengan menempel di tempat yang teduh.

E. Pengambilan mat a entres dari batang atas. Proses pembuatan bibit dengan cara okulasi.00-12. Pembuatan sayatan di batang bawah. I. Kerja mulai jam 06.00 (4 jam). Setelah 2-3 minggu okulasi sudah dapat dibuka. F. K Mata tunas tumbuh hasil okulasi Teknik Pembenihan Tanaman 57 . B C D E F G H I J K Gambar 3. Okulasi dengan menggunakan bibit berdiameter 3-5 mm. D. J. berumur 3-4 bulan. B. A sehingga 10 jam kerja dalam 1 hari dihasilkan 10x40 = 400 tempelan..00-17. Arah ikatan dari bawah ke a tas.pembibit yang berpengalaman dalam 1 jam mampu menempel sekitar 40 tempelan.. Pengikatan dengan tali plastik. Menempelkan mata ent res ke sayatan batang Bawah. Mata entres terlepas tanpa kayunya dan siap ditempel. Mata entres terlepas dengan kayunya.16. Mata entres terpisah dengan batang atas. G. C. H. A.00 (6 jam) dilanjutkan jam 13.

Untuk pemula pengirisan plastik bisa beralaskan papan atau kaca.000.-. gerakan ini juga mampu menjatuhkan embun/ air yang melekat di daun.600 tali platik. sedangkan 1 kantong plastik ukur-an 2 kg menjadi 20 irisan bolak balik sehingga menjadi 40 irisan x 4 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 160 tali plastik x ¼ kg (isi 60 lembar) maka dihasilkan 9. sedangkan yang sudah biasa pengirisan kantong plastik dapat langsung di atas paha kita. Harga 1/4 kg kantong plastik harganya Rp 3. Biasanya kan-tong plastik yang habis kita iris menjadi tali plastik. Membuat irisan memanjang dengan lebar 0. Batang bawah dibersihkan dari kotoran/debu dengan cara mengusap . kita gosok-gosokan ke telapak tangan kita biar tidak licin/lebih kesat. 4) Cara okulasi a) Perlakuan pendahuluan Batang bawah dengan polybagnya dipegang dan diangkat sedikit keatas lalu ditekan miring ke bawah sehingga posisi tanaman dan polybagnya menjadi miring ke arah luar. Pengirisan dengan silet.5-1 cm. yang bergeraknya plastiknya bukan siletnya.080 tali plastik. agar memudahkan mencari posisi batang yang akan di tempel dan pengerjaan penempelan. Biasanya 1 kantong plastik ukuran ½ kg menjadi 12 irisan bolak-balik sehingga menjadi 24 irisan x 3 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 72 tali plastik x ¼ kg (isi 140 lembar) maka dihasilkan 10. agar lebih banyak embun/air yang jatuh.Pembuatan tali plastik dari kantong plastik berukuran ½ kg (12x25 cm) atau 2 kg (20x35 cm). ¼ kg plastik ukuran ½ kg berisi 140 kantong plastik dan ¼ kg plastik ukuran 2 kg berisi 60 kantong plastik. Gunakan plastik yang tahan santan dan minyak. jangan dilap. gerakan batang bawah sekali lagi dengan tangan. Cara menghitung kebutuhan tali plastik adalah sebagai berikut. Membersihkan tali plastik dengan cara dipegang dengan jari direntangkan dan diketek-ketek atau digerakan biar menjadi ber-sih.

buat tempat sayatan/ kupasan/ sobekan setinggi 3 kali tinggi/panjang silet dari batas akar dan batang. sehingga jarak tempat okulasi pertama adalah setinggi sekitar 12 cm di atas batas akar dan batang. kalau okulasi ke-2 masih gagal dalam 3 minggu berikutnya kita dapat mengulang untuk yang terakhir kali atau yang ke-3 berjarak sepanjang silet pada sisi yang berlawanan dengan okulasi ke-2 atau sama sisi dengen okulasi ke-1. karena bila okulasi pertama gagal setelah 3 minggu kita bisa mengokulasi lagi tepat berjarak sepanjang silet dibawah luka okulasi pertama pada sisi yang berlawanan. Kalau itupun gagal kita bisa gunakan alternatif dengan teknik sambung pucuk atau kita menunggu tanaman tumbuh lebih tinggi. Buang daun dibawah posisi Teknik Pembenihan Tanaman 58 .dengan ibu jari dan telunjuk tangan kita pada bagian yang akan dibuat sobekan untuk okulasi. b) Pembuatan sayatan untuk tempat menempel entres Bagian batang bawah yang akan dijadikan tempat okulasi harus diperhatikan dengan seksama. Panjang silet sekitar 4 cm. Penentuan tempat okulasi. Tetapi jangan melakukan okulasi 2 atau 3 sekaligus pada tanaman karena itu akan membuat stress tanaman.

. .5-3 cm. Mata entres yang sudah plast/mekar (tidak bagus). Mata tunas kecil/dormant/ istirahat (dapat digunakan tapi agak lama melekatnya dan pertumbuhannya juga relatif lama). tergantung pada besar kecilnya diameter batang bawah dan diseimbangkan dengan besar kecilnya entres. Sayatan ini kemudian dipotong ¾ panjangnya atau menyisakan sedikit sayatan (<1/3 bagian) cukup untuk tempat menahan sayatan atau pola mata entres. Penyayatan kulit batang bawah mendatar selebar 3-4 mm dengan 2 atau 3 kupasan. Atau dengan kalimat lain bahwa yang diperlukan . . lalu ditarik ke bawah sepanjang lebih kurang 1. sehingga menjulur seperti lidah. atau diameternya sama dengan batang bawah. Mudah dikupas (menandakan bawah kambiumnya/ jaringannya aktif). untuk memudahkan penempelan atau tidak menghalangi pandangan. Diambil dari ranting yang berdiameter 2-4 mm. .tempat sayatan. Kelihatan ernas/ sehat/ segar. Pengambilan/pengupasan pola mata entres dari atas ke bawah. c) Pengambilan mata entres Kriteria mata entres yang baik dari segi ukuran: . Mata entres yang besar tapi belum plast/sedang/bentuknya sudah menonjol (terbaik untuk ditempel). . karena yang dilekatkan/yang menjadi faktor penentu tingkat keberhasilan adalah lekatan pola entres bagian bawah rapat dengan pola jendela di batang bawah. Warna kulit sama dengan warna kulit batang bawah (menunjukkan kesesuaian secara fisiologis). Kriteria mata entres yang baik dari segi pengerjaan dan bentuk: .

5-1 cm dibawah mata entres (sayatan mata entes se-panjang sekitar 1-1. panjang sayatan sekitar 0. Tangan kiri memegang ranting yang mau diambil mata entresnya. tetapi lebih sempurna kalau semua sisi menempel rapat (tetapi keadaan tersebut sulit dicapai). biasanya sayatan ikut melepaskan kayu terikut dengan sayatan. Setelah sayatan melewati mata entres. Ukuran sayatan mata tempel sedikit lebih kecil dari ukuran sayatan batang bawah. kalau itu terjadi kita masih dapat memisahkan mata entres dengan kayu tersebut dengan sontekan ujung silet yang hatihati. sedangkan sisi atas dan sisi samping lainnya tidak melekatpun tidak apa-apa.5-1 cm diatas mata entres dan 0. yang menjadi perhatian pola Teknik Pembenihan Tanaman 59 . Kemudian rapihkan irisan sisi bawah entres untuk menghindari irisan sisi bawah entres dari kotoran atau infeksi. karena syarat mutlak agar tempelan jadi adalah pola mata entres harus melekat/ menempel rapat pada sisi bawah dan salah satu sisi samping. ibu jari tangan kiri menahan ranting dan membantu mendorong ke arah atas saat silet ditangan kanan mulai bergerak membuat sayatan menembus kayu. untuk memisahkan mata entres dengan kayu dengan cara mengait pola dengan ujung silet atau dengan kuku jari dengan sontekan halus sehingga terlepaslah kulit yang membawa mata entres dengan kayu dan sayatan kayu tidak terlepas dari ranting. kemudian membuat kerat-an melingkar mengarah miring ke dalam menghubungkan kedua sisi sayatan bidang pola mata entres.adalah sisi bawah yang bersih.5 cm). Batang disayat agak dalam sehingga menembus kayu. Apabila ranting yang terdapat mata entres terlalu kecil. sayatan untuk pengambilan entres harus dengan satu gerakan mulus searah dan tidak boleh dengan gerakan terputus-putus.

sehingga menginfeksi tempelan) gunakan perasaan da-lam pengikatan. lekatkan. tangkai daun dipotong penuh/biasanya tangkai daunnya sudah tanggal dengan sendirinya bila mata entres sudah besar.5 cm di bawah sayatan/jendela. . persen jadinya makin tinggi. Mata entres yang masih kecil ditutup dengan tali plastik. Lanjutkan pengikatan ke arah atas sampai ikatan menutupi 0. tali plastik disusun saling tindih seperti menyusun genting. ikat bagian bawah mata entres menuju bagian atas mata entres. tempelkan. tetapi disiasati dengan menyisakan potongan tangkai daun dibawahnya agak panjang sedikit. Prinsipnya semakin cepat penem-pelan dari pengambilan entres semakin baik.5 cm diatas luka sayatan batang bawah. maka sayatan pola mata entres tersebut siap untuk ditempelkan. pengikatan dengan hatihati jangan terlalu kencang (mengganggu proses penyatuan batang bawah dan entres). semisal pada durian tidak ditutup tali plastik saat pengikatan. Pengikatan di dekat mata entres harus lebih hati-hati. d) Pengikatan Ambil tali dan tarik tali plastik yang disiapkan untuk pengikatan. ikat arah menyilang menuju bawah mata entres. lalu kunci ikatan dan tarik tali plastik dan potong/rapikan sisa tali plastik. ikat bagian bawah mata entres. atau kurang kencang/ kendur (air bisa masuk ke luka tempelan.sayatan mata entres harus bersih dari kayu dan apabila dilihat tidak meninggalkan lubang di bekas kulit mata entres. c) Menempelkan mata entres ke sayatan batang bawah Ambil sayatan mata entres. pengikatan dari bawah tempelan melingkar ke atas dimulai sekitar 0. masukkan. tancapkan dan tekan entres pada sisa sobekan di batang bawah. kembali menyilang ke atas mata entres usa-hakan sekitar mata entres terikat sempurna sehingga air tidak ma-suk ke dalam tempelan. Mata entres yang besar atau menonjol.

Jika mata tunasnya tidak menonjol seperti pada mangga dan jeruk. A B Teknik Pembenihan Tanaman 60 . mata tunas boleh ditutup rapat dengan pita plastik.sehingga walaupun di tutup tapi sisa potongan tangkai daun masih mam-pu melindungi mata entres kecil dari tekanan pengikatan tali plastik sehingga cukup ruang untuk tumbuh dan mata entres tidak patah.

D.C D Gambar 3. A. Mencampur media semai. Proses Pembibitan duria dengan teknik sambung. Menyiapkan alat dan bahan. Mengisi polybag untuk menyemai biji durian E F G H Teknik Pembenihan Tanaman 61 . Menyediakan biji durian untuk batang bawah C.17. B.

Menyiapkan calon entres. Menyiapkan calon entres. Memberi pupuk untuk batang bawah. I. J. H. Menyayat batang bawah untuk menempelkan entres. K L M N Teknik Pembenihan Tanaman 62 . F.17 (Lanjutan) E. Menyemai biji durian untuk batang bawah.I J Gambar 3. G. Memelihara batang bawah.

O P Gambar 3. Dari entres akan tumbuh menjadi tunas baru. P. N. Menyelipkan entres.17 (Lanjutan). M. Membalut dan mengikat entres. Memelihara entres. Q R S T Teknik Pembenihan Tanaman 63 . Mengambil entres. L. O. Membalut entres. K.

Kita buka ikatan paling atas dengan silet dan dilanjutkan dengan memutar tali ikatan berlawanan dengan arah pengikatan secara perlahan dan hati-hati ke arah ikatan yang lebih bawah. Daun tunas muda bertambah. Biasanya 2-3 minggu kemudian mata okulasi mulai tumbuh dan dimulailah pembukaan entres. atau tidak patah. tidak kering. kalaupun belum kelihatan tumbuh dapat dengan menggores sedikit permukaan sayatan mata entres yang kita tem-pel apabila tetap segar/hijau berarti tempelan jadi. Bibit siap dipasarkan . Tanda dari keberhasilan okulasi adalah mata entres yang ditempelkan tetap hijau. dilihat ada tidaknya hujan.17 (Lanjutan) Q. Tempelan yang gagal mata tempelnya akan berwarna coklat kehitaman. tunas yang tumbuh dari batang bawah harus dibuang. Mengendalikan gulma OPT selama pemelihar aan tunas baru. dilakukan pemotongan pucuk (titik tumbuh) batang bawah setelah penempelan. Bibit hasil okulasi dipelihara secara kontinu. b) Pemeliharaan bibit setelah okulasi Penyiraman paling lama 2 hari sekali. T. 5) Kegiatan sesudah okulasi a) Deteksi keberhasilan okulasi Untuk mendorong tumbuhnya mata tunas atau pertumbuhan batang bawah seimbang antara pertumbuhan keatas dan menyamping. segar. S. lakukan pemotongan kira-kira 2-3 cm di atas mata okulasi batang bawahnya. U. V. Setelah mata tunas okulasi mempunyai 2-3 helai daun yang dewasa dan siap berfotosintesis. Agar pertumbuhan mata tunas batang atas tidak terganggu.U V Gambar 3. R. Tunas baru tumbuh dan berkembang. Mata tunas tumbuh. yang harus diingat bahwa tanaman yang kita tempel . sehingga cukup makanan untuk proses melekatnya tempelan entres. Dari tunas muda tumbuh ranting sert a daun baru.

Metalik atau Gandasil D dengan kon-sentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsen-trasi 1-2 g/l air. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. air dan perawatan yang lebih. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. Penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah Teknik Pembenihan Tanaman 64 .mengalami pelukaan/stress sehingga memerlukan makanan. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pu-puk daun seperti Atonik.

Keuntungan dari teknik ini adalah tingkat keberhasilan tinggi. apabila penyemprotan pada musim hujan. Phytophthora sp.kutu perisai. Reagent 50 SC atau Decis 2. Decis 2. e. Penyemprotan diulang seminggu sekali. Kerugian lainnya bahwa penyusuan hanya dapat dilakukan dalam jumlah sedikit atau terbatas. Fusarium sp dan Phytium sp. 1) Tipe penyusuan Susuan duduk untuk mendekatkan batang bawah dengan cabang induknya dibuat parapara dari bambu. Dithane M-45 80 WP.5 EC. kering dan mati. kutu putih dan ulat daun. selan-jutnya daun menjadi kecoklatan. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. Insektisida yang di-gunakan. Batang bawah kemudian ditaruh diatas para-para . tetapi pengerjaannya agak merepotkan. karena batang bawah harus selalu didekatkan kepada cabang pohon induk yang kebanyakan berbatang tinggi. Penyemprotan dengan fungisida apabila terdapat serangan penyakit lodoh/busuk daun. Penyusuan Istilah penyusuan (approach grafting) merupakan cara penyambungan di mana batang bawah dan batang atas masingmasing tanaman masih berhubungan dengan perakarannya. Kanon dengan konsentrasi 2 cc/l air. tidak sebanyak sambungan atau menempel dan akibat dari penyusuan bisa merusak tajuk pohon induk. daun melipat dan melekat satu sama lainnya. Oleh karena itu penyusuan hanya dianjurkan terutama untuk perbanyakan tanaman yang sulit dengan cara sambungan dan okulasi. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. gejala bercak-bercak hitam pada permukaan daun. Matador. misalnya Supracide 25 WP. Perlu ditambahkan perekat semisal Suntick. Benlate dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP.5 EC.

Pada pengeratan pertama setelah terjadi pembengkakan cabang entres dikerat 1/3 diameter cabang. Dan polybag batang bawah kita ikatkan pada cabang batang atas. Minggu ketiga susuan dipotong lepas. Biasanya setelah 3-4 bulan. Posisi susuan bisa duduk atau menggantung. Pengupasan batang atas dan batang bawah . Penyatuan batang atas dan batang bawah Teknik Pembenihan Tanaman 65 .dan disusukan dengan cabang pohon induk. Pemotongan entres dilakukan setelah pertautan berhasil. Selang waktu pengeratan pertama ke berikutnya adalah seminggu. . Agar cabang entres tidak kaget atau stres sebaiknya pemotongan dari induk dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Pada waktu melekatkan harus diperhatikan agar kambium entres dan batang bawahnya berhimpit. 2) Cara melakukan susuan Batang bawah disayat dengan kayunya sepanjang 2-3 cm. kira-kira 1/3 diameter batang. Tan-danya ada pembengkakan disekitar batang yang diikat. Minggu ke-dua 2/3 diameter cabang. Susuan gantung disebut demikian karena batang bawah yang akan disusukan didekatkan dengan cabang pohon induk dengan posisi menggantung. Hal yang sama dilakukan untuk ca-bang batang atasnya yang belum dipotong dari induk. Keduanya kemudian dilekatkan tepat pada bagian yang disayat.

D.18 (Lanjutan) Hasil teknik penyusuan Teknik Pembenihan Tanaman 66 . B. C.A B C D E Gambar 3. Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan. Hasil teknik penyusuan duduk Gambar 3. Proses Pembibitan dengan teknik penyusuan. Pengikatan batang atas dan batang baw ah. A. Penyatuan batang atas dan batang bawah.18. E. Pengupasan batang atas dan batang bawah.

Tabel 3.1. Perbanyakan beberapa tanaman buah-buahan dengan cara vegetatif Jenis tanaman Okulasi Sambung Penyusuan Stek Cangkokan Alpukat + + + 0 + Belimbing + + + 0 Cempedak + + + 0 Duku 0 + + - .

0 Durian + + + 0 Jambu air + + + + Jambu biji + + + + + Jambu bol + + 0 + Jeruk + + + + .

+ Kapulasan + + _ + Mangga + + + 0 + Manggis Melinjo Nangka Rambutan + Sirsak Sukun + + + + + Keterangan : (+) baik (o) kurang baik (-) gagal . Pengikatan batang atas dan batang .

Setelah bibit susuan siap disapih maka pemeliharaan benih susuan dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut. Insektisida yang digunakan. Penyemprotan dengan fungisida dilakukan apabila terdapat serangan penyakit. Decis 2. 3) Pemeliharaan bibit tanaman hasil susuan. Penyemprotan diulang seminggu sekali. misalnya Supracide 25 WP. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan . Hasil teknik penyusuan duduk .5 EC. Reagent 50 SC atau Decis 2. atau Dithane M45 80 WP dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk daun seperti Atonik. Hasil teknik penyusuan gantung. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali.bawah . Pemeliharaan bibit pada umunya adalah penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. Teknik Pembenihan Tanaman 67 . Metalik atau Gandasil D dengan konsentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsentrasi 1-2 g/l air. Fusarium sp dan Pythium sp.5 EC dengan konsentrasi 2 cc/l air. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP. Phytophthora sp. Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah kutu perisai. kutu putih dan ulat daun.

Sedangkan cara stek pada prinsipnya . 3. Pengairan sistem genangan atau bahasa Jawanya dilep apabila pembibitannya dilakukan dalam polybag yang ditaruh di sawah. Pemasukan air ini sebaiknya dilakukan pada waktu sore/ malam hari ketika suhu tanah tidak tinggi. Pemilihan Teknik Perbanyakan Vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif buatan untuk tanaman buah yang sudah dikenal oleh para penangkar bibit dan petani yaitu cara penyambungan. cangkok dan stek. kemudian air dimasukkan ke areal pembibitan sampai media di polybag menjadi basah. air dan sinar matahari. okulasi. okulasi dan susuan.Penyiraman bibit pada musim kemarau biasanya dilakukan setiap dua hari sekali. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. Sedangkan batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya.5. karena rumput selalu bersaing dengan bibit dalam pengambilan hara.sedangkan pada musim hujan disesuaikan. ruang tempat tumbuh. yakni tahan cendawan akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi erakarannya. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. Pada tiga cara yang pertama dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. penyusuan. Penyiraman bibit ini dilakukan dengan menggunakan gembor air. Penyiangan rumput pengganggu (gulma). Lama perendaman 1-2 jam dengan tinggi air cukup ¾ tinggi polybagnya. maka cara penyiraman dengan menutup saluran pembuangan air. Dari hasil menggabungkan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang becek.

Teknik Pembenihan Tanaman 68 . ada cara perbanyakan tertentu yang lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu pula.menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. Rambutan dan kapulasan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam fenolat yang teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning). Bibit durian okulasi bisa berbuah 4-6 tahun setelah tanam. bibit juga berumur genjah (cepat berbuah). Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. sehingga menjadi tanaman baru. Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain berbuahnya persis sama dengan induknya. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten. Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. sehingga menjadi tanaman baru menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. sedangkan bibit asal biji berbuah lebih dari 10 tahun setelah tanam. Beberapa jenis tanaman buahbuahan tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pula. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. Tanaman manggis asal bibit susuan berbuah lima tahun setelah tanam. Dalam perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan.

tetapi kurang praktis dalam pengerjaannya. Persentase keberhasilan cara perbanyakan okulasi. 2. sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman buahbuahan.sedangkan tanaman durian menguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buahbuahan seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka kandel yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. enten dan penyusua n pada beberapa tanaman Jenis tanaman Okulasi Enten Penyusuan Alpukat 40-70 50-80 70-100 Belimbing 40-60 60-90 60-100 Duku . maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buahbuahan secara masal. walaupun dengan menggunakan cara konvensional. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. Tabel 3. sehingga bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. Sebagai contoh seorang pekerja yang sudah terampil mengokulasi durian.

0-10 40-60 40-80 Durian 60-80 20-60 60-100 Jeruk 60-70 70-85 60-90 Kapulasan 10-40 0 40-80 Mangga 40-70 60-90 60-100 Manggis 0 50-80 50-80 Melinjo 70-80 80-90 70-100 Rambutan 30-70 0 .

60-100 Sawo 0 70-80 60-90 Sumber : Sunaryono (1987) dan Wijaya (1990) Keterangan : nilai dalam persen (%) a. . Penjual bibit yang dapat dipercaya memiliki ciri sebagai berikut: Trdaftar di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Memiliki pembibitan sendiri atau mengetahui dengan pasti asal penangkarnya sehingga memudahkan melacak keaslian varietasnya. Mengetahui secara pasti varietas bibit yang dijualnya. Dengan demikian kesalahan dalam membeli bibit ini akan berakibat fatal bukan hanya berupa kerugian ekonomi tetapi juga kerugian tenaga dan waktu. Bibit yang dijualnya telah bersertifikat . Ada beberapa kiat dalam pembelian bibit yang harus diperhatikan baik itu faktor teknis maupun faktor non teknis. Memiliki tempat Teknik Pembenihan Tanaman 69 . Tips Membeli Bibit Tanaman Bibit yang siap untuk ditanam manfaatnya akan dapat dinikmati setelah beberapa bulan atau beberapa tahun.

Pada kondisi seperti ini biasanya pembeli tahu betul kondisi "dapur produksi" produsen bibit tersebut. Jika tidak memungkinkan untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman induknya. Ada pula bibit yang pertumbuhan tingginya terlalu pesat. apakah ada gejala serangan hama dan penyakit atau tidak. Pada tanaman buah yang memiliki percabangan banyak. yang perlu diperhatikan pertama kali ialah pertumbuhan batang. sedangkan batangnya kelihatan kecil dan terkesan kurang kokoh. dapat dilakukan dengan pengidentifikasian ciri-ciri spesifik varietas tersebut. . Pada pucuk tanaman dan ujung ranting tampak kuncup daun yang menandakan adanya pertumbuhan. upaya yang dapat dilakukan adalah meminta informasi sebanyak mungkin kepada penangkar tentang induk tanaman tersebut. Bibit sehat dan berpenampilan baik Dalam memilih bibit tanaman. Perlu diperhatikan bahwa bibit yang baik biasanya memiliki batang utama yang lurus dan tumbuh tegak. Selanjutnya dapat diperhatikan juga penampakan luarnya. biasanya cabang tumbuh ke segala arah secara merata. tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek sesuai dengan umurnya. kelihatan mulus dan kokoh. cabang dan daunnya. Untuk memastikan bahwa bibit tersebut berasal dari induk yang baik. 1) Membeli bibit yang unggul atau baik kualitasnya Induk yang baik berasal dari varietas unggul.penjualan permanen (mangkal) sehingga memudahkan bagi pembeli yang akan komplain. Bentuk batang dan cabang dipilih yang baik. Tanaman yang kerdil biasanya kelihatan pendek dari yang seharusnya. cara yang paling baik adalah dengan mengetahui sendiri secara langsung tanaman induk bibit tersebut. Untuk mengetahui varietas bibit tersebut. sehat dan telah cukup umur (lebih baik kalau pohon induk sudah berproduksi). Hal ini tidak sulit dilakukan jika penjualnya telah dikenal baik oleh pembeli. tidak melengkung.

Untuk bibit yang dikirim dalam bentuk stump (cabutan). Pada umumnya apabila benih akan diangkut dengan pesawat. Dengan cara pengepakan seperti ini. Untuk menghilangkan stres. kemudian ditambahkan serbuk kelapa (cocopeat).2) Pengemasan dan pengakutan benih. Yang harus diperhatikan adalah apabila benih vegetatif akan diangkut oleh angkutan darat atau laut yang membutihkan waktu relatif lama (lebih dari 4-7 hari) maka harus dilakukan Teknik Pembenihan Tanaman 70 . semisal bibit jeruk dan jati. biasanya untuk angkutan darat. sehingga akarnya tidak kering. seperti bibit durian. Pengemasan bibit yang peka. Keadaan ini membuat bibit mampu bertahan sampai 4-7 hari tanpa penyiraman · Pengepakan tanpa mengurangi media tanam. pengirimannya tidak ada masalah karena beberapa bibit bisa saja dibungkus dengan batang pisang atau bahan lain yang bersifat lembab. Mengeluarkan setengah tanahnya dan ditambah dengan gel (Agrosoft). tidak terlalu khawatir terhadap kerusakan karena kekurangan air (kekeringan). dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan setengah tanahnya. maka bibit dalam polybag yang semula beratnya 4-7 kg/bibit menjadi0. sebelum diangkut bibit diletakkan dahulu di bawah naungan dan disiram untuk adaptasi. Setelah satu minggu biasanya bibit sudah segar kembali dan dapat dipak dalam peti berventilasi untuk dikirim.5-1 kg/bibit. kemudian polybag diikat. Pengangkutan benih vegetatif harus direncanakan dengan baik.

. Tujuan lainnya adalah untuk menjamin kebenaran suatu varietas. Sebagai contoh adalah tentang banyak beredarnya varietas sitokong yang berlainan. sehingga konsumen tidak dirugikan. Sedangkan .pengepakan benih dengan batuan bahanbahan yang dapat mengurangi penguapan air dan respirasi. Padahal varietas sitokong yang resmi dilepas Menteri Pertanian pada tahun 1984. tentang Sistem Budidaya Tanaman. Jika diperhatikan.6. . Pohon induk untuk sumber mata tunas (entres) harus diregistrasi terlebih dahulu oleh petugas Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Pada kondisi yang lebih modern. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992. 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995. Dasar dari Sertifikasi benih adalah: . Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. tentang Pemerintah Daerah. Tujuan registrasi pohon induk buahbuahan adalah untuk menjamin kebenaran bibit yang dihasilkan dari pohon induk yang bersangkutan secara hukum (yuridis). Sertifikasi Benih Masalah yang perlu diperhatikan dalam usaha pembibitan adalah upaya registrasi dan sertifikasi varietas bibit yang yang akan disebarkan kepada masyarakat. plastik pengepak benih diisi N2 atau divacuum sehingga tidak terjadi proses respirasi dan benih akan aman selama masa pengankutan.Tentang Perbenihan Tanaman. hanya ada satu jenis. Salah satu tekniknya adalah dengaan cara membungkus semua benih dengan daun/ pelepah pisang dan polibag benih ditutup dengan serbuk gergaji basah (ringan tetapi benih tetap lembab) dan benih siap untuk dipcking dan dikirim. mungkin dapat dikumpulkan sekitar selusin varietas sitokong yang berbeda ciri tanamannya.

Bila penangkar akan mengambil entres dari pohon induk milik orang lain. Kebenaran Teknik Pembenihan Tanaman 71 . Kerugian uang. sehingga bila seseorang membeli bibit palsu. baru diketahui 4-5 tahun yaitu pada saat pohon tersebut menghasilkan buah. . Sertifikasi dan pelabelan benih Cara melakukan sertifikasi adalah sebagai berikut: . Investasi pohon buah-buahan merupakan investasi jangka panjang. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan cara perbanyakan bibit perlu diperketat agar tidak mengecewa-kan para pembeli bibit.selebihnya adalah jenis-jenis durian yang tidak diketahui asal-usulnya yang diberi nama sitokong. Pengisian formulir tentang rencana dan jumlah bibit yang akan diproduksi. tenaga dan waktu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam. sehingga akhirnya menghambat usaha tanaman buahbuahan. . Oleh karena itu dianjurkan membeli bibit yang telah diketahui ciri-ciri atau bibit yang berlabel. Penangkar harus memberi tahu rencana penangkarannya kepada BPSB selambatlambatnya satu minggu sebelum dimulai pelaksanaan perbanyakan bibit. maka pada pengajuannya dilengkapi dengan surat persetujuan dari pemilik pohon induk. a. disesuaikan dengan kemampuan pohon induk dan tenaga yang tersedia. Setelah pemohonan diterima BPSB maka petugas BPSB akan melakukan pemeriksaan pendahuluan tentang: kepastian letak atau areal penangkaran.

cangkok.varietas pohon induk. Pada akhir pemeriksaan menjelang pelabelan. . Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. Di dalam label yang warnanya merah dimuat data: (Gambar 10 dan Gambar 11) . . . . penyusuan). Mengetahui diperbanyak. jumlah tanaman yang . Pada waktu pelaksanaan perbanyakan. petugas BPSB akan mengawasi tentang: . Entahah itu penangkar mengajukan permohonan seri label. Label diisi dan diajukan ke BPSB untuk diberi nomer seri dan dilegalisir. Asal bibit. Memeriksa cara perbanyakannya (okulasi. . Nama dan alamat penangkar. dilakukan pemeriksaan lagi tentang jumlah bibit yang tumbuh dengan baik dan layak untuk diberi label. . Setelah diperiksa baru dilakukan perbanyakan bibit. sambung. . Kebenaran entres yang digunakan. Kebenaran pohon induk yang digunakan. Jenis tanaman. . .

Untuk pembuatan dan pencetakan label merah muda biayanya antara Rp 200 tergantung negoisasi dengan petugas BPSB tentang mutu kertas dan cetakan label tersebut. Khusus untuk bibit jeruk bebas CVPD. terutama varietas buah-buahan yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian. Selain label merah muda yang sudah sering kita lihat di lapang untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian. sebenarnya ada label biru untuk varietas unggul lokal yang belum dilepas melalui SK Menteri dan yang terakhir adalah label putih yang dikhususkan untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian dan bibit tersebut ditanam dengan tujuan dijadikan pohon induk sebagai sumber mata entres. setelah itu bibit harus diperiksa ulang tentang kese-hatannya. Khusus label putih pemeriksa-an lebih teliti menyangkut jenis varietas batang atas harus berasal dari pohon induk yang sudah terdaftar dan varietas batang bawah dan dikeluarkan dengan sepengetahuan BBI (Balai Benih Induk). biayanya adalah Rp 20 per bibit batang bawah yang diajukan dalam pemeriksaan lapang.karena mutu kertasnya lebih baik. . Sebagai contoh. Gambar 10. . Sedangkan batang bawah untuk label merah vaietasnya bisa "sapuan" asalan.19. Penerimaan hasil pemeriksaan bibit yang diperoleh BPSB ini merupakan pendapatan negara yang harus disetor langsung ke kas negara. sedangkan untuk label putih biayanya Rp 600. Label merah yang dikeluarkan BPSB Besarnya biaya sertifikasi telah ditentukan sesuai SK Direktur Jenderal Tanaman Pangan. . Tanggal pemasangan label.. Gambar 3. Bibit yang dinyatakan sehat baru bisa diberi label lagi dengan biaya Rp 20 per bibit. Varietas batang bawah. Contoh Label Merah yang . untuk perbanyak-an jenis tanaman buah-buahan di wilayah Jawa Barat dan Jakarta. label hanya berlaku untuk jangka wak-tu tiga bulan.. Varietas batang atas.

dikeluarkan BPSB untuk benih durian. Sebagai tindak lanjut dari pemberian label bagi bibit unggul perlu disertakan informasi atau data mengenai Teknik Pembenihan Tanaman 72 .

Jawa Tengah. Bibit yang seharusnya berbuah pada umur lima tahun. Harapan seperti ini tentunya hanya merupakan angan-angan dan pasti akan berakhir dengan kekecewaan. Jawa Tengah memiliki kondisi iklim yang berbeda dengan daerah Bogor. Peningkatan pengetahuan dapat diperoleh dengan membaca tulisan atau artikel pada majalah pertanian. Padahal pengetahuan dasar si penanam inilah yang tidak memadai untuk menanam bibit-bibit jenis unggul tadi. Jawa Barat. Selama ini masih beredar kepercayaan bahwa bibit unggul itu akan selalu bersifat unggul walaupun ditanam di tempat yang sebenarnya tidak cocok. Bahkan ada anggapan bahwa bibit unggul tidak memerlukan pemupukan dan penyemprotan pestisida. Jepara. kemudian akan berbuah sendiri dengan lebat. Keterangan mengenai varietas tertentu cocok ditanam di dataran rendah atau dataran tinggi dan jenis tanah apa yang paling cocok. Informasi seperti ini harus diketahui para penanam bibit unggul buah-buahan agar mereka tidak kecewa di kemudian hari. sehingga tidak menunjang sifat unggul durian petruk. perlu diketahui oleh para petani dan konsumen yang ingin menanam bibit unggul tersebut. kurang memuaskan jika ditanam di daerah Bogor. baru berbuah pada umur tujuh tahun setelah tanam. Sedangkan kondisi tanah dan iklim daerah Bogor adalah lembab dan banyak hujan. ditinggalkan. Pada dasarnya bibit unggul memerlukan lingkungan tumbuh yang spesifik.daerah penanaman yang cocok untuk bibit tertentu. Jawa Barat. sehingga cukup ditanam. maka yang dikambinghitamkan biasanya adalah si penjual. Oleh karena itu perlu diingatkan kembali bahwa kemajuan berupa penemuan bibit unggul varietas baru. agar buah yang dihasilkannya benar-benar unggul. Bila terjadi hal demikian. Misalnya durian petruk yang asli berasal dari Jepara. Jawa Tengah mempunyai ketinggian sekitar 50 m di atas permukaan laut dengan iklim yang kering (curah hujan rendah). mengikuti kursus dan seminar atau menjadi anggota . Hal ini disebabkan karena daerah Jepara. perlu diimbangi dengan kemajuan pengetahuan petani mengenai cara-cara bercocok tanam yang lebih baik. bahwa bibit yang dijual palsu.

b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995. . tentang Pemerintah Daerah. walaupun penangkar Teknik Pembenihan Tanaman 73 . Adapun manfaat dari SKPPB adalah: . . Pembibitan tersebut sudah terdaftar secara resmi di BPSB dan berhak menerima pembinaan tentang perbenihan dari instansi terkait. Sebagai prasyarat apabila pembibitan mengikuti tender atau menyuplai bibit untuk proyek pemerintah. . tentang Sistem Budidaya Tanaman. Pengalaman pngalaman berharga dari sesama rekan petani. Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) Dasar dari SKPPB adalah Undangundang Nomor 12 Tahun 1992. dapat dijadikan modal yang sangat berharga untuk terus maju dalam mengembangkan usaha hortikultura yang semakin cerah. Deskripsi tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian. Meningkatkan kepercayaan konsumen bibit terhadap pembibitan tersebut.Tentang Perbenihan Tanaman. Dengan mengadakan pertemuan yang teratur dapat dibahas masalah baru yang ditemukan di lapangan dan dicarikan jalan keluarnya. Memudahkan waktu pengurus-an labelisasi bibit.dari suatu perkumpulan hortikultura. Untuk informasi lebih lengkap tentang tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian dapat dilihat di Lampiran 1. dan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999.

. . Kebenaran varietas ponon induk sebagai sumber entres. Dengan ketentuan bahwa setiap akhir tahun harus melapor kembali rencana pengadaan/ penyaluran benih. Nama pemimpin perusahaan. Alamat pemimpin perusahaan. Alamat perusahaan. Kepastian letak atau areal penangkaran. Gambar Contoh Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) . . Jenis dan varietas tanaman yang dibibitkan. Untuk memperoleh SKPPB Penangkar benih mendaftar di kantor BPSB Kabupaten atau Kota.. Gambar 3. karena instansi ini yang berwenang mengeluarkan SKPPB. kemudian petugas BPSB melakukan pemeriksaan lapang pendahuluan tentang: .yang tak memiliki SKPPB pun juga bisa mengajukan labelisasi bibit. Biaya pengurusan SKPPB adalah Rp 50. Bentuk/status perusahaan. SKPPB berisi data .di luar ongkos transportasi bagi petugas. maka petugas melaksanakan pemberkasan untuk diajukan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan tingkat Propinsi UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura.20. Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. Setelah pemeriksaan selesai dan terbukti kebenarannya. . .000. SK akan turun sekitar 1 bulan kemudian. SKPPB ini berlaku selama 2 tahun dan sesudahnya harus memperpanjang atau membuat lagi SKPPB tersebut. . . Nama perusahaan. bersedia mentaati peraturan-peraturan yang berlaku. Kalau sudah lengkap berkasnya.

penyimpanan dan penyaluran benih. Agar kulaitas benih dapat terjaga dengan baik selama di penyimpanan. Siapkan Ridomil sebanyak 5 dari berat benih yang akan disimpan. Teknik Pembenihan Tanaman 74 . Untuk melindungi benih dari serangan penyakit dapat dilakukan dengan cara pemberian perlakuan fungisida Ridomil 5 gram/kg benih genaratif. . pada umumnya benih-benih tersebut harus dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. maka benih harus dilindungan dari gangguan luar. Sebelum benih generatif dijual ke pasar bebas atau petani. . Perlakuan. baik berupa gangguan biologis maupun lingkungan.3.7. Prosedur perlakuan fungisida pada benih adalah sebagai berikut. pengemasan. Tambahkan air sedikit demi sedikit ke dalam tepung Ridomil kemudian campur sampai dengan rata sehingga membentuk pasta Ridomil.

. Sebaiknya penyaluran benih dilakukan sesegera mungkin dengan menggunakan metode just in time.dikemas dapat disimpan selama 6-9 bulan. Benih generatif yang akan disimpan harus diperhatikan kadar airnya. . Benih yang tealh diberi perlakuan dikemas dan dipasang label sertifikasi benih. Penyimpanan benih sebaiknya di ruang yang mempunyai kelembaban udara yang rendaj seperti di dalam gudang dengan fasilitas AC (Air conditioner) dan upayakan pada suhu yang rendah. Campurkan benih dengan pasta dan aduk dengan hati-hati sehingga campuran merata. diperlakukan dan . .. Pendistribusian benih sebaiknya mengkuti kaidah dalam sertfikasi benih yaitu hanya dapat disimpan selama 6-8 bulan setelah selesainya masa pengujian benih. sebaiknya benih vegetatif disimpan di dalam gudng dengan ventilasi yang cukup sehingga pertikaran udara dapat berjalan dengan baik. maka sebaiknya menggunakan metode first come first out. Benih-benih yang telah disertifikasi. Benih-benih yang disimpan dalam gudang akan didistribusikan apabila terdapat order pembelian. Benih genetif yang telah diberi perlakuan Ridomil dikeringanginkan kembali sehingga kadar air benih sebelum diperlakukan dengan setelah perlakuan relatif sama. Benih yang disimpan hanya benih yang diorder konsumen dan akan segera dikirimkan atau didistribusikan. benih yang lebih dahulu masuk ke dalam gudang maka harus disalurkan paling duluan. Apabila metode distribusi seperti yang tersebut di atas tidak memungkinkan. Jika kedua persyaratan tadi tidak terpenuhi. . Upayakan agar kadar air berada [ada kisaran 8-12% tergantung jenis komoditinya.

Teknik Pembenihan Tanaman 75 .

Membiakkan tanaman dengan sambung. Kesekatan dan keselamatan kerja. 4. 8. 6. 9. Dasar-dasar pembenihan tanaman dan produksi benih tanaman. Medistribusikan benih tanaman. 2. teknik budidaya. Menerapkan persyaratan kerja 5. pemasaran dan layanan purna jual. Membiakkan tanaman dengan okulasi 11. Jarak tanam pohon induk relative lebih jarang dibandingkan dengan jarak tanam normal. 7. SDM. Membiakkan tanaman dengan susuan 10. alat dan masin.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 3. pemahaman K-3. Membiakkan tanaman dengan stek. Pohon induk dan kebun produksi: pohon induk bergabung dengan kebun produksi. Memelihara pohon induk. lahan. penggudangan. 3. Pohon induk . panen dan penanganan benih. Menyiapkan lahan dan media untuk produksi benih vegetatif. Dasar-dasar pembenihan tanaman Kesehatan dan keselamatan kerja Investasi modal usaha. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi ber ikut: 1. bahan baku. Pengelolaan alat dan mesin pembenihan tanaman. sertifikasi. Merawat benih tanaman 12. distribusi. Pohon induk: pohon induk yang spesifik dan terpisah dari kebun produksi pada umumnya .

Pengepakan batang atas. Pemeliharaa n perbaikan . . Pembibitan . Pohon induk pada kebun induk spesifik akan lebih terpelihara kemurnisnnya. Norma keselamatan . Teknik penyiapan benih . Teknik pembenihan Teknik produksi benih vegetatif Pemilihan teknik pembenihan Teknik Pembenihan Tanaman 76 .mempunyai jarak tanam yang lebih sempit. Kerja nyata Batang bawah dan batang atas . . Pemeliharaa n terbatas. Norma kesehatan . Pemelihartaa n berencana . Pengelolaan alat dan mesin pembenihan . Pemilihan batang bawah.

Teknik pembenihan dengan okulsi . . Perlakuan pengemasan benih dapat dilakukan dengan pemberin perlindungsn fisik dan kimia. . Bibit dikirim dengan . . Teknik pembenihan dengan susuan . Factor teknis yang harus dipertimbangkan.. Sertifikasi benih Perlakuan pengemasan Pengepakan . Sertifikasi dan pelabelan benih. Surat keterangan pendaftaran pedagang benih . Teknik pembenihan dengan sambung . . Teknik pembenihan dengan sambung . Pengepakan bibit. Bibit dikirim dalam bentuk cabutan. Benih harus dilindungi dari gangguan biologis dan lingkungan. Teknik pembenihan dengan cangkok . . Teknik pembenihan dengan stek . Tip membeli tanaman .

akar yang terbungkus setengan media tanam. Terangkan minimal 3 proses produksi benih secara vegetatif. . Bibit dikirim dengan akar yang terbungkus dengan setengan media tanam ditambah dengan gel. 2. Bagaimana metode untuk mendaftarkan benih varietas baru. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema trik memilih benih vegetatif yang siap tanam. 3. Lakukan identifikasi benih di pasar pertanian. TUGAS: 1. Mengapa sebagai tanah pada perakaran bibit tanaman harus tetap dipertahankan pada saat pengepakan dan pengiriman. 2. berapa persen benih yang telah bersertifikat. Teknik Pembenihan Tanaman 77 . SOAL: 1.

yaitu penyatuan sel betina dan sel jantan (gamet). Pada dasarnya bunga terdiri dari beberapa organ. Benang sari menghasilkan serbuk sari yang masing-masing membentuk gamet j antan. terbentuklah tabung serbuk sari. kemudian berlangsung pembuahan an .1 Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman Ciri terpenting dalam reproduksi seksual adalah pembuahan. maka kemampuan mewariskan sifat-sifat tersebut melalui biji dari generasi ke generasi. Bila biji berkecambah akan menjadi tumbuhan dewasa.BAB 4. namun hanya dua organ saja yang terlibat dalam pembentukan biji. Bunga merupakan fase penting dalam proses pembentukan biji. yaitu benang sari ( stamen) dan putik (pistil). Hasil penyatuan tersebut dinamakan zigot. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4. Zigot tersebut berisi kedua krosom dari individu jantan dan individu betina dan merupakan sel pertama dari individu baru. Pada waktu pros es penyerbukan. Sedangkan putik akan membentuk bakal biji (ovulum) yang m engandung telur. Karena embrio tersebut memiliki sifat-sifat kedua induknya. Zigot akan tumbuh menjadi embrio (janin) di dalam biji. yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik.

kelopak daun ini membungkus bagian bunga yang lain. Struktur bunga yang lengkap ika diperhatikan gambar mofologi sebuah bunga. Semua bunga m empunyai kerangka struktur yang s ama. Struktur bunga sangat beragam. Petal dapat be rwarna putih. Bunga terbentuk pada tangkai khusus yaitu tangkai bunga atau pe dicellus. yang biasanya berbentuk bo . walaupun demikian terdapat pola umum dari berbagai m acam tumbuhan. Salah satu bagian bunga adalah kelopak bunga (calyx) dimana biasanya bagian ini menumpang pada daun kelopak berwarna hijau (sepalum). Sedangkan bagian ang paling menonjol adalah daun mahkota bunga (petalum) yang secara kolektif disbeut m ahkota (corolla).1 . J ambar 4. merah. Proses akhir dari pembuahan ini adalah terben tuknya biji. S ebelum mekar. jingga. biru dan sebagainya. Calyx dan corolla bersama-sama membentuk hiasan bu nga atau perianth. Pada apeks yang membesar tersusun bagian-bagian bu nga. maka bagian pusat bunga terletak pada putik ( pistillum).tara sperma dengan telur. kuning.

tol dengan dasar membengkak G 78 .

Bagian ini dihubungkan ke kepala putik oleh tangkai putik (stylus). Hal ini merupakan ciri khas pada berbagai kelompok tumbuhan dan digunakan sebagai faktor dalam kunci identifikasi . sedangkan puitik sederhana hanya tersusun dari satu kapel saja. Putik manjemuk terdiri dari dua daun buah atau lebih. Biasanya bila terdapat be-berapa putik. Peleburan daun buah dapat terjadi dengan dua cara. Di dalam bakal buanh terdapat bakal biji. yaitu putik sederhana dan putik majemuk. Di atas petal terdapat benang sari yang terdiri dari tangkai sari (filamentum) yang bentuknya ramping dengan kepala sari (enthra) yang berisi serbuk sari (pollen). Seluruh kumpulan benang sari dinamakan androecium. Tempat melekat bakal biji atau biji dinamakan tembun atau plasenta. Kedua. maka akan melebur membentuk pistil majemuk dan hanya satu putik saja yang terbentuk dalam bunga. Pertama. peleburan karpel dekat tepi atau sepanjang tepi hingga membentuk satu kantung besar yang di dalamnya berkembang bakal biji. Putik sendiri dibentuk oleh satuan danun buah (carpellum) yang secara kolektif dinamakan gynaecium). karpel melebar ke tengah dan peleburan terjadi sepanjang tepinya. Sedangkan pada bunga cempaka (Magnolia) terdapat beberapa putik sederhana. Bakal biji terbentuk pada permukaan sebelah dalam dekat dengan tepi daun buah. Pada tanaman ercis dan kacang-kacangan ter-dapat sebaris bakal biji yang melekat pada tepi karpel yang melebur. sehingga bakal biji terkumpul di pusat. Ada dua macam putik.yang dinamakan dengan bakal buah (ovarium).

dan seterusnya petalum. pengelompokan monokotil dan dikotil dibedakan dari jumlah bagian bunga pada setiap lingkaran. Walaupun umumnya bunga memiliki struktur yang sama.dan klasifikasi. sehingga digunakan sebagai alat untuk mengetahui kekerabatan berbagai tumbuhan. tetapi biasanya tetap. Pada kelas Angiospermae. lima petalum. Selain itu modifikasi juga merupakan indikasi proses evolusi. keragaman bunga ditunjukkan dengan adanya odifikasi bagianbagian bunga. dan lima karpel. jumlah bagian tersebut empat atau lima atau kelipatannya. misalnya lima sepalum. Kombinasi antar susunan dalam spiral dan besarnya jumlah stamen dan karpel dianggap sebagai suatu petunjuk tingkatan yang ebih primitif dalam perkembangan evolusioner dibandingkan dengan 79 . satu lingkaran karpel yang bersatu menjadil pistil majemuk. Jumlah lingkaran biasanya empat atau lima. dan tiga karpel. Pada kelompok dikotil. Pada tanaman tulip terdapat enam bagian perianth. Bagian-bagian bunga umumnya disusun dalam lingkaran. Beberapa modifikasi ini memungkinkan adanya keragaman dalam penyerbukan. 10 stamen. Jumlah bagian pada setiap lingkaran bervariasi sesuai species. enam stamen. Pada beberapa tumbuhan stamen dan karpel yang jumlahnya banyak melekat pada receptacle secara terpilin dan bukan lingkaran. Lingkaran luar menunjukkan sepalum. satu atau dua lingkaran stamen.

.

yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. karpel menjadi pistil majemuk. maka bunga tersebut disnamakan bunga uniseksual. gigi. 4. mentimun dan lain-lain. Biji dan Perkembangan Biji . beberapa Acer. Pada banyak tanaman. Bunga sempurna mempunyai empat organ bunga yang dapat dibedakan. Bunga yang mempunyai keduanya dan berfungsi disebut biseksual. kalaupun ada bentuknya rudimenter dan hanya dapat dikenali dengan pemeriksaan cermat.2 Buah. misalnya petal telah hilang. Pengelompokan bunga dapat berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga. Jika salah satu tidak ada atau tidak berfungsi.susunan dalam lingkaran dengan bagian-bagiannya dalam jumlah kecil. Kedua macam bunga uniseksual dapat dijumpai pada tanaman yang sama. stamen dan pistil. dan sepalnya hanya berbentuk sisik. Reduksi dalam jumlah dapat pula didapati pada stamen dan pistil. sebaliknya disebut pistilat atau bunga betina jika hanya memiliki pistil tanpa stamen. Adanya peleburan bagian-bagian bunga menunjukkan adanya perkembangan evousioner. Jika hanya ada stamen. dan Ulmus. seperti jagung. atau takik. Peleburan bagian-bagian bunga dapat terjadi dengan berbagai cara. petal. dan dinding bakal buah melebur. kebanyakan begonia. Contohnya Gramineae. Bunga tidak sempurna bilamana salah satu organnya tidak ada. Quercus. waluh jepang. yaitu petal membentuk tabung. Tumbuhan yang bagian perianthnya menjadi amat kecil atau tidak menyolok. yaitu sepal. maka dinamakan staminat atau bunga jantan.

setidaknya pada beberapa bakal biji. dan ada yang tidak merekah pada waktu matang. Jika stigma tidak dibuahi dan pembuahan tidak terjadi. Reaksi-reaksi ini tampaknya beruhungan dengan hormon tumbuh atau auksin yang merupakan senyawa yang terkandung dalam buah. oleh karena itu istilah angiospermae digunakan untuk menamai tanaman yang memiliki biji terttutup. Beberapa jenis buah menjadi kerig apabila sudah matang. maka bakal buah bersama bijinya berkembang menjadi buah. Macam buah yang tidak merekah umumnya berbiji tunggal dan berukuran kecil. Buah kering tersebut kemudian merekah. jenis lainnya berdaging. Dinding bakal buah matang yang disebut perikarp menutupi biji tumbuhan bunga. sebagai contohnya adalah bunga matahari dan jagung dimana buannya sering dinamakan biji. Selain itu proses tersebut juga akan mempengaruhi perkembangan seluruh jaringan buah secara tidak langsung. Auksin biasanya dihasilkan oleh jaringan buah yang sedang tumbuh dan rupanya bertanggungjawab baik terhadap pertumbuhan selanjutnya maupun terhadap kemampuan untuk bersaing dengan .Setelah pembuahan. Proses pembuahan akan mempengaruhi biji secara langsung. maka bunga biasanya menjadi layu dan gugur tanpa perkembangan lebih lanjut.

bagian-bagian lainnya dalam tubuh 80 .

. Pada bunga kelompok ini pembungaan disebut dengan infloresensi. sehingga buah tumbuh dengan aktif dan meningkat hingga maksimal. Konsentrasi auksin bertemabah beberapa kali setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Bunga kadang-kadang mempunyai satu tangkai sumbu seperti pada tulip. pertumbuhan tabung sari melalui tangkai kepala putik mungkin menghasilkan lebih banyak auksin dan pembuah itu merangsang sel untuk membelah diri dan menghasilkan auksin pada biji muda. Macam-macam infloresensi pada suatu species.tumbuhan dalam memperoleh makanan. Auksin yang dihasilkan tersebut pada gilirannya akan merangsang pembelahan sel secara terus menerus. Maka dianggap bahwa kemampuan bersaing ini didasarkan atas pembentukan auksin oleh biji-biji yang sedang berkembang dan bagianbagian lain pada buah. Sebaliknya buah pada tanaman yang sama akan bersaing dengan ketat dalam pengadaan makanan dari jarak beberapa puluh sentimeter. Pertumbuhan berhenti pada bunga matang dan untuk memulain perkembangan baru diperlukan beberapa perangsang. Bunga dan buah yang amat muda pada tanaman apel. dan akan melanjutkan pertumbuhan jika bahan-bahan makanan tersedia bebas dan mudah diperoleh. jagung dan beberapa jenis tanaman lain kurang bersaing untuk memperoleh makanan. Butir-butir serbuk sari mengandung auksin. Rang-sangan ini menjadi tersedia dengan adanya penyerbukan dan pembuahan.

Contoh pembungaan infloresensi terjadi pada broikoli. bunga adalah sumbu yang termodifikais dan menyangga bagianbagian hiasan bunga. murbei nangka dan lain-lain. nenas. Biji merupakan struktur myang kompleks yang terdiri dari embrio atau lembaga. Menurut suatu teori. Pada kondisi ini keduanya dianggap homolog dengan daun dan merupakan transformasi daun selama evolusi. Suatu proses pembungaan merupakan hasil evolusi. Beberapa teori telah dikemukakan untuk menerangkan asal usul bunga dari evolusinya. Stamen dan karpel kadang-kadang mirip dengan daun. Pada angiospermae petal kemungkinan berasal dari perubahan stamen yang menjadi petal karena hilanya jaringan reproduktif dan membentuk seperti sepal.gunus atau famili berjalan secara konstan sehingga dapat dijadikan cara untuk mengidentifikasi tumbuhtumbuhan. maka kemungkinan besar bunga tersebut akan steril. Dengan demikian karpel dan pistil sederhana ditafsirkan sebagai organ ber-bentuk daun yang berubah dan terdapat sepanjang tulang daun tengah. Ruas-ruasnya tertekan pada sepal terbawah sehingga buku-buku sangat berdekatan. Bagian ujung karpel berubah menjadi stigma dan siap menerima serbuk sari. kulit biji dan persediaan makan cadangan. stamen dan karpel. Apabila bung mempunyai sepal dan petal menyerupai daun. Dalam biji tumbuhan 81 . Beberapa bunga mempunyai ciri khusus karena adanya modifikasi organ-organ bunga.

makanan disimpan dalam lembaga atau pada jaringan di sekelilingnya. Ketika pertama kali dibentuk sel 82 . Cuping merupakan ruang tanpa dinding yang dibatasi oleh jaringan steril kepala sari. Irisan melintang melalui anther kuncup bunga yang muda memperlihatkan adanya sekumpulan sel besar dalam setiap mikrosporangium atau sel induk mikrospora. Sel induk mikrospora mengandung banyak sitoplasma dan nukleus besar. Dua mikrosporangioum terletak pada dua sisi jaringan penopang yang dilalui satu berkas pembuluh. Bagian bunga yang esensial adalah pistil dan stamen yang secara langsung terlibat dalam proses pembentukan biji Gambar 4. Sel tersebut meluas dalam masa perpanjangan kepala sari. Beberapa jenis serbuk sari Bila suatu kepala sari yang muda diperhatikan dengan cermat maka akan tampak empat cuping yang terdiri dari mikrosporangium.3 .

Dinding mikrospora menjadi dinding serbuk sari dan berubah menjadi tebal dengan permukaan luar ditutupi duri atau ciri khas lainnya. Kumpulan mikrospora disebut tetrad. Serbuk sari yang kedua berisi nukleus tabung dan dua nukleus jantan. atau terkadang dipisahkan oleh membran yang tipis. Perubahan mikrospora menjadi butir serbuk sari disebabkan oleh pembelahan inti mikrospora. Peristiwa yang terjadi di dalam bakal biji bersamaan dengan pembentukan sperma. Langkahlangkah ini mengarah kepada pembentukan gamet betina atau sel . Anak inti berpisah dan bersama dengan sitoplasma membentuk dua sel yang berdekatan. Mikrospora akan berkembang menjadi butir serbuk sari. Sedangkan sel lainnya yang berukuran lebih besar disebut sel generatif.induk mikrospora sangat padat tetapi kemudian harus memisahkan diri menjadi berbentuk bola Semasa pertumbuhan anther nukleus setiap induk mikrospora membelah diri kemudian nukleus anak akan membelah lagi. Dengan demikian ada dua macam serbuk sari dalam tumbuhan berbunga. Salah satu sel ini adalah sel tabung yang merupakan sel. Setelah dinding sel terbentuk maka terjadi empat sel yang disebut dengan mikrospora. Pada beberapa species sel generatif terbelah membentuk sel gamet jantan sebelum seruk sari ditumpahkan. Peristiwa ini merupakan proses meiosis. Serbuk sari pertama hanya berisi tabung dan nukleus generatif yang bersamaan dengan kesiapan serbuk sari yang ditumpahkan.

Bakal biji adalah bentuk permulaan dari biji di daerah plasenta pada dinding bakal buah. Sel induk megaspora akan membelah dua dan membentuk emepat megaspora. 83 . Bakan biji dapat lurus tetapi pada kebanyakan tumbuhan bunga bakal biji itu menjadi terbalik degan lubang mikrofilnya mengarah ke bagian plasenta dan tangkainya melebur ke integumen. Hanya satu diantara empat megaspora dan biasanya megaspora yang paling jauh dari mikrofil akan paling dekat dengan suplai makanan. Pada tumbuhan berbiji yang tumbuhan tingkat rendah yang mempunyai dua jenis spora akan menyimpan sel induk megaspora di dalam megasporangium. Selama perkembangan kantung embrio. Penebalan khusus ini menutupi satu sel induk magaspora. Pada tumbuhan biji tertutup pada umumnya nucelus dianggap sebagai dinding megasporangium. Makanan dan minuman diserap melalui tangkai bakal biji dan kantungnya membesar bersamaan dengan nucelus dan integumen. inti megaspora terbagi menjadi tiga proses mitosis sehingga menjadi delapan inti yang secara genetis identik. kemudian akan tumbuh dan mengelilingi mikrofil. Perkembang-biakan ini terdiri dari suatu lapisan yang tebalnya sampai beberapa sel dan dinamakan nucelus. Sebagai akibat pertumbuhan nucelus dan basal akan segera diangkap pada integumen. Proses ini hanya terdapat pada tumbuhan angiospermae. Kantung embrio adalah satu megaspora yag besar dan hidup secara terus menerus.telur.

Empat diantara kedelapan inti tersebut berada di ujung mikrofil kantung embrio. Butir serbuk sari berkecambah pada kepala putik atau stigma dan tabung serbuk sari tumbuh ke bawah melalui tangkai putik (stylus) ke bagal biji. Gamet-gamet yang terdiri dari satu inti besar yang dikelilingi oleh selaput sitoplasma bergerak ke arah tabung serbuk sari. Nukleus tabung akan bergerak lebih dahulu dibandingkan dengan sperma kemudian nukleus mengarahkan tabung serbuk sari selama perkembangannya dan secara terus menerus mengikuti gamet. Jika sel generatif belum terbagi untuk membentuk dua gamet jantan maka sel itu akan membelah diri sesudah berpindah ke dalam tabung serbuk sari. Sedangkan dua sel yang berdekatan akan mengelilingi sel telur dan disebut sebagai sinergit. Sedangkan empat lainnya di ujung yang berlawanan. Pembuahan Pembuahan adalah bagian dari proses reproduksi secara seksual karena adanya perpaduan antara sperma dan sel telur. Satu nukeus. a. sehingga selama proses ini akan menyebabkan inti tertinggal. oleh sebab itu diduga bahwa inti tabung serbuk sari adalah struktur sisa yang tidak berperan dalam pertumbuhan tabung . Ketiga sel di ujung mikrofil adalah sel telur. inti kutub akan berpindah dari kelomppok megaspora ke arah tengah kemudian dikelilingi membran tipis. Inti tabung akan menurunkan suhu pada saat sebelum perkecambahan butir sebruk sari maupun pada pertumbuhan awal tabung serbuk sari. Ujung tabung itu melewati nucelus dan masuk ke dalam kantung embrio kemdian ujung tabung membelah (pecah) mengeluarkan sperma.

serbuk sari. Struktur anatomi organ pembuahan tumbuhan. (b). (a). 84 . Struktur anatomi bakal buah.4. Gambar 4. Struktur anatomi benang sari .

Gambar 4.5. Gamet-gamet jantan pada sebagian besar organisme berkemampuan untuk bergerak aktif dengan pertolongan struktur khusus yang berbentuk seperti cemeti. Di dalam kantung embrio satu dari kedua nukleus sperma berpadu dengan n nukleus sel telur sehigga terjadi pembuahan dan membentuk sel pertana tanaman baru. tetapi hal ini masih diragukan. tidak terdapat struktur khusus sehingga tidak dapat bergerak dengan bebas. Fase diploid: Perkecambahan dan perkembangan benih. A. Pada waktu yang sma perpaduan yang sama terjadi. Fase haploid: Pembentukan sel telur. penyerbukan dan pembuahan. B. Kedua nukleus kutub dapat bergabung terlebih dahulu dan kemudian berkumpul dengan nukleus sperma 85 . Mekanisme gerakan adalah ke bagian bawah dari tabung serbuk sari. meliputi kedua nukleus kutub dan nukleus sperma kedua. Pada gamet jantan angio-spermae. Proses perkembangan organ reprodukstif dan fertilisasi.

Setidaktidaknya butir serbuk sari harus berkecambah pada stigma setiap bakal biji dan akan berkembang menjadi biji. atau ketiga nukleus itu dapat berhimpun secara simultan. Nukleus yang berasal dari peleburan ketiganya dinamakan nukleus endosperma primer atau nukleus peleburan ganda tiga. Proses pembuahan di dalam kantung embrio. Atau kadang-kadang berjalan berhari-hari sampai dengan berbulan-bulan Gambar 4.6.7. Pembuahan ganda hampir umum ditemukan oleh ahli botani. Perkembangan embrio 86 .yang kedua. Gambar 4. b. Peleburan nukleus telur dengan sperma bersama-sama dengan perpaduan antara nukleus sperma kedua dengan nukleus kutub disebut pembuahan ganda. Sebagai contoh pada buah semangka yang mempunyai banyak biji berarti ratusan butir sebuk sari sangat diperlukan untuk menyerbuk satu bunga. Waktu antar perkecambahan Waktu antara perkecambahan serbuk sari dan pembuahannya berjalan dengan singkat. Pembuahan ganda harus terjadi di dalam setiap bakal biji dan diikuti oleh pembentukan biji.

Zigot akan membelah diri beberapa kali dan menghasilkan sekumpulan sel. Pada waktu pembuahan atau pada saat sesudahnya nukleus menjadi tidak teratur tetapi setelah pembuahan selesai sel sinergit dan antipodal akan luluh. Sel teratas dari semuanya dan paling jauh dari mikrofil akan membelah diri karena adanya pembentukann dinding melintang dan membujur untuk membentuk sekelompok delapan sel menjadui dua baris yang terdiri dari empa sel. Pada tanaman tertentu tabung serbuk sari berkecambah setelah tujuh bulan.Pada tanaman jelasi perkecambahan serbuk sari kurang dari satu jam. Kelompok sel ini menyusun sebahagian besar embrionya.mbaga . Plumula yang merupakan aspek pucuk embrionik pada beberapa tanaman sepertikubis planula hanya terdiri dari sekelompok kecil jaringan meristimatik. Sel-sel yang tersisa di bawahnya akan membentuk suspensor. perkecambahan serbuk sari sekitar 24 jam. Sel telur yang dibuah tumbuh menjadi embrio. Tingkatan dalam perkembangan embrio merupakan ciri khas bagi banyak petumbuhan tanaman dikotil. pada tanaman jagung. Perkembangan suspensor akan mendorong embrio yang tumbuh ke bagian dalam endosperma yang berfungsi sebgai penyedia makanan yang berlimpah. pro embrio yang menunjang jalan masuk ke dalam kantung embrio. Pada tanaman tomat dekitar 50 jam dan pada tanaman kubis lebih kurang lima hari. Pada ujung poros di atas buku kotiledon terdapat plumula. Embrio yang sudah matang terdiri dari suatu poros yang menyangga dua kotiledon dan atau daun biji. Sedangkan pada tanaman lain seperti buncis mempunyai pucuk le.

Pertama perisai atau skutelum. Kotiledom terdiri dari dua bagian pokok. kemudian terus berkembang menjadi akar primer apabila biji tersebut berkecambah. sebagai organ penyerap makanan dan kedua adalah koleoptil serta tudung pelindung di bagian atas plumula. Pada perkecambahan. Daerah antara radicula dan kotiledon adalah batang embrionik atau hipokotil. Umumnya perkembangan embrio tumbuhan yang monokotil banyak persamaannya dengan pola perkembangan tanaman seperti kubis.atau plumula yang tersusun dari suatu meristem apikal mbersama-sama dengan beberapa daun embrionik. Meskipun demikian pada monokotiledon yang sudah maju (contohnya rumput-rumputan) mempunyai kotiledon yang telah mengalami perubahan evolusioner. Sel telur yang dibuahi berkembang menjadi embrio tetapi pertumbuhannya berlangsung lambat dibandingkan dengan pertumbuhan endosperma karena setelah pembuahan zigot memasuki masa 87 . Setelah pembuahan nukleus endosperma primer segera mulai membelah diri dan menghasilkan jaringan multiseluler atau endosperma. plumula membentuk bagian pucuk di atas kotiledon. Ujung meruncing dari embrio dibagian pangkal dinamakan sebagai akar lembaga (radicula).

Pada beberapa biji. embrio tetap berukuran kecil dan dikelilingi oleh endosperma. Kemudian memberi makanan kepada embrio. jagung. kubis. Endosperma berkembang lebih cepat dibandinmgkan dengan embrio dan biji muda. kaya akan makanan yang tertimbun dalam bentuk minyak atau pati atau protein. Endosperma tetap hidup membesar dan menjadi jaringan istimewa biji. Biji dikelilingi oleh kulit biji yang telah berkembang dari integumen bakal biji. Pada sepcies yang lain pembelahan nuklir segera harus diikuti oleh pembentukan dinding sel. Dalam berbagai species pada tingkat dini. Contoh biji yang kekurangan endosperma adalah lobak. Makanan yang tersimpan di dalam endosperma digun akan oleh embrio pada waktu biji berkecambah. bunga matahari. padi-padian dan kelapa. Dinding inti akan berkembang mengeilingi inti. Kulit biji biasanya tipis seperti pada kacang merah dan .istirahat. Biji dengan embrio yang terbenam di dalam endosperma merupakan salah satu contoh dari biji jarak. Beberapa saat kemudian embrio akan menjadi kian besar dan sel-selnya terisi dengan bahan makanan cadangan. Sebahagian besar dari makanan yang tertimbun di dalam daun lebaga (kotiledon) yang menjadi sangat besar. Endosperma berkembang berkat suplai makanan oleh tumbuhan induk. pembentukan endosperma akan membebaskan banyak nukleus. Pada biji yang lain sebagian besar embrio melanjutkan perkembangannya sampai dengan semua endosperma diserap. labu siam dan polong-polongan seperti kacang merah.

Kulit tersebut dapat menebal dan ekras seperti batu. Epidermis kujlit biji pada tanaman tertentu menghasilkan serat kapas seperti yang terjadi pada tanaman kapas. Sewaktu biji itu matang dan secara bertahap embrio memasuki masa dorman sampai biji perkecambah. Pada beberapa biji mikrofil tetap nampak sebagai lubang kecil yang dihubungkan dengan parutan yang disebut hilum yang menandakan letak tangkai yang melekatkan biji dengan plasenta.8. Proses perkecambahan benih dari biji dikotil. 88 . Gambar 4. Hal ini terjadi pada kenari dan kemiri.kacang tanah yang berwarna coklat dan tipis seperti kertas mengelilingi embrio.

Pergiliran generasi ini bersesuaian dengan pergantian jumlah kromosom dalam kedua fase daur hidup tumbuhan. padi atau dari kulit biji dengan embrio saja. Semua sel dari tumbuhan berasal dari pembelahan ulang sel telur yang dibuahi yang mengandung jumlah kromosom ganda (2n). Hal ini terjadi pada tanaman jagung. Pergiliran Generasi Pergiliran generasi merupakan kejadian dalam dua fase. yang mengacu kepada selang waktu di antara kelahiran tetuanya dan kelahiran keturunannya. Yang lain menghasilkan gamet dan disebut generasi gametofit. dalam daur hidup organisme yang berkembang biak secara seksual. Bila dua gamet berpadu membentuk zigot maka stiap gamet akan memberikan sum-bangan seperangkat kromosom kepada sel telur yang dibuahi. Perkecmbahan pada tanaman monokotil (barley) c. gandum. Salah satu dari generasi ini menghasilkan spora dan disebut dengan sporofit. Jadi dalam setiap gamet akan terdapat dua kali jumlah kromosom. Inti sel telur yang dibuahi mengalami proses mitosis sehingga setiap anak sel berisi setengah jumlah kromosom yang berasal dari sperma dan stengah jumlah kromosom yang berasal dari sel telur. Satu gamet dinyatakan sebagai . Kata generasi dipakai dalam hal ini untuk membedakan dari yang biasa dipakai. atau generasi. endoperma dan embrio.8b. Biji angisperma tersusun dari kulit biji. Gambar 4.Biji angiospermae merupakan suatu struktur yang kompleks dan jaringannya bermacam-macam.

Generasi sporofit memiliki kromosom 2n. Batas antara kedua generasi. Oleh sebab itu sel telur yang dibuahi dan sel-sel pada tumbuhan akan mengandung 4n kromosom. Pergiliran generasi tidak hanya dijumpai pada tumbuhan 89 . yaitu 2n. Maka penggandaan jumlah kromosom dari sel telur yang dibuahi selalu disertai dengan reduksi dari jumlah kromosom pada tahap siklus hidupnya. mikrospora dan megaspora memiliki kromosom sebanyak n. sporofit dan gametofit. Proses ini disebut meiosis. Sel induk spora memiliki kromosom 2n. gametofitnya n kromosom. Generasi berikutnya akan terdiri dari 8n kromosom. ditentukan dengan terjadinya peristiwa meiosis dan pembuahan. yaitu pembelahan secara kolektif. Semua struktur yang terjadi secara langsung pada mikrospora dan megaspora juga memiliki jumlah kromosom n.n. Gamet mengandung jumlah kromosom yang sama dengan sel tubuh. Sebagai akibat dari meiosis adalah terbentuknya tetrad spora dengan setengah dari jumlah kromosom. Pada tumbuhan berbunga terjadi pengurangan jumlah kromosom.

Penyerbukan berbeda dengan pembuahan. Penyerbukan silang menghasilkan kombinasi satuan keturunan yang lebih beragam dari . Contoh tanaman yang menyerbuk sendiri adalah gandum. Generasi sporofit yang menghasilkan spora maupun gametofit yang menghasilkan gamet yang dicirikan dengan adanya pembuahan dan meiosis. padi. Penyerbukan ada dua macam. Penyerbukan sendiri adalah proses penyerbukan kepala putik oleh serbuk sari yang berasal dari bunga itu sendiri atau dari bunga lain pada tumbuhan yang sama. jelai. penyerbukan adalah peleburan gamet jantan dan gamet betina. Penyerbukan dapat dibantu oleh angin dan serangga. 4.3. dan binatang kecil lain. kedelai dan lain-lain. keong. sel tubuh 2n mengandung kromosom yang telibat dalam penentuan alat reproduksi seksual. Penyerbukan silang ialah proses perpindahan serbuk sari dari anther bunga tumbuhan ke stigma bunga tumbuhan lain yang sama atau species yang berkerabat. tetapi umum dijumpai pada seluruh dunia tumbuhan. yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang. Penyerbukan ialah pindahnya serbuk sari dari kepalam sari kepada stigma.berbunga. Penyerbukan silang lebih umum terjadi dibanding dengan penyerbukan sendiri. Penyerbukan (polinasi) Pembuahan sel telur dan perkembangannya hanya akan terjadi jika butir serbuk sari sampai kepada stigma. pada tumbuhan berumah dua. burung.

Pergantian generasi tanaman 90 . Pengaruh langsung dari penyerbukan silang adalah banyaknya species dari produksi biji yang dihasilkan dan bersifat lebih kuat dari turunannya.keduanya.9. Gambar 4.

kaki dan rambut pada tubuh lebah sesudah lebeah tersebut mendatangi bunga. Bunga seperti ini mengandung tempat air madu atau nektar. Jika lebih mendatangi bunga yang lain. Banyak sekali percobaan-percobaan untuk mengetahui ketertarikan serangga terhadap bunga yang berwarna dan berbau wangi. Serbuk sari melekat pada bagian mulut. Penyerbukan terjadi secara kebetulan pada waktu serangga tersebut mendatangi bunga. Lebah dan serangga akan mendatangi bunga dan mengumpulkan serbuk sari atau nektar sebagai bahan makanan buat mereka atau keturunannya. Hal ini menguntungkan penyerbukan silang (dikogam). b. Bunga yang diserbuki oleh serangga biasanya berwarna cerah dan atau berbau harum. kupu-kupu. Serbuk sari yang dihasilkan sangat berat sehingga cepat lengket dan sukar diterbangkan oleh angin. kepala. Pada kasus tertentu penyerbukan dapat dilakukan oleh burung dan mamalia. Penyerbukan oleh serangga Sebahagian besar tumbuhan berbung diserbuki oleh insekta seperti lebah. tawon. Penyerbukan oleh serangga merupakan cara yang terpenting untuk proses perkebang-biakan.a. Dikogami terhjadi melalui . sebagian serbuk sari akan menyentuh stigma dan mengakibatkan penyerbukan silang. Adaptasi bunga yang menguntungkan penyerbukan silang Pada tumbuhan yang memiliki bunga sempurna mempunyai stamen dan pistil yang matang pada waktu yang berbeda. kumbang dan lain-lain.

Pada tumbuhan lain kadang-kadang tidak terjadi 91 . Penyerbukan sendiri lebih mudah terjadi pada siklus pendek akan tetapu proses penyerbukan sendiri dalam pembentukan biji sangat bervariasi. Sebagai contoh adalah Saponaria. Datura memiliki tabung korola sepanjang 8cm sehingga sulit untuk diserbuk oleh serangga. Pada beberapa bunga terdapat hubungan antara tabung korola dan ukuran panjangnya. Ketidak serasian Pada banyak tumbuhan dengan bunga sempurna pembuahan dan pembentukan buah serta biji terjadi setelah penyerbukan sendiri (keserasian sendiri).dua cara. Penyerbukan sendiri tidak terhalangi oleh heterostyli karena pada saat serangga mencabut mulutnya dari korola bunga maka dia akan memindahkan serbuk sari dari anther ke stigma dari bunga yang sama. Nektar yang terletak pada pangkal tabung korola akan menempel pada anggota badan kupu-kupu atau ngengat yang memiliki bagian mulut berbentuk panjang sehingga dapat mencapai nektar. Yang pertama adalah anther akan matang sebelum stigma pada kasus lain stigma lebih dulu matang daripada anther. Bunga dengan pistil dan stamen yang matang pada waktu yang berbeda sangat umum dijumpai pada dunia tumbuhan. c. berbagai jenis tembakau.

Bunga tumbuhan diserbuk oleh angin kecil dan kurang menarik. Cuercus dan lain-lain. Penyerbukan angin Penyerbukan dengan angin merupakan proses yang paling mudah. serta akhir musim panas dan musim gugur. Adapun prinsip agronomik adalah tindakan budi daya produksi agar benih yasng dihasilkan dapat maksimum. yakni prinsip genetik dan prinsip agronomik. e. basik dalam kuantitas (jumlah) maupun kualitas (terutama mutu fisik dan mutu . seperti Conifer. Pada banyak tumbuhan erkayu bunga jantan dan terkadang betina berkelompok dalam untaian. Dalam banyak hal ketidak serasian disebabkan oleh rendahnya laju pertumbuhan tabung serbuk sari. Musim penyerbukan Di daerah empat musim terdapat tiga kali waktu penyerbukan. Serbuk sari yang melekat harus diwarnai dan dapat dipelajari di bawah mikroskop dan kemudian diidentifikasi melalui ciri-ciri permukaan butir sari tersebut. d. 4.pembuahan walaupun stigma sudah diserbuk oleh serbuk sari dari bunga yang sama (ketidak serasian fisiologis atau ketidak-serasisan sendiri). yaitu awal musim semi.4. penyerbukann angin dijumpai pada tumbuhan kayu dan herbal. akhir musim semi dan awal musim panas. Prinsip genetik adalah pengendalian mutu benih internal yang dilaksanakan produsen benih agar kemunduran genetik tidak terjadi dan benih yang dihasilkan memiliki mutu genetik (kemurnian) yang tinggi. Banyaknya seruk sari di udara dapat dihitung dengan cara meletakkan di udara slide mikroskop yang ditutupi oleh agar tipis atau vaselin. Teknik Produksi Benih Tanaman Untuk menghasilkan benih bermutu (bersertifikat) minimum melibatkan dua aspek penting.

usaha produksi atau penangkaran benih bertujuan untuk menghasilkan benih sebanyakbanyaknya dengan mutu yang memenuhi syarat sertifikasi benih. Persyaratan lahan produksi benih Untuk menghasilkan benih bermutu. Benih bersertifikat merupakan benih dari suatu varietas yang telah diketahui (telah dilepas) dan diproduksi dengan sistem pengawasan serta standar sertifikasi benih. Untuk menghasilkan benih ber-sertifikat. Dua persyaratan lahan yang utama bila akan memproduksi benih bersertifikat yaitu sebagai berikut: (a).fisiologis benih). perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini. tanaman harus diusahakan secara intensif pada lahan yang memenuhi persyaratan dan dikelola sesuai dengan keadaan agroklimat setempat. Pada dasarnya. a. baik standar lapangan maupun laboratorium yang ketat dalam mempertahankan kemurnian varietas tersebut. Lahan subur dan tersedia air: Air dapat disediakan secara teknis melalui irigasi atau secara alami 92 .

bersih (bebas dari kotoran maupun campuran varietas lain). b.sebagai lahan tadah hujan. Air sangat dibutuhkan terutama pada saat tanaman memasuki masa pengisian biji (grain filling). (b). dan memiliki daya tumbuh yang tinggi. (b). yakni catatan urutan jenis dan varietas tanaman yang pernah ditanam. Syarat mutu bagi benih bersertifikat antara lain murni (sesuai dengan sifat-sifat induknya). Cara menghindarinya dengan melakukan isolasi waktu atau isolasi jarak. Benih dasar (BD) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan . Untuk menghindari percampuran varietas. Benih penjenis (BS) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BS4). sehat (bebas dari hama maupun penyakit). Adanya tanaman voluntir juga merupakan kontaminan. Benih Sumber Benih sumber atau benih yang akan digunakan untuk memproduksi benih haruslah bermutu tinggi dan jelas asal-usulnya. Selain dari dalam lahan. Lahan bersih dan bebas dari varietas lain. Pengawasan dan jaminan mutu dilakukan oleh pemulia tanaman (breader) yang bersangkutan. dalam satu lokasi lahan produksi benih tidak dapat ditanami dua varietas berbeda dari jenis tanaman yang sama secara berturut karena akan menimbulkan penyerbukan silang. Perlu diperhatikan pula bahwa memproduksi benih umumnya dilakukan di luar musim tanam (off-season) karena untuk memenuhi kebutuhan benih pada musim berikutnya. Untuk itu perlu diperhatikan ketentuan pelaksanaan sertifikasi sebagai berikut: (a). percampuran pun dapat terjadi dari pertanaman sejenis yang berbeda varietas yang ada di sekitar lahan produksi. Secara umum. Benih sumber yang digunakan dalam produksi benih harus berasal dari kelas yang lebih tinggi seperti dalam sistem alur perbanyakan mono generation flow atau poly generation flow. sejarah lahan. perlu diperhatikan.

93 . Isolasi uang umum digunakan adalah isolasi waktu dan jarak. Benih sebar (BR) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BR4) Selain aspek benih sumber. Isolasi waktu ataupun isolasi jarak merupakan tindakan perlindungan terhadap pertanaman benih dari penyerbukan silang oleh varietas lain. Untuk kesuksesan produksi benih dalam hal kemurnian benih. Jika kemungkinan penyerbukan silang tidak terjadi maka isolasi tidak perlu dilakukan. pada umumnya proses produksi terisolasi. (c).BD4). produksi benihpun perlu memperhatikan aspek sumber benih. Hal ini penting karena dalam skema sistem perbenihan di Indonesia. baik dari dalam maupun sekitar lahan produksi. Isolasi diterapkan apabila pada satu areal pertanaman terdapat kemungkinan terjadinya penyerbukan silang. yakni lembaga atau institusi yang menghasilkan benih sumber. (d). Benih pokok (BP) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BP4). telah ditentukan lembaga-lembaga yang berkompeten untuk memproduksi setiap jenjang kelas benih bersertifikat.

isolasi sering sulit dilaksanakan karena sulit mencari lahan produksi benih yang betul-betul ideal dan mengatur keserempakan pola dan waktu tanam petani. misalnya irigasi yang baik. Isolasi jarak dapat berupa lahan kosong. Dalam pelaksanaannya. isolasi jarak 200 m) askan lebih jauh dibandingkan tanaman dengan penyerbukan sendiri (misalnya padi. Demikian pula. Adapun upaya untuk menghindari percampuran varietas dari dalam lahan produksi. Secara umum. Lasmanya ditentukan oleh masa pembungaan varietas yang bersangkutan. lama isolasi waktu untuk tanaman pangan sekitar 1 bulan. Jika ini terjadi maka harus ditunjang dengan sarana atau prasarana yang mampu menekan risiko kegagalan. pertanaman dari tanaman jenis lain atau tanaman sejenis yang dijadikan tanaman penghalang (barier) dan tidak ikut dipanen sebagai benih. Isolasi jarak memberi jarak antara satu hamparan pertanaman dan hamparan pertanaman lain dari varietas yang berbeda sehingga tidak dimungkinkan terjadi penyerbukan silang. Oleh karenanya. di suatu lahan produksi yang berdekatan agar masa berbunga antara kedua varietas tidak dalam waktu yang bersamaan. . waktu tanam produksi benih dibuat berbeda dengan waktu tanam produksi benih dan atau non benih suatu varietas lain dari jenis tanaman yang sama.Dalam isolasi waktu. isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan yang dibantu oleh angin (misalnya jagung) lebih jauh dibanding tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh serangga. isolasi jarak 3 m). isolasi yang sering dilakukan yaitu menanam tanaman barier sehingga dapat menghemat waktu (tidak perlu isolasi waktu) dan dapat memanfaatkan ruang antara pertanaman. dapat terjadi penanaman di luar musim tanam. Isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan silang (misalnya jagung. Jarak isolasi tersebut ditentukan oleh tipe (jenis) dan cara penyerbukan dari tanaman yang bersangkutan. dilakukan roguing (pencabutan tanaman voluntir). Dalam melakukan isolasi waktu.

sertifikasi dan pengepakan benih. Teknik budi daya ini secara internal dilaksanakan oleh penangkar benih dalam bentuk roguing dan secara eksternal dilaksanakan oleh BPSB dalam bentuk pengawasan di lapang. yakni pada prinsip genetisnya. Dasar-dasar budidaya untuk produksi benih Teknik produksi benih sedikit berbeda dengan teknik produksi nonbenih. pesemaian. pengujian benih. pengeringan. penanaman. pemeliharaan. Produksi benih biasanya diawali dengan perkecambahan benih. pengolahan benih. panen dan pascapanen. pembibitan. 94 .c. Adapun teknik budi daya mulai dari pengolahan tanah hingga panen antara teknik budi daya produksi benih dan non benih secara relatif sama. dimana aspek kemurnian genetik menentukan kelulusan dalam sertifikasi.

hendaknya cukup tersedia waktu antara saat pengolahan tanah dan waktu tanam sehingga benih gulma dan tanaman dari pertanaman sebelumnya tumbuh dan dapat dicabut. .1) Pengolahan tanah. Pada umumnya komposisi media yang diharapkan adalah mempunyai kandungan hara makro dan mikrto. Pengolahan tanah pada dasarnya bertujuan untuk menggemburkan. sertifikasi dan pengepakan benih. pemeliharaan. pengeringan. pengolahan benih. Untuk memproduksi benih-benih kecil (10 gram benih = 1. pengolahan tanah dapat juga bermanfaat dalam mengendalikan gulma dan membebaskan lahan dari sisa-sisa tanaman atau benih tanaman yang ada. Proses penyiapan polybag untuk pembibitan dimulai dengan menentukan komposisi media pembibitan. pengujian benih. meningkatkan aktivitas organisme tanah. mangandung bahan organik. pembibitan. Untuk media pembibitan para petani penangkar benih biasanya menyiapka komposisi media tanah: kompos (1: 1) dan biasanya telah memenuhi standar kebutuhan unsur hara yang dipersyaratkan. memperbaiki struktur tanah. biasanya diawali dengan perkecambahan benih. Media tanah dan kompos yang tealh sisiapkan harus dicampur dengan merata agar kondisi media tanam seragam baik secara fisik. panen dan pascapanen. Untuk itu. pesemaian. aerasi baik dan dapat menyimpan air dengan afisien. penanaman. Selain itu. serta menciptakan aerasi yang baik. menentukan komposisi media tanam. mencampur media dan mengisi media ke dalam polybag.000 benih.

Sambungkan kabel mixer ke arus listrik dan media tanam akan tecampur dengan sempurna dan ada kemungkinan lebih homogen dari pada pencampuran dengan cara manual. kegiatan ini dilakukan berulangulang sampai volume media tanam diperkirakan mencukup untuk mengisi polybag. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pekerja dalam mengisi polybag. Tutup kap penutup sampai rata. Apabila penyiapan media berjauhan dengan tempat pembibitan. Sara encampu media tanam dapat dilakukan secara manual dan mekanik. Pencampuran media tanam dapat dilakukan dengan mesin pengaduk media atau mixer. 95 . Media yang sudah siap untuk digunakan diangkut dengan gerobak (jika lokasi antar lokasi media dan tempat pembibitan berdekatan). Pencampuran secara manual dapat dilakuan dengan bantuan alat sekop dan cangkul. Para petani pengangkar biasanya melakukan pencampuran sebagai berikut: karung tanah dicampur satu karung kompos lalu diaduk sampai rata. maka disarankan untuk mengangkut media dengan kendaraan roda empat. Dengan alat ini petani tinggal memasukkan tanah setengah dari volume mixer dan kompos setengah dari volume mixer.kimia dan biologis.

kemudian masing=masing polybah dirapikan dan disiram dengan air. dan pelaksanaan roguing. Jarak tanam rapat dilakukan untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia dalam rangka mendapatkan hasil (produksi) yang maksimal. serta ketersediaan air dan sinar matahari. pembersihan tanaman (pengendalian gulma). (2).Media tanam akan diisikan ke polybag. maka media pembibitan disiramkan ke atas polybag terbuka sampai penuh. Jatak tanam antar tanaman pada umunya dapat ditentukan berdasarkan kanopi dari varietas tanaman yang dibudidayakan. kebutuhan benih setiap hektar dapat ditentukan. Ukuran atau bobot benih per 1. Setelah jarak tanam ditentukan. Polybah dibuka mulutnya dan diletakkan pada peralatan yang disebutkan. Para petani biasanya menyiapkan kotak kayu untuk memberdirikan polybag atau kaleng atau botol plastik. Ukuran atau bobot . pengendalian hama dan penyakit).000 butir. Jarak tanam yang digunakan dapat disesuaikan dengan jenis atau varietas tanamannya. Posisi wadah dengan polybag pembibitan pada saat mengisi polybag 2) Penanaman Penanaman dilakukan secara beraturan untuk memudahkan pemeliharaan (pemupukan. Kebutuhan benih dipengaruhi oleh: (1). tingkat kesuburan lahan. Jarak tanam atau populasi tanaman per hektar. (3). Jarak tanam yang rapat dilakukan jika kesuburan tanah mendukung dan kompetisi antar tanaman tidak sampai pada taraf yang merugikan. Setelah polybag berdiri pada tempatnya. Daya tumbuh (kecambah) benih.

Ketiga keterangan di atas selalu terdapat pada label benih-benih tanaman yang bersertifikat. Keterangan ini terdapat pada kemasan apabila benih varietas tanaman mempunyai perfomansi biji berukur kecil seperti benih kubis. tomat. wortel. Perkiraan kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan rumus : 96 .benih per 1000 gram. Keterangan tentang daya tumbuh (daya kecambah) tertera pada label kemasan. sawi. Penghitungan kebutuhan benih sangat penting dilakukan agar penangkar dapat menyediakan benih secara tepat jumlah sehingga tidak ada kelebihan pembelian benih dan input produski benih menjadi efektif dan efisien. biasanya tertera pada kemasan (label) benih. bunga krisan dan lain-lain. cabai. Kekurangan penyediaan benih akan menyebabkan ketidakseragaman penanaman sedangkan kelebihan penyediaan benih merupakan pemborosan.

Pada awal pertumbuhan vegetatif. pupuk pun berpengaruh terhadap produksi dan mutu benih.000 X 100/p x100/q X 100/r X s/1000 X t X 1 g Keterangan : B = Benih yang diperlukan per hektar (gram) p = Jarak antar barisan (cm) q = Jarak rumpun tanaman dalam barisan (cm) r = Daya kecambah benih (%) s = Bobot 1. Dosis pupuk hendaknya disesuaikan dengan ting-kat kesuburan tanah. Selain untuk pertumbuhan tanaman. kebutuhan tanaman akan hara (terutama nitrogen) sangat besar.B = 10. serta pengairan dan pengelolaan air. . penyiangan (pengendalian gulma). terutama masa pembungaan dan pengisian benih (grain filling). Protein benih padi dapat ditingkatkan dengan pemupukan N dan bobot benih padi dapat ditingkatkan dengan pemu-pukan kalsium (Ca). b) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membebaskan lahan dari gulma dan tanaman lainnya. Gulma dan tanaman lain dapat berfungsi sebagai kompetitor dalam mendapatkan air. pengendalian hama dan penyakit. a) Pemupukan Pemupukan dilakukan untuk memperbaiki ketersediaan hara dalam tanah. Adapun pupuk fosfor (P) dan kalium (K) dibutuhkan tanaman pada fase reproduktif. Teknik pemeliharaan tanaman hendaknya disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman sehingga tindakan yang diberikan tepat dan efisien.000 butir benih (gram) t = Jumlah tanaman per rumpun 3) Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan tanaman dalam budi daya meliputi pemupukan.

97 . Selain itu. Penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan gulma hendaknya selektif agar tidak membahayakan tanaman yang diusahakan dan sumber plasma nuftah lainnya. mekanis (menggunakan alat). dan kimiawi (bahan kimia). Pada saat penyiangan. serta tidak mencemari lingkungan (terutama air). gulma atau tanaman lain juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit tertentu atau memungkinkan terjadinya penyer-bukan silang dengan tanaman benih. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual (dengan cara mencabut). dan energi matahari. biasanya juga dilakukan pembumbunan (pendangiran) untuk memperbaiki aerasi di daerah sekitar perakaran tanaman.hara.

yakni tingkat populasi dan intensitas serangan yang membahayakan proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. d) Pengairan. air diperlukan dalam jumlah banyak dan pada tahap pemasakan benih. Cara preventif (pencegahan) dengan membuat pertumbuhan tanaman sesehat mungkin. dan eradikasi (pencabutan dan pembuangan) tanaman yang terserang. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara preventif dan kuratif. seperti penggunaan pestisida. Pada tahap pembungaan. Penyediaan air bagi tanaman dapat dilakukan secara teknis melalui irigasi atau secara alami dari hujan. Namun. Pada musim kemarau atau bila tidak hujan. air tidak diperlukan lagi. sesuai dengan fase pertumbuhan dan perkembangannya. air diperlukan dalam jumlah sedang. gropyokan untuk pemberantasan tikus.c) Pengendalian hama dan penyakit Hama dan penyakit di lapang selalu ada sehingga perlu dikendalikan agar pertanian dapat mencapai produksi yang tinggi. Karena penggunaan bahan kimia cukup mengandung risiko maka dian-jurkan pestisida yang digunakan berbahan organik. air diperlukan dalam jumlah banyak. Pada tahap pertumbuhan vegetatif sampai inisiasi bunga. Cara kuratif adalah cara pemberantasan terhadap hama dan penyakit. Pada tahap pembentukan dan perkembangan benih dini. pengecekan sumber dan pengelolaan air. pengairan dilakukan dengan . pengendalian tersebut hendaknya dilakukan sedini mungkin dengan senantiasa memperhatikan batas ambang ekonomisnya. misalnya memberi pupuk yang seimbang dan melakukan sanitasi lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman dalam jumlah yang tepat.

maka kondisi sumber air dan jaringan irigasi diprediksi tidak akan ada masalah. 98 . Apabila produksi benih dilakukan pada skala luas. Hal yang harus diperhatikan adalah kemiringan jaringan irigasi harus diperhitungkan agar air dapat mengalir dengan baik pada semua lahan budidaya. Harus dilakukan terlebih sahulu pengecekan sumber air dan jaringan irigasi. Apabila fasilitas tersebut tidak ada. Pada sistem ini saluran dapat dialiri air sehingga dapat dilakukan penyiraman dengan sistem lep. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Apabila lahan produksi berada pada lahan sawah dengan pengairan teknis. jangan dilakukan pada siang hari karena berpengaruh buruk terhadap tanaman. biasanya jaringan irigasi secara teknik harus disiapkan pada saat pembuatan bedengan sakaligus dengan pebuatan saluran.penyiraman. maka sumber air biasanya ditampung pada drum atau bak penampungan yang dilapisi plastik yang disiapkan di sekitar lokasi budidaya. Sebelum melakukan kegiatan produksi benih. yakni terjadi peningkatan laju transpirasi secara mendadak.

Oleh karenanya. gulma-gulma berbahaya dicabut dan dimusnahkan. Roguing dilaksanakan dengan mencocokkan deskripsi tanaman di lahan dengan deskripsi varietas tanaman yang diusahakan. Jika memungkinkan. pada fase berbunga. Ada beberapa macam pola pelaksanaan roguing (lihat gambar Usulan Jalur perjalanan dalam melakukan roguing). Melakukan roguing di lahan yang luas cukup menyulitkan. Roguing hendaknya dilakukan sepagi mungkin dan arah berjalan sebaiknya tidak menghadap matahari. Roguing biasanya dilakukan sebelum lahan diperiksa oleh tim sertifikasi dari BPSB. roguing dapat dilakukan setiap saat tidak hanya pada saat menjelang pemeriksaan oleh BPSB. tanaman yang terserang hama dan penyakit. Pola A dapat menjamah lahan pertanaman . Pelaksanaan roguing mengikuti waktu dan frekuensi pemeriksaan lapangan oleh petugas pengawas sertifikasi benih. Tanaman rogue. Cara pelaksanaannya dengan mencabut tanaman yang tidak dikehendaki. karena silau akan menyulitkan pengamatan.e) Roguing oguing bertujuan untuk menjaga k emurnian benih. dan m enjelang panen. R oguing dilakukan dengan berjalan secara sistemik sehingga setiap tanaman dapat terlihat dan di amati. yaitu saat tanaman umur 4 minggu setelah tanam. seperti tanaman yang berpotensi untuk terjadinya penyerbukan silang dengan varietas tanaman yang diusahakan atau tanaman yang berpotensi menghasilkan benih campuran varietas lain. dibutuhkan metode yang cukup representatif melalui pengacakan sampel di lapang. Tanaman yang tidak sesuai dengan deskripsi tanaman yang diusahakan harus dicabut dan dimusnahkan.

Mempercepat program pemuliaan tanaman karena segera diperoleh data viabilitas dan vigor maksimum dari varietas yang dikembangkannya. pola B mampu menjamah lahan seluas 60-70%. maka panen pada saat benih masak fisiologis adalah pilihan yang tepat. Beberapa keuntungan panen yang dilakukan pada saat benih mencapai m asak fisiologis antara lain: (a). 99 . Pemanenan P enanganan pascapanen dapat dilakukan dengan baik.sekitar 75%. pola C (cara acak) dan pola D (searah jarum jam) memungkinkan seluruh (100%) pertanaman terjamah. Benih belum mengalami deteriorasi (kemunduran). pola E mampu menjamah lahan sebesar 85%. (b). tidak merusak benih yang masih berkadar air tinggi. dan pola F hanya mampu menjamah pertanaman sebesar 60% dari luas lahan keseluruhan.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * .

Kondisi iklim pada selang waktu antara masak fisiologis dan panen sangat berpengaruh terhadap viabilitas benih. Perkecambahan benih di lapang dapat dihindari. maupun daya simpan benih. maka panen dapat dilakukan beberapa hari setelah masak fisiologis. serta. daya kecambah.* * * * Gambar 4. (c) Menghemat waktu dan mengurangi kehilangan benih di lahan. Cuaca pada areal produksi yang tidak menguntungkan dapat menurunkan mutu benih yang dihasilkan.9 . Beberapa alternatif jalur perjalanan untuk melakukan kegiatan roguing. vigor. Oleh karena kadar air benih pada saat masak fisiologis masih cukup tinggi (50-60%) sehingga rentan terhadap kerusakan mekanik. (d). f) Pengolahan Benih Pengolahan benih merupakan tahap transisi antara produksi dan 100 . Waktu panen ini pun jugam mempunyai risiko.

Alur umum pengolahan benih Benih masuk ke unit pengolahan benih umumnya dalam bentuk calon benih. yakni memilah benih dari benih yang kurang bermutu. Prinsip umum pengolahan benih adalah memproses calon benih menjadi benih dengan tetap mempertahankan mutu yang telah dicapai. Semakin efektif pengolahan yang dilakukan. kadar airnya juga masih sangat tinggi. Adapun efektivitas pengolahan ditentukan oleh alur (jalur) pengolahan dan penggunaan alat-alat pengolahan benih yang tepat. benih kedelai dan kacang hijau masih dalam polong. 1) Pembenihan dan prapembersihan . Oleh karenanya. Separation. (b). dan kotoran benih. misalnya benih jagung masih dalam tongkol. misalnya berukuran kecil atau tidak seragam. Dengan pemisahan dan pemilahan benih. yakni memisahkan benih dari sumber kontaminan seperti benih gulma. mutu benih dapat ditingkatkan melalui dua cara yaitu : (a). Secara populatif. Perbandingan jumlah benih hasil pengolahan dengan jumlah calon benih hasil panen dinamakan rendemen.penyimpanan atau pemasaran benih. semakin tinggi nilai rendemen yang berarti semakin kecil nilai kehilangan pascapanennya (post harvest losses). akan diperoleh benih yang murni dan hidup (pure life seed) dengan total jumlah yang lebih rendah dari jumlah benih hasil panen. d. tetapi secara populatif. pengolahan benih yang dilakukan sebagai berikut. Upgrading. benih tanaman lain. Pengolahan benih tidak dapat meningkatkan mutu benih secara individual. Nilai rendemen sangat ditentukan oleh jenis benih dan efektivitas pengolahan. Selain dalam bentuk calon benih. Tahap ini cukup menentukan karena benih dapat tidak bermanfaat jika salah dalam pengolahannya.

yaitu benih dipisahkan dari benih varietas lain. serta benih yang berviabilitas rendah (kecil. seperti air screen cleaner. benih disimpan sementara secara curah dan tumpukan (bulk storage). dan tidak seragam). dilakukan pemisahan benih dari kotoran sisa polong. Selama proses pembenihan dan prapembersihan. atau jerami (disebut pre-cleaning). Setelah pengolahan tersebut.Kegiatan pembenihan meliputi pengeringan (drying) dan perontokan (threshing) pada kacang-kacangan dan padi atau pemipilan (she ling) pada jagung. 2) Pembersihan Proses pembersihan (cleaning) benih diawali dengan pemisahan benih dari kotoran (sampah). benih gulma. tongkol. 3) Perlakuan benih dan pengemasan Perlakuan benih (seed treatment) adalah pemberian bahan kimia dalam 101 . Pembersihan ini dapat menggunakan ayakan (saringan) atau alat pembersih benih dengan sistem pengayakan dan hembusan udara. pecah. benih memasuki proses sortasi dan upgrading. Setelah bersih dari kotoran.

resisten dan kedap. Kemasan porus adalah kemasan yang tembus air sehingga tidak mampu melindungi benih dari pengaruh kelembapan udara luar. Contohnya botol (gelas) dan kaleng (drum). serta alat perlakuan dan pengemasan. Adapun kemasan kedap adalah kemasan yang tidak tembus air. kertas dan kain blacu. tingkat mutu dan efisiensi yang diinginkan. Contohnya. alat dan mesin pengolahan yang paling dibutuhkan yaitu alat pembenihan (conditioning dan pre-cleaning). jenis dan nilai komoditas. alat pengering. Bila menggunakan kemasan kedap. e. baik yang terbawa benih. Kemasan resisten adalah kemasan yang tahan terhadap tembusan air. Jenis kemasan benih dapat dikelompokkan menjadi 3. Contoh kemasan seperti ini yaitu kantong plastik. serangan yang mungkin terjadi di penyimpangan maupun serangan di lapang produksi. kadar air benih harus rendah untuk menghindari pengaruh buruk dari akumulasi produk respirasi benih di dalam kemasan. . yakni kemasan porus.rangka melindungi benih dari hama dan penyakit. dan ada atau tidaknya sumber listrik atau mesin diesel. Alat dan mesin pengolahan benih Secara umum. Hal penting yang diperhatikan di dalam memberikan perlakuan benih adalah jenis dan dosis pestisida yang digunakan agar tidak meracuni benih. Pengemasan bertujuan untuk melindungi benih dari pengaruh kelembaban udara dan pencampuran antar lot (kelompok) benih. Alat-alat tersebut dapat berupa mesin pengolah benih yang dijalankan secara mekanik atau alat sederhana yang dijalankan secara manual. pertimbangan keuntungan usaha. Pemilihan jenis alat pengolah benih tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan penangkar. alat pembersih. Jenis kemasan ini mampu mempertahankan kadar air benih dalam jangka waktu yang lama. tetapi dalam jangka panjang kemasan menjadi porus.

Secara prinsip.1) Alat pengering benih (seed drier) Pengeringan benih dapat dilakukan secara alami dengan panas matahari atau secara buatan dengan bantuan alat pengering (seed drier). tetapi benih hasil pengeringan dengan matahari memiliki mutu fisik yang lebih baik. 102 . Meski penggunaan drier memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pengeringan alami. sistem pengeringan buatan menggunakan kompor api atau heater sebagai sumber panas dan kipas (fan) sebagai tenaga penggerak aliran udara. diperlukan pembalikan benih. Pengeringan secara alami mempunyai kendala seperti turun hujan. Kendala tersebut tidak dijumpai bila pengeringan dilakukan dengan alat pengering. suhu yang tidak dapat dikontrol. dan kapasitas lantai jemur yang terbatas. Kapasitas alat dan lama pengeringan perlu diketahui agar tidak terjadi overload atau penundaan pengeringan yang dapat menurunkan mutu benih.

semakin cepat pula proses perontokan atau pemipilan benih. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat perontok dan pemipil adalah kecepatan putar silinder dan jumlah paku yang berpotensi merusak benih secara mekanik. seperti kedelai dan jagung. secara umum alat pembenihan terdiri dari silinder yang memiliki gigi (paku) yang dapat diputar sehingga mampu merontok atau memipil benih. Tenaga yang digunakan untuk memutar silinder perontok dapat berasal dari tenaga mekanik atau tenaga listrik. Terdapat berbagai tipe drier seperti tunnel drier. dikeringkan dengan batch drier. serta alat penanganan dan transportasi yang digunakan. Benih tanaman pangan. tetapi membutuhkan . batch drier. Cara ini adalah cara yang paling kecil kerusakan mekaniknya. column seed drier dan continous flow tower drier. seperti memipil jagung dan mengupas benih kacang tanah. bin drier. Adapun benih yang diproduksi dalam jumlah banyak dikeringkan dengan bin drier atau continous flow drier. Namun. Ada pula mesin yang dilengkapi dengan blower sehingga benih yang dihasilkan lebih bersih. Benih yang dikeringkan secara alami memiliki warna yang lebih cerah dan tidak berbau. Penggunaan masingmasing tipe antara lain tergantung pada jumlah lot benih. Alat pembenihan yang paling sederhana adalah tangan. 2) Alat pembenihan Alat pembenihan adalah alat yang digunakan untuk memisahkan benih dari struktur buah. sedangkan benih hasil pengeringan buatan memiliki warna yang sedikit kusam dan berbau (terutama bila menggunakan alat berbahan bakar minyak tanah).terutama warna dan baunya. Semakin cepat putaran silinder dan semakin banyak paku yang dipasang. Jenis dan tipe alat yang digunakan berbeda untuk setiasp jenis benih. tetapi potensi kerusakan mekanik yang ditimbulkannya juga semakin besar.

Alat pembersih benih tradisional berupa nyiru atau tampah. Hasilnya diperoleh benih yang bersih. Alat pembersih benih modern (berbasis mesin) ada banyak tipe dan jenisnya. Alat tipe ini menggunakan kombinasi dari aliran udara dan saringan untuk memisahkan benih 103 . Alat pembersih yang paling banyak digunakan sebagai pembersih dasar (utama) adalah air scree cleaner. kadar air benih harus cukup rendah (kering pipil). Kekurangan dari penggunaan alat ini adalah dibutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang banyak. Cara menggunakannya dengan menggerakkan ke atas dan ke bawah. lalu memutarnya sambil ditiup. 3) Alat pembersih benih Alat pembersih merupakan alat untuk membersihkan benih dari sumber-sumber kontaminan dan benih yang tidak bermutu melalui pengayakan (penyaringan.waktu lama dan khusus untuk benih jagung. Meskipun demikian risiko kerusakan benih sangat kecil. screening) dan peniupan benda-benda yang tidak diperlukan dengan blower.

faktor perlakuan sebelum benih . dan faktor organisme hidup yang ada di dalam ruang simpan. lingkungan fisik penyimpanan. Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung. . yaitu faktor benih. Air screen cleaner tipe kecil terdiri dari 2 saringan dengan 3-4 aspirator. Penyimpanan Benih Tujuan penyimpanan benih adalah mempertahankan daya hidup (daya simpan) benih selama mungkin. (3) saringan bawah (graded screen) memilah dan menahan benih yang bersih. faktor genetik. yakni (1) saringan atas (scalping screen) menahan benih dan benda yang berukuran besar. dan spiral separator untuk memilah benih berdasarkan bentuknya. Cara kerja alat ini terdiri dari tiga tahap. sebagai contoh benih padi memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan benih kedelai walaupun faktor lainnya sama. Tiap jenis atau varietas benih memiliki daya simpan tersendiri. Kondisi benih tersebut dipengaruhi oleh: . f. diseparasi untuk memilah benih berdasarkan ukurannya. Dalam penyimpangan. (2) aliran udara (aspirating air) memisahkan benih dari benda-benda yang ringan. berat jenis dan resistensi terhadap aliran udara.berdasarkan ukuran. 1) Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih. a) Faktor Benih Kondisi benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap daya simpannya. faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya simpan benih dioptimalkan agar prosers kemun-duran dapat ditekan seminimum mungkin. Alat pembersih benih lain yaitu spesific gravity separator untuk memilah benih berdasarkan berat jenisnya. secara umum dikelompokkan menjadi 3 kelompok.

Karena bersifat higroskopis. tingkat kerusakan benih. seperti kondisi lapangan selama pertanaman (kesuburan lahan.disimpan. struktur fisik benih. . b) Faktor lingkungan fisik ruang penyimpanan Faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi daya simpan benih di dalam penyimpanan yaitu kelembapan. . (3) komposisi kimia benih. Kelembaban ruang simpan akan berpengaruh terhadap kadar air benih dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme. . dan (8) kadar air benih. dan komposisi gas di ruang simpan. . tingkat hama dan penyakit. dan perlakuan pengolahan benih dari calon benih menjadi benih (perontokan. kondisi lingkungan selama benih dalam pemasakan. dormansi dan benih keras. tingkat kemasakan benih. benih mudah menyerap atau melepaskan uap air tergantung 104 . iklim). temperatur. pemanenan. pengeringan).

Semakin tinggi kadar O2 di ruang penyimpanan. Daya hidup benih menjadi setengahnya jika temperatur dinaikkan 5Oc. semakin tinggi laju respirasi dan semakin tinggi kadar air kesetimbangan sehingga mempercepat kemunduran benih. (3). Hal ini berlaku bila tempat penyimpanan dengan kelembapan 20-70% dan temperatur 0-50OC. c) Jasad hidup di ruang penyimpanan . Jumlah angka kelembapan dalam % dan temperatur dalam OF tidak boleh melampaui angka 100 untuk penyimpanan benih selama 3-10 tahun.kelembapan ruangan. Melindungi benih dari pengaruh kelembapan dengan cara menggunakan kemasan yang resisten atau kedap. menggunakan bahan penyerap kelembapan (desikan). karbon dioksida (CO2). Untuk penyimpanan benih <3 tahun. Meningkatnya kadar CO2 dapat meningkatkan daya simpan benih bawang merah. (2). dan mengendalikan ruangan supaya tetap kering dengan alat dehumidifier (penurun kelembapan). daya hidup benih akan semakin turun. angka tersebut boleh sampai 120 dengan catatan tingkat kelembapan udara tidak melebihi 60Of. Gas yang berpengaruh terhadap daya simpan benih di penyimpanan antara lain oksigen (O2). Semakin tinggi termperatur. dan nitrogen (N2). Suhu berpengaruh terhadap laju respirasi benih dan tingkat kadar air kesetimbangan benih. Nitrogen dapat mempercepat kemunduran benih bawang merah dan sawi. Daya hidup benih menjadi setengahnya jika kadar air benih ditingkatkan 1% untuk kisaran benih berkadar air 5-14%. Rumusan tentang pengaruh temperatur dan kadar air benih terhadap daya simpan benih yaitu sebagai berikut : (1).

dan burung. daya simpan benih akan cepat menurun. Pada sistem penyimpanan ini. Sistem penyimpanan terbuka berarti tidak ada perlakuan terhadap kondisi lingkungan ruang penyimpanan. biasanya benih dikemas dengan wadah yang tidak 105 .Jasad hidup yang terdapat di ruang penyimpanan benih umumnya terdiri dari cendawan. yakni penyimpanan terbuka dan penyimpanan terkendali. serangga. tungau. Kerusakan yang diakibat-kan oleh jasad hidup ini umumnya secara fisik. penyimpanan benih dilakukan dengan dua sistem. bakteri. Daya simpan benih tergantung padak ondisi daerah penyimpanan. yakni menutup seluruh benih dengan terpal lalu memberinya bahan fumigan seperti fostoxin. adanya jasad hidup juga akan menyebabkan kondisi lingkungan kurang baik. d) Cara penyimpanan benih Secara umum. Di daerah dengan iklim kering dan dingin. Pengendalian jasad hidup tersebut dapat dilakukan dengan sanitasi atau fumigasi. benih bisa tahan lama disimpan. Di daerah dengan iklim yang lembap dan temperatur tinggi. misalnya benih berlubang atau rusak. virus. seperti lingkungan menjadi lebih lembap dan kurang bersih yang pada akhirnya juga mempercepat kemunduran benih. tikus. Selain itu.

Benih bisa disimpan dalam wadah sarang lalu ditempatkan di ruang ini. Pada sistem penyimpanan benih terkendali. yaitu penyimpanan secara dingin.kedap. Ruang simpan diberi AC. serta penyimpanan beku. kelembapan ruang simpan dipertahankan rendah dengan menggunakan alat pengering ruangan dehumidifier. Penyimpanan kering dapat juga dilakukan dengan penggunaan bahan pengemas yang rapat. karung goni. lingkungan ruang penyimpanan dikontrol atau dikendalikan sedemikian rupa sehingga daya hidup benih dapat dipertahankan sesuai dengan keinginan (lama yang diinginkan). Pada penyimpanan kering. dan bahan porus lain. penyimpanan kering dan dingin. Pada penyimpanan dingin. tergantung pada tingkat kadar airnya. penyimpanan secara kering. seperti kain blacu. Selama perubahan temperatur ruang simpan tidak terlampau tinggi. seperti kantong plastik. benih bisa disimpan sampai beberapa tahun. Dalam sistem ini. temperatur ruangan diatur agar tetap dingin dengan menggunakan AC (Air condition). benih diekmas dengan wadah yang relatif rapat. dan benih dapat diperta-hankan sampai beberapa tahun. dan benih dikemas dengan kemasan yang . botol atau kaleng yang tertutup rapat. dehumidifier. seperti kantong plastik. Kombinasi penyimpanan kering dan dingin. kertas semen. kelembapan maupun temperatur ruang simpan di kontrol dengan alat atau dengan cara pengemasan seperti pada kedua penyimpanan di atas. Ada empat cara penyimpanan benih dengan suhu dan kelembaban terkendali. Ssitem penyimpanan ini hanya cocok untuk benih yang disimpan dalam jangka pendek (<3 bulan).

Agar tidak tertipu oleh label benih. dan digunakan kemasan benih yang rapat (kedap). Secara umum. Pada penyimpanan beku. bahkan sampai 100 tahun. Sistem penyimpanan ini biasanya digunakan untuk penyimpanan koleksi benih penting yang dijadikan sebagai bahan pemuliaan tanaman (plasma nutfah). dan genetik. para pengguna benih (terutama petani) hendaknya memahami tentang mutu benih dan komponen-komponennya yang dicantumkan di dalam label benih. Sistem penyimpanan kering dan dingin merupakan sistem penyimpanan terbaik yang mampu memperta-hankan daya simpan benih hingga 10 tahun.kedap. kelembapan ruang <30%. 4. Komponen mutu fisik adalah kondisi fisik benih yang 106 . yaitu komponen mutu fisik. Sekarang pasar sudah mendesak dimasukkannya komponen mutu pathologis. temperatur dibuat sangat rendah antara -20oC hingga 5oC. fisiologis.5 Mutu Benih Program perbenihan menitikberatkan pada penggunaan benih yang tepat muitu yang ditunjukkan pada labelnya. Penyimpanan ini mampu mempertahankan benih bertahuntahun. komponen mutu benis dibedakan menjadi tiga.

debu dan kerikil. campuran varietas lain. unsur-unsur mutu benih yang dicantumkannya meliputi kadar air. kotoran dan daya tumbuh. Benih murni. Warna benih terang dan tidak kusam. Dengan demikian. Komponen mutu genetik adalah hal yang berkaitan dengan kebenaran dari varietas benih. Benih bersih dan terbebas dari kotoran. Benih mulus. komponen benih murni. ukuran. seperti potongan tangkai. tidak tercampur dengan varietas lain. bentuk. (d). baik secara fenotip (fisik) maupun genetiknya. Hal yang berkaitan dengan ada atau tidaknya dan besarnya serangan penyakit yang terjadi. di Indonesia. benih bermutu menampakkan ciri-ciri berikut: (a). kebersihan. belum dicantumkan dalam label sertifikat benih. Pada label benih. baik pada kondisi yang menguntungkan (optimum) maupun kurang menguntungkan (suboptimum). kulit tidak terkelupas. dan keseragaman. Komponen mutu fisiologis adalah hal yang berkait-an dengan daya hidup benih jika ditumbuhkan (dikecambahkan). (c). diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. a. . bijibijian lain. (b). yaitu dari data (label) daya berkecambah dan nilai kemurniannya. Adapun mutu pathologis berkaitan dengan ada tidaknya serangan penyakit pada benih serta tingkat serangan yang terjadi. dapat diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. tekstur permukaan. tidak berbercak. Kriteria benih bermutu Penggunaan benih bermutu dalam budi daya akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi karena populasi tanaman yang akan tumbuh dapat diperkirakan sebelumnya.menyangkut warna. bobot. Secara fisik. tingkat kerusakan fisik.

Kelas benih Benih merupakan hasil akhir dari proses panjang yang dilakukan oleh seorang pemulia tanaman dalam merakit sebuah varietas baru. bernas. dibutuhkan kegiatan perbanyakan benih atau produksi benih. Sehat. melalui suatu prosedur yang 107 . Benih hasil produksi ini kemudian dikelompokkan kedalam kelas-kelas sesuai dengan tahapan generasi perbanyakan dan tingkat standar mutunya. ukurannya normal dan seragam. Jika proses penyebaran varietas baru dari pemulia kepada petani dilakukan secara langsung maka jumlah benih yang tersedia tidak mencukupi kebutuhans seluruh petani. benih dianggap bermutu tinggi jika memiliki daya tumbuh (daya berkecambah) lebih dari 80% (tergantung jenis dan kelas benih) dan nilai kadar air di bawah 13% (tergantung jenis benihnya. b. Selain itu. benih kedelai mesti lebih rendah lagi). Sistem perbanyakan benih dilakukan secara berjenjang dengan selalu mempertahankan identitas genetis dan kualitas benih dari varietas yang dihasilkan pemulia tanaman. Untuk mengatasi keterbatasan jumlah benih hasil pemuliaan ini.(e). tidak keriput.

Benih dasar ini diberi label sertifikasi berwarna putih. Benih dasar diproduksi oleh Balai Benih (terutam Balai Benih Induk. 3) Benih pokok (BP= stock seed. Benih ini sebagai sumber untuk perbanyakan benih dasar. (SS)) Benih pokok merupakan F1 dari benih dasar atau F2 dari benih penjenis. Benih ini diproduksi dan diawasi secara ketat oleh pemulia tanaman sehingga kemurnian varietasnya dapat dipertahankan. Benih pokok dan benih sebar umumnya diperbanyak oleh Balai Benih atau penangkar benih dengan . Dari sistem dibagi menjadi empat. 2) Benih dasar (BD = foundation seed (FS)) Benih dasar merupakan turunan pertama (F1) dari benih penjenis. 1) Benih penjenis (BP = breeder seed: (BS)) Benih penjenis diproduksi dan diawasi oleh pemulian tanaman dan atau oleh instansi yang menanganinya (Lembaga Penelitian atau Perguruan Tinggi). Khusus untuk benih penjenis tidak dilakukan sertifikasi tetapi diberikan label warna putih. Produksinya te-tap mempertahankan identitas maupun kemurnian varietas dan memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB.diatur dalam aturan sertifikasi benih. 4) Benih sebar (BR=extension seed (ES)) Benih sebar merupakan F1 benih pokok. Benih pokok diproduksi oleh Balai Benih ataui pihak swasta yang terdaftar dan diberi label sertifikasi berwarna ungu. Produksi benih pokok tetap mempertahankan identitas dan kemurnian varietas serta memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. BBI) dan proses produksinya diawasi dan disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).

Produksi tetap mempertahankan identitas dan tingkat kemurnian varietas. upaya pemenuhan kebutuhan benih bersertifikat juga dilakukan dengan strategi alur perbanyakan benih. Benih sebar diberi label sertifikasi berwarna biru. pengawasan dan sertifikasi dari BPSB. sementara jumlah benih bermutu yang beredar belum sesuai dengan yang dibutuhkan maka dimungkinkan untuk diproduksi benih berlabel merah jambu (LMJ).mendapatkan bimbingan. Benih dengan indeks penangkaran tinggi menggunakan strategi perbanyakan pola alur pernabanyakan tunggal. Selain dengan pengkelasan benih. 108 . selain benih sebar berlabel biru juga terdapat benih sebar berlabel hijau yang merupakan keturunan dari benih sebar berlabel biru. tetapi tetap memenuhi standar laboratorium untuk pelabelan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan benih bermutu yang terus meningkat. Untuk benih palawija. Pengadaan benih LMJ tidak melalui proses sertifikasi.

Pada sistem alur perbanyakan benih alur tunggal.11. tiap kelas benih diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih di bawahnya sehingga F3 dari benih penjenis adalah kelas benih sebar. Adapun benih yang memiliki indeks penangkaran rendah dapat menggunakan perbanyakan pola alur perbanyakan ganda seperti pada kedelai. Alur perbanyakan benih sistem polygeneration flow 109 . Benih penjenis (Breeder seed) Benih dasar (Foundation seed) Benih pokok (Stock seed) Benih sebar (Extension seed) Petani Gambar 4.seperti padi dan jagung.

tetapi dapat hanya sampai generasi ke-3 atau ke-2 bila kebutuhan benih telah tercukupi. b. faktor lingkungan dan faktor status 110 transisi . sebagai strategi perbanyakan benih. Faktor yang Mempengaruhi Mutu Benih Mutu benih merupakan perpaduan dari karakter genetik dan pengaruh lingkungan. Hal ini pun diterapkan dengan pertimbangan kebutuhan benih di lapang sehingga tidak perlu benih F4. penerapan alur generasi ganda tidak harus sampai generasi ke-4. Dengan demikian. Oleh karenanya. Pada sistem alur perbanyakan ini. benih diperbanyak secara alur generasi tunggal sampai dengan kelas benih pokok dan slenajutnya benih diperbanyak secara alur ganda untuk menghasilkan kelas benih sebar. Alur perbanyakan benih sistem monogeneration flow Adapun pada sistem alur perbanyakan ganda. Selain dikenal dua sistem alur perbanyakan benih. setiap kelas benih dapat diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih yang sama dengan maksimal generasi diperbanyak 4 kali. Adapun faktorfaktor yang berpengaruh terhadap mutu benih antara lain faktor genetika. sistem alur perbanyakan transisi pun dikenal pula dalam perbanyakan benih kacangkacangan.12. melainkan benis penjenis ke-3 yang dapat dijadikan sebagai bahan perbanyakan kelas benih penjenis ke4 atau kelas benih dasar.Gambar 4. F3 dari kelas benih penjenis bukan benih sebar. Penerapan sistem alur perbanyakan benih selalu mempertimbangkan aspek volume kebutuhan benih dan indeks penangkaran benih.

tidak merupakan sumber investasi hama dan penyakit. maupun saat pemasaran benih. Setiap jenis atau varietas memiliki identitas genetik yang berbeda. Demikian pula padi var. Hal ini untuk menghindari adanya tanaman voluntir hasil penyerbukan silang antara tanaman sebelumnya (yang berbeda varietas) dengan pertanaman yang ada. 2) Faktor lingkungan Faktor lingkuingan yang berpengaruh terhadap mutu benih berkaitan dengan kondisi dan perlakuan selama prapanen. mutu daya simpan benih kedelai lebih rendah dibanginkan dengan mutu daya simpan benih jagung. Chainan. Jika lahan produksi harus ditanami jenis komoditas yang sama dengan pertanaman sebelumnya maka varietas yang ditanam hendaknya. Semua perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan gen yang ada di dalam benih. serta sumber kontaminan terhadap varietas tanaman yang akan diproduksi. kekuatan daya tumbuh (vigor) dan produksi benih jagung hibrida lebih tinggi dari benih jagung biasa (komposit). Sebagai contoh. 1) Faktor genetik Genetik merupakan faktor bawaan yang berkaitan dengan komposisi genetika benih.benih (kondisi fisik dan fisiologis benih). Dalam memilih lokasi produksi. Adanya tanaman voluntir dapat mengakibatkan mutu (genetis) benih menjadi rendah. Peta memiliki mutu daya simpan yang lebih baik dari benih padi var. pancapanen. Jika penanaman yang berbeda varietas tidak bisa . senantiasa memperhatikan sejarah lahan dan kondisi pertanaman sekitar lahan. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : a) Lokasi produksi dan waktu tanam Lokasi produksi benih dipilih lahan yang subur.

Kesalahan dalam menentukan waktu tanam bisa mengakibatkan proses pembentukan dan perkembangan benih kurang sempurna (terutama fase pengisian biji/grain fi ling) sehingga kuantitas maupun kualitas benih menjadi rendah. Sebaliknya. hal terpenting adalah memperkirakan bahwa saat panen benih tidak dilakukan pada musim hujan. begitu juga waktu tanamnya. Jarak antarblok pertanaman produksi benih diatur agar tidak terjadi penyerbukan silang. Berkaitan dengan waktu tanam. Isolasi yang dilakukan meliputi isolasi jarak maupun isolasi waktu. selama fase pertumbuhan (fase vegetatif) curah hujan hendaknya cukup memadai. lahan masing-masing varietas harus diisolasi. Dari mulai tingkat kesuburan 111 . b) Teknik budidaya Semua tindakan dalam teknik budi daya produksi benih akan berpengaruh langsung terhadap mutu benih.dihindari.

teknik budi daya produksi benih perlu berpedoman pada kaidah-kaidah sertifikasi benih. c) Waktu dan cara panen Dalam pembentukannya. jika kondisi lingkungan memungkinkan (tidak ada hujan. stadia perkembangan benih. benih mengalami beberapa stadia. Agar benih tidak rusak pada saat panen. stadia matang morfologis. Tindakan ini merupakan tindakan pengeringan dan penyimpanan benih di lapangan. Bahkan utnuk beberapa kasus. yaitu stadia pembentukan. gangguan hama dan penyakit serta benih rontok). dan stadia masak fisiologis. sampai perlindungan tanaman dari penyerbukan silang. status serangan hama dan penyakit serta pengendaliannya. di dalam polong kelobot. atau struktur pembungkus benih lainnya). bobot kering benih mencapai maksimum dan benih telah lepas dari tanaman induknya. kadar air benih masih relatif tinggi dan masih dalam bentuk calon benih (masih dalam malai. jarak tanam. Untuk mendapatkan benih bermutu tinggi. d) Penimbunan dan penanganan hasil Ketika dipanen. Pada saat itu kadar air benih cukup tinggi sehingga tidak cukup aman terhadap kerusakan mekanik pada saat panen maupun pascapanen. hendaknya digunakan alat panen yang tidak menimbulkan kerusakan mekanik (fisik) benih. sampai kadar air benih cukup aman untuk panen dan penanganan pasca panen. kondisi gulma.lahan dan teknik pemupukan. Pada stadia masak fisiologis. pengelolaan air. Panen secara manual atau menggunakan alat panen sederhana merupakan cara panen terbaik karena tidak menimbulkan kerusakan fisik yang berarti. benih tidak dipanen. meski cara ini kurang efisien. Oleh krenanya. saat panen yang sering dilakukan yaitu beberapa hari setelah masak fisiologis. .

Tempat penimbunan hasil hendaknya cukup luas dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Oleh karenanya. semakin baik mutu benih yang dihasilkan karena 112 . Berkaitan dengan penanganan hasil. Semakin cepat proses penanganan benih. perlu digunakan alas dan penutup timbunan benih yang kedap air. seperti terpal plastik. sistem penimbunan dan penanganan hasil sangat berpengaruh pada kualitas benih yang akan dihasilkan.Keadaan tersebut membawa konsekuensi pada tingginya proses metabolisme yang terjadi di dalam benih. untuk menghindari pengembunan pada malam hari. benih hendaknya sesegera mungkin diproses untuk menghindari dampak buruk. tingginya tingkat kepekaan benih terhadap benturan dengan alatalat (mesin) pengolahan pada pascapanen. serta tingginya potensi serangan hama dan penyakit. Penimbunan hasil yang baik ditujukan untuk menghindari terjadinya proses metabolisme anaerobik pada benih. Jika tempat penimbunan berupa ruang terbuka.

komposisi kimia. dan hama serta penyakit). Oleh karenanya. ukuran dan berat jenis.memperkecil energi yang terbuang akibat proses metabolisme benih selama di dalam penimbunan. penyimpanan. tingkat keusangan (hubungan antara vigor awal dan lamanya disimpan). serta pendistribusian benih secara baik. suhu ruangan. struktur. tingkat kadar air. Kadar air benih sangat penting untuk dipertahankan karena peningkatan 1% . Hal ini dapat diperkecil dengan melakukan penanganan dan pengolahan. Pengemasan dan penyimpanan benih hendaknya mampu menjaga tingkat kadar air benih dan mutu benih dari pengaruhpengaruh lingkungan luar (kelembaban udara. 3) Faktor fisik dan fisiologis Faktor ini berkaitan dengan performa benih seperti tingkat kemasakan. tingkat kerusakan mekanis. a) Tingkat kemasakan benih Panen yang dilakukan sebelum masak fisiologis akan menghasil-kan benih yang kurang bermutu. b) Tingkat keusangan benih Tingkat vigor awal tidak dapat dipertahankan karena benih akan mengalami proses kemunduran secara kronologis. c) Tingkat kerusakan benih Tingkat kerusakan benih pada umumnya dapat diidentifikasi dari laju kemunduran mutu benih. tingkat kesehatan. dan dormansi benih. pemanenan benih pada tingkat kemasakan yang tepat sangatlah penting dalam mendapatkan tingkat mutu benih (awal) yang tinggi dan mutu daya simpan benih yang panjang. Sifat kemunduran ini tidak dapat dicegah dan tidak dapat balik atau diperbaiki secara sempurna.

terutama embrio. d) Tingkat kesehatan benih Tingkat kesehatan berkaitan dengan ada tidaknya serangan dan tingkat serangan hama dan penyakit. Kadar air dapat dipertahankan dengan kemasan yang kedap udara luar. misalnya di atas para-para dapur. Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama dapat secara langsung. Serangan hama dari penyakit dapat terjadi sejak benih masih berada di lapang sampai di ruang penyimpanan. Apabila kemasannya rusak. Mutu benih yang terserang hama dan atau penyakit akan menurun.nilai kadar air akan mampu menurunkan daya simpan benih menjadi setengahnya. seperti plastik polietilin. Dapat pula benih rusak secara tidak langsung. kadar air benih akan berubah dan memungkinkan tercampurnya antara satu kelompok benih (dari satu kemasan) dengan kelompok benih lain (dari kemasan aslinnya). yakni benih dimakan atau struktur. yakni hama sebagai 113 . Pendistribusian benih tidak sampai merusak kemasan benih. rusak (sehingga benih tidak mampu berkecambah secara normal). atau benih disimpan dalam ruangan yang kering.

Butiran benih padi yang terletak di ujung malai memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih besar dibandingkan butiran benih pada pangkal malai. Benih dikatan berlemak jika memiliki kandungan lemak antara 18-50%. benih berlemak (oily seed) dan benih berprotein (protein seed). . selain menimbulkan lingkungan penyimpanan yang tidak optimum.pembawa penyakit. Fenomena yang sama pun terjadi pada benih kedelai. sedangkan dikatakan berpati jika kandungan patinya >50% dengan kandungan lemak dan protein <18%. diduga memiliki mutu fisiologis yang lebih tinggi karena benih tersebut memiliki jumlah cadangan makanan yang lebih banyak. Adapun kerusakan yang ditimbulkan penyakit. Hal ini pun disebabkan benih pada pangkal dan tengah tongkol lebih dahulu terbentuk dan berkembang. Hal ini disebabkan benih-benih di ujung malai lebih dahulu terbentuk dan berkembangl. Benihbenih dengan ukuran dan berat jenis lebih besar. benih yang berasal dari polong di pangkal batang memiliki ukuran dan berat jenis yang relatif lebih besar dibanding benih-benih yang berasal dari polong di ujung batang. dikatakan berprotein jika kandungan proteinnya 18-50% dan kandungan lemak <18%. benih dibedakan menjadi benih berpati (starchi seed). e) Ukuran dan berat jenis benih Ukuran dan berat jenis benih sangat berkaitan dengan posisi bnenih di dalam buah dan posisi buah pada tanaman. cendawan umumnya menghasilkan produk beracun seperti aflatoksin yang akan meracuni benih sehingga akan menurunkan aktivitas enzim tatkala benih dikembahkan. Sebaliknya benih-benih yang berada di pangkal dan tengan tongkol jagung memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih tinggi dibandingkan dengan benih di ujung tongkol. f) Komposisi kimia benih Berdasarkan komposisi kimia ini. pada varietas yang sama dan tingkat kadar air yang sama.

benih dikategorikan dalam lima kelompok yaitu : 114 .Komposisi kimia benih berhubungan dengan mutu daya simpannya. Pada akhirnya benih cepat mengalami kemunduran. Di tempat terbuka. benih berpati dan berprotein mempunyai daya simpan lebih lama dibandingkan benih berlemak. misalnya dilengkapi sayap sehingga mudah menyebar) dan mempunya fungsi sebagai pelindung (protecting structure) dari kerusakan fisik dan mekanik. tetapi juga bisa terkait dengan berat benih. lalu terurai menjadi radikal bebas yang akan merusak fungsi enzim di dalam proses meta-bolisme benih. Sistem pelindung ini bisa terkait dengan struktur fisik benih (bentuk dan ukuran). Atas dasar ini. Hasil penguraian lemak tak jenuh di dalam benih akan menghasilkan asam lemak bebas. g) Struktur benih Struktur benih sangat berkaitan dengan sistem penyebaran benih (seed dispersal.

jagung tergolong naked fruit. . Selain itu kombinasi antara komposisi kimia dan struktur benih dapat menduga tingkat kerusakan dan kemunduran benih seperti yang tertera pada tabel 1. Demikian juga. tetapi tampak seolaholah telah kering karena air di dalm benih tidak dapat diuapkan akibat kulit yang keras. DSI) kedelai lebih tinggi dari benih jagung. yaitu semakin terbukanya struktur benih maka semakin tinggi nilai indeks kerusakannya. Sebaliknya. Struktur benih berkaitan dengan mutu benih. h) Tingkat kadar air benih Kadar air benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap mutu benih. Demikian pula dalam proses pengeringan. Hal ini berarti indeks kerusakan benih (damage susceptibility index. benih belum kering. . Proses panen dan perontokan yang dilakukan pada benih berkadar air tinggi akan mengakibatkan benih memar. naked fruit (buah terbuka). Dalam kondisi ini. dengan pemberian bahan kimia pada . padi tergolong structure protected seed. kacang tanah tergolong loose filled seed. jika terlalu kering. dan patologis. Kadar air benih sangat berkait erat dengan mutu fisik. sedangkan kacang hijau dan kedelai tergolong naked seed. serta .. proses perontokan dapat mengakibatkan benih retak. loose filled seed (benih dilindungi oleh ruangan yang cukup longgar antara benih dan kulit buah). Berdasarkan kategori tersebut. DSI benih jagung lebih tinggi dari benih padi. weight protected seed (benih yang dilindungi oleh beratnya yang ringan). fisiologis. . benih berkadar air tinggi yang dikeringkan dengan suhu tinggi (kecepatan pengeringan tinggi) dapat terjadi pengerasan pada kulit benih. structure protected seed (benih dilindungi oleh struktur fisiknya). naked seed (benih terbuka).

Pengaruh tersebut bisa bersifat langsung. Jika masih berkadar air tinggi. bahan kimia yang akan terabsorbsi benih melebihi batas aman sehingga dapat meracuni benih.1 Indeks kerusakan dan kemunduran benih berkaitan dengan komposisi kimia dan struktur benih Komposisi Kimia Benih Benih Benih Berlemak (DSI = 6) 1. Kadar air benih sangat berpengaruh pada penyimpanan. maupun tidak langsung. yakni memberikan kondisi yang optimum Tabel 4. Padi (structure protected seed.beberapa jenis benih (seperti pemberian Ridomil pada benih jagung). Kacang tanah belum dikupas 18 Benih Berprotein (DSI = 3) Benih Berpadu (DSI = 2) 4 115 . yaitu berlangsungnya metabolisme benih. DSI = 2) 2.

Berbeda dengan dormansi adalah guiescence. seperti gas karbondioksida. Produk respirasi tersebut selanjutnya merupakan stimulan untuk peningkatan laju respirasi berikutnya. yaitu dormansi primer . Dalam keadaan seperti ini benih mengalami kemunduran. Selain stimulan terhadap laju kemunduran benih.(loose fi led seed. Dormansi benih dibedakan menjadi dua. air. i) Dormansi benih Dormansi benih merupakan kondisi benih yang tidak mampu berkecambah meski kondisi lingkungannya optimum untuk perkecambahan. dan panas. produk respirasi tersebut juga merupakan kondisi optimum untuk perkembang-biakan cendawan. Kadar air yang tinggi menyebabkan laju respirasi benih menjadi tinggi sehingga sejumlah energi di dalam benih hilang. Kedelai (naked seed. Dengan demikian.2. Adapun hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologis benih dapat dilihat pada tabel 4. Kacang tanah kupas (naked seed. Cendawan akan aktif dan berkembang biak secara cepat pada tingkat kadar air benih 13-18%. Guiescence adalah kondisi benih yang tidak berkecambah karena tidak tersedia lingkungan yang optimum untuk perkecambahan. DSI=3) 3. 1972 untuk perkembangbiakan hama dan penyakit. DSI=5) 30 Sumber: Potts. DSI=4) 8 5. Jagung (naked fruit. lajur respirasi semakin meningkat dan akibatnya lajur kemunduran benih semakin meningkat pula. Respirasi tersebut juga menghasilkan produk yang tidak diperlukan. DSI=5) 30 4.

Endogenous dormancy terjadi berkaitan dengan sifat internal (endogen) fisiologis benih. seperti pada benih legum. Dormansi primer adalah sifat dormansi yang timbul karena sifat fisik dan fisiologis benih. Dormansi ini dapat dipatahkan dengan memberi perlakukan terhadap kulit benih agar menjadi permeable (mudah dilalui) air dan gas. Tipe dormansi ini terjadi pada benih yang berkulit keras (hardseed). Exogenous dormancy umumnya terjadi karena sifat kulit benih. seperti kondisi embrio yang belum masak (rudimentary embryo) dan tidak seimbangnya komposisi zat pengatur tumbuh didalam embrio sehingga proses perkecambahan (terutama 116 . Selain itu kulit benih juga menjadi penghalang munculnya kecambah (radicle protusion) pada proses perkecambahan.dan dormansi sekunder. seperti pelukaan kulit dan perendaman dalam air panas. Dormansi primer dibedakan menjadi exogenous dormancy dan endogenous dormancy. Klulit benih menjadi penghalang masuknya air dan atau gas kedalam benih dalam proses perkecambahan sehingga proses perkecambahan tidak terjadi.

Mematahkan tipe dormansi ini dengan pemberian zat perangsang tumbuh atau dengan pencucian agar zat penghambat tumbuh dapat dibersihkan dair benih. patogen.aktivasi enzim dan respirasi) terhambat dan akhirnya gagal berkecambah. seperti tomat. Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu. faktor fisik dan mekanik. Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih. dan penyimpanan benih. Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula. dan benih-benih yang mengandung zat penghambat tumbuh (growth inhibitor). faktor fisik dan mekanik. . Tipe dormansi ini terjadi pada benih-benih yang mengalami after ripening (embrio masak setelah panen). 13-18 Laju respirasi benih masih tinggi. Benih peka terhadap gangguan yang berasal dari lapangan. Hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologi benih Kadar Air (%) Kondisi Fisik dan Fisiologi Benih 30-80 Belum siap dipanen 18-40 Benih sudah masak fisiologis. Benih peka terhadap serangan hama. tetapi dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi. pengolahan. Kecepatan respirasi benih relatif tinggi. Tabel 4. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). Benih peka terhadap hama. patogen. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras.2. sperti padi.

4-8 Benih aman untuk disimpan dalam wadah tertutup dan kedap udara. 8-10 Benih aman untuk disimpan selama 1-3 tahun. Benih masih peka terhadap beberapa serangga hama dan kerusakan mekanik. 0-4 Benih terlalu kering sehingga kondisi benih dalam keadaan rusak. 33-66 Benih akan berkecambah setelah mengimbibisi air sampai kadar 117 . tetapi masih peka terhadap beberapa hama dan kerusakan mekanik.10-13 Benih aman untuk disimpan selama 6-18 bulan. Benih cukup tahan terhadap serangan patogen.

maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. bakteri. Kedua. patogen menempel pada permukaan benih.air benih 33-66% 4. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 cara. Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. tetapi juga di tempat penyimpanan. endosperm atau kulit biji. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan benih. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat . patogen secara terpisah terbawa biji. Dan ketiga. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu. Pertaman patogen terbawa secara internal dan berada di dalam jaringan struktur perbanyakan tanaman seperti biji. Cendawan merupakan mikroorganisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan.6 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. dalam hal ini patogen bias berada di embrio. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman.

perubahan ukuran. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih. Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a.digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih. dan bentuk benih. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih. Tetapi metode ini hanya mendeteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menghasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual 118 .

pasir. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia. karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih. c. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah.pada benih atau tercampur pada benih. Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan). sisa tanaman. batu. puru nematoda. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui . Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih.

Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam 119 . dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji. Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentri-fugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit.atau terdeteksi.

maka pengamatan dapat menggunakan haemacytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tumbuhnya seperti tubuh buah. sporodokium dan aservulus. dan askospora dalam peritesia. piknidiospora da-lam piknidia. d. diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah. konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia).tabung dan dicampur hingga merata. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. spora dengan massa sporanya. Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. Dengan cara tersebut maka mikro-organisme/ patogen terbawa benih. Dengan menggunakan pipet. . terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jarungan benih. dan pengujian pada media agar. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). Bila pendekatan kuantitatif diperlukan. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi.

Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. Letakan benih satu per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari. Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih.1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan 120 . Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan. Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Sebelum benih diletakkan. cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian. Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang).

3) Metode inkubasi pada media agar Dalam metode media agar inokulum terbawa benih. yaitu memberikan informasi relatif lebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias. Setelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Jika suatu cendawan telah teridentifikasi. dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan. Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. karena . Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan media kertas. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar.mikroskop compoun dan kunci identifikasi. Pada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih.

Media Komada.ketersediaan nutrisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga memudahkan dalam pengamatan. relatif rumit dan mahal. Media BSC. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula. Dalam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama. terutama bila menggunakan media spesifik. Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. dan lainlain. Prosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam 121 . Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. Biasanya cendawan atau bakteri akan membentuk koloni yang khas pada media agar.

perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan aseptik seperti alkohol 70 %. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. kotiledon. Gejala terjadi pada akar. Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. e. Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. batang. atau hipokotil. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. Dalam banyak kasus. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain . Uji Gejala pada Bibit/Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. Benih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. Sejumlah cendawan. Tiap cawan ditanami 10 butir benih.cawan petri steril.

Colletotrichum.Alternaria. 122 . Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten. Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp. Macrophomina. Drechslera. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. Fusarium. Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. bata merah. Ascochyta. Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih.

Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA.baik dengan kimia maupun secara fisik. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. mudah dilakukan. akurat. Sebelum dan sesudah penanaman. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. double antibody sandwich . Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. sensitif. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. cepat. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. tabung tetap tertutup dengan kapas. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. Penanaman dikerjakan secara aseptik. koloni cendawan dan struktur cendawan. f.

tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). F (ab ) 2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. Masukan antigen 123 . Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9. virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus.ELISA (DAS ELISA). dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin. DAS ELISA protocol. Sedangkan pada DAS ELISA. Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin. mempersiapkan stock gamma globulin (lgG).

Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Buat larutan substrat dari 1 tablet p . Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. Suspensi disaring dengan menggunakan kain kasa. Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer. Keringkan dengan kertas tissue.tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA. ulangi sampai 4 kali cucian. Kosongkan plate ELISA. Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC. Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas. Cuci plate ELISA dengan PBS Tween.

2 Antigen buffer: i. Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer.5 ml Tween 20 Serum buffer : . 0. 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25.2 g KCl. (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB). PBS + 0. pH 7. PBS Tween (untuk mencuci) . 0. 1 liter PBS Tween .05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8.01 M NaDIECA.000) .2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer. 124 .nitrophenyl (PNPP).5 g Na Cl /l b. Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : a. 1 liter PBS Tween . Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar. Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. 0. 2 g Ovalbumin (0. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang. .

. tanah. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ ketentuan perbenihan yang berlaku. dan gudang penyimpanan. . 4. Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih. Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml. 200 ml deinonized H2O . Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut. . peralatan dan tenaga pelaksana. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). g.. Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. 24 ml 5 N Hcl . Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih.7 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. Reaksi yang terjadi adalah berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. Teknik biomolekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR).

sejarah lapangan. pemeriksaan lapang. dan pengajuan pemasangan label sertifikat. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. dan isolasi (jarak/waktu) yang dilakukan. formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan. Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. asal benih sumber. Setelah diisi. a. Dalam 125 .Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. letak areal. pengajuan pemeriksaan pendahuluan. Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang. b. Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan. pengambilan sampel benih. rencana penanaman.

Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam.pemeriksaan ini. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya. d. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. semakin ketat standarnya. Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. Sebelum pengawas BPSB memeriksa. Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Semakin tinggi kelas benih. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu . Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali. Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. c. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. dan hanya diperbolehkan untuk produksi nonbenih. pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL).

e. serta saat pembungaan. pada pemeriksaan ini 126 . Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif. Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya.minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. seperti warna dan bentuk benih. Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih. penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. seperti warna dan bentuk bunga. Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali.

Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan. f. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. g. seperti varietas lain. Artinya. tetapi merupakan peng-awasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan. misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih.tidak dilakukan pemeriksaan ulang. Permohonan pemeriksaan alatalat panen dan pengolahan benih Selain benih. Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. h. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnya adalah permohonan pengambilan contoh .

Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat. Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat 127 . Lot benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya. Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih. i.benih guna pengujian di laboratorium analisis mutu benih BPSB. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya.

Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya. Adapun isi label akan meliputi hasilhasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. Jika dalam pengujian laboratorium. j. kemurnian. dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang. selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). nama dan alamat produsen. Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. jumlah wadah. nomor pengujian.Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. Pada kemasan benih. Dalam pengajuan ini. Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. mengujikannya dan kemudian me-masang label ulangan pada kemasan benihnya. varietas. nomor kelompok benih yang bersangkutan. daya tumbuh benih. sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan. berat bersih tiap wadah. jenis. tetapi .

dan penyimpanan benih. pengolahan. Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula. bakteri. 4. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan 128 .dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi.8 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras.

Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman. Kedua. dalam bias berada di embrio. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu.benih. Pertaman secara internal dan jaringan struktur perbanyakan biji. Cendawan merupakan mikro-organisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering . Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. tetapi juga di tempat penyimpanan. Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. endosperm atau kulit biji. patogen menempel pada permukaan benih. Dan ketiga. patogen secara terpisah terbawa biji. dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 patogen terbawa berada di dalam tanaman seperti hal ini patogen cara.

perubahan ukuran.Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang meng-hasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual pada benih atau tercampur pada benih. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing 129 . Tetapi metode ini hanya men-deteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja. dan bentuk benih. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih. Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih.

Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas . sisa tanaman. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. b. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui atau terdeteksi. puru nematoda. Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan). batu. Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih. oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih.Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah. pasir. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia. Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian.

Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet. Bila pendekatan kuantitatif diperlukan.Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. Dengan menggunakan pipet. sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam tabung dan dicampur hingga merata. Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentrifugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis. maka pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan haemocytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20. 130 .

dan pengujian pada media agar. dan askospora dalam peritesia. Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tum-buhnya seperti tubuh buah. Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih. spora dengan massa sporanya.c. sporodokium dan aservulus. Letakan benih satu . diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jaringan benih. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang). Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). Dengan cara tersebut maka mikroorganisme /patogen terbawa benih. piknidiospora da-lam piknidia. Sebelum benih diletakkan. 1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi. Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian. cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah.

Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan. dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan mikroskop compoun dan kunci identifikasi. Jika suatu cendawan telah teridentifikasi. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi 131 . Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari. Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji.per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2.

Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan m edia kertas. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. Biasanya cendawan atau bakteri akan . karena ketersediaan nu trisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga m emudahkan dalam pengamatan. etelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan.kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. 3) Metode inkubasi pada media agar D alam metode media agar inokulum terbawa benih. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih. yaitu memberikan informasi lebih relatif l ebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. P ada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar.

Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. terutama bila menggunakan media spesifik. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan.membentuk koloni yang khas pada media agar. dan lainlain. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula. Media Komada. relatif rumit dan mahal. Media BSC. Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. Dalam banyak kasus. B enih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. D alam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan 132 . Tiap cawan ditanami 10 butir benih. P rosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam c awan petri steril.

bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. batang. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. Co letotrichum. sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. atau hipokotil. Sejumlah cendawan. Fusarium. Drechslera. Macrophomina. . Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. 4) Uji Gejala pada Bibit/ Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. bata merah. Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. kotiledon. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman.aseptik seperti alkohol 70 %. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Gejala terjadi pada akar. Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain Alternaria. Ascochyta. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3.

Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. tabung tetap tertutup dengan kapas. Sebelum dan sesudah penanaman. Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Penanaman 133 . Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. baik dengan kimia maupun secara fisik. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi.

mudah dilakukan. Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA. Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus. virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim. Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin.dikerjakan secara aseptik. double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Sedangkan pada DAS ELISA. cepat. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. 5) Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. koloni cendawan dan struktur cendawan. sensitif. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. F (ab )2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. . DAS ELISA protocol. tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. akurat. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi.

Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9. Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20.mempersiapkan stock gamma globulin (lgG). Suspensi disaring dengan 134 . Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. Masukan antigen tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA.

Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Keringkan dengan kertas tissue. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect .menggunakan kain kasa. Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer. Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. Kosongkan plate ELISA. Buat larutan substrat dari 1 tablet p nitrophenyl (PNPP). Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas. Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween. Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. ulangi sampai 4 kali cucian. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning. (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB).

Reaksi yang terjadi adalah 135 . 1 liter PBS Tween . 0. 1 liter PBS Tween . 2 g Ovalbumin (0.5 ml Tween 20 Serum buffer : .000) .2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer.ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : 6) 0. PBS + 0. . 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). 24 ml 5 N Hcl . Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut.05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8.5 g Na Cl /l 7) pH 7. 200 ml deinonized H2O .01 M NaDIECA. . . buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml.2 g KCl. 0. 6) Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih. PBS Tween (untuk mencuci) .2 Antigen buffer: a. 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25.

a. pengajuan pemeriksaan pendahuluan. Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. pengambilan sampel benih. dan pengajuan pemasangan label sertifikat.berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. dan isolasi (jarak/waktu) . tanah. letak areal. Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. asal benih sumber. rencana penanaman.9 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. dan gudang penyimpanan. peralatan dan tenaga pelaksana. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. 4. Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ketentuan perbenihan yang berlaku. pemeriksaan lapang. sejarah lapangan. Teknik biomo-lekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR). 7) Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih.

Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi. 2) Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase 136 . Dalam pemeriksaan ini. formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan. Setelah diisi. 1) Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang.yang dilakukan.

Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL). Sebelum pengawas BPSB memeriksa. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali. 3) Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. Semakin tinggi kelas benih. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif. seperti warna dan bentuk bunga.pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. dan hanya diperbolehkan untuk produksi non benih. Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. 4) Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen . semakin ketat standarnya. Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. serta saat pembungaan. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang.

jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. Artinya. Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya.Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya. Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). 137 . pada pemeriksaan ini tidak dilakukan pemeriksaan ulang. Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih. Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. 5) ermohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih Selain benih. seperti warna dan bentuk benih. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan.

tetapi merupakan pengawasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. c. Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnyas adalah permohonan pengambilan contoh benih guna pengujian di labora-torium analisis mutu benih BPSB. Lot . penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat. b. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan.seperti varietas lain. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih. Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan.

penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan. d. jenis. Jika dalam pengujian laboratorium. Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. Dalam pengajuan ini. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). nomor kelompok benih yang bersangkutan. 138 . nomor pengujian.benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya.

daya tumbuh benih. dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang. sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. e. mengujikannya dan kemudian memasang label ulangan pada kemasan benihnya. selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih. Pada kemasan benih. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang. Adapun isi label akan meliputi hasil-hasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya. berat bersih tiap wadah. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. 139 . jumlah wadah. kemurnian. nama dan alamat produsen.varietas.

II BUMN Swasta BUMN Swasta Keterangan: : Komando : Pengawasan Pemasaran : Pembinaan dan Koordinasi : Alur benih .Direktorat Jenderal Perbenihan BPSB Pemerintah dan Litbang Swasta Pelepasan Varietas Baru (Breeder Seed) Benih Dasar (Fondation Seed) Benih Pokok (Stock Seed) Benih Sebar (Extention Seed) Pemasaran P E T A N I BBI BBU BBP Dinas Pertanian Tingkat I BUMN Swasta Diperta Tk.

Gambar 4.: Sertifikasi Skema alur pelepasan benih. (Ditjentan Pangan dan Horti.13. 1999) 140 . produksi dan pengawasan mutu benih di Indonesia.

Menyiapkann lahan pembenihan 4. Adaptasi bunga . Zigor berisi kromosom dari individi jantan dan betina. . Buab. biji dan perkembangan biji Polinasi . Membiakkan tanaman dengan biji Proses pembentukan biji pada tumbuhan Pembuahan adalah penyatuan sel betina dan sel jantan. Pergiliran generasi . Benih sumber . Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. Hasil penyatuan disebut zigot. Waktu antar pembuahan . Persyaratan lahan produksi . Potensi benih tanaman 2. Penyerbukan dengan angina Musim penyerbukan Teknik produksi benih tanaman Mutu benih . siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Ketidakserasian . Penyerbukan oleh serangga. Pembuahan . Merawat benih tanaman 5.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 4. Dasar-dasar produksi benih 3. Teknik budidaya tanaman .

. . Uji tanaman indicator . Uji gejala pada bibit/ kecambah . Permohonan pengawasan pemasangan label bersertifikat . Permohonan pemeriksaan fase generatif . Kelas benih . Pengujian kesehatan benih Prosedur memperoleh benih bersertifikat . Permohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih. Permohonan pengambilan sample benih .untuk produksi benih generatif . Metode pencucian benih . Permohonan pemeriksaan fase vegetatif . Pengawasan pengolahan benih . Kriteria benih bermutu . Permohonan sertifikasi . . Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen. Uji serologi . Pengamtan secara visual . Faktor yang mempengaruhi mutu benih. Alur umum pengelolaan benih . Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan. Alat dan mesin pengolahan benih Penyimpanan benih . Metode inkubasi . 141 . Permohonan pelabelan ulang.

Jelaskan proses pembentukan biji pada tumbuhan dengan bantuan angina dan serangga 2. Lakukan observasi minimal pada 2 (dua) orang penangkar benih dan lakukan wawancara terhadap teknik produksi yang biasa dilakukan. 142 . Bagaiman proses sertifikasi benih di Indonesia TUGAS: 1.SOAL: 1. 2. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema mendaftarkan benih vegetatif dan benih generatif.

kalsium dan magnesium dalam jumlah yang relatif banyak (unsur hara makro) dan terdapat sedikit besi. udara dan berbagai hara tumbuhan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.BAB 5. Oksigen dalam tanah digunakan oleh se-mua mahluk hidup dalam tanah. Air yang beada dalam tanah sangat pentig untuk proses kimia. baik organisme maupun mikroor-ganisme. Udara dalam tanah beasal dari udara atmosfir yang mengandung sekitar 21% Okigen. 78% nitrogen. Nitrogen merupakan ba-han baku untuk . sehingga konsentrasi oksigen dalam tanah akan lebih rendah dibandingakan dengan oksigen di atas permukaan tanah (atmosfir). mangan. Akar dan organisme tanah memerlukan oksigen untuk proses pernafasan (respirasi). boron. seng dan tembaga (unsur hara mikro). Semua gas tersebar dalam poripori tanah atau terlarut dalam tanah. dan 1% CO2 beserta gas lainnya. strontium. belerang. Di dalam tanah terdapat nitrogen. Hara esensial (penting) sebagian besar terdapat dalam tanah. Beberapa tumbuhan membutuhkan beberapa unsur lain seperti natrium. kalium. flour. Air kapiler membentuk larutan tanah yang berfungsi seba-gai sumber unsur hata tumbuhan. molibdenum. klor. Sebagain air tanah terdapat dalam bentuk lapisan tipis yang dinamakan air kapiler. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5. Nitogen merupakan unsur hra yang sangt penting bagi tumbuhan. iod. silikon. Barium dan kobalt. Di dalam tanah terdapat air. fosfor.1 Media Tumbuh Tanah adalah tempat tumbuh tumbuhan di atas permukaan bumi. biologi dan fisika tanah.

penyusunan protein dan asam amino tumbuhan. sehingga produksi yang dicapai tanaman tergantung pada kemampuan tanah dalam penyediaan nutrisi ini (kesuburan tanah). Pada mulanya. tanah dipandang sebagai lapisan permukaan bumi (natural body) yang berasal dari bebatuan (natural material) yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam (natural force). Belerang ditemukan dalam tanah mineral. mulai berkembang pemahaman fungsi tanah sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman tersebut. kalsium dan magnesium. Dengan berkembangnya areal perkotaan. sehingga membentuk regolit (lapisan 143 . Fosfor dibentuk pada tanah mineral dan berbagai senyawa organik. Pada saat ketiga logam tersebut di atas bereksi dengan air maka akan dibebaskan ion-ion kalium. yang seringkali menyebabkan tergusurnya lahan pertanian yang produktif semata-mata karena alasan finansial. a. Belerang diserap oleh tumbuhan dalam bentuk sulfat. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk ion fospat. Kalium.Perkembangan dan Pengertian Tanah Pemahaman fungsi tanah sebagai media tumbuh dimulai sejak peradaban manusia mulai beralih dari manusia pengumpul pangan yang tidak menetap menjadi manusia pemukim yang mulai melakukan pemindah tanaman pangan /nonpangan ke areal dekat mereka tinggal. kalsium dan magnesium merupakan logam. terjadi benturan kepentingan antara kebutuhan lahan untuk sarana transportasi dan pendirian bangunan dengan kebutuhan lahan pertanian. Nitoden diserap oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan amonium. Pada tahap berikutnya.

Kimia dan Biologi Tanah. sistematik. kimiawi dan biologis. Dinamika dan evolusi alam ini terhimpun dalam definisi bahwa tanah adalah "bahan mineral yang tidak padat (unconsolidated) terletak di permukaan bumi.berpartikel halus). Konsep ini dikembangkan oleh para Geologis pada akhir abad XIX. yang variasinya tergantung pada faktorfaktor pembentuk tanah tersebut. (2). yang telah dan akan tetap mengalami perlakuan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan yang meliputi bahan induk. Analisis Bentang Lahan. Hasil kajian tanah secara pedologis ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan dasar dalam pemanfaatan masingmasing jenis tanah secara efisien dan rasional. Survei dan Pemetaan Tanah. organisme (makro dan mikro) dan topografi pada suatu periode waktu tertentu". dan (2) nama-nama. sifat kemampuan dan penyebaran berbagai jenis tanah yang tercakup dalam bidang kajian Klasifikasi dan Pemetaan Tanah. dan (3). Satu penciri-beda utama adalah tanah ini secara fisik. bahan induk. Hal-hal yang dipelajari adalah (1). iklim (termasuk kelembaban dan suhu). Tanah merupakan hasil evolusi alam yang bersifat dinamis sepanjang masa. jasad hidup (tanaman dan ternak). Masingmasing jenis tanah mempunyai morfologi yang khas sebagai konsekuensi keterpaduan pengaruh spesifik dari iklim. topografi dan umur tanah. Ilmu Ukur . Morfologi dan Klasifikasi Tanah. Fisika. Dalam definisi yang lain ilmu tanah adalah ilmu pengetahuan alam murni dalam hal: (1) asal mula dan pembentukan tanah yang tercakup dalam bidang kajian genesis tanah. Perbedaan-perbedaan berbagai jenis tanah dan dijumpainya suatu jenis tanah yang sama jika kondisinya relatif sama. Kajian Pedologi antara lain meliputi Agrogeologi. Pengertian ini disebut sebagai definisi pedologis (pedo = gumpal tanah). serta ciri-ciri lainnya umumnya berbeda dibanding bahan induknya.

namun pada realitasnya kedua definisi selalu terintegrasi. Mg.L. dan lain-lain). Cu. yang mengkaji hubungan tanah pada tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi pertanian yang seekonomis mungkin. B. Tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefinisikan sebagai: "Lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembang sistem perakaran penopang tegak-tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Tata Guna Lahan. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Cl. yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas 144 . Pemahaman tanah sebagai media tumbuh tanaman pertama kali dikemukakan oleh Dr. Ekologi Tanah dan Bioteknologi Tanah. Konservasi Tanah dan Air. Fe. Ca. Mn.Tanah. Zn. Agrohidrologi. K. proteksi) bagi tanaman". secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti N. Pengelolaan Tanah Rawa. sedangkan yang merangkum kajian Pedologi dan Edaphologi sekaligus antara lain meliputi Pengelolaan Tanah dan Air. P. Jones dari Cornell University Inggris. Kajian Edaphologi ini antara lain meliputi Kesuburan Tanah. dan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasiaktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh. S. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Pupuk dan Pemupukan. H. Kajian tanah dari aspek ini disebut edaphologi (edaphos = bahan tanah subur).

serta. baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut. (d). (4). (3).tanah untuk menghasilkan biomasa. antibiotik dan toksin yang berfungsi sebagai anti hamapenyakit tanaman di dalam tanah. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman yang berfungsi dalam menunjang aktivitasnya supaya berlangsung optimum. Penyedia kebutuhan primer tanaman untuk melaksanakan aktivitas metabolismenya. maupun kehutanan". yaitu sebagai (1). Habitat biota tanah. obat-obatan. Atas dasar definisi ini maka tanah sebagai media tumbuh mempunyai empat fungsi utama. papan dan sandang bagi manusia (juga bagi hewan) ini membawa konsekuensi bahwa seorang ahli tanah tidak saja dituntut untuk berpengetahuan tentang: (1) tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman. (2) fungsi tanah sebagai pelindung tanaman dari serangan hama . tetapi juga harus memahami. maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman. zat-zat pemacu tumbuh (hormon. (b). (2). Fungsi-fungsi tanah yang sedemikian vitalnya dalam penyediaan bahan pangan. vitamin dan asam-asam organik khas). udara dan unsur-unsur hara. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran yang mempunyai dua peran utama. meliputi air. baik selama pertumbuhan maupun untuk berproduksi. (c). industri perkebunan. Penyokong tegaktumbuhnya trubus (bagian atas) tetanaman. baik tanaman pangan. sebagai penyerap zatzat yang dibutuhkan tanaman. meliputi zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota terutama mikroflora tanah seperti (a). (5). senyawa-senyawa atau enzim yang berfungsi dalam penyediaan kebutuhan primer tersebut atau transformasi zat-zat toksik eksternal seperti pestisida dan limbah industri berbahaya.

dan biologis masing-masingnya sebagai konsekuensi bekerjanya faktor-faktor lingkungan terhadap: (1) bahan induk asalnya maupun (2) bahan-bahan eksternal. b. kimiawi.dan penyakit dan dampak negatif pestisida limbah industri berbahaya tersebut. atau yang terbawa oleh aliran air. Profil Tanah Secara vertikal tanah berdifferensiasi membentuk horizonhorizon (lapisan-lapisan) yang berbedabeda baik dalam morfologis seperti ketebalan dan warnanya. istilah kesuburan tanah biasanya mengacu kepada ketersediaan hara pada lapisan setebal ini. berupa bahan organik sisa-sisa biota yang hidup di atasnya dan mineral non bahan induk yang berasal dari letusan gunung api. maupun karakteristik fisik. bahkan bagi tanaman berakar dangkal seperti padi. dalam buku ini dituturkan dalam kerangka pengertian fenomena ini. horizon OA disebut lapisan tanah atas dan horizon E-B disebut lapisan tanah bawah Meskipun tanah terdiri dari beberapa horizon. Susunan horizon-horizon tanah dalam lapisan permukaan bumi setebal 100-120 cm disebut sebagai profil tanah. palawija dan sesayuran yang paling berperan adalah kedalaman di bawah 20 cm. Empat lapisan teratas. Profil Tanah merupakan irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke bebatuan induk tanah (regolit). yang biasanya terdiri dari horizon-horizon O-A-E-B-C.A (lapisan atas) yang biasanya mempunyai ketebalan di bawah 30 cm. Oleh karena itu. yang masih dipengaruhi cuaca disebut Solum Tanah. yang 145 . namun bagi tetanaman yang sangat penting adalah horizon O .R. Oleh karena itu.

organik tanah atau belum mengalami pelindian (leaching) hara secara intensif. profilnya dapat tanpa horizon. Pada tanah-tanah muda seperti Regosol.1. Kegunaan langsung dari pengamatan profil tanah ini antara lain adalah untuk mengetahui (1). Warna tanah merupakan indikator sifat kimiawi tanah. Sumatera Selatan. . profilnya lengkap seperti sketsa pada Gambar 1. Pada tanah dewasa seperti andosol. sehingga jika makin besar bobot atau tinggi tanaman akan makin mudah tanaman untuk tumbang. Namun bagi tetanaman perkebunan dan kehutanan (pepohonan) untuk jangka panjang lapisan tanah bawah juga akan menjadi sumber hara dan air. 0I Sumatera Selatan. yang banyak terdapat di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. yang telah tererosi berat atau telah mengalami pencucian intensif mempunyai profil yang umumnya tanpa atau sedikit lapisan olah (horizon 0 dan A). Tanah yang berwarna gelap berarti banyak mengandung bahan. Kelengkapan atau differensiasi horizon pada profil tanah merupakan indikator umur tanah atau proses-proses pembentukan (genesis) yang telah dilaluinya. namun kelengkapan atau diferensiasi horizon ini akan makin berkurang atau makin baur apabila tanah mengalami erosi. sedangkan tanah yang berwarna terang atau pucat berarti berBOT (bahan organik tanah) rendah atau telah mengalami pelindian hara intensif. di atas. makin lengkap atau makin berdiferensiasi horizon-horizon tanah berarti makin tua umur tanah. makin dangkal berarti makin tipis sistem perakarannya. yang banyak terdapat di sekitar Indralaya. Informasi ini dapat menuntun kita dalam memilih jenis tanaman dan teknik penanamannya.biasanya disebut sebagai lapisan olah. (2). sehingga relatif subur. Kedalaman lapisan olah atau solum tanah yang merupakan indikator potensi kedalaman akar tanaman untuk berpenetrasi. sedangkan pada tanah-tanah tua seperti Podsolik di sekitar Palembang dan Prabumulih serta tanah latosol di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.

Riau. sedangkan proses oksidasi yang lama pada tanah rawa akan menghasilkan senyawa ferri yang berwarna kecoklatmerahan. berupa 45% bahan mineral dan 5% bahan organik. sedangkan ruang porinya 100% dapat terisi air.sehingga relatif miskin. sehingga proses oksidasi dan reduksinya terjadi secara bergantian. sehingga ketiadaan bahan mineral dan udara pada tanah ini merupakan masalah utama dalam 146 . yaitu bahan padatan (mineral dan bahan organik). sedangkan tanah yang berwarna tak bersih atau bebercak menunjukkan aerasi dan drainasenya tidak baik. Komponen Tanah Tanah mineral yang dapat berfungsi sebagai media tumbuh ideal secara material tersusun oleh 4 komponen. Khusus untuk tanah gambut yang banyak tersebar di kawasan rawa Sumatera Selatan. Tanah yang berwarna homogen bersih menunjukkan sirkulasi udara (aerasi) dan airnya (drainase) baik. maka tanah secara rerata terdiri dari: (1) 50% padatan. Berdasarkan volumenya. Proses reduksi yang lama pada tanah kering berkadar besi tinggi akan menimbulkan bercak-bercak senyawa ferro yang berwarna kekuningan. berisi 25% air dan 25% udara. c. karena bagian padatannya 100% dapat berupa bahan organik. Jambi. Kalimantan dan Papua. air dan udara. dan (2) 50% ruang pori. komposisi ini relatif berlainan. berarti kadar oksigennya cukup. sehingga proses oksidasi berjalan baik.

H2 dan gas-gas lainnya . (2). O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran tanaman untuk melaksanakan respirasi. sebaliknya pada tanah gundul (tanpa vegetasi). Sumber air. yang melepaskan CO2 dan untuk oksidasi enzimatik oleh mikrobia autotrofik (mampu menggunakan senyawa anorganik sebagai sumber energinya). Gambar 5. Fungsi Utama Tanah sebagai Media Tumbuh Masing-masing komponen tanah tersebut berperan penting dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuh. Sketsa proporsi komponen-komponen tanah mineral Udara tanah misalnya berfungsi sebagai gudang dan sumber gas (1). tanah yang berdekatan dengan sungai akan lebih banyak mengandung air ketimbang yang jauh dari sungai. makin halus berarti makin padat tanah. Ukuran partikel penyusun tanah. (3). tanah bervegetasi akan mempunyai proporsi BOT tinggi. d. CO2 bagi mikrobia fotosintetik. (2). N2 bagi mikrobia pengikat N. Sumber bahan organik tanah.1. sehingga variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap variabilitas fungsi tanah sebagai media tumbuh. dan (4). sebaliknya pada saat tidak hujan dan evaporasi tinggi. sehingga ruang porinya juga akan menyempit. Secara alamiah proporsi komponenkomponen tanah sangat tergantung pada (1).pemanfaatannya menjadi lahan pertanian produktif. saat hujan dan evaporasi (penguapan) rendah proporsi air meningkat (dan proporsi udara menurun). Iklim terutama curah hujan dan temperatur. Beberapa gas seperti CO2 dan N2 ini serta NH3. sebaliknya jika makin kasar. dan (3).

K dan Ca dominan diserap tanaman melalui bantuan mekanisme aliran massa air. sehingga aktivitas mikrobia autotrofik yang berperan vital dalam penyediaan unsur-unsur hara menjadi terjamin dan toksisitas gas-gas tersebut ternetralisir. yang 1 %nya mengisi setiap unit selsel tanaman. tanaman yang mengalami kekurangan air tidak saja akan layu tetapi juga akan mengalami defisiensi hara. Oleh karena itu. Bahan mineral melalui bentuk partikel-partikelnya merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air. Sebagian besar ketersediaan dan penyerapan hara oleh tanaman dimediasi oleh air. makin sedikit ruang 147 . Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tetanaman dan biota tanah. tetapi juga sebagai ruang untuk akar berpenetrasi. Untuk menghasilkan 1 g biomass kering. Bahan organik dan mineral tanah terutama berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara bagi tetanaman dan biota tanah. baik ke permukaan akar maupun transportasi ke daun. malah unsur-unsur mobil seperti N.baik yang berasal dari proses dekomposisi bahan organik maupun berasal dari sisa-sisa pestisida atau limbah industri. apabila berkadar relatif tinggi dapat menjadi racun baik bagi akar maupun bagi mikrobia tanah. tanaman membutuhkan sekitar 500 g air. Adanya sirkulasi udara (aerasi) yang baik akan memungkinkan pertukaran gas-gas ini dengan 02 dari atmosfer.

reaksi kimiawi. dan akhirnya makin produktif suatu areal lahan. sehingga keberadaan BOT (bahan organik tanah) akan sangat menentukan populasi dan aktivitasnya dalam melepaskan hara-hara tersedia yang dikandung BOT tersebut. Warna mencerminkan jenis mineral penyusun tanah. sehingga tanaman jagung dewasa yang ditanam berjarak 100 cm dapat mempunyai sistem perakaran yang saling bersentuhan dengan kedalaman lebih dari 2 meter. Sifat Fisik Tanah Telah dijelaskan sebelumnya bahwa fungsi pertama tanah sebagai media tumbuh adalah sebagai tempat akar mencari ruang untuk berpenetrasi (menelusup).2. Bahkan tanaman alfalfa diketahui dapat mencapai kedalaman sampai 7 m. sedangkan . sedangkan stabilitas ukuran ruang ini tergantung pada konsistensi tanah terhadap pengaruh tekanan. Makna terpenting dari makin berkembangnya sistem perakaran ini adalah makin banyaknya hara dan air yang dapat diserap tanaman. Kemudahan tanah untuk dipenetrasi ini tergantung pada ruang pori-pori yang berbentuk di antara partikel-partikel tanah (tekstur dan struktur). 5. Dalam berpenetrasi ini. sehingga makin terjamin kebutuhannya selama proses pertumbuhan dan produksinya. Kerapatan porosotas tersebut menentukan kemudahan air untuk bersirkulasi dengan udara (drainase dan aerasi). Tanaman kedelai dapat berpenetrasi hingga 35 cm lateral dan 1 m horizontal. Bahan organik merupakan sumber energi. intensitas pelindian dan akumulasi bahan-bahan yang terjadi. karbon dan hara bagi biota heterotrofik (pengguna senyawa organik). dengan rerata 2-3 m. Sifat fisik lain yang penting adalah warna dan suhu tanah. pada kondisi ideal perakaran tanaman dapat tumbuh dan berpenetrasi baik secara lateral maupun vertikal sejauh beberapa cm per hari.pori ini akan makin tidak berkembang sistem perakaran tanaman. baik secara lateral atau horizontal maupun secara vertikal.

Drainase tanah yang baik akan mencegah penggenangan air. Selain itu. 148 . Jenis dan proporsi komponenkomponen penyusunan pertikel-pertikel ini.suhu merupakan indikator energi matahari yang dapat diserap oleh bahan-bahan penyusunan tanah. Keseimbangan antara suplai air. dengan drainase yang baik akan terhindar perkembangan berbagai patogen seperti cendawan yang merugikan. Ketersediaan oksigen juga diperlukan untuk proses dan aktivitas jasad renik tanah yang menguraikan bahan organik menjadi unsur hara yang selanjutnya dapat diserap oleh tanaman. Pada leguminoceae akan membantu proses penangkapan N2 dari udara dan akan dikonversi menjadi Nitrat. sedangkan bakteri Nitratasi akan merubah NO2 menjadi NO3. (3). dan (4). mengatur suhu dan kelembaban tanah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. Contohnya adalah bakteri Rhizobum sp. Secara keseluruham sifat-sifat fisik tanah ditentukan oleh (1). Ukuran dan komposisi partikel-partikel hasil pelapukan bahan penyusunan tanah. Tanah yang gembur akan memberikan kelonggaran bagi perkembangan akar serta memperlancarkan persediaan oksigen dan drainase yang baik. (2). energi dan bahan dengan kehilangannya. Intensitas reaksi kimiawi dan biologis yang telah atau sedang berlangsung.

maka (1).000. Makin poreus tanah akan makin mudah akar untuk berpenetrasi. Hal ini berarti makin banyak ukuran pori mikro yang terbentuk. debu (silt) (berdiameter 0. serta makin mudah air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi baik: air dan udara banyak tersedia bagi tanaman). sebaliknya jika ukuran separat makin besar. sedangkan yang didominasi liat akan banyak mempunyai pori-pori mikro (kecil) atau tidak poreus. Klasifikasi ukuran.1. tetapi makin mudah pula air untuk hilang dari tanah. Hal ini berbanding terbalik dengan luas permukaan yang terbentuk. (2).20-0. dan sebaliknya jika liat yang dominan. jumlah dan Was permukaan fraksi-fraksi tanah menurut sistem USDA dan Sistem Internasional tertera pada Tabel 5. memperlihatkan bahwa makin kecil ukuran separat berarti makin banyak jumlah dan makin luas permukaannya per satuan bobot tanah. dan sebaliknya. Makin tidak .20 mm atau 2000-200 m. sehingga makin dominan fraksi pasir akan makin kecil daya menahan tanah terhadap ketiga material ini. berikut: Tabel 5. tanah yang didominasi debu akan banyak mempunyai pori-pori meso (sedang) (agak poreus).5. tetapi harus diperhitungkan dalam evaluasi tekstur tanah. energi atau bahan lain. Tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori makro (besar) (disebut lebih poreus).1 Tekstur Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah (separat) yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relatif antara fraksi pasir (sand) (berdiameter 2. Sebagai hasilnya. luas permukaan mencerminkan luas situs yang dapat bersentuhan dengan air. Partikel berukuran di atas 2 mm seperti kerikil dan bebatuan kecil tidak tergolong sebagai fraksi tanah.1.2. yang menunjukkan makin padatnya partikel-partikel per satuan volume tanah.002 mm atau 200-2 m) dan liat (clay) (<2 m).

(3). sehingga tanah bertekstur debu dan lempung akan mempunyai ketersediaan yang optimum bagi tanaman. tetapi air yang ada tidak mudah hilang dari tanah. serta makin sulit air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi buruk: air dan udara sedikit tersedia). dan licin. sedangkan fraksi liat akan terasa halus. pada saat pelapukannya akan membebaskan sejumlah hara. Fraksi pasir umumnya didominasi oleh mineral kuarsa (SiO2) yang sangat tahan terhadap pelapukan. Perbedaan jumlah dan luas permukaan partikel-partikel per satuan volume tanah. maka di lapangan jika tanah yang telah dibasahi dirasakan dengan kulit jari-jari tangan. sedangkan karena sebagian fraksi liat yang rukuran <1 m merupakan koloid atau partikel bermuatan listrik yang aktif sebagai situs pertukaran anion atau kation.poreus tanah akan makin sulit akar untuk berpenetrasi. maka fraksi liat lebih berperan secara kimiawi ketimbang secara fisik. Uraian ini menunjukkan bahwa fraksi pasir dan debu lebih berperan secara fisik. namun dari segi nutrisi tanah lempung lebih baik ketimbang tanah bertekstur debu. 149 . lekat. sedangkan fraksi debu sanya berasal dari mineral feldspar dan mika yang cepat lapuk. fraksi debu akan terasa agak halus dan agak lekat. sehingga tanah bertekstur debu umumnya lebih subur ketimbang tanah tekstur pasir. Oleh karena itu. maka tanah yang baik dicerminkan oleh komposisi ideal dari kedua kondisi ini. Tekstur tanah dibagi menjadi 12 kelas seperti tertera pada Tabel 5.2. maka fraksi pasir akan terasa kasar dan tidak lekat. tetapi tidak licin.

30-50% debu dan 10 30% liat disebut bertekstur Lempung.52.5% pasir. makin peka indra perasa ini. apabila kelas tekstur tanah diketahui. hasil penetapannya akan makin . Tanah bertekstur sedang meliputi yang bertekstur lempung berpasir sangat halus. bertekstur debu apabila berkadar minimal 80% debu dan bertekstur liat apabila berkadar minimal 40% liat. terdiri dari (a). Tanah yang berkomposisi ideal yaitu 22. Di lapangan tekstur tanah dapat ditetapkan berdasarkan kepekaan indra perasa (kulit jari jempol dan telunjuk) yang membutuhkan pengalaman dan kemahiran. liat berdebu atau liat berpasir (3 macam). Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung (tiga macam). Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah digolongkan menjadi (1). Tanah bertekstur halus atau tanah berliat berarti tanah yang mengandung minimal 37. lempung berdebu (Silty Loam) atau debu (silt) (4 macam). dan (c).menunjukkan bahwa suatu tanah disebut bertekstur pasir apabila mengandung minimal 85% pasir. Tanah bertekstur sedang tetapi agak halus mencakup lempung liat (Clay loam). (3). debu dan liat sebagaimana dijelaskan sebelumnya. lempung (Loam). (2). Tanah bertekstur sedang tetapi agak kasar meliputi tanah yang bertekstur lempung berpasir (Sandy Loam) atau lempung berpasir halus (dua macam). maka gambaran umum tentang sifat fisik tanah dapat diperkirakan.5.5% liat atau bertekstur liat. lempung liat berpasir (Sandy clay Loam) atau lempung liat berdebu (Sandy-silt Loam) (3 macam). Melalui pengetahuan tentang sifatsifat fraksi pasir. Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung. (b).

maka berarti tanah bertekstur lempung berpasir. dan seterusnya. Terasa kasar. paling tidak tiga kali (tiga ulangan). Melalui perbandingan rasa ketiganya maka secara kasar tekstur tanah dapat diperkirakan.mendekati kebenaran atau makin identik dengan basil penetapan di laboratorium. yang keduanya didasarkan pada perbedaan kecepatan jatuhnya partikel-partikel tanah di dalam air dengan asumsi bahwa kecepatan 150 . yaitu metode pipet (kurang teliti) atau metode hidrometer "Bouyoucos" (lebih teliti). (4). maka berarti tanah bertekstur pasir. geser-geserkan jari telunjuk sambil merasai derajat kekasaran. (3). Hasil penetapan menurut metode rasa ini akan makin baik apabila untuk setiap titik pengamatan dilakukan beberapa kali. dan kelengketan partikel-partikel tanah. serta gulungan atau lempengan yang terbentuk rapuh atau mudah hancur. basahi dengan air secukupnya. lengket dan dapat dibuat gulungan atau lempengan kontinu. Cara ini disebut metode rasa. tekstur tanah umumnya ditetapkan melalui dua metode. Tanah bertekstur lempung akan mempunyai partikel-partikel yang mempunyai rasa ketiganya secara proporsional. pecahkan perlahan. Sebaliknya jika partikel tanah terasa halus. serta tidak bisa membentuk gulungan atau lempengan kontinu. misalnya indra kulit merasakan partikel-partikel (1). apabila yang terasa lebih dominan adalah sifat pasir. dilakukan dengan mengambil sebongkah tanah seberat kira-kira 10 g. Di Laboratorium. lalu pijit di antara jari jempol dan telunjuk. kelicinan. (2). maka berarti tanah bertekstur liat. Tanah bertekstur debu akan mempunyai partikel-partikel yang terasa agak halus dan licin tetapi tidak lengket. tanpa rasa licin dan tanpa rasa lengket.

misalnya contoh tanah o berkadar pasir 25%.1). Peran tekstur tanah sebagaimana diuraikan di atas akan memengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Tabel 3. d . maka berarti tanah bertekstur liat. hasil penelitian pengaruh tekstur tanah terhadap produksi jagung dan kentang tertera pada Tabel 3. fraksi debu turun antara 40 detik hingga hampir dua jam.jatuhnya partikel yang berkerapatan (density) sama dalam suatu larutan akan meningkat secara. 9n di mana : V = kecepatan jatuhnya partikel (cm detik-1) g = percepatan karena gravitasi (cm detik-1) dp = kerapatan partikel (g cm-3) d = kerapatan larutan (g cm-3) r = radius partikel (cm) n = viskositas absolut larutan (dyne detik cm-3). (2). . linear apabila radius partikel bertambah secara secara kuadratik: V . debu 25% dan liat 50%.3. sisanya yang masih tersuspensi merupakan fraksi liat. Proporsi hasil penetapan masingmasing fraksi tanah ini kemudian dicocokkan dengan proporsi pada segitiga tekstur (Gambar 3. . (3). Melalui metode hidrometer tersebut (1). sedangkan.dp gr 2 2 . fraksi pasir merupakan partikelpartikel yang turun ke dasar suspensi selama kurang dari 40 detik.3 ini menunjukkan bahwa jagung ideal tumbuh pada tanah bertekstur lempung.

tanah lempung memberikan sifat-sifat fisik yang baik sebagaimana diuraikan sebelumnya. disebut tanpa struktur atau berstruktur lepas. serta (4) klasifikasi tanah (Lal. terutama yang bertekstur pasir. Tanah yang partikel-partikelnya belum bergabung. sehingga sistem perakarannya leluasa untuk berkembang. yang terlihat massif (padu tanpa ruang pori.2 Struktur Apabila tekstur mencerminkan ukuran partikel dari fraksi-fraksi tanah.sedangkan kentang ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir ketimbang yang bertekstur liat dan pasir berlempung. Pinus resinosa ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir meskipun jika dibanding dengan tanah bertekstur pasir yang diberi air irigasi. maka struktur merupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel-partikel primer tanah (pasir. dan (3) umur bahan induk tanah. 1979). sedangkan tanah bertekstur liat. 5. nisbah debu : Liat merupakan kriteria penting dalam mengevaluasi fenomena seperti: (1) migrasi liat. 151 .2. Pada kondisi tanpa irigasi. debu dan liat individual) hingga partikel-partikel sekunder (gabungan partikel-partikel primer yang disebut ped (gumpalan) yang membentuk agregat (bongkah). (2) taraf pelapukan fisik. Pada tanah-tanah di daerah tropika. Namun keduanya tumbuh ideal pada tanah bertekstur pasir apabila disertai dengan irigasi. Tanah yang lebih baik adalah tanah bertesktur lempung berpasir ketimbang tekstur lempung terkait dengan kebutuhan tanaman kentang terhadap ruang untuk perpanjangan dan pembesaran umbinya. yang lembek jika basah dan keras jika kering) atau apabila dilumat dengan air membentuk pasta disebut juga tanpa struktur.

25 0.25-0.002 Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah. sehingga lebih memudahkan sistem perakaran tanaman untuk berpenetrasi dan mengabsorpsi (menyerap) hara dan air.002 <0.00-1. sehingga pertumbuhan dan produksi menjadi lebih baik.50 0.002 --2.002 <0.02-0.1.00 1. jumlah dan luas permukaan fraksi-fraksi tanah men urut Sistem USDA dan Sistem Internasional Separat tanah Diameter (mm) USDA Internasional Pasir sangat kasar Pasir kasar Pasir sedang Pasir Pasirhalus Pasir sangat halus Debu Debu Liat*) 2.05-0.05 0. Hal ini terbukti dari percobaan pemupukan yang . tanah yang berstruktur baik akan mempunyai kondisi drainase dan aerasi yang baik pula.10-0. Klasifikasi ukuran.20 --0.10 0.00-0. karena susunan antar ped atau agregat tanah akan menghasilkan ruang yang lebih besar ketimbang susunan antarpartikel primer. Oleh karena itu.00-0.50-0.Tabel 5.

000 terbentuk dari berbagai ukuran pori-pori yang berinterkoneksi.700 4.000 722. (e).796 90. erosi air atau angin. mengontrol proliferasi (pertumbuhan) akar dan perkembangannya.000 2. stabilitas dan durabilitasnya. penggenangan dan .088 46.000 Was permukaan (cm2 g-1) 11 23 45 29 91 227 454 271 8. sehingga makin rapat tajuk tanaman akan makin baik pengaruhnya terhadap agregat tanah.000. menyinambungkan arah pipa yang Jumlah partikel (g-1) 90 720 5.334. difusi gas dari dan ke atmosfer.250. Penanaman melindungi agregat tanah dari hantaman air hujan.776.000 5. (2).853. Struktur tanah mempunyai peran sebagai regulator yang (1). mengatur retensi dan pergerakan air tanah yang meliputi: (a).3 kali lebih besar ketimbang produksi pada tanah beragregat buruk yang diberi pupuk. (c) Kemudian secara langsung atau tak langsung terkait dengan (d). (b).mendapatkan bahwa produksi jagung pada tanah tanpa pupuk tetapi beragregat baik ternyata 2.

struktur tanah dideskripsikan menurut (1). kelas. menghasilkan 7 tipe struktur tanah.4. (b) lemah. dan (3).aerasi tanah. yaitu: bulat. yang dibagi menjadi (a) tanpa struktur. (f). jika agregasi tak terlihat atau berbatas tidak jelas atau baur dengan batas-batas alamiah. lempeng. dan (h). sebagaimana tertera pada Tabel 3. jika ped sulit 152 . balok dan prisma. (2). temperatur tanah. (g). pelindian atau kehilangan hara-hara tanaman. stres tanaman akibat kekeringan. indikator bentuk dan susunan ped. Di lapangan. gradasi. tipe. indikator bentuk struktur yang terbentuk dari ped-ped penyusunnya. indikator derajat agregasi atau perkembangan struktur.

jika ped kuat. Stabilitas ped yang terbentuk (juga agregat) ter-gantung pada dua kondisi. dan (2). yaitu (1). Lima mekanisme utama yang menyatukan partikel-partikel ini meliputi: (1) aktivitas penetrasi akar pada saat berkembang. (c) sedang. Pencairan dan pembekuan yang juga merenggangciutkan partikel-partikel. dan (d) kuat. turun lewat lobang-lobang saringan. ped yang tidak kuat terhadap tekanan ini akan pecah dan rusak. (4). Ped-ped yang tertinggal merupakan ped yang stabil terhadap air. tahan lama dan jelas. maka perkembangannya dimulai dari pengikatan partikel-partikel tanah membentuk cluster (gerombol) yang kemudian menjadi ped. Stabilitas ped ini dapat ditentukan melalui metode penyaringan basah. Keutuhan tanah permukaan ped pada saat rehidrasi. tanah kering diletakkan dalam saringan kemudian dicelupkan ke dalam air.terbentuk tetapi terlihat. Apabila berasal dari butirbutir tunggal. dan (3) aktivitas keluar masuknya fauna tanah. air segera meresap dan mendesak udara yang terperangkap di ruang-ruang pori tanah. Pembasahan dan pengeringan yang merenggang-ciutkan partikelpartikel dan (5). Mekanisme pembentukan struktur dimulai dari butiran tunggal atau dari bentuk masif. pada tanah utuh jelas terlihat dan antar ped terikat lemah namun tahan jika dipindahkan dan hanya terpisah apabila tanah terganggu. Kekuatan ikatan antar koloid-partikel di dalam ped pada saat basah. tetapi tak jelas pada tanah utuh. jika ped dapat terbentuk dengan baik. Dalam metode ini. (2) pergerakan air yang mengikuti arah perkembangan akar menyebabkan terjadinya pengikisan dan pemecahan tanah yang kemudian memicu pembentukan ped. .

Pada tanah horizon A di Wisconsin USA urutan kepentingan agen-agen pengikat pembentuk ped berdiameter > 0. Pada saat air menguap. lempung berliat Kewaunee : Feoksida> liat>lendir mikrobial. dan (3) Bahan organik koloidal. Oleh karena koloid-koloid ini bermuatan negatif. lempung berliat Miami: lendir mikrobial>Fe-oksida>C-organik. membentuk jaringan seperti jala yang efektif dalam menyatukan partikelpartikel tanah. Lempung berliat Almena : lendir mikrobial>Fe-oksida. Hidroksi polimer-polimer ini dan atom-atom oksigen permukaan liat membentuk ikatan-ikatan hidrogen sebagai jembatan pengikat. (3). Polimerpolimer organik yang merupakan polisakarida berbobot-molekul besar dapat berasal dari lendir ekstraseluler atau dinding-dinding sel-sel mikrobia. Pentingnya peran lendir (gum) mikrobial sebagai agen pengikat adalah menjamin kelangsungan aktivitas mikrobia dalam proses pembentukan ped (dan agregasi) tersebut.5 mm adalah sebagai berikut (1). maka lempeng-lempeng liat akan berdekatan dan dibantu oleh agen perekat. (4).Secara umum terdapat tiga kelompok bahan koloidal (partikel berdiameter <1 m) yang bertindak sebagai agen perekat (cementing agent) partikel-partikel dalam proses pembentukan agregat (agregasi) tanah. Lempung berdebu Parr: lendir mikrobial>liat>Fe-oksida> C-organik. maka molekulmolekul air yang dapat bertindak secara dipolar (bermuatan + dan -) terjerap (adsorpsi) ke permukaan koloid liat tersebut. maka terjadilah agregasi. (2). dan (5). Secara umum lendir mikrobial>Feoksida>C-organik> liat. termasuk hasil aktivitas dan perombakan sel-sel mikrobia. (2) Oksida-oksida besi dan mangan koloidal. sedangkan . yaitu (1) Mineral-mineral Liat koloidal.

153 .

Deskripsi tipe-tipe struktur tanah Tipe struktur Deskripsi Ped Lokasi horizon 1. Balok bersudut .terhadap partikel nonkoloidal.030 6.772 28.00 5.030 33. polimerpolimer ini bertindak sebagai lem perekat.00 7. Tabel 5. Lempeng 4. Granuler 2.3.4.60 Tabel 5. Pada tanah Latosol di daerah tropis. Miselia jamur dan aktinomisetes juga efektif sebagai agen pengikat ini. agen pengikat yang terpenting adalah Fe-oksida karena tingginya kadar Feoksida pada tanah ini.287 28. Pengaruh kelas tekstur dominan lapisan atas tanah terhadap produksi jagung dan kentang Produksi (per hektar) Kelas tekstur dominan Liat Lempung Lempung berpasir Pasir berlempung Pasir (+ irigasi) Jagung (ton) Kentang (Ton) 5.544 33. Remah 3.60 3.

disebut plat jika tebal dan laminar jika tipis.2. = 6. antarped tidak terikat. Seperti pilar-pilar berpermukaan rata yang terikat oleh ped prisma lainnya sebagai penyela. tetapi berpermukaan bulat melingkar yang diikat secara lateral oleh ped pilar lainnya sebagai penyela. tidak terikat membentuk ped.3 Aerasi Tanah Aerasi tanah merupakan istilah yang mengindifikasikan kondisi tataudara (keluar-masuknya udara) dalam tanah. akan terjadi penghambatan A A E tanah hutan atau Bt tanah liat Bt Bt Bt Bt terhadap pertumbuhan dan produksi . Aerasi baik berarti keluarmasuknya udara dari hambatan. = 4. Prisma 7. Ped prisma ini ada yang pecah membentuk ped balok kecil.5. Balok persegi 6. Seperti tumpukan susunan piringan yang berikatan lemah. lkatan antar ped ini sering putus membentuk balok-balok kecil. Seperti balok-balok yang terbentuk dari ikatan ped-ped yang sisi-sisinya bersudut tajam. sedangkan aerasi buruk berarti sebaliknya. = 1 tetapi relatif poreus. Pada tanah beraerasi bueruk. tetapi ped-ped penyusun bersisi-sisi bulat agak persegi. 5. kecil dan agak bulat. Kolumnar Relatif tak poreus.

nitrogen dan fosfor (4). Respirasi akar. 154 . Serapan hara yang paling terganggu adalah kalium. magnesium. kiemudian kalsium. Aktivitas mikrobia yang terkait dengan kesuburan tanah. (3).tanaman akibat tertekannya (1). Absorpsi (penyerapan) air dan unsur hara. Pertumbuhan dan perkembangan perakaran tanaman. (2).

Umumnya tanaman tumbuh normal pada saat pori tanah terisi udara >10% oksigen. O2 dan N2 atmosfer. Di bawah kadar 10% pertumbuhan akan terhambat dan akan berhenti sama sekali apabila kadarnya kurang dari 2%. Hal ini di samping disebabkan oleh (1). lebih tinggi daripada kandungan CO2. Laju difusi oksigen di dalam air adalah 10 ribu kali lebih kecil ketimbang laju difusi oksigen di udara tanah.Hal ini terutama terkait dengan proses respirasi akar tanaman yang menyerap O2 dari udara tanah dan melepaskan CO2 sehingga jika aerasi buruk akan terjadi akumulasi CO2 dan defisit O2 konsrkuensinya respirasi akar dan aktivitas mikrobia aerobik (mutlak butuh oksigen) yang terlibat dalam penyediaan hara akan terganggu. kadar O2 lebih rendah dan kadar N2. dan (2). maka penyerapan hara melalui mekanisme aktif yang membutuhkan energi kimiawi (ATP) hasil proses respirasi juga akan terhambat. sehingga peningkatan kadar air tanah akan . Kemungkinan secara keseluruhan akan menghambat perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Adanya gas-gas yang berdifusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah (N2 dan CO2 dari tanah ke udara dan O2 dari udara ke tanah). serta fiksasi N2 (seperti bakteri rhizobium). Aktivitas mikrobia dalam dekomposisi bahan organik yang melepaskan gas CO2 dan N2 (denitrifikasi). Pada kondisi aerasi baik kadar CO2 udara tanah lebih tinggi 6-7 kali (jika aerasi buruk dapat hingga 10-100 kali). terutama terkait dengan (3). Adanya respirasi akar (juga mikroflora fotosintetik dan fauna tanah) seperti dijelaskan diatas. dan (4). Kecenderungan udara yang mengalir dari temperatur tinggi (tanah) ke temperatur udara (atmosfer) terutama di malam hari dan sebaliknya di siang hari. CO2 (mikrobia heterotrofik) dan O2 (mikrobia aerobik). idealnya sekitar 21%.

Pada kondisi tergenang (reduksi) udara tanah juga banyak mengandung gas methan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar kebanyakan tanaman ideal pada laju difusi oksigen minimal 30 x 10 cm menit. rumput sudan dan reed canary. kentang.8 yang secara umum merupakan konsekuensinya terhambat aktivitas akar dan mikrobia. tidak mampu berpenetrasi ke dalam tanah apabila laju difusi kurang dari 20 x 10 cm menit. dan kedelai. serta difusi yang 156 . hidrogen sulfida dan amoniak. Kadar CO2 pada udara tanah bervariasi antara 0. dan (4). (2). (3). cattail. Sedang: jagung. gandum. Kepekaan tanaman terhadap aerasi tanah yang buruk atau defisiensi oksigen adalah sebagai berikut (1).menghambat penetrasi oksigen ini yang kemudian menyebabkan tertekannya respirasi akar. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar CO2 O2 udara tanah tertera pada Tabel 3. dan beberapa sedge yang dapat menyerap udara ke dalam perakarannya yang tenggelam. biet gula. derisiensi oksigen selama 24 jam saja telah menghambat pertumbuhannya. Pada kacang kapri dan tomat. oat. Peka: tomat. dan pada kondisi jenuh air terjadi defisit oksigen yang menyebabkan matinya tanaman. yang dapat menyuplai oksigen asalkan trubusnya menyembul ke udara. Pada padi mekanisme ini terjadi karena adanya interkoneksi pembuluh udara dalam korteks. padi. kacang pea dan barlei.1-5. Agak tahan: sorgum (dapat terendam beberapa hari). Toleran: willow.0% dan jika aerasi buruk dapat mencapai hampir 20%. Pada tomat terlihat setelah 10-15 hari kemudian dengan penurunan bobot terjadi pada 45-50 hari kemudian dengan penurunan bobot hingga 25% yang baru pulih setelah 70 hari.

Pada temperatur di atas 30oC lebih banyak unsur K-tertukar dibebaskan ketimbang pada temperatur yang lebih rendah.4 Temperatur Tanah Temperatur (suhu) adalah suatu sifat tanah yang sangat penting secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan juga terhadap kelembaban. laju optimum aktivitas biota tanah yang menguntungkan terjadi pada temperatur 18 30oC. Skala sentigrade pada tahun 1742 oleh Anders Celcius (ahli Astronomi Swedia).menyebabkan naiknya kadar CO2 dan turunnya kadar O2. aerasi. Temperatur dinyatakan dalam derajat (a). Satu sentigrade = 1/100 dari total perbedaan anatar . Nitrifikasi berlangsung optimum pada temperatur sekitar Pada temperatur di atas 30oC. mikrobia umumnya menjadi inaktif. Temperatur tanah sangat memperngaruhi aktivitas mikrobial tanah. Aktivotas ini sangat terbatas pada temperatur di bawah 10oC. aktivitas mikrobial. dan enzimatik. Temperatur tanah merupakan salah satu faktor tumbuh tanaman yang penting sebagaimana halnya air. 5. akar tanaman dan mikrobia tanah secara langsung dipengaruhi oleh temperatur tanah.2. Proses kehidupan bebijian. dekomposisi serasah/sisa tanaman dan ketersediaan hara-hara tanaman. yang kemudian paling umum digunakan di dunia. udara dan unsur hara. sehingga penyerapannya oleh akar juga meningkat. Temperatur adalah istilah untuk menyatakan intensitas atau level panas yang berfungsi sebagai indikator level atau derajat aktivitas molekuler. Laju reaksi kimiawi meningkat dua kali lipat untuk setiap 10o kenaikan temperatur. Pada temperatur di atas 40oC. struktur. Dalam Handbook of Chenistry and Physics . temperatur didefibisikan sebagai kondisi suatu bodi yang menentukan transfer panas ke atau dari bodi lainya . seperti bakteri pengikat N pada tanah berdrainase baik.

(d). Interval temperatur ini juga digunakan untuk menyatakan temperatur absolut (derajat Kelvin). (b). Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per tahun satuan bobot massa substansi tersebut. Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor dengan dua sumber panas.556 oK 273 = oC = 0.2 cal g-1.556 oF 17. dan (c). namun skalanya dimulai pada -273. 180). yaiut radiasi sinar matahari dan langit (dominan). yang berpanas-spesifik air = 1 cal g-1. secara umum semua substansi berkapasitas-panas lebih kecil dari air (Kohnke.8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut seabgaai kapasitas thermal atau kapasitas panas. Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air. serta 157 . sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah panas-spesifik hampir 0.18 oC sebagai titik nol.temperatur air pada titik didih di bawah tekanan atmosfer baku {700 mm Hg (merkuri)}. Pada tahun 1724 seorang blower gelas bangsa Jerman Fahrenheit mengembangkan sistem graduasi temperatur dengan menggunakan tem-peratur terbeku dari campuran amonium khlorida es air sebagai titik nol dan panasa darah sebagai titik 100 oF. Hubungan ketiga skala temperatur ini adalah : oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0. yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC. Satuan kapasitas panas adalah gram per kalori (g cal-1).

secara umum semua substansi berkapasitas panas lebih kecil dari air (Kohnke. serta konduksi dari interior tanah (sangat sedikit). kecuraman dan arah lereng. yang berpanas spesifik air = 1 cal g-1 .2 cal g -1 . dan (b) insulasi oleh udara. kabut. yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC. yang secara rata-rata setara dengan . Satuan kapasitas tanah adalah gram per kalori (g cal-1 ). Jumlah panas matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 2 cal g-1 cm-2 menit-1 atau 2 langleys menit -1 . yaitu radiasi sinar matahari dan langit (dominan). Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor. sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah berpanas-spesifik hampir 0.556 oF 17. Didaerah Temperate. tergantung pada : (a) sudut temu antar matahari muka tanah yang dipengaruhi oleh latitudo.556 oK 273 = oC = 0. awan. waktu. debu. Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang ber-peran menyebabkan terjadinya perubahan temperatur tanah meliputi: oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0. radiasi yang diterima permukaan bumi adalah 100 800 langleys per hari. Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air ini. 1980). uap air. musim.8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut sebagai kapasitas thermal atau kapasitas panas. (2). tetanaman. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per satuan bobot massa substansi tersebut.konduksi dari interior anah (sangat sedikit). dengan dua sumber panas. salju. dan mulsa. namun yang benar-benar diterima oleh permukaan tanah jauh berkurang. serta altitudo lokasinya. Radiasi solar. Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang berperan menyebabkan ter-jadinya perubahan temperatur tanah meliputi : (1).

(1). Kondensasi. hingga 5 oC atau lebih. Oleh karena konduksi panas yang menerobos udara adalah sedikit.3 5. Curah hujan berperan menurunkan temperatur tanah. Radiasi dari langit. awan dan asap yang menghalangi sampainya radiasi matahari ke permukaan tanah. (6). Radiasi solar terjadi sebagai radiasi gelombang pendek dengan panjang gelombang antara 0.0 um. Namun demikian hanya sebagian dari total radiasi ini yang tersedia untuk menyuplai energi yang dibutuhkan untuk evaporasi dan transpirasi tersebut. (2). dapat berupa tanaman penutup tanah. yang berkontribusi relatif besar dalam menyuplai panas pada tanah di areal yang sinar mataharinya dapat menembus atmosfer bumi. Vegetasi. (4). (3). Apabila uap air dari atmosfer atau dari kedalaman tanah yang berbeda berkondensasi di dalam tanah maka akan terjadi peningkatan temperatur tanah. melalui pengaruhnya terhadap transpirasi.kebutuhan energi untuk mengevaporasikan lapisan air setebal 1 cm diperlukan 560 langleys. Konduksi panas dari atmosfer. merupakan proses eksothermik. repleksi radiasi dan energi yang digunakannya untuk fotosintesis akan menurunkan temperatur iklim mikro 158 . Insulasi. dan (7). merupakan proses endothermik yang berefek kebalikan . Sisa energi ini jika tidak terpakai untuk menaikan temperatur tanah dan fotosintesis. direradiasikan kembali ke langit. mulsa. (5). Evaporsi. salju. maka efeknya terhadap temperatur tanah hanya penting apabila terjadi kontak dengan tanah.

Tanah organik biasanya mempunyai banyak ruang pori. tanah-tanah berstruktur lepas lagi kering akan mempunyai konduktivitas thermal yang sangat rendah (0. Ativitas biologi menghasilkan panas. yaitu sekitar 0. Tanah mineral kering mempunyai panas spesifik hampir 0. .265 cal cm3 (atau rerata 0.5 x 1. (2) Konduktivitas dan difusivitas thermal. Konduktivitas bahan-bahan pembentuk tanah dan sebagian besar partikel-partikel tanah adalah sekitar 0. (3) Aktivitas biologis.dan secara tidak langsung juga temperatur tanah. Panas spesifik es hanya 0.5 x 2.265 + (0. sehingga dalam keadaan jenuh akan berpanas-spesifik besar. Tanah yang ruang porinya terisi air akan berpanas-spesifik = 0. yang berarti setiap 1 cm3 (biasanya disingkat cc) tanah kering yang tersusun oleh 50 % padatan dan 50 % ruang pori akan mempunyai panas spesifik sebesar 0. Faktor-faktor internal (tanah) yang berperan meliputi : (1) Kapasitas thermal.005 cal detik -1 cm -1 oC-1. tetapi secara volumetris tidak banyak berbeda.0) = 0.5 cal cm3 .675 cal cm3 .2 cal g-1 .0003-0. Oleh karena itu.65 x 0. panas spesifik gambut secara gravimetris (bobot) akan jauh lebih besar ketimbang tanah mineral.9 cal cm3.25 cal cm3 ) oleh karena panas spesifik udara sangat kecil sehingga dapat diabaikan. yang nilainya akan menurun tergantung proporsi kadar air tanahnya. udara berkonduktivitas 100 kali lebih kecil sedangkan air hanya sekitar seperlima ketimbang mineral pembentuk tanah tersebut.0005 cal detik 1 cm -1 oC-1).2 = 0.

hara . Tanah yang berkadar BOT . makin tinggi temperatur tanah akan makin besar radiasinya. 5. coklat.sehingga makin besar aktivitas ini kan makin banyak pans yang dibebaskan ke tanah. akibat udara yang mengisi tanah gembur ini mempunyai konduktivitas thermal yang jauh lebih rendah ketimbang air. kesuburan tanah dan aktivitas biologis tanah. dan udara tinggi. sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap temperatur tanah. (4) Radiasi Radiasi dari tanah ke atmosfer yang terjadi secara kontinu. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tak murni tetapi campuran kelabu. apalagi ketimbang partikel-partikel tanah.2. kuning.5 Warna Tanah Warna merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah. coklat. kelabu. Warna tanah meliputi putih. karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tetanaman tetapi secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperatur dan kelembaban tanah. dan hitam. dan bercak 159 . Kadar garam yang tinggi akan menenkan aktivitas biologis ini. merah. kadangkala dapat pula kebiruan atau kehijauan. (5) Struktur. Tekstur dan Kelembaban Tanah. serta berapa derajat lebih tinggi ketimbang tanah yang biologisnya tidak aktif. (6) Garam-garam terlarut Garam terlarut mempengaruhi evaporsi. Tanah padat mempunyai konduktivitas thermal lebih besar ketimbang tanah yang gembur.

Tanah basah atau lembab terlihat lebih gelap ketimbang tanah kering. tergantung tipe dan proporsi mantel-besinya. besi-tereduksi berwarna biru-hijau. coklat-karatan atau kuning tergantung derajat hidrasinya. Besi-oksida berwarna merah. Karatan-karatan yang terbentuk ini tidak segera berubah meskipun telah dilakukan perbaikan drainase. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah. kelabu. Batukapur berwarna putih. disebut karatan (mottling). dan feldspar mempunyai banyak warna tetapi dominan merah. khusunya besi (Fe) dan mangan (Mn). dan (b) oksidasi yang menyebabkan terjadinya pada tanah yang rendah kadar besi atau mangannya. selama musim hujan. kerapkali 2-3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot. Hal ini terutama dipicu oleh terjadinya : (a) reduksi besi dan mangan ke bentuk larutan. . sedangkan karatan berwarna gelap terbentuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami presipitasi. Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen penyusunnya. Warna bercak pada tanah juga merupakan indkator terjadinya proses reduksi-oksidasi secara sebentarsebentar (intermitten) akibat adanya kelebihan air dan buruknya aerasi yang terjadi secara temporer. yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna tanah. misalnya humus dan besihidroksida yang secara jelas menentukan warna tanah. kuarsa umumnya berwarna putih. yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan. Efek komponen-komponen terhadap warna komposit ini secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik masing-masingnya terhadap tanah. atau kadangkala olive-hijau.(rust).

merah. (2). dan Pada tanah muda. coklat-kekaratan Coklat dan hitam. yang umumnya bersamaan dengan hilangnya berbagai unsur hara. Dengan berbagai pengecualian mempunyai urutan : putih. 160 . sehingga makin dominan makin terang. makin intensif makin terang. intensitas pelindian unsur-unsur hara pada tanah tersebut. makin tinggi makin gelap. baik iklim makro maupun iklim tanah. yaitu mineral yang tanpa nilai nutrisional sama sekali. sehingga warna pada tanah kering akan banyak direfleksikan. Iklim hangat akan menghasilkan tanah-tanah berwarna merah. kadar bahan organik yang berwarna belap. secara umum dikatakan bahwa Makin gelap tanah berarti makin tinggi produktivitasnya. Warna merupakan indikator kondisi iklim tempat tanah berkembang atau asal bahan induknya. warna merupakan indikator jenis bahan induknya. warna terang mencerminkan dominannya kuarsa. sedangkan tanah-tanah tua. khususnya jika tanah berdrainase baik. Warna terang kerapkali merupakan hasil intesifnya pelindian besi dari tanah. atau (3).karena terkait dengan perbedaan nyata dari sifat refraktif (aksi pembiasan cahaya) komponen padatan tanah dan udara. sehingga tanah berwarna terang sering dikaitkan dengan rendahnya produktivitas. kelabu. merupakan indikator iklim tempat perkembangannya. coklat-kekelabuan. tetapi pada kondisi tertentu warna sering pula digunakan sebagai indikator kesuburan atau kapasitas produktivitas lahan. Yang merupakan resultante dari hal-hal berikut: (1). Kuning.

yang membedakan warna tanah secara langsung dengan bantuan kolom-kolom warna standar. Lebih banyaknya energi panas yang tersedia dalam tanah akan lebih mendorong laju evaporasi. G (gray = kelabu). metode yang telah dikenal luas oleh banyak Soil Specialist adalah Sistem Munsell . RP (red purple). yang merupakan pembeda antara merah dari kuning.75 .5 10. value dan chroma. dan GY (gray yellow). yaitu : Y (yellow = kuning). yang pada kartu warna hanya tertulis 2. dan lainnya. BG (brown gray). Efek sinar dari berbagai panjang gelombang yang memengaruhi mata (impresi) sangat bervariasi.5 dan 10.5 2.2. tanah-tanah hitam dan gelap cenderung lebih hangat ketimbang tanah-tanah terang atau putih.5 5. 5. Benda berwarna hitam dan gelap cenderung lebih banyak menyerap energi matahari ketimbang benda berwarna terang atau putih.Warna juga memengaruhi kondisi tanah lainnya melalui efeknya terhadap energi radiant. B (brown = coklat). Perbedaan imperasi inilah yang disebut sebagai warna .0 7.0 7. P (Purple = ungu). yang mendasari penyusunan variasi warna pada kartu-kartu Munsell : Hue merujuk pada spektral atau kualitas warna yang dominan.5 dan 7. Value atau briliance (kecemerlangan) yang mengekspresikan . Dalam pengklasifikasian warna tanah. kemudian setiap warna ini dibagi menjadi kisaran hue : 0 2. YR (ye low red) . sehingga pada saat matahari bersinar. Warna ini dibedakan berdasarkan tiga faktor basal (basic) berupa komponen warna.38 0. m. R (red = merah).0 5. Dalam hue ini warna dipilah menjadi 10 warna.5 5.6 Klasifikasi Warna Gelombang elektromagnetik yang dikenal sebagai sinar visibel (dapat dilihat mata) mempunyai panjang gelombang sekitar 0. PB (purple brown). namun adanya mulsa atau vegetasi penutup tanah atau mengeliminasi perbedaan ini. yaitu hue.

dan Chroma didefinisikan sebagai gradasi kemurnian dari warna. Derajat kemasaman tanah yang tidak sesuai dengan syarat perkembangan tanaman menakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu dan akhirnya akan memberikan hasil yang tidak memuaskan. Dilapangan. Hal ini karena pH tanah berkaitan dengan kemampuan tukar ion yang terjadi di dalam tanah yang pada akhirnya akan menentukan ketersediaan unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Derajat kemasaman tanah. Pada umumnya tanaman membutuhkan kondisi lahan yang netral dengan pH sekitar 7. misalnya warna tanah terletak pada kartu Hue 2.variasi berkas sinar yang terjadi jika dibandingkan warna putih absolut. 5.5 YR ¾ berarti warnanya dark reddish brown (coklat kemerahan gelap). Value ini merujuk pada gradasi warna dari putih (skala 10) ke hitam (skala 0). ambil tanah secukupnya (kira-kira 5 g) cocokan dengan warna yang ada di buku Munsell. akan berpengaruh juga terhadap kehidupan jasad renik atau mikroorganisme tanah yang berperan dalam 161 . derajat keasaman tanah ini akan lebih banyak berpengaruh pada fase pertumbuhan tanaman dan perkembangan selanjutnya. ditulis 2. value 3 dan chroma 4.5 YR. atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelbu atau putih netral (skala 0) ke warna lainnya (skala 19).3 Sifat Kimia Tanah Sifat kimia tanah yang penting bagi budidaya tanaman adalah derajat keasaman atau pH tanah.0.

yaitu fiksasi nitrogen dari udara menjadi senyawa nitrit dan kemudian menjadi senyawa nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh akan tanaman.perombakan bahan organik menjadi unsur hara. aktivitas jasad renik dalam perombakan bahan organik menjadi unsur hara sangat penting bagi tanaman. membantu melarutkan unsur hara yang tidak dapat larut dalam air melalui proses biologis. Jasad renik juga dapat membantu proses nitrifikasi. Dengan demikian akan menyuburkan tanah. Tabel 5. Seperti yang telah disebutkan di atas. Sifat biologis tanah akan membantu tersedianya unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Penggolongan tanah berdasarkan suhu.15 Mesik Isomesik 15 22 musim dingin (oC) Thermik Isothermik < 22 Hyperthermik . Ini merupakan salah satu sifat biologis tanah yang perlu diperhatikan dalam memilih tanah untuk keperluan budidaya. Rerata temperatur tanah tahunan (oC) Beda temperatur musim panas = 5 = 5 < 8 Frigid Isofrigid 8 .5.

Perkembangan kesuburan tanah (Encarta. Oleh karena itu tanah yang akan ditanami harus dipersiapkan sebaik 162 .Isohyperthermik Gambar 5.2 . 2006) 5. Lahan untuk budidaya secara konvensional pada umumnya terdiri dari tanah yang merupakan tempat tumbuh tanaman.4 Teknik Pengolahan Tanah Pengolahan lahan terdiri dari persiapan lahan. pengolahan tanah dan pembuatan bedengan.

panjang 10-15 meter (tergantung luas lahan).mungkin sehingga tanaman bisa tumbuh dengan subur dan hasilnya memuaskan. Sebelum melakukan pengolahan tanah hendaknya lahan dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa tanaman yang ada. Untuk mempercepat proses pengomposan pada tanah sawah dapat ditambahkan bio-fertilizer dan dekomposer yang bersifat anaerob. penanaman benih atau bibit tanaman. Pengolahan tanah merupakan kegiatan yang dilakukan agar tanah menjadi gembur dan subur. pembersihan lahan dilakukan dengan membabat atau membenamkan sisa tanaman ke dalam tanah yang terendam air. Semua bahan organik yang terkumpul diupayakan untuk diproses menjadi kompos dengan menggunakan dekomposer (bio-fertilizer) dan antagonis patogen tular tanah. dan jarak antara bedengan 30-40 cm. Pembersihan lahan ini dapat dilakukan dengan pembabatan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengolahan tanah. sehingga diperoleh kompos siap pakai yang mengandung mikroflora tanah yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan berdampak positif untuk tanaman yang dibudidayakan. Dengan adanya bedengan maka akan terbentuk saluran-saluran pembuangan air yang sekaligus bisa digunakan sebagai jalan untuk mengamati atau merawat tanaman. agar tanaman bisa tumbuh dengan subur dan memberikan banyak hasil. Bedengan biasanya dibuat dengan ukuran lebar 1-1.2 meter. Fungsi bedengan adalah memudahkan perawatan tanaman. dan pencabutan. misalnya rerumputan dan semak yang tumbuh pada lahan tersebut. tinggi 15-20cm. pengaturan air. Pengolahan (penggemburan) tanah ini bisa dilakukan dengan cangkul atau dengan bajak sedalam 20-30 cm. . tahap berikutnya yang harus dikerjakan adalah pembuatan bedengan. Pada tanah basah seperti tanah sawah. Setelah kegiatan pengolah tanah.

163 . Pengolahan tanah. Pengolahan tanah di lahan sawah dengan menggunakan hand tractor. Gambar 5. Pembuat-an lubang tanam dilakukan dengan membuat lubang dan menggemburkan tanah disekitar tanah tersebut. Lubang tanam ini dibuat dengan ukuran lebar 15-20 cm. dalam 20-25 cm dan jarak antar lubang 60 x 70 cm atau 60 x 60 cm. A. B.3.Pembuatan lubang tanam dan pemberian pupuk dasar. Pengolahan tanah di lahan kering dengan menggunakan traktor .

Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. Untuk mendapatkan areal .4. Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. Aktivitas yang dilaku-kan adalah menanam bibit pada kondisi yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanman sehingga tidak ada yang mati dan mampu menghasilkan produksi seperti yang direncanakan. 5. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman.5 Teknik Penanaman Penanaman merupakan aktivitas utama yang akan menentukan tingkat keberhasilan suatu usahatani. Pembuatan bedengan dengan menggunakan traktor Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. Pola tanam dapat dilakukan berupa sistem tunggal atau inter-cropping.Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. Gambar 5. Pada umumnya pola tanam diterapkan menyesuaikan dengan pola tenam sebelumnya. Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman.

pola tanam segitiga. diantaaranya adalah pola tanam segi empat.5 Bebeberapa alternatif pola penenaman Jumlah benih yang harus disemai adalah + 1. Ada empat pola tanam yang dianjurkan. dan pola tanam campuran. Pola tanam erat kaitannya dengan keoptimuman jumlah pohon per hektar. X x x x x x x x X x x x x x X x x x x x x x x x X x x x x x x x X x x x x x X x x x x X x x x Gambar 5. Jika Anda ingin menanam 2400 pohon maka jumlah benih cabe yang hams anda semai dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : 163 .5 kali jumlah kebutuhan bibit/tanaman.penanaman yang sebaik-baiknya dianjurkan untuk menetapkan pola tanam terlebih dahulu.

Mudah transportasi .4 cm).5 x (jumlah bibit/1200) x 10 gram = 1. Jumlah Benih Tomat = 1. Anda dapat memililih tempat persemaian dengan sifat-sifat sebagai berikut : . mempunyai aerasi (aliran udara) dan drainase (aliran air) yang baik. Pasir mempunyai sifat aerasi (udara dapat keluar dan masuk secara bebas) dan drainase (mampu mengalirkan air) yang baik. Selanjutnya benih direndam dalam larutan fungisida (± 2-4 gram/liter) selama 30 menit.Jumlah Benih Cabe = 1. Benih tomat dan cabe yang akan disemaikan direndam dengan air hangat (50°60°C) terlebih dahulu selama 6-12 jam . Perendamanan benih bertujuan untuk melunakkan kulit benih sehingga air dan udara mudah masuk ke dalam benih sehingga mendorong proses perkecambahan. Media persemaian yang baik adalah tanah yang subur.2-0. Umumnya media semai yang dapat Anda gunakan untuk benih tomat dan cabe adalah campuran pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Benih tomat dan cabe berukuran kecil (+ diameter 0.5 x (jumlah bibit/1500) x 10 gram Catatan: Jumlah benih cabe per 10 gram sekitar 1. cahaya matahari secara langsung) .500 biji Agar persemaian berhasil dengan baik. Bebas dari gangguan hewan/hama . sedangkan pupuk kandang .5 x 2400/1200 x 10 gram = 30 gram atau + 3 pack atau 3 bungkus@ 10 gram.200 biji Jumlah benih tomat per 10 gram sekitar 1. gembur. Dekat dengan sumber air . Oleh sebab itu benih tersebut disebar merata pada media persemaian. bebas dari gangguan cuaca (banjir. Untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam benih dilakukan perendaman dengan fungisida (dapat dibeli di toko pertanian).

Hand sprayer untuk menyiram kecambah L 165 .menyediakan unsur hara (zat makanan) yang diperlukan oleh bibit tomat dan cabe. Gambar 5. Siramilah kecambah tersebut setiap hari dengan menggunakan hand sprayer atau gembor (semprotan tanaman dari plastik). Lima hari setelah benih tomat dan cabe ditebar akan keluar kecambah.6.

Bibit diangkat dengan cara memegang batang bibit sehingga kondisi bibit tidak akan rusak. Untuk itu diperlukan tempat pengumpulan bibit. Bibit yang baru . Setelah itu dengan menggunakan pisau tajam. serta bibit sudah siap tanam. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekompakan media tanam. Tehnik penanaman dilakukan dengan cara memasukkan poly-bag terlebih dahulu ke lobang tanam. Rencana penanaman sebaiknya diiringi dengan rencana pemeliharaan tanaman sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik untuk jangka waktu yang cukup lama. Lubang tanam kemudian ditaburi dengan pupuk kandang dan pupuk dasar. Penyanggaan polybag bibit ke lubang tanam akan menjamin bibit lebih aman. maka penanaman dapat dilakukan. Lubang tanam bervariasi mulai dari 10x10x10 sampai dengan 60x60x60 cm. Bibit yang hendak ditanam sebaiknya tidak terlalu sering dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Pem-berian pupuk dimaksudkan untuk menyediakan hara untuk bibit yang akan ditanam beberapa minggu kemudian. polybag disayat dari bagian bawah ke arah atas. Dua minggu sebelum penenaman terlebih dahulu harus disiapkan lubang tanam yang berukuran seuai dengan ukuran bibit. mencegah penggenangan air di sekitar batang yang dapat menyebabkan pembusukan bibit. Polybag yang terkoyak dapat mudah ditarik dan lubang tanam ditutup kembali dengan tanah top soil.Bila jarak tanam dan pola tanam telah ditetapkan. misalnya untuk setiap 50 lubang tanam selalu disediakan satu tempat pengumpulan bibit. Pemadatan media tanam dapat dilakukan dengan bantauan tangan atau kaki yang ditekankan pada permukaan tanah.

6 Pemupukan Pupuk merupakan bahan yang dapat menyediakan unsur hara pada tanaman. yakni boron (B). unsurunsur Ca. mangan (Mn). khlor (Cl). phosfor (P). hidrogen (H). Unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar adalah karbon (C). tetapi menentukan perkembangan tanaman. H dan O dapat dipenuhi dari udaara dan air. karena ketersediaan unsur hara di tanah tidak selamanya cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Pupuk adalah senyawa yang mengandung unsur hara yang akan diberikan pada tanaman kemudian digunakan oleh tanaman untuk melakukan proses metbolisma sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang. 5. Selain itu tanaman membutuhkan unsur-unsur hara micro. P dan K merupakan hara primer. Unsur-unsur C. Pupuk anorgani adalah pupuk buatan yang diproduksi oleh pabrik. bibit dapat diberi naungan sementara dengan menancapkan pelindung bibit. kalsium (Ca). magnesium (Mg) dan belerang (S). besi (Fe). kalium (K). Pupuk dapat berbentuk pupuk organik (pupuk alam) ataupun pupuk anorganik (buatan) Pupuk sangat dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk untuk tanaman dapat digolongkan kepada pupuk organik an anorganik. sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang merupakan hasil penguraian mikroba dekomposer sehingga membentuk senyawa-seyawa 166 . oksigen (O). nitrogen (N). Mg dan S merupakan unsur hara sekunder.ditanam di lapangan peka terhadap sinar matahari. tembaga (Cu). molybdenum (Mo) dan seng (Zn). Bila tersedia tenaga dan bahan yang cukup. Unsur-unsur N. yaitu unsur-unsur penting lainnya yang dibutuhknn dalam jumlah sedikit.

pupuk hijau dan kompos. sisa tanaman) mempunyai kandungan hara yang berbeda. B.6. Pupuk maj emuk NPK serta unsur hara mikro.7. Pupuk fosfor. E. yaitu dengan cara dihamparkan atau disebar di permukaan tanah kemudian tanah dibajak atau dicangkul sehingga pupuk organik tercampur dengan tanah. Pupuk majemuk untuk tanaman hias. Pupuk Nitrogen. Penggunaan pupuk organik di lahan pertanian mutlak diperlukan untuk menjaga agar kesuburan tanah dapat . pupuk kandang. Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang dapat digunakan apabila telah dikeringkan dan proses pelapukannya (dekomposisi) telah sempurna. C. 5. Penggunaan pupuk organik pada dasarnya untuk mengimbangi penggunaan pupuk anorganik dan berfungsi sebagai penambah unsur hara dan sekaligus memperbaiki struktur tanah. Jenis pupuk yang digunakan untuk budi daya tanaman adalah pupuk organik (pupuk alam) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). Pupuk buatan. Pupuk organik Yang termasuk golongan pupuk organik adalah pupuk kandang. A B C D E F Gambar 5. Beberapa jenis pupuk anorganik. Karena itu diperlukan pengetahuan tentang cara menghitung kebutuhan pupuk supaya pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman. A. Pupuk majemuk cair. Pupuk hijau berasal dari tanaman berpolong dan kacang-kacangan. Adapun penggunaannya adalah pada waktu pengolahan tanah. Pupuk majemuk NPK padat. F.1. D.sederhana yang siap diserap oleh tanaman. Sedangkan kompos merupakan jenis pupuk yang berasal dari sisa-sisa bahan tanaman yang telah mengalami penguraian (dekomposisi).

dan biologi tanah. air.dipertahankan secara berkelanjutan. Fungsi pupuk organik sangat penting dalam hal memperbaiki sifat fisik. kimia. dan bahan organik selalu dalam keadaan seimbang 167 . agar komponen udara. mineral.

Yang termasuk ke dalam pupuk organik adalah: pupuk kandang dan pupuk organik sisa tanaman. dipakai oleh tanaman dalam penyerahap bahan dan enerji yang dihasilkan dari fotosintesa. cabang dan batang Phosfor (P) Mendorong pertumbuhan akar. pupuk andang juga membantu memperbaiki struktur tanah dan aktifitas hewan dan mikroba tanah. Belerang (S) Memperkokoh kerja fosfor Besi (Fe) Sangat berpengaruh dalam pembentukan khlorofil Mangan (Mn) Membantu tanaman dalam penyerapan nitrogen Seng (Zn) Mendorong proses pengubahan energi dalam tanaman Tembaga (Cu) Diperlukan dalam proses pembentukan khlorofil Molybdenum (Mo) Berperan dalam penyerapan besi.sehingga keseimbangan ekosistem pada lahan pertanian akan terkendali. menambahkan starter mikroba ke dalam bahan kompos dan dengan bantuan biota pengurai cacing tanah. batang dan mempermudah penyerapan unsur kaliurn. mempengaruhi pertumbuhan bunga dan buah Kalium (K) Memperkokoh tubuh tanaman. . Magnesium (Mg) Merupakan bagian dari khlorofil dan aktif dalam proses distribusi fosfor ke seluruh bagian tanaman. UNSUR KEGUNAAN Nitrogen (N) Mendorong pertumbuhan daun. Selain dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman. Kalsium (Ca) Mempercepat pertumbuhan akar. Pupuk organik (kompos) merupakan pupuk alami hasil proses penguraian bahan organik oleh mikroba pengurai secara aerob (butuh udara). Proses penguraian bahan organik dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: memanfaatkan mikroba pengurai secara alami.

6. Karena itu sisa tanaman (jerami. pengembal ian sisa tanaman dapat mengurangi kebutuhan pemberian pupuk untuk tanaman berikutnya sebanyak 50% untuk K. bila seorang petani menggunakan 4 ton pupuk kandang sapi per hektar. batang jagung) perlu dikembalikan ke lahan pertanian. Untuk sistem pertanian radisional (tidak intensif). 8 kg P. berarti dia menambahkan 20 kg N. 30% P.1). Pupuk kandang Sisa tanaman mengandung unsur hara yang cukup tinggi. dan 20 kg 168 . Berdasarkan Tabel 5. dan N sampai 90% tergantung jenis tanamannya. terutama kalium.

2). pemberian pupuk buatan dapat dikurangi menjadi: Urea= (150-43) kg/ha = 107 kg/ha SP36= (75-50) kg/ha = 25 kg/ha KCl = (30-38) kg/ha = 0 (tidak perlu pemberian KCl). Maka dengan pemberian 4 t/ha pupuk kandang (kotoran sapi). maka petani tersebut dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan sebanyak: Urea= 100/46 x 20 kg/ha = 43 kg/ha SP36= 100/16 x 8 kg/ha = 50 kg/ha KCl = 100/52 x 20 kg/ha = 38 kg/ha Dengan demikian. agar kebutuhan makanan bagi tanaman pada awal pertumbuhan dapat terpenuhi. Pupuk dasar ini diberikan pada lubang tanam yang telah dibuat. dan pengelolaan pupuk organik selama proses pembuatan maupun penyimpanan.K. kemudian diaduk sambil menggemburkan tanah disekitarnya. Banyaknya pupuk dasar yang diberikan adalah 0. Bahan-bahan organik. sisa-sisa ikan termasuk ke dalam bahan organik. 3). metode pembuatan pupuk organik. biasanya . Bahan baku pupuk organik adalah bahan organik yaitu limbah yang berasal dari pertanian. Jadi dengan menambahkan 4 ton/ha pupuk kandang sapi. Sisa tanaman Pemberian pupuk dasar bertujuan untuk menyuburkan tanah. kalau seha-rusnya pupuk buatan diberikan sebanyak: Urea= 150 kg/ha SP36= 75 kg/ha dan KCl = 30 kg/ha. peternakan dan perikanan.5 -1 kg pupuk organik. semangat untuk memanfaatkan limbah organik pertanian. bahan baku. kotoran hewan. Membuat pupuk organik Untuk membuat pupuk organik dibutuhkan sumberdaya manusia yang terampil. Dengan demikian bagian-bagian tanaman yang tidak dipergunakan sebelum maupun setelah proses.

Kandungan unsur hara di dalam 1 ton pupuk kandang Pupuk kandang Kandungan kg /ton pupuk kandang N P K Ca Sapi 5 2 5 3 Kambing 8 7 15 8 Domba 10 7 15 17 Babi 9 3 . Unsur-unsur tersebut umumnya disediakan oleh bahan organik . Tabel 5. Disamping dibutuhkan sumber makanan lain yang mengandung unsur Karbon (C). Fosfor (P) dan Kalium (K). Nitrogen (N). Unsur oksigen dari udara dan air.mengandung berbagai macam mikroorganisme yang mampu mengubah bahan organik menjadi humus.7. merupakan unsur utama yang dibutuhkan mikroorganisme dalam kehidupan dan perkembangbiakannya.

Proses pengomposan 169 .6 12 Ayam 15 5 6 23 Pemanfaatan bahan organik telah banyak dilakukan. terutama untuk kegiatan pertanian yaitu sebagai pupuk organik.

Senyawa humus dapat berperan sebagai zat tumbuh seperti auxin. sehingga memberikan pengaruh yang baik pada produksi tanaman.merupakan cara yang biasa digunakan untuk menghasilkan pupuk organik yang kualitasnya lebih baik dibanding bahan organiknya. Meningkatkan permeabilitas membran tanaman sehingga meningkatkan pengambilan hara. unsur-unsur seperti N. sehingga meningkatkan jumlah air yang tersedia untuk pertumbuhan tanaman. sehingga meningkatkan tekanan osmotik . S dan sejumlah unsur-unsur lainnya di lepaskan dan menempati bagian di dalam profil tanah. sehingga dapat memelihara struktur tanah. (3). Selama proses oksidasi bahan organik ini. Sisa bahan organik yang terdekomposisi dapat mencegah partikel tanah dari proses penggumpalan. . Pengaruh langsung berupa pengambilan senyawasenyawa organik oleh tanaman melalui akar. (2). . sehingga dapat meningkatkan kapasitas kecambah. Pengaruh yang menguntungkan dari pupuk organik terhadap fisiologi tumbuhan adalah: (1). Mikroorganisme dari pupuk organik mempunyai peranan penting dalam pembentukan dan stabilitas bahan organik. Pengaruh pupuk organik terhadap sifat fisik tanah Pengaruh utama dari penambahan bahan organik adalah menurunnya bobot isi tanah dan meningkatkan kapasitas tanah pengikat air. Pengaruh bahan organik terhadap fisiologi tumbuhan Bahan organik memberi pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap pertumbuhan tanaman. Dapat mengubah metabolisme karbohidrat dari tanaman dan pada saat yang sama untuk mendorong akumulasi gula terlarut. Bahan organik mempengaruhi isi tanah melalui kegiatannya menurunkan densitas agregat tanah dan meningkatkan ukuran agregat. P.

Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. hal tersebut akan mendorong resistensi yang besar terhadap kelayuan. terutama pada sisa-sisa tanaman dan kotoran hewan bertujuan untuk menambah tingkat kesuburan tanah. Kandungan air dan nitrogen dari protein merupakan sumber nutrisi yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme pengurai. Jumlah bakteri lebih banyak dibandingkan dengan mikroorganisme lain. Proses pengomposan bahan organik Pengomposan adalah suatu proses pengelolaan limbah padat. Dalam kondisi kelembaban yang rendah. Kombinasi senyawa-senyawa organik seperti dapat meningkatkan pertumbuhan akar. fungi. Aktivitas biologi merupakan faktor penting dalam pengomposan. antara lain bakteri. ragi. . Dekomposisi bahan organik menjadi kompos bergantung pada kandungan air dan nitrogen yang cukup pada bahan serta temperatur yang sesuai. Berbagai mikrorganisme terlibat dalam proses dekomposisi bahan organik. Pada proses dekomposisi 170 . sangat diperlukan pengendalian suhu agar aktivitas dan per-tumbuhan mikroorganisme dapat berlangsung dengan baik.tanaman. Untuk penguraian bahan yang optimal. dengan cara bertahap komponen bahan padat diuraikan secara biologis dibawah keadaan terkendali sehingga menjadi bentuk yang dapat ditangani. disimpan atau digunakan untuk lahan pertanian tanpa pengaruh yang merugikan. Pengomposan bahan-bahan organik. aktinomycetes. mikro-fauna protozoa. (4).

4 . aldehid dan seterusnya. Nitrogen. merubah produk antara menjadi metana. Fosfor. ammonia. Pada proses dekomposisi secara anaerobik. Reaksi kimia yang terjadi selama dekomposisi bahan organik secara anaerobik adalah sebagai berikut. Bahan Organik Nitrogen (%) Rasio C/N 01. kelom-pok bakteri Bahan organik aktivitas mikroorganisme Bakteri penghasil asam penghasil asam. Kelompok bakteri yang lain. reaksi biokimia berlangsung melalui proses reduksi. karbon dioksida dan hidrogen.secara aerobik. Sulfur dan unsur-unsur lainnya untuk sintesis protoplasma. CO2 + H2O + Hara + Humus + E (CH2O)x X CH3COOH Metanomonas CH3COOH CH4 + CO2 N-organik NH3 2H2S + CO2 (CH2O) + S + H2S No. mikroorganisme menggunakan oksigen untuk menguraikan bahan organik dan mengasimilasi Karbon. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. heterotrof fakultatif mendegradasi bahan organik menjadi asam-asam lemah. Tahap awal pengomposan. Potongan rumput muda 2 TD 2.

3 1. Padi-padian dan batang kacang polong 0. Sampah kota/kandungan kertas tinggi 0. Sampah kota/kandungan sayuran tinggi 2 3 10 16 04.7 70 08. Kotoran Sapi 1 19 06. Daun-daun segar yang gugur 1.6 30 80 07.8 .9 13 05. Jerami gandum 0. Pupuk hijau tumbuh-tumbuhan 3 5 10 15 03.02.6 80 09. Kotoran Babi 1.

0.1 500 12.5 . Kotoran unggas 4 TD 14. Serbuk gergaji segar 0. Jerami barley 80 130 16.0 Sampah gula tebu 0.3 150 11. Tinja 5. Batang jagung 100-120 6. Jerami padi 80 130 15. 1.5 6 10 13.4 40 80 10.

8 18 2. Batang Kapas 50 60 18.3 171 . Urin hewan 15 0.0 8 23. Kotoran biri-biri 23 19. Sisa buah-buahan 35 21.17. Kotoran kuda 20 20. Hijauan gulma 13 22. Ampas kopi/bubuk kopi 1.

.

bahkan kebanyakan unsur hara lainnya akan tersedia pula dalam jumlah yang cukup. kotoran hewan yang mempunyai rasio C/N lebih rendah. Sebaliknya apabila rasio C/N lebih kecil. keasaman (pH) dan suhu. nitrogen dalam bahan organik akan dibebaskan sebagai amoniak. Unsur-unsur tersebut biasanya telah tersedia cukup dalam bahan organik.Kecepatan penguraian bahan organik menjadi kompos bergantung pada beberapa faktor yaitu: ukuran partikel. Apabila ukuran partikel sangat besar. (2). Apabila rasio C/N lebih besar. unsur hara. Cara paling sederhana untuk menyesuaikan rasio C/N ialah dengan mencampur berbagai bahan organik yang mempunyai rasio C/N tinggi dengan bahan yang mempunyai rasio C/N rendah.hingga pembentukan karbon dioksida dari oksidasi unsur karbon berkurang. Ukuran yang baik antara 10 sampai 50 mm. Unsur Hara: Aktivitas mikroorganisme dalam proses pengomposan memer-lukan sumber energi dari unsur karbon dan nitrogen. luas permukaan kurang sehingga reaksi pengomposan akan berjalan lambat. Untuk mempercepat proses pengomposan. Hal ini dapat dilakukan misalnya bahan berjerami dicampur dengan tinja. apabila terlalu kecil ruang-ruang antara partikel menjadi sempit sehingga dapat menghambat gerakan udara ke dalam tumpukan dan sirkulasi gas karbon dioksida keluar tumpukan. Makin tinggi tingkat dekom-posisi dari bahan organik. makin kecil rasio C/N. Ukuran Partikel: Ukuran partikel berpengaruh pada keberhasilan proses pengomposan. aerasi. kandungan air. proses pengom-posan akan memakan waktu lebih lama. dibutuhkan bahan organik yang memiliki rasio C/N relatif rendah yaitu berkisar antara 25 sampai 35/liter dalam campuran pertama. Pada rasio C/N rendah tidak ada persaingan antara akar tumbuhan dengan mikroorganisme dalam menggunakan unsur nitrogen dalam . (1).

Pada tahap awal suhu tumpukan bahan sekitar 400C. baik menggunakan mesin maupun dengan tangan/cangkul. karena prosesnya ber-langsung secara aerob. selanjutnya pH berangsur naik. Kandungan air bahan terlalu tinggi. akan terjadi perubahan pH yaitu bahan agak asam. karena terbentuk asam organik sederhana. mikroorganisme yang berperan adalah mikroorganisme termofilik. Aerasi dapat diperoleh melalui gerakan udara dari alam masuk ke dalam tumpukan dengan membulak-balik bahan secara berkala. Keadaan basa yang terlalu tinggi. (4).tanah. actinomycetes dan fungi 172 . mikroorganisme dalam bahan organik sangat memerlukan jumlah udara yang cukup. Keasaman (pH): Pada tahap awal pengomposan. Kandungan Air: Kandungan air pada bahan organik sebaiknya antara 30 40%. sebagian energi dibebaskan se-bagai panas. ruang antar partikel dari bahan menjadi sempit karena terisi air. (3). sehingga sirkulasi udara dalam tumpukan akan terhambat. (6). menyebabkan selama proses pengomposan kehilangan nitrogen secara berlebihan. Selanjutnya suhu bahan naik hingga di atas 400C. Suhu: Dalam proses pengomposan. (5). Aerasi: Dalam proses pengomposan. hal ini ditandai dengan tidak menetesnya air apabila bahan di-genggam dan akan mekar apabila genggaman dilepaskan. mikro-organisme yang terlibat adalah bakteri dan fungi mesofilik. karena terlepasnya ammonia (bersifat basa) dari hasil penguraian protein. Kondisi tersebut berakibat pada tumpukan bahan akan didominasi oleh mikroorganisme anaerob yang menghasilkan bau busuk tidak sedap.

5%-3. Kriteria kualitas bahan organik yang berkaitanb dengan kandungan bahan organik adalah nisbah C/N. Kandungan total bahan organik paling tidak 20% tetapi dapat lebih tinggi apabila produk organik tersebut tidak dijual sebagai bahan pupuk organik tetapi sebagai bahan pembenah tanah. selulosa dan akhirnya lignin.termofilik. Bahan organik yang mengalami proses pengomposan baik dan menjadi pupuk organik yang stabil mempunyai nisbah C/N anatara 10/1 seperti dalam definisi standar ISO cukup jelas. maka mikroorganisme mesofilik muncul kembali. . hanya membuat spesfikasi untuk kombinasi NPK secara total 4%-5% dan 5%-6% tanpa memisahkan secara spesifik untuk masing-masing hara. Setelah suhu berangsur turun. mikrorganisme memanfaatkan sebagai sumber energi kemudian bahan ternisbah C/N yang tinggi pada produk . gula dan pati mengalami perombakan.5%. dan pemakai secara intensif menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah. beberapa negara seperti Filipina.0% dan 1. selanjutnya. diikuti oleh perombakan hemi-selulosa. Petani sebagai konsumen akan memperhatikan kandungan hara dan air. Suhu ideal dalam pengomposan antara 300C sampai 450C. Spesifikasi produk sangat tergantung pada masing-masing negara sebagai contoh nilai minuman untuk NPK paling tidak 1. bahwa kandungan utama pupuk organik adalah karbon dalam bentuk senyawa organik.0%-1. Kandungan lengas tidak boleh melampaui 15%-25% jika terlalu kering tidak baik karena akan terjadi inaktivasi gugus aktif yang salah satunya menyebabkan pupuk menjadi hidropobik. Standar Pupuk Organik Berdasarkan atas berbagai fakta yang dikemukakan oleh para pakar dan sumber informasi yang lain yang berkaitan dengan kelembagaan atau organisasi maka dari asfek administrasi yang perlu mendapatkan perhatian adalah spesifikasi produk akhir pupuk organik.

atau tidak ingin dalam karung pupuk organik penuh dengan batu atau kerikil. berkisar netral.5 7. logam berat. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan pada pupuk organik adalah warna. dalam kondisi normal tidak akan menimbulkan masalah. penggunaan bahan inokulan atau bahan lain yang bertujuan untuk mempercepat pengomposan.5.akhir menunjukan mikroorganisme akan aktif memanfaatkan nitrogen untuk membentuk protein. 173 . sejauh proses pengomposan yang dilakukan dapat mempertahankan pH pada kisaran netral. maka hal ini harus dijelaskan dan dimasukan dalam label. bebas dari patogen. partikel yang tidak dikehendaki. Apabila nisbah C/N rendah pada awal proses pengomposan maka nitrogen akan hilang melalui proses penguapan amonium. Patogen dan logam berat biasanya berasal dari limbah cair dan sampah kota. atau unsur lain. Pada umumnya yang banyak digunakan adalah mikrorganisme seperti Trichorderma spp. sehingga tanah terjadi imobilisasi N. Tidak ada konsumen atau pemakai pupuk organik yang menghendaki terluka karena serpihan gelas atau logam. Keasaman (pH) harus masuk dalam kriteria kualitas pupuk organik. Mungkin perlu juga diinformasikan dalam stendar baku. pH 6. Apabila produk pupuk organik mengandung satu atau lebih unsur mikro. tekstur. Apabila produk pupuk organik dengan nisbah C/N tinggi diaplikasikan kedalam tanah maka mikrorganisme akan tumbuh dengan memanfaatkan N tersedia tanah.

. Karakteristik Umum Pupuk Organik Karakteristik pupuk organik adalah sebagai berikut: (a). Hara pupuk organik pada umumnya rendah tetapi bervariasi tergantung pada jenis bahan dasarnya. (b). Hara yang berasal dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikrobia tanah merubah bahan-bahan yang kompleks dan tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman menjadi bentuk senyawa organik dan anorganik sederhana yang dapat diserap oleh tanaman. (c). Penyediaan hara yang berasal dari pupuk organik biasanya terbatas dan tidak cukup dalam menyediakan hara yang diper-lukan tanaman. Untuk membuat kompos organik dapat dilakukan melalui beberapa cara: 1) Pengomposan Bahan Organik Secara Konven-sional Bahan yang akan digunakan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam. Selanjutnya, timbang semua bahan dengan berat masing-masing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian. Campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/merata sambil disiram air sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/plastik pada seluruh permukaannya. Proses pengom-posan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan Lakukan pengamatan dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses.

Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan. Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Kompos yang dihasilkan perlu diuraikan lebih lanjut dengan menambah waktu pengomposan secara alami atau menggunakan cacing tanah selama 2 3 minggu. 2) Pengomposan Bahan Organik Dengan Menggu-nakan Starter Mikroba Pengurai (Bio-Komplek). Pada tahap pertama, siapkan sediaan starter mikroba dengan cara melarutkan biakan mikroba (biokomplek) ke dalam air 4-5 gram/liter, selanjutnya inkubasi pada suhu kamar sekitar 24 jam (sehari sebelum proses pengomposan). Starter adalah komponen biologis jenis mikroorganisme yang efektif jika bersimbiosis dengan satu jenis tanaman, maka cara penggunaannya pun harus bersamaan dengan tanaman inangnya. Starter bakteri Rhizobium akan efektif jika digunakan dengan tumbuhan inang jenis legum. Oleh sebab itu Rhisobium lebih cocok digunakan dalam program penyuburan tanah, dengan menggunakan tanaman legum sebagi pupuk hijau. Keuntungan yang diperoleh dari residu legum tergantung dari jumlah residu dan mineralisasinya. Akumulasi nitrogen akan terjadi pada biji legum, oleh sebab itu dalam program penyuburan tanah, tanaman legum harus dipanen dan dibenamkan ke 174

dalam tanah sebelum terjadi pembentukan biji. Dengan cara tersebut maka akumulasi nitrogen yang terdapat pada bintil akar akan menjadi cadangan bagi tanaman berikutnya. Beberapa jenis tanaman legum seperti kacang tanah, kacang babi dan kacang tunggak mempunyai efek residu nitrogen sebesar 20-50 kg N per ha. Jenis-jenis tanamn legum tersebut sangat cocok dipakai sebagai tanaman inang bagi Rhizobium. Starter Gliocladium mudah diperbanyak dalam media serbuk kayu dan sekam dan dapat efektif tanpa tanamn inang. Jenis pupuk hayati Gliocladium yang juga merupakan biokontrol, cara penggunaannya sama dengan pupuk organic kompos, sehingga sering disebut Gliokompos. Efek dari penggunaan pupuk hayati terhadap tanaman tidak dapat dilihat secara langsung seperti penggunaan pupuk kimia. Efek penggunaan pupuk hayati akan dirasakan manfaatnya pada jangka panjang, namun penggunaan pupuk hayati tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi tanaman, lahan pertanian serta lingkungan. Langkah selanjutnya kecilkan ukuran bahan yang masih panjang dengan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam! Lakukan penimbangan untuk semua bahan dengan berat masingmasing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian! Kemudian campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/ merata sambil disiram air starter pada no 1 sebanyak 1 liter pada setiap 50 kg campuran bahan organik. Tambahkan air pada saat mencampur, sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Tabel 5.9. Sifat Kimia dan Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Kompos No. Parameter Kompos **) 123456789 10 11

pH. C-Organik N-Total P tersedia P- total Ca Mg K Na Kapasitas Tukar Kation (KTK) Kejenuhan basa (KB) 6 25,04 % 1,19 % -10,75 (me/100gr) 3,13 (me/100gr) 7,26 (me/100gr) 5,30 (me/100gr) 35,50 (me/100gr) 74,48 % 175

Gambar 5.8. Alur proses pembuatan kompos Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/ plastik pada seluruh permukaan-nya. Proses pengomposan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan. Langkah terakhir, amati dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses! Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan! Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Mikroorganisme dekomposer (pengurai) un tuk pembuatan bioferlilizer Gambar 5.9. Beberapa mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengurai bahan organik (bio-ferlilizer) 6.2. Pupuk anorganik Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik atau hasil industri dan mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman. Berdasarkan jumlah jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik ini dibagi dalam beberapa golongan, yaitu: (1). Pupuk tunggal : yaitu pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara, misalnya urea (mengandung unsur N); TSP (mengandung unsur P) dan KCL (mengandung unsur K). (2). Pupuk majemuk; yaitu pupuk yang mengandung unsur N, P dan K

sekaligus. Contohnya adalah Amofos 176

(mengandung unsur dan P), Nitroposka (mengandung unsur N, P dan K). Berdasarkan jenis hara utama yang dikandung, pupuk anorganik dibagi dalam beberapa golongan, yakni : pupuk nitrogen, pupuk fosfor dan pupuk kalium. Pupuk Nitrogen, contohnya Urea (Co(NH2)2) : mengandung 46% nitrogen. Urea sangat mudah larut, sebahagian kecil terikat dalam fiat pada bahan organik dan sisanya bebas bergerak mengikuti kelembaban tanah. Pemberian urea di permukaan tanah dengan dosis tinggi (>150kg/ha) dapat menyebabkan kehilangan - N lebih banyak akibat proses penguapan. Amonium nitrat (NH4NO3): mengandung 33,5% nitrogen. Sebahagian nitrogen dalam bentuk ion amonium (NH4+) dan sebahagian lagi dalam bentuk nitrat (NO3-). Di dalam tanah nitrat dapat diambil oleh akar tanaman melalui air tanah yang diubah oleh jasad residu tanah. Pada keadaan basah dan panas, nitrogen dapat hilang ke udara. Amonium sulfat ((NH4)2SO4)), petani menyebutnya pupuk ZA: mengandung 20% nitrogen. Amonium terdapat pada tanah fiat dan bahan organik. Pupuk amonium sulfat berpengaruh terhadap menurunkan pH (keasaman) tanah, sehingga sangat baik bagi tanah-tanah yang terlalu basa (nilai pH tinggi). Penyiapan starter Penyiapan carrier Kompos Mikroba dari habitat alami Isolasi Pemilihan bahan kayu Gambut Serbuk dll

Perbanyakan Pencampuran Pengujian Sterilisasi

Biofertilizer Pengujian Pencampuran Pemeletan Pengeringan 177

Pupuk posfat; contohnya TSP (triple super fosfat) mengandung 36-46% senyawa P205, berupa butiran berwarna abu-abu, dengan sifat netral. Pupuk Kalium, contohnya Kalium khlorida (KC1) mengandung 49-50% K20 (KCl 80) atau 55% K20 (KC1 90). Mengingat tingginya kadar Cl-nya maka sebaiknya tidak digunakan untuk tanaman yang peka terhadap unsur khlor (Cl). Kalium nitrat (KNO3) me-ngandung 13,8% nitrogen dan 46,6% K20. Pupuk ini digunakan sebagai sumber unsur K pada tanaman yang tidak dapat menggunakan Cl. Pupuk NPK. Selain ketiga macam pupuk yang telah disebutkan di atas, masih ada pupuk daun dan bunga yang merupakan pupuk majemuk. Kedua pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk daun dan bunga berbentuk cairan dan butiran yang dikemas 0,25-1 kg per pak. Pada umumnya digunakan untuk pupuk daun dan bunga. 1). Dosis Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kekurangan atau kelebihan pupuk menimbulkan dampak negatif, baik pada tanah maupun pada tanaman. Tingginya dosis pemupukan ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah, jenis atau varitas tanaman, umur atau tingkat perkembangan tanaman dan tingkat kerapatan penanaman. Tanah yang subur, memerlukan jumlah pupuk lebih rendah dibandingkan dengan pada tanah yang kurus. Varitas tanaman lokal memerlukan pupuk lebih sedikit daripada tanaman hibrida. Tanaman yang masih muda memerlukan pupuk lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang sudah tua dan populasi tanaman yang rendah memerlukan dosis pemupukan yang rendah pula dibandingkan dengan populasi tanaman yang tinggi. Pemupukan susulan untuk tanaman cabe dan tomat hanya bersifat menunjang, diberikan jika dianggap perlu, karena sebahagian besar pupuk sudah

diberikan pada waktu penanaman. Pupuk susulan berupa pupuk buatan seperti pupuk daun, pupuk buah, urea, ammonium sufat (ZA), TSP, KCI dan NPK cair. Semua jenis pupuk buatan dapat Anda peroleh di toko pertanian. Jadwal pemberian pupuk dapat dilihat pada Tabel berikut. Pemberian pupuk daun disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. Pemberian yang sering menyebabkan tanaman tumbuh terlalu subur sehingga menjadi peka terhadap gangguan kerusakan. Pada minggu ke-6 dan ke-11 tanaman dapat ditambahkan pupuk campur-an berupa urea, ZA, KCl dan TSP. Tngkat kebutuhannya hanya 5-10 gram per tanaman, tergantung pada varitas tanaman. Cara pemberiannya dengan menaburkan pupuk di sekitar batang utama kira-kira 5 cm. Agar pupuk cepat larut, dapat ditambahkan air sekaligus untuk meng-airi tanaman. Pada saat tanaman mulai berbuah, setiap interval 2 minggu diberi pupuk bush dan NPK cair. Konsentrasi NPK adalah 15-20 gram dilarutkan dalam 1 liter air. Masingmasing tanaman diberi 300-400 ml. 178

Tabel 5.10. Jadwal pemberian pupuk susulan untuk tanaman cabe dan tomat (lokal/hibrida) ENIS W AKTU PEMBERIAN P UPUK 1 -5 6 1 1 1 5 1 7 1 9 2 1 M ST M ST M ST M ST M ST M ST M ST Da un * S ' B uah ** -

S S . S Ur ea 3 3 g 3 g Z T A 3 -10 3 g-10 3 g-10 SP 5 -10g 5 -10g K CI 5

-10 5 -10g 5 -10g NP K*** 3 00m1 3 00m1 4 00 ml 4 00 ml Ke

terangan : M ST : minggu setelah tanam kebutuhan per hektar * * kebutuhan per hektar per sekali semprot * ** : 5-20 gram/liter air (di larutkan terlebih dahulu, kemudian disiramkan pada luang tanaman) S : semprotkan J adi jika Anda menanam 100 pohon tomat, maka harus dipersiapkan : P = 100 x 15 x (1000 m1/300 ml) = 5000 ml larutan pupuk; ( dalam hal ini 75 gram NPK dilarutkan

dalam 5 liter air). A tau menggunakan rumus: P = JT x K x (1000 m1/300 ml) d imana : P = Kebutuhan pupuk JT = jumlah tanaman K = konsentrasi larutan pupuk (15-20 g/liter) 2). Dasar Penentuan Kebutuhan Pupuk Kebutuhan pupuk didasarkan atas: jumlah hara yang terangkut bersama panen. cadangan hara yang ada di dalam tan ah. tanda kekurangan unsur hara pa da tanaman. Penentuan kebutuhan pu puk berdasarkan cadangan hara di dalam tanah memerlukan analisis tanah di laboratorium. P enentuan kebutuhan pupuk berdasarkan tanda kekurangan hara yang diperlihatkan tanaman, memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Kadang-kadang gejala kekurangan antara unsur yang satu dengan lainnya sulit dibedakan dan gejala tersebut tidak m enggambarkan berapa jumlah pupuk y ang harus diberikan. penentuan k ebutuhan pupuk berdasarkan perkiraan jumlah hara yang terangkut bersama penen merupakan cara yang paling sederhana dan mudah, oleh karena itu cara tersebut dibahas di dalam tulisan ini. setiap jenis tanaman mengandung unsur ha

ra yang berbeda. Jika pemupukan menggunakan pupuk buatan seperti Urea, SP36 dan KCl, maka jumlah pupuk yang diperlukan untuk menggantikan 48 kg N; 8,4 kg P dan 12 kg K yang terangkut bersama 3 t/ha panen jagung adalah: 179

terikat oleh mineral liat tanah (P. Dengan demikian pemupukan N untuk tanaman kacang-kacangan sangat rendah (hanya sekitar 30 kg urea/ ha pada waktu tanam). K).Urea= 100/46 X 48 Kg/Ha = 104 Kg/Ha SP36= 100/16 X 8.4 Kg/Ha = 53 Kg/Ha KCl = 100/52 X 12 Kg/Ha = 23 Kg/Ha Akan tetapi zat hara di dalam tanah tidak semuanya dapat di-gunakan oleh tanaman. pencucian ke lapisan tanah yang lebih dalam seingga tidak terjangka oleh akar (N. K). P. atau hanyut karena tererosi (N. Unsur hara yang terbawa panen ini perlu dikembalikan ke dalam tanah melalui pemupukan supaya kesuburan tanah tetap terjaga dan produksi tanaman dapat dipertahankan.P. Oleh karena itu pemberian pupuk sebaiknya 1.5 sampai 2 kali jumlah hara yang hilang bersama panen.4 kg P dan 12 kg K. ma-ka hasil panen tersebut mengan-dung 48 kg N. mengandung N yang sangat tinggi sehingga N yang terbawa panen juga tinggi. Tetapi tanaman kacang-kacangan (kacang tanah. kedelai. Sebagian akan hilang karena penguapan (N). Kebutuhan P dan K kacang-kacangan ditentukan dengan cara . Jadi urea. melalui kerjasama (symbiose) dengan bakteri Rhyzobium sanggup mengikat N dari udara. 8. Penentuan kebutuhan pupuk untuk tanaman kacang-kacangan Tanaman legum (kacang-kacangan) seperti kacang tanah dan hijauan kacang-kacangan seperti lamtoro dan benguk. Apabila hasil panen jagung dalam 1 ha adalah 3 ton. dan K (Kg) di dalam satu ton hasil panen berbagai tanaman.K). lamtoro). SP36 dan KCL yang diperlukan untuk penanaman jagung dengan perkiraan hasil 3 t/ha kurang lebih adalah urea= 150 Sampai 200 Kg/Ha sedangkan SP36= 75 Sampai 100 Kg/Ha Unsur N.

dan kesehatan hewan. dimanfaatkan langsung oleh bakteri dalam melanjutkan proses dekomposisi. Proses oksidasi biologi ini dibedakan dalam dua tahap. yaitu apakah pupuk tersebut mempunyai sifat mengasamkan atau tidak. Perubahan dari amonium menjadi nitrat disebut dengan nitrifikasi. yaitu. Perubahan dari amonium menjadi nitrit dilakukan oleh bakteri obligat ototrof yaitu Nitrosomonas. Pada umumnya pupuk nitrogen yang mengandung amonium atau sisa asam seperti sulfat bersifat mengasamkan tanah. Pupuk kandang mempunyai kandungan unsur hara yang sangat bervariasi tergantung pada waktu dan cara penyimpanannya. Masalah utama yang perlu mendapat perhatian para pengguna pupuk adalah reaksi kimia. Reaksi nitrifikasi membebaskan H+ yang 180 .yang sama seperti pada penentuan kebutuhan pupuk tanaman lainnya. dambil langsung oleh tanaman. dan difksasi oleh mineral liat tertentu. reaksi membutuhkan oksigen. yaitu perubahan amonium menjadi nirit (nitritasi) dan perubahan nitrit menjadi nitrat (nitratasi). Senyawa amonium yang terbentuk dari proses amonifikasi dapat berupa: konversi dari nitrit ke nitrat. oleh sebab itu proses ini berlangsung di dalam tanah dengan aerasi yang baik. Kedua bakteri ini disebut dengan Nitrobakteri. Ada tiga hal penting yang dapat diambil dari persamaan-persamaan dalam proses nitrifikasi. jenis hewan. Perubahan nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh bakteri Nitrobacter yang termasuk ke dalam golongan bakteri obligat ototrof. Pupuk nitrogen yang mengandung gugus amonia sebelum tersedia pada tanaman terlebih dahulu mengalami proses amonifikasi dan nitrifikasi.

Dalam proses nitrifikasi. Mikroba tanah pada umumnya lebih menyukai senyawa dalam bentuk ion amonium daripada ion nitrat. Pemberian pupuk urea. populasi bakteri nitrifikasi. ini berarti meningkatkan kemasaman tanah. Proses seperti ini akan meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen. Nitrogen ditambahkan ke tanah berinteraksi dengan pH tanah dan mempengaruhi proses nitrogen.menymbangkan empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada sat pelepasan tersebut. proses immobilisasi adalah rendah. Satu molekul pupuk urea dapat menyumbang empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada waktu pelepasan ion. aerasi. Pada tanah-tanah yang mempunyai aerasi baik. Pada tanah sawah. akan terlihat bahwa proses immobilisasi terjadi amat besar. reaksi tanah. bakteri memegang peranandalam proses. kelembaban tanah dan suhu tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses nitrifikasi adalah jumlah NH4+ yang ada di dalam tanah. misalnya tumpangsari antara jagung dan kedelai. klor dan nitrat perlu mendapat perhatian serius agar tidak menambah kemasaman tanah. Sedangkan pada tanah yang ter-genang dan dalam kondisi anaerob sempurna proses immobilisasi akan sangat rendah. Oleh sebab itu. Ekskresi nitrogen oleh suatu tanaman legum akan dapat dimanfaatkan oleh tanaman lain dlaam pola tanam tumpangsari. amonium sulfat. karena sebagian besar nitrogen yang berasal dari pupuk tidak diabsorpsi oleh tanaman legum dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan awal menjelang terbentuknya bintil akar yang dapat . Bila amonium dioksida-si maka akan menimbulkan keasaman tanah. Pupuk urea yang diberikan pada tanah akan berubah menjadi ion amonia atau amonium.merupakan penyebab keasaman tanah bila dipupuk dengan pupuk NH4 atau pupuk anorganik sepertu urea. kecepatan perubahannya sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.

Manfaat nitrogen fiksasi bagi tanman lain yang ditanam secara tumpangsari adalah berupa perembasan nitrogen dari bintil akar. pengem-bangan luas daun. N sangat mobil (mudah menghilang / menguap) di dalam tanaman dan tanah.mengikat nitrogen bebas dari udara. pengisian buah. Sedangkan bagi tanaman yang ditanam tidak bersamaan hanya akan menghasilkan perombakan bahan organik. klorofil. Nitrogen merupakan elemen pembatas pada hampir semua jenis tanah. Kelebihan pupuk nitrogen adalah merupakan pupuk yang sangat potensial bagi tanaman. nudeotides. khususnya dalam sistem pertanian intensif. asam nukleid. Oleh karenanya. Nitrogen Nitrogen adalah hara utama tanaman. Tanaman yang kekurangan nitrogen akan tumbuh kerdil. daun menguning dan 181 . N mendorong pertumbuhan tanaman yang cepat dan memperbaiki tingkat. sehingga serapan tanaman terhadap Nitrogen maksimal dan mengurangi kehilangan Nitrogen ke udara. pemberian pupuk Nitrogen yang tepat sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil dan kualitas produk melalui. . Strategi pengelolaan Nitrogen yang optimal ditujukan pada keserasian pemberian pupuk Nitrogen dengan kebutuhan aktual tanaman. dan hormon. pembentukan bunga. dan sintesis protein. Kekurangan atau pengelolaan Nitrogen yang tidak sesuai akan berakibat buruk pada tanaman dan lingkungan. Fiksasi itrogen secara biologi dapat menghemat kebutuhan nitrogen sampai 2/3 dari kebutuhan nitrogen bagi tanaman. merupakan komponen dari asam amino. enzim.

tanah kalkareous/salin/ alkalin. Unsur nitrogen dapat diperoleh dari beberapa sumber diantaranya adalah amonium sulfat (21 % N. gabah hampa tinggi. 24 % S).jumlah anakan sedikit. . kalkareous dan tanah salin dengan kadar bahan organik rendah serta berpotensi tinggi untuk terjadinya penguapan amonia. salin. tetapi tidak mobil dalam tanah. Berikan pupuk N anorganik 40-50 kg/ha untuk setiap kenaikan satu ton hasil dari tanpa pemberian N. Sumber pupuk organik N tersedia di lahan pertanian seperti pupuk kandang dan kompos bisa efektif dan menarik secara finansial guna memenuhi kebutuhan padi akan N. berbunga awal. Tanaman yang mengalami kekurangan unsur fosfor akan tampak hijau gelap dan kerdil dengan daun tegak dan anakan kurang. tanah abu vulkan atau tanah kering masam dengan kapasitas fiksasi P . degradasi tanah sawah. tanah masam dengan tekstur kasar (coarse) dan kandungan bahan organik rendah (kurang dari 0. P mobil dalam tanaman. drainase buruk. urea (46 % N) dan diamonium fosfat atau DAP (18 % N. dan pematangan. Unsus P seringkali kurang pada tanah berpasir dengan kandungan bahan organik rendah. dan lebih menguntungkan petani dibandingkan menggunakan pupuk N organik. tanah masam. Hampir semua jenis tanah kekurangan N.5 % organik C). Warna daun dan penampilan tanaman menunjukkan status N dan membantu menentukan kebutuhan akan pemupukan N. Fosfat Posfor adalah hara utama tanaman yang penting untuk perkembangan akar. anakan. Pupuk anorganik merupakan sumber yang biasa digunakan mensuplai N. matang lambat (tidak terjadi pembungaan pada kahat P yang parah). 4446 % P2O5). dan tanah kahat P dengan kapasitas mineralisasi N dan fiksasi biologis N rendah. batang kurus dan kecil. hasil rendah karena jumlah malai per unit area dan jumlah gabah per malai lebih sedikit.

namun tungro biasanya terjadi pada spotspot yang tersebar (tidak menyeluruh) dan lebih nyata warna daun kuning dan oranye dan tanaman kerdil. K mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. Anakan berkurang pada tanaman kahat P. Perubahan warna pada daun umum terjadi pada tanaman kahat P. . untuk memperoleh hasil padi yang tinggi setelah nitrogen (N). Kalium Kalium adalah hara tanaman utama yang dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan akar dan vigor tanaman. Pupuk K perlu diberikan dalam jumlah mencukupi pada hampir semua lahan sawah irigasi. gejala pada daun nampak pada fase pertumbuhan 182 . Tanaman kahat P kerdil dan daunnya tegak lurus dibandingkan dengan tanaman normal. ketahanan terhadap kerebahan dan hama/ penyakit. Pada waktu aplikasi pupuk fosfat. Kalium seringkali merupakan unsur pembatas. gejala kahat K pada daun dapat menyerupai gejala penyakit tungro. Tanaman yang mengalami kekurangan kalium akan tampak berwarna hijau gelap dan kerdil dengan margin daun cokelat kekuningan dan/atau dengan margin dan ujung daun tua nekrotik. tanah gambut. Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon yang baik dari tanaman terhadap aplikasi K dan pencapaian pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. dan tanah sulfat masam dengan kandungan besi dan aluminium tinggi.tinggi. benamkan dan aduk semua pupuk P ke dalam tanah sebelum pelumpuran terakhir dan tanam pindah atau sebar seluruh P pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung.

tanah sulfat masam. dan cystin) dalam tanaman yang berkaitan dengan nutrisi manusia. . Belerang Belerang atau Sulfur (S) adalah hara utama penting yang diperlukan untuk produksi khlorofil. Pada dosis >30 K2O/ha. bobot gabah lebih ringan. S sangat mobil dalam tanaman (walaupun lebih kurang mobil dibandingkan dengan N). tanah kering masam. lahan sawah terdegradasi. Sumber kalium yang banyak dikenal adalah kalium klorida (MOP-muriate of potash) yang mengandung 50% K atau 60% K2O dalam bentuk KCl (30 kg K2O setara dengan 50 kg MOP atau KCl). K seringkali kurang pada tanah berpasir atau bertekstur kasar. Bila dosis yang digunakan rendah. tanaman rata-rata mengambil sekitar 19 kg K2O (16 K) untuk setiap ton hasil (2. methionin. Kekurangan (kahat) K terjadi di daerah pertanaman yang intensif yang mendapat pemupukan N dan P tinggi.2 kg K2O pada buah dan 16. akar tidak sehat dan menghitam.8 kg K2O pada serasah orgainik). dan tanah organik. Pada hara tanaman optimum. S diperlukan untuk memproduksi asam amino (cystein. Rekomendasi pemupukan K berdasarkan target hasil dan status K tanah. berikan 50% sebagai pupuk dasar dan 50% pada awal pembentukan bunga. Catatan: penambahan unsur K dari air irigasi cukup nyata pada daerah tertentu. namun belum tentu meningkatkan hasil. benam dan aduk pupuk K ke dalam tanah terakhir sebelum tanam pindah atau sebar seluruh pupuk K pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung. Pemberian K paling tidak dua kali pada tanah berpasir dengan derajat pencucian tinggi. Pemberi-an K pada fase pembungaan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kerebahan dengan kanopi rapat dan target hasil tinggi. kerebahan dan kehampaan gabah tinggi. namun hanya sebagian mobil dalam tanah. Gejala kahat unsur S ditunjukkan .lanjut.

Seng membatasi pertumbuhan tanaman. daun muda menguning pucat (kontras dengan daun tua yang menguning cepat dan mati pada tanaman kahat N). Analisis tanah dan/tanaman diperlukan untuk konfirmasi gejala kahat S. Oleh karenanya kahat Zn mempengaruhi warna dan turgor tanaman. termasuk produksi klorofil dan integritas membran. Tanaman memerlukan sekitar 2 kg S/ha (jerami+gabah) untuk setiap ton hasil gabah. . dan gypsum (17% S). Pada kasus tertentu. single super fosfat (12% S). berikan semua jenis pupuk S sesaat sebelum pelumpuran bersama dengan pupuk P dan K. Bila dibutuhkan. Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon tanaman yang baik terhadap pupuk Zn dan pencapaian 183 . selalu kebanjiran) menghalangi serapan Zn oleh tanaman.dengan warna tanaman hijau pucat. tanah dengan kandungan bahan organik rendah. S mungkin diperlukan pada tanah berpasir yang mudah tercuci. Aplikasi unsur belerang dilakukan dengan pemberian sebanyak 10 kg S/ha pada kahat S yang parah. Pengaruh pemberian S bertahan sampai 2 musim tanam. dan tanah dengan pelapukan tinggi kaya akan besi oksida. suplai Zn tanah rendah atau kondisi tanah buruk (misalnya. Zn perlu diberikan sesuai kebutuhan. Zn hanya sedikit mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. Kahat S sesungguhnya jarang dijumpai. Sumber S yang biasa digunakan adalah amonium sulfat (24% S). Zinc Seng atau Zinc (Zn) adalah hara utama penting yang dibutuhkan tanaman untuk beberapa proses biokimia dalam tanaman padi.

Tanaman dapat pulih dari kahat Zn bila sawah didrainasi kondisi kering meningkatkan ketersediaan Zn. gejala terlihat 2-4 minggu setelah tanam pindah. Pada tanah alkalin. Mg. tanah dengan P dan silikat (Si) tersedia tinggi. pertanaman intensif. Tanaman kerdil dan bercak coklat berdebu pada bagian atas daun merupakan gajala kekurangan Zn. dan bertekstur kasar. Berikan pupuk Zn pada permukaan tanah setelah pelumpuran terakhir dan perataan lahan atau berikan Zn pada bedeng persemaian 7-8 hari sebelum bibit dicabut. Kahat Zn tidak sering dijumpai. berikan 10-25 kg ZnSO4. atau celupkan akar bibit padi dalam 2-4% larutan ZnO sebelum transplanting (20-40 g ZnO/lt air). dan tercuci. tanah sawah yang selalu kebanjiran atau berdrainase buruk.7H2O per ha pada permukaan tanah. asam. tanah gambut. Tanaman hanya memerlukan sekitar 0. tanah sulfat masam tua dengan konsentarsi K. Sumber Zn yang biasa digunakan adalah zinc sulfate terlarut (23-36% Zn). namun lebih banyak pupuk Zn harus diberikan karena begitu diberikan Zn tidak selalu tersedia bagi tanaman. . Bila kahat Zn nampak di lapang.H2O atau 20-40 kg ZnSO4.05 kg Zn/ha (jerami+gabah) per ton hasil gabah. dan Ca rendah. kehampaan gabah tinggi. tanah salin dan sodik. pematangan terlambat dan hasil rendah. Pengaruh pemberian Zn berlaku sampai 2-5 musim tanam pada semua jenis tanah kecuali tanah alkalin. Selain itu terdapat spotspot tanaman yang tumbuh jelek.pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. tanah berpasir. tanah dengan pelapukan tinggi. namun dapat terjadi pada tanah kalkareous dan netral. gejala kahat Zn menyerupai kahat S dan Fe pada tanah alkalin dan keracunan Fe tanah organik berdrainase buruk. tanah yang terbentuk dari serpentin dan laterik. Zn perlu diberikan pada setiap musim tanam.

Kekurangan Fe akan menghambat absorpsi K. Seluruh daun dan bagian tanaman menguning (khlorotik). Tanaman memerlukan sekitar 0. Aplikasinya harus berimbang agar terjamin pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. berikan solid fero sulfat (FeSO4) di sebelah barisan 184 . . S. namun setelah aplikasi Fe tidak tersedia bebas bagi tanaman. daun yang muncul mengalami klorosis. Unsur Fe tidak mobil. Pada waktu aplikasi. namun banyak dijumpai pada sawah dengan tekstur tanah berpasir. Kahat Fe sering dijumpai pada lahan kering dengan tanah bereaksi netral.5 kg/ha Fe (jerami dan biji/gabah) untuk setiap ton hasil gabah. Fe merupakan akseptor elektron penting dalam reaksi redoks dan aktivator untuk beberapa enzim. dan Zn. kalkareous dan bereaksi alkalin.zinc klorida terlarut (48-50% Zn). Pemberian melalui daun. dan zinc oksida tidak larut (60-80% Zn). K. Kahat Fe tidak dijumpai pada sawah tergenang yang sedikit asam. Besi Unsur Fe adalah hara esensial yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung transportasi elektron dalam proses fotosintesis. Pemberian pada tanah memerlukan 100-300 kg/ha fero sulfat (sulfat besi). baik dalam tanaman maupun tanah. kalkareous dan alkalin (basa). P. kahat Fe merupakan urutan penting berikutnya yang membatasi hasil tanaman padi. Produksi bahan kering dan hasil menurun. Kahat Fe sangat sulit diatasi dan mahal untuk dikoreksi. Gejala kahat Fe ditunjukkan adanya gajala antartulang daun menguning. Setelah kahat unsur utama N. 2-3 % larutan fero sulfat atau 100 l/ha Fe chelate 2-3 dalam selang waktu 2 minggu dimulai pada fase anakan.

Keracunan Fe ditunjukkan adanya bercak coklat kecil pada daun. Pada prinsipnya air irigasi yang ditambahkan adalah untuk menutupi kekurangan air . terutama faktor meteorologi dan faktor hidrologi yang berhubungan langsung dengan jumlah dan efisiensi irigasi. fero amonium sulfat (14% Fe). Dua sampai tiga aplikasi 2-3 % larutan FeSO4 melalui daun atau chelate besi pada selang waktu 2 minggu pada fase anakan. lahirlah pemikiran untuk memenuhi kekurangan air yang sering terjadi.6 Pengairan Air merupakan bahan yang sangat vital bagi kebidupan tanaman.tanaman padi dengan dosis 100 kg/ha. Salah satu ilmu yang mengkaji dan membahas masalah air bagi pertanian adalah ilmu irigasi. Irigasi berarti berarti memberi air padata tanaman untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertumbuhannya. Kegiatan-kegiatan irigasi meliputi penampungan air. Banyak faktor yang perlu mendapat perhatian. Masalah kekurangan air timbul akibat siklus hidrologi di alam yang tidak merata. Dengan demikian kebuhtuhan air tanaman ditentukan dengan menghitung besarnya penguapan (evaporasi) permukaan tanah dan penguapan kebutuhan air secara tepat. Sebagai tindak lanjut-nya. Kebutuhan air tanaman sama dengan kehilangan air per satuan luas yang diakibatkan oleh kanopi tanaman ditambah dengan hilangnya air melalui penguapan permukaan tanah pada luasan tertentu. dan pembuangan kelebihan air serta menjaga kontinyuitas air. penyaluran air ke lahan. Kahat Fe memiliki gejala tulang daun menguning. Kekurangan air menga-kibatkan terganggunya perkem-bangan morfologi dan proses fisiologi tanaman. Pupuk Fe yang biasa digunakan adalah larutan fero sulfat (20-30% Fe). 5. dan chelate besi (5-14%).

185 . struktur tanaman. mengatur suhu tanah dan iklim mikro. bisanya air membentuk 85% sampai 90% dai berat keseluruhan dari bagiaan hijau tanaman (jaringan yang sedang tumbuh).. dan garam serta asam yang berlebihan. kadar unsur-unsur racun.3. 5.2. proses membuka dan menutupnya mulut daun. stabilitas bentuk daun. membersihkan tanah dari kotoran. (c) pelarut garam. dan pengelolaan air yang mantap. menekan pertumbuhan gulma. hama dan penyakit tanaman. 5. (b) reagen yang penting dalam proses fotosintesa dan dalam proses hidrolitik seperti perubahan pati menjadi gula. (d) sesuatu yang esensial untukmenjamin adanya turgiditas pertumbuhan sel.tanah yang telah ada pada saat yang diperlukan dan dalam jumlah yang cukup.7. melalui dinding sel dan jaringan xilem serta menjamin kesinambungannya. meteorologi.7. kelangsungan gerak. gas dan berbagai material yang bergerak ke dalam tanaman melalui dinding sel. (b) akibat sampingan fiksasi karbon dioksida dalam pemecahan karbon dan oksifgen. Kehilangan air pada tanaman dapat terjadi melalui (a) transpirasi. Selama pertumbuhan tanaman terus menerus mengisap air dari tanah dan mengelarkannhya pada sat transpirasi. Kebutuhan air bagi tanaman Kebutuhan air tanaman dinyatakan sebagai jumlah satuan air yang diserap per satuan berat kering yang dibentuk atau banyaknya air yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan berat kering tnaman. Oleh karena itu untuk merancang irigasi diperlukan data hidrologi. Keguanaan air irigasi adalah untuk mempermudah pengolahan tanah. Fungsi Air bagi tanaman Fungsi air bagai tanaman adalah : (a) bagian dari protoplasma. dan jaringan xilem ke dalam tanaman.

Dalam tanah air berada di antara ronggarongga tanah dan terikat oleh butir tanah dengan kekuatan yang ditentukan oleh banyaknya air yang dikandung oleh tanah tersebut atau besarnya gaya untuk memisahkan air dari partikel tanah. Ketinggian air dapat dicapai oleh air yang berbanding terbalik dengan diameter pembuluh kapiler. tekstur tanah. Keadaan air dalam tanah yang terbaik adalah pada saat kapasitas lapang. Air kapiler bergerak melawan gravitasi bumi karena gaya kapileritasnya lebih besar dari gravitasi bumi. Kehilangan air pada tanah dipengaruhi oleh: bentuk tajuk tanaman (kanopi). Fase pertumbuhan. Tanah yang terlalu banyak mengandung air menyebabkan berkurangnya udara dalam tanah. Gerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh gradien hidrolik. Air higroskopis dipegang erat oleh partikel-partikel tanah sehingga sulit diserap tanaman. Tanah pasir mempunyai kemampuan mempertahankan air yang lebih lemah daripada tanah liat. kelembaban tanah. jumlah air. struktur tanah. gravitasi. Jadi semakin halus . Kemampuan tanah pasir untuk memegang air dapat ditambah dengan bahan organik. yaitu pada saat kondisi air dalam tanah tidak lagi tersedia bagi tanaman dan tanaman mulai layu secara permanen. Air yang tertinggal dalam tanah yang tidak tersedia bagi tanaman dikenal sebagai air higroskopis dan air yang terikat secara kimia (Gambar hal 19). Hal tersebut disebabkan karena jumlah air yang berbeda dalam romgga antar partikel belum melampaui batas kemampuan partikel tanah tersebut untuk memegang air. Titik batas yang paling kritis terhadap air disebut titik layu permanen. dan jenis tanaman Kemampuan tanah untuk mempertahankan air tergantung pada teksttur tanah.

2 Peran Utama Air merupakan komponen utama tubuh tanaman. 5.pembuluh kapiler tanah makin tinggi pula gerakan air ke atas. apabila umur tanaman ini adalah 100 hari berarti setiap hari akan ditranspirasikan sebanyak 50 ton/ha (setara dengan 10 mobil tanki berkapsitas-angkut 5 ton). semakin banyak air yang diperlukan. Sebagai sarana transportasi dan pendistribusian nutrisi jadi dari daun keseluruh bagian tanaman. Efisiensi penggunaan air meningkat dengan kesuburan tanah. yang bersama-sama dengan penguapan dari tanah sekitarnya (evaporasi) disebut evapo-transpirasi. (3). juga berfungsi sebagai media reaksi pada hampir seluruh proses metabolismenya yang apabila telah terpakai diuapkan melalui mekanisme transpirasi. biasanya untuk setiap kg bobot kering biomass yang diproduksi akan ditranspirasikan air sebanyak 500 kg (nisbah transpirasi 500). Sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar kemudian ke daun. bahkan hampir 90% selsel tanaman dan mikrobia terdiri dari air. Akibat semakin subur tanah. apabila dalam sehektar tanam tanaman memproduksi biomas sebanyak 10 ton (4 ton gabah + 6 ton jerami).7. Oleh karena itu.7 Air Tanah 5. tergantung pada jenis tanaman. Air yang diserap tanaman di samping berfungsi sebagai komponen sel-selnya. Dalam memproduksi biomass sangat banyak dibutuhkan air. karena absorpsi hara berjalan dengan kecepatan tinggi. Secara garisbesar peran air tanah yang menguntungkan meliputi : (1). Air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan kadangkala merugikan. maka selama juta ton air atau 5 juta m3 . (2). Sebagai 186 .

8% terdiri dari lembaran es dan gletser (2. Sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimiawi penyediaan unsur hara tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. Mempermudah pengolahan tanah. perkembangan tanah dan diferensial horizon. Sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk. Sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah. misalnya melalui erosi (2). (3).15%).3. asimilasi.62%) dan air . Sebagai pemicu kemiskinan tanah melalui pelindian hara.komponen kunci dalam proses fotosintesis. dan (4). (7). (4). 5. (8). (6). Sebagai stabilisator temperatur tanah. serta aktivitas mikrobia yang menguntungkan. sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar. dan (9). Sebagai pelarut pupuk dan pestisida Peran yang merugikan antara lain adalah (1). Sebagai pemicu perubahan horizon melalui pelindian komponenkomponennya.Proporsi dan Siklus Air Tanah Air di dunia 97.8. Oleh karena itu. (10). dan (11). sintesis maupun respirasi tanaman. air artesis ( 0. Sebagai pemicu rusaknya tanah. Dipersawahan. manfaat air tanah bagi tetanaman tergantung pada kemampuan kita dalam meningkatkan peran yang menguntungkan dan menekan peran yang merugikan tersebut. Sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara tak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. (5). genangan air akan menghambat pertumbuhan gulma dan sebagai sarana pemupukan lewat air irigasi ( pugasi).2 % berupa lautan dan 2. Tanah yang jenuh dengan air dapat menyebabkan terhambatnya aliran udara ke dalam tanah.

air aliran (sungai) dan kembali ke situs air tanah. salju. maupun.005%). yaitu dari air tanah menjadi air tanah menjadi air tanaman atau air hujan (atmosfer).secara keseluruhan dari total air dunia hanya 2.792% air tawar dan 0. baik berupa (1). dan (c). Siklus air tanah merupakan proses mekanika perubahan air. air atmosfer *hujan dan kabut) (0. Perubahan fase yaitu. Ketiga perubahan ini terjadi dalam sistem tanahairtetanaman-atmosfer yang melibatkan tiga mekanisme utama.danau air asin (0. yang secara umum disebut sebagai persamaan air tanah: KAT=masukan air kehilangan air KAT adalah Kadar Air Tanah Oleh karena itu fluktuasi kadar air tanah periodikal. Perubahan status. air tanah (0. dan (3).009%). yaitu : (a).008%). kabut) yang menginfiltrasi tanah ditambah hasil kondensasi (oleh tanaman dan tanah) dan adsorpsi (oleh tanah) dikurangi air yang hilang (water loss) lewat evapo-transpirasi. aliran permukaan. 1984). . (b). Penyerapan (uptake) dan translokasi air didalam tubuh tanaman. (2). dari fase cair ke fase padat atau fase gas.Foth. Retensi dan pergerakan air di dalam tanah. Air lainnya ini meliputi danau tawar (0.03%). Kadar air tanah (water storage) merupakan selisih masuka air (water gain) dari presipitasi (meliputi hujan.001%) dan air sungai (0.lainnya (0. Penguapan air (evapotranspirasi) ke atmosfer. yaitu dari bentuk tidak tersedia (terikat kuat oleh tanah) menjadi tersedia bagi tanaman atau sebaliknya.005% diantaranya adalah air tanah. perkolasi dan rembesan lateral.0001%) (Strahler dan Strahler cit. tergantung pada keseimbangan masukan dan kehilangan air tersebut. Perubahan situs (lokasi).

187 .

Potensial inilah yang mendorong air ke luar sel sebagai akibat terjadi penggelembungan sel. Vakuola yang berisi cairan sel kaya bahan larut dan koloidal.5. gaya yang timbul ini disebut potensial bahan larut (PI). terdiri . dan (3).8. Gaya yang menyebabkan air diluar selaput protoplasma akan mengalir kedalam sel lebih cepat ketimbang difusi bahan larut ke luar protoplasma. Dinding sel yang tegar dan tetapi dapat mengembang secara elastis. Tekanan yang menyertai penyerapan air oleh sel disebut turgor atau potensial tekanan (Pt). yang pengaruhnya makin besar selaras dengan pertambahan kadarnya. dan akan berhenti sama sekali apabila : Pa = Pt + Pl + Pm + = Pt + Po = 0 Koefisien Air tanah merupakan koefesien yang menunjukan potensi ketersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman (Tabel 3. Koefisien dan ketersediaan Air Tanah Air ditahan di dalam sel akar oleh adanya gaya-jerap dan gaya-osmotik.4. sehingga aliran air ke dalam sel menurun berbanding terbalik dengan kenaikan tekanan turgor. Makin besar penggelembungan makin besar pula tekanan yang bekerja terhadap air sel dan. (2). tekanan turgor juga meningkat selaras dengan kenaikan tekanan in. yang karena elastis jadi mengembang. Sel tanaman terdiri dari : (1). gabungan keduanya disebut potensial osmotik (Po). Apabila air masuk kedalam sel. tetapi tidak bebas dilewati aliran bahan-bahan larut dan koloidal. Kemudian apabila yang menyerap air adalah bahan kolodial dalam sel atau koloid proplasma. Adanya bahan-bahan larut dan koloidal dalam vakuola ini mengurangi aktivitas air di dalam sel.12). Protoplasma yang berupa selaput semipermeabel sehingga dapat dilewati air secara bebas. volume sel bertambah dan protoplasma terdesak kedinding sel. maka gaya ini disebut potensial matrix (Pm).

air gravitasi (pori-pori makro) habis dan air tersedia (pada pori-pori meso dan mikro) bagi tanaman dalam keadaan optimum.54. Sehinngga air ini terutama yang mengisi poripori makro segera turun ke bawah tertarik oleh gaya gravitasi. dan aktivitas mikrobia aerobik seperti bakteri amonifikasi dan nitrifikasi akan terhenti sama sekali. mudah hilang dan bergerak relatif cepat sehingga dapat melindi (leaching) unsur-unsur hara yang dilaluinya. (3) Koefisien layu (titik kayu permanen atau titik kelembaban kritis) adalah kondisi kadar air tanah yang ketersediaannya sudah lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman untuk aktifitas dan 188 . Pada kondisi tanah berdrainase buruk atau suplai berlebihan (banjir atau tergenang pada periode lama akan berdampak buruk terhadap aerasi tanah sehingga respirasi akar. yaitu kondisi di mana seluruh ruang pori tanah terisi. (2) Kapsitas lapangan (field capacity) adalah kondisi di mana tebal lapisan air dalam pori-pori tanah mulai menipis. sehingga tegangan antarair-udara meningkat hingga lebih lebih besar dari gaya gravitasi. Air kondisi jenuh ini disebut air bebas atau air Gravitasi atau air drainase atau air berlebihan (lihat gambar 3. Pada kondisi ini tegangan pada permuakaan lapisan air hampir 0 .<1/3 atm. Kondisi ini terjadi pada tegangan permukaan lapisan air sekitar 1/3 atm atau pF 2.dari : (1) Jenuh atau retensi maksimum.7).

8. Pergerakannya lambat dan terjadi melalui penyesuaian terhadap keketebalan lapisan air. Oleh karena itu untuk menjamin tercukupinya kebutuhan tanaman. namun makin mendekati koefisien layu tingkat ketersediaannya makin rendah. Air tanah yang mempunyai tegangan antara 1/3 atm 31 atm (antara kapasitas lapangan hingga koefisien higroskopis) disebut air kapiller. Hal ini merupakan akibat terbatasnya suplai air/hujan pada absorpsi (penyerapan) air oleh tanaman dan avaporasi terus terjadi.5. Kadar air tanah . 5. yaitu pada tegangan sekitar 15 atm. Air yang tersisanya adalah air adhesi. yaitu pada tegangan minimal 3 atm. sehingga tanaman mrnjadi layu secara permanen atau tak dapat pulih lagi. yaitu air yang langsung terjerap ke bahan padat tanah. (4) Koefisien Higroskopis adalah kondisi dimana air tanah terikat sangat kuat Oleh gaya matrik tanah. Faktor-faktor Ketersediaan Air tanah. suplai air harus diberikan apabila 50 85% air tersedia ini telah habis terpakai. Air tersedia (air yang dapat diserap langsung tanaman) adalah air yang ditahan tanah pada kondisi kapasitas lapangan hingga koefisien layu. Pada kondisi ini air yang tersisa hanya air adhesi dan terikat kuat oleh gaya matrik tanah. Kadar dan ketersediaan air tanah sebenarnya pada setiap koefesien ini umumnya bervariasi terutama tergantung pada : (1) Tekstur tanah. terdiri dari sebagian air kapiler (air adhesi dan sedikit air kohesi) dan seluruh air hidroskopis (air kristal). berfungsi sebagai larutan tanah dan sebagiannya. terdiri atas air kohesi pada pori-pori meso dan mikro serta sedikit pada pori makro. berbentuk kristal dan tidak tersedia bagi tanaman.mempertahankan turgornya. Air yang ditahan diatas koefisien layu merupakan air tak tersedia.

Kadar air tersedia berdasarkan tekstur tanah tertera pada gambar 3. 189 . sehingga kadar dan ketersediaan air juga makin banyak.9 (2) Kadar bahan organik tanah (BOT). 40% dan 15%. Hasilhasilnya berupa peningkatan kadar dan ketersediaan air tanah.. Konsekuensinya.bertekstur liat > lempung > pasir. yang berarti luas permukaan penyerap (kapasitas simpan) air juga lebih banyak. (4) Kedalaman solum/lapisan tanah menentukan volume simpan air Tanah. BOT mempunyai pori-pori mikro yang jauh lebih baik ketimbang partikel mineral tanah. Garam-garam senyawa-pupuk/amelioran (pembenah tanah) baik alamiah maupun nonalamiah mampunyai gaya osmotik yang dapat menarik dan menghidrolis air. Kedalaman solum/lapisan ini sangat penting bagi tetanaman berakar tunggang dan dalam. Hal ini terkait dengan pengaruh tekstur terhadap proporsi bahan kolodial. ruang pori dan luas permukaan adsortif. sehingga koefesien layu meningkat. misalnya pada tegangan 1/3 atm (kapasitas lapangan). (3) Senyawa kimiawi. sehingga makin tinggi kadar BOT akan makin kadar dan ketersediaan air tanah. makin dalam makin besar. kadar air tanah pada masing-masingnya adalah sekitar 55%. yang makin halus teksturnya akan makin banyak sehingga makin besar kapasitas-simpan airnya. makin banyak senyawa kimiawi dan ketersediaan air tanah menurun.

yang pada prinsipnya terkait dengan kebutuhan air tanaman 5. spitter dn dripper. Volume diberikan dalam satuan galon. air diukur dengan istilah volume dan kecepatan mengalir. (2) drainase. hektar-cm/hari dan sebagainya. faktor iklim dan tanaman juga menentukan kadar dan ketersediaan air tanah. Penggunaan irigasi telah dilakukan sejak jaman kuno.8. yaitu sistem leb dari sawah. disemen. yaitu pemberian air melalui pipa bertekanan. Untuk tujuan pertanian. Masing-masing sistem sesuai dengan sistem budidaya tertentu. Air dibawa lewat parit-parit agak datar dengan kecepatan rendah untuk menghindari erosi. Satu hektar-cm dari air adalah jumlah air yang akan menutupi satu hektar tanah sedalam cm dan kira-kira sebanyak 100 m3 atau 100. toleransi terhadap kekeringan. di mana air didistribusikan melalui permukaan tanah. diberi plastik atau tumpukan rumput-rumput untuk . kaki kubik. (3) konservasi. temperatur dan kecepatan angin. Faktor tanaman yang berpengaruh meliputi bentuk dan kedalaman perakaran. Irigasi adalah penambahan suplemen air.Disamping faktor tanah ini. Kecepatan air mengalir dinyatakan dalam liter/detik. Irigasi permukaan adalah cara yang paling umum dikenal di Indonesia. Faktor iklim yang berpengaruh meliputi curah hujan. Jenis irigasi meliputi (1) irigasi permukaan. serta tingkat dan stadia pertumbuhan. air harus dikelola secara baik dan ekonomis. (3) irigasi eniter berupa sprinkler. Pengelolaan air meliputi (1) irigasi.6. hektar-cm. liter/menit. yang prinsipnya terkait dengan suplai air dan evotranspirasi. dan lain-lain.000 liter. Parit dapat diaspal. (2) irigasi penyiraman. Teknik pengairan Dalam hubungannya dengan produksi tanaman. yaitu mendistribusikan air ke bawah permukaan tanah untuk memberi kelembaban kepada tanaman lewat gaya kapiler ke atas.

tidak ada erosi. sedangkan untuk tanaman yang rata menutup tanah digunakan sistem leb-flood irrigation dan contour irrigation. Tehnik pengairan drainase adalah menyiapkan bedengan. pada saat persiapan lahan. Irigasi permukaan biasa diberikan kepada tanaman yang menutup rata tanah seperti padi dan padang rumput. Tehnik irigasi siraman dengan tangan akan mengakibatkan biaya tenaga yang sangat tinggi. Keuntungan tehnik irigasi siraman adalah lebih seragam dan tepat untuk setiap jenis tanah dan tanaman. Dalam sistem leb harus cukup waktu untuk membiarkan air menutupi seluruh permukaan dan cukup waktu bagi air untuk masuk ke dalam tanah. Dalam hal ini harus dibuat parit pembuangan air. agar lama tinggal di atas parit sehingga dapat mensuplai air untuk akar tanaman. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membuang kelebihan air. Tehnik ini telah banyak dilakukan dengan menggunakan pipa-pia otomatis. Di Indonesia. Kerugian sistem siram adalah mahalnya peralatan pada investasi awal dan air harus selalu bersih. Tetapi tehnik irigasi siraman sederhana yang dilakukan oleh para petani adalah dengan menggunakan gayung atau gembor atau ujung pipa plastik.menghindari kebocoroan air ke bawah. untuk mengalir-kan kelebihan air sesudah kapasitas lapang lahan tersebut tercapai. Masalah yang ditimbulkan dari tehnik ini relatif kecil. Pupuk dapat diberikan bersama air siraman. Untuk tanaman berbaris digunakan sistem leb-furrow irrigation. Kaang-kadang pada 190 . Irigasi siraman telah dikenal di negara-negara maju. belum banyak dilakukan kecuali untuk padang rumput golf. air dapat lebih ekonomis dibanding sistem leb. guludan.

.

Pertama. Pemangkasan (prunning) 5. jika pemangkasan pada waktu tanaman sudah matang diperlukan pemotongan yang lebih banyak dan akan menjadi lebih sulit dilakukan. Pemangkasan tanaman muda Pemangkasan penting dalam rangkan mengembangkan tanaman dengan struktur yang kokok dan bentuk yang diinginkan.1. Hal ini yang menyebabkan mengapa pemangkasan yang tepat pada tanaman muda menjadi kritis dan penting.daerah lembab perlu pipa drainase yang dibenamkan dalam tanah. Dengan demikian. Kedua. Ada beberapa prinsip sederhana yang harus dimengerti dalam melakukan pemangkasan tanaman muda. maka pemangkasan harus dibuat di luar lingkar cabang (branch collar). Hal ini karena pada bagian . Keempat. Ketika tanaman mengalami luka (atau dilukai) tanaman tersebut harus tetap tumbuh dan luka tersebut akan tetap ada.9.9. Membuat potongan Jika pemotongan dapat mengganggu respon tanaman terhadap pertumbuhan dan proses penutupan luka potongan. setikap potongan memiliki potensi mengubah pertumbuhan tanaman. Ketiga. proses penyembuhan pada tanaman tidak seperti halnya pada manusia. maka pemangkasan yang buruk dapat menyebabkan kerusakan tanaman bahkan dapat menyebabkan kematiannya. karena tehnik pemangkasan yang tepat adalah penting. adanya suatu aturan bahwa potongan yang kecil menghasilkan kerusakan yang kecil pula. . 5.

pertahankan batang tunggal yang dominan. gangguan produksi dan pertumbuhan yang menyimpang. Dalam beberapa kasus. . jika potongan cukup besar. Hal ini akan mengakibatkan kelemahan struktur batang. Jangan lakukan pemangkasan pucuk yang dapat menyebabkan munculnya dua batang utama yang disebut dengan cabang codominant stems.tersebut terdapat jaringan batang atau induk cabang dan tanaman akan rusak potongan dilakukan di tempat tersebut. maka tanaman dapat mengalami kerusakan internal permanen akibat pemangkasan yang tidak tepat. Cabang-cabang lateral akan menyebabkan . Pemotongan dilakukan pada internodal atau pemotongan dibuat di antara tunas atau cabang dapat menyebabkan batang membusuk. sebahagian besar pemotongan dapat dilakukan dengan gunting atau pisau. . Percabangan yang berjenjang memberikan bentuk tanaman yang sudah dewasa dan memberikan perlakuan pemangkasan yang tepat terhadap tanaman yang masih muda dapat mengembangkan struktur yang kokoh. oleh karena itu sebaiknya dibuang saja selagi tanaman masih muda. Perlengkapan Pemangkasan Untuk tananam berukuran kecil. Untuk pemotongan batang lebih dari 0. Perkembangan batang Pada sebahagian besar tanaman muda.5 inci harus menggunakan gunting bertangkai atau gergaji pangkas. Jika cabang permanen perlu diperpendek. maka potonglah cabang atau tunas lateral. Memperoleh strutur percabangan yang kokok Struktur cabang primer yang baik dapat dibentuk selagi tnaman masih muda. .

dan meruncing. Cabang-cabang seperti ini dinamakan cabang sementara yang berpera ndalam 191 . Perlu dipertahankan beberapa cabang lateral walaupun akan dipangkas kemudian.perkembangan struktur tanaman yang tegap.

penurunan pertumbuhan dan menjadi tidak sehat.melindungi batang dari kerusakan akibat sinar matahari atak kerusakan mekanis. Pemangkasan harus dilakukan terhadap cabang-cabang yang memiliki penempelan yang lemah selagi cabang tersebut masih muda. Pemilihan cabang permanen Tingginya cabang permanen yang paling rendah ditentukan oleh fungsi yang diharapkan serta lokasi tanaman pada lanskapnya. Pemangkasan pohon yang baru ditanam Pemangkasan terhadap tanman yang baru ditanam harus dibatasi. Buang . Cabang yang dipilih sebagai cabang permanen harus memiliki ruang yang cukup terhadap batangnya. Karena daun pada setiap cabang/ranting perlu menghasilkan makanan yang cukup untuk kehidupan dan pertumbuhan pohon maka setiap cabang harus memberikan sumbangan makanan kepada batang dan akar. maka akan terdapat lipatan-lipatan kulit yang nantinya akan menggangu percabangan pada batang utama. Beberapa pohon memiliki kecenderungan perkembangan cabang dengan sudut percabangan yang kecil. . Cabang sementara ini dipertahankan cukup pendek agara tidak menghalangi atau menjadi pesaing bagi cabang lateral yang dipilih untuk dipertahankan. Ketika tanaman tersebut tumbuh. Jarak antar cabang baik vertikal maupun horizontal sangatlah penting. . Hindari adanya pengelompokan daun pada percabangan di dalam. Pertahankan keseimbangan radial dengan cabangcabang yang tumbuh keluar untuk segala arah. Jika terlalu banyak daun yang dibuang makan pohon akan mengalami kelaparan . Pohon yang digunakan untuk menyaring pandangan yang tidak diinginkan atau untuk penghadang angin dapat dibiarkan bercabang serendah mungkin.

akan tetapi tnaman pekarangan memerlukan kehati-hatian yang lebih tinggi.cabang yang mati atau patah. maka seharunya jangan ada 192 . Walaupun banyak pepohonan hutan tumbung dengan sangat baik. Pohon yang tidak dipangkas pada awal penanamannya akan menghasilkan akan yang lebih kuat dibandingkan tanaman yang dipangkas pada waktu penanamannya. Pemangkasan harus dilakukan dengan pemahaman bagaimana repon tanaman terhadap pemotongan bagian tubuhnya. .9. Sebahagian besar ahli menyarankan pembalutan luka tidak dilakukan. Alasan melakukan pemangkasan Karena setiap pemotongan akan berpotensi mengubah pertumbuhan pohon. Walaupun demikian. 5. Pemangkasan tanaman yang sudah tua Pemangkasan paling umum dilakukan untuk tujuan mempertahankan bentuk tanaman. Jika harus dilakukan atau untuk tujuan keindahan. Pemangkasan yang tidak tepat dapat menyebabkan kersukanan yang akanb mengantarkan kepada kematian pohon. melindungi luka tersebut dari serangga dan penyakit serta mengurangi pembusukan. . maka gunakan kain yang tipis dari bahan yang tidak mengandung racun terhadap tanaman.2. tunda pemangkasan untuk tahun berikutnya. penelitian menunjukkann bahwa pembalutan tidak mengurangi pembusukan atau kecebatan penutupan luka dan jarang sekali dapat melindungi luka terhadap serangan serangga atau infeksi penyakit. Membalut luka Membalut luka akibat pemotongan diperkirakan akan mempercepat penutupan luka.

.

. Pembuangan daun melalui pemangkasan dapat mengurangi pertumbuhan dan simpanan enerji. Tehnik pemangkasan dan pembersihan tajuk Tehnik ini adalah membuang cabang yang mati. Penipisan percabangan secara rutin tidak cukup memperbaiki kesehatan pohon. Pohon akan menghasilkan tajuk yang padat dengan daun untuk menghasilkan gula yang digunakan sebagai enerji untuk pertumbuhan dan perkembangnnya. Dalam banyak kasus. dimana pemangkasan dapat dilakukan setiap saat selama tidak berakibat buruk terhadap pohon. tanman yang sudah tua dipangkas sebagai tindakan korektif atau tindakan preventif. cabang yang berpenyakit. Alasan yang umum bagai pemangkasan adallah membuang cabang yang mati. Waktu pemangkasan Sebahagian besar pemangkasan rutin adalah membuang dahan yang lemah atau mati. membuang cabang lemah dan cabang yang memiliki kemampuan tumbuh rendah. Pohon dapat dipangkas untuk tujuan meningkatkan penetrasi cahaya dan udara ke bagian dalam dari tajuknya. membuang dahan yang terlalu banyak dan menghilangkan resiko bahaya. . Pemangkasan secara besar-besaran akan mengakibatkan pohon menjadi stress . Peningkatan tajuk Membuang cabang-cabang yang rendah dengan tujuan untuk memberikan kesan . atau ke bagian bawah lanskap.cabnag yang dibuang tanpa malasan yang kuat. Penipisan tajuk Tindakan selektif membuang cabang untuk meningkatkan penetrasi cahaya dan pergerakan udara di daerah tajuk .

terdapat beberapa diskripsi diantaranya adalah perlindungan tanaman dilaksanakan pada masa pra tanam. . masa pertumbuhan tanaman. . Perlindungan tanaman dilaksanakan melalui sistem pengendalian hama terpadu yaitu dengan cara: . Eradikasi organisme pengganggu tumbuhan. Mengurangi tajuk Mengurangi ukuran ranaman dengan cara mengurangi ketinggian dan lebar tajuk. Organisma Pengganggu Tumbuhan (Opt) Menurut PP Nomor 6 tahun 2005 tentang Perlindungan Tanaman.bersih . Pencegahan masuknya organisme pengganggu tumbuhan kedalam dan tersebarnya dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia.10. Perlindungan tanaman dilaksakan dengan menggunakan sarana dan cara yang tidak mengganggu kesehatan dan atau mengancam keselamatan manusia. menimbulkan gangguan dan kerusakan 193 . Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. dan atau masa pasca panen. Perlindungan tanaman pada masa pra tanam dilaksanakan sejak penyiapan lahan atau media tumbuh lainnya sampai dengan penanaman. 5. Perlindungan tanaman pada masa pasca panen dilaksanakan sejak sesudah panen sampai dengan hasilnya siap dipasarkan. Perlindungan tanaman pada masa pertumbuhan tanaman dilaksanakan sejak penanaman sampai dengan panen.

dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit. Pencegahan masuknya ke dalam atau tersebarnya organisme pengganggu umbuhan dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Replublik Indonesia dilaksanakan dengan cara mengenakan tindakan karantina pada setiap media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina yang dimasukkan ke dalam atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indnesia. burung dan mamalia. Pengganggu dapat dikelompokkan dalam beberapa istilah .sumber daya alam dan atau lingkungan hidup. baik tu dari kelompok virus. bakteri. Pengiriman media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan dari satu area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib o dilengkapi sertifikat kesehatan dari area asal. o dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina ditempat-tempat pemasukan dan pengeluaran untuk tindakan karantina. serangga. dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan. . Organisme pengganggu tanaman (OPT) adalah semua makhluk hidup yang merusak tanaman. o dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan. jamur. . dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina. Pemasukan media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib: .

194 . burung dan kelompok mamalia. Gambar di bawah ini menunjukkan beberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman. . Semua kerusakan tersebut disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. adalah tumbuhan yang merusak tanaman budidaya. Gambar 5. Kerugian akibat hama tanaman antara lain. hama. Diperkirakan sebanyak 1500 species serangga yang menempati permukaan bumi menjadi hama tanaman.10. Kerusakan yang disebabkan oleh OPT mencapai 33%. buah cabe dan tomat yang busuk di pohonnya atau tanaman layu. Hama Tumbuhan Hama tanaman adalah organisme pengganggu tanaman berupa serangga. Spodoptera sp adalah salah satu contoh hama tanaman a.yang lebih luas. mengurangi hasil tanaman. sebagai penyebab penyakit tanaman. Hama dari ke-lompok serangga memegang peranan penting karena jumlahnya cukup banyak dan hampir 50% menjadi penganggu kehidupan manusia. yaitu patogen. Hama adalah kelompok hewan yang menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan mengakibatkan kerugaian. organisme yang merusak tanaman dan gula. Anda pasti pernah melihat daun tanaman bolong.

mempercepat terjadinya infeksi penyakit pada tanaman. tikus. Hama ini berkembang pesat dan membahayakan dalam keadaan cuaca kering pada musim . Beberapa contoh hama yang sering menyerang tanaman adalah tungau. hidup disepanjang tulang anak daun sambil mengisap cairan daun sehingga warna daun berubah menjadi mengkilat berwarna bronz. Kepik Hemiptera. Faktor internal (biotik) adalah segala proses kehidupan dari tubuh serangga untuk memacu kehidupannya. menambah biaya produksi karena diperlukan adanya biaya untuk pengendalian hama. kelembaban udara. kumbang Coleoptera. dan gajah. . Sedangkan faktor eksternal adalah faktor lingkungan yang langsung berpengaruh ter-hadap kehidupannya. Berikut ini adalah beberapa contoh hama tanaman (Gambar 2).. . Bentuk kerusakan tanaman tergantung pada tipe mulut serangga. Beberapa Hama Tanaman Gambar 5. memamah dan menusuk serta menumpang bertelur pada tanaman. faktor biologis dan gangguan manusia. Ulat Lepidoptera. Beberapa contoh hama-hama tananaman yang sering merugikan petani dinataranya ada lah ulat lepidoptera. Serangga merusak tanaman dengan cara memakan bagian tanaman. seperti suhu. faktor iklim yang lain. 1). Kumbang Coleoptera dan mamalia (tikus. gajah. Lalat diptera. Hama Tungau Penyebab : Tungau merah (Oligonychus). menisap cairan dalam jaringan tanaman. Kehidupan serangga dikendalikan oleh dua faktor. cahaya. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Tungau ini berukuran 0. dan babi hutan).11.5 mm. Kutu Hompotera. mengurangi mutu atau kualitas hasil tanaman.

195 . Gangguan tungau pada pesemaian dapat mengakibatkan rusaknya bibit.kemarau.

ulat membuat sarang dengan cara menggulung daun yang agak muda dan memakan daun dari sarang yang dibuat. Gejala serangan tungau merah pada tanaman jeruk. Gambar 5. Sylepta sp. Siklus hidup tungau merah Bila daun sudah habis. 196 . Gambar 5. Imago tungau merah. Imago (serangga dewasa) Sylepta sp. 16. Pada kondisi demikian serangan hama sudah mulai menimbulkan kerugian ± 5 10% sehingga perlu diwaspadai dan segera mengambil tindakan pencegahan.14. sehingga bagian daun yang dimakan kelihatan transparan. Setelah larva menetas warnanya transparan. Lepidoptera) Penggulung daun nilam dan pemakan daun lainnya. 13. Gambar 5.15. (Pyralidae. Penyebaran tidak terlalu cepat dan tergantung pada populasi imago. Ulat Lepidoptera a). Ketika ulat mulai agak dewasa. Hama ini meletakkan telur di atas permukaan daun.Gambar 5. Gambar 5.12. ulat juga memakan batang muda dekat sarangnya. Setelah mulai memakan daun warna ulat hijau. Ulat bergerombol memakan bagian atas permukaan daun. Larva tungau merah 2).

18 Imago Plutela sp c). Ulatnya kecil kira-kira 5 mm berwarna hijau. b). Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida. 20. Imago Crocidolomia sp. . jika sudah besar garis-garis coklat. ulat jantung kubis meletakkan telurnya dalam satu kelompok. Ulat grayak (Spodoptera litura) 197 ering menyerang secara berkelompok dan serangan sangat mendadak. Jika diganggu agak malas untuk bergerak. Berbeda dengan ulat tritip yang telurnya dietakkan secara menyebar.Gambar 5. Ulat tritip/ ulat daun (Plutella xylostella) Ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga tinggal epidermis bagian atas saja. Gambar 5. Jika diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. d). Siklus hidup Plutela sp. Ulat krop/ jantung kubis (Crocidolomia binotalis) Sering menyerang titik tumbuh sehingga disebut sebagai ulat jantung kubis. Gambar 5. Ulatnya kecil berwarna hijau lebih besar dari ulat tritip. Larva Crocidolomia sp Gambar 5. 17 Siklus hidup Sylepta sp. 19. Gambar 5.21.

Imago Agrotis sp. 4) Kepik Hemiptera Kepik hemiptera adalah perusak polong. Ulatnya berwarna hijau lebih besar dari ulat kubis. Serangga penggerek polong adalah Etiella zinchenella. Serangga merusak tanaman dengan cara mengisap cairan tanaman dengan jarum stilet (alat pengisap yang dipunyai serangga). 3) Lalat Diptera Lalat bibit adalah salah satu hama yang dapat merusak bibit tanaman. Larva Agrotis sp. Gambar 5. Gejala serangan lalat diptera. Gambar 5. Gejala kerusakan yang ditimbulkan ialah terpotongnya tanaman kubis yang masih kecil. Beberapa lalat bibit yang sering merugikan adalah lalat kacang (Agromyza phaseoli). Gambar 5.24.23 Siklus hidup Spodoptera sp e). jika sudah besar garis-garis coklat. Gambar 5. 25. Larva Spodotera sp. penggerek pucuk kedelai (Agromyza dolichostigma). Pengendalian dapat dilakukan dengan membongkar tanah secara berhati-hati disekitar tanaman yang terpotong. Serangga pengisap polong adalah Riptortus linearis. 22. dan kepik hijau Nezara viridulla.26.Serangan umumnya terjadi pada malam hari sehingga disebut ulat gerayak atau ulat tentara. Jika diganggu agak malas untuk bergerak. penggerek batang kedelai (Melanagromyza sojae). Tanaman yang umumnya diserang oleh lalat bibit adalah leguminoceae. Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Ulat berwarna hitam. Gambar 5. .

Gambar 5. 27. Imago kepik Nezara viridula 198 .

Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak. Bila serangan mengenai titik tumbuh. Gambar 5. a). tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting. Hama tanaman kelapa kumbang Oryctes sp 199 . tanaman akan mati. tanaman akan mati. tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting. Bila serangan mengenai titik tumbuh.viridula 5) Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros.28. Siklus hidup N. Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak.29.Gambar 5.

Gejala serangan patogen tersebut dinamakan penyakit. Siklus hidup kumbang hama kepala Oryctes rhinoceros b. Selain itu juga tikus (rodentia) merupakan hama yang merusak (memakan) buah kelapa sawit yang sudah tua. fase vegetatif dan fase generatif tanaman. ukuran tanaman. yang pada akhirnya menimbulkan keruganian bagi petani. Tanaman sakit adalah suatu kondisi tanaman yang tidak wajar. ketebalan daun. Sejak benih ditanam. Hama ini sangat merusak tanaman kelapa sawit. buah. bentuk buah atau bunga dan lain-lain. Penyebab penyakit atau patogen tersebut menyebabkan adanya gejala kerusakan pada bagianbagian tanaman seperti pada akar. Penyakit tumbuhan Penyakit tanaman dikelompokkan menjadi dua.6) Mamalia Hama yang termasuk mamalia (binatang menyusui) adalah babi hutan dan kera. Gambar 5. bakteri. batang. semua kebutuhan hara tanaman harus dicukupi. . warna buah atau bunga. Penye-bab penyakit dapat disebarkan dari tanaman yang sakit atau dari bagian tanaman yang sakit tersebut ke tanaman sehat. bunga dan biji. warna batang. warna daun. Yang pertama adalah penyakit non infeksius dan yang ke dua adalah penyakit infeksius. Jika tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu unsur hara atau pH media tumbuh terlalu rendah atau terlalu tinggi maka tanaman akan menunjukkan gejala kerusakan. Penyakit yang sering menginfeksi tanaman dapat berupa jamur.30. virus dan fitoplasma. Gejala ini dapat berupa perubahan laju pertumbuhan. Di beberapa daerah tertentu di Sumatera. daun. gajah sering menyebabkan kerusakan yang serius pada tanaman kelapa sawit muda. sehingga proses kehidupan (metabolisme) tanaman terganggu.

Gejala penyakit pada tanaman dikelompokkan sebagai berikut : Kerdil (pertumbuhan tanaman yang lamban secara menyeluruh). kanker (pertumbuhan bagian tanaman yang tidak wajar). klorosis (perubahan jaringan tanaman dari hijau menjadi kekuningan). nekrosis (kematian jaringan tanaman/bercak daun). Sedangkan bakteri adalah mikro-organisme yang lebih kecil dari jamur. 200 . Patogen yang lain adalah bakteri yaitu mikroba yang dapat dilihat dengan pembesaran 100-1600 kali dan harus menggunakan minyak emersi. dapat menghasilkan spora. Patogen tanaman dapat berupa jamur yaitu organisme yang umumnya berbentuk benang. berbentuk seperti batang. koma atau rantai. mempunyai sel tunggal atau berkoloni. layu (terganggunya aliran air di dalam pembuluh tanaman). Intinya jelas dan dapat dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran lensa 100-400 kali.

dan akibat akhirnya akan . Keracunan mineral. Kerusakan atau kelebihan cahaya. Polusi udara. Praktek penanaman yang salah dan lain sebagainya yang menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal (a). Patogen-patogen tersebut dapat menyerang tanaman pada fase vegetatif dan fase generatif. . . suply nutrisi yang tidak cocok. . Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman antara lain: . Suhu ekstrim. atau irigasi akan menyebabkan gejala kerusakan fisiologi pada tanaman. MLO adalah patogen yang merupakan peralihan dari virus ke bakteri.Virus adalah mikroba yang hanya mempunyai suatu selubung protein dengan asam nukleat yang dapat mempengaruhi kerja DNA sehingga proses kehidupan tanaman terganggu. 1). Keasaman atau kebasaan tanah. kekurangan atau kelebihan air. . Beberapa tanaman budidaya lebih sensitif tehadap perubahan-perubahan tersebut di atas dibandingakn dengan varietas lainnya. Keracunan pestisida. Bentuk virus dan MLO hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikro-skop elektron (pembesaran > 1 juta kali). Defisiensi nutrisi. .gejala terbakar. Kekurangan oksigen. . Penyakit Non Infeksius Faktor lingkungan yang tiba-tiba beruabah. . . Penyakit Pecah Buah Pada permukaan bawah buah tomat .

(b). besarnya perbedaa suhu antara sian dan malam dan perubahan tiba-tiba pada siang dan suhu malan media pertumbuhan telah menjadi topik bagi penelitian Gambar 5. Perubahan suhu yang peralahan lahan 201 .menimbulkan gejala bercak kering melingkar (Gambar ). Penyakit Belah Cekung Belah yang umumnya keluar dari permukaan buah mulai dari bahu buah adalah akibat terdapatnya perbedaan tang nencocok antara mahasiswa. Gejala penyakit buah konsentris (c). Media tumbuh tanam yang tiba-tiba mendapatkan suply air. Defisiensi calsium. Usaha menghidar dari hal tersebut di atas akan menimbulkan busuk buah. Penyakit Pecah Buah konsentris Belahan konsentris meling-kar yang terdapat pada seluruh permukaan buah atau muncul dari tangkai buah biasanya disebabkan oleh tingginya suhu hari. Gambar 5. aku-mulasi garam pada daerah per-akaran merupakan gejala-gejala yang umum. 31 Gejala serangan penyakit pecah buah.32.

kelembaban media pertumbuhan yang kurang cocok. Buah muda menjadi seperti kurva dan dimulai pada saat perkembangan bunga stadia awal dan mungkin dise-babkan oleh perubahan suhu yang mendadak. Gambar 5. kekurangan nutrisi. Jika perlu guna-kan bahan kimia yang direkomendasi untuk mengendalikan serangga hama atau beberapa penyakit dan selalu mengikuti aplikasinya secara ketat sebelum proses panennya. Selain itu dianjurkan agar memulai penanaman dengan menggunakan bibit yang sehat. Gejala penyakit nekrosa buah (d). . kebanyakan jumlah buah dan diserang hama. Bakal buah yang tidak produktif sebaiknya dipangkas. Kerusakan akibat hama dan penyakit akan berkurang. Gambar 5.34. Penyakit Keriting Buah Keriting buah merupakan keru-sakan fisiologis yang sangat meru-gikan mentimun. Gejala penyakit keriting buah. Identifikasi keberadaan penyakit secara dini terhadap tanaman hidroponik dapat mengendalikan permasalah penyakitnya. Kerusakan tanaman akibat ketidak seuaian hara . (e). dan mengadopsi praktek-praktek budidaya yang tepat seperti keseimbangan hara dapat mempertahankan tanaman tetap sehat.dimulai dari adanya ventilasi mencegah terjadinya kejadian ini. Dengan mempertahankan kebersihan ling-kungannya. Dengan strategi adopsi pengelolaan hama terpadu (PHT) untuk tanaman sangat di-anjurkan di sini.33.

2). warna batang. ukuran tanaman. jarang antar cabang. ketebalan daun. Gejala ini meliputi perubahan pada laju pertumbuhan. Selanjutnya. Patogen yang sering menyerang tanaman budidaya adalah jamur (fungi). bakteri. karakteristik buah akan berubah juga. Jika larutan tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu komponen haranya atau pH dan daya hantar listriknya melebihi daya toleransi tanaman. beberapa gejala umum dapat digambarkan dalam tabel gambar berikut ini. virus. bentuk daun dan warna daun. dan nematoda. karakteristik akar dan lain-lain.Semua hara penting diberikan. Maka tanaman akan menampak-kan gejala kerusakan. Manusia sebagai penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan dapat dibuktikan dengan banyak penyakit tumbuhan yang berkembang sebagai akibat dari 202 . Walaupun gejala luar ini akan beragam berdasarkan tanaman dan varietasnya. Penyakit infeksius Penyakit tanaman pada umumnya disebabkan oleh bibit penyakit (patogen).

dibandingkan memilih tanaman yang . Adanya penanaman terus menerus. Adanya satu macam kultivar tanaman menyebabkan patogen tidak punya pilihan lain selain harus memamfaatkannya sebagai makan. maka keturunannya akan dapat berkembang dengan pesat pada kultivar tersebut. Hal yang sama juga terjadi bila dalam suatu hamparan tertentu dilakukan penanaman satu jenis tanaman dengan tidak serentak. juga merupakan penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. merupakan salah satu penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan.kemajuan ilmu pertanian yang dikembangkan oleh manusia. Bahkan apabila kultivar tersebut merupakan tanaman tahan terhadap penyakit tertentu. Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. Penanaman satu macam kultivar dalam areal yang luas menyebabkan tersedianya makanan dengan tingkat kerentanan yang sama dalam jumlah berlimpah bagi patogen. sehingga patogen akan berkembang dengan pesat. pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain adalah contohcontoh penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. maka patogen kemungkinan besar akan menyesuaikan diri dengan jalan adaptasi atau mekanisme lainnya agar dapat bertahan hidup. hal demikian tersebut tidak mungkin ditemukan pada hutan alami yang belum disentuh teknologi. Orang akan cenderung menanam varietas yang enak untuk dikonsumsi walaupun banyak hama dan penyakitnya. Penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit banyak ditemui dan telah berjalan sejak manusia mulai mengenal bercocok tanam. maka sepanjang musim akan selalu tersedia makanan bagi patogen. Sekali patogen dapat dapat menyesuaikan diri. penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit. Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. Penanaman yang terus-menerus karena meningkatnya irigasi. penanaman yang terus menerus karena ditunjang irigasi.

Alasan yang kedua yaitu bahwa ada kemungkinan di tempat baru-nya. Dengan pola yang demikian itu tanpa disadari telah meyebabkan banyaknya plasma nutfah yang hilang. Tetapi teknologi pengendalian menggunakan fungisida tetap lebih mudah diaplikasikan dalam jangka pendek. Patogen menyebabkan penyakit pada tumbuhan dengan cara : 203 . Hal ini akan menyebabkan penyakit berkembang pesat tanpa dihambat oleh musuh alami seperti ditempat asalnya. sehingga akan menyebabkan sulitnya mencari sumber gen katahanan untuk tujuan pemuliaan. Pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain dengan tidak sengaja akan menyebabkan meningkatnya penyakit tumbuhan karena dua alasan. Alasan pertama yaitu ada kemungkinan penyakit akan terikut sedangkan musuh alaminya tertinggal. tanaman ternyata rentan terhadap patogen yang telah ada lebih dahulu sehingga akan memicu peningkatan populasi patogen tersebut. Peningkatan populasi patogen pada giliran berikutnya akan menyebabkan gampang patahnya ketahanan tanaman varietas lain yang saebelumnya tahan.tidak begitu enak tetapi tidak berpenyakitan. Patogen akan menyebabkan timbulnya penyakit dengan cara sebagai berikut. Akibat dalam jangka panjang adalah sulitnya pengendalian penyakit bila telah timbul resistensi patogen terhadap pestisida. Mengkonsumsi kandungan sel inang atau mengabsorbsi makanan dari .

Penyakit mozaik pada tembakau (TMV: Tobaco Mozaic Virus) dan CMV (cucumber Mozaic Virus). nutrisi mineral dan air pada jaringan pembuluh inang Beberapa penyakit penting yang disebabkan oleh virus adalah penyakit keriting pada cabai merah. Berikut ini beberapa contoh gejala serangan patogen pada tanaman. dan . Fungi dapat menyerang semua organ tanaman mulai dari akar. Hawar Daun (Late Blight) pada Kentang .tanaman inang secara terus menerus sehingga melemahkan tanaman inang. dan Phytoptora sp. Fungi adalah organisme prokariotik (organisme yang tidak mempunyai inti sel sejati). toksin dan zat tumbuh. daun. Penyakit yang disebabkan oleh fungi (1). Fungi yang menerang daun adalah Cercospora sp dan Helmintosporium sp. a). Membunuh sel atau merusak aktivitas metabolisme sel inang karena sekresi patogen berupa enzim. paprika. cabai rawit. Contoh fungi yang menyerang akar diantaranya adalah Fusarium sp. Virus adalah organisme parasit obligat (organisme yang selalu menggantungkan hidupnya pada tanaman yang diserang). Fungi yang menyerang bunga dan buah adalah Colletotrichum sp. fungi penyebab penyakit busuk buah. bunga dan buah. . batang. Beberapa fungi yang dapat menyebabkab penyakit dan sangat merugikan tanaman adalah fungi penyebab penyakit layu. Tanaman budidaya sering diserang oleh fungi. Mengganggu transportasi makanan. fungi penyebab busuk daun dan fungi penyebab kanker tanaman.

karat merupakan ancaman terbesar bagi produksi kopi Amerika Selatan.35. Sampai saat ini pun penyakit ini merupakan penyebab kerugian yang terpenting pada tanaman kentang di dunia. Sampai saat ini. Di Indonesia. Di Sri Langka hanya dalam waktu 14 tahun saja (1870-1884) penyakit ini memusnahkan perkebunanperkebunan kopi sehingga sejak saat itu Sri Langka beralih dari negara penghasil kopi menjadi penghasil teh sampai sekarang. termasuk di Indonesia. Penyebab penyakit ini adalah jamur Phytophtrhora infestans. Penyakit layu pada tembakau 204 . Penyakit ini berjangkit pada tanaman kentang di Jawa pada tahun 1935. akar dan umbi menyebabkan gejala hawar. hawar daun pada kentang telah menyebabkan ratusan ribu rakyat Irlandia mati kelaparan da sekitar satu juta lainnya mengungsi ke Amerika pada tahun 1845-1846. sehingga kopi ini sekarang hanya tinggal di daratan tinggi saja. (2). Peralihan ini menyebabkan beralihnya pula kebiasaan orang Eropa dari peminum kopi menjadi peminum teh karena Sri Langka saat itu merupakan pemasok kopi terbesar ke Eropa. penyakit ini pada tahun 1876 telah menyebabkan musnahnya kopi yang dibudidayakan saat itu. Karat daun kopi Penyakit ini merupakan penyakit paling penting pada tanaman kopi Arabika di dunia. Gambar 5. batang. yaitu kopi Arabika. Patogen ini menyerang daun.Di Eropa.

(3). penyakit ini menyebabkan migrasi besar-besaran dari desa ke kota dalam upaya mencari kerja untuk membeli beras yang harganya sangat tinggi dan telah menyebabkan sekitar dua juta orang meninggal dunia. termasuk Indonesia. Di daerah yang ketinggian kurang dari 1000 m ditanam kopi Robusta yang tahan terhadap penyakit karat daun. Bercak Daun Helminthosporium pada Tanaman Padi Di India pada tahun 1942. (patogen penyakit layu) Gambar 5. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix yang menyerang daundaun kopi. Antara tahun 1896 sampai 1900 produksi kopi Indonesia merosot menjadi 25% dari semula. sketsa Fusariumsp. Jawa Timur. antar lain Dataran Tinggi Ijen. Perhatian pemerintah terhadap penyakit karat pada kopi meningkat sejak tahun 1980-an dengan berusaha untuk meningkatkan produksi kopi Arabika. Penyebab penyakit ini adalah jamur Helminthosporium oryzae yang menyerang daun. (4). Karena sampai tahun tersebut. Ras T ini dapat menyerang semua bagian . Ras 0 merupakan ras yang umum dari patogen ini. Sampai beberapa tahun yang lalu bercak coklat masih tergolong penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia. Ras T biasanya hanya diketahui ada pada tanaman jagung hibrida dengan sitoplasma jantan mandul jagung Texas. sedangkan selebihnya hampir seluruhnya adalah kopi Robusta.Gambar 5. kopi arabika hanya 5% dan ditanam di pegunungan. 37. Fotomikroskopis Fusariumsp. batang dan bulir padi. Hawar Daun Jagung Penyakit hawar daun jagung (Southern Corn Leaf Blight) yang disebabkan oleh jamur Bipolaris maydis (Helminthosporium maydis) sampai saat ini terdapat di berbagai tempat di seluruh dunia terutama di daerah-daerah hangat dan lembab. sedangkan ras T diketahui pernah menyebabkan kerugian sekitar satu milyar USD di Amerika Serikat pada tahun 1970. 36.

(5).tanaman jagung. Patogen penyakit rebah kecambah diantaranya adalah Pythium. Penyakit rebah kecambah Penyakit rebah kecambah disebabkan oleh sekumpulan fungi atau satu jenis fungi yang menyerang bibit tanaman secara mandiri atau pun bersama-sama. Penyakit ini sering muncul sejak benih tumbuh di lapangan. and Phomopsis. atau pada waktu umur bibit masih sangat muda. tergantung jenis 205 . Rhizoctonia. Gejala penyakit yang muncul pada bibit tanaman atau tanaman muda relatif sama. Patogen dapat menyerang sejak benih mulai berkecambah. Fusarium. pada saat masih berkecambah. karena ada kemungkinan patogen terbawa melalui benih atau bertahan pada bahan organik yang digunakan sebagai pupuk.

Penyakit bercak coklat cercospora Penyakit bercak coklat disebabkan oleh Cercospora janseana.patogen yang menyerang. Gambar 5. (6). penyakit ini akan menurunkan produksi. (7). Dari tahun ke tahun penyakit berkembang terus sehingga menjadi penyakit penting pada 206 tanaman padi. organ tanaman yang terserang biasanya daun padi bagian bawah. Pada tingkat serangan yang menengah. Gejala penyakit rebah kecambah pada tanaman kedelai muda Gambar 5. Patogen pada umumnya menyerang tanaman pada saat tanaman menjelang dewasa dan mengakibatkan . Pada kondisi yang lembab (95%)dan hangat. Penggunaan unsur hara untuk mengembalikan vigor tanaman ataupun untuk membantu ketahanan tanaman terhadap penyakit tidak akan berfungsi dengan baik dan penyakit ini pun tidak dapat dikendalikan dengan pestisida. Penyakit busuk lunak seludang daun Penyakit busuk lunak pada seludang daun disebabkan oleh patogen Rhizoctonia solani. 40 Gejala serangan pada bagian akar. 38 Gejala penyakit rebah kecambah yang disebabkan Phytophthora pada kecambah Gambar 5. 41. penyakit ini akan menyebar dengan cepat. Gambar 5.38. Penyakit ini merupakan penyakit penting pada tanaman padi. Gejala penyakit bercah basah (blight) pada tanaman padi. Gejala penyakit pada umumnya timbul pada bagian tanaman yang dekat dengan air.

44. Kebanyakan tanaman yang diserang merupakan tanaman yang tidak penting (minor). Bakteri parasit tersebut berbentuk batang. Ukuran bercak sangat bervariasi. panikel dan daun bendera. 42. Varietas padi yang genjah dapat terhindar dari serangan patogen. Sel bakteri berukuran 1. dapat mengakibatkan daun padi mati. Fotomikroskopis satu sel bakteri yangmempunyai . Gambar 5. Gejala penyakit bercak crcospora pada daun padi. Pada tingkat serangan yang tinggi. Penyakit bercak Pyricularia Penyakit ini sering menyerang tanaman padi. Gambar 5. Pada varietas tertentu penyakit ini dapat menggagalkan panen. b).000 X dalam minyak imersi. kuning kecoklatan. dan bersifat tidak membentuk spora.5 sampai 3 mikron (panjang) dan tampak kecil meskipun di bawah mikroskop dengan perbesaran 1. Patogen menyerang daun. Gejala penyakit bercak piricularia. Patogen penyebab penyakit ini adalah Pyricularia grisea. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri Kurang lebih terdapat 200 species dari bakteri penyebab penyakit tanaman yang telah dideskripsikan. (8).kematangan biji padi lebih cepat dibandingkan dengan kondisi normal. Bagian tengah bercak biasanya berwarna abuabu sedangkan sekeliling bercak berwarna coklat atao coklat kemerahan.2 sampai 1. Mereka tumbuh dengan segera dalam medium PDA (Potato Dextrose Agar) dengan membentuk koloni bulat berwarna putih. Gambar 5.5 cm. 43. atau kuning. sebagian besar bisa bergerak (motile) dengan bulu getar (flagella) yang ada di ujung-ujung sel (polar) maupun yang ada di sisi dan di ujung sel (Peritrichous). Bercak pada daun berukuran 0.

kebanyakan gejala layu. menyebabkan kematian jaringan yang . Poinsettiae).flagella. Bakteri penyebab penyakit pada tanaman terdiri dari 6 genera : Agrobakterium: Batang pendek. Flaccumfaciens dan C. Corynebakterium: Batang ramping. motile. motile (peritrichous). non motile (kecuali C. menyebabkan berbagai 207 gejala. menyebabkan hypertrophies (pertumbuhan abnormal karena pertambahan besar sel-sel yang sangat cepat) dan benjolan-benjolan (gall) pada akar atau batang tanaman. flagella peritrichous. Erwinia: Bentuk batang.

disusul penyatuan/fusi sel-sel tersebut.bersifat kering. Pseudomonas: Bentuk batang. Menyebabkan bercak-bercak daun berukuran kecil (spots) maupun besar (blights). Hanya terdapat beberapa jenis bakteri yang menstimulir tanaman inang untuk membentuk benjolan (galls). Koloni berlendir berwarna kuning. dahan. dan sebagainya. Bakteri dapat dibiakkan dari jaringan luar benjolan yang masih muda dan tumbuh aktif. (1). Contoh yang klasik seperti yang telah dikemukakan adalah Crown Gall pada golongan tanaman budah-buahan pome dan stone Fruits. dan benangbenang filaments berbentuk spiral membentuk segmen-segmen pada spora berbentuk tabung (cylinder) yang berukuran seperti bakteri (1 sampai 2 mikron). lalu ditularkan pada tanaman tomat atau Kalanchoe untuk menguji pathogenicitynya. Limapuluhlima jenis bakteri yang penting dan sering terdapat telah digolongkan menjadi 8 kelas berdasar gejala-gejala utama yang ditimbulkannya pada tanaman inang. Streptomyces: Myceliumnya sangat halus ( 2/3 mikron). motile dan flagella ujung (polar). Gejala utama benjolan (galls) Galls atau Fasciations adalah pertumbuhan abnormal yang disebabkan oleh peningkatan jumlah sel secara cepat. flagella satu di ujung. Biasanya benjolan akan timbul setelah 1 atau 2 . serta pada kira-kira 200 tanaman berkayu lainnya. Dalam banyak hal maka identifikasi dapat dilakukan berdasar gejala-gejala yang terdapat pada tanaman. Penggolongan tersebut disajikan di bawah ini. motile. Xanthomona: Batang kecil. dan busuk basah. bentuknya menjadi pipih dan terjadi pada organ tanaman seperti batang. benjolan-benjolan. Bila dibiakkan akan membentuk koloni dengan pigmen berwarna kehijau-hijauan yang dapat larut dalam air. biasanya pada pangkal batang. leher akar. layu. Menyebabkan kematian jaringan (necrosis) berupa bercak-bercak kecil (spots) dan besar (blights) pada daun. atau pada akar.

Di samping itu Crown Gall juga menyerang kira-kira 20 jenis tanaman berkayu lainnya. Benjolan bakteri sering terdapat pada leher akar tanaman berkayu yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Agrobakterium rubi : Benjolan batang/dahan (Cane Gall) : Benjolanbenjolan pada batang/dahan yang sedang berbuah dari tanaman Blackberry dan Raspberry . Xanthomas beticola : kantong Bakteri (Bakteril Pocket) : Menyebabkan benjolan-benjolan dengan kantongkantong bakteri pada leher akar dan akarakar tanaman gula bit. dan pohon-pohon hutan.minggu dari jaringan yang ditulari itu. atau dahan-dahan. Contoh klasik dari gejala penyakit ini adalah apa yang disebut Crown Gall dari tanaman buah-buahan golongan pome dan stone fruits. baik yang menghasilkan benjolan (gall tissue) maupun tidak. Bakteri penyebab benjolan yang lain adalah yang menyerang tanaman Olive . Anda dapat membuat biakan bakteri dengan mengambil 208 . Pseudomonas savastanoi : Benjolan Pohon Olive (Olive Knot) : Benjolan-benjolan pada akar dari pohon Olive dan Ash . pohon buah-buahan nuts . Agrobacterium tumefaciens : Crown Gall. Oleander . dan tanaman-tanaman bunga lainnya. termasuk beberapa golongan tanaman hias. Ash . batang. Benjolanbenjolan pada dahan tanaman kapri. Agrobakterium rhizogenes : Akar Berambut (Hairy Roots) : Pertumbuhan berlebihan secara abnormal dari akar-akar. juga pada rantingranting pohon Olive . Crysanthemum. Benjolan pada akar. Corynebakterium fasciens : Penyebab Fasciation.

Penyebab penyakit adalah Erwinia nimipressuralis yang menimbulkan terbentuknya cairan di jaringan kayu (heart-wood) dengan tekanan. dan pohon-pohon hutan. tomat. Sangat merugikan di lapangan dan di tempat penyimpanan. Ada pula jenis-jenis bakteri yang mula-mula menyerang jaringan pembuluh tanaman. (2). Layu Bakteri Tanaman menjadi layu oleh karena serangan Bakteri pada jaringan pembuluh. buncis. Ash . Suatu ciri khas dari penyakit ini adalah : . misalnya jenis bakterium yang menyerang golongan tanaman semangka dan sebangsanya.jaringan bagian luar dari benjolan yang masih muda dan sedang tumbuh. jagung. tetapi kemudian menyebabkan busuk-jaringan pada jaringan disekelilingnya. Biakan murni bakteri tersebut lalu diuji sifat patogenesitasnya dengan menularkannya kepada tanaman tomat (batangnya) atau bagian yang sukulen (tanaman yang mengandung banyak air). Bakteri ada juga yang menyebabkan penyakit dengan gejala perlendiranBakteri atau Kebasahan pada kayu (Bakteril Slime-Flux or Wetwood) pada pohon Elm dan pohon-pohon lain. Gejala-gejala baru muncul pada saat kentang menjelang masak. Cairan yang menjadi seperti lendir (flux) ini kemudian diuraikan oleh Bakteri lain dan Ragi sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap/merangsang. sehingga cairan tersebut meleleh keluar ke bagian bawah dari batang. Oleander. yaitu terlihat cabang/batang tanaman menjadi layu atau tumbuhnya seolah-olah terhambat/kerdil (stunted). Jenis-jenis bakteri ini mempunyai pengkhususan (specialisasi) dalam kelompok-kelompok tanaman inang yang diserangnya. dan lainlain. Corynebacterium sepedonicum : Busuk-melingkar pada kentang (Bakteril ring-rot of potato). Contoh-contoh benjolan bakteri yang lain adalah penyakit benjolan bakteri pada tanaman Olive . Kedua macam tanaman ini akan cepat menumbuhkan benjolan bila diserang oleh bakterium ini. Pangkal batang menunjukkan gejala busuk basah. kentang.

Daun-daun bawah tepinya menjadi layu dan mengering. tetapi kemudian di dalam gudang penyimpanan gejala-gejala khas penyakit ini mulai kelihatan. Infeksi pada umbi mula-mula tidak tampak. Tanaman menjadi layu dan mengering. Seringkali tanaman juga menjadi kerdil. Bibit tanaman tomat menjadi kerdil. maka keluarlah cairan (exudates) yang berwarna kuning-kecoklatan (cream). Menyebabkan tanaman menjadi layu pada segala tahapan umur. Pseudomonas caryophy li : Layu bakteri pada Bunga Anyelir. Selanjutnya lingkaran tersebut makin jelas berubah menjadi busuk (seperti keju ) tanpa bau. Corynebakterium michiganense : Layu bakteri pada Tomat.bila batang dipotong. lalu dipijit. lalu berubah menjadi coklat muda. Biasanya bakteri sudah ada pada (atau di dalam) biji. Kemudian setelah adanya serangan mikroorganisme sekunder barulah timbul bau yang kurang sedap. Menyerang tanaman-tanaman Anyelir dalam Rumah-Kaca. yang terutama disebabkan oleh E. Carotovora Corynebakterium flaccumfaciens : Layu bakteri dari Kacang buncis. Seakan-akan bagaikan sebuah cincin yang melingkar di dalam jaringan umbi yang berwarna kuning kecoklatan. Bintik-bintik kecil bagaikan mata-burung terdapat pada buah. serta akarnya 209 .

Kadang-kadang terjadi busuk-lunak berwarna coklat pada batang dari tanaman tomat dan kentang. Corynebakterium insidiosum : Layu bakteri pada Alfalfa. Terdapat garis-garis kuning pada jaringan pembuluh dari batang. Irisan melintan akan menunjukkan lingkaran hitam pada pembuluh. Irisan melintang dari petiole (tangkai daun) menunjukkan jaringan Xylem yang seperti tersumbat serta berwarna hitam. Mula-mula daun-daun menjadi hijau-keabu-abuan. jaringan-jaringan pembuluh berwarna coklat dan tampak garis-garis coklat pada irisan batang membujur. yang selanjutnya meningkat menjadi bercak-bercak meluas berwarna kuningcoklat pada seluruh jaringan kayu. maka akan tampak garis-garis coklat tingkat awal pada jaringan kayu. Menyebabkan tanaman mati atau daundaunnya gugur Xanthomonas incanae : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Stock (Tanaman hias Matthiola). Menyebabkan layu serentak dan kematian pada batnag/cabang penjalar (Tidak terjadi pada semangka). juga umbi kentang menjadi busuk berwarna coklat melingkar. Penyakit pada jaringan pembuluh (melalui luka) yang disebarkan oleh bangsa kumbang dari golongan Cucurbit ini. Pada . Bakteri memasuki jaringan tanaman melalui pori-pori air atau luka.membusuk. jika kulit akar tunggang dikelupas. kemudian menyebar melalui jaringan pembuluh. Xanthomonas campestris : Busuk-hitam dari golongan Cruciferae. lalu menjadi kuning dan mati. Erwinia tracheiphi la : Layu bakteri pada golongan Cucurbitaceae. Gejala utama : Kerdil atau layu serentak. Ralstonia solanacearum: Penyebab penyakit layu pada banyak jenis sayur-mayur dan tanaman hias. Menyebabkan kerdil dan penguningan warna bagian atas tanaman .

buku-buku menjadi coklat. pada daun-daun terjadi baris-baris (streaks) berwarna hijau-pucat yang panjang. Xanthomonas stewartii : Layu bakteri pada tanaman Jagung. boleh jadi terus mati. Fotomikroskopis bakteri penyebab penyakit layu Gambar 5. Terdapat lendir berwarna kuning pada jaringan pembuluh. Tanaman menjadi kerdil. Pseudomonas sp. seluruh jaringan pembuluh berubah warnanya. 46. Padamedia agar. hasil isolasi dari tanaman yang sakit 210 .tanaman muda/bibit menyebabkan layu serentak.45. Gambar 5. Pada tanaman dewasa terjadi bercak-bercak hitam pada batang.

Jaringan kayu dan pohon-pohon itu menjadi berwarna gelap dengan sifat seperti bekas terendam air. Gejala serangan bakteri layu pada batang tomat (irisan membujur) (3). bakteri juga ada yang menyebabkan penyakit yang mengeluarkan lendir terus menerus seperti yang terdapat pada pohon Elm dan pohon-pohon lain. Gejala utama : mengeluarkan lendir (slime flux) Seperti yang telah diuraikan di muka. dari luka-luka maupun celah-celah yang ada keluarlah cairan/lendir secara terputus-putus maupun terus-menerus. maka kita dapat pula mengetahui cara untuk melakukan tindakan-tindakan kontrol yang cocok guna mengatasi penyakit-penyakit busuk basah lainnya. . Berdasar type klasik bakterium Erwinia carotovora (penyebab busuk basah yang umum). (4). dan willow.busuk timbul pada lendir setelah diuraikan oleh micro-organisme sekunder.47. sehingga zat perekat terebut mencair dan akibatnya jaringan lalu rusak menjadi semacam lendir. sehingga terjadi penguraian yang menimbulkan bau tidak sedap dan merangsang. Patut dicatat. Bau. Kemudian cairan itu menjadi mangsa bakteri pembusuk yang lain dan jenis-jenis cendawan ragi. poplar. Bakteri menimbulkan tekanan (gas) pada cairan yang beredar dalam tanaman. Penyebabnya adalah Erwinia nimipressuralis yang merupakan suatu jenis bakterium penghasil gas. maple. Erwinia nimipressuralis : Perlendiran Bakteri atau Kebasahan pada Kayu (Slime Flux or Wetwood). Menyerang pohon Elm. Gejala utama : busuk lunak/basah Gejala penyakit ini kiranya cukup dideskripsikan sebagai berikut : Type penyakit yang disebabkan oleh serangan bakteri pada zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. bahwa organisme sekunder tersebut bukan penyebab penyakit. mulberry.Gambar 5. Jaringan kayu (heart-wood) yang terserang membentuk zat cair yang karena ada tekanan (gas) lalu keluar ke permukaan batang dan mengalir ke bagian bawah. oak.

transit pada sayuran maupun tanaman hias. Erwinia carotovora : Busuk basah dari sayuran. tetapi gejala menyeluruhnya (Syndrome) adalah asma. dan tanaman-tanaman lainnya. carotovora. Terjadi di lapangan. misalnya tanaman hias-daun. Rhizome dari tanaman Iris. cepat menjalar dan menjadi busuk dengan abu tak sedap. Penyebabnya belum tentu E. di tempat penyimpanan. Infeksi melalui luka. Carotovora akan merubah medium emnjadi cair dalam waktu 24 sampai 48 jam. 211 .Busuk basah terjadi terutama pada sayuran yang banyak mengandung air. Enzymeenzyme yang dihasilkan oleh bakteri menghancurkan zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. Cactus yang besar ukurannya. E. Pengujian cepat : Pada medium Na-polypectate yang baru dituang ke dalam cawan Petri diberikan (inoculasi) organisme tersebut dengan menyapukannya. sehingga menimbulkan busuk jaringan yang basah dan berlendir.

juga umbi-umbi tanaman hias. lalu menjadi hitam pada permukaan jaringan cactus yang seperti semangka itu. . Menyebabkan busuk-lunakhitam pada pangkal batang dengan cairan bakteri yang meleleh keluar dari celahcelahnya.Erwinia aroideae : Busuk lunak dari Calia. Kecuali dalam hal busuk-melingkar pada kentang di mana tindakan kontrol yang drastis diperlukan). Juga menyebabkan busuk basah pada banyak macam sayuran. Erwinia carnegiana : Necrosis-bakteri dari Cactus Besar (Bact. Erwinia dissolvens : Busuk bakteri pada Batang Jagung. umbi-umbinya ikut terinfeksi melalui jaringan penghubung dengan batang. Bagian-bagian dengan kematian jaringan yagn luas menghasilkan cairan coklat-hitam. dan Cacti.Necrosis of Giant Cactus). Daun-daun tanaman di bagian bawah berwarna kuning. Busuk lunak yang khas.atroseptica. berbentuk bulat atau oval. Sangat merugikan bila menyerang bukubuku batang bagian bawah sehingga menyebabkan busuk lunak/basah. tanaman hias. Adalah tidak terlampau penting untuk mengidentifikasi sampai kepada species dari bakteri penyebab busuk lunak/basah agar anda dapat memberikan anjuran tindakan kontrol. karena penyakit sudah terlampau lanjut. Mulamula mendapat bercak-bercak kecil. batang tanaman menjadi patah/rebah dan mati. Menurut Elliot : bakteri penyebabnya termasuk E. Erwinia atroseptica : Busuk-hitam pada Kentang (Potato Blackleg). Batang di bawah permukaan tanah menjadi hitam dan membusuk. Pada tahapan ini tanaman inang tak bisa diselamatkan lagi. Erwinia phytophthora (atroseptica): Busuk-hitam dari Delphinium (Blackleg of Delphinium). dan pertumbuhannya menjadi tegak. golongan Cucurbit.

terutama Lemon. Bercakbercak kecil berwarna coklat-mengkilap. seperti terendam air. Pseudomonas syringae : Busuk hitam pada celah-celah tanaman citrus (Black Pits of Citrus-Citrus Blast). buah. lapis. berwarna hijau-gelap. tanpa pembusukan. 212 . dan pada tingkat lanjut mengering serta mengeras. dan menghasilkan busuk lunak maupun keras. Erwinia cypripedii: Busuk-coklat pada anggrek. Gejala utama : busuk rot) keras (firm Seperti halnya pada penyakit bercakbercak daun yang kecil (spots) dan besar (blights). maka penyakit busuk-keras ini menyebabkan kerusakan jaringan yang terbatas. Bercak-bercak bersifat seperti bekas terendam air pada tingkat awal. Pangkal tanaman mengkerut dan daun-daun gugur. Pseudomonasi marginalis : Kurap pada gladiol (Gladiolus Scab).(5). Pseudomonas cattleyae : bercak-bercak coklat pada anggrek. Kemudian bercak-bercak melebar. seperti bekas terendam air. bergabung menjadi hitam. Bercak-bercak berbentuk bulat. kemudian menjadi coklat sampai hitam. batang/dahan. dan lain-lain. Bercak-bercak berwarna hitam dan cekung pada buah Citrus. Mula-mula terdapat bercak-bercak kecil pada daun bagian bawah (dekat batang). kemudian menjadi coklat-tua dan cekung. Bercak-bercak berwarna kemerahmerahan dan berbentuk agak meruncing atau menonjol. umbi batang. umbi. Kerusakan atau kematian jaringan itu terjadi pada daun-daun.

Xanthomonas hyacinthi : Penyakit kuning pada hyacinth (Hyacinth Yellow). Menimbulkan bercak-bercak berwarna kecoklatan dan bergabus pada daun dan buah. dan ranting-ranting baru adalah pada musim bunga dan periode sesudahnya di . dan berbentuk meruncing ke atas pada daun. Selanjutnya bila umbi tersebut menjadi tua dan penyakitnya berkembang : bercak-bercak menjadi berwarna coklat tua. (6). Terjadinya bercak-bercak berukuran besar pada bunga-bunga. Umbi-umbi Hyacinth yang terkena infeksi berat tidak akan menghasilkan bunga dan daun-daunnya mempunyai gejala baris-baris (streaks) kuning sampai coklat. Menimbulkan bercakbercak sangat kecil. Gejala utama : hawar (blights) dan kanker Gejala-gejala dari penyakit FIRE BLIGHT pada tanaman Apel yang terkenal itu merupakan TYPE gejala umum golongan penyakit ini. Xanthomonas vesicatoria : Bercak-bercak bakteri pada Tomat dan Cabai. bersudut-sudut. Di negeri Amerika Serikat ini tidak akan dijumpai lagi. tunas buah. Fire blight disebabkan oleh serangan bakterium Erwinia amylovora. Bercak-bercak serupa bisa juga timbul pada buah. Seringkali bercak-bercak ini mempunyai lingkaran kuning di sekelilingnya (yellow halo) dan menyebabkan daun rontok. Penyakit yang serius ini telah dimusnahkan dari daerah Florida dan sepanjang Teluk Mexico. Irisan melintang pada umbi akan menimbulkan lendir kuning.Pada umbi-lapis bercak-bercak pada tingkat awal bersifat seperti bekas terendam air dan berwarna kuning-pucat. cekung dengan pinggirannya agak terangkat. (Bakteril Spots of Tomato&PapperBakteril Pustuler). Xanthomonas citri : Canker Pada Citrus (Citrus canker).

Jika kerusakan Cambium terjadi secara melingkar. lalu di musim semi berikutnya menghasilkan cairan/lendir yang selanjutnya menulari bagian-bagian pohon yagn lain seperti bunga. ranting. Bagian tanaman yang terletak di atas lingkaran kematian itu lalu mati pula. sel-selnya mati. Jaringan yang terinfeksi menjadi mati dan warnanya berubah menjadi coklat-muda sampai tua tergantung jenis tanaman inang. Masuknya sang bakteri melalui ranting-ranting. lalu disusul dengan mati dan mengkerutnya jaringan kulit yang seterusnya menyebabkan terjadinya celah-celah. dan Photinia. atau tunas-tunas air yang kena infeksi. Cambium menjadi berwarna coklat muda. dan sebagainya. Pada pertengahan musim panas infeksi terhenti.mana terjadi pertumbuhan yang pesat di musim semi. Bercak213 . pyracantha. Bakteri dapat bertahan hidup di jaringan Cambium yang diserangnya itu selama musim dingin (over-winter). tetapi bisa juga menyerang jenis-jenis tanaman dari golongan famili Rosaceae termasuk stone fruits dan tanaman hias seperti loquat. Penularan terjadi melalui vektor serangga atau uap air. cotoneaster. Serangan Fire Blight sangat merusak bila telah mencapai daerah Cambium dari batang atau dahan pohon. Fire blight merupakan penyakit yang sangat dikenal menyerang tanaman Pear dan Apel. maka gejala mengkerut dan matinya kulit tampak jelas sekali pada bagian-bagian dahan yang terserang. tunas buah. dan tampak garis pembatas yang sangat jelas/tajam antara jaringan yang mati dan yang hidup.

Bercak-bercak seperti bekas terendam air terdapat banyak sekali pada daun-daun. buah-buah yang muda dan masak. Penyaki canker yang bisa melewati musim dingin pada medium dahan-dahan yang besar itu di musim semi berikutnya mengeluarkan lendir yang kemudian ditularkan oleh serangga dan percikan-percikan air (uap air) ke bagian tanaman lain : bunga-bunga dan ranting-ranting baru. Dahan yang muda menjadi bergaris-garis hitam . atau buah dari tanaman tidak berkayu seringkali mengeluarkan tetesantetesan lendir (exudate). ranting-ranting. lalu bercak-bercak membesar dan menyebabkan daun menjadi salah bentuk. lalu menjadi terhenti pada musim panas .bercak yang terjadi pada daun-daun. Erwinia amylovora : Penyakit fire blight. Cambium menjadi hitam dan mati. Bercak-bercak menjadi coklat hitam dengan tepi kuning. dan cabang-cabang yang aktif. Tanaman lain yang diserang : Black Walnut dan butternut. Akibatnya bungabunga dan ranting-ranting menjadi mati (necrosis) dan berbercak-bercak dengan ukuran besar. disusul jaringan kulit menjadi mati pula. Xanthomonas junglandis : Bercak-bercak bear bakteri pada pohon Walnut. Menyerang bermacam-macam tanaman golongan pome dan stone fruits dan berbagai tanaman hias. ranting. Hampir serupa dengan Fire Blight dengan 2 perbedaan : (1) Infeksi terjadi selama musim dingin dan awal musim semi. Bercak-bercak hitam dengan selselnya yang mati pada taji ranting (catkin). Pseudomonas mori : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Mulberry. Jika terkena butiran air maka lendir lalu menyebar dan membentuk lapisan bakteri yang sangat tipis.(2) Biasanya disertai dengan terjadinya gum yang mengalir keluar pada darah-darah yang kena canker. Pseudomonas syringae : Canker bakteri pada tone Fruits.

Bercak-bercak kecil berwarna kemerah-merahan lalu menjadi coklat. Glycinea Bercak-bercak bakteri dari Kedelai. Bercak-bercak pada ranting berwarna gelap dan cekung ke dalam. Phaseolicola 214 . lalu menjadi hitam pada tingkat lanjut. Kalau sudah begini maka biji-bijinya seringkali kena infeksi juga. Bercak-bercak kecil. lalu menjadi hitam dan mengeluarkan cairan (exudate). dan translucent pada daun kedelai. mengandung gum. menyebabkan daun-daun berlubang karena bercak-bercak itu menjadi lepas (shotholes). Daun-daun lalu rontok. Penyakit ini merupakan penyakit yang umumnya terdapat pada keledai. dan mengeluarkan cairan (exudate) berwarna kuning. Ada juga bercak-bercak pada batang dan petiole yang berwarna hitam. Polong yang kena infeksi berbercak-bercak seperti bekas terendam air. Akibatnya pohon menjadi kerdil. Pseudomonas syringae pv. terdapat banyak sekali pada daundaun.dengan mengeluarkan lendir. (7). Bercak banteri pada tanaman yang tidak berkayu Pseudomonas syringae pv. cekung. bersudut-sudut. Pada buah terjadi bercak-bercak yang bersifat kering. Xanthomonas pruni : Bercak-bercak bakteri dan canker pada Stone fruits. Seringkali terdapat lapisan bakteri tipis (exudate) pada permukaan bawah dari daun yang berwarna keputih-putihan. Mula-mula berwarna coklat-kemerahan.

dan mengadung kerak dari lendir bakteri yang kering. Bercak-bercak pada polong berwarna kemerahan sampai coklat dengan lapisan tipis berwarna perak yang berasal dari lendir baceria. Xanthomonas malvacearum : Bercak-bercak daun bersudut-sudut pada kapas (Angular leaf spots of Cotton-Black arm). bersudut-sudut. Bercak-bercak tersebar sepanjang tulang daun utama. hijau-tua. cekung. Bercak-bercak pada polong merupakan noda seperti bekas terendam air. kemudian menjadi hijau-tua dan berwarna gelap.Bercak-bercak dengan halo pada kacang buncis/polong (Halo blight of Bean). Kemudian bercak-bercak menjadi coklat dan kering. jika dilihat dengan latar belakang yang mempunyai pancaran cahaya akan tampak hijaumuda. Xanthomonasi campestris pv. Phaseoli Bercak-bercak bakteri biasa paca kacang buncis/polong. bersifat seperti bekas terendam air. lalu mengering. hanya saja terdapat lingkaran (halo) lebar hijau atau hijau-kuning di sekitar bercak-bercak yang seperti bekas terendam air itu. Bercakbercak pada buah mula-mula hijau dan seperti bekas terendam air. berwarna kuning-coklat dengan tepinya berwarna kuning. Mula-mula bercak-bercak daun seperti bekas terendam air. Kemudian menjadi besar dan mengering. tetapi banyak jenis kacang polong (dry beans) resisten. dan dibatasi oleh tulang-tulang daun kecil hingga tepinya seperti bersudut-sudut. Kalau sudah begini maka biji-bijnyapun kena infeksi : berbercak-bercak dengan warna kuning-coklat sampai kelabu. Semua jenis kacang buncis peka (rentan) terhadap penyakit ini. kemudian menjadi berwarna gelap Pseudomonas pisi Bercak-bercak bakteri dari Kapri (bakteril Blight of Pea). Mula-mula bercak-bercak daun berwarna hijau-tua dan seperti . Mula-mula bercak-bercak kecil pada daun. Bercak-bercak seperti penyakit bercak-bercak lainnya. Bercak-bercak pada batang/cabang membesar dan menghitam. kemerah-merahan. dan berwarna hijau-muda. Bercakbercak pada batang/cabang menyebabkan mudah patah bila tertiup angin.

dan tidak bersudut-sudut. Acapkali bercak-bercak daun mempunyai tepi yang bersudut-sudut sebab dibatasi oleh tulang-tulang daun. lalu menjadi gelap warnanya. Bercak-bercak yang tak teratur bentuknya pada daun dan petiole. Mula-mula translucent (agak tembus cahaya). (8). Jika tulang daun kena infeksi pada usia muda biasanya tanaman lalu mati. bentuknya bulat atau lonjong (oval). Bunga-bunga yang dibiarkan untuk memproduksi biji bisa menjadi rusak/mati oleh serangan penyakit ini. lalu membesar dan mengering serta menjadi coklat kemerahan. Gejala utama : bercak-bercak daun Penyakit bercak-bercak daun yang disebabkan oleh bakteri juga mempunyai gejala-gejala karakteristik yang umum. Bercak-bercak serupa pada batang/cabang. kemudian bercak-bercak itu berubah menjadi berwarna gelap dan tidak tembus cahaya (opaque). Bila cuaca lembab. Juga pada bunga-bunga dan polong-polong muda. Bila kena tetesan air maka lendir menyebar menjadi suatu lapisan bakteri yang tipis. maka bercak-bercak itu akan mengeluarkan tetesan lendir bakteri yang bila mengering menjadi setitik kecil karak lendir. 215 . (Bakteril Blight of Carrots). Pada cabang atau buah bercakbercaknya bisa berukuran kecil (spots) sampai besar (blights). Xanthomonas carotae Bercak-bercak bakteri pada Wortel.bekas terendam air. mula-mula translucent.

Terdapat kerak merah bakteri.Suatu variasi yang menarik dari golongan penyakit ini ialah adanya bintik-bintik bakteri (bakteril pustules) yang timbul di sisi bawah permukaan daun. Hampir serupa dengan di atas. Bercak-bercak kecil tak teratur pada daun. mudah tersebar/ tercuci oleh butir air hujan. Pseudomonas delphinii : Bercak-bercak hitam pada Delphinium (Delphinium Black Spot). dan lain-lain. bintik-bintik juga terdapat pada buah. dapat menyebabkan daun rontok. tampak seolah-olah meruncing keluar dari permukaan bawah daun dan bergabus. Bercak-bercak seringkali bergabung hingga menjadi lebih besar. Garis-garis dan noda-noda merah pada daun-daun dan pelepah. Bercak-bercak pada tingkat lanjut berwarna kelabu. bersifat seperti bekas terendam air. Bintik-bintik ini berukuran sangat kecil (1 sampai 2 mm). Xanthomonas holcicola : Penyakit bakteri bergaris-garis tak teratur pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Streak of Sorghum and Corn). cabai. Pseudomonas ap i : Bercak-bercak bakteri pada Selderi (Bakteril Blights of Celery). mudah . Selain daun. Daundaun yang kena infeksi berat menguning dan gugur. Bercak-bercak hitam-tak teratur pada seluruh bagian tanaman Delphinium. berwarna seperti karat. Lachrymans Bercak. Terdapat menyerang pada tomat. Pseudomonas syringae pv. dan mengeluarkan cairan (exudate) yang seterusnya menjadi lapisan tipis bakteri keputih-putihan. kedelai. Tapi bercak-bercak biasanya berwarna lebih gelap/tua. Pseudomonas andropogonis : Penyakit bakteri-bergaris pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Stripe of Sorghum and Corn).bercak daun yang bersudut-sudut dari Cucurbit (Angular leaf-spots of Cucurbits). tak teratur. Bercak-bercak daun bersudut-sudut.

Selain tembakau. penyakit ini menyerang anggota-anggota Solanaceae lainnya. Menyebabkan daun gugur secara prematur. Xanthomonas axonopodis pv. Terutama menyerang daun. Bercak-bercak kecil berwarna hijau-kekuningan dengan pusatnya yang coklat-kemerahan. Bila menyerang batang/dahan. Pada buah bercak-bercak berwarna keputih-putihan. Xanthomonas begoniae : Bercak-bercak daun dan batang/dahan dari Begonia (bakteril leaf and stem blight of Begonia). serta mempunyai lingkaran halo berwarna kuning. kedelai dan kacang polong (cowpeas). dan dengan pancaran sinar tampak berwarna hijau-muda. dan terdapat pada daun. Bercak-bercak seperti melepuh. Pseudomonas washingtoniae : Bercak-bercak daun dari Palem (Bakteril leaf-spot of Palm). berwarna coklat dengan tepi berwarna kuning-translucent.patah. Begonia akan mati. 216 . Pada tingkat lanjut bercak-bercak menjadi tak tembus cahaya. Pada permukaan bawah daun timbul bintikbintik (pustule). Pseudomonas tabaci : Penyakit Terbakar pada Tembakau (Tobacco Wildfire). Bercak-bercak daun berwarna kuning-coklat sampai coklat pada pusatnya. dan kadang-kadang menimbulkan lubang karena bercak-bercak itu terlepas. Gejala berupa bercakbercak kecil berjumlah sangat banyak pada daun.glycines: Pustul bakteri pada tanaman kedelai (bakteril pustules of Soybean). bulat dan kecil-kecil.

kadang-kadang dengan celah terbuka (luka yang dalam) sampai sepanjang 2.(9). dan tanaman ubi-ubian yang lain. gula-bit. dan cabangnya kerdil. maupun akar. Ipomoea : Menyebabkan Busuk dalam Tanah (Soil Rot or Pox) pada ubi-jalar.5 cm pada ubinya.stolon. Dengan melihat gejalanya saja sudah cukup untuk memberikan diagnosis. sudah tentu diperlukan istilah-istilah yang tepat dan singkat serta dimengerti oleh semua fihak. tetapi dalam Manual Bergey digolongkan Bakteri dalam Ordo terpisah. Tetapi janganlah anda terkacau dengan penyakit kurap yang lain. Menyebabkan timbulnya bercak-bercak bergabus pada ubi. sehingga sukar pula untuk mengisolasinya. S. Dalam menyatakan gejala-gejala penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri. Myceliumnya sangat halus (2/3 mikron) dan mempunyai benang-benang spiral yang membentuk segmen-segmen ke dalam sporanya yang berbentuk cylinder. Bercak-bercak itu bisa dangkal atau dalam. S. scabies : Penyakit Kurap Yang Umum (Common Scab) pada kentang. Gejala utama : kurap atau luka terbuka (scab or pits) ordo Actinomycetales family Streptomycetaceae Streptomyces (Actinomyces) : Suatu genus yang mempunyai mycelium. Diagnosis cukup dengan melihat gejalanya. Daun-daun tanaman ubi-jalar yang terkena infeksi berukuran kecil. Akibatnya ubi-jalar menjadi berkurap. pucat. yaitu kurap-berbubuk (powdery scab) yang disebabkan oleh Spongospora. maka sukar untuk melihat myceliumnya. yaitu 1 sampai 2 mikron panjangnya. pada umbi menimbulkan luka terbuka. Bila dibuat seksi (irisan). Spora ini mempunyai ukuran seperti bakteri. Akar-akar rabut berkurang jumlahnya dan mengalami salah bentuk. Hal ini untuk menghindarkan .

maka bercak-bercak pada tingkat awal menunjukkan sifat seperti bekas terendam air (watersoaked). umbi batang. Dibawah ini akan dikemukakan beberapa istilah yang sering dipakai untuk gejala penyakit bakteri yang banyak dijumpai. lalu mengering dan mati. dan lain-lain sehingga menimbulkan gejala bercak-bercak (lesions). Seperti gejala serangan bakteri pada umumnya. yang bisa pula menyerang tanaman dari golongan Mawar termasuk golongan Stone Fruits dan tanaman hias seperti loquat . 217 .pertelaan gejala yang panjang-lebar serta untuk mencegah salah pengertian. Penyakit ini menyebabkan kematian sebagian jaringan (necrosis) dari daun. Serangan penyakit ini biasanya terhenti di pertengahan musim panas. dahan. Buah-buahan menjadi busuk dan keras. Cotoneaster . Jaringan yang terinfeksi mati dan warnanya menjadi coklat muda sampai tua tergantung pada tanaman inang. (10). Pyracantha . dan ranting-ranting muda yang biasanya terjadi pada musim bunga dan periode pertumbuhan yang cepat di musim semi. lalu seluruh bagian mengering dan mengeras. Yang paling banayk dikenal adalah Fire Blight pada tanaman Apel. buah. Gejala penyakit bakteri berupa busuk-Keras (Firm Rot). Ada pula serangan penyakit bakteri yang mengakibatkan mati-jaringan dengan bercak-bercak berukuran besarbesar (Bakteril Blighting) pada bunga. dan tampak garis pembatas yang sangat jelas antara jaringan yang mati dengan yagn hidup. tunas buah. umbi lapis. dan Photinia .

lalu menjadi berwarna lebih gelap serta tidak tembus cahaya (opaque). Jika kelembaban udara tinggi. serta sering-sering menimbulkan celahcelah. Bagian yang Cambiumnya mati. si-bakterium akan mengeluarkan setetesduatetes lendir. dan lain-lain. Bakterium masuk lewat ranting-ranting. maka lendir akan menyebar-melebar rata. melalui serangga dan uap air. kedelai. Kalau infeksi bertambah . Pada musim semi berikutnya bangkit kembali. menuju daerah Cambium dan menyebabkan kematian jaringan dengan warna coklat muda. Jika tak terganggu. sehingga setelah kering akan tampak sebagai lapisan yang sangat tipis berwarna keputih-putihan. Bakteri dapat bertahan hidup selama musim dingin di jaringan Cambium yang telah diserangnya (over-wintering). sebab perusakan jaringan dibatasi oleh tulang-tulang daun.Serangan Fire Blight dapat menjadi lebih parah bila mencapai tingkatan serangan bakterium pada daerah Cambium dari dahan dan batang. tunas buah. dan lain-lain. Bintikbintik ini seperti bergabus dan bentuknya meruncing. Bila kematian jaringan Cambium terjadi secara melingkar (girdling). dan tidak pernah bersudutsudut. Bercak-bercak daun seringkali bersudutsudut. Jika terkena air. mula-mula translucent. biasanya berbentuk bulat atau lonjong. kulitnya mengkerut. mengeluarkan cairan (exudates). Serangan bakteri pada cabang atau buah bisa mengakibatkan bercak-bercak kecil dan besar. Bercak-bercak daun yang disebabkan bakteri (Bakteril Leaf spots) merupakan gejala yang khas mula-mula translucent (dapat melewatkan sebagian cahaya). maka akan tampak jelas lingkaran kulit pohon yang mengkerut dan mati. maka lendir tadi akan menjadi kering sehingga yang tertinggal adalah setitik kecil lendir kering. dan cairan ini lalu menulari bagian-bagian bunga. Selanjutnya bagian atas pohon menyusul mati. Pustul bakteri (Bakteril Pustules) berupa bintik-bintik kecil ( 1 sampai 2 mm) yang menonjol pada bagian bawah daun dan pada buah-buahan seperti buah tomat. cabai. kering dan mati pula. lalu berwarna gelap. dan tunas/cabang air.

Gejala umum yang dapat ditimbulkan adalah pertumbuhan yang terhambat dan hasil yang menurun. mulamula sangat kecil.berat. kemudian bisa menjalar ke seluruh akar 218 . maka daun menguning dan gugur sebelum waktunya.48. Besar dan luasnya kerugian yang diakibatkan oleh kira-kira 24 jenis (genra) parasit nematoda (tidak termasuk penyebab benjolan akar) baru disadari sejak tahun 1950. Bercak-bercak akar (root lesions). Gejala pustul bakteri pada daun kedelai. walaupun tanpa menimbulkan benjolan-benjolan (galls) dan tanpa gejala yang jelas bagian tanaman di atas tanah. Penyakit-penyakit nematoda Penyakit atau gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh parasit nematoda telah lama diketahui. terutama yang mengakibatkan terbentuknya benjolanbenjolan pada akar (root-knot nematodes). (c). Jenis-jenis nematoda lainnya juga menimbulkan kerugian dengan menjadi parasit pada tanaman. Di bawah ini dicantumkan gejala-gejala utama dari serangan parasit nematoda bukanpembentuk benjolan (non-gall formers). Gambar 5.

Hal ini disebabkan oleh besarnya kemungkinan penyebaran parasit nematoda melalui akar-akar tanaman.Busuk akar. Akibat-akibat lain yang umum terdapat : tanaman merana. menyebabkan akar menjadi kerdil dan bengkak (seperti stubby roots ).50. Gambar 5.Gejala puru akar yang disebabkan oleh nematoda Pemilik tanaman agar diberitahu dengan segera agar bisa melakukan tindakan-tindakan guna menghindarkan bahaya penyebaran infestasi. kerdil. menguning. batang dan bunga. Kerusakan pada daun. umbi (yang akan ditanam). Nematoda di dalamsel tanaman Gambar 5. maupun tanahnya sendiri. disebabkan oleh organisme sekunder setelah terjadinya pelukaan oleh nematoda. .49. Diagnosis penyakit nematoda Type dari benjolan akar (Types of rootknot galls) : Tergantung pada tanaman inang maka terdapat beberapa type benjolan akar yang akan . Ujung akar terluka (Injured Root-tips). nematoda yang menyerang bagian tanaman di atas tanah menimbulkan salah bentuk pada daun-daun dan batang/cabang. dan/atau menghasilkan panen yang rendah kwalitasnya (misalnya sayuran).51. Gambar 5. layu secara abnormal. Percabangan akar berlebihan. maka adalah sangat penting untuk melakukan diagnosis secara akurat. terjadi pembentukan akar lateral yang sangat banyak setelah nematoda melukai dan menyerang akar. Beberapa jenis nematoda yang menyerang golongan tanaman butirbutiran (gandum misalnya) dan rumputrumputan menyebabkan terbentuknya benjolan (galls) dalam jaringan biji. rhizome. Gejala serangan nematoda Bila terdapat infestasi. Acapkali akibat-akibat ini sulit untuk dievaluasi dan dibedakan dari akibat-akibat yang ditimbulkan oleh faktor-faktor lain yang mungkin bisa juga menyebabkan pertumbuhan yang jelek.

dikemukakan di bawah ini (penggolongan secara artificial hanya untuk membantu mempermudah mengenali gejala). 219 .

berwarna gelap. bedanya ialah : benjolan-benjolan ini terdapat sepanjang akar dan tidak berbentuk bulan. berbentuk seperti kelas penggulung benang (Very small spindle-shaped galls) Terdapat pada beberapa jenis tanaman seperti arbel dan ash (dan beberapa jenis tanaman lain yang agak peka sifatnya).Type 1 : Berukuran besar (relatif). Benjolan-benjolan akar bersifat sukulen dan akan cepat membusuk. maka akar tunggang itu akan tampak membengkak besar sekali dan salah bentuknya. berbentuk bulat Tanaman sukulen yang tumbuhnya cepat seperti tomat. kacang buncis. Anda bisa melihatnya (dengan merobek jaringan benjolan) dengan mata langsung. berkayu. Type 4 : Benjolan pada ujung akarBeberapa tanaman tertentu misalnya Palem.2 cm atau lebih. Dalam jaringan benjolan terdapat nematodabetina yang berukuran kecil dan tampak seperti mutiara. Type benjolan ini adalah yang paling umum terdapat. dan pada beberapa tanaman inang berukuran besar Tanaman-tanaman yang sangat peka misalnya pohon fig . atau dengan lensa-tangan akan terlihat lebih jelas. serta disertai dengan benjolanbenjolan kecil lain yang berjumlah banyak. serta benjolan-benjolan kecil lainnya terdapat pada akar lateral. peach . Benjolan-benjolan akar ini dapat terkacau dengan gejala penyakit Crown Gall (bakteri). Type 3 : Benjolan-benjolan sangat kecil. dan beberapa tanaman hias (misalnya pepper tree ) membentuk benjolanbenjolan yang besar dan bentuknya bermacam-macam. Jika benjolan-benjolan sebesar ini banyak terdapat pada akar tunggang (utama). pare. bangsa labu-ketimun. dan dahlia seringkali membentuk benjolan yang kurang-lebih bulat (spherical) dan bisa mencapai diameter 1. benjolan-benjolan ini sering diabaikan karena tidak mudah terlihat Nematoda-nematoda betina kadangkadang berada di luar akar tanpa pembentukan benjolan ). Type 2 : Benjolan yang keras. membentuk benjolan hanya sebagai pembengkakan dari ujung akarakar .

Type 5 : Bercak-bercak kecil. Kriteria khusus yang digunakan untuk melakukan diagnosis pemeriksaan (distinguishing features) : Harus dicari : Benjolan-benjolan kecil berbentuk kelos yang berjumlah banyak sampai pada benjolan yang lebh besar dengan bentuk bulat pada akar-akar dari segala macam ukuran. larva. Benjolanbenjolan ini cepat membusuk dan biasanya tidak akan ikut terambil bila dilakukan pengambilan contoh (samples) untuk pemeriksaan. Benjolan-benjolan ini mempunyai celahcelah di mana terdapat nematodanya. menonjol. Ujung akar yang membusuk itu selanjutnya akan memperlihatkan benang-benang halus yang putih warnanya (ikatan pembuluh primer). namun benjolan-benjolan bisa berjumlah banyak. Juga rhizome (akar-tinggal) dari tanaman Iris mempunyai celah-celah serupa. maka biasanya terdapat celah-celah kecil berwarna coklat dimana berada sang nematoda (telur. Jika anda membuat seksi (irisan) pada benjolan dengan pisau silet yang tajam. atau dewasa) yang bisa terlihat dengan bantuan lensa220 . tetapi tanpa benjolan-benjolan berkulit tebal (waret) itu.rambut yang masih lunak. Meskipun tanaman terserang dengan tidak terlampau berat. dan kulitnya tebal (warty) : Tanaman kentang membentuk benjolan-benjolan kecil dan berkulit tebal pada umbinya.

Selain itu. Adalah lebih baik bila diperiksa dengan mikroskop (stereo)binocular atau dengan mikroskop compound berperbesaran rendah. Tanda-tanda serangan nematoda di lapangan : Walaupun ada beberapa macam gejala pada bagian tanaman yang terdapat di atas tanah yang agak jelas. Hal ini lebih mudah dilakukan daripada memeriksa larvae atau Nematoda dewasa yang bisa menimbulkan kekeliruan dengan Nema dari species lain. (d). setelah Nematoda melukai jaringan akar. ada pula yang menimbulkan gejala-gejala pada . Penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus Penyakit-penyakit tanaman yang disebabkan oleh serangan virus telah dipelajari secara ekstensif selama 20 tahun terakhir ini.tangan. harap diperiksa akar-akarnya. namun untuk memastikan adanya serangan Nematoda kita harus memeriksa akar tanaman. Kalau tanaman berkayu tampak merana. Gejala penyakit virus juga bervariasi : ada virus yang latent tanpa gejala. sedangkan ada pula yang mempunyai hanya satu tanaman inang spesifik. Gejala lainnya :Tanaman semusim yang sukulen dan peka (sayuran dan bunga-bungaan) seringkali bila diserang Nematoda menunjukkan gejala daun-daun terbakar dan bisa mati di tengah-tengah musim. Gejala layu di sore hari dalam keadaan kadar air tanah yang cukup adalah gejala pertama. Crown Gall tidak mempunyai celah-celah seperti ini. Telur-telur itu sangat kecil ukurannya serta berbentuk seperti cylinder dan transparant. Beberapa jenis virus mampu menyerang banyak macam tanaman inang. Tanaman muda di pembibitan banyak mengalami kematian karena infeksi Rhixoctonia dan lain-lain. tanaman-tanaman muda yang kena serangan Nematoda seringkali lalu menjadi kerdil dan tidak produktif. Adanya Nematoda puru-akar (root-knot nematodes) dapat ditetapkan dengan memeriksa irisan akar rambut yang mengandung telur Nematoda di bawah mikroskop compound. oleh karena Virus telah menimbulkan kerugian ekonomis yang besar terhadap hasil-hasil pertanian.

sedangkan bagian-bagian yang tua. 221 .tanaman inang : dari yang tidak begitu berat sampai yang sangat berat. dan sejenis Lalat putih (Whiteflies). Struktur virus Gejala penyakit virus tampak paling menyolok dan nyata pada bagian pertumbuhan baru dari tanaman. atau oleh pembuatn okulasi atau penyambungan (enten). Tungau. Pada umumnya penyakit-penyakit virus disebarkan/ditularkan oleh serangga golongan Aphid dan Belalang-daun (Leafhoppers).52. oleh karenanya virus-virus terdapat pada seluruh bagian tanaman dan ini dapat dinyatakan dari cairan-tanaman (sap) yang berasal dari bagian manapun. Beberapa jenis penyakit virus bisa pula ditularkan oleh serangga golongan Thrips. Gambar 5. bahkan menimbulkan kematian. atau oleh adanya kontak/sentuhan dari tanaman yang sakit kepada yang sehat. misalnya daun-daun bawah tampak sehat-sehat saja. Sebagian besar penyakit virus bersifat systemic.

Kadang-kadang untuk melakukan hal ini haruslah dibantu dengan suatu pengujian penularan yang sederhana (Transmission test). jika ditinjau dari segi anjuran yang merupakan proSedure bagi pemilik tanaman penanam).Nama-nama virus yang akan dicantumkan di bawah ini adalah nama-nama umum. Beberapa varitas tanaman telah dimulyakan sehingga resisten/toleran inilah yang di kelak kemudan hari akan merupakan carautama guna mengontrol penyakitpenyakit virus. maka jawabannya selalu sama : Tanaman yang telah kena infeksi Virus tidak dapat dipulihkan/disembuhkan lagi oleh sipemilik tanaman. Selanjutnya bibit-bibit tanaman dijaga agar tetap bebas dari virus dengan cara seleksi. Serangan penyakit yang telah mencapai tingkat lanjut dapat dengan mudah dinyatakan sebagai serangan Virus. gejalagejala penyakit virus sangat bervariasi dan biasanya terdapat tiga sampai enam macam gejala yang berassosiasi dengan tiap-tiap penyakit. Di tempat-tempat dengan areal pertanaman yang luas cara ini seringkali tidak praktis dan pengobatan yang effektif belum ada. Seperti yang telah dikemukakan. Meskipun demikian. Untuk membuktikan adanya virus di dalam tanaman haruslah dideteksi dengan gejala-gejala pada tanaman yang ditimbulkan. oleh karena nama dengan system binomial jauh lebih ruwet dan belum seragam serta belum diterima oleh semua ahli virus. dan malahan lebih baik dimusnahkan guna mencegah penularan lebih lanjut kepada tanaman yang masih sehat . Oleh karena itu pengamatan jasad virus tidak merupakan suatu cara diagnosis yang praktis untuk pekerjaan identifikasi yang rutin. Ahli-ahli Penyakit Tanaman yang telah dilatih dengan Teknik-Virus dapat menyelamatkan virus yang ada di dalam bibit-bibit tanaman dengan perlakuan pemanasan atau kultur jaringan. Diagnosis penyakit-penyakit virus Partikel-partikel virus berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Deskripsi gejala penyakit virus .

Atau terjadi Chlorosis. Jala-Kuning (Yellow-net) : Tampak seperti jala berwarna kuning pada daun yang sesungguhnya adalah seluruh tulang daun telah menguning. (3). Bercak-bercak Bulat (Ring spots) Terdapat bercak-bercak bulat Chlorosis (sel-selnya Chlorosis) dan bercak-bercak bulat necrosis (sel-selnya necrosis/mati secara berselang-seling dengan sel-sel hijau-normal). Kedua macam gejala di atas bisa merupakan gejala transisi ke arah mosaic yang lebih luas atau bisa juga tetap seperti itu sebagai gejala utamanya). Ini adalah tahap lanjut dari gejala No.Gejala mosaic : (1). (2). maka terlebih dulu terjadi perubahan warna tulang-tulang daun atau di daerah di dekatnya menjadi lebih terang :kuning-pucat. 222 . atau Chlorosis/necrosis terjadi pada jaringan parenchyma di antara tulangtulang daun sehingga tulang-tulang daun menjadi baris-baris hijau. 1. (4). Pusat dari kedua macam bercak-bercak menjadi necrosis pada tahap lanjut. Tulang daun menjadi (Vein banding) baris-baris Tulang-tulang daun dan daerah sekitarnya menjadi baris-baris chlorosis. Tulang-tulang daun menguning-pucat (vein clearing) Sebelum tampak gejala mosaic atau perubahan warna secara tak teratur dan meluas.

Necrosis Lokal Bercak-bercak kecil-bulat yang berupa jaringan mati pada daun. Mosaic Variasi dalam warna daun dengan pola beraneka. Daun Gugur Prematur (Premature Leaf Shedding) : Gejala penyakit Mosaic pada Kobis. Kerdil Seluruh bagian tanaman menjadi kerdil.(5). Garis-garis tak teratur (Streaks) Terjadi necrosis yang berupa bercakbercak memanjang seperti garis-garis tak teratur (terputus-putus) pada batang. Pengerdilan pada Pertumbuhan Baru (Stunting of Current Growth): Gejala Rosettes pada penyakit Mosaic dari tanaman Peach. Mottle Beberapa pola tertentu dari variasi warna Gejala nekrosis: (1). (2). (4). Gejala penyakit Kerdil pada Dahlia. (2). (6). Kerdil dan Mati dari Tanaman Berkayu (Stunting and Death of Woody Palnts): Tristeza dari Citrus. dan lain-lain. Mosaic pada Peach. penyakit Pucuk-Keriting (Curly Top)d ari gula-bit. Necrosis pada Phloem Kematian jaringan Phloem yagn tampak pada irisan melintang batang/cabang. (3). . Necrosis Pucuk (Top Necrosis) Terjadi kematian pucuk (terminal) ranting/cabang dan daun-daun. termasuk akar-akar. dan gejala meranting (Spnidly twigs) pada penyakit Yellows dari pohon Peach. (3). Gejala dari penyakit Layu berbercak-bercak (Spotted Wilt) dari tanaman tomat. (4). (1). Kerdil pada Alfalfa. Gejala kerdil dan mati. Gejala dari penyakit Phloem Necrosis dari pohon Elm.

(1). (3). (3).Salah bentuk (malformations): Daun bertekstur kasar (Rough-textured Leaves): Gejala penyakit Mosaic Rugose pada Kentang. (2). Warna Terputus dari Petal (Color Break in Petals) Gejala perubahan warna dari mahkotabunga (petals) pada tanaman Kapri. umbi berlekuk-lekuk (spindle-tuber) pada kentang.Keriting (Curly Top) dari tanaman Gula-bit dan Tomat. dan Tulip. Daun-daun menggulung ke bawah Penyakit Pucuk Keriting ari Buncis Gejala pertumbuhan berlebihan (overgrowth). (4). (2). Daun menggulung ke atas Penyakit Pucuk. (1). Enations: Tumbuh tonjolan-tonjolan lunak di atas permukaan daun atau batang. (5). Petunia. Pertumbuhan Terhambat Gejala dengan ujung-ujung/pucuk-pucuk meruncing pada tanaman ketimun. Gejala Pucuk-Keriting (Curly Top). Endapan Gum dalam jaringan Xylem dari kayu (Gum depostis inXylem of wood) Gejala penyakit Kulit Bersisik (Scaly Bark) dari Citrus. Reduksi pada lamina-daun (Leaf blades reduced) Gejala penyakit Daun Paku-pakuan (Fern leaf) dari tomat. (6). Kuncup-kuncup tumbuh berlebihan (Proliferation of buds): Gejala penyakit Aster Yelows . Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar sekunder (Proliferation of secondary roots): Gejala 223 . Stock. Sapu setan (Witches broom) pada kentang. Mosaic pada Fig.

Virus yang menyerang inang dalamsatu famili. Virus Western X. etc.disease -vector belalang daun (leafhopper). satu species Virus Aster yellows (Aster Yellows virus)-vector belalang daun(leafhopper). Virus layu-berbercakbercak (Spotted wilt virus)-vector thrips. Virus Tristeza dari Citrus-vector aphids. (1). Chlorosis yang menyeluruh dan permanen pada daun-daun dan lain-lain (Permanent uniform Chlorosis of leaves. . salah satu vektor virus tanaman.53. Virus mosaic ketimun (Cucumber mosaic virus) vector aphids. Mahkota bunga menguning atau menghijau (Greening or Yellowning of Petals): Gejala penyakit Aster Yellows pada tanaman Aster dan Delphinium Virus-Virus Penting yang Menyerang Tanaman Virus mosaic tembakau (Tobacco mosaic virus). . Virus mosaic Peach (Peach Mosaic virus)-vector tungau eriophid.penyakit Pucuk-keriting (Curly Top).vector aphids.): Gejala Aster Yellows . Virus mosaic alfalfa (Alfalfa mosaic virus)vector aphids Gambar 5. Virus mosaic buncis (Bean mosaic virus)-vector aphids (11 species) Gambar 5.54. Virus busuk-melingkar hitam dari Kobis (Cabbage black ring-rot virus)vector aphids.55. dan juga gejala penyakit Aster Yellows Gejala penguningan (yellows symptoms). Gejala serangan virus pada daun tembakan Gambar 5. (2). Virus mosaic tebu (Sugarcane mosaic virus)-vector tak diketahui. Kutu daun. Virus Pucuk-keriting (Curly-top virus)-vector eblalang-daun (leafhoppers).

Gejala serangan virus pada polong kacang buncis . Virus yang menyerang inang dalam satu genus Virus nekrosis Phloem dari Elm (Phloem necrosis virus of Elm)-vector kumbang224 .

mereka akan diperlakukan seperti penyakit-penyakit dimana identifikasi dilakukan berdasar gejala-gejala yang ditimbulkannya pada tanaman. dan oleh karenanya dapat berubah bentuknya sesuai dengan sifat membran selnya yang lentur tapi mudah rusak/luka iut. tidak mempunyai dinding sel yang kaku. Virus gabus bagian-dalam (internal cork virus) dari tanaman ubi jalarvector aphids. Jenis-jenis mycoplasma yang telah dinyatakan berada dalam tanaman dan mengakibatkan penyakit tidak banyak jumlahnya. Penyakit-penyakit yellows (mycoplasma): .dengan mikroskop elektron. 5). Di Dalam beberapa jenis mycoplasma ditularkan oleh belalangdaun (leafhoppers). Penyebabnya adalah suatu golongan organisme yang sangat kecil dengan ukuran terletak di antara virus dan bakteri. Virus Peach Yellow - vector aphids. ternyata tidak demikian. bahwa sejumlah penyakit yellow diseases yang dulunya dikira disebabkan oleh serangan virus. Dari segi diagnosis. Akan tetapi dapat dipastikan.kulit-pohon. Gejala serangan virus pada tanaman bawang Gambar 5. Gambar 5. mereka akan tampak sebagai benang-benang yang bercabangcabang dan memanjang yang kemudian akan terputus-putus menjadi sel-sel yang berbentuk bulat.57. Penyakit-penyakit mycoplasma Belum lama berselang (1967) telah didemonstasikan. Organismeorganisme ini disebut mycoplasma (berarti : bentuk cendawan ). Mycoplasma resisten terhadap Penicillin. bahwa jenis-jenis yang dikenal akan bertambah dalam waktu singkat.56. Penyakit bunchy Top yang disebabkan oleh virus pada tanaman pisang. tetapi dapat dihambat perkembangannya secara partial (partially inhibited) oleh senyawa-senyawa Tetracycline (Aeromycin et al). Virus Sour Cherry Yellows -vector tak diketahui.

tomat. Petunia.American Aster Yellows : Pada tanaman Aster. Kerdil-kuning pada padi (Rice Yellow-dwarf). dan cabai Kerdil Clover (Clover dwarf) : Pada Clover. Kemunduran pada Pertanaman Pech (Peach decline). kentang. Gejala-gejala : Penyakit Aster Yellows menyerang lebih dari 150 genera 225 . Parastolbur : Pada tanaman Periwinkle. Stolbur. Kerdil pada Mulberry (Mulberry dwarf): Pada Mulberry. dan lainlain. Chrysanthemum. Kerdil-jagung (Corn stunt) : Jagung. Penyakit-X pada Peach (Peach X-disease).

Di samping itu mungkin terdapat pula gejalagejala : Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar kecil. Beberapa gulma yang sering mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya adakah: gulma berdaun lebar. Penyakit Aster Yellows biasanya dapat didiagnosis berdasar gejala-gejala pada tanaman inang. walaupun tidak gampang. Bagian-bagian berubah bentuk dan warnanya seperti daun. termasuk banyak jenis gulma. dorongan tumbuh pada kuncup-kuncup yang dormant. Gejala Pucuk-Ungu (Purple Top) adalah serangan penyakit Aster Yellows pada tanaman kentang di mana terjadi pula gejala timbulnya umbi-umbi pada bukubuku cabang/batang. Gulma juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit bagi tanaman. Gulma Tumbuhan Gulma adalah tumbuhan yang hidup pada tanaman budidaya sehingga akan menjadi pesaing bagi tanaman. Akan tetapi kerugian ekonomis diderita terutama oleh golongan tanaman hias dari family Compositae seperti Aster. dan alang-alang. air dan udara dan tempat tumbuh. tergantung pada tempat tumbuh.tanaman. Jenis gulma yang tumbuh sangat bervariasi.58. Persaingan antara gulma dengan tanaman utamanya adalah bersaing dalam penggunaan unsur hara. golongan tanaman sayuran dari family Umberlliferae seperti wortel. tekitekian (Cyperus sp. dan sapu setan . bayam duri (Arnaranthus spinosus). cara pengolahan tanah dan lokasi penanaman. Gulma semusim (berdaun lebar) yang sering dijumpai di semua lokasi misalnya babadotan (Ageratum conyzoides). selderi dan parsley. dan bungabunganya secara keseluruhan akan mengalami salah-bentuk atau steril. Gulma tanaman daun lebar . Gejala-gejalanya mencakup terjadinya penguningan (warna kuning yang bersifat umum) dan effek ini seringkali terjadi secara unilateral . gulma teki dan gulma rumput. rumput bermuda. Gambar 5.) dan rerumputan seperti rumput kremah. c.

59. Gambar 5. Struktur gulma Cyperus iria 226 .Gambar 5. Gulma di lahan sawah.60.

secara biologi. tehnik budidaya. . PB28. penggunaan varitas tahan atau resisten. Pengendalian secara sanitasi adalah menghilangkan inang alternatif barupatumbuhan yang tidak dibudidayakan yang biasanya digunakan untuk tempat hidup alternatif bagi hama . dan PB30. Pengendalian hama dengan varietas tahan merupakan upaya pemberantasan hama yang paling mudah. . Teknik pengendalian opt Pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara: . sanitasi. Pengendalian secara tehnik budidaya adalah mengatur masa tanam. . Dengan terputus dan bergantinya tanaman yang dibudidayakan maka kesempatan hama untuk mendapatkan makanan yang paling disenangi akan terputus. pengendalian hama secara terpadu. Sehingga perkembangan dan pertumbuhan populasi hama akan turun sampai batas yang tidak membahayakan tanaman budidaya. Pengendlian secara tehnis budidaya bertujuan untuk memutuskn dan memperpendek masa tersedianya makanan bagi hama. sehingga hama akan kekurangan makanan sekali gus akan berpengaruh terhadap penurunan populasi hama. .d. Sifat-sifat kimia/ fisik serta morfologi tanman yang tahan tidak disukai oleh hama. seperti PB26. Kebanyakan hama sangat tergantung pada jenis makanan tertentu. . midalnya penanaman padi tahan weereng. penggunaan insek-tisida. rotasi tanaman dan pergiliran tanaman yang merupakan salah satu cara memberantas hama dengan tehnik budidaya.

Pada umumnya pengendalian hama secara sanitasi dilakukan dengan membersihkan tumbuhan liar yang mungkin menjadi tempat hidup dan bertelur ataupun tempat makan hama yang sangat diperlukan untuk kehidupannya. Pestisida digunakan apabila tehnik pengen-dalian dengan varietas resisten. Pengendalian hama dengan menggunakan pestisida selalu dilakukan pada saat populasi hama telah melampaui bata ambang ekonomi (tingkat membahayakan). Penyemprotan pestisida hendaknya dilakukan secara berulang-ulang dengan konsentrasi yang rendah dan sesuai dengan dosis rekomendasi. Penyemprotan pestisida dapat diulamngi apabila penyemprotan yang pertama tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama dan ssangat memungkinkan apabila diperlukan konsentrasi pestisida dapat ditingkatkan. Kegiatan sanitasi dilakukan dalam upaya untuk mengurangi populasi serangga. Penggunaan pestisida dapat dianjurkan pada kondisi seperti tersebut di atas. Pemilihan pestisida yang efektif amat mutlak diperlukan.tanaman. Memusnahkan sisa tanaman yang berada di lahan pertanian juga termasuk dalam usaha sanitasi untuk memberantas hama karena sisa tanaman budidaya akan memungkinkan hama dapat bertahan hidup sampai masa tanam berikutnya. Hal ini terkait dengn 227 . misalanya stadiaum nimfa atau imago. tehnik budidaya dan sanitasi tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama. Penyemprotan pestisida sebaiknya ditujukan pada stadium hama yang paling lemah.

Pengendalian hama secara biologi diarahkan supaya hama secara alami dapat berkompetisi dengan organisme se-kitar lingkungannya. Apabila parasit yang ditetapkan bekerja secara efisien. Dan cara biologi ini tidak mencemarkan lingkungan seperti ada aplikasi pestisida. P engendalian hama terpad (integrated pest control) adalah perpaduan beberpa metode dan tehnik pengendalian hama . Pada kondisi ini diduga musuh alami banyak terbunuh pada saat melakukan aplikasi penyemprotan pestisida yang pertama. Penerapan cara pemberantasan biologi harus mengusahakan pendistribusian parasit seefisien mungkin agar tercipta kesinambungan biologi antara parasit de ngan hama. Musuh alami hama dapat berupa predator dan parasit.bahaya residu pestisida terhadap tanaman manusia. Hama Flutella pada kubis diparasit oleh Angitaria. Cara pengendalian hama secara biologi adalah dengan memanfaatkan musuh alami dari hama yang menyerang tanaman budidaya. misalnya parasit wereng adalah tabuhan dari famili Tricogamatidae yang merupakan parasit telur dan predatornya adlah kumbang Coxinella arcuata. Untuk mengintroduksi predator atau parasit membutuhkan modal yang besar. tetapi bukan untuk memusnahkan seluruh hama yang menjadii OPT. Akibat pengunaan pestisida yang kurang tepat menimbulkan ketahanan serangga terhadap pestisida. maka dapat bertahan lebih lama. Keseimbangan yang diharapkan adalah kemungkinan bahwa parasit dapat mengurangi populasi serangga sampai tidak membahayakan. Akibat negatif dari pestisida adalah resurgensi hama dan letusan hama kedua yang lebih dahsyat dibanding dengan serangan hama yang pertama. dan lingku-ngan.

atau penanaman varietas tahan hama. Dalam kondis tertentu ada kemungkinan bahwa adanya individu serangga atau bina-tang malahan lebih berguna bagi manusia di masa yang akan datang. D alam melaksanakan pengendalian hama digunakan semua metode atau tehnik pengendalian yang sudah umum di lakukan.dalam suatu program untuk mengelola populais hama sehingga kerusakan tanaman yang disebabkan oleh OPT tidak termasuk ke dalam kerusakan ekonomis. mebasmi ataupun memberantas. Ciri-ciri pengendalian hama terpadu adalah sebagai berikut: tuj uan utama bukanlah memusnahkan hama. tetapi memadukan semua tehnik pe ngendalian dalam satu kesatuan s istem pengelolaan. Pengendalian hama mengakui adanya jenjang toleransi manusia terhadap populasi hama atau terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh hama. Strategi pemberantasan hama terpadu bukanlah eradikasi hama. Sedangkan pengendalian hama terpadu merupakan kegiatan pengendalian secara multilateral. Pengendalian hama yang hanya bertumpu hanya pada satu tehnik pengendalian sering disebut dengan pengendalian seca unilateral. Pandangan yang menyatakan dan harus dilakukan pemberantasan tidak sesuai dengan k aidah pengendalian hama terpadu. Pengendalian hama terpadu tidak tergantung pada suatu cara pengenalian tertentu seperti pengunaan pestisida. tetapi berupa pembatasan populasi hama. tetapi hanya mengenalikan populasi hama agar tetap berada di bawah suatu tingkatan atau aras yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomis. 228 .

Langkah-langkah pokok yang harus dilalui dalam pengendalian hama terpadu: . yaitu kendala sosial dan ekonomi. Pengendalian hama terpadu tidak hanya memperhatikan sasaran jangka pendek tetapi merupakan pencapaian untuk sasaran jangkan panjang. Mengembangkan sistempengamatan toring hama dan meoni. Kendala ekologi yang berarti bahwa dalam penerapan pengendalian hama terpadu harus secara biologis dapat dipertanggung-jawabkan dan tidak menimbulkan kegoncangan atau kerusakan linkungan yang akan merugikan binatang berguna. yaitu mempertahankan populasi hama di bawah kerusakan ekonomi. yang berarti bahwa pelaksanaan pengendalian hama terpadu harus dapat didukung oleh kelayanan sosial ekonomi masyarakat setempat. dan lingkungannya. Mengembangkan .marga satwa. Sehingga produktivitas pertanian dapat diusahakan pada tingkat yang tinggi. serta kelestarian produksi dan pengelolaan lingkungan. Menetapkan dan mengembangkan ekonomi ambang . manusia. Identifikasi dan analisis status hama yang harus dikelola .Dalam mencapai sasaran pengendalian hama terpadu. maka perlu diperhatikan bebe-rapa kendalanya. Mempelajari saling ketergantungan dalam ekosistem .

pada prinsipnya . pengelolaan lingkungan dengan cara bercocok tanam menggunakan pestisida secara selektif termasuk pestisida fisiologis. Beberapa cara mengendalikan organisme pangganggu secara mekanis adalah sebagai berikut : Pengendalian dengan tangan. Pemasangan perangkap. yaitu dengan pengambilan organisme pengganggu secara langsung dengan menggunakan tangan. Keberhasilan pengendalian secara mekanis dapat dicapai jika dilakukan secara terus menerus.model deskripsi dan peramalan hama . ekologis. Melakukan penyuluhan kepada para petani agar menerima dan menerapkan pengendalian hama terpadu . 1) Pengendalian organisme penganggu dengan pola bercocok tanam Pada dasarnya pengendalian organisme pengganggu secara kultur tehnis adalah mengelola lingkungan tempat budi daya tanaman agar kondisinya tidak mendukung perkembangan dan pertumbuhan organisme pengganggu. Mengembangkan strategi pengelolaan hama . 2) Pengendalian organisme pengganggu secara mekanis Pengendalian secara mekanis dimaksudkan untuk mengurangi populasi (jumlah) organisme pengganggu dengan bantuan tangan atau alat tertentu. dan selektivitas melalui perbaikan tehnik aplikasi dan pengetahuan terhadap sifat dan perilaku hama. Mengembangkan orgnisasi pengendalian hama terpadu Beberapa taktik dasar pengendalian hama terpadu antar lain pemanfaatan pengendali hayati yang asli dari tempat tersebut. Cara pengendalian ini cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh semua orang.

229 . Pemasangan lampu (sumber cahaya) pada malam hari.hanya menyediakan sesuatu (alat dan bahan) yang menyebabkan organisme pengganggu tertarik sehingga menghampiri perangkap. di tengah kebun sangat efektif untuk hama dari ordo Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat).

pembakaran. 4) Pengendalian organisme secara hayati Pengendalian hayati adalah pemanfaatan dan penggunaan musuh alami untuk menumnkan/mematikan populasi organisme pengganggu tanaman. dan petani dapat secara langsung menggunakannya seperti halnya membudidayakan tanaman pada umumnya. Pengendalian dengan cara ini merupakan cara yang paling mudah. murah dan ramah lingkungan. pembasahan. Kematian organisme pengganggu dapat disebabkan oleh pemanasan. Akan tetapi organisme musuh alami tersebut tidak merugikan tanaman yang diusahakan. Dengan cara ini petani tidak perlu belajar secara khusus.3) Pengendalian organisme pengganggu secara fisik Pengendalian secara fisik merupakan pengendalian yang menggunakan faktorfaktor fisik atau mengubah lingkungan fisik agar organisme pengganggu menjadi mati atau berkurang jumlahnya. penghalang dan lain-lain. hanya benih/bibit yang ditanam diambil dari kelompok varitas/ klon yang tahan terhadap suatu organisme pengganggu. 6) Pengendalian organisme secara kimiawi Pengendalian organisme peng-gangu secara kimiawi adalah penggunaan zatzat kimia untuk mematikan organisme . Contohnya adalah tanaman tomat Ratna dan cabe keriting yang tahan terhadap penyakit layu. 5) Pengendalian organisme pengganggu dengan varitas/klon tanaman tahan hama/ penyakit Pengendalian organisme peng-ganggu dengan varitas atau klon tanaman yang tahan terhadap organisme tersebut bertujuan untuk meminimumkan (menurunkan) serangan organisme penggganggu karena adanya daya tahan yang tinggi dari varitas atau klon tanaman yang diusahakan. Pengendalian hayati dengan musuh alami yaitu menggunakan organisme an dapat menyerang hama atau patogen (bibit penyakit) atau gulma. pengeringan.

Racun kontak adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama apabila bahan kimia tersebut bersentuhan atau 230 . bakterisida. sehingga populasinya menurun. Racun perut adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama melalui saluran pencernaan makanan. Fungisida dalah bahan kimia yang dapat membunuh jamur (fungi). Contoh penamaan pestisida dalam kegiatan sehari-hari adalah nama dagang. akarisida dan herbisida. racun kontak. rodentisida. Dan herbisida adalah tanaman yang dapat membunguh rerumput-an gulma.pengganggu.3-dihidro 2. nematisida. Rodentisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tikus. dapat digolongkan menjadi racun perut. Ada tiga cara penamaan pestisida. Acarisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tungau (ordo Acarina). Pestisida dapat dikelompokkan menjadi insetisida. Bakterisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh bakteri. racun sistemik dan fumigan.2-dimetil-7-benzonil-dimetilkarbonat Dari cara masuknya pes-tisida ke dalam organisme pengganggu tanaman. Insektisida adalah bahan kmia yang dapat membunuh serangga (insekta). fungisida. Curater dan lain-lain Nama Kimia : 2. Nematisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh nematoda. yaitu nama umum. yaitu sebagai berikut : Nama umum : Karbofuran Nama Umum : Furadan. nama dagang dan nama kimiawi.

sehingga efektif dan efisien penggunaannya. Beberapa bentuk formula pestisida disajikan dalam tabel berikut ini. Pada umumnya pestisida dibuat dalam bentuk formulasi tertentu. NO NAMA KODE KETERANGAN FORMULASI 1 Emulsifiable Bila dicampur air. Jenis Formulasi Pestisida menjadi gas dan membunuh organisme pengganggu melalui proses pernafasan. Bila dicampur air emnjadi suspensi tepung dan dapat larut dalam air . kemudian termakan organisme penggangu atau nama.11. Racun sistemik adalah bahan kimia yang mematikan hama yang masuk ke dalam tubuh hama melalui bagian tumbuhan yang terlebih dahulu telah mengandug bahan kimia tersebut.menempel pada tubuh hama. Fumigan adalah bahan kimia yang mudah Tabel 5. bila dicampur air menjadi suspensi 3 Flowable Powder (F) Tepung halus dan basah (seperti puding). cairan akan menjadi emulsi (putih seperti Concentrates (EC) susu) 2 Wetable Powders (WP) Tepung basah.

digunakan bersama bahan tambahan yang disenangi hama (sebagaimakanan) 10 Slow. diberikan kepada tanaman tanpa bahan tambahan (G) (langsung dibenamkan pada tanah) 8 Aerosol (A) Bahan aktif.4 Soluble Powder (SP) Tepung. digunakan tanpa campuran bahan pelarut lagi 7 Granular Butiran.release Formulations (SR) . merupakan partikel kecil yang dapat menguap ke udara 9 Poisonous Baits (B) Umpan beracun. dapat larut dalam air 5 Solution (S) Larutan mempunyai-daya racun tinggi terhadap organisme pengganggu tanaman 6 Dust (D) Debu.

Furadan G 2-4 gram per tanaman untuk membasmi nimfa (anak serangga). dibenarnkan dalam media tanam Temik 10 G 2 gram per tanaman untukmembasmi nimfa (anak serangga).12. pemakaian selama musim tanam beberapa kali. dengan selang waktu 7-10 hari. Daftar hama dan penyakit tanaman serta jenis pestisida No. Tabel 5. NAMA HAMA/ PENYAKIT PESTISIDA DOSIS PENGENDALIAN A. dibenamkan dalam media tanam Curater 3 G 2 gram per tanaman.Bahan aktif. dibenamkan dalam media tanam 2 Tungau Takothion 500 EC Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 231 . HAMA Takothion 500 EC 1 Thrips 1-2 cc/liter air. keluar secara per lahan-lahan. untuk membasmi nimfa (anak serangga). disemprotkan merata ke tanaman setelah tanaman berumur 15-30 hari.

PENYAKIT Benlate / Antracol 70 1 WP / Velimex Bercak Daun 2 .3 Kutu Daun Trithion 4 E Omite 57 EC Tahothion 500 EC Anthio 33 EC Dibrom 8 EC Folithion 50 EC Karphos 25 EC 4 Ulat Nudrin 24WSC Diazinon 40 EC Baythroid 50WSC 5 Kumbang Cymbush 6 EC Bayrusil 250 EC 6 Lalat Buah Hostathion 75 EC Bayrusil 250 EC 7 Kepik Laybaycid 25 EC Folithion 50 EC 8 Belalang Curacron B.

25-40 ml/liter air 1-2 cc/liter air Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 1 2 cc per liter air 2 cc/liter air 0.5-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 0.15%per liter air 0.25-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 2-3 cc/liter air 0. penyakit dan gulma (hpg) secara organik Patogen serangga dapat digunakan dalam Pengendalian Hama Tanaman (PHT) melalui beberapa teknik dan sasaran yaitu : 1).75-1.15%per liter air . Kita harus menjaga ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen dapat melaksanakan fungsinya secara density dependent .2%per liter air 0.5 cc/liter air 0. Ada banyak jenis jamur patogen penyebab penyakit dan jamur yang mampu menekan populasi hama secara alami sehingga populasi tetap berada di bawah aras ekonomik. Memanfaatkan secara maksimal proses pengendalian alami oleh patogen hama.Layu Fusarium 3 Layu Bakteri - 4 Antraknose/ patek Benlate / Antracol 70 WP/ Velimex d.2%per liter air 0. Teknik pengendalian hama.

Prinsip penggunaan patogen hama disini sama dengan introduksi serangga parasitoid atau predator untuk menekan populasi hama untuk jangka waktu yang panjang.5 .5 1 gram / liter air Untuk itu keadaan dan perkembangan hama yang penting perlu terus dipantau dan menjaga tindakan-tindakan yang mengurangi berfungsinya patogen hama dapat dibatasi sekecil mungkin.0. 2). 0.25 1 cc / liter air.5 1 gram / liter air Tanaman dibangkar lalu dibakar Tanaman dibangkar lalu dibakar 0. Caranya adalah dengan memasukkan dan menyebarkan patogen pada suatu ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen tersebut mantap di ekosistem yang baru ini.I cc / liter air 0. Introduksi dan aplikasi patogen hama sebagai faktor mortalitas tetap. sehingga menjadi faktor 232 .

kemudian disemprotkan ke seluruh tanaman atau langsung ke dalam tanah di sekitar perakaran. Aplikasi patogen perlu dilakukan beberapa kali sama prinsipnya dengan penggunaan insektisida sintetik organik. Permanen Musuh alami menjadi lebih mapan dan selanjutnya secara alami musuh alami akan mampu menjaga populasi hama dalam keadaan seimbang di bawah aras ekonomik dalam jangka waktu yang panjang b). Aman bagi lingkungan Pengendalian hayati tidak memiliki efek samping terhadap lingkungan terutama terhadap serangga atau orga-nisme yang . Saat ini beberapa jenis patogen seperti Bacillus thuringiensis telah dipasarkan dengan nama dagang tertentu. Permu-laan bagi patogen diperlukan kepadatan populasi inang yang cukup. Aplikasi patogen hama sebagai insektisida mikrobial. Dibandingkan dengan teknik-teknik pengendalian yang lain terutama pestisida. 3). Teknik penggunaan pengendali hama jenis mikroba biasanya diigunakan pada tanaman setelah melalui pengenceran untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat. Berbeda dengan insektisida sintetik organik maka insektisida mikrobia mempunyai keuntungan yaitu berspektrum sempit atau khas inang dan aman bagi lingkungan hidup serta tidak membunuh binatang bukan sasaran.mortalitas tetap bagi spesies hama yang dikendalikan. sedangkan untuk microbial agen yang telah dikeringkan dan dicampur dengan media lain dapat langsung dibenamkan kedalam tanah atau ditebarkan ke tanah disekitar tanaman. pengendalian OPT dengan musuh alami memiliki keuntungan diantaranya: a). Kecuali itu apabila keadaan lingkungan memungkinkan patogen hama yang diaplikasikan pada ekosistem mungkin dapat menjadi pengendali alami hama yang permanen di ekosistem tersebut.

Modal investasi yang besar Modal untuk pengendalian hayati relatif besar karena harus dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi.bukan sasaran Relatif ekonomik karena begitu usaha tersebut berhasil kita tidak memerlukan lagi tambahan biaya khusus untuk pengen-dalian hama yang kita upayakan dan tidak merugikan per-kembangan musuh alami. ekologi. dan evaluasi terutama yang menyangkut berbagai aspek dasar baik untuk hama. dinamika populasi. penelitian. musuh alami maupun tanaman. Mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat 233 . dll. supaya tidak memperoleh kesulitan dalam mempelajari sifat-sifat kehidupan musuh alami dan langkah kegiatan selanjutnya Diperlukan Fasilitas yang lengkap dan para peneliti yang berkualitas. pengujian. genetika. Kerugian pengendalian hayati adalah: a). siklus hidup. berpendidikan khusus dan. biologi. Identifikasi yang tepat jenis hama maupun musuh alaminya merupakan langkah permulan yang sangat penting. berdedikasi tinggi untuk pengembangan teknologi pengendalian hayati. Aspek dasar yang meliputi taksonomi. fisiologi. Keberhasilan dari penggunaan pengendali hayati relatif lebih lama. 4) Taktik Pengendalian Telah tersedia berbagai taktik pengendalian yang dapat dikelompokkan seperti di bawah ini : (a).

tumbuh normal menurut kriteria pertumbuhan yang telah diketahui. umur antara 135-145 hari. Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat pula. Dimulai dengan menilai kesehatan benih. bentuk dan warna gabah gemuk dan kuning bersih. posisi daun tegak. Pola-pola tanam . Pengendalian hayati (musuh-musuh alam) . Bagaimana caranya mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. persentase tumbuhnya (kecambah) hampir 100%. Pemangkasan . Penggunaan mulsa (b). Tanaman yang sehat akan lebih mampu menahan serangan berbagai spesies hamanya. Demikian juga kecepatan pertumbuhan benih tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan. anakan produktif 15-20 batang. Apakah hubungan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan masalah hama. terlihat bernas. Bentuk tanamannya tegak. Waktu tanam . malah sangat erat. tidak ada gejala-gejala berpenyakit. Pergiliran tanaman . Sanitasi . Tanaman perangkap . Tanda-tanda benih sehat ialah benih harus bersih. tidak berkeriput. Jadi pertumbuhan tanaman sehat pada umumnya menjadi lebih tahan terhadap serangan hama. Misalnya varietas unggul Cisadane. warna kaki. Usaha ini mencakup berbagai aspek kultur teknik yaitu : . muka daun kasar. Jelas ada hubunganya. tinggi antara 105-120 cm. Mengapa harus mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. batang. Di lapangan dapat dibedakan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan yang bukan. Pemupukan . Pengelolaan tanah dan pengairan .Yang dimaksud dengan tanaman sehat ialah tanaman yang terlihat segar. dan daun hijau.

Mekanisme ketahanan varietas dapat digolongkan sebagai berikut (Pinter. Daya tahannya itu diwariskan kepad keturunan-keturunannya. burung. Toleransi tanaman (d). Patogen serangga ( jamur. Dengan demikian hama tersebut tidak mendatangkan kerugian. termasuk menggunakan tangan kita untuk mengambil/menangkap hama sebagai berikut : 234 . Non-preferensi . Vertebrata (mamalia. Antibiosis . 1985. amphibia. hingga tingkat kepadatan rata-rata organisme tersebut lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak teratur oleh musuh alamnya (DeBach. Varietas tahan Yang dimaksud dengan varietas tahan ialah varietas-varietas yang memang tahan terhadap serangan hama-hama tertentu. Predator . Mekanik Pengendalian secara mekanik ialah menggunakan berbagai alat/bahan untuk membinasakan hama. virus. (c). ikan). et al. Musuh-musuh alam tersebut dapat digolongkan sebagai berikut (van den Bosch et al. Parasitoid . 1986) . bakteri.Dalam pengertian ekologi definisi pengendalian hayati ialah pengaturan populasi kepadatan organisme oleh musuh-musuh alamnya. jadi daya tahan yang diwariskan secara genetik. 1979). 1951) : . nematoda) . Dari segi kepentingan manusia musuh-musuh alam tersebut dimanfaatkan sebagai pengendali hama agar fluktuasi kepadatan rata-rata populasi hama tanaman selalu rendah. Pimentel.

antara lain dengan : . pengaturan cahaya (f). Fisik Yang dimaksud dengan pengendalian secara fisik ialah memanfaatkan faktorfaktor fisik untuk membinasakan atau menekan perkembangan populasi hama. Energi. Kelembapan . Menggunakan alat perangkap (e). Sepanjang diektahui efek racunnya terhadap kehidupan hewan dan tanaman sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Menangkap dengan alat penghisap . Suhu panas. Metoda pengendalian . Mekanisme kerjanya ialah mengubah perilaku serangga. Suara . Senyawa-senyawa kimia semio ( semiochemicals ) Selama dua dekade terakhir ini banyak kemajuan telah tercapai dalam mengidentifikasi dan menetapkan fungsi berbagai senyawa kimia yang dikeluarkan oleh serangga yang mutlak penting dalam kehidupannya. Pengendalian secara genetik Ada kemungkinan untuk merubah komponen-komponen genetik populasi hama atau mekanisme pewarisnya yang lain dengan tujuan untuk mengendalikan hama tersebut. Beberapa diantara senyawa kimia ini telah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu taktik dalam PHT. Memagari tanaman dengan pagar . dingin . perangkap cahaya. (g).. Membinasakan dengan tangan. tetapi tidak mematikannya. alat . Yang termasuk ke dalam senyawasenyawa kimia semio ini adalah feromonferomon dan senyawa-senyawa kimia alelo ( allelochemicals ).

Akarisida . dan teknik memusnahkan serta alat-alat dan teknik aplikasi dan pengelolaan pestisida. Namun masih terjadi perdebatan apakah berbagai produk kimia yang non-letal seperti pengatur tumbuh. formulasi. Insektisida . Herbisida Sesuai dengan definisi PHT untuk menanggulangi sesuatu spesies/ sekelompok spesies hama penting dipilih mana dari taktik-taktik pengendalian tersebut di atas yang paling cocok untuk digabungkan menjadi satu kesatuan program pengendalian. Yang dibicarakan di sini antara lain penggolongan pestisida menurut golongan hama yang diberantasnya. Teknik jantan mandul dengan radiasi . Bakterisida . penyimpanan. efeknya terhadap hama. Zat kimia pemandul (h).secara genetik yang dibicarakan di sini ialah : . . Pestisida Yang dimaksud dengan pestisida ialah zat-zat kimia untuk membunuh hama. Fungisida . Apabila dengan menggunakan satu taktik pengendalian sudah berhasil baik sesuai dengan falsafah dan tujuan PHT. Jadi pestisida adalah racun. transpor. yang lainnya tidak diperlukan. 235 Program PHT hendaknya sudah harus dimulai sejak persiapan tanam sampai dengan pasca panen. juga termasuk pestisida. Namun tidak mutlak demikian. feromon dan sebagainya. Dengan demikian harus dapat diantisipasi spesies-spesies hama penting apa saja yang mungkin timbul pada setiap fase kegiatan dan . toksisitas. Molusida .

Implementasi Pengendalian Pengendalian hama dan patogen tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara. Hampir semua kelompok organisme dapat berperan sebagai musuh alami serangga hama termasuk binatang vertebrata. Pengendalian yang sudah umum dilakukan oleh petani Indonesia adalah pengendalian secara kultur teknis. pengendalian dengan varietas yang tahan terhadap OPT dan penendalian secara terpadu (PHT: Pengendalian hama. 1993). invertebrata selain serangga. Hama kedelai yang terpenting selama fase pertumbuhan pertama yaitu sejak berumur 4-10 hari setelah tanam ialah lalat kacang. Spesies-spesies hama lain mungkin juga ada. Berikut ini adalah beberapa musuh alami hama dan penyakit tanaman. pengendalian secara hayati. Untuk ini diperlukan pengetahuan tentang agorekosistem tanaman tersebut dan ekobiologi hama-hamanya. predator. Bemisia tabaci. e. Kelompok musuh alami yang paling penting adalah dari go-longan serangga sendiri. dan patogen. Tabel III. mikroorganisme. Untuk keberhasilan suatu pengendalian secara biologis harus mengenal terlebih dahulu musuh-musuh alami hama dan penyakit tanaman. Untuk mengendalian hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan sevara bilogis. 1). Parasitoid Parasitoid adalah serangga yang merugikan serangga atau binatang . patogen dan gulma secara terpadu). kumbang daun kedelai. pengendalian secara kimiawi. penegndalian secara fisik.pertumbuhan tanaman. Misalnya tanaman kedelai. Ophiomya phaseoli. nematoda. pengendalian secara mekanis. Phaedonia inclusa dan kutu kebul.3 memuat daftar hama-hama kedelai yang dapat hadir pada fase-fase pertumbuhan tanaman kedelai (Wedanimbi dan Soehardjan. Dilihat dari fungsinya musuh alami dapat kita kelompokkan menjadi parasitoid.

Fase inang yang diserang pada umumnya adalah telur dan larva. dan banyak lebah Braconid dan Chalcidoid yang bersifat gregarius. Lepidoptera. Larva yang keluar dari telur menghisap cairan inangnya dan menyelesaikan perkembangannya di luar tubuh inang (sebagai ekto-parasitoid) dan sebagian besar di dalam tubuh inang (sebagai endoparasitoid). Sedangkan parasitoid gregarius adalah jenis parasitoid yang lebih dari satu individu dapat hidup bersama-sama dalam tubuh satu inang. dan Strepsiptera. Parasitoid bersifat parasitik pada fase pra dewasanya sedangkan pada fase dewasa mereka hidup bebas tidak terikat pada inangnya. Parasitoid dapat menyerang setiap fase instar serangga maupun fase dewasa. Hymenoptera. Oleh induk parasitoid telur dapat diletakkan pada permu-kaan kulit inang atau dengan tusukan ovipositornya telur langsung dimasukkan ke dalam tubuh inang. Ada spesies parasitoid yang hanya digunakan oleh satu para-sitoid untuk dapat melengkapi per-kembangannya sampai fase dewasa pada satu inang. Terdapat 6 ordo dan 86 famili serangga yang termasuk parasitoid yaitu Coleoptera. Dalam ordo Hymenoptera yang terbanyak parasitoid adalah famili 236 . Banyak lebah Ichneumonid merupakan parasito-id soliter.arthropoda lainnya. Umumnya parasitoid dapat membunuh inangnya meskipun ada inang yang mampu melengkapi siklus hidupnya sebelum mati. Neuro-ptera. Diptera. Parasitoid semacam ini disebut parasitoid soliter.

Predator Predator merupakan orga-nisme yang hidup bebas de-ngan memakan atau memangsa binatang lainnya. jenis bakteri patogen yang penting adalah bakteri bacillus popiliae dan bacillus thuringiensis. Bacillus thuringiensis sangat efektif digunakan untuk mengendalikan larva ordo Lepidoptera dan larva nyamuk. Hymenoptera. Kelompok bakteri yang lebih penting adalah bakteri pem-bentuk spora yang pada saat ini telah banyak digunakan sebagai insektisida mikrobial. Kumbang tanah (Coleoptera : Carabidae). seperti Coleop-tera. Bila spora dan kristal bakteri dimakan oleh serangga yang peka maka terjadi gejala paralisis yang mengakibatkan kematian inang. Fungsi bakteri: Bacillus popilliae yaitu menyebabkan seperti penyakit susu pada kumbang jepang Popiliae japonica dan kumbang skarabid lainnya. Undur-undur (Neuroptera : Chrysopidae). Beberapa perbedaan antara predator dan parasitoid: Parasitoid umumnya monofag atau oligofag Dalam perkembangannya parasitoid memerlukan satu inang.Ichneumonidae. dan Chalcidoidea. Neuroptera. Mikroorganisme patogen Jenis-jenis mikroorganisme yang berperan sebagai agen pengendali hayati diantaranya adalah sebagai berikut : Bakteri. Yang mencari inang pada parasitoid adalah serangga dewasa betina. Hampir semua jenis ordo se-rangga mempunyai jenis yang menjadi predator. Diptera. 2). dan hemiptera. tetapi pada predator serangga jantan dan betina. sedangkan predator memerlukan banyak mangsa. 3). Kristal bakteri akan melarut dalam saluran . Braconidae. Beberapa famili yang terkenal adalah kumbang kubah (Coleoptera: Coccinellidae). Gejala serangan : Bacillus thuringiensis sporulasi dalam tubuh serangga membentuk kristal yang mengandung protein beracun.

jenis yang terkenal adalah Nomuraea rileyi. Proses perkembangan jamur dalam tubuh inang sampai inang mati berjalan sekitar 7 hari. Dalam jaringan tersebut bakteri mengeluarkan toksin yang dapat mematikan serangga Cendawan (fungi). Setelah konidia jamur masuk ke dalam tubuh serangga serangga. hemocoel.pencernaan. Metharizium anisopliae. jamur memperbanyak dirinya melalui pembentukan hifa dalam jaringan epikutikula. Pada akhirnya semua jaringan dipenuhi oleh miselia jamur. serta jaringan-jaringan lainnya. dan Beauveria basiana Gejala serangan : Jamur patogen masuk ke dalam tubuh serangga tidak melalui saluran makanan tetapi langsung masuk ke dalam tu-buh melalui kulit atau integumen. epidermis. jamur membentuk konidia primer dan sekunder yang dalam kondisi cuaca yang sesuai 237 . Setelah inang terbunuh. Kelompok jenis jamur yang menginfeksi serangga kita namakan jamur entomofatogenik. Karena pengaruh infeksi jamur terhadap pembentukan pigmen. larva atau instar serangga yang terserang jamur memperlihatkan perubahan warna tertentu seperti warna merah dan merah muda. Disamping itu ada beberapa jenis jamur yang mempengaruhi pigmentasi serangga dan menghasilkan toksin yang sangat mempengaruhi fisiologi serangga.

. Saat ini di Indonesia jamur Metarhizium anisopliae telah digunakan secara luas untuk pengendalian hama Oryctes sp. namun serangga imagonya akan cacat dimana perkembangan sayapnya tidak . bassiana dapat hidup. Berikut beberapa contoh pembuat-an pestisida hayati dari mikro-organisme. sordidus. tungau dan jamur. C. larva. Jenis-jenis agen pengendali hayati yang dapat dipergunakan untuk mengendalikan penyakit tumbuhan adalah bakteri. (baker and Cook. Membebaskan gas-gas yang mudah menguap dan berfungsi sebagai anti jamur. Gliocladium dan Trichoderma berpotensi sebagai agen pengendali hayati untuk penyakit layu fusarium. pengendalian hayati adalah tindakan penekanan kepadatan inokulum atau aktifitas patogen yang berada dalam keadaan aktif atau dorman oleh satu atau lebih organisme. agen pengendali hayati atau dengan introduksi masal satu atau lebih agen pengendali hayati. 1982). bersifat antagonis yang menyebabkan kematian dan menghancurkan hifa inangnya dengan sekresi satu atau lebih antibiotik. bassiana merupakan entomopatogen yang dapat mematikan serangga dewasa dan pra dewasa (telur. dan Metharizium sp. Trichoderma spp. yaitu Jamur B. Gliocladium spp. Pengendalian hayati dapat berjalan dengan alami melalui manipulasi lingkungan inang (tumbuhan). Beberapa spesies Gliocladium sp. Antibiotik yang dihasilkan Gliocladium sp. Jamur Beauveria telah dicoba untuk pengendalian hama wereng padi coklat dan hama penggerek buah kopi. nematoda. Anti jamur yang dihasilkan berpengaruh terhadap pertumbuhan Fomes annosus dan Lentinus lepideus Menurut Baker and Cook (1982). Bila pupa yang terinfeksi B. Jamur antagonis. Jamur pengendali hayati adalah Trichoderma spp.konidia tersebut muncul keluar dari kutikula serangga. adalah gliotoksin. pupa) hama penggerek bonggol pisang. virus. protozoa. dengan sifat hiperparasit dan persaingan hara maupun ruang. yang menyerang kelapa.

Penetrasi jamur entomopato-gen sering terjadi pada membran antara kapsul kepala (head capsule) dengan toraks atau diantara segmen-segmen apendages demikian pula miselium jamur keluar pertama kali pada bagian-bagian tersebut.sempurna. bassiana terlihat keluar dari tubuh serangga terinfeksi mula-mula dari bagian alat tambahan (apendages) seperti antara segmensegmen antena. antara segmen toraks dengan abdomen dan antara segmen abdomen dengan cauda (ekor). antara segmen kepala dengan toraks. 238 . Jamur B. Setelah beberapa hari kemudian seluruh permukaan tubuh serangga yang terinfeksi akan ditutupi oleh massa jamur yang berwarna putih.

diperbanyak pada media PDA dengan cara isolat murni Gliocladium sp. sordidus yang terinfeksi oleh jamur B. Gejala pada serangga dewasa C. sehingga diperoleh suspensi dasar yang selanjutnya akan diencerkan sesuai kebutuhan.Gambar 48. yang berada dalam tabung reaksi dituangkan ke tanah yang mengandung patogen. (kiri) dan Hiperparasitisme Gliocladium sp. Pada media jagung tersebut akan tumbuh miselium berwarna putih dan spora-spora jamur berwarna hijau olive. Gliocladium sp. lalu diinkubasikan selama satu minggu. lalu diencerkan dengan aquades steril sampai dengan 10-5. Suspensi jamur dibuat dari biakan pada media jagung yang disuspensikan ke dalam akuades dan disaring. Satu milimeter hasil pengenceran tanah ditumpahkan ke dalam cawan petri lalu ditambah sembilan mililiter media PDA dan antibiotik. kemudian diinkubasikan dalam suhu 239 .bassiana Gambar Morfologi Gliocladium sp. setelah itu dipin-dahkan ke dalam media ja-gung pecah. Tanah tersebut disirami setiap hari sampai lembab. Campuran tersebut digoyang sekitar 20 kali. Suspensi ini dihitung kepekat-an sporanya dengan alat Haemocytometer di bawah mikroskop dengan perbesaran 400 600x. Kemudian tanah yang mengandung patogen dan jamur antagonis diambil satu gram. Pada patogen tanaman (kanan) Jamur Metarrhizium anisopliae Perbanyakan jamur dilakukan pada PDA.

yaitu melakukan pergantian tanaman budidaya pada setiap musim tanam. pengolahan tanah. (2) tehnik kompetisi. yaitu (1) cara mekanis. pembakaran dan penutupan lahan dengan mulsa plastik hitam-perak atau mulsa organik. murni. (5) secara kimia. pengenangan. lalu diinkubasikan sela-ma 4 hari. Implementasi pengendalian gulma. Setelah dipotongpotong dengan alat Cork Boorer. f. pencabutan. Contohnya memberantas Lantana camara dengan hama penggerek batang Plagiohanus spini atau pengerek daun seperti Octotoma scrabripennis.kamar selama 2 hari. Untuk mengendalikan gulma tanaman terdapat lima tehnik pengendalian. yaitu mengendalikan gulma dengan menggunakan ba-han kimia atau herbisida. lalu diinkubasikan selama tujuh hari. dengan menggunakan predator gulma dan penyakit tanaman berupa fungi atau bakteri atau virus. setiap satu potongan dipindahkan ke cawan petri. diabsorpsi oleh akan atau bagian tanaman lainnya dan dapat ditranslokasikan ke seluruh bagian . Pada hari ke-3 pindahkan jamur antagonis ke dalam cawan petri yang mengandung PDA steril. (4) cara biologi. Dalam penerapannya. sistemik dan sterilisasi tanah.yaitu mengatur waktu tanam yang tepat sehingga tanaman tidak tersaingi dalam kebutuhan air. Dengan demikian diperoleh koloni murni Gliocladium sp. unsur hara dan oksigen. yaitu herbisida kontak. Herbisida sistemik adalah herbisida yang dapat membunuh seluruh bagain tumbuhan. herbisida digolongkan dalam tiga kelompok. (3) pergiliran tanaman. Pilih satu cawan petri yang mengandung koloni Gliocladium sp. melakukan pembabatan. Herbisida kontak yaitu herbisida yang dapat membunuh bagian gulma yang terkena herbisida kemudian mengalir melalui sel-sel xilem.

Herbisida yang toksik akan mema-tikan sel-sel atau jaringan yang dilewatinya. Oleh karena itu untuk membunuh gulma dengan menggunakan herbisida harus selalu mematikan fungsi floem sehingga fungsi akar akan terhenti. Pemberian herbisida untuk memberantas gulma dilakukan dengan cara sebar. Translokasi herbisida ke bagian-bagian gulma dibagi atas tiga cara. Xilem merupakan sel-sel yang tidak hidup sehingga herbisida sulit untuk merusak sel xilem.tumbuhan. Cara larikan adalah pemberian herbisida yang disebarkan di antara barisan tanaman. yaitu translokasi melalui jaringan kulit kayu atau floem. larikan dan langsung. Penyemprotan herbisida melalui daun akan diterukan ke bagian bawah. karena proses translokasi bahan-bahan dari daun ke bagian tanaman berjalan secara aktif. Pemberian herbisida melalui tanah akan diangkut oleh jaringan pembuluh xilem ke bagian atas gulma termasuk daun. termasuk akar. Penyemprotan sebaiknya dilaku-kan pada sel-sel yang masih muda. Selama sel-sel floem masih berfungsi maka gulma masih tetap dapat bertahan hidup. Sedangkan cara langsung dilakukan apabila herbisida disemprotkan secara langsung pada gulma atau dengan cara melukai gulma dan mengoleskan herbisida pada bagian yang luka. Translokais dari bagian akar ke bagian di atas permukaan tanah akan 240 . Herbisda sterilisasi tanah adalah herbisida yang selama berada di dalam tanah dapat mencegah tumbuhnya gulma. trnaslokasi melalui jaringan pembuluh kayu (xilem) dan translokais melalui ruang inertseluler. Cara sebar dilakukan untuk menyemprot atau menebar herbisida ke seluruh area pertanaman.

.

Tehnik penggunaan herbisida mencakup cara penyemprotan. Begitupun dengan proses secara radian ataupun tangensial. dari bagian atas ke bawah. air dan faktor biologi akan mempengaruhi pula efektivitas dan selektivitas herbisida. Sifat herbisida menyangkut daya kerja. lingkungan. kelembaban udara. gulma dan lingkungan. sifat gulma. fisiologis dan genetis. formulasi dan pH. sinar. atau sebaliknya. mekanisme kerja. 241 . suhu. Keadaan seperti tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi efetivitas dan selektivitas herbsida adalah: sifat herbisida.selalu mengikuti translokasi air dan larutan hara tanama Translokasi bahan aktif dari herbisida melalui ruang interseluler karena adanya sifat bahan pelarut yang nonpolar dan mempunyai tekanan permukaan yang rendah. dan interaksi sifat herbisida. cara pemberian atau pemakaian. Sifat gulma yang mempengaruhi efektivitas dan selektivitas herbisida adalah sifat morfologis. Dengan demikian herbisida dapat menyebar ke seluruh bagian tanaman. penempatan dan hubungannya dengan alat serta waktu penggunaannya.

Ringkasan Setelah mempelajari BAB 5. Merawat benih tanaman Media tumbuh Sifat fisik tanah Sifat kimia . Struktur . Teknik penanaman terdiri dari persemain. Komponen tanah . siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi berikut: 1. . Unsu hara makro . Aerasi tanah . Mengelola alat dan mesin pemeliharaan tanaman 3. dan pembuatan bedengan untuk tempat tumbuh tanaman. Perkembangan dan pengertian tanah . Profil tanah . Tekstur . Kegiatan selanjutnya adalah membuat lubang tanam dengan jarak tanaman yang efektif dan efisien. Menyiapkan lahan dan media tanam 2. Warna tanah . Klasifikasi warna . Fungsi utama tanah senagai media tumbuh . Menerapkan K-3 dalam merawat tanaman 4. Unsur hara mikro Teknik pengolahan tanah Teknik penanaman Pemupukan Teknik pengolahan tanah terdiri dari persiapan lahan. Temperatur tanah .

Implementasi pengendalian SOAL: 1. Tekniik pengendalian HPG . Pupuk organic . Kebutuhan bagi tanaman . Pemangkasan tanaman tua. Koefisien dan ketersediaan air tanah . Peran utama air tanah . Jelaskan minimal 10 OPT dan teknik pengendaliannya. Teknik pengairan . . .pembibitan. 242 . 3. . factor-faktor ketersediaan air . Pemangkasan tanaman muda. Proporsi dan siklus air tanah. Penyakit . Gulma . Pupuk anorganik Pengairan Pemangkasan OPT . Mengapa pengendalian OPT yang terbaik adalah secara terpadu. Jelaskan tentang unsur hara makro dan mikro bagi tanaman. 2. . pemeliharaan bibit dan penanaman. Hama . Fungsi air bagi tanaman .

TUGAS: 1. 243 . Amati hama. Penyakit dan gulma yang menyerang tanaman yang dibudidayakan di sekolahmu dan diskusikan dengan teman satu kelompok bagaimana cara mengendalikan OPT tersebut. Lakukan observasi terhadap unsur hara yang digunkan petani di sekitar sekolah mu. 2.

peluang berusaha di sektor penangkaran atau industri benih padi di Indonesia masih cukup terbuka. kebutuhan benih padi dipenuhi oleh dua industri benih padi terbesar.5 kg/kapita/th maka total kebutuhan beras 26. Padi tergolong tanaman yang menyerbuk sendiri dan kemungkinan untuk menyerbuk silang sangat kecil (<4%).3 juta ton padi kering giling. Isolasi jarak yang disarankan 3 m. Akar Batang . kebutuhan benih padi Indonesia per tahun 200 ribu ton jika kebutuhan benih padi per hektar 25 kg. yakni PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani.1. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI Padi di Indonesia masih merupakan tanaman pangan utama yang dikonsumsi tidak kurang dari 200 juta penduduk. baru berkisar 30-40% saja benih bersertifikat yang tersedia. Menurut catatan Ditjentan Pangan (1999). Morfologi tanaman padi Padi umumnya diusahakan secara terus menerus pada lahan yang sama dengan varietas yang berbeda-beda antar-musimnya. sedangkan isolasi waktu sekitar 30 hari Untuk dapat mengelola produksi benih padi bersertifikat terdapat beberapa proses yang harus dilakukan dengan seksama dan teliti. kecuali jika lahan ini diberakan selama beberapa kali musim tanam. Jika konsumsi beras rata-rata 130.2. Anatomi bunga padi Gambar 6. belum seluruh kebutuhan benih padi terpenuhi.5 ton.1 juta ton/th. Oleh karenanya. Di Indonesia.Tehnik Pembenihan Tanaman 244 BAB 6. Hal ini menjadi salah satu faktor sulitnya membebaskan lahan padi dari tanaman voluntir serta serangan hama dan penyakit. Dengan demikian. Bila rendemennya 70% maka kebutuhan padi Indonesia per tahun adalah 37. Luas lahan yang diperlukan untuk menghasilkan kebutuhan padi tersebut minimal 8 juta ha jika produktivitas rata-rata per hektar 4. Gambar 6.

Daun Panikel Gabah .

b. Lahan dapat bekas tanaman padi. setiap tahap budidaya perlu diperhatikan. memperhatikan pula aspek kecocokan lahan. 25 kg benih dasar untuk menghasilkan benih pokok. sebagailangkah untuk mempersiapkan tempat produksi benih padi. Varietas yang ditanam hendaknya selain disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. padi dapat ditanam pada musim hujan maupun musim kemarau. Namun. Pengolahan lahan sawah dengan traktor. umur tanaman. Kebutuhan benih sumber per hektar diperkirakan sebanyak 10 kg benih penjenis untuk menghasilkan benih dasar... c.1.. . selama air tersedia cukup.3. Ph 5.. . a. Perlakuan Pra-Panen Untuk mendapatkan benih bersertifikat. Gambar 6.245 6.4-6. dimulai dari kegiatan sebelum panen. Lahan relatif subur. Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan yang diberakan. Oleh karena itu. Musim Tanam Padi termasuk tanaman yang dapat tumbuh dalam genangan. padi juga dapat ditanam di lahan kering asalkan air cukup tersedia. . Gambar 6. Ketinggian lahan disesuaikan dengan daya adaptasi varietas tanaman.4 Benih sumber padi . dan memiliki lapisan keras sedalam 30 cm agar sawah tidak lekas kering. dan 25 kg benih pokok untuk menghasilkan benih sebar. Benih Sumber Benih sumber yang digunakan hendaknya dari kelas yang lebih tinggi. Persyaratan Lahan Persyaratan berikut perlu diperhatikan pada saat memilih lahan adalah sebagai berikut: . asalkan varietas yang ditanam sama dengan varietas yang ditanam sebelumnya. dan ketahanan terhadap hama serta penyakit. umumnya padi beradaptasi di dataran rendah.

Setelah itu. panjang 8-10 m atau tergantung bentuk petakan. Gambar 6. Selanjutnya. lahan penanaman direncanakan seluas satu hektar maka bedengan persemaian yang diperlukan sekitar 500m2. misalnya Benlate F-20 dengan dosis 125 g per 25 kg benih. lahan dicangkul dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120150 cm. benih (dalam karung) direndak di dalam kolam atau air yang mengalir selama 24 jam untuk mematahkan domansi dan membersihkan benih dari patogen. Misalnya. Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. benih diberi perlakuan fungisida. Sebelum disebarkan. benih diperam dalam air selama 24 jam untuk memacu perkecam-bahan.6 Bagian-bagian benih padai (a) dan perkembangan dan pertumbuhan benih padi menjadi bibit lalu menjadi tanaman (b) Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macakmacak (berlumpur). Keesokan harinya. Lokasi tempat memeram sebaiknya dipilih tempat yang teduh. Penyemaian Ukuran bedeng pesemaian umumnya 5% dari luas lahan penanaman. Setelah itu. jarak antar bedengan dibuat selebar 30 cm. Benih yang digunakan sebaiknya mempunyai kadar air 1112%.5 Benih padi siap disemai di lahan sawah . lahan persemaian diairi lebih dahulu agar tanah menjadi gembur.Tehnik Pembenihan Tanaman 246 d. Gambar 6. Sebelum diolah. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama. dan ketinggian 15-20 cm.

Agar penanaman dapat teratur.. Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. misalnya Bassa 50 EC ( dosis 1.247 Semai dipupuk pada umur 5 hari setelah tanam (HST) dengan campuran 200 g urea + 100 g SP-36 + 60 g KCL untuk setiap 10m2... perlu disemprotkan insektisida. Perendaman II selama 2-3 hari lalu diikuti pembajakan II .5 ml/l air) dan Darmafur 3G sebanyak 2 kg. Jarak tanam ini dapat pula disesuaikan dengan jarak tanam yang dianjurkan untuk varietas yang ditanam atau sesuai anjuran Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan II sambil permukaan tanah diratakan. lahan beberapa kali direndam dengan air. Perendaman I selama 3-4 hari lalu diikuti pembajakan I . untuk memperoleh struktur tanah demikian. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama. . Lahan pesemaian dijaga dalam kondisi macak-macak hingga tanaman berumur 14-18 HST : Jika lahan tergenang air atau kekeringan maka bibit padi akan cepat mati. Penyiapan lahan dan penanaman Penanaman padi menghendaki tanah sawah yang berstruktur lumpur dengan kedalaman sekitar 15-30 cm. untuk melindungi pesemaian dari serangan hama maupun penyakit. pada lahan dibuat lajur (larikan) dengan menggunakan caplak atau tali.00.. Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan I . Sementara bibit yang . e. Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macak-macak (berlumpur). Kegiatan selanjutnya yaitu pengaturan jarak tanam jarak tanam dibuat 22 cm x 22 cm bila penanaman pada musim kemarau dan 30 cm x 15 cm bila penanaman pada musim hujan. pupuk disebar pada pagi hari sebelum pukul 08. Bibit yang lemah maupun bibit voluntir dicabut dan dibuang. Setelah itu.

. sehat. bibit dipotong kira-kira 20 cm dari pangkal batang. dalam satu lubang dapat ditanami 3 bibit. Penanaman bibit sebaiknya 2-4 tanaman per rumpun sedalam ± 2-3 cm. Adapun untuk perbanyakan benih BP dari BD maupun BR dari BP. untuk perbanyakan benih BD dari benih BS. Sebelum ditanam.vigor. dan berumur 21-25 hari di cabut dan kemudian ditanam di lahan. Tujuannya untuk mengurangi penguapan agar bibit tidak lekas layu. penanaman bibit adalah 1 bibit per lubang tanam.

Untuk tanah berpasir. penambahan bahan organik sangat dianjurkan. 200 kg TSP. Tanaman pengganti ini diusahakan tidak terlalu jauh perbedaan umurnya. Pupuk dasar diberikan dengan cara disebarkan merata kemudian diinjak-injak. pengairan. Pemberian pupuk susulan II dengan cara disebarkan pada larikan yang belum dipupuk pada pemupukan susulan I.Tehnik Pembenihan Tanaman 248 Gambar 6. Penyulaman dilakukan untuk menggantikan bibit yang mati atau kurang bagus pertumbuhannya.7 Bibit padi siap tanam Bibit yang masih tersisa dapat digunakan untuk penyulaman. dosisnya bervariasi 0. penyiangan.8 Pemupukan lahan sawah . Pupuk susulan I diberikan dengan cara disebarkan dalam larikan dengan selang satu larikan. sedangkan pemupukan susulan II diberikan 7 MST dengan 1/3 urea sisanya. Penyulaman biasanya dilakukan pada 7-10 HST dan paling lambat pada umur 15 HST. 1) Pemupukan Pupuk yang digunakan adalah Urea. TSP. 2) Penyulaman Penyulaman terhadap tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dilakukan pada saat umur 4-5 HST atau paling lambat 10-15 HST.5-2 ton bahan organik (pupuk kandang. Pada saat pemupukan. Gambar 6. dan KCL dengan dosis per hektar 300 kg Urea. penyulaman. Tanaman penyulam dipilih tanaman yang seragam dengan pertumbuhan yang kuat dan sehat. dan 100 kg KCL. kompos atau bokhasi) per hektar tergantung pada kondisi lahan. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi pemupukan. f. pengendalian hama dan penyakit serta roguing. kondisi tanah dibuat macak-macak dan dibiarkan selama 3 hari. Pemupukan dasar diberikan 3-4 hari sebelum tanam dengan 1/3 bagian urea.

Penyemprotan herbisida dilakukan saat tanaman berumur 15-25 HST dengan dosis sesuai petunjuk pada label. genangan air dipertahankan 3-5 cm di atas permukaan tanah. suhu tanah meningkat . Mitchell). g. Puncak kebutuhan air terjadi pada saat pembungaan. Jika perlu.249 3) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membuang gulma dan tanaman pengganggu lainnya. dilakukan pula penyiangan saat tanaman berumur 50-60 HST. Setelah fase pembungaan. seperti Ronstar 25 EC. Penyiangan dilakukan pada umur 21 HST pada saat tanaman aktif membentuk anakan dan 45 HST pada saat tanaman mulai berbunga. teki (Cyperus rotundus Linn. Bila tinggi air di atas 5 cm.). saat ini disebut juga fase krisis II. Pada awal fase pertumbuhan. Beberapa jenis gulma yang sering mengganggu tanaman di persawahan antara lain jejagoan (Echinochloa crussgalli L. air perlu dikurangi dan dikeringkan agar akar dapat bernapas dan berkembang dengan baik. Pada fase pembentukan anakan. berkaitan dengan dampaknya terhadap pencemaran lingkungan. pakupakuan (Salvinea molesta DS. Pengendalian gulma dapat pula dilakukan secara kimiawi dengan herbisida. dan eceng (Sagitaria guayanensis).). kondisi ini disebut fase krisis I. Penyiangan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan I dan II agar lebih mengefisienkan waktu. memasuki fase pembentukan bulir (primordia) petakan sawah perlu diairi sampai ketinggian 10 cm. Perlu diperhatikan bahwa herbisida sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir. pertumbuhan tunas (anakan) akan terhambat. dan Ally. Saturn-D. Kekurangan air pada fase ini dapat mengakibatkan kehampaan. pengairan perlu dilakukan sedikit demi sedikit hingga tinggi air mencapai 7-10 cm di atas permukaan tanah. Pengairan Pengairan dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca dan fase pertumbuhan tanaman.

sehingga aktivitas organisme tanah juga meningkat. dan busuk akar dapat dihindari. yakni jika populasi hama melampaui batas ambang kendali. Dua minggu sebelum panen sampai saat panen. Penggunaan bahan-bahan kimia (pestisida) hanya diberikan pada kondisi yang tepat. hama penggerek batang (sundep dan beluk). pengelolaan budidaya. wereng . dan pengelolaan biologis. lahan hendaknya dalam keadaan kering. Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama dan penyakit hendaknya mengikuti sistem pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan varietas. Hama dan penyakit utama yang biasa menyerang padi adalah hama tikus.

seperti gropyokan. masih ada hama penggerek padi putih (Tryporyza innotata Wlk) dan hama penggerek padi kuning (Tryporyza incertulas Wlk) yang juga sering menyerang tanaman padi. Gambar 6. Gambar 6. bila serangan terjadi pada tanaman yang sedang berbunga maka hama itu disebut beluk. Contoh rodentisida yaitu Racumin (dosis 1:19 dari berat umpan) dan Klerat. Selama ini. Secara biologis. Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian umpan beracun dengan racun akut (dapat membunuh dengan cepat) atau racun kronis (tikus mati setelah memakan umpan berulang-ulang). Selain itu. burung hantu. kecuali menanam varietas yang tahan dan beranak banyak serta memupuk secara berimbang. pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alaminya.9 Hama tikus Pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara teknis budi daya.000 ha dengan tingkat kerusakan ratarata 40% bahkan di Sumatera Selatan kerusakannya mencapai 5870%. Serangan tikus dapat terjadi sejak padi di pesemaian sampai padi hampir dipanen. Serangannya pada tahun 1963-1964 men-capai 800. 4) Pengendalian Organisma Pengganggu Tanaman a) Pengendalian hama tikus Hama tikus merupakan hama yang paling sering menghancurkan pertanaman padi. musang dan anjing. .Tehnik Pembenihan Tanaman 250 cokelat. seperti ular.10 Beberapa contoh rodentisida b) Pengendalian hama penggerek batang Jika serangan hama penggerek terjadi pada tanaman padi stadia vegetatif maka hama ini disebut sundep. belum ada teknik budi daya yang efektif mengendalikan hama penggerek batang. yakni pembongkaran lubang-lubang tikus secara massal atau memasang pagar plastik yang dilengkapi dengan perangkap bubu. penyakit tungro. dan penyakit hawar daun (kresek).

. Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian insektisida sistemik seperti Furadan 3G.Hal ini dilakukan untuk mengurangi intensitas serangan saja.

pengguna-an varietas lahan wereng. laba-laba. seperti Trichogrammatidae. Curater. pergiliran varietas. dan pemupukan berimbang. N. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan penanaman serempa. Pengendalian biologis dapat dilakukan dengan memanfaatkan pemangsa telur seperti Conoshepalus iongipennis. Dari kedua golongan tersebut. Tanaman yang sakit akan menguning yang dimulai dari ujung daun. serta pemangsa larva seperti kumbang Carabidae dan laba-laba. Adapun cara kimiawi dengan mengendalikan wereng . dan Regent yang efektif diberikan pada fase pesemaian dengan fase vegetatif. dan capung berkembang dengan baik. wereng batang padi atau wereng cokleat merupakan hama yang paling merugikan. yakni wereng batang padi (planthopper) yang hidup di bagian pangkal tanaman dan wereng daun padi (leafhopper) yang hidup pad daun aau bagian atas tanaman. yakni wereng hijau (Nephotettix virescens Distant. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan pergiliran tanaman dan sanitasi lahan. Phytoselidae. nigropictus Stal) dan wereng loreng (Recilia dosalis Totch). Cara biologis dilakukan dengan menjaga agar kehidupan musuh-musuh alami. Hama wereng cokelat ada dua yaitu wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens Stal) dan wereng punggung putih (Sogatella furcifera). Virus tungro menyebar melalui vektor penularnya.251 Dharmafur. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan insektisida sistemik seperti Applaud. c) Pengendalian wereng cokelat Hama wareng padi ada dua golongan. serta pemusnahan (eradikasi) tanaman terserang. kumbang Carabidae. d) Pengendalian penyakit tungro Penyakit tungro atau mentek (Jawa) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus tungro.

Gejalanya dimulai dengan bercak-bercak kuning pada sepanjang tepi daun bagian atas. Penyakit ini kelihatan kurang berarti. Ciri penyakit hawar daun sering terlihat pada infeksi yang sistemik pada . Pada serangan lebih lanjutm. e) Pengendalian penyakit hawar daun Penyakit hawar daun atau penyakit kresek adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri busuk daun Xanthomonas oryzae.. 1992). daun menjadi berwarna kuning atau putih kotor dan akhirnya mati. tetapi mampu menurunkan produksi sampai 25% (Soemartono et.al.hijau sejak dari fase pesemaian dengan pemberian insektisida.

bentuk dan letak daun bendera.. bentuk. Roguing III dilakukan pada saat menjelang panen atau saat 80% malai telah menguning (± umur 100 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman. Gambar 6.. serta bentuk dari warna gabah yang berbeda. dimana bakteri masuk ke dalam daun melalui permukaan yang telah dipotong atau luka sewaktu pemindahan tanaman. . tinggi tanaman. bentuk dan warna bunga. Roguing II dilakukan pada fase berbunga (±umur 50 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman. . Serangan bakteri hawar daun kerap terjadi di dataran rendah. Pelaksanaan Roguing I dengan membuang rumpun yang memiliki warna dan bentuk batang serta daun yang berbeda. serta jika suhu dan kelembaban tinggi. fase berbunga.Tehnik Pembenihan Tanaman 252 bibit padi.11 Salah satu masa roguing yang tepat pada tanaman padi adalah pada saat menjelang panen . musim kemarau. bentuk gabah. Pelaksanaan roguing III dengan membuang rumpun yang memiliki bentuk dan posisi daun bendera. dan tinggi tanaman. serta keseragaman saat berbunga. Roguing I dilakukan pada fase vegetatif (umur 30 HST) antara lain untuk membedakan warna. Roguing minimal dilakukan 3 kali. g) Pemanenan dan perlakuan pasacapanen Pemanenan padi untuk benih dilakukan setelah pemeriksaan lapangan terakhir dan telah . yaitu pada fase vegetatif. Pelaksanaan roguing II dengan membuang rumpun yang memiliki posisi dan warna bunga yang berbeda. serta warna gabah. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah melalui penanaman varietas yang tahan serta pemupukan yang berimbang. f) Roguing Roguing biasanya dilakukan sebelum tanaman diperiksa oleh BPSB. dan pada saat menjelang panen atau ± 80% malai telah menguning..

dinyatakan lulus oleh BPSB. Kondisi ini ditandai oleh sebagian besar (80-90%) malai telah menguning dengan kadar air sekitar 17-23%. Tanda-tanda saat panen yaitu gabah sudah menguning dan keras bila dipijat. Waktu panen ditentukan jika umur berbunga telah mencapai optimal. buku-buku .

ani-ani. Perlakuan tersebut antara lain perontokan.2 Perlakuan PascaPanen Padi yang telah dipanen masih ada beberapa tahap perlakukan agar siap digunakan sebagai benih. Perontokan dengan menggunakan alat perontok (thresher) sangat dianjurkan karena akan mempercepat penanganan dan pengolahan hasil. dapat pula malai dipukulpukul dengan penggebuk terbuat dari kayu sambil dibalik-balik sehingga perontokan dapat sempurna. serta batang mulai mengering. b. Malai padi dipukul-pukulkan pada papan perontokan yang terbuat dari kayu. Malai yang masih hijau tidak dipanen karena akan meningkatkan nilai butir hijau. risiko kerusakan mekanis (sekam terkelupas) lebih besar.253 sebelah atas berwarna kuning. Pengeringan dan pengolahan benih Pengeringan padi dilakukan sesegera mungkin setelah benih dirontokkan. Apabila kadar air lebih tinggi dari 20%. Pengeringan secara alami . Selain itu. pengolahan. pengeringan. Demikian pula jika kadar air kurang dari 15%. Pada pemanenan dengan mesin. Penggunaan mesin perontok juga bermanfaat dalam menekan jumlah kehilangan benih (post harvest losses). Gambar 6. atau dengan mesin pemanen padi (combine harvester). Apabila kondisi tidak memungkinkan maka calon benih ini harus dihamparkan dan dianginanginkan untuk mencegah kenaikan suhu dan perkecambahan benih di dalam karung. Panen dapat dilakukan dengan menggunakan sabit. Perontokan Perontokan malai padi biasanya dilakukan langsung di sawah. benih akar mengalami kerusakan mekanik (benih mamar) yang cukup besar. a. Perontokan secara tradisional biasnaya dilakukan dengan menginjak-injak malai padi sehingga bulir padi rontok.12 Panen padi 6. kadar air biji padi sebaiknya sekitar 15-20%. serta penyimpanan.

Benih yang telah kering (kadar air 11-12% dibersihkan dari kotoran campuran varietas lain. dan biji-biji gulma. Dalam kondisi cerah.dilakukan dengan menjemur calon benih di lantai. pengeringan secara alami mampu menurunkan kadar air dari 23% menjadi 11% dalam waktu 2 hari. Pembersihan dapat dilakukan dengan nyiru atau mesin pembersih. seperti air screen .

Pada proses pembersihan.Tehnik Pembenihan Tanaman 254 cleaner. Jika produksi di lapang harus lulus standar lapang maka proses pengolahan benih pun harus lulus standar laboratorium. Pemberian jarak di antara tumpukan karung maupun dengan alas lantai berguna untuk memperlancar sirkulasi udara. mulai dari biji muda sampai siap panen (kiri) dan Benih padi (kanan) c. Ruang penyimpan benih diusahakan mempunyai ventilasi yang baik agar kualitas benih dapat terjaga. maka pada proses pengolahan benih. benih dapat saja dipilah untuk peningkatan mutu fisik dan fisiologis berdasarkan panjang dan atau berdasarkan ketebalan sehingga diperoleh benih yang bermutu tinggi dan seragam. Lama penyimpangan benih hendaknya memperhatikan masa berlakunya label benih. Jika saat di lahan. Benih dalam karung dapat ditumpuk dan antara tumpukan karung diberi jarak untuk memudahkan pemeriksaan atau pengontrolan dalam pengendalian mutu benih oleh penangkar. Masa berlakunya label benih padi 6 bulan sejak selesainya pengujian dan paling lama 9 bulan setelah tanggal panen. Sebelum disimpan. orientasi produksi maksimal merupakan tujuan utama.kemudian benih-benih . Gambar 6. Benih padi yang seragam menghasilkan benih yang bermutu tinggi. Proses pengolahan benih merupakan proses yang cukup kritis.13.14 Perkembangan biji padi pada bagian luar dan bagian dalam. Penyimpanan Benih yang telah kering dan bersih dikemas dalam karung atau kemasan siap salur dan kemudian disimpan di dalam ruang penyimpanan. Bagian bawah tumpukan karung diberi alas berupa potongan kayu (balok) sehingga karung tidak berhubungan langsung dengan tanah atau lantai yang memung-kinkan naiknya kelembaban. orientasi mutu maksimal merupakan prioritasnya. pada umumnya benih diberi berbagai perlakuan pelapisan benih (seed coating). Gambar 6.

.tersebut akan diuji dengan berbagai peralatan modern.

3 Pra-panen produksi benih padi hibrida Sejalan dengan pertambahan penduduk di Indonesia maka kebutuhan beras dari tahun ke tahun selalu meningkat. . Dust Off Test yang digunakan untuk mengukur konsentrasi debu pada benih tanaman.15 Rotary Batch Lab treater. yang digunakan untuk meberi perlakuan pada benih seperti pelapisan benih dengan pestisida ataupun bahan perlakuan benih yang lainnya. Jika produksi beras diharapkan meningkat. maka kebutuhan benih padi pun akan meningkat.18 Germination Test yang digunakan untuk menguji daya kecambah benih 6.255 Gambar 6. Gambar 6. Gambar 6. Gambar 6.16 Plantability Checks yang digunakan untuk menguji daya tumbuh benih.17.

6 ton/ha). Teknik produksi padi lokal dan hasil introduksi masih belum cukup untuk mengatasi hal tersebut. Sebagai contoh kasus produksi benih hibrida akan disampaikan berdasarkan hasil penelitian IRRI (International Rice Research Institute) yang berlokasi di Filipina yaitu varietas Magat (PSB Rc26H. oleh sebab itu dibutuhkan alternatif baru yaitu produksi benih padi hibrida. Hasil persilangan kedua induk tersebut disebut sebagai First Generation atau turunan generasi pertama atau first filial generation dan dikenal dengan istilah (F1) . Kedua alat ini digunakan untuk menganalisis berbagai bahan yang digunakan untuk perlakuan benih. Sebagai contoh adalah jantan mempunyai sifat genetik produksinya tinggi (diatas 5 ton per hektar) sedangkan induk betina mempunyai sifat genetik enak rasanya. Teknologi produksi benih hibrida sangat berbeda dari varietas non hibrida. Perbedaan terdapat pada tahapan penyiapan galur induk jantan dan betina yang beasal dari jenis yang berbeda sifat genetiknya. Benih hibrida harus diproduksi setiap musim tanam. Benih padi hibrida dihasilkan ketika sel telur dari induk betina dibuahi oleh serbuksari dari anther varietas yang berbeda atau galur yang digunakan sebagai induk jantan. Pada prinsip rangkian proses produksi benih padi hibrida sama dengan produksi benih padi bersetifikat. Metsizo (PSB Rc72H dengan waktu penanaman 123 hari dan rata-rata hasil 5. lama penanaman 110 hari dengan rata-rata produksi 5. dan dipertahankan kemurnian genetiknya hingga lebih dari 98% agar dicapai hasil yang memuaskan. Pada umumnya persilangan kedua galur jantan dan betina ini sudah diuji berulang kali melalui penelitian yang panjang.4 t/ha) dan Panay (PSB Rc76H dengan waktu penanaman selama 106 hari dan hasil produksi rata-rata 4.8 t/ha).Tehnik Pembenihan Tanaman 256 Gambar 6.19 Treatment Analysis yang digunakan adalah GC (Gas Chromatography) dan HPLC (Hight Performance Liquid Chromatography).

Meurut IRRI (2006) Benih padi hibrida F1 menghasilkan keuntungannya sekitar 10-15% dibandingkan dengan varietas yang dihasilkan melalui persilangan sendiri. Padi hibrida pada umumnya memberi peluang hasil produksi yang lebih tinggi.yang merupakan hasil penyilangan antara dua varietas padi yang berbeda secara genetik. Menghadapi kondisi lahan budidaya padi yang semakin menyempit. maka penggunaan .

Tabel 6. sebaiknya dianalis terlebih dahulu standar benih padi hibrida yang telah ditetapkan..) 98 Benih lain atau biji gulma (max.1 Ukuran standar benih padi F1 STANDAR BENIH FAKTOR F1 Seed (%) Kemurnian benih (min. Sebelum melakukan serangkaian proses produksi benih padi hibrida.257 varietas hibrida merupakan salah satu solusi yang tepat. Penguasaan informasi tentang standar kualitas benih dapat memudahkan pengelolaan proses kegiatan di lapangan budidaya.) 20 Daya kecambah (min.) 2 Biji varietas lain/500 gr (max. Untuk melakukan kegiatan pembibitan padi hibrida sama dengan proses membibitkan padi non hibrida. Dengan adanya pengetahuan tentang informasi standar benih padi tersebut. Perbedaan yang harus diperhatikan adalah pada pembibitan padi hibrida para penangkar harus membibitkan dua varietas galur induk hibrida yang akan dijadikan sebagai sumber benih jantan dan sumber benih betina. Proses membibitkan galur induk benih sumber untuk bibit padi . Contoh kedua adalah tentang standar kadar air maksimal 14%.14%.) 85 Kadar air (max. artinya penangkar benih harus melakukan roguing dengan sangat seksama jangan sampai ada varietas lain yang tumbuh selain 2 varietas induk jantan dan induk betina yang direncanakan untuk disilangkan agar menghasilkan benih padi hibrida. Sebagai contoh untuk standar kemurnian benih padi hibrida adalah 98%.) 2 Biji beras merah /500 gr (max.) 14 a. Membibitkan galur induk benih sumber Galur induk benih sumber adalah benih yang berasal dari suatu galur tertentu yang digunakan untuk sumber induk jantan dan betina yang mempunyai sifat genetik yang berbedasesuai dengan harapan penangkar benih.) 10 Bahan lain yang terbawa (max. maka penangkar benih akan melakukan kegiatan pengeringan benih sampai dengan kadar airnya .

.jantan dan betina mempunyai keuntungan sebagai berikut: . Benih padi lebih cepat berkecambah (germinasi yang lebih cepat) .

. Berikan pemupukan dengan pupuk organik dengan dosis 1.25 Kg/m2 .. Gambar 6. . tinggi 5-10 cm dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan bibit padi yang akan ditanam Dalam rangka menyiapkan bedengan untuk tempat pembibitan sumber benih jantan dan betina dilakukan langkah kerja sebagai berikut: . .. Lahan bedengan digenangi sebanyak tiga kali dengan interval waktu setiap 7 (tujuh) hari.. Benih galur R (benih sumber jantan) direndam selama 24 jam. Kegiatan ini berfungsi untuk membunuh benih gulma atau padi liar. Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan .20 Dua tempat pembibitan yang disiapkan untuk sumber bibit jantan dan betina. . Air rendaman benih diganti setiap 6 jam. Menghasilkan bibit yang lebih sehat dengan vigor yang lebih baik . Untuk memproduksi benih padi hibrida seluas satu hektar harus disiapkan 1000m2 bedengan pembibitan (1000 m2 bibit/1 hektar) b. Bedengan pembibitan sebaiknya mempunyai ketinggian 4-5 cm lebih tinggi dari permukaan lumpur sawah dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang sesuai dengan kebutuhan benih..Tehnik Pembenihan Tanaman 258 . Benih gaur A (benih sumber betina) direndam dalam air bersih selama 12 jam. . Kebutuhan benih lebih sedikit.. Pembuatan bedengan pada umumnya berukuran lebar meter. Sumber benih padi jantan disebarkan pada bedengan kecil yang telah disediakan (bedengan pendek ± 250-300 m2 /ha produksi benih) dan benih betina disebarkan pada bedengan yang terpisah dari benih jantan (bedengan panjang ± 700-750 m2 /hektar produksi benih)..

. Benih galur jentan dan betina diinkubasikan pada wadah terpisah dengan kondisi yang sama selama 24 jam dalam tempat yang terlindung. Benih-benih padi yang mengambang (tidak bernas/ kosong) dibuang. Penaburan benih pada bedengan (b) ...2. Pembibitan dengan kepadatan rendah (jarang) akan menghasilkan bibit dengan vigor (performansi bibit) sebagai berikut: anakan banyak.259 Gambar 6. Benih diinkubasikan selama 12-24 jam (a). dan 10 kg galur-R (jantan). . d. Kepadatan benih padi sebanyak 25 gram benih/m2. c. tegakan batang pendek. Kebutuhan benih Kebutuhan benih untuk satu hektar sebanyak 20-25 kg galur-A (betina). Interval Pembibitan Pembibitan tanaman benih dilakukan melalui beberapa kali penyemaian.. Pada kedua musim tersebut kegiatan penyemaian. dibandingkan dengan bibit padi yang disemaikan dalam kondisi kepadatan yang tinggi. Untuk penyemaian pada musim kemarau dan musim hujan. dan akumulasi bahan kering lebih tinggi. Benih yang tenggelam merupakan indikator bahwa benih tersebut bernas dan diharapkan dapar berkecambah dengan baik. Kedua sumber benih yang telah direndam selanjutnya diaduk-aduk selama ±3-5 menit. Benih-benih yang akan diinkubasikan dicuci sampai bersih (proses ini diharapkan dapat mengurangi jumlah inokulum patogen (sumber penyakit) yang terbawa dalam air rendaman.21. . Vigor bibit seperti tersebut di atas disebabkan oleh tingkat kompetisi antar tanaman yang rendah. daun berwarna lebih hijau. varietas induk yang digunakan dan tingkat kepadatan semai dapat dilihat pada tabel 6.

Pada saat 10 HSS (hari setelah semai). Persyaratan Lahan Produksi Lahan produksi padi hibrida diharapkan dapat memenuhi kriteria sebagai berikut: . Dalam produksi benih padi hibrida. Persyaratan ini berfungsi untuk .22.. Lahan produksi cukup cahaya . lahan produksi diharapkan terisolasi dari sawah lain. hal ini berfungsi untuk mengendalikan gulma.. Tanah mempunyai predikat subur . . Bibit padi pada bedengan pembibitan e. f... Iklim lingkungan sesuai dengan syarat tumbuh padi . Pemeliharaan Bedengan Pemeliharaan bedengan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Air di lahan produksi diupayakan selalu jernih sampai dengan bibit padi mempunyai 4 helai daun atau bibit padi berumur 10 hari setelah tanam (HST) dan sesekali harus dilakukan pengurasan air sehingga dihasilkan bibit padi dengan kualitas vigor yang baik. ...Tehnik Pembenihan Tanaman 260 Gambar 6. Lahan terisolasi dari lahan sawah lain. Tingkat serangga hama dan penyakit rendah. Tingkatkan ketinggian air (2-3 cm) secra bertahap. Gulmagulma yang tumbuh dibedengan harus dikendalikan secara manual (dengan tangan). sebarkan 5-10 gram pupuk majemuk 14-14-14 atau 16-20-0 atau yang setara dengan dosis tersebut. Drainase dan irigasi berkualitas baik.

0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5.23.0 Hari ke-21 IR 58025 A 20 25 Catatan: Galur-A disemaikan satu kali dan Galur-R disemaikan dua kali.0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5. Isolasi jarak pada produksi benih padi hibrida. sekurang-kurangnya 50-100 cm . MH interval bibit antara A & R1 adalah 20-21 hari Gambar 6. Jenis isolasi untuk produksi benih padi hibrida adalah Isolasi jarak: Pertahankan jarak lahan produksi padi hibrida sekurangkurangnya 100 meter dari plot lain atau varietas padi lainnya Tabel 6. MK interval pembibitan antara A & R1 adalah 8-10 hari.2 Waktu semai dan tingkat pembibitan tiga jenis induk padi Musim Kemarau (MK) Waktu semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 34686 R1 5.0 Hari ke-10 IR 58025 A 20 25 Musim Hujan (MH) Waktu Semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 IR 34686 R1 5.261 menjaga kemurnian genetik benih padi hibrida (F-1) atau menghindari cross polination (penyerbukan silang).

. dan terhindar dari serangan HPT).24 Isolasi waktu penanaman benih. Sekurang-kurangnya dipisahkan dengan jarak 5 m. u ntuk perbedaan pembungaan lebih dari 3 minggu Gambar 6. . .. Isolasi penghalang (barrier): Isolasi barrier (penghalang) umumnya berupa penghalang yang secara khusus dipersiapkan berupa suatu bahan atau tanaman dengan ketinggian sekurangkurangnya 2. kelapa atau tanaman lainnya. . yang terpenting adalah lahan produksi benih padi hibrida terisolasi dari penyerbukan silang padi.5 meter. Isolation geografis: Isolasi geografis dilakukan dengan cara menyeleksi area produksi benih padi hibrida agar terlindungi oleh tanaman lain yang tinggi atau berada didaerah yang terisolir (area produksi benih berada disekitar perkebunan tanaman seperti pisang. isolasi waktu: Upayakan waktu penanaman padi hibrida agar periode pembungaan induk hibrida akan berlangsung sekurangkurangnya 21 hari lebih awal daripada varietas lain atau 21 hari lebih lambat dari varietas lain yang ditanamam pada areal produksi lain yang terdekat.25.Tehnik Pembenihan Tanaman 262 Gambar 6... Isolasi dengan penghalang berupa tanaman lain.

g.. Gambar 6. hal ini akan memudahkan pertumbuhan dan perkembangan bibit serta tillering. Rasio baris adalah 2:8 (R:A) untuk musim hujan dan 2:12 untuk musim kemarau. Bibit padi R-1 dan R-2 yang berumur 20 HSS ditaman pada baris R dan bibit A berumur 10 HSS (atau 21 HSS pada saat musim hujan) ditanam pada baris A.26 Penanaman bibit padi di lahan produksi. 1) Teknik penanaman Penamanan bibit padi baru dapat dilakukan setelah persiapan lahan dianggap memenuhi sayarat. Penanaman bibit umumnya adalah sebagai berikut: .263 Isolasi geografis merupakan isolasi terbaik dibanding dengan isilasi yang lainnya. Penanaman Kegiatan penanaman benih dilakukan sebagai berikut: Barisan bibit tanaman padi yang lurus akan memudahkan pengelolaan produksi benih padi hibrida karena akan memudahkan kegiatan pengendalian gulma. roguing dan pengendalian HPT). Semua bibit padai ditanam dengan jarak tanam 20 x 15 cm dengan kedalaman 2-3 cm. dan pengaturan posisi penanaman bibit se cara konvensional . Jarak tanam yang diaplikasikan sesuai dengan anjuran akan memaksimumkan jumlah tanaman per hektar dan produksi benih padi hibrida.

Posisi dan rasio penanaman bibit induk betina dan jantan Gambar 6. Modifikasi jarak tanam adalah 15 x 15 cm atau 20 x 20 cm (b). Posisi penanaman benih induk betina dan induk jantan.28.27. Gambar 6.Tehnik Pembenihan Tanaman 264 Gambar 6. .27a. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 15 x 20 cm (a).

penyebaran serbuk sari dari bunga jantan akan berlangsung dengan mudah menyerbuki bunga betina 2) Penyulaman bibit Penyulaman bibit padi hibrida bertujuan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh dan berkembanga dengan baik. . . sehingga harus diganti dengan bibit baru yang mempunyai vigor (kualitas) yang baik. Lahan sawah harus selalu cukup air (macak-macak). fisik. Hama dan penyakit tanaman padi dikendalikan dengan menggunakan perpaduan pengendalian secara kultur teknis (memberikan unsur hara yang berimbang. Pemeliharaan tanaman 1) Pengendalian hama. Perhatikan dengan seksama agar bibit pada baris A benar-benar ditanami secara penuh pada baris sebelah kanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pada periode pembungaan. Pengendalian secara . kemudian permukaan air swah dinaikkan secara perlahan sampai naik setinggi 2-3 cm.. Kegiatan pembibitan diupayakan dalam kondisi sebagai berikut: . h. Lakukan observasi secara seksama pada baris tanaman.. penyakit dan gulma Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi harus dilakukan secara terpadu melalui proses observasi hama dan penyakit sesuai dengan hasil informasi dari SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama dan penyakit secara Terpadu). menggunakan varietas tahan hama dan penyakit tertentu sehingga mengkondisikan tanaman padi dalam keadaan sehat dan mempunyai daya tahan terhadap serangan hama penyakit tanaman). Penanaman dilakukan dengan rasio satu bibit/titik tanam untuk baris-A dan 2-3 bibit/titik tanam pada baris-R..265 . mekanik atau menggunkan metode pengendalian secara terpadu... . Penyulaman bibit dilakukan pada saat 5 hari setelah tanam. untuk menjamin tumbuhnya bibit selama 4-5 hari.

air.29. dan unsur hara. Pengendalian gulma bertujuan untuk mengurangi kompetisi dalam hal tempat tumbuh. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan . Penyulaman bibit tanaman padi. cahaya matahari.kimia akan dilakukan jika populasi hama atau penyakit melebihi ambang batas ekonomi. Gambar 6.

. secara mekanik (mengunakan caplak bambu) atau secara kimia (menggunakan herbisida) atau dengan pengendalian gulma secara terpadu. . . 40 Kg pupuk Fosfat dan 45 kg pupuk Kalium per hektar. 1/3 5-7 hari setelah tanam.. 3) Pengairan Selama proses produksi benih padi hibrida pengelolaan air harus mendapat perhatian terutama pada masa-masa kritis seperti saat menjelang pembungaan. Pemupukan untuk musim hujan adalah sebanyak 60-90 Kg Nitrogen. Untuk musim kemarau pemupukan direkomendasikan sebagai berikut: 120 Kg Nitrogen. Selama masa budidaya air sawah harus selalu diamati dan upayakan agar permukaan air selalu setinggi 2-3 cm. saat aplikasi ZPT dan saat menjelang panen. Pupuk Nitrogen diaplikasikan dalam 3 waktu: . 1/3 20-25 hari setelah tanam.Tehnik Pembenihan Tanaman 266 metoda dicabut langsung dengan tangan.. Untuk mengoptimalkan suplai hara maka pemupukan dilakukan harus sesuai dengan rekomendasi terutama pupuk P dan K serta pupuk organik (diaplikasikan sebelum pembajakan yang terakhir). 2) Pemupukan Padi hibrida sama dengan padi non hibrida yakni membutuhkan hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. 50 Kg Fosfat dan 60 kg Kalium per hektar.. 1/3 at 5-7 hari sebelum inisiasi bunga (panikel).

Perubahan cuaca akan mempengaruhi kagiatan produksi benih terutama sangat berpengaruh terhadap sinkronisasi pembungaan. Pada saat tanaman menjelang stadium generatif kurangi air sampai dengan kondisi macak-macak (selama masa pembungaan) kemudian naikkan permukaan air setinggi 3-5 cm pada saat aplikasi Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) GA3. kondisi air harus dalam keadaan cukup dengan permukaan air sekitar 3-5 cm. Pada saat masa jumlah anakan mencapai maksimum. kurangi suplai air sampai kondisi lahan sawah lembab dan terlihat beberapa rekahan halus pada tanah sawah. Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara kimiawi (a). . air harus dikeringkan dan dipertahankan terus sampai dengan masa panen. 4) Pembungaan Pada kegiatan produksi benih padi hibrida.30. Pada saat 2 minggu sebelum panen. Setelah masa anakan. Pengamatan pertumbuhan panicle pada baris-A dan baris-R sangat berguna terutama untuk menentukan masa pembungaan yang tepat yang harus diatur atau disesuaikan (singkronisasi pembungaan).267 Gambar 6. amati permukaan air sawah agar diupayakan selalu setinggi 3-5 cm selama inisiasi bunga (naikkan permukaan air sedikit demi sedikit sampai dengan 3-5 cm sampai dengan masa generatif). masa pembungaan harus diperkirakan seakurat mungkin (perkiraan harus tepat). Kondisi ini diperlukan untuk memaksimumkan hasil persilangan antara bunga jantan dengan bunga betina. mekanik dan kimiawi (b). Oleh sebab itu perkiraan pembungaan harus diupayakan diprediksi secara tepat. Selama masa pengisian biji. Pengendalian gulma se cara manual .

dan menjelang pembungaan. Tiga waktu pemupukan yang dianjurkan.32 Pengamatan inisiasi panicle Berikut ini proses singkronisasi pembungaan yang umum dilakukan untuk memproduksi benih padi hibrida.Tehnik Pembenihan Tanaman 268 Gambar 6.31. . yaitu 5-7 hari setelah tanam. Gambar 6. 20-25 hari setelah pemupukan pertama.

Sepuluh tahap perkembangan panikel padi (b).33 Singkronisasi pembungaan Gambar 6. .34 Proses perkembangan bunga padi (a).269 Gambar 6.

Kondisi ini akan mendorong serbuk sari dapat menyebar secara luas sehingga akan menghasilkan banyak calon benih. Jika induk padi hibrida berbunga terlalu awal. Potongan daun jangan dibuang ke lahan produksi. maka masa pembungaan dapat diundurkan dengan mengurangi aplikasi pupuk Nitogen sebanyak 2% dari dosis rekomendasi. Oleh sebab itu pangkas semua barier sehingga mendorong penyerbukan silang. maka proses tersebut dapat diupayakan dengan menyemprot 1% pupuk P (fosfat) atau KH2PO4. Jika masa pembungaan harus dipercepat.35 Sinkronisasi Pembungaan . Gambar 6. Kemudian air sawah dikurangi dan daun dipangkas.Tehnik Pembenihan Tanaman 270 5) Penyesuaian waktu pembungaan Pada kondisi yang sesungguhnya di lapangan. 6) Pemangkasan daun Pada masa pembungaan dan menjelang masa penyerbukan padi hibrida. Daun bendera harus dipotong 1/3 sampai ½-nya. semua organ tanaman yang menghalangi proses penyerbukan harus dibuang. Sisa potongan daun yang terserang hama dan penyakit dapat menjadi sumber penyakit dan menularkan patogen ke tanaman induk sehingga akan mengganggu kesehatan tanaman dan dapat menyebabkan penurunan produksi benih (produksi lebih rendah dari harapan) Pemotongan daun bendera sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah atau lebih baik pada musim kemarau. Selain itu pertahankan agar air selalu tersedia di sawah dan lakukan penyemprotan GA3. pembungaan bunga jantan dan betina seringkali muncul tidak sesuai dengan perkiraan.

Teknik pemotongan daun bendera yang dianjur kan (b). penyerbukan dilakukan secara alami tanpa tindakan bantuan/perlakuan khusus. mendorong keluarnya panicle dari daun bendera. penyemprotan ke-2 sebanyak 50% dari dosis dan penyemprotan terakhir sebanyak 20% dari dosis. Daun bendera yang harus dibuang (a).37. Gambar 6. Untuk . Demikian pula pada proses produksi benih padi hibrida. Aplikasi GA3 yang optimal adalah sebanyak 100-150 gram/hektar untuk 3 kali penyemprotan. meningkatkan waktu membukaan bunga betina sehingga meningkatkan peluang diserbuki oleh bunga jantan. 7) Aplikasi Gibberellic Acid (GA3) Giberelic Acid (GA3) merupakan salah satu ZPT yang sering digunakan untuk meningkatkan keberhasilan proses pembungaan dan pembuahan pada tanaman. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat sore hari yang cerah.271 Gambar 6. GA3 berfungsi untuk membantu meninggikan tanaman baik itu induk jantan ataupun betina. Penyemprotan pertama sebanyak 30% dari dosis. meningkatkan kekuatan dan pembetukan tangkai sari serta memperpanjang durasi stigma membentuk serbuk sari.36. Jangan melakukan penyemprotan GA3 jika diduga akan turun hujan pada 24 jam setelah penyemprotan GA3. Lakukan penyemprotan pada saat hari tenang jika memungkinkan tidak ada angin sehingga GA3 dapat menyebar dengan merata di lapangan. Pembuatan larutan GA3 8) Bantuan penyerbukan (Polinasi) Pada produksi benih padi lokal atau non hibrida.

7 0.0 8000 400 24.1 0.7 2000 100 6.0 3.1 2500 5 2.0 2. proses penyerbukan harus dibantu dengan cara menggoyangkan tangkai malai induk jantan pada saat stadium pembungaan yakni bersamaan dengan periode pematangan serbuk sari.8 2000 4 2.2 10000 20 10.4 5000 10 5.5 2.0 10.3 6.6 Untuk membantu proses penyerbukan tersebut dapat dilakukan dengan cara tangkai malai digoyang dengan tangan atau gunakan tongkat bambu dan pukulkan dengan perlahan ke pangkal tangkai malai induk jantan.0 6.8 1.5 8.0 1.0 9.0 13.7 0.7 Ultra-low volume sparyer 1000 2 1.0 26.3 10000 500 30.0 13. sehingga serbuk sari menyebar dengan sempurna pada putik bunga betina.2 1.0 11.4 Kebutuhan Volume Larutan GA3 dengan alat Knapsach sprayer Area (m2) vol(lt.0 5.6 2.0 3.6 1500 3 1.3 3. Bantuan polinasi dapat dilakukan pada saat pagi hari ketika bunga membuka dengan sempurna baik itu bunga dari induk betina maupun jantan.7 6000 300 18.8 4.7 12.0 20. Tabel 6.3 1.0 5.7 3.5 2. Kanopi tanaman digoyangkan setiap 30 menit sampai dengan bunga padi . Perlakuan bantuan polinasi diharapkan dapat membantu menyebarkan serbuk sari dari induk jantan agar menempel dengan baik pada putik induk betina.0 6.3 15.8 7500 15 7.0 33.0 16.Tehnik Pembenihan Tanaman 272 produksi padi hibrida. Penyerbukan harus dilakukan tepat waktu yaitu lakukan penyerbukan pada saat hari tenang dan angin sepoi-sepoi(1-3 km/hr).3 4000 200 12.5 1.5 0.5 1.2 5.3 1.) air Konsentrasi 60 ppm 30 ppm 100% 90% 100% 90% 1000 50 3.0 1.

Semua tanaman yang tumbuh lebih pendek atau lebih tinggi dari benih tanaman atau induk jantan harus dibuang (dicabut).00 sampai dengan pukul 13. Selain itu buang tipe tanaman yang mempunyai bentuk dan ukuran daun bendera berbeda atau mempunyai seludang daun yang berbeda warnanya.38. Pembuangan varietas lain harus dilakukan karena dapat menyebabkan penyerbukan silang dengan baris-A sehingga akan menyebabkan menurunnya kemurnian benih hibrida yang diinginkan. Semua organ tanaman yang terlihat terserang hama atau penyakit harus dibuang dari lahan produksi.273 menutup (umumnya pukul 10. Fertilisasi pada bunga betina padi (b). Gambar 6. Waktu pembungaan bunga betina diupayakan harus bersamaan dengan bunga jantan (a). Roguing dilakukan juga pada saat pembungaan yaitu semua tumbuhan yang tidak diinginkan harus dibuangdari baris A.30). Waktu yang paling tepat untuk melakukan kegiatan roguing adalah pada saat tanaman mulai tumbuh di lahan. proses roguing mutlak dilakukan. Roguing dilakukan pada semua tumbuhan yang terdapat pada jarak antar baris. Roguing berfungsi untuk membuang tumbuhan yang tidak dikendaki (dari spesies ataupun varietas yang berbeda). Gambar 6.38. Selian itu semua tunbuhan yang . Roguing sangat penting dilakukan pada stadium tanaman jumlah anakan yang maksimum. Bantuan penyerbukan dengan menggunakan potongan bambu. saat pembungaan dan sebelum panen. 9) Roguing Pada proses produksi benih padi hibrida.

40.4. perontokan. begitu pula dengan tumbuhan yang mempunyai bentuk . Waktu pemanenan dapat diupayakan pada saat 90% biji sudah berbulir penuh.42 Kegiatan roguing di lahan produksi benih padi hibrida. Proses pemanenen baris A dapat dilakukan secara manual ataupun secara mekanik. Hal ini dilakukan agar benih padi hibrida tidak tercampur (terkontaminasi) oleh benih padi lainnya.41. Gambar 6. pengeringan ataupin pengepakan. kemudian dilanjutkan dengan baris-A. ukuran dan warna biji yang berbeda harus dibuang. Biji-biji yang terdapat pada malai padi dari baris A terlihat bernas. Biji padi yang dipanen . Induk betina (atas) dan induk jantan (bawah) yang siap untuk diserbuki dan menyerbuki 6. bersih dan menghilat dengan warna gabah yang cerah. Perlakuan Pasca Panen Proses pemanenan dilakukan terlebih dahulu pada baris R dan dilakukan secara manual. Waktu roguing yang dianjurkan Gambar 6. Baris-R jangan digunakan sebagai benih. Baris-A yang dipanen disebut F-1 atau benih hibrida. Hasil panen dari baris R dan baris A harus benar-benar terpisah selama masa panen. Pada saat menjelang panen semua tumbuhan yang bukan induk padi hibrida harua dibunag dari pada baris-A.Tehnik Pembenihan Tanaman 274 mempunyai periode pembungaan lebih cepat atau lebih lambat harus dibuang. Gambar 6.

b. Baris-A dirontokkan terlebih dahulu kemudian baris-R. Karung dan kantong benih harus tersedia dalam kondisi bersih dan siap untuk diisi dengan benih. Kegiatan pengeringan lahan dilakukan selama 2 minggu sebelum waktu panen. Kegiatan ini berfungsi untuk mempertahankan kualitas benih agar selalu dapat kondisi yang baik. Perontokan Sebelum proses perontokan. Upayakan untuk tidak menjemur benih secara langsung di atas lantai jemur. Selama pengeringan balikkan benih secara berkala agar . Contoh tumbuhan yang tidak dikehendaki dan harus dibuang pada proses roguing. Gambar 6. Selama perontokan benih yang berasal dari induk betina (baris-A)harus benar-benar dipisahkan dari biji yang berasal dari induk jantan (baris-R). Benih dapat dikeringkan secara mekanik atau menggunakan pengering dengan solar sel. a. semua peralatan perontokan padi harus ditempatkan di atas lantai yang benar-benar bersih. Gambar 6. Pengeringan dan pembersihan Pengeringan dan pembersihan benih padi harus dilakukan.275 harus dipastikan dalam kondisi yang kering.43.44 Proses kematangan buah padi. Benih dikeringkan sesegera mungkin setelah proses perontokan sampai dengan kadar air benih kurang dari 14% (standar benih berkualitas bagus).

Tehnik Pembenihan Tanaman 276 kekeringan merata. atau menggunakan mesin pembersih benih. Benih yang sudah kering harus dibersihkan dari ketidak murnian seperti harus terbebas dari biji gulma. benih yang kering dan bersih dimasukkan dalam kantong yang baru lalu diberi label yang memuat informasi sesuai dengan keperluan (varietas. Gambar 6. Gambar 6. tanggal panen dan nomor lot benih) Gambar 6.47 Proses pengeringan benih . dan gabah. biji yang belum matang. Benih dapat dibersihkan secara manual dengan cara ditampi.45 Proses pemanenan benih padi hibrida.46 Proses perontokan benih padi.

Jika benih akan digunakan pada musim tanam yang terdekat dan didistribusikan secepatnya maka benih dapat disimpan pada suhu kamar. . Benih yang akan digunakan pada musim yang akan datang harus disimpan pada kondisi dingin dan kering. Salah satu kriteria benih berkualitas baik adalah mempunyai daya kecambah minimal 85%. Gambar 6.277 c. Penyimpanan Penyimpanan benih padi pada umumnya mempunyai 2 (dua) tujuan yaitu untuk penanaman pada musim berikutnya atau untuk penanaman pada dua musim yang akan datang.48 Teknik pengujian daya kecambah benih padi. Benih yang berkualitas baik adalah benih yang sesuai dengan standar yang ditentukan masingmsing negara.

Pengeringan dan pembersihan ... Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan . Kebutuhan benih . Perontokan . Menerapkan persyaratan kerja 3. Pengeringan . Pengairan .. Benih sumber . Membibitkan gakur induk benih sumber.. Penyimpanan Perlakuan pra panen padi hibrida Perlakuan pascapanen padi hibrida . . Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. Persyaratan lahan produksi . .. Pengendalian OPT .. 2.... Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra-panen benih padi Perlakuan Pascapanen . Menyiapkann lahan pembenihan 4. Peromtokan .. Pemeliharaan bedengan . Pemeliharaan tanaman . Persyaratan lahan . Penanaman . Potensi benih tanaman 2. Bagaimana teknik pemelihraan alat dan mesin yang digunakan dalam proses produksi benih tanaman ...Tehnik Pembenihan Tanaman 278 Ringkasan Setelah mempelajari BAB 6. Interval pembibitan ....... Musim tanam . siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Pemeliharaan .... Merawat benih tanaman 5. Deskripsikan persamaan dan perrbedaan produksi benih padi local dengan padi hibrida. . Penyiapan lahan dan penanaman . Penyemaian . Penyimpanan SOAL: 1...

279 TUGAS: 1. Bagaimana system penggudangan benih yang ada di sekolahmu / perusahaan benih di sekitar kotamu . 2. Lakukan identifikasi proses produksi benih yang dilakukan oleh petani dan sekolahmu.

Data Departemen pertanian menujukkan bahwa produki kedelai nasional tahun 2000 sebesar 1.017. Patra Tani tidak lagi memproduksi benih sehingga nyaris tidak ada lagi produsen benih kedelai.867 ton maka total konsumsi kedelai nasional adalah 1.BAB 7. dan Balai Benih Pembantu. Sebelum tahun 1986. Satusatunya penghasil benih kedelai adalah para penangkar benih lokal danprodusen benih sumber milik Pemerintah. Setelah tahun 1986 sampai sekarang. tetapi dalamvolume yang terbatas.962.470 ton atau hampir 2 juta ton. Balai Benih Utama. Fenomena ini yang semakin mendorong petani untuk menyediakan benih kedelai secara . Rendahnya persentase ini merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan kedelai nasional. Perum Sang Hyang Seri pada waktu itu juga memproduksi benih kedelai. yang kapasitas penyediaannya sangat terbatas. Di Indonesia tercatat belum ada industri benih yang mengusahakan produksi benih kedelai secara mapan. Jika ditambahkan dengan impor kedlai hitam untuk kebutuhan indsutri kecap tahun 1988 yang mencapai 104. seperti Balai Benih Induk. PT.634 ton dan impor kedelai tahun 1999 sebesar 839. Ditjentan Pangan (1992) mencatat bahwa pemenuhan benih kedelai bersertifikat secara nasional masih di bawah angka 5%. Ini berarti diperlukan penyediaan benih kedelai sebesar 40 ribu ton per tahun.969 ton. PT Patra Tani merupakan satu-satunya indsutri benih kedelai nasional yang sangat besar. Jika produktivitas rata-rata kedelai 1 ton/ha maka untuk memenuhi kebutuhan nasional diperlukan lahan produksi seluas 2 juta ha. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI Ketersediaan benih kedelai di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan kebutuhannya.

. . . Produktivitas tanaman kedelai masih rendah sehingga secara usaha tani kurang menguntungkan. Bila menanam kedelai. Masa edar (waktu pemasaran) benih kedelai sangat singkat karena daya simpannya yang sangatsingkat.sendiri tanpa melalui proses sertifikasi benih. Harga kedelai konsumsi nasional rendah sehingga petani kurang tertarik mengusahakannya. Harga kedelai impor yang lebih murah dari harga kedelai lokal semakin mengecilkan minat Tenik Pembenihan Tanaman 280 . Beberapa alasan kurang tertariknya para investor untuk memproduksi benih kedelai di Indonesia antara lain sebagai berikut : . petani pun enggan membeli benih bersertifikat.

5.1 Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai (atas) dan tanaman kedelai (bawah . sifat-sifat benih kedelai seperti berikut perlu dipahami lebih dahulu. kedelai hanya sebagai tanaman sela. Jika kebijakan Pemerintah telah berubah dan nilai produksi pertanian disejajarkan dengan produk industri non pertanian lainnya maka usaha produksi benih kedelai sangat menguntungkan karena belum ada industri benih yang mengusahakannya. baik varietas tanaman. tanaman tumpang sari. Meski permasalahan kedelai cukup komplek. teknologi budi daya dan pascapanennya. pendekatan lingkungan. atau sekedar tanaman rotasi. serta pengelolaan dan pemasarannya. Akibatnya.petani dan penangkar benih kedelai. tetapi pengusahaannya perlu terus ditingkatkan karena prospek yang sangat besar. salah satunya adalah potensi hasilnya yg masih rendah. sedangkan isolasi waktu hanya 15 hari agar tidak terjadi pencampuran benih antar-varietas. Agar penanganan produksi dan pascapanen benih kedelai tidak keliru. Kedelai termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri sehingga isolasi jarak hanya 8 meter. Gambar 7. Adapun standar lapang untuk proses produksi benih kedelai bersertifikat dapat dilihat pada tabel 6. Tentunya usaha yang dilakukan hendaknya diiringi dengan perbaikanperbaikan.1 Perlakuan Prapanen Telah dijelaskan bahwa permasalahan produksi benih kedelai cukup kompleks. 7.

Benih bersifat higroskopis sehingga kadar airnya mengikuti kelembapan udara di sekitarnya. 281 .. . viabilitas (daya tumbuh dan kekuatan tumbuh) benih kedelai mudah menurun akibat laju respirasi yang meningkat. Pada kondisi suhu dan kelembapan yang relatif tinggi.

Berlabel biru . Kulit benih kedelai amat tipis sehingga mudah terinfeksi oleh cendawan. kedelai mudah terserang hama penggerek dan pengisap biji. serta rentan terhadap kerusakan fisik dan mekanik . Lahan tergolong subur dan cukup tersedia air. . Saat di pertanaman. Suhu harian lokasi penenaman tidak melebihi 35OC dengan kelembaban nisbi yang relatif rendah (sekitar 70%). 7. Lokasi penanaman mempunyai curah hujan sedang (150 200 mm perbulan) pada saat pertumbuhan dan kurag dari 50 mm per bulanpada saat pematangan polong. bakteri dan virus. Daerah pertanaman bebas dari gangguan hama maupun Isolasi Jarak (m) Varietas Lain dan Tipe Simpang Maksimum (%) 8 0.2 Persyaratan lahan Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam memilih lahan untuk produksi benih kedelai sebagai berikut : . .1 8 0.2 8 .Kelas Benih Benih dasar Benih Pokok Benih sebar . Berlabel hijau (ES1 s/d ES4) .

Lahan pertanaman bukan bekas pertanaman kedelai varietas yang berbeda. hanya berkisar angka 40. Benih BMJ masih ditolerir beredar karena dua pertimbangan. dapat digunakan benih sumber dari kelas benih sebar.5 8 0. . terutama hama yang menyerang biji. Tenik Pembenihan Tanaman 282 Tabel 7. Adapun varietas-varietas kedelai yang direkomendasikan untuk diusahakan dapat dilihat pada tabel 12. yakni (1) sangat minimnya produsen benih kedelai.7 penyakit. Untuk produksi benih berlabel merah jambu (BMJ). Lahan terbebas dari gangguan gulma. (2) sangat rendahnya indeks penangkaran (benih sumber menjadi benih komersial). kecuali bila telah diberakan selama 3 bulan. . 7.3 Benih sumber Kebutuhan benih sumber berkelas lebih tinggi +40 kg/ha.1 Standar Kondisi Lapangan Untuk Menghasilkan Benih Kedelai Bersertifikat .0.

Tidar 1987 1.6 78 3. Umur Genjah 1.0 . Petek 2.0 2. Guntur 1982 1. Lokon 1982 1.2.1 10.8 76 2.0 2.4 7 75 4. Karakteristik Bebagai Varietas Kedelai dan Tahun Pelepasannya Kisaran Bobot Umur Nama Varietas Tahun Hasil 100 biji Panen Pelepasan (ton/ha) (g) (hari) A.1 10.Tabel 7.

Dieng 1991 1. Lumajang 1989 1.0 2.0 2.2 12 70 2. Lawu 1991 1.5 1.2 7.2 11 79 9.0 8 80 5.5 78 8. Malabar 1992 1.0 1.1989 1.6 80 Bewok 6. Tengger 1991 1.2 11 74 7.5 .0 9.0 2.

5 2. Rinjani 1989 1. Lampobatang 1989 1. Tambora 1989 1.0 2.B. Kerinci 1985 1. Umur Sedang 1.5 10 88 2.5 9 87 3.5 2.5 10 88 5.5 14 85 6.5 13 85 4.5 10 2.5 2. Wlis 1983 1. Raung 1986 1.5 .5 2.

5 11 84 10. Tampomas 1992 1. Pangrango 1995 1. Jayawijaya 1991 1.2 2.2 9 87 8.0 2.5 2.2 2.4 12 85 11.6 8 85 9.7 2.86 7. Cikuray 1992 1. Krakatau 1992 1.5 10 85 12. Singgalang 1992 1.7 10 2.0 .

Dempo 1984 1.5 20 82 14.5 10 90 3. Umur Dalam 1.5 2.5 2. Merbabu 1986 1.7 2. Bromo 1998 1.5 2.0 .5 13 90 2.88 13.5 2. Kipas Putih 1992 1.1 2. Argomulyo 1998 1. Burangrang 1999 1.5 21 81 C.5 16 85 15.

tanaman mendapatkan air yang cukup pada awal 283 . Pada lahan beririgasi teknis. Dengan demikian.12 90 7. tanaman kedelai sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan. tetapi tidak tahan terhadap genangan air.4 Waktu tanam Kedelai tergolong peka terhadap kekeringan.

Pada lahan sawah dibuat parit sekeliling lahan di dekat pematang secara membujur dan melintang. sebaiknya penanaman pada permulaan musim labuhan (hujan) dan akhir rendengan (kemarau). Agar benih tidak terlalu lama tersimpan maka penangkaran benih sebaiknya dilakukan 4 6 bulan sebelum tiba.2 Benih sumber kedelai Kondisi musim di tiap daerah tidaklah sama. Namun. 7. jika di lahan kering (tegalan). Sebagai contoh. Oleh karena itu waktu penanaman kedelai juga tidak bersamaan. Waktu tanam yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang paling kecil risiko maupun biaya pemeliharaannya. Pengolahan lahan kering . Parit dibuat dengan lebar 20-25 cm sedalam 25-30 cm. penanaman yang dilakukan pada musim hujan yang berlebihan akan berisiko terhadap serangan hama maupun penyakit dan membutuhkan biaya relatif banyak untuk penanganan lepas panennya. Bedengan dibuat dengan lebar 3-4 m dan panjang sesuai petakan. Tanah diolah secara dangkal dengan membenamkan gulma. Tanaman kedelai dapat ditanam di lahan sawah maupun dilahan kering (tegalan). bila produksi benih kedelai dilakukan di lahan sawah beririgasi maka penanaman sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.pertumbuh-annya dan kondisi lahan telah kering saat menjelang panen. Gambar 7. Sebagai gam-baran.5 Penyiapan lahan Pengolahan tanah ditujukan untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah agar pertumbuhan akar dan penyerapan hara dapat berlangsung secara baik. musim tanam kedelai (petani).

maka pengolahan tanah tidak diperlukan. tanah ditaburi kapur degan jumlah sesuai kebutuhan (misal-nya 2 ton/ha untuk tanah ber pH 4. Tanah dibersihkan dari gulma. sekitar 50-60% yang merupakan kelembapan optimum Tenik Pembenihan Tanaman 284 . semakin tanahnya masam. Pada saat pengolahan.(tegalan dengan cara dibajak/ dicangkul agar gembur. Tanah selanjutnya diolah dengan cara dicangkul sedalam 10 20 cm dan diratakan. penanaman dilakukan paling lambat seminggu setelah panen padi agar tanah masih lembap. kebutuhan kapur semakin banyak. Jika penanaman dilakukan setelah pertanaman padi.5 5. Namun. kemudian diratakan dan dibuat parit di sekeliling lahan.0).

7. Benih segera ditanam setelah 6 jam diinokulasi. Selain dengan inokulum Rhizobium. seperti Legin. Tanaman kedelai dan bagian-bagiannya . Benih ditanam secara teratur dengan jarak tanam optimal.untuk perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman kedelai. Bila terlambat menanam. atau Rhizogin yang telah dibasahi. Untuk daerah ang sering terserang hama lalat bibit (Ophiomya phaseoli). Untuk varietas umur genjah.3.6 Penanaman dan perlakuan benih Apabila penanaman dilakukan di lahan yang belum pernah ditanami kedelai. Setiap tubang dapat ditanam 2-3 benih. Setelah itu. dapat pula digunakan tanah dari pertanaman kedelai dengan takaran 2-3 kg tanah untuk 10 kg benih. tergantung varietas yang digunakan. Bening ditanam langsung dengan bantuan tugal. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 10 cm atau 30 cm x 15 cm. Jika menggunakan varietas umur sedang. benih diberi insektisida Marshal 25 ST dengan dosis 5 g bahan aktif per kg benih sebelum ditanam. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 15 cm. gulma telah tumuh dan menjadi pesaing tanaman kedelai. benih yang akan ditanam perlu dicampur dengan inokulum Rhizobium. kemudian diaduk hingga merata. Tanah ini dicampurkan dengan benih. Rhizoplus. Benih kedelai ditanam dalam lubang tanam yang dibuat dengan tugal sedalam 3 5 cm. Sebagai gambaran. diperlukan 30 g Legin atau Rhizogin untuk 10kg benih. lubang tanam ditutup dengan tanah halus atau pasir agar proses perkecambahan dan pertumbuhan kecambah tidak terhambat. Gambar 7. Jarak tanam yang disarankan adalah 40 cm x 15 cm atau 40cm x 20 cm.

menekan 285 .(atas) Tanaman kedelai muda (bawah) Penggunaan mulsa (penutup tanah) jerami pada benih yang baru ditanam dapat menjaga kelembapan tanah.

Mulsa ini dapat dihamparkan di atas tanah secara merata segera setelah tanam. Oleh karena itu kegiatan pemeliharaan penting untuk diperhatikan. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Pada musim hujan. Penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan pembubunan dan pemupukan kedua.pertumbuhan gulma dan serangan lalat bibit. 7. Selain pesaing dalam perolehan ruang tumbuh. Waktu penyulaman dilakukan hingga satu minggu setelah tanam agar keseragaman pertanaman tetap terpelihara. penyiangan tidak dianjurkan untuk menghindari goncangan pada tanaman yang dapat merontokkan bunga. tergantung musim tanamnya. Penurunan hasil dapat mencapai 10 60% jika gulma tidak dikendalikan dengan baik. Jumlah mulsa yang dibutuhkan sekitar 2-5 ton/ha.7 Pemeliharaan Tanaman akan tumbuh dengan baik bila dipelihara dengan baik pula. dan cahaya matahari. Penyulaman Penyulaman dilakukan terhadap benih yang tidak berkecambah atau tumbuh dengan kondisi kurang baik. hara. gulma kerap kali menjadi inang hama atau penyakit tertentu. jumlah mulsa dapat dikurangi. a. c. Pengairan . b. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dengan penyiangan atau secara kimiawi dengan mnggunakan herbisida. Penyiangan dan pembumbunan Gulma merupakan pesaing tanaman yang sangat merugikan. air. Pada saat berbunga.

Saat kritis yang dimaksudkan adalah pada fase perkecambahan. fase awal pertumbuhan (20 25 HST). karena semakin panjang umur suatu varietas. air harus cukup tersedia atau yang diperkirakan 0. Pupuk di-berikan secara larikan di samping tanaman dengan jarak sekitar 5 7 cm. menjelang berbunga (35 45 HST). d. Pada masa-masa tersebut. fase pembentukan polong. 2000).5 0. kebutuhan air untuk tanaman kedelai tergantung pada varietas. Pemupukan Pemupukan tanaman kedelai secara umum diberikan bersamaan dengan saat tanam atau 7 10 hari setelah tanam. terutama pada saat-saat kritis. Meski-pun demikian. Tenik Pembenihan Tanaman 286 . dan fase pengisian biji (50-60 HST). semakin banyak air yang dibutuhkan.6 l/det/ha (BPTB Karangploso.Pertanaman kedelai tidak boleh kekurangan air.

ulat penggerek (Helicoverpa armigera). e. . hama utama yang menyebabkan kerusakan cukup berat antara lain lalat bibit (Ophionya phaseoli). kumbang kedelai (Phaedonia inclusa). perlu ditambah pupuk N. kepik polong (Riptortus liniaris). Pengendalian hama dan penyakit Jenis hama yang menyerang tanaman kedelai sangat banyak. dan . kepik hijau (Nezara viridula). dianjurkan juga diberi pupuk kandang sebanyak 3-5 ton/ha yang ditabur secara merata pada saat pengolahan tanah. penggerek polong (Etiella spp. kutu daun (Aphis glycine). Jenis dan dosis pupuk yang diberikan bervariasi bergantung pada jenis tanah. Jagung dengan umur yang berbeda . + 50-75 kg/ha. dan kepik (Piezodorus hybneri).). Menurut BPTP Karangploso (2000). Pada lahan tegalan. Hidromorf :100kg Urea + 75 kg SP-36 + 100 kg KCl. Pengendalian hama secara kultur teknis dilakukan dengan menanam tanaman perangkap. Namun demikian. seperti tanaman jagung. yang dierikan pada saat pembubunan. Adapun potensi kerugian dan saat penyerangannya dapat dilihat pada tabel berikut ini. dosis pupuk yang diberikan pada beberapa jenis tanah yaitu : . Untuk lahan yang kurang subur.Setelah ditabur. kutu kebul (Bemicia tabaci). ulat grayak (Spodoptera litura). Vertisol atau Grumosol: 50 kg Urea + 75 kg SP-36 + 75 kg KCl . pupuk dibenamkan kedalam tanah. Aluvial: 50 kg Urea + 50 kg SP36 + 50 kg KCl. konon lebih dari 100 jenis. Regosol: 50 kg Urea + 50 kg SP-36 + (75 100) kg KCl.

Cara pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida secara tepat. Adanya virus hanya 287 . seperti Dithane. 21 hari sebelum penanaman kedelai dengan jarak tanam 25 m x 25 cm. sedang. Benlate. Penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai adalah karat daun (Phalaespora phacyrizi) dan virus. Applaud 10 WP.(genjah. virus kerdil (soybean stunt virus). seperti virus mosaik (soybean mozaik virus). Beberapa jenis insektisida yang digunakan untuk mengendalikan hama antara lain Marshal 200 EC. baik dosis dan waktunya (lihat tabel kemasan). Surecide 25 EC. dan virus katai (indonesian soybean dwarf virus). Pengendalian pe-nyakit karat dengan cara menanam varietas yang tahan atau dengan menggunakan fungisida. Cara lain pengendalian hama dengan memasang perangkap sex pheromone yang menyebarkan bau serangga betina sehingga serangga jantan datang dan terperangkap. dan Mitac 200 EC. Anvil. dan dalam) ditanam di pematang. dan Bayleton. Dursban 20 EC.

Roguing I pada saat tanaman berumur 2 minggu. f. pemeriksaan dilakukan terhadap warna dan bentuk polong. sanitasi lahan. . Kumbang kedelai (Phaedonia inclusa) 5. bulu pada batang. pemeriksaan dilakukan terhadap warna bunga. Roguing III pada saat menjelang panen. Kutu daun (Aphis glycine) xxxxx xxxxx oooooo 3.3 Hama. Lalat bibit (Ophionya phaseoli) < 10 1130 31 xxxxx 50 51 70 > 70 2. pemeriksaan dilakukan terhadap keseragaman warna hipokotil.Hama Penting Kedelai Dan Waktu Penyerangannya Umur Tanaman (Hari Setelah Tanam) Jenis Hama 1. yaitu sebagai berikut : . dan eradikasi tanaman sakit. dan waktu berbunga. Ulat penggerek (Helicoverpa armigera) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo oooooo xxxxx . Roguing II pada awal berbunga. warna batang. pergiliran tanaman.dapat dicegah dengan penggunaan benih yang sehat. bentuk percabangan. Tabel 7. Kutu kebul (Bemicia tabaci) xxxxx xxxxx oooooo 4. . Roguing Roguing pada pertanaman kedelai dilakukan tiga kali.

6. Kepik (Piezodorus hybneri) xxxxx xxxxx oooooo Keterangan : xxxxx = sangat berbahaya ooooo = berbahaya *** = serangga penular penyakit virus belang samar kacang panjang (CMMV). Cowpea Mild Mottle Virus ** = serangga penular berbagai penyakit virus kacangkacangan Sumber : BPTP Karangpioso. Kepik hijau (Nezara viridula) xxxxx xxxxx oooooo 10. 2000 Tenik Pembenihan Tanaman 288 .) 8. Ulat grayak (Spodoptera litura) oooooo xxxxx 7. Penggerek polong (Etiella spp. Kepik polong (Riptortus liniaris) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo 9.

Tidak jarang benih hasil panen terlihat pecah kulit jika selama benih di lapang terjadi hujan. Tanda-tanda kedelai sudah dapat dipanen dapat dikenali dari daun yang telah menguning dan sebagian sudah rontok. Jika masa fisiologis tepat pada saat 60% polong telah matang (cokelat) maka panen benih dilakukan pada saat polong matang (cokelat) mencapai 80%. serta polong berwarna kuning sampai cokelat. Kadangkala. Dengan kondisi seperti itu.4 Polong kedelai siap panen Keterlambatan panen akan menu-runkan mutu fisik dan fisiologis benih. benih sangat peka sekali terhadap pengaruh kelembaban lingkungan.8 Pemanenan dan perlakuan pascapanen Pemanenan kedelai untuk benih dilakukan pada umur 75 110 hari atau bila kadar air benih mencapai 18 20%. dianjurkan panen dilakukan tidak terlalu lamasetelah benih mencapaimasa fisiologis. Tanaman yang masak tidak merata dan warna polongnya ber\beda sebaiknya tidak digunakan sebagai benih. batang berwarna kuning sampai cokelat. Cara ini hanya . Gambar 7. petani memanen kedelai dengan cara mencabut seluruh tanaman. 7. Pada saat masa fisiologis. Karena sifat yang higroskopis dan kulitnya yg tipis. benih kedelai telah lepas dari plasenta di dalam polong. Masak fisiologis terjadi jika lebih dari 60% populasi tanaman telah menunjukkan polong yang berwarna cokelat. Pemanenan benih kedelai dilakukan dengan cara memotong pangkal batang dengan bantuan sabit.Apabila dijumpai tanaman yang berbeda dari ciri yang ada perlu dicabut dan dimusnahkan.

pemanenan dengan cara memotong batang dianggap lebih menguntungkan karena lebih menghemat waktu dan tenaga. Selain itu. bintil akar yang mengandung Rhizobium akan tetap tertinggal di dalam tanah sehingga berguna untuk kesuburan. Dari kedua cara tersebut. benih kedelai tidak mengalami dormansi sehingga benih yang baru dipanen 289 .dianjurkan bila lahan penenaman relatif gembur. Setelah dipanen.

Waktu pemanenan hendaknya tidak dilakukan pada saat hari hujan atau pagi hari saat masih ada ada embun.mempunyai kualitas yang semakin baik. Panen hendaknya dilakukan setelah embun pagi mengering (sekitar pukul 08:00) agar kadar air benih tidak mengalami peningkatan akibat air embun. Gambar 7.5 Benih kedelai Tenik Pembenihan Tanaman 290 .

subur. Menyiapkann lahan pembenihan 4. Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. Pada tanah tegalan sebaiknya pada akhir musim kemarau atau akhir musism hujan Persyaratan lahan Benih sumber Waktu tanam Perlakuan benih dengan Rhizobium. Menerapkan persyaratan kerja 3. insektisida dan fungisida. Penyiapan lahan Penanaman dan perlakuan benih Memperbaiki struktur tanah. . tidak ada serangan OPT. bukan bekas tanaman kedelai. Potensi benih tanaman 2. Waktu musim hujan atau musim kemarau. Merawat benih tanaman 5.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 7. Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra panen Lahan pembenihan harus dekat dengan sumber air. dan aerasi. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1.

Cirri ciri kedelai siap panen adalah daun dan polong menguning. Penyiangan dan pembumbunan . SOAL: 1. . Pengairan . Jelaskan langkah-langkah kerja pada produksi benih kedelai sampai dengan pengemasan. jarak tanam 40 x 15 atau 40 x 20 dan apabila perlu dapat digunakan mulsa. 2. Penyulaman . 291 . OPT apakah yang harus dikendalikan dari tanaman kedelai dan mengapa demikian. Umur sedang .Benih diberi perlakuan rhizobium. Pemupukan . Umur genjah . Pengendalian OPT Panen dilakukan pada saat 75-110 hari setelah tanam. Umur dalam Pemeliharaan Pemanenan dan perlakuan pascapanen .

TUGAS: 1. Bagaimana teknik perlakuan pra tanam pada benih kedelai yang ditanam oleh petani atau tim produksi di sekolahmu. Lakukan observasi pada kegiatan panen suatu benih tanaman di sekitar sekolahmu atau sekolahmu. 2. Tenik Pembenihan Tanaman 292 .

BIOTEKNOLOGI TANAMAN Kegiatan pada bidang pertanian dapat dibagi menjadi 3 generasi : . baik itu yang mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat (contohnya satu spesies atau famili) maupun sebaliknya. 2006). . Peran ini dapat diimplementasikan kedalam ketiga generasi pertanian diatas. teknologi DNA rekombinan dan berbagai rekayasa . teknik kultur jaringan. . pemanfaatan mikroba sebagai starter untuk memproduksi pupuk (bio-fertilizer dan dekomposer) ataupun pestisida (bio-pesticide). Dari kenyataan yang ada. Generasi pertama adalah kegiatan menghasilkan benih (generatif dan vegetatif). Generasi kedua adalah kegiatan menghasilkan teknik budidaya pada bidang pertanian. Generasi ketiga adalah kegiatan menghasilkan produk agroindustri Berdasarkan hasil penelitian pada bidang biologi yang diintegrasikan dengan teknologi yang mengkaji ilmu dasar (basic science) ditemukan berbagai mekanisme dalam proses metabolisme mahluk hidup yang lebih dimengerti sehingga pada periode ke tiga ini dihasilkan produk pertanian yang lebih efektif dan efisien. pemanfaatan mikroba sebagai vektor pembawa sifat genetik yang dapat mentranfer sifat tersebut dari satu organisme ke organisme lainnya. Bioteknologi diharapkan dapat berperan menghasilkan produk agribisnis yang berdaya saing tinggi. perkembangan bioteknologi telah berhasil memberikan terobosan pada bidang pertanian seperti percepatan untuk menghasilkan suatu varietas tanaman yang baru.BAB 8. Keilmuan tentang penerapan prinsipprinsip biologi. biokimia dan rekayasa dalam pengolahan bahan dengan memanfaatkan agensia jasad hidup dan komponen-komponennya untuk menghasilkan barang dan jasa disebut bioteknologi (Yuwono.

seperti menghasilkan buah yang banyak dan bermutu baik. akan mendukung suskes budidaya dan selanjutnya mendukung sukses agroindustri. Sukses pada generasi pertama pertanian seperti pengadaan bibit unggul. serta mempunyai ketahanan terhadap hama dan penyakit. Sebagai contoh adalah pisang cavendis (buah pisang berukuran besar) mudah dibudidayakan. Tehnik Pembenihan Tanaman 293 . Benih yang dihasilkan juga tepat sasaran dan mudah ditangani (user friendly). Benih pertanian yang dihasilkan melalui bioteknologi meliputi pengembangan dan penyediaan benih unggul sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman. sifat benih yang dikembangkan sesuai sasaran. Tepat sasaran artinya. sehingga sesuai dengan kondisi petani yang pada umumnya sederhana dan praktis.genetik pada tanaman dan mikroba yang menguntungkan untuk efisiensi input budidaya tanaman.

Kemampuan bioteknologi dalam pengadaan benih diantaranya dilakukan melalui proses rekayasa genetika (genetic engineering). Dalam hal ini adalah proses menghimpun dan menyatukan sifat-sifat tanaman (sifat genetik) yang unggul dan membuang sifat yang tidak baik.Pengetahuan tentang peta genetik banyak bermanfaat untuk pembenihan, antara lain digunakan pada seleksi benih yang tidak unggul atau cacat tidak perlu diperbanyak karena akan merugikan petani. Perbanyakan benih vegetatif dapat dilakukan melalui kultur jaringan (tissue culutre) ataupun embriogenesis. Benih vegetatif dapat diperbanyak secara massal, dengan mutu yang standar, fisik dan sifatnya seragam. Hal ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan benih dalam jumlah besar dalam waktu serentak, sehingga memenuhi QCD (Quality Cost dan Delivery). Di Indonesia, perkembangan bioteknologi belum optimal karena sampai saat ini belum dapat memberikan solusi-solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah petani, sebagai contoh, untuk kebutuhan pemenuhan kedelai bagi industri tempe yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kita, ternyata kedelai yang digunakan adalah kedelai impor, karena kedelai yang dihasilkan oleh petani kita kurang cocok. Generasi kedua pertanian meliputi teknik budidaya yang mencakup pengetahuan lahan, teknik pengolahan lahan, teknik penanaman, teknik pemupukan dan teknik pemeliharaan serta panen. Dengan memakai benih unggul diharapkan hasil budidaya pun akan unggul pula. Hal ini ditandai, melalui biaya per unit produk yang relatif rendah, masa tanam dan pemeliharaan yang lebih singkat, produksi yang tinggi dengan mutu baik dan seragam, tahan hama dan penyakit, tidak merusak lingkungan, mudah dalam pemeliharaan atau perawatan.

Dalam budidaya tanaman, bioteknologi juga mempunyai peranan yang sangat besar terutama dalam pengembangan dan penyediaan pupuk organik (biofertilizer) dan pertisida (biopestisida), sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta melipatgandakan hasil pertanian, Selain hal tersebut di atas, bioteknologi dapat memberikan kotribusi yang sangat besar terhadap konservasi lahan dan lingkungan. Pemanfaatan hasil pengembangan bioteknologi dalam penyediaan pupuk organik dan biopestisida, masih belum memasyarakat, sehingga dalam kondisi seperti saat ini dimana kita kekurangan suplai pupuk anorganik, keberadaan dan ketersediaan pupuk organik sebagai pupuk elternatif belum dapat diandalkan. Peranan bioteknologi dalam pengembangan argo-industri banyak dilakukan terutama yang berkaitan dengan proses fermentasi seperti berbagai produk makanan yang bergizi serta berbagai macam obat-obatan dan antibiotik. Peranan bioteknologi dalam bidang agro-industri, dapat menurunkan input produksi, biaya 294

dan waktu proses, sehingga sangat ekonomis. 8.1. Bioteknologi Tanaman Bioteknologi modern telah berkembang sangat pesat dan meluas sehingga mencakup berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Saat ini, aplikasi bioteknologi moderen untuk pemenuhan kebutuhan manusia masih terkait erat dengan penggunaan bioteknologi konvensional yang telah berkembang sebelumnya. Dalam penyediaan pangan, selain menggunakan pendekatan bioteknologi modern, beberapa peneliti masih mengandalkan teknologi konvensional untuk menghasilkan benih tanaman berkualitas. Sebagai contoh, tanaman padi yang dibudidayakan sekarang ini sebagian besar masih berasal dari hasil persilangan konvensional, meskipun sudah ada galur-galur baru yang dikembangkan dengan teknologi DNA rekombinan, misalnya galur padi Golden Rice. Galur Golden Rice adalah galur padi yang membawa gen-gen asing dari bakteri sehingga beras yang dihasilkan oleh galur padi ini mempunyai kandungan provitamin A yang tinggi. Galur semacam ini tidak pernah diketemukan sebelumnya di alam maupun berdasarkan hasil persilangan konvensional. Dalam bidang budidaya tanaman pangan dan tanaman industri, selain menggunakan teknik-teknik konvensional, sudah berkembang galur-galur tanaman transgenik baru yang mempunyai sifat toleran terhadap keadaan lingkungan dengan menyisipkan gen-gen asing dari jasad lain. Sebagai contoh, para ilmuwan telah mengembangkan tanaman tembakau yang lebih toleran terhadap kadar garam tinggi, tanaman yang tahan terhadap herbisida, tahan terhadap hama dan penyakit tertentu, dan sebagainya.

Bioteknologi modern menghasilkan berbagai macam bahan industri. Berbagai macam enzim dan protein, baik untuk keperluan industri maupun untuk konsumsi dan terapeutik (pengobatan) telah dihasilkan dengan menerapkan bioteknologi modern yang berlandaskan atas teknologi DNA rekombiman. Pengembangan Bioteknologi moderen juga mempunyai pengaruh balik yang penting terhadap perkembangan ilmu-ilmu dasar. Banyak konsep dasar dalam sistem fisiologi jasad hidup yang menjadi lebih jelas dan mudah dipahami dengan adanya perkembangan-perkembangan baru dalam teknik-teknik molekular. Oleh karena itu ilmu-IImu dasar dan Bio-teknologi modem akhimya saling mendukung dalam perkembangannya masing-masing. 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman Studi mengenai eksistensi asam nukleat pertama kali dilakukan oleh Friedrich Miescher dari Jerman yang mengisolasi inti dari sel darah putih pada tahun 1869. Miescher menemukan bahwa di dalam inti sel tersebut terdapat senyawa yang mengandung fosfat yang kemudian Tehnik Pembenihan Tanaman 295

dinamakan nuclein. Selanjutnya pada akhir abad ke-19 telah berhasil dilakukan pemisahan antara DNA (deoxy-ribonucleic acid) RNA (ribonucleic acid) dan protein-protein yang melekatkan molekul asam nukleat tersebut pada sel. Pada awal 1930-an, P. Levene, W. Jacobs dan kawan-kawan menunjukkan bahwa RNA tersusun atas satu gugus gula ribosa dan empat basa yang mengandung nitrogen, sementara DNA tersusun atas gugus gula yang berbeda yaitu deoksiribosa. Pembuktian bahwa DNA merupakan bahan genetik pertama dilakukan oleh Frederick Griffith pada tahun 1928 yaitu dengan linen transformasi pada bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri S. pneumoniae tipe alami mempunyai bentuk sel bulat (Spheris) yang diselubungi oleh senyawa berlendir yang disebut kapsul. Sel-sel tipe alami akan membentuk koloni yang mengkilat dikenal sebagai koloni halus (smooth, S). Sel tipe alami semacam ini bersifat virulen artinya dapat menyebabkan terjadinya kematian pada mencit yang diinjeksi dengan sel yang masih hidup. Selain itu diketahui adanya strain mutan S. pneumoniae yang kehilangan kemampuannya untuk membentuk kapsula sehingga sel-selnya berukuran kecil dan akan membentuk koloni yang kasar (tipe R). Sel mutan semacam ini bersifat avirulen, artinya tidak dapat menyebabkan kematian pada mencit yang diinjeksi oleh sel mutan. Eksperimen Griffith menunjukkan bahwa sel-sel yang avirulen dapat mengalami transformasi (perubahan) menjadi sel yang virulen. Hal ini dibuktikan dengan menginjeksi mencit menggunakan sel-sel tipe alami yang masih hidup (sel tipe S). Diketahui kemudian bahwa injeksi dengan sel tipe S yang hidup menyebabkan kematian mencit. Selanjutnya eksperimen dilakukan

dengan menginjeksi mencit menggunakan sel tipe R yang hidup. Injeksi semacam ini ternyata tidak menyebabkan kematian mencit. Hal yang serupa juga diperoleh yaitu bahwa injeksi mencit menggunakan sel tipe S yang sudah dimatikan ternyata juga tidak menyebabkan kematian mencit. Pada eksperimen selanjutnya Griffith mencampur selsel tipe S yang sudah dimatikan dengan sel-sel tipe R yang masih hidup dan diinjeksikan ke dalam mencit. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa inj'eksi dengan campuran sel semacam ini menyebabkan kematian mencit. Griffith kemudian mengisolasi bakteri S. pneumoniae dari mencit yang sudah mati tersebut dan memperoleh sel-sel tipe S dan R yang hidup. Hal ini memberikan indikasi bahwa pencampuran sel tipe S yang mati dengan sel tipe R yang hidup telah menyebabkan peru-bahan (transformasi) sel tipe R yang hidup menjadi sel tipe S yang hidup. Bukti bahwa DNA merupakan bahan yang menyebabkan terjadinya proses transformasi pada S. pneumoniae ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh Oswald Avery, Colin Macleod, dan Maclyn McCarty pada tahun 1944. Mereka melakukan eksperimen serupa dengan yang dilakukan oleh Griffith, namun 296

mereka melakukan pengujian leblh lanjut terhadap senyawa yang menyebabkan transformasi S. pneumoniae. Mereka melakukan ekstraksi terhadap sel virulen dan kemudian menghilangkan proteinnya. Hasil ekstraksi tersebut kemudian diperlakukan dengan bermacammacam enzim yang mendegradasi protein (tripsin dan kemotripsin) maupun enzim yang menghancurkan RNA (RNA-ase). Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa ekstrak sel tersebut ternyata masih dapat menyebabkan proses transformasi. Hasil eksperimen membuktikan bahwa senyawa yang menyebabkan proses trasnformasi bukanlah RNA. Sebaliknya, ketika ekstrak sel tersebut diperlakukan dengan enzim deoksiribonukle-ase yang menghancurkan DNA, ternyata kemampuan untuk menyebabkan proses transformasi menjadi hilang. Hasil ini memberikan indikasi bahwa senyawa yang menyebabkan transformasi adalah molekul DNA. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment. Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment.

Gambar 8.1 Hipotesa Griffith tentang agen transformasi Gambar 8.2 Percobaan Avery tentang transformasi Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas protein dan DNA. Untuk membuktikan apakah senyawa yang bertanggung jawab terhadap perubahan sifat suatu sel berupa protein atau DNA maka Hershey dan Chase melakukan pelabelan terhadap protein bakteriofag T2 dengan 35S. Selain itu, pada bagian eks-perimen yang lain, mereka juga melabel DNA bakteriofag dengan 32P. Bakteriofag yang telah dilabel tersebut kemudian digunakan untuk menginfeksi bakteri Escherichia Selubung partikel bakteriofag yang sudah mengi-njeksikan DNA ke dalam sel kemudian diambil dan dianalisis. Tehnik Pembenihan Tanaman 297

Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar protein berlabel tetap ada di luar sedangkan DNA berlabel ada di dalam sel. Hal ini memberikan yang jelas bahwa senyawa yang masuk kedalam sel adalah DNA. Hasil-hasil eksperimen seperti yang dijelaskan di atas bahwa molekul yang meru-pakan bahan genetik di dalam sel adalah DNA. DNA merupakan salah satu makromolekul yang mempunyai peranan sangat penting pada jasad hidup. DNA adalah polimer nukleotida yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan kepada jasad keturunannya. informasi genetik disusun dalam bentuk kodon (codon) yang berupa tiga pasang basa nukleotida dan menentukan bentuk, struktur maupun fisiologi suatu jasad. Gambar 8.3 Bactriophage T2 phage hasil dari percobaan Harshey-Chase Gambar 8.4 Siklus produksi virus di dalam sel inang a. Asam nukleat Asam nukleat adalah suatu polimer nukleotida yang berperanan di dalam penyimpanan serta pemindahan informasi genetik. Asam nukleat ctapat dibedakan menjadi dua struktur dasar yaitu 298

DNA dan RNA. Satu nukleotida terdiri atas tiga bagian (Gambar 3. I.) yaitu: 1). Cincin purine atau pyrimidine Purine atau pyrimidin adalah basa nitrogen yang terikat pada pada atom C nomor 1 suatu molekul gula (ribosa atau deoksiribosa) melalui ikatan Nglukosidik. Basa nitrogen yang menyusun asam nukleat yaitu basa purine yang terdiri atas adenine (A) dan guanine (G), serta basa pirimidine yang terdiri atas thymine (T), cytosine (C) dan uracil (U). Baik DNA (deoxyribonucleic acid) maupun RNA (ribonucleic acid) tersusun atas A, G, C, tetapi T hanya terdapat pada DNA sedangkan U hanya terdapat pada RNA. Akan tetapi ada per-kecualian yaltu bahwa pada beberapa molekul tRNA terdapat basa T, sedangkan pada beberapa bakteriofag DNA-nya tersusun atas U dan bukan basa T. Struktur basa nitrogen penyusun asam nukleat dapat dilihat pada Gambar 3.2. 2) Molekul gula dengan 5 atom C (pentosa). Pada RNA gulanya adalah ribosa, sedangkan pada DNA gulanya adalah deoksiribosa. Perbedaan antara kedua bentuk gula tersebut terletak pada atom C nomor 2. Pada RNA, atom C nomor 2 berikatan dengan gugus hidroksil (OH) sedangkan pada DNA atom C nomor 2 berikatan dengan atom H. Gambar 8.5 Preparasi bakteriofag yang diberi label T2 secara radioaktif 3) Gugus fosfat Gugus fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 melalui ikatan fosfoester. Gugus fosfat inilah yang menyebabkan asam nukleat bermuatan negatif kuat. Timidin (thymidine) Timidin adalah

bentuk deoksi. Beniuk ribo tidak ada dalam asam nukleat. Uridin adalah bentuk ribo, deoksiuridin umumnya tidak ada. Struktur molekul DNA pertama kali diungkapkan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 berdasarkan atas foto difraksi sinar X yang dibuat oleh Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins. Berdasarkan atas data. kimia dan fisik, Watson dan Crick membuat model struktur DNA yang disebut double helix (untai ganda). Untal ganda DNA tersusun oleh dua rantai polinukleotida yang berpilin. Tehnik Pembenihan Tanaman 299

Gambar 8.6 Experimen yang menunjukkan DNA menjadi materi genetik pada T2 genetk pada TMV Gambar 8.7 RNA sebagai materi genetik virus TMV Kedua rantai mempunyai orientasi yang berlawanan (antiparalel): rantai yang satu memptinyai orientasi 5' . 3', sedangkan rantal yang lain berorientasi 3' . 5'. Kedua rantai tersebut berikatan dengan adanya ikatan hidrogen antara basa adenine (A) dengan thymine (T), dan antara guanine (G) dengan cytosine (C). Ikatan antara A-T 300

berupa dua ikatan hidrogen, sedangkan antara G C berupa tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G -C lebih kuat. Spesifisitas pa-sangan basa semacam ini disebut sebagai komplementaritas (com-plementarity). Proporsi basa A dan T, serta G dan C selalu sama sehingga komposisi DNA dapat dinyatakan dengan kandungan G+C (G+C content) yang berkisar dari 26% sampai 74%. Hal ini dikenal sebagal hukum Chargaff. Erwin Chargaff pada tahun 1950 mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai komposisi basa DNA pada berbagai jasad hidup. 5). Ikatan Hidrogen Antar nukleotida. Ikatan antara adenine (A) dengan thymine (T) dilakukan meialui dua ikatan hidrogen, sedangkan pada ikatan antara guanine (G) dan cytosine (C) ada tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G-C lebih kuat kuat dibandingkan dengan ikatan A-T. Kerangka gula deoksi-ribosa dan fosfat penyusun DNA terletak luar molekul, sedangkan basa purine dan pyrimidine terletak di dalam untaian (helix). Basabasa purine dan pyrimidine terletak pada bidang datar yang sama dan tegak lurus terhadap aksis untaian DNA. Diameter untaian DNA adalah 20 dan bersifat konstan karena basa purine akan selalu basa pyrimidine. Pasang-an-pasangan basa yang berurutan berjarak 3,4 A satu sama lain dan berotasi sebesar 360. Karena kedua rantai DNA tersusun secara antiparalel maka ada konvensi dalam penulisan orieritasi DNA. Perlu dlingat bah-wa pada masing-masing rantai DNA terdapat ujung 5 -fosfat (5 -P) dan ujung 3 -OH. Molekul DNA yang tersusun oleh dua rantai polinukleotida (double stranded) biasanya hanya ditulis salah satu rantainya, misalnya ATGCAATTCCGG. Dalam penulisan

semacam ini ujung sebelah kiri (A) adalah ujung 5'-P, sedangkan ujung sebelah kanan (G) adalah ujung 3 -OH. Oleh karena itu molekul DNA tersebut dapat ditulis sebagai P-5 -ATGCAATTCCGG-3'OH, atau kadang-kadang ditulis dengan pApTpGpCpApApTpTpCpCpGpG. Untuk menyingkat biasanya DNA hanya ditulis urutan basa DNA-nya saja. b. Ukuran Molekul DNA Pada Beberapa Jasad Hidup Ukuran molekul DNA bervariasi antara jasad yang satu dengan. Pada jasad prokaryot variasinya tidak sebesar pada virus dan ofag. Bahan genetik pada prokaryot dan virus pada umum-nya satu molekul tunggal DNA (kecuali virus tertentu yang bahannya RNA). Sebaliknya, bahan genetik pada eukaryot berupa molekul kromo-som yang masing-masing berupa molekul berukuran besar. Ukuran DNA pada jasad eukaryot tingkat tinggi, belum diketahui secara pasti karena kompleknya. Tehnik Pembenihan Tanaman 301

Gambar 8.8 Ikatan antar molekul dalam basa penyusun DNA Gambar 8.8 Model DNA untaian ganda yang berpilin 302

t-RNA pada ragi yang membawa alanin c. paradox. Sebagai contoh.Ukuran molekul DNA pada beberapa bakteriofag. kbp = kilo base pairs = 1000 pasangan h jumlah kromosom pada keadaan haploid). tetapi juga diketahui teradi pada kelompok jasad yang sama.9. . Secara logika sederhana. beberapa species amfibi mempunyai kandungan DNA 100 kali . ukuran dan kandungan molekul DNA yang dimiliki oleh suatu jasad sangat bervariasi sesuai dengan kompleksitas jasadnya. Struktur sekunder RNA. Fenomena semacam ini disebut sebagai C value. telah diketahui secara pasti bahkan urutan basa DNA pun telah dike-tahui secara akurat. kandungan DNA pada per sel katak adalah 7 kali lebih banyak dibanding dengan kandungan DNA pada sel manusia. Ukuran DNA pada gamet (haploid) 10-6 mm (1 pg (pico gram) = 10-12 g. Kandungan DNA Dan Kapasitas Genetik Seperti telah diungkapkan sebelumnya. misalnya bakteriofag . Gambar 8. Paradok semacam ini tidak hanya antar kelompok jasad yang berbeda. sedangkan kandungan DNA pada sel bunga lily 100 kali lebih banyak dibanding pada sel manusia. yaitu bahwa semakin komplek suatu jasad maka semakin besar pula kandungan DNAnya per sel haploid (dikenal sebagal C value). kandungan DNA pada khamir Saccharomyces cerevisiae lima kali lebih besar dibanding dengan kandungan DNA bakteri Escherichia coli karena secara struktural bakteri ini lebih sederhana. Sebagai contoh. Meskipun demikian studi menunjukkan bahwa banyaknya kandungan DNA suatu jasad tidak selalu berkorelasi positif dengan kompleksitas jasad tersebut. Sebagai contoh. semestinya ada suatu korelasi positif antara kandungan DNA dengan kompleksitas jasad.

lebih banyak dibanding dengan species amfibi yang lain. C value paradox dapat terjadi karena beberapa jasad mempunyai banyak urutan basa DNA yang tidak berkode asam amino (non-coding DNA). Tehnik Pembenihan Tanaman 303 . Jasad yang mempunyai nilai-C yang lebih besar tidak selalu mempunyai lebih banyak gen dibanding dengan jasad yang nilainya kecil. Urutan basa DNA sendiri banyak terdapat pada bagian intron dan urutan berulang DNA).

RNA merupakan genetik utama. Struktur RNA RNA (ribonucleic acid) adalah salah satu bentuk asam nukleat mempunyai komponen berupa gula ribosa. e. dan t-RNA (transfer-RNA). Organisasi Bahan Genetik Salah satu perbedaan fundamental antara jasad prokaryot dan eukaryot adalah pada organisasi bahan genetiknya. mRNA akan diterjemahkan (translasi) rangkaian asam-asam amino sehingga membentuk struktur polipeptida (protein). Pada kelompok prokaryot. dan gugus fosfat. Molekul r-RNA adalah RNA hasil transkripsi suatu rangkaian genetik tertentu pada DNA. Molekul t-RNA adalah RNA yang secara khusus berperan membawa asam-asam amino spesifk yang akan dirangkaikan dal proses blosintesis protein di dalain ribosom. Molekul tRNA Juga merupakan hasil transkripsi rangkaian kode genetik tertentu Pada DNA. hewan. tumbuhan. basa purin atau din. yaitu m-RNA (messenger-RNA) r-RNA (riboso-malRNA). Molekul r-RNA digunakan untuk menyusun ribosom yaitu tempat berlangsungnya proses translasi atau biosintesis protein. Proses translasi memerlukan r-RNA dan tRNA. Proses ekspresi genetik. misalnya virus TMV (Tobacco Mosaic Pada jasad selular. yaitu mikrobia. Molekul RNA adalah hasil transkripsi DNA yang membawa kode-kode gen dan rangkaian asamasam amino yang menyusun suatu protein.d. RNA hasil penyalinan (transkripsi) kode-kode genetik yang ada genetik jasad (DNA). umumnya hanya ada satu unit bahan genetik utama membawa . dan ada tiga bentuk molekul RNA. Pada jasad selular. Pada beberapa virus.

semua inforasi genetik yang diperlukan untuk kelangsungan Pertumbuhan jasad tersebut. perlu dipahami terlebih 304 . Pembentukan pilinan benang kromatin yang terletak di atas protein kriomosom non histon Gambar 8. Level 1. Lilitan DNA pada histon membentuk struktur nukleosom Level 2. Meskipun demikian. penghubung DNA seperti manik-manik di atas Nukleosom dihubungan dengan untaian benang Level 3 beberapa nukleosom membentuk benang Satu kemasan terdiri dari kromatin setebal 30-nm Level 4. Sebaliknya. ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa jasad prokaryot tertentu mempunyai lebih dari satu unit bahan genetik utama. pada eukaryot bahan genetik utama terdiri atas beberapa unit independen yang terpisah namun semua unit bahan genetik merupakan kesatuan genom yang menentukan kelangsungan hidup jasad.10 Tingkatan kemasan DNA dalam kromosom Sebelum dibahas lebih lanjut sistem organisasi genom pada jasad.

Oleh sifat genetisnya yang vital maka plasmid raksasa semacam . atau yang menentukan struktur lengkap suatu molekul r-RNA (RNA ribosom) atau t-RNA (tranfer RNA). beberapa prokaryot. seribu pasangan basa).dahulu perbedaan pengertian antara gen dengan genom. dan Rhizobium tahui ada unit bahan genetik yang seringkali dianggap sebagai raksasa (giant plasmid) yang secara genetis merupakan bahan yang vital untuk jasad tersebut. Batasan genom pada prokaryot hanya meliputi bahan genetik utamanya. Pseudomonas mempunyal plasmid metabolik (plasmid CAM) yang 230 kb (1 kb: 1 kilo base pairs. misalnya Pseudomonas sp. Gen adalah unit molekul DNA atau RNA dengan panjang minimum tertentu yang mem-bawa informasi mengenai asam amino yang lengkap suatu protein. dijumpai bahan genetik tambahan selain bahan genetik. Sedajhgkan genom adalah satu kesatuan gen yang secara alami dimiliki oleh satu sel atau virus. yang dinamakan genom bakteri Escherichia coli adalah semua gen yang ada satu unit bahan genetik utamanya (kromosom) yang tersusun 4. Dengan batasan semacam ini maka dapat dimengerti bahwa sepotong molekul DNA yang tidak membawa informasi genetik yang lengkap tidak dapat disebut sebagai genom hanya sebagai fragmen DNA. terutama pada kelompok prokaryot. Sebagai contoh.. Sebaliknya. atau satu kesatuan kromosom jasad eukaryotik dalam fase haploid. Bahan genetik tambahan/ekstra semacam ini secara umum sebagai plasmid. kecuali kalau genetik tambahan tersebut merupakan bagian yang secara tak terpisahkan dari sel tersebut. Sebagai contoh.2 x 10' bp (base pairs/pasangan basa) DNA. Pada beberapa jasad.

yang disebut sebagai kromosom. Pada bakteri Escherichia coli.itu merupakan baglan genom jasad tersebut. Organisasi Genom Pada Prokaryot Bahan genetik utama (kromosom) jasad prokaryot pada umumnya terdiri atas satu unit molekul DNA untai ganda (doublestranded) dengan struktur lingkar (circular). bahan genetik utama-nya terdiri atas sekitar 4600 kb (4.11 Untaian DNA membentuk kromsom Pada jasad eukaryot.6 x 106 bp). selain bahan genetik utama yang terdapat inti sel. Oleh karena itu jasad prokaryot bersifat monoploid karena hanya ada satu bahan genetik utama. Gambar 8. misalnya bd DNA pada mitokondria dan kloroplas (pada tumbuhan hijau). juga dijumpai ada genetik lain yang terletak di dalam organel yang lain. f. Bahan Tehnik Pembenihan Tanaman 305 .

namun diketahui terdapat beberapa bakteri yang struktur bahan genetik utamanya berupa molekul DNA linear. Oleh karena itu dalam keadaan normal plasmid dapat . lividans diketahui berikatan secara kovalen dengan suatu protein.genetik pada jasad prokaryot tidak dikemas di dalam suatu struktur yang jelas karena pada sel prokaryot tidak terdapat inti sel (nukleus). misalnya pada bakteri Borrelia burgdorferi dan Streptomyces lividans. Bahan genetik utama jasad prokaryot diketahui terikat pada membran sel sebelah dalam yang diduga berperanan dalam proses pemisahan DNA pada waktu terjadi pembelahan sel. jasad prokaryot seringkali juga. Plasmid pada prokaryot berupa molekul DNA untaian dengan struktur lingkar. Pada umumnya plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun seringkali plasmid membawa gen-gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan bagi sel dalam keadaan tertentu. Selain itu juga diketahui ada bakteri yang mempunyai 2 molekul kromosom yaitu bakteri Rhodobacter sphaeroides. Hal ini berbeda dengan bahan genetik utama jasad eukaryot yang terdapat di dalam struktur nukleus. misalnya gen ketahanan terhadap antibiotik. mempunyai bahan genetik tambahan yang disebut sebagai plasmid. Ujung molekul kromosom S. Selain bahan genetik utama. Meskipun pada umumnya kromosom bakteri berupa molekul DNA dengan struktur lingkar. Protein di ujung molekul kromosom semacam ini mempunyal fungsi yang sangat penting dalam proses inisiasi replikasi DNA. Oleh karena struktur bahan genetik utama jasad prokaryot berupa molekul lingkar maka molekul tersebut tidak ada bagian ujungnya.

Jepang. Pemanfaat-an 306 . 8. Teknologi tersebut telah banyak diguna-kan untuk pengadaan bibit pada berbagai tanaman. Salah satu teknologi harapan yang telah terbukti keberhasilannya adalah teknik kultur in vitro. Bibit dari varietas unggul yang mampu bersaing di pasaran internasional yang jumlahnya sangat sedikit dapat dikembangkan melalui kultur in-vitro. Melalui kultur in vitro. melalui pengembangan agribisnis yang dapat meningkatkan perolehan devisa negara. tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan.dihilangkan dengan metode curing tanpa mengganggu pertumbuhan selnya. Dengan dipenuhi dengan perbanyakan melalui teknik konvensional. Perbanyakan tanaman dengan kultur in vitro telah banyak diusahakan secara komersial di negara maju seperti Amerika.3 Teknik Kultur In vitro Dewasa ini pemerintah sedang menggalakkan komoditas nonmigas. karena kecepatan perbanyakan yang tinggi. sedangkan bibit tanaman yang dibutuhkan sangat banyak. Bibit suatu varietas unggul yang dihasilkan pemulia tanaman sangat terbatas. Upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian memerlukan dukungan penyediaan bibit untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. dan Eropa.

Dalam waktu yang singkat dari bahan tanaman yang sangat terbatas dapat dihasilkan bibit dalam jumlah yang banyak. (5) Adanya patogen internal (khususnya pada tanaman tahunan berkayu) yang sulit dihilangkan. (3) Penurunan integritas genetik pada bibit yang dihasilkan. Keberhasilan tersebut mendorong dimanfaatkannya in vitro sebagai teknologi perbanyakan yang banyak memberikan keunggulan daripada teknologi konvensional. (2) Kapasitas regenerasi menurun bila sering dilakukan pembaharuan. (4) Persentase keberhasilan aklimatisasi (terutama pada tanaman tahunan berkayu) relatif masih rendah.teknologi tersebut untuk pengadaan bibit pada awalnya berdasarkan hasil percobaan Morel tahun 1960 pada anggrek Cymbidium. (6) Diperlukan tenaga kerja yang intensif. Walaupun demikian. Pierik (1987) menyatakan bahwa perbanyakan melalui kultur in vitro dapat dikatakan berhasil bila memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: (1) tidak merubah sifat genetik . (7) Diperlukan modal awal yang cukup tinggi. terdidik. terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi dalam aplikasinya yaitu: (1) Keberhasilan teknik ini pada tanaman tahunan berkayu masih rendah sehingga aplikasinya masih terbatas pada jenis tanaman tertentu saja. serta mempunyai keterampilan khusus.

masalah regenerasi umumnya tidak menjadi masalah. banyak faktor yang menghambat proses regenerasi.pohon induk (2) seleksi kuat pada bahan tanaman yang akan digunakan sebagai eksplan agar bebas penyakit. Faktor pertunasan yang tinggi dapat tercapai dengan penggunaan formulasi media tertentu. Berbeda dengan tanaman tahunan berkayu. Pada tanaman semusim (berdinding lunak). 6) kandungan lignin yang tinggi. (3) teknik perbanyakan yang tidak terlalu rumit. menghambat aktivitas etilen dan mengurangi terbentuknya kinon karena oksidasi fenol. Penggunaan komponen organik tertentu dan jaringan yang bersifat juvenil dapat memacu daya regenerasi jaringan. Multiplikasi tunas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan perbanyakan melalui kultur in vitro. 3) jaringan sklerenkhima. 4) kandungan inhibitor organik yang tinggi. antara lain: 1) daya meristematis tanaman yang rendah 2) tingkat oksidasi fenol yang tinggi. (4) kemampuan regenerasi yang tetap tinggi. dan 7) gugurnya tunas dan daun yang lebih dini. dan (5) ekonomis. 5) kurangnya faktor perakaran. Semakin banyak tunas yang dapat Tehnik Pembenihan Tanaman 307 .

.

bebas hama dan penyakit serta harus media dalam waktu singkat seringkali tidak dapat dipenuhi dengan menggunakan metode konvensional baik secara generatif maupun vegetatif. Kebutuhan akan bibit tanaman jumlah besar. maupun cekaman lingkungan yang dapat mengganggu keberhasilan banyakan tanaman di lapangan. kendala lain yang juga sering muncul adalah gangguan alam. Teknik budidaya tanaman dengan menggunakan metode konvensional dalam medium tanah atau pasir seringkali menghadapi kendala teknis. berkualitas. perbaikan tanaman dengan menggunakan biji memerlukan waktu lama dan seringkali hasilnya tidak seperti tanaman induknya. lingkungan maupun waktu. Sebagai contoh. semakin tinggi peluang memperoleh bibit yang banyak. Y = An x B x F1 x F2 x F3 di mana : Y= jumlah plantlet yang dihasilkan A= jumlah tunas yang dihasilkan pada setiap subkultur (fakror multiplikasi) B = jumlah eksplan awal yang tumbuh n= jumlah subkultur pada periode tertentu (per tahun) F1= % keberhasilan kultur pada tahap Multiplikasi F2= % keberhasilan kultur pada tahap Perakaran . misalnya hama dan penyakit.dibentuk. Jumlah bibit yang dihasilkan dapat dihitung berdasarkan jumlah kelipatan tunasnya. Pennel (1987) memberikan formulasi untuk menghitung potensi jumlah plantlet (bibit) yang dapat dihasilkan secara teoritis dalam satu periode (1 tahun) dengan rumus sebagai tercantum di bawah ini. baik yang disebabkan oleh jasad hidup.

White dari Amerika Serikat untuk tama kalinya berhasil melakukan kultivasi tanaman yang berasal dari jaringan.12 . capraea dan Populus alba sebagai model untuk melakukan banyakan dan pernbelahan jaringan tanaman. seorang ahli penyatanaman dari Perancis.P. Jaringan hasil 308 .F3= % keberhasilan kultur pada tahap aklimatisasi Gambar 8. Selain itu. berhasil melakukan perbanyakan (propagation) kultur jaringan man wortel dengan menambahkan asam indol asetat (Indolec Acid) untuk menstimulasi pertumbuhan jaringan yang tidak salami diferenslasi. Hasil Kultur In-vitro Sejak tahun 1902 Gottlieb Haberiandt telah mengajukan gagasan mengenai kemungkinan pengembangan teknik kultivasi tanaman dari sel yang ditumbuhkan dalam larutan nutrien. Pierre Roger Gautheret dari Universitas rbonne. Nobecurt. Beberapa puluh un kemudian. Gautheret. Perancis. yaitu pada tahun 1939. dan R. Pada saat itu Gautheret menggunakan jaring-an tanaman V.

. Konsep totipotensi tersebut mempunyal makna sa-ngat penting dalam bidang kultur jaringan. Georges Morel yang bekeja sama dengan Gautheret berhasil melakukan perbanyakan jaringan tumbuhan monokotil dengan menggunakan meristem. Kemampuan ini oleh Morgan disebut sebagai totipotensi (totipotency). Selanjutnya. Bahkan pada tahun 1952 Morel dan Martin berhasil mengembang-kan teknik kultur meristem Dahlia dan memperoleh tunas yang bebas virus dan pada tahun 1955 mereka dapat mengembangkan kultur tanaman kentang yang bebas virus. pada tahun 1950. Oleh karena itu teknik ini secara umum disebut sebagai teknik kultur invitro. Pada tahun 1901 Morgan mengemukakan bahwa setiap sel mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi suatu jasad hidup yang lengkap melalui proses regenerasi. melainkan dalam medium buatan di dalam tabung. Penelitian-penelitian selanjutnya membuka kemungkinan penerapan teknik kultur sel atau jaringan untuk berbagai macam tanaman yang akhimya memberikan pengaruh besar dalam pengembangan bioteknologi tanaman. Istilah kultur jaringan mengacu pada teknik untuk menumbuhkan jasad multiselular dalam medium padat maupun cair menggunakan jaringan yang diambil dari jasad tersebut.perbanyakan tersebtit disebut sebagal kalus (callus). Teknik kultur jaringan tersebut dilakukan sebagal altematif perbanyakan tanaman bukan dengan menggunakan media tanah. Tehnik ini sekarang sudah berkembang luas sehingga bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan awal perbanyakan tidak hanya berupa jaringan melainkan juga dalam bentuk sel sehingga juga dikenal teknik kultur sel.

dan lain-lain). maka terdapat beberapa tahapan utama yang harus dilakukan. petiole. ovule. petal. eksplan. yaitu: (1) pemilihan sumber tanaman yang akan digunakan sebagai bahan awal Jaringan meristem. Bahan awal yang dapat diguna kultur in-vitro tanaman bermacam-macam. yaitu: (1) bahan awal (starting materials). Teknik Dasar Kultur In-Vitro Tanaman Kultur in-vitro tanaman memerlukan beberapa komponen utama. antara lain: batang. tunas apikal dan axilari (apical and axi lary buds). akar dan lain-lain. (3) tempat kultivasi.13 Proses kultur in-vitro pada tanaman Untuk mengembangkan tanaman secara in vitro sampai menjadi plantlet dan akhirnya menjadi tanaman lengkap yang siap dipindah ke medium tanah. (2) penanaman pada medium yang Tehnik Pembenihan Tanaman 309 . (2) media yang sesuai. Bagian tanaman digunakan sebagai bahan awal kultur in-vitro disebut sebagai eksplan (explant). po len.a. Gambar 8.

yaitu proses adaptasi pada lingkungan di luar sistem in vitro. Sebelum digunakan.01- . kemudian disterilkan. misalnya Tween-80. misalnya larutan merkuri klorida (HgCI2) 0. Alat-alat dan bahan yang tahan panas dapat disterilisasi dengan autoklaf. setelah itu dibersihkan dengan air mengalir selama 1-2 jam. eksplan harus dibersihkan dengan air bersih dan deterjen khusus. Untuk menjaga sterilitas maka pebedaan sebaiknya dilaku-kan di dalam laminar air flow. (4) aklimatisasi.sesuai sampai terjadi perbanyakan (misalnya dalam bentuk kalus). Pemilihan Dan Penyiapan Eksplan Bahan yang akan digunakan sebagal eksplan sebaiknya berasal dari bagian tanaman yang masih muda dan sehat. sedangkan peralatan atau tempat kerja yang lain dapat disterilkan dengan menggunakan alkohol atau disinfektan yang sesual. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh bakteri atau jamur yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan kultur sel atau ja-ringan tanaman. Eksplan yang akan digunakan dipotong potong dengan ukuran yang sesuai dengan keperluan. (5) penanaman pada medium biasa (tanah atau media bukan artifisial lainnya). b. Bahan yang berupa biji yang keras harus diperlakukan khusus menggunakan asam sulfat 50% untuk menghilangkan dormansi biji. yaitu suatu kabin yang dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan yang menuntut sterilitas. Oleh karena itu pekerjaan kultur in vitro sebaiknya dilakukan di tempat tertutup dan tidak digunakan untuk aktivitas yang lain. (3) pembentukan tunas dan akar sampai terbentuk plantlet. Salah satu prasyarat utama dalam teknik kultur in-vitro adalah kebersihan dan sterilitas alat serta tempat yang digunakan.

Gambar 8. Medium padat digunakan untuk menghasilkan kalus yang selanjutnya diinduksi membentuk tanaman yang lengkap (disebut sebagai plantlet). vitamin. dan suplemen organik.1%.14. yaitu: senyawa anorganik.0. Medium yang digunakan mengandung lima komponen utama. sedangkan medium cair blasanya digunakan untuk kultur sel. c. zat pengatur tumbuh. Media padat untuk kultur jaringan tanaman 310 . sumber karbon. Medium Yang Digunakan Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro tanaman dapat berupa medium padat atau cair. Pada prinsipnya semua pekerjaan dalam kultur in vitro harus dilakukan secara aseptik. Jarum atau pisau skalpel yang digunakan untuk memotong atau mengambil dan menanam eksplan harus diterilkan juga dengan membakar dengan lampu bunsen sesaat sebelum digunakan.

Unsur-unsur mikro yang diperlukan antara lain iodine (I). biasanya medium sintetik yang jelas komposisi kimiawinya lebih banyak digunakan sedangkan suplemen organik yang tidak jelas komposisi kimiawinya hanya digunakan jika dianggap esensial.Senyawa anorganik terdiri atas unsur-unsur makro dan mlkro. boron (B). tetapi sukrosa merupakan sumber karbon yang banyak digunakan dalam banyak sistem kultur. molybdenum (Mo). ekstrak khamir. Zat pengatur tumbuh juga diperlukan dalam kultur in vitro untuk mendukung pertumbuhan. Meskipun demikian. untuk indole acetic acid (IAA). magnesium dan sulfat yang diperlukan sekitar 0-3 mM. Suplemen senyawa organik yang digunakan adalah asam amino (biasanya digunakan glycine).4-D) atau l-naphtalene acetic acid (NAA) dan sito-kinin (kinetin. tembaga (Cu). peptone. zeatin). 2-isopentyl enosine. indole butyric acid (IBA) dalam . Vitamin yang banyak digunakan antara lain adalah thia-min. Sumber karbon yang digunakan dapat berupa glukosa. ekstrak malt. zinc (Zn). fruk-tosa. Ammonium merupakan senyawa esensial untuk hampir semua kultur tetapi konsentrasi yang diperlukan lebih rendah dibandingkan dengan nitrat. untuk perbanyakan (proliferation) sel digunat kan 2. maltosa atau sulcrosa dengan konsentrasi sekitar 2-4%. mangan (Mn). Konsentrasi kalsium. Kombinasi zat pengatur tumbuh yang digunakan meliputi: . Pada umumnya medium mengandung nitrat dan potasium pada konsentrasi masing-masing 25 mM. pyridoxine dan asam nikotinat. kobalt (Co) dan besi (Fe). .4 dichlorophenoxy acetic acid (2. benzyl adenosine.

d.4-D.4-D diketahui menginduksi perbanyakan sel teta-pi menekan diferensiasi pada tanaman dikotil. Jika menggunakan kultivasi pada medium cair dan perlu penggojokan maka sebaiknya digunakan wadah yang Tehnik Pembenihan Tanaman 311 .5 trichloro-phenoxy-acetic acid) diketahui bersifat efektif untuk menginduksi embrio-genesis somatik pada tanarnan serealia (monokotil). Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro sekarang dapat dibeli dalam bentuk jadi meskipun harganya lebih mahal dibanding kalau dibuat sendiri di laboratorium.4.4-D dan 2. tetapi 2. bahkan botol gelas sederhana. Hal yang paling penong dalam pemilihan wadah untuk kultur in vitro adalah kemudahan untuk menjaga sterilitasnya selama perbanyakan sel atau jaringan.4. Kultivasi sel atau jaringan secara in vitro secara prinsip dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam wadah. Tempat Kultivasi Kultur in-vitro tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan dua macam medium yaitu medium padat atau medium cair. tabung erlenmeyer.konsentrasi rendah dan sitokinin dalam konsentrasi tinggi. mulai dari tabung reaksi. Senyawa 2. tetapi bukan dalam bentuk 2.5-T (2. Komposis-1 medium untuk kultur in-vitro dapat dilihat pada buku-buku manual kultur in-vitro.

Dengan sistem induksi yang tepat kalus dapat berkembang menjadi tanaman yang utuh (plantlet). Eksplan yang berasal dari jaringan meristem berkembang lebih cepat dibanding . Kultur Kalus Tanaman dapat diperbanyak secara vegetatif menggunaka teknik kultur in vitro dengan teknik kultur kalus atau kultur sel. akan terbentuk massa kalus yaitu suatu massa amorf yang tersusun atas selsel parenlcim berdinding sel tipis yang berkembang dari hasil proliferasi sel-sel jaringan induk. misalnya tunas muda. dalam waktu 2 .4 minggu. Kalus dihasilkan dari lapisan luar selsel korteks pada eksplan melalui pembelahan sel berulang-ulang. yaitu induksi. Kalus.15 Salah satu contoh tempat kultivasi berupa wadah plastik dan botol gelas e. Oleh karena itu tabung erlenmeyer merupakan wadah yang ideal untuk kultur sel menggunakan medium cair.memungkinkan untuk ditempatkan secara mudah dan aman pada alat penggojok. Kalus dapat disub-kultur dengan cara mengambil sebagian kalus dan memindahkannya pada medium baru. Jika suatu eksplan ditanam pada medium padat atau dalam medium cair yang sesuai. Kultur kalus dapat dikembangkan dengan menggunakan eksplan yang berasal dari berbagai sumber. dan bagian bunga. tergantung spesiesnya. buah. pembelahan sel dan diferensiasi. daun. ujung akar. terbentuk meialui tiga tahapan. Gambar 8. komposisi nutrisi pada medium dan faktor lingkungan. Pembentukan kalus ditentukan sumber eksplan. Kultur kalus tumbuh berkembang lebih lambat dibanding kultur yang berasal dari suspensi sel.

(2) diferensiasi dan morfogenesis sel dan organ tanaman. Gambar 8.jaringan dari sel-sel berdinding tipis dan mengandung lignin. misalnya: (1) mempelajari aspek nutrisi tanaman. Untuk memelihara kalus. misalnya setlap 30 hari. maka perlu dilakukan sub-kultur seca-ra berkala. (3) variasi 312 .16 Kultur kalus tanaman Kultur kalus bermanfaat untuk mempelajari beberapa aspek dalam metabolisms tumbuhan dan diferensiasinya.

. penggojokan juga berfungsi memberikan aerasi pada kultur. Dapat dimanipulasi untuk . Kultur sel mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan kultur kalus. Dapat dikulturkan dalam volume besar sampal 1500 liter . karena itu dikenal suatu konsep yang disebut kerapatan sel awal kritis (critical initial cell density) yaitu jumlah inokulum terendah per volume medium yang memungkinkan kultur sel dapat tumbuh. Tidak seheterogen kultur kalus dan diferenslasi sel tidak terlal besar . Oleh karena itu penumbuhan ulang (sub-kultur) kultur suspensi sel perlu dilakukan dalam periode yang lebih singkat dibanding dengan periode penumbuhan ulang kultur kalus. (4) trans-formasi genelik menggunakan teknik biolistik. yaitu: . (5) produksi metabolit sekunder dan asinya.somaklonal. Sebagal inokulum digunakan sebagian kalus yang kemudian ditumbuhkan dalam medium cair dan digojok sehingga sel dapat terpisah. Banyaknya inokulum yang digunakan seringkali mempengaruhi laju pertumbuhan sel. Selain membuat sel menjadi terpisah (tidak mengelompok). f. Kultur sel Kultur sel tanaman dapat ditumbuhkan dengan menggunakan medium cair dalam erlenmeyer. Laju pembelahan sel pada sistem kultur suspensi sel lebih tinggi dibanding pada kultur kalus tetapi maslh lebih rendah dibanding laju pertumbuhan sel bakteri dan biasanya berkisar antara 24-72 jam. Suspensi sel dapat dipipet sehingga mempermudah proses sub kultur. Lebih mudah diatur kondisi lingkungannya . sekitar 7-21 hari.

Embrio yang diperoleh selanjutnya dapat berkembang menjadi kecambah yang akhirnya berkembang menjadi tanaman dewasa. protease. Kultur sel dapat dimanfaatkan untuk mengisolasi protoplas dan pengembangan galur sel dengan sifar fisiologis spesifik. Selanjutnya kalus dapat disubkultur. maka dapat terjadi embriogenesis. Kultur Protoplas Protoplas adalah sel yang tidak mempunyal dinding sel. Protoplas dapat diperoleh dengan perlakuan enzimatik atau mekanis. g. Protoplas dapat diregenerasi sehingga membentuk dinding sel kemudian mengalami pembelahan dan akhimya dapat membentuk kalus. Enzim yang digunakan untuk membuat protoplas tanaman berupa campuran beberapa enzim antara lain selulase. pektinase. Tehnik Pembenihan Tanaman 313 . Jika kalus ditanam pada medium yang tidak mengandung manitol dan auxin. misalnya toleran terhadap garam.produksi metabolit alami dengan cara menambahkan precursor Kultur sel dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi kultur tunggal karena sistem kultur suspensi sel blasanya terdiri atas campuran sel-sel tunggal dan kelompokan kecil sel-sel.

dan . . Perlu diketahui bahwa selain infonnasi genetik yang terdapat di dalam nukleus. . misalnya pada kentang. menghasilkan galur hetero-zigot dalam satu spesies tanaman yang secara normal hanya dapat diperbanyak dengan cara vegetatif. menghasilkan hibrid soma-tik amphidiploid yang fertil antar spesies yang secara seksual tidak kompatibel. memindahkan informasi genetik yang ada di sitoplasma dari satu galur atau spesies ke galur atau spesies lain. Fusi protoplas dapat dimanfaatkan untuk melakukan persilangan antar spesies atau galur tanaman yang tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan persilangan biasa karena adanya masalah inkompatibilitas fisik. mengalami fusi (menyatu). terdapat juga genetik yang tidak berada di dalam nukleus melainkan terdapat di dalam sitoplasma (cytoplasmic inheritance). jika hanya sitoplasma yang mengalami fusi sedangkan informasi genetik dari salah satu induknya hilang. hibrid. cybrid (cytoplasmid hybrid atau heteroplast).Kultur protoplas memberikan dasar yang penting untuk manipulasi sel tanaman yaitu dengan melakukan fusi protoplas antar spesies atau galur yang berbeda. jika nukleus dari kedua spesies tersebut betul-betul. memindahkan sebagian informasi genetik dari satu spesies ke spesies lain dengan memanfaatkan fenomena yang disebut penghilangan kromosom (chromosome elimination). Fusi protoplas membuka kemungkinan untuk : . . . Fusi protoplas dapat menghasilkan dua macam kemungkinan produk: .

atau protoplas telah banyak dimanfaatkan untuk perbanyakan berbagai macam tanaman. Proses pembentukan organ-organ tanaman yang lengkap dari kultur sel atau jari disebut organo-genesis. misalnya. Teknik Regenerasi In Vitro Kemampuan sel tanaman untuk menjadi tanaman yang lengkap (totipotensi) dapat dimanfaatkan untuk melakukan regenerasi tanaman secara in vitro dari sumber yang berupa protoplas. barley dengan gandum. gandum dengan oat. jaringan maupun organ. h. langsdorffii. chacoense. barley dengan padi. Kalus hibrid selanjutnya dapat diinduksi sehingga terbentuk tanaman hibrid. hibrid somatik Solanum tuberosum dengan S. Teknik kultur jaringan. Teknik untuk menginduksi organogenesis pada umumnya dilakukan pada kultur kalus meskipun juga dapat dilakukan 314 . Hasil fusi (disebut sebagai fusan) yang diperoleh selanjutnya dapat ditumbuhkan pada medium untuk menghasilkan kalus hibrid. sel. dapat disegel sehingga membentuk tanaman yang lengkap. sel. Kalus yang dikembangkan dari eksplan. Teknik fusi protoplas telah berhasil digunakan misalnya pada fusi protoplas Nicotiana glauca dengan N.misalnya sifat male sterility pada beberapa tanaman. dan tebu dengan sorghum. tomat dengan kentang.

Tunas yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber untuk menghasilkan banyak tunas baru . tanaman pangan. menginduksi pembentukan akar dan tunas tembakau dari kultur ka Pada tahun ber-ikutnya yaitu 1958. tanaman obat dan tanaman hutan Secara umum terdapat empat sumber yang digunakan dalam perbanyakan mikro (micropropagation) untuk menghasilkan plantlet. apex dan nodus dapat dikulturkan menjadi tunas. tanaman bumbu. untuk pertama kalinya melaporkan pada tahun 1939 mengenai keberhasilan mereka dalam menginduksi pembentukan tunas (shoot) pada tembakau (White) dan pembentukan akar pada kalus wortel (Nobeco Penelitian selanjutnya oleh Skoog dan Miller pada tahun 1957 menunjukkan bahwa kombinasi yang tepat antara auxin dan sitokinin. misalnya batang atau embrio zigot. (2) apex. yang bekerja secara independen. Sementara itu. yaitu (1) meristem. Sekarang ini tanaman hasil kultur in vitro telah berhasil dilakukan pada banyak jenis tanaman. sayuran. (3) nodus (node). tanaman buah dan biji. dan (4) bermacam-macam eksplan. kultur sel maupun protoplas bahkan terbentuk secara langsung dari sel-sel struktur yang terorganisasi. Meristem. Eisomatik dapat terbentuk pada kalus. misalnya tanaman hias.secara langsung dari eksplan yang ditanam pada medium White dan Nobecourt. Reinert dan Steward berhasil melakukan embriogenesis somatik secara in vitro pada wortel. tum-buhan lengkap yang terbentuk dari hasil kultur in vitro (disebut sebagai plantlet) yang pertama kali dilaporkan adalah Tropaeolum dan Lupinus yang dilakukan oleh Emest Ball pada tahun 1946.

Di sisi lain. atau embrio somatik secara langsung. bermacam-macam eksplan dapat juga dikembangkan sehingga terbentuk tunas adventif. yaitu: . Tehnik Pembenihan Tanaman 315 . Embrio somatik. Proses-proses ini secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat macam. Selain itu. Tunas-tunas tersebut kemudian dapat dikembangkan le-bih lanjut sehingga terbentuk perakaran dan akhirnya menjadi plantlet. Embriogenesis somatik dapat dihasilkan secara langsung. Eksplan juga dapat ditumbuhkan sebagai kalus yang selanjutnya diinduksi sehingga terbentuk tunas adventif. kalus juga dapat digunakan sebagal sumber sel untuk membuat kultur suspensi sel yang selanjutnya dapat dikembangkan untuk menghasilkan embrio somatik secara tidak langsung.dengan menggunakan percabangan axilari. baik yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dapat di induksi sehingga ber-kecambah dan akhirnya juga menjadi plantlet. atau secara tidak langsung melalui pembentukan kalus dari eksplan. Embriogenesis somatik yang mengarah ke pembentukan struktur bipolar yang mengandung axis tunas dan akar dengan sistem vaskular tertutup. Eksplan mau-pun kalus yang membentuk tunas adventif selanjutnya dapat dlinduksi sehingga membentuk akar dan akhirnya menjadi plantlet.

dan . Pembentukan tunas axilari merupakan metode yang paling baik karena plantlet yang dihasilkan adalah benar-benar serupa dengan tanaman induk. . . ukuran eksplan. . zat pengatur tumbuh. yaitu dalam hal ini adalah kalus. Stabilitas genetik plantlet yang terbentuk dan tunas adventif semacam ini tidak dapat dijamin sebab jika kalus terbentuk maka kemungkinan ketidak-stabilan genetik akan meningkat. musim pada waktu organ diambil.17 Regenerasi tanaman dari jaringan daun i. Pembentukan tunas adventif yaitu tunas yang terbentuk dari sumber selain meristem. dan vitamin. Organogenesis yaitu pembentukan organ dari jaringan yang tidak mengalami diferensiasi. Kultur Kalus Dan Regenerasi Organ Dan Embrio Dalam bagian ini akan diberikan . . yaitu: . kualitas keseluruhan tanaman sebagai sumber eksplan. Metode ini juga disebut perbanyakan kional. Induksi Kalus. Proses regenerasi dari bermacammacam sumber sampai menjadi plantlet dipengaruhl oleh dua faktor utama. . Pembentukan tunas axilari yang secara genetik stabil.. Sumber eksplan dapat mempengaruhi proses regenerasi karena beberapa faktor. yaitu: sumber eksplan. sumber nitrogen. sumber karbon. organ yang digunakan. Di sisi lain. komponen media yang mempengaruhi proses regenerasi adalah nutrien anorganik dan organik. status fisiologis organ. dan komponen media. Gambar 8.

yaltu (1) seleksi dan penyiapan kultur aseptik. dilakukan multiplikasi kultur untuk mendapatkan tunas-tunas baru dalam jumlah lebih banyak.gambaran secara sederhana proses kultur in vitro tanaman sampal akhirnya menjadi tanaman yang lengkap dan dapat dipindahkan ke medium tanah atau medium bukan artifisial lainnya. Dalam tahapan seleksi dan penyiapan kultur aseptik dilakukan pengambilan bahan awal dan penanamannya pada medium in vitro yang sesuai. (3) regenerasi plantlet. (2) multiplikasi kultur. Plantlet yang terbentuk selanjutnya diadaptasi dengan lingkungan alami sebagal 316 . Secara garis besar metode perbanyakan tanaman secara in vitro terdiri atas empat tahapan. (4) aklimatisasi dan pemindahan ke tanah. Tunas-tunas baru hasil perbanyakan kemudian dipindahkan ke medium yang khusus dibuat untuk menginduksi pembentukan akar sehingga akhirnya terbentuk plantlet yang lengkap. Setelah diperoleh tunas pada tahapan pertama.

. selanjutnya dilakukan sterilisasi. Medium yang digunakan dimasukkan dalam wadah yang akan digunakan untuk kultivasi. sampai terbentuk struktur kalus. . . . Daun yang muda dipotong sesuai dengan ukuran yang akan digunakan.persiapan untuk dipindahkan dan ditanam di tanah atau lapangan. Jika induksi organogenesis berhasil maka pada langkah ke-4 di atas akan terbentuk tunas adventif. Sebagian kalus yang terbentuk diambil untuk disub-kultur pada medium segar pada tabung yang lain. Sebagian tunas yang terbentuk kemudian dipotong dan dipindahkan ke medium lain yang digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. misalnya daun yang masih muda. . Jika induksi pembentukan akar berhasil maka sudah didapatkan plantlet yang slap dipindahkan ke medium bukan artifisial. . misalnya medium tanah. Plantlet yang sudah terbentuk selanjutnya dipindah ke medium . Secara sederhana. misalnya tunas (shoot). misalnya tabung erlenmeyer. Pengambilan eksplan. Sebaglan kalus yang terbentuk dari hasil subkultur kemudian dipindahkan pada medium lain yang khusus digunakan untuk induksi pembentukan organ. Eksplan yang diperoleh kemudian ditanam pada medium (padat) yang sesuai yang sudah disterilisasi. tahapan yang dilalui dalam proses kultivasi tanaman secara in vitro dapat disaiikan sebagai berikut: . .

Induksi Pembentukan Embrio (Embriogenesis) Pada Kultur In Vitro Selain menginduksi pembentukan organ. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memindahkan sebagian kalus yang terbentuk dan hasil sub-kultur (langkah ke-3) ke medium cair. k.4-D) berkonsentrasi tinggi dan sitokinin (kinetin) berkonsentrasi rendah untuk membentuk tunas. kultur in vitro tanaman juga dapat diarahkan uhtuk membentuk embrio.05 M untuk membentuk tunas. Pembentukan tunas dan akar ditentukan oleh konsentrasi auksin dan sitokinin yang digunakan.tanah untuk proses aklimatisasi. kecuali pada kalus alfalfa yang memerlukan auxin (2. Perbanyakan dalam medium cair Tehnik Pembenihan Tanaman 317 . Pada umumnya sitokinin konsentrasi tinggi merangsang pembentukan tunas. Senyawa IBA dan NAA adalah senyawa yang paling sering digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. Banyak spesies yang memerlukan kinetin dengan konsentrasi 0. Induksi Pembentukan Organ (Organogenesis) Pada Kultur In Vitro Pembentukan organ (organogenesis) pada kultur in vitro tanaman dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa-senyawa tertentu dalam medium. j.

dan Gramineae. Petunia hybrida. Solanaceae. Rutaceae. Induksi pembentukan embrio dari kalus atau eksplan memerlukan penambahan auxin ke dalam medium yang digunakan. tetapi embrio-genesis leblh sering terjadi pada medium cair. Embrio dapat dihasilkan dari kalus yang tumbuh pada medium padat. embrio yang terbentuk secara tidak langsung yaitu melalui tahapan pembentukan kalus. Linum usitatissimum. Embrio semacam ini misalnya dapat terbentuk dari eksplan daun Coffea arabica. Gambar 8. namun induksi pembentukan organ biasanya dilakukan pada medium padat. Brassica napus). Proses pemben-tukan embrio dari sel sornatik atau jaringan disebut sebagai proses embrio-genesis somatik.18 Planlet yang sudah terbentuk dan siap untuk diaklimatisasi Embriogenesis somatik secara umum terjadi pada famili Ranunculaceae. Meskipun demikian untuk beberapa tanaman. Ada dua macam embrio somatik yang dapat terbentuk yaitu: pertama. Asparagus officinalis. Sel-sel yang dapat membentuk embrio semacam ini disebut Pre-Embryonic Determined Ce ls (PEDC). pembentukan embrio dari kalus tidak . Embrio semacam ini dapat terbentuk misalnya dari sel-sel epidermis hipokotil (misalnya pada Ranunculus sceleratus. Oleh karena itu embrio yang dihasilkan pada kultur cair tersebut kemudian dapat diisolasi dan dipindahkan ke medium padat sampai ter-bentuk plantlet yang siap dipindahkan ke medium tanah. embrio yang terbentuk secara langsung dari sel atau jaringan tanpa melalui pembentukan kalus. Kedua. misalnya wortel.dapat dilakukan berulang-ulang. Umbe liferae.

Selsel yang membentuk embrio setelah diinduksi semacam ini disebut sebagai Induced Embryogenic Determined Cells (IEDC). Beberapa tanaman monokotil dan dikotil dapat diinduksi untuk membentuk embrio dengan senyawa semacam ini.4. Beberapa senyawa auxin lain yang juga dapat digunakan untuk induksi embrio somatik Sebaliknya. Aklimatisasi Dan Pemindah-an Tanaman Hasil Kultur In Vitro Ke Tanah Plantlet yang terbentuk secara in vitro selanjutnya harus diaklimatisasi sebagai persiapan untuk pemindahannya ke medium tanah atau lapangan.4-D). gibberelin dan etilen biasanya menghambat embrio-genesis. Hal ini perlu dilakukan sebab tanaman yang diperbanyak secara in vitro mempunyai perbedaan kemampuan adaptasi fisiologis dengan 318 . l.5-T) dan picloram.4. 2.memerlukan penambahan auxin. Senyawa yang biasanya digunakan untuk menginduksi pembentukan embrio adalah 2.5trichlorophenoxy acetic acid (2.di-chlorophenoxy acetic acid (2.4.

Pada tanaman in vitro hubungan vaskular antara bagian tunas dengan akar umumnya tidak baik sehingga menurunkan konduksi air. sumber karbon yang biasanya diberikan dalam medium in vitro harus disediakan oleh tanaman itu sendiri melalui fotosintesis setelah tanaman in vitro dipindahkan ke kondisi in vivo. Daun tanaman in vitro biasanya tipis dan lembut dan secara fotosintesis tidak terlalu aktif schingga tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan klimatologis in vivo. tanaman yang diperbanyak secara in vitro biasanya tidak memiliki lapisan lilin (cuticular) yang sempurna sehingga hal ini dapat memperbesar evaporasi air dari dalam sel tanaman. misalnya dengan menurunkan kelembaban relatif. Untuk membantu proses aklimatisasi di luar lingkungan laboratorium biasanya dilakukan terlebih dahulu aklirnatisasi in vitro.tanaman yang diperbanyak secara in vivo. Oleh karena itu pada saat tanaman legum hasil kultur in vitro dipindahkan ke tanah maka perlu dilakukan inokulasi dengan bakteri Rhizobium yang berasosiasi dengan tanaman ini. Sebagai contoh. Beberapa tanaman yang tumbuh dalam kondisi alami mempunyai asosiasi dengan mikrobia tertentu. Faktor lain yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi in vitro menyebabkan tanaman tumbuh secara heterotrofik padahal dalam kondisi in vivo tanaman harus tumbuh secara autotrofik. Selain itu stomata biasanya juga tidak dapat berfungsi sempuma karena stomata yang terbuka pada tanaman in vitro menyebabkan cekaman air yang dialami pada beberapa jam pertama proses aklimatisasi.19 Aklimatisasi planlet pada media tanah (di dalam rumah kaca) . Gambar 8. misalnya tanaman legum membentuk hubungan simblotik dengan bakteri Rhizobium. Artinya.

Tehnik Pembenihan Tanaman 319 .

Kultur Meristem Untuk Menghasilkan Tanaman Bebasis Virus Salah satu aplikasi penting teknik kultur in vitro adalah dalam pengembangan tanaman bebas virus. Kondisi pendukung pertumbuhan meristem biasanya medium dengan konsentrasi garam yang rendah dan kandungan vitamin yang tinggi. m. Bebas virus yang dimaksud di sini adalah bebas virus yang sudah diuji secara eksperimental. Meristem apikal biasanya berupa struktur serupa kubah (dome) yang terletak pada ujung tunas dan berukuran sekitar 0. Sebelum diambil meristemnya. Pada meristem apikal diketahui tidak terdeteksi lagi adanya virus dalam 50% sampel yang diuji. Kultur in vitro meristem melalui beberapa tahapan yaitu inisiasi . artinya ada kemungkinan tanaman tersebut masih mengandung virus lain yang belum dapat dideteksi dengan teknik uji yang tersedia. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsentrasi virus pada tanaman semakin kecil dengan semakin dekatnya ke bagian meristem. ujung tunas disterilisasi kemudian meristem diambil dari tanaman dengan menghilangkan daun yang menutupinya.1 mm (diameter) dan 0.3 mm (panjang).2-0. Perlu dipahami bahwa semua angiosperma dan gimnosperma tumbuh melalui meristem apikalnya. Oleh karena itu istilah yang leblh tepat adalah tanaman bebas virus yang sudah diuji.Banyak tanaman yang telah berhasil diperbanyak dengan kultur in vitro menggunakan berba-gai eksplan sebagal bahan awal. Meristem yang diperoleh kemudian ditanam pada medium agar dan diinkubasi. Meristem apikal pertama kali terbentuk selama perkembangan embrio dan akan tetap aktif selama fase vegetatif tanaman.

Saccharum officinarum Virus mosaik. Brassica oleracea virus mosaik turnip. Potato virus-Y. Beberapa tanaman bebas virus yang berhasil dikembangkan dari kultur in vitro meristem antara lain. Caladium hortulanum Dasheen mosaic virus. Potato n. A lium cepa Virus mosaik. Diantlius barbatus Ring spot virus (RSV).kultur. misalnya colchicine. Cauliflower Mosaic Virus. Rugos mosaic virus. Leblh jauh lagi. lwornosom tanaman haploid semacam itu dapat digandakan dengan senyawa mutagenik. Petunia Tobacco mosaic virus (TMV). 320 . Ananas sativus Virus mosaik. perbanyakan tunas dan diikuti dengan pembentukan akar sehingga menghasilkan plantlet. Musa sp Cucumber mosaic virus. sedangkan tanaman diploid mempunyal dua set kromosom identik untuk setiap kromosom sehingga dituliskan sebagai 2n. Tanaman haploid mempunyai banyak kegunaan antara lain untuk menghasilkan tanaman homozigot yang sangat sulit diperoleh dengan pemuliaan tanaman konvensional. mottle virus Ipomoea batata (ketela rambat) Internal cork virus. Kultur Anther dan Pollen Untuk Menghasilkan Tana-man Haploid Tanaman haploid adalah tanaman yang mempunyai satu set tunggal kromosom (biasanya ditulis dengan notasi Mendelian sebagian. pertumbuhan dan perkembangan. Solanum tuberosum. (kentang) Potato virus-X.

proses androgenesis langsung lebih disukai sebab androgenesis melalui pembentukan kalus dapat menyebabkan terjadinya variasi. Selain itu pollen juga dapat diambil secara aseptik dan di-kulturkan pada medium cair. yaitu melalui kultur kalus. embriogenesis dari kultur dan embriogenesis somatik tidak langsung. Larkin dan Scowcroft pada tahuri 1981 menamakan variasi yang muncul dalam populasi tanaman hasil regenerasi in vitro tersebut se-bagai varlasi . o. Proses perbanyakan tanaman haploid dengan menggunakan gametofit jantan semacam ini disebut sebagai androgenesis. Anther diperoleh dari tunas bunga dan dapat dikulturkan pada medium padat atau cair sehingga teradi embriogenesis. Beberapa tanaman penting yang berhasil dikembangkan menjadi tanaman haploid dengan menggunakan tekmk kultur anther atau pollen. Dari sisi pemuliaan tanaman. Androgenesis langsung adalah proses pembentukan plantlet haploid dengan melalui embriogenesis menggunakan kultur anther. Meski-pun demikian banyak bukti menunjukkan bahwa dalam populasi tanaman yang dihasilkan secara in vitro. sedangkan pada androgenesis tidak langsung plantlet terbentuk melalui pembentukan kalus yang kemudian mengalami regenerasi menjail plantlet. Ada dua macam androgenesis yaitu androgenesis langsung dan androgenesis tidak langsung.Tanaman haplold dapat dikembangkan dengan menggunakan kultur in vitro anther dan pollen. Variasi Somaklonal Perbanyakan tanaman secara in vitro secara teoritis akan menghasilkan tanaman-tanaman yang secara genetis seragam karena tanaman in vitro berkembang hanya melalui pembelahan sel secara mitotik. kultur sel. terjadi variasi fenotipik dan ketidakstabilan kromosom.

Sebaliknya. sedangkan perbanyakan meialui kalus meningkatkan kemungkinan tejadinya variasi somaklonal. Variasi somaklonal disebabkan oleh beberapa faktor. Selain faktor Tehnik Pembenihan Tanaman 321 .somaklonal. Variasi yang terdapat pada sumber eksplan juga mempengaruhi. (3) abnormalitas pembelahan sel secara in vitro. pada tanaman yang berasal dari kultur meristem tidak terjadi variasi semacam itu sehingga sistem kultur meristem banyak digunakan untuk propagasi klonal. (2) variasi pada jaringan sebagai sumber eksplan. variasi somaklonal. kemunculan. Eksplan yang berasal dari sumber yang berbeda mempunyai variasi inheren sehingga dapat muncul sebagal variasi somaklonal. Telah diketahui bahwa hanya meristem yang dapat menghasilkan plantlet yang stabil secara genetis. Kombinasi yang tidak tepat dalam penggunaan zat pengatur pertumbuhan dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas dalam pembelahan sel yang dapat muncul dalam bentuk perubahan jumlah dan struktur kromosom. yaitu (1) organisasi sel yang digunakan sebagai sumber eksplan. Organisasi sel mempunyai peranan penting dalam hal pemunculan variasi somaklonal. Dalam kultur in vitro terjadi pembelahan sel berulang-ulang yang dipengaruhi oleh zat pengatur pertumbuhan.

osmolaritas juga mempengaruhi siklus. suhu. sel in vitro. polioksietilen. Dalam aplikasi yang lebih mutakhir. Pengendalian yang tidak tepat terhadap siklus sel ini dapat menyebabkan munculnya variasi somaklonal.tumbuh. Beberapa Aplikasi Lain Teknik Kultur In Vitro Tanaman Kultur in vitro tanaman mempunyai potensi sangat besar dalam program pemuliaan tanaman serta penyediaan benlh dan bibit berkualitas. Beberapa aplikasi lain yang dapat dikembangkan dari teknik kultur in vitro tanaman antara lain adalah (1) biji/benih sintetik. cahaya. Ada empat tipe biji sintetik berdasarkan atas embrio dan proses pembungkusannya. Variasi somaklonal yang terjadi pada kultur in vitro tanaman dapat dimanfaatkan sebagai salah satu altematif pemuliaan tanaman karena dapat menghasilkan varietas-varietas baru. ketahanan terhadap pe-nyakit dan lainlain. teknik kultur sel tanaman dapat dimanfaatkan guna menghasilkan berbagai metabolit sekunder. (2) embryo rescue. Selain itu. Biji sintetik atau artifisial (synthetic seed) adalah biji yang dlhasilkan dari embrio somatik yang kemudian dibungkus (encapsulated) dengan bahan tertentu. fertilitas biji. sodium alginat. p. misalnya agarose. ukuran daun. Teknik induksi embrio-genesis somatik dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan biji sintetik atau biji artifisial. yaitu: . Beberapa sifat yang dapat muncul dalam bentuk variasi somaklonal antara lain adalah waktu pembungaan. teknik kultur in vitro merupakan dasar yang sangat penting dalam pengembangan tanaman transgenik. tinggi ta-naman.

Namun metode embrio-genesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. antara lain tanaman tahunan. 1996). somatik embrio dihidrasi. misalnya alfalfa. 8. (4) Tidak dibungkus. Di samping faktor pertunasan yang rendah. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. misalnya wortel. embrio somatik dikeringkan. (2) Dibungkus. misalnya wortel.(1) Tidak dibungkus. (3) Dibungkus. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan 322 .4 Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi Laboratorium kultur jaringan. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih disukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. embrio somatik yang dikeringkan. misalnya untuk orchard grass. Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan generatif) berbagai spesies tanaman. Laboratorium kultur jaringan. Untuk itu. embrio dihidrasi. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah.

1996).) Jambu mete merupakan tanaman industri yang diprioritaskan untuk dikembangkan di daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI). Untuk itu. Untuk itu. Di samping faktor pertunasan yang rendah. Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian. Dalam program pengembangan diperlukan bahan tanaman bermutu dalam jumlah memadai dari pohon induk yang sangat terbatas. Namun metode embriogenesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. Menurut Mariska et al. Penambahan phloroglucinol ke dalam media yang sudah mengandung BA dan tidiazuron dapat meningkatkan . perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. Dengan penambahan asam amino tertentu masalah tersebut dapat ditekan. antara lain tanaman tahunan. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah.generatif) berbagai spesies tanaman. telah dicoba perbanyakan vegetatif secara in vitro dengan eksplan yang berasal dari pohon induk yang unggul. Hasil penelitian awal menunjukkan adanya masalah penguningan daun yang terjadi sangat cepat. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih di-sukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. Bibit yang berasal dari biji menghasilkan tanaman yang beragam. 1) Jambu Mete (Anacardium occidentale L. (1997) masalah tersebut umum dijumpai pada tanaman tahunan berkayu.

Tanaman pulai merupakan tanaman berkayu dan tingginya dapat mencapai 25 m.. Dengan formulasi tersebut. jumlahnya lebih banyak dan pertumbuhannya lebih cepat. konsentrasi NAA berbeda. Populasi tanaman ini termasuk besar. 1998). 2) Pulai (Alstonia scholaris L. Akar dapat terbentuk dari media dasar Jordan + NAA 7 mg/l. akar tidak dapat terbentuk. Tehnik Pembenihan Tanaman 323 . Bila dalam media dasar tersebut. disebabkan sempitnya selang konsentrasi optimal dari NAA.) Pulai termasuk salah satu tumbuhan obat langka dengan kategori jarang.persentase eksplan yang bertunas dan jumlah tunas yang terbentuk dari setiap eksplan (Mariska et al. Kemudian dicoba media "Woody Plant Medium" (WPM) dan Jordan yang dilengkapi NAA. tetapi tidak dapat memacu pembentukan akar. Lebih dari 200 formulasi media (kombinasi MS dengan berbagai jenis auksin. akar lebih cepat terbentuk. penyebarannya tidak banyak dijumpai serta mengalami erosi berat. Tunas in vitro yang berasal dari pertunasan kemudian dicoba diakarkan. namun tersebar secara lokal atau daerah. senyawa fenol dan asam amino) telah dicoba.

kecuali untuk ion sulfat. Masalah utama yang dihadapi pada cengkeh adalah tingkat oksidasi fenol yang sangat tinggi dan sistem regenerasi pembentukan tunas yang lambat. digunakan teknologi kultur jaringan. dan 10 mg/l). daya meristematis tanaman meningkat. Untuk mendukung upaya pengembangannya dilakukan perbanyakan vegetatif melalui kultur jaringan. Masalah pencoklatan dicoba diatasi dengan cara perendaman eskplan dalam DIECA 6 g/l selama 1 jam. 3) Cengkeh (Eugenia caryophy lus) Cengkeh merupakan salah satu tanaman industri dan umumnya diperbanyak dengan biji. . Namun perbanyakan secara generatif dapat menyebabkan terjadinya segregasi genetik. Tanaman pulai mempunyai daya meristematis yang sangat rendah. 3.1/2) dan WPM (1.Perbanyakan tanaman secara konvensional belum banyak dilakukan dan keberhasilannya masih rendah. Dinyatakan pula bahwa asam fenol teroksidasi tergantung pada potensi reduksi oksidasi dari media. Masalah oksidasi fenol akan semakin meningkat dengan kandungan potasium yang tinggi seperti pada media dasar MS. Pada media WPM terutama dengan kandungan makronya yang diencerkan sampai setengahnya tidak ditemukan adanya masalah oksidasi fenol. Untuk mempercepat pengembangan pohon induk unggul yang jumlahnya terbatas. Walaupun pada media WPM ½ tidak ada masalah pencoklatan. namun inisiasi tunasnya lebih lama dibandingkan WPM. Untuk mengurangi masalah pencoklatan. Media dasar WPM konsentrasi total ionnya lebih rendah daripada MS.1/2) yang dilengkapi BA (0. Setelah biakan mengalami periode kultur in vitro yang relatif lama. 5. Setelah perendaman eksplan ditanam pada media MS (1.

Jerman. tunas yang terbentuk tidak memanjang. 4) Pepaya (Carica papaya L. Tunas paling banyak diperoleh dari media WPM + BA 10 mg/l + NAA 1 mg/l. yaitu Singapura. warna kuning 324 . Komoditas tersebut diekspor ke pasar yang cukup terbuka. Dari hasil persilangan diperoleh buah pepaya yang berbentuk bulat. 1992).) Pepaya merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor nonmigas. Perakaran dapat dilakukan secara in vitro dengan menumbuhkan tunas in vitro di rumah kaca dengan kelembapan yang tinggi dan pemberian intermittent mist system setiap 3 jam pada siang hari. pepaya mempunyai banyak kegunaan lain. dan Perancis (Biro Pusat Statistik. buah daging tebal. tambahan paling banyak (0. Di samping buahnya kaya akan vitamin dan mineral. agak kecil. Namun setelah 7 minggu.31 cm) diperoleh dari media awal WPM + BA 5 mg/l + NAA 0. Untuk meningkatkan kualitas buah pepaya telah dilakukan persilangan antara pepaya Bangkok dengan pepaya Hawai. Untuk itu. Australia.50 mg/l.maka pada penelitian selanjutnya digunakan media cair dengan media dasar WPM (Tabel 4).

Pada media MS gejala penguningan daun dan tunas terjadi lebih lama yaitu 6-8 minggu setelah tanam. wangi. Hasil penelitian awal.kemerahan. Gejala tersebut terjadi secara cepat (2-3 minggu setelah tanam) terutama pada biakan yang dikulturkan pada media Anderson dan WPM. dari mata tunas terminal yang ditumbuhkan pada berbagai formulasi media (lebih dari 150 formulasi). mengkalus pada pangkal tunasnya. perbanyakan vegetatif sulit dilakukan terutama bila diarahkan untuk mempercepat pengembangan varietas unggul baru dalam skala luas. tunas in vitro yang panjangnya mencapai 3-5 cm dapat diakarkan secara in vivo di rumah kaca. komponen organik lainnya dan modifikasi garam mineral tertentu. Untuk perakaran. Pelestarian secara in vitro potensial bila dilakukan pada tanaman yang selalu diperbanyak secara vegetatif atau tanaman yang viabilitas benihnya sangat singkat. Setelah dicoba formulasi media baru yang mengandung selain zat pengatur tumbuh konsentrasi rendah diberikan pula asam amino. Untuk menyelamatkannya telah dilakukan antara lain melalui kultur in vitro. Kalus lebih banyak terbentuk terutama pada media DKW yang diberi 2-IP kemudian BA. Sebelum dilakukan pelestarian secara in vitro maka perlu dikuasai . umumnya tunas tumbuh rosette (menggerombol) dan daun pendek-pendek. tunas tidak dapat memanjang serta daunnya cepat menguning kemudian gugur dengan cepat. Perbanyakan melalui biji hanya menghasilkan buah yang baik kurang dari 2%. Secara konvensional. Perbanyakan vegetatif dilakukan melalui kultur jaringan untuk mempertahankan kualitas buah yang baik. maka tunas dapat tumbuh memanjang dan daun tetap hijau. dan manis. 5) Pulasari (Alyxia stellata) Pulasari termasuk salah satu tanaman obat yang dikategorikan langka.

Berbeda dengan tanaman jambu mete (Mariska et al.. daya regenerasinya lebih mudah baik pada tahap pertunasan maupun perakaran. Persentase perakaran paling banyak berasal dari media MS + kinetin 1 mg/l + NAA 0 mg/l. 1991). Bila metode regenerasi sudah dikuasai maka tanaman dalam botol dapat cepat diperbanyak apabila dibutuhkan. Untuk memenuhi kebutuhan bibit rami dalam jumlah yang sangat Tehnik Pembenihan Tanaman 325 . pada tanaman pulasari. antara lain tanaman serat rami. Dari penelitian Gati dan Mariska (1992) menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi BA 3 mg/l dengan NAA 0. 1998) dan cengkeh (Mariska et al. 6) Rami (Boehmeria nivea Gaud.) Pada saat ini banyak kalangan swasta yang akan mengembangkan usaha di bidang pertanian dalam skala luas. Antara kedua zat pengatur tumbuh tersebut terjadi aktivitas sinergisme dalam mema-cu pertumbuhan jaringan.10 mg/l dapat terbentuk akar. Zat pengatur tumbuh BA lebih efektif dibandingkan kinetin.10 mg/l memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tunggal.terlebih da-hulu sistem regenerasinya. Namun demikian pada media dengan kinetin 1 mg/ l + NAA 0..

Gati et al. Melalui cara tersebut. sehingga berbagai negara produsen. Kebutuhan kayu jati semakin meningkat setiap tahunnya. yang dapat menurunkan keberhasilan dalam tahap aklimatisasi. embrio somatik dianggap sebagai bahan tanaman yang ideal untuk disimpan mengingat strukturnya yang bipolar. Untuk itu dicoba formulasi lain yaitu kombinasi BA dengan 2-IP. Di masa mendatang embriosomatik pada tanaman tahunan berkayu. di antaranya Indonesia berusaha mengembangkan tanaman jati dalam skala luas. Namun tunas menunjukkan gejala vitrifikasi. daun lebih hijau dan lebih lebar. 7) Jati (Tectona grandis) Jati merupakan salah satu komoditas kayu yang berharga di daerah tropis. sehingga bibit dapat diproduksi dengan jumlah yang tidak terbatas. melalui DNA rekombinan. Hartman dan Kester (1983) menyatakan bahwa penggunaan zat pengatur tumbuh dari golongan yang sama pada waktu yang bersamaan pada sebagian tanaman nyata lebih baik dibandingkan perlakuan tunggal. penggunaan struktur embriosomatik lebih disukai karena dapat berasal dari satu sel. (1991) telah mendapatkan metode perbanyakan cepat tanaman rami. . Untuk mendukung program tersebut dicoba perbanyakan secara in vitro melalui jalur embriogenesis somatik. dengan formulasi tersebut biakan tumbuh lebih tegar. Pada program perbaikan tanaman. biji unggul hasil persilangan terkendali dapat diperbanyak secara cepat dari sel somatik. Penggunaan BA 0.banyak dapat dimanfaatkan teknologi kultur jaringan. banyak menarik perhatian untuk produksi benih sintetis (artificial seed). Demikian pula untuk penyimpanan benih dalam jangka pendek dan panjang.50 mg/l menghasilkan tunas yang lebih banyak daripada perlakuan lainnya.

20 mg/l + ABA 2 mg/l + KCl 22. Tanpa KCl. di samping itu pada media yang sama struktur embriosomatik globular dapat berkembang membentuk struktur torpedo. Tunas 326 . Dari berbagai formulasi media yang diuji. struktur globular tidak mampu membentuk struktur yang bipolar.36 mg/l. Struktur tersebut siap untuk dikecambahkan pada media baru. juga membentuk kalus yang tumbuh dengan cepat. Faktor pertunasan pada tanaman tahunan (terutama tahunan berkayu) relatif masih rendah.sehingga selalu siap diregenerasi membentuk langsung benih somatik (Mariska. Penambahan KCl ke dalam media dapat meningkatkan keberhasilan. Di samping itu embriosomatik yang terbentuk cenderung mengkalus kembali bila tidak di subkultur pada media lain.40-D 2 mg/l + BA 0. 1996). Pada formulasi media lain eksplan. Percobaan ini masih memerlukan waktu lama untuk mengetahui metode yang diperoleh dapat diulang serta mendapatkan struktur embriosomatik yang dapat dikecambahkan membentuk benih somatik. persentase keberhasilan pembentukan embriosomatik paling tinggi berasal dari media MS + 2. jaringan daun muda dari biakan in vitro di samping membentuk struktur globular.

media dasar WPM atau Jordan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan MS. Untuk perakaran dapat dilakukan secara in vivo di rumah kaca dengan mempertahankan kelembaban yang relatif tinggi atau dengan pemberian intermittent mist system. Tehnik Pembenihan Tanaman 327 . Pada beberapa tanaman tahunan berkayu.harus selalu di subkultur untuk memacu jaringan bersifat juvenil.

Lakukan identifikasi pada bahan pangan yang sering saudara temui yang . pulasari Rami dan jati. DNA RNA DNA sebagai bahan genetik Teknik kultur in-vitro Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Teknik kultur in vitro banyak digunakan untuk pengadaan bibit berbagai tanaman. TUGAS: 1. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Komponen utama kultur in vitro adalah bahan awal. SOAL: 1. papaya. Mengapa bidang bioteknologi penting untuk dikembangkan pada sector pertanian. Jelaskan tentang materi genetic yang kamu ketahui. Keberhasilan rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi: Kultur jaringan tanaman kopi. jambu mete. pembentukan tunas dan akar. media yang sesuai . Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Bioteknologi tanaman Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman Bioteknologi tanaman yang telah berhasil dilakukan adalah tanaman transgenic yang toleran terhadap stress lingkungan seperti tembakau yang toleran terhadap kadar garam yang tinggi. pulai. Teknik kultur in-vitro 4. Aklimatisasi dan penanaman pada media tanah . Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman 3. Herbisida dan tahan OPT. 2.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 8. Bioteknologi tanaman 2. cengkeh. hias.

Lakukan diskusi kelompok. mengapa demikian.berasal dari hasil bioteknologi. 2. 328 . apakah sekolah saudara memunkinkan untuk mengembangkan bidang bioteknologi.

Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. Namun. cara tersebut dapat dilakukan dengan menanam bagian tanaman di tempat yang cocok dan diberi perlakuan-perlakuan khusus. kejadian di atas tidak menjadi aneh dan dapat diterima oleh akal. Secara ringkas. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. selanjutnya dalam waktu tertentu dapat tumbuh menjadi tanaman normal seperti tanaman di kebun. KULTUR JARINGAN Sebelum tahun 1980-an. Cara ini lebih dikenal sebagai kultur jaringan. seiring dengan perkem-bangan zaman serta ilmu pengetahuan dan teknologi. mungkin terasa aneh mendengar berita bibit tanaman yang dihasilkan dari potongan daun. Waktu itu. Metode kultur jaringan . Bahkan orang menganggap berita itu sangat bertentangan dengan kebiasaan yang dilihat orang pada umumnya. berita tersebut telah menggemparkan khalayak ramai dan dianggap tidak masuk akal. Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. mata tunas. khususnya bioteknologi.BAB 9.

Aklimatisasi Tehnik pembenihan Tanaman 329 . Penyiapan fasilitas laboratorium . Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. Inisiasi . Pembuatan media . Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah: . antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya. Multiplikasi . dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas. kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin. Penyiapan alat dan bahan . mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. Pengakaran . Sterilisasi . khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif.dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman.

diperlukan juga bahan tambahan seperti agar. dan glass ware (alat-alat gelas). Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral. Alatalat kultur jaringan yang minimal harus disediakan adalah laminar air flow cabinet. kegiatan kultur jaringan memerlukan alat dan bahan. baik jenisnya maupun jumlahnya. autoclave. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi. dan hormon. Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan.Dalam pengembangan usaha kultur jaringan. vitamin. tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. yaitu dapat digunakan sebagai tempat kegiatan yang bersifat aseptik (bebas mikroba/ steril). Laboratorium dapat disediakan mulai dari laboratorium yang sederhana sesuai dengan kriteria yang ditentukan. dissecting set. Sama dengan pengembangan bidang pertanian yang lainnya. Bahan-bahan yang diperlukan adalah bahan kimia untuk nutrisi tanaman. terdapat sumber air dan mempunyai ruangan-ruangan yang diperlukan. Selain itu. dan lain-lain. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah . gula. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. hormonhormon pertumbuhan dan bahanbahan untuk kegiatan sterilisasi. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf. fasilitas laboratorium mutlak diperlukan.

Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan. Pengakaran adalah fase di mana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril.tunas. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan 330 . Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

sengon. bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif. Pemindahan dilakukan secara hatihati dan bertahap. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan Tanaman Dewasa Bibit Siap Tanam dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. akasia.akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. dll. Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik. yaitu dengan memberikan sungkup. antara lain adalah: jati. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan. Biji Anggrek . Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng.

Plantlet Bibit dalam Botol Bibit Aklimatisasi Gambar 9. Proses produksi benih dan tanaman anggrek dengan cara kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 331 .1.

Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat. Kultur jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar. tunas. Selain itu. Pengadaan bibit tidak tergantung musim . Perkembangan kultur jaringan di Indonesia terasa sangat lambat. dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. penyakit. tidaklah heran jika impor bibit anggrek dalam bentuk flask sempat membanjiri nursery-nursery anggrek di negara kita. Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah . Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek. publik dan pecinta anggrek. dan deraan lingkungan lainnya. Keuntungan pemanfaatan kultur jaringan .Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. Bibit yang dihasilkan seragam . lembaga penelitian. Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit) . jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (didalam gelas). Selain kesenjangan teknologi di lini akademisi. Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu) . salah satu penyebab teknologi ini menjadi sangat . dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahan-lahan yang kosong dapat dipercepat dihijaukan kembali. Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama. hemat waktu. bahkan hampir dikatakan jalan di tempat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Sementara itu hanya sebagian kecil pihak yang mampu melakukan pengembangan dan pemanfaatan anggrek spesies. karena melalui kuljar banyak hal yang bisa dilakukan dibandingkan dengan metode konvensional. dapat menghasilkan anggrek yang bebas virus. Hal ini dapat dilihat pada kelompok petani pengkultur biji anggrek di Malang yang telah sedemikian banyak. Beberapa gambaran dan potensi yang bisa dimunculkan dalam kultur jaringan diantaranya adalah : . sehingga sangat dimungkinkan kultur jaringan seperti home industri . belum lagi pencurian terang-terangan ataupun terselubung dengan dalih kerjasama dan sumbangan penelitian baik oleh masyarakat kita maupun orang asing. Potensi ini sangat berharga bagi pengembang dan pecinta anggrek di Indonesia. diperkirakan sekitar 5000 jenis anggrek spesies tersebar di hutan wilayah Indonesia. Potensi tersebut akan menjadi tidak berarti manakala penebangan hutan dan eksploitasi besar-besaran terjadi hutan kita. khususnya yang berkaitan dengan teknologi kultur jaringan. Kultur meristem. lab kultur jaringan dapat disederhanakan dengan melakukan modifikasi peralatan dan bahan yang digunakan. sehingga sangat tepat digunakan pada tanaman anggrek 332 . Tidak dipungkiri bahwa metode terbaik hingga saat ini dalam pelestarian dan perbanyakan anggrek adalah dengan kultur jaringan. khususnya potensi genetis untuk menghasilkan anggrek silangan yang memiliki nilai komersial tinggi. salah satunya adalah anggrek. Secara prinsip.lambat perkembangannya adalah karena adanya persepsi bahwa diperlukan investasi yang sangat mahal untuk membangun sebuah lab kultur jaringan. dan hanya cocok atau feasible untuk perusahaan. Indonesia memiliki keaneka-ragaman hayati yang luar biasa.

Tanaman yang mengalami mutasi permanen biasanya memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi . . dengan meminimalkan pertumbuhan secara in-vitro kita bisa mengoleksi tanaman anggrek langka tanpa harus memiliki lahan yang luas dan perawatan intensif. Dengan tekhnik poliploid dimungkinkan untuk mendapatkan tanaman anggrek giant atau besar. Kloning. khususnya untuk jenis anggrek bunga potong. secara alami mutasi sangat sulit terjadi. Tekhnik ini salah satunya dengan memberikan induksi bahan kimia yang bersifat menghambat (cholchicine) . selain itu dengan kultur anther berpeluang memunculkan sifat resesif unggul yang pada kondisi normal tidak akan muncul karena tertutup oleh yang dominan . Baik untuk spesies langka Indonesia maupun dari luar negeri untuk menjaga keaslian genetis yang sangat penting dalam proses pemuliaan anggrek.2 Contoh skema laboratorium kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 333 . Mutasi. Bank plasma.spesies langka yang telah terinfeksi oleh hama penyakit. termasuk virus. bisa menghasilkan anggrek dengan genetik haploid (1n). Dengan demikian sangat dimungkinkan untuk menghasilkan tanaman anggrek mini. sehingga bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan anggrek diploid (2n). Beberapa literatur peluangnya 1:100 000 000. Dengan memberikan induksi tertentu melalui kultur jaringan hal tersebut lebih mudah untuk diatur. . Sebagian penganggrek telah mampu melakukan tekhnik ini. tekhnik ini memungkinkan untuk dihasilkan anggrek dengan jumlah banyak dan seragam. Gambar 9. Kultur anther.

Persyaratan Lokasi Laboratorium kultur jaringan hendaknya jauh dari sumber polusi. bahan serta pemeliharaan alat. bibit yang dapat diproduksi tiap tahun sekitar 400 500. hot plate + stirer. ada baiknya bila laboratorium kultur jaringan ditempatkan di daerah tinggi. 9.2 Peralatan dan Bahan Kimia a. Untuk menghemat tenaga listrik. Kapasitas Labotarium Ukuran laboratorium tergantung pada jumlah bibit yang akan diproduksi. ruang pembuatan media.3 Situasi bagian dalam laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca sebagai fasilit as pendukung laboratorium kultur jarinagan 9. dekat dengan sumber tenaga listrik dan air. Langkah kerja penggunaan air flow cabinet adalah sebagai berikut: . agar suhu ruangan tetap rendah. b. pisau.000 planlet/bibit. ruang inkubasi (untuk pertunasan dan pembentukan plantlet/bibit tanaman) dan rumah kaca. terlihat adanya air flow cabinet yang berfungsi sebagai tempat inokulasi ekspan pada media tanam. yang dapat memenuhi pertanaman seluas 500 800 ha. Pada gambar 9. oven. Peralatan.Gambar 9. AC. Dalam suatu laboratorium minimal terdapat 5 ruangan terpisah. ruang tanam. Untuk memproduksi bibit melalui kultur jaringan peralatan minimal yang perlu disediakan adalah: laminar air flow. pinset. nyalakan lampu . Satu malam sebelum lat digunakan. dan kulkas.4. rak kultur. pH meter. Untuk ukuran laboratorium sekitar 250 m2.1 Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan a. yaitu gudang (ruang) untuk penyimpanan bahan.

UV untuk menstrerilkan bagian dalam air flow cabinet , dan menimalkan kontaminasi yang disebabkan olek mikroba. . Pagi hari, lampu UV dimatikan (jangan lupa mematikan lampu UV , apabila lampu UV menyala pada saat bekerja maka operator dalam kondisi berbahaya karena dapat terkontaminasi radiasi UV yang dapat mengakibatkan iritasi kulit dan selaput mata serta gangguan reproduksi. . Setelah lampu UV dimatikan, bagian dalam laminar didesinfeksi dengan alkohol 70% dan laminar siap digunakan. Bahan- bahan kimia yang dibutuhkan untuk kegiatan kultur jaringan adalah 334

garam hara makrodan mikro, vitamin, zat pengatur tumbuh, asam amino, alkohol, clorox. Gambar 9.4 Berbagai peralatan kultur jaringan: Air flow cabinet. saringan, autoclave, Dissecting set dan nutrisi tanaman dan Mikroskop (searah jarum jam) Gambar 9.5 Salah satu contoh pohon induk bunga krisan dengan keunggulan bunga lebih tahan dan warna bunga lebih beragam Semua peralatan dan mesin-mesin yang digunakan dalam kultur jaringan harus selalu dipehara secara rutin. Pemeliharaan alat dan mesin kultur jaringan pada prinsipnya sama dengan pemeliharaab tanaman yang terdapat pada BAB 3. Pada umumnya pemeliharaan alat terdiri dari perencanaan pemeliharaan, pelaksanaan pemeliharaan,monitoring pemeliharaan peralatan dan tindak lanjut pemeliharaan peralatan. Contoh perencanaan pemeliharaan pada perabot gelas (glassware) selalu langsung dibersihkan sesegera mungkin setelah pemakaian. Pemeliharaan mesinmesin besar seperti genset pada umumnya direncanakan setiap tiga enem bulan sekali. Monitoring pemeliharaan harus dilakukan secar melekat sehingga semua operator alat mempunyai instruksi kerja alat yang bersangkutan dan umumnya sudah ada pada setiap pembelian alat. Monitoring pemeliharaan umumnya dilakukan secar peiodik misalnya setiap bulan. Tindak lanjut dari pemeliharaan selalu dilakukan apabila terdapat alat dan mesin pembenihan yang rusak dan harus diperbaiki. Untuk melaksanakan proses pemeliharaan alat da mesin pembenihan biasanya diupayakan budget pemeliharaan 5-10% dari aset perusahaan.

b. Sumber eksplan. Eksplan berupa mata tunas, diambil dari pohon induk yang fisiknya sehat. Tunas tersebut selanjutnya disterilkan dengan alkohol 70%, HgCl2, 0,2%, dan Clorox 30%. 9.3 Media Tanaman Keberhasilan dalam penggunaan metode kultur jaringan, sangat bergantung pada media yang digunakan. Media kultur jaringan tanaman menyediakan tidak hanya unsur hara-unsur hara makro dan mikro, tetapi juga karbohidrat yang pada umumnya berupa gula untuk menggantikan karbon yang biasanya didapat dari atmosphere melalui fotosintesis. Hasil yang lebih baik akan dapat kita jangkau/peroleh, bila ke dalam media tersebut ditambahkan vitaminvitamin, amino acid, dan zat pengatur tumbuh. Walaupun sudah diusahakan untuk menghindarkan penggunaan komponen-komponen yang tidak jelas (komponennya) seperti juice, yeast ectracts dan casein hydrolysate, tetapi kadang-kadang kita bisa memperoleh hasil yang lebih tinggi dengan penambahan tersebut. Sebagai contoh, air kelapa masih sering digunakan di laboratorium-laboratorium penelitian, sedangkan pisang masih merupakan Tehnik pembenihan Tanaman 335

komponen tambahan yang sangat popular pada media anggrek. Gambar 9.6 Siklus kultur jaringan Media kultur tersusun dari beberapa atau seluruh komponen berikut: . Hara makro yang digunakan pada semua media. . Hara mikro hampir selalu digunakan. Ada beberapa komposisi media yang hanya menggunakan best atau besikelat. . Vitamin-vitamin, umumnya ditambahkan dalam jumlah yang bervariasi. . Gula, merupakan keharusan, kecuali untuk tujuan yang sangat khusus. . Asam amino dan N organik. . Persenyawaan-persenyawaan kompleks alamiah seperti: air kelapa, ekstrak ragi (yeast extract), juice tomat, ekstrak kentang, dan sebagainya. . Buffer, terutama buffer organik. . Arang aktif. Sering dipergunakan untuk menstimulir pertumbuhan akar. . Zat pengatur tumbuh: terutama auksin dan sitokinin. Zat pengatur tumbuh merupakan komponen yang sangat penting dalam media kultur jaringan. Tetapi jenis dan konsentrasinya sangat tergantung pada jenis tanaman dan tujuan kulturnya. . Bahan pemadat. Untuk membuat media padat, bisanya digunakan agar. a. Unsur Hara dalam Media 1) Unsur makro dalam media kultur Pada awalnya, unsur-unsur makro pada media kultur jaringan tanaman dibuat berdasarkan larutan untuk hidroponik. Unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman di lapangan merupakan kebutuhan pokok yang

disediakan dalam media. Unsur-unsur hara diberikan dalam bentuk garam-garam anorganik. Komposisi media dan perkembangannya didasarkan pada pendekatan masing-masing peneliti. Dalam periode tahun 1930-1940, formulasi media terutama ditujukan untuk menumbuhkan akar. Pada masa itu, diperoleh suatu hasil yang menyatakan bahwa larutan garam-garam makro dengan konsentrasi rendah, lebih balk daripada media dengan konsentrasi tinggi. Penemuan ini banyak diterapkan untuk tujuan menginduksi pembentukan akar pada pucuk-pucuk yang diperoleh melalui kultur in vitro. Media yang paling sering digunakan untuk induksi adalah media White. Kultur kalus berhasil dikembangkan pada tahun 1937. Kultur kalus tersebut, juga ditumbuhkan pada media dengan konsentrasi garam-garam yang rendah seperti dalam kultur akar. Nobecourt misalnya, pada tahun 1937, menggunakan setengah konsentrasi dari larutan Knop yang biasa digunakan untuk hidroponik, untuk menumbuhkan kalus wortelnya (George & Sherrington, 1984). Percobaan yang sangat penting yang dilakukan oleh Hildebrant dan grupnya 336

pada tahun 1946, telah menbawa perbaikan media untuk kultur jaringan tumor tembakau dan bunga matahari. Media Hildebrant dikembangkan dari media White. Dalam kultur jaringan tumor bunga matahari, ditemukan bahwa unsur makro yang dibutuhkan kultur tersebut, lebih tinggi dari pada yang dibutuhkan oleh kultur tembakau. Tanaman sumber eksplan untuk kultur jaringan Menyediakan potongan daun bahan transfeksi plasmid-bakteri dilakukan dalam laminar flow cabinet Serpihan daun dimasukkan dalam suspensi Agrobacterium tumifaciens Produksi kalus pada lempeng daun eksplan. Bagian berwarna hijau menunjukkan sel yang berhasil hidup dari agen penyeleksi Pemotongan daun dari tanaman yang ditumbuhkan secara invitro, dilakukan dalam laminar flow cabinet Simpan satu malam (fase stasioner) kultur Agrobacterium tumifaciens Lempengan daun bersatu dengan media callus (CIM= callus induction media) dalam kultur sel, dicirikan dengan adanya bakteri (berwarna putih) yang tumbuh pada sisi daun Terjadi rangsangan tumbuhnya batang pada daun eksplan, terjadi dalam kondisi adanya agen penyeleksi Bagian batang yang terbentuk mulai memasuki media akar (RIM= root induction media Akar mulai tumbuh pada media akar karena adanya agen seleksi

Terjadi pertumbuhan akar dan batang secara ekstensif pada individu tanaman baru Tanaman sempurna hasil proses transgenik baru telah berkembang dalam tabung Gambar 9.7. Proses produksi tanaman transgenik Level dari unsur P, Ca, Mg dan S pada media untuk tumor matahari ini, ternyata sama dengan media untuk jaringan normal yang dikembangkan kemudian. Konsentrasi NO3 dan K+ yang digunakan memang lebih tinggi dari media White, tetapi masih lebih rendah daripada media-media lain yang umum digunakan sekarang. Perbaikan yang paling penting adalah pengembangan komposisi unsur makro yang universal, yang mendukung pertumbuhan semua jaringan. Dalam media ini ditambahkan amonium, dan konsentrasi NO3 dan K+ ditingkatkan. Media ini tidak saja menunjang pertumbuhan kalus, tetapi juga mendukung pembentukan pucuk dan embriogenesis pada banyak jenis tanaman yang dikultur secara in vitro. Tanaman lengkap di, lapangan dapat tumbuh dengan baik dalam larutan yang hanya mengandung N dari Nitrat. Tapi pada tahun 1922, Knudson yang bekerja dengan anggrek menemukan bahwa penambahan 7.6 mM NH4 disamping 8.5 mM NO3 sangat baik untuk perkecambahan dan pertumbuhan biji anggrek. Banyak akhli kultur aringan betpendapat bahwa Morel mungkin tidak akan berhasil mengorbitkan metode kultur jaringan untuk tujuan komersial, bila NH4+ tidak ditambahkan dalam medianya. NH4 ternyata dibutuhkan untuk perkembangan protocorm. Nitsch dapat dikatakan sebagai orang

pertama yang menggunakan NO3 dan K+ dengan kadar yang cukup tinggi didalam percobaannya pada kultur jaringan tanaman artichoke Jerusalem. Penambahan amonium khlorida sebanyak Tehnik pembenihan Tanaman 337

0.1 nM menghasilkan pertumbuhan jaringan yang menurun. Hereka mengambil kesimpulan, bahwa NH4+ tldak diperlukan dalam kultur jaringan. Tetapi pada waktu yang: bersamaan, Prof. Skoog dan grupnya menunjukkan bahwa NH4 sangat menunjang pertumbuhan kalus tembakau (Miller et al, 1956). Wood & Braun (1961) yang meneliti pertumbuhan sel dari jaringan normal dibandingkan dengan jaringan tumor pada tanaman Venca rosea (Catharanthus roseus), mendapatkan bukti-bukti tentang keuntungan penambahan amonium kedalam media White yang sudah dimodifikasi. Konsentrasi NO3, K+, NH4+, dan KH2PO4 yang diperoleh, hampir sama dengan yang dikembangkan oleh Miller. Gambar 9.8 Sumber explant dari daun, potongan explant dicuci klorox, explant steril ditanaman dalam wadah kultur, hasil kultur jaringan 1. Media MS. Penelitian perbaikan komposisi media di laboratorium Skoog, dikulminasikan dalam publikasinya tentang kebutuhan garam anorganik yang mendukung pertumbuhan optimum pada kultur jaringan tembakau. Media baru yang sudah diperbaiki itu disebut media Murashige & Skoog yang biasa dituliskan sebagai media MS. Media MS mengandung 40 mM N dalam bentuk NO3 dan 29 mM dalam bentuk NH4 Kandungan N ini, lima kali lebih tinggi dari N total yang terdapat pada media Miller, 15 kali lebih tinggi dari me dia tembakau Hildebrant, dan 19 kali lebih tinggi dari media White. Kalium juga ditingkatkan sampai 20 mM, sedangkan 1.25 mM unsur makro lainnya, juga dinaikkan sedikit. Walaupun unsur-unsur makro dalam media MS dibuat untuk kultur kalus tembakau, tetapi komposisi MS ini pada umumnya juga mendukung kultur jaringan tanaman lain. Dibandingkan dengan media-media lain, media MS

paling banyak digunakan untuk berbagai tujuan kultur. Pada tahun-tahun sesudah penemuan media MS, banyak dikembangkan media-media lain. Berdasarkan media MS tersebut, antara lain media: . Lin & Staba, menggunakan setengah dan komposisi unsur makro MS, dengan modifikasi 9 mM amonium nitrat yang seharusnya 10 mM bila setengah dari komposisi MS. Sedangkan KH2PO4 yang digunakan 0.5 mM, tidak 0.625 mM sebagai setengah, dari MS. Larutan garam makro Lin & Staba, kemudian digunakan oleh Halperin dalam penelitian embrio-genesis dari kultur jaringan wortel. Media ini, juga digunakan oleh Bourgin & Nitsch (1967) serta Nitsch & Nitsch (1969) dalam penelitian kultur anther. . Durzan et al (1973) membuat modifikasi media MS untuk. kultur suspensi sel White spruce dengan cara mengurangi konsentrasi K+ dan NO3 , tetapi konsentrasi Ca+2 nya ditingkatkan. . Chaturvedi et al (1978) mengubah media MS untuk kultur pucuk Bougainvillea glabra dengan menurunkan konsentrasi NO3 , K+, Ca+2, Mg+2 dan SO4-3 Meskipun unsur-unsur makro MS merupakan titik tolak pengenbangan media-media lain, tetapi dalam kasuskasus tertentu, pemakaian konsentrasi unsur-unsur makro yang lebih rendah dari pada konsentrasi yang terdapat pada media MS terbukti lebih baik. Telah ditunjukkan bahwa dalam media MS dapat terjadi pengendapan parsenyawaan. 338

Pengendapan ini tidak terlihat dalam media padat, tetapi terlihat jelas pada media cair. Kebanyakan dari persenyawaan yang mengendap adalah fosfat dan besi, kemudian dalam jumlah yang lebih sedikit adalah Ca, K, N, Zn dan Mn. Yang paling sedikit adalah C, Mg, K, Si, H, S, Ca dan Co. Setelah tujuh hari dibiarkan, maka kira-kira 50 % dari Fe dan 13% dari PO4+ mengendap (Dalton et al, 1983). Pengendapan unsur-unsur tersebut mungkin tidak penting, karena unsur-unsur tersebut masih tersedia bagi jaringan tanaman dan pengaruh pengendapannya belum diketahui. Untuk mengatasi pengendapan Fe, Dalton dan grupnya menganjurkan supaya konsentrasi Fe dikurangi sampai 1/3 dengan EDTA yang tetap. b) Media B5 Media B5 dikembangkan oleh Gamborg dan grupnya pada tahun 1968 untuk kultur suspensi kedelai. Pada masa ini media B5 juga digunakan untuk kulturkultur lain. Media ini dikembangkan dari komposisi PRL-4, yang juga dikembangkan pada tahun 1968. Media ini menggunakan konsentrasi HH4+ yang rendah, karena konsentrasi yang lebih dari 2mM menghambat pertumbuhan sel kedelai. Fosfat yang berikan adalah 1 mM, Ca+2 antara 1-4 mM, sedangkan Mg+2 antara 0.5 3. Gambar 9.9 Produksi benih vegetatif bawang (Alium sp.) secara kultur jaringan 2. Media SH Media Schenk & Hildebrant merupakan media ylng juga cukup terkenal, diintroduksi untuk kultur kalus tanaman monokotil dan dikotil. Konsentrasi ion-ion dalam komposisi media SH sangat mirip dengan komposisi yang dibuat oleh Gamborg et al, dengan perbedaan kecil yaitu level Ca+2, Mg+2, dan PO4-3 yang lebih tinggi. Schenk &

Hildebrant mempelajari pertumbuhan jaringan dari 37 jenis tanaman dalam media mereka dan mendapatkan bahwa: 32% dari species yang dicobakan, tumbuh dengan sangat baik, 19% baik, 30% sedang, 14% kurang baik, dan 5% buruk pertumbuhannya. Tetapi karena zat tumbuh yang diberikan pada. tiap jenis tanaman tersebut berbeda, maka hasil yang dipublikasi pada tahun 1972 ini sebenarnya sukar dipahami. Namun demikian, media SH ini; cukdp luas penggunaannya, terutama untuk legume. 3. Media WPM Media ini yang mempunyai kepanjangan Woody Plant Medium dikembangkan oleh Lloyd & Mc Cown pada tahun 1981, merupakan media dengan konsentrasi ion yang rendah pada jaman sesudah penemuan media MS. Media ini konsisten dengan media untuk tanaman berkayu yang dikembangkan oleh akhli lain, tetapi sulfat yang digunakan lebih tinggi dari sulfat pada media tanaman berkayu lain. Saat ini WPM banyak digunakan untuk perbanyakan tanaman hias berbentuk perdu dan pohon-pohon. 2) Unsur mikro dalam kultur jaringan Hara mikro: Fe, Mn, Zn, B, Cu Co, dan Mo adalah komponen protein sel tanaman yang panting dalam proses metaholisme dan proses fisiologi lain. Pentingnya Fe untuk tanaman telah diketahui sejak akhir abad yang lalu, sedangkan unsur-unsur lainnya barn diketahui pada tahun antara 1914-1939. Dalam kultur jaringanpun demikian pula. Tehnik pembenihan Tanaman 339

Pada mulanya, unsur mikro juga diragukan. Pada tahun 1922, Knudson yang menambahkan Fe dan Mn dalam media untuk perkecambahan anggrek, mendapatkan hasil yang sangat baik. Pada tahun antara 1934- 1939, Barthelot, Gautheret, dan Nobecourt menganjurkan pemakaian Cu, Co, Ni, Ti dan Be dalam media kultur. Pada tahun 1946, Hildebrant dan kawan kawannya menentukan kebutuhan B, Mn, Zn dan Fe yang optimum, untuk pertumbuhan kalus tanaman tembakau dan bunga matahari. Mo diperkenalkan oleh Buerk Holder dan Nicks pada tahun 1949. Percobaan Heller pada tahun 1953 merupakan percobaan yang jelas membuktikan pentingnya unsur Fe, B, Mn, Zn, dan Cu Dalam kultur wortel yang ditumbuhkan pada media Gautheret, Heller menemukan bahwa tanpa unsurunsur Fe dan sebagainya, kultur akan mati setelah 3-5 kali disubkultur. Bila salah satu dari unsur makro N, P, K, Ca, Mg, dan S dihilangkan dari media, maka kultur akan mati setelah disubkultur sebanyak 1-2 kali. Hasil ini menunjukkan kepentingan relatif unsur makro dan unsur mikro. Kultur akar juga dipergunakan untuk mempelajari keperluan hara mikro. Zn sangat diperlukan untuk pertumbuhan akar tomat yang normal (Eltinge & Reed, 1940 dalam George & Sherrington, 1984). Sedangkan tanpa Cu, pertumbuhan berhenti sama sekali seperti yang diulas Glasstone, 1947 (George & Sherrington, 1984). Dalam kultur kotiledon selada tanpa Mn, maka jumlah pucuk yang dihasilkan berkurang. Mn dalam level yang tinggi dapat merupakan kompensasi untuk Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistim enzime tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948. Kekurangan Boron mengurangi laju pertumbuhan kultur sel tebu, bunga matahari, dan wortel. Sebaliknya konsentrasi lebih tinggi dari 2 mg/l, bersifat meracun terhadap kultur. Dalam beberapa species ternyata terdapat

interaksi antara B dan auksin dalam pengaturan pengakaran pada percobaan stek. Unsur Seng, Aluminium, dan Nikel, tidak banyak dipeiajari efeknya terhadap pertumbuhan kultur. Untuk Seng, diketahui bahwa unsur ini dibutuhkan dalam sintesa tryptophan; sedangkan untuk Al dan Ni belum ada bukti- bukti yang cukup yang menyatakan bahwa unsur-unsur tersebut terlibat dalam metabolisme penting dalam sel. Unsur Al dan Ni jarang ditambahkan dalam formulasi media, hanya Heller dan beberapa peneliti lain yang menambahkan. Tetapi penambahan Al dan Ni tidak mempunyai pengaruh apaapa. Iodine juga merupakan unsur yang tidak diketahui kontribusinya dalam kultur jaringan tanaman, tetapi 65% dari komposisi media yang dikembangkan, menambahkan unsur ini. Penambahan ini dilakukan setelah White menyatakan bahwa iodine dapat memperbaiki pertumbuhan akar tomat yang dikultur secara in vitro. Dalam media Euwens yang dikembangkan pada tahun 1976 untuk kelapa, iodine yang ditambahkan 0.05 mM; nilai ini 10 kali lebih tinggi dari level yang terdapat dalam komposisi MS. b. Perkembangan Komposisi Vitamin Vitamin yang paling sering digunakan dalam media kultur jaringan tanaman, adalah thiamine (vitamin B1), nicotinic acid (niacin) dan pyridoxine (vitamin B6). Thiamine merupakan vitamin yang esensial dalam kultur tanaman. Penambahan nicotinic acid ke dalam jaringan media, banyak dilakukan setelah Bonner dan Devirian pada tahun 1939 menyatakan bahwa persenyawaan tersebut penting untuk kultur akar tomat, ercis dan lobak. Pada tahun yang sama peneliti Robbins dan Schmidt menemukan bahwa pyridoxin juga diperlukan dalam kultur akar tomat.

340

Banyak peneliti menemukan bahwa myoinositol mempengaruhi morfogenesis kultur. Tetapi pantothenic acid tidak berdampak terhadap pertambahan jaringan wortel yang mungkin sudah disintesa dalam jumlah yang cukup dalam jaringannya. Penambahan dalam kultur jaringan tanaman pada konsentrasi 0. misainya dalam kultur Haworthia sp. Oleh karena itu sering dipandang sebagai golongan vitamin untuk tanaman. merangsang pembentukan kalus friable dalam kultur embrio jagung. Myoinositol ditemukan dalam air kelapa. Dalam kultur suspensi sel clover dan kedelai. seperti Salix sp.95 mM. Henurut George dan Sherrington.Myoinositol yang kadang-kadang juga disebut mesoinositol atau inositol. Dan juga ada kemungkinan inkorporasinya dalam fosfoinositida dan fosfatidil inositol yang berperanan dalam pembelahan sel. Pembentukan pucuk dalam Haworthia sp. Asam amino Asam amino merupakan sumber N . Penambahan myoinositol kedalam media. Pantothenic acid juga ditemukan mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan beberapa jaringan tertentu. memperbaiki pertumbuhan dan morfogenesis. Myoinositol kemudian dipergunakan dalam komposisi Wood & Braun dan Hurashige & Skoog. kemungkinan. Keuntungan penambahan myoinositol pertama kali ditunjukkan oleh Jacoulot dalam kultur kambium tanaman elm. Vitamin E (tocopherol) merupakan anti-oksidan dalam jaringan manusia yang dapat merangsang sifat juvenil dalam fibroplast paru-paru. bukanlah vitamin dalam kebutuhan fisiologis hewan. peranannya melalui keikutsertaannya dalam lintasan biosintesa asamD-galakturonat yang menghasilkan vitamin C dan pektin. dan dalam jumlah kecil didalam agar pasta. merangsang dispersi sel c. tergantung dari myo-inositol. bila konsentrasi yang digunakan antara 201000 mg/ml.

setelah White menunjukkan bahwa dalama kultur tomat. tidak menunjukkan gejala yang demikian. Glycine merupakan komposisi tetap dalam banyak formulasi media dan diberikan dengan konsentrasi 2 . Dalam media B5 yang dikembangkan oleh Gamborg dan grdpnya untuk pertumbuhan sel akar kedelai. tidak diperlukan penambahan bahan organik lain. Tapi Linsmaier dan Skoog pada tahun 1965 menemukan bahwa glycine tidak memperbaiki pertumbuhan kalus tembakau. Menurut Gamborg. mempunyai pengaruh mengurangi browning pada kultur jaringan tebu. seperti yang dilaporkan. dalam media dengan komposisi garam anorganik yang tepat. tetapi sel yang ditumbuhkan dalam media dengan nitrat. ditemukan bahwa sel-sel menjadi panjang-panjang. Ada beberapa asam amino saling .. Kedua asam amino tersebut mempunyai efek cooperasi dalam penghambatan. Penambahan asparagin dan alanin merangsang pembentukan pucuk dalam kultur Torenia. Pada kultur sel sycamore. Sebaiknya tidak menambahkan keduanya bersamasama. L-cysteine misalnya. L-asparagine digunakan oleh Green dan Phillips (1974) untuk merangsang regenerasi dalam kultur jaringan jagung. Beberapa asam amino memang dibuktikan mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan kultur. Glycine merupakan asam amino yang ditambahkan sejak tahun 1939.mg/1. penambahan Glycine lebih baik daripada ekstrak ragi. Sumber N yang berbeda ini memberikan pengaruh yang berbeda juga. Lysine dan threonine merupakan asam amino yang harus digunakan secara hati-hati. karena dapat menghambat pertumbuhan walaupun pada konsentrasi yang rendah. penambahan campuran asam amino seperti yang terdapat dalam casein hidrolisat tidak memberikan pengaruh yang nyata.organik.

Tehnik pembenihan Tanaman 341 .

Golongan zat tumbuh lain yang ditambahkan. Selain itu juga dipengaruhi oleh musim dan umur tanaman. Zat Pengatur Tumbuh Dalam kultur jaringan.konsentrasi. 1) Auksin. lnteraksi dan perimbangan antara zat pengatur tumbuh yang diberikan dalam media dan yang diproduksi oleh sel secara endogen. suspensi sel dan organ. giberelin dan persenyawaan-persenyawaan lain juga ditambahkan dalam kasus-kasus tertentu. level auksin endogen . Sel-sel ini disebut sel-sel yang habituated. Jenis . Selain auksin dan sitokinin. dua golongan zat pengatur tumbuh yang sangat penting adalah sitokinin dan auksin. jenis tanamannya.antagonis terhadap sesamanya. dan organ. mengubah level zat pengatur tumbuh endogen sel. tergantung dari: . tipe petumbuhan yang dikehendaki . Auksin digunakan secara luas dalam kultur jaringan untuk pertumbuhan kalus. d. Auksin alamiah adalah Indole Acetic Acid (IAA). merupakan trigering factor untuk prosesproses yang tumbuh dan morfo-genesis. Kemampuan jaringan mensintesa auksin . jaringan. Pemilihan jenis auksin dan. seperti phenyl-alanine dan tyrosine. L-argine dan L-lysine. Penambahan auksin atau sitokinin eksogen. L-leucine dan DL-valine. Level zat pengatur tumbuh endogen ini kemudian. Level auksin dalam eksplan tergantung dari bagian tanaman yang diambil dan. menentukan arah perkembangan suatu kultur. Dalam kultur in vitro ada sel-sel yang dapat tumbuh dan berkembang tanpa auksin seperti sel-sel tumor. Zat pengatur tumbuh ini mempengaruhi-pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur sel.

4-Dichlorophenoxyacetic Acid C213 Menghambat tunas tambahan (axillary) p-Chlorophenoxyacetic acid P717 Menghambat perpanjangan akar Picloram D159 Dicamba Cytokinins 6-Benzylaminopurine B800 Meningkatkan pembentukan batang 6-.. Potassium I530 Induksi somatik embrio Salt N600 Pembelahan sel a-Naphthaleneacetic Acid D299 Pembentukan dan pertumbuhan kalus 2..Hormon Nama Produk Nomor Produk Number Fungsi dalam Kultur Jaringan Indole-3 -Acetic Acid Auxins I 885 Pembentukan akar (konsentrasi tinggi) Indole-3-Butyric Acid I538 Pembentukan batang (konsntrasi rendah) Indole-3-Butyric Acid.Z125 Menghambat perpanjangan batang N Phenylurea Z899 Menghambat penuaan daun Zeatin 342 .-Dimethylallylaminopurine D525 Menghambat pemebntukan akar (2iP) K750 Memacu pembelahan sel Kinetin T888 Memicu dan pertumbuhan inisiasi Thidiazuron (TDZ) C279 Merangsang pertumbuhan dan pemecahan tunas tambahan N-(2-chloro-4-pyridyl).

19 . berat molekul 203. berat molekul 202. Menginduksi sekresi ion H+ keluar sel melalui dinding sel. 2. mempengaruhi metabolisme RNA yang berarti metabolisme protein. 4-Chlorophenoxy acetic acid (4-CPA). berat nolekul 221.24 .04 .4-dichlorophenoxy acetic acid (2. molekul RNA.21 . IAA. Abscisic Abscisic Acid A102 Merangsang pembentkan tuber Acid Merangsang pematangan embrio Memicu awal dormansi Polyamines Putrescine P733 Memicu kecepatan pemebtukan akar Spermidine S837 Memicu somatic embryogenesis Memicu pemebntukan batang (shoot) Pengaruh auksin terhadap pertumbuhan jaringan tanaman diduga melalui dua cara: .40). perkembangan benih. dengan berat nolekul 175. embrio dan tunas apikal Menghambat kecepatan pembentukan akar Paclobutrazol dan ancymidol menghambat sintesis gibberellin. berat molekul 186. Akibatnya air masuk ke dalam sel dan sel membesar . Pengasaman dinding menyebabkan K+ diambil. dan pengambilan ini mengurangi potensial air dalam sel.21 . Naphtoxy acetic acid (NOA). dengan demikian dihasilkan batang yang pendek. Naphtaleine acetic acidi-naphtyl (NAA). mungkin melalui transkripsi. .Zeatin Riboside Gibberellins Gibberellic Acid G500 Merangsang perpanjangan batang Memecah dormansi. Auksin sintetik yang sexing digunakan dalam kultur jaringan tanaman adalah: . Indole butyric acid (IBA).

Persenyawaan dari DNA tersebut sewaktu ditambahkan ke dalam media untuk tembakau.5.6-trichloro picolinic acid (Picloram). 3. (6-furfuryl amino purine).49 . Persenyawaan tersebut kemudian dinamakan kinetin. (4-hydroxyl 73-methyl-trans-2butenyl amino purine). Sitokinin yang pertama ditemukan.Golongan ini sangat penting dalam pengaturan pembelahan sel dan morfogenesis.6-Dichloro anisic acid (Dicamba). atau 6-(t. Seperti juga auksin.25. IAA conjugate: IAA-L-alanine IAAGlycine 2) Sitokinin Golongan sitokinin adalah turunan dari adenine. berat molekul 215. 4-Amino-3. berat Tehnik pembenihan Tanaman 343 .25 . 2. berat molekul 221.berat molekul 186. berat molekul 241.5-trichloro acetic acid.04 . Zeatin. ternyata merangsang pembelahan sel dan diferensiasi sel. 2iP (N6-2-isopentanyl adenine.4. berat molekul 219. berat molekul 255. Kinetin diperoleh dari DNA ikan herring yang diautoklaf dalam larutan yang asam. Skoog dalam Laboratorium Botany di University of Wisconsin. adalah kinetin yang diisolasi oleh Prof.t-dimetylallyl amino purine).60 . sitokinin ada yang alamiah dan sintesis. . Kinetin.46 . Sitokinin yang biasa digunakan dalam kultur jaringan : .

BAP/BA (6-benzyl amino purine/6benzyl adenine). berat molekul 309.-9-(2rahydropyranyl)-9H-purine. berat molekul 247.phenylurea. gula. berat molekul 22 0.38.25 3) Giberelin P enggunaan giberelin dalam kultur jaringan.molekul 203.0 mg/1 kinetin. .6-C1-4 PU: N (2.01-0.21. kadang-kadang membantu morfogenesis.37 . Tetapi dalam kultur kalus dimana pertumbuhan sudah cepat hanyadengan auksin dan sitokinin. berat molekul 28 2.26 . PBA (SD 8339): .69 . dimana GA3 merangsang pembentukan pucuk dari potongan inflorescence. 2. 2C 1-4 PU: N (2-chloro-4 pyridyl)-Nph enylurea. tanaman. Thidiazurin urea). 6(-benzylamino). Pengaruh positif giberelin ditemukan bit. maka penambahan giberelin sering m enghambat.13 . Pada umumnya giberelin terutama GA3 menghambat perakaran. Berat molekul GA3 346. berat molekul 225.10 mg/1 GA3 dikombinasikan dengan 0.6-dichloro-4 pyridyl)-N. 4) Zat Pengatur Tumbuh Yang Tidak Umum B . Pertumbuhan kentang juga ba ik bila 0.5-5.

yang komposisinya dapat berbeda dari sumber yang satu dengan yang lainnya. dapat bersifat sinergis. juga ditambahkan persenyawaan yang kompleks. ekstrak kentang.eberapa persenyawaan yang mempunyai sifat mengatur pertumbuhan dan perkembangan jaringan tanaman misalnya: glyphosate (N-phosphonomethyl glycine) dapat digunakan untuk merangsang pucuk dalam kalus alfalfa bila ditambahkan bersama-sama auksin dan sitokinin. Caplin & Steward memperoleh pertumbuhan kalus yang lebih baik pada media dengan 5% air kelapa dan casein hydrolysate dari pada media dengan IAA. casein hydrolysate. bila dalam media juga diberikan auksin. menemukan bahwa efek air kelapa pada pertumbuhan memjadi lebih baik. Persenyawaan Organik Kompleks D isamping golongan persenyawaan organik yang konstitusinya jelas. juice tomat. Auksin tertentu dan air kelapa. P enggunaan air kelapa pertama kali dilaporkan oleh van Overbeek pada tahun 1941 dalam kultur embrio Datura stramonium. e. Steward dan Caplin (1951) mendapatkan bahwa antara 2. Pada tahun-tahun berikutnya. Lin & Staba (1961) menemukan bahwa pada pertumbuhan kalus pe ppermint dan spearmint. penambahan air kelapa dalam media yang mengandung 2. ekstrak ragi.4 . dan ekstrak pisang. Tetapi tidak semua auksin dan air kelapa mempunyai kerja sama yang sinergis. Dikegulac dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah pucuk dalam kultur sweet chery. persenyawaan kompleks yang dimaksud adalah: air kelapa. Gautheret menemukan bahwa air kelapa dapat digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan jaringan yang diisolasi dari cumber yang berlainan. Pada tahun 1948.4-D dan air kelapa terjadi reaksi sinergistik yang memacu pertumbuhan kalus Daucus c arota. Penelitian yang lebih mendalam. kadangkadang dalam media kultur jaringan.

dan zat pengatur tumbuh. gula. gula alkohol. sedangkan dengan 2. B ahan-bahan yang terkandung dalam air kelapa. antara lain: asam amino. purin. asam nukleat. 9-B-D ribofuranosyl zeatin ditemukan oleh Letham pada tahun 1968 (George & Sherrington 1984). 344 . mineral. vitamin. Zat pengatur tumbuh yang ditemukan dalam air kelapa antara lain : .benzothiazoleox yacetic acid tidak.-0 meningkatkan pertumbuhan kalus. asamasam organik.

Oleh karena itu mereka berpendapat bahwa ada persenyawaan lain yang penting dalam casein hydrolysat. untuk pertumbuhan kultur. 3) Juice tomat. Casein hydrolisat diberikan dalam konsentrasi 200-500 mg/l. 1982 dalam George & Sherrington. 1984). telah memperbaiki pertumbuhan akar.5 gram/1 sampai 2 gram/1. banyak . 1) Casein hydrolysat Dalam media yang tidak mengandung ion amonium. walaupun dalam media sudah ada ion amonium seperti media Linsmaier & Skoog. penambahan asap amino yang sama dengan asap amino dalam casein hydrolysat tidak menghasilkan pengaruh yang sama. N-N-Diphenyl urea (Shantz & Steward. Dalam kultur jagung. vitamin. penambahan ekstrak ragi 800 mg/1 atau casein hydrolysat 200 mg/1 memperbaiki pertumbuhan kalus. dan ekstrak kentang. . Zeatin (Zwar & Bruce. vitamin. . 1970 dalam George & Sherrington. 2) Ekstrak ragi Penggunaan bahan ini pada aural sejarah kultur jaringan dalam percobaanpercobaan pionir seperti yang dilakukan oleh Robbins dan White. ekstrak pisang. peptida. 1984). Konsentrasi yang digunakan dalam kultur berkisar antara 0. Juice tomat dan ekstrak pisang. Penambahan casein-hydrolysat dalam media regenerasi padi. Ekstrak ragi juga menyumbangkan asam amino. (4) 2(3-methylbutyl-2-ethylamino) (Letham. Penambahan asap amino dapat memperbaiki pertumbuhan can morfogenesis. Dalam hal ini. meningkatkan jumlah pucuk yang terbentuk-dalam kalus padi. Bahan-bahan ini pada umumnya merupakan sumber gula. dan asam amino. zat pengatur tumbuh.. 1955 dalam George & Sherrington. 1984). Sumber asap amino campuran yang relatif murah adalah casein hydrolysat dan ekstrak ragi.

Lingkungan tumbuh. Hasil yang diperoleh di suatu saat. kecuali dalam media untuk tujuan yang sangat spesifik. kadang-kadang tidak dapat diulangi lagi. Karbohidrat terutama gpla. nutrisi tanaman. Tetapi tidak dijelaskan tentang jenis kentang yang dipergunakan. Ekstrak kentang digunakan dalam kultur anther padi. Gautheret mendapatkan bahwa sukrosa adalah yang paling baik. merupakan komponen yang selalu ada dalam media tumbuh. dan sebagainya. penambahan bahan-bahan yang undefined ini dihindarkan. f. maltosaa dan rafinosa. karena bahanbahan organik ini dapat berbeda bila varietas tanaman berbeda. Dalam perkembangan komposisi media. Penambahan ekstrak kentang kedalam media. Perkembangan pemilihan jenis karbohidrat dimulai tahun 1945 oleh Gautheret. ia membandingkan pengaruh berbagai jenis gula pada kultur jaringan wortel. sedangkan manosa dan laktosa Tehnik pembenihan Tanaman 345 . Fruktosa dan galaktosa kurang efektif. Ekstrak kentang biasanya digunakan antara 10-30% dengan hasil terbaik 20%. dengan nyata meningkatkan pertumbuhan kalus dan regenerasi anther beberapa jenis padi. Gula putih yang biasa digunakan untuk keperluan seharihari cukup memenuhl syarat untuk mendukung pertumbuhan kultur. lalu glukosa. Sumber Energi : Karbohidrat Didalam kultur jaringan. Dengan demikian. mempengaruhi kandungan pesenyawaan tersebut. banyak bahanbahan organik harus ditambahkan kedalam media untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.digunakan untuk kultur embrio anggrek. bahan tanaman yang digunakan merupakan bagian kecil dari tanaman dan tidakmerupakan suatu sistim yang lengkap.

glukosa.merupakan karbohidrat yang paling tidak efektif. Dalam kultur kalus dan pucuk. gula juga berfungsi sebagai tekanan osmotik media. Namun ada saja kekecualian dalam semua kasus. konsentrasi gula dapat mencapai 12%. Kultur pucuk mulberry yang tidak dorman.9 atm. garam-garam 3. g. keuntungan dari pemakaian agar adalah: . Sebahagian besar potensi osmotik dalam media White disebabkan oleh gula.7 atm. adanya gula. tumbuh baik pada media dengan maltosa. Kombinasi yang lain adalah: sukrosa: 0. Bahan Pemadat Bahan pemadat yang paling banyak digunakan agar. konsentrasi antara 2-4% merupakan konsentrasi yang optimum. Sukrosa dalam media dihidrolisa menjadi monosakharida se1ama masa kultur. dalam media dengan pH rendah. agar membeku pada suhu < 45 oC dan mencair pada temperatur 100 oC. Hidrolisa sukrosa paling efektif. sehingga dalam kisaran temperatur kultur agar akan berada dalam keadaan beku yang stabil . dengan garam-garam lain memberikan 2. tidak merangsang pertumbuhan pucuk. Pembelahan sel protonema Ceratodon purpureus dipengaruhi oleh Selain sebagai somber energi. Pertumbuhan kalus Nicotiana glutinosa yang terbaik adalah bila potensial osmotik yang disebabkan adanya sukrosa dalam larutan: 2. Pada umumnya urutan yang demikian berlaku untuk hampir semua tanaman. Sedangkan penambahan sukrosa. Namun dalam kultur embrio. Hidrolisa terjadi karena aktifitas enzim invertase yang terdapat pada dinding sel. sedangkan dalam media MS hanya seten ah dari potensial osmotiknya disebabkan oleh.6 atm.2 atm. Konsentrasi optimum sukrosa tergantung dari jenis kultur. dan fruktosa.

pemakaian gelrite lebih rendah dari agar. Konsentrasi agar yang terlalu tinggi dapat mengurangi difusi persenyawaan dari dan ke arah eksplan sehingga pengambilan hara dan zat tumbuh berkurang. . Untuk mencapai kekerasan gel tertentu. Jenis agar yang dipakai. Selain agar. Gefrite membentuk gel yang lebih bening dari agar. tidak dicerna oleh enzim tanaman . pH media h. 346 .6. sedangkan zat penghambat dari eksplan tetap berkumpul di sekitar eksplan. Beberapa sifat gelrite yang berlainan dengan agar adalah bahwa : . tidak bereaksi dengan persenyawaan penyusun media. merupakan polisakharida dari bakteri Pseudomonas sp. Agar adalah campuran polisakharida yang diperoleh dari beberapa species algae. akhir-akhir ini dikembangkan suatu zat pemadat lain yang juga merupakan polisakharida. Bahan-bahan yang tidak diinginkan dari agar. Gelrite yang diproduksi oleh Kelco.0%.. ..1. Penambahan arang aktif Dalam perbanyakan komersil dan percobaan-percobaan yang tidak dimaksudkan untuk mempelajari metabolisme sel. tetapi yang diisolasi dari organisme mikro lain. penggunaan agar murni bukan suatu keharusan mengingat harga agar murni sangat tinggi. Agar kemudian dibilas dengan ethanol dan dikeringkan dalam oven pada 60° C selama 24 jam. selama 24 jam dalam aquadest. pada umumnya hanya 2 gram per liter media. Kekerasan media juga dipengaruhi oleh : . Konsentrasi agar yang diberikan berkisar antara 0. dapat dimurnikan dengan jalan merendam agar. Kekerasan media pada umumnya meningkat secara linier pada pertambahan konsentrasi agar.

.

Mencegah pertumbuhan kalus yang tidak diinginkan. Persenyawaan 5-hidroksimetil furfural yang diduga terbentuk dari gula yang berada dalam larutan asam lemah dan mengalami pemanasan dengan tekanan tinggi (Kitsch et al. . Menyerap zat pengatur-tumbuh sehingga: . tanpa auksin. Namun kekerasan gel dari gelrite sangat dipengaruhi oleh kehadiran garam seperti NaCl. pengaruh arang aktif adalah sebagai berikut: 1) Menyerap senyawa toxin yang terdapat dalam media yang dapat menghambat pertumbuhan kultur terutama: . Bahan ini mempunyai adsorpsi yang sangat kuat. 1968). Arang aktif dapat ditambahkan kedalam media pada berbagai tahap perkembangan Bahan ini dapat ditambahkan pada media inisiasi. Garam NaCl dan KCl menurunkan kekerasan tetapi MgCl2 dan CaCl2 meningkatkan kekerasan gel. Arang aktif adalah arang yang sudah dipanaskan beberapa jam dengan menggunakan uap atau udara panas. tergantung dari jenis kulturnya.. Merangsang perakaran dengan mengurangi tingkat cahaya Arang aktif ditambahkan dengan konsentrasi yang variasi dari 0. mungkin dengan betindak sebagai sink yang menarik auksin dari dalam sel sehingga enbriogenesis dapat terjadi . . Penambahan arang aktif dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan kultur. KCl. Membantu embrio-genesis kultur dalam media regenerasi.6H2O dan CaCl2.6 X. seperti dalam androgenesis dan pucuk yang ingin diakarkan. media regenerasi.5 0. atau media perakaran. Secara umum. . Senyawa fenolik dari jaringan yang terluka waktu inisiasi. MgCl2. .

5-5. Dalam media yang ditambahkan arang aktif. Pada umumnya terdapat penurunan pH setelah disterilkan dalam autoclave. Sekalipun media sudah ditepatkan. adalah pH yang harus diatur sedemikian rupa sehinga tidak mengganggu fungsi membran sel dan pH dari sitoplasma. Efisiensi pembekuan agar.5. Murashige dan Skoog menyarankan agar dilakukan pemanasan untuk melarutkan agar-agar dan memanaskan media didalam autoclave selama beberapa menit. Untuk mencapai pH sekitar 5. botol media harus sering dikocok agar mulai membeku.tergantung dari tujuan. Pengaturan pH. biasa dilakukan dengan menggunakan NaOH (atau kadang-kadang KOH) atau HCl pada waktu semua komponen sudah dicampur. Mann dan grupnya (dalam George dan Sherrington. i.7 -5. harus diusahakan agar arang aktif terbagi rata dalam media. Pengaturan pH selain memperhatikan kepentingan fisiologi sel. Kelarutan dari garamHgaram penyusun media .9. juga harus mempertimbangkan faktor-faktor: .0 dalam media yang belum disterilkan. Sel-sel tanaman membutuhkan pH yang sedikit asam berkisar antara 5. beberapa saat sebelum disterilkan dengan autoclave. Derajat keasaman media Faktor penting lain yang juga perlu mendapat perhatian. seringkali setelah sterilisasi pH-nya berubah. Sesudah sterilisasi dalam autoclave. Tanaman Ericaceae seperti Rhododendron ditemukan tumbuh lebih baik dalam media 4. Pengambilan (uptake) dari zat pengatur tumbuh dan garam-garam lain .8. 1984) membuat pH 7. Untuk menghindarkan perubahan pH yang cukup besar. baru diadakan Tehnik pembenihan Tanaman 347 .

Media dasar Murashige dan Skoog (1962) yang dac. . Beberapa media. Dalam wadah yang besar. dan legume lain. untuk tindak sebagai buffer. Dalam teknik kultur jaringan dikenal puluhan macam media dasar.dasar yang banyak digunakan antara lain: . Cara lain yang dilakukan adalah penetapan pH setelah media disterilkan dalam autoclave.menetapar. Media dasar White (1934) yang sangat cocok kultur akar tanaman tomat . Resep media dasar adalah resep kombinasi zat yang mengandung hara esensial (makro dan mikro). terutama pada tanaman herbaceus. Banyak peneliti menyarankan untuk menambahkan KH2PO4 dan KH2PO4 dalam media. digunakan untuk hampir semua jenis kultur. alfafa. Cara ini juga diguna}can pada penelitian yang menggunakan media dengan pH rendah untuk tujuan seleksi. . 9. Setelah itu media di-tuang ke dalam wadah kultur steril yang telah dipersiapkan di dalam laminar air flow cabinet. pH. media disterilkan dan kemudian dititrasi dengan Na0H/HC1 steril sampai pH yang diinginkan. sumber energi dan vitamin. Media dasar B5 untuk kultur sel kedelai. Penambahan asam amino seringkali juga bersifat sehagai buffer organik. . Media dasar Nitsch dan Nitsch yang . Media dasar Vacin dan Went yang biasa digunaan untuk kultur jaringan anggrek. Penamaan resep media dasar umumnya diambil dari nama penemunya atau peneliti yang menggunakan pertama kali dalam kultur khusus dan memperoleh suatu hasil yang panting artinya.4 Beberapa Komposisi Media Pada umumnya media kultur jaringan dibedakan menjadi media dasar dan media perlakuan. Penambahan KH2PO4 sendiri tidak efektif sebagai buffer.

7H2O dan KH2PO4. Kadang-kadang untuk kultur tertentu. Larutan stok A untuk persenyawaan NH4NO3.biasa digunakan dalam kultur tepung sari (pollen) kultur sel.7H2O dam Na2EDTA . Biasanya larutan stok hara dibuat dalam beberapa macam dan diberi nama sebagai berikut : . Larutan Stok A.50 gram. Kemudian diaduk hingga larut merata. Bahan yang telah ditimbang. . . Larutan stok E untuk persenyawaan FeSO4. . Gelas piala dibilas dengan aquadest dan air bilasan dituang ke dalam labu takar (sebaiknya bilaslah dengan 50 . Larutan. Medium khusus tanaman berkayu atau Woody Plant Medium (WPM). . Media dasar Schenk dan Hildebrandt (1972) yang cocok untuk kultur jaringan tanaman-tanaman monokotil. . kemudian dipindahkan ke dalam labu takar 1 liter yang telah dibilas dengan aquadest. Media N6 untuk serealia terutama padi Dari sekian banyak media dasar yang paling sering dan banyak digunakan adalah komposisi media dari Murashige dan Skoog. kombinasi zat kimia dari Murashige dan Skoog masih tetap digunakan tetapi konsentrasi yang diubah. Larutan dibuat dalam bentuk larutan stok campuran.2H2O. . berarti konsentrasi persenyawaan yang digunakan adalah setengah konsentrasi Media HS. sebagai contoh media 1/2 MS. Larutan stok D untuk persenyawaan MgSO4. 1 liter (50 kali konsentrasi) Menimbang persenyawaan NH4NO3 sebanyak 83. Larutan stok C untuk persenyawaan CaCl2. dimasukkan ke dalam gelas piala bersih yang sudah berisi aquadest atau air bebas ion kira-kira 700 ml. Larutan stok B untuk persenyawaan KNO3. .

ml aquadest 2-3 kali). Kemudian 348 .

Pembuatan larutan stok berdasarkan pengelompokan dalam stok makro. Tergantung dari jenisnya. ada juga yang lengkap sampai hormon dan gula. stok Fe. sedangkan stok hara dapat disimpan 4-8 minggu. Selain itu. Dalam pembuatan media. . bahkan larutan stok mikro dapat dipergunakan sampai 200 liter media.ditambahkan aquadest hingga volume' larutan tepat pada 1 liter. Stok hormon dapat disimpan antara 2-4 minggu.. Untuk membuat 1 liter media. Penggunaan larutan stok menghemat pekerjaan menimbang bahan yang berulang-ulang setiap kali membuat media. ada yang hanya mengandung garam makro dan mikro serta vitamin. dibutuhkan 20 ml larutan stok A. Larutan telah jadi. tapi untuk suatu penelitian yang memerlukan perubahan komposisi dalam satu atau beberapa komponen. Formula ini memang memudahkan pekerjaan. diberi label A dan ditutup rapat. a. Larutan stok. bila dapat disimpan ditempat yang bertemperatur rendah dan gelap. Pembuatan Media Dewasa ini beberapa media kultur jaringan dapat dibeli dalam bentuk bubuk yang telah dipersiapkan. Larutan stok A dapat disimpan pada suhu kamar. Dengan adanya larutan stok. lalu dipindahkan ke dalam erlenmeyer/botol reagent ukuran 1 liter yang bersih. maka pemisahan komponenkomponen penyusun media perlu dilakukan. juga kadang-kadang timbangan yang dibutuhkan untuk menimbang jumlah kecil tidak tersedia dalam laboratorium. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan larutan stok adalah penyimpanan (daya simpan) larutan. stok mikro. Setiap larutan stok dapat dipergunakan untuk kira-kira 50 liter-media. stok vitamin dan stok hormon terutama bila larutan stok tidak disimpan ter-lalu lama (segera digunakan habis). langkah pertama adalah membuat stok dari media terpilih. pembuatan media selanjutnya hanya dengan teknik pengenceran dan pencanpuran saja.

Larutan yang sudah mengalami pengendapan. Untuk membuat 1 liter media diperlukan 20 ml larutan stok B. dilarutkan dalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest. Larutan stok kadang-kadang ditumbuhi mikroba. Larutan stok yang terkontaminasi mikroorganisme ini. serapat mungkin.H2O sebanyak 44 gram. Timbang persenyawaan KNO3 sebanyak 95 gram. karena ada beberapa bahar yang tidak tahan dalam suhu tinggi atau cahaya. Larutan Stok B. Oleh karena itu sebaiknya dibuat dalam larutan stok tunggal. kemungkinan hal tersebut akan mempercepat pengendapan larutan. kemudian dilarutkan Tehnik pembenihan Tanaman 349 . kemudian. larutan dipindahkan ke dalam gelas erlenmeyer 1 liter. tidak dapat digunakan lagi. yaitu dengan menbuat satu larutan stok hanya untuk satu jenis bahan (terutama untuk unsur hara makro). b. 1 liter. diberi label "B". Stok hara makro Senyawa-senyawa sumber unsur hara makro diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. Larutan dituang ke dalam labu takar 1 liter seperti pada proses pembuatan larutan stok A. Stok C. ditutup rapat dan disimpan dalam kondisi suhu kamar. Pengendapan larutan stok umumnya terjadi bila kepekatan larutan terlalu tinggi. juga tidak dapat digunakan lagi. Larutan diaduk hingga larut merata. Kondisi simpan juga perlu diperhatikan. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang persenyawaan CaCl2. Jenis anion senyawa sumber unsur hara makro tidak sama. Setelah volume larutan diterakan 1 liter. Oleh karena itu pengendapan larutan dapat dihindari dengan membuat larutan yang tidak terlalu pekat atau tidak menggunakan larutan campuran. Oleh karena itu kondisi simpan harus dijaga kebersihan dan tempat (wadah) larutan harus diusahakan.

pindahkan ke dalam erlenmeyer/botol 1 liter yang bersih dan seluruh sisinya sudah tertutup aluminium foil. Larutan stok E dapat disimpan dalam kondisi. Karena larutan Fe ini peka terhadap cahaya. Dalam 1 liter media MS.45 gram Na2EDTA. 1 liter (200 kali konsentrasi): Timbang 5. Larutan Na2EDTA dipanaskan hingga 40-60°C selama beberapa menit.suhu kamar. Setelah suhu kembali ke suhu kamar. masukkan larutan campuran itu ke dalam labu takar. Larutan stok C dapat disimpan dalam kondisi seperti larutan stok A dan B. Kedua bahan tersebut dilarutkan secara terpisah dalam kira-kira 350 ml aquadest. Larutan stok D dapat disimpan dalam kondisi suhu kamar.dalam 700 ml aquadest dalam galas piala 1 liter. diperlukan 5 ml larutan stok E.7H2O dan diaduk hingga tercampur merata. c. gunakan gelas piala 1 liter. diperlukan 10 ml larutan stok C. kemudian tambahkan larutan FeSO4. tetapi lebih baik disimpan dalam lemari es. Proses selanjutnya sama seperti pada pembuatan stok sebelumnya.57 gram FeSO4. Larutkan secara terpisah easing-easing persenyawaan dalam 350 ml aquadest. maka perlu diselubungi aluminium foil pada erlenmeyer/botol penyimpannya.7H2O dan 7. Untuk membuat 1 liter media MS. Persenyawaan kalsium-klorida akan membebaskan kalor bila dilarutkan dalam air. ulangi proses pembuatan stok terdahulu. larutan dibiarkan mendingin dahulu hingga suhu kembali ke suhu kamar. dibutuhkan 10 ml larutan stok D Larutan stok E. Untuk membuat media MS 1 liter. Stok D. Setelah larut. Stok hara mikro. . Setelah volume tepat 1 liter. ulangilah proses seperti pembuatan larutan stok A dan B. Biarkan hingga suhu kembali ke suhu kamar.H2O dan 17 gram KH2PO4. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang 37 gram persenyawaan MgSO4. Oleh karena itu sebelum ditempatkan volumenya. Setelah mendingin. kedua persenyawaan dituangkan dalam satu labu takar 1 liter. Unsur hara mikro sangat sedikit diperlukan dalam pembuatan media.

0 mg KI 166.0 mg H3B03 1240. ditutup rapat dan disimpan pada suhu kamar. Vitamin dan zat pengatur tumbuh.6H20 5. Selain itu zat organik dalam bentuk larutan mudah mengalami perubahan.H20 3380. baru dimasukkan ke dalam labu takar 1 liter dan volume ditempatkan 1 liter dengan menambah aquadest. harus disimpan di dalam lemari es dan sebaiknya dalam membuatnya .0 mg Na2MoO4. Satu liter media MS hanya memerlukan 5 ml larutan stok F. Oleh karena itu larutan stok unsur hara mikro dapat dibuat sebagai stok campuran.Biasanya larutan hara makro dibuat dengan kepekatan 200 kali konsentrasi akhir media dan bahan yang diperiukan masih cukup kecil jumlahnya.7H20 1720. Cara membuat larutan stok hara mikro dapat dirinci sebagai berikut: Timbang bahan-bahan sumber hara mikro dengan menggunakan timbangan analitik dalam jumlah sebagai berikut: Nama Senyawa Berat MnSO4.0 mg Masukkan bahan satu per satu kedalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest. Bahan-bahan organik.5H20 5. baru disusul oleh bahan berikutnya. Oleh karena itu larutan stok vitamin dan zat pengatur tumbuh.2H20 50. sehingga:tidak awet.0 mg CoCl. merupakan bahan-bahan kimia organik.0 mg CuSO4. Setiap memasukkan bahan diikuti dengan pengadukan agar larut. Setelah semua bahan larut. Larutan yang telah jadi selanjutnya dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan diberi label F. umumnya peka terhadap suhu tinggi dan cahaya.0 mg ZnSO4.

350 .

Bila vitamin bukan merupakan vitamin yang sama. 1) Larutan stok auksin Timbang bahan sebanyak 100 mg. Sambil diaduk-aduk teteskan sedikit larutan NaOH 1 N dengan hati-hati hingga bahan larut benar-benar. d. maka larutan stok vitamin dapat dibuat' sebagai stok campuran.tidak usah banyak-banyak agar cepat habis terpakai. umumnya dibuat 1000 kali konsentrasi akhir. Usahakan volume tidak melebihi 50 ml.5 mg. Khusus myo-inositol. Satu liter media yang dibuat. umumnya hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. dibuat larutan stok tunggal dengan kepekatan 100 kali konsentrasi akhir media. pyridoxine HCl 0. hanya membutuhkan 1 mllarutan stok vitamin.1 mg. e.5 mg dan glycine 2. kemudian volume labu ditepatkan sampai 100 ml dengan menambahkan aquadest.kemudian dituangkan ke dalam gelas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. nicotinic acid U. karena biasanya zat pengatur tum. Labu takar kemudian dikocok hingga semua bahan larut merata.0 mg per liter media. Untuk membuat larutan stok. kemudian dipindahkan ke botol 100 ml. berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok zat pengatur tumbuh dengan kepekatan 1 mg/ml sebanyak 100 ml. Larutan yang telah jadi. ditutup rapat. B iasanya larutan stok zat pengatur tumbuh dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml. Setelah larut merata. Larutan stok vitamin. Sebagai contoh. Larutan stok zat pengatur tumbuh Zat pengatur tumbuh. hati-hati dalam membilas bahan yang dimasukkan ke labu.buh merupakan perlakuan dalam media kultur jaringan. lalu disimpan dalam lemari es. Proses penimbangan zat pengatur tumbuh untuk larutan stok. Setelah larut merata. Sebagai contoh akan dibuat media dasar yang memerlukan thiamine HCl 0. sebanyak 100 ml. sulit digeneralisasikan. kemudian dipindahkan ke dalam . diberi label.

Timbang kinetin 100 mg dan tuang ke dalam galas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. ditetesi dengan larutan HCl 1 N dan dipanaskan sebentar hingga bahan benar-benar larut (menjadi jernih). Sambil diaduk-aduk.labu takar 100 ml. larutan dipindahkan ke dalam labu takar 100 ml untuk ditepatkan volumenya pada 100 ml. atau dengan pemanasan larutan awal (larutan sebelum diterakan dalam labu takar) selama beberapa menit hingga bahan benarbenar larut (menjadi jernih). yaitu 1-10 mg/ml. ditutup rapat dan diberi label untuk seterusnya disimpan dalam lemari es. Tehnik pembenihan Tanaman 351 . Larutan yang telah ditepatkan volumenya itu dipindahkan ke dalam erlenmeyer 100 ml. Sebagai pengganti larutan NaOH. Larutan yang telah jadi dipindahkan ke dalam botol simpan 100 ml. sitokinin sebaiknya dibuat stok. dapat digunakan bahan pelarut alkohol 40%. Bila 1 ml larutan stok ini ditambahkan dalaa pembuatan 1 liter media akan memberi perlakuan kinetin 1 ppm. ditutup rapat. Setelah larut dan dingin. 2) Larutan stok sitokinin Seperti auksin. dan volume ditepatkan 100 ml dengan menambahkan akuades. dengan menambahkan aquadest. Untuk membuat 1 liter media. dalam jumlah sedikit (100 ml). Umumnya kepekatan yang digunakan hampir sama dengan auksin. Berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok kinetin 1 mg/ml sebanyak 100 ml. kebutuhan larutan stok zat pengatur tumbuh bergantung kepada konsentrasi yang digunakan (perlakuan zat pengatur tumbuh). bila 2 ppm diperlukan 2 dan seterusnya. diberi label dan disimpan dalam lemari es. Bila perlakuan zat pengatur tumbuh (auksin) yang digunakan 1 ppm maka dibutuhkan 1 ml.

dapat dibantu pelarutannya dengan menambahkan rapa tetes larutan HCl 1 N. . Oleh karena itu sebelum membuat larutan stok. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada larutan stok: . sebaiknya digunakan segar (kurang dari 2 minggu). wadah) sebelum dipergunakan untuk membuat larutan. dapat dilarutkan dengan bantuan menambahan larutan NaOH (basa). takar. Untuk itu perlu diketahui benar-benar volume kebutuhan larutan stok masing-masing. harus pula segera dibilas dengan aquadest. Sedangkan zat pengatur tumbuh yang bereaksi basa seperti golongan sitokinin. atau dengan pemanasan. harus dibilas dulu dengan aquadest. Setelah selesai digunakan atau sebelum digunakan lagi. .Ketentuan pembuatan larutan stok auksin dan sitoinin ini dapat berlaku umum untuk golongan zat pengatur tumbuh yang lain. . Semua alat-alat gelas (alat ukur. akan dibuat 1 liter media MS dengan perlakuan 1 ppm NAA dan 2 ppm kinetin. . tidak boleh digunakan lagi (dibuang). atau dengan pemanasan. Stok vitamin dan zat pengatur tumbuh. Zat pengatur tumbuh yang bereaksi asam seperti auksin dan giberelin. dan semua sarana pembuatan media harus benar-benar sudah siap. Bila tidak digunakan lagi. sebagai contoh. harus ditentukan dahulu kebutuhan media. dilakukan dengan metode pengenceran. atau menggunakan bahan pelarut alkohol 40%. Larutan stok unsur hara. Cara membuat media dengan larutan stok. jadwal pembuatan media. tempatkanlah pada rak penyimpanan secara terbalik supaya kering dan bagian dalamnya tidak berdebu. sebaiknya tidak disimpan lebih dari dua bulan sebelum dipergunakan. Larutan stok yang telah mengalami pengendapan dan yang sudah ditumbuhi mikroorganisme.

8% agar dan mengandung 3% gula sukrosa). hipokotil.Media yang dibuat adalah media padat dengan 0. kupas kulit luarrnya. dan jaringan meristemlainnya. Wortel yang segar dan yang kotor cuci wortel dengan detergent. 9. Inisiasi dapat dilakukan melalui akar. dan juga moss. Tahapannya adalah sebagai berikut. Rendam dalam larutan clorox 20X. pakis. Tahap awal adalah proses persiapan eksplan. Suatu contoh prosedur dalam inisiasi kultur kalus. Bilas dengan aquadest steril. kotiledon. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula.4-D. dapat diperoleh dengan menumbuhkan potongan wortel dekat lingkaran kambium. Sterilkan dalam alkohol 70% selama 1 menit.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. daun. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. Setelah terbentuk tunas. Eksplan yang telah disterilkan dikulturkan dalam media kultur (MS+BAP). di dalam media MS. seiama 10 menit. lalu iris dalam potongan kecil. dan batang muda. 352 . Bagian ujung eksplan yang keluar dari larutan sterilisasi. Bilas lagi 3 kali dalam aquadest. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. tunas tersebut disubkultur dalam media multiplikasi (MS+BAP) dan beberapa komponen organik lainnya. monokotil gymnospermae. dipotong ambil bagian kambium dan tanam di dalam larutan 77:2 media ES dengan hormon 2. meliputi dikotil berdaun lebar. Bagian tanaman seperti embrio muda.5 Inisiasi tunas Inisiasi adalah proses memulai suatu kegiatan kultur jaringan.

.

Kultur diletakkan pada rak terbuka di dalam ruang kultur dengan temperatur rata-rata 250C dalam diffuse light.6 Kultur Suspensi Sel Kalus yang diperoleh dari kultur kalus. Setelah 4 minggu. dapat dipindahkan ke media cair untuk inisiasi kultur suspensi sel. kalus dapat membentuk akar atau tunas. sukrosa 30 gr/1. dapat dipergunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 1000 kali. Lakukan pengamatan pertumbuhan kalus. dan faktor-faktor lain. adalah berat basah kalus. setelah sel itu diberi larutan toluidine blue (0.Mempersiapkan media dan lingkungan kultur. kalus yang friable dapat disubkultur pada media baru. Regenerasi tanaman dapat melalui organogenesis atau embriogenesis. berat kering kalus. media disimpan dulu selama 3 hari dalam keadaan gelap. gunakan media MS yang diberi tambahan 2. bagian yang diambil. media dimasukkan ke dalam botol 75 ml masing-masing 15 ml. Setelah dipanaskan untuk melarutkan agar. Setelah diautoclave. seringkali dijumpai . eksplan. Untuk media yang tidak terkontaminasi dipergunakan untuk inisiasi kultur. Untuk itu parameter pertumbuhan yang digunakan untuk pengaruh media. atau dipindahkan ke media lain untuk diregenerasi menjadi tanaman.05% w/v). agar 8 gr/l. untuk melihat perkembangan kultur. Kultur diberi label yang berisi keterangan tentang jenis tanaman. Tiga eksplan ditanam dalam satu botol media.4-D 1 mg/l. Untuk melihat sel. atau keduaduanya. Ketiga eksplan ini dianggap sebagai satu unit percobaan. Periksa kultur setelah satu minggu. dan diameter kalus 9. kode media. lalu ditutup dengan aluminium foil. Dalam kultur kalus yang hanya membentuk akar. Dalam organogenesis. dan tanggal tanam.

Sedangkan dalam embryogenesis. Kultur kemudian diletakkan pada shaker dan dikocok dengan kecepatan 90-100 rpm secara terus menerus. Gambar 9. Inisiasi kultur dari kalus. Kultur suspensi sel merupakan suatu sistem yang sesuai untuk mempelajari metabolisme sel. Sel-sel untuk media seleksi. dan merupakan suatu sistem tertutup (closed system) yang tidak berhubungan dengari jaringan asalnya. Sel-sel untuk protoplasma . Sel untuk studi hubungan hostpatogen adalah fitopatologi .kesulitan untuk memperoleh pucuk dari akar tersebut. Kalus yang segar kirakira 200 . merupakan cara yang paling sederhana dan banyak dilakukan. serta diferensiasi sel. maka kemungkinan induksi akar lebih mudah. Massa untuk produksi bahan-bahan sekunder .10 Pengamatan pertumbuhan kalus Tetapi bila regenerasi terjadi melalui pembentukan tunas terlebih dahulu. Sel-sel yang akan diberi perlakuan mutagen kimia . Penanbahan auksin dalam suspensi menghasilkan kultur sel yang terpisah (dispersed). pengaruh berbagai persenyawaan pada sel. pembentukan pucuk dan akar sudah terintegrasi dalam satu sumber. Sedangkan dalam segi praktisnya.250 mg dapat dipindahkan ke 40 ml media cair dalam botol erlenneyer 125 ml. Kultur suspensi dikocok supaya: Tehnik pembenihan Tanaman 353 . kultur suspensi sel dipergunakan sebagai sumber: .

Pertukaran gas antara media dan udara. yaitu tipe tertutup (closed type) dan tipe terbuka (open type) Dalam tipe tertutup. Setelah mencapai fase ini.Setelah mencapai suatu masa tertentu. Chemostat menggunakan standard konsentrasi bahan-bahan kimia tertentu yang mengatur laju pertumbuhan. Pemecahan gumpalan se1 menjadi agregat kecil dan sel tunggal. Dalam kultur ini terdapat sistem untuk sirkulasi mengeluarkan media lama dan ditambah dengan media yang baru. Sedangkan pada tipe terbuka. . Sebagai contoh: misainya kultur berisi 20-75 ml media. Kultur continuous merupakan kultur sel jangka panjang dengan suplai hara yang konstan dalam wadah yang besar.. terjadi pertambahan biomass yang mengikuti pola sigmold. P. Pada tipe kultur continuous dengan . Dalam kultur sel continuous terdapat dua tipe. Perbanyakan dilakukan dengan memindahkan sejumlah kecil sel dan disubkultur pada media baru. P. yaitu: kultur batch dan. tetapi dengan konsentrasi hara yang berubah sesuai dengan tingkat pertumbuhan sel. penapbahan media baru disertai juga dengan panen sel. Selama masa inkubasi. . Persenyawaan N. Kultur sel batch adalah kultur dalam media hara dengan volume tetap. continuous. kultur batch harus diperbarui/diperbanyak. sel berhenti membelah karena kehabisan hara dan akumulasi metabolik yang toxic. Distribusi sel yang merata dalam media. sel bertambah terus tanpa dipanen. misalnya kadar N. Tipe kultur contnuous yang terbuka dapat menggunakan chemostat atau turbidostat. hanya media yang disirkulasi. atau glukosa. Dalam suspensi sel dikenal dua kelompok kultur. diatur sedemikian rupa pada suatu level yang tetap untuk mengatur populasi sel yang tertentu. atau glukosa.

Kultur suspensi sel dapat diinisiasi dari kalus. Multiplikasi dilakukan secara berulang sampai diperoleh jumlah tanaman yang dikehendaki. Untuk biakan (tunas) yang telah responsif stater cultur.7 Multiplikasi. Kalus adalah suatu kumpulan sel amorphous yang terjadi dari sel-sel jaringan yang membelah diri secara terns menerus. yang diukur dengan turbiditas. Setelah tunas mencapai jumlah yang diinginkan.yang sudah ditentukan. kalus pada umumnya terbentuk pada bekasbekas luka akibat serangan infeksi mikro organisme: Agrobacterium tumefaciens.11 Multiplikasi tanaman 9. Kerapatan biomass yang melebihi turbiditas. dalam periode tersebut dari 1 tunas dapat dihasilkan 10-20 tunas baru. gigitan atau tusukan serangga dan 354 . Setiap siklus multiplikasi ber-langsung selama 2 3 bulan.turbidostat. diatur jumlah tertentu. biakan dipindahkan (dikulturkan) pada media perakaran. akan dikeluarkan. sesuai dengan kapasitas laboratorium. Gambar 9. Dalam keadaan in vivo.

kalus dapat dihasilkan dari potongan organ yang telah didalam media yang mengandung auksin dan kadang-kadang juga sitokinin. Jaringan tanaman yang membutuhkan hanya auksin selain gula dan garam-garam mineral untuk dapat membentuk kalus seperti: umbi artichoke. jaringan tanaman digolongkan dalam 4 grup: . Gambar 9. gula.nematoda. Dalam hal kalus sebagai akibat serangan bakteri Agrobacterium tumefaciens. . maka kalus dapat terbentuk tanpa parlakuan zat pengatur tumbuh. 12 Produksi tanaman kultur jaringan secara komersial Kalus diharapkan memperbanyak dirinya secara terus menerus. hanya gula dan garamgaram mineral seperti: jaringan kambium. Berdasarkan kebutuhan akan zat pengatur tumbuh untuk menbentuk kalus. Dalam kuitur in vitro. dan garam-garam . Jaringan yang memerlukan hanya sitokinin. sering disebut sebagai tumor. . . Kultur kalus bertujuan untuk memperoleh kalus dari eksplan yang diisolasi dan ditumbuhkan dalam lingkungan terkendali. Bila eksplan yang digunakan mengandung kambium. serupa dengan kejadian pencangkokan dan penyetekan. Sel-sel penyusun kalus adalah sel-sel parenkhima yang mempunyai ikatan yang renggang dengan sel-sel lain. Jaringan yang memeriukan auksin dan sitokinin selain gula dan garamgaram mineral seperti: empulur tembakau. Pembentukan kalus pada eksplan yang ada nkambium ini. Jaringan yang tidak perlu auksin dan sitokinin. Kalus juga dapat terbentuk sebagai akibat stress.

kotiledon. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula. Bagian tanaman yang dipakai. dan batang muda. Inisiasi pembelahan sel yang hanya terbatas di lapisan luar dari jaringan. dan juga moss. . Suatu sifat yang diamati dalam jaringan yang membentuk kalus. kalus dari jaringan tergantung juga dari: . tetapi hanya sel di lapisan periphery yang membelan terus menerus. kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor: ketersediaan oksigen yang lebih tinggi. kemampuan pembentukan. hipokotil. Jenis tanaman.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. . Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. Umur fisiologi dari jaringan waktu diisolasi. sedangkan selsel di tengah tetap guiscent.mineral seperti parenkhima xylem dari akar turnip. . meliputi dikotil berdaun lebar. adalah bahwa pembelahan sel tidak terjadi pada semua sel dalam jaringan asal. pakis. Bagian tanaman seperti embrio muda. Pada umumnya. monokotil gymnospermae. Tehnik pembenihan Tanaman 355 . Musim pada waktu bahan tanaman diisolasi.

Fenomena yang sama dalam jaringan umbi artichoke yang ditumbuhkan dalam media dengan air. Eksplan batang. terjadi seleksi sel-sel yang menpunyai sfat khusus. dilakukan dengan aktifitas enzim-enzim NAD-diaphorase dehydrogenase dan cytochrome oxidase. Fosket & Roberts (1965 dalam Yeoman. menghasilkan kalus yang heterogenous dengan berbagai macam sel. ternyata menghasilkan kalus dengan sel yang mempunyai DNA yang berbeda yang mencerminkan level ploidi yang berbeda. mengamati empat lapisan sel yang berbeda dalam wortel yang dikultur pada berbagai media. Dalam mempelajari proses pembentukan kalus sebagai akibat perlukaan. Beberapa jaringan yang telah dicoba dan menghasilkan sel yang cukup seragam antara lain: sel parenkhima phloem dari wortel dan parenkhima sel penyimpan (storage cell) dari umbi artichoke jerusalem. Lapisan tengah (core) yang selnya tidak membelah. penghambat yang bersifat folatik lebih cepat menguap. Kadang-kadang jaringan yang kelihatan seragam histologinya seperti pembuluh tembakau.keluarnya gas CO2. Sel-sel yang heterogen dari jaringan yang kompleks menunjukkan pertumbuhan yang berbeda. Kalus yang robek mau akan campuran sel dengan tingkat ploidi yang berbeda. juga ditemukan dalam kultur artichoke. Lapisan dengan sel yang aktif membelah. Lapisanlapisan sel yang berbeda terlihat jelas tiga hari setelah kuitur terdiri dari Lapisan luar dengan sel-sel yang pecah. akar. Kenaikan aktifitas enzim terutama dalam lapisan sel yang sedang membelah. Sel . terdiri dari 1-6 lapis. Inisiasi kalus dalam jaringan wortel ini. Lapisan kedua terdiri dari dua lapisan dorman. Dengan mengubah komposisi media. Keempat lapisan yang ditemukan Forket dan Roberts. Kesediaan hara yang lebih banyak. dan cahaya. dan daun. Hal ini berarti bahwa media tumbuh menentukan komposisi kalus. 1970).

. Kecepatan perubahan dalam khromosom tergantung juga dari macam media yang digunakan. mutasi gen. . endoreduplikasi yang menghasilkan polipicidi. Perubahan terjadi. Ketidak-stabilan khromosom ini menyulitkan aplikasi kultur kalus untuk parbanyakan. untuk memperoleh sifat-sifat baru yang menguntungkan seperti: resistensi terhadap penyakit. paling sedikit adalah sel yang paling lambat membelannya. atau zat pengatur tumbuh yang ditambahkan ke dalam media. serta jenis tanamannya. Hal ini dibuktikan pada perbobaan . dapat merupakan: . . . Media seleksi dapat berdasarkan unsur-unsur hara. hilangnya suatu morfologi yang memang tidak diinginkan seperti duri. Sel-sel yang heterogen selain berasal dari asalnya. ketidak-stabilan tersebut dapat dipergunakan dalam seleksi dan pemuliaan in vitro. dapat juga terjadi akibat masa kultur jaringan melalui subkultur yang berkali-kali. . jaringan tumor yang terjadi dapat tumbuh terus. Ciri dari tumor adalah: . Sebaliknya. berasi khromosom. hilangnya suatu gen (deletion. . transposisi urutan DNA (DNA sequences transposition).yang jumlahnya paling banyak merupakan sel yang paling cepat membelah. atau warner pada bunga. maupun untuk produksi bahan-bahan/ persenyawaan sekunder. amplifikasi gen: jumlah gen untuk suatu sifat tertentu per genome haploid bertambah. terjadinya penyakit ini (Crown gall disease) melalui luka. walaupun penyebabnya bakteri Agrobacterium tumefaciens telah dihilangkan.

tidak memerlukan auksin maupun sitokinin. Ketidaktergantungan jaringan tanaman untuk 356 . pada tanaman sehat. tumor ini bila tumbuh pada media buatan. .penyambungan. bagian yang terserang.

Masa kultur yang panjang dalam media yang tetap. Pada subkultur. Selain kehabisan hara. massa sel yang dipindahkan harus cukup banyak. yang kondisinya (terutama kelembaban) dapat dikendalikan. Planlet (dalam polibag) dipelihara di rumah kaca atau rumah kasa. Gambar 9. Kehabisan air dapat terjadi karena selain terhisap untuk pertumbuhan. untuk menjaga kehidupan dan perbanyakan yang sinambung kalus yang dihasilkan perlu disubkultur. Untuk perakaran digunakan media MS+NAA. Proses perakaran pada mumnya berlangsung selama 1 bulan. juga mengeluarkan senyawa hasil metabolisme yang menghambat pertumbuhan kalus itu sendiri. planlet ditanam dalam polibag diameter +10 cm yang berisi media (tanah+pupuk kandang) yang telah disterilkan. Subkultur sebaiknya dilakukan 28 hari sekali. Kalus yang ditumbuhkan pada suatu media. agar ada pertumbuhan yang cepat dalam media baru menggunakan inokulum yang mempunyai diameter 5-10 mm atau sekitar 20-100 mg. bibit ditaruh di atas bedengan . tergantung dari kecepatan pertumbuhan kalus.13. Namun waktu yang tepat untuk memindahkan kultur. perlu dipindahkan secara teratur dalam jangka waktu tertentu. akan menyebabkan terjadinya kehabisan hara dan air. rumah kasa atau persemaian. Kedua. disebut habituation. juga karena media menguapkan air dari masa ke masa. Oleh karena itu. Perakaran tanaman hasil kultur jaringan 9.tumbuh dan terus membelah. dalam kalus. Planlet (tunas yang telah berakar) diaklimatisasikan sampai bibit cukup kuat untuk ditanam di lapang.8 Aklimatisasi Dapat dilakukan di rumah kaca.

bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (+4 kg/m2) dan disterilkan dengan formalin 4%.yang dinaungi dengan plastik. karena tahapan ini merupakan tahapan akhir sebelum plantlet dipindahkan ke lapangan budidaya. Dua sampai tiga minggu sebelum tanam. Lebar pesemaian 1-1. Aklimatisasi berlangsung selama 2-3 bulan. Gambar 9. tanaman hasil aklimatisasi Proses aklimatisasi harus dilakukan dengan hati-hati. Planlet ditanam dengan jarak 20 cm x 20 cm.2 m. Aklimatisasi tanaman di dalan screen house dan.14. Aklimatisasi cara pertama dapat dilakukan bila lokasi pertanaman letaknya jauh dari pesemaian dan cara kedua dilakukan bila pesemaian berada di sekitar areal pertanaman. Pada umumnya parameter aklimatisasi adalah Tehnik pembenihan Tanaman 357 . panjangnya tergantung keadaan tempat.

kapasitas menahan air tinggi. mempunyai aerasi yang cukup tinggi sehingga mampu menyerap air dan unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Pada umumnya aklimatisasi dilakukan selama 4 minggu sampai tanaman tanaman berumur 30 minggu. Proses aklimatisasi dengan perendaman planlet dalam benomil 1% dan penutupan planlet dengan plastik transparan pada 30 hari pertama sangat berpengaruh terhadap kemampuan planlet untuk beradaptasi. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa dikombinasikan dengan media yang lain. jumlah daun. sedangkan jumlah daun terendah pada kombinasi sekam mentah dan arang sekam. Data pada menunjukkan bahwa panjang daun dan lebar daun anthurium yang ditanam pada media sekam mentah dan arang sekam lebih besar dibandingkan pada media humus bambu atau kombinasi beberapa media. baik mentah maupun bakar. Hal ini dikarenakan sekam padi. banyak pori-porinya. tinggi tanaman. sekam mentah dan arang sekam dapat digunakan sebagai media aklimatisasi anthurium. serta panjang dan lebar daun. Hasil ini kemungkinan disebabkan arang sekam mempunyai sifat ringan (berat jenis 0.2 kg/l). dan berwarna hitam sehingga dapat menyerap sinar matahari dengan efektif. Persentase tanaman hidup pada perlakuan sekam mentah + humus bambu dan arang sekam + humus bambu menurun seiring dengan bertambahnya umur tanaman Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan media arang sekam memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terbesar dan kombinasi arang sekam dan sekam mentah memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terkecil. Rata-rata persentase tanaman hidup semua perlakuan maksimum 10%. Pengamatan persentase tanaman hidup dilaku-kan setelah tanaman berumur 30 hari sampai 30 minggu. Hasil percobaan dengan jelas memperlihatkan bahwa sekam mentah . Waktu aklimatisasi sangat bervariasi tergantung jenis tanaman yang dikulturkan. Jumlah daun terbanyak diperoleh pada media arang sekam.persentase tanaman hidup.

dan lebar daun) paling baik. jumlah daun. Sebanyak 1 paket media.jika media belum mengandung sukrosa ditambahkan ke dalam 1 liter air suling. Media arang sekam dan sekam mentah menghasilkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman. dan lebar daun. panjang daun. jumlah daun. gula. Media arang sekam dapat digunakan sebagai media alternatif untuk aklimatisasi anthurium.dan sekam bakar merupakan media yang paling tinggi untuk tinggi tanaman. panjang daun.5. agar. PPM (Plant Preservative Mixture) umumnya tidak digunakan dalam kultur bibit anggrek. Sesuaikan pH media hingga mencapai 5. PPM. 5 sendok teh gula. Tuangkan 3 sendok teh media ke dalam wadah berupa 358 .9 Kultur jaringan pada berbagai tanaman Berikut ini adalah beberapa contoh keberhasilan produksi benih vegetatif menggunakan metode kultur jaringan. campurkan bahan dengan baik. Media Knudson C atau media MS diperlukan bagi bibit anggrek dan dapat diperoleh di toko. tetapi dapat digunakan untuk membantu mengendalikan kontaminasi. (b) Persiapkan media dan persiapkan kotak yang bersih. (a) Bahan-bahan: Media Knudson C atau media MS. 1) Kultur Jaringan Anggrek Anggrek merupakan bunga yang indah dan tanaman yang mistrius yang dapat dengan mudah dibudidayakan di laboratorium sederhana dengan menggunakan bahan-bahan berikut ini. Keberhasilan akilimatisasi planlet anthurium dipengaruhi oleh penyiapan planlet yang baik dan proses aklimatisasi secara bertahap. 9. bibit bunga. 1 ml PPM. Persiapkan media sesuai dengan petunjuk.

Beberapa species menyukai inkubasi gelap sedangkan beberap jenis lainnhya dapat diinkubasi dalam kondisi bercahaya. Semprotkan alkohol ke bagian dalam hingga semua bagian saringan menjadi steril Lakukan desinfeksi terhadap pinset. (f) Lakukan subkultur pada media baru. atau menggunakan sucrosa dan peroksida. 2) Desinfeksi atau desinfestasi benih anggrek a) Menggunakan unit penyaringan buatan sendiri Alat dan bahan yang diperlukan meliputi 70% isopropyl alcohol. Gambar 9. Tambahkan agar ke setiap boto sebelum disterilisasi. (e) Tunggu beberapa minggu sampai beberapa bulan agar bibit dapat berkecambah. Celupkan .15 Bibit tanaman anggrek. (d) Bungkus wadah untuk mencegah kontaminasi dan simpan pada suhu kamar. Lakukan streilisasi sesuai petunjuk. dari hasil kultur jaringgan hingga bunga (c) Melakukan desinfeksi benih: gunakan unit filter yang dirancang sendiri. 10% larutan pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset. Gunakan pinset yang sudah steril untuk mengangkat alat-alat yang direndam dalam alkohol dan pinbdahkan ke larutan 10% pemutih+deterjen.botol. Taburkan benih anggrek pada unit penyariang yang sudah disiapkan Celupkan unit penyaringan ke dalam larutan 70% alkohol hingga semua benih basah.16 Benih tanaman dalam proses kultur agar dan individu baru tanaman anggrek siap transplantasi Gambar 9.

Tempatkan benih pada piring steril. air steril plus Tehnik pembenihan Tanaman 359 . sendok kecil atau pisau mentega tumpul pindahkan beberapa benih ke dlaam botol media yang steril. l10% arutan pemutih. corong. dengan spatula steril. tambahkan air steril dengan sendok ke permukaan media agar benih menebar.berulang-ulang semua benih ke dalam larutan pemutih dan lanjutkan selama 10 menit Dengan menggunakan pinset. Tutup dan balut dengan selotip b) Menggunakan saringan kopi Perlengkapan meliputi kertas saring yang biasa digunakan menyaringkopi. angkat semua benda yang direndam dalam larutan pemutih dan biarkan kering. Sebarkan benih di atas permukaan media.

Hal ini akan membunuh bakteri dan perkecambahan spora jamur. dan pipet transfer. Campurkan larutan dengan pipet dan tambahkan beberapa tetes kepada botol media. Tambahkan hydrogen peroxida (3%) dan biarkan benih terdesinfeksi selama 30 menit. Air steril dibubuhkan ke atas benih beberapa kali untuk membebaskan dari cairan pemutih. Tutup botol dan . Benih dan larutan diaduk selama 10 menit. c) Menggunakan sukrosa dan peroksida: Perlengkapan untuk ini terdiri dari larutan 5% gula. tambahkan sedikit air steril dengan sendok ke atas media agar benih menyebar. Sebarkan benih di atas permukaan media. Tutup dan balut penutup botol. Tambahan sukrosa akan membantu germinasi spora jamur. Campuran ditaburkan ke dalam corong yang sudah dilapisi kertas saring yang sebelumnya sudah dibasahi dengan larutan pemutih. Tambahkan larutan 10% cairan pemutih + beberapa tetes deterjen. sendok kecil atau pisau roti yang tumpul pindahkan benih ke dalam botol medium yang steril pula. tabung rekasi kecil atau botol kecil.piring steril atau anduk kertas dan pinset atau spatula/pisau. hidrogen peroksida (3%). Benih ditempatkan dalam tabung reaksi atau botol kecil. Dengan menggunakan spatula steril. Sukrosa kemudian diambil dengan menggunakan pipet transfer. Media cair dapat digunakan jika memiliki unit pengguncang (shaker). Benih ditempatkan dalam tabung reaksi dan tambahkan larutan 5% sukrosa (dengan beberapa tetes deterjen). Miringkan dasar botol untuk menyebarkan benih ke atas media agar. Campuran ini dibiarkan (diinkubasikan) selama 12 jam.

larutan 10% pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset. diikuti dengan prendaman dengan larutan 10% pemutih selama 20 menit.balut penutup botol. Lanjutkan dengan memasukkan benih ke dalam media yang sudah disiapkan 360 . Buah anggrek yang hijau dibersihkan dengan sikat gigi kemudian rendam dengan larutan 70% isopropyl alkohol selama beberapa detik. d) Menggunakan buah anggrek hijau Perlengkapan terdiri dari larutan 70% isopropyl alcohol. Tempatkan buah anggrek pada permukaan piring steril kemudia belah menjadi dua dan pindahkan biji yang terdapat di dalam buah dengan hati-hati dengan menggunakan pinset atau ujung pisau roti yang tumpul.

Gambar 9.17 Rangkaian proses produksi bibit anggrek dengan media agar Berikut ini adalah contoh dari hasil perkembang biakan tanaman anggrek melalui proses kultur jaringan secara komersial. Daun tersebut dipotong kecil-kecil berukuran kurang lebih 5 mm berbentuk segi empat atau Potongan daun tadi ditanam di dalam cawan kecil yang berisi campuran bahanbahan khusus yang untuk memenuhi Tehnik pembenihan Tanaman 361 .18 Pemisahan rumpun anakan bibit tanaman anggrek hasil kultur jaringan 2. Kultur jaringan tanaman kopi Bahan yang digunakan adalah potongan daun kopi muda yang masih berwarna hijau-kemerahan atau hijau segar. Gambar 9.

Sebelum menjadi tanaman. Pada tahap ini bibit diberi beberapa perlakuan seiring dengan pertambahan umur. Gambar 9. Adapun perlakuan yang diberikan di tempat persemaian.kebutuhan makanan bagi po-tongan daun kopi tersebut. potongan daun tersebut akan membentuk gumpalan-gumpalan yang berwarna putihkekuningan dan krem. perlakuan yang diberikan meliputi umur dan kondisi bibit. rumah kaca. tentunya perlu beberapa perlakuan khusus agar dapat berhasil membentuk bibit yang sempurna. dan sebagainya. dan sebagainya. Untuk membuat potongan daun mampu tumbuh dan berkembang. Dalam beberapa percobaan. Perlakuan ini dilakukan di laboratorium. suhu. yang paling penting . macam bahan untuk tempat pertumbuhan bibit. Selanjutnya kalus ini akan tumbuh dan berkembang menjadi calon atau bakal bibit yang disebut "embrio". bibit dipindah ke dalam botol yang sesuai dengan ukuran bibit agar tumbuh dan berkembang lebih jauh menjadi tanaman yang lebih besar. macam dan kadar zat pengatur tumbuh. Perlakuan yang diberikan di laboratorium meliputi jenis media. Bunga anggrek dalam pot.20. berbentuk bulat atau lonjong yang disebut sebagai "kalus". Selanjutnya. Di rumah kaca.19 Tanaman anggrek di dalam rumah kaca: dari bibit hingga produksi bunga Gambar 9. kondisi penanaman yang paling sesuai. cahaya. ada juga dari potongan daun langsung membentuk embrio. dan tempat persemaian di kebun. tanaman hias yang indah Campuran bahan-bahan ini dinamakan media. Embrio inilah yang akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit yang ukurannya kecilkecil. kelembapan.

maka bibit kopi siap ditanam secara luas di kebun. bibit kopi asal kultur jaringan dapat tumbuh dan berkembang normal seperti tanaman kopi dari benih ataupun cangkok. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih. Apabila perlakuan terakhir ini sudah berhasil. Cara ini telah menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih.adalah tingkat cahaya dan penaungan untuk mengatur kelembapan. Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. Cara ini telah 362 . bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm. cangkok ataupun sambung. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. cangkok ataupun sambung. Berdasarkan hasil penelitian.

tinggi maupun kondisi fisik lainnya. Keunggulan Tanaman Kopi Asal Kultur Jaringan Dibanding tanaman kopi asal benih maupun cangkok. dan bibit tanaman kopi dalam botol yang berasal dari perkembangan embrio. Dapat dihasilkan dalam jumlah besar sesuai pesanan dalam waktu relatif singkat (Imron Riyadi. . karena tidak menunggu tanaman induk sampai besar/dewasa. karena hanya dilakukan dalam ruangan yang relatif kecil. Bibit kopi yang sudah dijarangkan dalam botol dan bibit kopi yang sudah siap ditanam di kebun 3. Gambar 9. Gambar 9.menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. tanaman kopi asal kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. 22. Proses pembuatannya berlangsung cepat. baik umur. gumpalan kalus dan embrio yang tumbuh dari potongan daun kopi. Bibit yang dihasilkan lebih seragam. Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. 2007). .21 Potongan daun kopi yang ditanam pada media. Dalam dunia florikultura. Kultur jaringan pada tanaman hias Anthurium merupakan tanaman hias tropik dari famili Araceae. anthurium terbagi menjadi dua kelompok. yaitu: . . tetapi bunganya kurang Tehnik pembenihan Tanaman 363 . Proses pembuatannya lebih praktis. Anthurium daun memiliki bentuk daun yang indah. yaitu anthurium daun dan anthurium bunga (Wahyuni 1999).

dan 6-8 bulan untuk pende-wasaan. Media merupakan salah satu faktor lingkungan yang berfungsi menyediakan unsur hara dan air bagi pertumbuhan tanaman. perlu dikembangkan teknik perbanyakan alternatif yang lebih potensial. yang terdiri atas seludang bunga (spate). baik berupa sel. Kultur jaringan tanaman meru-pakan teknik menumbuh-kembangkan bagian tanaman. anthurium bunga memiliki bunga yang menarik. Anthurium dari biji baru dapat berbunga setelah berumur 1. Oleh karena itu. kemudian secara berangsur-angsur kelem-babannya diturunkan dan intensitas cahayanya dinaikkan (Yusnita 2003). Salah satu media tanam . antara lain dalam kecepatan pelapukan dan penyediaan hara tanaman. serta kemampuan mempertahankan kelembapan media (Satsijati 1991). perbanyakan anthurium dengan teknik kultur jaringan memiliki potensi untuk dikembangkan. tongkol bunga (spadik).menarik. dan tangkai bunga (peduncle). Perbanyakan melalui pemotongan rimpang memerlukan waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk pemisahan rimpang. anthurium dapat diperbanyak melalui biji dan pemotongan rimpang. Tahap ini merupakan tahap yang kritis karena kondisi iklim di rumah kaca atau rumah plastik dan di lapangan sangat berbeda dengan kondisi di dalam botol kultur. Oleh karena itu. Teknik ini mampu memperbanyak tanaman dalam jumlah besar dan dalam waktu relatif singkat. Campuran dua macam media dapat memperbaiki kekurangan masingmasing media tersebut. Aklimatisasi dilakukan dengan memindahkan planlet ke media aklimatisasi dengan intensitas cahaya rendah dan kelembapan nisbi tinggi.5-3 tahun (Higaki dan Watson 1967). Secara konvensional. jaringan maupun organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. cara perbanyakan tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak seragam. Sementara itu. Tahapan akhir dari per-banyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah aklimatisasi planlet. Namun.

Sekam padi mengandung unsur N 1% dan K 2%. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui media yang sesuai untuk aklimatisasi planlet anthurium. M4 = sekam mentah + arang sekam = 1:1. namun secara bertahap plastik penutup dibuka. Setelah berada di bak semai selama 30 hari. M2 = arang sekam. memiliki drainase dan aerasi yang baik. M3 = humus bambu. Cipanas.yang baik adalah sekam padi karena ringan. Planlet anthurium yang sudah berakar dikeluarkan dari botol kultur dengan menggunakan pinset. Bak ditutup dengan plastik transparan dan disimpan di tempat teduh selama 30 hari. M5 = sekam mentah + humus bambu = 1:1. Sekam padi yang dibakar menjadi arang sekam telah banyak digunakan untuk media hidroponik secara komersial (Rahardi 1991). Segunung. Planlet yang sudah bersih kemudian direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif benomil 50% dengan dosis 1% selama 5 menit lalu dikeringanginkan. mempunyai kapasitas menyerap air. dan humus bambu yang dikombinasikan dalam perlakuan sebagai berikut: M1 = sekam mentah. arang sekam (sekam bakar). Planlet kemudian ditanam pada bak plastik yang sudah diisi media tanam sesuai perlakuan. Jawa Barat pada bulan Februari-Oktober 2005. mengandung hara atau larutan garam. serta harganya murah. Sebagai media tanam digunakan sekam mentah. tidak mempengaruhi pH. Planlet yang digunakan diperoleh dari perbanyakan in vitro hasil kultur antera anthurium kultivar Tropical. M6 = arang sekam + humus bambu = 1:1. kemudian dicuci dengan air yang mengalir untuk menghilangkan agar-agar media yang masih menempel pada akar. planlet dipindahkan ke media tanam individu berupa pot 364 . Percobaan dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi).

Tanaman dalam pot kemudian dipindahkan ke rumah kaca untuk diamati.berdiameter 10 cm. Tehnik pembenihan Tanaman 365 .

Komposisi vitamin . Bahan kimia untuk media tanam laboratorium kultur jaringan . Unsur hara pada .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 9 siswa telah mampu menguasai kompetensi membiakan tanaman secara kultur jaringan. Asam amino . Peralatan . Fasiitas laboratorium kultur jaringan Peralatan dan bahan kimia Media tanam . Persyaratan lokasi . Kapasitas . Persenyawaan organic . Sumber energi . ZPT .

Larutan stok ZPT Multiplikasi aklimatisai Untuk memperoleh bibit tanaman sesuai dengan jumlah yang diinginkan . Bahan pemadat . inisiasi . Derajat keasaman media Beberapa komposisi media Inokulasi dan Inisiasi tunas . Larutan stok vitamin .. Langkah kerja . Stok hara mikro . Pembuatan media . Stok hara makro inokulasi . Penambahan arang aktif .

Kultur jaringan anggrek . kunjungilah satu perusahaan yang bergerak di bidang kultur jaringan. gambarkan skema laboratorium kultur jaringan 3. 2. Kultur suspensi sel Fungsi kultur suspensi sel adalah untuk sel protoplasma. TUGAS: 1. Terangkan secara ringkas dan jelas proses kultur jaringan yang saudara ketahu i. fitopatologi. SOAL: 1. Kultur jaringan kopi. Kultur jaringan pada berbagai tanaman . sel mutagen.Mengadaptasikan planlet dari botol kultur ke media tumbuh yang umum digunakan di lapangan. Kultur jaringan kopi . 2. tanaman apa yang memungkinkan dapat diperbantak secara kultur jaringan. Identifikasi alat-alat yang dibutuhkan untuik laboratorium kultur jaringan. memproduksi senyawa metabolit sekunder dan media seleksi sel. Tehnik pembenihan Tanaman 367 .

Kewirausahaan adalah orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaat bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari dan menciptakan peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan.BAB 10. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan Ada beberapa ciri. dan ambisi untuk maju 3 Pengambil resiko . Pengertian Kewirausahaan Kewirausahaan berasal dari kata awalan ke dan akhiran an dengan akar kata wiira usaha . senang terhadap tantangan dan mampu mengambil resiko. Wirausaha juga berasal dari bahasa Perancis: entrepreneur yang berarti ambil resiko. karakterisrtik. ketidaktergantungan. menggunakan sumberdaya secara optimal. Ada yang mendifinisikan wirausaha adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.2. yaitu : No Ciri Dan Karakteristik Watak 1 Percaya diri Keyakinan. individu yang optimis. KEWIRAUSAHAAN 10. wirausaha berarti berani untuk berusaha. guna meraih keuntungan yang tinggi dan sukses yang berkesinambungan. dan sifat yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh seseorang untuk menjadi seorang wirausahawan. Wira berarti berani atau pejuang. hasil.1. 10. 2 Berorientasi pada tugas. Seorang wirausahawan merupakan seorang pemimpin yang mampu mempengaruhi dan meyakinkan kelompoknya dalam mengembangkan gagasannya dengan cara kerjasama saling mempercayai satu sama lain.

mengoreksi apa yang telah diperbuat. punya banyak sumber. fleksibel. tanggap terhadap saran dan kritik. serba bisa dan mengetahui segala hal Pandangan ke depan . dapat bergaul dengan orang lain. pintar dan cerdas serta ulet Bertingkah laku sebagai pemimpin. dan perspektif 6 Berorientasi ke masa depan 7 Profesional Selalu ingin mendapatkan yang terbaik.4 Kepemimpinan 5 Keorisinilan Berorientasi terhadap laba. serta berinisiatif dan berdaya kemampuan yang kuat Kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan. mempunyai dorongan yang kuat. mempunyai tekad dan bekerja keras. serta percaya diri Inovatif dan kreatif. tekun dan tabah. Tehnik Pembnihan Tanaman 368 .

hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain: . pengiriman yang tepat 11 Memiliki tanggungjawab moral Adanya kepentingan bersama.8 Naluri dan intuisi yang tajam 9 Disiplin 10 Mempunyai kemampuan menjual Selalu mendengar dan memperhatikan apa yang ada di lingkungannya. seni. memanfaatkan peluang bisnis yang ada Selalu tepat waktu. Seacara umum kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat. produksi yang rendah dengan tingkat kebutuhan yang tinggi akan memicu kenaikan harga. harga. dan tindakan nyata yang sangat perlu. Sifat benih dan bibit kultur yang sangat sensitif terhadp kondisi lingkungan dan mudah rusak. Demikian pula sebaliknya. Dimana kelebihan produksi segera akan diikuti oleh penurunan harga. bangsa dan negara. dan punya komitmen tinggi terhadap ketercapaian perencanaan Bisa menyakinkan orang lain. Harga jual produk yang belum menentu. . tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. dalam berkomunikasi selalu berpedoman pada mutu. Berbagai usaha dalam bidang pembenihan dan kultur jaringan merupakan jenis usaha yang relatif besiko tinggi. . nilai-nilai dan prinsip serta sikap. kuat.

Kelompokan masalah per masalah . Bagaimana anda mengetahui bahwa pekerjaan tersebut mengandung resiko . Apa dan siapa yang bisa membantu untuk mengurangi resiko . Rasa takut apa yang ada pada diri anda untuk menghadapi resiko . Buatlah berbagai alternatif pemecahan masalah Tehnik Pembnihan Tanaman 370 . Apakah yang akan dicapai dengan keputusan yang mengandung resiko . Kumpulkan data dan masalah yang berkaitan dengan masalah yang terjadi . Bagaimana anda mempersiapkan sesuatu untuk mengurangai resiko . Mengapa resiko ini penting .Beberapa hal yang dapat ditanyakan sebelum mengambil keputusan yang mengandung resiko: . Pilihlah secara sekala prioritas . Apakah anda bersedia sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan . Bagaimana anda mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan anda telah tercapai Teknik-teknik pemecahan masalah : .

Ambil keputusan . yang mendukung dan cocok dengan komoditi yang diusahakan. Langkah Pertama. Terjaminnya pasar. Teknologi untuk memproduksi/ mengelola usaha pertanian tersebut tersedia dan dapat dikuasai oleh seorang wirausaha . wirausahawan akan memproduksi produk pertanian yang akan memberikan keuntungan (nilai tambah) yang tinggi dan berkesinambungan. Yang harus dilakukan oleh pelaku usaha pembenihan dan kultur jaringan tanaman untuk berperilaku sebagai wirausahawan adalah melihat peluang pasar. . Sarana produksi dan permodalan dapat mendukung pengembangan usaha mina . Sumber daya lahan. Pilih alternatif yang terbaik . Kondisi keuangan yang dimiliki . Dalam mengembangkan suatu usaha terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan.. . sumberdaya manusia yang memadai. apa langkahlangkah yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan agar mendapatkan nilai tambah yang optimal. Evaluasi hasil kepurusan tersebut. Saluran-saluran distribusi pemasaran . Berikut beberapa saran yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan dalam mengembangkan usaha pembenihan dan kultur jaringan. Halhal yang harus diperhatikan dalam usaha pengelolaan dapat dilihat dengan berbagai aspek : . Jaminan pasar hasil usaha pembenihan dan kultur jaringan akan diterima oleh pasar dengan harga yang layak. 3. teknologi dan aspek pengelolaan yang terkuasai merupakan kunci pengembangan Usaha Produksi Benih Tanaman Pertanyaan sekarang.

Seorang wirausaha akan selalu berusaha meningkatkan diri karena semuanya didunia ini selalu berubah. maka seorang wirausaha memilih komoditi yang diusahakannya harus berorientasi pasar dengan menetapkan skala prioritas bidang usaha mina yang akan dijalankannya berdasarkan kriteria : . SDM yang tersedia cukup memadai . Laksanakan riset pasar untuk menentukan berapa banyak dan kualitas produk yang diminta pasar serta mana lokasi distribusinya pada waktu penyerahan produk. belajarlah atau maganglah ditempat orang-orang yang berhasil dalam memproduksi komoditi yang sama. Bila belum paham betul. Peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku Langkah Kedua . Yang harus dilakukan seorang wirausahawan setelah menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki adalah memilih komoditi yang diusahakan. Disamping itu Tehnik Pembnihan Tanaman 369 .yang berlaku untuk komoditi tersebut . Terjamin pasarnya . Sesuai dengan kiatnya. Selain itu ketahuilah sebanyak mungkin tentang seluk-beluk dari aspek-aspek penting dari komoditi yang dipelajari. dimana yang harus dijaga jangan over supply . baik yang menyangkut teknologi produksi. Langkah Keempat . Pesaing-pesaing yang ada. Terimalah perubahan tersebut dan gunakanlah perubahan tersebut untuk memotivasi diri guna mencapai tujuan atau sasaran yang lebih tinggi. Teknologi dan aspek-aspek pengelolaan terkuasai Langkah Ketiga . Kuasailah teknologi pengelolaan pembenihan dan kultur jaringan serta pasca panen dari komoditi yang akan dipilih. maupun pemasaran.

Data yang diperlukan untuk menyusun prediksi harga di pasar tradisional mengacu pada data yang dikeluarkan oleh instansi terkait atau mass media. Taksirlah berapa besar produk yang dapat dijual kelak setelah diproduksi. riset pasar ini perlu pula ditunjang dengan mengadakan pemantauan langsung ke sumber-sumber produksi yang telah ada sebelumnnya.000. .000. masalah skala usaha tersebut dapat terpecahkan dan sekaligus meningkatkan potensi tawar. Apabila modal belum tersedia dapat memanfaatkan kredit-kredit yang tersedia. selanjutnya diolah dengan memperhatikan kondisi alam saat harga berlaku dan perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada waktu tersebut seperti adanya hari-hari besar keagamaan atau adanya kebijaksanaan baru dari pemerintah. 50. Langkah Keenam .riset pasar dimaksudkan untuk mengetahui/memprediksi tingkat harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga yang ditetapkan dalam kontrak pada saat penyerahan produk. Untuk mensuplai ke butuhan pasar apabila besarnya usaha belum memenuhi skala usaha begabunglah dengan pengusaha sekitarnya. Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggotanya (KKPA). .. Jumlah kredit yang disediakan maksimum Rp. Siapkan rencana bisnis secara matang. Data fluktuasi harga harian serta produk.peranggota Koperasi. Riset pasar yang sederhana adalah dengan mendatangi pengusaha yang ada di pasar. Dengan mengembangkan kelompok tani atau kelompok usaha bersama agribisnis. Untuk bidang usaha yang proses produksinya relatif pendek seperti tanaman semusim. Langkah Kelima . Tetapkan lokasi dan besarnya usaha. baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat propinsi.

3. Dalam setiap usaha diperlukan tim penjualan yang efektif dan berkualitas. Tanpa adanya penjualan maka usaha tidak akan mendapatkan income untuk dapat menutup biaya kegiatan operasional bulanan atau tahunan. mengingat sumber keuntungan yang diharapkan dapat diperoleh dari penjualan produk atau jasa. dan jual bersama 10. berhimpunlah dengan pelaku usaha lain dan gunakanlah prinsip beli bersama. Penjualan itu penting bagi setiap usaha dan mutlak diperlukan bagi semua usaha. Penjualan Menurut Sitompul (2007). Gunakanlah teknologi tepat guna yang tepat dan dapat memberikan keuntungan yang tinggi. . penjualan merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi suatu usaha.. baik dalam penyediaan sarana produksi.Trans). Kredit untuk mendukung perkebunan swasta nasional (PBSN/PSN) dan perkebunan inti rakyat-transmigrasi (PIR Trans). Langkah Ketujuh . Tehnik Pembnihan Tanaman 370 . Apabila usaha petani belum memenuhi skala usaha ekonomi. Kredit lain seperti kredit melalui proyek yang dihubungkan oleh Bank Indonesia yaitu Agricultural Financing Project (AFP). pasca produksi (pengolahan/ industri) maupun pemasaran. proses produksi (budidaya). Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggota perkebunan inti rakyat (KKPA PIR. . Lakukan pengelolaan agribisnis dari komoditi yang dikelola dengan manajemen yang efisien.

Kondisi lapangan. Tetapi yang dibutuhkan adalah angka spesifik yang dapat digunakan sebagai acuan perhitungan. trend produk. Banyak dari usaha yang hanya membuat target di atas kertas. kebiasaan adat istiadat. tingkat kegunaan produk dan variabel-variabel lain menentukan keberhasilan untuk melakukan penjualan produk. disebabkan jumlah populasi penduduk yang cukup besar +/205 juta jiwa. Padahal perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan basis nilai harga produk yang dijual dengan jumlah target penjualan perbulan / pertahun dan target penjualan tersebut diperhitungkan dengan angka maksimal dari "perkiraan" jumlah pemakai atau calon pelanggan. lingkungan budaya. Tidak bisa dengan menggunakan angka perkiraan.Penjualan merupakan ujung tombak dari suatu usaha dan masih ada anggapan bahwa bidang penjualan sebagai pelengkap dalam bidang usaha. Untuk itu diperlukan strategi dalam jangka pendek atau jangka panjang dalam menghadapi kendala dalam penjualan. Angka spesifik yang dibutuhkan untuk dapat memperkirakan target adalah range jumlah orang atau penduduk yang . Memang kalau diperkirakan Indonesia akan dapat menjadi pangsa pasar yang besar. kemampuan daya beli masyarakat. Seringkali investasi dilakukan secara besar-besaran dikarenakan perhitungan di atas kertas menunjukkan nilai yang menguntungkan dan menjanjikan. Kebanyakan rencana-rencana untuk kegiatan usaha dilakukan karena ada keterkaitan hobi pemilik atau ide-ide produk yang dianggap bagus untuk dijual. Sebagus apapun produk suatu perusahaan dan sebanyak apapun modal yang diinvestasikan akan menjadi percuma jika penjualan tidak berjalan atau pasar tidak bisa menyerap produk tersebut sesuai dengan target yang dibuat. tanpa menganalisa terhadap kegiatan pelaksanaan yang dilakukan oleh tim penjualan di lapangan dan target tersebut dijadikan acuan untuk mencapai hasil penjualan.

memberikan layanan maksimal kepada konsumen dengan mengantisipasi setiap keluhan konsumen. maka setiap individu yang terkait di dalam perusahaan akan berusaha untuk dapat memberikan hasil yang terbaik bagi usaha penjualan serta memberikan layanan secara maksimal kepada konsumen. Tim penjualan bukan hanya dimotivasi untuk mencapai target penjualan dan kemudian menghasilkan profit atau keuntungan. tingkat penghasilan masyarakat tersebut. Dengan memfokuskan usaha kepada hasil pencapaian target penjualan produk. Dengan adanya angka-angka spesifik tersebut akan dapat diperkirakan hasil terburuk dan hasil terbaik pada daya serap pasar terhadap produk yang ditawarkan. Selain itu dibutuhkan strategi yang dapat memotivasi tim penjualan. tetapi juga diharapkan dapat membangun jaringan Tehnik Pembnihan Tanaman 371 . Jiwa marketing dan motivasi team Agar penjualan dapat tercapai dengan baik perlu adanya jiwa marketing bagi semua orang yang terkait dalam perusahaan. Usaha ini dapat dimulai dengan melakukan kontrol kualitas produk yang akan dijual. a. tingkat kebutuhan masyarakat terhadap produk yang akan ditawarkan. Jiwa marketing dimulai dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah dalam suatu usaha.mampu membeli produk yang ditawarkan (untuk mass product). dengan harapan tim penjualan dapat membentuk jaringan pelanggan.

c. Selain itu juga tim penjualan diharapkan dapat memberikan layanan maksimal kepada semua pelanggan. Dengan adanya standar prosedur yang baku. antara atasan dan bawahan yang terkait dengan team. Pertemuan mingguan dan bulanan antara tim penjualan diperlukan untuk dapat mengevaluasi dan memodifikasi strategi penjualan. Agenda atau poin-point penting yang akan dibahas perlu diberikan kepada semua anggota tim sebelum diadakan pertemuan mingguan. agar dapat mengarahkan peserta kepada topik utama. akan memudahkan tim penjualan untuk dalam melaksanakan tugas penjualan.pelanggan atau network pelanggan bagi perusahaan. Dengan melakukan hal tersebut di atas secara tidak langsung telah membangun loyalitas individu terhadap usaha dan rasa saling percaya antar personil baik dari bawahan dan atasan. Perlunya rasa kekeluargaan Team penjualan perlu membentuk kerja sama dengan unit terkait lainnya serta membentuk rasa kekeluargaan antar team. Hal-hal lain yang terkait dengan penjualan adalah keikutsertaan dari tim penjualan untuk mengamati setiap pergerakan dan arah pasar terhadap permintaan produk. b. Yang tersulit adalah membentuk tim penjualan yang solid dan handal. Masih banyak yang beranggapan kegiatan kegiatan non formal tersebut tidak penting dan mengganggap kegiatan non formal tersebut sebagai "pemborosan" pada keuangan perusahaan. Strategi dan visi misi Setiap usaha membutuhkan strategi untuk dapat mencapai target dari visi dan . Untuk mencapai hal-hal tersebut dibutuhkan pelatihan secara berkala dan standar prosedur pelaksanaan pekerjaan yang baku untuk kegiatan penjualan serta melakukan pengembangan secara terus menerus terhadap kualitas produk dan layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. Kerja sama dan rasa kekeluargaan tersebut dapat dibentuk dengan cara membuat acara non formal diluar rutinitas kerja dengan antar individu.

Kebanyakan founder atau co-founder hanya terpaku pada analisis hasil pencapaian target (profit. Untuk itu perlu dicermati keunggulan produk dan keunikan dari produk yang dijual. Strategi-strategi ini disusun berdasarkan visi dan misi usaha. Kelemahan yang terjadi kebanyakan dari usaha yang baru berdiri tidak mempunyai strategi untuk melakukan usaha. dan tidak Tehnik Pembnihan Tanaman 372 . Dengan cara ini kompetisi harga akan terhindari. Kesulitan utama yang dialami oleh banyak usaha baru adalah melakukan penetrasi produk baru kedalam pasar. Jika keunggulan produk dan keunikan tidak jauh berbeda dengan produk kompetitor maka perlu diantisipasi dengan memberikan keuntungan lebih dan layanan yang lebih baik kepada konsumen. Visi dan misi merupakan acuan bagi semua orang yang terkait dalam usaha. keuntungan). Dengan menguasai keunggulan produk dan keunikan produk akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan penjualan. Untuk melakukan penetrasi pasar dapat dilakukan dengan kegiatan promosi dan mengkampanyekan produk. Kesulitan terjadi jika produk yang ditawarkan memiliki kesamaan dengan produk kompetitor lainnya. Promosi akan membantu mengangkat merek produk dan nama produsen. yang harus memiliki hubungan sejalan.misi usaha. sehingga usaha tersebut dapat mencapai target visi dan misi yang telah dibuat.

Setiap strategi tersebut perlu dirinci lebih detail untuk memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. layanan produk. Pelanggan aset yang berharga Pelanggan yang puas akan menyampaikan produk dan layanan anda . teknologi yang digunakan dan informasi lainnya. cakupan area penjualan. Selain itu diperlukan pula pemikiran jangka panjang dari para pengambil keputusan dan pemikiran ini dirumuskan menjadi arah kegiatan usaha serta strategi untuk usaha. Salah satu hal yang penting dalam memulai usaha adalah mengenali kompetitor yang sudah lebih dulu bermain dan yang akan ikut bermain di pasaran.menyebabkan terjadinya perang harga pada produk yang sama terhadap kopetitor lain. e. Hal ini dapat mencegah terjadinya perang harga berlebihan di pasaran serta akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan inovasi dan pengembangan layanan penjualan terhadap para pelanggan. Dengan mengamati dan mewaspadai arah pemasaran yang dilakukan kompetitor akan mempermudah tim penjualan untuk dapat melakukan penetrasi produk kedalam pasar. dengan produk yang sama serta memperkirakan cakupan area pemasaran yang telah dicapai oleh kompetitor. Informasi ini dapat berupa harga. system penjualan. produk unggulan yang dilakukan pihak kompetitor. Untuk memperkirakan kompetitor yang sudah dan akan ikut bermain dalam bisnis yang sama diperlukan informasi pasar yang lengkap. Pentingnya informasi Suatu kegiatan usaha membutuhkan tujuan dan standarisasi kegiatan yang jelas. Tim penjualan dapat menjadi pencari informasi pasar dan memberikan informasi yang lengkap kepada para pengambil keputusan. d. Konsumen akan membeli dengan membayar harga layanan dan keuntungan yang lebih.

Membangun image dan nama baik itu sangat sulit. akan dapat mengangkat image atau menghancurkan image dan merek dari produk layanan anda. Pelanggan yang tidak puas akan meyampaikan ketidak puasan terhadap produk dan layanan anda kepada semua orang. dan dapat juga menghancurkannya. Ini mungkin akan sering terjadi dalam kegiatan penjualan. Menjaga kepuasan pelanggan. baik untuk Tehnik Pembnihan Tanaman 373 . sangat penting dalam usaha. Kritikan dari pelanggan adalah bahan koreksi untuk bahan perbaikan terhadap cara layanan. Dalam suatu kegiatan usaha. Menyampaikan informasi secara berantai dari mulut ke mulut akan sering terjadi. Bandingkan jika suatu perusahaan harus membayar biaya konsultan dengan biaya yang mahal untuk dapat memperbaiki cara layanan terhadap pelanggan. selama dalam batas-batas yang wajar. Informasi kepuasan yang disampaikan pelanggan kepada orang lain mengenai produk dan layanan yang telah anda berikan. Layani setiap ketidak puasan pelanggan dengan baik. pelanggan merupakan aset yang sangat penting yang harus dijaga. Kepuasan pelanggan dan kepercayaan pelanggan tidak dapat dibeli dengan uang.kepada temannya yang lain. informasi pelanggan kepada orang sekitar dapat mengangkat image produk dan layanan. Komplain atas ketidak kepuasan pelanggan jangan dibalas dengan layanan yang buruk. Kritikan dari pelanggan adalah konsultasi yang murah dan gratis untuk dapat memperbaiki sistim penjualan.

Kendala yang paling sulit dalam penjualan adalah membentuk pelanggan yang loyal dan setia kepada produk yang kita tawarkan.selain anda harus memiliki sebuah media pemasaran seperti sebuah website atau biasa disebut situs.untuk mengurangi resiko terjadinya kesalahan-kesalahan yang bisa . Bagi seorang penjual tidak ada harta yang lebih berharga dari pada database konsumen dan hubungan baik dengan pelanggan. Dengan membuat pelanggan menjadi "pintar" akan mengurangi komplain lebih banyak terhadap produk yang dijual akibat kesalahan pemakaian produk tersebut. Strategi pemasaran yang baik harus didukung oleh perencanaan yang baik pula. Ada beberapa produsen yang tidak begitu peduli akan hal ini.perorangan ataupun untuk perusahaan. Pelanggan yang cerewet dapat memberikan masukan dan perbaikan untuk sistim penjualan. ada beberapa pokok yang harus diperhatikan dalam menjalankan strategi pemasaran yang matang. Hubungan baik dengan konsumen tidak bisa dibeli dengan uang dan tidaklah mudah untuk dapat menjaga hubungan baik jangka panjang dengan pelanggan. Dalam setiap aktifitas pemasaran di media-media masa. Pelanggan yang cerewet adalah guru yang baik untuk seorang penjual dibandingkan dengan pelanggan yang diam atau pasif. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mendidik dan mengajarkan kepada pelanggan atas produk yang dijual. anda juga harus mengetahui kelemahankelemahan kompetitor anda dan harus bisa mengenali konsumen dan bagaimana memanajemen konsumen atau pembeli anda. Dengan mengajarkan pelanggan tentang penggunaan produk yang dijual sebagai contoh produk yang dijual adalah produk yang membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya seperti produk kultur jaringan dan lainnya. Itulah yang selalu di implementasikan oleh para marketingmarketing di seluruh dunia dalam menjalanan strategi pemasaranya.

jangan pernah lakukan tindak-tindak spamming.pria.dengan kata lain. Jika ingin meningkatkan penjualan secara dramatis? Ubah fokus penjualan anda dari hanya menarik konsumen baru menjadi menggoda konsumen yang terjamin akan kembali untuk membeli lagi .menyebabkan ketidak teraturan dalam menjalankan sebuah strategi pemasaran yang baik. Jika bisnis anda terletak di sebuah kota kecil dengan populasi 1000 jiwa dan anda menjual majalah untuk semua orang di kota itu.apakah waktunya untuk berberes-beres dan maju ke langkah berikutnya? Mulailah memfokuskan usaha penjualan anda untuk menjamin konsumen itu akan kembali membeli produk anda lagi. Dan dibawah ini cara yang manjur untuk meningkatkan penjualan yang akan Tehnik Pembnihan Tanaman 374 . gunakanlah strategi yang wajar dan pantas secara sportif untuk meraih kemenangan yang sportif pula.salah satu dari konsumen anda berpikir tentang cara ini. anda akan bisa meningkatkan penjualan majalah anda secara dramatis.berikut tips-tips dan trick yang perlu anda ketahui sebelum menjalankan strategi pemasaran bisnis dan usaha anda. karena akan berpengaruh pada imej bisnis. Dalam menjalankan strategi pemasaran untuk bisnis. Penjualan majalah anda sehari sudah berakhir.wanita dan anak-anak.anda menjual majalah anda dan memenuhi pasar anda.Prospek penjualan yang terbaik adalah prospek yang sudah di ubah.

Tumbuhkan semangat keberanian untuk menjual kepada staff marketing anda Pada dasarnya. Mengapa begitu banyak bisnis yang mempercayai staff marketing mereka untuk mengendalikan dan menangani penjualan. Sederhana dan Mudah Untuk di peroleh . penjualan dan penjualan. tidak akan melejitkan penjualan anda. si pencuci mengatakan bahwa terdapat noda kotoran hewan. Coba lihat Progran Pembentuk Dorongan Penjualan dari Paul Shearstone. dan memperlihatkan kepada konsumen. bagaimana mudahnya dan efektifnya tempat pencucian mereka membersihkan . yang jitu membangun program pendorong penjualan anda Cantik.membantu menambah kesetiaan konsumen juga Cobalah sesuatu dari apa saja yang disarankan untuk meningkatkan penjualan anda dibawah ini: 1).dan malah hanya membersihkanya.pemasaran yang melibatkan produk atau jasa lain tapi berhubungan dengan produk yang anda pasarkan dan membuatnya agar lebih cocok atau sesuai dan dibutuhkan oleh kustomer anda untuk membelinya. atau dalam artian hanya dengan menempatkan tambahan produk lain didekat produk yang anda fokuskan untuk dipasarkan. 2).saat terakhir karpet konsumen di dibersihkan di sebuah pencucian karpet. Karena mereka menawarkan staff marketing mereka sebuah trip perjalanan liburan ke atlantis atau TV 29 inchi untuk setiap penjualan yang terjadi. Persiapkan program pendorong penjualan Berikan alasan kepada staff marketing anda untuk pergi keluar sana dan lakukan penjualan. Agar penjualan lebih sukses.contohnya. konsumen harus diyakinkan dengan adanya sebuah keuntungan dan manfaat dari sebuah produk atau jasa yang anda pasarkan. ia mengalihkan perhatian konsumen ke masalah kecil itu.

Pak Konsum kembali ke toko elektronik tersebut. dan membawa pulang TV tersebut lengkap dengan antena dan sebuah DVD Player karena masih ada sisa dari budget. Apakah konsumnen akan kembali kepada mereka? Pasti !!.mungkin mas bisa kembali lagi bulan depan? .Saat Pak Konsum ingin mengambil sebuah produk. Karyawan pencuci karpet tersebut meyakinkan konsumen untuk kembali mencuci kepada mereka dan menciptakan tempat pencucian mereka sebagai tempat yang cocok dan klop untuk konsumen tersebut.Coba tebak apa cerita selanjutnya. katakan pada kustomer anda tentang harga penurunan Tehnik Pembnihan Tanaman 375 . Akibatnya akan membuat trick pemasaran yang melejitkan penjualan.dan Pak Konsum menjawab Iya tapi masih mikir harganya lalu ia mengatakan Bulan depan kami mengadakan diskon 20% untuk TV ini mas. Pelajaran yang di ambil dari kasus diatas adalah : Jika anda ingin penjualan atau promosi selalu datang. namun saat seorang karyawan mendatanginya dan berkata Sepertinya mas tertarik dengan TV Itu yah mas? . 3).segala bekas-bekas noda kotoran hewan. Pak Konsum berbicara dalam hatinya untuk membeli atau tidak. Beberapa bulan yang lalu Pak Konsum berbelanja di sebuah toko pejualan alat-alat elektronik. Berikan konsumen anda sebuah dongkrak dari dalam.

4). Mungkin saja saat kembali lagi mereka akan membawa seorang teman dan temannya membawa temannya yang lain. Kita semua sudah kenal dengan yang namanya program penghargaan untuk pelanggan setia dimana sudah banyak bisnis besar yang menyelenggarakanya. Bisa saja sangat sederhana hanya dengan sebuah diskon untuk pelanggan yang berulang tahun pada tanggal yang ditentukan. seperti menyapa mereka dengan membawa sesuatu yang menguntungakan mereka seperti dengan memberikan perpanjang diskon hanya untuk mereka yang anda anggap sudah menjadi pelanggan anda. produk baru dengan harga murah dari toko lain. Sejajarkan kustomer anda Sangatlah jelas pada kenyataanya ada perbedaan antara Pelanggan dan Pembeli. Dari contoh kecil saja. Bagaimana anda mengharapkan kesetian konsumen seperti itu jika anda memperlakukan konsumen anda seperti seseorang yang tidak penting. Dari survey menyatakan bahwa program . atau memberikan bebas harga untuk pembelian apa saja untuk pelanggan yang sudah memiliki poin tertinggi dalam pembelian di perusahan atau untuk bisnis anda. dan sejenisnya. 5). Terdapat beberapa cara untuk memperhatikan pelanggan yaitu pelanggan selalu nomor satu. perbedaannya untuk Pelanggan anda adalah mereka memperlihatkan kepada anda betapa anda memiliki poin dan nilai untuk mereka. Tapi tidak ada alasan untuk bisnis yang masih kecil tidak dapat menyelenggarakan atau menciptakan sebuah program penghargaan terhadap pelanggan setia anda.harga. Dan jangan lupa!! Anda juga bisa mendongkrak semangat mereka dengan email atau menghubungi mereka melalui telephone. Rancanglah sebuah program penghargaan bagi pelanggan anda.

Mengapa sangat banyak bisnis yang mengikut sertakan contoh trial produk gratis pada produk yang lain saat anda membeli sesuatu dari mereka? Karena itu dapat meningkatkan penjualan dalam banyak cara. 6). setidaknya kustomer yang sudah membeli produk anda sebelumnya akan berpikir pikiran yang baik tentang bisnis atau perusahaan anda. Sebagai kustomer yang telah membeli produk yang asli dan puas. dorongan dan kenyamanan kepada pelanggan setia Tehnik Pembnihan Tanaman 376 . karena dimulai dari awal untuk menciptakan kenyamanan dan kepercayaan kedada kustomer baru tersebut.dan berharaplah agar mereka mengatakan tentang produk anda.penghargaan terhadap pelanggan ini dapat meningkatkan penjualan dan menciptakan kesetiaan pelanggan yang makin setia terhadap anda. Menarik perhatian kustomer baru adalah hal yang bagus. kemungkinan besar mereka akan mencoba dan menyukai produk yang baru sama seperti mereka puas dengan produk yang telah mereka beli sebelumnya dan ingin mencoba dengan membelinya. Berikan contoh gratis kepada kustomer. Rubahlah fokus pemasaran anda seperti ini kepada lebih memberikan keyakinan. tetapi bukan hanya itu yang menjadi cara untuk meningkatkan penjualan. malah pada kenyataanya itu adalah cara yang berat dalam melakukanya.

terbukti trick ini lebih manjur dalam meningkatkan penjualan. lokasi dengan peta (jika perlu). Kepercayaan Dalam pemasaran kepercayaan adalah hal yang paling pokok dan paling mendasar. email. dan keberhasilan strategi tersebut tergantung oleh keuletan dan cara pelaksanaannya oleh tim pemasaran itu sendiri: a. tentukan target pasar anda dan perhatikan hal-hal yang penting dibawah ini sebelum merencanakan sebuah strategi pemasaran yang handal dan jitu. bahkan yang terhandal menciptakan kesetiaan konsumen yang mempengaruh penjualan yang berulang-ulang. Dalam strategi pemasaran target pasar adalah hal pokok yang tidak bisa di hindari oleh pemasar dalam melakukan pemasaran. Dasar-dasar strategi pemasaran Pertama yang harus anda perhatikan sebelum memulai aktifitas dan pelaksanaan strategi pemasaran adalah target pasar. Kontak : informasi kontak dan data tentang diri anda sendiri atau cerita singkat tentang diri anda dan bisnis serta usaha anda.karena segala bentuk transaksi dan aktifitas pemasaran terjadi. karena setiap strategi memiliki bobot tersendiri dalam pengimplementasianya. Solusi Masalah : Didalam setiap kegiatan pemasaran tak luput dari deskripsi tentang produk yang anda pasarkan. . dan sejarah singkat tentang berdirinya bisnis anda dan dari mana anda terinsipirasi tentang bisnis anda . seperti alamat anda. ini adalah strategi yang paling dasar dalam pemasaran. 10.no telephone. oleh sebab untuk membentuk sebuah kepercayaan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: . Testimonial : bila perlu tampilkan beberapa testimonial dari konsumen anda tentang kesan dan pesan setelah memanfaatkan produk anda .5.yang sudah kenal dan menjadi konsumen anda sebelumnya hingga sekarang.

anda harus tahu apa masalah yang dihadapi pembeli anda jika memerlukan solusi dari produk anda. karena faktor kepentingan dan efektifitas. Taruh semua hal di atas di setiap halaman pada website atau halaman pemasaran anda. b. jika perlu resiko-resiko apa saja yang terjadi jika masalah tersebut dibiarkan berlarut-larut. dengan banyak dan padatnya kegiatan-kegiatan yang Tehnik Pembnihan Tanaman 377 . dan apa yang membuat anda antusias dalam memasarkan produk anda. tunjukan kepada pembeli anda apa yang bisa dilakukan produk anda. bisnis dan usaha anda. dan apa kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh produk anda dalam memberikan solusi masalah yang dihadapi pembeli anda. .namun sekarang bagaimana anda menyampaikanya kepada pembeli. Kemudahan Dalam dunia usaha. sebelumnya anda harus membuka diri anda sendiri kepada orang lain bukan?. untuk menyelesaikan masalah tersebut. tapi secara tidak langsung strategi ini bisa mempengaruhi sebagian orang yang tidak mudah percaya. anda harus ikut merasakan masalah yang mereka rasakan. sama halnya jika anda ingin orang lain membuka dirinya kepada anda. banyak pemasar yang lupa untuk menggunakan strategi ini. Sejarah singkat : Ceritakan tentang diri anda. tidak ada salahnya kita menggunakan cara ini dalam strategi pemasaran.

seperti nama lengkap. hanya didepan komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet. andalah yang melakukan survey untuk kebenaran data tersebut. apalagi jika hanya untuk melakukan sebuah pembelian.. murah dan langsung diterima. mending beli toko dekat rumah.no telephone dan sisanya. Intinya jangan hilangkan image dan kelebihan yang di berikan jika berbelanja yaitu nyaman. Metode Pembayaran : Gunakan metode pembayaran yang kebanyakan orang menggunakanya. alamat. Form Transaksi : Sebelum melakukan pembelian.atau telephone. karena agar setiap transaksi yang terjadi usahakan tidak memakan waktu lebih dari 1 hari untuk wilayah sekitar perusahaan anda.mudah. internet adalah tempat yang pas untuk melakukan pembelian. Lama waktu penerimaan barang atau jasa : Untuk strategi pemasaran ini diperlukan kecepatan dan kedisiplinan yang tinggi. .mudah. tapi semudah apa untuk melakukan sembuah transaksi itu? . . sudah bisa berbelanja apa saja yang anda inginkan. tentulah pembeli diminta untuk mengisi sebuah formulir tentang data diri dan data transaksi yang dilakukan. untuk itu cukup minta pembeli untuk mengisi apa saja yang paling diperlukan. mereka tentunya tidak ingin diperberat dengan sebuah hal yang bertele-tele dan rumit.dilalui oleh orang-orang sehari-hari dikantor ataupun dimana saja. Anda bisa menawarkan sistem pembayaran dengan pemesanan melalui email. atau usahakan jangan sampai pembeli menghubungi anda lebih dari sekali untuk memastikan pesanan mereka sudah dikirim atau belum. mereka akan mengubah pikiran untuk melakukan pembelian kepada anda di masa kedepanya. berikan pilihan cara pembayaran yang nyaman dan aman.cepat dan dari mana saja. karena jika itu terjadi. sms. . memang untuk kenyamanan.

Garansi : Berikan jaminan garansi kepada pembeli tentang produk anda jika produk tersebut rusak atau tidak dapat digunakan dalam beberapa bulan atau tahun maka bisa diganti produk yang baruJjika anda berani memberikan jaminan ketahanan dan ke efektifan produk anda. jangan pernah tinggalkan satu hal ini.karena percaya diri bersifat menular.c. Jaminan uang kembali : Untuk menghindari rasa penyesalan dari diri pembeli anda. yaitu kenyamanan adalah hal yang pokok dalam setiap transaksi.berikan jaminan uang kembali jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan yang anda sampaikan tentang produk anda dalam beberapa bulan . Kenyamanan Dalam strategi pemasaran. apa yang membuat mereka nyaman untuk membeli produk anda. dan jika pembeli ingin membeli produk anda.berarti anda yakin bahwa produk anda adalah produk yang pasti pas untuk solusi masalah pembeli anda. . ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diataranya : . Orang-orang tidak ingin tertipu dengan hal-hal baik Tehnik Pembnihan Tanaman 378 .jika anda yakin.otomatis pembeli anda juga yakin dengan apa yang anda berikan. apa yang membuat mereka nyaman untuk memilih anda sebagai partner bisnis nya. sebelum pembeli membeli produk dari anda. Panduan membeli : Berikan tips dan panduan membeli produk yang sejenis dengan anda.

d. Proses pengiriman : Dalam strategi ini perlu sebuah struktur perusahaan yang kuat dan arsitektur proses kinerja yang mapan. selain anda bisa dipercaya. kepercayaan pelanggan kepada. perincian biaya pengiriman.Kebanyakan pemasar-pemasar produk dan jasa tidak memberikan hal-hal diatas. contohnya saja untuk sebuah proses pengiriman. perusahaan anda akan lebih terkesan profesional. kendaraan apa yang digunakan. ada beberapa karakter .artinya semua yang anda uraikan sudah dimiliki oleh produk anda. karena anda harus menjalankan komitmen secara akurat. jika seseorang mengatakan bagus. kebanyakan orang menggunakan atau mengikuti sesuatu berdasarkan trend yang sedang beredar dilingkungan mereka.yang ditawarkan tanpa tau apa kekurangan dan kelebihanya dan apakah mengandung resiko atau tidak. bisa kita sebut sebuah sugesti. dalam strategi pemasaran ini. .namun alangkah bagusnya jika kepercayaan mereka di bareng dengan keyakinan dan keputusan yang bulat agar tidak timbul penyesalan point yang anda dapat disini adalah. bukan tidak mungkin yang lain juga mengatakan bagus.tapi hanya kelebihankelebihan produk yang sempurna bagai tanpa cela. atau secara halusnya. Gengsi Menurut survey yang dilakukan untuk pasar di indonesia. jadi berikan informasi tentang cara pengiriman.. karena menunggu adalah pekerjaan yaaang paling membosankan. kemasan yang digunakan dalam mengirimkan dan waktu yang dibutuhkan. karena anda bisa mennguraikan secara detail apa-apa saja yang harus diperhatikan untuk sebuah produk sejenis anda. tidak ada salahnya untuk diuraikan sebagai tambahan yang mungkin berguna.memang ada yang bisa percaya. kecepatan sebuah proses pengiriman dan penerimaan produk yang anda jual ke tangan pembeli adalah salah satu strategi meningkatkan kenyamanan.

Semakin ramai yang menggunakan produk dan jasa anda. Harga penjualan produk berupa benih tanaman dihitung dari semua komponen biaya produksi. semakin ingin mereka untuk mengikuti keramaian tersebut. Untuk menentukan harga penjualan. Dari analisis usaha tersebut dapat diprediksi jumlah produksi minimal yang harus diproduksi. Tehnik Pembnihan Tanaman 379 . antara lain The Followers. pengusaha pada umumnya menambahkan keuntungan sekitar 25-50% datri biaya produksi tergantung product. Memasarkan benih tanaman Sebelum melakukan pemasaran benih tanaman. e. 1) Menghitung harga penjualan. price. sasaran dan target penjualan. Harga jual dapat pula ditentukn berdasarkan survey pemasaran sehingga didapat harga jual yang masih menguntungkan perusahaan dan kompetitif. place dan promotion (marketing mix). strategi promisi dan sistem penjualan. lalu dilakukan analisis BEP (lihat BAB 11). semakin ramai tempat yang dikunjungi. maka harus dihitung terlebih dahulu harga jual dari produk yang akan dijual. semakin ingin mereka mengikuti bahkan tidak perlu tahu fungsi dan kelebihanya.konsumen yang ada. konsumen tipe ini sangat memperhatikan tren dan trade mark yang ada.

seminar. Untuk benih kelapa sawit tentu saja sasaran pemasarannya dapat berupa klien individu atau pun kelompok/ perusahaan. Target penjualan minimal harus lebih besar 25-50% dari BEP unit/produk benih.000 benih kelapa sawit.533 benih kelapa sawit. pengenalan produk door to door dan pemberian produk secara gratis dan lain-lain. 4) Menentukan sistem penjualan Strategi penjualan yang dapat ditempuh oleh perusahaan benih kelapa . Strategi promosi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. diskusi panel keunggulan produk dan lain-lain.2) Merencanakan sasaran dan target penjulan Sasaran dan target penjualan harus ditentukan sebelum produksi dimulai. sehingga target pejualan harus direncanakan antara 11. Kalimantan Barat. sebaiknya dilakukan dahulu promosi. Salah satu contoh sasaran kelapa sawit di dalam negeri adalah propinsi-propinsi yang mempunyai visi dan misi mengembangkan kelapa sawit secara besar-besaran seperti propinsi Riau. 3) Menentukan strategi promosi . Sedangkan sasaran di luar negeri adalah Malaysia.Sebelum memutuskan untuk mengimplementasikan salah satu strategi marketing. Sasaran pemasaran adalah perkiraan konsumen/ klien yang akan dijadikan fokus penjualan. penyebaran leaflet. Kalimantan Timur dan Medan. Target penjualan sama dengan sasaran penjulan yang harus ditentukan sebelum kegiatan produksi dilakukan. BEP produk adalah 86. Promosi tidak langsung pada umumnya melalui propaganda. lokakarya. pemasangan beaner. booklet. Promosi langsung adalah dengan cara mengikuti pameran produk.000 13. Contoh pada BAB 11. Metode ini akan mengurangi resika kerugian bagi perusahaan.

Metode marketing dapat dilakukan melalui internet. Contoh dari marketing adalah penjualan melalui distributor. dan MLM (Multy Level Marketing). agen dan pengecer. Selling dapat dilakukan secara langsung oleh pengusaha kepada komsumen.sawit atau durian adalah seling dan marketing. Marketing adalah penjulan produk melalui saluran pemasaran. Tehnik Pembnihan Tanaman 380 .

Perlunya rasa kekeluargaan. . disiplin. Kemudahan . pengambilan resiko. professional. mempunyai kemampuan menjual dan memiliki tanggung jawab moral.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 10. Berorientasi ke masa depan. Jiwa marketing dan motovasi tim . Percaya diri. Kepercayaan . siswa telah mampu menguasai kompetensi memasarkan benih tanaman. Strategi dan visi serta misi. Kenyamanan . Pentingnya informasi . Pengertian kewirausahaan Ciri dan karakteristik wirausahawan Orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaan bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. .mempunyai naluri dan intuisi yang tajam. kepemimpinan. berorientasi pada tugas. Penjulan Dasar-dasar strategi pemasaran . Pelanggan adalah asset yang . keorisinilan. Gengsi .

Siapa pengusaha idola anda. Deskripsikan alas an anda memilih orang tersebut. 2.berharga SOAL: 1. 2. Lakukan permainan peran dengan tema penjulan benih kelapa sawit ke Negara Malaysia.000.000. Tehnik Pembnihan Tanaman 381 .per bulan. TUGAS: 1. Bagaima teknik penjualan benih tanaman pangan dan hias agar omset penjualan anda minimal Rp.10.. Lakukan identifikasi jiwa kewirausahaan pada minimal 2 teman anda. Ada berapa persen ciri dan karakter wirausaha yang teman anda miliki.

Sifat analisis ini adalah tidak tetap. artinya semua harga yang ditentukan di dalam analisis ini akan sangat dipengaruhi oleh waktu dan kondisi pasar. Asumsi lain yang digunakan adalah usaha tani dilakukan dengan sistem monokultur dan kegiatan usaha berorientasi pada pasar komersial. maka perhitungan untung (atau rugi) dan kemungkinan terjadinya kegagalan merupakan faktor utama yang selalu menjadi bahan pertimbangan. suatu kegiatan usaha tani dapat dikatakan berhasil dalam segi finansial apabila dapat menunjukkan hal-hal sebagai berikut : (a) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan yang dapat menutup semua biaya atau pengeluarannya.BAB 11. analisis modal usaha tani. (b) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan tambahan . Secara umum. analisis titik impas (break even point). usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian yang dibahas dalam tulisan ini dapat disusun analisis usaha taninya yang meliputi analisis biaya produksi. analisis keuntungan. Sebelum memutuskan untuk memulai suatu kegiatan bisnis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian. dan lainlain. perbedaan iklim dan hal-hal yang menyangkut kondisi lahan. ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN Untuk mengetahui suatu usaha layak untuk dilaksanakan atau tidak layak dilaksanakan maka perlu dilakukan analisis usaha tani. Oleh karena itu analisis usaha tani ini merupakan suatu contoh perhitungan . Semua perhitungan di dalam analisis ini berdasarkan satuan unit usaha dan masa pembenihan satu periode (siklus pembenihan). Untuk itu.

polibag. pajak dan lain-lain. Pengertian biaya tetapi ini adalah bahwa biaya tersebut . tenaga kerja. baik modal sendiri maupun modal yang dipinjam dari pihak lain. Tinggi rendahnya biaya suatu usaha tani ditentukan oleh besarnya skala usaha dan efisiensi penggunaan modal. Secara umum biaya dikelompokkan kepada biaya tetap dan biaya variabel. Sedangkan unsur-unsur dalam biaya variabel meliputi sarana produksi. Dengan demikian biaya variabel mengandung makna bahwa jumlah biaya akan bervariasi tergantung dari sekala usaha yang dijalankan. dan (c) usaha tani tersebut memberikan jasa pengelolaan yang wajar kepada pelaku usaha tani tersebut. Biaya variabel ini berhubungan langsung dengan jumlah produk yang dihasilkan atau yang akan dihasilkan. alat-alat serta sarana produksi. pupuk dan obat-obatan. tenaga kerja. Dalam pengolahan tanah biaya variabel adalah jumlah ongkos yang dikeluarkan untuk mengolah sejumlah luasan lahan. Jika usaha dihentikan. jika produk yang dihasilkan adalah jumlah polibag yang diisi dan dengan media tanam dan benih. maka semakin banyak tenaga kerja dikerahkan untuk mengisi polibag maka hasilnyapun akan semakin tinggi. Dalam analisis ini biaya variabel terdiri dari biji siap tanam. tenaga kerja dan lain-lain. Besar kecilnya produk yang dihasilkan akan sangat bergantung dari biaya variabel yang dikeluarkan. Unsur biaya tetap terdiri dari sewa lahan. Sebagai contoh. Biaya usaha tani meliputi semua ongkosongkos yang merupakan pengorbanan dalam pengadaan input produksi. praktis biaya ini menjadi nol.untuk membayar bunga modal yang dipakai. baik menggunakan tenaga kerja maupun dengan traktor. Komponen biaya tetap terdiri dari biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan lahan (sewa lahan).

Sewa lahan Tehnik Pembenihan Tanaman 382 .tetap saja dikeluarkan walaupun proses produksi tidak dijalankan.

secara sedehana dapat dilakukan analisis perbandingan berbagai komponen biaya.tetap menjadi beban pengusaha walaupun pengusaha tersebut tidak menjalankan kegiatannya. kinerja keuangan sejenis yang biasa dapat digunakan adalah R/C ratio (revenue/cost). adalah B/C rasio. return on assets (ROA) dan sebagainya. Usaha yang baik tentunya harus mendapatkan R/C ratio yang lebih besar dari 1. a. pendapatan. Break even point analysis (BEP). artinya usaha tersebut mendapatkan marjin posiitif . R/C ratio. yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang. Ratio ini mengambarkan kemampuan peneriamaan usaha.1. Analisis usaha pembenihan tanaman Untuk menilai kinerja atau performa suatu usaha. biasanya dinamakan ratio. Komponen biaya yang dijadikan pembanding biasanya adalah biaya produksi. Beberapa contoh analisis perbandingan tersebut. dan keuntungan. Suatu usaha dapat memiliki R/C ratio = 1 jika jumlah penerimaan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Analisis ini menunjukkan seberapa besar suatu usaha menghasilkan keuntungan. B/C ratio ini biayasnya dilakukan untuk menilai kinerja keuangan dari suatu usaha pada tiap kali siklus produksi. return on investment (ROI). Analisis B/C ratio B/C ratio (benefit/cost) merupakan perbandingan antara keuntungan yang didapatkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Analisis R/C ratio Disamping B/C ratio. Keuntungan merupakan selisih yang diperoleh dari pendapan (hasil penjualan) dikurangi biaya-biaya. b. 11.

Analisis BEP Analisis titik impas. Nilai-nilai yang berada di bawah titik impas menunjukkan bahwa usaha mengalami kerugian. setiap usaha harus mampu melebihi titik impasanya. Dalam lanjutan analisis terlihat bahwa kelayakan usaha untuk B/C ratio kelapa sawit menunjukkan nilai 1. Analisis ini menujukkan kemampuan usaha untuk mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan oleh si pemilik usaha. Sedangkan analisis ROA (return on assets) adalah perbandingan antara keuntungan (return) dibandingkan dengan nilai asset usaha (aktiva).31 sedangkan B/C rasio untuk pembenihan durian adalah 1. Ratio ini menggambarkan kemampuan usaha untuk membiayai pengadaan asset usaha.(keuntungan). biasanya disebut sebagai analisis BEP (break even point). d.30 yang berarti bahwa manfaat yang diterima dalam satu musim tanam leih besar dari biaya yang Tehnik Pembenihan Tanaman 383 . Rasio ini bisanya dinyatakan dalam persen (%). Titik impas adalah suatu keadaan dimana suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan. Analis ROI Selanjutnya. c. sedangkan analisis ROI dan ROA umumnya dilakukan untuk satu periode tahun anggaran. Analisis B/C ratio. analisis ROI (return on investment) yaitu perbandingan antara keuntungan (return) dengan besarnya investasi yang telah dikeluarkan. R/C ratio dan BEP umumnya dapat diterapkan dalam setiap siklus produksi. Oleh karena itu. tetapi tidak pula menderita kerugian. Titik impas sendiri dapat dinyatakan dalam jumlah rupiah pendapat yang diharus diperoleh atau dalam jumlah unit barang yang harus dihasilkan agar suatu usaha tidak mengalami kerugian.

distribusi dan pelayanan purna jual. teknik pengepakan/pengemasan. Perkebunannya menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit.) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak goreng (palm oil). Sebelum menghitung analisis usaha kelapa sawit. Analisis titik impas yang menunjukkan titik dimana terjadi pulang modal. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah . Oleh karena itu jika petani dapat menghasilkan benih kelapa sawit dan durian lebih dari tingkat produksi tersebut maka petani diharapkan dapat meraih keuntungan. Kelapa sawit (Elaeis sp. maupun bahan bakar (biodiesel). teknik budidaya. Untuk analisis R/C ratio atau besarnya perbandingan laba terhadap biaya produksi. minyak industri.533 benih kelapa sawit dan 6. Jika seluruh laba digunakan untuk membayar modal usaha tani. sumberdaya manusia yang dibutuhkan. harus difahami terlebih dahulu tentang peluang pemasaran. Artinya usaha ini secara sederhana dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Pada contoh perhitungan analisis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian akan dihitung B/C dan R/C. dalam analisis ini ditunjukkan dalam analisis ROI (return on investment) maka selurUh modal akan dapat dibayar dalam dua kali musim pembenihan.518 benih durian dengan kondisi layak jual. Berikut ini akan diinformasikan tentang berbagai faktor yang terkait dengan teknik budidaya di pembenihan kelapa sawit.dikeluarkan. 11.2. yaitu kondisi dimana usaha tani belum menunjukkan laba tetapi tidak merugi dapat dicapai pada tingkat produksi sebesar 86. Contoh perhitungan analisis usaha pada kelapa sawit.

Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. diperkirakan bahwa pada tahun 2009 Indonesia akan menempati posisi pertama. namun proyeksi pada masa yang akan datang. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping.Malaysia. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. kandungan asam lemak bebas (FFA. Kelapa sawit berbentuk pohon. pantai timur Sumatra. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Di Indonesia penyebaran kelapa sawit berada di daerah Aceh. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. dan Sulawesi. Buah sawit matang pada Tehnik Pembenihan Tanaman 384 . Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. Minyak dihasilkan oleh buah. Setelah melewati fase matang. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. Tingginya dapat mencapai 24 meter. ungu. Syarat Tumbuh Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. a. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Jawa. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri.

Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Akar serabut. Kelapa sawit hanya dapat tumbuh di daerah tropis. Struktur tubuh dan berbagai organ kelapa sawit. dan Tenera.Pisifera. 2000-2500 mm setahun Kelapa sawit memiliki banyak jenis. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Tanaman sawit dengan tipe cangkang . Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU 15° LS). Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. Habitat untuk kelapa sawit adalah daerah semak belukar. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil.1 . Tingginya dapat mencapai 24 meter. Untuk pembibitan massal. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura.kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Gambar 11. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Kelapa sawit berbentuk pohon. digunakan teknik kultur jaringan.

Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Tehnik Pembenihan Tanaman 385 . Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif.15° LS). yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Habitat aslinya adalah daerah semak belukar.pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU . 2000-2500 mm setahun.

Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaban 60-80% dengan temperatur 35ºC. Ultisol dan Aluvial yang meliputi tanah gambut.500-4. optimal 2. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. b. Pembibitan Pembibitan tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara generatif . dan Tenera. Curah hujan tahunan antara 1. beraerasi baik dan subur.000 mm/tahun.000 mm. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Pisifera. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. Media Tanam Tanah yang baik untuk budidaya kelapa sawit harus mengandung banyak lempung. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil.Kelapa sawit memiliki banyak jenis. c. Ketinggian tempat yang ideal bagi pembenihan kelapa sawit adalah antara 1-400 m dpl.000-3. Benih kelapa sawit mengalami masa dormansi yang cukup panjang. dapat dijadikan media pembibitan kelapa sawit. Tanah memiliki derajat keasaman (pH) antara 4-6. Tanah Latosol.

Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari. Masukan biji kedalam kaleng pengecembahan dan tempatkan dalam ruangan dengan temperatur 39ºC dan kelembaban 60 70% Tehnik Pembenihan Tanaman 386 . Biji dikeringanginkan. Persyaratan benih Benih-benih yang dihasilkan oleh produsen resmi ini mempunyai kualitas sangat baik ini berasal dari induk jelas asal usulnya seperti Delidura dan bapak Pisifera. Pengecambahan benih Tangkai buah dilepaskan dari spikeletnya.45 0. lalu rendam dalam larutan Dithane M . Cuci biji dengan air dan masukkan kedalam larutan Dithane M45 0. Tandan buah diperam selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air. Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji.2% selama 2 menit. e. Keringkan dan seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam Semua benih disimpan di dalam ruangan bersuhu 27ºC dan kelembaban 6070% sebelum dikecambahkan. Rendam biji dalam air selama 6 7 hari dan ganti air tiap hari.dan saat ini sudah dilakukan kultur jaringan untuk memperbanyak benih kelapa sawit. f.2% selama 3 menit. d. Teknik pembibitan .

Kecambah di tanam sedalam 2 cm. Masukkan biji ke dalam larutan Dithane M 45 0.000 butir. Terdapat dua teknik pembibitan yaitu (1) cara dua tahap melalui dederan (prenursery) dan (2) cara langsung tanpa dederan. 2). siram tanah di dalam polybag sampai lembab. Cara tak langsung Kecambah dimasukkan ke dalam polybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1. 85 x 85 cm. Setelah 10 hari benih berkecambah pada hari ke 30 tidak digunakan lagi. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0. Simpan polybag dibedengan dengan diameter 120 cm. 60 x 60 cm. Kebutuhan bibit per hektar antara 12.1 mm yang berisi 15 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Polybag disusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas. 90 x 90 cm atau 100 x 100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi. Tanah di polybag harus selalu lembab. 65 x 65 cm.2% selama 1 2 menit. Simpan benih diruangan bersuhu 27ºC. diratakan dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Cara langsung Kecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada . 1). Lahan pembibitan dibersihkan.500 sampai 25.5 2. Setiap 7 hari benih dikeringanginkan selama 3 menit. 70 x 70 cm. Sebelum bibit ditanam. Setelah berumur 3 4 bulan dan berdaun 4 5 helai bibit dipindah tanamkan ke pembibitan.selama 60 hari. Setelah 60 hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 30% dan dikeringanginkan lagi. 80 x 80 cm. Jarak tanam biji dipembibitan adalah 50 x 50 cm.

Tehnik Pembenihan Tanaman 387 .cara pembibitan.1. Cara lain mencegah gulma adalah menaburkan serasah di polybag. d. Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan dan diberikan dalam larutan urea atau pupuk majemuk (Tabel 11. Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan. Penyiangan dilakukan 2 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.). Kebutuhan air sekitar 2 liter untuk setiap polybag. Seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan. Bibit yang tumbuh abnormal.Cara ini menghemat tenaga dan biaya. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 8 mm. Gulma dibuang/dicabut atau disemprot herbisida setiap 3 bulan.

Jumlah Kebutuhan Pupuk Untuk Benih Kelapa Sawit.15.4) 25 gr 61.00 NPKMg (15.250.6.00 NPKMg . OST Rajawali Tan.25 61.Tabel 11. Standar jumlah Kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Penggunaan Pupuk.50 122.4) 50 gr 122.500.6.15. jumlah kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Pemupukan Tanaman Tan.1. Tanaman NPKMg (15.

500. kerja (NPKMg) 20 times 73.2) 115 gr 281.666.67 OST OST Rajawali Rajawali gram 0 0 0.12.67 36.00 Kiserit 27.67 36.750.(12.000.33 Man Power (NPKMg) 10 kali 36.00 .17.2) 230 gr 563.50 563.333.666.33 73.00 Kiserit 55 gr 77.50 gr 36.75 281.00 77.12.67 T.17.00 NPKMg (12.

kerja Man Power (OST 0.00 (OST Rajawali) 1 kali 3.00 T.666.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.00 0. Umur bibit 6 7 larutan urea 0.2%.33 Pemupukan dilakukan pada umur bibit 4 5 minggu larutan urea 0.17.12.00 125.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. 3 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.333.833.67 3.83 836.33 Total Cost 546. rustica 15.0. rustica 12. Umur bibit 8 16 minggu .83 546.15. Umur bibit 17 20 minggu.000. dosis 4 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.6.67 Rajawali) Biaya Total 836.2%. rustica .00 50 grams 50 gr 125. Umur bibit 21 28 minggu.

daun berubah warna menjadi kuning dan mengering. rustica 12. Umur bibit 29 40 minggu.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. g. tandan buah menjadi busuk. Bagian yang diserang adalah akar. Pengendalian : dengan meracuni pohon dengan natrium arsenit dan setelah mati dibongkar dan dibakar.17. daun baru tergulung dan tegak.12.1 0. Umur bibit 41 48 minggu.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.2%. rustica 12. Bagian yang diserang adalah daun.12. Pengendalian menggunakan insektisida Hosation 25 Tehnik Pembenihan Tanaman 388 .2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.12. Pengendalian menggunakan aktrisida tetradifon 0.17. Gejala : daun dimakan sehingga yang tersisa hanya lidinya saja. 2) Tunggau Penyebab : Tunggau Merah (Oliganycus). Bagian yang diserang adalah daun. Gejala yang ditimbulkan adalah : pusat mahkota mengerdil. Penyebabnya adalah nematoda rhadinaphelenchus cocophilus. Gejala : daun menjadi mengkilap dan daun berwarna bronz. Hama dan Penyakit 1) Nematoda. 3) Ulat Setora Penyebab setora nitens.12.17.

UI.V, sevin 85 ES, Dursban 20 EC pada konsentrasi 0,2 0,3%. 4) Oil Palm Bunch Moth. Penyebab Tiorathaba mudella. Bagian yang diserang adalah buah muda dan kadang-kadang tandan buah. Gejala : buah muda berlubang, tandan buah busuk. Pengendalian menggunakan insektisida dipteres/thiodam (0,55 kg/370 liter air). Selain itu dilakukan pemberantasan biologi dengan parasit tabuhan dan lalat parasit. 5) Kumbang Oryctes. Penyebab oryctes rhynoceros. Bagian yang diserang adalah titik tumbuh, bakal daun. Gejala daun seperti terpotong gunting; pada serangan berat serangga akan mati. Pengendalian peningkatan sanitasi dan pemberantasan biologi dengan parasit jamur. 6) Babi hutan dan tikus. Babi hutan dan tikus biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang masih muda. Untuk hama tikus biasanya pengendalian dilakukan dengan menggunakan/memelihara burung hantu. h. Penyakit 1) Root Blast. Penyebab : rhizoctonia lamcllifera dan Phythium Sp. Bagian yang diserang adalah akar. Gejala : bibit persemaian mati mendadak. Tanaman dewasa layu dan mati. Selain itu terlihat adanya pembusukan akar. Pengendalian : pembuatan persemai yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, pengendalian bibit lebih dari 11 bulan. 2) Garis Kuning. Penyebab fusarium oxysporum. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala : bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.

3) Dry Basal Rot. Penyebab ceratocytis paradoxa. Bagian yang diserang adalah batang. Gejala : pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering, daun muda mati dan kering. Pengendalian adalah dengan menanam bibit yang telah di inokulasi. Asumsi yang digunakan dalam penghitungan analisis usaha kelapa sawit adalah sebagai berikut: . Semua harga dalam rupiah . Hari Orang Bulan sebesar Rp. 1.000.000,. Hari orang kerja sebesar Rp.20.000 per hari . Harga satu benih kelapa sawit adalah sebesar Rp.350,00 . Harga alat dan mesin untuk berbagai kegiatan pembenihan meruapakan harga perkiraan . Perkiraan Harga pupuk dan pestisida mengacu pada tahun 2000-2005 dari PT Rajawali . Harga benih kelapa sawit Rp. 12.000,Tehnik Pembenihan Tanaman 389

Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Kelapa Sawit Seluas 20 Hektar No Kegiatan Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana Satua n Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Sewa Lahan 10 Hektar 2,000,000.00 20,000,000.00 Persiapan lahan pembenihan 10 unit 500,000.00 5,000,000.00 Pembangunan bedengan dan naungan 1 unit 75,000,000.00 75,000,000.00 Membangun gudang 1 unit 20,000,000.00 20,000,000.00 Memasang instalasi air

1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Mengisi dan menyususn baby-bag 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Menanam kecanbah 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Perawatan semai 72 HOB 100,000.00 7,200,000.00 - Penyiraman 36 HOB 100,000.00 3,600,000.00 - Pemupukan 4,000.00 HOK 20,000.00 80,000,000.00 - Pengendalian HP

72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Pengendalian gulma 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Seleksi semai 18 HOB 1,000,000.00 18,000,000.00 - Pengisian dan penyusunan polybag 1,250.00 HOK 20,000.00 25,000,000.00 - transplanting 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Penyiraman 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00

- Seleksi bibit 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00 - Pemanenan 200 HOK 20,000.00 4,000,000.00 Penyediaan Sarana Pembelian mesin pompa 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 pembangunan sumber air/menara 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 Pembelian polybag 100 KG 26,000.00 2,600,000.00 PemBelian benih generatif 400,000.00 BUAH 400.00

160,000,000.00 Kendaraan projek 1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Pupuk 200000 tan 500 100,000,000.00 Pestisida 200000 tan 350 70,000,000.00 Biaya produksi 1,038,400,000.00 Harga jual 200000 12000 2,400,000,000.00 B/C 1.31 R/C 2.31

Perkiraan keuntungan/periode pembenihan (12 bulan) 1,361,600,000.00 Tehnik Pembenihan Tanaman 390

11.3. Analisis usaha pembenihan durian Berbagai teknik dan trik dalam proses okulasi telah diinformasikan dengan jelas pada BAB 3 Benih hasil okulasi memungkinkan untuk dijadikan usaha yang menguntungkan di bidang pertanian. Adapun analis usaha pembenihan durian secara okulasi dibahas pada Tabel 11.3. Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Durian Okulasi Sebanyak 10.000 Tanaman No Kegiatan 1 Sewa lahan 2 Pembuatan pembibitan 3 Penyiapan media semai 4 Pengisian polybag 5 Penyemaian 6 Okulasi 7 Pemeliharaan bibit 8 Biji durian 9 polybag 10 Pupuk kandang 11 tali rafia 12 mata entres 13 Pupuk dan pestisida 14 Pisau okulasi 15 gunting stek 16 cangkul 17 gembor 18 Pemasaran Biaya produksi Harga benih durian: (asumsi SR benih 60%) Perkiraan keuntungan B/C R/C

Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana 1 20 5 50 20 100 500 10 50 100 1 20000 10000 55111 6,000 Satuan 1000 m2 HOK HOK HOK HOK HOK HOK Biji Kg karung gulung buah unit buah buah buah buah paket Tanaman Harga Satuan (Rp) 3,000,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 50,000.00 25,000.00 100.00 24,000.00 4,000.00 50,000.00 100.00 500.00 1,000,000.00

100,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 15,000 Jumlah (Rp) 3,000,000.00 500,000.00 125,000.00 1,250,000.00 500,000.00 5,000,000.00 12,500,000.00 1,000.00 1,200,000.00 400,000.00 50,000.00 2,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00 500,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 39,106,000.00 90,000,000.00 50,894,000.00 1.30 1.77

Tehnik Pembenihan Tanaman 391

Ringkasan Setelah mempelajari BAB 11. siswa telah mampu menguasai kompetensi menganalisis usaha pembenihan tanaman. Menghitung biaya produksi Menghitung pendapatan Biaya produksi adalah semua komponen biaya yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja dan kemasan, Menghitung pendapatan berfungsi untuk memperkirakan seluruh pendapatan dari satu kali periode produski suatu barang / jasa. Penghitungan dilakukan dengan cara mengalikan jumlah unit barang/ produk yang dihasilkan dengan harga jual produk/barang/ jasa. Menentukan B/C Menghitung BEP B/C rasio adalah perbandingan antara laba dengan biaya total yang dikelurkan. BEP adalah titik inpas dimana usaha tidak mangalami kerugian maupun keuntungan. Satuan BEP dapat digunakan dalam bentuk analisis keuangan atau jumlah unit minimal yang harus diproduksi agar usaha tidak merugi. Contoh perhitungan B/C, R/C, dan BEP pembeniha kelapa sawit dan durian . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit SOAL: 1. Jelaskan tentang biaya produksi dari unit produksi pembenihan di sekolah 2. Hitung B/C. R/C dan BEP unit produksi pembenihan salah seorang penangkar beni h yang saudara kenal. 3. jelaskan keuntungan dari masing-masing teknik analisis usaha B/C dan BEP TUGAS: 1. Lakukan observasi harga terkini dari analisis usaha kelapa sawit dan durian. 2. Lakukan analisis terhadap biaya produksi kelapa sawit dan durian sesuai denga n karakteristik usaha yang terdapat di lingkungan sekolah. Tehnik Pembenihan Tanaman 392

393 DAFTAR PUSTAKA Abadi, L.A. 2000. Ilmu Penyakit Tumbuhan, Dasar-dasar dan Penerapannya. Lemlit Fakultas Pertanian Univ. Brawijaya Malang. 236 hal. Anonim. 1985. Rekomendasi Pengendalian Jasad Pengganggu Tanaman Pangan di Indonesia. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Anonim. 1989. Petunjuk Teknis Penanganan Pasca Panen. Direktorat Bina Usaha Petani dan Pengelolaan Hasil Tanaman Pangan. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta, 162 hal. Anonim. 2002. Ensiklopedia IPTEK, Ensiklopedia Sains untuk Peljar dan Umum Jilid 3. Penerbit Lentera Abadi, Jakarta. 287 hal. Anonim, 2003. Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Agronomi (Pembenihan). Dep. Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. 292 hal. Anonim 2004. Standar Kompetensi Nasional Indonesia, Bidang Keahlian Kultur Jaringan. Departemen Pendidikan Nasional. 187 hal. Anonim. 2007. Sistem Pangan Organik, Standar Nasional Indonesia. Badan Standardisasi Nasional. Anonim. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 6. Kehidupan Tumbuhan dan Kehidupan Hewan. Grolier International Inc., Jakarta. 295 hal. Anonim. 2004. Oxford Ensiklopedia Pelajar Jilid 8, Edisi Bahasa Indonesia. Grolier International, Oxford University Press. 91 hal. Baehaki. 1993. Insektisida Pengendalian Hama Tanaman. Penerbit Angkasa Bandung. 148 hal. Darjanto dan Satifah, S. 1984. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Tehnik

Penyerbukan Silang Buatan. Penerbit Gramedia. Jakarta, 156 hal. Endah, J.E., dan Novozan. 2002. Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman. Penerbit Agromedia Pustaka. 98 ha. Fitter, A.H., dan R.K.M. Hay. 1998. Fisiolog Lingkungan Tanaman. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 421 hal. Hanafiah, K.A. 2005. Dasardasar Ilmu Tanah. Penerbit Raja Grafindo Persada. Jakarta. 360 hal. Hartono, M. 1999. Produksi Tanaman Buah Dalam Pot. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Harjadi, S.S. 1980. Pengantar Agronomi. Penerbit Gramedia Jakarta. 197 hal. Haryanto, I. 1999. Pertanian Organik Tanaman Sayuran Pengahsil Dasun. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hadisuwito, S. 2007. Membuat Pupuk Kompos Cair.

394 Agromedia Pusaka, Jakarta. 50 hal. Hartus, T. 2007. Berkebun Hidroponik Secara Murah. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 96 hal. Huffaker, C.B., dan P.S. Messenger. Ed., Teori dan Praktek Pengendalian Biologis. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. 352 hal. Jamaran, I. 1998. Penerapan Bioteknologi dalam Menghasilkan Produk Agribisnis yang Berdaya Saing Tinggi. Prosiding Seminar Kebangkitan Agribisnis Indonesia, Jakarta. 107 hal Jumin, H.B. 2005. Dasar-Dasar Agronomi, Edisi Revisi. Penerbit Rjagrafindo Persada. Jakarta. 250 hal. Justice, O.L., dan L.N. Bass. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Cetakan ketiga. Rajagrafindo Persada. Jakarta. 446 hal. Novizan. 2002. Petunjuk Pemakaian Pestisida. Agromedia Pustaka, Jakarta. 124 hal. Novizan, 2005. Petunjuk Pemupukn yang efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta. 130 hal. Nurwardani, P. 2002. Usahatani Tomat. Dep. Agama RI dan PPPG Pertanian Cianjur. 77 hal. Nurwardani, P. 2006. Khitosan Sebagai Bahan Pengendali Colletotrichum capsici (Sydow) Butler & Bisby. Disertasi. Universitas Brawijaya Malang. 138 hal. Nurwardani, P. 1999. Budidaya Tanaman Hortikultura. Modul. Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam, Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Departemen Agama Republik Indonesia. Nurwardani, P. 2007. Memproduksi Bio-

Insektisida. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertnian Cianjur. Nurwardani, P. 2007. Musuh Alami Organisme Pengganggu Tanaman. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertanian Cianjur. Oka, I.N., 2005. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 255 hal. Pahan, I. 2002. Kelapa Sawit, Panduan Lengkap Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 411 hal. Rasminah, S., 1990. Penyakit Benih (Seed Pathology). Penerbit Universitas Brawijaya, Malang. 71 hal. Santoso, I. 1980. Diagnosis Penyakit Tanaman. Terjemahan dari R.B. Streets. University of Arizona Press. Semangun, H. 2004. Penyakitpenyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sutanto. Penerbit Papas Sinar Sinanti. 172 hal. Modul. 79 hal Tjitrosoepomo. Produksi Bibit Tanaman Buah-Buahan dengan Cara Mencangkok. Siregar. Mikrobiologi Umum. Penerbit Gajah Mada University Press. Jakarta. Produksi Bibit Tanaman Buah-buahan Dengan Cara Okulasi. L. Y. dan Susilowati. G. 850 hal. 170 hal. 2005. Riyadi dan L. 286 hal. Suriawiria.2002. Sukamto. Jakarta. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Muhammadiyah Malang. 1999. 2007. Pertanian Organik. U. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Y. Bandung. S. Botani Umum 1.. Nuraeni. Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan.. Pengelolaan dan Pemasaran Cokelat. 2005.S. 1991. Penerbit Swadaya. 349 hal. Aluyo. 2002. Budidaya. Modul. 218 hal. Constabel. Penerbit Penebar Swadaya Seri Agritekno.R. Biologi Sel. Penerbit Angkasa.H. Morfologi Tumbuhan. 1983.395 Penerbit Gajah Mada Univ. 1999. dan F. Metode Kultur Jaringan Tanaman. Tjitrosomo. 2000. Penerbit Angkasa. 476 hal. Tjitrosoepomo. Jakarta. Yogyakarta. Wetter. Mikrobiologi Dasar. Subowo. Edisi Kedua. Sutiyoso. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.. 1987. 1989. 255. G.hal. R. Penerbit Kanisius. L. Hidroponik Rakit Apung. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Bndung. 268 hal. Yogyakarta. S. Univ. Press. Yogyakarta. Gajahmada University Press. Penerbit ITB . T. Sugandi.S.

Yogyakarta. 2004. Geneika. S. 1999. . B. T. Yayasan Obor Indonesia. 2002. Modul. R. 1992. Produksi Kompos dengan Tehnologi Effective Microorganism (EM). Penerbit Tarsito Bandung. 2006. Wisnuwati. 120 hal. Yatim. dan C. Jakarta. Petunjuk Penggunaan Pestisida. 1983. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 201 hal. Yahya. Penerbit Gajah Mada University Press. 154 hal. Glosarium Pertanian. Bioteknologi Pertanian. Yuwono.. 191 hal. W. Sri Wahyuni. Wudianto. 284 hal. Penerbit Swadaya. Sitanggang. Wirawan. 397 hal. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Bandung. Penerbit Penebar Swadaya. Memproduksi Benih Bersertifikat.

ap air atau bahan hasil uraian lain oleh suatu permukaan benda padat halus. Aerasi. Penyerapan gas. Melalukan udara luar ke tempat penyimpanan benih. bersel satu. Mikroorganisme sejenis bakteri yang berbentuk menyerupai pita. Permulaan pertumbuhan atau perkembangan terutama digunakan pada spora atau benih. Embrio. Munculnya kecambah yang beasal dari benih yang ditanam di lapangan. Endosperma. Akar sekunder. Organisma tumbuhan tingkat rendah berukuran mikroskopis. Berkecambah. tidak berklorofil dan berkembang biak dengan cara membelah diri atau membentuk spora.396 DAFTAR ISTILAH Absorpsi. Akar primer. Benih. Ovula masak yang terdiri dari embrio tanaman serta jaringan cadangan makanan serta seludang penutup. Calon tanaman yang berada di dalam benih. Daya kecambah di lapangan. Bakteri. Cabang lateral akar primer. misalnya karbon aktif atau silika gel. Akar pertama tanaman yang berkembang / berasal dari radikel. Dormansi fisiologis. Adsorbsi. Ovari pada tumbuhan yang telah berkembang menjadi masak bersama-sama dengan bagian bunga lain yang berdekatan dengannya. Buah. Dormansi yang disebabkan oleh terjadinya kekacauan pada fungsi atau pada metabolisma akibat pengaruh suhu yang terlampau tinggi atau pemberian air yang berlebihan. Jaringan di dalam benih yang berasal dari hasilperkawinan antar inti polar di dalm sel telur dengan salah satu . Tujuannya untuk mencegah peningkatan panas sehingga proses pengeringan dapat berlangsung. Penyerapan oleh sel atau jaringan hidup yang berada di dalam benih. Aktinomisetes.

Pestisida. bentuk lain dan lain-lain. Genotip. Bahan katalis yang dihasilkan oleh benda hidup yang mampu membantu terjadinya perubahan kimiawi. Misalnya tipe bunga. Enzim. . Unsur keturunan suatu tumbuhan yang bersama-sama dengan lingkungan mengendalikan sifat-sifat individu tumbuhannya.inti sperma. Jaringan tersebut memberi makanan kepada embrio benih. Bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan orgenisme pengganggu tanaman (OPT).

Varietas yang dibudidayakan. Vigor. Radikel. Plumula. Hasil persilangan dari induk jantan yang varietas. Kotiledon. Daun embrio benih yang berukuran tebal dan befungsi sebagai tempat cadangan makanan. Pemisahan polong atau malai atau butiran benih dari tanamannya. Panen. Kemampuan untuk hidup tumbuh dan berkembang. Mamapu tumbuh dan berkembang. Kecambah. Virus. Tanaman muda yang berasal dari benih. Kondisi yang mencerminkan kesehatan yang dan kebugaran alami. Viabilitas. Slah satu hasil tindakan menanam atau membudidayakan. Media biakan. Ovula. Viabel. Jumlah yang dihasilkan misalnya satu ton jagung per hektar.397 Hibrida. namun dapat pula berfungsi sebagai daun dalam arti yang sebnarnya yaitu melakukan fotosintesa. Bahan yang digunakan di laboratorium untuk menumbuhkan organisma atau mikroorganisme. Perikarp. spesies atau genus induk betinanya. Perontokan. . Pengujian untuk menentukan kemampuan hidup. Jaringan benih terluar. Pembungkus benih yang berasal dari ovari. Uji viabilitas. Nematoda. Kulit benih. Benda hidup terkecil yang hanya mampu berkembang baik di dalam sel hidup. Bagian bunga yang menjadi benih atau biji setelah bunganya mengalami perubahan dan perkembangan lanjutan setelah pembuahan. spesies atau genusnya berbeda dengan varietas. Kultivar. Calon akar pada benih atau ujung bagian bawah hipokotil embrio. Tunas muda dari embrio pada benih atau pada kecambah dan akan berkembang menjadi bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah. Binatang mikroskopis yang menyerupai cacing.

JGV"*Jctic"Gegtcp"Vgtvkpiik+"Tr0"90:::.22 KUDP"ZZZ/ZZZ/ZZZ/Z Dwmw"kpk"vgncj"fkpknck"qngj"Dcfcp"Uvcpfct"Pcukqpcn"Rgpfkfkmcp"*DUPR+"fcp"vgncj" fkp{cvcmcp" nc{cm" ugdcick" dwmw" vgmu" rgnclctcp" dgtfcuctmcp" Rgtcvwtcp" Ogpvg tk" Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn"Pqoqt"68"Vcjwp"4229"vcpiicn" 7"Fgugodgt"4229"vgpvcpi" Rgpgvcrcp"Dwmw"Vgmu"Rgnclctcp"{cpi"Ogogpwjk"U{ctcv"Mgnc{cmcp"wpvwm"Fkiw/ pcmcp"fcnco"Rtqugu"Rgodgnclctcp0 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->