Paristiyanti Nurwardani Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih untuk Sekolah Menengah Kejuruan Rctkuvk{cpvk"Pwtyctfcpk" VGMPKM

"RGODKDKVCP"VCPCOCP"FCP"RTQFWMUK"DGPKJ" wpvwm"UOM " Fktgmvqtcv"Rgodkpccp"Ugmqncj"Ogpgpicj"Mglwtwcp Fktgmvqtcv"Lgpfgtcn"Ocpclgogp"Rgpfkfkmcp"Fcuct"fcp"Ogpgpicj Fgrctvgogp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn

i Paristiyanti Nurwadani TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

ii Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Penulis : Paristiyanti Nurwadani Ilustrasi, Tata Letak : Perancang Kulit : Ukuran Buku : Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 410 NUR NURWADANI, Paristiyanti t Teknik Pembenihan Tanaman: Untuk SMK/oleh Paristiyanti Nurwadani. ---- Jakarta:Direktorat Pembinaan SMK, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

iii DAFTAR ISI Hal BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Potensi Pembenihan Tanaman 1 1.2. Peran Pembenihan Tanaman 5 BAB 2. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2.1. Anatomi Tumbuhan 7 2.2. Anatomi Dan Morfologi Biji Tumbuhan 14 2.3. Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan 14 BAB 3. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3.1. Dasar-dasar Pembibitan Tanaman dan Produksi benih 20 3.2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3) 20 3.3. Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian 23 3.4. Pohon Induk dan bibit Unggul 25 3.5. Batang Bawah Dan Batang Atas 27 3.6. Teknik Penyiapan Pembibitan 30 3.7. Teknik Pembenihan Tanaman Secara Vegetatif 35 3.8. Teknik Pemilihan Memproduksi Benih Vegetatif 68 3.9. Sertifikasi Benih 71 BAB 4. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4.1. Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman 78 4.2. Buah, Biji dan Perkembangan Biji 80 4.3. Penyerbukan (polinasi) 90 4.4. Teknik Produksi Benih Generatif Tanaman 92 4.5. Mutu Benih 106 4.6. Pengujian Kesehatan Benih 122 BAB 5. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5.1. Media Tumbuh 143 5.2. Sifat Fisik Tanah 148 5.3. Sifat Kimia Tanah 162 5.4. Teknik Pengolahan Tanah 162 5.5. Teknik Penanaman 163 5.6. Pemupukan 166 5.6.1. Pupuk Organik 167 5.6.2. Pupuk Anorganik 176 5.7. Pengairan 185 5.8. Air Tanah 186 5.9. Pemangkasan (prunning) 191 5.10. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) 193 a. hama 194

iv b. Penyakit Tanaman 1). Penyakit Non Infeksius 201 2). Penyakit infeksius 202 c. Gulma Tanaman 226 d. Teknik Pengendalian OPT 227 e. Implementasi pengendalian hama dan penyakit tanaman 236 f. Implementasi Pengendalian Gulma 240 Ringkasan, soal dan tugas BAB 6. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI 245 6.1. Perlakuan Pra-Panen 245 6.2. Perlakuan Pascapanen 254 6.3. Pra-panen Produksi Benih Padi Hibrida 255 6.4. Perlakuan Pascapanen 274 Ringkasan, Soal dan Tugas BAB 7. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI 7.1. Perlakuan Pra-Panen 281 7.2. Persyaratan Lahan 282 7.3. Benih Sumber 282 7.4. Waktu Tanam 283 7.5. Penyiapan Lahan 284 7.6. Penanaman dan Perlakuan Benih 285 7.7. Pemeliharaan 286 7.8. Pemanenan dan Perlakuan PAscapanen 289 Ringkasan, Soal dan Tugas 290 BAB 8. BIOTEKNOLOGI TANAMAN 295 8.1. Bioteknologi Tanaman 295 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman 295 8.3. Teknik Kultur In-vitro 306 8.4. Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi 322 Ringkasan, Soal dan Tugas 323 BAB 9. TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN 9.1. Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan 335 9.2. Peralatan Dan Bahan Kimia 335 9.3. Media Tanam 337 9.4. Beberapa Komposisi Media 349 9.5. Inisiasi Tunas dan Inokulasi 353 9.6. Teknik Kultur Suspensi Sel 354 9.7. Teknik Multiplikasi 355 9 8.. Teknik Aklimatisasi 358 9.9. Teknik Kultur Jaringan Pada Berbagai Tanaman 359 a. Teknik Kultur Jaringan Anggrek 359 b. Kultur Jaringan Tanaman Kopi 362 c. Rekayasa genetik pada tanaman tingkat tinggi 364 Ringkasan, Soal dan Tugas 365

v BAB 10. KEWIRAUSAHAAN 10.1. Pengertian Kewirausahaan 368 10.2. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan 10.3. Penjualan 370 a. Jiwa marketing dan motivasi tim 371 b. Perlunya rasa kekeluargaan 372 c. Strategi, visi dan misi 372 d. Pentingnya informasi 373 e. Pelanggan aset yang berharga 373 10.4. Dasar-dasar Strategi Pemasaran a. Kepercayaan 377 b. Kemudahan 377 c. Kenyamanan 378 d. Gengsi 379 e. Memasarkan benih Tanaman 379 Ringkasan, Soal dan Tugas 380 BAB 11. ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN 11.1. Analisis Usaha Pembenihan Tanaman 383 a. Analisis B/C ratio 383 b. Analisis R/C ratio 383 c. Analisis ROI 383 d. Analisis BEP 383 11.2. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Kelapa Sawit 384 11.3. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Durian 391 Ringkasan, Soal dan Tugas 392 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR ISTILAH 393 396

BAB 1. PENDAHULUAN Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan produksi. Dari sisi tata bahasa, teknik adalah suatu keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek yang produktif (Oxford, 2003); pembenihan adalah rangkaian proses budidaya tanaman untuk menghasilkan benih; sedangkan tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. Oleh karena itu, teknik perbenihan tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat memproduksi benih tanaman, baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal. Teknik produksi benih vegetatif pada umumnya dikelompokkan dalam 2 metoda, yaitu metoda konvensional dan modern. Teknik produksi benih vegetatif dengan metoda konvensional menggunakan teknik-teknik yang umum dilakukan oleh petani sedangkan teknik produksi benih vegetatif dengan metoda modern menerapakan ilmu biologi yang diintegrasikan dengan teknologi atau bioteknologi. Dalam hal ini bioteknologi yang yang diimplementasikan adalah teknik kultur jaringan. Proses produksi tanaman dimulai dengan benih ditanam, kemudian tanaman dipelihara danhasil tanaman (akar, umbi, batang, pucuk, daun, bunga, dan buah) dipanen. Kegiatan produksi pertanian memerlukan unit pembibitan tanaman. Pembibitan tanaman adalah suatu proses penyediaan bahan tanaman yang berasal dari benih tanaman (biji tanaman berkualitas baik dan siap untuk ditanam) atau bahan tanaman yang berasal dari organ vegetatif tanaman untuk menghasilkan bibit (bahan tanaman yang siap untuk ditanan di lapangan.

Teknik tanaman yang akan dikembangkan meliputi berbagai teknik dari setiap aspek pembi-bitan dan produksi benih serta teknik untuk mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman sehingga diperoleh hasil panen yang mempunyai kualitas yang baik dan kuantitas yang banyak. Untuk memutakhir-kan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam membudidayakan tanaman, akan dibahas teknik-teknik tanaman yang sedang trend seperti kultur jaringan dan bioteknologi. Dalam teknik pembibitan dan produksi benih akan diterangkan landasan teori dan langkah kerja tentang teknik penyiapan bahan ta-nam berupa benih dan bibit tanaman, persiapan lahan dan penanaman, pe-mupukan, pengairan, pengendalian hama, penyakit dan gulma, pemeliha-raan tanaman, perlakuan khusus pada tanaman, pembungaan dan pembuah-an, pemanenan dan pascapanen. Pada teknik pembibitaan tanaman akan diterangkan berbagai teknik praktis untuk menyetek, mencangkok, mengokulasi, menempel dan me-nyambung tunas, sampai memelihara bibit hasil perkembangbiakan secara vegetatif siap untuk ditanam. Kegiatan persiapan lahan dan penanaman merupakan awal budidaya tanaman. Untuk menumbuhkan profesionalisme dalam kompetensi ini, akan diinformasikan landasan teori tentang berbagai jenis tanah dan teknik perlakuan untuk tanah sehingga mempunyai kriteria yang optimal untuk kegiatan budidaya tanaman. Selama masa budidaya, kegiatan yang paling lama adalah pemeliharaan Teknik Pembenihan Tanaman 1

tanaman. Pada tahap pemeliharaan harus dikuasai berbagai teori tentang pupuk dan teknik-teknik pemupukan. Pengetahuan dasar yang baik tentang pupuk akan memudahkan pengelolaan pupuk dan mengembangkan formulasi yang tepat bagi tanaman agar penggunaannya efektif dan efisien. Teknik pemupukan sangat penting untuk dikuasai, agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Selama masa budidaya, tanaman sering mendapat masalah dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Yang termasuk OPT adalah hama, pemyakit dan gulma. Ketiga OPT tersebut harus dikendalikan agar tidak menimbulkan kerugian bagi tanaman. Untuk mengendalikan OPT, harus dikuasai berbagai teknik pengendaliannya, seperti pengen-dalian secara kultur teknis, fisik, mekanis, biologi, kimia dan pengen-dalian secara terpadu. Perkembangan dan citra pertanian di Indonesia identik dengan kotor dan cangkul. Untuk meningkatkan citra pertanian agar lebih modern dan bersih maka akan diinformasikan berbagai pengetahuan dasar tentang, teknik dan keterampilan mengelola bibit tanaman secara kultur jaringan serta berbagai sikap yang harus dikuasai agar menghasilkan bibit dan benih yang dapat tumbuh secara optimal. Dalam dua puluh tahun terakhir, perkembangan teknologi dalam bidang biologi berkembang dengan sangat pesat dan dikenal dengan bioteknologi . Penerapan bioteknologi untuk tanaman juga berkembang sangat pesat, sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi budidaya terutama dalam penyediaan bibit tanaman dan tanaman varietas unggul dalam waktu yang relatif singkat. Untuk memperkenalkan sekaligus memutakhirkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bioteknologi, maka akan dijelaskan

tentang berbagai teknik untuk memproduksi tanaman secara kultur jaringan. Dalam teknik kultur jaringan akan dipelajari mulai dari teknik menyiapkan sarana dan prasarana, tanaman induk, membuat media tanaman, inisiasi, subkultur, aklimatisasi dan pembesaran bibit hingga bibit siap tanam. Untuk menggambarkan berkembangan rekayasa genetika pada bidang pertanian, akan dibahas secara singkat tentang bioteknologi pertanian, mulai dari perkembangan berbagai penemuan pada bidang boteknologi, materi genetik dan beberapa contoh teknik kultur in vitro tanaman. 1.1. Potensi Perbenihan Tanaman Negara Republik Indonesia yang kita cintai mempunyai penduduk sebanyak 238 juta jiwa (WWW.DatastatistikIndonesia.com. , 2008). Sebagian besar penduduk Indonesia di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali makanan pokoknya adalah nasi. Di kepulauan Nusa Tenggara Timur makanan pokonya adalah jagung. Di Kepulauan Maluku dan Papua makanan pokonya adalah sagu. Kebutuhan beras untuk satu tahun adalah sebanyak 32,49 juta ton (www.depkoninfo.goid.,2008). Kebutuhan benih padi di indonesia adalah sebanyak 300.000 Ton per tahun. Produksi benih padi indonesia tahun 2007 adalah 106.700 ton. Hanya untuk kepentingan dalam negeri saja, masih terdapat peluang untuk mengupayakan produksi benih padi per tahun sekitar 103.300 ton per tahun. Hal ini tentu saja merupakan peluang usaha di bidang agrobisnis industri benih padi yang sangat prospetif untuk saat ini dan masa-masa yang akan datang. Menurut hasil analisa usaha, dalam satu kali periode produksi padi dihasilkan keuntungan rata-rata sebanyak Rp. 5.000.000,- sampai dengan

Teknik Pembenihan Tanaman 2

Rp.8.136.900,00 (www.litbang.deptan.go.id., 2008 dan www.medanbisnis.online., 2008). Tentu saja informasi ini merupakan berita gembira bagi sumberdaya manusia yang berminat membuka usaha di bidang pertanian. Oleh sebab itu sejaka lima tahun terakhir banyak perusahaan multinasional yang mengembangkan usaha baru di bidang perbenihan padi, terutama padi hibrida, diataranya adalah PT Sang Hyang Seri, PT Dupont Indonisia, PT Primatani, PT East West Seed, PT Primasid Andalan Utama. Hampir semua perusahaan tersebut dalam pengembangan produski masal benih padi, selalu mengadakan kerjasama dengan petani andalan dan kelompok tani yang pada umumnya menggunakan sistem inti-plasma. Sebagai sumberdaya manusia Indonesia yang bergerak di bidang pertanian, maka sebaiknya selalu meningkatkan kompetensi dalam bidang agrobisnis industri perbenihan. Kebutuhan benih jagung di Indonesia untuk tahun 2008 sekitar 47.600 ton. Produksi benih jagung di Indonesia pada tahun 2007 adalah sebanyak 35,150 ton (www.bisnis.com.2008). Sama halnya dengan potensi dalam agribisnis industri padi, maka potensi usaha dalam bidang agrobisnis industri jagung pun sangat menarik. Berdasarkan data di atas, untuk kepentingan dalam negeri, masih dibutuhkan benih jagung sekitar 12.450 ton benih jagung per tahun. Munurut informasi dari Bidang Penelitian dan Pengembangan-Depertemen pertanian keuntungan usaha dari produksi benih jagung adalah sebesar Rp.3.425.208,sampai dengan Rp.4.401.250,(www.litbang.deptan.go.id., 2008). Ilustrasi yang disampikan di atas, baru menganalisis dua benih makanan pokok masyarakat Indonesia. Bagaimana dengan potensi kebutuhan benih tanaman industri, contohnya adalah kelapa sawit dan karet. Kebutuhan benih kelapa sawit saat ini adalah sebanyak 230.000.000 benih dan sebagian besar diimport dari

Malaysia dan Costa Rica. Kebutuan benih kelapa sawit dari tahun ke tahun selalu memperlihatkan tren kenaikan. Oleh sebab itu prospek agrobisnis industri kelapa sawit merupakan pilihan cerdas untuk membuka usaha di masa yang akan datang (Badan Koordinasi Penanaman Modal, 2008). Perkembangan harga karet pada 3 tahun ini selalu meningkat sehingga investir dan masyarakat banyak yang beralih usaha dari bisnis di luar bidang pertanian berganti pengusaha agrobisnis. Berdasarkan fakta ini secara otomatis kebutuhan benih karet meningkat dan pada tahun 2008 permintaan benih karet mencapai 70.000.000 benih (BUMN, 2008). Dari kebutuhan benih karet sejumlah tersebut di atas hanya 50.000.000 benih karet yang dapat dihasilkan oleh pengusaha dan petani agrobisnis. Potensi baru dan peluang bisnis yang baik untuk SDM yang berkompeten di bidang perbenihan. Potensi agrobisnis industri benih tanaman hortikultura pun sangat baik untuk dipelajari. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura kebutuhan benih beberapa tanaman hortikultura masih harus diimport diantaranta adalah benih kentang 1.200.000,- kg, tanaman buah 418.000 bibit, tanaman hias 5.100 flask dan 51 Kg serta tanaman biofarmaka sebanyak 642 (Kg). Tentu saja informasi ini merupakan hal yang sangat penting, karena potensi perkebangan kebutuhan tanaman hortikultura masih memumnginkan untuk diproduksi di dalam negeri. Data import ini menjadi suatu peluang bagi sumberdaya manusia Indonesia yang memiliki potensi di bidang perbenihan tanaman. Analisa terhadap beberapa potensi agrobisnis industri benih telah dibahas. Agar dapat menjadi sumberdaya pada bidang perbenihan yang handal dan maka

Teknik Pembenihan Tanaman 3

dengan profesionalime harus dijunjung tinggi yaitu harus profesional saat bersikap, menguasai iptek perbenihan dengan baik dan dapat melakukan teknik perbenihan yang efektif dan efisen sehingga menghasilkan keuntungan dan benefit yang tinggi. Bagaimana dengan potensi ekspor benih dari indonesia di masa yang akan datang?. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura (2006) terdapat beberapa benih tanaman yang mempunyai potensi tinggi seperti benih tanaman sayuran, buah, tanaman hias dan bio-farmaka dengan nilai eksport sebesar US $ 3.783.501,-. 1.2. Peran Perbenihan Tanaman Benih merupakan produk akhir dari suatu program pemuliaan tanaman, yang pada umumnya memiliki karakteristik keunggulan tertentu, mempunyai peranan yang vital sebagai penentu batas-atas produktivitas dan dalam menjamin keberhasilan budidaya tanaman. Upaya perbaikan genetik tanaman di Indonesia masih terbatas melalui metode pemuliaan tanaman konvensional, seperti persilangan, seleksi dan mutasi. Di Indonesia penerapan teknologi pemuliaan modern belum diterapkan secara optimal sedangkan di negara-negara maju, teknologi tersebut sangat pesat perkembangannya. Di Indonesia tujuan pemuliaan masih berkisar pada upaya peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit utama dan toleransi terhadap cekaman lingkungan (Al, Fe, kadar garam, dan lain lain). Benih tanaman sangat berperan dalam pengembangan bidang pertanian. Benih adalah faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Benih dengan kualitas baik dan seragam akan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Benih kelapa sawit dura, Pisifera dan Tenera merupakan tiga varietas yang

papan. sandang. penggunaan varietas unggul dan benih bermutu atau benih bina adalah salah satu faktor keberhasilan usaha dan pembangunan perkebunan. jenis. jumlah. Penggunaan benih bina oleh petani masih bervariasi antar komoditi seperti kelapa sawit (85 %). kakao (26 %). Perbenihan tanaman sangat berperan dalam penyediaan pangan (ketahanan pangan). kapas (18 %) dan tembakau (21 %). Strategi pengembangan pola kemitraan usaha dengan swasta/penangkar benih/asosiasi petani di wilayah pengembangan ini dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah untuk mendorong industri perbenihan yang menyediakan benih yang terjamin mutunya. Ketidak-murnian benih yang ditanam akan mengakibatkan penurunan produksi dan mengakibatkan penurunan pendapatan atau bahkan rugi. mutu dan harga). Dengan beberapa informasi di atas dapat disimpulkan bahwa banih sangat berperan penting dalam menentukan produksi tanaman dan pendapatan petani. Kebijakan pemerintah dalam mendukung program perbenihan melalui menyediakan benih unggul dan bermutu melalui prinsip 6(enam) tepat (waktu. sehingga penanaman varietas tersebut di atas akan berperan sangat dominan dalam menentukan pendapatan petani kepala sawit. Wujud dari pola kemitraan usaha tersebut salah satunya adalah melalui pengembangan industri perbenihan dan Model Waralaba. lapangan kerja dan ekonomi. Dengan usaha tersebut diatas diharapkan akan tercipta usaha perbenihan yang profesional. Berikut ini akan diinformasikan beberapa peran perenihan tanaman secara spesifik untuk masing-masing sektor. Teknik Pembenihan Tanaman 4 .banyak diminta oleh konsumen karena mempunyai potensi produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya. (Franchising). Pada tingkat petani. lokasi.

Benih tanaman sebagai langkah awal dari kegiatan pertanian. Varietas jati lokal dapat dipanen pada umur 20-30 tahun sedangkan jati mas dapat dipanen dalam jangka waktu 12-20 tahun. indonesia berhasil melakukan swasembada pangan. amka kebutuhan pangan tidak dapat dipenuhi dan mengakibatkan harus selalu import beras. Dengan demikian sektor perbenihan merupakan bagian dari penyediaan tenaga kerja di bidang pertanian. Teknik Pembenihan Tanaman 5 . Indonesia yang pada tahun 1945 sampai dengan 1986 merupakan importir beras karena produktifitas benih padi hanya 4 ton per hektar dan sering terserang ooeh hama wereng. Salah satu hal yang menunjang keberhasilan tersebut adalah ditemukannya VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng). Penemuan varietas jati unggul seperti mas dapat memperpendek masa budidaya tanaman jati.Tahun 1987. Masa budidaya yang singkat sangat menguntungkan ketersiediaan bahan baku papan. Perbenihan tanaman merupakan bidang yang memerlukan banyak tenaga kerja. Setelah ditemukan padi VUTW. telah berperan dalam bidang ekonomi dengan adanya peningkatan penambahan devisa dari ekspor benih dan peningkatan pendapatan petani yang beralih dari petani budidaya menjadi penangkar benih Benih tanaman penghasil kayu dan kertas sangat dipengaruhi oleh varietas benih yang ditanam. produktivitas beras per hektar meningkat dari 4 ton/hekter menjadi 6-8 ton/hektar. Dengan adanya peningkatan produksi beras tersebut maka indonesia berhasil memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Potensi kerjasama perusahaan benih dengan petani penangkar benih. . Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk memenuhi kebutuhan benih dalam negeri. . Pembenihan tanaman dapat meningkatkan pendapatan petani. papan dan sandang. . Pembenihan tanaman dapat meningkatkan perekonomian bangsa. . Pembenihan tanaman sangat berperan dapam penyediaan bahan baku pangan. . . Benih merupakan factor penentu produksi tanaman. Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk ekspor. Pembenihan tanaman perperan dalam penyediaan tenaga kerja terampil sehingga mengurangi pengangguran. Potensi pembenihan tanaman Peran pembenihan tanaman . siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 1. SOAL: . . . Menjelaskan potensi pembenihan tanaman. Pembenihan tanaman berperan penting dalam keberhasilan Indonesia dalam program swasembada pangan tahun 1987. Menjelaskan peran pembenihan tanaman. 2.

Teknik Pembenihan Tanaman 6 .1. Lakukan observasi terhadap aktivitas petani penangkar benih. 2. Wawancarai minimal satu orang petani / pengusaha penangkar benih tentang perbandingan pendapatan mereka saat menangani usaha pembenihan tanaman dibandingkan dengan usaha sebelumnya. 2. TUGAS: 1. Bagaimana peran benih padi VUTW pada tahun 1987 dibandingkan dengan peran VUTW pada tahun 2007. Jelaskan dengan singkat dan jelas minimal 2 potensi dan peran pembenihan tanaman untuk ekspor.

Pada batang tanaman terdapat daun. bunga dan buah. Akar primer adalah akar utama sedangkan akar lateral adalah akar yang tumbuh dari akar primer. Batang tanaman adalah bagian tanman yang tumbuh di atas akar atau tumbuh di atas permukaan media tanam (tanah. Seluruh tubuh tanaman dilindungi oleh sel epidermis.BAB 2. Bunga tanaman mempunyai putik dan benang sari. a. Anatomi tanaman terdiri akar. batang. rambut akar. Jaringan lainnya yang terdapat pada batang adalah jaringan pembuluh yang terdiri dari xilem (jaringan pengangkut air) dan floem (jaringan pengangkut hasil fotosintesis). pada organ batang akan tumbuh dan berkembang bunga. air atau media tanam lainnya). daun. ujung akar. Akar tanaman terdiri dari tudung akar. mulai dari yang berukuran kecil sampai dengan pohon yang sangat besar mempunyai kesamaan anatomi atau struktur. Tanaman merupakan mahluk hidup yang dapat memproduksi makanan sendiri. batang. bunga dan buah. kemudian pada saat tanaman dewasa. dan pada kondisi yang tepat. putik akan diserbuki oleh tepung . Pada batang tanaman terdapat jaringan batang bagian bawah (ground tissue) yang menghubungkan bagian akar dengan dengan batang tanaman bagian atas dan organ-organ tanaman bagian atas . KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2. Struktur tubuh tumbuhan Struktur tubuh tanaman terdiri dari akar. daun. Akar tanaman terdiri dari dua jenis yaitu akar primer dan akar lateral. Semua jenis tanaman.1 Anatomi Dan Morfologi Tumbuhan Tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan.

2006). misalnya bakteri. dan beberapa jamur dan Teknik Pembenihan Tanaman 7 . Struktur tubuh tamanan (Encarta Ensiklopedia. Dalam buah yang berkualitas baik akan tumbuh biji sebagai cikal bakal generasi tanaman yang selanjutnya. Sel dapat berfungsi secara otonomi (dapat berdiri sendiri/ independen) asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.1. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Gambar 2. Bagian-bagian tanaman secara lengkap disajikan dalam Gambar 2. Sel Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Makhluk hidup (organisma) dapat tersusun dari satu sel tunggal (uniselular.sari sehingga menjadi buah.1. b.

Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman. Sel-sel prokariota (organisme bersel satu seperti bakteri. Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun dari sel.protozoa) atau terdiri dari banyak sel (multiselular). Rudolf Virchow. mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru. beberpa fungi dan protozoa) beradaptasi dengan . dan dijadikan dasar untuk klasifikasi mahluk hidup. Pada tahun 1665. Penemuan ini menjadi dasar bagi perkembangan bidang biologi yang penting saat ini yaitu mikrobiologi (ilmu yang mempelajari perkembangan dan pertumbuahan mahluk hidup yang berukuran kecil / mikroba). seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke meneliti irisan tipis gabus dengan menggunakan mikroskop yang dirancangnya sendiri. Pada organisma multiselular terjadi pembagian tugas selsel penyusunnya. 18041881) dan Theodor Schwann (ahli hewan. Perkembangan mikroskop selama hampir 200 tahun berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk meneliti susunan tubuh makhluk hidup. Struktur dan fungsi-fungsi sel semua organisme hampir sama. Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti tercantum pada Tabel 1. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh 2 orang ilmuwan dari Jerman yaitu Matthias Schleiden (ahli tumbuhan. namun proses evolusi yang dialami oleh masing-masing kelompok organisme (Phylum) memiliki kekhususan tersendiri. Kata sel berasal dari kata Latin ce lulae yang berarti 'kamar-kamar kecil Kemudian seorang ahli mikrobiologi yaitu Anton van Leeuwenhoek melakukan pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik (mikroba) dan hasil pengamatannya menemukan ada "kehidupan di dunia lain" yaitu kehidupan mikroba (organisma yang berukuran kecil) yang belum pernah dilihat oleh manusia. c. 1810-1882).

kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota (organisme yang mempunyai inti sel yang dikelilingi membran inti) beradaptasi untuk hidup saling berinterkasi dengan organisme lain sehingga menjadi suatu organisasi mahluk hidup yang sangat harmonis. Tabel 2. Beberapa organisme prokariot memiliki flagella pada selnya untuk memudahkan pergerakan. Mempunyai dinding sel Tidak mempunyai dinding sel Mempunyai klorofil Mempunyai vakuola atau rongga sel yang besar. d. Tidak mempunyai klorofil Tidak mempunyai vakuola. Struktur sel Struktur sel mahluk hidup pada umumnya minimal terdiri dari organelorganel membran sel. walaupun . alga dan prokariota mengembangkan dinding sel sedangkan sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Perbedaan Sel Tumbuhan Dan Hewan. Sitoplasma dan nukleus secara bersama-sama dan berkelanjutan membentuk protoplasma. dan inti sel atau nukleus. (fleksibel/ lentur).1. Di dalam sitoplasma terdapat berbagai organel. Bentuk sel tidak tetap Bentuk sel tetap. Sel tumbuhan Sel hewan Ukuran sel lebih besar. Ukuran sel lebih kecil. Sel tumbuhan. sitoplasma.

terkadang beberapa sel hewan uniseluler memiliki vakuola Teknik Pembenihan Tanaman 8 .

Sitoplasma Fungsi utama sitoplasma yang berupa cairan kental adalah menjamin kelangsungan hidup sel (metabolisma). Menyimpan makanan dalam bentuk granul (seperti biji) yaitu glikogen. dalam kondisi normal. Menyimpan energi dalam bentuk granul (seperti biji) berupa kanji.(tetapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan).2. membran sel selalu melekat pada dinding sel sebagai akibat adanya tekanan turgor dari dalam sel. 2). Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayanglayang (terapung) dalam cairan kental (be . Perbesaran 400 kali (Nurwardani. Memban sel secara otomatis dapat menentukan bahan-bahan tertentu saja (nutrisi yang dibutuhkan untuk kehidupan sel) yang dapat masuk k e dalam dan keluar dari sel. membran sel bersifat ' selektif permeabel'. Pada sel tumbuhan. Gambar 2. Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). O leh sebab itu.2005) 1). Hampir semua kegi-atan metabolisme berlangsung di dalam ruangan berisi cai ran kental ini. Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). Membran sel embran sel adalah suatu selaput tipis yang membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar.

Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi pada sitoplasma. Organel-organel dalam sel akan menjalankan banyak fungsi kehidupan seperti sintesis bahan. serta reaksi terhadap rangsang. Or ganel Manusi a memiliki banyak or-gan yang berbeda seperti jantung. retikulum endoplasma. terdapat pula vakuola. tergantung letak dan fungsi sel. Sel ain organel. mi tokondria. khloraplas (organael khusus yang hanya terdapat dalam sel tumbuhan). paru-paru dan lambung. penyimpanan. benda golgi dan berbagai produk sekunder lain. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim).rsifat koloid. Demik ian pula dengan sel. daun. bunga dan buah. Di dalam nukleus terdapat nukleolus. N ukleus Nukl eus mengendalikan kegiatan yang terjadi pada sitoplasma. Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik (suatu proses yang memerlukan protein spesifik sehingga mempercepat berlang-sungnya suatu proses metabolisme). sehingga disebut pula 'cairan sel'. 4). Cairan yang mengisi vakuola ber-beda-beda. Va-kuola memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair. batang. Sel memiliki organ yang disebut organel . respirasi (perombakan energi dari proses pernafasan). namun tidak homogen) yang disebut matriks. yang fungsinya yang berbeda -beda. 3). Tumbuhan mempunyai organ se-perti akar.

Teknik Pembenihan Tanaman 9 .

e. Akar tidak berwarna hijau. Retikulum endoplasma. Plastida (hanya sel tumbuhtumbuhan dan sejumlah alga). Mitokondria. dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop).3. Pada ujungnya akar selalu tumbuh. Sel tumbuhan dan berbagai organel sel ( Encarta. Gambar 2. Badan golgi atau benda golgi atau diktiosom. . Vakuola Gambar 2. Ribosom. Akar Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan. Akar tumbuhan memiliki sifat-sifat sebagai berikut. tidak beruas dan tidak menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainya. biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuningkuningan. hingga lebih mudah untuk menembus tanah. ujung akar sering-kali meruncing. Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah. . Peroksisom . tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah cepat jika dibandingkan dengan bagian di atas permukaan tanah. .(berarti 'organ kecil'). . Pada umumnya akar tidak berbuku-buku. selalu tumbuh ke arah yang berlaw anan dengan udara dan cahaya. Akar tanaman yang dibudidayakan secara . . Selanjutnya. Berikut adalah macam-macam benda dalam sel (khususnya sitoplasma) yang digolongkan sebagai organel: .4. 2005).

ada dua jenis akar yaitu: 1). Teknik Pembenihan Tanaman 10 . Secara umum. tumbuhan dikotil tersebut dikembang-biakkan secara vege-tatif seperti cangkok. Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Akar tanaman kadang-kadang berfungsi sebagai tempat untuk penimbunan makanan. untuk menyerap air dan zat-zat nutrisi (makanan tanaman) yang terlarut di dalam air tanah atau larutan hara tanaman.hidroponik Fungsi akar bagi tumbuhan ada-lah memperkuat berdirinya tum-buhan. atau stek). tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan. Akar serabut. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil.. Walaupun terkadang. mengangkut air dan zat-zat makanan yang telah diserap ke bagian tubuh tumbuhan yang memerlukan nutrisi.

Akar tunggang. 3). dan Soneratia b). Akar nafas yaitu bagian akar yang naik ke atas tanah. c). akan tetapi selalu bersifat aktinomorf. Ada beberapa jenis modifikasi akar. khususnya ke atas air seperti pada tumbuhan mangrove dari genera Avicennia. Akar gantung yaitu akar yang sepenuhnya berada di atas tanah. Akar gantung. Akar banir ialah akar yang banyak terdapat pada tumbuhan tropik. a). Akar penghisap akar pengisap ialah akar yang terdapat pada tumbuhan jenis parasit seperti benalu. Batang tanaman umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. Akar napas. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil.2). Modifikasi akar Akar tumbuhan sering kali mengalami perubahan bentuk (modifikasi) sesuai dengan fungsi dan kondisi lingkungan serta jenis tumbuhannya. . Kedudukan batang bagi tubuh tum-buhan. Akar banir. Akar gantung terdapat pada tumbuhan epifit seperti anggrek. f. Batang Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting. Fungsi utama akar tunggang adalah untuk menyimpan makanan. antara lain sebagai berikut. batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut : . d).

Batang tanaman terdiri atas ruasruas. Batang selalu bertambah pan-jang di ujungnya. . sedang atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Teknik Pembenihan Tanaman 11 . . dengan vari-asi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. misalnya rumput dan pada saat batang masih muda. Masing-masing ruas dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku batang terdapat daun. g. tidak akan di-gugurkan (digantikan dengan yang lebih muda). Ketebalan daun pun beragam ada tipis. Bentuk dasar daun membulat. Bentuk daun sangat beragam. Daun Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh pada batang. umumnya berwarna hijau dan berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari melalui fotosintesis. kecu-ali tumbuhan yang umurnya pendek. Batang tanaman pada umum-nya tidak berwarna hijau. oleh sebab itu sering dikatakan. .. Batang tanaman membentuk percabangan dan selama hi-dup tumbuhan. namun biasanya berupa helaian. kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat (dapat membuat energi untuk kehidupannya). Batang biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop) . bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.

Anatomi daun adalah sebagai berikut: . . Sebagai organ pernapasan (pada daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi. Tempat terjadinya gutasi. biru.Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus). . Daun tumbuhan sukulen (mengandung air dalam jum-ah yang banyak) atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air. . dan antosianin (berwarna merah. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain. Daun tanaman berfungsi sebagai: . Tempat terjadinya transpirasi. Tempat terjadinya fotosintesis. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan . Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis bawah. atau ungu. Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah men-jadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur). . Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang berongga. Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. . Alat perkembang-biakkan secara vegetatif (seperti tunas daun cocor bebek yang dapat digunakan sebagai bahan un-tuk perbanyakan tanaman secara stek daun). misalnya karoten (berwarna jingga). xantofil (berwarna kuning). dan mengakibatkan daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis . Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menye-leksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam foto-sintesis. Epi-dermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. tergantung derajat keasaman).

Kemudian stoma akan mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. . Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis karena mengandung klorofil. Teknik Pembenihan Tanaman 12 . Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.cadangan makanan. sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. Stoma terletak di epidermis bawah. dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2. . Selain stoma. Stoma (jamak: stomata) ber-fungsi sebagai organ respirasi. Sedangkan floem ber-fungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan. Stoma pada daun identik dengan hidung manusia.

7 .Gambar 2. Daun segar membutuhkan cahaya untuk melangsungkan proses fotosintes is (kiri) dan daun tua telah kehilangan klorofil karena proses penuaan (kanan) Teknik Pembenihan Tanaman 13 . Gambar 2.5 Berbagai bentuk batang dari berbagai jenis tanaman Gambar 2.6 Irisan melintang batang tanaman dengan struktur jaringan pengangkut a ir dan hasil fotosistesis.

Perkembangan biji akan diakhiri dengan pemben-tukan integumen pada jaringan ovari induk. sebagai contoh adalah cornifera mempunyai benih telanjang pada suatu bentuk spesifik berupa cone. Zigot akan tumbuh menjadi embrio biji. untuk membentuk zigot. Buah dan biji Buah pada umunya merupa-kan organ tanaman tempat me-nyimpan benih dan hasil foto-sintesis. Gambar 2. dan serbuk sari Teknik Pembenihan Tanaman .kepala putik kelopak bunga. benang sari. mahkota bunga. tangkai putik. putik.9 Bunga tumbuhan yang sempurna memiliki bagian bunga sebagai berikut tangkai bunga. Tabungsari akan tumbuh dan menembus tangkai putik (style). Pada biji yang sedang berkembang.8. Pembuahan adalah permulaan dari pertumbuhan ovari yang cepat dan selanjutnya berkembang men-jadi biji.Gambar 2. perkembangan em-brio didahului oleh pertumbuhan endosperm. Model irisan melintang daun tumbuhan h. Di tempat tersebut sel jantan bertemu dengan sel telur. Bunga Bunga adalah organ reproduksi pada sebagain besar tumbuhan yang sering memproduksi buah yang mengandung biji sebagai calon benih. sel telur. Biji sebagai calon benih yang pada umumnya berada di dalam buah terbentuk melalui proses berikut: setelah tepung sari mendarat dengan tepat pada kepala putik. menuju kje arah kantung lembaga. i. Biji akan tumbuh dan berkembang sampai menjadi bentuk yang sempurna dan memenuhi standar untuk menjadi benih. Tidak semua biji tanaman dihasilkan dari bunga. maka dengan segera dan secara bersam-sama jaringan pembuahan tersebut akan menye-rap air dan nutrisi tanaman berupa gula dan akan membentuk tabung sari.

14 .

Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet. endosperm. kotiledon. dan organisme pengganggu tanaman. Gambar 2. Naungan berfungsi seba-gai pelindung kecambah dan bibit muda dari sengatan sinar mata-hari. Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung air akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit. sedangkan untuk biji dikotiledon terdiri dari kulit biji (testa) dan embrio (dua kotiledon. Benih yang sedang berkecambahan sangat peka ter-hadap penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat memerlukan perlindungan (proteksi). calon akar dan calon daun pertama) Untuk memperjelas gambaran proses perkecambahan biji dapat dilihat pada gambar perkecambahan biji tembakau (Nicotiana tabacum). morfologi biji terdiri dari kulit biji.10. Cadangan makanan dalam benih adalah karbohidrat. Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkem-bangan bibit. Pada biji monokotil. morfologi biji terdiri dari kulit biji (testa). . dan embrio. Pada biji tanaman Gymnospermae. Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm). embrio yang terdiri dari kotiledon dan calon akar). lemak dan protein. mega gametofit.2 Anatomi dan Morfologi Biji Tumbuhan Biji yang memenuhi kriteria ter-tentu dapat dijadikan benih.2. Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination).

Biji-biji kelompok ini umumnya beasal dari daerah beriklim sub tropis.3 Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan Biji dari berbagai spesies tumbuhan akan berkecambah apabila. Teknik Pembenihan Tanaman 14 . Periode dormansi yang telah dilewati akan menyebabkan perkecambahan biji pada kondisi suhu yang optimal. Pada beberapa spesies walaupun kondisi di atas terpenuhi tetapi biji tidak dapat berkecambah. Hal tersebut disebabkan oleh belum tuntasnya masa dormansi (istirahat) biji tersebut.Biji tanaman yang terbentuk dari hasil pembuahan (bertemunya putik dengan serbuk sari dan berkembang menjadi zigot) 2. persediaan oksigen memadai dan kelembaban media tumbuh cukup dan kontak secara langsung dengan biji. adanya persediaan oksigen dan air. suhu menguntungkan.

C. ( (Muller et.al. B. Teknik Pembenihan Tanaman 15 . D.11 Morfologi benih tumbuhan Gambar 2. Pada saat enam jam ke tiga. radikula mulai keluar dari biji. Pada penambahan hormon ABA.Gambar 2. mikropilar endosperm akan menye limuti radikula pada saat 60 jam setelah perkecambahan (ABA menghambat mikropilar menyelimuti radikula). mikropilar endosperm menyelimuti ujung radikula (calon akar). A..12 Tahapan perkecambahan benih tembakau (Nicotiana tabacum).2004). m ikropilar kulit biji terluar akan merekah sehingga memudahkan endosperm menembus kulit biji. Enam jam pertama. Pada saat ena m jam kedua.

setelah keluar kotiledon harus ditambahkan air dan beberapa unsur hara pada media tanamnya. maka berbagai proses kehidupan akan berlangsung. dan akan mengakibatkan benih mati atau tumbuh tidak normal. kondisi kelebihan air akan menyebabkan oksigen keluar dari dalam sel dan benih tidak dapat berkecambah. terutama dari golongan bakteri dan fungi. Ketidak-tersediaan oksigen akan memperlambat atau mencegah perkecambahan benih. Oksigen bebas sangat diperlukan untuk respirasi yang akan menghasilkan enerji yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Suhu yang paling optimal untuk perkecambahan biji adalah 15-38oC.Perkecambahan dapat terjadi walaupun tanah atau media semai tidak mengandung unsur hara karena di dalam biji sudah mengandung cukup persediaan makanan agar lembaga dapat tumbuh selama masa persemaian. Pada saat protoplasma sel menyerap uap air. Dalam keadaan yang menguntungkan untuk proses perkecambahan. Kondisi inipun akan mempertinggi kemungkinan benih terserang oleh organisme pengganggu tanaman. Benih harus mendapatkan jumlah air yang tepat untuk berkecambah. Hormon . Benih akan berkecambah. benih mengabsorpsi air sehingga benih menjadi menggembung dan kulit biji pecah. Sebaliknya jika kelembaban media kurang optimal benih tidak akan dapat menguraikan cadangan makanan dalam biji (jaringan endosperma) sehingga epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh dan berkembang. Kandungan air dalam sel benih akan naik dari tingkat praperkecambahan sebesar 8-14% menjadi lebih dari 90%. Kelembaban media tanam yang terlalu berlebihan akan menghambat proses perkecambahan. Dengan segera air memasuki sel-sel jaringan lembaga dan endosperma.

Akar ini mempunyai panjang 2 cm atau lebih. kemudian tumbuh dan berkembang agi menjadi akar tersier. dan proses-proses pertumbuhan lainnya. respirasi dan asimilasi nutrisi ke dalam protoplasma. sehingga dapat mensuplai epikotil tumbuh dengan baik dan akan menjadikan calon batang pertama. Dari epikotil akan tumbuh batang yang akan menghasilkan daun-daun serta berbagai cabang. dalam kondisi lingkungan yang paling baik. akar-akar primer akan tumbuh dalam 36-96 jam. kemudian protoplasma yang baru akan terbentuk.pertumbuhan dan perkembangan seperti asam indol asetat akan mulai berfungsi. Dalam proses ini pertumbuhan Teknik Pembenihan Tanaman 16 . Akar primer akan menyerap air dan unsur hara dari tanah. Hormon ini mengatu pertumbuhan dan perkembanga hipokotil dan epikotil. maka sel-sel pada ujung epikotil dan hipokotil mulai membelah dan membentuk sel-sel baru. Akar primer yang tumbuh akan mengasilkan akar-akar sekunder. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketebalan dan struktur kulit biji dan masa dormansi biji. Sel-sel ini mulai membesar pada saat menyerap air. Ketika terjadi proses pencernaan cadangan makanan pada biji. produksi protoplasma. Kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman dewasa. Tingkat perkecambahan biji sangat bervariasi. Ujung hipokotil muncul melalui suatu celah pada kulit biji. Ujung hipokotil tumbuh menjadi akar primer. Sumber makanan yang tersimpan dalam endosperma dan kotiledon akan segera diproses melalui respirasi sehingga menghasilkan enerji kimia yang penting untuk pembelahan sel.

.

Sel yang baru terbentuk dengan cepat akan meningkat ukurannya karena adanya asimilasi makanan ke dalam protoplasma. Disamping itu terdapat proses pembesaran sel yang baru terbentuk. interaksi timbalbalik tunas dan berbagai pertumbuhan lainnya. Pada umumnya.akan melibatkan pembuatan sel-sel baru dari sel-sel yang sudah ada sebelumnya. sel dan jaringan yang sudah matang tidak akan membelah diri lagi. floem. yaitu dengan ditandai terbentuknya jaringanjaringan baru seperti silem. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk pertumbuhan normal adalah tersedianya enerji kimia yng berasal dari proses respirasi. Selama masa pertumbuhan dan perkembangan. jaringan pembuat makanan. Tumbuhan yang sedang tumbuh harus memiliki protein dan senyawa organik lain untuk membangun protoplasma. jaringan penguat. unsur hara. Hormon pertumbuhan IAA (Indol Acetic Acid) berfungsi dalam pembesaran sel. pertumbuhan buah dari bakal bunga menjadi bunga dan buah. sehingga sel akan membesar dan menjadi jaringan tanaman. Tumbuhan ini harus memiliki selulosa dan beberapa senyawa organik untuk membentuk dinding sel. gugurnya daun dan jatuhnya buah. Salah satu contoh IAA adalah giberelin. Pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dikendalikan secara umum oleh hormon yang disintesis oleh tumbuhan dan terdapat pada semua jaringan. akan tetapi proses kehidupan yang terjadi hanya mempertahankan ciri spesifiknya serta fungsinya sepanjang masa hidup tumbuhan. karbondioksida dan oksigen. serta cahaya. Fase pertumbuhan yang berikutnya perkembangan sel. Selama masa . tumbuhan memerlukan air. dan jaringan peyimpanan.

Kondisi ini menandai adanya calon generasi tumbuhan berikutnya. Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tumbuhan sanesen (tua) Teknik Pembenihan Tanaman 17 .kemudian menjadi bakal biji yang terletak dalam bakal buah. Proses perkembangbiakan secara generatif dimulai dari terjadinya pertemuan butir-butir serbuk sari dengan putik. D. A.tersebut. organ-organ vegetatif seperti daun. dan cabang tumbuhan akan tumbuh dan berkembang sampai akhirnya terbentuk organ generatif. B. batang. Tumbuhan dewasa. Proses benih berkecambah. Organ generatif tumbuhan yang minimal adalah terdiri dari benang sari dan putik. C. butiran serbuk sari membentuk tabung. Bibit. Gambar 2. Di dalam putik.13.

14. Proses pertumbuhan dan perkembangan biji (fase haploid) serta proses penyerbukan (fase diploid). Teknik Pembenihan Tanaman 18 .Gambar 2.

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Daun. Anatomi dan morfologi tumbuhan Anatomi dan morfologi biji tumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan . Anatomi dan morfologi biji tumbuhan. Bunga . . . 3.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 2. Bagian-bagian biji monokotil. Perbedaan sel tumbuhan dan hewan. Batang . . Sel tumbuhan . pertumbuhan dan . . Anatomi dan morfologi tumbuhan 2. . . . Struktur tubuh tumbuhan. siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Buah dan biji. Bagian-bagian biji dikotil. Akar. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman meliputi: proses benih berkecambah. . Tahapan perkecambahan.

perkembangan bibit. Kelompokkan tumbuhan atau tanaman yang mana yang termasuk dikotil dan mookotil. SOAL: 1. tumbuhan tumbuh dewasa dan proses sanesen (tua). Amati proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman tanaman padi 2. Teknik Pembenihan Tanaman 19 . Lakukan observasi di lingkungan sekolah terhadap 20 jenis tumbuhan. Jelaskan dengan ringkas tentang perbedaan dan persamaan sel tumbuhan dan hewan 2. Gambarkan bagian-bagian biji tumbuhan TUGAS: 1.

perusahaan. Pencegahan merupakan cara yang paling efektif. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Menurut Konradus (2003).1. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. norma kerja nyata. K3 bertujuan untuk mencegah. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. norma kesehatan. dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Teknik pembenihan vegetatif tanaman bertujuan untuk menghasilkan individu keturunan tanaman yang mempertahankan sifat baik dari induknya. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3. Keduanya dapata memadukan dua keunggulan tersebut sehingga mempunyai sifat-sifat lebih baik dari kedua induknya disebut bibit unggul. . Investasi modal usaha. bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Pada kegiatan usaha pembenihan tanaman terdapat beberapa prinsip dasar yang selalu digunakan oleh setiap industri pembenihan yaitu: 3.2. lingkungan hidup. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen untuk memproteksi pekerja. norma keselamatan dan . Dalam hal ini ada 3 norma yang harus diperhatikan yaitu: . dan tahan terhadap hama dan penyakit. Dasar-dasar Pembibitan dan Produksi Benih Tanaman.BAB 3. Oleh sebab itu dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu : . mengurangi. . Keturunan tanaman yang berasal dari proses pembenihan vegetatif dari dua induk yang mempunyai keunggulan.

Layanan purna jual . . Pemahaman K-3 . Pesemaian . (benih unggul) . Pemeliharaan benih . Penyiapan tenaga kerja profesional . Penyiapan alat-alat produksi benih dan quality control product . perilaku yang tidak aman . Investasi lahan pembenihan. Sertifikasi . kondisi lingkungan yang tidak . Pemeliharaan pesemaian . Pengolahan benih (seed processing) .. Penanaman . Pengujian kualitas produk . Distribusi produk . penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman seperti: . Pemasaran . Penelitian dan pengembangan produk Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja. Penggudangan . Investasi bahan tanaman unggul aman.

Teknik Pembenihan Tanaman 20 . tidak mengikuti standar prosedur kerja .. sembrono dan tidak hati-hati . tidak mematuhi peraturan . kondisi badan yang lemah Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas. tidak memakai alat pelindung diri .

misalnya kebisingan. kerusakan paruparu. penyakit dan gulma. kemandulan. pengolahan tanah. Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif dengan teknik kultur jaringan terdapat sedikit perbedaan yaitu harus memperhatikan minimal 3 hal dalam kesehatan pekerja yaitu. penanganan pasca panen. mencangkok. pemanenan. Dalam teknik perbenihan tanaman secara generatif yang pada umumnya terdiri dari kegiatan persiapan lahan. prosesing benih dan pengemasan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan diupayakan untuk diterapkan yaitu: . penggunaan . Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif baik secara konvensional (menyetek. dan lain-lain. penggunaan alat dan mesin-mesin. Norma Kesehatan pekerja Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya. pengairan. kanker kulit. persilangan. penanaman. Penggunaan alat dan mesin-mesin . menyambung dan lainlain) hal-hal yang harus diperhatikan dalam kesehatan pekerja sama dengan dalam kegiatan teknik perbenihan secara generatif yaitu penggunaan alat mesin serta penggunaan bahan kimia. yaitu penerapan dalam bidang teknik pembenihan tanaman secara secara generatif maupun vegetatif. Hal yang penting diperhatikan dalam penerapan kesehatan pekerja dalam bidang teknik perbenihan tanaman dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. . K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja. getaran. kelembaban udara. pembibitan. pengendalian hama. dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran. pemupukan. gangguan pernapasan. pesemaian. kerusakan jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet.a. pencahayaan (sinar). kebutaan. Penggunaan bahan kimia .

pelayanan kesehatan kerja . J ika dalam melakukan kegiatan agribisnis perbenihan terjadi kecelakaan harus terdapat alat komunikasi agar dapat dengan segera menghubungi regu penolong seperti rumah sakit. dan resusitasi. Pelatihan ini meliputi perawatan luka terbuka. maka pelatihan pertolongan pertama harus diperluas melalui konsultasi dengan orang atau organisasi yang berkualitas. gizi dan air minum. ular. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah tindakan pertolongan pertama. Wadah ini harus ditandai dengan jelas dan tidak berisi apapun selain peralatan PPPK dan semua karyawan harus mengetahui tempat penyimpanan peralatan PPPK dan prosedurnya. Alat atau kotak PPPK yang dirawat dengan baik harus siap tersedia di tempat kerja dan dilindungi terhadap pencemaran oleh kelembaban dan kotoran. Jika terjadi gangguan kesehatan maka harus ada tempat untuk pelaporan. Dalam area di mana pekerjaanterlibat dengan resiko keracunan oleh bahan kimia atau asap. pencatatan. ambulance Teknik Pembenihan Tanaman 21 .. regu penolong. tempat berteduh dan perumahan.bahan kimia dan penggunaan lampu ultra violet dalam persiapan enkas untuk inokulasi bahan berupa sel atau jaringan tanaman. perawatan kesehatan. penyelidikan dan pemberitahuan penyakit dan kecelakaan kerja A ktivitas perbenihan tanaman pada umumnya dilakukan di lokasi yang agak jauh dari kota. Oleh sebab itu harus ada pekerja yang terampil dalam prosedur PPPK (Pertolongan Pertama Pada K ecelakaan). serangga atau labalaba penggigit atau bahaya spesifik lain.

Penerapan keselamtan kerja diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja.atau dokter terdekat. Norma Keselamatan kerja Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja. Bila makanan disediakan oleh pengusaha. Penerapan keselatan kerja dalam bidang teknik perbenihnan tanaman harus diterapkan dalam setiap aktivitas diantaranya adalah persiapan lahan. Pada suatu lokasi perbenihan tanaman harus diupayakan adanya tempat berteduh dan berlindung. bahan kimia). penanaman . lemak dan protein hewani. pengairan.penyakit dan gulma tanaman). . pancuran. pemangkasan. Fasilitas sanitary (ruang cuci. harus dipastikan bahwa masukan energi cukup untuk pelaksanaan pekerjaan fisik berat baik karbohidrat. kamar kecil atau kakus . pemeliharaan tanaman tanpa bahan kimia. Persediaan air bersih yang cukup. Fasilitas untuk mencuci dan mengeringkan pakaian . Toko makanan . Toko barang umum (terpisah dengan bahan mudah terbakar. Selain itu lokasi perbenihan diupayakan agar dekat dengan . kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. penanganan dan penananam tanaman secara kimia (pemupukan dan pengendalian hama. Semua kegiatan perbenihan tanaman harus direncanakan dan diorganisir secara terpadu sehingga dapat mencegah pemborosan dan untuk memastikan . pemanenan. prosesing benih dan pengemasan. b.

mesin dan bahan-kimia berbahaya yang digunakan dalam pembenihan harus: . Orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mengawasi kegiatan: . Memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana ditentukan dalam standar internasional atau nasional dan rekomendasi. alat dan mesin dalam teknik perbeniahan diupayakan untuk memenuhi kriteria di bawah ini. terutama sekali untuk mengurangi mengangkat dan membawa muatan berat dan untuk mengurangi potensi bahaya yang timbul dari penanganan mesin bertenaga dan dipegang dengan tangan. Spesifikasi untuk metoda kerja yang digunakan: .tingkatan monitorung yang tepat sehingga pelaksanaan kerja dapat berjalan dengan aman. Rencana darurat dalam cuaca buruk atau terdapat masalah dengan peralatan. Tujuan kegiatan . Teknik Pembenihan Tanaman 22 . . Jadwal waktu untuk kegiatan spesifik: . Semua perkakas. Jenis pekerjaan yang diperlukan . pekerjaan manual dan motor-manual perlu didukung dengan mesin. Penggunaan alat dan bahan harus dilakukan dengan metoda yang distandardisasi dan telah disetujui. Lokasi tempat kerja yang ditunjuk. Jika memungkinka untuk dapat dipraktekkan. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah adanya keterangan tentang : . Penggunaan bahan. Spesifikasi produk atau hasil lain: . Untuk setiap tugas diupayakan dipilih metoda terbaik dan paling aman.

Pakaian harus mempunyai warna yang kontras agar pekerja terlihat dengan jelas. Pakaian pelindung yang sesuai harus disediakan jika ada suatu resiko radiasi UV atau bahan yang beracun. Alat pelindung diri harus mematuhi standar internasional atau nasional. pakaian yang sesuai harus digunakan untuk menghindari isolasi panas yang berlebihan dan memudahkan pengeluaran keringat. Operator harus sadar bahwa keselamatan dan kesehatan kerja meruapak hal yang sangat penting. . K3 dalam . . Untuk pekerjaan dalam iklim panas dan kering. Norma Kerja nyata Norma kerja berkaitan dengan manajemen perusahaan.. Alat pelindung diri harus disediakan dalam jumlah yang cukup. Bila menggunakan bahan kimia berbahaya. Pakaian kerja harus dibuat dari bahan yang menjaga badan pekerja tetap kering dan berada pada temperatur yang nyaman. Digunakan atau dioperasikan hanya oleh para pekerja yang telah dinilai berkompeten dan/atau memegang sertifikat ketrampilan yang sesuai. kecuali jika suatu penggunaan tambahan yang diusulkan telah dinilai oleh seorang yang kompeten yang telah menyimpulkan bahwa penggunaan alat dan bahan yang digunakan adalah aman: . . Dalam melakukan kegiatan perbenihan tanaman sebaiknya menggunakan pakaian kerja dan alat pelindung diri ketentuan umum untuk pakaian kerja adalah sebagai berikut: . . Digunakan hanya untuk pekerjaan yang telah dirancang atau dikembangkan. c. . alat pelindung diri harus disediakan sesuai keselamatan dalam penggunaan bahan kimia di tempat kerja.

Dalam rangka meminimalkan akibat yang merugikan dari gangguan kerusakan alat yang terjadi dalam produksi. analisis dan pengelolaan lingkungan hidup. mesin.3. Gangguan terhadap aktivitas produksi sering tidak diketahui sebelumnya karena jarang dievaluasi secara menyeluruh dan sulit untuk diperkirakan. Pemeliharaan alat merupakan suatu kebutuhan prosedur dalam suatu usaha pembenihan tanamn sehingga prosedur mengendalikan dan administrasi pemeliharaan mutlak diperlukan. pengaturan jam lembur. shift. tenaga kerja kaum muda. bangunan pada kondisi yang dapat diguanakan untuk aktivitas produksi pembenihan tanaman. Suatu kerusakan/kegagalan dari alat/peralatan atau mesin mencerminkan metode yang digunakan dalam menjalankan sistim pemeliharaan alat tersebut. atau memulihkan suatu alat. Pengelolaan Alat Dan Mesin Perbenihan Pemeliharaan merupakan suatu penggabungan setiap tindakan atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mempertahankan. 3. kerja wanita. dan lainlain.aktivitas kerja sehari-hari diterapkan dalam bentuk pengaturan jam kerja. maka beberapa perusahaan saat ini telah Teknik Pembenihan Tanaman 23 . Metode ini dapat mengakibatkan terjadinya suatu kerusakan/kegagalan pengoperasian alat/mesin pembenihan sebelum alat diguanakan dengan optimal. Dalam sistim pemeliharaan yang tradisionil digunakan sistim pemeliharaan dan perawatan yang tidak berencana. perusahaan sudah harua membetulkan atau memperbaiki kerusakan.

Pembelian alat pengganti yang terburu-buru. harus difahami minimal oleh. Supervisor . . melalui pengawasan dan pencatatan berdasarkan rencana yang telah dibuat terlebih dahulu. Sistim pemeliharaan yang berencana adalah Aktivitas pemeliharaan yang teratur dan dijalankan dengan taat azas. Pada sistim pemeliharaan yang berencana mengatur kebijakan dalam sistim pemeliharaan suatu perusahaan dengan mengadakan prosedur yang jelas. tenaga kerja yang kurang mampu akan menurunkan efisiensi pemeliharaan. prioritas perbaikan yang tidak terencana. Pembuatan produk .menerapkan atau Melaksanakan tindakan-tindakan pemeliharaan yang teratur. yang selanjutnya lebih dikenal dengan istilah sistim pemeliharaan yang berencana. Pemegang gudang . Pada sistim Pemeliharaan dan Perawatan yang sifatnya darurat seluruhnya sangat tergantung pada keputusan-keputusan yang diambil. Operator perubahan dan perbaikan . Operatot persiapan dan penyesuaian mesin-mesin . terutama pada saat perubahan dari sistim pemeliharaan darurat kedalam sistim pemeliharaan yang berencana. baik dalam segi teknis maupun keuangannya serta mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang objektif berdasarkan standar pemeliharaan alat yang lebih efektif dan efisien. Prosedur pemeliharaan alat. Keberhasilan suatu skema sistim pemeliharaan yang berencana adalah dengan membuatatau menjaga sistim tersebut sesederhana mungkin dalam prosedur pelaksanaannya dengan melibatkan para petugas lapangan/teknisi dengan kerja keras yang minimum. Pekerjaan-pekerjaan Umum . Pengawasan administratip pada pekerjaan pemeliharaan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Pemeliharaan berjalan Pemeliharaan sistim pemeliharaan yang dapat dilakukan ketika suatu alat. Pemeliharaan yang berencana Pemeliharaan berencana merupakan sistim pemeliharaan yang terorganisasi dan dilaksanakan dengan mantap berdasarkan rencana pengawasan dan pencatatan serta analisa berdasarkan rencana yang telah dibuat sebelumnya. mesin atau bangunan pembenihan tanaman agar dapat digunakan kembali dalam kegiatan produksi benih tanaman . mesin dalam keadaan dipakai. . Pemeliharaan darurat yaitu suatu tindakan pemeliharaan yang perlu segera ditangani/diselesaikan dengan secepatnya untuk menghindari kerusakan yang lebih parah atau fatal. c.alat alat pembenihan. Operator keamanan. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan pencegahan merupakan Sistim pemeliharaan yang dilaksanakan atas dasar rencana/waktu yang telah ditetapkan sebelumnya dan bersifat untuk menghindari/mencegah kerusakan. Pemeliharaan perbaian Pemeliharaan perbaikan meruapakan sistim pemeliharaan yang dilakukan untuk memulihkan kerusakan (termasuk penyetelan dan perbaikan) suatu alat. Berikut ini disampaikan beberapa metode pemeliharaan alat yang umum digunakan pada perusahaan pembenihan. Teknik Pembenihan Tanaman 24 . b. a. d. dan pengemudi. pemadaman kebakaran.

kejadian dan kegiatan yang terjadi/dilaksanakan terhadap suatu alat. Perbaikan besar : . mesin dan bangunan: Suatu catatan mengenai penggunaan. Laporan Kerja : Suatu pernyataan/catatan tentang kegiatan/pekerjaan yang telah dilakukan serta catatan tentang kondisi-kondisi dari suatu alat. Jadwal Pemeliharaan Suatu susunan/daftar yang komprehensip dari aktifitas pemeliharaan beserta kejadian/ akibat-akibatnya. termasuk keterangan/data mengenai masingmasing spesifikasi Teknik dan konstruksinya secara terperinci. . mesin-mesin yang ada serta bangunan dengan semua isinya. guna tujuan identifikasi. Spesifikasi Pekerjaan : Suatu dokumen yang menguraikan tentang kegiatan/pekerjaan yang harus dilaksanakan. Kartu Kendali alat. . . Pemeliharaan terbatas (pada saat produksi berhenti) Pemeliharaan terbatas meruapakan sistim pemeliharaan yang hanya dapat dijalankan pada waktu suatu alat. Program Pemeliharaan : Suatu daftar alokasi atau pembebanan dari aktifitas pemeliharaan pada jangka waktu tertentu. . dan bangunan pembenihan dalam keadaan tidak dipakai (proses produksi berhenti). mesin. Inventarisasi pabrik Suatu daftar inventaris dari seluruh fasilitas misalnya : seluruh peralatan. . . dan mesin-mesin. mesin dan bangunan pembenihan. .e.

Pengembangan pemeliharaan alat. serta waktu yang diperlukan. batang bawah dan batang atas. Dalam industri pembenihan minimal terdapat enam kompetensi teknik yang harus difahami. dikuasai dan diimplementasikan yaitu pohon induk.mesin. mesin dan bangunan pembenihan merupakan tahap-tahap yang harus difahami oelh semua operator pembenihan yang terlibat dalam kegiatan produksi benih. bahan. 3. adalah mengetahui secara tepat tentang apa yang harus dikerjakan. teknik pemilihan memproduksi benih vegetatif dan sertifikasi benih. seperti tanaman buah yang tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). . teknik pembenihan tanaman secara vegetatif. .Suatu proses pengujian dan pemulihan alat. Konsep lain yang penting pada industri pembenihan adalah tentang produksi benih vegetatif. mesin dan bangunan pembenihan secara menyeluruh (termasuk perbaikan) Sampai dengan kondisi alat. teknik penyiapan pembibitan.4. Permohonan Pemeliharaan Salah satu persyaratan untuk perencanaan fungsi pemeliharaan. alat/peralatan. baik itu tanaman kecil ataupun tanaman besar yang sudah produktif yang berasal dari biji atau hasil perbanyakan vegetatif. Persyaratan pohon induk antara lain adalah memiliki sifat unggul dalam produktivitas dan kualitas tanaman. apa yang sedang dikerjakan dan berapa lama setiap tugas/pekerjaan tersebut dikerjakan. mesin. Nama . tenaga kerja. metode. Perencanaan Pemeliharaan : Prosedur pemeliharaan yang mencakup tugas operator pemeliharaan. Pohon Induk dan bibit unggul Pohon induk adalah tanaman pilihan yang dipergunakan sebagai sumber batang atas (entres).mesin dan bangunan tersebut dapat digunakan.

Teknik Pembenihan Tanaman 25 .

ialah: . misalnya untuk tanaman durian. untuk memudahkan pelaksanaan perbanyakan bibit. Kebun pohon induk sekaligus sebagai kebun produksi. terutama untuk pohon induk yang akan diperbanyak secara generatif yaitu diambil bijinya. Lokasi pohon induk sebaiknya tidak jauh dengan lokasi perbanyakan tanaman. Tanaman yang ditanam pada umumnya adalah tanaman hasil perbanyakan secara vegetatif (okulasi. Kebun pohon induk dengan jarak tanam lebih rapat. Kebun pohon induk adalah kebun yang ditanami dengan bebera-pa varietas buah unggul untuk sumber penghasil batang atas (mata tempel atau cabang entres) untuk perbanyakan dalam jumlah besar. sehingga memudahkan pela-cakannya. cangkok. susuan. yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara melacak suatu tanaman ke daerah sentra budidayanya sampai dengan tumbuhan yang tumbuh liar di hutan. untuk mengetahui kemantapan sifat yang dibawanya. Pencarian pohon induk untuk mendapatkan jenis tanaman unggul dengan bebeapa cara. sedangkan pada kebun pohon induk dapat berjarak tanam 3x3 m. adalah cara eksplorasi. Dengan jarak tanam yang rapat dapat diperoleh lebih banyak pohon induk dalam suatu areal yang relatif tidak luas. Tempat tersebut mempunyai ribuan pohon durian yang tumbuh secara . kebun produksi biasanya berjarak tanam 10x10 m. sambung. Ditanam dalam kebun yang terpisah dari tanaman lain yang dapat menjadi sumber penularan penyakit atau penyerbukan silang. Pertama. Tanaman dari biji harus sudah berproduksi minimal lima musim. .varietas pohon induk dan asal-usulnya (nama pemilik. stek) dan memenuhi persyaratan sebagai pohon induk. Ada dua sistem penanaman kebun pohon induk. tempat asal) harus jelas.

Pada tanaman buah sifat unggul ini terutama nilai dari kualitas Teknik Pembenihan Tanaman 26 . serta tidak mengandung hama dan penyakit. Contoh yang paling terkenal adalah durian Petruk. yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mendatangkan atau membawa jenis buah yang terbukti unggul dari daerah atau negara lain. Cara ini merupakan jalan pintas untuk mempercepat perolehan bahan tanaman yang telah diketahui sifat keunggulannya. Hal yang harus diperhatikan adalah kesesuaian keadaan iklim. ialah kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mengadakan kejuaraan buah unggul. Sebagai contoh adalah durian bangkok dari Thailand yang di-introduksi ke Indonesia seperti Chanee dan Monthong. dengan cara promosi. Masalah lain yang muncul adalah adanya hama dan penyakit yang sebelumnya tidak diketahui di daerah asalnya.alami dan di antara tanaman durian tersebut terdapat beberapa varietas yang mempunyai sifat-sifat unggul walaupun merupakan tanaman dari biji serta tumbuh setengah liar di alam. tetapi muncul setelah tanaman tersebut ditanam di tempat yang baru. dengan cara introduksi. dari lomba tersebut muncul durian unggul baru yang berpotensi sebagai pemenang lomba. Kedua. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Durian ini adalah juara lomba buah di Jepara dan sekarang sudah ditetapkan pemerintah sebagi durian unggul nasional. Jenis ini rata-rata tidak tahan terhadap penyakit busuk akar dan busuk leher batang atau kanker batang. Ketiga. tanah dan cara budidaya pada tempat tumbuh asalnya dengan keadaan tempat tanam yang baru. Pohon induk pada umumnya dipilih dari bibit-bibit unggul.agar kualitasnya tetap baik.

Kulit buah : tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak . . Kadar air daging : sedikit (kering) . Ukuran biji : kecil atau sekurangkurangnya kempes . Struktur pohon kokoh. Aroma : kuat merangsang . percabangan merata/simetris. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. diutamakan dengan rasa khas . sedikit berserat . Warna daging : kuning sampai jingga . . Jumlah juring : 5-6 juring sempurna Kelompok sifat menunjang : . tajuk bulat. Bila semakin banyak sifat yang disukai konsumen terkumpul dalam satu buah. Kelompok sifat utama durian unggul adalah . Tahan terhadap hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) buah tersebut. . Rasa daging buah : manis berlemak. Untuk itu dapat diambil contoh cara menilai buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen. Tekstur daging : halus. diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim.buahnya. Ketebalan daging : tebal . Ukuran buah : besar . Buah demikian dapat digolongkan sebagai buah unggul. sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul.

Batang Bawah Dan Batang Atas a. .5. Bila tidak memenuhi 70% persyaratan diatas. sehingga batang bawah ini mampu menyatu dan menopang proses pertumbuhan batang atasnya. Penyediaan batang bawah jenis ini bisa dilakukan dalam jumlah banyak. sehingga relatif lebih tahan terhadap kekeringan. . . Mudah diperbanyak. Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis tanaman lainnya. Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang atasnya. Perkembangan sistem akar lebih kuat dan dalam. . Pemilihan Batang bawah Batang bawah atau rootstock/ understem adalah tanaman yang berfungsi sebagai batang bagian bawah yang masih dilengkapi de-ngan sistem perakaran yang berfungsi mengambil makanan dari dalam tanah untuk batang atas atau tajuknya. Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis tanaman. Sistem perakarannya baik dan dalam serta tahan terhadap keadaan tanah . maka tanaman demikian tergolong benih yang biasa saja. 3. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. Keuntungan batang bawah dari biji adalah: . Tanaman dalam kondisi sehat. Pada umumnya batang bawah berasal dari biji. pengairan). Adapun Kriteria tanaman yang akan dijadikan batang bawah adalah: . Apabila minimal terpenuhi 70% sifat unggul dari daftar diatas maka bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul.. karena memiliki akar tunggang.

Teknik Pembenihan Tanaman 27 .

Batang atas ini dapat berupa mata tunas tunggal yang digunakan dalam teknik okulasi ataupun berupa ranting dengan lebih dari satu mata tunas atau ranting dengan tunas pucuk yang digunakan dalam sambungan (grafting). adalah calon bagian atas atau tajuk tanaman yang di kemudian hari akan menghasilkan tanaman berkualitas unggul. . b. semakin muda menurut . Pertumbuhan yang subur dan sehat akan mempermudah pengelupasan kulit dan kayunya. serta penyiraman. Perawatan batang bawah meliputi kegiatan pemupukan. Tidak mengurangi kualitas dan kuantitas tanaman yang disambungkan/ diokulasi. tetapi karena terbentuk pada masa awal pertumbuhan pohon tersebut maka selselnya besifat sederhana. ·Semakin ke arah ujung ranting. Karena itu entres sebagai batang atas harus diambil dari pohon induk yang sudah diketahui betul sifat unggulnya.yang kurang menguntungkan. karena sel-sel kambium berada dalam keadaan aktif membelah diri. pengendalian hama dan penyakit. Entres inilah yang disambungkan pada batang bawah untuk menggabungkan sifat-sifat yang unggul dalam satu bibit tanaman. muda (juvenile) dan sangat vegetatif. Hal ini perlu diperhatikan agar batang bawah tumbuh subur dan sehat. Bagian pangkal pohon merupakan bagian yang tertua menurut umurnya. Proses pembentukan kalus atau penyembuhan luka berlangsung dengan baik. Pemilihan batang atas Batang atas yang biasanya disebut entres (scion). termasuk harus tahan teradap hama dan penyakit yang ada dalam tanah. sehingga pada akhirnya keberhasilan sambungan atau okulasinya juga tinggi. Pohon induk mempunyai bagian yang berbeda-beda fase perkembangannya.

Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang bawahnya. dan . misalnya berbuah lebat dan berkualitas tinggi. Salah satu contoh adalah cara menilai bibit unggul buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen. Kelompok sifat utama.umurnya. sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. Kriteria tanaman yang dapat dijadikan sebagai batang atas adalah sebagai berikut. Tanaman tersebut dapat digolongkan sebagai tanaman unggul. Rasa daging buahnya manis berlemak. Semakin banyak sifat yang disukai konsumen dalam satu tanaman. pertumbuhannya normal dan bebas dari serangan hama dan pe-nyakit . Cabang dari pohon yang sehat. sehingga batang atas mampu menyatu dan dapat berproduksi dengan optimal. dewasa (mature) dan siap untuk memasuki masa berbunga dan berbuah (generatif). . Cabang berasal dari pohon induk yang sifatnya benar-benar seperti dikehendaki. . adalah kualitas buahnya. . Hal ini menyebabkan bibit hasil penyambungan atau okulasi lebih cepat berbuah daripada ta-naman yang berasal dari biji. Pengambilan entres dari pucuk tajuk pohon akan tetap membawa sifat dewasa atau generatif. Penyambungan entres dengan batang bawah akan menghasilkan bibit yang sudah membawa sifat dewasa tersebut. Salah satu sifat unggul pada tanaman. maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) tanaman tersebut. tetapi sel-sel yang terbentuk paling akhir ini justru bersifat lebih kompleks.

Teknik Pembenihan Tanaman 28 .diutamakan memiliki rasa yang khas.

. Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis buah. Ukuran bijinya kecil atau sekurangkurangnya kisut. Kulit buahnya tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak. Tekstur dagingnya halus dan sedikit berserat. hingga dapat segera disambungkan di kebun pembibitan. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. kadar air daging sedikit (kering). Kelompok sifat penunjang. c. Juring sempurna. Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis buah lainnya. Warna daging buahnya: kuning sampai jingga. Mudah diperbanyak secara vegetatif. Bila tidak memenuhi 70% persyaratan di atas. Pengemasan batang atas Tujuan pengemasan adalah menjaga kesegaran bahan batang atas selama mungkin. Apabila minimal terpenuhi sekurangkurangnya 70% dari sifat unggul dari daftar diatas maka buah atau bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. tajuk bulat. diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim. Ukuran buahnya besar. maka tanaman tersebut tergolong buah yang biasa (kualitas normal). Aroma buahnya kuat dan merangsang. . percabangan merata/simetris. Tahan terhadap serangan hama penggerek dan beberapa jenis cendawan.Ketebalan daging buahnya tebal. Sifat penunjang yang banyak dijadikan kriteria untuk suatu bibit unggul adalah: Struktur pohon kokoh. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. pengairan). berjumlah 5-6 juring.

Setiap ikatan entres yang telah dipilih kemudian dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu atau kertas koran. tergantung dari besar-kecilnya diameter entres. Sekumpulan cabang tunggal kemudian diikat dengan karet gelang sebanyak 10-30 entres setiap ikat. Dari satu ranting dapat dihasilkan 3-5 mata entres yang baik/ produktif. . . kertas tisu. Setelah itu dibungkus lagi dengan kantong plastik. Bahan ini merupakan peredam panas yang ideal. Dan lebih baik lagi kalau bungkus paling luar adalah pelepah pi-sang. Seluruh daunnya segera dirontokkan. . . Kotak kardus atau karton dapat juga dipakai sebagai alternatif. untuk mengurangi kehilangan air dari permukaan daun yang dapat mengakibatkan entres menjadi keriput. tetapi jangan terlalu basah. karena jaringan batang pisang segar banyak mengandung air dan sekaligus rongga-rongga udara. Pohon induk yang dipilih untuk sumber entres dapat diproses sebagai berikut: . Cabang atau ranting pohon induk dipilih sesuai dengan kriteria dan idealnya berdiameter 2-4 cm (tergantung jenis dan kualitas pohon induknya). daun dan pelepah pisang. . Entres harus disortir atau dipisahkan berdasarkan keberadaan mata tunas. tetapi berupa cabang tunggal sepanjang kurang lebih 20-30 cm. Entres harus tidak bercabang. Dengan cara ini. Bungkus pertama ini perlu diperciki dengan air agar agak lembab. Bahan pembungkus yang digunakan harus bisa meredam panas dan sekaligus menjaga tingkat kelembaban entres.Metode pengemasan calon entres adalah sebagai berikut. Bahan yang biasa dipakai dan mudah didapat adalah kertas koran. kesegaran entres dapat bertahan 2 hari. kantong plastik. .

Teknik Pembenihan Tanaman 29 .

Batang tanaman sebagai bibit. Aki-batnya pada saat akan diokulasikan atau disambungkan pada batang bawah. entres sudah membusuk. Kondisi de mikian dapat menarik air keluar dari entres sehingga entres menjadi k eriput dan kehilangan kesegarannya. maka setelah cabang entres dipotong dari pohon induknya. Menyimpan entres di dalam refrigerator (kulkas). sehingga kulit batang entres tidak akan mengerut dan sulit untuk dikelupaskan dari kayunya. . Jangan melakukan pengambilan cabang entres setelah turun hujan Bila ini terpaksa dilakukan. baru kemudian dibungkus. Pada waktu diangkut entres yang sudah dibungkus tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan ditaruh di dekat mesin. . karena entres akan mengalami kekeringan. Entres harus diletakkan mendatar agar cairan dalam entres tidak bergerak turun akibat gaya gravitasi. segera dikeringanginkan. karena akan mengundang datangnya bakteri patogen dan cendawan masuk ke jaringan entres dan kambiumnya cepat tertarik keluar sehingga sering keluar cairan kental dari luka. . 3.. Teknik Penyiapan Pembibitan Tek nik penyiapan pembibitan terdiri dari pembibitan dan teknik pembibitan. Batang bawah (kiri) danB atang atas (kanan) . .6 . a. perlu memperhatikan suhu dan kelembaban yang rendah. G ambar 3.1 . Entres jangan dicuci dengan air.

Unsur cinta tanaman (hobby) ini penting artinya karena pada hakekatnya tanaman adalah makluk hidup yang memerlukan perhatian k husus. lokasi pembibitan dan pengelolaan pembibitan. untuk memudahkan kegiatan pengangkutan keluar dan masuk kebun. rajin dan cinta tanaman. Sumber daya produksi lainnya yang diperlukan dalam pembibitan tanaman antara lain adalah pupuk kandang. Selanjutnya. pestisida dan lain-lain. Lokasi pembibitan yang terpusat memudahkan dalam perawatan dan Teknik Pembenihan Tanaman 30 .Pembibitan P embibitan tanaman pada prinsipnya adalah mengelola sumber pembibitan. atau mahalnya biaya produksi. pembibitan dekat dengan jalan yang dapat dilewati kendaraan roda empat. 1) Sumber untuk pembibitan S umber daya produksi yang paling menentukan keberhasilan pembibitan adalah sumberdaya manusia yang terampil. 2) Lokasi pembibitan S yarat lokasi untuk pembibitan adalah dekat sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. polybag. paranet. Kesulitan memperoleh bahanbahan tersebut akan berdampak terhadap menurunnya mutu bibit yang dihasilkan. terutama untuk menghadapi musim kemarau.

Drum diisi setengahnya. cendawan. kemudian dipanaskan di atas tungku. Sedangkan luas lokasi disesuaikan dengan kebutuhan produksi bibit. Penggunaan media tumbuh yang tepat akan menentukan pertumbuhan optimum bibit yang ditangkarkan. porous (gembur) dan subur (kaya unsur hara). mudah didapat. teduh dan terlindung dari ternak. nematoda dan serangga tanah. murah.pengawasan. Tiga sampai empat bulan berikutnya bibit harus dipindah ke polybag ukuran 30x40 cm. Setelah air mendidih pupuk kandang dalam karung bekas dimasukkan ke dalam drum (direbus selama 0. bakteri. Ukuran polybag yang banyak digunakan untuk pembibitan ta-naman biasanya berukuran 15X20 cm (diameter x tinggi). Hal ini diperlukan karena . Kegiatan ini bertujuan untuk membunuh penyakit. Biji ditanam pada media pembibitan. biji gulma. Lahan diupayakan datar dan berdrainase baik. 3) Pengelolaan pembibitan a) Media tumbuh dalam polybag Syarat media tumbuh yang baik adalah ringan.5-1 jam). Lakukan sterilisasi pada pupuk kandang sebelum digunakan untuk campuran media. Sterilisasi dapat dilakukan dengan uap air panas atau perebusan dengan menggunakan drum minyak tanah (isi 200 l). Biji akan tumbuh dan berkembang. pupuk kandang dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. lakukan perawatan pada batang bawah dengan baik sampai batang bawah dapat disambung atau diokulasi (sekitar 3-4 bulan setelah tanam biji). Komposisi media tanam untuk mengisi polybag dapat digunakan campuran tanah. Tiga sampai empat bulan setelah penyemian benih untuk batang bawah dan telah tumbuh bibit maka bibit dapat dipindahkan ke polybag berukuran 20x30 cm.

kemudian perakaran yang sudah mati atau mengering dipotong dengan gunting stek. sehingga kedudukan bibit menjadi kuat. sedangkan bibit masih belum siap ditanam. kemudian bibit dimasukkan ke dalam polybag pengganti. kemudian media tumbuh yang baru dimasukkan ke dalam polybag baru sampai hampir menyentuh bibir polybag pengganti. sehingga kondisi kesuburan bibit jadi menurun. Naungan juga berguna untuk menciptakan iklim mikro Teknik Pembenihan Tanaman 31 . Jika bibit tetap dipertahankan pada polibag 20 x 30 cm.polybag pertama sudah tidak memadai lagi untuk perkembangan akar bibit tanaman. agar media lebih kompak/padat. b) Cara penggantian polybag Cara mengganti polybag selama proses pembibitan adalah sebagai berikut: Sebaiknya polybag disiram dengan air sebelum dilaksanakan pindah tanam. Bibit dalam polybag baru disiram sampai cukup basah agar media tumbuh yang baru dimasukkan memadat. Media tanam yang lama yang menyelubungi perakaran bibit dikurangi sedikit. maka akan mengakibatkan penyempitan ruang tumbuh akar. bahkan setelah beberapa lama pertumbuhan bibit seolah-olah berhenti. c) Naungan Naungan pada bibit muda berfungsi untuk: mengatur sinar matahari yang masuk ke pembibitan hanya berkisar antara 30-60% saja. Bibit diatur agar letaknya tepat di tengah polybag. Polybag pengganti diisi media tumbuh yang baru. sampai seperempat bagian dari volume polybag. Polybag lama disobek dengan silet atau pisau secara hati-hati agar media tanam di dalamnya tidak pecah atau berhamburan.

daun kelapa dan sebagainya. Benih tanaman yang siap untuk disemai Gambar 3. mengurangi derasnya curahan air hujan dan menghemat penyiraman air.2.yang ideal bagi pertumbuhan awal bibit. Pemeliharaan bibit Tempat pemeliharaan bibit pada umumnya adalah rak yang terbuat dari bilah bambu atau besi. memelihara kelembaban tanah. yang disusun sedemikian rupa. Pertama. Gambar 3. Dengan adanya naungan akan menghindarkan bibit dari sengatan matahari langsung yang dapat membakar daun-daun muda. d. sehingga sekali pasang dapat dipakai untuk beberapa kali usaha pembibitan.a. Ada beberapa jenis naungan yang dapat digunakan untuk melindungi pembibitan. naungan paranet dari bahan plastik atau nylon. sehingga menghasilkan sinar masuk sekitar 50%. Benih tanaman yang mulai berkecambah.b. Efek dari adanya naungan juga akan menurunkan suhu tanah di siang hari. jenis naungan dari plastik gelombang berwarna hijau yang dapat meneruskan sinar sebesar 40-60% (40% untuk naungan plastik yang sudah lama terpasang hingga 60% untuk yang baru dipasang). Paranet tipe 55 dan 45 (55% dan 45% sinar yang diteruskan). Dengan adanya rak bibit. kelebihan . Jenis naungan ketiga adalah naungan sederhana dari anyaman bambu.2. Pada rak pemeliharan bibit harus diupayakan adanya ventilasi atau jalan angin di bawah rak bibit dan berfungsi untuk: mencegah penularan bibit penyakit dari tanah yang sering terlontar ke daun bila terkena cipratan air hujan. Kedua. Umur pakainya bisa bertahan lama (3-4 tahun).

Penggunaan polybag akan menyebabkan pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti apabila terkena udara di lubang dasar polybag dan kondisi sebaliknya akan mengakibatkan pertumbuhan akar lateralnya bertambah. Teknik Pembenihan Tanaman 32 . sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. Dalam pemeliharaan bibit biasanya dilengkapi dengan alas mulsa plastik. sehingga media tidak menjadi becek dan kelembaban udara di sekitar bibit tidak terlalu tinggi. alas mulsa akan mencegah siraman air ke media polybag terus lari ke bawah atau lapisan tanah dibawah polybag. karena tertahan oleh lapisan mulsa plastik. Pemakaian alas berupa mulsa plastik berfungsi untuk: mengurangi dan mencegah pertumbuhan gulma disekitar bibit tanaman.air siraman atau hujan dengan mudah menetes ke bawah. Hal ini penting untuk menghindari pertumbuhan fungi dan bekteri penyebab penyakit. Selain itu.

maka kita dapat mengumpulkan biji buah dari pasar. 1) Pemilihan biji untuk bahan perbanyakan Mengambil biji idealnya dari buah yang besar dan sehat serta sudah matang penuh di pohon induk yang terpilih dan memenuhi persyaratan untuk dijadikan batang bawah. Gambar 3. Biji dipilih yang berukuran besar. tempat sampah. tidak terlalu kecil. tidak kempes. Kesulitan dari pengumpulan ini adalah sulit untuk mendapatkan biji yang seragam varietasnya. Tetapi apabila terdesak dengan kebutuhan biji yang banyak. Hanya biji yang tenggelam yang ditanam untuk bibit. Perbanyakan dengan biji juga masih dilakukan terutama pada tanaman tertentu yang bila diperbanyak dengan cara vegetatif menjadi tidak efisien (tanaman buah tak berkayu). tidak rusak oleh hama dan tidak luka). atau sisa kegiatan makan buah yang dimakan sendiri. maka kulit pembungkusnya harus disayat dan dibuang untuk memudahkan . Teknik pembibitan Perbanyakan dengan biji.Pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti karena tidak mampu menempus lapisan mulsa plastik dan sebaliknya pertumbuhan akar lateralnya bertambah. Biji dari daging buah dicuci sampai bersih. padat (bernas) dengan warna mengkilap atau biji yang sempurna (biji yang bentuknya seragam. Perbanyakan tanaman dengan biji (generatif) terutama dilakukan untuk penyediaan batang bawah yang nantinya akan diokulasi atau disambung dengan batang atas dari jenis unggul. sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit.3 Naungan berupa rumah plastik untuk tempat pemeliharaan bibit tanaman dan usaha pembibitan b. Biji buah yang mempunyai kulit pembung-kus keras seperti pada biji mangga. sedangkan yang hampa dibuang. Biji kemudian dimasukan ke dalam air. atau membeli biji dari pengumpul biji.

misalnya campuran pasir. Persemaian perlu dinaungi agar tidak terkena sinar matahari langsung dan Teknik Pembenihan Tanaman 33 .pertumbuhan akar. sirsak. Dengan media yang gembur. sawo dan lain-lain. pupuk kandang dan sekam yang sudah disterilkan dengan perbandingan 1:1:1. belimbing. lalu ditutup lagi dengan media setebal 1-2 cm dan disiram dengan gembor sampai basah. subur dan gembur. pepaya. Media untuk persemaian harus mempunyai aerasi baik.1 %) selama 30-60 menit. Fungsi bahan-bahan tersebut di atas adalah untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah serangan hama serta penyakit saat biji disemaikan. Caranya biji-biji yang sudah bersih tadi dicelup dalam larutan Insektisida dan fungisida dan direndam ZPT (Atonik 0. 2) Menyemaikan biji dalam wadah persemaian Untuk mempermudah perawatan. maka akar akan tumbuh lurus dan memudahkan pemindahan bibit ke polybag pembesaran. Setelah dibersihkan biji diberi perlakuan fungisida. Biji yang akan disemaikan ditabur merata di atas media. Biji yang disemaikan di dalam wadah adalah biji buah berukuran kecil seperti jambu air. biji disemaikan dalam wadah yang terbuat dari kotak kayu atau plastik dan polybag.

Bak plastik untuk penyemaian benih tanaman 3) Menyemaikan biji dalam bedeng persemaian Bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang tergantung kebutuhan dan arah bedengan diusahakan mengarah ke utara-selatan agar mendapat sinar matahari yang cukup. Untuk menghindarkan jamur dan hama yang dapat merusak biji. Untuk menambah kesuburan dan kegemburan tanah. Untuk biji mangga bagian perutnya (bagian yang melengkung) menghadap ke bawah. alpukat. agar tidak kekeringan. kemudian tanah dihaluskan. kemang dan nangka bagian sisi dimana embrio (bakal tunas dan akar) berada di bagian bawah. sedangkan untuk durian. media tempat penanaman tadi disemprot terlebih dahulu dengan fungisida dan insektisida. Gambar 3.derasnya air hujan.5 cm dengan jarak larikan 7. Bedengan disiapkan dengan menggemburkan tanah menggunakan cangkul sedalam 25-30 cm. maka selanjutnya adalah menyemaikan biji dalam bedengan dengan arah memotong bedengan (lebar bedengan) dibuat larikan sedalam 7.5 cm ataupun tanpa jarak (berdempetan). durian. maka pertumbuhan akar dan batang akan bengkok dan akan menggangu pertumbuhan bibit . alpukat. Kemudian wadahnya ditaruh di tempat yang terlindung dari gangguan unggas dan se-rangga. Penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari yaitu pada waktu pagi atau sore hari.4 . Setelah itu biji yang berukuran besar tadi ditanamkan dalam larikan dengan jarak 5-7. sebaiknya disemaikan dalam bedengan di lapang. setiap luasan dua meter persegi bedengan dapat ditambahkan masing-masing satu kaleng (isi 18 l) pupuk kandang dan sekam padi yang diaduk sampai rata. Biji tanaman yang besar seperti mangga. Bila letaknya terbalik. Biji yang disemai jangan diletakkan terbalik. kemudian ditutup kembali dengan media disekitar larikan. nangka.510 cm. dan lain-lain. Setelah bedengan persemaian siap.

65% atau dapat juga dibuat naungan individu untuk tiap bedengan dengan menggunakan atap dari jerami. anyaman bambu. Jika yang digunakan atap bukan dari paranet.5 . Untuk menghindari derasnya air hujan dan teriknya sinar matahari. Biji yang disemaikan biasanya mulai berkecambah Teknik Pembenihan Tanaman 34 . atau daun kelapa.selanjutnya. maka tinggi tiang di sebelah timur sekitar 120 cm. Gambar 3. Bedengan untuk tempat pembibitan tanaman. bedengan diberi naungan dengan paranet tipe 55%. Dengan demikian bentuk naungan condong ke arah sebelah barat dengan maksud agar bibit di persemaian cukup menerima sinar matahari pagi. sedangkan tinggi tiang di sebelah barat adalah 100 cm di atas permukaan tanah.

Dari hasil penggabungan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten. Sebagai contoh adalah tanaman manggis asal bibit susuan dapat berbuah lima tahun setelah tanam. bibit berumur genjah (cepat berbuah).4. okulasi dan susuan. okulasi. . Contoh yang lain aalah bibit durian hasil okulasi dapat berbuah 4-6 tahun setelah tanam. Setelah berumur 3-4 bulan. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. Batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. biji sudah dapat disambung pucuk ataupun diokulasi. Pada tiga cara yang terakhir dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. Bibit Kelapa di bawah naungan. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi perakarannya. pencangkokan. Kelebihan bibit vegetatif yaitu kualitas tanaman keturunan mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. 3. Setelah biji berkecambah dapat langsung dipindah ke polybag ukuran 15x20 cm atau 20x25 cm. sehingga menjadi tanaman baru. dan penyusuan.(tunas muncul di atas permukaan tanah) antara 1-3 minggu setelah penyemaian. Gambar 3. penyambungan. tergantung jenis tanamannya. Cara perbanyakan vegetatif dengan stek pada prinsipnya menumbuhkan bagian atau potongan tanaman.6. yakni tahan terhadap penyakit akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam. Teknik Pembenihan Tanaman secara vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif untuk tanaman yaitu penyetekan. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang kurang aerasi.

Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. Perbanyakan vegetatif ada kalanya lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu.sedangkan bibit asal biji akan berbuah setelah berumur lebih dari 10 tahun setelah tanam. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten. Tanaman ram-butan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam feno-lat yang teroksidasi dapat menim-bulkan pencoklatan (browning). Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. Beberapa jenis tanaman tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pu-la. sedangkan durian akan sangat meTeknik Pembenihan Tanaman 35 . Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah.

murah. ukuran. tetapi kurang praktis. karena tanaman asal stek tidak mempunyai akar tunggang. Ada beberapa keuntungan yang didapat dari tanaman yang berasal dari bibit stek. maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit secara massal. Teknik pembuatan stek tanaman Stek (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. sehingga menjadi tanaman baru. Perbanyakan bibit tanaman dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. . mudah dan tidak memerlukan teknik khusus seperti pada cara . Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. Bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman.nguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. Perbanyakan tanaman buah dengan stek merupakan cara perbanyakan yang praktis dan mudah dilakukan. . Tanaman baru mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. 1. Tanaman asal stek dapat ditanam pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal. warna dan rasanya. yaitu . terutama dalam hal bentuk buah. Stek dapat dikerjakan dengan cepat. walaupun dengan menggunakan cara konvensional a. sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. Sebagai contoh seorang yang sudah terampil mengokulasi durian.

pohon induk harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang bertunas. Hal ini mengundang bibit penyakit masuk ke bagian yang memar. Pemotongan cabang diatur kira-kira 0. Yang dijadikan stek biasanya adalah bagian pangkal dari cabang. tanaman menjadi tidak tahan kekeringan. Gunting stek yang digunakan harus tajam agar bekas potongan rapi. Kondisi daun pada cabang yang hendak diambil sebaiknya berwarna hijau tua. Cara perbanyakan tanaman dengan teknik stek dapat dilakukan melalui stek batang.cangkok dan okulasi. antara lain di batang. Zat hasil fotosintesis akan disimpan dalam organ penyimpanan. Karbohidrat pada batang berperan sangat penting yaitu sebagai sumber energi yang Teknik Pembenihan Tanaman 36 . Apabila musim kemarau pan-jang. stek akar dan stek daun. . Perakaran dangkal dan tidak ada akar tunggang. Bila kurang tajam batang akan rusak atau memar. 1) Stek Batang Bakalan stek diambil dari batang atau cabang pohon induk yang akan diperbanyak dan pemotongan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. Dengan demikian seluruh daun dapat melakukan fotosintesis yang akan menghasilkan zat makanan dan karbohidrat. saat terjadi angin kencang tanaman menjadi mudah roboh. Sedangkan potensi kerugian bibit dari stek adalah: . sehingga bisa menyebabkan pembusukkan pangkal stek.5 cm di bawah mata tunas yang paling bawah dan untuk ujung bagian atas sejauh 1 cm dari mata tunas yang paling atas. Pada saat mengambil stek batang.

stek yang berasal dari batang yang muda sering gagal. pemberian hormon tumbuh dapat membantu pertumbuhan akar (Gambar 9) 2) Stek akar Cara penyetekan ini menggunakan bagian akar sebagai sarana perbanyakan tanaman. Untuk tanaman yang mudah berakar seperti pada anggur. Bisa juga dari bekas potongannya yang mula-mula membentuk kalus. Tetapi untuk tanaman yang sulit berakar. padahal stek yang baik harus tumbuh akar dulu. Selain itu. sebaiknya sebelum stek disemai dilakukan dulu pengeratan batang. Cabang tersebut memiliki 3-4 mata tunas. Pada stek batang. Ukuran besar cabang yang diambil cukup sebesar kelingking.dibutuhkan pada waktu pembentukan akar baru. Diameter sekitar 1 cm dengan panjang antara 1015 cm. jeruk dan kesemek. Pada stek akar tunas akan keluar dari bagian akar yang mulamula berbentuk seperti bintil. Pada batang yang masih muda. tunas keluar dari mata tunas. Kondisi batang pada saat pengambilan berada dalam keadaan setengah tua dengan warna kulit batang biasanya coklat muda. antara lain jambu biji. sukun. Biasanya pada kasus ini hasil stekan akan tumbuh tunas terlebih dahulu. kandungan karbohidrat rendah tetapi hormonnya cukup tinggi. Stek tanaman ada yang mudah berakar dan ada juga yang sulit berakar. Bahan . maka stek bisa langsung disemaikan setelah dipotong dari pohon induknya. Ada beberapa jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan cara stek akar. Dari kalus ini berubah menjadi tunas atau akar. Pada saat ini kandungan karbohidrat dan auxin (hormon pertumbuhan akar) pada batang cukup memadai untuk menunjang terjadinya perakaran stek. Oleh karena itu.

stek akar harus diambil dengan cara menggali lubang di sekeliling pokok pohon induk. akan tumbuh akar yang tumbuh ke arah samping sejajar dengan permukaan tanah. Pada waktu memotong akar. Media penyemaian stek akar bisa dari pasir. Stek bisa dipindahkan ke polybag setelah lebih kurang 2 bulan. Jaraknya 5 cm antar barisan. Pilihlah akar yang berdiameter sekitar 1 cm. lubang ditutup kembali. Untuk penyemaian posisi tegak. sehingga stek berada pada kedalaman 1. Selanjutnya disimpan di bawah naungan sampai berumur sekitar 6 bulan. 3) Mempercepat pertumbuhan akar pada stek a) Pengeratan (girdling) pada batang Penimbunan karbohidrat pada cabang pohon induk yang akan dijadikan stek dapat dilakukan dengan cara pengeratan kulit kayu sekeliling cabang . harus diperhatikan agar bagian akar yang dekat dengan pohon atau pangkal akar dipotong secara serong. Hal ini diperlukan sebagai tanda agar pada waktu menyemai posisinya tidak terbalik. Bagian dekat ujung akar dipotong secara datar atau lurus. Bagian pangkal yang dibenamkan ke dalam media kira-kira 3 cm atau setengah dari panjang stek. Setelah akar diambil. Setelah 3-4 minggu stek akan bertunas dan berakar. jarak yang direkomndasikan adalah 5x5 cm. Penyemaian bisa dilakukan di dalam kotak kayu atau di bedeng persemaian. Stek disemaikan dengan cara tegak atau berdiri. Akar tanaman dipotong-potong dengan panjang antara 5-10 cm. maka stek disusun dalam barisan. Pada akar lateral yang terpotong.5-2 cm di bawah permukaan media. atau dapat juga dengan dibaringkan. kemudian stek di tutup pasir. Bila penyemaian dengan dibaringkan.

Teknik Pembenihan Tanaman 37 .

Jenis hormon auksinnya bisa IBA. tergantung jenis hormon dan jenis tanamannya. Pada benjolan inilah terjadi penumpukan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber tenaga pada saat pem-bentukan akar dan hormon auksin yang dibuat di daun. Biarkan cabang yang sudah dikerat selama 2-4 minggu. Pada dasar keratan akan tampak benjolan atau kalus. Pada cara ini hormon auksin dilarutkan ke dalam alkohol 50%. (1) Cara celup cepat (quick dip) . Batang-batang stek yang akan diberi hormon disatukan. . seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 100-200 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc). Lebar lingkaran sekitar 2 cm. Sesungguhnya tanaman sendiri menghasilkan hormon. Kemudian tambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan. Bisa dengan diikat menggunakan tali plastik atau karet gelang. Tambahan auksin dari luar diperlukan untuk memacu perakaran stek. akan tetapi banyaknya auksin yang dihasilkan belum cukup memadai untuk mendorong pembentukan akar. Setelah terlihat benjolan barulah cabang dapat dipotong dari induknya. Selanjutnya bagian pangkalnya sekitar 2 cm dicelupkan selama 5 detik ke dalam larutan hormon. Bagian pangkal cabang sepanjang 20 cm bisa dijadikan sebagai stek. yaitu auksin endogen. b) Penggunaan hormon tumbuh Hormon auksin bertindak seba-gai pendorong awal proses inisiasi atau terjadinya akar. IAA atau NAA (berbentuk serbuk).000 ppm.dibuang secara melingkar. Jarak dari ujung cabang ke batas keratan kira-kira 40 cm. . Konsentrasi yang digunakan berkisar antara 500-10. . Atau lebih mudahnya menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap untuk digunakan yang banyak dijual di toko pertanian.

yaitu 10-24 jam. Jadi perbandingan dosis auk-sin pada pencelupan dan pe-rendaman adalah 100 : 1. (2) Cara rendam (prolonged soaking) . Batang stek direndam dalam larutan auksin kira-kira 2 cm dari bagian pangkal. Mula-mula auksin (berbentuk serbuk) dilarutkan dalam alkohol 95%. Larutan yang sama bisa digunakan berulang-ulang.Cara celup ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: Peralatan yang digunakan lebih sedikit bila dibandingkan dengan cara perendaman. larutan ditutup kembali agar alkoholnya tidak menguap. tetapi waktu perendamannya lama. Bisa juga dengan konsentrasi 5 ppm. Agar pe-nyerapan auksin berlangsung Teknik Pembenihan Tanaman 38 . tidak tergantung keadaan lingkungan. seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 1-2 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc). Dengan demikian. . tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan. Naik turunnya penyerapan hormon tidak akan terjadi pada waktu pencelupan. Umumnya untuk penyetekan tanaman buah digunakan konsentrasi 100 ppm dengan lama perendaman 1-2 jam. . Untuk lebih memudahkan dapat menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap pakai dan banyak dijual di toko per-tanian. banyaknya hormon per satuan luas permukaan akan tetap. Konsentrasi auksin yang digunakan berkisar antara 5-100 ppm. Yang penting setelah digunakan. Cara perendaman sebagai berikut. Kemudian ditambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan.

Hal ini berguna agar penyerapan hormon berjalan teratur. Pangkal stek kemudian diketuk-ketuk agar auksin yang melekat tidak berlebihan.000 mg pelarut. . maka 1.000-5. Mula-mula auksin dilarutkan dalam alkohol 95%. Pengertian ppm (part per million) artinya 1 bagian hormon dalam sejuta bagian pelarut atau tepung. Pembuatan tepung dengan konsentrasi 1. Selanjutnya tepung tersebut dikeringkan sampai seluruh alkoholnya menguap. . lama perendaman disesuaikan dengan konsentrasi larutan. tidak kurang karena pengaruh lingkungan.000.000 ppm. kemudian disentuhkan ke dalam tepung. .000 mg hormon dilarutkan dalam 1.000 ppm tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan. Pada setiap cara diatas konsentrasi dibuat berdasar-kan ppm. masukkan 1 kg tepung (talc) dan diaduk kembali. Perendaman dilakukan ditempat yang teduh dan agak lembab.000 cc alkohol 95%. Jadi jika akan membuat larutan dengan konsentrasi 1. Setelah itu stek dapat disemaikan dalam media. . Pelarut Alkohol diupayakan untuk diuapkan. Ke dalam larutan tersebut ditambahkan talek atau tepung sesuai dengan konsentrasi yang digunakan. Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut: basahi pangkal stek dengan air. atau 1 gr hormon ke dalam 1 kg pelarut.000 ppm dengan cara melarutkan 1 gr hormon dalam 5001. Untuk proses yang lebih mudah dapat menggunakan hormon tumbuh auksin yang sudah siap digunakan dan banyak dijual di toko pertanian . Setelah diaduk sampai rata. (3) Cara pemberian dengan tepung tepung (powder).dengan baik. Konsentrasi berkisar antara 1.

lebar 40-50 cm dan tinggi 20-30 cm. Sebelum stek disemai. lebar 25-30 cm dan tinggi 10-15 cm yang banyak dijual di toko pertanian. sekitar 70-90%. terlebih dahulu dibuat lubanglubang kecil pada media. Perkirakan jarak lubang sekitar 5x5 cm dan dalamnya sekitar 5-7. Media tumbuh dapat menggunakan pasir.5 cm atau setengah dari panjang stek. Ukuran kotak bisa lebih besar atau lebih kecil. 4) Persemaian stek Stek yang sudah diberi perlakuan hormon penumbuh akar siap untuk disemaikan. Lakukan penyiraman dengan gembor. Selain itu dalam pembentukan akar stek diperlukan oksigen yang cukup. 25-27oC. sehingga aerasinya baik. sehingga permukaan media turun dan kompak. Setelah itu baru bagian pangkal stek dimasukkan Teknik Pembenihan Tanaman 39 . Oleh karena itu media yang digunakan harus cukup gembur. Tebal lapisan media antara 10-15 cm. atau menggunakan campuran pasir dengan sekam padi dengan perbandingan 2:1. Usaha untuk menumbuhkan stek perlu dilakukan pada lingkungan yang mempunyai cahaya baur atau terpencar (difusi). Kotak kayu untuk menyemaikan stek bisa dibuat dari papan dengan ukuran panjang 80-100 cm. disesuaikan dengan banyaknya stek yang akan disemaikan. Penyemaian dalam kotak kayu dilakukan dengan rangkaian sebagai berikut. Media tersebut dimasukkan ke dalam kotak kayu. Turus bambu yang dibulatkan bisa dipakai atau dapat pula dengan ranting pohon sebesar pensil. Untuk itu perlu menyediakan tempat yang kondisinya sesuai. Kelembaban udara sebaiknya tinggi. Untuk lebih praktis dapat juga digunakan kotak plastik (box semai) dengan ukuran panjang 35-40 cm. Suhu mendekati suhu kamar.dalam bentuk serbuk dengan berbagi merek dagang.

Lahan yang akan dibuat bedengan dicangkul sedalam 25-30 cm (sedalam mata cangkul). bedengan disungkup . tunggu beberapa hari lagi sampai kelihatannya berwarna coklat dan stek sudah dapat dipindahkan ke dalam polybag. Lakukan penyiraman agar media basah. Yang pen-ting media persemaian selalu dalam kondisi basah. Jarak stek yang disemaikan ialah 5x5 cm. Penyiraman persemaian harus dilakukan setiap hari sekali atau tergantung keadaan. Setelah itu batang stek bisa ditancapkan.ke dalam lubang. Cungkil stek dengan bilah bambu secara hati-hati agar perakarannya tidak menjadi rusak. Jika ingin menggunakan naungan dari paranet gunakanlah paranet tipe 75% (sinar yang masuk ke bedengan sebesar 25%). Untuk menghindari adanya tanah yang longsor tepi bedengan bisa dihalangi dengan bilah bambu atau batu bata. Bedengan perlu dilengkapi dengan naungan untuk melindungi bibit dari sengatan matahari yang berlebihan. Bedengan dibuat dengan arah Utara-Selatan agar stek bisa menerima matahari secara baik. Ukuran bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan. Sebaiknya kotak di-taruh pada tempat yang terlindung dari teriknya sinar matahari. Selanjutnya persemaian disiram lagi. Untuk menjaga agar kelembaban di sekitar stek menjadi tinggi. Naungan yang bisa terbuat dari daun kelapa. Kotak kemudian ditutup dengan lembar plastik bening atau transparan. daun alang-alang atau jerami padi. Persemaian di bedengan dilakukan sebagai berikut. Bagian media di sekitar stek ditekan perlahan-lahan agar posisi stek tidak goyah. Tanah lapisan atas ditaburi pasir setebal lebih kurang 5 cm. Apabila batang stek yang akan kita semaikan jumlahnya banyak maka penyemaian bisa dilakukan dalam bedengan. Setelah 2-3 bulan stek sudah mulai berakar.

dengan plastik transparan. . Pindahkan polybag stek ke bangunan pembibitan yang bernaungan/ rumah plastik/ rumah kaca. . Isi polybag dengan media tanam yang telah disiapkan dan buatlah lubang tanam yang sesuai dengan ukuran bibit stek. mengendalikan OPT dan memberi ajir (jika perlu) sampai dengan stek cukup besar ukurannya dan siap untuk dipasarkan. . Pindahkan bibit stek dengan cara mengambil stek beserta akar bibit dan sedikit media stek. . Standar stek yang siap disapih adalah mempunyai 4-6 daun baru yang sudah mekar dengan sempurna (daun-daun sudah mendapatkan nutrisi dari akar baru yang sudaj tumbuh). Siapkan polybag sesuai dengan ukuran stek (diamter 10-20 cm). Teknik pencangkokan Teknik Pembenihan Tanaman 40 . lalu benamkan bibit stek dengan hati-hati pada media tanam dan timbuh bibit stek dengan media tanam yang telah disiapkan kemudian lakukan pemadatan seperlunya agar stek berdiri dengan tegak. maka stek harus disapih/transplanting. . Lakukan pemeliharaan stek dengan cara menyiram . Setelah ukuran stek memenuhi standar dan mempunyai akar. Siapkan media pembibitan dengan komposisi tanah dengan kompos 1:1. memupuk. b. .

Media untuk mencangkok bisa menggunakan cocopeat atau serbuk sabut kelapa ataupun cacahan sabut kelapa. Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak c abang yang dipotong. Waktu pelaksanaan sebaiknya pada awal musim hujan. Kalau disekitar kebun ada tanaman bambu. Dapat pula digunakan campuran kompos/ pupuk kandang dengan tanah (1:1). Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan. sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara i ni. Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja. sehingga cangkokan tidak akan kekeringan. karena pada proses mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk. Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang. maka tanah di bawah bambu yang telah bercampur seresah daun bambu dan sudah membusuk bisa juga digunakan untuk media cangkok. terdapat juga beberapa kekurangan/ kerugian pembibitan dengan sistem cangkok. Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya. Teknik ini relatif sudah lakukan oleh petani dan keberhasilannya lebih tinggi. Selain itu dengan mencangkok di awal musim hujan akan tersedia waktu untuk menanam hasil cangkokan pada musim itu juga. Pada teknik ini tidak ada batang bawah dan batang atas. Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering.Teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. A B C D E F Teknik Pembenihan Tanaman 41 . D isamping keuntungan.

.

Entres dicelupkan ke dal am Zat Perangsang Tumbuh C.Gambar 3. Pan gkal entres berbentuk sisi satu.7. Entres siap disemai. Pangkal entres berbentuk sisi dua. Persiapan dan bentuk entres: A. A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 42 E F . F. Entres yang sudah tumbuh akar D. B. Pangkal entres berbentuk datar E.

Menyiapkan bahan. Menyiapkan bahan stek .Gambar 3.8. Persiapan penanaman stek: A. F. Menyiapkan media.. B. C. Memangkas daun A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 43 . D. E. Menyiapkan sungkup. Menyiapkan alat.

G H Teknik Pembenihan Tanaman 44 . Menyiapkan batang stek B.9. Penamanan stek pada media tanah: A. Menanam bahan stek bunga soka F. Menanam bahan stek dari tangkai daun. Menanam bahan stek dari cabang mawar. Menempatkan hasil stek. D.Gambar 3. E . Menyiapkan hormon. C.

Memeriksa pertumbuhan akar dari bibit yang berasal dari s tek. Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah. media diatur penempatannya agar rata menutupi luka keratan sampai melewati luka keratan . tidak lebih kecil dari ukuran pensil. J. Ukuran diameternya sekitar 0. Setelah dikerik pada keratan bagian atas diolesi atau-pun tanpa diolesi dengan hormon tumbuh. Memelihara stek. adalah Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air.Gambar 3. Siapkan dan atur lembaran plastik (kantong plastik yang su-dah dibuka/dibelah) atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di bagian bawah keratan (1-2 cm). kemudian diikat dengan tali plastik atau rafia.9 (lanjutan ) G. Kambium ini dihilangkan dengan cara dikerik dengan mata pisau sehingga bersih atau kering. Sebaiknya warna kulit cabang coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung jenis tanaman. Cabang kemudian disayat dengan pisau secara melingkar dan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter cabang. Contoh hormon pertumbuhan atau vitamin.5-2 cm. Balik posisi kantong plastik ke arah berlawanan/keatas. H. 1) Teknik mencangkok secara konvensional Pertama-tama harus dipilih cabang yang sehat dan kuat atau sudah berkayu. Selanjutnya bekas sayatan ditutup dengan media cangkok. Hasil penyetekan. Bunga mawar hasil stek batang siap jual. Jika terdapat kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air atau hormon tersebut ditambahkan pada media cangkok. I. Kemudian kulitnya dikelupas sehingga bagian kambium yang seperti lendir tampak jelas. se-hingga akan diperoleh ikatan tali plastik di dalam kantong plastik (ikatan bagian bawah tidak kelihatan dari luar/lebih rapi).

bagian atas (1-2 cm). Lakukan pengikatan bagian atas dan bagian tengah plastik (kalau dibutuhkan). tanpa Teknik Pembenihan Tanaman 45 . Cangkokan harus dirawat dengan cara disiram secara rutin agar tidak kering atau diposisi atas cangkokan diberi kantong plastik berisi air dengan satu lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes atau irigasi tetes dengan menggunakan potongan batang bambu "bumbung" berdiameter 5 cm diisi dengan air.

Posisi bumbung digantung diatas cangkokan dengan posisi bawah bumbung merapat dengan posisi tengah cangkokan atau ditalikan melekat dicangkokan. akar keluar karena aliran zat makanan (karbohidrat) dan auksin (hormon tumbuh yang mendorong keluarnya akar) mengalir ke bawah melalui kulit kayu (phloem) dan tertahan di bagian keratan sebelah atas. Setelah cukup besar cangkokan bisa dipindah ke kebun. Selanjutnya polybag ini ditempatkan di tempat yang terlindung sampai cangkokan menjadi segar kembali (biasanya 3-4 bulan). Pemotongan cangkokan dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau gergaji di bawah ikatan cangkok. Cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya. Bumbung ini dapat bertahan selama 3 hari. Plastik pembungkus media dilepaskan. 2) Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik hampir sama dengan cara mencangkok yang normal. Pada cangkok. Potong 1/2 . Biasanya setelah 2-3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar. hasil cangkokan dianggap berhasil.1/3 helai daun dari seluruh daun yang ada dengan gunting stek. Apabila akar sudah memenuhi media. Setelah itu cangkok disemaikan dalam polybag. Sebagai media cangkok di polybag bisa digunakan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1: 2.dilubangi hanya dikerik/dikupas sedikit bagian kulit bawah yang nantinya dilekatkan diatas media cangkokan. Setelah dipotong dari induknya sebagian daun dikurangi untuk menghindari penguapan yang berlebihan. sehingga pada keratan bagian atas ini penimbunan karbohidrat dan hormon jadi meningkat dan berbentuk kalus yang berubah menjadi akar tanaman. Daun pada cabang terlihat segar. perbedaannya adalah media cangkok yang digunakan adalah cocopeat (serbuk sabut kelapa) yang tersedia di toko pertanian atau sabut kelapa yang sudah .

sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam kantong plastik. . serbuk/potongan sabut kelapa kita taruh di wadah. Media. maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan.kita perlakukan sendiri. Sabut kelapa direndam dalam air. . atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. . contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di Teknik Pembenihan Tanaman 46 . Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya.atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. Tam bahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. Perlakuan sabut kelapa meliputi langkahlangkah sebagai berikut. . . maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan. Tambahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. paling lama 1 minggu agar melunak sehingga mudah dipisah-pisahkan dan hilang kandungan zat yang ada di sabut kelapa tersebut. Untuk pemakaian cocopeat tanpa melalui perendaman dalam air (dapat langsung digunakan). . contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. S abut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. yang digunakan hanya sabut kelapa tanpa kulitnya. Sabut kelapa dikupas atau dipisahkan dengan bagian kulit luarnya yang keras. karena zat tersebut dapat menghambat pembentukan akar tanaman. Jika kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air.

A. Pengisian media ke dalam lembaran plastik D. atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc.toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. A B Teknik Pembenihan Tanaman 47 . Pengikat an lembaran plastik di bawah kupasan kulit daun. C. Jika kesulitan A mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. Pengupasan kulit batang. 10 . B C D Gambar 3. Proses pencangkokan secara konvensional. B. Teknik pencangkokan konvensional telah selesai.

Dari 2 kg media akan dihasilkan 15-20 media dalam kantong plastik. (b) Jumlah tanaman yang kita cangkok bisa lebih banyak per satuan waktu. Pada batang tanaman dilakukan pengikatan. Media dalam kantong plastik tersebut tahan sampai dengan 1 bulan.11. (c) Kita punya persediaan media dalam kantong plastik yang mudah dibawa . Isikan media dan padatkan sampai ¾ plastik. Dengan teknik ini diperoleh keuntungan antara lain: (a) Pencangkokan lebih cepat dan ringkas. Pengupasan kulit batang. B.C D Gambar 3. A. Cara penggunaan media tersebut tinggal menyobek/ mengiris memanjang satu sisi kantong plastik dan sisi sobekan tadi dimasukkan dari bagian bawah luka bila posisi batang melintang atau datar. agar media berada pada posisi yang benar (letak sobekan menghadap ke atas (bila posisi batang mendatar) dan media rata menyelubungi/ menutup keratan/ luka di batang tanaman). C. Media cangkok dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg untuk diameter batang yang kecil dan ½ kg untuk diameter batang yang lebih besar (ukuran kantong plastik disesuaikan dengan diameter batang yang akan dicangkok). Pembukaan kantong plastik berisi media. Prosesn Pencangkokan konvensional yang dimodifikasi. Cabang yang sudah dikupas kulitnya di masukan ke dalam kantong media Teknik pencangkokan yang efektif dan efisien telah selesai Contoh penggunaan media: 2 kg serbuk kelapa kering dicampur dengan 1 liter air yang sudah dicampur dengan 1-3 tetes hormon pertumbuhan. pada posisi batang tegak memasukkan bebas.kemudian di-selubungkan secara merata ke keratan batang tanaman. kemudian diratakan hingga diperoleh campuran yang basah. kemudian tarik ujung kantong plastik dan ditalikan.

Teknik Pembenihan Tanaman 48 .kemana-mana dan mudah dipakai sewaktu-waktu.

Gambar 3. Pohon induk untuk cangkokan (kiri) dan cabang yang dapat dijadikan bibit cangkokan (kanan) A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 49 .12 .

Membungkus dan mengikat dengan t ali G H I J Gambar 3. E.E F Gambar 3. Menyiapkan media pembi bitan.13. Memelihara bibit dari hasik pencang-kokan melalui keg iatan penyiraman.(lanjutan). Mengelupas kulit cabang. Memelihara cangkokan. Memotong hasil cangkok. D. A. C. Memberi hormon auxin pada sayatan bagian atas. I. Memasang plastik untuk menampung media cangkok. pengendalian OPT dn pemberian pupup untuk nutrisi bibit baru hasil cangkok Teknik Pembenihan Tanaman 50 . Proses pencangkokan. H. B. Membuang kambium cabang.13 . Membubuhkan tanah sebagai media tumbuh akar. J. G. F. disiram/disemprot dengan air.

Teknik penyambungan Penyambungan atau enten (grafting) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. Kadang-kadang bisa juga dilakukan penyambungan antara dua tanaman yang berlainan spesiesnya tetapi masih dalam satu famili. Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. tindakan ini dilakukan khususnya pada tanaman yang berumah dua. Bibit cangkok yang tealah berakar sudah siap untuk dipisahkan dari pohon induk. juga dapat mempercepat waktu berbunga dan berbuah (tanaman berumur genjah) serta menghasilkan tanaman yang sifat berbuahnya sama dengan induknya. Peremajaan tanpa menebang pohon tua. . c. Mengatur proporsi tanaman agar memberikan hasil yang lebih baik. misalnya tanaman melinjo. baik itu berupa tunas pucuk atau tunas samping. Penyambungan batang bawah dan batang atas ini biasanya dilakukan antara dua varietas tanaman yang masih dalam spesies yang sama. sehingga tidak memerlukan bibit baru dan menghemat biaya eksploitasi.Gambar 3. Tanaman mangga (Mangifera indica) disambung denga tanaman kweni (Mangifera odorata). Bagian tanaman yang disambungkan atau disebut batang atas (scion) dan merupakan sepotong batang yang mempunyai lebih dari satu mata tunas (entres). 1) Manfaat sambungan pada tanaman Manfaat sambungan pada tanaman adalah untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil tanaman.14. Misalnya penyambungan antar varietas pada tanaman durian. dihasilkan gabungan tanaman baru yang mempunyai keunggulan dari segi perakaran dan produksinya.

Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. bibit dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik). sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah.2) Syarat batang bawah untuk sambungan Untuk menyiapkan batang ba-wah dapat menggunakan biji asalan atau "sapuan sehingga menghasilkan batang bawah. Pada saat bibit berdiameter 3-5 mm. kambium aktif. tetapi ada varietas tanaman yang baik khusus untuk batang bawah yaitu durian varietas bokor dan siriwig. karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar. dan berumur sekitar 3-4 bulan. Agar menghasilkan bibit yang baik disarankan penyiraman dalam jumlah yang cukup (media cukup basah). Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur : Teknik Pembenihan Tanaman 51 .

tanah. Panjangnya kurang lebih 10 cm dari ujung pucuk. Kecuali untuk pengangkutan jarak jauh dalam jumlah banyak maka gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya. tetapi dengan mudah bisa dipotong dengan pisau silet. setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. Bila pada waktunya pengambilan entres. 3) Syarat batang atas untuk sambungan Batang atas atau entres yang akan disambungkan pada batang bawah diambil dari pohon induk yang sehat dan tidak terserang penyakit. dengan diameter sedikit lebih kecil atau sama besar dengan diameter batang bawahnya. maka bagian pucuk muda ini dibuang dan bagian . Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel. Entres dalam keadaan dorman ini bila dipijat dengan dua jari tangan akan terasa padat. keadaan pucuknya sedang tumbuh tunas baru (trubus) atau sedang berdaun muda. atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman maka ukuran polybag semakin besar. Entres sebaiknya dipilih dari bagian cabang yang terkena sinar matahari penuh (tidak ternaungi) sehingga memungkinkan cabang memiliki mata tunas yang tumbuh sehat dan subur. Selain itu bila dilengkungkan keadaannya tidak lentur tetapi sudah cukup tegar. Entres yang akan diambil sebaiknya dalam keadaan dorman (istirahat) pucuknya serta tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). Pengambilan entres ini dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau silet yang tajam (agar diperoleh potongan yang halus dan tidak mengalami kerusakan) dan bersih (agar entres tidak terkontaminasi oleh penyakit). pupuk kandang : sekam padi (1:1:1).

dan sambungan samping. Namun bila diambil dari cabang yang lain. Batang atas yang sudah disiapkan dipotong.5-10 cm. Caranya sebagai berikut. yaitu sambungan pucuk. Memilih batang bawah yang diameter batangnya disesuaikan dengan besarnya ba-tang atas. mangga dan alpukat umur 3-6 bulan. Teknik Pembenihan Tanaman 52 . Se-bagai contoh. sehingga panjangnya antara 7.5 cm. Batang bawah kemudian dibelah membujur sedalam 2-2. tergantung jenis tanamannya. untuk durian umur 3-4 bulan. Batang bawah dipotong setinggi 2025 cm di atas permukaan tanah. Manggis pada umur 24 bulan baru bisa disambung karena sifat pertumbuhannya lambat. Pada durian bila entres yang digunakan berasal dari cabang yang tumbuh tegak lurus. Gunakan silet. bagian pangkal disayat pada kedua sisinya sepanjang 2-2. maka bibit sambungannya akan tumbuh tegak dengan percabangan ke semua arah atau simetris. Bentuk ini berangsur-angsur hilang bila tanaman menjelang dewasa.5 cm. Sambung pucuk (top grafting) merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian atas atau pucuk dari batang bawah. Umur batang bawah pada keadaan siap sambung ini bervariasi antara 1-24 bulan.pangkalnya sepanjang 5-10 cm dapat digunakan sebagai entres. berbentuk seperti kipas. 4) Tipe sambungan jika ditinjau dari bagian batang bawah yang disambung Ada dua tipe sambungan. sehingga bentuk irisannya seperti mata kampak. pisau okulasi atau gunting stek yang tajam agar bentuk irisan menjadi rapi. pertumbuhan bibitnya akan meng-arah ke samping.

Kantong plastik ini ditarik pelanpelan. Batang atas dibuat irisan me-runcing pada kedua sisinya. Sambungan yang gagal akan berwarna hitam dan kering. Pada dasarnya. batang bawah dan batang atas akan . bahkan lebih baik dibuat lebih kecil. Untuk selanjutnya kita tinggal merawat sampai bibit siap dipindah ke kebun Tipe sambungan kedua adalah sambungan samping. Caranya sebagai berikut. Agar sungkup plastik tidak lepas bagian bawahnya perlu diikat. pita pengikat sambungan baru boleh dibuka 3-4 minggu kemudian. Irisan kulit batang bawah dibiarkan atau tidak dipotong. Ukuran batang atas tidak perlu sama dengan batang bawah. Pada saat ini sungkup plastiknya sudah bisa dibuka. Batang atas tersebut disisipkan pada irisan belah dari batang bawah.Terbentuklah pita plastik yang tipis dan lemas. Tanaman sambungan kemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindung dari panasnya sinar matahari. Sambungan kemudian disungkup dengan kantong plastik bening. sehingga panjangnya menjadi 2-3 kali panjang semula. pelaksanaan sambung samping sama seperti pelaksanaan model sambung pucuk.Selanjutnya batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah. Namun. Dengan demikian. Batang bawah dipilih yang baik. Pada batang bawah dibuat irisan belah dengan mengupas bagian kulit tanpa mengenai kayu atau dapat juga dengan sedikit menembus bagian kayunya. Sisi irisan yang menempel pada batang bawah dibuat lebih panjang menyesuaikan irisan di batang bawah dari sisi luarnya. Pengikatan dengan tali plastik yang terbuat dari kantong plastik ½ kg selebar 1 cm. Biasanya 2-3 minggu kemudian sambungan yang berhasil akan tumbuh tunas. Pada waktu memasukkan entres ke belahan batang bawah perlu diperhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah. Sambung samping merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian samping batang bawah. Tujuan penyungkupan ini untuk mengurangi penguapan dan menjaga kelem-baban udara di sekitar sambungan agar tetap tinggi.

kurang lebih 2 minggu setelah penyambungan. Bilamana sudah dipastikan bahwa batang atas dapat tumbuh dengan baik. sambungan dan batang atas ditutup dengan kantong plastik. Setelah batang atas menunjukkan pertumbuhan tunas. Setelah selesai disambung. sampai tautan sambungan cukup kuat. Kedua lapisan kambium harus diusahakan agar saling bersentuhan dan bertaut bersama.saling berhimpitan. kemudian diikat dengan tali plastik. kantong plastik serta tali plastik bagian atas sambungan dibuka lebih dulu. sedangkan tali plastik yang mengikat langsung tempelan batang atas dan kulit batang bawah dibiarkan. Pemotongan perlu dilakukan supaya tidak terjadi kompetisi kebutuhan zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan lanjutan dari batang atas. Teknik Pembenihan Tanaman 53 . Untuk menjaga agar tidak terkontaminasi atau mengering. bagian batang bawah di atas sambungan dipotong.

Batang at as siap disambungka. Pengikatan dengan tali plastik. Melancipkan 2 sisi pangkal batang atas. Pembelahan batang bawah. I. B. Pemotongan batang bawah. E dan F. H. D. Proses pembibibitan tanaman dengan teknik sambungan.A B C D E F G H I Gambar 3. A. Sambungan diselubungi dengan kantong plastik. Sambungan telah jadi dan bertaut ditandai keluarnya kuncup daun Teknik Pembenihan Tanaman 54 . C.15. G Sambungan telah diikat.

Dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik). Disarankan penyiraman cukup (media cukup basah) Teknik Pembenihan Tanaman 55 . berumur sekitar 3-4 bulan. Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Teknik penempelan tunas (okulasi) Penempelan atau okulasi (budding) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. sehingga bisa meng-hasilkan bibit lebih cepat dari pada sistem okulasi yang lama. entres (scion) dan merupakan potongan satu mata tunas (entres). Dalam buku ini coba kita kenalkan "Okulasi Cipaku" karena teknik okulasi ini banyak dikembangkan dan digu-nakan oleh petani penangkar bibit di daerah Cipaku dan sekitarnya. Batang diupayakan berdiameter 3-5 mm. Bagian tana-man yang ditempelkan atau di-sebut batang atas.d. di Kabupaten Bogor. 1) Syarat batang bawah untuk okulasi Dapat menggunakan biji asal-an atau "sapuan" untuk mengha-silkan batang bawah. tetapi ada varietas durian yang baik khusus untuk batang bawah yaitu varietas bokor dan siriwig. Sedangkan okulasi Cipaku dilakukan pada batang bawah berukuran sebesar pangkal lidi. sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah.Teknik okulasi cipaku ini adalah pengem-bangan teknik okulasi sistem Forkert. Biasanya penangkar bibit melakukan okulasi pada saat batang bawah sudah sebesar ukuran pensil. kambiumnya aktif. karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar.

.

biasanya tiga minggu sebelum pengambilan batang atas dilakukan pemupukan dengan pupuk NPK. Syarat lain yang perlu diperhatikan pada waktu pengambilan entres adalah kesuburan dan kesehatan pohon induk. Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur: tanah. Kecuali un-tuk alasan pengangkutan jarak jauh untuk efisiensi tempat kita gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya. pupuk kandang : sekam padi (1:1:1). Setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. terutama penyakit . 2) Syarat batang atas untuk okulasi Entres yang baik adalah yang cabangnya dalam keadaan tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel. Entres yang diambil dari cabang yang terlalu tua pertumbuhannya lambat dan persentase keberhasilannya rendah. Kesehatan pohon induk ini penting karena dalam kondisi sakit. Warna kulitnya coklat muda kehijauan atau abu-abu muda. Besar diameter cabang untuk entres ini harus sebanding dengan besarnya batang bawahnya.Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. Pada tanaman tertentu sering dijumpai cabang entres yang masih ada daun melekat pada tangkai batangnya. Untuk itu perompesan daun harus dilakukan dua minggu sebelum pengambilan cabang entres. Untuk meningkatkan kesuburan pohon induk. Dalam waktu dua minggu ini. tangkai daun akan luruh dan pada bekas tempat melekatnya (daerah absisi) akan terbentuk kalus penutup luka yang bisa mencegah masuknya mikro-organisme penyebab penyakit (patogen). atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman harus diimbangi dengan ukuran besar polybag. Cabang entres untuk okulasi sebaiknya tidak berdaun (daunnya sudah rontok).

Seorang Teknik Pembenihan Tanaman 56 . Kebersihan alat okulasi. setelah digunakan silet di-bersihkan dan dibungkus lagi dengan kertas pembungkusnya agar tidak berkarat. sehingga bila mata tunasnya segera diokulasikan akan mempercepat pertautan dengan batang bawah. terhindar dari sinar matahari langsung.0011. Tetapi ini bisa diatasi dengan menempel di tempat yang teduh. silet yang akan digunakan langsung kita belah dua saat masih alam bungkusan kertas. Perawatan alat okulasi. antara jam 07.00 siang daun mulai layu. Entres diambil setelah kulit kayu cabangnya dengan mudah dapat dipisahkan dari kayunya (dikelupas).00 pagi. Petani terampil satu bagian silet mampu digunakan untuk 100 s/d 200 kali okulasi sehingga dengan dua bagian silet mampu dihasilkan 200 s/d 400 okulasi dalam sehari (10 jam kerja). 3) Faktor yang menunjang keberhasilan okulasi Waktu terbaik pelaksanaan okulasi adalah pada pagi hari. ka-rena saat tersebut tanaman se-dang aktif berfotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam kondisi aktif dan optimum. sehingga silet kita tetap dalam kondisi bersih satu belahan kita gunakan sedangkan belahan lainnya kita sim-pan untuk pengganti belahan silet pertama apabila dirasa sudah tidah tajam lagi.sistemik mudah sekali ditularkan pada bibit. Diatas Jam 12. ini menandakan kambiumnya aktif. Bagian dalam kulit kayu ini (kambium) akan tampak berair.

I. Mata entres terlepas tanpa kayunya dan siap ditempel. berumur 3-4 bulan. K Mata tunas tumbuh hasil okulasi Teknik Pembenihan Tanaman 57 . C.. A. Pengikatan dengan tali plastik. Kerja mulai jam 06.pembibit yang berpengalaman dalam 1 jam mampu menempel sekitar 40 tempelan. Proses pembuatan bibit dengan cara okulasi.00-17. Okulasi dengan menggunakan bibit berdiameter 3-5 mm. D. Mata entres terlepas dengan kayunya. B C D E F G H I J K Gambar 3.16. B.00 (4 jam). Setelah 2-3 minggu okulasi sudah dapat dibuka. E. J. A sehingga 10 jam kerja dalam 1 hari dihasilkan 10x40 = 400 tempelan. Mata entres terpisah dengan batang atas. F. G. Menempelkan mata ent res ke sayatan batang Bawah. H. Pengambilan mat a entres dari batang atas. Arah ikatan dari bawah ke a tas..00-12. Pembuatan sayatan di batang bawah.00 (6 jam) dilanjutkan jam 13.

Harga 1/4 kg kantong plastik harganya Rp 3. yang bergeraknya plastiknya bukan siletnya. Biasanya 1 kantong plastik ukuran ½ kg menjadi 12 irisan bolak-balik sehingga menjadi 24 irisan x 3 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 72 tali plastik x ¼ kg (isi 140 lembar) maka dihasilkan 10. sedangkan 1 kantong plastik ukur-an 2 kg menjadi 20 irisan bolak balik sehingga menjadi 40 irisan x 4 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 160 tali plastik x ¼ kg (isi 60 lembar) maka dihasilkan 9. Cara menghitung kebutuhan tali plastik adalah sebagai berikut.000. Biasanya kan-tong plastik yang habis kita iris menjadi tali plastik. Pengirisan dengan silet. gerakan ini juga mampu menjatuhkan embun/ air yang melekat di daun.Pembuatan tali plastik dari kantong plastik berukuran ½ kg (12x25 cm) atau 2 kg (20x35 cm). Membuat irisan memanjang dengan lebar 0. Batang bawah dibersihkan dari kotoran/debu dengan cara mengusap .600 tali platik. ¼ kg plastik ukuran ½ kg berisi 140 kantong plastik dan ¼ kg plastik ukuran 2 kg berisi 60 kantong plastik. gerakan batang bawah sekali lagi dengan tangan. sedangkan yang sudah biasa pengirisan kantong plastik dapat langsung di atas paha kita.-. 4) Cara okulasi a) Perlakuan pendahuluan Batang bawah dengan polybagnya dipegang dan diangkat sedikit keatas lalu ditekan miring ke bawah sehingga posisi tanaman dan polybagnya menjadi miring ke arah luar. Untuk pemula pengirisan plastik bisa beralaskan papan atau kaca.080 tali plastik. jangan dilap. Membersihkan tali plastik dengan cara dipegang dengan jari direntangkan dan diketek-ketek atau digerakan biar menjadi ber-sih. agar memudahkan mencari posisi batang yang akan di tempel dan pengerjaan penempelan. kita gosok-gosokan ke telapak tangan kita biar tidak licin/lebih kesat. agar lebih banyak embun/air yang jatuh. Gunakan plastik yang tahan santan dan minyak.5-1 cm.

kalau okulasi ke-2 masih gagal dalam 3 minggu berikutnya kita dapat mengulang untuk yang terakhir kali atau yang ke-3 berjarak sepanjang silet pada sisi yang berlawanan dengan okulasi ke-2 atau sama sisi dengen okulasi ke-1. Tetapi jangan melakukan okulasi 2 atau 3 sekaligus pada tanaman karena itu akan membuat stress tanaman.dengan ibu jari dan telunjuk tangan kita pada bagian yang akan dibuat sobekan untuk okulasi. b) Pembuatan sayatan untuk tempat menempel entres Bagian batang bawah yang akan dijadikan tempat okulasi harus diperhatikan dengan seksama. buat tempat sayatan/ kupasan/ sobekan setinggi 3 kali tinggi/panjang silet dari batas akar dan batang. Kalau itupun gagal kita bisa gunakan alternatif dengan teknik sambung pucuk atau kita menunggu tanaman tumbuh lebih tinggi. karena bila okulasi pertama gagal setelah 3 minggu kita bisa mengokulasi lagi tepat berjarak sepanjang silet dibawah luka okulasi pertama pada sisi yang berlawanan. Penentuan tempat okulasi. sehingga jarak tempat okulasi pertama adalah setinggi sekitar 12 cm di atas batas akar dan batang. Buang daun dibawah posisi Teknik Pembenihan Tanaman 58 . Panjang silet sekitar 4 cm.

.tempat sayatan. untuk memudahkan penempelan atau tidak menghalangi pandangan. Mata entres yang besar tapi belum plast/sedang/bentuknya sudah menonjol (terbaik untuk ditempel). Diambil dari ranting yang berdiameter 2-4 mm. Atau dengan kalimat lain bahwa yang diperlukan . Mudah dikupas (menandakan bawah kambiumnya/ jaringannya aktif). Kriteria mata entres yang baik dari segi pengerjaan dan bentuk: . lalu ditarik ke bawah sepanjang lebih kurang 1. Mata entres yang sudah plast/mekar (tidak bagus). . . karena yang dilekatkan/yang menjadi faktor penentu tingkat keberhasilan adalah lekatan pola entres bagian bawah rapat dengan pola jendela di batang bawah. Sayatan ini kemudian dipotong ¾ panjangnya atau menyisakan sedikit sayatan (<1/3 bagian) cukup untuk tempat menahan sayatan atau pola mata entres. . Warna kulit sama dengan warna kulit batang bawah (menunjukkan kesesuaian secara fisiologis). c) Pengambilan mata entres Kriteria mata entres yang baik dari segi ukuran: . sehingga menjulur seperti lidah. . Penyayatan kulit batang bawah mendatar selebar 3-4 mm dengan 2 atau 3 kupasan. atau diameternya sama dengan batang bawah. Kelihatan ernas/ sehat/ segar. Pengambilan/pengupasan pola mata entres dari atas ke bawah. tergantung pada besar kecilnya diameter batang bawah dan diseimbangkan dengan besar kecilnya entres. Mata tunas kecil/dormant/ istirahat (dapat digunakan tapi agak lama melekatnya dan pertumbuhannya juga relatif lama).5-3 cm.

Tangan kiri memegang ranting yang mau diambil mata entresnya.adalah sisi bawah yang bersih.5-1 cm diatas mata entres dan 0. Kemudian rapihkan irisan sisi bawah entres untuk menghindari irisan sisi bawah entres dari kotoran atau infeksi. kalau itu terjadi kita masih dapat memisahkan mata entres dengan kayu tersebut dengan sontekan ujung silet yang hatihati. tetapi lebih sempurna kalau semua sisi menempel rapat (tetapi keadaan tersebut sulit dicapai). biasanya sayatan ikut melepaskan kayu terikut dengan sayatan. Apabila ranting yang terdapat mata entres terlalu kecil.5 cm). Setelah sayatan melewati mata entres. untuk memisahkan mata entres dengan kayu dengan cara mengait pola dengan ujung silet atau dengan kuku jari dengan sontekan halus sehingga terlepaslah kulit yang membawa mata entres dengan kayu dan sayatan kayu tidak terlepas dari ranting. sayatan untuk pengambilan entres harus dengan satu gerakan mulus searah dan tidak boleh dengan gerakan terputus-putus. ibu jari tangan kiri menahan ranting dan membantu mendorong ke arah atas saat silet ditangan kanan mulai bergerak membuat sayatan menembus kayu. sedangkan sisi atas dan sisi samping lainnya tidak melekatpun tidak apa-apa. karena syarat mutlak agar tempelan jadi adalah pola mata entres harus melekat/ menempel rapat pada sisi bawah dan salah satu sisi samping. yang menjadi perhatian pola Teknik Pembenihan Tanaman 59 . panjang sayatan sekitar 0. kemudian membuat kerat-an melingkar mengarah miring ke dalam menghubungkan kedua sisi sayatan bidang pola mata entres. Ukuran sayatan mata tempel sedikit lebih kecil dari ukuran sayatan batang bawah. Batang disayat agak dalam sehingga menembus kayu.5-1 cm dibawah mata entres (sayatan mata entes se-panjang sekitar 1-1.

Pengikatan di dekat mata entres harus lebih hati-hati. . d) Pengikatan Ambil tali dan tarik tali plastik yang disiapkan untuk pengikatan. pengikatan dengan hatihati jangan terlalu kencang (mengganggu proses penyatuan batang bawah dan entres). Mata entres yang masih kecil ditutup dengan tali plastik. tempelkan. Mata entres yang besar atau menonjol. sehingga menginfeksi tempelan) gunakan perasaan da-lam pengikatan. Lanjutkan pengikatan ke arah atas sampai ikatan menutupi 0.sayatan mata entres harus bersih dari kayu dan apabila dilihat tidak meninggalkan lubang di bekas kulit mata entres. atau kurang kencang/ kendur (air bisa masuk ke luka tempelan. ikat arah menyilang menuju bawah mata entres. semisal pada durian tidak ditutup tali plastik saat pengikatan. c) Menempelkan mata entres ke sayatan batang bawah Ambil sayatan mata entres. tangkai daun dipotong penuh/biasanya tangkai daunnya sudah tanggal dengan sendirinya bila mata entres sudah besar. Prinsipnya semakin cepat penem-pelan dari pengambilan entres semakin baik. tancapkan dan tekan entres pada sisa sobekan di batang bawah. lekatkan.5 cm di bawah sayatan/jendela. persen jadinya makin tinggi. maka sayatan pola mata entres tersebut siap untuk ditempelkan. ikat bagian bawah mata entres menuju bagian atas mata entres. lalu kunci ikatan dan tarik tali plastik dan potong/rapikan sisa tali plastik. ikat bagian bawah mata entres.5 cm diatas luka sayatan batang bawah. masukkan. tali plastik disusun saling tindih seperti menyusun genting. tetapi disiasati dengan menyisakan potongan tangkai daun dibawahnya agak panjang sedikit. pengikatan dari bawah tempelan melingkar ke atas dimulai sekitar 0. kembali menyilang ke atas mata entres usa-hakan sekitar mata entres terikat sempurna sehingga air tidak ma-suk ke dalam tempelan.

sehingga walaupun di tutup tapi sisa potongan tangkai daun masih mam-pu melindungi mata entres kecil dari tekanan pengikatan tali plastik sehingga cukup ruang untuk tumbuh dan mata entres tidak patah. Jika mata tunasnya tidak menonjol seperti pada mangga dan jeruk. A B Teknik Pembenihan Tanaman 60 . mata tunas boleh ditutup rapat dengan pita plastik.

Menyediakan biji durian untuk batang bawah C. Menyiapkan alat dan bahan. Mencampur media semai.17.C D Gambar 3. D. Mengisi polybag untuk menyemai biji durian E F G H Teknik Pembenihan Tanaman 61 . Proses Pembibitan duria dengan teknik sambung. A. B.

Menyayat batang bawah untuk menempelkan entres. H. I.17 (Lanjutan) E. F. Menyemai biji durian untuk batang bawah.I J Gambar 3. Menyiapkan calon entres. J. G. Memberi pupuk untuk batang bawah. Memelihara batang bawah. K L M N Teknik Pembenihan Tanaman 62 . Menyiapkan calon entres.

Dari entres akan tumbuh menjadi tunas baru. L. N. Mengambil entres. O. K.17 (Lanjutan). Menyelipkan entres. P.O P Gambar 3. Memelihara entres. Membalut dan mengikat entres. M. Membalut entres. Q R S T Teknik Pembenihan Tanaman 63 .

Tanda dari keberhasilan okulasi adalah mata entres yang ditempelkan tetap hijau. tunas yang tumbuh dari batang bawah harus dibuang. Kita buka ikatan paling atas dengan silet dan dilanjutkan dengan memutar tali ikatan berlawanan dengan arah pengikatan secara perlahan dan hati-hati ke arah ikatan yang lebih bawah. Tunas baru tumbuh dan berkembang. Setelah mata tunas okulasi mempunyai 2-3 helai daun yang dewasa dan siap berfotosintesis. segar. V. R. Bibit siap dipasarkan . 5) Kegiatan sesudah okulasi a) Deteksi keberhasilan okulasi Untuk mendorong tumbuhnya mata tunas atau pertumbuhan batang bawah seimbang antara pertumbuhan keatas dan menyamping. Bibit hasil okulasi dipelihara secara kontinu. Tempelan yang gagal mata tempelnya akan berwarna coklat kehitaman. lakukan pemotongan kira-kira 2-3 cm di atas mata okulasi batang bawahnya. kalaupun belum kelihatan tumbuh dapat dengan menggores sedikit permukaan sayatan mata entres yang kita tem-pel apabila tetap segar/hijau berarti tempelan jadi. tidak kering. dilihat ada tidaknya hujan.U V Gambar 3. S. U. Mengendalikan gulma OPT selama pemelihar aan tunas baru. Biasanya 2-3 minggu kemudian mata okulasi mulai tumbuh dan dimulailah pembukaan entres. Daun tunas muda bertambah. T.17 (Lanjutan) Q. atau tidak patah. Dari tunas muda tumbuh ranting sert a daun baru. b) Pemeliharaan bibit setelah okulasi Penyiraman paling lama 2 hari sekali. Agar pertumbuhan mata tunas batang atas tidak terganggu. yang harus diingat bahwa tanaman yang kita tempel . sehingga cukup makanan untuk proses melekatnya tempelan entres. Mata tunas tumbuh. dilakukan pemotongan pucuk (titik tumbuh) batang bawah setelah penempelan.

Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah Teknik Pembenihan Tanaman 64 . air dan perawatan yang lebih. Penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali.mengalami pelukaan/stress sehingga memerlukan makanan. Metalik atau Gandasil D dengan kon-sentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsen-trasi 1-2 g/l air. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pu-puk daun seperti Atonik.

1) Tipe penyusuan Susuan duduk untuk mendekatkan batang bawah dengan cabang induknya dibuat parapara dari bambu. Penyusuan Istilah penyusuan (approach grafting) merupakan cara penyambungan di mana batang bawah dan batang atas masingmasing tanaman masih berhubungan dengan perakarannya. Keuntungan dari teknik ini adalah tingkat keberhasilan tinggi. Decis 2. Insektisida yang di-gunakan. karena batang bawah harus selalu didekatkan kepada cabang pohon induk yang kebanyakan berbatang tinggi. Dithane M-45 80 WP. tetapi pengerjaannya agak merepotkan. Kanon dengan konsentrasi 2 cc/l air.kutu perisai. kering dan mati. selan-jutnya daun menjadi kecoklatan. Fusarium sp dan Phytium sp. e. Reagent 50 SC atau Decis 2. Phytophthora sp. gejala bercak-bercak hitam pada permukaan daun. tidak sebanyak sambungan atau menempel dan akibat dari penyusuan bisa merusak tajuk pohon induk. Matador. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. kutu putih dan ulat daun. Perlu ditambahkan perekat semisal Suntick. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. misalnya Supracide 25 WP. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP. daun melipat dan melekat satu sama lainnya. Oleh karena itu penyusuan hanya dianjurkan terutama untuk perbanyakan tanaman yang sulit dengan cara sambungan dan okulasi. Benlate dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air.5 EC. Penyemprotan dengan fungisida apabila terdapat serangan penyakit lodoh/busuk daun. Batang bawah kemudian ditaruh diatas para-para . Kerugian lainnya bahwa penyusuan hanya dapat dilakukan dalam jumlah sedikit atau terbatas. Penyemprotan diulang seminggu sekali. apabila penyemprotan pada musim hujan.5 EC.

Pada pengeratan pertama setelah terjadi pembengkakan cabang entres dikerat 1/3 diameter cabang. Dan polybag batang bawah kita ikatkan pada cabang batang atas. Pemotongan entres dilakukan setelah pertautan berhasil. Biasanya setelah 3-4 bulan. . 2) Cara melakukan susuan Batang bawah disayat dengan kayunya sepanjang 2-3 cm. Minggu ketiga susuan dipotong lepas. Posisi susuan bisa duduk atau menggantung. Minggu ke-dua 2/3 diameter cabang. Pengupasan batang atas dan batang bawah . Penyatuan batang atas dan batang bawah Teknik Pembenihan Tanaman 65 . kira-kira 1/3 diameter batang. Selang waktu pengeratan pertama ke berikutnya adalah seminggu. Hal yang sama dilakukan untuk ca-bang batang atasnya yang belum dipotong dari induk. Agar cabang entres tidak kaget atau stres sebaiknya pemotongan dari induk dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Tan-danya ada pembengkakan disekitar batang yang diikat.dan disusukan dengan cabang pohon induk. Keduanya kemudian dilekatkan tepat pada bagian yang disayat. Susuan gantung disebut demikian karena batang bawah yang akan disusukan didekatkan dengan cabang pohon induk dengan posisi menggantung. Pada waktu melekatkan harus diperhatikan agar kambium entres dan batang bawahnya berhimpit.

Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan. Pengupasan batang atas dan batang bawah. E. Hasil teknik penyusuan duduk Gambar 3. C.18. Pengikatan batang atas dan batang baw ah. B. Penyatuan batang atas dan batang bawah. A. D.A B C D E Gambar 3. Proses Pembibitan dengan teknik penyusuan.18 (Lanjutan) Hasil teknik penyusuan Teknik Pembenihan Tanaman 66 .

1. Perbanyakan beberapa tanaman buah-buahan dengan cara vegetatif Jenis tanaman Okulasi Sambung Penyusuan Stek Cangkokan Alpukat + + + 0 + Belimbing + + + 0 Cempedak + + + 0 Duku 0 + + - .Tabel 3.

0 Durian + + + 0 Jambu air + + + + Jambu biji + + + + + Jambu bol + + 0 + Jeruk + + + + .

+ Kapulasan + + _ + Mangga + + + 0 + Manggis Melinjo Nangka Rambutan + Sirsak Sukun + + + + + Keterangan : (+) baik (o) kurang baik (-) gagal . Pengikatan batang atas dan batang .

Penyemprotan dengan fungisida dilakukan apabila terdapat serangan penyakit. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. Metalik atau Gandasil D dengan konsentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsentrasi 1-2 g/l air. Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan . Hasil teknik penyusuan duduk . Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah kutu perisai. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. atau Dithane M45 80 WP dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air. Pemeliharaan bibit pada umunya adalah penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. misalnya Supracide 25 WP. Fusarium sp dan Pythium sp. Insektisida yang digunakan. Penyemprotan diulang seminggu sekali. kutu putih dan ulat daun. Reagent 50 SC atau Decis 2. Teknik Pembenihan Tanaman 67 . Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk daun seperti Atonik. Setelah bibit susuan siap disapih maka pemeliharaan benih susuan dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut. Phytophthora sp.5 EC. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP. Decis 2. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. Hasil teknik penyusuan gantung. 3) Pemeliharaan bibit tanaman hasil susuan.bawah .5 EC dengan konsentrasi 2 cc/l air. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali.

kemudian air dimasukkan ke areal pembibitan sampai media di polybag menjadi basah. 3. karena rumput selalu bersaing dengan bibit dalam pengambilan hara. Pada tiga cara yang pertama dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang becek. Pemasukan air ini sebaiknya dilakukan pada waktu sore/ malam hari ketika suhu tanah tidak tinggi. cangkok dan stek. Dari hasil menggabungkan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. okulasi. Penyiraman bibit ini dilakukan dengan menggunakan gembor air. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. ruang tempat tumbuh. Pemilihan Teknik Perbanyakan Vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif buatan untuk tanaman buah yang sudah dikenal oleh para penangkar bibit dan petani yaitu cara penyambungan. okulasi dan susuan. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi erakarannya. Lama perendaman 1-2 jam dengan tinggi air cukup ¾ tinggi polybagnya.5. maka cara penyiraman dengan menutup saluran pembuangan air. Penyiangan rumput pengganggu (gulma). Sedangkan cara stek pada prinsipnya . yakni tahan cendawan akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam.Penyiraman bibit pada musim kemarau biasanya dilakukan setiap dua hari sekali.sedangkan pada musim hujan disesuaikan. penyusuan. Pengairan sistem genangan atau bahasa Jawanya dilep apabila pembibitannya dilakukan dalam polybag yang ditaruh di sawah. Sedangkan batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. air dan sinar matahari.

bibit juga berumur genjah (cepat berbuah). Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. Dalam perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan. Rambutan dan kapulasan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam fenolat yang teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning). Tanaman manggis asal bibit susuan berbuah lima tahun setelah tanam.menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. Teknik Pembenihan Tanaman 68 . sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. sehingga menjadi tanaman baru menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. sedangkan bibit asal biji berbuah lebih dari 10 tahun setelah tanam. Bibit durian okulasi bisa berbuah 4-6 tahun setelah tanam. ada cara perbanyakan tertentu yang lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu pula. Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain berbuahnya persis sama dengan induknya. sehingga menjadi tanaman baru. Beberapa jenis tanaman buahbuahan tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pula.

sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. enten dan penyusua n pada beberapa tanaman Jenis tanaman Okulasi Enten Penyusuan Alpukat 40-70 50-80 70-100 Belimbing 40-60 60-90 60-100 Duku . maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buahbuahan secara masal. tetapi kurang praktis dalam pengerjaannya. Persentase keberhasilan cara perbanyakan okulasi. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman buahbuahan. Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. walaupun dengan menggunakan cara konvensional.sedangkan tanaman durian menguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buahbuahan seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka kandel yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. sehingga bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. Tabel 3. 2. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. Sebagai contoh seorang pekerja yang sudah terampil mengokulasi durian.

0-10 40-60 40-80 Durian 60-80 20-60 60-100 Jeruk 60-70 70-85 60-90 Kapulasan 10-40 0 40-80 Mangga 40-70 60-90 60-100 Manggis 0 50-80 50-80 Melinjo 70-80 80-90 70-100 Rambutan 30-70 0 .

Ada beberapa kiat dalam pembelian bibit yang harus diperhatikan baik itu faktor teknis maupun faktor non teknis.60-100 Sawo 0 70-80 60-90 Sumber : Sunaryono (1987) dan Wijaya (1990) Keterangan : nilai dalam persen (%) a. Bibit yang dijualnya telah bersertifikat . Memiliki tempat Teknik Pembenihan Tanaman 69 . Dengan demikian kesalahan dalam membeli bibit ini akan berakibat fatal bukan hanya berupa kerugian ekonomi tetapi juga kerugian tenaga dan waktu. Tips Membeli Bibit Tanaman Bibit yang siap untuk ditanam manfaatnya akan dapat dinikmati setelah beberapa bulan atau beberapa tahun. Memiliki pembibitan sendiri atau mengetahui dengan pasti asal penangkarnya sehingga memudahkan melacak keaslian varietasnya. Mengetahui secara pasti varietas bibit yang dijualnya. Penjual bibit yang dapat dipercaya memiliki ciri sebagai berikut: Trdaftar di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). .

cabang dan daunnya. Bibit sehat dan berpenampilan baik Dalam memilih bibit tanaman. cara yang paling baik adalah dengan mengetahui sendiri secara langsung tanaman induk bibit tersebut. Bentuk batang dan cabang dipilih yang baik. Pada kondisi seperti ini biasanya pembeli tahu betul kondisi "dapur produksi" produsen bibit tersebut. Selanjutnya dapat diperhatikan juga penampakan luarnya. 1) Membeli bibit yang unggul atau baik kualitasnya Induk yang baik berasal dari varietas unggul. Pada pucuk tanaman dan ujung ranting tampak kuncup daun yang menandakan adanya pertumbuhan. Perlu diperhatikan bahwa bibit yang baik biasanya memiliki batang utama yang lurus dan tumbuh tegak. Jika tidak memungkinkan untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman induknya. Tanaman yang kerdil biasanya kelihatan pendek dari yang seharusnya. tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek sesuai dengan umurnya. . Hal ini tidak sulit dilakukan jika penjualnya telah dikenal baik oleh pembeli. tidak melengkung. Untuk memastikan bahwa bibit tersebut berasal dari induk yang baik. Untuk mengetahui varietas bibit tersebut. upaya yang dapat dilakukan adalah meminta informasi sebanyak mungkin kepada penangkar tentang induk tanaman tersebut. Pada tanaman buah yang memiliki percabangan banyak. sehat dan telah cukup umur (lebih baik kalau pohon induk sudah berproduksi). kelihatan mulus dan kokoh. dapat dilakukan dengan pengidentifikasian ciri-ciri spesifik varietas tersebut. sedangkan batangnya kelihatan kecil dan terkesan kurang kokoh. yang perlu diperhatikan pertama kali ialah pertumbuhan batang. apakah ada gejala serangan hama dan penyakit atau tidak.penjualan permanen (mangkal) sehingga memudahkan bagi pembeli yang akan komplain. Ada pula bibit yang pertumbuhan tingginya terlalu pesat. biasanya cabang tumbuh ke segala arah secara merata.

Keadaan ini membuat bibit mampu bertahan sampai 4-7 hari tanpa penyiraman · Pengepakan tanpa mengurangi media tanam. dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan setengah tanahnya. Untuk bibit yang dikirim dalam bentuk stump (cabutan). kemudian ditambahkan serbuk kelapa (cocopeat). Yang harus diperhatikan adalah apabila benih vegetatif akan diangkut oleh angkutan darat atau laut yang membutihkan waktu relatif lama (lebih dari 4-7 hari) maka harus dilakukan Teknik Pembenihan Tanaman 70 .5-1 kg/bibit. maka bibit dalam polybag yang semula beratnya 4-7 kg/bibit menjadi0. Pengemasan bibit yang peka. sehingga akarnya tidak kering. pengirimannya tidak ada masalah karena beberapa bibit bisa saja dibungkus dengan batang pisang atau bahan lain yang bersifat lembab. Pengangkutan benih vegetatif harus direncanakan dengan baik. biasanya untuk angkutan darat. sebelum diangkut bibit diletakkan dahulu di bawah naungan dan disiram untuk adaptasi. semisal bibit jeruk dan jati. Mengeluarkan setengah tanahnya dan ditambah dengan gel (Agrosoft). Pada umumnya apabila benih akan diangkut dengan pesawat. Setelah satu minggu biasanya bibit sudah segar kembali dan dapat dipak dalam peti berventilasi untuk dikirim. tidak terlalu khawatir terhadap kerusakan karena kekurangan air (kekeringan). Dengan cara pengepakan seperti ini. seperti bibit durian.2) Pengemasan dan pengakutan benih. kemudian polybag diikat. Untuk menghilangkan stres.

Tujuan lainnya adalah untuk menjamin kebenaran suatu varietas. Tujuan registrasi pohon induk buahbuahan adalah untuk menjamin kebenaran bibit yang dihasilkan dari pohon induk yang bersangkutan secara hukum (yuridis). hanya ada satu jenis. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992. Dasar dari Sertifikasi benih adalah: . plastik pengepak benih diisi N2 atau divacuum sehingga tidak terjadi proses respirasi dan benih akan aman selama masa pengankutan. Sedangkan . Sebagai contoh adalah tentang banyak beredarnya varietas sitokong yang berlainan. . 3. Pohon induk untuk sumber mata tunas (entres) harus diregistrasi terlebih dahulu oleh petugas Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).pengepakan benih dengan batuan bahanbahan yang dapat mengurangi penguapan air dan respirasi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995.Tentang Perbenihan Tanaman. . tentang Pemerintah Daerah. Sertifikasi Benih Masalah yang perlu diperhatikan dalam usaha pembibitan adalah upaya registrasi dan sertifikasi varietas bibit yang yang akan disebarkan kepada masyarakat. Salah satu tekniknya adalah dengaan cara membungkus semua benih dengan daun/ pelepah pisang dan polibag benih ditutup dengan serbuk gergaji basah (ringan tetapi benih tetap lembab) dan benih siap untuk dipcking dan dikirim.6. Jika diperhatikan. tentang Sistem Budidaya Tanaman. mungkin dapat dikumpulkan sekitar selusin varietas sitokong yang berbeda ciri tanamannya. Pada kondisi yang lebih modern. Padahal varietas sitokong yang resmi dilepas Menteri Pertanian pada tahun 1984. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. sehingga konsumen tidak dirugikan.

sehingga bila seseorang membeli bibit palsu. tenaga dan waktu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam. baru diketahui 4-5 tahun yaitu pada saat pohon tersebut menghasilkan buah. . Bila penangkar akan mengambil entres dari pohon induk milik orang lain. . Sertifikasi dan pelabelan benih Cara melakukan sertifikasi adalah sebagai berikut: . maka pada pengajuannya dilengkapi dengan surat persetujuan dari pemilik pohon induk. Oleh karena itu dianjurkan membeli bibit yang telah diketahui ciri-ciri atau bibit yang berlabel. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan cara perbanyakan bibit perlu diperketat agar tidak mengecewa-kan para pembeli bibit. Penangkar harus memberi tahu rencana penangkarannya kepada BPSB selambatlambatnya satu minggu sebelum dimulai pelaksanaan perbanyakan bibit. Kerugian uang. disesuaikan dengan kemampuan pohon induk dan tenaga yang tersedia. Pengisian formulir tentang rencana dan jumlah bibit yang akan diproduksi. Setelah pemohonan diterima BPSB maka petugas BPSB akan melakukan pemeriksaan pendahuluan tentang: kepastian letak atau areal penangkaran. a.selebihnya adalah jenis-jenis durian yang tidak diketahui asal-usulnya yang diberi nama sitokong. sehingga akhirnya menghambat usaha tanaman buahbuahan. Investasi pohon buah-buahan merupakan investasi jangka panjang. Kebenaran Teknik Pembenihan Tanaman 71 .

Di dalam label yang warnanya merah dimuat data: (Gambar 10 dan Gambar 11) . Nama dan alamat penangkar. . . Jenis tanaman. penyusuan). petugas BPSB akan mengawasi tentang: . sambung. Entahah itu penangkar mengajukan permohonan seri label. cangkok. .varietas pohon induk. . Pada waktu pelaksanaan perbanyakan. Asal bibit. . . Kebenaran entres yang digunakan. Memeriksa cara perbanyakannya (okulasi. Pada akhir pemeriksaan menjelang pelabelan. . Label diisi dan diajukan ke BPSB untuk diberi nomer seri dan dilegalisir. jumlah tanaman yang . . Setelah diperiksa baru dilakukan perbanyakan bibit. Kebenaran pohon induk yang digunakan. . Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. Mengetahui diperbanyak. dilakukan pemeriksaan lagi tentang jumlah bibit yang tumbuh dengan baik dan layak untuk diberi label.

Penerimaan hasil pemeriksaan bibit yang diperoleh BPSB ini merupakan pendapatan negara yang harus disetor langsung ke kas negara.19. . Varietas batang atas.karena mutu kertasnya lebih baik. biayanya adalah Rp 20 per bibit batang bawah yang diajukan dalam pemeriksaan lapang. Contoh Label Merah yang . Khusus untuk bibit jeruk bebas CVPD. untuk perbanyak-an jenis tanaman buah-buahan di wilayah Jawa Barat dan Jakarta.. sebenarnya ada label biru untuk varietas unggul lokal yang belum dilepas melalui SK Menteri dan yang terakhir adalah label putih yang dikhususkan untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian dan bibit tersebut ditanam dengan tujuan dijadikan pohon induk sebagai sumber mata entres. Gambar 3. setelah itu bibit harus diperiksa ulang tentang kese-hatannya.. . Gambar 10. Varietas batang bawah. Bibit yang dinyatakan sehat baru bisa diberi label lagi dengan biaya Rp 20 per bibit. Untuk pembuatan dan pencetakan label merah muda biayanya antara Rp 200 tergantung negoisasi dengan petugas BPSB tentang mutu kertas dan cetakan label tersebut. Sebagai contoh. Selain label merah muda yang sudah sering kita lihat di lapang untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian. label hanya berlaku untuk jangka wak-tu tiga bulan. Sedangkan batang bawah untuk label merah vaietasnya bisa "sapuan" asalan. Label merah yang dikeluarkan BPSB Besarnya biaya sertifikasi telah ditentukan sesuai SK Direktur Jenderal Tanaman Pangan. Khusus label putih pemeriksa-an lebih teliti menyangkut jenis varietas batang atas harus berasal dari pohon induk yang sudah terdaftar dan varietas batang bawah dan dikeluarkan dengan sepengetahuan BBI (Balai Benih Induk). terutama varietas buah-buahan yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian. sedangkan untuk label putih biayanya Rp 600. . Tanggal pemasangan label.

Sebagai tindak lanjut dari pemberian label bagi bibit unggul perlu disertakan informasi atau data mengenai Teknik Pembenihan Tanaman 72 .dikeluarkan BPSB untuk benih durian.

agar buah yang dihasilkannya benar-benar unggul. Jawa Tengah mempunyai ketinggian sekitar 50 m di atas permukaan laut dengan iklim yang kering (curah hujan rendah). Padahal pengetahuan dasar si penanam inilah yang tidak memadai untuk menanam bibit-bibit jenis unggul tadi. Jawa Barat. sehingga tidak menunjang sifat unggul durian petruk. Jawa Barat. baru berbuah pada umur tujuh tahun setelah tanam. Jawa Tengah. Harapan seperti ini tentunya hanya merupakan angan-angan dan pasti akan berakhir dengan kekecewaan. Oleh karena itu perlu diingatkan kembali bahwa kemajuan berupa penemuan bibit unggul varietas baru. perlu diketahui oleh para petani dan konsumen yang ingin menanam bibit unggul tersebut. bahwa bibit yang dijual palsu.daerah penanaman yang cocok untuk bibit tertentu. Hal ini disebabkan karena daerah Jepara. perlu diimbangi dengan kemajuan pengetahuan petani mengenai cara-cara bercocok tanam yang lebih baik. kurang memuaskan jika ditanam di daerah Bogor. maka yang dikambinghitamkan biasanya adalah si penjual. mengikuti kursus dan seminar atau menjadi anggota . Sedangkan kondisi tanah dan iklim daerah Bogor adalah lembab dan banyak hujan. Bahkan ada anggapan bahwa bibit unggul tidak memerlukan pemupukan dan penyemprotan pestisida. Bila terjadi hal demikian. Informasi seperti ini harus diketahui para penanam bibit unggul buah-buahan agar mereka tidak kecewa di kemudian hari. Peningkatan pengetahuan dapat diperoleh dengan membaca tulisan atau artikel pada majalah pertanian. Selama ini masih beredar kepercayaan bahwa bibit unggul itu akan selalu bersifat unggul walaupun ditanam di tempat yang sebenarnya tidak cocok. Misalnya durian petruk yang asli berasal dari Jepara. Jepara. ditinggalkan. kemudian akan berbuah sendiri dengan lebat. Bibit yang seharusnya berbuah pada umur lima tahun. sehingga cukup ditanam. Keterangan mengenai varietas tertentu cocok ditanam di dataran rendah atau dataran tinggi dan jenis tanah apa yang paling cocok. Jawa Tengah memiliki kondisi iklim yang berbeda dengan daerah Bogor. Pada dasarnya bibit unggul memerlukan lingkungan tumbuh yang spesifik.

dan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. Adapun manfaat dari SKPPB adalah: .Tentang Perbenihan Tanaman.dari suatu perkumpulan hortikultura. . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995. b. dapat dijadikan modal yang sangat berharga untuk terus maju dalam mengembangkan usaha hortikultura yang semakin cerah. Memudahkan waktu pengurus-an labelisasi bibit. Meningkatkan kepercayaan konsumen bibit terhadap pembibitan tersebut. tentang Sistem Budidaya Tanaman. Pengalaman pngalaman berharga dari sesama rekan petani. Pembibitan tersebut sudah terdaftar secara resmi di BPSB dan berhak menerima pembinaan tentang perbenihan dari instansi terkait. Sebagai prasyarat apabila pembibitan mengikuti tender atau menyuplai bibit untuk proyek pemerintah. Untuk informasi lebih lengkap tentang tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian dapat dilihat di Lampiran 1. walaupun penangkar Teknik Pembenihan Tanaman 73 . . tentang Pemerintah Daerah. Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) Dasar dari SKPPB adalah Undangundang Nomor 12 Tahun 1992. Deskripsi tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian. . Dengan mengadakan pertemuan yang teratur dapat dibahas masalah baru yang ditemukan di lapangan dan dicarikan jalan keluarnya.

. . SKPPB ini berlaku selama 2 tahun dan sesudahnya harus memperpanjang atau membuat lagi SKPPB tersebut. .20. .000. . Alamat pemimpin perusahaan. Alamat perusahaan. Gambar Contoh Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) . . maka petugas melaksanakan pemberkasan untuk diajukan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan tingkat Propinsi UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kepastian letak atau areal penangkaran. Kebenaran varietas ponon induk sebagai sumber entres.. Untuk memperoleh SKPPB Penangkar benih mendaftar di kantor BPSB Kabupaten atau Kota. Jenis dan varietas tanaman yang dibibitkan. Gambar 3. karena instansi ini yang berwenang mengeluarkan SKPPB.yang tak memiliki SKPPB pun juga bisa mengajukan labelisasi bibit. Setelah pemeriksaan selesai dan terbukti kebenarannya. Dengan ketentuan bahwa setiap akhir tahun harus melapor kembali rencana pengadaan/ penyaluran benih.di luar ongkos transportasi bagi petugas. Kalau sudah lengkap berkasnya. kemudian petugas BPSB melakukan pemeriksaan lapang pendahuluan tentang: . . Bentuk/status perusahaan. Nama pemimpin perusahaan. Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. Biaya pengurusan SKPPB adalah Rp 50. bersedia mentaati peraturan-peraturan yang berlaku. Nama perusahaan. SK akan turun sekitar 1 bulan kemudian. SKPPB berisi data .

Tambahkan air sedikit demi sedikit ke dalam tepung Ridomil kemudian campur sampai dengan rata sehingga membentuk pasta Ridomil.3. Perlakuan. Siapkan Ridomil sebanyak 5 dari berat benih yang akan disimpan. . penyimpanan dan penyaluran benih. pengemasan. Sebelum benih generatif dijual ke pasar bebas atau petani. Agar kulaitas benih dapat terjaga dengan baik selama di penyimpanan. . Teknik Pembenihan Tanaman 74 . maka benih harus dilindungan dari gangguan luar.7. pada umumnya benih-benih tersebut harus dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. baik berupa gangguan biologis maupun lingkungan. Prosedur perlakuan fungisida pada benih adalah sebagai berikut. Untuk melindungi benih dari serangan penyakit dapat dilakukan dengan cara pemberian perlakuan fungisida Ridomil 5 gram/kg benih genaratif.

. Jika kedua persyaratan tadi tidak terpenuhi. benih yang lebih dahulu masuk ke dalam gudang maka harus disalurkan paling duluan. Apabila metode distribusi seperti yang tersebut di atas tidak memungkinkan. Upayakan agar kadar air berada [ada kisaran 8-12% tergantung jenis komoditinya. Benih-benih yang disimpan dalam gudang akan didistribusikan apabila terdapat order pembelian. Benih yang disimpan hanya benih yang diorder konsumen dan akan segera dikirimkan atau didistribusikan. Penyimpanan benih sebaiknya di ruang yang mempunyai kelembaban udara yang rendaj seperti di dalam gudang dengan fasilitas AC (Air conditioner) dan upayakan pada suhu yang rendah.dikemas dapat disimpan selama 6-9 bulan. Benih-benih yang telah disertifikasi. Benih yang tealh diberi perlakuan dikemas dan dipasang label sertifikasi benih. . maka sebaiknya menggunakan metode first come first out... Pendistribusian benih sebaiknya mengkuti kaidah dalam sertfikasi benih yaitu hanya dapat disimpan selama 6-8 bulan setelah selesainya masa pengujian benih. Campurkan benih dengan pasta dan aduk dengan hati-hati sehingga campuran merata. Benih generatif yang akan disimpan harus diperhatikan kadar airnya. sebaiknya benih vegetatif disimpan di dalam gudng dengan ventilasi yang cukup sehingga pertikaran udara dapat berjalan dengan baik. Benih genetif yang telah diberi perlakuan Ridomil dikeringanginkan kembali sehingga kadar air benih sebelum diperlakukan dengan setelah perlakuan relatif sama. diperlakukan dan . Sebaiknya penyaluran benih dilakukan sesegera mungkin dengan menggunakan metode just in time. .

Teknik Pembenihan Tanaman 75 .

panen dan penanganan benih. bahan baku. pemasaran dan layanan purna jual. Jarak tanam pohon induk relative lebih jarang dibandingkan dengan jarak tanam normal. Medistribusikan benih tanaman. lahan. 8. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi ber ikut: 1. 4. alat dan masin. 7. Pohon induk: pohon induk yang spesifik dan terpisah dari kebun produksi pada umumnya . Memelihara pohon induk. Pohon induk . Kesekatan dan keselamatan kerja. SDM. 9. Pohon induk dan kebun produksi: pohon induk bergabung dengan kebun produksi. 3. Menerapkan persyaratan kerja 5. Membiakkan tanaman dengan sambung. distribusi. Membiakkan tanaman dengan stek. Menyiapkan lahan dan media untuk produksi benih vegetatif. Membiakkan tanaman dengan okulasi 11. pemahaman K-3.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 3. 6. Dasar-dasar pembenihan tanaman Kesehatan dan keselamatan kerja Investasi modal usaha. sertifikasi. 2. penggudangan. Pengelolaan alat dan mesin pembenihan tanaman. Merawat benih tanaman 12. teknik budidaya. Membiakkan tanaman dengan susuan 10. Dasar-dasar pembenihan tanaman dan produksi benih tanaman.

Pemeliharaa n perbaikan . Pohon induk pada kebun induk spesifik akan lebih terpelihara kemurnisnnya. Norma keselamatan . . Teknik penyiapan benih .mempunyai jarak tanam yang lebih sempit. Pengelolaan alat dan mesin pembenihan . Pemilihan batang bawah. Pemeliharaa n terbatas. Kerja nyata Batang bawah dan batang atas . Pembibitan . Pemelihartaa n berencana . Teknik pembenihan Teknik produksi benih vegetatif Pemilihan teknik pembenihan Teknik Pembenihan Tanaman 76 . Pengepakan batang atas. Norma kesehatan . .

. Perlakuan pengemasan benih dapat dilakukan dengan pemberin perlindungsn fisik dan kimia. Teknik pembenihan dengan sambung . Bibit dikirim dalam bentuk cabutan. Teknik pembenihan dengan okulsi . . Teknik pembenihan dengan sambung . Sertifikasi benih Perlakuan pengemasan Pengepakan . Teknik pembenihan dengan cangkok . Factor teknis yang harus dipertimbangkan. . Benih harus dilindungi dari gangguan biologis dan lingkungan. Teknik pembenihan dengan susuan . Teknik pembenihan dengan stek . Tip membeli tanaman . Surat keterangan pendaftaran pedagang benih . Pengepakan bibit. Bibit dikirim dengan . .. Sertifikasi dan pelabelan benih. .

TUGAS: 1. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema trik memilih benih vegetatif yang siap tanam. SOAL: 1. 2. . Bagaimana metode untuk mendaftarkan benih varietas baru. 2. berapa persen benih yang telah bersertifikat.akar yang terbungkus setengan media tanam. Bibit dikirim dengan akar yang terbungkus dengan setengan media tanam ditambah dengan gel. Teknik Pembenihan Tanaman 77 . Mengapa sebagai tanah pada perakaran bibit tanaman harus tetap dipertahankan pada saat pengepakan dan pengiriman. Lakukan identifikasi benih di pasar pertanian. Terangkan minimal 3 proses produksi benih secara vegetatif. 3.

yaitu benang sari ( stamen) dan putik (pistil). Zigot akan tumbuh menjadi embrio (janin) di dalam biji. Hasil penyatuan tersebut dinamakan zigot. maka kemampuan mewariskan sifat-sifat tersebut melalui biji dari generasi ke generasi. terbentuklah tabung serbuk sari. Sedangkan putik akan membentuk bakal biji (ovulum) yang m engandung telur. yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. kemudian berlangsung pembuahan an . Zigot tersebut berisi kedua krosom dari individu jantan dan individu betina dan merupakan sel pertama dari individu baru.BAB 4. Pada waktu pros es penyerbukan. Pada dasarnya bunga terdiri dari beberapa organ. namun hanya dua organ saja yang terlibat dalam pembentukan biji. Benang sari menghasilkan serbuk sari yang masing-masing membentuk gamet j antan. Bila biji berkecambah akan menjadi tumbuhan dewasa.1 Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman Ciri terpenting dalam reproduksi seksual adalah pembuahan. Bunga merupakan fase penting dalam proses pembentukan biji. Karena embrio tersebut memiliki sifat-sifat kedua induknya. yaitu penyatuan sel betina dan sel jantan (gamet). TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4.

merah. Proses akhir dari pembuahan ini adalah terben tuknya biji. S ebelum mekar. J ambar 4. Struktur bunga sangat beragam. Sedangkan bagian ang paling menonjol adalah daun mahkota bunga (petalum) yang secara kolektif disbeut m ahkota (corolla). yang biasanya berbentuk bo .1 . kelopak daun ini membungkus bagian bunga yang lain. Pada apeks yang membesar tersusun bagian-bagian bu nga. biru dan sebagainya. Salah satu bagian bunga adalah kelopak bunga (calyx) dimana biasanya bagian ini menumpang pada daun kelopak berwarna hijau (sepalum). walaupun demikian terdapat pola umum dari berbagai m acam tumbuhan. Semua bunga m empunyai kerangka struktur yang s ama. kuning.tara sperma dengan telur. maka bagian pusat bunga terletak pada putik ( pistillum). Calyx dan corolla bersama-sama membentuk hiasan bu nga atau perianth. Petal dapat be rwarna putih. jingga. Bunga terbentuk pada tangkai khusus yaitu tangkai bunga atau pe dicellus. Struktur bunga yang lengkap ika diperhatikan gambar mofologi sebuah bunga.

tol dengan dasar membengkak G 78 .

yaitu putik sederhana dan putik majemuk. Pertama. peleburan karpel dekat tepi atau sepanjang tepi hingga membentuk satu kantung besar yang di dalamnya berkembang bakal biji.yang dinamakan dengan bakal buah (ovarium). karpel melebar ke tengah dan peleburan terjadi sepanjang tepinya. Hal ini merupakan ciri khas pada berbagai kelompok tumbuhan dan digunakan sebagai faktor dalam kunci identifikasi . Bagian ini dihubungkan ke kepala putik oleh tangkai putik (stylus). Putik manjemuk terdiri dari dua daun buah atau lebih. Di dalam bakal buanh terdapat bakal biji. Di atas petal terdapat benang sari yang terdiri dari tangkai sari (filamentum) yang bentuknya ramping dengan kepala sari (enthra) yang berisi serbuk sari (pollen). Biasanya bila terdapat be-berapa putik. Peleburan daun buah dapat terjadi dengan dua cara. Seluruh kumpulan benang sari dinamakan androecium. Ada dua macam putik. Tempat melekat bakal biji atau biji dinamakan tembun atau plasenta. Bakal biji terbentuk pada permukaan sebelah dalam dekat dengan tepi daun buah. sehingga bakal biji terkumpul di pusat. Pada tanaman ercis dan kacang-kacangan ter-dapat sebaris bakal biji yang melekat pada tepi karpel yang melebur. Putik sendiri dibentuk oleh satuan danun buah (carpellum) yang secara kolektif dinamakan gynaecium). sedangkan puitik sederhana hanya tersusun dari satu kapel saja. maka akan melebur membentuk pistil majemuk dan hanya satu putik saja yang terbentuk dalam bunga. Sedangkan pada bunga cempaka (Magnolia) terdapat beberapa putik sederhana. Kedua.

keragaman bunga ditunjukkan dengan adanya odifikasi bagianbagian bunga. dan seterusnya petalum. Jumlah lingkaran biasanya empat atau lima. Jumlah bagian pada setiap lingkaran bervariasi sesuai species. satu lingkaran karpel yang bersatu menjadil pistil majemuk. 10 stamen. tetapi biasanya tetap. jumlah bagian tersebut empat atau lima atau kelipatannya. Selain itu modifikasi juga merupakan indikasi proses evolusi. enam stamen. Pada kelas Angiospermae. dan tiga karpel. Beberapa modifikasi ini memungkinkan adanya keragaman dalam penyerbukan. satu atau dua lingkaran stamen. Pada beberapa tumbuhan stamen dan karpel yang jumlahnya banyak melekat pada receptacle secara terpilin dan bukan lingkaran. Walaupun umumnya bunga memiliki struktur yang sama. Lingkaran luar menunjukkan sepalum. pengelompokan monokotil dan dikotil dibedakan dari jumlah bagian bunga pada setiap lingkaran. dan lima karpel. Pada kelompok dikotil.dan klasifikasi. misalnya lima sepalum. Kombinasi antar susunan dalam spiral dan besarnya jumlah stamen dan karpel dianggap sebagai suatu petunjuk tingkatan yang ebih primitif dalam perkembangan evolusioner dibandingkan dengan 79 . sehingga digunakan sebagai alat untuk mengetahui kekerabatan berbagai tumbuhan. Pada tanaman tulip terdapat enam bagian perianth. lima petalum. Bagian-bagian bunga umumnya disusun dalam lingkaran.

.

Jika hanya ada stamen. Kedua macam bunga uniseksual dapat dijumpai pada tanaman yang sama. kalaupun ada bentuknya rudimenter dan hanya dapat dikenali dengan pemeriksaan cermat. dan Ulmus. Bunga sempurna mempunyai empat organ bunga yang dapat dibedakan. Biji dan Perkembangan Biji . seperti jagung. dan dinding bakal buah melebur. Peleburan bagian-bagian bunga dapat terjadi dengan berbagai cara. beberapa Acer. 4. Quercus. atau takik. yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga yang mempunyai keduanya dan berfungsi disebut biseksual.2 Buah. gigi. mentimun dan lain-lain. Adanya peleburan bagian-bagian bunga menunjukkan adanya perkembangan evousioner. Pada banyak tanaman. Jika salah satu tidak ada atau tidak berfungsi. Contohnya Gramineae. yaitu petal membentuk tabung. sebaliknya disebut pistilat atau bunga betina jika hanya memiliki pistil tanpa stamen. Reduksi dalam jumlah dapat pula didapati pada stamen dan pistil. dan sepalnya hanya berbentuk sisik. Tumbuhan yang bagian perianthnya menjadi amat kecil atau tidak menyolok. misalnya petal telah hilang.susunan dalam lingkaran dengan bagian-bagiannya dalam jumlah kecil. petal. karpel menjadi pistil majemuk. stamen dan pistil. maka bunga tersebut disnamakan bunga uniseksual. maka dinamakan staminat atau bunga jantan. Pengelompokan bunga dapat berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga. Bunga tidak sempurna bilamana salah satu organnya tidak ada. waluh jepang. kebanyakan begonia. yaitu sepal.

jenis lainnya berdaging. dan ada yang tidak merekah pada waktu matang. maka bunga biasanya menjadi layu dan gugur tanpa perkembangan lebih lanjut. maka bakal buah bersama bijinya berkembang menjadi buah. Proses pembuahan akan mempengaruhi biji secara langsung. Beberapa jenis buah menjadi kerig apabila sudah matang.Setelah pembuahan. Macam buah yang tidak merekah umumnya berbiji tunggal dan berukuran kecil. sebagai contohnya adalah bunga matahari dan jagung dimana buannya sering dinamakan biji. setidaknya pada beberapa bakal biji. Selain itu proses tersebut juga akan mempengaruhi perkembangan seluruh jaringan buah secara tidak langsung. oleh karena itu istilah angiospermae digunakan untuk menamai tanaman yang memiliki biji terttutup. Jika stigma tidak dibuahi dan pembuahan tidak terjadi. Reaksi-reaksi ini tampaknya beruhungan dengan hormon tumbuh atau auksin yang merupakan senyawa yang terkandung dalam buah. Dinding bakal buah matang yang disebut perikarp menutupi biji tumbuhan bunga. Buah kering tersebut kemudian merekah. Auksin biasanya dihasilkan oleh jaringan buah yang sedang tumbuh dan rupanya bertanggungjawab baik terhadap pertumbuhan selanjutnya maupun terhadap kemampuan untuk bersaing dengan .

bagian-bagian lainnya dalam tubuh 80 .

. Konsentrasi auksin bertemabah beberapa kali setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Sebaliknya buah pada tanaman yang sama akan bersaing dengan ketat dalam pengadaan makanan dari jarak beberapa puluh sentimeter. Macam-macam infloresensi pada suatu species. Rang-sangan ini menjadi tersedia dengan adanya penyerbukan dan pembuahan. dan akan melanjutkan pertumbuhan jika bahan-bahan makanan tersedia bebas dan mudah diperoleh. Maka dianggap bahwa kemampuan bersaing ini didasarkan atas pembentukan auksin oleh biji-biji yang sedang berkembang dan bagianbagian lain pada buah.tumbuhan dalam memperoleh makanan. Butir-butir serbuk sari mengandung auksin. Pada bunga kelompok ini pembungaan disebut dengan infloresensi. jagung dan beberapa jenis tanaman lain kurang bersaing untuk memperoleh makanan. Auksin yang dihasilkan tersebut pada gilirannya akan merangsang pembelahan sel secara terus menerus. pertumbuhan tabung sari melalui tangkai kepala putik mungkin menghasilkan lebih banyak auksin dan pembuah itu merangsang sel untuk membelah diri dan menghasilkan auksin pada biji muda. Bunga kadang-kadang mempunyai satu tangkai sumbu seperti pada tulip. Pertumbuhan berhenti pada bunga matang dan untuk memulain perkembangan baru diperlukan beberapa perangsang. Bunga dan buah yang amat muda pada tanaman apel. sehingga buah tumbuh dengan aktif dan meningkat hingga maksimal.

Dalam biji tumbuhan 81 .gunus atau famili berjalan secara konstan sehingga dapat dijadikan cara untuk mengidentifikasi tumbuhtumbuhan. Bagian ujung karpel berubah menjadi stigma dan siap menerima serbuk sari. Suatu proses pembungaan merupakan hasil evolusi. Stamen dan karpel kadang-kadang mirip dengan daun. nenas. murbei nangka dan lain-lain. Menurut suatu teori. kulit biji dan persediaan makan cadangan. Beberapa bunga mempunyai ciri khusus karena adanya modifikasi organ-organ bunga. Apabila bung mempunyai sepal dan petal menyerupai daun. maka kemungkinan besar bunga tersebut akan steril. bunga adalah sumbu yang termodifikais dan menyangga bagianbagian hiasan bunga. Pada kondisi ini keduanya dianggap homolog dengan daun dan merupakan transformasi daun selama evolusi. Ruas-ruasnya tertekan pada sepal terbawah sehingga buku-buku sangat berdekatan. Beberapa teori telah dikemukakan untuk menerangkan asal usul bunga dari evolusinya. Contoh pembungaan infloresensi terjadi pada broikoli. Pada angiospermae petal kemungkinan berasal dari perubahan stamen yang menjadi petal karena hilanya jaringan reproduktif dan membentuk seperti sepal. Dengan demikian karpel dan pistil sederhana ditafsirkan sebagai organ ber-bentuk daun yang berubah dan terdapat sepanjang tulang daun tengah. Biji merupakan struktur myang kompleks yang terdiri dari embrio atau lembaga. stamen dan karpel.

Sel tersebut meluas dalam masa perpanjangan kepala sari. Ketika pertama kali dibentuk sel 82 . Dua mikrosporangioum terletak pada dua sisi jaringan penopang yang dilalui satu berkas pembuluh. Bagian bunga yang esensial adalah pistil dan stamen yang secara langsung terlibat dalam proses pembentukan biji Gambar 4. Irisan melintang melalui anther kuncup bunga yang muda memperlihatkan adanya sekumpulan sel besar dalam setiap mikrosporangium atau sel induk mikrospora. Cuping merupakan ruang tanpa dinding yang dibatasi oleh jaringan steril kepala sari.makanan disimpan dalam lembaga atau pada jaringan di sekelilingnya. Beberapa jenis serbuk sari Bila suatu kepala sari yang muda diperhatikan dengan cermat maka akan tampak empat cuping yang terdiri dari mikrosporangium.3 . Sel induk mikrospora mengandung banyak sitoplasma dan nukleus besar.

Serbuk sari pertama hanya berisi tabung dan nukleus generatif yang bersamaan dengan kesiapan serbuk sari yang ditumpahkan. Langkahlangkah ini mengarah kepada pembentukan gamet betina atau sel . Serbuk sari yang kedua berisi nukleus tabung dan dua nukleus jantan. Peristiwa yang terjadi di dalam bakal biji bersamaan dengan pembentukan sperma. Sedangkan sel lainnya yang berukuran lebih besar disebut sel generatif. Anak inti berpisah dan bersama dengan sitoplasma membentuk dua sel yang berdekatan. Perubahan mikrospora menjadi butir serbuk sari disebabkan oleh pembelahan inti mikrospora. Setelah dinding sel terbentuk maka terjadi empat sel yang disebut dengan mikrospora. Peristiwa ini merupakan proses meiosis. Kumpulan mikrospora disebut tetrad. Pada beberapa species sel generatif terbelah membentuk sel gamet jantan sebelum seruk sari ditumpahkan. atau terkadang dipisahkan oleh membran yang tipis. Salah satu sel ini adalah sel tabung yang merupakan sel. Mikrospora akan berkembang menjadi butir serbuk sari. Dinding mikrospora menjadi dinding serbuk sari dan berubah menjadi tebal dengan permukaan luar ditutupi duri atau ciri khas lainnya.induk mikrospora sangat padat tetapi kemudian harus memisahkan diri menjadi berbentuk bola Semasa pertumbuhan anther nukleus setiap induk mikrospora membelah diri kemudian nukleus anak akan membelah lagi. Dengan demikian ada dua macam serbuk sari dalam tumbuhan berbunga.

Proses ini hanya terdapat pada tumbuhan angiospermae.telur. Perkembang-biakan ini terdiri dari suatu lapisan yang tebalnya sampai beberapa sel dan dinamakan nucelus. Penebalan khusus ini menutupi satu sel induk magaspora. Sebagai akibat pertumbuhan nucelus dan basal akan segera diangkap pada integumen. Hanya satu diantara empat megaspora dan biasanya megaspora yang paling jauh dari mikrofil akan paling dekat dengan suplai makanan. kemudian akan tumbuh dan mengelilingi mikrofil. inti megaspora terbagi menjadi tiga proses mitosis sehingga menjadi delapan inti yang secara genetis identik. Pada tumbuhan biji tertutup pada umumnya nucelus dianggap sebagai dinding megasporangium. Kantung embrio adalah satu megaspora yag besar dan hidup secara terus menerus. Bakan biji dapat lurus tetapi pada kebanyakan tumbuhan bunga bakal biji itu menjadi terbalik degan lubang mikrofilnya mengarah ke bagian plasenta dan tangkainya melebur ke integumen. Pada tumbuhan berbiji yang tumbuhan tingkat rendah yang mempunyai dua jenis spora akan menyimpan sel induk megaspora di dalam megasporangium. Makanan dan minuman diserap melalui tangkai bakal biji dan kantungnya membesar bersamaan dengan nucelus dan integumen. Sel induk megaspora akan membelah dua dan membentuk emepat megaspora. Selama perkembangan kantung embrio. Bakal biji adalah bentuk permulaan dari biji di daerah plasenta pada dinding bakal buah. 83 .

Empat diantara kedelapan inti tersebut berada di ujung mikrofil kantung embrio. inti kutub akan berpindah dari kelomppok megaspora ke arah tengah kemudian dikelilingi membran tipis. Sedangkan empat lainnya di ujung yang berlawanan. Inti tabung akan menurunkan suhu pada saat sebelum perkecambahan butir sebruk sari maupun pada pertumbuhan awal tabung serbuk sari. Ujung tabung itu melewati nucelus dan masuk ke dalam kantung embrio kemdian ujung tabung membelah (pecah) mengeluarkan sperma. Pembuahan Pembuahan adalah bagian dari proses reproduksi secara seksual karena adanya perpaduan antara sperma dan sel telur. Ketiga sel di ujung mikrofil adalah sel telur. a. Gamet-gamet yang terdiri dari satu inti besar yang dikelilingi oleh selaput sitoplasma bergerak ke arah tabung serbuk sari. Sedangkan dua sel yang berdekatan akan mengelilingi sel telur dan disebut sebagai sinergit. Nukleus tabung akan bergerak lebih dahulu dibandingkan dengan sperma kemudian nukleus mengarahkan tabung serbuk sari selama perkembangannya dan secara terus menerus mengikuti gamet. Satu nukeus. Jika sel generatif belum terbagi untuk membentuk dua gamet jantan maka sel itu akan membelah diri sesudah berpindah ke dalam tabung serbuk sari. sehingga selama proses ini akan menyebabkan inti tertinggal. oleh sebab itu diduga bahwa inti tabung serbuk sari adalah struktur sisa yang tidak berperan dalam pertumbuhan tabung . Butir serbuk sari berkecambah pada kepala putik atau stigma dan tabung serbuk sari tumbuh ke bawah melalui tangkai putik (stylus) ke bagal biji.

Struktur anatomi organ pembuahan tumbuhan. Struktur anatomi benang sari . 84 . (b). Gambar 4.serbuk sari. (a).4. Struktur anatomi bakal buah.

penyerbukan dan pembuahan. tidak terdapat struktur khusus sehingga tidak dapat bergerak dengan bebas. Mekanisme gerakan adalah ke bagian bawah dari tabung serbuk sari. Fase diploid: Perkecambahan dan perkembangan benih. B. tetapi hal ini masih diragukan. Di dalam kantung embrio satu dari kedua nukleus sperma berpadu dengan n nukleus sel telur sehigga terjadi pembuahan dan membentuk sel pertana tanaman baru. meliputi kedua nukleus kutub dan nukleus sperma kedua. Proses perkembangan organ reprodukstif dan fertilisasi. Gamet-gamet jantan pada sebagian besar organisme berkemampuan untuk bergerak aktif dengan pertolongan struktur khusus yang berbentuk seperti cemeti. Pada waktu yang sma perpaduan yang sama terjadi. A. Kedua nukleus kutub dapat bergabung terlebih dahulu dan kemudian berkumpul dengan nukleus sperma 85 .Gambar 4.5. Fase haploid: Pembentukan sel telur. Pada gamet jantan angio-spermae.

7. b. Pembuahan ganda hampir umum ditemukan oleh ahli botani. Atau kadang-kadang berjalan berhari-hari sampai dengan berbulan-bulan Gambar 4. Setidaktidaknya butir serbuk sari harus berkecambah pada stigma setiap bakal biji dan akan berkembang menjadi biji. Perkembangan embrio 86 . Nukleus yang berasal dari peleburan ketiganya dinamakan nukleus endosperma primer atau nukleus peleburan ganda tiga. Proses pembuahan di dalam kantung embrio.yang kedua.6. Peleburan nukleus telur dengan sperma bersama-sama dengan perpaduan antara nukleus sperma kedua dengan nukleus kutub disebut pembuahan ganda. Waktu antar perkecambahan Waktu antara perkecambahan serbuk sari dan pembuahannya berjalan dengan singkat. Gambar 4. atau ketiga nukleus itu dapat berhimpun secara simultan. Sebagai contoh pada buah semangka yang mempunyai banyak biji berarti ratusan butir sebuk sari sangat diperlukan untuk menyerbuk satu bunga. Pembuahan ganda harus terjadi di dalam setiap bakal biji dan diikuti oleh pembentukan biji.

Pada tanaman jelasi perkecambahan serbuk sari kurang dari satu jam. Pada waktu pembuahan atau pada saat sesudahnya nukleus menjadi tidak teratur tetapi setelah pembuahan selesai sel sinergit dan antipodal akan luluh. Embrio yang sudah matang terdiri dari suatu poros yang menyangga dua kotiledon dan atau daun biji. pada tanaman jagung. Kelompok sel ini menyusun sebahagian besar embrionya. Sedangkan pada tanaman lain seperti buncis mempunyai pucuk le. Sel-sel yang tersisa di bawahnya akan membentuk suspensor. Pada ujung poros di atas buku kotiledon terdapat plumula. Zigot akan membelah diri beberapa kali dan menghasilkan sekumpulan sel. Pada tanaman tertentu tabung serbuk sari berkecambah setelah tujuh bulan. pro embrio yang menunjang jalan masuk ke dalam kantung embrio. Perkembangan suspensor akan mendorong embrio yang tumbuh ke bagian dalam endosperma yang berfungsi sebgai penyedia makanan yang berlimpah. Sel teratas dari semuanya dan paling jauh dari mikrofil akan membelah diri karena adanya pembentukann dinding melintang dan membujur untuk membentuk sekelompok delapan sel menjadui dua baris yang terdiri dari empa sel. Tingkatan dalam perkembangan embrio merupakan ciri khas bagi banyak petumbuhan tanaman dikotil.mbaga . Plumula yang merupakan aspek pucuk embrionik pada beberapa tanaman sepertikubis planula hanya terdiri dari sekelompok kecil jaringan meristimatik. Sel telur yang dibuah tumbuh menjadi embrio. Pada tanaman tomat dekitar 50 jam dan pada tanaman kubis lebih kurang lima hari. perkecambahan serbuk sari sekitar 24 jam.

Kotiledom terdiri dari dua bagian pokok. Pada perkecambahan. plumula membentuk bagian pucuk di atas kotiledon. Ujung meruncing dari embrio dibagian pangkal dinamakan sebagai akar lembaga (radicula). sebagai organ penyerap makanan dan kedua adalah koleoptil serta tudung pelindung di bagian atas plumula. Umumnya perkembangan embrio tumbuhan yang monokotil banyak persamaannya dengan pola perkembangan tanaman seperti kubis. Daerah antara radicula dan kotiledon adalah batang embrionik atau hipokotil.atau plumula yang tersusun dari suatu meristem apikal mbersama-sama dengan beberapa daun embrionik. kemudian terus berkembang menjadi akar primer apabila biji tersebut berkecambah. Pertama perisai atau skutelum. Setelah pembuahan nukleus endosperma primer segera mulai membelah diri dan menghasilkan jaringan multiseluler atau endosperma. Sel telur yang dibuahi berkembang menjadi embrio tetapi pertumbuhannya berlangsung lambat dibandingkan dengan pertumbuhan endosperma karena setelah pembuahan zigot memasuki masa 87 . Meskipun demikian pada monokotiledon yang sudah maju (contohnya rumput-rumputan) mempunyai kotiledon yang telah mengalami perubahan evolusioner.

Dalam berbagai species pada tingkat dini. pembentukan endosperma akan membebaskan banyak nukleus. Endosperma berkembang berkat suplai makanan oleh tumbuhan induk. Sebahagian besar dari makanan yang tertimbun di dalam daun lebaga (kotiledon) yang menjadi sangat besar. Biji dengan embrio yang terbenam di dalam endosperma merupakan salah satu contoh dari biji jarak. jagung. bunga matahari. Dinding inti akan berkembang mengeilingi inti. Biji dikelilingi oleh kulit biji yang telah berkembang dari integumen bakal biji. Kemudian memberi makanan kepada embrio. kaya akan makanan yang tertimbun dalam bentuk minyak atau pati atau protein. Beberapa saat kemudian embrio akan menjadi kian besar dan sel-selnya terisi dengan bahan makanan cadangan. labu siam dan polong-polongan seperti kacang merah. Endosperma berkembang lebih cepat dibandinmgkan dengan embrio dan biji muda. Contoh biji yang kekurangan endosperma adalah lobak.istirahat. kubis. Kulit biji biasanya tipis seperti pada kacang merah dan . Endosperma tetap hidup membesar dan menjadi jaringan istimewa biji. Pada sepcies yang lain pembelahan nuklir segera harus diikuti oleh pembentukan dinding sel. Pada beberapa biji. Makanan yang tersimpan di dalam endosperma digun akan oleh embrio pada waktu biji berkecambah. embrio tetap berukuran kecil dan dikelilingi oleh endosperma. Pada biji yang lain sebagian besar embrio melanjutkan perkembangannya sampai dengan semua endosperma diserap. padi-padian dan kelapa.

Proses perkecambahan benih dari biji dikotil. Epidermis kujlit biji pada tanaman tertentu menghasilkan serat kapas seperti yang terjadi pada tanaman kapas. Gambar 4. Kulit tersebut dapat menebal dan ekras seperti batu.kacang tanah yang berwarna coklat dan tipis seperti kertas mengelilingi embrio.8. Pada beberapa biji mikrofil tetap nampak sebagai lubang kecil yang dihubungkan dengan parutan yang disebut hilum yang menandakan letak tangkai yang melekatkan biji dengan plasenta. Sewaktu biji itu matang dan secara bertahap embrio memasuki masa dorman sampai biji perkecambah. 88 . Hal ini terjadi pada kenari dan kemiri.

Pergiliran Generasi Pergiliran generasi merupakan kejadian dalam dua fase. Yang lain menghasilkan gamet dan disebut generasi gametofit. Satu gamet dinyatakan sebagai . gandum. Inti sel telur yang dibuahi mengalami proses mitosis sehingga setiap anak sel berisi setengah jumlah kromosom yang berasal dari sperma dan stengah jumlah kromosom yang berasal dari sel telur. dalam daur hidup organisme yang berkembang biak secara seksual. Semua sel dari tumbuhan berasal dari pembelahan ulang sel telur yang dibuahi yang mengandung jumlah kromosom ganda (2n).8b. Perkecmbahan pada tanaman monokotil (barley) c. Kata generasi dipakai dalam hal ini untuk membedakan dari yang biasa dipakai. Biji angisperma tersusun dari kulit biji. yang mengacu kepada selang waktu di antara kelahiran tetuanya dan kelahiran keturunannya.Biji angiospermae merupakan suatu struktur yang kompleks dan jaringannya bermacam-macam. Hal ini terjadi pada tanaman jagung. Salah satu dari generasi ini menghasilkan spora dan disebut dengan sporofit. Bila dua gamet berpadu membentuk zigot maka stiap gamet akan memberikan sum-bangan seperangkat kromosom kepada sel telur yang dibuahi. Gambar 4. padi atau dari kulit biji dengan embrio saja. Jadi dalam setiap gamet akan terdapat dua kali jumlah kromosom. Pergiliran generasi ini bersesuaian dengan pergantian jumlah kromosom dalam kedua fase daur hidup tumbuhan. atau generasi. endoperma dan embrio.

Pada tumbuhan berbunga terjadi pengurangan jumlah kromosom. Generasi berikutnya akan terdiri dari 8n kromosom. mikrospora dan megaspora memiliki kromosom sebanyak n. Proses ini disebut meiosis. Maka penggandaan jumlah kromosom dari sel telur yang dibuahi selalu disertai dengan reduksi dari jumlah kromosom pada tahap siklus hidupnya.n. yaitu pembelahan secara kolektif. sporofit dan gametofit. Generasi sporofit memiliki kromosom 2n. Sebagai akibat dari meiosis adalah terbentuknya tetrad spora dengan setengah dari jumlah kromosom. Sel induk spora memiliki kromosom 2n. Gamet mengandung jumlah kromosom yang sama dengan sel tubuh. gametofitnya n kromosom. ditentukan dengan terjadinya peristiwa meiosis dan pembuahan. Semua struktur yang terjadi secara langsung pada mikrospora dan megaspora juga memiliki jumlah kromosom n. Pergiliran generasi tidak hanya dijumpai pada tumbuhan 89 . Batas antara kedua generasi. yaitu 2n. Oleh sebab itu sel telur yang dibuahi dan sel-sel pada tumbuhan akan mengandung 4n kromosom.

Penyerbukan sendiri adalah proses penyerbukan kepala putik oleh serbuk sari yang berasal dari bunga itu sendiri atau dari bunga lain pada tumbuhan yang sama. Penyerbukan ialah pindahnya serbuk sari dari kepalam sari kepada stigma. dan binatang kecil lain. Penyerbukan dapat dibantu oleh angin dan serangga. penyerbukan adalah peleburan gamet jantan dan gamet betina. Penyerbukan silang menghasilkan kombinasi satuan keturunan yang lebih beragam dari . sel tubuh 2n mengandung kromosom yang telibat dalam penentuan alat reproduksi seksual. Generasi sporofit yang menghasilkan spora maupun gametofit yang menghasilkan gamet yang dicirikan dengan adanya pembuahan dan meiosis.berbunga. padi. burung. keong. jelai. Penyerbukan (polinasi) Pembuahan sel telur dan perkembangannya hanya akan terjadi jika butir serbuk sari sampai kepada stigma. Penyerbukan silang lebih umum terjadi dibanding dengan penyerbukan sendiri. 4. Contoh tanaman yang menyerbuk sendiri adalah gandum.3. yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang. Penyerbukan ada dua macam. tetapi umum dijumpai pada seluruh dunia tumbuhan. kedelai dan lain-lain. Penyerbukan berbeda dengan pembuahan. Penyerbukan silang ialah proses perpindahan serbuk sari dari anther bunga tumbuhan ke stigma bunga tumbuhan lain yang sama atau species yang berkerabat. pada tumbuhan berumah dua.

Pengaruh langsung dari penyerbukan silang adalah banyaknya species dari produksi biji yang dihasilkan dan bersifat lebih kuat dari turunannya. Pergantian generasi tanaman 90 . Gambar 4.keduanya.9.

a. Hal ini menguntungkan penyerbukan silang (dikogam). kepala. Bunga seperti ini mengandung tempat air madu atau nektar. Bunga yang diserbuki oleh serangga biasanya berwarna cerah dan atau berbau harum. Adaptasi bunga yang menguntungkan penyerbukan silang Pada tumbuhan yang memiliki bunga sempurna mempunyai stamen dan pistil yang matang pada waktu yang berbeda. kupu-kupu. Serbuk sari yang dihasilkan sangat berat sehingga cepat lengket dan sukar diterbangkan oleh angin. Jika lebih mendatangi bunga yang lain. Penyerbukan terjadi secara kebetulan pada waktu serangga tersebut mendatangi bunga. tawon. Serbuk sari melekat pada bagian mulut. kaki dan rambut pada tubuh lebah sesudah lebeah tersebut mendatangi bunga. kumbang dan lain-lain. Pada kasus tertentu penyerbukan dapat dilakukan oleh burung dan mamalia. Banyak sekali percobaan-percobaan untuk mengetahui ketertarikan serangga terhadap bunga yang berwarna dan berbau wangi. sebagian serbuk sari akan menyentuh stigma dan mengakibatkan penyerbukan silang. Lebah dan serangga akan mendatangi bunga dan mengumpulkan serbuk sari atau nektar sebagai bahan makanan buat mereka atau keturunannya. Penyerbukan oleh serangga merupakan cara yang terpenting untuk proses perkebang-biakan. Dikogami terhjadi melalui . Penyerbukan oleh serangga Sebahagian besar tumbuhan berbung diserbuki oleh insekta seperti lebah. b.

Penyerbukan sendiri lebih mudah terjadi pada siklus pendek akan tetapu proses penyerbukan sendiri dalam pembentukan biji sangat bervariasi. Nektar yang terletak pada pangkal tabung korola akan menempel pada anggota badan kupu-kupu atau ngengat yang memiliki bagian mulut berbentuk panjang sehingga dapat mencapai nektar. Datura memiliki tabung korola sepanjang 8cm sehingga sulit untuk diserbuk oleh serangga. Yang pertama adalah anther akan matang sebelum stigma pada kasus lain stigma lebih dulu matang daripada anther. Ketidak serasian Pada banyak tumbuhan dengan bunga sempurna pembuahan dan pembentukan buah serta biji terjadi setelah penyerbukan sendiri (keserasian sendiri). Penyerbukan sendiri tidak terhalangi oleh heterostyli karena pada saat serangga mencabut mulutnya dari korola bunga maka dia akan memindahkan serbuk sari dari anther ke stigma dari bunga yang sama. Bunga dengan pistil dan stamen yang matang pada waktu yang berbeda sangat umum dijumpai pada dunia tumbuhan. Pada beberapa bunga terdapat hubungan antara tabung korola dan ukuran panjangnya. c.dua cara. Sebagai contoh adalah Saponaria. berbagai jenis tembakau. Pada tumbuhan lain kadang-kadang tidak terjadi 91 .

4. Adapun prinsip agronomik adalah tindakan budi daya produksi agar benih yasng dihasilkan dapat maksimum. Serbuk sari yang melekat harus diwarnai dan dapat dipelajari di bawah mikroskop dan kemudian diidentifikasi melalui ciri-ciri permukaan butir sari tersebut. Bunga tumbuhan diserbuk oleh angin kecil dan kurang menarik. e. serta akhir musim panas dan musim gugur. Penyerbukan angin Penyerbukan dengan angin merupakan proses yang paling mudah. Musim penyerbukan Di daerah empat musim terdapat tiga kali waktu penyerbukan. Dalam banyak hal ketidak serasian disebabkan oleh rendahnya laju pertumbuhan tabung serbuk sari. Prinsip genetik adalah pengendalian mutu benih internal yang dilaksanakan produsen benih agar kemunduran genetik tidak terjadi dan benih yang dihasilkan memiliki mutu genetik (kemurnian) yang tinggi. d. penyerbukann angin dijumpai pada tumbuhan kayu dan herbal.pembuahan walaupun stigma sudah diserbuk oleh serbuk sari dari bunga yang sama (ketidak serasian fisiologis atau ketidak-serasisan sendiri). yakni prinsip genetik dan prinsip agronomik. Teknik Produksi Benih Tanaman Untuk menghasilkan benih bermutu (bersertifikat) minimum melibatkan dua aspek penting. basik dalam kuantitas (jumlah) maupun kualitas (terutama mutu fisik dan mutu . yaitu awal musim semi. seperti Conifer. Cuercus dan lain-lain. 4. Banyaknya seruk sari di udara dapat dihitung dengan cara meletakkan di udara slide mikroskop yang ditutupi oleh agar tipis atau vaselin. akhir musim semi dan awal musim panas. Pada banyak tumbuhan erkayu bunga jantan dan terkadang betina berkelompok dalam untaian.

Pada dasarnya. Benih bersertifikat merupakan benih dari suatu varietas yang telah diketahui (telah dilepas) dan diproduksi dengan sistem pengawasan serta standar sertifikasi benih.fisiologis benih). Dua persyaratan lahan yang utama bila akan memproduksi benih bersertifikat yaitu sebagai berikut: (a). Persyaratan lahan produksi benih Untuk menghasilkan benih bermutu. perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini. Untuk menghasilkan benih ber-sertifikat. baik standar lapangan maupun laboratorium yang ketat dalam mempertahankan kemurnian varietas tersebut. a. Lahan subur dan tersedia air: Air dapat disediakan secara teknis melalui irigasi atau secara alami 92 . usaha produksi atau penangkaran benih bertujuan untuk menghasilkan benih sebanyakbanyaknya dengan mutu yang memenuhi syarat sertifikasi benih. tanaman harus diusahakan secara intensif pada lahan yang memenuhi persyaratan dan dikelola sesuai dengan keadaan agroklimat setempat.

Untuk itu perlu diperhatikan ketentuan pelaksanaan sertifikasi sebagai berikut: (a). dan memiliki daya tumbuh yang tinggi. yakni catatan urutan jenis dan varietas tanaman yang pernah ditanam. Perlu diperhatikan pula bahwa memproduksi benih umumnya dilakukan di luar musim tanam (off-season) karena untuk memenuhi kebutuhan benih pada musim berikutnya. Adanya tanaman voluntir juga merupakan kontaminan. perlu diperhatikan. Benih sumber yang digunakan dalam produksi benih harus berasal dari kelas yang lebih tinggi seperti dalam sistem alur perbanyakan mono generation flow atau poly generation flow. b. sejarah lahan. Pengawasan dan jaminan mutu dilakukan oleh pemulia tanaman (breader) yang bersangkutan. Benih dasar (BD) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan . dalam satu lokasi lahan produksi benih tidak dapat ditanami dua varietas berbeda dari jenis tanaman yang sama secara berturut karena akan menimbulkan penyerbukan silang. Lahan bersih dan bebas dari varietas lain. Benih penjenis (BS) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BS4). Syarat mutu bagi benih bersertifikat antara lain murni (sesuai dengan sifat-sifat induknya). Benih Sumber Benih sumber atau benih yang akan digunakan untuk memproduksi benih haruslah bermutu tinggi dan jelas asal-usulnya. Untuk menghindari percampuran varietas.sebagai lahan tadah hujan. percampuran pun dapat terjadi dari pertanaman sejenis yang berbeda varietas yang ada di sekitar lahan produksi. (b). Selain dari dalam lahan. sehat (bebas dari hama maupun penyakit). Cara menghindarinya dengan melakukan isolasi waktu atau isolasi jarak. (b). Secara umum. Air sangat dibutuhkan terutama pada saat tanaman memasuki masa pengisian biji (grain filling). bersih (bebas dari kotoran maupun campuran varietas lain).

Isolasi uang umum digunakan adalah isolasi waktu dan jarak. produksi benihpun perlu memperhatikan aspek sumber benih. Benih pokok (BP) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BP4).BD4). Untuk kesuksesan produksi benih dalam hal kemurnian benih. Jika kemungkinan penyerbukan silang tidak terjadi maka isolasi tidak perlu dilakukan. 93 . (c). pada umumnya proses produksi terisolasi. (d). yakni lembaga atau institusi yang menghasilkan benih sumber. telah ditentukan lembaga-lembaga yang berkompeten untuk memproduksi setiap jenjang kelas benih bersertifikat. Isolasi waktu ataupun isolasi jarak merupakan tindakan perlindungan terhadap pertanaman benih dari penyerbukan silang oleh varietas lain. Benih sebar (BR) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BR4) Selain aspek benih sumber. Hal ini penting karena dalam skema sistem perbenihan di Indonesia. baik dari dalam maupun sekitar lahan produksi. Isolasi diterapkan apabila pada satu areal pertanaman terdapat kemungkinan terjadinya penyerbukan silang.

lama isolasi waktu untuk tanaman pangan sekitar 1 bulan. Isolasi jarak dapat berupa lahan kosong. Jika ini terjadi maka harus ditunjang dengan sarana atau prasarana yang mampu menekan risiko kegagalan. . isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan yang dibantu oleh angin (misalnya jagung) lebih jauh dibanding tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh serangga. Demikian pula. Adapun upaya untuk menghindari percampuran varietas dari dalam lahan produksi. Isolasi jarak memberi jarak antara satu hamparan pertanaman dan hamparan pertanaman lain dari varietas yang berbeda sehingga tidak dimungkinkan terjadi penyerbukan silang. Oleh karenanya. misalnya irigasi yang baik.Dalam isolasi waktu. pertanaman dari tanaman jenis lain atau tanaman sejenis yang dijadikan tanaman penghalang (barier) dan tidak ikut dipanen sebagai benih. isolasi sering sulit dilaksanakan karena sulit mencari lahan produksi benih yang betul-betul ideal dan mengatur keserempakan pola dan waktu tanam petani. waktu tanam produksi benih dibuat berbeda dengan waktu tanam produksi benih dan atau non benih suatu varietas lain dari jenis tanaman yang sama. dapat terjadi penanaman di luar musim tanam. isolasi yang sering dilakukan yaitu menanam tanaman barier sehingga dapat menghemat waktu (tidak perlu isolasi waktu) dan dapat memanfaatkan ruang antara pertanaman. isolasi jarak 200 m) askan lebih jauh dibandingkan tanaman dengan penyerbukan sendiri (misalnya padi. Jarak isolasi tersebut ditentukan oleh tipe (jenis) dan cara penyerbukan dari tanaman yang bersangkutan. Lasmanya ditentukan oleh masa pembungaan varietas yang bersangkutan. Dalam pelaksanaannya. Dalam melakukan isolasi waktu. isolasi jarak 3 m). Isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan silang (misalnya jagung. di suatu lahan produksi yang berdekatan agar masa berbunga antara kedua varietas tidak dalam waktu yang bersamaan. dilakukan roguing (pencabutan tanaman voluntir). Secara umum.

panen dan pascapanen. dimana aspek kemurnian genetik menentukan kelulusan dalam sertifikasi. Teknik budi daya ini secara internal dilaksanakan oleh penangkar benih dalam bentuk roguing dan secara eksternal dilaksanakan oleh BPSB dalam bentuk pengawasan di lapang. pembibitan. Produksi benih biasanya diawali dengan perkecambahan benih. yakni pada prinsip genetisnya. pengolahan benih.c. pengeringan. sertifikasi dan pengepakan benih. Dasar-dasar budidaya untuk produksi benih Teknik produksi benih sedikit berbeda dengan teknik produksi nonbenih. pengujian benih. Adapun teknik budi daya mulai dari pengolahan tanah hingga panen antara teknik budi daya produksi benih dan non benih secara relatif sama. 94 . pesemaian. penanaman. pemeliharaan.

mangandung bahan organik. pengujian benih. panen dan pascapanen. biasanya diawali dengan perkecambahan benih. pengolahan benih. menentukan komposisi media tanam. aerasi baik dan dapat menyimpan air dengan afisien. pengolahan tanah dapat juga bermanfaat dalam mengendalikan gulma dan membebaskan lahan dari sisa-sisa tanaman atau benih tanaman yang ada. hendaknya cukup tersedia waktu antara saat pengolahan tanah dan waktu tanam sehingga benih gulma dan tanaman dari pertanaman sebelumnya tumbuh dan dapat dicabut. Untuk media pembibitan para petani penangkar benih biasanya menyiapka komposisi media tanah: kompos (1: 1) dan biasanya telah memenuhi standar kebutuhan unsur hara yang dipersyaratkan. Selain itu. mencampur media dan mengisi media ke dalam polybag.000 benih. . Pada umumnya komposisi media yang diharapkan adalah mempunyai kandungan hara makro dan mikrto. pembibitan.1) Pengolahan tanah. Pengolahan tanah pada dasarnya bertujuan untuk menggemburkan. meningkatkan aktivitas organisme tanah. Proses penyiapan polybag untuk pembibitan dimulai dengan menentukan komposisi media pembibitan. pesemaian. memperbaiki struktur tanah. Untuk itu. serta menciptakan aerasi yang baik. penanaman. sertifikasi dan pengepakan benih. pemeliharaan. Untuk memproduksi benih-benih kecil (10 gram benih = 1. Media tanah dan kompos yang tealh sisiapkan harus dicampur dengan merata agar kondisi media tanam seragam baik secara fisik. pengeringan.

kegiatan ini dilakukan berulangulang sampai volume media tanam diperkirakan mencukup untuk mengisi polybag. Sambungkan kabel mixer ke arus listrik dan media tanam akan tecampur dengan sempurna dan ada kemungkinan lebih homogen dari pada pencampuran dengan cara manual. Pencampuran media tanam dapat dilakukan dengan mesin pengaduk media atau mixer. Pencampuran secara manual dapat dilakuan dengan bantuan alat sekop dan cangkul. Apabila penyiapan media berjauhan dengan tempat pembibitan. Para petani pengangkar biasanya melakukan pencampuran sebagai berikut: karung tanah dicampur satu karung kompos lalu diaduk sampai rata.kimia dan biologis. Sara encampu media tanam dapat dilakukan secara manual dan mekanik. maka disarankan untuk mengangkut media dengan kendaraan roda empat. Dengan alat ini petani tinggal memasukkan tanah setengah dari volume mixer dan kompos setengah dari volume mixer. 95 . Tutup kap penutup sampai rata. Media yang sudah siap untuk digunakan diangkut dengan gerobak (jika lokasi antar lokasi media dan tempat pembibitan berdekatan). Hal ini dilakukan untuk memudahkan pekerja dalam mengisi polybag.

Setelah polybag berdiri pada tempatnya. Jarak tanam rapat dilakukan untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia dalam rangka mendapatkan hasil (produksi) yang maksimal. (3). (2). Kebutuhan benih dipengaruhi oleh: (1). Jatak tanam antar tanaman pada umunya dapat ditentukan berdasarkan kanopi dari varietas tanaman yang dibudidayakan. Daya tumbuh (kecambah) benih. Jarak tanam yang digunakan dapat disesuaikan dengan jenis atau varietas tanamannya. Polybah dibuka mulutnya dan diletakkan pada peralatan yang disebutkan. Ukuran atau bobot . pembersihan tanaman (pengendalian gulma). kemudian masing=masing polybah dirapikan dan disiram dengan air. Jarak tanam atau populasi tanaman per hektar. Jarak tanam yang rapat dilakukan jika kesuburan tanah mendukung dan kompetisi antar tanaman tidak sampai pada taraf yang merugikan. Setelah jarak tanam ditentukan. kebutuhan benih setiap hektar dapat ditentukan. Posisi wadah dengan polybag pembibitan pada saat mengisi polybag 2) Penanaman Penanaman dilakukan secara beraturan untuk memudahkan pemeliharaan (pemupukan.000 butir. maka media pembibitan disiramkan ke atas polybag terbuka sampai penuh. tingkat kesuburan lahan.Media tanam akan diisikan ke polybag. Ukuran atau bobot benih per 1. pengendalian hama dan penyakit). serta ketersediaan air dan sinar matahari. Para petani biasanya menyiapkan kotak kayu untuk memberdirikan polybag atau kaleng atau botol plastik. dan pelaksanaan roguing.

sawi. Keterangan tentang daya tumbuh (daya kecambah) tertera pada label kemasan. Penghitungan kebutuhan benih sangat penting dilakukan agar penangkar dapat menyediakan benih secara tepat jumlah sehingga tidak ada kelebihan pembelian benih dan input produski benih menjadi efektif dan efisien.benih per 1000 gram. Kekurangan penyediaan benih akan menyebabkan ketidakseragaman penanaman sedangkan kelebihan penyediaan benih merupakan pemborosan. cabai. biasanya tertera pada kemasan (label) benih. Keterangan ini terdapat pada kemasan apabila benih varietas tanaman mempunyai perfomansi biji berukur kecil seperti benih kubis. Perkiraan kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan rumus : 96 . bunga krisan dan lain-lain. Ketiga keterangan di atas selalu terdapat pada label benih-benih tanaman yang bersertifikat. wortel. tomat.

Teknik pemeliharaan tanaman hendaknya disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman sehingga tindakan yang diberikan tepat dan efisien.000 X 100/p x100/q X 100/r X s/1000 X t X 1 g Keterangan : B = Benih yang diperlukan per hektar (gram) p = Jarak antar barisan (cm) q = Jarak rumpun tanaman dalam barisan (cm) r = Daya kecambah benih (%) s = Bobot 1. Dosis pupuk hendaknya disesuaikan dengan ting-kat kesuburan tanah.B = 10. pupuk pun berpengaruh terhadap produksi dan mutu benih. Pada awal pertumbuhan vegetatif. kebutuhan tanaman akan hara (terutama nitrogen) sangat besar. terutama masa pembungaan dan pengisian benih (grain filling). Selain untuk pertumbuhan tanaman. penyiangan (pengendalian gulma). Adapun pupuk fosfor (P) dan kalium (K) dibutuhkan tanaman pada fase reproduktif. Gulma dan tanaman lain dapat berfungsi sebagai kompetitor dalam mendapatkan air. pengendalian hama dan penyakit. Protein benih padi dapat ditingkatkan dengan pemupukan N dan bobot benih padi dapat ditingkatkan dengan pemu-pukan kalsium (Ca). a) Pemupukan Pemupukan dilakukan untuk memperbaiki ketersediaan hara dalam tanah. . serta pengairan dan pengelolaan air. b) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membebaskan lahan dari gulma dan tanaman lainnya.000 butir benih (gram) t = Jumlah tanaman per rumpun 3) Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan tanaman dalam budi daya meliputi pemupukan.

serta tidak mencemari lingkungan (terutama air). Penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan gulma hendaknya selektif agar tidak membahayakan tanaman yang diusahakan dan sumber plasma nuftah lainnya. dan energi matahari. Pada saat penyiangan. mekanis (menggunakan alat). Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual (dengan cara mencabut). dan kimiawi (bahan kimia). gulma atau tanaman lain juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit tertentu atau memungkinkan terjadinya penyer-bukan silang dengan tanaman benih. biasanya juga dilakukan pembumbunan (pendangiran) untuk memperbaiki aerasi di daerah sekitar perakaran tanaman. Selain itu. 97 .hara.

yakni tingkat populasi dan intensitas serangan yang membahayakan proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. gropyokan untuk pemberantasan tikus. pengecekan sumber dan pengelolaan air. air diperlukan dalam jumlah sedang. Pada tahap pembentukan dan perkembangan benih dini. air diperlukan dalam jumlah banyak. misalnya memberi pupuk yang seimbang dan melakukan sanitasi lingkungan. sesuai dengan fase pertumbuhan dan perkembangannya.c) Pengendalian hama dan penyakit Hama dan penyakit di lapang selalu ada sehingga perlu dikendalikan agar pertanian dapat mencapai produksi yang tinggi. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara preventif dan kuratif. Karena penggunaan bahan kimia cukup mengandung risiko maka dian-jurkan pestisida yang digunakan berbahan organik. pengendalian tersebut hendaknya dilakukan sedini mungkin dengan senantiasa memperhatikan batas ambang ekonomisnya. air diperlukan dalam jumlah banyak dan pada tahap pemasakan benih. Pada tahap pertumbuhan vegetatif sampai inisiasi bunga. seperti penggunaan pestisida. d) Pengairan. Pada musim kemarau atau bila tidak hujan. Penyediaan air bagi tanaman dapat dilakukan secara teknis melalui irigasi atau secara alami dari hujan. dan eradikasi (pencabutan dan pembuangan) tanaman yang terserang. Pada tahap pembungaan. pengairan dilakukan dengan . Cara kuratif adalah cara pemberantasan terhadap hama dan penyakit. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman dalam jumlah yang tepat. Namun. air tidak diperlukan lagi. Cara preventif (pencegahan) dengan membuat pertumbuhan tanaman sesehat mungkin.

jangan dilakukan pada siang hari karena berpengaruh buruk terhadap tanaman. 98 .penyiraman. Apabila lahan produksi berada pada lahan sawah dengan pengairan teknis. Apabila fasilitas tersebut tidak ada. Sebelum melakukan kegiatan produksi benih. yakni terjadi peningkatan laju transpirasi secara mendadak. Harus dilakukan terlebih sahulu pengecekan sumber air dan jaringan irigasi. Pada sistem ini saluran dapat dialiri air sehingga dapat dilakukan penyiraman dengan sistem lep. maka kondisi sumber air dan jaringan irigasi diprediksi tidak akan ada masalah. Hal yang harus diperhatikan adalah kemiringan jaringan irigasi harus diperhitungkan agar air dapat mengalir dengan baik pada semua lahan budidaya. Apabila produksi benih dilakukan pada skala luas. biasanya jaringan irigasi secara teknik harus disiapkan pada saat pembuatan bedengan sakaligus dengan pebuatan saluran. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. maka sumber air biasanya ditampung pada drum atau bak penampungan yang dilapisi plastik yang disiapkan di sekitar lokasi budidaya.

Ada beberapa macam pola pelaksanaan roguing (lihat gambar Usulan Jalur perjalanan dalam melakukan roguing). seperti tanaman yang berpotensi untuk terjadinya penyerbukan silang dengan varietas tanaman yang diusahakan atau tanaman yang berpotensi menghasilkan benih campuran varietas lain. dibutuhkan metode yang cukup representatif melalui pengacakan sampel di lapang. Cara pelaksanaannya dengan mencabut tanaman yang tidak dikehendaki. Tanaman rogue. Oleh karenanya. Pola A dapat menjamah lahan pertanaman . Tanaman yang tidak sesuai dengan deskripsi tanaman yang diusahakan harus dicabut dan dimusnahkan. gulma-gulma berbahaya dicabut dan dimusnahkan.e) Roguing oguing bertujuan untuk menjaga k emurnian benih. yaitu saat tanaman umur 4 minggu setelah tanam. Jika memungkinkan. Melakukan roguing di lahan yang luas cukup menyulitkan. Pelaksanaan roguing mengikuti waktu dan frekuensi pemeriksaan lapangan oleh petugas pengawas sertifikasi benih. Roguing dilaksanakan dengan mencocokkan deskripsi tanaman di lahan dengan deskripsi varietas tanaman yang diusahakan. Roguing biasanya dilakukan sebelum lahan diperiksa oleh tim sertifikasi dari BPSB. Roguing hendaknya dilakukan sepagi mungkin dan arah berjalan sebaiknya tidak menghadap matahari. pada fase berbunga. tanaman yang terserang hama dan penyakit. roguing dapat dilakukan setiap saat tidak hanya pada saat menjelang pemeriksaan oleh BPSB. R oguing dilakukan dengan berjalan secara sistemik sehingga setiap tanaman dapat terlihat dan di amati. karena silau akan menyulitkan pengamatan. dan m enjelang panen.

99 . pola B mampu menjamah lahan seluas 60-70%. pola E mampu menjamah lahan sebesar 85%. dan pola F hanya mampu menjamah pertanaman sebesar 60% dari luas lahan keseluruhan. maka panen pada saat benih masak fisiologis adalah pilihan yang tepat. tidak merusak benih yang masih berkadar air tinggi. Benih belum mengalami deteriorasi (kemunduran). Beberapa keuntungan panen yang dilakukan pada saat benih mencapai m asak fisiologis antara lain: (a). (b). Pemanenan P enanganan pascapanen dapat dilakukan dengan baik. pola C (cara acak) dan pola D (searah jarum jam) memungkinkan seluruh (100%) pertanaman terjamah. Mempercepat program pemuliaan tanaman karena segera diperoleh data viabilitas dan vigor maksimum dari varietas yang dikembangkannya.sekitar 75%.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * .

(c) Menghemat waktu dan mengurangi kehilangan benih di lahan. Perkecambahan benih di lapang dapat dihindari. vigor. Oleh karena kadar air benih pada saat masak fisiologis masih cukup tinggi (50-60%) sehingga rentan terhadap kerusakan mekanik.* * * * Gambar 4. maupun daya simpan benih. daya kecambah. serta. Waktu panen ini pun jugam mempunyai risiko.9 . (d). Beberapa alternatif jalur perjalanan untuk melakukan kegiatan roguing. f) Pengolahan Benih Pengolahan benih merupakan tahap transisi antara produksi dan 100 . Cuaca pada areal produksi yang tidak menguntungkan dapat menurunkan mutu benih yang dihasilkan. Kondisi iklim pada selang waktu antara masak fisiologis dan panen sangat berpengaruh terhadap viabilitas benih. maka panen dapat dilakukan beberapa hari setelah masak fisiologis.

benih tanaman lain. (b). yakni memisahkan benih dari sumber kontaminan seperti benih gulma. semakin tinggi nilai rendemen yang berarti semakin kecil nilai kehilangan pascapanennya (post harvest losses). misalnya berukuran kecil atau tidak seragam. kadar airnya juga masih sangat tinggi. Alur umum pengolahan benih Benih masuk ke unit pengolahan benih umumnya dalam bentuk calon benih. Semakin efektif pengolahan yang dilakukan. Adapun efektivitas pengolahan ditentukan oleh alur (jalur) pengolahan dan penggunaan alat-alat pengolahan benih yang tepat. misalnya benih jagung masih dalam tongkol. mutu benih dapat ditingkatkan melalui dua cara yaitu : (a). Prinsip umum pengolahan benih adalah memproses calon benih menjadi benih dengan tetap mempertahankan mutu yang telah dicapai. Tahap ini cukup menentukan karena benih dapat tidak bermanfaat jika salah dalam pengolahannya. Secara populatif. Upgrading. Nilai rendemen sangat ditentukan oleh jenis benih dan efektivitas pengolahan. Perbandingan jumlah benih hasil pengolahan dengan jumlah calon benih hasil panen dinamakan rendemen. Dengan pemisahan dan pemilahan benih. 1) Pembenihan dan prapembersihan . tetapi secara populatif. pengolahan benih yang dilakukan sebagai berikut. Oleh karenanya. Selain dalam bentuk calon benih. benih kedelai dan kacang hijau masih dalam polong. dan kotoran benih. akan diperoleh benih yang murni dan hidup (pure life seed) dengan total jumlah yang lebih rendah dari jumlah benih hasil panen. d.penyimpanan atau pemasaran benih. Separation. Pengolahan benih tidak dapat meningkatkan mutu benih secara individual. yakni memilah benih dari benih yang kurang bermutu.

dilakukan pemisahan benih dari kotoran sisa polong. Setelah pengolahan tersebut. dan tidak seragam).Kegiatan pembenihan meliputi pengeringan (drying) dan perontokan (threshing) pada kacang-kacangan dan padi atau pemipilan (she ling) pada jagung. Selama proses pembenihan dan prapembersihan. pecah. 3) Perlakuan benih dan pengemasan Perlakuan benih (seed treatment) adalah pemberian bahan kimia dalam 101 . seperti air screen cleaner. benih gulma. serta benih yang berviabilitas rendah (kecil. atau jerami (disebut pre-cleaning). 2) Pembersihan Proses pembersihan (cleaning) benih diawali dengan pemisahan benih dari kotoran (sampah). benih disimpan sementara secara curah dan tumpukan (bulk storage). benih memasuki proses sortasi dan upgrading. Pembersihan ini dapat menggunakan ayakan (saringan) atau alat pembersih benih dengan sistem pengayakan dan hembusan udara. Setelah bersih dari kotoran. tongkol. yaitu benih dipisahkan dari benih varietas lain.

Kemasan resisten adalah kemasan yang tahan terhadap tembusan air. dan ada atau tidaknya sumber listrik atau mesin diesel. kadar air benih harus rendah untuk menghindari pengaruh buruk dari akumulasi produk respirasi benih di dalam kemasan. jenis dan nilai komoditas. yakni kemasan porus. Kemasan porus adalah kemasan yang tembus air sehingga tidak mampu melindungi benih dari pengaruh kelembapan udara luar. Jenis kemasan benih dapat dikelompokkan menjadi 3. Pemilihan jenis alat pengolah benih tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan penangkar. serta alat perlakuan dan pengemasan. Adapun kemasan kedap adalah kemasan yang tidak tembus air. tingkat mutu dan efisiensi yang diinginkan. Alat-alat tersebut dapat berupa mesin pengolah benih yang dijalankan secara mekanik atau alat sederhana yang dijalankan secara manual. alat pengering. Jenis kemasan ini mampu mempertahankan kadar air benih dalam jangka waktu yang lama. Pengemasan bertujuan untuk melindungi benih dari pengaruh kelembaban udara dan pencampuran antar lot (kelompok) benih. tetapi dalam jangka panjang kemasan menjadi porus. . Contoh kemasan seperti ini yaitu kantong plastik.rangka melindungi benih dari hama dan penyakit. pertimbangan keuntungan usaha. serangan yang mungkin terjadi di penyimpangan maupun serangan di lapang produksi. alat dan mesin pengolahan yang paling dibutuhkan yaitu alat pembenihan (conditioning dan pre-cleaning). Hal penting yang diperhatikan di dalam memberikan perlakuan benih adalah jenis dan dosis pestisida yang digunakan agar tidak meracuni benih. Alat dan mesin pengolahan benih Secara umum. baik yang terbawa benih. alat pembersih. kertas dan kain blacu. Contohnya botol (gelas) dan kaleng (drum). Bila menggunakan kemasan kedap. e. Contohnya. resisten dan kedap.

sistem pengeringan buatan menggunakan kompor api atau heater sebagai sumber panas dan kipas (fan) sebagai tenaga penggerak aliran udara. Pengeringan secara alami mempunyai kendala seperti turun hujan. Meski penggunaan drier memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pengeringan alami. Secara prinsip. diperlukan pembalikan benih.1) Alat pengering benih (seed drier) Pengeringan benih dapat dilakukan secara alami dengan panas matahari atau secara buatan dengan bantuan alat pengering (seed drier). tetapi benih hasil pengeringan dengan matahari memiliki mutu fisik yang lebih baik. Kapasitas alat dan lama pengeringan perlu diketahui agar tidak terjadi overload atau penundaan pengeringan yang dapat menurunkan mutu benih. suhu yang tidak dapat dikontrol. dan kapasitas lantai jemur yang terbatas. 102 . Kendala tersebut tidak dijumpai bila pengeringan dilakukan dengan alat pengering.

serta alat penanganan dan transportasi yang digunakan. Alat pembenihan yang paling sederhana adalah tangan. sedangkan benih hasil pengeringan buatan memiliki warna yang sedikit kusam dan berbau (terutama bila menggunakan alat berbahan bakar minyak tanah). Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat perontok dan pemipil adalah kecepatan putar silinder dan jumlah paku yang berpotensi merusak benih secara mekanik. batch drier. Adapun benih yang diproduksi dalam jumlah banyak dikeringkan dengan bin drier atau continous flow drier. secara umum alat pembenihan terdiri dari silinder yang memiliki gigi (paku) yang dapat diputar sehingga mampu merontok atau memipil benih. Jenis dan tipe alat yang digunakan berbeda untuk setiasp jenis benih. Tenaga yang digunakan untuk memutar silinder perontok dapat berasal dari tenaga mekanik atau tenaga listrik. seperti kedelai dan jagung. bin drier. column seed drier dan continous flow tower drier. 2) Alat pembenihan Alat pembenihan adalah alat yang digunakan untuk memisahkan benih dari struktur buah. seperti memipil jagung dan mengupas benih kacang tanah. Namun. Semakin cepat putaran silinder dan semakin banyak paku yang dipasang. Benih tanaman pangan. Ada pula mesin yang dilengkapi dengan blower sehingga benih yang dihasilkan lebih bersih.terutama warna dan baunya. tetapi membutuhkan . Penggunaan masingmasing tipe antara lain tergantung pada jumlah lot benih. tetapi potensi kerusakan mekanik yang ditimbulkannya juga semakin besar. dikeringkan dengan batch drier. Cara ini adalah cara yang paling kecil kerusakan mekaniknya. Benih yang dikeringkan secara alami memiliki warna yang lebih cerah dan tidak berbau. Terdapat berbagai tipe drier seperti tunnel drier. semakin cepat pula proses perontokan atau pemipilan benih.

kadar air benih harus cukup rendah (kering pipil). Alat pembersih benih tradisional berupa nyiru atau tampah. Cara menggunakannya dengan menggerakkan ke atas dan ke bawah. Alat pembersih yang paling banyak digunakan sebagai pembersih dasar (utama) adalah air scree cleaner. 3) Alat pembersih benih Alat pembersih merupakan alat untuk membersihkan benih dari sumber-sumber kontaminan dan benih yang tidak bermutu melalui pengayakan (penyaringan. Alat tipe ini menggunakan kombinasi dari aliran udara dan saringan untuk memisahkan benih 103 . Meskipun demikian risiko kerusakan benih sangat kecil. Kekurangan dari penggunaan alat ini adalah dibutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang banyak. Alat pembersih benih modern (berbasis mesin) ada banyak tipe dan jenisnya.waktu lama dan khusus untuk benih jagung. screening) dan peniupan benda-benda yang tidak diperlukan dengan blower. Hasilnya diperoleh benih yang bersih. lalu memutarnya sambil ditiup.

(2) aliran udara (aspirating air) memisahkan benih dari benda-benda yang ringan. Penyimpanan Benih Tujuan penyimpanan benih adalah mempertahankan daya hidup (daya simpan) benih selama mungkin. f. secara umum dikelompokkan menjadi 3 kelompok. dan faktor organisme hidup yang ada di dalam ruang simpan. yakni (1) saringan atas (scalping screen) menahan benih dan benda yang berukuran besar. dan spiral separator untuk memilah benih berdasarkan bentuknya. lingkungan fisik penyimpanan. faktor perlakuan sebelum benih .berdasarkan ukuran. Air screen cleaner tipe kecil terdiri dari 2 saringan dengan 3-4 aspirator. Kondisi benih tersebut dipengaruhi oleh: . 1) Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih. yaitu faktor benih. . Cara kerja alat ini terdiri dari tiga tahap. diseparasi untuk memilah benih berdasarkan ukurannya. (3) saringan bawah (graded screen) memilah dan menahan benih yang bersih. berat jenis dan resistensi terhadap aliran udara. Dalam penyimpangan. Alat pembersih benih lain yaitu spesific gravity separator untuk memilah benih berdasarkan berat jenisnya. faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya simpan benih dioptimalkan agar prosers kemun-duran dapat ditekan seminimum mungkin. sebagai contoh benih padi memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan benih kedelai walaupun faktor lainnya sama. faktor genetik. Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Tiap jenis atau varietas benih memiliki daya simpan tersendiri. a) Faktor Benih Kondisi benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap daya simpannya.

dan perlakuan pengolahan benih dari calon benih menjadi benih (perontokan. . (3) komposisi kimia benih. . kondisi lingkungan selama benih dalam pemasakan. . Karena bersifat higroskopis. b) Faktor lingkungan fisik ruang penyimpanan Faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi daya simpan benih di dalam penyimpanan yaitu kelembapan. tingkat kerusakan benih. pemanenan. Kelembaban ruang simpan akan berpengaruh terhadap kadar air benih dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme. dan komposisi gas di ruang simpan. temperatur. tingkat hama dan penyakit. dan (8) kadar air benih. tingkat kemasakan benih. seperti kondisi lapangan selama pertanaman (kesuburan lahan. dormansi dan benih keras.disimpan. iklim). pengeringan). struktur fisik benih. . benih mudah menyerap atau melepaskan uap air tergantung 104 .

Daya hidup benih menjadi setengahnya jika kadar air benih ditingkatkan 1% untuk kisaran benih berkadar air 5-14%. Nitrogen dapat mempercepat kemunduran benih bawang merah dan sawi. semakin tinggi laju respirasi dan semakin tinggi kadar air kesetimbangan sehingga mempercepat kemunduran benih.kelembapan ruangan. (3). karbon dioksida (CO2). Semakin tinggi kadar O2 di ruang penyimpanan. daya hidup benih akan semakin turun. Meningkatnya kadar CO2 dapat meningkatkan daya simpan benih bawang merah. dan mengendalikan ruangan supaya tetap kering dengan alat dehumidifier (penurun kelembapan). dan nitrogen (N2). Semakin tinggi termperatur. Untuk penyimpanan benih <3 tahun. Hal ini berlaku bila tempat penyimpanan dengan kelembapan 20-70% dan temperatur 0-50OC. c) Jasad hidup di ruang penyimpanan . Daya hidup benih menjadi setengahnya jika temperatur dinaikkan 5Oc. Melindungi benih dari pengaruh kelembapan dengan cara menggunakan kemasan yang resisten atau kedap. menggunakan bahan penyerap kelembapan (desikan). Suhu berpengaruh terhadap laju respirasi benih dan tingkat kadar air kesetimbangan benih. Rumusan tentang pengaruh temperatur dan kadar air benih terhadap daya simpan benih yaitu sebagai berikut : (1). (2). angka tersebut boleh sampai 120 dengan catatan tingkat kelembapan udara tidak melebihi 60Of. Gas yang berpengaruh terhadap daya simpan benih di penyimpanan antara lain oksigen (O2). Jumlah angka kelembapan dalam % dan temperatur dalam OF tidak boleh melampaui angka 100 untuk penyimpanan benih selama 3-10 tahun.

Kerusakan yang diakibat-kan oleh jasad hidup ini umumnya secara fisik. d) Cara penyimpanan benih Secara umum. misalnya benih berlubang atau rusak. benih bisa tahan lama disimpan. yakni menutup seluruh benih dengan terpal lalu memberinya bahan fumigan seperti fostoxin. adanya jasad hidup juga akan menyebabkan kondisi lingkungan kurang baik. tikus. yakni penyimpanan terbuka dan penyimpanan terkendali. serangga. Di daerah dengan iklim yang lembap dan temperatur tinggi. biasanya benih dikemas dengan wadah yang tidak 105 .Jasad hidup yang terdapat di ruang penyimpanan benih umumnya terdiri dari cendawan. Daya simpan benih tergantung padak ondisi daerah penyimpanan. bakteri. dan burung. penyimpanan benih dilakukan dengan dua sistem. Di daerah dengan iklim kering dan dingin. seperti lingkungan menjadi lebih lembap dan kurang bersih yang pada akhirnya juga mempercepat kemunduran benih. daya simpan benih akan cepat menurun. Pada sistem penyimpanan ini. Selain itu. Pengendalian jasad hidup tersebut dapat dilakukan dengan sanitasi atau fumigasi. Sistem penyimpanan terbuka berarti tidak ada perlakuan terhadap kondisi lingkungan ruang penyimpanan. tungau. virus.

Pada penyimpanan kering. Pada sistem penyimpanan benih terkendali. kelembapan maupun temperatur ruang simpan di kontrol dengan alat atau dengan cara pengemasan seperti pada kedua penyimpanan di atas. dan bahan porus lain. yaitu penyimpanan secara dingin. penyimpanan secara kering. Ada empat cara penyimpanan benih dengan suhu dan kelembaban terkendali. dehumidifier. tergantung pada tingkat kadar airnya. Selama perubahan temperatur ruang simpan tidak terlampau tinggi. serta penyimpanan beku. seperti kantong plastik. penyimpanan kering dan dingin. Ruang simpan diberi AC. Kombinasi penyimpanan kering dan dingin. benih bisa disimpan sampai beberapa tahun. kelembapan ruang simpan dipertahankan rendah dengan menggunakan alat pengering ruangan dehumidifier. botol atau kaleng yang tertutup rapat. benih diekmas dengan wadah yang relatif rapat.kedap. dan benih dikemas dengan kemasan yang . Pada penyimpanan dingin. seperti kantong plastik. dan benih dapat diperta-hankan sampai beberapa tahun. temperatur ruangan diatur agar tetap dingin dengan menggunakan AC (Air condition). kertas semen. seperti kain blacu. Penyimpanan kering dapat juga dilakukan dengan penggunaan bahan pengemas yang rapat. karung goni. Ssitem penyimpanan ini hanya cocok untuk benih yang disimpan dalam jangka pendek (<3 bulan). lingkungan ruang penyimpanan dikontrol atau dikendalikan sedemikian rupa sehingga daya hidup benih dapat dipertahankan sesuai dengan keinginan (lama yang diinginkan). Dalam sistem ini. Benih bisa disimpan dalam wadah sarang lalu ditempatkan di ruang ini.

komponen mutu benis dibedakan menjadi tiga. Secara umum.kedap. para pengguna benih (terutama petani) hendaknya memahami tentang mutu benih dan komponen-komponennya yang dicantumkan di dalam label benih. temperatur dibuat sangat rendah antara -20oC hingga 5oC. Pada penyimpanan beku. 4. Komponen mutu fisik adalah kondisi fisik benih yang 106 . dan genetik. Sistem penyimpanan kering dan dingin merupakan sistem penyimpanan terbaik yang mampu memperta-hankan daya simpan benih hingga 10 tahun. Sekarang pasar sudah mendesak dimasukkannya komponen mutu pathologis.5 Mutu Benih Program perbenihan menitikberatkan pada penggunaan benih yang tepat muitu yang ditunjukkan pada labelnya. Sistem penyimpanan ini biasanya digunakan untuk penyimpanan koleksi benih penting yang dijadikan sebagai bahan pemuliaan tanaman (plasma nutfah). bahkan sampai 100 tahun. Agar tidak tertipu oleh label benih. kelembapan ruang <30%. Penyimpanan ini mampu mempertahankan benih bertahuntahun. fisiologis. dan digunakan kemasan benih yang rapat (kedap). yaitu komponen mutu fisik.

(b). bijibijian lain. Warna benih terang dan tidak kusam. seperti potongan tangkai. Benih bersih dan terbebas dari kotoran. tekstur permukaan. (d). Hal yang berkaitan dengan ada atau tidaknya dan besarnya serangan penyakit yang terjadi. a. tingkat kerusakan fisik. (c). Komponen mutu genetik adalah hal yang berkaitan dengan kebenaran dari varietas benih. Komponen mutu fisiologis adalah hal yang berkait-an dengan daya hidup benih jika ditumbuhkan (dikecambahkan). bobot. Adapun mutu pathologis berkaitan dengan ada tidaknya serangan penyakit pada benih serta tingkat serangan yang terjadi. tidak tercampur dengan varietas lain. kebersihan. Benih murni. komponen benih murni. Dengan demikian. . benih bermutu menampakkan ciri-ciri berikut: (a). campuran varietas lain. dapat diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. ukuran. dan keseragaman. tidak berbercak. yaitu dari data (label) daya berkecambah dan nilai kemurniannya. Pada label benih. diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. kotoran dan daya tumbuh. unsur-unsur mutu benih yang dicantumkannya meliputi kadar air. Secara fisik. Benih mulus. kulit tidak terkelupas. baik pada kondisi yang menguntungkan (optimum) maupun kurang menguntungkan (suboptimum). belum dicantumkan dalam label sertifikat benih. di Indonesia.menyangkut warna. debu dan kerikil. baik secara fenotip (fisik) maupun genetiknya. Kriteria benih bermutu Penggunaan benih bermutu dalam budi daya akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi karena populasi tanaman yang akan tumbuh dapat diperkirakan sebelumnya. bentuk.

Sistem perbanyakan benih dilakukan secara berjenjang dengan selalu mempertahankan identitas genetis dan kualitas benih dari varietas yang dihasilkan pemulia tanaman. dibutuhkan kegiatan perbanyakan benih atau produksi benih. melalui suatu prosedur yang 107 . ukurannya normal dan seragam.(e). Selain itu. b. Kelas benih Benih merupakan hasil akhir dari proses panjang yang dilakukan oleh seorang pemulia tanaman dalam merakit sebuah varietas baru. Benih hasil produksi ini kemudian dikelompokkan kedalam kelas-kelas sesuai dengan tahapan generasi perbanyakan dan tingkat standar mutunya. Jika proses penyebaran varietas baru dari pemulia kepada petani dilakukan secara langsung maka jumlah benih yang tersedia tidak mencukupi kebutuhans seluruh petani. Untuk mengatasi keterbatasan jumlah benih hasil pemuliaan ini. Sehat. benih kedelai mesti lebih rendah lagi). benih dianggap bermutu tinggi jika memiliki daya tumbuh (daya berkecambah) lebih dari 80% (tergantung jenis dan kelas benih) dan nilai kadar air di bawah 13% (tergantung jenis benihnya. tidak keriput. bernas.

BBI) dan proses produksinya diawasi dan disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). 3) Benih pokok (BP= stock seed. 1) Benih penjenis (BP = breeder seed: (BS)) Benih penjenis diproduksi dan diawasi oleh pemulian tanaman dan atau oleh instansi yang menanganinya (Lembaga Penelitian atau Perguruan Tinggi). Benih dasar ini diberi label sertifikasi berwarna putih. Khusus untuk benih penjenis tidak dilakukan sertifikasi tetapi diberikan label warna putih. Produksi benih pokok tetap mempertahankan identitas dan kemurnian varietas serta memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. Benih ini sebagai sumber untuk perbanyakan benih dasar. Benih ini diproduksi dan diawasi secara ketat oleh pemulia tanaman sehingga kemurnian varietasnya dapat dipertahankan. Benih pokok dan benih sebar umumnya diperbanyak oleh Balai Benih atau penangkar benih dengan . Benih dasar diproduksi oleh Balai Benih (terutam Balai Benih Induk. 4) Benih sebar (BR=extension seed (ES)) Benih sebar merupakan F1 benih pokok.diatur dalam aturan sertifikasi benih. 2) Benih dasar (BD = foundation seed (FS)) Benih dasar merupakan turunan pertama (F1) dari benih penjenis. Benih pokok diproduksi oleh Balai Benih ataui pihak swasta yang terdaftar dan diberi label sertifikasi berwarna ungu. Produksinya te-tap mempertahankan identitas maupun kemurnian varietas dan memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. (SS)) Benih pokok merupakan F1 dari benih dasar atau F2 dari benih penjenis. Dari sistem dibagi menjadi empat.

sementara jumlah benih bermutu yang beredar belum sesuai dengan yang dibutuhkan maka dimungkinkan untuk diproduksi benih berlabel merah jambu (LMJ). Produksi tetap mempertahankan identitas dan tingkat kemurnian varietas. pengawasan dan sertifikasi dari BPSB. Untuk benih palawija. Pengadaan benih LMJ tidak melalui proses sertifikasi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan benih bermutu yang terus meningkat. tetapi tetap memenuhi standar laboratorium untuk pelabelan.mendapatkan bimbingan. Selain dengan pengkelasan benih. Benih sebar diberi label sertifikasi berwarna biru. selain benih sebar berlabel biru juga terdapat benih sebar berlabel hijau yang merupakan keturunan dari benih sebar berlabel biru. 108 . Benih dengan indeks penangkaran tinggi menggunakan strategi perbanyakan pola alur pernabanyakan tunggal. upaya pemenuhan kebutuhan benih bersertifikat juga dilakukan dengan strategi alur perbanyakan benih.

seperti padi dan jagung.11. Pada sistem alur perbanyakan benih alur tunggal. tiap kelas benih diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih di bawahnya sehingga F3 dari benih penjenis adalah kelas benih sebar. Adapun benih yang memiliki indeks penangkaran rendah dapat menggunakan perbanyakan pola alur perbanyakan ganda seperti pada kedelai. Benih penjenis (Breeder seed) Benih dasar (Foundation seed) Benih pokok (Stock seed) Benih sebar (Extension seed) Petani Gambar 4. Alur perbanyakan benih sistem polygeneration flow 109 .

Selain dikenal dua sistem alur perbanyakan benih. faktor lingkungan dan faktor status 110 transisi . penerapan alur generasi ganda tidak harus sampai generasi ke-4. tetapi dapat hanya sampai generasi ke-3 atau ke-2 bila kebutuhan benih telah tercukupi. Dengan demikian. setiap kelas benih dapat diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih yang sama dengan maksimal generasi diperbanyak 4 kali. Adapun faktorfaktor yang berpengaruh terhadap mutu benih antara lain faktor genetika. Oleh karenanya. Faktor yang Mempengaruhi Mutu Benih Mutu benih merupakan perpaduan dari karakter genetik dan pengaruh lingkungan. Pada sistem alur perbanyakan ini. sistem alur perbanyakan transisi pun dikenal pula dalam perbanyakan benih kacangkacangan. Alur perbanyakan benih sistem monogeneration flow Adapun pada sistem alur perbanyakan ganda.Gambar 4.12. Penerapan sistem alur perbanyakan benih selalu mempertimbangkan aspek volume kebutuhan benih dan indeks penangkaran benih. b. Hal ini pun diterapkan dengan pertimbangan kebutuhan benih di lapang sehingga tidak perlu benih F4. melainkan benis penjenis ke-3 yang dapat dijadikan sebagai bahan perbanyakan kelas benih penjenis ke4 atau kelas benih dasar. F3 dari kelas benih penjenis bukan benih sebar. benih diperbanyak secara alur generasi tunggal sampai dengan kelas benih pokok dan slenajutnya benih diperbanyak secara alur ganda untuk menghasilkan kelas benih sebar. sebagai strategi perbanyakan benih.

Sebagai contoh. Semua perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan gen yang ada di dalam benih.benih (kondisi fisik dan fisiologis benih). kekuatan daya tumbuh (vigor) dan produksi benih jagung hibrida lebih tinggi dari benih jagung biasa (komposit). Hal ini untuk menghindari adanya tanaman voluntir hasil penyerbukan silang antara tanaman sebelumnya (yang berbeda varietas) dengan pertanaman yang ada. Demikian pula padi var. Setiap jenis atau varietas memiliki identitas genetik yang berbeda. 1) Faktor genetik Genetik merupakan faktor bawaan yang berkaitan dengan komposisi genetika benih. pancapanen. Jika penanaman yang berbeda varietas tidak bisa . Jika lahan produksi harus ditanami jenis komoditas yang sama dengan pertanaman sebelumnya maka varietas yang ditanam hendaknya. Dalam memilih lokasi produksi. Adanya tanaman voluntir dapat mengakibatkan mutu (genetis) benih menjadi rendah. Peta memiliki mutu daya simpan yang lebih baik dari benih padi var. maupun saat pemasaran benih. mutu daya simpan benih kedelai lebih rendah dibanginkan dengan mutu daya simpan benih jagung. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : a) Lokasi produksi dan waktu tanam Lokasi produksi benih dipilih lahan yang subur. serta sumber kontaminan terhadap varietas tanaman yang akan diproduksi. 2) Faktor lingkungan Faktor lingkuingan yang berpengaruh terhadap mutu benih berkaitan dengan kondisi dan perlakuan selama prapanen. Chainan. senantiasa memperhatikan sejarah lahan dan kondisi pertanaman sekitar lahan. tidak merupakan sumber investasi hama dan penyakit.

hal terpenting adalah memperkirakan bahwa saat panen benih tidak dilakukan pada musim hujan. begitu juga waktu tanamnya. Dari mulai tingkat kesuburan 111 . Jarak antarblok pertanaman produksi benih diatur agar tidak terjadi penyerbukan silang. Berkaitan dengan waktu tanam. Sebaliknya.dihindari. lahan masing-masing varietas harus diisolasi. Isolasi yang dilakukan meliputi isolasi jarak maupun isolasi waktu. Kesalahan dalam menentukan waktu tanam bisa mengakibatkan proses pembentukan dan perkembangan benih kurang sempurna (terutama fase pengisian biji/grain fi ling) sehingga kuantitas maupun kualitas benih menjadi rendah. selama fase pertumbuhan (fase vegetatif) curah hujan hendaknya cukup memadai. b) Teknik budidaya Semua tindakan dalam teknik budi daya produksi benih akan berpengaruh langsung terhadap mutu benih.

sampai kadar air benih cukup aman untuk panen dan penanganan pasca panen. jarak tanam. status serangan hama dan penyakit serta pengendaliannya. Panen secara manual atau menggunakan alat panen sederhana merupakan cara panen terbaik karena tidak menimbulkan kerusakan fisik yang berarti. Agar benih tidak rusak pada saat panen. Pada stadia masak fisiologis.lahan dan teknik pemupukan. benih mengalami beberapa stadia. saat panen yang sering dilakukan yaitu beberapa hari setelah masak fisiologis. Oleh krenanya. teknik budi daya produksi benih perlu berpedoman pada kaidah-kaidah sertifikasi benih. gangguan hama dan penyakit serta benih rontok). dan stadia masak fisiologis. stadia matang morfologis. c) Waktu dan cara panen Dalam pembentukannya. bobot kering benih mencapai maksimum dan benih telah lepas dari tanaman induknya. d) Penimbunan dan penanganan hasil Ketika dipanen. benih tidak dipanen. pengelolaan air. jika kondisi lingkungan memungkinkan (tidak ada hujan. Untuk mendapatkan benih bermutu tinggi. di dalam polong kelobot. atau struktur pembungkus benih lainnya). yaitu stadia pembentukan. Pada saat itu kadar air benih cukup tinggi sehingga tidak cukup aman terhadap kerusakan mekanik pada saat panen maupun pascapanen. sampai perlindungan tanaman dari penyerbukan silang. . meski cara ini kurang efisien. kondisi gulma. Tindakan ini merupakan tindakan pengeringan dan penyimpanan benih di lapangan. stadia perkembangan benih. Bahkan utnuk beberapa kasus. hendaknya digunakan alat panen yang tidak menimbulkan kerusakan mekanik (fisik) benih. kadar air benih masih relatif tinggi dan masih dalam bentuk calon benih (masih dalam malai.

Keadaan tersebut membawa konsekuensi pada tingginya proses metabolisme yang terjadi di dalam benih. Berkaitan dengan penanganan hasil. sistem penimbunan dan penanganan hasil sangat berpengaruh pada kualitas benih yang akan dihasilkan. seperti terpal plastik. perlu digunakan alas dan penutup timbunan benih yang kedap air. Tempat penimbunan hasil hendaknya cukup luas dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. untuk menghindari pengembunan pada malam hari. serta tingginya potensi serangan hama dan penyakit. Semakin cepat proses penanganan benih. tingginya tingkat kepekaan benih terhadap benturan dengan alatalat (mesin) pengolahan pada pascapanen. benih hendaknya sesegera mungkin diproses untuk menghindari dampak buruk. Oleh karenanya. Penimbunan hasil yang baik ditujukan untuk menghindari terjadinya proses metabolisme anaerobik pada benih. Jika tempat penimbunan berupa ruang terbuka. semakin baik mutu benih yang dihasilkan karena 112 .

Kadar air benih sangat penting untuk dipertahankan karena peningkatan 1% . a) Tingkat kemasakan benih Panen yang dilakukan sebelum masak fisiologis akan menghasil-kan benih yang kurang bermutu. komposisi kimia. 3) Faktor fisik dan fisiologis Faktor ini berkaitan dengan performa benih seperti tingkat kemasakan. pemanenan benih pada tingkat kemasakan yang tepat sangatlah penting dalam mendapatkan tingkat mutu benih (awal) yang tinggi dan mutu daya simpan benih yang panjang. dan dormansi benih. c) Tingkat kerusakan benih Tingkat kerusakan benih pada umumnya dapat diidentifikasi dari laju kemunduran mutu benih. penyimpanan. Sifat kemunduran ini tidak dapat dicegah dan tidak dapat balik atau diperbaiki secara sempurna.memperkecil energi yang terbuang akibat proses metabolisme benih selama di dalam penimbunan. suhu ruangan. struktur. Oleh karenanya. tingkat kadar air. tingkat keusangan (hubungan antara vigor awal dan lamanya disimpan). tingkat kerusakan mekanis. tingkat kesehatan. Pengemasan dan penyimpanan benih hendaknya mampu menjaga tingkat kadar air benih dan mutu benih dari pengaruhpengaruh lingkungan luar (kelembaban udara. Hal ini dapat diperkecil dengan melakukan penanganan dan pengolahan. b) Tingkat keusangan benih Tingkat vigor awal tidak dapat dipertahankan karena benih akan mengalami proses kemunduran secara kronologis. ukuran dan berat jenis. serta pendistribusian benih secara baik. dan hama serta penyakit).

rusak (sehingga benih tidak mampu berkecambah secara normal). terutama embrio. Mutu benih yang terserang hama dan atau penyakit akan menurun. misalnya di atas para-para dapur. kadar air benih akan berubah dan memungkinkan tercampurnya antara satu kelompok benih (dari satu kemasan) dengan kelompok benih lain (dari kemasan aslinnya). d) Tingkat kesehatan benih Tingkat kesehatan berkaitan dengan ada tidaknya serangan dan tingkat serangan hama dan penyakit. Kadar air dapat dipertahankan dengan kemasan yang kedap udara luar. atau benih disimpan dalam ruangan yang kering. Pendistribusian benih tidak sampai merusak kemasan benih.nilai kadar air akan mampu menurunkan daya simpan benih menjadi setengahnya. yakni benih dimakan atau struktur. seperti plastik polietilin. yakni hama sebagai 113 . Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama dapat secara langsung. Apabila kemasannya rusak. Dapat pula benih rusak secara tidak langsung. Serangan hama dari penyakit dapat terjadi sejak benih masih berada di lapang sampai di ruang penyimpanan.

Adapun kerusakan yang ditimbulkan penyakit. f) Komposisi kimia benih Berdasarkan komposisi kimia ini. benih yang berasal dari polong di pangkal batang memiliki ukuran dan berat jenis yang relatif lebih besar dibanding benih-benih yang berasal dari polong di ujung batang. Benihbenih dengan ukuran dan berat jenis lebih besar.pembawa penyakit. . Sebaliknya benih-benih yang berada di pangkal dan tengan tongkol jagung memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih tinggi dibandingkan dengan benih di ujung tongkol. dikatakan berprotein jika kandungan proteinnya 18-50% dan kandungan lemak <18%. benih dibedakan menjadi benih berpati (starchi seed). sedangkan dikatakan berpati jika kandungan patinya >50% dengan kandungan lemak dan protein <18%. cendawan umumnya menghasilkan produk beracun seperti aflatoksin yang akan meracuni benih sehingga akan menurunkan aktivitas enzim tatkala benih dikembahkan. diduga memiliki mutu fisiologis yang lebih tinggi karena benih tersebut memiliki jumlah cadangan makanan yang lebih banyak. selain menimbulkan lingkungan penyimpanan yang tidak optimum. pada varietas yang sama dan tingkat kadar air yang sama. Hal ini disebabkan benih-benih di ujung malai lebih dahulu terbentuk dan berkembangl. Butiran benih padi yang terletak di ujung malai memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih besar dibandingkan butiran benih pada pangkal malai. benih berlemak (oily seed) dan benih berprotein (protein seed). Benih dikatan berlemak jika memiliki kandungan lemak antara 18-50%. e) Ukuran dan berat jenis benih Ukuran dan berat jenis benih sangat berkaitan dengan posisi bnenih di dalam buah dan posisi buah pada tanaman. Fenomena yang sama pun terjadi pada benih kedelai. Hal ini pun disebabkan benih pada pangkal dan tengah tongkol lebih dahulu terbentuk dan berkembang.

benih dikategorikan dalam lima kelompok yaitu : 114 . misalnya dilengkapi sayap sehingga mudah menyebar) dan mempunya fungsi sebagai pelindung (protecting structure) dari kerusakan fisik dan mekanik. Di tempat terbuka. g) Struktur benih Struktur benih sangat berkaitan dengan sistem penyebaran benih (seed dispersal.Komposisi kimia benih berhubungan dengan mutu daya simpannya. benih berpati dan berprotein mempunyai daya simpan lebih lama dibandingkan benih berlemak. Hasil penguraian lemak tak jenuh di dalam benih akan menghasilkan asam lemak bebas. tetapi juga bisa terkait dengan berat benih. Pada akhirnya benih cepat mengalami kemunduran. Atas dasar ini. Sistem pelindung ini bisa terkait dengan struktur fisik benih (bentuk dan ukuran). lalu terurai menjadi radikal bebas yang akan merusak fungsi enzim di dalam proses meta-bolisme benih.

jika terlalu kering. Struktur benih berkaitan dengan mutu benih. padi tergolong structure protected seed. Demikian juga. . tetapi tampak seolaholah telah kering karena air di dalm benih tidak dapat diuapkan akibat kulit yang keras. weight protected seed (benih yang dilindungi oleh beratnya yang ringan). Hal ini berarti indeks kerusakan benih (damage susceptibility index. loose filled seed (benih dilindungi oleh ruangan yang cukup longgar antara benih dan kulit buah). h) Tingkat kadar air benih Kadar air benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap mutu benih. Kadar air benih sangat berkait erat dengan mutu fisik. serta . Berdasarkan kategori tersebut. fisiologis. sedangkan kacang hijau dan kedelai tergolong naked seed. DSI) kedelai lebih tinggi dari benih jagung. naked seed (benih terbuka). kacang tanah tergolong loose filled seed. . Selain itu kombinasi antara komposisi kimia dan struktur benih dapat menduga tingkat kerusakan dan kemunduran benih seperti yang tertera pada tabel 1. structure protected seed (benih dilindungi oleh struktur fisiknya). benih berkadar air tinggi yang dikeringkan dengan suhu tinggi (kecepatan pengeringan tinggi) dapat terjadi pengerasan pada kulit benih. Sebaliknya. benih belum kering. naked fruit (buah terbuka). dengan pemberian bahan kimia pada . Demikian pula dalam proses pengeringan. jagung tergolong naked fruit. proses perontokan dapat mengakibatkan benih retak. Proses panen dan perontokan yang dilakukan pada benih berkadar air tinggi akan mengakibatkan benih memar. Dalam kondisi ini. yaitu semakin terbukanya struktur benih maka semakin tinggi nilai indeks kerusakannya.. DSI benih jagung lebih tinggi dari benih padi. dan patologis. .

Kadar air benih sangat berpengaruh pada penyimpanan.beberapa jenis benih (seperti pemberian Ridomil pada benih jagung). Pengaruh tersebut bisa bersifat langsung. yakni memberikan kondisi yang optimum Tabel 4. DSI = 2) 2. Kacang tanah belum dikupas 18 Benih Berprotein (DSI = 3) Benih Berpadu (DSI = 2) 4 115 . Jika masih berkadar air tinggi. Padi (structure protected seed. yaitu berlangsungnya metabolisme benih. maupun tidak langsung.1 Indeks kerusakan dan kemunduran benih berkaitan dengan komposisi kimia dan struktur benih Komposisi Kimia Benih Benih Benih Berlemak (DSI = 6) 1. bahan kimia yang akan terabsorbsi benih melebihi batas aman sehingga dapat meracuni benih.

Cendawan akan aktif dan berkembang biak secara cepat pada tingkat kadar air benih 13-18%. DSI=3) 3. Kadar air yang tinggi menyebabkan laju respirasi benih menjadi tinggi sehingga sejumlah energi di dalam benih hilang. 1972 untuk perkembangbiakan hama dan penyakit. Respirasi tersebut juga menghasilkan produk yang tidak diperlukan. Guiescence adalah kondisi benih yang tidak berkecambah karena tidak tersedia lingkungan yang optimum untuk perkecambahan. Berbeda dengan dormansi adalah guiescence. Kacang tanah kupas (naked seed. Jagung (naked fruit. DSI=5) 30 4. i) Dormansi benih Dormansi benih merupakan kondisi benih yang tidak mampu berkecambah meski kondisi lingkungannya optimum untuk perkecambahan.2. DSI=5) 30 Sumber: Potts. Produk respirasi tersebut selanjutnya merupakan stimulan untuk peningkatan laju respirasi berikutnya. lajur respirasi semakin meningkat dan akibatnya lajur kemunduran benih semakin meningkat pula. Selain stimulan terhadap laju kemunduran benih. produk respirasi tersebut juga merupakan kondisi optimum untuk perkembang-biakan cendawan. Dalam keadaan seperti ini benih mengalami kemunduran. DSI=4) 8 5. dan panas. air. seperti gas karbondioksida.(loose fi led seed. Kedelai (naked seed. yaitu dormansi primer . Dengan demikian. Dormansi benih dibedakan menjadi dua. Adapun hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologis benih dapat dilihat pada tabel 4.

Selain itu kulit benih juga menjadi penghalang munculnya kecambah (radicle protusion) pada proses perkecambahan. Dormansi ini dapat dipatahkan dengan memberi perlakukan terhadap kulit benih agar menjadi permeable (mudah dilalui) air dan gas. Endogenous dormancy terjadi berkaitan dengan sifat internal (endogen) fisiologis benih. Klulit benih menjadi penghalang masuknya air dan atau gas kedalam benih dalam proses perkecambahan sehingga proses perkecambahan tidak terjadi.dan dormansi sekunder. Exogenous dormancy umumnya terjadi karena sifat kulit benih. Dormansi primer dibedakan menjadi exogenous dormancy dan endogenous dormancy. seperti kondisi embrio yang belum masak (rudimentary embryo) dan tidak seimbangnya komposisi zat pengatur tumbuh didalam embrio sehingga proses perkecambahan (terutama 116 . seperti pelukaan kulit dan perendaman dalam air panas. seperti pada benih legum. Dormansi primer adalah sifat dormansi yang timbul karena sifat fisik dan fisiologis benih. Tipe dormansi ini terjadi pada benih yang berkulit keras (hardseed).

Benih peka terhadap gangguan yang berasal dari lapangan. dan benih-benih yang mengandung zat penghambat tumbuh (growth inhibitor). tetapi dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi. Benih peka terhadap serangan hama. faktor fisik dan mekanik. dan penyimpanan benih. Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula. Tipe dormansi ini terjadi pada benih-benih yang mengalami after ripening (embrio masak setelah panen). Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. Hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologi benih Kadar Air (%) Kondisi Fisik dan Fisiologi Benih 30-80 Belum siap dipanen 18-40 Benih sudah masak fisiologis. sperti padi.aktivasi enzim dan respirasi) terhambat dan akhirnya gagal berkecambah. seperti tomat. patogen. pengolahan. faktor fisik dan mekanik. Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu.2. . 13-18 Laju respirasi benih masih tinggi. Mematahkan tipe dormansi ini dengan pemberian zat perangsang tumbuh atau dengan pencucian agar zat penghambat tumbuh dapat dibersihkan dair benih. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras. Kecepatan respirasi benih relatif tinggi. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih. Benih peka terhadap hama. Tabel 4. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). patogen.

4-8 Benih aman untuk disimpan dalam wadah tertutup dan kedap udara. 33-66 Benih akan berkecambah setelah mengimbibisi air sampai kadar 117 .10-13 Benih aman untuk disimpan selama 6-18 bulan. Benih cukup tahan terhadap serangan patogen. 8-10 Benih aman untuk disimpan selama 1-3 tahun. 0-4 Benih terlalu kering sehingga kondisi benih dalam keadaan rusak. Benih masih peka terhadap beberapa serangga hama dan kerusakan mekanik. tetapi masih peka terhadap beberapa hama dan kerusakan mekanik.

butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu. dalam hal ini patogen bias berada di embrio. Cendawan merupakan mikroorganisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan.air benih 33-66% 4. bakteri. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 cara. dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat . nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman. patogen menempel pada permukaan benih. Dan ketiga. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. patogen secara terpisah terbawa biji. Pertaman patogen terbawa secara internal dan berada di dalam jaringan struktur perbanyakan tanaman seperti biji. tetapi juga di tempat penyimpanan. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan benih. Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman. Kedua. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. endosperm atau kulit biji.6 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih.

Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. dan bentuk benih. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih.digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih. perubahan ukuran. Tetapi metode ini hanya mendeteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menghasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual 118 . Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih.

yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih. Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah. batu. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih. Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih. Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui . Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. pasir. oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. c. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). puru nematoda. karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan). sisa tanaman. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia.pada benih atau tercampur pada benih.

Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis.atau terdeteksi. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentri-fugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit. sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam 119 . Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril.

dan askospora dalam peritesia. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi. Dengan menggunakan pipet. Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tumbuhnya seperti tubuh buah. diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. maka pengamatan dapat menggunakan haemacytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jarungan benih.tabung dan dicampur hingga merata. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). spora dengan massa sporanya. piknidiospora da-lam piknidia. terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. . d. sporodokium dan aservulus. dan pengujian pada media agar. konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). Dengan cara tersebut maka mikro-organisme/ patogen terbawa benih. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. Bila pendekatan kuantitatif diperlukan.

Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari.1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Sebelum benih diletakkan. Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian. Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih. cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang). Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan 120 . Letakan benih satu per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo.

karena .mikroskop compoun dan kunci identifikasi. Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih. yaitu memberikan informasi relatif lebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap. Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan media kertas. dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan. Setelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. 3) Metode inkubasi pada media agar Dalam metode media agar inokulum terbawa benih. Pada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. Jika suatu cendawan telah teridentifikasi.

Dalam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama.ketersediaan nutrisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga memudahkan dalam pengamatan. Prosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam 121 . Biasanya cendawan atau bakteri akan membentuk koloni yang khas pada media agar. Media Komada. Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. terutama bila menggunakan media spesifik. Media BSC. dan lainlain. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula. relatif rumit dan mahal.

Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain . Uji Gejala pada Bibit/Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. kotiledon. perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan. Gejala terjadi pada akar. batang. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan aseptik seperti alkohol 70 %. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. Tiap cawan ditanami 10 butir benih. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. Dalam banyak kasus. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. e. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. Benih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. atau hipokotil.cawan petri steril. Sejumlah cendawan.

Colletotrichum. Drechslera. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi. Macrophomina. bata merah. Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. Fusarium. Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. 122 . Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. Ascochyta. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp. Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten.Alternaria.

Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. Penanaman dikerjakan secara aseptik. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. koloni cendawan dan struktur cendawan. akurat.baik dengan kimia maupun secara fisik. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. mudah dilakukan. Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. f. Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. double antibody sandwich . sensitif. cepat. tabung tetap tertutup dengan kapas. Sebelum dan sesudah penanaman. Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA.

mempersiapkan stock gamma globulin (lgG). F (ab ) 2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. DAS ELISA protocol. Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin. virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim. Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus. Masukan antigen 123 . Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9. Sedangkan pada DAS ELISA.ELISA (DAS ELISA).

Keringkan dengan kertas tissue. Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Suspensi disaring dengan menggunakan kain kasa. Buat larutan substrat dari 1 tablet p . Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA.tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA. Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. Kosongkan plate ELISA. ulangi sampai 4 kali cucian. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween. Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer.

Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar.01 M NaDIECA.2 Antigen buffer: i. (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB). 1 liter PBS Tween . 0. 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25.nitrophenyl (PNPP). Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning. Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang. . Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : a.000) . 0. PBS + 0. 0.5 g Na Cl /l b.2 g KCl.2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer. PBS Tween (untuk mencuci) .05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8.5 ml Tween 20 Serum buffer : . 2 g Ovalbumin (0. pH 7. 1 liter PBS Tween . 124 .

Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.7 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih. 24 ml 5 N Hcl . tanah. g. 200 ml deinonized H2O .. . peralatan dan tenaga pelaksana. Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih. Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut. Reaksi yang terjadi adalah berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ ketentuan perbenihan yang berlaku. 4. Teknik biomolekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR). Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml. dan gudang penyimpanan. . .

formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan. pengambilan sampel benih. Setelah diisi. b. dan pengajuan pemasangan label sertifikat. Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. pemeriksaan lapang. pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan. Dalam 125 . a. Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). dan isolasi (jarak/waktu) yang dilakukan. rencana penanaman. sejarah lapangan. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. letak areal. pengajuan pemeriksaan pendahuluan.Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. asal benih sumber. Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang.

Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang. d. Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL). penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya.pemeriksaan ini. Sebelum pengawas BPSB memeriksa. dan hanya diperbolehkan untuk produksi nonbenih. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. c. Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu . Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. Semakin tinggi kelas benih. semakin ketat standarnya.

minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali. Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya. Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. e. Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih. Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. pada pemeriksaan ini 126 . penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. serta saat pembungaan. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif. seperti warna dan bentuk bunga. seperti warna dan bentuk benih.

Permohonan pemeriksaan alatalat panen dan pengolahan benih Selain benih. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan. h.tidak dilakukan pemeriksaan ulang. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnya adalah permohonan pengambilan contoh . jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. f. tetapi merupakan peng-awasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar. Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. seperti varietas lain. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. Artinya. Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan. misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. g.

Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya. Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. i. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat. Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat 127 .benih guna pengujian di laboratorium analisis mutu benih BPSB. Lot benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya.

j. penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan. tetapi . dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). varietas. berat bersih tiap wadah. jenis. nomor pengujian. mengujikannya dan kemudian me-masang label ulangan pada kemasan benihnya. kemurnian. Jika dalam pengujian laboratorium. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. Pada kemasan benih.Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. nama dan alamat produsen. sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih. nomor kelompok benih yang bersangkutan. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya. jumlah wadah. Adapun isi label akan meliputi hasilhasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. daya tumbuh benih. Dalam pengajuan ini. Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu.

8 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. bakteri. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras. dan penyimpanan benih. pengolahan. Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). 4. nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman.dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan 128 .

Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. Dan ketiga. dalam bias berada di embrio. patogen secara terpisah terbawa biji. dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. endosperm atau kulit biji. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. Cendawan merupakan mikro-organisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. patogen menempel pada permukaan benih. tetapi juga di tempat penyimpanan. Pertaman secara internal dan jaringan struktur perbanyakan biji. Kedua. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 patogen terbawa berada di dalam tanaman seperti hal ini patogen cara. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering . Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih.benih. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu.

Tetapi metode ini hanya men-deteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih.Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih. Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing 129 . perubahan ukuran. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). dan bentuk benih. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang meng-hasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual pada benih atau tercampur pada benih. Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida.

karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia. Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih. batu. Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan). Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas . puru nematoda.Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah. b. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui atau terdeteksi. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. sisa tanaman. dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji. Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih. pasir.

Bila pendekatan kuantitatif diperlukan. Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet.Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. maka pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan haemocytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam tabung dan dicampur hingga merata. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis. Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentrifugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit. Dengan menggunakan pipet. 130 .

cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jaringan benih. dan pengujian pada media agar. diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. Sebelum benih diletakkan. Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang). Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. spora dengan massa sporanya. Dengan cara tersebut maka mikroorganisme /patogen terbawa benih. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). dan askospora dalam peritesia. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi.c. 1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. sporodokium dan aservulus. yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah. konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). Letakan benih satu . Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tum-buhnya seperti tubuh buah. piknidiospora da-lam piknidia. Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih.

Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh.per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi 131 . Jika suatu cendawan telah teridentifikasi. dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan. Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan mikroskop compoun dan kunci identifikasi.

yaitu memberikan informasi lebih relatif l ebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. P ada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih. etelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias. Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan m edia kertas. karena ketersediaan nu trisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga m emudahkan dalam pengamatan. 3) Metode inkubasi pada media agar D alam metode media agar inokulum terbawa benih. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap.kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. Biasanya cendawan atau bakteri akan . Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan.

Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. Dalam banyak kasus. Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. B enih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. Media Komada. Media BSC.membentuk koloni yang khas pada media agar. dan lainlain. Tiap cawan ditanami 10 butir benih. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula. P rosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam c awan petri steril. terutama bila menggunakan media spesifik. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. D alam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama. relatif rumit dan mahal. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan 132 . perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan.

bata merah. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. Drechslera. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. kotiledon. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. . Co letotrichum. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. batang. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp. Sejumlah cendawan. 4) Uji Gejala pada Bibit/ Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian.aseptik seperti alkohol 70 %. Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. Macrophomina. Fusarium. atau hipokotil. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain Alternaria. Ascochyta. Gejala terjadi pada akar.

Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Sebelum dan sesudah penanaman. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi. tabung tetap tertutup dengan kapas. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit. Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten. Penanaman 133 . Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. baik dengan kimia maupun secara fisik.Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman.

Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus. double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. cepat. mudah dilakukan. DAS ELISA protocol. F (ab )2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. Sedangkan pada DAS ELISA.dikerjakan secara aseptik. koloni cendawan dan struktur cendawan. Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin. Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). sensitif. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. . 5) Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim. akurat.

Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Masukan antigen tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA. Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin.mempersiapkan stock gamma globulin (lgG). Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Suspensi disaring dengan 134 .

Kosongkan plate ELISA. Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB). Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween. Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas. Buat larutan substrat dari 1 tablet p nitrophenyl (PNPP). Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect . Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. Keringkan dengan kertas tissue. Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer.menggunakan kain kasa. Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar. Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer. ulangi sampai 4 kali cucian.

0. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). . 1 liter PBS Tween .05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8.5 g Na Cl /l 7) pH 7.000) .5 ml Tween 20 Serum buffer : .2 Antigen buffer: a. 2 g Ovalbumin (0. 6) Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih. PBS Tween (untuk mencuci) . 24 ml 5 N Hcl . buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml. Reaksi yang terjadi adalah 135 .2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer.01 M NaDIECA. PBS + 0. Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut. . 0. . 200 ml deinonized H2O .ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : 6) 0.2 g KCl. 1 liter PBS Tween . 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25.

Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. pengajuan pemeriksaan pendahuluan. Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. a. pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan. peralatan dan tenaga pelaksana. dan isolasi (jarak/waktu) . Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. dan pengajuan pemasangan label sertifikat. 7) Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih. dan gudang penyimpanan. pengambilan sampel benih. sejarah lapangan. letak areal. 4. Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. Teknik biomo-lekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR). rencana penanaman. tanah.9 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. pemeriksaan lapang. Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). asal benih sumber.berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ketentuan perbenihan yang berlaku.

yang dilakukan. Setelah diisi. Dalam pemeriksaan ini. 2) Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase 136 . Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi. formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan. 1) Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang.

seperti warna dan bentuk bunga. Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. 3) Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. serta saat pembungaan. Semakin tinggi kelas benih. Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang. Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali. Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL). semakin ketat standarnya. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya. penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. 4) Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen . dan hanya diperbolehkan untuk produksi non benih.pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Sebelum pengawas BPSB memeriksa.

jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. 5) ermohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih Selain benih. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan. Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. Artinya. Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih. 137 . Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. seperti warna dan bentuk benih. Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). pada pemeriksaan ini tidak dilakukan pemeriksaan ulang. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan.Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya.

penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat. Lot . Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnyas adalah permohonan pengambilan contoh benih guna pengujian di labora-torium analisis mutu benih BPSB. Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen.seperti varietas lain. Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan. b. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. c. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. tetapi merupakan pengawasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat.

penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan. nomor pengujian. nomor kelompok benih yang bersangkutan. 138 . jenis. d.benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya. Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya. Dalam pengajuan ini. Jika dalam pengujian laboratorium. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar).

varietas. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya. dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang. 139 . daya tumbuh benih. jumlah wadah. Adapun isi label akan meliputi hasil-hasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. mengujikannya dan kemudian memasang label ulangan pada kemasan benihnya. kemurnian. sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang. nama dan alamat produsen. Pada kemasan benih. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. e. berat bersih tiap wadah.

II BUMN Swasta BUMN Swasta Keterangan: : Komando : Pengawasan Pemasaran : Pembinaan dan Koordinasi : Alur benih .Direktorat Jenderal Perbenihan BPSB Pemerintah dan Litbang Swasta Pelepasan Varietas Baru (Breeder Seed) Benih Dasar (Fondation Seed) Benih Pokok (Stock Seed) Benih Sebar (Extention Seed) Pemasaran P E T A N I BBI BBU BBP Dinas Pertanian Tingkat I BUMN Swasta Diperta Tk.

13. Gambar 4. 1999) 140 .: Sertifikasi Skema alur pelepasan benih. (Ditjentan Pangan dan Horti. produksi dan pengawasan mutu benih di Indonesia.

Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. Zigor berisi kromosom dari individi jantan dan betina. Buab. Hasil penyatuan disebut zigot. Penyerbukan dengan angina Musim penyerbukan Teknik produksi benih tanaman Mutu benih . Benih sumber . Teknik budidaya tanaman . Dasar-dasar produksi benih 3. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Pergiliran generasi . Persyaratan lahan produksi . Ketidakserasian . Merawat benih tanaman 5. Potensi benih tanaman 2.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 4. biji dan perkembangan biji Polinasi . Membiakkan tanaman dengan biji Proses pembentukan biji pada tumbuhan Pembuahan adalah penyatuan sel betina dan sel jantan. Adaptasi bunga . Waktu antar pembuahan . Menyiapkann lahan pembenihan 4. Penyerbukan oleh serangga. . Pembuahan .

Pengawasan pengolahan benih . . Metode pencucian benih . Permohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih. Permohonan pengawasan pemasangan label bersertifikat . Pengamtan secara visual . Alur umum pengelolaan benih . Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen. Alat dan mesin pengolahan benih Penyimpanan benih . Permohonan pelabelan ulang. Uji gejala pada bibit/ kecambah . Permohonan pemeriksaan fase generatif . Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan. Faktor yang mempengaruhi mutu benih. Permohonan pengambilan sample benih . Pengujian kesehatan benih Prosedur memperoleh benih bersertifikat . Permohonan sertifikasi . Uji serologi . Metode inkubasi .untuk produksi benih generatif . Uji tanaman indicator . . Kriteria benih bermutu . . Permohonan pemeriksaan fase vegetatif . 141 . Kelas benih .

Bagaiman proses sertifikasi benih di Indonesia TUGAS: 1. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema mendaftarkan benih vegetatif dan benih generatif. 2. Jelaskan proses pembentukan biji pada tumbuhan dengan bantuan angina dan serangga 2. Lakukan observasi minimal pada 2 (dua) orang penangkar benih dan lakukan wawancara terhadap teknik produksi yang biasa dilakukan.SOAL: 1. 142 .

Barium dan kobalt.BAB 5. Udara dalam tanah beasal dari udara atmosfir yang mengandung sekitar 21% Okigen. 78% nitrogen. iod. Air kapiler membentuk larutan tanah yang berfungsi seba-gai sumber unsur hata tumbuhan. Di dalam tanah terdapat nitrogen. Hara esensial (penting) sebagian besar terdapat dalam tanah.1 Media Tumbuh Tanah adalah tempat tumbuh tumbuhan di atas permukaan bumi. Air yang beada dalam tanah sangat pentig untuk proses kimia. boron. udara dan berbagai hara tumbuhan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Di dalam tanah terdapat air. sehingga konsentrasi oksigen dalam tanah akan lebih rendah dibandingakan dengan oksigen di atas permukaan tanah (atmosfir). Akar dan organisme tanah memerlukan oksigen untuk proses pernafasan (respirasi). Nitogen merupakan unsur hra yang sangt penting bagi tumbuhan. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5. klor. Sebagain air tanah terdapat dalam bentuk lapisan tipis yang dinamakan air kapiler. Semua gas tersebar dalam poripori tanah atau terlarut dalam tanah. fosfor. Nitrogen merupakan ba-han baku untuk . Oksigen dalam tanah digunakan oleh se-mua mahluk hidup dalam tanah. kalium. seng dan tembaga (unsur hara mikro). kalsium dan magnesium dalam jumlah yang relatif banyak (unsur hara makro) dan terdapat sedikit besi. Beberapa tumbuhan membutuhkan beberapa unsur lain seperti natrium. mangan. strontium. belerang. molibdenum. biologi dan fisika tanah. silikon. flour. baik organisme maupun mikroor-ganisme. dan 1% CO2 beserta gas lainnya.

a. Pada tahap berikutnya. tanah dipandang sebagai lapisan permukaan bumi (natural body) yang berasal dari bebatuan (natural material) yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam (natural force). Fosfor dibentuk pada tanah mineral dan berbagai senyawa organik. Dengan berkembangnya areal perkotaan. sehingga membentuk regolit (lapisan 143 . Belerang ditemukan dalam tanah mineral. Kalium. Nitoden diserap oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan amonium.penyusunan protein dan asam amino tumbuhan. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk ion fospat.Perkembangan dan Pengertian Tanah Pemahaman fungsi tanah sebagai media tumbuh dimulai sejak peradaban manusia mulai beralih dari manusia pengumpul pangan yang tidak menetap menjadi manusia pemukim yang mulai melakukan pemindah tanaman pangan /nonpangan ke areal dekat mereka tinggal. Pada mulanya. terjadi benturan kepentingan antara kebutuhan lahan untuk sarana transportasi dan pendirian bangunan dengan kebutuhan lahan pertanian. kalsium dan magnesium. mulai berkembang pemahaman fungsi tanah sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman tersebut. Pada saat ketiga logam tersebut di atas bereksi dengan air maka akan dibebaskan ion-ion kalium. yang seringkali menyebabkan tergusurnya lahan pertanian yang produktif semata-mata karena alasan finansial. Belerang diserap oleh tumbuhan dalam bentuk sulfat. sehingga produksi yang dicapai tanaman tergantung pada kemampuan tanah dalam penyediaan nutrisi ini (kesuburan tanah). kalsium dan magnesium merupakan logam.

Konsep ini dikembangkan oleh para Geologis pada akhir abad XIX. Dinamika dan evolusi alam ini terhimpun dalam definisi bahwa tanah adalah "bahan mineral yang tidak padat (unconsolidated) terletak di permukaan bumi. topografi dan umur tanah. Tanah merupakan hasil evolusi alam yang bersifat dinamis sepanjang masa. Morfologi dan Klasifikasi Tanah.berpartikel halus). Analisis Bentang Lahan. (2). Pengertian ini disebut sebagai definisi pedologis (pedo = gumpal tanah). Satu penciri-beda utama adalah tanah ini secara fisik. iklim (termasuk kelembaban dan suhu). Kajian Pedologi antara lain meliputi Agrogeologi. Survei dan Pemetaan Tanah. Fisika. yang variasinya tergantung pada faktorfaktor pembentuk tanah tersebut. yang telah dan akan tetap mengalami perlakuan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan yang meliputi bahan induk. Dalam definisi yang lain ilmu tanah adalah ilmu pengetahuan alam murni dalam hal: (1) asal mula dan pembentukan tanah yang tercakup dalam bidang kajian genesis tanah. sifat kemampuan dan penyebaran berbagai jenis tanah yang tercakup dalam bidang kajian Klasifikasi dan Pemetaan Tanah. Ilmu Ukur . Kimia dan Biologi Tanah. Hal-hal yang dipelajari adalah (1). bahan induk. dan (2) nama-nama. Hasil kajian tanah secara pedologis ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan dasar dalam pemanfaatan masingmasing jenis tanah secara efisien dan rasional. dan (3). Masingmasing jenis tanah mempunyai morfologi yang khas sebagai konsekuensi keterpaduan pengaruh spesifik dari iklim. kimiawi dan biologis. sistematik. organisme (makro dan mikro) dan topografi pada suatu periode waktu tertentu". serta ciri-ciri lainnya umumnya berbeda dibanding bahan induknya. Perbedaan-perbedaan berbagai jenis tanah dan dijumpainya suatu jenis tanah yang sama jika kondisinya relatif sama. jasad hidup (tanaman dan ternak).

Kajian tanah dari aspek ini disebut edaphologi (edaphos = bahan tanah subur). Mn. proteksi) bagi tanaman". B. Pupuk dan Pemupukan. Kajian Edaphologi ini antara lain meliputi Kesuburan Tanah.Tanah. Mg. secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti N.L. S. Pengelolaan Tanah Rawa. Cl. namun pada realitasnya kedua definisi selalu terintegrasi. Pemahaman tanah sebagai media tumbuh tanaman pertama kali dikemukakan oleh Dr. Zn. dan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasiaktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh. Ca. Tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefinisikan sebagai: "Lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembang sistem perakaran penopang tegak-tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara. Ekologi Tanah dan Bioteknologi Tanah. dan lain-lain). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. P. yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas 144 . K. Cu. yang mengkaji hubungan tanah pada tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi pertanian yang seekonomis mungkin. H. sedangkan yang merangkum kajian Pedologi dan Edaphologi sekaligus antara lain meliputi Pengelolaan Tanah dan Air. Agrohidrologi. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Tata Guna Lahan. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Fe. Konservasi Tanah dan Air. Jones dari Cornell University Inggris.

(d). antibiotik dan toksin yang berfungsi sebagai anti hamapenyakit tanaman di dalam tanah. (4). Habitat biota tanah. obat-obatan. baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut. baik tanaman pangan. tetapi juga harus memahami. yaitu sebagai (1). meliputi air. baik selama pertumbuhan maupun untuk berproduksi. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman yang berfungsi dalam menunjang aktivitasnya supaya berlangsung optimum. Fungsi-fungsi tanah yang sedemikian vitalnya dalam penyediaan bahan pangan. vitamin dan asam-asam organik khas). Penyokong tegaktumbuhnya trubus (bagian atas) tetanaman. meliputi zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota terutama mikroflora tanah seperti (a).tanah untuk menghasilkan biomasa. (3). Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran yang mempunyai dua peran utama. Atas dasar definisi ini maka tanah sebagai media tumbuh mempunyai empat fungsi utama. industri perkebunan. (c). sebagai penyerap zatzat yang dibutuhkan tanaman. udara dan unsur-unsur hara. Penyedia kebutuhan primer tanaman untuk melaksanakan aktivitas metabolismenya. papan dan sandang bagi manusia (juga bagi hewan) ini membawa konsekuensi bahwa seorang ahli tanah tidak saja dituntut untuk berpengetahuan tentang: (1) tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman. maupun kehutanan". (5). senyawa-senyawa atau enzim yang berfungsi dalam penyediaan kebutuhan primer tersebut atau transformasi zat-zat toksik eksternal seperti pestisida dan limbah industri berbahaya. maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman. serta. zat-zat pemacu tumbuh (hormon. (2). (b). (2) fungsi tanah sebagai pelindung tanaman dari serangan hama .

R. yang 145 . Empat lapisan teratas. b.A (lapisan atas) yang biasanya mempunyai ketebalan di bawah 30 cm. palawija dan sesayuran yang paling berperan adalah kedalaman di bawah 20 cm. dalam buku ini dituturkan dalam kerangka pengertian fenomena ini. kimiawi. dan biologis masing-masingnya sebagai konsekuensi bekerjanya faktor-faktor lingkungan terhadap: (1) bahan induk asalnya maupun (2) bahan-bahan eksternal. bahkan bagi tanaman berakar dangkal seperti padi. horizon OA disebut lapisan tanah atas dan horizon E-B disebut lapisan tanah bawah Meskipun tanah terdiri dari beberapa horizon.dan penyakit dan dampak negatif pestisida limbah industri berbahaya tersebut. istilah kesuburan tanah biasanya mengacu kepada ketersediaan hara pada lapisan setebal ini. yang biasanya terdiri dari horizon-horizon O-A-E-B-C. Profil Tanah Secara vertikal tanah berdifferensiasi membentuk horizonhorizon (lapisan-lapisan) yang berbedabeda baik dalam morfologis seperti ketebalan dan warnanya. namun bagi tetanaman yang sangat penting adalah horizon O . berupa bahan organik sisa-sisa biota yang hidup di atasnya dan mineral non bahan induk yang berasal dari letusan gunung api. maupun karakteristik fisik. atau yang terbawa oleh aliran air. Profil Tanah merupakan irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke bebatuan induk tanah (regolit). Oleh karena itu. Oleh karena itu. Susunan horizon-horizon tanah dalam lapisan permukaan bumi setebal 100-120 cm disebut sebagai profil tanah. yang masih dipengaruhi cuaca disebut Solum Tanah.

Kelengkapan atau differensiasi horizon pada profil tanah merupakan indikator umur tanah atau proses-proses pembentukan (genesis) yang telah dilaluinya. Pada tanah-tanah muda seperti Regosol. sehingga jika makin besar bobot atau tinggi tanaman akan makin mudah tanaman untuk tumbang. Pada tanah dewasa seperti andosol. sehingga relatif subur. di atas. Kegunaan langsung dari pengamatan profil tanah ini antara lain adalah untuk mengetahui (1). . 0I Sumatera Selatan. Sumatera Selatan. Namun bagi tetanaman perkebunan dan kehutanan (pepohonan) untuk jangka panjang lapisan tanah bawah juga akan menjadi sumber hara dan air.1. (2). profilnya dapat tanpa horizon. organik tanah atau belum mengalami pelindian (leaching) hara secara intensif. Tanah yang berwarna gelap berarti banyak mengandung bahan. sedangkan tanah yang berwarna terang atau pucat berarti berBOT (bahan organik tanah) rendah atau telah mengalami pelindian hara intensif. yang banyak terdapat di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. profilnya lengkap seperti sketsa pada Gambar 1. yang banyak terdapat di sekitar Indralaya. Kedalaman lapisan olah atau solum tanah yang merupakan indikator potensi kedalaman akar tanaman untuk berpenetrasi. Warna tanah merupakan indikator sifat kimiawi tanah. sedangkan pada tanah-tanah tua seperti Podsolik di sekitar Palembang dan Prabumulih serta tanah latosol di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. makin lengkap atau makin berdiferensiasi horizon-horizon tanah berarti makin tua umur tanah. yang telah tererosi berat atau telah mengalami pencucian intensif mempunyai profil yang umumnya tanpa atau sedikit lapisan olah (horizon 0 dan A). namun kelengkapan atau diferensiasi horizon ini akan makin berkurang atau makin baur apabila tanah mengalami erosi. Informasi ini dapat menuntun kita dalam memilih jenis tanaman dan teknik penanamannya.biasanya disebut sebagai lapisan olah. makin dangkal berarti makin tipis sistem perakarannya.

berarti kadar oksigennya cukup. yaitu bahan padatan (mineral dan bahan organik). Tanah yang berwarna homogen bersih menunjukkan sirkulasi udara (aerasi) dan airnya (drainase) baik. komposisi ini relatif berlainan. Riau. sehingga proses oksidasi dan reduksinya terjadi secara bergantian. maka tanah secara rerata terdiri dari: (1) 50% padatan. sedangkan ruang porinya 100% dapat terisi air. sehingga ketiadaan bahan mineral dan udara pada tanah ini merupakan masalah utama dalam 146 . Proses reduksi yang lama pada tanah kering berkadar besi tinggi akan menimbulkan bercak-bercak senyawa ferro yang berwarna kekuningan. air dan udara. c. Komponen Tanah Tanah mineral yang dapat berfungsi sebagai media tumbuh ideal secara material tersusun oleh 4 komponen. Khusus untuk tanah gambut yang banyak tersebar di kawasan rawa Sumatera Selatan. sedangkan proses oksidasi yang lama pada tanah rawa akan menghasilkan senyawa ferri yang berwarna kecoklatmerahan. dan (2) 50% ruang pori. berisi 25% air dan 25% udara. Jambi. Kalimantan dan Papua. sedangkan tanah yang berwarna tak bersih atau bebercak menunjukkan aerasi dan drainasenya tidak baik. berupa 45% bahan mineral dan 5% bahan organik.sehingga relatif miskin. sehingga proses oksidasi berjalan baik. Berdasarkan volumenya. karena bagian padatannya 100% dapat berupa bahan organik.

sebaliknya pada saat tidak hujan dan evaporasi tinggi. sebaliknya jika makin kasar. CO2 bagi mikrobia fotosintetik. Fungsi Utama Tanah sebagai Media Tumbuh Masing-masing komponen tanah tersebut berperan penting dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuh. tanah yang berdekatan dengan sungai akan lebih banyak mengandung air ketimbang yang jauh dari sungai. makin halus berarti makin padat tanah. tanah bervegetasi akan mempunyai proporsi BOT tinggi. d.1. Sumber bahan organik tanah. dan (4). Ukuran partikel penyusun tanah. (2). dan (3). Gambar 5. Beberapa gas seperti CO2 dan N2 ini serta NH3. N2 bagi mikrobia pengikat N. yang melepaskan CO2 dan untuk oksidasi enzimatik oleh mikrobia autotrofik (mampu menggunakan senyawa anorganik sebagai sumber energinya).pemanfaatannya menjadi lahan pertanian produktif. (2). Sketsa proporsi komponen-komponen tanah mineral Udara tanah misalnya berfungsi sebagai gudang dan sumber gas (1). sebaliknya pada tanah gundul (tanpa vegetasi). Secara alamiah proporsi komponenkomponen tanah sangat tergantung pada (1). sehingga ruang porinya juga akan menyempit. H2 dan gas-gas lainnya . saat hujan dan evaporasi (penguapan) rendah proporsi air meningkat (dan proporsi udara menurun). O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran tanaman untuk melaksanakan respirasi. Iklim terutama curah hujan dan temperatur. Sumber air. (3). sehingga variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap variabilitas fungsi tanah sebagai media tumbuh.

Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tetanaman dan biota tanah. Adanya sirkulasi udara (aerasi) yang baik akan memungkinkan pertukaran gas-gas ini dengan 02 dari atmosfer. Sebagian besar ketersediaan dan penyerapan hara oleh tanaman dimediasi oleh air. makin sedikit ruang 147 . yang 1 %nya mengisi setiap unit selsel tanaman.baik yang berasal dari proses dekomposisi bahan organik maupun berasal dari sisa-sisa pestisida atau limbah industri. Bahan organik dan mineral tanah terutama berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara bagi tetanaman dan biota tanah. Bahan mineral melalui bentuk partikel-partikelnya merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air. baik ke permukaan akar maupun transportasi ke daun. Oleh karena itu. tanaman yang mengalami kekurangan air tidak saja akan layu tetapi juga akan mengalami defisiensi hara. tanaman membutuhkan sekitar 500 g air. Untuk menghasilkan 1 g biomass kering. tetapi juga sebagai ruang untuk akar berpenetrasi. K dan Ca dominan diserap tanaman melalui bantuan mekanisme aliran massa air. apabila berkadar relatif tinggi dapat menjadi racun baik bagi akar maupun bagi mikrobia tanah. sehingga aktivitas mikrobia autotrofik yang berperan vital dalam penyediaan unsur-unsur hara menjadi terjamin dan toksisitas gas-gas tersebut ternetralisir. malah unsur-unsur mobil seperti N.

Kerapatan porosotas tersebut menentukan kemudahan air untuk bersirkulasi dengan udara (drainase dan aerasi). Makna terpenting dari makin berkembangnya sistem perakaran ini adalah makin banyaknya hara dan air yang dapat diserap tanaman. Sifat Fisik Tanah Telah dijelaskan sebelumnya bahwa fungsi pertama tanah sebagai media tumbuh adalah sebagai tempat akar mencari ruang untuk berpenetrasi (menelusup). Sifat fisik lain yang penting adalah warna dan suhu tanah. Bahkan tanaman alfalfa diketahui dapat mencapai kedalaman sampai 7 m. Dalam berpenetrasi ini. dan akhirnya makin produktif suatu areal lahan. dengan rerata 2-3 m. intensitas pelindian dan akumulasi bahan-bahan yang terjadi. 5. sehingga keberadaan BOT (bahan organik tanah) akan sangat menentukan populasi dan aktivitasnya dalam melepaskan hara-hara tersedia yang dikandung BOT tersebut. sedangkan stabilitas ukuran ruang ini tergantung pada konsistensi tanah terhadap pengaruh tekanan. Bahan organik merupakan sumber energi. karbon dan hara bagi biota heterotrofik (pengguna senyawa organik). reaksi kimiawi.pori ini akan makin tidak berkembang sistem perakaran tanaman. Warna mencerminkan jenis mineral penyusun tanah. sehingga tanaman jagung dewasa yang ditanam berjarak 100 cm dapat mempunyai sistem perakaran yang saling bersentuhan dengan kedalaman lebih dari 2 meter. Tanaman kedelai dapat berpenetrasi hingga 35 cm lateral dan 1 m horizontal. sehingga makin terjamin kebutuhannya selama proses pertumbuhan dan produksinya. baik secara lateral atau horizontal maupun secara vertikal. sedangkan . pada kondisi ideal perakaran tanaman dapat tumbuh dan berpenetrasi baik secara lateral maupun vertikal sejauh beberapa cm per hari. Kemudahan tanah untuk dipenetrasi ini tergantung pada ruang pori-pori yang berbentuk di antara partikel-partikel tanah (tekstur dan struktur).2.

sedangkan bakteri Nitratasi akan merubah NO2 menjadi NO3. Ketersediaan oksigen juga diperlukan untuk proses dan aktivitas jasad renik tanah yang menguraikan bahan organik menjadi unsur hara yang selanjutnya dapat diserap oleh tanaman. Ukuran dan komposisi partikel-partikel hasil pelapukan bahan penyusunan tanah. mengatur suhu dan kelembaban tanah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. energi dan bahan dengan kehilangannya. Keseimbangan antara suplai air. dengan drainase yang baik akan terhindar perkembangan berbagai patogen seperti cendawan yang merugikan. Jenis dan proporsi komponenkomponen penyusunan pertikel-pertikel ini. Tanah yang gembur akan memberikan kelonggaran bagi perkembangan akar serta memperlancarkan persediaan oksigen dan drainase yang baik. (3). Pada leguminoceae akan membantu proses penangkapan N2 dari udara dan akan dikonversi menjadi Nitrat. Contohnya adalah bakteri Rhizobum sp.suhu merupakan indikator energi matahari yang dapat diserap oleh bahan-bahan penyusunan tanah. (2). 148 . Intensitas reaksi kimiawi dan biologis yang telah atau sedang berlangsung. dan (4). Drainase tanah yang baik akan mencegah penggenangan air. Secara keseluruham sifat-sifat fisik tanah ditentukan oleh (1). Selain itu.

1. luas permukaan mencerminkan luas situs yang dapat bersentuhan dengan air. tetapi harus diperhitungkan dalam evaluasi tekstur tanah.5. tetapi makin mudah pula air untuk hilang dari tanah. dan sebaliknya. berikut: Tabel 5. yang menunjukkan makin padatnya partikel-partikel per satuan volume tanah. sebaliknya jika ukuran separat makin besar. jumlah dan Was permukaan fraksi-fraksi tanah menurut sistem USDA dan Sistem Internasional tertera pada Tabel 5.20 mm atau 2000-200 m.1. serta makin mudah air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi baik: air dan udara banyak tersedia bagi tanaman). Hal ini berbanding terbalik dengan luas permukaan yang terbentuk. sedangkan yang didominasi liat akan banyak mempunyai pori-pori mikro (kecil) atau tidak poreus. memperlihatkan bahwa makin kecil ukuran separat berarti makin banyak jumlah dan makin luas permukaannya per satuan bobot tanah. sehingga makin dominan fraksi pasir akan makin kecil daya menahan tanah terhadap ketiga material ini. dan sebaliknya jika liat yang dominan. Hal ini berarti makin banyak ukuran pori mikro yang terbentuk.000. Sebagai hasilnya. Makin tidak . Tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori makro (besar) (disebut lebih poreus). debu (silt) (berdiameter 0. maka (1). (2). Makin poreus tanah akan makin mudah akar untuk berpenetrasi. Klasifikasi ukuran.1 Tekstur Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah (separat) yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relatif antara fraksi pasir (sand) (berdiameter 2.20-0. energi atau bahan lain.002 mm atau 200-2 m) dan liat (clay) (<2 m). Partikel berukuran di atas 2 mm seperti kerikil dan bebatuan kecil tidak tergolong sebagai fraksi tanah.2. tanah yang didominasi debu akan banyak mempunyai pori-pori meso (sedang) (agak poreus).

sedangkan fraksi liat akan terasa halus. maka fraksi pasir akan terasa kasar dan tidak lekat. maka fraksi liat lebih berperan secara kimiawi ketimbang secara fisik. sehingga tanah bertekstur debu umumnya lebih subur ketimbang tanah tekstur pasir. lekat. (3). pada saat pelapukannya akan membebaskan sejumlah hara. serta makin sulit air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi buruk: air dan udara sedikit tersedia).2. 149 . sedangkan fraksi debu sanya berasal dari mineral feldspar dan mika yang cepat lapuk. fraksi debu akan terasa agak halus dan agak lekat. Fraksi pasir umumnya didominasi oleh mineral kuarsa (SiO2) yang sangat tahan terhadap pelapukan. Tekstur tanah dibagi menjadi 12 kelas seperti tertera pada Tabel 5. Uraian ini menunjukkan bahwa fraksi pasir dan debu lebih berperan secara fisik. maka di lapangan jika tanah yang telah dibasahi dirasakan dengan kulit jari-jari tangan. tetapi tidak licin. Oleh karena itu. sehingga tanah bertekstur debu dan lempung akan mempunyai ketersediaan yang optimum bagi tanaman. maka tanah yang baik dicerminkan oleh komposisi ideal dari kedua kondisi ini.poreus tanah akan makin sulit akar untuk berpenetrasi. namun dari segi nutrisi tanah lempung lebih baik ketimbang tanah bertekstur debu. sedangkan karena sebagian fraksi liat yang rukuran <1 m merupakan koloid atau partikel bermuatan listrik yang aktif sebagai situs pertukaran anion atau kation. dan licin. tetapi air yang ada tidak mudah hilang dari tanah. Perbedaan jumlah dan luas permukaan partikel-partikel per satuan volume tanah.

5% pasir. Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung (tiga macam). bertekstur debu apabila berkadar minimal 80% debu dan bertekstur liat apabila berkadar minimal 40% liat. debu dan liat sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Tanah bertekstur sedang tetapi agak halus mencakup lempung liat (Clay loam). lempung liat berpasir (Sandy clay Loam) atau lempung liat berdebu (Sandy-silt Loam) (3 macam). lempung berdebu (Silty Loam) atau debu (silt) (4 macam).5% liat atau bertekstur liat. hasil penetapannya akan makin . Tanah bertekstur sedang meliputi yang bertekstur lempung berpasir sangat halus. lempung (Loam).5. apabila kelas tekstur tanah diketahui. (2). Di lapangan tekstur tanah dapat ditetapkan berdasarkan kepekaan indra perasa (kulit jari jempol dan telunjuk) yang membutuhkan pengalaman dan kemahiran. Tanah yang berkomposisi ideal yaitu 22. Tanah bertekstur halus atau tanah berliat berarti tanah yang mengandung minimal 37.52. 30-50% debu dan 10 30% liat disebut bertekstur Lempung. terdiri dari (a). makin peka indra perasa ini. Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah digolongkan menjadi (1). dan (c). (3).menunjukkan bahwa suatu tanah disebut bertekstur pasir apabila mengandung minimal 85% pasir. liat berdebu atau liat berpasir (3 macam). Tanah bertekstur sedang tetapi agak kasar meliputi tanah yang bertekstur lempung berpasir (Sandy Loam) atau lempung berpasir halus (dua macam). maka gambaran umum tentang sifat fisik tanah dapat diperkirakan. (b). Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung. Melalui pengetahuan tentang sifatsifat fraksi pasir.

Tanah bertekstur debu akan mempunyai partikel-partikel yang terasa agak halus dan licin tetapi tidak lengket. serta tidak bisa membentuk gulungan atau lempengan kontinu. lengket dan dapat dibuat gulungan atau lempengan kontinu. tanpa rasa licin dan tanpa rasa lengket. maka berarti tanah bertekstur pasir. dan seterusnya. dan kelengketan partikel-partikel tanah. tekstur tanah umumnya ditetapkan melalui dua metode. paling tidak tiga kali (tiga ulangan). Cara ini disebut metode rasa. geser-geserkan jari telunjuk sambil merasai derajat kekasaran. lalu pijit di antara jari jempol dan telunjuk. maka berarti tanah bertekstur liat. yaitu metode pipet (kurang teliti) atau metode hidrometer "Bouyoucos" (lebih teliti). Melalui perbandingan rasa ketiganya maka secara kasar tekstur tanah dapat diperkirakan. basahi dengan air secukupnya. kelicinan. (3). Sebaliknya jika partikel tanah terasa halus. Hasil penetapan menurut metode rasa ini akan makin baik apabila untuk setiap titik pengamatan dilakukan beberapa kali. yang keduanya didasarkan pada perbedaan kecepatan jatuhnya partikel-partikel tanah di dalam air dengan asumsi bahwa kecepatan 150 . (2). serta gulungan atau lempengan yang terbentuk rapuh atau mudah hancur. Terasa kasar. Di Laboratorium. apabila yang terasa lebih dominan adalah sifat pasir. Tanah bertekstur lempung akan mempunyai partikel-partikel yang mempunyai rasa ketiganya secara proporsional. (4). pecahkan perlahan. dilakukan dengan mengambil sebongkah tanah seberat kira-kira 10 g. maka berarti tanah bertekstur lempung berpasir. misalnya indra kulit merasakan partikel-partikel (1).mendekati kebenaran atau makin identik dengan basil penetapan di laboratorium.

3 ini menunjukkan bahwa jagung ideal tumbuh pada tanah bertekstur lempung. fraksi pasir merupakan partikelpartikel yang turun ke dasar suspensi selama kurang dari 40 detik. sedangkan.dp gr 2 2 . misalnya contoh tanah o berkadar pasir 25%. debu 25% dan liat 50%.3. sisanya yang masih tersuspensi merupakan fraksi liat. (2). fraksi debu turun antara 40 detik hingga hampir dua jam. maka berarti tanah bertekstur liat.jatuhnya partikel yang berkerapatan (density) sama dalam suatu larutan akan meningkat secara. hasil penelitian pengaruh tekstur tanah terhadap produksi jagung dan kentang tertera pada Tabel 3. . d . Peran tekstur tanah sebagaimana diuraikan di atas akan memengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. 9n di mana : V = kecepatan jatuhnya partikel (cm detik-1) g = percepatan karena gravitasi (cm detik-1) dp = kerapatan partikel (g cm-3) d = kerapatan larutan (g cm-3) r = radius partikel (cm) n = viskositas absolut larutan (dyne detik cm-3). linear apabila radius partikel bertambah secara secara kuadratik: V . Proporsi hasil penetapan masingmasing fraksi tanah ini kemudian dicocokkan dengan proporsi pada segitiga tekstur (Gambar 3.1). (3). . Tabel 3. Melalui metode hidrometer tersebut (1).

(2) taraf pelapukan fisik. Namun keduanya tumbuh ideal pada tanah bertekstur pasir apabila disertai dengan irigasi.2. terutama yang bertekstur pasir. nisbah debu : Liat merupakan kriteria penting dalam mengevaluasi fenomena seperti: (1) migrasi liat. yang lembek jika basah dan keras jika kering) atau apabila dilumat dengan air membentuk pasta disebut juga tanpa struktur. Pada kondisi tanpa irigasi. 1979).2 Struktur Apabila tekstur mencerminkan ukuran partikel dari fraksi-fraksi tanah. serta (4) klasifikasi tanah (Lal. tanah lempung memberikan sifat-sifat fisik yang baik sebagaimana diuraikan sebelumnya. Tanah yang lebih baik adalah tanah bertesktur lempung berpasir ketimbang tekstur lempung terkait dengan kebutuhan tanaman kentang terhadap ruang untuk perpanjangan dan pembesaran umbinya. 5. maka struktur merupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel-partikel primer tanah (pasir. debu dan liat individual) hingga partikel-partikel sekunder (gabungan partikel-partikel primer yang disebut ped (gumpalan) yang membentuk agregat (bongkah). sedangkan tanah bertekstur liat. Tanah yang partikel-partikelnya belum bergabung. Pinus resinosa ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir meskipun jika dibanding dengan tanah bertekstur pasir yang diberi air irigasi. yang terlihat massif (padu tanpa ruang pori. Pada tanah-tanah di daerah tropika. disebut tanpa struktur atau berstruktur lepas. sehingga sistem perakarannya leluasa untuk berkembang. dan (3) umur bahan induk tanah.sedangkan kentang ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir ketimbang yang bertekstur liat dan pasir berlempung. 151 .

1. tanah yang berstruktur baik akan mempunyai kondisi drainase dan aerasi yang baik pula.Tabel 5.10 0.00-0.00-0. sehingga lebih memudahkan sistem perakaran tanaman untuk berpenetrasi dan mengabsorpsi (menyerap) hara dan air.05-0.50-0.002 <0.25 0.002 <0.50 0. karena susunan antar ped atau agregat tanah akan menghasilkan ruang yang lebih besar ketimbang susunan antarpartikel primer.002 Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah.20 --0. Oleh karena itu. Klasifikasi ukuran.02-0.05 0.25-0.10-0. sehingga pertumbuhan dan produksi menjadi lebih baik.002 --2. Hal ini terbukti dari percobaan pemupukan yang .00-1.00 1. jumlah dan luas permukaan fraksi-fraksi tanah men urut Sistem USDA dan Sistem Internasional Separat tanah Diameter (mm) USDA Internasional Pasir sangat kasar Pasir kasar Pasir sedang Pasir Pasirhalus Pasir sangat halus Debu Debu Liat*) 2.

stabilitas dan durabilitasnya. penggenangan dan . Struktur tanah mempunyai peran sebagai regulator yang (1).000 2. (b). mengatur retensi dan pergerakan air tanah yang meliputi: (a). (e).000 Was permukaan (cm2 g-1) 11 23 45 29 91 227 454 271 8. Penanaman melindungi agregat tanah dari hantaman air hujan.796 90.776.mendapatkan bahwa produksi jagung pada tanah tanpa pupuk tetapi beragregat baik ternyata 2.334.000 722.000. (2).000 terbentuk dari berbagai ukuran pori-pori yang berinterkoneksi. sehingga makin rapat tajuk tanaman akan makin baik pengaruhnya terhadap agregat tanah.3 kali lebih besar ketimbang produksi pada tanah beragregat buruk yang diberi pupuk.853.250. difusi gas dari dan ke atmosfer. erosi air atau angin. mengontrol proliferasi (pertumbuhan) akar dan perkembangannya. menyinambungkan arah pipa yang Jumlah partikel (g-1) 90 720 5. (c) Kemudian secara langsung atau tak langsung terkait dengan (d).000 5.700 4.088 46.

yang dibagi menjadi (a) tanpa struktur. (f). sebagaimana tertera pada Tabel 3. pelindian atau kehilangan hara-hara tanaman. jika agregasi tak terlihat atau berbatas tidak jelas atau baur dengan batas-batas alamiah. struktur tanah dideskripsikan menurut (1). (2). Di lapangan. menghasilkan 7 tipe struktur tanah. tipe. lempeng.aerasi tanah. indikator bentuk dan susunan ped. jika ped sulit 152 . temperatur tanah. indikator derajat agregasi atau perkembangan struktur. kelas. (g). indikator bentuk struktur yang terbentuk dari ped-ped penyusunnya. stres tanaman akibat kekeringan.4. (b) lemah. balok dan prisma. yaitu: bulat. dan (3). dan (h). gradasi.

pada tanah utuh jelas terlihat dan antar ped terikat lemah namun tahan jika dipindahkan dan hanya terpisah apabila tanah terganggu. Apabila berasal dari butirbutir tunggal. tetapi tak jelas pada tanah utuh. jika ped dapat terbentuk dengan baik. Mekanisme pembentukan struktur dimulai dari butiran tunggal atau dari bentuk masif. . (c) sedang. Keutuhan tanah permukaan ped pada saat rehidrasi. dan (2). Kekuatan ikatan antar koloid-partikel di dalam ped pada saat basah. Pembasahan dan pengeringan yang merenggang-ciutkan partikelpartikel dan (5). tahan lama dan jelas. tanah kering diletakkan dalam saringan kemudian dicelupkan ke dalam air. turun lewat lobang-lobang saringan. Stabilitas ped ini dapat ditentukan melalui metode penyaringan basah.terbentuk tetapi terlihat. Pencairan dan pembekuan yang juga merenggangciutkan partikel-partikel. air segera meresap dan mendesak udara yang terperangkap di ruang-ruang pori tanah. yaitu (1). maka perkembangannya dimulai dari pengikatan partikel-partikel tanah membentuk cluster (gerombol) yang kemudian menjadi ped. (4). Stabilitas ped yang terbentuk (juga agregat) ter-gantung pada dua kondisi. Ped-ped yang tertinggal merupakan ped yang stabil terhadap air. Dalam metode ini. dan (d) kuat. Lima mekanisme utama yang menyatukan partikel-partikel ini meliputi: (1) aktivitas penetrasi akar pada saat berkembang. (2) pergerakan air yang mengikuti arah perkembangan akar menyebabkan terjadinya pengikisan dan pemecahan tanah yang kemudian memicu pembentukan ped. dan (3) aktivitas keluar masuknya fauna tanah. jika ped kuat. ped yang tidak kuat terhadap tekanan ini akan pecah dan rusak.

5 mm adalah sebagai berikut (1). membentuk jaringan seperti jala yang efektif dalam menyatukan partikelpartikel tanah. yaitu (1) Mineral-mineral Liat koloidal. dan (5). Pada saat air menguap. lempung berliat Miami: lendir mikrobial>Fe-oksida>C-organik. (2). (2) Oksida-oksida besi dan mangan koloidal. lempung berliat Kewaunee : Feoksida> liat>lendir mikrobial. (3). Polimerpolimer organik yang merupakan polisakarida berbobot-molekul besar dapat berasal dari lendir ekstraseluler atau dinding-dinding sel-sel mikrobia. Secara umum lendir mikrobial>Feoksida>C-organik> liat. Pada tanah horizon A di Wisconsin USA urutan kepentingan agen-agen pengikat pembentuk ped berdiameter > 0. sedangkan .Secara umum terdapat tiga kelompok bahan koloidal (partikel berdiameter <1 m) yang bertindak sebagai agen perekat (cementing agent) partikel-partikel dalam proses pembentukan agregat (agregasi) tanah. maka lempeng-lempeng liat akan berdekatan dan dibantu oleh agen perekat. Oleh karena koloid-koloid ini bermuatan negatif. (4). maka molekulmolekul air yang dapat bertindak secara dipolar (bermuatan + dan -) terjerap (adsorpsi) ke permukaan koloid liat tersebut. Pentingnya peran lendir (gum) mikrobial sebagai agen pengikat adalah menjamin kelangsungan aktivitas mikrobia dalam proses pembentukan ped (dan agregasi) tersebut. Lempung berdebu Parr: lendir mikrobial>liat>Fe-oksida> C-organik. dan (3) Bahan organik koloidal. termasuk hasil aktivitas dan perombakan sel-sel mikrobia. Hidroksi polimer-polimer ini dan atom-atom oksigen permukaan liat membentuk ikatan-ikatan hidrogen sebagai jembatan pengikat. maka terjadilah agregasi. Lempung berliat Almena : lendir mikrobial>Fe-oksida.

153 .

Pada tanah Latosol di daerah tropis. Remah 3. Tabel 5. Deskripsi tipe-tipe struktur tanah Tipe struktur Deskripsi Ped Lokasi horizon 1.00 5. agen pengikat yang terpenting adalah Fe-oksida karena tingginya kadar Feoksida pada tanah ini.544 33. Miselia jamur dan aktinomisetes juga efektif sebagai agen pengikat ini. Pengaruh kelas tekstur dominan lapisan atas tanah terhadap produksi jagung dan kentang Produksi (per hektar) Kelas tekstur dominan Liat Lempung Lempung berpasir Pasir berlempung Pasir (+ irigasi) Jagung (ton) Kentang (Ton) 5.terhadap partikel nonkoloidal.287 28. Granuler 2.030 6. polimerpolimer ini bertindak sebagai lem perekat.60 Tabel 5. Balok bersudut .00 7.772 28.4.60 3. Lempeng 4.3.030 33.

2. Balok persegi 6. = 6. Seperti tumpukan susunan piringan yang berikatan lemah. tetapi ped-ped penyusun bersisi-sisi bulat agak persegi. = 1 tetapi relatif poreus. Pada tanah beraerasi bueruk. disebut plat jika tebal dan laminar jika tipis. akan terjadi penghambatan A A E tanah hutan atau Bt tanah liat Bt Bt Bt Bt terhadap pertumbuhan dan produksi . antarped tidak terikat. kecil dan agak bulat. 5. Seperti pilar-pilar berpermukaan rata yang terikat oleh ped prisma lainnya sebagai penyela. Ped prisma ini ada yang pecah membentuk ped balok kecil.3 Aerasi Tanah Aerasi tanah merupakan istilah yang mengindifikasikan kondisi tataudara (keluar-masuknya udara) dalam tanah. Prisma 7. sedangkan aerasi buruk berarti sebaliknya.5. = 4. tetapi berpermukaan bulat melingkar yang diikat secara lateral oleh ped pilar lainnya sebagai penyela. Kolumnar Relatif tak poreus. Seperti balok-balok yang terbentuk dari ikatan ped-ped yang sisi-sisinya bersudut tajam. lkatan antar ped ini sering putus membentuk balok-balok kecil. Aerasi baik berarti keluarmasuknya udara dari hambatan. tidak terikat membentuk ped.

154 .tanaman akibat tertekannya (1). Respirasi akar. magnesium. Aktivitas mikrobia yang terkait dengan kesuburan tanah. Serapan hara yang paling terganggu adalah kalium. (2). kiemudian kalsium. (3). nitrogen dan fosfor (4). Pertumbuhan dan perkembangan perakaran tanaman. Absorpsi (penyerapan) air dan unsur hara.

Umumnya tanaman tumbuh normal pada saat pori tanah terisi udara >10% oksigen. Hal ini di samping disebabkan oleh (1). idealnya sekitar 21%. Pada kondisi aerasi baik kadar CO2 udara tanah lebih tinggi 6-7 kali (jika aerasi buruk dapat hingga 10-100 kali). Kecenderungan udara yang mengalir dari temperatur tinggi (tanah) ke temperatur udara (atmosfer) terutama di malam hari dan sebaliknya di siang hari. kadar O2 lebih rendah dan kadar N2. dan (2). maka penyerapan hara melalui mekanisme aktif yang membutuhkan energi kimiawi (ATP) hasil proses respirasi juga akan terhambat. lebih tinggi daripada kandungan CO2. Kemungkinan secara keseluruhan akan menghambat perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Di bawah kadar 10% pertumbuhan akan terhambat dan akan berhenti sama sekali apabila kadarnya kurang dari 2%. CO2 (mikrobia heterotrofik) dan O2 (mikrobia aerobik). Aktivitas mikrobia dalam dekomposisi bahan organik yang melepaskan gas CO2 dan N2 (denitrifikasi). sehingga peningkatan kadar air tanah akan . Adanya respirasi akar (juga mikroflora fotosintetik dan fauna tanah) seperti dijelaskan diatas. Laju difusi oksigen di dalam air adalah 10 ribu kali lebih kecil ketimbang laju difusi oksigen di udara tanah.Hal ini terutama terkait dengan proses respirasi akar tanaman yang menyerap O2 dari udara tanah dan melepaskan CO2 sehingga jika aerasi buruk akan terjadi akumulasi CO2 dan defisit O2 konsrkuensinya respirasi akar dan aktivitas mikrobia aerobik (mutlak butuh oksigen) yang terlibat dalam penyediaan hara akan terganggu. Adanya gas-gas yang berdifusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah (N2 dan CO2 dari tanah ke udara dan O2 dari udara ke tanah). O2 dan N2 atmosfer. dan (4). serta fiksasi N2 (seperti bakteri rhizobium). terutama terkait dengan (3).

yang dapat menyuplai oksigen asalkan trubusnya menyembul ke udara.8 yang secara umum merupakan konsekuensinya terhambat aktivitas akar dan mikrobia. rumput sudan dan reed canary. (2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar kebanyakan tanaman ideal pada laju difusi oksigen minimal 30 x 10 cm menit. Pada kacang kapri dan tomat. derisiensi oksigen selama 24 jam saja telah menghambat pertumbuhannya. padi. serta difusi yang 156 . cattail. Peka: tomat. Pada padi mekanisme ini terjadi karena adanya interkoneksi pembuluh udara dalam korteks. biet gula.0% dan jika aerasi buruk dapat mencapai hampir 20%. Pada tomat terlihat setelah 10-15 hari kemudian dengan penurunan bobot terjadi pada 45-50 hari kemudian dengan penurunan bobot hingga 25% yang baru pulih setelah 70 hari. dan pada kondisi jenuh air terjadi defisit oksigen yang menyebabkan matinya tanaman. Kadar CO2 pada udara tanah bervariasi antara 0. Pada kondisi tergenang (reduksi) udara tanah juga banyak mengandung gas methan. Sedang: jagung. gandum. dan (4).menghambat penetrasi oksigen ini yang kemudian menyebabkan tertekannya respirasi akar. kentang. Agak tahan: sorgum (dapat terendam beberapa hari). tidak mampu berpenetrasi ke dalam tanah apabila laju difusi kurang dari 20 x 10 cm menit. oat. dan kedelai. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar CO2 O2 udara tanah tertera pada Tabel 3. Toleran: willow. Kepekaan tanaman terhadap aerasi tanah yang buruk atau defisiensi oksigen adalah sebagai berikut (1). dan beberapa sedge yang dapat menyerap udara ke dalam perakarannya yang tenggelam.1-5. (3). hidrogen sulfida dan amoniak. kacang pea dan barlei.

yang kemudian paling umum digunakan di dunia. aerasi. aktivitas mikrobial. dan enzimatik.2. Proses kehidupan bebijian. dekomposisi serasah/sisa tanaman dan ketersediaan hara-hara tanaman. Temperatur dinyatakan dalam derajat (a). Temperatur adalah istilah untuk menyatakan intensitas atau level panas yang berfungsi sebagai indikator level atau derajat aktivitas molekuler.4 Temperatur Tanah Temperatur (suhu) adalah suatu sifat tanah yang sangat penting secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan juga terhadap kelembaban. Satu sentigrade = 1/100 dari total perbedaan anatar . sehingga penyerapannya oleh akar juga meningkat. 5. Pada temperatur di atas 30oC lebih banyak unsur K-tertukar dibebaskan ketimbang pada temperatur yang lebih rendah. temperatur didefibisikan sebagai kondisi suatu bodi yang menentukan transfer panas ke atau dari bodi lainya . Temperatur tanah sangat memperngaruhi aktivitas mikrobial tanah.menyebabkan naiknya kadar CO2 dan turunnya kadar O2. akar tanaman dan mikrobia tanah secara langsung dipengaruhi oleh temperatur tanah. seperti bakteri pengikat N pada tanah berdrainase baik. Temperatur tanah merupakan salah satu faktor tumbuh tanaman yang penting sebagaimana halnya air. Skala sentigrade pada tahun 1742 oleh Anders Celcius (ahli Astronomi Swedia). Dalam Handbook of Chenistry and Physics . struktur. Nitrifikasi berlangsung optimum pada temperatur sekitar Pada temperatur di atas 30oC. udara dan unsur hara. Pada temperatur di atas 40oC. laju optimum aktivitas biota tanah yang menguntungkan terjadi pada temperatur 18 30oC. Aktivotas ini sangat terbatas pada temperatur di bawah 10oC. mikrobia umumnya menjadi inaktif. Laju reaksi kimiawi meningkat dua kali lipat untuk setiap 10o kenaikan temperatur.

yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC. yaiut radiasi sinar matahari dan langit (dominan). yang berpanas-spesifik air = 1 cal g-1.8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut seabgaai kapasitas thermal atau kapasitas panas. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per tahun satuan bobot massa substansi tersebut. Hubungan ketiga skala temperatur ini adalah : oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0. secara umum semua substansi berkapasitas-panas lebih kecil dari air (Kohnke. Pada tahun 1724 seorang blower gelas bangsa Jerman Fahrenheit mengembangkan sistem graduasi temperatur dengan menggunakan tem-peratur terbeku dari campuran amonium khlorida es air sebagai titik nol dan panasa darah sebagai titik 100 oF.18 oC sebagai titik nol.556 oF 17. Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air. 180).temperatur air pada titik didih di bawah tekanan atmosfer baku {700 mm Hg (merkuri)}. namun skalanya dimulai pada -273. serta 157 . (d). sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah panas-spesifik hampir 0. Interval temperatur ini juga digunakan untuk menyatakan temperatur absolut (derajat Kelvin). Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor dengan dua sumber panas. Satuan kapasitas panas adalah gram per kalori (g cal-1).2 cal g-1.556 oK 273 = oC = 0. dan (c). (b).

uap air. serta konduksi dari interior tanah (sangat sedikit). yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC. Satuan kapasitas tanah adalah gram per kalori (g cal-1 ). Jumlah panas matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 2 cal g-1 cm-2 menit-1 atau 2 langleys menit -1 . (2).8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut sebagai kapasitas thermal atau kapasitas panas. 1980). tergantung pada : (a) sudut temu antar matahari muka tanah yang dipengaruhi oleh latitudo. namun yang benar-benar diterima oleh permukaan tanah jauh berkurang. yang berpanas spesifik air = 1 cal g-1 . Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang berperan menyebabkan ter-jadinya perubahan temperatur tanah meliputi : (1). yaitu radiasi sinar matahari dan langit (dominan).2 cal g -1 . waktu. serta altitudo lokasinya. radiasi yang diterima permukaan bumi adalah 100 800 langleys per hari.556 oF 17. Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang ber-peran menyebabkan terjadinya perubahan temperatur tanah meliputi: oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0. dan mulsa. awan. yang secara rata-rata setara dengan . Radiasi solar. Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air ini. musim. salju. kabut.konduksi dari interior anah (sangat sedikit). tetanaman. dengan dua sumber panas. Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor. dan (b) insulasi oleh udara. Didaerah Temperate. debu. kecuraman dan arah lereng. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per satuan bobot massa substansi tersebut.556 oK 273 = oC = 0. sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah berpanas-spesifik hampir 0. secara umum semua substansi berkapasitas panas lebih kecil dari air (Kohnke.

Konduksi panas dari atmosfer. Oleh karena konduksi panas yang menerobos udara adalah sedikit. Radiasi solar terjadi sebagai radiasi gelombang pendek dengan panjang gelombang antara 0.3 5. Insulasi. melalui pengaruhnya terhadap transpirasi. dan (7). salju. Apabila uap air dari atmosfer atau dari kedalaman tanah yang berbeda berkondensasi di dalam tanah maka akan terjadi peningkatan temperatur tanah. Kondensasi.0 um. dapat berupa tanaman penutup tanah. Radiasi dari langit. maka efeknya terhadap temperatur tanah hanya penting apabila terjadi kontak dengan tanah. (3). (5). awan dan asap yang menghalangi sampainya radiasi matahari ke permukaan tanah. (2). merupakan proses eksothermik.(1). Curah hujan berperan menurunkan temperatur tanah. Sisa energi ini jika tidak terpakai untuk menaikan temperatur tanah dan fotosintesis. direradiasikan kembali ke langit. merupakan proses endothermik yang berefek kebalikan . Namun demikian hanya sebagian dari total radiasi ini yang tersedia untuk menyuplai energi yang dibutuhkan untuk evaporasi dan transpirasi tersebut. mulsa.kebutuhan energi untuk mengevaporasikan lapisan air setebal 1 cm diperlukan 560 langleys. yang berkontribusi relatif besar dalam menyuplai panas pada tanah di areal yang sinar mataharinya dapat menembus atmosfer bumi. (6). Vegetasi. hingga 5 oC atau lebih. repleksi radiasi dan energi yang digunakannya untuk fotosintesis akan menurunkan temperatur iklim mikro 158 . Evaporsi. (4).

tetapi secara volumetris tidak banyak berbeda. Panas spesifik es hanya 0.0005 cal detik 1 cm -1 oC-1).dan secara tidak langsung juga temperatur tanah. udara berkonduktivitas 100 kali lebih kecil sedangkan air hanya sekitar seperlima ketimbang mineral pembentuk tanah tersebut.005 cal detik -1 cm -1 oC-1. Faktor-faktor internal (tanah) yang berperan meliputi : (1) Kapasitas thermal. tanah-tanah berstruktur lepas lagi kering akan mempunyai konduktivitas thermal yang sangat rendah (0.0) = 0. Tanah mineral kering mempunyai panas spesifik hampir 0.265 cal cm3 (atau rerata 0.5 cal cm3 . Oleh karena itu. sehingga dalam keadaan jenuh akan berpanas-spesifik besar.25 cal cm3 ) oleh karena panas spesifik udara sangat kecil sehingga dapat diabaikan.65 x 0. Tanah yang ruang porinya terisi air akan berpanas-spesifik = 0. (2) Konduktivitas dan difusivitas thermal.5 x 1.675 cal cm3 . Tanah organik biasanya mempunyai banyak ruang pori. Konduktivitas bahan-bahan pembentuk tanah dan sebagian besar partikel-partikel tanah adalah sekitar 0. yaitu sekitar 0.265 + (0. yang nilainya akan menurun tergantung proporsi kadar air tanahnya. panas spesifik gambut secara gravimetris (bobot) akan jauh lebih besar ketimbang tanah mineral. (3) Aktivitas biologis.5 x 2.9 cal cm3. . Ativitas biologi menghasilkan panas.2 = 0. yang berarti setiap 1 cm3 (biasanya disingkat cc) tanah kering yang tersusun oleh 50 % padatan dan 50 % ruang pori akan mempunyai panas spesifik sebesar 0.0003-0.2 cal g-1 .

sehingga makin besar aktivitas ini kan makin banyak pans yang dibebaskan ke tanah. apalagi ketimbang partikel-partikel tanah. (4) Radiasi Radiasi dari tanah ke atmosfer yang terjadi secara kontinu.2. Tekstur dan Kelembaban Tanah. dan udara tinggi. 5. Tanah padat mempunyai konduktivitas thermal lebih besar ketimbang tanah yang gembur. akibat udara yang mengisi tanah gembur ini mempunyai konduktivitas thermal yang jauh lebih rendah ketimbang air. kesuburan tanah dan aktivitas biologis tanah. kelabu. Warna tanah meliputi putih. coklat. (5) Struktur. makin tinggi temperatur tanah akan makin besar radiasinya. karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tetanaman tetapi secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperatur dan kelembaban tanah. serta berapa derajat lebih tinggi ketimbang tanah yang biologisnya tidak aktif. kadangkala dapat pula kebiruan atau kehijauan. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tak murni tetapi campuran kelabu. hara . coklat. dan bercak 159 . Kadar garam yang tinggi akan menenkan aktivitas biologis ini. kuning. Tanah yang berkadar BOT . (6) Garam-garam terlarut Garam terlarut mempengaruhi evaporsi. dan hitam. sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap temperatur tanah. merah.5 Warna Tanah Warna merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah.

coklat-karatan atau kuning tergantung derajat hidrasinya. yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan. kelabu.(rust). Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah. . Efek komponen-komponen terhadap warna komposit ini secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik masing-masingnya terhadap tanah. Karatan-karatan yang terbentuk ini tidak segera berubah meskipun telah dilakukan perbaikan drainase. dan feldspar mempunyai banyak warna tetapi dominan merah. Besi-oksida berwarna merah. Tanah basah atau lembab terlihat lebih gelap ketimbang tanah kering. Warna bercak pada tanah juga merupakan indkator terjadinya proses reduksi-oksidasi secara sebentarsebentar (intermitten) akibat adanya kelebihan air dan buruknya aerasi yang terjadi secara temporer. atau kadangkala olive-hijau. Batukapur berwarna putih. misalnya humus dan besihidroksida yang secara jelas menentukan warna tanah. besi-tereduksi berwarna biru-hijau. khusunya besi (Fe) dan mangan (Mn). tergantung tipe dan proporsi mantel-besinya. Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen penyusunnya. Hal ini terutama dipicu oleh terjadinya : (a) reduksi besi dan mangan ke bentuk larutan. dan (b) oksidasi yang menyebabkan terjadinya pada tanah yang rendah kadar besi atau mangannya. selama musim hujan. sedangkan karatan berwarna gelap terbentuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami presipitasi. kerapkali 2-3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot. kuarsa umumnya berwarna putih. yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna tanah. disebut karatan (mottling).

yaitu mineral yang tanpa nilai nutrisional sama sekali. intensitas pelindian unsur-unsur hara pada tanah tersebut. Kuning. khususnya jika tanah berdrainase baik. warna terang mencerminkan dominannya kuarsa. 160 . merupakan indikator iklim tempat perkembangannya. dan Pada tanah muda. kadar bahan organik yang berwarna belap. warna merupakan indikator jenis bahan induknya. Iklim hangat akan menghasilkan tanah-tanah berwarna merah. kelabu. (2).karena terkait dengan perbedaan nyata dari sifat refraktif (aksi pembiasan cahaya) komponen padatan tanah dan udara. tetapi pada kondisi tertentu warna sering pula digunakan sebagai indikator kesuburan atau kapasitas produktivitas lahan. sehingga warna pada tanah kering akan banyak direfleksikan. coklat-kekaratan Coklat dan hitam. yang umumnya bersamaan dengan hilangnya berbagai unsur hara. makin intensif makin terang. coklat-kekelabuan. baik iklim makro maupun iklim tanah. makin tinggi makin gelap. sedangkan tanah-tanah tua. Yang merupakan resultante dari hal-hal berikut: (1). atau (3). Warna terang kerapkali merupakan hasil intesifnya pelindian besi dari tanah. Warna merupakan indikator kondisi iklim tempat tanah berkembang atau asal bahan induknya. sehingga tanah berwarna terang sering dikaitkan dengan rendahnya produktivitas. sehingga makin dominan makin terang. secara umum dikatakan bahwa Makin gelap tanah berarti makin tinggi produktivitasnya. Dengan berbagai pengecualian mempunyai urutan : putih.merah.

tanah-tanah hitam dan gelap cenderung lebih hangat ketimbang tanah-tanah terang atau putih.2. Efek sinar dari berbagai panjang gelombang yang memengaruhi mata (impresi) sangat bervariasi. namun adanya mulsa atau vegetasi penutup tanah atau mengeliminasi perbedaan ini. dan GY (gray yellow).75 .Warna juga memengaruhi kondisi tanah lainnya melalui efeknya terhadap energi radiant. Warna ini dibedakan berdasarkan tiga faktor basal (basic) berupa komponen warna.38 0. Dalam hue ini warna dipilah menjadi 10 warna.5 dan 10. P (Purple = ungu). value dan chroma. PB (purple brown). m. YR (ye low red) .5 dan 7. sehingga pada saat matahari bersinar. Perbedaan imperasi inilah yang disebut sebagai warna .5 5.0 5.5 2. dan lainnya. 5.5 5. yang pada kartu warna hanya tertulis 2. G (gray = kelabu). BG (brown gray). yang membedakan warna tanah secara langsung dengan bantuan kolom-kolom warna standar.6 Klasifikasi Warna Gelombang elektromagnetik yang dikenal sebagai sinar visibel (dapat dilihat mata) mempunyai panjang gelombang sekitar 0. B (brown = coklat).0 7. RP (red purple). Lebih banyaknya energi panas yang tersedia dalam tanah akan lebih mendorong laju evaporasi.5 10. yang merupakan pembeda antara merah dari kuning. yaitu : Y (yellow = kuning). kemudian setiap warna ini dibagi menjadi kisaran hue : 0 2. metode yang telah dikenal luas oleh banyak Soil Specialist adalah Sistem Munsell . R (red = merah). Benda berwarna hitam dan gelap cenderung lebih banyak menyerap energi matahari ketimbang benda berwarna terang atau putih. yaitu hue. Value atau briliance (kecemerlangan) yang mengekspresikan . Dalam pengklasifikasian warna tanah. yang mendasari penyusunan variasi warna pada kartu-kartu Munsell : Hue merujuk pada spektral atau kualitas warna yang dominan.0 7.

ambil tanah secukupnya (kira-kira 5 g) cocokan dengan warna yang ada di buku Munsell.5 YR ¾ berarti warnanya dark reddish brown (coklat kemerahan gelap).3 Sifat Kimia Tanah Sifat kimia tanah yang penting bagi budidaya tanaman adalah derajat keasaman atau pH tanah. derajat keasaman tanah ini akan lebih banyak berpengaruh pada fase pertumbuhan tanaman dan perkembangan selanjutnya. 5. akan berpengaruh juga terhadap kehidupan jasad renik atau mikroorganisme tanah yang berperan dalam 161 . dan Chroma didefinisikan sebagai gradasi kemurnian dari warna. ditulis 2.5 YR. Dilapangan. value 3 dan chroma 4. misalnya warna tanah terletak pada kartu Hue 2.variasi berkas sinar yang terjadi jika dibandingkan warna putih absolut. Pada umumnya tanaman membutuhkan kondisi lahan yang netral dengan pH sekitar 7. Derajat kemasaman tanah yang tidak sesuai dengan syarat perkembangan tanaman menakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu dan akhirnya akan memberikan hasil yang tidak memuaskan. Value ini merujuk pada gradasi warna dari putih (skala 10) ke hitam (skala 0).0. atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelbu atau putih netral (skala 0) ke warna lainnya (skala 19). Hal ini karena pH tanah berkaitan dengan kemampuan tukar ion yang terjadi di dalam tanah yang pada akhirnya akan menentukan ketersediaan unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Derajat kemasaman tanah.

Rerata temperatur tanah tahunan (oC) Beda temperatur musim panas = 5 = 5 < 8 Frigid Isofrigid 8 . Ini merupakan salah satu sifat biologis tanah yang perlu diperhatikan dalam memilih tanah untuk keperluan budidaya.15 Mesik Isomesik 15 22 musim dingin (oC) Thermik Isothermik < 22 Hyperthermik .5. Tabel 5. Seperti yang telah disebutkan di atas. yaitu fiksasi nitrogen dari udara menjadi senyawa nitrit dan kemudian menjadi senyawa nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh akan tanaman. aktivitas jasad renik dalam perombakan bahan organik menjadi unsur hara sangat penting bagi tanaman. Sifat biologis tanah akan membantu tersedianya unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Jasad renik juga dapat membantu proses nitrifikasi.perombakan bahan organik menjadi unsur hara. Penggolongan tanah berdasarkan suhu. membantu melarutkan unsur hara yang tidak dapat larut dalam air melalui proses biologis. Dengan demikian akan menyuburkan tanah.

Perkembangan kesuburan tanah (Encarta. Oleh karena itu tanah yang akan ditanami harus dipersiapkan sebaik 162 . Lahan untuk budidaya secara konvensional pada umumnya terdiri dari tanah yang merupakan tempat tumbuh tanaman.Isohyperthermik Gambar 5. 2006) 5. pengolahan tanah dan pembuatan bedengan.4 Teknik Pengolahan Tanah Pengolahan lahan terdiri dari persiapan lahan.2 .

penanaman benih atau bibit tanaman. dan pencabutan. Fungsi bedengan adalah memudahkan perawatan tanaman. Sebelum melakukan pengolahan tanah hendaknya lahan dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa tanaman yang ada. sehingga diperoleh kompos siap pakai yang mengandung mikroflora tanah yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan berdampak positif untuk tanaman yang dibudidayakan. dan jarak antara bedengan 30-40 cm. . Pembersihan lahan ini dapat dilakukan dengan pembabatan. Bedengan biasanya dibuat dengan ukuran lebar 1-1. Untuk mempercepat proses pengomposan pada tanah sawah dapat ditambahkan bio-fertilizer dan dekomposer yang bersifat anaerob. Pengolahan tanah merupakan kegiatan yang dilakukan agar tanah menjadi gembur dan subur. Pada tanah basah seperti tanah sawah. pembersihan lahan dilakukan dengan membabat atau membenamkan sisa tanaman ke dalam tanah yang terendam air. panjang 10-15 meter (tergantung luas lahan). misalnya rerumputan dan semak yang tumbuh pada lahan tersebut. tahap berikutnya yang harus dikerjakan adalah pembuatan bedengan. Pengolahan (penggemburan) tanah ini bisa dilakukan dengan cangkul atau dengan bajak sedalam 20-30 cm. Semua bahan organik yang terkumpul diupayakan untuk diproses menjadi kompos dengan menggunakan dekomposer (bio-fertilizer) dan antagonis patogen tular tanah. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengolahan tanah. agar tanaman bisa tumbuh dengan subur dan memberikan banyak hasil. tinggi 15-20cm. Setelah kegiatan pengolah tanah. Dengan adanya bedengan maka akan terbentuk saluran-saluran pembuangan air yang sekaligus bisa digunakan sebagai jalan untuk mengamati atau merawat tanaman.2 meter. pengaturan air.mungkin sehingga tanaman bisa tumbuh dengan subur dan hasilnya memuaskan.

B. A.3.Pembuatan lubang tanam dan pemberian pupuk dasar. 163 . Pengolahan tanah. Gambar 5. Pengolahan tanah di lahan sawah dengan menggunakan hand tractor. Pengolahan tanah di lahan kering dengan menggunakan traktor . Lubang tanam ini dibuat dengan ukuran lebar 15-20 cm. dalam 20-25 cm dan jarak antar lubang 60 x 70 cm atau 60 x 60 cm. Pembuat-an lubang tanam dilakukan dengan membuat lubang dan menggemburkan tanah disekitar tanah tersebut.

Pada umumnya pola tanam diterapkan menyesuaikan dengan pola tenam sebelumnya. Pola tanam dapat dilakukan berupa sistem tunggal atau inter-cropping. 5. Pembuatan bedengan dengan menggunakan traktor Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. Untuk mendapatkan areal . Aktivitas yang dilaku-kan adalah menanam bibit pada kondisi yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanman sehingga tidak ada yang mati dan mampu menghasilkan produksi seperti yang direncanakan.Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman.4. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. Gambar 5. Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman.5 Teknik Penanaman Penanaman merupakan aktivitas utama yang akan menentukan tingkat keberhasilan suatu usahatani. Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis.

5 kali jumlah kebutuhan bibit/tanaman. X x x x x x x x X x x x x x X x x x x x x x x x X x x x x x x x X x x x x x X x x x x X x x x Gambar 5. Jika Anda ingin menanam 2400 pohon maka jumlah benih cabe yang hams anda semai dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : 163 . diantaaranya adalah pola tanam segi empat. Ada empat pola tanam yang dianjurkan.penanaman yang sebaik-baiknya dianjurkan untuk menetapkan pola tanam terlebih dahulu.5 Bebeberapa alternatif pola penenaman Jumlah benih yang harus disemai adalah + 1. Pola tanam erat kaitannya dengan keoptimuman jumlah pohon per hektar. dan pola tanam campuran. pola tanam segitiga.

Untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam benih dilakukan perendaman dengan fungisida (dapat dibeli di toko pertanian). Mudah transportasi .200 biji Jumlah benih tomat per 10 gram sekitar 1.Jumlah Benih Cabe = 1. Benih tomat dan cabe yang akan disemaikan direndam dengan air hangat (50°60°C) terlebih dahulu selama 6-12 jam . Perendamanan benih bertujuan untuk melunakkan kulit benih sehingga air dan udara mudah masuk ke dalam benih sehingga mendorong proses perkecambahan. Jumlah Benih Tomat = 1. cahaya matahari secara langsung) .2-0. Media persemaian yang baik adalah tanah yang subur.5 x (jumlah bibit/1500) x 10 gram Catatan: Jumlah benih cabe per 10 gram sekitar 1. Pasir mempunyai sifat aerasi (udara dapat keluar dan masuk secara bebas) dan drainase (mampu mengalirkan air) yang baik. gembur.4 cm). Bebas dari gangguan hewan/hama . Umumnya media semai yang dapat Anda gunakan untuk benih tomat dan cabe adalah campuran pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.500 biji Agar persemaian berhasil dengan baik.5 x 2400/1200 x 10 gram = 30 gram atau + 3 pack atau 3 bungkus@ 10 gram. Benih tomat dan cabe berukuran kecil (+ diameter 0. mempunyai aerasi (aliran udara) dan drainase (aliran air) yang baik. Selanjutnya benih direndam dalam larutan fungisida (± 2-4 gram/liter) selama 30 menit. Oleh sebab itu benih tersebut disebar merata pada media persemaian.5 x (jumlah bibit/1200) x 10 gram = 1. sedangkan pupuk kandang . Dekat dengan sumber air . bebas dari gangguan cuaca (banjir. Anda dapat memililih tempat persemaian dengan sifat-sifat sebagai berikut : .

Lima hari setelah benih tomat dan cabe ditebar akan keluar kecambah.menyediakan unsur hara (zat makanan) yang diperlukan oleh bibit tomat dan cabe. Gambar 5.6. Siramilah kecambah tersebut setiap hari dengan menggunakan hand sprayer atau gembor (semprotan tanaman dari plastik). Hand sprayer untuk menyiram kecambah L 165 .

Lubang tanam bervariasi mulai dari 10x10x10 sampai dengan 60x60x60 cm. serta bibit sudah siap tanam. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekompakan media tanam. mencegah penggenangan air di sekitar batang yang dapat menyebabkan pembusukan bibit.Bila jarak tanam dan pola tanam telah ditetapkan. Setelah itu dengan menggunakan pisau tajam. Penyanggaan polybag bibit ke lubang tanam akan menjamin bibit lebih aman. Bibit yang hendak ditanam sebaiknya tidak terlalu sering dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Pemadatan media tanam dapat dilakukan dengan bantauan tangan atau kaki yang ditekankan pada permukaan tanah. maka penanaman dapat dilakukan. Polybag yang terkoyak dapat mudah ditarik dan lubang tanam ditutup kembali dengan tanah top soil. Bibit diangkat dengan cara memegang batang bibit sehingga kondisi bibit tidak akan rusak. Bibit yang baru . polybag disayat dari bagian bawah ke arah atas. Rencana penanaman sebaiknya diiringi dengan rencana pemeliharaan tanaman sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik untuk jangka waktu yang cukup lama. Dua minggu sebelum penenaman terlebih dahulu harus disiapkan lubang tanam yang berukuran seuai dengan ukuran bibit. misalnya untuk setiap 50 lubang tanam selalu disediakan satu tempat pengumpulan bibit. Untuk itu diperlukan tempat pengumpulan bibit. Tehnik penanaman dilakukan dengan cara memasukkan poly-bag terlebih dahulu ke lobang tanam. Lubang tanam kemudian ditaburi dengan pupuk kandang dan pupuk dasar. Pem-berian pupuk dimaksudkan untuk menyediakan hara untuk bibit yang akan ditanam beberapa minggu kemudian.

6 Pemupukan Pupuk merupakan bahan yang dapat menyediakan unsur hara pada tanaman. 5. magnesium (Mg) dan belerang (S). kalium (K). tembaga (Cu). Pupuk untuk tanaman dapat digolongkan kepada pupuk organik an anorganik. hidrogen (H). Pupuk dapat berbentuk pupuk organik (pupuk alam) ataupun pupuk anorganik (buatan) Pupuk sangat dibutuhkan oleh tanaman. Bila tersedia tenaga dan bahan yang cukup.ditanam di lapangan peka terhadap sinar matahari. Pupuk adalah senyawa yang mengandung unsur hara yang akan diberikan pada tanaman kemudian digunakan oleh tanaman untuk melakukan proses metbolisma sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang. bibit dapat diberi naungan sementara dengan menancapkan pelindung bibit. sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang merupakan hasil penguraian mikroba dekomposer sehingga membentuk senyawa-seyawa 166 . khlor (Cl). Selain itu tanaman membutuhkan unsur-unsur hara micro. unsurunsur Ca. Unsur-unsur C. karena ketersediaan unsur hara di tanah tidak selamanya cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman. nitrogen (N). oksigen (O). P dan K merupakan hara primer. mangan (Mn). Unsur-unsur N. kalsium (Ca). phosfor (P). molybdenum (Mo) dan seng (Zn). besi (Fe). Unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar adalah karbon (C). yaitu unsur-unsur penting lainnya yang dibutuhknn dalam jumlah sedikit. Mg dan S merupakan unsur hara sekunder. Pupuk anorgani adalah pupuk buatan yang diproduksi oleh pabrik. yakni boron (B). tetapi menentukan perkembangan tanaman. H dan O dapat dipenuhi dari udaara dan air.

yaitu dengan cara dihamparkan atau disebar di permukaan tanah kemudian tanah dibajak atau dicangkul sehingga pupuk organik tercampur dengan tanah. Pupuk organik Yang termasuk golongan pupuk organik adalah pupuk kandang. B. pupuk hijau dan kompos. A B C D E F Gambar 5. F. Pupuk majemuk NPK padat. Jenis pupuk yang digunakan untuk budi daya tanaman adalah pupuk organik (pupuk alam) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). C. Pupuk fosfor. Karena itu diperlukan pengetahuan tentang cara menghitung kebutuhan pupuk supaya pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman. E.1. Pupuk buatan. Pupuk Nitrogen. A. sisa tanaman) mempunyai kandungan hara yang berbeda. Pupuk maj emuk NPK serta unsur hara mikro.sederhana yang siap diserap oleh tanaman. Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang dapat digunakan apabila telah dikeringkan dan proses pelapukannya (dekomposisi) telah sempurna.7. 5. pupuk kandang.6. Adapun penggunaannya adalah pada waktu pengolahan tanah. Pupuk majemuk untuk tanaman hias. Pupuk hijau berasal dari tanaman berpolong dan kacang-kacangan. D. Penggunaan pupuk organik pada dasarnya untuk mengimbangi penggunaan pupuk anorganik dan berfungsi sebagai penambah unsur hara dan sekaligus memperbaiki struktur tanah. Penggunaan pupuk organik di lahan pertanian mutlak diperlukan untuk menjaga agar kesuburan tanah dapat . Pupuk majemuk cair. Beberapa jenis pupuk anorganik. Sedangkan kompos merupakan jenis pupuk yang berasal dari sisa-sisa bahan tanaman yang telah mengalami penguraian (dekomposisi).

dan biologi tanah.dipertahankan secara berkelanjutan. mineral. Fungsi pupuk organik sangat penting dalam hal memperbaiki sifat fisik. kimia. air. agar komponen udara. dan bahan organik selalu dalam keadaan seimbang 167 .

UNSUR KEGUNAAN Nitrogen (N) Mendorong pertumbuhan daun. cabang dan batang Phosfor (P) Mendorong pertumbuhan akar. Kalsium (Ca) Mempercepat pertumbuhan akar. dipakai oleh tanaman dalam penyerahap bahan dan enerji yang dihasilkan dari fotosintesa. . Yang termasuk ke dalam pupuk organik adalah: pupuk kandang dan pupuk organik sisa tanaman. Belerang (S) Memperkokoh kerja fosfor Besi (Fe) Sangat berpengaruh dalam pembentukan khlorofil Mangan (Mn) Membantu tanaman dalam penyerapan nitrogen Seng (Zn) Mendorong proses pengubahan energi dalam tanaman Tembaga (Cu) Diperlukan dalam proses pembentukan khlorofil Molybdenum (Mo) Berperan dalam penyerapan besi. batang dan mempermudah penyerapan unsur kaliurn. mempengaruhi pertumbuhan bunga dan buah Kalium (K) Memperkokoh tubuh tanaman. pupuk andang juga membantu memperbaiki struktur tanah dan aktifitas hewan dan mikroba tanah.sehingga keseimbangan ekosistem pada lahan pertanian akan terkendali. Pupuk organik (kompos) merupakan pupuk alami hasil proses penguraian bahan organik oleh mikroba pengurai secara aerob (butuh udara). menambahkan starter mikroba ke dalam bahan kompos dan dengan bantuan biota pengurai cacing tanah. Selain dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman. Proses penguraian bahan organik dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: memanfaatkan mikroba pengurai secara alami. Magnesium (Mg) Merupakan bagian dari khlorofil dan aktif dalam proses distribusi fosfor ke seluruh bagian tanaman.

terutama kalium. 30% P. 8 kg P. berarti dia menambahkan 20 kg N. batang jagung) perlu dikembalikan ke lahan pertanian. dan N sampai 90% tergantung jenis tanamannya.6. Karena itu sisa tanaman (jerami. Pupuk kandang Sisa tanaman mengandung unsur hara yang cukup tinggi. Berdasarkan Tabel 5.1). dan 20 kg 168 . Untuk sistem pertanian radisional (tidak intensif). pengembal ian sisa tanaman dapat mengurangi kebutuhan pemberian pupuk untuk tanaman berikutnya sebanyak 50% untuk K. bila seorang petani menggunakan 4 ton pupuk kandang sapi per hektar.

Pupuk dasar ini diberikan pada lubang tanam yang telah dibuat.K. sisa-sisa ikan termasuk ke dalam bahan organik. biasanya . pemberian pupuk buatan dapat dikurangi menjadi: Urea= (150-43) kg/ha = 107 kg/ha SP36= (75-50) kg/ha = 25 kg/ha KCl = (30-38) kg/ha = 0 (tidak perlu pemberian KCl).5 -1 kg pupuk organik. Membuat pupuk organik Untuk membuat pupuk organik dibutuhkan sumberdaya manusia yang terampil. Bahan baku pupuk organik adalah bahan organik yaitu limbah yang berasal dari pertanian. agar kebutuhan makanan bagi tanaman pada awal pertumbuhan dapat terpenuhi. kemudian diaduk sambil menggemburkan tanah disekitarnya. Bahan-bahan organik. bahan baku. metode pembuatan pupuk organik. Jadi dengan menambahkan 4 ton/ha pupuk kandang sapi. semangat untuk memanfaatkan limbah organik pertanian. 2). Banyaknya pupuk dasar yang diberikan adalah 0. kalau seha-rusnya pupuk buatan diberikan sebanyak: Urea= 150 kg/ha SP36= 75 kg/ha dan KCl = 30 kg/ha. maka petani tersebut dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan sebanyak: Urea= 100/46 x 20 kg/ha = 43 kg/ha SP36= 100/16 x 8 kg/ha = 50 kg/ha KCl = 100/52 x 20 kg/ha = 38 kg/ha Dengan demikian. Sisa tanaman Pemberian pupuk dasar bertujuan untuk menyuburkan tanah. kotoran hewan. peternakan dan perikanan. 3). dan pengelolaan pupuk organik selama proses pembuatan maupun penyimpanan. Maka dengan pemberian 4 t/ha pupuk kandang (kotoran sapi). Dengan demikian bagian-bagian tanaman yang tidak dipergunakan sebelum maupun setelah proses.

Tabel 5. Unsur-unsur tersebut umumnya disediakan oleh bahan organik . Disamping dibutuhkan sumber makanan lain yang mengandung unsur Karbon (C). merupakan unsur utama yang dibutuhkan mikroorganisme dalam kehidupan dan perkembangbiakannya.7. Nitrogen (N).mengandung berbagai macam mikroorganisme yang mampu mengubah bahan organik menjadi humus. Kandungan unsur hara di dalam 1 ton pupuk kandang Pupuk kandang Kandungan kg /ton pupuk kandang N P K Ca Sapi 5 2 5 3 Kambing 8 7 15 8 Domba 10 7 15 17 Babi 9 3 . Fosfor (P) dan Kalium (K). Unsur oksigen dari udara dan air.

6 12 Ayam 15 5 6 23 Pemanfaatan bahan organik telah banyak dilakukan. Proses pengomposan 169 . terutama untuk kegiatan pertanian yaitu sebagai pupuk organik.

sehingga memberikan pengaruh yang baik pada produksi tanaman. . S dan sejumlah unsur-unsur lainnya di lepaskan dan menempati bagian di dalam profil tanah. (3). sehingga meningkatkan jumlah air yang tersedia untuk pertumbuhan tanaman. Mikroorganisme dari pupuk organik mempunyai peranan penting dalam pembentukan dan stabilitas bahan organik. Pengaruh pupuk organik terhadap sifat fisik tanah Pengaruh utama dari penambahan bahan organik adalah menurunnya bobot isi tanah dan meningkatkan kapasitas tanah pengikat air. Pengaruh langsung berupa pengambilan senyawasenyawa organik oleh tanaman melalui akar. Pengaruh bahan organik terhadap fisiologi tumbuhan Bahan organik memberi pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap pertumbuhan tanaman. sehingga dapat meningkatkan kapasitas kecambah. (2). Bahan organik mempengaruhi isi tanah melalui kegiatannya menurunkan densitas agregat tanah dan meningkatkan ukuran agregat. sehingga meningkatkan tekanan osmotik . Sisa bahan organik yang terdekomposisi dapat mencegah partikel tanah dari proses penggumpalan. . Senyawa humus dapat berperan sebagai zat tumbuh seperti auxin. sehingga dapat memelihara struktur tanah.merupakan cara yang biasa digunakan untuk menghasilkan pupuk organik yang kualitasnya lebih baik dibanding bahan organiknya. Meningkatkan permeabilitas membran tanaman sehingga meningkatkan pengambilan hara. unsur-unsur seperti N. Dapat mengubah metabolisme karbohidrat dari tanaman dan pada saat yang sama untuk mendorong akumulasi gula terlarut. Selama proses oksidasi bahan organik ini. P. Pengaruh yang menguntungkan dari pupuk organik terhadap fisiologi tumbuhan adalah: (1).

Untuk penguraian bahan yang optimal. Pada proses dekomposisi 170 . Proses pengomposan bahan organik Pengomposan adalah suatu proses pengelolaan limbah padat. Kandungan air dan nitrogen dari protein merupakan sumber nutrisi yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme pengurai. ragi. Pengomposan bahan-bahan organik. Berbagai mikrorganisme terlibat dalam proses dekomposisi bahan organik. Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Kombinasi senyawa-senyawa organik seperti dapat meningkatkan pertumbuhan akar. Dekomposisi bahan organik menjadi kompos bergantung pada kandungan air dan nitrogen yang cukup pada bahan serta temperatur yang sesuai. Aktivitas biologi merupakan faktor penting dalam pengomposan. dengan cara bertahap komponen bahan padat diuraikan secara biologis dibawah keadaan terkendali sehingga menjadi bentuk yang dapat ditangani. . disimpan atau digunakan untuk lahan pertanian tanpa pengaruh yang merugikan. Dalam kondisi kelembaban yang rendah. sangat diperlukan pengendalian suhu agar aktivitas dan per-tumbuhan mikroorganisme dapat berlangsung dengan baik. mikro-fauna protozoa. aktinomycetes. terutama pada sisa-sisa tanaman dan kotoran hewan bertujuan untuk menambah tingkat kesuburan tanah. (4).tanaman. antara lain bakteri. Jumlah bakteri lebih banyak dibandingkan dengan mikroorganisme lain. hal tersebut akan mendorong resistensi yang besar terhadap kelayuan. fungi.

Reaksi kimia yang terjadi selama dekomposisi bahan organik secara anaerobik adalah sebagai berikut. Nitrogen. Fosfor. Tahap awal pengomposan. aldehid dan seterusnya. Sulfur dan unsur-unsur lainnya untuk sintesis protoplasma. ammonia. merubah produk antara menjadi metana. Potongan rumput muda 2 TD 2. Bahan Organik Nitrogen (%) Rasio C/N 01.4 . kelom-pok bakteri Bahan organik aktivitas mikroorganisme Bakteri penghasil asam penghasil asam. Pada proses dekomposisi secara anaerobik. Kelompok bakteri yang lain. mikroorganisme menggunakan oksigen untuk menguraikan bahan organik dan mengasimilasi Karbon. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. heterotrof fakultatif mendegradasi bahan organik menjadi asam-asam lemah. reaksi biokimia berlangsung melalui proses reduksi. CO2 + H2O + Hara + Humus + E (CH2O)x X CH3COOH Metanomonas CH3COOH CH4 + CO2 N-organik NH3 2H2S + CO2 (CH2O) + S + H2S No. karbon dioksida dan hidrogen.secara aerobik.

Sampah kota/kandungan kertas tinggi 0.8 . Jerami gandum 0. Kotoran Sapi 1 19 06.9 13 05.6 80 09.7 70 08. Daun-daun segar yang gugur 1.3 1. Kotoran Babi 1. Pupuk hijau tumbuh-tumbuhan 3 5 10 15 03. Padi-padian dan batang kacang polong 0.6 30 80 07.02. Sampah kota/kandungan sayuran tinggi 2 3 10 16 04.

Batang jagung 100-120 6.0. Jerami padi 80 130 15.3 150 11. Kotoran unggas 4 TD 14. 1.1 500 12. Serbuk gergaji segar 0.0 Sampah gula tebu 0.4 40 80 10. Tinja 5. Jerami barley 80 130 16.5 .5 6 10 13.

3 171 . Ampas kopi/bubuk kopi 1. Kotoran kuda 20 20. Urin hewan 15 0.17. Sisa buah-buahan 35 21.0 8 23. Batang Kapas 50 60 18.8 18 2. Kotoran biri-biri 23 19. Hijauan gulma 13 22.

.

bahkan kebanyakan unsur hara lainnya akan tersedia pula dalam jumlah yang cukup. Unsur Hara: Aktivitas mikroorganisme dalam proses pengomposan memer-lukan sumber energi dari unsur karbon dan nitrogen. luas permukaan kurang sehingga reaksi pengomposan akan berjalan lambat. proses pengom-posan akan memakan waktu lebih lama. makin kecil rasio C/N. aerasi. Makin tinggi tingkat dekom-posisi dari bahan organik. Pada rasio C/N rendah tidak ada persaingan antara akar tumbuhan dengan mikroorganisme dalam menggunakan unsur nitrogen dalam . Hal ini dapat dilakukan misalnya bahan berjerami dicampur dengan tinja. Ukuran yang baik antara 10 sampai 50 mm. nitrogen dalam bahan organik akan dibebaskan sebagai amoniak. apabila terlalu kecil ruang-ruang antara partikel menjadi sempit sehingga dapat menghambat gerakan udara ke dalam tumpukan dan sirkulasi gas karbon dioksida keluar tumpukan. keasaman (pH) dan suhu. kotoran hewan yang mempunyai rasio C/N lebih rendah. Ukuran Partikel: Ukuran partikel berpengaruh pada keberhasilan proses pengomposan.Kecepatan penguraian bahan organik menjadi kompos bergantung pada beberapa faktor yaitu: ukuran partikel. Sebaliknya apabila rasio C/N lebih kecil. (1). dibutuhkan bahan organik yang memiliki rasio C/N relatif rendah yaitu berkisar antara 25 sampai 35/liter dalam campuran pertama. Cara paling sederhana untuk menyesuaikan rasio C/N ialah dengan mencampur berbagai bahan organik yang mempunyai rasio C/N tinggi dengan bahan yang mempunyai rasio C/N rendah. Unsur-unsur tersebut biasanya telah tersedia cukup dalam bahan organik.hingga pembentukan karbon dioksida dari oksidasi unsur karbon berkurang. Apabila rasio C/N lebih besar. kandungan air. (2). Apabila ukuran partikel sangat besar. unsur hara. Untuk mempercepat proses pengomposan.

karena terlepasnya ammonia (bersifat basa) dari hasil penguraian protein. Suhu: Dalam proses pengomposan. sehingga sirkulasi udara dalam tumpukan akan terhambat. Kondisi tersebut berakibat pada tumpukan bahan akan didominasi oleh mikroorganisme anaerob yang menghasilkan bau busuk tidak sedap. sebagian energi dibebaskan se-bagai panas.tanah. mikroorganisme dalam bahan organik sangat memerlukan jumlah udara yang cukup. Aerasi: Dalam proses pengomposan. karena prosesnya ber-langsung secara aerob. baik menggunakan mesin maupun dengan tangan/cangkul. Kandungan Air: Kandungan air pada bahan organik sebaiknya antara 30 40%. (4). actinomycetes dan fungi 172 . Keasaman (pH): Pada tahap awal pengomposan. (3). mikro-organisme yang terlibat adalah bakteri dan fungi mesofilik. akan terjadi perubahan pH yaitu bahan agak asam. menyebabkan selama proses pengomposan kehilangan nitrogen secara berlebihan. Aerasi dapat diperoleh melalui gerakan udara dari alam masuk ke dalam tumpukan dengan membulak-balik bahan secara berkala. mikroorganisme yang berperan adalah mikroorganisme termofilik. Kandungan air bahan terlalu tinggi. ruang antar partikel dari bahan menjadi sempit karena terisi air. (6). karena terbentuk asam organik sederhana. hal ini ditandai dengan tidak menetesnya air apabila bahan di-genggam dan akan mekar apabila genggaman dilepaskan. Keadaan basa yang terlalu tinggi. (5). Pada tahap awal suhu tumpukan bahan sekitar 400C. selanjutnya pH berangsur naik. Selanjutnya suhu bahan naik hingga di atas 400C.

hanya membuat spesfikasi untuk kombinasi NPK secara total 4%-5% dan 5%-6% tanpa memisahkan secara spesifik untuk masing-masing hara. bahwa kandungan utama pupuk organik adalah karbon dalam bentuk senyawa organik. Petani sebagai konsumen akan memperhatikan kandungan hara dan air. Bahan organik yang mengalami proses pengomposan baik dan menjadi pupuk organik yang stabil mempunyai nisbah C/N anatara 10/1 seperti dalam definisi standar ISO cukup jelas. Spesifikasi produk sangat tergantung pada masing-masing negara sebagai contoh nilai minuman untuk NPK paling tidak 1. Kandungan total bahan organik paling tidak 20% tetapi dapat lebih tinggi apabila produk organik tersebut tidak dijual sebagai bahan pupuk organik tetapi sebagai bahan pembenah tanah. dan pemakai secara intensif menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah.0% dan 1.5%.5%-3. beberapa negara seperti Filipina. diikuti oleh perombakan hemi-selulosa. Kandungan lengas tidak boleh melampaui 15%-25% jika terlalu kering tidak baik karena akan terjadi inaktivasi gugus aktif yang salah satunya menyebabkan pupuk menjadi hidropobik.0%-1. mikrorganisme memanfaatkan sebagai sumber energi kemudian bahan ternisbah C/N yang tinggi pada produk . Standar Pupuk Organik Berdasarkan atas berbagai fakta yang dikemukakan oleh para pakar dan sumber informasi yang lain yang berkaitan dengan kelembagaan atau organisasi maka dari asfek administrasi yang perlu mendapatkan perhatian adalah spesifikasi produk akhir pupuk organik. selulosa dan akhirnya lignin. Setelah suhu berangsur turun. Suhu ideal dalam pengomposan antara 300C sampai 450C. maka mikroorganisme mesofilik muncul kembali. . selanjutnya.termofilik. gula dan pati mengalami perombakan. Kriteria kualitas bahan organik yang berkaitanb dengan kandungan bahan organik adalah nisbah C/N.

dalam kondisi normal tidak akan menimbulkan masalah. pH 6.5 7. Apabila produk pupuk organik dengan nisbah C/N tinggi diaplikasikan kedalam tanah maka mikrorganisme akan tumbuh dengan memanfaatkan N tersedia tanah. maka hal ini harus dijelaskan dan dimasukan dalam label. Mungkin perlu juga diinformasikan dalam stendar baku. atau unsur lain. Patogen dan logam berat biasanya berasal dari limbah cair dan sampah kota. logam berat. bebas dari patogen. sehingga tanah terjadi imobilisasi N. sejauh proses pengomposan yang dilakukan dapat mempertahankan pH pada kisaran netral. Apabila nisbah C/N rendah pada awal proses pengomposan maka nitrogen akan hilang melalui proses penguapan amonium.5. Apabila produk pupuk organik mengandung satu atau lebih unsur mikro. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan pada pupuk organik adalah warna.akhir menunjukan mikroorganisme akan aktif memanfaatkan nitrogen untuk membentuk protein. Keasaman (pH) harus masuk dalam kriteria kualitas pupuk organik. partikel yang tidak dikehendaki. penggunaan bahan inokulan atau bahan lain yang bertujuan untuk mempercepat pengomposan. Pada umumnya yang banyak digunakan adalah mikrorganisme seperti Trichorderma spp. atau tidak ingin dalam karung pupuk organik penuh dengan batu atau kerikil. Tidak ada konsumen atau pemakai pupuk organik yang menghendaki terluka karena serpihan gelas atau logam. tekstur. 173 . berkisar netral.

. Karakteristik Umum Pupuk Organik Karakteristik pupuk organik adalah sebagai berikut: (a). Hara pupuk organik pada umumnya rendah tetapi bervariasi tergantung pada jenis bahan dasarnya. (b). Hara yang berasal dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikrobia tanah merubah bahan-bahan yang kompleks dan tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman menjadi bentuk senyawa organik dan anorganik sederhana yang dapat diserap oleh tanaman. (c). Penyediaan hara yang berasal dari pupuk organik biasanya terbatas dan tidak cukup dalam menyediakan hara yang diper-lukan tanaman. Untuk membuat kompos organik dapat dilakukan melalui beberapa cara: 1) Pengomposan Bahan Organik Secara Konven-sional Bahan yang akan digunakan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam. Selanjutnya, timbang semua bahan dengan berat masing-masing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian. Campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/merata sambil disiram air sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/plastik pada seluruh permukaannya. Proses pengom-posan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan Lakukan pengamatan dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses.

Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan. Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Kompos yang dihasilkan perlu diuraikan lebih lanjut dengan menambah waktu pengomposan secara alami atau menggunakan cacing tanah selama 2 3 minggu. 2) Pengomposan Bahan Organik Dengan Menggu-nakan Starter Mikroba Pengurai (Bio-Komplek). Pada tahap pertama, siapkan sediaan starter mikroba dengan cara melarutkan biakan mikroba (biokomplek) ke dalam air 4-5 gram/liter, selanjutnya inkubasi pada suhu kamar sekitar 24 jam (sehari sebelum proses pengomposan). Starter adalah komponen biologis jenis mikroorganisme yang efektif jika bersimbiosis dengan satu jenis tanaman, maka cara penggunaannya pun harus bersamaan dengan tanaman inangnya. Starter bakteri Rhizobium akan efektif jika digunakan dengan tumbuhan inang jenis legum. Oleh sebab itu Rhisobium lebih cocok digunakan dalam program penyuburan tanah, dengan menggunakan tanaman legum sebagi pupuk hijau. Keuntungan yang diperoleh dari residu legum tergantung dari jumlah residu dan mineralisasinya. Akumulasi nitrogen akan terjadi pada biji legum, oleh sebab itu dalam program penyuburan tanah, tanaman legum harus dipanen dan dibenamkan ke 174

dalam tanah sebelum terjadi pembentukan biji. Dengan cara tersebut maka akumulasi nitrogen yang terdapat pada bintil akar akan menjadi cadangan bagi tanaman berikutnya. Beberapa jenis tanaman legum seperti kacang tanah, kacang babi dan kacang tunggak mempunyai efek residu nitrogen sebesar 20-50 kg N per ha. Jenis-jenis tanamn legum tersebut sangat cocok dipakai sebagai tanaman inang bagi Rhizobium. Starter Gliocladium mudah diperbanyak dalam media serbuk kayu dan sekam dan dapat efektif tanpa tanamn inang. Jenis pupuk hayati Gliocladium yang juga merupakan biokontrol, cara penggunaannya sama dengan pupuk organic kompos, sehingga sering disebut Gliokompos. Efek dari penggunaan pupuk hayati terhadap tanaman tidak dapat dilihat secara langsung seperti penggunaan pupuk kimia. Efek penggunaan pupuk hayati akan dirasakan manfaatnya pada jangka panjang, namun penggunaan pupuk hayati tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi tanaman, lahan pertanian serta lingkungan. Langkah selanjutnya kecilkan ukuran bahan yang masih panjang dengan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam! Lakukan penimbangan untuk semua bahan dengan berat masingmasing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian! Kemudian campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/ merata sambil disiram air starter pada no 1 sebanyak 1 liter pada setiap 50 kg campuran bahan organik. Tambahkan air pada saat mencampur, sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Tabel 5.9. Sifat Kimia dan Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Kompos No. Parameter Kompos **) 123456789 10 11

pH. C-Organik N-Total P tersedia P- total Ca Mg K Na Kapasitas Tukar Kation (KTK) Kejenuhan basa (KB) 6 25,04 % 1,19 % -10,75 (me/100gr) 3,13 (me/100gr) 7,26 (me/100gr) 5,30 (me/100gr) 35,50 (me/100gr) 74,48 % 175

Gambar 5.8. Alur proses pembuatan kompos Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/ plastik pada seluruh permukaan-nya. Proses pengomposan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan. Langkah terakhir, amati dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses! Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan! Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Mikroorganisme dekomposer (pengurai) un tuk pembuatan bioferlilizer Gambar 5.9. Beberapa mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengurai bahan organik (bio-ferlilizer) 6.2. Pupuk anorganik Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik atau hasil industri dan mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman. Berdasarkan jumlah jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik ini dibagi dalam beberapa golongan, yaitu: (1). Pupuk tunggal : yaitu pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara, misalnya urea (mengandung unsur N); TSP (mengandung unsur P) dan KCL (mengandung unsur K). (2). Pupuk majemuk; yaitu pupuk yang mengandung unsur N, P dan K

sekaligus. Contohnya adalah Amofos 176

(mengandung unsur dan P), Nitroposka (mengandung unsur N, P dan K). Berdasarkan jenis hara utama yang dikandung, pupuk anorganik dibagi dalam beberapa golongan, yakni : pupuk nitrogen, pupuk fosfor dan pupuk kalium. Pupuk Nitrogen, contohnya Urea (Co(NH2)2) : mengandung 46% nitrogen. Urea sangat mudah larut, sebahagian kecil terikat dalam fiat pada bahan organik dan sisanya bebas bergerak mengikuti kelembaban tanah. Pemberian urea di permukaan tanah dengan dosis tinggi (>150kg/ha) dapat menyebabkan kehilangan - N lebih banyak akibat proses penguapan. Amonium nitrat (NH4NO3): mengandung 33,5% nitrogen. Sebahagian nitrogen dalam bentuk ion amonium (NH4+) dan sebahagian lagi dalam bentuk nitrat (NO3-). Di dalam tanah nitrat dapat diambil oleh akar tanaman melalui air tanah yang diubah oleh jasad residu tanah. Pada keadaan basah dan panas, nitrogen dapat hilang ke udara. Amonium sulfat ((NH4)2SO4)), petani menyebutnya pupuk ZA: mengandung 20% nitrogen. Amonium terdapat pada tanah fiat dan bahan organik. Pupuk amonium sulfat berpengaruh terhadap menurunkan pH (keasaman) tanah, sehingga sangat baik bagi tanah-tanah yang terlalu basa (nilai pH tinggi). Penyiapan starter Penyiapan carrier Kompos Mikroba dari habitat alami Isolasi Pemilihan bahan kayu Gambut Serbuk dll

Perbanyakan Pencampuran Pengujian Sterilisasi

Biofertilizer Pengujian Pencampuran Pemeletan Pengeringan 177

Pupuk posfat; contohnya TSP (triple super fosfat) mengandung 36-46% senyawa P205, berupa butiran berwarna abu-abu, dengan sifat netral. Pupuk Kalium, contohnya Kalium khlorida (KC1) mengandung 49-50% K20 (KCl 80) atau 55% K20 (KC1 90). Mengingat tingginya kadar Cl-nya maka sebaiknya tidak digunakan untuk tanaman yang peka terhadap unsur khlor (Cl). Kalium nitrat (KNO3) me-ngandung 13,8% nitrogen dan 46,6% K20. Pupuk ini digunakan sebagai sumber unsur K pada tanaman yang tidak dapat menggunakan Cl. Pupuk NPK. Selain ketiga macam pupuk yang telah disebutkan di atas, masih ada pupuk daun dan bunga yang merupakan pupuk majemuk. Kedua pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk daun dan bunga berbentuk cairan dan butiran yang dikemas 0,25-1 kg per pak. Pada umumnya digunakan untuk pupuk daun dan bunga. 1). Dosis Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kekurangan atau kelebihan pupuk menimbulkan dampak negatif, baik pada tanah maupun pada tanaman. Tingginya dosis pemupukan ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah, jenis atau varitas tanaman, umur atau tingkat perkembangan tanaman dan tingkat kerapatan penanaman. Tanah yang subur, memerlukan jumlah pupuk lebih rendah dibandingkan dengan pada tanah yang kurus. Varitas tanaman lokal memerlukan pupuk lebih sedikit daripada tanaman hibrida. Tanaman yang masih muda memerlukan pupuk lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang sudah tua dan populasi tanaman yang rendah memerlukan dosis pemupukan yang rendah pula dibandingkan dengan populasi tanaman yang tinggi. Pemupukan susulan untuk tanaman cabe dan tomat hanya bersifat menunjang, diberikan jika dianggap perlu, karena sebahagian besar pupuk sudah

diberikan pada waktu penanaman. Pupuk susulan berupa pupuk buatan seperti pupuk daun, pupuk buah, urea, ammonium sufat (ZA), TSP, KCI dan NPK cair. Semua jenis pupuk buatan dapat Anda peroleh di toko pertanian. Jadwal pemberian pupuk dapat dilihat pada Tabel berikut. Pemberian pupuk daun disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. Pemberian yang sering menyebabkan tanaman tumbuh terlalu subur sehingga menjadi peka terhadap gangguan kerusakan. Pada minggu ke-6 dan ke-11 tanaman dapat ditambahkan pupuk campur-an berupa urea, ZA, KCl dan TSP. Tngkat kebutuhannya hanya 5-10 gram per tanaman, tergantung pada varitas tanaman. Cara pemberiannya dengan menaburkan pupuk di sekitar batang utama kira-kira 5 cm. Agar pupuk cepat larut, dapat ditambahkan air sekaligus untuk meng-airi tanaman. Pada saat tanaman mulai berbuah, setiap interval 2 minggu diberi pupuk bush dan NPK cair. Konsentrasi NPK adalah 15-20 gram dilarutkan dalam 1 liter air. Masingmasing tanaman diberi 300-400 ml. 178

Tabel 5.10. Jadwal pemberian pupuk susulan untuk tanaman cabe dan tomat (lokal/hibrida) ENIS W AKTU PEMBERIAN P UPUK 1 -5 6 1 1 1 5 1 7 1 9 2 1 M ST M ST M ST M ST M ST M ST M ST Da un * S ' B uah ** -

S S . S Ur ea 3 3 g 3 g Z T A 3 -10 3 g-10 3 g-10 SP 5 -10g 5 -10g K CI 5

-10 5 -10g 5 -10g NP K*** 3 00m1 3 00m1 4 00 ml 4 00 ml Ke

terangan : M ST : minggu setelah tanam kebutuhan per hektar * * kebutuhan per hektar per sekali semprot * ** : 5-20 gram/liter air (di larutkan terlebih dahulu, kemudian disiramkan pada luang tanaman) S : semprotkan J adi jika Anda menanam 100 pohon tomat, maka harus dipersiapkan : P = 100 x 15 x (1000 m1/300 ml) = 5000 ml larutan pupuk; ( dalam hal ini 75 gram NPK dilarutkan

dalam 5 liter air). A tau menggunakan rumus: P = JT x K x (1000 m1/300 ml) d imana : P = Kebutuhan pupuk JT = jumlah tanaman K = konsentrasi larutan pupuk (15-20 g/liter) 2). Dasar Penentuan Kebutuhan Pupuk Kebutuhan pupuk didasarkan atas: jumlah hara yang terangkut bersama panen. cadangan hara yang ada di dalam tan ah. tanda kekurangan unsur hara pa da tanaman. Penentuan kebutuhan pu puk berdasarkan cadangan hara di dalam tanah memerlukan analisis tanah di laboratorium. P enentuan kebutuhan pupuk berdasarkan tanda kekurangan hara yang diperlihatkan tanaman, memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Kadang-kadang gejala kekurangan antara unsur yang satu dengan lainnya sulit dibedakan dan gejala tersebut tidak m enggambarkan berapa jumlah pupuk y ang harus diberikan. penentuan k ebutuhan pupuk berdasarkan perkiraan jumlah hara yang terangkut bersama penen merupakan cara yang paling sederhana dan mudah, oleh karena itu cara tersebut dibahas di dalam tulisan ini. setiap jenis tanaman mengandung unsur ha

ra yang berbeda. Jika pemupukan menggunakan pupuk buatan seperti Urea, SP36 dan KCl, maka jumlah pupuk yang diperlukan untuk menggantikan 48 kg N; 8,4 kg P dan 12 kg K yang terangkut bersama 3 t/ha panen jagung adalah: 179

atau hanyut karena tererosi (N.Urea= 100/46 X 48 Kg/Ha = 104 Kg/Ha SP36= 100/16 X 8. Oleh karena itu pemberian pupuk sebaiknya 1. Dengan demikian pemupukan N untuk tanaman kacang-kacangan sangat rendah (hanya sekitar 30 kg urea/ ha pada waktu tanam).K).4 Kg/Ha = 53 Kg/Ha KCl = 100/52 X 12 Kg/Ha = 23 Kg/Ha Akan tetapi zat hara di dalam tanah tidak semuanya dapat di-gunakan oleh tanaman. terikat oleh mineral liat tanah (P.4 kg P dan 12 kg K. Tetapi tanaman kacang-kacangan (kacang tanah. Sebagian akan hilang karena penguapan (N). K). 8. kedelai. lamtoro). P. dan K (Kg) di dalam satu ton hasil panen berbagai tanaman.P. K). pencucian ke lapisan tanah yang lebih dalam seingga tidak terjangka oleh akar (N. Penentuan kebutuhan pupuk untuk tanaman kacang-kacangan Tanaman legum (kacang-kacangan) seperti kacang tanah dan hijauan kacang-kacangan seperti lamtoro dan benguk. SP36 dan KCL yang diperlukan untuk penanaman jagung dengan perkiraan hasil 3 t/ha kurang lebih adalah urea= 150 Sampai 200 Kg/Ha sedangkan SP36= 75 Sampai 100 Kg/Ha Unsur N. Kebutuhan P dan K kacang-kacangan ditentukan dengan cara . Apabila hasil panen jagung dalam 1 ha adalah 3 ton. ma-ka hasil panen tersebut mengan-dung 48 kg N. Unsur hara yang terbawa panen ini perlu dikembalikan ke dalam tanah melalui pemupukan supaya kesuburan tanah tetap terjaga dan produksi tanaman dapat dipertahankan.5 sampai 2 kali jumlah hara yang hilang bersama panen. Jadi urea. mengandung N yang sangat tinggi sehingga N yang terbawa panen juga tinggi. melalui kerjasama (symbiose) dengan bakteri Rhyzobium sanggup mengikat N dari udara.

Reaksi nitrifikasi membebaskan H+ yang 180 . dimanfaatkan langsung oleh bakteri dalam melanjutkan proses dekomposisi.yang sama seperti pada penentuan kebutuhan pupuk tanaman lainnya. yaitu. jenis hewan. dan kesehatan hewan. Proses oksidasi biologi ini dibedakan dalam dua tahap. Pada umumnya pupuk nitrogen yang mengandung amonium atau sisa asam seperti sulfat bersifat mengasamkan tanah. yaitu apakah pupuk tersebut mempunyai sifat mengasamkan atau tidak. Pupuk nitrogen yang mengandung gugus amonia sebelum tersedia pada tanaman terlebih dahulu mengalami proses amonifikasi dan nitrifikasi. Masalah utama yang perlu mendapat perhatian para pengguna pupuk adalah reaksi kimia. Senyawa amonium yang terbentuk dari proses amonifikasi dapat berupa: konversi dari nitrit ke nitrat. Ada tiga hal penting yang dapat diambil dari persamaan-persamaan dalam proses nitrifikasi. Perubahan dari amonium menjadi nitrit dilakukan oleh bakteri obligat ototrof yaitu Nitrosomonas. Perubahan dari amonium menjadi nitrat disebut dengan nitrifikasi. dambil langsung oleh tanaman. Perubahan nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh bakteri Nitrobacter yang termasuk ke dalam golongan bakteri obligat ototrof. yaitu perubahan amonium menjadi nirit (nitritasi) dan perubahan nitrit menjadi nitrat (nitratasi). oleh sebab itu proses ini berlangsung di dalam tanah dengan aerasi yang baik. Kedua bakteri ini disebut dengan Nitrobakteri. Pupuk kandang mempunyai kandungan unsur hara yang sangat bervariasi tergantung pada waktu dan cara penyimpanannya. dan difksasi oleh mineral liat tertentu. reaksi membutuhkan oksigen.

proses immobilisasi adalah rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses nitrifikasi adalah jumlah NH4+ yang ada di dalam tanah. Ekskresi nitrogen oleh suatu tanaman legum akan dapat dimanfaatkan oleh tanaman lain dlaam pola tanam tumpangsari. Pupuk urea yang diberikan pada tanah akan berubah menjadi ion amonia atau amonium. ini berarti meningkatkan kemasaman tanah. klor dan nitrat perlu mendapat perhatian serius agar tidak menambah kemasaman tanah. Pada tanah-tanah yang mempunyai aerasi baik. Nitrogen ditambahkan ke tanah berinteraksi dengan pH tanah dan mempengaruhi proses nitrogen.merupakan penyebab keasaman tanah bila dipupuk dengan pupuk NH4 atau pupuk anorganik sepertu urea. akan terlihat bahwa proses immobilisasi terjadi amat besar. Oleh sebab itu. Pemberian pupuk urea. aerasi. Proses seperti ini akan meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen. misalnya tumpangsari antara jagung dan kedelai. Dalam proses nitrifikasi. amonium sulfat. reaksi tanah. Mikroba tanah pada umumnya lebih menyukai senyawa dalam bentuk ion amonium daripada ion nitrat. Bila amonium dioksida-si maka akan menimbulkan keasaman tanah. Pada tanah sawah. bakteri memegang peranandalam proses. populasi bakteri nitrifikasi. kelembaban tanah dan suhu tanah. Satu molekul pupuk urea dapat menyumbang empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada waktu pelepasan ion. karena sebagian besar nitrogen yang berasal dari pupuk tidak diabsorpsi oleh tanaman legum dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan awal menjelang terbentuknya bintil akar yang dapat . kecepatan perubahannya sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Sedangkan pada tanah yang ter-genang dan dalam kondisi anaerob sempurna proses immobilisasi akan sangat rendah.menymbangkan empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada sat pelepasan tersebut.

asam nukleid. N mendorong pertumbuhan tanaman yang cepat dan memperbaiki tingkat. N sangat mobil (mudah menghilang / menguap) di dalam tanaman dan tanah. Nitrogen Nitrogen adalah hara utama tanaman. klorofil. pembentukan bunga. enzim. pengisian buah. Fiksasi itrogen secara biologi dapat menghemat kebutuhan nitrogen sampai 2/3 dari kebutuhan nitrogen bagi tanaman. . Nitrogen merupakan elemen pembatas pada hampir semua jenis tanah. dan sintesis protein. Tanaman yang kekurangan nitrogen akan tumbuh kerdil. dan hormon. merupakan komponen dari asam amino.mengikat nitrogen bebas dari udara. Hasil dan kualitas produk melalui. Strategi pengelolaan Nitrogen yang optimal ditujukan pada keserasian pemberian pupuk Nitrogen dengan kebutuhan aktual tanaman. pengem-bangan luas daun. Oleh karenanya. Manfaat nitrogen fiksasi bagi tanman lain yang ditanam secara tumpangsari adalah berupa perembasan nitrogen dari bintil akar. Kelebihan pupuk nitrogen adalah merupakan pupuk yang sangat potensial bagi tanaman. Sedangkan bagi tanaman yang ditanam tidak bersamaan hanya akan menghasilkan perombakan bahan organik. khususnya dalam sistem pertanian intensif. daun menguning dan 181 . sehingga serapan tanaman terhadap Nitrogen maksimal dan mengurangi kehilangan Nitrogen ke udara. pemberian pupuk Nitrogen yang tepat sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Kekurangan atau pengelolaan Nitrogen yang tidak sesuai akan berakibat buruk pada tanaman dan lingkungan. nudeotides.

Warna daun dan penampilan tanaman menunjukkan status N dan membantu menentukan kebutuhan akan pemupukan N. tetapi tidak mobil dalam tanah. Fosfat Posfor adalah hara utama tanaman yang penting untuk perkembangan akar. salin.jumlah anakan sedikit. P mobil dalam tanaman. tanah abu vulkan atau tanah kering masam dengan kapasitas fiksasi P . Sumber pupuk organik N tersedia di lahan pertanian seperti pupuk kandang dan kompos bisa efektif dan menarik secara finansial guna memenuhi kebutuhan padi akan N. tanah masam. dan tanah kahat P dengan kapasitas mineralisasi N dan fiksasi biologis N rendah. urea (46 % N) dan diamonium fosfat atau DAP (18 % N. Pupuk anorganik merupakan sumber yang biasa digunakan mensuplai N. Unsur nitrogen dapat diperoleh dari beberapa sumber diantaranya adalah amonium sulfat (21 % N. batang kurus dan kecil. anakan. Tanaman yang mengalami kekurangan unsur fosfor akan tampak hijau gelap dan kerdil dengan daun tegak dan anakan kurang. dan pematangan. tanah masam dengan tekstur kasar (coarse) dan kandungan bahan organik rendah (kurang dari 0. degradasi tanah sawah. drainase buruk. Hampir semua jenis tanah kekurangan N. berbunga awal. kalkareous dan tanah salin dengan kadar bahan organik rendah serta berpotensi tinggi untuk terjadinya penguapan amonia. . hasil rendah karena jumlah malai per unit area dan jumlah gabah per malai lebih sedikit. matang lambat (tidak terjadi pembungaan pada kahat P yang parah). Unsus P seringkali kurang pada tanah berpasir dengan kandungan bahan organik rendah. 24 % S). 4446 % P2O5). tanah kalkareous/salin/ alkalin.5 % organik C). Berikan pupuk N anorganik 40-50 kg/ha untuk setiap kenaikan satu ton hasil dari tanpa pemberian N. dan lebih menguntungkan petani dibandingkan menggunakan pupuk N organik. gabah hampa tinggi.

Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon yang baik dari tanaman terhadap aplikasi K dan pencapaian pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. namun tungro biasanya terjadi pada spotspot yang tersebar (tidak menyeluruh) dan lebih nyata warna daun kuning dan oranye dan tanaman kerdil. untuk memperoleh hasil padi yang tinggi setelah nitrogen (N). K mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. Tanaman yang mengalami kekurangan kalium akan tampak berwarna hijau gelap dan kerdil dengan margin daun cokelat kekuningan dan/atau dengan margin dan ujung daun tua nekrotik. Kalium seringkali merupakan unsur pembatas. Perubahan warna pada daun umum terjadi pada tanaman kahat P. gejala pada daun nampak pada fase pertumbuhan 182 . Pada waktu aplikasi pupuk fosfat. benamkan dan aduk semua pupuk P ke dalam tanah sebelum pelumpuran terakhir dan tanam pindah atau sebar seluruh P pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung. tanah gambut. Kalium Kalium adalah hara tanaman utama yang dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan akar dan vigor tanaman. . Tanaman kahat P kerdil dan daunnya tegak lurus dibandingkan dengan tanaman normal.tinggi. gejala kahat K pada daun dapat menyerupai gejala penyakit tungro. ketahanan terhadap kerebahan dan hama/ penyakit. Anakan berkurang pada tanaman kahat P. dan tanah sulfat masam dengan kandungan besi dan aluminium tinggi. Pupuk K perlu diberikan dalam jumlah mencukupi pada hampir semua lahan sawah irigasi.

Pada hara tanaman optimum.lanjut. S sangat mobil dalam tanaman (walaupun lebih kurang mobil dibandingkan dengan N).8 kg K2O pada serasah orgainik). benam dan aduk pupuk K ke dalam tanah terakhir sebelum tanam pindah atau sebar seluruh pupuk K pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung. namun hanya sebagian mobil dalam tanah. lahan sawah terdegradasi. Rekomendasi pemupukan K berdasarkan target hasil dan status K tanah. akar tidak sehat dan menghitam. K seringkali kurang pada tanah berpasir atau bertekstur kasar. methionin. tanah kering masam. dan cystin) dalam tanaman yang berkaitan dengan nutrisi manusia. Pemberi-an K pada fase pembungaan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kerebahan dengan kanopi rapat dan target hasil tinggi. bobot gabah lebih ringan. Catatan: penambahan unsur K dari air irigasi cukup nyata pada daerah tertentu. Gejala kahat unsur S ditunjukkan . Sumber kalium yang banyak dikenal adalah kalium klorida (MOP-muriate of potash) yang mengandung 50% K atau 60% K2O dalam bentuk KCl (30 kg K2O setara dengan 50 kg MOP atau KCl). dan tanah organik. kerebahan dan kehampaan gabah tinggi. tanah sulfat masam. . Pada dosis >30 K2O/ha. Bila dosis yang digunakan rendah.2 kg K2O pada buah dan 16. Pemberian K paling tidak dua kali pada tanah berpasir dengan derajat pencucian tinggi. namun belum tentu meningkatkan hasil. berikan 50% sebagai pupuk dasar dan 50% pada awal pembentukan bunga. Kekurangan (kahat) K terjadi di daerah pertanaman yang intensif yang mendapat pemupukan N dan P tinggi. Belerang Belerang atau Sulfur (S) adalah hara utama penting yang diperlukan untuk produksi khlorofil. S diperlukan untuk memproduksi asam amino (cystein. tanaman rata-rata mengambil sekitar 19 kg K2O (16 K) untuk setiap ton hasil (2.

termasuk produksi klorofil dan integritas membran. Pengaruh pemberian S bertahan sampai 2 musim tanam. Aplikasi unsur belerang dilakukan dengan pemberian sebanyak 10 kg S/ha pada kahat S yang parah. Zn hanya sedikit mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. single super fosfat (12% S).dengan warna tanaman hijau pucat. suplai Zn tanah rendah atau kondisi tanah buruk (misalnya. Oleh karenanya kahat Zn mempengaruhi warna dan turgor tanaman. Zinc Seng atau Zinc (Zn) adalah hara utama penting yang dibutuhkan tanaman untuk beberapa proses biokimia dalam tanaman padi. selalu kebanjiran) menghalangi serapan Zn oleh tanaman. dan gypsum (17% S). . Pada kasus tertentu. Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon tanaman yang baik terhadap pupuk Zn dan pencapaian 183 . Kahat S sesungguhnya jarang dijumpai. Tanaman memerlukan sekitar 2 kg S/ha (jerami+gabah) untuk setiap ton hasil gabah. S mungkin diperlukan pada tanah berpasir yang mudah tercuci. Analisis tanah dan/tanaman diperlukan untuk konfirmasi gejala kahat S. Seng membatasi pertumbuhan tanaman. Zn perlu diberikan sesuai kebutuhan. dan tanah dengan pelapukan tinggi kaya akan besi oksida. Sumber S yang biasa digunakan adalah amonium sulfat (24% S). tanah dengan kandungan bahan organik rendah. daun muda menguning pucat (kontras dengan daun tua yang menguning cepat dan mati pada tanaman kahat N). Bila dibutuhkan. berikan semua jenis pupuk S sesaat sebelum pelumpuran bersama dengan pupuk P dan K.

Pada tanah alkalin. dan tercuci. Tanaman hanya memerlukan sekitar 0. asam. Pengaruh pemberian Zn berlaku sampai 2-5 musim tanam pada semua jenis tanah kecuali tanah alkalin.pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. namun lebih banyak pupuk Zn harus diberikan karena begitu diberikan Zn tidak selalu tersedia bagi tanaman.7H2O per ha pada permukaan tanah. . Tanaman dapat pulih dari kahat Zn bila sawah didrainasi kondisi kering meningkatkan ketersediaan Zn. gejala terlihat 2-4 minggu setelah tanam pindah. tanah berpasir. Mg. tanah salin dan sodik. kehampaan gabah tinggi. Kahat Zn tidak sering dijumpai.H2O atau 20-40 kg ZnSO4. tanah sawah yang selalu kebanjiran atau berdrainase buruk. Sumber Zn yang biasa digunakan adalah zinc sulfate terlarut (23-36% Zn). Bila kahat Zn nampak di lapang. tanah sulfat masam tua dengan konsentarsi K. gejala kahat Zn menyerupai kahat S dan Fe pada tanah alkalin dan keracunan Fe tanah organik berdrainase buruk. pertanaman intensif. Selain itu terdapat spotspot tanaman yang tumbuh jelek. Tanaman kerdil dan bercak coklat berdebu pada bagian atas daun merupakan gajala kekurangan Zn. dan Ca rendah. pematangan terlambat dan hasil rendah. namun dapat terjadi pada tanah kalkareous dan netral. tanah dengan pelapukan tinggi. tanah yang terbentuk dari serpentin dan laterik. tanah dengan P dan silikat (Si) tersedia tinggi. berikan 10-25 kg ZnSO4. atau celupkan akar bibit padi dalam 2-4% larutan ZnO sebelum transplanting (20-40 g ZnO/lt air). tanah gambut.05 kg Zn/ha (jerami+gabah) per ton hasil gabah. dan bertekstur kasar. Berikan pupuk Zn pada permukaan tanah setelah pelumpuran terakhir dan perataan lahan atau berikan Zn pada bedeng persemaian 7-8 hari sebelum bibit dicabut. Zn perlu diberikan pada setiap musim tanam.

Kahat Fe sering dijumpai pada lahan kering dengan tanah bereaksi netral.5 kg/ha Fe (jerami dan biji/gabah) untuk setiap ton hasil gabah. dan zinc oksida tidak larut (60-80% Zn). namun setelah aplikasi Fe tidak tersedia bebas bagi tanaman. Kahat Fe sangat sulit diatasi dan mahal untuk dikoreksi. Aplikasinya harus berimbang agar terjamin pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. Produksi bahan kering dan hasil menurun. kalkareous dan alkalin (basa). Kahat Fe tidak dijumpai pada sawah tergenang yang sedikit asam. P. berikan solid fero sulfat (FeSO4) di sebelah barisan 184 . Pada waktu aplikasi. daun yang muncul mengalami klorosis. baik dalam tanaman maupun tanah. dan Zn. Pemberian pada tanah memerlukan 100-300 kg/ha fero sulfat (sulfat besi). kalkareous dan bereaksi alkalin. Pemberian melalui daun. K. kahat Fe merupakan urutan penting berikutnya yang membatasi hasil tanaman padi. Kekurangan Fe akan menghambat absorpsi K. .zinc klorida terlarut (48-50% Zn). 2-3 % larutan fero sulfat atau 100 l/ha Fe chelate 2-3 dalam selang waktu 2 minggu dimulai pada fase anakan. Besi Unsur Fe adalah hara esensial yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung transportasi elektron dalam proses fotosintesis. Tanaman memerlukan sekitar 0. Seluruh daun dan bagian tanaman menguning (khlorotik). Setelah kahat unsur utama N. namun banyak dijumpai pada sawah dengan tekstur tanah berpasir. Unsur Fe tidak mobil. Fe merupakan akseptor elektron penting dalam reaksi redoks dan aktivator untuk beberapa enzim. S. Gejala kahat Fe ditunjukkan adanya gajala antartulang daun menguning.

Kegiatan-kegiatan irigasi meliputi penampungan air. Kahat Fe memiliki gejala tulang daun menguning. Pada prinsipnya air irigasi yang ditambahkan adalah untuk menutupi kekurangan air . dan pembuangan kelebihan air serta menjaga kontinyuitas air. lahirlah pemikiran untuk memenuhi kekurangan air yang sering terjadi. 5. Banyak faktor yang perlu mendapat perhatian. Dengan demikian kebuhtuhan air tanaman ditentukan dengan menghitung besarnya penguapan (evaporasi) permukaan tanah dan penguapan kebutuhan air secara tepat. dan chelate besi (5-14%). Salah satu ilmu yang mengkaji dan membahas masalah air bagi pertanian adalah ilmu irigasi. Sebagai tindak lanjut-nya. penyaluran air ke lahan. Pupuk Fe yang biasa digunakan adalah larutan fero sulfat (20-30% Fe). Kebutuhan air tanaman sama dengan kehilangan air per satuan luas yang diakibatkan oleh kanopi tanaman ditambah dengan hilangnya air melalui penguapan permukaan tanah pada luasan tertentu. fero amonium sulfat (14% Fe).6 Pengairan Air merupakan bahan yang sangat vital bagi kebidupan tanaman.tanaman padi dengan dosis 100 kg/ha. Dua sampai tiga aplikasi 2-3 % larutan FeSO4 melalui daun atau chelate besi pada selang waktu 2 minggu pada fase anakan. Kekurangan air menga-kibatkan terganggunya perkem-bangan morfologi dan proses fisiologi tanaman. terutama faktor meteorologi dan faktor hidrologi yang berhubungan langsung dengan jumlah dan efisiensi irigasi. Irigasi berarti berarti memberi air padata tanaman untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertumbuhannya. Masalah kekurangan air timbul akibat siklus hidrologi di alam yang tidak merata. Keracunan Fe ditunjukkan adanya bercak coklat kecil pada daun.

bisanya air membentuk 85% sampai 90% dai berat keseluruhan dari bagiaan hijau tanaman (jaringan yang sedang tumbuh). dan garam serta asam yang berlebihan.7. Selama pertumbuhan tanaman terus menerus mengisap air dari tanah dan mengelarkannhya pada sat transpirasi. melalui dinding sel dan jaringan xilem serta menjamin kesinambungannya. Fungsi Air bagi tanaman Fungsi air bagai tanaman adalah : (a) bagian dari protoplasma. struktur tanaman. dan jaringan xilem ke dalam tanaman.tanah yang telah ada pada saat yang diperlukan dan dalam jumlah yang cukup. 5.. menekan pertumbuhan gulma. Keguanaan air irigasi adalah untuk mempermudah pengolahan tanah. stabilitas bentuk daun. dan pengelolaan air yang mantap. Kebutuhan air bagi tanaman Kebutuhan air tanaman dinyatakan sebagai jumlah satuan air yang diserap per satuan berat kering yang dibentuk atau banyaknya air yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan berat kering tnaman. mengatur suhu tanah dan iklim mikro. 185 . Oleh karena itu untuk merancang irigasi diperlukan data hidrologi. (b) reagen yang penting dalam proses fotosintesa dan dalam proses hidrolitik seperti perubahan pati menjadi gula. proses membuka dan menutupnya mulut daun. kelangsungan gerak.3. Kehilangan air pada tanaman dapat terjadi melalui (a) transpirasi.7.2. meteorologi. (c) pelarut garam. (b) akibat sampingan fiksasi karbon dioksida dalam pemecahan karbon dan oksifgen. 5. (d) sesuatu yang esensial untukmenjamin adanya turgiditas pertumbuhan sel. gas dan berbagai material yang bergerak ke dalam tanaman melalui dinding sel. kadar unsur-unsur racun. hama dan penyakit tanaman. membersihkan tanah dari kotoran.

Tanah pasir mempunyai kemampuan mempertahankan air yang lebih lemah daripada tanah liat. dan jenis tanaman Kemampuan tanah untuk mempertahankan air tergantung pada teksttur tanah. Hal tersebut disebabkan karena jumlah air yang berbeda dalam romgga antar partikel belum melampaui batas kemampuan partikel tanah tersebut untuk memegang air. Air higroskopis dipegang erat oleh partikel-partikel tanah sehingga sulit diserap tanaman. Fase pertumbuhan. yaitu pada saat kondisi air dalam tanah tidak lagi tersedia bagi tanaman dan tanaman mulai layu secara permanen. tekstur tanah. kelembaban tanah. Jadi semakin halus . jumlah air. Kemampuan tanah pasir untuk memegang air dapat ditambah dengan bahan organik. gravitasi. Titik batas yang paling kritis terhadap air disebut titik layu permanen. Keadaan air dalam tanah yang terbaik adalah pada saat kapasitas lapang.Dalam tanah air berada di antara ronggarongga tanah dan terikat oleh butir tanah dengan kekuatan yang ditentukan oleh banyaknya air yang dikandung oleh tanah tersebut atau besarnya gaya untuk memisahkan air dari partikel tanah. struktur tanah. Kehilangan air pada tanah dipengaruhi oleh: bentuk tajuk tanaman (kanopi). Gerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh gradien hidrolik. Ketinggian air dapat dicapai oleh air yang berbanding terbalik dengan diameter pembuluh kapiler. Air kapiler bergerak melawan gravitasi bumi karena gaya kapileritasnya lebih besar dari gravitasi bumi. Tanah yang terlalu banyak mengandung air menyebabkan berkurangnya udara dalam tanah. Air yang tertinggal dalam tanah yang tidak tersedia bagi tanaman dikenal sebagai air higroskopis dan air yang terikat secara kimia (Gambar hal 19).

Oleh karena itu. yang bersama-sama dengan penguapan dari tanah sekitarnya (evaporasi) disebut evapo-transpirasi. (3).2 Peran Utama Air merupakan komponen utama tubuh tanaman. karena absorpsi hara berjalan dengan kecepatan tinggi. 5. Sebagai 186 .7 Air Tanah 5. Dalam memproduksi biomass sangat banyak dibutuhkan air. Air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan kadangkala merugikan. apabila dalam sehektar tanam tanaman memproduksi biomas sebanyak 10 ton (4 ton gabah + 6 ton jerami). tergantung pada jenis tanaman. Sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar kemudian ke daun. Air yang diserap tanaman di samping berfungsi sebagai komponen sel-selnya. biasanya untuk setiap kg bobot kering biomass yang diproduksi akan ditranspirasikan air sebanyak 500 kg (nisbah transpirasi 500). juga berfungsi sebagai media reaksi pada hampir seluruh proses metabolismenya yang apabila telah terpakai diuapkan melalui mekanisme transpirasi. Sebagai sarana transportasi dan pendistribusian nutrisi jadi dari daun keseluruh bagian tanaman. Secara garisbesar peran air tanah yang menguntungkan meliputi : (1). Efisiensi penggunaan air meningkat dengan kesuburan tanah. semakin banyak air yang diperlukan.pembuluh kapiler tanah makin tinggi pula gerakan air ke atas.7. Akibat semakin subur tanah. apabila umur tanaman ini adalah 100 hari berarti setiap hari akan ditranspirasikan sebanyak 50 ton/ha (setara dengan 10 mobil tanki berkapsitas-angkut 5 ton). maka selama juta ton air atau 5 juta m3 . bahkan hampir 90% selsel tanaman dan mikrobia terdiri dari air. (2).

perkembangan tanah dan diferensial horizon.15%). air artesis ( 0.8% terdiri dari lembaran es dan gletser (2. sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar.2 % berupa lautan dan 2. Oleh karena itu. Sebagai pemicu rusaknya tanah. Tanah yang jenuh dengan air dapat menyebabkan terhambatnya aliran udara ke dalam tanah. Sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimiawi penyediaan unsur hara tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. Sebagai pelarut pupuk dan pestisida Peran yang merugikan antara lain adalah (1). dan (9). Mempermudah pengolahan tanah.62%) dan air . Sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah. serta aktivitas mikrobia yang menguntungkan. Sebagai stabilisator temperatur tanah. (7).komponen kunci dalam proses fotosintesis. (5). (6). asimilasi. genangan air akan menghambat pertumbuhan gulma dan sebagai sarana pemupukan lewat air irigasi ( pugasi). (4). Sebagai pemicu perubahan horizon melalui pelindian komponenkomponennya. dan (11). Dipersawahan. dan (4). Sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara tak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. (8). Sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk.8.3. (3).Proporsi dan Siklus Air Tanah Air di dunia 97. Sebagai pemicu kemiskinan tanah melalui pelindian hara. 5. sintesis maupun respirasi tanaman. misalnya melalui erosi (2). manfaat air tanah bagi tetanaman tergantung pada kemampuan kita dalam meningkatkan peran yang menguntungkan dan menekan peran yang merugikan tersebut. (10).

aliran permukaan. kabut) yang menginfiltrasi tanah ditambah hasil kondensasi (oleh tanaman dan tanah) dan adsorpsi (oleh tanah) dikurangi air yang hilang (water loss) lewat evapo-transpirasi. dan (3). maupun. .009%). Perubahan status. yaitu : (a).danau air asin (0.lainnya (0. air aliran (sungai) dan kembali ke situs air tanah. Retensi dan pergerakan air di dalam tanah. air tanah (0. Air lainnya ini meliputi danau tawar (0.03%).792% air tawar dan 0. dan (c). Penguapan air (evapotranspirasi) ke atmosfer. Ketiga perubahan ini terjadi dalam sistem tanahairtetanaman-atmosfer yang melibatkan tiga mekanisme utama. yaitu dari bentuk tidak tersedia (terikat kuat oleh tanah) menjadi tersedia bagi tanaman atau sebaliknya. Penyerapan (uptake) dan translokasi air didalam tubuh tanaman. Perubahan fase yaitu.0001%) (Strahler dan Strahler cit. (b). Kadar air tanah (water storage) merupakan selisih masuka air (water gain) dari presipitasi (meliputi hujan. Siklus air tanah merupakan proses mekanika perubahan air. dari fase cair ke fase padat atau fase gas. (2). Perubahan situs (lokasi). yang secara umum disebut sebagai persamaan air tanah: KAT=masukan air kehilangan air KAT adalah Kadar Air Tanah Oleh karena itu fluktuasi kadar air tanah periodikal. baik berupa (1). 1984). salju.005% diantaranya adalah air tanah. perkolasi dan rembesan lateral. air atmosfer *hujan dan kabut) (0. tergantung pada keseimbangan masukan dan kehilangan air tersebut. yaitu dari air tanah menjadi air tanah menjadi air tanaman atau air hujan (atmosfer).Foth.005%).008%).001%) dan air sungai (0.secara keseluruhan dari total air dunia hanya 2.

187 .

12). yang pengaruhnya makin besar selaras dengan pertambahan kadarnya. terdiri . Adanya bahan-bahan larut dan koloidal dalam vakuola ini mengurangi aktivitas air di dalam sel. dan (3). gabungan keduanya disebut potensial osmotik (Po). tetapi tidak bebas dilewati aliran bahan-bahan larut dan koloidal. Gaya yang menyebabkan air diluar selaput protoplasma akan mengalir kedalam sel lebih cepat ketimbang difusi bahan larut ke luar protoplasma. Sel tanaman terdiri dari : (1). Tekanan yang menyertai penyerapan air oleh sel disebut turgor atau potensial tekanan (Pt). Kemudian apabila yang menyerap air adalah bahan kolodial dalam sel atau koloid proplasma. Apabila air masuk kedalam sel. Protoplasma yang berupa selaput semipermeabel sehingga dapat dilewati air secara bebas. Makin besar penggelembungan makin besar pula tekanan yang bekerja terhadap air sel dan. (2).4. tekanan turgor juga meningkat selaras dengan kenaikan tekanan in.5. maka gaya ini disebut potensial matrix (Pm).8. dan akan berhenti sama sekali apabila : Pa = Pt + Pl + Pm + = Pt + Po = 0 Koefisien Air tanah merupakan koefesien yang menunjukan potensi ketersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman (Tabel 3. Vakuola yang berisi cairan sel kaya bahan larut dan koloidal. sehingga aliran air ke dalam sel menurun berbanding terbalik dengan kenaikan tekanan turgor. Potensial inilah yang mendorong air ke luar sel sebagai akibat terjadi penggelembungan sel. Dinding sel yang tegar dan tetapi dapat mengembang secara elastis. volume sel bertambah dan protoplasma terdesak kedinding sel. Koefisien dan ketersediaan Air Tanah Air ditahan di dalam sel akar oleh adanya gaya-jerap dan gaya-osmotik. yang karena elastis jadi mengembang. gaya yang timbul ini disebut potensial bahan larut (PI).

Sehinngga air ini terutama yang mengisi poripori makro segera turun ke bawah tertarik oleh gaya gravitasi. sehingga tegangan antarair-udara meningkat hingga lebih lebih besar dari gaya gravitasi. (2) Kapsitas lapangan (field capacity) adalah kondisi di mana tebal lapisan air dalam pori-pori tanah mulai menipis. (3) Koefisien layu (titik kayu permanen atau titik kelembaban kritis) adalah kondisi kadar air tanah yang ketersediaannya sudah lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman untuk aktifitas dan 188 . air gravitasi (pori-pori makro) habis dan air tersedia (pada pori-pori meso dan mikro) bagi tanaman dalam keadaan optimum.7). mudah hilang dan bergerak relatif cepat sehingga dapat melindi (leaching) unsur-unsur hara yang dilaluinya. Pada kondisi ini tegangan pada permuakaan lapisan air hampir 0 .54. dan aktivitas mikrobia aerobik seperti bakteri amonifikasi dan nitrifikasi akan terhenti sama sekali.<1/3 atm. Kondisi ini terjadi pada tegangan permukaan lapisan air sekitar 1/3 atm atau pF 2. yaitu kondisi di mana seluruh ruang pori tanah terisi. Air kondisi jenuh ini disebut air bebas atau air Gravitasi atau air drainase atau air berlebihan (lihat gambar 3.dari : (1) Jenuh atau retensi maksimum. Pada kondisi tanah berdrainase buruk atau suplai berlebihan (banjir atau tergenang pada periode lama akan berdampak buruk terhadap aerasi tanah sehingga respirasi akar.

Kadar dan ketersediaan air tanah sebenarnya pada setiap koefesien ini umumnya bervariasi terutama tergantung pada : (1) Tekstur tanah. suplai air harus diberikan apabila 50 85% air tersedia ini telah habis terpakai. Hal ini merupakan akibat terbatasnya suplai air/hujan pada absorpsi (penyerapan) air oleh tanaman dan avaporasi terus terjadi. yaitu pada tegangan minimal 3 atm. sehingga tanaman mrnjadi layu secara permanen atau tak dapat pulih lagi. 5. (4) Koefisien Higroskopis adalah kondisi dimana air tanah terikat sangat kuat Oleh gaya matrik tanah.5. Oleh karena itu untuk menjamin tercukupinya kebutuhan tanaman. Faktor-faktor Ketersediaan Air tanah. Air tanah yang mempunyai tegangan antara 1/3 atm 31 atm (antara kapasitas lapangan hingga koefisien higroskopis) disebut air kapiller.8. yaitu air yang langsung terjerap ke bahan padat tanah. Pada kondisi ini air yang tersisa hanya air adhesi dan terikat kuat oleh gaya matrik tanah.mempertahankan turgornya. Kadar air tanah . Air tersedia (air yang dapat diserap langsung tanaman) adalah air yang ditahan tanah pada kondisi kapasitas lapangan hingga koefisien layu. terdiri atas air kohesi pada pori-pori meso dan mikro serta sedikit pada pori makro. namun makin mendekati koefisien layu tingkat ketersediaannya makin rendah. berbentuk kristal dan tidak tersedia bagi tanaman. terdiri dari sebagian air kapiler (air adhesi dan sedikit air kohesi) dan seluruh air hidroskopis (air kristal). Air yang tersisanya adalah air adhesi. berfungsi sebagai larutan tanah dan sebagiannya. yaitu pada tegangan sekitar 15 atm. Pergerakannya lambat dan terjadi melalui penyesuaian terhadap keketebalan lapisan air. Air yang ditahan diatas koefisien layu merupakan air tak tersedia.

sehingga makin tinggi kadar BOT akan makin kadar dan ketersediaan air tanah. Konsekuensinya. yang berarti luas permukaan penyerap (kapasitas simpan) air juga lebih banyak. 40% dan 15%. Kadar air tersedia berdasarkan tekstur tanah tertera pada gambar 3. (3) Senyawa kimiawi. Hasilhasilnya berupa peningkatan kadar dan ketersediaan air tanah.. Garam-garam senyawa-pupuk/amelioran (pembenah tanah) baik alamiah maupun nonalamiah mampunyai gaya osmotik yang dapat menarik dan menghidrolis air. Kedalaman solum/lapisan ini sangat penting bagi tetanaman berakar tunggang dan dalam. BOT mempunyai pori-pori mikro yang jauh lebih baik ketimbang partikel mineral tanah. yang makin halus teksturnya akan makin banyak sehingga makin besar kapasitas-simpan airnya. sehingga kadar dan ketersediaan air juga makin banyak. kadar air tanah pada masing-masingnya adalah sekitar 55%. Hal ini terkait dengan pengaruh tekstur terhadap proporsi bahan kolodial. (4) Kedalaman solum/lapisan tanah menentukan volume simpan air Tanah. ruang pori dan luas permukaan adsortif. makin banyak senyawa kimiawi dan ketersediaan air tanah menurun. 189 . sehingga koefesien layu meningkat. makin dalam makin besar. misalnya pada tegangan 1/3 atm (kapasitas lapangan).bertekstur liat > lempung > pasir.9 (2) Kadar bahan organik tanah (BOT).

yaitu pemberian air melalui pipa bertekanan. hektar-cm/hari dan sebagainya. (3) irigasi eniter berupa sprinkler. temperatur dan kecepatan angin. disemen. hektar-cm. yang pada prinsipnya terkait dengan kebutuhan air tanaman 5. faktor iklim dan tanaman juga menentukan kadar dan ketersediaan air tanah. kaki kubik. dan lain-lain.Disamping faktor tanah ini. Penggunaan irigasi telah dilakukan sejak jaman kuno. Jenis irigasi meliputi (1) irigasi permukaan. Air dibawa lewat parit-parit agak datar dengan kecepatan rendah untuk menghindari erosi. Kecepatan air mengalir dinyatakan dalam liter/detik. Masing-masing sistem sesuai dengan sistem budidaya tertentu. liter/menit. air harus dikelola secara baik dan ekonomis. (2) irigasi penyiraman.8. air diukur dengan istilah volume dan kecepatan mengalir. di mana air didistribusikan melalui permukaan tanah. Satu hektar-cm dari air adalah jumlah air yang akan menutupi satu hektar tanah sedalam cm dan kira-kira sebanyak 100 m3 atau 100. (2) drainase. (3) konservasi. spitter dn dripper. Parit dapat diaspal. Untuk tujuan pertanian. Faktor iklim yang berpengaruh meliputi curah hujan. diberi plastik atau tumpukan rumput-rumput untuk . yaitu mendistribusikan air ke bawah permukaan tanah untuk memberi kelembaban kepada tanaman lewat gaya kapiler ke atas.6. yang prinsipnya terkait dengan suplai air dan evotranspirasi. yaitu sistem leb dari sawah. Faktor tanaman yang berpengaruh meliputi bentuk dan kedalaman perakaran. serta tingkat dan stadia pertumbuhan. Irigasi adalah penambahan suplemen air. Volume diberikan dalam satuan galon. toleransi terhadap kekeringan. Teknik pengairan Dalam hubungannya dengan produksi tanaman.000 liter. Irigasi permukaan adalah cara yang paling umum dikenal di Indonesia. Pengelolaan air meliputi (1) irigasi.

Di Indonesia. Kerugian sistem siram adalah mahalnya peralatan pada investasi awal dan air harus selalu bersih. Tehnik pengairan drainase adalah menyiapkan bedengan. pada saat persiapan lahan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membuang kelebihan air. air dapat lebih ekonomis dibanding sistem leb. sedangkan untuk tanaman yang rata menutup tanah digunakan sistem leb-flood irrigation dan contour irrigation. Tehnik ini telah banyak dilakukan dengan menggunakan pipa-pia otomatis. Pupuk dapat diberikan bersama air siraman. belum banyak dilakukan kecuali untuk padang rumput golf.menghindari kebocoroan air ke bawah. Irigasi siraman telah dikenal di negara-negara maju. Tetapi tehnik irigasi siraman sederhana yang dilakukan oleh para petani adalah dengan menggunakan gayung atau gembor atau ujung pipa plastik. Untuk tanaman berbaris digunakan sistem leb-furrow irrigation. guludan. Keuntungan tehnik irigasi siraman adalah lebih seragam dan tepat untuk setiap jenis tanah dan tanaman. Dalam hal ini harus dibuat parit pembuangan air. Kaang-kadang pada 190 . Dalam sistem leb harus cukup waktu untuk membiarkan air menutupi seluruh permukaan dan cukup waktu bagi air untuk masuk ke dalam tanah. Irigasi permukaan biasa diberikan kepada tanaman yang menutup rata tanah seperti padi dan padang rumput. Masalah yang ditimbulkan dari tehnik ini relatif kecil. agar lama tinggal di atas parit sehingga dapat mensuplai air untuk akar tanaman. Tehnik irigasi siraman dengan tangan akan mengakibatkan biaya tenaga yang sangat tinggi. untuk mengalir-kan kelebihan air sesudah kapasitas lapang lahan tersebut tercapai. tidak ada erosi.

.

setikap potongan memiliki potensi mengubah pertumbuhan tanaman. Ketika tanaman mengalami luka (atau dilukai) tanaman tersebut harus tetap tumbuh dan luka tersebut akan tetap ada. Ketiga. jika pemangkasan pada waktu tanaman sudah matang diperlukan pemotongan yang lebih banyak dan akan menjadi lebih sulit dilakukan. Ada beberapa prinsip sederhana yang harus dimengerti dalam melakukan pemangkasan tanaman muda. Keempat. maka pemangkasan yang buruk dapat menyebabkan kerusakan tanaman bahkan dapat menyebabkan kematiannya. Pertama. Hal ini yang menyebabkan mengapa pemangkasan yang tepat pada tanaman muda menjadi kritis dan penting. karena tehnik pemangkasan yang tepat adalah penting.daerah lembab perlu pipa drainase yang dibenamkan dalam tanah. maka pemangkasan harus dibuat di luar lingkar cabang (branch collar). Kedua. Pemangkasan (prunning) 5.9. proses penyembuhan pada tanaman tidak seperti halnya pada manusia. Pemangkasan tanaman muda Pemangkasan penting dalam rangkan mengembangkan tanaman dengan struktur yang kokok dan bentuk yang diinginkan.1. Hal ini karena pada bagian . adanya suatu aturan bahwa potongan yang kecil menghasilkan kerusakan yang kecil pula. 5. Membuat potongan Jika pemotongan dapat mengganggu respon tanaman terhadap pertumbuhan dan proses penutupan luka potongan. Dengan demikian. .9.

jika potongan cukup besar.5 inci harus menggunakan gunting bertangkai atau gergaji pangkas. Percabangan yang berjenjang memberikan bentuk tanaman yang sudah dewasa dan memberikan perlakuan pemangkasan yang tepat terhadap tanaman yang masih muda dapat mengembangkan struktur yang kokoh. Dalam beberapa kasus. Memperoleh strutur percabangan yang kokok Struktur cabang primer yang baik dapat dibentuk selagi tnaman masih muda. . Perlengkapan Pemangkasan Untuk tananam berukuran kecil. Jangan lakukan pemangkasan pucuk yang dapat menyebabkan munculnya dua batang utama yang disebut dengan cabang codominant stems. Perkembangan batang Pada sebahagian besar tanaman muda. pertahankan batang tunggal yang dominan. maka potonglah cabang atau tunas lateral. Hal ini akan mengakibatkan kelemahan struktur batang. Cabang-cabang lateral akan menyebabkan . . Jika cabang permanen perlu diperpendek. oleh karena itu sebaiknya dibuang saja selagi tanaman masih muda. Pemotongan dilakukan pada internodal atau pemotongan dibuat di antara tunas atau cabang dapat menyebabkan batang membusuk. gangguan produksi dan pertumbuhan yang menyimpang.tersebut terdapat jaringan batang atau induk cabang dan tanaman akan rusak potongan dilakukan di tempat tersebut. . Untuk pemotongan batang lebih dari 0. maka tanaman dapat mengalami kerusakan internal permanen akibat pemangkasan yang tidak tepat. sebahagian besar pemotongan dapat dilakukan dengan gunting atau pisau.

perkembangan struktur tanaman yang tegap. Perlu dipertahankan beberapa cabang lateral walaupun akan dipangkas kemudian. dan meruncing. Cabang-cabang seperti ini dinamakan cabang sementara yang berpera ndalam 191 .

Pohon yang digunakan untuk menyaring pandangan yang tidak diinginkan atau untuk penghadang angin dapat dibiarkan bercabang serendah mungkin. Pemilihan cabang permanen Tingginya cabang permanen yang paling rendah ditentukan oleh fungsi yang diharapkan serta lokasi tanaman pada lanskapnya. Jarak antar cabang baik vertikal maupun horizontal sangatlah penting.melindungi batang dari kerusakan akibat sinar matahari atak kerusakan mekanis. Buang . Beberapa pohon memiliki kecenderungan perkembangan cabang dengan sudut percabangan yang kecil. Pertahankan keseimbangan radial dengan cabangcabang yang tumbuh keluar untuk segala arah. Hindari adanya pengelompokan daun pada percabangan di dalam. Pemangkasan harus dilakukan terhadap cabang-cabang yang memiliki penempelan yang lemah selagi cabang tersebut masih muda. . Karena daun pada setiap cabang/ranting perlu menghasilkan makanan yang cukup untuk kehidupan dan pertumbuhan pohon maka setiap cabang harus memberikan sumbangan makanan kepada batang dan akar. . Ketika tanaman tersebut tumbuh. penurunan pertumbuhan dan menjadi tidak sehat. Jika terlalu banyak daun yang dibuang makan pohon akan mengalami kelaparan . Cabang yang dipilih sebagai cabang permanen harus memiliki ruang yang cukup terhadap batangnya. Cabang sementara ini dipertahankan cukup pendek agara tidak menghalangi atau menjadi pesaing bagi cabang lateral yang dipilih untuk dipertahankan. maka akan terdapat lipatan-lipatan kulit yang nantinya akan menggangu percabangan pada batang utama. Pemangkasan pohon yang baru ditanam Pemangkasan terhadap tanman yang baru ditanam harus dibatasi.

2. maka seharunya jangan ada 192 . melindungi luka tersebut dari serangga dan penyakit serta mengurangi pembusukan. Alasan melakukan pemangkasan Karena setiap pemotongan akan berpotensi mengubah pertumbuhan pohon. Walaupun demikian. Membalut luka Membalut luka akibat pemotongan diperkirakan akan mempercepat penutupan luka. Jika harus dilakukan atau untuk tujuan keindahan. Pemangkasan tanaman yang sudah tua Pemangkasan paling umum dilakukan untuk tujuan mempertahankan bentuk tanaman. Pemangkasan harus dilakukan dengan pemahaman bagaimana repon tanaman terhadap pemotongan bagian tubuhnya. tunda pemangkasan untuk tahun berikutnya. akan tetapi tnaman pekarangan memerlukan kehati-hatian yang lebih tinggi. 5.cabang yang mati atau patah. maka gunakan kain yang tipis dari bahan yang tidak mengandung racun terhadap tanaman. Sebahagian besar ahli menyarankan pembalutan luka tidak dilakukan. penelitian menunjukkann bahwa pembalutan tidak mengurangi pembusukan atau kecebatan penutupan luka dan jarang sekali dapat melindungi luka terhadap serangan serangga atau infeksi penyakit. . .9. Pohon yang tidak dipangkas pada awal penanamannya akan menghasilkan akan yang lebih kuat dibandingkan tanaman yang dipangkas pada waktu penanamannya. Walaupun banyak pepohonan hutan tumbung dengan sangat baik. Pemangkasan yang tidak tepat dapat menyebabkan kersukanan yang akanb mengantarkan kepada kematian pohon.

.

Pembuangan daun melalui pemangkasan dapat mengurangi pertumbuhan dan simpanan enerji. Pohon akan menghasilkan tajuk yang padat dengan daun untuk menghasilkan gula yang digunakan sebagai enerji untuk pertumbuhan dan perkembangnnya. Dalam banyak kasus. Peningkatan tajuk Membuang cabang-cabang yang rendah dengan tujuan untuk memberikan kesan . cabang yang berpenyakit. Tehnik pemangkasan dan pembersihan tajuk Tehnik ini adalah membuang cabang yang mati. Penipisan percabangan secara rutin tidak cukup memperbaiki kesehatan pohon. membuang dahan yang terlalu banyak dan menghilangkan resiko bahaya. .cabnag yang dibuang tanpa malasan yang kuat. Alasan yang umum bagai pemangkasan adallah membuang cabang yang mati. tanman yang sudah tua dipangkas sebagai tindakan korektif atau tindakan preventif. Penipisan tajuk Tindakan selektif membuang cabang untuk meningkatkan penetrasi cahaya dan pergerakan udara di daerah tajuk . atau ke bagian bawah lanskap. dimana pemangkasan dapat dilakukan setiap saat selama tidak berakibat buruk terhadap pohon. Pemangkasan secara besar-besaran akan mengakibatkan pohon menjadi stress . Waktu pemangkasan Sebahagian besar pemangkasan rutin adalah membuang dahan yang lemah atau mati. membuang cabang lemah dan cabang yang memiliki kemampuan tumbuh rendah. . Pohon dapat dipangkas untuk tujuan meningkatkan penetrasi cahaya dan udara ke bagian dalam dari tajuknya.

.bersih . menimbulkan gangguan dan kerusakan 193 . 5. Organisma Pengganggu Tumbuhan (Opt) Menurut PP Nomor 6 tahun 2005 tentang Perlindungan Tanaman. Perlindungan tanaman pada masa pertumbuhan tanaman dilaksanakan sejak penanaman sampai dengan panen. masa pertumbuhan tanaman. Eradikasi organisme pengganggu tumbuhan. . terdapat beberapa diskripsi diantaranya adalah perlindungan tanaman dilaksanakan pada masa pra tanam. Perlindungan tanaman dilaksanakan melalui sistem pengendalian hama terpadu yaitu dengan cara: . Mengurangi tajuk Mengurangi ukuran ranaman dengan cara mengurangi ketinggian dan lebar tajuk. dan atau masa pasca panen. Pencegahan masuknya organisme pengganggu tumbuhan kedalam dan tersebarnya dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia.10. Perlindungan tanaman pada masa pasca panen dilaksanakan sejak sesudah panen sampai dengan hasilnya siap dipasarkan. Perlindungan tanaman pada masa pra tanam dilaksanakan sejak penyiapan lahan atau media tumbuh lainnya sampai dengan penanaman. Perlindungan tanaman dilaksakan dengan menggunakan sarana dan cara yang tidak mengganggu kesehatan dan atau mengancam keselamatan manusia. Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.

. jamur. o dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan.sumber daya alam dan atau lingkungan hidup. dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan. o dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina ditempat-tempat pemasukan dan pengeluaran untuk tindakan karantina. dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina. Pemasukan media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib: . Organisme pengganggu tanaman (OPT) adalah semua makhluk hidup yang merusak tanaman. dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit. serangga. Pengganggu dapat dikelompokkan dalam beberapa istilah . Pengiriman media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan dari satu area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib o dilengkapi sertifikat kesehatan dari area asal. burung dan mamalia. bakteri. . Pencegahan masuknya ke dalam atau tersebarnya organisme pengganggu umbuhan dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Replublik Indonesia dilaksanakan dengan cara mengenakan tindakan karantina pada setiap media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina yang dimasukkan ke dalam atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indnesia. baik tu dari kelompok virus.

adalah tumbuhan yang merusak tanaman budidaya.yang lebih luas. sebagai penyebab penyakit tanaman. yaitu patogen. Hama dari ke-lompok serangga memegang peranan penting karena jumlahnya cukup banyak dan hampir 50% menjadi penganggu kehidupan manusia. Anda pasti pernah melihat daun tanaman bolong. hama. Kerusakan yang disebabkan oleh OPT mencapai 33%. Gambar di bawah ini menunjukkan beberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman. Diperkirakan sebanyak 1500 species serangga yang menempati permukaan bumi menjadi hama tanaman.10. Hama adalah kelompok hewan yang menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan mengakibatkan kerugaian. . Gambar 5. Hama Tumbuhan Hama tanaman adalah organisme pengganggu tanaman berupa serangga. Kerugian akibat hama tanaman antara lain. Spodoptera sp adalah salah satu contoh hama tanaman a. mengurangi hasil tanaman. burung dan kelompok mamalia. Semua kerusakan tersebut disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. 194 . organisme yang merusak tanaman dan gula. buah cabe dan tomat yang busuk di pohonnya atau tanaman layu.

kelembaban udara.11. Beberapa contoh hama-hama tananaman yang sering merugikan petani dinataranya ada lah ulat lepidoptera. Hama ini berkembang pesat dan membahayakan dalam keadaan cuaca kering pada musim . yaitu faktor internal dan faktor eksternal. memamah dan menusuk serta menumpang bertelur pada tanaman. Hama Tungau Penyebab : Tungau merah (Oligonychus). Serangga merusak tanaman dengan cara memakan bagian tanaman.. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor lingkungan yang langsung berpengaruh ter-hadap kehidupannya. dan gajah. . tikus. Kumbang Coleoptera dan mamalia (tikus. mempercepat terjadinya infeksi penyakit pada tanaman. . Lalat diptera. Kehidupan serangga dikendalikan oleh dua faktor. Tungau ini berukuran 0. Bentuk kerusakan tanaman tergantung pada tipe mulut serangga. Beberapa contoh hama yang sering menyerang tanaman adalah tungau. Berikut ini adalah beberapa contoh hama tanaman (Gambar 2).5 mm. 1). mengurangi mutu atau kualitas hasil tanaman. Ulat Lepidoptera. seperti suhu. menisap cairan dalam jaringan tanaman. faktor iklim yang lain. menambah biaya produksi karena diperlukan adanya biaya untuk pengendalian hama. Faktor internal (biotik) adalah segala proses kehidupan dari tubuh serangga untuk memacu kehidupannya. Kutu Hompotera. dan babi hutan). Beberapa Hama Tanaman Gambar 5. hidup disepanjang tulang anak daun sambil mengisap cairan daun sehingga warna daun berubah menjadi mengkilat berwarna bronz. Kepik Hemiptera. kumbang Coleoptera. cahaya. gajah. faktor biologis dan gangguan manusia.

Gangguan tungau pada pesemaian dapat mengakibatkan rusaknya bibit. 195 .kemarau.

sehingga bagian daun yang dimakan kelihatan transparan. Setelah larva menetas warnanya transparan.15. Gambar 5. Ulat Lepidoptera a). Gejala serangan tungau merah pada tanaman jeruk. Penyebaran tidak terlalu cepat dan tergantung pada populasi imago.14. Sylepta sp. Hama ini meletakkan telur di atas permukaan daun. Gambar 5. Siklus hidup tungau merah Bila daun sudah habis. (Pyralidae. Gambar 5. 13. Ulat bergerombol memakan bagian atas permukaan daun. ulat juga memakan batang muda dekat sarangnya. Imago (serangga dewasa) Sylepta sp. Ketika ulat mulai agak dewasa. Setelah mulai memakan daun warna ulat hijau. Gambar 5. Larva tungau merah 2). Pada kondisi demikian serangan hama sudah mulai menimbulkan kerugian ± 5 10% sehingga perlu diwaspadai dan segera mengambil tindakan pencegahan. Imago tungau merah. ulat membuat sarang dengan cara menggulung daun yang agak muda dan memakan daun dari sarang yang dibuat.12.Gambar 5. Lepidoptera) Penggulung daun nilam dan pemakan daun lainnya. 196 . 16.

Ulatnya kecil kira-kira 5 mm berwarna hijau. Ulat krop/ jantung kubis (Crocidolomia binotalis) Sering menyerang titik tumbuh sehingga disebut sebagai ulat jantung kubis. Jika diganggu agak malas untuk bergerak. Ulat tritip/ ulat daun (Plutella xylostella) Ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga tinggal epidermis bagian atas saja.21. Jika diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. Gambar 5. 19.18 Imago Plutela sp c). Larva Crocidolomia sp Gambar 5. Berbeda dengan ulat tritip yang telurnya dietakkan secara menyebar. Gambar 5. d). 17 Siklus hidup Sylepta sp. Gambar 5. Siklus hidup Plutela sp. Ulat grayak (Spodoptera litura) 197 ering menyerang secara berkelompok dan serangan sangat mendadak.Gambar 5. jika sudah besar garis-garis coklat. Ulatnya kecil berwarna hijau lebih besar dari ulat tritip. . ulat jantung kubis meletakkan telurnya dalam satu kelompok. 20. b). Imago Crocidolomia sp. Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida.

Jika diganggu agak malas untuk bergerak.24. 3) Lalat Diptera Lalat bibit adalah salah satu hama yang dapat merusak bibit tanaman. Gambar 5. penggerek batang kedelai (Melanagromyza sojae). Serangga merusak tanaman dengan cara mengisap cairan tanaman dengan jarum stilet (alat pengisap yang dipunyai serangga). Gejala serangan lalat diptera. 22. Gambar 5. Gejala kerusakan yang ditimbulkan ialah terpotongnya tanaman kubis yang masih kecil. Gambar 5. 25.Serangan umumnya terjadi pada malam hari sehingga disebut ulat gerayak atau ulat tentara. Pengendalian dapat dilakukan dengan membongkar tanah secara berhati-hati disekitar tanaman yang terpotong. Larva Spodotera sp. Beberapa lalat bibit yang sering merugikan adalah lalat kacang (Agromyza phaseoli). Serangga pengisap polong adalah Riptortus linearis. Larva Agrotis sp. Gambar 5.23 Siklus hidup Spodoptera sp e).26. dan kepik hijau Nezara viridulla. Gambar 5. Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Ulat berwarna hitam. Serangga penggerek polong adalah Etiella zinchenella. Tanaman yang umumnya diserang oleh lalat bibit adalah leguminoceae. jika sudah besar garis-garis coklat. Ulatnya berwarna hijau lebih besar dari ulat kubis. . 4) Kepik Hemiptera Kepik hemiptera adalah perusak polong. Imago Agrotis sp. penggerek pucuk kedelai (Agromyza dolichostigma).

27. Imago kepik Nezara viridula 198 .Gambar 5.

Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak. Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak. Bila serangan mengenai titik tumbuh. Siklus hidup N. tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting.viridula 5) Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. tanaman akan mati.28. tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting.Gambar 5. Bila serangan mengenai titik tumbuh.29. a). Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. tanaman akan mati. Gambar 5. Hama tanaman kelapa kumbang Oryctes sp 199 .

Penyakit tumbuhan Penyakit tanaman dikelompokkan menjadi dua. Penyakit yang sering menginfeksi tanaman dapat berupa jamur. bakteri. Tanaman sakit adalah suatu kondisi tanaman yang tidak wajar. Gejala ini dapat berupa perubahan laju pertumbuhan. Sejak benih ditanam. bunga dan biji. warna batang. bentuk buah atau bunga dan lain-lain. yang pada akhirnya menimbulkan keruganian bagi petani. warna buah atau bunga. Siklus hidup kumbang hama kepala Oryctes rhinoceros b. sehingga proses kehidupan (metabolisme) tanaman terganggu. Jika tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu unsur hara atau pH media tumbuh terlalu rendah atau terlalu tinggi maka tanaman akan menunjukkan gejala kerusakan. Di beberapa daerah tertentu di Sumatera. fase vegetatif dan fase generatif tanaman. daun. buah. Selain itu juga tikus (rodentia) merupakan hama yang merusak (memakan) buah kelapa sawit yang sudah tua. Yang pertama adalah penyakit non infeksius dan yang ke dua adalah penyakit infeksius. ketebalan daun. virus dan fitoplasma. Gejala serangan patogen tersebut dinamakan penyakit. gajah sering menyebabkan kerusakan yang serius pada tanaman kelapa sawit muda. Penyebab penyakit atau patogen tersebut menyebabkan adanya gejala kerusakan pada bagianbagian tanaman seperti pada akar. Hama ini sangat merusak tanaman kelapa sawit. Penye-bab penyakit dapat disebarkan dari tanaman yang sakit atau dari bagian tanaman yang sakit tersebut ke tanaman sehat. . Gambar 5. semua kebutuhan hara tanaman harus dicukupi. warna daun. ukuran tanaman.6) Mamalia Hama yang termasuk mamalia (binatang menyusui) adalah babi hutan dan kera.30. batang.

Sedangkan bakteri adalah mikro-organisme yang lebih kecil dari jamur. mempunyai sel tunggal atau berkoloni. 200 . dapat menghasilkan spora. nekrosis (kematian jaringan tanaman/bercak daun). Patogen tanaman dapat berupa jamur yaitu organisme yang umumnya berbentuk benang. kanker (pertumbuhan bagian tanaman yang tidak wajar). klorosis (perubahan jaringan tanaman dari hijau menjadi kekuningan). Intinya jelas dan dapat dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran lensa 100-400 kali.Gejala penyakit pada tanaman dikelompokkan sebagai berikut : Kerdil (pertumbuhan tanaman yang lamban secara menyeluruh). layu (terganggunya aliran air di dalam pembuluh tanaman). koma atau rantai. Patogen yang lain adalah bakteri yaitu mikroba yang dapat dilihat dengan pembesaran 100-1600 kali dan harus menggunakan minyak emersi. berbentuk seperti batang.

gejala terbakar. Polusi udara. Keracunan mineral. Suhu ekstrim. Keasaman atau kebasaan tanah. Kekurangan oksigen.Virus adalah mikroba yang hanya mempunyai suatu selubung protein dengan asam nukleat yang dapat mempengaruhi kerja DNA sehingga proses kehidupan tanaman terganggu. Bentuk virus dan MLO hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikro-skop elektron (pembesaran > 1 juta kali). Patogen-patogen tersebut dapat menyerang tanaman pada fase vegetatif dan fase generatif. . Defisiensi nutrisi. Keracunan pestisida. kekurangan atau kelebihan air. dan akibat akhirnya akan . Kerusakan atau kelebihan cahaya. Penyakit Non Infeksius Faktor lingkungan yang tiba-tiba beruabah. . . . . . Penyakit Pecah Buah Pada permukaan bawah buah tomat . MLO adalah patogen yang merupakan peralihan dari virus ke bakteri. Beberapa tanaman budidaya lebih sensitif tehadap perubahan-perubahan tersebut di atas dibandingakn dengan varietas lainnya. Praktek penanaman yang salah dan lain sebagainya yang menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal (a). . atau irigasi akan menyebabkan gejala kerusakan fisiologi pada tanaman. . suply nutrisi yang tidak cocok. 1). Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman antara lain: .

Defisiensi calsium. Media tumbuh tanam yang tiba-tiba mendapatkan suply air. Gambar 5. Usaha menghidar dari hal tersebut di atas akan menimbulkan busuk buah. Penyakit Pecah Buah konsentris Belahan konsentris meling-kar yang terdapat pada seluruh permukaan buah atau muncul dari tangkai buah biasanya disebabkan oleh tingginya suhu hari. aku-mulasi garam pada daerah per-akaran merupakan gejala-gejala yang umum. 31 Gejala serangan penyakit pecah buah.menimbulkan gejala bercak kering melingkar (Gambar ). Perubahan suhu yang peralahan lahan 201 . (b). Penyakit Belah Cekung Belah yang umumnya keluar dari permukaan buah mulai dari bahu buah adalah akibat terdapatnya perbedaan tang nencocok antara mahasiswa.32. Gejala penyakit buah konsentris (c). besarnya perbedaa suhu antara sian dan malam dan perubahan tiba-tiba pada siang dan suhu malan media pertumbuhan telah menjadi topik bagi penelitian Gambar 5.

dan mengadopsi praktek-praktek budidaya yang tepat seperti keseimbangan hara dapat mempertahankan tanaman tetap sehat. Gejala penyakit nekrosa buah (d). Gambar 5. Selain itu dianjurkan agar memulai penanaman dengan menggunakan bibit yang sehat. Jika perlu guna-kan bahan kimia yang direkomendasi untuk mengendalikan serangga hama atau beberapa penyakit dan selalu mengikuti aplikasinya secara ketat sebelum proses panennya. kebanyakan jumlah buah dan diserang hama.dimulai dari adanya ventilasi mencegah terjadinya kejadian ini.34. Gambar 5. Bakal buah yang tidak produktif sebaiknya dipangkas. kelembaban media pertumbuhan yang kurang cocok.33. Buah muda menjadi seperti kurva dan dimulai pada saat perkembangan bunga stadia awal dan mungkin dise-babkan oleh perubahan suhu yang mendadak. Identifikasi keberadaan penyakit secara dini terhadap tanaman hidroponik dapat mengendalikan permasalah penyakitnya. Kerusakan tanaman akibat ketidak seuaian hara . kekurangan nutrisi. Dengan mempertahankan kebersihan ling-kungannya. Gejala penyakit keriting buah. Kerusakan akibat hama dan penyakit akan berkurang. . Dengan strategi adopsi pengelolaan hama terpadu (PHT) untuk tanaman sangat di-anjurkan di sini. (e). Penyakit Keriting Buah Keriting buah merupakan keru-sakan fisiologis yang sangat meru-gikan mentimun.

beberapa gejala umum dapat digambarkan dalam tabel gambar berikut ini. Selanjutnya. warna batang. Jika larutan tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu komponen haranya atau pH dan daya hantar listriknya melebihi daya toleransi tanaman. Maka tanaman akan menampak-kan gejala kerusakan. jarang antar cabang. ketebalan daun. bentuk daun dan warna daun. dan nematoda.Semua hara penting diberikan. karakteristik buah akan berubah juga. Walaupun gejala luar ini akan beragam berdasarkan tanaman dan varietasnya. 2). ukuran tanaman. Gejala ini meliputi perubahan pada laju pertumbuhan. virus. Manusia sebagai penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan dapat dibuktikan dengan banyak penyakit tumbuhan yang berkembang sebagai akibat dari 202 . karakteristik akar dan lain-lain. bakteri. Penyakit infeksius Penyakit tanaman pada umumnya disebabkan oleh bibit penyakit (patogen). Patogen yang sering menyerang tanaman budidaya adalah jamur (fungi).

Adanya penanaman terus menerus. Bahkan apabila kultivar tersebut merupakan tanaman tahan terhadap penyakit tertentu. penanaman yang terus menerus karena ditunjang irigasi. merupakan salah satu penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. hal demikian tersebut tidak mungkin ditemukan pada hutan alami yang belum disentuh teknologi. maka patogen kemungkinan besar akan menyesuaikan diri dengan jalan adaptasi atau mekanisme lainnya agar dapat bertahan hidup. Sekali patogen dapat dapat menyesuaikan diri. sehingga patogen akan berkembang dengan pesat. Adanya satu macam kultivar tanaman menyebabkan patogen tidak punya pilihan lain selain harus memamfaatkannya sebagai makan. penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit. juga merupakan penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. maka sepanjang musim akan selalu tersedia makanan bagi patogen. Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. Penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit banyak ditemui dan telah berjalan sejak manusia mulai mengenal bercocok tanam. pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain adalah contohcontoh penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. dibandingkan memilih tanaman yang . Orang akan cenderung menanam varietas yang enak untuk dikonsumsi walaupun banyak hama dan penyakitnya. Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. Hal yang sama juga terjadi bila dalam suatu hamparan tertentu dilakukan penanaman satu jenis tanaman dengan tidak serentak. Penanaman satu macam kultivar dalam areal yang luas menyebabkan tersedianya makanan dengan tingkat kerentanan yang sama dalam jumlah berlimpah bagi patogen. maka keturunannya akan dapat berkembang dengan pesat pada kultivar tersebut.kemajuan ilmu pertanian yang dikembangkan oleh manusia. Penanaman yang terus-menerus karena meningkatnya irigasi.

Akibat dalam jangka panjang adalah sulitnya pengendalian penyakit bila telah timbul resistensi patogen terhadap pestisida. Patogen akan menyebabkan timbulnya penyakit dengan cara sebagai berikut. Pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain dengan tidak sengaja akan menyebabkan meningkatnya penyakit tumbuhan karena dua alasan. Hal ini akan menyebabkan penyakit berkembang pesat tanpa dihambat oleh musuh alami seperti ditempat asalnya. Peningkatan populasi patogen pada giliran berikutnya akan menyebabkan gampang patahnya ketahanan tanaman varietas lain yang saebelumnya tahan. Mengkonsumsi kandungan sel inang atau mengabsorbsi makanan dari . tanaman ternyata rentan terhadap patogen yang telah ada lebih dahulu sehingga akan memicu peningkatan populasi patogen tersebut.tidak begitu enak tetapi tidak berpenyakitan. Alasan yang kedua yaitu bahwa ada kemungkinan di tempat baru-nya. Patogen menyebabkan penyakit pada tumbuhan dengan cara : 203 . Tetapi teknologi pengendalian menggunakan fungisida tetap lebih mudah diaplikasikan dalam jangka pendek. sehingga akan menyebabkan sulitnya mencari sumber gen katahanan untuk tujuan pemuliaan. Alasan pertama yaitu ada kemungkinan penyakit akan terikut sedangkan musuh alaminya tertinggal. Dengan pola yang demikian itu tanpa disadari telah meyebabkan banyaknya plasma nutfah yang hilang.

dan Phytoptora sp. Beberapa fungi yang dapat menyebabkab penyakit dan sangat merugikan tanaman adalah fungi penyebab penyakit layu.tanaman inang secara terus menerus sehingga melemahkan tanaman inang. cabai rawit. Virus adalah organisme parasit obligat (organisme yang selalu menggantungkan hidupnya pada tanaman yang diserang). Fungi dapat menyerang semua organ tanaman mulai dari akar. paprika. bunga dan buah. Berikut ini beberapa contoh gejala serangan patogen pada tanaman. nutrisi mineral dan air pada jaringan pembuluh inang Beberapa penyakit penting yang disebabkan oleh virus adalah penyakit keriting pada cabai merah. fungi penyebab busuk daun dan fungi penyebab kanker tanaman. batang. daun. dan . Fungi yang menerang daun adalah Cercospora sp dan Helmintosporium sp. a). Penyakit yang disebabkan oleh fungi (1). fungi penyebab penyakit busuk buah. Membunuh sel atau merusak aktivitas metabolisme sel inang karena sekresi patogen berupa enzim. Penyakit mozaik pada tembakau (TMV: Tobaco Mozaic Virus) dan CMV (cucumber Mozaic Virus). toksin dan zat tumbuh. Fungi yang menyerang bunga dan buah adalah Colletotrichum sp. . Tanaman budidaya sering diserang oleh fungi. Contoh fungi yang menyerang akar diantaranya adalah Fusarium sp. Mengganggu transportasi makanan. Hawar Daun (Late Blight) pada Kentang . Fungi adalah organisme prokariotik (organisme yang tidak mempunyai inti sel sejati).

karat merupakan ancaman terbesar bagi produksi kopi Amerika Selatan. Sampai saat ini pun penyakit ini merupakan penyebab kerugian yang terpenting pada tanaman kentang di dunia. penyakit ini pada tahun 1876 telah menyebabkan musnahnya kopi yang dibudidayakan saat itu. Penyakit layu pada tembakau 204 . Peralihan ini menyebabkan beralihnya pula kebiasaan orang Eropa dari peminum kopi menjadi peminum teh karena Sri Langka saat itu merupakan pemasok kopi terbesar ke Eropa. Sampai saat ini. sehingga kopi ini sekarang hanya tinggal di daratan tinggi saja. hawar daun pada kentang telah menyebabkan ratusan ribu rakyat Irlandia mati kelaparan da sekitar satu juta lainnya mengungsi ke Amerika pada tahun 1845-1846. termasuk di Indonesia. batang. Penyebab penyakit ini adalah jamur Phytophtrhora infestans. Patogen ini menyerang daun. yaitu kopi Arabika. (2).Di Eropa. Karat daun kopi Penyakit ini merupakan penyakit paling penting pada tanaman kopi Arabika di dunia. Di Indonesia. Di Sri Langka hanya dalam waktu 14 tahun saja (1870-1884) penyakit ini memusnahkan perkebunanperkebunan kopi sehingga sejak saat itu Sri Langka beralih dari negara penghasil kopi menjadi penghasil teh sampai sekarang. Gambar 5. Penyakit ini berjangkit pada tanaman kentang di Jawa pada tahun 1935. akar dan umbi menyebabkan gejala hawar.35.

Bercak Daun Helminthosporium pada Tanaman Padi Di India pada tahun 1942. Hawar Daun Jagung Penyakit hawar daun jagung (Southern Corn Leaf Blight) yang disebabkan oleh jamur Bipolaris maydis (Helminthosporium maydis) sampai saat ini terdapat di berbagai tempat di seluruh dunia terutama di daerah-daerah hangat dan lembab.Gambar 5. Perhatian pemerintah terhadap penyakit karat pada kopi meningkat sejak tahun 1980-an dengan berusaha untuk meningkatkan produksi kopi Arabika. Ras T ini dapat menyerang semua bagian . Karena sampai tahun tersebut. 37. Fotomikroskopis Fusariumsp. (4). sketsa Fusariumsp. Penyebab penyakit ini adalah jamur Helminthosporium oryzae yang menyerang daun. Di daerah yang ketinggian kurang dari 1000 m ditanam kopi Robusta yang tahan terhadap penyakit karat daun. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix yang menyerang daundaun kopi. (3). termasuk Indonesia. 36. antar lain Dataran Tinggi Ijen. Antara tahun 1896 sampai 1900 produksi kopi Indonesia merosot menjadi 25% dari semula. sedangkan selebihnya hampir seluruhnya adalah kopi Robusta. sedangkan ras T diketahui pernah menyebabkan kerugian sekitar satu milyar USD di Amerika Serikat pada tahun 1970. Ras T biasanya hanya diketahui ada pada tanaman jagung hibrida dengan sitoplasma jantan mandul jagung Texas. (patogen penyakit layu) Gambar 5. kopi arabika hanya 5% dan ditanam di pegunungan. Sampai beberapa tahun yang lalu bercak coklat masih tergolong penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia. Jawa Timur. Ras 0 merupakan ras yang umum dari patogen ini. penyakit ini menyebabkan migrasi besar-besaran dari desa ke kota dalam upaya mencari kerja untuk membeli beras yang harganya sangat tinggi dan telah menyebabkan sekitar dua juta orang meninggal dunia. batang dan bulir padi.

Patogen penyakit rebah kecambah diantaranya adalah Pythium. Fusarium.tanaman jagung. tergantung jenis 205 . Patogen dapat menyerang sejak benih mulai berkecambah. Rhizoctonia. karena ada kemungkinan patogen terbawa melalui benih atau bertahan pada bahan organik yang digunakan sebagai pupuk. Penyakit rebah kecambah Penyakit rebah kecambah disebabkan oleh sekumpulan fungi atau satu jenis fungi yang menyerang bibit tanaman secara mandiri atau pun bersama-sama. Penyakit ini sering muncul sejak benih tumbuh di lapangan. atau pada waktu umur bibit masih sangat muda. and Phomopsis. Gejala penyakit yang muncul pada bibit tanaman atau tanaman muda relatif sama. (5). pada saat masih berkecambah.

patogen yang menyerang. Gambar 5. 41. 40 Gejala serangan pada bagian akar. Penggunaan unsur hara untuk mengembalikan vigor tanaman ataupun untuk membantu ketahanan tanaman terhadap penyakit tidak akan berfungsi dengan baik dan penyakit ini pun tidak dapat dikendalikan dengan pestisida. 38 Gejala penyakit rebah kecambah yang disebabkan Phytophthora pada kecambah Gambar 5. Patogen pada umumnya menyerang tanaman pada saat tanaman menjelang dewasa dan mengakibatkan . Penyakit ini merupakan penyakit penting pada tanaman padi. Gejala penyakit bercah basah (blight) pada tanaman padi.38. Penyakit bercak coklat cercospora Penyakit bercak coklat disebabkan oleh Cercospora janseana. penyakit ini akan menyebar dengan cepat. Dari tahun ke tahun penyakit berkembang terus sehingga menjadi penyakit penting pada 206 tanaman padi. Pada kondisi yang lembab (95%)dan hangat. Gejala penyakit rebah kecambah pada tanaman kedelai muda Gambar 5. organ tanaman yang terserang biasanya daun padi bagian bawah. Penyakit busuk lunak seludang daun Penyakit busuk lunak pada seludang daun disebabkan oleh patogen Rhizoctonia solani. (6). penyakit ini akan menurunkan produksi. Pada tingkat serangan yang menengah. (7). Gambar 5. Gejala penyakit pada umumnya timbul pada bagian tanaman yang dekat dengan air.

Patogen penyebab penyakit ini adalah Pyricularia grisea. Gambar 5. Gejala penyakit bercak crcospora pada daun padi. Pada varietas tertentu penyakit ini dapat menggagalkan panen.2 sampai 1. Penyakit bercak Pyricularia Penyakit ini sering menyerang tanaman padi. Bakteri parasit tersebut berbentuk batang.000 X dalam minyak imersi. sebagian besar bisa bergerak (motile) dengan bulu getar (flagella) yang ada di ujung-ujung sel (polar) maupun yang ada di sisi dan di ujung sel (Peritrichous). (8). kuning kecoklatan.5 sampai 3 mikron (panjang) dan tampak kecil meskipun di bawah mikroskop dengan perbesaran 1. Bagian tengah bercak biasanya berwarna abuabu sedangkan sekeliling bercak berwarna coklat atao coklat kemerahan. Gambar 5. Ukuran bercak sangat bervariasi. dan bersifat tidak membentuk spora. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri Kurang lebih terdapat 200 species dari bakteri penyebab penyakit tanaman yang telah dideskripsikan. Gambar 5. Fotomikroskopis satu sel bakteri yangmempunyai . Kebanyakan tanaman yang diserang merupakan tanaman yang tidak penting (minor). dapat mengakibatkan daun padi mati. b). panikel dan daun bendera. Gejala penyakit bercak piricularia. 44. Mereka tumbuh dengan segera dalam medium PDA (Potato Dextrose Agar) dengan membentuk koloni bulat berwarna putih. atau kuning. Sel bakteri berukuran 1. 42. Bercak pada daun berukuran 0. Pada tingkat serangan yang tinggi.kematangan biji padi lebih cepat dibandingkan dengan kondisi normal. 43. Patogen menyerang daun.5 cm. Varietas padi yang genjah dapat terhindar dari serangan patogen.

Flaccumfaciens dan C. kebanyakan gejala layu. motile.flagella. non motile (kecuali C. menyebabkan berbagai 207 gejala. menyebabkan hypertrophies (pertumbuhan abnormal karena pertambahan besar sel-sel yang sangat cepat) dan benjolan-benjolan (gall) pada akar atau batang tanaman. Bakteri penyebab penyakit pada tanaman terdiri dari 6 genera : Agrobakterium: Batang pendek. Erwinia: Bentuk batang. Corynebakterium: Batang ramping. menyebabkan kematian jaringan yang . motile (peritrichous). flagella peritrichous. Poinsettiae).

layu. dan busuk basah. Limapuluhlima jenis bakteri yang penting dan sering terdapat telah digolongkan menjadi 8 kelas berdasar gejala-gejala utama yang ditimbulkannya pada tanaman inang. atau pada akar. Bila dibiakkan akan membentuk koloni dengan pigmen berwarna kehijau-hijauan yang dapat larut dalam air. Contoh yang klasik seperti yang telah dikemukakan adalah Crown Gall pada golongan tanaman budah-buahan pome dan stone Fruits. Menyebabkan kematian jaringan (necrosis) berupa bercak-bercak kecil (spots) dan besar (blights) pada daun. disusul penyatuan/fusi sel-sel tersebut. Dalam banyak hal maka identifikasi dapat dilakukan berdasar gejala-gejala yang terdapat pada tanaman. dan sebagainya. Gejala utama benjolan (galls) Galls atau Fasciations adalah pertumbuhan abnormal yang disebabkan oleh peningkatan jumlah sel secara cepat. dahan.bersifat kering. Penggolongan tersebut disajikan di bawah ini. Menyebabkan bercak-bercak daun berukuran kecil (spots) maupun besar (blights). Biasanya benjolan akan timbul setelah 1 atau 2 . Pseudomonas: Bentuk batang. motile dan flagella ujung (polar). bentuknya menjadi pipih dan terjadi pada organ tanaman seperti batang. Hanya terdapat beberapa jenis bakteri yang menstimulir tanaman inang untuk membentuk benjolan (galls). (1). motile. leher akar. Streptomyces: Myceliumnya sangat halus ( 2/3 mikron). Xanthomona: Batang kecil. biasanya pada pangkal batang. flagella satu di ujung. dan benangbenang filaments berbentuk spiral membentuk segmen-segmen pada spora berbentuk tabung (cylinder) yang berukuran seperti bakteri (1 sampai 2 mikron). Koloni berlendir berwarna kuning. serta pada kira-kira 200 tanaman berkayu lainnya. Bakteri dapat dibiakkan dari jaringan luar benjolan yang masih muda dan tumbuh aktif. lalu ditularkan pada tanaman tomat atau Kalanchoe untuk menguji pathogenicitynya. benjolan-benjolan.

Benjolan bakteri sering terdapat pada leher akar tanaman berkayu yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Benjolan pada akar. Xanthomas beticola : kantong Bakteri (Bakteril Pocket) : Menyebabkan benjolan-benjolan dengan kantongkantong bakteri pada leher akar dan akarakar tanaman gula bit. juga pada rantingranting pohon Olive . Crysanthemum. Bakteri penyebab benjolan yang lain adalah yang menyerang tanaman Olive . batang. Agrobakterium rubi : Benjolan batang/dahan (Cane Gall) : Benjolanbenjolan pada batang/dahan yang sedang berbuah dari tanaman Blackberry dan Raspberry . Anda dapat membuat biakan bakteri dengan mengambil 208 . Ash . atau dahan-dahan.minggu dari jaringan yang ditulari itu. pohon buah-buahan nuts . Oleander . Benjolanbenjolan pada dahan tanaman kapri. Contoh klasik dari gejala penyakit ini adalah apa yang disebut Crown Gall dari tanaman buah-buahan golongan pome dan stone fruits. Pseudomonas savastanoi : Benjolan Pohon Olive (Olive Knot) : Benjolan-benjolan pada akar dari pohon Olive dan Ash . dan pohon-pohon hutan. termasuk beberapa golongan tanaman hias. Di samping itu Crown Gall juga menyerang kira-kira 20 jenis tanaman berkayu lainnya. baik yang menghasilkan benjolan (gall tissue) maupun tidak. Agrobacterium tumefaciens : Crown Gall. dan tanaman-tanaman bunga lainnya. Agrobakterium rhizogenes : Akar Berambut (Hairy Roots) : Pertumbuhan berlebihan secara abnormal dari akar-akar. Corynebakterium fasciens : Penyebab Fasciation.

Jenis-jenis bakteri ini mempunyai pengkhususan (specialisasi) dalam kelompok-kelompok tanaman inang yang diserangnya. Ash . dan pohon-pohon hutan. tetapi kemudian menyebabkan busuk-jaringan pada jaringan disekelilingnya.jaringan bagian luar dari benjolan yang masih muda dan sedang tumbuh. Bakteri ada juga yang menyebabkan penyakit dengan gejala perlendiranBakteri atau Kebasahan pada kayu (Bakteril Slime-Flux or Wetwood) pada pohon Elm dan pohon-pohon lain. Pangkal batang menunjukkan gejala busuk basah. Suatu ciri khas dari penyakit ini adalah : . Cairan yang menjadi seperti lendir (flux) ini kemudian diuraikan oleh Bakteri lain dan Ragi sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap/merangsang. sehingga cairan tersebut meleleh keluar ke bagian bawah dari batang. Gejala-gejala baru muncul pada saat kentang menjelang masak. Kedua macam tanaman ini akan cepat menumbuhkan benjolan bila diserang oleh bakterium ini. (2). Contoh-contoh benjolan bakteri yang lain adalah penyakit benjolan bakteri pada tanaman Olive . jagung. Ada pula jenis-jenis bakteri yang mula-mula menyerang jaringan pembuluh tanaman. Biakan murni bakteri tersebut lalu diuji sifat patogenesitasnya dengan menularkannya kepada tanaman tomat (batangnya) atau bagian yang sukulen (tanaman yang mengandung banyak air). Sangat merugikan di lapangan dan di tempat penyimpanan. Penyebab penyakit adalah Erwinia nimipressuralis yang menimbulkan terbentuknya cairan di jaringan kayu (heart-wood) dengan tekanan. tomat. buncis. Oleander. dan lainlain. misalnya jenis bakterium yang menyerang golongan tanaman semangka dan sebangsanya. Corynebacterium sepedonicum : Busuk-melingkar pada kentang (Bakteril ring-rot of potato). Layu Bakteri Tanaman menjadi layu oleh karena serangan Bakteri pada jaringan pembuluh. kentang. yaitu terlihat cabang/batang tanaman menjadi layu atau tumbuhnya seolah-olah terhambat/kerdil (stunted).

Bibit tanaman tomat menjadi kerdil. Seakan-akan bagaikan sebuah cincin yang melingkar di dalam jaringan umbi yang berwarna kuning kecoklatan. Pseudomonas caryophy li : Layu bakteri pada Bunga Anyelir. Corynebakterium michiganense : Layu bakteri pada Tomat. tetapi kemudian di dalam gudang penyimpanan gejala-gejala khas penyakit ini mulai kelihatan. Bintik-bintik kecil bagaikan mata-burung terdapat pada buah. lalu berubah menjadi coklat muda. serta akarnya 209 . Seringkali tanaman juga menjadi kerdil. Tanaman menjadi layu dan mengering.bila batang dipotong. Carotovora Corynebakterium flaccumfaciens : Layu bakteri dari Kacang buncis. maka keluarlah cairan (exudates) yang berwarna kuning-kecoklatan (cream). Menyerang tanaman-tanaman Anyelir dalam Rumah-Kaca. yang terutama disebabkan oleh E. Kemudian setelah adanya serangan mikroorganisme sekunder barulah timbul bau yang kurang sedap. Menyebabkan tanaman menjadi layu pada segala tahapan umur. Selanjutnya lingkaran tersebut makin jelas berubah menjadi busuk (seperti keju ) tanpa bau. Daun-daun bawah tepinya menjadi layu dan mengering. lalu dipijit. Infeksi pada umbi mula-mula tidak tampak. Biasanya bakteri sudah ada pada (atau di dalam) biji.

Ralstonia solanacearum: Penyebab penyakit layu pada banyak jenis sayur-mayur dan tanaman hias. Irisan melintang dari petiole (tangkai daun) menunjukkan jaringan Xylem yang seperti tersumbat serta berwarna hitam. lalu menjadi kuning dan mati. kemudian menyebar melalui jaringan pembuluh. yang selanjutnya meningkat menjadi bercak-bercak meluas berwarna kuningcoklat pada seluruh jaringan kayu. Kadang-kadang terjadi busuk-lunak berwarna coklat pada batang dari tanaman tomat dan kentang. Menyebabkan kerdil dan penguningan warna bagian atas tanaman . jaringan-jaringan pembuluh berwarna coklat dan tampak garis-garis coklat pada irisan batang membujur. jika kulit akar tunggang dikelupas. Irisan melintan akan menunjukkan lingkaran hitam pada pembuluh. Erwinia tracheiphi la : Layu bakteri pada golongan Cucurbitaceae.membusuk. Penyakit pada jaringan pembuluh (melalui luka) yang disebarkan oleh bangsa kumbang dari golongan Cucurbit ini. Menyebabkan tanaman mati atau daundaunnya gugur Xanthomonas incanae : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Stock (Tanaman hias Matthiola). Terdapat garis-garis kuning pada jaringan pembuluh dari batang. Menyebabkan layu serentak dan kematian pada batnag/cabang penjalar (Tidak terjadi pada semangka). Bakteri memasuki jaringan tanaman melalui pori-pori air atau luka. Corynebakterium insidiosum : Layu bakteri pada Alfalfa. Gejala utama : Kerdil atau layu serentak. Pada . Mula-mula daun-daun menjadi hijau-keabu-abuan. Xanthomonas campestris : Busuk-hitam dari golongan Cruciferae. maka akan tampak garis-garis coklat tingkat awal pada jaringan kayu. juga umbi kentang menjadi busuk berwarna coklat melingkar.

Terdapat lendir berwarna kuning pada jaringan pembuluh. Tanaman menjadi kerdil. Pseudomonas sp.tanaman muda/bibit menyebabkan layu serentak. Fotomikroskopis bakteri penyebab penyakit layu Gambar 5. 46. boleh jadi terus mati.45. Gambar 5. buku-buku menjadi coklat. hasil isolasi dari tanaman yang sakit 210 . Xanthomonas stewartii : Layu bakteri pada tanaman Jagung. pada daun-daun terjadi baris-baris (streaks) berwarna hijau-pucat yang panjang. Padamedia agar. seluruh jaringan pembuluh berubah warnanya. Pada tanaman dewasa terjadi bercak-bercak hitam pada batang.

oak. sehingga terjadi penguraian yang menimbulkan bau tidak sedap dan merangsang. dari luka-luka maupun celah-celah yang ada keluarlah cairan/lendir secara terputus-putus maupun terus-menerus. Gejala utama : busuk lunak/basah Gejala penyakit ini kiranya cukup dideskripsikan sebagai berikut : Type penyakit yang disebabkan oleh serangan bakteri pada zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. . Gejala serangan bakteri layu pada batang tomat (irisan membujur) (3). Bau. Erwinia nimipressuralis : Perlendiran Bakteri atau Kebasahan pada Kayu (Slime Flux or Wetwood). Penyebabnya adalah Erwinia nimipressuralis yang merupakan suatu jenis bakterium penghasil gas. Bakteri menimbulkan tekanan (gas) pada cairan yang beredar dalam tanaman. poplar. bahwa organisme sekunder tersebut bukan penyebab penyakit.47. Patut dicatat. sehingga zat perekat terebut mencair dan akibatnya jaringan lalu rusak menjadi semacam lendir. maka kita dapat pula mengetahui cara untuk melakukan tindakan-tindakan kontrol yang cocok guna mengatasi penyakit-penyakit busuk basah lainnya. Jaringan kayu (heart-wood) yang terserang membentuk zat cair yang karena ada tekanan (gas) lalu keluar ke permukaan batang dan mengalir ke bagian bawah.busuk timbul pada lendir setelah diuraikan oleh micro-organisme sekunder. maple. Kemudian cairan itu menjadi mangsa bakteri pembusuk yang lain dan jenis-jenis cendawan ragi. dan willow. bakteri juga ada yang menyebabkan penyakit yang mengeluarkan lendir terus menerus seperti yang terdapat pada pohon Elm dan pohon-pohon lain. Menyerang pohon Elm. mulberry. Gejala utama : mengeluarkan lendir (slime flux) Seperti yang telah diuraikan di muka. Jaringan kayu dan pohon-pohon itu menjadi berwarna gelap dengan sifat seperti bekas terendam air. (4). Berdasar type klasik bakterium Erwinia carotovora (penyebab busuk basah yang umum).Gambar 5.

Infeksi melalui luka. tetapi gejala menyeluruhnya (Syndrome) adalah asma. Terjadi di lapangan. Cactus yang besar ukurannya. 211 . dan tanaman-tanaman lainnya. Carotovora akan merubah medium emnjadi cair dalam waktu 24 sampai 48 jam. Erwinia carotovora : Busuk basah dari sayuran. carotovora. Enzymeenzyme yang dihasilkan oleh bakteri menghancurkan zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. Pengujian cepat : Pada medium Na-polypectate yang baru dituang ke dalam cawan Petri diberikan (inoculasi) organisme tersebut dengan menyapukannya. cepat menjalar dan menjadi busuk dengan abu tak sedap. transit pada sayuran maupun tanaman hias. di tempat penyimpanan.Busuk basah terjadi terutama pada sayuran yang banyak mengandung air. misalnya tanaman hias-daun. Rhizome dari tanaman Iris. E. sehingga menimbulkan busuk jaringan yang basah dan berlendir. Penyebabnya belum tentu E.

Adalah tidak terlampau penting untuk mengidentifikasi sampai kepada species dari bakteri penyebab busuk lunak/basah agar anda dapat memberikan anjuran tindakan kontrol. tanaman hias.atroseptica. Kecuali dalam hal busuk-melingkar pada kentang di mana tindakan kontrol yang drastis diperlukan).Erwinia aroideae : Busuk lunak dari Calia. Bagian-bagian dengan kematian jaringan yagn luas menghasilkan cairan coklat-hitam. lalu menjadi hitam pada permukaan jaringan cactus yang seperti semangka itu. Menurut Elliot : bakteri penyebabnya termasuk E. Erwinia carnegiana : Necrosis-bakteri dari Cactus Besar (Bact. karena penyakit sudah terlampau lanjut. Batang di bawah permukaan tanah menjadi hitam dan membusuk. juga umbi-umbi tanaman hias. Sangat merugikan bila menyerang bukubuku batang bagian bawah sehingga menyebabkan busuk lunak/basah. Busuk lunak yang khas. Daun-daun tanaman di bagian bawah berwarna kuning. dan pertumbuhannya menjadi tegak. Erwinia phytophthora (atroseptica): Busuk-hitam dari Delphinium (Blackleg of Delphinium). golongan Cucurbit. umbi-umbinya ikut terinfeksi melalui jaringan penghubung dengan batang. Juga menyebabkan busuk basah pada banyak macam sayuran. Pada tahapan ini tanaman inang tak bisa diselamatkan lagi. batang tanaman menjadi patah/rebah dan mati. Erwinia dissolvens : Busuk bakteri pada Batang Jagung. berbentuk bulat atau oval. . Erwinia atroseptica : Busuk-hitam pada Kentang (Potato Blackleg). Mulamula mendapat bercak-bercak kecil. Menyebabkan busuk-lunakhitam pada pangkal batang dengan cairan bakteri yang meleleh keluar dari celahcelahnya. dan Cacti.Necrosis of Giant Cactus).

dan lain-lain. dan menghasilkan busuk lunak maupun keras. bergabung menjadi hitam. Kerusakan atau kematian jaringan itu terjadi pada daun-daun.(5). Bercak-bercak bersifat seperti bekas terendam air pada tingkat awal. Bercak-bercak berbentuk bulat. Bercak-bercak berwarna kemerahmerahan dan berbentuk agak meruncing atau menonjol. Pangkal tanaman mengkerut dan daun-daun gugur. terutama Lemon. Mula-mula terdapat bercak-bercak kecil pada daun bagian bawah (dekat batang). kemudian menjadi coklat sampai hitam. lapis. umbi batang. tanpa pembusukan. buah. 212 . Pseudomonas syringae : Busuk hitam pada celah-celah tanaman citrus (Black Pits of Citrus-Citrus Blast). maka penyakit busuk-keras ini menyebabkan kerusakan jaringan yang terbatas. dan pada tingkat lanjut mengering serta mengeras. Erwinia cypripedii: Busuk-coklat pada anggrek. batang/dahan. Kemudian bercak-bercak melebar. seperti bekas terendam air. kemudian menjadi coklat-tua dan cekung. umbi. Gejala utama : busuk rot) keras (firm Seperti halnya pada penyakit bercakbercak daun yang kecil (spots) dan besar (blights). Pseudomonasi marginalis : Kurap pada gladiol (Gladiolus Scab). seperti terendam air. Pseudomonas cattleyae : bercak-bercak coklat pada anggrek. berwarna hijau-gelap. Bercak-bercak berwarna hitam dan cekung pada buah Citrus. Bercakbercak kecil berwarna coklat-mengkilap.

Umbi-umbi Hyacinth yang terkena infeksi berat tidak akan menghasilkan bunga dan daun-daunnya mempunyai gejala baris-baris (streaks) kuning sampai coklat. bersudut-sudut. cekung dengan pinggirannya agak terangkat. Xanthomonas hyacinthi : Penyakit kuning pada hyacinth (Hyacinth Yellow). dan ranting-ranting baru adalah pada musim bunga dan periode sesudahnya di . Irisan melintang pada umbi akan menimbulkan lendir kuning. Di negeri Amerika Serikat ini tidak akan dijumpai lagi. tunas buah. (6). Terjadinya bercak-bercak berukuran besar pada bunga-bunga. (Bakteril Spots of Tomato&PapperBakteril Pustuler). Gejala utama : hawar (blights) dan kanker Gejala-gejala dari penyakit FIRE BLIGHT pada tanaman Apel yang terkenal itu merupakan TYPE gejala umum golongan penyakit ini. Xanthomonas citri : Canker Pada Citrus (Citrus canker). Seringkali bercak-bercak ini mempunyai lingkaran kuning di sekelilingnya (yellow halo) dan menyebabkan daun rontok.Pada umbi-lapis bercak-bercak pada tingkat awal bersifat seperti bekas terendam air dan berwarna kuning-pucat. Xanthomonas vesicatoria : Bercak-bercak bakteri pada Tomat dan Cabai. Fire blight disebabkan oleh serangan bakterium Erwinia amylovora. Menimbulkan bercakbercak sangat kecil. Penyakit yang serius ini telah dimusnahkan dari daerah Florida dan sepanjang Teluk Mexico. Selanjutnya bila umbi tersebut menjadi tua dan penyakitnya berkembang : bercak-bercak menjadi berwarna coklat tua. Menimbulkan bercak-bercak berwarna kecoklatan dan bergabus pada daun dan buah. dan berbentuk meruncing ke atas pada daun. Bercak-bercak serupa bisa juga timbul pada buah.

pyracantha. ranting. Bagian tanaman yang terletak di atas lingkaran kematian itu lalu mati pula. cotoneaster. maka gejala mengkerut dan matinya kulit tampak jelas sekali pada bagian-bagian dahan yang terserang. Masuknya sang bakteri melalui ranting-ranting. tunas buah. Serangan Fire Blight sangat merusak bila telah mencapai daerah Cambium dari batang atau dahan pohon. Jika kerusakan Cambium terjadi secara melingkar. sel-selnya mati. dan sebagainya. Bercak213 . Bakteri dapat bertahan hidup di jaringan Cambium yang diserangnya itu selama musim dingin (over-winter).mana terjadi pertumbuhan yang pesat di musim semi. atau tunas-tunas air yang kena infeksi. dan tampak garis pembatas yang sangat jelas/tajam antara jaringan yang mati dan yang hidup. Fire blight merupakan penyakit yang sangat dikenal menyerang tanaman Pear dan Apel. Pada pertengahan musim panas infeksi terhenti. lalu di musim semi berikutnya menghasilkan cairan/lendir yang selanjutnya menulari bagian-bagian pohon yagn lain seperti bunga. dan Photinia. Jaringan yang terinfeksi menjadi mati dan warnanya berubah menjadi coklat-muda sampai tua tergantung jenis tanaman inang. lalu disusul dengan mati dan mengkerutnya jaringan kulit yang seterusnya menyebabkan terjadinya celah-celah. Penularan terjadi melalui vektor serangga atau uap air. Cambium menjadi berwarna coklat muda. tetapi bisa juga menyerang jenis-jenis tanaman dari golongan famili Rosaceae termasuk stone fruits dan tanaman hias seperti loquat.

Erwinia amylovora : Penyakit fire blight. Dahan yang muda menjadi bergaris-garis hitam .bercak yang terjadi pada daun-daun. Akibatnya bungabunga dan ranting-ranting menjadi mati (necrosis) dan berbercak-bercak dengan ukuran besar.(2) Biasanya disertai dengan terjadinya gum yang mengalir keluar pada darah-darah yang kena canker. Pseudomonas syringae : Canker bakteri pada tone Fruits. Cambium menjadi hitam dan mati. atau buah dari tanaman tidak berkayu seringkali mengeluarkan tetesantetesan lendir (exudate). Bercak-bercak menjadi coklat hitam dengan tepi kuning. disusul jaringan kulit menjadi mati pula. Pseudomonas mori : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Mulberry. Bercak-bercak seperti bekas terendam air terdapat banyak sekali pada daun-daun. Jika terkena butiran air maka lendir lalu menyebar dan membentuk lapisan bakteri yang sangat tipis. lalu bercak-bercak membesar dan menyebabkan daun menjadi salah bentuk. ranting-ranting. Penyaki canker yang bisa melewati musim dingin pada medium dahan-dahan yang besar itu di musim semi berikutnya mengeluarkan lendir yang kemudian ditularkan oleh serangga dan percikan-percikan air (uap air) ke bagian tanaman lain : bunga-bunga dan ranting-ranting baru. ranting. dan cabang-cabang yang aktif. Xanthomonas junglandis : Bercak-bercak bear bakteri pada pohon Walnut. Hampir serupa dengan Fire Blight dengan 2 perbedaan : (1) Infeksi terjadi selama musim dingin dan awal musim semi. Bercak-bercak hitam dengan selselnya yang mati pada taji ranting (catkin). Menyerang bermacam-macam tanaman golongan pome dan stone fruits dan berbagai tanaman hias. lalu menjadi terhenti pada musim panas . buah-buah yang muda dan masak. Tanaman lain yang diserang : Black Walnut dan butternut.

lalu menjadi hitam dan mengeluarkan cairan (exudate).dengan mengeluarkan lendir. lalu menjadi hitam pada tingkat lanjut. dan mengeluarkan cairan (exudate) berwarna kuning. Seringkali terdapat lapisan bakteri tipis (exudate) pada permukaan bawah dari daun yang berwarna keputih-putihan. Akibatnya pohon menjadi kerdil. Glycinea Bercak-bercak bakteri dari Kedelai. (7). Penyakit ini merupakan penyakit yang umumnya terdapat pada keledai. bersudut-sudut. Kalau sudah begini maka biji-bijinya seringkali kena infeksi juga. Mula-mula berwarna coklat-kemerahan. mengandung gum. Daun-daun lalu rontok. Bercak banteri pada tanaman yang tidak berkayu Pseudomonas syringae pv. terdapat banyak sekali pada daundaun. Phaseolicola 214 . Pseudomonas syringae pv. Bercak-bercak kecil berwarna kemerah-merahan lalu menjadi coklat. cekung. Xanthomonas pruni : Bercak-bercak bakteri dan canker pada Stone fruits. Pada buah terjadi bercak-bercak yang bersifat kering. Polong yang kena infeksi berbercak-bercak seperti bekas terendam air. Bercak-bercak kecil. Bercak-bercak pada ranting berwarna gelap dan cekung ke dalam. dan translucent pada daun kedelai. menyebabkan daun-daun berlubang karena bercak-bercak itu menjadi lepas (shotholes). Ada juga bercak-bercak pada batang dan petiole yang berwarna hitam.

lalu mengering. Kalau sudah begini maka biji-bijnyapun kena infeksi : berbercak-bercak dengan warna kuning-coklat sampai kelabu. Phaseoli Bercak-bercak bakteri biasa paca kacang buncis/polong. hijau-tua. kemudian menjadi hijau-tua dan berwarna gelap. dan dibatasi oleh tulang-tulang daun kecil hingga tepinya seperti bersudut-sudut.Bercak-bercak dengan halo pada kacang buncis/polong (Halo blight of Bean). Semua jenis kacang buncis peka (rentan) terhadap penyakit ini. jika dilihat dengan latar belakang yang mempunyai pancaran cahaya akan tampak hijaumuda. Mula-mula bercak-bercak kecil pada daun. bersifat seperti bekas terendam air. Bercakbercak pada batang/cabang menyebabkan mudah patah bila tertiup angin. kemerah-merahan. Bercak-bercak tersebar sepanjang tulang daun utama. Mula-mula bercak-bercak daun seperti bekas terendam air. Mula-mula bercak-bercak daun berwarna hijau-tua dan seperti . dan berwarna hijau-muda. cekung. kemudian menjadi berwarna gelap Pseudomonas pisi Bercak-bercak bakteri dari Kapri (bakteril Blight of Pea). Bercak-bercak pada polong berwarna kemerahan sampai coklat dengan lapisan tipis berwarna perak yang berasal dari lendir baceria. Xanthomonas malvacearum : Bercak-bercak daun bersudut-sudut pada kapas (Angular leaf spots of Cotton-Black arm). dan mengadung kerak dari lendir bakteri yang kering. bersudut-sudut. Bercakbercak pada buah mula-mula hijau dan seperti bekas terendam air. tetapi banyak jenis kacang polong (dry beans) resisten. Kemudian bercak-bercak menjadi coklat dan kering. hanya saja terdapat lingkaran (halo) lebar hijau atau hijau-kuning di sekitar bercak-bercak yang seperti bekas terendam air itu. berwarna kuning-coklat dengan tepinya berwarna kuning. Bercak-bercak pada batang/cabang membesar dan menghitam. Bercak-bercak pada polong merupakan noda seperti bekas terendam air. Kemudian menjadi besar dan mengering. Bercak-bercak seperti penyakit bercak-bercak lainnya. Xanthomonasi campestris pv.

Bercak-bercak serupa pada batang/cabang. Bila kena tetesan air maka lendir menyebar menjadi suatu lapisan bakteri yang tipis. Mula-mula translucent (agak tembus cahaya). maka bercak-bercak itu akan mengeluarkan tetesan lendir bakteri yang bila mengering menjadi setitik kecil karak lendir. dan tidak bersudut-sudut. 215 . Pada cabang atau buah bercakbercaknya bisa berukuran kecil (spots) sampai besar (blights). Xanthomonas carotae Bercak-bercak bakteri pada Wortel. Gejala utama : bercak-bercak daun Penyakit bercak-bercak daun yang disebabkan oleh bakteri juga mempunyai gejala-gejala karakteristik yang umum. Bila cuaca lembab. lalu menjadi gelap warnanya. mula-mula translucent. (8). Bunga-bunga yang dibiarkan untuk memproduksi biji bisa menjadi rusak/mati oleh serangan penyakit ini. lalu membesar dan mengering serta menjadi coklat kemerahan. Acapkali bercak-bercak daun mempunyai tepi yang bersudut-sudut sebab dibatasi oleh tulang-tulang daun.bekas terendam air. (Bakteril Blight of Carrots). bentuknya bulat atau lonjong (oval). Juga pada bunga-bunga dan polong-polong muda. Jika tulang daun kena infeksi pada usia muda biasanya tanaman lalu mati. kemudian bercak-bercak itu berubah menjadi berwarna gelap dan tidak tembus cahaya (opaque). Bercak-bercak yang tak teratur bentuknya pada daun dan petiole.

Bintik-bintik ini berukuran sangat kecil (1 sampai 2 mm). mudah tersebar/ tercuci oleh butir air hujan. mudah . Lachrymans Bercak. Garis-garis dan noda-noda merah pada daun-daun dan pelepah. tak teratur. Bercak-bercak seringkali bergabung hingga menjadi lebih besar. cabai. Bercak-bercak hitam-tak teratur pada seluruh bagian tanaman Delphinium. Pseudomonas ap i : Bercak-bercak bakteri pada Selderi (Bakteril Blights of Celery). Pseudomonas syringae pv. kedelai. Daundaun yang kena infeksi berat menguning dan gugur. tampak seolah-olah meruncing keluar dari permukaan bawah daun dan bergabus. Bercak-bercak kecil tak teratur pada daun. bintik-bintik juga terdapat pada buah.Suatu variasi yang menarik dari golongan penyakit ini ialah adanya bintik-bintik bakteri (bakteril pustules) yang timbul di sisi bawah permukaan daun. Hampir serupa dengan di atas. Terdapat menyerang pada tomat. dan mengeluarkan cairan (exudate) yang seterusnya menjadi lapisan tipis bakteri keputih-putihan. bersifat seperti bekas terendam air. dapat menyebabkan daun rontok. berwarna seperti karat. Terdapat kerak merah bakteri. Bercak-bercak pada tingkat lanjut berwarna kelabu.bercak daun yang bersudut-sudut dari Cucurbit (Angular leaf-spots of Cucurbits). dan lain-lain. Selain daun. Pseudomonas delphinii : Bercak-bercak hitam pada Delphinium (Delphinium Black Spot). Bercak-bercak daun bersudut-sudut. Xanthomonas holcicola : Penyakit bakteri bergaris-garis tak teratur pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Streak of Sorghum and Corn). Tapi bercak-bercak biasanya berwarna lebih gelap/tua. Pseudomonas andropogonis : Penyakit bakteri-bergaris pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Stripe of Sorghum and Corn).

dan dengan pancaran sinar tampak berwarna hijau-muda. Pada buah bercak-bercak berwarna keputih-putihan. dan kadang-kadang menimbulkan lubang karena bercak-bercak itu terlepas. bulat dan kecil-kecil. Menyebabkan daun gugur secara prematur. Pada tingkat lanjut bercak-bercak menjadi tak tembus cahaya. Terutama menyerang daun. kedelai dan kacang polong (cowpeas). Bercak-bercak seperti melepuh. Pada permukaan bawah daun timbul bintikbintik (pustule). serta mempunyai lingkaran halo berwarna kuning. Pseudomonas washingtoniae : Bercak-bercak daun dari Palem (Bakteril leaf-spot of Palm). Gejala berupa bercakbercak kecil berjumlah sangat banyak pada daun. penyakit ini menyerang anggota-anggota Solanaceae lainnya. Xanthomonas begoniae : Bercak-bercak daun dan batang/dahan dari Begonia (bakteril leaf and stem blight of Begonia).glycines: Pustul bakteri pada tanaman kedelai (bakteril pustules of Soybean). Selain tembakau. Xanthomonas axonopodis pv. Bercak-bercak daun berwarna kuning-coklat sampai coklat pada pusatnya. Bercak-bercak kecil berwarna hijau-kekuningan dengan pusatnya yang coklat-kemerahan. Begonia akan mati. 216 .patah. berwarna coklat dengan tepi berwarna kuning-translucent. Bila menyerang batang/dahan. Pseudomonas tabaci : Penyakit Terbakar pada Tembakau (Tobacco Wildfire). dan terdapat pada daun.

pucat. S. yaitu kurap-berbubuk (powdery scab) yang disebabkan oleh Spongospora.(9). gula-bit.stolon. Ipomoea : Menyebabkan Busuk dalam Tanah (Soil Rot or Pox) pada ubi-jalar. Akar-akar rabut berkurang jumlahnya dan mengalami salah bentuk. pada umbi menimbulkan luka terbuka. dan cabangnya kerdil. Spora ini mempunyai ukuran seperti bakteri.5 cm pada ubinya. Dengan melihat gejalanya saja sudah cukup untuk memberikan diagnosis. kadang-kadang dengan celah terbuka (luka yang dalam) sampai sepanjang 2. sehingga sukar pula untuk mengisolasinya. S. maka sukar untuk melihat myceliumnya. yaitu 1 sampai 2 mikron panjangnya. Akibatnya ubi-jalar menjadi berkurap. dan tanaman ubi-ubian yang lain. Gejala utama : kurap atau luka terbuka (scab or pits) ordo Actinomycetales family Streptomycetaceae Streptomyces (Actinomyces) : Suatu genus yang mempunyai mycelium. sudah tentu diperlukan istilah-istilah yang tepat dan singkat serta dimengerti oleh semua fihak. Myceliumnya sangat halus (2/3 mikron) dan mempunyai benang-benang spiral yang membentuk segmen-segmen ke dalam sporanya yang berbentuk cylinder. Tetapi janganlah anda terkacau dengan penyakit kurap yang lain. Hal ini untuk menghindarkan . Bercak-bercak itu bisa dangkal atau dalam. Menyebabkan timbulnya bercak-bercak bergabus pada ubi. tetapi dalam Manual Bergey digolongkan Bakteri dalam Ordo terpisah. Bila dibuat seksi (irisan). Daun-daun tanaman ubi-jalar yang terkena infeksi berukuran kecil. maupun akar. Diagnosis cukup dengan melihat gejalanya. Dalam menyatakan gejala-gejala penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri. scabies : Penyakit Kurap Yang Umum (Common Scab) pada kentang.

dahan. umbi batang. buah. dan ranting-ranting muda yang biasanya terjadi pada musim bunga dan periode pertumbuhan yang cepat di musim semi. dan Photinia . yang bisa pula menyerang tanaman dari golongan Mawar termasuk golongan Stone Fruits dan tanaman hias seperti loquat . (10). Cotoneaster . maka bercak-bercak pada tingkat awal menunjukkan sifat seperti bekas terendam air (watersoaked). Buah-buahan menjadi busuk dan keras. 217 . lalu mengering dan mati. dan lain-lain sehingga menimbulkan gejala bercak-bercak (lesions). Dibawah ini akan dikemukakan beberapa istilah yang sering dipakai untuk gejala penyakit bakteri yang banyak dijumpai. Pyracantha . Serangan penyakit ini biasanya terhenti di pertengahan musim panas. Yang paling banayk dikenal adalah Fire Blight pada tanaman Apel. tunas buah.pertelaan gejala yang panjang-lebar serta untuk mencegah salah pengertian. dan tampak garis pembatas yang sangat jelas antara jaringan yang mati dengan yagn hidup. Jaringan yang terinfeksi mati dan warnanya menjadi coklat muda sampai tua tergantung pada tanaman inang. Ada pula serangan penyakit bakteri yang mengakibatkan mati-jaringan dengan bercak-bercak berukuran besarbesar (Bakteril Blighting) pada bunga. Gejala penyakit bakteri berupa busuk-Keras (Firm Rot). Penyakit ini menyebabkan kematian sebagian jaringan (necrosis) dari daun. umbi lapis. Seperti gejala serangan bakteri pada umumnya. lalu seluruh bagian mengering dan mengeras.

dan cairan ini lalu menulari bagian-bagian bunga. Selanjutnya bagian atas pohon menyusul mati.Serangan Fire Blight dapat menjadi lebih parah bila mencapai tingkatan serangan bakterium pada daerah Cambium dari dahan dan batang. biasanya berbentuk bulat atau lonjong. sehingga setelah kering akan tampak sebagai lapisan yang sangat tipis berwarna keputih-putihan. maka lendir tadi akan menjadi kering sehingga yang tertinggal adalah setitik kecil lendir kering. dan tidak pernah bersudutsudut. kering dan mati pula. Bintikbintik ini seperti bergabus dan bentuknya meruncing. mula-mula translucent. mengeluarkan cairan (exudates). lalu menjadi berwarna lebih gelap serta tidak tembus cahaya (opaque). Bercak-bercak daun seringkali bersudutsudut. Jika tak terganggu. Kalau infeksi bertambah . Bila kematian jaringan Cambium terjadi secara melingkar (girdling). menuju daerah Cambium dan menyebabkan kematian jaringan dengan warna coklat muda. kedelai. Pada musim semi berikutnya bangkit kembali. Bercak-bercak daun yang disebabkan bakteri (Bakteril Leaf spots) merupakan gejala yang khas mula-mula translucent (dapat melewatkan sebagian cahaya). melalui serangga dan uap air. dan tunas/cabang air. maka akan tampak jelas lingkaran kulit pohon yang mengkerut dan mati. dan lain-lain. Bakterium masuk lewat ranting-ranting. cabai. Bagian yang Cambiumnya mati. Jika kelembaban udara tinggi. lalu berwarna gelap. sebab perusakan jaringan dibatasi oleh tulang-tulang daun. dan lain-lain. maka lendir akan menyebar-melebar rata. serta sering-sering menimbulkan celahcelah. kulitnya mengkerut. Serangan bakteri pada cabang atau buah bisa mengakibatkan bercak-bercak kecil dan besar. Bakteri dapat bertahan hidup selama musim dingin di jaringan Cambium yang telah diserangnya (over-wintering). Pustul bakteri (Bakteril Pustules) berupa bintik-bintik kecil ( 1 sampai 2 mm) yang menonjol pada bagian bawah daun dan pada buah-buahan seperti buah tomat. si-bakterium akan mengeluarkan setetesduatetes lendir. tunas buah. Jika terkena air.

Di bawah ini dicantumkan gejala-gejala utama dari serangan parasit nematoda bukanpembentuk benjolan (non-gall formers). Gejala pustul bakteri pada daun kedelai. (c). Penyakit-penyakit nematoda Penyakit atau gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh parasit nematoda telah lama diketahui. maka daun menguning dan gugur sebelum waktunya. Gambar 5. Gejala umum yang dapat ditimbulkan adalah pertumbuhan yang terhambat dan hasil yang menurun. Jenis-jenis nematoda lainnya juga menimbulkan kerugian dengan menjadi parasit pada tanaman.berat. walaupun tanpa menimbulkan benjolan-benjolan (galls) dan tanpa gejala yang jelas bagian tanaman di atas tanah. mulamula sangat kecil.48. Besar dan luasnya kerugian yang diakibatkan oleh kira-kira 24 jenis (genra) parasit nematoda (tidak termasuk penyebab benjolan akar) baru disadari sejak tahun 1950. terutama yang mengakibatkan terbentuknya benjolanbenjolan pada akar (root-knot nematodes). kemudian bisa menjalar ke seluruh akar 218 . Bercak-bercak akar (root lesions).

49. terjadi pembentukan akar lateral yang sangat banyak setelah nematoda melukai dan menyerang akar.Gejala puru akar yang disebabkan oleh nematoda Pemilik tanaman agar diberitahu dengan segera agar bisa melakukan tindakan-tindakan guna menghindarkan bahaya penyebaran infestasi. nematoda yang menyerang bagian tanaman di atas tanah menimbulkan salah bentuk pada daun-daun dan batang/cabang. Ujung akar terluka (Injured Root-tips). menyebabkan akar menjadi kerdil dan bengkak (seperti stubby roots ). Acapkali akibat-akibat ini sulit untuk dievaluasi dan dibedakan dari akibat-akibat yang ditimbulkan oleh faktor-faktor lain yang mungkin bisa juga menyebabkan pertumbuhan yang jelek. kerdil.50. disebabkan oleh organisme sekunder setelah terjadinya pelukaan oleh nematoda. Diagnosis penyakit nematoda Type dari benjolan akar (Types of rootknot galls) : Tergantung pada tanaman inang maka terdapat beberapa type benjolan akar yang akan . Hal ini disebabkan oleh besarnya kemungkinan penyebaran parasit nematoda melalui akar-akar tanaman. layu secara abnormal. Gambar 5. menguning. batang dan bunga. Percabangan akar berlebihan. rhizome. Nematoda di dalamsel tanaman Gambar 5. Akibat-akibat lain yang umum terdapat : tanaman merana.51. Beberapa jenis nematoda yang menyerang golongan tanaman butirbutiran (gandum misalnya) dan rumputrumputan menyebabkan terbentuknya benjolan (galls) dalam jaringan biji. dan/atau menghasilkan panen yang rendah kwalitasnya (misalnya sayuran). . maka adalah sangat penting untuk melakukan diagnosis secara akurat. Gejala serangan nematoda Bila terdapat infestasi. Gambar 5. Kerusakan pada daun. umbi (yang akan ditanam).Busuk akar. maupun tanahnya sendiri.

219 .dikemukakan di bawah ini (penggolongan secara artificial hanya untuk membantu mempermudah mengenali gejala).

benjolan-benjolan ini sering diabaikan karena tidak mudah terlihat Nematoda-nematoda betina kadangkadang berada di luar akar tanpa pembentukan benjolan ). serta disertai dengan benjolanbenjolan kecil lain yang berjumlah banyak. Anda bisa melihatnya (dengan merobek jaringan benjolan) dengan mata langsung. berkayu. membentuk benjolan hanya sebagai pembengkakan dari ujung akarakar . Jika benjolan-benjolan sebesar ini banyak terdapat pada akar tunggang (utama). Benjolan-benjolan akar bersifat sukulen dan akan cepat membusuk. Benjolan-benjolan akar ini dapat terkacau dengan gejala penyakit Crown Gall (bakteri). Type 4 : Benjolan pada ujung akarBeberapa tanaman tertentu misalnya Palem. peach . kacang buncis. berbentuk bulat Tanaman sukulen yang tumbuhnya cepat seperti tomat. bangsa labu-ketimun. Type benjolan ini adalah yang paling umum terdapat. maka akar tunggang itu akan tampak membengkak besar sekali dan salah bentuknya. Dalam jaringan benjolan terdapat nematodabetina yang berukuran kecil dan tampak seperti mutiara. serta benjolan-benjolan kecil lainnya terdapat pada akar lateral. berwarna gelap.Type 1 : Berukuran besar (relatif). Type 2 : Benjolan yang keras. berbentuk seperti kelas penggulung benang (Very small spindle-shaped galls) Terdapat pada beberapa jenis tanaman seperti arbel dan ash (dan beberapa jenis tanaman lain yang agak peka sifatnya). pare. bedanya ialah : benjolan-benjolan ini terdapat sepanjang akar dan tidak berbentuk bulan. dan beberapa tanaman hias (misalnya pepper tree ) membentuk benjolanbenjolan yang besar dan bentuknya bermacam-macam. atau dengan lensa-tangan akan terlihat lebih jelas.2 cm atau lebih. Type 3 : Benjolan-benjolan sangat kecil. dan pada beberapa tanaman inang berukuran besar Tanaman-tanaman yang sangat peka misalnya pohon fig . dan dahlia seringkali membentuk benjolan yang kurang-lebih bulat (spherical) dan bisa mencapai diameter 1.

tetapi tanpa benjolan-benjolan berkulit tebal (waret) itu. atau dewasa) yang bisa terlihat dengan bantuan lensa220 . namun benjolan-benjolan bisa berjumlah banyak. Juga rhizome (akar-tinggal) dari tanaman Iris mempunyai celah-celah serupa. Kriteria khusus yang digunakan untuk melakukan diagnosis pemeriksaan (distinguishing features) : Harus dicari : Benjolan-benjolan kecil berbentuk kelos yang berjumlah banyak sampai pada benjolan yang lebh besar dengan bentuk bulat pada akar-akar dari segala macam ukuran.rambut yang masih lunak. Meskipun tanaman terserang dengan tidak terlampau berat. maka biasanya terdapat celah-celah kecil berwarna coklat dimana berada sang nematoda (telur. Benjolan-benjolan ini mempunyai celahcelah di mana terdapat nematodanya. Benjolanbenjolan ini cepat membusuk dan biasanya tidak akan ikut terambil bila dilakukan pengambilan contoh (samples) untuk pemeriksaan. Ujung akar yang membusuk itu selanjutnya akan memperlihatkan benang-benang halus yang putih warnanya (ikatan pembuluh primer). Type 5 : Bercak-bercak kecil. Jika anda membuat seksi (irisan) pada benjolan dengan pisau silet yang tajam. larva. dan kulitnya tebal (warty) : Tanaman kentang membentuk benjolan-benjolan kecil dan berkulit tebal pada umbinya. menonjol.

tangan. Hal ini lebih mudah dilakukan daripada memeriksa larvae atau Nematoda dewasa yang bisa menimbulkan kekeliruan dengan Nema dari species lain. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus Penyakit-penyakit tanaman yang disebabkan oleh serangan virus telah dipelajari secara ekstensif selama 20 tahun terakhir ini. sedangkan ada pula yang mempunyai hanya satu tanaman inang spesifik. Telur-telur itu sangat kecil ukurannya serta berbentuk seperti cylinder dan transparant. Gejala penyakit virus juga bervariasi : ada virus yang latent tanpa gejala. Gejala layu di sore hari dalam keadaan kadar air tanah yang cukup adalah gejala pertama. ada pula yang menimbulkan gejala-gejala pada . namun untuk memastikan adanya serangan Nematoda kita harus memeriksa akar tanaman. Beberapa jenis virus mampu menyerang banyak macam tanaman inang. Adalah lebih baik bila diperiksa dengan mikroskop (stereo)binocular atau dengan mikroskop compound berperbesaran rendah. Selain itu. (d). harap diperiksa akar-akarnya. oleh karena Virus telah menimbulkan kerugian ekonomis yang besar terhadap hasil-hasil pertanian. Tanaman muda di pembibitan banyak mengalami kematian karena infeksi Rhixoctonia dan lain-lain. Adanya Nematoda puru-akar (root-knot nematodes) dapat ditetapkan dengan memeriksa irisan akar rambut yang mengandung telur Nematoda di bawah mikroskop compound. Gejala lainnya :Tanaman semusim yang sukulen dan peka (sayuran dan bunga-bungaan) seringkali bila diserang Nematoda menunjukkan gejala daun-daun terbakar dan bisa mati di tengah-tengah musim. Kalau tanaman berkayu tampak merana. tanaman-tanaman muda yang kena serangan Nematoda seringkali lalu menjadi kerdil dan tidak produktif. setelah Nematoda melukai jaringan akar. Crown Gall tidak mempunyai celah-celah seperti ini. Tanda-tanda serangan nematoda di lapangan : Walaupun ada beberapa macam gejala pada bagian tanaman yang terdapat di atas tanah yang agak jelas.

sedangkan bagian-bagian yang tua.tanaman inang : dari yang tidak begitu berat sampai yang sangat berat. Gambar 5. atau oleh pembuatn okulasi atau penyambungan (enten). misalnya daun-daun bawah tampak sehat-sehat saja. bahkan menimbulkan kematian. Tungau. dan sejenis Lalat putih (Whiteflies). 221 .52. Pada umumnya penyakit-penyakit virus disebarkan/ditularkan oleh serangga golongan Aphid dan Belalang-daun (Leafhoppers). Beberapa jenis penyakit virus bisa pula ditularkan oleh serangga golongan Thrips. Struktur virus Gejala penyakit virus tampak paling menyolok dan nyata pada bagian pertumbuhan baru dari tanaman. atau oleh adanya kontak/sentuhan dari tanaman yang sakit kepada yang sehat. oleh karenanya virus-virus terdapat pada seluruh bagian tanaman dan ini dapat dinyatakan dari cairan-tanaman (sap) yang berasal dari bagian manapun. Sebagian besar penyakit virus bersifat systemic.

Serangan penyakit yang telah mencapai tingkat lanjut dapat dengan mudah dinyatakan sebagai serangan Virus. Di tempat-tempat dengan areal pertanaman yang luas cara ini seringkali tidak praktis dan pengobatan yang effektif belum ada. dan malahan lebih baik dimusnahkan guna mencegah penularan lebih lanjut kepada tanaman yang masih sehat . oleh karena nama dengan system binomial jauh lebih ruwet dan belum seragam serta belum diterima oleh semua ahli virus. Ahli-ahli Penyakit Tanaman yang telah dilatih dengan Teknik-Virus dapat menyelamatkan virus yang ada di dalam bibit-bibit tanaman dengan perlakuan pemanasan atau kultur jaringan. Seperti yang telah dikemukakan. Deskripsi gejala penyakit virus . Selanjutnya bibit-bibit tanaman dijaga agar tetap bebas dari virus dengan cara seleksi. gejalagejala penyakit virus sangat bervariasi dan biasanya terdapat tiga sampai enam macam gejala yang berassosiasi dengan tiap-tiap penyakit. Beberapa varitas tanaman telah dimulyakan sehingga resisten/toleran inilah yang di kelak kemudan hari akan merupakan carautama guna mengontrol penyakitpenyakit virus. Kadang-kadang untuk melakukan hal ini haruslah dibantu dengan suatu pengujian penularan yang sederhana (Transmission test).Nama-nama virus yang akan dicantumkan di bawah ini adalah nama-nama umum. Meskipun demikian. jika ditinjau dari segi anjuran yang merupakan proSedure bagi pemilik tanaman penanam). Untuk membuktikan adanya virus di dalam tanaman haruslah dideteksi dengan gejala-gejala pada tanaman yang ditimbulkan. Oleh karena itu pengamatan jasad virus tidak merupakan suatu cara diagnosis yang praktis untuk pekerjaan identifikasi yang rutin. maka jawabannya selalu sama : Tanaman yang telah kena infeksi Virus tidak dapat dipulihkan/disembuhkan lagi oleh sipemilik tanaman. Diagnosis penyakit-penyakit virus Partikel-partikel virus berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron.

Tulang daun menjadi (Vein banding) baris-baris Tulang-tulang daun dan daerah sekitarnya menjadi baris-baris chlorosis. 222 . Bercak-bercak Bulat (Ring spots) Terdapat bercak-bercak bulat Chlorosis (sel-selnya Chlorosis) dan bercak-bercak bulat necrosis (sel-selnya necrosis/mati secara berselang-seling dengan sel-sel hijau-normal). (3).Gejala mosaic : (1). Atau terjadi Chlorosis. 1. atau Chlorosis/necrosis terjadi pada jaringan parenchyma di antara tulangtulang daun sehingga tulang-tulang daun menjadi baris-baris hijau. Ini adalah tahap lanjut dari gejala No. Tulang-tulang daun menguning-pucat (vein clearing) Sebelum tampak gejala mosaic atau perubahan warna secara tak teratur dan meluas. maka terlebih dulu terjadi perubahan warna tulang-tulang daun atau di daerah di dekatnya menjadi lebih terang :kuning-pucat. Jala-Kuning (Yellow-net) : Tampak seperti jala berwarna kuning pada daun yang sesungguhnya adalah seluruh tulang daun telah menguning. Kedua macam gejala di atas bisa merupakan gejala transisi ke arah mosaic yang lebih luas atau bisa juga tetap seperti itu sebagai gejala utamanya). (4). (2). Pusat dari kedua macam bercak-bercak menjadi necrosis pada tahap lanjut.

(2). Gejala kerdil dan mati. Gejala dari penyakit Layu berbercak-bercak (Spotted Wilt) dari tanaman tomat. Gejala dari penyakit Phloem Necrosis dari pohon Elm. Mosaic Variasi dalam warna daun dengan pola beraneka. dan lain-lain. dan gejala meranting (Spnidly twigs) pada penyakit Yellows dari pohon Peach. (3). Daun Gugur Prematur (Premature Leaf Shedding) : Gejala penyakit Mosaic pada Kobis. (3). penyakit Pucuk-Keriting (Curly Top)d ari gula-bit. Mosaic pada Peach. Kerdil dan Mati dari Tanaman Berkayu (Stunting and Death of Woody Palnts): Tristeza dari Citrus. Kerdil Seluruh bagian tanaman menjadi kerdil. Necrosis Pucuk (Top Necrosis) Terjadi kematian pucuk (terminal) ranting/cabang dan daun-daun. (2).(5). (4). (1). (4). Gejala penyakit Kerdil pada Dahlia. Necrosis pada Phloem Kematian jaringan Phloem yagn tampak pada irisan melintang batang/cabang. . Pengerdilan pada Pertumbuhan Baru (Stunting of Current Growth): Gejala Rosettes pada penyakit Mosaic dari tanaman Peach. Necrosis Lokal Bercak-bercak kecil-bulat yang berupa jaringan mati pada daun. (6). Kerdil pada Alfalfa. Garis-garis tak teratur (Streaks) Terjadi necrosis yang berupa bercakbercak memanjang seperti garis-garis tak teratur (terputus-putus) pada batang. Mottle Beberapa pola tertentu dari variasi warna Gejala nekrosis: (1). termasuk akar-akar.

Warna Terputus dari Petal (Color Break in Petals) Gejala perubahan warna dari mahkotabunga (petals) pada tanaman Kapri. Kuncup-kuncup tumbuh berlebihan (Proliferation of buds): Gejala penyakit Aster Yelows . dan Tulip.Salah bentuk (malformations): Daun bertekstur kasar (Rough-textured Leaves): Gejala penyakit Mosaic Rugose pada Kentang. (3). (6). (4). Gejala Pucuk-Keriting (Curly Top). Endapan Gum dalam jaringan Xylem dari kayu (Gum depostis inXylem of wood) Gejala penyakit Kulit Bersisik (Scaly Bark) dari Citrus. (2). Pertumbuhan Terhambat Gejala dengan ujung-ujung/pucuk-pucuk meruncing pada tanaman ketimun. (2). umbi berlekuk-lekuk (spindle-tuber) pada kentang. (5). (1). (1). Sapu setan (Witches broom) pada kentang. Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar sekunder (Proliferation of secondary roots): Gejala 223 . Stock. (3). Enations: Tumbuh tonjolan-tonjolan lunak di atas permukaan daun atau batang. Reduksi pada lamina-daun (Leaf blades reduced) Gejala penyakit Daun Paku-pakuan (Fern leaf) dari tomat. Mosaic pada Fig.Keriting (Curly Top) dari tanaman Gula-bit dan Tomat. Daun menggulung ke atas Penyakit Pucuk. Daun-daun menggulung ke bawah Penyakit Pucuk Keriting ari Buncis Gejala pertumbuhan berlebihan (overgrowth). Petunia.

vector aphids. Virus Tristeza dari Citrus-vector aphids.penyakit Pucuk-keriting (Curly Top). salah satu vektor virus tanaman.55. Gejala serangan virus pada daun tembakan Gambar 5. Virus mosaic buncis (Bean mosaic virus)-vector aphids (11 species) Gambar 5. Virus yang menyerang inang dalamsatu famili. Virus mosaic Peach (Peach Mosaic virus)-vector tungau eriophid. Kutu daun. Virus Western X. etc. Virus busuk-melingkar hitam dari Kobis (Cabbage black ring-rot virus)vector aphids. (2). Mahkota bunga menguning atau menghijau (Greening or Yellowning of Petals): Gejala penyakit Aster Yellows pada tanaman Aster dan Delphinium Virus-Virus Penting yang Menyerang Tanaman Virus mosaic tembakau (Tobacco mosaic virus). dan juga gejala penyakit Aster Yellows Gejala penguningan (yellows symptoms).54.disease -vector belalang daun (leafhopper). . satu species Virus Aster yellows (Aster Yellows virus)-vector belalang daun(leafhopper). .): Gejala Aster Yellows . Virus mosaic tebu (Sugarcane mosaic virus)-vector tak diketahui. Virus layu-berbercakbercak (Spotted wilt virus)-vector thrips. (1). Virus Pucuk-keriting (Curly-top virus)-vector eblalang-daun (leafhoppers). Chlorosis yang menyeluruh dan permanen pada daun-daun dan lain-lain (Permanent uniform Chlorosis of leaves.53. Virus mosaic ketimun (Cucumber mosaic virus) vector aphids. Virus mosaic alfalfa (Alfalfa mosaic virus)vector aphids Gambar 5.

Gejala serangan virus pada polong kacang buncis . Virus yang menyerang inang dalam satu genus Virus nekrosis Phloem dari Elm (Phloem necrosis virus of Elm)-vector kumbang224 .

Mycoplasma resisten terhadap Penicillin. Gejala serangan virus pada tanaman bawang Gambar 5. bahwa sejumlah penyakit yellow diseases yang dulunya dikira disebabkan oleh serangan virus. Jenis-jenis mycoplasma yang telah dinyatakan berada dalam tanaman dan mengakibatkan penyakit tidak banyak jumlahnya. tidak mempunyai dinding sel yang kaku.56. bahwa jenis-jenis yang dikenal akan bertambah dalam waktu singkat.dengan mikroskop elektron. mereka akan tampak sebagai benang-benang yang bercabangcabang dan memanjang yang kemudian akan terputus-putus menjadi sel-sel yang berbentuk bulat. tetapi dapat dihambat perkembangannya secara partial (partially inhibited) oleh senyawa-senyawa Tetracycline (Aeromycin et al). Akan tetapi dapat dipastikan. Penyakit-penyakit mycoplasma Belum lama berselang (1967) telah didemonstasikan.57. Gambar 5. Virus Peach Yellow - vector aphids.kulit-pohon. Di Dalam beberapa jenis mycoplasma ditularkan oleh belalangdaun (leafhoppers). Virus gabus bagian-dalam (internal cork virus) dari tanaman ubi jalarvector aphids. ternyata tidak demikian. Penyebabnya adalah suatu golongan organisme yang sangat kecil dengan ukuran terletak di antara virus dan bakteri. Dari segi diagnosis. Virus Sour Cherry Yellows -vector tak diketahui. Penyakit-penyakit yellows (mycoplasma): . Organismeorganisme ini disebut mycoplasma (berarti : bentuk cendawan ). 5). dan oleh karenanya dapat berubah bentuknya sesuai dengan sifat membran selnya yang lentur tapi mudah rusak/luka iut. Penyakit bunchy Top yang disebabkan oleh virus pada tanaman pisang. mereka akan diperlakukan seperti penyakit-penyakit dimana identifikasi dilakukan berdasar gejala-gejala yang ditimbulkannya pada tanaman.

dan lainlain. Kerdil pada Mulberry (Mulberry dwarf): Pada Mulberry. Chrysanthemum. Kerdil-jagung (Corn stunt) : Jagung. kentang. Penyakit-X pada Peach (Peach X-disease).American Aster Yellows : Pada tanaman Aster. Kerdil-kuning pada padi (Rice Yellow-dwarf). dan cabai Kerdil Clover (Clover dwarf) : Pada Clover. Kemunduran pada Pertanaman Pech (Peach decline). Parastolbur : Pada tanaman Periwinkle. tomat. Petunia. Gejala-gejala : Penyakit Aster Yellows menyerang lebih dari 150 genera 225 . Stolbur.

tanaman. Beberapa gulma yang sering mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya adakah: gulma berdaun lebar. Gulma semusim (berdaun lebar) yang sering dijumpai di semua lokasi misalnya babadotan (Ageratum conyzoides). dan sapu setan . selderi dan parsley. Bagian-bagian berubah bentuk dan warnanya seperti daun. tergantung pada tempat tumbuh. Gulma Tumbuhan Gulma adalah tumbuhan yang hidup pada tanaman budidaya sehingga akan menjadi pesaing bagi tanaman. Penyakit Aster Yellows biasanya dapat didiagnosis berdasar gejala-gejala pada tanaman inang. walaupun tidak gampang. air dan udara dan tempat tumbuh.) dan rerumputan seperti rumput kremah. Akan tetapi kerugian ekonomis diderita terutama oleh golongan tanaman hias dari family Compositae seperti Aster. c. cara pengolahan tanah dan lokasi penanaman. Gambar 5. Persaingan antara gulma dengan tanaman utamanya adalah bersaing dalam penggunaan unsur hara. tekitekian (Cyperus sp. Jenis gulma yang tumbuh sangat bervariasi. golongan tanaman sayuran dari family Umberlliferae seperti wortel. Gejala Pucuk-Ungu (Purple Top) adalah serangan penyakit Aster Yellows pada tanaman kentang di mana terjadi pula gejala timbulnya umbi-umbi pada bukubuku cabang/batang. Gulma juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit bagi tanaman. Gulma tanaman daun lebar . bayam duri (Arnaranthus spinosus). termasuk banyak jenis gulma. rumput bermuda. gulma teki dan gulma rumput.58. dan alang-alang. dorongan tumbuh pada kuncup-kuncup yang dormant. Gejala-gejalanya mencakup terjadinya penguningan (warna kuning yang bersifat umum) dan effek ini seringkali terjadi secara unilateral . dan bungabunganya secara keseluruhan akan mengalami salah-bentuk atau steril. Di samping itu mungkin terdapat pula gejalagejala : Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar kecil.

60.59. Gulma di lahan sawah.Gambar 5. Struktur gulma Cyperus iria 226 . Gambar 5.

penggunaan varitas tahan atau resisten. sanitasi. Pengendalian hama dengan varietas tahan merupakan upaya pemberantasan hama yang paling mudah. . dan PB30. sehingga hama akan kekurangan makanan sekali gus akan berpengaruh terhadap penurunan populasi hama. Dengan terputus dan bergantinya tanaman yang dibudidayakan maka kesempatan hama untuk mendapatkan makanan yang paling disenangi akan terputus. seperti PB26. . PB28. Sifat-sifat kimia/ fisik serta morfologi tanman yang tahan tidak disukai oleh hama. . . rotasi tanaman dan pergiliran tanaman yang merupakan salah satu cara memberantas hama dengan tehnik budidaya. Teknik pengendalian opt Pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara: . pengendalian hama secara terpadu. midalnya penanaman padi tahan weereng.d. secara biologi. . Pengendalian secara sanitasi adalah menghilangkan inang alternatif barupatumbuhan yang tidak dibudidayakan yang biasanya digunakan untuk tempat hidup alternatif bagi hama . Sehingga perkembangan dan pertumbuhan populasi hama akan turun sampai batas yang tidak membahayakan tanaman budidaya. Pengendlian secara tehnis budidaya bertujuan untuk memutuskn dan memperpendek masa tersedianya makanan bagi hama. Pengendalian secara tehnik budidaya adalah mengatur masa tanam. Kebanyakan hama sangat tergantung pada jenis makanan tertentu. tehnik budidaya. penggunaan insek-tisida.

Kegiatan sanitasi dilakukan dalam upaya untuk mengurangi populasi serangga. Memusnahkan sisa tanaman yang berada di lahan pertanian juga termasuk dalam usaha sanitasi untuk memberantas hama karena sisa tanaman budidaya akan memungkinkan hama dapat bertahan hidup sampai masa tanam berikutnya. Penyemprotan pestisida hendaknya dilakukan secara berulang-ulang dengan konsentrasi yang rendah dan sesuai dengan dosis rekomendasi. Pada umumnya pengendalian hama secara sanitasi dilakukan dengan membersihkan tumbuhan liar yang mungkin menjadi tempat hidup dan bertelur ataupun tempat makan hama yang sangat diperlukan untuk kehidupannya. Penggunaan pestisida dapat dianjurkan pada kondisi seperti tersebut di atas. Penyemprotan pestisida sebaiknya ditujukan pada stadium hama yang paling lemah.tanaman. Pengendalian hama dengan menggunakan pestisida selalu dilakukan pada saat populasi hama telah melampaui bata ambang ekonomi (tingkat membahayakan). Pestisida digunakan apabila tehnik pengen-dalian dengan varietas resisten. Pemilihan pestisida yang efektif amat mutlak diperlukan. Penyemprotan pestisida dapat diulamngi apabila penyemprotan yang pertama tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama dan ssangat memungkinkan apabila diperlukan konsentrasi pestisida dapat ditingkatkan. misalanya stadiaum nimfa atau imago. tehnik budidaya dan sanitasi tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama. Hal ini terkait dengn 227 .

Hama Flutella pada kubis diparasit oleh Angitaria. Apabila parasit yang ditetapkan bekerja secara efisien. misalnya parasit wereng adalah tabuhan dari famili Tricogamatidae yang merupakan parasit telur dan predatornya adlah kumbang Coxinella arcuata. Penerapan cara pemberantasan biologi harus mengusahakan pendistribusian parasit seefisien mungkin agar tercipta kesinambungan biologi antara parasit de ngan hama. Keseimbangan yang diharapkan adalah kemungkinan bahwa parasit dapat mengurangi populasi serangga sampai tidak membahayakan. Pada kondisi ini diduga musuh alami banyak terbunuh pada saat melakukan aplikasi penyemprotan pestisida yang pertama. Untuk mengintroduksi predator atau parasit membutuhkan modal yang besar. Akibat pengunaan pestisida yang kurang tepat menimbulkan ketahanan serangga terhadap pestisida. P engendalian hama terpad (integrated pest control) adalah perpaduan beberpa metode dan tehnik pengendalian hama . maka dapat bertahan lebih lama. Dan cara biologi ini tidak mencemarkan lingkungan seperti ada aplikasi pestisida. Cara pengendalian hama secara biologi adalah dengan memanfaatkan musuh alami dari hama yang menyerang tanaman budidaya. tetapi bukan untuk memusnahkan seluruh hama yang menjadii OPT. Pengendalian hama secara biologi diarahkan supaya hama secara alami dapat berkompetisi dengan organisme se-kitar lingkungannya.bahaya residu pestisida terhadap tanaman manusia. dan lingku-ngan. Musuh alami hama dapat berupa predator dan parasit. Akibat negatif dari pestisida adalah resurgensi hama dan letusan hama kedua yang lebih dahsyat dibanding dengan serangan hama yang pertama.

Pengendalian hama terpadu tidak tergantung pada suatu cara pengenalian tertentu seperti pengunaan pestisida. tetapi memadukan semua tehnik pe ngendalian dalam satu kesatuan s istem pengelolaan. atau penanaman varietas tahan hama. Pengendalian hama mengakui adanya jenjang toleransi manusia terhadap populasi hama atau terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh hama. tetapi hanya mengenalikan populasi hama agar tetap berada di bawah suatu tingkatan atau aras yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomis. Strategi pemberantasan hama terpadu bukanlah eradikasi hama. D alam melaksanakan pengendalian hama digunakan semua metode atau tehnik pengendalian yang sudah umum di lakukan. mebasmi ataupun memberantas. Sedangkan pengendalian hama terpadu merupakan kegiatan pengendalian secara multilateral. Ciri-ciri pengendalian hama terpadu adalah sebagai berikut: tuj uan utama bukanlah memusnahkan hama. Dalam kondis tertentu ada kemungkinan bahwa adanya individu serangga atau bina-tang malahan lebih berguna bagi manusia di masa yang akan datang. 228 .dalam suatu program untuk mengelola populais hama sehingga kerusakan tanaman yang disebabkan oleh OPT tidak termasuk ke dalam kerusakan ekonomis. Pandangan yang menyatakan dan harus dilakukan pemberantasan tidak sesuai dengan k aidah pengendalian hama terpadu. tetapi berupa pembatasan populasi hama. Pengendalian hama yang hanya bertumpu hanya pada satu tehnik pengendalian sering disebut dengan pengendalian seca unilateral.

Menetapkan dan mengembangkan ekonomi ambang . maka perlu diperhatikan bebe-rapa kendalanya. yaitu kendala sosial dan ekonomi. Mengembangkan . Mengembangkan sistempengamatan toring hama dan meoni. yang berarti bahwa pelaksanaan pengendalian hama terpadu harus dapat didukung oleh kelayanan sosial ekonomi masyarakat setempat. Langkah-langkah pokok yang harus dilalui dalam pengendalian hama terpadu: . serta kelestarian produksi dan pengelolaan lingkungan.marga satwa. manusia. Kendala ekologi yang berarti bahwa dalam penerapan pengendalian hama terpadu harus secara biologis dapat dipertanggung-jawabkan dan tidak menimbulkan kegoncangan atau kerusakan linkungan yang akan merugikan binatang berguna. Pengendalian hama terpadu tidak hanya memperhatikan sasaran jangka pendek tetapi merupakan pencapaian untuk sasaran jangkan panjang.Dalam mencapai sasaran pengendalian hama terpadu. yaitu mempertahankan populasi hama di bawah kerusakan ekonomi. Sehingga produktivitas pertanian dapat diusahakan pada tingkat yang tinggi. Identifikasi dan analisis status hama yang harus dikelola . Mempelajari saling ketergantungan dalam ekosistem . dan lingkungannya.

dan selektivitas melalui perbaikan tehnik aplikasi dan pengetahuan terhadap sifat dan perilaku hama. Beberapa cara mengendalikan organisme pangganggu secara mekanis adalah sebagai berikut : Pengendalian dengan tangan. Cara pengendalian ini cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh semua orang. ekologis. Mengembangkan orgnisasi pengendalian hama terpadu Beberapa taktik dasar pengendalian hama terpadu antar lain pemanfaatan pengendali hayati yang asli dari tempat tersebut. Keberhasilan pengendalian secara mekanis dapat dicapai jika dilakukan secara terus menerus. pengelolaan lingkungan dengan cara bercocok tanam menggunakan pestisida secara selektif termasuk pestisida fisiologis. Melakukan penyuluhan kepada para petani agar menerima dan menerapkan pengendalian hama terpadu . Pemasangan perangkap.model deskripsi dan peramalan hama . Mengembangkan strategi pengelolaan hama . pada prinsipnya . yaitu dengan pengambilan organisme pengganggu secara langsung dengan menggunakan tangan. 1) Pengendalian organisme penganggu dengan pola bercocok tanam Pada dasarnya pengendalian organisme pengganggu secara kultur tehnis adalah mengelola lingkungan tempat budi daya tanaman agar kondisinya tidak mendukung perkembangan dan pertumbuhan organisme pengganggu. 2) Pengendalian organisme pengganggu secara mekanis Pengendalian secara mekanis dimaksudkan untuk mengurangi populasi (jumlah) organisme pengganggu dengan bantuan tangan atau alat tertentu.

di tengah kebun sangat efektif untuk hama dari ordo Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat). 229 . Pemasangan lampu (sumber cahaya) pada malam hari.hanya menyediakan sesuatu (alat dan bahan) yang menyebabkan organisme pengganggu tertarik sehingga menghampiri perangkap.

penghalang dan lain-lain. pengeringan. pembasahan. Pengendalian dengan cara ini merupakan cara yang paling mudah. 5) Pengendalian organisme pengganggu dengan varitas/klon tanaman tahan hama/ penyakit Pengendalian organisme peng-ganggu dengan varitas atau klon tanaman yang tahan terhadap organisme tersebut bertujuan untuk meminimumkan (menurunkan) serangan organisme penggganggu karena adanya daya tahan yang tinggi dari varitas atau klon tanaman yang diusahakan. Kematian organisme pengganggu dapat disebabkan oleh pemanasan. pembakaran. Dengan cara ini petani tidak perlu belajar secara khusus. hanya benih/bibit yang ditanam diambil dari kelompok varitas/ klon yang tahan terhadap suatu organisme pengganggu. murah dan ramah lingkungan. Akan tetapi organisme musuh alami tersebut tidak merugikan tanaman yang diusahakan. Pengendalian hayati dengan musuh alami yaitu menggunakan organisme an dapat menyerang hama atau patogen (bibit penyakit) atau gulma. 6) Pengendalian organisme secara kimiawi Pengendalian organisme peng-gangu secara kimiawi adalah penggunaan zatzat kimia untuk mematikan organisme . 4) Pengendalian organisme secara hayati Pengendalian hayati adalah pemanfaatan dan penggunaan musuh alami untuk menumnkan/mematikan populasi organisme pengganggu tanaman.3) Pengendalian organisme pengganggu secara fisik Pengendalian secara fisik merupakan pengendalian yang menggunakan faktorfaktor fisik atau mengubah lingkungan fisik agar organisme pengganggu menjadi mati atau berkurang jumlahnya. dan petani dapat secara langsung menggunakannya seperti halnya membudidayakan tanaman pada umumnya. Contohnya adalah tanaman tomat Ratna dan cabe keriting yang tahan terhadap penyakit layu.

Fungisida dalah bahan kimia yang dapat membunuh jamur (fungi). racun kontak. Racun kontak adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama apabila bahan kimia tersebut bersentuhan atau 230 . nama dagang dan nama kimiawi. Bakterisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh bakteri. Pestisida dapat dikelompokkan menjadi insetisida. Nematisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh nematoda. Curater dan lain-lain Nama Kimia : 2. dapat digolongkan menjadi racun perut. Insektisida adalah bahan kmia yang dapat membunuh serangga (insekta). nematisida. bakterisida. Contoh penamaan pestisida dalam kegiatan sehari-hari adalah nama dagang. akarisida dan herbisida. rodentisida. Rodentisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tikus. Racun perut adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama melalui saluran pencernaan makanan. racun sistemik dan fumigan. sehingga populasinya menurun. Acarisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tungau (ordo Acarina).3-dihidro 2. Ada tiga cara penamaan pestisida.pengganggu. fungisida.2-dimetil-7-benzonil-dimetilkarbonat Dari cara masuknya pes-tisida ke dalam organisme pengganggu tanaman. yaitu sebagai berikut : Nama umum : Karbofuran Nama Umum : Furadan. yaitu nama umum. Dan herbisida adalah tanaman yang dapat membunguh rerumput-an gulma.

bila dicampur air menjadi suspensi 3 Flowable Powder (F) Tepung halus dan basah (seperti puding). NO NAMA KODE KETERANGAN FORMULASI 1 Emulsifiable Bila dicampur air. cairan akan menjadi emulsi (putih seperti Concentrates (EC) susu) 2 Wetable Powders (WP) Tepung basah. Beberapa bentuk formula pestisida disajikan dalam tabel berikut ini. kemudian termakan organisme penggangu atau nama.11. Racun sistemik adalah bahan kimia yang mematikan hama yang masuk ke dalam tubuh hama melalui bagian tumbuhan yang terlebih dahulu telah mengandug bahan kimia tersebut. Jenis Formulasi Pestisida menjadi gas dan membunuh organisme pengganggu melalui proses pernafasan.menempel pada tubuh hama. sehingga efektif dan efisien penggunaannya. Fumigan adalah bahan kimia yang mudah Tabel 5. Bila dicampur air emnjadi suspensi tepung dan dapat larut dalam air . Pada umumnya pestisida dibuat dalam bentuk formulasi tertentu.

merupakan partikel kecil yang dapat menguap ke udara 9 Poisonous Baits (B) Umpan beracun.4 Soluble Powder (SP) Tepung. digunakan bersama bahan tambahan yang disenangi hama (sebagaimakanan) 10 Slow. dapat larut dalam air 5 Solution (S) Larutan mempunyai-daya racun tinggi terhadap organisme pengganggu tanaman 6 Dust (D) Debu. diberikan kepada tanaman tanpa bahan tambahan (G) (langsung dibenamkan pada tanah) 8 Aerosol (A) Bahan aktif. digunakan tanpa campuran bahan pelarut lagi 7 Granular Butiran.release Formulations (SR) .

keluar secara per lahan-lahan. Tabel 5. Furadan G 2-4 gram per tanaman untuk membasmi nimfa (anak serangga). Daftar hama dan penyakit tanaman serta jenis pestisida No. untuk membasmi nimfa (anak serangga). dibenarnkan dalam media tanam Temik 10 G 2 gram per tanaman untukmembasmi nimfa (anak serangga). disemprotkan merata ke tanaman setelah tanaman berumur 15-30 hari.12. dibenamkan dalam media tanam 2 Tungau Takothion 500 EC Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 231 . HAMA Takothion 500 EC 1 Thrips 1-2 cc/liter air.Bahan aktif. dengan selang waktu 7-10 hari. dibenamkan dalam media tanam Curater 3 G 2 gram per tanaman. pemakaian selama musim tanam beberapa kali. NAMA HAMA/ PENYAKIT PESTISIDA DOSIS PENGENDALIAN A.

3 Kutu Daun Trithion 4 E Omite 57 EC Tahothion 500 EC Anthio 33 EC Dibrom 8 EC Folithion 50 EC Karphos 25 EC 4 Ulat Nudrin 24WSC Diazinon 40 EC Baythroid 50WSC 5 Kumbang Cymbush 6 EC Bayrusil 250 EC 6 Lalat Buah Hostathion 75 EC Bayrusil 250 EC 7 Kepik Laybaycid 25 EC Folithion 50 EC 8 Belalang Curacron B. PENYAKIT Benlate / Antracol 70 1 WP / Velimex Bercak Daun 2 .

15%per liter air 0.2%per liter air 0.Layu Fusarium 3 Layu Bakteri - 4 Antraknose/ patek Benlate / Antracol 70 WP/ Velimex d.2%per liter air 0. Teknik pengendalian hama. Kita harus menjaga ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen dapat melaksanakan fungsinya secara density dependent .25-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 2-3 cc/liter air 0. 25-40 ml/liter air 1-2 cc/liter air Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 1 2 cc per liter air 2 cc/liter air 0. Ada banyak jenis jamur patogen penyebab penyakit dan jamur yang mampu menekan populasi hama secara alami sehingga populasi tetap berada di bawah aras ekonomik. penyakit dan gulma (hpg) secara organik Patogen serangga dapat digunakan dalam Pengendalian Hama Tanaman (PHT) melalui beberapa teknik dan sasaran yaitu : 1).5 cc/liter air 0. Memanfaatkan secara maksimal proses pengendalian alami oleh patogen hama.75-1.15%per liter air .5-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 0.

0.0. Introduksi dan aplikasi patogen hama sebagai faktor mortalitas tetap. 2).25 1 cc / liter air.I cc / liter air 0.5 1 gram / liter air Tanaman dibangkar lalu dibakar Tanaman dibangkar lalu dibakar 0.5 . sehingga menjadi faktor 232 . Caranya adalah dengan memasukkan dan menyebarkan patogen pada suatu ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen tersebut mantap di ekosistem yang baru ini. Prinsip penggunaan patogen hama disini sama dengan introduksi serangga parasitoid atau predator untuk menekan populasi hama untuk jangka waktu yang panjang.5 1 gram / liter air Untuk itu keadaan dan perkembangan hama yang penting perlu terus dipantau dan menjaga tindakan-tindakan yang mengurangi berfungsinya patogen hama dapat dibatasi sekecil mungkin.

Aplikasi patogen perlu dilakukan beberapa kali sama prinsipnya dengan penggunaan insektisida sintetik organik. Permu-laan bagi patogen diperlukan kepadatan populasi inang yang cukup. Berbeda dengan insektisida sintetik organik maka insektisida mikrobia mempunyai keuntungan yaitu berspektrum sempit atau khas inang dan aman bagi lingkungan hidup serta tidak membunuh binatang bukan sasaran. kemudian disemprotkan ke seluruh tanaman atau langsung ke dalam tanah di sekitar perakaran. pengendalian OPT dengan musuh alami memiliki keuntungan diantaranya: a). Aplikasi patogen hama sebagai insektisida mikrobial. Saat ini beberapa jenis patogen seperti Bacillus thuringiensis telah dipasarkan dengan nama dagang tertentu. sedangkan untuk microbial agen yang telah dikeringkan dan dicampur dengan media lain dapat langsung dibenamkan kedalam tanah atau ditebarkan ke tanah disekitar tanaman. Aman bagi lingkungan Pengendalian hayati tidak memiliki efek samping terhadap lingkungan terutama terhadap serangga atau orga-nisme yang . Dibandingkan dengan teknik-teknik pengendalian yang lain terutama pestisida.mortalitas tetap bagi spesies hama yang dikendalikan. Permanen Musuh alami menjadi lebih mapan dan selanjutnya secara alami musuh alami akan mampu menjaga populasi hama dalam keadaan seimbang di bawah aras ekonomik dalam jangka waktu yang panjang b). Teknik penggunaan pengendali hama jenis mikroba biasanya diigunakan pada tanaman setelah melalui pengenceran untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat. 3). Kecuali itu apabila keadaan lingkungan memungkinkan patogen hama yang diaplikasikan pada ekosistem mungkin dapat menjadi pengendali alami hama yang permanen di ekosistem tersebut.

bukan sasaran Relatif ekonomik karena begitu usaha tersebut berhasil kita tidak memerlukan lagi tambahan biaya khusus untuk pengen-dalian hama yang kita upayakan dan tidak merugikan per-kembangan musuh alami. berpendidikan khusus dan. musuh alami maupun tanaman. ekologi. fisiologi. biologi. Modal investasi yang besar Modal untuk pengendalian hayati relatif besar karena harus dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi. supaya tidak memperoleh kesulitan dalam mempelajari sifat-sifat kehidupan musuh alami dan langkah kegiatan selanjutnya Diperlukan Fasilitas yang lengkap dan para peneliti yang berkualitas. siklus hidup. genetika. berdedikasi tinggi untuk pengembangan teknologi pengendalian hayati. pengujian. Identifikasi yang tepat jenis hama maupun musuh alaminya merupakan langkah permulan yang sangat penting. Keberhasilan dari penggunaan pengendali hayati relatif lebih lama. Kerugian pengendalian hayati adalah: a). penelitian. Aspek dasar yang meliputi taksonomi. dll. dinamika populasi. Mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat 233 . dan evaluasi terutama yang menyangkut berbagai aspek dasar baik untuk hama. 4) Taktik Pengendalian Telah tersedia berbagai taktik pengendalian yang dapat dikelompokkan seperti di bawah ini : (a).

umur antara 135-145 hari. Bagaimana caranya mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. Usaha ini mencakup berbagai aspek kultur teknik yaitu : . Bentuk tanamannya tegak. Mengapa harus mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. Penggunaan mulsa (b). Apakah hubungan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan masalah hama. Pemupukan . tidak ada gejala-gejala berpenyakit. Pengendalian hayati (musuh-musuh alam) . tidak berkeriput. Demikian juga kecepatan pertumbuhan benih tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan. batang. Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat pula. Waktu tanam . Tanda-tanda benih sehat ialah benih harus bersih. warna kaki. Dimulai dengan menilai kesehatan benih. Pemangkasan . tumbuh normal menurut kriteria pertumbuhan yang telah diketahui. Di lapangan dapat dibedakan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan yang bukan. tinggi antara 105-120 cm. Jelas ada hubunganya. anakan produktif 15-20 batang. Tanaman yang sehat akan lebih mampu menahan serangan berbagai spesies hamanya. Tanaman perangkap . Pergiliran tanaman . posisi daun tegak. Jadi pertumbuhan tanaman sehat pada umumnya menjadi lebih tahan terhadap serangan hama. Pengelolaan tanah dan pengairan . muka daun kasar. bentuk dan warna gabah gemuk dan kuning bersih.Yang dimaksud dengan tanaman sehat ialah tanaman yang terlihat segar. malah sangat erat. dan daun hijau. Misalnya varietas unggul Cisadane. persentase tumbuhnya (kecambah) hampir 100%. Pola-pola tanam . terlihat bernas. Sanitasi .

et al.Dalam pengertian ekologi definisi pengendalian hayati ialah pengaturan populasi kepadatan organisme oleh musuh-musuh alamnya. Non-preferensi . virus. 1979). Predator . 1986) . Toleransi tanaman (d). bakteri. termasuk menggunakan tangan kita untuk mengambil/menangkap hama sebagai berikut : 234 . Varietas tahan Yang dimaksud dengan varietas tahan ialah varietas-varietas yang memang tahan terhadap serangan hama-hama tertentu. 1985. jadi daya tahan yang diwariskan secara genetik. Mekanik Pengendalian secara mekanik ialah menggunakan berbagai alat/bahan untuk membinasakan hama. Patogen serangga ( jamur. hingga tingkat kepadatan rata-rata organisme tersebut lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak teratur oleh musuh alamnya (DeBach. Dari segi kepentingan manusia musuh-musuh alam tersebut dimanfaatkan sebagai pengendali hama agar fluktuasi kepadatan rata-rata populasi hama tanaman selalu rendah. Pimentel. (c). Mekanisme ketahanan varietas dapat digolongkan sebagai berikut (Pinter. ikan). amphibia. Vertebrata (mamalia. nematoda) . Parasitoid . 1951) : . Musuh-musuh alam tersebut dapat digolongkan sebagai berikut (van den Bosch et al. burung. Daya tahannya itu diwariskan kepad keturunan-keturunannya. Antibiosis . Dengan demikian hama tersebut tidak mendatangkan kerugian.

dingin .. tetapi tidak mematikannya. Beberapa diantara senyawa kimia ini telah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu taktik dalam PHT. Suhu panas. Metoda pengendalian . Yang termasuk ke dalam senyawasenyawa kimia semio ini adalah feromonferomon dan senyawa-senyawa kimia alelo ( allelochemicals ). (g). Suara . Sepanjang diektahui efek racunnya terhadap kehidupan hewan dan tanaman sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Membinasakan dengan tangan. Pengendalian secara genetik Ada kemungkinan untuk merubah komponen-komponen genetik populasi hama atau mekanisme pewarisnya yang lain dengan tujuan untuk mengendalikan hama tersebut. Menangkap dengan alat penghisap . Mekanisme kerjanya ialah mengubah perilaku serangga. pengaturan cahaya (f). Memagari tanaman dengan pagar . antara lain dengan : . Energi. alat . Senyawa-senyawa kimia semio ( semiochemicals ) Selama dua dekade terakhir ini banyak kemajuan telah tercapai dalam mengidentifikasi dan menetapkan fungsi berbagai senyawa kimia yang dikeluarkan oleh serangga yang mutlak penting dalam kehidupannya. Kelembapan . Menggunakan alat perangkap (e). perangkap cahaya. Fisik Yang dimaksud dengan pengendalian secara fisik ialah memanfaatkan faktorfaktor fisik untuk membinasakan atau menekan perkembangan populasi hama.

transpor. Jadi pestisida adalah racun. 235 Program PHT hendaknya sudah harus dimulai sejak persiapan tanam sampai dengan pasca panen. efeknya terhadap hama. Apabila dengan menggunakan satu taktik pengendalian sudah berhasil baik sesuai dengan falsafah dan tujuan PHT. yang lainnya tidak diperlukan. Bakterisida . juga termasuk pestisida. Namun tidak mutlak demikian. Akarisida .secara genetik yang dibicarakan di sini ialah : . Zat kimia pemandul (h). . toksisitas. feromon dan sebagainya. Pestisida Yang dimaksud dengan pestisida ialah zat-zat kimia untuk membunuh hama. Fungisida . Yang dibicarakan di sini antara lain penggolongan pestisida menurut golongan hama yang diberantasnya. Molusida . Dengan demikian harus dapat diantisipasi spesies-spesies hama penting apa saja yang mungkin timbul pada setiap fase kegiatan dan . Teknik jantan mandul dengan radiasi . Namun masih terjadi perdebatan apakah berbagai produk kimia yang non-letal seperti pengatur tumbuh. Insektisida . dan teknik memusnahkan serta alat-alat dan teknik aplikasi dan pengelolaan pestisida. formulasi. Herbisida Sesuai dengan definisi PHT untuk menanggulangi sesuatu spesies/ sekelompok spesies hama penting dipilih mana dari taktik-taktik pengendalian tersebut di atas yang paling cocok untuk digabungkan menjadi satu kesatuan program pengendalian. penyimpanan.

Bemisia tabaci. pengendalian secara mekanis. dan patogen. Dilihat dari fungsinya musuh alami dapat kita kelompokkan menjadi parasitoid. Untuk keberhasilan suatu pengendalian secara biologis harus mengenal terlebih dahulu musuh-musuh alami hama dan penyakit tanaman.pertumbuhan tanaman. Ophiomya phaseoli. pengendalian secara hayati. e. 1). Berikut ini adalah beberapa musuh alami hama dan penyakit tanaman. Hama kedelai yang terpenting selama fase pertumbuhan pertama yaitu sejak berumur 4-10 hari setelah tanam ialah lalat kacang. mikroorganisme. Parasitoid Parasitoid adalah serangga yang merugikan serangga atau binatang . patogen dan gulma secara terpadu). Implementasi Pengendalian Pengendalian hama dan patogen tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara. Hampir semua kelompok organisme dapat berperan sebagai musuh alami serangga hama termasuk binatang vertebrata. predator. Untuk ini diperlukan pengetahuan tentang agorekosistem tanaman tersebut dan ekobiologi hama-hamanya. pengendalian secara kimiawi.3 memuat daftar hama-hama kedelai yang dapat hadir pada fase-fase pertumbuhan tanaman kedelai (Wedanimbi dan Soehardjan. pengendalian dengan varietas yang tahan terhadap OPT dan penendalian secara terpadu (PHT: Pengendalian hama. Kelompok musuh alami yang paling penting adalah dari go-longan serangga sendiri. Tabel III. Untuk mengendalian hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan sevara bilogis. 1993). penegndalian secara fisik. Spesies-spesies hama lain mungkin juga ada. nematoda. Pengendalian yang sudah umum dilakukan oleh petani Indonesia adalah pengendalian secara kultur teknis. invertebrata selain serangga. Misalnya tanaman kedelai. Phaedonia inclusa dan kutu kebul. kumbang daun kedelai.

Lepidoptera. dan banyak lebah Braconid dan Chalcidoid yang bersifat gregarius. Parasitoid bersifat parasitik pada fase pra dewasanya sedangkan pada fase dewasa mereka hidup bebas tidak terikat pada inangnya. Neuro-ptera. Fase inang yang diserang pada umumnya adalah telur dan larva. Umumnya parasitoid dapat membunuh inangnya meskipun ada inang yang mampu melengkapi siklus hidupnya sebelum mati. Oleh induk parasitoid telur dapat diletakkan pada permu-kaan kulit inang atau dengan tusukan ovipositornya telur langsung dimasukkan ke dalam tubuh inang. Parasitoid dapat menyerang setiap fase instar serangga maupun fase dewasa. Dalam ordo Hymenoptera yang terbanyak parasitoid adalah famili 236 . Ada spesies parasitoid yang hanya digunakan oleh satu para-sitoid untuk dapat melengkapi per-kembangannya sampai fase dewasa pada satu inang.arthropoda lainnya. Hymenoptera. Terdapat 6 ordo dan 86 famili serangga yang termasuk parasitoid yaitu Coleoptera. Diptera. Larva yang keluar dari telur menghisap cairan inangnya dan menyelesaikan perkembangannya di luar tubuh inang (sebagai ekto-parasitoid) dan sebagian besar di dalam tubuh inang (sebagai endoparasitoid). Parasitoid semacam ini disebut parasitoid soliter. Banyak lebah Ichneumonid merupakan parasito-id soliter. dan Strepsiptera. Sedangkan parasitoid gregarius adalah jenis parasitoid yang lebih dari satu individu dapat hidup bersama-sama dalam tubuh satu inang.

Bila spora dan kristal bakteri dimakan oleh serangga yang peka maka terjadi gejala paralisis yang mengakibatkan kematian inang. Hampir semua jenis ordo se-rangga mempunyai jenis yang menjadi predator. Predator Predator merupakan orga-nisme yang hidup bebas de-ngan memakan atau memangsa binatang lainnya. Braconidae. Yang mencari inang pada parasitoid adalah serangga dewasa betina. 2). Fungsi bakteri: Bacillus popilliae yaitu menyebabkan seperti penyakit susu pada kumbang jepang Popiliae japonica dan kumbang skarabid lainnya. Undur-undur (Neuroptera : Chrysopidae). 3). seperti Coleop-tera. dan hemiptera. sedangkan predator memerlukan banyak mangsa. Neuroptera. Gejala serangan : Bacillus thuringiensis sporulasi dalam tubuh serangga membentuk kristal yang mengandung protein beracun. Kristal bakteri akan melarut dalam saluran . jenis bakteri patogen yang penting adalah bakteri bacillus popiliae dan bacillus thuringiensis. tetapi pada predator serangga jantan dan betina. Diptera. dan Chalcidoidea. Beberapa perbedaan antara predator dan parasitoid: Parasitoid umumnya monofag atau oligofag Dalam perkembangannya parasitoid memerlukan satu inang.Ichneumonidae. Hymenoptera. Kumbang tanah (Coleoptera : Carabidae). Mikroorganisme patogen Jenis-jenis mikroorganisme yang berperan sebagai agen pengendali hayati diantaranya adalah sebagai berikut : Bakteri. Kelompok bakteri yang lebih penting adalah bakteri pem-bentuk spora yang pada saat ini telah banyak digunakan sebagai insektisida mikrobial. Bacillus thuringiensis sangat efektif digunakan untuk mengendalikan larva ordo Lepidoptera dan larva nyamuk. Beberapa famili yang terkenal adalah kumbang kubah (Coleoptera: Coccinellidae).

Setelah konidia jamur masuk ke dalam tubuh serangga serangga. hemocoel. Setelah inang terbunuh.pencernaan. Dalam jaringan tersebut bakteri mengeluarkan toksin yang dapat mematikan serangga Cendawan (fungi). dan Beauveria basiana Gejala serangan : Jamur patogen masuk ke dalam tubuh serangga tidak melalui saluran makanan tetapi langsung masuk ke dalam tu-buh melalui kulit atau integumen. Metharizium anisopliae. jamur memperbanyak dirinya melalui pembentukan hifa dalam jaringan epikutikula. serta jaringan-jaringan lainnya. Proses perkembangan jamur dalam tubuh inang sampai inang mati berjalan sekitar 7 hari. Pada akhirnya semua jaringan dipenuhi oleh miselia jamur. jenis yang terkenal adalah Nomuraea rileyi. larva atau instar serangga yang terserang jamur memperlihatkan perubahan warna tertentu seperti warna merah dan merah muda. Karena pengaruh infeksi jamur terhadap pembentukan pigmen. Kelompok jenis jamur yang menginfeksi serangga kita namakan jamur entomofatogenik. Disamping itu ada beberapa jenis jamur yang mempengaruhi pigmentasi serangga dan menghasilkan toksin yang sangat mempengaruhi fisiologi serangga. jamur membentuk konidia primer dan sekunder yang dalam kondisi cuaca yang sesuai 237 . epidermis.

Beberapa spesies Gliocladium sp. Jamur Beauveria telah dicoba untuk pengendalian hama wereng padi coklat dan hama penggerek buah kopi. Berikut beberapa contoh pembuat-an pestisida hayati dari mikro-organisme. bassiana dapat hidup. (baker and Cook. protozoa. Pengendalian hayati dapat berjalan dengan alami melalui manipulasi lingkungan inang (tumbuhan). pengendalian hayati adalah tindakan penekanan kepadatan inokulum atau aktifitas patogen yang berada dalam keadaan aktif atau dorman oleh satu atau lebih organisme. dengan sifat hiperparasit dan persaingan hara maupun ruang. Membebaskan gas-gas yang mudah menguap dan berfungsi sebagai anti jamur. C. bersifat antagonis yang menyebabkan kematian dan menghancurkan hifa inangnya dengan sekresi satu atau lebih antibiotik. Trichoderma spp. Antibiotik yang dihasilkan Gliocladium sp. Bila pupa yang terinfeksi B. agen pengendali hayati atau dengan introduksi masal satu atau lebih agen pengendali hayati. Gliocladium dan Trichoderma berpotensi sebagai agen pengendali hayati untuk penyakit layu fusarium. Jenis-jenis agen pengendali hayati yang dapat dipergunakan untuk mengendalikan penyakit tumbuhan adalah bakteri. virus. larva. 1982). bassiana merupakan entomopatogen yang dapat mematikan serangga dewasa dan pra dewasa (telur. nematoda. tungau dan jamur. Jamur antagonis.konidia tersebut muncul keluar dari kutikula serangga. Anti jamur yang dihasilkan berpengaruh terhadap pertumbuhan Fomes annosus dan Lentinus lepideus Menurut Baker and Cook (1982). adalah gliotoksin. pupa) hama penggerek bonggol pisang. Jamur pengendali hayati adalah Trichoderma spp. sordidus. yang menyerang kelapa. yaitu Jamur B. namun serangga imagonya akan cacat dimana perkembangan sayapnya tidak . dan Metharizium sp.. Saat ini di Indonesia jamur Metarhizium anisopliae telah digunakan secara luas untuk pengendalian hama Oryctes sp. Gliocladium spp.

238 . antara segmen toraks dengan abdomen dan antara segmen abdomen dengan cauda (ekor). Penetrasi jamur entomopato-gen sering terjadi pada membran antara kapsul kepala (head capsule) dengan toraks atau diantara segmen-segmen apendages demikian pula miselium jamur keluar pertama kali pada bagian-bagian tersebut.sempurna. Setelah beberapa hari kemudian seluruh permukaan tubuh serangga yang terinfeksi akan ditutupi oleh massa jamur yang berwarna putih. Jamur B. antara segmen kepala dengan toraks. bassiana terlihat keluar dari tubuh serangga terinfeksi mula-mula dari bagian alat tambahan (apendages) seperti antara segmensegmen antena.

Campuran tersebut digoyang sekitar 20 kali. Kemudian tanah yang mengandung patogen dan jamur antagonis diambil satu gram. Suspensi jamur dibuat dari biakan pada media jagung yang disuspensikan ke dalam akuades dan disaring. Suspensi ini dihitung kepekat-an sporanya dengan alat Haemocytometer di bawah mikroskop dengan perbesaran 400 600x. diperbanyak pada media PDA dengan cara isolat murni Gliocladium sp. Pada patogen tanaman (kanan) Jamur Metarrhizium anisopliae Perbanyakan jamur dilakukan pada PDA. sehingga diperoleh suspensi dasar yang selanjutnya akan diencerkan sesuai kebutuhan. Pada media jagung tersebut akan tumbuh miselium berwarna putih dan spora-spora jamur berwarna hijau olive. lalu diencerkan dengan aquades steril sampai dengan 10-5. Gliocladium sp. Gejala pada serangga dewasa C. setelah itu dipin-dahkan ke dalam media ja-gung pecah. Satu milimeter hasil pengenceran tanah ditumpahkan ke dalam cawan petri lalu ditambah sembilan mililiter media PDA dan antibiotik. kemudian diinkubasikan dalam suhu 239 .Gambar 48. Tanah tersebut disirami setiap hari sampai lembab.bassiana Gambar Morfologi Gliocladium sp. lalu diinkubasikan selama satu minggu. (kiri) dan Hiperparasitisme Gliocladium sp. yang berada dalam tabung reaksi dituangkan ke tanah yang mengandung patogen. sordidus yang terinfeksi oleh jamur B.

kamar selama 2 hari. (5) secara kimia. yaitu mengendalikan gulma dengan menggunakan ba-han kimia atau herbisida. Contohnya memberantas Lantana camara dengan hama penggerek batang Plagiohanus spini atau pengerek daun seperti Octotoma scrabripennis. (2) tehnik kompetisi. pencabutan.yaitu mengatur waktu tanam yang tepat sehingga tanaman tidak tersaingi dalam kebutuhan air. lalu diinkubasikan sela-ma 4 hari. Untuk mengendalikan gulma tanaman terdapat lima tehnik pengendalian. yaitu melakukan pergantian tanaman budidaya pada setiap musim tanam. Herbisida kontak yaitu herbisida yang dapat membunuh bagian gulma yang terkena herbisida kemudian mengalir melalui sel-sel xilem. (4) cara biologi. dengan menggunakan predator gulma dan penyakit tanaman berupa fungi atau bakteri atau virus. pembakaran dan penutupan lahan dengan mulsa plastik hitam-perak atau mulsa organik. diabsorpsi oleh akan atau bagian tanaman lainnya dan dapat ditranslokasikan ke seluruh bagian . Dengan demikian diperoleh koloni murni Gliocladium sp. sistemik dan sterilisasi tanah. melakukan pembabatan. lalu diinkubasikan selama tujuh hari. pengenangan. herbisida digolongkan dalam tiga kelompok. murni. yaitu (1) cara mekanis. Implementasi pengendalian gulma. Setelah dipotongpotong dengan alat Cork Boorer. Pilih satu cawan petri yang mengandung koloni Gliocladium sp. unsur hara dan oksigen. Pada hari ke-3 pindahkan jamur antagonis ke dalam cawan petri yang mengandung PDA steril. Dalam penerapannya. setiap satu potongan dipindahkan ke cawan petri. Herbisida sistemik adalah herbisida yang dapat membunuh seluruh bagain tumbuhan. (3) pergiliran tanaman. f. pengolahan tanah. yaitu herbisida kontak.

Penyemprotan herbisida melalui daun akan diterukan ke bagian bawah. Cara sebar dilakukan untuk menyemprot atau menebar herbisida ke seluruh area pertanaman. Pemberian herbisida untuk memberantas gulma dilakukan dengan cara sebar. Penyemprotan sebaiknya dilaku-kan pada sel-sel yang masih muda. yaitu translokasi melalui jaringan kulit kayu atau floem. trnaslokasi melalui jaringan pembuluh kayu (xilem) dan translokais melalui ruang inertseluler. Translokais dari bagian akar ke bagian di atas permukaan tanah akan 240 . Translokasi herbisida ke bagian-bagian gulma dibagi atas tiga cara. Herbisida yang toksik akan mema-tikan sel-sel atau jaringan yang dilewatinya. Xilem merupakan sel-sel yang tidak hidup sehingga herbisida sulit untuk merusak sel xilem. termasuk akar. larikan dan langsung. Herbisda sterilisasi tanah adalah herbisida yang selama berada di dalam tanah dapat mencegah tumbuhnya gulma. Sedangkan cara langsung dilakukan apabila herbisida disemprotkan secara langsung pada gulma atau dengan cara melukai gulma dan mengoleskan herbisida pada bagian yang luka. Oleh karena itu untuk membunuh gulma dengan menggunakan herbisida harus selalu mematikan fungsi floem sehingga fungsi akar akan terhenti. Pemberian herbisida melalui tanah akan diangkut oleh jaringan pembuluh xilem ke bagian atas gulma termasuk daun. Selama sel-sel floem masih berfungsi maka gulma masih tetap dapat bertahan hidup. karena proses translokasi bahan-bahan dari daun ke bagian tanaman berjalan secara aktif.tumbuhan. Cara larikan adalah pemberian herbisida yang disebarkan di antara barisan tanaman.

.

air dan faktor biologi akan mempengaruhi pula efektivitas dan selektivitas herbisida. lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi efetivitas dan selektivitas herbsida adalah: sifat herbisida. atau sebaliknya. sinar. gulma dan lingkungan.selalu mengikuti translokasi air dan larutan hara tanama Translokasi bahan aktif dari herbisida melalui ruang interseluler karena adanya sifat bahan pelarut yang nonpolar dan mempunyai tekanan permukaan yang rendah. Begitupun dengan proses secara radian ataupun tangensial. 241 . Sifat gulma yang mempengaruhi efektivitas dan selektivitas herbisida adalah sifat morfologis. suhu. fisiologis dan genetis. Sifat herbisida menyangkut daya kerja. Keadaan seperti tanah. mekanisme kerja. Tehnik penggunaan herbisida mencakup cara penyemprotan. penempatan dan hubungannya dengan alat serta waktu penggunaannya. dan interaksi sifat herbisida. cara pemberian atau pemakaian. formulasi dan pH. sifat gulma. Dengan demikian herbisida dapat menyebar ke seluruh bagian tanaman. dari bagian atas ke bawah. kelembaban udara.

Unsu hara makro . Teknik penanaman terdiri dari persemain. Tekstur . Menerapkan K-3 dalam merawat tanaman 4. Komponen tanah . Perkembangan dan pengertian tanah . Kegiatan selanjutnya adalah membuat lubang tanam dengan jarak tanaman yang efektif dan efisien. Warna tanah . Merawat benih tanaman Media tumbuh Sifat fisik tanah Sifat kimia . Mengelola alat dan mesin pemeliharaan tanaman 3. Menyiapkan lahan dan media tanam 2. Klasifikasi warna . Fungsi utama tanah senagai media tumbuh . Unsur hara mikro Teknik pengolahan tanah Teknik penanaman Pemupukan Teknik pengolahan tanah terdiri dari persiapan lahan. Temperatur tanah . Struktur . Profil tanah . . dan pembuatan bedengan untuk tempat tumbuh tanaman. Aerasi tanah .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 5. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi berikut: 1.

Pemangkasan tanaman tua.pembibitan. . Koefisien dan ketersediaan air tanah . Jelaskan minimal 10 OPT dan teknik pengendaliannya. factor-faktor ketersediaan air . 242 . Teknik pengairan . . 3. Hama . Proporsi dan siklus air tanah. Pupuk organic . Jelaskan tentang unsur hara makro dan mikro bagi tanaman. Fungsi air bagi tanaman . . Penyakit . . Implementasi pengendalian SOAL: 1. Pupuk anorganik Pengairan Pemangkasan OPT . Pemangkasan tanaman muda. Tekniik pengendalian HPG . Mengapa pengendalian OPT yang terbaik adalah secara terpadu. Kebutuhan bagi tanaman . 2. Peran utama air tanah . pemeliharaan bibit dan penanaman. Gulma .

243 . Lakukan observasi terhadap unsur hara yang digunkan petani di sekitar sekolah mu. Amati hama. 2. Penyakit dan gulma yang menyerang tanaman yang dibudidayakan di sekolahmu dan diskusikan dengan teman satu kelompok bagaimana cara mengendalikan OPT tersebut.TUGAS: 1.

TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI Padi di Indonesia masih merupakan tanaman pangan utama yang dikonsumsi tidak kurang dari 200 juta penduduk. Luas lahan yang diperlukan untuk menghasilkan kebutuhan padi tersebut minimal 8 juta ha jika produktivitas rata-rata per hektar 4. kecuali jika lahan ini diberakan selama beberapa kali musim tanam. Bila rendemennya 70% maka kebutuhan padi Indonesia per tahun adalah 37. Menurut catatan Ditjentan Pangan (1999). Isolasi jarak yang disarankan 3 m.2. Gambar 6. sedangkan isolasi waktu sekitar 30 hari Untuk dapat mengelola produksi benih padi bersertifikat terdapat beberapa proses yang harus dilakukan dengan seksama dan teliti. Di Indonesia. belum seluruh kebutuhan benih padi terpenuhi. Jika konsumsi beras rata-rata 130. yakni PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani.Tehnik Pembenihan Tanaman 244 BAB 6. Akar Batang . kebutuhan benih padi dipenuhi oleh dua industri benih padi terbesar.5 ton. Dengan demikian. baru berkisar 30-40% saja benih bersertifikat yang tersedia.3 juta ton padi kering giling.1 juta ton/th. Anatomi bunga padi Gambar 6. kebutuhan benih padi Indonesia per tahun 200 ribu ton jika kebutuhan benih padi per hektar 25 kg. Morfologi tanaman padi Padi umumnya diusahakan secara terus menerus pada lahan yang sama dengan varietas yang berbeda-beda antar-musimnya.5 kg/kapita/th maka total kebutuhan beras 26. peluang berusaha di sektor penangkaran atau industri benih padi di Indonesia masih cukup terbuka. Hal ini menjadi salah satu faktor sulitnya membebaskan lahan padi dari tanaman voluntir serta serangan hama dan penyakit. Padi tergolong tanaman yang menyerbuk sendiri dan kemungkinan untuk menyerbuk silang sangat kecil (<4%). Oleh karenanya.1.

Daun Panikel Gabah .

Gambar 6. dimulai dari kegiatan sebelum panen. selama air tersedia cukup. Oleh karena itu. Varietas yang ditanam hendaknya selain disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. asalkan varietas yang ditanam sama dengan varietas yang ditanam sebelumnya. padi dapat ditanam pada musim hujan maupun musim kemarau. Lahan dapat bekas tanaman padi..4-6. Lahan relatif subur. Benih Sumber Benih sumber yang digunakan hendaknya dari kelas yang lebih tinggi. a.4 Benih sumber padi . dan memiliki lapisan keras sedalam 30 cm agar sawah tidak lekas kering. Musim Tanam Padi termasuk tanaman yang dapat tumbuh dalam genangan. Ketinggian lahan disesuaikan dengan daya adaptasi varietas tanaman.. sebagailangkah untuk mempersiapkan tempat produksi benih padi. setiap tahap budidaya perlu diperhatikan. padi juga dapat ditanam di lahan kering asalkan air cukup tersedia.3. Gambar 6. Kebutuhan benih sumber per hektar diperkirakan sebanyak 10 kg benih penjenis untuk menghasilkan benih dasar. memperhatikan pula aspek kecocokan lahan.. .245 6.1. Perlakuan Pra-Panen Untuk mendapatkan benih bersertifikat. . dan ketahanan terhadap hama serta penyakit. Ph 5. Pengolahan lahan sawah dengan traktor. dan 25 kg benih pokok untuk menghasilkan benih sebar. . umur tanaman. umumnya padi beradaptasi di dataran rendah. Namun. 25 kg benih dasar untuk menghasilkan benih pokok.. Persyaratan Lahan Persyaratan berikut perlu diperhatikan pada saat memilih lahan adalah sebagai berikut: . b. c. Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan yang diberakan.

5 Benih padi siap disemai di lahan sawah . Misalnya. Gambar 6. Selanjutnya. Setelah itu. Lokasi tempat memeram sebaiknya dipilih tempat yang teduh. Setelah itu. dan ketinggian 15-20 cm. benih diberi perlakuan fungisida.6 Bagian-bagian benih padai (a) dan perkembangan dan pertumbuhan benih padi menjadi bibit lalu menjadi tanaman (b) Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macakmacak (berlumpur).Tehnik Pembenihan Tanaman 246 d. Benih yang digunakan sebaiknya mempunyai kadar air 1112%. Penyemaian Ukuran bedeng pesemaian umumnya 5% dari luas lahan penanaman. misalnya Benlate F-20 dengan dosis 125 g per 25 kg benih. lahan dicangkul dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120150 cm. lahan persemaian diairi lebih dahulu agar tanah menjadi gembur. benih (dalam karung) direndak di dalam kolam atau air yang mengalir selama 24 jam untuk mematahkan domansi dan membersihkan benih dari patogen. Keesokan harinya. jarak antar bedengan dibuat selebar 30 cm. lahan penanaman direncanakan seluas satu hektar maka bedengan persemaian yang diperlukan sekitar 500m2. Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. Gambar 6. panjang 8-10 m atau tergantung bentuk petakan. Sebelum disebarkan. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama. Sebelum diolah. benih diperam dalam air selama 24 jam untuk memacu perkecam-bahan.

e... Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan II sambil permukaan tanah diratakan.. pada lahan dibuat lajur (larikan) dengan menggunakan caplak atau tali. perlu disemprotkan insektisida. Perendaman II selama 2-3 hari lalu diikuti pembajakan II . Penyiapan lahan dan penanaman Penanaman padi menghendaki tanah sawah yang berstruktur lumpur dengan kedalaman sekitar 15-30 cm. Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan I . Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. Bibit yang lemah maupun bibit voluntir dicabut dan dibuang. Sementara bibit yang .247 Semai dipupuk pada umur 5 hari setelah tanam (HST) dengan campuran 200 g urea + 100 g SP-36 + 60 g KCL untuk setiap 10m2. Perendaman I selama 3-4 hari lalu diikuti pembajakan I . Lahan pesemaian dijaga dalam kondisi macak-macak hingga tanaman berumur 14-18 HST : Jika lahan tergenang air atau kekeringan maka bibit padi akan cepat mati. untuk memperoleh struktur tanah demikian. lahan beberapa kali direndam dengan air. . Setelah itu. Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macak-macak (berlumpur). Jarak tanam ini dapat pula disesuaikan dengan jarak tanam yang dianjurkan untuk varietas yang ditanam atau sesuai anjuran Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Agar penanaman dapat teratur.00. untuk melindungi pesemaian dari serangan hama maupun penyakit. misalnya Bassa 50 EC ( dosis 1. pupuk disebar pada pagi hari sebelum pukul 08.5 ml/l air) dan Darmafur 3G sebanyak 2 kg. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama. Kegiatan selanjutnya yaitu pengaturan jarak tanam jarak tanam dibuat 22 cm x 22 cm bila penanaman pada musim kemarau dan 30 cm x 15 cm bila penanaman pada musim hujan..

Penanaman bibit sebaiknya 2-4 tanaman per rumpun sedalam ± 2-3 cm. untuk perbanyakan benih BD dari benih BS.vigor. penanaman bibit adalah 1 bibit per lubang tanam. Tujuannya untuk mengurangi penguapan agar bibit tidak lekas layu. Adapun untuk perbanyakan benih BP dari BD maupun BR dari BP. sehat. bibit dipotong kira-kira 20 cm dari pangkal batang. Sebelum ditanam. dan berumur 21-25 hari di cabut dan kemudian ditanam di lahan. . dalam satu lubang dapat ditanami 3 bibit.

dan KCL dengan dosis per hektar 300 kg Urea. Penyulaman dilakukan untuk menggantikan bibit yang mati atau kurang bagus pertumbuhannya. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi pemupukan. TSP. dosisnya bervariasi 0. Pupuk dasar diberikan dengan cara disebarkan merata kemudian diinjak-injak. Pada saat pemupukan. Gambar 6. Pemberian pupuk susulan II dengan cara disebarkan pada larikan yang belum dipupuk pada pemupukan susulan I. 200 kg TSP.7 Bibit padi siap tanam Bibit yang masih tersisa dapat digunakan untuk penyulaman.8 Pemupukan lahan sawah . kompos atau bokhasi) per hektar tergantung pada kondisi lahan. Pemupukan dasar diberikan 3-4 hari sebelum tanam dengan 1/3 bagian urea.5-2 ton bahan organik (pupuk kandang. penambahan bahan organik sangat dianjurkan. penyulaman. Tanaman pengganti ini diusahakan tidak terlalu jauh perbedaan umurnya. Penyulaman biasanya dilakukan pada 7-10 HST dan paling lambat pada umur 15 HST. 2) Penyulaman Penyulaman terhadap tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dilakukan pada saat umur 4-5 HST atau paling lambat 10-15 HST. f. penyiangan. pengairan.Tehnik Pembenihan Tanaman 248 Gambar 6. Tanaman penyulam dipilih tanaman yang seragam dengan pertumbuhan yang kuat dan sehat. kondisi tanah dibuat macak-macak dan dibiarkan selama 3 hari. pengendalian hama dan penyakit serta roguing. dan 100 kg KCL. 1) Pemupukan Pupuk yang digunakan adalah Urea. sedangkan pemupukan susulan II diberikan 7 MST dengan 1/3 urea sisanya. Pupuk susulan I diberikan dengan cara disebarkan dalam larikan dengan selang satu larikan. Untuk tanah berpasir.

249 3) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membuang gulma dan tanaman pengganggu lainnya. memasuki fase pembentukan bulir (primordia) petakan sawah perlu diairi sampai ketinggian 10 cm. pengairan perlu dilakukan sedikit demi sedikit hingga tinggi air mencapai 7-10 cm di atas permukaan tanah.). Jika perlu. Mitchell). seperti Ronstar 25 EC. Pengairan Pengairan dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca dan fase pertumbuhan tanaman. dilakukan pula penyiangan saat tanaman berumur 50-60 HST. Perlu diperhatikan bahwa herbisida sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir. air perlu dikurangi dan dikeringkan agar akar dapat bernapas dan berkembang dengan baik. Kekurangan air pada fase ini dapat mengakibatkan kehampaan. Penyiangan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan I dan II agar lebih mengefisienkan waktu. suhu tanah meningkat . teki (Cyperus rotundus Linn. dan eceng (Sagitaria guayanensis). Bila tinggi air di atas 5 cm. saat ini disebut juga fase krisis II. Penyemprotan herbisida dilakukan saat tanaman berumur 15-25 HST dengan dosis sesuai petunjuk pada label. pakupakuan (Salvinea molesta DS. Pada awal fase pertumbuhan. kondisi ini disebut fase krisis I. g. berkaitan dengan dampaknya terhadap pencemaran lingkungan. Saturn-D. Beberapa jenis gulma yang sering mengganggu tanaman di persawahan antara lain jejagoan (Echinochloa crussgalli L.). dan Ally. Setelah fase pembungaan. Penyiangan dilakukan pada umur 21 HST pada saat tanaman aktif membentuk anakan dan 45 HST pada saat tanaman mulai berbunga. Pengendalian gulma dapat pula dilakukan secara kimiawi dengan herbisida. Puncak kebutuhan air terjadi pada saat pembungaan. pertumbuhan tunas (anakan) akan terhambat. Pada fase pembentukan anakan. genangan air dipertahankan 3-5 cm di atas permukaan tanah.

pengelolaan budidaya. wereng . hama penggerek batang (sundep dan beluk). dan busuk akar dapat dihindari. Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama dan penyakit hendaknya mengikuti sistem pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan varietas. Dua minggu sebelum panen sampai saat panen. yakni jika populasi hama melampaui batas ambang kendali. Penggunaan bahan-bahan kimia (pestisida) hanya diberikan pada kondisi yang tepat. dan pengelolaan biologis. Hama dan penyakit utama yang biasa menyerang padi adalah hama tikus.sehingga aktivitas organisme tanah juga meningkat. lahan hendaknya dalam keadaan kering.

burung hantu. kecuali menanam varietas yang tahan dan beranak banyak serta memupuk secara berimbang. Gambar 6. Secara biologis.9 Hama tikus Pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara teknis budi daya. Selama ini. belum ada teknik budi daya yang efektif mengendalikan hama penggerek batang.Tehnik Pembenihan Tanaman 250 cokelat. yakni pembongkaran lubang-lubang tikus secara massal atau memasang pagar plastik yang dilengkapi dengan perangkap bubu. pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alaminya. Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian umpan beracun dengan racun akut (dapat membunuh dengan cepat) atau racun kronis (tikus mati setelah memakan umpan berulang-ulang).10 Beberapa contoh rodentisida b) Pengendalian hama penggerek batang Jika serangan hama penggerek terjadi pada tanaman padi stadia vegetatif maka hama ini disebut sundep. . Serangan tikus dapat terjadi sejak padi di pesemaian sampai padi hampir dipanen. 4) Pengendalian Organisma Pengganggu Tanaman a) Pengendalian hama tikus Hama tikus merupakan hama yang paling sering menghancurkan pertanaman padi.000 ha dengan tingkat kerusakan ratarata 40% bahkan di Sumatera Selatan kerusakannya mencapai 5870%. Serangannya pada tahun 1963-1964 men-capai 800. seperti ular. musang dan anjing. masih ada hama penggerek padi putih (Tryporyza innotata Wlk) dan hama penggerek padi kuning (Tryporyza incertulas Wlk) yang juga sering menyerang tanaman padi. penyakit tungro. bila serangan terjadi pada tanaman yang sedang berbunga maka hama itu disebut beluk. dan penyakit hawar daun (kresek). seperti gropyokan. Gambar 6. Selain itu. Contoh rodentisida yaitu Racumin (dosis 1:19 dari berat umpan) dan Klerat.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi intensitas serangan saja. Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian insektisida sistemik seperti Furadan 3G. .

laba-laba. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan pergiliran tanaman dan sanitasi lahan. Virus tungro menyebar melalui vektor penularnya. nigropictus Stal) dan wereng loreng (Recilia dosalis Totch). dan Regent yang efektif diberikan pada fase pesemaian dengan fase vegetatif.251 Dharmafur. wereng batang padi atau wereng cokleat merupakan hama yang paling merugikan. Hama wereng cokelat ada dua yaitu wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens Stal) dan wereng punggung putih (Sogatella furcifera). Tanaman yang sakit akan menguning yang dimulai dari ujung daun. Curater. pengguna-an varietas lahan wereng. c) Pengendalian wereng cokelat Hama wareng padi ada dua golongan. Cara biologis dilakukan dengan menjaga agar kehidupan musuh-musuh alami. yakni wereng hijau (Nephotettix virescens Distant. Pengendalian biologis dapat dilakukan dengan memanfaatkan pemangsa telur seperti Conoshepalus iongipennis. dan pemupukan berimbang. pergiliran varietas. Dari kedua golongan tersebut. serta pemangsa larva seperti kumbang Carabidae dan laba-laba. yakni wereng batang padi (planthopper) yang hidup di bagian pangkal tanaman dan wereng daun padi (leafhopper) yang hidup pad daun aau bagian atas tanaman. seperti Trichogrammatidae. Phytoselidae. kumbang Carabidae. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan penanaman serempa. dan capung berkembang dengan baik. Adapun cara kimiawi dengan mengendalikan wereng . d) Pengendalian penyakit tungro Penyakit tungro atau mentek (Jawa) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus tungro. N. serta pemusnahan (eradikasi) tanaman terserang. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan insektisida sistemik seperti Applaud.

Gejalanya dimulai dengan bercak-bercak kuning pada sepanjang tepi daun bagian atas. tetapi mampu menurunkan produksi sampai 25% (Soemartono et. Ciri penyakit hawar daun sering terlihat pada infeksi yang sistemik pada .hijau sejak dari fase pesemaian dengan pemberian insektisida.al. daun menjadi berwarna kuning atau putih kotor dan akhirnya mati.. e) Pengendalian penyakit hawar daun Penyakit hawar daun atau penyakit kresek adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri busuk daun Xanthomonas oryzae. Penyakit ini kelihatan kurang berarti. Pada serangan lebih lanjutm. 1992).

. Roguing I dilakukan pada fase vegetatif (umur 30 HST) antara lain untuk membedakan warna. fase berbunga. Serangan bakteri hawar daun kerap terjadi di dataran rendah. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah melalui penanaman varietas yang tahan serta pemupukan yang berimbang. serta bentuk dari warna gabah yang berbeda. dan tinggi tanaman. g) Pemanenan dan perlakuan pasacapanen Pemanenan padi untuk benih dilakukan setelah pemeriksaan lapangan terakhir dan telah . musim kemarau. Roguing II dilakukan pada fase berbunga (±umur 50 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman. Pelaksanaan Roguing I dengan membuang rumpun yang memiliki warna dan bentuk batang serta daun yang berbeda. . . dimana bakteri masuk ke dalam daun melalui permukaan yang telah dipotong atau luka sewaktu pemindahan tanaman.Tehnik Pembenihan Tanaman 252 bibit padi. dan pada saat menjelang panen atau ± 80% malai telah menguning. serta keseragaman saat berbunga. Roguing III dilakukan pada saat menjelang panen atau saat 80% malai telah menguning (± umur 100 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman. Pelaksanaan roguing II dengan membuang rumpun yang memiliki posisi dan warna bunga yang berbeda.11 Salah satu masa roguing yang tepat pada tanaman padi adalah pada saat menjelang panen . yaitu pada fase vegetatif. f) Roguing Roguing biasanya dilakukan sebelum tanaman diperiksa oleh BPSB. serta jika suhu dan kelembaban tinggi.. bentuk dan warna bunga.. Gambar 6. Pelaksanaan roguing III dengan membuang rumpun yang memiliki bentuk dan posisi daun bendera. tinggi tanaman. bentuk. serta warna gabah. Roguing minimal dilakukan 3 kali. bentuk gabah. bentuk dan letak daun bendera.

Waktu panen ditentukan jika umur berbunga telah mencapai optimal. Tanda-tanda saat panen yaitu gabah sudah menguning dan keras bila dipijat.dinyatakan lulus oleh BPSB. Kondisi ini ditandai oleh sebagian besar (80-90%) malai telah menguning dengan kadar air sekitar 17-23%. buku-buku .

Apabila kadar air lebih tinggi dari 20%.253 sebelah atas berwarna kuning. dapat pula malai dipukulpukul dengan penggebuk terbuat dari kayu sambil dibalik-balik sehingga perontokan dapat sempurna. b. Pengeringan secara alami . serta batang mulai mengering. benih akar mengalami kerusakan mekanik (benih mamar) yang cukup besar. Perontokan dengan menggunakan alat perontok (thresher) sangat dianjurkan karena akan mempercepat penanganan dan pengolahan hasil. Penggunaan mesin perontok juga bermanfaat dalam menekan jumlah kehilangan benih (post harvest losses). a. pengeringan. Perontokan Perontokan malai padi biasanya dilakukan langsung di sawah. Malai yang masih hijau tidak dipanen karena akan meningkatkan nilai butir hijau.2 Perlakuan PascaPanen Padi yang telah dipanen masih ada beberapa tahap perlakukan agar siap digunakan sebagai benih.12 Panen padi 6. Pada pemanenan dengan mesin. Panen dapat dilakukan dengan menggunakan sabit. pengolahan. Perlakuan tersebut antara lain perontokan. Selain itu. Gambar 6. Perontokan secara tradisional biasnaya dilakukan dengan menginjak-injak malai padi sehingga bulir padi rontok. atau dengan mesin pemanen padi (combine harvester). serta penyimpanan. kadar air biji padi sebaiknya sekitar 15-20%. Apabila kondisi tidak memungkinkan maka calon benih ini harus dihamparkan dan dianginanginkan untuk mencegah kenaikan suhu dan perkecambahan benih di dalam karung. Demikian pula jika kadar air kurang dari 15%. ani-ani. Malai padi dipukul-pukulkan pada papan perontokan yang terbuat dari kayu. Pengeringan dan pengolahan benih Pengeringan padi dilakukan sesegera mungkin setelah benih dirontokkan. risiko kerusakan mekanis (sekam terkelupas) lebih besar.

Dalam kondisi cerah. dan biji-biji gulma. Pembersihan dapat dilakukan dengan nyiru atau mesin pembersih. pengeringan secara alami mampu menurunkan kadar air dari 23% menjadi 11% dalam waktu 2 hari. seperti air screen .dilakukan dengan menjemur calon benih di lantai. Benih yang telah kering (kadar air 11-12% dibersihkan dari kotoran campuran varietas lain.

13. Pemberian jarak di antara tumpukan karung maupun dengan alas lantai berguna untuk memperlancar sirkulasi udara. Ruang penyimpan benih diusahakan mempunyai ventilasi yang baik agar kualitas benih dapat terjaga. Bagian bawah tumpukan karung diberi alas berupa potongan kayu (balok) sehingga karung tidak berhubungan langsung dengan tanah atau lantai yang memung-kinkan naiknya kelembaban. Benih dalam karung dapat ditumpuk dan antara tumpukan karung diberi jarak untuk memudahkan pemeriksaan atau pengontrolan dalam pengendalian mutu benih oleh penangkar. Jika produksi di lapang harus lulus standar lapang maka proses pengolahan benih pun harus lulus standar laboratorium. Lama penyimpangan benih hendaknya memperhatikan masa berlakunya label benih. mulai dari biji muda sampai siap panen (kiri) dan Benih padi (kanan) c. Sebelum disimpan. Jika saat di lahan. orientasi mutu maksimal merupakan prioritasnya. Benih padi yang seragam menghasilkan benih yang bermutu tinggi. Gambar 6. maka pada proses pengolahan benih.kemudian benih-benih . Proses pengolahan benih merupakan proses yang cukup kritis. Masa berlakunya label benih padi 6 bulan sejak selesainya pengujian dan paling lama 9 bulan setelah tanggal panen. orientasi produksi maksimal merupakan tujuan utama. Penyimpanan Benih yang telah kering dan bersih dikemas dalam karung atau kemasan siap salur dan kemudian disimpan di dalam ruang penyimpanan. Gambar 6.14 Perkembangan biji padi pada bagian luar dan bagian dalam. Pada proses pembersihan. benih dapat saja dipilah untuk peningkatan mutu fisik dan fisiologis berdasarkan panjang dan atau berdasarkan ketebalan sehingga diperoleh benih yang bermutu tinggi dan seragam.Tehnik Pembenihan Tanaman 254 cleaner. pada umumnya benih diberi berbagai perlakuan pelapisan benih (seed coating).

tersebut akan diuji dengan berbagai peralatan modern. .

16 Plantability Checks yang digunakan untuk menguji daya tumbuh benih.255 Gambar 6.18 Germination Test yang digunakan untuk menguji daya kecambah benih 6. Gambar 6. yang digunakan untuk meberi perlakuan pada benih seperti pelapisan benih dengan pestisida ataupun bahan perlakuan benih yang lainnya. Jika produksi beras diharapkan meningkat. maka kebutuhan benih padi pun akan meningkat. Gambar 6. .15 Rotary Batch Lab treater.3 Pra-panen produksi benih padi hibrida Sejalan dengan pertambahan penduduk di Indonesia maka kebutuhan beras dari tahun ke tahun selalu meningkat. Gambar 6. Dust Off Test yang digunakan untuk mengukur konsentrasi debu pada benih tanaman.17.

Hasil persilangan kedua induk tersebut disebut sebagai First Generation atau turunan generasi pertama atau first filial generation dan dikenal dengan istilah (F1) . Metsizo (PSB Rc72H dengan waktu penanaman 123 hari dan rata-rata hasil 5. Pada prinsip rangkian proses produksi benih padi hibrida sama dengan produksi benih padi bersetifikat. Sebagai contoh kasus produksi benih hibrida akan disampaikan berdasarkan hasil penelitian IRRI (International Rice Research Institute) yang berlokasi di Filipina yaitu varietas Magat (PSB Rc26H. Sebagai contoh adalah jantan mempunyai sifat genetik produksinya tinggi (diatas 5 ton per hektar) sedangkan induk betina mempunyai sifat genetik enak rasanya. Benih padi hibrida dihasilkan ketika sel telur dari induk betina dibuahi oleh serbuksari dari anther varietas yang berbeda atau galur yang digunakan sebagai induk jantan.19 Treatment Analysis yang digunakan adalah GC (Gas Chromatography) dan HPLC (Hight Performance Liquid Chromatography). Teknik produksi padi lokal dan hasil introduksi masih belum cukup untuk mengatasi hal tersebut. Perbedaan terdapat pada tahapan penyiapan galur induk jantan dan betina yang beasal dari jenis yang berbeda sifat genetiknya. Pada umumnya persilangan kedua galur jantan dan betina ini sudah diuji berulang kali melalui penelitian yang panjang.8 t/ha).6 ton/ha). Benih hibrida harus diproduksi setiap musim tanam.Tehnik Pembenihan Tanaman 256 Gambar 6. lama penanaman 110 hari dengan rata-rata produksi 5. dan dipertahankan kemurnian genetiknya hingga lebih dari 98% agar dicapai hasil yang memuaskan.4 t/ha) dan Panay (PSB Rc76H dengan waktu penanaman selama 106 hari dan hasil produksi rata-rata 4. Kedua alat ini digunakan untuk menganalisis berbagai bahan yang digunakan untuk perlakuan benih. Teknologi produksi benih hibrida sangat berbeda dari varietas non hibrida. oleh sebab itu dibutuhkan alternatif baru yaitu produksi benih padi hibrida.

yang merupakan hasil penyilangan antara dua varietas padi yang berbeda secara genetik. maka penggunaan . Padi hibrida pada umumnya memberi peluang hasil produksi yang lebih tinggi. Menghadapi kondisi lahan budidaya padi yang semakin menyempit. Meurut IRRI (2006) Benih padi hibrida F1 menghasilkan keuntungannya sekitar 10-15% dibandingkan dengan varietas yang dihasilkan melalui persilangan sendiri.

Sebagai contoh untuk standar kemurnian benih padi hibrida adalah 98%.) 2 Biji beras merah /500 gr (max.) 14 a.) 10 Bahan lain yang terbawa (max.) 98 Benih lain atau biji gulma (max. Perbedaan yang harus diperhatikan adalah pada pembibitan padi hibrida para penangkar harus membibitkan dua varietas galur induk hibrida yang akan dijadikan sebagai sumber benih jantan dan sumber benih betina.1 Ukuran standar benih padi F1 STANDAR BENIH FAKTOR F1 Seed (%) Kemurnian benih (min.257 varietas hibrida merupakan salah satu solusi yang tepat. Contoh kedua adalah tentang standar kadar air maksimal 14%. Tabel 6. Membibitkan galur induk benih sumber Galur induk benih sumber adalah benih yang berasal dari suatu galur tertentu yang digunakan untuk sumber induk jantan dan betina yang mempunyai sifat genetik yang berbedasesuai dengan harapan penangkar benih.14%. Dengan adanya pengetahuan tentang informasi standar benih padi tersebut. Untuk melakukan kegiatan pembibitan padi hibrida sama dengan proses membibitkan padi non hibrida. Proses membibitkan galur induk benih sumber untuk bibit padi . sebaiknya dianalis terlebih dahulu standar benih padi hibrida yang telah ditetapkan.) 20 Daya kecambah (min.) 85 Kadar air (max. maka penangkar benih akan melakukan kegiatan pengeringan benih sampai dengan kadar airnya ..) 2 Biji varietas lain/500 gr (max. Penguasaan informasi tentang standar kualitas benih dapat memudahkan pengelolaan proses kegiatan di lapangan budidaya. artinya penangkar benih harus melakukan roguing dengan sangat seksama jangan sampai ada varietas lain yang tumbuh selain 2 varietas induk jantan dan induk betina yang direncanakan untuk disilangkan agar menghasilkan benih padi hibrida. Sebelum melakukan serangkaian proses produksi benih padi hibrida.

jantan dan betina mempunyai keuntungan sebagai berikut: .. Benih padi lebih cepat berkecambah (germinasi yang lebih cepat) .

Berikan pemupukan dengan pupuk organik dengan dosis 1.Tehnik Pembenihan Tanaman 258 .20 Dua tempat pembibitan yang disiapkan untuk sumber bibit jantan dan betina. Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan . Pembuatan bedengan pada umumnya berukuran lebar meter. Menghasilkan bibit yang lebih sehat dengan vigor yang lebih baik . Benih gaur A (benih sumber betina) direndam dalam air bersih selama 12 jam. Gambar 6. Untuk memproduksi benih padi hibrida seluas satu hektar harus disiapkan 1000m2 bedengan pembibitan (1000 m2 bibit/1 hektar) b. Kebutuhan benih lebih sedikit. Kegiatan ini berfungsi untuk membunuh benih gulma atau padi liar.. Air rendaman benih diganti setiap 6 jam.. . Sumber benih padi jantan disebarkan pada bedengan kecil yang telah disediakan (bedengan pendek ± 250-300 m2 /ha produksi benih) dan benih betina disebarkan pada bedengan yang terpisah dari benih jantan (bedengan panjang ± 700-750 m2 /hektar produksi benih).. Benih galur R (benih sumber jantan) direndam selama 24 jam..25 Kg/m2 . . . Lahan bedengan digenangi sebanyak tiga kali dengan interval waktu setiap 7 (tujuh) hari.. tinggi 5-10 cm dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan bibit padi yang akan ditanam Dalam rangka menyiapkan bedengan untuk tempat pembibitan sumber benih jantan dan betina dilakukan langkah kerja sebagai berikut: . Bedengan pembibitan sebaiknya mempunyai ketinggian 4-5 cm lebih tinggi dari permukaan lumpur sawah dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang sesuai dengan kebutuhan benih. ...

varietas induk yang digunakan dan tingkat kepadatan semai dapat dilihat pada tabel 6.. Pada kedua musim tersebut kegiatan penyemaian. . Vigor bibit seperti tersebut di atas disebabkan oleh tingkat kompetisi antar tanaman yang rendah.21. tegakan batang pendek.259 Gambar 6. Interval Pembibitan Pembibitan tanaman benih dilakukan melalui beberapa kali penyemaian.. . Benih-benih yang akan diinkubasikan dicuci sampai bersih (proses ini diharapkan dapat mengurangi jumlah inokulum patogen (sumber penyakit) yang terbawa dalam air rendaman. Kedua sumber benih yang telah direndam selanjutnya diaduk-aduk selama ±3-5 menit. dan akumulasi bahan kering lebih tinggi. Penaburan benih pada bedengan (b) . Benih diinkubasikan selama 12-24 jam (a).. Pembibitan dengan kepadatan rendah (jarang) akan menghasilkan bibit dengan vigor (performansi bibit) sebagai berikut: anakan banyak. dan 10 kg galur-R (jantan). . Kebutuhan benih Kebutuhan benih untuk satu hektar sebanyak 20-25 kg galur-A (betina). Untuk penyemaian pada musim kemarau dan musim hujan. Benih yang tenggelam merupakan indikator bahwa benih tersebut bernas dan diharapkan dapar berkecambah dengan baik. c. daun berwarna lebih hijau. Kepadatan benih padi sebanyak 25 gram benih/m2.2. Benih-benih padi yang mengambang (tidak bernas/ kosong) dibuang. Benih galur jentan dan betina diinkubasikan pada wadah terpisah dengan kondisi yang sama selama 24 jam dalam tempat yang terlindung. dibandingkan dengan bibit padi yang disemaikan dalam kondisi kepadatan yang tinggi. d.

hal ini berfungsi untuk mengendalikan gulma. Lahan terisolasi dari lahan sawah lain.. Bibit padi pada bedengan pembibitan e... Pada saat 10 HSS (hari setelah semai). . Tanah mempunyai predikat subur . Tingkatkan ketinggian air (2-3 cm) secra bertahap. . Gulmagulma yang tumbuh dibedengan harus dikendalikan secara manual (dengan tangan)..Tehnik Pembenihan Tanaman 260 Gambar 6.. Dalam produksi benih padi hibrida. f. Persyaratan Lahan Produksi Lahan produksi padi hibrida diharapkan dapat memenuhi kriteria sebagai berikut: .. lahan produksi diharapkan terisolasi dari sawah lain. sebarkan 5-10 gram pupuk majemuk 14-14-14 atau 16-20-0 atau yang setara dengan dosis tersebut. Iklim lingkungan sesuai dengan syarat tumbuh padi .22. Persyaratan ini berfungsi untuk . Lahan produksi cukup cahaya . Drainase dan irigasi berkualitas baik. Tingkat serangga hama dan penyakit rendah. Pemeliharaan Bedengan Pemeliharaan bedengan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Air di lahan produksi diupayakan selalu jernih sampai dengan bibit padi mempunyai 4 helai daun atau bibit padi berumur 10 hari setelah tanam (HST) dan sesekali harus dilakukan pengurasan air sehingga dihasilkan bibit padi dengan kualitas vigor yang baik.

MK interval pembibitan antara A & R1 adalah 8-10 hari.2 Waktu semai dan tingkat pembibitan tiga jenis induk padi Musim Kemarau (MK) Waktu semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 34686 R1 5.0 Hari ke-10 IR 58025 A 20 25 Musim Hujan (MH) Waktu Semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 IR 34686 R1 5.0 Hari ke-21 IR 58025 A 20 25 Catatan: Galur-A disemaikan satu kali dan Galur-R disemaikan dua kali. Jenis isolasi untuk produksi benih padi hibrida adalah Isolasi jarak: Pertahankan jarak lahan produksi padi hibrida sekurangkurangnya 100 meter dari plot lain atau varietas padi lainnya Tabel 6. sekurang-kurangnya 50-100 cm .0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5.261 menjaga kemurnian genetik benih padi hibrida (F-1) atau menghindari cross polination (penyerbukan silang). Isolasi jarak pada produksi benih padi hibrida. MH interval bibit antara A & R1 adalah 20-21 hari Gambar 6.23.0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5.

Sekurang-kurangnya dipisahkan dengan jarak 5 m. isolasi waktu: Upayakan waktu penanaman padi hibrida agar periode pembungaan induk hibrida akan berlangsung sekurangkurangnya 21 hari lebih awal daripada varietas lain atau 21 hari lebih lambat dari varietas lain yang ditanamam pada areal produksi lain yang terdekat. . .Tehnik Pembenihan Tanaman 262 Gambar 6. . Isolasi dengan penghalang berupa tanaman lain.. Isolasi penghalang (barrier): Isolasi barrier (penghalang) umumnya berupa penghalang yang secara khusus dipersiapkan berupa suatu bahan atau tanaman dengan ketinggian sekurangkurangnya 2. Isolation geografis: Isolasi geografis dilakukan dengan cara menyeleksi area produksi benih padi hibrida agar terlindungi oleh tanaman lain yang tinggi atau berada didaerah yang terisolir (area produksi benih berada disekitar perkebunan tanaman seperti pisang. yang terpenting adalah lahan produksi benih padi hibrida terisolasi dari penyerbukan silang padi.24 Isolasi waktu penanaman benih.. u ntuk perbedaan pembungaan lebih dari 3 minggu Gambar 6. .5 meter.25. dan terhindar dari serangan HPT). kelapa atau tanaman lainnya..

dan pengaturan posisi penanaman bibit se cara konvensional . hal ini akan memudahkan pertumbuhan dan perkembangan bibit serta tillering. g. Jarak tanam yang diaplikasikan sesuai dengan anjuran akan memaksimumkan jumlah tanaman per hektar dan produksi benih padi hibrida. Rasio baris adalah 2:8 (R:A) untuk musim hujan dan 2:12 untuk musim kemarau. roguing dan pengendalian HPT). Semua bibit padai ditanam dengan jarak tanam 20 x 15 cm dengan kedalaman 2-3 cm.. 1) Teknik penanaman Penamanan bibit padi baru dapat dilakukan setelah persiapan lahan dianggap memenuhi sayarat.26 Penanaman bibit padi di lahan produksi. Penanaman Kegiatan penanaman benih dilakukan sebagai berikut: Barisan bibit tanaman padi yang lurus akan memudahkan pengelolaan produksi benih padi hibrida karena akan memudahkan kegiatan pengendalian gulma. Penanaman bibit umumnya adalah sebagai berikut: . Bibit padi R-1 dan R-2 yang berumur 20 HSS ditaman pada baris R dan bibit A berumur 10 HSS (atau 21 HSS pada saat musim hujan) ditanam pada baris A. Gambar 6.263 Isolasi geografis merupakan isolasi terbaik dibanding dengan isilasi yang lainnya.

. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 15 x 20 cm (a). Modifikasi jarak tanam adalah 15 x 15 cm atau 20 x 20 cm (b). Gambar 6. Posisi dan rasio penanaman bibit induk betina dan jantan Gambar 6.27a.Tehnik Pembenihan Tanaman 264 Gambar 6.28. Posisi penanaman benih induk betina dan induk jantan.27.

Kegiatan pembibitan diupayakan dalam kondisi sebagai berikut: . fisik.. sehingga harus diganti dengan bibit baru yang mempunyai vigor (kualitas) yang baik. Penanaman dilakukan dengan rasio satu bibit/titik tanam untuk baris-A dan 2-3 bibit/titik tanam pada baris-R. Penyulaman bibit dilakukan pada saat 5 hari setelah tanam. kemudian permukaan air swah dinaikkan secara perlahan sampai naik setinggi 2-3 cm. mekanik atau menggunkan metode pengendalian secara terpadu. Hama dan penyakit tanaman padi dikendalikan dengan menggunakan perpaduan pengendalian secara kultur teknis (memberikan unsur hara yang berimbang. . . . penyebaran serbuk sari dari bunga jantan akan berlangsung dengan mudah menyerbuki bunga betina 2) Penyulaman bibit Penyulaman bibit padi hibrida bertujuan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh dan berkembanga dengan baik. untuk menjamin tumbuhnya bibit selama 4-5 hari. Lahan sawah harus selalu cukup air (macak-macak).. Perhatikan dengan seksama agar bibit pada baris A benar-benar ditanami secara penuh pada baris sebelah kanan. Pengendalian secara . penyakit dan gulma Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi harus dilakukan secara terpadu melalui proses observasi hama dan penyakit sesuai dengan hasil informasi dari SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama dan penyakit secara Terpadu). Lakukan observasi secara seksama pada baris tanaman.. menggunakan varietas tahan hama dan penyakit tertentu sehingga mengkondisikan tanaman padi dalam keadaan sehat dan mempunyai daya tahan terhadap serangan hama penyakit tanaman).. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pada periode pembungaan. Pemeliharaan tanaman 1) Pengendalian hama.265 .. h.

Gambar 6.29.kimia akan dilakukan jika populasi hama atau penyakit melebihi ambang batas ekonomi. Pengendalian gulma bertujuan untuk mengurangi kompetisi dalam hal tempat tumbuh. air. Penyulaman bibit tanaman padi. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan . cahaya matahari. dan unsur hara.

. Untuk musim kemarau pemupukan direkomendasikan sebagai berikut: 120 Kg Nitrogen. Selama masa budidaya air sawah harus selalu diamati dan upayakan agar permukaan air selalu setinggi 2-3 cm. 50 Kg Fosfat dan 60 kg Kalium per hektar. . 1/3 at 5-7 hari sebelum inisiasi bunga (panikel).. Pupuk Nitrogen diaplikasikan dalam 3 waktu: . . . Untuk mengoptimalkan suplai hara maka pemupukan dilakukan harus sesuai dengan rekomendasi terutama pupuk P dan K serta pupuk organik (diaplikasikan sebelum pembajakan yang terakhir). 2) Pemupukan Padi hibrida sama dengan padi non hibrida yakni membutuhkan hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. secara mekanik (mengunakan caplak bambu) atau secara kimia (menggunakan herbisida) atau dengan pengendalian gulma secara terpadu. 40 Kg pupuk Fosfat dan 45 kg pupuk Kalium per hektar. 1/3 20-25 hari setelah tanam. saat aplikasi ZPT dan saat menjelang panen.Tehnik Pembenihan Tanaman 266 metoda dicabut langsung dengan tangan. 1/3 5-7 hari setelah tanam.. Pemupukan untuk musim hujan adalah sebanyak 60-90 Kg Nitrogen. 3) Pengairan Selama proses produksi benih padi hibrida pengelolaan air harus mendapat perhatian terutama pada masa-masa kritis seperti saat menjelang pembungaan.

30. Setelah masa anakan. air harus dikeringkan dan dipertahankan terus sampai dengan masa panen. Pada saat 2 minggu sebelum panen. Pada saat tanaman menjelang stadium generatif kurangi air sampai dengan kondisi macak-macak (selama masa pembungaan) kemudian naikkan permukaan air setinggi 3-5 cm pada saat aplikasi Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) GA3. Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara kimiawi (a). 4) Pembungaan Pada kegiatan produksi benih padi hibrida. mekanik dan kimiawi (b). . Pada saat masa jumlah anakan mencapai maksimum. Selama masa pengisian biji. Oleh sebab itu perkiraan pembungaan harus diupayakan diprediksi secara tepat. kurangi suplai air sampai kondisi lahan sawah lembab dan terlihat beberapa rekahan halus pada tanah sawah. Kondisi ini diperlukan untuk memaksimumkan hasil persilangan antara bunga jantan dengan bunga betina. masa pembungaan harus diperkirakan seakurat mungkin (perkiraan harus tepat). Perubahan cuaca akan mempengaruhi kagiatan produksi benih terutama sangat berpengaruh terhadap sinkronisasi pembungaan. Pengendalian gulma se cara manual .267 Gambar 6. kondisi air harus dalam keadaan cukup dengan permukaan air sekitar 3-5 cm. amati permukaan air sawah agar diupayakan selalu setinggi 3-5 cm selama inisiasi bunga (naikkan permukaan air sedikit demi sedikit sampai dengan 3-5 cm sampai dengan masa generatif). Pengamatan pertumbuhan panicle pada baris-A dan baris-R sangat berguna terutama untuk menentukan masa pembungaan yang tepat yang harus diatur atau disesuaikan (singkronisasi pembungaan).

Gambar 6.31.Tehnik Pembenihan Tanaman 268 Gambar 6. dan menjelang pembungaan. .32 Pengamatan inisiasi panicle Berikut ini proses singkronisasi pembungaan yang umum dilakukan untuk memproduksi benih padi hibrida. 20-25 hari setelah pemupukan pertama. Tiga waktu pemupukan yang dianjurkan. yaitu 5-7 hari setelah tanam.

Sepuluh tahap perkembangan panikel padi (b).34 Proses perkembangan bunga padi (a). .269 Gambar 6.33 Singkronisasi pembungaan Gambar 6.

6) Pemangkasan daun Pada masa pembungaan dan menjelang masa penyerbukan padi hibrida. Potongan daun jangan dibuang ke lahan produksi. pembungaan bunga jantan dan betina seringkali muncul tidak sesuai dengan perkiraan. Kemudian air sawah dikurangi dan daun dipangkas. Daun bendera harus dipotong 1/3 sampai ½-nya. maka proses tersebut dapat diupayakan dengan menyemprot 1% pupuk P (fosfat) atau KH2PO4.35 Sinkronisasi Pembungaan . Kondisi ini akan mendorong serbuk sari dapat menyebar secara luas sehingga akan menghasilkan banyak calon benih. Jika induk padi hibrida berbunga terlalu awal. Selain itu pertahankan agar air selalu tersedia di sawah dan lakukan penyemprotan GA3. Jika masa pembungaan harus dipercepat. Gambar 6. semua organ tanaman yang menghalangi proses penyerbukan harus dibuang. maka masa pembungaan dapat diundurkan dengan mengurangi aplikasi pupuk Nitogen sebanyak 2% dari dosis rekomendasi. Sisa potongan daun yang terserang hama dan penyakit dapat menjadi sumber penyakit dan menularkan patogen ke tanaman induk sehingga akan mengganggu kesehatan tanaman dan dapat menyebabkan penurunan produksi benih (produksi lebih rendah dari harapan) Pemotongan daun bendera sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah atau lebih baik pada musim kemarau.Tehnik Pembenihan Tanaman 270 5) Penyesuaian waktu pembungaan Pada kondisi yang sesungguhnya di lapangan. Oleh sebab itu pangkas semua barier sehingga mendorong penyerbukan silang.

Penyemprotan pertama sebanyak 30% dari dosis. GA3 berfungsi untuk membantu meninggikan tanaman baik itu induk jantan ataupun betina. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat sore hari yang cerah. meningkatkan waktu membukaan bunga betina sehingga meningkatkan peluang diserbuki oleh bunga jantan. Teknik pemotongan daun bendera yang dianjur kan (b). Demikian pula pada proses produksi benih padi hibrida. penyemprotan ke-2 sebanyak 50% dari dosis dan penyemprotan terakhir sebanyak 20% dari dosis. Gambar 6. Pembuatan larutan GA3 8) Bantuan penyerbukan (Polinasi) Pada produksi benih padi lokal atau non hibrida. Jangan melakukan penyemprotan GA3 jika diduga akan turun hujan pada 24 jam setelah penyemprotan GA3.37. Aplikasi GA3 yang optimal adalah sebanyak 100-150 gram/hektar untuk 3 kali penyemprotan.36. meningkatkan kekuatan dan pembetukan tangkai sari serta memperpanjang durasi stigma membentuk serbuk sari. Untuk . mendorong keluarnya panicle dari daun bendera. Daun bendera yang harus dibuang (a).271 Gambar 6. penyerbukan dilakukan secara alami tanpa tindakan bantuan/perlakuan khusus. 7) Aplikasi Gibberellic Acid (GA3) Giberelic Acid (GA3) merupakan salah satu ZPT yang sering digunakan untuk meningkatkan keberhasilan proses pembungaan dan pembuahan pada tanaman. Lakukan penyemprotan pada saat hari tenang jika memungkinkan tidak ada angin sehingga GA3 dapat menyebar dengan merata di lapangan.

5 2. Bantuan polinasi dapat dilakukan pada saat pagi hari ketika bunga membuka dengan sempurna baik itu bunga dari induk betina maupun jantan.1 2500 5 2.8 1. Penyerbukan harus dilakukan tepat waktu yaitu lakukan penyerbukan pada saat hari tenang dan angin sepoi-sepoi(1-3 km/hr). Perlakuan bantuan polinasi diharapkan dapat membantu menyebarkan serbuk sari dari induk jantan agar menempel dengan baik pada putik induk betina.0 1.7 3.3 10000 500 30.5 1.7 12.8 7500 15 7.2 1.3 3.7 0.3 15.6 Untuk membantu proses penyerbukan tersebut dapat dilakukan dengan cara tangkai malai digoyang dengan tangan atau gunakan tongkat bambu dan pukulkan dengan perlahan ke pangkal tangkai malai induk jantan.) air Konsentrasi 60 ppm 30 ppm 100% 90% 100% 90% 1000 50 3.0 13.0 8000 400 24.2 10000 20 10.8 4.4 5000 10 5.0 3.0 6.3 1.7 0.6 1500 3 1. Tabel 6.0 26.0 11.1 0.0 10.2 5.0 9. sehingga serbuk sari menyebar dengan sempurna pada putik bunga betina.7 Ultra-low volume sparyer 1000 2 1.3 6.7 6000 300 18.0 3.7 2000 100 6.6 2.0 1.3 4000 200 12.0 5.0 20.0 6.0 5.0 13.0 2.4 Kebutuhan Volume Larutan GA3 dengan alat Knapsach sprayer Area (m2) vol(lt.0 33.8 2000 4 2.3 1.Tehnik Pembenihan Tanaman 272 produksi padi hibrida.5 8. Kanopi tanaman digoyangkan setiap 30 menit sampai dengan bunga padi . proses penyerbukan harus dibantu dengan cara menggoyangkan tangkai malai induk jantan pada saat stadium pembungaan yakni bersamaan dengan periode pematangan serbuk sari.0 16.5 2.5 0.5 1.

Gambar 6. proses roguing mutlak dilakukan. Selain itu buang tipe tanaman yang mempunyai bentuk dan ukuran daun bendera berbeda atau mempunyai seludang daun yang berbeda warnanya. Roguing sangat penting dilakukan pada stadium tanaman jumlah anakan yang maksimum. Pembuangan varietas lain harus dilakukan karena dapat menyebabkan penyerbukan silang dengan baris-A sehingga akan menyebabkan menurunnya kemurnian benih hibrida yang diinginkan. Roguing berfungsi untuk membuang tumbuhan yang tidak dikendaki (dari spesies ataupun varietas yang berbeda).00 sampai dengan pukul 13. 9) Roguing Pada proses produksi benih padi hibrida. Gambar 6. Waktu yang paling tepat untuk melakukan kegiatan roguing adalah pada saat tanaman mulai tumbuh di lahan. Bantuan penyerbukan dengan menggunakan potongan bambu. Semua organ tanaman yang terlihat terserang hama atau penyakit harus dibuang dari lahan produksi.273 menutup (umumnya pukul 10.38. Semua tanaman yang tumbuh lebih pendek atau lebih tinggi dari benih tanaman atau induk jantan harus dibuang (dicabut). Waktu pembungaan bunga betina diupayakan harus bersamaan dengan bunga jantan (a). Fertilisasi pada bunga betina padi (b). Roguing dilakukan juga pada saat pembungaan yaitu semua tumbuhan yang tidak diinginkan harus dibuangdari baris A.30).38. saat pembungaan dan sebelum panen. Selian itu semua tunbuhan yang . Roguing dilakukan pada semua tumbuhan yang terdapat pada jarak antar baris.

Gambar 6. Perlakuan Pasca Panen Proses pemanenan dilakukan terlebih dahulu pada baris R dan dilakukan secara manual. Hasil panen dari baris R dan baris A harus benar-benar terpisah selama masa panen.41. kemudian dilanjutkan dengan baris-A. Biji padi yang dipanen .Tehnik Pembenihan Tanaman 274 mempunyai periode pembungaan lebih cepat atau lebih lambat harus dibuang.4. Proses pemanenen baris A dapat dilakukan secara manual ataupun secara mekanik. Biji-biji yang terdapat pada malai padi dari baris A terlihat bernas.42 Kegiatan roguing di lahan produksi benih padi hibrida. bersih dan menghilat dengan warna gabah yang cerah.40. Waktu roguing yang dianjurkan Gambar 6. ukuran dan warna biji yang berbeda harus dibuang. Baris-A yang dipanen disebut F-1 atau benih hibrida. Baris-R jangan digunakan sebagai benih. pengeringan ataupin pengepakan. Hal ini dilakukan agar benih padi hibrida tidak tercampur (terkontaminasi) oleh benih padi lainnya. Waktu pemanenan dapat diupayakan pada saat 90% biji sudah berbulir penuh. begitu pula dengan tumbuhan yang mempunyai bentuk . perontokan. Induk betina (atas) dan induk jantan (bawah) yang siap untuk diserbuki dan menyerbuki 6. Gambar 6. Pada saat menjelang panen semua tumbuhan yang bukan induk padi hibrida harua dibunag dari pada baris-A.

Kegiatan ini berfungsi untuk mempertahankan kualitas benih agar selalu dapat kondisi yang baik. Perontokan Sebelum proses perontokan. Pengeringan dan pembersihan Pengeringan dan pembersihan benih padi harus dilakukan. semua peralatan perontokan padi harus ditempatkan di atas lantai yang benar-benar bersih. Upayakan untuk tidak menjemur benih secara langsung di atas lantai jemur. Gambar 6.43.44 Proses kematangan buah padi. Kegiatan pengeringan lahan dilakukan selama 2 minggu sebelum waktu panen.275 harus dipastikan dalam kondisi yang kering. a. Benih dapat dikeringkan secara mekanik atau menggunakan pengering dengan solar sel. Contoh tumbuhan yang tidak dikehendaki dan harus dibuang pada proses roguing. Selama perontokan benih yang berasal dari induk betina (baris-A)harus benar-benar dipisahkan dari biji yang berasal dari induk jantan (baris-R). Selama pengeringan balikkan benih secara berkala agar . Gambar 6. Karung dan kantong benih harus tersedia dalam kondisi bersih dan siap untuk diisi dengan benih. b. Benih dikeringkan sesegera mungkin setelah proses perontokan sampai dengan kadar air benih kurang dari 14% (standar benih berkualitas bagus). Baris-A dirontokkan terlebih dahulu kemudian baris-R.

dan gabah. Benih dapat dibersihkan secara manual dengan cara ditampi. benih yang kering dan bersih dimasukkan dalam kantong yang baru lalu diberi label yang memuat informasi sesuai dengan keperluan (varietas. Benih yang sudah kering harus dibersihkan dari ketidak murnian seperti harus terbebas dari biji gulma. tanggal panen dan nomor lot benih) Gambar 6. Gambar 6. Gambar 6.Tehnik Pembenihan Tanaman 276 kekeringan merata.47 Proses pengeringan benih . biji yang belum matang.46 Proses perontokan benih padi. atau menggunakan mesin pembersih benih.45 Proses pemanenan benih padi hibrida.

48 Teknik pengujian daya kecambah benih padi. Jika benih akan digunakan pada musim tanam yang terdekat dan didistribusikan secepatnya maka benih dapat disimpan pada suhu kamar. Gambar 6. Salah satu kriteria benih berkualitas baik adalah mempunyai daya kecambah minimal 85%. Penyimpanan Penyimpanan benih padi pada umumnya mempunyai 2 (dua) tujuan yaitu untuk penanaman pada musim berikutnya atau untuk penanaman pada dua musim yang akan datang.277 c. Benih yang akan digunakan pada musim yang akan datang harus disimpan pada kondisi dingin dan kering. Benih yang berkualitas baik adalah benih yang sesuai dengan standar yang ditentukan masingmsing negara. .

Penyimpanan Perlakuan pra panen padi hibrida Perlakuan pascapanen padi hibrida . Pengendalian OPT . Pengeringan .. 2. Pemeliharaan bedengan .. Penanaman . Menerapkan persyaratan kerja 3. Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. Peromtokan . Musim tanam . Pengeringan dan pembersihan . Pemeliharaan tanaman .. Membibitkan gakur induk benih sumber.. Perontokan . Penyemaian .. ... Potensi benih tanaman 2.. Persyaratan lahan .. Interval pembibitan .... Penyimpanan SOAL: 1. . Persyaratan lahan produksi .. Pemeliharaan .. Menyiapkann lahan pembenihan 4. Penyiapan lahan dan penanaman .. Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan .. Kebutuhan benih .. Bagaimana teknik pemelihraan alat dan mesin yang digunakan dalam proses produksi benih tanaman . siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1.. Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra-panen benih padi Perlakuan Pascapanen . .Tehnik Pembenihan Tanaman 278 Ringkasan Setelah mempelajari BAB 6. Merawat benih tanaman 5..... Benih sumber . Pengairan . Deskripsikan persamaan dan perrbedaan produksi benih padi local dengan padi hibrida..

Lakukan identifikasi proses produksi benih yang dilakukan oleh petani dan sekolahmu.279 TUGAS: 1. 2. Bagaimana system penggudangan benih yang ada di sekolahmu / perusahaan benih di sekitar kotamu .

969 ton. Balai Benih Utama. Sebelum tahun 1986. Jika produktivitas rata-rata kedelai 1 ton/ha maka untuk memenuhi kebutuhan nasional diperlukan lahan produksi seluas 2 juta ha. Perum Sang Hyang Seri pada waktu itu juga memproduksi benih kedelai.017. Rendahnya persentase ini merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan kedelai nasional. PT Patra Tani merupakan satu-satunya indsutri benih kedelai nasional yang sangat besar.BAB 7.634 ton dan impor kedelai tahun 1999 sebesar 839. Patra Tani tidak lagi memproduksi benih sehingga nyaris tidak ada lagi produsen benih kedelai. dan Balai Benih Pembantu. Di Indonesia tercatat belum ada industri benih yang mengusahakan produksi benih kedelai secara mapan. Setelah tahun 1986 sampai sekarang. tetapi dalamvolume yang terbatas. Data Departemen pertanian menujukkan bahwa produki kedelai nasional tahun 2000 sebesar 1.962. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI Ketersediaan benih kedelai di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan kebutuhannya. Satusatunya penghasil benih kedelai adalah para penangkar benih lokal danprodusen benih sumber milik Pemerintah. Fenomena ini yang semakin mendorong petani untuk menyediakan benih kedelai secara .470 ton atau hampir 2 juta ton.867 ton maka total konsumsi kedelai nasional adalah 1. Ini berarti diperlukan penyediaan benih kedelai sebesar 40 ribu ton per tahun. yang kapasitas penyediaannya sangat terbatas. PT. Ditjentan Pangan (1992) mencatat bahwa pemenuhan benih kedelai bersertifikat secara nasional masih di bawah angka 5%. Jika ditambahkan dengan impor kedlai hitam untuk kebutuhan indsutri kecap tahun 1988 yang mencapai 104. seperti Balai Benih Induk.

. Bila menanam kedelai. Produktivitas tanaman kedelai masih rendah sehingga secara usaha tani kurang menguntungkan. Masa edar (waktu pemasaran) benih kedelai sangat singkat karena daya simpannya yang sangatsingkat. petani pun enggan membeli benih bersertifikat. Beberapa alasan kurang tertariknya para investor untuk memproduksi benih kedelai di Indonesia antara lain sebagai berikut : . Harga kedelai konsumsi nasional rendah sehingga petani kurang tertarik mengusahakannya. Harga kedelai impor yang lebih murah dari harga kedelai lokal semakin mengecilkan minat Tenik Pembenihan Tanaman 280 . . .sendiri tanpa melalui proses sertifikasi benih.

atau sekedar tanaman rotasi. Akibatnya.1 Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai (atas) dan tanaman kedelai (bawah . Kedelai termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri sehingga isolasi jarak hanya 8 meter.petani dan penangkar benih kedelai. tetapi pengusahaannya perlu terus ditingkatkan karena prospek yang sangat besar. sifat-sifat benih kedelai seperti berikut perlu dipahami lebih dahulu. Adapun standar lapang untuk proses produksi benih kedelai bersertifikat dapat dilihat pada tabel 6. kedelai hanya sebagai tanaman sela. Jika kebijakan Pemerintah telah berubah dan nilai produksi pertanian disejajarkan dengan produk industri non pertanian lainnya maka usaha produksi benih kedelai sangat menguntungkan karena belum ada industri benih yang mengusahakannya. pendekatan lingkungan. Tentunya usaha yang dilakukan hendaknya diiringi dengan perbaikanperbaikan. tanaman tumpang sari. Meski permasalahan kedelai cukup komplek. teknologi budi daya dan pascapanennya.1 Perlakuan Prapanen Telah dijelaskan bahwa permasalahan produksi benih kedelai cukup kompleks. sedangkan isolasi waktu hanya 15 hari agar tidak terjadi pencampuran benih antar-varietas. Agar penanganan produksi dan pascapanen benih kedelai tidak keliru. serta pengelolaan dan pemasarannya. salah satunya adalah potensi hasilnya yg masih rendah.5. Gambar 7. 7. baik varietas tanaman.

viabilitas (daya tumbuh dan kekuatan tumbuh) benih kedelai mudah menurun akibat laju respirasi yang meningkat.. Pada kondisi suhu dan kelembapan yang relatif tinggi. Benih bersifat higroskopis sehingga kadar airnya mengikuti kelembapan udara di sekitarnya. 281 . .

Lahan tergolong subur dan cukup tersedia air. Berlabel biru . . Lokasi penanaman mempunyai curah hujan sedang (150 200 mm perbulan) pada saat pertumbuhan dan kurag dari 50 mm per bulanpada saat pematangan polong. . Berlabel hijau (ES1 s/d ES4) . Kulit benih kedelai amat tipis sehingga mudah terinfeksi oleh cendawan. serta rentan terhadap kerusakan fisik dan mekanik .1 8 0. Saat di pertanaman. 7. Daerah pertanaman bebas dari gangguan hama maupun Isolasi Jarak (m) Varietas Lain dan Tipe Simpang Maksimum (%) 8 0. Suhu harian lokasi penenaman tidak melebihi 35OC dengan kelembaban nisbi yang relatif rendah (sekitar 70%).2 8 . kedelai mudah terserang hama penggerek dan pengisap biji.Kelas Benih Benih dasar Benih Pokok Benih sebar .2 Persyaratan lahan Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam memilih lahan untuk produksi benih kedelai sebagai berikut : . bakteri dan virus.

(2) sangat rendahnya indeks penangkaran (benih sumber menjadi benih komersial). terutama hama yang menyerang biji.1 Standar Kondisi Lapangan Untuk Menghasilkan Benih Kedelai Bersertifikat . Benih BMJ masih ditolerir beredar karena dua pertimbangan. Lahan terbebas dari gangguan gulma. yakni (1) sangat minimnya produsen benih kedelai. kecuali bila telah diberakan selama 3 bulan. Adapun varietas-varietas kedelai yang direkomendasikan untuk diusahakan dapat dilihat pada tabel 12.0. dapat digunakan benih sumber dari kelas benih sebar. 7. . Untuk produksi benih berlabel merah jambu (BMJ). Lahan pertanaman bukan bekas pertanaman kedelai varietas yang berbeda.5 8 0. . Tenik Pembenihan Tanaman 282 Tabel 7. hanya berkisar angka 40.3 Benih sumber Kebutuhan benih sumber berkelas lebih tinggi +40 kg/ha.7 penyakit.

Tabel 7. Karakteristik Bebagai Varietas Kedelai dan Tahun Pelepasannya Kisaran Bobot Umur Nama Varietas Tahun Hasil 100 biji Panen Pelepasan (ton/ha) (g) (hari) A. Petek 2.8 76 2.2.0 2.0 . Tidar 1987 1.6 78 3. Umur Genjah 1. Lokon 1982 1.0 2.1 10.4 7 75 4.1 10. Guntur 1982 1.

0 9.0 2.5 1.0 2. Tengger 1991 1. Lawu 1991 1.5 78 8.6 80 Bewok 6.1989 1.0 2.2 12 70 2.5 .2 7.2 11 74 7. Malabar 1992 1.0 1. Lumajang 1989 1.2 11 79 9.0 8 80 5. Dieng 1991 1.

5 10 2.5 2.5 . Lampobatang 1989 1. Raung 1986 1. Tambora 1989 1.B.5 2. Wlis 1983 1.5 13 85 4.5 10 88 5.5 2.5 9 87 3. Kerinci 1985 1.5 2.0 2. Umur Sedang 1.5 14 85 6.5 10 88 2. Rinjani 1989 1.

Jayawijaya 1991 1.86 7.2 2.2 2.6 8 85 9. Krakatau 1992 1.0 2.7 2.0 . Cikuray 1992 1.7 10 2. Singgalang 1992 1. Pangrango 1995 1.4 12 85 11.5 2.5 10 85 12.5 11 84 10. Tampomas 1992 1.2 9 87 8.

0 .5 10 90 3. Kipas Putih 1992 1. Umur Dalam 1.5 2.5 21 81 C. Argomulyo 1998 1.5 2. Merbabu 1986 1. Dempo 1984 1.5 2.1 2.7 2.88 13.5 2.5 16 85 15.5 13 90 2. Bromo 1998 1. Burangrang 1999 1.5 20 82 14.

Dengan demikian.4 Waktu tanam Kedelai tergolong peka terhadap kekeringan. tetapi tidak tahan terhadap genangan air. Pada lahan beririgasi teknis.12 90 7. tanaman kedelai sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan. tanaman mendapatkan air yang cukup pada awal 283 .

musim tanam kedelai (petani). sebaiknya penanaman pada permulaan musim labuhan (hujan) dan akhir rendengan (kemarau). Bedengan dibuat dengan lebar 3-4 m dan panjang sesuai petakan.2 Benih sumber kedelai Kondisi musim di tiap daerah tidaklah sama. Agar benih tidak terlalu lama tersimpan maka penangkaran benih sebaiknya dilakukan 4 6 bulan sebelum tiba. 7. Gambar 7. Tanaman kedelai dapat ditanam di lahan sawah maupun dilahan kering (tegalan).5 Penyiapan lahan Pengolahan tanah ditujukan untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah agar pertumbuhan akar dan penyerapan hara dapat berlangsung secara baik. Pengolahan lahan kering . Parit dibuat dengan lebar 20-25 cm sedalam 25-30 cm. Pada lahan sawah dibuat parit sekeliling lahan di dekat pematang secara membujur dan melintang. jika di lahan kering (tegalan). Tanah diolah secara dangkal dengan membenamkan gulma. penanaman yang dilakukan pada musim hujan yang berlebihan akan berisiko terhadap serangan hama maupun penyakit dan membutuhkan biaya relatif banyak untuk penanganan lepas panennya.pertumbuh-annya dan kondisi lahan telah kering saat menjelang panen. Waktu tanam yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang paling kecil risiko maupun biaya pemeliharaannya. Sebagai contoh. bila produksi benih kedelai dilakukan di lahan sawah beririgasi maka penanaman sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Namun. Oleh karena itu waktu penanaman kedelai juga tidak bersamaan. Sebagai gam-baran.

sekitar 50-60% yang merupakan kelembapan optimum Tenik Pembenihan Tanaman 284 . kebutuhan kapur semakin banyak. semakin tanahnya masam. maka pengolahan tanah tidak diperlukan. Namun. Tanah dibersihkan dari gulma.5 5.(tegalan dengan cara dibajak/ dicangkul agar gembur. Tanah selanjutnya diolah dengan cara dicangkul sedalam 10 20 cm dan diratakan. Pada saat pengolahan. tanah ditaburi kapur degan jumlah sesuai kebutuhan (misal-nya 2 ton/ha untuk tanah ber pH 4.0). penanaman dilakukan paling lambat seminggu setelah panen padi agar tanah masih lembap. Jika penanaman dilakukan setelah pertanaman padi. kemudian diratakan dan dibuat parit di sekeliling lahan.

lubang tanam ditutup dengan tanah halus atau pasir agar proses perkecambahan dan pertumbuhan kecambah tidak terhambat. Rhizoplus.untuk perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman kedelai. benih diberi insektisida Marshal 25 ST dengan dosis 5 g bahan aktif per kg benih sebelum ditanam. Sebagai gambaran. Benih segera ditanam setelah 6 jam diinokulasi. tergantung varietas yang digunakan. Benih ditanam secara teratur dengan jarak tanam optimal.3. Selain dengan inokulum Rhizobium. seperti Legin. benih yang akan ditanam perlu dicampur dengan inokulum Rhizobium. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 10 cm atau 30 cm x 15 cm. Tanah ini dicampurkan dengan benih. Jarak tanam yang disarankan adalah 40 cm x 15 cm atau 40cm x 20 cm. Untuk daerah ang sering terserang hama lalat bibit (Ophiomya phaseoli). Untuk varietas umur genjah. kemudian diaduk hingga merata. Benih kedelai ditanam dalam lubang tanam yang dibuat dengan tugal sedalam 3 5 cm. Bening ditanam langsung dengan bantuan tugal. Bila terlambat menanam. Jika menggunakan varietas umur sedang. atau Rhizogin yang telah dibasahi. diperlukan 30 g Legin atau Rhizogin untuk 10kg benih. 7. Gambar 7. gulma telah tumuh dan menjadi pesaing tanaman kedelai. dapat pula digunakan tanah dari pertanaman kedelai dengan takaran 2-3 kg tanah untuk 10 kg benih. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 15 cm. Setiap tubang dapat ditanam 2-3 benih.6 Penanaman dan perlakuan benih Apabila penanaman dilakukan di lahan yang belum pernah ditanami kedelai. Tanaman kedelai dan bagian-bagiannya . Setelah itu.

menekan 285 .(atas) Tanaman kedelai muda (bawah) Penggunaan mulsa (penutup tanah) jerami pada benih yang baru ditanam dapat menjaga kelembapan tanah.

Pada saat berbunga. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dengan penyiangan atau secara kimiawi dengan mnggunakan herbisida. Pada musim hujan. Penyulaman Penyulaman dilakukan terhadap benih yang tidak berkecambah atau tumbuh dengan kondisi kurang baik. Penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan pembubunan dan pemupukan kedua. dan cahaya matahari. jumlah mulsa dapat dikurangi. Penurunan hasil dapat mencapai 10 60% jika gulma tidak dikendalikan dengan baik. tergantung musim tanamnya. air. penyiangan tidak dianjurkan untuk menghindari goncangan pada tanaman yang dapat merontokkan bunga. Pengairan . Oleh karena itu kegiatan pemeliharaan penting untuk diperhatikan. Selain pesaing dalam perolehan ruang tumbuh. Jumlah mulsa yang dibutuhkan sekitar 2-5 ton/ha. b. 7. gulma kerap kali menjadi inang hama atau penyakit tertentu. Penyiangan dan pembumbunan Gulma merupakan pesaing tanaman yang sangat merugikan. c.pertumbuhan gulma dan serangan lalat bibit. a. hara. Waktu penyulaman dilakukan hingga satu minggu setelah tanam agar keseragaman pertanaman tetap terpelihara.7 Pemeliharaan Tanaman akan tumbuh dengan baik bila dipelihara dengan baik pula. Mulsa ini dapat dihamparkan di atas tanah secara merata segera setelah tanam.

fase awal pertumbuhan (20 25 HST). kebutuhan air untuk tanaman kedelai tergantung pada varietas.5 0.6 l/det/ha (BPTB Karangploso. 2000). fase pembentukan polong. terutama pada saat-saat kritis.Pertanaman kedelai tidak boleh kekurangan air. Saat kritis yang dimaksudkan adalah pada fase perkecambahan. dan fase pengisian biji (50-60 HST). Pupuk di-berikan secara larikan di samping tanaman dengan jarak sekitar 5 7 cm. d. Pada masa-masa tersebut. Meski-pun demikian. menjelang berbunga (35 45 HST). semakin banyak air yang dibutuhkan. Tenik Pembenihan Tanaman 286 . Pemupukan Pemupukan tanaman kedelai secara umum diberikan bersamaan dengan saat tanam atau 7 10 hari setelah tanam. air harus cukup tersedia atau yang diperkirakan 0. karena semakin panjang umur suatu varietas.

Jenis dan dosis pupuk yang diberikan bervariasi bergantung pada jenis tanah. Pada lahan tegalan. Vertisol atau Grumosol: 50 kg Urea + 75 kg SP-36 + 75 kg KCl . dan kepik (Piezodorus hybneri). kutu kebul (Bemicia tabaci). Regosol: 50 kg Urea + 50 kg SP-36 + (75 100) kg KCl. yang dierikan pada saat pembubunan. dan . perlu ditambah pupuk N. kutu daun (Aphis glycine). . ulat penggerek (Helicoverpa armigera). konon lebih dari 100 jenis. ulat grayak (Spodoptera litura). Untuk lahan yang kurang subur. pupuk dibenamkan kedalam tanah. kumbang kedelai (Phaedonia inclusa). Jagung dengan umur yang berbeda . e. kepik hijau (Nezara viridula). dianjurkan juga diberi pupuk kandang sebanyak 3-5 ton/ha yang ditabur secara merata pada saat pengolahan tanah.). Aluvial: 50 kg Urea + 50 kg SP36 + 50 kg KCl. hama utama yang menyebabkan kerusakan cukup berat antara lain lalat bibit (Ophionya phaseoli). penggerek polong (Etiella spp. Namun demikian. Hidromorf :100kg Urea + 75 kg SP-36 + 100 kg KCl. Adapun potensi kerugian dan saat penyerangannya dapat dilihat pada tabel berikut ini. Menurut BPTP Karangploso (2000). Pengendalian hama secara kultur teknis dilakukan dengan menanam tanaman perangkap. kepik polong (Riptortus liniaris). Pengendalian hama dan penyakit Jenis hama yang menyerang tanaman kedelai sangat banyak. seperti tanaman jagung. + 50-75 kg/ha.Setelah ditabur. dosis pupuk yang diberikan pada beberapa jenis tanah yaitu : .

virus kerdil (soybean stunt virus). dan virus katai (indonesian soybean dwarf virus). Surecide 25 EC. Pengendalian pe-nyakit karat dengan cara menanam varietas yang tahan atau dengan menggunakan fungisida. seperti Dithane. baik dosis dan waktunya (lihat tabel kemasan). Applaud 10 WP.(genjah. seperti virus mosaik (soybean mozaik virus). dan dalam) ditanam di pematang. sedang. 21 hari sebelum penanaman kedelai dengan jarak tanam 25 m x 25 cm. Beberapa jenis insektisida yang digunakan untuk mengendalikan hama antara lain Marshal 200 EC. Penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai adalah karat daun (Phalaespora phacyrizi) dan virus. Anvil. Adanya virus hanya 287 . Benlate. dan Mitac 200 EC. Dursban 20 EC. Cara lain pengendalian hama dengan memasang perangkap sex pheromone yang menyebarkan bau serangga betina sehingga serangga jantan datang dan terperangkap. dan Bayleton. Cara pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida secara tepat.

pemeriksaan dilakukan terhadap warna bunga. Lalat bibit (Ophionya phaseoli) < 10 1130 31 xxxxx 50 51 70 > 70 2. pemeriksaan dilakukan terhadap warna dan bentuk polong. Kumbang kedelai (Phaedonia inclusa) 5. . pergiliran tanaman. f. Ulat penggerek (Helicoverpa armigera) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo oooooo xxxxx . bulu pada batang. Roguing I pada saat tanaman berumur 2 minggu.Hama Penting Kedelai Dan Waktu Penyerangannya Umur Tanaman (Hari Setelah Tanam) Jenis Hama 1. dan waktu berbunga. pemeriksaan dilakukan terhadap keseragaman warna hipokotil. Kutu daun (Aphis glycine) xxxxx xxxxx oooooo 3.dapat dicegah dengan penggunaan benih yang sehat. bentuk percabangan. dan eradikasi tanaman sakit. warna batang. Tabel 7. Kutu kebul (Bemicia tabaci) xxxxx xxxxx oooooo 4. Roguing II pada awal berbunga. . Roguing Roguing pada pertanaman kedelai dilakukan tiga kali. Roguing III pada saat menjelang panen. sanitasi lahan.3 Hama. yaitu sebagai berikut : .

6. 2000 Tenik Pembenihan Tanaman 288 . Kepik hijau (Nezara viridula) xxxxx xxxxx oooooo 10. Penggerek polong (Etiella spp.) 8. Cowpea Mild Mottle Virus ** = serangga penular berbagai penyakit virus kacangkacangan Sumber : BPTP Karangpioso. Kepik (Piezodorus hybneri) xxxxx xxxxx oooooo Keterangan : xxxxx = sangat berbahaya ooooo = berbahaya *** = serangga penular penyakit virus belang samar kacang panjang (CMMV). Kepik polong (Riptortus liniaris) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo 9. Ulat grayak (Spodoptera litura) oooooo xxxxx 7.

Pada saat masa fisiologis. 7. Pemanenan benih kedelai dilakukan dengan cara memotong pangkal batang dengan bantuan sabit. Jika masa fisiologis tepat pada saat 60% polong telah matang (cokelat) maka panen benih dilakukan pada saat polong matang (cokelat) mencapai 80%.8 Pemanenan dan perlakuan pascapanen Pemanenan kedelai untuk benih dilakukan pada umur 75 110 hari atau bila kadar air benih mencapai 18 20%. petani memanen kedelai dengan cara mencabut seluruh tanaman. batang berwarna kuning sampai cokelat. Cara ini hanya . Tanda-tanda kedelai sudah dapat dipanen dapat dikenali dari daun yang telah menguning dan sebagian sudah rontok. Kadangkala. benih kedelai telah lepas dari plasenta di dalam polong.Apabila dijumpai tanaman yang berbeda dari ciri yang ada perlu dicabut dan dimusnahkan. Tidak jarang benih hasil panen terlihat pecah kulit jika selama benih di lapang terjadi hujan. Dengan kondisi seperti itu. Masak fisiologis terjadi jika lebih dari 60% populasi tanaman telah menunjukkan polong yang berwarna cokelat. benih sangat peka sekali terhadap pengaruh kelembaban lingkungan. serta polong berwarna kuning sampai cokelat. Gambar 7.4 Polong kedelai siap panen Keterlambatan panen akan menu-runkan mutu fisik dan fisiologis benih. dianjurkan panen dilakukan tidak terlalu lamasetelah benih mencapaimasa fisiologis. Tanaman yang masak tidak merata dan warna polongnya ber\beda sebaiknya tidak digunakan sebagai benih. Karena sifat yang higroskopis dan kulitnya yg tipis.

pemanenan dengan cara memotong batang dianggap lebih menguntungkan karena lebih menghemat waktu dan tenaga.dianjurkan bila lahan penenaman relatif gembur. bintil akar yang mengandung Rhizobium akan tetap tertinggal di dalam tanah sehingga berguna untuk kesuburan. benih kedelai tidak mengalami dormansi sehingga benih yang baru dipanen 289 . Dari kedua cara tersebut. Setelah dipanen. Selain itu.

5 Benih kedelai Tenik Pembenihan Tanaman 290 .mempunyai kualitas yang semakin baik. Gambar 7. Waktu pemanenan hendaknya tidak dilakukan pada saat hari hujan atau pagi hari saat masih ada ada embun. Panen hendaknya dilakukan setelah embun pagi mengering (sekitar pukul 08:00) agar kadar air benih tidak mengalami peningkatan akibat air embun.

Merawat benih tanaman 5. insektisida dan fungisida. Menerapkan persyaratan kerja 3. Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra panen Lahan pembenihan harus dekat dengan sumber air.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 7. . Penyiapan lahan Penanaman dan perlakuan benih Memperbaiki struktur tanah. bukan bekas tanaman kedelai. tidak ada serangan OPT. Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. subur. Waktu musim hujan atau musim kemarau. Potensi benih tanaman 2. dan aerasi. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Pada tanah tegalan sebaiknya pada akhir musim kemarau atau akhir musism hujan Persyaratan lahan Benih sumber Waktu tanam Perlakuan benih dengan Rhizobium. Menyiapkann lahan pembenihan 4.

Benih diberi perlakuan rhizobium. Cirri ciri kedelai siap panen adalah daun dan polong menguning. Pengairan . Pemupukan . . Umur sedang . Penyiangan dan pembumbunan . 291 . Umur dalam Pemeliharaan Pemanenan dan perlakuan pascapanen . OPT apakah yang harus dikendalikan dari tanaman kedelai dan mengapa demikian. Penyulaman . 2. jarak tanam 40 x 15 atau 40 x 20 dan apabila perlu dapat digunakan mulsa. SOAL: 1. Jelaskan langkah-langkah kerja pada produksi benih kedelai sampai dengan pengemasan. Pengendalian OPT Panen dilakukan pada saat 75-110 hari setelah tanam. Umur genjah .

Bagaimana teknik perlakuan pra tanam pada benih kedelai yang ditanam oleh petani atau tim produksi di sekolahmu.TUGAS: 1. Lakukan observasi pada kegiatan panen suatu benih tanaman di sekitar sekolahmu atau sekolahmu. Tenik Pembenihan Tanaman 292 . 2.

teknologi DNA rekombinan dan berbagai rekayasa . Peran ini dapat diimplementasikan kedalam ketiga generasi pertanian diatas. Generasi kedua adalah kegiatan menghasilkan teknik budidaya pada bidang pertanian. Bioteknologi diharapkan dapat berperan menghasilkan produk agribisnis yang berdaya saing tinggi. teknik kultur jaringan. pemanfaatan mikroba sebagai starter untuk memproduksi pupuk (bio-fertilizer dan dekomposer) ataupun pestisida (bio-pesticide). baik itu yang mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat (contohnya satu spesies atau famili) maupun sebaliknya. . Generasi ketiga adalah kegiatan menghasilkan produk agroindustri Berdasarkan hasil penelitian pada bidang biologi yang diintegrasikan dengan teknologi yang mengkaji ilmu dasar (basic science) ditemukan berbagai mekanisme dalam proses metabolisme mahluk hidup yang lebih dimengerti sehingga pada periode ke tiga ini dihasilkan produk pertanian yang lebih efektif dan efisien. Dari kenyataan yang ada.BAB 8. Generasi pertama adalah kegiatan menghasilkan benih (generatif dan vegetatif). Keilmuan tentang penerapan prinsipprinsip biologi. perkembangan bioteknologi telah berhasil memberikan terobosan pada bidang pertanian seperti percepatan untuk menghasilkan suatu varietas tanaman yang baru. 2006). pemanfaatan mikroba sebagai vektor pembawa sifat genetik yang dapat mentranfer sifat tersebut dari satu organisme ke organisme lainnya. biokimia dan rekayasa dalam pengolahan bahan dengan memanfaatkan agensia jasad hidup dan komponen-komponennya untuk menghasilkan barang dan jasa disebut bioteknologi (Yuwono. BIOTEKNOLOGI TANAMAN Kegiatan pada bidang pertanian dapat dibagi menjadi 3 generasi : . .

Tehnik Pembenihan Tanaman 293 . serta mempunyai ketahanan terhadap hama dan penyakit. sifat benih yang dikembangkan sesuai sasaran. sehingga sesuai dengan kondisi petani yang pada umumnya sederhana dan praktis. Tepat sasaran artinya. Benih pertanian yang dihasilkan melalui bioteknologi meliputi pengembangan dan penyediaan benih unggul sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman. akan mendukung suskes budidaya dan selanjutnya mendukung sukses agroindustri.genetik pada tanaman dan mikroba yang menguntungkan untuk efisiensi input budidaya tanaman. Benih yang dihasilkan juga tepat sasaran dan mudah ditangani (user friendly). Sukses pada generasi pertama pertanian seperti pengadaan bibit unggul. Sebagai contoh adalah pisang cavendis (buah pisang berukuran besar) mudah dibudidayakan. seperti menghasilkan buah yang banyak dan bermutu baik.

Kemampuan bioteknologi dalam pengadaan benih diantaranya dilakukan melalui proses rekayasa genetika (genetic engineering). Dalam hal ini adalah proses menghimpun dan menyatukan sifat-sifat tanaman (sifat genetik) yang unggul dan membuang sifat yang tidak baik.Pengetahuan tentang peta genetik banyak bermanfaat untuk pembenihan, antara lain digunakan pada seleksi benih yang tidak unggul atau cacat tidak perlu diperbanyak karena akan merugikan petani. Perbanyakan benih vegetatif dapat dilakukan melalui kultur jaringan (tissue culutre) ataupun embriogenesis. Benih vegetatif dapat diperbanyak secara massal, dengan mutu yang standar, fisik dan sifatnya seragam. Hal ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan benih dalam jumlah besar dalam waktu serentak, sehingga memenuhi QCD (Quality Cost dan Delivery). Di Indonesia, perkembangan bioteknologi belum optimal karena sampai saat ini belum dapat memberikan solusi-solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah petani, sebagai contoh, untuk kebutuhan pemenuhan kedelai bagi industri tempe yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kita, ternyata kedelai yang digunakan adalah kedelai impor, karena kedelai yang dihasilkan oleh petani kita kurang cocok. Generasi kedua pertanian meliputi teknik budidaya yang mencakup pengetahuan lahan, teknik pengolahan lahan, teknik penanaman, teknik pemupukan dan teknik pemeliharaan serta panen. Dengan memakai benih unggul diharapkan hasil budidaya pun akan unggul pula. Hal ini ditandai, melalui biaya per unit produk yang relatif rendah, masa tanam dan pemeliharaan yang lebih singkat, produksi yang tinggi dengan mutu baik dan seragam, tahan hama dan penyakit, tidak merusak lingkungan, mudah dalam pemeliharaan atau perawatan.

Dalam budidaya tanaman, bioteknologi juga mempunyai peranan yang sangat besar terutama dalam pengembangan dan penyediaan pupuk organik (biofertilizer) dan pertisida (biopestisida), sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta melipatgandakan hasil pertanian, Selain hal tersebut di atas, bioteknologi dapat memberikan kotribusi yang sangat besar terhadap konservasi lahan dan lingkungan. Pemanfaatan hasil pengembangan bioteknologi dalam penyediaan pupuk organik dan biopestisida, masih belum memasyarakat, sehingga dalam kondisi seperti saat ini dimana kita kekurangan suplai pupuk anorganik, keberadaan dan ketersediaan pupuk organik sebagai pupuk elternatif belum dapat diandalkan. Peranan bioteknologi dalam pengembangan argo-industri banyak dilakukan terutama yang berkaitan dengan proses fermentasi seperti berbagai produk makanan yang bergizi serta berbagai macam obat-obatan dan antibiotik. Peranan bioteknologi dalam bidang agro-industri, dapat menurunkan input produksi, biaya 294

dan waktu proses, sehingga sangat ekonomis. 8.1. Bioteknologi Tanaman Bioteknologi modern telah berkembang sangat pesat dan meluas sehingga mencakup berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Saat ini, aplikasi bioteknologi moderen untuk pemenuhan kebutuhan manusia masih terkait erat dengan penggunaan bioteknologi konvensional yang telah berkembang sebelumnya. Dalam penyediaan pangan, selain menggunakan pendekatan bioteknologi modern, beberapa peneliti masih mengandalkan teknologi konvensional untuk menghasilkan benih tanaman berkualitas. Sebagai contoh, tanaman padi yang dibudidayakan sekarang ini sebagian besar masih berasal dari hasil persilangan konvensional, meskipun sudah ada galur-galur baru yang dikembangkan dengan teknologi DNA rekombinan, misalnya galur padi Golden Rice. Galur Golden Rice adalah galur padi yang membawa gen-gen asing dari bakteri sehingga beras yang dihasilkan oleh galur padi ini mempunyai kandungan provitamin A yang tinggi. Galur semacam ini tidak pernah diketemukan sebelumnya di alam maupun berdasarkan hasil persilangan konvensional. Dalam bidang budidaya tanaman pangan dan tanaman industri, selain menggunakan teknik-teknik konvensional, sudah berkembang galur-galur tanaman transgenik baru yang mempunyai sifat toleran terhadap keadaan lingkungan dengan menyisipkan gen-gen asing dari jasad lain. Sebagai contoh, para ilmuwan telah mengembangkan tanaman tembakau yang lebih toleran terhadap kadar garam tinggi, tanaman yang tahan terhadap herbisida, tahan terhadap hama dan penyakit tertentu, dan sebagainya.

Bioteknologi modern menghasilkan berbagai macam bahan industri. Berbagai macam enzim dan protein, baik untuk keperluan industri maupun untuk konsumsi dan terapeutik (pengobatan) telah dihasilkan dengan menerapkan bioteknologi modern yang berlandaskan atas teknologi DNA rekombiman. Pengembangan Bioteknologi moderen juga mempunyai pengaruh balik yang penting terhadap perkembangan ilmu-ilmu dasar. Banyak konsep dasar dalam sistem fisiologi jasad hidup yang menjadi lebih jelas dan mudah dipahami dengan adanya perkembangan-perkembangan baru dalam teknik-teknik molekular. Oleh karena itu ilmu-IImu dasar dan Bio-teknologi modem akhimya saling mendukung dalam perkembangannya masing-masing. 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman Studi mengenai eksistensi asam nukleat pertama kali dilakukan oleh Friedrich Miescher dari Jerman yang mengisolasi inti dari sel darah putih pada tahun 1869. Miescher menemukan bahwa di dalam inti sel tersebut terdapat senyawa yang mengandung fosfat yang kemudian Tehnik Pembenihan Tanaman 295

dinamakan nuclein. Selanjutnya pada akhir abad ke-19 telah berhasil dilakukan pemisahan antara DNA (deoxy-ribonucleic acid) RNA (ribonucleic acid) dan protein-protein yang melekatkan molekul asam nukleat tersebut pada sel. Pada awal 1930-an, P. Levene, W. Jacobs dan kawan-kawan menunjukkan bahwa RNA tersusun atas satu gugus gula ribosa dan empat basa yang mengandung nitrogen, sementara DNA tersusun atas gugus gula yang berbeda yaitu deoksiribosa. Pembuktian bahwa DNA merupakan bahan genetik pertama dilakukan oleh Frederick Griffith pada tahun 1928 yaitu dengan linen transformasi pada bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri S. pneumoniae tipe alami mempunyai bentuk sel bulat (Spheris) yang diselubungi oleh senyawa berlendir yang disebut kapsul. Sel-sel tipe alami akan membentuk koloni yang mengkilat dikenal sebagai koloni halus (smooth, S). Sel tipe alami semacam ini bersifat virulen artinya dapat menyebabkan terjadinya kematian pada mencit yang diinjeksi dengan sel yang masih hidup. Selain itu diketahui adanya strain mutan S. pneumoniae yang kehilangan kemampuannya untuk membentuk kapsula sehingga sel-selnya berukuran kecil dan akan membentuk koloni yang kasar (tipe R). Sel mutan semacam ini bersifat avirulen, artinya tidak dapat menyebabkan kematian pada mencit yang diinjeksi oleh sel mutan. Eksperimen Griffith menunjukkan bahwa sel-sel yang avirulen dapat mengalami transformasi (perubahan) menjadi sel yang virulen. Hal ini dibuktikan dengan menginjeksi mencit menggunakan sel-sel tipe alami yang masih hidup (sel tipe S). Diketahui kemudian bahwa injeksi dengan sel tipe S yang hidup menyebabkan kematian mencit. Selanjutnya eksperimen dilakukan

dengan menginjeksi mencit menggunakan sel tipe R yang hidup. Injeksi semacam ini ternyata tidak menyebabkan kematian mencit. Hal yang serupa juga diperoleh yaitu bahwa injeksi mencit menggunakan sel tipe S yang sudah dimatikan ternyata juga tidak menyebabkan kematian mencit. Pada eksperimen selanjutnya Griffith mencampur selsel tipe S yang sudah dimatikan dengan sel-sel tipe R yang masih hidup dan diinjeksikan ke dalam mencit. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa inj'eksi dengan campuran sel semacam ini menyebabkan kematian mencit. Griffith kemudian mengisolasi bakteri S. pneumoniae dari mencit yang sudah mati tersebut dan memperoleh sel-sel tipe S dan R yang hidup. Hal ini memberikan indikasi bahwa pencampuran sel tipe S yang mati dengan sel tipe R yang hidup telah menyebabkan peru-bahan (transformasi) sel tipe R yang hidup menjadi sel tipe S yang hidup. Bukti bahwa DNA merupakan bahan yang menyebabkan terjadinya proses transformasi pada S. pneumoniae ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh Oswald Avery, Colin Macleod, dan Maclyn McCarty pada tahun 1944. Mereka melakukan eksperimen serupa dengan yang dilakukan oleh Griffith, namun 296

mereka melakukan pengujian leblh lanjut terhadap senyawa yang menyebabkan transformasi S. pneumoniae. Mereka melakukan ekstraksi terhadap sel virulen dan kemudian menghilangkan proteinnya. Hasil ekstraksi tersebut kemudian diperlakukan dengan bermacammacam enzim yang mendegradasi protein (tripsin dan kemotripsin) maupun enzim yang menghancurkan RNA (RNA-ase). Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa ekstrak sel tersebut ternyata masih dapat menyebabkan proses transformasi. Hasil eksperimen membuktikan bahwa senyawa yang menyebabkan proses trasnformasi bukanlah RNA. Sebaliknya, ketika ekstrak sel tersebut diperlakukan dengan enzim deoksiribonukle-ase yang menghancurkan DNA, ternyata kemampuan untuk menyebabkan proses transformasi menjadi hilang. Hasil ini memberikan indikasi bahwa senyawa yang menyebabkan transformasi adalah molekul DNA. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment. Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment.

Gambar 8.1 Hipotesa Griffith tentang agen transformasi Gambar 8.2 Percobaan Avery tentang transformasi Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas protein dan DNA. Untuk membuktikan apakah senyawa yang bertanggung jawab terhadap perubahan sifat suatu sel berupa protein atau DNA maka Hershey dan Chase melakukan pelabelan terhadap protein bakteriofag T2 dengan 35S. Selain itu, pada bagian eks-perimen yang lain, mereka juga melabel DNA bakteriofag dengan 32P. Bakteriofag yang telah dilabel tersebut kemudian digunakan untuk menginfeksi bakteri Escherichia Selubung partikel bakteriofag yang sudah mengi-njeksikan DNA ke dalam sel kemudian diambil dan dianalisis. Tehnik Pembenihan Tanaman 297

Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar protein berlabel tetap ada di luar sedangkan DNA berlabel ada di dalam sel. Hal ini memberikan yang jelas bahwa senyawa yang masuk kedalam sel adalah DNA. Hasil-hasil eksperimen seperti yang dijelaskan di atas bahwa molekul yang meru-pakan bahan genetik di dalam sel adalah DNA. DNA merupakan salah satu makromolekul yang mempunyai peranan sangat penting pada jasad hidup. DNA adalah polimer nukleotida yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan kepada jasad keturunannya. informasi genetik disusun dalam bentuk kodon (codon) yang berupa tiga pasang basa nukleotida dan menentukan bentuk, struktur maupun fisiologi suatu jasad. Gambar 8.3 Bactriophage T2 phage hasil dari percobaan Harshey-Chase Gambar 8.4 Siklus produksi virus di dalam sel inang a. Asam nukleat Asam nukleat adalah suatu polimer nukleotida yang berperanan di dalam penyimpanan serta pemindahan informasi genetik. Asam nukleat ctapat dibedakan menjadi dua struktur dasar yaitu 298

DNA dan RNA. Satu nukleotida terdiri atas tiga bagian (Gambar 3. I.) yaitu: 1). Cincin purine atau pyrimidine Purine atau pyrimidin adalah basa nitrogen yang terikat pada pada atom C nomor 1 suatu molekul gula (ribosa atau deoksiribosa) melalui ikatan Nglukosidik. Basa nitrogen yang menyusun asam nukleat yaitu basa purine yang terdiri atas adenine (A) dan guanine (G), serta basa pirimidine yang terdiri atas thymine (T), cytosine (C) dan uracil (U). Baik DNA (deoxyribonucleic acid) maupun RNA (ribonucleic acid) tersusun atas A, G, C, tetapi T hanya terdapat pada DNA sedangkan U hanya terdapat pada RNA. Akan tetapi ada per-kecualian yaltu bahwa pada beberapa molekul tRNA terdapat basa T, sedangkan pada beberapa bakteriofag DNA-nya tersusun atas U dan bukan basa T. Struktur basa nitrogen penyusun asam nukleat dapat dilihat pada Gambar 3.2. 2) Molekul gula dengan 5 atom C (pentosa). Pada RNA gulanya adalah ribosa, sedangkan pada DNA gulanya adalah deoksiribosa. Perbedaan antara kedua bentuk gula tersebut terletak pada atom C nomor 2. Pada RNA, atom C nomor 2 berikatan dengan gugus hidroksil (OH) sedangkan pada DNA atom C nomor 2 berikatan dengan atom H. Gambar 8.5 Preparasi bakteriofag yang diberi label T2 secara radioaktif 3) Gugus fosfat Gugus fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 melalui ikatan fosfoester. Gugus fosfat inilah yang menyebabkan asam nukleat bermuatan negatif kuat. Timidin (thymidine) Timidin adalah

bentuk deoksi. Beniuk ribo tidak ada dalam asam nukleat. Uridin adalah bentuk ribo, deoksiuridin umumnya tidak ada. Struktur molekul DNA pertama kali diungkapkan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 berdasarkan atas foto difraksi sinar X yang dibuat oleh Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins. Berdasarkan atas data. kimia dan fisik, Watson dan Crick membuat model struktur DNA yang disebut double helix (untai ganda). Untal ganda DNA tersusun oleh dua rantai polinukleotida yang berpilin. Tehnik Pembenihan Tanaman 299

Gambar 8.6 Experimen yang menunjukkan DNA menjadi materi genetik pada T2 genetk pada TMV Gambar 8.7 RNA sebagai materi genetik virus TMV Kedua rantai mempunyai orientasi yang berlawanan (antiparalel): rantai yang satu memptinyai orientasi 5' . 3', sedangkan rantal yang lain berorientasi 3' . 5'. Kedua rantai tersebut berikatan dengan adanya ikatan hidrogen antara basa adenine (A) dengan thymine (T), dan antara guanine (G) dengan cytosine (C). Ikatan antara A-T 300

berupa dua ikatan hidrogen, sedangkan antara G C berupa tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G -C lebih kuat. Spesifisitas pa-sangan basa semacam ini disebut sebagai komplementaritas (com-plementarity). Proporsi basa A dan T, serta G dan C selalu sama sehingga komposisi DNA dapat dinyatakan dengan kandungan G+C (G+C content) yang berkisar dari 26% sampai 74%. Hal ini dikenal sebagal hukum Chargaff. Erwin Chargaff pada tahun 1950 mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai komposisi basa DNA pada berbagai jasad hidup. 5). Ikatan Hidrogen Antar nukleotida. Ikatan antara adenine (A) dengan thymine (T) dilakukan meialui dua ikatan hidrogen, sedangkan pada ikatan antara guanine (G) dan cytosine (C) ada tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G-C lebih kuat kuat dibandingkan dengan ikatan A-T. Kerangka gula deoksi-ribosa dan fosfat penyusun DNA terletak luar molekul, sedangkan basa purine dan pyrimidine terletak di dalam untaian (helix). Basabasa purine dan pyrimidine terletak pada bidang datar yang sama dan tegak lurus terhadap aksis untaian DNA. Diameter untaian DNA adalah 20 dan bersifat konstan karena basa purine akan selalu basa pyrimidine. Pasang-an-pasangan basa yang berurutan berjarak 3,4 A satu sama lain dan berotasi sebesar 360. Karena kedua rantai DNA tersusun secara antiparalel maka ada konvensi dalam penulisan orieritasi DNA. Perlu dlingat bah-wa pada masing-masing rantai DNA terdapat ujung 5 -fosfat (5 -P) dan ujung 3 -OH. Molekul DNA yang tersusun oleh dua rantai polinukleotida (double stranded) biasanya hanya ditulis salah satu rantainya, misalnya ATGCAATTCCGG. Dalam penulisan

semacam ini ujung sebelah kiri (A) adalah ujung 5'-P, sedangkan ujung sebelah kanan (G) adalah ujung 3 -OH. Oleh karena itu molekul DNA tersebut dapat ditulis sebagai P-5 -ATGCAATTCCGG-3'OH, atau kadang-kadang ditulis dengan pApTpGpCpApApTpTpCpCpGpG. Untuk menyingkat biasanya DNA hanya ditulis urutan basa DNA-nya saja. b. Ukuran Molekul DNA Pada Beberapa Jasad Hidup Ukuran molekul DNA bervariasi antara jasad yang satu dengan. Pada jasad prokaryot variasinya tidak sebesar pada virus dan ofag. Bahan genetik pada prokaryot dan virus pada umum-nya satu molekul tunggal DNA (kecuali virus tertentu yang bahannya RNA). Sebaliknya, bahan genetik pada eukaryot berupa molekul kromo-som yang masing-masing berupa molekul berukuran besar. Ukuran DNA pada jasad eukaryot tingkat tinggi, belum diketahui secara pasti karena kompleknya. Tehnik Pembenihan Tanaman 301

Gambar 8.8 Ikatan antar molekul dalam basa penyusun DNA Gambar 8.8 Model DNA untaian ganda yang berpilin 302

t-RNA pada ragi yang membawa alanin c. Fenomena semacam ini disebut sebagai C value. yaitu bahwa semakin komplek suatu jasad maka semakin besar pula kandungan DNAnya per sel haploid (dikenal sebagal C value). . kandungan DNA pada khamir Saccharomyces cerevisiae lima kali lebih besar dibanding dengan kandungan DNA bakteri Escherichia coli karena secara struktural bakteri ini lebih sederhana. ukuran dan kandungan molekul DNA yang dimiliki oleh suatu jasad sangat bervariasi sesuai dengan kompleksitas jasadnya. Paradok semacam ini tidak hanya antar kelompok jasad yang berbeda. Sebagai contoh. Kandungan DNA Dan Kapasitas Genetik Seperti telah diungkapkan sebelumnya. kbp = kilo base pairs = 1000 pasangan h jumlah kromosom pada keadaan haploid). Gambar 8.9. Sebagai contoh. Meskipun demikian studi menunjukkan bahwa banyaknya kandungan DNA suatu jasad tidak selalu berkorelasi positif dengan kompleksitas jasad tersebut. paradox. tetapi juga diketahui teradi pada kelompok jasad yang sama. misalnya bakteriofag . sedangkan kandungan DNA pada sel bunga lily 100 kali lebih banyak dibanding pada sel manusia. Ukuran DNA pada gamet (haploid) 10-6 mm (1 pg (pico gram) = 10-12 g. Sebagai contoh. Secara logika sederhana. semestinya ada suatu korelasi positif antara kandungan DNA dengan kompleksitas jasad.Ukuran molekul DNA pada beberapa bakteriofag. beberapa species amfibi mempunyai kandungan DNA 100 kali . telah diketahui secara pasti bahkan urutan basa DNA pun telah dike-tahui secara akurat. Struktur sekunder RNA. kandungan DNA pada per sel katak adalah 7 kali lebih banyak dibanding dengan kandungan DNA pada sel manusia.

lebih banyak dibanding dengan species amfibi yang lain. Jasad yang mempunyai nilai-C yang lebih besar tidak selalu mempunyai lebih banyak gen dibanding dengan jasad yang nilainya kecil. Urutan basa DNA sendiri banyak terdapat pada bagian intron dan urutan berulang DNA). C value paradox dapat terjadi karena beberapa jasad mempunyai banyak urutan basa DNA yang tidak berkode asam amino (non-coding DNA). Tehnik Pembenihan Tanaman 303 .

yaitu m-RNA (messenger-RNA) r-RNA (riboso-malRNA). e.d. Proses ekspresi genetik. Molekul RNA adalah hasil transkripsi DNA yang membawa kode-kode gen dan rangkaian asamasam amino yang menyusun suatu protein. Organisasi Bahan Genetik Salah satu perbedaan fundamental antara jasad prokaryot dan eukaryot adalah pada organisasi bahan genetiknya. basa purin atau din. hewan. Molekul t-RNA adalah RNA yang secara khusus berperan membawa asam-asam amino spesifk yang akan dirangkaikan dal proses blosintesis protein di dalain ribosom. RNA hasil penyalinan (transkripsi) kode-kode genetik yang ada genetik jasad (DNA). Pada kelompok prokaryot. Pada jasad selular. dan t-RNA (transfer-RNA). dan ada tiga bentuk molekul RNA. misalnya virus TMV (Tobacco Mosaic Pada jasad selular. mRNA akan diterjemahkan (translasi) rangkaian asam-asam amino sehingga membentuk struktur polipeptida (protein). yaitu mikrobia. Struktur RNA RNA (ribonucleic acid) adalah salah satu bentuk asam nukleat mempunyai komponen berupa gula ribosa. Molekul r-RNA adalah RNA hasil transkripsi suatu rangkaian genetik tertentu pada DNA. RNA merupakan genetik utama. Molekul tRNA Juga merupakan hasil transkripsi rangkaian kode genetik tertentu Pada DNA. Molekul r-RNA digunakan untuk menyusun ribosom yaitu tempat berlangsungnya proses translasi atau biosintesis protein. Pada beberapa virus. umumnya hanya ada satu unit bahan genetik utama membawa . tumbuhan. Proses translasi memerlukan r-RNA dan tRNA. dan gugus fosfat.

Sebaliknya. perlu dipahami terlebih 304 . pada eukaryot bahan genetik utama terdiri atas beberapa unit independen yang terpisah namun semua unit bahan genetik merupakan kesatuan genom yang menentukan kelangsungan hidup jasad. Lilitan DNA pada histon membentuk struktur nukleosom Level 2. Level 1.10 Tingkatan kemasan DNA dalam kromosom Sebelum dibahas lebih lanjut sistem organisasi genom pada jasad. ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa jasad prokaryot tertentu mempunyai lebih dari satu unit bahan genetik utama. penghubung DNA seperti manik-manik di atas Nukleosom dihubungan dengan untaian benang Level 3 beberapa nukleosom membentuk benang Satu kemasan terdiri dari kromatin setebal 30-nm Level 4.semua inforasi genetik yang diperlukan untuk kelangsungan Pertumbuhan jasad tersebut. Pembentukan pilinan benang kromatin yang terletak di atas protein kriomosom non histon Gambar 8. Meskipun demikian.

seribu pasangan basa). Pseudomonas mempunyal plasmid metabolik (plasmid CAM) yang 230 kb (1 kb: 1 kilo base pairs.. Oleh sifat genetisnya yang vital maka plasmid raksasa semacam . Bahan genetik tambahan/ekstra semacam ini secara umum sebagai plasmid. yang dinamakan genom bakteri Escherichia coli adalah semua gen yang ada satu unit bahan genetik utamanya (kromosom) yang tersusun 4. Sedajhgkan genom adalah satu kesatuan gen yang secara alami dimiliki oleh satu sel atau virus. beberapa prokaryot. dan Rhizobium tahui ada unit bahan genetik yang seringkali dianggap sebagai raksasa (giant plasmid) yang secara genetis merupakan bahan yang vital untuk jasad tersebut. dijumpai bahan genetik tambahan selain bahan genetik. misalnya Pseudomonas sp. atau satu kesatuan kromosom jasad eukaryotik dalam fase haploid. kecuali kalau genetik tambahan tersebut merupakan bagian yang secara tak terpisahkan dari sel tersebut.dahulu perbedaan pengertian antara gen dengan genom. Gen adalah unit molekul DNA atau RNA dengan panjang minimum tertentu yang mem-bawa informasi mengenai asam amino yang lengkap suatu protein. Sebagai contoh. Sebagai contoh. Batasan genom pada prokaryot hanya meliputi bahan genetik utamanya. Pada beberapa jasad. terutama pada kelompok prokaryot. Sebaliknya.2 x 10' bp (base pairs/pasangan basa) DNA. atau yang menentukan struktur lengkap suatu molekul r-RNA (RNA ribosom) atau t-RNA (tranfer RNA). Dengan batasan semacam ini maka dapat dimengerti bahwa sepotong molekul DNA yang tidak membawa informasi genetik yang lengkap tidak dapat disebut sebagai genom hanya sebagai fragmen DNA.

Organisasi Genom Pada Prokaryot Bahan genetik utama (kromosom) jasad prokaryot pada umumnya terdiri atas satu unit molekul DNA untai ganda (doublestranded) dengan struktur lingkar (circular). Oleh karena itu jasad prokaryot bersifat monoploid karena hanya ada satu bahan genetik utama. Gambar 8. selain bahan genetik utama yang terdapat inti sel. f. misalnya bd DNA pada mitokondria dan kloroplas (pada tumbuhan hijau). juga dijumpai ada genetik lain yang terletak di dalam organel yang lain.6 x 106 bp). Pada bakteri Escherichia coli.11 Untaian DNA membentuk kromsom Pada jasad eukaryot.itu merupakan baglan genom jasad tersebut. bahan genetik utama-nya terdiri atas sekitar 4600 kb (4. yang disebut sebagai kromosom. Bahan Tehnik Pembenihan Tanaman 305 .

jasad prokaryot seringkali juga. lividans diketahui berikatan secara kovalen dengan suatu protein. Hal ini berbeda dengan bahan genetik utama jasad eukaryot yang terdapat di dalam struktur nukleus. Selain bahan genetik utama. Bahan genetik utama jasad prokaryot diketahui terikat pada membran sel sebelah dalam yang diduga berperanan dalam proses pemisahan DNA pada waktu terjadi pembelahan sel. misalnya pada bakteri Borrelia burgdorferi dan Streptomyces lividans. misalnya gen ketahanan terhadap antibiotik. Protein di ujung molekul kromosom semacam ini mempunyal fungsi yang sangat penting dalam proses inisiasi replikasi DNA. namun diketahui terdapat beberapa bakteri yang struktur bahan genetik utamanya berupa molekul DNA linear. Meskipun pada umumnya kromosom bakteri berupa molekul DNA dengan struktur lingkar. mempunyai bahan genetik tambahan yang disebut sebagai plasmid. Oleh karena struktur bahan genetik utama jasad prokaryot berupa molekul lingkar maka molekul tersebut tidak ada bagian ujungnya. Ujung molekul kromosom S. Selain itu juga diketahui ada bakteri yang mempunyai 2 molekul kromosom yaitu bakteri Rhodobacter sphaeroides. Plasmid pada prokaryot berupa molekul DNA untaian dengan struktur lingkar. Oleh karena itu dalam keadaan normal plasmid dapat . Pada umumnya plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun seringkali plasmid membawa gen-gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan bagi sel dalam keadaan tertentu.genetik pada jasad prokaryot tidak dikemas di dalam suatu struktur yang jelas karena pada sel prokaryot tidak terdapat inti sel (nukleus).

Salah satu teknologi harapan yang telah terbukti keberhasilannya adalah teknik kultur in vitro. Bibit suatu varietas unggul yang dihasilkan pemulia tanaman sangat terbatas.dihilangkan dengan metode curing tanpa mengganggu pertumbuhan selnya. Teknologi tersebut telah banyak diguna-kan untuk pengadaan bibit pada berbagai tanaman. melalui pengembangan agribisnis yang dapat meningkatkan perolehan devisa negara. Melalui kultur in vitro. 8. tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan. Bibit dari varietas unggul yang mampu bersaing di pasaran internasional yang jumlahnya sangat sedikit dapat dikembangkan melalui kultur in-vitro. dan Eropa. Jepang.3 Teknik Kultur In vitro Dewasa ini pemerintah sedang menggalakkan komoditas nonmigas. sedangkan bibit tanaman yang dibutuhkan sangat banyak. Dengan dipenuhi dengan perbanyakan melalui teknik konvensional. karena kecepatan perbanyakan yang tinggi. Perbanyakan tanaman dengan kultur in vitro telah banyak diusahakan secara komersial di negara maju seperti Amerika. Pemanfaat-an 306 . Upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian memerlukan dukungan penyediaan bibit untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat.

Pierik (1987) menyatakan bahwa perbanyakan melalui kultur in vitro dapat dikatakan berhasil bila memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: (1) tidak merubah sifat genetik . terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi dalam aplikasinya yaitu: (1) Keberhasilan teknik ini pada tanaman tahunan berkayu masih rendah sehingga aplikasinya masih terbatas pada jenis tanaman tertentu saja. Walaupun demikian. terdidik. (2) Kapasitas regenerasi menurun bila sering dilakukan pembaharuan. Keberhasilan tersebut mendorong dimanfaatkannya in vitro sebagai teknologi perbanyakan yang banyak memberikan keunggulan daripada teknologi konvensional. (6) Diperlukan tenaga kerja yang intensif. (7) Diperlukan modal awal yang cukup tinggi.teknologi tersebut untuk pengadaan bibit pada awalnya berdasarkan hasil percobaan Morel tahun 1960 pada anggrek Cymbidium. (3) Penurunan integritas genetik pada bibit yang dihasilkan. serta mempunyai keterampilan khusus. (4) Persentase keberhasilan aklimatisasi (terutama pada tanaman tahunan berkayu) relatif masih rendah. (5) Adanya patogen internal (khususnya pada tanaman tahunan berkayu) yang sulit dihilangkan. Dalam waktu yang singkat dari bahan tanaman yang sangat terbatas dapat dihasilkan bibit dalam jumlah yang banyak.

Multiplikasi tunas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan perbanyakan melalui kultur in vitro. 6) kandungan lignin yang tinggi. dan 7) gugurnya tunas dan daun yang lebih dini. menghambat aktivitas etilen dan mengurangi terbentuknya kinon karena oksidasi fenol. dan (5) ekonomis. (4) kemampuan regenerasi yang tetap tinggi.pohon induk (2) seleksi kuat pada bahan tanaman yang akan digunakan sebagai eksplan agar bebas penyakit. antara lain: 1) daya meristematis tanaman yang rendah 2) tingkat oksidasi fenol yang tinggi. Berbeda dengan tanaman tahunan berkayu. Penggunaan komponen organik tertentu dan jaringan yang bersifat juvenil dapat memacu daya regenerasi jaringan. 5) kurangnya faktor perakaran. Semakin banyak tunas yang dapat Tehnik Pembenihan Tanaman 307 . 3) jaringan sklerenkhima. banyak faktor yang menghambat proses regenerasi. Faktor pertunasan yang tinggi dapat tercapai dengan penggunaan formulasi media tertentu. masalah regenerasi umumnya tidak menjadi masalah. 4) kandungan inhibitor organik yang tinggi. Pada tanaman semusim (berdinding lunak). (3) teknik perbanyakan yang tidak terlalu rumit.

.

Pennel (1987) memberikan formulasi untuk menghitung potensi jumlah plantlet (bibit) yang dapat dihasilkan secara teoritis dalam satu periode (1 tahun) dengan rumus sebagai tercantum di bawah ini. kendala lain yang juga sering muncul adalah gangguan alam. Jumlah bibit yang dihasilkan dapat dihitung berdasarkan jumlah kelipatan tunasnya.dibentuk. semakin tinggi peluang memperoleh bibit yang banyak. bebas hama dan penyakit serta harus media dalam waktu singkat seringkali tidak dapat dipenuhi dengan menggunakan metode konvensional baik secara generatif maupun vegetatif. maupun cekaman lingkungan yang dapat mengganggu keberhasilan banyakan tanaman di lapangan. perbaikan tanaman dengan menggunakan biji memerlukan waktu lama dan seringkali hasilnya tidak seperti tanaman induknya. lingkungan maupun waktu. Y = An x B x F1 x F2 x F3 di mana : Y= jumlah plantlet yang dihasilkan A= jumlah tunas yang dihasilkan pada setiap subkultur (fakror multiplikasi) B = jumlah eksplan awal yang tumbuh n= jumlah subkultur pada periode tertentu (per tahun) F1= % keberhasilan kultur pada tahap Multiplikasi F2= % keberhasilan kultur pada tahap Perakaran . baik yang disebabkan oleh jasad hidup. Kebutuhan akan bibit tanaman jumlah besar. Sebagai contoh. Teknik budidaya tanaman dengan menggunakan metode konvensional dalam medium tanah atau pasir seringkali menghadapi kendala teknis. berkualitas. misalnya hama dan penyakit.

Gautheret.P. Pierre Roger Gautheret dari Universitas rbonne. yaitu pada tahun 1939.F3= % keberhasilan kultur pada tahap aklimatisasi Gambar 8. capraea dan Populus alba sebagai model untuk melakukan banyakan dan pernbelahan jaringan tanaman. seorang ahli penyatanaman dari Perancis. berhasil melakukan perbanyakan (propagation) kultur jaringan man wortel dengan menambahkan asam indol asetat (Indolec Acid) untuk menstimulasi pertumbuhan jaringan yang tidak salami diferenslasi. Perancis. White dari Amerika Serikat untuk tama kalinya berhasil melakukan kultivasi tanaman yang berasal dari jaringan.12 . Pada saat itu Gautheret menggunakan jaring-an tanaman V. Jaringan hasil 308 . Hasil Kultur In-vitro Sejak tahun 1902 Gottlieb Haberiandt telah mengajukan gagasan mengenai kemungkinan pengembangan teknik kultivasi tanaman dari sel yang ditumbuhkan dalam larutan nutrien. Beberapa puluh un kemudian. Selain itu. dan R. Nobecurt.

melainkan dalam medium buatan di dalam tabung. Pada tahun 1901 Morgan mengemukakan bahwa setiap sel mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi suatu jasad hidup yang lengkap melalui proses regenerasi. Teknik kultur jaringan tersebut dilakukan sebagal altematif perbanyakan tanaman bukan dengan menggunakan media tanah. Istilah kultur jaringan mengacu pada teknik untuk menumbuhkan jasad multiselular dalam medium padat maupun cair menggunakan jaringan yang diambil dari jasad tersebut. Penelitian-penelitian selanjutnya membuka kemungkinan penerapan teknik kultur sel atau jaringan untuk berbagai macam tanaman yang akhimya memberikan pengaruh besar dalam pengembangan bioteknologi tanaman. Konsep totipotensi tersebut mempunyal makna sa-ngat penting dalam bidang kultur jaringan.perbanyakan tersebtit disebut sebagal kalus (callus). Oleh karena itu teknik ini secara umum disebut sebagai teknik kultur invitro. Selanjutnya. Bahkan pada tahun 1952 Morel dan Martin berhasil mengembang-kan teknik kultur meristem Dahlia dan memperoleh tunas yang bebas virus dan pada tahun 1955 mereka dapat mengembangkan kultur tanaman kentang yang bebas virus. Tehnik ini sekarang sudah berkembang luas sehingga bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan awal perbanyakan tidak hanya berupa jaringan melainkan juga dalam bentuk sel sehingga juga dikenal teknik kultur sel. pada tahun 1950. . Kemampuan ini oleh Morgan disebut sebagai totipotensi (totipotency). Georges Morel yang bekeja sama dengan Gautheret berhasil melakukan perbanyakan jaringan tumbuhan monokotil dengan menggunakan meristem.

a. Teknik Dasar Kultur In-Vitro Tanaman Kultur in-vitro tanaman memerlukan beberapa komponen utama.13 Proses kultur in-vitro pada tanaman Untuk mengembangkan tanaman secara in vitro sampai menjadi plantlet dan akhirnya menjadi tanaman lengkap yang siap dipindah ke medium tanah. (2) penanaman pada medium yang Tehnik Pembenihan Tanaman 309 . akar dan lain-lain. antara lain: batang. (2) media yang sesuai. maka terdapat beberapa tahapan utama yang harus dilakukan. eksplan. Bagian tanaman digunakan sebagai bahan awal kultur in-vitro disebut sebagai eksplan (explant). yaitu: (1) pemilihan sumber tanaman yang akan digunakan sebagai bahan awal Jaringan meristem. po len. ovule. yaitu: (1) bahan awal (starting materials). Gambar 8. (3) tempat kultivasi. petal. petiole. dan lain-lain). Bahan awal yang dapat diguna kultur in-vitro tanaman bermacam-macam. tunas apikal dan axilari (apical and axi lary buds).

(5) penanaman pada medium biasa (tanah atau media bukan artifisial lainnya). b. yaitu proses adaptasi pada lingkungan di luar sistem in vitro. (3) pembentukan tunas dan akar sampai terbentuk plantlet. misalnya larutan merkuri klorida (HgCI2) 0. Sebelum digunakan. Pemilihan Dan Penyiapan Eksplan Bahan yang akan digunakan sebagal eksplan sebaiknya berasal dari bagian tanaman yang masih muda dan sehat. yaitu suatu kabin yang dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan yang menuntut sterilitas. misalnya Tween-80. Eksplan yang akan digunakan dipotong potong dengan ukuran yang sesuai dengan keperluan. Untuk menjaga sterilitas maka pebedaan sebaiknya dilaku-kan di dalam laminar air flow. kemudian disterilkan.sesuai sampai terjadi perbanyakan (misalnya dalam bentuk kalus). sedangkan peralatan atau tempat kerja yang lain dapat disterilkan dengan menggunakan alkohol atau disinfektan yang sesual.01- . eksplan harus dibersihkan dengan air bersih dan deterjen khusus. (4) aklimatisasi. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh bakteri atau jamur yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan kultur sel atau ja-ringan tanaman. Alat-alat dan bahan yang tahan panas dapat disterilisasi dengan autoklaf. Oleh karena itu pekerjaan kultur in vitro sebaiknya dilakukan di tempat tertutup dan tidak digunakan untuk aktivitas yang lain. Bahan yang berupa biji yang keras harus diperlakukan khusus menggunakan asam sulfat 50% untuk menghilangkan dormansi biji. Salah satu prasyarat utama dalam teknik kultur in-vitro adalah kebersihan dan sterilitas alat serta tempat yang digunakan. setelah itu dibersihkan dengan air mengalir selama 1-2 jam.

vitamin. Media padat untuk kultur jaringan tanaman 310 . Medium yang digunakan mengandung lima komponen utama. c. zat pengatur tumbuh. Gambar 8.1%. Medium padat digunakan untuk menghasilkan kalus yang selanjutnya diinduksi membentuk tanaman yang lengkap (disebut sebagai plantlet). sedangkan medium cair blasanya digunakan untuk kultur sel.0. yaitu: senyawa anorganik. dan suplemen organik. sumber karbon. Medium Yang Digunakan Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro tanaman dapat berupa medium padat atau cair. Jarum atau pisau skalpel yang digunakan untuk memotong atau mengambil dan menanam eksplan harus diterilkan juga dengan membakar dengan lampu bunsen sesaat sebelum digunakan.14. Pada prinsipnya semua pekerjaan dalam kultur in vitro harus dilakukan secara aseptik.

Meskipun demikian. 2-isopentyl enosine. zeatin). untuk perbanyakan (proliferation) sel digunat kan 2. ekstrak khamir. kobalt (Co) dan besi (Fe). fruk-tosa. Konsentrasi kalsium. boron (B). tembaga (Cu). Unsur-unsur mikro yang diperlukan antara lain iodine (I). Ammonium merupakan senyawa esensial untuk hampir semua kultur tetapi konsentrasi yang diperlukan lebih rendah dibandingkan dengan nitrat.4 dichlorophenoxy acetic acid (2. untuk indole acetic acid (IAA). Zat pengatur tumbuh juga diperlukan dalam kultur in vitro untuk mendukung pertumbuhan. zinc (Zn). mangan (Mn). Pada umumnya medium mengandung nitrat dan potasium pada konsentrasi masing-masing 25 mM. Sumber karbon yang digunakan dapat berupa glukosa.Senyawa anorganik terdiri atas unsur-unsur makro dan mlkro. . indole butyric acid (IBA) dalam . tetapi sukrosa merupakan sumber karbon yang banyak digunakan dalam banyak sistem kultur. Suplemen senyawa organik yang digunakan adalah asam amino (biasanya digunakan glycine). Vitamin yang banyak digunakan antara lain adalah thia-min. magnesium dan sulfat yang diperlukan sekitar 0-3 mM. maltosa atau sulcrosa dengan konsentrasi sekitar 2-4%. biasanya medium sintetik yang jelas komposisi kimiawinya lebih banyak digunakan sedangkan suplemen organik yang tidak jelas komposisi kimiawinya hanya digunakan jika dianggap esensial. benzyl adenosine. ekstrak malt. pyridoxine dan asam nikotinat. molybdenum (Mo).4-D) atau l-naphtalene acetic acid (NAA) dan sito-kinin (kinetin. Kombinasi zat pengatur tumbuh yang digunakan meliputi: . peptone.

Senyawa 2. d.4-D diketahui menginduksi perbanyakan sel teta-pi menekan diferensiasi pada tanaman dikotil. mulai dari tabung reaksi. Jika menggunakan kultivasi pada medium cair dan perlu penggojokan maka sebaiknya digunakan wadah yang Tehnik Pembenihan Tanaman 311 .4-D dan 2. tetapi 2.4-D. Hal yang paling penong dalam pemilihan wadah untuk kultur in vitro adalah kemudahan untuk menjaga sterilitasnya selama perbanyakan sel atau jaringan.4. Kultivasi sel atau jaringan secara in vitro secara prinsip dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam wadah. bahkan botol gelas sederhana. tabung erlenmeyer. Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro sekarang dapat dibeli dalam bentuk jadi meskipun harganya lebih mahal dibanding kalau dibuat sendiri di laboratorium.5-T (2. Tempat Kultivasi Kultur in-vitro tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan dua macam medium yaitu medium padat atau medium cair. tetapi bukan dalam bentuk 2.4. Komposis-1 medium untuk kultur in-vitro dapat dilihat pada buku-buku manual kultur in-vitro.5 trichloro-phenoxy-acetic acid) diketahui bersifat efektif untuk menginduksi embrio-genesis somatik pada tanarnan serealia (monokotil).konsentrasi rendah dan sitokinin dalam konsentrasi tinggi.

ujung akar. Kalus dihasilkan dari lapisan luar selsel korteks pada eksplan melalui pembelahan sel berulang-ulang. Kultur kalus dapat dikembangkan dengan menggunakan eksplan yang berasal dari berbagai sumber. Kalus dapat disub-kultur dengan cara mengambil sebagian kalus dan memindahkannya pada medium baru. tergantung spesiesnya. Pembentukan kalus ditentukan sumber eksplan. daun.4 minggu.15 Salah satu contoh tempat kultivasi berupa wadah plastik dan botol gelas e. dalam waktu 2 . Kultur kalus tumbuh berkembang lebih lambat dibanding kultur yang berasal dari suspensi sel. misalnya tunas muda. komposisi nutrisi pada medium dan faktor lingkungan. Kultur Kalus Tanaman dapat diperbanyak secara vegetatif menggunaka teknik kultur in vitro dengan teknik kultur kalus atau kultur sel. yaitu induksi. terbentuk meialui tiga tahapan. akan terbentuk massa kalus yaitu suatu massa amorf yang tersusun atas selsel parenlcim berdinding sel tipis yang berkembang dari hasil proliferasi sel-sel jaringan induk. Kalus. Gambar 8. buah. Oleh karena itu tabung erlenmeyer merupakan wadah yang ideal untuk kultur sel menggunakan medium cair.memungkinkan untuk ditempatkan secara mudah dan aman pada alat penggojok. Dengan sistem induksi yang tepat kalus dapat berkembang menjadi tanaman yang utuh (plantlet). pembelahan sel dan diferensiasi. dan bagian bunga. Eksplan yang berasal dari jaringan meristem berkembang lebih cepat dibanding . Jika suatu eksplan ditanam pada medium padat atau dalam medium cair yang sesuai.

(3) variasi 312 . Untuk memelihara kalus.jaringan dari sel-sel berdinding tipis dan mengandung lignin. maka perlu dilakukan sub-kultur seca-ra berkala. Gambar 8. misalnya: (1) mempelajari aspek nutrisi tanaman. misalnya setlap 30 hari. (2) diferensiasi dan morfogenesis sel dan organ tanaman.16 Kultur kalus tanaman Kultur kalus bermanfaat untuk mempelajari beberapa aspek dalam metabolisms tumbuhan dan diferensiasinya.

Lebih mudah diatur kondisi lingkungannya . penggojokan juga berfungsi memberikan aerasi pada kultur. Dapat dimanipulasi untuk . f. sekitar 7-21 hari. Suspensi sel dapat dipipet sehingga mempermudah proses sub kultur. (4) trans-formasi genelik menggunakan teknik biolistik. . Oleh karena itu penumbuhan ulang (sub-kultur) kultur suspensi sel perlu dilakukan dalam periode yang lebih singkat dibanding dengan periode penumbuhan ulang kultur kalus. Laju pembelahan sel pada sistem kultur suspensi sel lebih tinggi dibanding pada kultur kalus tetapi maslh lebih rendah dibanding laju pertumbuhan sel bakteri dan biasanya berkisar antara 24-72 jam. Kultur sel mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan kultur kalus.somaklonal. Banyaknya inokulum yang digunakan seringkali mempengaruhi laju pertumbuhan sel. karena itu dikenal suatu konsep yang disebut kerapatan sel awal kritis (critical initial cell density) yaitu jumlah inokulum terendah per volume medium yang memungkinkan kultur sel dapat tumbuh. yaitu: . Tidak seheterogen kultur kalus dan diferenslasi sel tidak terlal besar . (5) produksi metabolit sekunder dan asinya. Sebagal inokulum digunakan sebagian kalus yang kemudian ditumbuhkan dalam medium cair dan digojok sehingga sel dapat terpisah. Selain membuat sel menjadi terpisah (tidak mengelompok). Kultur sel Kultur sel tanaman dapat ditumbuhkan dengan menggunakan medium cair dalam erlenmeyer. Dapat dikulturkan dalam volume besar sampal 1500 liter .

Embrio yang diperoleh selanjutnya dapat berkembang menjadi kecambah yang akhirnya berkembang menjadi tanaman dewasa. Protoplas dapat diregenerasi sehingga membentuk dinding sel kemudian mengalami pembelahan dan akhimya dapat membentuk kalus. pektinase. Enzim yang digunakan untuk membuat protoplas tanaman berupa campuran beberapa enzim antara lain selulase. maka dapat terjadi embriogenesis. misalnya toleran terhadap garam. g. Kultur sel dapat dimanfaatkan untuk mengisolasi protoplas dan pengembangan galur sel dengan sifar fisiologis spesifik. Protoplas dapat diperoleh dengan perlakuan enzimatik atau mekanis. protease.produksi metabolit alami dengan cara menambahkan precursor Kultur sel dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi kultur tunggal karena sistem kultur suspensi sel blasanya terdiri atas campuran sel-sel tunggal dan kelompokan kecil sel-sel. Jika kalus ditanam pada medium yang tidak mengandung manitol dan auxin. Tehnik Pembenihan Tanaman 313 . Selanjutnya kalus dapat disubkultur. Kultur Protoplas Protoplas adalah sel yang tidak mempunyal dinding sel.

Fusi protoplas dapat menghasilkan dua macam kemungkinan produk: . . cybrid (cytoplasmid hybrid atau heteroplast). . misalnya pada kentang. mengalami fusi (menyatu).Kultur protoplas memberikan dasar yang penting untuk manipulasi sel tanaman yaitu dengan melakukan fusi protoplas antar spesies atau galur yang berbeda. Perlu diketahui bahwa selain infonnasi genetik yang terdapat di dalam nukleus. . Fusi protoplas dapat dimanfaatkan untuk melakukan persilangan antar spesies atau galur tanaman yang tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan persilangan biasa karena adanya masalah inkompatibilitas fisik. memindahkan informasi genetik yang ada di sitoplasma dari satu galur atau spesies ke galur atau spesies lain. Fusi protoplas membuka kemungkinan untuk : . hibrid. . jika hanya sitoplasma yang mengalami fusi sedangkan informasi genetik dari salah satu induknya hilang. memindahkan sebagian informasi genetik dari satu spesies ke spesies lain dengan memanfaatkan fenomena yang disebut penghilangan kromosom (chromosome elimination). menghasilkan galur hetero-zigot dalam satu spesies tanaman yang secara normal hanya dapat diperbanyak dengan cara vegetatif. dan . terdapat juga genetik yang tidak berada di dalam nukleus melainkan terdapat di dalam sitoplasma (cytoplasmic inheritance). jika nukleus dari kedua spesies tersebut betul-betul. menghasilkan hibrid soma-tik amphidiploid yang fertil antar spesies yang secara seksual tidak kompatibel.

Kalus yang dikembangkan dari eksplan.misalnya sifat male sterility pada beberapa tanaman. Proses pembentukan organ-organ tanaman yang lengkap dari kultur sel atau jari disebut organo-genesis. gandum dengan oat. Kalus hibrid selanjutnya dapat diinduksi sehingga terbentuk tanaman hibrid. Teknik Regenerasi In Vitro Kemampuan sel tanaman untuk menjadi tanaman yang lengkap (totipotensi) dapat dimanfaatkan untuk melakukan regenerasi tanaman secara in vitro dari sumber yang berupa protoplas. langsdorffii. atau protoplas telah banyak dimanfaatkan untuk perbanyakan berbagai macam tanaman. sel. Teknik untuk menginduksi organogenesis pada umumnya dilakukan pada kultur kalus meskipun juga dapat dilakukan 314 . Teknik kultur jaringan. Teknik fusi protoplas telah berhasil digunakan misalnya pada fusi protoplas Nicotiana glauca dengan N. h. barley dengan gandum. tomat dengan kentang. jaringan maupun organ. dan tebu dengan sorghum. hibrid somatik Solanum tuberosum dengan S. Hasil fusi (disebut sebagai fusan) yang diperoleh selanjutnya dapat ditumbuhkan pada medium untuk menghasilkan kalus hibrid. dapat disegel sehingga membentuk tanaman yang lengkap. chacoense. sel. misalnya. barley dengan padi.

yaitu (1) meristem. (2) apex.secara langsung dari eksplan yang ditanam pada medium White dan Nobecourt. Sekarang ini tanaman hasil kultur in vitro telah berhasil dilakukan pada banyak jenis tanaman. Sementara itu. Tunas yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber untuk menghasilkan banyak tunas baru . misalnya tanaman hias. tanaman buah dan biji. tanaman obat dan tanaman hutan Secara umum terdapat empat sumber yang digunakan dalam perbanyakan mikro (micropropagation) untuk menghasilkan plantlet. Reinert dan Steward berhasil melakukan embriogenesis somatik secara in vitro pada wortel. menginduksi pembentukan akar dan tunas tembakau dari kultur ka Pada tahun ber-ikutnya yaitu 1958. dan (4) bermacam-macam eksplan. untuk pertama kalinya melaporkan pada tahun 1939 mengenai keberhasilan mereka dalam menginduksi pembentukan tunas (shoot) pada tembakau (White) dan pembentukan akar pada kalus wortel (Nobeco Penelitian selanjutnya oleh Skoog dan Miller pada tahun 1957 menunjukkan bahwa kombinasi yang tepat antara auxin dan sitokinin. apex dan nodus dapat dikulturkan menjadi tunas. yang bekerja secara independen. misalnya batang atau embrio zigot. kultur sel maupun protoplas bahkan terbentuk secara langsung dari sel-sel struktur yang terorganisasi. Eisomatik dapat terbentuk pada kalus. sayuran. tum-buhan lengkap yang terbentuk dari hasil kultur in vitro (disebut sebagai plantlet) yang pertama kali dilaporkan adalah Tropaeolum dan Lupinus yang dilakukan oleh Emest Ball pada tahun 1946. tanaman bumbu. (3) nodus (node). tanaman pangan. Meristem.

baik yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dapat di induksi sehingga ber-kecambah dan akhirnya juga menjadi plantlet. bermacam-macam eksplan dapat juga dikembangkan sehingga terbentuk tunas adventif. atau secara tidak langsung melalui pembentukan kalus dari eksplan.dengan menggunakan percabangan axilari. atau embrio somatik secara langsung. Embrio somatik. Selain itu. yaitu: . kalus juga dapat digunakan sebagal sumber sel untuk membuat kultur suspensi sel yang selanjutnya dapat dikembangkan untuk menghasilkan embrio somatik secara tidak langsung. Eksplan mau-pun kalus yang membentuk tunas adventif selanjutnya dapat dlinduksi sehingga membentuk akar dan akhirnya menjadi plantlet. Eksplan juga dapat ditumbuhkan sebagai kalus yang selanjutnya diinduksi sehingga terbentuk tunas adventif. Proses-proses ini secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat macam. Tehnik Pembenihan Tanaman 315 . Embriogenesis somatik dapat dihasilkan secara langsung. Di sisi lain. Tunas-tunas tersebut kemudian dapat dikembangkan le-bih lanjut sehingga terbentuk perakaran dan akhirnya menjadi plantlet. Embriogenesis somatik yang mengarah ke pembentukan struktur bipolar yang mengandung axis tunas dan akar dengan sistem vaskular tertutup.

Proses regenerasi dari bermacammacam sumber sampai menjadi plantlet dipengaruhl oleh dua faktor utama. sumber karbon. Metode ini juga disebut perbanyakan kional. Organogenesis yaitu pembentukan organ dari jaringan yang tidak mengalami diferensiasi. . Sumber eksplan dapat mempengaruhi proses regenerasi karena beberapa faktor. organ yang digunakan. musim pada waktu organ diambil. zat pengatur tumbuh. yaitu dalam hal ini adalah kalus. . ukuran eksplan. komponen media yang mempengaruhi proses regenerasi adalah nutrien anorganik dan organik. . yaitu: sumber eksplan. Kultur Kalus Dan Regenerasi Organ Dan Embrio Dalam bagian ini akan diberikan . Di sisi lain. Gambar 8. status fisiologis organ. Pembentukan tunas axilari yang secara genetik stabil.17 Regenerasi tanaman dari jaringan daun i. dan komponen media. . Induksi Kalus. . Pembentukan tunas axilari merupakan metode yang paling baik karena plantlet yang dihasilkan adalah benar-benar serupa dengan tanaman induk. kualitas keseluruhan tanaman sebagai sumber eksplan. yaitu: .. sumber nitrogen. Stabilitas genetik plantlet yang terbentuk dan tunas adventif semacam ini tidak dapat dijamin sebab jika kalus terbentuk maka kemungkinan ketidak-stabilan genetik akan meningkat. Pembentukan tunas adventif yaitu tunas yang terbentuk dari sumber selain meristem. dan vitamin. dan .

gambaran secara sederhana proses kultur in vitro tanaman sampal akhirnya menjadi tanaman yang lengkap dan dapat dipindahkan ke medium tanah atau medium bukan artifisial lainnya. yaltu (1) seleksi dan penyiapan kultur aseptik. Tunas-tunas baru hasil perbanyakan kemudian dipindahkan ke medium yang khusus dibuat untuk menginduksi pembentukan akar sehingga akhirnya terbentuk plantlet yang lengkap. Secara garis besar metode perbanyakan tanaman secara in vitro terdiri atas empat tahapan. (3) regenerasi plantlet. Setelah diperoleh tunas pada tahapan pertama. Plantlet yang terbentuk selanjutnya diadaptasi dengan lingkungan alami sebagal 316 . Dalam tahapan seleksi dan penyiapan kultur aseptik dilakukan pengambilan bahan awal dan penanamannya pada medium in vitro yang sesuai. (4) aklimatisasi dan pemindahan ke tanah. dilakukan multiplikasi kultur untuk mendapatkan tunas-tunas baru dalam jumlah lebih banyak. (2) multiplikasi kultur.

misalnya daun yang masih muda. misalnya tunas (shoot). sampai terbentuk struktur kalus. selanjutnya dilakukan sterilisasi. misalnya medium tanah. . Jika induksi organogenesis berhasil maka pada langkah ke-4 di atas akan terbentuk tunas adventif. . . . . Sebagian tunas yang terbentuk kemudian dipotong dan dipindahkan ke medium lain yang digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. Eksplan yang diperoleh kemudian ditanam pada medium (padat) yang sesuai yang sudah disterilisasi. Plantlet yang sudah terbentuk selanjutnya dipindah ke medium . Pengambilan eksplan. Secara sederhana. Daun yang muda dipotong sesuai dengan ukuran yang akan digunakan. Medium yang digunakan dimasukkan dalam wadah yang akan digunakan untuk kultivasi. tahapan yang dilalui dalam proses kultivasi tanaman secara in vitro dapat disaiikan sebagai berikut: . . Sebagian kalus yang terbentuk diambil untuk disub-kultur pada medium segar pada tabung yang lain. Jika induksi pembentukan akar berhasil maka sudah didapatkan plantlet yang slap dipindahkan ke medium bukan artifisial. . misalnya tabung erlenmeyer. Sebaglan kalus yang terbentuk dari hasil subkultur kemudian dipindahkan pada medium lain yang khusus digunakan untuk induksi pembentukan organ.persiapan untuk dipindahkan dan ditanam di tanah atau lapangan.

kecuali pada kalus alfalfa yang memerlukan auxin (2. Banyak spesies yang memerlukan kinetin dengan konsentrasi 0. Induksi Pembentukan Embrio (Embriogenesis) Pada Kultur In Vitro Selain menginduksi pembentukan organ. kultur in vitro tanaman juga dapat diarahkan uhtuk membentuk embrio. Senyawa IBA dan NAA adalah senyawa yang paling sering digunakan untuk menginduksi pembentukan akar.05 M untuk membentuk tunas. j. Induksi Pembentukan Organ (Organogenesis) Pada Kultur In Vitro Pembentukan organ (organogenesis) pada kultur in vitro tanaman dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa-senyawa tertentu dalam medium. Pada umumnya sitokinin konsentrasi tinggi merangsang pembentukan tunas.4-D) berkonsentrasi tinggi dan sitokinin (kinetin) berkonsentrasi rendah untuk membentuk tunas. Perbanyakan dalam medium cair Tehnik Pembenihan Tanaman 317 . Hal tersebut dapat dilakukan dengan memindahkan sebagian kalus yang terbentuk dan hasil sub-kultur (langkah ke-3) ke medium cair. Pembentukan tunas dan akar ditentukan oleh konsentrasi auksin dan sitokinin yang digunakan.tanah untuk proses aklimatisasi. k.

dan Gramineae. Kedua. Oleh karena itu embrio yang dihasilkan pada kultur cair tersebut kemudian dapat diisolasi dan dipindahkan ke medium padat sampai ter-bentuk plantlet yang siap dipindahkan ke medium tanah. Embrio dapat dihasilkan dari kalus yang tumbuh pada medium padat. tetapi embrio-genesis leblh sering terjadi pada medium cair. Umbe liferae. Ada dua macam embrio somatik yang dapat terbentuk yaitu: pertama. Gambar 8. embrio yang terbentuk secara tidak langsung yaitu melalui tahapan pembentukan kalus. Petunia hybrida. Linum usitatissimum.dapat dilakukan berulang-ulang.18 Planlet yang sudah terbentuk dan siap untuk diaklimatisasi Embriogenesis somatik secara umum terjadi pada famili Ranunculaceae. namun induksi pembentukan organ biasanya dilakukan pada medium padat. Solanaceae. Asparagus officinalis. Brassica napus). Meskipun demikian untuk beberapa tanaman. Embrio semacam ini misalnya dapat terbentuk dari eksplan daun Coffea arabica. Sel-sel yang dapat membentuk embrio semacam ini disebut Pre-Embryonic Determined Ce ls (PEDC). Rutaceae. Induksi pembentukan embrio dari kalus atau eksplan memerlukan penambahan auxin ke dalam medium yang digunakan. Proses pemben-tukan embrio dari sel sornatik atau jaringan disebut sebagai proses embrio-genesis somatik. misalnya wortel. embrio yang terbentuk secara langsung dari sel atau jaringan tanpa melalui pembentukan kalus. Embrio semacam ini dapat terbentuk misalnya dari sel-sel epidermis hipokotil (misalnya pada Ranunculus sceleratus. pembentukan embrio dari kalus tidak .

Selsel yang membentuk embrio setelah diinduksi semacam ini disebut sebagai Induced Embryogenic Determined Cells (IEDC). Beberapa tanaman monokotil dan dikotil dapat diinduksi untuk membentuk embrio dengan senyawa semacam ini.5-T) dan picloram.4.4-D). Hal ini perlu dilakukan sebab tanaman yang diperbanyak secara in vitro mempunyai perbedaan kemampuan adaptasi fisiologis dengan 318 . Beberapa senyawa auxin lain yang juga dapat digunakan untuk induksi embrio somatik Sebaliknya. Aklimatisasi Dan Pemindah-an Tanaman Hasil Kultur In Vitro Ke Tanah Plantlet yang terbentuk secara in vitro selanjutnya harus diaklimatisasi sebagai persiapan untuk pemindahannya ke medium tanah atau lapangan. gibberelin dan etilen biasanya menghambat embrio-genesis.4. 2. l.di-chlorophenoxy acetic acid (2.5trichlorophenoxy acetic acid (2.memerlukan penambahan auxin.4. Senyawa yang biasanya digunakan untuk menginduksi pembentukan embrio adalah 2.

Gambar 8. misalnya tanaman legum membentuk hubungan simblotik dengan bakteri Rhizobium. Selain itu stomata biasanya juga tidak dapat berfungsi sempuma karena stomata yang terbuka pada tanaman in vitro menyebabkan cekaman air yang dialami pada beberapa jam pertama proses aklimatisasi. Beberapa tanaman yang tumbuh dalam kondisi alami mempunyai asosiasi dengan mikrobia tertentu. sumber karbon yang biasanya diberikan dalam medium in vitro harus disediakan oleh tanaman itu sendiri melalui fotosintesis setelah tanaman in vitro dipindahkan ke kondisi in vivo. Daun tanaman in vitro biasanya tipis dan lembut dan secara fotosintesis tidak terlalu aktif schingga tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan klimatologis in vivo. misalnya dengan menurunkan kelembaban relatif.19 Aklimatisasi planlet pada media tanah (di dalam rumah kaca) . Untuk membantu proses aklimatisasi di luar lingkungan laboratorium biasanya dilakukan terlebih dahulu aklirnatisasi in vitro. Oleh karena itu pada saat tanaman legum hasil kultur in vitro dipindahkan ke tanah maka perlu dilakukan inokulasi dengan bakteri Rhizobium yang berasosiasi dengan tanaman ini. Sebagai contoh.tanaman yang diperbanyak secara in vivo. Faktor lain yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi in vitro menyebabkan tanaman tumbuh secara heterotrofik padahal dalam kondisi in vivo tanaman harus tumbuh secara autotrofik. tanaman yang diperbanyak secara in vitro biasanya tidak memiliki lapisan lilin (cuticular) yang sempurna sehingga hal ini dapat memperbesar evaporasi air dari dalam sel tanaman. Pada tanaman in vitro hubungan vaskular antara bagian tunas dengan akar umumnya tidak baik sehingga menurunkan konduksi air. Artinya.

Tehnik Pembenihan Tanaman 319 .

3 mm (panjang). Kondisi pendukung pertumbuhan meristem biasanya medium dengan konsentrasi garam yang rendah dan kandungan vitamin yang tinggi. m. Meristem yang diperoleh kemudian ditanam pada medium agar dan diinkubasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsentrasi virus pada tanaman semakin kecil dengan semakin dekatnya ke bagian meristem. ujung tunas disterilisasi kemudian meristem diambil dari tanaman dengan menghilangkan daun yang menutupinya. Pada meristem apikal diketahui tidak terdeteksi lagi adanya virus dalam 50% sampel yang diuji. Meristem apikal pertama kali terbentuk selama perkembangan embrio dan akan tetap aktif selama fase vegetatif tanaman.Banyak tanaman yang telah berhasil diperbanyak dengan kultur in vitro menggunakan berba-gai eksplan sebagal bahan awal. Kultur Meristem Untuk Menghasilkan Tanaman Bebasis Virus Salah satu aplikasi penting teknik kultur in vitro adalah dalam pengembangan tanaman bebas virus. Oleh karena itu istilah yang leblh tepat adalah tanaman bebas virus yang sudah diuji. Perlu dipahami bahwa semua angiosperma dan gimnosperma tumbuh melalui meristem apikalnya. Bebas virus yang dimaksud di sini adalah bebas virus yang sudah diuji secara eksperimental. Kultur in vitro meristem melalui beberapa tahapan yaitu inisiasi . Meristem apikal biasanya berupa struktur serupa kubah (dome) yang terletak pada ujung tunas dan berukuran sekitar 0.1 mm (diameter) dan 0.2-0. Sebelum diambil meristemnya. artinya ada kemungkinan tanaman tersebut masih mengandung virus lain yang belum dapat dideteksi dengan teknik uji yang tersedia.

Diantlius barbatus Ring spot virus (RSV). Petunia Tobacco mosaic virus (TMV). lwornosom tanaman haploid semacam itu dapat digandakan dengan senyawa mutagenik. Brassica oleracea virus mosaik turnip. Tanaman haploid mempunyai banyak kegunaan antara lain untuk menghasilkan tanaman homozigot yang sangat sulit diperoleh dengan pemuliaan tanaman konvensional. Potato virus-Y. Leblh jauh lagi. pertumbuhan dan perkembangan. (kentang) Potato virus-X.kultur. 320 . sedangkan tanaman diploid mempunyal dua set kromosom identik untuk setiap kromosom sehingga dituliskan sebagai 2n. Saccharum officinarum Virus mosaik. Solanum tuberosum. misalnya colchicine. mottle virus Ipomoea batata (ketela rambat) Internal cork virus. Potato n. Cauliflower Mosaic Virus. Musa sp Cucumber mosaic virus. Beberapa tanaman bebas virus yang berhasil dikembangkan dari kultur in vitro meristem antara lain. Rugos mosaic virus. Kultur Anther dan Pollen Untuk Menghasilkan Tana-man Haploid Tanaman haploid adalah tanaman yang mempunyai satu set tunggal kromosom (biasanya ditulis dengan notasi Mendelian sebagian. perbanyakan tunas dan diikuti dengan pembentukan akar sehingga menghasilkan plantlet. A lium cepa Virus mosaik. Ananas sativus Virus mosaik. Caladium hortulanum Dasheen mosaic virus.

proses androgenesis langsung lebih disukai sebab androgenesis melalui pembentukan kalus dapat menyebabkan terjadinya variasi. Beberapa tanaman penting yang berhasil dikembangkan menjadi tanaman haploid dengan menggunakan tekmk kultur anther atau pollen. Larkin dan Scowcroft pada tahuri 1981 menamakan variasi yang muncul dalam populasi tanaman hasil regenerasi in vitro tersebut se-bagai varlasi . Proses perbanyakan tanaman haploid dengan menggunakan gametofit jantan semacam ini disebut sebagai androgenesis. sedangkan pada androgenesis tidak langsung plantlet terbentuk melalui pembentukan kalus yang kemudian mengalami regenerasi menjail plantlet. Variasi Somaklonal Perbanyakan tanaman secara in vitro secara teoritis akan menghasilkan tanaman-tanaman yang secara genetis seragam karena tanaman in vitro berkembang hanya melalui pembelahan sel secara mitotik. yaitu melalui kultur kalus.Tanaman haplold dapat dikembangkan dengan menggunakan kultur in vitro anther dan pollen. Dari sisi pemuliaan tanaman. o. embriogenesis dari kultur dan embriogenesis somatik tidak langsung. kultur sel. Ada dua macam androgenesis yaitu androgenesis langsung dan androgenesis tidak langsung. Androgenesis langsung adalah proses pembentukan plantlet haploid dengan melalui embriogenesis menggunakan kultur anther. Anther diperoleh dari tunas bunga dan dapat dikulturkan pada medium padat atau cair sehingga teradi embriogenesis. terjadi variasi fenotipik dan ketidakstabilan kromosom. Meski-pun demikian banyak bukti menunjukkan bahwa dalam populasi tanaman yang dihasilkan secara in vitro. Selain itu pollen juga dapat diambil secara aseptik dan di-kulturkan pada medium cair.

kemunculan. Telah diketahui bahwa hanya meristem yang dapat menghasilkan plantlet yang stabil secara genetis. (3) abnormalitas pembelahan sel secara in vitro. Selain faktor Tehnik Pembenihan Tanaman 321 . yaitu (1) organisasi sel yang digunakan sebagai sumber eksplan. sedangkan perbanyakan meialui kalus meningkatkan kemungkinan tejadinya variasi somaklonal. (2) variasi pada jaringan sebagai sumber eksplan. variasi somaklonal. Variasi somaklonal disebabkan oleh beberapa faktor. Variasi yang terdapat pada sumber eksplan juga mempengaruhi.somaklonal. pada tanaman yang berasal dari kultur meristem tidak terjadi variasi semacam itu sehingga sistem kultur meristem banyak digunakan untuk propagasi klonal. Sebaliknya. Organisasi sel mempunyai peranan penting dalam hal pemunculan variasi somaklonal. Eksplan yang berasal dari sumber yang berbeda mempunyai variasi inheren sehingga dapat muncul sebagal variasi somaklonal. Dalam kultur in vitro terjadi pembelahan sel berulang-ulang yang dipengaruhi oleh zat pengatur pertumbuhan. Kombinasi yang tidak tepat dalam penggunaan zat pengatur pertumbuhan dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas dalam pembelahan sel yang dapat muncul dalam bentuk perubahan jumlah dan struktur kromosom.

fertilitas biji. Biji sintetik atau artifisial (synthetic seed) adalah biji yang dlhasilkan dari embrio somatik yang kemudian dibungkus (encapsulated) dengan bahan tertentu. Pengendalian yang tidak tepat terhadap siklus sel ini dapat menyebabkan munculnya variasi somaklonal. sodium alginat. p. teknik kultur in vitro merupakan dasar yang sangat penting dalam pengembangan tanaman transgenik. ukuran daun. sel in vitro. Dalam aplikasi yang lebih mutakhir. misalnya agarose. yaitu: . suhu. (2) embryo rescue. Teknik induksi embrio-genesis somatik dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan biji sintetik atau biji artifisial. osmolaritas juga mempengaruhi siklus. tinggi ta-naman. Selain itu. Beberapa sifat yang dapat muncul dalam bentuk variasi somaklonal antara lain adalah waktu pembungaan. Variasi somaklonal yang terjadi pada kultur in vitro tanaman dapat dimanfaatkan sebagai salah satu altematif pemuliaan tanaman karena dapat menghasilkan varietas-varietas baru. Beberapa Aplikasi Lain Teknik Kultur In Vitro Tanaman Kultur in vitro tanaman mempunyai potensi sangat besar dalam program pemuliaan tanaman serta penyediaan benlh dan bibit berkualitas. Beberapa aplikasi lain yang dapat dikembangkan dari teknik kultur in vitro tanaman antara lain adalah (1) biji/benih sintetik. Ada empat tipe biji sintetik berdasarkan atas embrio dan proses pembungkusannya. cahaya. ketahanan terhadap pe-nyakit dan lainlain.tumbuh. polioksietilen. teknik kultur sel tanaman dapat dimanfaatkan guna menghasilkan berbagai metabolit sekunder.

1996). (3) Dibungkus. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan 322 .4 Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi Laboratorium kultur jaringan. Namun metode embrio-genesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. embrio somatik dikeringkan. (4) Tidak dibungkus. misalnya alfalfa. embrio somatik yang dikeringkan. antara lain tanaman tahunan. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian. misalnya untuk orchard grass. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah. embrio dihidrasi.(1) Tidak dibungkus. somatik embrio dihidrasi. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. Untuk itu. Di samping faktor pertunasan yang rendah. (2) Dibungkus. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih disukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. Laboratorium kultur jaringan. misalnya wortel. misalnya wortel. 8. Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan generatif) berbagai spesies tanaman.

Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah. Untuk itu. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih di-sukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. Namun metode embriogenesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. Bibit yang berasal dari biji menghasilkan tanaman yang beragam. antara lain tanaman tahunan. Dalam program pengembangan diperlukan bahan tanaman bermutu dalam jumlah memadai dari pohon induk yang sangat terbatas. 1) Jambu Mete (Anacardium occidentale L. (1997) masalah tersebut umum dijumpai pada tanaman tahunan berkayu. Hasil penelitian awal menunjukkan adanya masalah penguningan daun yang terjadi sangat cepat. 1996). Penambahan phloroglucinol ke dalam media yang sudah mengandung BA dan tidiazuron dapat meningkatkan .) Jambu mete merupakan tanaman industri yang diprioritaskan untuk dikembangkan di daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI). Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. telah dicoba perbanyakan vegetatif secara in vitro dengan eksplan yang berasal dari pohon induk yang unggul. Di samping faktor pertunasan yang rendah. Menurut Mariska et al. Untuk itu. Dengan penambahan asam amino tertentu masalah tersebut dapat ditekan.generatif) berbagai spesies tanaman.

jumlahnya lebih banyak dan pertumbuhannya lebih cepat. tetapi tidak dapat memacu pembentukan akar. Dengan formulasi tersebut. 2) Pulai (Alstonia scholaris L. senyawa fenol dan asam amino) telah dicoba. Tehnik Pembenihan Tanaman 323 . akar tidak dapat terbentuk.) Pulai termasuk salah satu tumbuhan obat langka dengan kategori jarang. Populasi tanaman ini termasuk besar.persentase eksplan yang bertunas dan jumlah tunas yang terbentuk dari setiap eksplan (Mariska et al. Tunas in vitro yang berasal dari pertunasan kemudian dicoba diakarkan.. Kemudian dicoba media "Woody Plant Medium" (WPM) dan Jordan yang dilengkapi NAA. 1998). namun tersebar secara lokal atau daerah. Akar dapat terbentuk dari media dasar Jordan + NAA 7 mg/l. Tanaman pulai merupakan tanaman berkayu dan tingginya dapat mencapai 25 m. penyebarannya tidak banyak dijumpai serta mengalami erosi berat. Lebih dari 200 formulasi media (kombinasi MS dengan berbagai jenis auksin. disebabkan sempitnya selang konsentrasi optimal dari NAA. akar lebih cepat terbentuk. konsentrasi NAA berbeda. Bila dalam media dasar tersebut.

Masalah oksidasi fenol akan semakin meningkat dengan kandungan potasium yang tinggi seperti pada media dasar MS. 3) Cengkeh (Eugenia caryophy lus) Cengkeh merupakan salah satu tanaman industri dan umumnya diperbanyak dengan biji. Untuk mempercepat pengembangan pohon induk unggul yang jumlahnya terbatas. Setelah perendaman eksplan ditanam pada media MS (1. Untuk mendukung upaya pengembangannya dilakukan perbanyakan vegetatif melalui kultur jaringan. namun inisiasi tunasnya lebih lama dibandingkan WPM. Tanaman pulai mempunyai daya meristematis yang sangat rendah. Masalah utama yang dihadapi pada cengkeh adalah tingkat oksidasi fenol yang sangat tinggi dan sistem regenerasi pembentukan tunas yang lambat. Pada media WPM terutama dengan kandungan makronya yang diencerkan sampai setengahnya tidak ditemukan adanya masalah oksidasi fenol. kecuali untuk ion sulfat. Walaupun pada media WPM ½ tidak ada masalah pencoklatan.Perbanyakan tanaman secara konvensional belum banyak dilakukan dan keberhasilannya masih rendah. Masalah pencoklatan dicoba diatasi dengan cara perendaman eskplan dalam DIECA 6 g/l selama 1 jam. . 5.1/2) yang dilengkapi BA (0. daya meristematis tanaman meningkat. digunakan teknologi kultur jaringan. Setelah biakan mengalami periode kultur in vitro yang relatif lama. Untuk mengurangi masalah pencoklatan.1/2) dan WPM (1. Media dasar WPM konsentrasi total ionnya lebih rendah daripada MS. 3. Dinyatakan pula bahwa asam fenol teroksidasi tergantung pada potensi reduksi oksidasi dari media. Namun perbanyakan secara generatif dapat menyebabkan terjadinya segregasi genetik. dan 10 mg/l).

buah daging tebal. agak kecil. Untuk itu. 4) Pepaya (Carica papaya L. warna kuning 324 . Perakaran dapat dilakukan secara in vitro dengan menumbuhkan tunas in vitro di rumah kaca dengan kelembapan yang tinggi dan pemberian intermittent mist system setiap 3 jam pada siang hari. tunas yang terbentuk tidak memanjang. Komoditas tersebut diekspor ke pasar yang cukup terbuka. Namun setelah 7 minggu. Untuk meningkatkan kualitas buah pepaya telah dilakukan persilangan antara pepaya Bangkok dengan pepaya Hawai. Dari hasil persilangan diperoleh buah pepaya yang berbentuk bulat. yaitu Singapura. Jerman.31 cm) diperoleh dari media awal WPM + BA 5 mg/l + NAA 0. dan Perancis (Biro Pusat Statistik. Di samping buahnya kaya akan vitamin dan mineral.maka pada penelitian selanjutnya digunakan media cair dengan media dasar WPM (Tabel 4).50 mg/l. Tunas paling banyak diperoleh dari media WPM + BA 10 mg/l + NAA 1 mg/l.) Pepaya merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor nonmigas. pepaya mempunyai banyak kegunaan lain. 1992). Australia. tambahan paling banyak (0.

Pada media MS gejala penguningan daun dan tunas terjadi lebih lama yaitu 6-8 minggu setelah tanam. tunas tidak dapat memanjang serta daunnya cepat menguning kemudian gugur dengan cepat. dan manis. maka tunas dapat tumbuh memanjang dan daun tetap hijau. Perbanyakan vegetatif dilakukan melalui kultur jaringan untuk mempertahankan kualitas buah yang baik. Hasil penelitian awal. Secara konvensional. Setelah dicoba formulasi media baru yang mengandung selain zat pengatur tumbuh konsentrasi rendah diberikan pula asam amino. Pelestarian secara in vitro potensial bila dilakukan pada tanaman yang selalu diperbanyak secara vegetatif atau tanaman yang viabilitas benihnya sangat singkat. tunas in vitro yang panjangnya mencapai 3-5 cm dapat diakarkan secara in vivo di rumah kaca. Untuk menyelamatkannya telah dilakukan antara lain melalui kultur in vitro. Untuk perakaran. wangi. Kalus lebih banyak terbentuk terutama pada media DKW yang diberi 2-IP kemudian BA. umumnya tunas tumbuh rosette (menggerombol) dan daun pendek-pendek. 5) Pulasari (Alyxia stellata) Pulasari termasuk salah satu tanaman obat yang dikategorikan langka. Gejala tersebut terjadi secara cepat (2-3 minggu setelah tanam) terutama pada biakan yang dikulturkan pada media Anderson dan WPM. dari mata tunas terminal yang ditumbuhkan pada berbagai formulasi media (lebih dari 150 formulasi). Sebelum dilakukan pelestarian secara in vitro maka perlu dikuasai . mengkalus pada pangkal tunasnya. Perbanyakan melalui biji hanya menghasilkan buah yang baik kurang dari 2%. perbanyakan vegetatif sulit dilakukan terutama bila diarahkan untuk mempercepat pengembangan varietas unggul baru dalam skala luas.kemerahan. komponen organik lainnya dan modifikasi garam mineral tertentu.

antara lain tanaman serat rami.. Dari penelitian Gati dan Mariska (1992) menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi BA 3 mg/l dengan NAA 0. daya regenerasinya lebih mudah baik pada tahap pertunasan maupun perakaran. Untuk memenuhi kebutuhan bibit rami dalam jumlah yang sangat Tehnik Pembenihan Tanaman 325 . 1991). Berbeda dengan tanaman jambu mete (Mariska et al. 1998) dan cengkeh (Mariska et al.) Pada saat ini banyak kalangan swasta yang akan mengembangkan usaha di bidang pertanian dalam skala luas. 6) Rami (Boehmeria nivea Gaud.. Namun demikian pada media dengan kinetin 1 mg/ l + NAA 0.10 mg/l memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tunggal. pada tanaman pulasari. Zat pengatur tumbuh BA lebih efektif dibandingkan kinetin. Bila metode regenerasi sudah dikuasai maka tanaman dalam botol dapat cepat diperbanyak apabila dibutuhkan. Antara kedua zat pengatur tumbuh tersebut terjadi aktivitas sinergisme dalam mema-cu pertumbuhan jaringan. Persentase perakaran paling banyak berasal dari media MS + kinetin 1 mg/l + NAA 0 mg/l.10 mg/l dapat terbentuk akar.terlebih da-hulu sistem regenerasinya.

Namun tunas menunjukkan gejala vitrifikasi. embrio somatik dianggap sebagai bahan tanaman yang ideal untuk disimpan mengingat strukturnya yang bipolar. dengan formulasi tersebut biakan tumbuh lebih tegar. di antaranya Indonesia berusaha mengembangkan tanaman jati dalam skala luas. Pada program perbaikan tanaman.banyak dapat dimanfaatkan teknologi kultur jaringan. Gati et al. . sehingga bibit dapat diproduksi dengan jumlah yang tidak terbatas. biji unggul hasil persilangan terkendali dapat diperbanyak secara cepat dari sel somatik. Untuk itu dicoba formulasi lain yaitu kombinasi BA dengan 2-IP. Di masa mendatang embriosomatik pada tanaman tahunan berkayu. daun lebih hijau dan lebih lebar. melalui DNA rekombinan.50 mg/l menghasilkan tunas yang lebih banyak daripada perlakuan lainnya. Melalui cara tersebut. Demikian pula untuk penyimpanan benih dalam jangka pendek dan panjang. Kebutuhan kayu jati semakin meningkat setiap tahunnya. 7) Jati (Tectona grandis) Jati merupakan salah satu komoditas kayu yang berharga di daerah tropis. yang dapat menurunkan keberhasilan dalam tahap aklimatisasi. penggunaan struktur embriosomatik lebih disukai karena dapat berasal dari satu sel. Untuk mendukung program tersebut dicoba perbanyakan secara in vitro melalui jalur embriogenesis somatik. Penggunaan BA 0. Hartman dan Kester (1983) menyatakan bahwa penggunaan zat pengatur tumbuh dari golongan yang sama pada waktu yang bersamaan pada sebagian tanaman nyata lebih baik dibandingkan perlakuan tunggal. (1991) telah mendapatkan metode perbanyakan cepat tanaman rami. sehingga berbagai negara produsen. banyak menarik perhatian untuk produksi benih sintetis (artificial seed).

20 mg/l + ABA 2 mg/l + KCl 22.40-D 2 mg/l + BA 0. juga membentuk kalus yang tumbuh dengan cepat. Struktur tersebut siap untuk dikecambahkan pada media baru. di samping itu pada media yang sama struktur embriosomatik globular dapat berkembang membentuk struktur torpedo. Di samping itu embriosomatik yang terbentuk cenderung mengkalus kembali bila tidak di subkultur pada media lain. Dari berbagai formulasi media yang diuji.sehingga selalu siap diregenerasi membentuk langsung benih somatik (Mariska. 1996). persentase keberhasilan pembentukan embriosomatik paling tinggi berasal dari media MS + 2. Faktor pertunasan pada tanaman tahunan (terutama tahunan berkayu) relatif masih rendah. Pada formulasi media lain eksplan. Percobaan ini masih memerlukan waktu lama untuk mengetahui metode yang diperoleh dapat diulang serta mendapatkan struktur embriosomatik yang dapat dikecambahkan membentuk benih somatik. jaringan daun muda dari biakan in vitro di samping membentuk struktur globular. Penambahan KCl ke dalam media dapat meningkatkan keberhasilan.36 mg/l. struktur globular tidak mampu membentuk struktur yang bipolar. Tanpa KCl. Tunas 326 .

Pada beberapa tanaman tahunan berkayu. Untuk perakaran dapat dilakukan secara in vivo di rumah kaca dengan mempertahankan kelembaban yang relatif tinggi atau dengan pemberian intermittent mist system. media dasar WPM atau Jordan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan MS.harus selalu di subkultur untuk memacu jaringan bersifat juvenil. Tehnik Pembenihan Tanaman 327 .

Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Bioteknologi tanaman Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman Bioteknologi tanaman yang telah berhasil dilakukan adalah tanaman transgenic yang toleran terhadap stress lingkungan seperti tembakau yang toleran terhadap kadar garam yang tinggi. TUGAS: 1. Komponen utama kultur in vitro adalah bahan awal. hias. Keberhasilan rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi: Kultur jaringan tanaman kopi. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Lakukan identifikasi pada bahan pangan yang sering saudara temui yang . Teknik kultur in-vitro 4. Aklimatisasi dan penanaman pada media tanah . jambu mete. pulai.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 8. pulasari Rami dan jati. cengkeh. media yang sesuai . Herbisida dan tahan OPT. SOAL: 1. Mengapa bidang bioteknologi penting untuk dikembangkan pada sector pertanian. Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman 3. Jelaskan tentang materi genetic yang kamu ketahui. papaya. DNA RNA DNA sebagai bahan genetik Teknik kultur in-vitro Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Teknik kultur in vitro banyak digunakan untuk pengadaan bibit berbagai tanaman. Bioteknologi tanaman 2. pembentukan tunas dan akar. 2.

2. Lakukan diskusi kelompok. apakah sekolah saudara memunkinkan untuk mengembangkan bidang bioteknologi.berasal dari hasil bioteknologi. mengapa demikian. 328 .

Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. cara tersebut dapat dilakukan dengan menanam bagian tanaman di tempat yang cocok dan diberi perlakuan-perlakuan khusus. Cara ini lebih dikenal sebagai kultur jaringan. Waktu itu. Namun. mata tunas. serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. berita tersebut telah menggemparkan khalayak ramai dan dianggap tidak masuk akal. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. kejadian di atas tidak menjadi aneh dan dapat diterima oleh akal. KULTUR JARINGAN Sebelum tahun 1980-an. Metode kultur jaringan . mungkin terasa aneh mendengar berita bibit tanaman yang dihasilkan dari potongan daun. khususnya bioteknologi. Secara ringkas. selanjutnya dalam waktu tertentu dapat tumbuh menjadi tanaman normal seperti tanaman di kebun. Bahkan orang menganggap berita itu sangat bertentangan dengan kebiasaan yang dilihat orang pada umumnya. seiring dengan perkem-bangan zaman serta ilmu pengetahuan dan teknologi.BAB 9.

Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Aklimatisasi Tehnik pembenihan Tanaman 329 . kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin. dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas. Penyiapan fasilitas laboratorium . kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. Pembuatan media . Penyiapan alat dan bahan . mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. Multiplikasi . Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah: . Pengakaran . Inisiasi .dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman. Sterilisasi . antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya.

autoclave. Bahan-bahan yang diperlukan adalah bahan kimia untuk nutrisi tanaman. diperlukan juga bahan tambahan seperti agar. fasilitas laboratorium mutlak diperlukan. Selain itu. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf. dan lain-lain. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral. Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. terdapat sumber air dan mempunyai ruangan-ruangan yang diperlukan. baik jenisnya maupun jumlahnya. Sama dengan pengembangan bidang pertanian yang lainnya. kegiatan kultur jaringan memerlukan alat dan bahan. Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. dissecting set. Alatalat kultur jaringan yang minimal harus disediakan adalah laminar air flow cabinet. Laboratorium dapat disediakan mulai dari laboratorium yang sederhana sesuai dengan kriteria yang ditentukan. tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. vitamin. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. yaitu dapat digunakan sebagai tempat kegiatan yang bersifat aseptik (bebas mikroba/ steril). hormonhormon pertumbuhan dan bahanbahan untuk kegiatan sterilisasi. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi. dan glass ware (alat-alat gelas).Dalam pengembangan usaha kultur jaringan. gula. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah . dan hormon.

Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan 330 . yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril.tunas. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar. Pengakaran adalah fase di mana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan.

akasia. bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif. dll.akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Biji Anggrek . sengon. Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Pemindahan dilakukan secara hatihati dan bertahap. Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. antara lain adalah: jati. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan Tanaman Dewasa Bibit Siap Tanam dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan.

Proses produksi benih dan tanaman anggrek dengan cara kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 331 .Plantlet Bibit dalam Botol Bibit Aklimatisasi Gambar 9.1.

Selain kesenjangan teknologi di lini akademisi. jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (didalam gelas). Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10. Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek. Bibit yang dihasilkan seragam . Selain itu. Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu) . dan deraan lingkungan lainnya. salah satu penyebab teknologi ini menjadi sangat . Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama. bahkan hampir dikatakan jalan di tempat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat. tidaklah heran jika impor bibit anggrek dalam bentuk flask sempat membanjiri nursery-nursery anggrek di negara kita. dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. Perkembangan kultur jaringan di Indonesia terasa sangat lambat. Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah . Kultur jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar. publik dan pecinta anggrek.Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. tunas.000 planlet/bibit) . hemat waktu. penyakit. dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahan-lahan yang kosong dapat dipercepat dihijaukan kembali. Keuntungan pemanfaatan kultur jaringan . Pengadaan bibit tidak tergantung musim . lembaga penelitian.

karena melalui kuljar banyak hal yang bisa dilakukan dibandingkan dengan metode konvensional. khususnya yang berkaitan dengan teknologi kultur jaringan. Indonesia memiliki keaneka-ragaman hayati yang luar biasa. salah satunya adalah anggrek. Hal ini dapat dilihat pada kelompok petani pengkultur biji anggrek di Malang yang telah sedemikian banyak. Potensi ini sangat berharga bagi pengembang dan pecinta anggrek di Indonesia. Kultur meristem. sehingga sangat tepat digunakan pada tanaman anggrek 332 .lambat perkembangannya adalah karena adanya persepsi bahwa diperlukan investasi yang sangat mahal untuk membangun sebuah lab kultur jaringan. Sementara itu hanya sebagian kecil pihak yang mampu melakukan pengembangan dan pemanfaatan anggrek spesies. Tidak dipungkiri bahwa metode terbaik hingga saat ini dalam pelestarian dan perbanyakan anggrek adalah dengan kultur jaringan. belum lagi pencurian terang-terangan ataupun terselubung dengan dalih kerjasama dan sumbangan penelitian baik oleh masyarakat kita maupun orang asing. dapat menghasilkan anggrek yang bebas virus. lab kultur jaringan dapat disederhanakan dengan melakukan modifikasi peralatan dan bahan yang digunakan. sehingga sangat dimungkinkan kultur jaringan seperti home industri . Beberapa gambaran dan potensi yang bisa dimunculkan dalam kultur jaringan diantaranya adalah : . khususnya potensi genetis untuk menghasilkan anggrek silangan yang memiliki nilai komersial tinggi. Secara prinsip. diperkirakan sekitar 5000 jenis anggrek spesies tersebar di hutan wilayah Indonesia. dan hanya cocok atau feasible untuk perusahaan. Potensi tersebut akan menjadi tidak berarti manakala penebangan hutan dan eksploitasi besar-besaran terjadi hutan kita.

. termasuk virus. selain itu dengan kultur anther berpeluang memunculkan sifat resesif unggul yang pada kondisi normal tidak akan muncul karena tertutup oleh yang dominan .spesies langka yang telah terinfeksi oleh hama penyakit. Dengan tekhnik poliploid dimungkinkan untuk mendapatkan tanaman anggrek giant atau besar. secara alami mutasi sangat sulit terjadi. Mutasi. Sebagian penganggrek telah mampu melakukan tekhnik ini. Kloning. . Dengan memberikan induksi tertentu melalui kultur jaringan hal tersebut lebih mudah untuk diatur. Tekhnik ini salah satunya dengan memberikan induksi bahan kimia yang bersifat menghambat (cholchicine) . Dengan demikian sangat dimungkinkan untuk menghasilkan tanaman anggrek mini. Beberapa literatur peluangnya 1:100 000 000. Kultur anther. khususnya untuk jenis anggrek bunga potong. Bank plasma.2 Contoh skema laboratorium kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 333 . bisa menghasilkan anggrek dengan genetik haploid (1n). sehingga bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan anggrek diploid (2n). tekhnik ini memungkinkan untuk dihasilkan anggrek dengan jumlah banyak dan seragam. Baik untuk spesies langka Indonesia maupun dari luar negeri untuk menjaga keaslian genetis yang sangat penting dalam proses pemuliaan anggrek. Tanaman yang mengalami mutasi permanen biasanya memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi . dengan meminimalkan pertumbuhan secara in-vitro kita bisa mengoleksi tanaman anggrek langka tanpa harus memiliki lahan yang luas dan perawatan intensif. Gambar 9.

Peralatan. nyalakan lampu . Untuk menghemat tenaga listrik.Gambar 9. Dalam suatu laboratorium minimal terdapat 5 ruangan terpisah. ruang tanam. pinset. pisau. terlihat adanya air flow cabinet yang berfungsi sebagai tempat inokulasi ekspan pada media tanam. b. yaitu gudang (ruang) untuk penyimpanan bahan. AC.3 Situasi bagian dalam laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca sebagai fasilit as pendukung laboratorium kultur jarinagan 9.2 Peralatan dan Bahan Kimia a. Untuk ukuran laboratorium sekitar 250 m2.4.000 planlet/bibit. bibit yang dapat diproduksi tiap tahun sekitar 400 500. dekat dengan sumber tenaga listrik dan air. Satu malam sebelum lat digunakan. Pada gambar 9. yang dapat memenuhi pertanaman seluas 500 800 ha. dan kulkas. ruang inkubasi (untuk pertunasan dan pembentukan plantlet/bibit tanaman) dan rumah kaca. hot plate + stirer. Kapasitas Labotarium Ukuran laboratorium tergantung pada jumlah bibit yang akan diproduksi. Langkah kerja penggunaan air flow cabinet adalah sebagai berikut: . rak kultur. ruang pembuatan media.1 Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan a. 9. Persyaratan Lokasi Laboratorium kultur jaringan hendaknya jauh dari sumber polusi. Untuk memproduksi bibit melalui kultur jaringan peralatan minimal yang perlu disediakan adalah: laminar air flow. pH meter. ada baiknya bila laboratorium kultur jaringan ditempatkan di daerah tinggi. agar suhu ruangan tetap rendah. bahan serta pemeliharaan alat. oven.

UV untuk menstrerilkan bagian dalam air flow cabinet , dan menimalkan kontaminasi yang disebabkan olek mikroba. . Pagi hari, lampu UV dimatikan (jangan lupa mematikan lampu UV , apabila lampu UV menyala pada saat bekerja maka operator dalam kondisi berbahaya karena dapat terkontaminasi radiasi UV yang dapat mengakibatkan iritasi kulit dan selaput mata serta gangguan reproduksi. . Setelah lampu UV dimatikan, bagian dalam laminar didesinfeksi dengan alkohol 70% dan laminar siap digunakan. Bahan- bahan kimia yang dibutuhkan untuk kegiatan kultur jaringan adalah 334

garam hara makrodan mikro, vitamin, zat pengatur tumbuh, asam amino, alkohol, clorox. Gambar 9.4 Berbagai peralatan kultur jaringan: Air flow cabinet. saringan, autoclave, Dissecting set dan nutrisi tanaman dan Mikroskop (searah jarum jam) Gambar 9.5 Salah satu contoh pohon induk bunga krisan dengan keunggulan bunga lebih tahan dan warna bunga lebih beragam Semua peralatan dan mesin-mesin yang digunakan dalam kultur jaringan harus selalu dipehara secara rutin. Pemeliharaan alat dan mesin kultur jaringan pada prinsipnya sama dengan pemeliharaab tanaman yang terdapat pada BAB 3. Pada umumnya pemeliharaan alat terdiri dari perencanaan pemeliharaan, pelaksanaan pemeliharaan,monitoring pemeliharaan peralatan dan tindak lanjut pemeliharaan peralatan. Contoh perencanaan pemeliharaan pada perabot gelas (glassware) selalu langsung dibersihkan sesegera mungkin setelah pemakaian. Pemeliharaan mesinmesin besar seperti genset pada umumnya direncanakan setiap tiga enem bulan sekali. Monitoring pemeliharaan harus dilakukan secar melekat sehingga semua operator alat mempunyai instruksi kerja alat yang bersangkutan dan umumnya sudah ada pada setiap pembelian alat. Monitoring pemeliharaan umumnya dilakukan secar peiodik misalnya setiap bulan. Tindak lanjut dari pemeliharaan selalu dilakukan apabila terdapat alat dan mesin pembenihan yang rusak dan harus diperbaiki. Untuk melaksanakan proses pemeliharaan alat da mesin pembenihan biasanya diupayakan budget pemeliharaan 5-10% dari aset perusahaan.

b. Sumber eksplan. Eksplan berupa mata tunas, diambil dari pohon induk yang fisiknya sehat. Tunas tersebut selanjutnya disterilkan dengan alkohol 70%, HgCl2, 0,2%, dan Clorox 30%. 9.3 Media Tanaman Keberhasilan dalam penggunaan metode kultur jaringan, sangat bergantung pada media yang digunakan. Media kultur jaringan tanaman menyediakan tidak hanya unsur hara-unsur hara makro dan mikro, tetapi juga karbohidrat yang pada umumnya berupa gula untuk menggantikan karbon yang biasanya didapat dari atmosphere melalui fotosintesis. Hasil yang lebih baik akan dapat kita jangkau/peroleh, bila ke dalam media tersebut ditambahkan vitaminvitamin, amino acid, dan zat pengatur tumbuh. Walaupun sudah diusahakan untuk menghindarkan penggunaan komponen-komponen yang tidak jelas (komponennya) seperti juice, yeast ectracts dan casein hydrolysate, tetapi kadang-kadang kita bisa memperoleh hasil yang lebih tinggi dengan penambahan tersebut. Sebagai contoh, air kelapa masih sering digunakan di laboratorium-laboratorium penelitian, sedangkan pisang masih merupakan Tehnik pembenihan Tanaman 335

komponen tambahan yang sangat popular pada media anggrek. Gambar 9.6 Siklus kultur jaringan Media kultur tersusun dari beberapa atau seluruh komponen berikut: . Hara makro yang digunakan pada semua media. . Hara mikro hampir selalu digunakan. Ada beberapa komposisi media yang hanya menggunakan best atau besikelat. . Vitamin-vitamin, umumnya ditambahkan dalam jumlah yang bervariasi. . Gula, merupakan keharusan, kecuali untuk tujuan yang sangat khusus. . Asam amino dan N organik. . Persenyawaan-persenyawaan kompleks alamiah seperti: air kelapa, ekstrak ragi (yeast extract), juice tomat, ekstrak kentang, dan sebagainya. . Buffer, terutama buffer organik. . Arang aktif. Sering dipergunakan untuk menstimulir pertumbuhan akar. . Zat pengatur tumbuh: terutama auksin dan sitokinin. Zat pengatur tumbuh merupakan komponen yang sangat penting dalam media kultur jaringan. Tetapi jenis dan konsentrasinya sangat tergantung pada jenis tanaman dan tujuan kulturnya. . Bahan pemadat. Untuk membuat media padat, bisanya digunakan agar. a. Unsur Hara dalam Media 1) Unsur makro dalam media kultur Pada awalnya, unsur-unsur makro pada media kultur jaringan tanaman dibuat berdasarkan larutan untuk hidroponik. Unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman di lapangan merupakan kebutuhan pokok yang

disediakan dalam media. Unsur-unsur hara diberikan dalam bentuk garam-garam anorganik. Komposisi media dan perkembangannya didasarkan pada pendekatan masing-masing peneliti. Dalam periode tahun 1930-1940, formulasi media terutama ditujukan untuk menumbuhkan akar. Pada masa itu, diperoleh suatu hasil yang menyatakan bahwa larutan garam-garam makro dengan konsentrasi rendah, lebih balk daripada media dengan konsentrasi tinggi. Penemuan ini banyak diterapkan untuk tujuan menginduksi pembentukan akar pada pucuk-pucuk yang diperoleh melalui kultur in vitro. Media yang paling sering digunakan untuk induksi adalah media White. Kultur kalus berhasil dikembangkan pada tahun 1937. Kultur kalus tersebut, juga ditumbuhkan pada media dengan konsentrasi garam-garam yang rendah seperti dalam kultur akar. Nobecourt misalnya, pada tahun 1937, menggunakan setengah konsentrasi dari larutan Knop yang biasa digunakan untuk hidroponik, untuk menumbuhkan kalus wortelnya (George & Sherrington, 1984). Percobaan yang sangat penting yang dilakukan oleh Hildebrant dan grupnya 336

pada tahun 1946, telah menbawa perbaikan media untuk kultur jaringan tumor tembakau dan bunga matahari. Media Hildebrant dikembangkan dari media White. Dalam kultur jaringan tumor bunga matahari, ditemukan bahwa unsur makro yang dibutuhkan kultur tersebut, lebih tinggi dari pada yang dibutuhkan oleh kultur tembakau. Tanaman sumber eksplan untuk kultur jaringan Menyediakan potongan daun bahan transfeksi plasmid-bakteri dilakukan dalam laminar flow cabinet Serpihan daun dimasukkan dalam suspensi Agrobacterium tumifaciens Produksi kalus pada lempeng daun eksplan. Bagian berwarna hijau menunjukkan sel yang berhasil hidup dari agen penyeleksi Pemotongan daun dari tanaman yang ditumbuhkan secara invitro, dilakukan dalam laminar flow cabinet Simpan satu malam (fase stasioner) kultur Agrobacterium tumifaciens Lempengan daun bersatu dengan media callus (CIM= callus induction media) dalam kultur sel, dicirikan dengan adanya bakteri (berwarna putih) yang tumbuh pada sisi daun Terjadi rangsangan tumbuhnya batang pada daun eksplan, terjadi dalam kondisi adanya agen penyeleksi Bagian batang yang terbentuk mulai memasuki media akar (RIM= root induction media Akar mulai tumbuh pada media akar karena adanya agen seleksi

Terjadi pertumbuhan akar dan batang secara ekstensif pada individu tanaman baru Tanaman sempurna hasil proses transgenik baru telah berkembang dalam tabung Gambar 9.7. Proses produksi tanaman transgenik Level dari unsur P, Ca, Mg dan S pada media untuk tumor matahari ini, ternyata sama dengan media untuk jaringan normal yang dikembangkan kemudian. Konsentrasi NO3 dan K+ yang digunakan memang lebih tinggi dari media White, tetapi masih lebih rendah daripada media-media lain yang umum digunakan sekarang. Perbaikan yang paling penting adalah pengembangan komposisi unsur makro yang universal, yang mendukung pertumbuhan semua jaringan. Dalam media ini ditambahkan amonium, dan konsentrasi NO3 dan K+ ditingkatkan. Media ini tidak saja menunjang pertumbuhan kalus, tetapi juga mendukung pembentukan pucuk dan embriogenesis pada banyak jenis tanaman yang dikultur secara in vitro. Tanaman lengkap di, lapangan dapat tumbuh dengan baik dalam larutan yang hanya mengandung N dari Nitrat. Tapi pada tahun 1922, Knudson yang bekerja dengan anggrek menemukan bahwa penambahan 7.6 mM NH4 disamping 8.5 mM NO3 sangat baik untuk perkecambahan dan pertumbuhan biji anggrek. Banyak akhli kultur aringan betpendapat bahwa Morel mungkin tidak akan berhasil mengorbitkan metode kultur jaringan untuk tujuan komersial, bila NH4+ tidak ditambahkan dalam medianya. NH4 ternyata dibutuhkan untuk perkembangan protocorm. Nitsch dapat dikatakan sebagai orang

pertama yang menggunakan NO3 dan K+ dengan kadar yang cukup tinggi didalam percobaannya pada kultur jaringan tanaman artichoke Jerusalem. Penambahan amonium khlorida sebanyak Tehnik pembenihan Tanaman 337

0.1 nM menghasilkan pertumbuhan jaringan yang menurun. Hereka mengambil kesimpulan, bahwa NH4+ tldak diperlukan dalam kultur jaringan. Tetapi pada waktu yang: bersamaan, Prof. Skoog dan grupnya menunjukkan bahwa NH4 sangat menunjang pertumbuhan kalus tembakau (Miller et al, 1956). Wood & Braun (1961) yang meneliti pertumbuhan sel dari jaringan normal dibandingkan dengan jaringan tumor pada tanaman Venca rosea (Catharanthus roseus), mendapatkan bukti-bukti tentang keuntungan penambahan amonium kedalam media White yang sudah dimodifikasi. Konsentrasi NO3, K+, NH4+, dan KH2PO4 yang diperoleh, hampir sama dengan yang dikembangkan oleh Miller. Gambar 9.8 Sumber explant dari daun, potongan explant dicuci klorox, explant steril ditanaman dalam wadah kultur, hasil kultur jaringan 1. Media MS. Penelitian perbaikan komposisi media di laboratorium Skoog, dikulminasikan dalam publikasinya tentang kebutuhan garam anorganik yang mendukung pertumbuhan optimum pada kultur jaringan tembakau. Media baru yang sudah diperbaiki itu disebut media Murashige & Skoog yang biasa dituliskan sebagai media MS. Media MS mengandung 40 mM N dalam bentuk NO3 dan 29 mM dalam bentuk NH4 Kandungan N ini, lima kali lebih tinggi dari N total yang terdapat pada media Miller, 15 kali lebih tinggi dari me dia tembakau Hildebrant, dan 19 kali lebih tinggi dari media White. Kalium juga ditingkatkan sampai 20 mM, sedangkan 1.25 mM unsur makro lainnya, juga dinaikkan sedikit. Walaupun unsur-unsur makro dalam media MS dibuat untuk kultur kalus tembakau, tetapi komposisi MS ini pada umumnya juga mendukung kultur jaringan tanaman lain. Dibandingkan dengan media-media lain, media MS

paling banyak digunakan untuk berbagai tujuan kultur. Pada tahun-tahun sesudah penemuan media MS, banyak dikembangkan media-media lain. Berdasarkan media MS tersebut, antara lain media: . Lin & Staba, menggunakan setengah dan komposisi unsur makro MS, dengan modifikasi 9 mM amonium nitrat yang seharusnya 10 mM bila setengah dari komposisi MS. Sedangkan KH2PO4 yang digunakan 0.5 mM, tidak 0.625 mM sebagai setengah, dari MS. Larutan garam makro Lin & Staba, kemudian digunakan oleh Halperin dalam penelitian embrio-genesis dari kultur jaringan wortel. Media ini, juga digunakan oleh Bourgin & Nitsch (1967) serta Nitsch & Nitsch (1969) dalam penelitian kultur anther. . Durzan et al (1973) membuat modifikasi media MS untuk. kultur suspensi sel White spruce dengan cara mengurangi konsentrasi K+ dan NO3 , tetapi konsentrasi Ca+2 nya ditingkatkan. . Chaturvedi et al (1978) mengubah media MS untuk kultur pucuk Bougainvillea glabra dengan menurunkan konsentrasi NO3 , K+, Ca+2, Mg+2 dan SO4-3 Meskipun unsur-unsur makro MS merupakan titik tolak pengenbangan media-media lain, tetapi dalam kasuskasus tertentu, pemakaian konsentrasi unsur-unsur makro yang lebih rendah dari pada konsentrasi yang terdapat pada media MS terbukti lebih baik. Telah ditunjukkan bahwa dalam media MS dapat terjadi pengendapan parsenyawaan. 338

Pengendapan ini tidak terlihat dalam media padat, tetapi terlihat jelas pada media cair. Kebanyakan dari persenyawaan yang mengendap adalah fosfat dan besi, kemudian dalam jumlah yang lebih sedikit adalah Ca, K, N, Zn dan Mn. Yang paling sedikit adalah C, Mg, K, Si, H, S, Ca dan Co. Setelah tujuh hari dibiarkan, maka kira-kira 50 % dari Fe dan 13% dari PO4+ mengendap (Dalton et al, 1983). Pengendapan unsur-unsur tersebut mungkin tidak penting, karena unsur-unsur tersebut masih tersedia bagi jaringan tanaman dan pengaruh pengendapannya belum diketahui. Untuk mengatasi pengendapan Fe, Dalton dan grupnya menganjurkan supaya konsentrasi Fe dikurangi sampai 1/3 dengan EDTA yang tetap. b) Media B5 Media B5 dikembangkan oleh Gamborg dan grupnya pada tahun 1968 untuk kultur suspensi kedelai. Pada masa ini media B5 juga digunakan untuk kulturkultur lain. Media ini dikembangkan dari komposisi PRL-4, yang juga dikembangkan pada tahun 1968. Media ini menggunakan konsentrasi HH4+ yang rendah, karena konsentrasi yang lebih dari 2mM menghambat pertumbuhan sel kedelai. Fosfat yang berikan adalah 1 mM, Ca+2 antara 1-4 mM, sedangkan Mg+2 antara 0.5 3. Gambar 9.9 Produksi benih vegetatif bawang (Alium sp.) secara kultur jaringan 2. Media SH Media Schenk & Hildebrant merupakan media ylng juga cukup terkenal, diintroduksi untuk kultur kalus tanaman monokotil dan dikotil. Konsentrasi ion-ion dalam komposisi media SH sangat mirip dengan komposisi yang dibuat oleh Gamborg et al, dengan perbedaan kecil yaitu level Ca+2, Mg+2, dan PO4-3 yang lebih tinggi. Schenk &

Hildebrant mempelajari pertumbuhan jaringan dari 37 jenis tanaman dalam media mereka dan mendapatkan bahwa: 32% dari species yang dicobakan, tumbuh dengan sangat baik, 19% baik, 30% sedang, 14% kurang baik, dan 5% buruk pertumbuhannya. Tetapi karena zat tumbuh yang diberikan pada. tiap jenis tanaman tersebut berbeda, maka hasil yang dipublikasi pada tahun 1972 ini sebenarnya sukar dipahami. Namun demikian, media SH ini; cukdp luas penggunaannya, terutama untuk legume. 3. Media WPM Media ini yang mempunyai kepanjangan Woody Plant Medium dikembangkan oleh Lloyd & Mc Cown pada tahun 1981, merupakan media dengan konsentrasi ion yang rendah pada jaman sesudah penemuan media MS. Media ini konsisten dengan media untuk tanaman berkayu yang dikembangkan oleh akhli lain, tetapi sulfat yang digunakan lebih tinggi dari sulfat pada media tanaman berkayu lain. Saat ini WPM banyak digunakan untuk perbanyakan tanaman hias berbentuk perdu dan pohon-pohon. 2) Unsur mikro dalam kultur jaringan Hara mikro: Fe, Mn, Zn, B, Cu Co, dan Mo adalah komponen protein sel tanaman yang panting dalam proses metaholisme dan proses fisiologi lain. Pentingnya Fe untuk tanaman telah diketahui sejak akhir abad yang lalu, sedangkan unsur-unsur lainnya barn diketahui pada tahun antara 1914-1939. Dalam kultur jaringanpun demikian pula. Tehnik pembenihan Tanaman 339

Pada mulanya, unsur mikro juga diragukan. Pada tahun 1922, Knudson yang menambahkan Fe dan Mn dalam media untuk perkecambahan anggrek, mendapatkan hasil yang sangat baik. Pada tahun antara 1934- 1939, Barthelot, Gautheret, dan Nobecourt menganjurkan pemakaian Cu, Co, Ni, Ti dan Be dalam media kultur. Pada tahun 1946, Hildebrant dan kawan kawannya menentukan kebutuhan B, Mn, Zn dan Fe yang optimum, untuk pertumbuhan kalus tanaman tembakau dan bunga matahari. Mo diperkenalkan oleh Buerk Holder dan Nicks pada tahun 1949. Percobaan Heller pada tahun 1953 merupakan percobaan yang jelas membuktikan pentingnya unsur Fe, B, Mn, Zn, dan Cu Dalam kultur wortel yang ditumbuhkan pada media Gautheret, Heller menemukan bahwa tanpa unsurunsur Fe dan sebagainya, kultur akan mati setelah 3-5 kali disubkultur. Bila salah satu dari unsur makro N, P, K, Ca, Mg, dan S dihilangkan dari media, maka kultur akan mati setelah disubkultur sebanyak 1-2 kali. Hasil ini menunjukkan kepentingan relatif unsur makro dan unsur mikro. Kultur akar juga dipergunakan untuk mempelajari keperluan hara mikro. Zn sangat diperlukan untuk pertumbuhan akar tomat yang normal (Eltinge & Reed, 1940 dalam George & Sherrington, 1984). Sedangkan tanpa Cu, pertumbuhan berhenti sama sekali seperti yang diulas Glasstone, 1947 (George & Sherrington, 1984). Dalam kultur kotiledon selada tanpa Mn, maka jumlah pucuk yang dihasilkan berkurang. Mn dalam level yang tinggi dapat merupakan kompensasi untuk Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistim enzime tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948. Kekurangan Boron mengurangi laju pertumbuhan kultur sel tebu, bunga matahari, dan wortel. Sebaliknya konsentrasi lebih tinggi dari 2 mg/l, bersifat meracun terhadap kultur. Dalam beberapa species ternyata terdapat

interaksi antara B dan auksin dalam pengaturan pengakaran pada percobaan stek. Unsur Seng, Aluminium, dan Nikel, tidak banyak dipeiajari efeknya terhadap pertumbuhan kultur. Untuk Seng, diketahui bahwa unsur ini dibutuhkan dalam sintesa tryptophan; sedangkan untuk Al dan Ni belum ada bukti- bukti yang cukup yang menyatakan bahwa unsur-unsur tersebut terlibat dalam metabolisme penting dalam sel. Unsur Al dan Ni jarang ditambahkan dalam formulasi media, hanya Heller dan beberapa peneliti lain yang menambahkan. Tetapi penambahan Al dan Ni tidak mempunyai pengaruh apaapa. Iodine juga merupakan unsur yang tidak diketahui kontribusinya dalam kultur jaringan tanaman, tetapi 65% dari komposisi media yang dikembangkan, menambahkan unsur ini. Penambahan ini dilakukan setelah White menyatakan bahwa iodine dapat memperbaiki pertumbuhan akar tomat yang dikultur secara in vitro. Dalam media Euwens yang dikembangkan pada tahun 1976 untuk kelapa, iodine yang ditambahkan 0.05 mM; nilai ini 10 kali lebih tinggi dari level yang terdapat dalam komposisi MS. b. Perkembangan Komposisi Vitamin Vitamin yang paling sering digunakan dalam media kultur jaringan tanaman, adalah thiamine (vitamin B1), nicotinic acid (niacin) dan pyridoxine (vitamin B6). Thiamine merupakan vitamin yang esensial dalam kultur tanaman. Penambahan nicotinic acid ke dalam jaringan media, banyak dilakukan setelah Bonner dan Devirian pada tahun 1939 menyatakan bahwa persenyawaan tersebut penting untuk kultur akar tomat, ercis dan lobak. Pada tahun yang sama peneliti Robbins dan Schmidt menemukan bahwa pyridoxin juga diperlukan dalam kultur akar tomat.

340

Myoinositol kemudian dipergunakan dalam komposisi Wood & Braun dan Hurashige & Skoog. merangsang dispersi sel c. memperbaiki pertumbuhan dan morfogenesis. Pantothenic acid juga ditemukan mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan beberapa jaringan tertentu. Dalam kultur suspensi sel clover dan kedelai. Oleh karena itu sering dipandang sebagai golongan vitamin untuk tanaman. Penambahan myoinositol kedalam media. Pembentukan pucuk dalam Haworthia sp. bukanlah vitamin dalam kebutuhan fisiologis hewan. Penambahan dalam kultur jaringan tanaman pada konsentrasi 0. Asam amino Asam amino merupakan sumber N . misainya dalam kultur Haworthia sp. dan dalam jumlah kecil didalam agar pasta. Keuntungan penambahan myoinositol pertama kali ditunjukkan oleh Jacoulot dalam kultur kambium tanaman elm. Myoinositol ditemukan dalam air kelapa. tergantung dari myo-inositol. Tetapi pantothenic acid tidak berdampak terhadap pertambahan jaringan wortel yang mungkin sudah disintesa dalam jumlah yang cukup dalam jaringannya. seperti Salix sp. kemungkinan. merangsang pembentukan kalus friable dalam kultur embrio jagung. Henurut George dan Sherrington. bila konsentrasi yang digunakan antara 201000 mg/ml.Myoinositol yang kadang-kadang juga disebut mesoinositol atau inositol. peranannya melalui keikutsertaannya dalam lintasan biosintesa asamD-galakturonat yang menghasilkan vitamin C dan pektin. Banyak peneliti menemukan bahwa myoinositol mempengaruhi morfogenesis kultur. Vitamin E (tocopherol) merupakan anti-oksidan dalam jaringan manusia yang dapat merangsang sifat juvenil dalam fibroplast paru-paru.95 mM. Dan juga ada kemungkinan inkorporasinya dalam fosfoinositida dan fosfatidil inositol yang berperanan dalam pembelahan sel.

Tapi Linsmaier dan Skoog pada tahun 1965 menemukan bahwa glycine tidak memperbaiki pertumbuhan kalus tembakau. L-cysteine misalnya. tetapi sel yang ditumbuhkan dalam media dengan nitrat. dalam media dengan komposisi garam anorganik yang tepat. Glycine merupakan asam amino yang ditambahkan sejak tahun 1939. mempunyai pengaruh mengurangi browning pada kultur jaringan tebu. Sumber N yang berbeda ini memberikan pengaruh yang berbeda juga.mg/1. penambahan Glycine lebih baik daripada ekstrak ragi. setelah White menunjukkan bahwa dalama kultur tomat. Ada beberapa asam amino saling . Sebaiknya tidak menambahkan keduanya bersamasama. tidak menunjukkan gejala yang demikian. karena dapat menghambat pertumbuhan walaupun pada konsentrasi yang rendah. Glycine merupakan komposisi tetap dalam banyak formulasi media dan diberikan dengan konsentrasi 2 . penambahan campuran asam amino seperti yang terdapat dalam casein hidrolisat tidak memberikan pengaruh yang nyata. seperti yang dilaporkan.organik. Kedua asam amino tersebut mempunyai efek cooperasi dalam penghambatan.. Menurut Gamborg. ditemukan bahwa sel-sel menjadi panjang-panjang. Beberapa asam amino memang dibuktikan mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan kultur. Penambahan asparagin dan alanin merangsang pembentukan pucuk dalam kultur Torenia. Dalam media B5 yang dikembangkan oleh Gamborg dan grdpnya untuk pertumbuhan sel akar kedelai. Pada kultur sel sycamore. Lysine dan threonine merupakan asam amino yang harus digunakan secara hati-hati. L-asparagine digunakan oleh Green dan Phillips (1974) untuk merangsang regenerasi dalam kultur jaringan jagung. tidak diperlukan penambahan bahan organik lain.

Tehnik pembenihan Tanaman 341 .

tipe petumbuhan yang dikehendaki . jaringan. Level auksin dalam eksplan tergantung dari bagian tanaman yang diambil dan.antagonis terhadap sesamanya. Auksin digunakan secara luas dalam kultur jaringan untuk pertumbuhan kalus. Selain auksin dan sitokinin. L-argine dan L-lysine.konsentrasi. Level zat pengatur tumbuh endogen ini kemudian. Selain itu juga dipengaruhi oleh musim dan umur tanaman. Kemampuan jaringan mensintesa auksin . mengubah level zat pengatur tumbuh endogen sel. L-leucine dan DL-valine. level auksin endogen . Sel-sel ini disebut sel-sel yang habituated. 1) Auksin. seperti phenyl-alanine dan tyrosine. Golongan zat tumbuh lain yang ditambahkan. suspensi sel dan organ. Zat pengatur tumbuh ini mempengaruhi-pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur sel. menentukan arah perkembangan suatu kultur. jenis tanamannya. Jenis . Zat Pengatur Tumbuh Dalam kultur jaringan. dan organ. Auksin alamiah adalah Indole Acetic Acid (IAA). tergantung dari: . giberelin dan persenyawaan-persenyawaan lain juga ditambahkan dalam kasus-kasus tertentu. lnteraksi dan perimbangan antara zat pengatur tumbuh yang diberikan dalam media dan yang diproduksi oleh sel secara endogen. Dalam kultur in vitro ada sel-sel yang dapat tumbuh dan berkembang tanpa auksin seperti sel-sel tumor. merupakan trigering factor untuk prosesproses yang tumbuh dan morfo-genesis. d. Penambahan auksin atau sitokinin eksogen. dua golongan zat pengatur tumbuh yang sangat penting adalah sitokinin dan auksin. Pemilihan jenis auksin dan.

4-Dichlorophenoxyacetic Acid C213 Menghambat tunas tambahan (axillary) p-Chlorophenoxyacetic acid P717 Menghambat perpanjangan akar Picloram D159 Dicamba Cytokinins 6-Benzylaminopurine B800 Meningkatkan pembentukan batang 6-. Potassium I530 Induksi somatik embrio Salt N600 Pembelahan sel a-Naphthaleneacetic Acid D299 Pembentukan dan pertumbuhan kalus 2..-Dimethylallylaminopurine D525 Menghambat pemebntukan akar (2iP) K750 Memacu pembelahan sel Kinetin T888 Memicu dan pertumbuhan inisiasi Thidiazuron (TDZ) C279 Merangsang pertumbuhan dan pemecahan tunas tambahan N-(2-chloro-4-pyridyl).Hormon Nama Produk Nomor Produk Number Fungsi dalam Kultur Jaringan Indole-3 -Acetic Acid Auxins I 885 Pembentukan akar (konsentrasi tinggi) Indole-3-Butyric Acid I538 Pembentukan batang (konsntrasi rendah) Indole-3-Butyric Acid.Z125 Menghambat perpanjangan batang N Phenylurea Z899 Menghambat penuaan daun Zeatin 342 ..

Pengasaman dinding menyebabkan K+ diambil. . mungkin melalui transkripsi. 2. Abscisic Abscisic Acid A102 Merangsang pembentkan tuber Acid Merangsang pematangan embrio Memicu awal dormansi Polyamines Putrescine P733 Memicu kecepatan pemebtukan akar Spermidine S837 Memicu somatic embryogenesis Memicu pemebntukan batang (shoot) Pengaruh auksin terhadap pertumbuhan jaringan tanaman diduga melalui dua cara: . dan pengambilan ini mengurangi potensial air dalam sel. Indole butyric acid (IBA). berat molekul 186. Akibatnya air masuk ke dalam sel dan sel membesar . berat nolekul 221.Zeatin Riboside Gibberellins Gibberellic Acid G500 Merangsang perpanjangan batang Memecah dormansi. IAA. embrio dan tunas apikal Menghambat kecepatan pembentukan akar Paclobutrazol dan ancymidol menghambat sintesis gibberellin. berat molekul 203.04 .4-dichlorophenoxy acetic acid (2.40). mempengaruhi metabolisme RNA yang berarti metabolisme protein. berat molekul 202.21 .19 . Menginduksi sekresi ion H+ keluar sel melalui dinding sel. Naphtoxy acetic acid (NOA). Auksin sintetik yang sexing digunakan dalam kultur jaringan tanaman adalah: . Naphtaleine acetic acidi-naphtyl (NAA). perkembangan benih. dengan berat nolekul 175.21 .24 . 4-Chlorophenoxy acetic acid (4-CPA). dengan demikian dihasilkan batang yang pendek. molekul RNA.

Sitokinin yang pertama ditemukan. 2. adalah kinetin yang diisolasi oleh Prof. Kinetin.04 . Persenyawaan tersebut kemudian dinamakan kinetin. (6-furfuryl amino purine). IAA conjugate: IAA-L-alanine IAAGlycine 2) Sitokinin Golongan sitokinin adalah turunan dari adenine.6-trichloro picolinic acid (Picloram). sitokinin ada yang alamiah dan sintesis.6-Dichloro anisic acid (Dicamba).25. 2iP (N6-2-isopentanyl adenine. Skoog dalam Laboratorium Botany di University of Wisconsin. (4-hydroxyl 73-methyl-trans-2butenyl amino purine). atau 6-(t. Seperti juga auksin. berat Tehnik pembenihan Tanaman 343 . berat molekul 255.5-trichloro acetic acid. Kinetin diperoleh dari DNA ikan herring yang diautoklaf dalam larutan yang asam. Persenyawaan dari DNA tersebut sewaktu ditambahkan ke dalam media untuk tembakau. berat molekul 219. 3. Zeatin.46 .60 .4.berat molekul 186.5. berat molekul 241.Golongan ini sangat penting dalam pengaturan pembelahan sel dan morfogenesis. Sitokinin yang biasa digunakan dalam kultur jaringan : . 4-Amino-3.t-dimetylallyl amino purine). ternyata merangsang pembelahan sel dan diferensiasi sel. berat molekul 215.25 . . berat molekul 221.49 .

5-5.21.13 . Tetapi dalam kultur kalus dimana pertumbuhan sudah cepat hanyadengan auksin dan sitokinin.38. berat molekul 22 0.phenylurea.37 . berat molekul 309. Berat molekul GA3 346. 6(-benzylamino). BAP/BA (6-benzyl amino purine/6benzyl adenine). 2C 1-4 PU: N (2-chloro-4 pyridyl)-Nph enylurea. berat molekul 247.6-dichloro-4 pyridyl)-N. maka penambahan giberelin sering m enghambat. Thidiazurin urea).26 .-9-(2rahydropyranyl)-9H-purine. Pada umumnya giberelin terutama GA3 menghambat perakaran.25 3) Giberelin P enggunaan giberelin dalam kultur jaringan. 4) Zat Pengatur Tumbuh Yang Tidak Umum B .6-C1-4 PU: N (2. tanaman. berat molekul 225. dimana GA3 merangsang pembentukan pucuk dari potongan inflorescence. Pertumbuhan kentang juga ba ik bila 0.molekul 203. . 2. berat molekul 28 2.10 mg/1 GA3 dikombinasikan dengan 0. gula. Pengaruh positif giberelin ditemukan bit.01-0.0 mg/1 kinetin. kadang-kadang membantu morfogenesis.69 . PBA (SD 8339): .

Pada tahun 1948. juga ditambahkan persenyawaan yang kompleks. menemukan bahwa efek air kelapa pada pertumbuhan memjadi lebih baik. bila dalam media juga diberikan auksin. penambahan air kelapa dalam media yang mengandung 2.4-D dan air kelapa terjadi reaksi sinergistik yang memacu pertumbuhan kalus Daucus c arota. kadangkadang dalam media kultur jaringan. Tetapi tidak semua auksin dan air kelapa mempunyai kerja sama yang sinergis. dan ekstrak pisang. Steward dan Caplin (1951) mendapatkan bahwa antara 2. persenyawaan kompleks yang dimaksud adalah: air kelapa. casein hydrolysate. Auksin tertentu dan air kelapa. Dikegulac dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah pucuk dalam kultur sweet chery. ekstrak ragi. Caplin & Steward memperoleh pertumbuhan kalus yang lebih baik pada media dengan 5% air kelapa dan casein hydrolysate dari pada media dengan IAA. Penelitian yang lebih mendalam. Lin & Staba (1961) menemukan bahwa pada pertumbuhan kalus pe ppermint dan spearmint. e. ekstrak kentang.eberapa persenyawaan yang mempunyai sifat mengatur pertumbuhan dan perkembangan jaringan tanaman misalnya: glyphosate (N-phosphonomethyl glycine) dapat digunakan untuk merangsang pucuk dalam kalus alfalfa bila ditambahkan bersama-sama auksin dan sitokinin.4 . Persenyawaan Organik Kompleks D isamping golongan persenyawaan organik yang konstitusinya jelas. juice tomat. Gautheret menemukan bahwa air kelapa dapat digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan jaringan yang diisolasi dari cumber yang berlainan. P enggunaan air kelapa pertama kali dilaporkan oleh van Overbeek pada tahun 1941 dalam kultur embrio Datura stramonium. dapat bersifat sinergis. Pada tahun-tahun berikutnya. yang komposisinya dapat berbeda dari sumber yang satu dengan yang lainnya.

dan zat pengatur tumbuh. asam nukleat. antara lain: asam amino. purin.-0 meningkatkan pertumbuhan kalus.benzothiazoleox yacetic acid tidak. mineral. asamasam organik. vitamin. B ahan-bahan yang terkandung dalam air kelapa. gula alkohol. gula. sedangkan dengan 2. 344 . 9-B-D ribofuranosyl zeatin ditemukan oleh Letham pada tahun 1968 (George & Sherrington 1984). Zat pengatur tumbuh yang ditemukan dalam air kelapa antara lain : .

3) Juice tomat. Sumber asap amino campuran yang relatif murah adalah casein hydrolysat dan ekstrak ragi. dan asam amino. . Casein hydrolisat diberikan dalam konsentrasi 200-500 mg/l. Dalam kultur jagung. 1) Casein hydrolysat Dalam media yang tidak mengandung ion amonium. untuk pertumbuhan kultur. N-N-Diphenyl urea (Shantz & Steward. vitamin. Oleh karena itu mereka berpendapat bahwa ada persenyawaan lain yang penting dalam casein hydrolysat. 1984). ekstrak pisang. penambahan asap amino yang sama dengan asap amino dalam casein hydrolysat tidak menghasilkan pengaruh yang sama. walaupun dalam media sudah ada ion amonium seperti media Linsmaier & Skoog. 1955 dalam George & Sherrington. 1982 dalam George & Sherrington. Penambahan casein-hydrolysat dalam media regenerasi padi. Konsentrasi yang digunakan dalam kultur berkisar antara 0. 1984). telah memperbaiki pertumbuhan akar. Ekstrak ragi juga menyumbangkan asam amino. Penambahan asap amino dapat memperbaiki pertumbuhan can morfogenesis. . banyak .5 gram/1 sampai 2 gram/1. vitamin. Zeatin (Zwar & Bruce. Bahan-bahan ini pada umumnya merupakan sumber gula. meningkatkan jumlah pucuk yang terbentuk-dalam kalus padi. 1970 dalam George & Sherrington.. Dalam hal ini. zat pengatur tumbuh. penambahan ekstrak ragi 800 mg/1 atau casein hydrolysat 200 mg/1 memperbaiki pertumbuhan kalus. Juice tomat dan ekstrak pisang. 2) Ekstrak ragi Penggunaan bahan ini pada aural sejarah kultur jaringan dalam percobaanpercobaan pionir seperti yang dilakukan oleh Robbins dan White. dan ekstrak kentang. (4) 2(3-methylbutyl-2-ethylamino) (Letham. 1984). peptida.

Ekstrak kentang biasanya digunakan antara 10-30% dengan hasil terbaik 20%. penambahan bahan-bahan yang undefined ini dihindarkan. Hasil yang diperoleh di suatu saat. Gautheret mendapatkan bahwa sukrosa adalah yang paling baik. bahan tanaman yang digunakan merupakan bagian kecil dari tanaman dan tidakmerupakan suatu sistim yang lengkap. dan sebagainya.digunakan untuk kultur embrio anggrek. banyak bahanbahan organik harus ditambahkan kedalam media untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. dengan nyata meningkatkan pertumbuhan kalus dan regenerasi anther beberapa jenis padi. kecuali dalam media untuk tujuan yang sangat spesifik. f. sedangkan manosa dan laktosa Tehnik pembenihan Tanaman 345 . lalu glukosa. nutrisi tanaman. ia membandingkan pengaruh berbagai jenis gula pada kultur jaringan wortel. Fruktosa dan galaktosa kurang efektif. kadang-kadang tidak dapat diulangi lagi. Gula putih yang biasa digunakan untuk keperluan seharihari cukup memenuhl syarat untuk mendukung pertumbuhan kultur. Penambahan ekstrak kentang kedalam media. merupakan komponen yang selalu ada dalam media tumbuh. Dalam perkembangan komposisi media. Dengan demikian. Lingkungan tumbuh. mempengaruhi kandungan pesenyawaan tersebut. Karbohidrat terutama gpla. Tetapi tidak dijelaskan tentang jenis kentang yang dipergunakan. maltosaa dan rafinosa. Sumber Energi : Karbohidrat Didalam kultur jaringan. karena bahanbahan organik ini dapat berbeda bila varietas tanaman berbeda. Ekstrak kentang digunakan dalam kultur anther padi. Perkembangan pemilihan jenis karbohidrat dimulai tahun 1945 oleh Gautheret.

Pada umumnya urutan yang demikian berlaku untuk hampir semua tanaman. g. dan fruktosa. sehingga dalam kisaran temperatur kultur agar akan berada dalam keadaan beku yang stabil .merupakan karbohidrat yang paling tidak efektif. Sebahagian besar potensi osmotik dalam media White disebabkan oleh gula.6 atm. Bahan Pemadat Bahan pemadat yang paling banyak digunakan agar. sedangkan dalam media MS hanya seten ah dari potensial osmotiknya disebabkan oleh. garam-garam 3. konsentrasi antara 2-4% merupakan konsentrasi yang optimum. Pertumbuhan kalus Nicotiana glutinosa yang terbaik adalah bila potensial osmotik yang disebabkan adanya sukrosa dalam larutan: 2. tidak merangsang pertumbuhan pucuk.2 atm. Sukrosa dalam media dihidrolisa menjadi monosakharida se1ama masa kultur. Pembelahan sel protonema Ceratodon purpureus dipengaruhi oleh Selain sebagai somber energi. Sedangkan penambahan sukrosa. Kultur pucuk mulberry yang tidak dorman. Hidrolisa sukrosa paling efektif.7 atm. dengan garam-garam lain memberikan 2.9 atm. agar membeku pada suhu < 45 oC dan mencair pada temperatur 100 oC. Hidrolisa terjadi karena aktifitas enzim invertase yang terdapat pada dinding sel. Namun ada saja kekecualian dalam semua kasus. konsentrasi gula dapat mencapai 12%. tumbuh baik pada media dengan maltosa. keuntungan dari pemakaian agar adalah: . Konsentrasi optimum sukrosa tergantung dari jenis kultur. Dalam kultur kalus dan pucuk. gula juga berfungsi sebagai tekanan osmotik media. dalam media dengan pH rendah. Namun dalam kultur embrio. adanya gula. Kombinasi yang lain adalah: sukrosa: 0. glukosa.

tidak bereaksi dengan persenyawaan penyusun media. selama 24 jam dalam aquadest. Konsentrasi agar yang diberikan berkisar antara 0.. Jenis agar yang dipakai. merupakan polisakharida dari bakteri Pseudomonas sp. Selain agar. Penambahan arang aktif Dalam perbanyakan komersil dan percobaan-percobaan yang tidak dimaksudkan untuk mempelajari metabolisme sel. pH media h. tidak dicerna oleh enzim tanaman . Konsentrasi agar yang terlalu tinggi dapat mengurangi difusi persenyawaan dari dan ke arah eksplan sehingga pengambilan hara dan zat tumbuh berkurang. pemakaian gelrite lebih rendah dari agar. Untuk mencapai kekerasan gel tertentu.0%.1. . Bahan-bahan yang tidak diinginkan dari agar. . pada umumnya hanya 2 gram per liter media.. penggunaan agar murni bukan suatu keharusan mengingat harga agar murni sangat tinggi. akhir-akhir ini dikembangkan suatu zat pemadat lain yang juga merupakan polisakharida. dapat dimurnikan dengan jalan merendam agar. Beberapa sifat gelrite yang berlainan dengan agar adalah bahwa : . tetapi yang diisolasi dari organisme mikro lain. Gelrite yang diproduksi oleh Kelco. Agar adalah campuran polisakharida yang diperoleh dari beberapa species algae. Kekerasan media juga dipengaruhi oleh : . Agar kemudian dibilas dengan ethanol dan dikeringkan dalam oven pada 60° C selama 24 jam.6. sedangkan zat penghambat dari eksplan tetap berkumpul di sekitar eksplan. Gefrite membentuk gel yang lebih bening dari agar. Kekerasan media pada umumnya meningkat secara linier pada pertambahan konsentrasi agar. 346 .

.

6 X. Menyerap zat pengatur-tumbuh sehingga: . . Mencegah pertumbuhan kalus yang tidak diinginkan. Garam NaCl dan KCl menurunkan kekerasan tetapi MgCl2 dan CaCl2 meningkatkan kekerasan gel. Membantu embrio-genesis kultur dalam media regenerasi. Bahan ini mempunyai adsorpsi yang sangat kuat. MgCl2. atau media perakaran. tanpa auksin.5 0. Arang aktif adalah arang yang sudah dipanaskan beberapa jam dengan menggunakan uap atau udara panas.. Arang aktif dapat ditambahkan kedalam media pada berbagai tahap perkembangan Bahan ini dapat ditambahkan pada media inisiasi. Penambahan arang aktif dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan kultur. Namun kekerasan gel dari gelrite sangat dipengaruhi oleh kehadiran garam seperti NaCl. .6H2O dan CaCl2. Secara umum. media regenerasi. Persenyawaan 5-hidroksimetil furfural yang diduga terbentuk dari gula yang berada dalam larutan asam lemah dan mengalami pemanasan dengan tekanan tinggi (Kitsch et al. seperti dalam androgenesis dan pucuk yang ingin diakarkan. pengaruh arang aktif adalah sebagai berikut: 1) Menyerap senyawa toxin yang terdapat dalam media yang dapat menghambat pertumbuhan kultur terutama: . Senyawa fenolik dari jaringan yang terluka waktu inisiasi. . 1968). KCl. Merangsang perakaran dengan mengurangi tingkat cahaya Arang aktif ditambahkan dengan konsentrasi yang variasi dari 0. mungkin dengan betindak sebagai sink yang menarik auksin dari dalam sel sehingga enbriogenesis dapat terjadi . tergantung dari jenis kulturnya. .

tergantung dari tujuan. beberapa saat sebelum disterilkan dengan autoclave. Untuk mencapai pH sekitar 5. biasa dilakukan dengan menggunakan NaOH (atau kadang-kadang KOH) atau HCl pada waktu semua komponen sudah dicampur. Untuk menghindarkan perubahan pH yang cukup besar. Sel-sel tanaman membutuhkan pH yang sedikit asam berkisar antara 5. Dalam media yang ditambahkan arang aktif.5. i. Derajat keasaman media Faktor penting lain yang juga perlu mendapat perhatian. Pada umumnya terdapat penurunan pH setelah disterilkan dalam autoclave. Pengaturan pH selain memperhatikan kepentingan fisiologi sel. Pengaturan pH. juga harus mempertimbangkan faktor-faktor: .9. Sekalipun media sudah ditepatkan. harus diusahakan agar arang aktif terbagi rata dalam media.0 dalam media yang belum disterilkan.8. Pengambilan (uptake) dari zat pengatur tumbuh dan garam-garam lain . Murashige dan Skoog menyarankan agar dilakukan pemanasan untuk melarutkan agar-agar dan memanaskan media didalam autoclave selama beberapa menit. Sesudah sterilisasi dalam autoclave. Kelarutan dari garamHgaram penyusun media . Efisiensi pembekuan agar. seringkali setelah sterilisasi pH-nya berubah. adalah pH yang harus diatur sedemikian rupa sehinga tidak mengganggu fungsi membran sel dan pH dari sitoplasma.7 -5. Mann dan grupnya (dalam George dan Sherrington. 1984) membuat pH 7. baru diadakan Tehnik pembenihan Tanaman 347 . botol media harus sering dikocok agar mulai membeku. Tanaman Ericaceae seperti Rhododendron ditemukan tumbuh lebih baik dalam media 4.5-5.

dan legume lain. Media dasar B5 untuk kultur sel kedelai. Setelah itu media di-tuang ke dalam wadah kultur steril yang telah dipersiapkan di dalam laminar air flow cabinet. terutama pada tanaman herbaceus. Dalam teknik kultur jaringan dikenal puluhan macam media dasar.dasar yang banyak digunakan antara lain: . Resep media dasar adalah resep kombinasi zat yang mengandung hara esensial (makro dan mikro). Cara lain yang dilakukan adalah penetapan pH setelah media disterilkan dalam autoclave. Media dasar White (1934) yang sangat cocok kultur akar tanaman tomat . alfafa.4 Beberapa Komposisi Media Pada umumnya media kultur jaringan dibedakan menjadi media dasar dan media perlakuan. Beberapa media. Dalam wadah yang besar. Media dasar Vacin dan Went yang biasa digunaan untuk kultur jaringan anggrek. . Media dasar Nitsch dan Nitsch yang . Penambahan KH2PO4 sendiri tidak efektif sebagai buffer. pH. . Banyak peneliti menyarankan untuk menambahkan KH2PO4 dan KH2PO4 dalam media.menetapar. Cara ini juga diguna}can pada penelitian yang menggunakan media dengan pH rendah untuk tujuan seleksi. digunakan untuk hampir semua jenis kultur. untuk tindak sebagai buffer. . Penamaan resep media dasar umumnya diambil dari nama penemunya atau peneliti yang menggunakan pertama kali dalam kultur khusus dan memperoleh suatu hasil yang panting artinya. Media dasar Murashige dan Skoog (1962) yang dac. 9. sumber energi dan vitamin. media disterilkan dan kemudian dititrasi dengan Na0H/HC1 steril sampai pH yang diinginkan. Penambahan asam amino seringkali juga bersifat sehagai buffer organik.

. Kadang-kadang untuk kultur tertentu. Larutan stok E untuk persenyawaan FeSO4. Gelas piala dibilas dengan aquadest dan air bilasan dituang ke dalam labu takar (sebaiknya bilaslah dengan 50 . Biasanya larutan stok hara dibuat dalam beberapa macam dan diberi nama sebagai berikut : . Larutan. . Media dasar Schenk dan Hildebrandt (1972) yang cocok untuk kultur jaringan tanaman-tanaman monokotil. Larutan stok B untuk persenyawaan KNO3. 1 liter (50 kali konsentrasi) Menimbang persenyawaan NH4NO3 sebanyak 83. . Bahan yang telah ditimbang.7H2O dan KH2PO4. Media N6 untuk serealia terutama padi Dari sekian banyak media dasar yang paling sering dan banyak digunakan adalah komposisi media dari Murashige dan Skoog.50 gram. . Larutan stok C untuk persenyawaan CaCl2. Larutan Stok A.biasa digunakan dalam kultur tepung sari (pollen) kultur sel. Medium khusus tanaman berkayu atau Woody Plant Medium (WPM).7H2O dam Na2EDTA . kombinasi zat kimia dari Murashige dan Skoog masih tetap digunakan tetapi konsentrasi yang diubah. Larutan stok A untuk persenyawaan NH4NO3. Larutan dibuat dalam bentuk larutan stok campuran. berarti konsentrasi persenyawaan yang digunakan adalah setengah konsentrasi Media HS. . dimasukkan ke dalam gelas piala bersih yang sudah berisi aquadest atau air bebas ion kira-kira 700 ml. kemudian dipindahkan ke dalam labu takar 1 liter yang telah dibilas dengan aquadest. .2H2O. . Larutan stok D untuk persenyawaan MgSO4. sebagai contoh media 1/2 MS. Kemudian diaduk hingga larut merata.

ml aquadest 2-3 kali). Kemudian 348 .

Stok hormon dapat disimpan antara 2-4 minggu. . bahkan larutan stok mikro dapat dipergunakan sampai 200 liter media. dibutuhkan 20 ml larutan stok A. ada juga yang lengkap sampai hormon dan gula. langkah pertama adalah membuat stok dari media terpilih. Pembuatan larutan stok berdasarkan pengelompokan dalam stok makro. diberi label A dan ditutup rapat. juga kadang-kadang timbangan yang dibutuhkan untuk menimbang jumlah kecil tidak tersedia dalam laboratorium. sedangkan stok hara dapat disimpan 4-8 minggu. Larutan stok A dapat disimpan pada suhu kamar. Penggunaan larutan stok menghemat pekerjaan menimbang bahan yang berulang-ulang setiap kali membuat media. a. Formula ini memang memudahkan pekerjaan. stok Fe. Tergantung dari jenisnya. Untuk membuat 1 liter media. Selain itu. maka pemisahan komponenkomponen penyusun media perlu dilakukan.ditambahkan aquadest hingga volume' larutan tepat pada 1 liter. tapi untuk suatu penelitian yang memerlukan perubahan komposisi dalam satu atau beberapa komponen. ada yang hanya mengandung garam makro dan mikro serta vitamin. pembuatan media selanjutnya hanya dengan teknik pengenceran dan pencanpuran saja. stok vitamin dan stok hormon terutama bila larutan stok tidak disimpan ter-lalu lama (segera digunakan habis). Dalam pembuatan media. Dengan adanya larutan stok. Larutan telah jadi. bila dapat disimpan ditempat yang bertemperatur rendah dan gelap. lalu dipindahkan ke dalam erlenmeyer/botol reagent ukuran 1 liter yang bersih.. stok mikro. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan larutan stok adalah penyimpanan (daya simpan) larutan. Larutan stok. Setiap larutan stok dapat dipergunakan untuk kira-kira 50 liter-media. Pembuatan Media Dewasa ini beberapa media kultur jaringan dapat dibeli dalam bentuk bubuk yang telah dipersiapkan.

karena ada beberapa bahar yang tidak tahan dalam suhu tinggi atau cahaya. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang persenyawaan CaCl2. Kondisi simpan juga perlu diperhatikan. b. Pengendapan larutan stok umumnya terjadi bila kepekatan larutan terlalu tinggi. Larutan stok kadang-kadang ditumbuhi mikroba. Stok hara makro Senyawa-senyawa sumber unsur hara makro diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. dilarutkan dalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest. tidak dapat digunakan lagi. Timbang persenyawaan KNO3 sebanyak 95 gram. Oleh karena itu pengendapan larutan dapat dihindari dengan membuat larutan yang tidak terlalu pekat atau tidak menggunakan larutan campuran. Oleh karena itu sebaiknya dibuat dalam larutan stok tunggal. yaitu dengan menbuat satu larutan stok hanya untuk satu jenis bahan (terutama untuk unsur hara makro). Stok C. Setelah volume larutan diterakan 1 liter. juga tidak dapat digunakan lagi. Larutan diaduk hingga larut merata.H2O sebanyak 44 gram. kemudian dilarutkan Tehnik pembenihan Tanaman 349 . Untuk membuat 1 liter media diperlukan 20 ml larutan stok B. Larutan dituang ke dalam labu takar 1 liter seperti pada proses pembuatan larutan stok A. kemungkinan hal tersebut akan mempercepat pengendapan larutan.Larutan yang sudah mengalami pengendapan. Larutan stok yang terkontaminasi mikroorganisme ini. serapat mungkin. 1 liter. diberi label "B". kemudian. Jenis anion senyawa sumber unsur hara makro tidak sama. Oleh karena itu kondisi simpan harus dijaga kebersihan dan tempat (wadah) larutan harus diusahakan. ditutup rapat dan disimpan dalam kondisi suhu kamar. Larutan Stok B. larutan dipindahkan ke dalam gelas erlenmeyer 1 liter.

Stok D. Setelah volume tepat 1 liter. 1 liter (200 kali konsentrasi): Timbang 5. Larutan stok D dapat disimpan dalam kondisi suhu kamar.dalam 700 ml aquadest dalam galas piala 1 liter.7H2O dan diaduk hingga tercampur merata. Unsur hara mikro sangat sedikit diperlukan dalam pembuatan media. kemudian tambahkan larutan FeSO4. diperlukan 5 ml larutan stok E. c. Dalam 1 liter media MS. Setelah suhu kembali ke suhu kamar. tetapi lebih baik disimpan dalam lemari es. ulangilah proses seperti pembuatan larutan stok A dan B. pindahkan ke dalam erlenmeyer/botol 1 liter yang bersih dan seluruh sisinya sudah tertutup aluminium foil.7H2O dan 7. Untuk membuat media MS 1 liter. Setelah larut.suhu kamar. Karena larutan Fe ini peka terhadap cahaya. maka perlu diselubungi aluminium foil pada erlenmeyer/botol penyimpannya. kedua persenyawaan dituangkan dalam satu labu takar 1 liter. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang 37 gram persenyawaan MgSO4. Larutan stok E dapat disimpan dalam kondisi. gunakan gelas piala 1 liter. Stok hara mikro. Proses selanjutnya sama seperti pada pembuatan stok sebelumnya. . Oleh karena itu sebelum ditempatkan volumenya. ulangi proses pembuatan stok terdahulu. Larutkan secara terpisah easing-easing persenyawaan dalam 350 ml aquadest. Persenyawaan kalsium-klorida akan membebaskan kalor bila dilarutkan dalam air. Untuk membuat 1 liter media MS. larutan dibiarkan mendingin dahulu hingga suhu kembali ke suhu kamar. Larutan Na2EDTA dipanaskan hingga 40-60°C selama beberapa menit. Biarkan hingga suhu kembali ke suhu kamar.H2O dan 17 gram KH2PO4. masukkan larutan campuran itu ke dalam labu takar. diperlukan 10 ml larutan stok C. Larutan stok C dapat disimpan dalam kondisi seperti larutan stok A dan B.45 gram Na2EDTA. Setelah mendingin.57 gram FeSO4. Kedua bahan tersebut dilarutkan secara terpisah dalam kira-kira 350 ml aquadest. dibutuhkan 10 ml larutan stok D Larutan stok E.

baru dimasukkan ke dalam labu takar 1 liter dan volume ditempatkan 1 liter dengan menambah aquadest. ditutup rapat dan disimpan pada suhu kamar.6H20 5.5H20 5. Bahan-bahan organik. merupakan bahan-bahan kimia organik.Biasanya larutan hara makro dibuat dengan kepekatan 200 kali konsentrasi akhir media dan bahan yang diperiukan masih cukup kecil jumlahnya. umumnya peka terhadap suhu tinggi dan cahaya.0 mg KI 166.0 mg H3B03 1240.0 mg Masukkan bahan satu per satu kedalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest.0 mg CoCl. harus disimpan di dalam lemari es dan sebaiknya dalam membuatnya . Vitamin dan zat pengatur tumbuh. Selain itu zat organik dalam bentuk larutan mudah mengalami perubahan. Cara membuat larutan stok hara mikro dapat dirinci sebagai berikut: Timbang bahan-bahan sumber hara mikro dengan menggunakan timbangan analitik dalam jumlah sebagai berikut: Nama Senyawa Berat MnSO4.2H20 50.0 mg Na2MoO4. sehingga:tidak awet. Setelah semua bahan larut.0 mg CuSO4. baru disusul oleh bahan berikutnya. Larutan yang telah jadi selanjutnya dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan diberi label F. Oleh karena itu larutan stok vitamin dan zat pengatur tumbuh.0 mg ZnSO4. Satu liter media MS hanya memerlukan 5 ml larutan stok F. Setiap memasukkan bahan diikuti dengan pengadukan agar larut.7H20 1720.H20 3380. Oleh karena itu larutan stok unsur hara mikro dapat dibuat sebagai stok campuran.

350 .

Satu liter media yang dibuat. Labu takar kemudian dikocok hingga semua bahan larut merata. Proses penimbangan zat pengatur tumbuh untuk larutan stok.0 mg per liter media.1 mg. Sebagai contoh akan dibuat media dasar yang memerlukan thiamine HCl 0. d. Sambil diaduk-aduk teteskan sedikit larutan NaOH 1 N dengan hati-hati hingga bahan larut benar-benar. Setelah larut merata. Larutan stok vitamin. dibuat larutan stok tunggal dengan kepekatan 100 kali konsentrasi akhir media. Untuk membuat larutan stok. umumnya hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. maka larutan stok vitamin dapat dibuat' sebagai stok campuran. berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok zat pengatur tumbuh dengan kepekatan 1 mg/ml sebanyak 100 ml. kemudian volume labu ditepatkan sampai 100 ml dengan menambahkan aquadest. pyridoxine HCl 0. sebanyak 100 ml. 1) Larutan stok auksin Timbang bahan sebanyak 100 mg. B iasanya larutan stok zat pengatur tumbuh dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml. hati-hati dalam membilas bahan yang dimasukkan ke labu. karena biasanya zat pengatur tum. e.buh merupakan perlakuan dalam media kultur jaringan.kemudian dituangkan ke dalam gelas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. nicotinic acid U.5 mg dan glycine 2.tidak usah banyak-banyak agar cepat habis terpakai. Larutan yang telah jadi. kemudian dipindahkan ke dalam . Khusus myo-inositol. ditutup rapat. Usahakan volume tidak melebihi 50 ml. Bila vitamin bukan merupakan vitamin yang sama. umumnya dibuat 1000 kali konsentrasi akhir. hanya membutuhkan 1 mllarutan stok vitamin.5 mg. lalu disimpan dalam lemari es. diberi label. Larutan stok zat pengatur tumbuh Zat pengatur tumbuh. Sebagai contoh. sulit digeneralisasikan. Setelah larut merata. kemudian dipindahkan ke botol 100 ml.

dan volume ditepatkan 100 ml dengan menambahkan akuades. larutan dipindahkan ke dalam labu takar 100 ml untuk ditepatkan volumenya pada 100 ml. sitokinin sebaiknya dibuat stok. Umumnya kepekatan yang digunakan hampir sama dengan auksin. ditetesi dengan larutan HCl 1 N dan dipanaskan sebentar hingga bahan benar-benar larut (menjadi jernih). Bila 1 ml larutan stok ini ditambahkan dalaa pembuatan 1 liter media akan memberi perlakuan kinetin 1 ppm. kebutuhan larutan stok zat pengatur tumbuh bergantung kepada konsentrasi yang digunakan (perlakuan zat pengatur tumbuh). Tehnik pembenihan Tanaman 351 . ditutup rapat dan diberi label untuk seterusnya disimpan dalam lemari es. Larutan yang telah jadi dipindahkan ke dalam botol simpan 100 ml. diberi label dan disimpan dalam lemari es. Larutan yang telah ditepatkan volumenya itu dipindahkan ke dalam erlenmeyer 100 ml. Sambil diaduk-aduk. Timbang kinetin 100 mg dan tuang ke dalam galas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. dapat digunakan bahan pelarut alkohol 40%. Sebagai pengganti larutan NaOH. dengan menambahkan aquadest. yaitu 1-10 mg/ml. ditutup rapat. Bila perlakuan zat pengatur tumbuh (auksin) yang digunakan 1 ppm maka dibutuhkan 1 ml. Setelah larut dan dingin.labu takar 100 ml. dalam jumlah sedikit (100 ml). atau dengan pemanasan larutan awal (larutan sebelum diterakan dalam labu takar) selama beberapa menit hingga bahan benarbenar larut (menjadi jernih). 2) Larutan stok sitokinin Seperti auksin. bila 2 ppm diperlukan 2 dan seterusnya. Untuk membuat 1 liter media. Berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok kinetin 1 mg/ml sebanyak 100 ml.

Ketentuan pembuatan larutan stok auksin dan sitoinin ini dapat berlaku umum untuk golongan zat pengatur tumbuh yang lain. . takar. harus dibilas dulu dengan aquadest. atau menggunakan bahan pelarut alkohol 40%. Setelah selesai digunakan atau sebelum digunakan lagi. dapat dilarutkan dengan bantuan menambahan larutan NaOH (basa). atau dengan pemanasan. Zat pengatur tumbuh yang bereaksi asam seperti auksin dan giberelin. harus ditentukan dahulu kebutuhan media. jadwal pembuatan media. sebaiknya tidak disimpan lebih dari dua bulan sebelum dipergunakan. tempatkanlah pada rak penyimpanan secara terbalik supaya kering dan bagian dalamnya tidak berdebu. wadah) sebelum dipergunakan untuk membuat larutan. Cara membuat media dengan larutan stok. . harus pula segera dibilas dengan aquadest. Semua alat-alat gelas (alat ukur. Untuk itu perlu diketahui benar-benar volume kebutuhan larutan stok masing-masing. Sedangkan zat pengatur tumbuh yang bereaksi basa seperti golongan sitokinin. Larutan stok yang telah mengalami pengendapan dan yang sudah ditumbuhi mikroorganisme. dilakukan dengan metode pengenceran. dapat dibantu pelarutannya dengan menambahkan rapa tetes larutan HCl 1 N. Oleh karena itu sebelum membuat larutan stok. tidak boleh digunakan lagi (dibuang). . akan dibuat 1 liter media MS dengan perlakuan 1 ppm NAA dan 2 ppm kinetin. sebagai contoh. Bila tidak digunakan lagi. sebaiknya digunakan segar (kurang dari 2 minggu). Larutan stok unsur hara. Stok vitamin dan zat pengatur tumbuh. dan semua sarana pembuatan media harus benar-benar sudah siap. atau dengan pemanasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada larutan stok: . .

dan jaringan meristemlainnya. dan batang muda. Setelah terbentuk tunas. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula.5 Inisiasi tunas Inisiasi adalah proses memulai suatu kegiatan kultur jaringan. Bagian tanaman seperti embrio muda. kotiledon. dapat diperoleh dengan menumbuhkan potongan wortel dekat lingkaran kambium. Eksplan yang telah disterilkan dikulturkan dalam media kultur (MS+BAP). Sterilkan dalam alkohol 70% selama 1 menit. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. kupas kulit luarrnya. meliputi dikotil berdaun lebar. pakis. di dalam media MS. 352 . hipokotil.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. dipotong ambil bagian kambium dan tanam di dalam larutan 77:2 media ES dengan hormon 2. lalu iris dalam potongan kecil. dan juga moss.Media yang dibuat adalah media padat dengan 0.4-D. Bilas dengan aquadest steril. Wortel yang segar dan yang kotor cuci wortel dengan detergent. seiama 10 menit.8% agar dan mengandung 3% gula sukrosa). merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. daun. Bagian ujung eksplan yang keluar dari larutan sterilisasi. Suatu contoh prosedur dalam inisiasi kultur kalus. Inisiasi dapat dilakukan melalui akar. Bilas lagi 3 kali dalam aquadest. Tahap awal adalah proses persiapan eksplan. Tahapannya adalah sebagai berikut. monokotil gymnospermae. 9. tunas tersebut disubkultur dalam media multiplikasi (MS+BAP) dan beberapa komponen organik lainnya. Rendam dalam larutan clorox 20X.

.

untuk melihat perkembangan kultur. Setelah 4 minggu. dan diameter kalus 9. dapat dipergunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 1000 kali. agar 8 gr/l. setelah sel itu diberi larutan toluidine blue (0. Kultur diletakkan pada rak terbuka di dalam ruang kultur dengan temperatur rata-rata 250C dalam diffuse light. kode media. Regenerasi tanaman dapat melalui organogenesis atau embriogenesis. Untuk melihat sel. Kultur diberi label yang berisi keterangan tentang jenis tanaman. Ketiga eksplan ini dianggap sebagai satu unit percobaan. Untuk media yang tidak terkontaminasi dipergunakan untuk inisiasi kultur. Setelah diautoclave. eksplan. media disimpan dulu selama 3 hari dalam keadaan gelap. Tiga eksplan ditanam dalam satu botol media. media dimasukkan ke dalam botol 75 ml masing-masing 15 ml.Mempersiapkan media dan lingkungan kultur. adalah berat basah kalus. berat kering kalus.6 Kultur Suspensi Sel Kalus yang diperoleh dari kultur kalus. Dalam organogenesis. kalus dapat membentuk akar atau tunas. Periksa kultur setelah satu minggu. Lakukan pengamatan pertumbuhan kalus. dapat dipindahkan ke media cair untuk inisiasi kultur suspensi sel. Setelah dipanaskan untuk melarutkan agar. kalus yang friable dapat disubkultur pada media baru. Dalam kultur kalus yang hanya membentuk akar.05% w/v). atau keduaduanya. gunakan media MS yang diberi tambahan 2.4-D 1 mg/l. dan tanggal tanam. lalu ditutup dengan aluminium foil. atau dipindahkan ke media lain untuk diregenerasi menjadi tanaman. bagian yang diambil. dan faktor-faktor lain. Untuk itu parameter pertumbuhan yang digunakan untuk pengaruh media. seringkali dijumpai . sukrosa 30 gr/1.

Penanbahan auksin dalam suspensi menghasilkan kultur sel yang terpisah (dispersed). Sedangkan dalam embryogenesis. pengaruh berbagai persenyawaan pada sel. Sedangkan dalam segi praktisnya. maka kemungkinan induksi akar lebih mudah. Kalus yang segar kirakira 200 . kultur suspensi sel dipergunakan sebagai sumber: . Kultur suspensi dikocok supaya: Tehnik pembenihan Tanaman 353 . Gambar 9. Massa untuk produksi bahan-bahan sekunder . Sel-sel untuk protoplasma . Kultur suspensi sel merupakan suatu sistem yang sesuai untuk mempelajari metabolisme sel. Sel-sel yang akan diberi perlakuan mutagen kimia . pembentukan pucuk dan akar sudah terintegrasi dalam satu sumber. Sel-sel untuk media seleksi.10 Pengamatan pertumbuhan kalus Tetapi bila regenerasi terjadi melalui pembentukan tunas terlebih dahulu. Sel untuk studi hubungan hostpatogen adalah fitopatologi . merupakan cara yang paling sederhana dan banyak dilakukan.250 mg dapat dipindahkan ke 40 ml media cair dalam botol erlenneyer 125 ml. Inisiasi kultur dari kalus.kesulitan untuk memperoleh pucuk dari akar tersebut. dan merupakan suatu sistem tertutup (closed system) yang tidak berhubungan dengari jaringan asalnya. serta diferensiasi sel. Kultur kemudian diletakkan pada shaker dan dikocok dengan kecepatan 90-100 rpm secara terus menerus.

Sedangkan pada tipe terbuka. Pertukaran gas antara media dan udara. Persenyawaan N. Sebagai contoh: misainya kultur berisi 20-75 ml media. continuous. P. hanya media yang disirkulasi. Distribusi sel yang merata dalam media. Pada tipe kultur continuous dengan . P. . yaitu: kultur batch dan. diatur sedemikian rupa pada suatu level yang tetap untuk mengatur populasi sel yang tertentu.Setelah mencapai suatu masa tertentu. Selama masa inkubasi. Kultur sel batch adalah kultur dalam media hara dengan volume tetap. Chemostat menggunakan standard konsentrasi bahan-bahan kimia tertentu yang mengatur laju pertumbuhan. atau glukosa. sel berhenti membelah karena kehabisan hara dan akumulasi metabolik yang toxic. penapbahan media baru disertai juga dengan panen sel. Kultur continuous merupakan kultur sel jangka panjang dengan suplai hara yang konstan dalam wadah yang besar. terjadi pertambahan biomass yang mengikuti pola sigmold. . misalnya kadar N. yaitu tipe tertutup (closed type) dan tipe terbuka (open type) Dalam tipe tertutup. sel bertambah terus tanpa dipanen.. Perbanyakan dilakukan dengan memindahkan sejumlah kecil sel dan disubkultur pada media baru. Dalam kultur ini terdapat sistem untuk sirkulasi mengeluarkan media lama dan ditambah dengan media yang baru. kultur batch harus diperbarui/diperbanyak. Dalam suspensi sel dikenal dua kelompok kultur. Tipe kultur contnuous yang terbuka dapat menggunakan chemostat atau turbidostat. Dalam kultur sel continuous terdapat dua tipe. Pemecahan gumpalan se1 menjadi agregat kecil dan sel tunggal. tetapi dengan konsentrasi hara yang berubah sesuai dengan tingkat pertumbuhan sel. atau glukosa. Setelah mencapai fase ini.

dalam periode tersebut dari 1 tunas dapat dihasilkan 10-20 tunas baru.yang sudah ditentukan. gigitan atau tusukan serangga dan 354 . sesuai dengan kapasitas laboratorium. biakan dipindahkan (dikulturkan) pada media perakaran. Kerapatan biomass yang melebihi turbiditas. diatur jumlah tertentu.11 Multiplikasi tanaman 9.turbidostat. Setelah tunas mencapai jumlah yang diinginkan. Untuk biakan (tunas) yang telah responsif stater cultur. Dalam keadaan in vivo. akan dikeluarkan. kalus pada umumnya terbentuk pada bekasbekas luka akibat serangan infeksi mikro organisme: Agrobacterium tumefaciens. Gambar 9. Kultur suspensi sel dapat diinisiasi dari kalus. yang diukur dengan turbiditas. Multiplikasi dilakukan secara berulang sampai diperoleh jumlah tanaman yang dikehendaki. Setiap siklus multiplikasi ber-langsung selama 2 3 bulan. Kalus adalah suatu kumpulan sel amorphous yang terjadi dari sel-sel jaringan yang membelah diri secara terns menerus.7 Multiplikasi.

jaringan tanaman digolongkan dalam 4 grup: . serupa dengan kejadian pencangkokan dan penyetekan. Jaringan yang memerlukan hanya sitokinin. 12 Produksi tanaman kultur jaringan secara komersial Kalus diharapkan memperbanyak dirinya secara terus menerus. Jaringan yang tidak perlu auksin dan sitokinin. Pembentukan kalus pada eksplan yang ada nkambium ini. Dalam hal kalus sebagai akibat serangan bakteri Agrobacterium tumefaciens. Gambar 9. kalus dapat dihasilkan dari potongan organ yang telah didalam media yang mengandung auksin dan kadang-kadang juga sitokinin. maka kalus dapat terbentuk tanpa parlakuan zat pengatur tumbuh. Sel-sel penyusun kalus adalah sel-sel parenkhima yang mempunyai ikatan yang renggang dengan sel-sel lain. Kalus juga dapat terbentuk sebagai akibat stress. dan garam-garam . Berdasarkan kebutuhan akan zat pengatur tumbuh untuk menbentuk kalus. sering disebut sebagai tumor. Kultur kalus bertujuan untuk memperoleh kalus dari eksplan yang diisolasi dan ditumbuhkan dalam lingkungan terkendali. . Jaringan yang memeriukan auksin dan sitokinin selain gula dan garamgaram mineral seperti: empulur tembakau. hanya gula dan garamgaram mineral seperti: jaringan kambium. Bila eksplan yang digunakan mengandung kambium. gula. Jaringan tanaman yang membutuhkan hanya auksin selain gula dan garam-garam mineral untuk dapat membentuk kalus seperti: umbi artichoke.nematoda. Dalam kuitur in vitro. . .

kalus dari jaringan tergantung juga dari: . meliputi dikotil berdaun lebar. . dan juga moss. dan batang muda. hipokotil. Jenis tanaman. Umur fisiologi dari jaringan waktu diisolasi.mineral seperti parenkhima xylem dari akar turnip. Suatu sifat yang diamati dalam jaringan yang membentuk kalus. Tehnik pembenihan Tanaman 355 . Pada umumnya. . pakis. kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor: ketersediaan oksigen yang lebih tinggi. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. Bagian tanaman seperti embrio muda. Bagian tanaman yang dipakai. Inisiasi pembelahan sel yang hanya terbatas di lapisan luar dari jaringan. adalah bahwa pembelahan sel tidak terjadi pada semua sel dalam jaringan asal.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. kemampuan pembentukan. monokotil gymnospermae. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. . tetapi hanya sel di lapisan periphery yang membelan terus menerus. sedangkan selsel di tengah tetap guiscent. Musim pada waktu bahan tanaman diisolasi. kotiledon.

Sel-sel yang heterogen dari jaringan yang kompleks menunjukkan pertumbuhan yang berbeda. 1970). Lapisan dengan sel yang aktif membelah. penghambat yang bersifat folatik lebih cepat menguap. Lapisan kedua terdiri dari dua lapisan dorman. Inisiasi kalus dalam jaringan wortel ini. Dalam mempelajari proses pembentukan kalus sebagai akibat perlukaan. menghasilkan kalus yang heterogenous dengan berbagai macam sel. Keempat lapisan yang ditemukan Forket dan Roberts. dan daun. Fosket & Roberts (1965 dalam Yeoman. Lapisan tengah (core) yang selnya tidak membelah. juga ditemukan dalam kultur artichoke.keluarnya gas CO2. Dengan mengubah komposisi media. Fenomena yang sama dalam jaringan umbi artichoke yang ditumbuhkan dalam media dengan air. Kadang-kadang jaringan yang kelihatan seragam histologinya seperti pembuluh tembakau. dilakukan dengan aktifitas enzim-enzim NAD-diaphorase dehydrogenase dan cytochrome oxidase. dan cahaya. Hal ini berarti bahwa media tumbuh menentukan komposisi kalus. terdiri dari 1-6 lapis. Kesediaan hara yang lebih banyak. Sel . ternyata menghasilkan kalus dengan sel yang mempunyai DNA yang berbeda yang mencerminkan level ploidi yang berbeda. mengamati empat lapisan sel yang berbeda dalam wortel yang dikultur pada berbagai media. akar. Eksplan batang. Beberapa jaringan yang telah dicoba dan menghasilkan sel yang cukup seragam antara lain: sel parenkhima phloem dari wortel dan parenkhima sel penyimpan (storage cell) dari umbi artichoke jerusalem. Kenaikan aktifitas enzim terutama dalam lapisan sel yang sedang membelah. Lapisanlapisan sel yang berbeda terlihat jelas tiga hari setelah kuitur terdiri dari Lapisan luar dengan sel-sel yang pecah. terjadi seleksi sel-sel yang menpunyai sfat khusus. Kalus yang robek mau akan campuran sel dengan tingkat ploidi yang berbeda.

atau warner pada bunga. serta jenis tanamannya. Ketidak-stabilan khromosom ini menyulitkan aplikasi kultur kalus untuk parbanyakan. Perubahan terjadi. dapat juga terjadi akibat masa kultur jaringan melalui subkultur yang berkali-kali. hilangnya suatu gen (deletion. Media seleksi dapat berdasarkan unsur-unsur hara.yang jumlahnya paling banyak merupakan sel yang paling cepat membelah. ketidak-stabilan tersebut dapat dipergunakan dalam seleksi dan pemuliaan in vitro. berasi khromosom. endoreduplikasi yang menghasilkan polipicidi. maupun untuk produksi bahan-bahan/ persenyawaan sekunder. . transposisi urutan DNA (DNA sequences transposition). amplifikasi gen: jumlah gen untuk suatu sifat tertentu per genome haploid bertambah. jaringan tumor yang terjadi dapat tumbuh terus. walaupun penyebabnya bakteri Agrobacterium tumefaciens telah dihilangkan. . mutasi gen. hilangnya suatu morfologi yang memang tidak diinginkan seperti duri. paling sedikit adalah sel yang paling lambat membelannya. atau zat pengatur tumbuh yang ditambahkan ke dalam media. Sel-sel yang heterogen selain berasal dari asalnya. Hal ini dibuktikan pada perbobaan . Ciri dari tumor adalah: . . . . Kecepatan perubahan dalam khromosom tergantung juga dari macam media yang digunakan. . terjadinya penyakit ini (Crown gall disease) melalui luka. untuk memperoleh sifat-sifat baru yang menguntungkan seperti: resistensi terhadap penyakit. dapat merupakan: . Sebaliknya.

. pada tanaman sehat. Ketidaktergantungan jaringan tanaman untuk 356 . tumor ini bila tumbuh pada media buatan. tidak memerlukan auksin maupun sitokinin. bagian yang terserang.penyambungan.

planlet ditanam dalam polibag diameter +10 cm yang berisi media (tanah+pupuk kandang) yang telah disterilkan. akan menyebabkan terjadinya kehabisan hara dan air. Kalus yang ditumbuhkan pada suatu media. Planlet (tunas yang telah berakar) diaklimatisasikan sampai bibit cukup kuat untuk ditanam di lapang. perlu dipindahkan secara teratur dalam jangka waktu tertentu. dalam kalus. Selain kehabisan hara.13. Kehabisan air dapat terjadi karena selain terhisap untuk pertumbuhan. Gambar 9. Masa kultur yang panjang dalam media yang tetap. Untuk perakaran digunakan media MS+NAA. untuk menjaga kehidupan dan perbanyakan yang sinambung kalus yang dihasilkan perlu disubkultur. Perakaran tanaman hasil kultur jaringan 9. bibit ditaruh di atas bedengan . massa sel yang dipindahkan harus cukup banyak. tergantung dari kecepatan pertumbuhan kalus. juga mengeluarkan senyawa hasil metabolisme yang menghambat pertumbuhan kalus itu sendiri. Oleh karena itu. disebut habituation. Pada subkultur. yang kondisinya (terutama kelembaban) dapat dikendalikan. juga karena media menguapkan air dari masa ke masa.8 Aklimatisasi Dapat dilakukan di rumah kaca. Planlet (dalam polibag) dipelihara di rumah kaca atau rumah kasa. Subkultur sebaiknya dilakukan 28 hari sekali. Kedua. rumah kasa atau persemaian. agar ada pertumbuhan yang cepat dalam media baru menggunakan inokulum yang mempunyai diameter 5-10 mm atau sekitar 20-100 mg. Namun waktu yang tepat untuk memindahkan kultur. Proses perakaran pada mumnya berlangsung selama 1 bulan.tumbuh dan terus membelah.

karena tahapan ini merupakan tahapan akhir sebelum plantlet dipindahkan ke lapangan budidaya. bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (+4 kg/m2) dan disterilkan dengan formalin 4%. panjangnya tergantung keadaan tempat. Dua sampai tiga minggu sebelum tanam.yang dinaungi dengan plastik.2 m.14. Lebar pesemaian 1-1. Pada umumnya parameter aklimatisasi adalah Tehnik pembenihan Tanaman 357 . Aklimatisasi berlangsung selama 2-3 bulan. Gambar 9. Planlet ditanam dengan jarak 20 cm x 20 cm. Aklimatisasi cara pertama dapat dilakukan bila lokasi pertanaman letaknya jauh dari pesemaian dan cara kedua dilakukan bila pesemaian berada di sekitar areal pertanaman. tanaman hasil aklimatisasi Proses aklimatisasi harus dilakukan dengan hati-hati. Aklimatisasi tanaman di dalan screen house dan.

Hasil ini kemungkinan disebabkan arang sekam mempunyai sifat ringan (berat jenis 0. Jumlah daun terbanyak diperoleh pada media arang sekam. serta panjang dan lebar daun. jumlah daun. Persentase tanaman hidup pada perlakuan sekam mentah + humus bambu dan arang sekam + humus bambu menurun seiring dengan bertambahnya umur tanaman Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan media arang sekam memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terbesar dan kombinasi arang sekam dan sekam mentah memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terkecil. Rata-rata persentase tanaman hidup semua perlakuan maksimum 10%. Hasil percobaan dengan jelas memperlihatkan bahwa sekam mentah .persentase tanaman hidup. Waktu aklimatisasi sangat bervariasi tergantung jenis tanaman yang dikulturkan. tinggi tanaman. kapasitas menahan air tinggi. Data pada menunjukkan bahwa panjang daun dan lebar daun anthurium yang ditanam pada media sekam mentah dan arang sekam lebih besar dibandingkan pada media humus bambu atau kombinasi beberapa media. sekam mentah dan arang sekam dapat digunakan sebagai media aklimatisasi anthurium. banyak pori-porinya. Proses aklimatisasi dengan perendaman planlet dalam benomil 1% dan penutupan planlet dengan plastik transparan pada 30 hari pertama sangat berpengaruh terhadap kemampuan planlet untuk beradaptasi. mempunyai aerasi yang cukup tinggi sehingga mampu menyerap air dan unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Pada umumnya aklimatisasi dilakukan selama 4 minggu sampai tanaman tanaman berumur 30 minggu.2 kg/l). baik mentah maupun bakar. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa dikombinasikan dengan media yang lain. sedangkan jumlah daun terendah pada kombinasi sekam mentah dan arang sekam. Hal ini dikarenakan sekam padi. dan berwarna hitam sehingga dapat menyerap sinar matahari dengan efektif. Pengamatan persentase tanaman hidup dilaku-kan setelah tanaman berumur 30 hari sampai 30 minggu.

5. 9. Media arang sekam dan sekam mentah menghasilkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman. 1 ml PPM. tetapi dapat digunakan untuk membantu mengendalikan kontaminasi. dan lebar daun. PPM. panjang daun.9 Kultur jaringan pada berbagai tanaman Berikut ini adalah beberapa contoh keberhasilan produksi benih vegetatif menggunakan metode kultur jaringan. panjang daun. agar. 5 sendok teh gula. (a) Bahan-bahan: Media Knudson C atau media MS. gula. Media Knudson C atau media MS diperlukan bagi bibit anggrek dan dapat diperoleh di toko. Sesuaikan pH media hingga mencapai 5. jumlah daun. PPM (Plant Preservative Mixture) umumnya tidak digunakan dalam kultur bibit anggrek. Media arang sekam dapat digunakan sebagai media alternatif untuk aklimatisasi anthurium. dan lebar daun) paling baik. Keberhasilan akilimatisasi planlet anthurium dipengaruhi oleh penyiapan planlet yang baik dan proses aklimatisasi secara bertahap. jumlah daun. 1) Kultur Jaringan Anggrek Anggrek merupakan bunga yang indah dan tanaman yang mistrius yang dapat dengan mudah dibudidayakan di laboratorium sederhana dengan menggunakan bahan-bahan berikut ini.jika media belum mengandung sukrosa ditambahkan ke dalam 1 liter air suling. campurkan bahan dengan baik. Tuangkan 3 sendok teh media ke dalam wadah berupa 358 .dan sekam bakar merupakan media yang paling tinggi untuk tinggi tanaman. Persiapkan media sesuai dengan petunjuk. Sebanyak 1 paket media. bibit bunga. (b) Persiapkan media dan persiapkan kotak yang bersih.

(f) Lakukan subkultur pada media baru. 2) Desinfeksi atau desinfestasi benih anggrek a) Menggunakan unit penyaringan buatan sendiri Alat dan bahan yang diperlukan meliputi 70% isopropyl alcohol. (d) Bungkus wadah untuk mencegah kontaminasi dan simpan pada suhu kamar. Tambahkan agar ke setiap boto sebelum disterilisasi. Taburkan benih anggrek pada unit penyariang yang sudah disiapkan Celupkan unit penyaringan ke dalam larutan 70% alkohol hingga semua benih basah. (e) Tunggu beberapa minggu sampai beberapa bulan agar bibit dapat berkecambah. Semprotkan alkohol ke bagian dalam hingga semua bagian saringan menjadi steril Lakukan desinfeksi terhadap pinset.15 Bibit tanaman anggrek.16 Benih tanaman dalam proses kultur agar dan individu baru tanaman anggrek siap transplantasi Gambar 9. Lakukan streilisasi sesuai petunjuk. Beberapa species menyukai inkubasi gelap sedangkan beberap jenis lainnhya dapat diinkubasi dalam kondisi bercahaya. Celupkan .botol. dari hasil kultur jaringgan hingga bunga (c) Melakukan desinfeksi benih: gunakan unit filter yang dirancang sendiri. 10% larutan pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset. Gambar 9. atau menggunakan sucrosa dan peroksida. Gunakan pinset yang sudah steril untuk mengangkat alat-alat yang direndam dalam alkohol dan pinbdahkan ke larutan 10% pemutih+deterjen.

l10% arutan pemutih. tambahkan air steril dengan sendok ke permukaan media agar benih menebar. angkat semua benda yang direndam dalam larutan pemutih dan biarkan kering.berulang-ulang semua benih ke dalam larutan pemutih dan lanjutkan selama 10 menit Dengan menggunakan pinset. Tutup dan balut dengan selotip b) Menggunakan saringan kopi Perlengkapan meliputi kertas saring yang biasa digunakan menyaringkopi. Tempatkan benih pada piring steril. sendok kecil atau pisau mentega tumpul pindahkan beberapa benih ke dlaam botol media yang steril. dengan spatula steril. corong. Sebarkan benih di atas permukaan media. air steril plus Tehnik pembenihan Tanaman 359 .

dan pipet transfer.piring steril atau anduk kertas dan pinset atau spatula/pisau. Benih ditempatkan dalam tabung reaksi atau botol kecil. Sebarkan benih di atas permukaan media. Air steril dibubuhkan ke atas benih beberapa kali untuk membebaskan dari cairan pemutih. Benih ditempatkan dalam tabung reaksi dan tambahkan larutan 5% sukrosa (dengan beberapa tetes deterjen). Sukrosa kemudian diambil dengan menggunakan pipet transfer. Dengan menggunakan spatula steril. Tutup botol dan . Tambahan sukrosa akan membantu germinasi spora jamur. Campuran ini dibiarkan (diinkubasikan) selama 12 jam. Media cair dapat digunakan jika memiliki unit pengguncang (shaker). c) Menggunakan sukrosa dan peroksida: Perlengkapan untuk ini terdiri dari larutan 5% gula. Campuran ditaburkan ke dalam corong yang sudah dilapisi kertas saring yang sebelumnya sudah dibasahi dengan larutan pemutih. Tambahkan larutan 10% cairan pemutih + beberapa tetes deterjen. Hal ini akan membunuh bakteri dan perkecambahan spora jamur. Benih dan larutan diaduk selama 10 menit. sendok kecil atau pisau roti yang tumpul pindahkan benih ke dalam botol medium yang steril pula. tabung rekasi kecil atau botol kecil. Campurkan larutan dengan pipet dan tambahkan beberapa tetes kepada botol media. Miringkan dasar botol untuk menyebarkan benih ke atas media agar. tambahkan sedikit air steril dengan sendok ke atas media agar benih menyebar. Tutup dan balut penutup botol. hidrogen peroksida (3%). Tambahkan hydrogen peroxida (3%) dan biarkan benih terdesinfeksi selama 30 menit.

Buah anggrek yang hijau dibersihkan dengan sikat gigi kemudian rendam dengan larutan 70% isopropyl alkohol selama beberapa detik. d) Menggunakan buah anggrek hijau Perlengkapan terdiri dari larutan 70% isopropyl alcohol. Lanjutkan dengan memasukkan benih ke dalam media yang sudah disiapkan 360 .balut penutup botol. diikuti dengan prendaman dengan larutan 10% pemutih selama 20 menit. larutan 10% pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset. Tempatkan buah anggrek pada permukaan piring steril kemudia belah menjadi dua dan pindahkan biji yang terdapat di dalam buah dengan hati-hati dengan menggunakan pinset atau ujung pisau roti yang tumpul.

17 Rangkaian proses produksi bibit anggrek dengan media agar Berikut ini adalah contoh dari hasil perkembang biakan tanaman anggrek melalui proses kultur jaringan secara komersial. Kultur jaringan tanaman kopi Bahan yang digunakan adalah potongan daun kopi muda yang masih berwarna hijau-kemerahan atau hijau segar. Gambar 9.Gambar 9. Daun tersebut dipotong kecil-kecil berukuran kurang lebih 5 mm berbentuk segi empat atau Potongan daun tadi ditanam di dalam cawan kecil yang berisi campuran bahanbahan khusus yang untuk memenuhi Tehnik pembenihan Tanaman 361 .18 Pemisahan rumpun anakan bibit tanaman anggrek hasil kultur jaringan 2.

berbentuk bulat atau lonjong yang disebut sebagai "kalus". Perlakuan ini dilakukan di laboratorium. Gambar 9. Embrio inilah yang akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit yang ukurannya kecilkecil. yang paling penting . dan sebagainya. Selanjutnya. bibit dipindah ke dalam botol yang sesuai dengan ukuran bibit agar tumbuh dan berkembang lebih jauh menjadi tanaman yang lebih besar. ada juga dari potongan daun langsung membentuk embrio.19 Tanaman anggrek di dalam rumah kaca: dari bibit hingga produksi bunga Gambar 9. Di rumah kaca. dan sebagainya.kebutuhan makanan bagi po-tongan daun kopi tersebut. kondisi penanaman yang paling sesuai. rumah kaca. macam dan kadar zat pengatur tumbuh. perlakuan yang diberikan meliputi umur dan kondisi bibit. dan tempat persemaian di kebun. Bunga anggrek dalam pot. Pada tahap ini bibit diberi beberapa perlakuan seiring dengan pertambahan umur. suhu. tanaman hias yang indah Campuran bahan-bahan ini dinamakan media. Perlakuan yang diberikan di laboratorium meliputi jenis media. Adapun perlakuan yang diberikan di tempat persemaian.20. Selanjutnya kalus ini akan tumbuh dan berkembang menjadi calon atau bakal bibit yang disebut "embrio". Untuk membuat potongan daun mampu tumbuh dan berkembang. potongan daun tersebut akan membentuk gumpalan-gumpalan yang berwarna putihkekuningan dan krem. macam bahan untuk tempat pertumbuhan bibit. Sebelum menjadi tanaman. cahaya. tentunya perlu beberapa perlakuan khusus agar dapat berhasil membentuk bibit yang sempurna. Dalam beberapa percobaan. kelembapan.

Berdasarkan hasil penelitian. Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. Cara ini telah menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih. cangkok ataupun sambung. Cara ini telah 362 . bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm. maka bibit kopi siap ditanam secara luas di kebun.adalah tingkat cahaya dan penaungan untuk mengatur kelembapan. bibit kopi asal kultur jaringan dapat tumbuh dan berkembang normal seperti tanaman kopi dari benih ataupun cangkok. bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. cangkok ataupun sambung. Apabila perlakuan terakhir ini sudah berhasil.

21 Potongan daun kopi yang ditanam pada media. Keunggulan Tanaman Kopi Asal Kultur Jaringan Dibanding tanaman kopi asal benih maupun cangkok.menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. 2007). anthurium terbagi menjadi dua kelompok. Bibit kopi yang sudah dijarangkan dalam botol dan bibit kopi yang sudah siap ditanam di kebun 3. yaitu anthurium daun dan anthurium bunga (Wahyuni 1999). Anthurium daun memiliki bentuk daun yang indah. yaitu: . dan bibit tanaman kopi dalam botol yang berasal dari perkembangan embrio. tinggi maupun kondisi fisik lainnya. baik umur. Dapat dihasilkan dalam jumlah besar sesuai pesanan dalam waktu relatif singkat (Imron Riyadi. . karena hanya dilakukan dalam ruangan yang relatif kecil. karena tidak menunggu tanaman induk sampai besar/dewasa. Gambar 9. Gambar 9. Proses pembuatannya berlangsung cepat. Kultur jaringan pada tanaman hias Anthurium merupakan tanaman hias tropik dari famili Araceae. 22. . Dalam dunia florikultura. . Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. gumpalan kalus dan embrio yang tumbuh dari potongan daun kopi. tanaman kopi asal kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. Proses pembuatannya lebih praktis. tetapi bunganya kurang Tehnik pembenihan Tanaman 363 . Bibit yang dihasilkan lebih seragam.

Kultur jaringan tanaman meru-pakan teknik menumbuh-kembangkan bagian tanaman.menarik. Salah satu media tanam . Namun. yang terdiri atas seludang bunga (spate). dan tangkai bunga (peduncle). Tahapan akhir dari per-banyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah aklimatisasi planlet. Campuran dua macam media dapat memperbaiki kekurangan masingmasing media tersebut. Teknik ini mampu memperbanyak tanaman dalam jumlah besar dan dalam waktu relatif singkat. cara perbanyakan tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak seragam. Aklimatisasi dilakukan dengan memindahkan planlet ke media aklimatisasi dengan intensitas cahaya rendah dan kelembapan nisbi tinggi. anthurium dapat diperbanyak melalui biji dan pemotongan rimpang. Tahap ini merupakan tahap yang kritis karena kondisi iklim di rumah kaca atau rumah plastik dan di lapangan sangat berbeda dengan kondisi di dalam botol kultur. tongkol bunga (spadik). Media merupakan salah satu faktor lingkungan yang berfungsi menyediakan unsur hara dan air bagi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu. jaringan maupun organ dalam kondisi aseptik secara in vitro.5-3 tahun (Higaki dan Watson 1967). dan 6-8 bulan untuk pende-wasaan. serta kemampuan mempertahankan kelembapan media (Satsijati 1991). Oleh karena itu. Secara konvensional. Anthurium dari biji baru dapat berbunga setelah berumur 1. perbanyakan anthurium dengan teknik kultur jaringan memiliki potensi untuk dikembangkan. antara lain dalam kecepatan pelapukan dan penyediaan hara tanaman. baik berupa sel. perlu dikembangkan teknik perbanyakan alternatif yang lebih potensial. kemudian secara berangsur-angsur kelem-babannya diturunkan dan intensitas cahayanya dinaikkan (Yusnita 2003). Perbanyakan melalui pemotongan rimpang memerlukan waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk pemisahan rimpang. Sementara itu. anthurium bunga memiliki bunga yang menarik.

M6 = arang sekam + humus bambu = 1:1. planlet dipindahkan ke media tanam individu berupa pot 364 . Segunung. tidak mempengaruhi pH. Cipanas. Bak ditutup dengan plastik transparan dan disimpan di tempat teduh selama 30 hari. dan humus bambu yang dikombinasikan dalam perlakuan sebagai berikut: M1 = sekam mentah. mengandung hara atau larutan garam.yang baik adalah sekam padi karena ringan. Planlet kemudian ditanam pada bak plastik yang sudah diisi media tanam sesuai perlakuan. serta harganya murah. Jawa Barat pada bulan Februari-Oktober 2005. namun secara bertahap plastik penutup dibuka. Planlet anthurium yang sudah berakar dikeluarkan dari botol kultur dengan menggunakan pinset. Setelah berada di bak semai selama 30 hari. M5 = sekam mentah + humus bambu = 1:1. Sebagai media tanam digunakan sekam mentah. M3 = humus bambu. Planlet yang digunakan diperoleh dari perbanyakan in vitro hasil kultur antera anthurium kultivar Tropical. Percobaan dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). M2 = arang sekam. arang sekam (sekam bakar). Planlet yang sudah bersih kemudian direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif benomil 50% dengan dosis 1% selama 5 menit lalu dikeringanginkan. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui media yang sesuai untuk aklimatisasi planlet anthurium. Sekam padi mengandung unsur N 1% dan K 2%. memiliki drainase dan aerasi yang baik. Sekam padi yang dibakar menjadi arang sekam telah banyak digunakan untuk media hidroponik secara komersial (Rahardi 1991). mempunyai kapasitas menyerap air. M4 = sekam mentah + arang sekam = 1:1. kemudian dicuci dengan air yang mengalir untuk menghilangkan agar-agar media yang masih menempel pada akar.

berdiameter 10 cm. Tanaman dalam pot kemudian dipindahkan ke rumah kaca untuk diamati. Tehnik pembenihan Tanaman 365 .

Persenyawaan organic . Komposisi vitamin . Persyaratan lokasi . Unsur hara pada . Sumber energi . Kapasitas . Bahan kimia untuk media tanam laboratorium kultur jaringan . Fasiitas laboratorium kultur jaringan Peralatan dan bahan kimia Media tanam . ZPT . Peralatan . Asam amino .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 9 siswa telah mampu menguasai kompetensi membiakan tanaman secara kultur jaringan.

inisiasi . Bahan pemadat . Larutan stok vitamin . Langkah kerja .. Larutan stok ZPT Multiplikasi aklimatisai Untuk memperoleh bibit tanaman sesuai dengan jumlah yang diinginkan . Pembuatan media . Stok hara makro inokulasi . Penambahan arang aktif . Stok hara mikro . Derajat keasaman media Beberapa komposisi media Inokulasi dan Inisiasi tunas .

TUGAS: 1. Kultur suspensi sel Fungsi kultur suspensi sel adalah untuk sel protoplasma. Tehnik pembenihan Tanaman 367 . sel mutagen. SOAL: 1. 2.Mengadaptasikan planlet dari botol kultur ke media tumbuh yang umum digunakan di lapangan. Kultur jaringan kopi . fitopatologi. Kultur jaringan pada berbagai tanaman . 2. Identifikasi alat-alat yang dibutuhkan untuik laboratorium kultur jaringan. memproduksi senyawa metabolit sekunder dan media seleksi sel. tanaman apa yang memungkinkan dapat diperbantak secara kultur jaringan. Kultur jaringan anggrek . Terangkan secara ringkas dan jelas proses kultur jaringan yang saudara ketahu i. Kultur jaringan kopi. kunjungilah satu perusahaan yang bergerak di bidang kultur jaringan. gambarkan skema laboratorium kultur jaringan 3.

1. KEWIRAUSAHAAN 10. 10. wirausaha berarti berani untuk berusaha. senang terhadap tantangan dan mampu mengambil resiko.BAB 10. Wirausaha juga berasal dari bahasa Perancis: entrepreneur yang berarti ambil resiko. ketidaktergantungan. Wira berarti berani atau pejuang. guna meraih keuntungan yang tinggi dan sukses yang berkesinambungan. Seorang wirausahawan merupakan seorang pemimpin yang mampu mempengaruhi dan meyakinkan kelompoknya dalam mengembangkan gagasannya dengan cara kerjasama saling mempercayai satu sama lain.2. dan sifat yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh seseorang untuk menjadi seorang wirausahawan. dan ambisi untuk maju 3 Pengambil resiko . hasil. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan Ada beberapa ciri. Kewirausahaan adalah orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaat bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari dan menciptakan peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. Ada yang mendifinisikan wirausaha adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. individu yang optimis. 2 Berorientasi pada tugas. karakterisrtik. menggunakan sumberdaya secara optimal. yaitu : No Ciri Dan Karakteristik Watak 1 Percaya diri Keyakinan. Pengertian Kewirausahaan Kewirausahaan berasal dari kata awalan ke dan akhiran an dengan akar kata wiira usaha .

serta percaya diri Inovatif dan kreatif.4 Kepemimpinan 5 Keorisinilan Berorientasi terhadap laba. Tehnik Pembnihan Tanaman 368 . dapat bergaul dengan orang lain. pintar dan cerdas serta ulet Bertingkah laku sebagai pemimpin. mempunyai tekad dan bekerja keras. punya banyak sumber. dan perspektif 6 Berorientasi ke masa depan 7 Profesional Selalu ingin mendapatkan yang terbaik. tekun dan tabah. mempunyai dorongan yang kuat. serba bisa dan mengetahui segala hal Pandangan ke depan . mengoreksi apa yang telah diperbuat. tanggap terhadap saran dan kritik. serta berinisiatif dan berdaya kemampuan yang kuat Kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan. fleksibel.

harga. Sifat benih dan bibit kultur yang sangat sensitif terhadp kondisi lingkungan dan mudah rusak. dan tindakan nyata yang sangat perlu. seni. Demikian pula sebaliknya. kuat. Harga jual produk yang belum menentu. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. pengiriman yang tepat 11 Memiliki tanggungjawab moral Adanya kepentingan bersama. produksi yang rendah dengan tingkat kebutuhan yang tinggi akan memicu kenaikan harga. . dalam berkomunikasi selalu berpedoman pada mutu. . nilai-nilai dan prinsip serta sikap. dan punya komitmen tinggi terhadap ketercapaian perencanaan Bisa menyakinkan orang lain. Seacara umum kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat. hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain: . Dimana kelebihan produksi segera akan diikuti oleh penurunan harga. memanfaatkan peluang bisnis yang ada Selalu tepat waktu.8 Naluri dan intuisi yang tajam 9 Disiplin 10 Mempunyai kemampuan menjual Selalu mendengar dan memperhatikan apa yang ada di lingkungannya. bangsa dan negara. Berbagai usaha dalam bidang pembenihan dan kultur jaringan merupakan jenis usaha yang relatif besiko tinggi.

Bagaimana anda mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan anda telah tercapai Teknik-teknik pemecahan masalah : . Apakah yang akan dicapai dengan keputusan yang mengandung resiko . Kelompokan masalah per masalah . Apa dan siapa yang bisa membantu untuk mengurangi resiko . Pilihlah secara sekala prioritas . Bagaimana anda mengetahui bahwa pekerjaan tersebut mengandung resiko . Rasa takut apa yang ada pada diri anda untuk menghadapi resiko . Bagaimana anda mempersiapkan sesuatu untuk mengurangai resiko . Apakah anda bersedia sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan . Kumpulkan data dan masalah yang berkaitan dengan masalah yang terjadi .Beberapa hal yang dapat ditanyakan sebelum mengambil keputusan yang mengandung resiko: . Mengapa resiko ini penting . Buatlah berbagai alternatif pemecahan masalah Tehnik Pembnihan Tanaman 370 .

sumberdaya manusia yang memadai. Yang harus dilakukan oleh pelaku usaha pembenihan dan kultur jaringan tanaman untuk berperilaku sebagai wirausahawan adalah melihat peluang pasar. yang mendukung dan cocok dengan komoditi yang diusahakan. Berikut beberapa saran yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan dalam mengembangkan usaha pembenihan dan kultur jaringan. apa langkahlangkah yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan agar mendapatkan nilai tambah yang optimal. Ambil keputusan . . Dalam mengembangkan suatu usaha terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. wirausahawan akan memproduksi produk pertanian yang akan memberikan keuntungan (nilai tambah) yang tinggi dan berkesinambungan. Pilih alternatif yang terbaik . 3. . Sarana produksi dan permodalan dapat mendukung pengembangan usaha mina . teknologi dan aspek pengelolaan yang terkuasai merupakan kunci pengembangan Usaha Produksi Benih Tanaman Pertanyaan sekarang.. Sumber daya lahan. Langkah Pertama. Halhal yang harus diperhatikan dalam usaha pengelolaan dapat dilihat dengan berbagai aspek : . Saluran-saluran distribusi pemasaran . Terjaminnya pasar. Jaminan pasar hasil usaha pembenihan dan kultur jaringan akan diterima oleh pasar dengan harga yang layak. Evaluasi hasil kepurusan tersebut. Teknologi untuk memproduksi/ mengelola usaha pertanian tersebut tersedia dan dapat dikuasai oleh seorang wirausaha . Kondisi keuangan yang dimiliki .

Disamping itu Tehnik Pembnihan Tanaman 369 . belajarlah atau maganglah ditempat orang-orang yang berhasil dalam memproduksi komoditi yang sama. Bila belum paham betul. Teknologi dan aspek-aspek pengelolaan terkuasai Langkah Ketiga .yang berlaku untuk komoditi tersebut . Kuasailah teknologi pengelolaan pembenihan dan kultur jaringan serta pasca panen dari komoditi yang akan dipilih. baik yang menyangkut teknologi produksi. Sesuai dengan kiatnya. maupun pemasaran. Pesaing-pesaing yang ada. Terimalah perubahan tersebut dan gunakanlah perubahan tersebut untuk memotivasi diri guna mencapai tujuan atau sasaran yang lebih tinggi. Peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku Langkah Kedua . Selain itu ketahuilah sebanyak mungkin tentang seluk-beluk dari aspek-aspek penting dari komoditi yang dipelajari. maka seorang wirausaha memilih komoditi yang diusahakannya harus berorientasi pasar dengan menetapkan skala prioritas bidang usaha mina yang akan dijalankannya berdasarkan kriteria : . SDM yang tersedia cukup memadai . Langkah Keempat . Terjamin pasarnya . Laksanakan riset pasar untuk menentukan berapa banyak dan kualitas produk yang diminta pasar serta mana lokasi distribusinya pada waktu penyerahan produk. Yang harus dilakukan seorang wirausahawan setelah menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki adalah memilih komoditi yang diusahakan. dimana yang harus dijaga jangan over supply . Seorang wirausaha akan selalu berusaha meningkatkan diri karena semuanya didunia ini selalu berubah.

Tetapkan lokasi dan besarnya usaha. .peranggota Koperasi. Riset pasar yang sederhana adalah dengan mendatangi pengusaha yang ada di pasar. . Untuk bidang usaha yang proses produksinya relatif pendek seperti tanaman semusim. masalah skala usaha tersebut dapat terpecahkan dan sekaligus meningkatkan potensi tawar. Langkah Kelima . 50.000. Dengan mengembangkan kelompok tani atau kelompok usaha bersama agribisnis. Jumlah kredit yang disediakan maksimum Rp. Taksirlah berapa besar produk yang dapat dijual kelak setelah diproduksi. Siapkan rencana bisnis secara matang. riset pasar ini perlu pula ditunjang dengan mengadakan pemantauan langsung ke sumber-sumber produksi yang telah ada sebelumnnya. Untuk mensuplai ke butuhan pasar apabila besarnya usaha belum memenuhi skala usaha begabunglah dengan pengusaha sekitarnya. Apabila modal belum tersedia dapat memanfaatkan kredit-kredit yang tersedia.000.. Data yang diperlukan untuk menyusun prediksi harga di pasar tradisional mengacu pada data yang dikeluarkan oleh instansi terkait atau mass media.riset pasar dimaksudkan untuk mengetahui/memprediksi tingkat harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga yang ditetapkan dalam kontrak pada saat penyerahan produk. Langkah Keenam . Data fluktuasi harga harian serta produk. baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat propinsi. selanjutnya diolah dengan memperhatikan kondisi alam saat harga berlaku dan perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada waktu tersebut seperti adanya hari-hari besar keagamaan atau adanya kebijaksanaan baru dari pemerintah. Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggotanya (KKPA).

mengingat sumber keuntungan yang diharapkan dapat diperoleh dari penjualan produk atau jasa. Lakukan pengelolaan agribisnis dari komoditi yang dikelola dengan manajemen yang efisien.3. berhimpunlah dengan pelaku usaha lain dan gunakanlah prinsip beli bersama. Kredit untuk mendukung perkebunan swasta nasional (PBSN/PSN) dan perkebunan inti rakyat-transmigrasi (PIR Trans). Tehnik Pembnihan Tanaman 370 . Penjualan Menurut Sitompul (2007). baik dalam penyediaan sarana produksi. penjualan merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi suatu usaha. Penjualan itu penting bagi setiap usaha dan mutlak diperlukan bagi semua usaha.Trans). pasca produksi (pengolahan/ industri) maupun pemasaran. Dalam setiap usaha diperlukan tim penjualan yang efektif dan berkualitas. proses produksi (budidaya). .. Gunakanlah teknologi tepat guna yang tepat dan dapat memberikan keuntungan yang tinggi. Tanpa adanya penjualan maka usaha tidak akan mendapatkan income untuk dapat menutup biaya kegiatan operasional bulanan atau tahunan. Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggota perkebunan inti rakyat (KKPA PIR. Apabila usaha petani belum memenuhi skala usaha ekonomi. Langkah Ketujuh . Kredit lain seperti kredit melalui proyek yang dihubungkan oleh Bank Indonesia yaitu Agricultural Financing Project (AFP). dan jual bersama 10. .

Kebanyakan rencana-rencana untuk kegiatan usaha dilakukan karena ada keterkaitan hobi pemilik atau ide-ide produk yang dianggap bagus untuk dijual. kemampuan daya beli masyarakat. Tetapi yang dibutuhkan adalah angka spesifik yang dapat digunakan sebagai acuan perhitungan. Kondisi lapangan. Sebagus apapun produk suatu perusahaan dan sebanyak apapun modal yang diinvestasikan akan menjadi percuma jika penjualan tidak berjalan atau pasar tidak bisa menyerap produk tersebut sesuai dengan target yang dibuat. disebabkan jumlah populasi penduduk yang cukup besar +/205 juta jiwa. Banyak dari usaha yang hanya membuat target di atas kertas.Penjualan merupakan ujung tombak dari suatu usaha dan masih ada anggapan bahwa bidang penjualan sebagai pelengkap dalam bidang usaha. Padahal perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan basis nilai harga produk yang dijual dengan jumlah target penjualan perbulan / pertahun dan target penjualan tersebut diperhitungkan dengan angka maksimal dari "perkiraan" jumlah pemakai atau calon pelanggan. Tidak bisa dengan menggunakan angka perkiraan. tanpa menganalisa terhadap kegiatan pelaksanaan yang dilakukan oleh tim penjualan di lapangan dan target tersebut dijadikan acuan untuk mencapai hasil penjualan. Seringkali investasi dilakukan secara besar-besaran dikarenakan perhitungan di atas kertas menunjukkan nilai yang menguntungkan dan menjanjikan. Angka spesifik yang dibutuhkan untuk dapat memperkirakan target adalah range jumlah orang atau penduduk yang . tingkat kegunaan produk dan variabel-variabel lain menentukan keberhasilan untuk melakukan penjualan produk. kebiasaan adat istiadat. Untuk itu diperlukan strategi dalam jangka pendek atau jangka panjang dalam menghadapi kendala dalam penjualan. trend produk. lingkungan budaya. Memang kalau diperkirakan Indonesia akan dapat menjadi pangsa pasar yang besar.

Tim penjualan bukan hanya dimotivasi untuk mencapai target penjualan dan kemudian menghasilkan profit atau keuntungan. Jiwa marketing dimulai dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah dalam suatu usaha. maka setiap individu yang terkait di dalam perusahaan akan berusaha untuk dapat memberikan hasil yang terbaik bagi usaha penjualan serta memberikan layanan secara maksimal kepada konsumen. tingkat kebutuhan masyarakat terhadap produk yang akan ditawarkan. Dengan memfokuskan usaha kepada hasil pencapaian target penjualan produk. Usaha ini dapat dimulai dengan melakukan kontrol kualitas produk yang akan dijual. Dengan adanya angka-angka spesifik tersebut akan dapat diperkirakan hasil terburuk dan hasil terbaik pada daya serap pasar terhadap produk yang ditawarkan. memberikan layanan maksimal kepada konsumen dengan mengantisipasi setiap keluhan konsumen. tetapi juga diharapkan dapat membangun jaringan Tehnik Pembnihan Tanaman 371 . dengan harapan tim penjualan dapat membentuk jaringan pelanggan. Jiwa marketing dan motivasi team Agar penjualan dapat tercapai dengan baik perlu adanya jiwa marketing bagi semua orang yang terkait dalam perusahaan. Selain itu dibutuhkan strategi yang dapat memotivasi tim penjualan. a.mampu membeli produk yang ditawarkan (untuk mass product). tingkat penghasilan masyarakat tersebut.

b.pelanggan atau network pelanggan bagi perusahaan. Selain itu juga tim penjualan diharapkan dapat memberikan layanan maksimal kepada semua pelanggan. Agenda atau poin-point penting yang akan dibahas perlu diberikan kepada semua anggota tim sebelum diadakan pertemuan mingguan. Strategi dan visi misi Setiap usaha membutuhkan strategi untuk dapat mencapai target dari visi dan . Perlunya rasa kekeluargaan Team penjualan perlu membentuk kerja sama dengan unit terkait lainnya serta membentuk rasa kekeluargaan antar team. Pertemuan mingguan dan bulanan antara tim penjualan diperlukan untuk dapat mengevaluasi dan memodifikasi strategi penjualan. Dengan melakukan hal tersebut di atas secara tidak langsung telah membangun loyalitas individu terhadap usaha dan rasa saling percaya antar personil baik dari bawahan dan atasan. agar dapat mengarahkan peserta kepada topik utama. Yang tersulit adalah membentuk tim penjualan yang solid dan handal. antara atasan dan bawahan yang terkait dengan team. Hal-hal lain yang terkait dengan penjualan adalah keikutsertaan dari tim penjualan untuk mengamati setiap pergerakan dan arah pasar terhadap permintaan produk. Kerja sama dan rasa kekeluargaan tersebut dapat dibentuk dengan cara membuat acara non formal diluar rutinitas kerja dengan antar individu. Dengan adanya standar prosedur yang baku. c. Untuk mencapai hal-hal tersebut dibutuhkan pelatihan secara berkala dan standar prosedur pelaksanaan pekerjaan yang baku untuk kegiatan penjualan serta melakukan pengembangan secara terus menerus terhadap kualitas produk dan layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. Masih banyak yang beranggapan kegiatan kegiatan non formal tersebut tidak penting dan mengganggap kegiatan non formal tersebut sebagai "pemborosan" pada keuangan perusahaan. akan memudahkan tim penjualan untuk dalam melaksanakan tugas penjualan.

Untuk itu perlu dicermati keunggulan produk dan keunikan dari produk yang dijual.misi usaha. Kesulitan terjadi jika produk yang ditawarkan memiliki kesamaan dengan produk kompetitor lainnya. Kesulitan utama yang dialami oleh banyak usaha baru adalah melakukan penetrasi produk baru kedalam pasar. Strategi-strategi ini disusun berdasarkan visi dan misi usaha. keuntungan). Untuk melakukan penetrasi pasar dapat dilakukan dengan kegiatan promosi dan mengkampanyekan produk. Kebanyakan founder atau co-founder hanya terpaku pada analisis hasil pencapaian target (profit. Dengan cara ini kompetisi harga akan terhindari. Visi dan misi merupakan acuan bagi semua orang yang terkait dalam usaha. Jika keunggulan produk dan keunikan tidak jauh berbeda dengan produk kompetitor maka perlu diantisipasi dengan memberikan keuntungan lebih dan layanan yang lebih baik kepada konsumen. Promosi akan membantu mengangkat merek produk dan nama produsen. yang harus memiliki hubungan sejalan. sehingga usaha tersebut dapat mencapai target visi dan misi yang telah dibuat. Dengan menguasai keunggulan produk dan keunikan produk akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan penjualan. dan tidak Tehnik Pembnihan Tanaman 372 . Kelemahan yang terjadi kebanyakan dari usaha yang baru berdiri tidak mempunyai strategi untuk melakukan usaha.

teknologi yang digunakan dan informasi lainnya. Untuk memperkirakan kompetitor yang sudah dan akan ikut bermain dalam bisnis yang sama diperlukan informasi pasar yang lengkap. Hal ini dapat mencegah terjadinya perang harga berlebihan di pasaran serta akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan inovasi dan pengembangan layanan penjualan terhadap para pelanggan. Dengan mengamati dan mewaspadai arah pemasaran yang dilakukan kompetitor akan mempermudah tim penjualan untuk dapat melakukan penetrasi produk kedalam pasar. dengan produk yang sama serta memperkirakan cakupan area pemasaran yang telah dicapai oleh kompetitor. Konsumen akan membeli dengan membayar harga layanan dan keuntungan yang lebih. cakupan area penjualan. Pentingnya informasi Suatu kegiatan usaha membutuhkan tujuan dan standarisasi kegiatan yang jelas. layanan produk. system penjualan. Tim penjualan dapat menjadi pencari informasi pasar dan memberikan informasi yang lengkap kepada para pengambil keputusan. Selain itu diperlukan pula pemikiran jangka panjang dari para pengambil keputusan dan pemikiran ini dirumuskan menjadi arah kegiatan usaha serta strategi untuk usaha.menyebabkan terjadinya perang harga pada produk yang sama terhadap kopetitor lain. Pelanggan aset yang berharga Pelanggan yang puas akan menyampaikan produk dan layanan anda . produk unggulan yang dilakukan pihak kompetitor. Informasi ini dapat berupa harga. d. Salah satu hal yang penting dalam memulai usaha adalah mengenali kompetitor yang sudah lebih dulu bermain dan yang akan ikut bermain di pasaran. Setiap strategi tersebut perlu dirinci lebih detail untuk memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. e.

Membangun image dan nama baik itu sangat sulit. Pelanggan yang tidak puas akan meyampaikan ketidak puasan terhadap produk dan layanan anda kepada semua orang. Menjaga kepuasan pelanggan. Ini mungkin akan sering terjadi dalam kegiatan penjualan. Komplain atas ketidak kepuasan pelanggan jangan dibalas dengan layanan yang buruk. Bandingkan jika suatu perusahaan harus membayar biaya konsultan dengan biaya yang mahal untuk dapat memperbaiki cara layanan terhadap pelanggan. dan dapat juga menghancurkannya. pelanggan merupakan aset yang sangat penting yang harus dijaga. sangat penting dalam usaha. informasi pelanggan kepada orang sekitar dapat mengangkat image produk dan layanan. Kritikan dari pelanggan adalah bahan koreksi untuk bahan perbaikan terhadap cara layanan. Layani setiap ketidak puasan pelanggan dengan baik. Menyampaikan informasi secara berantai dari mulut ke mulut akan sering terjadi. baik untuk Tehnik Pembnihan Tanaman 373 . Dalam suatu kegiatan usaha. akan dapat mengangkat image atau menghancurkan image dan merek dari produk layanan anda. Informasi kepuasan yang disampaikan pelanggan kepada orang lain mengenai produk dan layanan yang telah anda berikan. Kepuasan pelanggan dan kepercayaan pelanggan tidak dapat dibeli dengan uang.kepada temannya yang lain. selama dalam batas-batas yang wajar. Kritikan dari pelanggan adalah konsultasi yang murah dan gratis untuk dapat memperbaiki sistim penjualan.

Strategi pemasaran yang baik harus didukung oleh perencanaan yang baik pula. Pelanggan yang cerewet adalah guru yang baik untuk seorang penjual dibandingkan dengan pelanggan yang diam atau pasif. Kendala yang paling sulit dalam penjualan adalah membentuk pelanggan yang loyal dan setia kepada produk yang kita tawarkan. Dalam setiap aktifitas pemasaran di media-media masa. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mendidik dan mengajarkan kepada pelanggan atas produk yang dijual. anda juga harus mengetahui kelemahankelemahan kompetitor anda dan harus bisa mengenali konsumen dan bagaimana memanajemen konsumen atau pembeli anda.untuk mengurangi resiko terjadinya kesalahan-kesalahan yang bisa . ada beberapa pokok yang harus diperhatikan dalam menjalankan strategi pemasaran yang matang. Ada beberapa produsen yang tidak begitu peduli akan hal ini.perorangan ataupun untuk perusahaan. Hubungan baik dengan konsumen tidak bisa dibeli dengan uang dan tidaklah mudah untuk dapat menjaga hubungan baik jangka panjang dengan pelanggan.selain anda harus memiliki sebuah media pemasaran seperti sebuah website atau biasa disebut situs. Itulah yang selalu di implementasikan oleh para marketingmarketing di seluruh dunia dalam menjalanan strategi pemasaranya. Pelanggan yang cerewet dapat memberikan masukan dan perbaikan untuk sistim penjualan. Dengan mengajarkan pelanggan tentang penggunaan produk yang dijual sebagai contoh produk yang dijual adalah produk yang membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya seperti produk kultur jaringan dan lainnya. Dengan membuat pelanggan menjadi "pintar" akan mengurangi komplain lebih banyak terhadap produk yang dijual akibat kesalahan pemakaian produk tersebut. Bagi seorang penjual tidak ada harta yang lebih berharga dari pada database konsumen dan hubungan baik dengan pelanggan.

Dan dibawah ini cara yang manjur untuk meningkatkan penjualan yang akan Tehnik Pembnihan Tanaman 374 .pria. gunakanlah strategi yang wajar dan pantas secara sportif untuk meraih kemenangan yang sportif pula.berikut tips-tips dan trick yang perlu anda ketahui sebelum menjalankan strategi pemasaran bisnis dan usaha anda.anda menjual majalah anda dan memenuhi pasar anda. Penjualan majalah anda sehari sudah berakhir. jangan pernah lakukan tindak-tindak spamming. karena akan berpengaruh pada imej bisnis. anda akan bisa meningkatkan penjualan majalah anda secara dramatis.menyebabkan ketidak teraturan dalam menjalankan sebuah strategi pemasaran yang baik.wanita dan anak-anak.salah satu dari konsumen anda berpikir tentang cara ini. Jika ingin meningkatkan penjualan secara dramatis? Ubah fokus penjualan anda dari hanya menarik konsumen baru menjadi menggoda konsumen yang terjamin akan kembali untuk membeli lagi . Jika bisnis anda terletak di sebuah kota kecil dengan populasi 1000 jiwa dan anda menjual majalah untuk semua orang di kota itu.dengan kata lain. Dalam menjalankan strategi pemasaran untuk bisnis.Prospek penjualan yang terbaik adalah prospek yang sudah di ubah.apakah waktunya untuk berberes-beres dan maju ke langkah berikutnya? Mulailah memfokuskan usaha penjualan anda untuk menjamin konsumen itu akan kembali membeli produk anda lagi.

ia mengalihkan perhatian konsumen ke masalah kecil itu. Sederhana dan Mudah Untuk di peroleh . 2).contohnya. Agar penjualan lebih sukses. bagaimana mudahnya dan efektifnya tempat pencucian mereka membersihkan .dan malah hanya membersihkanya. penjualan dan penjualan. Coba lihat Progran Pembentuk Dorongan Penjualan dari Paul Shearstone. tidak akan melejitkan penjualan anda.saat terakhir karpet konsumen di dibersihkan di sebuah pencucian karpet. Tumbuhkan semangat keberanian untuk menjual kepada staff marketing anda Pada dasarnya. si pencuci mengatakan bahwa terdapat noda kotoran hewan. yang jitu membangun program pendorong penjualan anda Cantik.membantu menambah kesetiaan konsumen juga Cobalah sesuatu dari apa saja yang disarankan untuk meningkatkan penjualan anda dibawah ini: 1). atau dalam artian hanya dengan menempatkan tambahan produk lain didekat produk yang anda fokuskan untuk dipasarkan. dan memperlihatkan kepada konsumen. Mengapa begitu banyak bisnis yang mempercayai staff marketing mereka untuk mengendalikan dan menangani penjualan. konsumen harus diyakinkan dengan adanya sebuah keuntungan dan manfaat dari sebuah produk atau jasa yang anda pasarkan. Karena mereka menawarkan staff marketing mereka sebuah trip perjalanan liburan ke atlantis atau TV 29 inchi untuk setiap penjualan yang terjadi. Persiapkan program pendorong penjualan Berikan alasan kepada staff marketing anda untuk pergi keluar sana dan lakukan penjualan.pemasaran yang melibatkan produk atau jasa lain tapi berhubungan dengan produk yang anda pasarkan dan membuatnya agar lebih cocok atau sesuai dan dibutuhkan oleh kustomer anda untuk membelinya.

Pak Konsum berbicara dalam hatinya untuk membeli atau tidak. Apakah konsumnen akan kembali kepada mereka? Pasti !!. Beberapa bulan yang lalu Pak Konsum berbelanja di sebuah toko pejualan alat-alat elektronik. Akibatnya akan membuat trick pemasaran yang melejitkan penjualan.Coba tebak apa cerita selanjutnya. dan membawa pulang TV tersebut lengkap dengan antena dan sebuah DVD Player karena masih ada sisa dari budget.dan Pak Konsum menjawab Iya tapi masih mikir harganya lalu ia mengatakan Bulan depan kami mengadakan diskon 20% untuk TV ini mas.segala bekas-bekas noda kotoran hewan. katakan pada kustomer anda tentang harga penurunan Tehnik Pembnihan Tanaman 375 . Pak Konsum kembali ke toko elektronik tersebut. 3). namun saat seorang karyawan mendatanginya dan berkata Sepertinya mas tertarik dengan TV Itu yah mas? . Karyawan pencuci karpet tersebut meyakinkan konsumen untuk kembali mencuci kepada mereka dan menciptakan tempat pencucian mereka sebagai tempat yang cocok dan klop untuk konsumen tersebut. Pelajaran yang di ambil dari kasus diatas adalah : Jika anda ingin penjualan atau promosi selalu datang. Berikan konsumen anda sebuah dongkrak dari dalam.mungkin mas bisa kembali lagi bulan depan? .Saat Pak Konsum ingin mengambil sebuah produk.

4). Dari contoh kecil saja. Rancanglah sebuah program penghargaan bagi pelanggan anda. Dari survey menyatakan bahwa program . Tapi tidak ada alasan untuk bisnis yang masih kecil tidak dapat menyelenggarakan atau menciptakan sebuah program penghargaan terhadap pelanggan setia anda.harga. Mungkin saja saat kembali lagi mereka akan membawa seorang teman dan temannya membawa temannya yang lain. produk baru dengan harga murah dari toko lain. perbedaannya untuk Pelanggan anda adalah mereka memperlihatkan kepada anda betapa anda memiliki poin dan nilai untuk mereka. atau memberikan bebas harga untuk pembelian apa saja untuk pelanggan yang sudah memiliki poin tertinggi dalam pembelian di perusahan atau untuk bisnis anda. dan sejenisnya. 5). Kita semua sudah kenal dengan yang namanya program penghargaan untuk pelanggan setia dimana sudah banyak bisnis besar yang menyelenggarakanya. Sejajarkan kustomer anda Sangatlah jelas pada kenyataanya ada perbedaan antara Pelanggan dan Pembeli. seperti menyapa mereka dengan membawa sesuatu yang menguntungakan mereka seperti dengan memberikan perpanjang diskon hanya untuk mereka yang anda anggap sudah menjadi pelanggan anda. Dan jangan lupa!! Anda juga bisa mendongkrak semangat mereka dengan email atau menghubungi mereka melalui telephone. Bagaimana anda mengharapkan kesetian konsumen seperti itu jika anda memperlakukan konsumen anda seperti seseorang yang tidak penting. Terdapat beberapa cara untuk memperhatikan pelanggan yaitu pelanggan selalu nomor satu. Bisa saja sangat sederhana hanya dengan sebuah diskon untuk pelanggan yang berulang tahun pada tanggal yang ditentukan.

Menarik perhatian kustomer baru adalah hal yang bagus. setidaknya kustomer yang sudah membeli produk anda sebelumnya akan berpikir pikiran yang baik tentang bisnis atau perusahaan anda. karena dimulai dari awal untuk menciptakan kenyamanan dan kepercayaan kedada kustomer baru tersebut. Rubahlah fokus pemasaran anda seperti ini kepada lebih memberikan keyakinan. Berikan contoh gratis kepada kustomer. tetapi bukan hanya itu yang menjadi cara untuk meningkatkan penjualan. malah pada kenyataanya itu adalah cara yang berat dalam melakukanya. Mengapa sangat banyak bisnis yang mengikut sertakan contoh trial produk gratis pada produk yang lain saat anda membeli sesuatu dari mereka? Karena itu dapat meningkatkan penjualan dalam banyak cara. Sebagai kustomer yang telah membeli produk yang asli dan puas. dorongan dan kenyamanan kepada pelanggan setia Tehnik Pembnihan Tanaman 376 . kemungkinan besar mereka akan mencoba dan menyukai produk yang baru sama seperti mereka puas dengan produk yang telah mereka beli sebelumnya dan ingin mencoba dengan membelinya.dan berharaplah agar mereka mengatakan tentang produk anda. 6).penghargaan terhadap pelanggan ini dapat meningkatkan penjualan dan menciptakan kesetiaan pelanggan yang makin setia terhadap anda.

tentukan target pasar anda dan perhatikan hal-hal yang penting dibawah ini sebelum merencanakan sebuah strategi pemasaran yang handal dan jitu. 10. oleh sebab untuk membentuk sebuah kepercayaan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: . lokasi dengan peta (jika perlu).karena segala bentuk transaksi dan aktifitas pemasaran terjadi. bahkan yang terhandal menciptakan kesetiaan konsumen yang mempengaruh penjualan yang berulang-ulang. dan sejarah singkat tentang berdirinya bisnis anda dan dari mana anda terinsipirasi tentang bisnis anda . Kepercayaan Dalam pemasaran kepercayaan adalah hal yang paling pokok dan paling mendasar.yang sudah kenal dan menjadi konsumen anda sebelumnya hingga sekarang.5. dan keberhasilan strategi tersebut tergantung oleh keuletan dan cara pelaksanaannya oleh tim pemasaran itu sendiri: a. Kontak : informasi kontak dan data tentang diri anda sendiri atau cerita singkat tentang diri anda dan bisnis serta usaha anda. karena setiap strategi memiliki bobot tersendiri dalam pengimplementasianya. email. . terbukti trick ini lebih manjur dalam meningkatkan penjualan.no telephone. Dalam strategi pemasaran target pasar adalah hal pokok yang tidak bisa di hindari oleh pemasar dalam melakukan pemasaran. Solusi Masalah : Didalam setiap kegiatan pemasaran tak luput dari deskripsi tentang produk yang anda pasarkan. Dasar-dasar strategi pemasaran Pertama yang harus anda perhatikan sebelum memulai aktifitas dan pelaksanaan strategi pemasaran adalah target pasar. Testimonial : bila perlu tampilkan beberapa testimonial dari konsumen anda tentang kesan dan pesan setelah memanfaatkan produk anda . ini adalah strategi yang paling dasar dalam pemasaran. seperti alamat anda.

namun sekarang bagaimana anda menyampaikanya kepada pembeli. b. tunjukan kepada pembeli anda apa yang bisa dilakukan produk anda. tidak ada salahnya kita menggunakan cara ini dalam strategi pemasaran. jika perlu resiko-resiko apa saja yang terjadi jika masalah tersebut dibiarkan berlarut-larut. anda harus ikut merasakan masalah yang mereka rasakan. banyak pemasar yang lupa untuk menggunakan strategi ini. Taruh semua hal di atas di setiap halaman pada website atau halaman pemasaran anda. untuk menyelesaikan masalah tersebut. tapi secara tidak langsung strategi ini bisa mempengaruhi sebagian orang yang tidak mudah percaya. Sejarah singkat : Ceritakan tentang diri anda. sebelumnya anda harus membuka diri anda sendiri kepada orang lain bukan?. dan apa kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh produk anda dalam memberikan solusi masalah yang dihadapi pembeli anda. karena faktor kepentingan dan efektifitas. Kemudahan Dalam dunia usaha. . dan apa yang membuat anda antusias dalam memasarkan produk anda. anda harus tahu apa masalah yang dihadapi pembeli anda jika memerlukan solusi dari produk anda. dengan banyak dan padatnya kegiatan-kegiatan yang Tehnik Pembnihan Tanaman 377 . bisnis dan usaha anda. sama halnya jika anda ingin orang lain membuka dirinya kepada anda.

Form Transaksi : Sebelum melakukan pembelian. . mereka akan mengubah pikiran untuk melakukan pembelian kepada anda di masa kedepanya.dilalui oleh orang-orang sehari-hari dikantor ataupun dimana saja. sms. tentulah pembeli diminta untuk mengisi sebuah formulir tentang data diri dan data transaksi yang dilakukan.atau telephone. berikan pilihan cara pembayaran yang nyaman dan aman.no telephone dan sisanya. tapi semudah apa untuk melakukan sembuah transaksi itu? . hanya didepan komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet. mending beli toko dekat rumah. karena jika itu terjadi. murah dan langsung diterima. internet adalah tempat yang pas untuk melakukan pembelian. . mereka tentunya tidak ingin diperberat dengan sebuah hal yang bertele-tele dan rumit. andalah yang melakukan survey untuk kebenaran data tersebut. apalagi jika hanya untuk melakukan sebuah pembelian.cepat dan dari mana saja. Intinya jangan hilangkan image dan kelebihan yang di berikan jika berbelanja yaitu nyaman. Metode Pembayaran : Gunakan metode pembayaran yang kebanyakan orang menggunakanya. untuk itu cukup minta pembeli untuk mengisi apa saja yang paling diperlukan. karena agar setiap transaksi yang terjadi usahakan tidak memakan waktu lebih dari 1 hari untuk wilayah sekitar perusahaan anda.mudah. atau usahakan jangan sampai pembeli menghubungi anda lebih dari sekali untuk memastikan pesanan mereka sudah dikirim atau belum. memang untuk kenyamanan. seperti nama lengkap. . Lama waktu penerimaan barang atau jasa : Untuk strategi pemasaran ini diperlukan kecepatan dan kedisiplinan yang tinggi.. Anda bisa menawarkan sistem pembayaran dengan pemesanan melalui email. sudah bisa berbelanja apa saja yang anda inginkan.mudah. alamat.

c. apa yang membuat mereka nyaman untuk membeli produk anda. Kenyamanan Dalam strategi pemasaran. apa yang membuat mereka nyaman untuk memilih anda sebagai partner bisnis nya. yaitu kenyamanan adalah hal yang pokok dalam setiap transaksi. Orang-orang tidak ingin tertipu dengan hal-hal baik Tehnik Pembnihan Tanaman 378 . dan jika pembeli ingin membeli produk anda.jika anda yakin. Garansi : Berikan jaminan garansi kepada pembeli tentang produk anda jika produk tersebut rusak atau tidak dapat digunakan dalam beberapa bulan atau tahun maka bisa diganti produk yang baruJjika anda berani memberikan jaminan ketahanan dan ke efektifan produk anda. Jaminan uang kembali : Untuk menghindari rasa penyesalan dari diri pembeli anda.berarti anda yakin bahwa produk anda adalah produk yang pasti pas untuk solusi masalah pembeli anda. sebelum pembeli membeli produk dari anda.karena percaya diri bersifat menular.berikan jaminan uang kembali jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan yang anda sampaikan tentang produk anda dalam beberapa bulan . Panduan membeli : Berikan tips dan panduan membeli produk yang sejenis dengan anda. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diataranya : . jangan pernah tinggalkan satu hal ini.otomatis pembeli anda juga yakin dengan apa yang anda berikan. .

bisa kita sebut sebuah sugesti. kecepatan sebuah proses pengiriman dan penerimaan produk yang anda jual ke tangan pembeli adalah salah satu strategi meningkatkan kenyamanan.Kebanyakan pemasar-pemasar produk dan jasa tidak memberikan hal-hal diatas.yang ditawarkan tanpa tau apa kekurangan dan kelebihanya dan apakah mengandung resiko atau tidak. jika seseorang mengatakan bagus. ada beberapa karakter .namun alangkah bagusnya jika kepercayaan mereka di bareng dengan keyakinan dan keputusan yang bulat agar tidak timbul penyesalan point yang anda dapat disini adalah.. d.tapi hanya kelebihankelebihan produk yang sempurna bagai tanpa cela. dalam strategi pemasaran ini. atau secara halusnya. . kebanyakan orang menggunakan atau mengikuti sesuatu berdasarkan trend yang sedang beredar dilingkungan mereka.artinya semua yang anda uraikan sudah dimiliki oleh produk anda. karena menunggu adalah pekerjaan yaaang paling membosankan. perusahaan anda akan lebih terkesan profesional. karena anda harus menjalankan komitmen secara akurat. karena anda bisa mennguraikan secara detail apa-apa saja yang harus diperhatikan untuk sebuah produk sejenis anda. contohnya saja untuk sebuah proses pengiriman. tidak ada salahnya untuk diuraikan sebagai tambahan yang mungkin berguna. kepercayaan pelanggan kepada. bukan tidak mungkin yang lain juga mengatakan bagus. Gengsi Menurut survey yang dilakukan untuk pasar di indonesia. selain anda bisa dipercaya. kendaraan apa yang digunakan. kemasan yang digunakan dalam mengirimkan dan waktu yang dibutuhkan. Proses pengiriman : Dalam strategi ini perlu sebuah struktur perusahaan yang kuat dan arsitektur proses kinerja yang mapan. perincian biaya pengiriman. jadi berikan informasi tentang cara pengiriman.memang ada yang bisa percaya.

konsumen tipe ini sangat memperhatikan tren dan trade mark yang ada. 1) Menghitung harga penjualan. Harga jual dapat pula ditentukn berdasarkan survey pemasaran sehingga didapat harga jual yang masih menguntungkan perusahaan dan kompetitif. Dari analisis usaha tersebut dapat diprediksi jumlah produksi minimal yang harus diproduksi. Untuk menentukan harga penjualan. semakin ingin mereka untuk mengikuti keramaian tersebut. pengusaha pada umumnya menambahkan keuntungan sekitar 25-50% datri biaya produksi tergantung product. semakin ramai tempat yang dikunjungi. price. Harga penjualan produk berupa benih tanaman dihitung dari semua komponen biaya produksi. antara lain The Followers. Memasarkan benih tanaman Sebelum melakukan pemasaran benih tanaman. sasaran dan target penjualan. place dan promotion (marketing mix). e.konsumen yang ada. Semakin ramai yang menggunakan produk dan jasa anda. maka harus dihitung terlebih dahulu harga jual dari produk yang akan dijual. lalu dilakukan analisis BEP (lihat BAB 11). semakin ingin mereka mengikuti bahkan tidak perlu tahu fungsi dan kelebihanya. Tehnik Pembnihan Tanaman 379 . strategi promisi dan sistem penjualan.

Promosi langsung adalah dengan cara mengikuti pameran produk. sehingga target pejualan harus direncanakan antara 11. pengenalan produk door to door dan pemberian produk secara gratis dan lain-lain. sebaiknya dilakukan dahulu promosi.000 benih kelapa sawit.000 13. Contoh pada BAB 11. diskusi panel keunggulan produk dan lain-lain. Metode ini akan mengurangi resika kerugian bagi perusahaan. Untuk benih kelapa sawit tentu saja sasaran pemasarannya dapat berupa klien individu atau pun kelompok/ perusahaan. BEP produk adalah 86. Sasaran pemasaran adalah perkiraan konsumen/ klien yang akan dijadikan fokus penjualan.Sebelum memutuskan untuk mengimplementasikan salah satu strategi marketing. pemasangan beaner. Target penjualan minimal harus lebih besar 25-50% dari BEP unit/produk benih. Sedangkan sasaran di luar negeri adalah Malaysia.2) Merencanakan sasaran dan target penjulan Sasaran dan target penjualan harus ditentukan sebelum produksi dimulai. Kalimantan Timur dan Medan. lokakarya. Promosi tidak langsung pada umumnya melalui propaganda. 4) Menentukan sistem penjualan Strategi penjualan yang dapat ditempuh oleh perusahaan benih kelapa . Salah satu contoh sasaran kelapa sawit di dalam negeri adalah propinsi-propinsi yang mempunyai visi dan misi mengembangkan kelapa sawit secara besar-besaran seperti propinsi Riau.533 benih kelapa sawit. penyebaran leaflet. seminar. Kalimantan Barat. Strategi promosi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. booklet. 3) Menentukan strategi promosi . Target penjualan sama dengan sasaran penjulan yang harus ditentukan sebelum kegiatan produksi dilakukan.

Selling dapat dilakukan secara langsung oleh pengusaha kepada komsumen.sawit atau durian adalah seling dan marketing. agen dan pengecer. Metode marketing dapat dilakukan melalui internet. Contoh dari marketing adalah penjualan melalui distributor. Marketing adalah penjulan produk melalui saluran pemasaran. dan MLM (Multy Level Marketing). Tehnik Pembnihan Tanaman 380 .

kepemimpinan. Kepercayaan . Kemudahan . Strategi dan visi serta misi. professional. mempunyai kemampuan menjual dan memiliki tanggung jawab moral. disiplin. Pentingnya informasi . berorientasi pada tugas. siswa telah mampu menguasai kompetensi memasarkan benih tanaman.mempunyai naluri dan intuisi yang tajam. Gengsi . Pengertian kewirausahaan Ciri dan karakteristik wirausahawan Orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaan bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. keorisinilan. Perlunya rasa kekeluargaan. . Penjulan Dasar-dasar strategi pemasaran . Percaya diri. . Berorientasi ke masa depan. Pelanggan adalah asset yang . Jiwa marketing dan motovasi tim . Kenyamanan . pengambilan resiko.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 10.

Lakukan permainan peran dengan tema penjulan benih kelapa sawit ke Negara Malaysia.per bulan.10. Deskripsikan alas an anda memilih orang tersebut.000. Ada berapa persen ciri dan karakter wirausaha yang teman anda miliki. Siapa pengusaha idola anda. Tehnik Pembnihan Tanaman 381 . Lakukan identifikasi jiwa kewirausahaan pada minimal 2 teman anda. Bagaima teknik penjualan benih tanaman pangan dan hias agar omset penjualan anda minimal Rp..000.berharga SOAL: 1. 2. TUGAS: 1. 2.

artinya semua harga yang ditentukan di dalam analisis ini akan sangat dipengaruhi oleh waktu dan kondisi pasar. maka perhitungan untung (atau rugi) dan kemungkinan terjadinya kegagalan merupakan faktor utama yang selalu menjadi bahan pertimbangan. Semua perhitungan di dalam analisis ini berdasarkan satuan unit usaha dan masa pembenihan satu periode (siklus pembenihan). Sifat analisis ini adalah tidak tetap. usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian yang dibahas dalam tulisan ini dapat disusun analisis usaha taninya yang meliputi analisis biaya produksi. Oleh karena itu analisis usaha tani ini merupakan suatu contoh perhitungan . perbedaan iklim dan hal-hal yang menyangkut kondisi lahan. Untuk itu. analisis titik impas (break even point). suatu kegiatan usaha tani dapat dikatakan berhasil dalam segi finansial apabila dapat menunjukkan hal-hal sebagai berikut : (a) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan yang dapat menutup semua biaya atau pengeluarannya. Sebelum memutuskan untuk memulai suatu kegiatan bisnis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian.BAB 11. analisis modal usaha tani. dan lainlain. analisis keuntungan. ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN Untuk mengetahui suatu usaha layak untuk dilaksanakan atau tidak layak dilaksanakan maka perlu dilakukan analisis usaha tani. Asumsi lain yang digunakan adalah usaha tani dilakukan dengan sistem monokultur dan kegiatan usaha berorientasi pada pasar komersial. (b) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan tambahan . Secara umum.

tenaga kerja dan lain-lain. tenaga kerja. polibag. tenaga kerja. maka semakin banyak tenaga kerja dikerahkan untuk mengisi polibag maka hasilnyapun akan semakin tinggi. dan (c) usaha tani tersebut memberikan jasa pengelolaan yang wajar kepada pelaku usaha tani tersebut. pajak dan lain-lain. praktis biaya ini menjadi nol. alat-alat serta sarana produksi. Biaya usaha tani meliputi semua ongkosongkos yang merupakan pengorbanan dalam pengadaan input produksi. Biaya variabel ini berhubungan langsung dengan jumlah produk yang dihasilkan atau yang akan dihasilkan. Dalam pengolahan tanah biaya variabel adalah jumlah ongkos yang dikeluarkan untuk mengolah sejumlah luasan lahan. Dengan demikian biaya variabel mengandung makna bahwa jumlah biaya akan bervariasi tergantung dari sekala usaha yang dijalankan. baik modal sendiri maupun modal yang dipinjam dari pihak lain. jika produk yang dihasilkan adalah jumlah polibag yang diisi dan dengan media tanam dan benih. Unsur biaya tetap terdiri dari sewa lahan. Pengertian biaya tetapi ini adalah bahwa biaya tersebut . Tinggi rendahnya biaya suatu usaha tani ditentukan oleh besarnya skala usaha dan efisiensi penggunaan modal. pupuk dan obat-obatan. Jika usaha dihentikan. Komponen biaya tetap terdiri dari biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan lahan (sewa lahan). Sebagai contoh. Secara umum biaya dikelompokkan kepada biaya tetap dan biaya variabel. baik menggunakan tenaga kerja maupun dengan traktor. Sedangkan unsur-unsur dalam biaya variabel meliputi sarana produksi. Besar kecilnya produk yang dihasilkan akan sangat bergantung dari biaya variabel yang dikeluarkan.untuk membayar bunga modal yang dipakai. Dalam analisis ini biaya variabel terdiri dari biji siap tanam.

Sewa lahan Tehnik Pembenihan Tanaman 382 .tetap saja dikeluarkan walaupun proses produksi tidak dijalankan.

Analisis B/C ratio B/C ratio (benefit/cost) merupakan perbandingan antara keuntungan yang didapatkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Break even point analysis (BEP). Analisis usaha pembenihan tanaman Untuk menilai kinerja atau performa suatu usaha. biasanya dinamakan ratio. Beberapa contoh analisis perbandingan tersebut. Ratio ini mengambarkan kemampuan peneriamaan usaha. kinerja keuangan sejenis yang biasa dapat digunakan adalah R/C ratio (revenue/cost). R/C ratio. Komponen biaya yang dijadikan pembanding biasanya adalah biaya produksi. a. 11. Analisis R/C ratio Disamping B/C ratio. yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang. adalah B/C rasio. artinya usaha tersebut mendapatkan marjin posiitif .1. Suatu usaha dapat memiliki R/C ratio = 1 jika jumlah penerimaan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Usaha yang baik tentunya harus mendapatkan R/C ratio yang lebih besar dari 1. b. secara sedehana dapat dilakukan analisis perbandingan berbagai komponen biaya. Analisis ini menunjukkan seberapa besar suatu usaha menghasilkan keuntungan.tetap menjadi beban pengusaha walaupun pengusaha tersebut tidak menjalankan kegiatannya. return on investment (ROI). pendapatan. return on assets (ROA) dan sebagainya. B/C ratio ini biayasnya dilakukan untuk menilai kinerja keuangan dari suatu usaha pada tiap kali siklus produksi. Keuntungan merupakan selisih yang diperoleh dari pendapan (hasil penjualan) dikurangi biaya-biaya. dan keuntungan.

31 sedangkan B/C rasio untuk pembenihan durian adalah 1. Titik impas adalah suatu keadaan dimana suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan. Ratio ini menggambarkan kemampuan usaha untuk membiayai pengadaan asset usaha. Oleh karena itu.30 yang berarti bahwa manfaat yang diterima dalam satu musim tanam leih besar dari biaya yang Tehnik Pembenihan Tanaman 383 . Titik impas sendiri dapat dinyatakan dalam jumlah rupiah pendapat yang diharus diperoleh atau dalam jumlah unit barang yang harus dihasilkan agar suatu usaha tidak mengalami kerugian. c. Analisis ini menujukkan kemampuan usaha untuk mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan oleh si pemilik usaha. sedangkan analisis ROI dan ROA umumnya dilakukan untuk satu periode tahun anggaran. Rasio ini bisanya dinyatakan dalam persen (%). Sedangkan analisis ROA (return on assets) adalah perbandingan antara keuntungan (return) dibandingkan dengan nilai asset usaha (aktiva).(keuntungan). tetapi tidak pula menderita kerugian. analisis ROI (return on investment) yaitu perbandingan antara keuntungan (return) dengan besarnya investasi yang telah dikeluarkan. Analis ROI Selanjutnya. Analisis BEP Analisis titik impas. R/C ratio dan BEP umumnya dapat diterapkan dalam setiap siklus produksi. setiap usaha harus mampu melebihi titik impasanya. Analisis B/C ratio. biasanya disebut sebagai analisis BEP (break even point). Dalam lanjutan analisis terlihat bahwa kelayakan usaha untuk B/C ratio kelapa sawit menunjukkan nilai 1. d. Nilai-nilai yang berada di bawah titik impas menunjukkan bahwa usaha mengalami kerugian.

518 benih durian dengan kondisi layak jual.533 benih kelapa sawit dan 6. teknik pengepakan/pengemasan. dalam analisis ini ditunjukkan dalam analisis ROI (return on investment) maka selurUh modal akan dapat dibayar dalam dua kali musim pembenihan. Untuk analisis R/C ratio atau besarnya perbandingan laba terhadap biaya produksi. maupun bahan bakar (biodiesel). teknik budidaya. Oleh karena itu jika petani dapat menghasilkan benih kelapa sawit dan durian lebih dari tingkat produksi tersebut maka petani diharapkan dapat meraih keuntungan. sumberdaya manusia yang dibutuhkan. Sebelum menghitung analisis usaha kelapa sawit.dikeluarkan.2. harus difahami terlebih dahulu tentang peluang pemasaran. minyak industri. Jika seluruh laba digunakan untuk membayar modal usaha tani. Artinya usaha ini secara sederhana dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Pada contoh perhitungan analisis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian akan dihitung B/C dan R/C. yaitu kondisi dimana usaha tani belum menunjukkan laba tetapi tidak merugi dapat dicapai pada tingkat produksi sebesar 86. Kelapa sawit (Elaeis sp. distribusi dan pelayanan purna jual. Contoh perhitungan analisis usaha pada kelapa sawit. Berikut ini akan diinformasikan tentang berbagai faktor yang terkait dengan teknik budidaya di pembenihan kelapa sawit. Perkebunannya menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit.) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak goreng (palm oil). 11. Analisis titik impas yang menunjukkan titik dimana terjadi pulang modal. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah .

hingga merah tergantung bibit yang digunakan. pantai timur Sumatra. Setelah melewati fase matang. Kelapa sawit berbentuk pohon. Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. namun proyeksi pada masa yang akan datang. kandungan asam lemak bebas (FFA. Jawa. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Buah sawit matang pada Tehnik Pembenihan Tanaman 384 . a.Malaysia. diperkirakan bahwa pada tahun 2009 Indonesia akan menempati posisi pertama. Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Di Indonesia penyebaran kelapa sawit berada di daerah Aceh. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. ungu. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. Syarat Tumbuh Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Minyak dihasilkan oleh buah. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. dan Sulawesi.

Tingginya dapat mencapai 24 meter. Tanaman sawit dengan tipe cangkang .Pisifera. Kelapa sawit berbentuk pohon. Struktur tubuh dan berbagai organ kelapa sawit. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU 15° LS). Untuk pembibitan massal. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. digunakan teknik kultur jaringan. Akar serabut. Habitat untuk kelapa sawit adalah daerah semak belukar.1 . dan Tenera. Kelapa sawit hanya dapat tumbuh di daerah tropis. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. Gambar 11. 2000-2500 mm setahun Kelapa sawit memiliki banyak jenis. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah.kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).

Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. 2000-2500 mm setahun. yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Tehnik Pembenihan Tanaman 385 . Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil.pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU .15° LS). Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).

Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Tanah Latosol. dan Tenera.000 mm/tahun. optimal 2. Ultisol dan Aluvial yang meliputi tanah gambut. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. dapat dijadikan media pembibitan kelapa sawit.Kelapa sawit memiliki banyak jenis.500-4. Curah hujan tahunan antara 1.000 mm. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaban 60-80% dengan temperatur 35ºC. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. b. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. beraerasi baik dan subur.000-3. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Pisifera. Ketinggian tempat yang ideal bagi pembenihan kelapa sawit adalah antara 1-400 m dpl. Tanah memiliki derajat keasaman (pH) antara 4-6. Media Tanam Tanah yang baik untuk budidaya kelapa sawit harus mengandung banyak lempung. c. Pembibitan Pembibitan tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara generatif . Benih kelapa sawit mengalami masa dormansi yang cukup panjang. Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%.

f. Teknik pembibitan . Pengecambahan benih Tangkai buah dilepaskan dari spikeletnya. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari. Cuci biji dengan air dan masukkan kedalam larutan Dithane M45 0.dan saat ini sudah dilakukan kultur jaringan untuk memperbanyak benih kelapa sawit. Rendam biji dalam air selama 6 7 hari dan ganti air tiap hari. Tandan buah diperam selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air. Persyaratan benih Benih-benih yang dihasilkan oleh produsen resmi ini mempunyai kualitas sangat baik ini berasal dari induk jelas asal usulnya seperti Delidura dan bapak Pisifera.2% selama 3 menit. lalu rendam dalam larutan Dithane M . Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji.2% selama 2 menit. e.45 0. Keringkan dan seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam Semua benih disimpan di dalam ruangan bersuhu 27ºC dan kelembaban 6070% sebelum dikecambahkan. d. Masukan biji kedalam kaleng pengecembahan dan tempatkan dalam ruangan dengan temperatur 39ºC dan kelembaban 60 70% Tehnik Pembenihan Tanaman 386 . Biji dikeringanginkan.

000 butir. Polybag disusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas. Setelah 60 hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 30% dan dikeringanginkan lagi. Terdapat dua teknik pembibitan yaitu (1) cara dua tahap melalui dederan (prenursery) dan (2) cara langsung tanpa dederan. 65 x 65 cm.1 mm yang berisi 15 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. 60 x 60 cm. 80 x 80 cm. Setiap 7 hari benih dikeringanginkan selama 3 menit.2% selama 1 2 menit. siram tanah di dalam polybag sampai lembab. Simpan benih diruangan bersuhu 27ºC. Kebutuhan bibit per hektar antara 12. 70 x 70 cm. 2).0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak.500 sampai 25. Jarak tanam biji dipembibitan adalah 50 x 50 cm. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0. Tanah di polybag harus selalu lembab.5 2. Simpan polybag dibedengan dengan diameter 120 cm. 1). Kecambah di tanam sedalam 2 cm. 85 x 85 cm. Sebelum bibit ditanam. Cara tak langsung Kecambah dimasukkan ke dalam polybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1. Lahan pembibitan dibersihkan. Cara langsung Kecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada . diratakan dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman. Setelah berumur 3 4 bulan dan berdaun 4 5 helai bibit dipindah tanamkan ke pembibitan.selama 60 hari. Masukkan biji ke dalam larutan Dithane M 45 0. Setelah 10 hari benih berkecambah pada hari ke 30 tidak digunakan lagi. 90 x 90 cm atau 100 x 100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi.

Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 8 mm.cara pembibitan.). Penyiangan dilakukan 2 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.1. d. Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan.Cara ini menghemat tenaga dan biaya. Cara lain mencegah gulma adalah menaburkan serasah di polybag. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Gulma dibuang/dicabut atau disemprot herbisida setiap 3 bulan. Seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan. Kebutuhan air sekitar 2 liter untuk setiap polybag. Tehnik Pembenihan Tanaman 387 . Bibit yang tumbuh abnormal. Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan dan diberikan dalam larutan urea atau pupuk majemuk (Tabel 11.

Standar jumlah Kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Penggunaan Pupuk.15.4) 25 gr 61.15.6. jumlah kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Pemupukan Tanaman Tan.00 NPKMg (15.250.6.Tabel 11.500. OST Rajawali Tan.1. Tanaman NPKMg (15.25 61.00 NPKMg .4) 50 gr 122.50 122. Jumlah Kebutuhan Pupuk Untuk Benih Kelapa Sawit.

00 77.2) 115 gr 281.333.00 NPKMg (12.12.17.75 281. kerja (NPKMg) 20 times 73.17.67 T.67 36.000.33 Man Power (NPKMg) 10 kali 36.500.00 Kiserit 55 gr 77.50 gr 36.33 73.00 .12.50 563.666.666.67 OST OST Rajawali Rajawali gram 0 0 0.67 36.750.00 Kiserit 27.(12.2) 230 gr 563.

dosis 4 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.00 0.2%. rustica 12.17. kerja Man Power (OST 0.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.83 836.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.666. rustica 15. Umur bibit 8 16 minggu .0.33 Pemupukan dilakukan pada umur bibit 4 5 minggu larutan urea 0.833. 3 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.6.12.00 50 grams 50 gr 125.83 546.333. Umur bibit 21 28 minggu.00 125. Umur bibit 6 7 larutan urea 0.000.2%.15.67 3.33 Total Cost 546. rustica . Umur bibit 17 20 minggu.67 Rajawali) Biaya Total 836.00 (OST Rajawali) 1 kali 3.00 T.

Gejala : daun dimakan sehingga yang tersisa hanya lidinya saja. Gejala yang ditimbulkan adalah : pusat mahkota mengerdil. Hama dan Penyakit 1) Nematoda.17. 3) Ulat Setora Penyebab setora nitens.2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. rustica 12.12. rustica 12. Penyebabnya adalah nematoda rhadinaphelenchus cocophilus. Bagian yang diserang adalah daun. Umur bibit 29 40 minggu. Umur bibit 41 48 minggu. Bagian yang diserang adalah akar.12. Pengendalian menggunakan aktrisida tetradifon 0. 2) Tunggau Penyebab : Tunggau Merah (Oliganycus). daun berubah warna menjadi kuning dan mengering. Pengendalian menggunakan insektisida Hosation 25 Tehnik Pembenihan Tanaman 388 .12.12. tandan buah menjadi busuk. Pengendalian : dengan meracuni pohon dengan natrium arsenit dan setelah mati dibongkar dan dibakar.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.1 0. daun baru tergulung dan tegak. Gejala : daun menjadi mengkilap dan daun berwarna bronz.17.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.2%.17. Bagian yang diserang adalah daun. g.

UI.V, sevin 85 ES, Dursban 20 EC pada konsentrasi 0,2 0,3%. 4) Oil Palm Bunch Moth. Penyebab Tiorathaba mudella. Bagian yang diserang adalah buah muda dan kadang-kadang tandan buah. Gejala : buah muda berlubang, tandan buah busuk. Pengendalian menggunakan insektisida dipteres/thiodam (0,55 kg/370 liter air). Selain itu dilakukan pemberantasan biologi dengan parasit tabuhan dan lalat parasit. 5) Kumbang Oryctes. Penyebab oryctes rhynoceros. Bagian yang diserang adalah titik tumbuh, bakal daun. Gejala daun seperti terpotong gunting; pada serangan berat serangga akan mati. Pengendalian peningkatan sanitasi dan pemberantasan biologi dengan parasit jamur. 6) Babi hutan dan tikus. Babi hutan dan tikus biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang masih muda. Untuk hama tikus biasanya pengendalian dilakukan dengan menggunakan/memelihara burung hantu. h. Penyakit 1) Root Blast. Penyebab : rhizoctonia lamcllifera dan Phythium Sp. Bagian yang diserang adalah akar. Gejala : bibit persemaian mati mendadak. Tanaman dewasa layu dan mati. Selain itu terlihat adanya pembusukan akar. Pengendalian : pembuatan persemai yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, pengendalian bibit lebih dari 11 bulan. 2) Garis Kuning. Penyebab fusarium oxysporum. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala : bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.

3) Dry Basal Rot. Penyebab ceratocytis paradoxa. Bagian yang diserang adalah batang. Gejala : pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering, daun muda mati dan kering. Pengendalian adalah dengan menanam bibit yang telah di inokulasi. Asumsi yang digunakan dalam penghitungan analisis usaha kelapa sawit adalah sebagai berikut: . Semua harga dalam rupiah . Hari Orang Bulan sebesar Rp. 1.000.000,. Hari orang kerja sebesar Rp.20.000 per hari . Harga satu benih kelapa sawit adalah sebesar Rp.350,00 . Harga alat dan mesin untuk berbagai kegiatan pembenihan meruapakan harga perkiraan . Perkiraan Harga pupuk dan pestisida mengacu pada tahun 2000-2005 dari PT Rajawali . Harga benih kelapa sawit Rp. 12.000,Tehnik Pembenihan Tanaman 389

Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Kelapa Sawit Seluas 20 Hektar No Kegiatan Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana Satua n Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Sewa Lahan 10 Hektar 2,000,000.00 20,000,000.00 Persiapan lahan pembenihan 10 unit 500,000.00 5,000,000.00 Pembangunan bedengan dan naungan 1 unit 75,000,000.00 75,000,000.00 Membangun gudang 1 unit 20,000,000.00 20,000,000.00 Memasang instalasi air

1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Mengisi dan menyususn baby-bag 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Menanam kecanbah 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Perawatan semai 72 HOB 100,000.00 7,200,000.00 - Penyiraman 36 HOB 100,000.00 3,600,000.00 - Pemupukan 4,000.00 HOK 20,000.00 80,000,000.00 - Pengendalian HP

72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Pengendalian gulma 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Seleksi semai 18 HOB 1,000,000.00 18,000,000.00 - Pengisian dan penyusunan polybag 1,250.00 HOK 20,000.00 25,000,000.00 - transplanting 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Penyiraman 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00

- Seleksi bibit 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00 - Pemanenan 200 HOK 20,000.00 4,000,000.00 Penyediaan Sarana Pembelian mesin pompa 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 pembangunan sumber air/menara 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 Pembelian polybag 100 KG 26,000.00 2,600,000.00 PemBelian benih generatif 400,000.00 BUAH 400.00

160,000,000.00 Kendaraan projek 1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Pupuk 200000 tan 500 100,000,000.00 Pestisida 200000 tan 350 70,000,000.00 Biaya produksi 1,038,400,000.00 Harga jual 200000 12000 2,400,000,000.00 B/C 1.31 R/C 2.31

Perkiraan keuntungan/periode pembenihan (12 bulan) 1,361,600,000.00 Tehnik Pembenihan Tanaman 390

11.3. Analisis usaha pembenihan durian Berbagai teknik dan trik dalam proses okulasi telah diinformasikan dengan jelas pada BAB 3 Benih hasil okulasi memungkinkan untuk dijadikan usaha yang menguntungkan di bidang pertanian. Adapun analis usaha pembenihan durian secara okulasi dibahas pada Tabel 11.3. Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Durian Okulasi Sebanyak 10.000 Tanaman No Kegiatan 1 Sewa lahan 2 Pembuatan pembibitan 3 Penyiapan media semai 4 Pengisian polybag 5 Penyemaian 6 Okulasi 7 Pemeliharaan bibit 8 Biji durian 9 polybag 10 Pupuk kandang 11 tali rafia 12 mata entres 13 Pupuk dan pestisida 14 Pisau okulasi 15 gunting stek 16 cangkul 17 gembor 18 Pemasaran Biaya produksi Harga benih durian: (asumsi SR benih 60%) Perkiraan keuntungan B/C R/C

Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana 1 20 5 50 20 100 500 10 50 100 1 20000 10000 55111 6,000 Satuan 1000 m2 HOK HOK HOK HOK HOK HOK Biji Kg karung gulung buah unit buah buah buah buah paket Tanaman Harga Satuan (Rp) 3,000,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 50,000.00 25,000.00 100.00 24,000.00 4,000.00 50,000.00 100.00 500.00 1,000,000.00

100,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 15,000 Jumlah (Rp) 3,000,000.00 500,000.00 125,000.00 1,250,000.00 500,000.00 5,000,000.00 12,500,000.00 1,000.00 1,200,000.00 400,000.00 50,000.00 2,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00 500,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 39,106,000.00 90,000,000.00 50,894,000.00 1.30 1.77

Tehnik Pembenihan Tanaman 391

Ringkasan Setelah mempelajari BAB 11. siswa telah mampu menguasai kompetensi menganalisis usaha pembenihan tanaman. Menghitung biaya produksi Menghitung pendapatan Biaya produksi adalah semua komponen biaya yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja dan kemasan, Menghitung pendapatan berfungsi untuk memperkirakan seluruh pendapatan dari satu kali periode produski suatu barang / jasa. Penghitungan dilakukan dengan cara mengalikan jumlah unit barang/ produk yang dihasilkan dengan harga jual produk/barang/ jasa. Menentukan B/C Menghitung BEP B/C rasio adalah perbandingan antara laba dengan biaya total yang dikelurkan. BEP adalah titik inpas dimana usaha tidak mangalami kerugian maupun keuntungan. Satuan BEP dapat digunakan dalam bentuk analisis keuangan atau jumlah unit minimal yang harus diproduksi agar usaha tidak merugi. Contoh perhitungan B/C, R/C, dan BEP pembeniha kelapa sawit dan durian . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit SOAL: 1. Jelaskan tentang biaya produksi dari unit produksi pembenihan di sekolah 2. Hitung B/C. R/C dan BEP unit produksi pembenihan salah seorang penangkar beni h yang saudara kenal. 3. jelaskan keuntungan dari masing-masing teknik analisis usaha B/C dan BEP TUGAS: 1. Lakukan observasi harga terkini dari analisis usaha kelapa sawit dan durian. 2. Lakukan analisis terhadap biaya produksi kelapa sawit dan durian sesuai denga n karakteristik usaha yang terdapat di lingkungan sekolah. Tehnik Pembenihan Tanaman 392

393 DAFTAR PUSTAKA Abadi, L.A. 2000. Ilmu Penyakit Tumbuhan, Dasar-dasar dan Penerapannya. Lemlit Fakultas Pertanian Univ. Brawijaya Malang. 236 hal. Anonim. 1985. Rekomendasi Pengendalian Jasad Pengganggu Tanaman Pangan di Indonesia. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Anonim. 1989. Petunjuk Teknis Penanganan Pasca Panen. Direktorat Bina Usaha Petani dan Pengelolaan Hasil Tanaman Pangan. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta, 162 hal. Anonim. 2002. Ensiklopedia IPTEK, Ensiklopedia Sains untuk Peljar dan Umum Jilid 3. Penerbit Lentera Abadi, Jakarta. 287 hal. Anonim, 2003. Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Agronomi (Pembenihan). Dep. Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. 292 hal. Anonim 2004. Standar Kompetensi Nasional Indonesia, Bidang Keahlian Kultur Jaringan. Departemen Pendidikan Nasional. 187 hal. Anonim. 2007. Sistem Pangan Organik, Standar Nasional Indonesia. Badan Standardisasi Nasional. Anonim. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 6. Kehidupan Tumbuhan dan Kehidupan Hewan. Grolier International Inc., Jakarta. 295 hal. Anonim. 2004. Oxford Ensiklopedia Pelajar Jilid 8, Edisi Bahasa Indonesia. Grolier International, Oxford University Press. 91 hal. Baehaki. 1993. Insektisida Pengendalian Hama Tanaman. Penerbit Angkasa Bandung. 148 hal. Darjanto dan Satifah, S. 1984. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Tehnik

Penyerbukan Silang Buatan. Penerbit Gramedia. Jakarta, 156 hal. Endah, J.E., dan Novozan. 2002. Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman. Penerbit Agromedia Pustaka. 98 ha. Fitter, A.H., dan R.K.M. Hay. 1998. Fisiolog Lingkungan Tanaman. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 421 hal. Hanafiah, K.A. 2005. Dasardasar Ilmu Tanah. Penerbit Raja Grafindo Persada. Jakarta. 360 hal. Hartono, M. 1999. Produksi Tanaman Buah Dalam Pot. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Harjadi, S.S. 1980. Pengantar Agronomi. Penerbit Gramedia Jakarta. 197 hal. Haryanto, I. 1999. Pertanian Organik Tanaman Sayuran Pengahsil Dasun. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hadisuwito, S. 2007. Membuat Pupuk Kompos Cair.

394 Agromedia Pusaka, Jakarta. 50 hal. Hartus, T. 2007. Berkebun Hidroponik Secara Murah. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 96 hal. Huffaker, C.B., dan P.S. Messenger. Ed., Teori dan Praktek Pengendalian Biologis. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. 352 hal. Jamaran, I. 1998. Penerapan Bioteknologi dalam Menghasilkan Produk Agribisnis yang Berdaya Saing Tinggi. Prosiding Seminar Kebangkitan Agribisnis Indonesia, Jakarta. 107 hal Jumin, H.B. 2005. Dasar-Dasar Agronomi, Edisi Revisi. Penerbit Rjagrafindo Persada. Jakarta. 250 hal. Justice, O.L., dan L.N. Bass. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Cetakan ketiga. Rajagrafindo Persada. Jakarta. 446 hal. Novizan. 2002. Petunjuk Pemakaian Pestisida. Agromedia Pustaka, Jakarta. 124 hal. Novizan, 2005. Petunjuk Pemupukn yang efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta. 130 hal. Nurwardani, P. 2002. Usahatani Tomat. Dep. Agama RI dan PPPG Pertanian Cianjur. 77 hal. Nurwardani, P. 2006. Khitosan Sebagai Bahan Pengendali Colletotrichum capsici (Sydow) Butler & Bisby. Disertasi. Universitas Brawijaya Malang. 138 hal. Nurwardani, P. 1999. Budidaya Tanaman Hortikultura. Modul. Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam, Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Departemen Agama Republik Indonesia. Nurwardani, P. 2007. Memproduksi Bio-

Insektisida. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertnian Cianjur. Nurwardani, P. 2007. Musuh Alami Organisme Pengganggu Tanaman. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertanian Cianjur. Oka, I.N., 2005. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 255 hal. Pahan, I. 2002. Kelapa Sawit, Panduan Lengkap Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 411 hal. Rasminah, S., 1990. Penyakit Benih (Seed Pathology). Penerbit Universitas Brawijaya, Malang. 71 hal. Santoso, I. 1980. Diagnosis Penyakit Tanaman. Terjemahan dari R.B. Streets. University of Arizona Press. Semangun, H. 2004. Penyakitpenyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia.

Penerbit Gajah Mada University Press. L. Gajahmada University Press. 1987. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sutanto. 2002. Tjitrosomo. Mikrobiologi Dasar. 476 hal. Modul. Sukamto. 1999. Morfologi Tumbuhan. Budidaya. Yogyakarta. Jakarta. Jakarta. 1991. G. 1999. Biologi Sel.S. Produksi Bibit Tanaman Buah-buahan Dengan Cara Okulasi. Modul. Constabel. dan Susilowati. 2005. 172 hal. 1983. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bandung. S. 850 hal.R. Siregar. S. Jakarta. 1989. Riyadi dan L. Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Pertanian Organik. Botani Umum 1. 79 hal Tjitrosoepomo. Hidroponik Rakit Apung. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). 2005. Produksi Bibit Tanaman Buah-Buahan dengan Cara Mencangkok. Aluyo. Penerbit Penebar Swadaya Seri Agritekno. Penerbit ITB . Wetter.. Penerbit Angkasa. 286 hal. 268 hal. Bndung.2002.. Y. Penerbit Papas Sinar Sinanti. Mikrobiologi Umum. 2000. Penerbit Angkasa. Sugandi.. T. Penerbit Swadaya. Subowo.hal. 349 hal. 255. Univ. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Muhammadiyah Malang. Penerbit Kanisius.395 Penerbit Gajah Mada Univ. Yogyakarta.H. Tjitrosoepomo. Edisi Kedua. Press. R. G. U. Sutiyoso. Y. 2007. Suriawiria. L. Yogyakarta. dan F. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Nuraeni. 170 hal. 218 hal. Pengelolaan dan Pemasaran Cokelat.S. Metode Kultur Jaringan Tanaman.

Sitanggang. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. S. 284 hal. Yuwono. Jakarta. Yahya. 2002. Memproduksi Benih Bersertifikat. 1992. Wirawan. Produksi Kompos dengan Tehnologi Effective Microorganism (EM). Bioteknologi Pertanian. Sri Wahyuni. Penerbit Swadaya. T. W. 1999. dan C.. Wisnuwati. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Penerbit Tarsito Bandung. 154 hal. R. 191 hal. Penerbit Gajah Mada University Press. 2004.Bandung. 2006. Modul. 1983. 201 hal. Yogyakarta. 120 hal. 397 hal. . Penerbit Penebar Swadaya. Wudianto. Yatim. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Glosarium Pertanian. Geneika. Yayasan Obor Indonesia. B.

bersel satu. Mikroorganisme sejenis bakteri yang berbentuk menyerupai pita. Aerasi. Akar primer. Calon tanaman yang berada di dalam benih. Dormansi yang disebabkan oleh terjadinya kekacauan pada fungsi atau pada metabolisma akibat pengaruh suhu yang terlampau tinggi atau pemberian air yang berlebihan. Berkecambah. Ovula masak yang terdiri dari embrio tanaman serta jaringan cadangan makanan serta seludang penutup. ap air atau bahan hasil uraian lain oleh suatu permukaan benda padat halus. Aktinomisetes. Embrio. Jaringan di dalam benih yang berasal dari hasilperkawinan antar inti polar di dalm sel telur dengan salah satu . Organisma tumbuhan tingkat rendah berukuran mikroskopis. Bakteri. Cabang lateral akar primer. Akar pertama tanaman yang berkembang / berasal dari radikel.396 DAFTAR ISTILAH Absorpsi. Benih. Endosperma. Adsorbsi. Tujuannya untuk mencegah peningkatan panas sehingga proses pengeringan dapat berlangsung. Melalukan udara luar ke tempat penyimpanan benih. Penyerapan oleh sel atau jaringan hidup yang berada di dalam benih. Akar sekunder. Dormansi fisiologis. Daya kecambah di lapangan. misalnya karbon aktif atau silika gel. Ovari pada tumbuhan yang telah berkembang menjadi masak bersama-sama dengan bagian bunga lain yang berdekatan dengannya. Permulaan pertumbuhan atau perkembangan terutama digunakan pada spora atau benih. Buah. tidak berklorofil dan berkembang biak dengan cara membelah diri atau membentuk spora. Munculnya kecambah yang beasal dari benih yang ditanam di lapangan. Penyerapan gas.

Bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan orgenisme pengganggu tanaman (OPT). bentuk lain dan lain-lain. Jaringan tersebut memberi makanan kepada embrio benih. Bahan katalis yang dihasilkan oleh benda hidup yang mampu membantu terjadinya perubahan kimiawi. Unsur keturunan suatu tumbuhan yang bersama-sama dengan lingkungan mengendalikan sifat-sifat individu tumbuhannya. Enzim. Pestisida. Genotip.inti sperma. Misalnya tipe bunga. .

Kultivar. Radikel. Varietas yang dibudidayakan. Viabilitas. Pembungkus benih yang berasal dari ovari. Ovula. Kemampuan untuk hidup tumbuh dan berkembang. Jumlah yang dihasilkan misalnya satu ton jagung per hektar. Uji viabilitas. Vigor. Perontokan. . Pemisahan polong atau malai atau butiran benih dari tanamannya. Media biakan. Perikarp. spesies atau genusnya berbeda dengan varietas.397 Hibrida. Kotiledon. Jaringan benih terluar. Binatang mikroskopis yang menyerupai cacing. Calon akar pada benih atau ujung bagian bawah hipokotil embrio. Tunas muda dari embrio pada benih atau pada kecambah dan akan berkembang menjadi bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah. Viabel. Mamapu tumbuh dan berkembang. Bagian bunga yang menjadi benih atau biji setelah bunganya mengalami perubahan dan perkembangan lanjutan setelah pembuahan. Benda hidup terkecil yang hanya mampu berkembang baik di dalam sel hidup. Panen. Hasil persilangan dari induk jantan yang varietas. Nematoda. Slah satu hasil tindakan menanam atau membudidayakan. Kulit benih. Kondisi yang mencerminkan kesehatan yang dan kebugaran alami. namun dapat pula berfungsi sebagai daun dalam arti yang sebnarnya yaitu melakukan fotosintesa. Pengujian untuk menentukan kemampuan hidup. Daun embrio benih yang berukuran tebal dan befungsi sebagai tempat cadangan makanan. Bahan yang digunakan di laboratorium untuk menumbuhkan organisma atau mikroorganisme. Plumula. Virus. spesies atau genus induk betinanya. Tanaman muda yang berasal dari benih. Kecambah.

JGV"*Jctic"Gegtcp"Vgtvkpiik+"Tr0"90:::.22 KUDP"ZZZ/ZZZ/ZZZ/Z Dwmw"kpk"vgncj"fkpknck"qngj"Dcfcp"Uvcpfct"Pcukqpcn"Rgpfkfkmcp"*DUPR+"fcp"vgncj" fkp{cvcmcp" nc{cm" ugdcick" dwmw" vgmu" rgnclctcp" dgtfcuctmcp" Rgtcvwtcp" Ogpvg tk" Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn"Pqoqt"68"Vcjwp"4229"vcpiicn" 7"Fgugodgt"4229"vgpvcpi" Rgpgvcrcp"Dwmw"Vgmu"Rgnclctcp"{cpi"Ogogpwjk"U{ctcv"Mgnc{cmcp"wpvwm"Fkiw/ pcmcp"fcnco"Rtqugu"Rgodgnclctcp0 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.