Paristiyanti Nurwardani Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih untuk Sekolah Menengah Kejuruan Rctkuvk{cpvk"Pwtyctfcpk" VGMPKM

"RGODKDKVCP"VCPCOCP"FCP"RTQFWMUK"DGPKJ" wpvwm"UOM " Fktgmvqtcv"Rgodkpccp"Ugmqncj"Ogpgpicj"Mglwtwcp Fktgmvqtcv"Lgpfgtcn"Ocpclgogp"Rgpfkfkmcp"Fcuct"fcp"Ogpgpicj Fgrctvgogp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn

i Paristiyanti Nurwadani TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

ii Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Penulis : Paristiyanti Nurwadani Ilustrasi, Tata Letak : Perancang Kulit : Ukuran Buku : Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 410 NUR NURWADANI, Paristiyanti t Teknik Pembenihan Tanaman: Untuk SMK/oleh Paristiyanti Nurwadani. ---- Jakarta:Direktorat Pembinaan SMK, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

iii DAFTAR ISI Hal BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Potensi Pembenihan Tanaman 1 1.2. Peran Pembenihan Tanaman 5 BAB 2. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2.1. Anatomi Tumbuhan 7 2.2. Anatomi Dan Morfologi Biji Tumbuhan 14 2.3. Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan 14 BAB 3. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3.1. Dasar-dasar Pembibitan Tanaman dan Produksi benih 20 3.2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3) 20 3.3. Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian 23 3.4. Pohon Induk dan bibit Unggul 25 3.5. Batang Bawah Dan Batang Atas 27 3.6. Teknik Penyiapan Pembibitan 30 3.7. Teknik Pembenihan Tanaman Secara Vegetatif 35 3.8. Teknik Pemilihan Memproduksi Benih Vegetatif 68 3.9. Sertifikasi Benih 71 BAB 4. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4.1. Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman 78 4.2. Buah, Biji dan Perkembangan Biji 80 4.3. Penyerbukan (polinasi) 90 4.4. Teknik Produksi Benih Generatif Tanaman 92 4.5. Mutu Benih 106 4.6. Pengujian Kesehatan Benih 122 BAB 5. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5.1. Media Tumbuh 143 5.2. Sifat Fisik Tanah 148 5.3. Sifat Kimia Tanah 162 5.4. Teknik Pengolahan Tanah 162 5.5. Teknik Penanaman 163 5.6. Pemupukan 166 5.6.1. Pupuk Organik 167 5.6.2. Pupuk Anorganik 176 5.7. Pengairan 185 5.8. Air Tanah 186 5.9. Pemangkasan (prunning) 191 5.10. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) 193 a. hama 194

iv b. Penyakit Tanaman 1). Penyakit Non Infeksius 201 2). Penyakit infeksius 202 c. Gulma Tanaman 226 d. Teknik Pengendalian OPT 227 e. Implementasi pengendalian hama dan penyakit tanaman 236 f. Implementasi Pengendalian Gulma 240 Ringkasan, soal dan tugas BAB 6. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI 245 6.1. Perlakuan Pra-Panen 245 6.2. Perlakuan Pascapanen 254 6.3. Pra-panen Produksi Benih Padi Hibrida 255 6.4. Perlakuan Pascapanen 274 Ringkasan, Soal dan Tugas BAB 7. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI 7.1. Perlakuan Pra-Panen 281 7.2. Persyaratan Lahan 282 7.3. Benih Sumber 282 7.4. Waktu Tanam 283 7.5. Penyiapan Lahan 284 7.6. Penanaman dan Perlakuan Benih 285 7.7. Pemeliharaan 286 7.8. Pemanenan dan Perlakuan PAscapanen 289 Ringkasan, Soal dan Tugas 290 BAB 8. BIOTEKNOLOGI TANAMAN 295 8.1. Bioteknologi Tanaman 295 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman 295 8.3. Teknik Kultur In-vitro 306 8.4. Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi 322 Ringkasan, Soal dan Tugas 323 BAB 9. TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN 9.1. Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan 335 9.2. Peralatan Dan Bahan Kimia 335 9.3. Media Tanam 337 9.4. Beberapa Komposisi Media 349 9.5. Inisiasi Tunas dan Inokulasi 353 9.6. Teknik Kultur Suspensi Sel 354 9.7. Teknik Multiplikasi 355 9 8.. Teknik Aklimatisasi 358 9.9. Teknik Kultur Jaringan Pada Berbagai Tanaman 359 a. Teknik Kultur Jaringan Anggrek 359 b. Kultur Jaringan Tanaman Kopi 362 c. Rekayasa genetik pada tanaman tingkat tinggi 364 Ringkasan, Soal dan Tugas 365

v BAB 10. KEWIRAUSAHAAN 10.1. Pengertian Kewirausahaan 368 10.2. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan 10.3. Penjualan 370 a. Jiwa marketing dan motivasi tim 371 b. Perlunya rasa kekeluargaan 372 c. Strategi, visi dan misi 372 d. Pentingnya informasi 373 e. Pelanggan aset yang berharga 373 10.4. Dasar-dasar Strategi Pemasaran a. Kepercayaan 377 b. Kemudahan 377 c. Kenyamanan 378 d. Gengsi 379 e. Memasarkan benih Tanaman 379 Ringkasan, Soal dan Tugas 380 BAB 11. ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN 11.1. Analisis Usaha Pembenihan Tanaman 383 a. Analisis B/C ratio 383 b. Analisis R/C ratio 383 c. Analisis ROI 383 d. Analisis BEP 383 11.2. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Kelapa Sawit 384 11.3. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Durian 391 Ringkasan, Soal dan Tugas 392 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR ISTILAH 393 396

BAB 1. PENDAHULUAN Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan produksi. Dari sisi tata bahasa, teknik adalah suatu keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek yang produktif (Oxford, 2003); pembenihan adalah rangkaian proses budidaya tanaman untuk menghasilkan benih; sedangkan tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. Oleh karena itu, teknik perbenihan tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat memproduksi benih tanaman, baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal. Teknik produksi benih vegetatif pada umumnya dikelompokkan dalam 2 metoda, yaitu metoda konvensional dan modern. Teknik produksi benih vegetatif dengan metoda konvensional menggunakan teknik-teknik yang umum dilakukan oleh petani sedangkan teknik produksi benih vegetatif dengan metoda modern menerapakan ilmu biologi yang diintegrasikan dengan teknologi atau bioteknologi. Dalam hal ini bioteknologi yang yang diimplementasikan adalah teknik kultur jaringan. Proses produksi tanaman dimulai dengan benih ditanam, kemudian tanaman dipelihara danhasil tanaman (akar, umbi, batang, pucuk, daun, bunga, dan buah) dipanen. Kegiatan produksi pertanian memerlukan unit pembibitan tanaman. Pembibitan tanaman adalah suatu proses penyediaan bahan tanaman yang berasal dari benih tanaman (biji tanaman berkualitas baik dan siap untuk ditanam) atau bahan tanaman yang berasal dari organ vegetatif tanaman untuk menghasilkan bibit (bahan tanaman yang siap untuk ditanan di lapangan.

Teknik tanaman yang akan dikembangkan meliputi berbagai teknik dari setiap aspek pembi-bitan dan produksi benih serta teknik untuk mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman sehingga diperoleh hasil panen yang mempunyai kualitas yang baik dan kuantitas yang banyak. Untuk memutakhir-kan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam membudidayakan tanaman, akan dibahas teknik-teknik tanaman yang sedang trend seperti kultur jaringan dan bioteknologi. Dalam teknik pembibitan dan produksi benih akan diterangkan landasan teori dan langkah kerja tentang teknik penyiapan bahan ta-nam berupa benih dan bibit tanaman, persiapan lahan dan penanaman, pe-mupukan, pengairan, pengendalian hama, penyakit dan gulma, pemeliha-raan tanaman, perlakuan khusus pada tanaman, pembungaan dan pembuah-an, pemanenan dan pascapanen. Pada teknik pembibitaan tanaman akan diterangkan berbagai teknik praktis untuk menyetek, mencangkok, mengokulasi, menempel dan me-nyambung tunas, sampai memelihara bibit hasil perkembangbiakan secara vegetatif siap untuk ditanam. Kegiatan persiapan lahan dan penanaman merupakan awal budidaya tanaman. Untuk menumbuhkan profesionalisme dalam kompetensi ini, akan diinformasikan landasan teori tentang berbagai jenis tanah dan teknik perlakuan untuk tanah sehingga mempunyai kriteria yang optimal untuk kegiatan budidaya tanaman. Selama masa budidaya, kegiatan yang paling lama adalah pemeliharaan Teknik Pembenihan Tanaman 1

tanaman. Pada tahap pemeliharaan harus dikuasai berbagai teori tentang pupuk dan teknik-teknik pemupukan. Pengetahuan dasar yang baik tentang pupuk akan memudahkan pengelolaan pupuk dan mengembangkan formulasi yang tepat bagi tanaman agar penggunaannya efektif dan efisien. Teknik pemupukan sangat penting untuk dikuasai, agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Selama masa budidaya, tanaman sering mendapat masalah dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Yang termasuk OPT adalah hama, pemyakit dan gulma. Ketiga OPT tersebut harus dikendalikan agar tidak menimbulkan kerugian bagi tanaman. Untuk mengendalikan OPT, harus dikuasai berbagai teknik pengendaliannya, seperti pengen-dalian secara kultur teknis, fisik, mekanis, biologi, kimia dan pengen-dalian secara terpadu. Perkembangan dan citra pertanian di Indonesia identik dengan kotor dan cangkul. Untuk meningkatkan citra pertanian agar lebih modern dan bersih maka akan diinformasikan berbagai pengetahuan dasar tentang, teknik dan keterampilan mengelola bibit tanaman secara kultur jaringan serta berbagai sikap yang harus dikuasai agar menghasilkan bibit dan benih yang dapat tumbuh secara optimal. Dalam dua puluh tahun terakhir, perkembangan teknologi dalam bidang biologi berkembang dengan sangat pesat dan dikenal dengan bioteknologi . Penerapan bioteknologi untuk tanaman juga berkembang sangat pesat, sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi budidaya terutama dalam penyediaan bibit tanaman dan tanaman varietas unggul dalam waktu yang relatif singkat. Untuk memperkenalkan sekaligus memutakhirkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bioteknologi, maka akan dijelaskan

tentang berbagai teknik untuk memproduksi tanaman secara kultur jaringan. Dalam teknik kultur jaringan akan dipelajari mulai dari teknik menyiapkan sarana dan prasarana, tanaman induk, membuat media tanaman, inisiasi, subkultur, aklimatisasi dan pembesaran bibit hingga bibit siap tanam. Untuk menggambarkan berkembangan rekayasa genetika pada bidang pertanian, akan dibahas secara singkat tentang bioteknologi pertanian, mulai dari perkembangan berbagai penemuan pada bidang boteknologi, materi genetik dan beberapa contoh teknik kultur in vitro tanaman. 1.1. Potensi Perbenihan Tanaman Negara Republik Indonesia yang kita cintai mempunyai penduduk sebanyak 238 juta jiwa (WWW.DatastatistikIndonesia.com. , 2008). Sebagian besar penduduk Indonesia di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali makanan pokoknya adalah nasi. Di kepulauan Nusa Tenggara Timur makanan pokonya adalah jagung. Di Kepulauan Maluku dan Papua makanan pokonya adalah sagu. Kebutuhan beras untuk satu tahun adalah sebanyak 32,49 juta ton (www.depkoninfo.goid.,2008). Kebutuhan benih padi di indonesia adalah sebanyak 300.000 Ton per tahun. Produksi benih padi indonesia tahun 2007 adalah 106.700 ton. Hanya untuk kepentingan dalam negeri saja, masih terdapat peluang untuk mengupayakan produksi benih padi per tahun sekitar 103.300 ton per tahun. Hal ini tentu saja merupakan peluang usaha di bidang agrobisnis industri benih padi yang sangat prospetif untuk saat ini dan masa-masa yang akan datang. Menurut hasil analisa usaha, dalam satu kali periode produksi padi dihasilkan keuntungan rata-rata sebanyak Rp. 5.000.000,- sampai dengan

Teknik Pembenihan Tanaman 2

Rp.8.136.900,00 (www.litbang.deptan.go.id., 2008 dan www.medanbisnis.online., 2008). Tentu saja informasi ini merupakan berita gembira bagi sumberdaya manusia yang berminat membuka usaha di bidang pertanian. Oleh sebab itu sejaka lima tahun terakhir banyak perusahaan multinasional yang mengembangkan usaha baru di bidang perbenihan padi, terutama padi hibrida, diataranya adalah PT Sang Hyang Seri, PT Dupont Indonisia, PT Primatani, PT East West Seed, PT Primasid Andalan Utama. Hampir semua perusahaan tersebut dalam pengembangan produski masal benih padi, selalu mengadakan kerjasama dengan petani andalan dan kelompok tani yang pada umumnya menggunakan sistem inti-plasma. Sebagai sumberdaya manusia Indonesia yang bergerak di bidang pertanian, maka sebaiknya selalu meningkatkan kompetensi dalam bidang agrobisnis industri perbenihan. Kebutuhan benih jagung di Indonesia untuk tahun 2008 sekitar 47.600 ton. Produksi benih jagung di Indonesia pada tahun 2007 adalah sebanyak 35,150 ton (www.bisnis.com.2008). Sama halnya dengan potensi dalam agribisnis industri padi, maka potensi usaha dalam bidang agrobisnis industri jagung pun sangat menarik. Berdasarkan data di atas, untuk kepentingan dalam negeri, masih dibutuhkan benih jagung sekitar 12.450 ton benih jagung per tahun. Munurut informasi dari Bidang Penelitian dan Pengembangan-Depertemen pertanian keuntungan usaha dari produksi benih jagung adalah sebesar Rp.3.425.208,sampai dengan Rp.4.401.250,(www.litbang.deptan.go.id., 2008). Ilustrasi yang disampikan di atas, baru menganalisis dua benih makanan pokok masyarakat Indonesia. Bagaimana dengan potensi kebutuhan benih tanaman industri, contohnya adalah kelapa sawit dan karet. Kebutuhan benih kelapa sawit saat ini adalah sebanyak 230.000.000 benih dan sebagian besar diimport dari

Malaysia dan Costa Rica. Kebutuan benih kelapa sawit dari tahun ke tahun selalu memperlihatkan tren kenaikan. Oleh sebab itu prospek agrobisnis industri kelapa sawit merupakan pilihan cerdas untuk membuka usaha di masa yang akan datang (Badan Koordinasi Penanaman Modal, 2008). Perkembangan harga karet pada 3 tahun ini selalu meningkat sehingga investir dan masyarakat banyak yang beralih usaha dari bisnis di luar bidang pertanian berganti pengusaha agrobisnis. Berdasarkan fakta ini secara otomatis kebutuhan benih karet meningkat dan pada tahun 2008 permintaan benih karet mencapai 70.000.000 benih (BUMN, 2008). Dari kebutuhan benih karet sejumlah tersebut di atas hanya 50.000.000 benih karet yang dapat dihasilkan oleh pengusaha dan petani agrobisnis. Potensi baru dan peluang bisnis yang baik untuk SDM yang berkompeten di bidang perbenihan. Potensi agrobisnis industri benih tanaman hortikultura pun sangat baik untuk dipelajari. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura kebutuhan benih beberapa tanaman hortikultura masih harus diimport diantaranta adalah benih kentang 1.200.000,- kg, tanaman buah 418.000 bibit, tanaman hias 5.100 flask dan 51 Kg serta tanaman biofarmaka sebanyak 642 (Kg). Tentu saja informasi ini merupakan hal yang sangat penting, karena potensi perkebangan kebutuhan tanaman hortikultura masih memumnginkan untuk diproduksi di dalam negeri. Data import ini menjadi suatu peluang bagi sumberdaya manusia Indonesia yang memiliki potensi di bidang perbenihan tanaman. Analisa terhadap beberapa potensi agrobisnis industri benih telah dibahas. Agar dapat menjadi sumberdaya pada bidang perbenihan yang handal dan maka

Teknik Pembenihan Tanaman 3

dengan profesionalime harus dijunjung tinggi yaitu harus profesional saat bersikap, menguasai iptek perbenihan dengan baik dan dapat melakukan teknik perbenihan yang efektif dan efisen sehingga menghasilkan keuntungan dan benefit yang tinggi. Bagaimana dengan potensi ekspor benih dari indonesia di masa yang akan datang?. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura (2006) terdapat beberapa benih tanaman yang mempunyai potensi tinggi seperti benih tanaman sayuran, buah, tanaman hias dan bio-farmaka dengan nilai eksport sebesar US $ 3.783.501,-. 1.2. Peran Perbenihan Tanaman Benih merupakan produk akhir dari suatu program pemuliaan tanaman, yang pada umumnya memiliki karakteristik keunggulan tertentu, mempunyai peranan yang vital sebagai penentu batas-atas produktivitas dan dalam menjamin keberhasilan budidaya tanaman. Upaya perbaikan genetik tanaman di Indonesia masih terbatas melalui metode pemuliaan tanaman konvensional, seperti persilangan, seleksi dan mutasi. Di Indonesia penerapan teknologi pemuliaan modern belum diterapkan secara optimal sedangkan di negara-negara maju, teknologi tersebut sangat pesat perkembangannya. Di Indonesia tujuan pemuliaan masih berkisar pada upaya peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit utama dan toleransi terhadap cekaman lingkungan (Al, Fe, kadar garam, dan lain lain). Benih tanaman sangat berperan dalam pengembangan bidang pertanian. Benih adalah faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Benih dengan kualitas baik dan seragam akan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Benih kelapa sawit dura, Pisifera dan Tenera merupakan tiga varietas yang

sandang. jenis. Ketidak-murnian benih yang ditanam akan mengakibatkan penurunan produksi dan mengakibatkan penurunan pendapatan atau bahkan rugi. Strategi pengembangan pola kemitraan usaha dengan swasta/penangkar benih/asosiasi petani di wilayah pengembangan ini dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah untuk mendorong industri perbenihan yang menyediakan benih yang terjamin mutunya. Kebijakan pemerintah dalam mendukung program perbenihan melalui menyediakan benih unggul dan bermutu melalui prinsip 6(enam) tepat (waktu. sehingga penanaman varietas tersebut di atas akan berperan sangat dominan dalam menentukan pendapatan petani kepala sawit. lapangan kerja dan ekonomi. mutu dan harga). kapas (18 %) dan tembakau (21 %). Pada tingkat petani. kakao (26 %).banyak diminta oleh konsumen karena mempunyai potensi produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya. Dengan beberapa informasi di atas dapat disimpulkan bahwa banih sangat berperan penting dalam menentukan produksi tanaman dan pendapatan petani. Berikut ini akan diinformasikan beberapa peran perenihan tanaman secara spesifik untuk masing-masing sektor. penggunaan varietas unggul dan benih bermutu atau benih bina adalah salah satu faktor keberhasilan usaha dan pembangunan perkebunan. jumlah. Teknik Pembenihan Tanaman 4 . papan. (Franchising). Perbenihan tanaman sangat berperan dalam penyediaan pangan (ketahanan pangan). Dengan usaha tersebut diatas diharapkan akan tercipta usaha perbenihan yang profesional. Wujud dari pola kemitraan usaha tersebut salah satunya adalah melalui pengembangan industri perbenihan dan Model Waralaba. lokasi. Penggunaan benih bina oleh petani masih bervariasi antar komoditi seperti kelapa sawit (85 %).

indonesia berhasil melakukan swasembada pangan. Dengan adanya peningkatan produksi beras tersebut maka indonesia berhasil memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Setelah ditemukan padi VUTW. Salah satu hal yang menunjang keberhasilan tersebut adalah ditemukannya VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng). amka kebutuhan pangan tidak dapat dipenuhi dan mengakibatkan harus selalu import beras. Masa budidaya yang singkat sangat menguntungkan ketersiediaan bahan baku papan. Benih tanaman sebagai langkah awal dari kegiatan pertanian. Varietas jati lokal dapat dipanen pada umur 20-30 tahun sedangkan jati mas dapat dipanen dalam jangka waktu 12-20 tahun. produktivitas beras per hektar meningkat dari 4 ton/hekter menjadi 6-8 ton/hektar. Perbenihan tanaman merupakan bidang yang memerlukan banyak tenaga kerja. telah berperan dalam bidang ekonomi dengan adanya peningkatan penambahan devisa dari ekspor benih dan peningkatan pendapatan petani yang beralih dari petani budidaya menjadi penangkar benih Benih tanaman penghasil kayu dan kertas sangat dipengaruhi oleh varietas benih yang ditanam. Indonesia yang pada tahun 1945 sampai dengan 1986 merupakan importir beras karena produktifitas benih padi hanya 4 ton per hektar dan sering terserang ooeh hama wereng. Teknik Pembenihan Tanaman 5 .Tahun 1987. Penemuan varietas jati unggul seperti mas dapat memperpendek masa budidaya tanaman jati. Dengan demikian sektor perbenihan merupakan bagian dari penyediaan tenaga kerja di bidang pertanian.

Pembenihan tanaman sangat berperan dapam penyediaan bahan baku pangan. Potensi kerjasama perusahaan benih dengan petani penangkar benih. papan dan sandang. Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk ekspor. . 2. . . . Pembenihan tanaman dapat meningkatkan pendapatan petani. . Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk memenuhi kebutuhan benih dalam negeri. Pembenihan tanaman dapat meningkatkan perekonomian bangsa.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 1. Benih merupakan factor penentu produksi tanaman. . siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. . Potensi pembenihan tanaman Peran pembenihan tanaman . Menjelaskan potensi pembenihan tanaman. Menjelaskan peran pembenihan tanaman. Pembenihan tanaman berperan penting dalam keberhasilan Indonesia dalam program swasembada pangan tahun 1987. . SOAL: . Pembenihan tanaman perperan dalam penyediaan tenaga kerja terampil sehingga mengurangi pengangguran.

Wawancarai minimal satu orang petani / pengusaha penangkar benih tentang perbandingan pendapatan mereka saat menangani usaha pembenihan tanaman dibandingkan dengan usaha sebelumnya. Lakukan observasi terhadap aktivitas petani penangkar benih. 2.1. Teknik Pembenihan Tanaman 6 . Jelaskan dengan singkat dan jelas minimal 2 potensi dan peran pembenihan tanaman untuk ekspor. Bagaimana peran benih padi VUTW pada tahun 1987 dibandingkan dengan peran VUTW pada tahun 2007. 2. TUGAS: 1.

a. Semua jenis tanaman. Tanaman merupakan mahluk hidup yang dapat memproduksi makanan sendiri. ujung akar. pada organ batang akan tumbuh dan berkembang bunga. batang. Struktur tubuh tumbuhan Struktur tubuh tanaman terdiri dari akar. kemudian pada saat tanaman dewasa. rambut akar. putik akan diserbuki oleh tepung . Akar tanaman terdiri dari dua jenis yaitu akar primer dan akar lateral. Seluruh tubuh tanaman dilindungi oleh sel epidermis. mulai dari yang berukuran kecil sampai dengan pohon yang sangat besar mempunyai kesamaan anatomi atau struktur. bunga dan buah. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2. Bunga tanaman mempunyai putik dan benang sari.BAB 2. dan pada kondisi yang tepat. Akar tanaman terdiri dari tudung akar. Akar primer adalah akar utama sedangkan akar lateral adalah akar yang tumbuh dari akar primer. Pada batang tanaman terdapat daun. Jaringan lainnya yang terdapat pada batang adalah jaringan pembuluh yang terdiri dari xilem (jaringan pengangkut air) dan floem (jaringan pengangkut hasil fotosintesis). Batang tanaman adalah bagian tanman yang tumbuh di atas akar atau tumbuh di atas permukaan media tanam (tanah.1 Anatomi Dan Morfologi Tumbuhan Tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. Anatomi tanaman terdiri akar. daun. Pada batang tanaman terdapat jaringan batang bagian bawah (ground tissue) yang menghubungkan bagian akar dengan dengan batang tanaman bagian atas dan organ-organ tanaman bagian atas . batang. bunga dan buah. air atau media tanam lainnya). daun.

2006). b. Struktur tubuh tamanan (Encarta Ensiklopedia. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.sari sehingga menjadi buah. Sel Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Makhluk hidup (organisma) dapat tersusun dari satu sel tunggal (uniselular. dan beberapa jamur dan Teknik Pembenihan Tanaman 7 . Bagian-bagian tanaman secara lengkap disajikan dalam Gambar 2.1. Sel dapat berfungsi secara otonomi (dapat berdiri sendiri/ independen) asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Gambar 2. Dalam buah yang berkualitas baik akan tumbuh biji sebagai cikal bakal generasi tanaman yang selanjutnya.1. misalnya bakteri.

seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke meneliti irisan tipis gabus dengan menggunakan mikroskop yang dirancangnya sendiri. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh 2 orang ilmuwan dari Jerman yaitu Matthias Schleiden (ahli tumbuhan. 18041881) dan Theodor Schwann (ahli hewan. Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman.protozoa) atau terdiri dari banyak sel (multiselular). beberpa fungi dan protozoa) beradaptasi dengan . dan dijadikan dasar untuk klasifikasi mahluk hidup. c. Perkembangan mikroskop selama hampir 200 tahun berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk meneliti susunan tubuh makhluk hidup. mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru. Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti tercantum pada Tabel 1. Pada organisma multiselular terjadi pembagian tugas selsel penyusunnya. Sel-sel prokariota (organisme bersel satu seperti bakteri. 1810-1882). Kata sel berasal dari kata Latin ce lulae yang berarti 'kamar-kamar kecil Kemudian seorang ahli mikrobiologi yaitu Anton van Leeuwenhoek melakukan pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik (mikroba) dan hasil pengamatannya menemukan ada "kehidupan di dunia lain" yaitu kehidupan mikroba (organisma yang berukuran kecil) yang belum pernah dilihat oleh manusia. Rudolf Virchow. Pada tahun 1665. Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun dari sel. namun proses evolusi yang dialami oleh masing-masing kelompok organisme (Phylum) memiliki kekhususan tersendiri. Penemuan ini menjadi dasar bagi perkembangan bidang biologi yang penting saat ini yaitu mikrobiologi (ilmu yang mempelajari perkembangan dan pertumbuahan mahluk hidup yang berukuran kecil / mikroba). Struktur dan fungsi-fungsi sel semua organisme hampir sama.

Perbedaan Sel Tumbuhan Dan Hewan. Bentuk sel tidak tetap Bentuk sel tetap. Mempunyai dinding sel Tidak mempunyai dinding sel Mempunyai klorofil Mempunyai vakuola atau rongga sel yang besar. Tabel 2. Di dalam sitoplasma terdapat berbagai organel. sitoplasma. Sitoplasma dan nukleus secara bersama-sama dan berkelanjutan membentuk protoplasma. Struktur sel Struktur sel mahluk hidup pada umumnya minimal terdiri dari organelorganel membran sel. (fleksibel/ lentur). alga dan prokariota mengembangkan dinding sel sedangkan sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Ukuran sel lebih kecil.1. Tidak mempunyai klorofil Tidak mempunyai vakuola. Sel tumbuhan Sel hewan Ukuran sel lebih besar.kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota (organisme yang mempunyai inti sel yang dikelilingi membran inti) beradaptasi untuk hidup saling berinterkasi dengan organisme lain sehingga menjadi suatu organisasi mahluk hidup yang sangat harmonis. Beberapa organisme prokariot memiliki flagella pada selnya untuk memudahkan pergerakan. d. dan inti sel atau nukleus. walaupun . Sel tumbuhan.

terkadang beberapa sel hewan uniseluler memiliki vakuola Teknik Pembenihan Tanaman 8 .

Menyimpan energi dalam bentuk granul (seperti biji) berupa kanji. Hampir semua kegi-atan metabolisme berlangsung di dalam ruangan berisi cai ran kental ini. Sitoplasma Fungsi utama sitoplasma yang berupa cairan kental adalah menjamin kelangsungan hidup sel (metabolisma). dalam kondisi normal. Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). Perbesaran 400 kali (Nurwardani. Membran sel embran sel adalah suatu selaput tipis yang membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar. Gambar 2. O leh sebab itu. membran sel selalu melekat pada dinding sel sebagai akibat adanya tekanan turgor dari dalam sel. membran sel bersifat ' selektif permeabel'. Memban sel secara otomatis dapat menentukan bahan-bahan tertentu saja (nutrisi yang dibutuhkan untuk kehidupan sel) yang dapat masuk k e dalam dan keluar dari sel. 2). Pada sel tumbuhan.2005) 1). Menyimpan makanan dalam bentuk granul (seperti biji) yaitu glikogen. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayanglayang (terapung) dalam cairan kental (be .2.(tetapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan).

Cairan yang mengisi vakuola ber-beda-beda. 4). Sel memiliki organ yang disebut organel . Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik (suatu proses yang memerlukan protein spesifik sehingga mempercepat berlang-sungnya suatu proses metabolisme). 3). yang fungsinya yang berbeda -beda. paru-paru dan lambung. Sel ain organel. daun. khloraplas (organael khusus yang hanya terdapat dalam sel tumbuhan). namun tidak homogen) yang disebut matriks.rsifat koloid. Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi pada sitoplasma. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim). serta reaksi terhadap rangsang. terdapat pula vakuola. Di dalam nukleus terdapat nukleolus. mi tokondria. sehingga disebut pula 'cairan sel'. retikulum endoplasma. N ukleus Nukl eus mengendalikan kegiatan yang terjadi pada sitoplasma. bunga dan buah. respirasi (perombakan energi dari proses pernafasan). Va-kuola memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair. Organel-organel dalam sel akan menjalankan banyak fungsi kehidupan seperti sintesis bahan. batang. Demik ian pula dengan sel. tergantung letak dan fungsi sel. benda golgi dan berbagai produk sekunder lain. Tumbuhan mempunyai organ se-perti akar. Or ganel Manusi a memiliki banyak or-gan yang berbeda seperti jantung. penyimpanan.

Teknik Pembenihan Tanaman 9 .

Peroksisom . hingga lebih mudah untuk menembus tanah. . Akar tumbuhan memiliki sifat-sifat sebagai berikut. Retikulum endoplasma. Pada umumnya akar tidak berbuku-buku. Akar tidak berwarna hijau. Selanjutnya. Gambar 2. . Mitokondria.4. Berikut adalah macam-macam benda dalam sel (khususnya sitoplasma) yang digolongkan sebagai organel: . Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah.(berarti 'organ kecil'). tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah cepat jika dibandingkan dengan bagian di atas permukaan tanah. Badan golgi atau benda golgi atau diktiosom.3. Vakuola Gambar 2. 2005). Sel tumbuhan dan berbagai organel sel ( Encarta. biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuningkuningan. Akar Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan. ujung akar sering-kali meruncing. Pada ujungnya akar selalu tumbuh. . . Plastida (hanya sel tumbuhtumbuhan dan sejumlah alga). . Ribosom. dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop). e. tidak beruas dan tidak menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainya. selalu tumbuh ke arah yang berlaw anan dengan udara dan cahaya. Akar tanaman yang dibudidayakan secara .

Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. untuk menyerap air dan zat-zat nutrisi (makanan tanaman) yang terlarut di dalam air tanah atau larutan hara tanaman. atau stek). Walaupun terkadang.hidroponik Fungsi akar bagi tumbuhan ada-lah memperkuat berdirinya tum-buhan.. Akar tanaman kadang-kadang berfungsi sebagai tempat untuk penimbunan makanan. tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan. mengangkut air dan zat-zat makanan yang telah diserap ke bagian tubuh tumbuhan yang memerlukan nutrisi. Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Akar serabut. tumbuhan dikotil tersebut dikembang-biakkan secara vege-tatif seperti cangkok. Teknik Pembenihan Tanaman 10 . Secara umum. ada dua jenis akar yaitu: 1).

f. Batang Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting. Akar banir ialah akar yang banyak terdapat pada tumbuhan tropik. Modifikasi akar Akar tumbuhan sering kali mengalami perubahan bentuk (modifikasi) sesuai dengan fungsi dan kondisi lingkungan serta jenis tumbuhannya. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut : . Fungsi utama akar tunggang adalah untuk menyimpan makanan. akan tetapi selalu bersifat aktinomorf. Ada beberapa jenis modifikasi akar.2). d). a). Kedudukan batang bagi tubuh tum-buhan. Batang tanaman umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. c). Akar gantung yaitu akar yang sepenuhnya berada di atas tanah. Akar tunggang. dan Soneratia b). antara lain sebagai berikut. . 3). Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. khususnya ke atas air seperti pada tumbuhan mangrove dari genera Avicennia. Akar gantung. Akar banir. Akar napas. Akar nafas yaitu bagian akar yang naik ke atas tanah. Akar penghisap akar pengisap ialah akar yang terdapat pada tumbuhan jenis parasit seperti benalu. batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Akar gantung terdapat pada tumbuhan epifit seperti anggrek.

tidak akan di-gugurkan (digantikan dengan yang lebih muda). Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. . . Masing-masing ruas dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku batang terdapat daun. g. bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas. kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil. Ketebalan daun pun beragam ada tipis. . sedang atau tebal. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat (dapat membuat energi untuk kehidupannya). namun biasanya berupa helaian. Daun Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh pada batang. Bentuk daun sangat beragam. Batang selalu bertambah pan-jang di ujungnya. misalnya rumput dan pada saat batang masih muda. ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Bentuk dasar daun membulat. Batang tanaman membentuk percabangan dan selama hi-dup tumbuhan.. kecu-ali tumbuhan yang umurnya pendek. dengan vari-asi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Batang tanaman pada umum-nya tidak berwarna hijau. Teknik Pembenihan Tanaman 11 . Batang biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop) . Batang tanaman terdiri atas ruasruas. umumnya berwarna hijau dan berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari melalui fotosintesis. oleh sebab itu sering dikatakan.

Anatomi daun adalah sebagai berikut: . . Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis bawah. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan . . .Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus). biru. misalnya karoten (berwarna jingga). Tempat terjadinya fotosintesis. Epi-dermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. tergantung derajat keasaman). Daun tanaman berfungsi sebagai: . atau ungu. Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah men-jadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur). . . Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang berongga. Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis . Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain. xantofil (berwarna kuning). Alat perkembang-biakkan secara vegetatif (seperti tunas daun cocor bebek yang dapat digunakan sebagai bahan un-tuk perbanyakan tanaman secara stek daun). Daun tumbuhan sukulen (mengandung air dalam jum-ah yang banyak) atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air. Sebagai organ pernapasan (pada daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menye-leksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam foto-sintesis. dan mengakibatkan daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. dan antosianin (berwarna merah. Tempat terjadinya transpirasi. Tempat terjadinya gutasi.

dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). .cadangan makanan. . Stoma pada daun identik dengan hidung manusia. Selain stoma. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis karena mengandung klorofil. Teknik Pembenihan Tanaman 12 . tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang. Stoma terletak di epidermis bawah. Kemudian stoma akan mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma (jamak: stomata) ber-fungsi sebagai organ respirasi. Sedangkan floem ber-fungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan. Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2.

6 Irisan melintang batang tanaman dengan struktur jaringan pengangkut a ir dan hasil fotosistesis.5 Berbagai bentuk batang dari berbagai jenis tanaman Gambar 2.7 .Gambar 2. Daun segar membutuhkan cahaya untuk melangsungkan proses fotosintes is (kiri) dan daun tua telah kehilangan klorofil karena proses penuaan (kanan) Teknik Pembenihan Tanaman 13 . Gambar 2.

Model irisan melintang daun tumbuhan h. untuk membentuk zigot. Pada biji yang sedang berkembang. Buah dan biji Buah pada umunya merupa-kan organ tanaman tempat me-nyimpan benih dan hasil foto-sintesis. Tabungsari akan tumbuh dan menembus tangkai putik (style). Gambar 2.8. Perkembangan biji akan diakhiri dengan pemben-tukan integumen pada jaringan ovari induk. mahkota bunga. Di tempat tersebut sel jantan bertemu dengan sel telur. perkembangan em-brio didahului oleh pertumbuhan endosperm. sebagai contoh adalah cornifera mempunyai benih telanjang pada suatu bentuk spesifik berupa cone. Biji akan tumbuh dan berkembang sampai menjadi bentuk yang sempurna dan memenuhi standar untuk menjadi benih. tangkai putik. Biji sebagai calon benih yang pada umumnya berada di dalam buah terbentuk melalui proses berikut: setelah tepung sari mendarat dengan tepat pada kepala putik.kepala putik kelopak bunga. sel telur. putik. Tidak semua biji tanaman dihasilkan dari bunga.9 Bunga tumbuhan yang sempurna memiliki bagian bunga sebagai berikut tangkai bunga. benang sari. Pembuahan adalah permulaan dari pertumbuhan ovari yang cepat dan selanjutnya berkembang men-jadi biji. i. dan serbuk sari Teknik Pembenihan Tanaman . Zigot akan tumbuh menjadi embrio biji. maka dengan segera dan secara bersam-sama jaringan pembuahan tersebut akan menye-rap air dan nutrisi tanaman berupa gula dan akan membentuk tabung sari. menuju kje arah kantung lembaga.Gambar 2. Bunga Bunga adalah organ reproduksi pada sebagain besar tumbuhan yang sering memproduksi buah yang mengandung biji sebagai calon benih.

14 .

sedangkan untuk biji dikotiledon terdiri dari kulit biji (testa) dan embrio (dua kotiledon. Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung air akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit. mega gametofit. endosperm. lemak dan protein. embrio yang terdiri dari kotiledon dan calon akar). Benih yang sedang berkecambahan sangat peka ter-hadap penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat memerlukan perlindungan (proteksi). Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet. dan organisme pengganggu tanaman. kotiledon. . Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination).2 Anatomi dan Morfologi Biji Tumbuhan Biji yang memenuhi kriteria ter-tentu dapat dijadikan benih. Pada biji monokotil. Cadangan makanan dalam benih adalah karbohidrat. Gambar 2. calon akar dan calon daun pertama) Untuk memperjelas gambaran proses perkecambahan biji dapat dilihat pada gambar perkecambahan biji tembakau (Nicotiana tabacum). Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkem-bangan bibit. dan embrio.10. Pada biji tanaman Gymnospermae.2. Naungan berfungsi seba-gai pelindung kecambah dan bibit muda dari sengatan sinar mata-hari. Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm). morfologi biji terdiri dari kulit biji. morfologi biji terdiri dari kulit biji (testa).

Pada beberapa spesies walaupun kondisi di atas terpenuhi tetapi biji tidak dapat berkecambah. Teknik Pembenihan Tanaman 14 . adanya persediaan oksigen dan air. suhu menguntungkan. Biji-biji kelompok ini umumnya beasal dari daerah beriklim sub tropis.3 Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan Biji dari berbagai spesies tumbuhan akan berkecambah apabila. Periode dormansi yang telah dilewati akan menyebabkan perkecambahan biji pada kondisi suhu yang optimal. persediaan oksigen memadai dan kelembaban media tumbuh cukup dan kontak secara langsung dengan biji. Hal tersebut disebabkan oleh belum tuntasnya masa dormansi (istirahat) biji tersebut.Biji tanaman yang terbentuk dari hasil pembuahan (bertemunya putik dengan serbuk sari dan berkembang menjadi zigot) 2.

A.2004). C. mikropilar endosperm menyelimuti ujung radikula (calon akar). m ikropilar kulit biji terluar akan merekah sehingga memudahkan endosperm menembus kulit biji. Pada saat enam jam ke tiga. radikula mulai keluar dari biji. Teknik Pembenihan Tanaman 15 . ( (Muller et..al. Enam jam pertama. Pada saat ena m jam kedua.11 Morfologi benih tumbuhan Gambar 2. mikropilar endosperm akan menye limuti radikula pada saat 60 jam setelah perkecambahan (ABA menghambat mikropilar menyelimuti radikula).Gambar 2. B.12 Tahapan perkecambahan benih tembakau (Nicotiana tabacum). Pada penambahan hormon ABA. D.

Pada saat protoplasma sel menyerap uap air. Oksigen bebas sangat diperlukan untuk respirasi yang akan menghasilkan enerji yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Dengan segera air memasuki sel-sel jaringan lembaga dan endosperma. Hormon . Kandungan air dalam sel benih akan naik dari tingkat praperkecambahan sebesar 8-14% menjadi lebih dari 90%. Kondisi inipun akan mempertinggi kemungkinan benih terserang oleh organisme pengganggu tanaman. kondisi kelebihan air akan menyebabkan oksigen keluar dari dalam sel dan benih tidak dapat berkecambah. benih mengabsorpsi air sehingga benih menjadi menggembung dan kulit biji pecah. Benih harus mendapatkan jumlah air yang tepat untuk berkecambah. Sebaliknya jika kelembaban media kurang optimal benih tidak akan dapat menguraikan cadangan makanan dalam biji (jaringan endosperma) sehingga epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh dan berkembang. terutama dari golongan bakteri dan fungi.Perkecambahan dapat terjadi walaupun tanah atau media semai tidak mengandung unsur hara karena di dalam biji sudah mengandung cukup persediaan makanan agar lembaga dapat tumbuh selama masa persemaian. Kelembaban media tanam yang terlalu berlebihan akan menghambat proses perkecambahan. Benih akan berkecambah. maka berbagai proses kehidupan akan berlangsung. Suhu yang paling optimal untuk perkecambahan biji adalah 15-38oC. setelah keluar kotiledon harus ditambahkan air dan beberapa unsur hara pada media tanamnya. Dalam keadaan yang menguntungkan untuk proses perkecambahan. dan akan mengakibatkan benih mati atau tumbuh tidak normal. Ketidak-tersediaan oksigen akan memperlambat atau mencegah perkecambahan benih.

akar-akar primer akan tumbuh dalam 36-96 jam. Ujung hipokotil muncul melalui suatu celah pada kulit biji. sehingga dapat mensuplai epikotil tumbuh dengan baik dan akan menjadikan calon batang pertama. kemudian tumbuh dan berkembang agi menjadi akar tersier. kemudian protoplasma yang baru akan terbentuk. Akar primer akan menyerap air dan unsur hara dari tanah. Ketika terjadi proses pencernaan cadangan makanan pada biji. respirasi dan asimilasi nutrisi ke dalam protoplasma. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketebalan dan struktur kulit biji dan masa dormansi biji. Akar primer yang tumbuh akan mengasilkan akar-akar sekunder. maka sel-sel pada ujung epikotil dan hipokotil mulai membelah dan membentuk sel-sel baru. produksi protoplasma. Dalam proses ini pertumbuhan Teknik Pembenihan Tanaman 16 . Akar ini mempunyai panjang 2 cm atau lebih.pertumbuhan dan perkembangan seperti asam indol asetat akan mulai berfungsi. Dari epikotil akan tumbuh batang yang akan menghasilkan daun-daun serta berbagai cabang. Hormon ini mengatu pertumbuhan dan perkembanga hipokotil dan epikotil. dan proses-proses pertumbuhan lainnya. Ujung hipokotil tumbuh menjadi akar primer. Sel-sel ini mulai membesar pada saat menyerap air. dalam kondisi lingkungan yang paling baik. Tingkat perkecambahan biji sangat bervariasi. Sumber makanan yang tersimpan dalam endosperma dan kotiledon akan segera diproses melalui respirasi sehingga menghasilkan enerji kimia yang penting untuk pembelahan sel. Kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman dewasa.

.

Salah satu contoh IAA adalah giberelin. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk pertumbuhan normal adalah tersedianya enerji kimia yng berasal dari proses respirasi. sel dan jaringan yang sudah matang tidak akan membelah diri lagi. sehingga sel akan membesar dan menjadi jaringan tanaman. Pada umumnya. unsur hara. Tumbuhan yang sedang tumbuh harus memiliki protein dan senyawa organik lain untuk membangun protoplasma. jaringan pembuat makanan.akan melibatkan pembuatan sel-sel baru dari sel-sel yang sudah ada sebelumnya. floem. Pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dikendalikan secara umum oleh hormon yang disintesis oleh tumbuhan dan terdapat pada semua jaringan. Sel yang baru terbentuk dengan cepat akan meningkat ukurannya karena adanya asimilasi makanan ke dalam protoplasma. Tumbuhan ini harus memiliki selulosa dan beberapa senyawa organik untuk membentuk dinding sel. gugurnya daun dan jatuhnya buah. Selama masa . pertumbuhan buah dari bakal bunga menjadi bunga dan buah. tumbuhan memerlukan air. akan tetapi proses kehidupan yang terjadi hanya mempertahankan ciri spesifiknya serta fungsinya sepanjang masa hidup tumbuhan. Fase pertumbuhan yang berikutnya perkembangan sel. karbondioksida dan oksigen. yaitu dengan ditandai terbentuknya jaringanjaringan baru seperti silem. interaksi timbalbalik tunas dan berbagai pertumbuhan lainnya. serta cahaya. jaringan penguat. Selama masa pertumbuhan dan perkembangan. Hormon pertumbuhan IAA (Indol Acetic Acid) berfungsi dalam pembesaran sel. Disamping itu terdapat proses pembesaran sel yang baru terbentuk. dan jaringan peyimpanan.

A. Proses perkembangbiakan secara generatif dimulai dari terjadinya pertemuan butir-butir serbuk sari dengan putik.tersebut. Proses benih berkecambah. Bibit. Tumbuhan dewasa. organ-organ vegetatif seperti daun. D. Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. C. Organ generatif tumbuhan yang minimal adalah terdiri dari benang sari dan putik. B.kemudian menjadi bakal biji yang terletak dalam bakal buah. Di dalam putik. Kondisi ini menandai adanya calon generasi tumbuhan berikutnya. butiran serbuk sari membentuk tabung. Tumbuhan sanesen (tua) Teknik Pembenihan Tanaman 17 . Gambar 2. dan cabang tumbuhan akan tumbuh dan berkembang sampai akhirnya terbentuk organ generatif. batang.13.

Teknik Pembenihan Tanaman 18 . Proses pertumbuhan dan perkembangan biji (fase haploid) serta proses penyerbukan (fase diploid).14.Gambar 2.

Sel tumbuhan .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 2. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman meliputi: proses benih berkecambah. Bunga . Daun. Perbedaan sel tumbuhan dan hewan. pertumbuhan dan . Bagian-bagian biji monokotil. Bagian-bagian biji dikotil. . . 3. . Anatomi dan morfologi tumbuhan Anatomi dan morfologi biji tumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan . siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. . Anatomi dan morfologi tumbuhan 2. Anatomi dan morfologi biji tumbuhan. . . Batang . . Tahapan perkecambahan. Struktur tubuh tumbuhan. Akar. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Buah dan biji. .

Amati proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman tanaman padi 2. SOAL: 1. Gambarkan bagian-bagian biji tumbuhan TUGAS: 1. Teknik Pembenihan Tanaman 19 . Jelaskan dengan ringkas tentang perbedaan dan persamaan sel tumbuhan dan hewan 2. tumbuhan tumbuh dewasa dan proses sanesen (tua). Kelompokkan tumbuhan atau tanaman yang mana yang termasuk dikotil dan mookotil. Lakukan observasi di lingkungan sekolah terhadap 20 jenis tumbuhan.perkembangan bibit.

Pada kegiatan usaha pembenihan tanaman terdapat beberapa prinsip dasar yang selalu digunakan oleh setiap industri pembenihan yaitu: 3. K3 bertujuan untuk mencegah. dan tahan terhadap hama dan penyakit. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Oleh sebab itu dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu : .1. norma keselamatan dan . . dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. norma kerja nyata. lingkungan hidup. Dasar-dasar Pembibitan dan Produksi Benih Tanaman. Keturunan tanaman yang berasal dari proses pembenihan vegetatif dari dua induk yang mempunyai keunggulan. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Menurut Konradus (2003). Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen untuk memproteksi pekerja.2.BAB 3. Keduanya dapata memadukan dua keunggulan tersebut sehingga mempunyai sifat-sifat lebih baik dari kedua induknya disebut bibit unggul. . Teknik pembenihan vegetatif tanaman bertujuan untuk menghasilkan individu keturunan tanaman yang mempertahankan sifat baik dari induknya. perusahaan. mengurangi. Dalam hal ini ada 3 norma yang harus diperhatikan yaitu: . bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Investasi modal usaha. Pencegahan merupakan cara yang paling efektif. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. norma kesehatan.

(benih unggul) . Distribusi produk . Sertifikasi . Penggudangan . . Penelitian dan pengembangan produk Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja. Pemeliharaan pesemaian . Pengujian kualitas produk . Pemahaman K-3 . penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman seperti: .. Penyiapan alat-alat produksi benih dan quality control product . Penanaman . Investasi bahan tanaman unggul aman. Penyiapan tenaga kerja profesional . perilaku yang tidak aman . Pesemaian . Pemeliharaan benih . kondisi lingkungan yang tidak . Pengolahan benih (seed processing) . Pemasaran . Investasi lahan pembenihan. Layanan purna jual .

Teknik Pembenihan Tanaman 20 . tidak memakai alat pelindung diri . tidak mengikuti standar prosedur kerja . tidak mematuhi peraturan . kondisi badan yang lemah Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas.. sembrono dan tidak hati-hati .

dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran. kerusakan jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet. penggunaan alat dan mesin-mesin. menyambung dan lainlain) hal-hal yang harus diperhatikan dalam kesehatan pekerja sama dengan dalam kegiatan teknik perbenihan secara generatif yaitu penggunaan alat mesin serta penggunaan bahan kimia. Penggunaan alat dan mesin-mesin . pemanenan. pesemaian. persilangan. getaran. Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif dengan teknik kultur jaringan terdapat sedikit perbedaan yaitu harus memperhatikan minimal 3 hal dalam kesehatan pekerja yaitu. pembibitan. pengolahan tanah. dan lain-lain.a. penggunaan . pencahayaan (sinar). kelembaban udara. penyakit dan gulma. mencangkok. gangguan pernapasan. Hal yang penting diperhatikan dalam penerapan kesehatan pekerja dalam bidang teknik perbenihan tanaman dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. yaitu penerapan dalam bidang teknik pembenihan tanaman secara secara generatif maupun vegetatif. prosesing benih dan pengemasan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan diupayakan untuk diterapkan yaitu: . Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif baik secara konvensional (menyetek. . misalnya kebisingan. Penggunaan bahan kimia . Dalam teknik perbenihan tanaman secara generatif yang pada umumnya terdiri dari kegiatan persiapan lahan. penanganan pasca panen. kerusakan paruparu. kanker kulit. Norma Kesehatan pekerja Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya. K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja. kemandulan. pengendalian hama. penanaman. pengairan. kebutaan. pemupukan.

. regu penolong. ambulance Teknik Pembenihan Tanaman 21 . Pelatihan ini meliputi perawatan luka terbuka. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah tindakan pertolongan pertama. ular. gizi dan air minum. Dalam area di mana pekerjaanterlibat dengan resiko keracunan oleh bahan kimia atau asap. J ika dalam melakukan kegiatan agribisnis perbenihan terjadi kecelakaan harus terdapat alat komunikasi agar dapat dengan segera menghubungi regu penolong seperti rumah sakit. Wadah ini harus ditandai dengan jelas dan tidak berisi apapun selain peralatan PPPK dan semua karyawan harus mengetahui tempat penyimpanan peralatan PPPK dan prosedurnya.bahan kimia dan penggunaan lampu ultra violet dalam persiapan enkas untuk inokulasi bahan berupa sel atau jaringan tanaman. Jika terjadi gangguan kesehatan maka harus ada tempat untuk pelaporan. Oleh sebab itu harus ada pekerja yang terampil dalam prosedur PPPK (Pertolongan Pertama Pada K ecelakaan). penyelidikan dan pemberitahuan penyakit dan kecelakaan kerja A ktivitas perbenihan tanaman pada umumnya dilakukan di lokasi yang agak jauh dari kota. dan resusitasi. maka pelatihan pertolongan pertama harus diperluas melalui konsultasi dengan orang atau organisasi yang berkualitas. pencatatan. tempat berteduh dan perumahan. pelayanan kesehatan kerja . perawatan kesehatan. serangga atau labalaba penggigit atau bahaya spesifik lain. Alat atau kotak PPPK yang dirawat dengan baik harus siap tersedia di tempat kerja dan dilindungi terhadap pencemaran oleh kelembaban dan kotoran.

kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. Fasilitas untuk mencuci dan mengeringkan pakaian . Penerapan keselamtan kerja diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja. Persediaan air bersih yang cukup. harus dipastikan bahwa masukan energi cukup untuk pelaksanaan pekerjaan fisik berat baik karbohidrat. Semua kegiatan perbenihan tanaman harus direncanakan dan diorganisir secara terpadu sehingga dapat mencegah pemborosan dan untuk memastikan . bahan kimia). pemangkasan. prosesing benih dan pengemasan. penanaman . lemak dan protein hewani. Pada suatu lokasi perbenihan tanaman harus diupayakan adanya tempat berteduh dan berlindung.atau dokter terdekat.penyakit dan gulma tanaman). Bila makanan disediakan oleh pengusaha. pengairan. . b. Fasilitas sanitary (ruang cuci. penanganan dan penananam tanaman secara kimia (pemupukan dan pengendalian hama. kamar kecil atau kakus . Selain itu lokasi perbenihan diupayakan agar dekat dengan . Toko barang umum (terpisah dengan bahan mudah terbakar. pancuran. pemeliharaan tanaman tanpa bahan kimia. Toko makanan . Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja. Penerapan keselatan kerja dalam bidang teknik perbenihnan tanaman harus diterapkan dalam setiap aktivitas diantaranya adalah persiapan lahan. Norma Keselamatan kerja Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. pemanenan.

Teknik Pembenihan Tanaman 22 . Penggunaan bahan. mesin dan bahan-kimia berbahaya yang digunakan dalam pembenihan harus: . terutama sekali untuk mengurangi mengangkat dan membawa muatan berat dan untuk mengurangi potensi bahaya yang timbul dari penanganan mesin bertenaga dan dipegang dengan tangan. alat dan mesin dalam teknik perbeniahan diupayakan untuk memenuhi kriteria di bawah ini. Spesifikasi produk atau hasil lain: . Lokasi tempat kerja yang ditunjuk. Spesifikasi untuk metoda kerja yang digunakan: . . Orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mengawasi kegiatan: . pekerjaan manual dan motor-manual perlu didukung dengan mesin. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah adanya keterangan tentang : . Memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana ditentukan dalam standar internasional atau nasional dan rekomendasi. Jika memungkinka untuk dapat dipraktekkan. Semua perkakas. Untuk setiap tugas diupayakan dipilih metoda terbaik dan paling aman. Jenis pekerjaan yang diperlukan . Rencana darurat dalam cuaca buruk atau terdapat masalah dengan peralatan. Tujuan kegiatan .tingkatan monitorung yang tepat sehingga pelaksanaan kerja dapat berjalan dengan aman. Penggunaan alat dan bahan harus dilakukan dengan metoda yang distandardisasi dan telah disetujui. Jadwal waktu untuk kegiatan spesifik: .

pakaian yang sesuai harus digunakan untuk menghindari isolasi panas yang berlebihan dan memudahkan pengeluaran keringat. Pakaian pelindung yang sesuai harus disediakan jika ada suatu resiko radiasi UV atau bahan yang beracun. Digunakan hanya untuk pekerjaan yang telah dirancang atau dikembangkan. . Bila menggunakan bahan kimia berbahaya. Digunakan atau dioperasikan hanya oleh para pekerja yang telah dinilai berkompeten dan/atau memegang sertifikat ketrampilan yang sesuai. . Alat pelindung diri harus disediakan dalam jumlah yang cukup. . . Untuk pekerjaan dalam iklim panas dan kering. c. Operator harus sadar bahwa keselamatan dan kesehatan kerja meruapak hal yang sangat penting. . K3 dalam .. Norma Kerja nyata Norma kerja berkaitan dengan manajemen perusahaan. Alat pelindung diri harus mematuhi standar internasional atau nasional. kecuali jika suatu penggunaan tambahan yang diusulkan telah dinilai oleh seorang yang kompeten yang telah menyimpulkan bahwa penggunaan alat dan bahan yang digunakan adalah aman: . Pakaian harus mempunyai warna yang kontras agar pekerja terlihat dengan jelas. Pakaian kerja harus dibuat dari bahan yang menjaga badan pekerja tetap kering dan berada pada temperatur yang nyaman. alat pelindung diri harus disediakan sesuai keselamatan dalam penggunaan bahan kimia di tempat kerja. Dalam melakukan kegiatan perbenihan tanaman sebaiknya menggunakan pakaian kerja dan alat pelindung diri ketentuan umum untuk pakaian kerja adalah sebagai berikut: .

3. Pengelolaan Alat Dan Mesin Perbenihan Pemeliharaan merupakan suatu penggabungan setiap tindakan atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mempertahankan. bangunan pada kondisi yang dapat diguanakan untuk aktivitas produksi pembenihan tanaman. perusahaan sudah harua membetulkan atau memperbaiki kerusakan. maka beberapa perusahaan saat ini telah Teknik Pembenihan Tanaman 23 . shift. 3. Suatu kerusakan/kegagalan dari alat/peralatan atau mesin mencerminkan metode yang digunakan dalam menjalankan sistim pemeliharaan alat tersebut. mesin. Dalam sistim pemeliharaan yang tradisionil digunakan sistim pemeliharaan dan perawatan yang tidak berencana. Dalam rangka meminimalkan akibat yang merugikan dari gangguan kerusakan alat yang terjadi dalam produksi.aktivitas kerja sehari-hari diterapkan dalam bentuk pengaturan jam kerja. Metode ini dapat mengakibatkan terjadinya suatu kerusakan/kegagalan pengoperasian alat/mesin pembenihan sebelum alat diguanakan dengan optimal. dan lainlain. tenaga kerja kaum muda. pengaturan jam lembur. kerja wanita. analisis dan pengelolaan lingkungan hidup. Pemeliharaan alat merupakan suatu kebutuhan prosedur dalam suatu usaha pembenihan tanamn sehingga prosedur mengendalikan dan administrasi pemeliharaan mutlak diperlukan. Gangguan terhadap aktivitas produksi sering tidak diketahui sebelumnya karena jarang dievaluasi secara menyeluruh dan sulit untuk diperkirakan. atau memulihkan suatu alat.

Pengawasan administratip pada pekerjaan pemeliharaan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. . prioritas perbaikan yang tidak terencana. Pekerjaan-pekerjaan Umum . harus difahami minimal oleh. Operatot persiapan dan penyesuaian mesin-mesin . Keberhasilan suatu skema sistim pemeliharaan yang berencana adalah dengan membuatatau menjaga sistim tersebut sesederhana mungkin dalam prosedur pelaksanaannya dengan melibatkan para petugas lapangan/teknisi dengan kerja keras yang minimum. Prosedur pemeliharaan alat. Supervisor . Pemegang gudang . terutama pada saat perubahan dari sistim pemeliharaan darurat kedalam sistim pemeliharaan yang berencana.menerapkan atau Melaksanakan tindakan-tindakan pemeliharaan yang teratur. Sistim pemeliharaan yang berencana adalah Aktivitas pemeliharaan yang teratur dan dijalankan dengan taat azas. yang selanjutnya lebih dikenal dengan istilah sistim pemeliharaan yang berencana. Pada sistim pemeliharaan yang berencana mengatur kebijakan dalam sistim pemeliharaan suatu perusahaan dengan mengadakan prosedur yang jelas. Operator perubahan dan perbaikan . Pembelian alat pengganti yang terburu-buru. melalui pengawasan dan pencatatan berdasarkan rencana yang telah dibuat terlebih dahulu. Pada sistim Pemeliharaan dan Perawatan yang sifatnya darurat seluruhnya sangat tergantung pada keputusan-keputusan yang diambil. baik dalam segi teknis maupun keuangannya serta mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang objektif berdasarkan standar pemeliharaan alat yang lebih efektif dan efisien. Pembuatan produk . tenaga kerja yang kurang mampu akan menurunkan efisiensi pemeliharaan.

Pemeliharaan yang berencana Pemeliharaan berencana merupakan sistim pemeliharaan yang terorganisasi dan dilaksanakan dengan mantap berdasarkan rencana pengawasan dan pencatatan serta analisa berdasarkan rencana yang telah dibuat sebelumnya. pemadaman kebakaran. b. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan pencegahan merupakan Sistim pemeliharaan yang dilaksanakan atas dasar rencana/waktu yang telah ditetapkan sebelumnya dan bersifat untuk menghindari/mencegah kerusakan. Pemeliharaan perbaian Pemeliharaan perbaikan meruapakan sistim pemeliharaan yang dilakukan untuk memulihkan kerusakan (termasuk penyetelan dan perbaikan) suatu alat. mesin atau bangunan pembenihan tanaman agar dapat digunakan kembali dalam kegiatan produksi benih tanaman . Teknik Pembenihan Tanaman 24 . a. Pemeliharaan berjalan Pemeliharaan sistim pemeliharaan yang dapat dilakukan ketika suatu alat.alat alat pembenihan. . Berikut ini disampaikan beberapa metode pemeliharaan alat yang umum digunakan pada perusahaan pembenihan. Pemeliharaan darurat yaitu suatu tindakan pemeliharaan yang perlu segera ditangani/diselesaikan dengan secepatnya untuk menghindari kerusakan yang lebih parah atau fatal. c. dan pengemudi. mesin dalam keadaan dipakai. Operator keamanan. d.

dan mesin-mesin. termasuk keterangan/data mengenai masingmasing spesifikasi Teknik dan konstruksinya secara terperinci. . mesin. Program Pemeliharaan : Suatu daftar alokasi atau pembebanan dari aktifitas pemeliharaan pada jangka waktu tertentu. mesin dan bangunan: Suatu catatan mengenai penggunaan. . mesin-mesin yang ada serta bangunan dengan semua isinya. Pemeliharaan terbatas (pada saat produksi berhenti) Pemeliharaan terbatas meruapakan sistim pemeliharaan yang hanya dapat dijalankan pada waktu suatu alat. . guna tujuan identifikasi. mesin dan bangunan pembenihan. . . . kejadian dan kegiatan yang terjadi/dilaksanakan terhadap suatu alat. Jadwal Pemeliharaan Suatu susunan/daftar yang komprehensip dari aktifitas pemeliharaan beserta kejadian/ akibat-akibatnya. Inventarisasi pabrik Suatu daftar inventaris dari seluruh fasilitas misalnya : seluruh peralatan. Perbaikan besar : . Laporan Kerja : Suatu pernyataan/catatan tentang kegiatan/pekerjaan yang telah dilakukan serta catatan tentang kondisi-kondisi dari suatu alat. Kartu Kendali alat. Spesifikasi Pekerjaan : Suatu dokumen yang menguraikan tentang kegiatan/pekerjaan yang harus dilaksanakan. . dan bangunan pembenihan dalam keadaan tidak dipakai (proses produksi berhenti).e.

dikuasai dan diimplementasikan yaitu pohon induk. . Pohon Induk dan bibit unggul Pohon induk adalah tanaman pilihan yang dipergunakan sebagai sumber batang atas (entres). . Permohonan Pemeliharaan Salah satu persyaratan untuk perencanaan fungsi pemeliharaan. Pengembangan pemeliharaan alat. Persyaratan pohon induk antara lain adalah memiliki sifat unggul dalam produktivitas dan kualitas tanaman. serta waktu yang diperlukan. 3. seperti tanaman buah yang tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Nama . bahan.Suatu proses pengujian dan pemulihan alat.mesin. mesin dan bangunan pembenihan secara menyeluruh (termasuk perbaikan) Sampai dengan kondisi alat. teknik pembenihan tanaman secara vegetatif. Dalam industri pembenihan minimal terdapat enam kompetensi teknik yang harus difahami. mesin dan bangunan pembenihan merupakan tahap-tahap yang harus difahami oelh semua operator pembenihan yang terlibat dalam kegiatan produksi benih. tenaga kerja. baik itu tanaman kecil ataupun tanaman besar yang sudah produktif yang berasal dari biji atau hasil perbanyakan vegetatif.mesin dan bangunan tersebut dapat digunakan. mesin.4. apa yang sedang dikerjakan dan berapa lama setiap tugas/pekerjaan tersebut dikerjakan. alat/peralatan. teknik penyiapan pembibitan. Konsep lain yang penting pada industri pembenihan adalah tentang produksi benih vegetatif. teknik pemilihan memproduksi benih vegetatif dan sertifikasi benih. Perencanaan Pemeliharaan : Prosedur pemeliharaan yang mencakup tugas operator pemeliharaan. adalah mengetahui secara tepat tentang apa yang harus dikerjakan. batang bawah dan batang atas. metode.

Teknik Pembenihan Tanaman 25 .

tempat asal) harus jelas. Pencarian pohon induk untuk mendapatkan jenis tanaman unggul dengan bebeapa cara. sedangkan pada kebun pohon induk dapat berjarak tanam 3x3 m. terutama untuk pohon induk yang akan diperbanyak secara generatif yaitu diambil bijinya.varietas pohon induk dan asal-usulnya (nama pemilik. misalnya untuk tanaman durian. kebun produksi biasanya berjarak tanam 10x10 m. ialah: . sehingga memudahkan pela-cakannya. Kebun pohon induk dengan jarak tanam lebih rapat. stek) dan memenuhi persyaratan sebagai pohon induk. untuk mengetahui kemantapan sifat yang dibawanya. Pertama. Dengan jarak tanam yang rapat dapat diperoleh lebih banyak pohon induk dalam suatu areal yang relatif tidak luas. adalah cara eksplorasi. sambung. Lokasi pohon induk sebaiknya tidak jauh dengan lokasi perbanyakan tanaman. Kebun pohon induk adalah kebun yang ditanami dengan bebera-pa varietas buah unggul untuk sumber penghasil batang atas (mata tempel atau cabang entres) untuk perbanyakan dalam jumlah besar. . susuan. cangkok. untuk memudahkan pelaksanaan perbanyakan bibit. Tanaman yang ditanam pada umumnya adalah tanaman hasil perbanyakan secara vegetatif (okulasi. Ada dua sistem penanaman kebun pohon induk. Tanaman dari biji harus sudah berproduksi minimal lima musim. Kebun pohon induk sekaligus sebagai kebun produksi. yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara melacak suatu tanaman ke daerah sentra budidayanya sampai dengan tumbuhan yang tumbuh liar di hutan. Ditanam dalam kebun yang terpisah dari tanaman lain yang dapat menjadi sumber penularan penyakit atau penyerbukan silang. Tempat tersebut mempunyai ribuan pohon durian yang tumbuh secara .

agar kualitasnya tetap baik. yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mendatangkan atau membawa jenis buah yang terbukti unggul dari daerah atau negara lain. Durian ini adalah juara lomba buah di Jepara dan sekarang sudah ditetapkan pemerintah sebagi durian unggul nasional. dengan cara promosi. dari lomba tersebut muncul durian unggul baru yang berpotensi sebagai pemenang lomba. serta tidak mengandung hama dan penyakit. Masalah lain yang muncul adalah adanya hama dan penyakit yang sebelumnya tidak diketahui di daerah asalnya. Jenis ini rata-rata tidak tahan terhadap penyakit busuk akar dan busuk leher batang atau kanker batang. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Pohon induk pada umumnya dipilih dari bibit-bibit unggul. ialah kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mengadakan kejuaraan buah unggul. tetapi muncul setelah tanaman tersebut ditanam di tempat yang baru. Cara ini merupakan jalan pintas untuk mempercepat perolehan bahan tanaman yang telah diketahui sifat keunggulannya. tanah dan cara budidaya pada tempat tumbuh asalnya dengan keadaan tempat tanam yang baru. Hal yang harus diperhatikan adalah kesesuaian keadaan iklim. Pada tanaman buah sifat unggul ini terutama nilai dari kualitas Teknik Pembenihan Tanaman 26 .alami dan di antara tanaman durian tersebut terdapat beberapa varietas yang mempunyai sifat-sifat unggul walaupun merupakan tanaman dari biji serta tumbuh setengah liar di alam. Ketiga. Contoh yang paling terkenal adalah durian Petruk. dengan cara introduksi. Sebagai contoh adalah durian bangkok dari Thailand yang di-introduksi ke Indonesia seperti Chanee dan Monthong. Kedua.

Kadar air daging : sedikit (kering) . diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim. sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. Ukuran biji : kecil atau sekurangkurangnya kempes . diutamakan dengan rasa khas . sedikit berserat . . Ukuran buah : besar . Tahan terhadap hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. Ketebalan daging : tebal . Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. percabangan merata/simetris. Struktur pohon kokoh. maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) buah tersebut. Rasa daging buah : manis berlemak. Tekstur daging : halus. Warna daging : kuning sampai jingga . Kelompok sifat utama durian unggul adalah . . .buahnya. Bila semakin banyak sifat yang disukai konsumen terkumpul dalam satu buah. Jumlah juring : 5-6 juring sempurna Kelompok sifat menunjang : . Kulit buah : tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak . tajuk bulat. Buah demikian dapat digolongkan sebagai buah unggul. Untuk itu dapat diambil contoh cara menilai buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen. Aroma : kuat merangsang .

Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis tanaman. Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang atasnya. Pemilihan Batang bawah Batang bawah atau rootstock/ understem adalah tanaman yang berfungsi sebagai batang bagian bawah yang masih dilengkapi de-ngan sistem perakaran yang berfungsi mengambil makanan dari dalam tanah untuk batang atas atau tajuknya. . . Adapun Kriteria tanaman yang akan dijadikan batang bawah adalah: . Batang Bawah Dan Batang Atas a. Tanaman dalam kondisi sehat. Penyediaan batang bawah jenis ini bisa dilakukan dalam jumlah banyak. Apabila minimal terpenuhi 70% sifat unggul dari daftar diatas maka bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. . Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis tanaman lainnya. Sistem perakarannya baik dan dalam serta tahan terhadap keadaan tanah . . sehingga relatif lebih tahan terhadap kekeringan. Perkembangan sistem akar lebih kuat dan dalam. maka tanaman demikian tergolong benih yang biasa saja. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. Bila tidak memenuhi 70% persyaratan diatas. 3. Mudah diperbanyak..5. pengairan). sehingga batang bawah ini mampu menyatu dan menopang proses pertumbuhan batang atasnya. Keuntungan batang bawah dari biji adalah: . Pada umumnya batang bawah berasal dari biji. karena memiliki akar tunggang.

Teknik Pembenihan Tanaman 27 .

Proses pembentukan kalus atau penyembuhan luka berlangsung dengan baik. Batang atas ini dapat berupa mata tunas tunggal yang digunakan dalam teknik okulasi ataupun berupa ranting dengan lebih dari satu mata tunas atau ranting dengan tunas pucuk yang digunakan dalam sambungan (grafting). Entres inilah yang disambungkan pada batang bawah untuk menggabungkan sifat-sifat yang unggul dalam satu bibit tanaman. Pertumbuhan yang subur dan sehat akan mempermudah pengelupasan kulit dan kayunya. Perawatan batang bawah meliputi kegiatan pemupukan. karena sel-sel kambium berada dalam keadaan aktif membelah diri. b. Bagian pangkal pohon merupakan bagian yang tertua menurut umurnya. muda (juvenile) dan sangat vegetatif. . Pohon induk mempunyai bagian yang berbeda-beda fase perkembangannya. Karena itu entres sebagai batang atas harus diambil dari pohon induk yang sudah diketahui betul sifat unggulnya. termasuk harus tahan teradap hama dan penyakit yang ada dalam tanah. semakin muda menurut . ·Semakin ke arah ujung ranting. pengendalian hama dan penyakit. adalah calon bagian atas atau tajuk tanaman yang di kemudian hari akan menghasilkan tanaman berkualitas unggul. serta penyiraman. Pemilihan batang atas Batang atas yang biasanya disebut entres (scion).yang kurang menguntungkan. Tidak mengurangi kualitas dan kuantitas tanaman yang disambungkan/ diokulasi. sehingga pada akhirnya keberhasilan sambungan atau okulasinya juga tinggi. tetapi karena terbentuk pada masa awal pertumbuhan pohon tersebut maka selselnya besifat sederhana. Hal ini perlu diperhatikan agar batang bawah tumbuh subur dan sehat.

Pengambilan entres dari pucuk tajuk pohon akan tetap membawa sifat dewasa atau generatif. tetapi sel-sel yang terbentuk paling akhir ini justru bersifat lebih kompleks. sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. . . pertumbuhannya normal dan bebas dari serangan hama dan pe-nyakit . Kriteria tanaman yang dapat dijadikan sebagai batang atas adalah sebagai berikut. Semakin banyak sifat yang disukai konsumen dalam satu tanaman. Rasa daging buahnya manis berlemak. Salah satu contoh adalah cara menilai bibit unggul buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen.umurnya. Tanaman tersebut dapat digolongkan sebagai tanaman unggul. Salah satu sifat unggul pada tanaman. Penyambungan entres dengan batang bawah akan menghasilkan bibit yang sudah membawa sifat dewasa tersebut. . Kelompok sifat utama. dan . maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) tanaman tersebut. Hal ini menyebabkan bibit hasil penyambungan atau okulasi lebih cepat berbuah daripada ta-naman yang berasal dari biji. Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang bawahnya. Cabang dari pohon yang sehat. dewasa (mature) dan siap untuk memasuki masa berbunga dan berbuah (generatif). adalah kualitas buahnya. Cabang berasal dari pohon induk yang sifatnya benar-benar seperti dikehendaki. misalnya berbuah lebat dan berkualitas tinggi. sehingga batang atas mampu menyatu dan dapat berproduksi dengan optimal.

Teknik Pembenihan Tanaman 28 .diutamakan memiliki rasa yang khas.

pengairan). Kulit buahnya tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak. Sifat penunjang yang banyak dijadikan kriteria untuk suatu bibit unggul adalah: Struktur pohon kokoh. . hingga dapat segera disambungkan di kebun pembibitan. diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim. Tahan terhadap serangan hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. Bila tidak memenuhi 70% persyaratan di atas. Warna daging buahnya: kuning sampai jingga.Ketebalan daging buahnya tebal. berjumlah 5-6 juring. . c. Mudah diperbanyak secara vegetatif. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. maka tanaman tersebut tergolong buah yang biasa (kualitas normal). Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis buah lainnya. Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis buah. percabangan merata/simetris. Kelompok sifat penunjang. Juring sempurna. kadar air daging sedikit (kering). Aroma buahnya kuat dan merangsang. Apabila minimal terpenuhi sekurangkurangnya 70% dari sifat unggul dari daftar diatas maka buah atau bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. tajuk bulat. Pengemasan batang atas Tujuan pengemasan adalah menjaga kesegaran bahan batang atas selama mungkin. Ukuran bijinya kecil atau sekurangkurangnya kisut. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. Ukuran buahnya besar. Tekstur dagingnya halus dan sedikit berserat.

Setelah itu dibungkus lagi dengan kantong plastik. Setiap ikatan entres yang telah dipilih kemudian dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu atau kertas koran. Bahan pembungkus yang digunakan harus bisa meredam panas dan sekaligus menjaga tingkat kelembaban entres. Pohon induk yang dipilih untuk sumber entres dapat diproses sebagai berikut: . tetapi jangan terlalu basah. Entres harus disortir atau dipisahkan berdasarkan keberadaan mata tunas. kantong plastik. . Sekumpulan cabang tunggal kemudian diikat dengan karet gelang sebanyak 10-30 entres setiap ikat. Bahan yang biasa dipakai dan mudah didapat adalah kertas koran. Cabang atau ranting pohon induk dipilih sesuai dengan kriteria dan idealnya berdiameter 2-4 cm (tergantung jenis dan kualitas pohon induknya). Kotak kardus atau karton dapat juga dipakai sebagai alternatif. untuk mengurangi kehilangan air dari permukaan daun yang dapat mengakibatkan entres menjadi keriput. . Dari satu ranting dapat dihasilkan 3-5 mata entres yang baik/ produktif. . Bahan ini merupakan peredam panas yang ideal. tergantung dari besar-kecilnya diameter entres. . Dan lebih baik lagi kalau bungkus paling luar adalah pelepah pi-sang. tetapi berupa cabang tunggal sepanjang kurang lebih 20-30 cm.Metode pengemasan calon entres adalah sebagai berikut. kertas tisu. Seluruh daunnya segera dirontokkan. . . daun dan pelepah pisang. karena jaringan batang pisang segar banyak mengandung air dan sekaligus rongga-rongga udara. Bungkus pertama ini perlu diperciki dengan air agar agak lembab. Dengan cara ini. Entres harus tidak bercabang. kesegaran entres dapat bertahan 2 hari.

Teknik Pembenihan Tanaman 29 .

Menyimpan entres di dalam refrigerator (kulkas). Entres jangan dicuci dengan air. perlu memperhatikan suhu dan kelembaban yang rendah. karena akan mengundang datangnya bakteri patogen dan cendawan masuk ke jaringan entres dan kambiumnya cepat tertarik keluar sehingga sering keluar cairan kental dari luka. Jangan melakukan pengambilan cabang entres setelah turun hujan Bila ini terpaksa dilakukan. . G ambar 3. sehingga kulit batang entres tidak akan mengerut dan sulit untuk dikelupaskan dari kayunya. 3.1 . entres sudah membusuk. .6 . segera dikeringanginkan. karena entres akan mengalami kekeringan. . Teknik Penyiapan Pembibitan Tek nik penyiapan pembibitan terdiri dari pembibitan dan teknik pembibitan. Aki-batnya pada saat akan diokulasikan atau disambungkan pada batang bawah. Batang bawah (kiri) danB atang atas (kanan) . Entres harus diletakkan mendatar agar cairan dalam entres tidak bergerak turun akibat gaya gravitasi. Pada waktu diangkut entres yang sudah dibungkus tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan ditaruh di dekat mesin. Kondisi de mikian dapat menarik air keluar dari entres sehingga entres menjadi k eriput dan kehilangan kesegarannya.. maka setelah cabang entres dipotong dari pohon induknya. . a. baru kemudian dibungkus. Batang tanaman sebagai bibit.

1) Sumber untuk pembibitan S umber daya produksi yang paling menentukan keberhasilan pembibitan adalah sumberdaya manusia yang terampil. pestisida dan lain-lain. terutama untuk menghadapi musim kemarau. lokasi pembibitan dan pengelolaan pembibitan. 2) Lokasi pembibitan S yarat lokasi untuk pembibitan adalah dekat sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. Kesulitan memperoleh bahanbahan tersebut akan berdampak terhadap menurunnya mutu bibit yang dihasilkan. atau mahalnya biaya produksi. Selanjutnya. Sumber daya produksi lainnya yang diperlukan dalam pembibitan tanaman antara lain adalah pupuk kandang. Unsur cinta tanaman (hobby) ini penting artinya karena pada hakekatnya tanaman adalah makluk hidup yang memerlukan perhatian k husus. polybag. untuk memudahkan kegiatan pengangkutan keluar dan masuk kebun.Pembibitan P embibitan tanaman pada prinsipnya adalah mengelola sumber pembibitan. pembibitan dekat dengan jalan yang dapat dilewati kendaraan roda empat. Lokasi pembibitan yang terpusat memudahkan dalam perawatan dan Teknik Pembenihan Tanaman 30 . paranet. rajin dan cinta tanaman.

Komposisi media tanam untuk mengisi polybag dapat digunakan campuran tanah. kemudian dipanaskan di atas tungku. Biji akan tumbuh dan berkembang. Lahan diupayakan datar dan berdrainase baik. teduh dan terlindung dari ternak. porous (gembur) dan subur (kaya unsur hara). biji gulma. Drum diisi setengahnya. Ukuran polybag yang banyak digunakan untuk pembibitan ta-naman biasanya berukuran 15X20 cm (diameter x tinggi). murah. mudah didapat. cendawan. Setelah air mendidih pupuk kandang dalam karung bekas dimasukkan ke dalam drum (direbus selama 0. Lakukan sterilisasi pada pupuk kandang sebelum digunakan untuk campuran media. Sterilisasi dapat dilakukan dengan uap air panas atau perebusan dengan menggunakan drum minyak tanah (isi 200 l). Tiga sampai empat bulan setelah penyemian benih untuk batang bawah dan telah tumbuh bibit maka bibit dapat dipindahkan ke polybag berukuran 20x30 cm. 3) Pengelolaan pembibitan a) Media tumbuh dalam polybag Syarat media tumbuh yang baik adalah ringan. Tiga sampai empat bulan berikutnya bibit harus dipindah ke polybag ukuran 30x40 cm. Sedangkan luas lokasi disesuaikan dengan kebutuhan produksi bibit.pengawasan. Hal ini diperlukan karena . Penggunaan media tumbuh yang tepat akan menentukan pertumbuhan optimum bibit yang ditangkarkan.5-1 jam). Biji ditanam pada media pembibitan. bakteri. nematoda dan serangga tanah. Kegiatan ini bertujuan untuk membunuh penyakit. lakukan perawatan pada batang bawah dengan baik sampai batang bawah dapat disambung atau diokulasi (sekitar 3-4 bulan setelah tanam biji). pupuk kandang dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1.

kemudian bibit dimasukkan ke dalam polybag pengganti. bahkan setelah beberapa lama pertumbuhan bibit seolah-olah berhenti. agar media lebih kompak/padat. Naungan juga berguna untuk menciptakan iklim mikro Teknik Pembenihan Tanaman 31 . sehingga kedudukan bibit menjadi kuat. sampai seperempat bagian dari volume polybag. Polybag lama disobek dengan silet atau pisau secara hati-hati agar media tanam di dalamnya tidak pecah atau berhamburan. Bibit diatur agar letaknya tepat di tengah polybag.polybag pertama sudah tidak memadai lagi untuk perkembangan akar bibit tanaman. sedangkan bibit masih belum siap ditanam. Bibit dalam polybag baru disiram sampai cukup basah agar media tumbuh yang baru dimasukkan memadat. b) Cara penggantian polybag Cara mengganti polybag selama proses pembibitan adalah sebagai berikut: Sebaiknya polybag disiram dengan air sebelum dilaksanakan pindah tanam. kemudian perakaran yang sudah mati atau mengering dipotong dengan gunting stek. kemudian media tumbuh yang baru dimasukkan ke dalam polybag baru sampai hampir menyentuh bibir polybag pengganti. sehingga kondisi kesuburan bibit jadi menurun. maka akan mengakibatkan penyempitan ruang tumbuh akar. c) Naungan Naungan pada bibit muda berfungsi untuk: mengatur sinar matahari yang masuk ke pembibitan hanya berkisar antara 30-60% saja. Polybag pengganti diisi media tumbuh yang baru. Jika bibit tetap dipertahankan pada polibag 20 x 30 cm. Media tanam yang lama yang menyelubungi perakaran bibit dikurangi sedikit.

daun kelapa dan sebagainya. memelihara kelembaban tanah. jenis naungan dari plastik gelombang berwarna hijau yang dapat meneruskan sinar sebesar 40-60% (40% untuk naungan plastik yang sudah lama terpasang hingga 60% untuk yang baru dipasang). Kedua. Ada beberapa jenis naungan yang dapat digunakan untuk melindungi pembibitan. Benih tanaman yang mulai berkecambah. Pada rak pemeliharan bibit harus diupayakan adanya ventilasi atau jalan angin di bawah rak bibit dan berfungsi untuk: mencegah penularan bibit penyakit dari tanah yang sering terlontar ke daun bila terkena cipratan air hujan. mengurangi derasnya curahan air hujan dan menghemat penyiraman air. Umur pakainya bisa bertahan lama (3-4 tahun).a.b. sehingga sekali pasang dapat dipakai untuk beberapa kali usaha pembibitan.yang ideal bagi pertumbuhan awal bibit. d. kelebihan .2. Pertama. sehingga menghasilkan sinar masuk sekitar 50%.2. Pemeliharaan bibit Tempat pemeliharaan bibit pada umumnya adalah rak yang terbuat dari bilah bambu atau besi. Dengan adanya naungan akan menghindarkan bibit dari sengatan matahari langsung yang dapat membakar daun-daun muda. Gambar 3. Paranet tipe 55 dan 45 (55% dan 45% sinar yang diteruskan). Efek dari adanya naungan juga akan menurunkan suhu tanah di siang hari. yang disusun sedemikian rupa. naungan paranet dari bahan plastik atau nylon. Benih tanaman yang siap untuk disemai Gambar 3. Jenis naungan ketiga adalah naungan sederhana dari anyaman bambu. Dengan adanya rak bibit.

karena tertahan oleh lapisan mulsa plastik. sehingga media tidak menjadi becek dan kelembaban udara di sekitar bibit tidak terlalu tinggi.air siraman atau hujan dengan mudah menetes ke bawah. sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. Dalam pemeliharaan bibit biasanya dilengkapi dengan alas mulsa plastik. Selain itu. Hal ini penting untuk menghindari pertumbuhan fungi dan bekteri penyebab penyakit. Penggunaan polybag akan menyebabkan pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti apabila terkena udara di lubang dasar polybag dan kondisi sebaliknya akan mengakibatkan pertumbuhan akar lateralnya bertambah. alas mulsa akan mencegah siraman air ke media polybag terus lari ke bawah atau lapisan tanah dibawah polybag. Teknik Pembenihan Tanaman 32 . Pemakaian alas berupa mulsa plastik berfungsi untuk: mengurangi dan mencegah pertumbuhan gulma disekitar bibit tanaman.

Biji dari daging buah dicuci sampai bersih. tidak terlalu kecil. sedangkan yang hampa dibuang. padat (bernas) dengan warna mengkilap atau biji yang sempurna (biji yang bentuknya seragam. 1) Pemilihan biji untuk bahan perbanyakan Mengambil biji idealnya dari buah yang besar dan sehat serta sudah matang penuh di pohon induk yang terpilih dan memenuhi persyaratan untuk dijadikan batang bawah. Gambar 3. Perbanyakan tanaman dengan biji (generatif) terutama dilakukan untuk penyediaan batang bawah yang nantinya akan diokulasi atau disambung dengan batang atas dari jenis unggul. Biji buah yang mempunyai kulit pembung-kus keras seperti pada biji mangga. Biji kemudian dimasukan ke dalam air. Kesulitan dari pengumpulan ini adalah sulit untuk mendapatkan biji yang seragam varietasnya.Pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti karena tidak mampu menempus lapisan mulsa plastik dan sebaliknya pertumbuhan akar lateralnya bertambah. atau membeli biji dari pengumpul biji. Teknik pembibitan Perbanyakan dengan biji. tidak rusak oleh hama dan tidak luka).3 Naungan berupa rumah plastik untuk tempat pemeliharaan bibit tanaman dan usaha pembibitan b. Biji dipilih yang berukuran besar. maka kita dapat mengumpulkan biji buah dari pasar. tidak kempes. tempat sampah. maka kulit pembungkusnya harus disayat dan dibuang untuk memudahkan . Tetapi apabila terdesak dengan kebutuhan biji yang banyak. Perbanyakan dengan biji juga masih dilakukan terutama pada tanaman tertentu yang bila diperbanyak dengan cara vegetatif menjadi tidak efisien (tanaman buah tak berkayu). Hanya biji yang tenggelam yang ditanam untuk bibit. sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. atau sisa kegiatan makan buah yang dimakan sendiri.

sawo dan lain-lain.pertumbuhan akar. Persemaian perlu dinaungi agar tidak terkena sinar matahari langsung dan Teknik Pembenihan Tanaman 33 . Media untuk persemaian harus mempunyai aerasi baik. Biji yang akan disemaikan ditabur merata di atas media. maka akar akan tumbuh lurus dan memudahkan pemindahan bibit ke polybag pembesaran. belimbing. misalnya campuran pasir. Dengan media yang gembur. Caranya biji-biji yang sudah bersih tadi dicelup dalam larutan Insektisida dan fungisida dan direndam ZPT (Atonik 0. lalu ditutup lagi dengan media setebal 1-2 cm dan disiram dengan gembor sampai basah. sirsak. subur dan gembur. 2) Menyemaikan biji dalam wadah persemaian Untuk mempermudah perawatan. Fungsi bahan-bahan tersebut di atas adalah untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah serangan hama serta penyakit saat biji disemaikan. biji disemaikan dalam wadah yang terbuat dari kotak kayu atau plastik dan polybag. pupuk kandang dan sekam yang sudah disterilkan dengan perbandingan 1:1:1. pepaya.1 %) selama 30-60 menit. Setelah dibersihkan biji diberi perlakuan fungisida. Biji yang disemaikan di dalam wadah adalah biji buah berukuran kecil seperti jambu air.

derasnya air hujan. Gambar 3. kemang dan nangka bagian sisi dimana embrio (bakal tunas dan akar) berada di bagian bawah. Bila letaknya terbalik. Setelah itu biji yang berukuran besar tadi ditanamkan dalam larikan dengan jarak 5-7. Untuk menghindarkan jamur dan hama yang dapat merusak biji.5 cm dengan jarak larikan 7. Bak plastik untuk penyemaian benih tanaman 3) Menyemaikan biji dalam bedeng persemaian Bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang tergantung kebutuhan dan arah bedengan diusahakan mengarah ke utara-selatan agar mendapat sinar matahari yang cukup. alpukat. sedangkan untuk durian. maka selanjutnya adalah menyemaikan biji dalam bedengan dengan arah memotong bedengan (lebar bedengan) dibuat larikan sedalam 7. durian. agar tidak kekeringan. Kemudian wadahnya ditaruh di tempat yang terlindung dari gangguan unggas dan se-rangga. Bedengan disiapkan dengan menggemburkan tanah menggunakan cangkul sedalam 25-30 cm. sebaiknya disemaikan dalam bedengan di lapang. Untuk menambah kesuburan dan kegemburan tanah. nangka. Biji yang disemai jangan diletakkan terbalik. Untuk biji mangga bagian perutnya (bagian yang melengkung) menghadap ke bawah. media tempat penanaman tadi disemprot terlebih dahulu dengan fungisida dan insektisida.510 cm. dan lain-lain. Biji tanaman yang besar seperti mangga. maka pertumbuhan akar dan batang akan bengkok dan akan menggangu pertumbuhan bibit . alpukat. kemudian ditutup kembali dengan media disekitar larikan. Setelah bedengan persemaian siap. kemudian tanah dihaluskan.4 . Penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari yaitu pada waktu pagi atau sore hari.5 cm ataupun tanpa jarak (berdempetan). setiap luasan dua meter persegi bedengan dapat ditambahkan masing-masing satu kaleng (isi 18 l) pupuk kandang dan sekam padi yang diaduk sampai rata.

65% atau dapat juga dibuat naungan individu untuk tiap bedengan dengan menggunakan atap dari jerami. Dengan demikian bentuk naungan condong ke arah sebelah barat dengan maksud agar bibit di persemaian cukup menerima sinar matahari pagi. anyaman bambu. Gambar 3. Jika yang digunakan atap bukan dari paranet. bedengan diberi naungan dengan paranet tipe 55%.5 . sedangkan tinggi tiang di sebelah barat adalah 100 cm di atas permukaan tanah. maka tinggi tiang di sebelah timur sekitar 120 cm. Biji yang disemaikan biasanya mulai berkecambah Teknik Pembenihan Tanaman 34 .selanjutnya. atau daun kelapa. Bedengan untuk tempat pembibitan tanaman. Untuk menghindari derasnya air hujan dan teriknya sinar matahari.

yakni tahan terhadap penyakit akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam. okulasi dan susuan. .6. dan penyusuan. Sebagai contoh adalah tanaman manggis asal bibit susuan dapat berbuah lima tahun setelah tanam. Kelebihan bibit vegetatif yaitu kualitas tanaman keturunan mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. Teknik Pembenihan Tanaman secara vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif untuk tanaman yaitu penyetekan. Setelah biji berkecambah dapat langsung dipindah ke polybag ukuran 15x20 cm atau 20x25 cm. biji sudah dapat disambung pucuk ataupun diokulasi. Batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. sehingga menjadi tanaman baru. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. Bibit Kelapa di bawah naungan. pencangkokan. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi perakarannya.(tunas muncul di atas permukaan tanah) antara 1-3 minggu setelah penyemaian. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang kurang aerasi. Pada tiga cara yang terakhir dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. 3. tergantung jenis tanamannya. okulasi. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. penyambungan. Setelah berumur 3-4 bulan. Contoh yang lain aalah bibit durian hasil okulasi dapat berbuah 4-6 tahun setelah tanam. sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. Gambar 3. Cara perbanyakan vegetatif dengan stek pada prinsipnya menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. bibit berumur genjah (cepat berbuah). Dari hasil penggabungan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten.4.

Tanaman ram-butan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam feno-lat yang teroksidasi dapat menim-bulkan pencoklatan (browning). sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien.sedangkan bibit asal biji akan berbuah setelah berumur lebih dari 10 tahun setelah tanam. Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. Perbanyakan vegetatif ada kalanya lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten. Beberapa jenis tanaman tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pu-la. Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. sedangkan durian akan sangat meTeknik Pembenihan Tanaman 35 .

Perbanyakan bibit tanaman dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. Sebagai contoh seorang yang sudah terampil mengokulasi durian. Tanaman baru mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. Ada beberapa keuntungan yang didapat dari tanaman yang berasal dari bibit stek. terutama dalam hal bentuk buah. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. . mudah dan tidak memerlukan teknik khusus seperti pada cara . sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. Bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit.nguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. 1. sehingga menjadi tanaman baru. tetapi kurang praktis. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. . warna dan rasanya. yaitu . Teknik pembuatan stek tanaman Stek (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. ukuran. Perbanyakan tanaman buah dengan stek merupakan cara perbanyakan yang praktis dan mudah dilakukan. Stek dapat dikerjakan dengan cepat. maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit secara massal. walaupun dengan menggunakan cara konvensional a. karena tanaman asal stek tidak mempunyai akar tunggang. Tanaman asal stek dapat ditanam pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal. murah.

saat terjadi angin kencang tanaman menjadi mudah roboh. Cara perbanyakan tanaman dengan teknik stek dapat dilakukan melalui stek batang. 1) Stek Batang Bakalan stek diambil dari batang atau cabang pohon induk yang akan diperbanyak dan pemotongan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. tanaman menjadi tidak tahan kekeringan. Bila kurang tajam batang akan rusak atau memar. antara lain di batang. Perakaran dangkal dan tidak ada akar tunggang. Karbohidrat pada batang berperan sangat penting yaitu sebagai sumber energi yang Teknik Pembenihan Tanaman 36 . Hal ini mengundang bibit penyakit masuk ke bagian yang memar. Sedangkan potensi kerugian bibit dari stek adalah: . Pada saat mengambil stek batang. Pemotongan cabang diatur kira-kira 0. Gunting stek yang digunakan harus tajam agar bekas potongan rapi. stek akar dan stek daun. sehingga bisa menyebabkan pembusukkan pangkal stek.5 cm di bawah mata tunas yang paling bawah dan untuk ujung bagian atas sejauh 1 cm dari mata tunas yang paling atas. Zat hasil fotosintesis akan disimpan dalam organ penyimpanan. . Kondisi daun pada cabang yang hendak diambil sebaiknya berwarna hijau tua. Apabila musim kemarau pan-jang. pohon induk harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang bertunas. Yang dijadikan stek biasanya adalah bagian pangkal dari cabang. Dengan demikian seluruh daun dapat melakukan fotosintesis yang akan menghasilkan zat makanan dan karbohidrat.cangkok dan okulasi.

Selain itu. maka stek bisa langsung disemaikan setelah dipotong dari pohon induknya. Pada saat ini kandungan karbohidrat dan auxin (hormon pertumbuhan akar) pada batang cukup memadai untuk menunjang terjadinya perakaran stek. antara lain jambu biji. Diameter sekitar 1 cm dengan panjang antara 1015 cm. padahal stek yang baik harus tumbuh akar dulu. Cabang tersebut memiliki 3-4 mata tunas. Bisa juga dari bekas potongannya yang mula-mula membentuk kalus. Pada stek batang. Ada beberapa jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan cara stek akar. Bahan . Pada batang yang masih muda.dibutuhkan pada waktu pembentukan akar baru. Biasanya pada kasus ini hasil stekan akan tumbuh tunas terlebih dahulu. pemberian hormon tumbuh dapat membantu pertumbuhan akar (Gambar 9) 2) Stek akar Cara penyetekan ini menggunakan bagian akar sebagai sarana perbanyakan tanaman. jeruk dan kesemek. kandungan karbohidrat rendah tetapi hormonnya cukup tinggi. sukun. tunas keluar dari mata tunas. Untuk tanaman yang mudah berakar seperti pada anggur. Pada stek akar tunas akan keluar dari bagian akar yang mulamula berbentuk seperti bintil. Kondisi batang pada saat pengambilan berada dalam keadaan setengah tua dengan warna kulit batang biasanya coklat muda. Tetapi untuk tanaman yang sulit berakar. Dari kalus ini berubah menjadi tunas atau akar. Oleh karena itu. Stek tanaman ada yang mudah berakar dan ada juga yang sulit berakar. Ukuran besar cabang yang diambil cukup sebesar kelingking. stek yang berasal dari batang yang muda sering gagal. sebaiknya sebelum stek disemai dilakukan dulu pengeratan batang.

Jaraknya 5 cm antar barisan. Stek disemaikan dengan cara tegak atau berdiri. harus diperhatikan agar bagian akar yang dekat dengan pohon atau pangkal akar dipotong secara serong.5-2 cm di bawah permukaan media. Media penyemaian stek akar bisa dari pasir. sehingga stek berada pada kedalaman 1. atau dapat juga dengan dibaringkan. Stek bisa dipindahkan ke polybag setelah lebih kurang 2 bulan. Selanjutnya disimpan di bawah naungan sampai berumur sekitar 6 bulan. 3) Mempercepat pertumbuhan akar pada stek a) Pengeratan (girdling) pada batang Penimbunan karbohidrat pada cabang pohon induk yang akan dijadikan stek dapat dilakukan dengan cara pengeratan kulit kayu sekeliling cabang . akan tumbuh akar yang tumbuh ke arah samping sejajar dengan permukaan tanah. Penyemaian bisa dilakukan di dalam kotak kayu atau di bedeng persemaian. maka stek disusun dalam barisan. Pilihlah akar yang berdiameter sekitar 1 cm. Bila penyemaian dengan dibaringkan. Untuk penyemaian posisi tegak. Setelah 3-4 minggu stek akan bertunas dan berakar. Pada waktu memotong akar. Bagian pangkal yang dibenamkan ke dalam media kira-kira 3 cm atau setengah dari panjang stek. Hal ini diperlukan sebagai tanda agar pada waktu menyemai posisinya tidak terbalik. Bagian dekat ujung akar dipotong secara datar atau lurus. lubang ditutup kembali. Akar tanaman dipotong-potong dengan panjang antara 5-10 cm. Pada akar lateral yang terpotong. Setelah akar diambil. jarak yang direkomndasikan adalah 5x5 cm.stek akar harus diambil dengan cara menggali lubang di sekeliling pokok pohon induk. kemudian stek di tutup pasir.

Teknik Pembenihan Tanaman 37 .

yaitu auksin endogen. . (1) Cara celup cepat (quick dip) . Bisa dengan diikat menggunakan tali plastik atau karet gelang. b) Penggunaan hormon tumbuh Hormon auksin bertindak seba-gai pendorong awal proses inisiasi atau terjadinya akar.000 ppm. . Jarak dari ujung cabang ke batas keratan kira-kira 40 cm. Atau lebih mudahnya menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap untuk digunakan yang banyak dijual di toko pertanian. Bagian pangkal cabang sepanjang 20 cm bisa dijadikan sebagai stek. . Pada cara ini hormon auksin dilarutkan ke dalam alkohol 50%. IAA atau NAA (berbentuk serbuk). Batang-batang stek yang akan diberi hormon disatukan. Konsentrasi yang digunakan berkisar antara 500-10. Selanjutnya bagian pangkalnya sekitar 2 cm dicelupkan selama 5 detik ke dalam larutan hormon. akan tetapi banyaknya auksin yang dihasilkan belum cukup memadai untuk mendorong pembentukan akar. Pada benjolan inilah terjadi penumpukan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber tenaga pada saat pem-bentukan akar dan hormon auksin yang dibuat di daun. Tambahan auksin dari luar diperlukan untuk memacu perakaran stek. Pada dasar keratan akan tampak benjolan atau kalus. Sesungguhnya tanaman sendiri menghasilkan hormon. seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 100-200 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc). Jenis hormon auksinnya bisa IBA. Biarkan cabang yang sudah dikerat selama 2-4 minggu. Setelah terlihat benjolan barulah cabang dapat dipotong dari induknya. Kemudian tambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan. Lebar lingkaran sekitar 2 cm. tergantung jenis hormon dan jenis tanamannya.dibuang secara melingkar.

. tetapi waktu perendamannya lama. Larutan yang sama bisa digunakan berulang-ulang. banyaknya hormon per satuan luas permukaan akan tetap. larutan ditutup kembali agar alkoholnya tidak menguap. Dengan demikian. Naik turunnya penyerapan hormon tidak akan terjadi pada waktu pencelupan. Cara perendaman sebagai berikut. Agar pe-nyerapan auksin berlangsung Teknik Pembenihan Tanaman 38 . Bisa juga dengan konsentrasi 5 ppm. Batang stek direndam dalam larutan auksin kira-kira 2 cm dari bagian pangkal. yaitu 10-24 jam. Umumnya untuk penyetekan tanaman buah digunakan konsentrasi 100 ppm dengan lama perendaman 1-2 jam. . seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 1-2 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc).Cara celup ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: Peralatan yang digunakan lebih sedikit bila dibandingkan dengan cara perendaman. tidak tergantung keadaan lingkungan. Untuk lebih memudahkan dapat menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap pakai dan banyak dijual di toko per-tanian. Konsentrasi auksin yang digunakan berkisar antara 5-100 ppm. Mula-mula auksin (berbentuk serbuk) dilarutkan dalam alkohol 95%. Yang penting setelah digunakan. tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan. Jadi perbandingan dosis auk-sin pada pencelupan dan pe-rendaman adalah 100 : 1. (2) Cara rendam (prolonged soaking) . Kemudian ditambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan.

000 mg pelarut. Jadi jika akan membuat larutan dengan konsentrasi 1. lama perendaman disesuaikan dengan konsentrasi larutan. Setelah itu stek dapat disemaikan dalam media. Ke dalam larutan tersebut ditambahkan talek atau tepung sesuai dengan konsentrasi yang digunakan. Pelarut Alkohol diupayakan untuk diuapkan. .000 mg hormon dilarutkan dalam 1. atau 1 gr hormon ke dalam 1 kg pelarut. Hal ini berguna agar penyerapan hormon berjalan teratur. Setelah diaduk sampai rata.000 cc alkohol 95%.000 ppm tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan.dengan baik. . Pangkal stek kemudian diketuk-ketuk agar auksin yang melekat tidak berlebihan. Perendaman dilakukan ditempat yang teduh dan agak lembab. Pengertian ppm (part per million) artinya 1 bagian hormon dalam sejuta bagian pelarut atau tepung. Pembuatan tepung dengan konsentrasi 1. . . Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut: basahi pangkal stek dengan air.000 ppm. tidak kurang karena pengaruh lingkungan. (3) Cara pemberian dengan tepung tepung (powder).000. Konsentrasi berkisar antara 1. kemudian disentuhkan ke dalam tepung. Untuk proses yang lebih mudah dapat menggunakan hormon tumbuh auksin yang sudah siap digunakan dan banyak dijual di toko pertanian . masukkan 1 kg tepung (talc) dan diaduk kembali. Pada setiap cara diatas konsentrasi dibuat berdasar-kan ppm. Selanjutnya tepung tersebut dikeringkan sampai seluruh alkoholnya menguap.000 ppm dengan cara melarutkan 1 gr hormon dalam 5001. maka 1.000-5. Mula-mula auksin dilarutkan dalam alkohol 95%.

5 cm atau setengah dari panjang stek. Turus bambu yang dibulatkan bisa dipakai atau dapat pula dengan ranting pohon sebesar pensil. sehingga aerasinya baik. Kotak kayu untuk menyemaikan stek bisa dibuat dari papan dengan ukuran panjang 80-100 cm. Setelah itu baru bagian pangkal stek dimasukkan Teknik Pembenihan Tanaman 39 . Media tumbuh dapat menggunakan pasir. Untuk itu perlu menyediakan tempat yang kondisinya sesuai. Ukuran kotak bisa lebih besar atau lebih kecil. terlebih dahulu dibuat lubanglubang kecil pada media. Untuk lebih praktis dapat juga digunakan kotak plastik (box semai) dengan ukuran panjang 35-40 cm. disesuaikan dengan banyaknya stek yang akan disemaikan. Perkirakan jarak lubang sekitar 5x5 cm dan dalamnya sekitar 5-7. 25-27oC. sekitar 70-90%. Kelembaban udara sebaiknya tinggi. lebar 40-50 cm dan tinggi 20-30 cm. atau menggunakan campuran pasir dengan sekam padi dengan perbandingan 2:1. Oleh karena itu media yang digunakan harus cukup gembur. Sebelum stek disemai. Tebal lapisan media antara 10-15 cm. sehingga permukaan media turun dan kompak. Media tersebut dimasukkan ke dalam kotak kayu.dalam bentuk serbuk dengan berbagi merek dagang. Usaha untuk menumbuhkan stek perlu dilakukan pada lingkungan yang mempunyai cahaya baur atau terpencar (difusi). Penyemaian dalam kotak kayu dilakukan dengan rangkaian sebagai berikut. Lakukan penyiraman dengan gembor. Selain itu dalam pembentukan akar stek diperlukan oksigen yang cukup. 4) Persemaian stek Stek yang sudah diberi perlakuan hormon penumbuh akar siap untuk disemaikan. lebar 25-30 cm dan tinggi 10-15 cm yang banyak dijual di toko pertanian. Suhu mendekati suhu kamar.

Bedengan dibuat dengan arah Utara-Selatan agar stek bisa menerima matahari secara baik. Lakukan penyiraman agar media basah. Kotak kemudian ditutup dengan lembar plastik bening atau transparan. Setelah itu batang stek bisa ditancapkan. tunggu beberapa hari lagi sampai kelihatannya berwarna coklat dan stek sudah dapat dipindahkan ke dalam polybag.ke dalam lubang. Bedengan perlu dilengkapi dengan naungan untuk melindungi bibit dari sengatan matahari yang berlebihan. Jarak stek yang disemaikan ialah 5x5 cm. Untuk menghindari adanya tanah yang longsor tepi bedengan bisa dihalangi dengan bilah bambu atau batu bata. Setelah 2-3 bulan stek sudah mulai berakar. Lahan yang akan dibuat bedengan dicangkul sedalam 25-30 cm (sedalam mata cangkul). Jika ingin menggunakan naungan dari paranet gunakanlah paranet tipe 75% (sinar yang masuk ke bedengan sebesar 25%). Penyiraman persemaian harus dilakukan setiap hari sekali atau tergantung keadaan. Untuk menjaga agar kelembaban di sekitar stek menjadi tinggi. Sebaiknya kotak di-taruh pada tempat yang terlindung dari teriknya sinar matahari. daun alang-alang atau jerami padi. Yang pen-ting media persemaian selalu dalam kondisi basah. Apabila batang stek yang akan kita semaikan jumlahnya banyak maka penyemaian bisa dilakukan dalam bedengan. Cungkil stek dengan bilah bambu secara hati-hati agar perakarannya tidak menjadi rusak. Persemaian di bedengan dilakukan sebagai berikut. Tanah lapisan atas ditaburi pasir setebal lebih kurang 5 cm. bedengan disungkup . Selanjutnya persemaian disiram lagi. Bagian media di sekitar stek ditekan perlahan-lahan agar posisi stek tidak goyah. Naungan yang bisa terbuat dari daun kelapa. Ukuran bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan.

Pindahkan polybag stek ke bangunan pembibitan yang bernaungan/ rumah plastik/ rumah kaca. lalu benamkan bibit stek dengan hati-hati pada media tanam dan timbuh bibit stek dengan media tanam yang telah disiapkan kemudian lakukan pemadatan seperlunya agar stek berdiri dengan tegak. memupuk. Standar stek yang siap disapih adalah mempunyai 4-6 daun baru yang sudah mekar dengan sempurna (daun-daun sudah mendapatkan nutrisi dari akar baru yang sudaj tumbuh). . . mengendalikan OPT dan memberi ajir (jika perlu) sampai dengan stek cukup besar ukurannya dan siap untuk dipasarkan. Siapkan media pembibitan dengan komposisi tanah dengan kompos 1:1. Siapkan polybag sesuai dengan ukuran stek (diamter 10-20 cm). . Isi polybag dengan media tanam yang telah disiapkan dan buatlah lubang tanam yang sesuai dengan ukuran bibit stek. maka stek harus disapih/transplanting. . b. . . Setelah ukuran stek memenuhi standar dan mempunyai akar. Pindahkan bibit stek dengan cara mengambil stek beserta akar bibit dan sedikit media stek.dengan plastik transparan. Lakukan pemeliharaan stek dengan cara menyiram . Teknik pencangkokan Teknik Pembenihan Tanaman 40 .

Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan. terdapat juga beberapa kekurangan/ kerugian pembibitan dengan sistem cangkok. Waktu pelaksanaan sebaiknya pada awal musim hujan. maka tanah di bawah bambu yang telah bercampur seresah daun bambu dan sudah membusuk bisa juga digunakan untuk media cangkok. Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja. Teknik ini relatif sudah lakukan oleh petani dan keberhasilannya lebih tinggi. Pada teknik ini tidak ada batang bawah dan batang atas. Kalau disekitar kebun ada tanaman bambu. D isamping keuntungan. Selain itu dengan mencangkok di awal musim hujan akan tersedia waktu untuk menanam hasil cangkokan pada musim itu juga. Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang. Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak c abang yang dipotong. Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering. karena pada proses mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk. Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya. A B C D E F Teknik Pembenihan Tanaman 41 . sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara i ni. Media untuk mencangkok bisa menggunakan cocopeat atau serbuk sabut kelapa ataupun cacahan sabut kelapa. Dapat pula digunakan campuran kompos/ pupuk kandang dengan tanah (1:1).Teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. sehingga cangkokan tidak akan kekeringan.

.

Entres yang sudah tumbuh akar D. Persiapan dan bentuk entres: A. Pan gkal entres berbentuk sisi satu. Pangkal entres berbentuk sisi dua. A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 42 E F . F. Entres siap disemai. B.7. Pangkal entres berbentuk datar E.Gambar 3. Entres dicelupkan ke dal am Zat Perangsang Tumbuh C.

Menyiapkan bahan. C. E.. Persiapan penanaman stek: A. Memangkas daun A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 43 . Menyiapkan bahan stek .Gambar 3.8. Menyiapkan alat. Menyiapkan media. D. Menyiapkan sungkup. F. B.

G H Teknik Pembenihan Tanaman 44 . C. Penamanan stek pada media tanah: A.9. Menyiapkan hormon. Menanam bahan stek bunga soka F.Gambar 3. Menyiapkan batang stek B. E . D. Menanam bahan stek dari tangkai daun. Menanam bahan stek dari cabang mawar. Menempatkan hasil stek.

Balik posisi kantong plastik ke arah berlawanan/keatas. Ukuran diameternya sekitar 0. Jika terdapat kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air atau hormon tersebut ditambahkan pada media cangkok. Cabang kemudian disayat dengan pisau secara melingkar dan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter cabang. Contoh hormon pertumbuhan atau vitamin. Memeriksa pertumbuhan akar dari bibit yang berasal dari s tek. 1) Teknik mencangkok secara konvensional Pertama-tama harus dipilih cabang yang sehat dan kuat atau sudah berkayu. Bunga mawar hasil stek batang siap jual. Memelihara stek.5-2 cm. J. Hasil penyetekan. Selanjutnya bekas sayatan ditutup dengan media cangkok. Sebaiknya warna kulit cabang coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung jenis tanaman. adalah Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Setelah dikerik pada keratan bagian atas diolesi atau-pun tanpa diolesi dengan hormon tumbuh. kemudian diikat dengan tali plastik atau rafia.9 (lanjutan ) G. I. Siapkan dan atur lembaran plastik (kantong plastik yang su-dah dibuka/dibelah) atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di bagian bawah keratan (1-2 cm). H.Gambar 3. media diatur penempatannya agar rata menutupi luka keratan sampai melewati luka keratan . se-hingga akan diperoleh ikatan tali plastik di dalam kantong plastik (ikatan bagian bawah tidak kelihatan dari luar/lebih rapi). Kambium ini dihilangkan dengan cara dikerik dengan mata pisau sehingga bersih atau kering. Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah. tidak lebih kecil dari ukuran pensil. Kemudian kulitnya dikelupas sehingga bagian kambium yang seperti lendir tampak jelas.

Lakukan pengikatan bagian atas dan bagian tengah plastik (kalau dibutuhkan). tanpa Teknik Pembenihan Tanaman 45 . Cangkokan harus dirawat dengan cara disiram secara rutin agar tidak kering atau diposisi atas cangkokan diberi kantong plastik berisi air dengan satu lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes atau irigasi tetes dengan menggunakan potongan batang bambu "bumbung" berdiameter 5 cm diisi dengan air.bagian atas (1-2 cm).

Pada cangkok.1/3 helai daun dari seluruh daun yang ada dengan gunting stek. Daun pada cabang terlihat segar. Apabila akar sudah memenuhi media. perbedaannya adalah media cangkok yang digunakan adalah cocopeat (serbuk sabut kelapa) yang tersedia di toko pertanian atau sabut kelapa yang sudah . Biasanya setelah 2-3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar. Selanjutnya polybag ini ditempatkan di tempat yang terlindung sampai cangkokan menjadi segar kembali (biasanya 3-4 bulan). hasil cangkokan dianggap berhasil. 2) Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik hampir sama dengan cara mencangkok yang normal. akar keluar karena aliran zat makanan (karbohidrat) dan auksin (hormon tumbuh yang mendorong keluarnya akar) mengalir ke bawah melalui kulit kayu (phloem) dan tertahan di bagian keratan sebelah atas. Sebagai media cangkok di polybag bisa digunakan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1: 2. Cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya. Setelah cukup besar cangkokan bisa dipindah ke kebun. Posisi bumbung digantung diatas cangkokan dengan posisi bawah bumbung merapat dengan posisi tengah cangkokan atau ditalikan melekat dicangkokan. Setelah dipotong dari induknya sebagian daun dikurangi untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Potong 1/2 . Pemotongan cangkokan dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau gergaji di bawah ikatan cangkok. Bumbung ini dapat bertahan selama 3 hari. sehingga pada keratan bagian atas ini penimbunan karbohidrat dan hormon jadi meningkat dan berbentuk kalus yang berubah menjadi akar tanaman.dilubangi hanya dikerik/dikupas sedikit bagian kulit bawah yang nantinya dilekatkan diatas media cangkokan. Plastik pembungkus media dilepaskan. Setelah itu cangkok disemaikan dalam polybag.

Tambahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. karena zat tersebut dapat menghambat pembentukan akar tanaman.kita perlakukan sendiri. maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan. Jika kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. . . atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam kantong plastik. Media. Tam bahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. S abut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. Sabut kelapa direndam dalam air. paling lama 1 minggu agar melunak sehingga mudah dipisah-pisahkan dan hilang kandungan zat yang ada di sabut kelapa tersebut. Untuk pemakaian cocopeat tanpa melalui perendaman dalam air (dapat langsung digunakan). maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan. yang digunakan hanya sabut kelapa tanpa kulitnya. . . contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. . Sabut kelapa dikupas atau dipisahkan dengan bagian kulit luarnya yang keras. Perlakuan sabut kelapa meliputi langkahlangkah sebagai berikut. atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di Teknik Pembenihan Tanaman 46 .atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. . serbuk/potongan sabut kelapa kita taruh di wadah.

B. B C D Gambar 3. Pengikat an lembaran plastik di bawah kupasan kulit daun. Teknik pencangkokan konvensional telah selesai. C. Jika kesulitan A mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. Pengupasan kulit batang. Proses pencangkokan secara konvensional. 10 . Pengisian media ke dalam lembaran plastik D. atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. A B Teknik Pembenihan Tanaman 47 .toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. A.

(b) Jumlah tanaman yang kita cangkok bisa lebih banyak per satuan waktu. A.kemudian di-selubungkan secara merata ke keratan batang tanaman. kemudian diratakan hingga diperoleh campuran yang basah. Media cangkok dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg untuk diameter batang yang kecil dan ½ kg untuk diameter batang yang lebih besar (ukuran kantong plastik disesuaikan dengan diameter batang yang akan dicangkok). Pengupasan kulit batang. Dari 2 kg media akan dihasilkan 15-20 media dalam kantong plastik. pada posisi batang tegak memasukkan bebas. Pada batang tanaman dilakukan pengikatan. Media dalam kantong plastik tersebut tahan sampai dengan 1 bulan. C. Cara penggunaan media tersebut tinggal menyobek/ mengiris memanjang satu sisi kantong plastik dan sisi sobekan tadi dimasukkan dari bagian bawah luka bila posisi batang melintang atau datar. Isikan media dan padatkan sampai ¾ plastik. B. Cabang yang sudah dikupas kulitnya di masukan ke dalam kantong media Teknik pencangkokan yang efektif dan efisien telah selesai Contoh penggunaan media: 2 kg serbuk kelapa kering dicampur dengan 1 liter air yang sudah dicampur dengan 1-3 tetes hormon pertumbuhan. Prosesn Pencangkokan konvensional yang dimodifikasi.C D Gambar 3. Dengan teknik ini diperoleh keuntungan antara lain: (a) Pencangkokan lebih cepat dan ringkas.11. kemudian tarik ujung kantong plastik dan ditalikan. agar media berada pada posisi yang benar (letak sobekan menghadap ke atas (bila posisi batang mendatar) dan media rata menyelubungi/ menutup keratan/ luka di batang tanaman). (c) Kita punya persediaan media dalam kantong plastik yang mudah dibawa . Pembukaan kantong plastik berisi media.

kemana-mana dan mudah dipakai sewaktu-waktu. Teknik Pembenihan Tanaman 48 .

Pohon induk untuk cangkokan (kiri) dan cabang yang dapat dijadikan bibit cangkokan (kanan) A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 49 .12 .Gambar 3.

Proses pencangkokan. E.(lanjutan). I. Memelihara bibit dari hasik pencang-kokan melalui keg iatan penyiraman. A. C.13 .13. Membungkus dan mengikat dengan t ali G H I J Gambar 3. D. B. Memberi hormon auxin pada sayatan bagian atas. J. Menyiapkan media pembi bitan. Memelihara cangkokan. H. disiram/disemprot dengan air. pengendalian OPT dn pemberian pupup untuk nutrisi bibit baru hasil cangkok Teknik Pembenihan Tanaman 50 . G.E F Gambar 3. F. Memasang plastik untuk menampung media cangkok. Mengelupas kulit cabang. Memotong hasil cangkok. Membubuhkan tanah sebagai media tumbuh akar. Membuang kambium cabang.

sehingga tidak memerlukan bibit baru dan menghemat biaya eksploitasi. c. Peremajaan tanpa menebang pohon tua. misalnya tanaman melinjo.Gambar 3. Penyambungan batang bawah dan batang atas ini biasanya dilakukan antara dua varietas tanaman yang masih dalam spesies yang sama. Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Mengatur proporsi tanaman agar memberikan hasil yang lebih baik. Tanaman mangga (Mangifera indica) disambung denga tanaman kweni (Mangifera odorata). dihasilkan gabungan tanaman baru yang mempunyai keunggulan dari segi perakaran dan produksinya. juga dapat mempercepat waktu berbunga dan berbuah (tanaman berumur genjah) serta menghasilkan tanaman yang sifat berbuahnya sama dengan induknya. Teknik penyambungan Penyambungan atau enten (grafting) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. Bibit cangkok yang tealah berakar sudah siap untuk dipisahkan dari pohon induk. 1) Manfaat sambungan pada tanaman Manfaat sambungan pada tanaman adalah untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil tanaman. baik itu berupa tunas pucuk atau tunas samping. Bagian tanaman yang disambungkan atau disebut batang atas (scion) dan merupakan sepotong batang yang mempunyai lebih dari satu mata tunas (entres).14. Misalnya penyambungan antar varietas pada tanaman durian. tindakan ini dilakukan khususnya pada tanaman yang berumah dua. Kadang-kadang bisa juga dilakukan penyambungan antara dua tanaman yang berlainan spesiesnya tetapi masih dalam satu famili. .

Pada saat bibit berdiameter 3-5 mm. dan berumur sekitar 3-4 bulan. Agar menghasilkan bibit yang baik disarankan penyiraman dalam jumlah yang cukup (media cukup basah). bibit dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik). sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah. tetapi ada varietas tanaman yang baik khusus untuk batang bawah yaitu durian varietas bokor dan siriwig. karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar.2) Syarat batang bawah untuk sambungan Untuk menyiapkan batang ba-wah dapat menggunakan biji asalan atau "sapuan sehingga menghasilkan batang bawah. Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur : Teknik Pembenihan Tanaman 51 . kambium aktif.

Entres sebaiknya dipilih dari bagian cabang yang terkena sinar matahari penuh (tidak ternaungi) sehingga memungkinkan cabang memiliki mata tunas yang tumbuh sehat dan subur. 3) Syarat batang atas untuk sambungan Batang atas atau entres yang akan disambungkan pada batang bawah diambil dari pohon induk yang sehat dan tidak terserang penyakit. pupuk kandang : sekam padi (1:1:1). tetapi dengan mudah bisa dipotong dengan pisau silet. Bila pada waktunya pengambilan entres. Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel.tanah. atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman maka ukuran polybag semakin besar. Panjangnya kurang lebih 10 cm dari ujung pucuk. Entres dalam keadaan dorman ini bila dipijat dengan dua jari tangan akan terasa padat. keadaan pucuknya sedang tumbuh tunas baru (trubus) atau sedang berdaun muda. Pengambilan entres ini dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau silet yang tajam (agar diperoleh potongan yang halus dan tidak mengalami kerusakan) dan bersih (agar entres tidak terkontaminasi oleh penyakit). setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. Selain itu bila dilengkungkan keadaannya tidak lentur tetapi sudah cukup tegar. Entres yang akan diambil sebaiknya dalam keadaan dorman (istirahat) pucuknya serta tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). Kecuali untuk pengangkutan jarak jauh dalam jumlah banyak maka gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya. maka bagian pucuk muda ini dibuang dan bagian . dengan diameter sedikit lebih kecil atau sama besar dengan diameter batang bawahnya.

4) Tipe sambungan jika ditinjau dari bagian batang bawah yang disambung Ada dua tipe sambungan. untuk durian umur 3-4 bulan.5 cm. Umur batang bawah pada keadaan siap sambung ini bervariasi antara 1-24 bulan. bagian pangkal disayat pada kedua sisinya sepanjang 2-2. Caranya sebagai berikut. Gunakan silet. pisau okulasi atau gunting stek yang tajam agar bentuk irisan menjadi rapi. Manggis pada umur 24 bulan baru bisa disambung karena sifat pertumbuhannya lambat.pangkalnya sepanjang 5-10 cm dapat digunakan sebagai entres. dan sambungan samping. Memilih batang bawah yang diameter batangnya disesuaikan dengan besarnya ba-tang atas. Se-bagai contoh. Sambung pucuk (top grafting) merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian atas atau pucuk dari batang bawah.5-10 cm. Bentuk ini berangsur-angsur hilang bila tanaman menjelang dewasa. sehingga bentuk irisannya seperti mata kampak. sehingga panjangnya antara 7. Batang bawah kemudian dibelah membujur sedalam 2-2.5 cm. berbentuk seperti kipas. Batang bawah dipotong setinggi 2025 cm di atas permukaan tanah. Namun bila diambil dari cabang yang lain. Teknik Pembenihan Tanaman 52 . tergantung jenis tanamannya. maka bibit sambungannya akan tumbuh tegak dengan percabangan ke semua arah atau simetris. Pada durian bila entres yang digunakan berasal dari cabang yang tumbuh tegak lurus. Batang atas yang sudah disiapkan dipotong. mangga dan alpukat umur 3-6 bulan. pertumbuhan bibitnya akan meng-arah ke samping. yaitu sambungan pucuk.

Kantong plastik ini ditarik pelanpelan. batang bawah dan batang atas akan . Untuk selanjutnya kita tinggal merawat sampai bibit siap dipindah ke kebun Tipe sambungan kedua adalah sambungan samping.Terbentuklah pita plastik yang tipis dan lemas. Ukuran batang atas tidak perlu sama dengan batang bawah. Pada batang bawah dibuat irisan belah dengan mengupas bagian kulit tanpa mengenai kayu atau dapat juga dengan sedikit menembus bagian kayunya. Dengan demikian. Pada dasarnya.Selanjutnya batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah. Agar sungkup plastik tidak lepas bagian bawahnya perlu diikat. sehingga panjangnya menjadi 2-3 kali panjang semula. Sambung samping merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian samping batang bawah. Biasanya 2-3 minggu kemudian sambungan yang berhasil akan tumbuh tunas. Batang bawah dipilih yang baik. pita pengikat sambungan baru boleh dibuka 3-4 minggu kemudian. Pada waktu memasukkan entres ke belahan batang bawah perlu diperhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah. Tujuan penyungkupan ini untuk mengurangi penguapan dan menjaga kelem-baban udara di sekitar sambungan agar tetap tinggi. Batang atas dibuat irisan me-runcing pada kedua sisinya. Irisan kulit batang bawah dibiarkan atau tidak dipotong. Namun. Caranya sebagai berikut. Pengikatan dengan tali plastik yang terbuat dari kantong plastik ½ kg selebar 1 cm. Sambungan yang gagal akan berwarna hitam dan kering. pelaksanaan sambung samping sama seperti pelaksanaan model sambung pucuk. Tanaman sambungan kemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindung dari panasnya sinar matahari. Batang atas tersebut disisipkan pada irisan belah dari batang bawah. bahkan lebih baik dibuat lebih kecil. Sisi irisan yang menempel pada batang bawah dibuat lebih panjang menyesuaikan irisan di batang bawah dari sisi luarnya. Pada saat ini sungkup plastiknya sudah bisa dibuka. Sambungan kemudian disungkup dengan kantong plastik bening.

kemudian diikat dengan tali plastik. Kedua lapisan kambium harus diusahakan agar saling bersentuhan dan bertaut bersama. Untuk menjaga agar tidak terkontaminasi atau mengering. sambungan dan batang atas ditutup dengan kantong plastik. Setelah batang atas menunjukkan pertumbuhan tunas. Bilamana sudah dipastikan bahwa batang atas dapat tumbuh dengan baik. kurang lebih 2 minggu setelah penyambungan. Pemotongan perlu dilakukan supaya tidak terjadi kompetisi kebutuhan zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan lanjutan dari batang atas. Teknik Pembenihan Tanaman 53 .saling berhimpitan. kantong plastik serta tali plastik bagian atas sambungan dibuka lebih dulu. Setelah selesai disambung. sampai tautan sambungan cukup kuat. sedangkan tali plastik yang mengikat langsung tempelan batang atas dan kulit batang bawah dibiarkan. bagian batang bawah di atas sambungan dipotong.

Melancipkan 2 sisi pangkal batang atas.A B C D E F G H I Gambar 3. C. B. I. A. D.15. Pembelahan batang bawah. G Sambungan telah diikat. Batang at as siap disambungka. H. Proses pembibibitan tanaman dengan teknik sambungan. E dan F. Pemotongan batang bawah. Sambungan telah jadi dan bertaut ditandai keluarnya kuncup daun Teknik Pembenihan Tanaman 54 . Pengikatan dengan tali plastik. Sambungan diselubungi dengan kantong plastik.

entres (scion) dan merupakan potongan satu mata tunas (entres). Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. berumur sekitar 3-4 bulan. Bagian tana-man yang ditempelkan atau di-sebut batang atas. tetapi ada varietas durian yang baik khusus untuk batang bawah yaitu varietas bokor dan siriwig. kambiumnya aktif. di Kabupaten Bogor. Dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik). Dalam buku ini coba kita kenalkan "Okulasi Cipaku" karena teknik okulasi ini banyak dikembangkan dan digu-nakan oleh petani penangkar bibit di daerah Cipaku dan sekitarnya. Biasanya penangkar bibit melakukan okulasi pada saat batang bawah sudah sebesar ukuran pensil. Disarankan penyiraman cukup (media cukup basah) Teknik Pembenihan Tanaman 55 . karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar. Sedangkan okulasi Cipaku dilakukan pada batang bawah berukuran sebesar pangkal lidi. Batang diupayakan berdiameter 3-5 mm. sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah.Teknik okulasi cipaku ini adalah pengem-bangan teknik okulasi sistem Forkert. sehingga bisa meng-hasilkan bibit lebih cepat dari pada sistem okulasi yang lama.d. 1) Syarat batang bawah untuk okulasi Dapat menggunakan biji asal-an atau "sapuan" untuk mengha-silkan batang bawah. Teknik penempelan tunas (okulasi) Penempelan atau okulasi (budding) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya.

.

Untuk itu perompesan daun harus dilakukan dua minggu sebelum pengambilan cabang entres. Cabang entres untuk okulasi sebaiknya tidak berdaun (daunnya sudah rontok). Besar diameter cabang untuk entres ini harus sebanding dengan besarnya batang bawahnya. 2) Syarat batang atas untuk okulasi Entres yang baik adalah yang cabangnya dalam keadaan tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman harus diimbangi dengan ukuran besar polybag. terutama penyakit . tangkai daun akan luruh dan pada bekas tempat melekatnya (daerah absisi) akan terbentuk kalus penutup luka yang bisa mencegah masuknya mikro-organisme penyebab penyakit (patogen). Untuk meningkatkan kesuburan pohon induk. Syarat lain yang perlu diperhatikan pada waktu pengambilan entres adalah kesuburan dan kesehatan pohon induk. Pada tanaman tertentu sering dijumpai cabang entres yang masih ada daun melekat pada tangkai batangnya. Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur: tanah. Setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm.Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. Entres yang diambil dari cabang yang terlalu tua pertumbuhannya lambat dan persentase keberhasilannya rendah. Kesehatan pohon induk ini penting karena dalam kondisi sakit. Dalam waktu dua minggu ini. pupuk kandang : sekam padi (1:1:1). Kecuali un-tuk alasan pengangkutan jarak jauh untuk efisiensi tempat kita gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya. Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel. biasanya tiga minggu sebelum pengambilan batang atas dilakukan pemupukan dengan pupuk NPK. Warna kulitnya coklat muda kehijauan atau abu-abu muda.

Petani terampil satu bagian silet mampu digunakan untuk 100 s/d 200 kali okulasi sehingga dengan dua bagian silet mampu dihasilkan 200 s/d 400 okulasi dalam sehari (10 jam kerja). silet yang akan digunakan langsung kita belah dua saat masih alam bungkusan kertas. Seorang Teknik Pembenihan Tanaman 56 .0011. Kebersihan alat okulasi. sehingga bila mata tunasnya segera diokulasikan akan mempercepat pertautan dengan batang bawah.sistemik mudah sekali ditularkan pada bibit.00 siang daun mulai layu. sehingga silet kita tetap dalam kondisi bersih satu belahan kita gunakan sedangkan belahan lainnya kita sim-pan untuk pengganti belahan silet pertama apabila dirasa sudah tidah tajam lagi. Perawatan alat okulasi. Diatas Jam 12. Bagian dalam kulit kayu ini (kambium) akan tampak berair. ini menandakan kambiumnya aktif. ka-rena saat tersebut tanaman se-dang aktif berfotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam kondisi aktif dan optimum. 3) Faktor yang menunjang keberhasilan okulasi Waktu terbaik pelaksanaan okulasi adalah pada pagi hari. terhindar dari sinar matahari langsung. antara jam 07. Tetapi ini bisa diatasi dengan menempel di tempat yang teduh.00 pagi. setelah digunakan silet di-bersihkan dan dibungkus lagi dengan kertas pembungkusnya agar tidak berkarat. Entres diambil setelah kulit kayu cabangnya dengan mudah dapat dipisahkan dari kayunya (dikelupas).

00 (4 jam). D.. Mata entres terlepas dengan kayunya. Pengikatan dengan tali plastik.. H. Pengambilan mat a entres dari batang atas. Mata entres terpisah dengan batang atas. Mata entres terlepas tanpa kayunya dan siap ditempel. berumur 3-4 bulan. B C D E F G H I J K Gambar 3.00-17.00-12. I. Setelah 2-3 minggu okulasi sudah dapat dibuka. Arah ikatan dari bawah ke a tas. K Mata tunas tumbuh hasil okulasi Teknik Pembenihan Tanaman 57 . A sehingga 10 jam kerja dalam 1 hari dihasilkan 10x40 = 400 tempelan. G. C. Okulasi dengan menggunakan bibit berdiameter 3-5 mm. A. Pembuatan sayatan di batang bawah. F. Proses pembuatan bibit dengan cara okulasi.00 (6 jam) dilanjutkan jam 13. B. E.16. Kerja mulai jam 06. Menempelkan mata ent res ke sayatan batang Bawah. J.pembibit yang berpengalaman dalam 1 jam mampu menempel sekitar 40 tempelan.

Pembuatan tali plastik dari kantong plastik berukuran ½ kg (12x25 cm) atau 2 kg (20x35 cm). Biasanya kan-tong plastik yang habis kita iris menjadi tali plastik. gerakan batang bawah sekali lagi dengan tangan. agar memudahkan mencari posisi batang yang akan di tempel dan pengerjaan penempelan. Pengirisan dengan silet. Membuat irisan memanjang dengan lebar 0. agar lebih banyak embun/air yang jatuh. Untuk pemula pengirisan plastik bisa beralaskan papan atau kaca. 4) Cara okulasi a) Perlakuan pendahuluan Batang bawah dengan polybagnya dipegang dan diangkat sedikit keatas lalu ditekan miring ke bawah sehingga posisi tanaman dan polybagnya menjadi miring ke arah luar. Biasanya 1 kantong plastik ukuran ½ kg menjadi 12 irisan bolak-balik sehingga menjadi 24 irisan x 3 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 72 tali plastik x ¼ kg (isi 140 lembar) maka dihasilkan 10.-.5-1 cm.080 tali plastik. Gunakan plastik yang tahan santan dan minyak. ¼ kg plastik ukuran ½ kg berisi 140 kantong plastik dan ¼ kg plastik ukuran 2 kg berisi 60 kantong plastik. Membersihkan tali plastik dengan cara dipegang dengan jari direntangkan dan diketek-ketek atau digerakan biar menjadi ber-sih. jangan dilap. sedangkan yang sudah biasa pengirisan kantong plastik dapat langsung di atas paha kita. sedangkan 1 kantong plastik ukur-an 2 kg menjadi 20 irisan bolak balik sehingga menjadi 40 irisan x 4 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 160 tali plastik x ¼ kg (isi 60 lembar) maka dihasilkan 9. yang bergeraknya plastiknya bukan siletnya. Batang bawah dibersihkan dari kotoran/debu dengan cara mengusap . Cara menghitung kebutuhan tali plastik adalah sebagai berikut. Harga 1/4 kg kantong plastik harganya Rp 3.600 tali platik. gerakan ini juga mampu menjatuhkan embun/ air yang melekat di daun. kita gosok-gosokan ke telapak tangan kita biar tidak licin/lebih kesat.000.

sehingga jarak tempat okulasi pertama adalah setinggi sekitar 12 cm di atas batas akar dan batang. Buang daun dibawah posisi Teknik Pembenihan Tanaman 58 .dengan ibu jari dan telunjuk tangan kita pada bagian yang akan dibuat sobekan untuk okulasi. Kalau itupun gagal kita bisa gunakan alternatif dengan teknik sambung pucuk atau kita menunggu tanaman tumbuh lebih tinggi. Tetapi jangan melakukan okulasi 2 atau 3 sekaligus pada tanaman karena itu akan membuat stress tanaman. kalau okulasi ke-2 masih gagal dalam 3 minggu berikutnya kita dapat mengulang untuk yang terakhir kali atau yang ke-3 berjarak sepanjang silet pada sisi yang berlawanan dengan okulasi ke-2 atau sama sisi dengen okulasi ke-1. Panjang silet sekitar 4 cm. Penentuan tempat okulasi. karena bila okulasi pertama gagal setelah 3 minggu kita bisa mengokulasi lagi tepat berjarak sepanjang silet dibawah luka okulasi pertama pada sisi yang berlawanan. buat tempat sayatan/ kupasan/ sobekan setinggi 3 kali tinggi/panjang silet dari batas akar dan batang. b) Pembuatan sayatan untuk tempat menempel entres Bagian batang bawah yang akan dijadikan tempat okulasi harus diperhatikan dengan seksama.

Mudah dikupas (menandakan bawah kambiumnya/ jaringannya aktif). Kriteria mata entres yang baik dari segi pengerjaan dan bentuk: . Mata tunas kecil/dormant/ istirahat (dapat digunakan tapi agak lama melekatnya dan pertumbuhannya juga relatif lama). . Sayatan ini kemudian dipotong ¾ panjangnya atau menyisakan sedikit sayatan (<1/3 bagian) cukup untuk tempat menahan sayatan atau pola mata entres. lalu ditarik ke bawah sepanjang lebih kurang 1. . Penyayatan kulit batang bawah mendatar selebar 3-4 mm dengan 2 atau 3 kupasan. karena yang dilekatkan/yang menjadi faktor penentu tingkat keberhasilan adalah lekatan pola entres bagian bawah rapat dengan pola jendela di batang bawah. Pengambilan/pengupasan pola mata entres dari atas ke bawah. tergantung pada besar kecilnya diameter batang bawah dan diseimbangkan dengan besar kecilnya entres.tempat sayatan. sehingga menjulur seperti lidah. . Mata entres yang besar tapi belum plast/sedang/bentuknya sudah menonjol (terbaik untuk ditempel). atau diameternya sama dengan batang bawah. Atau dengan kalimat lain bahwa yang diperlukan . . . Kelihatan ernas/ sehat/ segar. c) Pengambilan mata entres Kriteria mata entres yang baik dari segi ukuran: . Warna kulit sama dengan warna kulit batang bawah (menunjukkan kesesuaian secara fisiologis).5-3 cm. Diambil dari ranting yang berdiameter 2-4 mm. Mata entres yang sudah plast/mekar (tidak bagus). untuk memudahkan penempelan atau tidak menghalangi pandangan.

5 cm). kemudian membuat kerat-an melingkar mengarah miring ke dalam menghubungkan kedua sisi sayatan bidang pola mata entres. Ukuran sayatan mata tempel sedikit lebih kecil dari ukuran sayatan batang bawah. tetapi lebih sempurna kalau semua sisi menempel rapat (tetapi keadaan tersebut sulit dicapai). yang menjadi perhatian pola Teknik Pembenihan Tanaman 59 . Apabila ranting yang terdapat mata entres terlalu kecil. Tangan kiri memegang ranting yang mau diambil mata entresnya. Setelah sayatan melewati mata entres. sayatan untuk pengambilan entres harus dengan satu gerakan mulus searah dan tidak boleh dengan gerakan terputus-putus. untuk memisahkan mata entres dengan kayu dengan cara mengait pola dengan ujung silet atau dengan kuku jari dengan sontekan halus sehingga terlepaslah kulit yang membawa mata entres dengan kayu dan sayatan kayu tidak terlepas dari ranting. kalau itu terjadi kita masih dapat memisahkan mata entres dengan kayu tersebut dengan sontekan ujung silet yang hatihati.adalah sisi bawah yang bersih. karena syarat mutlak agar tempelan jadi adalah pola mata entres harus melekat/ menempel rapat pada sisi bawah dan salah satu sisi samping.5-1 cm diatas mata entres dan 0. ibu jari tangan kiri menahan ranting dan membantu mendorong ke arah atas saat silet ditangan kanan mulai bergerak membuat sayatan menembus kayu. Kemudian rapihkan irisan sisi bawah entres untuk menghindari irisan sisi bawah entres dari kotoran atau infeksi.5-1 cm dibawah mata entres (sayatan mata entes se-panjang sekitar 1-1. sedangkan sisi atas dan sisi samping lainnya tidak melekatpun tidak apa-apa. panjang sayatan sekitar 0. biasanya sayatan ikut melepaskan kayu terikut dengan sayatan. Batang disayat agak dalam sehingga menembus kayu.

pengikatan dari bawah tempelan melingkar ke atas dimulai sekitar 0. pengikatan dengan hatihati jangan terlalu kencang (mengganggu proses penyatuan batang bawah dan entres). tancapkan dan tekan entres pada sisa sobekan di batang bawah. d) Pengikatan Ambil tali dan tarik tali plastik yang disiapkan untuk pengikatan.5 cm diatas luka sayatan batang bawah. semisal pada durian tidak ditutup tali plastik saat pengikatan. ikat arah menyilang menuju bawah mata entres. c) Menempelkan mata entres ke sayatan batang bawah Ambil sayatan mata entres. lalu kunci ikatan dan tarik tali plastik dan potong/rapikan sisa tali plastik. persen jadinya makin tinggi. ikat bagian bawah mata entres menuju bagian atas mata entres. atau kurang kencang/ kendur (air bisa masuk ke luka tempelan.5 cm di bawah sayatan/jendela. tangkai daun dipotong penuh/biasanya tangkai daunnya sudah tanggal dengan sendirinya bila mata entres sudah besar.sayatan mata entres harus bersih dari kayu dan apabila dilihat tidak meninggalkan lubang di bekas kulit mata entres. tempelkan. Lanjutkan pengikatan ke arah atas sampai ikatan menutupi 0. maka sayatan pola mata entres tersebut siap untuk ditempelkan. Prinsipnya semakin cepat penem-pelan dari pengambilan entres semakin baik. ikat bagian bawah mata entres. tali plastik disusun saling tindih seperti menyusun genting. Mata entres yang masih kecil ditutup dengan tali plastik. masukkan. . sehingga menginfeksi tempelan) gunakan perasaan da-lam pengikatan. Pengikatan di dekat mata entres harus lebih hati-hati. tetapi disiasati dengan menyisakan potongan tangkai daun dibawahnya agak panjang sedikit. lekatkan. kembali menyilang ke atas mata entres usa-hakan sekitar mata entres terikat sempurna sehingga air tidak ma-suk ke dalam tempelan. Mata entres yang besar atau menonjol.

sehingga walaupun di tutup tapi sisa potongan tangkai daun masih mam-pu melindungi mata entres kecil dari tekanan pengikatan tali plastik sehingga cukup ruang untuk tumbuh dan mata entres tidak patah. Jika mata tunasnya tidak menonjol seperti pada mangga dan jeruk. A B Teknik Pembenihan Tanaman 60 . mata tunas boleh ditutup rapat dengan pita plastik.

A. Menyiapkan alat dan bahan. Mengisi polybag untuk menyemai biji durian E F G H Teknik Pembenihan Tanaman 61 .17. D. Menyediakan biji durian untuk batang bawah C. Proses Pembibitan duria dengan teknik sambung.C D Gambar 3. Mencampur media semai. B.

Memberi pupuk untuk batang bawah. F. Memelihara batang bawah. I. H. Menyayat batang bawah untuk menempelkan entres. J. Menyemai biji durian untuk batang bawah. Menyiapkan calon entres. K L M N Teknik Pembenihan Tanaman 62 .I J Gambar 3. G.17 (Lanjutan) E. Menyiapkan calon entres.

M. O. Mengambil entres. P.17 (Lanjutan). N. Memelihara entres. Membalut entres. K. Dari entres akan tumbuh menjadi tunas baru.O P Gambar 3. L. Menyelipkan entres. Q R S T Teknik Pembenihan Tanaman 63 . Membalut dan mengikat entres.

Bibit hasil okulasi dipelihara secara kontinu. dilakukan pemotongan pucuk (titik tumbuh) batang bawah setelah penempelan.U V Gambar 3. Mengendalikan gulma OPT selama pemelihar aan tunas baru. dilihat ada tidaknya hujan. Daun tunas muda bertambah. kalaupun belum kelihatan tumbuh dapat dengan menggores sedikit permukaan sayatan mata entres yang kita tem-pel apabila tetap segar/hijau berarti tempelan jadi. Kita buka ikatan paling atas dengan silet dan dilanjutkan dengan memutar tali ikatan berlawanan dengan arah pengikatan secara perlahan dan hati-hati ke arah ikatan yang lebih bawah. R. Tunas baru tumbuh dan berkembang. T. atau tidak patah. Tanda dari keberhasilan okulasi adalah mata entres yang ditempelkan tetap hijau. lakukan pemotongan kira-kira 2-3 cm di atas mata okulasi batang bawahnya. Tempelan yang gagal mata tempelnya akan berwarna coklat kehitaman. sehingga cukup makanan untuk proses melekatnya tempelan entres. tunas yang tumbuh dari batang bawah harus dibuang. 5) Kegiatan sesudah okulasi a) Deteksi keberhasilan okulasi Untuk mendorong tumbuhnya mata tunas atau pertumbuhan batang bawah seimbang antara pertumbuhan keatas dan menyamping. segar. Mata tunas tumbuh. Setelah mata tunas okulasi mempunyai 2-3 helai daun yang dewasa dan siap berfotosintesis. Agar pertumbuhan mata tunas batang atas tidak terganggu. S. yang harus diingat bahwa tanaman yang kita tempel . Dari tunas muda tumbuh ranting sert a daun baru.17 (Lanjutan) Q. b) Pemeliharaan bibit setelah okulasi Penyiraman paling lama 2 hari sekali. V. Biasanya 2-3 minggu kemudian mata okulasi mulai tumbuh dan dimulailah pembukaan entres. tidak kering. Bibit siap dipasarkan . U.

mengalami pelukaan/stress sehingga memerlukan makanan. Penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah Teknik Pembenihan Tanaman 64 . Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pu-puk daun seperti Atonik. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. air dan perawatan yang lebih. Metalik atau Gandasil D dengan kon-sentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsen-trasi 1-2 g/l air. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali.

Penyemprotan dengan fungisida apabila terdapat serangan penyakit lodoh/busuk daun. Oleh karena itu penyusuan hanya dianjurkan terutama untuk perbanyakan tanaman yang sulit dengan cara sambungan dan okulasi. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. Penyemprotan diulang seminggu sekali. Insektisida yang di-gunakan. misalnya Supracide 25 WP. kering dan mati. Decis 2. apabila penyemprotan pada musim hujan.5 EC. Kerugian lainnya bahwa penyusuan hanya dapat dilakukan dalam jumlah sedikit atau terbatas. gejala bercak-bercak hitam pada permukaan daun. e. Dithane M-45 80 WP. Fusarium sp dan Phytium sp. Batang bawah kemudian ditaruh diatas para-para .kutu perisai. 1) Tipe penyusuan Susuan duduk untuk mendekatkan batang bawah dengan cabang induknya dibuat parapara dari bambu. Kanon dengan konsentrasi 2 cc/l air. Matador. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. Reagent 50 SC atau Decis 2.5 EC. Benlate dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air. kutu putih dan ulat daun. Perlu ditambahkan perekat semisal Suntick. tetapi pengerjaannya agak merepotkan. Phytophthora sp. Keuntungan dari teknik ini adalah tingkat keberhasilan tinggi. tidak sebanyak sambungan atau menempel dan akibat dari penyusuan bisa merusak tajuk pohon induk. Penyusuan Istilah penyusuan (approach grafting) merupakan cara penyambungan di mana batang bawah dan batang atas masingmasing tanaman masih berhubungan dengan perakarannya. selan-jutnya daun menjadi kecoklatan. karena batang bawah harus selalu didekatkan kepada cabang pohon induk yang kebanyakan berbatang tinggi. daun melipat dan melekat satu sama lainnya.

. Penyatuan batang atas dan batang bawah Teknik Pembenihan Tanaman 65 .dan disusukan dengan cabang pohon induk. 2) Cara melakukan susuan Batang bawah disayat dengan kayunya sepanjang 2-3 cm. Dan polybag batang bawah kita ikatkan pada cabang batang atas. Pada pengeratan pertama setelah terjadi pembengkakan cabang entres dikerat 1/3 diameter cabang. Pada waktu melekatkan harus diperhatikan agar kambium entres dan batang bawahnya berhimpit. Selang waktu pengeratan pertama ke berikutnya adalah seminggu. Minggu ketiga susuan dipotong lepas. kira-kira 1/3 diameter batang. Biasanya setelah 3-4 bulan. Minggu ke-dua 2/3 diameter cabang. Pengupasan batang atas dan batang bawah . Posisi susuan bisa duduk atau menggantung. Pemotongan entres dilakukan setelah pertautan berhasil. Agar cabang entres tidak kaget atau stres sebaiknya pemotongan dari induk dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Susuan gantung disebut demikian karena batang bawah yang akan disusukan didekatkan dengan cabang pohon induk dengan posisi menggantung. Hal yang sama dilakukan untuk ca-bang batang atasnya yang belum dipotong dari induk. Tan-danya ada pembengkakan disekitar batang yang diikat. Keduanya kemudian dilekatkan tepat pada bagian yang disayat.

18. B. Penyatuan batang atas dan batang bawah. E. Pengikatan batang atas dan batang baw ah.A B C D E Gambar 3. Pengupasan batang atas dan batang bawah. Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan.18 (Lanjutan) Hasil teknik penyusuan Teknik Pembenihan Tanaman 66 . Hasil teknik penyusuan duduk Gambar 3. A. D. Proses Pembibitan dengan teknik penyusuan. C.

Tabel 3.1. Perbanyakan beberapa tanaman buah-buahan dengan cara vegetatif Jenis tanaman Okulasi Sambung Penyusuan Stek Cangkokan Alpukat + + + 0 + Belimbing + + + 0 Cempedak + + + 0 Duku 0 + + - .

0 Durian + + + 0 Jambu air + + + + Jambu biji + + + + + Jambu bol + + 0 + Jeruk + + + + .

Pengikatan batang atas dan batang .+ Kapulasan + + _ + Mangga + + + 0 + Manggis Melinjo Nangka Rambutan + Sirsak Sukun + + + + + Keterangan : (+) baik (o) kurang baik (-) gagal .

Penyemprotan dengan fungisida dilakukan apabila terdapat serangan penyakit. Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan . Setelah bibit susuan siap disapih maka pemeliharaan benih susuan dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut. misalnya Supracide 25 WP. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali.5 EC. Penyemprotan diulang seminggu sekali. atau Dithane M45 80 WP dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air.bawah . Hasil teknik penyusuan gantung. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk daun seperti Atonik. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. Insektisida yang digunakan. Decis 2. Metalik atau Gandasil D dengan konsentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsentrasi 1-2 g/l air. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp.5 EC dengan konsentrasi 2 cc/l air. Phytophthora sp. Hasil teknik penyusuan duduk . Fusarium sp dan Pythium sp. Pemeliharaan bibit pada umunya adalah penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. kutu putih dan ulat daun. 3) Pemeliharaan bibit tanaman hasil susuan. Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah kutu perisai. Teknik Pembenihan Tanaman 67 . Reagent 50 SC atau Decis 2. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP.

Pengairan sistem genangan atau bahasa Jawanya dilep apabila pembibitannya dilakukan dalam polybag yang ditaruh di sawah. Penyiraman bibit ini dilakukan dengan menggunakan gembor air. air dan sinar matahari. kemudian air dimasukkan ke areal pembibitan sampai media di polybag menjadi basah. penyusuan. Dari hasil menggabungkan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. maka cara penyiraman dengan menutup saluran pembuangan air. Sedangkan batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. 3.sedangkan pada musim hujan disesuaikan. Pada tiga cara yang pertama dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. Pemasukan air ini sebaiknya dilakukan pada waktu sore/ malam hari ketika suhu tanah tidak tinggi. yakni tahan cendawan akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang becek.5. Sedangkan cara stek pada prinsipnya . okulasi dan susuan. ruang tempat tumbuh. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi erakarannya. karena rumput selalu bersaing dengan bibit dalam pengambilan hara.Penyiraman bibit pada musim kemarau biasanya dilakukan setiap dua hari sekali. Penyiangan rumput pengganggu (gulma). cangkok dan stek. Pemilihan Teknik Perbanyakan Vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif buatan untuk tanaman buah yang sudah dikenal oleh para penangkar bibit dan petani yaitu cara penyambungan. Lama perendaman 1-2 jam dengan tinggi air cukup ¾ tinggi polybagnya. okulasi.

sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. Tanaman manggis asal bibit susuan berbuah lima tahun setelah tanam.menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. ada cara perbanyakan tertentu yang lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu pula. Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain berbuahnya persis sama dengan induknya. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. Rambutan dan kapulasan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam fenolat yang teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning). sedangkan bibit asal biji berbuah lebih dari 10 tahun setelah tanam. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten. Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. Dalam perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan. sehingga menjadi tanaman baru menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. sehingga menjadi tanaman baru. Teknik Pembenihan Tanaman 68 . bibit juga berumur genjah (cepat berbuah). Bibit durian okulasi bisa berbuah 4-6 tahun setelah tanam. Beberapa jenis tanaman buahbuahan tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pula. Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus.

sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. tetapi kurang praktis dalam pengerjaannya. Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. enten dan penyusua n pada beberapa tanaman Jenis tanaman Okulasi Enten Penyusuan Alpukat 40-70 50-80 70-100 Belimbing 40-60 60-90 60-100 Duku . Sebagai contoh seorang pekerja yang sudah terampil mengokulasi durian.sedangkan tanaman durian menguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. Tabel 3. walaupun dengan menggunakan cara konvensional. 2. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buahbuahan seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka kandel yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buahbuahan secara masal. Persentase keberhasilan cara perbanyakan okulasi. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman buahbuahan. sehingga bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit.

0-10 40-60 40-80 Durian 60-80 20-60 60-100 Jeruk 60-70 70-85 60-90 Kapulasan 10-40 0 40-80 Mangga 40-70 60-90 60-100 Manggis 0 50-80 50-80 Melinjo 70-80 80-90 70-100 Rambutan 30-70 0 .

Bibit yang dijualnya telah bersertifikat . Memiliki pembibitan sendiri atau mengetahui dengan pasti asal penangkarnya sehingga memudahkan melacak keaslian varietasnya.60-100 Sawo 0 70-80 60-90 Sumber : Sunaryono (1987) dan Wijaya (1990) Keterangan : nilai dalam persen (%) a. Memiliki tempat Teknik Pembenihan Tanaman 69 . . Mengetahui secara pasti varietas bibit yang dijualnya. Tips Membeli Bibit Tanaman Bibit yang siap untuk ditanam manfaatnya akan dapat dinikmati setelah beberapa bulan atau beberapa tahun. Penjual bibit yang dapat dipercaya memiliki ciri sebagai berikut: Trdaftar di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Dengan demikian kesalahan dalam membeli bibit ini akan berakibat fatal bukan hanya berupa kerugian ekonomi tetapi juga kerugian tenaga dan waktu. Ada beberapa kiat dalam pembelian bibit yang harus diperhatikan baik itu faktor teknis maupun faktor non teknis.

Hal ini tidak sulit dilakukan jika penjualnya telah dikenal baik oleh pembeli. tidak melengkung. yang perlu diperhatikan pertama kali ialah pertumbuhan batang. Jika tidak memungkinkan untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman induknya. Pada kondisi seperti ini biasanya pembeli tahu betul kondisi "dapur produksi" produsen bibit tersebut. Pada pucuk tanaman dan ujung ranting tampak kuncup daun yang menandakan adanya pertumbuhan. sehat dan telah cukup umur (lebih baik kalau pohon induk sudah berproduksi). 1) Membeli bibit yang unggul atau baik kualitasnya Induk yang baik berasal dari varietas unggul. cara yang paling baik adalah dengan mengetahui sendiri secara langsung tanaman induk bibit tersebut. biasanya cabang tumbuh ke segala arah secara merata. Untuk mengetahui varietas bibit tersebut. Perlu diperhatikan bahwa bibit yang baik biasanya memiliki batang utama yang lurus dan tumbuh tegak. Untuk memastikan bahwa bibit tersebut berasal dari induk yang baik. Ada pula bibit yang pertumbuhan tingginya terlalu pesat. apakah ada gejala serangan hama dan penyakit atau tidak. Selanjutnya dapat diperhatikan juga penampakan luarnya. cabang dan daunnya.penjualan permanen (mangkal) sehingga memudahkan bagi pembeli yang akan komplain. Bibit sehat dan berpenampilan baik Dalam memilih bibit tanaman. kelihatan mulus dan kokoh. Pada tanaman buah yang memiliki percabangan banyak. tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek sesuai dengan umurnya. dapat dilakukan dengan pengidentifikasian ciri-ciri spesifik varietas tersebut. . sedangkan batangnya kelihatan kecil dan terkesan kurang kokoh. upaya yang dapat dilakukan adalah meminta informasi sebanyak mungkin kepada penangkar tentang induk tanaman tersebut. Bentuk batang dan cabang dipilih yang baik. Tanaman yang kerdil biasanya kelihatan pendek dari yang seharusnya.

Pengangkutan benih vegetatif harus direncanakan dengan baik. kemudian ditambahkan serbuk kelapa (cocopeat). Mengeluarkan setengah tanahnya dan ditambah dengan gel (Agrosoft). Keadaan ini membuat bibit mampu bertahan sampai 4-7 hari tanpa penyiraman · Pengepakan tanpa mengurangi media tanam.5-1 kg/bibit. maka bibit dalam polybag yang semula beratnya 4-7 kg/bibit menjadi0. Setelah satu minggu biasanya bibit sudah segar kembali dan dapat dipak dalam peti berventilasi untuk dikirim. Pengemasan bibit yang peka. Untuk menghilangkan stres. sehingga akarnya tidak kering. tidak terlalu khawatir terhadap kerusakan karena kekurangan air (kekeringan). biasanya untuk angkutan darat. Dengan cara pengepakan seperti ini. Pada umumnya apabila benih akan diangkut dengan pesawat. Untuk bibit yang dikirim dalam bentuk stump (cabutan). pengirimannya tidak ada masalah karena beberapa bibit bisa saja dibungkus dengan batang pisang atau bahan lain yang bersifat lembab. dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan setengah tanahnya. semisal bibit jeruk dan jati. seperti bibit durian. kemudian polybag diikat. sebelum diangkut bibit diletakkan dahulu di bawah naungan dan disiram untuk adaptasi. Yang harus diperhatikan adalah apabila benih vegetatif akan diangkut oleh angkutan darat atau laut yang membutihkan waktu relatif lama (lebih dari 4-7 hari) maka harus dilakukan Teknik Pembenihan Tanaman 70 .2) Pengemasan dan pengakutan benih.

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992. . Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. tentang Pemerintah Daerah.pengepakan benih dengan batuan bahanbahan yang dapat mengurangi penguapan air dan respirasi. mungkin dapat dikumpulkan sekitar selusin varietas sitokong yang berbeda ciri tanamannya. Sedangkan . Salah satu tekniknya adalah dengaan cara membungkus semua benih dengan daun/ pelepah pisang dan polibag benih ditutup dengan serbuk gergaji basah (ringan tetapi benih tetap lembab) dan benih siap untuk dipcking dan dikirim. Dasar dari Sertifikasi benih adalah: . sehingga konsumen tidak dirugikan. Pohon induk untuk sumber mata tunas (entres) harus diregistrasi terlebih dahulu oleh petugas Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995. Sebagai contoh adalah tentang banyak beredarnya varietas sitokong yang berlainan.Tentang Perbenihan Tanaman. Tujuan lainnya adalah untuk menjamin kebenaran suatu varietas. Sertifikasi Benih Masalah yang perlu diperhatikan dalam usaha pembibitan adalah upaya registrasi dan sertifikasi varietas bibit yang yang akan disebarkan kepada masyarakat. . tentang Sistem Budidaya Tanaman. 3. Padahal varietas sitokong yang resmi dilepas Menteri Pertanian pada tahun 1984. Jika diperhatikan. plastik pengepak benih diisi N2 atau divacuum sehingga tidak terjadi proses respirasi dan benih akan aman selama masa pengankutan. hanya ada satu jenis.6. Pada kondisi yang lebih modern. Tujuan registrasi pohon induk buahbuahan adalah untuk menjamin kebenaran bibit yang dihasilkan dari pohon induk yang bersangkutan secara hukum (yuridis).

Bila penangkar akan mengambil entres dari pohon induk milik orang lain. disesuaikan dengan kemampuan pohon induk dan tenaga yang tersedia. maka pada pengajuannya dilengkapi dengan surat persetujuan dari pemilik pohon induk. . Kebenaran Teknik Pembenihan Tanaman 71 . a. Sertifikasi dan pelabelan benih Cara melakukan sertifikasi adalah sebagai berikut: . . sehingga akhirnya menghambat usaha tanaman buahbuahan. Kerugian uang. baru diketahui 4-5 tahun yaitu pada saat pohon tersebut menghasilkan buah. Oleh karena itu dianjurkan membeli bibit yang telah diketahui ciri-ciri atau bibit yang berlabel. Pengisian formulir tentang rencana dan jumlah bibit yang akan diproduksi. Penangkar harus memberi tahu rencana penangkarannya kepada BPSB selambatlambatnya satu minggu sebelum dimulai pelaksanaan perbanyakan bibit. Setelah pemohonan diterima BPSB maka petugas BPSB akan melakukan pemeriksaan pendahuluan tentang: kepastian letak atau areal penangkaran. Investasi pohon buah-buahan merupakan investasi jangka panjang. tenaga dan waktu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam. sehingga bila seseorang membeli bibit palsu. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan cara perbanyakan bibit perlu diperketat agar tidak mengecewa-kan para pembeli bibit.selebihnya adalah jenis-jenis durian yang tidak diketahui asal-usulnya yang diberi nama sitokong.

. sambung. Pada waktu pelaksanaan perbanyakan. . Kebenaran pohon induk yang digunakan. . Jenis tanaman. Entahah itu penangkar mengajukan permohonan seri label. Nama dan alamat penangkar. Label diisi dan diajukan ke BPSB untuk diberi nomer seri dan dilegalisir. Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. . dilakukan pemeriksaan lagi tentang jumlah bibit yang tumbuh dengan baik dan layak untuk diberi label. Kebenaran entres yang digunakan. . . .varietas pohon induk. Memeriksa cara perbanyakannya (okulasi. Setelah diperiksa baru dilakukan perbanyakan bibit. jumlah tanaman yang . Di dalam label yang warnanya merah dimuat data: (Gambar 10 dan Gambar 11) . Asal bibit. penyusuan). Pada akhir pemeriksaan menjelang pelabelan. Mengetahui diperbanyak. petugas BPSB akan mengawasi tentang: . cangkok. . .

Varietas batang bawah. setelah itu bibit harus diperiksa ulang tentang kese-hatannya. Tanggal pemasangan label. Varietas batang atas. terutama varietas buah-buahan yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian. Sedangkan batang bawah untuk label merah vaietasnya bisa "sapuan" asalan. Contoh Label Merah yang . Sebagai contoh.. Selain label merah muda yang sudah sering kita lihat di lapang untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian. Label merah yang dikeluarkan BPSB Besarnya biaya sertifikasi telah ditentukan sesuai SK Direktur Jenderal Tanaman Pangan. . biayanya adalah Rp 20 per bibit batang bawah yang diajukan dalam pemeriksaan lapang. Gambar 3. untuk perbanyak-an jenis tanaman buah-buahan di wilayah Jawa Barat dan Jakarta.. sedangkan untuk label putih biayanya Rp 600. . Khusus label putih pemeriksa-an lebih teliti menyangkut jenis varietas batang atas harus berasal dari pohon induk yang sudah terdaftar dan varietas batang bawah dan dikeluarkan dengan sepengetahuan BBI (Balai Benih Induk). sebenarnya ada label biru untuk varietas unggul lokal yang belum dilepas melalui SK Menteri dan yang terakhir adalah label putih yang dikhususkan untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian dan bibit tersebut ditanam dengan tujuan dijadikan pohon induk sebagai sumber mata entres. Untuk pembuatan dan pencetakan label merah muda biayanya antara Rp 200 tergantung negoisasi dengan petugas BPSB tentang mutu kertas dan cetakan label tersebut. label hanya berlaku untuk jangka wak-tu tiga bulan. Gambar 10. Bibit yang dinyatakan sehat baru bisa diberi label lagi dengan biaya Rp 20 per bibit.19. Penerimaan hasil pemeriksaan bibit yang diperoleh BPSB ini merupakan pendapatan negara yang harus disetor langsung ke kas negara. . Khusus untuk bibit jeruk bebas CVPD.karena mutu kertasnya lebih baik.

dikeluarkan BPSB untuk benih durian. Sebagai tindak lanjut dari pemberian label bagi bibit unggul perlu disertakan informasi atau data mengenai Teknik Pembenihan Tanaman 72 .

kurang memuaskan jika ditanam di daerah Bogor. bahwa bibit yang dijual palsu. Padahal pengetahuan dasar si penanam inilah yang tidak memadai untuk menanam bibit-bibit jenis unggul tadi. Jawa Barat. sehingga cukup ditanam. Hal ini disebabkan karena daerah Jepara. Jawa Barat. Informasi seperti ini harus diketahui para penanam bibit unggul buah-buahan agar mereka tidak kecewa di kemudian hari. Jawa Tengah mempunyai ketinggian sekitar 50 m di atas permukaan laut dengan iklim yang kering (curah hujan rendah). ditinggalkan. kemudian akan berbuah sendiri dengan lebat. Oleh karena itu perlu diingatkan kembali bahwa kemajuan berupa penemuan bibit unggul varietas baru. baru berbuah pada umur tujuh tahun setelah tanam. Keterangan mengenai varietas tertentu cocok ditanam di dataran rendah atau dataran tinggi dan jenis tanah apa yang paling cocok. Pada dasarnya bibit unggul memerlukan lingkungan tumbuh yang spesifik. Bahkan ada anggapan bahwa bibit unggul tidak memerlukan pemupukan dan penyemprotan pestisida. Jawa Tengah. perlu diimbangi dengan kemajuan pengetahuan petani mengenai cara-cara bercocok tanam yang lebih baik. Bila terjadi hal demikian. Jepara. Selama ini masih beredar kepercayaan bahwa bibit unggul itu akan selalu bersifat unggul walaupun ditanam di tempat yang sebenarnya tidak cocok. Bibit yang seharusnya berbuah pada umur lima tahun. Sedangkan kondisi tanah dan iklim daerah Bogor adalah lembab dan banyak hujan. agar buah yang dihasilkannya benar-benar unggul. Jawa Tengah memiliki kondisi iklim yang berbeda dengan daerah Bogor. maka yang dikambinghitamkan biasanya adalah si penjual. perlu diketahui oleh para petani dan konsumen yang ingin menanam bibit unggul tersebut. mengikuti kursus dan seminar atau menjadi anggota . Harapan seperti ini tentunya hanya merupakan angan-angan dan pasti akan berakhir dengan kekecewaan. Peningkatan pengetahuan dapat diperoleh dengan membaca tulisan atau artikel pada majalah pertanian.daerah penanaman yang cocok untuk bibit tertentu. sehingga tidak menunjang sifat unggul durian petruk. Misalnya durian petruk yang asli berasal dari Jepara.

. . Adapun manfaat dari SKPPB adalah: . Untuk informasi lebih lengkap tentang tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian dapat dilihat di Lampiran 1. tentang Pemerintah Daerah. Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) Dasar dari SKPPB adalah Undangundang Nomor 12 Tahun 1992.Tentang Perbenihan Tanaman. dan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. Pengalaman pngalaman berharga dari sesama rekan petani. Memudahkan waktu pengurus-an labelisasi bibit. b. Deskripsi tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian. tentang Sistem Budidaya Tanaman. walaupun penangkar Teknik Pembenihan Tanaman 73 .dari suatu perkumpulan hortikultura. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995. . Meningkatkan kepercayaan konsumen bibit terhadap pembibitan tersebut. Sebagai prasyarat apabila pembibitan mengikuti tender atau menyuplai bibit untuk proyek pemerintah. Pembibitan tersebut sudah terdaftar secara resmi di BPSB dan berhak menerima pembinaan tentang perbenihan dari instansi terkait. Dengan mengadakan pertemuan yang teratur dapat dibahas masalah baru yang ditemukan di lapangan dan dicarikan jalan keluarnya. dapat dijadikan modal yang sangat berharga untuk terus maju dalam mengembangkan usaha hortikultura yang semakin cerah.

bersedia mentaati peraturan-peraturan yang berlaku. Kebenaran varietas ponon induk sebagai sumber entres. Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. Setelah pemeriksaan selesai dan terbukti kebenarannya. Kalau sudah lengkap berkasnya. Bentuk/status perusahaan. SKPPB berisi data . kemudian petugas BPSB melakukan pemeriksaan lapang pendahuluan tentang: .yang tak memiliki SKPPB pun juga bisa mengajukan labelisasi bibit. . Gambar 3. karena instansi ini yang berwenang mengeluarkan SKPPB. Biaya pengurusan SKPPB adalah Rp 50..000. Untuk memperoleh SKPPB Penangkar benih mendaftar di kantor BPSB Kabupaten atau Kota.di luar ongkos transportasi bagi petugas. . .20. Nama pemimpin perusahaan. . . Dengan ketentuan bahwa setiap akhir tahun harus melapor kembali rencana pengadaan/ penyaluran benih. Nama perusahaan. . Jenis dan varietas tanaman yang dibibitkan. SKPPB ini berlaku selama 2 tahun dan sesudahnya harus memperpanjang atau membuat lagi SKPPB tersebut. Gambar Contoh Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) . Alamat perusahaan. Alamat pemimpin perusahaan. . maka petugas melaksanakan pemberkasan untuk diajukan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan tingkat Propinsi UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. SK akan turun sekitar 1 bulan kemudian. Kepastian letak atau areal penangkaran.

maka benih harus dilindungan dari gangguan luar. penyimpanan dan penyaluran benih. . Agar kulaitas benih dapat terjaga dengan baik selama di penyimpanan. Teknik Pembenihan Tanaman 74 . Prosedur perlakuan fungisida pada benih adalah sebagai berikut. pengemasan. Sebelum benih generatif dijual ke pasar bebas atau petani. baik berupa gangguan biologis maupun lingkungan. Siapkan Ridomil sebanyak 5 dari berat benih yang akan disimpan.7. Tambahkan air sedikit demi sedikit ke dalam tepung Ridomil kemudian campur sampai dengan rata sehingga membentuk pasta Ridomil. Untuk melindungi benih dari serangan penyakit dapat dilakukan dengan cara pemberian perlakuan fungisida Ridomil 5 gram/kg benih genaratif. . Perlakuan.3. pada umumnya benih-benih tersebut harus dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama.

Benih genetif yang telah diberi perlakuan Ridomil dikeringanginkan kembali sehingga kadar air benih sebelum diperlakukan dengan setelah perlakuan relatif sama. Benih yang tealh diberi perlakuan dikemas dan dipasang label sertifikasi benih. Benih-benih yang disimpan dalam gudang akan didistribusikan apabila terdapat order pembelian. Benih generatif yang akan disimpan harus diperhatikan kadar airnya. Penyimpanan benih sebaiknya di ruang yang mempunyai kelembaban udara yang rendaj seperti di dalam gudang dengan fasilitas AC (Air conditioner) dan upayakan pada suhu yang rendah. . diperlakukan dan . benih yang lebih dahulu masuk ke dalam gudang maka harus disalurkan paling duluan.. Benih-benih yang telah disertifikasi. Apabila metode distribusi seperti yang tersebut di atas tidak memungkinkan. Benih yang disimpan hanya benih yang diorder konsumen dan akan segera dikirimkan atau didistribusikan.. Jika kedua persyaratan tadi tidak terpenuhi. Pendistribusian benih sebaiknya mengkuti kaidah dalam sertfikasi benih yaitu hanya dapat disimpan selama 6-8 bulan setelah selesainya masa pengujian benih. Sebaiknya penyaluran benih dilakukan sesegera mungkin dengan menggunakan metode just in time. . sebaiknya benih vegetatif disimpan di dalam gudng dengan ventilasi yang cukup sehingga pertikaran udara dapat berjalan dengan baik. maka sebaiknya menggunakan metode first come first out. Campurkan benih dengan pasta dan aduk dengan hati-hati sehingga campuran merata. Upayakan agar kadar air berada [ada kisaran 8-12% tergantung jenis komoditinya.dikemas dapat disimpan selama 6-9 bulan. .

Teknik Pembenihan Tanaman 75 .

4. Dasar-dasar pembenihan tanaman dan produksi benih tanaman. alat dan masin. bahan baku. 3. pemahaman K-3. Pengelolaan alat dan mesin pembenihan tanaman. Membiakkan tanaman dengan sambung. Pohon induk . Pohon induk: pohon induk yang spesifik dan terpisah dari kebun produksi pada umumnya . lahan. Medistribusikan benih tanaman. Membiakkan tanaman dengan okulasi 11. Dasar-dasar pembenihan tanaman Kesehatan dan keselamatan kerja Investasi modal usaha. Jarak tanam pohon induk relative lebih jarang dibandingkan dengan jarak tanam normal. 9. Memelihara pohon induk. Pohon induk dan kebun produksi: pohon induk bergabung dengan kebun produksi. Membiakkan tanaman dengan stek. SDM. Kesekatan dan keselamatan kerja. Menyiapkan lahan dan media untuk produksi benih vegetatif. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi ber ikut: 1. 7. panen dan penanganan benih. sertifikasi. Membiakkan tanaman dengan susuan 10. pemasaran dan layanan purna jual. Menerapkan persyaratan kerja 5. distribusi. penggudangan. 8. teknik budidaya. 6. Merawat benih tanaman 12.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 3. 2.

.mempunyai jarak tanam yang lebih sempit. Norma keselamatan . Pemilihan batang bawah. Kerja nyata Batang bawah dan batang atas . Norma kesehatan . Teknik pembenihan Teknik produksi benih vegetatif Pemilihan teknik pembenihan Teknik Pembenihan Tanaman 76 . Pemeliharaa n perbaikan . Pembibitan . Teknik penyiapan benih . Pemelihartaa n berencana . Pengepakan batang atas. Pohon induk pada kebun induk spesifik akan lebih terpelihara kemurnisnnya. Pengelolaan alat dan mesin pembenihan . . Pemeliharaa n terbatas.

Benih harus dilindungi dari gangguan biologis dan lingkungan. Teknik pembenihan dengan stek . Teknik pembenihan dengan okulsi . Perlakuan pengemasan benih dapat dilakukan dengan pemberin perlindungsn fisik dan kimia. Teknik pembenihan dengan susuan . Sertifikasi benih Perlakuan pengemasan Pengepakan . Teknik pembenihan dengan cangkok . Surat keterangan pendaftaran pedagang benih . Pengepakan bibit. . Sertifikasi dan pelabelan benih. Teknik pembenihan dengan sambung . . . Bibit dikirim dalam bentuk cabutan. .. Factor teknis yang harus dipertimbangkan. . Bibit dikirim dengan . Teknik pembenihan dengan sambung . Tip membeli tanaman .

berapa persen benih yang telah bersertifikat. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema trik memilih benih vegetatif yang siap tanam. . 3. Teknik Pembenihan Tanaman 77 . Bagaimana metode untuk mendaftarkan benih varietas baru. Bibit dikirim dengan akar yang terbungkus dengan setengan media tanam ditambah dengan gel. 2. Mengapa sebagai tanah pada perakaran bibit tanaman harus tetap dipertahankan pada saat pengepakan dan pengiriman. Lakukan identifikasi benih di pasar pertanian.akar yang terbungkus setengan media tanam. Terangkan minimal 3 proses produksi benih secara vegetatif. 2. TUGAS: 1. SOAL: 1.

yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. Karena embrio tersebut memiliki sifat-sifat kedua induknya. Bila biji berkecambah akan menjadi tumbuhan dewasa. yaitu benang sari ( stamen) dan putik (pistil). Benang sari menghasilkan serbuk sari yang masing-masing membentuk gamet j antan. Hasil penyatuan tersebut dinamakan zigot. Sedangkan putik akan membentuk bakal biji (ovulum) yang m engandung telur. maka kemampuan mewariskan sifat-sifat tersebut melalui biji dari generasi ke generasi. Zigot akan tumbuh menjadi embrio (janin) di dalam biji. namun hanya dua organ saja yang terlibat dalam pembentukan biji. Pada waktu pros es penyerbukan. Bunga merupakan fase penting dalam proses pembentukan biji.1 Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman Ciri terpenting dalam reproduksi seksual adalah pembuahan.BAB 4. Pada dasarnya bunga terdiri dari beberapa organ. terbentuklah tabung serbuk sari. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4. yaitu penyatuan sel betina dan sel jantan (gamet). kemudian berlangsung pembuahan an . Zigot tersebut berisi kedua krosom dari individu jantan dan individu betina dan merupakan sel pertama dari individu baru.

Sedangkan bagian ang paling menonjol adalah daun mahkota bunga (petalum) yang secara kolektif disbeut m ahkota (corolla). Calyx dan corolla bersama-sama membentuk hiasan bu nga atau perianth. Struktur bunga yang lengkap ika diperhatikan gambar mofologi sebuah bunga. walaupun demikian terdapat pola umum dari berbagai m acam tumbuhan. S ebelum mekar.1 .tara sperma dengan telur. biru dan sebagainya. Petal dapat be rwarna putih. kuning. maka bagian pusat bunga terletak pada putik ( pistillum). J ambar 4. kelopak daun ini membungkus bagian bunga yang lain. jingga. merah. Pada apeks yang membesar tersusun bagian-bagian bu nga. yang biasanya berbentuk bo . Salah satu bagian bunga adalah kelopak bunga (calyx) dimana biasanya bagian ini menumpang pada daun kelopak berwarna hijau (sepalum). Struktur bunga sangat beragam. Semua bunga m empunyai kerangka struktur yang s ama. Bunga terbentuk pada tangkai khusus yaitu tangkai bunga atau pe dicellus. Proses akhir dari pembuahan ini adalah terben tuknya biji.

tol dengan dasar membengkak G 78 .

Di atas petal terdapat benang sari yang terdiri dari tangkai sari (filamentum) yang bentuknya ramping dengan kepala sari (enthra) yang berisi serbuk sari (pollen). Di dalam bakal buanh terdapat bakal biji. maka akan melebur membentuk pistil majemuk dan hanya satu putik saja yang terbentuk dalam bunga. Putik manjemuk terdiri dari dua daun buah atau lebih. sedangkan puitik sederhana hanya tersusun dari satu kapel saja. peleburan karpel dekat tepi atau sepanjang tepi hingga membentuk satu kantung besar yang di dalamnya berkembang bakal biji. Pada tanaman ercis dan kacang-kacangan ter-dapat sebaris bakal biji yang melekat pada tepi karpel yang melebur. Putik sendiri dibentuk oleh satuan danun buah (carpellum) yang secara kolektif dinamakan gynaecium). Bagian ini dihubungkan ke kepala putik oleh tangkai putik (stylus). Pertama. Biasanya bila terdapat be-berapa putik.yang dinamakan dengan bakal buah (ovarium). karpel melebar ke tengah dan peleburan terjadi sepanjang tepinya. sehingga bakal biji terkumpul di pusat. Ada dua macam putik. Tempat melekat bakal biji atau biji dinamakan tembun atau plasenta. Sedangkan pada bunga cempaka (Magnolia) terdapat beberapa putik sederhana. Hal ini merupakan ciri khas pada berbagai kelompok tumbuhan dan digunakan sebagai faktor dalam kunci identifikasi . Bakal biji terbentuk pada permukaan sebelah dalam dekat dengan tepi daun buah. Seluruh kumpulan benang sari dinamakan androecium. yaitu putik sederhana dan putik majemuk. Peleburan daun buah dapat terjadi dengan dua cara. Kedua.

Lingkaran luar menunjukkan sepalum. dan lima karpel. 10 stamen. jumlah bagian tersebut empat atau lima atau kelipatannya. Pada kelompok dikotil. Jumlah lingkaran biasanya empat atau lima. misalnya lima sepalum. tetapi biasanya tetap. pengelompokan monokotil dan dikotil dibedakan dari jumlah bagian bunga pada setiap lingkaran. enam stamen. Walaupun umumnya bunga memiliki struktur yang sama.dan klasifikasi. satu lingkaran karpel yang bersatu menjadil pistil majemuk. satu atau dua lingkaran stamen. keragaman bunga ditunjukkan dengan adanya odifikasi bagianbagian bunga. Selain itu modifikasi juga merupakan indikasi proses evolusi. Beberapa modifikasi ini memungkinkan adanya keragaman dalam penyerbukan. sehingga digunakan sebagai alat untuk mengetahui kekerabatan berbagai tumbuhan. dan tiga karpel. Jumlah bagian pada setiap lingkaran bervariasi sesuai species. Kombinasi antar susunan dalam spiral dan besarnya jumlah stamen dan karpel dianggap sebagai suatu petunjuk tingkatan yang ebih primitif dalam perkembangan evolusioner dibandingkan dengan 79 . dan seterusnya petalum. lima petalum. Bagian-bagian bunga umumnya disusun dalam lingkaran. Pada tanaman tulip terdapat enam bagian perianth. Pada beberapa tumbuhan stamen dan karpel yang jumlahnya banyak melekat pada receptacle secara terpilin dan bukan lingkaran. Pada kelas Angiospermae.

.

misalnya petal telah hilang. Adanya peleburan bagian-bagian bunga menunjukkan adanya perkembangan evousioner. gigi. Jika salah satu tidak ada atau tidak berfungsi. seperti jagung. dan dinding bakal buah melebur. Quercus. Bunga tidak sempurna bilamana salah satu organnya tidak ada. maka dinamakan staminat atau bunga jantan. beberapa Acer. 4. yaitu petal membentuk tabung. karpel menjadi pistil majemuk. kalaupun ada bentuknya rudimenter dan hanya dapat dikenali dengan pemeriksaan cermat. yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.susunan dalam lingkaran dengan bagian-bagiannya dalam jumlah kecil. Kedua macam bunga uniseksual dapat dijumpai pada tanaman yang sama. stamen dan pistil. Biji dan Perkembangan Biji . mentimun dan lain-lain. dan sepalnya hanya berbentuk sisik. Bunga yang mempunyai keduanya dan berfungsi disebut biseksual. Contohnya Gramineae. petal. Bunga sempurna mempunyai empat organ bunga yang dapat dibedakan. waluh jepang. Peleburan bagian-bagian bunga dapat terjadi dengan berbagai cara. sebaliknya disebut pistilat atau bunga betina jika hanya memiliki pistil tanpa stamen. Pengelompokan bunga dapat berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga.2 Buah. Reduksi dalam jumlah dapat pula didapati pada stamen dan pistil. Pada banyak tanaman. kebanyakan begonia. Tumbuhan yang bagian perianthnya menjadi amat kecil atau tidak menyolok. maka bunga tersebut disnamakan bunga uniseksual. atau takik. dan Ulmus. yaitu sepal. Jika hanya ada stamen.

Jika stigma tidak dibuahi dan pembuahan tidak terjadi. Beberapa jenis buah menjadi kerig apabila sudah matang. dan ada yang tidak merekah pada waktu matang. Dinding bakal buah matang yang disebut perikarp menutupi biji tumbuhan bunga. Reaksi-reaksi ini tampaknya beruhungan dengan hormon tumbuh atau auksin yang merupakan senyawa yang terkandung dalam buah. setidaknya pada beberapa bakal biji. sebagai contohnya adalah bunga matahari dan jagung dimana buannya sering dinamakan biji. Buah kering tersebut kemudian merekah. Macam buah yang tidak merekah umumnya berbiji tunggal dan berukuran kecil. Auksin biasanya dihasilkan oleh jaringan buah yang sedang tumbuh dan rupanya bertanggungjawab baik terhadap pertumbuhan selanjutnya maupun terhadap kemampuan untuk bersaing dengan .Setelah pembuahan. Selain itu proses tersebut juga akan mempengaruhi perkembangan seluruh jaringan buah secara tidak langsung. maka bakal buah bersama bijinya berkembang menjadi buah. oleh karena itu istilah angiospermae digunakan untuk menamai tanaman yang memiliki biji terttutup. Proses pembuahan akan mempengaruhi biji secara langsung. maka bunga biasanya menjadi layu dan gugur tanpa perkembangan lebih lanjut. jenis lainnya berdaging.

bagian-bagian lainnya dalam tubuh 80 .

. Rang-sangan ini menjadi tersedia dengan adanya penyerbukan dan pembuahan. pertumbuhan tabung sari melalui tangkai kepala putik mungkin menghasilkan lebih banyak auksin dan pembuah itu merangsang sel untuk membelah diri dan menghasilkan auksin pada biji muda. Macam-macam infloresensi pada suatu species. Sebaliknya buah pada tanaman yang sama akan bersaing dengan ketat dalam pengadaan makanan dari jarak beberapa puluh sentimeter. Pada bunga kelompok ini pembungaan disebut dengan infloresensi. Pertumbuhan berhenti pada bunga matang dan untuk memulain perkembangan baru diperlukan beberapa perangsang. Bunga kadang-kadang mempunyai satu tangkai sumbu seperti pada tulip. Auksin yang dihasilkan tersebut pada gilirannya akan merangsang pembelahan sel secara terus menerus. dan akan melanjutkan pertumbuhan jika bahan-bahan makanan tersedia bebas dan mudah diperoleh. Bunga dan buah yang amat muda pada tanaman apel. sehingga buah tumbuh dengan aktif dan meningkat hingga maksimal.tumbuhan dalam memperoleh makanan. Konsentrasi auksin bertemabah beberapa kali setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. jagung dan beberapa jenis tanaman lain kurang bersaing untuk memperoleh makanan. Maka dianggap bahwa kemampuan bersaing ini didasarkan atas pembentukan auksin oleh biji-biji yang sedang berkembang dan bagianbagian lain pada buah. Butir-butir serbuk sari mengandung auksin.

stamen dan karpel. Dalam biji tumbuhan 81 . kulit biji dan persediaan makan cadangan. Ruas-ruasnya tertekan pada sepal terbawah sehingga buku-buku sangat berdekatan. maka kemungkinan besar bunga tersebut akan steril. Pada kondisi ini keduanya dianggap homolog dengan daun dan merupakan transformasi daun selama evolusi. Stamen dan karpel kadang-kadang mirip dengan daun. Menurut suatu teori. Pada angiospermae petal kemungkinan berasal dari perubahan stamen yang menjadi petal karena hilanya jaringan reproduktif dan membentuk seperti sepal. Bagian ujung karpel berubah menjadi stigma dan siap menerima serbuk sari. Beberapa bunga mempunyai ciri khusus karena adanya modifikasi organ-organ bunga. Apabila bung mempunyai sepal dan petal menyerupai daun. Beberapa teori telah dikemukakan untuk menerangkan asal usul bunga dari evolusinya. Suatu proses pembungaan merupakan hasil evolusi. bunga adalah sumbu yang termodifikais dan menyangga bagianbagian hiasan bunga. murbei nangka dan lain-lain. Contoh pembungaan infloresensi terjadi pada broikoli. Biji merupakan struktur myang kompleks yang terdiri dari embrio atau lembaga.gunus atau famili berjalan secara konstan sehingga dapat dijadikan cara untuk mengidentifikasi tumbuhtumbuhan. nenas. Dengan demikian karpel dan pistil sederhana ditafsirkan sebagai organ ber-bentuk daun yang berubah dan terdapat sepanjang tulang daun tengah.

Ketika pertama kali dibentuk sel 82 . Bagian bunga yang esensial adalah pistil dan stamen yang secara langsung terlibat dalam proses pembentukan biji Gambar 4. Sel tersebut meluas dalam masa perpanjangan kepala sari. Cuping merupakan ruang tanpa dinding yang dibatasi oleh jaringan steril kepala sari. Beberapa jenis serbuk sari Bila suatu kepala sari yang muda diperhatikan dengan cermat maka akan tampak empat cuping yang terdiri dari mikrosporangium. Irisan melintang melalui anther kuncup bunga yang muda memperlihatkan adanya sekumpulan sel besar dalam setiap mikrosporangium atau sel induk mikrospora.3 . Dua mikrosporangioum terletak pada dua sisi jaringan penopang yang dilalui satu berkas pembuluh.makanan disimpan dalam lembaga atau pada jaringan di sekelilingnya. Sel induk mikrospora mengandung banyak sitoplasma dan nukleus besar.

Langkahlangkah ini mengarah kepada pembentukan gamet betina atau sel . Setelah dinding sel terbentuk maka terjadi empat sel yang disebut dengan mikrospora. Perubahan mikrospora menjadi butir serbuk sari disebabkan oleh pembelahan inti mikrospora. Serbuk sari yang kedua berisi nukleus tabung dan dua nukleus jantan. atau terkadang dipisahkan oleh membran yang tipis. Peristiwa ini merupakan proses meiosis. Serbuk sari pertama hanya berisi tabung dan nukleus generatif yang bersamaan dengan kesiapan serbuk sari yang ditumpahkan. Dengan demikian ada dua macam serbuk sari dalam tumbuhan berbunga. Dinding mikrospora menjadi dinding serbuk sari dan berubah menjadi tebal dengan permukaan luar ditutupi duri atau ciri khas lainnya. Salah satu sel ini adalah sel tabung yang merupakan sel. Sedangkan sel lainnya yang berukuran lebih besar disebut sel generatif. Peristiwa yang terjadi di dalam bakal biji bersamaan dengan pembentukan sperma. Pada beberapa species sel generatif terbelah membentuk sel gamet jantan sebelum seruk sari ditumpahkan. Kumpulan mikrospora disebut tetrad. Anak inti berpisah dan bersama dengan sitoplasma membentuk dua sel yang berdekatan. Mikrospora akan berkembang menjadi butir serbuk sari.induk mikrospora sangat padat tetapi kemudian harus memisahkan diri menjadi berbentuk bola Semasa pertumbuhan anther nukleus setiap induk mikrospora membelah diri kemudian nukleus anak akan membelah lagi.

Proses ini hanya terdapat pada tumbuhan angiospermae. 83 . Kantung embrio adalah satu megaspora yag besar dan hidup secara terus menerus. Hanya satu diantara empat megaspora dan biasanya megaspora yang paling jauh dari mikrofil akan paling dekat dengan suplai makanan. Makanan dan minuman diserap melalui tangkai bakal biji dan kantungnya membesar bersamaan dengan nucelus dan integumen. Sebagai akibat pertumbuhan nucelus dan basal akan segera diangkap pada integumen. Perkembang-biakan ini terdiri dari suatu lapisan yang tebalnya sampai beberapa sel dan dinamakan nucelus. inti megaspora terbagi menjadi tiga proses mitosis sehingga menjadi delapan inti yang secara genetis identik. Bakan biji dapat lurus tetapi pada kebanyakan tumbuhan bunga bakal biji itu menjadi terbalik degan lubang mikrofilnya mengarah ke bagian plasenta dan tangkainya melebur ke integumen. Pada tumbuhan biji tertutup pada umumnya nucelus dianggap sebagai dinding megasporangium. kemudian akan tumbuh dan mengelilingi mikrofil. Bakal biji adalah bentuk permulaan dari biji di daerah plasenta pada dinding bakal buah. Penebalan khusus ini menutupi satu sel induk magaspora. Sel induk megaspora akan membelah dua dan membentuk emepat megaspora. Pada tumbuhan berbiji yang tumbuhan tingkat rendah yang mempunyai dua jenis spora akan menyimpan sel induk megaspora di dalam megasporangium.telur. Selama perkembangan kantung embrio.

a. Ujung tabung itu melewati nucelus dan masuk ke dalam kantung embrio kemdian ujung tabung membelah (pecah) mengeluarkan sperma. inti kutub akan berpindah dari kelomppok megaspora ke arah tengah kemudian dikelilingi membran tipis.Empat diantara kedelapan inti tersebut berada di ujung mikrofil kantung embrio. Ketiga sel di ujung mikrofil adalah sel telur. Gamet-gamet yang terdiri dari satu inti besar yang dikelilingi oleh selaput sitoplasma bergerak ke arah tabung serbuk sari. Satu nukeus. Jika sel generatif belum terbagi untuk membentuk dua gamet jantan maka sel itu akan membelah diri sesudah berpindah ke dalam tabung serbuk sari. sehingga selama proses ini akan menyebabkan inti tertinggal. Pembuahan Pembuahan adalah bagian dari proses reproduksi secara seksual karena adanya perpaduan antara sperma dan sel telur. Inti tabung akan menurunkan suhu pada saat sebelum perkecambahan butir sebruk sari maupun pada pertumbuhan awal tabung serbuk sari. Nukleus tabung akan bergerak lebih dahulu dibandingkan dengan sperma kemudian nukleus mengarahkan tabung serbuk sari selama perkembangannya dan secara terus menerus mengikuti gamet. Sedangkan empat lainnya di ujung yang berlawanan. Sedangkan dua sel yang berdekatan akan mengelilingi sel telur dan disebut sebagai sinergit. Butir serbuk sari berkecambah pada kepala putik atau stigma dan tabung serbuk sari tumbuh ke bawah melalui tangkai putik (stylus) ke bagal biji. oleh sebab itu diduga bahwa inti tabung serbuk sari adalah struktur sisa yang tidak berperan dalam pertumbuhan tabung .

serbuk sari. Struktur anatomi organ pembuahan tumbuhan. 84 . Gambar 4. (a). (b).4. Struktur anatomi bakal buah. Struktur anatomi benang sari .

Mekanisme gerakan adalah ke bagian bawah dari tabung serbuk sari. Pada gamet jantan angio-spermae. meliputi kedua nukleus kutub dan nukleus sperma kedua.Gambar 4. tetapi hal ini masih diragukan.5. Pada waktu yang sma perpaduan yang sama terjadi. tidak terdapat struktur khusus sehingga tidak dapat bergerak dengan bebas. penyerbukan dan pembuahan. Gamet-gamet jantan pada sebagian besar organisme berkemampuan untuk bergerak aktif dengan pertolongan struktur khusus yang berbentuk seperti cemeti. B. Fase haploid: Pembentukan sel telur. Kedua nukleus kutub dapat bergabung terlebih dahulu dan kemudian berkumpul dengan nukleus sperma 85 . Proses perkembangan organ reprodukstif dan fertilisasi. Fase diploid: Perkecambahan dan perkembangan benih. A. Di dalam kantung embrio satu dari kedua nukleus sperma berpadu dengan n nukleus sel telur sehigga terjadi pembuahan dan membentuk sel pertana tanaman baru.

7. Perkembangan embrio 86 . Waktu antar perkecambahan Waktu antara perkecambahan serbuk sari dan pembuahannya berjalan dengan singkat. Setidaktidaknya butir serbuk sari harus berkecambah pada stigma setiap bakal biji dan akan berkembang menjadi biji. Pembuahan ganda hampir umum ditemukan oleh ahli botani. Proses pembuahan di dalam kantung embrio. b. Peleburan nukleus telur dengan sperma bersama-sama dengan perpaduan antara nukleus sperma kedua dengan nukleus kutub disebut pembuahan ganda.6.yang kedua. Sebagai contoh pada buah semangka yang mempunyai banyak biji berarti ratusan butir sebuk sari sangat diperlukan untuk menyerbuk satu bunga. Atau kadang-kadang berjalan berhari-hari sampai dengan berbulan-bulan Gambar 4. Gambar 4. Nukleus yang berasal dari peleburan ketiganya dinamakan nukleus endosperma primer atau nukleus peleburan ganda tiga. atau ketiga nukleus itu dapat berhimpun secara simultan. Pembuahan ganda harus terjadi di dalam setiap bakal biji dan diikuti oleh pembentukan biji.

Sel teratas dari semuanya dan paling jauh dari mikrofil akan membelah diri karena adanya pembentukann dinding melintang dan membujur untuk membentuk sekelompok delapan sel menjadui dua baris yang terdiri dari empa sel. Tingkatan dalam perkembangan embrio merupakan ciri khas bagi banyak petumbuhan tanaman dikotil. Sel-sel yang tersisa di bawahnya akan membentuk suspensor.mbaga . Embrio yang sudah matang terdiri dari suatu poros yang menyangga dua kotiledon dan atau daun biji. Kelompok sel ini menyusun sebahagian besar embrionya. Pada waktu pembuahan atau pada saat sesudahnya nukleus menjadi tidak teratur tetapi setelah pembuahan selesai sel sinergit dan antipodal akan luluh. Zigot akan membelah diri beberapa kali dan menghasilkan sekumpulan sel. Pada tanaman tomat dekitar 50 jam dan pada tanaman kubis lebih kurang lima hari. Pada ujung poros di atas buku kotiledon terdapat plumula.Pada tanaman jelasi perkecambahan serbuk sari kurang dari satu jam. Sedangkan pada tanaman lain seperti buncis mempunyai pucuk le. Sel telur yang dibuah tumbuh menjadi embrio. Perkembangan suspensor akan mendorong embrio yang tumbuh ke bagian dalam endosperma yang berfungsi sebgai penyedia makanan yang berlimpah. Pada tanaman tertentu tabung serbuk sari berkecambah setelah tujuh bulan. pro embrio yang menunjang jalan masuk ke dalam kantung embrio. perkecambahan serbuk sari sekitar 24 jam. pada tanaman jagung. Plumula yang merupakan aspek pucuk embrionik pada beberapa tanaman sepertikubis planula hanya terdiri dari sekelompok kecil jaringan meristimatik.

Daerah antara radicula dan kotiledon adalah batang embrionik atau hipokotil.atau plumula yang tersusun dari suatu meristem apikal mbersama-sama dengan beberapa daun embrionik. Pertama perisai atau skutelum. kemudian terus berkembang menjadi akar primer apabila biji tersebut berkecambah. Umumnya perkembangan embrio tumbuhan yang monokotil banyak persamaannya dengan pola perkembangan tanaman seperti kubis. Setelah pembuahan nukleus endosperma primer segera mulai membelah diri dan menghasilkan jaringan multiseluler atau endosperma. Kotiledom terdiri dari dua bagian pokok. Meskipun demikian pada monokotiledon yang sudah maju (contohnya rumput-rumputan) mempunyai kotiledon yang telah mengalami perubahan evolusioner. Sel telur yang dibuahi berkembang menjadi embrio tetapi pertumbuhannya berlangsung lambat dibandingkan dengan pertumbuhan endosperma karena setelah pembuahan zigot memasuki masa 87 . plumula membentuk bagian pucuk di atas kotiledon. Ujung meruncing dari embrio dibagian pangkal dinamakan sebagai akar lembaga (radicula). sebagai organ penyerap makanan dan kedua adalah koleoptil serta tudung pelindung di bagian atas plumula. Pada perkecambahan.

pembentukan endosperma akan membebaskan banyak nukleus. jagung. Contoh biji yang kekurangan endosperma adalah lobak. Sebahagian besar dari makanan yang tertimbun di dalam daun lebaga (kotiledon) yang menjadi sangat besar. Pada beberapa biji. Biji dengan embrio yang terbenam di dalam endosperma merupakan salah satu contoh dari biji jarak. Dinding inti akan berkembang mengeilingi inti. Endosperma berkembang lebih cepat dibandinmgkan dengan embrio dan biji muda. labu siam dan polong-polongan seperti kacang merah. Endosperma berkembang berkat suplai makanan oleh tumbuhan induk. Pada biji yang lain sebagian besar embrio melanjutkan perkembangannya sampai dengan semua endosperma diserap.istirahat. Biji dikelilingi oleh kulit biji yang telah berkembang dari integumen bakal biji. Dalam berbagai species pada tingkat dini. bunga matahari. kaya akan makanan yang tertimbun dalam bentuk minyak atau pati atau protein. Endosperma tetap hidup membesar dan menjadi jaringan istimewa biji. padi-padian dan kelapa. Pada sepcies yang lain pembelahan nuklir segera harus diikuti oleh pembentukan dinding sel. Kemudian memberi makanan kepada embrio. Kulit biji biasanya tipis seperti pada kacang merah dan . embrio tetap berukuran kecil dan dikelilingi oleh endosperma. Beberapa saat kemudian embrio akan menjadi kian besar dan sel-selnya terisi dengan bahan makanan cadangan. Makanan yang tersimpan di dalam endosperma digun akan oleh embrio pada waktu biji berkecambah. kubis.

88 .kacang tanah yang berwarna coklat dan tipis seperti kertas mengelilingi embrio. Pada beberapa biji mikrofil tetap nampak sebagai lubang kecil yang dihubungkan dengan parutan yang disebut hilum yang menandakan letak tangkai yang melekatkan biji dengan plasenta.8. Hal ini terjadi pada kenari dan kemiri. Epidermis kujlit biji pada tanaman tertentu menghasilkan serat kapas seperti yang terjadi pada tanaman kapas. Sewaktu biji itu matang dan secara bertahap embrio memasuki masa dorman sampai biji perkecambah. Gambar 4. Kulit tersebut dapat menebal dan ekras seperti batu. Proses perkecambahan benih dari biji dikotil.

Inti sel telur yang dibuahi mengalami proses mitosis sehingga setiap anak sel berisi setengah jumlah kromosom yang berasal dari sperma dan stengah jumlah kromosom yang berasal dari sel telur. Satu gamet dinyatakan sebagai . Biji angisperma tersusun dari kulit biji. Salah satu dari generasi ini menghasilkan spora dan disebut dengan sporofit. padi atau dari kulit biji dengan embrio saja. Gambar 4. Hal ini terjadi pada tanaman jagung. Pergiliran generasi ini bersesuaian dengan pergantian jumlah kromosom dalam kedua fase daur hidup tumbuhan. Bila dua gamet berpadu membentuk zigot maka stiap gamet akan memberikan sum-bangan seperangkat kromosom kepada sel telur yang dibuahi. endoperma dan embrio. Kata generasi dipakai dalam hal ini untuk membedakan dari yang biasa dipakai. Semua sel dari tumbuhan berasal dari pembelahan ulang sel telur yang dibuahi yang mengandung jumlah kromosom ganda (2n). yang mengacu kepada selang waktu di antara kelahiran tetuanya dan kelahiran keturunannya.Biji angiospermae merupakan suatu struktur yang kompleks dan jaringannya bermacam-macam. Yang lain menghasilkan gamet dan disebut generasi gametofit. Pergiliran Generasi Pergiliran generasi merupakan kejadian dalam dua fase. Perkecmbahan pada tanaman monokotil (barley) c.8b. atau generasi. Jadi dalam setiap gamet akan terdapat dua kali jumlah kromosom. gandum. dalam daur hidup organisme yang berkembang biak secara seksual.

n. Sel induk spora memiliki kromosom 2n. yaitu pembelahan secara kolektif. Generasi berikutnya akan terdiri dari 8n kromosom. yaitu 2n. Proses ini disebut meiosis. gametofitnya n kromosom. ditentukan dengan terjadinya peristiwa meiosis dan pembuahan. Pada tumbuhan berbunga terjadi pengurangan jumlah kromosom. Semua struktur yang terjadi secara langsung pada mikrospora dan megaspora juga memiliki jumlah kromosom n. Maka penggandaan jumlah kromosom dari sel telur yang dibuahi selalu disertai dengan reduksi dari jumlah kromosom pada tahap siklus hidupnya. Batas antara kedua generasi. Sebagai akibat dari meiosis adalah terbentuknya tetrad spora dengan setengah dari jumlah kromosom. mikrospora dan megaspora memiliki kromosom sebanyak n. sporofit dan gametofit. Generasi sporofit memiliki kromosom 2n. Pergiliran generasi tidak hanya dijumpai pada tumbuhan 89 . Oleh sebab itu sel telur yang dibuahi dan sel-sel pada tumbuhan akan mengandung 4n kromosom. Gamet mengandung jumlah kromosom yang sama dengan sel tubuh.

penyerbukan adalah peleburan gamet jantan dan gamet betina. Penyerbukan ada dua macam. Penyerbukan silang lebih umum terjadi dibanding dengan penyerbukan sendiri. burung. Generasi sporofit yang menghasilkan spora maupun gametofit yang menghasilkan gamet yang dicirikan dengan adanya pembuahan dan meiosis. Contoh tanaman yang menyerbuk sendiri adalah gandum. Penyerbukan sendiri adalah proses penyerbukan kepala putik oleh serbuk sari yang berasal dari bunga itu sendiri atau dari bunga lain pada tumbuhan yang sama. keong.3. sel tubuh 2n mengandung kromosom yang telibat dalam penentuan alat reproduksi seksual. Penyerbukan silang ialah proses perpindahan serbuk sari dari anther bunga tumbuhan ke stigma bunga tumbuhan lain yang sama atau species yang berkerabat.berbunga. Penyerbukan ialah pindahnya serbuk sari dari kepalam sari kepada stigma. 4. Penyerbukan dapat dibantu oleh angin dan serangga. kedelai dan lain-lain. yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang. Penyerbukan (polinasi) Pembuahan sel telur dan perkembangannya hanya akan terjadi jika butir serbuk sari sampai kepada stigma. padi. dan binatang kecil lain. jelai. Penyerbukan berbeda dengan pembuahan. tetapi umum dijumpai pada seluruh dunia tumbuhan. pada tumbuhan berumah dua. Penyerbukan silang menghasilkan kombinasi satuan keturunan yang lebih beragam dari .

keduanya.9. Pengaruh langsung dari penyerbukan silang adalah banyaknya species dari produksi biji yang dihasilkan dan bersifat lebih kuat dari turunannya. Gambar 4. Pergantian generasi tanaman 90 .

kaki dan rambut pada tubuh lebah sesudah lebeah tersebut mendatangi bunga. Adaptasi bunga yang menguntungkan penyerbukan silang Pada tumbuhan yang memiliki bunga sempurna mempunyai stamen dan pistil yang matang pada waktu yang berbeda. Banyak sekali percobaan-percobaan untuk mengetahui ketertarikan serangga terhadap bunga yang berwarna dan berbau wangi. Hal ini menguntungkan penyerbukan silang (dikogam). kumbang dan lain-lain. kupu-kupu. Bunga seperti ini mengandung tempat air madu atau nektar. Penyerbukan oleh serangga Sebahagian besar tumbuhan berbung diserbuki oleh insekta seperti lebah. tawon. sebagian serbuk sari akan menyentuh stigma dan mengakibatkan penyerbukan silang. Lebah dan serangga akan mendatangi bunga dan mengumpulkan serbuk sari atau nektar sebagai bahan makanan buat mereka atau keturunannya. Dikogami terhjadi melalui . Penyerbukan terjadi secara kebetulan pada waktu serangga tersebut mendatangi bunga. Bunga yang diserbuki oleh serangga biasanya berwarna cerah dan atau berbau harum. b. Serbuk sari melekat pada bagian mulut. Penyerbukan oleh serangga merupakan cara yang terpenting untuk proses perkebang-biakan. Serbuk sari yang dihasilkan sangat berat sehingga cepat lengket dan sukar diterbangkan oleh angin.a. kepala. Pada kasus tertentu penyerbukan dapat dilakukan oleh burung dan mamalia. Jika lebih mendatangi bunga yang lain.

Datura memiliki tabung korola sepanjang 8cm sehingga sulit untuk diserbuk oleh serangga. Bunga dengan pistil dan stamen yang matang pada waktu yang berbeda sangat umum dijumpai pada dunia tumbuhan. Sebagai contoh adalah Saponaria. berbagai jenis tembakau. Pada beberapa bunga terdapat hubungan antara tabung korola dan ukuran panjangnya. Penyerbukan sendiri tidak terhalangi oleh heterostyli karena pada saat serangga mencabut mulutnya dari korola bunga maka dia akan memindahkan serbuk sari dari anther ke stigma dari bunga yang sama. Pada tumbuhan lain kadang-kadang tidak terjadi 91 .dua cara. Yang pertama adalah anther akan matang sebelum stigma pada kasus lain stigma lebih dulu matang daripada anther. Penyerbukan sendiri lebih mudah terjadi pada siklus pendek akan tetapu proses penyerbukan sendiri dalam pembentukan biji sangat bervariasi. Nektar yang terletak pada pangkal tabung korola akan menempel pada anggota badan kupu-kupu atau ngengat yang memiliki bagian mulut berbentuk panjang sehingga dapat mencapai nektar. Ketidak serasian Pada banyak tumbuhan dengan bunga sempurna pembuahan dan pembentukan buah serta biji terjadi setelah penyerbukan sendiri (keserasian sendiri). c.

4. Musim penyerbukan Di daerah empat musim terdapat tiga kali waktu penyerbukan. yakni prinsip genetik dan prinsip agronomik. Bunga tumbuhan diserbuk oleh angin kecil dan kurang menarik. Cuercus dan lain-lain. basik dalam kuantitas (jumlah) maupun kualitas (terutama mutu fisik dan mutu . Adapun prinsip agronomik adalah tindakan budi daya produksi agar benih yasng dihasilkan dapat maksimum.pembuahan walaupun stigma sudah diserbuk oleh serbuk sari dari bunga yang sama (ketidak serasian fisiologis atau ketidak-serasisan sendiri). Dalam banyak hal ketidak serasian disebabkan oleh rendahnya laju pertumbuhan tabung serbuk sari. penyerbukann angin dijumpai pada tumbuhan kayu dan herbal. yaitu awal musim semi. serta akhir musim panas dan musim gugur. Serbuk sari yang melekat harus diwarnai dan dapat dipelajari di bawah mikroskop dan kemudian diidentifikasi melalui ciri-ciri permukaan butir sari tersebut. Teknik Produksi Benih Tanaman Untuk menghasilkan benih bermutu (bersertifikat) minimum melibatkan dua aspek penting. Penyerbukan angin Penyerbukan dengan angin merupakan proses yang paling mudah. Pada banyak tumbuhan erkayu bunga jantan dan terkadang betina berkelompok dalam untaian. d. seperti Conifer. akhir musim semi dan awal musim panas. Prinsip genetik adalah pengendalian mutu benih internal yang dilaksanakan produsen benih agar kemunduran genetik tidak terjadi dan benih yang dihasilkan memiliki mutu genetik (kemurnian) yang tinggi. e. Banyaknya seruk sari di udara dapat dihitung dengan cara meletakkan di udara slide mikroskop yang ditutupi oleh agar tipis atau vaselin.4.

a. Persyaratan lahan produksi benih Untuk menghasilkan benih bermutu. Pada dasarnya. baik standar lapangan maupun laboratorium yang ketat dalam mempertahankan kemurnian varietas tersebut. usaha produksi atau penangkaran benih bertujuan untuk menghasilkan benih sebanyakbanyaknya dengan mutu yang memenuhi syarat sertifikasi benih.fisiologis benih). perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini. Lahan subur dan tersedia air: Air dapat disediakan secara teknis melalui irigasi atau secara alami 92 . Benih bersertifikat merupakan benih dari suatu varietas yang telah diketahui (telah dilepas) dan diproduksi dengan sistem pengawasan serta standar sertifikasi benih. Untuk menghasilkan benih ber-sertifikat. tanaman harus diusahakan secara intensif pada lahan yang memenuhi persyaratan dan dikelola sesuai dengan keadaan agroklimat setempat. Dua persyaratan lahan yang utama bila akan memproduksi benih bersertifikat yaitu sebagai berikut: (a).

Air sangat dibutuhkan terutama pada saat tanaman memasuki masa pengisian biji (grain filling). Untuk itu perlu diperhatikan ketentuan pelaksanaan sertifikasi sebagai berikut: (a). Syarat mutu bagi benih bersertifikat antara lain murni (sesuai dengan sifat-sifat induknya). dalam satu lokasi lahan produksi benih tidak dapat ditanami dua varietas berbeda dari jenis tanaman yang sama secara berturut karena akan menimbulkan penyerbukan silang. (b). Cara menghindarinya dengan melakukan isolasi waktu atau isolasi jarak. Benih dasar (BD) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan . perlu diperhatikan. bersih (bebas dari kotoran maupun campuran varietas lain). dan memiliki daya tumbuh yang tinggi. sehat (bebas dari hama maupun penyakit). Perlu diperhatikan pula bahwa memproduksi benih umumnya dilakukan di luar musim tanam (off-season) karena untuk memenuhi kebutuhan benih pada musim berikutnya.sebagai lahan tadah hujan. b. Benih Sumber Benih sumber atau benih yang akan digunakan untuk memproduksi benih haruslah bermutu tinggi dan jelas asal-usulnya. Benih penjenis (BS) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BS4). Secara umum. Adanya tanaman voluntir juga merupakan kontaminan. percampuran pun dapat terjadi dari pertanaman sejenis yang berbeda varietas yang ada di sekitar lahan produksi. (b). yakni catatan urutan jenis dan varietas tanaman yang pernah ditanam. sejarah lahan. Selain dari dalam lahan. Untuk menghindari percampuran varietas. Lahan bersih dan bebas dari varietas lain. Pengawasan dan jaminan mutu dilakukan oleh pemulia tanaman (breader) yang bersangkutan. Benih sumber yang digunakan dalam produksi benih harus berasal dari kelas yang lebih tinggi seperti dalam sistem alur perbanyakan mono generation flow atau poly generation flow.

(c). Isolasi diterapkan apabila pada satu areal pertanaman terdapat kemungkinan terjadinya penyerbukan silang. produksi benihpun perlu memperhatikan aspek sumber benih. (d). Benih sebar (BR) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BR4) Selain aspek benih sumber. Untuk kesuksesan produksi benih dalam hal kemurnian benih. Jika kemungkinan penyerbukan silang tidak terjadi maka isolasi tidak perlu dilakukan. Hal ini penting karena dalam skema sistem perbenihan di Indonesia. 93 . Isolasi waktu ataupun isolasi jarak merupakan tindakan perlindungan terhadap pertanaman benih dari penyerbukan silang oleh varietas lain. yakni lembaga atau institusi yang menghasilkan benih sumber. baik dari dalam maupun sekitar lahan produksi. Benih pokok (BP) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BP4).BD4). Isolasi uang umum digunakan adalah isolasi waktu dan jarak. telah ditentukan lembaga-lembaga yang berkompeten untuk memproduksi setiap jenjang kelas benih bersertifikat. pada umumnya proses produksi terisolasi.

Dalam melakukan isolasi waktu.Dalam isolasi waktu. isolasi yang sering dilakukan yaitu menanam tanaman barier sehingga dapat menghemat waktu (tidak perlu isolasi waktu) dan dapat memanfaatkan ruang antara pertanaman. Isolasi jarak memberi jarak antara satu hamparan pertanaman dan hamparan pertanaman lain dari varietas yang berbeda sehingga tidak dimungkinkan terjadi penyerbukan silang. isolasi sering sulit dilaksanakan karena sulit mencari lahan produksi benih yang betul-betul ideal dan mengatur keserempakan pola dan waktu tanam petani. pertanaman dari tanaman jenis lain atau tanaman sejenis yang dijadikan tanaman penghalang (barier) dan tidak ikut dipanen sebagai benih. waktu tanam produksi benih dibuat berbeda dengan waktu tanam produksi benih dan atau non benih suatu varietas lain dari jenis tanaman yang sama. Lasmanya ditentukan oleh masa pembungaan varietas yang bersangkutan. misalnya irigasi yang baik. Adapun upaya untuk menghindari percampuran varietas dari dalam lahan produksi. di suatu lahan produksi yang berdekatan agar masa berbunga antara kedua varietas tidak dalam waktu yang bersamaan. Jarak isolasi tersebut ditentukan oleh tipe (jenis) dan cara penyerbukan dari tanaman yang bersangkutan. lama isolasi waktu untuk tanaman pangan sekitar 1 bulan. Demikian pula. Oleh karenanya. isolasi jarak 3 m). isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan yang dibantu oleh angin (misalnya jagung) lebih jauh dibanding tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh serangga. . Jika ini terjadi maka harus ditunjang dengan sarana atau prasarana yang mampu menekan risiko kegagalan. Dalam pelaksanaannya. dilakukan roguing (pencabutan tanaman voluntir). Isolasi jarak dapat berupa lahan kosong. Secara umum. dapat terjadi penanaman di luar musim tanam. Isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan silang (misalnya jagung. isolasi jarak 200 m) askan lebih jauh dibandingkan tanaman dengan penyerbukan sendiri (misalnya padi.

panen dan pascapanen. dimana aspek kemurnian genetik menentukan kelulusan dalam sertifikasi. pengeringan. Teknik budi daya ini secara internal dilaksanakan oleh penangkar benih dalam bentuk roguing dan secara eksternal dilaksanakan oleh BPSB dalam bentuk pengawasan di lapang. Adapun teknik budi daya mulai dari pengolahan tanah hingga panen antara teknik budi daya produksi benih dan non benih secara relatif sama. pengujian benih. penanaman.c. sertifikasi dan pengepakan benih. Dasar-dasar budidaya untuk produksi benih Teknik produksi benih sedikit berbeda dengan teknik produksi nonbenih. 94 . pesemaian. pemeliharaan. Produksi benih biasanya diawali dengan perkecambahan benih. pengolahan benih. yakni pada prinsip genetisnya. pembibitan.

menentukan komposisi media tanam. pengeringan. mencampur media dan mengisi media ke dalam polybag. mangandung bahan organik. Untuk itu.1) Pengolahan tanah. pengolahan tanah dapat juga bermanfaat dalam mengendalikan gulma dan membebaskan lahan dari sisa-sisa tanaman atau benih tanaman yang ada. Media tanah dan kompos yang tealh sisiapkan harus dicampur dengan merata agar kondisi media tanam seragam baik secara fisik. penanaman. panen dan pascapanen. meningkatkan aktivitas organisme tanah. sertifikasi dan pengepakan benih. serta menciptakan aerasi yang baik. memperbaiki struktur tanah. Proses penyiapan polybag untuk pembibitan dimulai dengan menentukan komposisi media pembibitan. pembibitan. aerasi baik dan dapat menyimpan air dengan afisien. Untuk memproduksi benih-benih kecil (10 gram benih = 1.000 benih. Selain itu. Untuk media pembibitan para petani penangkar benih biasanya menyiapka komposisi media tanah: kompos (1: 1) dan biasanya telah memenuhi standar kebutuhan unsur hara yang dipersyaratkan. pesemaian. hendaknya cukup tersedia waktu antara saat pengolahan tanah dan waktu tanam sehingga benih gulma dan tanaman dari pertanaman sebelumnya tumbuh dan dapat dicabut. biasanya diawali dengan perkecambahan benih. . pemeliharaan. pengolahan benih. Pengolahan tanah pada dasarnya bertujuan untuk menggemburkan. Pada umumnya komposisi media yang diharapkan adalah mempunyai kandungan hara makro dan mikrto. pengujian benih.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan pekerja dalam mengisi polybag. Sambungkan kabel mixer ke arus listrik dan media tanam akan tecampur dengan sempurna dan ada kemungkinan lebih homogen dari pada pencampuran dengan cara manual. Pencampuran media tanam dapat dilakukan dengan mesin pengaduk media atau mixer. Para petani pengangkar biasanya melakukan pencampuran sebagai berikut: karung tanah dicampur satu karung kompos lalu diaduk sampai rata. Apabila penyiapan media berjauhan dengan tempat pembibitan. kegiatan ini dilakukan berulangulang sampai volume media tanam diperkirakan mencukup untuk mengisi polybag. maka disarankan untuk mengangkut media dengan kendaraan roda empat. 95 . Pencampuran secara manual dapat dilakuan dengan bantuan alat sekop dan cangkul. Sara encampu media tanam dapat dilakukan secara manual dan mekanik. Dengan alat ini petani tinggal memasukkan tanah setengah dari volume mixer dan kompos setengah dari volume mixer.kimia dan biologis. Tutup kap penutup sampai rata. Media yang sudah siap untuk digunakan diangkut dengan gerobak (jika lokasi antar lokasi media dan tempat pembibitan berdekatan).

Ukuran atau bobot benih per 1. Jatak tanam antar tanaman pada umunya dapat ditentukan berdasarkan kanopi dari varietas tanaman yang dibudidayakan. Ukuran atau bobot . Daya tumbuh (kecambah) benih. Posisi wadah dengan polybag pembibitan pada saat mengisi polybag 2) Penanaman Penanaman dilakukan secara beraturan untuk memudahkan pemeliharaan (pemupukan. Para petani biasanya menyiapkan kotak kayu untuk memberdirikan polybag atau kaleng atau botol plastik. Jarak tanam yang digunakan dapat disesuaikan dengan jenis atau varietas tanamannya. kemudian masing=masing polybah dirapikan dan disiram dengan air. Polybah dibuka mulutnya dan diletakkan pada peralatan yang disebutkan. kebutuhan benih setiap hektar dapat ditentukan. (3). Kebutuhan benih dipengaruhi oleh: (1). Setelah jarak tanam ditentukan.000 butir. (2). maka media pembibitan disiramkan ke atas polybag terbuka sampai penuh. dan pelaksanaan roguing.Media tanam akan diisikan ke polybag. pembersihan tanaman (pengendalian gulma). Jarak tanam yang rapat dilakukan jika kesuburan tanah mendukung dan kompetisi antar tanaman tidak sampai pada taraf yang merugikan. Jarak tanam rapat dilakukan untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia dalam rangka mendapatkan hasil (produksi) yang maksimal. serta ketersediaan air dan sinar matahari. Setelah polybag berdiri pada tempatnya. tingkat kesuburan lahan. Jarak tanam atau populasi tanaman per hektar. pengendalian hama dan penyakit).

Kekurangan penyediaan benih akan menyebabkan ketidakseragaman penanaman sedangkan kelebihan penyediaan benih merupakan pemborosan. bunga krisan dan lain-lain. Penghitungan kebutuhan benih sangat penting dilakukan agar penangkar dapat menyediakan benih secara tepat jumlah sehingga tidak ada kelebihan pembelian benih dan input produski benih menjadi efektif dan efisien. Keterangan tentang daya tumbuh (daya kecambah) tertera pada label kemasan. Perkiraan kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan rumus : 96 . Ketiga keterangan di atas selalu terdapat pada label benih-benih tanaman yang bersertifikat. Keterangan ini terdapat pada kemasan apabila benih varietas tanaman mempunyai perfomansi biji berukur kecil seperti benih kubis. wortel. biasanya tertera pada kemasan (label) benih. tomat.benih per 1000 gram. sawi. cabai.

Protein benih padi dapat ditingkatkan dengan pemupukan N dan bobot benih padi dapat ditingkatkan dengan pemu-pukan kalsium (Ca). kebutuhan tanaman akan hara (terutama nitrogen) sangat besar.000 X 100/p x100/q X 100/r X s/1000 X t X 1 g Keterangan : B = Benih yang diperlukan per hektar (gram) p = Jarak antar barisan (cm) q = Jarak rumpun tanaman dalam barisan (cm) r = Daya kecambah benih (%) s = Bobot 1. Dosis pupuk hendaknya disesuaikan dengan ting-kat kesuburan tanah. . b) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membebaskan lahan dari gulma dan tanaman lainnya. Gulma dan tanaman lain dapat berfungsi sebagai kompetitor dalam mendapatkan air. terutama masa pembungaan dan pengisian benih (grain filling). Adapun pupuk fosfor (P) dan kalium (K) dibutuhkan tanaman pada fase reproduktif. Selain untuk pertumbuhan tanaman. a) Pemupukan Pemupukan dilakukan untuk memperbaiki ketersediaan hara dalam tanah.000 butir benih (gram) t = Jumlah tanaman per rumpun 3) Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan tanaman dalam budi daya meliputi pemupukan. serta pengairan dan pengelolaan air. Teknik pemeliharaan tanaman hendaknya disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman sehingga tindakan yang diberikan tepat dan efisien. pengendalian hama dan penyakit. pupuk pun berpengaruh terhadap produksi dan mutu benih. penyiangan (pengendalian gulma). Pada awal pertumbuhan vegetatif.B = 10.

Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual (dengan cara mencabut). biasanya juga dilakukan pembumbunan (pendangiran) untuk memperbaiki aerasi di daerah sekitar perakaran tanaman. Pada saat penyiangan. Penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan gulma hendaknya selektif agar tidak membahayakan tanaman yang diusahakan dan sumber plasma nuftah lainnya. gulma atau tanaman lain juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit tertentu atau memungkinkan terjadinya penyer-bukan silang dengan tanaman benih. dan energi matahari. mekanis (menggunakan alat). serta tidak mencemari lingkungan (terutama air). dan kimiawi (bahan kimia).hara. Selain itu. 97 .

Pada tahap pembentukan dan perkembangan benih dini. seperti penggunaan pestisida. pengairan dilakukan dengan . Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara preventif dan kuratif. dan eradikasi (pencabutan dan pembuangan) tanaman yang terserang. Pada musim kemarau atau bila tidak hujan. air diperlukan dalam jumlah banyak dan pada tahap pemasakan benih. pengendalian tersebut hendaknya dilakukan sedini mungkin dengan senantiasa memperhatikan batas ambang ekonomisnya. Karena penggunaan bahan kimia cukup mengandung risiko maka dian-jurkan pestisida yang digunakan berbahan organik. misalnya memberi pupuk yang seimbang dan melakukan sanitasi lingkungan. air tidak diperlukan lagi.c) Pengendalian hama dan penyakit Hama dan penyakit di lapang selalu ada sehingga perlu dikendalikan agar pertanian dapat mencapai produksi yang tinggi. Pada tahap pertumbuhan vegetatif sampai inisiasi bunga. Cara preventif (pencegahan) dengan membuat pertumbuhan tanaman sesehat mungkin. d) Pengairan. air diperlukan dalam jumlah sedang. Namun. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman dalam jumlah yang tepat. sesuai dengan fase pertumbuhan dan perkembangannya. Cara kuratif adalah cara pemberantasan terhadap hama dan penyakit. yakni tingkat populasi dan intensitas serangan yang membahayakan proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. air diperlukan dalam jumlah banyak. pengecekan sumber dan pengelolaan air. Penyediaan air bagi tanaman dapat dilakukan secara teknis melalui irigasi atau secara alami dari hujan. Pada tahap pembungaan. gropyokan untuk pemberantasan tikus.

jangan dilakukan pada siang hari karena berpengaruh buruk terhadap tanaman. maka sumber air biasanya ditampung pada drum atau bak penampungan yang dilapisi plastik yang disiapkan di sekitar lokasi budidaya. 98 . biasanya jaringan irigasi secara teknik harus disiapkan pada saat pembuatan bedengan sakaligus dengan pebuatan saluran. Harus dilakukan terlebih sahulu pengecekan sumber air dan jaringan irigasi. Apabila lahan produksi berada pada lahan sawah dengan pengairan teknis. yakni terjadi peningkatan laju transpirasi secara mendadak. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Sebelum melakukan kegiatan produksi benih. Pada sistem ini saluran dapat dialiri air sehingga dapat dilakukan penyiraman dengan sistem lep. Apabila produksi benih dilakukan pada skala luas. Hal yang harus diperhatikan adalah kemiringan jaringan irigasi harus diperhitungkan agar air dapat mengalir dengan baik pada semua lahan budidaya. maka kondisi sumber air dan jaringan irigasi diprediksi tidak akan ada masalah.penyiraman. Apabila fasilitas tersebut tidak ada.

Roguing biasanya dilakukan sebelum lahan diperiksa oleh tim sertifikasi dari BPSB. Tanaman yang tidak sesuai dengan deskripsi tanaman yang diusahakan harus dicabut dan dimusnahkan. Tanaman rogue. yaitu saat tanaman umur 4 minggu setelah tanam. Roguing dilaksanakan dengan mencocokkan deskripsi tanaman di lahan dengan deskripsi varietas tanaman yang diusahakan. Melakukan roguing di lahan yang luas cukup menyulitkan. gulma-gulma berbahaya dicabut dan dimusnahkan. Cara pelaksanaannya dengan mencabut tanaman yang tidak dikehendaki. Jika memungkinkan. karena silau akan menyulitkan pengamatan. tanaman yang terserang hama dan penyakit. roguing dapat dilakukan setiap saat tidak hanya pada saat menjelang pemeriksaan oleh BPSB. pada fase berbunga. Ada beberapa macam pola pelaksanaan roguing (lihat gambar Usulan Jalur perjalanan dalam melakukan roguing). Roguing hendaknya dilakukan sepagi mungkin dan arah berjalan sebaiknya tidak menghadap matahari. R oguing dilakukan dengan berjalan secara sistemik sehingga setiap tanaman dapat terlihat dan di amati. seperti tanaman yang berpotensi untuk terjadinya penyerbukan silang dengan varietas tanaman yang diusahakan atau tanaman yang berpotensi menghasilkan benih campuran varietas lain. Oleh karenanya.e) Roguing oguing bertujuan untuk menjaga k emurnian benih. dibutuhkan metode yang cukup representatif melalui pengacakan sampel di lapang. dan m enjelang panen. Pelaksanaan roguing mengikuti waktu dan frekuensi pemeriksaan lapangan oleh petugas pengawas sertifikasi benih. Pola A dapat menjamah lahan pertanaman .

dan pola F hanya mampu menjamah pertanaman sebesar 60% dari luas lahan keseluruhan. Beberapa keuntungan panen yang dilakukan pada saat benih mencapai m asak fisiologis antara lain: (a). Mempercepat program pemuliaan tanaman karena segera diperoleh data viabilitas dan vigor maksimum dari varietas yang dikembangkannya. pola C (cara acak) dan pola D (searah jarum jam) memungkinkan seluruh (100%) pertanaman terjamah. Pemanenan P enanganan pascapanen dapat dilakukan dengan baik. maka panen pada saat benih masak fisiologis adalah pilihan yang tepat. tidak merusak benih yang masih berkadar air tinggi. pola B mampu menjamah lahan seluas 60-70%. pola E mampu menjamah lahan sebesar 85%. (b). Benih belum mengalami deteriorasi (kemunduran).sekitar 75%. 99 .

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * .

Waktu panen ini pun jugam mempunyai risiko. Kondisi iklim pada selang waktu antara masak fisiologis dan panen sangat berpengaruh terhadap viabilitas benih. (d). maupun daya simpan benih.* * * * Gambar 4.9 . maka panen dapat dilakukan beberapa hari setelah masak fisiologis. serta. Cuaca pada areal produksi yang tidak menguntungkan dapat menurunkan mutu benih yang dihasilkan. Oleh karena kadar air benih pada saat masak fisiologis masih cukup tinggi (50-60%) sehingga rentan terhadap kerusakan mekanik. (c) Menghemat waktu dan mengurangi kehilangan benih di lahan. Beberapa alternatif jalur perjalanan untuk melakukan kegiatan roguing. Perkecambahan benih di lapang dapat dihindari. vigor. daya kecambah. f) Pengolahan Benih Pengolahan benih merupakan tahap transisi antara produksi dan 100 .

1) Pembenihan dan prapembersihan . yakni memisahkan benih dari sumber kontaminan seperti benih gulma. dan kotoran benih. Tahap ini cukup menentukan karena benih dapat tidak bermanfaat jika salah dalam pengolahannya. (b). semakin tinggi nilai rendemen yang berarti semakin kecil nilai kehilangan pascapanennya (post harvest losses).penyimpanan atau pemasaran benih. mutu benih dapat ditingkatkan melalui dua cara yaitu : (a). Nilai rendemen sangat ditentukan oleh jenis benih dan efektivitas pengolahan. benih kedelai dan kacang hijau masih dalam polong. tetapi secara populatif. Secara populatif. d. Oleh karenanya. Alur umum pengolahan benih Benih masuk ke unit pengolahan benih umumnya dalam bentuk calon benih. Selain dalam bentuk calon benih. benih tanaman lain. Pengolahan benih tidak dapat meningkatkan mutu benih secara individual. Perbandingan jumlah benih hasil pengolahan dengan jumlah calon benih hasil panen dinamakan rendemen. Separation. Dengan pemisahan dan pemilahan benih. yakni memilah benih dari benih yang kurang bermutu. Prinsip umum pengolahan benih adalah memproses calon benih menjadi benih dengan tetap mempertahankan mutu yang telah dicapai. Adapun efektivitas pengolahan ditentukan oleh alur (jalur) pengolahan dan penggunaan alat-alat pengolahan benih yang tepat. akan diperoleh benih yang murni dan hidup (pure life seed) dengan total jumlah yang lebih rendah dari jumlah benih hasil panen. misalnya berukuran kecil atau tidak seragam. kadar airnya juga masih sangat tinggi. pengolahan benih yang dilakukan sebagai berikut. Semakin efektif pengolahan yang dilakukan. Upgrading. misalnya benih jagung masih dalam tongkol.

dan tidak seragam). Setelah pengolahan tersebut.Kegiatan pembenihan meliputi pengeringan (drying) dan perontokan (threshing) pada kacang-kacangan dan padi atau pemipilan (she ling) pada jagung. Setelah bersih dari kotoran. 2) Pembersihan Proses pembersihan (cleaning) benih diawali dengan pemisahan benih dari kotoran (sampah). seperti air screen cleaner. Pembersihan ini dapat menggunakan ayakan (saringan) atau alat pembersih benih dengan sistem pengayakan dan hembusan udara. serta benih yang berviabilitas rendah (kecil. tongkol. yaitu benih dipisahkan dari benih varietas lain. dilakukan pemisahan benih dari kotoran sisa polong. benih gulma. benih disimpan sementara secara curah dan tumpukan (bulk storage). Selama proses pembenihan dan prapembersihan. pecah. benih memasuki proses sortasi dan upgrading. atau jerami (disebut pre-cleaning). 3) Perlakuan benih dan pengemasan Perlakuan benih (seed treatment) adalah pemberian bahan kimia dalam 101 .

Contohnya botol (gelas) dan kaleng (drum). Hal penting yang diperhatikan di dalam memberikan perlakuan benih adalah jenis dan dosis pestisida yang digunakan agar tidak meracuni benih. yakni kemasan porus. serta alat perlakuan dan pengemasan. alat dan mesin pengolahan yang paling dibutuhkan yaitu alat pembenihan (conditioning dan pre-cleaning). Jenis kemasan benih dapat dikelompokkan menjadi 3. pertimbangan keuntungan usaha. serangan yang mungkin terjadi di penyimpangan maupun serangan di lapang produksi. . Bila menggunakan kemasan kedap. Alat-alat tersebut dapat berupa mesin pengolah benih yang dijalankan secara mekanik atau alat sederhana yang dijalankan secara manual. Kemasan porus adalah kemasan yang tembus air sehingga tidak mampu melindungi benih dari pengaruh kelembapan udara luar. Pemilihan jenis alat pengolah benih tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan penangkar. Jenis kemasan ini mampu mempertahankan kadar air benih dalam jangka waktu yang lama. alat pengering. tetapi dalam jangka panjang kemasan menjadi porus. Kemasan resisten adalah kemasan yang tahan terhadap tembusan air. dan ada atau tidaknya sumber listrik atau mesin diesel. tingkat mutu dan efisiensi yang diinginkan. Contohnya. kertas dan kain blacu. e. resisten dan kedap. Adapun kemasan kedap adalah kemasan yang tidak tembus air.rangka melindungi benih dari hama dan penyakit. Contoh kemasan seperti ini yaitu kantong plastik. Pengemasan bertujuan untuk melindungi benih dari pengaruh kelembaban udara dan pencampuran antar lot (kelompok) benih. alat pembersih. jenis dan nilai komoditas. kadar air benih harus rendah untuk menghindari pengaruh buruk dari akumulasi produk respirasi benih di dalam kemasan. Alat dan mesin pengolahan benih Secara umum. baik yang terbawa benih.

tetapi benih hasil pengeringan dengan matahari memiliki mutu fisik yang lebih baik. sistem pengeringan buatan menggunakan kompor api atau heater sebagai sumber panas dan kipas (fan) sebagai tenaga penggerak aliran udara. diperlukan pembalikan benih. 102 . Secara prinsip. Kendala tersebut tidak dijumpai bila pengeringan dilakukan dengan alat pengering. suhu yang tidak dapat dikontrol. Meski penggunaan drier memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pengeringan alami. Kapasitas alat dan lama pengeringan perlu diketahui agar tidak terjadi overload atau penundaan pengeringan yang dapat menurunkan mutu benih. dan kapasitas lantai jemur yang terbatas. Pengeringan secara alami mempunyai kendala seperti turun hujan.1) Alat pengering benih (seed drier) Pengeringan benih dapat dilakukan secara alami dengan panas matahari atau secara buatan dengan bantuan alat pengering (seed drier).

Namun. dikeringkan dengan batch drier. batch drier. tetapi potensi kerusakan mekanik yang ditimbulkannya juga semakin besar. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat perontok dan pemipil adalah kecepatan putar silinder dan jumlah paku yang berpotensi merusak benih secara mekanik. tetapi membutuhkan . seperti kedelai dan jagung. Penggunaan masingmasing tipe antara lain tergantung pada jumlah lot benih. 2) Alat pembenihan Alat pembenihan adalah alat yang digunakan untuk memisahkan benih dari struktur buah. secara umum alat pembenihan terdiri dari silinder yang memiliki gigi (paku) yang dapat diputar sehingga mampu merontok atau memipil benih. seperti memipil jagung dan mengupas benih kacang tanah. Semakin cepat putaran silinder dan semakin banyak paku yang dipasang. semakin cepat pula proses perontokan atau pemipilan benih. Alat pembenihan yang paling sederhana adalah tangan. Benih tanaman pangan.terutama warna dan baunya. Tenaga yang digunakan untuk memutar silinder perontok dapat berasal dari tenaga mekanik atau tenaga listrik. Jenis dan tipe alat yang digunakan berbeda untuk setiasp jenis benih. Adapun benih yang diproduksi dalam jumlah banyak dikeringkan dengan bin drier atau continous flow drier. sedangkan benih hasil pengeringan buatan memiliki warna yang sedikit kusam dan berbau (terutama bila menggunakan alat berbahan bakar minyak tanah). Terdapat berbagai tipe drier seperti tunnel drier. Cara ini adalah cara yang paling kecil kerusakan mekaniknya. Ada pula mesin yang dilengkapi dengan blower sehingga benih yang dihasilkan lebih bersih. column seed drier dan continous flow tower drier. serta alat penanganan dan transportasi yang digunakan. Benih yang dikeringkan secara alami memiliki warna yang lebih cerah dan tidak berbau. bin drier.

Kekurangan dari penggunaan alat ini adalah dibutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang banyak. screening) dan peniupan benda-benda yang tidak diperlukan dengan blower. Alat pembersih benih modern (berbasis mesin) ada banyak tipe dan jenisnya.waktu lama dan khusus untuk benih jagung. lalu memutarnya sambil ditiup. Hasilnya diperoleh benih yang bersih. Alat tipe ini menggunakan kombinasi dari aliran udara dan saringan untuk memisahkan benih 103 . 3) Alat pembersih benih Alat pembersih merupakan alat untuk membersihkan benih dari sumber-sumber kontaminan dan benih yang tidak bermutu melalui pengayakan (penyaringan. Alat pembersih yang paling banyak digunakan sebagai pembersih dasar (utama) adalah air scree cleaner. kadar air benih harus cukup rendah (kering pipil). Meskipun demikian risiko kerusakan benih sangat kecil. Alat pembersih benih tradisional berupa nyiru atau tampah. Cara menggunakannya dengan menggerakkan ke atas dan ke bawah.

a) Faktor Benih Kondisi benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap daya simpannya. lingkungan fisik penyimpanan. secara umum dikelompokkan menjadi 3 kelompok. sebagai contoh benih padi memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan benih kedelai walaupun faktor lainnya sama. Kondisi benih tersebut dipengaruhi oleh: . . f. Dalam penyimpangan. Cara kerja alat ini terdiri dari tiga tahap. 1) Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih. Alat pembersih benih lain yaitu spesific gravity separator untuk memilah benih berdasarkan berat jenisnya.berdasarkan ukuran. (2) aliran udara (aspirating air) memisahkan benih dari benda-benda yang ringan. faktor perlakuan sebelum benih . Tiap jenis atau varietas benih memiliki daya simpan tersendiri. dan spiral separator untuk memilah benih berdasarkan bentuknya. yaitu faktor benih. (3) saringan bawah (graded screen) memilah dan menahan benih yang bersih. berat jenis dan resistensi terhadap aliran udara. yakni (1) saringan atas (scalping screen) menahan benih dan benda yang berukuran besar. dan faktor organisme hidup yang ada di dalam ruang simpan. faktor genetik. diseparasi untuk memilah benih berdasarkan ukurannya. Penyimpanan Benih Tujuan penyimpanan benih adalah mempertahankan daya hidup (daya simpan) benih selama mungkin. Air screen cleaner tipe kecil terdiri dari 2 saringan dengan 3-4 aspirator. faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya simpan benih dioptimalkan agar prosers kemun-duran dapat ditekan seminimum mungkin. Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung.

kondisi lingkungan selama benih dalam pemasakan.disimpan. dan perlakuan pengolahan benih dari calon benih menjadi benih (perontokan. . dan komposisi gas di ruang simpan. pemanenan. . . Kelembaban ruang simpan akan berpengaruh terhadap kadar air benih dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme. pengeringan). (3) komposisi kimia benih. b) Faktor lingkungan fisik ruang penyimpanan Faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi daya simpan benih di dalam penyimpanan yaitu kelembapan. struktur fisik benih. dan (8) kadar air benih. iklim). tingkat kemasakan benih. . benih mudah menyerap atau melepaskan uap air tergantung 104 . temperatur. Karena bersifat higroskopis. tingkat kerusakan benih. dormansi dan benih keras. seperti kondisi lapangan selama pertanaman (kesuburan lahan. tingkat hama dan penyakit.

angka tersebut boleh sampai 120 dengan catatan tingkat kelembapan udara tidak melebihi 60Of. menggunakan bahan penyerap kelembapan (desikan). Daya hidup benih menjadi setengahnya jika kadar air benih ditingkatkan 1% untuk kisaran benih berkadar air 5-14%. Gas yang berpengaruh terhadap daya simpan benih di penyimpanan antara lain oksigen (O2). Suhu berpengaruh terhadap laju respirasi benih dan tingkat kadar air kesetimbangan benih. Daya hidup benih menjadi setengahnya jika temperatur dinaikkan 5Oc. Nitrogen dapat mempercepat kemunduran benih bawang merah dan sawi. c) Jasad hidup di ruang penyimpanan . (3). karbon dioksida (CO2). (2).kelembapan ruangan. Hal ini berlaku bila tempat penyimpanan dengan kelembapan 20-70% dan temperatur 0-50OC. Rumusan tentang pengaruh temperatur dan kadar air benih terhadap daya simpan benih yaitu sebagai berikut : (1). Untuk penyimpanan benih <3 tahun. Meningkatnya kadar CO2 dapat meningkatkan daya simpan benih bawang merah. Jumlah angka kelembapan dalam % dan temperatur dalam OF tidak boleh melampaui angka 100 untuk penyimpanan benih selama 3-10 tahun. dan nitrogen (N2). daya hidup benih akan semakin turun. semakin tinggi laju respirasi dan semakin tinggi kadar air kesetimbangan sehingga mempercepat kemunduran benih. Melindungi benih dari pengaruh kelembapan dengan cara menggunakan kemasan yang resisten atau kedap. Semakin tinggi kadar O2 di ruang penyimpanan. dan mengendalikan ruangan supaya tetap kering dengan alat dehumidifier (penurun kelembapan). Semakin tinggi termperatur.

virus. yakni penyimpanan terbuka dan penyimpanan terkendali. biasanya benih dikemas dengan wadah yang tidak 105 . penyimpanan benih dilakukan dengan dua sistem. misalnya benih berlubang atau rusak. Di daerah dengan iklim yang lembap dan temperatur tinggi. seperti lingkungan menjadi lebih lembap dan kurang bersih yang pada akhirnya juga mempercepat kemunduran benih. tungau. yakni menutup seluruh benih dengan terpal lalu memberinya bahan fumigan seperti fostoxin. benih bisa tahan lama disimpan. tikus. Daya simpan benih tergantung padak ondisi daerah penyimpanan. dan burung. Sistem penyimpanan terbuka berarti tidak ada perlakuan terhadap kondisi lingkungan ruang penyimpanan. bakteri.Jasad hidup yang terdapat di ruang penyimpanan benih umumnya terdiri dari cendawan. adanya jasad hidup juga akan menyebabkan kondisi lingkungan kurang baik. Kerusakan yang diakibat-kan oleh jasad hidup ini umumnya secara fisik. Di daerah dengan iklim kering dan dingin. Selain itu. daya simpan benih akan cepat menurun. Pengendalian jasad hidup tersebut dapat dilakukan dengan sanitasi atau fumigasi. Pada sistem penyimpanan ini. d) Cara penyimpanan benih Secara umum. serangga.

benih diekmas dengan wadah yang relatif rapat. dan benih dapat diperta-hankan sampai beberapa tahun. Pada penyimpanan dingin. dehumidifier. benih bisa disimpan sampai beberapa tahun. kelembapan maupun temperatur ruang simpan di kontrol dengan alat atau dengan cara pengemasan seperti pada kedua penyimpanan di atas. tergantung pada tingkat kadar airnya. dan benih dikemas dengan kemasan yang . seperti kain blacu. seperti kantong plastik. botol atau kaleng yang tertutup rapat. temperatur ruangan diatur agar tetap dingin dengan menggunakan AC (Air condition). Ruang simpan diberi AC. Dalam sistem ini. serta penyimpanan beku. Kombinasi penyimpanan kering dan dingin. yaitu penyimpanan secara dingin. penyimpanan kering dan dingin. seperti kantong plastik. kelembapan ruang simpan dipertahankan rendah dengan menggunakan alat pengering ruangan dehumidifier. lingkungan ruang penyimpanan dikontrol atau dikendalikan sedemikian rupa sehingga daya hidup benih dapat dipertahankan sesuai dengan keinginan (lama yang diinginkan). kertas semen. Benih bisa disimpan dalam wadah sarang lalu ditempatkan di ruang ini. dan bahan porus lain. Ada empat cara penyimpanan benih dengan suhu dan kelembaban terkendali. Penyimpanan kering dapat juga dilakukan dengan penggunaan bahan pengemas yang rapat. penyimpanan secara kering. Selama perubahan temperatur ruang simpan tidak terlampau tinggi. Pada penyimpanan kering. Ssitem penyimpanan ini hanya cocok untuk benih yang disimpan dalam jangka pendek (<3 bulan). karung goni.kedap. Pada sistem penyimpanan benih terkendali.

Pada penyimpanan beku.kedap. Sekarang pasar sudah mendesak dimasukkannya komponen mutu pathologis. dan digunakan kemasan benih yang rapat (kedap). fisiologis. yaitu komponen mutu fisik. Sistem penyimpanan ini biasanya digunakan untuk penyimpanan koleksi benih penting yang dijadikan sebagai bahan pemuliaan tanaman (plasma nutfah). Secara umum. Agar tidak tertipu oleh label benih. para pengguna benih (terutama petani) hendaknya memahami tentang mutu benih dan komponen-komponennya yang dicantumkan di dalam label benih. Penyimpanan ini mampu mempertahankan benih bertahuntahun. temperatur dibuat sangat rendah antara -20oC hingga 5oC. Komponen mutu fisik adalah kondisi fisik benih yang 106 . bahkan sampai 100 tahun. 4. kelembapan ruang <30%.5 Mutu Benih Program perbenihan menitikberatkan pada penggunaan benih yang tepat muitu yang ditunjukkan pada labelnya. dan genetik. Sistem penyimpanan kering dan dingin merupakan sistem penyimpanan terbaik yang mampu memperta-hankan daya simpan benih hingga 10 tahun. komponen mutu benis dibedakan menjadi tiga.

tekstur permukaan. Adapun mutu pathologis berkaitan dengan ada tidaknya serangan penyakit pada benih serta tingkat serangan yang terjadi. dapat diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. baik secara fenotip (fisik) maupun genetiknya. Benih murni. ukuran. debu dan kerikil. campuran varietas lain. tidak tercampur dengan varietas lain. seperti potongan tangkai. bobot. benih bermutu menampakkan ciri-ciri berikut: (a). Komponen mutu genetik adalah hal yang berkaitan dengan kebenaran dari varietas benih. Warna benih terang dan tidak kusam. belum dicantumkan dalam label sertifikat benih. Hal yang berkaitan dengan ada atau tidaknya dan besarnya serangan penyakit yang terjadi. di Indonesia. bijibijian lain. kulit tidak terkelupas. Benih mulus. dan keseragaman. a. (c). komponen benih murni. Dengan demikian. tidak berbercak. Komponen mutu fisiologis adalah hal yang berkait-an dengan daya hidup benih jika ditumbuhkan (dikecambahkan). kotoran dan daya tumbuh. Kriteria benih bermutu Penggunaan benih bermutu dalam budi daya akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi karena populasi tanaman yang akan tumbuh dapat diperkirakan sebelumnya.menyangkut warna. Benih bersih dan terbebas dari kotoran. tingkat kerusakan fisik. bentuk. yaitu dari data (label) daya berkecambah dan nilai kemurniannya. (b). . Secara fisik. (d). unsur-unsur mutu benih yang dicantumkannya meliputi kadar air. Pada label benih. baik pada kondisi yang menguntungkan (optimum) maupun kurang menguntungkan (suboptimum). kebersihan.

Kelas benih Benih merupakan hasil akhir dari proses panjang yang dilakukan oleh seorang pemulia tanaman dalam merakit sebuah varietas baru. dibutuhkan kegiatan perbanyakan benih atau produksi benih. Sehat. ukurannya normal dan seragam. Selain itu. Jika proses penyebaran varietas baru dari pemulia kepada petani dilakukan secara langsung maka jumlah benih yang tersedia tidak mencukupi kebutuhans seluruh petani.(e). Sistem perbanyakan benih dilakukan secara berjenjang dengan selalu mempertahankan identitas genetis dan kualitas benih dari varietas yang dihasilkan pemulia tanaman. Untuk mengatasi keterbatasan jumlah benih hasil pemuliaan ini. benih kedelai mesti lebih rendah lagi). b. melalui suatu prosedur yang 107 . benih dianggap bermutu tinggi jika memiliki daya tumbuh (daya berkecambah) lebih dari 80% (tergantung jenis dan kelas benih) dan nilai kadar air di bawah 13% (tergantung jenis benihnya. tidak keriput. Benih hasil produksi ini kemudian dikelompokkan kedalam kelas-kelas sesuai dengan tahapan generasi perbanyakan dan tingkat standar mutunya. bernas.

Khusus untuk benih penjenis tidak dilakukan sertifikasi tetapi diberikan label warna putih. 1) Benih penjenis (BP = breeder seed: (BS)) Benih penjenis diproduksi dan diawasi oleh pemulian tanaman dan atau oleh instansi yang menanganinya (Lembaga Penelitian atau Perguruan Tinggi). Benih ini sebagai sumber untuk perbanyakan benih dasar.diatur dalam aturan sertifikasi benih. Benih pokok diproduksi oleh Balai Benih ataui pihak swasta yang terdaftar dan diberi label sertifikasi berwarna ungu. BBI) dan proses produksinya diawasi dan disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). 2) Benih dasar (BD = foundation seed (FS)) Benih dasar merupakan turunan pertama (F1) dari benih penjenis. Benih pokok dan benih sebar umumnya diperbanyak oleh Balai Benih atau penangkar benih dengan . Produksinya te-tap mempertahankan identitas maupun kemurnian varietas dan memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. 4) Benih sebar (BR=extension seed (ES)) Benih sebar merupakan F1 benih pokok. Benih dasar ini diberi label sertifikasi berwarna putih. (SS)) Benih pokok merupakan F1 dari benih dasar atau F2 dari benih penjenis. 3) Benih pokok (BP= stock seed. Benih ini diproduksi dan diawasi secara ketat oleh pemulia tanaman sehingga kemurnian varietasnya dapat dipertahankan. Produksi benih pokok tetap mempertahankan identitas dan kemurnian varietas serta memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. Benih dasar diproduksi oleh Balai Benih (terutam Balai Benih Induk. Dari sistem dibagi menjadi empat.

Selain dengan pengkelasan benih. Benih sebar diberi label sertifikasi berwarna biru. Dalam rangka memenuhi kebutuhan benih bermutu yang terus meningkat. selain benih sebar berlabel biru juga terdapat benih sebar berlabel hijau yang merupakan keturunan dari benih sebar berlabel biru. Pengadaan benih LMJ tidak melalui proses sertifikasi. pengawasan dan sertifikasi dari BPSB. tetapi tetap memenuhi standar laboratorium untuk pelabelan. sementara jumlah benih bermutu yang beredar belum sesuai dengan yang dibutuhkan maka dimungkinkan untuk diproduksi benih berlabel merah jambu (LMJ). Untuk benih palawija. Produksi tetap mempertahankan identitas dan tingkat kemurnian varietas. upaya pemenuhan kebutuhan benih bersertifikat juga dilakukan dengan strategi alur perbanyakan benih.mendapatkan bimbingan. Benih dengan indeks penangkaran tinggi menggunakan strategi perbanyakan pola alur pernabanyakan tunggal. 108 .

Alur perbanyakan benih sistem polygeneration flow 109 . Benih penjenis (Breeder seed) Benih dasar (Foundation seed) Benih pokok (Stock seed) Benih sebar (Extension seed) Petani Gambar 4.seperti padi dan jagung. Adapun benih yang memiliki indeks penangkaran rendah dapat menggunakan perbanyakan pola alur perbanyakan ganda seperti pada kedelai. Pada sistem alur perbanyakan benih alur tunggal.11. tiap kelas benih diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih di bawahnya sehingga F3 dari benih penjenis adalah kelas benih sebar.

setiap kelas benih dapat diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih yang sama dengan maksimal generasi diperbanyak 4 kali. faktor lingkungan dan faktor status 110 transisi . b. melainkan benis penjenis ke-3 yang dapat dijadikan sebagai bahan perbanyakan kelas benih penjenis ke4 atau kelas benih dasar. Pada sistem alur perbanyakan ini. benih diperbanyak secara alur generasi tunggal sampai dengan kelas benih pokok dan slenajutnya benih diperbanyak secara alur ganda untuk menghasilkan kelas benih sebar.12.Gambar 4. sistem alur perbanyakan transisi pun dikenal pula dalam perbanyakan benih kacangkacangan. Faktor yang Mempengaruhi Mutu Benih Mutu benih merupakan perpaduan dari karakter genetik dan pengaruh lingkungan. penerapan alur generasi ganda tidak harus sampai generasi ke-4. tetapi dapat hanya sampai generasi ke-3 atau ke-2 bila kebutuhan benih telah tercukupi. F3 dari kelas benih penjenis bukan benih sebar. Selain dikenal dua sistem alur perbanyakan benih. Hal ini pun diterapkan dengan pertimbangan kebutuhan benih di lapang sehingga tidak perlu benih F4. sebagai strategi perbanyakan benih. Penerapan sistem alur perbanyakan benih selalu mempertimbangkan aspek volume kebutuhan benih dan indeks penangkaran benih. Adapun faktorfaktor yang berpengaruh terhadap mutu benih antara lain faktor genetika. Alur perbanyakan benih sistem monogeneration flow Adapun pada sistem alur perbanyakan ganda. Dengan demikian. Oleh karenanya.

maupun saat pemasaran benih. Demikian pula padi var.benih (kondisi fisik dan fisiologis benih). Jika penanaman yang berbeda varietas tidak bisa . Peta memiliki mutu daya simpan yang lebih baik dari benih padi var. Chainan. Dalam memilih lokasi produksi. kekuatan daya tumbuh (vigor) dan produksi benih jagung hibrida lebih tinggi dari benih jagung biasa (komposit). mutu daya simpan benih kedelai lebih rendah dibanginkan dengan mutu daya simpan benih jagung. Semua perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan gen yang ada di dalam benih. tidak merupakan sumber investasi hama dan penyakit. 2) Faktor lingkungan Faktor lingkuingan yang berpengaruh terhadap mutu benih berkaitan dengan kondisi dan perlakuan selama prapanen. 1) Faktor genetik Genetik merupakan faktor bawaan yang berkaitan dengan komposisi genetika benih. pancapanen. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : a) Lokasi produksi dan waktu tanam Lokasi produksi benih dipilih lahan yang subur. senantiasa memperhatikan sejarah lahan dan kondisi pertanaman sekitar lahan. Hal ini untuk menghindari adanya tanaman voluntir hasil penyerbukan silang antara tanaman sebelumnya (yang berbeda varietas) dengan pertanaman yang ada. Sebagai contoh. Jika lahan produksi harus ditanami jenis komoditas yang sama dengan pertanaman sebelumnya maka varietas yang ditanam hendaknya. Adanya tanaman voluntir dapat mengakibatkan mutu (genetis) benih menjadi rendah. Setiap jenis atau varietas memiliki identitas genetik yang berbeda. serta sumber kontaminan terhadap varietas tanaman yang akan diproduksi.

Jarak antarblok pertanaman produksi benih diatur agar tidak terjadi penyerbukan silang. begitu juga waktu tanamnya. Berkaitan dengan waktu tanam. Sebaliknya. b) Teknik budidaya Semua tindakan dalam teknik budi daya produksi benih akan berpengaruh langsung terhadap mutu benih. selama fase pertumbuhan (fase vegetatif) curah hujan hendaknya cukup memadai. Kesalahan dalam menentukan waktu tanam bisa mengakibatkan proses pembentukan dan perkembangan benih kurang sempurna (terutama fase pengisian biji/grain fi ling) sehingga kuantitas maupun kualitas benih menjadi rendah. Isolasi yang dilakukan meliputi isolasi jarak maupun isolasi waktu. hal terpenting adalah memperkirakan bahwa saat panen benih tidak dilakukan pada musim hujan. Dari mulai tingkat kesuburan 111 .dihindari. lahan masing-masing varietas harus diisolasi.

sampai kadar air benih cukup aman untuk panen dan penanganan pasca panen. jika kondisi lingkungan memungkinkan (tidak ada hujan. kadar air benih masih relatif tinggi dan masih dalam bentuk calon benih (masih dalam malai. Agar benih tidak rusak pada saat panen. gangguan hama dan penyakit serta benih rontok). Oleh krenanya. status serangan hama dan penyakit serta pengendaliannya. benih mengalami beberapa stadia. stadia perkembangan benih.lahan dan teknik pemupukan. benih tidak dipanen. yaitu stadia pembentukan. . pengelolaan air. meski cara ini kurang efisien. di dalam polong kelobot. sampai perlindungan tanaman dari penyerbukan silang. teknik budi daya produksi benih perlu berpedoman pada kaidah-kaidah sertifikasi benih. Tindakan ini merupakan tindakan pengeringan dan penyimpanan benih di lapangan. jarak tanam. Panen secara manual atau menggunakan alat panen sederhana merupakan cara panen terbaik karena tidak menimbulkan kerusakan fisik yang berarti. Bahkan utnuk beberapa kasus. Untuk mendapatkan benih bermutu tinggi. atau struktur pembungkus benih lainnya). dan stadia masak fisiologis. Pada saat itu kadar air benih cukup tinggi sehingga tidak cukup aman terhadap kerusakan mekanik pada saat panen maupun pascapanen. c) Waktu dan cara panen Dalam pembentukannya. Pada stadia masak fisiologis. d) Penimbunan dan penanganan hasil Ketika dipanen. saat panen yang sering dilakukan yaitu beberapa hari setelah masak fisiologis. kondisi gulma. hendaknya digunakan alat panen yang tidak menimbulkan kerusakan mekanik (fisik) benih. bobot kering benih mencapai maksimum dan benih telah lepas dari tanaman induknya. stadia matang morfologis.

tingginya tingkat kepekaan benih terhadap benturan dengan alatalat (mesin) pengolahan pada pascapanen. Oleh karenanya. seperti terpal plastik. serta tingginya potensi serangan hama dan penyakit. untuk menghindari pengembunan pada malam hari.Keadaan tersebut membawa konsekuensi pada tingginya proses metabolisme yang terjadi di dalam benih. Tempat penimbunan hasil hendaknya cukup luas dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. sistem penimbunan dan penanganan hasil sangat berpengaruh pada kualitas benih yang akan dihasilkan. Berkaitan dengan penanganan hasil. semakin baik mutu benih yang dihasilkan karena 112 . benih hendaknya sesegera mungkin diproses untuk menghindari dampak buruk. perlu digunakan alas dan penutup timbunan benih yang kedap air. Semakin cepat proses penanganan benih. Jika tempat penimbunan berupa ruang terbuka. Penimbunan hasil yang baik ditujukan untuk menghindari terjadinya proses metabolisme anaerobik pada benih.

ukuran dan berat jenis. pemanenan benih pada tingkat kemasakan yang tepat sangatlah penting dalam mendapatkan tingkat mutu benih (awal) yang tinggi dan mutu daya simpan benih yang panjang. Sifat kemunduran ini tidak dapat dicegah dan tidak dapat balik atau diperbaiki secara sempurna. dan dormansi benih. 3) Faktor fisik dan fisiologis Faktor ini berkaitan dengan performa benih seperti tingkat kemasakan. tingkat kesehatan. Pengemasan dan penyimpanan benih hendaknya mampu menjaga tingkat kadar air benih dan mutu benih dari pengaruhpengaruh lingkungan luar (kelembaban udara. c) Tingkat kerusakan benih Tingkat kerusakan benih pada umumnya dapat diidentifikasi dari laju kemunduran mutu benih. a) Tingkat kemasakan benih Panen yang dilakukan sebelum masak fisiologis akan menghasil-kan benih yang kurang bermutu. tingkat kerusakan mekanis. tingkat kadar air. b) Tingkat keusangan benih Tingkat vigor awal tidak dapat dipertahankan karena benih akan mengalami proses kemunduran secara kronologis. suhu ruangan. komposisi kimia. struktur. dan hama serta penyakit). penyimpanan. Oleh karenanya. serta pendistribusian benih secara baik. Hal ini dapat diperkecil dengan melakukan penanganan dan pengolahan.memperkecil energi yang terbuang akibat proses metabolisme benih selama di dalam penimbunan. Kadar air benih sangat penting untuk dipertahankan karena peningkatan 1% . tingkat keusangan (hubungan antara vigor awal dan lamanya disimpan).

Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama dapat secara langsung. yakni benih dimakan atau struktur. Pendistribusian benih tidak sampai merusak kemasan benih. Apabila kemasannya rusak. d) Tingkat kesehatan benih Tingkat kesehatan berkaitan dengan ada tidaknya serangan dan tingkat serangan hama dan penyakit. yakni hama sebagai 113 . Dapat pula benih rusak secara tidak langsung. Kadar air dapat dipertahankan dengan kemasan yang kedap udara luar. Mutu benih yang terserang hama dan atau penyakit akan menurun. seperti plastik polietilin. Serangan hama dari penyakit dapat terjadi sejak benih masih berada di lapang sampai di ruang penyimpanan. atau benih disimpan dalam ruangan yang kering. misalnya di atas para-para dapur.nilai kadar air akan mampu menurunkan daya simpan benih menjadi setengahnya. rusak (sehingga benih tidak mampu berkecambah secara normal). kadar air benih akan berubah dan memungkinkan tercampurnya antara satu kelompok benih (dari satu kemasan) dengan kelompok benih lain (dari kemasan aslinnya). terutama embrio.

pada varietas yang sama dan tingkat kadar air yang sama. diduga memiliki mutu fisiologis yang lebih tinggi karena benih tersebut memiliki jumlah cadangan makanan yang lebih banyak. selain menimbulkan lingkungan penyimpanan yang tidak optimum.pembawa penyakit. Butiran benih padi yang terletak di ujung malai memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih besar dibandingkan butiran benih pada pangkal malai. Benihbenih dengan ukuran dan berat jenis lebih besar. dikatakan berprotein jika kandungan proteinnya 18-50% dan kandungan lemak <18%. Benih dikatan berlemak jika memiliki kandungan lemak antara 18-50%. f) Komposisi kimia benih Berdasarkan komposisi kimia ini. benih dibedakan menjadi benih berpati (starchi seed). Sebaliknya benih-benih yang berada di pangkal dan tengan tongkol jagung memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih tinggi dibandingkan dengan benih di ujung tongkol. Fenomena yang sama pun terjadi pada benih kedelai. sedangkan dikatakan berpati jika kandungan patinya >50% dengan kandungan lemak dan protein <18%. e) Ukuran dan berat jenis benih Ukuran dan berat jenis benih sangat berkaitan dengan posisi bnenih di dalam buah dan posisi buah pada tanaman. . cendawan umumnya menghasilkan produk beracun seperti aflatoksin yang akan meracuni benih sehingga akan menurunkan aktivitas enzim tatkala benih dikembahkan. benih yang berasal dari polong di pangkal batang memiliki ukuran dan berat jenis yang relatif lebih besar dibanding benih-benih yang berasal dari polong di ujung batang. Hal ini pun disebabkan benih pada pangkal dan tengah tongkol lebih dahulu terbentuk dan berkembang. Adapun kerusakan yang ditimbulkan penyakit. benih berlemak (oily seed) dan benih berprotein (protein seed). Hal ini disebabkan benih-benih di ujung malai lebih dahulu terbentuk dan berkembangl.

Komposisi kimia benih berhubungan dengan mutu daya simpannya. benih berpati dan berprotein mempunyai daya simpan lebih lama dibandingkan benih berlemak. Pada akhirnya benih cepat mengalami kemunduran. misalnya dilengkapi sayap sehingga mudah menyebar) dan mempunya fungsi sebagai pelindung (protecting structure) dari kerusakan fisik dan mekanik. lalu terurai menjadi radikal bebas yang akan merusak fungsi enzim di dalam proses meta-bolisme benih. benih dikategorikan dalam lima kelompok yaitu : 114 . tetapi juga bisa terkait dengan berat benih. Atas dasar ini. Hasil penguraian lemak tak jenuh di dalam benih akan menghasilkan asam lemak bebas. Di tempat terbuka. Sistem pelindung ini bisa terkait dengan struktur fisik benih (bentuk dan ukuran). g) Struktur benih Struktur benih sangat berkaitan dengan sistem penyebaran benih (seed dispersal.

sedangkan kacang hijau dan kedelai tergolong naked seed. Sebaliknya. structure protected seed (benih dilindungi oleh struktur fisiknya). Demikian pula dalam proses pengeringan. Proses panen dan perontokan yang dilakukan pada benih berkadar air tinggi akan mengakibatkan benih memar. DSI benih jagung lebih tinggi dari benih padi.. Berdasarkan kategori tersebut. proses perontokan dapat mengakibatkan benih retak. serta . Demikian juga. fisiologis. Dalam kondisi ini. weight protected seed (benih yang dilindungi oleh beratnya yang ringan). jagung tergolong naked fruit. naked fruit (buah terbuka). . DSI) kedelai lebih tinggi dari benih jagung. h) Tingkat kadar air benih Kadar air benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap mutu benih. dan patologis. tetapi tampak seolaholah telah kering karena air di dalm benih tidak dapat diuapkan akibat kulit yang keras. naked seed (benih terbuka). . benih berkadar air tinggi yang dikeringkan dengan suhu tinggi (kecepatan pengeringan tinggi) dapat terjadi pengerasan pada kulit benih. kacang tanah tergolong loose filled seed. Kadar air benih sangat berkait erat dengan mutu fisik. dengan pemberian bahan kimia pada . yaitu semakin terbukanya struktur benih maka semakin tinggi nilai indeks kerusakannya. benih belum kering. Struktur benih berkaitan dengan mutu benih. loose filled seed (benih dilindungi oleh ruangan yang cukup longgar antara benih dan kulit buah). Selain itu kombinasi antara komposisi kimia dan struktur benih dapat menduga tingkat kerusakan dan kemunduran benih seperti yang tertera pada tabel 1. Hal ini berarti indeks kerusakan benih (damage susceptibility index. jika terlalu kering. . padi tergolong structure protected seed.

bahan kimia yang akan terabsorbsi benih melebihi batas aman sehingga dapat meracuni benih. maupun tidak langsung. DSI = 2) 2. Padi (structure protected seed.1 Indeks kerusakan dan kemunduran benih berkaitan dengan komposisi kimia dan struktur benih Komposisi Kimia Benih Benih Benih Berlemak (DSI = 6) 1. Kadar air benih sangat berpengaruh pada penyimpanan. Kacang tanah belum dikupas 18 Benih Berprotein (DSI = 3) Benih Berpadu (DSI = 2) 4 115 . Jika masih berkadar air tinggi. yakni memberikan kondisi yang optimum Tabel 4. yaitu berlangsungnya metabolisme benih.beberapa jenis benih (seperti pemberian Ridomil pada benih jagung). Pengaruh tersebut bisa bersifat langsung.

Kedelai (naked seed. Selain stimulan terhadap laju kemunduran benih. Dengan demikian. dan panas. air. seperti gas karbondioksida. Jagung (naked fruit. DSI=3) 3. DSI=5) 30 4. DSI=5) 30 Sumber: Potts. Dalam keadaan seperti ini benih mengalami kemunduran. lajur respirasi semakin meningkat dan akibatnya lajur kemunduran benih semakin meningkat pula.2. Guiescence adalah kondisi benih yang tidak berkecambah karena tidak tersedia lingkungan yang optimum untuk perkecambahan. Kacang tanah kupas (naked seed. 1972 untuk perkembangbiakan hama dan penyakit. DSI=4) 8 5. Produk respirasi tersebut selanjutnya merupakan stimulan untuk peningkatan laju respirasi berikutnya. i) Dormansi benih Dormansi benih merupakan kondisi benih yang tidak mampu berkecambah meski kondisi lingkungannya optimum untuk perkecambahan. produk respirasi tersebut juga merupakan kondisi optimum untuk perkembang-biakan cendawan. Cendawan akan aktif dan berkembang biak secara cepat pada tingkat kadar air benih 13-18%. yaitu dormansi primer . Berbeda dengan dormansi adalah guiescence.(loose fi led seed. Kadar air yang tinggi menyebabkan laju respirasi benih menjadi tinggi sehingga sejumlah energi di dalam benih hilang. Adapun hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologis benih dapat dilihat pada tabel 4. Respirasi tersebut juga menghasilkan produk yang tidak diperlukan. Dormansi benih dibedakan menjadi dua.

Klulit benih menjadi penghalang masuknya air dan atau gas kedalam benih dalam proses perkecambahan sehingga proses perkecambahan tidak terjadi. Dormansi primer adalah sifat dormansi yang timbul karena sifat fisik dan fisiologis benih. Endogenous dormancy terjadi berkaitan dengan sifat internal (endogen) fisiologis benih. Selain itu kulit benih juga menjadi penghalang munculnya kecambah (radicle protusion) pada proses perkecambahan. Tipe dormansi ini terjadi pada benih yang berkulit keras (hardseed). Exogenous dormancy umumnya terjadi karena sifat kulit benih. seperti kondisi embrio yang belum masak (rudimentary embryo) dan tidak seimbangnya komposisi zat pengatur tumbuh didalam embrio sehingga proses perkecambahan (terutama 116 .dan dormansi sekunder. Dormansi primer dibedakan menjadi exogenous dormancy dan endogenous dormancy. seperti pada benih legum. seperti pelukaan kulit dan perendaman dalam air panas. Dormansi ini dapat dipatahkan dengan memberi perlakukan terhadap kulit benih agar menjadi permeable (mudah dilalui) air dan gas.

13-18 Laju respirasi benih masih tinggi. Hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologi benih Kadar Air (%) Kondisi Fisik dan Fisiologi Benih 30-80 Belum siap dipanen 18-40 Benih sudah masak fisiologis. Kecepatan respirasi benih relatif tinggi. Tipe dormansi ini terjadi pada benih-benih yang mengalami after ripening (embrio masak setelah panen). Tabel 4. faktor fisik dan mekanik. Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. faktor fisik dan mekanik. Benih peka terhadap serangan hama. pengolahan. . Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu. sperti padi. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras. Benih peka terhadap hama.aktivasi enzim dan respirasi) terhambat dan akhirnya gagal berkecambah. Benih peka terhadap gangguan yang berasal dari lapangan. patogen. dan penyimpanan benih. dan benih-benih yang mengandung zat penghambat tumbuh (growth inhibitor). seperti tomat. patogen.2. Mematahkan tipe dormansi ini dengan pemberian zat perangsang tumbuh atau dengan pencucian agar zat penghambat tumbuh dapat dibersihkan dair benih. tetapi dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula.

33-66 Benih akan berkecambah setelah mengimbibisi air sampai kadar 117 . Benih masih peka terhadap beberapa serangga hama dan kerusakan mekanik. 4-8 Benih aman untuk disimpan dalam wadah tertutup dan kedap udara.10-13 Benih aman untuk disimpan selama 6-18 bulan. tetapi masih peka terhadap beberapa hama dan kerusakan mekanik. 0-4 Benih terlalu kering sehingga kondisi benih dalam keadaan rusak. Benih cukup tahan terhadap serangan patogen. 8-10 Benih aman untuk disimpan selama 1-3 tahun.

air benih 33-66% 4. Kedua. endosperm atau kulit biji. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan benih. patogen menempel pada permukaan benih. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 cara. Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. Pertaman patogen terbawa secara internal dan berada di dalam jaringan struktur perbanyakan tanaman seperti biji. dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. dalam hal ini patogen bias berada di embrio. Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai.6 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu. Cendawan merupakan mikroorganisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan. nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat . Dan ketiga. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman. tetapi juga di tempat penyimpanan. bakteri. patogen secara terpisah terbawa biji.

dan bentuk benih. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih.digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih. Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. perubahan ukuran. Tetapi metode ini hanya mendeteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menghasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual 118 .

Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih.pada benih atau tercampur pada benih. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan). puru nematoda. Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah. Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. batu. sisa tanaman. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih. c. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui . Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. pasir. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih.

Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentri-fugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis.atau terdeteksi. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20. sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam 119 . dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet.

Dengan menggunakan pipet. . Bila pendekatan kuantitatif diperlukan. dan askospora dalam peritesia. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). sporodokium dan aservulus. piknidiospora da-lam piknidia. terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jarungan benih. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah.tabung dan dicampur hingga merata. dan pengujian pada media agar. diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. Dengan cara tersebut maka mikro-organisme/ patogen terbawa benih. spora dengan massa sporanya. Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tumbuhnya seperti tubuh buah. maka pengamatan dapat menggunakan haemacytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi. d. Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih.

Sebelum benih diletakkan. Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian. Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan 120 . cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang). Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan.1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Letakan benih satu per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari.

karena . yaitu memberikan informasi relatif lebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan media kertas. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap. Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih. Setelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. 3) Metode inkubasi pada media agar Dalam metode media agar inokulum terbawa benih.mikroskop compoun dan kunci identifikasi. Pada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. Jika suatu cendawan telah teridentifikasi.

Media Komada.ketersediaan nutrisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga memudahkan dalam pengamatan. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula. Media BSC. Biasanya cendawan atau bakteri akan membentuk koloni yang khas pada media agar. dan lainlain. Prosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam 121 . Dalam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama. Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. relatif rumit dan mahal. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. terutama bila menggunakan media spesifik.

kotiledon. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. Sejumlah cendawan. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. Benih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. Gejala terjadi pada akar.cawan petri steril. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. atau hipokotil. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan aseptik seperti alkohol 70 %. perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan. Uji Gejala pada Bibit/Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. Tiap cawan ditanami 10 butir benih. Dalam banyak kasus. batang. Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain . Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. e.

Macrophomina. Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten. Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. Ascochyta. bata merah. Colletotrichum. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. Drechslera. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. 122 . Fusarium. Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi.Alternaria. Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp.

Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. f. sensitif. tabung tetap tertutup dengan kapas. Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. mudah dilakukan. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut.baik dengan kimia maupun secara fisik. double antibody sandwich . dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. Penanaman dikerjakan secara aseptik. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. Sebelum dan sesudah penanaman. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit. cepat. Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. akurat. koloni cendawan dan struktur cendawan.

ELISA (DAS ELISA). virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim. DAS ELISA protocol. mempersiapkan stock gamma globulin (lgG). Masukan antigen 123 . F (ab ) 2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus. tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Sedangkan pada DAS ELISA. Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin. Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9.

Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Buat larutan substrat dari 1 tablet p . Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer. Kosongkan plate ELISA. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. Keringkan dengan kertas tissue.tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA. Suspensi disaring dengan menggunakan kain kasa. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween. Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. ulangi sampai 4 kali cucian. Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas.

1 liter PBS Tween . Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar.2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer. Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer. Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : a. 0.2 g KCl. 0. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning. PBS Tween (untuk mencuci) .2 Antigen buffer: i. 2 g Ovalbumin (0. . (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB). 1 liter PBS Tween .01 M NaDIECA. 0.000) . 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25. 124 . pH 7. Masukan substrat tersebut 100 l per lubang.5 g Na Cl /l b.nitrophenyl (PNPP).5 ml Tween 20 Serum buffer : .05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8. PBS + 0. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang.

buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml. .7 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. Teknik biomolekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR). serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ ketentuan perbenihan yang berlaku.. 24 ml 5 N Hcl . Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut. tanah. peralatan dan tenaga pelaksana. . Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih. dan gudang penyimpanan. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. g. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). . Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih. Reaksi yang terjadi adalah berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. 200 ml deinonized H2O . 4. Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih.

pengambilan sampel benih. pemeriksaan lapang. rencana penanaman. dan pengajuan pemasangan label sertifikat. Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). pengajuan pemeriksaan pendahuluan. a. Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. asal benih sumber. b. Dalam 125 .Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. sejarah lapangan. formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan. pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan. letak areal. Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. Setelah diisi. dan isolasi (jarak/waktu) yang dilakukan.

Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. Semakin tinggi kelas benih. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. Sebelum pengawas BPSB memeriksa. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi. Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. semakin ketat standarnya. dan hanya diperbolehkan untuk produksi nonbenih. c. Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali.pemeriksaan ini. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu . Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL). dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. d.

seperti warna dan bentuk benih. Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih. Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis).minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya. penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif. pada pemeriksaan ini 126 . seperti warna dan bentuk bunga. e. serta saat pembungaan. Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali. Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan.

h. Permohonan pemeriksaan alatalat panen dan pengolahan benih Selain benih. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. Artinya. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnya adalah permohonan pengambilan contoh . Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. g. Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. tetapi merupakan peng-awasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar. Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan. jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. f. seperti varietas lain. misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar.tidak dilakukan pemeriksaan ulang.

Lot benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya. i.benih guna pengujian di laboratorium analisis mutu benih BPSB. Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat. Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat 127 . Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya.

penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. mengujikannya dan kemudian me-masang label ulangan pada kemasan benihnya. jenis. Jika dalam pengujian laboratorium. berat bersih tiap wadah. Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu. nomor kelompok benih yang bersangkutan. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya. daya tumbuh benih. kemurnian. jumlah wadah. Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. Adapun isi label akan meliputi hasilhasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih. nama dan alamat produsen. nomor pengujian. tetapi . Dalam pengajuan ini. j. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang.Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang. varietas. Pada kemasan benih.

pengolahan.dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan 128 .8 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. 4. dan penyimpanan benih. bakteri. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih. Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula.

Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih. Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman. patogen menempel pada permukaan benih. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi.benih. dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. Cendawan merupakan mikro-organisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan. endosperm atau kulit biji. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. Kedua. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering . Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. patogen secara terpisah terbawa biji. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. tetapi juga di tempat penyimpanan. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. dalam bias berada di embrio. Pertaman secara internal dan jaringan struktur perbanyakan biji. Dan ketiga. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 patogen terbawa berada di dalam tanaman seperti hal ini patogen cara.

Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih. Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing 129 . Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih. perubahan ukuran. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). Tetapi metode ini hanya men-deteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja. Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang meng-hasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual pada benih atau tercampur pada benih. dan bentuk benih.

pasir. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia. b. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan). Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif.Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah. batu. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui atau terdeteksi. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih. puru nematoda. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas . sisa tanaman. Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih.

Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. maka pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan haemocytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. Dengan menggunakan pipet. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20. Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet. sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam tabung dan dicampur hingga merata. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis. 130 . Bila pendekatan kuantitatif diperlukan. Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentrifugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit.

Sebelum benih diletakkan. Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian.c. diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. dan pengujian pada media agar. Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tum-buhnya seperti tubuh buah. sporodokium dan aservulus. cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. Letakan benih satu . baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jaringan benih. dan askospora dalam peritesia. Dengan cara tersebut maka mikroorganisme /patogen terbawa benih. piknidiospora da-lam piknidia. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi. Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih. yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). 1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang). terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). spora dengan massa sporanya.

Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan mikroskop compoun dan kunci identifikasi. Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari. Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan. Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi 131 .per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. Jika suatu cendawan telah teridentifikasi. dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan.

Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan m edia kertas. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap. Biasanya cendawan atau bakteri akan . Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. 3) Metode inkubasi pada media agar D alam metode media agar inokulum terbawa benih. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. P ada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias.kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. yaitu memberikan informasi lebih relatif l ebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. karena ketersediaan nu trisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga m emudahkan dalam pengamatan. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih. etelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan.

Tiap cawan ditanami 10 butir benih. terutama bila menggunakan media spesifik. Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan 132 . Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. Dalam banyak kasus. relatif rumit dan mahal. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. dan lainlain. Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. D alam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama. B enih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. Media BSC. Media Komada. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik.membentuk koloni yang khas pada media agar. P rosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam c awan petri steril. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula.

Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. Ascochyta. Sejumlah cendawan. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. Macrophomina. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. Drechslera. Fusarium. sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain Alternaria. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. 4) Uji Gejala pada Bibit/ Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. Co letotrichum. . batang. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. atau hipokotil. Gejala terjadi pada akar.aseptik seperti alkohol 70 %. bata merah. kotiledon.

baik dengan kimia maupun secara fisik. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi. Sebelum dan sesudah penanaman. tabung tetap tertutup dengan kapas. Penanaman 133 . Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten.Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit.

Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA. DAS ELISA protocol. koloni cendawan dan struktur cendawan. F (ab )2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. 5) Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. Sedangkan pada DAS ELISA. akurat. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. . virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. cepat. sensitif. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. mudah dilakukan. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran.dikerjakan secara aseptik. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA).

Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9. Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. Suspensi disaring dengan 134 . Masukan antigen tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA. Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin.mempersiapkan stock gamma globulin (lgG).

Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning. Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer. Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect . Kosongkan plate ELISA. Buat larutan substrat dari 1 tablet p nitrophenyl (PNPP). ulangi sampai 4 kali cucian. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer. Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C. Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar. Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC. Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang.menggunakan kain kasa. Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween. (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB). Keringkan dengan kertas tissue.

1 liter PBS Tween .000) .05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8. 0. . .2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer.5 g Na Cl /l 7) pH 7.5 ml Tween 20 Serum buffer : .2 g KCl. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25. . 200 ml deinonized H2O . 2 g Ovalbumin (0. buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml. Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut. 24 ml 5 N Hcl .2 Antigen buffer: a. PBS Tween (untuk mencuci) . Reaksi yang terjadi adalah 135 .01 M NaDIECA. 6) Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih.ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : 6) 0. 1 liter PBS Tween . PBS + 0. 0.

Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). sejarah lapangan. 4. Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. pengajuan pemeriksaan pendahuluan. dan gudang penyimpanan. serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ketentuan perbenihan yang berlaku. Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. rencana penanaman. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. pengambilan sampel benih. Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. 7) Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih. pemeriksaan lapang. a. tanah. dan isolasi (jarak/waktu) . asal benih sumber. Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. Teknik biomo-lekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR). pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan.9 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. dan pengajuan pemasangan label sertifikat. letak areal. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. peralatan dan tenaga pelaksana.berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator.

Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. 2) Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase 136 . 1) Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang. Setelah diisi. formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan. Dalam pemeriksaan ini.yang dilakukan. pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi.

Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. semakin ketat standarnya. Semakin tinggi kelas benih. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali.pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang. Sebelum pengawas BPSB memeriksa. Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif. penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. serta saat pembungaan. Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. 3) Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. 4) Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen . seperti warna dan bentuk bunga. dan hanya diperbolehkan untuk produksi non benih. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL).

alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan. pada pemeriksaan ini tidak dilakukan pemeriksaan ulang. seperti warna dan bentuk benih. Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih. Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. 137 . Artinya. Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. 5) ermohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih Selain benih. Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan.Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya.

tetapi merupakan pengawasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnyas adalah permohonan pengambilan contoh benih guna pengujian di labora-torium analisis mutu benih BPSB. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. c. b. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. Lot . Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan.seperti varietas lain. Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih. penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat.

benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya. 138 . penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya. d. Dalam pengajuan ini. jenis. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. Jika dalam pengujian laboratorium. nomor kelompok benih yang bersangkutan. nomor pengujian.

dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang. jumlah wadah. mengujikannya dan kemudian memasang label ulangan pada kemasan benihnya.varietas. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. Pada kemasan benih. nama dan alamat produsen. berat bersih tiap wadah. daya tumbuh benih. 139 . selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih. Adapun isi label akan meliputi hasil-hasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. e. kemurnian. sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang.

II BUMN Swasta BUMN Swasta Keterangan: : Komando : Pengawasan Pemasaran : Pembinaan dan Koordinasi : Alur benih .Direktorat Jenderal Perbenihan BPSB Pemerintah dan Litbang Swasta Pelepasan Varietas Baru (Breeder Seed) Benih Dasar (Fondation Seed) Benih Pokok (Stock Seed) Benih Sebar (Extention Seed) Pemasaran P E T A N I BBI BBU BBP Dinas Pertanian Tingkat I BUMN Swasta Diperta Tk.

: Sertifikasi Skema alur pelepasan benih. produksi dan pengawasan mutu benih di Indonesia. (Ditjentan Pangan dan Horti. 1999) 140 .13. Gambar 4.

Teknik budidaya tanaman . Adaptasi bunga . Membiakkan tanaman dengan biji Proses pembentukan biji pada tumbuhan Pembuahan adalah penyatuan sel betina dan sel jantan. Zigor berisi kromosom dari individi jantan dan betina.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 4. Menyiapkann lahan pembenihan 4. Hasil penyatuan disebut zigot. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Waktu antar pembuahan . Benih sumber . Buab. Dasar-dasar produksi benih 3. biji dan perkembangan biji Polinasi . Merawat benih tanaman 5. Penyerbukan dengan angina Musim penyerbukan Teknik produksi benih tanaman Mutu benih . . Ketidakserasian . Pergiliran generasi . Persyaratan lahan produksi . Pembuahan . Penyerbukan oleh serangga. Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. Potensi benih tanaman 2.

Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen. Alat dan mesin pengolahan benih Penyimpanan benih . Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan. Permohonan pengambilan sample benih . Permohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih. Kriteria benih bermutu . Permohonan pengawasan pemasangan label bersertifikat . . Kelas benih . . 141 . Uji tanaman indicator . Pengamtan secara visual . Permohonan pemeriksaan fase generatif . Metode pencucian benih . Pengawasan pengolahan benih . Permohonan pelabelan ulang. . Alur umum pengelolaan benih . Uji serologi . Permohonan sertifikasi .untuk produksi benih generatif . Permohonan pemeriksaan fase vegetatif . Faktor yang mempengaruhi mutu benih. Metode inkubasi . Pengujian kesehatan benih Prosedur memperoleh benih bersertifikat . Uji gejala pada bibit/ kecambah .

Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema mendaftarkan benih vegetatif dan benih generatif. 2. 142 . Bagaiman proses sertifikasi benih di Indonesia TUGAS: 1. Jelaskan proses pembentukan biji pada tumbuhan dengan bantuan angina dan serangga 2.SOAL: 1. Lakukan observasi minimal pada 2 (dua) orang penangkar benih dan lakukan wawancara terhadap teknik produksi yang biasa dilakukan.

sehingga konsentrasi oksigen dalam tanah akan lebih rendah dibandingakan dengan oksigen di atas permukaan tanah (atmosfir). Sebagain air tanah terdapat dalam bentuk lapisan tipis yang dinamakan air kapiler. Udara dalam tanah beasal dari udara atmosfir yang mengandung sekitar 21% Okigen. Hara esensial (penting) sebagian besar terdapat dalam tanah. dan 1% CO2 beserta gas lainnya. kalsium dan magnesium dalam jumlah yang relatif banyak (unsur hara makro) dan terdapat sedikit besi. seng dan tembaga (unsur hara mikro). Di dalam tanah terdapat nitrogen. biologi dan fisika tanah. silikon. Akar dan organisme tanah memerlukan oksigen untuk proses pernafasan (respirasi). boron. baik organisme maupun mikroor-ganisme. belerang. mangan. kalium. iod. Di dalam tanah terdapat air. Air kapiler membentuk larutan tanah yang berfungsi seba-gai sumber unsur hata tumbuhan. flour. udara dan berbagai hara tumbuhan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nitogen merupakan unsur hra yang sangt penting bagi tumbuhan. 78% nitrogen. klor. Oksigen dalam tanah digunakan oleh se-mua mahluk hidup dalam tanah.1 Media Tumbuh Tanah adalah tempat tumbuh tumbuhan di atas permukaan bumi. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5. Semua gas tersebar dalam poripori tanah atau terlarut dalam tanah. molibdenum. Barium dan kobalt.BAB 5. Beberapa tumbuhan membutuhkan beberapa unsur lain seperti natrium. Nitrogen merupakan ba-han baku untuk . Air yang beada dalam tanah sangat pentig untuk proses kimia. fosfor. strontium.

Perkembangan dan Pengertian Tanah Pemahaman fungsi tanah sebagai media tumbuh dimulai sejak peradaban manusia mulai beralih dari manusia pengumpul pangan yang tidak menetap menjadi manusia pemukim yang mulai melakukan pemindah tanaman pangan /nonpangan ke areal dekat mereka tinggal. Pada saat ketiga logam tersebut di atas bereksi dengan air maka akan dibebaskan ion-ion kalium. kalsium dan magnesium. Belerang diserap oleh tumbuhan dalam bentuk sulfat. sehingga produksi yang dicapai tanaman tergantung pada kemampuan tanah dalam penyediaan nutrisi ini (kesuburan tanah). sehingga membentuk regolit (lapisan 143 . kalsium dan magnesium merupakan logam. a. terjadi benturan kepentingan antara kebutuhan lahan untuk sarana transportasi dan pendirian bangunan dengan kebutuhan lahan pertanian. Pada tahap berikutnya. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk ion fospat.penyusunan protein dan asam amino tumbuhan. Nitoden diserap oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan amonium. Pada mulanya. yang seringkali menyebabkan tergusurnya lahan pertanian yang produktif semata-mata karena alasan finansial. Kalium. mulai berkembang pemahaman fungsi tanah sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman tersebut. Dengan berkembangnya areal perkotaan. Belerang ditemukan dalam tanah mineral. tanah dipandang sebagai lapisan permukaan bumi (natural body) yang berasal dari bebatuan (natural material) yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam (natural force). Fosfor dibentuk pada tanah mineral dan berbagai senyawa organik.

Masingmasing jenis tanah mempunyai morfologi yang khas sebagai konsekuensi keterpaduan pengaruh spesifik dari iklim. Satu penciri-beda utama adalah tanah ini secara fisik. Analisis Bentang Lahan. (2). sifat kemampuan dan penyebaran berbagai jenis tanah yang tercakup dalam bidang kajian Klasifikasi dan Pemetaan Tanah. Pengertian ini disebut sebagai definisi pedologis (pedo = gumpal tanah). Konsep ini dikembangkan oleh para Geologis pada akhir abad XIX. Tanah merupakan hasil evolusi alam yang bersifat dinamis sepanjang masa. yang variasinya tergantung pada faktorfaktor pembentuk tanah tersebut. Fisika. serta ciri-ciri lainnya umumnya berbeda dibanding bahan induknya. organisme (makro dan mikro) dan topografi pada suatu periode waktu tertentu". bahan induk. dan (3). Dalam definisi yang lain ilmu tanah adalah ilmu pengetahuan alam murni dalam hal: (1) asal mula dan pembentukan tanah yang tercakup dalam bidang kajian genesis tanah. Ilmu Ukur . Hal-hal yang dipelajari adalah (1).berpartikel halus). kimiawi dan biologis. Perbedaan-perbedaan berbagai jenis tanah dan dijumpainya suatu jenis tanah yang sama jika kondisinya relatif sama. Morfologi dan Klasifikasi Tanah. dan (2) nama-nama. jasad hidup (tanaman dan ternak). Survei dan Pemetaan Tanah. Dinamika dan evolusi alam ini terhimpun dalam definisi bahwa tanah adalah "bahan mineral yang tidak padat (unconsolidated) terletak di permukaan bumi. topografi dan umur tanah. sistematik. Kajian Pedologi antara lain meliputi Agrogeologi. yang telah dan akan tetap mengalami perlakuan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan yang meliputi bahan induk. Kimia dan Biologi Tanah. Hasil kajian tanah secara pedologis ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan dasar dalam pemanfaatan masingmasing jenis tanah secara efisien dan rasional. iklim (termasuk kelembaban dan suhu).

K. Pengelolaan Tanah Rawa. B.Tanah. Jones dari Cornell University Inggris. Pupuk dan Pemupukan. secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti N. dan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasiaktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh. Cu. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Tata Guna Lahan. S. Mn. Cl. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Zn. proteksi) bagi tanaman". yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas 144 . Tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefinisikan sebagai: "Lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembang sistem perakaran penopang tegak-tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara. Kajian Edaphologi ini antara lain meliputi Kesuburan Tanah. dan lain-lain). Ekologi Tanah dan Bioteknologi Tanah. Ca. P. Konservasi Tanah dan Air. Kajian tanah dari aspek ini disebut edaphologi (edaphos = bahan tanah subur). Agrohidrologi. namun pada realitasnya kedua definisi selalu terintegrasi. H. Mg. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah.L. yang mengkaji hubungan tanah pada tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi pertanian yang seekonomis mungkin. Fe. Pemahaman tanah sebagai media tumbuh tanaman pertama kali dikemukakan oleh Dr. sedangkan yang merangkum kajian Pedologi dan Edaphologi sekaligus antara lain meliputi Pengelolaan Tanah dan Air.

papan dan sandang bagi manusia (juga bagi hewan) ini membawa konsekuensi bahwa seorang ahli tanah tidak saja dituntut untuk berpengetahuan tentang: (1) tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman. yaitu sebagai (1). baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut. (2). Penyedia kebutuhan primer tanaman untuk melaksanakan aktivitas metabolismenya. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman yang berfungsi dalam menunjang aktivitasnya supaya berlangsung optimum. antibiotik dan toksin yang berfungsi sebagai anti hamapenyakit tanaman di dalam tanah. meliputi air. (c). udara dan unsur-unsur hara. senyawa-senyawa atau enzim yang berfungsi dalam penyediaan kebutuhan primer tersebut atau transformasi zat-zat toksik eksternal seperti pestisida dan limbah industri berbahaya. (4).tanah untuk menghasilkan biomasa. maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman. (5). sebagai penyerap zatzat yang dibutuhkan tanaman. (2) fungsi tanah sebagai pelindung tanaman dari serangan hama . maupun kehutanan". Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran yang mempunyai dua peran utama. (d). baik tanaman pangan. (b). Penyokong tegaktumbuhnya trubus (bagian atas) tetanaman. zat-zat pemacu tumbuh (hormon. meliputi zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota terutama mikroflora tanah seperti (a). Fungsi-fungsi tanah yang sedemikian vitalnya dalam penyediaan bahan pangan. obat-obatan. serta. (3). Habitat biota tanah. industri perkebunan. Atas dasar definisi ini maka tanah sebagai media tumbuh mempunyai empat fungsi utama. baik selama pertumbuhan maupun untuk berproduksi. tetapi juga harus memahami. vitamin dan asam-asam organik khas).

dalam buku ini dituturkan dalam kerangka pengertian fenomena ini. Profil Tanah merupakan irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke bebatuan induk tanah (regolit).A (lapisan atas) yang biasanya mempunyai ketebalan di bawah 30 cm. atau yang terbawa oleh aliran air.dan penyakit dan dampak negatif pestisida limbah industri berbahaya tersebut. Oleh karena itu. horizon OA disebut lapisan tanah atas dan horizon E-B disebut lapisan tanah bawah Meskipun tanah terdiri dari beberapa horizon. Empat lapisan teratas. istilah kesuburan tanah biasanya mengacu kepada ketersediaan hara pada lapisan setebal ini. maupun karakteristik fisik. yang masih dipengaruhi cuaca disebut Solum Tanah. yang biasanya terdiri dari horizon-horizon O-A-E-B-C. berupa bahan organik sisa-sisa biota yang hidup di atasnya dan mineral non bahan induk yang berasal dari letusan gunung api. b. palawija dan sesayuran yang paling berperan adalah kedalaman di bawah 20 cm. Susunan horizon-horizon tanah dalam lapisan permukaan bumi setebal 100-120 cm disebut sebagai profil tanah. Profil Tanah Secara vertikal tanah berdifferensiasi membentuk horizonhorizon (lapisan-lapisan) yang berbedabeda baik dalam morfologis seperti ketebalan dan warnanya. bahkan bagi tanaman berakar dangkal seperti padi. namun bagi tetanaman yang sangat penting adalah horizon O . dan biologis masing-masingnya sebagai konsekuensi bekerjanya faktor-faktor lingkungan terhadap: (1) bahan induk asalnya maupun (2) bahan-bahan eksternal. Oleh karena itu.R. kimiawi. yang 145 .

Informasi ini dapat menuntun kita dalam memilih jenis tanaman dan teknik penanamannya. namun kelengkapan atau diferensiasi horizon ini akan makin berkurang atau makin baur apabila tanah mengalami erosi. sedangkan pada tanah-tanah tua seperti Podsolik di sekitar Palembang dan Prabumulih serta tanah latosol di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. di atas. yang banyak terdapat di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. Kegunaan langsung dari pengamatan profil tanah ini antara lain adalah untuk mengetahui (1). makin dangkal berarti makin tipis sistem perakarannya. sedangkan tanah yang berwarna terang atau pucat berarti berBOT (bahan organik tanah) rendah atau telah mengalami pelindian hara intensif. . sehingga relatif subur. 0I Sumatera Selatan. organik tanah atau belum mengalami pelindian (leaching) hara secara intensif. Tanah yang berwarna gelap berarti banyak mengandung bahan. (2).1. Kelengkapan atau differensiasi horizon pada profil tanah merupakan indikator umur tanah atau proses-proses pembentukan (genesis) yang telah dilaluinya. yang banyak terdapat di sekitar Indralaya.biasanya disebut sebagai lapisan olah. profilnya lengkap seperti sketsa pada Gambar 1. yang telah tererosi berat atau telah mengalami pencucian intensif mempunyai profil yang umumnya tanpa atau sedikit lapisan olah (horizon 0 dan A). Namun bagi tetanaman perkebunan dan kehutanan (pepohonan) untuk jangka panjang lapisan tanah bawah juga akan menjadi sumber hara dan air. sehingga jika makin besar bobot atau tinggi tanaman akan makin mudah tanaman untuk tumbang. Pada tanah dewasa seperti andosol. makin lengkap atau makin berdiferensiasi horizon-horizon tanah berarti makin tua umur tanah. Pada tanah-tanah muda seperti Regosol. Sumatera Selatan. Warna tanah merupakan indikator sifat kimiawi tanah. Kedalaman lapisan olah atau solum tanah yang merupakan indikator potensi kedalaman akar tanaman untuk berpenetrasi. profilnya dapat tanpa horizon.

sehingga proses oksidasi berjalan baik. Riau. Tanah yang berwarna homogen bersih menunjukkan sirkulasi udara (aerasi) dan airnya (drainase) baik. sedangkan tanah yang berwarna tak bersih atau bebercak menunjukkan aerasi dan drainasenya tidak baik. Berdasarkan volumenya. berisi 25% air dan 25% udara. berupa 45% bahan mineral dan 5% bahan organik. sehingga ketiadaan bahan mineral dan udara pada tanah ini merupakan masalah utama dalam 146 . sedangkan ruang porinya 100% dapat terisi air. dan (2) 50% ruang pori. sehingga proses oksidasi dan reduksinya terjadi secara bergantian. karena bagian padatannya 100% dapat berupa bahan organik.sehingga relatif miskin. berarti kadar oksigennya cukup. Jambi. Kalimantan dan Papua. Proses reduksi yang lama pada tanah kering berkadar besi tinggi akan menimbulkan bercak-bercak senyawa ferro yang berwarna kekuningan. c. maka tanah secara rerata terdiri dari: (1) 50% padatan. sedangkan proses oksidasi yang lama pada tanah rawa akan menghasilkan senyawa ferri yang berwarna kecoklatmerahan. Komponen Tanah Tanah mineral yang dapat berfungsi sebagai media tumbuh ideal secara material tersusun oleh 4 komponen. Khusus untuk tanah gambut yang banyak tersebar di kawasan rawa Sumatera Selatan. air dan udara. yaitu bahan padatan (mineral dan bahan organik). komposisi ini relatif berlainan.

CO2 bagi mikrobia fotosintetik. Sumber bahan organik tanah. H2 dan gas-gas lainnya . tanah yang berdekatan dengan sungai akan lebih banyak mengandung air ketimbang yang jauh dari sungai. yang melepaskan CO2 dan untuk oksidasi enzimatik oleh mikrobia autotrofik (mampu menggunakan senyawa anorganik sebagai sumber energinya). N2 bagi mikrobia pengikat N. sebaliknya jika makin kasar. Sketsa proporsi komponen-komponen tanah mineral Udara tanah misalnya berfungsi sebagai gudang dan sumber gas (1). sehingga variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap variabilitas fungsi tanah sebagai media tumbuh. (3). sebaliknya pada saat tidak hujan dan evaporasi tinggi. Ukuran partikel penyusun tanah. (2).pemanfaatannya menjadi lahan pertanian produktif. sebaliknya pada tanah gundul (tanpa vegetasi). saat hujan dan evaporasi (penguapan) rendah proporsi air meningkat (dan proporsi udara menurun). Gambar 5. Beberapa gas seperti CO2 dan N2 ini serta NH3. d. makin halus berarti makin padat tanah.1. Secara alamiah proporsi komponenkomponen tanah sangat tergantung pada (1). dan (3). Fungsi Utama Tanah sebagai Media Tumbuh Masing-masing komponen tanah tersebut berperan penting dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuh. sehingga ruang porinya juga akan menyempit. tanah bervegetasi akan mempunyai proporsi BOT tinggi. dan (4). Iklim terutama curah hujan dan temperatur. O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran tanaman untuk melaksanakan respirasi. Sumber air. (2).

Oleh karena itu. tanaman yang mengalami kekurangan air tidak saja akan layu tetapi juga akan mengalami defisiensi hara. apabila berkadar relatif tinggi dapat menjadi racun baik bagi akar maupun bagi mikrobia tanah. baik ke permukaan akar maupun transportasi ke daun. Bahan organik dan mineral tanah terutama berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara bagi tetanaman dan biota tanah. Untuk menghasilkan 1 g biomass kering. makin sedikit ruang 147 . sehingga aktivitas mikrobia autotrofik yang berperan vital dalam penyediaan unsur-unsur hara menjadi terjamin dan toksisitas gas-gas tersebut ternetralisir. yang 1 %nya mengisi setiap unit selsel tanaman. Sebagian besar ketersediaan dan penyerapan hara oleh tanaman dimediasi oleh air. Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tetanaman dan biota tanah. malah unsur-unsur mobil seperti N. Bahan mineral melalui bentuk partikel-partikelnya merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air. tetapi juga sebagai ruang untuk akar berpenetrasi. Adanya sirkulasi udara (aerasi) yang baik akan memungkinkan pertukaran gas-gas ini dengan 02 dari atmosfer.baik yang berasal dari proses dekomposisi bahan organik maupun berasal dari sisa-sisa pestisida atau limbah industri. tanaman membutuhkan sekitar 500 g air. K dan Ca dominan diserap tanaman melalui bantuan mekanisme aliran massa air.

Tanaman kedelai dapat berpenetrasi hingga 35 cm lateral dan 1 m horizontal.2. sedangkan . Bahkan tanaman alfalfa diketahui dapat mencapai kedalaman sampai 7 m. sedangkan stabilitas ukuran ruang ini tergantung pada konsistensi tanah terhadap pengaruh tekanan. 5. sehingga tanaman jagung dewasa yang ditanam berjarak 100 cm dapat mempunyai sistem perakaran yang saling bersentuhan dengan kedalaman lebih dari 2 meter. Makna terpenting dari makin berkembangnya sistem perakaran ini adalah makin banyaknya hara dan air yang dapat diserap tanaman. Kerapatan porosotas tersebut menentukan kemudahan air untuk bersirkulasi dengan udara (drainase dan aerasi). dengan rerata 2-3 m.pori ini akan makin tidak berkembang sistem perakaran tanaman. Warna mencerminkan jenis mineral penyusun tanah. dan akhirnya makin produktif suatu areal lahan. Bahan organik merupakan sumber energi. sehingga makin terjamin kebutuhannya selama proses pertumbuhan dan produksinya. sehingga keberadaan BOT (bahan organik tanah) akan sangat menentukan populasi dan aktivitasnya dalam melepaskan hara-hara tersedia yang dikandung BOT tersebut. reaksi kimiawi. intensitas pelindian dan akumulasi bahan-bahan yang terjadi. Dalam berpenetrasi ini. karbon dan hara bagi biota heterotrofik (pengguna senyawa organik). baik secara lateral atau horizontal maupun secara vertikal. Sifat Fisik Tanah Telah dijelaskan sebelumnya bahwa fungsi pertama tanah sebagai media tumbuh adalah sebagai tempat akar mencari ruang untuk berpenetrasi (menelusup). Kemudahan tanah untuk dipenetrasi ini tergantung pada ruang pori-pori yang berbentuk di antara partikel-partikel tanah (tekstur dan struktur). pada kondisi ideal perakaran tanaman dapat tumbuh dan berpenetrasi baik secara lateral maupun vertikal sejauh beberapa cm per hari. Sifat fisik lain yang penting adalah warna dan suhu tanah.

Pada leguminoceae akan membantu proses penangkapan N2 dari udara dan akan dikonversi menjadi Nitrat. 148 .suhu merupakan indikator energi matahari yang dapat diserap oleh bahan-bahan penyusunan tanah. Drainase tanah yang baik akan mencegah penggenangan air. Tanah yang gembur akan memberikan kelonggaran bagi perkembangan akar serta memperlancarkan persediaan oksigen dan drainase yang baik. mengatur suhu dan kelembaban tanah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. Jenis dan proporsi komponenkomponen penyusunan pertikel-pertikel ini. Contohnya adalah bakteri Rhizobum sp. dan (4). Keseimbangan antara suplai air. (3). dengan drainase yang baik akan terhindar perkembangan berbagai patogen seperti cendawan yang merugikan. Intensitas reaksi kimiawi dan biologis yang telah atau sedang berlangsung. sedangkan bakteri Nitratasi akan merubah NO2 menjadi NO3. energi dan bahan dengan kehilangannya. (2). Ukuran dan komposisi partikel-partikel hasil pelapukan bahan penyusunan tanah. Secara keseluruham sifat-sifat fisik tanah ditentukan oleh (1). Selain itu. Ketersediaan oksigen juga diperlukan untuk proses dan aktivitas jasad renik tanah yang menguraikan bahan organik menjadi unsur hara yang selanjutnya dapat diserap oleh tanaman.

Klasifikasi ukuran.2. (2).1. jumlah dan Was permukaan fraksi-fraksi tanah menurut sistem USDA dan Sistem Internasional tertera pada Tabel 5. tetapi harus diperhitungkan dalam evaluasi tekstur tanah.5. Tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori makro (besar) (disebut lebih poreus). energi atau bahan lain. Partikel berukuran di atas 2 mm seperti kerikil dan bebatuan kecil tidak tergolong sebagai fraksi tanah. Hal ini berarti makin banyak ukuran pori mikro yang terbentuk. sehingga makin dominan fraksi pasir akan makin kecil daya menahan tanah terhadap ketiga material ini. tanah yang didominasi debu akan banyak mempunyai pori-pori meso (sedang) (agak poreus).1 Tekstur Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah (separat) yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relatif antara fraksi pasir (sand) (berdiameter 2.002 mm atau 200-2 m) dan liat (clay) (<2 m). Makin poreus tanah akan makin mudah akar untuk berpenetrasi. luas permukaan mencerminkan luas situs yang dapat bersentuhan dengan air. memperlihatkan bahwa makin kecil ukuran separat berarti makin banyak jumlah dan makin luas permukaannya per satuan bobot tanah.20 mm atau 2000-200 m. berikut: Tabel 5. sedangkan yang didominasi liat akan banyak mempunyai pori-pori mikro (kecil) atau tidak poreus. dan sebaliknya.1. maka (1). dan sebaliknya jika liat yang dominan.20-0. Sebagai hasilnya. tetapi makin mudah pula air untuk hilang dari tanah. sebaliknya jika ukuran separat makin besar. debu (silt) (berdiameter 0. serta makin mudah air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi baik: air dan udara banyak tersedia bagi tanaman).000. Makin tidak . yang menunjukkan makin padatnya partikel-partikel per satuan volume tanah. Hal ini berbanding terbalik dengan luas permukaan yang terbentuk.

sehingga tanah bertekstur debu umumnya lebih subur ketimbang tanah tekstur pasir. maka di lapangan jika tanah yang telah dibasahi dirasakan dengan kulit jari-jari tangan. Oleh karena itu. Uraian ini menunjukkan bahwa fraksi pasir dan debu lebih berperan secara fisik.2. sehingga tanah bertekstur debu dan lempung akan mempunyai ketersediaan yang optimum bagi tanaman. lekat. sedangkan fraksi liat akan terasa halus.poreus tanah akan makin sulit akar untuk berpenetrasi. 149 . namun dari segi nutrisi tanah lempung lebih baik ketimbang tanah bertekstur debu. Tekstur tanah dibagi menjadi 12 kelas seperti tertera pada Tabel 5. maka fraksi liat lebih berperan secara kimiawi ketimbang secara fisik. sedangkan fraksi debu sanya berasal dari mineral feldspar dan mika yang cepat lapuk. dan licin. sedangkan karena sebagian fraksi liat yang rukuran <1 m merupakan koloid atau partikel bermuatan listrik yang aktif sebagai situs pertukaran anion atau kation. tetapi tidak licin. (3). serta makin sulit air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi buruk: air dan udara sedikit tersedia). fraksi debu akan terasa agak halus dan agak lekat. Perbedaan jumlah dan luas permukaan partikel-partikel per satuan volume tanah. pada saat pelapukannya akan membebaskan sejumlah hara. Fraksi pasir umumnya didominasi oleh mineral kuarsa (SiO2) yang sangat tahan terhadap pelapukan. tetapi air yang ada tidak mudah hilang dari tanah. maka fraksi pasir akan terasa kasar dan tidak lekat. maka tanah yang baik dicerminkan oleh komposisi ideal dari kedua kondisi ini.

menunjukkan bahwa suatu tanah disebut bertekstur pasir apabila mengandung minimal 85% pasir. bertekstur debu apabila berkadar minimal 80% debu dan bertekstur liat apabila berkadar minimal 40% liat. apabila kelas tekstur tanah diketahui. (2). Tanah bertekstur sedang tetapi agak kasar meliputi tanah yang bertekstur lempung berpasir (Sandy Loam) atau lempung berpasir halus (dua macam). Tanah yang berkomposisi ideal yaitu 22. Di lapangan tekstur tanah dapat ditetapkan berdasarkan kepekaan indra perasa (kulit jari jempol dan telunjuk) yang membutuhkan pengalaman dan kemahiran. (3). hasil penetapannya akan makin . debu dan liat sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung.5. Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah digolongkan menjadi (1). liat berdebu atau liat berpasir (3 macam).52. Tanah bertekstur sedang meliputi yang bertekstur lempung berpasir sangat halus. makin peka indra perasa ini. (b). terdiri dari (a). Tanah bertekstur halus atau tanah berliat berarti tanah yang mengandung minimal 37.5% liat atau bertekstur liat. lempung (Loam). maka gambaran umum tentang sifat fisik tanah dapat diperkirakan. Melalui pengetahuan tentang sifatsifat fraksi pasir. dan (c).5% pasir. 30-50% debu dan 10 30% liat disebut bertekstur Lempung. lempung berdebu (Silty Loam) atau debu (silt) (4 macam). Tanah bertekstur sedang tetapi agak halus mencakup lempung liat (Clay loam). lempung liat berpasir (Sandy clay Loam) atau lempung liat berdebu (Sandy-silt Loam) (3 macam). Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung (tiga macam).

Tanah bertekstur debu akan mempunyai partikel-partikel yang terasa agak halus dan licin tetapi tidak lengket. apabila yang terasa lebih dominan adalah sifat pasir. serta gulungan atau lempengan yang terbentuk rapuh atau mudah hancur. dan seterusnya. yaitu metode pipet (kurang teliti) atau metode hidrometer "Bouyoucos" (lebih teliti). kelicinan. dilakukan dengan mengambil sebongkah tanah seberat kira-kira 10 g. Tanah bertekstur lempung akan mempunyai partikel-partikel yang mempunyai rasa ketiganya secara proporsional. (3). Melalui perbandingan rasa ketiganya maka secara kasar tekstur tanah dapat diperkirakan. Cara ini disebut metode rasa. serta tidak bisa membentuk gulungan atau lempengan kontinu. Terasa kasar. yang keduanya didasarkan pada perbedaan kecepatan jatuhnya partikel-partikel tanah di dalam air dengan asumsi bahwa kecepatan 150 . tanpa rasa licin dan tanpa rasa lengket. geser-geserkan jari telunjuk sambil merasai derajat kekasaran. tekstur tanah umumnya ditetapkan melalui dua metode. lengket dan dapat dibuat gulungan atau lempengan kontinu. Sebaliknya jika partikel tanah terasa halus. misalnya indra kulit merasakan partikel-partikel (1). maka berarti tanah bertekstur pasir. basahi dengan air secukupnya.mendekati kebenaran atau makin identik dengan basil penetapan di laboratorium. lalu pijit di antara jari jempol dan telunjuk. maka berarti tanah bertekstur lempung berpasir. maka berarti tanah bertekstur liat. pecahkan perlahan. dan kelengketan partikel-partikel tanah. (4). Hasil penetapan menurut metode rasa ini akan makin baik apabila untuk setiap titik pengamatan dilakukan beberapa kali. Di Laboratorium. (2). paling tidak tiga kali (tiga ulangan).

3 ini menunjukkan bahwa jagung ideal tumbuh pada tanah bertekstur lempung. Peran tekstur tanah sebagaimana diuraikan di atas akan memengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. . (3). fraksi debu turun antara 40 detik hingga hampir dua jam. fraksi pasir merupakan partikelpartikel yang turun ke dasar suspensi selama kurang dari 40 detik. d . 9n di mana : V = kecepatan jatuhnya partikel (cm detik-1) g = percepatan karena gravitasi (cm detik-1) dp = kerapatan partikel (g cm-3) d = kerapatan larutan (g cm-3) r = radius partikel (cm) n = viskositas absolut larutan (dyne detik cm-3). misalnya contoh tanah o berkadar pasir 25%.3. Tabel 3.1). sedangkan. Proporsi hasil penetapan masingmasing fraksi tanah ini kemudian dicocokkan dengan proporsi pada segitiga tekstur (Gambar 3. debu 25% dan liat 50%. . sisanya yang masih tersuspensi merupakan fraksi liat. hasil penelitian pengaruh tekstur tanah terhadap produksi jagung dan kentang tertera pada Tabel 3. Melalui metode hidrometer tersebut (1). maka berarti tanah bertekstur liat.jatuhnya partikel yang berkerapatan (density) sama dalam suatu larutan akan meningkat secara. linear apabila radius partikel bertambah secara secara kuadratik: V .dp gr 2 2 . (2).

Pada tanah-tanah di daerah tropika. nisbah debu : Liat merupakan kriteria penting dalam mengevaluasi fenomena seperti: (1) migrasi liat. 5. Tanah yang lebih baik adalah tanah bertesktur lempung berpasir ketimbang tekstur lempung terkait dengan kebutuhan tanaman kentang terhadap ruang untuk perpanjangan dan pembesaran umbinya. 151 .2. debu dan liat individual) hingga partikel-partikel sekunder (gabungan partikel-partikel primer yang disebut ped (gumpalan) yang membentuk agregat (bongkah). 1979). Namun keduanya tumbuh ideal pada tanah bertekstur pasir apabila disertai dengan irigasi. dan (3) umur bahan induk tanah. (2) taraf pelapukan fisik. disebut tanpa struktur atau berstruktur lepas. tanah lempung memberikan sifat-sifat fisik yang baik sebagaimana diuraikan sebelumnya. sedangkan tanah bertekstur liat. maka struktur merupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel-partikel primer tanah (pasir.sedangkan kentang ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir ketimbang yang bertekstur liat dan pasir berlempung. Pinus resinosa ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir meskipun jika dibanding dengan tanah bertekstur pasir yang diberi air irigasi.2 Struktur Apabila tekstur mencerminkan ukuran partikel dari fraksi-fraksi tanah. Pada kondisi tanpa irigasi. yang lembek jika basah dan keras jika kering) atau apabila dilumat dengan air membentuk pasta disebut juga tanpa struktur. yang terlihat massif (padu tanpa ruang pori. serta (4) klasifikasi tanah (Lal. Tanah yang partikel-partikelnya belum bergabung. sehingga sistem perakarannya leluasa untuk berkembang. terutama yang bertekstur pasir.

Oleh karena itu.00-0.10 0.05 0.50-0.002 <0. Klasifikasi ukuran. sehingga lebih memudahkan sistem perakaran tanaman untuk berpenetrasi dan mengabsorpsi (menyerap) hara dan air.50 0.02-0.00-0.10-0.20 --0.002 <0. karena susunan antar ped atau agregat tanah akan menghasilkan ruang yang lebih besar ketimbang susunan antarpartikel primer. sehingga pertumbuhan dan produksi menjadi lebih baik. tanah yang berstruktur baik akan mempunyai kondisi drainase dan aerasi yang baik pula.05-0.1.002 Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah.Tabel 5.25 0. jumlah dan luas permukaan fraksi-fraksi tanah men urut Sistem USDA dan Sistem Internasional Separat tanah Diameter (mm) USDA Internasional Pasir sangat kasar Pasir kasar Pasir sedang Pasir Pasirhalus Pasir sangat halus Debu Debu Liat*) 2.00-1.00 1.25-0.002 --2. Hal ini terbukti dari percobaan pemupukan yang .

sehingga makin rapat tajuk tanaman akan makin baik pengaruhnya terhadap agregat tanah.776.700 4. (c) Kemudian secara langsung atau tak langsung terkait dengan (d).000 Was permukaan (cm2 g-1) 11 23 45 29 91 227 454 271 8. Struktur tanah mempunyai peran sebagai regulator yang (1).334.mendapatkan bahwa produksi jagung pada tanah tanpa pupuk tetapi beragregat baik ternyata 2. (2).000 722. menyinambungkan arah pipa yang Jumlah partikel (g-1) 90 720 5. erosi air atau angin. stabilitas dan durabilitasnya. mengatur retensi dan pergerakan air tanah yang meliputi: (a). penggenangan dan . Penanaman melindungi agregat tanah dari hantaman air hujan.000 terbentuk dari berbagai ukuran pori-pori yang berinterkoneksi.088 46.000 5.000. difusi gas dari dan ke atmosfer.3 kali lebih besar ketimbang produksi pada tanah beragregat buruk yang diberi pupuk.250.796 90. mengontrol proliferasi (pertumbuhan) akar dan perkembangannya. (b).853. (e).000 2.

temperatur tanah. lempeng. (g). indikator bentuk dan susunan ped. Di lapangan. (f).4. kelas. (2). indikator derajat agregasi atau perkembangan struktur. indikator bentuk struktur yang terbentuk dari ped-ped penyusunnya. sebagaimana tertera pada Tabel 3.aerasi tanah. pelindian atau kehilangan hara-hara tanaman. jika agregasi tak terlihat atau berbatas tidak jelas atau baur dengan batas-batas alamiah. struktur tanah dideskripsikan menurut (1). jika ped sulit 152 . menghasilkan 7 tipe struktur tanah. yaitu: bulat. yang dibagi menjadi (a) tanpa struktur. stres tanaman akibat kekeringan. balok dan prisma. gradasi. (b) lemah. dan (h). tipe. dan (3).

tetapi tak jelas pada tanah utuh. . Stabilitas ped yang terbentuk (juga agregat) ter-gantung pada dua kondisi.terbentuk tetapi terlihat. Apabila berasal dari butirbutir tunggal. Dalam metode ini. Lima mekanisme utama yang menyatukan partikel-partikel ini meliputi: (1) aktivitas penetrasi akar pada saat berkembang. dan (3) aktivitas keluar masuknya fauna tanah. tanah kering diletakkan dalam saringan kemudian dicelupkan ke dalam air. Ped-ped yang tertinggal merupakan ped yang stabil terhadap air. (c) sedang. pada tanah utuh jelas terlihat dan antar ped terikat lemah namun tahan jika dipindahkan dan hanya terpisah apabila tanah terganggu. maka perkembangannya dimulai dari pengikatan partikel-partikel tanah membentuk cluster (gerombol) yang kemudian menjadi ped. Pencairan dan pembekuan yang juga merenggangciutkan partikel-partikel. Stabilitas ped ini dapat ditentukan melalui metode penyaringan basah. dan (d) kuat. Keutuhan tanah permukaan ped pada saat rehidrasi. Pembasahan dan pengeringan yang merenggang-ciutkan partikelpartikel dan (5). Mekanisme pembentukan struktur dimulai dari butiran tunggal atau dari bentuk masif. (2) pergerakan air yang mengikuti arah perkembangan akar menyebabkan terjadinya pengikisan dan pemecahan tanah yang kemudian memicu pembentukan ped. Kekuatan ikatan antar koloid-partikel di dalam ped pada saat basah. dan (2). (4). jika ped kuat. yaitu (1). tahan lama dan jelas. turun lewat lobang-lobang saringan. ped yang tidak kuat terhadap tekanan ini akan pecah dan rusak. air segera meresap dan mendesak udara yang terperangkap di ruang-ruang pori tanah. jika ped dapat terbentuk dengan baik.

maka terjadilah agregasi. (4). termasuk hasil aktivitas dan perombakan sel-sel mikrobia.5 mm adalah sebagai berikut (1). Pada tanah horizon A di Wisconsin USA urutan kepentingan agen-agen pengikat pembentuk ped berdiameter > 0. Pada saat air menguap. sedangkan . yaitu (1) Mineral-mineral Liat koloidal. (2) Oksida-oksida besi dan mangan koloidal. (3). membentuk jaringan seperti jala yang efektif dalam menyatukan partikelpartikel tanah. Polimerpolimer organik yang merupakan polisakarida berbobot-molekul besar dapat berasal dari lendir ekstraseluler atau dinding-dinding sel-sel mikrobia. dan (3) Bahan organik koloidal. Pentingnya peran lendir (gum) mikrobial sebagai agen pengikat adalah menjamin kelangsungan aktivitas mikrobia dalam proses pembentukan ped (dan agregasi) tersebut. Hidroksi polimer-polimer ini dan atom-atom oksigen permukaan liat membentuk ikatan-ikatan hidrogen sebagai jembatan pengikat. Secara umum lendir mikrobial>Feoksida>C-organik> liat. dan (5). lempung berliat Kewaunee : Feoksida> liat>lendir mikrobial. maka molekulmolekul air yang dapat bertindak secara dipolar (bermuatan + dan -) terjerap (adsorpsi) ke permukaan koloid liat tersebut. lempung berliat Miami: lendir mikrobial>Fe-oksida>C-organik. maka lempeng-lempeng liat akan berdekatan dan dibantu oleh agen perekat. Lempung berliat Almena : lendir mikrobial>Fe-oksida. Lempung berdebu Parr: lendir mikrobial>liat>Fe-oksida> C-organik. (2). Oleh karena koloid-koloid ini bermuatan negatif.Secara umum terdapat tiga kelompok bahan koloidal (partikel berdiameter <1 m) yang bertindak sebagai agen perekat (cementing agent) partikel-partikel dalam proses pembentukan agregat (agregasi) tanah.

153 .

030 33.772 28. Granuler 2.544 33.60 Tabel 5. Remah 3. Tabel 5.287 28.030 6.00 7.00 5.terhadap partikel nonkoloidal. Deskripsi tipe-tipe struktur tanah Tipe struktur Deskripsi Ped Lokasi horizon 1. Pada tanah Latosol di daerah tropis. Balok bersudut .4. agen pengikat yang terpenting adalah Fe-oksida karena tingginya kadar Feoksida pada tanah ini.3. polimerpolimer ini bertindak sebagai lem perekat. Pengaruh kelas tekstur dominan lapisan atas tanah terhadap produksi jagung dan kentang Produksi (per hektar) Kelas tekstur dominan Liat Lempung Lempung berpasir Pasir berlempung Pasir (+ irigasi) Jagung (ton) Kentang (Ton) 5. Lempeng 4.60 3. Miselia jamur dan aktinomisetes juga efektif sebagai agen pengikat ini.

sedangkan aerasi buruk berarti sebaliknya.3 Aerasi Tanah Aerasi tanah merupakan istilah yang mengindifikasikan kondisi tataudara (keluar-masuknya udara) dalam tanah. = 6. Seperti balok-balok yang terbentuk dari ikatan ped-ped yang sisi-sisinya bersudut tajam. akan terjadi penghambatan A A E tanah hutan atau Bt tanah liat Bt Bt Bt Bt terhadap pertumbuhan dan produksi . 5. antarped tidak terikat. Kolumnar Relatif tak poreus. Prisma 7. Ped prisma ini ada yang pecah membentuk ped balok kecil.5. lkatan antar ped ini sering putus membentuk balok-balok kecil. disebut plat jika tebal dan laminar jika tipis.2. Balok persegi 6. Aerasi baik berarti keluarmasuknya udara dari hambatan. Pada tanah beraerasi bueruk. kecil dan agak bulat. = 4. tetapi berpermukaan bulat melingkar yang diikat secara lateral oleh ped pilar lainnya sebagai penyela. tidak terikat membentuk ped. = 1 tetapi relatif poreus. tetapi ped-ped penyusun bersisi-sisi bulat agak persegi. Seperti pilar-pilar berpermukaan rata yang terikat oleh ped prisma lainnya sebagai penyela. Seperti tumpukan susunan piringan yang berikatan lemah.

kiemudian kalsium. Absorpsi (penyerapan) air dan unsur hara. (3).tanaman akibat tertekannya (1). Respirasi akar. (2). Aktivitas mikrobia yang terkait dengan kesuburan tanah. Serapan hara yang paling terganggu adalah kalium. magnesium. 154 . Pertumbuhan dan perkembangan perakaran tanaman. nitrogen dan fosfor (4).

O2 dan N2 atmosfer. Adanya respirasi akar (juga mikroflora fotosintetik dan fauna tanah) seperti dijelaskan diatas. kadar O2 lebih rendah dan kadar N2.Hal ini terutama terkait dengan proses respirasi akar tanaman yang menyerap O2 dari udara tanah dan melepaskan CO2 sehingga jika aerasi buruk akan terjadi akumulasi CO2 dan defisit O2 konsrkuensinya respirasi akar dan aktivitas mikrobia aerobik (mutlak butuh oksigen) yang terlibat dalam penyediaan hara akan terganggu. dan (4). Aktivitas mikrobia dalam dekomposisi bahan organik yang melepaskan gas CO2 dan N2 (denitrifikasi). Umumnya tanaman tumbuh normal pada saat pori tanah terisi udara >10% oksigen. lebih tinggi daripada kandungan CO2. Adanya gas-gas yang berdifusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah (N2 dan CO2 dari tanah ke udara dan O2 dari udara ke tanah). Di bawah kadar 10% pertumbuhan akan terhambat dan akan berhenti sama sekali apabila kadarnya kurang dari 2%. CO2 (mikrobia heterotrofik) dan O2 (mikrobia aerobik). maka penyerapan hara melalui mekanisme aktif yang membutuhkan energi kimiawi (ATP) hasil proses respirasi juga akan terhambat. Laju difusi oksigen di dalam air adalah 10 ribu kali lebih kecil ketimbang laju difusi oksigen di udara tanah. sehingga peningkatan kadar air tanah akan . idealnya sekitar 21%. Hal ini di samping disebabkan oleh (1). Kemungkinan secara keseluruhan akan menghambat perkembangan dan pertumbuhan tanaman. serta fiksasi N2 (seperti bakteri rhizobium). terutama terkait dengan (3). dan (2). Kecenderungan udara yang mengalir dari temperatur tinggi (tanah) ke temperatur udara (atmosfer) terutama di malam hari dan sebaliknya di siang hari. Pada kondisi aerasi baik kadar CO2 udara tanah lebih tinggi 6-7 kali (jika aerasi buruk dapat hingga 10-100 kali).

0% dan jika aerasi buruk dapat mencapai hampir 20%. serta difusi yang 156 . Agak tahan: sorgum (dapat terendam beberapa hari). padi.menghambat penetrasi oksigen ini yang kemudian menyebabkan tertekannya respirasi akar. Kadar CO2 pada udara tanah bervariasi antara 0. Pada padi mekanisme ini terjadi karena adanya interkoneksi pembuluh udara dalam korteks. (2). Kepekaan tanaman terhadap aerasi tanah yang buruk atau defisiensi oksigen adalah sebagai berikut (1). dan pada kondisi jenuh air terjadi defisit oksigen yang menyebabkan matinya tanaman. Pada kondisi tergenang (reduksi) udara tanah juga banyak mengandung gas methan. hidrogen sulfida dan amoniak. cattail. Sedang: jagung. kacang pea dan barlei. Peka: tomat. Pada tomat terlihat setelah 10-15 hari kemudian dengan penurunan bobot terjadi pada 45-50 hari kemudian dengan penurunan bobot hingga 25% yang baru pulih setelah 70 hari. dan kedelai.1-5. kentang. tidak mampu berpenetrasi ke dalam tanah apabila laju difusi kurang dari 20 x 10 cm menit. rumput sudan dan reed canary. oat.8 yang secara umum merupakan konsekuensinya terhambat aktivitas akar dan mikrobia. dan (4). derisiensi oksigen selama 24 jam saja telah menghambat pertumbuhannya. (3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar kebanyakan tanaman ideal pada laju difusi oksigen minimal 30 x 10 cm menit. Pada kacang kapri dan tomat. biet gula. gandum. dan beberapa sedge yang dapat menyerap udara ke dalam perakarannya yang tenggelam. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar CO2 O2 udara tanah tertera pada Tabel 3. Toleran: willow. yang dapat menyuplai oksigen asalkan trubusnya menyembul ke udara.

menyebabkan naiknya kadar CO2 dan turunnya kadar O2. 5. Temperatur tanah merupakan salah satu faktor tumbuh tanaman yang penting sebagaimana halnya air.2. aerasi. Pada temperatur di atas 40oC. seperti bakteri pengikat N pada tanah berdrainase baik. Temperatur adalah istilah untuk menyatakan intensitas atau level panas yang berfungsi sebagai indikator level atau derajat aktivitas molekuler. Proses kehidupan bebijian. Temperatur dinyatakan dalam derajat (a). Dalam Handbook of Chenistry and Physics . Nitrifikasi berlangsung optimum pada temperatur sekitar Pada temperatur di atas 30oC. Temperatur tanah sangat memperngaruhi aktivitas mikrobial tanah. dekomposisi serasah/sisa tanaman dan ketersediaan hara-hara tanaman. Aktivotas ini sangat terbatas pada temperatur di bawah 10oC. dan enzimatik. struktur. akar tanaman dan mikrobia tanah secara langsung dipengaruhi oleh temperatur tanah. yang kemudian paling umum digunakan di dunia. sehingga penyerapannya oleh akar juga meningkat.4 Temperatur Tanah Temperatur (suhu) adalah suatu sifat tanah yang sangat penting secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan juga terhadap kelembaban. Pada temperatur di atas 30oC lebih banyak unsur K-tertukar dibebaskan ketimbang pada temperatur yang lebih rendah. temperatur didefibisikan sebagai kondisi suatu bodi yang menentukan transfer panas ke atau dari bodi lainya . udara dan unsur hara. Skala sentigrade pada tahun 1742 oleh Anders Celcius (ahli Astronomi Swedia). laju optimum aktivitas biota tanah yang menguntungkan terjadi pada temperatur 18 30oC. aktivitas mikrobial. mikrobia umumnya menjadi inaktif. Laju reaksi kimiawi meningkat dua kali lipat untuk setiap 10o kenaikan temperatur. Satu sentigrade = 1/100 dari total perbedaan anatar .

556 oK 273 = oC = 0.2 cal g-1. (d). Satuan kapasitas panas adalah gram per kalori (g cal-1). (b). Hubungan ketiga skala temperatur ini adalah : oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0. Interval temperatur ini juga digunakan untuk menyatakan temperatur absolut (derajat Kelvin).18 oC sebagai titik nol. Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor dengan dua sumber panas. secara umum semua substansi berkapasitas-panas lebih kecil dari air (Kohnke. yang berpanas-spesifik air = 1 cal g-1. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per tahun satuan bobot massa substansi tersebut.556 oF 17.8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut seabgaai kapasitas thermal atau kapasitas panas. serta 157 . yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC. namun skalanya dimulai pada -273. sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah panas-spesifik hampir 0. Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air.temperatur air pada titik didih di bawah tekanan atmosfer baku {700 mm Hg (merkuri)}. yaiut radiasi sinar matahari dan langit (dominan). dan (c). 180). Pada tahun 1724 seorang blower gelas bangsa Jerman Fahrenheit mengembangkan sistem graduasi temperatur dengan menggunakan tem-peratur terbeku dari campuran amonium khlorida es air sebagai titik nol dan panasa darah sebagai titik 100 oF.

Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor. sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah berpanas-spesifik hampir 0. 1980). Didaerah Temperate. salju.konduksi dari interior anah (sangat sedikit). secara umum semua substansi berkapasitas panas lebih kecil dari air (Kohnke. namun yang benar-benar diterima oleh permukaan tanah jauh berkurang. tergantung pada : (a) sudut temu antar matahari muka tanah yang dipengaruhi oleh latitudo. yaitu radiasi sinar matahari dan langit (dominan). Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang berperan menyebabkan ter-jadinya perubahan temperatur tanah meliputi : (1). dan (b) insulasi oleh udara. serta altitudo lokasinya. tetanaman. Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air ini. Jumlah panas matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 2 cal g-1 cm-2 menit-1 atau 2 langleys menit -1 . yang secara rata-rata setara dengan . musim. kabut. awan. (2). Satuan kapasitas tanah adalah gram per kalori (g cal-1 ). Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang ber-peran menyebabkan terjadinya perubahan temperatur tanah meliputi: oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0. serta konduksi dari interior tanah (sangat sedikit).8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut sebagai kapasitas thermal atau kapasitas panas. dan mulsa. debu. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per satuan bobot massa substansi tersebut. kecuraman dan arah lereng. yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC. Radiasi solar.2 cal g -1 . yang berpanas spesifik air = 1 cal g-1 . dengan dua sumber panas.556 oK 273 = oC = 0. radiasi yang diterima permukaan bumi adalah 100 800 langleys per hari.556 oF 17. uap air. waktu.

Radiasi dari langit. Apabila uap air dari atmosfer atau dari kedalaman tanah yang berbeda berkondensasi di dalam tanah maka akan terjadi peningkatan temperatur tanah. (6). repleksi radiasi dan energi yang digunakannya untuk fotosintesis akan menurunkan temperatur iklim mikro 158 . melalui pengaruhnya terhadap transpirasi. Konduksi panas dari atmosfer. Kondensasi. Curah hujan berperan menurunkan temperatur tanah. yang berkontribusi relatif besar dalam menyuplai panas pada tanah di areal yang sinar mataharinya dapat menembus atmosfer bumi. (5). Oleh karena konduksi panas yang menerobos udara adalah sedikit. (2). awan dan asap yang menghalangi sampainya radiasi matahari ke permukaan tanah. Insulasi. (3). mulsa. (4). merupakan proses eksothermik.(1). Namun demikian hanya sebagian dari total radiasi ini yang tersedia untuk menyuplai energi yang dibutuhkan untuk evaporasi dan transpirasi tersebut. hingga 5 oC atau lebih. Radiasi solar terjadi sebagai radiasi gelombang pendek dengan panjang gelombang antara 0.0 um.kebutuhan energi untuk mengevaporasikan lapisan air setebal 1 cm diperlukan 560 langleys. dapat berupa tanaman penutup tanah. salju. merupakan proses endothermik yang berefek kebalikan . Evaporsi. Vegetasi. maka efeknya terhadap temperatur tanah hanya penting apabila terjadi kontak dengan tanah. Sisa energi ini jika tidak terpakai untuk menaikan temperatur tanah dan fotosintesis.3 5. dan (7). direradiasikan kembali ke langit.

tanah-tanah berstruktur lepas lagi kering akan mempunyai konduktivitas thermal yang sangat rendah (0. Faktor-faktor internal (tanah) yang berperan meliputi : (1) Kapasitas thermal.265 + (0. Tanah yang ruang porinya terisi air akan berpanas-spesifik = 0. Oleh karena itu. Tanah organik biasanya mempunyai banyak ruang pori.2 = 0. yang berarti setiap 1 cm3 (biasanya disingkat cc) tanah kering yang tersusun oleh 50 % padatan dan 50 % ruang pori akan mempunyai panas spesifik sebesar 0. (3) Aktivitas biologis. panas spesifik gambut secara gravimetris (bobot) akan jauh lebih besar ketimbang tanah mineral.005 cal detik -1 cm -1 oC-1.0) = 0.25 cal cm3 ) oleh karena panas spesifik udara sangat kecil sehingga dapat diabaikan.9 cal cm3. (2) Konduktivitas dan difusivitas thermal. Panas spesifik es hanya 0.675 cal cm3 . Tanah mineral kering mempunyai panas spesifik hampir 0.0005 cal detik 1 cm -1 oC-1). Konduktivitas bahan-bahan pembentuk tanah dan sebagian besar partikel-partikel tanah adalah sekitar 0. tetapi secara volumetris tidak banyak berbeda.265 cal cm3 (atau rerata 0.65 x 0. yaitu sekitar 0. Ativitas biologi menghasilkan panas.dan secara tidak langsung juga temperatur tanah. yang nilainya akan menurun tergantung proporsi kadar air tanahnya. udara berkonduktivitas 100 kali lebih kecil sedangkan air hanya sekitar seperlima ketimbang mineral pembentuk tanah tersebut.2 cal g-1 .5 x 2. sehingga dalam keadaan jenuh akan berpanas-spesifik besar.0003-0.5 x 1. .5 cal cm3 .

karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tetanaman tetapi secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperatur dan kelembaban tanah. merah. sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap temperatur tanah. (5) Struktur. apalagi ketimbang partikel-partikel tanah. (4) Radiasi Radiasi dari tanah ke atmosfer yang terjadi secara kontinu. dan bercak 159 . kelabu. Tanah yang berkadar BOT . hara .sehingga makin besar aktivitas ini kan makin banyak pans yang dibebaskan ke tanah.2. makin tinggi temperatur tanah akan makin besar radiasinya. Kadar garam yang tinggi akan menenkan aktivitas biologis ini. coklat. Tekstur dan Kelembaban Tanah. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tak murni tetapi campuran kelabu. Warna tanah meliputi putih. akibat udara yang mengisi tanah gembur ini mempunyai konduktivitas thermal yang jauh lebih rendah ketimbang air. serta berapa derajat lebih tinggi ketimbang tanah yang biologisnya tidak aktif. Tanah padat mempunyai konduktivitas thermal lebih besar ketimbang tanah yang gembur. dan udara tinggi. kesuburan tanah dan aktivitas biologis tanah. coklat. 5.5 Warna Tanah Warna merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah. kuning. kadangkala dapat pula kebiruan atau kehijauan. dan hitam. (6) Garam-garam terlarut Garam terlarut mempengaruhi evaporsi.

Tanah basah atau lembab terlihat lebih gelap ketimbang tanah kering. Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen penyusunnya. atau kadangkala olive-hijau. yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan. Hal ini terutama dipicu oleh terjadinya : (a) reduksi besi dan mangan ke bentuk larutan. kelabu. Batukapur berwarna putih. kerapkali 2-3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot. Efek komponen-komponen terhadap warna komposit ini secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik masing-masingnya terhadap tanah. misalnya humus dan besihidroksida yang secara jelas menentukan warna tanah. . coklat-karatan atau kuning tergantung derajat hidrasinya. tergantung tipe dan proporsi mantel-besinya. sedangkan karatan berwarna gelap terbentuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami presipitasi. yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna tanah. Warna bercak pada tanah juga merupakan indkator terjadinya proses reduksi-oksidasi secara sebentarsebentar (intermitten) akibat adanya kelebihan air dan buruknya aerasi yang terjadi secara temporer. Besi-oksida berwarna merah. dan (b) oksidasi yang menyebabkan terjadinya pada tanah yang rendah kadar besi atau mangannya. khusunya besi (Fe) dan mangan (Mn). besi-tereduksi berwarna biru-hijau. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah. kuarsa umumnya berwarna putih.(rust). Karatan-karatan yang terbentuk ini tidak segera berubah meskipun telah dilakukan perbaikan drainase. dan feldspar mempunyai banyak warna tetapi dominan merah. disebut karatan (mottling). selama musim hujan.

Yang merupakan resultante dari hal-hal berikut: (1). warna merupakan indikator jenis bahan induknya. sehingga makin dominan makin terang. makin intensif makin terang. secara umum dikatakan bahwa Makin gelap tanah berarti makin tinggi produktivitasnya. Warna merupakan indikator kondisi iklim tempat tanah berkembang atau asal bahan induknya. sedangkan tanah-tanah tua. coklat-kekelabuan. atau (3). Dengan berbagai pengecualian mempunyai urutan : putih. warna terang mencerminkan dominannya kuarsa.karena terkait dengan perbedaan nyata dari sifat refraktif (aksi pembiasan cahaya) komponen padatan tanah dan udara. sehingga tanah berwarna terang sering dikaitkan dengan rendahnya produktivitas. sehingga warna pada tanah kering akan banyak direfleksikan. khususnya jika tanah berdrainase baik. (2). baik iklim makro maupun iklim tanah. coklat-kekaratan Coklat dan hitam. Warna terang kerapkali merupakan hasil intesifnya pelindian besi dari tanah. intensitas pelindian unsur-unsur hara pada tanah tersebut. Kuning. tetapi pada kondisi tertentu warna sering pula digunakan sebagai indikator kesuburan atau kapasitas produktivitas lahan. merupakan indikator iklim tempat perkembangannya.merah. kadar bahan organik yang berwarna belap. 160 . dan Pada tanah muda. makin tinggi makin gelap. yang umumnya bersamaan dengan hilangnya berbagai unsur hara. kelabu. yaitu mineral yang tanpa nilai nutrisional sama sekali. Iklim hangat akan menghasilkan tanah-tanah berwarna merah.

yang mendasari penyusunan variasi warna pada kartu-kartu Munsell : Hue merujuk pada spektral atau kualitas warna yang dominan. 5. Lebih banyaknya energi panas yang tersedia dalam tanah akan lebih mendorong laju evaporasi. Dalam pengklasifikasian warna tanah.75 . yang merupakan pembeda antara merah dari kuning. Benda berwarna hitam dan gelap cenderung lebih banyak menyerap energi matahari ketimbang benda berwarna terang atau putih.0 7.38 0.5 5.2. tanah-tanah hitam dan gelap cenderung lebih hangat ketimbang tanah-tanah terang atau putih.5 dan 7.5 5. B (brown = coklat). R (red = merah). Value atau briliance (kecemerlangan) yang mengekspresikan . BG (brown gray). dan lainnya. yaitu : Y (yellow = kuning).0 5. sehingga pada saat matahari bersinar. m.5 dan 10. P (Purple = ungu). kemudian setiap warna ini dibagi menjadi kisaran hue : 0 2. Efek sinar dari berbagai panjang gelombang yang memengaruhi mata (impresi) sangat bervariasi. Warna ini dibedakan berdasarkan tiga faktor basal (basic) berupa komponen warna.5 10. Perbedaan imperasi inilah yang disebut sebagai warna . Dalam hue ini warna dipilah menjadi 10 warna.0 7.5 2. metode yang telah dikenal luas oleh banyak Soil Specialist adalah Sistem Munsell . yang pada kartu warna hanya tertulis 2.6 Klasifikasi Warna Gelombang elektromagnetik yang dikenal sebagai sinar visibel (dapat dilihat mata) mempunyai panjang gelombang sekitar 0. RP (red purple). yaitu hue. value dan chroma. PB (purple brown).Warna juga memengaruhi kondisi tanah lainnya melalui efeknya terhadap energi radiant. G (gray = kelabu). yang membedakan warna tanah secara langsung dengan bantuan kolom-kolom warna standar. YR (ye low red) . dan GY (gray yellow). namun adanya mulsa atau vegetasi penutup tanah atau mengeliminasi perbedaan ini.

5 YR.5 YR ¾ berarti warnanya dark reddish brown (coklat kemerahan gelap).0. ditulis 2. Hal ini karena pH tanah berkaitan dengan kemampuan tukar ion yang terjadi di dalam tanah yang pada akhirnya akan menentukan ketersediaan unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. dan Chroma didefinisikan sebagai gradasi kemurnian dari warna. Dilapangan. 5. Derajat kemasaman tanah. Pada umumnya tanaman membutuhkan kondisi lahan yang netral dengan pH sekitar 7. ambil tanah secukupnya (kira-kira 5 g) cocokan dengan warna yang ada di buku Munsell. atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelbu atau putih netral (skala 0) ke warna lainnya (skala 19). misalnya warna tanah terletak pada kartu Hue 2. value 3 dan chroma 4.variasi berkas sinar yang terjadi jika dibandingkan warna putih absolut. Value ini merujuk pada gradasi warna dari putih (skala 10) ke hitam (skala 0). Derajat kemasaman tanah yang tidak sesuai dengan syarat perkembangan tanaman menakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu dan akhirnya akan memberikan hasil yang tidak memuaskan.3 Sifat Kimia Tanah Sifat kimia tanah yang penting bagi budidaya tanaman adalah derajat keasaman atau pH tanah. derajat keasaman tanah ini akan lebih banyak berpengaruh pada fase pertumbuhan tanaman dan perkembangan selanjutnya. akan berpengaruh juga terhadap kehidupan jasad renik atau mikroorganisme tanah yang berperan dalam 161 .

yaitu fiksasi nitrogen dari udara menjadi senyawa nitrit dan kemudian menjadi senyawa nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh akan tanaman. Rerata temperatur tanah tahunan (oC) Beda temperatur musim panas = 5 = 5 < 8 Frigid Isofrigid 8 . Tabel 5. Ini merupakan salah satu sifat biologis tanah yang perlu diperhatikan dalam memilih tanah untuk keperluan budidaya. membantu melarutkan unsur hara yang tidak dapat larut dalam air melalui proses biologis. aktivitas jasad renik dalam perombakan bahan organik menjadi unsur hara sangat penting bagi tanaman. Penggolongan tanah berdasarkan suhu. Dengan demikian akan menyuburkan tanah. Seperti yang telah disebutkan di atas.15 Mesik Isomesik 15 22 musim dingin (oC) Thermik Isothermik < 22 Hyperthermik . Sifat biologis tanah akan membantu tersedianya unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.perombakan bahan organik menjadi unsur hara.5. Jasad renik juga dapat membantu proses nitrifikasi.

Isohyperthermik Gambar 5.4 Teknik Pengolahan Tanah Pengolahan lahan terdiri dari persiapan lahan.2 . pengolahan tanah dan pembuatan bedengan. 2006) 5. Perkembangan kesuburan tanah (Encarta. Lahan untuk budidaya secara konvensional pada umumnya terdiri dari tanah yang merupakan tempat tumbuh tanaman. Oleh karena itu tanah yang akan ditanami harus dipersiapkan sebaik 162 .

panjang 10-15 meter (tergantung luas lahan). Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengolahan tanah. Pengolahan tanah merupakan kegiatan yang dilakukan agar tanah menjadi gembur dan subur. Sebelum melakukan pengolahan tanah hendaknya lahan dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa tanaman yang ada. agar tanaman bisa tumbuh dengan subur dan memberikan banyak hasil.mungkin sehingga tanaman bisa tumbuh dengan subur dan hasilnya memuaskan. tinggi 15-20cm. . pengaturan air. Setelah kegiatan pengolah tanah. Pengolahan (penggemburan) tanah ini bisa dilakukan dengan cangkul atau dengan bajak sedalam 20-30 cm.2 meter. sehingga diperoleh kompos siap pakai yang mengandung mikroflora tanah yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan berdampak positif untuk tanaman yang dibudidayakan. penanaman benih atau bibit tanaman. tahap berikutnya yang harus dikerjakan adalah pembuatan bedengan. Bedengan biasanya dibuat dengan ukuran lebar 1-1. dan pencabutan. Pada tanah basah seperti tanah sawah. Semua bahan organik yang terkumpul diupayakan untuk diproses menjadi kompos dengan menggunakan dekomposer (bio-fertilizer) dan antagonis patogen tular tanah. misalnya rerumputan dan semak yang tumbuh pada lahan tersebut. Fungsi bedengan adalah memudahkan perawatan tanaman. dan jarak antara bedengan 30-40 cm. Pembersihan lahan ini dapat dilakukan dengan pembabatan. Untuk mempercepat proses pengomposan pada tanah sawah dapat ditambahkan bio-fertilizer dan dekomposer yang bersifat anaerob. Dengan adanya bedengan maka akan terbentuk saluran-saluran pembuangan air yang sekaligus bisa digunakan sebagai jalan untuk mengamati atau merawat tanaman. pembersihan lahan dilakukan dengan membabat atau membenamkan sisa tanaman ke dalam tanah yang terendam air.

Gambar 5. 163 . B. A. Lubang tanam ini dibuat dengan ukuran lebar 15-20 cm. dalam 20-25 cm dan jarak antar lubang 60 x 70 cm atau 60 x 60 cm. Pengolahan tanah. Pembuat-an lubang tanam dilakukan dengan membuat lubang dan menggemburkan tanah disekitar tanah tersebut. Pengolahan tanah di lahan kering dengan menggunakan traktor .3. Pengolahan tanah di lahan sawah dengan menggunakan hand tractor.Pembuatan lubang tanam dan pemberian pupuk dasar.

Gambar 5. Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). Pola tanam dapat dilakukan berupa sistem tunggal atau inter-cropping. Aktivitas yang dilaku-kan adalah menanam bibit pada kondisi yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanman sehingga tidak ada yang mati dan mampu menghasilkan produksi seperti yang direncanakan. Pada umumnya pola tanam diterapkan menyesuaikan dengan pola tenam sebelumnya.5 Teknik Penanaman Penanaman merupakan aktivitas utama yang akan menentukan tingkat keberhasilan suatu usahatani. Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. 5. Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman.Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. Untuk mendapatkan areal .4. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). Pembuatan bedengan dengan menggunakan traktor Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar.

Jika Anda ingin menanam 2400 pohon maka jumlah benih cabe yang hams anda semai dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : 163 .5 kali jumlah kebutuhan bibit/tanaman.5 Bebeberapa alternatif pola penenaman Jumlah benih yang harus disemai adalah + 1. Pola tanam erat kaitannya dengan keoptimuman jumlah pohon per hektar. dan pola tanam campuran.penanaman yang sebaik-baiknya dianjurkan untuk menetapkan pola tanam terlebih dahulu. X x x x x x x x X x x x x x X x x x x x x x x x X x x x x x x x X x x x x x X x x x x X x x x Gambar 5. Ada empat pola tanam yang dianjurkan. pola tanam segitiga. diantaaranya adalah pola tanam segi empat.

Selanjutnya benih direndam dalam larutan fungisida (± 2-4 gram/liter) selama 30 menit. Media persemaian yang baik adalah tanah yang subur. Oleh sebab itu benih tersebut disebar merata pada media persemaian. Pasir mempunyai sifat aerasi (udara dapat keluar dan masuk secara bebas) dan drainase (mampu mengalirkan air) yang baik. Umumnya media semai yang dapat Anda gunakan untuk benih tomat dan cabe adalah campuran pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Perendamanan benih bertujuan untuk melunakkan kulit benih sehingga air dan udara mudah masuk ke dalam benih sehingga mendorong proses perkecambahan.5 x (jumlah bibit/1200) x 10 gram = 1.5 x 2400/1200 x 10 gram = 30 gram atau + 3 pack atau 3 bungkus@ 10 gram. sedangkan pupuk kandang . Anda dapat memililih tempat persemaian dengan sifat-sifat sebagai berikut : .200 biji Jumlah benih tomat per 10 gram sekitar 1.500 biji Agar persemaian berhasil dengan baik.5 x (jumlah bibit/1500) x 10 gram Catatan: Jumlah benih cabe per 10 gram sekitar 1.4 cm). Benih tomat dan cabe yang akan disemaikan direndam dengan air hangat (50°60°C) terlebih dahulu selama 6-12 jam . Benih tomat dan cabe berukuran kecil (+ diameter 0. mempunyai aerasi (aliran udara) dan drainase (aliran air) yang baik. bebas dari gangguan cuaca (banjir. cahaya matahari secara langsung) . gembur. Bebas dari gangguan hewan/hama . Dekat dengan sumber air . Mudah transportasi .2-0. Jumlah Benih Tomat = 1. Untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam benih dilakukan perendaman dengan fungisida (dapat dibeli di toko pertanian).Jumlah Benih Cabe = 1.

6. Siramilah kecambah tersebut setiap hari dengan menggunakan hand sprayer atau gembor (semprotan tanaman dari plastik). Hand sprayer untuk menyiram kecambah L 165 . Lima hari setelah benih tomat dan cabe ditebar akan keluar kecambah.menyediakan unsur hara (zat makanan) yang diperlukan oleh bibit tomat dan cabe. Gambar 5.

polybag disayat dari bagian bawah ke arah atas. Dua minggu sebelum penenaman terlebih dahulu harus disiapkan lubang tanam yang berukuran seuai dengan ukuran bibit. Bibit yang baru . Rencana penanaman sebaiknya diiringi dengan rencana pemeliharaan tanaman sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik untuk jangka waktu yang cukup lama. Untuk itu diperlukan tempat pengumpulan bibit. Tehnik penanaman dilakukan dengan cara memasukkan poly-bag terlebih dahulu ke lobang tanam. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekompakan media tanam. mencegah penggenangan air di sekitar batang yang dapat menyebabkan pembusukan bibit. misalnya untuk setiap 50 lubang tanam selalu disediakan satu tempat pengumpulan bibit.Bila jarak tanam dan pola tanam telah ditetapkan. Penyanggaan polybag bibit ke lubang tanam akan menjamin bibit lebih aman. Lubang tanam bervariasi mulai dari 10x10x10 sampai dengan 60x60x60 cm. Lubang tanam kemudian ditaburi dengan pupuk kandang dan pupuk dasar. Polybag yang terkoyak dapat mudah ditarik dan lubang tanam ditutup kembali dengan tanah top soil. serta bibit sudah siap tanam. Bibit yang hendak ditanam sebaiknya tidak terlalu sering dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Bibit diangkat dengan cara memegang batang bibit sehingga kondisi bibit tidak akan rusak. Pemadatan media tanam dapat dilakukan dengan bantauan tangan atau kaki yang ditekankan pada permukaan tanah. Setelah itu dengan menggunakan pisau tajam. Pem-berian pupuk dimaksudkan untuk menyediakan hara untuk bibit yang akan ditanam beberapa minggu kemudian. maka penanaman dapat dilakukan.

Unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar adalah karbon (C). Selain itu tanaman membutuhkan unsur-unsur hara micro. hidrogen (H). Unsur-unsur N. mangan (Mn). Mg dan S merupakan unsur hara sekunder. yaitu unsur-unsur penting lainnya yang dibutuhknn dalam jumlah sedikit. Unsur-unsur C. karena ketersediaan unsur hara di tanah tidak selamanya cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Pupuk dapat berbentuk pupuk organik (pupuk alam) ataupun pupuk anorganik (buatan) Pupuk sangat dibutuhkan oleh tanaman. molybdenum (Mo) dan seng (Zn). tetapi menentukan perkembangan tanaman. yakni boron (B). magnesium (Mg) dan belerang (S).6 Pemupukan Pupuk merupakan bahan yang dapat menyediakan unsur hara pada tanaman. Pupuk untuk tanaman dapat digolongkan kepada pupuk organik an anorganik. tembaga (Cu). nitrogen (N). Pupuk adalah senyawa yang mengandung unsur hara yang akan diberikan pada tanaman kemudian digunakan oleh tanaman untuk melakukan proses metbolisma sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang. P dan K merupakan hara primer. phosfor (P). H dan O dapat dipenuhi dari udaara dan air. besi (Fe). khlor (Cl). bibit dapat diberi naungan sementara dengan menancapkan pelindung bibit. kalium (K). sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang merupakan hasil penguraian mikroba dekomposer sehingga membentuk senyawa-seyawa 166 . unsurunsur Ca.ditanam di lapangan peka terhadap sinar matahari. 5. kalsium (Ca). Bila tersedia tenaga dan bahan yang cukup. oksigen (O). Pupuk anorgani adalah pupuk buatan yang diproduksi oleh pabrik.

Jenis pupuk yang digunakan untuk budi daya tanaman adalah pupuk organik (pupuk alam) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). C.sederhana yang siap diserap oleh tanaman. Karena itu diperlukan pengetahuan tentang cara menghitung kebutuhan pupuk supaya pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman. F. Pupuk majemuk untuk tanaman hias. Penggunaan pupuk organik di lahan pertanian mutlak diperlukan untuk menjaga agar kesuburan tanah dapat . pupuk hijau dan kompos. Adapun penggunaannya adalah pada waktu pengolahan tanah. Pupuk majemuk cair. yaitu dengan cara dihamparkan atau disebar di permukaan tanah kemudian tanah dibajak atau dicangkul sehingga pupuk organik tercampur dengan tanah. Pupuk fosfor.1. sisa tanaman) mempunyai kandungan hara yang berbeda. E. Pupuk Nitrogen. Pupuk organik Yang termasuk golongan pupuk organik adalah pupuk kandang. B. A.7. Beberapa jenis pupuk anorganik. Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang dapat digunakan apabila telah dikeringkan dan proses pelapukannya (dekomposisi) telah sempurna. pupuk kandang. Pupuk majemuk NPK padat. Pupuk buatan. A B C D E F Gambar 5.6. 5. Pupuk maj emuk NPK serta unsur hara mikro. Sedangkan kompos merupakan jenis pupuk yang berasal dari sisa-sisa bahan tanaman yang telah mengalami penguraian (dekomposisi). Penggunaan pupuk organik pada dasarnya untuk mengimbangi penggunaan pupuk anorganik dan berfungsi sebagai penambah unsur hara dan sekaligus memperbaiki struktur tanah. D. Pupuk hijau berasal dari tanaman berpolong dan kacang-kacangan.

dan bahan organik selalu dalam keadaan seimbang 167 .dipertahankan secara berkelanjutan. kimia. agar komponen udara. dan biologi tanah. mineral. air. Fungsi pupuk organik sangat penting dalam hal memperbaiki sifat fisik.

UNSUR KEGUNAAN Nitrogen (N) Mendorong pertumbuhan daun. Pupuk organik (kompos) merupakan pupuk alami hasil proses penguraian bahan organik oleh mikroba pengurai secara aerob (butuh udara). pupuk andang juga membantu memperbaiki struktur tanah dan aktifitas hewan dan mikroba tanah. menambahkan starter mikroba ke dalam bahan kompos dan dengan bantuan biota pengurai cacing tanah. Magnesium (Mg) Merupakan bagian dari khlorofil dan aktif dalam proses distribusi fosfor ke seluruh bagian tanaman. cabang dan batang Phosfor (P) Mendorong pertumbuhan akar. Kalsium (Ca) Mempercepat pertumbuhan akar. Yang termasuk ke dalam pupuk organik adalah: pupuk kandang dan pupuk organik sisa tanaman. mempengaruhi pertumbuhan bunga dan buah Kalium (K) Memperkokoh tubuh tanaman. . Proses penguraian bahan organik dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: memanfaatkan mikroba pengurai secara alami.sehingga keseimbangan ekosistem pada lahan pertanian akan terkendali. dipakai oleh tanaman dalam penyerahap bahan dan enerji yang dihasilkan dari fotosintesa. Selain dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman. batang dan mempermudah penyerapan unsur kaliurn. Belerang (S) Memperkokoh kerja fosfor Besi (Fe) Sangat berpengaruh dalam pembentukan khlorofil Mangan (Mn) Membantu tanaman dalam penyerapan nitrogen Seng (Zn) Mendorong proses pengubahan energi dalam tanaman Tembaga (Cu) Diperlukan dalam proses pembentukan khlorofil Molybdenum (Mo) Berperan dalam penyerapan besi.

Karena itu sisa tanaman (jerami.1). dan 20 kg 168 . pengembal ian sisa tanaman dapat mengurangi kebutuhan pemberian pupuk untuk tanaman berikutnya sebanyak 50% untuk K. berarti dia menambahkan 20 kg N. bila seorang petani menggunakan 4 ton pupuk kandang sapi per hektar.6. 30% P. Berdasarkan Tabel 5. terutama kalium. Pupuk kandang Sisa tanaman mengandung unsur hara yang cukup tinggi. 8 kg P. Untuk sistem pertanian radisional (tidak intensif). batang jagung) perlu dikembalikan ke lahan pertanian. dan N sampai 90% tergantung jenis tanamannya.

Dengan demikian bagian-bagian tanaman yang tidak dipergunakan sebelum maupun setelah proses. Membuat pupuk organik Untuk membuat pupuk organik dibutuhkan sumberdaya manusia yang terampil. biasanya . Bahan-bahan organik. Sisa tanaman Pemberian pupuk dasar bertujuan untuk menyuburkan tanah. agar kebutuhan makanan bagi tanaman pada awal pertumbuhan dapat terpenuhi. kalau seha-rusnya pupuk buatan diberikan sebanyak: Urea= 150 kg/ha SP36= 75 kg/ha dan KCl = 30 kg/ha. metode pembuatan pupuk organik. Maka dengan pemberian 4 t/ha pupuk kandang (kotoran sapi). semangat untuk memanfaatkan limbah organik pertanian. 2).5 -1 kg pupuk organik. dan pengelolaan pupuk organik selama proses pembuatan maupun penyimpanan. Jadi dengan menambahkan 4 ton/ha pupuk kandang sapi. sisa-sisa ikan termasuk ke dalam bahan organik. Banyaknya pupuk dasar yang diberikan adalah 0. peternakan dan perikanan. pemberian pupuk buatan dapat dikurangi menjadi: Urea= (150-43) kg/ha = 107 kg/ha SP36= (75-50) kg/ha = 25 kg/ha KCl = (30-38) kg/ha = 0 (tidak perlu pemberian KCl). Bahan baku pupuk organik adalah bahan organik yaitu limbah yang berasal dari pertanian. Pupuk dasar ini diberikan pada lubang tanam yang telah dibuat.K. 3). bahan baku. kotoran hewan. kemudian diaduk sambil menggemburkan tanah disekitarnya. maka petani tersebut dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan sebanyak: Urea= 100/46 x 20 kg/ha = 43 kg/ha SP36= 100/16 x 8 kg/ha = 50 kg/ha KCl = 100/52 x 20 kg/ha = 38 kg/ha Dengan demikian.

Unsur oksigen dari udara dan air.mengandung berbagai macam mikroorganisme yang mampu mengubah bahan organik menjadi humus. Tabel 5. merupakan unsur utama yang dibutuhkan mikroorganisme dalam kehidupan dan perkembangbiakannya. Fosfor (P) dan Kalium (K).7. Unsur-unsur tersebut umumnya disediakan oleh bahan organik . Kandungan unsur hara di dalam 1 ton pupuk kandang Pupuk kandang Kandungan kg /ton pupuk kandang N P K Ca Sapi 5 2 5 3 Kambing 8 7 15 8 Domba 10 7 15 17 Babi 9 3 . Nitrogen (N). Disamping dibutuhkan sumber makanan lain yang mengandung unsur Karbon (C).

6 12 Ayam 15 5 6 23 Pemanfaatan bahan organik telah banyak dilakukan. Proses pengomposan 169 . terutama untuk kegiatan pertanian yaitu sebagai pupuk organik.

Dapat mengubah metabolisme karbohidrat dari tanaman dan pada saat yang sama untuk mendorong akumulasi gula terlarut. Senyawa humus dapat berperan sebagai zat tumbuh seperti auxin. unsur-unsur seperti N. (2). Sisa bahan organik yang terdekomposisi dapat mencegah partikel tanah dari proses penggumpalan. sehingga dapat memelihara struktur tanah. Mikroorganisme dari pupuk organik mempunyai peranan penting dalam pembentukan dan stabilitas bahan organik. Selama proses oksidasi bahan organik ini. sehingga memberikan pengaruh yang baik pada produksi tanaman. . sehingga dapat meningkatkan kapasitas kecambah. S dan sejumlah unsur-unsur lainnya di lepaskan dan menempati bagian di dalam profil tanah. P. Bahan organik mempengaruhi isi tanah melalui kegiatannya menurunkan densitas agregat tanah dan meningkatkan ukuran agregat. Meningkatkan permeabilitas membran tanaman sehingga meningkatkan pengambilan hara. Pengaruh langsung berupa pengambilan senyawasenyawa organik oleh tanaman melalui akar. sehingga meningkatkan tekanan osmotik . Pengaruh bahan organik terhadap fisiologi tumbuhan Bahan organik memberi pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap pertumbuhan tanaman. sehingga meningkatkan jumlah air yang tersedia untuk pertumbuhan tanaman.merupakan cara yang biasa digunakan untuk menghasilkan pupuk organik yang kualitasnya lebih baik dibanding bahan organiknya. Pengaruh pupuk organik terhadap sifat fisik tanah Pengaruh utama dari penambahan bahan organik adalah menurunnya bobot isi tanah dan meningkatkan kapasitas tanah pengikat air. . Pengaruh yang menguntungkan dari pupuk organik terhadap fisiologi tumbuhan adalah: (1). (3).

Pada proses dekomposisi 170 . hal tersebut akan mendorong resistensi yang besar terhadap kelayuan.tanaman. Dalam kondisi kelembaban yang rendah. Jumlah bakteri lebih banyak dibandingkan dengan mikroorganisme lain. fungi. Proses pengomposan bahan organik Pengomposan adalah suatu proses pengelolaan limbah padat. Kombinasi senyawa-senyawa organik seperti dapat meningkatkan pertumbuhan akar. aktinomycetes. antara lain bakteri. mikro-fauna protozoa. Kandungan air dan nitrogen dari protein merupakan sumber nutrisi yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme pengurai. ragi. sangat diperlukan pengendalian suhu agar aktivitas dan per-tumbuhan mikroorganisme dapat berlangsung dengan baik. disimpan atau digunakan untuk lahan pertanian tanpa pengaruh yang merugikan. (4). Dekomposisi bahan organik menjadi kompos bergantung pada kandungan air dan nitrogen yang cukup pada bahan serta temperatur yang sesuai. Untuk penguraian bahan yang optimal. Berbagai mikrorganisme terlibat dalam proses dekomposisi bahan organik. . Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. dengan cara bertahap komponen bahan padat diuraikan secara biologis dibawah keadaan terkendali sehingga menjadi bentuk yang dapat ditangani. Pengomposan bahan-bahan organik. Aktivitas biologi merupakan faktor penting dalam pengomposan. terutama pada sisa-sisa tanaman dan kotoran hewan bertujuan untuk menambah tingkat kesuburan tanah.

reaksi biokimia berlangsung melalui proses reduksi. Nitrogen.4 . Fosfor. Tahap awal pengomposan. karbon dioksida dan hidrogen. Kelompok bakteri yang lain. aldehid dan seterusnya. merubah produk antara menjadi metana.secara aerobik. mikroorganisme menggunakan oksigen untuk menguraikan bahan organik dan mengasimilasi Karbon. Sulfur dan unsur-unsur lainnya untuk sintesis protoplasma. Potongan rumput muda 2 TD 2. kelom-pok bakteri Bahan organik aktivitas mikroorganisme Bakteri penghasil asam penghasil asam. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Bahan Organik Nitrogen (%) Rasio C/N 01. heterotrof fakultatif mendegradasi bahan organik menjadi asam-asam lemah. Reaksi kimia yang terjadi selama dekomposisi bahan organik secara anaerobik adalah sebagai berikut. ammonia. CO2 + H2O + Hara + Humus + E (CH2O)x X CH3COOH Metanomonas CH3COOH CH4 + CO2 N-organik NH3 2H2S + CO2 (CH2O) + S + H2S No. Pada proses dekomposisi secara anaerobik.

02. Kotoran Babi 1.6 80 09. Kotoran Sapi 1 19 06. Daun-daun segar yang gugur 1.6 30 80 07. Pupuk hijau tumbuh-tumbuhan 3 5 10 15 03.7 70 08.8 . Sampah kota/kandungan sayuran tinggi 2 3 10 16 04.9 13 05.3 1. Padi-padian dan batang kacang polong 0. Jerami gandum 0. Sampah kota/kandungan kertas tinggi 0.

Kotoran unggas 4 TD 14. Jerami barley 80 130 16.5 .0 Sampah gula tebu 0. 1. Tinja 5.3 150 11.5 6 10 13. Batang jagung 100-120 6. Jerami padi 80 130 15.4 40 80 10.1 500 12.0. Serbuk gergaji segar 0.

Hijauan gulma 13 22.8 18 2. Sisa buah-buahan 35 21. Ampas kopi/bubuk kopi 1. Kotoran biri-biri 23 19.0 8 23.17. Urin hewan 15 0. Batang Kapas 50 60 18.3 171 . Kotoran kuda 20 20.

.

Makin tinggi tingkat dekom-posisi dari bahan organik. unsur hara. Cara paling sederhana untuk menyesuaikan rasio C/N ialah dengan mencampur berbagai bahan organik yang mempunyai rasio C/N tinggi dengan bahan yang mempunyai rasio C/N rendah. (1). Sebaliknya apabila rasio C/N lebih kecil. keasaman (pH) dan suhu. (2). Apabila ukuran partikel sangat besar. Ukuran yang baik antara 10 sampai 50 mm. Hal ini dapat dilakukan misalnya bahan berjerami dicampur dengan tinja. aerasi. nitrogen dalam bahan organik akan dibebaskan sebagai amoniak. Apabila rasio C/N lebih besar.hingga pembentukan karbon dioksida dari oksidasi unsur karbon berkurang. luas permukaan kurang sehingga reaksi pengomposan akan berjalan lambat. kandungan air. apabila terlalu kecil ruang-ruang antara partikel menjadi sempit sehingga dapat menghambat gerakan udara ke dalam tumpukan dan sirkulasi gas karbon dioksida keluar tumpukan. makin kecil rasio C/N. Unsur Hara: Aktivitas mikroorganisme dalam proses pengomposan memer-lukan sumber energi dari unsur karbon dan nitrogen. Ukuran Partikel: Ukuran partikel berpengaruh pada keberhasilan proses pengomposan. Unsur-unsur tersebut biasanya telah tersedia cukup dalam bahan organik. bahkan kebanyakan unsur hara lainnya akan tersedia pula dalam jumlah yang cukup.Kecepatan penguraian bahan organik menjadi kompos bergantung pada beberapa faktor yaitu: ukuran partikel. proses pengom-posan akan memakan waktu lebih lama. kotoran hewan yang mempunyai rasio C/N lebih rendah. Untuk mempercepat proses pengomposan. Pada rasio C/N rendah tidak ada persaingan antara akar tumbuhan dengan mikroorganisme dalam menggunakan unsur nitrogen dalam . dibutuhkan bahan organik yang memiliki rasio C/N relatif rendah yaitu berkisar antara 25 sampai 35/liter dalam campuran pertama.

karena prosesnya ber-langsung secara aerob. actinomycetes dan fungi 172 . Kandungan air bahan terlalu tinggi. Aerasi dapat diperoleh melalui gerakan udara dari alam masuk ke dalam tumpukan dengan membulak-balik bahan secara berkala. mikro-organisme yang terlibat adalah bakteri dan fungi mesofilik. Keasaman (pH): Pada tahap awal pengomposan. Pada tahap awal suhu tumpukan bahan sekitar 400C. baik menggunakan mesin maupun dengan tangan/cangkul. hal ini ditandai dengan tidak menetesnya air apabila bahan di-genggam dan akan mekar apabila genggaman dilepaskan. karena terlepasnya ammonia (bersifat basa) dari hasil penguraian protein. mikroorganisme dalam bahan organik sangat memerlukan jumlah udara yang cukup. mikroorganisme yang berperan adalah mikroorganisme termofilik. menyebabkan selama proses pengomposan kehilangan nitrogen secara berlebihan. Keadaan basa yang terlalu tinggi. sebagian energi dibebaskan se-bagai panas. Aerasi: Dalam proses pengomposan. (3). Selanjutnya suhu bahan naik hingga di atas 400C. Suhu: Dalam proses pengomposan. Kondisi tersebut berakibat pada tumpukan bahan akan didominasi oleh mikroorganisme anaerob yang menghasilkan bau busuk tidak sedap. selanjutnya pH berangsur naik. (5). Kandungan Air: Kandungan air pada bahan organik sebaiknya antara 30 40%. (6).tanah. (4). sehingga sirkulasi udara dalam tumpukan akan terhambat. ruang antar partikel dari bahan menjadi sempit karena terisi air. karena terbentuk asam organik sederhana. akan terjadi perubahan pH yaitu bahan agak asam.

. maka mikroorganisme mesofilik muncul kembali. Kandungan total bahan organik paling tidak 20% tetapi dapat lebih tinggi apabila produk organik tersebut tidak dijual sebagai bahan pupuk organik tetapi sebagai bahan pembenah tanah. Kriteria kualitas bahan organik yang berkaitanb dengan kandungan bahan organik adalah nisbah C/N.termofilik. mikrorganisme memanfaatkan sebagai sumber energi kemudian bahan ternisbah C/N yang tinggi pada produk .0% dan 1. dan pemakai secara intensif menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah. selulosa dan akhirnya lignin. Petani sebagai konsumen akan memperhatikan kandungan hara dan air. Spesifikasi produk sangat tergantung pada masing-masing negara sebagai contoh nilai minuman untuk NPK paling tidak 1. bahwa kandungan utama pupuk organik adalah karbon dalam bentuk senyawa organik. diikuti oleh perombakan hemi-selulosa.0%-1. Setelah suhu berangsur turun. Suhu ideal dalam pengomposan antara 300C sampai 450C. Standar Pupuk Organik Berdasarkan atas berbagai fakta yang dikemukakan oleh para pakar dan sumber informasi yang lain yang berkaitan dengan kelembagaan atau organisasi maka dari asfek administrasi yang perlu mendapatkan perhatian adalah spesifikasi produk akhir pupuk organik. selanjutnya. beberapa negara seperti Filipina. hanya membuat spesfikasi untuk kombinasi NPK secara total 4%-5% dan 5%-6% tanpa memisahkan secara spesifik untuk masing-masing hara.5%-3. Bahan organik yang mengalami proses pengomposan baik dan menjadi pupuk organik yang stabil mempunyai nisbah C/N anatara 10/1 seperti dalam definisi standar ISO cukup jelas. gula dan pati mengalami perombakan. Kandungan lengas tidak boleh melampaui 15%-25% jika terlalu kering tidak baik karena akan terjadi inaktivasi gugus aktif yang salah satunya menyebabkan pupuk menjadi hidropobik.5%.

bebas dari patogen. Pada umumnya yang banyak digunakan adalah mikrorganisme seperti Trichorderma spp. Apabila produk pupuk organik mengandung satu atau lebih unsur mikro. maka hal ini harus dijelaskan dan dimasukan dalam label. Tidak ada konsumen atau pemakai pupuk organik yang menghendaki terluka karena serpihan gelas atau logam. berkisar netral.akhir menunjukan mikroorganisme akan aktif memanfaatkan nitrogen untuk membentuk protein. Apabila produk pupuk organik dengan nisbah C/N tinggi diaplikasikan kedalam tanah maka mikrorganisme akan tumbuh dengan memanfaatkan N tersedia tanah. atau tidak ingin dalam karung pupuk organik penuh dengan batu atau kerikil.5.5 7. Apabila nisbah C/N rendah pada awal proses pengomposan maka nitrogen akan hilang melalui proses penguapan amonium. sehingga tanah terjadi imobilisasi N. tekstur. 173 . penggunaan bahan inokulan atau bahan lain yang bertujuan untuk mempercepat pengomposan. sejauh proses pengomposan yang dilakukan dapat mempertahankan pH pada kisaran netral. atau unsur lain. partikel yang tidak dikehendaki. Keasaman (pH) harus masuk dalam kriteria kualitas pupuk organik. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan pada pupuk organik adalah warna. Mungkin perlu juga diinformasikan dalam stendar baku. logam berat. dalam kondisi normal tidak akan menimbulkan masalah. pH 6. Patogen dan logam berat biasanya berasal dari limbah cair dan sampah kota.

. Karakteristik Umum Pupuk Organik Karakteristik pupuk organik adalah sebagai berikut: (a). Hara pupuk organik pada umumnya rendah tetapi bervariasi tergantung pada jenis bahan dasarnya. (b). Hara yang berasal dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikrobia tanah merubah bahan-bahan yang kompleks dan tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman menjadi bentuk senyawa organik dan anorganik sederhana yang dapat diserap oleh tanaman. (c). Penyediaan hara yang berasal dari pupuk organik biasanya terbatas dan tidak cukup dalam menyediakan hara yang diper-lukan tanaman. Untuk membuat kompos organik dapat dilakukan melalui beberapa cara: 1) Pengomposan Bahan Organik Secara Konven-sional Bahan yang akan digunakan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam. Selanjutnya, timbang semua bahan dengan berat masing-masing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian. Campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/merata sambil disiram air sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/plastik pada seluruh permukaannya. Proses pengom-posan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan Lakukan pengamatan dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses.

Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan. Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Kompos yang dihasilkan perlu diuraikan lebih lanjut dengan menambah waktu pengomposan secara alami atau menggunakan cacing tanah selama 2 3 minggu. 2) Pengomposan Bahan Organik Dengan Menggu-nakan Starter Mikroba Pengurai (Bio-Komplek). Pada tahap pertama, siapkan sediaan starter mikroba dengan cara melarutkan biakan mikroba (biokomplek) ke dalam air 4-5 gram/liter, selanjutnya inkubasi pada suhu kamar sekitar 24 jam (sehari sebelum proses pengomposan). Starter adalah komponen biologis jenis mikroorganisme yang efektif jika bersimbiosis dengan satu jenis tanaman, maka cara penggunaannya pun harus bersamaan dengan tanaman inangnya. Starter bakteri Rhizobium akan efektif jika digunakan dengan tumbuhan inang jenis legum. Oleh sebab itu Rhisobium lebih cocok digunakan dalam program penyuburan tanah, dengan menggunakan tanaman legum sebagi pupuk hijau. Keuntungan yang diperoleh dari residu legum tergantung dari jumlah residu dan mineralisasinya. Akumulasi nitrogen akan terjadi pada biji legum, oleh sebab itu dalam program penyuburan tanah, tanaman legum harus dipanen dan dibenamkan ke 174

dalam tanah sebelum terjadi pembentukan biji. Dengan cara tersebut maka akumulasi nitrogen yang terdapat pada bintil akar akan menjadi cadangan bagi tanaman berikutnya. Beberapa jenis tanaman legum seperti kacang tanah, kacang babi dan kacang tunggak mempunyai efek residu nitrogen sebesar 20-50 kg N per ha. Jenis-jenis tanamn legum tersebut sangat cocok dipakai sebagai tanaman inang bagi Rhizobium. Starter Gliocladium mudah diperbanyak dalam media serbuk kayu dan sekam dan dapat efektif tanpa tanamn inang. Jenis pupuk hayati Gliocladium yang juga merupakan biokontrol, cara penggunaannya sama dengan pupuk organic kompos, sehingga sering disebut Gliokompos. Efek dari penggunaan pupuk hayati terhadap tanaman tidak dapat dilihat secara langsung seperti penggunaan pupuk kimia. Efek penggunaan pupuk hayati akan dirasakan manfaatnya pada jangka panjang, namun penggunaan pupuk hayati tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi tanaman, lahan pertanian serta lingkungan. Langkah selanjutnya kecilkan ukuran bahan yang masih panjang dengan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam! Lakukan penimbangan untuk semua bahan dengan berat masingmasing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian! Kemudian campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/ merata sambil disiram air starter pada no 1 sebanyak 1 liter pada setiap 50 kg campuran bahan organik. Tambahkan air pada saat mencampur, sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Tabel 5.9. Sifat Kimia dan Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Kompos No. Parameter Kompos **) 123456789 10 11

pH. C-Organik N-Total P tersedia P- total Ca Mg K Na Kapasitas Tukar Kation (KTK) Kejenuhan basa (KB) 6 25,04 % 1,19 % -10,75 (me/100gr) 3,13 (me/100gr) 7,26 (me/100gr) 5,30 (me/100gr) 35,50 (me/100gr) 74,48 % 175

Gambar 5.8. Alur proses pembuatan kompos Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/ plastik pada seluruh permukaan-nya. Proses pengomposan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan. Langkah terakhir, amati dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses! Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan! Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Mikroorganisme dekomposer (pengurai) un tuk pembuatan bioferlilizer Gambar 5.9. Beberapa mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengurai bahan organik (bio-ferlilizer) 6.2. Pupuk anorganik Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik atau hasil industri dan mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman. Berdasarkan jumlah jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik ini dibagi dalam beberapa golongan, yaitu: (1). Pupuk tunggal : yaitu pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara, misalnya urea (mengandung unsur N); TSP (mengandung unsur P) dan KCL (mengandung unsur K). (2). Pupuk majemuk; yaitu pupuk yang mengandung unsur N, P dan K

sekaligus. Contohnya adalah Amofos 176

(mengandung unsur dan P), Nitroposka (mengandung unsur N, P dan K). Berdasarkan jenis hara utama yang dikandung, pupuk anorganik dibagi dalam beberapa golongan, yakni : pupuk nitrogen, pupuk fosfor dan pupuk kalium. Pupuk Nitrogen, contohnya Urea (Co(NH2)2) : mengandung 46% nitrogen. Urea sangat mudah larut, sebahagian kecil terikat dalam fiat pada bahan organik dan sisanya bebas bergerak mengikuti kelembaban tanah. Pemberian urea di permukaan tanah dengan dosis tinggi (>150kg/ha) dapat menyebabkan kehilangan - N lebih banyak akibat proses penguapan. Amonium nitrat (NH4NO3): mengandung 33,5% nitrogen. Sebahagian nitrogen dalam bentuk ion amonium (NH4+) dan sebahagian lagi dalam bentuk nitrat (NO3-). Di dalam tanah nitrat dapat diambil oleh akar tanaman melalui air tanah yang diubah oleh jasad residu tanah. Pada keadaan basah dan panas, nitrogen dapat hilang ke udara. Amonium sulfat ((NH4)2SO4)), petani menyebutnya pupuk ZA: mengandung 20% nitrogen. Amonium terdapat pada tanah fiat dan bahan organik. Pupuk amonium sulfat berpengaruh terhadap menurunkan pH (keasaman) tanah, sehingga sangat baik bagi tanah-tanah yang terlalu basa (nilai pH tinggi). Penyiapan starter Penyiapan carrier Kompos Mikroba dari habitat alami Isolasi Pemilihan bahan kayu Gambut Serbuk dll

Perbanyakan Pencampuran Pengujian Sterilisasi

Biofertilizer Pengujian Pencampuran Pemeletan Pengeringan 177

Pupuk posfat; contohnya TSP (triple super fosfat) mengandung 36-46% senyawa P205, berupa butiran berwarna abu-abu, dengan sifat netral. Pupuk Kalium, contohnya Kalium khlorida (KC1) mengandung 49-50% K20 (KCl 80) atau 55% K20 (KC1 90). Mengingat tingginya kadar Cl-nya maka sebaiknya tidak digunakan untuk tanaman yang peka terhadap unsur khlor (Cl). Kalium nitrat (KNO3) me-ngandung 13,8% nitrogen dan 46,6% K20. Pupuk ini digunakan sebagai sumber unsur K pada tanaman yang tidak dapat menggunakan Cl. Pupuk NPK. Selain ketiga macam pupuk yang telah disebutkan di atas, masih ada pupuk daun dan bunga yang merupakan pupuk majemuk. Kedua pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk daun dan bunga berbentuk cairan dan butiran yang dikemas 0,25-1 kg per pak. Pada umumnya digunakan untuk pupuk daun dan bunga. 1). Dosis Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kekurangan atau kelebihan pupuk menimbulkan dampak negatif, baik pada tanah maupun pada tanaman. Tingginya dosis pemupukan ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah, jenis atau varitas tanaman, umur atau tingkat perkembangan tanaman dan tingkat kerapatan penanaman. Tanah yang subur, memerlukan jumlah pupuk lebih rendah dibandingkan dengan pada tanah yang kurus. Varitas tanaman lokal memerlukan pupuk lebih sedikit daripada tanaman hibrida. Tanaman yang masih muda memerlukan pupuk lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang sudah tua dan populasi tanaman yang rendah memerlukan dosis pemupukan yang rendah pula dibandingkan dengan populasi tanaman yang tinggi. Pemupukan susulan untuk tanaman cabe dan tomat hanya bersifat menunjang, diberikan jika dianggap perlu, karena sebahagian besar pupuk sudah

diberikan pada waktu penanaman. Pupuk susulan berupa pupuk buatan seperti pupuk daun, pupuk buah, urea, ammonium sufat (ZA), TSP, KCI dan NPK cair. Semua jenis pupuk buatan dapat Anda peroleh di toko pertanian. Jadwal pemberian pupuk dapat dilihat pada Tabel berikut. Pemberian pupuk daun disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. Pemberian yang sering menyebabkan tanaman tumbuh terlalu subur sehingga menjadi peka terhadap gangguan kerusakan. Pada minggu ke-6 dan ke-11 tanaman dapat ditambahkan pupuk campur-an berupa urea, ZA, KCl dan TSP. Tngkat kebutuhannya hanya 5-10 gram per tanaman, tergantung pada varitas tanaman. Cara pemberiannya dengan menaburkan pupuk di sekitar batang utama kira-kira 5 cm. Agar pupuk cepat larut, dapat ditambahkan air sekaligus untuk meng-airi tanaman. Pada saat tanaman mulai berbuah, setiap interval 2 minggu diberi pupuk bush dan NPK cair. Konsentrasi NPK adalah 15-20 gram dilarutkan dalam 1 liter air. Masingmasing tanaman diberi 300-400 ml. 178

Tabel 5.10. Jadwal pemberian pupuk susulan untuk tanaman cabe dan tomat (lokal/hibrida) ENIS W AKTU PEMBERIAN P UPUK 1 -5 6 1 1 1 5 1 7 1 9 2 1 M ST M ST M ST M ST M ST M ST M ST Da un * S ' B uah ** -

S S . S Ur ea 3 3 g 3 g Z T A 3 -10 3 g-10 3 g-10 SP 5 -10g 5 -10g K CI 5

-10 5 -10g 5 -10g NP K*** 3 00m1 3 00m1 4 00 ml 4 00 ml Ke

terangan : M ST : minggu setelah tanam kebutuhan per hektar * * kebutuhan per hektar per sekali semprot * ** : 5-20 gram/liter air (di larutkan terlebih dahulu, kemudian disiramkan pada luang tanaman) S : semprotkan J adi jika Anda menanam 100 pohon tomat, maka harus dipersiapkan : P = 100 x 15 x (1000 m1/300 ml) = 5000 ml larutan pupuk; ( dalam hal ini 75 gram NPK dilarutkan

dalam 5 liter air). A tau menggunakan rumus: P = JT x K x (1000 m1/300 ml) d imana : P = Kebutuhan pupuk JT = jumlah tanaman K = konsentrasi larutan pupuk (15-20 g/liter) 2). Dasar Penentuan Kebutuhan Pupuk Kebutuhan pupuk didasarkan atas: jumlah hara yang terangkut bersama panen. cadangan hara yang ada di dalam tan ah. tanda kekurangan unsur hara pa da tanaman. Penentuan kebutuhan pu puk berdasarkan cadangan hara di dalam tanah memerlukan analisis tanah di laboratorium. P enentuan kebutuhan pupuk berdasarkan tanda kekurangan hara yang diperlihatkan tanaman, memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Kadang-kadang gejala kekurangan antara unsur yang satu dengan lainnya sulit dibedakan dan gejala tersebut tidak m enggambarkan berapa jumlah pupuk y ang harus diberikan. penentuan k ebutuhan pupuk berdasarkan perkiraan jumlah hara yang terangkut bersama penen merupakan cara yang paling sederhana dan mudah, oleh karena itu cara tersebut dibahas di dalam tulisan ini. setiap jenis tanaman mengandung unsur ha

ra yang berbeda. Jika pemupukan menggunakan pupuk buatan seperti Urea, SP36 dan KCl, maka jumlah pupuk yang diperlukan untuk menggantikan 48 kg N; 8,4 kg P dan 12 kg K yang terangkut bersama 3 t/ha panen jagung adalah: 179

5 sampai 2 kali jumlah hara yang hilang bersama panen. atau hanyut karena tererosi (N. K). Penentuan kebutuhan pupuk untuk tanaman kacang-kacangan Tanaman legum (kacang-kacangan) seperti kacang tanah dan hijauan kacang-kacangan seperti lamtoro dan benguk.4 kg P dan 12 kg K. dan K (Kg) di dalam satu ton hasil panen berbagai tanaman. Kebutuhan P dan K kacang-kacangan ditentukan dengan cara . K). ma-ka hasil panen tersebut mengan-dung 48 kg N. lamtoro). terikat oleh mineral liat tanah (P. Unsur hara yang terbawa panen ini perlu dikembalikan ke dalam tanah melalui pemupukan supaya kesuburan tanah tetap terjaga dan produksi tanaman dapat dipertahankan. melalui kerjasama (symbiose) dengan bakteri Rhyzobium sanggup mengikat N dari udara.K). SP36 dan KCL yang diperlukan untuk penanaman jagung dengan perkiraan hasil 3 t/ha kurang lebih adalah urea= 150 Sampai 200 Kg/Ha sedangkan SP36= 75 Sampai 100 Kg/Ha Unsur N. P. 8.4 Kg/Ha = 53 Kg/Ha KCl = 100/52 X 12 Kg/Ha = 23 Kg/Ha Akan tetapi zat hara di dalam tanah tidak semuanya dapat di-gunakan oleh tanaman. Apabila hasil panen jagung dalam 1 ha adalah 3 ton. mengandung N yang sangat tinggi sehingga N yang terbawa panen juga tinggi. kedelai. Sebagian akan hilang karena penguapan (N). pencucian ke lapisan tanah yang lebih dalam seingga tidak terjangka oleh akar (N.Urea= 100/46 X 48 Kg/Ha = 104 Kg/Ha SP36= 100/16 X 8.P. Dengan demikian pemupukan N untuk tanaman kacang-kacangan sangat rendah (hanya sekitar 30 kg urea/ ha pada waktu tanam). Tetapi tanaman kacang-kacangan (kacang tanah. Jadi urea. Oleh karena itu pemberian pupuk sebaiknya 1.

Perubahan dari amonium menjadi nitrat disebut dengan nitrifikasi. dimanfaatkan langsung oleh bakteri dalam melanjutkan proses dekomposisi. oleh sebab itu proses ini berlangsung di dalam tanah dengan aerasi yang baik. reaksi membutuhkan oksigen. Perubahan dari amonium menjadi nitrit dilakukan oleh bakteri obligat ototrof yaitu Nitrosomonas. Perubahan nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh bakteri Nitrobacter yang termasuk ke dalam golongan bakteri obligat ototrof. Kedua bakteri ini disebut dengan Nitrobakteri. Pupuk nitrogen yang mengandung gugus amonia sebelum tersedia pada tanaman terlebih dahulu mengalami proses amonifikasi dan nitrifikasi. Masalah utama yang perlu mendapat perhatian para pengguna pupuk adalah reaksi kimia. dambil langsung oleh tanaman. dan kesehatan hewan. Pada umumnya pupuk nitrogen yang mengandung amonium atau sisa asam seperti sulfat bersifat mengasamkan tanah. yaitu apakah pupuk tersebut mempunyai sifat mengasamkan atau tidak. dan difksasi oleh mineral liat tertentu. yaitu. Reaksi nitrifikasi membebaskan H+ yang 180 .yang sama seperti pada penentuan kebutuhan pupuk tanaman lainnya. Proses oksidasi biologi ini dibedakan dalam dua tahap. Ada tiga hal penting yang dapat diambil dari persamaan-persamaan dalam proses nitrifikasi. jenis hewan. Senyawa amonium yang terbentuk dari proses amonifikasi dapat berupa: konversi dari nitrit ke nitrat. Pupuk kandang mempunyai kandungan unsur hara yang sangat bervariasi tergantung pada waktu dan cara penyimpanannya. yaitu perubahan amonium menjadi nirit (nitritasi) dan perubahan nitrit menjadi nitrat (nitratasi).

Proses seperti ini akan meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen. Satu molekul pupuk urea dapat menyumbang empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada waktu pelepasan ion. aerasi. klor dan nitrat perlu mendapat perhatian serius agar tidak menambah kemasaman tanah. Pemberian pupuk urea. kelembaban tanah dan suhu tanah. Pada tanah sawah. populasi bakteri nitrifikasi. ini berarti meningkatkan kemasaman tanah. akan terlihat bahwa proses immobilisasi terjadi amat besar.merupakan penyebab keasaman tanah bila dipupuk dengan pupuk NH4 atau pupuk anorganik sepertu urea. proses immobilisasi adalah rendah. reaksi tanah.menymbangkan empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada sat pelepasan tersebut. Bila amonium dioksida-si maka akan menimbulkan keasaman tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses nitrifikasi adalah jumlah NH4+ yang ada di dalam tanah. amonium sulfat. Sedangkan pada tanah yang ter-genang dan dalam kondisi anaerob sempurna proses immobilisasi akan sangat rendah. Oleh sebab itu. misalnya tumpangsari antara jagung dan kedelai. Pada tanah-tanah yang mempunyai aerasi baik. Dalam proses nitrifikasi. kecepatan perubahannya sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. bakteri memegang peranandalam proses. karena sebagian besar nitrogen yang berasal dari pupuk tidak diabsorpsi oleh tanaman legum dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan awal menjelang terbentuknya bintil akar yang dapat . Pupuk urea yang diberikan pada tanah akan berubah menjadi ion amonia atau amonium. Ekskresi nitrogen oleh suatu tanaman legum akan dapat dimanfaatkan oleh tanaman lain dlaam pola tanam tumpangsari. Nitrogen ditambahkan ke tanah berinteraksi dengan pH tanah dan mempengaruhi proses nitrogen. Mikroba tanah pada umumnya lebih menyukai senyawa dalam bentuk ion amonium daripada ion nitrat.

. Kekurangan atau pengelolaan Nitrogen yang tidak sesuai akan berakibat buruk pada tanaman dan lingkungan.mengikat nitrogen bebas dari udara. daun menguning dan 181 . Nitrogen Nitrogen adalah hara utama tanaman. Hasil dan kualitas produk melalui. Strategi pengelolaan Nitrogen yang optimal ditujukan pada keserasian pemberian pupuk Nitrogen dengan kebutuhan aktual tanaman. Nitrogen merupakan elemen pembatas pada hampir semua jenis tanah. Fiksasi itrogen secara biologi dapat menghemat kebutuhan nitrogen sampai 2/3 dari kebutuhan nitrogen bagi tanaman. Tanaman yang kekurangan nitrogen akan tumbuh kerdil. pengem-bangan luas daun. Oleh karenanya. enzim. N sangat mobil (mudah menghilang / menguap) di dalam tanaman dan tanah. khususnya dalam sistem pertanian intensif. klorofil. asam nukleid. Sedangkan bagi tanaman yang ditanam tidak bersamaan hanya akan menghasilkan perombakan bahan organik. pemberian pupuk Nitrogen yang tepat sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. pengisian buah. merupakan komponen dari asam amino. Kelebihan pupuk nitrogen adalah merupakan pupuk yang sangat potensial bagi tanaman. dan hormon. pembentukan bunga. Manfaat nitrogen fiksasi bagi tanman lain yang ditanam secara tumpangsari adalah berupa perembasan nitrogen dari bintil akar. sehingga serapan tanaman terhadap Nitrogen maksimal dan mengurangi kehilangan Nitrogen ke udara. N mendorong pertumbuhan tanaman yang cepat dan memperbaiki tingkat. nudeotides. dan sintesis protein.

Warna daun dan penampilan tanaman menunjukkan status N dan membantu menentukan kebutuhan akan pemupukan N. hasil rendah karena jumlah malai per unit area dan jumlah gabah per malai lebih sedikit. 4446 % P2O5). dan pematangan. Hampir semua jenis tanah kekurangan N. gabah hampa tinggi.jumlah anakan sedikit. Berikan pupuk N anorganik 40-50 kg/ha untuk setiap kenaikan satu ton hasil dari tanpa pemberian N. tanah masam. salin. Sumber pupuk organik N tersedia di lahan pertanian seperti pupuk kandang dan kompos bisa efektif dan menarik secara finansial guna memenuhi kebutuhan padi akan N. kalkareous dan tanah salin dengan kadar bahan organik rendah serta berpotensi tinggi untuk terjadinya penguapan amonia. P mobil dalam tanaman. batang kurus dan kecil. anakan.5 % organik C). dan lebih menguntungkan petani dibandingkan menggunakan pupuk N organik. Pupuk anorganik merupakan sumber yang biasa digunakan mensuplai N. berbunga awal. degradasi tanah sawah. Unsur nitrogen dapat diperoleh dari beberapa sumber diantaranya adalah amonium sulfat (21 % N. Unsus P seringkali kurang pada tanah berpasir dengan kandungan bahan organik rendah. matang lambat (tidak terjadi pembungaan pada kahat P yang parah). tanah masam dengan tekstur kasar (coarse) dan kandungan bahan organik rendah (kurang dari 0. Fosfat Posfor adalah hara utama tanaman yang penting untuk perkembangan akar. tetapi tidak mobil dalam tanah. tanah kalkareous/salin/ alkalin. tanah abu vulkan atau tanah kering masam dengan kapasitas fiksasi P . 24 % S). drainase buruk. urea (46 % N) dan diamonium fosfat atau DAP (18 % N. . Tanaman yang mengalami kekurangan unsur fosfor akan tampak hijau gelap dan kerdil dengan daun tegak dan anakan kurang. dan tanah kahat P dengan kapasitas mineralisasi N dan fiksasi biologis N rendah.

namun tungro biasanya terjadi pada spotspot yang tersebar (tidak menyeluruh) dan lebih nyata warna daun kuning dan oranye dan tanaman kerdil.tinggi. Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon yang baik dari tanaman terhadap aplikasi K dan pencapaian pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. Pupuk K perlu diberikan dalam jumlah mencukupi pada hampir semua lahan sawah irigasi. gejala pada daun nampak pada fase pertumbuhan 182 . Tanaman kahat P kerdil dan daunnya tegak lurus dibandingkan dengan tanaman normal. Pada waktu aplikasi pupuk fosfat. benamkan dan aduk semua pupuk P ke dalam tanah sebelum pelumpuran terakhir dan tanam pindah atau sebar seluruh P pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung. Perubahan warna pada daun umum terjadi pada tanaman kahat P. Anakan berkurang pada tanaman kahat P. . gejala kahat K pada daun dapat menyerupai gejala penyakit tungro. dan tanah sulfat masam dengan kandungan besi dan aluminium tinggi. tanah gambut. untuk memperoleh hasil padi yang tinggi setelah nitrogen (N). Kalium Kalium adalah hara tanaman utama yang dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan akar dan vigor tanaman. Tanaman yang mengalami kekurangan kalium akan tampak berwarna hijau gelap dan kerdil dengan margin daun cokelat kekuningan dan/atau dengan margin dan ujung daun tua nekrotik. K mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. Kalium seringkali merupakan unsur pembatas. ketahanan terhadap kerebahan dan hama/ penyakit.

berikan 50% sebagai pupuk dasar dan 50% pada awal pembentukan bunga. S sangat mobil dalam tanaman (walaupun lebih kurang mobil dibandingkan dengan N). Pemberian K paling tidak dua kali pada tanah berpasir dengan derajat pencucian tinggi. Belerang Belerang atau Sulfur (S) adalah hara utama penting yang diperlukan untuk produksi khlorofil. tanah kering masam. methionin. Pemberi-an K pada fase pembungaan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kerebahan dengan kanopi rapat dan target hasil tinggi. Catatan: penambahan unsur K dari air irigasi cukup nyata pada daerah tertentu. tanah sulfat masam. K seringkali kurang pada tanah berpasir atau bertekstur kasar. Pada hara tanaman optimum. benam dan aduk pupuk K ke dalam tanah terakhir sebelum tanam pindah atau sebar seluruh pupuk K pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung.lanjut. Pada dosis >30 K2O/ha. tanaman rata-rata mengambil sekitar 19 kg K2O (16 K) untuk setiap ton hasil (2. akar tidak sehat dan menghitam. dan cystin) dalam tanaman yang berkaitan dengan nutrisi manusia. bobot gabah lebih ringan. . Sumber kalium yang banyak dikenal adalah kalium klorida (MOP-muriate of potash) yang mengandung 50% K atau 60% K2O dalam bentuk KCl (30 kg K2O setara dengan 50 kg MOP atau KCl). lahan sawah terdegradasi.8 kg K2O pada serasah orgainik). dan tanah organik. S diperlukan untuk memproduksi asam amino (cystein. Gejala kahat unsur S ditunjukkan . Kekurangan (kahat) K terjadi di daerah pertanaman yang intensif yang mendapat pemupukan N dan P tinggi. namun hanya sebagian mobil dalam tanah. namun belum tentu meningkatkan hasil. Bila dosis yang digunakan rendah. Rekomendasi pemupukan K berdasarkan target hasil dan status K tanah. kerebahan dan kehampaan gabah tinggi.2 kg K2O pada buah dan 16.

Pada kasus tertentu. dan tanah dengan pelapukan tinggi kaya akan besi oksida.dengan warna tanaman hijau pucat. S mungkin diperlukan pada tanah berpasir yang mudah tercuci. Sumber S yang biasa digunakan adalah amonium sulfat (24% S). Analisis tanah dan/tanaman diperlukan untuk konfirmasi gejala kahat S. tanah dengan kandungan bahan organik rendah. termasuk produksi klorofil dan integritas membran. Bila dibutuhkan. . daun muda menguning pucat (kontras dengan daun tua yang menguning cepat dan mati pada tanaman kahat N). Oleh karenanya kahat Zn mempengaruhi warna dan turgor tanaman. Zinc Seng atau Zinc (Zn) adalah hara utama penting yang dibutuhkan tanaman untuk beberapa proses biokimia dalam tanaman padi. Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon tanaman yang baik terhadap pupuk Zn dan pencapaian 183 . Tanaman memerlukan sekitar 2 kg S/ha (jerami+gabah) untuk setiap ton hasil gabah. single super fosfat (12% S). selalu kebanjiran) menghalangi serapan Zn oleh tanaman. Kahat S sesungguhnya jarang dijumpai. Zn perlu diberikan sesuai kebutuhan. Zn hanya sedikit mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. Aplikasi unsur belerang dilakukan dengan pemberian sebanyak 10 kg S/ha pada kahat S yang parah. suplai Zn tanah rendah atau kondisi tanah buruk (misalnya. berikan semua jenis pupuk S sesaat sebelum pelumpuran bersama dengan pupuk P dan K. Pengaruh pemberian S bertahan sampai 2 musim tanam. Seng membatasi pertumbuhan tanaman. dan gypsum (17% S).

tanah sawah yang selalu kebanjiran atau berdrainase buruk. dan Ca rendah. pematangan terlambat dan hasil rendah. tanah dengan pelapukan tinggi. Sumber Zn yang biasa digunakan adalah zinc sulfate terlarut (23-36% Zn). gejala kahat Zn menyerupai kahat S dan Fe pada tanah alkalin dan keracunan Fe tanah organik berdrainase buruk. namun dapat terjadi pada tanah kalkareous dan netral. dan tercuci. Pada tanah alkalin. Berikan pupuk Zn pada permukaan tanah setelah pelumpuran terakhir dan perataan lahan atau berikan Zn pada bedeng persemaian 7-8 hari sebelum bibit dicabut. tanah gambut. Pengaruh pemberian Zn berlaku sampai 2-5 musim tanam pada semua jenis tanah kecuali tanah alkalin. tanah salin dan sodik. pertanaman intensif. tanah sulfat masam tua dengan konsentarsi K. Kahat Zn tidak sering dijumpai. asam. gejala terlihat 2-4 minggu setelah tanam pindah. Tanaman hanya memerlukan sekitar 0. atau celupkan akar bibit padi dalam 2-4% larutan ZnO sebelum transplanting (20-40 g ZnO/lt air).05 kg Zn/ha (jerami+gabah) per ton hasil gabah. Zn perlu diberikan pada setiap musim tanam. Tanaman kerdil dan bercak coklat berdebu pada bagian atas daun merupakan gajala kekurangan Zn. dan bertekstur kasar. Tanaman dapat pulih dari kahat Zn bila sawah didrainasi kondisi kering meningkatkan ketersediaan Zn. Bila kahat Zn nampak di lapang. tanah yang terbentuk dari serpentin dan laterik. namun lebih banyak pupuk Zn harus diberikan karena begitu diberikan Zn tidak selalu tersedia bagi tanaman.pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. Selain itu terdapat spotspot tanaman yang tumbuh jelek. berikan 10-25 kg ZnSO4. kehampaan gabah tinggi. Mg. . tanah dengan P dan silikat (Si) tersedia tinggi.7H2O per ha pada permukaan tanah. tanah berpasir.H2O atau 20-40 kg ZnSO4.

K. Pemberian pada tanah memerlukan 100-300 kg/ha fero sulfat (sulfat besi). dan zinc oksida tidak larut (60-80% Zn). Kekurangan Fe akan menghambat absorpsi K. baik dalam tanaman maupun tanah. Kahat Fe sangat sulit diatasi dan mahal untuk dikoreksi. kahat Fe merupakan urutan penting berikutnya yang membatasi hasil tanaman padi. Produksi bahan kering dan hasil menurun. 2-3 % larutan fero sulfat atau 100 l/ha Fe chelate 2-3 dalam selang waktu 2 minggu dimulai pada fase anakan. Kahat Fe sering dijumpai pada lahan kering dengan tanah bereaksi netral. dan Zn. P. Kahat Fe tidak dijumpai pada sawah tergenang yang sedikit asam. namun banyak dijumpai pada sawah dengan tekstur tanah berpasir.zinc klorida terlarut (48-50% Zn). S. Pada waktu aplikasi. Fe merupakan akseptor elektron penting dalam reaksi redoks dan aktivator untuk beberapa enzim. Tanaman memerlukan sekitar 0. Seluruh daun dan bagian tanaman menguning (khlorotik). Unsur Fe tidak mobil. Pemberian melalui daun. kalkareous dan bereaksi alkalin. daun yang muncul mengalami klorosis. Setelah kahat unsur utama N. kalkareous dan alkalin (basa). Besi Unsur Fe adalah hara esensial yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung transportasi elektron dalam proses fotosintesis.5 kg/ha Fe (jerami dan biji/gabah) untuk setiap ton hasil gabah. berikan solid fero sulfat (FeSO4) di sebelah barisan 184 . Gejala kahat Fe ditunjukkan adanya gajala antartulang daun menguning. . namun setelah aplikasi Fe tidak tersedia bebas bagi tanaman. Aplikasinya harus berimbang agar terjamin pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif.

dan pembuangan kelebihan air serta menjaga kontinyuitas air. Banyak faktor yang perlu mendapat perhatian. terutama faktor meteorologi dan faktor hidrologi yang berhubungan langsung dengan jumlah dan efisiensi irigasi.6 Pengairan Air merupakan bahan yang sangat vital bagi kebidupan tanaman. Keracunan Fe ditunjukkan adanya bercak coklat kecil pada daun. Pada prinsipnya air irigasi yang ditambahkan adalah untuk menutupi kekurangan air . Kegiatan-kegiatan irigasi meliputi penampungan air. Irigasi berarti berarti memberi air padata tanaman untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertumbuhannya. 5. Kekurangan air menga-kibatkan terganggunya perkem-bangan morfologi dan proses fisiologi tanaman. penyaluran air ke lahan. Kebutuhan air tanaman sama dengan kehilangan air per satuan luas yang diakibatkan oleh kanopi tanaman ditambah dengan hilangnya air melalui penguapan permukaan tanah pada luasan tertentu. Salah satu ilmu yang mengkaji dan membahas masalah air bagi pertanian adalah ilmu irigasi. Kahat Fe memiliki gejala tulang daun menguning. Dua sampai tiga aplikasi 2-3 % larutan FeSO4 melalui daun atau chelate besi pada selang waktu 2 minggu pada fase anakan. Pupuk Fe yang biasa digunakan adalah larutan fero sulfat (20-30% Fe).tanaman padi dengan dosis 100 kg/ha. Dengan demikian kebuhtuhan air tanaman ditentukan dengan menghitung besarnya penguapan (evaporasi) permukaan tanah dan penguapan kebutuhan air secara tepat. dan chelate besi (5-14%). Masalah kekurangan air timbul akibat siklus hidrologi di alam yang tidak merata. Sebagai tindak lanjut-nya. lahirlah pemikiran untuk memenuhi kekurangan air yang sering terjadi. fero amonium sulfat (14% Fe).

mengatur suhu tanah dan iklim mikro.2. (b) akibat sampingan fiksasi karbon dioksida dalam pemecahan karbon dan oksifgen. 5. struktur tanaman. kelangsungan gerak. dan jaringan xilem ke dalam tanaman.3. (b) reagen yang penting dalam proses fotosintesa dan dalam proses hidrolitik seperti perubahan pati menjadi gula.tanah yang telah ada pada saat yang diperlukan dan dalam jumlah yang cukup. melalui dinding sel dan jaringan xilem serta menjamin kesinambungannya. membersihkan tanah dari kotoran. 185 . Fungsi Air bagi tanaman Fungsi air bagai tanaman adalah : (a) bagian dari protoplasma. meteorologi. 5. (c) pelarut garam. stabilitas bentuk daun. (d) sesuatu yang esensial untukmenjamin adanya turgiditas pertumbuhan sel. gas dan berbagai material yang bergerak ke dalam tanaman melalui dinding sel. Keguanaan air irigasi adalah untuk mempermudah pengolahan tanah. dan garam serta asam yang berlebihan. proses membuka dan menutupnya mulut daun. Selama pertumbuhan tanaman terus menerus mengisap air dari tanah dan mengelarkannhya pada sat transpirasi.. hama dan penyakit tanaman. Kebutuhan air bagi tanaman Kebutuhan air tanaman dinyatakan sebagai jumlah satuan air yang diserap per satuan berat kering yang dibentuk atau banyaknya air yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan berat kering tnaman. kadar unsur-unsur racun. Oleh karena itu untuk merancang irigasi diperlukan data hidrologi. Kehilangan air pada tanaman dapat terjadi melalui (a) transpirasi. menekan pertumbuhan gulma.7. bisanya air membentuk 85% sampai 90% dai berat keseluruhan dari bagiaan hijau tanaman (jaringan yang sedang tumbuh). dan pengelolaan air yang mantap.7.

Ketinggian air dapat dicapai oleh air yang berbanding terbalik dengan diameter pembuluh kapiler. Fase pertumbuhan. Gerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh gradien hidrolik. Keadaan air dalam tanah yang terbaik adalah pada saat kapasitas lapang. kelembaban tanah. Kemampuan tanah pasir untuk memegang air dapat ditambah dengan bahan organik. Kehilangan air pada tanah dipengaruhi oleh: bentuk tajuk tanaman (kanopi). Air yang tertinggal dalam tanah yang tidak tersedia bagi tanaman dikenal sebagai air higroskopis dan air yang terikat secara kimia (Gambar hal 19). struktur tanah.Dalam tanah air berada di antara ronggarongga tanah dan terikat oleh butir tanah dengan kekuatan yang ditentukan oleh banyaknya air yang dikandung oleh tanah tersebut atau besarnya gaya untuk memisahkan air dari partikel tanah. tekstur tanah. Jadi semakin halus . yaitu pada saat kondisi air dalam tanah tidak lagi tersedia bagi tanaman dan tanaman mulai layu secara permanen. gravitasi. Titik batas yang paling kritis terhadap air disebut titik layu permanen. Tanah yang terlalu banyak mengandung air menyebabkan berkurangnya udara dalam tanah. Tanah pasir mempunyai kemampuan mempertahankan air yang lebih lemah daripada tanah liat. Air kapiler bergerak melawan gravitasi bumi karena gaya kapileritasnya lebih besar dari gravitasi bumi. dan jenis tanaman Kemampuan tanah untuk mempertahankan air tergantung pada teksttur tanah. jumlah air. Air higroskopis dipegang erat oleh partikel-partikel tanah sehingga sulit diserap tanaman. Hal tersebut disebabkan karena jumlah air yang berbeda dalam romgga antar partikel belum melampaui batas kemampuan partikel tanah tersebut untuk memegang air.

yang bersama-sama dengan penguapan dari tanah sekitarnya (evaporasi) disebut evapo-transpirasi. Efisiensi penggunaan air meningkat dengan kesuburan tanah. biasanya untuk setiap kg bobot kering biomass yang diproduksi akan ditranspirasikan air sebanyak 500 kg (nisbah transpirasi 500). tergantung pada jenis tanaman. Sebagai sarana transportasi dan pendistribusian nutrisi jadi dari daun keseluruh bagian tanaman. Air yang diserap tanaman di samping berfungsi sebagai komponen sel-selnya. Sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar kemudian ke daun. Secara garisbesar peran air tanah yang menguntungkan meliputi : (1). semakin banyak air yang diperlukan. Dalam memproduksi biomass sangat banyak dibutuhkan air.7 Air Tanah 5. apabila dalam sehektar tanam tanaman memproduksi biomas sebanyak 10 ton (4 ton gabah + 6 ton jerami). Sebagai 186 . Akibat semakin subur tanah. maka selama juta ton air atau 5 juta m3 . juga berfungsi sebagai media reaksi pada hampir seluruh proses metabolismenya yang apabila telah terpakai diuapkan melalui mekanisme transpirasi. Oleh karena itu. bahkan hampir 90% selsel tanaman dan mikrobia terdiri dari air. (2). Air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan kadangkala merugikan. (3). karena absorpsi hara berjalan dengan kecepatan tinggi.7. apabila umur tanaman ini adalah 100 hari berarti setiap hari akan ditranspirasikan sebanyak 50 ton/ha (setara dengan 10 mobil tanki berkapsitas-angkut 5 ton).pembuluh kapiler tanah makin tinggi pula gerakan air ke atas. 5.2 Peran Utama Air merupakan komponen utama tubuh tanaman.

Mempermudah pengolahan tanah.komponen kunci dalam proses fotosintesis. sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar. asimilasi. (4). (3). perkembangan tanah dan diferensial horizon.3. (7).8% terdiri dari lembaran es dan gletser (2. Tanah yang jenuh dengan air dapat menyebabkan terhambatnya aliran udara ke dalam tanah. dan (4). Sebagai pelarut pupuk dan pestisida Peran yang merugikan antara lain adalah (1). serta aktivitas mikrobia yang menguntungkan. dan (9). misalnya melalui erosi (2).Proporsi dan Siklus Air Tanah Air di dunia 97. Sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah. Sebagai stabilisator temperatur tanah. Sebagai pemicu kemiskinan tanah melalui pelindian hara. (5).15%). Oleh karena itu. Sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimiawi penyediaan unsur hara tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman.2 % berupa lautan dan 2. (6). Sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara tak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. Sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk.62%) dan air . 5. Sebagai pemicu perubahan horizon melalui pelindian komponenkomponennya. genangan air akan menghambat pertumbuhan gulma dan sebagai sarana pemupukan lewat air irigasi ( pugasi). Dipersawahan. Sebagai pemicu rusaknya tanah.8. (8). dan (11). manfaat air tanah bagi tetanaman tergantung pada kemampuan kita dalam meningkatkan peran yang menguntungkan dan menekan peran yang merugikan tersebut. (10). air artesis ( 0. sintesis maupun respirasi tanaman.

008%). Penyerapan (uptake) dan translokasi air didalam tubuh tanaman. air aliran (sungai) dan kembali ke situs air tanah. aliran permukaan. air tanah (0.03%). yang secara umum disebut sebagai persamaan air tanah: KAT=masukan air kehilangan air KAT adalah Kadar Air Tanah Oleh karena itu fluktuasi kadar air tanah periodikal.005%).Foth. air atmosfer *hujan dan kabut) (0. Retensi dan pergerakan air di dalam tanah.009%). Penguapan air (evapotranspirasi) ke atmosfer.001%) dan air sungai (0.lainnya (0. salju. Perubahan situs (lokasi). perkolasi dan rembesan lateral. dari fase cair ke fase padat atau fase gas. yaitu : (a). (2).792% air tawar dan 0.danau air asin (0. Perubahan status. maupun. yaitu dari bentuk tidak tersedia (terikat kuat oleh tanah) menjadi tersedia bagi tanaman atau sebaliknya. baik berupa (1).secara keseluruhan dari total air dunia hanya 2. Ketiga perubahan ini terjadi dalam sistem tanahairtetanaman-atmosfer yang melibatkan tiga mekanisme utama. Perubahan fase yaitu.0001%) (Strahler dan Strahler cit. yaitu dari air tanah menjadi air tanah menjadi air tanaman atau air hujan (atmosfer). Kadar air tanah (water storage) merupakan selisih masuka air (water gain) dari presipitasi (meliputi hujan. . dan (c). kabut) yang menginfiltrasi tanah ditambah hasil kondensasi (oleh tanaman dan tanah) dan adsorpsi (oleh tanah) dikurangi air yang hilang (water loss) lewat evapo-transpirasi. (b). dan (3). tergantung pada keseimbangan masukan dan kehilangan air tersebut. 1984).005% diantaranya adalah air tanah. Siklus air tanah merupakan proses mekanika perubahan air. Air lainnya ini meliputi danau tawar (0.

187 .

yang pengaruhnya makin besar selaras dengan pertambahan kadarnya. tekanan turgor juga meningkat selaras dengan kenaikan tekanan in.12). Kemudian apabila yang menyerap air adalah bahan kolodial dalam sel atau koloid proplasma. Koefisien dan ketersediaan Air Tanah Air ditahan di dalam sel akar oleh adanya gaya-jerap dan gaya-osmotik. Makin besar penggelembungan makin besar pula tekanan yang bekerja terhadap air sel dan. Dinding sel yang tegar dan tetapi dapat mengembang secara elastis. maka gaya ini disebut potensial matrix (Pm). volume sel bertambah dan protoplasma terdesak kedinding sel. yang karena elastis jadi mengembang. dan akan berhenti sama sekali apabila : Pa = Pt + Pl + Pm + = Pt + Po = 0 Koefisien Air tanah merupakan koefesien yang menunjukan potensi ketersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman (Tabel 3. Sel tanaman terdiri dari : (1). gabungan keduanya disebut potensial osmotik (Po). Vakuola yang berisi cairan sel kaya bahan larut dan koloidal.4. (2). Protoplasma yang berupa selaput semipermeabel sehingga dapat dilewati air secara bebas. sehingga aliran air ke dalam sel menurun berbanding terbalik dengan kenaikan tekanan turgor.8. gaya yang timbul ini disebut potensial bahan larut (PI). terdiri .5. Tekanan yang menyertai penyerapan air oleh sel disebut turgor atau potensial tekanan (Pt). Apabila air masuk kedalam sel. Gaya yang menyebabkan air diluar selaput protoplasma akan mengalir kedalam sel lebih cepat ketimbang difusi bahan larut ke luar protoplasma. Potensial inilah yang mendorong air ke luar sel sebagai akibat terjadi penggelembungan sel. tetapi tidak bebas dilewati aliran bahan-bahan larut dan koloidal. dan (3). Adanya bahan-bahan larut dan koloidal dalam vakuola ini mengurangi aktivitas air di dalam sel.

air gravitasi (pori-pori makro) habis dan air tersedia (pada pori-pori meso dan mikro) bagi tanaman dalam keadaan optimum. (3) Koefisien layu (titik kayu permanen atau titik kelembaban kritis) adalah kondisi kadar air tanah yang ketersediaannya sudah lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman untuk aktifitas dan 188 . Sehinngga air ini terutama yang mengisi poripori makro segera turun ke bawah tertarik oleh gaya gravitasi. Kondisi ini terjadi pada tegangan permukaan lapisan air sekitar 1/3 atm atau pF 2. yaitu kondisi di mana seluruh ruang pori tanah terisi.7). Air kondisi jenuh ini disebut air bebas atau air Gravitasi atau air drainase atau air berlebihan (lihat gambar 3.54. sehingga tegangan antarair-udara meningkat hingga lebih lebih besar dari gaya gravitasi. Pada kondisi tanah berdrainase buruk atau suplai berlebihan (banjir atau tergenang pada periode lama akan berdampak buruk terhadap aerasi tanah sehingga respirasi akar.dari : (1) Jenuh atau retensi maksimum. Pada kondisi ini tegangan pada permuakaan lapisan air hampir 0 .<1/3 atm. mudah hilang dan bergerak relatif cepat sehingga dapat melindi (leaching) unsur-unsur hara yang dilaluinya. (2) Kapsitas lapangan (field capacity) adalah kondisi di mana tebal lapisan air dalam pori-pori tanah mulai menipis. dan aktivitas mikrobia aerobik seperti bakteri amonifikasi dan nitrifikasi akan terhenti sama sekali.

Air yang ditahan diatas koefisien layu merupakan air tak tersedia.mempertahankan turgornya. Pergerakannya lambat dan terjadi melalui penyesuaian terhadap keketebalan lapisan air. Air tersedia (air yang dapat diserap langsung tanaman) adalah air yang ditahan tanah pada kondisi kapasitas lapangan hingga koefisien layu. sehingga tanaman mrnjadi layu secara permanen atau tak dapat pulih lagi. Oleh karena itu untuk menjamin tercukupinya kebutuhan tanaman. Kadar dan ketersediaan air tanah sebenarnya pada setiap koefesien ini umumnya bervariasi terutama tergantung pada : (1) Tekstur tanah.5. yaitu pada tegangan sekitar 15 atm. Faktor-faktor Ketersediaan Air tanah. Air yang tersisanya adalah air adhesi. Hal ini merupakan akibat terbatasnya suplai air/hujan pada absorpsi (penyerapan) air oleh tanaman dan avaporasi terus terjadi. yaitu air yang langsung terjerap ke bahan padat tanah. Pada kondisi ini air yang tersisa hanya air adhesi dan terikat kuat oleh gaya matrik tanah.8. 5. Kadar air tanah . berfungsi sebagai larutan tanah dan sebagiannya. namun makin mendekati koefisien layu tingkat ketersediaannya makin rendah. Air tanah yang mempunyai tegangan antara 1/3 atm 31 atm (antara kapasitas lapangan hingga koefisien higroskopis) disebut air kapiller. terdiri atas air kohesi pada pori-pori meso dan mikro serta sedikit pada pori makro. (4) Koefisien Higroskopis adalah kondisi dimana air tanah terikat sangat kuat Oleh gaya matrik tanah. terdiri dari sebagian air kapiler (air adhesi dan sedikit air kohesi) dan seluruh air hidroskopis (air kristal). suplai air harus diberikan apabila 50 85% air tersedia ini telah habis terpakai. berbentuk kristal dan tidak tersedia bagi tanaman. yaitu pada tegangan minimal 3 atm.

(4) Kedalaman solum/lapisan tanah menentukan volume simpan air Tanah. Kadar air tersedia berdasarkan tekstur tanah tertera pada gambar 3. 40% dan 15%. misalnya pada tegangan 1/3 atm (kapasitas lapangan). BOT mempunyai pori-pori mikro yang jauh lebih baik ketimbang partikel mineral tanah. Konsekuensinya.9 (2) Kadar bahan organik tanah (BOT).bertekstur liat > lempung > pasir. (3) Senyawa kimiawi. makin banyak senyawa kimiawi dan ketersediaan air tanah menurun. ruang pori dan luas permukaan adsortif. kadar air tanah pada masing-masingnya adalah sekitar 55%. Garam-garam senyawa-pupuk/amelioran (pembenah tanah) baik alamiah maupun nonalamiah mampunyai gaya osmotik yang dapat menarik dan menghidrolis air. Kedalaman solum/lapisan ini sangat penting bagi tetanaman berakar tunggang dan dalam. yang makin halus teksturnya akan makin banyak sehingga makin besar kapasitas-simpan airnya. Hasilhasilnya berupa peningkatan kadar dan ketersediaan air tanah. sehingga kadar dan ketersediaan air juga makin banyak. Hal ini terkait dengan pengaruh tekstur terhadap proporsi bahan kolodial. sehingga koefesien layu meningkat. yang berarti luas permukaan penyerap (kapasitas simpan) air juga lebih banyak. sehingga makin tinggi kadar BOT akan makin kadar dan ketersediaan air tanah. 189 .. makin dalam makin besar.

(3) irigasi eniter berupa sprinkler. di mana air didistribusikan melalui permukaan tanah. disemen. yaitu mendistribusikan air ke bawah permukaan tanah untuk memberi kelembaban kepada tanaman lewat gaya kapiler ke atas. Faktor tanaman yang berpengaruh meliputi bentuk dan kedalaman perakaran. yaitu pemberian air melalui pipa bertekanan. Faktor iklim yang berpengaruh meliputi curah hujan. hektar-cm. (3) konservasi.6. (2) irigasi penyiraman. Parit dapat diaspal. Volume diberikan dalam satuan galon.000 liter. Irigasi adalah penambahan suplemen air. liter/menit. Masing-masing sistem sesuai dengan sistem budidaya tertentu. Jenis irigasi meliputi (1) irigasi permukaan.Disamping faktor tanah ini. dan lain-lain. temperatur dan kecepatan angin. faktor iklim dan tanaman juga menentukan kadar dan ketersediaan air tanah. serta tingkat dan stadia pertumbuhan. hektar-cm/hari dan sebagainya. air harus dikelola secara baik dan ekonomis. diberi plastik atau tumpukan rumput-rumput untuk . spitter dn dripper.8. toleransi terhadap kekeringan. yaitu sistem leb dari sawah. (2) drainase. air diukur dengan istilah volume dan kecepatan mengalir. kaki kubik. Satu hektar-cm dari air adalah jumlah air yang akan menutupi satu hektar tanah sedalam cm dan kira-kira sebanyak 100 m3 atau 100. Kecepatan air mengalir dinyatakan dalam liter/detik. Untuk tujuan pertanian. yang prinsipnya terkait dengan suplai air dan evotranspirasi. Penggunaan irigasi telah dilakukan sejak jaman kuno. yang pada prinsipnya terkait dengan kebutuhan air tanaman 5. Pengelolaan air meliputi (1) irigasi. Air dibawa lewat parit-parit agak datar dengan kecepatan rendah untuk menghindari erosi. Teknik pengairan Dalam hubungannya dengan produksi tanaman. Irigasi permukaan adalah cara yang paling umum dikenal di Indonesia.

Kaang-kadang pada 190 . air dapat lebih ekonomis dibanding sistem leb. untuk mengalir-kan kelebihan air sesudah kapasitas lapang lahan tersebut tercapai. guludan. Tehnik pengairan drainase adalah menyiapkan bedengan. Irigasi siraman telah dikenal di negara-negara maju. tidak ada erosi. Tetapi tehnik irigasi siraman sederhana yang dilakukan oleh para petani adalah dengan menggunakan gayung atau gembor atau ujung pipa plastik. Dalam hal ini harus dibuat parit pembuangan air. Dalam sistem leb harus cukup waktu untuk membiarkan air menutupi seluruh permukaan dan cukup waktu bagi air untuk masuk ke dalam tanah. Irigasi permukaan biasa diberikan kepada tanaman yang menutup rata tanah seperti padi dan padang rumput. Pupuk dapat diberikan bersama air siraman. Kerugian sistem siram adalah mahalnya peralatan pada investasi awal dan air harus selalu bersih. Tehnik irigasi siraman dengan tangan akan mengakibatkan biaya tenaga yang sangat tinggi. Di Indonesia. pada saat persiapan lahan.menghindari kebocoroan air ke bawah. Masalah yang ditimbulkan dari tehnik ini relatif kecil. belum banyak dilakukan kecuali untuk padang rumput golf. Untuk tanaman berbaris digunakan sistem leb-furrow irrigation. agar lama tinggal di atas parit sehingga dapat mensuplai air untuk akar tanaman. Keuntungan tehnik irigasi siraman adalah lebih seragam dan tepat untuk setiap jenis tanah dan tanaman. sedangkan untuk tanaman yang rata menutup tanah digunakan sistem leb-flood irrigation dan contour irrigation. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membuang kelebihan air. Tehnik ini telah banyak dilakukan dengan menggunakan pipa-pia otomatis.

.

maka pemangkasan harus dibuat di luar lingkar cabang (branch collar). Hal ini yang menyebabkan mengapa pemangkasan yang tepat pada tanaman muda menjadi kritis dan penting. . Pemangkasan (prunning) 5.9.daerah lembab perlu pipa drainase yang dibenamkan dalam tanah. 5. setikap potongan memiliki potensi mengubah pertumbuhan tanaman. Hal ini karena pada bagian .9. maka pemangkasan yang buruk dapat menyebabkan kerusakan tanaman bahkan dapat menyebabkan kematiannya. Keempat. Ada beberapa prinsip sederhana yang harus dimengerti dalam melakukan pemangkasan tanaman muda. proses penyembuhan pada tanaman tidak seperti halnya pada manusia. Pertama. karena tehnik pemangkasan yang tepat adalah penting. Membuat potongan Jika pemotongan dapat mengganggu respon tanaman terhadap pertumbuhan dan proses penutupan luka potongan. adanya suatu aturan bahwa potongan yang kecil menghasilkan kerusakan yang kecil pula.1. Ketika tanaman mengalami luka (atau dilukai) tanaman tersebut harus tetap tumbuh dan luka tersebut akan tetap ada. Kedua. jika pemangkasan pada waktu tanaman sudah matang diperlukan pemotongan yang lebih banyak dan akan menjadi lebih sulit dilakukan. Dengan demikian. Pemangkasan tanaman muda Pemangkasan penting dalam rangkan mengembangkan tanaman dengan struktur yang kokok dan bentuk yang diinginkan. Ketiga.

jika potongan cukup besar. Hal ini akan mengakibatkan kelemahan struktur batang. Percabangan yang berjenjang memberikan bentuk tanaman yang sudah dewasa dan memberikan perlakuan pemangkasan yang tepat terhadap tanaman yang masih muda dapat mengembangkan struktur yang kokoh. . Memperoleh strutur percabangan yang kokok Struktur cabang primer yang baik dapat dibentuk selagi tnaman masih muda.tersebut terdapat jaringan batang atau induk cabang dan tanaman akan rusak potongan dilakukan di tempat tersebut. Perlengkapan Pemangkasan Untuk tananam berukuran kecil. sebahagian besar pemotongan dapat dilakukan dengan gunting atau pisau. maka potonglah cabang atau tunas lateral. pertahankan batang tunggal yang dominan. Jika cabang permanen perlu diperpendek. Dalam beberapa kasus. Jangan lakukan pemangkasan pucuk yang dapat menyebabkan munculnya dua batang utama yang disebut dengan cabang codominant stems. Perkembangan batang Pada sebahagian besar tanaman muda.5 inci harus menggunakan gunting bertangkai atau gergaji pangkas. Pemotongan dilakukan pada internodal atau pemotongan dibuat di antara tunas atau cabang dapat menyebabkan batang membusuk. Cabang-cabang lateral akan menyebabkan . maka tanaman dapat mengalami kerusakan internal permanen akibat pemangkasan yang tidak tepat. gangguan produksi dan pertumbuhan yang menyimpang. . oleh karena itu sebaiknya dibuang saja selagi tanaman masih muda. . Untuk pemotongan batang lebih dari 0.

dan meruncing. Cabang-cabang seperti ini dinamakan cabang sementara yang berpera ndalam 191 . Perlu dipertahankan beberapa cabang lateral walaupun akan dipangkas kemudian.perkembangan struktur tanaman yang tegap.

Pemangkasan pohon yang baru ditanam Pemangkasan terhadap tanman yang baru ditanam harus dibatasi. Hindari adanya pengelompokan daun pada percabangan di dalam. Jika terlalu banyak daun yang dibuang makan pohon akan mengalami kelaparan . Jarak antar cabang baik vertikal maupun horizontal sangatlah penting. Cabang yang dipilih sebagai cabang permanen harus memiliki ruang yang cukup terhadap batangnya. Ketika tanaman tersebut tumbuh. Beberapa pohon memiliki kecenderungan perkembangan cabang dengan sudut percabangan yang kecil.melindungi batang dari kerusakan akibat sinar matahari atak kerusakan mekanis. Pemilihan cabang permanen Tingginya cabang permanen yang paling rendah ditentukan oleh fungsi yang diharapkan serta lokasi tanaman pada lanskapnya. Karena daun pada setiap cabang/ranting perlu menghasilkan makanan yang cukup untuk kehidupan dan pertumbuhan pohon maka setiap cabang harus memberikan sumbangan makanan kepada batang dan akar. Pohon yang digunakan untuk menyaring pandangan yang tidak diinginkan atau untuk penghadang angin dapat dibiarkan bercabang serendah mungkin. penurunan pertumbuhan dan menjadi tidak sehat. . Buang . Pemangkasan harus dilakukan terhadap cabang-cabang yang memiliki penempelan yang lemah selagi cabang tersebut masih muda. Cabang sementara ini dipertahankan cukup pendek agara tidak menghalangi atau menjadi pesaing bagi cabang lateral yang dipilih untuk dipertahankan. maka akan terdapat lipatan-lipatan kulit yang nantinya akan menggangu percabangan pada batang utama. . Pertahankan keseimbangan radial dengan cabangcabang yang tumbuh keluar untuk segala arah.

maka seharunya jangan ada 192 . maka gunakan kain yang tipis dari bahan yang tidak mengandung racun terhadap tanaman. Sebahagian besar ahli menyarankan pembalutan luka tidak dilakukan. akan tetapi tnaman pekarangan memerlukan kehati-hatian yang lebih tinggi. . Membalut luka Membalut luka akibat pemotongan diperkirakan akan mempercepat penutupan luka.2. Pemangkasan yang tidak tepat dapat menyebabkan kersukanan yang akanb mengantarkan kepada kematian pohon. Jika harus dilakukan atau untuk tujuan keindahan. Walaupun demikian. Walaupun banyak pepohonan hutan tumbung dengan sangat baik.9. Pemangkasan tanaman yang sudah tua Pemangkasan paling umum dilakukan untuk tujuan mempertahankan bentuk tanaman.cabang yang mati atau patah. melindungi luka tersebut dari serangga dan penyakit serta mengurangi pembusukan. . tunda pemangkasan untuk tahun berikutnya. Pemangkasan harus dilakukan dengan pemahaman bagaimana repon tanaman terhadap pemotongan bagian tubuhnya. penelitian menunjukkann bahwa pembalutan tidak mengurangi pembusukan atau kecebatan penutupan luka dan jarang sekali dapat melindungi luka terhadap serangan serangga atau infeksi penyakit. 5. Pohon yang tidak dipangkas pada awal penanamannya akan menghasilkan akan yang lebih kuat dibandingkan tanaman yang dipangkas pada waktu penanamannya. Alasan melakukan pemangkasan Karena setiap pemotongan akan berpotensi mengubah pertumbuhan pohon.

.

dimana pemangkasan dapat dilakukan setiap saat selama tidak berakibat buruk terhadap pohon. Pembuangan daun melalui pemangkasan dapat mengurangi pertumbuhan dan simpanan enerji. membuang cabang lemah dan cabang yang memiliki kemampuan tumbuh rendah. Pohon dapat dipangkas untuk tujuan meningkatkan penetrasi cahaya dan udara ke bagian dalam dari tajuknya. tanman yang sudah tua dipangkas sebagai tindakan korektif atau tindakan preventif. membuang dahan yang terlalu banyak dan menghilangkan resiko bahaya. Alasan yang umum bagai pemangkasan adallah membuang cabang yang mati. Pohon akan menghasilkan tajuk yang padat dengan daun untuk menghasilkan gula yang digunakan sebagai enerji untuk pertumbuhan dan perkembangnnya. Peningkatan tajuk Membuang cabang-cabang yang rendah dengan tujuan untuk memberikan kesan . atau ke bagian bawah lanskap. Penipisan percabangan secara rutin tidak cukup memperbaiki kesehatan pohon. Tehnik pemangkasan dan pembersihan tajuk Tehnik ini adalah membuang cabang yang mati. Pemangkasan secara besar-besaran akan mengakibatkan pohon menjadi stress .cabnag yang dibuang tanpa malasan yang kuat. Waktu pemangkasan Sebahagian besar pemangkasan rutin adalah membuang dahan yang lemah atau mati. . Dalam banyak kasus. cabang yang berpenyakit. Penipisan tajuk Tindakan selektif membuang cabang untuk meningkatkan penetrasi cahaya dan pergerakan udara di daerah tajuk . .

Pencegahan masuknya organisme pengganggu tumbuhan kedalam dan tersebarnya dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia.10. terdapat beberapa diskripsi diantaranya adalah perlindungan tanaman dilaksanakan pada masa pra tanam. menimbulkan gangguan dan kerusakan 193 . masa pertumbuhan tanaman. Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Perlindungan tanaman pada masa pra tanam dilaksanakan sejak penyiapan lahan atau media tumbuh lainnya sampai dengan penanaman. Perlindungan tanaman dilaksakan dengan menggunakan sarana dan cara yang tidak mengganggu kesehatan dan atau mengancam keselamatan manusia.bersih . Perlindungan tanaman pada masa pertumbuhan tanaman dilaksanakan sejak penanaman sampai dengan panen. Perlindungan tanaman dilaksanakan melalui sistem pengendalian hama terpadu yaitu dengan cara: . 5. Perlindungan tanaman pada masa pasca panen dilaksanakan sejak sesudah panen sampai dengan hasilnya siap dipasarkan. . Eradikasi organisme pengganggu tumbuhan. Organisma Pengganggu Tumbuhan (Opt) Menurut PP Nomor 6 tahun 2005 tentang Perlindungan Tanaman. dan atau masa pasca panen. . Mengurangi tajuk Mengurangi ukuran ranaman dengan cara mengurangi ketinggian dan lebar tajuk.

Pemasukan media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib: . o dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina ditempat-tempat pemasukan dan pengeluaran untuk tindakan karantina.sumber daya alam dan atau lingkungan hidup. o dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan. Pengiriman media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan dari satu area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib o dilengkapi sertifikat kesehatan dari area asal. . Pengganggu dapat dikelompokkan dalam beberapa istilah . serangga. burung dan mamalia. bakteri. Pencegahan masuknya ke dalam atau tersebarnya organisme pengganggu umbuhan dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Replublik Indonesia dilaksanakan dengan cara mengenakan tindakan karantina pada setiap media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina yang dimasukkan ke dalam atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indnesia. dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina. Organisme pengganggu tanaman (OPT) adalah semua makhluk hidup yang merusak tanaman. dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit. baik tu dari kelompok virus. . dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan. jamur.

yaitu patogen. adalah tumbuhan yang merusak tanaman budidaya. Kerugian akibat hama tanaman antara lain. Gambar di bawah ini menunjukkan beberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman. Hama Tumbuhan Hama tanaman adalah organisme pengganggu tanaman berupa serangga. Kerusakan yang disebabkan oleh OPT mencapai 33%. Semua kerusakan tersebut disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Diperkirakan sebanyak 1500 species serangga yang menempati permukaan bumi menjadi hama tanaman. buah cabe dan tomat yang busuk di pohonnya atau tanaman layu. 194 . organisme yang merusak tanaman dan gula. Spodoptera sp adalah salah satu contoh hama tanaman a. sebagai penyebab penyakit tanaman.yang lebih luas. Anda pasti pernah melihat daun tanaman bolong. . Gambar 5.10. burung dan kelompok mamalia. Hama dari ke-lompok serangga memegang peranan penting karena jumlahnya cukup banyak dan hampir 50% menjadi penganggu kehidupan manusia. Hama adalah kelompok hewan yang menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan mengakibatkan kerugaian. hama. mengurangi hasil tanaman.

Kehidupan serangga dikendalikan oleh dua faktor. Kumbang Coleoptera dan mamalia (tikus. menambah biaya produksi karena diperlukan adanya biaya untuk pengendalian hama. Beberapa contoh hama yang sering menyerang tanaman adalah tungau. cahaya. Berikut ini adalah beberapa contoh hama tanaman (Gambar 2). mempercepat terjadinya infeksi penyakit pada tanaman. dan gajah. Kutu Hompotera. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor lingkungan yang langsung berpengaruh ter-hadap kehidupannya. 1). Faktor internal (biotik) adalah segala proses kehidupan dari tubuh serangga untuk memacu kehidupannya..11. Beberapa Hama Tanaman Gambar 5. Hama ini berkembang pesat dan membahayakan dalam keadaan cuaca kering pada musim . Tungau ini berukuran 0. faktor iklim yang lain. kumbang Coleoptera. mengurangi mutu atau kualitas hasil tanaman. hidup disepanjang tulang anak daun sambil mengisap cairan daun sehingga warna daun berubah menjadi mengkilat berwarna bronz. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. memamah dan menusuk serta menumpang bertelur pada tanaman. kelembaban udara. Lalat diptera. faktor biologis dan gangguan manusia. . . Kepik Hemiptera. menisap cairan dalam jaringan tanaman. Hama Tungau Penyebab : Tungau merah (Oligonychus). Ulat Lepidoptera. seperti suhu. Beberapa contoh hama-hama tananaman yang sering merugikan petani dinataranya ada lah ulat lepidoptera. gajah. tikus.5 mm. Bentuk kerusakan tanaman tergantung pada tipe mulut serangga. dan babi hutan). Serangga merusak tanaman dengan cara memakan bagian tanaman.

kemarau. Gangguan tungau pada pesemaian dapat mengakibatkan rusaknya bibit. 195 .

ulat membuat sarang dengan cara menggulung daun yang agak muda dan memakan daun dari sarang yang dibuat.12. Ulat bergerombol memakan bagian atas permukaan daun. ulat juga memakan batang muda dekat sarangnya. 16. Gejala serangan tungau merah pada tanaman jeruk. Lepidoptera) Penggulung daun nilam dan pemakan daun lainnya. 13. Setelah larva menetas warnanya transparan. Imago (serangga dewasa) Sylepta sp. Hama ini meletakkan telur di atas permukaan daun. Ulat Lepidoptera a). Pada kondisi demikian serangan hama sudah mulai menimbulkan kerugian ± 5 10% sehingga perlu diwaspadai dan segera mengambil tindakan pencegahan. Gambar 5.15. Gambar 5. Larva tungau merah 2). 196 . Ketika ulat mulai agak dewasa. Siklus hidup tungau merah Bila daun sudah habis. Sylepta sp.Gambar 5. Penyebaran tidak terlalu cepat dan tergantung pada populasi imago. sehingga bagian daun yang dimakan kelihatan transparan. (Pyralidae. Setelah mulai memakan daun warna ulat hijau.14. Imago tungau merah. Gambar 5. Gambar 5.

Gambar 5. 20. Ulatnya kecil kira-kira 5 mm berwarna hijau. jika sudah besar garis-garis coklat. Ulat tritip/ ulat daun (Plutella xylostella) Ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga tinggal epidermis bagian atas saja. ulat jantung kubis meletakkan telurnya dalam satu kelompok. Jika diganggu agak malas untuk bergerak. Gambar 5. Ulat krop/ jantung kubis (Crocidolomia binotalis) Sering menyerang titik tumbuh sehingga disebut sebagai ulat jantung kubis. Siklus hidup Plutela sp.18 Imago Plutela sp c). Jika diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. 19. Ulat grayak (Spodoptera litura) 197 ering menyerang secara berkelompok dan serangan sangat mendadak. d). b). Ulatnya kecil berwarna hijau lebih besar dari ulat tritip. Larva Crocidolomia sp Gambar 5. Imago Crocidolomia sp. Gambar 5. 17 Siklus hidup Sylepta sp.21. . Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida. Berbeda dengan ulat tritip yang telurnya dietakkan secara menyebar. Gambar 5.

Larva Spodotera sp. Gambar 5. Gambar 5. Gejala kerusakan yang ditimbulkan ialah terpotongnya tanaman kubis yang masih kecil. 4) Kepik Hemiptera Kepik hemiptera adalah perusak polong. Beberapa lalat bibit yang sering merugikan adalah lalat kacang (Agromyza phaseoli). Pengendalian dapat dilakukan dengan membongkar tanah secara berhati-hati disekitar tanaman yang terpotong. jika sudah besar garis-garis coklat. 3) Lalat Diptera Lalat bibit adalah salah satu hama yang dapat merusak bibit tanaman. penggerek pucuk kedelai (Agromyza dolichostigma). Serangga penggerek polong adalah Etiella zinchenella. Jika diganggu agak malas untuk bergerak. 25.24. Ulatnya berwarna hijau lebih besar dari ulat kubis.Serangan umumnya terjadi pada malam hari sehingga disebut ulat gerayak atau ulat tentara. 22. dan kepik hijau Nezara viridulla. Imago Agrotis sp. Serangga pengisap polong adalah Riptortus linearis. penggerek batang kedelai (Melanagromyza sojae).23 Siklus hidup Spodoptera sp e). Tanaman yang umumnya diserang oleh lalat bibit adalah leguminoceae. Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Ulat berwarna hitam. Larva Agrotis sp. . Gambar 5. Serangga merusak tanaman dengan cara mengisap cairan tanaman dengan jarum stilet (alat pengisap yang dipunyai serangga). Gejala serangan lalat diptera. Gambar 5. Gambar 5.26.

Gambar 5. Imago kepik Nezara viridula 198 . 27.

tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting. Siklus hidup N. tanaman akan mati. Bila serangan mengenai titik tumbuh. Bila serangan mengenai titik tumbuh. Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. Hama tanaman kelapa kumbang Oryctes sp 199 .viridula 5) Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. a). Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak. tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting.Gambar 5. Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak. Gambar 5.29.28. tanaman akan mati.

30. warna buah atau bunga. Di beberapa daerah tertentu di Sumatera.6) Mamalia Hama yang termasuk mamalia (binatang menyusui) adalah babi hutan dan kera. Tanaman sakit adalah suatu kondisi tanaman yang tidak wajar. Hama ini sangat merusak tanaman kelapa sawit. ukuran tanaman. Penyakit tumbuhan Penyakit tanaman dikelompokkan menjadi dua. bakteri. semua kebutuhan hara tanaman harus dicukupi. Gejala ini dapat berupa perubahan laju pertumbuhan. virus dan fitoplasma. Gejala serangan patogen tersebut dinamakan penyakit. Penyebab penyakit atau patogen tersebut menyebabkan adanya gejala kerusakan pada bagianbagian tanaman seperti pada akar. sehingga proses kehidupan (metabolisme) tanaman terganggu. Siklus hidup kumbang hama kepala Oryctes rhinoceros b. Gambar 5. warna daun. bunga dan biji. Selain itu juga tikus (rodentia) merupakan hama yang merusak (memakan) buah kelapa sawit yang sudah tua. daun. warna batang. . gajah sering menyebabkan kerusakan yang serius pada tanaman kelapa sawit muda. buah. bentuk buah atau bunga dan lain-lain. fase vegetatif dan fase generatif tanaman. batang. yang pada akhirnya menimbulkan keruganian bagi petani. Penye-bab penyakit dapat disebarkan dari tanaman yang sakit atau dari bagian tanaman yang sakit tersebut ke tanaman sehat. Sejak benih ditanam. Jika tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu unsur hara atau pH media tumbuh terlalu rendah atau terlalu tinggi maka tanaman akan menunjukkan gejala kerusakan. Penyakit yang sering menginfeksi tanaman dapat berupa jamur. Yang pertama adalah penyakit non infeksius dan yang ke dua adalah penyakit infeksius. ketebalan daun.

kanker (pertumbuhan bagian tanaman yang tidak wajar). Intinya jelas dan dapat dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran lensa 100-400 kali. Sedangkan bakteri adalah mikro-organisme yang lebih kecil dari jamur. layu (terganggunya aliran air di dalam pembuluh tanaman). mempunyai sel tunggal atau berkoloni. Patogen yang lain adalah bakteri yaitu mikroba yang dapat dilihat dengan pembesaran 100-1600 kali dan harus menggunakan minyak emersi. koma atau rantai. klorosis (perubahan jaringan tanaman dari hijau menjadi kekuningan). Patogen tanaman dapat berupa jamur yaitu organisme yang umumnya berbentuk benang. berbentuk seperti batang. dapat menghasilkan spora. 200 . nekrosis (kematian jaringan tanaman/bercak daun).Gejala penyakit pada tanaman dikelompokkan sebagai berikut : Kerdil (pertumbuhan tanaman yang lamban secara menyeluruh).

atau irigasi akan menyebabkan gejala kerusakan fisiologi pada tanaman. . Patogen-patogen tersebut dapat menyerang tanaman pada fase vegetatif dan fase generatif.Virus adalah mikroba yang hanya mempunyai suatu selubung protein dengan asam nukleat yang dapat mempengaruhi kerja DNA sehingga proses kehidupan tanaman terganggu. . Polusi udara. . Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman antara lain: . Defisiensi nutrisi. Penyakit Pecah Buah Pada permukaan bawah buah tomat . Praktek penanaman yang salah dan lain sebagainya yang menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal (a). Bentuk virus dan MLO hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikro-skop elektron (pembesaran > 1 juta kali). . Keracunan pestisida.gejala terbakar. MLO adalah patogen yang merupakan peralihan dari virus ke bakteri. Kekurangan oksigen. dan akibat akhirnya akan . . . Suhu ekstrim. suply nutrisi yang tidak cocok. Penyakit Non Infeksius Faktor lingkungan yang tiba-tiba beruabah. Kerusakan atau kelebihan cahaya. 1). . Keracunan mineral. . kekurangan atau kelebihan air. Beberapa tanaman budidaya lebih sensitif tehadap perubahan-perubahan tersebut di atas dibandingakn dengan varietas lainnya. Keasaman atau kebasaan tanah.

(b). aku-mulasi garam pada daerah per-akaran merupakan gejala-gejala yang umum. Gambar 5. Defisiensi calsium. Media tumbuh tanam yang tiba-tiba mendapatkan suply air. Perubahan suhu yang peralahan lahan 201 .32. Usaha menghidar dari hal tersebut di atas akan menimbulkan busuk buah.menimbulkan gejala bercak kering melingkar (Gambar ). besarnya perbedaa suhu antara sian dan malam dan perubahan tiba-tiba pada siang dan suhu malan media pertumbuhan telah menjadi topik bagi penelitian Gambar 5. Gejala penyakit buah konsentris (c). Penyakit Pecah Buah konsentris Belahan konsentris meling-kar yang terdapat pada seluruh permukaan buah atau muncul dari tangkai buah biasanya disebabkan oleh tingginya suhu hari. Penyakit Belah Cekung Belah yang umumnya keluar dari permukaan buah mulai dari bahu buah adalah akibat terdapatnya perbedaan tang nencocok antara mahasiswa. 31 Gejala serangan penyakit pecah buah.

Buah muda menjadi seperti kurva dan dimulai pada saat perkembangan bunga stadia awal dan mungkin dise-babkan oleh perubahan suhu yang mendadak. Penyakit Keriting Buah Keriting buah merupakan keru-sakan fisiologis yang sangat meru-gikan mentimun. Gambar 5.dimulai dari adanya ventilasi mencegah terjadinya kejadian ini. Jika perlu guna-kan bahan kimia yang direkomendasi untuk mengendalikan serangga hama atau beberapa penyakit dan selalu mengikuti aplikasinya secara ketat sebelum proses panennya. Bakal buah yang tidak produktif sebaiknya dipangkas. Dengan mempertahankan kebersihan ling-kungannya. kelembaban media pertumbuhan yang kurang cocok. Kerusakan akibat hama dan penyakit akan berkurang. (e). Selain itu dianjurkan agar memulai penanaman dengan menggunakan bibit yang sehat. dan mengadopsi praktek-praktek budidaya yang tepat seperti keseimbangan hara dapat mempertahankan tanaman tetap sehat. Gejala penyakit nekrosa buah (d). . Gejala penyakit keriting buah. Dengan strategi adopsi pengelolaan hama terpadu (PHT) untuk tanaman sangat di-anjurkan di sini. Kerusakan tanaman akibat ketidak seuaian hara . Identifikasi keberadaan penyakit secara dini terhadap tanaman hidroponik dapat mengendalikan permasalah penyakitnya. kebanyakan jumlah buah dan diserang hama. kekurangan nutrisi. Gambar 5.33.34.

Jika larutan tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu komponen haranya atau pH dan daya hantar listriknya melebihi daya toleransi tanaman. Patogen yang sering menyerang tanaman budidaya adalah jamur (fungi). karakteristik akar dan lain-lain. ukuran tanaman. karakteristik buah akan berubah juga. Gejala ini meliputi perubahan pada laju pertumbuhan. Selanjutnya. Maka tanaman akan menampak-kan gejala kerusakan. dan nematoda. beberapa gejala umum dapat digambarkan dalam tabel gambar berikut ini. 2). bentuk daun dan warna daun. Penyakit infeksius Penyakit tanaman pada umumnya disebabkan oleh bibit penyakit (patogen). ketebalan daun. Manusia sebagai penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan dapat dibuktikan dengan banyak penyakit tumbuhan yang berkembang sebagai akibat dari 202 . Walaupun gejala luar ini akan beragam berdasarkan tanaman dan varietasnya. virus. warna batang.Semua hara penting diberikan. jarang antar cabang. bakteri.

Bahkan apabila kultivar tersebut merupakan tanaman tahan terhadap penyakit tertentu. merupakan salah satu penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan.kemajuan ilmu pertanian yang dikembangkan oleh manusia. juga merupakan penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. sehingga patogen akan berkembang dengan pesat. Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. Adanya penanaman terus menerus. dibandingkan memilih tanaman yang . penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit. Hal yang sama juga terjadi bila dalam suatu hamparan tertentu dilakukan penanaman satu jenis tanaman dengan tidak serentak. Orang akan cenderung menanam varietas yang enak untuk dikonsumsi walaupun banyak hama dan penyakitnya. Adanya satu macam kultivar tanaman menyebabkan patogen tidak punya pilihan lain selain harus memamfaatkannya sebagai makan. hal demikian tersebut tidak mungkin ditemukan pada hutan alami yang belum disentuh teknologi. maka sepanjang musim akan selalu tersedia makanan bagi patogen. Penanaman satu macam kultivar dalam areal yang luas menyebabkan tersedianya makanan dengan tingkat kerentanan yang sama dalam jumlah berlimpah bagi patogen. maka patogen kemungkinan besar akan menyesuaikan diri dengan jalan adaptasi atau mekanisme lainnya agar dapat bertahan hidup. Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. maka keturunannya akan dapat berkembang dengan pesat pada kultivar tersebut. Penanaman yang terus-menerus karena meningkatnya irigasi. Penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit banyak ditemui dan telah berjalan sejak manusia mulai mengenal bercocok tanam. penanaman yang terus menerus karena ditunjang irigasi. Sekali patogen dapat dapat menyesuaikan diri. pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain adalah contohcontoh penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan.

Patogen akan menyebabkan timbulnya penyakit dengan cara sebagai berikut. Dengan pola yang demikian itu tanpa disadari telah meyebabkan banyaknya plasma nutfah yang hilang. Akibat dalam jangka panjang adalah sulitnya pengendalian penyakit bila telah timbul resistensi patogen terhadap pestisida. sehingga akan menyebabkan sulitnya mencari sumber gen katahanan untuk tujuan pemuliaan. Mengkonsumsi kandungan sel inang atau mengabsorbsi makanan dari . Alasan yang kedua yaitu bahwa ada kemungkinan di tempat baru-nya. Tetapi teknologi pengendalian menggunakan fungisida tetap lebih mudah diaplikasikan dalam jangka pendek. Patogen menyebabkan penyakit pada tumbuhan dengan cara : 203 . tanaman ternyata rentan terhadap patogen yang telah ada lebih dahulu sehingga akan memicu peningkatan populasi patogen tersebut.tidak begitu enak tetapi tidak berpenyakitan. Hal ini akan menyebabkan penyakit berkembang pesat tanpa dihambat oleh musuh alami seperti ditempat asalnya. Pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain dengan tidak sengaja akan menyebabkan meningkatnya penyakit tumbuhan karena dua alasan. Alasan pertama yaitu ada kemungkinan penyakit akan terikut sedangkan musuh alaminya tertinggal. Peningkatan populasi patogen pada giliran berikutnya akan menyebabkan gampang patahnya ketahanan tanaman varietas lain yang saebelumnya tahan.

dan . cabai rawit. Fungi adalah organisme prokariotik (organisme yang tidak mempunyai inti sel sejati). Tanaman budidaya sering diserang oleh fungi. Beberapa fungi yang dapat menyebabkab penyakit dan sangat merugikan tanaman adalah fungi penyebab penyakit layu. dan Phytoptora sp.tanaman inang secara terus menerus sehingga melemahkan tanaman inang. Fungi yang menerang daun adalah Cercospora sp dan Helmintosporium sp. Contoh fungi yang menyerang akar diantaranya adalah Fusarium sp. paprika. Virus adalah organisme parasit obligat (organisme yang selalu menggantungkan hidupnya pada tanaman yang diserang). nutrisi mineral dan air pada jaringan pembuluh inang Beberapa penyakit penting yang disebabkan oleh virus adalah penyakit keriting pada cabai merah. Berikut ini beberapa contoh gejala serangan patogen pada tanaman. daun. bunga dan buah. a). Penyakit yang disebabkan oleh fungi (1). fungi penyebab penyakit busuk buah. Fungi dapat menyerang semua organ tanaman mulai dari akar. Membunuh sel atau merusak aktivitas metabolisme sel inang karena sekresi patogen berupa enzim. batang. Mengganggu transportasi makanan. fungi penyebab busuk daun dan fungi penyebab kanker tanaman. toksin dan zat tumbuh. Hawar Daun (Late Blight) pada Kentang . Fungi yang menyerang bunga dan buah adalah Colletotrichum sp. . Penyakit mozaik pada tembakau (TMV: Tobaco Mozaic Virus) dan CMV (cucumber Mozaic Virus).

hawar daun pada kentang telah menyebabkan ratusan ribu rakyat Irlandia mati kelaparan da sekitar satu juta lainnya mengungsi ke Amerika pada tahun 1845-1846. yaitu kopi Arabika. Di Sri Langka hanya dalam waktu 14 tahun saja (1870-1884) penyakit ini memusnahkan perkebunanperkebunan kopi sehingga sejak saat itu Sri Langka beralih dari negara penghasil kopi menjadi penghasil teh sampai sekarang. Sampai saat ini pun penyakit ini merupakan penyebab kerugian yang terpenting pada tanaman kentang di dunia. termasuk di Indonesia. Gambar 5. akar dan umbi menyebabkan gejala hawar. Penyebab penyakit ini adalah jamur Phytophtrhora infestans. Karat daun kopi Penyakit ini merupakan penyakit paling penting pada tanaman kopi Arabika di dunia. sehingga kopi ini sekarang hanya tinggal di daratan tinggi saja. Penyakit layu pada tembakau 204 . (2). batang.35. karat merupakan ancaman terbesar bagi produksi kopi Amerika Selatan.Di Eropa. penyakit ini pada tahun 1876 telah menyebabkan musnahnya kopi yang dibudidayakan saat itu. Sampai saat ini. Di Indonesia. Patogen ini menyerang daun. Penyakit ini berjangkit pada tanaman kentang di Jawa pada tahun 1935. Peralihan ini menyebabkan beralihnya pula kebiasaan orang Eropa dari peminum kopi menjadi peminum teh karena Sri Langka saat itu merupakan pemasok kopi terbesar ke Eropa.

Penyebab penyakit ini adalah jamur Helminthosporium oryzae yang menyerang daun. sedangkan selebihnya hampir seluruhnya adalah kopi Robusta. Bercak Daun Helminthosporium pada Tanaman Padi Di India pada tahun 1942. sketsa Fusariumsp. Perhatian pemerintah terhadap penyakit karat pada kopi meningkat sejak tahun 1980-an dengan berusaha untuk meningkatkan produksi kopi Arabika. Fotomikroskopis Fusariumsp. Ras 0 merupakan ras yang umum dari patogen ini. 36. Ras T ini dapat menyerang semua bagian . (3). Penyakit ini disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix yang menyerang daundaun kopi. 37. sedangkan ras T diketahui pernah menyebabkan kerugian sekitar satu milyar USD di Amerika Serikat pada tahun 1970. batang dan bulir padi. Karena sampai tahun tersebut. Hawar Daun Jagung Penyakit hawar daun jagung (Southern Corn Leaf Blight) yang disebabkan oleh jamur Bipolaris maydis (Helminthosporium maydis) sampai saat ini terdapat di berbagai tempat di seluruh dunia terutama di daerah-daerah hangat dan lembab. penyakit ini menyebabkan migrasi besar-besaran dari desa ke kota dalam upaya mencari kerja untuk membeli beras yang harganya sangat tinggi dan telah menyebabkan sekitar dua juta orang meninggal dunia. kopi arabika hanya 5% dan ditanam di pegunungan. antar lain Dataran Tinggi Ijen. (4). Jawa Timur. Di daerah yang ketinggian kurang dari 1000 m ditanam kopi Robusta yang tahan terhadap penyakit karat daun. Sampai beberapa tahun yang lalu bercak coklat masih tergolong penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia. Ras T biasanya hanya diketahui ada pada tanaman jagung hibrida dengan sitoplasma jantan mandul jagung Texas. (patogen penyakit layu) Gambar 5. Antara tahun 1896 sampai 1900 produksi kopi Indonesia merosot menjadi 25% dari semula.Gambar 5. termasuk Indonesia.

Fusarium. tergantung jenis 205 . Gejala penyakit yang muncul pada bibit tanaman atau tanaman muda relatif sama. Patogen penyakit rebah kecambah diantaranya adalah Pythium. pada saat masih berkecambah. Penyakit ini sering muncul sejak benih tumbuh di lapangan. and Phomopsis. Patogen dapat menyerang sejak benih mulai berkecambah. karena ada kemungkinan patogen terbawa melalui benih atau bertahan pada bahan organik yang digunakan sebagai pupuk. (5). Rhizoctonia. atau pada waktu umur bibit masih sangat muda.tanaman jagung. Penyakit rebah kecambah Penyakit rebah kecambah disebabkan oleh sekumpulan fungi atau satu jenis fungi yang menyerang bibit tanaman secara mandiri atau pun bersama-sama.

41.38. Penyakit bercak coklat cercospora Penyakit bercak coklat disebabkan oleh Cercospora janseana. Gambar 5. penyakit ini akan menyebar dengan cepat. (7). Dari tahun ke tahun penyakit berkembang terus sehingga menjadi penyakit penting pada 206 tanaman padi. Penyakit busuk lunak seludang daun Penyakit busuk lunak pada seludang daun disebabkan oleh patogen Rhizoctonia solani. Pada tingkat serangan yang menengah. Gejala penyakit bercah basah (blight) pada tanaman padi.patogen yang menyerang. Gejala penyakit rebah kecambah pada tanaman kedelai muda Gambar 5. 40 Gejala serangan pada bagian akar. 38 Gejala penyakit rebah kecambah yang disebabkan Phytophthora pada kecambah Gambar 5. Penggunaan unsur hara untuk mengembalikan vigor tanaman ataupun untuk membantu ketahanan tanaman terhadap penyakit tidak akan berfungsi dengan baik dan penyakit ini pun tidak dapat dikendalikan dengan pestisida. Pada kondisi yang lembab (95%)dan hangat. penyakit ini akan menurunkan produksi. Patogen pada umumnya menyerang tanaman pada saat tanaman menjelang dewasa dan mengakibatkan . Gejala penyakit pada umumnya timbul pada bagian tanaman yang dekat dengan air. Gambar 5. (6). Penyakit ini merupakan penyakit penting pada tanaman padi. organ tanaman yang terserang biasanya daun padi bagian bawah.

Bakteri parasit tersebut berbentuk batang. Bagian tengah bercak biasanya berwarna abuabu sedangkan sekeliling bercak berwarna coklat atao coklat kemerahan. b).5 cm. Gejala penyakit bercak piricularia. Gambar 5. (8). sebagian besar bisa bergerak (motile) dengan bulu getar (flagella) yang ada di ujung-ujung sel (polar) maupun yang ada di sisi dan di ujung sel (Peritrichous). Kebanyakan tanaman yang diserang merupakan tanaman yang tidak penting (minor). Mereka tumbuh dengan segera dalam medium PDA (Potato Dextrose Agar) dengan membentuk koloni bulat berwarna putih. Gambar 5.5 sampai 3 mikron (panjang) dan tampak kecil meskipun di bawah mikroskop dengan perbesaran 1. Varietas padi yang genjah dapat terhindar dari serangan patogen. Gambar 5. Ukuran bercak sangat bervariasi. atau kuning.000 X dalam minyak imersi. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri Kurang lebih terdapat 200 species dari bakteri penyebab penyakit tanaman yang telah dideskripsikan. 43. Patogen penyebab penyakit ini adalah Pyricularia grisea.kematangan biji padi lebih cepat dibandingkan dengan kondisi normal. dan bersifat tidak membentuk spora. 44. Sel bakteri berukuran 1. Bercak pada daun berukuran 0. Patogen menyerang daun. Pada varietas tertentu penyakit ini dapat menggagalkan panen.2 sampai 1. Gejala penyakit bercak crcospora pada daun padi. panikel dan daun bendera. dapat mengakibatkan daun padi mati. kuning kecoklatan. Penyakit bercak Pyricularia Penyakit ini sering menyerang tanaman padi. 42. Pada tingkat serangan yang tinggi. Fotomikroskopis satu sel bakteri yangmempunyai .

flagella. Bakteri penyebab penyakit pada tanaman terdiri dari 6 genera : Agrobakterium: Batang pendek. menyebabkan kematian jaringan yang . motile. Erwinia: Bentuk batang. menyebabkan berbagai 207 gejala. non motile (kecuali C. flagella peritrichous. Flaccumfaciens dan C. menyebabkan hypertrophies (pertumbuhan abnormal karena pertambahan besar sel-sel yang sangat cepat) dan benjolan-benjolan (gall) pada akar atau batang tanaman. kebanyakan gejala layu. motile (peritrichous). Poinsettiae). Corynebakterium: Batang ramping.

lalu ditularkan pada tanaman tomat atau Kalanchoe untuk menguji pathogenicitynya. disusul penyatuan/fusi sel-sel tersebut. biasanya pada pangkal batang. Biasanya benjolan akan timbul setelah 1 atau 2 . leher akar. motile dan flagella ujung (polar). Xanthomona: Batang kecil. atau pada akar. Gejala utama benjolan (galls) Galls atau Fasciations adalah pertumbuhan abnormal yang disebabkan oleh peningkatan jumlah sel secara cepat. Penggolongan tersebut disajikan di bawah ini.bersifat kering. Koloni berlendir berwarna kuning. motile. Bakteri dapat dibiakkan dari jaringan luar benjolan yang masih muda dan tumbuh aktif. flagella satu di ujung. dahan. serta pada kira-kira 200 tanaman berkayu lainnya. layu. Streptomyces: Myceliumnya sangat halus ( 2/3 mikron). dan busuk basah. Limapuluhlima jenis bakteri yang penting dan sering terdapat telah digolongkan menjadi 8 kelas berdasar gejala-gejala utama yang ditimbulkannya pada tanaman inang. dan benangbenang filaments berbentuk spiral membentuk segmen-segmen pada spora berbentuk tabung (cylinder) yang berukuran seperti bakteri (1 sampai 2 mikron). benjolan-benjolan. Contoh yang klasik seperti yang telah dikemukakan adalah Crown Gall pada golongan tanaman budah-buahan pome dan stone Fruits. Hanya terdapat beberapa jenis bakteri yang menstimulir tanaman inang untuk membentuk benjolan (galls). bentuknya menjadi pipih dan terjadi pada organ tanaman seperti batang. Dalam banyak hal maka identifikasi dapat dilakukan berdasar gejala-gejala yang terdapat pada tanaman. Pseudomonas: Bentuk batang. (1). Menyebabkan bercak-bercak daun berukuran kecil (spots) maupun besar (blights). dan sebagainya. Bila dibiakkan akan membentuk koloni dengan pigmen berwarna kehijau-hijauan yang dapat larut dalam air. Menyebabkan kematian jaringan (necrosis) berupa bercak-bercak kecil (spots) dan besar (blights) pada daun.

termasuk beberapa golongan tanaman hias. Benjolanbenjolan pada dahan tanaman kapri. Anda dapat membuat biakan bakteri dengan mengambil 208 . Contoh klasik dari gejala penyakit ini adalah apa yang disebut Crown Gall dari tanaman buah-buahan golongan pome dan stone fruits. Benjolan pada akar. dan pohon-pohon hutan. Benjolan bakteri sering terdapat pada leher akar tanaman berkayu yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Di samping itu Crown Gall juga menyerang kira-kira 20 jenis tanaman berkayu lainnya. Crysanthemum. juga pada rantingranting pohon Olive . pohon buah-buahan nuts . batang. baik yang menghasilkan benjolan (gall tissue) maupun tidak. Agrobakterium rubi : Benjolan batang/dahan (Cane Gall) : Benjolanbenjolan pada batang/dahan yang sedang berbuah dari tanaman Blackberry dan Raspberry . atau dahan-dahan.minggu dari jaringan yang ditulari itu. Agrobacterium tumefaciens : Crown Gall. Oleander . Corynebakterium fasciens : Penyebab Fasciation. Ash . Xanthomas beticola : kantong Bakteri (Bakteril Pocket) : Menyebabkan benjolan-benjolan dengan kantongkantong bakteri pada leher akar dan akarakar tanaman gula bit. dan tanaman-tanaman bunga lainnya. Pseudomonas savastanoi : Benjolan Pohon Olive (Olive Knot) : Benjolan-benjolan pada akar dari pohon Olive dan Ash . Agrobakterium rhizogenes : Akar Berambut (Hairy Roots) : Pertumbuhan berlebihan secara abnormal dari akar-akar. Bakteri penyebab benjolan yang lain adalah yang menyerang tanaman Olive .

sehingga cairan tersebut meleleh keluar ke bagian bawah dari batang. buncis. kentang. tomat.jaringan bagian luar dari benjolan yang masih muda dan sedang tumbuh. Ada pula jenis-jenis bakteri yang mula-mula menyerang jaringan pembuluh tanaman. Corynebacterium sepedonicum : Busuk-melingkar pada kentang (Bakteril ring-rot of potato). Bakteri ada juga yang menyebabkan penyakit dengan gejala perlendiranBakteri atau Kebasahan pada kayu (Bakteril Slime-Flux or Wetwood) pada pohon Elm dan pohon-pohon lain. Jenis-jenis bakteri ini mempunyai pengkhususan (specialisasi) dalam kelompok-kelompok tanaman inang yang diserangnya. Ash . tetapi kemudian menyebabkan busuk-jaringan pada jaringan disekelilingnya. Sangat merugikan di lapangan dan di tempat penyimpanan. Pangkal batang menunjukkan gejala busuk basah. Suatu ciri khas dari penyakit ini adalah : . Layu Bakteri Tanaman menjadi layu oleh karena serangan Bakteri pada jaringan pembuluh. Contoh-contoh benjolan bakteri yang lain adalah penyakit benjolan bakteri pada tanaman Olive . Oleander. Penyebab penyakit adalah Erwinia nimipressuralis yang menimbulkan terbentuknya cairan di jaringan kayu (heart-wood) dengan tekanan. (2). dan lainlain. yaitu terlihat cabang/batang tanaman menjadi layu atau tumbuhnya seolah-olah terhambat/kerdil (stunted). Gejala-gejala baru muncul pada saat kentang menjelang masak. Cairan yang menjadi seperti lendir (flux) ini kemudian diuraikan oleh Bakteri lain dan Ragi sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap/merangsang. Biakan murni bakteri tersebut lalu diuji sifat patogenesitasnya dengan menularkannya kepada tanaman tomat (batangnya) atau bagian yang sukulen (tanaman yang mengandung banyak air). jagung. dan pohon-pohon hutan. Kedua macam tanaman ini akan cepat menumbuhkan benjolan bila diserang oleh bakterium ini. misalnya jenis bakterium yang menyerang golongan tanaman semangka dan sebangsanya.

Bibit tanaman tomat menjadi kerdil. Carotovora Corynebakterium flaccumfaciens : Layu bakteri dari Kacang buncis. Corynebakterium michiganense : Layu bakteri pada Tomat. serta akarnya 209 . Biasanya bakteri sudah ada pada (atau di dalam) biji. Infeksi pada umbi mula-mula tidak tampak. Menyebabkan tanaman menjadi layu pada segala tahapan umur. Pseudomonas caryophy li : Layu bakteri pada Bunga Anyelir. Kemudian setelah adanya serangan mikroorganisme sekunder barulah timbul bau yang kurang sedap. lalu berubah menjadi coklat muda. Selanjutnya lingkaran tersebut makin jelas berubah menjadi busuk (seperti keju ) tanpa bau. Bintik-bintik kecil bagaikan mata-burung terdapat pada buah. lalu dipijit. Daun-daun bawah tepinya menjadi layu dan mengering.bila batang dipotong. tetapi kemudian di dalam gudang penyimpanan gejala-gejala khas penyakit ini mulai kelihatan. Tanaman menjadi layu dan mengering. Seringkali tanaman juga menjadi kerdil. maka keluarlah cairan (exudates) yang berwarna kuning-kecoklatan (cream). Menyerang tanaman-tanaman Anyelir dalam Rumah-Kaca. Seakan-akan bagaikan sebuah cincin yang melingkar di dalam jaringan umbi yang berwarna kuning kecoklatan. yang terutama disebabkan oleh E.

Pada . Kadang-kadang terjadi busuk-lunak berwarna coklat pada batang dari tanaman tomat dan kentang. Irisan melintan akan menunjukkan lingkaran hitam pada pembuluh. jaringan-jaringan pembuluh berwarna coklat dan tampak garis-garis coklat pada irisan batang membujur. Erwinia tracheiphi la : Layu bakteri pada golongan Cucurbitaceae. Menyebabkan layu serentak dan kematian pada batnag/cabang penjalar (Tidak terjadi pada semangka). Ralstonia solanacearum: Penyebab penyakit layu pada banyak jenis sayur-mayur dan tanaman hias. Penyakit pada jaringan pembuluh (melalui luka) yang disebarkan oleh bangsa kumbang dari golongan Cucurbit ini. juga umbi kentang menjadi busuk berwarna coklat melingkar. yang selanjutnya meningkat menjadi bercak-bercak meluas berwarna kuningcoklat pada seluruh jaringan kayu. Menyebabkan kerdil dan penguningan warna bagian atas tanaman . Bakteri memasuki jaringan tanaman melalui pori-pori air atau luka. Menyebabkan tanaman mati atau daundaunnya gugur Xanthomonas incanae : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Stock (Tanaman hias Matthiola). Mula-mula daun-daun menjadi hijau-keabu-abuan.membusuk. lalu menjadi kuning dan mati. Gejala utama : Kerdil atau layu serentak. maka akan tampak garis-garis coklat tingkat awal pada jaringan kayu. Terdapat garis-garis kuning pada jaringan pembuluh dari batang. Xanthomonas campestris : Busuk-hitam dari golongan Cruciferae. Corynebakterium insidiosum : Layu bakteri pada Alfalfa. jika kulit akar tunggang dikelupas. kemudian menyebar melalui jaringan pembuluh. Irisan melintang dari petiole (tangkai daun) menunjukkan jaringan Xylem yang seperti tersumbat serta berwarna hitam.

pada daun-daun terjadi baris-baris (streaks) berwarna hijau-pucat yang panjang. Terdapat lendir berwarna kuning pada jaringan pembuluh. hasil isolasi dari tanaman yang sakit 210 . Tanaman menjadi kerdil. Pseudomonas sp. Pada tanaman dewasa terjadi bercak-bercak hitam pada batang.tanaman muda/bibit menyebabkan layu serentak. 46. Fotomikroskopis bakteri penyebab penyakit layu Gambar 5. Padamedia agar. buku-buku menjadi coklat.45. boleh jadi terus mati. Gambar 5. Xanthomonas stewartii : Layu bakteri pada tanaman Jagung. seluruh jaringan pembuluh berubah warnanya.

Gejala utama : mengeluarkan lendir (slime flux) Seperti yang telah diuraikan di muka.Gambar 5. Menyerang pohon Elm. (4).47. sehingga terjadi penguraian yang menimbulkan bau tidak sedap dan merangsang. Penyebabnya adalah Erwinia nimipressuralis yang merupakan suatu jenis bakterium penghasil gas. maka kita dapat pula mengetahui cara untuk melakukan tindakan-tindakan kontrol yang cocok guna mengatasi penyakit-penyakit busuk basah lainnya. Gejala serangan bakteri layu pada batang tomat (irisan membujur) (3). Kemudian cairan itu menjadi mangsa bakteri pembusuk yang lain dan jenis-jenis cendawan ragi. sehingga zat perekat terebut mencair dan akibatnya jaringan lalu rusak menjadi semacam lendir. Gejala utama : busuk lunak/basah Gejala penyakit ini kiranya cukup dideskripsikan sebagai berikut : Type penyakit yang disebabkan oleh serangan bakteri pada zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. Berdasar type klasik bakterium Erwinia carotovora (penyebab busuk basah yang umum). bahwa organisme sekunder tersebut bukan penyebab penyakit. Erwinia nimipressuralis : Perlendiran Bakteri atau Kebasahan pada Kayu (Slime Flux or Wetwood). Bakteri menimbulkan tekanan (gas) pada cairan yang beredar dalam tanaman. poplar. bakteri juga ada yang menyebabkan penyakit yang mengeluarkan lendir terus menerus seperti yang terdapat pada pohon Elm dan pohon-pohon lain. oak. Jaringan kayu dan pohon-pohon itu menjadi berwarna gelap dengan sifat seperti bekas terendam air. maple. dan willow. Bau. Patut dicatat.busuk timbul pada lendir setelah diuraikan oleh micro-organisme sekunder. mulberry. dari luka-luka maupun celah-celah yang ada keluarlah cairan/lendir secara terputus-putus maupun terus-menerus. Jaringan kayu (heart-wood) yang terserang membentuk zat cair yang karena ada tekanan (gas) lalu keluar ke permukaan batang dan mengalir ke bagian bawah. .

Rhizome dari tanaman Iris. Erwinia carotovora : Busuk basah dari sayuran. sehingga menimbulkan busuk jaringan yang basah dan berlendir. E.Busuk basah terjadi terutama pada sayuran yang banyak mengandung air. carotovora. dan tanaman-tanaman lainnya. Infeksi melalui luka. Penyebabnya belum tentu E. di tempat penyimpanan. Cactus yang besar ukurannya. Enzymeenzyme yang dihasilkan oleh bakteri menghancurkan zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. Pengujian cepat : Pada medium Na-polypectate yang baru dituang ke dalam cawan Petri diberikan (inoculasi) organisme tersebut dengan menyapukannya. 211 . tetapi gejala menyeluruhnya (Syndrome) adalah asma. Carotovora akan merubah medium emnjadi cair dalam waktu 24 sampai 48 jam. Terjadi di lapangan. cepat menjalar dan menjadi busuk dengan abu tak sedap. transit pada sayuran maupun tanaman hias. misalnya tanaman hias-daun.

Sangat merugikan bila menyerang bukubuku batang bagian bawah sehingga menyebabkan busuk lunak/basah. karena penyakit sudah terlampau lanjut. Adalah tidak terlampau penting untuk mengidentifikasi sampai kepada species dari bakteri penyebab busuk lunak/basah agar anda dapat memberikan anjuran tindakan kontrol. berbentuk bulat atau oval.Necrosis of Giant Cactus).Erwinia aroideae : Busuk lunak dari Calia. Busuk lunak yang khas. dan pertumbuhannya menjadi tegak. lalu menjadi hitam pada permukaan jaringan cactus yang seperti semangka itu. juga umbi-umbi tanaman hias. tanaman hias. Batang di bawah permukaan tanah menjadi hitam dan membusuk. Menyebabkan busuk-lunakhitam pada pangkal batang dengan cairan bakteri yang meleleh keluar dari celahcelahnya. golongan Cucurbit. Bagian-bagian dengan kematian jaringan yagn luas menghasilkan cairan coklat-hitam. Erwinia atroseptica : Busuk-hitam pada Kentang (Potato Blackleg). umbi-umbinya ikut terinfeksi melalui jaringan penghubung dengan batang. batang tanaman menjadi patah/rebah dan mati. dan Cacti. Juga menyebabkan busuk basah pada banyak macam sayuran. Mulamula mendapat bercak-bercak kecil. Pada tahapan ini tanaman inang tak bisa diselamatkan lagi.atroseptica. Daun-daun tanaman di bagian bawah berwarna kuning. Kecuali dalam hal busuk-melingkar pada kentang di mana tindakan kontrol yang drastis diperlukan). Erwinia dissolvens : Busuk bakteri pada Batang Jagung. . Erwinia carnegiana : Necrosis-bakteri dari Cactus Besar (Bact. Erwinia phytophthora (atroseptica): Busuk-hitam dari Delphinium (Blackleg of Delphinium). Menurut Elliot : bakteri penyebabnya termasuk E.

kemudian menjadi coklat sampai hitam. Bercak-bercak berwarna hitam dan cekung pada buah Citrus. terutama Lemon. Pseudomonasi marginalis : Kurap pada gladiol (Gladiolus Scab). dan lain-lain. tanpa pembusukan. seperti terendam air. bergabung menjadi hitam. lapis. umbi. Kemudian bercak-bercak melebar. buah. Pseudomonas cattleyae : bercak-bercak coklat pada anggrek. Bercakbercak kecil berwarna coklat-mengkilap. seperti bekas terendam air. Gejala utama : busuk rot) keras (firm Seperti halnya pada penyakit bercakbercak daun yang kecil (spots) dan besar (blights). maka penyakit busuk-keras ini menyebabkan kerusakan jaringan yang terbatas. Kerusakan atau kematian jaringan itu terjadi pada daun-daun. Erwinia cypripedii: Busuk-coklat pada anggrek. umbi batang.(5). Mula-mula terdapat bercak-bercak kecil pada daun bagian bawah (dekat batang). dan menghasilkan busuk lunak maupun keras. batang/dahan. Pangkal tanaman mengkerut dan daun-daun gugur. kemudian menjadi coklat-tua dan cekung. dan pada tingkat lanjut mengering serta mengeras. berwarna hijau-gelap. Bercak-bercak berwarna kemerahmerahan dan berbentuk agak meruncing atau menonjol. Bercak-bercak berbentuk bulat. 212 . Pseudomonas syringae : Busuk hitam pada celah-celah tanaman citrus (Black Pits of Citrus-Citrus Blast). Bercak-bercak bersifat seperti bekas terendam air pada tingkat awal.

(6). Di negeri Amerika Serikat ini tidak akan dijumpai lagi. bersudut-sudut. Fire blight disebabkan oleh serangan bakterium Erwinia amylovora. Umbi-umbi Hyacinth yang terkena infeksi berat tidak akan menghasilkan bunga dan daun-daunnya mempunyai gejala baris-baris (streaks) kuning sampai coklat. Xanthomonas citri : Canker Pada Citrus (Citrus canker). Irisan melintang pada umbi akan menimbulkan lendir kuning. Menimbulkan bercakbercak sangat kecil. Menimbulkan bercak-bercak berwarna kecoklatan dan bergabus pada daun dan buah. dan ranting-ranting baru adalah pada musim bunga dan periode sesudahnya di .Pada umbi-lapis bercak-bercak pada tingkat awal bersifat seperti bekas terendam air dan berwarna kuning-pucat. Xanthomonas vesicatoria : Bercak-bercak bakteri pada Tomat dan Cabai. Penyakit yang serius ini telah dimusnahkan dari daerah Florida dan sepanjang Teluk Mexico. dan berbentuk meruncing ke atas pada daun. Seringkali bercak-bercak ini mempunyai lingkaran kuning di sekelilingnya (yellow halo) dan menyebabkan daun rontok. Bercak-bercak serupa bisa juga timbul pada buah. Gejala utama : hawar (blights) dan kanker Gejala-gejala dari penyakit FIRE BLIGHT pada tanaman Apel yang terkenal itu merupakan TYPE gejala umum golongan penyakit ini. cekung dengan pinggirannya agak terangkat. Terjadinya bercak-bercak berukuran besar pada bunga-bunga. tunas buah. Xanthomonas hyacinthi : Penyakit kuning pada hyacinth (Hyacinth Yellow). (Bakteril Spots of Tomato&PapperBakteril Pustuler). Selanjutnya bila umbi tersebut menjadi tua dan penyakitnya berkembang : bercak-bercak menjadi berwarna coklat tua.

tunas buah. Bercak213 . Pada pertengahan musim panas infeksi terhenti. pyracantha. dan tampak garis pembatas yang sangat jelas/tajam antara jaringan yang mati dan yang hidup. sel-selnya mati. maka gejala mengkerut dan matinya kulit tampak jelas sekali pada bagian-bagian dahan yang terserang. tetapi bisa juga menyerang jenis-jenis tanaman dari golongan famili Rosaceae termasuk stone fruits dan tanaman hias seperti loquat. dan Photinia. Bakteri dapat bertahan hidup di jaringan Cambium yang diserangnya itu selama musim dingin (over-winter). Jaringan yang terinfeksi menjadi mati dan warnanya berubah menjadi coklat-muda sampai tua tergantung jenis tanaman inang. Masuknya sang bakteri melalui ranting-ranting. Fire blight merupakan penyakit yang sangat dikenal menyerang tanaman Pear dan Apel. lalu disusul dengan mati dan mengkerutnya jaringan kulit yang seterusnya menyebabkan terjadinya celah-celah.mana terjadi pertumbuhan yang pesat di musim semi. lalu di musim semi berikutnya menghasilkan cairan/lendir yang selanjutnya menulari bagian-bagian pohon yagn lain seperti bunga. cotoneaster. Serangan Fire Blight sangat merusak bila telah mencapai daerah Cambium dari batang atau dahan pohon. atau tunas-tunas air yang kena infeksi. Cambium menjadi berwarna coklat muda. ranting. Jika kerusakan Cambium terjadi secara melingkar. Bagian tanaman yang terletak di atas lingkaran kematian itu lalu mati pula. dan sebagainya. Penularan terjadi melalui vektor serangga atau uap air.

Bercak-bercak menjadi coklat hitam dengan tepi kuning. Erwinia amylovora : Penyakit fire blight. dan cabang-cabang yang aktif. Xanthomonas junglandis : Bercak-bercak bear bakteri pada pohon Walnut. Bercak-bercak hitam dengan selselnya yang mati pada taji ranting (catkin). Bercak-bercak seperti bekas terendam air terdapat banyak sekali pada daun-daun. ranting. Pseudomonas mori : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Mulberry. buah-buah yang muda dan masak. Tanaman lain yang diserang : Black Walnut dan butternut. Dahan yang muda menjadi bergaris-garis hitam . Cambium menjadi hitam dan mati.bercak yang terjadi pada daun-daun. disusul jaringan kulit menjadi mati pula. Akibatnya bungabunga dan ranting-ranting menjadi mati (necrosis) dan berbercak-bercak dengan ukuran besar. Jika terkena butiran air maka lendir lalu menyebar dan membentuk lapisan bakteri yang sangat tipis. ranting-ranting. lalu menjadi terhenti pada musim panas . lalu bercak-bercak membesar dan menyebabkan daun menjadi salah bentuk. Menyerang bermacam-macam tanaman golongan pome dan stone fruits dan berbagai tanaman hias. Hampir serupa dengan Fire Blight dengan 2 perbedaan : (1) Infeksi terjadi selama musim dingin dan awal musim semi. atau buah dari tanaman tidak berkayu seringkali mengeluarkan tetesantetesan lendir (exudate).(2) Biasanya disertai dengan terjadinya gum yang mengalir keluar pada darah-darah yang kena canker. Penyaki canker yang bisa melewati musim dingin pada medium dahan-dahan yang besar itu di musim semi berikutnya mengeluarkan lendir yang kemudian ditularkan oleh serangga dan percikan-percikan air (uap air) ke bagian tanaman lain : bunga-bunga dan ranting-ranting baru. Pseudomonas syringae : Canker bakteri pada tone Fruits.

lalu menjadi hitam pada tingkat lanjut. bersudut-sudut. mengandung gum.dengan mengeluarkan lendir. lalu menjadi hitam dan mengeluarkan cairan (exudate). Akibatnya pohon menjadi kerdil. Bercak banteri pada tanaman yang tidak berkayu Pseudomonas syringae pv. Daun-daun lalu rontok. Polong yang kena infeksi berbercak-bercak seperti bekas terendam air. Xanthomonas pruni : Bercak-bercak bakteri dan canker pada Stone fruits. terdapat banyak sekali pada daundaun. (7). cekung. Penyakit ini merupakan penyakit yang umumnya terdapat pada keledai. menyebabkan daun-daun berlubang karena bercak-bercak itu menjadi lepas (shotholes). Pseudomonas syringae pv. Bercak-bercak kecil. Phaseolicola 214 . Bercak-bercak pada ranting berwarna gelap dan cekung ke dalam. dan translucent pada daun kedelai. Ada juga bercak-bercak pada batang dan petiole yang berwarna hitam. Seringkali terdapat lapisan bakteri tipis (exudate) pada permukaan bawah dari daun yang berwarna keputih-putihan. Bercak-bercak kecil berwarna kemerah-merahan lalu menjadi coklat. Glycinea Bercak-bercak bakteri dari Kedelai. dan mengeluarkan cairan (exudate) berwarna kuning. Mula-mula berwarna coklat-kemerahan. Kalau sudah begini maka biji-bijinya seringkali kena infeksi juga. Pada buah terjadi bercak-bercak yang bersifat kering.

Bercak-bercak pada batang/cabang membesar dan menghitam. kemudian menjadi berwarna gelap Pseudomonas pisi Bercak-bercak bakteri dari Kapri (bakteril Blight of Pea). Bercak-bercak pada polong merupakan noda seperti bekas terendam air. Bercakbercak pada buah mula-mula hijau dan seperti bekas terendam air. dan mengadung kerak dari lendir bakteri yang kering. Phaseoli Bercak-bercak bakteri biasa paca kacang buncis/polong. jika dilihat dengan latar belakang yang mempunyai pancaran cahaya akan tampak hijaumuda. dan berwarna hijau-muda. Bercakbercak pada batang/cabang menyebabkan mudah patah bila tertiup angin. Mula-mula bercak-bercak daun seperti bekas terendam air. Mula-mula bercak-bercak kecil pada daun. Kemudian menjadi besar dan mengering. hanya saja terdapat lingkaran (halo) lebar hijau atau hijau-kuning di sekitar bercak-bercak yang seperti bekas terendam air itu. Bercak-bercak pada polong berwarna kemerahan sampai coklat dengan lapisan tipis berwarna perak yang berasal dari lendir baceria. kemerah-merahan. bersifat seperti bekas terendam air. berwarna kuning-coklat dengan tepinya berwarna kuning. Xanthomonasi campestris pv. dan dibatasi oleh tulang-tulang daun kecil hingga tepinya seperti bersudut-sudut. Kalau sudah begini maka biji-bijnyapun kena infeksi : berbercak-bercak dengan warna kuning-coklat sampai kelabu. Xanthomonas malvacearum : Bercak-bercak daun bersudut-sudut pada kapas (Angular leaf spots of Cotton-Black arm). Bercak-bercak tersebar sepanjang tulang daun utama. hijau-tua. tetapi banyak jenis kacang polong (dry beans) resisten. Semua jenis kacang buncis peka (rentan) terhadap penyakit ini.Bercak-bercak dengan halo pada kacang buncis/polong (Halo blight of Bean). Bercak-bercak seperti penyakit bercak-bercak lainnya. lalu mengering. cekung. Mula-mula bercak-bercak daun berwarna hijau-tua dan seperti . bersudut-sudut. Kemudian bercak-bercak menjadi coklat dan kering. kemudian menjadi hijau-tua dan berwarna gelap.

Xanthomonas carotae Bercak-bercak bakteri pada Wortel.bekas terendam air. mula-mula translucent. Bunga-bunga yang dibiarkan untuk memproduksi biji bisa menjadi rusak/mati oleh serangan penyakit ini. dan tidak bersudut-sudut. Juga pada bunga-bunga dan polong-polong muda. lalu menjadi gelap warnanya. (8). 215 . Gejala utama : bercak-bercak daun Penyakit bercak-bercak daun yang disebabkan oleh bakteri juga mempunyai gejala-gejala karakteristik yang umum. Mula-mula translucent (agak tembus cahaya). Bila cuaca lembab. Bila kena tetesan air maka lendir menyebar menjadi suatu lapisan bakteri yang tipis. bentuknya bulat atau lonjong (oval). lalu membesar dan mengering serta menjadi coklat kemerahan. Acapkali bercak-bercak daun mempunyai tepi yang bersudut-sudut sebab dibatasi oleh tulang-tulang daun. (Bakteril Blight of Carrots). maka bercak-bercak itu akan mengeluarkan tetesan lendir bakteri yang bila mengering menjadi setitik kecil karak lendir. Bercak-bercak yang tak teratur bentuknya pada daun dan petiole. Pada cabang atau buah bercakbercaknya bisa berukuran kecil (spots) sampai besar (blights). Jika tulang daun kena infeksi pada usia muda biasanya tanaman lalu mati. kemudian bercak-bercak itu berubah menjadi berwarna gelap dan tidak tembus cahaya (opaque). Bercak-bercak serupa pada batang/cabang.

dan mengeluarkan cairan (exudate) yang seterusnya menjadi lapisan tipis bakteri keputih-putihan. Bercak-bercak kecil tak teratur pada daun. Terdapat menyerang pada tomat. Hampir serupa dengan di atas. berwarna seperti karat. Lachrymans Bercak. Bercak-bercak seringkali bergabung hingga menjadi lebih besar. Bercak-bercak pada tingkat lanjut berwarna kelabu. Tapi bercak-bercak biasanya berwarna lebih gelap/tua. mudah . Selain daun. mudah tersebar/ tercuci oleh butir air hujan. tak teratur. Bintik-bintik ini berukuran sangat kecil (1 sampai 2 mm). bersifat seperti bekas terendam air.Suatu variasi yang menarik dari golongan penyakit ini ialah adanya bintik-bintik bakteri (bakteril pustules) yang timbul di sisi bawah permukaan daun. Pseudomonas delphinii : Bercak-bercak hitam pada Delphinium (Delphinium Black Spot). Daundaun yang kena infeksi berat menguning dan gugur. kedelai. bintik-bintik juga terdapat pada buah. Garis-garis dan noda-noda merah pada daun-daun dan pelepah. Bercak-bercak daun bersudut-sudut. Xanthomonas holcicola : Penyakit bakteri bergaris-garis tak teratur pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Streak of Sorghum and Corn). tampak seolah-olah meruncing keluar dari permukaan bawah daun dan bergabus.bercak daun yang bersudut-sudut dari Cucurbit (Angular leaf-spots of Cucurbits). Pseudomonas andropogonis : Penyakit bakteri-bergaris pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Stripe of Sorghum and Corn). Pseudomonas ap i : Bercak-bercak bakteri pada Selderi (Bakteril Blights of Celery). cabai. dan lain-lain. Pseudomonas syringae pv. dapat menyebabkan daun rontok. Terdapat kerak merah bakteri. Bercak-bercak hitam-tak teratur pada seluruh bagian tanaman Delphinium.

Selain tembakau. bulat dan kecil-kecil. serta mempunyai lingkaran halo berwarna kuning. Xanthomonas axonopodis pv. Menyebabkan daun gugur secara prematur. Bila menyerang batang/dahan. berwarna coklat dengan tepi berwarna kuning-translucent. Begonia akan mati. kedelai dan kacang polong (cowpeas). Bercak-bercak kecil berwarna hijau-kekuningan dengan pusatnya yang coklat-kemerahan. penyakit ini menyerang anggota-anggota Solanaceae lainnya. dan kadang-kadang menimbulkan lubang karena bercak-bercak itu terlepas. Bercak-bercak seperti melepuh. Gejala berupa bercakbercak kecil berjumlah sangat banyak pada daun. Terutama menyerang daun. Pada permukaan bawah daun timbul bintikbintik (pustule). 216 . Pada buah bercak-bercak berwarna keputih-putihan. Xanthomonas begoniae : Bercak-bercak daun dan batang/dahan dari Begonia (bakteril leaf and stem blight of Begonia). Pada tingkat lanjut bercak-bercak menjadi tak tembus cahaya. dan dengan pancaran sinar tampak berwarna hijau-muda. dan terdapat pada daun. Pseudomonas tabaci : Penyakit Terbakar pada Tembakau (Tobacco Wildfire). Pseudomonas washingtoniae : Bercak-bercak daun dari Palem (Bakteril leaf-spot of Palm). Bercak-bercak daun berwarna kuning-coklat sampai coklat pada pusatnya.glycines: Pustul bakteri pada tanaman kedelai (bakteril pustules of Soybean).patah.

dan cabangnya kerdil. maupun akar. yaitu 1 sampai 2 mikron panjangnya. Diagnosis cukup dengan melihat gejalanya. S. maka sukar untuk melihat myceliumnya.(9). gula-bit. Bercak-bercak itu bisa dangkal atau dalam. yaitu kurap-berbubuk (powdery scab) yang disebabkan oleh Spongospora. tetapi dalam Manual Bergey digolongkan Bakteri dalam Ordo terpisah. dan tanaman ubi-ubian yang lain. Spora ini mempunyai ukuran seperti bakteri. scabies : Penyakit Kurap Yang Umum (Common Scab) pada kentang. sehingga sukar pula untuk mengisolasinya.stolon. Myceliumnya sangat halus (2/3 mikron) dan mempunyai benang-benang spiral yang membentuk segmen-segmen ke dalam sporanya yang berbentuk cylinder. pada umbi menimbulkan luka terbuka. Gejala utama : kurap atau luka terbuka (scab or pits) ordo Actinomycetales family Streptomycetaceae Streptomyces (Actinomyces) : Suatu genus yang mempunyai mycelium. pucat.5 cm pada ubinya. Tetapi janganlah anda terkacau dengan penyakit kurap yang lain. kadang-kadang dengan celah terbuka (luka yang dalam) sampai sepanjang 2. Akar-akar rabut berkurang jumlahnya dan mengalami salah bentuk. Akibatnya ubi-jalar menjadi berkurap. sudah tentu diperlukan istilah-istilah yang tepat dan singkat serta dimengerti oleh semua fihak. Menyebabkan timbulnya bercak-bercak bergabus pada ubi. Hal ini untuk menghindarkan . Dalam menyatakan gejala-gejala penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri. Dengan melihat gejalanya saja sudah cukup untuk memberikan diagnosis. Ipomoea : Menyebabkan Busuk dalam Tanah (Soil Rot or Pox) pada ubi-jalar. Daun-daun tanaman ubi-jalar yang terkena infeksi berukuran kecil. S. Bila dibuat seksi (irisan).

Jaringan yang terinfeksi mati dan warnanya menjadi coklat muda sampai tua tergantung pada tanaman inang. Pyracantha . dan tampak garis pembatas yang sangat jelas antara jaringan yang mati dengan yagn hidup. lalu seluruh bagian mengering dan mengeras. Seperti gejala serangan bakteri pada umumnya. Buah-buahan menjadi busuk dan keras. Cotoneaster . Ada pula serangan penyakit bakteri yang mengakibatkan mati-jaringan dengan bercak-bercak berukuran besarbesar (Bakteril Blighting) pada bunga. Dibawah ini akan dikemukakan beberapa istilah yang sering dipakai untuk gejala penyakit bakteri yang banyak dijumpai. lalu mengering dan mati. (10). umbi batang. Yang paling banayk dikenal adalah Fire Blight pada tanaman Apel. 217 . dan lain-lain sehingga menimbulkan gejala bercak-bercak (lesions). Penyakit ini menyebabkan kematian sebagian jaringan (necrosis) dari daun. yang bisa pula menyerang tanaman dari golongan Mawar termasuk golongan Stone Fruits dan tanaman hias seperti loquat . Serangan penyakit ini biasanya terhenti di pertengahan musim panas. umbi lapis. dan ranting-ranting muda yang biasanya terjadi pada musim bunga dan periode pertumbuhan yang cepat di musim semi.pertelaan gejala yang panjang-lebar serta untuk mencegah salah pengertian. dan Photinia . maka bercak-bercak pada tingkat awal menunjukkan sifat seperti bekas terendam air (watersoaked). Gejala penyakit bakteri berupa busuk-Keras (Firm Rot). dahan. tunas buah. buah.

Bakteri dapat bertahan hidup selama musim dingin di jaringan Cambium yang telah diserangnya (over-wintering). maka lendir akan menyebar-melebar rata. sebab perusakan jaringan dibatasi oleh tulang-tulang daun. Selanjutnya bagian atas pohon menyusul mati. Jika kelembaban udara tinggi. kering dan mati pula. biasanya berbentuk bulat atau lonjong. Kalau infeksi bertambah . dan lain-lain. kedelai. Bakterium masuk lewat ranting-ranting. Bagian yang Cambiumnya mati. sehingga setelah kering akan tampak sebagai lapisan yang sangat tipis berwarna keputih-putihan. tunas buah. maka akan tampak jelas lingkaran kulit pohon yang mengkerut dan mati. melalui serangga dan uap air. dan lain-lain. dan cairan ini lalu menulari bagian-bagian bunga. lalu menjadi berwarna lebih gelap serta tidak tembus cahaya (opaque). Bercak-bercak daun yang disebabkan bakteri (Bakteril Leaf spots) merupakan gejala yang khas mula-mula translucent (dapat melewatkan sebagian cahaya). dan tidak pernah bersudutsudut. kulitnya mengkerut. mula-mula translucent. Bila kematian jaringan Cambium terjadi secara melingkar (girdling). Bercak-bercak daun seringkali bersudutsudut. maka lendir tadi akan menjadi kering sehingga yang tertinggal adalah setitik kecil lendir kering. mengeluarkan cairan (exudates). Jika tak terganggu. Serangan bakteri pada cabang atau buah bisa mengakibatkan bercak-bercak kecil dan besar. Jika terkena air. cabai. si-bakterium akan mengeluarkan setetesduatetes lendir. menuju daerah Cambium dan menyebabkan kematian jaringan dengan warna coklat muda. Bintikbintik ini seperti bergabus dan bentuknya meruncing. dan tunas/cabang air. serta sering-sering menimbulkan celahcelah. Pada musim semi berikutnya bangkit kembali.Serangan Fire Blight dapat menjadi lebih parah bila mencapai tingkatan serangan bakterium pada daerah Cambium dari dahan dan batang. lalu berwarna gelap. Pustul bakteri (Bakteril Pustules) berupa bintik-bintik kecil ( 1 sampai 2 mm) yang menonjol pada bagian bawah daun dan pada buah-buahan seperti buah tomat.

maka daun menguning dan gugur sebelum waktunya. kemudian bisa menjalar ke seluruh akar 218 . Penyakit-penyakit nematoda Penyakit atau gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh parasit nematoda telah lama diketahui.48. Gejala umum yang dapat ditimbulkan adalah pertumbuhan yang terhambat dan hasil yang menurun. Besar dan luasnya kerugian yang diakibatkan oleh kira-kira 24 jenis (genra) parasit nematoda (tidak termasuk penyebab benjolan akar) baru disadari sejak tahun 1950. walaupun tanpa menimbulkan benjolan-benjolan (galls) dan tanpa gejala yang jelas bagian tanaman di atas tanah. Jenis-jenis nematoda lainnya juga menimbulkan kerugian dengan menjadi parasit pada tanaman. Gejala pustul bakteri pada daun kedelai. Bercak-bercak akar (root lesions). Gambar 5. mulamula sangat kecil.berat. terutama yang mengakibatkan terbentuknya benjolanbenjolan pada akar (root-knot nematodes). Di bawah ini dicantumkan gejala-gejala utama dari serangan parasit nematoda bukanpembentuk benjolan (non-gall formers). (c).

nematoda yang menyerang bagian tanaman di atas tanah menimbulkan salah bentuk pada daun-daun dan batang/cabang. Ujung akar terluka (Injured Root-tips). Percabangan akar berlebihan. menguning.51.50. Gambar 5. umbi (yang akan ditanam).Gejala puru akar yang disebabkan oleh nematoda Pemilik tanaman agar diberitahu dengan segera agar bisa melakukan tindakan-tindakan guna menghindarkan bahaya penyebaran infestasi. Hal ini disebabkan oleh besarnya kemungkinan penyebaran parasit nematoda melalui akar-akar tanaman. . Gambar 5. terjadi pembentukan akar lateral yang sangat banyak setelah nematoda melukai dan menyerang akar.Busuk akar. menyebabkan akar menjadi kerdil dan bengkak (seperti stubby roots ). kerdil. maupun tanahnya sendiri. layu secara abnormal. dan/atau menghasilkan panen yang rendah kwalitasnya (misalnya sayuran). Akibat-akibat lain yang umum terdapat : tanaman merana. Gejala serangan nematoda Bila terdapat infestasi. maka adalah sangat penting untuk melakukan diagnosis secara akurat. rhizome. Nematoda di dalamsel tanaman Gambar 5.49. Acapkali akibat-akibat ini sulit untuk dievaluasi dan dibedakan dari akibat-akibat yang ditimbulkan oleh faktor-faktor lain yang mungkin bisa juga menyebabkan pertumbuhan yang jelek. batang dan bunga. Beberapa jenis nematoda yang menyerang golongan tanaman butirbutiran (gandum misalnya) dan rumputrumputan menyebabkan terbentuknya benjolan (galls) dalam jaringan biji. Diagnosis penyakit nematoda Type dari benjolan akar (Types of rootknot galls) : Tergantung pada tanaman inang maka terdapat beberapa type benjolan akar yang akan . Kerusakan pada daun. disebabkan oleh organisme sekunder setelah terjadinya pelukaan oleh nematoda.

219 .dikemukakan di bawah ini (penggolongan secara artificial hanya untuk membantu mempermudah mengenali gejala).

serta disertai dengan benjolanbenjolan kecil lain yang berjumlah banyak. Anda bisa melihatnya (dengan merobek jaringan benjolan) dengan mata langsung. Type 4 : Benjolan pada ujung akarBeberapa tanaman tertentu misalnya Palem. bangsa labu-ketimun. membentuk benjolan hanya sebagai pembengkakan dari ujung akarakar . Benjolan-benjolan akar ini dapat terkacau dengan gejala penyakit Crown Gall (bakteri). Type 3 : Benjolan-benjolan sangat kecil. Type 2 : Benjolan yang keras. kacang buncis. Dalam jaringan benjolan terdapat nematodabetina yang berukuran kecil dan tampak seperti mutiara. Benjolan-benjolan akar bersifat sukulen dan akan cepat membusuk. peach .Type 1 : Berukuran besar (relatif). dan beberapa tanaman hias (misalnya pepper tree ) membentuk benjolanbenjolan yang besar dan bentuknya bermacam-macam. dan dahlia seringkali membentuk benjolan yang kurang-lebih bulat (spherical) dan bisa mencapai diameter 1. berwarna gelap. atau dengan lensa-tangan akan terlihat lebih jelas. dan pada beberapa tanaman inang berukuran besar Tanaman-tanaman yang sangat peka misalnya pohon fig . berkayu. berbentuk bulat Tanaman sukulen yang tumbuhnya cepat seperti tomat. Jika benjolan-benjolan sebesar ini banyak terdapat pada akar tunggang (utama). Type benjolan ini adalah yang paling umum terdapat. bedanya ialah : benjolan-benjolan ini terdapat sepanjang akar dan tidak berbentuk bulan. berbentuk seperti kelas penggulung benang (Very small spindle-shaped galls) Terdapat pada beberapa jenis tanaman seperti arbel dan ash (dan beberapa jenis tanaman lain yang agak peka sifatnya). benjolan-benjolan ini sering diabaikan karena tidak mudah terlihat Nematoda-nematoda betina kadangkadang berada di luar akar tanpa pembentukan benjolan ).2 cm atau lebih. pare. serta benjolan-benjolan kecil lainnya terdapat pada akar lateral. maka akar tunggang itu akan tampak membengkak besar sekali dan salah bentuknya.

Benjolan-benjolan ini mempunyai celahcelah di mana terdapat nematodanya. Meskipun tanaman terserang dengan tidak terlampau berat. tetapi tanpa benjolan-benjolan berkulit tebal (waret) itu. Benjolanbenjolan ini cepat membusuk dan biasanya tidak akan ikut terambil bila dilakukan pengambilan contoh (samples) untuk pemeriksaan. Ujung akar yang membusuk itu selanjutnya akan memperlihatkan benang-benang halus yang putih warnanya (ikatan pembuluh primer). atau dewasa) yang bisa terlihat dengan bantuan lensa220 . Type 5 : Bercak-bercak kecil. larva. namun benjolan-benjolan bisa berjumlah banyak. menonjol. Kriteria khusus yang digunakan untuk melakukan diagnosis pemeriksaan (distinguishing features) : Harus dicari : Benjolan-benjolan kecil berbentuk kelos yang berjumlah banyak sampai pada benjolan yang lebh besar dengan bentuk bulat pada akar-akar dari segala macam ukuran. maka biasanya terdapat celah-celah kecil berwarna coklat dimana berada sang nematoda (telur. Juga rhizome (akar-tinggal) dari tanaman Iris mempunyai celah-celah serupa.rambut yang masih lunak. Jika anda membuat seksi (irisan) pada benjolan dengan pisau silet yang tajam. dan kulitnya tebal (warty) : Tanaman kentang membentuk benjolan-benjolan kecil dan berkulit tebal pada umbinya.

tanaman-tanaman muda yang kena serangan Nematoda seringkali lalu menjadi kerdil dan tidak produktif. Tanaman muda di pembibitan banyak mengalami kematian karena infeksi Rhixoctonia dan lain-lain. Gejala lainnya :Tanaman semusim yang sukulen dan peka (sayuran dan bunga-bungaan) seringkali bila diserang Nematoda menunjukkan gejala daun-daun terbakar dan bisa mati di tengah-tengah musim.tangan. Adanya Nematoda puru-akar (root-knot nematodes) dapat ditetapkan dengan memeriksa irisan akar rambut yang mengandung telur Nematoda di bawah mikroskop compound. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus Penyakit-penyakit tanaman yang disebabkan oleh serangan virus telah dipelajari secara ekstensif selama 20 tahun terakhir ini. ada pula yang menimbulkan gejala-gejala pada . Kalau tanaman berkayu tampak merana. Hal ini lebih mudah dilakukan daripada memeriksa larvae atau Nematoda dewasa yang bisa menimbulkan kekeliruan dengan Nema dari species lain. (d). Adalah lebih baik bila diperiksa dengan mikroskop (stereo)binocular atau dengan mikroskop compound berperbesaran rendah. Beberapa jenis virus mampu menyerang banyak macam tanaman inang. Telur-telur itu sangat kecil ukurannya serta berbentuk seperti cylinder dan transparant. namun untuk memastikan adanya serangan Nematoda kita harus memeriksa akar tanaman. oleh karena Virus telah menimbulkan kerugian ekonomis yang besar terhadap hasil-hasil pertanian. harap diperiksa akar-akarnya. Tanda-tanda serangan nematoda di lapangan : Walaupun ada beberapa macam gejala pada bagian tanaman yang terdapat di atas tanah yang agak jelas. Gejala layu di sore hari dalam keadaan kadar air tanah yang cukup adalah gejala pertama. Gejala penyakit virus juga bervariasi : ada virus yang latent tanpa gejala. sedangkan ada pula yang mempunyai hanya satu tanaman inang spesifik. Selain itu. setelah Nematoda melukai jaringan akar. Crown Gall tidak mempunyai celah-celah seperti ini.

Sebagian besar penyakit virus bersifat systemic. dan sejenis Lalat putih (Whiteflies). atau oleh adanya kontak/sentuhan dari tanaman yang sakit kepada yang sehat. sedangkan bagian-bagian yang tua. atau oleh pembuatn okulasi atau penyambungan (enten). Struktur virus Gejala penyakit virus tampak paling menyolok dan nyata pada bagian pertumbuhan baru dari tanaman. oleh karenanya virus-virus terdapat pada seluruh bagian tanaman dan ini dapat dinyatakan dari cairan-tanaman (sap) yang berasal dari bagian manapun. bahkan menimbulkan kematian.tanaman inang : dari yang tidak begitu berat sampai yang sangat berat. Beberapa jenis penyakit virus bisa pula ditularkan oleh serangga golongan Thrips. Tungau. 221 . misalnya daun-daun bawah tampak sehat-sehat saja. Gambar 5. Pada umumnya penyakit-penyakit virus disebarkan/ditularkan oleh serangga golongan Aphid dan Belalang-daun (Leafhoppers).52.

Kadang-kadang untuk melakukan hal ini haruslah dibantu dengan suatu pengujian penularan yang sederhana (Transmission test). Serangan penyakit yang telah mencapai tingkat lanjut dapat dengan mudah dinyatakan sebagai serangan Virus. Selanjutnya bibit-bibit tanaman dijaga agar tetap bebas dari virus dengan cara seleksi. Seperti yang telah dikemukakan. maka jawabannya selalu sama : Tanaman yang telah kena infeksi Virus tidak dapat dipulihkan/disembuhkan lagi oleh sipemilik tanaman. jika ditinjau dari segi anjuran yang merupakan proSedure bagi pemilik tanaman penanam). gejalagejala penyakit virus sangat bervariasi dan biasanya terdapat tiga sampai enam macam gejala yang berassosiasi dengan tiap-tiap penyakit. Di tempat-tempat dengan areal pertanaman yang luas cara ini seringkali tidak praktis dan pengobatan yang effektif belum ada.Nama-nama virus yang akan dicantumkan di bawah ini adalah nama-nama umum. oleh karena nama dengan system binomial jauh lebih ruwet dan belum seragam serta belum diterima oleh semua ahli virus. dan malahan lebih baik dimusnahkan guna mencegah penularan lebih lanjut kepada tanaman yang masih sehat . Beberapa varitas tanaman telah dimulyakan sehingga resisten/toleran inilah yang di kelak kemudan hari akan merupakan carautama guna mengontrol penyakitpenyakit virus. Diagnosis penyakit-penyakit virus Partikel-partikel virus berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Untuk membuktikan adanya virus di dalam tanaman haruslah dideteksi dengan gejala-gejala pada tanaman yang ditimbulkan. Ahli-ahli Penyakit Tanaman yang telah dilatih dengan Teknik-Virus dapat menyelamatkan virus yang ada di dalam bibit-bibit tanaman dengan perlakuan pemanasan atau kultur jaringan. Oleh karena itu pengamatan jasad virus tidak merupakan suatu cara diagnosis yang praktis untuk pekerjaan identifikasi yang rutin. Deskripsi gejala penyakit virus . Meskipun demikian.

Pusat dari kedua macam bercak-bercak menjadi necrosis pada tahap lanjut. 222 . maka terlebih dulu terjadi perubahan warna tulang-tulang daun atau di daerah di dekatnya menjadi lebih terang :kuning-pucat.Gejala mosaic : (1). 1. (4). (2). Jala-Kuning (Yellow-net) : Tampak seperti jala berwarna kuning pada daun yang sesungguhnya adalah seluruh tulang daun telah menguning. Tulang daun menjadi (Vein banding) baris-baris Tulang-tulang daun dan daerah sekitarnya menjadi baris-baris chlorosis. Ini adalah tahap lanjut dari gejala No. (3). Bercak-bercak Bulat (Ring spots) Terdapat bercak-bercak bulat Chlorosis (sel-selnya Chlorosis) dan bercak-bercak bulat necrosis (sel-selnya necrosis/mati secara berselang-seling dengan sel-sel hijau-normal). Kedua macam gejala di atas bisa merupakan gejala transisi ke arah mosaic yang lebih luas atau bisa juga tetap seperti itu sebagai gejala utamanya). Tulang-tulang daun menguning-pucat (vein clearing) Sebelum tampak gejala mosaic atau perubahan warna secara tak teratur dan meluas. Atau terjadi Chlorosis. atau Chlorosis/necrosis terjadi pada jaringan parenchyma di antara tulangtulang daun sehingga tulang-tulang daun menjadi baris-baris hijau.

dan gejala meranting (Spnidly twigs) pada penyakit Yellows dari pohon Peach. Mosaic Variasi dalam warna daun dengan pola beraneka. dan lain-lain. Mottle Beberapa pola tertentu dari variasi warna Gejala nekrosis: (1). Kerdil pada Alfalfa. (4). (2). Pengerdilan pada Pertumbuhan Baru (Stunting of Current Growth): Gejala Rosettes pada penyakit Mosaic dari tanaman Peach. termasuk akar-akar.(5). Kerdil dan Mati dari Tanaman Berkayu (Stunting and Death of Woody Palnts): Tristeza dari Citrus. Gejala dari penyakit Phloem Necrosis dari pohon Elm. . Necrosis Pucuk (Top Necrosis) Terjadi kematian pucuk (terminal) ranting/cabang dan daun-daun. (1). Daun Gugur Prematur (Premature Leaf Shedding) : Gejala penyakit Mosaic pada Kobis. Garis-garis tak teratur (Streaks) Terjadi necrosis yang berupa bercakbercak memanjang seperti garis-garis tak teratur (terputus-putus) pada batang. (3). Mosaic pada Peach. (3). Gejala penyakit Kerdil pada Dahlia. (2). Necrosis pada Phloem Kematian jaringan Phloem yagn tampak pada irisan melintang batang/cabang. Kerdil Seluruh bagian tanaman menjadi kerdil. (4). Gejala dari penyakit Layu berbercak-bercak (Spotted Wilt) dari tanaman tomat. penyakit Pucuk-Keriting (Curly Top)d ari gula-bit. Necrosis Lokal Bercak-bercak kecil-bulat yang berupa jaringan mati pada daun. Gejala kerdil dan mati. (6).

dan Tulip. Mosaic pada Fig. Stock. (5). Petunia. (4). umbi berlekuk-lekuk (spindle-tuber) pada kentang. Kuncup-kuncup tumbuh berlebihan (Proliferation of buds): Gejala penyakit Aster Yelows . (6). Sapu setan (Witches broom) pada kentang. Daun menggulung ke atas Penyakit Pucuk. Warna Terputus dari Petal (Color Break in Petals) Gejala perubahan warna dari mahkotabunga (petals) pada tanaman Kapri.Salah bentuk (malformations): Daun bertekstur kasar (Rough-textured Leaves): Gejala penyakit Mosaic Rugose pada Kentang. (2). Daun-daun menggulung ke bawah Penyakit Pucuk Keriting ari Buncis Gejala pertumbuhan berlebihan (overgrowth). Enations: Tumbuh tonjolan-tonjolan lunak di atas permukaan daun atau batang. Gejala Pucuk-Keriting (Curly Top). (2).Keriting (Curly Top) dari tanaman Gula-bit dan Tomat. (3). Endapan Gum dalam jaringan Xylem dari kayu (Gum depostis inXylem of wood) Gejala penyakit Kulit Bersisik (Scaly Bark) dari Citrus. (1). Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar sekunder (Proliferation of secondary roots): Gejala 223 . Pertumbuhan Terhambat Gejala dengan ujung-ujung/pucuk-pucuk meruncing pada tanaman ketimun. Reduksi pada lamina-daun (Leaf blades reduced) Gejala penyakit Daun Paku-pakuan (Fern leaf) dari tomat. (3). (1).

satu species Virus Aster yellows (Aster Yellows virus)-vector belalang daun(leafhopper). Gejala serangan virus pada daun tembakan Gambar 5. Virus layu-berbercakbercak (Spotted wilt virus)-vector thrips. salah satu vektor virus tanaman. Virus mosaic tebu (Sugarcane mosaic virus)-vector tak diketahui.): Gejala Aster Yellows .penyakit Pucuk-keriting (Curly Top). . Virus mosaic buncis (Bean mosaic virus)-vector aphids (11 species) Gambar 5.54. dan juga gejala penyakit Aster Yellows Gejala penguningan (yellows symptoms). Virus mosaic ketimun (Cucumber mosaic virus) vector aphids. Virus Tristeza dari Citrus-vector aphids. etc. Virus mosaic Peach (Peach Mosaic virus)-vector tungau eriophid. (1).53. Virus busuk-melingkar hitam dari Kobis (Cabbage black ring-rot virus)vector aphids.disease -vector belalang daun (leafhopper). Virus mosaic alfalfa (Alfalfa mosaic virus)vector aphids Gambar 5.55. (2). Mahkota bunga menguning atau menghijau (Greening or Yellowning of Petals): Gejala penyakit Aster Yellows pada tanaman Aster dan Delphinium Virus-Virus Penting yang Menyerang Tanaman Virus mosaic tembakau (Tobacco mosaic virus). Virus yang menyerang inang dalamsatu famili. .vector aphids. Virus Western X. Chlorosis yang menyeluruh dan permanen pada daun-daun dan lain-lain (Permanent uniform Chlorosis of leaves. Virus Pucuk-keriting (Curly-top virus)-vector eblalang-daun (leafhoppers). Kutu daun.

Virus yang menyerang inang dalam satu genus Virus nekrosis Phloem dari Elm (Phloem necrosis virus of Elm)-vector kumbang224 .Gejala serangan virus pada polong kacang buncis .

Di Dalam beberapa jenis mycoplasma ditularkan oleh belalangdaun (leafhoppers). Virus gabus bagian-dalam (internal cork virus) dari tanaman ubi jalarvector aphids. Penyakit-penyakit yellows (mycoplasma): .dengan mikroskop elektron.kulit-pohon. bahwa sejumlah penyakit yellow diseases yang dulunya dikira disebabkan oleh serangan virus. 5). Dari segi diagnosis.57. mereka akan tampak sebagai benang-benang yang bercabangcabang dan memanjang yang kemudian akan terputus-putus menjadi sel-sel yang berbentuk bulat. Penyakit bunchy Top yang disebabkan oleh virus pada tanaman pisang. Jenis-jenis mycoplasma yang telah dinyatakan berada dalam tanaman dan mengakibatkan penyakit tidak banyak jumlahnya. Penyakit-penyakit mycoplasma Belum lama berselang (1967) telah didemonstasikan. Gejala serangan virus pada tanaman bawang Gambar 5. Organismeorganisme ini disebut mycoplasma (berarti : bentuk cendawan ). tetapi dapat dihambat perkembangannya secara partial (partially inhibited) oleh senyawa-senyawa Tetracycline (Aeromycin et al). Penyebabnya adalah suatu golongan organisme yang sangat kecil dengan ukuran terletak di antara virus dan bakteri. bahwa jenis-jenis yang dikenal akan bertambah dalam waktu singkat. mereka akan diperlakukan seperti penyakit-penyakit dimana identifikasi dilakukan berdasar gejala-gejala yang ditimbulkannya pada tanaman. Virus Sour Cherry Yellows -vector tak diketahui. Gambar 5.56. tidak mempunyai dinding sel yang kaku. Virus Peach Yellow - vector aphids. Mycoplasma resisten terhadap Penicillin. Akan tetapi dapat dipastikan. ternyata tidak demikian. dan oleh karenanya dapat berubah bentuknya sesuai dengan sifat membran selnya yang lentur tapi mudah rusak/luka iut.

Kerdil pada Mulberry (Mulberry dwarf): Pada Mulberry. dan cabai Kerdil Clover (Clover dwarf) : Pada Clover. Gejala-gejala : Penyakit Aster Yellows menyerang lebih dari 150 genera 225 . Stolbur. dan lainlain. Kerdil-kuning pada padi (Rice Yellow-dwarf). Kemunduran pada Pertanaman Pech (Peach decline). Parastolbur : Pada tanaman Periwinkle. tomat. kentang. Penyakit-X pada Peach (Peach X-disease). Chrysanthemum. Kerdil-jagung (Corn stunt) : Jagung. Petunia.American Aster Yellows : Pada tanaman Aster.

58. rumput bermuda. Gulma Tumbuhan Gulma adalah tumbuhan yang hidup pada tanaman budidaya sehingga akan menjadi pesaing bagi tanaman. Akan tetapi kerugian ekonomis diderita terutama oleh golongan tanaman hias dari family Compositae seperti Aster. Gejala-gejalanya mencakup terjadinya penguningan (warna kuning yang bersifat umum) dan effek ini seringkali terjadi secara unilateral . Gulma juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit bagi tanaman. dan alang-alang.) dan rerumputan seperti rumput kremah. Gulma semusim (berdaun lebar) yang sering dijumpai di semua lokasi misalnya babadotan (Ageratum conyzoides). c. Jenis gulma yang tumbuh sangat bervariasi. selderi dan parsley. dorongan tumbuh pada kuncup-kuncup yang dormant. termasuk banyak jenis gulma. dan bungabunganya secara keseluruhan akan mengalami salah-bentuk atau steril. golongan tanaman sayuran dari family Umberlliferae seperti wortel. dan sapu setan . tergantung pada tempat tumbuh. gulma teki dan gulma rumput. Gambar 5. air dan udara dan tempat tumbuh. cara pengolahan tanah dan lokasi penanaman. tekitekian (Cyperus sp.tanaman. Persaingan antara gulma dengan tanaman utamanya adalah bersaing dalam penggunaan unsur hara. Gejala Pucuk-Ungu (Purple Top) adalah serangan penyakit Aster Yellows pada tanaman kentang di mana terjadi pula gejala timbulnya umbi-umbi pada bukubuku cabang/batang. Di samping itu mungkin terdapat pula gejalagejala : Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar kecil. Gulma tanaman daun lebar . bayam duri (Arnaranthus spinosus). walaupun tidak gampang. Bagian-bagian berubah bentuk dan warnanya seperti daun. Beberapa gulma yang sering mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya adakah: gulma berdaun lebar. Penyakit Aster Yellows biasanya dapat didiagnosis berdasar gejala-gejala pada tanaman inang.

Gambar 5.59. Gulma di lahan sawah.Gambar 5. Struktur gulma Cyperus iria 226 .60.

. penggunaan varitas tahan atau resisten. Dengan terputus dan bergantinya tanaman yang dibudidayakan maka kesempatan hama untuk mendapatkan makanan yang paling disenangi akan terputus. sehingga hama akan kekurangan makanan sekali gus akan berpengaruh terhadap penurunan populasi hama. . Sifat-sifat kimia/ fisik serta morfologi tanman yang tahan tidak disukai oleh hama. tehnik budidaya. Sehingga perkembangan dan pertumbuhan populasi hama akan turun sampai batas yang tidak membahayakan tanaman budidaya. dan PB30. pengendalian hama secara terpadu. . Pengendlian secara tehnis budidaya bertujuan untuk memutuskn dan memperpendek masa tersedianya makanan bagi hama. . penggunaan insek-tisida. Kebanyakan hama sangat tergantung pada jenis makanan tertentu. secara biologi. seperti PB26. rotasi tanaman dan pergiliran tanaman yang merupakan salah satu cara memberantas hama dengan tehnik budidaya.d. midalnya penanaman padi tahan weereng. Pengendalian hama dengan varietas tahan merupakan upaya pemberantasan hama yang paling mudah. Pengendalian secara sanitasi adalah menghilangkan inang alternatif barupatumbuhan yang tidak dibudidayakan yang biasanya digunakan untuk tempat hidup alternatif bagi hama . sanitasi. PB28. . Teknik pengendalian opt Pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara: . Pengendalian secara tehnik budidaya adalah mengatur masa tanam.

Pada umumnya pengendalian hama secara sanitasi dilakukan dengan membersihkan tumbuhan liar yang mungkin menjadi tempat hidup dan bertelur ataupun tempat makan hama yang sangat diperlukan untuk kehidupannya. tehnik budidaya dan sanitasi tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama. Hal ini terkait dengn 227 . Pengendalian hama dengan menggunakan pestisida selalu dilakukan pada saat populasi hama telah melampaui bata ambang ekonomi (tingkat membahayakan). Penyemprotan pestisida hendaknya dilakukan secara berulang-ulang dengan konsentrasi yang rendah dan sesuai dengan dosis rekomendasi. Penyemprotan pestisida dapat diulamngi apabila penyemprotan yang pertama tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama dan ssangat memungkinkan apabila diperlukan konsentrasi pestisida dapat ditingkatkan. Memusnahkan sisa tanaman yang berada di lahan pertanian juga termasuk dalam usaha sanitasi untuk memberantas hama karena sisa tanaman budidaya akan memungkinkan hama dapat bertahan hidup sampai masa tanam berikutnya. Kegiatan sanitasi dilakukan dalam upaya untuk mengurangi populasi serangga.tanaman. Pemilihan pestisida yang efektif amat mutlak diperlukan. Pestisida digunakan apabila tehnik pengen-dalian dengan varietas resisten. Penggunaan pestisida dapat dianjurkan pada kondisi seperti tersebut di atas. misalanya stadiaum nimfa atau imago. Penyemprotan pestisida sebaiknya ditujukan pada stadium hama yang paling lemah.

Hama Flutella pada kubis diparasit oleh Angitaria. Penerapan cara pemberantasan biologi harus mengusahakan pendistribusian parasit seefisien mungkin agar tercipta kesinambungan biologi antara parasit de ngan hama.bahaya residu pestisida terhadap tanaman manusia. Apabila parasit yang ditetapkan bekerja secara efisien. tetapi bukan untuk memusnahkan seluruh hama yang menjadii OPT. Akibat negatif dari pestisida adalah resurgensi hama dan letusan hama kedua yang lebih dahsyat dibanding dengan serangan hama yang pertama. Pengendalian hama secara biologi diarahkan supaya hama secara alami dapat berkompetisi dengan organisme se-kitar lingkungannya. maka dapat bertahan lebih lama. Akibat pengunaan pestisida yang kurang tepat menimbulkan ketahanan serangga terhadap pestisida. Cara pengendalian hama secara biologi adalah dengan memanfaatkan musuh alami dari hama yang menyerang tanaman budidaya. Untuk mengintroduksi predator atau parasit membutuhkan modal yang besar. dan lingku-ngan. misalnya parasit wereng adalah tabuhan dari famili Tricogamatidae yang merupakan parasit telur dan predatornya adlah kumbang Coxinella arcuata. P engendalian hama terpad (integrated pest control) adalah perpaduan beberpa metode dan tehnik pengendalian hama . Keseimbangan yang diharapkan adalah kemungkinan bahwa parasit dapat mengurangi populasi serangga sampai tidak membahayakan. Pada kondisi ini diduga musuh alami banyak terbunuh pada saat melakukan aplikasi penyemprotan pestisida yang pertama. Dan cara biologi ini tidak mencemarkan lingkungan seperti ada aplikasi pestisida. Musuh alami hama dapat berupa predator dan parasit.

dalam suatu program untuk mengelola populais hama sehingga kerusakan tanaman yang disebabkan oleh OPT tidak termasuk ke dalam kerusakan ekonomis. tetapi memadukan semua tehnik pe ngendalian dalam satu kesatuan s istem pengelolaan. tetapi hanya mengenalikan populasi hama agar tetap berada di bawah suatu tingkatan atau aras yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomis. Sedangkan pengendalian hama terpadu merupakan kegiatan pengendalian secara multilateral. Pengendalian hama mengakui adanya jenjang toleransi manusia terhadap populasi hama atau terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh hama. Ciri-ciri pengendalian hama terpadu adalah sebagai berikut: tuj uan utama bukanlah memusnahkan hama. tetapi berupa pembatasan populasi hama. atau penanaman varietas tahan hama. Pandangan yang menyatakan dan harus dilakukan pemberantasan tidak sesuai dengan k aidah pengendalian hama terpadu. Dalam kondis tertentu ada kemungkinan bahwa adanya individu serangga atau bina-tang malahan lebih berguna bagi manusia di masa yang akan datang. Pengendalian hama yang hanya bertumpu hanya pada satu tehnik pengendalian sering disebut dengan pengendalian seca unilateral. mebasmi ataupun memberantas. Strategi pemberantasan hama terpadu bukanlah eradikasi hama. D alam melaksanakan pengendalian hama digunakan semua metode atau tehnik pengendalian yang sudah umum di lakukan. Pengendalian hama terpadu tidak tergantung pada suatu cara pengenalian tertentu seperti pengunaan pestisida. 228 .

marga satwa. Mengembangkan . Menetapkan dan mengembangkan ekonomi ambang . dan lingkungannya. manusia. yang berarti bahwa pelaksanaan pengendalian hama terpadu harus dapat didukung oleh kelayanan sosial ekonomi masyarakat setempat. Mempelajari saling ketergantungan dalam ekosistem . Sehingga produktivitas pertanian dapat diusahakan pada tingkat yang tinggi. Pengendalian hama terpadu tidak hanya memperhatikan sasaran jangka pendek tetapi merupakan pencapaian untuk sasaran jangkan panjang. Mengembangkan sistempengamatan toring hama dan meoni. yaitu kendala sosial dan ekonomi. maka perlu diperhatikan bebe-rapa kendalanya. serta kelestarian produksi dan pengelolaan lingkungan. Identifikasi dan analisis status hama yang harus dikelola . Langkah-langkah pokok yang harus dilalui dalam pengendalian hama terpadu: . yaitu mempertahankan populasi hama di bawah kerusakan ekonomi.Dalam mencapai sasaran pengendalian hama terpadu. Kendala ekologi yang berarti bahwa dalam penerapan pengendalian hama terpadu harus secara biologis dapat dipertanggung-jawabkan dan tidak menimbulkan kegoncangan atau kerusakan linkungan yang akan merugikan binatang berguna.

model deskripsi dan peramalan hama . Beberapa cara mengendalikan organisme pangganggu secara mekanis adalah sebagai berikut : Pengendalian dengan tangan. Melakukan penyuluhan kepada para petani agar menerima dan menerapkan pengendalian hama terpadu . Pemasangan perangkap. dan selektivitas melalui perbaikan tehnik aplikasi dan pengetahuan terhadap sifat dan perilaku hama. Mengembangkan strategi pengelolaan hama . yaitu dengan pengambilan organisme pengganggu secara langsung dengan menggunakan tangan. Cara pengendalian ini cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh semua orang. 2) Pengendalian organisme pengganggu secara mekanis Pengendalian secara mekanis dimaksudkan untuk mengurangi populasi (jumlah) organisme pengganggu dengan bantuan tangan atau alat tertentu. pengelolaan lingkungan dengan cara bercocok tanam menggunakan pestisida secara selektif termasuk pestisida fisiologis. Keberhasilan pengendalian secara mekanis dapat dicapai jika dilakukan secara terus menerus. ekologis. Mengembangkan orgnisasi pengendalian hama terpadu Beberapa taktik dasar pengendalian hama terpadu antar lain pemanfaatan pengendali hayati yang asli dari tempat tersebut. 1) Pengendalian organisme penganggu dengan pola bercocok tanam Pada dasarnya pengendalian organisme pengganggu secara kultur tehnis adalah mengelola lingkungan tempat budi daya tanaman agar kondisinya tidak mendukung perkembangan dan pertumbuhan organisme pengganggu. pada prinsipnya .

di tengah kebun sangat efektif untuk hama dari ordo Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat). Pemasangan lampu (sumber cahaya) pada malam hari.hanya menyediakan sesuatu (alat dan bahan) yang menyebabkan organisme pengganggu tertarik sehingga menghampiri perangkap. 229 .

murah dan ramah lingkungan. 6) Pengendalian organisme secara kimiawi Pengendalian organisme peng-gangu secara kimiawi adalah penggunaan zatzat kimia untuk mematikan organisme . pembakaran.3) Pengendalian organisme pengganggu secara fisik Pengendalian secara fisik merupakan pengendalian yang menggunakan faktorfaktor fisik atau mengubah lingkungan fisik agar organisme pengganggu menjadi mati atau berkurang jumlahnya. penghalang dan lain-lain. 4) Pengendalian organisme secara hayati Pengendalian hayati adalah pemanfaatan dan penggunaan musuh alami untuk menumnkan/mematikan populasi organisme pengganggu tanaman. 5) Pengendalian organisme pengganggu dengan varitas/klon tanaman tahan hama/ penyakit Pengendalian organisme peng-ganggu dengan varitas atau klon tanaman yang tahan terhadap organisme tersebut bertujuan untuk meminimumkan (menurunkan) serangan organisme penggganggu karena adanya daya tahan yang tinggi dari varitas atau klon tanaman yang diusahakan. Dengan cara ini petani tidak perlu belajar secara khusus. dan petani dapat secara langsung menggunakannya seperti halnya membudidayakan tanaman pada umumnya. pembasahan. Akan tetapi organisme musuh alami tersebut tidak merugikan tanaman yang diusahakan. Kematian organisme pengganggu dapat disebabkan oleh pemanasan. pengeringan. Pengendalian hayati dengan musuh alami yaitu menggunakan organisme an dapat menyerang hama atau patogen (bibit penyakit) atau gulma. Contohnya adalah tanaman tomat Ratna dan cabe keriting yang tahan terhadap penyakit layu. Pengendalian dengan cara ini merupakan cara yang paling mudah. hanya benih/bibit yang ditanam diambil dari kelompok varitas/ klon yang tahan terhadap suatu organisme pengganggu.

Contoh penamaan pestisida dalam kegiatan sehari-hari adalah nama dagang. racun sistemik dan fumigan. rodentisida. akarisida dan herbisida. nematisida. Pestisida dapat dikelompokkan menjadi insetisida. bakterisida. Racun kontak adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama apabila bahan kimia tersebut bersentuhan atau 230 . Fungisida dalah bahan kimia yang dapat membunuh jamur (fungi). fungisida. racun kontak. Ada tiga cara penamaan pestisida. Nematisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh nematoda. Rodentisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tikus. dapat digolongkan menjadi racun perut. nama dagang dan nama kimiawi. Insektisida adalah bahan kmia yang dapat membunuh serangga (insekta). Bakterisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh bakteri. Curater dan lain-lain Nama Kimia : 2. Racun perut adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama melalui saluran pencernaan makanan.3-dihidro 2.pengganggu. yaitu sebagai berikut : Nama umum : Karbofuran Nama Umum : Furadan.2-dimetil-7-benzonil-dimetilkarbonat Dari cara masuknya pes-tisida ke dalam organisme pengganggu tanaman. yaitu nama umum. Acarisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tungau (ordo Acarina). sehingga populasinya menurun. Dan herbisida adalah tanaman yang dapat membunguh rerumput-an gulma.

11. kemudian termakan organisme penggangu atau nama. Fumigan adalah bahan kimia yang mudah Tabel 5. Jenis Formulasi Pestisida menjadi gas dan membunuh organisme pengganggu melalui proses pernafasan. Racun sistemik adalah bahan kimia yang mematikan hama yang masuk ke dalam tubuh hama melalui bagian tumbuhan yang terlebih dahulu telah mengandug bahan kimia tersebut.menempel pada tubuh hama. Bila dicampur air emnjadi suspensi tepung dan dapat larut dalam air . sehingga efektif dan efisien penggunaannya. Pada umumnya pestisida dibuat dalam bentuk formulasi tertentu. bila dicampur air menjadi suspensi 3 Flowable Powder (F) Tepung halus dan basah (seperti puding). cairan akan menjadi emulsi (putih seperti Concentrates (EC) susu) 2 Wetable Powders (WP) Tepung basah. NO NAMA KODE KETERANGAN FORMULASI 1 Emulsifiable Bila dicampur air. Beberapa bentuk formula pestisida disajikan dalam tabel berikut ini.

digunakan bersama bahan tambahan yang disenangi hama (sebagaimakanan) 10 Slow. merupakan partikel kecil yang dapat menguap ke udara 9 Poisonous Baits (B) Umpan beracun. dapat larut dalam air 5 Solution (S) Larutan mempunyai-daya racun tinggi terhadap organisme pengganggu tanaman 6 Dust (D) Debu. digunakan tanpa campuran bahan pelarut lagi 7 Granular Butiran.release Formulations (SR) . diberikan kepada tanaman tanpa bahan tambahan (G) (langsung dibenamkan pada tanah) 8 Aerosol (A) Bahan aktif.4 Soluble Powder (SP) Tepung.

NAMA HAMA/ PENYAKIT PESTISIDA DOSIS PENGENDALIAN A. keluar secara per lahan-lahan. dibenamkan dalam media tanam Curater 3 G 2 gram per tanaman.Bahan aktif.12. pemakaian selama musim tanam beberapa kali. HAMA Takothion 500 EC 1 Thrips 1-2 cc/liter air. Tabel 5. dibenarnkan dalam media tanam Temik 10 G 2 gram per tanaman untukmembasmi nimfa (anak serangga). Daftar hama dan penyakit tanaman serta jenis pestisida No. untuk membasmi nimfa (anak serangga). dengan selang waktu 7-10 hari. disemprotkan merata ke tanaman setelah tanaman berumur 15-30 hari. Furadan G 2-4 gram per tanaman untuk membasmi nimfa (anak serangga). dibenamkan dalam media tanam 2 Tungau Takothion 500 EC Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 231 .

PENYAKIT Benlate / Antracol 70 1 WP / Velimex Bercak Daun 2 .3 Kutu Daun Trithion 4 E Omite 57 EC Tahothion 500 EC Anthio 33 EC Dibrom 8 EC Folithion 50 EC Karphos 25 EC 4 Ulat Nudrin 24WSC Diazinon 40 EC Baythroid 50WSC 5 Kumbang Cymbush 6 EC Bayrusil 250 EC 6 Lalat Buah Hostathion 75 EC Bayrusil 250 EC 7 Kepik Laybaycid 25 EC Folithion 50 EC 8 Belalang Curacron B.

Memanfaatkan secara maksimal proses pengendalian alami oleh patogen hama.5-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 0.15%per liter air 0.2%per liter air 0. Teknik pengendalian hama.5 cc/liter air 0. Kita harus menjaga ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen dapat melaksanakan fungsinya secara density dependent .Layu Fusarium 3 Layu Bakteri - 4 Antraknose/ patek Benlate / Antracol 70 WP/ Velimex d.2%per liter air 0.25-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 2-3 cc/liter air 0.15%per liter air .75-1. penyakit dan gulma (hpg) secara organik Patogen serangga dapat digunakan dalam Pengendalian Hama Tanaman (PHT) melalui beberapa teknik dan sasaran yaitu : 1). 25-40 ml/liter air 1-2 cc/liter air Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 1 2 cc per liter air 2 cc/liter air 0. Ada banyak jenis jamur patogen penyebab penyakit dan jamur yang mampu menekan populasi hama secara alami sehingga populasi tetap berada di bawah aras ekonomik.

Prinsip penggunaan patogen hama disini sama dengan introduksi serangga parasitoid atau predator untuk menekan populasi hama untuk jangka waktu yang panjang.5 1 gram / liter air Tanaman dibangkar lalu dibakar Tanaman dibangkar lalu dibakar 0.5 1 gram / liter air Untuk itu keadaan dan perkembangan hama yang penting perlu terus dipantau dan menjaga tindakan-tindakan yang mengurangi berfungsinya patogen hama dapat dibatasi sekecil mungkin.I cc / liter air 0.25 1 cc / liter air. 0. Caranya adalah dengan memasukkan dan menyebarkan patogen pada suatu ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen tersebut mantap di ekosistem yang baru ini.0.5 . 2). sehingga menjadi faktor 232 . Introduksi dan aplikasi patogen hama sebagai faktor mortalitas tetap.

Aplikasi patogen hama sebagai insektisida mikrobial. Kecuali itu apabila keadaan lingkungan memungkinkan patogen hama yang diaplikasikan pada ekosistem mungkin dapat menjadi pengendali alami hama yang permanen di ekosistem tersebut. pengendalian OPT dengan musuh alami memiliki keuntungan diantaranya: a). Aplikasi patogen perlu dilakukan beberapa kali sama prinsipnya dengan penggunaan insektisida sintetik organik. Aman bagi lingkungan Pengendalian hayati tidak memiliki efek samping terhadap lingkungan terutama terhadap serangga atau orga-nisme yang . Dibandingkan dengan teknik-teknik pengendalian yang lain terutama pestisida. Saat ini beberapa jenis patogen seperti Bacillus thuringiensis telah dipasarkan dengan nama dagang tertentu. Permu-laan bagi patogen diperlukan kepadatan populasi inang yang cukup. Teknik penggunaan pengendali hama jenis mikroba biasanya diigunakan pada tanaman setelah melalui pengenceran untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat. 3). Berbeda dengan insektisida sintetik organik maka insektisida mikrobia mempunyai keuntungan yaitu berspektrum sempit atau khas inang dan aman bagi lingkungan hidup serta tidak membunuh binatang bukan sasaran. sedangkan untuk microbial agen yang telah dikeringkan dan dicampur dengan media lain dapat langsung dibenamkan kedalam tanah atau ditebarkan ke tanah disekitar tanaman.mortalitas tetap bagi spesies hama yang dikendalikan. kemudian disemprotkan ke seluruh tanaman atau langsung ke dalam tanah di sekitar perakaran. Permanen Musuh alami menjadi lebih mapan dan selanjutnya secara alami musuh alami akan mampu menjaga populasi hama dalam keadaan seimbang di bawah aras ekonomik dalam jangka waktu yang panjang b).

penelitian. musuh alami maupun tanaman.bukan sasaran Relatif ekonomik karena begitu usaha tersebut berhasil kita tidak memerlukan lagi tambahan biaya khusus untuk pengen-dalian hama yang kita upayakan dan tidak merugikan per-kembangan musuh alami. dan evaluasi terutama yang menyangkut berbagai aspek dasar baik untuk hama. Aspek dasar yang meliputi taksonomi. dll. siklus hidup. genetika. Mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat 233 . berdedikasi tinggi untuk pengembangan teknologi pengendalian hayati. supaya tidak memperoleh kesulitan dalam mempelajari sifat-sifat kehidupan musuh alami dan langkah kegiatan selanjutnya Diperlukan Fasilitas yang lengkap dan para peneliti yang berkualitas. biologi. Identifikasi yang tepat jenis hama maupun musuh alaminya merupakan langkah permulan yang sangat penting. Keberhasilan dari penggunaan pengendali hayati relatif lebih lama. pengujian. dinamika populasi. Modal investasi yang besar Modal untuk pengendalian hayati relatif besar karena harus dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi. 4) Taktik Pengendalian Telah tersedia berbagai taktik pengendalian yang dapat dikelompokkan seperti di bawah ini : (a). ekologi. fisiologi. berpendidikan khusus dan. Kerugian pengendalian hayati adalah: a).

bentuk dan warna gabah gemuk dan kuning bersih. Jadi pertumbuhan tanaman sehat pada umumnya menjadi lebih tahan terhadap serangan hama. terlihat bernas. Pemupukan . Pengelolaan tanah dan pengairan . Dimulai dengan menilai kesehatan benih. dan daun hijau. posisi daun tegak. Apakah hubungan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan masalah hama. anakan produktif 15-20 batang. persentase tumbuhnya (kecambah) hampir 100%. Jelas ada hubunganya. Mengapa harus mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. malah sangat erat. Waktu tanam . Tanda-tanda benih sehat ialah benih harus bersih. Pergiliran tanaman . Tanaman perangkap . Di lapangan dapat dibedakan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan yang bukan. Misalnya varietas unggul Cisadane. umur antara 135-145 hari. tinggi antara 105-120 cm. Bentuk tanamannya tegak. Pengendalian hayati (musuh-musuh alam) . Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat pula. Tanaman yang sehat akan lebih mampu menahan serangan berbagai spesies hamanya. Pola-pola tanam . batang.Yang dimaksud dengan tanaman sehat ialah tanaman yang terlihat segar. warna kaki. Penggunaan mulsa (b). muka daun kasar. tidak ada gejala-gejala berpenyakit. tumbuh normal menurut kriteria pertumbuhan yang telah diketahui. Usaha ini mencakup berbagai aspek kultur teknik yaitu : . Demikian juga kecepatan pertumbuhan benih tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan. tidak berkeriput. Pemangkasan . Bagaimana caranya mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. Sanitasi .

Mekanik Pengendalian secara mekanik ialah menggunakan berbagai alat/bahan untuk membinasakan hama. hingga tingkat kepadatan rata-rata organisme tersebut lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak teratur oleh musuh alamnya (DeBach. 1985. Patogen serangga ( jamur. Pimentel. Musuh-musuh alam tersebut dapat digolongkan sebagai berikut (van den Bosch et al. Varietas tahan Yang dimaksud dengan varietas tahan ialah varietas-varietas yang memang tahan terhadap serangan hama-hama tertentu. Mekanisme ketahanan varietas dapat digolongkan sebagai berikut (Pinter. virus. burung. Toleransi tanaman (d). Dari segi kepentingan manusia musuh-musuh alam tersebut dimanfaatkan sebagai pengendali hama agar fluktuasi kepadatan rata-rata populasi hama tanaman selalu rendah. Non-preferensi . 1951) : . termasuk menggunakan tangan kita untuk mengambil/menangkap hama sebagai berikut : 234 . Vertebrata (mamalia. ikan).Dalam pengertian ekologi definisi pengendalian hayati ialah pengaturan populasi kepadatan organisme oleh musuh-musuh alamnya. et al. jadi daya tahan yang diwariskan secara genetik. Daya tahannya itu diwariskan kepad keturunan-keturunannya. (c). Parasitoid . Antibiosis . Predator . 1979). nematoda) . Dengan demikian hama tersebut tidak mendatangkan kerugian. amphibia. bakteri. 1986) .

Yang termasuk ke dalam senyawasenyawa kimia semio ini adalah feromonferomon dan senyawa-senyawa kimia alelo ( allelochemicals ). alat . dingin . Energi. (g). Fisik Yang dimaksud dengan pengendalian secara fisik ialah memanfaatkan faktorfaktor fisik untuk membinasakan atau menekan perkembangan populasi hama. Membinasakan dengan tangan. Menggunakan alat perangkap (e). Mekanisme kerjanya ialah mengubah perilaku serangga. Suara . antara lain dengan : . Senyawa-senyawa kimia semio ( semiochemicals ) Selama dua dekade terakhir ini banyak kemajuan telah tercapai dalam mengidentifikasi dan menetapkan fungsi berbagai senyawa kimia yang dikeluarkan oleh serangga yang mutlak penting dalam kehidupannya. pengaturan cahaya (f). Kelembapan .. Pengendalian secara genetik Ada kemungkinan untuk merubah komponen-komponen genetik populasi hama atau mekanisme pewarisnya yang lain dengan tujuan untuk mengendalikan hama tersebut. Suhu panas. Beberapa diantara senyawa kimia ini telah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu taktik dalam PHT. perangkap cahaya. Sepanjang diektahui efek racunnya terhadap kehidupan hewan dan tanaman sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Menangkap dengan alat penghisap . Memagari tanaman dengan pagar . Metoda pengendalian . tetapi tidak mematikannya.

Dengan demikian harus dapat diantisipasi spesies-spesies hama penting apa saja yang mungkin timbul pada setiap fase kegiatan dan . formulasi. dan teknik memusnahkan serta alat-alat dan teknik aplikasi dan pengelolaan pestisida. Herbisida Sesuai dengan definisi PHT untuk menanggulangi sesuatu spesies/ sekelompok spesies hama penting dipilih mana dari taktik-taktik pengendalian tersebut di atas yang paling cocok untuk digabungkan menjadi satu kesatuan program pengendalian. Zat kimia pemandul (h). Jadi pestisida adalah racun. Fungisida . Pestisida Yang dimaksud dengan pestisida ialah zat-zat kimia untuk membunuh hama. Molusida . efeknya terhadap hama. Yang dibicarakan di sini antara lain penggolongan pestisida menurut golongan hama yang diberantasnya. juga termasuk pestisida. Namun tidak mutlak demikian. penyimpanan. Namun masih terjadi perdebatan apakah berbagai produk kimia yang non-letal seperti pengatur tumbuh. Akarisida . Insektisida . toksisitas. Apabila dengan menggunakan satu taktik pengendalian sudah berhasil baik sesuai dengan falsafah dan tujuan PHT. .secara genetik yang dibicarakan di sini ialah : . 235 Program PHT hendaknya sudah harus dimulai sejak persiapan tanam sampai dengan pasca panen. transpor. Teknik jantan mandul dengan radiasi . yang lainnya tidak diperlukan. feromon dan sebagainya. Bakterisida .

Implementasi Pengendalian Pengendalian hama dan patogen tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara. penegndalian secara fisik. kumbang daun kedelai. Pengendalian yang sudah umum dilakukan oleh petani Indonesia adalah pengendalian secara kultur teknis. Hama kedelai yang terpenting selama fase pertumbuhan pertama yaitu sejak berumur 4-10 hari setelah tanam ialah lalat kacang. Untuk ini diperlukan pengetahuan tentang agorekosistem tanaman tersebut dan ekobiologi hama-hamanya. dan patogen. nematoda. Misalnya tanaman kedelai. Tabel III. mikroorganisme. pengendalian dengan varietas yang tahan terhadap OPT dan penendalian secara terpadu (PHT: Pengendalian hama. Kelompok musuh alami yang paling penting adalah dari go-longan serangga sendiri. Ophiomya phaseoli. Dilihat dari fungsinya musuh alami dapat kita kelompokkan menjadi parasitoid. 1). Phaedonia inclusa dan kutu kebul. predator.3 memuat daftar hama-hama kedelai yang dapat hadir pada fase-fase pertumbuhan tanaman kedelai (Wedanimbi dan Soehardjan. patogen dan gulma secara terpadu). pengendalian secara hayati. pengendalian secara kimiawi. Untuk mengendalian hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan sevara bilogis. Bemisia tabaci. Hampir semua kelompok organisme dapat berperan sebagai musuh alami serangga hama termasuk binatang vertebrata. Spesies-spesies hama lain mungkin juga ada. invertebrata selain serangga. e. 1993). pengendalian secara mekanis. Untuk keberhasilan suatu pengendalian secara biologis harus mengenal terlebih dahulu musuh-musuh alami hama dan penyakit tanaman. Berikut ini adalah beberapa musuh alami hama dan penyakit tanaman.pertumbuhan tanaman. Parasitoid Parasitoid adalah serangga yang merugikan serangga atau binatang .

Parasitoid dapat menyerang setiap fase instar serangga maupun fase dewasa. Umumnya parasitoid dapat membunuh inangnya meskipun ada inang yang mampu melengkapi siklus hidupnya sebelum mati. Larva yang keluar dari telur menghisap cairan inangnya dan menyelesaikan perkembangannya di luar tubuh inang (sebagai ekto-parasitoid) dan sebagian besar di dalam tubuh inang (sebagai endoparasitoid). Neuro-ptera. Hymenoptera. Lepidoptera. Diptera. Sedangkan parasitoid gregarius adalah jenis parasitoid yang lebih dari satu individu dapat hidup bersama-sama dalam tubuh satu inang. Parasitoid semacam ini disebut parasitoid soliter. dan banyak lebah Braconid dan Chalcidoid yang bersifat gregarius. dan Strepsiptera. Banyak lebah Ichneumonid merupakan parasito-id soliter.arthropoda lainnya. Oleh induk parasitoid telur dapat diletakkan pada permu-kaan kulit inang atau dengan tusukan ovipositornya telur langsung dimasukkan ke dalam tubuh inang. Dalam ordo Hymenoptera yang terbanyak parasitoid adalah famili 236 . Fase inang yang diserang pada umumnya adalah telur dan larva. Terdapat 6 ordo dan 86 famili serangga yang termasuk parasitoid yaitu Coleoptera. Ada spesies parasitoid yang hanya digunakan oleh satu para-sitoid untuk dapat melengkapi per-kembangannya sampai fase dewasa pada satu inang. Parasitoid bersifat parasitik pada fase pra dewasanya sedangkan pada fase dewasa mereka hidup bebas tidak terikat pada inangnya.

Beberapa famili yang terkenal adalah kumbang kubah (Coleoptera: Coccinellidae). jenis bakteri patogen yang penting adalah bakteri bacillus popiliae dan bacillus thuringiensis. tetapi pada predator serangga jantan dan betina. Fungsi bakteri: Bacillus popilliae yaitu menyebabkan seperti penyakit susu pada kumbang jepang Popiliae japonica dan kumbang skarabid lainnya. seperti Coleop-tera. Kristal bakteri akan melarut dalam saluran . Bacillus thuringiensis sangat efektif digunakan untuk mengendalikan larva ordo Lepidoptera dan larva nyamuk. sedangkan predator memerlukan banyak mangsa. Bila spora dan kristal bakteri dimakan oleh serangga yang peka maka terjadi gejala paralisis yang mengakibatkan kematian inang. Beberapa perbedaan antara predator dan parasitoid: Parasitoid umumnya monofag atau oligofag Dalam perkembangannya parasitoid memerlukan satu inang. dan hemiptera. dan Chalcidoidea. Braconidae. Kelompok bakteri yang lebih penting adalah bakteri pem-bentuk spora yang pada saat ini telah banyak digunakan sebagai insektisida mikrobial. 2). Neuroptera. Hampir semua jenis ordo se-rangga mempunyai jenis yang menjadi predator. Hymenoptera. 3). Gejala serangan : Bacillus thuringiensis sporulasi dalam tubuh serangga membentuk kristal yang mengandung protein beracun. Predator Predator merupakan orga-nisme yang hidup bebas de-ngan memakan atau memangsa binatang lainnya. Diptera. Mikroorganisme patogen Jenis-jenis mikroorganisme yang berperan sebagai agen pengendali hayati diantaranya adalah sebagai berikut : Bakteri. Kumbang tanah (Coleoptera : Carabidae).Ichneumonidae. Undur-undur (Neuroptera : Chrysopidae). Yang mencari inang pada parasitoid adalah serangga dewasa betina.

serta jaringan-jaringan lainnya. Setelah konidia jamur masuk ke dalam tubuh serangga serangga. Dalam jaringan tersebut bakteri mengeluarkan toksin yang dapat mematikan serangga Cendawan (fungi). jamur membentuk konidia primer dan sekunder yang dalam kondisi cuaca yang sesuai 237 . Metharizium anisopliae.pencernaan. larva atau instar serangga yang terserang jamur memperlihatkan perubahan warna tertentu seperti warna merah dan merah muda. hemocoel. Karena pengaruh infeksi jamur terhadap pembentukan pigmen. jenis yang terkenal adalah Nomuraea rileyi. Kelompok jenis jamur yang menginfeksi serangga kita namakan jamur entomofatogenik. Disamping itu ada beberapa jenis jamur yang mempengaruhi pigmentasi serangga dan menghasilkan toksin yang sangat mempengaruhi fisiologi serangga. dan Beauveria basiana Gejala serangan : Jamur patogen masuk ke dalam tubuh serangga tidak melalui saluran makanan tetapi langsung masuk ke dalam tu-buh melalui kulit atau integumen. Setelah inang terbunuh. jamur memperbanyak dirinya melalui pembentukan hifa dalam jaringan epikutikula. epidermis. Proses perkembangan jamur dalam tubuh inang sampai inang mati berjalan sekitar 7 hari. Pada akhirnya semua jaringan dipenuhi oleh miselia jamur.

Berikut beberapa contoh pembuat-an pestisida hayati dari mikro-organisme. dan Metharizium sp. Trichoderma spp. Membebaskan gas-gas yang mudah menguap dan berfungsi sebagai anti jamur. Gliocladium spp. bassiana dapat hidup. virus. namun serangga imagonya akan cacat dimana perkembangan sayapnya tidak .konidia tersebut muncul keluar dari kutikula serangga. pupa) hama penggerek bonggol pisang. bersifat antagonis yang menyebabkan kematian dan menghancurkan hifa inangnya dengan sekresi satu atau lebih antibiotik. Gliocladium dan Trichoderma berpotensi sebagai agen pengendali hayati untuk penyakit layu fusarium. agen pengendali hayati atau dengan introduksi masal satu atau lebih agen pengendali hayati. dengan sifat hiperparasit dan persaingan hara maupun ruang. bassiana merupakan entomopatogen yang dapat mematikan serangga dewasa dan pra dewasa (telur. Jamur Beauveria telah dicoba untuk pengendalian hama wereng padi coklat dan hama penggerek buah kopi. Jamur antagonis. Beberapa spesies Gliocladium sp. Jenis-jenis agen pengendali hayati yang dapat dipergunakan untuk mengendalikan penyakit tumbuhan adalah bakteri.. Jamur pengendali hayati adalah Trichoderma spp. pengendalian hayati adalah tindakan penekanan kepadatan inokulum atau aktifitas patogen yang berada dalam keadaan aktif atau dorman oleh satu atau lebih organisme. tungau dan jamur. Anti jamur yang dihasilkan berpengaruh terhadap pertumbuhan Fomes annosus dan Lentinus lepideus Menurut Baker and Cook (1982). Bila pupa yang terinfeksi B. nematoda. yang menyerang kelapa. yaitu Jamur B. protozoa. C. 1982). (baker and Cook. sordidus. Saat ini di Indonesia jamur Metarhizium anisopliae telah digunakan secara luas untuk pengendalian hama Oryctes sp. Antibiotik yang dihasilkan Gliocladium sp. Pengendalian hayati dapat berjalan dengan alami melalui manipulasi lingkungan inang (tumbuhan). larva. adalah gliotoksin.

bassiana terlihat keluar dari tubuh serangga terinfeksi mula-mula dari bagian alat tambahan (apendages) seperti antara segmensegmen antena. 238 .sempurna. antara segmen kepala dengan toraks. Setelah beberapa hari kemudian seluruh permukaan tubuh serangga yang terinfeksi akan ditutupi oleh massa jamur yang berwarna putih. Penetrasi jamur entomopato-gen sering terjadi pada membran antara kapsul kepala (head capsule) dengan toraks atau diantara segmen-segmen apendages demikian pula miselium jamur keluar pertama kali pada bagian-bagian tersebut. antara segmen toraks dengan abdomen dan antara segmen abdomen dengan cauda (ekor). Jamur B.

bassiana Gambar Morfologi Gliocladium sp. Campuran tersebut digoyang sekitar 20 kali. lalu diencerkan dengan aquades steril sampai dengan 10-5. setelah itu dipin-dahkan ke dalam media ja-gung pecah. Gejala pada serangga dewasa C. Tanah tersebut disirami setiap hari sampai lembab. Gliocladium sp.Gambar 48. Satu milimeter hasil pengenceran tanah ditumpahkan ke dalam cawan petri lalu ditambah sembilan mililiter media PDA dan antibiotik. yang berada dalam tabung reaksi dituangkan ke tanah yang mengandung patogen. sehingga diperoleh suspensi dasar yang selanjutnya akan diencerkan sesuai kebutuhan. sordidus yang terinfeksi oleh jamur B. Pada media jagung tersebut akan tumbuh miselium berwarna putih dan spora-spora jamur berwarna hijau olive. diperbanyak pada media PDA dengan cara isolat murni Gliocladium sp. (kiri) dan Hiperparasitisme Gliocladium sp. kemudian diinkubasikan dalam suhu 239 . lalu diinkubasikan selama satu minggu. Suspensi ini dihitung kepekat-an sporanya dengan alat Haemocytometer di bawah mikroskop dengan perbesaran 400 600x. Suspensi jamur dibuat dari biakan pada media jagung yang disuspensikan ke dalam akuades dan disaring. Pada patogen tanaman (kanan) Jamur Metarrhizium anisopliae Perbanyakan jamur dilakukan pada PDA. Kemudian tanah yang mengandung patogen dan jamur antagonis diambil satu gram.

f. yaitu melakukan pergantian tanaman budidaya pada setiap musim tanam. Pada hari ke-3 pindahkan jamur antagonis ke dalam cawan petri yang mengandung PDA steril. Untuk mengendalikan gulma tanaman terdapat lima tehnik pengendalian. (3) pergiliran tanaman. (4) cara biologi. diabsorpsi oleh akan atau bagian tanaman lainnya dan dapat ditranslokasikan ke seluruh bagian . setiap satu potongan dipindahkan ke cawan petri. lalu diinkubasikan selama tujuh hari.kamar selama 2 hari. melakukan pembabatan. herbisida digolongkan dalam tiga kelompok. yaitu (1) cara mekanis. unsur hara dan oksigen. lalu diinkubasikan sela-ma 4 hari. sistemik dan sterilisasi tanah. pencabutan. yaitu herbisida kontak. Herbisida sistemik adalah herbisida yang dapat membunuh seluruh bagain tumbuhan. murni. pengenangan. Implementasi pengendalian gulma. pengolahan tanah.yaitu mengatur waktu tanam yang tepat sehingga tanaman tidak tersaingi dalam kebutuhan air. dengan menggunakan predator gulma dan penyakit tanaman berupa fungi atau bakteri atau virus. Herbisida kontak yaitu herbisida yang dapat membunuh bagian gulma yang terkena herbisida kemudian mengalir melalui sel-sel xilem. Pilih satu cawan petri yang mengandung koloni Gliocladium sp. (2) tehnik kompetisi. Dalam penerapannya. Dengan demikian diperoleh koloni murni Gliocladium sp. yaitu mengendalikan gulma dengan menggunakan ba-han kimia atau herbisida. Setelah dipotongpotong dengan alat Cork Boorer. (5) secara kimia. Contohnya memberantas Lantana camara dengan hama penggerek batang Plagiohanus spini atau pengerek daun seperti Octotoma scrabripennis. pembakaran dan penutupan lahan dengan mulsa plastik hitam-perak atau mulsa organik.

Penyemprotan sebaiknya dilaku-kan pada sel-sel yang masih muda. Pemberian herbisida melalui tanah akan diangkut oleh jaringan pembuluh xilem ke bagian atas gulma termasuk daun. Herbisida yang toksik akan mema-tikan sel-sel atau jaringan yang dilewatinya. Translokais dari bagian akar ke bagian di atas permukaan tanah akan 240 . yaitu translokasi melalui jaringan kulit kayu atau floem. karena proses translokasi bahan-bahan dari daun ke bagian tanaman berjalan secara aktif. Penyemprotan herbisida melalui daun akan diterukan ke bagian bawah. Oleh karena itu untuk membunuh gulma dengan menggunakan herbisida harus selalu mematikan fungsi floem sehingga fungsi akar akan terhenti. trnaslokasi melalui jaringan pembuluh kayu (xilem) dan translokais melalui ruang inertseluler. Pemberian herbisida untuk memberantas gulma dilakukan dengan cara sebar. Xilem merupakan sel-sel yang tidak hidup sehingga herbisida sulit untuk merusak sel xilem.tumbuhan. Translokasi herbisida ke bagian-bagian gulma dibagi atas tiga cara. larikan dan langsung. Cara larikan adalah pemberian herbisida yang disebarkan di antara barisan tanaman. Sedangkan cara langsung dilakukan apabila herbisida disemprotkan secara langsung pada gulma atau dengan cara melukai gulma dan mengoleskan herbisida pada bagian yang luka. Cara sebar dilakukan untuk menyemprot atau menebar herbisida ke seluruh area pertanaman. Herbisda sterilisasi tanah adalah herbisida yang selama berada di dalam tanah dapat mencegah tumbuhnya gulma. termasuk akar. Selama sel-sel floem masih berfungsi maka gulma masih tetap dapat bertahan hidup.

.

gulma dan lingkungan. formulasi dan pH. mekanisme kerja. penempatan dan hubungannya dengan alat serta waktu penggunaannya. suhu. Dengan demikian herbisida dapat menyebar ke seluruh bagian tanaman. air dan faktor biologi akan mempengaruhi pula efektivitas dan selektivitas herbisida. dari bagian atas ke bawah. sifat gulma. cara pemberian atau pemakaian.selalu mengikuti translokasi air dan larutan hara tanama Translokasi bahan aktif dari herbisida melalui ruang interseluler karena adanya sifat bahan pelarut yang nonpolar dan mempunyai tekanan permukaan yang rendah. kelembaban udara. Sifat gulma yang mempengaruhi efektivitas dan selektivitas herbisida adalah sifat morfologis. dan interaksi sifat herbisida. sinar. Keadaan seperti tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi efetivitas dan selektivitas herbsida adalah: sifat herbisida. fisiologis dan genetis. Sifat herbisida menyangkut daya kerja. lingkungan. Begitupun dengan proses secara radian ataupun tangensial. atau sebaliknya. 241 . Tehnik penggunaan herbisida mencakup cara penyemprotan.

Perkembangan dan pengertian tanah . dan pembuatan bedengan untuk tempat tumbuh tanaman. Fungsi utama tanah senagai media tumbuh . Aerasi tanah . Teknik penanaman terdiri dari persemain. Merawat benih tanaman Media tumbuh Sifat fisik tanah Sifat kimia . Komponen tanah . Klasifikasi warna . Tekstur . Warna tanah . Temperatur tanah . Profil tanah . Unsu hara makro . Mengelola alat dan mesin pemeliharaan tanaman 3. Unsur hara mikro Teknik pengolahan tanah Teknik penanaman Pemupukan Teknik pengolahan tanah terdiri dari persiapan lahan. . siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi berikut: 1. Kegiatan selanjutnya adalah membuat lubang tanam dengan jarak tanaman yang efektif dan efisien. Menyiapkan lahan dan media tanam 2. Struktur . Menerapkan K-3 dalam merawat tanaman 4.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 5.

Mengapa pengendalian OPT yang terbaik adalah secara terpadu. . Fungsi air bagi tanaman . Gulma . Pemangkasan tanaman muda. Koefisien dan ketersediaan air tanah . . Hama . . 2. 3. Jelaskan minimal 10 OPT dan teknik pengendaliannya. Tekniik pengendalian HPG . Penyakit .pembibitan. . Kebutuhan bagi tanaman . Implementasi pengendalian SOAL: 1. Proporsi dan siklus air tanah. Pemangkasan tanaman tua. Peran utama air tanah . Pupuk anorganik Pengairan Pemangkasan OPT . factor-faktor ketersediaan air . Teknik pengairan . pemeliharaan bibit dan penanaman. Jelaskan tentang unsur hara makro dan mikro bagi tanaman. Pupuk organic . 242 .

243 . Lakukan observasi terhadap unsur hara yang digunkan petani di sekitar sekolah mu. Penyakit dan gulma yang menyerang tanaman yang dibudidayakan di sekolahmu dan diskusikan dengan teman satu kelompok bagaimana cara mengendalikan OPT tersebut.TUGAS: 1. 2. Amati hama.

Hal ini menjadi salah satu faktor sulitnya membebaskan lahan padi dari tanaman voluntir serta serangan hama dan penyakit. peluang berusaha di sektor penangkaran atau industri benih padi di Indonesia masih cukup terbuka. Luas lahan yang diperlukan untuk menghasilkan kebutuhan padi tersebut minimal 8 juta ha jika produktivitas rata-rata per hektar 4. Akar Batang .5 kg/kapita/th maka total kebutuhan beras 26. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI Padi di Indonesia masih merupakan tanaman pangan utama yang dikonsumsi tidak kurang dari 200 juta penduduk. Bila rendemennya 70% maka kebutuhan padi Indonesia per tahun adalah 37. baru berkisar 30-40% saja benih bersertifikat yang tersedia. Anatomi bunga padi Gambar 6. Gambar 6. Jika konsumsi beras rata-rata 130.3 juta ton padi kering giling. Di Indonesia. belum seluruh kebutuhan benih padi terpenuhi. Oleh karenanya.1 juta ton/th. Dengan demikian.5 ton.1. Menurut catatan Ditjentan Pangan (1999). Isolasi jarak yang disarankan 3 m.2. Padi tergolong tanaman yang menyerbuk sendiri dan kemungkinan untuk menyerbuk silang sangat kecil (<4%). yakni PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani. Morfologi tanaman padi Padi umumnya diusahakan secara terus menerus pada lahan yang sama dengan varietas yang berbeda-beda antar-musimnya. sedangkan isolasi waktu sekitar 30 hari Untuk dapat mengelola produksi benih padi bersertifikat terdapat beberapa proses yang harus dilakukan dengan seksama dan teliti. kebutuhan benih padi dipenuhi oleh dua industri benih padi terbesar.Tehnik Pembenihan Tanaman 244 BAB 6. kebutuhan benih padi Indonesia per tahun 200 ribu ton jika kebutuhan benih padi per hektar 25 kg. kecuali jika lahan ini diberakan selama beberapa kali musim tanam.

Daun Panikel Gabah .

. selama air tersedia cukup. asalkan varietas yang ditanam sama dengan varietas yang ditanam sebelumnya. padi juga dapat ditanam di lahan kering asalkan air cukup tersedia. Lahan dapat bekas tanaman padi.. . Perlakuan Pra-Panen Untuk mendapatkan benih bersertifikat.4 Benih sumber padi . sebagailangkah untuk mempersiapkan tempat produksi benih padi. dimulai dari kegiatan sebelum panen.1. 25 kg benih dasar untuk menghasilkan benih pokok. Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan yang diberakan. Lahan relatif subur. Oleh karena itu. . umumnya padi beradaptasi di dataran rendah. umur tanaman. c..245 6. . Kebutuhan benih sumber per hektar diperkirakan sebanyak 10 kg benih penjenis untuk menghasilkan benih dasar. Ketinggian lahan disesuaikan dengan daya adaptasi varietas tanaman. dan memiliki lapisan keras sedalam 30 cm agar sawah tidak lekas kering. a. Gambar 6. Gambar 6. setiap tahap budidaya perlu diperhatikan. Persyaratan Lahan Persyaratan berikut perlu diperhatikan pada saat memilih lahan adalah sebagai berikut: . dan ketahanan terhadap hama serta penyakit. Musim Tanam Padi termasuk tanaman yang dapat tumbuh dalam genangan.3. b. dan 25 kg benih pokok untuk menghasilkan benih sebar. Benih Sumber Benih sumber yang digunakan hendaknya dari kelas yang lebih tinggi. Namun. padi dapat ditanam pada musim hujan maupun musim kemarau. memperhatikan pula aspek kecocokan lahan. Varietas yang ditanam hendaknya selain disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Ph 5.. Pengolahan lahan sawah dengan traktor.4-6.

Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. lahan persemaian diairi lebih dahulu agar tanah menjadi gembur. Misalnya. panjang 8-10 m atau tergantung bentuk petakan. Keesokan harinya. benih (dalam karung) direndak di dalam kolam atau air yang mengalir selama 24 jam untuk mematahkan domansi dan membersihkan benih dari patogen. Gambar 6. benih diperam dalam air selama 24 jam untuk memacu perkecam-bahan. lahan dicangkul dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120150 cm. Sebelum disebarkan. Lokasi tempat memeram sebaiknya dipilih tempat yang teduh. Setelah itu.Tehnik Pembenihan Tanaman 246 d. misalnya Benlate F-20 dengan dosis 125 g per 25 kg benih. jarak antar bedengan dibuat selebar 30 cm. dan ketinggian 15-20 cm. Sebelum diolah. Penyemaian Ukuran bedeng pesemaian umumnya 5% dari luas lahan penanaman. lahan penanaman direncanakan seluas satu hektar maka bedengan persemaian yang diperlukan sekitar 500m2. benih diberi perlakuan fungisida. Benih yang digunakan sebaiknya mempunyai kadar air 1112%.6 Bagian-bagian benih padai (a) dan perkembangan dan pertumbuhan benih padi menjadi bibit lalu menjadi tanaman (b) Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macakmacak (berlumpur). Setelah itu.5 Benih padi siap disemai di lahan sawah . Gambar 6. Selanjutnya. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama.

Penyiapan lahan dan penanaman Penanaman padi menghendaki tanah sawah yang berstruktur lumpur dengan kedalaman sekitar 15-30 cm. perlu disemprotkan insektisida. Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan I . Kegiatan selanjutnya yaitu pengaturan jarak tanam jarak tanam dibuat 22 cm x 22 cm bila penanaman pada musim kemarau dan 30 cm x 15 cm bila penanaman pada musim hujan. pupuk disebar pada pagi hari sebelum pukul 08. Perendaman I selama 3-4 hari lalu diikuti pembajakan I . Agar penanaman dapat teratur. Lahan pesemaian dijaga dalam kondisi macak-macak hingga tanaman berumur 14-18 HST : Jika lahan tergenang air atau kekeringan maka bibit padi akan cepat mati. Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan II sambil permukaan tanah diratakan. Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macak-macak (berlumpur).5 ml/l air) dan Darmafur 3G sebanyak 2 kg. untuk melindungi pesemaian dari serangan hama maupun penyakit.00. . Sementara bibit yang .. untuk memperoleh struktur tanah demikian. Bibit yang lemah maupun bibit voluntir dicabut dan dibuang. e. lahan beberapa kali direndam dengan air. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama. Jarak tanam ini dapat pula disesuaikan dengan jarak tanam yang dianjurkan untuk varietas yang ditanam atau sesuai anjuran Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Setelah itu.. pada lahan dibuat lajur (larikan) dengan menggunakan caplak atau tali. misalnya Bassa 50 EC ( dosis 1.247 Semai dipupuk pada umur 5 hari setelah tanam (HST) dengan campuran 200 g urea + 100 g SP-36 + 60 g KCL untuk setiap 10m2.. Perendaman II selama 2-3 hari lalu diikuti pembajakan II ..

Penanaman bibit sebaiknya 2-4 tanaman per rumpun sedalam ± 2-3 cm. Adapun untuk perbanyakan benih BP dari BD maupun BR dari BP. Sebelum ditanam.vigor. bibit dipotong kira-kira 20 cm dari pangkal batang. penanaman bibit adalah 1 bibit per lubang tanam. . Tujuannya untuk mengurangi penguapan agar bibit tidak lekas layu. dan berumur 21-25 hari di cabut dan kemudian ditanam di lahan. untuk perbanyakan benih BD dari benih BS. sehat. dalam satu lubang dapat ditanami 3 bibit.

f. Pupuk susulan I diberikan dengan cara disebarkan dalam larikan dengan selang satu larikan. Pemupukan dasar diberikan 3-4 hari sebelum tanam dengan 1/3 bagian urea. Pada saat pemupukan. 1) Pemupukan Pupuk yang digunakan adalah Urea. penyulaman.7 Bibit padi siap tanam Bibit yang masih tersisa dapat digunakan untuk penyulaman. Tanaman penyulam dipilih tanaman yang seragam dengan pertumbuhan yang kuat dan sehat. Pemberian pupuk susulan II dengan cara disebarkan pada larikan yang belum dipupuk pada pemupukan susulan I. sedangkan pemupukan susulan II diberikan 7 MST dengan 1/3 urea sisanya. dan 100 kg KCL. 2) Penyulaman Penyulaman terhadap tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dilakukan pada saat umur 4-5 HST atau paling lambat 10-15 HST.5-2 ton bahan organik (pupuk kandang. pengairan. pengendalian hama dan penyakit serta roguing. Gambar 6.Tehnik Pembenihan Tanaman 248 Gambar 6. Pupuk dasar diberikan dengan cara disebarkan merata kemudian diinjak-injak. kompos atau bokhasi) per hektar tergantung pada kondisi lahan. 200 kg TSP. TSP. kondisi tanah dibuat macak-macak dan dibiarkan selama 3 hari. Penyulaman biasanya dilakukan pada 7-10 HST dan paling lambat pada umur 15 HST.8 Pemupukan lahan sawah . Penyulaman dilakukan untuk menggantikan bibit yang mati atau kurang bagus pertumbuhannya. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi pemupukan. Untuk tanah berpasir. dan KCL dengan dosis per hektar 300 kg Urea. penyiangan. penambahan bahan organik sangat dianjurkan. Tanaman pengganti ini diusahakan tidak terlalu jauh perbedaan umurnya. dosisnya bervariasi 0.

Pada awal fase pertumbuhan. Bila tinggi air di atas 5 cm. suhu tanah meningkat .).). seperti Ronstar 25 EC. Pada fase pembentukan anakan.249 3) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membuang gulma dan tanaman pengganggu lainnya. Penyiangan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan I dan II agar lebih mengefisienkan waktu. memasuki fase pembentukan bulir (primordia) petakan sawah perlu diairi sampai ketinggian 10 cm. pengairan perlu dilakukan sedikit demi sedikit hingga tinggi air mencapai 7-10 cm di atas permukaan tanah. Saturn-D. g. Perlu diperhatikan bahwa herbisida sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir. Pengendalian gulma dapat pula dilakukan secara kimiawi dengan herbisida. Jika perlu. Pengairan Pengairan dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca dan fase pertumbuhan tanaman. berkaitan dengan dampaknya terhadap pencemaran lingkungan. pakupakuan (Salvinea molesta DS. Setelah fase pembungaan. teki (Cyperus rotundus Linn. Mitchell). Penyemprotan herbisida dilakukan saat tanaman berumur 15-25 HST dengan dosis sesuai petunjuk pada label. dan Ally. pertumbuhan tunas (anakan) akan terhambat. dan eceng (Sagitaria guayanensis). Penyiangan dilakukan pada umur 21 HST pada saat tanaman aktif membentuk anakan dan 45 HST pada saat tanaman mulai berbunga. Beberapa jenis gulma yang sering mengganggu tanaman di persawahan antara lain jejagoan (Echinochloa crussgalli L. Puncak kebutuhan air terjadi pada saat pembungaan. dilakukan pula penyiangan saat tanaman berumur 50-60 HST. air perlu dikurangi dan dikeringkan agar akar dapat bernapas dan berkembang dengan baik. saat ini disebut juga fase krisis II. genangan air dipertahankan 3-5 cm di atas permukaan tanah. Kekurangan air pada fase ini dapat mengakibatkan kehampaan. kondisi ini disebut fase krisis I.

yakni jika populasi hama melampaui batas ambang kendali. lahan hendaknya dalam keadaan kering.sehingga aktivitas organisme tanah juga meningkat. wereng . Penggunaan bahan-bahan kimia (pestisida) hanya diberikan pada kondisi yang tepat. hama penggerek batang (sundep dan beluk). dan busuk akar dapat dihindari. dan pengelolaan biologis. Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama dan penyakit hendaknya mengikuti sistem pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan varietas. Hama dan penyakit utama yang biasa menyerang padi adalah hama tikus. Dua minggu sebelum panen sampai saat panen. pengelolaan budidaya.

Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian umpan beracun dengan racun akut (dapat membunuh dengan cepat) atau racun kronis (tikus mati setelah memakan umpan berulang-ulang). seperti gropyokan. Gambar 6. Contoh rodentisida yaitu Racumin (dosis 1:19 dari berat umpan) dan Klerat. seperti ular. bila serangan terjadi pada tanaman yang sedang berbunga maka hama itu disebut beluk. musang dan anjing. Gambar 6. Selama ini. penyakit tungro. Serangannya pada tahun 1963-1964 men-capai 800. Serangan tikus dapat terjadi sejak padi di pesemaian sampai padi hampir dipanen. masih ada hama penggerek padi putih (Tryporyza innotata Wlk) dan hama penggerek padi kuning (Tryporyza incertulas Wlk) yang juga sering menyerang tanaman padi. pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alaminya. dan penyakit hawar daun (kresek). Secara biologis.Tehnik Pembenihan Tanaman 250 cokelat. Selain itu. kecuali menanam varietas yang tahan dan beranak banyak serta memupuk secara berimbang. burung hantu. yakni pembongkaran lubang-lubang tikus secara massal atau memasang pagar plastik yang dilengkapi dengan perangkap bubu.000 ha dengan tingkat kerusakan ratarata 40% bahkan di Sumatera Selatan kerusakannya mencapai 5870%.9 Hama tikus Pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara teknis budi daya. belum ada teknik budi daya yang efektif mengendalikan hama penggerek batang. . 4) Pengendalian Organisma Pengganggu Tanaman a) Pengendalian hama tikus Hama tikus merupakan hama yang paling sering menghancurkan pertanaman padi.10 Beberapa contoh rodentisida b) Pengendalian hama penggerek batang Jika serangan hama penggerek terjadi pada tanaman padi stadia vegetatif maka hama ini disebut sundep.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi intensitas serangan saja. . Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian insektisida sistemik seperti Furadan 3G.

wereng batang padi atau wereng cokleat merupakan hama yang paling merugikan. serta pemusnahan (eradikasi) tanaman terserang. Pengendalian biologis dapat dilakukan dengan memanfaatkan pemangsa telur seperti Conoshepalus iongipennis. pengguna-an varietas lahan wereng. nigropictus Stal) dan wereng loreng (Recilia dosalis Totch). Virus tungro menyebar melalui vektor penularnya. serta pemangsa larva seperti kumbang Carabidae dan laba-laba. Adapun cara kimiawi dengan mengendalikan wereng . Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan insektisida sistemik seperti Applaud. yakni wereng batang padi (planthopper) yang hidup di bagian pangkal tanaman dan wereng daun padi (leafhopper) yang hidup pad daun aau bagian atas tanaman. dan Regent yang efektif diberikan pada fase pesemaian dengan fase vegetatif. kumbang Carabidae. pergiliran varietas. Dari kedua golongan tersebut. Hama wereng cokelat ada dua yaitu wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens Stal) dan wereng punggung putih (Sogatella furcifera). N. Tanaman yang sakit akan menguning yang dimulai dari ujung daun. yakni wereng hijau (Nephotettix virescens Distant. laba-laba. c) Pengendalian wereng cokelat Hama wareng padi ada dua golongan. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan penanaman serempa. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan pergiliran tanaman dan sanitasi lahan. dan pemupukan berimbang. Curater. dan capung berkembang dengan baik.251 Dharmafur. d) Pengendalian penyakit tungro Penyakit tungro atau mentek (Jawa) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus tungro. seperti Trichogrammatidae. Cara biologis dilakukan dengan menjaga agar kehidupan musuh-musuh alami. Phytoselidae.

1992).hijau sejak dari fase pesemaian dengan pemberian insektisida.. Gejalanya dimulai dengan bercak-bercak kuning pada sepanjang tepi daun bagian atas. Pada serangan lebih lanjutm. Penyakit ini kelihatan kurang berarti.al. tetapi mampu menurunkan produksi sampai 25% (Soemartono et. e) Pengendalian penyakit hawar daun Penyakit hawar daun atau penyakit kresek adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri busuk daun Xanthomonas oryzae. daun menjadi berwarna kuning atau putih kotor dan akhirnya mati. Ciri penyakit hawar daun sering terlihat pada infeksi yang sistemik pada .

bentuk dan warna bunga. Roguing I dilakukan pada fase vegetatif (umur 30 HST) antara lain untuk membedakan warna. Roguing III dilakukan pada saat menjelang panen atau saat 80% malai telah menguning (± umur 100 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman.Tehnik Pembenihan Tanaman 252 bibit padi. bentuk gabah. Pelaksanaan Roguing I dengan membuang rumpun yang memiliki warna dan bentuk batang serta daun yang berbeda. fase berbunga. Gambar 6.. yaitu pada fase vegetatif. serta bentuk dari warna gabah yang berbeda. g) Pemanenan dan perlakuan pasacapanen Pemanenan padi untuk benih dilakukan setelah pemeriksaan lapangan terakhir dan telah . serta jika suhu dan kelembaban tinggi.11 Salah satu masa roguing yang tepat pada tanaman padi adalah pada saat menjelang panen . serta keseragaman saat berbunga. . bentuk dan letak daun bendera. Roguing II dilakukan pada fase berbunga (±umur 50 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman. Pelaksanaan roguing II dengan membuang rumpun yang memiliki posisi dan warna bunga yang berbeda. Serangan bakteri hawar daun kerap terjadi di dataran rendah.. dimana bakteri masuk ke dalam daun melalui permukaan yang telah dipotong atau luka sewaktu pemindahan tanaman.. dan tinggi tanaman. serta warna gabah. Pelaksanaan roguing III dengan membuang rumpun yang memiliki bentuk dan posisi daun bendera. . Roguing minimal dilakukan 3 kali. tinggi tanaman. f) Roguing Roguing biasanya dilakukan sebelum tanaman diperiksa oleh BPSB. musim kemarau. dan pada saat menjelang panen atau ± 80% malai telah menguning. bentuk. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah melalui penanaman varietas yang tahan serta pemupukan yang berimbang.

buku-buku . Tanda-tanda saat panen yaitu gabah sudah menguning dan keras bila dipijat. Waktu panen ditentukan jika umur berbunga telah mencapai optimal.dinyatakan lulus oleh BPSB. Kondisi ini ditandai oleh sebagian besar (80-90%) malai telah menguning dengan kadar air sekitar 17-23%.

2 Perlakuan PascaPanen Padi yang telah dipanen masih ada beberapa tahap perlakukan agar siap digunakan sebagai benih. Gambar 6. Perontokan dengan menggunakan alat perontok (thresher) sangat dianjurkan karena akan mempercepat penanganan dan pengolahan hasil. b. Demikian pula jika kadar air kurang dari 15%. pengolahan. dapat pula malai dipukulpukul dengan penggebuk terbuat dari kayu sambil dibalik-balik sehingga perontokan dapat sempurna. pengeringan. atau dengan mesin pemanen padi (combine harvester). Perlakuan tersebut antara lain perontokan.253 sebelah atas berwarna kuning. serta penyimpanan. a. Apabila kondisi tidak memungkinkan maka calon benih ini harus dihamparkan dan dianginanginkan untuk mencegah kenaikan suhu dan perkecambahan benih di dalam karung. Pengeringan secara alami . Selain itu. Pengeringan dan pengolahan benih Pengeringan padi dilakukan sesegera mungkin setelah benih dirontokkan. Malai yang masih hijau tidak dipanen karena akan meningkatkan nilai butir hijau.12 Panen padi 6. serta batang mulai mengering. Apabila kadar air lebih tinggi dari 20%. ani-ani. Penggunaan mesin perontok juga bermanfaat dalam menekan jumlah kehilangan benih (post harvest losses). Perontokan Perontokan malai padi biasanya dilakukan langsung di sawah. Malai padi dipukul-pukulkan pada papan perontokan yang terbuat dari kayu. Pada pemanenan dengan mesin. kadar air biji padi sebaiknya sekitar 15-20%. Perontokan secara tradisional biasnaya dilakukan dengan menginjak-injak malai padi sehingga bulir padi rontok. risiko kerusakan mekanis (sekam terkelupas) lebih besar. benih akar mengalami kerusakan mekanik (benih mamar) yang cukup besar. Panen dapat dilakukan dengan menggunakan sabit.

dilakukan dengan menjemur calon benih di lantai. seperti air screen . Dalam kondisi cerah. Benih yang telah kering (kadar air 11-12% dibersihkan dari kotoran campuran varietas lain. dan biji-biji gulma. pengeringan secara alami mampu menurunkan kadar air dari 23% menjadi 11% dalam waktu 2 hari. Pembersihan dapat dilakukan dengan nyiru atau mesin pembersih.

Benih dalam karung dapat ditumpuk dan antara tumpukan karung diberi jarak untuk memudahkan pemeriksaan atau pengontrolan dalam pengendalian mutu benih oleh penangkar. benih dapat saja dipilah untuk peningkatan mutu fisik dan fisiologis berdasarkan panjang dan atau berdasarkan ketebalan sehingga diperoleh benih yang bermutu tinggi dan seragam. mulai dari biji muda sampai siap panen (kiri) dan Benih padi (kanan) c. maka pada proses pengolahan benih.kemudian benih-benih .Tehnik Pembenihan Tanaman 254 cleaner. Benih padi yang seragam menghasilkan benih yang bermutu tinggi. Lama penyimpangan benih hendaknya memperhatikan masa berlakunya label benih. pada umumnya benih diberi berbagai perlakuan pelapisan benih (seed coating). Jika saat di lahan. Bagian bawah tumpukan karung diberi alas berupa potongan kayu (balok) sehingga karung tidak berhubungan langsung dengan tanah atau lantai yang memung-kinkan naiknya kelembaban. Penyimpanan Benih yang telah kering dan bersih dikemas dalam karung atau kemasan siap salur dan kemudian disimpan di dalam ruang penyimpanan. Ruang penyimpan benih diusahakan mempunyai ventilasi yang baik agar kualitas benih dapat terjaga. Pada proses pembersihan. Pemberian jarak di antara tumpukan karung maupun dengan alas lantai berguna untuk memperlancar sirkulasi udara. Masa berlakunya label benih padi 6 bulan sejak selesainya pengujian dan paling lama 9 bulan setelah tanggal panen.14 Perkembangan biji padi pada bagian luar dan bagian dalam. Sebelum disimpan. Gambar 6.13. Gambar 6. Proses pengolahan benih merupakan proses yang cukup kritis. orientasi mutu maksimal merupakan prioritasnya. Jika produksi di lapang harus lulus standar lapang maka proses pengolahan benih pun harus lulus standar laboratorium. orientasi produksi maksimal merupakan tujuan utama.

.tersebut akan diuji dengan berbagai peralatan modern.

Jika produksi beras diharapkan meningkat.16 Plantability Checks yang digunakan untuk menguji daya tumbuh benih. Dust Off Test yang digunakan untuk mengukur konsentrasi debu pada benih tanaman. . yang digunakan untuk meberi perlakuan pada benih seperti pelapisan benih dengan pestisida ataupun bahan perlakuan benih yang lainnya.15 Rotary Batch Lab treater.18 Germination Test yang digunakan untuk menguji daya kecambah benih 6.17.3 Pra-panen produksi benih padi hibrida Sejalan dengan pertambahan penduduk di Indonesia maka kebutuhan beras dari tahun ke tahun selalu meningkat.255 Gambar 6. Gambar 6. maka kebutuhan benih padi pun akan meningkat. Gambar 6. Gambar 6.

Teknik produksi padi lokal dan hasil introduksi masih belum cukup untuk mengatasi hal tersebut. Pada prinsip rangkian proses produksi benih padi hibrida sama dengan produksi benih padi bersetifikat. Metsizo (PSB Rc72H dengan waktu penanaman 123 hari dan rata-rata hasil 5. Benih padi hibrida dihasilkan ketika sel telur dari induk betina dibuahi oleh serbuksari dari anther varietas yang berbeda atau galur yang digunakan sebagai induk jantan. dan dipertahankan kemurnian genetiknya hingga lebih dari 98% agar dicapai hasil yang memuaskan. Kedua alat ini digunakan untuk menganalisis berbagai bahan yang digunakan untuk perlakuan benih. Benih hibrida harus diproduksi setiap musim tanam.Tehnik Pembenihan Tanaman 256 Gambar 6.6 ton/ha). Teknologi produksi benih hibrida sangat berbeda dari varietas non hibrida. Pada umumnya persilangan kedua galur jantan dan betina ini sudah diuji berulang kali melalui penelitian yang panjang. Hasil persilangan kedua induk tersebut disebut sebagai First Generation atau turunan generasi pertama atau first filial generation dan dikenal dengan istilah (F1) .4 t/ha) dan Panay (PSB Rc76H dengan waktu penanaman selama 106 hari dan hasil produksi rata-rata 4. Sebagai contoh kasus produksi benih hibrida akan disampaikan berdasarkan hasil penelitian IRRI (International Rice Research Institute) yang berlokasi di Filipina yaitu varietas Magat (PSB Rc26H. Sebagai contoh adalah jantan mempunyai sifat genetik produksinya tinggi (diatas 5 ton per hektar) sedangkan induk betina mempunyai sifat genetik enak rasanya.19 Treatment Analysis yang digunakan adalah GC (Gas Chromatography) dan HPLC (Hight Performance Liquid Chromatography).8 t/ha). Perbedaan terdapat pada tahapan penyiapan galur induk jantan dan betina yang beasal dari jenis yang berbeda sifat genetiknya. lama penanaman 110 hari dengan rata-rata produksi 5. oleh sebab itu dibutuhkan alternatif baru yaitu produksi benih padi hibrida.

Menghadapi kondisi lahan budidaya padi yang semakin menyempit. Meurut IRRI (2006) Benih padi hibrida F1 menghasilkan keuntungannya sekitar 10-15% dibandingkan dengan varietas yang dihasilkan melalui persilangan sendiri. Padi hibrida pada umumnya memberi peluang hasil produksi yang lebih tinggi.yang merupakan hasil penyilangan antara dua varietas padi yang berbeda secara genetik. maka penggunaan .

sebaiknya dianalis terlebih dahulu standar benih padi hibrida yang telah ditetapkan. Proses membibitkan galur induk benih sumber untuk bibit padi . Contoh kedua adalah tentang standar kadar air maksimal 14%. artinya penangkar benih harus melakukan roguing dengan sangat seksama jangan sampai ada varietas lain yang tumbuh selain 2 varietas induk jantan dan induk betina yang direncanakan untuk disilangkan agar menghasilkan benih padi hibrida.) 98 Benih lain atau biji gulma (max.1 Ukuran standar benih padi F1 STANDAR BENIH FAKTOR F1 Seed (%) Kemurnian benih (min. Sebelum melakukan serangkaian proses produksi benih padi hibrida. Tabel 6.) 10 Bahan lain yang terbawa (max. Dengan adanya pengetahuan tentang informasi standar benih padi tersebut.) 85 Kadar air (max. Untuk melakukan kegiatan pembibitan padi hibrida sama dengan proses membibitkan padi non hibrida.14%.) 14 a. Perbedaan yang harus diperhatikan adalah pada pembibitan padi hibrida para penangkar harus membibitkan dua varietas galur induk hibrida yang akan dijadikan sebagai sumber benih jantan dan sumber benih betina..257 varietas hibrida merupakan salah satu solusi yang tepat. Sebagai contoh untuk standar kemurnian benih padi hibrida adalah 98%. Penguasaan informasi tentang standar kualitas benih dapat memudahkan pengelolaan proses kegiatan di lapangan budidaya.) 2 Biji beras merah /500 gr (max.) 20 Daya kecambah (min. Membibitkan galur induk benih sumber Galur induk benih sumber adalah benih yang berasal dari suatu galur tertentu yang digunakan untuk sumber induk jantan dan betina yang mempunyai sifat genetik yang berbedasesuai dengan harapan penangkar benih.) 2 Biji varietas lain/500 gr (max. maka penangkar benih akan melakukan kegiatan pengeringan benih sampai dengan kadar airnya .

. Benih padi lebih cepat berkecambah (germinasi yang lebih cepat) .jantan dan betina mempunyai keuntungan sebagai berikut: .

. Untuk memproduksi benih padi hibrida seluas satu hektar harus disiapkan 1000m2 bedengan pembibitan (1000 m2 bibit/1 hektar) b. Benih galur R (benih sumber jantan) direndam selama 24 jam. Menghasilkan bibit yang lebih sehat dengan vigor yang lebih baik .25 Kg/m2 . Gambar 6. Pembuatan bedengan pada umumnya berukuran lebar meter. Sumber benih padi jantan disebarkan pada bedengan kecil yang telah disediakan (bedengan pendek ± 250-300 m2 /ha produksi benih) dan benih betina disebarkan pada bedengan yang terpisah dari benih jantan (bedengan panjang ± 700-750 m2 /hektar produksi benih). Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan . Berikan pemupukan dengan pupuk organik dengan dosis 1.20 Dua tempat pembibitan yang disiapkan untuk sumber bibit jantan dan betina. Air rendaman benih diganti setiap 6 jam.. Kegiatan ini berfungsi untuk membunuh benih gulma atau padi liar.Tehnik Pembenihan Tanaman 258 . tinggi 5-10 cm dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan bibit padi yang akan ditanam Dalam rangka menyiapkan bedengan untuk tempat pembibitan sumber benih jantan dan betina dilakukan langkah kerja sebagai berikut: ... . Lahan bedengan digenangi sebanyak tiga kali dengan interval waktu setiap 7 (tujuh) hari. Benih gaur A (benih sumber betina) direndam dalam air bersih selama 12 jam.. . Kebutuhan benih lebih sedikit.. .. Bedengan pembibitan sebaiknya mempunyai ketinggian 4-5 cm lebih tinggi dari permukaan lumpur sawah dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang sesuai dengan kebutuhan benih..

Benih-benih padi yang mengambang (tidak bernas/ kosong) dibuang. dan 10 kg galur-R (jantan).2. c. dibandingkan dengan bibit padi yang disemaikan dalam kondisi kepadatan yang tinggi. d. Benih diinkubasikan selama 12-24 jam (a). Pada kedua musim tersebut kegiatan penyemaian... Benih galur jentan dan betina diinkubasikan pada wadah terpisah dengan kondisi yang sama selama 24 jam dalam tempat yang terlindung. Kedua sumber benih yang telah direndam selanjutnya diaduk-aduk selama ±3-5 menit.. . dan akumulasi bahan kering lebih tinggi. Benih yang tenggelam merupakan indikator bahwa benih tersebut bernas dan diharapkan dapar berkecambah dengan baik. tegakan batang pendek.21. Interval Pembibitan Pembibitan tanaman benih dilakukan melalui beberapa kali penyemaian. . . Untuk penyemaian pada musim kemarau dan musim hujan. varietas induk yang digunakan dan tingkat kepadatan semai dapat dilihat pada tabel 6. Kepadatan benih padi sebanyak 25 gram benih/m2. Benih-benih yang akan diinkubasikan dicuci sampai bersih (proses ini diharapkan dapat mengurangi jumlah inokulum patogen (sumber penyakit) yang terbawa dalam air rendaman. Penaburan benih pada bedengan (b) . Vigor bibit seperti tersebut di atas disebabkan oleh tingkat kompetisi antar tanaman yang rendah.259 Gambar 6. Pembibitan dengan kepadatan rendah (jarang) akan menghasilkan bibit dengan vigor (performansi bibit) sebagai berikut: anakan banyak. Kebutuhan benih Kebutuhan benih untuk satu hektar sebanyak 20-25 kg galur-A (betina). daun berwarna lebih hijau.

Pemeliharaan Bedengan Pemeliharaan bedengan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Air di lahan produksi diupayakan selalu jernih sampai dengan bibit padi mempunyai 4 helai daun atau bibit padi berumur 10 hari setelah tanam (HST) dan sesekali harus dilakukan pengurasan air sehingga dihasilkan bibit padi dengan kualitas vigor yang baik.. Dalam produksi benih padi hibrida. Gulmagulma yang tumbuh dibedengan harus dikendalikan secara manual (dengan tangan).. f. Drainase dan irigasi berkualitas baik.22. Persyaratan ini berfungsi untuk .Tehnik Pembenihan Tanaman 260 Gambar 6.. Tanah mempunyai predikat subur . Lahan terisolasi dari lahan sawah lain. . Tingkat serangga hama dan penyakit rendah. sebarkan 5-10 gram pupuk majemuk 14-14-14 atau 16-20-0 atau yang setara dengan dosis tersebut.. Tingkatkan ketinggian air (2-3 cm) secra bertahap. Bibit padi pada bedengan pembibitan e. lahan produksi diharapkan terisolasi dari sawah lain.. Lahan produksi cukup cahaya . . Iklim lingkungan sesuai dengan syarat tumbuh padi .. hal ini berfungsi untuk mengendalikan gulma. Pada saat 10 HSS (hari setelah semai). Persyaratan Lahan Produksi Lahan produksi padi hibrida diharapkan dapat memenuhi kriteria sebagai berikut: .

23.0 Hari ke-10 IR 58025 A 20 25 Musim Hujan (MH) Waktu Semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 IR 34686 R1 5. MK interval pembibitan antara A & R1 adalah 8-10 hari. sekurang-kurangnya 50-100 cm .261 menjaga kemurnian genetik benih padi hibrida (F-1) atau menghindari cross polination (penyerbukan silang).0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5. Isolasi jarak pada produksi benih padi hibrida.0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5.0 Hari ke-21 IR 58025 A 20 25 Catatan: Galur-A disemaikan satu kali dan Galur-R disemaikan dua kali.2 Waktu semai dan tingkat pembibitan tiga jenis induk padi Musim Kemarau (MK) Waktu semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 34686 R1 5. Jenis isolasi untuk produksi benih padi hibrida adalah Isolasi jarak: Pertahankan jarak lahan produksi padi hibrida sekurangkurangnya 100 meter dari plot lain atau varietas padi lainnya Tabel 6. MH interval bibit antara A & R1 adalah 20-21 hari Gambar 6.

.5 meter. . isolasi waktu: Upayakan waktu penanaman padi hibrida agar periode pembungaan induk hibrida akan berlangsung sekurangkurangnya 21 hari lebih awal daripada varietas lain atau 21 hari lebih lambat dari varietas lain yang ditanamam pada areal produksi lain yang terdekat.. yang terpenting adalah lahan produksi benih padi hibrida terisolasi dari penyerbukan silang padi. Isolasi penghalang (barrier): Isolasi barrier (penghalang) umumnya berupa penghalang yang secara khusus dipersiapkan berupa suatu bahan atau tanaman dengan ketinggian sekurangkurangnya 2. kelapa atau tanaman lainnya. Isolation geografis: Isolasi geografis dilakukan dengan cara menyeleksi area produksi benih padi hibrida agar terlindungi oleh tanaman lain yang tinggi atau berada didaerah yang terisolir (area produksi benih berada disekitar perkebunan tanaman seperti pisang.25...24 Isolasi waktu penanaman benih.Tehnik Pembenihan Tanaman 262 Gambar 6. . dan terhindar dari serangan HPT). . Sekurang-kurangnya dipisahkan dengan jarak 5 m. Isolasi dengan penghalang berupa tanaman lain. u ntuk perbedaan pembungaan lebih dari 3 minggu Gambar 6.

Bibit padi R-1 dan R-2 yang berumur 20 HSS ditaman pada baris R dan bibit A berumur 10 HSS (atau 21 HSS pada saat musim hujan) ditanam pada baris A..26 Penanaman bibit padi di lahan produksi.263 Isolasi geografis merupakan isolasi terbaik dibanding dengan isilasi yang lainnya. Gambar 6. Semua bibit padai ditanam dengan jarak tanam 20 x 15 cm dengan kedalaman 2-3 cm. hal ini akan memudahkan pertumbuhan dan perkembangan bibit serta tillering. dan pengaturan posisi penanaman bibit se cara konvensional . roguing dan pengendalian HPT). Penanaman bibit umumnya adalah sebagai berikut: . Rasio baris adalah 2:8 (R:A) untuk musim hujan dan 2:12 untuk musim kemarau. 1) Teknik penanaman Penamanan bibit padi baru dapat dilakukan setelah persiapan lahan dianggap memenuhi sayarat. g. Penanaman Kegiatan penanaman benih dilakukan sebagai berikut: Barisan bibit tanaman padi yang lurus akan memudahkan pengelolaan produksi benih padi hibrida karena akan memudahkan kegiatan pengendalian gulma. Jarak tanam yang diaplikasikan sesuai dengan anjuran akan memaksimumkan jumlah tanaman per hektar dan produksi benih padi hibrida.

Posisi penanaman benih induk betina dan induk jantan.27.28. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 15 x 20 cm (a).Tehnik Pembenihan Tanaman 264 Gambar 6. Gambar 6.27a. Posisi dan rasio penanaman bibit induk betina dan jantan Gambar 6. . Modifikasi jarak tanam adalah 15 x 15 cm atau 20 x 20 cm (b).

Lakukan observasi secara seksama pada baris tanaman. Penanaman dilakukan dengan rasio satu bibit/titik tanam untuk baris-A dan 2-3 bibit/titik tanam pada baris-R. Perhatikan dengan seksama agar bibit pada baris A benar-benar ditanami secara penuh pada baris sebelah kanan. kemudian permukaan air swah dinaikkan secara perlahan sampai naik setinggi 2-3 cm.. Hama dan penyakit tanaman padi dikendalikan dengan menggunakan perpaduan pengendalian secara kultur teknis (memberikan unsur hara yang berimbang. Kegiatan pembibitan diupayakan dalam kondisi sebagai berikut: . h. sehingga harus diganti dengan bibit baru yang mempunyai vigor (kualitas) yang baik. Pengendalian secara .. mekanik atau menggunkan metode pengendalian secara terpadu. Penyulaman bibit dilakukan pada saat 5 hari setelah tanam... Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pada periode pembungaan. .. . penyebaran serbuk sari dari bunga jantan akan berlangsung dengan mudah menyerbuki bunga betina 2) Penyulaman bibit Penyulaman bibit padi hibrida bertujuan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh dan berkembanga dengan baik. . Pemeliharaan tanaman 1) Pengendalian hama. penyakit dan gulma Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi harus dilakukan secara terpadu melalui proses observasi hama dan penyakit sesuai dengan hasil informasi dari SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama dan penyakit secara Terpadu). fisik. menggunakan varietas tahan hama dan penyakit tertentu sehingga mengkondisikan tanaman padi dalam keadaan sehat dan mempunyai daya tahan terhadap serangan hama penyakit tanaman).265 . Lahan sawah harus selalu cukup air (macak-macak). untuk menjamin tumbuhnya bibit selama 4-5 hari.

kimia akan dilakukan jika populasi hama atau penyakit melebihi ambang batas ekonomi. dan unsur hara. air. cahaya matahari.29. Gambar 6. Pengendalian gulma bertujuan untuk mengurangi kompetisi dalam hal tempat tumbuh. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan . Penyulaman bibit tanaman padi.

saat aplikasi ZPT dan saat menjelang panen... 3) Pengairan Selama proses produksi benih padi hibrida pengelolaan air harus mendapat perhatian terutama pada masa-masa kritis seperti saat menjelang pembungaan. Untuk mengoptimalkan suplai hara maka pemupukan dilakukan harus sesuai dengan rekomendasi terutama pupuk P dan K serta pupuk organik (diaplikasikan sebelum pembajakan yang terakhir). 1/3 at 5-7 hari sebelum inisiasi bunga (panikel). 50 Kg Fosfat dan 60 kg Kalium per hektar. 40 Kg pupuk Fosfat dan 45 kg pupuk Kalium per hektar. 1/3 5-7 hari setelah tanam. secara mekanik (mengunakan caplak bambu) atau secara kimia (menggunakan herbisida) atau dengan pengendalian gulma secara terpadu. Untuk musim kemarau pemupukan direkomendasikan sebagai berikut: 120 Kg Nitrogen. . 1/3 20-25 hari setelah tanam. 2) Pemupukan Padi hibrida sama dengan padi non hibrida yakni membutuhkan hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. . Pemupukan untuk musim hujan adalah sebanyak 60-90 Kg Nitrogen. Pupuk Nitrogen diaplikasikan dalam 3 waktu: . Selama masa budidaya air sawah harus selalu diamati dan upayakan agar permukaan air selalu setinggi 2-3 cm. ..Tehnik Pembenihan Tanaman 266 metoda dicabut langsung dengan tangan.

30. . Kondisi ini diperlukan untuk memaksimumkan hasil persilangan antara bunga jantan dengan bunga betina. Oleh sebab itu perkiraan pembungaan harus diupayakan diprediksi secara tepat.267 Gambar 6. Selama masa pengisian biji. 4) Pembungaan Pada kegiatan produksi benih padi hibrida. Pada saat 2 minggu sebelum panen. Pada saat tanaman menjelang stadium generatif kurangi air sampai dengan kondisi macak-macak (selama masa pembungaan) kemudian naikkan permukaan air setinggi 3-5 cm pada saat aplikasi Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) GA3. Pada saat masa jumlah anakan mencapai maksimum. Perubahan cuaca akan mempengaruhi kagiatan produksi benih terutama sangat berpengaruh terhadap sinkronisasi pembungaan. Pengendalian gulma se cara manual . Pengamatan pertumbuhan panicle pada baris-A dan baris-R sangat berguna terutama untuk menentukan masa pembungaan yang tepat yang harus diatur atau disesuaikan (singkronisasi pembungaan). mekanik dan kimiawi (b). amati permukaan air sawah agar diupayakan selalu setinggi 3-5 cm selama inisiasi bunga (naikkan permukaan air sedikit demi sedikit sampai dengan 3-5 cm sampai dengan masa generatif). air harus dikeringkan dan dipertahankan terus sampai dengan masa panen. Setelah masa anakan. masa pembungaan harus diperkirakan seakurat mungkin (perkiraan harus tepat). Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara kimiawi (a). kurangi suplai air sampai kondisi lahan sawah lembab dan terlihat beberapa rekahan halus pada tanah sawah. kondisi air harus dalam keadaan cukup dengan permukaan air sekitar 3-5 cm.

Tiga waktu pemupukan yang dianjurkan.31. yaitu 5-7 hari setelah tanam. Gambar 6. 20-25 hari setelah pemupukan pertama. . dan menjelang pembungaan.32 Pengamatan inisiasi panicle Berikut ini proses singkronisasi pembungaan yang umum dilakukan untuk memproduksi benih padi hibrida.Tehnik Pembenihan Tanaman 268 Gambar 6.

269 Gambar 6.33 Singkronisasi pembungaan Gambar 6.34 Proses perkembangan bunga padi (a). . Sepuluh tahap perkembangan panikel padi (b).

Kondisi ini akan mendorong serbuk sari dapat menyebar secara luas sehingga akan menghasilkan banyak calon benih. Kemudian air sawah dikurangi dan daun dipangkas. Potongan daun jangan dibuang ke lahan produksi. Jika masa pembungaan harus dipercepat. Daun bendera harus dipotong 1/3 sampai ½-nya.Tehnik Pembenihan Tanaman 270 5) Penyesuaian waktu pembungaan Pada kondisi yang sesungguhnya di lapangan. Jika induk padi hibrida berbunga terlalu awal. semua organ tanaman yang menghalangi proses penyerbukan harus dibuang.35 Sinkronisasi Pembungaan . Gambar 6. Oleh sebab itu pangkas semua barier sehingga mendorong penyerbukan silang. 6) Pemangkasan daun Pada masa pembungaan dan menjelang masa penyerbukan padi hibrida. Selain itu pertahankan agar air selalu tersedia di sawah dan lakukan penyemprotan GA3. Sisa potongan daun yang terserang hama dan penyakit dapat menjadi sumber penyakit dan menularkan patogen ke tanaman induk sehingga akan mengganggu kesehatan tanaman dan dapat menyebabkan penurunan produksi benih (produksi lebih rendah dari harapan) Pemotongan daun bendera sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah atau lebih baik pada musim kemarau. maka proses tersebut dapat diupayakan dengan menyemprot 1% pupuk P (fosfat) atau KH2PO4. maka masa pembungaan dapat diundurkan dengan mengurangi aplikasi pupuk Nitogen sebanyak 2% dari dosis rekomendasi. pembungaan bunga jantan dan betina seringkali muncul tidak sesuai dengan perkiraan.

7) Aplikasi Gibberellic Acid (GA3) Giberelic Acid (GA3) merupakan salah satu ZPT yang sering digunakan untuk meningkatkan keberhasilan proses pembungaan dan pembuahan pada tanaman. Penyemprotan pertama sebanyak 30% dari dosis. Teknik pemotongan daun bendera yang dianjur kan (b). Pembuatan larutan GA3 8) Bantuan penyerbukan (Polinasi) Pada produksi benih padi lokal atau non hibrida. meningkatkan waktu membukaan bunga betina sehingga meningkatkan peluang diserbuki oleh bunga jantan. Lakukan penyemprotan pada saat hari tenang jika memungkinkan tidak ada angin sehingga GA3 dapat menyebar dengan merata di lapangan. meningkatkan kekuatan dan pembetukan tangkai sari serta memperpanjang durasi stigma membentuk serbuk sari. penyemprotan ke-2 sebanyak 50% dari dosis dan penyemprotan terakhir sebanyak 20% dari dosis. mendorong keluarnya panicle dari daun bendera.271 Gambar 6. GA3 berfungsi untuk membantu meninggikan tanaman baik itu induk jantan ataupun betina. penyerbukan dilakukan secara alami tanpa tindakan bantuan/perlakuan khusus. Aplikasi GA3 yang optimal adalah sebanyak 100-150 gram/hektar untuk 3 kali penyemprotan.36. Jangan melakukan penyemprotan GA3 jika diduga akan turun hujan pada 24 jam setelah penyemprotan GA3. Gambar 6. Daun bendera yang harus dibuang (a). Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat sore hari yang cerah.37. Untuk . Demikian pula pada proses produksi benih padi hibrida.

7 6000 300 18. Perlakuan bantuan polinasi diharapkan dapat membantu menyebarkan serbuk sari dari induk jantan agar menempel dengan baik pada putik induk betina.8 7500 15 7.0 8000 400 24.8 1.0 13.2 5.4 Kebutuhan Volume Larutan GA3 dengan alat Knapsach sprayer Area (m2) vol(lt.0 11.0 1.0 10.0 5.3 1.3 6.4 5000 10 5.7 3.0 16.6 1500 3 1.2 1.5 2.0 6. Tabel 6.0 26.3 3. proses penyerbukan harus dibantu dengan cara menggoyangkan tangkai malai induk jantan pada saat stadium pembungaan yakni bersamaan dengan periode pematangan serbuk sari.7 0. Bantuan polinasi dapat dilakukan pada saat pagi hari ketika bunga membuka dengan sempurna baik itu bunga dari induk betina maupun jantan.0 3.3 1.8 2000 4 2.0 1. sehingga serbuk sari menyebar dengan sempurna pada putik bunga betina.7 Ultra-low volume sparyer 1000 2 1.7 2000 100 6.0 3.0 20. Penyerbukan harus dilakukan tepat waktu yaitu lakukan penyerbukan pada saat hari tenang dan angin sepoi-sepoi(1-3 km/hr).7 12.5 8.5 0.0 5.0 9.0 2.8 4.5 1.5 1.0 6.Tehnik Pembenihan Tanaman 272 produksi padi hibrida. Kanopi tanaman digoyangkan setiap 30 menit sampai dengan bunga padi .1 0.3 4000 200 12.2 10000 20 10.6 Untuk membantu proses penyerbukan tersebut dapat dilakukan dengan cara tangkai malai digoyang dengan tangan atau gunakan tongkat bambu dan pukulkan dengan perlahan ke pangkal tangkai malai induk jantan.6 2.0 33.0 13.5 2.3 15.1 2500 5 2.7 0.) air Konsentrasi 60 ppm 30 ppm 100% 90% 100% 90% 1000 50 3.3 10000 500 30.

30). Pembuangan varietas lain harus dilakukan karena dapat menyebabkan penyerbukan silang dengan baris-A sehingga akan menyebabkan menurunnya kemurnian benih hibrida yang diinginkan. 9) Roguing Pada proses produksi benih padi hibrida. Roguing sangat penting dilakukan pada stadium tanaman jumlah anakan yang maksimum. Bantuan penyerbukan dengan menggunakan potongan bambu. Waktu pembungaan bunga betina diupayakan harus bersamaan dengan bunga jantan (a).38. Selain itu buang tipe tanaman yang mempunyai bentuk dan ukuran daun bendera berbeda atau mempunyai seludang daun yang berbeda warnanya. Semua organ tanaman yang terlihat terserang hama atau penyakit harus dibuang dari lahan produksi. Gambar 6. saat pembungaan dan sebelum panen. proses roguing mutlak dilakukan.00 sampai dengan pukul 13. Roguing dilakukan pada semua tumbuhan yang terdapat pada jarak antar baris. Fertilisasi pada bunga betina padi (b).273 menutup (umumnya pukul 10. Roguing dilakukan juga pada saat pembungaan yaitu semua tumbuhan yang tidak diinginkan harus dibuangdari baris A. Semua tanaman yang tumbuh lebih pendek atau lebih tinggi dari benih tanaman atau induk jantan harus dibuang (dicabut). Gambar 6. Roguing berfungsi untuk membuang tumbuhan yang tidak dikendaki (dari spesies ataupun varietas yang berbeda). Waktu yang paling tepat untuk melakukan kegiatan roguing adalah pada saat tanaman mulai tumbuh di lahan.38. Selian itu semua tunbuhan yang .

Hal ini dilakukan agar benih padi hibrida tidak tercampur (terkontaminasi) oleh benih padi lainnya.Tehnik Pembenihan Tanaman 274 mempunyai periode pembungaan lebih cepat atau lebih lambat harus dibuang. Baris-A yang dipanen disebut F-1 atau benih hibrida. perontokan. Perlakuan Pasca Panen Proses pemanenan dilakukan terlebih dahulu pada baris R dan dilakukan secara manual. Baris-R jangan digunakan sebagai benih. Biji-biji yang terdapat pada malai padi dari baris A terlihat bernas. Waktu pemanenan dapat diupayakan pada saat 90% biji sudah berbulir penuh.4. kemudian dilanjutkan dengan baris-A.42 Kegiatan roguing di lahan produksi benih padi hibrida. Biji padi yang dipanen . Gambar 6. Waktu roguing yang dianjurkan Gambar 6. begitu pula dengan tumbuhan yang mempunyai bentuk . bersih dan menghilat dengan warna gabah yang cerah.41. ukuran dan warna biji yang berbeda harus dibuang. Proses pemanenen baris A dapat dilakukan secara manual ataupun secara mekanik.40. pengeringan ataupin pengepakan. Gambar 6. Induk betina (atas) dan induk jantan (bawah) yang siap untuk diserbuki dan menyerbuki 6. Hasil panen dari baris R dan baris A harus benar-benar terpisah selama masa panen. Pada saat menjelang panen semua tumbuhan yang bukan induk padi hibrida harua dibunag dari pada baris-A.

Upayakan untuk tidak menjemur benih secara langsung di atas lantai jemur. Pengeringan dan pembersihan Pengeringan dan pembersihan benih padi harus dilakukan. b. semua peralatan perontokan padi harus ditempatkan di atas lantai yang benar-benar bersih. Selama pengeringan balikkan benih secara berkala agar . a. Perontokan Sebelum proses perontokan. Kegiatan ini berfungsi untuk mempertahankan kualitas benih agar selalu dapat kondisi yang baik. Karung dan kantong benih harus tersedia dalam kondisi bersih dan siap untuk diisi dengan benih. Gambar 6. Baris-A dirontokkan terlebih dahulu kemudian baris-R.43. Contoh tumbuhan yang tidak dikehendaki dan harus dibuang pada proses roguing. Kegiatan pengeringan lahan dilakukan selama 2 minggu sebelum waktu panen. Benih dapat dikeringkan secara mekanik atau menggunakan pengering dengan solar sel. Gambar 6. Benih dikeringkan sesegera mungkin setelah proses perontokan sampai dengan kadar air benih kurang dari 14% (standar benih berkualitas bagus).44 Proses kematangan buah padi.275 harus dipastikan dalam kondisi yang kering. Selama perontokan benih yang berasal dari induk betina (baris-A)harus benar-benar dipisahkan dari biji yang berasal dari induk jantan (baris-R).

Benih dapat dibersihkan secara manual dengan cara ditampi. Benih yang sudah kering harus dibersihkan dari ketidak murnian seperti harus terbebas dari biji gulma. dan gabah. Gambar 6. atau menggunakan mesin pembersih benih.47 Proses pengeringan benih . benih yang kering dan bersih dimasukkan dalam kantong yang baru lalu diberi label yang memuat informasi sesuai dengan keperluan (varietas. tanggal panen dan nomor lot benih) Gambar 6.46 Proses perontokan benih padi. biji yang belum matang.45 Proses pemanenan benih padi hibrida.Tehnik Pembenihan Tanaman 276 kekeringan merata. Gambar 6.

48 Teknik pengujian daya kecambah benih padi. . Penyimpanan Penyimpanan benih padi pada umumnya mempunyai 2 (dua) tujuan yaitu untuk penanaman pada musim berikutnya atau untuk penanaman pada dua musim yang akan datang.277 c. Gambar 6. Salah satu kriteria benih berkualitas baik adalah mempunyai daya kecambah minimal 85%. Benih yang akan digunakan pada musim yang akan datang harus disimpan pada kondisi dingin dan kering. Benih yang berkualitas baik adalah benih yang sesuai dengan standar yang ditentukan masingmsing negara. Jika benih akan digunakan pada musim tanam yang terdekat dan didistribusikan secepatnya maka benih dapat disimpan pada suhu kamar.

Menerapkan persyaratan kerja 3.. Menyiapkann lahan pembenihan 4.. Pemeliharaan .. Persyaratan lahan . Pengairan . Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan . Benih sumber .. Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra-panen benih padi Perlakuan Pascapanen ... Penanaman .. Potensi benih tanaman 2. Perontokan .. 2. Penyimpanan Perlakuan pra panen padi hibrida Perlakuan pascapanen padi hibrida ... .... Musim tanam . Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. Membibitkan gakur induk benih sumber.. Penyimpanan SOAL: 1. Pemeliharaan bedengan .. . Deskripsikan persamaan dan perrbedaan produksi benih padi local dengan padi hibrida.Tehnik Pembenihan Tanaman 278 Ringkasan Setelah mempelajari BAB 6.. Persyaratan lahan produksi . Pengeringan dan pembersihan .. . Peromtokan . Penyemaian . Pengendalian OPT ... Penyiapan lahan dan penanaman . Pengeringan ... siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1.. Merawat benih tanaman 5.. Bagaimana teknik pemelihraan alat dan mesin yang digunakan dalam proses produksi benih tanaman . Interval pembibitan . Pemeliharaan tanaman . Kebutuhan benih .

Bagaimana system penggudangan benih yang ada di sekolahmu / perusahaan benih di sekitar kotamu . Lakukan identifikasi proses produksi benih yang dilakukan oleh petani dan sekolahmu. 2.279 TUGAS: 1.

Setelah tahun 1986 sampai sekarang. Ini berarti diperlukan penyediaan benih kedelai sebesar 40 ribu ton per tahun. seperti Balai Benih Induk. Jika ditambahkan dengan impor kedlai hitam untuk kebutuhan indsutri kecap tahun 1988 yang mencapai 104. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI Ketersediaan benih kedelai di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan kebutuhannya. Balai Benih Utama. Perum Sang Hyang Seri pada waktu itu juga memproduksi benih kedelai. Jika produktivitas rata-rata kedelai 1 ton/ha maka untuk memenuhi kebutuhan nasional diperlukan lahan produksi seluas 2 juta ha. tetapi dalamvolume yang terbatas.634 ton dan impor kedelai tahun 1999 sebesar 839. Patra Tani tidak lagi memproduksi benih sehingga nyaris tidak ada lagi produsen benih kedelai. PT.017. PT Patra Tani merupakan satu-satunya indsutri benih kedelai nasional yang sangat besar.969 ton.BAB 7. Data Departemen pertanian menujukkan bahwa produki kedelai nasional tahun 2000 sebesar 1.867 ton maka total konsumsi kedelai nasional adalah 1. Di Indonesia tercatat belum ada industri benih yang mengusahakan produksi benih kedelai secara mapan. yang kapasitas penyediaannya sangat terbatas. Ditjentan Pangan (1992) mencatat bahwa pemenuhan benih kedelai bersertifikat secara nasional masih di bawah angka 5%. Rendahnya persentase ini merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan kedelai nasional.470 ton atau hampir 2 juta ton.962. Satusatunya penghasil benih kedelai adalah para penangkar benih lokal danprodusen benih sumber milik Pemerintah. Sebelum tahun 1986. dan Balai Benih Pembantu. Fenomena ini yang semakin mendorong petani untuk menyediakan benih kedelai secara .

Harga kedelai impor yang lebih murah dari harga kedelai lokal semakin mengecilkan minat Tenik Pembenihan Tanaman 280 . .sendiri tanpa melalui proses sertifikasi benih. Produktivitas tanaman kedelai masih rendah sehingga secara usaha tani kurang menguntungkan. . Beberapa alasan kurang tertariknya para investor untuk memproduksi benih kedelai di Indonesia antara lain sebagai berikut : . Bila menanam kedelai. . Masa edar (waktu pemasaran) benih kedelai sangat singkat karena daya simpannya yang sangatsingkat. Harga kedelai konsumsi nasional rendah sehingga petani kurang tertarik mengusahakannya. petani pun enggan membeli benih bersertifikat.

teknologi budi daya dan pascapanennya. tanaman tumpang sari.petani dan penangkar benih kedelai. sedangkan isolasi waktu hanya 15 hari agar tidak terjadi pencampuran benih antar-varietas. Gambar 7.5. Tentunya usaha yang dilakukan hendaknya diiringi dengan perbaikanperbaikan. baik varietas tanaman. serta pengelolaan dan pemasarannya. Kedelai termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri sehingga isolasi jarak hanya 8 meter. salah satunya adalah potensi hasilnya yg masih rendah. Agar penanganan produksi dan pascapanen benih kedelai tidak keliru. Jika kebijakan Pemerintah telah berubah dan nilai produksi pertanian disejajarkan dengan produk industri non pertanian lainnya maka usaha produksi benih kedelai sangat menguntungkan karena belum ada industri benih yang mengusahakannya. tetapi pengusahaannya perlu terus ditingkatkan karena prospek yang sangat besar. 7.1 Perlakuan Prapanen Telah dijelaskan bahwa permasalahan produksi benih kedelai cukup kompleks. pendekatan lingkungan.1 Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai (atas) dan tanaman kedelai (bawah . Meski permasalahan kedelai cukup komplek. kedelai hanya sebagai tanaman sela. Akibatnya. Adapun standar lapang untuk proses produksi benih kedelai bersertifikat dapat dilihat pada tabel 6. sifat-sifat benih kedelai seperti berikut perlu dipahami lebih dahulu. atau sekedar tanaman rotasi.

. Benih bersifat higroskopis sehingga kadar airnya mengikuti kelembapan udara di sekitarnya. viabilitas (daya tumbuh dan kekuatan tumbuh) benih kedelai mudah menurun akibat laju respirasi yang meningkat. . Pada kondisi suhu dan kelembapan yang relatif tinggi. 281 .

Lokasi penanaman mempunyai curah hujan sedang (150 200 mm perbulan) pada saat pertumbuhan dan kurag dari 50 mm per bulanpada saat pematangan polong. bakteri dan virus.2 Persyaratan lahan Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam memilih lahan untuk produksi benih kedelai sebagai berikut : . kedelai mudah terserang hama penggerek dan pengisap biji.2 8 . Kulit benih kedelai amat tipis sehingga mudah terinfeksi oleh cendawan. 7.Kelas Benih Benih dasar Benih Pokok Benih sebar . Suhu harian lokasi penenaman tidak melebihi 35OC dengan kelembaban nisbi yang relatif rendah (sekitar 70%).1 8 0. Berlabel biru . Berlabel hijau (ES1 s/d ES4) . Daerah pertanaman bebas dari gangguan hama maupun Isolasi Jarak (m) Varietas Lain dan Tipe Simpang Maksimum (%) 8 0. serta rentan terhadap kerusakan fisik dan mekanik . Lahan tergolong subur dan cukup tersedia air. . . Saat di pertanaman.

3 Benih sumber Kebutuhan benih sumber berkelas lebih tinggi +40 kg/ha. Untuk produksi benih berlabel merah jambu (BMJ). (2) sangat rendahnya indeks penangkaran (benih sumber menjadi benih komersial). hanya berkisar angka 40. Tenik Pembenihan Tanaman 282 Tabel 7. 7. Adapun varietas-varietas kedelai yang direkomendasikan untuk diusahakan dapat dilihat pada tabel 12. .5 8 0. yakni (1) sangat minimnya produsen benih kedelai. dapat digunakan benih sumber dari kelas benih sebar.7 penyakit.0. terutama hama yang menyerang biji. Lahan terbebas dari gangguan gulma.1 Standar Kondisi Lapangan Untuk Menghasilkan Benih Kedelai Bersertifikat . . Lahan pertanaman bukan bekas pertanaman kedelai varietas yang berbeda. Benih BMJ masih ditolerir beredar karena dua pertimbangan. kecuali bila telah diberakan selama 3 bulan.

Karakteristik Bebagai Varietas Kedelai dan Tahun Pelepasannya Kisaran Bobot Umur Nama Varietas Tahun Hasil 100 biji Panen Pelepasan (ton/ha) (g) (hari) A.4 7 75 4.1 10.0 2.0 . Guntur 1982 1.Tabel 7.1 10. Petek 2.6 78 3.0 2. Tidar 1987 1. Umur Genjah 1. Lokon 1982 1.2.8 76 2.

Lawu 1991 1. Lumajang 1989 1.0 9.6 80 Bewok 6.2 11 79 9. Tengger 1991 1.1989 1.5 1. Malabar 1992 1.0 2.2 7.2 11 74 7.5 78 8.5 .0 2.0 2.0 8 80 5. Dieng 1991 1.0 1.2 12 70 2.

5 2. Raung 1986 1. Umur Sedang 1.5 . Tambora 1989 1.B.0 2.5 10 88 2. Wlis 1983 1. Rinjani 1989 1.5 10 2.5 14 85 6.5 2.5 10 88 5. Lampobatang 1989 1.5 2.5 13 85 4.5 9 87 3.5 2. Kerinci 1985 1.

86 7. Cikuray 1992 1.7 10 2.6 8 85 9.2 2. Krakatau 1992 1.5 2. Pangrango 1995 1. Jayawijaya 1991 1.2 9 87 8.2 2.4 12 85 11.5 10 85 12.0 . Tampomas 1992 1.5 11 84 10. Singgalang 1992 1.0 2.7 2.

Kipas Putih 1992 1.88 13. Argomulyo 1998 1.1 2.7 2.5 10 90 3.5 20 82 14.5 21 81 C.5 16 85 15.5 2.5 2. Bromo 1998 1.0 .5 13 90 2.5 2. Dempo 1984 1. Merbabu 1986 1.5 2. Burangrang 1999 1. Umur Dalam 1.

tetapi tidak tahan terhadap genangan air.12 90 7. tanaman kedelai sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan. Pada lahan beririgasi teknis. tanaman mendapatkan air yang cukup pada awal 283 . Dengan demikian.4 Waktu tanam Kedelai tergolong peka terhadap kekeringan.

Parit dibuat dengan lebar 20-25 cm sedalam 25-30 cm. sebaiknya penanaman pada permulaan musim labuhan (hujan) dan akhir rendengan (kemarau). penanaman yang dilakukan pada musim hujan yang berlebihan akan berisiko terhadap serangan hama maupun penyakit dan membutuhkan biaya relatif banyak untuk penanganan lepas panennya.2 Benih sumber kedelai Kondisi musim di tiap daerah tidaklah sama. jika di lahan kering (tegalan). Waktu tanam yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang paling kecil risiko maupun biaya pemeliharaannya. 7. Pada lahan sawah dibuat parit sekeliling lahan di dekat pematang secara membujur dan melintang. Tanah diolah secara dangkal dengan membenamkan gulma. Sebagai gam-baran. Bedengan dibuat dengan lebar 3-4 m dan panjang sesuai petakan. Sebagai contoh. Gambar 7. Tanaman kedelai dapat ditanam di lahan sawah maupun dilahan kering (tegalan). Pengolahan lahan kering . bila produksi benih kedelai dilakukan di lahan sawah beririgasi maka penanaman sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Oleh karena itu waktu penanaman kedelai juga tidak bersamaan.5 Penyiapan lahan Pengolahan tanah ditujukan untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah agar pertumbuhan akar dan penyerapan hara dapat berlangsung secara baik. Namun.pertumbuh-annya dan kondisi lahan telah kering saat menjelang panen. musim tanam kedelai (petani). Agar benih tidak terlalu lama tersimpan maka penangkaran benih sebaiknya dilakukan 4 6 bulan sebelum tiba.

Tanah dibersihkan dari gulma. Namun.5 5. kebutuhan kapur semakin banyak. tanah ditaburi kapur degan jumlah sesuai kebutuhan (misal-nya 2 ton/ha untuk tanah ber pH 4. Pada saat pengolahan. semakin tanahnya masam. penanaman dilakukan paling lambat seminggu setelah panen padi agar tanah masih lembap. Tanah selanjutnya diolah dengan cara dicangkul sedalam 10 20 cm dan diratakan.0). kemudian diratakan dan dibuat parit di sekeliling lahan. sekitar 50-60% yang merupakan kelembapan optimum Tenik Pembenihan Tanaman 284 . Jika penanaman dilakukan setelah pertanaman padi.(tegalan dengan cara dibajak/ dicangkul agar gembur. maka pengolahan tanah tidak diperlukan.

kemudian diaduk hingga merata. Selain dengan inokulum Rhizobium. Sebagai gambaran. Untuk varietas umur genjah. Rhizoplus. Setiap tubang dapat ditanam 2-3 benih. seperti Legin. Untuk daerah ang sering terserang hama lalat bibit (Ophiomya phaseoli). Jarak tanam yang disarankan adalah 40 cm x 15 cm atau 40cm x 20 cm.3. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 10 cm atau 30 cm x 15 cm. Benih segera ditanam setelah 6 jam diinokulasi. Jika menggunakan varietas umur sedang. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 15 cm. Benih ditanam secara teratur dengan jarak tanam optimal. Bila terlambat menanam. Setelah itu. atau Rhizogin yang telah dibasahi. Bening ditanam langsung dengan bantuan tugal. lubang tanam ditutup dengan tanah halus atau pasir agar proses perkecambahan dan pertumbuhan kecambah tidak terhambat. tergantung varietas yang digunakan. Tanah ini dicampurkan dengan benih. benih diberi insektisida Marshal 25 ST dengan dosis 5 g bahan aktif per kg benih sebelum ditanam.6 Penanaman dan perlakuan benih Apabila penanaman dilakukan di lahan yang belum pernah ditanami kedelai. gulma telah tumuh dan menjadi pesaing tanaman kedelai. dapat pula digunakan tanah dari pertanaman kedelai dengan takaran 2-3 kg tanah untuk 10 kg benih. Tanaman kedelai dan bagian-bagiannya .untuk perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman kedelai. 7. Benih kedelai ditanam dalam lubang tanam yang dibuat dengan tugal sedalam 3 5 cm. diperlukan 30 g Legin atau Rhizogin untuk 10kg benih. benih yang akan ditanam perlu dicampur dengan inokulum Rhizobium. Gambar 7.

menekan 285 .(atas) Tanaman kedelai muda (bawah) Penggunaan mulsa (penutup tanah) jerami pada benih yang baru ditanam dapat menjaga kelembapan tanah.

tergantung musim tanamnya. hara. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Waktu penyulaman dilakukan hingga satu minggu setelah tanam agar keseragaman pertanaman tetap terpelihara. Penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan pembubunan dan pemupukan kedua.pertumbuhan gulma dan serangan lalat bibit. c. jumlah mulsa dapat dikurangi. air. Selain pesaing dalam perolehan ruang tumbuh. dan cahaya matahari. Penurunan hasil dapat mencapai 10 60% jika gulma tidak dikendalikan dengan baik. Penyulaman Penyulaman dilakukan terhadap benih yang tidak berkecambah atau tumbuh dengan kondisi kurang baik. gulma kerap kali menjadi inang hama atau penyakit tertentu. Oleh karena itu kegiatan pemeliharaan penting untuk diperhatikan. b.7 Pemeliharaan Tanaman akan tumbuh dengan baik bila dipelihara dengan baik pula. a. penyiangan tidak dianjurkan untuk menghindari goncangan pada tanaman yang dapat merontokkan bunga. Jumlah mulsa yang dibutuhkan sekitar 2-5 ton/ha. Pada saat berbunga. Mulsa ini dapat dihamparkan di atas tanah secara merata segera setelah tanam. Pengairan . Pada musim hujan. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dengan penyiangan atau secara kimiawi dengan mnggunakan herbisida. 7. Penyiangan dan pembumbunan Gulma merupakan pesaing tanaman yang sangat merugikan.

Saat kritis yang dimaksudkan adalah pada fase perkecambahan. karena semakin panjang umur suatu varietas. dan fase pengisian biji (50-60 HST). kebutuhan air untuk tanaman kedelai tergantung pada varietas. semakin banyak air yang dibutuhkan. d. Meski-pun demikian. fase awal pertumbuhan (20 25 HST).5 0. Pada masa-masa tersebut.Pertanaman kedelai tidak boleh kekurangan air. 2000). Pemupukan Pemupukan tanaman kedelai secara umum diberikan bersamaan dengan saat tanam atau 7 10 hari setelah tanam. Tenik Pembenihan Tanaman 286 . Pupuk di-berikan secara larikan di samping tanaman dengan jarak sekitar 5 7 cm. fase pembentukan polong.6 l/det/ha (BPTB Karangploso. menjelang berbunga (35 45 HST). terutama pada saat-saat kritis. air harus cukup tersedia atau yang diperkirakan 0.

Vertisol atau Grumosol: 50 kg Urea + 75 kg SP-36 + 75 kg KCl . dosis pupuk yang diberikan pada beberapa jenis tanah yaitu : . penggerek polong (Etiella spp. Pengendalian hama dan penyakit Jenis hama yang menyerang tanaman kedelai sangat banyak. pupuk dibenamkan kedalam tanah. Namun demikian. Jagung dengan umur yang berbeda . kutu kebul (Bemicia tabaci). kepik polong (Riptortus liniaris). seperti tanaman jagung. dan kepik (Piezodorus hybneri). kutu daun (Aphis glycine). e. yang dierikan pada saat pembubunan. kumbang kedelai (Phaedonia inclusa). Aluvial: 50 kg Urea + 50 kg SP36 + 50 kg KCl. Untuk lahan yang kurang subur. dianjurkan juga diberi pupuk kandang sebanyak 3-5 ton/ha yang ditabur secara merata pada saat pengolahan tanah. Regosol: 50 kg Urea + 50 kg SP-36 + (75 100) kg KCl. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan bervariasi bergantung pada jenis tanah. dan . hama utama yang menyebabkan kerusakan cukup berat antara lain lalat bibit (Ophionya phaseoli). + 50-75 kg/ha.Setelah ditabur. perlu ditambah pupuk N. Pengendalian hama secara kultur teknis dilakukan dengan menanam tanaman perangkap. . ulat grayak (Spodoptera litura). ulat penggerek (Helicoverpa armigera).). Pada lahan tegalan. Adapun potensi kerugian dan saat penyerangannya dapat dilihat pada tabel berikut ini. Menurut BPTP Karangploso (2000). konon lebih dari 100 jenis. Hidromorf :100kg Urea + 75 kg SP-36 + 100 kg KCl. kepik hijau (Nezara viridula).

virus kerdil (soybean stunt virus). Beberapa jenis insektisida yang digunakan untuk mengendalikan hama antara lain Marshal 200 EC. Surecide 25 EC. Dursban 20 EC. dan virus katai (indonesian soybean dwarf virus). seperti virus mosaik (soybean mozaik virus). Penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai adalah karat daun (Phalaespora phacyrizi) dan virus. sedang.(genjah. dan Bayleton. Pengendalian pe-nyakit karat dengan cara menanam varietas yang tahan atau dengan menggunakan fungisida. baik dosis dan waktunya (lihat tabel kemasan). Adanya virus hanya 287 . Benlate. dan dalam) ditanam di pematang. Applaud 10 WP. Anvil. seperti Dithane. Cara pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida secara tepat. dan Mitac 200 EC. 21 hari sebelum penanaman kedelai dengan jarak tanam 25 m x 25 cm. Cara lain pengendalian hama dengan memasang perangkap sex pheromone yang menyebarkan bau serangga betina sehingga serangga jantan datang dan terperangkap.

Kutu daun (Aphis glycine) xxxxx xxxxx oooooo 3.3 Hama. pemeriksaan dilakukan terhadap keseragaman warna hipokotil. Lalat bibit (Ophionya phaseoli) < 10 1130 31 xxxxx 50 51 70 > 70 2. bentuk percabangan. . warna batang. .dapat dicegah dengan penggunaan benih yang sehat. Kumbang kedelai (Phaedonia inclusa) 5. Tabel 7. bulu pada batang. Roguing I pada saat tanaman berumur 2 minggu. pemeriksaan dilakukan terhadap warna dan bentuk polong. Ulat penggerek (Helicoverpa armigera) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo oooooo xxxxx . Kutu kebul (Bemicia tabaci) xxxxx xxxxx oooooo 4. Roguing II pada awal berbunga. dan eradikasi tanaman sakit. pemeriksaan dilakukan terhadap warna bunga. f. dan waktu berbunga. Roguing III pada saat menjelang panen. sanitasi lahan. Roguing Roguing pada pertanaman kedelai dilakukan tiga kali. pergiliran tanaman. yaitu sebagai berikut : .Hama Penting Kedelai Dan Waktu Penyerangannya Umur Tanaman (Hari Setelah Tanam) Jenis Hama 1.

) 8. 2000 Tenik Pembenihan Tanaman 288 . Penggerek polong (Etiella spp.6. Cowpea Mild Mottle Virus ** = serangga penular berbagai penyakit virus kacangkacangan Sumber : BPTP Karangpioso. Ulat grayak (Spodoptera litura) oooooo xxxxx 7. Kepik hijau (Nezara viridula) xxxxx xxxxx oooooo 10. Kepik (Piezodorus hybneri) xxxxx xxxxx oooooo Keterangan : xxxxx = sangat berbahaya ooooo = berbahaya *** = serangga penular penyakit virus belang samar kacang panjang (CMMV). Kepik polong (Riptortus liniaris) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo 9.

petani memanen kedelai dengan cara mencabut seluruh tanaman. Jika masa fisiologis tepat pada saat 60% polong telah matang (cokelat) maka panen benih dilakukan pada saat polong matang (cokelat) mencapai 80%. Masak fisiologis terjadi jika lebih dari 60% populasi tanaman telah menunjukkan polong yang berwarna cokelat.Apabila dijumpai tanaman yang berbeda dari ciri yang ada perlu dicabut dan dimusnahkan. batang berwarna kuning sampai cokelat. Tanaman yang masak tidak merata dan warna polongnya ber\beda sebaiknya tidak digunakan sebagai benih. benih sangat peka sekali terhadap pengaruh kelembaban lingkungan. Pemanenan benih kedelai dilakukan dengan cara memotong pangkal batang dengan bantuan sabit. Karena sifat yang higroskopis dan kulitnya yg tipis. Tanda-tanda kedelai sudah dapat dipanen dapat dikenali dari daun yang telah menguning dan sebagian sudah rontok.8 Pemanenan dan perlakuan pascapanen Pemanenan kedelai untuk benih dilakukan pada umur 75 110 hari atau bila kadar air benih mencapai 18 20%. serta polong berwarna kuning sampai cokelat. Kadangkala. Tidak jarang benih hasil panen terlihat pecah kulit jika selama benih di lapang terjadi hujan. Cara ini hanya . Dengan kondisi seperti itu. dianjurkan panen dilakukan tidak terlalu lamasetelah benih mencapaimasa fisiologis. 7. benih kedelai telah lepas dari plasenta di dalam polong.4 Polong kedelai siap panen Keterlambatan panen akan menu-runkan mutu fisik dan fisiologis benih. Gambar 7. Pada saat masa fisiologis.

bintil akar yang mengandung Rhizobium akan tetap tertinggal di dalam tanah sehingga berguna untuk kesuburan. Setelah dipanen. Dari kedua cara tersebut. benih kedelai tidak mengalami dormansi sehingga benih yang baru dipanen 289 .dianjurkan bila lahan penenaman relatif gembur. Selain itu. pemanenan dengan cara memotong batang dianggap lebih menguntungkan karena lebih menghemat waktu dan tenaga.

5 Benih kedelai Tenik Pembenihan Tanaman 290 . Waktu pemanenan hendaknya tidak dilakukan pada saat hari hujan atau pagi hari saat masih ada ada embun. Panen hendaknya dilakukan setelah embun pagi mengering (sekitar pukul 08:00) agar kadar air benih tidak mengalami peningkatan akibat air embun. Gambar 7.mempunyai kualitas yang semakin baik.

subur. Menyiapkann lahan pembenihan 4. Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. Merawat benih tanaman 5. Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra panen Lahan pembenihan harus dekat dengan sumber air. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. . Waktu musim hujan atau musim kemarau. dan aerasi. tidak ada serangan OPT. Menerapkan persyaratan kerja 3. insektisida dan fungisida. Pada tanah tegalan sebaiknya pada akhir musim kemarau atau akhir musism hujan Persyaratan lahan Benih sumber Waktu tanam Perlakuan benih dengan Rhizobium. Penyiapan lahan Penanaman dan perlakuan benih Memperbaiki struktur tanah. bukan bekas tanaman kedelai. Potensi benih tanaman 2.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 7.

Cirri ciri kedelai siap panen adalah daun dan polong menguning. SOAL: 1. Umur genjah . OPT apakah yang harus dikendalikan dari tanaman kedelai dan mengapa demikian. Penyiangan dan pembumbunan . Pemupukan . 2. . 291 . Pengairan . Pengendalian OPT Panen dilakukan pada saat 75-110 hari setelah tanam. jarak tanam 40 x 15 atau 40 x 20 dan apabila perlu dapat digunakan mulsa. Penyulaman . Umur dalam Pemeliharaan Pemanenan dan perlakuan pascapanen . Jelaskan langkah-langkah kerja pada produksi benih kedelai sampai dengan pengemasan.Benih diberi perlakuan rhizobium. Umur sedang .

TUGAS: 1. Bagaimana teknik perlakuan pra tanam pada benih kedelai yang ditanam oleh petani atau tim produksi di sekolahmu. 2. Tenik Pembenihan Tanaman 292 . Lakukan observasi pada kegiatan panen suatu benih tanaman di sekitar sekolahmu atau sekolahmu.

Peran ini dapat diimplementasikan kedalam ketiga generasi pertanian diatas. Generasi kedua adalah kegiatan menghasilkan teknik budidaya pada bidang pertanian.BAB 8. perkembangan bioteknologi telah berhasil memberikan terobosan pada bidang pertanian seperti percepatan untuk menghasilkan suatu varietas tanaman yang baru. teknik kultur jaringan. . pemanfaatan mikroba sebagai vektor pembawa sifat genetik yang dapat mentranfer sifat tersebut dari satu organisme ke organisme lainnya. biokimia dan rekayasa dalam pengolahan bahan dengan memanfaatkan agensia jasad hidup dan komponen-komponennya untuk menghasilkan barang dan jasa disebut bioteknologi (Yuwono. Bioteknologi diharapkan dapat berperan menghasilkan produk agribisnis yang berdaya saing tinggi. Generasi pertama adalah kegiatan menghasilkan benih (generatif dan vegetatif). Keilmuan tentang penerapan prinsipprinsip biologi. 2006). pemanfaatan mikroba sebagai starter untuk memproduksi pupuk (bio-fertilizer dan dekomposer) ataupun pestisida (bio-pesticide). Dari kenyataan yang ada. Generasi ketiga adalah kegiatan menghasilkan produk agroindustri Berdasarkan hasil penelitian pada bidang biologi yang diintegrasikan dengan teknologi yang mengkaji ilmu dasar (basic science) ditemukan berbagai mekanisme dalam proses metabolisme mahluk hidup yang lebih dimengerti sehingga pada periode ke tiga ini dihasilkan produk pertanian yang lebih efektif dan efisien. teknologi DNA rekombinan dan berbagai rekayasa . . baik itu yang mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat (contohnya satu spesies atau famili) maupun sebaliknya. BIOTEKNOLOGI TANAMAN Kegiatan pada bidang pertanian dapat dibagi menjadi 3 generasi : .

genetik pada tanaman dan mikroba yang menguntungkan untuk efisiensi input budidaya tanaman. Sebagai contoh adalah pisang cavendis (buah pisang berukuran besar) mudah dibudidayakan. seperti menghasilkan buah yang banyak dan bermutu baik. Tepat sasaran artinya. Sukses pada generasi pertama pertanian seperti pengadaan bibit unggul. sifat benih yang dikembangkan sesuai sasaran. Benih pertanian yang dihasilkan melalui bioteknologi meliputi pengembangan dan penyediaan benih unggul sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman. serta mempunyai ketahanan terhadap hama dan penyakit. sehingga sesuai dengan kondisi petani yang pada umumnya sederhana dan praktis. Tehnik Pembenihan Tanaman 293 . Benih yang dihasilkan juga tepat sasaran dan mudah ditangani (user friendly). akan mendukung suskes budidaya dan selanjutnya mendukung sukses agroindustri.

Kemampuan bioteknologi dalam pengadaan benih diantaranya dilakukan melalui proses rekayasa genetika (genetic engineering). Dalam hal ini adalah proses menghimpun dan menyatukan sifat-sifat tanaman (sifat genetik) yang unggul dan membuang sifat yang tidak baik.Pengetahuan tentang peta genetik banyak bermanfaat untuk pembenihan, antara lain digunakan pada seleksi benih yang tidak unggul atau cacat tidak perlu diperbanyak karena akan merugikan petani. Perbanyakan benih vegetatif dapat dilakukan melalui kultur jaringan (tissue culutre) ataupun embriogenesis. Benih vegetatif dapat diperbanyak secara massal, dengan mutu yang standar, fisik dan sifatnya seragam. Hal ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan benih dalam jumlah besar dalam waktu serentak, sehingga memenuhi QCD (Quality Cost dan Delivery). Di Indonesia, perkembangan bioteknologi belum optimal karena sampai saat ini belum dapat memberikan solusi-solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah petani, sebagai contoh, untuk kebutuhan pemenuhan kedelai bagi industri tempe yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kita, ternyata kedelai yang digunakan adalah kedelai impor, karena kedelai yang dihasilkan oleh petani kita kurang cocok. Generasi kedua pertanian meliputi teknik budidaya yang mencakup pengetahuan lahan, teknik pengolahan lahan, teknik penanaman, teknik pemupukan dan teknik pemeliharaan serta panen. Dengan memakai benih unggul diharapkan hasil budidaya pun akan unggul pula. Hal ini ditandai, melalui biaya per unit produk yang relatif rendah, masa tanam dan pemeliharaan yang lebih singkat, produksi yang tinggi dengan mutu baik dan seragam, tahan hama dan penyakit, tidak merusak lingkungan, mudah dalam pemeliharaan atau perawatan.

Dalam budidaya tanaman, bioteknologi juga mempunyai peranan yang sangat besar terutama dalam pengembangan dan penyediaan pupuk organik (biofertilizer) dan pertisida (biopestisida), sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta melipatgandakan hasil pertanian, Selain hal tersebut di atas, bioteknologi dapat memberikan kotribusi yang sangat besar terhadap konservasi lahan dan lingkungan. Pemanfaatan hasil pengembangan bioteknologi dalam penyediaan pupuk organik dan biopestisida, masih belum memasyarakat, sehingga dalam kondisi seperti saat ini dimana kita kekurangan suplai pupuk anorganik, keberadaan dan ketersediaan pupuk organik sebagai pupuk elternatif belum dapat diandalkan. Peranan bioteknologi dalam pengembangan argo-industri banyak dilakukan terutama yang berkaitan dengan proses fermentasi seperti berbagai produk makanan yang bergizi serta berbagai macam obat-obatan dan antibiotik. Peranan bioteknologi dalam bidang agro-industri, dapat menurunkan input produksi, biaya 294

dan waktu proses, sehingga sangat ekonomis. 8.1. Bioteknologi Tanaman Bioteknologi modern telah berkembang sangat pesat dan meluas sehingga mencakup berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Saat ini, aplikasi bioteknologi moderen untuk pemenuhan kebutuhan manusia masih terkait erat dengan penggunaan bioteknologi konvensional yang telah berkembang sebelumnya. Dalam penyediaan pangan, selain menggunakan pendekatan bioteknologi modern, beberapa peneliti masih mengandalkan teknologi konvensional untuk menghasilkan benih tanaman berkualitas. Sebagai contoh, tanaman padi yang dibudidayakan sekarang ini sebagian besar masih berasal dari hasil persilangan konvensional, meskipun sudah ada galur-galur baru yang dikembangkan dengan teknologi DNA rekombinan, misalnya galur padi Golden Rice. Galur Golden Rice adalah galur padi yang membawa gen-gen asing dari bakteri sehingga beras yang dihasilkan oleh galur padi ini mempunyai kandungan provitamin A yang tinggi. Galur semacam ini tidak pernah diketemukan sebelumnya di alam maupun berdasarkan hasil persilangan konvensional. Dalam bidang budidaya tanaman pangan dan tanaman industri, selain menggunakan teknik-teknik konvensional, sudah berkembang galur-galur tanaman transgenik baru yang mempunyai sifat toleran terhadap keadaan lingkungan dengan menyisipkan gen-gen asing dari jasad lain. Sebagai contoh, para ilmuwan telah mengembangkan tanaman tembakau yang lebih toleran terhadap kadar garam tinggi, tanaman yang tahan terhadap herbisida, tahan terhadap hama dan penyakit tertentu, dan sebagainya.

Bioteknologi modern menghasilkan berbagai macam bahan industri. Berbagai macam enzim dan protein, baik untuk keperluan industri maupun untuk konsumsi dan terapeutik (pengobatan) telah dihasilkan dengan menerapkan bioteknologi modern yang berlandaskan atas teknologi DNA rekombiman. Pengembangan Bioteknologi moderen juga mempunyai pengaruh balik yang penting terhadap perkembangan ilmu-ilmu dasar. Banyak konsep dasar dalam sistem fisiologi jasad hidup yang menjadi lebih jelas dan mudah dipahami dengan adanya perkembangan-perkembangan baru dalam teknik-teknik molekular. Oleh karena itu ilmu-IImu dasar dan Bio-teknologi modem akhimya saling mendukung dalam perkembangannya masing-masing. 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman Studi mengenai eksistensi asam nukleat pertama kali dilakukan oleh Friedrich Miescher dari Jerman yang mengisolasi inti dari sel darah putih pada tahun 1869. Miescher menemukan bahwa di dalam inti sel tersebut terdapat senyawa yang mengandung fosfat yang kemudian Tehnik Pembenihan Tanaman 295

dinamakan nuclein. Selanjutnya pada akhir abad ke-19 telah berhasil dilakukan pemisahan antara DNA (deoxy-ribonucleic acid) RNA (ribonucleic acid) dan protein-protein yang melekatkan molekul asam nukleat tersebut pada sel. Pada awal 1930-an, P. Levene, W. Jacobs dan kawan-kawan menunjukkan bahwa RNA tersusun atas satu gugus gula ribosa dan empat basa yang mengandung nitrogen, sementara DNA tersusun atas gugus gula yang berbeda yaitu deoksiribosa. Pembuktian bahwa DNA merupakan bahan genetik pertama dilakukan oleh Frederick Griffith pada tahun 1928 yaitu dengan linen transformasi pada bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri S. pneumoniae tipe alami mempunyai bentuk sel bulat (Spheris) yang diselubungi oleh senyawa berlendir yang disebut kapsul. Sel-sel tipe alami akan membentuk koloni yang mengkilat dikenal sebagai koloni halus (smooth, S). Sel tipe alami semacam ini bersifat virulen artinya dapat menyebabkan terjadinya kematian pada mencit yang diinjeksi dengan sel yang masih hidup. Selain itu diketahui adanya strain mutan S. pneumoniae yang kehilangan kemampuannya untuk membentuk kapsula sehingga sel-selnya berukuran kecil dan akan membentuk koloni yang kasar (tipe R). Sel mutan semacam ini bersifat avirulen, artinya tidak dapat menyebabkan kematian pada mencit yang diinjeksi oleh sel mutan. Eksperimen Griffith menunjukkan bahwa sel-sel yang avirulen dapat mengalami transformasi (perubahan) menjadi sel yang virulen. Hal ini dibuktikan dengan menginjeksi mencit menggunakan sel-sel tipe alami yang masih hidup (sel tipe S). Diketahui kemudian bahwa injeksi dengan sel tipe S yang hidup menyebabkan kematian mencit. Selanjutnya eksperimen dilakukan

dengan menginjeksi mencit menggunakan sel tipe R yang hidup. Injeksi semacam ini ternyata tidak menyebabkan kematian mencit. Hal yang serupa juga diperoleh yaitu bahwa injeksi mencit menggunakan sel tipe S yang sudah dimatikan ternyata juga tidak menyebabkan kematian mencit. Pada eksperimen selanjutnya Griffith mencampur selsel tipe S yang sudah dimatikan dengan sel-sel tipe R yang masih hidup dan diinjeksikan ke dalam mencit. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa inj'eksi dengan campuran sel semacam ini menyebabkan kematian mencit. Griffith kemudian mengisolasi bakteri S. pneumoniae dari mencit yang sudah mati tersebut dan memperoleh sel-sel tipe S dan R yang hidup. Hal ini memberikan indikasi bahwa pencampuran sel tipe S yang mati dengan sel tipe R yang hidup telah menyebabkan peru-bahan (transformasi) sel tipe R yang hidup menjadi sel tipe S yang hidup. Bukti bahwa DNA merupakan bahan yang menyebabkan terjadinya proses transformasi pada S. pneumoniae ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh Oswald Avery, Colin Macleod, dan Maclyn McCarty pada tahun 1944. Mereka melakukan eksperimen serupa dengan yang dilakukan oleh Griffith, namun 296

mereka melakukan pengujian leblh lanjut terhadap senyawa yang menyebabkan transformasi S. pneumoniae. Mereka melakukan ekstraksi terhadap sel virulen dan kemudian menghilangkan proteinnya. Hasil ekstraksi tersebut kemudian diperlakukan dengan bermacammacam enzim yang mendegradasi protein (tripsin dan kemotripsin) maupun enzim yang menghancurkan RNA (RNA-ase). Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa ekstrak sel tersebut ternyata masih dapat menyebabkan proses transformasi. Hasil eksperimen membuktikan bahwa senyawa yang menyebabkan proses trasnformasi bukanlah RNA. Sebaliknya, ketika ekstrak sel tersebut diperlakukan dengan enzim deoksiribonukle-ase yang menghancurkan DNA, ternyata kemampuan untuk menyebabkan proses transformasi menjadi hilang. Hasil ini memberikan indikasi bahwa senyawa yang menyebabkan transformasi adalah molekul DNA. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment. Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment.

Gambar 8.1 Hipotesa Griffith tentang agen transformasi Gambar 8.2 Percobaan Avery tentang transformasi Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas protein dan DNA. Untuk membuktikan apakah senyawa yang bertanggung jawab terhadap perubahan sifat suatu sel berupa protein atau DNA maka Hershey dan Chase melakukan pelabelan terhadap protein bakteriofag T2 dengan 35S. Selain itu, pada bagian eks-perimen yang lain, mereka juga melabel DNA bakteriofag dengan 32P. Bakteriofag yang telah dilabel tersebut kemudian digunakan untuk menginfeksi bakteri Escherichia Selubung partikel bakteriofag yang sudah mengi-njeksikan DNA ke dalam sel kemudian diambil dan dianalisis. Tehnik Pembenihan Tanaman 297

Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar protein berlabel tetap ada di luar sedangkan DNA berlabel ada di dalam sel. Hal ini memberikan yang jelas bahwa senyawa yang masuk kedalam sel adalah DNA. Hasil-hasil eksperimen seperti yang dijelaskan di atas bahwa molekul yang meru-pakan bahan genetik di dalam sel adalah DNA. DNA merupakan salah satu makromolekul yang mempunyai peranan sangat penting pada jasad hidup. DNA adalah polimer nukleotida yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan kepada jasad keturunannya. informasi genetik disusun dalam bentuk kodon (codon) yang berupa tiga pasang basa nukleotida dan menentukan bentuk, struktur maupun fisiologi suatu jasad. Gambar 8.3 Bactriophage T2 phage hasil dari percobaan Harshey-Chase Gambar 8.4 Siklus produksi virus di dalam sel inang a. Asam nukleat Asam nukleat adalah suatu polimer nukleotida yang berperanan di dalam penyimpanan serta pemindahan informasi genetik. Asam nukleat ctapat dibedakan menjadi dua struktur dasar yaitu 298

DNA dan RNA. Satu nukleotida terdiri atas tiga bagian (Gambar 3. I.) yaitu: 1). Cincin purine atau pyrimidine Purine atau pyrimidin adalah basa nitrogen yang terikat pada pada atom C nomor 1 suatu molekul gula (ribosa atau deoksiribosa) melalui ikatan Nglukosidik. Basa nitrogen yang menyusun asam nukleat yaitu basa purine yang terdiri atas adenine (A) dan guanine (G), serta basa pirimidine yang terdiri atas thymine (T), cytosine (C) dan uracil (U). Baik DNA (deoxyribonucleic acid) maupun RNA (ribonucleic acid) tersusun atas A, G, C, tetapi T hanya terdapat pada DNA sedangkan U hanya terdapat pada RNA. Akan tetapi ada per-kecualian yaltu bahwa pada beberapa molekul tRNA terdapat basa T, sedangkan pada beberapa bakteriofag DNA-nya tersusun atas U dan bukan basa T. Struktur basa nitrogen penyusun asam nukleat dapat dilihat pada Gambar 3.2. 2) Molekul gula dengan 5 atom C (pentosa). Pada RNA gulanya adalah ribosa, sedangkan pada DNA gulanya adalah deoksiribosa. Perbedaan antara kedua bentuk gula tersebut terletak pada atom C nomor 2. Pada RNA, atom C nomor 2 berikatan dengan gugus hidroksil (OH) sedangkan pada DNA atom C nomor 2 berikatan dengan atom H. Gambar 8.5 Preparasi bakteriofag yang diberi label T2 secara radioaktif 3) Gugus fosfat Gugus fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 melalui ikatan fosfoester. Gugus fosfat inilah yang menyebabkan asam nukleat bermuatan negatif kuat. Timidin (thymidine) Timidin adalah

bentuk deoksi. Beniuk ribo tidak ada dalam asam nukleat. Uridin adalah bentuk ribo, deoksiuridin umumnya tidak ada. Struktur molekul DNA pertama kali diungkapkan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 berdasarkan atas foto difraksi sinar X yang dibuat oleh Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins. Berdasarkan atas data. kimia dan fisik, Watson dan Crick membuat model struktur DNA yang disebut double helix (untai ganda). Untal ganda DNA tersusun oleh dua rantai polinukleotida yang berpilin. Tehnik Pembenihan Tanaman 299

Gambar 8.6 Experimen yang menunjukkan DNA menjadi materi genetik pada T2 genetk pada TMV Gambar 8.7 RNA sebagai materi genetik virus TMV Kedua rantai mempunyai orientasi yang berlawanan (antiparalel): rantai yang satu memptinyai orientasi 5' . 3', sedangkan rantal yang lain berorientasi 3' . 5'. Kedua rantai tersebut berikatan dengan adanya ikatan hidrogen antara basa adenine (A) dengan thymine (T), dan antara guanine (G) dengan cytosine (C). Ikatan antara A-T 300

berupa dua ikatan hidrogen, sedangkan antara G C berupa tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G -C lebih kuat. Spesifisitas pa-sangan basa semacam ini disebut sebagai komplementaritas (com-plementarity). Proporsi basa A dan T, serta G dan C selalu sama sehingga komposisi DNA dapat dinyatakan dengan kandungan G+C (G+C content) yang berkisar dari 26% sampai 74%. Hal ini dikenal sebagal hukum Chargaff. Erwin Chargaff pada tahun 1950 mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai komposisi basa DNA pada berbagai jasad hidup. 5). Ikatan Hidrogen Antar nukleotida. Ikatan antara adenine (A) dengan thymine (T) dilakukan meialui dua ikatan hidrogen, sedangkan pada ikatan antara guanine (G) dan cytosine (C) ada tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G-C lebih kuat kuat dibandingkan dengan ikatan A-T. Kerangka gula deoksi-ribosa dan fosfat penyusun DNA terletak luar molekul, sedangkan basa purine dan pyrimidine terletak di dalam untaian (helix). Basabasa purine dan pyrimidine terletak pada bidang datar yang sama dan tegak lurus terhadap aksis untaian DNA. Diameter untaian DNA adalah 20 dan bersifat konstan karena basa purine akan selalu basa pyrimidine. Pasang-an-pasangan basa yang berurutan berjarak 3,4 A satu sama lain dan berotasi sebesar 360. Karena kedua rantai DNA tersusun secara antiparalel maka ada konvensi dalam penulisan orieritasi DNA. Perlu dlingat bah-wa pada masing-masing rantai DNA terdapat ujung 5 -fosfat (5 -P) dan ujung 3 -OH. Molekul DNA yang tersusun oleh dua rantai polinukleotida (double stranded) biasanya hanya ditulis salah satu rantainya, misalnya ATGCAATTCCGG. Dalam penulisan

semacam ini ujung sebelah kiri (A) adalah ujung 5'-P, sedangkan ujung sebelah kanan (G) adalah ujung 3 -OH. Oleh karena itu molekul DNA tersebut dapat ditulis sebagai P-5 -ATGCAATTCCGG-3'OH, atau kadang-kadang ditulis dengan pApTpGpCpApApTpTpCpCpGpG. Untuk menyingkat biasanya DNA hanya ditulis urutan basa DNA-nya saja. b. Ukuran Molekul DNA Pada Beberapa Jasad Hidup Ukuran molekul DNA bervariasi antara jasad yang satu dengan. Pada jasad prokaryot variasinya tidak sebesar pada virus dan ofag. Bahan genetik pada prokaryot dan virus pada umum-nya satu molekul tunggal DNA (kecuali virus tertentu yang bahannya RNA). Sebaliknya, bahan genetik pada eukaryot berupa molekul kromo-som yang masing-masing berupa molekul berukuran besar. Ukuran DNA pada jasad eukaryot tingkat tinggi, belum diketahui secara pasti karena kompleknya. Tehnik Pembenihan Tanaman 301

Gambar 8.8 Ikatan antar molekul dalam basa penyusun DNA Gambar 8.8 Model DNA untaian ganda yang berpilin 302

semestinya ada suatu korelasi positif antara kandungan DNA dengan kompleksitas jasad. Sebagai contoh. telah diketahui secara pasti bahkan urutan basa DNA pun telah dike-tahui secara akurat. tetapi juga diketahui teradi pada kelompok jasad yang sama. misalnya bakteriofag .9. Secara logika sederhana. Kandungan DNA Dan Kapasitas Genetik Seperti telah diungkapkan sebelumnya. beberapa species amfibi mempunyai kandungan DNA 100 kali . Gambar 8. t-RNA pada ragi yang membawa alanin c. paradox. kbp = kilo base pairs = 1000 pasangan h jumlah kromosom pada keadaan haploid). Paradok semacam ini tidak hanya antar kelompok jasad yang berbeda.Ukuran molekul DNA pada beberapa bakteriofag. Meskipun demikian studi menunjukkan bahwa banyaknya kandungan DNA suatu jasad tidak selalu berkorelasi positif dengan kompleksitas jasad tersebut. Struktur sekunder RNA. Fenomena semacam ini disebut sebagai C value. Sebagai contoh. ukuran dan kandungan molekul DNA yang dimiliki oleh suatu jasad sangat bervariasi sesuai dengan kompleksitas jasadnya. sedangkan kandungan DNA pada sel bunga lily 100 kali lebih banyak dibanding pada sel manusia. yaitu bahwa semakin komplek suatu jasad maka semakin besar pula kandungan DNAnya per sel haploid (dikenal sebagal C value). . kandungan DNA pada per sel katak adalah 7 kali lebih banyak dibanding dengan kandungan DNA pada sel manusia. Sebagai contoh. Ukuran DNA pada gamet (haploid) 10-6 mm (1 pg (pico gram) = 10-12 g. kandungan DNA pada khamir Saccharomyces cerevisiae lima kali lebih besar dibanding dengan kandungan DNA bakteri Escherichia coli karena secara struktural bakteri ini lebih sederhana.

lebih banyak dibanding dengan species amfibi yang lain. Tehnik Pembenihan Tanaman 303 . Urutan basa DNA sendiri banyak terdapat pada bagian intron dan urutan berulang DNA). Jasad yang mempunyai nilai-C yang lebih besar tidak selalu mempunyai lebih banyak gen dibanding dengan jasad yang nilainya kecil. C value paradox dapat terjadi karena beberapa jasad mempunyai banyak urutan basa DNA yang tidak berkode asam amino (non-coding DNA).

yaitu m-RNA (messenger-RNA) r-RNA (riboso-malRNA). mRNA akan diterjemahkan (translasi) rangkaian asam-asam amino sehingga membentuk struktur polipeptida (protein). Molekul t-RNA adalah RNA yang secara khusus berperan membawa asam-asam amino spesifk yang akan dirangkaikan dal proses blosintesis protein di dalain ribosom. RNA merupakan genetik utama. yaitu mikrobia. Molekul tRNA Juga merupakan hasil transkripsi rangkaian kode genetik tertentu Pada DNA. basa purin atau din. Struktur RNA RNA (ribonucleic acid) adalah salah satu bentuk asam nukleat mempunyai komponen berupa gula ribosa. e. misalnya virus TMV (Tobacco Mosaic Pada jasad selular. dan gugus fosfat. hewan. tumbuhan. dan ada tiga bentuk molekul RNA. Proses translasi memerlukan r-RNA dan tRNA. Molekul r-RNA digunakan untuk menyusun ribosom yaitu tempat berlangsungnya proses translasi atau biosintesis protein. Organisasi Bahan Genetik Salah satu perbedaan fundamental antara jasad prokaryot dan eukaryot adalah pada organisasi bahan genetiknya. dan t-RNA (transfer-RNA). umumnya hanya ada satu unit bahan genetik utama membawa . Pada jasad selular.d. Pada kelompok prokaryot. Proses ekspresi genetik. Molekul r-RNA adalah RNA hasil transkripsi suatu rangkaian genetik tertentu pada DNA. Molekul RNA adalah hasil transkripsi DNA yang membawa kode-kode gen dan rangkaian asamasam amino yang menyusun suatu protein. RNA hasil penyalinan (transkripsi) kode-kode genetik yang ada genetik jasad (DNA). Pada beberapa virus.

Lilitan DNA pada histon membentuk struktur nukleosom Level 2. Pembentukan pilinan benang kromatin yang terletak di atas protein kriomosom non histon Gambar 8. Meskipun demikian. pada eukaryot bahan genetik utama terdiri atas beberapa unit independen yang terpisah namun semua unit bahan genetik merupakan kesatuan genom yang menentukan kelangsungan hidup jasad.semua inforasi genetik yang diperlukan untuk kelangsungan Pertumbuhan jasad tersebut. perlu dipahami terlebih 304 . Sebaliknya. Level 1. penghubung DNA seperti manik-manik di atas Nukleosom dihubungan dengan untaian benang Level 3 beberapa nukleosom membentuk benang Satu kemasan terdiri dari kromatin setebal 30-nm Level 4. ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa jasad prokaryot tertentu mempunyai lebih dari satu unit bahan genetik utama.10 Tingkatan kemasan DNA dalam kromosom Sebelum dibahas lebih lanjut sistem organisasi genom pada jasad.

atau yang menentukan struktur lengkap suatu molekul r-RNA (RNA ribosom) atau t-RNA (tranfer RNA). Pseudomonas mempunyal plasmid metabolik (plasmid CAM) yang 230 kb (1 kb: 1 kilo base pairs. misalnya Pseudomonas sp. Bahan genetik tambahan/ekstra semacam ini secara umum sebagai plasmid. Sebagai contoh. dan Rhizobium tahui ada unit bahan genetik yang seringkali dianggap sebagai raksasa (giant plasmid) yang secara genetis merupakan bahan yang vital untuk jasad tersebut. kecuali kalau genetik tambahan tersebut merupakan bagian yang secara tak terpisahkan dari sel tersebut. beberapa prokaryot.2 x 10' bp (base pairs/pasangan basa) DNA. Sebaliknya.. atau satu kesatuan kromosom jasad eukaryotik dalam fase haploid. yang dinamakan genom bakteri Escherichia coli adalah semua gen yang ada satu unit bahan genetik utamanya (kromosom) yang tersusun 4. Gen adalah unit molekul DNA atau RNA dengan panjang minimum tertentu yang mem-bawa informasi mengenai asam amino yang lengkap suatu protein. seribu pasangan basa). Dengan batasan semacam ini maka dapat dimengerti bahwa sepotong molekul DNA yang tidak membawa informasi genetik yang lengkap tidak dapat disebut sebagai genom hanya sebagai fragmen DNA. Oleh sifat genetisnya yang vital maka plasmid raksasa semacam . Batasan genom pada prokaryot hanya meliputi bahan genetik utamanya. dijumpai bahan genetik tambahan selain bahan genetik. Sebagai contoh. terutama pada kelompok prokaryot. Sedajhgkan genom adalah satu kesatuan gen yang secara alami dimiliki oleh satu sel atau virus.dahulu perbedaan pengertian antara gen dengan genom. Pada beberapa jasad.

Bahan Tehnik Pembenihan Tanaman 305 . f. misalnya bd DNA pada mitokondria dan kloroplas (pada tumbuhan hijau). Gambar 8. selain bahan genetik utama yang terdapat inti sel. Organisasi Genom Pada Prokaryot Bahan genetik utama (kromosom) jasad prokaryot pada umumnya terdiri atas satu unit molekul DNA untai ganda (doublestranded) dengan struktur lingkar (circular). yang disebut sebagai kromosom. Pada bakteri Escherichia coli.itu merupakan baglan genom jasad tersebut. juga dijumpai ada genetik lain yang terletak di dalam organel yang lain.6 x 106 bp).11 Untaian DNA membentuk kromsom Pada jasad eukaryot. Oleh karena itu jasad prokaryot bersifat monoploid karena hanya ada satu bahan genetik utama. bahan genetik utama-nya terdiri atas sekitar 4600 kb (4.

Selain itu juga diketahui ada bakteri yang mempunyai 2 molekul kromosom yaitu bakteri Rhodobacter sphaeroides. Hal ini berbeda dengan bahan genetik utama jasad eukaryot yang terdapat di dalam struktur nukleus. Oleh karena itu dalam keadaan normal plasmid dapat . Protein di ujung molekul kromosom semacam ini mempunyal fungsi yang sangat penting dalam proses inisiasi replikasi DNA. Selain bahan genetik utama. Ujung molekul kromosom S.genetik pada jasad prokaryot tidak dikemas di dalam suatu struktur yang jelas karena pada sel prokaryot tidak terdapat inti sel (nukleus). Plasmid pada prokaryot berupa molekul DNA untaian dengan struktur lingkar. jasad prokaryot seringkali juga. Oleh karena struktur bahan genetik utama jasad prokaryot berupa molekul lingkar maka molekul tersebut tidak ada bagian ujungnya. mempunyai bahan genetik tambahan yang disebut sebagai plasmid. misalnya gen ketahanan terhadap antibiotik. misalnya pada bakteri Borrelia burgdorferi dan Streptomyces lividans. namun diketahui terdapat beberapa bakteri yang struktur bahan genetik utamanya berupa molekul DNA linear. Meskipun pada umumnya kromosom bakteri berupa molekul DNA dengan struktur lingkar. Pada umumnya plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun seringkali plasmid membawa gen-gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan bagi sel dalam keadaan tertentu. Bahan genetik utama jasad prokaryot diketahui terikat pada membran sel sebelah dalam yang diduga berperanan dalam proses pemisahan DNA pada waktu terjadi pembelahan sel. lividans diketahui berikatan secara kovalen dengan suatu protein.

Upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian memerlukan dukungan penyediaan bibit untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. Perbanyakan tanaman dengan kultur in vitro telah banyak diusahakan secara komersial di negara maju seperti Amerika. karena kecepatan perbanyakan yang tinggi. Teknologi tersebut telah banyak diguna-kan untuk pengadaan bibit pada berbagai tanaman. Jepang. tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan. Melalui kultur in vitro. melalui pengembangan agribisnis yang dapat meningkatkan perolehan devisa negara.dihilangkan dengan metode curing tanpa mengganggu pertumbuhan selnya. 8. Bibit suatu varietas unggul yang dihasilkan pemulia tanaman sangat terbatas. Dengan dipenuhi dengan perbanyakan melalui teknik konvensional. sedangkan bibit tanaman yang dibutuhkan sangat banyak. Pemanfaat-an 306 . Salah satu teknologi harapan yang telah terbukti keberhasilannya adalah teknik kultur in vitro. dan Eropa.3 Teknik Kultur In vitro Dewasa ini pemerintah sedang menggalakkan komoditas nonmigas. Bibit dari varietas unggul yang mampu bersaing di pasaran internasional yang jumlahnya sangat sedikit dapat dikembangkan melalui kultur in-vitro.

(6) Diperlukan tenaga kerja yang intensif. serta mempunyai keterampilan khusus.teknologi tersebut untuk pengadaan bibit pada awalnya berdasarkan hasil percobaan Morel tahun 1960 pada anggrek Cymbidium. (5) Adanya patogen internal (khususnya pada tanaman tahunan berkayu) yang sulit dihilangkan. Walaupun demikian. (3) Penurunan integritas genetik pada bibit yang dihasilkan. (7) Diperlukan modal awal yang cukup tinggi. terdidik. (2) Kapasitas regenerasi menurun bila sering dilakukan pembaharuan. Keberhasilan tersebut mendorong dimanfaatkannya in vitro sebagai teknologi perbanyakan yang banyak memberikan keunggulan daripada teknologi konvensional. Dalam waktu yang singkat dari bahan tanaman yang sangat terbatas dapat dihasilkan bibit dalam jumlah yang banyak. terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi dalam aplikasinya yaitu: (1) Keberhasilan teknik ini pada tanaman tahunan berkayu masih rendah sehingga aplikasinya masih terbatas pada jenis tanaman tertentu saja. (4) Persentase keberhasilan aklimatisasi (terutama pada tanaman tahunan berkayu) relatif masih rendah. Pierik (1987) menyatakan bahwa perbanyakan melalui kultur in vitro dapat dikatakan berhasil bila memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: (1) tidak merubah sifat genetik .

(4) kemampuan regenerasi yang tetap tinggi. Semakin banyak tunas yang dapat Tehnik Pembenihan Tanaman 307 . Berbeda dengan tanaman tahunan berkayu.pohon induk (2) seleksi kuat pada bahan tanaman yang akan digunakan sebagai eksplan agar bebas penyakit. dan (5) ekonomis. banyak faktor yang menghambat proses regenerasi. Pada tanaman semusim (berdinding lunak). Faktor pertunasan yang tinggi dapat tercapai dengan penggunaan formulasi media tertentu. Penggunaan komponen organik tertentu dan jaringan yang bersifat juvenil dapat memacu daya regenerasi jaringan. dan 7) gugurnya tunas dan daun yang lebih dini. (3) teknik perbanyakan yang tidak terlalu rumit. masalah regenerasi umumnya tidak menjadi masalah. antara lain: 1) daya meristematis tanaman yang rendah 2) tingkat oksidasi fenol yang tinggi. 3) jaringan sklerenkhima. 4) kandungan inhibitor organik yang tinggi. menghambat aktivitas etilen dan mengurangi terbentuknya kinon karena oksidasi fenol. 5) kurangnya faktor perakaran. Multiplikasi tunas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan perbanyakan melalui kultur in vitro. 6) kandungan lignin yang tinggi.

.

misalnya hama dan penyakit. Pennel (1987) memberikan formulasi untuk menghitung potensi jumlah plantlet (bibit) yang dapat dihasilkan secara teoritis dalam satu periode (1 tahun) dengan rumus sebagai tercantum di bawah ini. Jumlah bibit yang dihasilkan dapat dihitung berdasarkan jumlah kelipatan tunasnya. bebas hama dan penyakit serta harus media dalam waktu singkat seringkali tidak dapat dipenuhi dengan menggunakan metode konvensional baik secara generatif maupun vegetatif. kendala lain yang juga sering muncul adalah gangguan alam. Teknik budidaya tanaman dengan menggunakan metode konvensional dalam medium tanah atau pasir seringkali menghadapi kendala teknis. Sebagai contoh. Y = An x B x F1 x F2 x F3 di mana : Y= jumlah plantlet yang dihasilkan A= jumlah tunas yang dihasilkan pada setiap subkultur (fakror multiplikasi) B = jumlah eksplan awal yang tumbuh n= jumlah subkultur pada periode tertentu (per tahun) F1= % keberhasilan kultur pada tahap Multiplikasi F2= % keberhasilan kultur pada tahap Perakaran . semakin tinggi peluang memperoleh bibit yang banyak.dibentuk. baik yang disebabkan oleh jasad hidup. perbaikan tanaman dengan menggunakan biji memerlukan waktu lama dan seringkali hasilnya tidak seperti tanaman induknya. lingkungan maupun waktu. Kebutuhan akan bibit tanaman jumlah besar. berkualitas. maupun cekaman lingkungan yang dapat mengganggu keberhasilan banyakan tanaman di lapangan.

Perancis. Jaringan hasil 308 . Beberapa puluh un kemudian. Nobecurt.P. seorang ahli penyatanaman dari Perancis. Pada saat itu Gautheret menggunakan jaring-an tanaman V. dan R. Selain itu.12 . capraea dan Populus alba sebagai model untuk melakukan banyakan dan pernbelahan jaringan tanaman.F3= % keberhasilan kultur pada tahap aklimatisasi Gambar 8. Hasil Kultur In-vitro Sejak tahun 1902 Gottlieb Haberiandt telah mengajukan gagasan mengenai kemungkinan pengembangan teknik kultivasi tanaman dari sel yang ditumbuhkan dalam larutan nutrien. Gautheret. Pierre Roger Gautheret dari Universitas rbonne. White dari Amerika Serikat untuk tama kalinya berhasil melakukan kultivasi tanaman yang berasal dari jaringan. yaitu pada tahun 1939. berhasil melakukan perbanyakan (propagation) kultur jaringan man wortel dengan menambahkan asam indol asetat (Indolec Acid) untuk menstimulasi pertumbuhan jaringan yang tidak salami diferenslasi.

Oleh karena itu teknik ini secara umum disebut sebagai teknik kultur invitro. Penelitian-penelitian selanjutnya membuka kemungkinan penerapan teknik kultur sel atau jaringan untuk berbagai macam tanaman yang akhimya memberikan pengaruh besar dalam pengembangan bioteknologi tanaman. Kemampuan ini oleh Morgan disebut sebagai totipotensi (totipotency). pada tahun 1950. Bahkan pada tahun 1952 Morel dan Martin berhasil mengembang-kan teknik kultur meristem Dahlia dan memperoleh tunas yang bebas virus dan pada tahun 1955 mereka dapat mengembangkan kultur tanaman kentang yang bebas virus. . Georges Morel yang bekeja sama dengan Gautheret berhasil melakukan perbanyakan jaringan tumbuhan monokotil dengan menggunakan meristem. Selanjutnya. Tehnik ini sekarang sudah berkembang luas sehingga bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan awal perbanyakan tidak hanya berupa jaringan melainkan juga dalam bentuk sel sehingga juga dikenal teknik kultur sel. Istilah kultur jaringan mengacu pada teknik untuk menumbuhkan jasad multiselular dalam medium padat maupun cair menggunakan jaringan yang diambil dari jasad tersebut.perbanyakan tersebtit disebut sebagal kalus (callus). Konsep totipotensi tersebut mempunyal makna sa-ngat penting dalam bidang kultur jaringan. Teknik kultur jaringan tersebut dilakukan sebagal altematif perbanyakan tanaman bukan dengan menggunakan media tanah. melainkan dalam medium buatan di dalam tabung. Pada tahun 1901 Morgan mengemukakan bahwa setiap sel mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi suatu jasad hidup yang lengkap melalui proses regenerasi.

13 Proses kultur in-vitro pada tanaman Untuk mengembangkan tanaman secara in vitro sampai menjadi plantlet dan akhirnya menjadi tanaman lengkap yang siap dipindah ke medium tanah. eksplan. Bahan awal yang dapat diguna kultur in-vitro tanaman bermacam-macam. ovule. Gambar 8. dan lain-lain). petiole. (2) penanaman pada medium yang Tehnik Pembenihan Tanaman 309 . yaitu: (1) bahan awal (starting materials). (3) tempat kultivasi. maka terdapat beberapa tahapan utama yang harus dilakukan. akar dan lain-lain. (2) media yang sesuai.a. po len. antara lain: batang. tunas apikal dan axilari (apical and axi lary buds). yaitu: (1) pemilihan sumber tanaman yang akan digunakan sebagai bahan awal Jaringan meristem. petal. Bagian tanaman digunakan sebagai bahan awal kultur in-vitro disebut sebagai eksplan (explant). Teknik Dasar Kultur In-Vitro Tanaman Kultur in-vitro tanaman memerlukan beberapa komponen utama.

Salah satu prasyarat utama dalam teknik kultur in-vitro adalah kebersihan dan sterilitas alat serta tempat yang digunakan.01- . misalnya larutan merkuri klorida (HgCI2) 0. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh bakteri atau jamur yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan kultur sel atau ja-ringan tanaman. (3) pembentukan tunas dan akar sampai terbentuk plantlet. eksplan harus dibersihkan dengan air bersih dan deterjen khusus. (5) penanaman pada medium biasa (tanah atau media bukan artifisial lainnya). yaitu suatu kabin yang dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan yang menuntut sterilitas. Pemilihan Dan Penyiapan Eksplan Bahan yang akan digunakan sebagal eksplan sebaiknya berasal dari bagian tanaman yang masih muda dan sehat. yaitu proses adaptasi pada lingkungan di luar sistem in vitro. Eksplan yang akan digunakan dipotong potong dengan ukuran yang sesuai dengan keperluan. Oleh karena itu pekerjaan kultur in vitro sebaiknya dilakukan di tempat tertutup dan tidak digunakan untuk aktivitas yang lain. (4) aklimatisasi. Alat-alat dan bahan yang tahan panas dapat disterilisasi dengan autoklaf. Bahan yang berupa biji yang keras harus diperlakukan khusus menggunakan asam sulfat 50% untuk menghilangkan dormansi biji. kemudian disterilkan. sedangkan peralatan atau tempat kerja yang lain dapat disterilkan dengan menggunakan alkohol atau disinfektan yang sesual. setelah itu dibersihkan dengan air mengalir selama 1-2 jam. Untuk menjaga sterilitas maka pebedaan sebaiknya dilaku-kan di dalam laminar air flow.sesuai sampai terjadi perbanyakan (misalnya dalam bentuk kalus). b. Sebelum digunakan. misalnya Tween-80.

vitamin. c. Gambar 8. Medium padat digunakan untuk menghasilkan kalus yang selanjutnya diinduksi membentuk tanaman yang lengkap (disebut sebagai plantlet).0. Medium Yang Digunakan Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro tanaman dapat berupa medium padat atau cair. zat pengatur tumbuh. Pada prinsipnya semua pekerjaan dalam kultur in vitro harus dilakukan secara aseptik. Medium yang digunakan mengandung lima komponen utama. sumber karbon.1%. yaitu: senyawa anorganik.14. sedangkan medium cair blasanya digunakan untuk kultur sel. dan suplemen organik. Jarum atau pisau skalpel yang digunakan untuk memotong atau mengambil dan menanam eksplan harus diterilkan juga dengan membakar dengan lampu bunsen sesaat sebelum digunakan. Media padat untuk kultur jaringan tanaman 310 .

kobalt (Co) dan besi (Fe). magnesium dan sulfat yang diperlukan sekitar 0-3 mM. untuk perbanyakan (proliferation) sel digunat kan 2.Senyawa anorganik terdiri atas unsur-unsur makro dan mlkro. zinc (Zn). Meskipun demikian. Unsur-unsur mikro yang diperlukan antara lain iodine (I). Zat pengatur tumbuh juga diperlukan dalam kultur in vitro untuk mendukung pertumbuhan. Vitamin yang banyak digunakan antara lain adalah thia-min. Suplemen senyawa organik yang digunakan adalah asam amino (biasanya digunakan glycine).4-D) atau l-naphtalene acetic acid (NAA) dan sito-kinin (kinetin. Ammonium merupakan senyawa esensial untuk hampir semua kultur tetapi konsentrasi yang diperlukan lebih rendah dibandingkan dengan nitrat. pyridoxine dan asam nikotinat. tembaga (Cu). 2-isopentyl enosine. untuk indole acetic acid (IAA). Sumber karbon yang digunakan dapat berupa glukosa. molybdenum (Mo). zeatin). tetapi sukrosa merupakan sumber karbon yang banyak digunakan dalam banyak sistem kultur. maltosa atau sulcrosa dengan konsentrasi sekitar 2-4%. peptone. fruk-tosa.4 dichlorophenoxy acetic acid (2. biasanya medium sintetik yang jelas komposisi kimiawinya lebih banyak digunakan sedangkan suplemen organik yang tidak jelas komposisi kimiawinya hanya digunakan jika dianggap esensial. Konsentrasi kalsium. ekstrak khamir. ekstrak malt. mangan (Mn). boron (B). . benzyl adenosine. indole butyric acid (IBA) dalam . Pada umumnya medium mengandung nitrat dan potasium pada konsentrasi masing-masing 25 mM. Kombinasi zat pengatur tumbuh yang digunakan meliputi: .

tetapi bukan dalam bentuk 2.4-D diketahui menginduksi perbanyakan sel teta-pi menekan diferensiasi pada tanaman dikotil. mulai dari tabung reaksi. bahkan botol gelas sederhana. tetapi 2. tabung erlenmeyer.4-D dan 2. Tempat Kultivasi Kultur in-vitro tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan dua macam medium yaitu medium padat atau medium cair.5-T (2. d. Komposis-1 medium untuk kultur in-vitro dapat dilihat pada buku-buku manual kultur in-vitro. Senyawa 2.konsentrasi rendah dan sitokinin dalam konsentrasi tinggi. Kultivasi sel atau jaringan secara in vitro secara prinsip dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam wadah.4-D.4.4. Hal yang paling penong dalam pemilihan wadah untuk kultur in vitro adalah kemudahan untuk menjaga sterilitasnya selama perbanyakan sel atau jaringan. Jika menggunakan kultivasi pada medium cair dan perlu penggojokan maka sebaiknya digunakan wadah yang Tehnik Pembenihan Tanaman 311 . Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro sekarang dapat dibeli dalam bentuk jadi meskipun harganya lebih mahal dibanding kalau dibuat sendiri di laboratorium.5 trichloro-phenoxy-acetic acid) diketahui bersifat efektif untuk menginduksi embrio-genesis somatik pada tanarnan serealia (monokotil).

ujung akar. Kalus dapat disub-kultur dengan cara mengambil sebagian kalus dan memindahkannya pada medium baru. daun.15 Salah satu contoh tempat kultivasi berupa wadah plastik dan botol gelas e. Kalus. Dengan sistem induksi yang tepat kalus dapat berkembang menjadi tanaman yang utuh (plantlet). tergantung spesiesnya. buah. yaitu induksi. Oleh karena itu tabung erlenmeyer merupakan wadah yang ideal untuk kultur sel menggunakan medium cair. dan bagian bunga. Kultur kalus tumbuh berkembang lebih lambat dibanding kultur yang berasal dari suspensi sel. Eksplan yang berasal dari jaringan meristem berkembang lebih cepat dibanding . Jika suatu eksplan ditanam pada medium padat atau dalam medium cair yang sesuai.memungkinkan untuk ditempatkan secara mudah dan aman pada alat penggojok. dalam waktu 2 . Kultur kalus dapat dikembangkan dengan menggunakan eksplan yang berasal dari berbagai sumber. Kultur Kalus Tanaman dapat diperbanyak secara vegetatif menggunaka teknik kultur in vitro dengan teknik kultur kalus atau kultur sel.4 minggu. akan terbentuk massa kalus yaitu suatu massa amorf yang tersusun atas selsel parenlcim berdinding sel tipis yang berkembang dari hasil proliferasi sel-sel jaringan induk. Pembentukan kalus ditentukan sumber eksplan. misalnya tunas muda. Gambar 8. terbentuk meialui tiga tahapan. Kalus dihasilkan dari lapisan luar selsel korteks pada eksplan melalui pembelahan sel berulang-ulang. komposisi nutrisi pada medium dan faktor lingkungan. pembelahan sel dan diferensiasi.

misalnya setlap 30 hari. (3) variasi 312 . misalnya: (1) mempelajari aspek nutrisi tanaman. maka perlu dilakukan sub-kultur seca-ra berkala. Untuk memelihara kalus. (2) diferensiasi dan morfogenesis sel dan organ tanaman. Gambar 8.jaringan dari sel-sel berdinding tipis dan mengandung lignin.16 Kultur kalus tanaman Kultur kalus bermanfaat untuk mempelajari beberapa aspek dalam metabolisms tumbuhan dan diferensiasinya.

Suspensi sel dapat dipipet sehingga mempermudah proses sub kultur. sekitar 7-21 hari. (5) produksi metabolit sekunder dan asinya. Laju pembelahan sel pada sistem kultur suspensi sel lebih tinggi dibanding pada kultur kalus tetapi maslh lebih rendah dibanding laju pertumbuhan sel bakteri dan biasanya berkisar antara 24-72 jam. Kultur sel Kultur sel tanaman dapat ditumbuhkan dengan menggunakan medium cair dalam erlenmeyer. Banyaknya inokulum yang digunakan seringkali mempengaruhi laju pertumbuhan sel. Selain membuat sel menjadi terpisah (tidak mengelompok). Kultur sel mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan kultur kalus. karena itu dikenal suatu konsep yang disebut kerapatan sel awal kritis (critical initial cell density) yaitu jumlah inokulum terendah per volume medium yang memungkinkan kultur sel dapat tumbuh. (4) trans-formasi genelik menggunakan teknik biolistik. Lebih mudah diatur kondisi lingkungannya . f. Dapat dikulturkan dalam volume besar sampal 1500 liter . .somaklonal. Dapat dimanipulasi untuk . Tidak seheterogen kultur kalus dan diferenslasi sel tidak terlal besar . penggojokan juga berfungsi memberikan aerasi pada kultur. Oleh karena itu penumbuhan ulang (sub-kultur) kultur suspensi sel perlu dilakukan dalam periode yang lebih singkat dibanding dengan periode penumbuhan ulang kultur kalus. yaitu: . Sebagal inokulum digunakan sebagian kalus yang kemudian ditumbuhkan dalam medium cair dan digojok sehingga sel dapat terpisah.

Protoplas dapat diregenerasi sehingga membentuk dinding sel kemudian mengalami pembelahan dan akhimya dapat membentuk kalus.produksi metabolit alami dengan cara menambahkan precursor Kultur sel dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi kultur tunggal karena sistem kultur suspensi sel blasanya terdiri atas campuran sel-sel tunggal dan kelompokan kecil sel-sel. Tehnik Pembenihan Tanaman 313 . Kultur Protoplas Protoplas adalah sel yang tidak mempunyal dinding sel. Protoplas dapat diperoleh dengan perlakuan enzimatik atau mekanis. protease. Selanjutnya kalus dapat disubkultur. Kultur sel dapat dimanfaatkan untuk mengisolasi protoplas dan pengembangan galur sel dengan sifar fisiologis spesifik. maka dapat terjadi embriogenesis. misalnya toleran terhadap garam. pektinase. Embrio yang diperoleh selanjutnya dapat berkembang menjadi kecambah yang akhirnya berkembang menjadi tanaman dewasa. g. Enzim yang digunakan untuk membuat protoplas tanaman berupa campuran beberapa enzim antara lain selulase. Jika kalus ditanam pada medium yang tidak mengandung manitol dan auxin.

Fusi protoplas membuka kemungkinan untuk : . menghasilkan hibrid soma-tik amphidiploid yang fertil antar spesies yang secara seksual tidak kompatibel. . menghasilkan galur hetero-zigot dalam satu spesies tanaman yang secara normal hanya dapat diperbanyak dengan cara vegetatif. jika nukleus dari kedua spesies tersebut betul-betul. jika hanya sitoplasma yang mengalami fusi sedangkan informasi genetik dari salah satu induknya hilang. mengalami fusi (menyatu). misalnya pada kentang. Fusi protoplas dapat dimanfaatkan untuk melakukan persilangan antar spesies atau galur tanaman yang tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan persilangan biasa karena adanya masalah inkompatibilitas fisik. cybrid (cytoplasmid hybrid atau heteroplast). memindahkan informasi genetik yang ada di sitoplasma dari satu galur atau spesies ke galur atau spesies lain. memindahkan sebagian informasi genetik dari satu spesies ke spesies lain dengan memanfaatkan fenomena yang disebut penghilangan kromosom (chromosome elimination). . terdapat juga genetik yang tidak berada di dalam nukleus melainkan terdapat di dalam sitoplasma (cytoplasmic inheritance). dan . Perlu diketahui bahwa selain infonnasi genetik yang terdapat di dalam nukleus. hibrid. Fusi protoplas dapat menghasilkan dua macam kemungkinan produk: . .Kultur protoplas memberikan dasar yang penting untuk manipulasi sel tanaman yaitu dengan melakukan fusi protoplas antar spesies atau galur yang berbeda. .

barley dengan gandum. Proses pembentukan organ-organ tanaman yang lengkap dari kultur sel atau jari disebut organo-genesis. hibrid somatik Solanum tuberosum dengan S. sel. Teknik untuk menginduksi organogenesis pada umumnya dilakukan pada kultur kalus meskipun juga dapat dilakukan 314 . jaringan maupun organ. Teknik kultur jaringan. atau protoplas telah banyak dimanfaatkan untuk perbanyakan berbagai macam tanaman. tomat dengan kentang. Teknik fusi protoplas telah berhasil digunakan misalnya pada fusi protoplas Nicotiana glauca dengan N. Kalus hibrid selanjutnya dapat diinduksi sehingga terbentuk tanaman hibrid. Hasil fusi (disebut sebagai fusan) yang diperoleh selanjutnya dapat ditumbuhkan pada medium untuk menghasilkan kalus hibrid. chacoense. dapat disegel sehingga membentuk tanaman yang lengkap.misalnya sifat male sterility pada beberapa tanaman. langsdorffii. dan tebu dengan sorghum. sel. Kalus yang dikembangkan dari eksplan. misalnya. h. Teknik Regenerasi In Vitro Kemampuan sel tanaman untuk menjadi tanaman yang lengkap (totipotensi) dapat dimanfaatkan untuk melakukan regenerasi tanaman secara in vitro dari sumber yang berupa protoplas. barley dengan padi. gandum dengan oat.

tanaman bumbu. yang bekerja secara independen. misalnya tanaman hias. Eisomatik dapat terbentuk pada kalus. misalnya batang atau embrio zigot. tum-buhan lengkap yang terbentuk dari hasil kultur in vitro (disebut sebagai plantlet) yang pertama kali dilaporkan adalah Tropaeolum dan Lupinus yang dilakukan oleh Emest Ball pada tahun 1946. Tunas yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber untuk menghasilkan banyak tunas baru . Reinert dan Steward berhasil melakukan embriogenesis somatik secara in vitro pada wortel. apex dan nodus dapat dikulturkan menjadi tunas. Sementara itu. tanaman buah dan biji.secara langsung dari eksplan yang ditanam pada medium White dan Nobecourt. Meristem. (3) nodus (node). untuk pertama kalinya melaporkan pada tahun 1939 mengenai keberhasilan mereka dalam menginduksi pembentukan tunas (shoot) pada tembakau (White) dan pembentukan akar pada kalus wortel (Nobeco Penelitian selanjutnya oleh Skoog dan Miller pada tahun 1957 menunjukkan bahwa kombinasi yang tepat antara auxin dan sitokinin. tanaman pangan. (2) apex. Sekarang ini tanaman hasil kultur in vitro telah berhasil dilakukan pada banyak jenis tanaman. dan (4) bermacam-macam eksplan. kultur sel maupun protoplas bahkan terbentuk secara langsung dari sel-sel struktur yang terorganisasi. tanaman obat dan tanaman hutan Secara umum terdapat empat sumber yang digunakan dalam perbanyakan mikro (micropropagation) untuk menghasilkan plantlet. menginduksi pembentukan akar dan tunas tembakau dari kultur ka Pada tahun ber-ikutnya yaitu 1958. sayuran. yaitu (1) meristem.

dengan menggunakan percabangan axilari. bermacam-macam eksplan dapat juga dikembangkan sehingga terbentuk tunas adventif. Eksplan juga dapat ditumbuhkan sebagai kalus yang selanjutnya diinduksi sehingga terbentuk tunas adventif. Tehnik Pembenihan Tanaman 315 . yaitu: . Di sisi lain. baik yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dapat di induksi sehingga ber-kecambah dan akhirnya juga menjadi plantlet. kalus juga dapat digunakan sebagal sumber sel untuk membuat kultur suspensi sel yang selanjutnya dapat dikembangkan untuk menghasilkan embrio somatik secara tidak langsung. Selain itu. Embriogenesis somatik dapat dihasilkan secara langsung. atau secara tidak langsung melalui pembentukan kalus dari eksplan. Proses-proses ini secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat macam. Tunas-tunas tersebut kemudian dapat dikembangkan le-bih lanjut sehingga terbentuk perakaran dan akhirnya menjadi plantlet. Eksplan mau-pun kalus yang membentuk tunas adventif selanjutnya dapat dlinduksi sehingga membentuk akar dan akhirnya menjadi plantlet. Embriogenesis somatik yang mengarah ke pembentukan struktur bipolar yang mengandung axis tunas dan akar dengan sistem vaskular tertutup. atau embrio somatik secara langsung. Embrio somatik.

Pembentukan tunas axilari merupakan metode yang paling baik karena plantlet yang dihasilkan adalah benar-benar serupa dengan tanaman induk. ukuran eksplan. yaitu: .. Stabilitas genetik plantlet yang terbentuk dan tunas adventif semacam ini tidak dapat dijamin sebab jika kalus terbentuk maka kemungkinan ketidak-stabilan genetik akan meningkat. Kultur Kalus Dan Regenerasi Organ Dan Embrio Dalam bagian ini akan diberikan . . dan . Pembentukan tunas adventif yaitu tunas yang terbentuk dari sumber selain meristem. . musim pada waktu organ diambil. Metode ini juga disebut perbanyakan kional. . yaitu dalam hal ini adalah kalus. dan komponen media. Pembentukan tunas axilari yang secara genetik stabil. Di sisi lain. . status fisiologis organ. dan vitamin. . Gambar 8. Sumber eksplan dapat mempengaruhi proses regenerasi karena beberapa faktor. organ yang digunakan. Induksi Kalus. kualitas keseluruhan tanaman sebagai sumber eksplan. Organogenesis yaitu pembentukan organ dari jaringan yang tidak mengalami diferensiasi. zat pengatur tumbuh. sumber karbon. komponen media yang mempengaruhi proses regenerasi adalah nutrien anorganik dan organik. sumber nitrogen. yaitu: sumber eksplan.17 Regenerasi tanaman dari jaringan daun i. Proses regenerasi dari bermacammacam sumber sampai menjadi plantlet dipengaruhl oleh dua faktor utama.

Setelah diperoleh tunas pada tahapan pertama. Secara garis besar metode perbanyakan tanaman secara in vitro terdiri atas empat tahapan. Dalam tahapan seleksi dan penyiapan kultur aseptik dilakukan pengambilan bahan awal dan penanamannya pada medium in vitro yang sesuai. (4) aklimatisasi dan pemindahan ke tanah. Tunas-tunas baru hasil perbanyakan kemudian dipindahkan ke medium yang khusus dibuat untuk menginduksi pembentukan akar sehingga akhirnya terbentuk plantlet yang lengkap.gambaran secara sederhana proses kultur in vitro tanaman sampal akhirnya menjadi tanaman yang lengkap dan dapat dipindahkan ke medium tanah atau medium bukan artifisial lainnya. (3) regenerasi plantlet. (2) multiplikasi kultur. Plantlet yang terbentuk selanjutnya diadaptasi dengan lingkungan alami sebagal 316 . dilakukan multiplikasi kultur untuk mendapatkan tunas-tunas baru dalam jumlah lebih banyak. yaltu (1) seleksi dan penyiapan kultur aseptik.

misalnya tunas (shoot). Medium yang digunakan dimasukkan dalam wadah yang akan digunakan untuk kultivasi. Plantlet yang sudah terbentuk selanjutnya dipindah ke medium . Daun yang muda dipotong sesuai dengan ukuran yang akan digunakan. misalnya daun yang masih muda. Eksplan yang diperoleh kemudian ditanam pada medium (padat) yang sesuai yang sudah disterilisasi. . Sebagian tunas yang terbentuk kemudian dipotong dan dipindahkan ke medium lain yang digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. tahapan yang dilalui dalam proses kultivasi tanaman secara in vitro dapat disaiikan sebagai berikut: . misalnya medium tanah. sampai terbentuk struktur kalus. selanjutnya dilakukan sterilisasi. . Secara sederhana. . Sebaglan kalus yang terbentuk dari hasil subkultur kemudian dipindahkan pada medium lain yang khusus digunakan untuk induksi pembentukan organ.persiapan untuk dipindahkan dan ditanam di tanah atau lapangan. Jika induksi organogenesis berhasil maka pada langkah ke-4 di atas akan terbentuk tunas adventif. . Jika induksi pembentukan akar berhasil maka sudah didapatkan plantlet yang slap dipindahkan ke medium bukan artifisial. . Sebagian kalus yang terbentuk diambil untuk disub-kultur pada medium segar pada tabung yang lain. . Pengambilan eksplan. misalnya tabung erlenmeyer. .

Senyawa IBA dan NAA adalah senyawa yang paling sering digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. Induksi Pembentukan Embrio (Embriogenesis) Pada Kultur In Vitro Selain menginduksi pembentukan organ.tanah untuk proses aklimatisasi. Perbanyakan dalam medium cair Tehnik Pembenihan Tanaman 317 . j. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memindahkan sebagian kalus yang terbentuk dan hasil sub-kultur (langkah ke-3) ke medium cair. k. kultur in vitro tanaman juga dapat diarahkan uhtuk membentuk embrio.05 M untuk membentuk tunas. Pada umumnya sitokinin konsentrasi tinggi merangsang pembentukan tunas.4-D) berkonsentrasi tinggi dan sitokinin (kinetin) berkonsentrasi rendah untuk membentuk tunas. kecuali pada kalus alfalfa yang memerlukan auxin (2. Pembentukan tunas dan akar ditentukan oleh konsentrasi auksin dan sitokinin yang digunakan. Banyak spesies yang memerlukan kinetin dengan konsentrasi 0. Induksi Pembentukan Organ (Organogenesis) Pada Kultur In Vitro Pembentukan organ (organogenesis) pada kultur in vitro tanaman dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa-senyawa tertentu dalam medium.

Linum usitatissimum. embrio yang terbentuk secara tidak langsung yaitu melalui tahapan pembentukan kalus. dan Gramineae. Induksi pembentukan embrio dari kalus atau eksplan memerlukan penambahan auxin ke dalam medium yang digunakan. tetapi embrio-genesis leblh sering terjadi pada medium cair. Ada dua macam embrio somatik yang dapat terbentuk yaitu: pertama. Oleh karena itu embrio yang dihasilkan pada kultur cair tersebut kemudian dapat diisolasi dan dipindahkan ke medium padat sampai ter-bentuk plantlet yang siap dipindahkan ke medium tanah. Embrio semacam ini misalnya dapat terbentuk dari eksplan daun Coffea arabica. Meskipun demikian untuk beberapa tanaman.dapat dilakukan berulang-ulang. Proses pemben-tukan embrio dari sel sornatik atau jaringan disebut sebagai proses embrio-genesis somatik. Rutaceae. Brassica napus). namun induksi pembentukan organ biasanya dilakukan pada medium padat. Umbe liferae. Petunia hybrida. Embrio dapat dihasilkan dari kalus yang tumbuh pada medium padat. Gambar 8. Sel-sel yang dapat membentuk embrio semacam ini disebut Pre-Embryonic Determined Ce ls (PEDC). Embrio semacam ini dapat terbentuk misalnya dari sel-sel epidermis hipokotil (misalnya pada Ranunculus sceleratus. embrio yang terbentuk secara langsung dari sel atau jaringan tanpa melalui pembentukan kalus. Asparagus officinalis. Kedua. misalnya wortel.18 Planlet yang sudah terbentuk dan siap untuk diaklimatisasi Embriogenesis somatik secara umum terjadi pada famili Ranunculaceae. pembentukan embrio dari kalus tidak . Solanaceae.

Aklimatisasi Dan Pemindah-an Tanaman Hasil Kultur In Vitro Ke Tanah Plantlet yang terbentuk secara in vitro selanjutnya harus diaklimatisasi sebagai persiapan untuk pemindahannya ke medium tanah atau lapangan. Beberapa tanaman monokotil dan dikotil dapat diinduksi untuk membentuk embrio dengan senyawa semacam ini.4.4.memerlukan penambahan auxin. 2.5-T) dan picloram. l. Hal ini perlu dilakukan sebab tanaman yang diperbanyak secara in vitro mempunyai perbedaan kemampuan adaptasi fisiologis dengan 318 . gibberelin dan etilen biasanya menghambat embrio-genesis. Senyawa yang biasanya digunakan untuk menginduksi pembentukan embrio adalah 2.di-chlorophenoxy acetic acid (2.4. Beberapa senyawa auxin lain yang juga dapat digunakan untuk induksi embrio somatik Sebaliknya.5trichlorophenoxy acetic acid (2. Selsel yang membentuk embrio setelah diinduksi semacam ini disebut sebagai Induced Embryogenic Determined Cells (IEDC).4-D).

tanaman yang diperbanyak secara in vivo. Pada tanaman in vitro hubungan vaskular antara bagian tunas dengan akar umumnya tidak baik sehingga menurunkan konduksi air. misalnya dengan menurunkan kelembaban relatif. tanaman yang diperbanyak secara in vitro biasanya tidak memiliki lapisan lilin (cuticular) yang sempurna sehingga hal ini dapat memperbesar evaporasi air dari dalam sel tanaman. Daun tanaman in vitro biasanya tipis dan lembut dan secara fotosintesis tidak terlalu aktif schingga tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan klimatologis in vivo. Artinya. Sebagai contoh. Untuk membantu proses aklimatisasi di luar lingkungan laboratorium biasanya dilakukan terlebih dahulu aklirnatisasi in vitro. Faktor lain yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi in vitro menyebabkan tanaman tumbuh secara heterotrofik padahal dalam kondisi in vivo tanaman harus tumbuh secara autotrofik. Oleh karena itu pada saat tanaman legum hasil kultur in vitro dipindahkan ke tanah maka perlu dilakukan inokulasi dengan bakteri Rhizobium yang berasosiasi dengan tanaman ini. Gambar 8. Selain itu stomata biasanya juga tidak dapat berfungsi sempuma karena stomata yang terbuka pada tanaman in vitro menyebabkan cekaman air yang dialami pada beberapa jam pertama proses aklimatisasi. sumber karbon yang biasanya diberikan dalam medium in vitro harus disediakan oleh tanaman itu sendiri melalui fotosintesis setelah tanaman in vitro dipindahkan ke kondisi in vivo.19 Aklimatisasi planlet pada media tanah (di dalam rumah kaca) . Beberapa tanaman yang tumbuh dalam kondisi alami mempunyai asosiasi dengan mikrobia tertentu. misalnya tanaman legum membentuk hubungan simblotik dengan bakteri Rhizobium.

Tehnik Pembenihan Tanaman 319 .

ujung tunas disterilisasi kemudian meristem diambil dari tanaman dengan menghilangkan daun yang menutupinya. m. Meristem apikal biasanya berupa struktur serupa kubah (dome) yang terletak pada ujung tunas dan berukuran sekitar 0. Kondisi pendukung pertumbuhan meristem biasanya medium dengan konsentrasi garam yang rendah dan kandungan vitamin yang tinggi. Bebas virus yang dimaksud di sini adalah bebas virus yang sudah diuji secara eksperimental.3 mm (panjang). Meristem yang diperoleh kemudian ditanam pada medium agar dan diinkubasi.Banyak tanaman yang telah berhasil diperbanyak dengan kultur in vitro menggunakan berba-gai eksplan sebagal bahan awal. Meristem apikal pertama kali terbentuk selama perkembangan embrio dan akan tetap aktif selama fase vegetatif tanaman. Sebelum diambil meristemnya. Kultur in vitro meristem melalui beberapa tahapan yaitu inisiasi . Kultur Meristem Untuk Menghasilkan Tanaman Bebasis Virus Salah satu aplikasi penting teknik kultur in vitro adalah dalam pengembangan tanaman bebas virus. artinya ada kemungkinan tanaman tersebut masih mengandung virus lain yang belum dapat dideteksi dengan teknik uji yang tersedia.2-0. Pada meristem apikal diketahui tidak terdeteksi lagi adanya virus dalam 50% sampel yang diuji. Perlu dipahami bahwa semua angiosperma dan gimnosperma tumbuh melalui meristem apikalnya.1 mm (diameter) dan 0. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsentrasi virus pada tanaman semakin kecil dengan semakin dekatnya ke bagian meristem. Oleh karena itu istilah yang leblh tepat adalah tanaman bebas virus yang sudah diuji.

Rugos mosaic virus. sedangkan tanaman diploid mempunyal dua set kromosom identik untuk setiap kromosom sehingga dituliskan sebagai 2n. Saccharum officinarum Virus mosaik. Potato n. Tanaman haploid mempunyai banyak kegunaan antara lain untuk menghasilkan tanaman homozigot yang sangat sulit diperoleh dengan pemuliaan tanaman konvensional. A lium cepa Virus mosaik. misalnya colchicine. Petunia Tobacco mosaic virus (TMV). Ananas sativus Virus mosaik. Beberapa tanaman bebas virus yang berhasil dikembangkan dari kultur in vitro meristem antara lain. Potato virus-Y. 320 . perbanyakan tunas dan diikuti dengan pembentukan akar sehingga menghasilkan plantlet.kultur. mottle virus Ipomoea batata (ketela rambat) Internal cork virus. Kultur Anther dan Pollen Untuk Menghasilkan Tana-man Haploid Tanaman haploid adalah tanaman yang mempunyai satu set tunggal kromosom (biasanya ditulis dengan notasi Mendelian sebagian. Diantlius barbatus Ring spot virus (RSV). Leblh jauh lagi. Caladium hortulanum Dasheen mosaic virus. Cauliflower Mosaic Virus. Solanum tuberosum. pertumbuhan dan perkembangan. Brassica oleracea virus mosaik turnip. Musa sp Cucumber mosaic virus. (kentang) Potato virus-X. lwornosom tanaman haploid semacam itu dapat digandakan dengan senyawa mutagenik.

Selain itu pollen juga dapat diambil secara aseptik dan di-kulturkan pada medium cair. sedangkan pada androgenesis tidak langsung plantlet terbentuk melalui pembentukan kalus yang kemudian mengalami regenerasi menjail plantlet. yaitu melalui kultur kalus. Androgenesis langsung adalah proses pembentukan plantlet haploid dengan melalui embriogenesis menggunakan kultur anther. proses androgenesis langsung lebih disukai sebab androgenesis melalui pembentukan kalus dapat menyebabkan terjadinya variasi. Variasi Somaklonal Perbanyakan tanaman secara in vitro secara teoritis akan menghasilkan tanaman-tanaman yang secara genetis seragam karena tanaman in vitro berkembang hanya melalui pembelahan sel secara mitotik. Larkin dan Scowcroft pada tahuri 1981 menamakan variasi yang muncul dalam populasi tanaman hasil regenerasi in vitro tersebut se-bagai varlasi . embriogenesis dari kultur dan embriogenesis somatik tidak langsung. Dari sisi pemuliaan tanaman. o. terjadi variasi fenotipik dan ketidakstabilan kromosom. Anther diperoleh dari tunas bunga dan dapat dikulturkan pada medium padat atau cair sehingga teradi embriogenesis.Tanaman haplold dapat dikembangkan dengan menggunakan kultur in vitro anther dan pollen. Ada dua macam androgenesis yaitu androgenesis langsung dan androgenesis tidak langsung. Proses perbanyakan tanaman haploid dengan menggunakan gametofit jantan semacam ini disebut sebagai androgenesis. Beberapa tanaman penting yang berhasil dikembangkan menjadi tanaman haploid dengan menggunakan tekmk kultur anther atau pollen. Meski-pun demikian banyak bukti menunjukkan bahwa dalam populasi tanaman yang dihasilkan secara in vitro. kultur sel.

somaklonal. yaitu (1) organisasi sel yang digunakan sebagai sumber eksplan. (3) abnormalitas pembelahan sel secara in vitro. variasi somaklonal. Dalam kultur in vitro terjadi pembelahan sel berulang-ulang yang dipengaruhi oleh zat pengatur pertumbuhan. kemunculan. Eksplan yang berasal dari sumber yang berbeda mempunyai variasi inheren sehingga dapat muncul sebagal variasi somaklonal. Sebaliknya. Variasi yang terdapat pada sumber eksplan juga mempengaruhi. Selain faktor Tehnik Pembenihan Tanaman 321 . sedangkan perbanyakan meialui kalus meningkatkan kemungkinan tejadinya variasi somaklonal. Telah diketahui bahwa hanya meristem yang dapat menghasilkan plantlet yang stabil secara genetis. Variasi somaklonal disebabkan oleh beberapa faktor. Kombinasi yang tidak tepat dalam penggunaan zat pengatur pertumbuhan dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas dalam pembelahan sel yang dapat muncul dalam bentuk perubahan jumlah dan struktur kromosom. Organisasi sel mempunyai peranan penting dalam hal pemunculan variasi somaklonal. pada tanaman yang berasal dari kultur meristem tidak terjadi variasi semacam itu sehingga sistem kultur meristem banyak digunakan untuk propagasi klonal. (2) variasi pada jaringan sebagai sumber eksplan.

yaitu: . Biji sintetik atau artifisial (synthetic seed) adalah biji yang dlhasilkan dari embrio somatik yang kemudian dibungkus (encapsulated) dengan bahan tertentu. Beberapa Aplikasi Lain Teknik Kultur In Vitro Tanaman Kultur in vitro tanaman mempunyai potensi sangat besar dalam program pemuliaan tanaman serta penyediaan benlh dan bibit berkualitas. misalnya agarose. Teknik induksi embrio-genesis somatik dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan biji sintetik atau biji artifisial. sel in vitro. Selain itu. teknik kultur in vitro merupakan dasar yang sangat penting dalam pengembangan tanaman transgenik. fertilitas biji. ukuran daun. p.tumbuh. polioksietilen. Ada empat tipe biji sintetik berdasarkan atas embrio dan proses pembungkusannya. Beberapa aplikasi lain yang dapat dikembangkan dari teknik kultur in vitro tanaman antara lain adalah (1) biji/benih sintetik. Beberapa sifat yang dapat muncul dalam bentuk variasi somaklonal antara lain adalah waktu pembungaan. sodium alginat. tinggi ta-naman. Dalam aplikasi yang lebih mutakhir. Pengendalian yang tidak tepat terhadap siklus sel ini dapat menyebabkan munculnya variasi somaklonal. Variasi somaklonal yang terjadi pada kultur in vitro tanaman dapat dimanfaatkan sebagai salah satu altematif pemuliaan tanaman karena dapat menghasilkan varietas-varietas baru. cahaya. suhu. (2) embryo rescue. osmolaritas juga mempengaruhi siklus. teknik kultur sel tanaman dapat dimanfaatkan guna menghasilkan berbagai metabolit sekunder. ketahanan terhadap pe-nyakit dan lainlain.

1996). somatik embrio dihidrasi. (4) Tidak dibungkus. embrio dihidrasi. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah. embrio somatik dikeringkan. antara lain tanaman tahunan. Di samping faktor pertunasan yang rendah. (2) Dibungkus. (3) Dibungkus. Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. misalnya untuk orchard grass.(1) Tidak dibungkus. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih disukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. 8. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan generatif) berbagai spesies tanaman. misalnya alfalfa. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan 322 . Untuk itu. embrio somatik yang dikeringkan. Namun metode embrio-genesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. misalnya wortel. misalnya wortel. Laboratorium kultur jaringan.4 Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi Laboratorium kultur jaringan. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian.

telah dicoba perbanyakan vegetatif secara in vitro dengan eksplan yang berasal dari pohon induk yang unggul. Hasil penelitian awal menunjukkan adanya masalah penguningan daun yang terjadi sangat cepat.) Jambu mete merupakan tanaman industri yang diprioritaskan untuk dikembangkan di daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI). antara lain tanaman tahunan. Dengan penambahan asam amino tertentu masalah tersebut dapat ditekan. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian. Menurut Mariska et al. Penambahan phloroglucinol ke dalam media yang sudah mengandung BA dan tidiazuron dapat meningkatkan . 1) Jambu Mete (Anacardium occidentale L. Namun metode embriogenesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. 1996). Bibit yang berasal dari biji menghasilkan tanaman yang beragam. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih di-sukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. Untuk itu.generatif) berbagai spesies tanaman. Di samping faktor pertunasan yang rendah. Dalam program pengembangan diperlukan bahan tanaman bermutu dalam jumlah memadai dari pohon induk yang sangat terbatas. (1997) masalah tersebut umum dijumpai pada tanaman tahunan berkayu. Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah. Untuk itu.

Akar dapat terbentuk dari media dasar Jordan + NAA 7 mg/l. namun tersebar secara lokal atau daerah. Tehnik Pembenihan Tanaman 323 . penyebarannya tidak banyak dijumpai serta mengalami erosi berat. disebabkan sempitnya selang konsentrasi optimal dari NAA.) Pulai termasuk salah satu tumbuhan obat langka dengan kategori jarang. Populasi tanaman ini termasuk besar. tetapi tidak dapat memacu pembentukan akar.persentase eksplan yang bertunas dan jumlah tunas yang terbentuk dari setiap eksplan (Mariska et al. Tunas in vitro yang berasal dari pertunasan kemudian dicoba diakarkan. 2) Pulai (Alstonia scholaris L. Tanaman pulai merupakan tanaman berkayu dan tingginya dapat mencapai 25 m. Kemudian dicoba media "Woody Plant Medium" (WPM) dan Jordan yang dilengkapi NAA. akar lebih cepat terbentuk. Bila dalam media dasar tersebut. jumlahnya lebih banyak dan pertumbuhannya lebih cepat. senyawa fenol dan asam amino) telah dicoba. 1998). Dengan formulasi tersebut. konsentrasi NAA berbeda. akar tidak dapat terbentuk. Lebih dari 200 formulasi media (kombinasi MS dengan berbagai jenis auksin..

digunakan teknologi kultur jaringan. Untuk mendukung upaya pengembangannya dilakukan perbanyakan vegetatif melalui kultur jaringan. Pada media WPM terutama dengan kandungan makronya yang diencerkan sampai setengahnya tidak ditemukan adanya masalah oksidasi fenol. 5. daya meristematis tanaman meningkat.1/2) dan WPM (1. Untuk mengurangi masalah pencoklatan. . Masalah utama yang dihadapi pada cengkeh adalah tingkat oksidasi fenol yang sangat tinggi dan sistem regenerasi pembentukan tunas yang lambat. Namun perbanyakan secara generatif dapat menyebabkan terjadinya segregasi genetik. namun inisiasi tunasnya lebih lama dibandingkan WPM. dan 10 mg/l). Walaupun pada media WPM ½ tidak ada masalah pencoklatan. Setelah perendaman eksplan ditanam pada media MS (1.Perbanyakan tanaman secara konvensional belum banyak dilakukan dan keberhasilannya masih rendah. Masalah oksidasi fenol akan semakin meningkat dengan kandungan potasium yang tinggi seperti pada media dasar MS. 3) Cengkeh (Eugenia caryophy lus) Cengkeh merupakan salah satu tanaman industri dan umumnya diperbanyak dengan biji.1/2) yang dilengkapi BA (0. Setelah biakan mengalami periode kultur in vitro yang relatif lama. Untuk mempercepat pengembangan pohon induk unggul yang jumlahnya terbatas. Tanaman pulai mempunyai daya meristematis yang sangat rendah. kecuali untuk ion sulfat. Dinyatakan pula bahwa asam fenol teroksidasi tergantung pada potensi reduksi oksidasi dari media. 3. Media dasar WPM konsentrasi total ionnya lebih rendah daripada MS. Masalah pencoklatan dicoba diatasi dengan cara perendaman eskplan dalam DIECA 6 g/l selama 1 jam.

tunas yang terbentuk tidak memanjang. Perakaran dapat dilakukan secara in vitro dengan menumbuhkan tunas in vitro di rumah kaca dengan kelembapan yang tinggi dan pemberian intermittent mist system setiap 3 jam pada siang hari. Tunas paling banyak diperoleh dari media WPM + BA 10 mg/l + NAA 1 mg/l. buah daging tebal. Komoditas tersebut diekspor ke pasar yang cukup terbuka. Untuk itu. Jerman. yaitu Singapura. Dari hasil persilangan diperoleh buah pepaya yang berbentuk bulat. Australia. Di samping buahnya kaya akan vitamin dan mineral. 1992).maka pada penelitian selanjutnya digunakan media cair dengan media dasar WPM (Tabel 4). warna kuning 324 . 4) Pepaya (Carica papaya L. agak kecil. Untuk meningkatkan kualitas buah pepaya telah dilakukan persilangan antara pepaya Bangkok dengan pepaya Hawai.31 cm) diperoleh dari media awal WPM + BA 5 mg/l + NAA 0. pepaya mempunyai banyak kegunaan lain. Namun setelah 7 minggu.) Pepaya merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor nonmigas. dan Perancis (Biro Pusat Statistik.50 mg/l. tambahan paling banyak (0.

wangi. Secara konvensional. Pelestarian secara in vitro potensial bila dilakukan pada tanaman yang selalu diperbanyak secara vegetatif atau tanaman yang viabilitas benihnya sangat singkat. Untuk menyelamatkannya telah dilakukan antara lain melalui kultur in vitro. Setelah dicoba formulasi media baru yang mengandung selain zat pengatur tumbuh konsentrasi rendah diberikan pula asam amino. Hasil penelitian awal. Perbanyakan vegetatif dilakukan melalui kultur jaringan untuk mempertahankan kualitas buah yang baik. Sebelum dilakukan pelestarian secara in vitro maka perlu dikuasai . maka tunas dapat tumbuh memanjang dan daun tetap hijau. Pada media MS gejala penguningan daun dan tunas terjadi lebih lama yaitu 6-8 minggu setelah tanam.kemerahan. Kalus lebih banyak terbentuk terutama pada media DKW yang diberi 2-IP kemudian BA. dari mata tunas terminal yang ditumbuhkan pada berbagai formulasi media (lebih dari 150 formulasi). tunas tidak dapat memanjang serta daunnya cepat menguning kemudian gugur dengan cepat. perbanyakan vegetatif sulit dilakukan terutama bila diarahkan untuk mempercepat pengembangan varietas unggul baru dalam skala luas. mengkalus pada pangkal tunasnya. Perbanyakan melalui biji hanya menghasilkan buah yang baik kurang dari 2%. komponen organik lainnya dan modifikasi garam mineral tertentu. umumnya tunas tumbuh rosette (menggerombol) dan daun pendek-pendek. 5) Pulasari (Alyxia stellata) Pulasari termasuk salah satu tanaman obat yang dikategorikan langka. tunas in vitro yang panjangnya mencapai 3-5 cm dapat diakarkan secara in vivo di rumah kaca. Untuk perakaran. Gejala tersebut terjadi secara cepat (2-3 minggu setelah tanam) terutama pada biakan yang dikulturkan pada media Anderson dan WPM. dan manis.

Antara kedua zat pengatur tumbuh tersebut terjadi aktivitas sinergisme dalam mema-cu pertumbuhan jaringan.. antara lain tanaman serat rami. pada tanaman pulasari. 6) Rami (Boehmeria nivea Gaud. Untuk memenuhi kebutuhan bibit rami dalam jumlah yang sangat Tehnik Pembenihan Tanaman 325 . Zat pengatur tumbuh BA lebih efektif dibandingkan kinetin..10 mg/l dapat terbentuk akar. Bila metode regenerasi sudah dikuasai maka tanaman dalam botol dapat cepat diperbanyak apabila dibutuhkan.10 mg/l memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tunggal. daya regenerasinya lebih mudah baik pada tahap pertunasan maupun perakaran. 1998) dan cengkeh (Mariska et al. Namun demikian pada media dengan kinetin 1 mg/ l + NAA 0. Berbeda dengan tanaman jambu mete (Mariska et al. Persentase perakaran paling banyak berasal dari media MS + kinetin 1 mg/l + NAA 0 mg/l. 1991).) Pada saat ini banyak kalangan swasta yang akan mengembangkan usaha di bidang pertanian dalam skala luas.terlebih da-hulu sistem regenerasinya. Dari penelitian Gati dan Mariska (1992) menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi BA 3 mg/l dengan NAA 0.

Gati et al. Melalui cara tersebut. penggunaan struktur embriosomatik lebih disukai karena dapat berasal dari satu sel. embrio somatik dianggap sebagai bahan tanaman yang ideal untuk disimpan mengingat strukturnya yang bipolar. banyak menarik perhatian untuk produksi benih sintetis (artificial seed). Di masa mendatang embriosomatik pada tanaman tahunan berkayu. Hartman dan Kester (1983) menyatakan bahwa penggunaan zat pengatur tumbuh dari golongan yang sama pada waktu yang bersamaan pada sebagian tanaman nyata lebih baik dibandingkan perlakuan tunggal. Demikian pula untuk penyimpanan benih dalam jangka pendek dan panjang. di antaranya Indonesia berusaha mengembangkan tanaman jati dalam skala luas. 7) Jati (Tectona grandis) Jati merupakan salah satu komoditas kayu yang berharga di daerah tropis. Namun tunas menunjukkan gejala vitrifikasi.banyak dapat dimanfaatkan teknologi kultur jaringan. .50 mg/l menghasilkan tunas yang lebih banyak daripada perlakuan lainnya. Penggunaan BA 0. Untuk itu dicoba formulasi lain yaitu kombinasi BA dengan 2-IP. Pada program perbaikan tanaman. sehingga berbagai negara produsen. daun lebih hijau dan lebih lebar. biji unggul hasil persilangan terkendali dapat diperbanyak secara cepat dari sel somatik. (1991) telah mendapatkan metode perbanyakan cepat tanaman rami. Untuk mendukung program tersebut dicoba perbanyakan secara in vitro melalui jalur embriogenesis somatik. dengan formulasi tersebut biakan tumbuh lebih tegar. sehingga bibit dapat diproduksi dengan jumlah yang tidak terbatas. melalui DNA rekombinan. Kebutuhan kayu jati semakin meningkat setiap tahunnya. yang dapat menurunkan keberhasilan dalam tahap aklimatisasi.

Pada formulasi media lain eksplan. Dari berbagai formulasi media yang diuji. 1996). struktur globular tidak mampu membentuk struktur yang bipolar.40-D 2 mg/l + BA 0. jaringan daun muda dari biakan in vitro di samping membentuk struktur globular.36 mg/l. Percobaan ini masih memerlukan waktu lama untuk mengetahui metode yang diperoleh dapat diulang serta mendapatkan struktur embriosomatik yang dapat dikecambahkan membentuk benih somatik.20 mg/l + ABA 2 mg/l + KCl 22. Penambahan KCl ke dalam media dapat meningkatkan keberhasilan. di samping itu pada media yang sama struktur embriosomatik globular dapat berkembang membentuk struktur torpedo. juga membentuk kalus yang tumbuh dengan cepat. Tanpa KCl. Di samping itu embriosomatik yang terbentuk cenderung mengkalus kembali bila tidak di subkultur pada media lain. Struktur tersebut siap untuk dikecambahkan pada media baru. Faktor pertunasan pada tanaman tahunan (terutama tahunan berkayu) relatif masih rendah. Tunas 326 .sehingga selalu siap diregenerasi membentuk langsung benih somatik (Mariska. persentase keberhasilan pembentukan embriosomatik paling tinggi berasal dari media MS + 2.

Tehnik Pembenihan Tanaman 327 . Untuk perakaran dapat dilakukan secara in vivo di rumah kaca dengan mempertahankan kelembaban yang relatif tinggi atau dengan pemberian intermittent mist system. media dasar WPM atau Jordan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan MS. Pada beberapa tanaman tahunan berkayu.harus selalu di subkultur untuk memacu jaringan bersifat juvenil.

Keberhasilan rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi: Kultur jaringan tanaman kopi. Mengapa bidang bioteknologi penting untuk dikembangkan pada sector pertanian. media yang sesuai . DNA RNA DNA sebagai bahan genetik Teknik kultur in-vitro Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Teknik kultur in vitro banyak digunakan untuk pengadaan bibit berbagai tanaman. Aklimatisasi dan penanaman pada media tanah . Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Bioteknologi tanaman Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman Bioteknologi tanaman yang telah berhasil dilakukan adalah tanaman transgenic yang toleran terhadap stress lingkungan seperti tembakau yang toleran terhadap kadar garam yang tinggi. pulasari Rami dan jati. Komponen utama kultur in vitro adalah bahan awal. SOAL: 1. 2. Bioteknologi tanaman 2. Herbisida dan tahan OPT.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 8. Teknik kultur in-vitro 4. Lakukan identifikasi pada bahan pangan yang sering saudara temui yang . TUGAS: 1. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. cengkeh. hias. Jelaskan tentang materi genetic yang kamu ketahui. pulai. jambu mete. papaya. Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman 3. pembentukan tunas dan akar.

2. 328 . Lakukan diskusi kelompok.berasal dari hasil bioteknologi. mengapa demikian. apakah sekolah saudara memunkinkan untuk mengembangkan bidang bioteknologi.

Waktu itu. serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Namun. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. khususnya bioteknologi. Cara ini lebih dikenal sebagai kultur jaringan. selanjutnya dalam waktu tertentu dapat tumbuh menjadi tanaman normal seperti tanaman di kebun. seiring dengan perkem-bangan zaman serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Metode kultur jaringan . berita tersebut telah menggemparkan khalayak ramai dan dianggap tidak masuk akal. KULTUR JARINGAN Sebelum tahun 1980-an. kejadian di atas tidak menjadi aneh dan dapat diterima oleh akal. mata tunas. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.BAB 9. Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Secara ringkas. Bahkan orang menganggap berita itu sangat bertentangan dengan kebiasaan yang dilihat orang pada umumnya. mungkin terasa aneh mendengar berita bibit tanaman yang dihasilkan dari potongan daun. cara tersebut dapat dilakukan dengan menanam bagian tanaman di tempat yang cocok dan diberi perlakuan-perlakuan khusus.

Penyiapan fasilitas laboratorium . khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Multiplikasi . mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas. Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah: . Aklimatisasi Tehnik pembenihan Tanaman 329 . kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin. Inisiasi . Pengakaran . Sterilisasi . antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya. kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. Pembuatan media . Penyiapan alat dan bahan .dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan.

dissecting set. baik jenisnya maupun jumlahnya. dan lain-lain. yaitu dapat digunakan sebagai tempat kegiatan yang bersifat aseptik (bebas mikroba/ steril). hormonhormon pertumbuhan dan bahanbahan untuk kegiatan sterilisasi. Laboratorium dapat disediakan mulai dari laboratorium yang sederhana sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Sama dengan pengembangan bidang pertanian yang lainnya. gula. dan hormon.Dalam pengembangan usaha kultur jaringan. fasilitas laboratorium mutlak diperlukan. Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. autoclave. Bahan-bahan yang diperlukan adalah bahan kimia untuk nutrisi tanaman. diperlukan juga bahan tambahan seperti agar. tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah . Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. dan glass ware (alat-alat gelas). Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi. Alatalat kultur jaringan yang minimal harus disediakan adalah laminar air flow cabinet. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf. terdapat sumber air dan mempunyai ruangan-ruangan yang diperlukan. vitamin. Selain itu. kegiatan kultur jaringan memerlukan alat dan bahan. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral. Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan.

yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan.tunas. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan. yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Pengakaran adalah fase di mana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan 330 . Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan.

Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik. Pemindahan dilakukan secara hatihati dan bertahap. dll. bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). yaitu dengan memberikan sungkup. akasia. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan Tanaman Dewasa Bibit Siap Tanam dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. sengon. Biji Anggrek . Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar.akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan. antara lain adalah: jati. Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng.

Proses produksi benih dan tanaman anggrek dengan cara kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 331 .1.Plantlet Bibit dalam Botol Bibit Aklimatisasi Gambar 9.

Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (didalam gelas). Selain kesenjangan teknologi di lini akademisi. tidaklah heran jika impor bibit anggrek dalam bentuk flask sempat membanjiri nursery-nursery anggrek di negara kita.000 planlet/bibit) . Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu) . Selain itu. hemat waktu. tunas. penyakit. lembaga penelitian. Kultur jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar. dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. salah satu penyebab teknologi ini menjadi sangat . Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat. Pengadaan bibit tidak tergantung musim . Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah . Perkembangan kultur jaringan di Indonesia terasa sangat lambat. Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama. Keuntungan pemanfaatan kultur jaringan . Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10. bahkan hampir dikatakan jalan di tempat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahan-lahan yang kosong dapat dipercepat dihijaukan kembali. Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek. dan deraan lingkungan lainnya. Bibit yang dihasilkan seragam . publik dan pecinta anggrek.

Indonesia memiliki keaneka-ragaman hayati yang luar biasa. sehingga sangat tepat digunakan pada tanaman anggrek 332 . Sementara itu hanya sebagian kecil pihak yang mampu melakukan pengembangan dan pemanfaatan anggrek spesies. Secara prinsip. Tidak dipungkiri bahwa metode terbaik hingga saat ini dalam pelestarian dan perbanyakan anggrek adalah dengan kultur jaringan. khususnya potensi genetis untuk menghasilkan anggrek silangan yang memiliki nilai komersial tinggi. Kultur meristem.lambat perkembangannya adalah karena adanya persepsi bahwa diperlukan investasi yang sangat mahal untuk membangun sebuah lab kultur jaringan. karena melalui kuljar banyak hal yang bisa dilakukan dibandingkan dengan metode konvensional. Hal ini dapat dilihat pada kelompok petani pengkultur biji anggrek di Malang yang telah sedemikian banyak. sehingga sangat dimungkinkan kultur jaringan seperti home industri . salah satunya adalah anggrek. belum lagi pencurian terang-terangan ataupun terselubung dengan dalih kerjasama dan sumbangan penelitian baik oleh masyarakat kita maupun orang asing. Potensi ini sangat berharga bagi pengembang dan pecinta anggrek di Indonesia. khususnya yang berkaitan dengan teknologi kultur jaringan. Beberapa gambaran dan potensi yang bisa dimunculkan dalam kultur jaringan diantaranya adalah : . dapat menghasilkan anggrek yang bebas virus. diperkirakan sekitar 5000 jenis anggrek spesies tersebar di hutan wilayah Indonesia. Potensi tersebut akan menjadi tidak berarti manakala penebangan hutan dan eksploitasi besar-besaran terjadi hutan kita. dan hanya cocok atau feasible untuk perusahaan. lab kultur jaringan dapat disederhanakan dengan melakukan modifikasi peralatan dan bahan yang digunakan.

Mutasi. selain itu dengan kultur anther berpeluang memunculkan sifat resesif unggul yang pada kondisi normal tidak akan muncul karena tertutup oleh yang dominan . Tanaman yang mengalami mutasi permanen biasanya memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi . dengan meminimalkan pertumbuhan secara in-vitro kita bisa mengoleksi tanaman anggrek langka tanpa harus memiliki lahan yang luas dan perawatan intensif. Kloning. khususnya untuk jenis anggrek bunga potong. Gambar 9. Sebagian penganggrek telah mampu melakukan tekhnik ini. Dengan memberikan induksi tertentu melalui kultur jaringan hal tersebut lebih mudah untuk diatur. sehingga bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan anggrek diploid (2n). termasuk virus.2 Contoh skema laboratorium kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 333 . Beberapa literatur peluangnya 1:100 000 000. bisa menghasilkan anggrek dengan genetik haploid (1n). . tekhnik ini memungkinkan untuk dihasilkan anggrek dengan jumlah banyak dan seragam. Baik untuk spesies langka Indonesia maupun dari luar negeri untuk menjaga keaslian genetis yang sangat penting dalam proses pemuliaan anggrek. secara alami mutasi sangat sulit terjadi.spesies langka yang telah terinfeksi oleh hama penyakit. . Dengan tekhnik poliploid dimungkinkan untuk mendapatkan tanaman anggrek giant atau besar. Dengan demikian sangat dimungkinkan untuk menghasilkan tanaman anggrek mini. Tekhnik ini salah satunya dengan memberikan induksi bahan kimia yang bersifat menghambat (cholchicine) . Kultur anther. Bank plasma.

Untuk ukuran laboratorium sekitar 250 m2.000 planlet/bibit. dan kulkas.4. Satu malam sebelum lat digunakan.1 Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan a. Pada gambar 9. Peralatan. agar suhu ruangan tetap rendah. ruang inkubasi (untuk pertunasan dan pembentukan plantlet/bibit tanaman) dan rumah kaca. yaitu gudang (ruang) untuk penyimpanan bahan. bahan serta pemeliharaan alat. b. Dalam suatu laboratorium minimal terdapat 5 ruangan terpisah. rak kultur.2 Peralatan dan Bahan Kimia a. AC. pinset. oven. Untuk menghemat tenaga listrik. 9. ruang pembuatan media. ada baiknya bila laboratorium kultur jaringan ditempatkan di daerah tinggi.3 Situasi bagian dalam laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca sebagai fasilit as pendukung laboratorium kultur jarinagan 9. pH meter. yang dapat memenuhi pertanaman seluas 500 800 ha. pisau. Persyaratan Lokasi Laboratorium kultur jaringan hendaknya jauh dari sumber polusi. nyalakan lampu . Langkah kerja penggunaan air flow cabinet adalah sebagai berikut: . dekat dengan sumber tenaga listrik dan air. ruang tanam. Kapasitas Labotarium Ukuran laboratorium tergantung pada jumlah bibit yang akan diproduksi.Gambar 9. hot plate + stirer. bibit yang dapat diproduksi tiap tahun sekitar 400 500. terlihat adanya air flow cabinet yang berfungsi sebagai tempat inokulasi ekspan pada media tanam. Untuk memproduksi bibit melalui kultur jaringan peralatan minimal yang perlu disediakan adalah: laminar air flow.

UV untuk menstrerilkan bagian dalam air flow cabinet , dan menimalkan kontaminasi yang disebabkan olek mikroba. . Pagi hari, lampu UV dimatikan (jangan lupa mematikan lampu UV , apabila lampu UV menyala pada saat bekerja maka operator dalam kondisi berbahaya karena dapat terkontaminasi radiasi UV yang dapat mengakibatkan iritasi kulit dan selaput mata serta gangguan reproduksi. . Setelah lampu UV dimatikan, bagian dalam laminar didesinfeksi dengan alkohol 70% dan laminar siap digunakan. Bahan- bahan kimia yang dibutuhkan untuk kegiatan kultur jaringan adalah 334

garam hara makrodan mikro, vitamin, zat pengatur tumbuh, asam amino, alkohol, clorox. Gambar 9.4 Berbagai peralatan kultur jaringan: Air flow cabinet. saringan, autoclave, Dissecting set dan nutrisi tanaman dan Mikroskop (searah jarum jam) Gambar 9.5 Salah satu contoh pohon induk bunga krisan dengan keunggulan bunga lebih tahan dan warna bunga lebih beragam Semua peralatan dan mesin-mesin yang digunakan dalam kultur jaringan harus selalu dipehara secara rutin. Pemeliharaan alat dan mesin kultur jaringan pada prinsipnya sama dengan pemeliharaab tanaman yang terdapat pada BAB 3. Pada umumnya pemeliharaan alat terdiri dari perencanaan pemeliharaan, pelaksanaan pemeliharaan,monitoring pemeliharaan peralatan dan tindak lanjut pemeliharaan peralatan. Contoh perencanaan pemeliharaan pada perabot gelas (glassware) selalu langsung dibersihkan sesegera mungkin setelah pemakaian. Pemeliharaan mesinmesin besar seperti genset pada umumnya direncanakan setiap tiga enem bulan sekali. Monitoring pemeliharaan harus dilakukan secar melekat sehingga semua operator alat mempunyai instruksi kerja alat yang bersangkutan dan umumnya sudah ada pada setiap pembelian alat. Monitoring pemeliharaan umumnya dilakukan secar peiodik misalnya setiap bulan. Tindak lanjut dari pemeliharaan selalu dilakukan apabila terdapat alat dan mesin pembenihan yang rusak dan harus diperbaiki. Untuk melaksanakan proses pemeliharaan alat da mesin pembenihan biasanya diupayakan budget pemeliharaan 5-10% dari aset perusahaan.

b. Sumber eksplan. Eksplan berupa mata tunas, diambil dari pohon induk yang fisiknya sehat. Tunas tersebut selanjutnya disterilkan dengan alkohol 70%, HgCl2, 0,2%, dan Clorox 30%. 9.3 Media Tanaman Keberhasilan dalam penggunaan metode kultur jaringan, sangat bergantung pada media yang digunakan. Media kultur jaringan tanaman menyediakan tidak hanya unsur hara-unsur hara makro dan mikro, tetapi juga karbohidrat yang pada umumnya berupa gula untuk menggantikan karbon yang biasanya didapat dari atmosphere melalui fotosintesis. Hasil yang lebih baik akan dapat kita jangkau/peroleh, bila ke dalam media tersebut ditambahkan vitaminvitamin, amino acid, dan zat pengatur tumbuh. Walaupun sudah diusahakan untuk menghindarkan penggunaan komponen-komponen yang tidak jelas (komponennya) seperti juice, yeast ectracts dan casein hydrolysate, tetapi kadang-kadang kita bisa memperoleh hasil yang lebih tinggi dengan penambahan tersebut. Sebagai contoh, air kelapa masih sering digunakan di laboratorium-laboratorium penelitian, sedangkan pisang masih merupakan Tehnik pembenihan Tanaman 335

komponen tambahan yang sangat popular pada media anggrek. Gambar 9.6 Siklus kultur jaringan Media kultur tersusun dari beberapa atau seluruh komponen berikut: . Hara makro yang digunakan pada semua media. . Hara mikro hampir selalu digunakan. Ada beberapa komposisi media yang hanya menggunakan best atau besikelat. . Vitamin-vitamin, umumnya ditambahkan dalam jumlah yang bervariasi. . Gula, merupakan keharusan, kecuali untuk tujuan yang sangat khusus. . Asam amino dan N organik. . Persenyawaan-persenyawaan kompleks alamiah seperti: air kelapa, ekstrak ragi (yeast extract), juice tomat, ekstrak kentang, dan sebagainya. . Buffer, terutama buffer organik. . Arang aktif. Sering dipergunakan untuk menstimulir pertumbuhan akar. . Zat pengatur tumbuh: terutama auksin dan sitokinin. Zat pengatur tumbuh merupakan komponen yang sangat penting dalam media kultur jaringan. Tetapi jenis dan konsentrasinya sangat tergantung pada jenis tanaman dan tujuan kulturnya. . Bahan pemadat. Untuk membuat media padat, bisanya digunakan agar. a. Unsur Hara dalam Media 1) Unsur makro dalam media kultur Pada awalnya, unsur-unsur makro pada media kultur jaringan tanaman dibuat berdasarkan larutan untuk hidroponik. Unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman di lapangan merupakan kebutuhan pokok yang

disediakan dalam media. Unsur-unsur hara diberikan dalam bentuk garam-garam anorganik. Komposisi media dan perkembangannya didasarkan pada pendekatan masing-masing peneliti. Dalam periode tahun 1930-1940, formulasi media terutama ditujukan untuk menumbuhkan akar. Pada masa itu, diperoleh suatu hasil yang menyatakan bahwa larutan garam-garam makro dengan konsentrasi rendah, lebih balk daripada media dengan konsentrasi tinggi. Penemuan ini banyak diterapkan untuk tujuan menginduksi pembentukan akar pada pucuk-pucuk yang diperoleh melalui kultur in vitro. Media yang paling sering digunakan untuk induksi adalah media White. Kultur kalus berhasil dikembangkan pada tahun 1937. Kultur kalus tersebut, juga ditumbuhkan pada media dengan konsentrasi garam-garam yang rendah seperti dalam kultur akar. Nobecourt misalnya, pada tahun 1937, menggunakan setengah konsentrasi dari larutan Knop yang biasa digunakan untuk hidroponik, untuk menumbuhkan kalus wortelnya (George & Sherrington, 1984). Percobaan yang sangat penting yang dilakukan oleh Hildebrant dan grupnya 336

pada tahun 1946, telah menbawa perbaikan media untuk kultur jaringan tumor tembakau dan bunga matahari. Media Hildebrant dikembangkan dari media White. Dalam kultur jaringan tumor bunga matahari, ditemukan bahwa unsur makro yang dibutuhkan kultur tersebut, lebih tinggi dari pada yang dibutuhkan oleh kultur tembakau. Tanaman sumber eksplan untuk kultur jaringan Menyediakan potongan daun bahan transfeksi plasmid-bakteri dilakukan dalam laminar flow cabinet Serpihan daun dimasukkan dalam suspensi Agrobacterium tumifaciens Produksi kalus pada lempeng daun eksplan. Bagian berwarna hijau menunjukkan sel yang berhasil hidup dari agen penyeleksi Pemotongan daun dari tanaman yang ditumbuhkan secara invitro, dilakukan dalam laminar flow cabinet Simpan satu malam (fase stasioner) kultur Agrobacterium tumifaciens Lempengan daun bersatu dengan media callus (CIM= callus induction media) dalam kultur sel, dicirikan dengan adanya bakteri (berwarna putih) yang tumbuh pada sisi daun Terjadi rangsangan tumbuhnya batang pada daun eksplan, terjadi dalam kondisi adanya agen penyeleksi Bagian batang yang terbentuk mulai memasuki media akar (RIM= root induction media Akar mulai tumbuh pada media akar karena adanya agen seleksi

Terjadi pertumbuhan akar dan batang secara ekstensif pada individu tanaman baru Tanaman sempurna hasil proses transgenik baru telah berkembang dalam tabung Gambar 9.7. Proses produksi tanaman transgenik Level dari unsur P, Ca, Mg dan S pada media untuk tumor matahari ini, ternyata sama dengan media untuk jaringan normal yang dikembangkan kemudian. Konsentrasi NO3 dan K+ yang digunakan memang lebih tinggi dari media White, tetapi masih lebih rendah daripada media-media lain yang umum digunakan sekarang. Perbaikan yang paling penting adalah pengembangan komposisi unsur makro yang universal, yang mendukung pertumbuhan semua jaringan. Dalam media ini ditambahkan amonium, dan konsentrasi NO3 dan K+ ditingkatkan. Media ini tidak saja menunjang pertumbuhan kalus, tetapi juga mendukung pembentukan pucuk dan embriogenesis pada banyak jenis tanaman yang dikultur secara in vitro. Tanaman lengkap di, lapangan dapat tumbuh dengan baik dalam larutan yang hanya mengandung N dari Nitrat. Tapi pada tahun 1922, Knudson yang bekerja dengan anggrek menemukan bahwa penambahan 7.6 mM NH4 disamping 8.5 mM NO3 sangat baik untuk perkecambahan dan pertumbuhan biji anggrek. Banyak akhli kultur aringan betpendapat bahwa Morel mungkin tidak akan berhasil mengorbitkan metode kultur jaringan untuk tujuan komersial, bila NH4+ tidak ditambahkan dalam medianya. NH4 ternyata dibutuhkan untuk perkembangan protocorm. Nitsch dapat dikatakan sebagai orang

pertama yang menggunakan NO3 dan K+ dengan kadar yang cukup tinggi didalam percobaannya pada kultur jaringan tanaman artichoke Jerusalem. Penambahan amonium khlorida sebanyak Tehnik pembenihan Tanaman 337

0.1 nM menghasilkan pertumbuhan jaringan yang menurun. Hereka mengambil kesimpulan, bahwa NH4+ tldak diperlukan dalam kultur jaringan. Tetapi pada waktu yang: bersamaan, Prof. Skoog dan grupnya menunjukkan bahwa NH4 sangat menunjang pertumbuhan kalus tembakau (Miller et al, 1956). Wood & Braun (1961) yang meneliti pertumbuhan sel dari jaringan normal dibandingkan dengan jaringan tumor pada tanaman Venca rosea (Catharanthus roseus), mendapatkan bukti-bukti tentang keuntungan penambahan amonium kedalam media White yang sudah dimodifikasi. Konsentrasi NO3, K+, NH4+, dan KH2PO4 yang diperoleh, hampir sama dengan yang dikembangkan oleh Miller. Gambar 9.8 Sumber explant dari daun, potongan explant dicuci klorox, explant steril ditanaman dalam wadah kultur, hasil kultur jaringan 1. Media MS. Penelitian perbaikan komposisi media di laboratorium Skoog, dikulminasikan dalam publikasinya tentang kebutuhan garam anorganik yang mendukung pertumbuhan optimum pada kultur jaringan tembakau. Media baru yang sudah diperbaiki itu disebut media Murashige & Skoog yang biasa dituliskan sebagai media MS. Media MS mengandung 40 mM N dalam bentuk NO3 dan 29 mM dalam bentuk NH4 Kandungan N ini, lima kali lebih tinggi dari N total yang terdapat pada media Miller, 15 kali lebih tinggi dari me dia tembakau Hildebrant, dan 19 kali lebih tinggi dari media White. Kalium juga ditingkatkan sampai 20 mM, sedangkan 1.25 mM unsur makro lainnya, juga dinaikkan sedikit. Walaupun unsur-unsur makro dalam media MS dibuat untuk kultur kalus tembakau, tetapi komposisi MS ini pada umumnya juga mendukung kultur jaringan tanaman lain. Dibandingkan dengan media-media lain, media MS

paling banyak digunakan untuk berbagai tujuan kultur. Pada tahun-tahun sesudah penemuan media MS, banyak dikembangkan media-media lain. Berdasarkan media MS tersebut, antara lain media: . Lin & Staba, menggunakan setengah dan komposisi unsur makro MS, dengan modifikasi 9 mM amonium nitrat yang seharusnya 10 mM bila setengah dari komposisi MS. Sedangkan KH2PO4 yang digunakan 0.5 mM, tidak 0.625 mM sebagai setengah, dari MS. Larutan garam makro Lin & Staba, kemudian digunakan oleh Halperin dalam penelitian embrio-genesis dari kultur jaringan wortel. Media ini, juga digunakan oleh Bourgin & Nitsch (1967) serta Nitsch & Nitsch (1969) dalam penelitian kultur anther. . Durzan et al (1973) membuat modifikasi media MS untuk. kultur suspensi sel White spruce dengan cara mengurangi konsentrasi K+ dan NO3 , tetapi konsentrasi Ca+2 nya ditingkatkan. . Chaturvedi et al (1978) mengubah media MS untuk kultur pucuk Bougainvillea glabra dengan menurunkan konsentrasi NO3 , K+, Ca+2, Mg+2 dan SO4-3 Meskipun unsur-unsur makro MS merupakan titik tolak pengenbangan media-media lain, tetapi dalam kasuskasus tertentu, pemakaian konsentrasi unsur-unsur makro yang lebih rendah dari pada konsentrasi yang terdapat pada media MS terbukti lebih baik. Telah ditunjukkan bahwa dalam media MS dapat terjadi pengendapan parsenyawaan. 338

Pengendapan ini tidak terlihat dalam media padat, tetapi terlihat jelas pada media cair. Kebanyakan dari persenyawaan yang mengendap adalah fosfat dan besi, kemudian dalam jumlah yang lebih sedikit adalah Ca, K, N, Zn dan Mn. Yang paling sedikit adalah C, Mg, K, Si, H, S, Ca dan Co. Setelah tujuh hari dibiarkan, maka kira-kira 50 % dari Fe dan 13% dari PO4+ mengendap (Dalton et al, 1983). Pengendapan unsur-unsur tersebut mungkin tidak penting, karena unsur-unsur tersebut masih tersedia bagi jaringan tanaman dan pengaruh pengendapannya belum diketahui. Untuk mengatasi pengendapan Fe, Dalton dan grupnya menganjurkan supaya konsentrasi Fe dikurangi sampai 1/3 dengan EDTA yang tetap. b) Media B5 Media B5 dikembangkan oleh Gamborg dan grupnya pada tahun 1968 untuk kultur suspensi kedelai. Pada masa ini media B5 juga digunakan untuk kulturkultur lain. Media ini dikembangkan dari komposisi PRL-4, yang juga dikembangkan pada tahun 1968. Media ini menggunakan konsentrasi HH4+ yang rendah, karena konsentrasi yang lebih dari 2mM menghambat pertumbuhan sel kedelai. Fosfat yang berikan adalah 1 mM, Ca+2 antara 1-4 mM, sedangkan Mg+2 antara 0.5 3. Gambar 9.9 Produksi benih vegetatif bawang (Alium sp.) secara kultur jaringan 2. Media SH Media Schenk & Hildebrant merupakan media ylng juga cukup terkenal, diintroduksi untuk kultur kalus tanaman monokotil dan dikotil. Konsentrasi ion-ion dalam komposisi media SH sangat mirip dengan komposisi yang dibuat oleh Gamborg et al, dengan perbedaan kecil yaitu level Ca+2, Mg+2, dan PO4-3 yang lebih tinggi. Schenk &

Hildebrant mempelajari pertumbuhan jaringan dari 37 jenis tanaman dalam media mereka dan mendapatkan bahwa: 32% dari species yang dicobakan, tumbuh dengan sangat baik, 19% baik, 30% sedang, 14% kurang baik, dan 5% buruk pertumbuhannya. Tetapi karena zat tumbuh yang diberikan pada. tiap jenis tanaman tersebut berbeda, maka hasil yang dipublikasi pada tahun 1972 ini sebenarnya sukar dipahami. Namun demikian, media SH ini; cukdp luas penggunaannya, terutama untuk legume. 3. Media WPM Media ini yang mempunyai kepanjangan Woody Plant Medium dikembangkan oleh Lloyd & Mc Cown pada tahun 1981, merupakan media dengan konsentrasi ion yang rendah pada jaman sesudah penemuan media MS. Media ini konsisten dengan media untuk tanaman berkayu yang dikembangkan oleh akhli lain, tetapi sulfat yang digunakan lebih tinggi dari sulfat pada media tanaman berkayu lain. Saat ini WPM banyak digunakan untuk perbanyakan tanaman hias berbentuk perdu dan pohon-pohon. 2) Unsur mikro dalam kultur jaringan Hara mikro: Fe, Mn, Zn, B, Cu Co, dan Mo adalah komponen protein sel tanaman yang panting dalam proses metaholisme dan proses fisiologi lain. Pentingnya Fe untuk tanaman telah diketahui sejak akhir abad yang lalu, sedangkan unsur-unsur lainnya barn diketahui pada tahun antara 1914-1939. Dalam kultur jaringanpun demikian pula. Tehnik pembenihan Tanaman 339

Pada mulanya, unsur mikro juga diragukan. Pada tahun 1922, Knudson yang menambahkan Fe dan Mn dalam media untuk perkecambahan anggrek, mendapatkan hasil yang sangat baik. Pada tahun antara 1934- 1939, Barthelot, Gautheret, dan Nobecourt menganjurkan pemakaian Cu, Co, Ni, Ti dan Be dalam media kultur. Pada tahun 1946, Hildebrant dan kawan kawannya menentukan kebutuhan B, Mn, Zn dan Fe yang optimum, untuk pertumbuhan kalus tanaman tembakau dan bunga matahari. Mo diperkenalkan oleh Buerk Holder dan Nicks pada tahun 1949. Percobaan Heller pada tahun 1953 merupakan percobaan yang jelas membuktikan pentingnya unsur Fe, B, Mn, Zn, dan Cu Dalam kultur wortel yang ditumbuhkan pada media Gautheret, Heller menemukan bahwa tanpa unsurunsur Fe dan sebagainya, kultur akan mati setelah 3-5 kali disubkultur. Bila salah satu dari unsur makro N, P, K, Ca, Mg, dan S dihilangkan dari media, maka kultur akan mati setelah disubkultur sebanyak 1-2 kali. Hasil ini menunjukkan kepentingan relatif unsur makro dan unsur mikro. Kultur akar juga dipergunakan untuk mempelajari keperluan hara mikro. Zn sangat diperlukan untuk pertumbuhan akar tomat yang normal (Eltinge & Reed, 1940 dalam George & Sherrington, 1984). Sedangkan tanpa Cu, pertumbuhan berhenti sama sekali seperti yang diulas Glasstone, 1947 (George & Sherrington, 1984). Dalam kultur kotiledon selada tanpa Mn, maka jumlah pucuk yang dihasilkan berkurang. Mn dalam level yang tinggi dapat merupakan kompensasi untuk Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistim enzime tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948. Kekurangan Boron mengurangi laju pertumbuhan kultur sel tebu, bunga matahari, dan wortel. Sebaliknya konsentrasi lebih tinggi dari 2 mg/l, bersifat meracun terhadap kultur. Dalam beberapa species ternyata terdapat

interaksi antara B dan auksin dalam pengaturan pengakaran pada percobaan stek. Unsur Seng, Aluminium, dan Nikel, tidak banyak dipeiajari efeknya terhadap pertumbuhan kultur. Untuk Seng, diketahui bahwa unsur ini dibutuhkan dalam sintesa tryptophan; sedangkan untuk Al dan Ni belum ada bukti- bukti yang cukup yang menyatakan bahwa unsur-unsur tersebut terlibat dalam metabolisme penting dalam sel. Unsur Al dan Ni jarang ditambahkan dalam formulasi media, hanya Heller dan beberapa peneliti lain yang menambahkan. Tetapi penambahan Al dan Ni tidak mempunyai pengaruh apaapa. Iodine juga merupakan unsur yang tidak diketahui kontribusinya dalam kultur jaringan tanaman, tetapi 65% dari komposisi media yang dikembangkan, menambahkan unsur ini. Penambahan ini dilakukan setelah White menyatakan bahwa iodine dapat memperbaiki pertumbuhan akar tomat yang dikultur secara in vitro. Dalam media Euwens yang dikembangkan pada tahun 1976 untuk kelapa, iodine yang ditambahkan 0.05 mM; nilai ini 10 kali lebih tinggi dari level yang terdapat dalam komposisi MS. b. Perkembangan Komposisi Vitamin Vitamin yang paling sering digunakan dalam media kultur jaringan tanaman, adalah thiamine (vitamin B1), nicotinic acid (niacin) dan pyridoxine (vitamin B6). Thiamine merupakan vitamin yang esensial dalam kultur tanaman. Penambahan nicotinic acid ke dalam jaringan media, banyak dilakukan setelah Bonner dan Devirian pada tahun 1939 menyatakan bahwa persenyawaan tersebut penting untuk kultur akar tomat, ercis dan lobak. Pada tahun yang sama peneliti Robbins dan Schmidt menemukan bahwa pyridoxin juga diperlukan dalam kultur akar tomat.

340

Oleh karena itu sering dipandang sebagai golongan vitamin untuk tanaman. bila konsentrasi yang digunakan antara 201000 mg/ml. peranannya melalui keikutsertaannya dalam lintasan biosintesa asamD-galakturonat yang menghasilkan vitamin C dan pektin. merangsang dispersi sel c. Henurut George dan Sherrington. Tetapi pantothenic acid tidak berdampak terhadap pertambahan jaringan wortel yang mungkin sudah disintesa dalam jumlah yang cukup dalam jaringannya. seperti Salix sp. Pantothenic acid juga ditemukan mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan beberapa jaringan tertentu. Dan juga ada kemungkinan inkorporasinya dalam fosfoinositida dan fosfatidil inositol yang berperanan dalam pembelahan sel. Dalam kultur suspensi sel clover dan kedelai. Banyak peneliti menemukan bahwa myoinositol mempengaruhi morfogenesis kultur. Asam amino Asam amino merupakan sumber N . kemungkinan. bukanlah vitamin dalam kebutuhan fisiologis hewan. misainya dalam kultur Haworthia sp. tergantung dari myo-inositol. Vitamin E (tocopherol) merupakan anti-oksidan dalam jaringan manusia yang dapat merangsang sifat juvenil dalam fibroplast paru-paru. Pembentukan pucuk dalam Haworthia sp. Myoinositol kemudian dipergunakan dalam komposisi Wood & Braun dan Hurashige & Skoog. dan dalam jumlah kecil didalam agar pasta. Penambahan dalam kultur jaringan tanaman pada konsentrasi 0. Penambahan myoinositol kedalam media. merangsang pembentukan kalus friable dalam kultur embrio jagung. Keuntungan penambahan myoinositol pertama kali ditunjukkan oleh Jacoulot dalam kultur kambium tanaman elm.Myoinositol yang kadang-kadang juga disebut mesoinositol atau inositol. memperbaiki pertumbuhan dan morfogenesis. Myoinositol ditemukan dalam air kelapa.95 mM.

dalam media dengan komposisi garam anorganik yang tepat.mg/1. penambahan Glycine lebih baik daripada ekstrak ragi. setelah White menunjukkan bahwa dalama kultur tomat. penambahan campuran asam amino seperti yang terdapat dalam casein hidrolisat tidak memberikan pengaruh yang nyata. tetapi sel yang ditumbuhkan dalam media dengan nitrat. Beberapa asam amino memang dibuktikan mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan kultur. Glycine merupakan komposisi tetap dalam banyak formulasi media dan diberikan dengan konsentrasi 2 . Pada kultur sel sycamore. Sumber N yang berbeda ini memberikan pengaruh yang berbeda juga. L-asparagine digunakan oleh Green dan Phillips (1974) untuk merangsang regenerasi dalam kultur jaringan jagung. ditemukan bahwa sel-sel menjadi panjang-panjang. L-cysteine misalnya. Sebaiknya tidak menambahkan keduanya bersamasama. Penambahan asparagin dan alanin merangsang pembentukan pucuk dalam kultur Torenia. tidak diperlukan penambahan bahan organik lain. Ada beberapa asam amino saling . Lysine dan threonine merupakan asam amino yang harus digunakan secara hati-hati. Kedua asam amino tersebut mempunyai efek cooperasi dalam penghambatan. Glycine merupakan asam amino yang ditambahkan sejak tahun 1939. karena dapat menghambat pertumbuhan walaupun pada konsentrasi yang rendah. mempunyai pengaruh mengurangi browning pada kultur jaringan tebu. seperti yang dilaporkan. Menurut Gamborg.. Tapi Linsmaier dan Skoog pada tahun 1965 menemukan bahwa glycine tidak memperbaiki pertumbuhan kalus tembakau. Dalam media B5 yang dikembangkan oleh Gamborg dan grdpnya untuk pertumbuhan sel akar kedelai. tidak menunjukkan gejala yang demikian.organik.

Tehnik pembenihan Tanaman 341 .

L-argine dan L-lysine. level auksin endogen . Dalam kultur in vitro ada sel-sel yang dapat tumbuh dan berkembang tanpa auksin seperti sel-sel tumor. Sel-sel ini disebut sel-sel yang habituated. dan organ. Auksin digunakan secara luas dalam kultur jaringan untuk pertumbuhan kalus.antagonis terhadap sesamanya. tipe petumbuhan yang dikehendaki . jaringan. dua golongan zat pengatur tumbuh yang sangat penting adalah sitokinin dan auksin. mengubah level zat pengatur tumbuh endogen sel. Zat pengatur tumbuh ini mempengaruhi-pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur sel. seperti phenyl-alanine dan tyrosine. suspensi sel dan organ. Golongan zat tumbuh lain yang ditambahkan. Selain itu juga dipengaruhi oleh musim dan umur tanaman. menentukan arah perkembangan suatu kultur. Auksin alamiah adalah Indole Acetic Acid (IAA). giberelin dan persenyawaan-persenyawaan lain juga ditambahkan dalam kasus-kasus tertentu.konsentrasi. tergantung dari: . Level auksin dalam eksplan tergantung dari bagian tanaman yang diambil dan. Selain auksin dan sitokinin. Zat Pengatur Tumbuh Dalam kultur jaringan. Penambahan auksin atau sitokinin eksogen. d. Pemilihan jenis auksin dan. jenis tanamannya. merupakan trigering factor untuk prosesproses yang tumbuh dan morfo-genesis. L-leucine dan DL-valine. Kemampuan jaringan mensintesa auksin . lnteraksi dan perimbangan antara zat pengatur tumbuh yang diberikan dalam media dan yang diproduksi oleh sel secara endogen. Jenis . Level zat pengatur tumbuh endogen ini kemudian. 1) Auksin.

Hormon Nama Produk Nomor Produk Number Fungsi dalam Kultur Jaringan Indole-3 -Acetic Acid Auxins I 885 Pembentukan akar (konsentrasi tinggi) Indole-3-Butyric Acid I538 Pembentukan batang (konsntrasi rendah) Indole-3-Butyric Acid.Z125 Menghambat perpanjangan batang N Phenylurea Z899 Menghambat penuaan daun Zeatin 342 .-Dimethylallylaminopurine D525 Menghambat pemebntukan akar (2iP) K750 Memacu pembelahan sel Kinetin T888 Memicu dan pertumbuhan inisiasi Thidiazuron (TDZ) C279 Merangsang pertumbuhan dan pemecahan tunas tambahan N-(2-chloro-4-pyridyl).4-Dichlorophenoxyacetic Acid C213 Menghambat tunas tambahan (axillary) p-Chlorophenoxyacetic acid P717 Menghambat perpanjangan akar Picloram D159 Dicamba Cytokinins 6-Benzylaminopurine B800 Meningkatkan pembentukan batang 6-.. Potassium I530 Induksi somatik embrio Salt N600 Pembelahan sel a-Naphthaleneacetic Acid D299 Pembentukan dan pertumbuhan kalus 2..

04 . berat molekul 202. Menginduksi sekresi ion H+ keluar sel melalui dinding sel. Naphtoxy acetic acid (NOA). berat molekul 203. Pengasaman dinding menyebabkan K+ diambil. berat nolekul 221. Akibatnya air masuk ke dalam sel dan sel membesar . berat molekul 186.19 . Indole butyric acid (IBA). mempengaruhi metabolisme RNA yang berarti metabolisme protein. perkembangan benih. dengan demikian dihasilkan batang yang pendek. Auksin sintetik yang sexing digunakan dalam kultur jaringan tanaman adalah: . 4-Chlorophenoxy acetic acid (4-CPA). mungkin melalui transkripsi.24 .21 . embrio dan tunas apikal Menghambat kecepatan pembentukan akar Paclobutrazol dan ancymidol menghambat sintesis gibberellin. molekul RNA. dan pengambilan ini mengurangi potensial air dalam sel.40). 2.4-dichlorophenoxy acetic acid (2.Zeatin Riboside Gibberellins Gibberellic Acid G500 Merangsang perpanjangan batang Memecah dormansi. dengan berat nolekul 175. Abscisic Abscisic Acid A102 Merangsang pembentkan tuber Acid Merangsang pematangan embrio Memicu awal dormansi Polyamines Putrescine P733 Memicu kecepatan pemebtukan akar Spermidine S837 Memicu somatic embryogenesis Memicu pemebntukan batang (shoot) Pengaruh auksin terhadap pertumbuhan jaringan tanaman diduga melalui dua cara: . . Naphtaleine acetic acidi-naphtyl (NAA). IAA.21 .

Kinetin diperoleh dari DNA ikan herring yang diautoklaf dalam larutan yang asam. IAA conjugate: IAA-L-alanine IAAGlycine 2) Sitokinin Golongan sitokinin adalah turunan dari adenine. berat molekul 255. Zeatin. ternyata merangsang pembelahan sel dan diferensiasi sel.25.46 . Persenyawaan tersebut kemudian dinamakan kinetin. berat Tehnik pembenihan Tanaman 343 .04 .25 . sitokinin ada yang alamiah dan sintesis. berat molekul 241.49 .6-Dichloro anisic acid (Dicamba). berat molekul 215.60 . Kinetin. atau 6-(t. 3. Persenyawaan dari DNA tersebut sewaktu ditambahkan ke dalam media untuk tembakau. 4-Amino-3. Skoog dalam Laboratorium Botany di University of Wisconsin.t-dimetylallyl amino purine). 2iP (N6-2-isopentanyl adenine.5-trichloro acetic acid.6-trichloro picolinic acid (Picloram). adalah kinetin yang diisolasi oleh Prof.5. (6-furfuryl amino purine). berat molekul 219. 2.berat molekul 186. berat molekul 221. Seperti juga auksin. Sitokinin yang pertama ditemukan. . Sitokinin yang biasa digunakan dalam kultur jaringan : .Golongan ini sangat penting dalam pengaturan pembelahan sel dan morfogenesis.4. (4-hydroxyl 73-methyl-trans-2butenyl amino purine).

Pada umumnya giberelin terutama GA3 menghambat perakaran.37 .5-5. . 6(-benzylamino). berat molekul 309.26 . berat molekul 247. Pengaruh positif giberelin ditemukan bit. 4) Zat Pengatur Tumbuh Yang Tidak Umum B . dimana GA3 merangsang pembentukan pucuk dari potongan inflorescence.10 mg/1 GA3 dikombinasikan dengan 0. PBA (SD 8339): . Pertumbuhan kentang juga ba ik bila 0.01-0.phenylurea. 2C 1-4 PU: N (2-chloro-4 pyridyl)-Nph enylurea. berat molekul 28 2. gula. tanaman. maka penambahan giberelin sering m enghambat.25 3) Giberelin P enggunaan giberelin dalam kultur jaringan. Thidiazurin urea).21. Tetapi dalam kultur kalus dimana pertumbuhan sudah cepat hanyadengan auksin dan sitokinin. kadang-kadang membantu morfogenesis.molekul 203. berat molekul 22 0. BAP/BA (6-benzyl amino purine/6benzyl adenine).-9-(2rahydropyranyl)-9H-purine. 2. berat molekul 225.38. Berat molekul GA3 346.6-C1-4 PU: N (2.69 .6-dichloro-4 pyridyl)-N.13 .0 mg/1 kinetin.

ekstrak ragi. Persenyawaan Organik Kompleks D isamping golongan persenyawaan organik yang konstitusinya jelas. Gautheret menemukan bahwa air kelapa dapat digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan jaringan yang diisolasi dari cumber yang berlainan. juice tomat. persenyawaan kompleks yang dimaksud adalah: air kelapa. Tetapi tidak semua auksin dan air kelapa mempunyai kerja sama yang sinergis.4-D dan air kelapa terjadi reaksi sinergistik yang memacu pertumbuhan kalus Daucus c arota. Pada tahun-tahun berikutnya. Dikegulac dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah pucuk dalam kultur sweet chery. casein hydrolysate. yang komposisinya dapat berbeda dari sumber yang satu dengan yang lainnya. e. dan ekstrak pisang. kadangkadang dalam media kultur jaringan. Lin & Staba (1961) menemukan bahwa pada pertumbuhan kalus pe ppermint dan spearmint. Steward dan Caplin (1951) mendapatkan bahwa antara 2. Caplin & Steward memperoleh pertumbuhan kalus yang lebih baik pada media dengan 5% air kelapa dan casein hydrolysate dari pada media dengan IAA. bila dalam media juga diberikan auksin. dapat bersifat sinergis. Penelitian yang lebih mendalam.4 . menemukan bahwa efek air kelapa pada pertumbuhan memjadi lebih baik. Pada tahun 1948. penambahan air kelapa dalam media yang mengandung 2.eberapa persenyawaan yang mempunyai sifat mengatur pertumbuhan dan perkembangan jaringan tanaman misalnya: glyphosate (N-phosphonomethyl glycine) dapat digunakan untuk merangsang pucuk dalam kalus alfalfa bila ditambahkan bersama-sama auksin dan sitokinin. juga ditambahkan persenyawaan yang kompleks. P enggunaan air kelapa pertama kali dilaporkan oleh van Overbeek pada tahun 1941 dalam kultur embrio Datura stramonium. ekstrak kentang. Auksin tertentu dan air kelapa.

vitamin. asam nukleat. 9-B-D ribofuranosyl zeatin ditemukan oleh Letham pada tahun 1968 (George & Sherrington 1984).-0 meningkatkan pertumbuhan kalus.benzothiazoleox yacetic acid tidak. gula alkohol. dan zat pengatur tumbuh. 344 . antara lain: asam amino. gula. purin. Zat pengatur tumbuh yang ditemukan dalam air kelapa antara lain : . sedangkan dengan 2. asamasam organik. B ahan-bahan yang terkandung dalam air kelapa. mineral.

Ekstrak ragi juga menyumbangkan asam amino. Dalam hal ini. walaupun dalam media sudah ada ion amonium seperti media Linsmaier & Skoog. 1970 dalam George & Sherrington. Dalam kultur jagung. Konsentrasi yang digunakan dalam kultur berkisar antara 0. 3) Juice tomat. Oleh karena itu mereka berpendapat bahwa ada persenyawaan lain yang penting dalam casein hydrolysat.. 1) Casein hydrolysat Dalam media yang tidak mengandung ion amonium. (4) 2(3-methylbutyl-2-ethylamino) (Letham. 1984). 1982 dalam George & Sherrington. peptida. Bahan-bahan ini pada umumnya merupakan sumber gula. 1984). meningkatkan jumlah pucuk yang terbentuk-dalam kalus padi. penambahan asap amino yang sama dengan asap amino dalam casein hydrolysat tidak menghasilkan pengaruh yang sama. N-N-Diphenyl urea (Shantz & Steward.5 gram/1 sampai 2 gram/1. Casein hydrolisat diberikan dalam konsentrasi 200-500 mg/l. zat pengatur tumbuh. dan ekstrak kentang. Sumber asap amino campuran yang relatif murah adalah casein hydrolysat dan ekstrak ragi. . dan asam amino. vitamin. Zeatin (Zwar & Bruce. banyak . telah memperbaiki pertumbuhan akar. Juice tomat dan ekstrak pisang. 1955 dalam George & Sherrington. 1984). . untuk pertumbuhan kultur. penambahan ekstrak ragi 800 mg/1 atau casein hydrolysat 200 mg/1 memperbaiki pertumbuhan kalus. ekstrak pisang. Penambahan casein-hydrolysat dalam media regenerasi padi. Penambahan asap amino dapat memperbaiki pertumbuhan can morfogenesis. 2) Ekstrak ragi Penggunaan bahan ini pada aural sejarah kultur jaringan dalam percobaanpercobaan pionir seperti yang dilakukan oleh Robbins dan White. vitamin.

f. Perkembangan pemilihan jenis karbohidrat dimulai tahun 1945 oleh Gautheret. kadang-kadang tidak dapat diulangi lagi. Hasil yang diperoleh di suatu saat. Tetapi tidak dijelaskan tentang jenis kentang yang dipergunakan. sedangkan manosa dan laktosa Tehnik pembenihan Tanaman 345 .digunakan untuk kultur embrio anggrek. Karbohidrat terutama gpla. dengan nyata meningkatkan pertumbuhan kalus dan regenerasi anther beberapa jenis padi. Gautheret mendapatkan bahwa sukrosa adalah yang paling baik. Penambahan ekstrak kentang kedalam media. mempengaruhi kandungan pesenyawaan tersebut. kecuali dalam media untuk tujuan yang sangat spesifik. bahan tanaman yang digunakan merupakan bagian kecil dari tanaman dan tidakmerupakan suatu sistim yang lengkap. Sumber Energi : Karbohidrat Didalam kultur jaringan. merupakan komponen yang selalu ada dalam media tumbuh. Fruktosa dan galaktosa kurang efektif. karena bahanbahan organik ini dapat berbeda bila varietas tanaman berbeda. Gula putih yang biasa digunakan untuk keperluan seharihari cukup memenuhl syarat untuk mendukung pertumbuhan kultur. banyak bahanbahan organik harus ditambahkan kedalam media untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Ekstrak kentang digunakan dalam kultur anther padi. ia membandingkan pengaruh berbagai jenis gula pada kultur jaringan wortel. Dalam perkembangan komposisi media. Lingkungan tumbuh. dan sebagainya. Dengan demikian. Ekstrak kentang biasanya digunakan antara 10-30% dengan hasil terbaik 20%. nutrisi tanaman. maltosaa dan rafinosa. lalu glukosa. penambahan bahan-bahan yang undefined ini dihindarkan.

Kultur pucuk mulberry yang tidak dorman. Pertumbuhan kalus Nicotiana glutinosa yang terbaik adalah bila potensial osmotik yang disebabkan adanya sukrosa dalam larutan: 2. Sukrosa dalam media dihidrolisa menjadi monosakharida se1ama masa kultur. sehingga dalam kisaran temperatur kultur agar akan berada dalam keadaan beku yang stabil . Sedangkan penambahan sukrosa. konsentrasi antara 2-4% merupakan konsentrasi yang optimum.9 atm. Sebahagian besar potensi osmotik dalam media White disebabkan oleh gula. dengan garam-garam lain memberikan 2.2 atm. glukosa. Pada umumnya urutan yang demikian berlaku untuk hampir semua tanaman. dalam media dengan pH rendah. Namun dalam kultur embrio. agar membeku pada suhu < 45 oC dan mencair pada temperatur 100 oC. Kombinasi yang lain adalah: sukrosa: 0. tumbuh baik pada media dengan maltosa. Namun ada saja kekecualian dalam semua kasus.7 atm. gula juga berfungsi sebagai tekanan osmotik media. sedangkan dalam media MS hanya seten ah dari potensial osmotiknya disebabkan oleh. Konsentrasi optimum sukrosa tergantung dari jenis kultur.6 atm. keuntungan dari pemakaian agar adalah: . Pembelahan sel protonema Ceratodon purpureus dipengaruhi oleh Selain sebagai somber energi.merupakan karbohidrat yang paling tidak efektif. Dalam kultur kalus dan pucuk. adanya gula. dan fruktosa. tidak merangsang pertumbuhan pucuk. konsentrasi gula dapat mencapai 12%. Hidrolisa sukrosa paling efektif. Bahan Pemadat Bahan pemadat yang paling banyak digunakan agar. Hidrolisa terjadi karena aktifitas enzim invertase yang terdapat pada dinding sel. garam-garam 3. g.

Penambahan arang aktif Dalam perbanyakan komersil dan percobaan-percobaan yang tidak dimaksudkan untuk mempelajari metabolisme sel. Jenis agar yang dipakai.. pada umumnya hanya 2 gram per liter media. merupakan polisakharida dari bakteri Pseudomonas sp. sedangkan zat penghambat dari eksplan tetap berkumpul di sekitar eksplan. Agar kemudian dibilas dengan ethanol dan dikeringkan dalam oven pada 60° C selama 24 jam.0%. Gefrite membentuk gel yang lebih bening dari agar. akhir-akhir ini dikembangkan suatu zat pemadat lain yang juga merupakan polisakharida. pH media h. tetapi yang diisolasi dari organisme mikro lain. Bahan-bahan yang tidak diinginkan dari agar. 346 . Beberapa sifat gelrite yang berlainan dengan agar adalah bahwa : . dapat dimurnikan dengan jalan merendam agar.1. selama 24 jam dalam aquadest. tidak bereaksi dengan persenyawaan penyusun media. Kekerasan media juga dipengaruhi oleh : . Untuk mencapai kekerasan gel tertentu..6. Agar adalah campuran polisakharida yang diperoleh dari beberapa species algae. Selain agar. . . penggunaan agar murni bukan suatu keharusan mengingat harga agar murni sangat tinggi. Kekerasan media pada umumnya meningkat secara linier pada pertambahan konsentrasi agar. pemakaian gelrite lebih rendah dari agar. tidak dicerna oleh enzim tanaman . Konsentrasi agar yang terlalu tinggi dapat mengurangi difusi persenyawaan dari dan ke arah eksplan sehingga pengambilan hara dan zat tumbuh berkurang. Konsentrasi agar yang diberikan berkisar antara 0. Gelrite yang diproduksi oleh Kelco.

.

atau media perakaran. . tergantung dari jenis kulturnya. Merangsang perakaran dengan mengurangi tingkat cahaya Arang aktif ditambahkan dengan konsentrasi yang variasi dari 0.6H2O dan CaCl2. Arang aktif dapat ditambahkan kedalam media pada berbagai tahap perkembangan Bahan ini dapat ditambahkan pada media inisiasi. Penambahan arang aktif dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan kultur.6 X. Senyawa fenolik dari jaringan yang terluka waktu inisiasi. 1968). tanpa auksin. media regenerasi. . mungkin dengan betindak sebagai sink yang menarik auksin dari dalam sel sehingga enbriogenesis dapat terjadi . Mencegah pertumbuhan kalus yang tidak diinginkan. Membantu embrio-genesis kultur dalam media regenerasi. . Namun kekerasan gel dari gelrite sangat dipengaruhi oleh kehadiran garam seperti NaCl. pengaruh arang aktif adalah sebagai berikut: 1) Menyerap senyawa toxin yang terdapat dalam media yang dapat menghambat pertumbuhan kultur terutama: . . MgCl2. KCl. Arang aktif adalah arang yang sudah dipanaskan beberapa jam dengan menggunakan uap atau udara panas. Secara umum. seperti dalam androgenesis dan pucuk yang ingin diakarkan. Bahan ini mempunyai adsorpsi yang sangat kuat. Garam NaCl dan KCl menurunkan kekerasan tetapi MgCl2 dan CaCl2 meningkatkan kekerasan gel. Menyerap zat pengatur-tumbuh sehingga: .5 0. Persenyawaan 5-hidroksimetil furfural yang diduga terbentuk dari gula yang berada dalam larutan asam lemah dan mengalami pemanasan dengan tekanan tinggi (Kitsch et al..

5-5. seringkali setelah sterilisasi pH-nya berubah.7 -5.5.8. i. Sel-sel tanaman membutuhkan pH yang sedikit asam berkisar antara 5. Untuk mencapai pH sekitar 5. Pengambilan (uptake) dari zat pengatur tumbuh dan garam-garam lain . Murashige dan Skoog menyarankan agar dilakukan pemanasan untuk melarutkan agar-agar dan memanaskan media didalam autoclave selama beberapa menit. Mann dan grupnya (dalam George dan Sherrington. Efisiensi pembekuan agar. Dalam media yang ditambahkan arang aktif. Tanaman Ericaceae seperti Rhododendron ditemukan tumbuh lebih baik dalam media 4. Sekalipun media sudah ditepatkan. Sesudah sterilisasi dalam autoclave.tergantung dari tujuan. Pada umumnya terdapat penurunan pH setelah disterilkan dalam autoclave. baru diadakan Tehnik pembenihan Tanaman 347 . beberapa saat sebelum disterilkan dengan autoclave. biasa dilakukan dengan menggunakan NaOH (atau kadang-kadang KOH) atau HCl pada waktu semua komponen sudah dicampur. adalah pH yang harus diatur sedemikian rupa sehinga tidak mengganggu fungsi membran sel dan pH dari sitoplasma.9. Derajat keasaman media Faktor penting lain yang juga perlu mendapat perhatian. 1984) membuat pH 7. harus diusahakan agar arang aktif terbagi rata dalam media. juga harus mempertimbangkan faktor-faktor: . Pengaturan pH. Untuk menghindarkan perubahan pH yang cukup besar.0 dalam media yang belum disterilkan. botol media harus sering dikocok agar mulai membeku. Pengaturan pH selain memperhatikan kepentingan fisiologi sel. Kelarutan dari garamHgaram penyusun media .

dan legume lain. . Media dasar Nitsch dan Nitsch yang .dasar yang banyak digunakan antara lain: . Dalam teknik kultur jaringan dikenal puluhan macam media dasar. . Resep media dasar adalah resep kombinasi zat yang mengandung hara esensial (makro dan mikro).4 Beberapa Komposisi Media Pada umumnya media kultur jaringan dibedakan menjadi media dasar dan media perlakuan. . Penambahan KH2PO4 sendiri tidak efektif sebagai buffer. Media dasar Vacin dan Went yang biasa digunaan untuk kultur jaringan anggrek. 9. media disterilkan dan kemudian dititrasi dengan Na0H/HC1 steril sampai pH yang diinginkan. Media dasar B5 untuk kultur sel kedelai. Setelah itu media di-tuang ke dalam wadah kultur steril yang telah dipersiapkan di dalam laminar air flow cabinet. Cara lain yang dilakukan adalah penetapan pH setelah media disterilkan dalam autoclave. alfafa. Cara ini juga diguna}can pada penelitian yang menggunakan media dengan pH rendah untuk tujuan seleksi. Media dasar White (1934) yang sangat cocok kultur akar tanaman tomat . Banyak peneliti menyarankan untuk menambahkan KH2PO4 dan KH2PO4 dalam media. untuk tindak sebagai buffer. digunakan untuk hampir semua jenis kultur. Dalam wadah yang besar. Media dasar Murashige dan Skoog (1962) yang dac. sumber energi dan vitamin.menetapar. Penambahan asam amino seringkali juga bersifat sehagai buffer organik. Beberapa media. terutama pada tanaman herbaceus. pH. Penamaan resep media dasar umumnya diambil dari nama penemunya atau peneliti yang menggunakan pertama kali dalam kultur khusus dan memperoleh suatu hasil yang panting artinya.

Larutan dibuat dalam bentuk larutan stok campuran. . . Larutan stok C untuk persenyawaan CaCl2.7H2O dam Na2EDTA . Larutan stok E untuk persenyawaan FeSO4. berarti konsentrasi persenyawaan yang digunakan adalah setengah konsentrasi Media HS. Larutan stok D untuk persenyawaan MgSO4. Media dasar Schenk dan Hildebrandt (1972) yang cocok untuk kultur jaringan tanaman-tanaman monokotil.7H2O dan KH2PO4.2H2O. .biasa digunakan dalam kultur tepung sari (pollen) kultur sel. Kemudian diaduk hingga larut merata. Larutan stok A untuk persenyawaan NH4NO3.50 gram. 1 liter (50 kali konsentrasi) Menimbang persenyawaan NH4NO3 sebanyak 83. Kadang-kadang untuk kultur tertentu. Larutan stok B untuk persenyawaan KNO3. . Larutan. Gelas piala dibilas dengan aquadest dan air bilasan dituang ke dalam labu takar (sebaiknya bilaslah dengan 50 . sebagai contoh media 1/2 MS. kemudian dipindahkan ke dalam labu takar 1 liter yang telah dibilas dengan aquadest. Larutan Stok A. dimasukkan ke dalam gelas piala bersih yang sudah berisi aquadest atau air bebas ion kira-kira 700 ml. . . Medium khusus tanaman berkayu atau Woody Plant Medium (WPM). Biasanya larutan stok hara dibuat dalam beberapa macam dan diberi nama sebagai berikut : . Media N6 untuk serealia terutama padi Dari sekian banyak media dasar yang paling sering dan banyak digunakan adalah komposisi media dari Murashige dan Skoog. Bahan yang telah ditimbang. . kombinasi zat kimia dari Murashige dan Skoog masih tetap digunakan tetapi konsentrasi yang diubah.

ml aquadest 2-3 kali). Kemudian 348 .

Pembuatan larutan stok berdasarkan pengelompokan dalam stok makro. ada juga yang lengkap sampai hormon dan gula. bila dapat disimpan ditempat yang bertemperatur rendah dan gelap.. Larutan stok. Larutan telah jadi. Dengan adanya larutan stok. diberi label A dan ditutup rapat. Selain itu. . Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan larutan stok adalah penyimpanan (daya simpan) larutan. Untuk membuat 1 liter media. maka pemisahan komponenkomponen penyusun media perlu dilakukan. Stok hormon dapat disimpan antara 2-4 minggu.ditambahkan aquadest hingga volume' larutan tepat pada 1 liter. Formula ini memang memudahkan pekerjaan. Dalam pembuatan media. tapi untuk suatu penelitian yang memerlukan perubahan komposisi dalam satu atau beberapa komponen. langkah pertama adalah membuat stok dari media terpilih. Tergantung dari jenisnya. stok mikro. lalu dipindahkan ke dalam erlenmeyer/botol reagent ukuran 1 liter yang bersih. Larutan stok A dapat disimpan pada suhu kamar. stok Fe. ada yang hanya mengandung garam makro dan mikro serta vitamin. a. stok vitamin dan stok hormon terutama bila larutan stok tidak disimpan ter-lalu lama (segera digunakan habis). juga kadang-kadang timbangan yang dibutuhkan untuk menimbang jumlah kecil tidak tersedia dalam laboratorium. Penggunaan larutan stok menghemat pekerjaan menimbang bahan yang berulang-ulang setiap kali membuat media. bahkan larutan stok mikro dapat dipergunakan sampai 200 liter media. sedangkan stok hara dapat disimpan 4-8 minggu. Pembuatan Media Dewasa ini beberapa media kultur jaringan dapat dibeli dalam bentuk bubuk yang telah dipersiapkan. pembuatan media selanjutnya hanya dengan teknik pengenceran dan pencanpuran saja. dibutuhkan 20 ml larutan stok A. Setiap larutan stok dapat dipergunakan untuk kira-kira 50 liter-media.

tidak dapat digunakan lagi. serapat mungkin. larutan dipindahkan ke dalam gelas erlenmeyer 1 liter. Jenis anion senyawa sumber unsur hara makro tidak sama. Kondisi simpan juga perlu diperhatikan. Stok hara makro Senyawa-senyawa sumber unsur hara makro diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. karena ada beberapa bahar yang tidak tahan dalam suhu tinggi atau cahaya. Larutan diaduk hingga larut merata. juga tidak dapat digunakan lagi. Timbang persenyawaan KNO3 sebanyak 95 gram. Pengendapan larutan stok umumnya terjadi bila kepekatan larutan terlalu tinggi. Oleh karena itu kondisi simpan harus dijaga kebersihan dan tempat (wadah) larutan harus diusahakan. Larutan Stok B. Larutan dituang ke dalam labu takar 1 liter seperti pada proses pembuatan larutan stok A. kemudian.Larutan yang sudah mengalami pengendapan. ditutup rapat dan disimpan dalam kondisi suhu kamar. Stok C. 1 liter. kemudian dilarutkan Tehnik pembenihan Tanaman 349 . diberi label "B". 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang persenyawaan CaCl2. Setelah volume larutan diterakan 1 liter. Untuk membuat 1 liter media diperlukan 20 ml larutan stok B. kemungkinan hal tersebut akan mempercepat pengendapan larutan. yaitu dengan menbuat satu larutan stok hanya untuk satu jenis bahan (terutama untuk unsur hara makro). Larutan stok yang terkontaminasi mikroorganisme ini. Oleh karena itu sebaiknya dibuat dalam larutan stok tunggal.H2O sebanyak 44 gram. Larutan stok kadang-kadang ditumbuhi mikroba. b. Oleh karena itu pengendapan larutan dapat dihindari dengan membuat larutan yang tidak terlalu pekat atau tidak menggunakan larutan campuran. dilarutkan dalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest.

7H2O dan 7. Setelah mendingin. pindahkan ke dalam erlenmeyer/botol 1 liter yang bersih dan seluruh sisinya sudah tertutup aluminium foil. Larutkan secara terpisah easing-easing persenyawaan dalam 350 ml aquadest. c. Untuk membuat media MS 1 liter. Setelah larut. diperlukan 5 ml larutan stok E. larutan dibiarkan mendingin dahulu hingga suhu kembali ke suhu kamar. gunakan gelas piala 1 liter. ulangi proses pembuatan stok terdahulu. Untuk membuat 1 liter media MS.7H2O dan diaduk hingga tercampur merata. Unsur hara mikro sangat sedikit diperlukan dalam pembuatan media.dalam 700 ml aquadest dalam galas piala 1 liter. diperlukan 10 ml larutan stok C. kemudian tambahkan larutan FeSO4. . dibutuhkan 10 ml larutan stok D Larutan stok E. Kedua bahan tersebut dilarutkan secara terpisah dalam kira-kira 350 ml aquadest.suhu kamar. kedua persenyawaan dituangkan dalam satu labu takar 1 liter. Larutan stok D dapat disimpan dalam kondisi suhu kamar. Dalam 1 liter media MS. maka perlu diselubungi aluminium foil pada erlenmeyer/botol penyimpannya. ulangilah proses seperti pembuatan larutan stok A dan B. Stok hara mikro. Larutan stok E dapat disimpan dalam kondisi. Karena larutan Fe ini peka terhadap cahaya. masukkan larutan campuran itu ke dalam labu takar. Setelah suhu kembali ke suhu kamar. 1 liter (200 kali konsentrasi): Timbang 5.57 gram FeSO4. Larutan stok C dapat disimpan dalam kondisi seperti larutan stok A dan B. Setelah volume tepat 1 liter. tetapi lebih baik disimpan dalam lemari es. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang 37 gram persenyawaan MgSO4.H2O dan 17 gram KH2PO4.45 gram Na2EDTA. Biarkan hingga suhu kembali ke suhu kamar. Oleh karena itu sebelum ditempatkan volumenya. Stok D. Persenyawaan kalsium-klorida akan membebaskan kalor bila dilarutkan dalam air. Proses selanjutnya sama seperti pada pembuatan stok sebelumnya. Larutan Na2EDTA dipanaskan hingga 40-60°C selama beberapa menit.

0 mg CuSO4. Setelah semua bahan larut. merupakan bahan-bahan kimia organik.0 mg Na2MoO4. baru disusul oleh bahan berikutnya.0 mg ZnSO4. ditutup rapat dan disimpan pada suhu kamar. Satu liter media MS hanya memerlukan 5 ml larutan stok F. Selain itu zat organik dalam bentuk larutan mudah mengalami perubahan. Oleh karena itu larutan stok unsur hara mikro dapat dibuat sebagai stok campuran. Setiap memasukkan bahan diikuti dengan pengadukan agar larut. sehingga:tidak awet. Vitamin dan zat pengatur tumbuh.2H20 50. baru dimasukkan ke dalam labu takar 1 liter dan volume ditempatkan 1 liter dengan menambah aquadest.7H20 1720.0 mg H3B03 1240. Bahan-bahan organik. Larutan yang telah jadi selanjutnya dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan diberi label F. Oleh karena itu larutan stok vitamin dan zat pengatur tumbuh.Biasanya larutan hara makro dibuat dengan kepekatan 200 kali konsentrasi akhir media dan bahan yang diperiukan masih cukup kecil jumlahnya.0 mg KI 166.5H20 5.6H20 5.0 mg Masukkan bahan satu per satu kedalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest. harus disimpan di dalam lemari es dan sebaiknya dalam membuatnya .H20 3380.0 mg CoCl. umumnya peka terhadap suhu tinggi dan cahaya. Cara membuat larutan stok hara mikro dapat dirinci sebagai berikut: Timbang bahan-bahan sumber hara mikro dengan menggunakan timbangan analitik dalam jumlah sebagai berikut: Nama Senyawa Berat MnSO4.

350 .

sebanyak 100 ml. Sebagai contoh. Satu liter media yang dibuat. Sebagai contoh akan dibuat media dasar yang memerlukan thiamine HCl 0. Proses penimbangan zat pengatur tumbuh untuk larutan stok.5 mg. Larutan stok zat pengatur tumbuh Zat pengatur tumbuh. Setelah larut merata. Bila vitamin bukan merupakan vitamin yang sama. kemudian volume labu ditepatkan sampai 100 ml dengan menambahkan aquadest.tidak usah banyak-banyak agar cepat habis terpakai. d.kemudian dituangkan ke dalam gelas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. B iasanya larutan stok zat pengatur tumbuh dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml. 1) Larutan stok auksin Timbang bahan sebanyak 100 mg. Larutan stok vitamin.1 mg. nicotinic acid U.5 mg dan glycine 2. hanya membutuhkan 1 mllarutan stok vitamin. kemudian dipindahkan ke botol 100 ml. karena biasanya zat pengatur tum. pyridoxine HCl 0. kemudian dipindahkan ke dalam . lalu disimpan dalam lemari es. e. Sambil diaduk-aduk teteskan sedikit larutan NaOH 1 N dengan hati-hati hingga bahan larut benar-benar.0 mg per liter media. maka larutan stok vitamin dapat dibuat' sebagai stok campuran. umumnya dibuat 1000 kali konsentrasi akhir. Larutan yang telah jadi. Khusus myo-inositol. dibuat larutan stok tunggal dengan kepekatan 100 kali konsentrasi akhir media. diberi label.buh merupakan perlakuan dalam media kultur jaringan. berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok zat pengatur tumbuh dengan kepekatan 1 mg/ml sebanyak 100 ml. sulit digeneralisasikan. Usahakan volume tidak melebihi 50 ml. Setelah larut merata. hati-hati dalam membilas bahan yang dimasukkan ke labu. ditutup rapat. umumnya hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Labu takar kemudian dikocok hingga semua bahan larut merata. Untuk membuat larutan stok.

Untuk membuat 1 liter media. dalam jumlah sedikit (100 ml). Timbang kinetin 100 mg dan tuang ke dalam galas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. larutan dipindahkan ke dalam labu takar 100 ml untuk ditepatkan volumenya pada 100 ml. Setelah larut dan dingin. Bila perlakuan zat pengatur tumbuh (auksin) yang digunakan 1 ppm maka dibutuhkan 1 ml. Larutan yang telah ditepatkan volumenya itu dipindahkan ke dalam erlenmeyer 100 ml. Bila 1 ml larutan stok ini ditambahkan dalaa pembuatan 1 liter media akan memberi perlakuan kinetin 1 ppm. yaitu 1-10 mg/ml. Sebagai pengganti larutan NaOH. ditutup rapat dan diberi label untuk seterusnya disimpan dalam lemari es. dapat digunakan bahan pelarut alkohol 40%. 2) Larutan stok sitokinin Seperti auksin. sitokinin sebaiknya dibuat stok. Umumnya kepekatan yang digunakan hampir sama dengan auksin. Larutan yang telah jadi dipindahkan ke dalam botol simpan 100 ml. ditutup rapat. ditetesi dengan larutan HCl 1 N dan dipanaskan sebentar hingga bahan benar-benar larut (menjadi jernih). bila 2 ppm diperlukan 2 dan seterusnya.labu takar 100 ml. dengan menambahkan aquadest. dan volume ditepatkan 100 ml dengan menambahkan akuades. Tehnik pembenihan Tanaman 351 . diberi label dan disimpan dalam lemari es. Berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok kinetin 1 mg/ml sebanyak 100 ml. Sambil diaduk-aduk. kebutuhan larutan stok zat pengatur tumbuh bergantung kepada konsentrasi yang digunakan (perlakuan zat pengatur tumbuh). atau dengan pemanasan larutan awal (larutan sebelum diterakan dalam labu takar) selama beberapa menit hingga bahan benarbenar larut (menjadi jernih).

Bila tidak digunakan lagi. Larutan stok unsur hara. Oleh karena itu sebelum membuat larutan stok. tidak boleh digunakan lagi (dibuang). takar. Sedangkan zat pengatur tumbuh yang bereaksi basa seperti golongan sitokinin.Ketentuan pembuatan larutan stok auksin dan sitoinin ini dapat berlaku umum untuk golongan zat pengatur tumbuh yang lain. dapat dilarutkan dengan bantuan menambahan larutan NaOH (basa). jadwal pembuatan media. dilakukan dengan metode pengenceran. . harus pula segera dibilas dengan aquadest. harus ditentukan dahulu kebutuhan media. tempatkanlah pada rak penyimpanan secara terbalik supaya kering dan bagian dalamnya tidak berdebu. Larutan stok yang telah mengalami pengendapan dan yang sudah ditumbuhi mikroorganisme. akan dibuat 1 liter media MS dengan perlakuan 1 ppm NAA dan 2 ppm kinetin. sebagai contoh. . atau dengan pemanasan. dan semua sarana pembuatan media harus benar-benar sudah siap. . atau dengan pemanasan. atau menggunakan bahan pelarut alkohol 40%. Untuk itu perlu diketahui benar-benar volume kebutuhan larutan stok masing-masing. Cara membuat media dengan larutan stok. . Hal-hal yang perlu diperhatikan pada larutan stok: . harus dibilas dulu dengan aquadest. Semua alat-alat gelas (alat ukur. Stok vitamin dan zat pengatur tumbuh. sebaiknya digunakan segar (kurang dari 2 minggu). wadah) sebelum dipergunakan untuk membuat larutan. sebaiknya tidak disimpan lebih dari dua bulan sebelum dipergunakan. Zat pengatur tumbuh yang bereaksi asam seperti auksin dan giberelin. dapat dibantu pelarutannya dengan menambahkan rapa tetes larutan HCl 1 N. Setelah selesai digunakan atau sebelum digunakan lagi.

daun. Tahapannya adalah sebagai berikut. Wortel yang segar dan yang kotor cuci wortel dengan detergent. Bagian ujung eksplan yang keluar dari larutan sterilisasi. dapat diperoleh dengan menumbuhkan potongan wortel dekat lingkaran kambium. dipotong ambil bagian kambium dan tanam di dalam larutan 77:2 media ES dengan hormon 2. dan batang muda. Bagian tanaman seperti embrio muda. meliputi dikotil berdaun lebar. Tahap awal adalah proses persiapan eksplan. pakis. Bilas dengan aquadest steril. Rendam dalam larutan clorox 20X. 352 . 9.4-D. hipokotil. tunas tersebut disubkultur dalam media multiplikasi (MS+BAP) dan beberapa komponen organik lainnya. lalu iris dalam potongan kecil.8% agar dan mengandung 3% gula sukrosa). kupas kulit luarrnya. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. seiama 10 menit. Sterilkan dalam alkohol 70% selama 1 menit. Bilas lagi 3 kali dalam aquadest. dan jaringan meristemlainnya. di dalam media MS.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. Setelah terbentuk tunas. dan juga moss. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula.5 Inisiasi tunas Inisiasi adalah proses memulai suatu kegiatan kultur jaringan. kotiledon. Suatu contoh prosedur dalam inisiasi kultur kalus. Inisiasi dapat dilakukan melalui akar. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. monokotil gymnospermae.Media yang dibuat adalah media padat dengan 0. Eksplan yang telah disterilkan dikulturkan dalam media kultur (MS+BAP).

.

kalus yang friable dapat disubkultur pada media baru. adalah berat basah kalus. lalu ditutup dengan aluminium foil. agar 8 gr/l. Setelah diautoclave. dapat dipergunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 1000 kali. Ketiga eksplan ini dianggap sebagai satu unit percobaan. Kultur diberi label yang berisi keterangan tentang jenis tanaman. eksplan. gunakan media MS yang diberi tambahan 2. Lakukan pengamatan pertumbuhan kalus. media disimpan dulu selama 3 hari dalam keadaan gelap. Dalam organogenesis.4-D 1 mg/l. bagian yang diambil.05% w/v). Untuk media yang tidak terkontaminasi dipergunakan untuk inisiasi kultur. dan faktor-faktor lain. kode media. atau dipindahkan ke media lain untuk diregenerasi menjadi tanaman. berat kering kalus. Kultur diletakkan pada rak terbuka di dalam ruang kultur dengan temperatur rata-rata 250C dalam diffuse light.Mempersiapkan media dan lingkungan kultur. Untuk itu parameter pertumbuhan yang digunakan untuk pengaruh media.6 Kultur Suspensi Sel Kalus yang diperoleh dari kultur kalus. Untuk melihat sel. sukrosa 30 gr/1. seringkali dijumpai . Setelah dipanaskan untuk melarutkan agar. dapat dipindahkan ke media cair untuk inisiasi kultur suspensi sel. Periksa kultur setelah satu minggu. Setelah 4 minggu. kalus dapat membentuk akar atau tunas. atau keduaduanya. Tiga eksplan ditanam dalam satu botol media. Regenerasi tanaman dapat melalui organogenesis atau embriogenesis. Dalam kultur kalus yang hanya membentuk akar. setelah sel itu diberi larutan toluidine blue (0. media dimasukkan ke dalam botol 75 ml masing-masing 15 ml. dan diameter kalus 9. untuk melihat perkembangan kultur. dan tanggal tanam.

dan merupakan suatu sistem tertutup (closed system) yang tidak berhubungan dengari jaringan asalnya.250 mg dapat dipindahkan ke 40 ml media cair dalam botol erlenneyer 125 ml. Sel-sel untuk protoplasma .kesulitan untuk memperoleh pucuk dari akar tersebut. Kalus yang segar kirakira 200 . Sel untuk studi hubungan hostpatogen adalah fitopatologi . pembentukan pucuk dan akar sudah terintegrasi dalam satu sumber. Sedangkan dalam segi praktisnya. Kultur suspensi sel merupakan suatu sistem yang sesuai untuk mempelajari metabolisme sel. Inisiasi kultur dari kalus. kultur suspensi sel dipergunakan sebagai sumber: . Kultur suspensi dikocok supaya: Tehnik pembenihan Tanaman 353 . pengaruh berbagai persenyawaan pada sel. merupakan cara yang paling sederhana dan banyak dilakukan. Massa untuk produksi bahan-bahan sekunder . Sedangkan dalam embryogenesis.10 Pengamatan pertumbuhan kalus Tetapi bila regenerasi terjadi melalui pembentukan tunas terlebih dahulu. Penanbahan auksin dalam suspensi menghasilkan kultur sel yang terpisah (dispersed). maka kemungkinan induksi akar lebih mudah. Kultur kemudian diletakkan pada shaker dan dikocok dengan kecepatan 90-100 rpm secara terus menerus. serta diferensiasi sel. Sel-sel untuk media seleksi. Gambar 9. Sel-sel yang akan diberi perlakuan mutagen kimia .

Pemecahan gumpalan se1 menjadi agregat kecil dan sel tunggal. Persenyawaan N. Sedangkan pada tipe terbuka. Pertukaran gas antara media dan udara. Setelah mencapai fase ini. yaitu tipe tertutup (closed type) dan tipe terbuka (open type) Dalam tipe tertutup. sel bertambah terus tanpa dipanen. kultur batch harus diperbarui/diperbanyak. Dalam kultur sel continuous terdapat dua tipe. continuous. atau glukosa. tetapi dengan konsentrasi hara yang berubah sesuai dengan tingkat pertumbuhan sel. Kultur continuous merupakan kultur sel jangka panjang dengan suplai hara yang konstan dalam wadah yang besar. diatur sedemikian rupa pada suatu level yang tetap untuk mengatur populasi sel yang tertentu. . hanya media yang disirkulasi. . penapbahan media baru disertai juga dengan panen sel. Perbanyakan dilakukan dengan memindahkan sejumlah kecil sel dan disubkultur pada media baru. Chemostat menggunakan standard konsentrasi bahan-bahan kimia tertentu yang mengatur laju pertumbuhan. sel berhenti membelah karena kehabisan hara dan akumulasi metabolik yang toxic. Distribusi sel yang merata dalam media. Selama masa inkubasi. yaitu: kultur batch dan. Tipe kultur contnuous yang terbuka dapat menggunakan chemostat atau turbidostat. P. Sebagai contoh: misainya kultur berisi 20-75 ml media.Setelah mencapai suatu masa tertentu. terjadi pertambahan biomass yang mengikuti pola sigmold. Dalam kultur ini terdapat sistem untuk sirkulasi mengeluarkan media lama dan ditambah dengan media yang baru. misalnya kadar N. Dalam suspensi sel dikenal dua kelompok kultur. P. atau glukosa. Kultur sel batch adalah kultur dalam media hara dengan volume tetap. Pada tipe kultur continuous dengan ..

Multiplikasi dilakukan secara berulang sampai diperoleh jumlah tanaman yang dikehendaki. Untuk biakan (tunas) yang telah responsif stater cultur. dalam periode tersebut dari 1 tunas dapat dihasilkan 10-20 tunas baru. kalus pada umumnya terbentuk pada bekasbekas luka akibat serangan infeksi mikro organisme: Agrobacterium tumefaciens. Setiap siklus multiplikasi ber-langsung selama 2 3 bulan. Setelah tunas mencapai jumlah yang diinginkan. biakan dipindahkan (dikulturkan) pada media perakaran.yang sudah ditentukan. sesuai dengan kapasitas laboratorium.7 Multiplikasi. Kerapatan biomass yang melebihi turbiditas.11 Multiplikasi tanaman 9. Kalus adalah suatu kumpulan sel amorphous yang terjadi dari sel-sel jaringan yang membelah diri secara terns menerus. Gambar 9. gigitan atau tusukan serangga dan 354 . yang diukur dengan turbiditas. Kultur suspensi sel dapat diinisiasi dari kalus. akan dikeluarkan. diatur jumlah tertentu. Dalam keadaan in vivo.turbidostat.

Berdasarkan kebutuhan akan zat pengatur tumbuh untuk menbentuk kalus. Jaringan yang memerlukan hanya sitokinin. Sel-sel penyusun kalus adalah sel-sel parenkhima yang mempunyai ikatan yang renggang dengan sel-sel lain. jaringan tanaman digolongkan dalam 4 grup: . Bila eksplan yang digunakan mengandung kambium. Pembentukan kalus pada eksplan yang ada nkambium ini. Jaringan yang memeriukan auksin dan sitokinin selain gula dan garamgaram mineral seperti: empulur tembakau. . . 12 Produksi tanaman kultur jaringan secara komersial Kalus diharapkan memperbanyak dirinya secara terus menerus.nematoda. serupa dengan kejadian pencangkokan dan penyetekan. sering disebut sebagai tumor. Kalus juga dapat terbentuk sebagai akibat stress. Dalam hal kalus sebagai akibat serangan bakteri Agrobacterium tumefaciens. Kultur kalus bertujuan untuk memperoleh kalus dari eksplan yang diisolasi dan ditumbuhkan dalam lingkungan terkendali. dan garam-garam . hanya gula dan garamgaram mineral seperti: jaringan kambium. gula. Gambar 9. Jaringan yang tidak perlu auksin dan sitokinin. Dalam kuitur in vitro. . kalus dapat dihasilkan dari potongan organ yang telah didalam media yang mengandung auksin dan kadang-kadang juga sitokinin. maka kalus dapat terbentuk tanpa parlakuan zat pengatur tumbuh. Jaringan tanaman yang membutuhkan hanya auksin selain gula dan garam-garam mineral untuk dapat membentuk kalus seperti: umbi artichoke.

kalus dari jaringan tergantung juga dari: . sedangkan selsel di tengah tetap guiscent. Tehnik pembenihan Tanaman 355 . Bagian tanaman yang dipakai. meliputi dikotil berdaun lebar. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. .mineral seperti parenkhima xylem dari akar turnip. Umur fisiologi dari jaringan waktu diisolasi. adalah bahwa pembelahan sel tidak terjadi pada semua sel dalam jaringan asal.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. . kemampuan pembentukan. dan batang muda. Jenis tanaman. pakis. Bagian tanaman seperti embrio muda. Suatu sifat yang diamati dalam jaringan yang membentuk kalus. monokotil gymnospermae. kotiledon. kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor: ketersediaan oksigen yang lebih tinggi. . Musim pada waktu bahan tanaman diisolasi. Inisiasi pembelahan sel yang hanya terbatas di lapisan luar dari jaringan. dan juga moss. hipokotil. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. Pada umumnya. tetapi hanya sel di lapisan periphery yang membelan terus menerus.

mengamati empat lapisan sel yang berbeda dalam wortel yang dikultur pada berbagai media. dilakukan dengan aktifitas enzim-enzim NAD-diaphorase dehydrogenase dan cytochrome oxidase. ternyata menghasilkan kalus dengan sel yang mempunyai DNA yang berbeda yang mencerminkan level ploidi yang berbeda. Fenomena yang sama dalam jaringan umbi artichoke yang ditumbuhkan dalam media dengan air. Lapisan dengan sel yang aktif membelah. juga ditemukan dalam kultur artichoke. Sel . terdiri dari 1-6 lapis. 1970). dan cahaya. Lapisan tengah (core) yang selnya tidak membelah. Beberapa jaringan yang telah dicoba dan menghasilkan sel yang cukup seragam antara lain: sel parenkhima phloem dari wortel dan parenkhima sel penyimpan (storage cell) dari umbi artichoke jerusalem. Inisiasi kalus dalam jaringan wortel ini. Lapisan kedua terdiri dari dua lapisan dorman. dan daun. Eksplan batang. Fosket & Roberts (1965 dalam Yeoman. penghambat yang bersifat folatik lebih cepat menguap.keluarnya gas CO2. Kenaikan aktifitas enzim terutama dalam lapisan sel yang sedang membelah. Kalus yang robek mau akan campuran sel dengan tingkat ploidi yang berbeda. akar. Dengan mengubah komposisi media. Dalam mempelajari proses pembentukan kalus sebagai akibat perlukaan. terjadi seleksi sel-sel yang menpunyai sfat khusus. Keempat lapisan yang ditemukan Forket dan Roberts. Sel-sel yang heterogen dari jaringan yang kompleks menunjukkan pertumbuhan yang berbeda. menghasilkan kalus yang heterogenous dengan berbagai macam sel. Kadang-kadang jaringan yang kelihatan seragam histologinya seperti pembuluh tembakau. Hal ini berarti bahwa media tumbuh menentukan komposisi kalus. Kesediaan hara yang lebih banyak. Lapisanlapisan sel yang berbeda terlihat jelas tiga hari setelah kuitur terdiri dari Lapisan luar dengan sel-sel yang pecah.

terjadinya penyakit ini (Crown gall disease) melalui luka. . Ciri dari tumor adalah: . . dapat merupakan: . dapat juga terjadi akibat masa kultur jaringan melalui subkultur yang berkali-kali. . atau zat pengatur tumbuh yang ditambahkan ke dalam media. ketidak-stabilan tersebut dapat dipergunakan dalam seleksi dan pemuliaan in vitro. Sebaliknya. amplifikasi gen: jumlah gen untuk suatu sifat tertentu per genome haploid bertambah. jaringan tumor yang terjadi dapat tumbuh terus. walaupun penyebabnya bakteri Agrobacterium tumefaciens telah dihilangkan. atau warner pada bunga. Media seleksi dapat berdasarkan unsur-unsur hara. mutasi gen. . hilangnya suatu morfologi yang memang tidak diinginkan seperti duri. untuk memperoleh sifat-sifat baru yang menguntungkan seperti: resistensi terhadap penyakit. paling sedikit adalah sel yang paling lambat membelannya. Hal ini dibuktikan pada perbobaan . transposisi urutan DNA (DNA sequences transposition). Ketidak-stabilan khromosom ini menyulitkan aplikasi kultur kalus untuk parbanyakan.yang jumlahnya paling banyak merupakan sel yang paling cepat membelah. endoreduplikasi yang menghasilkan polipicidi. serta jenis tanamannya. . berasi khromosom. Kecepatan perubahan dalam khromosom tergantung juga dari macam media yang digunakan. maupun untuk produksi bahan-bahan/ persenyawaan sekunder. Perubahan terjadi. . Sel-sel yang heterogen selain berasal dari asalnya. hilangnya suatu gen (deletion.

pada tanaman sehat. tumor ini bila tumbuh pada media buatan.penyambungan. Ketidaktergantungan jaringan tanaman untuk 356 . . tidak memerlukan auksin maupun sitokinin. bagian yang terserang.

agar ada pertumbuhan yang cepat dalam media baru menggunakan inokulum yang mempunyai diameter 5-10 mm atau sekitar 20-100 mg. tergantung dari kecepatan pertumbuhan kalus. dalam kalus. Pada subkultur. Kalus yang ditumbuhkan pada suatu media. Selain kehabisan hara. yang kondisinya (terutama kelembaban) dapat dikendalikan. planlet ditanam dalam polibag diameter +10 cm yang berisi media (tanah+pupuk kandang) yang telah disterilkan. Planlet (dalam polibag) dipelihara di rumah kaca atau rumah kasa. Masa kultur yang panjang dalam media yang tetap. juga karena media menguapkan air dari masa ke masa. bibit ditaruh di atas bedengan . Oleh karena itu. Gambar 9. untuk menjaga kehidupan dan perbanyakan yang sinambung kalus yang dihasilkan perlu disubkultur. Perakaran tanaman hasil kultur jaringan 9. Untuk perakaran digunakan media MS+NAA.8 Aklimatisasi Dapat dilakukan di rumah kaca.tumbuh dan terus membelah. disebut habituation. juga mengeluarkan senyawa hasil metabolisme yang menghambat pertumbuhan kalus itu sendiri. Namun waktu yang tepat untuk memindahkan kultur. rumah kasa atau persemaian. Planlet (tunas yang telah berakar) diaklimatisasikan sampai bibit cukup kuat untuk ditanam di lapang. Subkultur sebaiknya dilakukan 28 hari sekali.13. perlu dipindahkan secara teratur dalam jangka waktu tertentu. Proses perakaran pada mumnya berlangsung selama 1 bulan. massa sel yang dipindahkan harus cukup banyak. akan menyebabkan terjadinya kehabisan hara dan air. Kehabisan air dapat terjadi karena selain terhisap untuk pertumbuhan. Kedua.

Aklimatisasi cara pertama dapat dilakukan bila lokasi pertanaman letaknya jauh dari pesemaian dan cara kedua dilakukan bila pesemaian berada di sekitar areal pertanaman. Aklimatisasi tanaman di dalan screen house dan. panjangnya tergantung keadaan tempat.2 m. Gambar 9. Pada umumnya parameter aklimatisasi adalah Tehnik pembenihan Tanaman 357 . Lebar pesemaian 1-1. tanaman hasil aklimatisasi Proses aklimatisasi harus dilakukan dengan hati-hati. karena tahapan ini merupakan tahapan akhir sebelum plantlet dipindahkan ke lapangan budidaya.yang dinaungi dengan plastik. Planlet ditanam dengan jarak 20 cm x 20 cm. bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (+4 kg/m2) dan disterilkan dengan formalin 4%. Aklimatisasi berlangsung selama 2-3 bulan.14. Dua sampai tiga minggu sebelum tanam.

Hasil ini kemungkinan disebabkan arang sekam mempunyai sifat ringan (berat jenis 0. Waktu aklimatisasi sangat bervariasi tergantung jenis tanaman yang dikulturkan. dan berwarna hitam sehingga dapat menyerap sinar matahari dengan efektif. kapasitas menahan air tinggi. Data pada menunjukkan bahwa panjang daun dan lebar daun anthurium yang ditanam pada media sekam mentah dan arang sekam lebih besar dibandingkan pada media humus bambu atau kombinasi beberapa media. Persentase tanaman hidup pada perlakuan sekam mentah + humus bambu dan arang sekam + humus bambu menurun seiring dengan bertambahnya umur tanaman Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan media arang sekam memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terbesar dan kombinasi arang sekam dan sekam mentah memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terkecil. Hasil percobaan dengan jelas memperlihatkan bahwa sekam mentah . sedangkan jumlah daun terendah pada kombinasi sekam mentah dan arang sekam. Proses aklimatisasi dengan perendaman planlet dalam benomil 1% dan penutupan planlet dengan plastik transparan pada 30 hari pertama sangat berpengaruh terhadap kemampuan planlet untuk beradaptasi. sekam mentah dan arang sekam dapat digunakan sebagai media aklimatisasi anthurium. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa dikombinasikan dengan media yang lain. Pada umumnya aklimatisasi dilakukan selama 4 minggu sampai tanaman tanaman berumur 30 minggu. tinggi tanaman. banyak pori-porinya. Hal ini dikarenakan sekam padi. Rata-rata persentase tanaman hidup semua perlakuan maksimum 10%. Jumlah daun terbanyak diperoleh pada media arang sekam. jumlah daun. Pengamatan persentase tanaman hidup dilaku-kan setelah tanaman berumur 30 hari sampai 30 minggu.2 kg/l). mempunyai aerasi yang cukup tinggi sehingga mampu menyerap air dan unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.persentase tanaman hidup. serta panjang dan lebar daun. baik mentah maupun bakar.

agar. Media arang sekam dan sekam mentah menghasilkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman. dan lebar daun. (a) Bahan-bahan: Media Knudson C atau media MS. Keberhasilan akilimatisasi planlet anthurium dipengaruhi oleh penyiapan planlet yang baik dan proses aklimatisasi secara bertahap. bibit bunga. PPM. Sebanyak 1 paket media. panjang daun. dan lebar daun) paling baik. 5 sendok teh gula. jumlah daun.9 Kultur jaringan pada berbagai tanaman Berikut ini adalah beberapa contoh keberhasilan produksi benih vegetatif menggunakan metode kultur jaringan. Media arang sekam dapat digunakan sebagai media alternatif untuk aklimatisasi anthurium. gula. panjang daun. 1 ml PPM. 1) Kultur Jaringan Anggrek Anggrek merupakan bunga yang indah dan tanaman yang mistrius yang dapat dengan mudah dibudidayakan di laboratorium sederhana dengan menggunakan bahan-bahan berikut ini.dan sekam bakar merupakan media yang paling tinggi untuk tinggi tanaman. jumlah daun.jika media belum mengandung sukrosa ditambahkan ke dalam 1 liter air suling. Sesuaikan pH media hingga mencapai 5. (b) Persiapkan media dan persiapkan kotak yang bersih. Persiapkan media sesuai dengan petunjuk. Media Knudson C atau media MS diperlukan bagi bibit anggrek dan dapat diperoleh di toko. 9. PPM (Plant Preservative Mixture) umumnya tidak digunakan dalam kultur bibit anggrek. campurkan bahan dengan baik. tetapi dapat digunakan untuk membantu mengendalikan kontaminasi. Tuangkan 3 sendok teh media ke dalam wadah berupa 358 .5.

botol. Semprotkan alkohol ke bagian dalam hingga semua bagian saringan menjadi steril Lakukan desinfeksi terhadap pinset. dari hasil kultur jaringgan hingga bunga (c) Melakukan desinfeksi benih: gunakan unit filter yang dirancang sendiri.15 Bibit tanaman anggrek. atau menggunakan sucrosa dan peroksida. (f) Lakukan subkultur pada media baru. (d) Bungkus wadah untuk mencegah kontaminasi dan simpan pada suhu kamar. Lakukan streilisasi sesuai petunjuk. Gambar 9. 10% larutan pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset. Celupkan . Gunakan pinset yang sudah steril untuk mengangkat alat-alat yang direndam dalam alkohol dan pinbdahkan ke larutan 10% pemutih+deterjen. Tambahkan agar ke setiap boto sebelum disterilisasi. (e) Tunggu beberapa minggu sampai beberapa bulan agar bibit dapat berkecambah.16 Benih tanaman dalam proses kultur agar dan individu baru tanaman anggrek siap transplantasi Gambar 9. 2) Desinfeksi atau desinfestasi benih anggrek a) Menggunakan unit penyaringan buatan sendiri Alat dan bahan yang diperlukan meliputi 70% isopropyl alcohol. Taburkan benih anggrek pada unit penyariang yang sudah disiapkan Celupkan unit penyaringan ke dalam larutan 70% alkohol hingga semua benih basah. Beberapa species menyukai inkubasi gelap sedangkan beberap jenis lainnhya dapat diinkubasi dalam kondisi bercahaya.

Tempatkan benih pada piring steril. Sebarkan benih di atas permukaan media. sendok kecil atau pisau mentega tumpul pindahkan beberapa benih ke dlaam botol media yang steril. tambahkan air steril dengan sendok ke permukaan media agar benih menebar. angkat semua benda yang direndam dalam larutan pemutih dan biarkan kering. air steril plus Tehnik pembenihan Tanaman 359 . corong. Tutup dan balut dengan selotip b) Menggunakan saringan kopi Perlengkapan meliputi kertas saring yang biasa digunakan menyaringkopi. l10% arutan pemutih.berulang-ulang semua benih ke dalam larutan pemutih dan lanjutkan selama 10 menit Dengan menggunakan pinset. dengan spatula steril.

Tutup dan balut penutup botol. Campurkan larutan dengan pipet dan tambahkan beberapa tetes kepada botol media. Benih dan larutan diaduk selama 10 menit. Tambahkan larutan 10% cairan pemutih + beberapa tetes deterjen. sendok kecil atau pisau roti yang tumpul pindahkan benih ke dalam botol medium yang steril pula. Tutup botol dan . Miringkan dasar botol untuk menyebarkan benih ke atas media agar. Campuran ini dibiarkan (diinkubasikan) selama 12 jam. Hal ini akan membunuh bakteri dan perkecambahan spora jamur. Campuran ditaburkan ke dalam corong yang sudah dilapisi kertas saring yang sebelumnya sudah dibasahi dengan larutan pemutih. Media cair dapat digunakan jika memiliki unit pengguncang (shaker). tambahkan sedikit air steril dengan sendok ke atas media agar benih menyebar. dan pipet transfer. Sebarkan benih di atas permukaan media. Sukrosa kemudian diambil dengan menggunakan pipet transfer. Benih ditempatkan dalam tabung reaksi atau botol kecil.piring steril atau anduk kertas dan pinset atau spatula/pisau. Tambahkan hydrogen peroxida (3%) dan biarkan benih terdesinfeksi selama 30 menit. Tambahan sukrosa akan membantu germinasi spora jamur. tabung rekasi kecil atau botol kecil. hidrogen peroksida (3%). Benih ditempatkan dalam tabung reaksi dan tambahkan larutan 5% sukrosa (dengan beberapa tetes deterjen). c) Menggunakan sukrosa dan peroksida: Perlengkapan untuk ini terdiri dari larutan 5% gula. Dengan menggunakan spatula steril. Air steril dibubuhkan ke atas benih beberapa kali untuk membebaskan dari cairan pemutih.

diikuti dengan prendaman dengan larutan 10% pemutih selama 20 menit. d) Menggunakan buah anggrek hijau Perlengkapan terdiri dari larutan 70% isopropyl alcohol.balut penutup botol. Lanjutkan dengan memasukkan benih ke dalam media yang sudah disiapkan 360 . Buah anggrek yang hijau dibersihkan dengan sikat gigi kemudian rendam dengan larutan 70% isopropyl alkohol selama beberapa detik. Tempatkan buah anggrek pada permukaan piring steril kemudia belah menjadi dua dan pindahkan biji yang terdapat di dalam buah dengan hati-hati dengan menggunakan pinset atau ujung pisau roti yang tumpul. larutan 10% pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset.

Gambar 9. Gambar 9.17 Rangkaian proses produksi bibit anggrek dengan media agar Berikut ini adalah contoh dari hasil perkembang biakan tanaman anggrek melalui proses kultur jaringan secara komersial. Daun tersebut dipotong kecil-kecil berukuran kurang lebih 5 mm berbentuk segi empat atau Potongan daun tadi ditanam di dalam cawan kecil yang berisi campuran bahanbahan khusus yang untuk memenuhi Tehnik pembenihan Tanaman 361 . Kultur jaringan tanaman kopi Bahan yang digunakan adalah potongan daun kopi muda yang masih berwarna hijau-kemerahan atau hijau segar.18 Pemisahan rumpun anakan bibit tanaman anggrek hasil kultur jaringan 2.

Perlakuan ini dilakukan di laboratorium. Di rumah kaca. Untuk membuat potongan daun mampu tumbuh dan berkembang. bibit dipindah ke dalam botol yang sesuai dengan ukuran bibit agar tumbuh dan berkembang lebih jauh menjadi tanaman yang lebih besar. cahaya. dan sebagainya. rumah kaca.20. suhu. berbentuk bulat atau lonjong yang disebut sebagai "kalus". tanaman hias yang indah Campuran bahan-bahan ini dinamakan media. Bunga anggrek dalam pot. dan sebagainya. Sebelum menjadi tanaman. Embrio inilah yang akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit yang ukurannya kecilkecil. macam bahan untuk tempat pertumbuhan bibit. kondisi penanaman yang paling sesuai. Adapun perlakuan yang diberikan di tempat persemaian. Pada tahap ini bibit diberi beberapa perlakuan seiring dengan pertambahan umur. Dalam beberapa percobaan. yang paling penting . perlakuan yang diberikan meliputi umur dan kondisi bibit. tentunya perlu beberapa perlakuan khusus agar dapat berhasil membentuk bibit yang sempurna. Gambar 9.19 Tanaman anggrek di dalam rumah kaca: dari bibit hingga produksi bunga Gambar 9. kelembapan. dan tempat persemaian di kebun. Perlakuan yang diberikan di laboratorium meliputi jenis media.kebutuhan makanan bagi po-tongan daun kopi tersebut. Selanjutnya kalus ini akan tumbuh dan berkembang menjadi calon atau bakal bibit yang disebut "embrio". macam dan kadar zat pengatur tumbuh. potongan daun tersebut akan membentuk gumpalan-gumpalan yang berwarna putihkekuningan dan krem. Selanjutnya. ada juga dari potongan daun langsung membentuk embrio.

cangkok ataupun sambung. cangkok ataupun sambung. Cara ini telah menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih. bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. maka bibit kopi siap ditanam secara luas di kebun. bibit kopi asal kultur jaringan dapat tumbuh dan berkembang normal seperti tanaman kopi dari benih ataupun cangkok. Berdasarkan hasil penelitian. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih. Cara ini telah 362 . bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm.adalah tingkat cahaya dan penaungan untuk mengatur kelembapan. Apabila perlakuan terakhir ini sudah berhasil. Namun sejak berkembangnya bioteknologi.

Bibit kopi yang sudah dijarangkan dalam botol dan bibit kopi yang sudah siap ditanam di kebun 3.21 Potongan daun kopi yang ditanam pada media. yaitu anthurium daun dan anthurium bunga (Wahyuni 1999). Proses pembuatannya lebih praktis. gumpalan kalus dan embrio yang tumbuh dari potongan daun kopi.menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. Kultur jaringan pada tanaman hias Anthurium merupakan tanaman hias tropik dari famili Araceae. baik umur. yaitu: . Proses pembuatannya berlangsung cepat. . anthurium terbagi menjadi dua kelompok. tetapi bunganya kurang Tehnik pembenihan Tanaman 363 . Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. . . dan bibit tanaman kopi dalam botol yang berasal dari perkembangan embrio. Anthurium daun memiliki bentuk daun yang indah. Gambar 9. 22. tinggi maupun kondisi fisik lainnya. karena hanya dilakukan dalam ruangan yang relatif kecil. Gambar 9. 2007). karena tidak menunggu tanaman induk sampai besar/dewasa. tanaman kopi asal kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. Bibit yang dihasilkan lebih seragam. Dapat dihasilkan dalam jumlah besar sesuai pesanan dalam waktu relatif singkat (Imron Riyadi. Dalam dunia florikultura. Keunggulan Tanaman Kopi Asal Kultur Jaringan Dibanding tanaman kopi asal benih maupun cangkok.

Perbanyakan melalui pemotongan rimpang memerlukan waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk pemisahan rimpang.menarik. Anthurium dari biji baru dapat berbunga setelah berumur 1. dan tangkai bunga (peduncle). antara lain dalam kecepatan pelapukan dan penyediaan hara tanaman. Oleh karena itu. Secara konvensional. Kultur jaringan tanaman meru-pakan teknik menumbuh-kembangkan bagian tanaman. cara perbanyakan tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak seragam. Media merupakan salah satu faktor lingkungan yang berfungsi menyediakan unsur hara dan air bagi pertumbuhan tanaman. Namun. baik berupa sel. anthurium dapat diperbanyak melalui biji dan pemotongan rimpang. anthurium bunga memiliki bunga yang menarik. perbanyakan anthurium dengan teknik kultur jaringan memiliki potensi untuk dikembangkan. jaringan maupun organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. kemudian secara berangsur-angsur kelem-babannya diturunkan dan intensitas cahayanya dinaikkan (Yusnita 2003). yang terdiri atas seludang bunga (spate).5-3 tahun (Higaki dan Watson 1967). Sementara itu. Tahapan akhir dari per-banyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah aklimatisasi planlet. serta kemampuan mempertahankan kelembapan media (Satsijati 1991). Campuran dua macam media dapat memperbaiki kekurangan masingmasing media tersebut. Salah satu media tanam . tongkol bunga (spadik). dan 6-8 bulan untuk pende-wasaan. Tahap ini merupakan tahap yang kritis karena kondisi iklim di rumah kaca atau rumah plastik dan di lapangan sangat berbeda dengan kondisi di dalam botol kultur. Aklimatisasi dilakukan dengan memindahkan planlet ke media aklimatisasi dengan intensitas cahaya rendah dan kelembapan nisbi tinggi. perlu dikembangkan teknik perbanyakan alternatif yang lebih potensial. Teknik ini mampu memperbanyak tanaman dalam jumlah besar dan dalam waktu relatif singkat. Oleh karena itu.

yang baik adalah sekam padi karena ringan. memiliki drainase dan aerasi yang baik. Jawa Barat pada bulan Februari-Oktober 2005. Percobaan dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). Planlet anthurium yang sudah berakar dikeluarkan dari botol kultur dengan menggunakan pinset. arang sekam (sekam bakar). planlet dipindahkan ke media tanam individu berupa pot 364 . Planlet yang digunakan diperoleh dari perbanyakan in vitro hasil kultur antera anthurium kultivar Tropical. M5 = sekam mentah + humus bambu = 1:1. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui media yang sesuai untuk aklimatisasi planlet anthurium. Setelah berada di bak semai selama 30 hari. mengandung hara atau larutan garam. serta harganya murah. M6 = arang sekam + humus bambu = 1:1. namun secara bertahap plastik penutup dibuka. Planlet kemudian ditanam pada bak plastik yang sudah diisi media tanam sesuai perlakuan. M3 = humus bambu. mempunyai kapasitas menyerap air. Sebagai media tanam digunakan sekam mentah. kemudian dicuci dengan air yang mengalir untuk menghilangkan agar-agar media yang masih menempel pada akar. Sekam padi yang dibakar menjadi arang sekam telah banyak digunakan untuk media hidroponik secara komersial (Rahardi 1991). Cipanas. tidak mempengaruhi pH. Sekam padi mengandung unsur N 1% dan K 2%. dan humus bambu yang dikombinasikan dalam perlakuan sebagai berikut: M1 = sekam mentah. Segunung. Planlet yang sudah bersih kemudian direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif benomil 50% dengan dosis 1% selama 5 menit lalu dikeringanginkan. Bak ditutup dengan plastik transparan dan disimpan di tempat teduh selama 30 hari. M4 = sekam mentah + arang sekam = 1:1. M2 = arang sekam.

berdiameter 10 cm. Tehnik pembenihan Tanaman 365 . Tanaman dalam pot kemudian dipindahkan ke rumah kaca untuk diamati.

Kapasitas . Peralatan . Bahan kimia untuk media tanam laboratorium kultur jaringan . Fasiitas laboratorium kultur jaringan Peralatan dan bahan kimia Media tanam . Asam amino . Persenyawaan organic . Sumber energi . Persyaratan lokasi .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 9 siswa telah mampu menguasai kompetensi membiakan tanaman secara kultur jaringan. Unsur hara pada . Komposisi vitamin . ZPT .

Langkah kerja .. Larutan stok vitamin . Derajat keasaman media Beberapa komposisi media Inokulasi dan Inisiasi tunas . Bahan pemadat . Stok hara mikro . Pembuatan media . Larutan stok ZPT Multiplikasi aklimatisai Untuk memperoleh bibit tanaman sesuai dengan jumlah yang diinginkan . Stok hara makro inokulasi . inisiasi . Penambahan arang aktif .

Kultur jaringan anggrek . 2.Mengadaptasikan planlet dari botol kultur ke media tumbuh yang umum digunakan di lapangan. tanaman apa yang memungkinkan dapat diperbantak secara kultur jaringan. memproduksi senyawa metabolit sekunder dan media seleksi sel. Tehnik pembenihan Tanaman 367 . gambarkan skema laboratorium kultur jaringan 3. Kultur jaringan kopi . kunjungilah satu perusahaan yang bergerak di bidang kultur jaringan. Kultur suspensi sel Fungsi kultur suspensi sel adalah untuk sel protoplasma. Kultur jaringan pada berbagai tanaman . sel mutagen. Identifikasi alat-alat yang dibutuhkan untuik laboratorium kultur jaringan. Kultur jaringan kopi. SOAL: 1. fitopatologi. Terangkan secara ringkas dan jelas proses kultur jaringan yang saudara ketahu i. TUGAS: 1. 2.

10. wirausaha berarti berani untuk berusaha. Seorang wirausahawan merupakan seorang pemimpin yang mampu mempengaruhi dan meyakinkan kelompoknya dalam mengembangkan gagasannya dengan cara kerjasama saling mempercayai satu sama lain. individu yang optimis. Ada yang mendifinisikan wirausaha adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.BAB 10. Kewirausahaan adalah orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaat bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari dan menciptakan peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. ketidaktergantungan. karakterisrtik. Wirausaha juga berasal dari bahasa Perancis: entrepreneur yang berarti ambil resiko. dan sifat yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh seseorang untuk menjadi seorang wirausahawan.2. Pengertian Kewirausahaan Kewirausahaan berasal dari kata awalan ke dan akhiran an dengan akar kata wiira usaha . KEWIRAUSAHAAN 10. dan ambisi untuk maju 3 Pengambil resiko . 2 Berorientasi pada tugas. menggunakan sumberdaya secara optimal. Wira berarti berani atau pejuang. senang terhadap tantangan dan mampu mengambil resiko. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan Ada beberapa ciri. yaitu : No Ciri Dan Karakteristik Watak 1 Percaya diri Keyakinan. hasil. guna meraih keuntungan yang tinggi dan sukses yang berkesinambungan.1.

mengoreksi apa yang telah diperbuat. dapat bergaul dengan orang lain. fleksibel. serta berinisiatif dan berdaya kemampuan yang kuat Kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan. punya banyak sumber. serba bisa dan mengetahui segala hal Pandangan ke depan . Tehnik Pembnihan Tanaman 368 .4 Kepemimpinan 5 Keorisinilan Berorientasi terhadap laba. serta percaya diri Inovatif dan kreatif. tanggap terhadap saran dan kritik. tekun dan tabah. mempunyai dorongan yang kuat. mempunyai tekad dan bekerja keras. pintar dan cerdas serta ulet Bertingkah laku sebagai pemimpin. dan perspektif 6 Berorientasi ke masa depan 7 Profesional Selalu ingin mendapatkan yang terbaik.

seni. dalam berkomunikasi selalu berpedoman pada mutu. memanfaatkan peluang bisnis yang ada Selalu tepat waktu. Dimana kelebihan produksi segera akan diikuti oleh penurunan harga. produksi yang rendah dengan tingkat kebutuhan yang tinggi akan memicu kenaikan harga. Harga jual produk yang belum menentu. Demikian pula sebaliknya. Seacara umum kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat. pengiriman yang tepat 11 Memiliki tanggungjawab moral Adanya kepentingan bersama. dan punya komitmen tinggi terhadap ketercapaian perencanaan Bisa menyakinkan orang lain. . Berbagai usaha dalam bidang pembenihan dan kultur jaringan merupakan jenis usaha yang relatif besiko tinggi. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. nilai-nilai dan prinsip serta sikap. harga. Sifat benih dan bibit kultur yang sangat sensitif terhadp kondisi lingkungan dan mudah rusak. kuat. .8 Naluri dan intuisi yang tajam 9 Disiplin 10 Mempunyai kemampuan menjual Selalu mendengar dan memperhatikan apa yang ada di lingkungannya. dan tindakan nyata yang sangat perlu. bangsa dan negara. hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain: .

Apa dan siapa yang bisa membantu untuk mengurangi resiko . Apakah yang akan dicapai dengan keputusan yang mengandung resiko . Bagaimana anda mengetahui bahwa pekerjaan tersebut mengandung resiko . Apakah anda bersedia sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan .Beberapa hal yang dapat ditanyakan sebelum mengambil keputusan yang mengandung resiko: . Buatlah berbagai alternatif pemecahan masalah Tehnik Pembnihan Tanaman 370 . Pilihlah secara sekala prioritas . Mengapa resiko ini penting . Bagaimana anda mempersiapkan sesuatu untuk mengurangai resiko . Bagaimana anda mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan anda telah tercapai Teknik-teknik pemecahan masalah : . Kumpulkan data dan masalah yang berkaitan dengan masalah yang terjadi . Kelompokan masalah per masalah . Rasa takut apa yang ada pada diri anda untuk menghadapi resiko .

Saluran-saluran distribusi pemasaran . Teknologi untuk memproduksi/ mengelola usaha pertanian tersebut tersedia dan dapat dikuasai oleh seorang wirausaha . Ambil keputusan . . Sarana produksi dan permodalan dapat mendukung pengembangan usaha mina . Evaluasi hasil kepurusan tersebut. sumberdaya manusia yang memadai. Terjaminnya pasar. wirausahawan akan memproduksi produk pertanian yang akan memberikan keuntungan (nilai tambah) yang tinggi dan berkesinambungan.. Halhal yang harus diperhatikan dalam usaha pengelolaan dapat dilihat dengan berbagai aspek : . Jaminan pasar hasil usaha pembenihan dan kultur jaringan akan diterima oleh pasar dengan harga yang layak. Kondisi keuangan yang dimiliki . 3. Dalam mengembangkan suatu usaha terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Langkah Pertama. Yang harus dilakukan oleh pelaku usaha pembenihan dan kultur jaringan tanaman untuk berperilaku sebagai wirausahawan adalah melihat peluang pasar. yang mendukung dan cocok dengan komoditi yang diusahakan. teknologi dan aspek pengelolaan yang terkuasai merupakan kunci pengembangan Usaha Produksi Benih Tanaman Pertanyaan sekarang. apa langkahlangkah yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan agar mendapatkan nilai tambah yang optimal. Sumber daya lahan. Berikut beberapa saran yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan dalam mengembangkan usaha pembenihan dan kultur jaringan. . Pilih alternatif yang terbaik .

Terimalah perubahan tersebut dan gunakanlah perubahan tersebut untuk memotivasi diri guna mencapai tujuan atau sasaran yang lebih tinggi. maupun pemasaran. Seorang wirausaha akan selalu berusaha meningkatkan diri karena semuanya didunia ini selalu berubah. SDM yang tersedia cukup memadai . Pesaing-pesaing yang ada. Peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku Langkah Kedua . dimana yang harus dijaga jangan over supply . Laksanakan riset pasar untuk menentukan berapa banyak dan kualitas produk yang diminta pasar serta mana lokasi distribusinya pada waktu penyerahan produk. Kuasailah teknologi pengelolaan pembenihan dan kultur jaringan serta pasca panen dari komoditi yang akan dipilih.yang berlaku untuk komoditi tersebut . Bila belum paham betul. Disamping itu Tehnik Pembnihan Tanaman 369 . Teknologi dan aspek-aspek pengelolaan terkuasai Langkah Ketiga . Langkah Keempat . Selain itu ketahuilah sebanyak mungkin tentang seluk-beluk dari aspek-aspek penting dari komoditi yang dipelajari. Yang harus dilakukan seorang wirausahawan setelah menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki adalah memilih komoditi yang diusahakan. baik yang menyangkut teknologi produksi. Sesuai dengan kiatnya. maka seorang wirausaha memilih komoditi yang diusahakannya harus berorientasi pasar dengan menetapkan skala prioritas bidang usaha mina yang akan dijalankannya berdasarkan kriteria : . belajarlah atau maganglah ditempat orang-orang yang berhasil dalam memproduksi komoditi yang sama. Terjamin pasarnya .

Taksirlah berapa besar produk yang dapat dijual kelak setelah diproduksi. Data yang diperlukan untuk menyusun prediksi harga di pasar tradisional mengacu pada data yang dikeluarkan oleh instansi terkait atau mass media. Dengan mengembangkan kelompok tani atau kelompok usaha bersama agribisnis. .peranggota Koperasi.000..riset pasar dimaksudkan untuk mengetahui/memprediksi tingkat harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga yang ditetapkan dalam kontrak pada saat penyerahan produk. Riset pasar yang sederhana adalah dengan mendatangi pengusaha yang ada di pasar. Langkah Kelima . Siapkan rencana bisnis secara matang. selanjutnya diolah dengan memperhatikan kondisi alam saat harga berlaku dan perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada waktu tersebut seperti adanya hari-hari besar keagamaan atau adanya kebijaksanaan baru dari pemerintah. . Untuk bidang usaha yang proses produksinya relatif pendek seperti tanaman semusim. Tetapkan lokasi dan besarnya usaha. Untuk mensuplai ke butuhan pasar apabila besarnya usaha belum memenuhi skala usaha begabunglah dengan pengusaha sekitarnya.000. Apabila modal belum tersedia dapat memanfaatkan kredit-kredit yang tersedia. Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggotanya (KKPA). Langkah Keenam . riset pasar ini perlu pula ditunjang dengan mengadakan pemantauan langsung ke sumber-sumber produksi yang telah ada sebelumnnya. Data fluktuasi harga harian serta produk. baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat propinsi. Jumlah kredit yang disediakan maksimum Rp. 50. masalah skala usaha tersebut dapat terpecahkan dan sekaligus meningkatkan potensi tawar.

Langkah Ketujuh . Penjualan Menurut Sitompul (2007). . baik dalam penyediaan sarana produksi. berhimpunlah dengan pelaku usaha lain dan gunakanlah prinsip beli bersama.. dan jual bersama 10.3. Penjualan itu penting bagi setiap usaha dan mutlak diperlukan bagi semua usaha. . Kredit untuk mendukung perkebunan swasta nasional (PBSN/PSN) dan perkebunan inti rakyat-transmigrasi (PIR Trans). Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggota perkebunan inti rakyat (KKPA PIR.Trans). Tanpa adanya penjualan maka usaha tidak akan mendapatkan income untuk dapat menutup biaya kegiatan operasional bulanan atau tahunan. Apabila usaha petani belum memenuhi skala usaha ekonomi. mengingat sumber keuntungan yang diharapkan dapat diperoleh dari penjualan produk atau jasa. penjualan merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi suatu usaha. Kredit lain seperti kredit melalui proyek yang dihubungkan oleh Bank Indonesia yaitu Agricultural Financing Project (AFP). proses produksi (budidaya). Dalam setiap usaha diperlukan tim penjualan yang efektif dan berkualitas. Tehnik Pembnihan Tanaman 370 . pasca produksi (pengolahan/ industri) maupun pemasaran. Lakukan pengelolaan agribisnis dari komoditi yang dikelola dengan manajemen yang efisien. Gunakanlah teknologi tepat guna yang tepat dan dapat memberikan keuntungan yang tinggi.

Tetapi yang dibutuhkan adalah angka spesifik yang dapat digunakan sebagai acuan perhitungan. kebiasaan adat istiadat. Memang kalau diperkirakan Indonesia akan dapat menjadi pangsa pasar yang besar. Padahal perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan basis nilai harga produk yang dijual dengan jumlah target penjualan perbulan / pertahun dan target penjualan tersebut diperhitungkan dengan angka maksimal dari "perkiraan" jumlah pemakai atau calon pelanggan. Tidak bisa dengan menggunakan angka perkiraan. tanpa menganalisa terhadap kegiatan pelaksanaan yang dilakukan oleh tim penjualan di lapangan dan target tersebut dijadikan acuan untuk mencapai hasil penjualan. trend produk. kemampuan daya beli masyarakat. Banyak dari usaha yang hanya membuat target di atas kertas. Kondisi lapangan. Sebagus apapun produk suatu perusahaan dan sebanyak apapun modal yang diinvestasikan akan menjadi percuma jika penjualan tidak berjalan atau pasar tidak bisa menyerap produk tersebut sesuai dengan target yang dibuat. disebabkan jumlah populasi penduduk yang cukup besar +/205 juta jiwa. Kebanyakan rencana-rencana untuk kegiatan usaha dilakukan karena ada keterkaitan hobi pemilik atau ide-ide produk yang dianggap bagus untuk dijual. Untuk itu diperlukan strategi dalam jangka pendek atau jangka panjang dalam menghadapi kendala dalam penjualan. lingkungan budaya. Angka spesifik yang dibutuhkan untuk dapat memperkirakan target adalah range jumlah orang atau penduduk yang . tingkat kegunaan produk dan variabel-variabel lain menentukan keberhasilan untuk melakukan penjualan produk.Penjualan merupakan ujung tombak dari suatu usaha dan masih ada anggapan bahwa bidang penjualan sebagai pelengkap dalam bidang usaha. Seringkali investasi dilakukan secara besar-besaran dikarenakan perhitungan di atas kertas menunjukkan nilai yang menguntungkan dan menjanjikan.

dengan harapan tim penjualan dapat membentuk jaringan pelanggan. tetapi juga diharapkan dapat membangun jaringan Tehnik Pembnihan Tanaman 371 . tingkat penghasilan masyarakat tersebut.mampu membeli produk yang ditawarkan (untuk mass product). memberikan layanan maksimal kepada konsumen dengan mengantisipasi setiap keluhan konsumen. Tim penjualan bukan hanya dimotivasi untuk mencapai target penjualan dan kemudian menghasilkan profit atau keuntungan. Jiwa marketing dan motivasi team Agar penjualan dapat tercapai dengan baik perlu adanya jiwa marketing bagi semua orang yang terkait dalam perusahaan. a. Dengan adanya angka-angka spesifik tersebut akan dapat diperkirakan hasil terburuk dan hasil terbaik pada daya serap pasar terhadap produk yang ditawarkan. Dengan memfokuskan usaha kepada hasil pencapaian target penjualan produk. Jiwa marketing dimulai dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah dalam suatu usaha. Selain itu dibutuhkan strategi yang dapat memotivasi tim penjualan. Usaha ini dapat dimulai dengan melakukan kontrol kualitas produk yang akan dijual. maka setiap individu yang terkait di dalam perusahaan akan berusaha untuk dapat memberikan hasil yang terbaik bagi usaha penjualan serta memberikan layanan secara maksimal kepada konsumen. tingkat kebutuhan masyarakat terhadap produk yang akan ditawarkan.

b.pelanggan atau network pelanggan bagi perusahaan. Dengan adanya standar prosedur yang baku. Untuk mencapai hal-hal tersebut dibutuhkan pelatihan secara berkala dan standar prosedur pelaksanaan pekerjaan yang baku untuk kegiatan penjualan serta melakukan pengembangan secara terus menerus terhadap kualitas produk dan layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. Agenda atau poin-point penting yang akan dibahas perlu diberikan kepada semua anggota tim sebelum diadakan pertemuan mingguan. Selain itu juga tim penjualan diharapkan dapat memberikan layanan maksimal kepada semua pelanggan. Strategi dan visi misi Setiap usaha membutuhkan strategi untuk dapat mencapai target dari visi dan . Perlunya rasa kekeluargaan Team penjualan perlu membentuk kerja sama dengan unit terkait lainnya serta membentuk rasa kekeluargaan antar team. antara atasan dan bawahan yang terkait dengan team. Masih banyak yang beranggapan kegiatan kegiatan non formal tersebut tidak penting dan mengganggap kegiatan non formal tersebut sebagai "pemborosan" pada keuangan perusahaan. Dengan melakukan hal tersebut di atas secara tidak langsung telah membangun loyalitas individu terhadap usaha dan rasa saling percaya antar personil baik dari bawahan dan atasan. Hal-hal lain yang terkait dengan penjualan adalah keikutsertaan dari tim penjualan untuk mengamati setiap pergerakan dan arah pasar terhadap permintaan produk. Kerja sama dan rasa kekeluargaan tersebut dapat dibentuk dengan cara membuat acara non formal diluar rutinitas kerja dengan antar individu. akan memudahkan tim penjualan untuk dalam melaksanakan tugas penjualan. agar dapat mengarahkan peserta kepada topik utama. Pertemuan mingguan dan bulanan antara tim penjualan diperlukan untuk dapat mengevaluasi dan memodifikasi strategi penjualan. Yang tersulit adalah membentuk tim penjualan yang solid dan handal. c.

yang harus memiliki hubungan sejalan. Strategi-strategi ini disusun berdasarkan visi dan misi usaha. Kesulitan terjadi jika produk yang ditawarkan memiliki kesamaan dengan produk kompetitor lainnya.misi usaha. dan tidak Tehnik Pembnihan Tanaman 372 . sehingga usaha tersebut dapat mencapai target visi dan misi yang telah dibuat. Kebanyakan founder atau co-founder hanya terpaku pada analisis hasil pencapaian target (profit. Untuk melakukan penetrasi pasar dapat dilakukan dengan kegiatan promosi dan mengkampanyekan produk. Dengan cara ini kompetisi harga akan terhindari. Dengan menguasai keunggulan produk dan keunikan produk akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan penjualan. keuntungan). Kelemahan yang terjadi kebanyakan dari usaha yang baru berdiri tidak mempunyai strategi untuk melakukan usaha. Kesulitan utama yang dialami oleh banyak usaha baru adalah melakukan penetrasi produk baru kedalam pasar. Untuk itu perlu dicermati keunggulan produk dan keunikan dari produk yang dijual. Visi dan misi merupakan acuan bagi semua orang yang terkait dalam usaha. Jika keunggulan produk dan keunikan tidak jauh berbeda dengan produk kompetitor maka perlu diantisipasi dengan memberikan keuntungan lebih dan layanan yang lebih baik kepada konsumen. Promosi akan membantu mengangkat merek produk dan nama produsen.

Salah satu hal yang penting dalam memulai usaha adalah mengenali kompetitor yang sudah lebih dulu bermain dan yang akan ikut bermain di pasaran. cakupan area penjualan. e. Informasi ini dapat berupa harga. Selain itu diperlukan pula pemikiran jangka panjang dari para pengambil keputusan dan pemikiran ini dirumuskan menjadi arah kegiatan usaha serta strategi untuk usaha.menyebabkan terjadinya perang harga pada produk yang sama terhadap kopetitor lain. Konsumen akan membeli dengan membayar harga layanan dan keuntungan yang lebih. Tim penjualan dapat menjadi pencari informasi pasar dan memberikan informasi yang lengkap kepada para pengambil keputusan. Hal ini dapat mencegah terjadinya perang harga berlebihan di pasaran serta akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan inovasi dan pengembangan layanan penjualan terhadap para pelanggan. Setiap strategi tersebut perlu dirinci lebih detail untuk memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Dengan mengamati dan mewaspadai arah pemasaran yang dilakukan kompetitor akan mempermudah tim penjualan untuk dapat melakukan penetrasi produk kedalam pasar. Pentingnya informasi Suatu kegiatan usaha membutuhkan tujuan dan standarisasi kegiatan yang jelas. teknologi yang digunakan dan informasi lainnya. d. layanan produk. produk unggulan yang dilakukan pihak kompetitor. Pelanggan aset yang berharga Pelanggan yang puas akan menyampaikan produk dan layanan anda . system penjualan. dengan produk yang sama serta memperkirakan cakupan area pemasaran yang telah dicapai oleh kompetitor. Untuk memperkirakan kompetitor yang sudah dan akan ikut bermain dalam bisnis yang sama diperlukan informasi pasar yang lengkap.

Menyampaikan informasi secara berantai dari mulut ke mulut akan sering terjadi. pelanggan merupakan aset yang sangat penting yang harus dijaga. Kritikan dari pelanggan adalah bahan koreksi untuk bahan perbaikan terhadap cara layanan. sangat penting dalam usaha. informasi pelanggan kepada orang sekitar dapat mengangkat image produk dan layanan. Bandingkan jika suatu perusahaan harus membayar biaya konsultan dengan biaya yang mahal untuk dapat memperbaiki cara layanan terhadap pelanggan. Pelanggan yang tidak puas akan meyampaikan ketidak puasan terhadap produk dan layanan anda kepada semua orang. Komplain atas ketidak kepuasan pelanggan jangan dibalas dengan layanan yang buruk. dan dapat juga menghancurkannya. Kritikan dari pelanggan adalah konsultasi yang murah dan gratis untuk dapat memperbaiki sistim penjualan. selama dalam batas-batas yang wajar. Layani setiap ketidak puasan pelanggan dengan baik. akan dapat mengangkat image atau menghancurkan image dan merek dari produk layanan anda. Dalam suatu kegiatan usaha. Membangun image dan nama baik itu sangat sulit. Ini mungkin akan sering terjadi dalam kegiatan penjualan. Informasi kepuasan yang disampaikan pelanggan kepada orang lain mengenai produk dan layanan yang telah anda berikan. Kepuasan pelanggan dan kepercayaan pelanggan tidak dapat dibeli dengan uang.kepada temannya yang lain. Menjaga kepuasan pelanggan. baik untuk Tehnik Pembnihan Tanaman 373 .

Dalam setiap aktifitas pemasaran di media-media masa.selain anda harus memiliki sebuah media pemasaran seperti sebuah website atau biasa disebut situs. Dengan mengajarkan pelanggan tentang penggunaan produk yang dijual sebagai contoh produk yang dijual adalah produk yang membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya seperti produk kultur jaringan dan lainnya.untuk mengurangi resiko terjadinya kesalahan-kesalahan yang bisa . Bagi seorang penjual tidak ada harta yang lebih berharga dari pada database konsumen dan hubungan baik dengan pelanggan. Dengan membuat pelanggan menjadi "pintar" akan mengurangi komplain lebih banyak terhadap produk yang dijual akibat kesalahan pemakaian produk tersebut. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mendidik dan mengajarkan kepada pelanggan atas produk yang dijual. Itulah yang selalu di implementasikan oleh para marketingmarketing di seluruh dunia dalam menjalanan strategi pemasaranya. ada beberapa pokok yang harus diperhatikan dalam menjalankan strategi pemasaran yang matang. Pelanggan yang cerewet dapat memberikan masukan dan perbaikan untuk sistim penjualan. Pelanggan yang cerewet adalah guru yang baik untuk seorang penjual dibandingkan dengan pelanggan yang diam atau pasif. Strategi pemasaran yang baik harus didukung oleh perencanaan yang baik pula.perorangan ataupun untuk perusahaan. Kendala yang paling sulit dalam penjualan adalah membentuk pelanggan yang loyal dan setia kepada produk yang kita tawarkan. Hubungan baik dengan konsumen tidak bisa dibeli dengan uang dan tidaklah mudah untuk dapat menjaga hubungan baik jangka panjang dengan pelanggan. anda juga harus mengetahui kelemahankelemahan kompetitor anda dan harus bisa mengenali konsumen dan bagaimana memanajemen konsumen atau pembeli anda. Ada beberapa produsen yang tidak begitu peduli akan hal ini.

wanita dan anak-anak. gunakanlah strategi yang wajar dan pantas secara sportif untuk meraih kemenangan yang sportif pula.berikut tips-tips dan trick yang perlu anda ketahui sebelum menjalankan strategi pemasaran bisnis dan usaha anda. anda akan bisa meningkatkan penjualan majalah anda secara dramatis.dengan kata lain.anda menjual majalah anda dan memenuhi pasar anda. Dan dibawah ini cara yang manjur untuk meningkatkan penjualan yang akan Tehnik Pembnihan Tanaman 374 . Dalam menjalankan strategi pemasaran untuk bisnis.apakah waktunya untuk berberes-beres dan maju ke langkah berikutnya? Mulailah memfokuskan usaha penjualan anda untuk menjamin konsumen itu akan kembali membeli produk anda lagi.Prospek penjualan yang terbaik adalah prospek yang sudah di ubah. Jika bisnis anda terletak di sebuah kota kecil dengan populasi 1000 jiwa dan anda menjual majalah untuk semua orang di kota itu. karena akan berpengaruh pada imej bisnis.pria. jangan pernah lakukan tindak-tindak spamming.salah satu dari konsumen anda berpikir tentang cara ini.menyebabkan ketidak teraturan dalam menjalankan sebuah strategi pemasaran yang baik. Penjualan majalah anda sehari sudah berakhir. Jika ingin meningkatkan penjualan secara dramatis? Ubah fokus penjualan anda dari hanya menarik konsumen baru menjadi menggoda konsumen yang terjamin akan kembali untuk membeli lagi .

pemasaran yang melibatkan produk atau jasa lain tapi berhubungan dengan produk yang anda pasarkan dan membuatnya agar lebih cocok atau sesuai dan dibutuhkan oleh kustomer anda untuk membelinya. Agar penjualan lebih sukses. yang jitu membangun program pendorong penjualan anda Cantik. penjualan dan penjualan.membantu menambah kesetiaan konsumen juga Cobalah sesuatu dari apa saja yang disarankan untuk meningkatkan penjualan anda dibawah ini: 1). Mengapa begitu banyak bisnis yang mempercayai staff marketing mereka untuk mengendalikan dan menangani penjualan.saat terakhir karpet konsumen di dibersihkan di sebuah pencucian karpet. Sederhana dan Mudah Untuk di peroleh . dan memperlihatkan kepada konsumen. 2). si pencuci mengatakan bahwa terdapat noda kotoran hewan. konsumen harus diyakinkan dengan adanya sebuah keuntungan dan manfaat dari sebuah produk atau jasa yang anda pasarkan. Tumbuhkan semangat keberanian untuk menjual kepada staff marketing anda Pada dasarnya. atau dalam artian hanya dengan menempatkan tambahan produk lain didekat produk yang anda fokuskan untuk dipasarkan.contohnya. Karena mereka menawarkan staff marketing mereka sebuah trip perjalanan liburan ke atlantis atau TV 29 inchi untuk setiap penjualan yang terjadi. Coba lihat Progran Pembentuk Dorongan Penjualan dari Paul Shearstone.dan malah hanya membersihkanya. bagaimana mudahnya dan efektifnya tempat pencucian mereka membersihkan . ia mengalihkan perhatian konsumen ke masalah kecil itu. Persiapkan program pendorong penjualan Berikan alasan kepada staff marketing anda untuk pergi keluar sana dan lakukan penjualan. tidak akan melejitkan penjualan anda.

Saat Pak Konsum ingin mengambil sebuah produk. Pelajaran yang di ambil dari kasus diatas adalah : Jika anda ingin penjualan atau promosi selalu datang. Akibatnya akan membuat trick pemasaran yang melejitkan penjualan.segala bekas-bekas noda kotoran hewan. Berikan konsumen anda sebuah dongkrak dari dalam.Coba tebak apa cerita selanjutnya. dan membawa pulang TV tersebut lengkap dengan antena dan sebuah DVD Player karena masih ada sisa dari budget. namun saat seorang karyawan mendatanginya dan berkata Sepertinya mas tertarik dengan TV Itu yah mas? . Karyawan pencuci karpet tersebut meyakinkan konsumen untuk kembali mencuci kepada mereka dan menciptakan tempat pencucian mereka sebagai tempat yang cocok dan klop untuk konsumen tersebut. Apakah konsumnen akan kembali kepada mereka? Pasti !!.dan Pak Konsum menjawab Iya tapi masih mikir harganya lalu ia mengatakan Bulan depan kami mengadakan diskon 20% untuk TV ini mas. katakan pada kustomer anda tentang harga penurunan Tehnik Pembnihan Tanaman 375 . Pak Konsum kembali ke toko elektronik tersebut. Beberapa bulan yang lalu Pak Konsum berbelanja di sebuah toko pejualan alat-alat elektronik. 3).mungkin mas bisa kembali lagi bulan depan? . Pak Konsum berbicara dalam hatinya untuk membeli atau tidak.

dan sejenisnya. produk baru dengan harga murah dari toko lain. seperti menyapa mereka dengan membawa sesuatu yang menguntungakan mereka seperti dengan memberikan perpanjang diskon hanya untuk mereka yang anda anggap sudah menjadi pelanggan anda. Sejajarkan kustomer anda Sangatlah jelas pada kenyataanya ada perbedaan antara Pelanggan dan Pembeli. 5). Bagaimana anda mengharapkan kesetian konsumen seperti itu jika anda memperlakukan konsumen anda seperti seseorang yang tidak penting. Bisa saja sangat sederhana hanya dengan sebuah diskon untuk pelanggan yang berulang tahun pada tanggal yang ditentukan. Mungkin saja saat kembali lagi mereka akan membawa seorang teman dan temannya membawa temannya yang lain. 4). Terdapat beberapa cara untuk memperhatikan pelanggan yaitu pelanggan selalu nomor satu. Dan jangan lupa!! Anda juga bisa mendongkrak semangat mereka dengan email atau menghubungi mereka melalui telephone. Tapi tidak ada alasan untuk bisnis yang masih kecil tidak dapat menyelenggarakan atau menciptakan sebuah program penghargaan terhadap pelanggan setia anda. Dari contoh kecil saja. perbedaannya untuk Pelanggan anda adalah mereka memperlihatkan kepada anda betapa anda memiliki poin dan nilai untuk mereka. atau memberikan bebas harga untuk pembelian apa saja untuk pelanggan yang sudah memiliki poin tertinggi dalam pembelian di perusahan atau untuk bisnis anda. Kita semua sudah kenal dengan yang namanya program penghargaan untuk pelanggan setia dimana sudah banyak bisnis besar yang menyelenggarakanya. Rancanglah sebuah program penghargaan bagi pelanggan anda. Dari survey menyatakan bahwa program .harga.

Sebagai kustomer yang telah membeli produk yang asli dan puas. tetapi bukan hanya itu yang menjadi cara untuk meningkatkan penjualan.dan berharaplah agar mereka mengatakan tentang produk anda. setidaknya kustomer yang sudah membeli produk anda sebelumnya akan berpikir pikiran yang baik tentang bisnis atau perusahaan anda.penghargaan terhadap pelanggan ini dapat meningkatkan penjualan dan menciptakan kesetiaan pelanggan yang makin setia terhadap anda. kemungkinan besar mereka akan mencoba dan menyukai produk yang baru sama seperti mereka puas dengan produk yang telah mereka beli sebelumnya dan ingin mencoba dengan membelinya. Berikan contoh gratis kepada kustomer. malah pada kenyataanya itu adalah cara yang berat dalam melakukanya. karena dimulai dari awal untuk menciptakan kenyamanan dan kepercayaan kedada kustomer baru tersebut. Mengapa sangat banyak bisnis yang mengikut sertakan contoh trial produk gratis pada produk yang lain saat anda membeli sesuatu dari mereka? Karena itu dapat meningkatkan penjualan dalam banyak cara. dorongan dan kenyamanan kepada pelanggan setia Tehnik Pembnihan Tanaman 376 . Rubahlah fokus pemasaran anda seperti ini kepada lebih memberikan keyakinan. Menarik perhatian kustomer baru adalah hal yang bagus. 6).

yang sudah kenal dan menjadi konsumen anda sebelumnya hingga sekarang. Dalam strategi pemasaran target pasar adalah hal pokok yang tidak bisa di hindari oleh pemasar dalam melakukan pemasaran. email. karena setiap strategi memiliki bobot tersendiri dalam pengimplementasianya. Solusi Masalah : Didalam setiap kegiatan pemasaran tak luput dari deskripsi tentang produk yang anda pasarkan.5. 10. Kontak : informasi kontak dan data tentang diri anda sendiri atau cerita singkat tentang diri anda dan bisnis serta usaha anda. dan sejarah singkat tentang berdirinya bisnis anda dan dari mana anda terinsipirasi tentang bisnis anda . dan keberhasilan strategi tersebut tergantung oleh keuletan dan cara pelaksanaannya oleh tim pemasaran itu sendiri: a. Dasar-dasar strategi pemasaran Pertama yang harus anda perhatikan sebelum memulai aktifitas dan pelaksanaan strategi pemasaran adalah target pasar. Kepercayaan Dalam pemasaran kepercayaan adalah hal yang paling pokok dan paling mendasar. oleh sebab untuk membentuk sebuah kepercayaan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: . tentukan target pasar anda dan perhatikan hal-hal yang penting dibawah ini sebelum merencanakan sebuah strategi pemasaran yang handal dan jitu. .no telephone.karena segala bentuk transaksi dan aktifitas pemasaran terjadi. ini adalah strategi yang paling dasar dalam pemasaran. terbukti trick ini lebih manjur dalam meningkatkan penjualan. Testimonial : bila perlu tampilkan beberapa testimonial dari konsumen anda tentang kesan dan pesan setelah memanfaatkan produk anda . bahkan yang terhandal menciptakan kesetiaan konsumen yang mempengaruh penjualan yang berulang-ulang. seperti alamat anda. lokasi dengan peta (jika perlu).

dan apa kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh produk anda dalam memberikan solusi masalah yang dihadapi pembeli anda. dan apa yang membuat anda antusias dalam memasarkan produk anda. Kemudahan Dalam dunia usaha.namun sekarang bagaimana anda menyampaikanya kepada pembeli. tunjukan kepada pembeli anda apa yang bisa dilakukan produk anda. tidak ada salahnya kita menggunakan cara ini dalam strategi pemasaran. sama halnya jika anda ingin orang lain membuka dirinya kepada anda. Sejarah singkat : Ceritakan tentang diri anda. sebelumnya anda harus membuka diri anda sendiri kepada orang lain bukan?. anda harus tahu apa masalah yang dihadapi pembeli anda jika memerlukan solusi dari produk anda. Taruh semua hal di atas di setiap halaman pada website atau halaman pemasaran anda. b. jika perlu resiko-resiko apa saja yang terjadi jika masalah tersebut dibiarkan berlarut-larut. anda harus ikut merasakan masalah yang mereka rasakan. karena faktor kepentingan dan efektifitas. bisnis dan usaha anda. . dengan banyak dan padatnya kegiatan-kegiatan yang Tehnik Pembnihan Tanaman 377 . tapi secara tidak langsung strategi ini bisa mempengaruhi sebagian orang yang tidak mudah percaya. untuk menyelesaikan masalah tersebut. banyak pemasar yang lupa untuk menggunakan strategi ini.

. Lama waktu penerimaan barang atau jasa : Untuk strategi pemasaran ini diperlukan kecepatan dan kedisiplinan yang tinggi. mereka akan mengubah pikiran untuk melakukan pembelian kepada anda di masa kedepanya. karena agar setiap transaksi yang terjadi usahakan tidak memakan waktu lebih dari 1 hari untuk wilayah sekitar perusahaan anda. Form Transaksi : Sebelum melakukan pembelian. andalah yang melakukan survey untuk kebenaran data tersebut. apalagi jika hanya untuk melakukan sebuah pembelian. sms. . untuk itu cukup minta pembeli untuk mengisi apa saja yang paling diperlukan. sudah bisa berbelanja apa saja yang anda inginkan.dilalui oleh orang-orang sehari-hari dikantor ataupun dimana saja. tentulah pembeli diminta untuk mengisi sebuah formulir tentang data diri dan data transaksi yang dilakukan.no telephone dan sisanya.atau telephone. karena jika itu terjadi. berikan pilihan cara pembayaran yang nyaman dan aman. Metode Pembayaran : Gunakan metode pembayaran yang kebanyakan orang menggunakanya. hanya didepan komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet. mereka tentunya tidak ingin diperberat dengan sebuah hal yang bertele-tele dan rumit. mending beli toko dekat rumah. Intinya jangan hilangkan image dan kelebihan yang di berikan jika berbelanja yaitu nyaman.. seperti nama lengkap.mudah. tapi semudah apa untuk melakukan sembuah transaksi itu? . internet adalah tempat yang pas untuk melakukan pembelian. murah dan langsung diterima.mudah. . atau usahakan jangan sampai pembeli menghubungi anda lebih dari sekali untuk memastikan pesanan mereka sudah dikirim atau belum. alamat.cepat dan dari mana saja. Anda bisa menawarkan sistem pembayaran dengan pemesanan melalui email. memang untuk kenyamanan.

yaitu kenyamanan adalah hal yang pokok dalam setiap transaksi. Garansi : Berikan jaminan garansi kepada pembeli tentang produk anda jika produk tersebut rusak atau tidak dapat digunakan dalam beberapa bulan atau tahun maka bisa diganti produk yang baruJjika anda berani memberikan jaminan ketahanan dan ke efektifan produk anda. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diataranya : . apa yang membuat mereka nyaman untuk membeli produk anda.jika anda yakin.berarti anda yakin bahwa produk anda adalah produk yang pasti pas untuk solusi masalah pembeli anda.otomatis pembeli anda juga yakin dengan apa yang anda berikan. Panduan membeli : Berikan tips dan panduan membeli produk yang sejenis dengan anda.berikan jaminan uang kembali jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan yang anda sampaikan tentang produk anda dalam beberapa bulan . . Jaminan uang kembali : Untuk menghindari rasa penyesalan dari diri pembeli anda.karena percaya diri bersifat menular. jangan pernah tinggalkan satu hal ini.c. Kenyamanan Dalam strategi pemasaran. apa yang membuat mereka nyaman untuk memilih anda sebagai partner bisnis nya. Orang-orang tidak ingin tertipu dengan hal-hal baik Tehnik Pembnihan Tanaman 378 . sebelum pembeli membeli produk dari anda. dan jika pembeli ingin membeli produk anda.

kemasan yang digunakan dalam mengirimkan dan waktu yang dibutuhkan. kendaraan apa yang digunakan.tapi hanya kelebihankelebihan produk yang sempurna bagai tanpa cela. kepercayaan pelanggan kepada. kebanyakan orang menggunakan atau mengikuti sesuatu berdasarkan trend yang sedang beredar dilingkungan mereka.. jadi berikan informasi tentang cara pengiriman.memang ada yang bisa percaya. atau secara halusnya. karena menunggu adalah pekerjaan yaaang paling membosankan. karena anda bisa mennguraikan secara detail apa-apa saja yang harus diperhatikan untuk sebuah produk sejenis anda.artinya semua yang anda uraikan sudah dimiliki oleh produk anda. bukan tidak mungkin yang lain juga mengatakan bagus.Kebanyakan pemasar-pemasar produk dan jasa tidak memberikan hal-hal diatas. selain anda bisa dipercaya. d. perusahaan anda akan lebih terkesan profesional. Proses pengiriman : Dalam strategi ini perlu sebuah struktur perusahaan yang kuat dan arsitektur proses kinerja yang mapan. tidak ada salahnya untuk diuraikan sebagai tambahan yang mungkin berguna. karena anda harus menjalankan komitmen secara akurat.namun alangkah bagusnya jika kepercayaan mereka di bareng dengan keyakinan dan keputusan yang bulat agar tidak timbul penyesalan point yang anda dapat disini adalah. kecepatan sebuah proses pengiriman dan penerimaan produk yang anda jual ke tangan pembeli adalah salah satu strategi meningkatkan kenyamanan. contohnya saja untuk sebuah proses pengiriman.yang ditawarkan tanpa tau apa kekurangan dan kelebihanya dan apakah mengandung resiko atau tidak. . bisa kita sebut sebuah sugesti. perincian biaya pengiriman. Gengsi Menurut survey yang dilakukan untuk pasar di indonesia. jika seseorang mengatakan bagus. ada beberapa karakter . dalam strategi pemasaran ini.

konsumen tipe ini sangat memperhatikan tren dan trade mark yang ada. semakin ingin mereka mengikuti bahkan tidak perlu tahu fungsi dan kelebihanya. Tehnik Pembnihan Tanaman 379 . pengusaha pada umumnya menambahkan keuntungan sekitar 25-50% datri biaya produksi tergantung product. Semakin ramai yang menggunakan produk dan jasa anda. lalu dilakukan analisis BEP (lihat BAB 11). 1) Menghitung harga penjualan. Harga penjualan produk berupa benih tanaman dihitung dari semua komponen biaya produksi. maka harus dihitung terlebih dahulu harga jual dari produk yang akan dijual. Dari analisis usaha tersebut dapat diprediksi jumlah produksi minimal yang harus diproduksi. sasaran dan target penjualan. semakin ingin mereka untuk mengikuti keramaian tersebut. antara lain The Followers. Memasarkan benih tanaman Sebelum melakukan pemasaran benih tanaman. semakin ramai tempat yang dikunjungi.konsumen yang ada. e. Harga jual dapat pula ditentukn berdasarkan survey pemasaran sehingga didapat harga jual yang masih menguntungkan perusahaan dan kompetitif. strategi promisi dan sistem penjualan. place dan promotion (marketing mix). Untuk menentukan harga penjualan. price.

Promosi tidak langsung pada umumnya melalui propaganda.000 benih kelapa sawit. pengenalan produk door to door dan pemberian produk secara gratis dan lain-lain. 3) Menentukan strategi promosi .Sebelum memutuskan untuk mengimplementasikan salah satu strategi marketing. Promosi langsung adalah dengan cara mengikuti pameran produk. Strategi promosi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. diskusi panel keunggulan produk dan lain-lain. seminar. Kalimantan Barat.000 13. Metode ini akan mengurangi resika kerugian bagi perusahaan. sehingga target pejualan harus direncanakan antara 11. pemasangan beaner. Target penjualan minimal harus lebih besar 25-50% dari BEP unit/produk benih. Target penjualan sama dengan sasaran penjulan yang harus ditentukan sebelum kegiatan produksi dilakukan. Salah satu contoh sasaran kelapa sawit di dalam negeri adalah propinsi-propinsi yang mempunyai visi dan misi mengembangkan kelapa sawit secara besar-besaran seperti propinsi Riau. Kalimantan Timur dan Medan. Contoh pada BAB 11.533 benih kelapa sawit. Untuk benih kelapa sawit tentu saja sasaran pemasarannya dapat berupa klien individu atau pun kelompok/ perusahaan. lokakarya. Sedangkan sasaran di luar negeri adalah Malaysia. booklet. Sasaran pemasaran adalah perkiraan konsumen/ klien yang akan dijadikan fokus penjualan. BEP produk adalah 86. sebaiknya dilakukan dahulu promosi.2) Merencanakan sasaran dan target penjulan Sasaran dan target penjualan harus ditentukan sebelum produksi dimulai. penyebaran leaflet. 4) Menentukan sistem penjualan Strategi penjualan yang dapat ditempuh oleh perusahaan benih kelapa .

Marketing adalah penjulan produk melalui saluran pemasaran.sawit atau durian adalah seling dan marketing. Selling dapat dilakukan secara langsung oleh pengusaha kepada komsumen. agen dan pengecer. dan MLM (Multy Level Marketing). Contoh dari marketing adalah penjualan melalui distributor. Tehnik Pembnihan Tanaman 380 . Metode marketing dapat dilakukan melalui internet.

Pelanggan adalah asset yang . berorientasi pada tugas. Jiwa marketing dan motovasi tim . . disiplin. keorisinilan. Pentingnya informasi . mempunyai kemampuan menjual dan memiliki tanggung jawab moral. Kepercayaan . Penjulan Dasar-dasar strategi pemasaran . siswa telah mampu menguasai kompetensi memasarkan benih tanaman. Gengsi . pengambilan resiko. Perlunya rasa kekeluargaan. Kenyamanan . Strategi dan visi serta misi. kepemimpinan. Berorientasi ke masa depan. .mempunyai naluri dan intuisi yang tajam. Percaya diri.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 10. professional. Pengertian kewirausahaan Ciri dan karakteristik wirausahawan Orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaan bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. Kemudahan .

Deskripsikan alas an anda memilih orang tersebut.000. Lakukan permainan peran dengan tema penjulan benih kelapa sawit ke Negara Malaysia..000. Lakukan identifikasi jiwa kewirausahaan pada minimal 2 teman anda.10. Tehnik Pembnihan Tanaman 381 . TUGAS: 1. 2. 2. Siapa pengusaha idola anda.berharga SOAL: 1.per bulan. Ada berapa persen ciri dan karakter wirausaha yang teman anda miliki. Bagaima teknik penjualan benih tanaman pangan dan hias agar omset penjualan anda minimal Rp.

perbedaan iklim dan hal-hal yang menyangkut kondisi lahan. Asumsi lain yang digunakan adalah usaha tani dilakukan dengan sistem monokultur dan kegiatan usaha berorientasi pada pasar komersial.BAB 11. analisis keuntungan. Untuk itu. (b) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan tambahan . Semua perhitungan di dalam analisis ini berdasarkan satuan unit usaha dan masa pembenihan satu periode (siklus pembenihan). ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN Untuk mengetahui suatu usaha layak untuk dilaksanakan atau tidak layak dilaksanakan maka perlu dilakukan analisis usaha tani. Sifat analisis ini adalah tidak tetap. dan lainlain. Sebelum memutuskan untuk memulai suatu kegiatan bisnis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian. suatu kegiatan usaha tani dapat dikatakan berhasil dalam segi finansial apabila dapat menunjukkan hal-hal sebagai berikut : (a) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan yang dapat menutup semua biaya atau pengeluarannya. maka perhitungan untung (atau rugi) dan kemungkinan terjadinya kegagalan merupakan faktor utama yang selalu menjadi bahan pertimbangan. Secara umum. analisis titik impas (break even point). artinya semua harga yang ditentukan di dalam analisis ini akan sangat dipengaruhi oleh waktu dan kondisi pasar. usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian yang dibahas dalam tulisan ini dapat disusun analisis usaha taninya yang meliputi analisis biaya produksi. Oleh karena itu analisis usaha tani ini merupakan suatu contoh perhitungan . analisis modal usaha tani.

pupuk dan obat-obatan.untuk membayar bunga modal yang dipakai. Sedangkan unsur-unsur dalam biaya variabel meliputi sarana produksi. Sebagai contoh. baik modal sendiri maupun modal yang dipinjam dari pihak lain. praktis biaya ini menjadi nol. Komponen biaya tetap terdiri dari biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan lahan (sewa lahan). jika produk yang dihasilkan adalah jumlah polibag yang diisi dan dengan media tanam dan benih. tenaga kerja. Secara umum biaya dikelompokkan kepada biaya tetap dan biaya variabel. tenaga kerja dan lain-lain. tenaga kerja. polibag. Dalam analisis ini biaya variabel terdiri dari biji siap tanam. alat-alat serta sarana produksi. Dalam pengolahan tanah biaya variabel adalah jumlah ongkos yang dikeluarkan untuk mengolah sejumlah luasan lahan. baik menggunakan tenaga kerja maupun dengan traktor. Unsur biaya tetap terdiri dari sewa lahan. pajak dan lain-lain. dan (c) usaha tani tersebut memberikan jasa pengelolaan yang wajar kepada pelaku usaha tani tersebut. Biaya variabel ini berhubungan langsung dengan jumlah produk yang dihasilkan atau yang akan dihasilkan. Biaya usaha tani meliputi semua ongkosongkos yang merupakan pengorbanan dalam pengadaan input produksi. Pengertian biaya tetapi ini adalah bahwa biaya tersebut . Dengan demikian biaya variabel mengandung makna bahwa jumlah biaya akan bervariasi tergantung dari sekala usaha yang dijalankan. maka semakin banyak tenaga kerja dikerahkan untuk mengisi polibag maka hasilnyapun akan semakin tinggi. Jika usaha dihentikan. Tinggi rendahnya biaya suatu usaha tani ditentukan oleh besarnya skala usaha dan efisiensi penggunaan modal. Besar kecilnya produk yang dihasilkan akan sangat bergantung dari biaya variabel yang dikeluarkan.

tetap saja dikeluarkan walaupun proses produksi tidak dijalankan. Sewa lahan Tehnik Pembenihan Tanaman 382 .

Suatu usaha dapat memiliki R/C ratio = 1 jika jumlah penerimaan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Ratio ini mengambarkan kemampuan peneriamaan usaha. B/C ratio ini biayasnya dilakukan untuk menilai kinerja keuangan dari suatu usaha pada tiap kali siklus produksi. 11. Analisis R/C ratio Disamping B/C ratio. artinya usaha tersebut mendapatkan marjin posiitif . Analisis usaha pembenihan tanaman Untuk menilai kinerja atau performa suatu usaha. Analisis B/C ratio B/C ratio (benefit/cost) merupakan perbandingan antara keuntungan yang didapatkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. return on investment (ROI). Komponen biaya yang dijadikan pembanding biasanya adalah biaya produksi. dan keuntungan. Break even point analysis (BEP). b. secara sedehana dapat dilakukan analisis perbandingan berbagai komponen biaya.tetap menjadi beban pengusaha walaupun pengusaha tersebut tidak menjalankan kegiatannya. Beberapa contoh analisis perbandingan tersebut. kinerja keuangan sejenis yang biasa dapat digunakan adalah R/C ratio (revenue/cost). R/C ratio.1. biasanya dinamakan ratio. Keuntungan merupakan selisih yang diperoleh dari pendapan (hasil penjualan) dikurangi biaya-biaya. pendapatan. Analisis ini menunjukkan seberapa besar suatu usaha menghasilkan keuntungan. return on assets (ROA) dan sebagainya. yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang. a. adalah B/C rasio. Usaha yang baik tentunya harus mendapatkan R/C ratio yang lebih besar dari 1.

c.(keuntungan). Analisis BEP Analisis titik impas. Nilai-nilai yang berada di bawah titik impas menunjukkan bahwa usaha mengalami kerugian. Dalam lanjutan analisis terlihat bahwa kelayakan usaha untuk B/C ratio kelapa sawit menunjukkan nilai 1. Titik impas sendiri dapat dinyatakan dalam jumlah rupiah pendapat yang diharus diperoleh atau dalam jumlah unit barang yang harus dihasilkan agar suatu usaha tidak mengalami kerugian. Oleh karena itu. Rasio ini bisanya dinyatakan dalam persen (%). sedangkan analisis ROI dan ROA umumnya dilakukan untuk satu periode tahun anggaran. Sedangkan analisis ROA (return on assets) adalah perbandingan antara keuntungan (return) dibandingkan dengan nilai asset usaha (aktiva). biasanya disebut sebagai analisis BEP (break even point). d. Titik impas adalah suatu keadaan dimana suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan. tetapi tidak pula menderita kerugian.31 sedangkan B/C rasio untuk pembenihan durian adalah 1. Ratio ini menggambarkan kemampuan usaha untuk membiayai pengadaan asset usaha. R/C ratio dan BEP umumnya dapat diterapkan dalam setiap siklus produksi. setiap usaha harus mampu melebihi titik impasanya. Analis ROI Selanjutnya. Analisis B/C ratio. Analisis ini menujukkan kemampuan usaha untuk mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan oleh si pemilik usaha.30 yang berarti bahwa manfaat yang diterima dalam satu musim tanam leih besar dari biaya yang Tehnik Pembenihan Tanaman 383 . analisis ROI (return on investment) yaitu perbandingan antara keuntungan (return) dengan besarnya investasi yang telah dikeluarkan.

maupun bahan bakar (biodiesel). distribusi dan pelayanan purna jual. Kelapa sawit (Elaeis sp. Sebelum menghitung analisis usaha kelapa sawit. minyak industri. Perkebunannya menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Berikut ini akan diinformasikan tentang berbagai faktor yang terkait dengan teknik budidaya di pembenihan kelapa sawit. teknik pengepakan/pengemasan. Analisis titik impas yang menunjukkan titik dimana terjadi pulang modal. Contoh perhitungan analisis usaha pada kelapa sawit. 11. Oleh karena itu jika petani dapat menghasilkan benih kelapa sawit dan durian lebih dari tingkat produksi tersebut maka petani diharapkan dapat meraih keuntungan. teknik budidaya. Pada contoh perhitungan analisis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian akan dihitung B/C dan R/C. Untuk analisis R/C ratio atau besarnya perbandingan laba terhadap biaya produksi.2.518 benih durian dengan kondisi layak jual.dikeluarkan. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah . Artinya usaha ini secara sederhana dapat dikatakan layak untuk dijalankan. dalam analisis ini ditunjukkan dalam analisis ROI (return on investment) maka selurUh modal akan dapat dibayar dalam dua kali musim pembenihan. sumberdaya manusia yang dibutuhkan. yaitu kondisi dimana usaha tani belum menunjukkan laba tetapi tidak merugi dapat dicapai pada tingkat produksi sebesar 86.) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak goreng (palm oil). Jika seluruh laba digunakan untuk membayar modal usaha tani.533 benih kelapa sawit dan 6. harus difahami terlebih dahulu tentang peluang pemasaran.

Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. ungu. Kelapa sawit berbentuk pohon. diperkirakan bahwa pada tahun 2009 Indonesia akan menempati posisi pertama. Jawa. Syarat Tumbuh Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. dan Sulawesi. kandungan asam lemak bebas (FFA. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. a. Setelah melewati fase matang. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. pantai timur Sumatra.Malaysia. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak dihasilkan oleh buah. Buah sawit matang pada Tehnik Pembenihan Tanaman 384 . free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. namun proyeksi pada masa yang akan datang. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. Di Indonesia penyebaran kelapa sawit berada di daerah Aceh.

Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil.Pisifera. dan Tenera. Struktur tubuh dan berbagai organ kelapa sawit. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. Untuk pembibitan massal. Kelapa sawit berbentuk pohon. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. 2000-2500 mm setahun Kelapa sawit memiliki banyak jenis. Habitat untuk kelapa sawit adalah daerah semak belukar. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. digunakan teknik kultur jaringan. Gambar 11. Tingginya dapat mencapai 24 meter.1 . Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU 15° LS). Kelapa sawit hanya dapat tumbuh di daerah tropis. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera.kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Akar serabut. Tanaman sawit dengan tipe cangkang . Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.

Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). 2000-2500 mm setahun. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif.15° LS). Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU . Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%.pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Tehnik Pembenihan Tanaman 385 .

Tanah memiliki derajat keasaman (pH) antara 4-6.500-4. Curah hujan tahunan antara 1. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaban 60-80% dengan temperatur 35ºC.000 mm. optimal 2. Benih kelapa sawit mengalami masa dormansi yang cukup panjang. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. Media Tanam Tanah yang baik untuk budidaya kelapa sawit harus mengandung banyak lempung.000 mm/tahun. Ketinggian tempat yang ideal bagi pembenihan kelapa sawit adalah antara 1-400 m dpl. Ultisol dan Aluvial yang meliputi tanah gambut. Pembibitan Pembibitan tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara generatif . dapat dijadikan media pembibitan kelapa sawit.Kelapa sawit memiliki banyak jenis. c. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. b. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Pisifera. Tanah Latosol. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera.000-3. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. beraerasi baik dan subur. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. dan Tenera.

Cuci biji dengan air dan masukkan kedalam larutan Dithane M45 0. Rendam biji dalam air selama 6 7 hari dan ganti air tiap hari. e.2% selama 2 menit. Teknik pembibitan . lalu rendam dalam larutan Dithane M . Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji. f. Persyaratan benih Benih-benih yang dihasilkan oleh produsen resmi ini mempunyai kualitas sangat baik ini berasal dari induk jelas asal usulnya seperti Delidura dan bapak Pisifera.dan saat ini sudah dilakukan kultur jaringan untuk memperbanyak benih kelapa sawit. Pengecambahan benih Tangkai buah dilepaskan dari spikeletnya. Biji dikeringanginkan. Masukan biji kedalam kaleng pengecembahan dan tempatkan dalam ruangan dengan temperatur 39ºC dan kelembaban 60 70% Tehnik Pembenihan Tanaman 386 .45 0. Tandan buah diperam selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air. Keringkan dan seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam Semua benih disimpan di dalam ruangan bersuhu 27ºC dan kelembaban 6070% sebelum dikecambahkan.2% selama 3 menit. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari. d.

Kebutuhan bibit per hektar antara 12. 60 x 60 cm. Setiap 7 hari benih dikeringanginkan selama 3 menit. Cara langsung Kecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada . 65 x 65 cm. Setelah 60 hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 30% dan dikeringanginkan lagi. 85 x 85 cm. Tanah di polybag harus selalu lembab. 70 x 70 cm. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0.000 butir. Kecambah di tanam sedalam 2 cm.500 sampai 25. Jarak tanam biji dipembibitan adalah 50 x 50 cm. Sebelum bibit ditanam. Simpan polybag dibedengan dengan diameter 120 cm.5 2.1 mm yang berisi 15 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. siram tanah di dalam polybag sampai lembab. Setelah 10 hari benih berkecambah pada hari ke 30 tidak digunakan lagi.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. 90 x 90 cm atau 100 x 100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi. Masukkan biji ke dalam larutan Dithane M 45 0. 2).2% selama 1 2 menit.selama 60 hari. diratakan dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman. Setelah berumur 3 4 bulan dan berdaun 4 5 helai bibit dipindah tanamkan ke pembibitan. Lahan pembibitan dibersihkan. Cara tak langsung Kecambah dimasukkan ke dalam polybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1. 1). 80 x 80 cm. Simpan benih diruangan bersuhu 27ºC. Polybag disusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas. Terdapat dua teknik pembibitan yaitu (1) cara dua tahap melalui dederan (prenursery) dan (2) cara langsung tanpa dederan.

Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 8 mm. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Bibit yang tumbuh abnormal.Cara ini menghemat tenaga dan biaya. Cara lain mencegah gulma adalah menaburkan serasah di polybag.1. Kebutuhan air sekitar 2 liter untuk setiap polybag. Seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan. Gulma dibuang/dicabut atau disemprot herbisida setiap 3 bulan. Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan. d.cara pembibitan. Tehnik Pembenihan Tanaman 387 . Penyiangan dilakukan 2 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan dan diberikan dalam larutan urea atau pupuk majemuk (Tabel 11.).

00 NPKMg (15.50 122.1.15.00 NPKMg .4) 50 gr 122. Standar jumlah Kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Penggunaan Pupuk.4) 25 gr 61. Jumlah Kebutuhan Pupuk Untuk Benih Kelapa Sawit.500. jumlah kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Pemupukan Tanaman Tan. OST Rajawali Tan. Tanaman NPKMg (15.6.Tabel 11.15.250.6.25 61.

750.00 NPKMg (12.12.12.75 281.67 OST OST Rajawali Rajawali gram 0 0 0.000.67 36.00 77.(12.17.666.50 gr 36.666.2) 230 gr 563. kerja (NPKMg) 20 times 73.67 36.2) 115 gr 281.500.33 73.00 Kiserit 55 gr 77.33 Man Power (NPKMg) 10 kali 36.333.67 T.00 Kiserit 27.17.50 563.00 .

00 (OST Rajawali) 1 kali 3.0.15.333.17.00 125. Umur bibit 8 16 minggu . rustica .33 Total Cost 546.666.2%. Umur bibit 6 7 larutan urea 0.00 T.67 3.000. dosis 4 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.00 0.67 Rajawali) Biaya Total 836. rustica 12.6.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.33 Pemupukan dilakukan pada umur bibit 4 5 minggu larutan urea 0. kerja Man Power (OST 0. Umur bibit 17 20 minggu.83 836.2%.00 50 grams 50 gr 125. rustica 15. 3 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.833. Umur bibit 21 28 minggu.12.83 546.

rustica 12.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.17. Hama dan Penyakit 1) Nematoda. rustica 12. Gejala : daun menjadi mengkilap dan daun berwarna bronz. g.12. daun berubah warna menjadi kuning dan mengering.2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.17. Bagian yang diserang adalah daun. Umur bibit 29 40 minggu. Bagian yang diserang adalah daun. Umur bibit 41 48 minggu. Penyebabnya adalah nematoda rhadinaphelenchus cocophilus.12.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. 3) Ulat Setora Penyebab setora nitens. Gejala yang ditimbulkan adalah : pusat mahkota mengerdil.1 0. Pengendalian menggunakan insektisida Hosation 25 Tehnik Pembenihan Tanaman 388 . Gejala : daun dimakan sehingga yang tersisa hanya lidinya saja. Bagian yang diserang adalah akar.17.12.12. Pengendalian : dengan meracuni pohon dengan natrium arsenit dan setelah mati dibongkar dan dibakar. tandan buah menjadi busuk. Pengendalian menggunakan aktrisida tetradifon 0. 2) Tunggau Penyebab : Tunggau Merah (Oliganycus).2%. daun baru tergulung dan tegak.

UI.V, sevin 85 ES, Dursban 20 EC pada konsentrasi 0,2 0,3%. 4) Oil Palm Bunch Moth. Penyebab Tiorathaba mudella. Bagian yang diserang adalah buah muda dan kadang-kadang tandan buah. Gejala : buah muda berlubang, tandan buah busuk. Pengendalian menggunakan insektisida dipteres/thiodam (0,55 kg/370 liter air). Selain itu dilakukan pemberantasan biologi dengan parasit tabuhan dan lalat parasit. 5) Kumbang Oryctes. Penyebab oryctes rhynoceros. Bagian yang diserang adalah titik tumbuh, bakal daun. Gejala daun seperti terpotong gunting; pada serangan berat serangga akan mati. Pengendalian peningkatan sanitasi dan pemberantasan biologi dengan parasit jamur. 6) Babi hutan dan tikus. Babi hutan dan tikus biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang masih muda. Untuk hama tikus biasanya pengendalian dilakukan dengan menggunakan/memelihara burung hantu. h. Penyakit 1) Root Blast. Penyebab : rhizoctonia lamcllifera dan Phythium Sp. Bagian yang diserang adalah akar. Gejala : bibit persemaian mati mendadak. Tanaman dewasa layu dan mati. Selain itu terlihat adanya pembusukan akar. Pengendalian : pembuatan persemai yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, pengendalian bibit lebih dari 11 bulan. 2) Garis Kuning. Penyebab fusarium oxysporum. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala : bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.

3) Dry Basal Rot. Penyebab ceratocytis paradoxa. Bagian yang diserang adalah batang. Gejala : pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering, daun muda mati dan kering. Pengendalian adalah dengan menanam bibit yang telah di inokulasi. Asumsi yang digunakan dalam penghitungan analisis usaha kelapa sawit adalah sebagai berikut: . Semua harga dalam rupiah . Hari Orang Bulan sebesar Rp. 1.000.000,. Hari orang kerja sebesar Rp.20.000 per hari . Harga satu benih kelapa sawit adalah sebesar Rp.350,00 . Harga alat dan mesin untuk berbagai kegiatan pembenihan meruapakan harga perkiraan . Perkiraan Harga pupuk dan pestisida mengacu pada tahun 2000-2005 dari PT Rajawali . Harga benih kelapa sawit Rp. 12.000,Tehnik Pembenihan Tanaman 389

Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Kelapa Sawit Seluas 20 Hektar No Kegiatan Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana Satua n Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Sewa Lahan 10 Hektar 2,000,000.00 20,000,000.00 Persiapan lahan pembenihan 10 unit 500,000.00 5,000,000.00 Pembangunan bedengan dan naungan 1 unit 75,000,000.00 75,000,000.00 Membangun gudang 1 unit 20,000,000.00 20,000,000.00 Memasang instalasi air

1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Mengisi dan menyususn baby-bag 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Menanam kecanbah 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Perawatan semai 72 HOB 100,000.00 7,200,000.00 - Penyiraman 36 HOB 100,000.00 3,600,000.00 - Pemupukan 4,000.00 HOK 20,000.00 80,000,000.00 - Pengendalian HP

72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Pengendalian gulma 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Seleksi semai 18 HOB 1,000,000.00 18,000,000.00 - Pengisian dan penyusunan polybag 1,250.00 HOK 20,000.00 25,000,000.00 - transplanting 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Penyiraman 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00

- Seleksi bibit 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00 - Pemanenan 200 HOK 20,000.00 4,000,000.00 Penyediaan Sarana Pembelian mesin pompa 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 pembangunan sumber air/menara 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 Pembelian polybag 100 KG 26,000.00 2,600,000.00 PemBelian benih generatif 400,000.00 BUAH 400.00

160,000,000.00 Kendaraan projek 1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Pupuk 200000 tan 500 100,000,000.00 Pestisida 200000 tan 350 70,000,000.00 Biaya produksi 1,038,400,000.00 Harga jual 200000 12000 2,400,000,000.00 B/C 1.31 R/C 2.31

Perkiraan keuntungan/periode pembenihan (12 bulan) 1,361,600,000.00 Tehnik Pembenihan Tanaman 390

11.3. Analisis usaha pembenihan durian Berbagai teknik dan trik dalam proses okulasi telah diinformasikan dengan jelas pada BAB 3 Benih hasil okulasi memungkinkan untuk dijadikan usaha yang menguntungkan di bidang pertanian. Adapun analis usaha pembenihan durian secara okulasi dibahas pada Tabel 11.3. Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Durian Okulasi Sebanyak 10.000 Tanaman No Kegiatan 1 Sewa lahan 2 Pembuatan pembibitan 3 Penyiapan media semai 4 Pengisian polybag 5 Penyemaian 6 Okulasi 7 Pemeliharaan bibit 8 Biji durian 9 polybag 10 Pupuk kandang 11 tali rafia 12 mata entres 13 Pupuk dan pestisida 14 Pisau okulasi 15 gunting stek 16 cangkul 17 gembor 18 Pemasaran Biaya produksi Harga benih durian: (asumsi SR benih 60%) Perkiraan keuntungan B/C R/C

Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana 1 20 5 50 20 100 500 10 50 100 1 20000 10000 55111 6,000 Satuan 1000 m2 HOK HOK HOK HOK HOK HOK Biji Kg karung gulung buah unit buah buah buah buah paket Tanaman Harga Satuan (Rp) 3,000,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 50,000.00 25,000.00 100.00 24,000.00 4,000.00 50,000.00 100.00 500.00 1,000,000.00

100,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 15,000 Jumlah (Rp) 3,000,000.00 500,000.00 125,000.00 1,250,000.00 500,000.00 5,000,000.00 12,500,000.00 1,000.00 1,200,000.00 400,000.00 50,000.00 2,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00 500,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 39,106,000.00 90,000,000.00 50,894,000.00 1.30 1.77

Tehnik Pembenihan Tanaman 391

Ringkasan Setelah mempelajari BAB 11. siswa telah mampu menguasai kompetensi menganalisis usaha pembenihan tanaman. Menghitung biaya produksi Menghitung pendapatan Biaya produksi adalah semua komponen biaya yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja dan kemasan, Menghitung pendapatan berfungsi untuk memperkirakan seluruh pendapatan dari satu kali periode produski suatu barang / jasa. Penghitungan dilakukan dengan cara mengalikan jumlah unit barang/ produk yang dihasilkan dengan harga jual produk/barang/ jasa. Menentukan B/C Menghitung BEP B/C rasio adalah perbandingan antara laba dengan biaya total yang dikelurkan. BEP adalah titik inpas dimana usaha tidak mangalami kerugian maupun keuntungan. Satuan BEP dapat digunakan dalam bentuk analisis keuangan atau jumlah unit minimal yang harus diproduksi agar usaha tidak merugi. Contoh perhitungan B/C, R/C, dan BEP pembeniha kelapa sawit dan durian . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit SOAL: 1. Jelaskan tentang biaya produksi dari unit produksi pembenihan di sekolah 2. Hitung B/C. R/C dan BEP unit produksi pembenihan salah seorang penangkar beni h yang saudara kenal. 3. jelaskan keuntungan dari masing-masing teknik analisis usaha B/C dan BEP TUGAS: 1. Lakukan observasi harga terkini dari analisis usaha kelapa sawit dan durian. 2. Lakukan analisis terhadap biaya produksi kelapa sawit dan durian sesuai denga n karakteristik usaha yang terdapat di lingkungan sekolah. Tehnik Pembenihan Tanaman 392

393 DAFTAR PUSTAKA Abadi, L.A. 2000. Ilmu Penyakit Tumbuhan, Dasar-dasar dan Penerapannya. Lemlit Fakultas Pertanian Univ. Brawijaya Malang. 236 hal. Anonim. 1985. Rekomendasi Pengendalian Jasad Pengganggu Tanaman Pangan di Indonesia. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Anonim. 1989. Petunjuk Teknis Penanganan Pasca Panen. Direktorat Bina Usaha Petani dan Pengelolaan Hasil Tanaman Pangan. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta, 162 hal. Anonim. 2002. Ensiklopedia IPTEK, Ensiklopedia Sains untuk Peljar dan Umum Jilid 3. Penerbit Lentera Abadi, Jakarta. 287 hal. Anonim, 2003. Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Agronomi (Pembenihan). Dep. Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. 292 hal. Anonim 2004. Standar Kompetensi Nasional Indonesia, Bidang Keahlian Kultur Jaringan. Departemen Pendidikan Nasional. 187 hal. Anonim. 2007. Sistem Pangan Organik, Standar Nasional Indonesia. Badan Standardisasi Nasional. Anonim. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 6. Kehidupan Tumbuhan dan Kehidupan Hewan. Grolier International Inc., Jakarta. 295 hal. Anonim. 2004. Oxford Ensiklopedia Pelajar Jilid 8, Edisi Bahasa Indonesia. Grolier International, Oxford University Press. 91 hal. Baehaki. 1993. Insektisida Pengendalian Hama Tanaman. Penerbit Angkasa Bandung. 148 hal. Darjanto dan Satifah, S. 1984. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Tehnik

Penyerbukan Silang Buatan. Penerbit Gramedia. Jakarta, 156 hal. Endah, J.E., dan Novozan. 2002. Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman. Penerbit Agromedia Pustaka. 98 ha. Fitter, A.H., dan R.K.M. Hay. 1998. Fisiolog Lingkungan Tanaman. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 421 hal. Hanafiah, K.A. 2005. Dasardasar Ilmu Tanah. Penerbit Raja Grafindo Persada. Jakarta. 360 hal. Hartono, M. 1999. Produksi Tanaman Buah Dalam Pot. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Harjadi, S.S. 1980. Pengantar Agronomi. Penerbit Gramedia Jakarta. 197 hal. Haryanto, I. 1999. Pertanian Organik Tanaman Sayuran Pengahsil Dasun. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hadisuwito, S. 2007. Membuat Pupuk Kompos Cair.

394 Agromedia Pusaka, Jakarta. 50 hal. Hartus, T. 2007. Berkebun Hidroponik Secara Murah. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 96 hal. Huffaker, C.B., dan P.S. Messenger. Ed., Teori dan Praktek Pengendalian Biologis. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. 352 hal. Jamaran, I. 1998. Penerapan Bioteknologi dalam Menghasilkan Produk Agribisnis yang Berdaya Saing Tinggi. Prosiding Seminar Kebangkitan Agribisnis Indonesia, Jakarta. 107 hal Jumin, H.B. 2005. Dasar-Dasar Agronomi, Edisi Revisi. Penerbit Rjagrafindo Persada. Jakarta. 250 hal. Justice, O.L., dan L.N. Bass. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Cetakan ketiga. Rajagrafindo Persada. Jakarta. 446 hal. Novizan. 2002. Petunjuk Pemakaian Pestisida. Agromedia Pustaka, Jakarta. 124 hal. Novizan, 2005. Petunjuk Pemupukn yang efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta. 130 hal. Nurwardani, P. 2002. Usahatani Tomat. Dep. Agama RI dan PPPG Pertanian Cianjur. 77 hal. Nurwardani, P. 2006. Khitosan Sebagai Bahan Pengendali Colletotrichum capsici (Sydow) Butler & Bisby. Disertasi. Universitas Brawijaya Malang. 138 hal. Nurwardani, P. 1999. Budidaya Tanaman Hortikultura. Modul. Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam, Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Departemen Agama Republik Indonesia. Nurwardani, P. 2007. Memproduksi Bio-

Insektisida. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertnian Cianjur. Nurwardani, P. 2007. Musuh Alami Organisme Pengganggu Tanaman. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertanian Cianjur. Oka, I.N., 2005. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 255 hal. Pahan, I. 2002. Kelapa Sawit, Panduan Lengkap Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 411 hal. Rasminah, S., 1990. Penyakit Benih (Seed Pathology). Penerbit Universitas Brawijaya, Malang. 71 hal. Santoso, I. 1980. Diagnosis Penyakit Tanaman. Terjemahan dari R.B. Streets. University of Arizona Press. Semangun, H. 2004. Penyakitpenyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia.

2000. Sukamto. Yogyakarta. Penerbit Kanisius. S.. Muhammadiyah Malang. 2005. Penerbit Swadaya. 1989. Morfologi Tumbuhan.S. Penerbit Gajah Mada University Press. Jakarta. 476 hal. Penerbit Papas Sinar Sinanti.395 Penerbit Gajah Mada Univ. dan F. Pertanian Organik. Subowo. L. 349 hal. 850 hal. Bandung. Modul. Nuraeni. 172 hal. Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. 170 hal. Tjitrosoepomo.S.2002. 1999.hal. L. 1987. Jakarta. Siregar. Edisi Kedua. Univ. Produksi Bibit Tanaman Buah-Buahan dengan Cara Mencangkok. Constabel. dan Susilowati. Yogyakarta. Sugandi.. Pengelolaan dan Pemasaran Cokelat. Y. Penerbit Angkasa. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sutanto. Hidroponik Rakit Apung. 218 hal. Jakarta. Botani Umum 1. 1991. Penerbit Penebar Swadaya Seri Agritekno. Mikrobiologi Dasar. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Riyadi dan L. 2002. Modul. 2007. Bndung. Suriawiria. T. Budidaya. G. Tjitrosomo. Biologi Sel. 1983. 1999. Penerbit ITB . Produksi Bibit Tanaman Buah-buahan Dengan Cara Okulasi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 268 hal. Gajahmada University Press. S.R.. Penerbit Angkasa. Metode Kultur Jaringan Tanaman. G. 2005. Mikrobiologi Umum. 79 hal Tjitrosoepomo. 286 hal. U. Aluyo. Press. Sutiyoso. Y. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 255. Wetter. Yogyakarta.H. R.

1992. Wirawan. 284 hal. Wudianto. . 120 hal. Penerbit Tarsito Bandung. dan C. 2006. T. Yatim. Geneika. 154 hal. Yahya. 1999. B. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2002. Memproduksi Benih Bersertifikat. Wisnuwati. Produksi Kompos dengan Tehnologi Effective Microorganism (EM). Sri Wahyuni.. Modul. Yuwono.Bandung. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Bioteknologi Pertanian. Sitanggang. 2004. 397 hal. S. R. Yogyakarta. Jakarta. 1983. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Penerbit Gajah Mada University Press. 191 hal. Yayasan Obor Indonesia. Glosarium Pertanian. Penerbit Swadaya. W. 201 hal. Penerbit Penebar Swadaya.

396 DAFTAR ISTILAH Absorpsi. Akar pertama tanaman yang berkembang / berasal dari radikel. bersel satu. Tujuannya untuk mencegah peningkatan panas sehingga proses pengeringan dapat berlangsung. Akar primer. Berkecambah. Aerasi. Penyerapan gas. Permulaan pertumbuhan atau perkembangan terutama digunakan pada spora atau benih. Daya kecambah di lapangan. Adsorbsi. Dormansi yang disebabkan oleh terjadinya kekacauan pada fungsi atau pada metabolisma akibat pengaruh suhu yang terlampau tinggi atau pemberian air yang berlebihan. Mikroorganisme sejenis bakteri yang berbentuk menyerupai pita. Endosperma. Jaringan di dalam benih yang berasal dari hasilperkawinan antar inti polar di dalm sel telur dengan salah satu . Melalukan udara luar ke tempat penyimpanan benih. Aktinomisetes. Ovari pada tumbuhan yang telah berkembang menjadi masak bersama-sama dengan bagian bunga lain yang berdekatan dengannya. ap air atau bahan hasil uraian lain oleh suatu permukaan benda padat halus. Organisma tumbuhan tingkat rendah berukuran mikroskopis. Calon tanaman yang berada di dalam benih. Munculnya kecambah yang beasal dari benih yang ditanam di lapangan. tidak berklorofil dan berkembang biak dengan cara membelah diri atau membentuk spora. Akar sekunder. Embrio. Penyerapan oleh sel atau jaringan hidup yang berada di dalam benih. Bakteri. Ovula masak yang terdiri dari embrio tanaman serta jaringan cadangan makanan serta seludang penutup. Cabang lateral akar primer. misalnya karbon aktif atau silika gel. Buah. Benih. Dormansi fisiologis.

Jaringan tersebut memberi makanan kepada embrio benih.inti sperma. Bahan katalis yang dihasilkan oleh benda hidup yang mampu membantu terjadinya perubahan kimiawi. . Enzim. Unsur keturunan suatu tumbuhan yang bersama-sama dengan lingkungan mengendalikan sifat-sifat individu tumbuhannya. Genotip. Misalnya tipe bunga. Pestisida. Bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan orgenisme pengganggu tanaman (OPT). bentuk lain dan lain-lain.

Media biakan. Perikarp. Daun embrio benih yang berukuran tebal dan befungsi sebagai tempat cadangan makanan. Virus. Benda hidup terkecil yang hanya mampu berkembang baik di dalam sel hidup. Jaringan benih terluar. Bahan yang digunakan di laboratorium untuk menumbuhkan organisma atau mikroorganisme. Calon akar pada benih atau ujung bagian bawah hipokotil embrio. . spesies atau genusnya berbeda dengan varietas. Slah satu hasil tindakan menanam atau membudidayakan. Vigor. Pembungkus benih yang berasal dari ovari. spesies atau genus induk betinanya. Bagian bunga yang menjadi benih atau biji setelah bunganya mengalami perubahan dan perkembangan lanjutan setelah pembuahan. Pengujian untuk menentukan kemampuan hidup. Jumlah yang dihasilkan misalnya satu ton jagung per hektar.397 Hibrida. Varietas yang dibudidayakan. Kotiledon. Pemisahan polong atau malai atau butiran benih dari tanamannya. Kulit benih. Kecambah. namun dapat pula berfungsi sebagai daun dalam arti yang sebnarnya yaitu melakukan fotosintesa. Mamapu tumbuh dan berkembang. Viabilitas. Plumula. Uji viabilitas. Radikel. Kemampuan untuk hidup tumbuh dan berkembang. Panen. Kultivar. Tunas muda dari embrio pada benih atau pada kecambah dan akan berkembang menjadi bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah. Hasil persilangan dari induk jantan yang varietas. Perontokan. Ovula. Viabel. Binatang mikroskopis yang menyerupai cacing. Nematoda. Kondisi yang mencerminkan kesehatan yang dan kebugaran alami. Tanaman muda yang berasal dari benih.

JGV"*Jctic"Gegtcp"Vgtvkpiik+"Tr0"90:::.22 KUDP"ZZZ/ZZZ/ZZZ/Z Dwmw"kpk"vgncj"fkpknck"qngj"Dcfcp"Uvcpfct"Pcukqpcn"Rgpfkfkmcp"*DUPR+"fcp"vgncj" fkp{cvcmcp" nc{cm" ugdcick" dwmw" vgmu" rgnclctcp" dgtfcuctmcp" Rgtcvwtcp" Ogpvg tk" Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn"Pqoqt"68"Vcjwp"4229"vcpiicn" 7"Fgugodgt"4229"vgpvcpi" Rgpgvcrcp"Dwmw"Vgmu"Rgnclctcp"{cpi"Ogogpwjk"U{ctcv"Mgnc{cmcp"wpvwm"Fkiw/ pcmcp"fcnco"Rtqugu"Rgodgnclctcp0 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful