Paristiyanti Nurwardani Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih untuk Sekolah Menengah Kejuruan Rctkuvk{cpvk"Pwtyctfcpk" VGMPKM

"RGODKDKVCP"VCPCOCP"FCP"RTQFWMUK"DGPKJ" wpvwm"UOM " Fktgmvqtcv"Rgodkpccp"Ugmqncj"Ogpgpicj"Mglwtwcp Fktgmvqtcv"Lgpfgtcn"Ocpclgogp"Rgpfkfkmcp"Fcuct"fcp"Ogpgpicj Fgrctvgogp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn

i Paristiyanti Nurwadani TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

ii Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang TEKNIK PEMBENIHAN TANAMAN Untuk SMK Penulis : Paristiyanti Nurwadani Ilustrasi, Tata Letak : Perancang Kulit : Ukuran Buku : Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 410 NUR NURWADANI, Paristiyanti t Teknik Pembenihan Tanaman: Untuk SMK/oleh Paristiyanti Nurwadani. ---- Jakarta:Direktorat Pembinaan SMK, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

iii DAFTAR ISI Hal BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Potensi Pembenihan Tanaman 1 1.2. Peran Pembenihan Tanaman 5 BAB 2. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2.1. Anatomi Tumbuhan 7 2.2. Anatomi Dan Morfologi Biji Tumbuhan 14 2.3. Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan 14 BAB 3. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3.1. Dasar-dasar Pembibitan Tanaman dan Produksi benih 20 3.2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3) 20 3.3. Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian 23 3.4. Pohon Induk dan bibit Unggul 25 3.5. Batang Bawah Dan Batang Atas 27 3.6. Teknik Penyiapan Pembibitan 30 3.7. Teknik Pembenihan Tanaman Secara Vegetatif 35 3.8. Teknik Pemilihan Memproduksi Benih Vegetatif 68 3.9. Sertifikasi Benih 71 BAB 4. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4.1. Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman 78 4.2. Buah, Biji dan Perkembangan Biji 80 4.3. Penyerbukan (polinasi) 90 4.4. Teknik Produksi Benih Generatif Tanaman 92 4.5. Mutu Benih 106 4.6. Pengujian Kesehatan Benih 122 BAB 5. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5.1. Media Tumbuh 143 5.2. Sifat Fisik Tanah 148 5.3. Sifat Kimia Tanah 162 5.4. Teknik Pengolahan Tanah 162 5.5. Teknik Penanaman 163 5.6. Pemupukan 166 5.6.1. Pupuk Organik 167 5.6.2. Pupuk Anorganik 176 5.7. Pengairan 185 5.8. Air Tanah 186 5.9. Pemangkasan (prunning) 191 5.10. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) 193 a. hama 194

iv b. Penyakit Tanaman 1). Penyakit Non Infeksius 201 2). Penyakit infeksius 202 c. Gulma Tanaman 226 d. Teknik Pengendalian OPT 227 e. Implementasi pengendalian hama dan penyakit tanaman 236 f. Implementasi Pengendalian Gulma 240 Ringkasan, soal dan tugas BAB 6. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI 245 6.1. Perlakuan Pra-Panen 245 6.2. Perlakuan Pascapanen 254 6.3. Pra-panen Produksi Benih Padi Hibrida 255 6.4. Perlakuan Pascapanen 274 Ringkasan, Soal dan Tugas BAB 7. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI 7.1. Perlakuan Pra-Panen 281 7.2. Persyaratan Lahan 282 7.3. Benih Sumber 282 7.4. Waktu Tanam 283 7.5. Penyiapan Lahan 284 7.6. Penanaman dan Perlakuan Benih 285 7.7. Pemeliharaan 286 7.8. Pemanenan dan Perlakuan PAscapanen 289 Ringkasan, Soal dan Tugas 290 BAB 8. BIOTEKNOLOGI TANAMAN 295 8.1. Bioteknologi Tanaman 295 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman 295 8.3. Teknik Kultur In-vitro 306 8.4. Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi 322 Ringkasan, Soal dan Tugas 323 BAB 9. TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN 9.1. Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan 335 9.2. Peralatan Dan Bahan Kimia 335 9.3. Media Tanam 337 9.4. Beberapa Komposisi Media 349 9.5. Inisiasi Tunas dan Inokulasi 353 9.6. Teknik Kultur Suspensi Sel 354 9.7. Teknik Multiplikasi 355 9 8.. Teknik Aklimatisasi 358 9.9. Teknik Kultur Jaringan Pada Berbagai Tanaman 359 a. Teknik Kultur Jaringan Anggrek 359 b. Kultur Jaringan Tanaman Kopi 362 c. Rekayasa genetik pada tanaman tingkat tinggi 364 Ringkasan, Soal dan Tugas 365

v BAB 10. KEWIRAUSAHAAN 10.1. Pengertian Kewirausahaan 368 10.2. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan 10.3. Penjualan 370 a. Jiwa marketing dan motivasi tim 371 b. Perlunya rasa kekeluargaan 372 c. Strategi, visi dan misi 372 d. Pentingnya informasi 373 e. Pelanggan aset yang berharga 373 10.4. Dasar-dasar Strategi Pemasaran a. Kepercayaan 377 b. Kemudahan 377 c. Kenyamanan 378 d. Gengsi 379 e. Memasarkan benih Tanaman 379 Ringkasan, Soal dan Tugas 380 BAB 11. ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN 11.1. Analisis Usaha Pembenihan Tanaman 383 a. Analisis B/C ratio 383 b. Analisis R/C ratio 383 c. Analisis ROI 383 d. Analisis BEP 383 11.2. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Kelapa Sawit 384 11.3. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Durian 391 Ringkasan, Soal dan Tugas 392 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR ISTILAH 393 396

BAB 1. PENDAHULUAN Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan produksi. Dari sisi tata bahasa, teknik adalah suatu keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek yang produktif (Oxford, 2003); pembenihan adalah rangkaian proses budidaya tanaman untuk menghasilkan benih; sedangkan tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. Oleh karena itu, teknik perbenihan tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat memproduksi benih tanaman, baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal. Teknik produksi benih vegetatif pada umumnya dikelompokkan dalam 2 metoda, yaitu metoda konvensional dan modern. Teknik produksi benih vegetatif dengan metoda konvensional menggunakan teknik-teknik yang umum dilakukan oleh petani sedangkan teknik produksi benih vegetatif dengan metoda modern menerapakan ilmu biologi yang diintegrasikan dengan teknologi atau bioteknologi. Dalam hal ini bioteknologi yang yang diimplementasikan adalah teknik kultur jaringan. Proses produksi tanaman dimulai dengan benih ditanam, kemudian tanaman dipelihara danhasil tanaman (akar, umbi, batang, pucuk, daun, bunga, dan buah) dipanen. Kegiatan produksi pertanian memerlukan unit pembibitan tanaman. Pembibitan tanaman adalah suatu proses penyediaan bahan tanaman yang berasal dari benih tanaman (biji tanaman berkualitas baik dan siap untuk ditanam) atau bahan tanaman yang berasal dari organ vegetatif tanaman untuk menghasilkan bibit (bahan tanaman yang siap untuk ditanan di lapangan.

Teknik tanaman yang akan dikembangkan meliputi berbagai teknik dari setiap aspek pembi-bitan dan produksi benih serta teknik untuk mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman sehingga diperoleh hasil panen yang mempunyai kualitas yang baik dan kuantitas yang banyak. Untuk memutakhir-kan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam membudidayakan tanaman, akan dibahas teknik-teknik tanaman yang sedang trend seperti kultur jaringan dan bioteknologi. Dalam teknik pembibitan dan produksi benih akan diterangkan landasan teori dan langkah kerja tentang teknik penyiapan bahan ta-nam berupa benih dan bibit tanaman, persiapan lahan dan penanaman, pe-mupukan, pengairan, pengendalian hama, penyakit dan gulma, pemeliha-raan tanaman, perlakuan khusus pada tanaman, pembungaan dan pembuah-an, pemanenan dan pascapanen. Pada teknik pembibitaan tanaman akan diterangkan berbagai teknik praktis untuk menyetek, mencangkok, mengokulasi, menempel dan me-nyambung tunas, sampai memelihara bibit hasil perkembangbiakan secara vegetatif siap untuk ditanam. Kegiatan persiapan lahan dan penanaman merupakan awal budidaya tanaman. Untuk menumbuhkan profesionalisme dalam kompetensi ini, akan diinformasikan landasan teori tentang berbagai jenis tanah dan teknik perlakuan untuk tanah sehingga mempunyai kriteria yang optimal untuk kegiatan budidaya tanaman. Selama masa budidaya, kegiatan yang paling lama adalah pemeliharaan Teknik Pembenihan Tanaman 1

tanaman. Pada tahap pemeliharaan harus dikuasai berbagai teori tentang pupuk dan teknik-teknik pemupukan. Pengetahuan dasar yang baik tentang pupuk akan memudahkan pengelolaan pupuk dan mengembangkan formulasi yang tepat bagi tanaman agar penggunaannya efektif dan efisien. Teknik pemupukan sangat penting untuk dikuasai, agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Selama masa budidaya, tanaman sering mendapat masalah dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Yang termasuk OPT adalah hama, pemyakit dan gulma. Ketiga OPT tersebut harus dikendalikan agar tidak menimbulkan kerugian bagi tanaman. Untuk mengendalikan OPT, harus dikuasai berbagai teknik pengendaliannya, seperti pengen-dalian secara kultur teknis, fisik, mekanis, biologi, kimia dan pengen-dalian secara terpadu. Perkembangan dan citra pertanian di Indonesia identik dengan kotor dan cangkul. Untuk meningkatkan citra pertanian agar lebih modern dan bersih maka akan diinformasikan berbagai pengetahuan dasar tentang, teknik dan keterampilan mengelola bibit tanaman secara kultur jaringan serta berbagai sikap yang harus dikuasai agar menghasilkan bibit dan benih yang dapat tumbuh secara optimal. Dalam dua puluh tahun terakhir, perkembangan teknologi dalam bidang biologi berkembang dengan sangat pesat dan dikenal dengan bioteknologi . Penerapan bioteknologi untuk tanaman juga berkembang sangat pesat, sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi budidaya terutama dalam penyediaan bibit tanaman dan tanaman varietas unggul dalam waktu yang relatif singkat. Untuk memperkenalkan sekaligus memutakhirkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bioteknologi, maka akan dijelaskan

tentang berbagai teknik untuk memproduksi tanaman secara kultur jaringan. Dalam teknik kultur jaringan akan dipelajari mulai dari teknik menyiapkan sarana dan prasarana, tanaman induk, membuat media tanaman, inisiasi, subkultur, aklimatisasi dan pembesaran bibit hingga bibit siap tanam. Untuk menggambarkan berkembangan rekayasa genetika pada bidang pertanian, akan dibahas secara singkat tentang bioteknologi pertanian, mulai dari perkembangan berbagai penemuan pada bidang boteknologi, materi genetik dan beberapa contoh teknik kultur in vitro tanaman. 1.1. Potensi Perbenihan Tanaman Negara Republik Indonesia yang kita cintai mempunyai penduduk sebanyak 238 juta jiwa (WWW.DatastatistikIndonesia.com. , 2008). Sebagian besar penduduk Indonesia di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali makanan pokoknya adalah nasi. Di kepulauan Nusa Tenggara Timur makanan pokonya adalah jagung. Di Kepulauan Maluku dan Papua makanan pokonya adalah sagu. Kebutuhan beras untuk satu tahun adalah sebanyak 32,49 juta ton (www.depkoninfo.goid.,2008). Kebutuhan benih padi di indonesia adalah sebanyak 300.000 Ton per tahun. Produksi benih padi indonesia tahun 2007 adalah 106.700 ton. Hanya untuk kepentingan dalam negeri saja, masih terdapat peluang untuk mengupayakan produksi benih padi per tahun sekitar 103.300 ton per tahun. Hal ini tentu saja merupakan peluang usaha di bidang agrobisnis industri benih padi yang sangat prospetif untuk saat ini dan masa-masa yang akan datang. Menurut hasil analisa usaha, dalam satu kali periode produksi padi dihasilkan keuntungan rata-rata sebanyak Rp. 5.000.000,- sampai dengan

Teknik Pembenihan Tanaman 2

Rp.8.136.900,00 (www.litbang.deptan.go.id., 2008 dan www.medanbisnis.online., 2008). Tentu saja informasi ini merupakan berita gembira bagi sumberdaya manusia yang berminat membuka usaha di bidang pertanian. Oleh sebab itu sejaka lima tahun terakhir banyak perusahaan multinasional yang mengembangkan usaha baru di bidang perbenihan padi, terutama padi hibrida, diataranya adalah PT Sang Hyang Seri, PT Dupont Indonisia, PT Primatani, PT East West Seed, PT Primasid Andalan Utama. Hampir semua perusahaan tersebut dalam pengembangan produski masal benih padi, selalu mengadakan kerjasama dengan petani andalan dan kelompok tani yang pada umumnya menggunakan sistem inti-plasma. Sebagai sumberdaya manusia Indonesia yang bergerak di bidang pertanian, maka sebaiknya selalu meningkatkan kompetensi dalam bidang agrobisnis industri perbenihan. Kebutuhan benih jagung di Indonesia untuk tahun 2008 sekitar 47.600 ton. Produksi benih jagung di Indonesia pada tahun 2007 adalah sebanyak 35,150 ton (www.bisnis.com.2008). Sama halnya dengan potensi dalam agribisnis industri padi, maka potensi usaha dalam bidang agrobisnis industri jagung pun sangat menarik. Berdasarkan data di atas, untuk kepentingan dalam negeri, masih dibutuhkan benih jagung sekitar 12.450 ton benih jagung per tahun. Munurut informasi dari Bidang Penelitian dan Pengembangan-Depertemen pertanian keuntungan usaha dari produksi benih jagung adalah sebesar Rp.3.425.208,sampai dengan Rp.4.401.250,(www.litbang.deptan.go.id., 2008). Ilustrasi yang disampikan di atas, baru menganalisis dua benih makanan pokok masyarakat Indonesia. Bagaimana dengan potensi kebutuhan benih tanaman industri, contohnya adalah kelapa sawit dan karet. Kebutuhan benih kelapa sawit saat ini adalah sebanyak 230.000.000 benih dan sebagian besar diimport dari

Malaysia dan Costa Rica. Kebutuan benih kelapa sawit dari tahun ke tahun selalu memperlihatkan tren kenaikan. Oleh sebab itu prospek agrobisnis industri kelapa sawit merupakan pilihan cerdas untuk membuka usaha di masa yang akan datang (Badan Koordinasi Penanaman Modal, 2008). Perkembangan harga karet pada 3 tahun ini selalu meningkat sehingga investir dan masyarakat banyak yang beralih usaha dari bisnis di luar bidang pertanian berganti pengusaha agrobisnis. Berdasarkan fakta ini secara otomatis kebutuhan benih karet meningkat dan pada tahun 2008 permintaan benih karet mencapai 70.000.000 benih (BUMN, 2008). Dari kebutuhan benih karet sejumlah tersebut di atas hanya 50.000.000 benih karet yang dapat dihasilkan oleh pengusaha dan petani agrobisnis. Potensi baru dan peluang bisnis yang baik untuk SDM yang berkompeten di bidang perbenihan. Potensi agrobisnis industri benih tanaman hortikultura pun sangat baik untuk dipelajari. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura kebutuhan benih beberapa tanaman hortikultura masih harus diimport diantaranta adalah benih kentang 1.200.000,- kg, tanaman buah 418.000 bibit, tanaman hias 5.100 flask dan 51 Kg serta tanaman biofarmaka sebanyak 642 (Kg). Tentu saja informasi ini merupakan hal yang sangat penting, karena potensi perkebangan kebutuhan tanaman hortikultura masih memumnginkan untuk diproduksi di dalam negeri. Data import ini menjadi suatu peluang bagi sumberdaya manusia Indonesia yang memiliki potensi di bidang perbenihan tanaman. Analisa terhadap beberapa potensi agrobisnis industri benih telah dibahas. Agar dapat menjadi sumberdaya pada bidang perbenihan yang handal dan maka

Teknik Pembenihan Tanaman 3

dengan profesionalime harus dijunjung tinggi yaitu harus profesional saat bersikap, menguasai iptek perbenihan dengan baik dan dapat melakukan teknik perbenihan yang efektif dan efisen sehingga menghasilkan keuntungan dan benefit yang tinggi. Bagaimana dengan potensi ekspor benih dari indonesia di masa yang akan datang?. Menurut Dirjen Tanaman Hortikultura (2006) terdapat beberapa benih tanaman yang mempunyai potensi tinggi seperti benih tanaman sayuran, buah, tanaman hias dan bio-farmaka dengan nilai eksport sebesar US $ 3.783.501,-. 1.2. Peran Perbenihan Tanaman Benih merupakan produk akhir dari suatu program pemuliaan tanaman, yang pada umumnya memiliki karakteristik keunggulan tertentu, mempunyai peranan yang vital sebagai penentu batas-atas produktivitas dan dalam menjamin keberhasilan budidaya tanaman. Upaya perbaikan genetik tanaman di Indonesia masih terbatas melalui metode pemuliaan tanaman konvensional, seperti persilangan, seleksi dan mutasi. Di Indonesia penerapan teknologi pemuliaan modern belum diterapkan secara optimal sedangkan di negara-negara maju, teknologi tersebut sangat pesat perkembangannya. Di Indonesia tujuan pemuliaan masih berkisar pada upaya peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit utama dan toleransi terhadap cekaman lingkungan (Al, Fe, kadar garam, dan lain lain). Benih tanaman sangat berperan dalam pengembangan bidang pertanian. Benih adalah faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Benih dengan kualitas baik dan seragam akan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Benih kelapa sawit dura, Pisifera dan Tenera merupakan tiga varietas yang

Perbenihan tanaman sangat berperan dalam penyediaan pangan (ketahanan pangan). penggunaan varietas unggul dan benih bermutu atau benih bina adalah salah satu faktor keberhasilan usaha dan pembangunan perkebunan. lokasi. mutu dan harga). Kebijakan pemerintah dalam mendukung program perbenihan melalui menyediakan benih unggul dan bermutu melalui prinsip 6(enam) tepat (waktu. kapas (18 %) dan tembakau (21 %). Berikut ini akan diinformasikan beberapa peran perenihan tanaman secara spesifik untuk masing-masing sektor. jenis. sehingga penanaman varietas tersebut di atas akan berperan sangat dominan dalam menentukan pendapatan petani kepala sawit. Dengan beberapa informasi di atas dapat disimpulkan bahwa banih sangat berperan penting dalam menentukan produksi tanaman dan pendapatan petani. Pada tingkat petani. Dengan usaha tersebut diatas diharapkan akan tercipta usaha perbenihan yang profesional. Teknik Pembenihan Tanaman 4 . (Franchising). lapangan kerja dan ekonomi. Penggunaan benih bina oleh petani masih bervariasi antar komoditi seperti kelapa sawit (85 %). Ketidak-murnian benih yang ditanam akan mengakibatkan penurunan produksi dan mengakibatkan penurunan pendapatan atau bahkan rugi. jumlah. Strategi pengembangan pola kemitraan usaha dengan swasta/penangkar benih/asosiasi petani di wilayah pengembangan ini dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah untuk mendorong industri perbenihan yang menyediakan benih yang terjamin mutunya. Wujud dari pola kemitraan usaha tersebut salah satunya adalah melalui pengembangan industri perbenihan dan Model Waralaba. sandang. kakao (26 %). papan.banyak diminta oleh konsumen karena mempunyai potensi produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya.

Teknik Pembenihan Tanaman 5 . Perbenihan tanaman merupakan bidang yang memerlukan banyak tenaga kerja. Penemuan varietas jati unggul seperti mas dapat memperpendek masa budidaya tanaman jati. produktivitas beras per hektar meningkat dari 4 ton/hekter menjadi 6-8 ton/hektar. Setelah ditemukan padi VUTW.Tahun 1987. Dengan adanya peningkatan produksi beras tersebut maka indonesia berhasil memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. amka kebutuhan pangan tidak dapat dipenuhi dan mengakibatkan harus selalu import beras. Benih tanaman sebagai langkah awal dari kegiatan pertanian. Varietas jati lokal dapat dipanen pada umur 20-30 tahun sedangkan jati mas dapat dipanen dalam jangka waktu 12-20 tahun. Salah satu hal yang menunjang keberhasilan tersebut adalah ditemukannya VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng). Masa budidaya yang singkat sangat menguntungkan ketersiediaan bahan baku papan. Indonesia yang pada tahun 1945 sampai dengan 1986 merupakan importir beras karena produktifitas benih padi hanya 4 ton per hektar dan sering terserang ooeh hama wereng. telah berperan dalam bidang ekonomi dengan adanya peningkatan penambahan devisa dari ekspor benih dan peningkatan pendapatan petani yang beralih dari petani budidaya menjadi penangkar benih Benih tanaman penghasil kayu dan kertas sangat dipengaruhi oleh varietas benih yang ditanam. Dengan demikian sektor perbenihan merupakan bagian dari penyediaan tenaga kerja di bidang pertanian. indonesia berhasil melakukan swasembada pangan.

siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. papan dan sandang. . . Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk ekspor. Potensi kerjasama perusahaan benih dengan petani penangkar benih.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 1. . 2. . SOAL: . Potensi pembenihan tanaman Peran pembenihan tanaman . Menjelaskan peran pembenihan tanaman. Pembenihan tanaman berperan penting dalam keberhasilan Indonesia dalam program swasembada pangan tahun 1987. Pembenihan tanaman sangat berperan dapam penyediaan bahan baku pangan. Benih merupakan factor penentu produksi tanaman. . Pembenihan tanaman perperan dalam penyediaan tenaga kerja terampil sehingga mengurangi pengangguran. . Menjelaskan potensi pembenihan tanaman. Potensi pengembangan usaha pembenihan tanaman untuk memenuhi kebutuhan benih dalam negeri. . . Pembenihan tanaman dapat meningkatkan pendapatan petani. Pembenihan tanaman dapat meningkatkan perekonomian bangsa.

Teknik Pembenihan Tanaman 6 . Jelaskan dengan singkat dan jelas minimal 2 potensi dan peran pembenihan tanaman untuk ekspor. Bagaimana peran benih padi VUTW pada tahun 1987 dibandingkan dengan peran VUTW pada tahun 2007. 2. Wawancarai minimal satu orang petani / pengusaha penangkar benih tentang perbandingan pendapatan mereka saat menangani usaha pembenihan tanaman dibandingkan dengan usaha sebelumnya. TUGAS: 1.1. Lakukan observasi terhadap aktivitas petani penangkar benih. 2.

daun. a. Akar tanaman terdiri dari dua jenis yaitu akar primer dan akar lateral. Semua jenis tanaman. Akar primer adalah akar utama sedangkan akar lateral adalah akar yang tumbuh dari akar primer. Tanaman merupakan mahluk hidup yang dapat memproduksi makanan sendiri. Pada batang tanaman terdapat daun. ujung akar. batang. Seluruh tubuh tanaman dilindungi oleh sel epidermis. KARAKTERISTIK TUMBUHAN 2. air atau media tanam lainnya). Batang tanaman adalah bagian tanman yang tumbuh di atas akar atau tumbuh di atas permukaan media tanam (tanah.BAB 2.1 Anatomi Dan Morfologi Tumbuhan Tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. dan pada kondisi yang tepat. bunga dan buah. Akar tanaman terdiri dari tudung akar. Bunga tanaman mempunyai putik dan benang sari. daun. pada organ batang akan tumbuh dan berkembang bunga. batang. Jaringan lainnya yang terdapat pada batang adalah jaringan pembuluh yang terdiri dari xilem (jaringan pengangkut air) dan floem (jaringan pengangkut hasil fotosintesis). kemudian pada saat tanaman dewasa. Pada batang tanaman terdapat jaringan batang bagian bawah (ground tissue) yang menghubungkan bagian akar dengan dengan batang tanaman bagian atas dan organ-organ tanaman bagian atas . Anatomi tanaman terdiri akar. bunga dan buah. putik akan diserbuki oleh tepung . Struktur tubuh tumbuhan Struktur tubuh tanaman terdiri dari akar. rambut akar. mulai dari yang berukuran kecil sampai dengan pohon yang sangat besar mempunyai kesamaan anatomi atau struktur.

Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Sel Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. misalnya bakteri. dan beberapa jamur dan Teknik Pembenihan Tanaman 7 .1. Dalam buah yang berkualitas baik akan tumbuh biji sebagai cikal bakal generasi tanaman yang selanjutnya.sari sehingga menjadi buah. b. Bagian-bagian tanaman secara lengkap disajikan dalam Gambar 2.1. Sel dapat berfungsi secara otonomi (dapat berdiri sendiri/ independen) asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. 2006). Gambar 2. Struktur tubuh tamanan (Encarta Ensiklopedia. Makhluk hidup (organisma) dapat tersusun dari satu sel tunggal (uniselular.

Rudolf Virchow. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh 2 orang ilmuwan dari Jerman yaitu Matthias Schleiden (ahli tumbuhan. Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti tercantum pada Tabel 1.protozoa) atau terdiri dari banyak sel (multiselular). Perkembangan mikroskop selama hampir 200 tahun berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk meneliti susunan tubuh makhluk hidup. seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke meneliti irisan tipis gabus dengan menggunakan mikroskop yang dirancangnya sendiri. 18041881) dan Theodor Schwann (ahli hewan. namun proses evolusi yang dialami oleh masing-masing kelompok organisme (Phylum) memiliki kekhususan tersendiri. Pada organisma multiselular terjadi pembagian tugas selsel penyusunnya. Sel-sel prokariota (organisme bersel satu seperti bakteri. beberpa fungi dan protozoa) beradaptasi dengan . Penemuan ini menjadi dasar bagi perkembangan bidang biologi yang penting saat ini yaitu mikrobiologi (ilmu yang mempelajari perkembangan dan pertumbuahan mahluk hidup yang berukuran kecil / mikroba). Pada tahun 1665. Kata sel berasal dari kata Latin ce lulae yang berarti 'kamar-kamar kecil Kemudian seorang ahli mikrobiologi yaitu Anton van Leeuwenhoek melakukan pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik (mikroba) dan hasil pengamatannya menemukan ada "kehidupan di dunia lain" yaitu kehidupan mikroba (organisma yang berukuran kecil) yang belum pernah dilihat oleh manusia. Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman. Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun dari sel. 1810-1882). c. Struktur dan fungsi-fungsi sel semua organisme hampir sama. dan dijadikan dasar untuk klasifikasi mahluk hidup. mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru.

Sitoplasma dan nukleus secara bersama-sama dan berkelanjutan membentuk protoplasma. sitoplasma. walaupun . Ukuran sel lebih kecil. d. Mempunyai dinding sel Tidak mempunyai dinding sel Mempunyai klorofil Mempunyai vakuola atau rongga sel yang besar. Di dalam sitoplasma terdapat berbagai organel. Perbedaan Sel Tumbuhan Dan Hewan.1. Tabel 2. Bentuk sel tidak tetap Bentuk sel tetap. Struktur sel Struktur sel mahluk hidup pada umumnya minimal terdiri dari organelorganel membran sel. dan inti sel atau nukleus. Sel tumbuhan Sel hewan Ukuran sel lebih besar. (fleksibel/ lentur). Sel tumbuhan.kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota (organisme yang mempunyai inti sel yang dikelilingi membran inti) beradaptasi untuk hidup saling berinterkasi dengan organisme lain sehingga menjadi suatu organisasi mahluk hidup yang sangat harmonis. alga dan prokariota mengembangkan dinding sel sedangkan sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Beberapa organisme prokariot memiliki flagella pada selnya untuk memudahkan pergerakan. Tidak mempunyai klorofil Tidak mempunyai vakuola.

terkadang beberapa sel hewan uniseluler memiliki vakuola Teknik Pembenihan Tanaman 8 .

2. Sitoplasma Fungsi utama sitoplasma yang berupa cairan kental adalah menjamin kelangsungan hidup sel (metabolisma). O leh sebab itu. Gambar 2.2005) 1). Memban sel secara otomatis dapat menentukan bahan-bahan tertentu saja (nutrisi yang dibutuhkan untuk kehidupan sel) yang dapat masuk k e dalam dan keluar dari sel. Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). Membran sel embran sel adalah suatu selaput tipis yang membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar. Hampir semua kegi-atan metabolisme berlangsung di dalam ruangan berisi cai ran kental ini. Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). Menyimpan energi dalam bentuk granul (seperti biji) berupa kanji. dalam kondisi normal.(tetapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). Perbesaran 400 kali (Nurwardani. 2). Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayanglayang (terapung) dalam cairan kental (be . membran sel bersifat ' selektif permeabel'. Menyimpan makanan dalam bentuk granul (seperti biji) yaitu glikogen. membran sel selalu melekat pada dinding sel sebagai akibat adanya tekanan turgor dari dalam sel. Pada sel tumbuhan.

serta reaksi terhadap rangsang. Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik (suatu proses yang memerlukan protein spesifik sehingga mempercepat berlang-sungnya suatu proses metabolisme). 3). penyimpanan.rsifat koloid. paru-paru dan lambung. respirasi (perombakan energi dari proses pernafasan). bunga dan buah. Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi pada sitoplasma. Or ganel Manusi a memiliki banyak or-gan yang berbeda seperti jantung. Sel ain organel. Cairan yang mengisi vakuola ber-beda-beda. yang fungsinya yang berbeda -beda. tergantung letak dan fungsi sel. Organel-organel dalam sel akan menjalankan banyak fungsi kehidupan seperti sintesis bahan. batang. retikulum endoplasma. sehingga disebut pula 'cairan sel'. Demik ian pula dengan sel. 4). Di dalam nukleus terdapat nukleolus. Sel memiliki organ yang disebut organel . daun. khloraplas (organael khusus yang hanya terdapat dalam sel tumbuhan). mi tokondria. Va-kuola memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair. terdapat pula vakuola. namun tidak homogen) yang disebut matriks. benda golgi dan berbagai produk sekunder lain. N ukleus Nukl eus mengendalikan kegiatan yang terjadi pada sitoplasma. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim). Tumbuhan mempunyai organ se-perti akar.

Teknik Pembenihan Tanaman 9 .

ujung akar sering-kali meruncing. . Sel tumbuhan dan berbagai organel sel ( Encarta. selalu tumbuh ke arah yang berlaw anan dengan udara dan cahaya. Pada ujungnya akar selalu tumbuh. tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah cepat jika dibandingkan dengan bagian di atas permukaan tanah. . Retikulum endoplasma. Plastida (hanya sel tumbuhtumbuhan dan sejumlah alga). e. 2005). Ribosom. hingga lebih mudah untuk menembus tanah. Mitokondria. dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop).4. biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuningkuningan. Akar tidak berwarna hijau. Gambar 2. Badan golgi atau benda golgi atau diktiosom. Pada umumnya akar tidak berbuku-buku. .3. Selanjutnya. . Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah. Berikut adalah macam-macam benda dalam sel (khususnya sitoplasma) yang digolongkan sebagai organel: . . Vakuola Gambar 2. Akar tanaman yang dibudidayakan secara . tidak beruas dan tidak menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainya. Akar tumbuhan memiliki sifat-sifat sebagai berikut. Akar Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan.(berarti 'organ kecil'). Peroksisom .

Secara umum.hidroponik Fungsi akar bagi tumbuhan ada-lah memperkuat berdirinya tum-buhan. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. mengangkut air dan zat-zat makanan yang telah diserap ke bagian tubuh tumbuhan yang memerlukan nutrisi. untuk menyerap air dan zat-zat nutrisi (makanan tanaman) yang terlarut di dalam air tanah atau larutan hara tanaman. tumbuhan dikotil tersebut dikembang-biakkan secara vege-tatif seperti cangkok. Akar tanaman kadang-kadang berfungsi sebagai tempat untuk penimbunan makanan. atau stek). Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Teknik Pembenihan Tanaman 10 . Akar serabut. Walaupun terkadang. ada dua jenis akar yaitu: 1). tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan..

Akar gantung. dan Soneratia b). antara lain sebagai berikut. Akar penghisap akar pengisap ialah akar yang terdapat pada tumbuhan jenis parasit seperti benalu. f. c). Batang Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting. Akar banir ialah akar yang banyak terdapat pada tumbuhan tropik. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut : . Batang tanaman umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. 3). Ada beberapa jenis modifikasi akar. Akar gantung yaitu akar yang sepenuhnya berada di atas tanah. Kedudukan batang bagi tubuh tum-buhan. Modifikasi akar Akar tumbuhan sering kali mengalami perubahan bentuk (modifikasi) sesuai dengan fungsi dan kondisi lingkungan serta jenis tumbuhannya. Akar gantung terdapat pada tumbuhan epifit seperti anggrek. Akar nafas yaitu bagian akar yang naik ke atas tanah. Akar banir. a). d). khususnya ke atas air seperti pada tumbuhan mangrove dari genera Avicennia.2). batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. . Akar tunggang. akan tetapi selalu bersifat aktinomorf. Akar napas. Fungsi utama akar tunggang adalah untuk menyimpan makanan.

Batang tanaman pada umum-nya tidak berwarna hijau. dengan vari-asi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. oleh sebab itu sering dikatakan. Batang tanaman membentuk percabangan dan selama hi-dup tumbuhan. . kecu-ali tumbuhan yang umurnya pendek. Bentuk daun sangat beragam. Batang biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop) . Masing-masing ruas dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku batang terdapat daun. Batang selalu bertambah pan-jang di ujungnya. namun biasanya berupa helaian. bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas. misalnya rumput dan pada saat batang masih muda. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat (dapat membuat energi untuk kehidupannya). g. Bentuk dasar daun membulat. sedang atau tebal. tidak akan di-gugurkan (digantikan dengan yang lebih muda). kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil. Ketebalan daun pun beragam ada tipis. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. umumnya berwarna hijau dan berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari melalui fotosintesis.. . Teknik Pembenihan Tanaman 11 . Daun Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh pada batang. ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. . Batang tanaman terdiri atas ruasruas.

Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menye-leksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam foto-sintesis. Tempat terjadinya gutasi. Anatomi daun adalah sebagai berikut: . tergantung derajat keasaman). Daun tanaman berfungsi sebagai: . misalnya karoten (berwarna jingga). . Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan . dan mengakibatkan daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. . Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis bawah. xantofil (berwarna kuning). Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang berongga. Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah men-jadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur). atau ungu. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain. Daun tumbuhan sukulen (mengandung air dalam jum-ah yang banyak) atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air. dan antosianin (berwarna merah. Epi-dermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. biru. Sebagai organ pernapasan (pada daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi. Tempat terjadinya fotosintesis. Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis . Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Alat perkembang-biakkan secara vegetatif (seperti tunas daun cocor bebek yang dapat digunakan sebagai bahan un-tuk perbanyakan tanaman secara stek daun).Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus). . Tempat terjadinya transpirasi. . .

Teknik Pembenihan Tanaman 12 . sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Kemudian stoma akan mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma (jamak: stomata) ber-fungsi sebagai organ respirasi. tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang. . Stoma pada daun identik dengan hidung manusia. Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis karena mengandung klorofil. Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. Sedangkan floem ber-fungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2.cadangan makanan. .

Gambar 2.5 Berbagai bentuk batang dari berbagai jenis tanaman Gambar 2.6 Irisan melintang batang tanaman dengan struktur jaringan pengangkut a ir dan hasil fotosistesis.7 . Daun segar membutuhkan cahaya untuk melangsungkan proses fotosintes is (kiri) dan daun tua telah kehilangan klorofil karena proses penuaan (kanan) Teknik Pembenihan Tanaman 13 .Gambar 2.

maka dengan segera dan secara bersam-sama jaringan pembuahan tersebut akan menye-rap air dan nutrisi tanaman berupa gula dan akan membentuk tabung sari. Bunga Bunga adalah organ reproduksi pada sebagain besar tumbuhan yang sering memproduksi buah yang mengandung biji sebagai calon benih. Pada biji yang sedang berkembang. Model irisan melintang daun tumbuhan h. sebagai contoh adalah cornifera mempunyai benih telanjang pada suatu bentuk spesifik berupa cone. putik. Gambar 2.kepala putik kelopak bunga. Pembuahan adalah permulaan dari pertumbuhan ovari yang cepat dan selanjutnya berkembang men-jadi biji. untuk membentuk zigot.8. benang sari.Gambar 2. i. sel telur. Biji akan tumbuh dan berkembang sampai menjadi bentuk yang sempurna dan memenuhi standar untuk menjadi benih. perkembangan em-brio didahului oleh pertumbuhan endosperm. menuju kje arah kantung lembaga. Di tempat tersebut sel jantan bertemu dengan sel telur. dan serbuk sari Teknik Pembenihan Tanaman . Buah dan biji Buah pada umunya merupa-kan organ tanaman tempat me-nyimpan benih dan hasil foto-sintesis. Perkembangan biji akan diakhiri dengan pemben-tukan integumen pada jaringan ovari induk. Tidak semua biji tanaman dihasilkan dari bunga.9 Bunga tumbuhan yang sempurna memiliki bagian bunga sebagai berikut tangkai bunga. mahkota bunga. Tabungsari akan tumbuh dan menembus tangkai putik (style). Zigot akan tumbuh menjadi embrio biji. tangkai putik. Biji sebagai calon benih yang pada umumnya berada di dalam buah terbentuk melalui proses berikut: setelah tepung sari mendarat dengan tepat pada kepala putik.

14 .

calon akar dan calon daun pertama) Untuk memperjelas gambaran proses perkecambahan biji dapat dilihat pada gambar perkecambahan biji tembakau (Nicotiana tabacum). endosperm. lemak dan protein.2. Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung air akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit. dan embrio. Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm). Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination). Pada biji tanaman Gymnospermae. morfologi biji terdiri dari kulit biji. Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet. Pada biji monokotil. morfologi biji terdiri dari kulit biji (testa). sedangkan untuk biji dikotiledon terdiri dari kulit biji (testa) dan embrio (dua kotiledon. mega gametofit. Gambar 2.10. embrio yang terdiri dari kotiledon dan calon akar). Cadangan makanan dalam benih adalah karbohidrat. Naungan berfungsi seba-gai pelindung kecambah dan bibit muda dari sengatan sinar mata-hari.2 Anatomi dan Morfologi Biji Tumbuhan Biji yang memenuhi kriteria ter-tentu dapat dijadikan benih. Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkem-bangan bibit. dan organisme pengganggu tanaman. kotiledon. Benih yang sedang berkecambahan sangat peka ter-hadap penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat memerlukan perlindungan (proteksi). .

Biji-biji kelompok ini umumnya beasal dari daerah beriklim sub tropis. adanya persediaan oksigen dan air. suhu menguntungkan.3 Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan Biji dari berbagai spesies tumbuhan akan berkecambah apabila. Teknik Pembenihan Tanaman 14 .Biji tanaman yang terbentuk dari hasil pembuahan (bertemunya putik dengan serbuk sari dan berkembang menjadi zigot) 2. persediaan oksigen memadai dan kelembaban media tumbuh cukup dan kontak secara langsung dengan biji. Pada beberapa spesies walaupun kondisi di atas terpenuhi tetapi biji tidak dapat berkecambah. Periode dormansi yang telah dilewati akan menyebabkan perkecambahan biji pada kondisi suhu yang optimal. Hal tersebut disebabkan oleh belum tuntasnya masa dormansi (istirahat) biji tersebut.

Teknik Pembenihan Tanaman 15 . Pada penambahan hormon ABA. ( (Muller et.Gambar 2. Enam jam pertama. m ikropilar kulit biji terluar akan merekah sehingga memudahkan endosperm menembus kulit biji. B. Pada saat enam jam ke tiga.11 Morfologi benih tumbuhan Gambar 2. mikropilar endosperm menyelimuti ujung radikula (calon akar). D. C. Pada saat ena m jam kedua..2004). radikula mulai keluar dari biji. A. mikropilar endosperm akan menye limuti radikula pada saat 60 jam setelah perkecambahan (ABA menghambat mikropilar menyelimuti radikula).al.12 Tahapan perkecambahan benih tembakau (Nicotiana tabacum).

kondisi kelebihan air akan menyebabkan oksigen keluar dari dalam sel dan benih tidak dapat berkecambah.Perkecambahan dapat terjadi walaupun tanah atau media semai tidak mengandung unsur hara karena di dalam biji sudah mengandung cukup persediaan makanan agar lembaga dapat tumbuh selama masa persemaian. Benih harus mendapatkan jumlah air yang tepat untuk berkecambah. Sebaliknya jika kelembaban media kurang optimal benih tidak akan dapat menguraikan cadangan makanan dalam biji (jaringan endosperma) sehingga epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh dan berkembang. Dalam keadaan yang menguntungkan untuk proses perkecambahan. Oksigen bebas sangat diperlukan untuk respirasi yang akan menghasilkan enerji yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Ketidak-tersediaan oksigen akan memperlambat atau mencegah perkecambahan benih. terutama dari golongan bakteri dan fungi. Kondisi inipun akan mempertinggi kemungkinan benih terserang oleh organisme pengganggu tanaman. maka berbagai proses kehidupan akan berlangsung. Pada saat protoplasma sel menyerap uap air. dan akan mengakibatkan benih mati atau tumbuh tidak normal. Kandungan air dalam sel benih akan naik dari tingkat praperkecambahan sebesar 8-14% menjadi lebih dari 90%. benih mengabsorpsi air sehingga benih menjadi menggembung dan kulit biji pecah. Kelembaban media tanam yang terlalu berlebihan akan menghambat proses perkecambahan. Suhu yang paling optimal untuk perkecambahan biji adalah 15-38oC. Dengan segera air memasuki sel-sel jaringan lembaga dan endosperma. Benih akan berkecambah. setelah keluar kotiledon harus ditambahkan air dan beberapa unsur hara pada media tanamnya. Hormon .

Sel-sel ini mulai membesar pada saat menyerap air. sehingga dapat mensuplai epikotil tumbuh dengan baik dan akan menjadikan calon batang pertama. dan proses-proses pertumbuhan lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketebalan dan struktur kulit biji dan masa dormansi biji. akar-akar primer akan tumbuh dalam 36-96 jam. Akar ini mempunyai panjang 2 cm atau lebih. maka sel-sel pada ujung epikotil dan hipokotil mulai membelah dan membentuk sel-sel baru. Hormon ini mengatu pertumbuhan dan perkembanga hipokotil dan epikotil. dalam kondisi lingkungan yang paling baik.pertumbuhan dan perkembangan seperti asam indol asetat akan mulai berfungsi. Ujung hipokotil muncul melalui suatu celah pada kulit biji. Akar primer yang tumbuh akan mengasilkan akar-akar sekunder. kemudian protoplasma yang baru akan terbentuk. Tingkat perkecambahan biji sangat bervariasi. produksi protoplasma. Ketika terjadi proses pencernaan cadangan makanan pada biji. kemudian tumbuh dan berkembang agi menjadi akar tersier. respirasi dan asimilasi nutrisi ke dalam protoplasma. Ujung hipokotil tumbuh menjadi akar primer. Dari epikotil akan tumbuh batang yang akan menghasilkan daun-daun serta berbagai cabang. Sumber makanan yang tersimpan dalam endosperma dan kotiledon akan segera diproses melalui respirasi sehingga menghasilkan enerji kimia yang penting untuk pembelahan sel. Kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman dewasa. Akar primer akan menyerap air dan unsur hara dari tanah. Dalam proses ini pertumbuhan Teknik Pembenihan Tanaman 16 .

.

Tumbuhan yang sedang tumbuh harus memiliki protein dan senyawa organik lain untuk membangun protoplasma. Pada umumnya.akan melibatkan pembuatan sel-sel baru dari sel-sel yang sudah ada sebelumnya. akan tetapi proses kehidupan yang terjadi hanya mempertahankan ciri spesifiknya serta fungsinya sepanjang masa hidup tumbuhan. dan jaringan peyimpanan. serta cahaya. jaringan pembuat makanan. Disamping itu terdapat proses pembesaran sel yang baru terbentuk. sehingga sel akan membesar dan menjadi jaringan tanaman. Pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dikendalikan secara umum oleh hormon yang disintesis oleh tumbuhan dan terdapat pada semua jaringan. interaksi timbalbalik tunas dan berbagai pertumbuhan lainnya. Selama masa pertumbuhan dan perkembangan. floem. sel dan jaringan yang sudah matang tidak akan membelah diri lagi. Selama masa . Salah satu contoh IAA adalah giberelin. tumbuhan memerlukan air. unsur hara. Sel yang baru terbentuk dengan cepat akan meningkat ukurannya karena adanya asimilasi makanan ke dalam protoplasma. karbondioksida dan oksigen. pertumbuhan buah dari bakal bunga menjadi bunga dan buah. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk pertumbuhan normal adalah tersedianya enerji kimia yng berasal dari proses respirasi. Fase pertumbuhan yang berikutnya perkembangan sel. jaringan penguat. gugurnya daun dan jatuhnya buah. Tumbuhan ini harus memiliki selulosa dan beberapa senyawa organik untuk membentuk dinding sel. Hormon pertumbuhan IAA (Indol Acetic Acid) berfungsi dalam pembesaran sel. yaitu dengan ditandai terbentuknya jaringanjaringan baru seperti silem.

Tumbuhan dewasa. Proses perkembangbiakan secara generatif dimulai dari terjadinya pertemuan butir-butir serbuk sari dengan putik. dan cabang tumbuhan akan tumbuh dan berkembang sampai akhirnya terbentuk organ generatif. D.tersebut. Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. organ-organ vegetatif seperti daun. Di dalam putik.13. Kondisi ini menandai adanya calon generasi tumbuhan berikutnya. Organ generatif tumbuhan yang minimal adalah terdiri dari benang sari dan putik. B. Proses benih berkecambah.kemudian menjadi bakal biji yang terletak dalam bakal buah. Bibit. C. butiran serbuk sari membentuk tabung. Tumbuhan sanesen (tua) Teknik Pembenihan Tanaman 17 . Gambar 2. A. batang.

Gambar 2.14. Proses pertumbuhan dan perkembangan biji (fase haploid) serta proses penyerbukan (fase diploid). Teknik Pembenihan Tanaman 18 .

. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Anatomi dan morfologi tumbuhan Anatomi dan morfologi biji tumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan . Bunga . Anatomi dan morfologi tumbuhan 2. Batang . Bagian-bagian biji dikotil. . . Anatomi dan morfologi biji tumbuhan. Sel tumbuhan . . . Tahapan perkecambahan. Buah dan biji. Perbedaan sel tumbuhan dan hewan. pertumbuhan dan . . .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 2. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman meliputi: proses benih berkecambah. Bagian-bagian biji monokotil. siswa diharapkan telah menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. . Daun. Struktur tubuh tumbuhan. Akar. 3.

Lakukan observasi di lingkungan sekolah terhadap 20 jenis tumbuhan. Gambarkan bagian-bagian biji tumbuhan TUGAS: 1. Teknik Pembenihan Tanaman 19 . Kelompokkan tumbuhan atau tanaman yang mana yang termasuk dikotil dan mookotil. tumbuhan tumbuh dewasa dan proses sanesen (tua). Jelaskan dengan ringkas tentang perbedaan dan persamaan sel tumbuhan dan hewan 2.perkembangan bibit. SOAL: 1. Amati proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman tanaman padi 2.

. norma kerja nyata. Dalam hal ini ada 3 norma yang harus diperhatikan yaitu: . Dasar-dasar Pembibitan dan Produksi Benih Tanaman.1. . Oleh sebab itu dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu : . Keturunan tanaman yang berasal dari proses pembenihan vegetatif dari dua induk yang mempunyai keunggulan. Pada kegiatan usaha pembenihan tanaman terdapat beberapa prinsip dasar yang selalu digunakan oleh setiap industri pembenihan yaitu: 3. lingkungan hidup.BAB 3. perusahaan. Keduanya dapata memadukan dua keunggulan tersebut sehingga mempunyai sifat-sifat lebih baik dari kedua induknya disebut bibit unggul. K3 bertujuan untuk mencegah. Pencegahan merupakan cara yang paling efektif. Investasi modal usaha. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN 3. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen untuk memproteksi pekerja. Teknik pembenihan vegetatif tanaman bertujuan untuk menghasilkan individu keturunan tanaman yang mempertahankan sifat baik dari induknya. norma keselamatan dan . bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident).2. mengurangi. norma kesehatan. dan tahan terhadap hama dan penyakit. dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Menurut Konradus (2003). Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Investasi bahan tanaman unggul aman.. Penanaman . penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman seperti: . Pemahaman K-3 . kondisi lingkungan yang tidak . Sertifikasi . Pemeliharaan benih . Pesemaian . (benih unggul) . Penelitian dan pengembangan produk Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja. . Investasi lahan pembenihan. Pemasaran . Penggudangan . Pengolahan benih (seed processing) . perilaku yang tidak aman . Penyiapan alat-alat produksi benih dan quality control product . Layanan purna jual . Distribusi produk . Penyiapan tenaga kerja profesional . Pengujian kualitas produk . Pemeliharaan pesemaian .

kondisi badan yang lemah Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas.. sembrono dan tidak hati-hati . tidak mengikuti standar prosedur kerja . tidak mematuhi peraturan . tidak memakai alat pelindung diri . Teknik Pembenihan Tanaman 20 .

pengendalian hama. pengolahan tanah. pengairan. menyambung dan lainlain) hal-hal yang harus diperhatikan dalam kesehatan pekerja sama dengan dalam kegiatan teknik perbenihan secara generatif yaitu penggunaan alat mesin serta penggunaan bahan kimia. penggunaan alat dan mesin-mesin. Dalam teknik perbenihan tanaman secara generatif yang pada umumnya terdiri dari kegiatan persiapan lahan. kerusakan jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet. penanaman. pencahayaan (sinar). misalnya kebisingan. persilangan. prosesing benih dan pengemasan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan diupayakan untuk diterapkan yaitu: . kelembaban udara. kemandulan. gangguan pernapasan. kebutaan. Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif dengan teknik kultur jaringan terdapat sedikit perbedaan yaitu harus memperhatikan minimal 3 hal dalam kesehatan pekerja yaitu. kanker kulit. getaran. pemanenan. . K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja. pembibitan. Norma Kesehatan pekerja Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya. mencangkok. Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif baik secara konvensional (menyetek. dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran.a. Penggunaan bahan kimia . dan lain-lain. penanganan pasca panen. penggunaan . pesemaian. Penggunaan alat dan mesin-mesin . penyakit dan gulma. kerusakan paruparu. yaitu penerapan dalam bidang teknik pembenihan tanaman secara secara generatif maupun vegetatif. pemupukan. Hal yang penting diperhatikan dalam penerapan kesehatan pekerja dalam bidang teknik perbenihan tanaman dapat dikelompokkan menjadi dua bagian.

gizi dan air minum. pelayanan kesehatan kerja . serangga atau labalaba penggigit atau bahaya spesifik lain. pencatatan. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah tindakan pertolongan pertama. Pelatihan ini meliputi perawatan luka terbuka. tempat berteduh dan perumahan. Jika terjadi gangguan kesehatan maka harus ada tempat untuk pelaporan. penyelidikan dan pemberitahuan penyakit dan kecelakaan kerja A ktivitas perbenihan tanaman pada umumnya dilakukan di lokasi yang agak jauh dari kota. Oleh sebab itu harus ada pekerja yang terampil dalam prosedur PPPK (Pertolongan Pertama Pada K ecelakaan).bahan kimia dan penggunaan lampu ultra violet dalam persiapan enkas untuk inokulasi bahan berupa sel atau jaringan tanaman. perawatan kesehatan. regu penolong. Alat atau kotak PPPK yang dirawat dengan baik harus siap tersedia di tempat kerja dan dilindungi terhadap pencemaran oleh kelembaban dan kotoran. J ika dalam melakukan kegiatan agribisnis perbenihan terjadi kecelakaan harus terdapat alat komunikasi agar dapat dengan segera menghubungi regu penolong seperti rumah sakit.. Wadah ini harus ditandai dengan jelas dan tidak berisi apapun selain peralatan PPPK dan semua karyawan harus mengetahui tempat penyimpanan peralatan PPPK dan prosedurnya. maka pelatihan pertolongan pertama harus diperluas melalui konsultasi dengan orang atau organisasi yang berkualitas. Dalam area di mana pekerjaanterlibat dengan resiko keracunan oleh bahan kimia atau asap. dan resusitasi. ambulance Teknik Pembenihan Tanaman 21 . ular.

harus dipastikan bahwa masukan energi cukup untuk pelaksanaan pekerjaan fisik berat baik karbohidrat. Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja. penanaman . lemak dan protein hewani. b. Bila makanan disediakan oleh pengusaha.atau dokter terdekat. Selain itu lokasi perbenihan diupayakan agar dekat dengan . Toko barang umum (terpisah dengan bahan mudah terbakar. Penerapan keselamtan kerja diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja. Pada suatu lokasi perbenihan tanaman harus diupayakan adanya tempat berteduh dan berlindung. Toko makanan . Penerapan keselatan kerja dalam bidang teknik perbenihnan tanaman harus diterapkan dalam setiap aktivitas diantaranya adalah persiapan lahan. . pemanenan. pemangkasan. kamar kecil atau kakus . pancuran.penyakit dan gulma tanaman). bahan kimia). penanganan dan penananam tanaman secara kimia (pemupukan dan pengendalian hama. Norma Keselamatan kerja Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. pengairan. Fasilitas sanitary (ruang cuci. kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. Fasilitas untuk mencuci dan mengeringkan pakaian . pemeliharaan tanaman tanpa bahan kimia. Semua kegiatan perbenihan tanaman harus direncanakan dan diorganisir secara terpadu sehingga dapat mencegah pemborosan dan untuk memastikan . prosesing benih dan pengemasan. Persediaan air bersih yang cukup.

Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah adanya keterangan tentang : . Rencana darurat dalam cuaca buruk atau terdapat masalah dengan peralatan. Jika memungkinka untuk dapat dipraktekkan. Semua perkakas. Teknik Pembenihan Tanaman 22 . Tujuan kegiatan . Lokasi tempat kerja yang ditunjuk. Penggunaan alat dan bahan harus dilakukan dengan metoda yang distandardisasi dan telah disetujui. Untuk setiap tugas diupayakan dipilih metoda terbaik dan paling aman. Spesifikasi untuk metoda kerja yang digunakan: . mesin dan bahan-kimia berbahaya yang digunakan dalam pembenihan harus: . terutama sekali untuk mengurangi mengangkat dan membawa muatan berat dan untuk mengurangi potensi bahaya yang timbul dari penanganan mesin bertenaga dan dipegang dengan tangan. alat dan mesin dalam teknik perbeniahan diupayakan untuk memenuhi kriteria di bawah ini. . Penggunaan bahan. Orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mengawasi kegiatan: . Jenis pekerjaan yang diperlukan . Spesifikasi produk atau hasil lain: .tingkatan monitorung yang tepat sehingga pelaksanaan kerja dapat berjalan dengan aman. Jadwal waktu untuk kegiatan spesifik: . pekerjaan manual dan motor-manual perlu didukung dengan mesin. Memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana ditentukan dalam standar internasional atau nasional dan rekomendasi.

Operator harus sadar bahwa keselamatan dan kesehatan kerja meruapak hal yang sangat penting. . Pakaian harus mempunyai warna yang kontras agar pekerja terlihat dengan jelas. . K3 dalam . Digunakan atau dioperasikan hanya oleh para pekerja yang telah dinilai berkompeten dan/atau memegang sertifikat ketrampilan yang sesuai. Untuk pekerjaan dalam iklim panas dan kering. Dalam melakukan kegiatan perbenihan tanaman sebaiknya menggunakan pakaian kerja dan alat pelindung diri ketentuan umum untuk pakaian kerja adalah sebagai berikut: . alat pelindung diri harus disediakan sesuai keselamatan dalam penggunaan bahan kimia di tempat kerja. c. Alat pelindung diri harus disediakan dalam jumlah yang cukup. . . kecuali jika suatu penggunaan tambahan yang diusulkan telah dinilai oleh seorang yang kompeten yang telah menyimpulkan bahwa penggunaan alat dan bahan yang digunakan adalah aman: . Norma Kerja nyata Norma kerja berkaitan dengan manajemen perusahaan. pakaian yang sesuai harus digunakan untuk menghindari isolasi panas yang berlebihan dan memudahkan pengeluaran keringat.. . Digunakan hanya untuk pekerjaan yang telah dirancang atau dikembangkan. Bila menggunakan bahan kimia berbahaya. Pakaian pelindung yang sesuai harus disediakan jika ada suatu resiko radiasi UV atau bahan yang beracun. Pakaian kerja harus dibuat dari bahan yang menjaga badan pekerja tetap kering dan berada pada temperatur yang nyaman. Alat pelindung diri harus mematuhi standar internasional atau nasional.

mesin. pengaturan jam lembur. shift. tenaga kerja kaum muda. Dalam sistim pemeliharaan yang tradisionil digunakan sistim pemeliharaan dan perawatan yang tidak berencana. 3. Pemeliharaan alat merupakan suatu kebutuhan prosedur dalam suatu usaha pembenihan tanamn sehingga prosedur mengendalikan dan administrasi pemeliharaan mutlak diperlukan. dan lainlain. Dalam rangka meminimalkan akibat yang merugikan dari gangguan kerusakan alat yang terjadi dalam produksi. kerja wanita. Suatu kerusakan/kegagalan dari alat/peralatan atau mesin mencerminkan metode yang digunakan dalam menjalankan sistim pemeliharaan alat tersebut. Gangguan terhadap aktivitas produksi sering tidak diketahui sebelumnya karena jarang dievaluasi secara menyeluruh dan sulit untuk diperkirakan.aktivitas kerja sehari-hari diterapkan dalam bentuk pengaturan jam kerja. Metode ini dapat mengakibatkan terjadinya suatu kerusakan/kegagalan pengoperasian alat/mesin pembenihan sebelum alat diguanakan dengan optimal. bangunan pada kondisi yang dapat diguanakan untuk aktivitas produksi pembenihan tanaman. atau memulihkan suatu alat. analisis dan pengelolaan lingkungan hidup. maka beberapa perusahaan saat ini telah Teknik Pembenihan Tanaman 23 .3. perusahaan sudah harua membetulkan atau memperbaiki kerusakan. Pengelolaan Alat Dan Mesin Perbenihan Pemeliharaan merupakan suatu penggabungan setiap tindakan atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mempertahankan.

Sistim pemeliharaan yang berencana adalah Aktivitas pemeliharaan yang teratur dan dijalankan dengan taat azas. Supervisor . harus difahami minimal oleh.menerapkan atau Melaksanakan tindakan-tindakan pemeliharaan yang teratur. baik dalam segi teknis maupun keuangannya serta mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang objektif berdasarkan standar pemeliharaan alat yang lebih efektif dan efisien. melalui pengawasan dan pencatatan berdasarkan rencana yang telah dibuat terlebih dahulu. Pembelian alat pengganti yang terburu-buru. tenaga kerja yang kurang mampu akan menurunkan efisiensi pemeliharaan. Operatot persiapan dan penyesuaian mesin-mesin . Operator perubahan dan perbaikan . Prosedur pemeliharaan alat. prioritas perbaikan yang tidak terencana. Pembuatan produk . Pada sistim pemeliharaan yang berencana mengatur kebijakan dalam sistim pemeliharaan suatu perusahaan dengan mengadakan prosedur yang jelas. terutama pada saat perubahan dari sistim pemeliharaan darurat kedalam sistim pemeliharaan yang berencana. yang selanjutnya lebih dikenal dengan istilah sistim pemeliharaan yang berencana. Pemegang gudang . Pekerjaan-pekerjaan Umum . Keberhasilan suatu skema sistim pemeliharaan yang berencana adalah dengan membuatatau menjaga sistim tersebut sesederhana mungkin dalam prosedur pelaksanaannya dengan melibatkan para petugas lapangan/teknisi dengan kerja keras yang minimum. Pada sistim Pemeliharaan dan Perawatan yang sifatnya darurat seluruhnya sangat tergantung pada keputusan-keputusan yang diambil. Pengawasan administratip pada pekerjaan pemeliharaan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. .

Operator keamanan. Pemeliharaan yang berencana Pemeliharaan berencana merupakan sistim pemeliharaan yang terorganisasi dan dilaksanakan dengan mantap berdasarkan rencana pengawasan dan pencatatan serta analisa berdasarkan rencana yang telah dibuat sebelumnya. dan pengemudi. c. b. mesin atau bangunan pembenihan tanaman agar dapat digunakan kembali dalam kegiatan produksi benih tanaman . Pemeliharaan darurat yaitu suatu tindakan pemeliharaan yang perlu segera ditangani/diselesaikan dengan secepatnya untuk menghindari kerusakan yang lebih parah atau fatal. a. d. pemadaman kebakaran. Berikut ini disampaikan beberapa metode pemeliharaan alat yang umum digunakan pada perusahaan pembenihan. Pemeliharaan pencegahan Pemeliharaan pencegahan merupakan Sistim pemeliharaan yang dilaksanakan atas dasar rencana/waktu yang telah ditetapkan sebelumnya dan bersifat untuk menghindari/mencegah kerusakan.alat alat pembenihan. . Pemeliharaan berjalan Pemeliharaan sistim pemeliharaan yang dapat dilakukan ketika suatu alat. Pemeliharaan perbaian Pemeliharaan perbaikan meruapakan sistim pemeliharaan yang dilakukan untuk memulihkan kerusakan (termasuk penyetelan dan perbaikan) suatu alat. mesin dalam keadaan dipakai. Teknik Pembenihan Tanaman 24 .

termasuk keterangan/data mengenai masingmasing spesifikasi Teknik dan konstruksinya secara terperinci. Program Pemeliharaan : Suatu daftar alokasi atau pembebanan dari aktifitas pemeliharaan pada jangka waktu tertentu. . . . dan bangunan pembenihan dalam keadaan tidak dipakai (proses produksi berhenti). Laporan Kerja : Suatu pernyataan/catatan tentang kegiatan/pekerjaan yang telah dilakukan serta catatan tentang kondisi-kondisi dari suatu alat. mesin-mesin yang ada serta bangunan dengan semua isinya. . Inventarisasi pabrik Suatu daftar inventaris dari seluruh fasilitas misalnya : seluruh peralatan. kejadian dan kegiatan yang terjadi/dilaksanakan terhadap suatu alat. guna tujuan identifikasi. Spesifikasi Pekerjaan : Suatu dokumen yang menguraikan tentang kegiatan/pekerjaan yang harus dilaksanakan. mesin dan bangunan pembenihan. Perbaikan besar : . mesin dan bangunan: Suatu catatan mengenai penggunaan. Jadwal Pemeliharaan Suatu susunan/daftar yang komprehensip dari aktifitas pemeliharaan beserta kejadian/ akibat-akibatnya. . . Kartu Kendali alat. mesin. dan mesin-mesin. .e. Pemeliharaan terbatas (pada saat produksi berhenti) Pemeliharaan terbatas meruapakan sistim pemeliharaan yang hanya dapat dijalankan pada waktu suatu alat.

alat/peralatan.mesin.Suatu proses pengujian dan pemulihan alat. Pengembangan pemeliharaan alat. teknik pemilihan memproduksi benih vegetatif dan sertifikasi benih. Persyaratan pohon induk antara lain adalah memiliki sifat unggul dalam produktivitas dan kualitas tanaman. . adalah mengetahui secara tepat tentang apa yang harus dikerjakan. . bahan. seperti tanaman buah yang tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). serta waktu yang diperlukan. metode. tenaga kerja. baik itu tanaman kecil ataupun tanaman besar yang sudah produktif yang berasal dari biji atau hasil perbanyakan vegetatif. mesin dan bangunan pembenihan merupakan tahap-tahap yang harus difahami oelh semua operator pembenihan yang terlibat dalam kegiatan produksi benih. batang bawah dan batang atas. Dalam industri pembenihan minimal terdapat enam kompetensi teknik yang harus difahami.4. Konsep lain yang penting pada industri pembenihan adalah tentang produksi benih vegetatif. dikuasai dan diimplementasikan yaitu pohon induk. Perencanaan Pemeliharaan : Prosedur pemeliharaan yang mencakup tugas operator pemeliharaan. Pohon Induk dan bibit unggul Pohon induk adalah tanaman pilihan yang dipergunakan sebagai sumber batang atas (entres). Nama . apa yang sedang dikerjakan dan berapa lama setiap tugas/pekerjaan tersebut dikerjakan. Permohonan Pemeliharaan Salah satu persyaratan untuk perencanaan fungsi pemeliharaan. mesin.mesin dan bangunan tersebut dapat digunakan. mesin dan bangunan pembenihan secara menyeluruh (termasuk perbaikan) Sampai dengan kondisi alat. 3. teknik pembenihan tanaman secara vegetatif. teknik penyiapan pembibitan.

Teknik Pembenihan Tanaman 25 .

sedangkan pada kebun pohon induk dapat berjarak tanam 3x3 m. kebun produksi biasanya berjarak tanam 10x10 m. adalah cara eksplorasi. terutama untuk pohon induk yang akan diperbanyak secara generatif yaitu diambil bijinya. Dengan jarak tanam yang rapat dapat diperoleh lebih banyak pohon induk dalam suatu areal yang relatif tidak luas. misalnya untuk tanaman durian. Tanaman yang ditanam pada umumnya adalah tanaman hasil perbanyakan secara vegetatif (okulasi. . tempat asal) harus jelas. Tanaman dari biji harus sudah berproduksi minimal lima musim. cangkok. Pertama. Pencarian pohon induk untuk mendapatkan jenis tanaman unggul dengan bebeapa cara. stek) dan memenuhi persyaratan sebagai pohon induk. sambung. Kebun pohon induk adalah kebun yang ditanami dengan bebera-pa varietas buah unggul untuk sumber penghasil batang atas (mata tempel atau cabang entres) untuk perbanyakan dalam jumlah besar. Ada dua sistem penanaman kebun pohon induk. susuan. Tempat tersebut mempunyai ribuan pohon durian yang tumbuh secara . untuk mengetahui kemantapan sifat yang dibawanya. Kebun pohon induk sekaligus sebagai kebun produksi. Kebun pohon induk dengan jarak tanam lebih rapat. untuk memudahkan pelaksanaan perbanyakan bibit. Ditanam dalam kebun yang terpisah dari tanaman lain yang dapat menjadi sumber penularan penyakit atau penyerbukan silang. yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara melacak suatu tanaman ke daerah sentra budidayanya sampai dengan tumbuhan yang tumbuh liar di hutan. ialah: . Lokasi pohon induk sebaiknya tidak jauh dengan lokasi perbanyakan tanaman.varietas pohon induk dan asal-usulnya (nama pemilik. sehingga memudahkan pela-cakannya.

alami dan di antara tanaman durian tersebut terdapat beberapa varietas yang mempunyai sifat-sifat unggul walaupun merupakan tanaman dari biji serta tumbuh setengah liar di alam. Durian ini adalah juara lomba buah di Jepara dan sekarang sudah ditetapkan pemerintah sebagi durian unggul nasional. Masalah lain yang muncul adalah adanya hama dan penyakit yang sebelumnya tidak diketahui di daerah asalnya. dengan cara promosi. Cara ini merupakan jalan pintas untuk mempercepat perolehan bahan tanaman yang telah diketahui sifat keunggulannya. serta tidak mengandung hama dan penyakit. Sebagai contoh adalah durian bangkok dari Thailand yang di-introduksi ke Indonesia seperti Chanee dan Monthong. Kedua. tetapi muncul setelah tanaman tersebut ditanam di tempat yang baru.agar kualitasnya tetap baik. dari lomba tersebut muncul durian unggul baru yang berpotensi sebagai pemenang lomba. Pada tanaman buah sifat unggul ini terutama nilai dari kualitas Teknik Pembenihan Tanaman 26 . tanah dan cara budidaya pada tempat tumbuh asalnya dengan keadaan tempat tanam yang baru. ialah kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mengadakan kejuaraan buah unggul. Contoh yang paling terkenal adalah durian Petruk. Jenis ini rata-rata tidak tahan terhadap penyakit busuk akar dan busuk leher batang atau kanker batang. Ketiga. Bibit unggul adalah tanaman muda yang memiliki sifat unggul yaitu mampu menunjukkan sifat asli induknya dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Hal yang harus diperhatikan adalah kesesuaian keadaan iklim. yaitu kegiatan pencarian pohon induk dengan cara mendatangkan atau membawa jenis buah yang terbukti unggul dari daerah atau negara lain. dengan cara introduksi. Pohon induk pada umumnya dipilih dari bibit-bibit unggul.

sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. Tekstur daging : halus. Rasa daging buah : manis berlemak. diutamakan dengan rasa khas . Buah demikian dapat digolongkan sebagai buah unggul. Struktur pohon kokoh. . Ketebalan daging : tebal . diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim. percabangan merata/simetris.buahnya. maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) buah tersebut. Warna daging : kuning sampai jingga . . Bila semakin banyak sifat yang disukai konsumen terkumpul dalam satu buah. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. Kulit buah : tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak . Tahan terhadap hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. Ukuran biji : kecil atau sekurangkurangnya kempes . . Ukuran buah : besar . Kadar air daging : sedikit (kering) . tajuk bulat. Aroma : kuat merangsang . Jumlah juring : 5-6 juring sempurna Kelompok sifat menunjang : . Untuk itu dapat diambil contoh cara menilai buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen. Kelompok sifat utama durian unggul adalah . sedikit berserat .

Pada umumnya batang bawah berasal dari biji. . . Apabila minimal terpenuhi 70% sifat unggul dari daftar diatas maka bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. 3. maka tanaman demikian tergolong benih yang biasa saja. sehingga batang bawah ini mampu menyatu dan menopang proses pertumbuhan batang atasnya.. Mudah diperbanyak. Pemilihan Batang bawah Batang bawah atau rootstock/ understem adalah tanaman yang berfungsi sebagai batang bagian bawah yang masih dilengkapi de-ngan sistem perakaran yang berfungsi mengambil makanan dari dalam tanah untuk batang atas atau tajuknya. Adapun Kriteria tanaman yang akan dijadikan batang bawah adalah: .5. karena memiliki akar tunggang. Bila tidak memenuhi 70% persyaratan diatas. . Tanaman dalam kondisi sehat. Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis tanaman lainnya. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. Batang Bawah Dan Batang Atas a. Keuntungan batang bawah dari biji adalah: . Sistem perakarannya baik dan dalam serta tahan terhadap keadaan tanah . . Perkembangan sistem akar lebih kuat dan dalam. Penyediaan batang bawah jenis ini bisa dilakukan dalam jumlah banyak. Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang atasnya. pengairan). Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis tanaman. sehingga relatif lebih tahan terhadap kekeringan.

Teknik Pembenihan Tanaman 27 .

karena sel-sel kambium berada dalam keadaan aktif membelah diri. adalah calon bagian atas atau tajuk tanaman yang di kemudian hari akan menghasilkan tanaman berkualitas unggul. serta penyiraman. Proses pembentukan kalus atau penyembuhan luka berlangsung dengan baik. Pemilihan batang atas Batang atas yang biasanya disebut entres (scion). Perawatan batang bawah meliputi kegiatan pemupukan. Bagian pangkal pohon merupakan bagian yang tertua menurut umurnya. sehingga pada akhirnya keberhasilan sambungan atau okulasinya juga tinggi. pengendalian hama dan penyakit. b. Pertumbuhan yang subur dan sehat akan mempermudah pengelupasan kulit dan kayunya.yang kurang menguntungkan. Hal ini perlu diperhatikan agar batang bawah tumbuh subur dan sehat. Entres inilah yang disambungkan pada batang bawah untuk menggabungkan sifat-sifat yang unggul dalam satu bibit tanaman. ·Semakin ke arah ujung ranting. Tidak mengurangi kualitas dan kuantitas tanaman yang disambungkan/ diokulasi. termasuk harus tahan teradap hama dan penyakit yang ada dalam tanah. Pohon induk mempunyai bagian yang berbeda-beda fase perkembangannya. . muda (juvenile) dan sangat vegetatif. Batang atas ini dapat berupa mata tunas tunggal yang digunakan dalam teknik okulasi ataupun berupa ranting dengan lebih dari satu mata tunas atau ranting dengan tunas pucuk yang digunakan dalam sambungan (grafting). tetapi karena terbentuk pada masa awal pertumbuhan pohon tersebut maka selselnya besifat sederhana. semakin muda menurut . Karena itu entres sebagai batang atas harus diambil dari pohon induk yang sudah diketahui betul sifat unggulnya.

Tanaman tersebut dapat digolongkan sebagai tanaman unggul. pertumbuhannya normal dan bebas dari serangan hama dan pe-nyakit . Salah satu contoh adalah cara menilai bibit unggul buah durian berdasarkan kriteria penampilan buah dan sifat buah yang disukai konsumen. Cabang dari pohon yang sehat. Mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang bawahnya. Kriteria tanaman yang dapat dijadikan sebagai batang atas adalah sebagai berikut. . Hal ini menyebabkan bibit hasil penyambungan atau okulasi lebih cepat berbuah daripada ta-naman yang berasal dari biji. Salah satu sifat unggul pada tanaman. Rasa daging buahnya manis berlemak. sehingga batang atas mampu menyatu dan dapat berproduksi dengan optimal. Cabang berasal dari pohon induk yang sifatnya benar-benar seperti dikehendaki. dan . Semakin banyak sifat yang disukai konsumen dalam satu tanaman. adalah kualitas buahnya. misalnya berbuah lebat dan berkualitas tinggi. Kelompok sifat utama.umurnya. Pengambilan entres dari pucuk tajuk pohon akan tetap membawa sifat dewasa atau generatif. . dewasa (mature) dan siap untuk memasuki masa berbunga dan berbuah (generatif). sehingga diperoleh suatu daftar kriteria penilaian buah durian unggul. Penyambungan entres dengan batang bawah akan menghasilkan bibit yang sudah membawa sifat dewasa tersebut. tetapi sel-sel yang terbentuk paling akhir ini justru bersifat lebih kompleks. maka semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga) tanaman tersebut. .

Teknik Pembenihan Tanaman 28 .diutamakan memiliki rasa yang khas.

Tekstur dagingnya halus dan sedikit berserat. Pengemasan batang atas Tujuan pengemasan adalah menjaga kesegaran bahan batang atas selama mungkin. Ukuran buahnya besar. Produksi buah tinggi dan stabil setiap tahun. Aroma buahnya kuat dan merangsang. Mudah diperbanyak secara vegetatif. Warna daging buahnya: kuning sampai jingga. Kelompok sifat penunjang. hingga dapat segera disambungkan di kebun pembibitan. Sifat penunjang yang banyak dijadikan kriteria untuk suatu bibit unggul adalah: Struktur pohon kokoh. maka tanaman tersebut tergolong buah yang biasa (kualitas normal). pengairan). kadar air daging sedikit (kering). Ukuran bijinya kecil atau sekurangkurangnya kisut. diutamakan yang panen buahnya pada awal atau akhir musim.Ketebalan daging buahnya tebal. . Namun perlu mengadakan perubahan kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat masing-masing jenis buah. Pertumbuhan cepat dan responsif terhadap kultur teknis budidaya (pemupukan. Bila tidak memenuhi 70% persyaratan di atas. Apabila minimal terpenuhi sekurangkurangnya 70% dari sifat unggul dari daftar diatas maka buah atau bibit tanaman tersebut tergolong jenis unggul. tajuk bulat. Cara penilaian seperti ini dapat dipakai untuk menilai jenis buah lainnya. c. Kulit buahnya tipis dan mudah dibuka bila buah sudah masak. Tahan terhadap serangan hama penggerek dan beberapa jenis cendawan. berjumlah 5-6 juring. . percabangan merata/simetris. Juring sempurna.

Entres harus disortir atau dipisahkan berdasarkan keberadaan mata tunas. Pohon induk yang dipilih untuk sumber entres dapat diproses sebagai berikut: . Setelah itu dibungkus lagi dengan kantong plastik. Sekumpulan cabang tunggal kemudian diikat dengan karet gelang sebanyak 10-30 entres setiap ikat. Seluruh daunnya segera dirontokkan. kesegaran entres dapat bertahan 2 hari. Dengan cara ini. daun dan pelepah pisang.Metode pengemasan calon entres adalah sebagai berikut. . tetapi jangan terlalu basah. Bahan pembungkus yang digunakan harus bisa meredam panas dan sekaligus menjaga tingkat kelembaban entres. tergantung dari besar-kecilnya diameter entres. untuk mengurangi kehilangan air dari permukaan daun yang dapat mengakibatkan entres menjadi keriput. Dari satu ranting dapat dihasilkan 3-5 mata entres yang baik/ produktif. Bahan ini merupakan peredam panas yang ideal. . . . Bahan yang biasa dipakai dan mudah didapat adalah kertas koran. kantong plastik. Cabang atau ranting pohon induk dipilih sesuai dengan kriteria dan idealnya berdiameter 2-4 cm (tergantung jenis dan kualitas pohon induknya). Entres harus tidak bercabang. . Bungkus pertama ini perlu diperciki dengan air agar agak lembab. Dan lebih baik lagi kalau bungkus paling luar adalah pelepah pi-sang. Kotak kardus atau karton dapat juga dipakai sebagai alternatif. karena jaringan batang pisang segar banyak mengandung air dan sekaligus rongga-rongga udara. Setiap ikatan entres yang telah dipilih kemudian dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu atau kertas koran. tetapi berupa cabang tunggal sepanjang kurang lebih 20-30 cm. . kertas tisu.

Teknik Pembenihan Tanaman 29 .

karena entres akan mengalami kekeringan. perlu memperhatikan suhu dan kelembaban yang rendah. segera dikeringanginkan. Entres harus diletakkan mendatar agar cairan dalam entres tidak bergerak turun akibat gaya gravitasi. . Batang tanaman sebagai bibit. sehingga kulit batang entres tidak akan mengerut dan sulit untuk dikelupaskan dari kayunya. . maka setelah cabang entres dipotong dari pohon induknya. Aki-batnya pada saat akan diokulasikan atau disambungkan pada batang bawah.1 .6 . entres sudah membusuk.. Kondisi de mikian dapat menarik air keluar dari entres sehingga entres menjadi k eriput dan kehilangan kesegarannya. Entres jangan dicuci dengan air. Jangan melakukan pengambilan cabang entres setelah turun hujan Bila ini terpaksa dilakukan. karena akan mengundang datangnya bakteri patogen dan cendawan masuk ke jaringan entres dan kambiumnya cepat tertarik keluar sehingga sering keluar cairan kental dari luka. baru kemudian dibungkus. . a. Menyimpan entres di dalam refrigerator (kulkas). . Teknik Penyiapan Pembibitan Tek nik penyiapan pembibitan terdiri dari pembibitan dan teknik pembibitan. Pada waktu diangkut entres yang sudah dibungkus tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan ditaruh di dekat mesin. Batang bawah (kiri) danB atang atas (kanan) . 3. G ambar 3.

Kesulitan memperoleh bahanbahan tersebut akan berdampak terhadap menurunnya mutu bibit yang dihasilkan. Selanjutnya. lokasi pembibitan dan pengelolaan pembibitan. Sumber daya produksi lainnya yang diperlukan dalam pembibitan tanaman antara lain adalah pupuk kandang. pestisida dan lain-lain. Lokasi pembibitan yang terpusat memudahkan dalam perawatan dan Teknik Pembenihan Tanaman 30 . rajin dan cinta tanaman. paranet. Unsur cinta tanaman (hobby) ini penting artinya karena pada hakekatnya tanaman adalah makluk hidup yang memerlukan perhatian k husus. terutama untuk menghadapi musim kemarau. 1) Sumber untuk pembibitan S umber daya produksi yang paling menentukan keberhasilan pembibitan adalah sumberdaya manusia yang terampil. atau mahalnya biaya produksi. untuk memudahkan kegiatan pengangkutan keluar dan masuk kebun.Pembibitan P embibitan tanaman pada prinsipnya adalah mengelola sumber pembibitan. polybag. 2) Lokasi pembibitan S yarat lokasi untuk pembibitan adalah dekat sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. pembibitan dekat dengan jalan yang dapat dilewati kendaraan roda empat.

pupuk kandang dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. 3) Pengelolaan pembibitan a) Media tumbuh dalam polybag Syarat media tumbuh yang baik adalah ringan. Komposisi media tanam untuk mengisi polybag dapat digunakan campuran tanah. mudah didapat. Setelah air mendidih pupuk kandang dalam karung bekas dimasukkan ke dalam drum (direbus selama 0. Ukuran polybag yang banyak digunakan untuk pembibitan ta-naman biasanya berukuran 15X20 cm (diameter x tinggi). Sedangkan luas lokasi disesuaikan dengan kebutuhan produksi bibit. lakukan perawatan pada batang bawah dengan baik sampai batang bawah dapat disambung atau diokulasi (sekitar 3-4 bulan setelah tanam biji). Penggunaan media tumbuh yang tepat akan menentukan pertumbuhan optimum bibit yang ditangkarkan. nematoda dan serangga tanah. teduh dan terlindung dari ternak. Tiga sampai empat bulan setelah penyemian benih untuk batang bawah dan telah tumbuh bibit maka bibit dapat dipindahkan ke polybag berukuran 20x30 cm. Drum diisi setengahnya. biji gulma. Lahan diupayakan datar dan berdrainase baik. porous (gembur) dan subur (kaya unsur hara). Kegiatan ini bertujuan untuk membunuh penyakit. bakteri. cendawan. Biji ditanam pada media pembibitan. murah.pengawasan. kemudian dipanaskan di atas tungku. Tiga sampai empat bulan berikutnya bibit harus dipindah ke polybag ukuran 30x40 cm. Hal ini diperlukan karena .5-1 jam). Sterilisasi dapat dilakukan dengan uap air panas atau perebusan dengan menggunakan drum minyak tanah (isi 200 l). Lakukan sterilisasi pada pupuk kandang sebelum digunakan untuk campuran media. Biji akan tumbuh dan berkembang.

sehingga kondisi kesuburan bibit jadi menurun. c) Naungan Naungan pada bibit muda berfungsi untuk: mengatur sinar matahari yang masuk ke pembibitan hanya berkisar antara 30-60% saja. maka akan mengakibatkan penyempitan ruang tumbuh akar. Naungan juga berguna untuk menciptakan iklim mikro Teknik Pembenihan Tanaman 31 . Media tanam yang lama yang menyelubungi perakaran bibit dikurangi sedikit. Jika bibit tetap dipertahankan pada polibag 20 x 30 cm. kemudian media tumbuh yang baru dimasukkan ke dalam polybag baru sampai hampir menyentuh bibir polybag pengganti. sehingga kedudukan bibit menjadi kuat. agar media lebih kompak/padat. b) Cara penggantian polybag Cara mengganti polybag selama proses pembibitan adalah sebagai berikut: Sebaiknya polybag disiram dengan air sebelum dilaksanakan pindah tanam. sedangkan bibit masih belum siap ditanam. bahkan setelah beberapa lama pertumbuhan bibit seolah-olah berhenti. Polybag pengganti diisi media tumbuh yang baru. sampai seperempat bagian dari volume polybag. kemudian perakaran yang sudah mati atau mengering dipotong dengan gunting stek. Polybag lama disobek dengan silet atau pisau secara hati-hati agar media tanam di dalamnya tidak pecah atau berhamburan.polybag pertama sudah tidak memadai lagi untuk perkembangan akar bibit tanaman. Bibit diatur agar letaknya tepat di tengah polybag. kemudian bibit dimasukkan ke dalam polybag pengganti. Bibit dalam polybag baru disiram sampai cukup basah agar media tumbuh yang baru dimasukkan memadat.

mengurangi derasnya curahan air hujan dan menghemat penyiraman air.a. jenis naungan dari plastik gelombang berwarna hijau yang dapat meneruskan sinar sebesar 40-60% (40% untuk naungan plastik yang sudah lama terpasang hingga 60% untuk yang baru dipasang). yang disusun sedemikian rupa. kelebihan . Benih tanaman yang mulai berkecambah. daun kelapa dan sebagainya. Pada rak pemeliharan bibit harus diupayakan adanya ventilasi atau jalan angin di bawah rak bibit dan berfungsi untuk: mencegah penularan bibit penyakit dari tanah yang sering terlontar ke daun bila terkena cipratan air hujan. Jenis naungan ketiga adalah naungan sederhana dari anyaman bambu. memelihara kelembaban tanah. Paranet tipe 55 dan 45 (55% dan 45% sinar yang diteruskan). naungan paranet dari bahan plastik atau nylon. Pemeliharaan bibit Tempat pemeliharaan bibit pada umumnya adalah rak yang terbuat dari bilah bambu atau besi.b. Benih tanaman yang siap untuk disemai Gambar 3. Dengan adanya rak bibit. Umur pakainya bisa bertahan lama (3-4 tahun). Gambar 3. sehingga menghasilkan sinar masuk sekitar 50%.2. Efek dari adanya naungan juga akan menurunkan suhu tanah di siang hari.2. Kedua. Ada beberapa jenis naungan yang dapat digunakan untuk melindungi pembibitan. Pertama.yang ideal bagi pertumbuhan awal bibit. d. sehingga sekali pasang dapat dipakai untuk beberapa kali usaha pembibitan. Dengan adanya naungan akan menghindarkan bibit dari sengatan matahari langsung yang dapat membakar daun-daun muda.

sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. Dalam pemeliharaan bibit biasanya dilengkapi dengan alas mulsa plastik. karena tertahan oleh lapisan mulsa plastik. Hal ini penting untuk menghindari pertumbuhan fungi dan bekteri penyebab penyakit. Pemakaian alas berupa mulsa plastik berfungsi untuk: mengurangi dan mencegah pertumbuhan gulma disekitar bibit tanaman. alas mulsa akan mencegah siraman air ke media polybag terus lari ke bawah atau lapisan tanah dibawah polybag. Selain itu. sehingga media tidak menjadi becek dan kelembaban udara di sekitar bibit tidak terlalu tinggi. Teknik Pembenihan Tanaman 32 . Penggunaan polybag akan menyebabkan pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti apabila terkena udara di lubang dasar polybag dan kondisi sebaliknya akan mengakibatkan pertumbuhan akar lateralnya bertambah.air siraman atau hujan dengan mudah menetes ke bawah.

Biji buah yang mempunyai kulit pembung-kus keras seperti pada biji mangga. Gambar 3. tidak kempes. Kesulitan dari pengumpulan ini adalah sulit untuk mendapatkan biji yang seragam varietasnya. Biji kemudian dimasukan ke dalam air. Biji dari daging buah dicuci sampai bersih. Teknik pembibitan Perbanyakan dengan biji. tidak rusak oleh hama dan tidak luka). atau membeli biji dari pengumpul biji. atau sisa kegiatan makan buah yang dimakan sendiri.Pertumbuhan akar tunggang akan terhambat atau berhenti karena tidak mampu menempus lapisan mulsa plastik dan sebaliknya pertumbuhan akar lateralnya bertambah. Tetapi apabila terdesak dengan kebutuhan biji yang banyak. tempat sampah. Hanya biji yang tenggelam yang ditanam untuk bibit. Perbanyakan dengan biji juga masih dilakukan terutama pada tanaman tertentu yang bila diperbanyak dengan cara vegetatif menjadi tidak efisien (tanaman buah tak berkayu). sedangkan yang hampa dibuang. maka kita dapat mengumpulkan biji buah dari pasar. maka kulit pembungkusnya harus disayat dan dibuang untuk memudahkan . Perbanyakan tanaman dengan biji (generatif) terutama dilakukan untuk penyediaan batang bawah yang nantinya akan diokulasi atau disambung dengan batang atas dari jenis unggul. Biji dipilih yang berukuran besar. sehingga semakin menguatkan kedudukan bibit. padat (bernas) dengan warna mengkilap atau biji yang sempurna (biji yang bentuknya seragam. 1) Pemilihan biji untuk bahan perbanyakan Mengambil biji idealnya dari buah yang besar dan sehat serta sudah matang penuh di pohon induk yang terpilih dan memenuhi persyaratan untuk dijadikan batang bawah.3 Naungan berupa rumah plastik untuk tempat pemeliharaan bibit tanaman dan usaha pembibitan b. tidak terlalu kecil.

sirsak. lalu ditutup lagi dengan media setebal 1-2 cm dan disiram dengan gembor sampai basah. 2) Menyemaikan biji dalam wadah persemaian Untuk mempermudah perawatan. Persemaian perlu dinaungi agar tidak terkena sinar matahari langsung dan Teknik Pembenihan Tanaman 33 . Caranya biji-biji yang sudah bersih tadi dicelup dalam larutan Insektisida dan fungisida dan direndam ZPT (Atonik 0.1 %) selama 30-60 menit. biji disemaikan dalam wadah yang terbuat dari kotak kayu atau plastik dan polybag. Biji yang disemaikan di dalam wadah adalah biji buah berukuran kecil seperti jambu air. pupuk kandang dan sekam yang sudah disterilkan dengan perbandingan 1:1:1. belimbing. misalnya campuran pasir. pepaya. Setelah dibersihkan biji diberi perlakuan fungisida. Media untuk persemaian harus mempunyai aerasi baik. Fungsi bahan-bahan tersebut di atas adalah untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah serangan hama serta penyakit saat biji disemaikan. maka akar akan tumbuh lurus dan memudahkan pemindahan bibit ke polybag pembesaran. subur dan gembur.pertumbuhan akar. Dengan media yang gembur. Biji yang akan disemaikan ditabur merata di atas media. sawo dan lain-lain.

derasnya air hujan. agar tidak kekeringan. kemudian ditutup kembali dengan media disekitar larikan. alpukat. sebaiknya disemaikan dalam bedengan di lapang. kemang dan nangka bagian sisi dimana embrio (bakal tunas dan akar) berada di bagian bawah.5 cm ataupun tanpa jarak (berdempetan). Biji yang disemai jangan diletakkan terbalik. kemudian tanah dihaluskan. media tempat penanaman tadi disemprot terlebih dahulu dengan fungisida dan insektisida. Gambar 3. Bak plastik untuk penyemaian benih tanaman 3) Menyemaikan biji dalam bedeng persemaian Bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang tergantung kebutuhan dan arah bedengan diusahakan mengarah ke utara-selatan agar mendapat sinar matahari yang cukup. Setelah itu biji yang berukuran besar tadi ditanamkan dalam larikan dengan jarak 5-7. durian. Setelah bedengan persemaian siap.4 . alpukat. nangka. Untuk menambah kesuburan dan kegemburan tanah. dan lain-lain. Biji tanaman yang besar seperti mangga. Bedengan disiapkan dengan menggemburkan tanah menggunakan cangkul sedalam 25-30 cm. sedangkan untuk durian. setiap luasan dua meter persegi bedengan dapat ditambahkan masing-masing satu kaleng (isi 18 l) pupuk kandang dan sekam padi yang diaduk sampai rata.5 cm dengan jarak larikan 7. Penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari yaitu pada waktu pagi atau sore hari. maka pertumbuhan akar dan batang akan bengkok dan akan menggangu pertumbuhan bibit . maka selanjutnya adalah menyemaikan biji dalam bedengan dengan arah memotong bedengan (lebar bedengan) dibuat larikan sedalam 7. Bila letaknya terbalik. Kemudian wadahnya ditaruh di tempat yang terlindung dari gangguan unggas dan se-rangga. Untuk menghindarkan jamur dan hama yang dapat merusak biji.510 cm. Untuk biji mangga bagian perutnya (bagian yang melengkung) menghadap ke bawah.

Biji yang disemaikan biasanya mulai berkecambah Teknik Pembenihan Tanaman 34 . Dengan demikian bentuk naungan condong ke arah sebelah barat dengan maksud agar bibit di persemaian cukup menerima sinar matahari pagi. Gambar 3. maka tinggi tiang di sebelah timur sekitar 120 cm. anyaman bambu.5 . Jika yang digunakan atap bukan dari paranet. bedengan diberi naungan dengan paranet tipe 55%. Untuk menghindari derasnya air hujan dan teriknya sinar matahari. sedangkan tinggi tiang di sebelah barat adalah 100 cm di atas permukaan tanah. atau daun kelapa. 65% atau dapat juga dibuat naungan individu untuk tiap bedengan dengan menggunakan atap dari jerami.selanjutnya. Bedengan untuk tempat pembibitan tanaman.

yakni tahan terhadap penyakit akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam. Pada tiga cara yang terakhir dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. Setelah berumur 3-4 bulan. Setelah biji berkecambah dapat langsung dipindah ke polybag ukuran 15x20 cm atau 20x25 cm. okulasi. penyambungan. .6. pencangkokan.(tunas muncul di atas permukaan tanah) antara 1-3 minggu setelah penyemaian. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi perakarannya. dan penyusuan. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. sehingga menjadi tanaman baru. Kelebihan bibit vegetatif yaitu kualitas tanaman keturunan mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. Bibit Kelapa di bawah naungan. Cara perbanyakan vegetatif dengan stek pada prinsipnya menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. bibit berumur genjah (cepat berbuah). sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. tergantung jenis tanamannya. Dari hasil penggabungan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten. Sebagai contoh adalah tanaman manggis asal bibit susuan dapat berbuah lima tahun setelah tanam. Gambar 3. okulasi dan susuan. biji sudah dapat disambung pucuk ataupun diokulasi. Batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. 3. Teknik Pembenihan Tanaman secara vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif untuk tanaman yaitu penyetekan. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang kurang aerasi. Contoh yang lain aalah bibit durian hasil okulasi dapat berbuah 4-6 tahun setelah tanam.4. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji.

Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien.sedangkan bibit asal biji akan berbuah setelah berumur lebih dari 10 tahun setelah tanam. Tanaman ram-butan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam feno-lat yang teroksidasi dapat menim-bulkan pencoklatan (browning). sedangkan durian akan sangat meTeknik Pembenihan Tanaman 35 . Perbanyakan vegetatif ada kalanya lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. Beberapa jenis tanaman tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pu-la. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten.

sehingga menjadi tanaman baru. warna dan rasanya. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. Perbanyakan bibit tanaman dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. . Ada beberapa keuntungan yang didapat dari tanaman yang berasal dari bibit stek. . karena tanaman asal stek tidak mempunyai akar tunggang. Stek dapat dikerjakan dengan cepat. Bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. walaupun dengan menggunakan cara konvensional a. Teknik pembuatan stek tanaman Stek (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit secara massal. 1. mudah dan tidak memerlukan teknik khusus seperti pada cara . murah. Tanaman baru mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya. Sebagai contoh seorang yang sudah terampil mengokulasi durian. sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman. yaitu . Perbanyakan tanaman buah dengan stek merupakan cara perbanyakan yang praktis dan mudah dilakukan. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. Tanaman asal stek dapat ditanam pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal. ukuran.nguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. terutama dalam hal bentuk buah. tetapi kurang praktis.

Cara perbanyakan tanaman dengan teknik stek dapat dilakukan melalui stek batang. pohon induk harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang bertunas. Karbohidrat pada batang berperan sangat penting yaitu sebagai sumber energi yang Teknik Pembenihan Tanaman 36 .cangkok dan okulasi. saat terjadi angin kencang tanaman menjadi mudah roboh. Gunting stek yang digunakan harus tajam agar bekas potongan rapi. . Dengan demikian seluruh daun dapat melakukan fotosintesis yang akan menghasilkan zat makanan dan karbohidrat. 1) Stek Batang Bakalan stek diambil dari batang atau cabang pohon induk yang akan diperbanyak dan pemotongan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. Perakaran dangkal dan tidak ada akar tunggang. Kondisi daun pada cabang yang hendak diambil sebaiknya berwarna hijau tua. Zat hasil fotosintesis akan disimpan dalam organ penyimpanan. tanaman menjadi tidak tahan kekeringan. Bila kurang tajam batang akan rusak atau memar. Sedangkan potensi kerugian bibit dari stek adalah: .5 cm di bawah mata tunas yang paling bawah dan untuk ujung bagian atas sejauh 1 cm dari mata tunas yang paling atas. stek akar dan stek daun. sehingga bisa menyebabkan pembusukkan pangkal stek. Hal ini mengundang bibit penyakit masuk ke bagian yang memar. Yang dijadikan stek biasanya adalah bagian pangkal dari cabang. Pemotongan cabang diatur kira-kira 0. antara lain di batang. Apabila musim kemarau pan-jang. Pada saat mengambil stek batang.

Stek tanaman ada yang mudah berakar dan ada juga yang sulit berakar. Bahan . Ukuran besar cabang yang diambil cukup sebesar kelingking. jeruk dan kesemek. Bisa juga dari bekas potongannya yang mula-mula membentuk kalus. stek yang berasal dari batang yang muda sering gagal. sukun. Ada beberapa jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan cara stek akar. Pada stek akar tunas akan keluar dari bagian akar yang mulamula berbentuk seperti bintil. Oleh karena itu. padahal stek yang baik harus tumbuh akar dulu. kandungan karbohidrat rendah tetapi hormonnya cukup tinggi. Pada batang yang masih muda. antara lain jambu biji. Tetapi untuk tanaman yang sulit berakar. maka stek bisa langsung disemaikan setelah dipotong dari pohon induknya. Untuk tanaman yang mudah berakar seperti pada anggur. Kondisi batang pada saat pengambilan berada dalam keadaan setengah tua dengan warna kulit batang biasanya coklat muda. tunas keluar dari mata tunas. Selain itu. Biasanya pada kasus ini hasil stekan akan tumbuh tunas terlebih dahulu. sebaiknya sebelum stek disemai dilakukan dulu pengeratan batang. Dari kalus ini berubah menjadi tunas atau akar.dibutuhkan pada waktu pembentukan akar baru. Pada stek batang. Diameter sekitar 1 cm dengan panjang antara 1015 cm. Pada saat ini kandungan karbohidrat dan auxin (hormon pertumbuhan akar) pada batang cukup memadai untuk menunjang terjadinya perakaran stek. Cabang tersebut memiliki 3-4 mata tunas. pemberian hormon tumbuh dapat membantu pertumbuhan akar (Gambar 9) 2) Stek akar Cara penyetekan ini menggunakan bagian akar sebagai sarana perbanyakan tanaman.

Pada akar lateral yang terpotong. Bila penyemaian dengan dibaringkan. Pada waktu memotong akar. jarak yang direkomndasikan adalah 5x5 cm. akan tumbuh akar yang tumbuh ke arah samping sejajar dengan permukaan tanah. Untuk penyemaian posisi tegak. atau dapat juga dengan dibaringkan. Selanjutnya disimpan di bawah naungan sampai berumur sekitar 6 bulan. harus diperhatikan agar bagian akar yang dekat dengan pohon atau pangkal akar dipotong secara serong. Akar tanaman dipotong-potong dengan panjang antara 5-10 cm. maka stek disusun dalam barisan.5-2 cm di bawah permukaan media. 3) Mempercepat pertumbuhan akar pada stek a) Pengeratan (girdling) pada batang Penimbunan karbohidrat pada cabang pohon induk yang akan dijadikan stek dapat dilakukan dengan cara pengeratan kulit kayu sekeliling cabang . Hal ini diperlukan sebagai tanda agar pada waktu menyemai posisinya tidak terbalik. lubang ditutup kembali. Bagian dekat ujung akar dipotong secara datar atau lurus.stek akar harus diambil dengan cara menggali lubang di sekeliling pokok pohon induk. kemudian stek di tutup pasir. Media penyemaian stek akar bisa dari pasir. Stek disemaikan dengan cara tegak atau berdiri. Jaraknya 5 cm antar barisan. Setelah akar diambil. Stek bisa dipindahkan ke polybag setelah lebih kurang 2 bulan. Pilihlah akar yang berdiameter sekitar 1 cm. sehingga stek berada pada kedalaman 1. Penyemaian bisa dilakukan di dalam kotak kayu atau di bedeng persemaian. Bagian pangkal yang dibenamkan ke dalam media kira-kira 3 cm atau setengah dari panjang stek. Setelah 3-4 minggu stek akan bertunas dan berakar.

Teknik Pembenihan Tanaman 37 .

seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 100-200 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc). Tambahan auksin dari luar diperlukan untuk memacu perakaran stek. Jenis hormon auksinnya bisa IBA. Bagian pangkal cabang sepanjang 20 cm bisa dijadikan sebagai stek. Kemudian tambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan. . Jarak dari ujung cabang ke batas keratan kira-kira 40 cm. akan tetapi banyaknya auksin yang dihasilkan belum cukup memadai untuk mendorong pembentukan akar. Pada dasar keratan akan tampak benjolan atau kalus. Konsentrasi yang digunakan berkisar antara 500-10. Selanjutnya bagian pangkalnya sekitar 2 cm dicelupkan selama 5 detik ke dalam larutan hormon. Lebar lingkaran sekitar 2 cm. Batang-batang stek yang akan diberi hormon disatukan. Pada benjolan inilah terjadi penumpukan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber tenaga pada saat pem-bentukan akar dan hormon auksin yang dibuat di daun. IAA atau NAA (berbentuk serbuk). tergantung jenis hormon dan jenis tanamannya. . Pada cara ini hormon auksin dilarutkan ke dalam alkohol 50%. b) Penggunaan hormon tumbuh Hormon auksin bertindak seba-gai pendorong awal proses inisiasi atau terjadinya akar. (1) Cara celup cepat (quick dip) . Sesungguhnya tanaman sendiri menghasilkan hormon. Atau lebih mudahnya menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap untuk digunakan yang banyak dijual di toko pertanian.000 ppm. . Biarkan cabang yang sudah dikerat selama 2-4 minggu. yaitu auksin endogen.dibuang secara melingkar. Bisa dengan diikat menggunakan tali plastik atau karet gelang. Setelah terlihat benjolan barulah cabang dapat dipotong dari induknya.

Naik turunnya penyerapan hormon tidak akan terjadi pada waktu pencelupan. Untuk lebih memudahkan dapat menggunakan hormon tumbuh yang sudah siap pakai dan banyak dijual di toko per-tanian. Mula-mula auksin (berbentuk serbuk) dilarutkan dalam alkohol 95%. Bisa juga dengan konsentrasi 5 ppm. tetapi waktu perendamannya lama. Cara perendaman sebagai berikut. Agar pe-nyerapan auksin berlangsung Teknik Pembenihan Tanaman 38 . Umumnya untuk penyetekan tanaman buah digunakan konsentrasi 100 ppm dengan lama perendaman 1-2 jam. tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan. Larutan yang sama bisa digunakan berulang-ulang. Kemudian ditambahkan air sesuai dengan konsentrasi yang dibutuhkan. yaitu 10-24 jam. seperti Atonik atau Liquinox Start dengan dosis 1-2 cc per 1 liter air (1 sendok makan = 10 cc). tidak tergantung keadaan lingkungan. (2) Cara rendam (prolonged soaking) . larutan ditutup kembali agar alkoholnya tidak menguap. banyaknya hormon per satuan luas permukaan akan tetap. . . Konsentrasi auksin yang digunakan berkisar antara 5-100 ppm. Batang stek direndam dalam larutan auksin kira-kira 2 cm dari bagian pangkal. Jadi perbandingan dosis auk-sin pada pencelupan dan pe-rendaman adalah 100 : 1. Dengan demikian.Cara celup ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: Peralatan yang digunakan lebih sedikit bila dibandingkan dengan cara perendaman. Yang penting setelah digunakan.

Perendaman dilakukan ditempat yang teduh dan agak lembab. . (3) Cara pemberian dengan tepung tepung (powder). tidak kurang karena pengaruh lingkungan. Setelah itu stek dapat disemaikan dalam media. . Mula-mula auksin dilarutkan dalam alkohol 95%.000 cc alkohol 95%. Konsentrasi berkisar antara 1.000-5. kemudian disentuhkan ke dalam tepung. Ke dalam larutan tersebut ditambahkan talek atau tepung sesuai dengan konsentrasi yang digunakan. lama perendaman disesuaikan dengan konsentrasi larutan. . Pembuatan tepung dengan konsentrasi 1.000 mg pelarut. Pengertian ppm (part per million) artinya 1 bagian hormon dalam sejuta bagian pelarut atau tepung. .000 ppm tergantung jenis tanaman dan jenis auksin yang digunakan. Pangkal stek kemudian diketuk-ketuk agar auksin yang melekat tidak berlebihan.000 ppm. Selanjutnya tepung tersebut dikeringkan sampai seluruh alkoholnya menguap.000. Pada setiap cara diatas konsentrasi dibuat berdasar-kan ppm. atau 1 gr hormon ke dalam 1 kg pelarut. Jadi jika akan membuat larutan dengan konsentrasi 1. Hal ini berguna agar penyerapan hormon berjalan teratur. Setelah diaduk sampai rata.000 mg hormon dilarutkan dalam 1.000 ppm dengan cara melarutkan 1 gr hormon dalam 5001. masukkan 1 kg tepung (talc) dan diaduk kembali. Untuk proses yang lebih mudah dapat menggunakan hormon tumbuh auksin yang sudah siap digunakan dan banyak dijual di toko pertanian . Pelarut Alkohol diupayakan untuk diuapkan. Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut: basahi pangkal stek dengan air.dengan baik. maka 1.

Untuk itu perlu menyediakan tempat yang kondisinya sesuai. Turus bambu yang dibulatkan bisa dipakai atau dapat pula dengan ranting pohon sebesar pensil. Kotak kayu untuk menyemaikan stek bisa dibuat dari papan dengan ukuran panjang 80-100 cm. Penyemaian dalam kotak kayu dilakukan dengan rangkaian sebagai berikut. Lakukan penyiraman dengan gembor. Kelembaban udara sebaiknya tinggi. Suhu mendekati suhu kamar. Media tersebut dimasukkan ke dalam kotak kayu. Oleh karena itu media yang digunakan harus cukup gembur. disesuaikan dengan banyaknya stek yang akan disemaikan. 25-27oC. terlebih dahulu dibuat lubanglubang kecil pada media. lebar 40-50 cm dan tinggi 20-30 cm.5 cm atau setengah dari panjang stek. Selain itu dalam pembentukan akar stek diperlukan oksigen yang cukup. Media tumbuh dapat menggunakan pasir.dalam bentuk serbuk dengan berbagi merek dagang. sehingga permukaan media turun dan kompak. sehingga aerasinya baik. 4) Persemaian stek Stek yang sudah diberi perlakuan hormon penumbuh akar siap untuk disemaikan. Tebal lapisan media antara 10-15 cm. Untuk lebih praktis dapat juga digunakan kotak plastik (box semai) dengan ukuran panjang 35-40 cm. Ukuran kotak bisa lebih besar atau lebih kecil. atau menggunakan campuran pasir dengan sekam padi dengan perbandingan 2:1. Sebelum stek disemai. Usaha untuk menumbuhkan stek perlu dilakukan pada lingkungan yang mempunyai cahaya baur atau terpencar (difusi). Perkirakan jarak lubang sekitar 5x5 cm dan dalamnya sekitar 5-7. sekitar 70-90%. lebar 25-30 cm dan tinggi 10-15 cm yang banyak dijual di toko pertanian. Setelah itu baru bagian pangkal stek dimasukkan Teknik Pembenihan Tanaman 39 .

Lahan yang akan dibuat bedengan dicangkul sedalam 25-30 cm (sedalam mata cangkul). Tanah lapisan atas ditaburi pasir setebal lebih kurang 5 cm. Apabila batang stek yang akan kita semaikan jumlahnya banyak maka penyemaian bisa dilakukan dalam bedengan. Cungkil stek dengan bilah bambu secara hati-hati agar perakarannya tidak menjadi rusak. Bedengan perlu dilengkapi dengan naungan untuk melindungi bibit dari sengatan matahari yang berlebihan. Untuk menghindari adanya tanah yang longsor tepi bedengan bisa dihalangi dengan bilah bambu atau batu bata. Persemaian di bedengan dilakukan sebagai berikut. Jarak stek yang disemaikan ialah 5x5 cm. Untuk menjaga agar kelembaban di sekitar stek menjadi tinggi. Bedengan dibuat dengan arah Utara-Selatan agar stek bisa menerima matahari secara baik. Naungan yang bisa terbuat dari daun kelapa.ke dalam lubang. Setelah 2-3 bulan stek sudah mulai berakar. Penyiraman persemaian harus dilakukan setiap hari sekali atau tergantung keadaan. Ukuran bedengan dibuat selebar 80-100 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan. Sebaiknya kotak di-taruh pada tempat yang terlindung dari teriknya sinar matahari. tunggu beberapa hari lagi sampai kelihatannya berwarna coklat dan stek sudah dapat dipindahkan ke dalam polybag. Lakukan penyiraman agar media basah. Selanjutnya persemaian disiram lagi. Yang pen-ting media persemaian selalu dalam kondisi basah. Kotak kemudian ditutup dengan lembar plastik bening atau transparan. bedengan disungkup . daun alang-alang atau jerami padi. Setelah itu batang stek bisa ditancapkan. Bagian media di sekitar stek ditekan perlahan-lahan agar posisi stek tidak goyah. Jika ingin menggunakan naungan dari paranet gunakanlah paranet tipe 75% (sinar yang masuk ke bedengan sebesar 25%).

Lakukan pemeliharaan stek dengan cara menyiram . Siapkan media pembibitan dengan komposisi tanah dengan kompos 1:1. . . memupuk. . Siapkan polybag sesuai dengan ukuran stek (diamter 10-20 cm). . b. mengendalikan OPT dan memberi ajir (jika perlu) sampai dengan stek cukup besar ukurannya dan siap untuk dipasarkan. lalu benamkan bibit stek dengan hati-hati pada media tanam dan timbuh bibit stek dengan media tanam yang telah disiapkan kemudian lakukan pemadatan seperlunya agar stek berdiri dengan tegak. maka stek harus disapih/transplanting. Setelah ukuran stek memenuhi standar dan mempunyai akar. Pindahkan polybag stek ke bangunan pembibitan yang bernaungan/ rumah plastik/ rumah kaca. Pindahkan bibit stek dengan cara mengambil stek beserta akar bibit dan sedikit media stek. Teknik pencangkokan Teknik Pembenihan Tanaman 40 . Standar stek yang siap disapih adalah mempunyai 4-6 daun baru yang sudah mekar dengan sempurna (daun-daun sudah mendapatkan nutrisi dari akar baru yang sudaj tumbuh). Isi polybag dengan media tanam yang telah disiapkan dan buatlah lubang tanam yang sesuai dengan ukuran bibit stek. . .dengan plastik transparan.

Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan. sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara i ni. Dapat pula digunakan campuran kompos/ pupuk kandang dengan tanah (1:1). Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang. Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja. sehingga cangkokan tidak akan kekeringan. Selain itu dengan mencangkok di awal musim hujan akan tersedia waktu untuk menanam hasil cangkokan pada musim itu juga. maka tanah di bawah bambu yang telah bercampur seresah daun bambu dan sudah membusuk bisa juga digunakan untuk media cangkok. Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering. Media untuk mencangkok bisa menggunakan cocopeat atau serbuk sabut kelapa ataupun cacahan sabut kelapa. terdapat juga beberapa kekurangan/ kerugian pembibitan dengan sistem cangkok. Kalau disekitar kebun ada tanaman bambu. D isamping keuntungan. Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak c abang yang dipotong. Waktu pelaksanaan sebaiknya pada awal musim hujan. Teknik ini relatif sudah lakukan oleh petani dan keberhasilannya lebih tinggi. karena pada proses mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk.Teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya. A B C D E F Teknik Pembenihan Tanaman 41 . Pada teknik ini tidak ada batang bawah dan batang atas.

.

Entres yang sudah tumbuh akar D. A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 42 E F . Pan gkal entres berbentuk sisi satu. Entres siap disemai. B. F.7. Pangkal entres berbentuk datar E.Gambar 3. Entres dicelupkan ke dal am Zat Perangsang Tumbuh C. Persiapan dan bentuk entres: A. Pangkal entres berbentuk sisi dua.

. Persiapan penanaman stek: A.8. B. C. D. Menyiapkan media. Memangkas daun A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 43 .Gambar 3. Menyiapkan alat. E. Menyiapkan sungkup. Menyiapkan bahan. Menyiapkan bahan stek . F.

C. Menyiapkan batang stek B. G H Teknik Pembenihan Tanaman 44 . Menanam bahan stek dari tangkai daun.Gambar 3. Menyiapkan hormon.9. Menanam bahan stek bunga soka F. Menempatkan hasil stek. Penamanan stek pada media tanah: A. D. E . Menanam bahan stek dari cabang mawar.

I. Hasil penyetekan.5-2 cm. Balik posisi kantong plastik ke arah berlawanan/keatas. Kemudian kulitnya dikelupas sehingga bagian kambium yang seperti lendir tampak jelas. J. se-hingga akan diperoleh ikatan tali plastik di dalam kantong plastik (ikatan bagian bawah tidak kelihatan dari luar/lebih rapi). Memelihara stek. Kambium ini dihilangkan dengan cara dikerik dengan mata pisau sehingga bersih atau kering. Siapkan dan atur lembaran plastik (kantong plastik yang su-dah dibuka/dibelah) atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di bagian bawah keratan (1-2 cm). Selanjutnya bekas sayatan ditutup dengan media cangkok.Gambar 3. Sebaiknya warna kulit cabang coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung jenis tanaman. 1) Teknik mencangkok secara konvensional Pertama-tama harus dipilih cabang yang sehat dan kuat atau sudah berkayu. Setelah dikerik pada keratan bagian atas diolesi atau-pun tanpa diolesi dengan hormon tumbuh.9 (lanjutan ) G. Memeriksa pertumbuhan akar dari bibit yang berasal dari s tek. media diatur penempatannya agar rata menutupi luka keratan sampai melewati luka keratan . tidak lebih kecil dari ukuran pensil. Contoh hormon pertumbuhan atau vitamin. Cabang kemudian disayat dengan pisau secara melingkar dan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter cabang. Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah. adalah Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Bunga mawar hasil stek batang siap jual. H. Jika terdapat kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air atau hormon tersebut ditambahkan pada media cangkok. kemudian diikat dengan tali plastik atau rafia. Ukuran diameternya sekitar 0.

Lakukan pengikatan bagian atas dan bagian tengah plastik (kalau dibutuhkan).bagian atas (1-2 cm). Cangkokan harus dirawat dengan cara disiram secara rutin agar tidak kering atau diposisi atas cangkokan diberi kantong plastik berisi air dengan satu lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes atau irigasi tetes dengan menggunakan potongan batang bambu "bumbung" berdiameter 5 cm diisi dengan air. tanpa Teknik Pembenihan Tanaman 45 .

Sebagai media cangkok di polybag bisa digunakan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1: 2. Selanjutnya polybag ini ditempatkan di tempat yang terlindung sampai cangkokan menjadi segar kembali (biasanya 3-4 bulan).1/3 helai daun dari seluruh daun yang ada dengan gunting stek. Setelah dipotong dari induknya sebagian daun dikurangi untuk menghindari penguapan yang berlebihan.dilubangi hanya dikerik/dikupas sedikit bagian kulit bawah yang nantinya dilekatkan diatas media cangkokan. Cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya. Setelah cukup besar cangkokan bisa dipindah ke kebun. Plastik pembungkus media dilepaskan. 2) Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik Teknik mencangkok dengan media dalam kantong plastik hampir sama dengan cara mencangkok yang normal. perbedaannya adalah media cangkok yang digunakan adalah cocopeat (serbuk sabut kelapa) yang tersedia di toko pertanian atau sabut kelapa yang sudah . Setelah itu cangkok disemaikan dalam polybag. Apabila akar sudah memenuhi media. Pada cangkok. Daun pada cabang terlihat segar. sehingga pada keratan bagian atas ini penimbunan karbohidrat dan hormon jadi meningkat dan berbentuk kalus yang berubah menjadi akar tanaman. Potong 1/2 . Posisi bumbung digantung diatas cangkokan dengan posisi bawah bumbung merapat dengan posisi tengah cangkokan atau ditalikan melekat dicangkokan. Pemotongan cangkokan dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau gergaji di bawah ikatan cangkok. akar keluar karena aliran zat makanan (karbohidrat) dan auksin (hormon tumbuh yang mendorong keluarnya akar) mengalir ke bawah melalui kulit kayu (phloem) dan tertahan di bagian keratan sebelah atas. hasil cangkokan dianggap berhasil. Bumbung ini dapat bertahan selama 3 hari. Biasanya setelah 2-3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar.

Sabut kelapa direndam dalam air. Tambahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. . Perlakuan sabut kelapa meliputi langkahlangkah sebagai berikut. contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. paling lama 1 minggu agar melunak sehingga mudah dipisah-pisahkan dan hilang kandungan zat yang ada di sabut kelapa tersebut. .atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. S abut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. . serbuk/potongan sabut kelapa kita taruh di wadah. contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di Teknik Pembenihan Tanaman 46 . atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil. Jika kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. . karena zat tersebut dapat menghambat pembentukan akar tanaman. Untuk pemakaian cocopeat tanpa melalui perendaman dalam air (dapat langsung digunakan). maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan. yang digunakan hanya sabut kelapa tanpa kulitnya. Tam bahkan hormon pertumbuhan atau vitamin. . Media.kita perlakukan sendiri. Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya. atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam kantong plastik. Sabut kelapa dikupas atau dipisahkan dengan bagian kulit luarnya yang keras. maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan. .

Pengisian media ke dalam lembaran plastik D. B C D Gambar 3. C. A B Teknik Pembenihan Tanaman 47 . 10 . A. Jika kesulitan A mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air. B. Pengupasan kulit batang. atau cara mudahnya adalah 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc. Pengikat an lembaran plastik di bawah kupasan kulit daun. Proses pencangkokan secara konvensional.toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Teknik pencangkokan konvensional telah selesai.

Pembukaan kantong plastik berisi media. Dengan teknik ini diperoleh keuntungan antara lain: (a) Pencangkokan lebih cepat dan ringkas. agar media berada pada posisi yang benar (letak sobekan menghadap ke atas (bila posisi batang mendatar) dan media rata menyelubungi/ menutup keratan/ luka di batang tanaman). kemudian tarik ujung kantong plastik dan ditalikan.kemudian di-selubungkan secara merata ke keratan batang tanaman. kemudian diratakan hingga diperoleh campuran yang basah. Cara penggunaan media tersebut tinggal menyobek/ mengiris memanjang satu sisi kantong plastik dan sisi sobekan tadi dimasukkan dari bagian bawah luka bila posisi batang melintang atau datar. C.C D Gambar 3. B. Pada batang tanaman dilakukan pengikatan. (b) Jumlah tanaman yang kita cangkok bisa lebih banyak per satuan waktu. Dari 2 kg media akan dihasilkan 15-20 media dalam kantong plastik. Media dalam kantong plastik tersebut tahan sampai dengan 1 bulan.11. A. Cabang yang sudah dikupas kulitnya di masukan ke dalam kantong media Teknik pencangkokan yang efektif dan efisien telah selesai Contoh penggunaan media: 2 kg serbuk kelapa kering dicampur dengan 1 liter air yang sudah dicampur dengan 1-3 tetes hormon pertumbuhan. Prosesn Pencangkokan konvensional yang dimodifikasi. Pengupasan kulit batang. Isikan media dan padatkan sampai ¾ plastik. (c) Kita punya persediaan media dalam kantong plastik yang mudah dibawa . Media cangkok dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg untuk diameter batang yang kecil dan ½ kg untuk diameter batang yang lebih besar (ukuran kantong plastik disesuaikan dengan diameter batang yang akan dicangkok). pada posisi batang tegak memasukkan bebas.

kemana-mana dan mudah dipakai sewaktu-waktu. Teknik Pembenihan Tanaman 48 .

Gambar 3.12 . Pohon induk untuk cangkokan (kiri) dan cabang yang dapat dijadikan bibit cangkokan (kanan) A B C D Teknik Pembenihan Tanaman 49 .

F. I.(lanjutan). Memberi hormon auxin pada sayatan bagian atas. Memotong hasil cangkok. Proses pencangkokan. D. disiram/disemprot dengan air. C. Membungkus dan mengikat dengan t ali G H I J Gambar 3. Mengelupas kulit cabang. J. pengendalian OPT dn pemberian pupup untuk nutrisi bibit baru hasil cangkok Teknik Pembenihan Tanaman 50 . Memelihara cangkokan. Membuang kambium cabang. H. E. A. Menyiapkan media pembi bitan. Memasang plastik untuk menampung media cangkok.13 . B.E F Gambar 3. Membubuhkan tanah sebagai media tumbuh akar. G. Memelihara bibit dari hasik pencang-kokan melalui keg iatan penyiraman.13.

Bibit cangkok yang tealah berakar sudah siap untuk dipisahkan dari pohon induk. c. Teknik penyambungan Penyambungan atau enten (grafting) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. Peremajaan tanpa menebang pohon tua.Gambar 3. dihasilkan gabungan tanaman baru yang mempunyai keunggulan dari segi perakaran dan produksinya. Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. . Tanaman mangga (Mangifera indica) disambung denga tanaman kweni (Mangifera odorata). juga dapat mempercepat waktu berbunga dan berbuah (tanaman berumur genjah) serta menghasilkan tanaman yang sifat berbuahnya sama dengan induknya. Bagian tanaman yang disambungkan atau disebut batang atas (scion) dan merupakan sepotong batang yang mempunyai lebih dari satu mata tunas (entres). misalnya tanaman melinjo.14. Misalnya penyambungan antar varietas pada tanaman durian. Penyambungan batang bawah dan batang atas ini biasanya dilakukan antara dua varietas tanaman yang masih dalam spesies yang sama. tindakan ini dilakukan khususnya pada tanaman yang berumah dua. 1) Manfaat sambungan pada tanaman Manfaat sambungan pada tanaman adalah untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil tanaman. sehingga tidak memerlukan bibit baru dan menghemat biaya eksploitasi. Mengatur proporsi tanaman agar memberikan hasil yang lebih baik. Kadang-kadang bisa juga dilakukan penyambungan antara dua tanaman yang berlainan spesiesnya tetapi masih dalam satu famili. baik itu berupa tunas pucuk atau tunas samping.

dan berumur sekitar 3-4 bulan. Pada saat bibit berdiameter 3-5 mm.2) Syarat batang bawah untuk sambungan Untuk menyiapkan batang ba-wah dapat menggunakan biji asalan atau "sapuan sehingga menghasilkan batang bawah. tetapi ada varietas tanaman yang baik khusus untuk batang bawah yaitu durian varietas bokor dan siriwig. karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar. sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah. Agar menghasilkan bibit yang baik disarankan penyiraman dalam jumlah yang cukup (media cukup basah). Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur : Teknik Pembenihan Tanaman 51 . Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. bibit dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik). kambium aktif.

Bila pada waktunya pengambilan entres. dengan diameter sedikit lebih kecil atau sama besar dengan diameter batang bawahnya. Entres yang akan diambil sebaiknya dalam keadaan dorman (istirahat) pucuknya serta tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). Entres sebaiknya dipilih dari bagian cabang yang terkena sinar matahari penuh (tidak ternaungi) sehingga memungkinkan cabang memiliki mata tunas yang tumbuh sehat dan subur. Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel. maka bagian pucuk muda ini dibuang dan bagian . keadaan pucuknya sedang tumbuh tunas baru (trubus) atau sedang berdaun muda. 3) Syarat batang atas untuk sambungan Batang atas atau entres yang akan disambungkan pada batang bawah diambil dari pohon induk yang sehat dan tidak terserang penyakit. tetapi dengan mudah bisa dipotong dengan pisau silet.tanah. Kecuali untuk pengangkutan jarak jauh dalam jumlah banyak maka gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya. Entres dalam keadaan dorman ini bila dipijat dengan dua jari tangan akan terasa padat. Pengambilan entres ini dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau silet yang tajam (agar diperoleh potongan yang halus dan tidak mengalami kerusakan) dan bersih (agar entres tidak terkontaminasi oleh penyakit). Selain itu bila dilengkungkan keadaannya tidak lentur tetapi sudah cukup tegar. setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman maka ukuran polybag semakin besar. Panjangnya kurang lebih 10 cm dari ujung pucuk. pupuk kandang : sekam padi (1:1:1).

4) Tipe sambungan jika ditinjau dari bagian batang bawah yang disambung Ada dua tipe sambungan. Caranya sebagai berikut. bagian pangkal disayat pada kedua sisinya sepanjang 2-2. Teknik Pembenihan Tanaman 52 . Se-bagai contoh.5 cm. untuk durian umur 3-4 bulan. yaitu sambungan pucuk. Gunakan silet. tergantung jenis tanamannya. Batang atas yang sudah disiapkan dipotong. Umur batang bawah pada keadaan siap sambung ini bervariasi antara 1-24 bulan. Manggis pada umur 24 bulan baru bisa disambung karena sifat pertumbuhannya lambat. sehingga bentuk irisannya seperti mata kampak. mangga dan alpukat umur 3-6 bulan. pertumbuhan bibitnya akan meng-arah ke samping.5-10 cm. pisau okulasi atau gunting stek yang tajam agar bentuk irisan menjadi rapi. berbentuk seperti kipas. Namun bila diambil dari cabang yang lain. Memilih batang bawah yang diameter batangnya disesuaikan dengan besarnya ba-tang atas.pangkalnya sepanjang 5-10 cm dapat digunakan sebagai entres. Pada durian bila entres yang digunakan berasal dari cabang yang tumbuh tegak lurus. Batang bawah dipotong setinggi 2025 cm di atas permukaan tanah. Bentuk ini berangsur-angsur hilang bila tanaman menjelang dewasa.5 cm. maka bibit sambungannya akan tumbuh tegak dengan percabangan ke semua arah atau simetris. sehingga panjangnya antara 7. Sambung pucuk (top grafting) merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian atas atau pucuk dari batang bawah. Batang bawah kemudian dibelah membujur sedalam 2-2. dan sambungan samping.

Batang bawah dipilih yang baik. Pengikatan dengan tali plastik yang terbuat dari kantong plastik ½ kg selebar 1 cm. Sambungan kemudian disungkup dengan kantong plastik bening. Dengan demikian.Selanjutnya batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah. Tanaman sambungan kemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindung dari panasnya sinar matahari. Batang atas tersebut disisipkan pada irisan belah dari batang bawah. Pada dasarnya. Batang atas dibuat irisan me-runcing pada kedua sisinya. Pada saat ini sungkup plastiknya sudah bisa dibuka. Sisi irisan yang menempel pada batang bawah dibuat lebih panjang menyesuaikan irisan di batang bawah dari sisi luarnya. Pada batang bawah dibuat irisan belah dengan mengupas bagian kulit tanpa mengenai kayu atau dapat juga dengan sedikit menembus bagian kayunya. Tujuan penyungkupan ini untuk mengurangi penguapan dan menjaga kelem-baban udara di sekitar sambungan agar tetap tinggi. Agar sungkup plastik tidak lepas bagian bawahnya perlu diikat. batang bawah dan batang atas akan .Terbentuklah pita plastik yang tipis dan lemas. Irisan kulit batang bawah dibiarkan atau tidak dipotong. Kantong plastik ini ditarik pelanpelan. Namun. sehingga panjangnya menjadi 2-3 kali panjang semula. Caranya sebagai berikut. pelaksanaan sambung samping sama seperti pelaksanaan model sambung pucuk. bahkan lebih baik dibuat lebih kecil. pita pengikat sambungan baru boleh dibuka 3-4 minggu kemudian. Sambungan yang gagal akan berwarna hitam dan kering. Pada waktu memasukkan entres ke belahan batang bawah perlu diperhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah. Biasanya 2-3 minggu kemudian sambungan yang berhasil akan tumbuh tunas. Ukuran batang atas tidak perlu sama dengan batang bawah. Untuk selanjutnya kita tinggal merawat sampai bibit siap dipindah ke kebun Tipe sambungan kedua adalah sambungan samping. Sambung samping merupakan cara penyambungan batang atas pada bagian samping batang bawah.

sambungan dan batang atas ditutup dengan kantong plastik. Pemotongan perlu dilakukan supaya tidak terjadi kompetisi kebutuhan zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan lanjutan dari batang atas. kurang lebih 2 minggu setelah penyambungan. Setelah batang atas menunjukkan pertumbuhan tunas. kemudian diikat dengan tali plastik. sedangkan tali plastik yang mengikat langsung tempelan batang atas dan kulit batang bawah dibiarkan. Bilamana sudah dipastikan bahwa batang atas dapat tumbuh dengan baik. Kedua lapisan kambium harus diusahakan agar saling bersentuhan dan bertaut bersama. Setelah selesai disambung.saling berhimpitan. kantong plastik serta tali plastik bagian atas sambungan dibuka lebih dulu. Teknik Pembenihan Tanaman 53 . sampai tautan sambungan cukup kuat. bagian batang bawah di atas sambungan dipotong. Untuk menjaga agar tidak terkontaminasi atau mengering.

Pengikatan dengan tali plastik.A B C D E F G H I Gambar 3. A. Melancipkan 2 sisi pangkal batang atas. G Sambungan telah diikat. I. Sambungan telah jadi dan bertaut ditandai keluarnya kuncup daun Teknik Pembenihan Tanaman 54 . Proses pembibibitan tanaman dengan teknik sambungan. B. D. Pembelahan batang bawah. Sambungan diselubungi dengan kantong plastik. C. Batang at as siap disambungka. H. Pemotongan batang bawah.15. E dan F.

Dalam fase pertumbuhan yang optimum (tingkat kesuburannya baik). entres (scion) dan merupakan potongan satu mata tunas (entres). Dalam buku ini coba kita kenalkan "Okulasi Cipaku" karena teknik okulasi ini banyak dikembangkan dan digu-nakan oleh petani penangkar bibit di daerah Cipaku dan sekitarnya. karena biji besar sehingga mampu menghasilkan sistem perakaran yang baik dan tahan terhadap busuk akar.d. Bagian tana-man yang ditempelkan atau di-sebut batang atas. Teknik penempelan tunas (okulasi) Penempelan atau okulasi (budding) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. tetapi ada varietas durian yang baik khusus untuk batang bawah yaitu varietas bokor dan siriwig. Biasanya penangkar bibit melakukan okulasi pada saat batang bawah sudah sebesar ukuran pensil. Batang diupayakan berdiameter 3-5 mm. Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Sedangkan okulasi Cipaku dilakukan pada batang bawah berukuran sebesar pangkal lidi.Teknik okulasi cipaku ini adalah pengem-bangan teknik okulasi sistem Forkert. berumur sekitar 3-4 bulan. Disarankan penyiraman cukup (media cukup basah) Teknik Pembenihan Tanaman 55 . sehingga memudahkan dalam pengupasan dan proses merekatnya mata tempel ke batang bawah. sehingga bisa meng-hasilkan bibit lebih cepat dari pada sistem okulasi yang lama. 1) Syarat batang bawah untuk okulasi Dapat menggunakan biji asal-an atau "sapuan" untuk mengha-silkan batang bawah. di Kabupaten Bogor. kambiumnya aktif.

.

Batang bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu sebelum penempelan. Warna kulitnya coklat muda kehijauan atau abu-abu muda. Dalam waktu dua minggu ini. Gunakan polybag ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan dari biji sampai 3 bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan setelah tempel. Entres yang diambil dari cabang yang terlalu tua pertumbuhannya lambat dan persentase keberhasilannya rendah. Gunakan media tanam dengan komposisi tanah subur: tanah. terutama penyakit . Setelah periode tersebut polybag harus diganti dengan ukuran yang lebih besar 20x30 cm. Cabang entres untuk okulasi sebaiknya tidak berdaun (daunnya sudah rontok). biasanya tiga minggu sebelum pengambilan batang atas dilakukan pemupukan dengan pupuk NPK. 2) Syarat batang atas untuk okulasi Entres yang baik adalah yang cabangnya dalam keadaan tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu). tangkai daun akan luruh dan pada bekas tempat melekatnya (daerah absisi) akan terbentuk kalus penutup luka yang bisa mencegah masuknya mikro-organisme penyebab penyakit (patogen). Untuk itu perompesan daun harus dilakukan dua minggu sebelum pengambilan cabang entres. Kesehatan pohon induk ini penting karena dalam kondisi sakit. Pada tanaman tertentu sering dijumpai cabang entres yang masih ada daun melekat pada tangkai batangnya. Kecuali un-tuk alasan pengangkutan jarak jauh untuk efisiensi tempat kita gunakan polybag yang lebih kecil dari biasanya. atau langsung ke polybag 30x40 cm tergantung permintaan pasar dan seterusnya semakin besar pertumbuhan tanaman harus diimbangi dengan ukuran besar polybag. Syarat lain yang perlu diperhatikan pada waktu pengambilan entres adalah kesuburan dan kesehatan pohon induk. Untuk meningkatkan kesuburan pohon induk. pupuk kandang : sekam padi (1:1:1). Besar diameter cabang untuk entres ini harus sebanding dengan besarnya batang bawahnya.

antara jam 07. setelah digunakan silet di-bersihkan dan dibungkus lagi dengan kertas pembungkusnya agar tidak berkarat. Bagian dalam kulit kayu ini (kambium) akan tampak berair. sehingga silet kita tetap dalam kondisi bersih satu belahan kita gunakan sedangkan belahan lainnya kita sim-pan untuk pengganti belahan silet pertama apabila dirasa sudah tidah tajam lagi. sehingga bila mata tunasnya segera diokulasikan akan mempercepat pertautan dengan batang bawah. Seorang Teknik Pembenihan Tanaman 56 . Tetapi ini bisa diatasi dengan menempel di tempat yang teduh. silet yang akan digunakan langsung kita belah dua saat masih alam bungkusan kertas.0011. Kebersihan alat okulasi. terhindar dari sinar matahari langsung. Perawatan alat okulasi.00 siang daun mulai layu. ka-rena saat tersebut tanaman se-dang aktif berfotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam kondisi aktif dan optimum.00 pagi. Entres diambil setelah kulit kayu cabangnya dengan mudah dapat dipisahkan dari kayunya (dikelupas).sistemik mudah sekali ditularkan pada bibit. Diatas Jam 12. ini menandakan kambiumnya aktif. 3) Faktor yang menunjang keberhasilan okulasi Waktu terbaik pelaksanaan okulasi adalah pada pagi hari. Petani terampil satu bagian silet mampu digunakan untuk 100 s/d 200 kali okulasi sehingga dengan dua bagian silet mampu dihasilkan 200 s/d 400 okulasi dalam sehari (10 jam kerja).

Setelah 2-3 minggu okulasi sudah dapat dibuka. Pengambilan mat a entres dari batang atas.00-12. A.. J. Menempelkan mata ent res ke sayatan batang Bawah.00 (6 jam) dilanjutkan jam 13. Mata entres terpisah dengan batang atas.00-17. G. Pembuatan sayatan di batang bawah. F.00 (4 jam). Mata entres terlepas dengan kayunya. berumur 3-4 bulan. B C D E F G H I J K Gambar 3. Mata entres terlepas tanpa kayunya dan siap ditempel. Okulasi dengan menggunakan bibit berdiameter 3-5 mm.. Proses pembuatan bibit dengan cara okulasi. Kerja mulai jam 06. B. I.16. E. H. C.pembibit yang berpengalaman dalam 1 jam mampu menempel sekitar 40 tempelan. Pengikatan dengan tali plastik. Arah ikatan dari bawah ke a tas. K Mata tunas tumbuh hasil okulasi Teknik Pembenihan Tanaman 57 . D. A sehingga 10 jam kerja dalam 1 hari dihasilkan 10x40 = 400 tempelan.

Batang bawah dibersihkan dari kotoran/debu dengan cara mengusap . Pengirisan dengan silet. Biasanya 1 kantong plastik ukuran ½ kg menjadi 12 irisan bolak-balik sehingga menjadi 24 irisan x 3 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 72 tali plastik x ¼ kg (isi 140 lembar) maka dihasilkan 10. gerakan ini juga mampu menjatuhkan embun/ air yang melekat di daun. Untuk pemula pengirisan plastik bisa beralaskan papan atau kaca.080 tali plastik. Membuat irisan memanjang dengan lebar 0.600 tali platik. 4) Cara okulasi a) Perlakuan pendahuluan Batang bawah dengan polybagnya dipegang dan diangkat sedikit keatas lalu ditekan miring ke bawah sehingga posisi tanaman dan polybagnya menjadi miring ke arah luar. agar lebih banyak embun/air yang jatuh. Cara menghitung kebutuhan tali plastik adalah sebagai berikut.-. sedangkan 1 kantong plastik ukur-an 2 kg menjadi 20 irisan bolak balik sehingga menjadi 40 irisan x 4 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar 160 tali plastik x ¼ kg (isi 60 lembar) maka dihasilkan 9.Pembuatan tali plastik dari kantong plastik berukuran ½ kg (12x25 cm) atau 2 kg (20x35 cm). Harga 1/4 kg kantong plastik harganya Rp 3. Membersihkan tali plastik dengan cara dipegang dengan jari direntangkan dan diketek-ketek atau digerakan biar menjadi ber-sih. jangan dilap. agar memudahkan mencari posisi batang yang akan di tempel dan pengerjaan penempelan. Gunakan plastik yang tahan santan dan minyak.5-1 cm. Biasanya kan-tong plastik yang habis kita iris menjadi tali plastik. sedangkan yang sudah biasa pengirisan kantong plastik dapat langsung di atas paha kita. gerakan batang bawah sekali lagi dengan tangan. ¼ kg plastik ukuran ½ kg berisi 140 kantong plastik dan ¼ kg plastik ukuran 2 kg berisi 60 kantong plastik. yang bergeraknya plastiknya bukan siletnya. kita gosok-gosokan ke telapak tangan kita biar tidak licin/lebih kesat.000.

sehingga jarak tempat okulasi pertama adalah setinggi sekitar 12 cm di atas batas akar dan batang. b) Pembuatan sayatan untuk tempat menempel entres Bagian batang bawah yang akan dijadikan tempat okulasi harus diperhatikan dengan seksama. Kalau itupun gagal kita bisa gunakan alternatif dengan teknik sambung pucuk atau kita menunggu tanaman tumbuh lebih tinggi. Penentuan tempat okulasi. karena bila okulasi pertama gagal setelah 3 minggu kita bisa mengokulasi lagi tepat berjarak sepanjang silet dibawah luka okulasi pertama pada sisi yang berlawanan.dengan ibu jari dan telunjuk tangan kita pada bagian yang akan dibuat sobekan untuk okulasi. kalau okulasi ke-2 masih gagal dalam 3 minggu berikutnya kita dapat mengulang untuk yang terakhir kali atau yang ke-3 berjarak sepanjang silet pada sisi yang berlawanan dengan okulasi ke-2 atau sama sisi dengen okulasi ke-1. buat tempat sayatan/ kupasan/ sobekan setinggi 3 kali tinggi/panjang silet dari batas akar dan batang. Panjang silet sekitar 4 cm. Tetapi jangan melakukan okulasi 2 atau 3 sekaligus pada tanaman karena itu akan membuat stress tanaman. Buang daun dibawah posisi Teknik Pembenihan Tanaman 58 .

Pengambilan/pengupasan pola mata entres dari atas ke bawah. Mata entres yang sudah plast/mekar (tidak bagus). Kelihatan ernas/ sehat/ segar. sehingga menjulur seperti lidah. Diambil dari ranting yang berdiameter 2-4 mm. lalu ditarik ke bawah sepanjang lebih kurang 1. untuk memudahkan penempelan atau tidak menghalangi pandangan. Sayatan ini kemudian dipotong ¾ panjangnya atau menyisakan sedikit sayatan (<1/3 bagian) cukup untuk tempat menahan sayatan atau pola mata entres. Mata entres yang besar tapi belum plast/sedang/bentuknya sudah menonjol (terbaik untuk ditempel). Kriteria mata entres yang baik dari segi pengerjaan dan bentuk: . c) Pengambilan mata entres Kriteria mata entres yang baik dari segi ukuran: . atau diameternya sama dengan batang bawah. . .5-3 cm. tergantung pada besar kecilnya diameter batang bawah dan diseimbangkan dengan besar kecilnya entres. Atau dengan kalimat lain bahwa yang diperlukan .tempat sayatan. Penyayatan kulit batang bawah mendatar selebar 3-4 mm dengan 2 atau 3 kupasan. . karena yang dilekatkan/yang menjadi faktor penentu tingkat keberhasilan adalah lekatan pola entres bagian bawah rapat dengan pola jendela di batang bawah. Warna kulit sama dengan warna kulit batang bawah (menunjukkan kesesuaian secara fisiologis). . Mudah dikupas (menandakan bawah kambiumnya/ jaringannya aktif). Mata tunas kecil/dormant/ istirahat (dapat digunakan tapi agak lama melekatnya dan pertumbuhannya juga relatif lama). .

Tangan kiri memegang ranting yang mau diambil mata entresnya. biasanya sayatan ikut melepaskan kayu terikut dengan sayatan. kalau itu terjadi kita masih dapat memisahkan mata entres dengan kayu tersebut dengan sontekan ujung silet yang hatihati. karena syarat mutlak agar tempelan jadi adalah pola mata entres harus melekat/ menempel rapat pada sisi bawah dan salah satu sisi samping. Ukuran sayatan mata tempel sedikit lebih kecil dari ukuran sayatan batang bawah.adalah sisi bawah yang bersih. Kemudian rapihkan irisan sisi bawah entres untuk menghindari irisan sisi bawah entres dari kotoran atau infeksi. kemudian membuat kerat-an melingkar mengarah miring ke dalam menghubungkan kedua sisi sayatan bidang pola mata entres. Batang disayat agak dalam sehingga menembus kayu. sayatan untuk pengambilan entres harus dengan satu gerakan mulus searah dan tidak boleh dengan gerakan terputus-putus.5 cm).5-1 cm dibawah mata entres (sayatan mata entes se-panjang sekitar 1-1. yang menjadi perhatian pola Teknik Pembenihan Tanaman 59 .5-1 cm diatas mata entres dan 0. Apabila ranting yang terdapat mata entres terlalu kecil. panjang sayatan sekitar 0. untuk memisahkan mata entres dengan kayu dengan cara mengait pola dengan ujung silet atau dengan kuku jari dengan sontekan halus sehingga terlepaslah kulit yang membawa mata entres dengan kayu dan sayatan kayu tidak terlepas dari ranting. sedangkan sisi atas dan sisi samping lainnya tidak melekatpun tidak apa-apa. ibu jari tangan kiri menahan ranting dan membantu mendorong ke arah atas saat silet ditangan kanan mulai bergerak membuat sayatan menembus kayu. Setelah sayatan melewati mata entres. tetapi lebih sempurna kalau semua sisi menempel rapat (tetapi keadaan tersebut sulit dicapai).

sayatan mata entres harus bersih dari kayu dan apabila dilihat tidak meninggalkan lubang di bekas kulit mata entres. lalu kunci ikatan dan tarik tali plastik dan potong/rapikan sisa tali plastik. ikat arah menyilang menuju bawah mata entres. tempelkan. Mata entres yang besar atau menonjol. lekatkan. pengikatan dengan hatihati jangan terlalu kencang (mengganggu proses penyatuan batang bawah dan entres). Prinsipnya semakin cepat penem-pelan dari pengambilan entres semakin baik. kembali menyilang ke atas mata entres usa-hakan sekitar mata entres terikat sempurna sehingga air tidak ma-suk ke dalam tempelan. c) Menempelkan mata entres ke sayatan batang bawah Ambil sayatan mata entres. Lanjutkan pengikatan ke arah atas sampai ikatan menutupi 0. tali plastik disusun saling tindih seperti menyusun genting. . semisal pada durian tidak ditutup tali plastik saat pengikatan. atau kurang kencang/ kendur (air bisa masuk ke luka tempelan. persen jadinya makin tinggi. d) Pengikatan Ambil tali dan tarik tali plastik yang disiapkan untuk pengikatan. tetapi disiasati dengan menyisakan potongan tangkai daun dibawahnya agak panjang sedikit. pengikatan dari bawah tempelan melingkar ke atas dimulai sekitar 0. Pengikatan di dekat mata entres harus lebih hati-hati. ikat bagian bawah mata entres. maka sayatan pola mata entres tersebut siap untuk ditempelkan. Mata entres yang masih kecil ditutup dengan tali plastik. tangkai daun dipotong penuh/biasanya tangkai daunnya sudah tanggal dengan sendirinya bila mata entres sudah besar.5 cm diatas luka sayatan batang bawah. ikat bagian bawah mata entres menuju bagian atas mata entres. masukkan. tancapkan dan tekan entres pada sisa sobekan di batang bawah. sehingga menginfeksi tempelan) gunakan perasaan da-lam pengikatan.5 cm di bawah sayatan/jendela.

Jika mata tunasnya tidak menonjol seperti pada mangga dan jeruk. mata tunas boleh ditutup rapat dengan pita plastik.sehingga walaupun di tutup tapi sisa potongan tangkai daun masih mam-pu melindungi mata entres kecil dari tekanan pengikatan tali plastik sehingga cukup ruang untuk tumbuh dan mata entres tidak patah. A B Teknik Pembenihan Tanaman 60 .

Mencampur media semai. Menyediakan biji durian untuk batang bawah C. D.17.C D Gambar 3. Mengisi polybag untuk menyemai biji durian E F G H Teknik Pembenihan Tanaman 61 . Proses Pembibitan duria dengan teknik sambung. Menyiapkan alat dan bahan. A. B.

Memberi pupuk untuk batang bawah.I J Gambar 3. H. Menyiapkan calon entres. I. G. Menyiapkan calon entres. J. K L M N Teknik Pembenihan Tanaman 62 .17 (Lanjutan) E. F. Menyemai biji durian untuk batang bawah. Menyayat batang bawah untuk menempelkan entres. Memelihara batang bawah.

L. Mengambil entres. Menyelipkan entres. Memelihara entres. M.17 (Lanjutan). Q R S T Teknik Pembenihan Tanaman 63 . Membalut entres. K. O. N. P. Membalut dan mengikat entres. Dari entres akan tumbuh menjadi tunas baru.O P Gambar 3.

Kita buka ikatan paling atas dengan silet dan dilanjutkan dengan memutar tali ikatan berlawanan dengan arah pengikatan secara perlahan dan hati-hati ke arah ikatan yang lebih bawah. Dari tunas muda tumbuh ranting sert a daun baru. segar. Bibit siap dipasarkan . Tunas baru tumbuh dan berkembang. Bibit hasil okulasi dipelihara secara kontinu. Agar pertumbuhan mata tunas batang atas tidak terganggu. sehingga cukup makanan untuk proses melekatnya tempelan entres. Biasanya 2-3 minggu kemudian mata okulasi mulai tumbuh dan dimulailah pembukaan entres. b) Pemeliharaan bibit setelah okulasi Penyiraman paling lama 2 hari sekali. Mata tunas tumbuh. T. yang harus diingat bahwa tanaman yang kita tempel . 5) Kegiatan sesudah okulasi a) Deteksi keberhasilan okulasi Untuk mendorong tumbuhnya mata tunas atau pertumbuhan batang bawah seimbang antara pertumbuhan keatas dan menyamping. lakukan pemotongan kira-kira 2-3 cm di atas mata okulasi batang bawahnya. S. U. Mengendalikan gulma OPT selama pemelihar aan tunas baru. dilihat ada tidaknya hujan. V. Daun tunas muda bertambah. Tempelan yang gagal mata tempelnya akan berwarna coklat kehitaman.U V Gambar 3. dilakukan pemotongan pucuk (titik tumbuh) batang bawah setelah penempelan. atau tidak patah. Tanda dari keberhasilan okulasi adalah mata entres yang ditempelkan tetap hijau. Setelah mata tunas okulasi mempunyai 2-3 helai daun yang dewasa dan siap berfotosintesis. tidak kering. tunas yang tumbuh dari batang bawah harus dibuang. kalaupun belum kelihatan tumbuh dapat dengan menggores sedikit permukaan sayatan mata entres yang kita tem-pel apabila tetap segar/hijau berarti tempelan jadi. R.17 (Lanjutan) Q.

mengalami pelukaan/stress sehingga memerlukan makanan. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. Penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. Metalik atau Gandasil D dengan kon-sentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsen-trasi 1-2 g/l air. Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah Teknik Pembenihan Tanaman 64 . Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pu-puk daun seperti Atonik. air dan perawatan yang lebih.

Kanon dengan konsentrasi 2 cc/l air. Insektisida yang di-gunakan. Fusarium sp dan Phytium sp. e. Matador. Penyemprotan dengan fungisida apabila terdapat serangan penyakit lodoh/busuk daun. kutu putih dan ulat daun. selan-jutnya daun menjadi kecoklatan. tetapi pengerjaannya agak merepotkan.kutu perisai.5 EC. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. gejala bercak-bercak hitam pada permukaan daun. Dithane M-45 80 WP. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP. Penyemprotan diulang seminggu sekali. Kerugian lainnya bahwa penyusuan hanya dapat dilakukan dalam jumlah sedikit atau terbatas. tidak sebanyak sambungan atau menempel dan akibat dari penyusuan bisa merusak tajuk pohon induk. Perlu ditambahkan perekat semisal Suntick. Decis 2. Penyusuan Istilah penyusuan (approach grafting) merupakan cara penyambungan di mana batang bawah dan batang atas masingmasing tanaman masih berhubungan dengan perakarannya. daun melipat dan melekat satu sama lainnya. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. apabila penyemprotan pada musim hujan. karena batang bawah harus selalu didekatkan kepada cabang pohon induk yang kebanyakan berbatang tinggi.5 EC. misalnya Supracide 25 WP. Batang bawah kemudian ditaruh diatas para-para . Oleh karena itu penyusuan hanya dianjurkan terutama untuk perbanyakan tanaman yang sulit dengan cara sambungan dan okulasi. kering dan mati. Keuntungan dari teknik ini adalah tingkat keberhasilan tinggi. Benlate dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air. Reagent 50 SC atau Decis 2. 1) Tipe penyusuan Susuan duduk untuk mendekatkan batang bawah dengan cabang induknya dibuat parapara dari bambu. Phytophthora sp.

dan disusukan dengan cabang pohon induk. Pengupasan batang atas dan batang bawah . Agar cabang entres tidak kaget atau stres sebaiknya pemotongan dari induk dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Biasanya setelah 3-4 bulan. Penyatuan batang atas dan batang bawah Teknik Pembenihan Tanaman 65 . Pada waktu melekatkan harus diperhatikan agar kambium entres dan batang bawahnya berhimpit. 2) Cara melakukan susuan Batang bawah disayat dengan kayunya sepanjang 2-3 cm. Pada pengeratan pertama setelah terjadi pembengkakan cabang entres dikerat 1/3 diameter cabang. Tan-danya ada pembengkakan disekitar batang yang diikat. Pemotongan entres dilakukan setelah pertautan berhasil. . Minggu ketiga susuan dipotong lepas. Hal yang sama dilakukan untuk ca-bang batang atasnya yang belum dipotong dari induk. Minggu ke-dua 2/3 diameter cabang. Selang waktu pengeratan pertama ke berikutnya adalah seminggu. Dan polybag batang bawah kita ikatkan pada cabang batang atas. Keduanya kemudian dilekatkan tepat pada bagian yang disayat. kira-kira 1/3 diameter batang. Susuan gantung disebut demikian karena batang bawah yang akan disusukan didekatkan dengan cabang pohon induk dengan posisi menggantung. Posisi susuan bisa duduk atau menggantung.

18 (Lanjutan) Hasil teknik penyusuan Teknik Pembenihan Tanaman 66 . Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan.A B C D E Gambar 3. A. E. D. Penyatuan batang atas dan batang bawah.18. C. B. Pengikatan batang atas dan batang baw ah. Proses Pembibitan dengan teknik penyusuan. Hasil teknik penyusuan duduk Gambar 3. Pengupasan batang atas dan batang bawah.

Perbanyakan beberapa tanaman buah-buahan dengan cara vegetatif Jenis tanaman Okulasi Sambung Penyusuan Stek Cangkokan Alpukat + + + 0 + Belimbing + + + 0 Cempedak + + + 0 Duku 0 + + - .1.Tabel 3.

0 Durian + + + 0 Jambu air + + + + Jambu biji + + + + + Jambu bol + + 0 + Jeruk + + + + .

Pengikatan batang atas dan batang .+ Kapulasan + + _ + Mangga + + + 0 + Manggis Melinjo Nangka Rambutan + Sirsak Sukun + + + + + Keterangan : (+) baik (o) kurang baik (-) gagal .

Decis 2. misalnya Supracide 25 WP. Reagent 50 SC atau Decis 2. Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. Phytophthora sp. Fusarium sp dan Pythium sp. 3) Pemeliharaan bibit tanaman hasil susuan. Pemeliharaan bibit pada umunya adalah penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk daun seperti Atonik. atau Dithane M45 80 WP dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air. Hasil teknik penyusuan duduk . Metalik atau Gandasil D dengan konsentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsentrasi 1-2 g/l air. Setelah bibit susuan siap disapih maka pemeliharaan benih susuan dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut. Insektisida yang digunakan. Hasil teknik penyusuan gantung. Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah kutu perisai. Penyemprotan diulang seminggu sekali. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. kutu putih dan ulat daun. Teknik Pembenihan Tanaman 67 . Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan .5 EC. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. Penyemprotan dengan fungisida dilakukan apabila terdapat serangan penyakit. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP.bawah .5 EC dengan konsentrasi 2 cc/l air.

Pengairan sistem genangan atau bahasa Jawanya dilep apabila pembibitannya dilakukan dalam polybag yang ditaruh di sawah. okulasi. Penyiangan rumput pengganggu (gulma). kemudian air dimasukkan ke areal pembibitan sampai media di polybag menjadi basah. Pemasukan air ini sebaiknya dilakukan pada waktu sore/ malam hari ketika suhu tanah tidak tinggi. Tanaman dari biji sengaja dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi erakarannya. maka cara penyiraman dengan menutup saluran pembuangan air. Sedangkan batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. okulasi dan susuan. sehingga tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang becek. cangkok dan stek. karena rumput selalu bersaing dengan bibit dalam pengambilan hara. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon induk yang dicangkok. air dan sinar matahari. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. penyusuan.5. Lama perendaman 1-2 jam dengan tinggi air cukup ¾ tinggi polybagnya. ruang tempat tumbuh. Dari hasil menggabungkan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten.Penyiraman bibit pada musim kemarau biasanya dilakukan setiap dua hari sekali.sedangkan pada musim hujan disesuaikan. yakni tahan cendawan akar dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam. Pemilihan Teknik Perbanyakan Vegetatif Ada lima cara perbanyakan vegetatif buatan untuk tanaman buah yang sudah dikenal oleh para penangkar bibit dan petani yaitu cara penyambungan. 3. Sedangkan cara stek pada prinsipnya . Penyiraman bibit ini dilakukan dengan menggunakan gembor air. Pada tiga cara yang pertama dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas.

Teknik Pembenihan Tanaman 68 . Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain berbuahnya persis sama dengan induknya. Dalam perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar. sehingga menjadi tanaman baru. sehingga cara perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah tanam. sehingga menjadi tanaman baru menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. Rambutan dan kapulasan selalu gagal kalau disambung (enten) karena pengaruh asam fenolat yang teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning). Tanaman manggis asal bibit susuan berbuah lima tahun setelah tanam. bibit juga berumur genjah (cepat berbuah). Beberapa jenis tanaman buahbuahan tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pula.menumbuhkan bagian atau potongan tanaman. sedangkan bibit asal biji berbuah lebih dari 10 tahun setelah tanam. Bibit durian okulasi bisa berbuah 4-6 tahun setelah tanam. ada cara perbanyakan tertentu yang lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu pula. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten.

walaupun dengan menggunakan cara konvensional. maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buahbuahan secara masal. 2. sehingga bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. Persentase keberhasilan cara perbanyakan okulasi. sedangkan untuk penyusuan hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. Sebagai contoh seorang pekerja yang sudah terampil mengokulasi durian. Tabel 3. Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi. enten dan penyusua n pada beberapa tanaman Jenis tanaman Okulasi Enten Penyusuan Alpukat 40-70 50-80 70-100 Belimbing 40-60 60-90 60-100 Duku .sedangkan tanaman durian menguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi. dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman buahbuahan. tetapi kurang praktis dalam pengerjaannya. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buahbuahan seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka kandel yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi.

0-10 40-60 40-80 Durian 60-80 20-60 60-100 Jeruk 60-70 70-85 60-90 Kapulasan 10-40 0 40-80 Mangga 40-70 60-90 60-100 Manggis 0 50-80 50-80 Melinjo 70-80 80-90 70-100 Rambutan 30-70 0 .

Tips Membeli Bibit Tanaman Bibit yang siap untuk ditanam manfaatnya akan dapat dinikmati setelah beberapa bulan atau beberapa tahun. Ada beberapa kiat dalam pembelian bibit yang harus diperhatikan baik itu faktor teknis maupun faktor non teknis. Penjual bibit yang dapat dipercaya memiliki ciri sebagai berikut: Trdaftar di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Bibit yang dijualnya telah bersertifikat .60-100 Sawo 0 70-80 60-90 Sumber : Sunaryono (1987) dan Wijaya (1990) Keterangan : nilai dalam persen (%) a. Mengetahui secara pasti varietas bibit yang dijualnya. Memiliki pembibitan sendiri atau mengetahui dengan pasti asal penangkarnya sehingga memudahkan melacak keaslian varietasnya. . Dengan demikian kesalahan dalam membeli bibit ini akan berakibat fatal bukan hanya berupa kerugian ekonomi tetapi juga kerugian tenaga dan waktu. Memiliki tempat Teknik Pembenihan Tanaman 69 .

1) Membeli bibit yang unggul atau baik kualitasnya Induk yang baik berasal dari varietas unggul. Ada pula bibit yang pertumbuhan tingginya terlalu pesat. Hal ini tidak sulit dilakukan jika penjualnya telah dikenal baik oleh pembeli. biasanya cabang tumbuh ke segala arah secara merata. cara yang paling baik adalah dengan mengetahui sendiri secara langsung tanaman induk bibit tersebut. sedangkan batangnya kelihatan kecil dan terkesan kurang kokoh. dapat dilakukan dengan pengidentifikasian ciri-ciri spesifik varietas tersebut. Bibit sehat dan berpenampilan baik Dalam memilih bibit tanaman. Perlu diperhatikan bahwa bibit yang baik biasanya memiliki batang utama yang lurus dan tumbuh tegak. Untuk memastikan bahwa bibit tersebut berasal dari induk yang baik. kelihatan mulus dan kokoh. tidak melengkung. Pada pucuk tanaman dan ujung ranting tampak kuncup daun yang menandakan adanya pertumbuhan. Pada kondisi seperti ini biasanya pembeli tahu betul kondisi "dapur produksi" produsen bibit tersebut. sehat dan telah cukup umur (lebih baik kalau pohon induk sudah berproduksi).penjualan permanen (mangkal) sehingga memudahkan bagi pembeli yang akan komplain. Bentuk batang dan cabang dipilih yang baik. yang perlu diperhatikan pertama kali ialah pertumbuhan batang. Jika tidak memungkinkan untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman induknya. Pada tanaman buah yang memiliki percabangan banyak. tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek sesuai dengan umurnya. Selanjutnya dapat diperhatikan juga penampakan luarnya. . Untuk mengetahui varietas bibit tersebut. upaya yang dapat dilakukan adalah meminta informasi sebanyak mungkin kepada penangkar tentang induk tanaman tersebut. Tanaman yang kerdil biasanya kelihatan pendek dari yang seharusnya. cabang dan daunnya. apakah ada gejala serangan hama dan penyakit atau tidak.

tidak terlalu khawatir terhadap kerusakan karena kekurangan air (kekeringan).2) Pengemasan dan pengakutan benih. Pada umumnya apabila benih akan diangkut dengan pesawat. dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan setengah tanahnya. Yang harus diperhatikan adalah apabila benih vegetatif akan diangkut oleh angkutan darat atau laut yang membutihkan waktu relatif lama (lebih dari 4-7 hari) maka harus dilakukan Teknik Pembenihan Tanaman 70 .5-1 kg/bibit. Untuk menghilangkan stres. Setelah satu minggu biasanya bibit sudah segar kembali dan dapat dipak dalam peti berventilasi untuk dikirim. kemudian ditambahkan serbuk kelapa (cocopeat). kemudian polybag diikat. semisal bibit jeruk dan jati. Pengemasan bibit yang peka. biasanya untuk angkutan darat. Untuk bibit yang dikirim dalam bentuk stump (cabutan). Dengan cara pengepakan seperti ini. Mengeluarkan setengah tanahnya dan ditambah dengan gel (Agrosoft). sebelum diangkut bibit diletakkan dahulu di bawah naungan dan disiram untuk adaptasi. maka bibit dalam polybag yang semula beratnya 4-7 kg/bibit menjadi0. pengirimannya tidak ada masalah karena beberapa bibit bisa saja dibungkus dengan batang pisang atau bahan lain yang bersifat lembab. seperti bibit durian. Keadaan ini membuat bibit mampu bertahan sampai 4-7 hari tanpa penyiraman · Pengepakan tanpa mengurangi media tanam. Pengangkutan benih vegetatif harus direncanakan dengan baik. sehingga akarnya tidak kering.

.6. Padahal varietas sitokong yang resmi dilepas Menteri Pertanian pada tahun 1984. tentang Pemerintah Daerah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995. Dasar dari Sertifikasi benih adalah: . Tujuan registrasi pohon induk buahbuahan adalah untuk menjamin kebenaran bibit yang dihasilkan dari pohon induk yang bersangkutan secara hukum (yuridis). Sedangkan .Tentang Perbenihan Tanaman. mungkin dapat dikumpulkan sekitar selusin varietas sitokong yang berbeda ciri tanamannya. Pada kondisi yang lebih modern.pengepakan benih dengan batuan bahanbahan yang dapat mengurangi penguapan air dan respirasi. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992. hanya ada satu jenis. sehingga konsumen tidak dirugikan. . Jika diperhatikan. plastik pengepak benih diisi N2 atau divacuum sehingga tidak terjadi proses respirasi dan benih akan aman selama masa pengankutan. Sebagai contoh adalah tentang banyak beredarnya varietas sitokong yang berlainan. 3. Tujuan lainnya adalah untuk menjamin kebenaran suatu varietas. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. Pohon induk untuk sumber mata tunas (entres) harus diregistrasi terlebih dahulu oleh petugas Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). tentang Sistem Budidaya Tanaman. Sertifikasi Benih Masalah yang perlu diperhatikan dalam usaha pembibitan adalah upaya registrasi dan sertifikasi varietas bibit yang yang akan disebarkan kepada masyarakat. Salah satu tekniknya adalah dengaan cara membungkus semua benih dengan daun/ pelepah pisang dan polibag benih ditutup dengan serbuk gergaji basah (ringan tetapi benih tetap lembab) dan benih siap untuk dipcking dan dikirim.

Sertifikasi dan pelabelan benih Cara melakukan sertifikasi adalah sebagai berikut: . sehingga bila seseorang membeli bibit palsu. tenaga dan waktu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Bila penangkar akan mengambil entres dari pohon induk milik orang lain. Pengisian formulir tentang rencana dan jumlah bibit yang akan diproduksi. a. maka pada pengajuannya dilengkapi dengan surat persetujuan dari pemilik pohon induk. Oleh karena itu dianjurkan membeli bibit yang telah diketahui ciri-ciri atau bibit yang berlabel. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan cara perbanyakan bibit perlu diperketat agar tidak mengecewa-kan para pembeli bibit. Investasi pohon buah-buahan merupakan investasi jangka panjang. Penangkar harus memberi tahu rencana penangkarannya kepada BPSB selambatlambatnya satu minggu sebelum dimulai pelaksanaan perbanyakan bibit. . baru diketahui 4-5 tahun yaitu pada saat pohon tersebut menghasilkan buah. Kerugian uang. . Kebenaran Teknik Pembenihan Tanaman 71 . disesuaikan dengan kemampuan pohon induk dan tenaga yang tersedia. Setelah pemohonan diterima BPSB maka petugas BPSB akan melakukan pemeriksaan pendahuluan tentang: kepastian letak atau areal penangkaran. sehingga akhirnya menghambat usaha tanaman buahbuahan.selebihnya adalah jenis-jenis durian yang tidak diketahui asal-usulnya yang diberi nama sitokong.

Kebenaran pohon induk yang digunakan. Di dalam label yang warnanya merah dimuat data: (Gambar 10 dan Gambar 11) . Label diisi dan diajukan ke BPSB untuk diberi nomer seri dan dilegalisir. Jenis tanaman. Setelah diperiksa baru dilakukan perbanyakan bibit. Mengetahui diperbanyak. . . Asal bibit. jumlah tanaman yang . penyusuan). sambung. Pada akhir pemeriksaan menjelang pelabelan. Memeriksa cara perbanyakannya (okulasi. dilakukan pemeriksaan lagi tentang jumlah bibit yang tumbuh dengan baik dan layak untuk diberi label. . . . . . Entahah itu penangkar mengajukan permohonan seri label. Nama dan alamat penangkar. cangkok.varietas pohon induk. Pada waktu pelaksanaan perbanyakan. . Kebenaran entres yang digunakan. petugas BPSB akan mengawasi tentang: . . Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak.

19. Label merah yang dikeluarkan BPSB Besarnya biaya sertifikasi telah ditentukan sesuai SK Direktur Jenderal Tanaman Pangan. Khusus untuk bibit jeruk bebas CVPD.. Varietas batang bawah. sebenarnya ada label biru untuk varietas unggul lokal yang belum dilepas melalui SK Menteri dan yang terakhir adalah label putih yang dikhususkan untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian dan bibit tersebut ditanam dengan tujuan dijadikan pohon induk sebagai sumber mata entres. Contoh Label Merah yang .. Bibit yang dinyatakan sehat baru bisa diberi label lagi dengan biaya Rp 20 per bibit. .karena mutu kertasnya lebih baik. . Tanggal pemasangan label. Sebagai contoh. Selain label merah muda yang sudah sering kita lihat di lapang untuk bibit unggul yang sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian. label hanya berlaku untuk jangka wak-tu tiga bulan. sedangkan untuk label putih biayanya Rp 600. . Gambar 10. Untuk pembuatan dan pencetakan label merah muda biayanya antara Rp 200 tergantung negoisasi dengan petugas BPSB tentang mutu kertas dan cetakan label tersebut. untuk perbanyak-an jenis tanaman buah-buahan di wilayah Jawa Barat dan Jakarta. setelah itu bibit harus diperiksa ulang tentang kese-hatannya. biayanya adalah Rp 20 per bibit batang bawah yang diajukan dalam pemeriksaan lapang. Gambar 3. terutama varietas buah-buahan yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian. Penerimaan hasil pemeriksaan bibit yang diperoleh BPSB ini merupakan pendapatan negara yang harus disetor langsung ke kas negara. Sedangkan batang bawah untuk label merah vaietasnya bisa "sapuan" asalan. Varietas batang atas. Khusus label putih pemeriksa-an lebih teliti menyangkut jenis varietas batang atas harus berasal dari pohon induk yang sudah terdaftar dan varietas batang bawah dan dikeluarkan dengan sepengetahuan BBI (Balai Benih Induk).

Sebagai tindak lanjut dari pemberian label bagi bibit unggul perlu disertakan informasi atau data mengenai Teknik Pembenihan Tanaman 72 .dikeluarkan BPSB untuk benih durian.

Selama ini masih beredar kepercayaan bahwa bibit unggul itu akan selalu bersifat unggul walaupun ditanam di tempat yang sebenarnya tidak cocok. bahwa bibit yang dijual palsu. perlu diketahui oleh para petani dan konsumen yang ingin menanam bibit unggul tersebut. sehingga tidak menunjang sifat unggul durian petruk. Jawa Barat. Harapan seperti ini tentunya hanya merupakan angan-angan dan pasti akan berakhir dengan kekecewaan. Oleh karena itu perlu diingatkan kembali bahwa kemajuan berupa penemuan bibit unggul varietas baru. kemudian akan berbuah sendiri dengan lebat. agar buah yang dihasilkannya benar-benar unggul. Peningkatan pengetahuan dapat diperoleh dengan membaca tulisan atau artikel pada majalah pertanian. Jawa Tengah. maka yang dikambinghitamkan biasanya adalah si penjual. perlu diimbangi dengan kemajuan pengetahuan petani mengenai cara-cara bercocok tanam yang lebih baik. Jawa Tengah memiliki kondisi iklim yang berbeda dengan daerah Bogor. Bahkan ada anggapan bahwa bibit unggul tidak memerlukan pemupukan dan penyemprotan pestisida. Keterangan mengenai varietas tertentu cocok ditanam di dataran rendah atau dataran tinggi dan jenis tanah apa yang paling cocok. Jepara. Padahal pengetahuan dasar si penanam inilah yang tidak memadai untuk menanam bibit-bibit jenis unggul tadi. Hal ini disebabkan karena daerah Jepara. Pada dasarnya bibit unggul memerlukan lingkungan tumbuh yang spesifik. kurang memuaskan jika ditanam di daerah Bogor. Bila terjadi hal demikian. Bibit yang seharusnya berbuah pada umur lima tahun. Misalnya durian petruk yang asli berasal dari Jepara. Informasi seperti ini harus diketahui para penanam bibit unggul buah-buahan agar mereka tidak kecewa di kemudian hari. Jawa Barat. ditinggalkan. baru berbuah pada umur tujuh tahun setelah tanam. sehingga cukup ditanam. Jawa Tengah mempunyai ketinggian sekitar 50 m di atas permukaan laut dengan iklim yang kering (curah hujan rendah). Sedangkan kondisi tanah dan iklim daerah Bogor adalah lembab dan banyak hujan.daerah penanaman yang cocok untuk bibit tertentu. mengikuti kursus dan seminar atau menjadi anggota .

Sebagai prasyarat apabila pembibitan mengikuti tender atau menyuplai bibit untuk proyek pemerintah. Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) Dasar dari SKPPB adalah Undangundang Nomor 12 Tahun 1992. . dapat dijadikan modal yang sangat berharga untuk terus maju dalam mengembangkan usaha hortikultura yang semakin cerah. b.Tentang Perbenihan Tanaman. Adapun manfaat dari SKPPB adalah: . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1995. Untuk informasi lebih lengkap tentang tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian dapat dilihat di Lampiran 1. Deskripsi tanaman buah varietas unggul yang telah dilepas dengan SK Menteri Pertanian. Meningkatkan kepercayaan konsumen bibit terhadap pembibitan tersebut. tentang Sistem Budidaya Tanaman. Pembibitan tersebut sudah terdaftar secara resmi di BPSB dan berhak menerima pembinaan tentang perbenihan dari instansi terkait. tentang Pemerintah Daerah. Dengan mengadakan pertemuan yang teratur dapat dibahas masalah baru yang ditemukan di lapangan dan dicarikan jalan keluarnya. walaupun penangkar Teknik Pembenihan Tanaman 73 .dari suatu perkumpulan hortikultura. . Memudahkan waktu pengurus-an labelisasi bibit. Pengalaman pngalaman berharga dari sesama rekan petani. dan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. .

Untuk memperoleh SKPPB Penangkar benih mendaftar di kantor BPSB Kabupaten atau Kota. Nama perusahaan. . Alamat perusahaan. Gambar Contoh Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang Benih (SKPPB) . kemudian petugas BPSB melakukan pemeriksaan lapang pendahuluan tentang: . Kepastian letak atau areal penangkaran. . karena instansi ini yang berwenang mengeluarkan SKPPB. Gambar 3. Dengan ketentuan bahwa setiap akhir tahun harus melapor kembali rencana pengadaan/ penyaluran benih. Setelah pemeriksaan selesai dan terbukti kebenarannya. SKPPB ini berlaku selama 2 tahun dan sesudahnya harus memperpanjang atau membuat lagi SKPPB tersebut.000. Perkiraan jumlah bibit yang akan diperbanyak. Jenis dan varietas tanaman yang dibibitkan. . . Nama pemimpin perusahaan. SK akan turun sekitar 1 bulan kemudian. maka petugas melaksanakan pemberkasan untuk diajukan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan tingkat Propinsi UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. . bersedia mentaati peraturan-peraturan yang berlaku. Bentuk/status perusahaan. Alamat pemimpin perusahaan. SKPPB berisi data .yang tak memiliki SKPPB pun juga bisa mengajukan labelisasi bibit. Kalau sudah lengkap berkasnya. Biaya pengurusan SKPPB adalah Rp 50.. Kebenaran varietas ponon induk sebagai sumber entres.20. .di luar ongkos transportasi bagi petugas. .

Sebelum benih generatif dijual ke pasar bebas atau petani. Untuk melindungi benih dari serangan penyakit dapat dilakukan dengan cara pemberian perlakuan fungisida Ridomil 5 gram/kg benih genaratif. pengemasan. Siapkan Ridomil sebanyak 5 dari berat benih yang akan disimpan. . Prosedur perlakuan fungisida pada benih adalah sebagai berikut.7. baik berupa gangguan biologis maupun lingkungan. Teknik Pembenihan Tanaman 74 . maka benih harus dilindungan dari gangguan luar. pada umumnya benih-benih tersebut harus dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. Agar kulaitas benih dapat terjaga dengan baik selama di penyimpanan. .3. Perlakuan. Tambahkan air sedikit demi sedikit ke dalam tepung Ridomil kemudian campur sampai dengan rata sehingga membentuk pasta Ridomil. penyimpanan dan penyaluran benih.

Apabila metode distribusi seperti yang tersebut di atas tidak memungkinkan. Benih yang tealh diberi perlakuan dikemas dan dipasang label sertifikasi benih. Penyimpanan benih sebaiknya di ruang yang mempunyai kelembaban udara yang rendaj seperti di dalam gudang dengan fasilitas AC (Air conditioner) dan upayakan pada suhu yang rendah. sebaiknya benih vegetatif disimpan di dalam gudng dengan ventilasi yang cukup sehingga pertikaran udara dapat berjalan dengan baik. . Pendistribusian benih sebaiknya mengkuti kaidah dalam sertfikasi benih yaitu hanya dapat disimpan selama 6-8 bulan setelah selesainya masa pengujian benih. Benih genetif yang telah diberi perlakuan Ridomil dikeringanginkan kembali sehingga kadar air benih sebelum diperlakukan dengan setelah perlakuan relatif sama. . Benih-benih yang disimpan dalam gudang akan didistribusikan apabila terdapat order pembelian. Campurkan benih dengan pasta dan aduk dengan hati-hati sehingga campuran merata. Upayakan agar kadar air berada [ada kisaran 8-12% tergantung jenis komoditinya.dikemas dapat disimpan selama 6-9 bulan. . benih yang lebih dahulu masuk ke dalam gudang maka harus disalurkan paling duluan. Sebaiknya penyaluran benih dilakukan sesegera mungkin dengan menggunakan metode just in time. Benih yang disimpan hanya benih yang diorder konsumen dan akan segera dikirimkan atau didistribusikan. Benih generatif yang akan disimpan harus diperhatikan kadar airnya. diperlakukan dan .. Jika kedua persyaratan tadi tidak terpenuhi. Benih-benih yang telah disertifikasi. maka sebaiknya menggunakan metode first come first out..

Teknik Pembenihan Tanaman 75 .

siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi ber ikut: 1. Menyiapkan lahan dan media untuk produksi benih vegetatif. pemahaman K-3. bahan baku. SDM. Jarak tanam pohon induk relative lebih jarang dibandingkan dengan jarak tanam normal. Membiakkan tanaman dengan sambung. 3.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 3. Medistribusikan benih tanaman. 6. Menerapkan persyaratan kerja 5. Pengelolaan alat dan mesin pembenihan tanaman. penggudangan. Memelihara pohon induk. Merawat benih tanaman 12. lahan. Kesekatan dan keselamatan kerja. pemasaran dan layanan purna jual. 9. Dasar-dasar pembenihan tanaman Kesehatan dan keselamatan kerja Investasi modal usaha. Pohon induk . Pohon induk dan kebun produksi: pohon induk bergabung dengan kebun produksi. 2. Membiakkan tanaman dengan stek. teknik budidaya. Membiakkan tanaman dengan susuan 10. panen dan penanganan benih. alat dan masin. sertifikasi. Membiakkan tanaman dengan okulasi 11. distribusi. Dasar-dasar pembenihan tanaman dan produksi benih tanaman. 4. 8. 7. Pohon induk: pohon induk yang spesifik dan terpisah dari kebun produksi pada umumnya .

Teknik pembenihan Teknik produksi benih vegetatif Pemilihan teknik pembenihan Teknik Pembenihan Tanaman 76 . Pembibitan . Kerja nyata Batang bawah dan batang atas . Norma kesehatan .mempunyai jarak tanam yang lebih sempit. Teknik penyiapan benih . Pemeliharaa n terbatas. Pemeliharaa n perbaikan . Norma keselamatan . . Pengepakan batang atas. . Pohon induk pada kebun induk spesifik akan lebih terpelihara kemurnisnnya. Pemilihan batang bawah. Pemelihartaa n berencana . Pengelolaan alat dan mesin pembenihan .

Bibit dikirim dengan . Pengepakan bibit. Tip membeli tanaman . Surat keterangan pendaftaran pedagang benih . Bibit dikirim dalam bentuk cabutan. . Teknik pembenihan dengan cangkok . . Teknik pembenihan dengan sambung . Sertifikasi dan pelabelan benih. Benih harus dilindungi dari gangguan biologis dan lingkungan. Teknik pembenihan dengan okulsi . . Sertifikasi benih Perlakuan pengemasan Pengepakan . . Teknik pembenihan dengan susuan . . Perlakuan pengemasan benih dapat dilakukan dengan pemberin perlindungsn fisik dan kimia. Factor teknis yang harus dipertimbangkan. Teknik pembenihan dengan sambung .. Teknik pembenihan dengan stek .

2. Lakukan identifikasi benih di pasar pertanian. 2.akar yang terbungkus setengan media tanam. berapa persen benih yang telah bersertifikat. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema trik memilih benih vegetatif yang siap tanam. Bibit dikirim dengan akar yang terbungkus dengan setengan media tanam ditambah dengan gel. Bagaimana metode untuk mendaftarkan benih varietas baru. . Teknik Pembenihan Tanaman 77 . Terangkan minimal 3 proses produksi benih secara vegetatif. SOAL: 1. Mengapa sebagai tanah pada perakaran bibit tanaman harus tetap dipertahankan pada saat pengepakan dan pengiriman. 3. TUGAS: 1.

BAB 4. yaitu penyatuan sel betina dan sel jantan (gamet). TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN 4. kemudian berlangsung pembuahan an . maka kemampuan mewariskan sifat-sifat tersebut melalui biji dari generasi ke generasi. namun hanya dua organ saja yang terlibat dalam pembentukan biji. Zigot tersebut berisi kedua krosom dari individu jantan dan individu betina dan merupakan sel pertama dari individu baru. yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. Sedangkan putik akan membentuk bakal biji (ovulum) yang m engandung telur. Pada waktu pros es penyerbukan. Bunga merupakan fase penting dalam proses pembentukan biji.1 Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman Ciri terpenting dalam reproduksi seksual adalah pembuahan. Karena embrio tersebut memiliki sifat-sifat kedua induknya. yaitu benang sari ( stamen) dan putik (pistil). Bila biji berkecambah akan menjadi tumbuhan dewasa. Pada dasarnya bunga terdiri dari beberapa organ. Benang sari menghasilkan serbuk sari yang masing-masing membentuk gamet j antan. terbentuklah tabung serbuk sari. Hasil penyatuan tersebut dinamakan zigot. Zigot akan tumbuh menjadi embrio (janin) di dalam biji.

yang biasanya berbentuk bo . biru dan sebagainya. walaupun demikian terdapat pola umum dari berbagai m acam tumbuhan. Proses akhir dari pembuahan ini adalah terben tuknya biji. Pada apeks yang membesar tersusun bagian-bagian bu nga. Salah satu bagian bunga adalah kelopak bunga (calyx) dimana biasanya bagian ini menumpang pada daun kelopak berwarna hijau (sepalum). S ebelum mekar. Semua bunga m empunyai kerangka struktur yang s ama. Bunga terbentuk pada tangkai khusus yaitu tangkai bunga atau pe dicellus. maka bagian pusat bunga terletak pada putik ( pistillum). kuning. Struktur bunga yang lengkap ika diperhatikan gambar mofologi sebuah bunga. J ambar 4. Petal dapat be rwarna putih. kelopak daun ini membungkus bagian bunga yang lain.1 . Sedangkan bagian ang paling menonjol adalah daun mahkota bunga (petalum) yang secara kolektif disbeut m ahkota (corolla). merah. Struktur bunga sangat beragam. Calyx dan corolla bersama-sama membentuk hiasan bu nga atau perianth. jingga.tara sperma dengan telur.

tol dengan dasar membengkak G 78 .

Bagian ini dihubungkan ke kepala putik oleh tangkai putik (stylus). sehingga bakal biji terkumpul di pusat. Sedangkan pada bunga cempaka (Magnolia) terdapat beberapa putik sederhana. sedangkan puitik sederhana hanya tersusun dari satu kapel saja. maka akan melebur membentuk pistil majemuk dan hanya satu putik saja yang terbentuk dalam bunga. peleburan karpel dekat tepi atau sepanjang tepi hingga membentuk satu kantung besar yang di dalamnya berkembang bakal biji. Kedua. Seluruh kumpulan benang sari dinamakan androecium. Bakal biji terbentuk pada permukaan sebelah dalam dekat dengan tepi daun buah. Tempat melekat bakal biji atau biji dinamakan tembun atau plasenta. Pertama. Peleburan daun buah dapat terjadi dengan dua cara. Hal ini merupakan ciri khas pada berbagai kelompok tumbuhan dan digunakan sebagai faktor dalam kunci identifikasi . Ada dua macam putik. Biasanya bila terdapat be-berapa putik. Di dalam bakal buanh terdapat bakal biji. karpel melebar ke tengah dan peleburan terjadi sepanjang tepinya. Putik sendiri dibentuk oleh satuan danun buah (carpellum) yang secara kolektif dinamakan gynaecium). Putik manjemuk terdiri dari dua daun buah atau lebih.yang dinamakan dengan bakal buah (ovarium). Di atas petal terdapat benang sari yang terdiri dari tangkai sari (filamentum) yang bentuknya ramping dengan kepala sari (enthra) yang berisi serbuk sari (pollen). yaitu putik sederhana dan putik majemuk. Pada tanaman ercis dan kacang-kacangan ter-dapat sebaris bakal biji yang melekat pada tepi karpel yang melebur.

dan tiga karpel. satu lingkaran karpel yang bersatu menjadil pistil majemuk. enam stamen. Pada kelas Angiospermae. jumlah bagian tersebut empat atau lima atau kelipatannya. keragaman bunga ditunjukkan dengan adanya odifikasi bagianbagian bunga. misalnya lima sepalum. 10 stamen. lima petalum. Pada kelompok dikotil. tetapi biasanya tetap. sehingga digunakan sebagai alat untuk mengetahui kekerabatan berbagai tumbuhan. Bagian-bagian bunga umumnya disusun dalam lingkaran. Pada beberapa tumbuhan stamen dan karpel yang jumlahnya banyak melekat pada receptacle secara terpilin dan bukan lingkaran. Lingkaran luar menunjukkan sepalum. Pada tanaman tulip terdapat enam bagian perianth. satu atau dua lingkaran stamen. Walaupun umumnya bunga memiliki struktur yang sama. Selain itu modifikasi juga merupakan indikasi proses evolusi. Beberapa modifikasi ini memungkinkan adanya keragaman dalam penyerbukan. Jumlah lingkaran biasanya empat atau lima. dan lima karpel. pengelompokan monokotil dan dikotil dibedakan dari jumlah bagian bunga pada setiap lingkaran.dan klasifikasi. Jumlah bagian pada setiap lingkaran bervariasi sesuai species. Kombinasi antar susunan dalam spiral dan besarnya jumlah stamen dan karpel dianggap sebagai suatu petunjuk tingkatan yang ebih primitif dalam perkembangan evolusioner dibandingkan dengan 79 . dan seterusnya petalum.

.

2 Buah. seperti jagung. gigi. Biji dan Perkembangan Biji . karpel menjadi pistil majemuk. dan dinding bakal buah melebur. Pada banyak tanaman. maka dinamakan staminat atau bunga jantan. maka bunga tersebut disnamakan bunga uniseksual. Bunga yang mempunyai keduanya dan berfungsi disebut biseksual. Bunga sempurna mempunyai empat organ bunga yang dapat dibedakan. kalaupun ada bentuknya rudimenter dan hanya dapat dikenali dengan pemeriksaan cermat. dan Ulmus. Reduksi dalam jumlah dapat pula didapati pada stamen dan pistil. Adanya peleburan bagian-bagian bunga menunjukkan adanya perkembangan evousioner. Peleburan bagian-bagian bunga dapat terjadi dengan berbagai cara. 4. kebanyakan begonia. misalnya petal telah hilang. Tumbuhan yang bagian perianthnya menjadi amat kecil atau tidak menyolok. Quercus.susunan dalam lingkaran dengan bagian-bagiannya dalam jumlah kecil. Jika salah satu tidak ada atau tidak berfungsi. Bunga tidak sempurna bilamana salah satu organnya tidak ada. dan sepalnya hanya berbentuk sisik. Contohnya Gramineae. sebaliknya disebut pistilat atau bunga betina jika hanya memiliki pistil tanpa stamen. waluh jepang. Pengelompokan bunga dapat berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga. stamen dan pistil. yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. mentimun dan lain-lain. atau takik. yaitu petal membentuk tabung. Jika hanya ada stamen. beberapa Acer. Kedua macam bunga uniseksual dapat dijumpai pada tanaman yang sama. petal. yaitu sepal.

Auksin biasanya dihasilkan oleh jaringan buah yang sedang tumbuh dan rupanya bertanggungjawab baik terhadap pertumbuhan selanjutnya maupun terhadap kemampuan untuk bersaing dengan . jenis lainnya berdaging. Selain itu proses tersebut juga akan mempengaruhi perkembangan seluruh jaringan buah secara tidak langsung. dan ada yang tidak merekah pada waktu matang.Setelah pembuahan. Proses pembuahan akan mempengaruhi biji secara langsung. Macam buah yang tidak merekah umumnya berbiji tunggal dan berukuran kecil. Beberapa jenis buah menjadi kerig apabila sudah matang. Buah kering tersebut kemudian merekah. maka bakal buah bersama bijinya berkembang menjadi buah. oleh karena itu istilah angiospermae digunakan untuk menamai tanaman yang memiliki biji terttutup. Reaksi-reaksi ini tampaknya beruhungan dengan hormon tumbuh atau auksin yang merupakan senyawa yang terkandung dalam buah. Dinding bakal buah matang yang disebut perikarp menutupi biji tumbuhan bunga. setidaknya pada beberapa bakal biji. sebagai contohnya adalah bunga matahari dan jagung dimana buannya sering dinamakan biji. maka bunga biasanya menjadi layu dan gugur tanpa perkembangan lebih lanjut. Jika stigma tidak dibuahi dan pembuahan tidak terjadi.

bagian-bagian lainnya dalam tubuh 80 .

Rang-sangan ini menjadi tersedia dengan adanya penyerbukan dan pembuahan. Bunga dan buah yang amat muda pada tanaman apel. Sebaliknya buah pada tanaman yang sama akan bersaing dengan ketat dalam pengadaan makanan dari jarak beberapa puluh sentimeter.tumbuhan dalam memperoleh makanan. . Maka dianggap bahwa kemampuan bersaing ini didasarkan atas pembentukan auksin oleh biji-biji yang sedang berkembang dan bagianbagian lain pada buah. Bunga kadang-kadang mempunyai satu tangkai sumbu seperti pada tulip. Konsentrasi auksin bertemabah beberapa kali setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Pertumbuhan berhenti pada bunga matang dan untuk memulain perkembangan baru diperlukan beberapa perangsang. Auksin yang dihasilkan tersebut pada gilirannya akan merangsang pembelahan sel secara terus menerus. Pada bunga kelompok ini pembungaan disebut dengan infloresensi. sehingga buah tumbuh dengan aktif dan meningkat hingga maksimal. jagung dan beberapa jenis tanaman lain kurang bersaing untuk memperoleh makanan. dan akan melanjutkan pertumbuhan jika bahan-bahan makanan tersedia bebas dan mudah diperoleh. Macam-macam infloresensi pada suatu species. pertumbuhan tabung sari melalui tangkai kepala putik mungkin menghasilkan lebih banyak auksin dan pembuah itu merangsang sel untuk membelah diri dan menghasilkan auksin pada biji muda. Butir-butir serbuk sari mengandung auksin.

stamen dan karpel. maka kemungkinan besar bunga tersebut akan steril. Ruas-ruasnya tertekan pada sepal terbawah sehingga buku-buku sangat berdekatan. Pada angiospermae petal kemungkinan berasal dari perubahan stamen yang menjadi petal karena hilanya jaringan reproduktif dan membentuk seperti sepal. nenas. Beberapa teori telah dikemukakan untuk menerangkan asal usul bunga dari evolusinya. Beberapa bunga mempunyai ciri khusus karena adanya modifikasi organ-organ bunga. Apabila bung mempunyai sepal dan petal menyerupai daun. Dalam biji tumbuhan 81 . Menurut suatu teori. bunga adalah sumbu yang termodifikais dan menyangga bagianbagian hiasan bunga. murbei nangka dan lain-lain. kulit biji dan persediaan makan cadangan. Biji merupakan struktur myang kompleks yang terdiri dari embrio atau lembaga. Suatu proses pembungaan merupakan hasil evolusi.gunus atau famili berjalan secara konstan sehingga dapat dijadikan cara untuk mengidentifikasi tumbuhtumbuhan. Contoh pembungaan infloresensi terjadi pada broikoli. Stamen dan karpel kadang-kadang mirip dengan daun. Bagian ujung karpel berubah menjadi stigma dan siap menerima serbuk sari. Dengan demikian karpel dan pistil sederhana ditafsirkan sebagai organ ber-bentuk daun yang berubah dan terdapat sepanjang tulang daun tengah. Pada kondisi ini keduanya dianggap homolog dengan daun dan merupakan transformasi daun selama evolusi.

Cuping merupakan ruang tanpa dinding yang dibatasi oleh jaringan steril kepala sari. Beberapa jenis serbuk sari Bila suatu kepala sari yang muda diperhatikan dengan cermat maka akan tampak empat cuping yang terdiri dari mikrosporangium.3 . Dua mikrosporangioum terletak pada dua sisi jaringan penopang yang dilalui satu berkas pembuluh. Irisan melintang melalui anther kuncup bunga yang muda memperlihatkan adanya sekumpulan sel besar dalam setiap mikrosporangium atau sel induk mikrospora. Sel induk mikrospora mengandung banyak sitoplasma dan nukleus besar. Sel tersebut meluas dalam masa perpanjangan kepala sari. Ketika pertama kali dibentuk sel 82 .makanan disimpan dalam lembaga atau pada jaringan di sekelilingnya. Bagian bunga yang esensial adalah pistil dan stamen yang secara langsung terlibat dalam proses pembentukan biji Gambar 4.

Peristiwa ini merupakan proses meiosis. Serbuk sari pertama hanya berisi tabung dan nukleus generatif yang bersamaan dengan kesiapan serbuk sari yang ditumpahkan. Perubahan mikrospora menjadi butir serbuk sari disebabkan oleh pembelahan inti mikrospora. Anak inti berpisah dan bersama dengan sitoplasma membentuk dua sel yang berdekatan. Pada beberapa species sel generatif terbelah membentuk sel gamet jantan sebelum seruk sari ditumpahkan. Kumpulan mikrospora disebut tetrad. Serbuk sari yang kedua berisi nukleus tabung dan dua nukleus jantan. Peristiwa yang terjadi di dalam bakal biji bersamaan dengan pembentukan sperma. Setelah dinding sel terbentuk maka terjadi empat sel yang disebut dengan mikrospora. Salah satu sel ini adalah sel tabung yang merupakan sel. Dinding mikrospora menjadi dinding serbuk sari dan berubah menjadi tebal dengan permukaan luar ditutupi duri atau ciri khas lainnya. Dengan demikian ada dua macam serbuk sari dalam tumbuhan berbunga. atau terkadang dipisahkan oleh membran yang tipis. Mikrospora akan berkembang menjadi butir serbuk sari. Langkahlangkah ini mengarah kepada pembentukan gamet betina atau sel . Sedangkan sel lainnya yang berukuran lebih besar disebut sel generatif.induk mikrospora sangat padat tetapi kemudian harus memisahkan diri menjadi berbentuk bola Semasa pertumbuhan anther nukleus setiap induk mikrospora membelah diri kemudian nukleus anak akan membelah lagi.

Sel induk megaspora akan membelah dua dan membentuk emepat megaspora. Kantung embrio adalah satu megaspora yag besar dan hidup secara terus menerus. Perkembang-biakan ini terdiri dari suatu lapisan yang tebalnya sampai beberapa sel dan dinamakan nucelus. Pada tumbuhan biji tertutup pada umumnya nucelus dianggap sebagai dinding megasporangium. Bakal biji adalah bentuk permulaan dari biji di daerah plasenta pada dinding bakal buah. Pada tumbuhan berbiji yang tumbuhan tingkat rendah yang mempunyai dua jenis spora akan menyimpan sel induk megaspora di dalam megasporangium. Sebagai akibat pertumbuhan nucelus dan basal akan segera diangkap pada integumen. Bakan biji dapat lurus tetapi pada kebanyakan tumbuhan bunga bakal biji itu menjadi terbalik degan lubang mikrofilnya mengarah ke bagian plasenta dan tangkainya melebur ke integumen. Selama perkembangan kantung embrio. 83 . Makanan dan minuman diserap melalui tangkai bakal biji dan kantungnya membesar bersamaan dengan nucelus dan integumen. Hanya satu diantara empat megaspora dan biasanya megaspora yang paling jauh dari mikrofil akan paling dekat dengan suplai makanan. Penebalan khusus ini menutupi satu sel induk magaspora. Proses ini hanya terdapat pada tumbuhan angiospermae. inti megaspora terbagi menjadi tiga proses mitosis sehingga menjadi delapan inti yang secara genetis identik. kemudian akan tumbuh dan mengelilingi mikrofil.telur.

Pembuahan Pembuahan adalah bagian dari proses reproduksi secara seksual karena adanya perpaduan antara sperma dan sel telur. Butir serbuk sari berkecambah pada kepala putik atau stigma dan tabung serbuk sari tumbuh ke bawah melalui tangkai putik (stylus) ke bagal biji. Ketiga sel di ujung mikrofil adalah sel telur. sehingga selama proses ini akan menyebabkan inti tertinggal. Satu nukeus. a. Sedangkan dua sel yang berdekatan akan mengelilingi sel telur dan disebut sebagai sinergit. Jika sel generatif belum terbagi untuk membentuk dua gamet jantan maka sel itu akan membelah diri sesudah berpindah ke dalam tabung serbuk sari. oleh sebab itu diduga bahwa inti tabung serbuk sari adalah struktur sisa yang tidak berperan dalam pertumbuhan tabung . Ujung tabung itu melewati nucelus dan masuk ke dalam kantung embrio kemdian ujung tabung membelah (pecah) mengeluarkan sperma. Sedangkan empat lainnya di ujung yang berlawanan.Empat diantara kedelapan inti tersebut berada di ujung mikrofil kantung embrio. Inti tabung akan menurunkan suhu pada saat sebelum perkecambahan butir sebruk sari maupun pada pertumbuhan awal tabung serbuk sari. inti kutub akan berpindah dari kelomppok megaspora ke arah tengah kemudian dikelilingi membran tipis. Gamet-gamet yang terdiri dari satu inti besar yang dikelilingi oleh selaput sitoplasma bergerak ke arah tabung serbuk sari. Nukleus tabung akan bergerak lebih dahulu dibandingkan dengan sperma kemudian nukleus mengarahkan tabung serbuk sari selama perkembangannya dan secara terus menerus mengikuti gamet.

Gambar 4. Struktur anatomi benang sari .serbuk sari. Struktur anatomi bakal buah.4. (a). (b). Struktur anatomi organ pembuahan tumbuhan. 84 .

meliputi kedua nukleus kutub dan nukleus sperma kedua. Gamet-gamet jantan pada sebagian besar organisme berkemampuan untuk bergerak aktif dengan pertolongan struktur khusus yang berbentuk seperti cemeti. penyerbukan dan pembuahan. Pada waktu yang sma perpaduan yang sama terjadi. tetapi hal ini masih diragukan. Mekanisme gerakan adalah ke bagian bawah dari tabung serbuk sari. tidak terdapat struktur khusus sehingga tidak dapat bergerak dengan bebas. Pada gamet jantan angio-spermae.Gambar 4. Fase diploid: Perkecambahan dan perkembangan benih. Di dalam kantung embrio satu dari kedua nukleus sperma berpadu dengan n nukleus sel telur sehigga terjadi pembuahan dan membentuk sel pertana tanaman baru. B. Kedua nukleus kutub dapat bergabung terlebih dahulu dan kemudian berkumpul dengan nukleus sperma 85 . Fase haploid: Pembentukan sel telur. A.5. Proses perkembangan organ reprodukstif dan fertilisasi.

Sebagai contoh pada buah semangka yang mempunyai banyak biji berarti ratusan butir sebuk sari sangat diperlukan untuk menyerbuk satu bunga. b. Proses pembuahan di dalam kantung embrio. Perkembangan embrio 86 . Setidaktidaknya butir serbuk sari harus berkecambah pada stigma setiap bakal biji dan akan berkembang menjadi biji.yang kedua.6. Pembuahan ganda harus terjadi di dalam setiap bakal biji dan diikuti oleh pembentukan biji. Waktu antar perkecambahan Waktu antara perkecambahan serbuk sari dan pembuahannya berjalan dengan singkat. Peleburan nukleus telur dengan sperma bersama-sama dengan perpaduan antara nukleus sperma kedua dengan nukleus kutub disebut pembuahan ganda. Pembuahan ganda hampir umum ditemukan oleh ahli botani. Gambar 4. Atau kadang-kadang berjalan berhari-hari sampai dengan berbulan-bulan Gambar 4. Nukleus yang berasal dari peleburan ketiganya dinamakan nukleus endosperma primer atau nukleus peleburan ganda tiga. atau ketiga nukleus itu dapat berhimpun secara simultan.7.

Plumula yang merupakan aspek pucuk embrionik pada beberapa tanaman sepertikubis planula hanya terdiri dari sekelompok kecil jaringan meristimatik.Pada tanaman jelasi perkecambahan serbuk sari kurang dari satu jam. Pada tanaman tertentu tabung serbuk sari berkecambah setelah tujuh bulan. Sel teratas dari semuanya dan paling jauh dari mikrofil akan membelah diri karena adanya pembentukann dinding melintang dan membujur untuk membentuk sekelompok delapan sel menjadui dua baris yang terdiri dari empa sel. Sel telur yang dibuah tumbuh menjadi embrio. Pada waktu pembuahan atau pada saat sesudahnya nukleus menjadi tidak teratur tetapi setelah pembuahan selesai sel sinergit dan antipodal akan luluh. Perkembangan suspensor akan mendorong embrio yang tumbuh ke bagian dalam endosperma yang berfungsi sebgai penyedia makanan yang berlimpah. Tingkatan dalam perkembangan embrio merupakan ciri khas bagi banyak petumbuhan tanaman dikotil. Zigot akan membelah diri beberapa kali dan menghasilkan sekumpulan sel. Sedangkan pada tanaman lain seperti buncis mempunyai pucuk le. pada tanaman jagung. Sel-sel yang tersisa di bawahnya akan membentuk suspensor. pro embrio yang menunjang jalan masuk ke dalam kantung embrio. Pada ujung poros di atas buku kotiledon terdapat plumula. Kelompok sel ini menyusun sebahagian besar embrionya. Pada tanaman tomat dekitar 50 jam dan pada tanaman kubis lebih kurang lima hari.mbaga . perkecambahan serbuk sari sekitar 24 jam. Embrio yang sudah matang terdiri dari suatu poros yang menyangga dua kotiledon dan atau daun biji.

Setelah pembuahan nukleus endosperma primer segera mulai membelah diri dan menghasilkan jaringan multiseluler atau endosperma. Ujung meruncing dari embrio dibagian pangkal dinamakan sebagai akar lembaga (radicula). Pertama perisai atau skutelum. Daerah antara radicula dan kotiledon adalah batang embrionik atau hipokotil.atau plumula yang tersusun dari suatu meristem apikal mbersama-sama dengan beberapa daun embrionik. Pada perkecambahan. Umumnya perkembangan embrio tumbuhan yang monokotil banyak persamaannya dengan pola perkembangan tanaman seperti kubis. Meskipun demikian pada monokotiledon yang sudah maju (contohnya rumput-rumputan) mempunyai kotiledon yang telah mengalami perubahan evolusioner. kemudian terus berkembang menjadi akar primer apabila biji tersebut berkecambah. plumula membentuk bagian pucuk di atas kotiledon. Sel telur yang dibuahi berkembang menjadi embrio tetapi pertumbuhannya berlangsung lambat dibandingkan dengan pertumbuhan endosperma karena setelah pembuahan zigot memasuki masa 87 . sebagai organ penyerap makanan dan kedua adalah koleoptil serta tudung pelindung di bagian atas plumula. Kotiledom terdiri dari dua bagian pokok.

Sebahagian besar dari makanan yang tertimbun di dalam daun lebaga (kotiledon) yang menjadi sangat besar.istirahat. Dinding inti akan berkembang mengeilingi inti. pembentukan endosperma akan membebaskan banyak nukleus. Biji dikelilingi oleh kulit biji yang telah berkembang dari integumen bakal biji. embrio tetap berukuran kecil dan dikelilingi oleh endosperma. Kemudian memberi makanan kepada embrio. Endosperma tetap hidup membesar dan menjadi jaringan istimewa biji. labu siam dan polong-polongan seperti kacang merah. Contoh biji yang kekurangan endosperma adalah lobak. Dalam berbagai species pada tingkat dini. bunga matahari. Pada beberapa biji. padi-padian dan kelapa. kaya akan makanan yang tertimbun dalam bentuk minyak atau pati atau protein. Endosperma berkembang berkat suplai makanan oleh tumbuhan induk. Beberapa saat kemudian embrio akan menjadi kian besar dan sel-selnya terisi dengan bahan makanan cadangan. kubis. Kulit biji biasanya tipis seperti pada kacang merah dan . Biji dengan embrio yang terbenam di dalam endosperma merupakan salah satu contoh dari biji jarak. Pada sepcies yang lain pembelahan nuklir segera harus diikuti oleh pembentukan dinding sel. Pada biji yang lain sebagian besar embrio melanjutkan perkembangannya sampai dengan semua endosperma diserap. Makanan yang tersimpan di dalam endosperma digun akan oleh embrio pada waktu biji berkecambah. Endosperma berkembang lebih cepat dibandinmgkan dengan embrio dan biji muda. jagung.

Kulit tersebut dapat menebal dan ekras seperti batu.8. Sewaktu biji itu matang dan secara bertahap embrio memasuki masa dorman sampai biji perkecambah. Hal ini terjadi pada kenari dan kemiri. Proses perkecambahan benih dari biji dikotil. 88 . Pada beberapa biji mikrofil tetap nampak sebagai lubang kecil yang dihubungkan dengan parutan yang disebut hilum yang menandakan letak tangkai yang melekatkan biji dengan plasenta. Gambar 4.kacang tanah yang berwarna coklat dan tipis seperti kertas mengelilingi embrio. Epidermis kujlit biji pada tanaman tertentu menghasilkan serat kapas seperti yang terjadi pada tanaman kapas.

endoperma dan embrio. Perkecmbahan pada tanaman monokotil (barley) c. Inti sel telur yang dibuahi mengalami proses mitosis sehingga setiap anak sel berisi setengah jumlah kromosom yang berasal dari sperma dan stengah jumlah kromosom yang berasal dari sel telur. Jadi dalam setiap gamet akan terdapat dua kali jumlah kromosom. Satu gamet dinyatakan sebagai . Pergiliran Generasi Pergiliran generasi merupakan kejadian dalam dua fase.Biji angiospermae merupakan suatu struktur yang kompleks dan jaringannya bermacam-macam. yang mengacu kepada selang waktu di antara kelahiran tetuanya dan kelahiran keturunannya. Semua sel dari tumbuhan berasal dari pembelahan ulang sel telur yang dibuahi yang mengandung jumlah kromosom ganda (2n). Gambar 4. Hal ini terjadi pada tanaman jagung. atau generasi. Pergiliran generasi ini bersesuaian dengan pergantian jumlah kromosom dalam kedua fase daur hidup tumbuhan. gandum. Kata generasi dipakai dalam hal ini untuk membedakan dari yang biasa dipakai. padi atau dari kulit biji dengan embrio saja. Bila dua gamet berpadu membentuk zigot maka stiap gamet akan memberikan sum-bangan seperangkat kromosom kepada sel telur yang dibuahi.8b. dalam daur hidup organisme yang berkembang biak secara seksual. Yang lain menghasilkan gamet dan disebut generasi gametofit. Salah satu dari generasi ini menghasilkan spora dan disebut dengan sporofit. Biji angisperma tersusun dari kulit biji.

gametofitnya n kromosom. Maka penggandaan jumlah kromosom dari sel telur yang dibuahi selalu disertai dengan reduksi dari jumlah kromosom pada tahap siklus hidupnya. Batas antara kedua generasi. yaitu 2n. Pergiliran generasi tidak hanya dijumpai pada tumbuhan 89 . Generasi sporofit memiliki kromosom 2n. Semua struktur yang terjadi secara langsung pada mikrospora dan megaspora juga memiliki jumlah kromosom n. Sebagai akibat dari meiosis adalah terbentuknya tetrad spora dengan setengah dari jumlah kromosom. yaitu pembelahan secara kolektif. Sel induk spora memiliki kromosom 2n. ditentukan dengan terjadinya peristiwa meiosis dan pembuahan. Pada tumbuhan berbunga terjadi pengurangan jumlah kromosom. Oleh sebab itu sel telur yang dibuahi dan sel-sel pada tumbuhan akan mengandung 4n kromosom. mikrospora dan megaspora memiliki kromosom sebanyak n. Generasi berikutnya akan terdiri dari 8n kromosom. Gamet mengandung jumlah kromosom yang sama dengan sel tubuh. Proses ini disebut meiosis.n. sporofit dan gametofit.

yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang. Generasi sporofit yang menghasilkan spora maupun gametofit yang menghasilkan gamet yang dicirikan dengan adanya pembuahan dan meiosis. keong. Penyerbukan ada dua macam.3. padi. Penyerbukan berbeda dengan pembuahan. 4. jelai. Penyerbukan silang menghasilkan kombinasi satuan keturunan yang lebih beragam dari . Penyerbukan dapat dibantu oleh angin dan serangga. Penyerbukan silang lebih umum terjadi dibanding dengan penyerbukan sendiri. sel tubuh 2n mengandung kromosom yang telibat dalam penentuan alat reproduksi seksual. pada tumbuhan berumah dua. tetapi umum dijumpai pada seluruh dunia tumbuhan. Contoh tanaman yang menyerbuk sendiri adalah gandum. Penyerbukan (polinasi) Pembuahan sel telur dan perkembangannya hanya akan terjadi jika butir serbuk sari sampai kepada stigma. penyerbukan adalah peleburan gamet jantan dan gamet betina. burung. Penyerbukan ialah pindahnya serbuk sari dari kepalam sari kepada stigma. dan binatang kecil lain. Penyerbukan silang ialah proses perpindahan serbuk sari dari anther bunga tumbuhan ke stigma bunga tumbuhan lain yang sama atau species yang berkerabat. kedelai dan lain-lain. Penyerbukan sendiri adalah proses penyerbukan kepala putik oleh serbuk sari yang berasal dari bunga itu sendiri atau dari bunga lain pada tumbuhan yang sama.berbunga.

keduanya. Pengaruh langsung dari penyerbukan silang adalah banyaknya species dari produksi biji yang dihasilkan dan bersifat lebih kuat dari turunannya. Gambar 4. Pergantian generasi tanaman 90 .9.

tawon. Jika lebih mendatangi bunga yang lain. Lebah dan serangga akan mendatangi bunga dan mengumpulkan serbuk sari atau nektar sebagai bahan makanan buat mereka atau keturunannya. kepala. Penyerbukan oleh serangga merupakan cara yang terpenting untuk proses perkebang-biakan. Serbuk sari yang dihasilkan sangat berat sehingga cepat lengket dan sukar diterbangkan oleh angin. kumbang dan lain-lain. Hal ini menguntungkan penyerbukan silang (dikogam). Dikogami terhjadi melalui . Penyerbukan oleh serangga Sebahagian besar tumbuhan berbung diserbuki oleh insekta seperti lebah. Banyak sekali percobaan-percobaan untuk mengetahui ketertarikan serangga terhadap bunga yang berwarna dan berbau wangi. kupu-kupu. Penyerbukan terjadi secara kebetulan pada waktu serangga tersebut mendatangi bunga.a. b. Bunga seperti ini mengandung tempat air madu atau nektar. Pada kasus tertentu penyerbukan dapat dilakukan oleh burung dan mamalia. Serbuk sari melekat pada bagian mulut. sebagian serbuk sari akan menyentuh stigma dan mengakibatkan penyerbukan silang. kaki dan rambut pada tubuh lebah sesudah lebeah tersebut mendatangi bunga. Bunga yang diserbuki oleh serangga biasanya berwarna cerah dan atau berbau harum. Adaptasi bunga yang menguntungkan penyerbukan silang Pada tumbuhan yang memiliki bunga sempurna mempunyai stamen dan pistil yang matang pada waktu yang berbeda.

Yang pertama adalah anther akan matang sebelum stigma pada kasus lain stigma lebih dulu matang daripada anther.dua cara. Datura memiliki tabung korola sepanjang 8cm sehingga sulit untuk diserbuk oleh serangga. Penyerbukan sendiri tidak terhalangi oleh heterostyli karena pada saat serangga mencabut mulutnya dari korola bunga maka dia akan memindahkan serbuk sari dari anther ke stigma dari bunga yang sama. Bunga dengan pistil dan stamen yang matang pada waktu yang berbeda sangat umum dijumpai pada dunia tumbuhan. Nektar yang terletak pada pangkal tabung korola akan menempel pada anggota badan kupu-kupu atau ngengat yang memiliki bagian mulut berbentuk panjang sehingga dapat mencapai nektar. Sebagai contoh adalah Saponaria. Pada tumbuhan lain kadang-kadang tidak terjadi 91 . Ketidak serasian Pada banyak tumbuhan dengan bunga sempurna pembuahan dan pembentukan buah serta biji terjadi setelah penyerbukan sendiri (keserasian sendiri). berbagai jenis tembakau. c. Pada beberapa bunga terdapat hubungan antara tabung korola dan ukuran panjangnya. Penyerbukan sendiri lebih mudah terjadi pada siklus pendek akan tetapu proses penyerbukan sendiri dalam pembentukan biji sangat bervariasi.

Pada banyak tumbuhan erkayu bunga jantan dan terkadang betina berkelompok dalam untaian. e. serta akhir musim panas dan musim gugur. 4. Cuercus dan lain-lain. d. Bunga tumbuhan diserbuk oleh angin kecil dan kurang menarik. yakni prinsip genetik dan prinsip agronomik. Banyaknya seruk sari di udara dapat dihitung dengan cara meletakkan di udara slide mikroskop yang ditutupi oleh agar tipis atau vaselin. Serbuk sari yang melekat harus diwarnai dan dapat dipelajari di bawah mikroskop dan kemudian diidentifikasi melalui ciri-ciri permukaan butir sari tersebut. penyerbukann angin dijumpai pada tumbuhan kayu dan herbal. seperti Conifer. Prinsip genetik adalah pengendalian mutu benih internal yang dilaksanakan produsen benih agar kemunduran genetik tidak terjadi dan benih yang dihasilkan memiliki mutu genetik (kemurnian) yang tinggi.4. basik dalam kuantitas (jumlah) maupun kualitas (terutama mutu fisik dan mutu . akhir musim semi dan awal musim panas. Teknik Produksi Benih Tanaman Untuk menghasilkan benih bermutu (bersertifikat) minimum melibatkan dua aspek penting.pembuahan walaupun stigma sudah diserbuk oleh serbuk sari dari bunga yang sama (ketidak serasian fisiologis atau ketidak-serasisan sendiri). yaitu awal musim semi. Adapun prinsip agronomik adalah tindakan budi daya produksi agar benih yasng dihasilkan dapat maksimum. Dalam banyak hal ketidak serasian disebabkan oleh rendahnya laju pertumbuhan tabung serbuk sari. Musim penyerbukan Di daerah empat musim terdapat tiga kali waktu penyerbukan. Penyerbukan angin Penyerbukan dengan angin merupakan proses yang paling mudah.

Untuk menghasilkan benih ber-sertifikat.fisiologis benih). Dua persyaratan lahan yang utama bila akan memproduksi benih bersertifikat yaitu sebagai berikut: (a). Benih bersertifikat merupakan benih dari suatu varietas yang telah diketahui (telah dilepas) dan diproduksi dengan sistem pengawasan serta standar sertifikasi benih. tanaman harus diusahakan secara intensif pada lahan yang memenuhi persyaratan dan dikelola sesuai dengan keadaan agroklimat setempat. Pada dasarnya. a. perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini. Persyaratan lahan produksi benih Untuk menghasilkan benih bermutu. baik standar lapangan maupun laboratorium yang ketat dalam mempertahankan kemurnian varietas tersebut. Lahan subur dan tersedia air: Air dapat disediakan secara teknis melalui irigasi atau secara alami 92 . usaha produksi atau penangkaran benih bertujuan untuk menghasilkan benih sebanyakbanyaknya dengan mutu yang memenuhi syarat sertifikasi benih.

Perlu diperhatikan pula bahwa memproduksi benih umumnya dilakukan di luar musim tanam (off-season) karena untuk memenuhi kebutuhan benih pada musim berikutnya. bersih (bebas dari kotoran maupun campuran varietas lain). sehat (bebas dari hama maupun penyakit). Benih dasar (BD) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan . Selain dari dalam lahan. Benih sumber yang digunakan dalam produksi benih harus berasal dari kelas yang lebih tinggi seperti dalam sistem alur perbanyakan mono generation flow atau poly generation flow. Syarat mutu bagi benih bersertifikat antara lain murni (sesuai dengan sifat-sifat induknya). Adanya tanaman voluntir juga merupakan kontaminan. (b). Lahan bersih dan bebas dari varietas lain. percampuran pun dapat terjadi dari pertanaman sejenis yang berbeda varietas yang ada di sekitar lahan produksi. Untuk menghindari percampuran varietas. Untuk itu perlu diperhatikan ketentuan pelaksanaan sertifikasi sebagai berikut: (a). Benih penjenis (BS) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BS4). sejarah lahan. yakni catatan urutan jenis dan varietas tanaman yang pernah ditanam.sebagai lahan tadah hujan. dan memiliki daya tumbuh yang tinggi. Air sangat dibutuhkan terutama pada saat tanaman memasuki masa pengisian biji (grain filling). Pengawasan dan jaminan mutu dilakukan oleh pemulia tanaman (breader) yang bersangkutan. b. dalam satu lokasi lahan produksi benih tidak dapat ditanami dua varietas berbeda dari jenis tanaman yang sama secara berturut karena akan menimbulkan penyerbukan silang. Cara menghindarinya dengan melakukan isolasi waktu atau isolasi jarak. perlu diperhatikan. Secara umum. Benih Sumber Benih sumber atau benih yang akan digunakan untuk memproduksi benih haruslah bermutu tinggi dan jelas asal-usulnya. (b).

pada umumnya proses produksi terisolasi. (d). 93 .BD4). baik dari dalam maupun sekitar lahan produksi. Hal ini penting karena dalam skema sistem perbenihan di Indonesia. Benih sebar (BR) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BR4) Selain aspek benih sumber. Jika kemungkinan penyerbukan silang tidak terjadi maka isolasi tidak perlu dilakukan. Isolasi waktu ataupun isolasi jarak merupakan tindakan perlindungan terhadap pertanaman benih dari penyerbukan silang oleh varietas lain. Isolasi uang umum digunakan adalah isolasi waktu dan jarak. produksi benihpun perlu memperhatikan aspek sumber benih. Untuk kesuksesan produksi benih dalam hal kemurnian benih. Isolasi diterapkan apabila pada satu areal pertanaman terdapat kemungkinan terjadinya penyerbukan silang. (c). yakni lembaga atau institusi yang menghasilkan benih sumber. telah ditentukan lembaga-lembaga yang berkompeten untuk memproduksi setiap jenjang kelas benih bersertifikat. Benih pokok (BP) dapat diperbanyak kembali sampai 5 kali (sampai dengan BP4).

isolasi sering sulit dilaksanakan karena sulit mencari lahan produksi benih yang betul-betul ideal dan mengatur keserempakan pola dan waktu tanam petani. Adapun upaya untuk menghindari percampuran varietas dari dalam lahan produksi. Dalam melakukan isolasi waktu. Isolasi jarak memberi jarak antara satu hamparan pertanaman dan hamparan pertanaman lain dari varietas yang berbeda sehingga tidak dimungkinkan terjadi penyerbukan silang. Jarak isolasi tersebut ditentukan oleh tipe (jenis) dan cara penyerbukan dari tanaman yang bersangkutan.Dalam isolasi waktu. Isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan silang (misalnya jagung. Jika ini terjadi maka harus ditunjang dengan sarana atau prasarana yang mampu menekan risiko kegagalan. dapat terjadi penanaman di luar musim tanam. isolasi jarak 3 m). Isolasi jarak dapat berupa lahan kosong. Lasmanya ditentukan oleh masa pembungaan varietas yang bersangkutan. Demikian pula. isolasi jarak untuk tanaman dengan penyerbukan yang dibantu oleh angin (misalnya jagung) lebih jauh dibanding tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh serangga. pertanaman dari tanaman jenis lain atau tanaman sejenis yang dijadikan tanaman penghalang (barier) dan tidak ikut dipanen sebagai benih. Oleh karenanya. isolasi yang sering dilakukan yaitu menanam tanaman barier sehingga dapat menghemat waktu (tidak perlu isolasi waktu) dan dapat memanfaatkan ruang antara pertanaman. Dalam pelaksanaannya. misalnya irigasi yang baik. di suatu lahan produksi yang berdekatan agar masa berbunga antara kedua varietas tidak dalam waktu yang bersamaan. dilakukan roguing (pencabutan tanaman voluntir). waktu tanam produksi benih dibuat berbeda dengan waktu tanam produksi benih dan atau non benih suatu varietas lain dari jenis tanaman yang sama. lama isolasi waktu untuk tanaman pangan sekitar 1 bulan. isolasi jarak 200 m) askan lebih jauh dibandingkan tanaman dengan penyerbukan sendiri (misalnya padi. . Secara umum.

Dasar-dasar budidaya untuk produksi benih Teknik produksi benih sedikit berbeda dengan teknik produksi nonbenih. yakni pada prinsip genetisnya. 94 . pemeliharaan. pengeringan. penanaman. panen dan pascapanen. Adapun teknik budi daya mulai dari pengolahan tanah hingga panen antara teknik budi daya produksi benih dan non benih secara relatif sama. sertifikasi dan pengepakan benih. pembibitan. Teknik budi daya ini secara internal dilaksanakan oleh penangkar benih dalam bentuk roguing dan secara eksternal dilaksanakan oleh BPSB dalam bentuk pengawasan di lapang.c. pengujian benih. pengolahan benih. Produksi benih biasanya diawali dengan perkecambahan benih. dimana aspek kemurnian genetik menentukan kelulusan dalam sertifikasi. pesemaian.

biasanya diawali dengan perkecambahan benih. Media tanah dan kompos yang tealh sisiapkan harus dicampur dengan merata agar kondisi media tanam seragam baik secara fisik.1) Pengolahan tanah. pemeliharaan. Selain itu. panen dan pascapanen. Proses penyiapan polybag untuk pembibitan dimulai dengan menentukan komposisi media pembibitan. pengolahan benih. serta menciptakan aerasi yang baik. pengolahan tanah dapat juga bermanfaat dalam mengendalikan gulma dan membebaskan lahan dari sisa-sisa tanaman atau benih tanaman yang ada.000 benih. pesemaian. pengujian benih. Pada umumnya komposisi media yang diharapkan adalah mempunyai kandungan hara makro dan mikrto. Untuk memproduksi benih-benih kecil (10 gram benih = 1. menentukan komposisi media tanam. meningkatkan aktivitas organisme tanah. mencampur media dan mengisi media ke dalam polybag. sertifikasi dan pengepakan benih. Pengolahan tanah pada dasarnya bertujuan untuk menggemburkan. hendaknya cukup tersedia waktu antara saat pengolahan tanah dan waktu tanam sehingga benih gulma dan tanaman dari pertanaman sebelumnya tumbuh dan dapat dicabut. mangandung bahan organik. memperbaiki struktur tanah. pembibitan. Untuk media pembibitan para petani penangkar benih biasanya menyiapka komposisi media tanah: kompos (1: 1) dan biasanya telah memenuhi standar kebutuhan unsur hara yang dipersyaratkan. Untuk itu. aerasi baik dan dapat menyimpan air dengan afisien. penanaman. pengeringan. .

kimia dan biologis. Tutup kap penutup sampai rata. Dengan alat ini petani tinggal memasukkan tanah setengah dari volume mixer dan kompos setengah dari volume mixer. kegiatan ini dilakukan berulangulang sampai volume media tanam diperkirakan mencukup untuk mengisi polybag. Sara encampu media tanam dapat dilakukan secara manual dan mekanik. Para petani pengangkar biasanya melakukan pencampuran sebagai berikut: karung tanah dicampur satu karung kompos lalu diaduk sampai rata. Pencampuran secara manual dapat dilakuan dengan bantuan alat sekop dan cangkul. maka disarankan untuk mengangkut media dengan kendaraan roda empat. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pekerja dalam mengisi polybag. Media yang sudah siap untuk digunakan diangkut dengan gerobak (jika lokasi antar lokasi media dan tempat pembibitan berdekatan). Apabila penyiapan media berjauhan dengan tempat pembibitan. Pencampuran media tanam dapat dilakukan dengan mesin pengaduk media atau mixer. Sambungkan kabel mixer ke arus listrik dan media tanam akan tecampur dengan sempurna dan ada kemungkinan lebih homogen dari pada pencampuran dengan cara manual. 95 .

Ukuran atau bobot . pengendalian hama dan penyakit). Jarak tanam atau populasi tanaman per hektar. serta ketersediaan air dan sinar matahari. kebutuhan benih setiap hektar dapat ditentukan. Posisi wadah dengan polybag pembibitan pada saat mengisi polybag 2) Penanaman Penanaman dilakukan secara beraturan untuk memudahkan pemeliharaan (pemupukan. tingkat kesuburan lahan. Kebutuhan benih dipengaruhi oleh: (1). Para petani biasanya menyiapkan kotak kayu untuk memberdirikan polybag atau kaleng atau botol plastik.Media tanam akan diisikan ke polybag. pembersihan tanaman (pengendalian gulma). Jarak tanam yang rapat dilakukan jika kesuburan tanah mendukung dan kompetisi antar tanaman tidak sampai pada taraf yang merugikan. (2). Jarak tanam rapat dilakukan untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia dalam rangka mendapatkan hasil (produksi) yang maksimal. Setelah polybag berdiri pada tempatnya. dan pelaksanaan roguing. Jatak tanam antar tanaman pada umunya dapat ditentukan berdasarkan kanopi dari varietas tanaman yang dibudidayakan. Setelah jarak tanam ditentukan. Ukuran atau bobot benih per 1. Daya tumbuh (kecambah) benih. (3). maka media pembibitan disiramkan ke atas polybag terbuka sampai penuh. kemudian masing=masing polybah dirapikan dan disiram dengan air. Jarak tanam yang digunakan dapat disesuaikan dengan jenis atau varietas tanamannya.000 butir. Polybah dibuka mulutnya dan diletakkan pada peralatan yang disebutkan.

tomat. Keterangan ini terdapat pada kemasan apabila benih varietas tanaman mempunyai perfomansi biji berukur kecil seperti benih kubis. Ketiga keterangan di atas selalu terdapat pada label benih-benih tanaman yang bersertifikat. Penghitungan kebutuhan benih sangat penting dilakukan agar penangkar dapat menyediakan benih secara tepat jumlah sehingga tidak ada kelebihan pembelian benih dan input produski benih menjadi efektif dan efisien. Keterangan tentang daya tumbuh (daya kecambah) tertera pada label kemasan. Kekurangan penyediaan benih akan menyebabkan ketidakseragaman penanaman sedangkan kelebihan penyediaan benih merupakan pemborosan. Perkiraan kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan rumus : 96 . biasanya tertera pada kemasan (label) benih. wortel. cabai. sawi. bunga krisan dan lain-lain.benih per 1000 gram.

terutama masa pembungaan dan pengisian benih (grain filling). a) Pemupukan Pemupukan dilakukan untuk memperbaiki ketersediaan hara dalam tanah. Selain untuk pertumbuhan tanaman. Adapun pupuk fosfor (P) dan kalium (K) dibutuhkan tanaman pada fase reproduktif. Dosis pupuk hendaknya disesuaikan dengan ting-kat kesuburan tanah. pengendalian hama dan penyakit.B = 10.000 X 100/p x100/q X 100/r X s/1000 X t X 1 g Keterangan : B = Benih yang diperlukan per hektar (gram) p = Jarak antar barisan (cm) q = Jarak rumpun tanaman dalam barisan (cm) r = Daya kecambah benih (%) s = Bobot 1. Pada awal pertumbuhan vegetatif. kebutuhan tanaman akan hara (terutama nitrogen) sangat besar. b) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membebaskan lahan dari gulma dan tanaman lainnya. Teknik pemeliharaan tanaman hendaknya disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman sehingga tindakan yang diberikan tepat dan efisien. Gulma dan tanaman lain dapat berfungsi sebagai kompetitor dalam mendapatkan air. . pupuk pun berpengaruh terhadap produksi dan mutu benih.000 butir benih (gram) t = Jumlah tanaman per rumpun 3) Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan tanaman dalam budi daya meliputi pemupukan. serta pengairan dan pengelolaan air. penyiangan (pengendalian gulma). Protein benih padi dapat ditingkatkan dengan pemupukan N dan bobot benih padi dapat ditingkatkan dengan pemu-pukan kalsium (Ca).

dan energi matahari. gulma atau tanaman lain juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit tertentu atau memungkinkan terjadinya penyer-bukan silang dengan tanaman benih. 97 . Penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan gulma hendaknya selektif agar tidak membahayakan tanaman yang diusahakan dan sumber plasma nuftah lainnya. biasanya juga dilakukan pembumbunan (pendangiran) untuk memperbaiki aerasi di daerah sekitar perakaran tanaman. mekanis (menggunakan alat). serta tidak mencemari lingkungan (terutama air). Pada saat penyiangan. Selain itu. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual (dengan cara mencabut). dan kimiawi (bahan kimia).hara.

Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara preventif dan kuratif. Cara kuratif adalah cara pemberantasan terhadap hama dan penyakit. air diperlukan dalam jumlah sedang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman dalam jumlah yang tepat. Pada tahap pembentukan dan perkembangan benih dini. misalnya memberi pupuk yang seimbang dan melakukan sanitasi lingkungan. air tidak diperlukan lagi. Cara preventif (pencegahan) dengan membuat pertumbuhan tanaman sesehat mungkin. pengairan dilakukan dengan . Pada tahap pembungaan. air diperlukan dalam jumlah banyak dan pada tahap pemasakan benih. Pada musim kemarau atau bila tidak hujan. Penyediaan air bagi tanaman dapat dilakukan secara teknis melalui irigasi atau secara alami dari hujan. pengecekan sumber dan pengelolaan air. sesuai dengan fase pertumbuhan dan perkembangannya. Karena penggunaan bahan kimia cukup mengandung risiko maka dian-jurkan pestisida yang digunakan berbahan organik. seperti penggunaan pestisida. yakni tingkat populasi dan intensitas serangan yang membahayakan proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pada tahap pertumbuhan vegetatif sampai inisiasi bunga. dan eradikasi (pencabutan dan pembuangan) tanaman yang terserang. gropyokan untuk pemberantasan tikus. Namun.c) Pengendalian hama dan penyakit Hama dan penyakit di lapang selalu ada sehingga perlu dikendalikan agar pertanian dapat mencapai produksi yang tinggi. d) Pengairan. air diperlukan dalam jumlah banyak. pengendalian tersebut hendaknya dilakukan sedini mungkin dengan senantiasa memperhatikan batas ambang ekonomisnya.

Apabila lahan produksi berada pada lahan sawah dengan pengairan teknis. Hal yang harus diperhatikan adalah kemiringan jaringan irigasi harus diperhitungkan agar air dapat mengalir dengan baik pada semua lahan budidaya. yakni terjadi peningkatan laju transpirasi secara mendadak. 98 . biasanya jaringan irigasi secara teknik harus disiapkan pada saat pembuatan bedengan sakaligus dengan pebuatan saluran. Apabila produksi benih dilakukan pada skala luas. jangan dilakukan pada siang hari karena berpengaruh buruk terhadap tanaman. Apabila fasilitas tersebut tidak ada. maka sumber air biasanya ditampung pada drum atau bak penampungan yang dilapisi plastik yang disiapkan di sekitar lokasi budidaya. maka kondisi sumber air dan jaringan irigasi diprediksi tidak akan ada masalah. Harus dilakukan terlebih sahulu pengecekan sumber air dan jaringan irigasi.penyiraman. Sebelum melakukan kegiatan produksi benih. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Pada sistem ini saluran dapat dialiri air sehingga dapat dilakukan penyiraman dengan sistem lep.

Roguing dilaksanakan dengan mencocokkan deskripsi tanaman di lahan dengan deskripsi varietas tanaman yang diusahakan. Tanaman rogue. roguing dapat dilakukan setiap saat tidak hanya pada saat menjelang pemeriksaan oleh BPSB. dibutuhkan metode yang cukup representatif melalui pengacakan sampel di lapang. Roguing biasanya dilakukan sebelum lahan diperiksa oleh tim sertifikasi dari BPSB. Ada beberapa macam pola pelaksanaan roguing (lihat gambar Usulan Jalur perjalanan dalam melakukan roguing). Cara pelaksanaannya dengan mencabut tanaman yang tidak dikehendaki. gulma-gulma berbahaya dicabut dan dimusnahkan. karena silau akan menyulitkan pengamatan. Tanaman yang tidak sesuai dengan deskripsi tanaman yang diusahakan harus dicabut dan dimusnahkan. dan m enjelang panen. Pelaksanaan roguing mengikuti waktu dan frekuensi pemeriksaan lapangan oleh petugas pengawas sertifikasi benih. Jika memungkinkan. R oguing dilakukan dengan berjalan secara sistemik sehingga setiap tanaman dapat terlihat dan di amati. Roguing hendaknya dilakukan sepagi mungkin dan arah berjalan sebaiknya tidak menghadap matahari. Pola A dapat menjamah lahan pertanaman . seperti tanaman yang berpotensi untuk terjadinya penyerbukan silang dengan varietas tanaman yang diusahakan atau tanaman yang berpotensi menghasilkan benih campuran varietas lain.e) Roguing oguing bertujuan untuk menjaga k emurnian benih. Oleh karenanya. pada fase berbunga. Melakukan roguing di lahan yang luas cukup menyulitkan. tanaman yang terserang hama dan penyakit. yaitu saat tanaman umur 4 minggu setelah tanam.

Beberapa keuntungan panen yang dilakukan pada saat benih mencapai m asak fisiologis antara lain: (a).sekitar 75%. Benih belum mengalami deteriorasi (kemunduran). 99 . Mempercepat program pemuliaan tanaman karena segera diperoleh data viabilitas dan vigor maksimum dari varietas yang dikembangkannya. (b). Pemanenan P enanganan pascapanen dapat dilakukan dengan baik. maka panen pada saat benih masak fisiologis adalah pilihan yang tepat. tidak merusak benih yang masih berkadar air tinggi. pola C (cara acak) dan pola D (searah jarum jam) memungkinkan seluruh (100%) pertanaman terjamah. dan pola F hanya mampu menjamah pertanaman sebesar 60% dari luas lahan keseluruhan. pola B mampu menjamah lahan seluas 60-70%. pola E mampu menjamah lahan sebesar 85%.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * .

(d). maupun daya simpan benih. daya kecambah. maka panen dapat dilakukan beberapa hari setelah masak fisiologis. f) Pengolahan Benih Pengolahan benih merupakan tahap transisi antara produksi dan 100 . vigor. (c) Menghemat waktu dan mengurangi kehilangan benih di lahan. Cuaca pada areal produksi yang tidak menguntungkan dapat menurunkan mutu benih yang dihasilkan. serta.* * * * Gambar 4. Oleh karena kadar air benih pada saat masak fisiologis masih cukup tinggi (50-60%) sehingga rentan terhadap kerusakan mekanik. Perkecambahan benih di lapang dapat dihindari. Beberapa alternatif jalur perjalanan untuk melakukan kegiatan roguing. Waktu panen ini pun jugam mempunyai risiko.9 . Kondisi iklim pada selang waktu antara masak fisiologis dan panen sangat berpengaruh terhadap viabilitas benih.

Selain dalam bentuk calon benih. Perbandingan jumlah benih hasil pengolahan dengan jumlah calon benih hasil panen dinamakan rendemen. Separation. Nilai rendemen sangat ditentukan oleh jenis benih dan efektivitas pengolahan. (b). Dengan pemisahan dan pemilahan benih. benih tanaman lain. semakin tinggi nilai rendemen yang berarti semakin kecil nilai kehilangan pascapanennya (post harvest losses). benih kedelai dan kacang hijau masih dalam polong. Tahap ini cukup menentukan karena benih dapat tidak bermanfaat jika salah dalam pengolahannya. mutu benih dapat ditingkatkan melalui dua cara yaitu : (a). tetapi secara populatif. yakni memisahkan benih dari sumber kontaminan seperti benih gulma. 1) Pembenihan dan prapembersihan .penyimpanan atau pemasaran benih. Semakin efektif pengolahan yang dilakukan. Secara populatif. Oleh karenanya. Upgrading. d. dan kotoran benih. Prinsip umum pengolahan benih adalah memproses calon benih menjadi benih dengan tetap mempertahankan mutu yang telah dicapai. misalnya benih jagung masih dalam tongkol. yakni memilah benih dari benih yang kurang bermutu. Alur umum pengolahan benih Benih masuk ke unit pengolahan benih umumnya dalam bentuk calon benih. Adapun efektivitas pengolahan ditentukan oleh alur (jalur) pengolahan dan penggunaan alat-alat pengolahan benih yang tepat. akan diperoleh benih yang murni dan hidup (pure life seed) dengan total jumlah yang lebih rendah dari jumlah benih hasil panen. misalnya berukuran kecil atau tidak seragam. pengolahan benih yang dilakukan sebagai berikut. kadar airnya juga masih sangat tinggi. Pengolahan benih tidak dapat meningkatkan mutu benih secara individual.

Pembersihan ini dapat menggunakan ayakan (saringan) atau alat pembersih benih dengan sistem pengayakan dan hembusan udara. Selama proses pembenihan dan prapembersihan. dilakukan pemisahan benih dari kotoran sisa polong. pecah.Kegiatan pembenihan meliputi pengeringan (drying) dan perontokan (threshing) pada kacang-kacangan dan padi atau pemipilan (she ling) pada jagung. seperti air screen cleaner. Setelah bersih dari kotoran. Setelah pengolahan tersebut. dan tidak seragam). benih disimpan sementara secara curah dan tumpukan (bulk storage). tongkol. 3) Perlakuan benih dan pengemasan Perlakuan benih (seed treatment) adalah pemberian bahan kimia dalam 101 . 2) Pembersihan Proses pembersihan (cleaning) benih diawali dengan pemisahan benih dari kotoran (sampah). benih gulma. yaitu benih dipisahkan dari benih varietas lain. atau jerami (disebut pre-cleaning). serta benih yang berviabilitas rendah (kecil. benih memasuki proses sortasi dan upgrading.

tetapi dalam jangka panjang kemasan menjadi porus. e. kadar air benih harus rendah untuk menghindari pengaruh buruk dari akumulasi produk respirasi benih di dalam kemasan. serangan yang mungkin terjadi di penyimpangan maupun serangan di lapang produksi. Contoh kemasan seperti ini yaitu kantong plastik. Contohnya botol (gelas) dan kaleng (drum). Jenis kemasan ini mampu mempertahankan kadar air benih dalam jangka waktu yang lama. tingkat mutu dan efisiensi yang diinginkan. alat pengering. alat pembersih.rangka melindungi benih dari hama dan penyakit. dan ada atau tidaknya sumber listrik atau mesin diesel. Jenis kemasan benih dapat dikelompokkan menjadi 3. yakni kemasan porus. kertas dan kain blacu. Pemilihan jenis alat pengolah benih tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan penangkar. Adapun kemasan kedap adalah kemasan yang tidak tembus air. Hal penting yang diperhatikan di dalam memberikan perlakuan benih adalah jenis dan dosis pestisida yang digunakan agar tidak meracuni benih. alat dan mesin pengolahan yang paling dibutuhkan yaitu alat pembenihan (conditioning dan pre-cleaning). Kemasan resisten adalah kemasan yang tahan terhadap tembusan air. pertimbangan keuntungan usaha. Alat-alat tersebut dapat berupa mesin pengolah benih yang dijalankan secara mekanik atau alat sederhana yang dijalankan secara manual. Contohnya. Kemasan porus adalah kemasan yang tembus air sehingga tidak mampu melindungi benih dari pengaruh kelembapan udara luar. Pengemasan bertujuan untuk melindungi benih dari pengaruh kelembaban udara dan pencampuran antar lot (kelompok) benih. resisten dan kedap. . baik yang terbawa benih. serta alat perlakuan dan pengemasan. Alat dan mesin pengolahan benih Secara umum. jenis dan nilai komoditas. Bila menggunakan kemasan kedap.

diperlukan pembalikan benih. Secara prinsip. Kendala tersebut tidak dijumpai bila pengeringan dilakukan dengan alat pengering. suhu yang tidak dapat dikontrol. Kapasitas alat dan lama pengeringan perlu diketahui agar tidak terjadi overload atau penundaan pengeringan yang dapat menurunkan mutu benih. Pengeringan secara alami mempunyai kendala seperti turun hujan. tetapi benih hasil pengeringan dengan matahari memiliki mutu fisik yang lebih baik. 102 . dan kapasitas lantai jemur yang terbatas.1) Alat pengering benih (seed drier) Pengeringan benih dapat dilakukan secara alami dengan panas matahari atau secara buatan dengan bantuan alat pengering (seed drier). sistem pengeringan buatan menggunakan kompor api atau heater sebagai sumber panas dan kipas (fan) sebagai tenaga penggerak aliran udara. Meski penggunaan drier memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pengeringan alami.

Penggunaan masingmasing tipe antara lain tergantung pada jumlah lot benih. Ada pula mesin yang dilengkapi dengan blower sehingga benih yang dihasilkan lebih bersih. Terdapat berbagai tipe drier seperti tunnel drier. column seed drier dan continous flow tower drier. batch drier. 2) Alat pembenihan Alat pembenihan adalah alat yang digunakan untuk memisahkan benih dari struktur buah. tetapi membutuhkan . semakin cepat pula proses perontokan atau pemipilan benih. tetapi potensi kerusakan mekanik yang ditimbulkannya juga semakin besar. sedangkan benih hasil pengeringan buatan memiliki warna yang sedikit kusam dan berbau (terutama bila menggunakan alat berbahan bakar minyak tanah). seperti kedelai dan jagung. Cara ini adalah cara yang paling kecil kerusakan mekaniknya.terutama warna dan baunya. Benih tanaman pangan. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat perontok dan pemipil adalah kecepatan putar silinder dan jumlah paku yang berpotensi merusak benih secara mekanik. seperti memipil jagung dan mengupas benih kacang tanah. Adapun benih yang diproduksi dalam jumlah banyak dikeringkan dengan bin drier atau continous flow drier. Jenis dan tipe alat yang digunakan berbeda untuk setiasp jenis benih. bin drier. Namun. Benih yang dikeringkan secara alami memiliki warna yang lebih cerah dan tidak berbau. Alat pembenihan yang paling sederhana adalah tangan. serta alat penanganan dan transportasi yang digunakan. Tenaga yang digunakan untuk memutar silinder perontok dapat berasal dari tenaga mekanik atau tenaga listrik. Semakin cepat putaran silinder dan semakin banyak paku yang dipasang. secara umum alat pembenihan terdiri dari silinder yang memiliki gigi (paku) yang dapat diputar sehingga mampu merontok atau memipil benih. dikeringkan dengan batch drier.

Alat tipe ini menggunakan kombinasi dari aliran udara dan saringan untuk memisahkan benih 103 . Meskipun demikian risiko kerusakan benih sangat kecil.waktu lama dan khusus untuk benih jagung. Alat pembersih benih tradisional berupa nyiru atau tampah. 3) Alat pembersih benih Alat pembersih merupakan alat untuk membersihkan benih dari sumber-sumber kontaminan dan benih yang tidak bermutu melalui pengayakan (penyaringan. kadar air benih harus cukup rendah (kering pipil). Alat pembersih benih modern (berbasis mesin) ada banyak tipe dan jenisnya. Hasilnya diperoleh benih yang bersih. screening) dan peniupan benda-benda yang tidak diperlukan dengan blower. Alat pembersih yang paling banyak digunakan sebagai pembersih dasar (utama) adalah air scree cleaner. Kekurangan dari penggunaan alat ini adalah dibutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang banyak. lalu memutarnya sambil ditiup. Cara menggunakannya dengan menggerakkan ke atas dan ke bawah.

Dalam penyimpangan. Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung. yakni (1) saringan atas (scalping screen) menahan benih dan benda yang berukuran besar. . dan spiral separator untuk memilah benih berdasarkan bentuknya. diseparasi untuk memilah benih berdasarkan ukurannya. 1) Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih Faktor yang mempengaruhi daya simpan benih. yaitu faktor benih. Penyimpanan Benih Tujuan penyimpanan benih adalah mempertahankan daya hidup (daya simpan) benih selama mungkin. faktor perlakuan sebelum benih . (2) aliran udara (aspirating air) memisahkan benih dari benda-benda yang ringan. (3) saringan bawah (graded screen) memilah dan menahan benih yang bersih. Cara kerja alat ini terdiri dari tiga tahap. berat jenis dan resistensi terhadap aliran udara. a) Faktor Benih Kondisi benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap daya simpannya. lingkungan fisik penyimpanan. Air screen cleaner tipe kecil terdiri dari 2 saringan dengan 3-4 aspirator. Kondisi benih tersebut dipengaruhi oleh: . sebagai contoh benih padi memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan benih kedelai walaupun faktor lainnya sama. faktor genetik. Alat pembersih benih lain yaitu spesific gravity separator untuk memilah benih berdasarkan berat jenisnya. f. secara umum dikelompokkan menjadi 3 kelompok. dan faktor organisme hidup yang ada di dalam ruang simpan. Tiap jenis atau varietas benih memiliki daya simpan tersendiri.berdasarkan ukuran. faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya simpan benih dioptimalkan agar prosers kemun-duran dapat ditekan seminimum mungkin.

kondisi lingkungan selama benih dalam pemasakan. struktur fisik benih. benih mudah menyerap atau melepaskan uap air tergantung 104 . dormansi dan benih keras. tingkat kemasakan benih. tingkat hama dan penyakit. . dan perlakuan pengolahan benih dari calon benih menjadi benih (perontokan. b) Faktor lingkungan fisik ruang penyimpanan Faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi daya simpan benih di dalam penyimpanan yaitu kelembapan. dan komposisi gas di ruang simpan. dan (8) kadar air benih. pemanenan. . seperti kondisi lapangan selama pertanaman (kesuburan lahan. . Kelembaban ruang simpan akan berpengaruh terhadap kadar air benih dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme. iklim).disimpan. tingkat kerusakan benih. pengeringan). (3) komposisi kimia benih. Karena bersifat higroskopis. . temperatur.

Untuk penyimpanan benih <3 tahun. daya hidup benih akan semakin turun. Semakin tinggi termperatur. menggunakan bahan penyerap kelembapan (desikan). Jumlah angka kelembapan dalam % dan temperatur dalam OF tidak boleh melampaui angka 100 untuk penyimpanan benih selama 3-10 tahun.kelembapan ruangan. Gas yang berpengaruh terhadap daya simpan benih di penyimpanan antara lain oksigen (O2). Suhu berpengaruh terhadap laju respirasi benih dan tingkat kadar air kesetimbangan benih. Nitrogen dapat mempercepat kemunduran benih bawang merah dan sawi. (3). Melindungi benih dari pengaruh kelembapan dengan cara menggunakan kemasan yang resisten atau kedap. Hal ini berlaku bila tempat penyimpanan dengan kelembapan 20-70% dan temperatur 0-50OC. dan mengendalikan ruangan supaya tetap kering dengan alat dehumidifier (penurun kelembapan). Daya hidup benih menjadi setengahnya jika temperatur dinaikkan 5Oc. dan nitrogen (N2). c) Jasad hidup di ruang penyimpanan . karbon dioksida (CO2). semakin tinggi laju respirasi dan semakin tinggi kadar air kesetimbangan sehingga mempercepat kemunduran benih. Meningkatnya kadar CO2 dapat meningkatkan daya simpan benih bawang merah. angka tersebut boleh sampai 120 dengan catatan tingkat kelembapan udara tidak melebihi 60Of. Rumusan tentang pengaruh temperatur dan kadar air benih terhadap daya simpan benih yaitu sebagai berikut : (1). Semakin tinggi kadar O2 di ruang penyimpanan. Daya hidup benih menjadi setengahnya jika kadar air benih ditingkatkan 1% untuk kisaran benih berkadar air 5-14%. (2).

Sistem penyimpanan terbuka berarti tidak ada perlakuan terhadap kondisi lingkungan ruang penyimpanan. virus. misalnya benih berlubang atau rusak. serangga.Jasad hidup yang terdapat di ruang penyimpanan benih umumnya terdiri dari cendawan. benih bisa tahan lama disimpan. yakni menutup seluruh benih dengan terpal lalu memberinya bahan fumigan seperti fostoxin. tikus. Daya simpan benih tergantung padak ondisi daerah penyimpanan. Pada sistem penyimpanan ini. Selain itu. yakni penyimpanan terbuka dan penyimpanan terkendali. Kerusakan yang diakibat-kan oleh jasad hidup ini umumnya secara fisik. d) Cara penyimpanan benih Secara umum. tungau. dan burung. Di daerah dengan iklim yang lembap dan temperatur tinggi. Di daerah dengan iklim kering dan dingin. biasanya benih dikemas dengan wadah yang tidak 105 . adanya jasad hidup juga akan menyebabkan kondisi lingkungan kurang baik. bakteri. penyimpanan benih dilakukan dengan dua sistem. seperti lingkungan menjadi lebih lembap dan kurang bersih yang pada akhirnya juga mempercepat kemunduran benih. daya simpan benih akan cepat menurun. Pengendalian jasad hidup tersebut dapat dilakukan dengan sanitasi atau fumigasi.

Benih bisa disimpan dalam wadah sarang lalu ditempatkan di ruang ini. tergantung pada tingkat kadar airnya. kelembapan maupun temperatur ruang simpan di kontrol dengan alat atau dengan cara pengemasan seperti pada kedua penyimpanan di atas. benih bisa disimpan sampai beberapa tahun. Pada penyimpanan kering. Kombinasi penyimpanan kering dan dingin. karung goni. Pada sistem penyimpanan benih terkendali. lingkungan ruang penyimpanan dikontrol atau dikendalikan sedemikian rupa sehingga daya hidup benih dapat dipertahankan sesuai dengan keinginan (lama yang diinginkan). dan bahan porus lain. benih diekmas dengan wadah yang relatif rapat. kelembapan ruang simpan dipertahankan rendah dengan menggunakan alat pengering ruangan dehumidifier. seperti kantong plastik. Penyimpanan kering dapat juga dilakukan dengan penggunaan bahan pengemas yang rapat. botol atau kaleng yang tertutup rapat. Dalam sistem ini. yaitu penyimpanan secara dingin. seperti kantong plastik. Ssitem penyimpanan ini hanya cocok untuk benih yang disimpan dalam jangka pendek (<3 bulan). dehumidifier. seperti kain blacu. penyimpanan kering dan dingin. Selama perubahan temperatur ruang simpan tidak terlampau tinggi. Ruang simpan diberi AC. Ada empat cara penyimpanan benih dengan suhu dan kelembaban terkendali. serta penyimpanan beku. temperatur ruangan diatur agar tetap dingin dengan menggunakan AC (Air condition). kertas semen. penyimpanan secara kering. dan benih dikemas dengan kemasan yang . dan benih dapat diperta-hankan sampai beberapa tahun.kedap. Pada penyimpanan dingin.

para pengguna benih (terutama petani) hendaknya memahami tentang mutu benih dan komponen-komponennya yang dicantumkan di dalam label benih.kedap. Sistem penyimpanan ini biasanya digunakan untuk penyimpanan koleksi benih penting yang dijadikan sebagai bahan pemuliaan tanaman (plasma nutfah). Agar tidak tertipu oleh label benih. fisiologis. Penyimpanan ini mampu mempertahankan benih bertahuntahun. dan digunakan kemasan benih yang rapat (kedap).5 Mutu Benih Program perbenihan menitikberatkan pada penggunaan benih yang tepat muitu yang ditunjukkan pada labelnya. kelembapan ruang <30%. Sekarang pasar sudah mendesak dimasukkannya komponen mutu pathologis. 4. Komponen mutu fisik adalah kondisi fisik benih yang 106 . bahkan sampai 100 tahun. komponen mutu benis dibedakan menjadi tiga. Secara umum. Pada penyimpanan beku. yaitu komponen mutu fisik. temperatur dibuat sangat rendah antara -20oC hingga 5oC. dan genetik. Sistem penyimpanan kering dan dingin merupakan sistem penyimpanan terbaik yang mampu memperta-hankan daya simpan benih hingga 10 tahun.

bijibijian lain. Komponen mutu fisiologis adalah hal yang berkait-an dengan daya hidup benih jika ditumbuhkan (dikecambahkan). Warna benih terang dan tidak kusam. yaitu dari data (label) daya berkecambah dan nilai kemurniannya. tidak berbercak. Pada label benih. baik secara fenotip (fisik) maupun genetiknya. baik pada kondisi yang menguntungkan (optimum) maupun kurang menguntungkan (suboptimum). Dengan demikian. debu dan kerikil. dapat diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. Kriteria benih bermutu Penggunaan benih bermutu dalam budi daya akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi karena populasi tanaman yang akan tumbuh dapat diperkirakan sebelumnya. Secara fisik. Hal yang berkaitan dengan ada atau tidaknya dan besarnya serangan penyakit yang terjadi. bobot. campuran varietas lain. dan keseragaman. tingkat kerusakan fisik. (c). Benih murni.menyangkut warna. . (d). a. tidak tercampur dengan varietas lain. belum dicantumkan dalam label sertifikat benih. benih bermutu menampakkan ciri-ciri berikut: (a). Adapun mutu pathologis berkaitan dengan ada tidaknya serangan penyakit pada benih serta tingkat serangan yang terjadi. Benih bersih dan terbebas dari kotoran. diperkirakan jumlah benih yang akan ditanam dan benih sulaman. kotoran dan daya tumbuh. di Indonesia. unsur-unsur mutu benih yang dicantumkannya meliputi kadar air. kulit tidak terkelupas. seperti potongan tangkai. Benih mulus. ukuran. kebersihan. bentuk. komponen benih murni. (b). tekstur permukaan. Komponen mutu genetik adalah hal yang berkaitan dengan kebenaran dari varietas benih.

b. benih kedelai mesti lebih rendah lagi).(e). Untuk mengatasi keterbatasan jumlah benih hasil pemuliaan ini. tidak keriput. Sehat. Benih hasil produksi ini kemudian dikelompokkan kedalam kelas-kelas sesuai dengan tahapan generasi perbanyakan dan tingkat standar mutunya. Jika proses penyebaran varietas baru dari pemulia kepada petani dilakukan secara langsung maka jumlah benih yang tersedia tidak mencukupi kebutuhans seluruh petani. Sistem perbanyakan benih dilakukan secara berjenjang dengan selalu mempertahankan identitas genetis dan kualitas benih dari varietas yang dihasilkan pemulia tanaman. benih dianggap bermutu tinggi jika memiliki daya tumbuh (daya berkecambah) lebih dari 80% (tergantung jenis dan kelas benih) dan nilai kadar air di bawah 13% (tergantung jenis benihnya. Selain itu. bernas. ukurannya normal dan seragam. dibutuhkan kegiatan perbanyakan benih atau produksi benih. melalui suatu prosedur yang 107 . Kelas benih Benih merupakan hasil akhir dari proses panjang yang dilakukan oleh seorang pemulia tanaman dalam merakit sebuah varietas baru.

Benih ini diproduksi dan diawasi secara ketat oleh pemulia tanaman sehingga kemurnian varietasnya dapat dipertahankan. Benih ini sebagai sumber untuk perbanyakan benih dasar.diatur dalam aturan sertifikasi benih. Benih pokok dan benih sebar umumnya diperbanyak oleh Balai Benih atau penangkar benih dengan . Benih dasar ini diberi label sertifikasi berwarna putih. 1) Benih penjenis (BP = breeder seed: (BS)) Benih penjenis diproduksi dan diawasi oleh pemulian tanaman dan atau oleh instansi yang menanganinya (Lembaga Penelitian atau Perguruan Tinggi). Dari sistem dibagi menjadi empat. Benih dasar diproduksi oleh Balai Benih (terutam Balai Benih Induk. BBI) dan proses produksinya diawasi dan disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Produksinya te-tap mempertahankan identitas maupun kemurnian varietas dan memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. Benih pokok diproduksi oleh Balai Benih ataui pihak swasta yang terdaftar dan diberi label sertifikasi berwarna ungu. 4) Benih sebar (BR=extension seed (ES)) Benih sebar merupakan F1 benih pokok. Produksi benih pokok tetap mempertahankan identitas dan kemurnian varietas serta memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. 2) Benih dasar (BD = foundation seed (FS)) Benih dasar merupakan turunan pertama (F1) dari benih penjenis. (SS)) Benih pokok merupakan F1 dari benih dasar atau F2 dari benih penjenis. Khusus untuk benih penjenis tidak dilakukan sertifikasi tetapi diberikan label warna putih. 3) Benih pokok (BP= stock seed.

tetapi tetap memenuhi standar laboratorium untuk pelabelan. sementara jumlah benih bermutu yang beredar belum sesuai dengan yang dibutuhkan maka dimungkinkan untuk diproduksi benih berlabel merah jambu (LMJ). Pengadaan benih LMJ tidak melalui proses sertifikasi. Benih sebar diberi label sertifikasi berwarna biru.mendapatkan bimbingan. Selain dengan pengkelasan benih. Dalam rangka memenuhi kebutuhan benih bermutu yang terus meningkat. selain benih sebar berlabel biru juga terdapat benih sebar berlabel hijau yang merupakan keturunan dari benih sebar berlabel biru. 108 . Untuk benih palawija. Benih dengan indeks penangkaran tinggi menggunakan strategi perbanyakan pola alur pernabanyakan tunggal. upaya pemenuhan kebutuhan benih bersertifikat juga dilakukan dengan strategi alur perbanyakan benih. pengawasan dan sertifikasi dari BPSB. Produksi tetap mempertahankan identitas dan tingkat kemurnian varietas.

tiap kelas benih diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih di bawahnya sehingga F3 dari benih penjenis adalah kelas benih sebar.seperti padi dan jagung. Benih penjenis (Breeder seed) Benih dasar (Foundation seed) Benih pokok (Stock seed) Benih sebar (Extension seed) Petani Gambar 4. Alur perbanyakan benih sistem polygeneration flow 109 .11. Adapun benih yang memiliki indeks penangkaran rendah dapat menggunakan perbanyakan pola alur perbanyakan ganda seperti pada kedelai. Pada sistem alur perbanyakan benih alur tunggal.

12. melainkan benis penjenis ke-3 yang dapat dijadikan sebagai bahan perbanyakan kelas benih penjenis ke4 atau kelas benih dasar. Hal ini pun diterapkan dengan pertimbangan kebutuhan benih di lapang sehingga tidak perlu benih F4. sistem alur perbanyakan transisi pun dikenal pula dalam perbanyakan benih kacangkacangan. sebagai strategi perbanyakan benih. Dengan demikian. penerapan alur generasi ganda tidak harus sampai generasi ke-4. faktor lingkungan dan faktor status 110 transisi .Gambar 4. setiap kelas benih dapat diperbanyak untuk menghasilkan kelas benih yang sama dengan maksimal generasi diperbanyak 4 kali. Alur perbanyakan benih sistem monogeneration flow Adapun pada sistem alur perbanyakan ganda. Adapun faktorfaktor yang berpengaruh terhadap mutu benih antara lain faktor genetika. F3 dari kelas benih penjenis bukan benih sebar. Faktor yang Mempengaruhi Mutu Benih Mutu benih merupakan perpaduan dari karakter genetik dan pengaruh lingkungan. Pada sistem alur perbanyakan ini. tetapi dapat hanya sampai generasi ke-3 atau ke-2 bila kebutuhan benih telah tercukupi. b. benih diperbanyak secara alur generasi tunggal sampai dengan kelas benih pokok dan slenajutnya benih diperbanyak secara alur ganda untuk menghasilkan kelas benih sebar. Oleh karenanya. Selain dikenal dua sistem alur perbanyakan benih. Penerapan sistem alur perbanyakan benih selalu mempertimbangkan aspek volume kebutuhan benih dan indeks penangkaran benih.

Demikian pula padi var. 1) Faktor genetik Genetik merupakan faktor bawaan yang berkaitan dengan komposisi genetika benih. Semua perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan gen yang ada di dalam benih. 2) Faktor lingkungan Faktor lingkuingan yang berpengaruh terhadap mutu benih berkaitan dengan kondisi dan perlakuan selama prapanen. mutu daya simpan benih kedelai lebih rendah dibanginkan dengan mutu daya simpan benih jagung. Hal ini untuk menghindari adanya tanaman voluntir hasil penyerbukan silang antara tanaman sebelumnya (yang berbeda varietas) dengan pertanaman yang ada. Chainan. tidak merupakan sumber investasi hama dan penyakit. maupun saat pemasaran benih. serta sumber kontaminan terhadap varietas tanaman yang akan diproduksi. senantiasa memperhatikan sejarah lahan dan kondisi pertanaman sekitar lahan. pancapanen.benih (kondisi fisik dan fisiologis benih). Adanya tanaman voluntir dapat mengakibatkan mutu (genetis) benih menjadi rendah. Peta memiliki mutu daya simpan yang lebih baik dari benih padi var. Sebagai contoh. Jika lahan produksi harus ditanami jenis komoditas yang sama dengan pertanaman sebelumnya maka varietas yang ditanam hendaknya. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : a) Lokasi produksi dan waktu tanam Lokasi produksi benih dipilih lahan yang subur. Setiap jenis atau varietas memiliki identitas genetik yang berbeda. Dalam memilih lokasi produksi. kekuatan daya tumbuh (vigor) dan produksi benih jagung hibrida lebih tinggi dari benih jagung biasa (komposit). Jika penanaman yang berbeda varietas tidak bisa .

Dari mulai tingkat kesuburan 111 . Berkaitan dengan waktu tanam. Jarak antarblok pertanaman produksi benih diatur agar tidak terjadi penyerbukan silang. b) Teknik budidaya Semua tindakan dalam teknik budi daya produksi benih akan berpengaruh langsung terhadap mutu benih. Sebaliknya. lahan masing-masing varietas harus diisolasi. hal terpenting adalah memperkirakan bahwa saat panen benih tidak dilakukan pada musim hujan. Isolasi yang dilakukan meliputi isolasi jarak maupun isolasi waktu. begitu juga waktu tanamnya.dihindari. Kesalahan dalam menentukan waktu tanam bisa mengakibatkan proses pembentukan dan perkembangan benih kurang sempurna (terutama fase pengisian biji/grain fi ling) sehingga kuantitas maupun kualitas benih menjadi rendah. selama fase pertumbuhan (fase vegetatif) curah hujan hendaknya cukup memadai.

bobot kering benih mencapai maksimum dan benih telah lepas dari tanaman induknya. stadia matang morfologis. di dalam polong kelobot. saat panen yang sering dilakukan yaitu beberapa hari setelah masak fisiologis. status serangan hama dan penyakit serta pengendaliannya. Pada stadia masak fisiologis. Untuk mendapatkan benih bermutu tinggi. benih tidak dipanen. sampai perlindungan tanaman dari penyerbukan silang. stadia perkembangan benih. jarak tanam. Tindakan ini merupakan tindakan pengeringan dan penyimpanan benih di lapangan. dan stadia masak fisiologis. sampai kadar air benih cukup aman untuk panen dan penanganan pasca panen. jika kondisi lingkungan memungkinkan (tidak ada hujan. kadar air benih masih relatif tinggi dan masih dalam bentuk calon benih (masih dalam malai. atau struktur pembungkus benih lainnya). gangguan hama dan penyakit serta benih rontok). teknik budi daya produksi benih perlu berpedoman pada kaidah-kaidah sertifikasi benih. meski cara ini kurang efisien. hendaknya digunakan alat panen yang tidak menimbulkan kerusakan mekanik (fisik) benih. Agar benih tidak rusak pada saat panen. yaitu stadia pembentukan. Bahkan utnuk beberapa kasus. Pada saat itu kadar air benih cukup tinggi sehingga tidak cukup aman terhadap kerusakan mekanik pada saat panen maupun pascapanen. kondisi gulma. Panen secara manual atau menggunakan alat panen sederhana merupakan cara panen terbaik karena tidak menimbulkan kerusakan fisik yang berarti. . c) Waktu dan cara panen Dalam pembentukannya.lahan dan teknik pemupukan. d) Penimbunan dan penanganan hasil Ketika dipanen. pengelolaan air. benih mengalami beberapa stadia. Oleh krenanya.

semakin baik mutu benih yang dihasilkan karena 112 . benih hendaknya sesegera mungkin diproses untuk menghindari dampak buruk. Oleh karenanya. Berkaitan dengan penanganan hasil. serta tingginya potensi serangan hama dan penyakit. sistem penimbunan dan penanganan hasil sangat berpengaruh pada kualitas benih yang akan dihasilkan. Semakin cepat proses penanganan benih.Keadaan tersebut membawa konsekuensi pada tingginya proses metabolisme yang terjadi di dalam benih. Jika tempat penimbunan berupa ruang terbuka. perlu digunakan alas dan penutup timbunan benih yang kedap air. untuk menghindari pengembunan pada malam hari. Tempat penimbunan hasil hendaknya cukup luas dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. seperti terpal plastik. Penimbunan hasil yang baik ditujukan untuk menghindari terjadinya proses metabolisme anaerobik pada benih. tingginya tingkat kepekaan benih terhadap benturan dengan alatalat (mesin) pengolahan pada pascapanen.

tingkat kerusakan mekanis. dan dormansi benih. Kadar air benih sangat penting untuk dipertahankan karena peningkatan 1% . dan hama serta penyakit). tingkat kesehatan. 3) Faktor fisik dan fisiologis Faktor ini berkaitan dengan performa benih seperti tingkat kemasakan. a) Tingkat kemasakan benih Panen yang dilakukan sebelum masak fisiologis akan menghasil-kan benih yang kurang bermutu. Sifat kemunduran ini tidak dapat dicegah dan tidak dapat balik atau diperbaiki secara sempurna. c) Tingkat kerusakan benih Tingkat kerusakan benih pada umumnya dapat diidentifikasi dari laju kemunduran mutu benih. pemanenan benih pada tingkat kemasakan yang tepat sangatlah penting dalam mendapatkan tingkat mutu benih (awal) yang tinggi dan mutu daya simpan benih yang panjang. Hal ini dapat diperkecil dengan melakukan penanganan dan pengolahan. serta pendistribusian benih secara baik. tingkat kadar air. b) Tingkat keusangan benih Tingkat vigor awal tidak dapat dipertahankan karena benih akan mengalami proses kemunduran secara kronologis. struktur. tingkat keusangan (hubungan antara vigor awal dan lamanya disimpan). suhu ruangan. Pengemasan dan penyimpanan benih hendaknya mampu menjaga tingkat kadar air benih dan mutu benih dari pengaruhpengaruh lingkungan luar (kelembaban udara. penyimpanan. komposisi kimia. ukuran dan berat jenis. Oleh karenanya.memperkecil energi yang terbuang akibat proses metabolisme benih selama di dalam penimbunan.

yakni hama sebagai 113 . terutama embrio. Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama dapat secara langsung. Apabila kemasannya rusak. seperti plastik polietilin. Mutu benih yang terserang hama dan atau penyakit akan menurun. Dapat pula benih rusak secara tidak langsung. Pendistribusian benih tidak sampai merusak kemasan benih. atau benih disimpan dalam ruangan yang kering. misalnya di atas para-para dapur. d) Tingkat kesehatan benih Tingkat kesehatan berkaitan dengan ada tidaknya serangan dan tingkat serangan hama dan penyakit. Serangan hama dari penyakit dapat terjadi sejak benih masih berada di lapang sampai di ruang penyimpanan. yakni benih dimakan atau struktur. kadar air benih akan berubah dan memungkinkan tercampurnya antara satu kelompok benih (dari satu kemasan) dengan kelompok benih lain (dari kemasan aslinnya).nilai kadar air akan mampu menurunkan daya simpan benih menjadi setengahnya. rusak (sehingga benih tidak mampu berkecambah secara normal). Kadar air dapat dipertahankan dengan kemasan yang kedap udara luar.

pembawa penyakit. benih yang berasal dari polong di pangkal batang memiliki ukuran dan berat jenis yang relatif lebih besar dibanding benih-benih yang berasal dari polong di ujung batang. selain menimbulkan lingkungan penyimpanan yang tidak optimum. Fenomena yang sama pun terjadi pada benih kedelai. Hal ini disebabkan benih-benih di ujung malai lebih dahulu terbentuk dan berkembangl. sedangkan dikatakan berpati jika kandungan patinya >50% dengan kandungan lemak dan protein <18%. e) Ukuran dan berat jenis benih Ukuran dan berat jenis benih sangat berkaitan dengan posisi bnenih di dalam buah dan posisi buah pada tanaman. diduga memiliki mutu fisiologis yang lebih tinggi karena benih tersebut memiliki jumlah cadangan makanan yang lebih banyak. Butiran benih padi yang terletak di ujung malai memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih besar dibandingkan butiran benih pada pangkal malai. pada varietas yang sama dan tingkat kadar air yang sama. Sebaliknya benih-benih yang berada di pangkal dan tengan tongkol jagung memiliki ukuran dan berat jenis yang lebih tinggi dibandingkan dengan benih di ujung tongkol. benih berlemak (oily seed) dan benih berprotein (protein seed). dikatakan berprotein jika kandungan proteinnya 18-50% dan kandungan lemak <18%. f) Komposisi kimia benih Berdasarkan komposisi kimia ini. Benih dikatan berlemak jika memiliki kandungan lemak antara 18-50%. benih dibedakan menjadi benih berpati (starchi seed). Benihbenih dengan ukuran dan berat jenis lebih besar. Hal ini pun disebabkan benih pada pangkal dan tengah tongkol lebih dahulu terbentuk dan berkembang. cendawan umumnya menghasilkan produk beracun seperti aflatoksin yang akan meracuni benih sehingga akan menurunkan aktivitas enzim tatkala benih dikembahkan. . Adapun kerusakan yang ditimbulkan penyakit.

benih berpati dan berprotein mempunyai daya simpan lebih lama dibandingkan benih berlemak. lalu terurai menjadi radikal bebas yang akan merusak fungsi enzim di dalam proses meta-bolisme benih. Sistem pelindung ini bisa terkait dengan struktur fisik benih (bentuk dan ukuran). benih dikategorikan dalam lima kelompok yaitu : 114 . tetapi juga bisa terkait dengan berat benih. g) Struktur benih Struktur benih sangat berkaitan dengan sistem penyebaran benih (seed dispersal. Di tempat terbuka. Hasil penguraian lemak tak jenuh di dalam benih akan menghasilkan asam lemak bebas. misalnya dilengkapi sayap sehingga mudah menyebar) dan mempunya fungsi sebagai pelindung (protecting structure) dari kerusakan fisik dan mekanik. Pada akhirnya benih cepat mengalami kemunduran. Atas dasar ini.Komposisi kimia benih berhubungan dengan mutu daya simpannya.

tetapi tampak seolaholah telah kering karena air di dalm benih tidak dapat diuapkan akibat kulit yang keras. serta . proses perontokan dapat mengakibatkan benih retak. yaitu semakin terbukanya struktur benih maka semakin tinggi nilai indeks kerusakannya. Proses panen dan perontokan yang dilakukan pada benih berkadar air tinggi akan mengakibatkan benih memar. .. naked fruit (buah terbuka). naked seed (benih terbuka). jagung tergolong naked fruit. kacang tanah tergolong loose filled seed. Demikian juga. Dalam kondisi ini. dan patologis. jika terlalu kering. dengan pemberian bahan kimia pada . DSI benih jagung lebih tinggi dari benih padi. DSI) kedelai lebih tinggi dari benih jagung. sedangkan kacang hijau dan kedelai tergolong naked seed. Berdasarkan kategori tersebut. Hal ini berarti indeks kerusakan benih (damage susceptibility index. benih belum kering. benih berkadar air tinggi yang dikeringkan dengan suhu tinggi (kecepatan pengeringan tinggi) dapat terjadi pengerasan pada kulit benih. . Demikian pula dalam proses pengeringan. Kadar air benih sangat berkait erat dengan mutu fisik. fisiologis. padi tergolong structure protected seed. structure protected seed (benih dilindungi oleh struktur fisiknya). h) Tingkat kadar air benih Kadar air benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap mutu benih. Struktur benih berkaitan dengan mutu benih. loose filled seed (benih dilindungi oleh ruangan yang cukup longgar antara benih dan kulit buah). Selain itu kombinasi antara komposisi kimia dan struktur benih dapat menduga tingkat kerusakan dan kemunduran benih seperti yang tertera pada tabel 1. . Sebaliknya. weight protected seed (benih yang dilindungi oleh beratnya yang ringan).

maupun tidak langsung.beberapa jenis benih (seperti pemberian Ridomil pada benih jagung). Padi (structure protected seed. bahan kimia yang akan terabsorbsi benih melebihi batas aman sehingga dapat meracuni benih. DSI = 2) 2. Jika masih berkadar air tinggi. Pengaruh tersebut bisa bersifat langsung. yaitu berlangsungnya metabolisme benih.1 Indeks kerusakan dan kemunduran benih berkaitan dengan komposisi kimia dan struktur benih Komposisi Kimia Benih Benih Benih Berlemak (DSI = 6) 1. Kacang tanah belum dikupas 18 Benih Berprotein (DSI = 3) Benih Berpadu (DSI = 2) 4 115 . yakni memberikan kondisi yang optimum Tabel 4. Kadar air benih sangat berpengaruh pada penyimpanan.

Respirasi tersebut juga menghasilkan produk yang tidak diperlukan. DSI=3) 3. Kacang tanah kupas (naked seed. dan panas. air. Dengan demikian. Berbeda dengan dormansi adalah guiescence. i) Dormansi benih Dormansi benih merupakan kondisi benih yang tidak mampu berkecambah meski kondisi lingkungannya optimum untuk perkecambahan. Produk respirasi tersebut selanjutnya merupakan stimulan untuk peningkatan laju respirasi berikutnya. Dalam keadaan seperti ini benih mengalami kemunduran. Kadar air yang tinggi menyebabkan laju respirasi benih menjadi tinggi sehingga sejumlah energi di dalam benih hilang. lajur respirasi semakin meningkat dan akibatnya lajur kemunduran benih semakin meningkat pula. 1972 untuk perkembangbiakan hama dan penyakit. DSI=4) 8 5.2. DSI=5) 30 Sumber: Potts. Adapun hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologis benih dapat dilihat pada tabel 4. yaitu dormansi primer . DSI=5) 30 4. Selain stimulan terhadap laju kemunduran benih. Jagung (naked fruit. Guiescence adalah kondisi benih yang tidak berkecambah karena tidak tersedia lingkungan yang optimum untuk perkecambahan. seperti gas karbondioksida.(loose fi led seed. Dormansi benih dibedakan menjadi dua. Cendawan akan aktif dan berkembang biak secara cepat pada tingkat kadar air benih 13-18%. Kedelai (naked seed. produk respirasi tersebut juga merupakan kondisi optimum untuk perkembang-biakan cendawan.

Dormansi ini dapat dipatahkan dengan memberi perlakukan terhadap kulit benih agar menjadi permeable (mudah dilalui) air dan gas. seperti pelukaan kulit dan perendaman dalam air panas. seperti pada benih legum. Tipe dormansi ini terjadi pada benih yang berkulit keras (hardseed). Klulit benih menjadi penghalang masuknya air dan atau gas kedalam benih dalam proses perkecambahan sehingga proses perkecambahan tidak terjadi. seperti kondisi embrio yang belum masak (rudimentary embryo) dan tidak seimbangnya komposisi zat pengatur tumbuh didalam embrio sehingga proses perkecambahan (terutama 116 . Endogenous dormancy terjadi berkaitan dengan sifat internal (endogen) fisiologis benih. Selain itu kulit benih juga menjadi penghalang munculnya kecambah (radicle protusion) pada proses perkecambahan. Dormansi primer adalah sifat dormansi yang timbul karena sifat fisik dan fisiologis benih. Dormansi primer dibedakan menjadi exogenous dormancy dan endogenous dormancy.dan dormansi sekunder. Exogenous dormancy umumnya terjadi karena sifat kulit benih.

patogen. faktor fisik dan mekanik. . sperti padi. Tipe dormansi ini terjadi pada benih-benih yang mengalami after ripening (embrio masak setelah panen). tetapi dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi. Tabel 4. seperti tomat. Mematahkan tipe dormansi ini dengan pemberian zat perangsang tumbuh atau dengan pencucian agar zat penghambat tumbuh dapat dibersihkan dair benih. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras. Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu.aktivasi enzim dan respirasi) terhambat dan akhirnya gagal berkecambah. Kecepatan respirasi benih relatif tinggi. faktor fisik dan mekanik. dan penyimpanan benih. 13-18 Laju respirasi benih masih tinggi. Benih peka terhadap gangguan yang berasal dari lapangan. patogen. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik.2. pengolahan. Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula. Benih peka terhadap hama. dan benih-benih yang mengandung zat penghambat tumbuh (growth inhibitor). Benih peka terhadap serangan hama. Hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologi benih Kadar Air (%) Kondisi Fisik dan Fisiologi Benih 30-80 Belum siap dipanen 18-40 Benih sudah masak fisiologis. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih.

33-66 Benih akan berkecambah setelah mengimbibisi air sampai kadar 117 . 0-4 Benih terlalu kering sehingga kondisi benih dalam keadaan rusak. tetapi masih peka terhadap beberapa hama dan kerusakan mekanik. 4-8 Benih aman untuk disimpan dalam wadah tertutup dan kedap udara. Benih masih peka terhadap beberapa serangga hama dan kerusakan mekanik. 8-10 Benih aman untuk disimpan selama 1-3 tahun.10-13 Benih aman untuk disimpan selama 6-18 bulan. Benih cukup tahan terhadap serangan patogen.

Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan benih.6 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. Pertaman patogen terbawa secara internal dan berada di dalam jaringan struktur perbanyakan tanaman seperti biji. dalam hal ini patogen bias berada di embrio. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman. Kedua. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. patogen secara terpisah terbawa biji. patogen menempel pada permukaan benih. tetapi juga di tempat penyimpanan. Dan ketiga. nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. bakteri. Cendawan merupakan mikroorganisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan. endosperm atau kulit biji. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 cara. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat .air benih 33-66% 4. dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman.

Tetapi metode ini hanya mendeteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja. dan bentuk benih. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menghasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual 118 . Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih. Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. perubahan ukuran.digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih.

Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih. puru nematoda. Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah. namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui . oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia. batu. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan). karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. pasir. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). sisa tanaman. Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. c.pada benih atau tercampur pada benih.

sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam 119 . Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentri-fugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji.atau terdeteksi. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis.

Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tumbuhnya seperti tubuh buah. yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah. Bila pendekatan kuantitatif diperlukan. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. . Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi. campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). piknidiospora da-lam piknidia. diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. dan askospora dalam peritesia. d. sporodokium dan aservulus. spora dengan massa sporanya. Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jarungan benih. maka pengamatan dapat menggunakan haemacytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. dan pengujian pada media agar. Dengan menggunakan pipet. Dengan cara tersebut maka mikro-organisme/ patogen terbawa benih.tabung dan dicampur hingga merata. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test).

Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian. cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. Letakan benih satu per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Sebelum benih diletakkan. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan 120 .1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih. Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang). Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari.

Pada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. Jika suatu cendawan telah teridentifikasi. Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan media kertas. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap.mikroskop compoun dan kunci identifikasi. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. Setelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan. yaitu memberikan informasi relatif lebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. 3) Metode inkubasi pada media agar Dalam metode media agar inokulum terbawa benih. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih. karena . Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih.

dan lainlain. terutama bila menggunakan media spesifik. Biasanya cendawan atau bakteri akan membentuk koloni yang khas pada media agar. Media BSC. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. Prosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam 121 . Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. Dalam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula. Media Komada.ketersediaan nutrisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga memudahkan dalam pengamatan. relatif rumit dan mahal.

sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain . Gejala terjadi pada akar. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. Sejumlah cendawan. kotiledon. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. Tiap cawan ditanami 10 butir benih. e.cawan petri steril. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan aseptik seperti alkohol 70 %. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. Uji Gejala pada Bibit/Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. Dalam banyak kasus. perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan. batang. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. atau hipokotil. Benih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit.

Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain.Alternaria. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. bata merah. Macrophomina. Ascochyta. Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten. Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. Colletotrichum. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi. Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. Drechslera. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. Fusarium. 122 .

sensitif.baik dengan kimia maupun secara fisik. cepat. dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. double antibody sandwich . Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit. mudah dilakukan. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. f. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. Sebelum dan sesudah penanaman. Penanaman dikerjakan secara aseptik. Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA. koloni cendawan dan struktur cendawan. tabung tetap tertutup dengan kapas. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. akurat.

Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. mempersiapkan stock gamma globulin (lgG). tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Masukan antigen 123 . Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin. DAS ELISA protocol.ELISA (DAS ELISA). dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin. Sedangkan pada DAS ELISA. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus. Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9. F (ab ) 2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim.

Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer. Keringkan dengan kertas tissue. Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Buat larutan substrat dari 1 tablet p . Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Kosongkan plate ELISA. Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC. Suspensi disaring dengan menggunakan kain kasa. Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C. ulangi sampai 4 kali cucian. Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas.tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween.

PBS Tween (untuk mencuci) .nitrophenyl (PNPP). 124 . 1 liter PBS Tween .2 g KCl. 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25. Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar. Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer. Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : a. (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB). Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. pH 7.2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer. Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning.5 ml Tween 20 Serum buffer : . 1 liter PBS Tween .2 Antigen buffer: i.05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8.01 M NaDIECA. 0. 0. 2 g Ovalbumin (0. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang.000) . . PBS + 0. 0.5 g Na Cl /l b.

. 4. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ ketentuan perbenihan yang berlaku. Teknik biomolekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR).. buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml. 24 ml 5 N Hcl . Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih. dan gudang penyimpanan. peralatan dan tenaga pelaksana. Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. tanah. Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut.7 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. Reaksi yang terjadi adalah berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2). g. 200 ml deinonized H2O . Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih. . .

dan pengajuan pemasangan label sertifikat. pengajuan pemeriksaan pendahuluan. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir. Setelah diisi. Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. sejarah lapangan. rencana penanaman.Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. asal benih sumber. pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan. pemeriksaan lapang. b. a. Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). Dalam 125 . formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan. dan isolasi (jarak/waktu) yang dilakukan. pengambilan sampel benih. letak areal. Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang.

pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. c. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang. Sebelum pengawas BPSB memeriksa. Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. Semakin tinggi kelas benih. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan. semakin ketat standarnya. Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu . d. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL). Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. dan hanya diperbolehkan untuk produksi nonbenih. Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya.pemeriksaan ini. Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya.

Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. seperti warna dan bentuk benih. Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif. Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih. serta saat pembungaan. pada pemeriksaan ini 126 . Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya. Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan.minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. seperti warna dan bentuk bunga. penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. e.

Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnya adalah permohonan pengambilan contoh . h. jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. g. tetapi merupakan peng-awasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar.tidak dilakukan pemeriksaan ulang. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. f. Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan. Permohonan pemeriksaan alatalat panen dan pengolahan benih Selain benih. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. Artinya. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan. seperti varietas lain.

benih guna pengujian di laboratorium analisis mutu benih BPSB. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya. penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat. Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. i. Lot benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat 127 .

sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang. Dormansi sekunder adalah dormansi yang disebabkan oleh tidak tersedianya salah satu faktor yang berpengaruh bagi perkecambahan tertentu. Jika dalam pengujian laboratorium. Adapun isi label akan meliputi hasilhasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. jenis. berat bersih tiap wadah. daya tumbuh benih. Pada kemasan benih. nomor pengujian. tetapi . mengujikannya dan kemudian me-masang label ulangan pada kemasan benihnya. Meski sifat dormansi sangat berkaitan dengan sifat genetik. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). Dalam pengajuan ini. j. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan.Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. nomor kelompok benih yang bersangkutan. selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih. varietas. kemurnian. jumlah wadah. nama dan alamat produsen. dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang.

4. Benih dorman akibat kekerasan kulit benih secara umum diyakini memiliki daya simpan yang lebih panjang dibandingkan benih yang tidak memiliki sifat kulit benih keras. dan penyimpanan benih. bakteri. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui kelompok cendawan merupakan mikro-organisme yang paling dominan berasosiasi dengan 128 .dormansi benih (terutama dormansi sekunder) dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan dan atau faktor pengelolaan dalam proses produksi. Hubungan antara dormansi benih dan mutu benih terkair dengan mutu daya simpan benih. Namun demikian nilai positif dormansi benih ini menuntut penanganan yang tepat saat benih harus dikecambahkan karena dibutuhkan teknik pematahan dormansi yang tepat pula. Kondisi iklim yang kering dan panas sangat kondusif untuk menghasilkan benih yang berkulit keras (hardseed). nematoda dan virus dapat terbawa benih tanaman.8 Pengujian Kesehatan Benih Berbagai jenis cendawan. pengolahan.

Metode pengujian kesehatan benih yang digunakan sangat tergantung pada jenis benih dan jenis patogen yang mungkin terbawa benih. dalam hal ini patogen bisa berada dalam sisa tanaman. Pertaman secara internal dan jaringan struktur perbanyakan biji. butiran tanah atau dalam bentuk struktur tertentu. Kedua. maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian kesehatan benih sebelum benih disimpan ataupun sebelum ditanam. Patogen (lebih tepat disebut inokulum patogen) dapat terbawa benih tanaman dalam 3 patogen terbawa berada di dalam tanaman seperti hal ini patogen cara. Dan ketiga. patogen secara terpisah terbawa biji. Sebagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat gangguan penyakit atau patogen terbawa benih. tetapi sebagian patogen baru menunjukkan aktivitasnya yang ditunjukkan gejala tertentu setelah tanaman dewasa dan berproduksi. Berbagai macam cara pengujian kesehatan benih untuk mendeteksi mikroorganisme atau patogen terbawa benih dapat dikelompokan menjadi : a. tetapi juga di tempat penyimpanan. Cendawan merupakan mikro-organisme utama yang sering menimbulkan gangguan di tempat penyimpanan.benih. endosperm atau kulit biji. Penentuan metode tersebut dimaksudkan agar deteksi dan identifikasi patogen terbawa benih dapat dilakukan dengan mudah dan akurat. patogen menempel pada permukaan benih. Hal tersebut berarti untuk pengujian suatu contoh benih dapat digunakan lebih dari satu metode pengujian kesehatan benih. Sebagian patogen terbawa benih dapat menimbulkan gangguan tidak saja di pertanaman. dalam bias berada di embrio. Kebanyakan patogen terbawa benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemai. Pengamatan Secara Visual terhadap Benih Kering .

Metode ini berkaitan langsung dengan kegiatan analisis kemurnian benih (purity). Berdasarkan peraturan Internasional Seed Testing 129 . dan bentuk benih. Tetapi metode ini hanya men-deteksi cendawan yang ada di permukaan benih atau tercampur bersama benih serta kondisi fisik benih saja.Pengujian kesehatan benih dengan metode pengamatan benih kering dapat dilakukan secara cepat untuk mendapatkan informasi awal tentang penampakan atau status kesehatan benih. yaitu apakah benih tercampur dengan benda-benda dan benih lainnya dalam proses pemberian sertifikasi benih. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang meng-hasilkan struktur tubuh buah yang dapat dilihat secara visual pada benih atau tercampur pada benih. Sebagai tambahan metode ini berguna untuk mengetahui adanya serangan/infestasi serangga benih atau kerusakan benih atau melihat adanya perlakuan benih dengan pestisida. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi patogen yang menyebabkan gejala khas pada benih misalnya disklorisasi atau perubahan warna pada kulit benih. perubahan ukuran.

namun pengujian dengan cara ini memiliki keterbatasan karena cendawan yang berada di dalam jaringan benih tidak dapat diketahui atau terdeteksi. oleh karena itu perlu ada kerjasama dari petugas yang menangani kemurnian benih dengan petugas yang menangani kesehatan benih sebelum menerbitkan sertifikat benih. maupun tubuh buah cendawan seperti sklerotia. Metode Pencucian Benih Metode pencucian benih terutama dilakukan untuk mendeteksi cendawan yang membentuk struktur di permukaan benih. Hasil pengujian tersebut tidak dapat menggambarkan tingkat infeksi dan infestasi patogen pada benih. Sebagaimana pengamatan secara visual terhadap benih kering. pasir. Pengujian dapat dilakukan secara cepat dan mudah. puru nematoda. sehingga tidak ada standar dalam jumlah contoh benih tertentu yang digunakan dalam pengujian. Benih yang mengalami diskolorasi maupun yang mengandung patogen infeksi tidak dicantumkan dalam analisis kemurnian benih. sisa tanaman. b. batu. Prosedur yang biasa digunakan di berbagai laboratorium adalah sebagai berikut : Prosedur pencucian benih adalah sebagai berikut: Sebanyak 50 gr benih (dari 1 kg benih contoh) dimasukan ke dalam gelas . dalam metode pencucian benih tidak ada standar dalam jumlah benih yang diuji. karena berbagai cendawan mampu bertahan pada sisa-sisa tanaman atau butiran-butiran tanah. Unsur-unsur yang tercampur dengan benih tersebut sangat potensial dalam perkembangan dan penyebaran suatu patogen. Prosedur : Metode ini bersifat kualitatif. smut/ bunt (yaitu butiran benih yang telah terisi struktur cendawan).Association (ISTA) benda-benda tercampur benih antara lain butiran tanah.

campuran sedimen diteteskan pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup dan selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 400 kali untuk melihat struktur cendawan. maka pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan haemocytometer untuk mengetahui kepadatan inokulum (cendawan) per satuan berat benih. Air hasil pencucian dimasukan dalam tabung sentrifugasi dan kemudian disentrifugasi pada kecepatan 1500 2000 rpm selama 3 menit. Benih tersebut dikocok selama 5 menit (dengan shaker) selanjutnya disaring dengan kain kasa. Untuk memudahkan peluruhan struktur cendawan dari permukaan benih sering ditambahkan 1 tetes Twin 20. sebanyak 1 ml lactofenol ditambahkan pada sedimen dalam tabung dan dicampur hingga merata. 130 . Sedimen yang terbentuk dipisahkan dengan air dengan cara membuang air tersebut menggunakan pipet. Bila pendekatan kuantitatif diperlukan.Erlenmeyer kemudian ditambahkan 100 ml air steril. Dengan menggunakan pipet. Selajutnya dilakukan pengamatan mikroskopis.

piknidiospora da-lam piknidia. Cendawan yang tumbuh diamati dan didekteksi berdasarkan karakteristik keberadaan tum-buhnya seperti tubuh buah. 1) Metode inkubasi dengan media kertas saring Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Benih yang diinkubasi tersebut diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 50 60 kali untuk melihat pertumbuhan cendawan. baik yang ada di permukaan ataupun yang ada di dalam jaringan benih. Letakan benih satu . Sebelum benih diletakkan. yaitu benih ditumbuhkan pada kertas saring basah. cawan dialasi dengan 2 lapis kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam air bersih. dan pengujian pada media agar. konidia yang muncul dari konidiofor (tangkai konidia). spora dengan massa sporanya. Dengan cara tersebut maka mikroorganisme /patogen terbawa benih. Tiap cawan petri diberi label nomor benih dan tanggal pengujian. Jumlah benih per cawan petri 10 atau 25 tergantung dari ukuran benih. Metode Inkubasi dengan Media Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter adalah salah satu dari metode inkubasi.c. diinkubasikan selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet selama 12 jam terang dan selama 12 jam kondisi gelap secara bergantian. Metode Inkubasi Prinsip pengujian benih dengan metode inkubasi adalah memberikan kondisi tumbuh yang optimal bagi mikroorganisme terbawa benih. terutama cendawan dan bakteri dapat terdeteksi dengan mengamati karakteristik pertumbuhan dan struktur cendawan. Pengujian kesehatan benih dengan metode inkubasi yang sering dilakukan adalah pengujian dengan media kertas (Blotter-test). Usahakan jangan terlalu banyak air (tidak tergenang). dan askospora dalam peritesia. sporodokium dan aservulus.

Jika suatu cendawan telah teridentifikasi. oleh karena itu dibuat preparat dari cendawan tersebut dan diamati dengan bantuan mikroskop compoun dan kunci identifikasi. Pada tiap benih diamati karakteristik pertumbuhan berbagai cendawan yang tumbuh. Jumlah benih yang terinfeksi suatu cendawan dihitung sebagai tingkat infeksi cendawan pada contoh benih yang diuji. Kadang-kadang sangat sulit mengidentifikasi cendawan melalui pengamatan karakteristik pertumbuhan cendawan. Selanjutnya benih diinkubasi pada suhu kamar dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian selama 7 hari.per satu dengan menggunakan pinset seperti Gambar 2. 2) Metode inkubasi dengan media kertas dengan pendinginan Sebanyak 400 benih diletakkan dalam cawan petri yang telah dialasi 131 . Pada hari ke-8 dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. dituliskan kode cendawan pada kertas blotter didekat cendawan yang bersangkutan.

Tujuan perlakuan pendinginan tersebut adalah untuk menghambat atau menekan perkecambahan benih. P ada hari ke-8 benih diamati seperti prosedur pengamatan metode inkubasi dengan media kertas standar. Pada hari ke-2 benih disimpan pada suhu 20o C selama 24 jam. Dalam beberapa hal metode ini memiliki kelebihan. Biasanya cendawan atau bakteri akan .kertas saring seperti pada metode inkubasi dengan kertas standar. Hal ini disebabkan sering perkecambahan benih menyulitkan secara teknis dalam pengamatan sehingga informasi menjadi bias. Benih diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap. dideteksi berdasarkan karakteristik koloni pada media agar yang berkembang dari benih. 3) Metode inkubasi pada media agar D alam metode media agar inokulum terbawa benih. yaitu memberikan informasi lebih relatif l ebih cepat dan cukup menggambarkan status kesehatan benih dibandingkan dengan metode media kertas. Secara umum prinsipnya sama dengan prinsip dari pengujian dengan m edia kertas. etelah diberi perlakuan dingin kemudian benih diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. karena ketersediaan nu trisi pada media agar memungkinkan cendawan atau bakteri tumbuh dan berkembang secara lebih baik dan lebih cepat sehingga m emudahkan dalam pengamatan.

Kesulitan lain pada waktu pengamatan adalah pertumbuhan cendawan bukan sasaran (cendawan saprofit) tumbuh lebih ekstensif sehingga menekan pertumbuhan cendawan patogen yang menjadi sasaran pengamat-an. Dalam banyak kasus. relatif rumit dan mahal. P rosedur metode inkubasi pada media agar adalah sebagai berikut: Media agar steril disiapkan dalam c awan petri steril. B enih diletakkan pada media agar dalam cawan petri. yaitu membersihkan tempat dan alat kerja dengan bahan 132 .membentuk koloni yang khas pada media agar. terutama bila menggunakan media spesifik. Pekerjaan penanaman benih tersebut dilakukan secara aseptik. Media BSC. Sebanyak 400 benih dari satu contoh benih diberi perlakuan sterilisasi permukaan dengan NaOCL 1 % selama 3 menit. D alam pelaksanaan pengujian dengan media agar memerlukan persiapan yang lebih lama. Untuk keperluan pengujian dengan media agar digunakan berbagai jenis media tumbuh seperti PDA dan media semi selektif atau selektif seperti Czapek. Media Komada. perlakuan sterilisasi pada permukaan benih tidak dilakukan. Kemudian benih ditiriskan pada kertas saring steril. Sering terjadi kesulitan dalam pengamatan karena pertumbuhan koloni cendawan atau bakteri men-jadi berbeda atau berubah bila menggunakan media tumbuh yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula. Tiap cawan ditanami 10 butir benih. dan lainlain.

4) Uji Gejala pada Bibit/ Kecambah Patogen dapat menghasilkan gejala pada bibit/kecambah baik pada akar. bakteri dan virus terbawa benih sering menghasilkan gejala infeksi atau serangan pada kecambah atau bibit tanaman. Pengamatan dilakukan pada hari ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai hari ke-4. Pada berbagai kejadian inokulum cendawan terbawa benih menyebabkan kematian pada tanaman atau kecambah. . sehingga metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang mewakili penampakan di lapangan. Benih yang terinfeksi pada kondisi yang menguntungkan dapat menghasilkan gejala pada bibit sama dengan gejala di lapangan. Benih diinkubasi pada suhu kamar selama 7 hari dengan penyinaran lampu ultra violet 12 jam terang dan 12 jam gelap secara bergantian. daun atau seluruh bagian kecambah atau bibit tanaman. karena koloni cendawan sudah mulai tampak. kotiledon. Beberapa kelompok cendawan terbawa benih yang sering menyebabkan penyakit pada kecambah atau bibit antara lain Alternaria. bata merah. Fusarium. Pengujian kesehatan benih dengan gejala bibit/ kecambah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan metode yang lain. batang. Hal yang diamati adalah karak-teristik koloni dan struktur cendawan. Sedangkan kelompok bakteri yang sering menunjukkan gejala pada kecambah antara lain Pseudomonas spp.aseptik seperti alkohol 70 %. Media tumbuh yang digunakan untuk pengujian gejala pada bibit/ kecambah adalah media pasir. Co letotrichum. Ascochyta. Untuk bakteri bahkan peng-amatan sudah dapat dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3. Sejumlah cendawan. Drechslera. atau hipokotil. Gejala terjadi pada akar. campuran pasir dan tanah serta media buatan seperti agar air. Macrophomina.

Pengujian dengan cara ini dapat mengamati penularan (transmisi) patogen dari benih ke tanaman dari satu fase ke fase pertumbuhan tanaman. Prosedur pengujian dengan metode media agar cair adalah sebagai berkiut: Dengan media agar air (water agar) dilakukan dengan cara sebagai berikut. Tuangkan 10 ml agar air ke dalam tabung reaksi ukuran 160x16 mm kemudia tutup dengan kapas dan selanjutnya disterilisasi pada temperatur 121o C selama 15 menit. tabung tetap tertutup dengan kapas. Sehingga diperlukan fase tertentu pertumbuhan tanaman agar gejala dan perkembangan patogen dapat dideteksi. Pengujian gejala bibit/kecambah dapat digunakan untuk evaluasi efektivitas perlakuan benih. Beberapa patogen tidak mudah dideteksi dengan metode lain karena serangan patogen tersebut yang bersifat laten. Sebelum dan sesudah penanaman. baik dengan kimia maupun secara fisik. Sebutir benih ditanam pada media agar air steril. Metode ini sangat bermanfaat untuk pengujian contoh benih yang jumlahnya terbatas seperti benih hasil pemuliaan pada tahap tertentu dan juga bermanfaat untuk tujuan karantina. Penanaman 133 .

Setelah masa inkubasi diamati gejala yang timbul. Dalam pengujian cara ini sangat tergantung kepada ketersediaan sejumlah antibodi yang spesifik untuk patogen sasaran. 5) Uji Serologi Uji ELISA (Enzyme-Linked Immuno-sorbent Assays) adalah pengujian serologi terutama digunakan untuk mendeteksi bakteri dan virus terbawa benih. tetapi yang banyak digunakan adalah metode indirect ELISA dan double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). dan dapat digunakan untuk menguji sampel dalam jumlah besar. Tabung reaksi yang berisi media agar air dan benih kemudian diletakkan pada rak tabung reaksi dan diinkubasikan sampai 14 hari pada temperatur ruang dengan penyinaran lampu ultra violet. koloni cendawan dan struktur cendawan. double antibody sandwich ELISA (DAS ELISA). Uji ELISA sebagai salah satu metode serologi untuk mendeteksi virus sering digunakan karena metode tersebut sederhana. Pengamatan sebenarnya bisa dilakukan selama masa inkubasi. akurat. Metode tersebut berdasarkan pada konjugasi antara virus antibodi dan enzim. Sedangkan pada DAS ELISA. Prinsip pengujian tersebut adalah reaksi in vitro antara antigen dan antibodi. Dari segi praktikal indirect ELISA lebih sederhana dan lebih cepat karena dalam indirect ELISA tidak melalui prosedur pemurnian virus. mudah dilakukan. . Dalam indirect ELISA uji didasarkan pada adanya ikatan enzim dengan molekul antibody yang dapat dideteksi oleh antiviral immunoglobulin. DAS ELISA protocol. Dalam uji ELISA ada beberapa cara yang digunakan yaitu indirect ELISA. sensitif. virus diikat oleh antibody spesifik yang kemudian bereaksi lagi dengan antibody spesifik yang telah diikat oleh enzim.dikerjakan secara aseptik. dengan menambahkan substrat pewarna maka adanya konjugasi tersebut dapat diperlihatkan. F (ab )2 indirect ELISA dan F (ab )2 ELISA protocol. cepat.

Buat ekstrak antigen dengan cara menggerus jaringan tanaman yang akan diuji kemudian diencerkan dengan antigen buffer dengan pengenceran 1/9. Prosedur uji serologi adalah sebagai berikut: Antigen (ekstrak tanaman yang diuji) harus dipersiapkan terlebih dahulu (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak tanaman sehat dan suspensi tanaman yang positif terinfeksi virus dalam antigen buffer dengan pengenceran 1/50. Suspensi disaring dengan 134 . dan mela-kukan konjugasi enzim immuno-globulin.mempersiapkan stock gamma globulin (lgG). Primary (specific antiserum) harus disiapkan terlebih dahulu. Selama inkubasi (atau sebelum uji dimulai) dapat dilakukan cross adsorbtion antiserum dengan jaringan sehat dengan cara sebagai berikut. Jaringan sehat dihancurkan dalam serum buffer dengan pengeceran 1/20. Tutup plate ELISA dengan plastik tipis dan diinkubasikan selama 1 jam pada suhu tumbuh 37o C atau semalaman pada suhu kamar. Masukan antigen tersebu sebanyak 100 l pada setiap lubang plate ELISA.

Inkubasikan plate tersebut selama 1 jam pada suhu 37oC. Baca nilai absorban ultra violet dengan menggunakan alat spektrofotometer. Secondary antiserum (conjugate) harus disiapkan setelah primery antiserum yaitu dengan cara: Kosongkan plate ELISA dan cuci dengan cara seperti di atas. rendam selama 3 menit dengan PBS Tween.menggunakan kain kasa. Kosongkan plate ELISA. Encerkan anti-serum sesuai anjuran dalam suspensi tersebut. Metoda pembuatan substrat adalah sebagai berikut: Kosongkan plate ELISA dan cuci sebagaimana di atas. ulangi sampai 4 kali cucian. Buat larutan substrat dari 1 tablet p nitrophenyl (PNPP). Keringkan dengan kertas tissue. Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect . Reaksi positif yaitu apabila terjadi perubahan warna menjadi kuning. Untuk menghentikan reaksi dapat dilakukan dengan menambah setetes 3 N NaOH pada tiap lubang. Cuci plate ELISA dengan PBS Tween. Substrat dibuat setelah antiserum siap untuk digunakan. Pencucian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Aduk sampai rata dan inkubasi selama 45 menit pada suhu 37o C. Inkubasikan selama 30 menit pada suhu kamar. Masukan primary antiserum 100 l setiap lubang plate ELISA. (tersedia se-cara komersial) dalam 10 15 ml diethanolamine buffer (DIEAB). Masukan substrat tersebut 100 l per lubang. Masukan konjugasi antibody Alkaline phosphatase (tersedia secara komersial sebagai SWAREC = Swine antirabbit enzyme conju-gate) pada pengenceran 1/1000 1/2000 dalam serum buffer. Inkubasikan selama 1 jam pada suhu 37oC.

.2 %) Substrate Buffer : DIEAB : Diethanolamine Buffer. 100 ml diethanolamine (C4H11NO2).01 M NaDIECA. 1 liter PBS Tween . . 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %) (MW = 25. 6) Uji Tanaman Indikator Pengujian dengan tanaman indikator digunakan terutama untuk mendeteksi virus dan bakteri terbawa benih. 2 g Ovalbumin (0.000) .ELISA : PBS (Phosphate Buffered Saline) : 6) 0. 0.2 Antigen buffer: a. buat suspensi dalam deionized H2O sampai mencapai volume 1000 ml.5 ml Tween 20 Serum buffer : . PBS + 0.5 g Na Cl /l 7) pH 7. 200 ml deinonized H2O . Prinsip pengujiannya adalah reaksi dari tanaman indikator terhadap ekstrak/sap dari biji yang diinokulasikan pada tanaman indikator tersebut. PBS Tween (untuk mencuci) . Reaksi yang terjadi adalah 135 . . 1 liter PBS Tween .2 g KCl. 0.05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 + 8. 24 ml 5 N Hcl .

peralatan dan tenaga pelaksana. dan gudang penyimpanan. Permohonan sertifikasi Untuk menghasilkan benih bersertifikat. sejarah lapangan.9 Prosedur Memproduksi Benih Bersertifikat Seorang penangkar benih bersertifikat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memproduksi benih bermutu dan cara menyimpan benih. dan pengajuan pemasangan label sertifikat. pengambilan sampel benih. Teknik biomo-lekuler yang diaplikasikan dalam pengujian kesehatan benih adalah Polymerase chain reaction (PCR). pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan. tanah. Teknik PCR mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. 4. asal benih sumber. pemeriksaan lapang. 7) Uji dengan Teknologi Biomolekuler Teknik biomolekuler sudah mulai digunakan dalam pengujian kesehatan benih. Tetapi penggunaan teknik PCR untuk pengujian rutin kesehatan benih masih terlalu mahal dalam hal bahan. rencana penanaman. letak areal. serta sikap jujur dan bersedia selalu mematuhi peraturan/ketentuan perbenihan yang berlaku.berupa gejala lokal pada daun tanaman indikator. a. dan isolasi (jarak/waktu) . Formulir isian mencakup tentang nama dan alamat pemohon (penangkar). Prosedur untuk mendapatkan sertifikat dimulai dari permohonan sertifikasi. pengajuan pemeriksaan pendahuluan. Hal berikutnya adalah penguasaan pengolahan benih. dimulai dari pengajuan permohonan sertifikasi kepada BPSB setempat yang dilakukan paling lambat satu bulan sebelum tebar (tanam) dengan mengisi formulir.

yang dilakukan. Dalam pemeriksaan ini. Setelah diisi. 1) Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan Penangkar menyampaikan pemberitahuan siap untuk diperiksa lapang pendahuluan kepada BPSB setempat paling lambat 10 hari sebelum tanam atau seminggu sebelum pemeriksaan lapang. pengawas BPSB akan menguji kebenaran data lapangan yang diajukan penangkar seperti dalam surat permohonan sertifikasi. 2) Permohonan pemeriksaan fase vegetatif Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan saat tanaman dalam fase 136 . Jika data lapangan menunjukkan kesesuaian maka lahan penangkaran tersebut telah syah dinyatakan sebagai lahan produksi benih bersertifikat. formulir diserahkan dengan dilampirkan label benih (kelas dan benih sumber) yang akan digunakan dan denah situasi lapangan.

Jika haisl pemeriksaan ulang lahan dinyatakan tidak lulus. Sebelum pengawas BPSB memeriksa. Semakin tinggi kelas benih. 3) Permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif Pemeriksaan lapangan fase generatif hanya dilakukan bila telah lulus pada tahapan pemeriksaan sebelumnya. dan selanjutnya mengajukan pemeriksaan ulangan.pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30 hari setelah tanam. 4) Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen . dan hanya diperbolehkan untuk produksi non benih. lahan tersebut dapat diteruskan untuk proses sertifikasi selanjutnya. maka lahan tersebut gagal untuk dijadikan areal produksi benih karena kemurniannya tidak dapat dipertanggung-jawabkan. pemeriksaan akan dilakukan terhadap keberadaan campuran varietas lain (CVL). serta saat pembungaan. semakin ketat standarnya. Dalam pemeriksaan ini juga diamati keberadaan dari CVL dengan pengamatan pada organ reproduktif. Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan satu kali. Nilai standar CVL berbeda untuk setiap jenis tanaman dan kelas benih yang diproduksi. penangkar benih sebaiknya melakukan roguing agar standar lapang benih bersertifikat terpenuhi. penangkar benih diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan ulang jika hasil pemeriksaan dinyatakan tidak lulus. Seperti pada pengawasan lapangan fase vegetatif. Pengajuan permohonan pemeriksaan lapangan fase generatif (saat berbunga) dilakukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. seperti warna dan bentuk bunga. Pengajuan permohonan pemeriksaan diajukan kepada BPSB paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaan. Jika lahan dinyatakan tidak lulus maka penangkar diwajibkan melakukan roguing ulang. Jika hasil pemeriksaan oleh pengawas BPSB menyatakan lulus. Pemeriksaan ulang pun hanya diberikan satu kali.

Permohonan pemeriksaan diajukan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan. Pemeriksaan dilakukan satu pekan sebelum panen (menjelang masak fisiologis). seperti warna dan bentuk benih. Tidak seperti pada pemeriksaan sebelumnya. 137 . Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam panen dan pengolahan benih tidak membawa sumber kontaminan. Artinya. 5) ermohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih Selain benih. jika lahan dinyatakan tidak lulus maka secara langsung benih yang dihasilkan di lahan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai benih bersertifikat. pada pemeriksaan ini tidak dilakukan pemeriksaan ulang.Pemeriksaan fase menjelang panen dilakukan bila telah lulus pemeriksaan lapang sebelumnya. Hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan ini meliputi komponen buah dan benih. alat-alat panen dan pengolashan benih pun dilakukan pemeriksaan.

penangkar diwajibkan telah menempatkan dan mengemas benih secara tepat. Sebelum dilakukan pengambilan contoh benih. Pengawasan pengolahan benih Pengawasan pengolahan benih tidak diajukan oleh penangkar benih. b. c. misalnya berdasarkan tanggal panen yang sama dari varietas yang sama. Hal yang dilakukan pengawas BPSB dalam pemeriksaan ini adalah menjalankan (menghidupkan) semua alat pengolahan benih sehingga sisasisa kotoran dan benih dari proses pengolahan benih sebelumnya dapat keluar dan alat dapat dibersihkan. tetapi merupakan pengawasan langsung oleh petugas BPSB secara periodik selama masa pengolahan benih dengan waktu yang tidak diberitahukan kepada penangkar. Pengajuan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih dilakukan paling lambat satu minggu sebelum panen atau bersamaan dengan pemeriksaan lapangan fase menjelang panen. Benih telah dikemas dengan kemasan curah (belum dikemas dengan kemasan pemasaran) dan dikelompokkan berdasarkan lot yang tepat. Permohonan oleh penangkar dilakukan 1 minggu sebelum pengawasan dilakukan. Lot .seperti varietas lain. Jika didapatkan penangkar yang melakukan kecurangan maka proses sertifikasi dapat dihentikan. misalnya mencampurkan benih yang lulus lapangan dengan benih kedaluwarsa atau benih tidak lulus lapangan. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa selama dalam pengolahan tidak terjadi kecurangankecurangan yang dilakukan penangkar. Pengambilan contoh benih oleh pengawas BPSB dilakukan setelah pengolahan benih. Permohonan pengambilan contoh benih Prosedur selanjutnyas adalah permohonan pengambilan contoh benih guna pengujian di labora-torium analisis mutu benih BPSB.

Permohonan pengawasan pemasangan label sertifikat Prosedur akhir dari proses pembuatan benih bersertifikat adalah pengawasan pemasangan label sertifikasi. d.benih ditempatkan sedemikian rupa sehingga setiap wadah benih berpeluang sama untuk diambil contoh benihnya. 138 . Dalam pengajuan ini. penangkar memohon nomor seri label sertifikasi dengan mencantumkan jumlah segel (seal) dan label sertifikasi yang diperlukan. jenis. nomor kelompok benih yang bersangkutan. Pengawas dapat membatalkan pengambilan contoh benih jika diindikasikan adanya kelompok benih yang mencurigakan atau susunan penempatan benih tidak memungkinkan semua wadah diambil contoh benihnya. benih penangkaran dinyatakan lulus maka selanjutnya penangkar mengajukan pengawasan pemasangan label sertifikat pada benih-benih yang akan dikemas dengan ukuran tertentu (sesuai kebutuhan pasar). nomor pengujian. Jika dalam pengujian laboratorium.

sertak andungan kotoran dan campuran varietas lain. daya tumbuh benih. nama dan alamat produsen. kemurnian. Pada kemasan benih. Produsen benih bersertifikat wajib mengajukan pengambilan contoh benih. Permohonan pelabelan ulang Benih bersertifikat telah mendekati atau habis masa edarnya dan akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang. mengujikannya dan kemudian memasang label ulangan pada kemasan benihnya. Prosedur dan pe-laksanaan dari pelabelan ulang sama seperti pada prosedur pengambilan contoh dan pengawasan pemasangan label sebelumnya.varietas. Pengajuan pelabelan ulang dilakukan satu bulan sebelum masa edar benih bersertifikat berakhir. selain identitas lain sesuai yang diajukan penangkar benih. dicantumkan data analisis mutu benih terbaru dan dicantumkan pula kode LU yang berarti Label Ulang. berat bersih tiap wadah. Adapun isi label akan meliputi hasil-hasil pengujian laboratorium yang terdiri dari nilai kadar air benih. jumlah wadah. 139 . e.

Direktorat Jenderal Perbenihan BPSB Pemerintah dan Litbang Swasta Pelepasan Varietas Baru (Breeder Seed) Benih Dasar (Fondation Seed) Benih Pokok (Stock Seed) Benih Sebar (Extention Seed) Pemasaran P E T A N I BBI BBU BBP Dinas Pertanian Tingkat I BUMN Swasta Diperta Tk.II BUMN Swasta BUMN Swasta Keterangan: : Komando : Pengawasan Pemasaran : Pembinaan dan Koordinasi : Alur benih .

produksi dan pengawasan mutu benih di Indonesia. 1999) 140 .13.: Sertifikasi Skema alur pelepasan benih. Gambar 4. (Ditjentan Pangan dan Horti.

biji dan perkembangan biji Polinasi . siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Potensi benih tanaman 2. Merawat benih tanaman 5. Penyerbukan dengan angina Musim penyerbukan Teknik produksi benih tanaman Mutu benih . Dasar-dasar produksi benih 3. Adaptasi bunga . Persyaratan lahan produksi . Pergiliran generasi . Penyerbukan oleh serangga. Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. Teknik budidaya tanaman . Ketidakserasian . Pembuahan . Benih sumber . Membiakkan tanaman dengan biji Proses pembentukan biji pada tumbuhan Pembuahan adalah penyatuan sel betina dan sel jantan. . Buab. Waktu antar pembuahan . Zigor berisi kromosom dari individi jantan dan betina. Menyiapkann lahan pembenihan 4. Hasil penyatuan disebut zigot.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 4.

Permohonan sertifikasi . Permohonan pemeriksaan fase generatif . Permohonan pemeriksaan alat-alat panen dan pengolahan benih. Permohonan pengawasan pemasangan label bersertifikat . Pengujian kesehatan benih Prosedur memperoleh benih bersertifikat . Uji serologi . 141 . Pengawasan pengolahan benih . Uji tanaman indicator . Alat dan mesin pengolahan benih Penyimpanan benih . . Metode pencucian benih . Kriteria benih bermutu . Permohonan pelabelan ulang. Metode inkubasi . Permohonan pemeriksaan fase vegetatif . Uji gejala pada bibit/ kecambah . Kelas benih . Permohonan pemeriksaan fase menjelang panen. Alur umum pengelolaan benih . Pengamtan secara visual . Permohonan pemeriksaan lapang pendahuluan. .untuk produksi benih generatif . Permohonan pengambilan sample benih . Faktor yang mempengaruhi mutu benih. .

142 .SOAL: 1. Lakukan observasi minimal pada 2 (dua) orang penangkar benih dan lakukan wawancara terhadap teknik produksi yang biasa dilakukan. Jelaskan proses pembentukan biji pada tumbuhan dengan bantuan angina dan serangga 2. 2. Bagaiman proses sertifikasi benih di Indonesia TUGAS: 1. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema mendaftarkan benih vegetatif dan benih generatif.

boron. Semua gas tersebar dalam poripori tanah atau terlarut dalam tanah. dan 1% CO2 beserta gas lainnya.BAB 5. Akar dan organisme tanah memerlukan oksigen untuk proses pernafasan (respirasi). Barium dan kobalt. molibdenum. fosfor. mangan. iod. Sebagain air tanah terdapat dalam bentuk lapisan tipis yang dinamakan air kapiler. Air kapiler membentuk larutan tanah yang berfungsi seba-gai sumber unsur hata tumbuhan. flour. Beberapa tumbuhan membutuhkan beberapa unsur lain seperti natrium. Air yang beada dalam tanah sangat pentig untuk proses kimia. Di dalam tanah terdapat nitrogen. seng dan tembaga (unsur hara mikro). belerang. klor. baik organisme maupun mikroor-ganisme. Oksigen dalam tanah digunakan oleh se-mua mahluk hidup dalam tanah. kalsium dan magnesium dalam jumlah yang relatif banyak (unsur hara makro) dan terdapat sedikit besi. 78% nitrogen.1 Media Tumbuh Tanah adalah tempat tumbuh tumbuhan di atas permukaan bumi. kalium. udara dan berbagai hara tumbuhan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nitogen merupakan unsur hra yang sangt penting bagi tumbuhan. Di dalam tanah terdapat air. biologi dan fisika tanah. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN 5. Nitrogen merupakan ba-han baku untuk . strontium. Udara dalam tanah beasal dari udara atmosfir yang mengandung sekitar 21% Okigen. Hara esensial (penting) sebagian besar terdapat dalam tanah. silikon. sehingga konsentrasi oksigen dalam tanah akan lebih rendah dibandingakan dengan oksigen di atas permukaan tanah (atmosfir).

sehingga produksi yang dicapai tanaman tergantung pada kemampuan tanah dalam penyediaan nutrisi ini (kesuburan tanah). mulai berkembang pemahaman fungsi tanah sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman tersebut.penyusunan protein dan asam amino tumbuhan. Kalium. kalsium dan magnesium merupakan logam. Pada saat ketiga logam tersebut di atas bereksi dengan air maka akan dibebaskan ion-ion kalium. Pada mulanya. Dengan berkembangnya areal perkotaan. yang seringkali menyebabkan tergusurnya lahan pertanian yang produktif semata-mata karena alasan finansial. Pada tahap berikutnya.Perkembangan dan Pengertian Tanah Pemahaman fungsi tanah sebagai media tumbuh dimulai sejak peradaban manusia mulai beralih dari manusia pengumpul pangan yang tidak menetap menjadi manusia pemukim yang mulai melakukan pemindah tanaman pangan /nonpangan ke areal dekat mereka tinggal. sehingga membentuk regolit (lapisan 143 . kalsium dan magnesium. terjadi benturan kepentingan antara kebutuhan lahan untuk sarana transportasi dan pendirian bangunan dengan kebutuhan lahan pertanian. Fosfor dibentuk pada tanah mineral dan berbagai senyawa organik. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk ion fospat. Belerang ditemukan dalam tanah mineral. Belerang diserap oleh tumbuhan dalam bentuk sulfat. tanah dipandang sebagai lapisan permukaan bumi (natural body) yang berasal dari bebatuan (natural material) yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam (natural force). Nitoden diserap oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan amonium. a.

Morfologi dan Klasifikasi Tanah. Hasil kajian tanah secara pedologis ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan dasar dalam pemanfaatan masingmasing jenis tanah secara efisien dan rasional. Konsep ini dikembangkan oleh para Geologis pada akhir abad XIX. Ilmu Ukur . Kajian Pedologi antara lain meliputi Agrogeologi. Kimia dan Biologi Tanah. iklim (termasuk kelembaban dan suhu). kimiawi dan biologis. Analisis Bentang Lahan. Dalam definisi yang lain ilmu tanah adalah ilmu pengetahuan alam murni dalam hal: (1) asal mula dan pembentukan tanah yang tercakup dalam bidang kajian genesis tanah. topografi dan umur tanah. Tanah merupakan hasil evolusi alam yang bersifat dinamis sepanjang masa. (2). yang variasinya tergantung pada faktorfaktor pembentuk tanah tersebut. Dinamika dan evolusi alam ini terhimpun dalam definisi bahwa tanah adalah "bahan mineral yang tidak padat (unconsolidated) terletak di permukaan bumi. dan (3).berpartikel halus). yang telah dan akan tetap mengalami perlakuan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan yang meliputi bahan induk. sifat kemampuan dan penyebaran berbagai jenis tanah yang tercakup dalam bidang kajian Klasifikasi dan Pemetaan Tanah. jasad hidup (tanaman dan ternak). Masingmasing jenis tanah mempunyai morfologi yang khas sebagai konsekuensi keterpaduan pengaruh spesifik dari iklim. Hal-hal yang dipelajari adalah (1). bahan induk. Perbedaan-perbedaan berbagai jenis tanah dan dijumpainya suatu jenis tanah yang sama jika kondisinya relatif sama. Pengertian ini disebut sebagai definisi pedologis (pedo = gumpal tanah). Survei dan Pemetaan Tanah. sistematik. serta ciri-ciri lainnya umumnya berbeda dibanding bahan induknya. Fisika. dan (2) nama-nama. organisme (makro dan mikro) dan topografi pada suatu periode waktu tertentu". Satu penciri-beda utama adalah tanah ini secara fisik.

yang mengkaji hubungan tanah pada tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi pertanian yang seekonomis mungkin. B. Pemahaman tanah sebagai media tumbuh tanaman pertama kali dikemukakan oleh Dr. P. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Cl. Tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefinisikan sebagai: "Lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembang sistem perakaran penopang tegak-tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara.Tanah. dan lain-lain). proteksi) bagi tanaman". Pupuk dan Pemupukan. Kajian Edaphologi ini antara lain meliputi Kesuburan Tanah. dan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasiaktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Tata Guna Lahan. Kajian tanah dari aspek ini disebut edaphologi (edaphos = bahan tanah subur). secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti N. Ekologi Tanah dan Bioteknologi Tanah. Fe. namun pada realitasnya kedua definisi selalu terintegrasi. yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas 144 . Mg. Pengelolaan Tanah Rawa. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Mn. Agrohidrologi. Cu. sedangkan yang merangkum kajian Pedologi dan Edaphologi sekaligus antara lain meliputi Pengelolaan Tanah dan Air. Konservasi Tanah dan Air. Jones dari Cornell University Inggris. S. K. Ca. Zn. H.L.

(4). Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran yang mempunyai dua peran utama. udara dan unsur-unsur hara. Penyedia kebutuhan primer tanaman untuk melaksanakan aktivitas metabolismenya. (b). meliputi air. yaitu sebagai (1). papan dan sandang bagi manusia (juga bagi hewan) ini membawa konsekuensi bahwa seorang ahli tanah tidak saja dituntut untuk berpengetahuan tentang: (1) tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman. baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut. Atas dasar definisi ini maka tanah sebagai media tumbuh mempunyai empat fungsi utama. (5). sebagai penyerap zatzat yang dibutuhkan tanaman. senyawa-senyawa atau enzim yang berfungsi dalam penyediaan kebutuhan primer tersebut atau transformasi zat-zat toksik eksternal seperti pestisida dan limbah industri berbahaya. Fungsi-fungsi tanah yang sedemikian vitalnya dalam penyediaan bahan pangan. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman yang berfungsi dalam menunjang aktivitasnya supaya berlangsung optimum. tetapi juga harus memahami. (c). antibiotik dan toksin yang berfungsi sebagai anti hamapenyakit tanaman di dalam tanah. maupun kehutanan". vitamin dan asam-asam organik khas). meliputi zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota terutama mikroflora tanah seperti (a). (d). industri perkebunan. maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman. baik selama pertumbuhan maupun untuk berproduksi. Penyokong tegaktumbuhnya trubus (bagian atas) tetanaman. baik tanaman pangan. (2) fungsi tanah sebagai pelindung tanaman dari serangan hama . serta. (3). (2).tanah untuk menghasilkan biomasa. Habitat biota tanah. zat-zat pemacu tumbuh (hormon. obat-obatan.

horizon OA disebut lapisan tanah atas dan horizon E-B disebut lapisan tanah bawah Meskipun tanah terdiri dari beberapa horizon. maupun karakteristik fisik. Profil Tanah Secara vertikal tanah berdifferensiasi membentuk horizonhorizon (lapisan-lapisan) yang berbedabeda baik dalam morfologis seperti ketebalan dan warnanya. palawija dan sesayuran yang paling berperan adalah kedalaman di bawah 20 cm. namun bagi tetanaman yang sangat penting adalah horizon O . Oleh karena itu. bahkan bagi tanaman berakar dangkal seperti padi. yang 145 . berupa bahan organik sisa-sisa biota yang hidup di atasnya dan mineral non bahan induk yang berasal dari letusan gunung api. kimiawi. Profil Tanah merupakan irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke bebatuan induk tanah (regolit).R. Oleh karena itu. yang masih dipengaruhi cuaca disebut Solum Tanah.dan penyakit dan dampak negatif pestisida limbah industri berbahaya tersebut. atau yang terbawa oleh aliran air. dan biologis masing-masingnya sebagai konsekuensi bekerjanya faktor-faktor lingkungan terhadap: (1) bahan induk asalnya maupun (2) bahan-bahan eksternal. Empat lapisan teratas. yang biasanya terdiri dari horizon-horizon O-A-E-B-C. Susunan horizon-horizon tanah dalam lapisan permukaan bumi setebal 100-120 cm disebut sebagai profil tanah. istilah kesuburan tanah biasanya mengacu kepada ketersediaan hara pada lapisan setebal ini.A (lapisan atas) yang biasanya mempunyai ketebalan di bawah 30 cm. dalam buku ini dituturkan dalam kerangka pengertian fenomena ini. b.

Sumatera Selatan. yang telah tererosi berat atau telah mengalami pencucian intensif mempunyai profil yang umumnya tanpa atau sedikit lapisan olah (horizon 0 dan A). sedangkan tanah yang berwarna terang atau pucat berarti berBOT (bahan organik tanah) rendah atau telah mengalami pelindian hara intensif. Warna tanah merupakan indikator sifat kimiawi tanah. makin lengkap atau makin berdiferensiasi horizon-horizon tanah berarti makin tua umur tanah. Informasi ini dapat menuntun kita dalam memilih jenis tanaman dan teknik penanamannya. Kedalaman lapisan olah atau solum tanah yang merupakan indikator potensi kedalaman akar tanaman untuk berpenetrasi. . 0I Sumatera Selatan.1. Pada tanah dewasa seperti andosol. sehingga jika makin besar bobot atau tinggi tanaman akan makin mudah tanaman untuk tumbang. (2). yang banyak terdapat di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. organik tanah atau belum mengalami pelindian (leaching) hara secara intensif. Kegunaan langsung dari pengamatan profil tanah ini antara lain adalah untuk mengetahui (1). namun kelengkapan atau diferensiasi horizon ini akan makin berkurang atau makin baur apabila tanah mengalami erosi. di atas. Kelengkapan atau differensiasi horizon pada profil tanah merupakan indikator umur tanah atau proses-proses pembentukan (genesis) yang telah dilaluinya. yang banyak terdapat di sekitar Indralaya. sedangkan pada tanah-tanah tua seperti Podsolik di sekitar Palembang dan Prabumulih serta tanah latosol di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. profilnya lengkap seperti sketsa pada Gambar 1.biasanya disebut sebagai lapisan olah. Namun bagi tetanaman perkebunan dan kehutanan (pepohonan) untuk jangka panjang lapisan tanah bawah juga akan menjadi sumber hara dan air. profilnya dapat tanpa horizon. makin dangkal berarti makin tipis sistem perakarannya. sehingga relatif subur. Tanah yang berwarna gelap berarti banyak mengandung bahan. Pada tanah-tanah muda seperti Regosol.

Jambi. berisi 25% air dan 25% udara. berupa 45% bahan mineral dan 5% bahan organik. dan (2) 50% ruang pori. sehingga proses oksidasi dan reduksinya terjadi secara bergantian. sedangkan ruang porinya 100% dapat terisi air. Tanah yang berwarna homogen bersih menunjukkan sirkulasi udara (aerasi) dan airnya (drainase) baik. Berdasarkan volumenya. berarti kadar oksigennya cukup. Riau. maka tanah secara rerata terdiri dari: (1) 50% padatan. Kalimantan dan Papua. karena bagian padatannya 100% dapat berupa bahan organik. c. Komponen Tanah Tanah mineral yang dapat berfungsi sebagai media tumbuh ideal secara material tersusun oleh 4 komponen. sedangkan proses oksidasi yang lama pada tanah rawa akan menghasilkan senyawa ferri yang berwarna kecoklatmerahan. sehingga proses oksidasi berjalan baik. komposisi ini relatif berlainan. air dan udara.sehingga relatif miskin. Proses reduksi yang lama pada tanah kering berkadar besi tinggi akan menimbulkan bercak-bercak senyawa ferro yang berwarna kekuningan. Khusus untuk tanah gambut yang banyak tersebar di kawasan rawa Sumatera Selatan. sehingga ketiadaan bahan mineral dan udara pada tanah ini merupakan masalah utama dalam 146 . yaitu bahan padatan (mineral dan bahan organik). sedangkan tanah yang berwarna tak bersih atau bebercak menunjukkan aerasi dan drainasenya tidak baik.

dan (3). makin halus berarti makin padat tanah. (3). (2). sehingga variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap variabilitas fungsi tanah sebagai media tumbuh. yang melepaskan CO2 dan untuk oksidasi enzimatik oleh mikrobia autotrofik (mampu menggunakan senyawa anorganik sebagai sumber energinya). sehingga ruang porinya juga akan menyempit. Gambar 5. dan (4). CO2 bagi mikrobia fotosintetik. Beberapa gas seperti CO2 dan N2 ini serta NH3. Fungsi Utama Tanah sebagai Media Tumbuh Masing-masing komponen tanah tersebut berperan penting dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuh. d. sebaliknya jika makin kasar. sebaliknya pada saat tidak hujan dan evaporasi tinggi. H2 dan gas-gas lainnya .1. Sketsa proporsi komponen-komponen tanah mineral Udara tanah misalnya berfungsi sebagai gudang dan sumber gas (1). tanah bervegetasi akan mempunyai proporsi BOT tinggi. saat hujan dan evaporasi (penguapan) rendah proporsi air meningkat (dan proporsi udara menurun). Sumber air. Sumber bahan organik tanah. N2 bagi mikrobia pengikat N. tanah yang berdekatan dengan sungai akan lebih banyak mengandung air ketimbang yang jauh dari sungai. Iklim terutama curah hujan dan temperatur. (2). Secara alamiah proporsi komponenkomponen tanah sangat tergantung pada (1). sebaliknya pada tanah gundul (tanpa vegetasi).pemanfaatannya menjadi lahan pertanian produktif. O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran tanaman untuk melaksanakan respirasi. Ukuran partikel penyusun tanah.

Oleh karena itu. baik ke permukaan akar maupun transportasi ke daun. makin sedikit ruang 147 . Untuk menghasilkan 1 g biomass kering. Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tetanaman dan biota tanah. tanaman yang mengalami kekurangan air tidak saja akan layu tetapi juga akan mengalami defisiensi hara. Adanya sirkulasi udara (aerasi) yang baik akan memungkinkan pertukaran gas-gas ini dengan 02 dari atmosfer. sehingga aktivitas mikrobia autotrofik yang berperan vital dalam penyediaan unsur-unsur hara menjadi terjamin dan toksisitas gas-gas tersebut ternetralisir. K dan Ca dominan diserap tanaman melalui bantuan mekanisme aliran massa air. tanaman membutuhkan sekitar 500 g air. tetapi juga sebagai ruang untuk akar berpenetrasi. apabila berkadar relatif tinggi dapat menjadi racun baik bagi akar maupun bagi mikrobia tanah. yang 1 %nya mengisi setiap unit selsel tanaman. Sebagian besar ketersediaan dan penyerapan hara oleh tanaman dimediasi oleh air. Bahan organik dan mineral tanah terutama berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara bagi tetanaman dan biota tanah. malah unsur-unsur mobil seperti N. Bahan mineral melalui bentuk partikel-partikelnya merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air.baik yang berasal dari proses dekomposisi bahan organik maupun berasal dari sisa-sisa pestisida atau limbah industri.

pori ini akan makin tidak berkembang sistem perakaran tanaman. Bahan organik merupakan sumber energi. Warna mencerminkan jenis mineral penyusun tanah. sehingga makin terjamin kebutuhannya selama proses pertumbuhan dan produksinya. Makna terpenting dari makin berkembangnya sistem perakaran ini adalah makin banyaknya hara dan air yang dapat diserap tanaman. sedangkan stabilitas ukuran ruang ini tergantung pada konsistensi tanah terhadap pengaruh tekanan. Sifat Fisik Tanah Telah dijelaskan sebelumnya bahwa fungsi pertama tanah sebagai media tumbuh adalah sebagai tempat akar mencari ruang untuk berpenetrasi (menelusup). dengan rerata 2-3 m. Kemudahan tanah untuk dipenetrasi ini tergantung pada ruang pori-pori yang berbentuk di antara partikel-partikel tanah (tekstur dan struktur). baik secara lateral atau horizontal maupun secara vertikal. karbon dan hara bagi biota heterotrofik (pengguna senyawa organik). Dalam berpenetrasi ini. Sifat fisik lain yang penting adalah warna dan suhu tanah. pada kondisi ideal perakaran tanaman dapat tumbuh dan berpenetrasi baik secara lateral maupun vertikal sejauh beberapa cm per hari. sehingga keberadaan BOT (bahan organik tanah) akan sangat menentukan populasi dan aktivitasnya dalam melepaskan hara-hara tersedia yang dikandung BOT tersebut. sehingga tanaman jagung dewasa yang ditanam berjarak 100 cm dapat mempunyai sistem perakaran yang saling bersentuhan dengan kedalaman lebih dari 2 meter. intensitas pelindian dan akumulasi bahan-bahan yang terjadi. sedangkan . Tanaman kedelai dapat berpenetrasi hingga 35 cm lateral dan 1 m horizontal. 5.2. Bahkan tanaman alfalfa diketahui dapat mencapai kedalaman sampai 7 m. Kerapatan porosotas tersebut menentukan kemudahan air untuk bersirkulasi dengan udara (drainase dan aerasi). reaksi kimiawi. dan akhirnya makin produktif suatu areal lahan.

148 . mengatur suhu dan kelembaban tanah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. energi dan bahan dengan kehilangannya. Secara keseluruham sifat-sifat fisik tanah ditentukan oleh (1). Keseimbangan antara suplai air. (2). Jenis dan proporsi komponenkomponen penyusunan pertikel-pertikel ini. Contohnya adalah bakteri Rhizobum sp. Ukuran dan komposisi partikel-partikel hasil pelapukan bahan penyusunan tanah. dengan drainase yang baik akan terhindar perkembangan berbagai patogen seperti cendawan yang merugikan. Tanah yang gembur akan memberikan kelonggaran bagi perkembangan akar serta memperlancarkan persediaan oksigen dan drainase yang baik. sedangkan bakteri Nitratasi akan merubah NO2 menjadi NO3. Selain itu. Pada leguminoceae akan membantu proses penangkapan N2 dari udara dan akan dikonversi menjadi Nitrat. Intensitas reaksi kimiawi dan biologis yang telah atau sedang berlangsung. (3). Ketersediaan oksigen juga diperlukan untuk proses dan aktivitas jasad renik tanah yang menguraikan bahan organik menjadi unsur hara yang selanjutnya dapat diserap oleh tanaman. dan (4).suhu merupakan indikator energi matahari yang dapat diserap oleh bahan-bahan penyusunan tanah. Drainase tanah yang baik akan mencegah penggenangan air.

Makin poreus tanah akan makin mudah akar untuk berpenetrasi. tanah yang didominasi debu akan banyak mempunyai pori-pori meso (sedang) (agak poreus). tetapi harus diperhitungkan dalam evaluasi tekstur tanah. debu (silt) (berdiameter 0. yang menunjukkan makin padatnya partikel-partikel per satuan volume tanah. Sebagai hasilnya. sehingga makin dominan fraksi pasir akan makin kecil daya menahan tanah terhadap ketiga material ini. sedangkan yang didominasi liat akan banyak mempunyai pori-pori mikro (kecil) atau tidak poreus. Tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori makro (besar) (disebut lebih poreus). Partikel berukuran di atas 2 mm seperti kerikil dan bebatuan kecil tidak tergolong sebagai fraksi tanah.1. dan sebaliknya jika liat yang dominan. jumlah dan Was permukaan fraksi-fraksi tanah menurut sistem USDA dan Sistem Internasional tertera pada Tabel 5. Hal ini berbanding terbalik dengan luas permukaan yang terbentuk. Klasifikasi ukuran. serta makin mudah air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi baik: air dan udara banyak tersedia bagi tanaman).20 mm atau 2000-200 m.2. berikut: Tabel 5. maka (1). Hal ini berarti makin banyak ukuran pori mikro yang terbentuk.1. energi atau bahan lain. luas permukaan mencerminkan luas situs yang dapat bersentuhan dengan air. (2). sebaliknya jika ukuran separat makin besar.1 Tekstur Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah (separat) yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relatif antara fraksi pasir (sand) (berdiameter 2. tetapi makin mudah pula air untuk hilang dari tanah.002 mm atau 200-2 m) dan liat (clay) (<2 m). memperlihatkan bahwa makin kecil ukuran separat berarti makin banyak jumlah dan makin luas permukaannya per satuan bobot tanah.20-0. Makin tidak .000.5. dan sebaliknya.

maka fraksi liat lebih berperan secara kimiawi ketimbang secara fisik. Perbedaan jumlah dan luas permukaan partikel-partikel per satuan volume tanah. dan licin. sedangkan karena sebagian fraksi liat yang rukuran <1 m merupakan koloid atau partikel bermuatan listrik yang aktif sebagai situs pertukaran anion atau kation. maka fraksi pasir akan terasa kasar dan tidak lekat. (3). sehingga tanah bertekstur debu umumnya lebih subur ketimbang tanah tekstur pasir. maka tanah yang baik dicerminkan oleh komposisi ideal dari kedua kondisi ini. sedangkan fraksi debu sanya berasal dari mineral feldspar dan mika yang cepat lapuk. Uraian ini menunjukkan bahwa fraksi pasir dan debu lebih berperan secara fisik. namun dari segi nutrisi tanah lempung lebih baik ketimbang tanah bertekstur debu. tetapi tidak licin. sehingga tanah bertekstur debu dan lempung akan mempunyai ketersediaan yang optimum bagi tanaman. Fraksi pasir umumnya didominasi oleh mineral kuarsa (SiO2) yang sangat tahan terhadap pelapukan. tetapi air yang ada tidak mudah hilang dari tanah.2. 149 .poreus tanah akan makin sulit akar untuk berpenetrasi. Tekstur tanah dibagi menjadi 12 kelas seperti tertera pada Tabel 5. maka di lapangan jika tanah yang telah dibasahi dirasakan dengan kulit jari-jari tangan. fraksi debu akan terasa agak halus dan agak lekat. pada saat pelapukannya akan membebaskan sejumlah hara. Oleh karena itu. serta makin sulit air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi buruk: air dan udara sedikit tersedia). lekat. sedangkan fraksi liat akan terasa halus.

dan (c). bertekstur debu apabila berkadar minimal 80% debu dan bertekstur liat apabila berkadar minimal 40% liat. hasil penetapannya akan makin . Tanah bertekstur sedang tetapi agak kasar meliputi tanah yang bertekstur lempung berpasir (Sandy Loam) atau lempung berpasir halus (dua macam). (b). lempung berdebu (Silty Loam) atau debu (silt) (4 macam). Tanah bertekstur sedang meliputi yang bertekstur lempung berpasir sangat halus. Tanah bertekstur halus atau tanah berliat berarti tanah yang mengandung minimal 37. lempung liat berpasir (Sandy clay Loam) atau lempung liat berdebu (Sandy-silt Loam) (3 macam). Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung. lempung (Loam). maka gambaran umum tentang sifat fisik tanah dapat diperkirakan. Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung (tiga macam). Tanah yang berkomposisi ideal yaitu 22. Melalui pengetahuan tentang sifatsifat fraksi pasir. Tanah bertekstur sedang tetapi agak halus mencakup lempung liat (Clay loam). (3). debu dan liat sebagaimana dijelaskan sebelumnya.menunjukkan bahwa suatu tanah disebut bertekstur pasir apabila mengandung minimal 85% pasir. liat berdebu atau liat berpasir (3 macam). makin peka indra perasa ini. Di lapangan tekstur tanah dapat ditetapkan berdasarkan kepekaan indra perasa (kulit jari jempol dan telunjuk) yang membutuhkan pengalaman dan kemahiran.5% pasir. 30-50% debu dan 10 30% liat disebut bertekstur Lempung. Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah digolongkan menjadi (1).52.5% liat atau bertekstur liat. (2).5. terdiri dari (a). apabila kelas tekstur tanah diketahui.

tekstur tanah umumnya ditetapkan melalui dua metode. basahi dengan air secukupnya. Hasil penetapan menurut metode rasa ini akan makin baik apabila untuk setiap titik pengamatan dilakukan beberapa kali. dilakukan dengan mengambil sebongkah tanah seberat kira-kira 10 g. kelicinan. dan kelengketan partikel-partikel tanah. paling tidak tiga kali (tiga ulangan). serta gulungan atau lempengan yang terbentuk rapuh atau mudah hancur. Sebaliknya jika partikel tanah terasa halus. maka berarti tanah bertekstur lempung berpasir. Cara ini disebut metode rasa. yang keduanya didasarkan pada perbedaan kecepatan jatuhnya partikel-partikel tanah di dalam air dengan asumsi bahwa kecepatan 150 . Tanah bertekstur lempung akan mempunyai partikel-partikel yang mempunyai rasa ketiganya secara proporsional. maka berarti tanah bertekstur liat. Terasa kasar. apabila yang terasa lebih dominan adalah sifat pasir. yaitu metode pipet (kurang teliti) atau metode hidrometer "Bouyoucos" (lebih teliti). tanpa rasa licin dan tanpa rasa lengket. geser-geserkan jari telunjuk sambil merasai derajat kekasaran. (4). misalnya indra kulit merasakan partikel-partikel (1). lengket dan dapat dibuat gulungan atau lempengan kontinu. lalu pijit di antara jari jempol dan telunjuk. (3). dan seterusnya. Di Laboratorium. serta tidak bisa membentuk gulungan atau lempengan kontinu. Melalui perbandingan rasa ketiganya maka secara kasar tekstur tanah dapat diperkirakan. Tanah bertekstur debu akan mempunyai partikel-partikel yang terasa agak halus dan licin tetapi tidak lengket. pecahkan perlahan. (2).mendekati kebenaran atau makin identik dengan basil penetapan di laboratorium. maka berarti tanah bertekstur pasir.

1). (3).3. . . Peran tekstur tanah sebagaimana diuraikan di atas akan memengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman.dp gr 2 2 .3 ini menunjukkan bahwa jagung ideal tumbuh pada tanah bertekstur lempung. hasil penelitian pengaruh tekstur tanah terhadap produksi jagung dan kentang tertera pada Tabel 3.jatuhnya partikel yang berkerapatan (density) sama dalam suatu larutan akan meningkat secara. Tabel 3. misalnya contoh tanah o berkadar pasir 25%. (2). 9n di mana : V = kecepatan jatuhnya partikel (cm detik-1) g = percepatan karena gravitasi (cm detik-1) dp = kerapatan partikel (g cm-3) d = kerapatan larutan (g cm-3) r = radius partikel (cm) n = viskositas absolut larutan (dyne detik cm-3). d . Proporsi hasil penetapan masingmasing fraksi tanah ini kemudian dicocokkan dengan proporsi pada segitiga tekstur (Gambar 3. debu 25% dan liat 50%. sedangkan. sisanya yang masih tersuspensi merupakan fraksi liat. fraksi debu turun antara 40 detik hingga hampir dua jam. maka berarti tanah bertekstur liat. fraksi pasir merupakan partikelpartikel yang turun ke dasar suspensi selama kurang dari 40 detik. Melalui metode hidrometer tersebut (1). linear apabila radius partikel bertambah secara secara kuadratik: V .

Namun keduanya tumbuh ideal pada tanah bertekstur pasir apabila disertai dengan irigasi. Pada kondisi tanpa irigasi. yang terlihat massif (padu tanpa ruang pori.2 Struktur Apabila tekstur mencerminkan ukuran partikel dari fraksi-fraksi tanah.sedangkan kentang ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir ketimbang yang bertekstur liat dan pasir berlempung. nisbah debu : Liat merupakan kriteria penting dalam mengevaluasi fenomena seperti: (1) migrasi liat. yang lembek jika basah dan keras jika kering) atau apabila dilumat dengan air membentuk pasta disebut juga tanpa struktur. maka struktur merupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel-partikel primer tanah (pasir. (2) taraf pelapukan fisik. serta (4) klasifikasi tanah (Lal. terutama yang bertekstur pasir. 1979). sehingga sistem perakarannya leluasa untuk berkembang. Pinus resinosa ideal pada tanah bertekstur lempung berpasir meskipun jika dibanding dengan tanah bertekstur pasir yang diberi air irigasi. sedangkan tanah bertekstur liat. Tanah yang lebih baik adalah tanah bertesktur lempung berpasir ketimbang tekstur lempung terkait dengan kebutuhan tanaman kentang terhadap ruang untuk perpanjangan dan pembesaran umbinya. tanah lempung memberikan sifat-sifat fisik yang baik sebagaimana diuraikan sebelumnya. disebut tanpa struktur atau berstruktur lepas. debu dan liat individual) hingga partikel-partikel sekunder (gabungan partikel-partikel primer yang disebut ped (gumpalan) yang membentuk agregat (bongkah).2. dan (3) umur bahan induk tanah. Tanah yang partikel-partikelnya belum bergabung. 5. 151 . Pada tanah-tanah di daerah tropika.

10-0.Tabel 5.02-0.002 <0.50 0. jumlah dan luas permukaan fraksi-fraksi tanah men urut Sistem USDA dan Sistem Internasional Separat tanah Diameter (mm) USDA Internasional Pasir sangat kasar Pasir kasar Pasir sedang Pasir Pasirhalus Pasir sangat halus Debu Debu Liat*) 2. sehingga lebih memudahkan sistem perakaran tanaman untuk berpenetrasi dan mengabsorpsi (menyerap) hara dan air. tanah yang berstruktur baik akan mempunyai kondisi drainase dan aerasi yang baik pula.05 0. karena susunan antar ped atau agregat tanah akan menghasilkan ruang yang lebih besar ketimbang susunan antarpartikel primer. Oleh karena itu.50-0.002 --2. Hal ini terbukti dari percobaan pemupukan yang . sehingga pertumbuhan dan produksi menjadi lebih baik.25-0.002 <0. Klasifikasi ukuran.1.10 0.05-0.25 0.00-1.00-0.00-0.002 Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah.00 1.20 --0.

difusi gas dari dan ke atmosfer. sehingga makin rapat tajuk tanaman akan makin baik pengaruhnya terhadap agregat tanah.796 90. (2). penggenangan dan . (e). Struktur tanah mempunyai peran sebagai regulator yang (1).000. mengontrol proliferasi (pertumbuhan) akar dan perkembangannya. erosi air atau angin. menyinambungkan arah pipa yang Jumlah partikel (g-1) 90 720 5.000 Was permukaan (cm2 g-1) 11 23 45 29 91 227 454 271 8.700 4. Penanaman melindungi agregat tanah dari hantaman air hujan.853.776. (b).334.mendapatkan bahwa produksi jagung pada tanah tanpa pupuk tetapi beragregat baik ternyata 2. (c) Kemudian secara langsung atau tak langsung terkait dengan (d).3 kali lebih besar ketimbang produksi pada tanah beragregat buruk yang diberi pupuk.000 722.000 terbentuk dari berbagai ukuran pori-pori yang berinterkoneksi.088 46.000 2. stabilitas dan durabilitasnya.000 5. mengatur retensi dan pergerakan air tanah yang meliputi: (a).250.

menghasilkan 7 tipe struktur tanah. stres tanaman akibat kekeringan. Di lapangan. sebagaimana tertera pada Tabel 3. indikator bentuk struktur yang terbentuk dari ped-ped penyusunnya. lempeng. jika ped sulit 152 . (g).aerasi tanah. indikator derajat agregasi atau perkembangan struktur. (f).4. indikator bentuk dan susunan ped. struktur tanah dideskripsikan menurut (1). dan (h). yang dibagi menjadi (a) tanpa struktur. pelindian atau kehilangan hara-hara tanaman. temperatur tanah. balok dan prisma. yaitu: bulat. jika agregasi tak terlihat atau berbatas tidak jelas atau baur dengan batas-batas alamiah. gradasi. tipe. (b) lemah. (2). dan (3). kelas.

jika ped kuat. . air segera meresap dan mendesak udara yang terperangkap di ruang-ruang pori tanah. (4). Pencairan dan pembekuan yang juga merenggangciutkan partikel-partikel. dan (d) kuat. (2) pergerakan air yang mengikuti arah perkembangan akar menyebabkan terjadinya pengikisan dan pemecahan tanah yang kemudian memicu pembentukan ped. jika ped dapat terbentuk dengan baik. ped yang tidak kuat terhadap tekanan ini akan pecah dan rusak. dan (3) aktivitas keluar masuknya fauna tanah. Apabila berasal dari butirbutir tunggal. pada tanah utuh jelas terlihat dan antar ped terikat lemah namun tahan jika dipindahkan dan hanya terpisah apabila tanah terganggu. Dalam metode ini. Stabilitas ped yang terbentuk (juga agregat) ter-gantung pada dua kondisi. (c) sedang. yaitu (1). Kekuatan ikatan antar koloid-partikel di dalam ped pada saat basah. tetapi tak jelas pada tanah utuh. Ped-ped yang tertinggal merupakan ped yang stabil terhadap air. maka perkembangannya dimulai dari pengikatan partikel-partikel tanah membentuk cluster (gerombol) yang kemudian menjadi ped.terbentuk tetapi terlihat. tanah kering diletakkan dalam saringan kemudian dicelupkan ke dalam air. Stabilitas ped ini dapat ditentukan melalui metode penyaringan basah. Lima mekanisme utama yang menyatukan partikel-partikel ini meliputi: (1) aktivitas penetrasi akar pada saat berkembang. turun lewat lobang-lobang saringan. tahan lama dan jelas. dan (2). Keutuhan tanah permukaan ped pada saat rehidrasi. Mekanisme pembentukan struktur dimulai dari butiran tunggal atau dari bentuk masif. Pembasahan dan pengeringan yang merenggang-ciutkan partikelpartikel dan (5).

Pada saat air menguap. (3). maka lempeng-lempeng liat akan berdekatan dan dibantu oleh agen perekat. Hidroksi polimer-polimer ini dan atom-atom oksigen permukaan liat membentuk ikatan-ikatan hidrogen sebagai jembatan pengikat. maka molekulmolekul air yang dapat bertindak secara dipolar (bermuatan + dan -) terjerap (adsorpsi) ke permukaan koloid liat tersebut. Lempung berdebu Parr: lendir mikrobial>liat>Fe-oksida> C-organik. lempung berliat Miami: lendir mikrobial>Fe-oksida>C-organik. Oleh karena koloid-koloid ini bermuatan negatif. sedangkan . Secara umum lendir mikrobial>Feoksida>C-organik> liat. lempung berliat Kewaunee : Feoksida> liat>lendir mikrobial. (2). yaitu (1) Mineral-mineral Liat koloidal. Pada tanah horizon A di Wisconsin USA urutan kepentingan agen-agen pengikat pembentuk ped berdiameter > 0.5 mm adalah sebagai berikut (1). dan (5).Secara umum terdapat tiga kelompok bahan koloidal (partikel berdiameter <1 m) yang bertindak sebagai agen perekat (cementing agent) partikel-partikel dalam proses pembentukan agregat (agregasi) tanah. Pentingnya peran lendir (gum) mikrobial sebagai agen pengikat adalah menjamin kelangsungan aktivitas mikrobia dalam proses pembentukan ped (dan agregasi) tersebut. maka terjadilah agregasi. dan (3) Bahan organik koloidal. (2) Oksida-oksida besi dan mangan koloidal. termasuk hasil aktivitas dan perombakan sel-sel mikrobia. (4). Lempung berliat Almena : lendir mikrobial>Fe-oksida. membentuk jaringan seperti jala yang efektif dalam menyatukan partikelpartikel tanah. Polimerpolimer organik yang merupakan polisakarida berbobot-molekul besar dapat berasal dari lendir ekstraseluler atau dinding-dinding sel-sel mikrobia.

153 .

Granuler 2.772 28.60 3. agen pengikat yang terpenting adalah Fe-oksida karena tingginya kadar Feoksida pada tanah ini.030 6. Tabel 5. Miselia jamur dan aktinomisetes juga efektif sebagai agen pengikat ini.544 33.3.030 33.4.287 28. Lempeng 4. Deskripsi tipe-tipe struktur tanah Tipe struktur Deskripsi Ped Lokasi horizon 1. polimerpolimer ini bertindak sebagai lem perekat.00 7.00 5. Pengaruh kelas tekstur dominan lapisan atas tanah terhadap produksi jagung dan kentang Produksi (per hektar) Kelas tekstur dominan Liat Lempung Lempung berpasir Pasir berlempung Pasir (+ irigasi) Jagung (ton) Kentang (Ton) 5. Remah 3. Pada tanah Latosol di daerah tropis. Balok bersudut .60 Tabel 5.terhadap partikel nonkoloidal.

5. Balok persegi 6. Ped prisma ini ada yang pecah membentuk ped balok kecil. tetapi ped-ped penyusun bersisi-sisi bulat agak persegi.5. sedangkan aerasi buruk berarti sebaliknya. antarped tidak terikat. = 1 tetapi relatif poreus. tidak terikat membentuk ped. kecil dan agak bulat. Seperti pilar-pilar berpermukaan rata yang terikat oleh ped prisma lainnya sebagai penyela. disebut plat jika tebal dan laminar jika tipis. Prisma 7. Seperti balok-balok yang terbentuk dari ikatan ped-ped yang sisi-sisinya bersudut tajam.2. Seperti tumpukan susunan piringan yang berikatan lemah. = 6. lkatan antar ped ini sering putus membentuk balok-balok kecil. = 4. akan terjadi penghambatan A A E tanah hutan atau Bt tanah liat Bt Bt Bt Bt terhadap pertumbuhan dan produksi . Pada tanah beraerasi bueruk.3 Aerasi Tanah Aerasi tanah merupakan istilah yang mengindifikasikan kondisi tataudara (keluar-masuknya udara) dalam tanah. Kolumnar Relatif tak poreus. Aerasi baik berarti keluarmasuknya udara dari hambatan. tetapi berpermukaan bulat melingkar yang diikat secara lateral oleh ped pilar lainnya sebagai penyela.

(3). Pertumbuhan dan perkembangan perakaran tanaman. Serapan hara yang paling terganggu adalah kalium. magnesium. Absorpsi (penyerapan) air dan unsur hara. kiemudian kalsium. 154 . Respirasi akar. (2). Aktivitas mikrobia yang terkait dengan kesuburan tanah. nitrogen dan fosfor (4).tanaman akibat tertekannya (1).

Hal ini di samping disebabkan oleh (1). dan (4). idealnya sekitar 21%. Kecenderungan udara yang mengalir dari temperatur tinggi (tanah) ke temperatur udara (atmosfer) terutama di malam hari dan sebaliknya di siang hari. Umumnya tanaman tumbuh normal pada saat pori tanah terisi udara >10% oksigen. Pada kondisi aerasi baik kadar CO2 udara tanah lebih tinggi 6-7 kali (jika aerasi buruk dapat hingga 10-100 kali). serta fiksasi N2 (seperti bakteri rhizobium). terutama terkait dengan (3). O2 dan N2 atmosfer. Adanya gas-gas yang berdifusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah (N2 dan CO2 dari tanah ke udara dan O2 dari udara ke tanah). Kemungkinan secara keseluruhan akan menghambat perkembangan dan pertumbuhan tanaman. sehingga peningkatan kadar air tanah akan . Aktivitas mikrobia dalam dekomposisi bahan organik yang melepaskan gas CO2 dan N2 (denitrifikasi). dan (2). Laju difusi oksigen di dalam air adalah 10 ribu kali lebih kecil ketimbang laju difusi oksigen di udara tanah. lebih tinggi daripada kandungan CO2. Di bawah kadar 10% pertumbuhan akan terhambat dan akan berhenti sama sekali apabila kadarnya kurang dari 2%. Adanya respirasi akar (juga mikroflora fotosintetik dan fauna tanah) seperti dijelaskan diatas.Hal ini terutama terkait dengan proses respirasi akar tanaman yang menyerap O2 dari udara tanah dan melepaskan CO2 sehingga jika aerasi buruk akan terjadi akumulasi CO2 dan defisit O2 konsrkuensinya respirasi akar dan aktivitas mikrobia aerobik (mutlak butuh oksigen) yang terlibat dalam penyediaan hara akan terganggu. kadar O2 lebih rendah dan kadar N2. CO2 (mikrobia heterotrofik) dan O2 (mikrobia aerobik). maka penyerapan hara melalui mekanisme aktif yang membutuhkan energi kimiawi (ATP) hasil proses respirasi juga akan terhambat.

kentang. Kepekaan tanaman terhadap aerasi tanah yang buruk atau defisiensi oksigen adalah sebagai berikut (1). yang dapat menyuplai oksigen asalkan trubusnya menyembul ke udara. Pada kondisi tergenang (reduksi) udara tanah juga banyak mengandung gas methan. Toleran: willow. padi. Pada padi mekanisme ini terjadi karena adanya interkoneksi pembuluh udara dalam korteks. biet gula. dan kedelai. serta difusi yang 156 . Sedang: jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar kebanyakan tanaman ideal pada laju difusi oksigen minimal 30 x 10 cm menit. dan (4).0% dan jika aerasi buruk dapat mencapai hampir 20%. kacang pea dan barlei.1-5. derisiensi oksigen selama 24 jam saja telah menghambat pertumbuhannya.menghambat penetrasi oksigen ini yang kemudian menyebabkan tertekannya respirasi akar. oat. rumput sudan dan reed canary. dan pada kondisi jenuh air terjadi defisit oksigen yang menyebabkan matinya tanaman. Pada kacang kapri dan tomat. Kadar CO2 pada udara tanah bervariasi antara 0. Agak tahan: sorgum (dapat terendam beberapa hari). Pada tomat terlihat setelah 10-15 hari kemudian dengan penurunan bobot terjadi pada 45-50 hari kemudian dengan penurunan bobot hingga 25% yang baru pulih setelah 70 hari. cattail. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar CO2 O2 udara tanah tertera pada Tabel 3. (3). (2).8 yang secara umum merupakan konsekuensinya terhambat aktivitas akar dan mikrobia. Peka: tomat. tidak mampu berpenetrasi ke dalam tanah apabila laju difusi kurang dari 20 x 10 cm menit. hidrogen sulfida dan amoniak. gandum. dan beberapa sedge yang dapat menyerap udara ke dalam perakarannya yang tenggelam.

aktivitas mikrobial. Satu sentigrade = 1/100 dari total perbedaan anatar . Temperatur tanah sangat memperngaruhi aktivitas mikrobial tanah. Nitrifikasi berlangsung optimum pada temperatur sekitar Pada temperatur di atas 30oC.menyebabkan naiknya kadar CO2 dan turunnya kadar O2. dan enzimatik. temperatur didefibisikan sebagai kondisi suatu bodi yang menentukan transfer panas ke atau dari bodi lainya . seperti bakteri pengikat N pada tanah berdrainase baik. Aktivotas ini sangat terbatas pada temperatur di bawah 10oC. laju optimum aktivitas biota tanah yang menguntungkan terjadi pada temperatur 18 30oC. Pada temperatur di atas 40oC. mikrobia umumnya menjadi inaktif. Proses kehidupan bebijian. 5. akar tanaman dan mikrobia tanah secara langsung dipengaruhi oleh temperatur tanah.4 Temperatur Tanah Temperatur (suhu) adalah suatu sifat tanah yang sangat penting secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan juga terhadap kelembaban. yang kemudian paling umum digunakan di dunia. aerasi. dekomposisi serasah/sisa tanaman dan ketersediaan hara-hara tanaman. Dalam Handbook of Chenistry and Physics . udara dan unsur hara.2. struktur. Skala sentigrade pada tahun 1742 oleh Anders Celcius (ahli Astronomi Swedia). sehingga penyerapannya oleh akar juga meningkat. Pada temperatur di atas 30oC lebih banyak unsur K-tertukar dibebaskan ketimbang pada temperatur yang lebih rendah. Temperatur adalah istilah untuk menyatakan intensitas atau level panas yang berfungsi sebagai indikator level atau derajat aktivitas molekuler. Temperatur tanah merupakan salah satu faktor tumbuh tanaman yang penting sebagaimana halnya air. Laju reaksi kimiawi meningkat dua kali lipat untuk setiap 10o kenaikan temperatur. Temperatur dinyatakan dalam derajat (a).

secara umum semua substansi berkapasitas-panas lebih kecil dari air (Kohnke. Hubungan ketiga skala temperatur ini adalah : oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0.8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut seabgaai kapasitas thermal atau kapasitas panas. dan (c). Pada tahun 1724 seorang blower gelas bangsa Jerman Fahrenheit mengembangkan sistem graduasi temperatur dengan menggunakan tem-peratur terbeku dari campuran amonium khlorida es air sebagai titik nol dan panasa darah sebagai titik 100 oF. namun skalanya dimulai pada -273. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per tahun satuan bobot massa substansi tersebut.temperatur air pada titik didih di bawah tekanan atmosfer baku {700 mm Hg (merkuri)}.2 cal g-1. yaiut radiasi sinar matahari dan langit (dominan).18 oC sebagai titik nol. 180).556 oF 17. yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC. Satuan kapasitas panas adalah gram per kalori (g cal-1). yang berpanas-spesifik air = 1 cal g-1. (d).556 oK 273 = oC = 0. sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah panas-spesifik hampir 0. Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air. serta 157 . Interval temperatur ini juga digunakan untuk menyatakan temperatur absolut (derajat Kelvin). Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor dengan dua sumber panas. (b).

Didaerah Temperate. salju. sedangkan kebanyakan mineral-mineral penyusun tanah berpanas-spesifik hampir 0. yang secara rata-rata setara dengan . yaitu jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16 oC. tetanaman. tergantung pada : (a) sudut temu antar matahari muka tanah yang dipengaruhi oleh latitudo. Satuan kapasitas tanah adalah gram per kalori (g cal-1 ). Radiasi solar.556 oF 17. uap air. kabut. serta altitudo lokasinya. Temperatur tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor. secara umum semua substansi berkapasitas panas lebih kecil dari air (Kohnke. musim. debu. yang berpanas spesifik air = 1 cal g-1 .8 Jumlah panas yang ada dalam suatu bodi disebut sebagai kapasitas thermal atau kapasitas panas. Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang ber-peran menyebabkan terjadinya perubahan temperatur tanah meliputi: oK = oC + 273 oC = (oF 32) x 0. awan. kecuraman dan arah lereng. serta konduksi dari interior tanah (sangat sedikit). Faktor-faktor eksternal (lingkungan) yang berperan menyebabkan ter-jadinya perubahan temperatur tanah meliputi : (1). radiasi yang diterima permukaan bumi adalah 100 800 langleys per hari. dan (b) insulasi oleh udara. (2). yaitu radiasi sinar matahari dan langit (dominan). dengan dua sumber panas. dan mulsa. Kapasitas thermal suatu substansi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah temperatur per satuan bobot massa substansi tersebut. Panas spesifik adalah kapasitas panas suatu substansi yang dihubungkan dengan sifat air ini. waktu. Jumlah panas matahari yang mencapai permukaan bumi adalah 2 cal g-1 cm-2 menit-1 atau 2 langleys menit -1 .konduksi dari interior anah (sangat sedikit). namun yang benar-benar diterima oleh permukaan tanah jauh berkurang.556 oK 273 = oC = 0. 1980).2 cal g -1 .

yang berkontribusi relatif besar dalam menyuplai panas pada tanah di areal yang sinar mataharinya dapat menembus atmosfer bumi. melalui pengaruhnya terhadap transpirasi.(1). mulsa. (6). Kondensasi. (3). Curah hujan berperan menurunkan temperatur tanah. Oleh karena konduksi panas yang menerobos udara adalah sedikit.kebutuhan energi untuk mengevaporasikan lapisan air setebal 1 cm diperlukan 560 langleys. repleksi radiasi dan energi yang digunakannya untuk fotosintesis akan menurunkan temperatur iklim mikro 158 . merupakan proses eksothermik. Radiasi solar terjadi sebagai radiasi gelombang pendek dengan panjang gelombang antara 0. Radiasi dari langit. (5). maka efeknya terhadap temperatur tanah hanya penting apabila terjadi kontak dengan tanah. dapat berupa tanaman penutup tanah. Sisa energi ini jika tidak terpakai untuk menaikan temperatur tanah dan fotosintesis. Apabila uap air dari atmosfer atau dari kedalaman tanah yang berbeda berkondensasi di dalam tanah maka akan terjadi peningkatan temperatur tanah. merupakan proses endothermik yang berefek kebalikan . direradiasikan kembali ke langit. dan (7). salju. (2). (4). awan dan asap yang menghalangi sampainya radiasi matahari ke permukaan tanah.3 5. Vegetasi.0 um. Konduksi panas dari atmosfer. Namun demikian hanya sebagian dari total radiasi ini yang tersedia untuk menyuplai energi yang dibutuhkan untuk evaporasi dan transpirasi tersebut. hingga 5 oC atau lebih. Evaporsi. Insulasi.

2 = 0. Konduktivitas bahan-bahan pembentuk tanah dan sebagian besar partikel-partikel tanah adalah sekitar 0.2 cal g-1 .005 cal detik -1 cm -1 oC-1.25 cal cm3 ) oleh karena panas spesifik udara sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Tanah organik biasanya mempunyai banyak ruang pori.265 + (0. yaitu sekitar 0. .0005 cal detik 1 cm -1 oC-1). yang nilainya akan menurun tergantung proporsi kadar air tanahnya.65 x 0. Oleh karena itu. Ativitas biologi menghasilkan panas. Panas spesifik es hanya 0.5 x 2. sehingga dalam keadaan jenuh akan berpanas-spesifik besar.5 cal cm3 .265 cal cm3 (atau rerata 0.675 cal cm3 . udara berkonduktivitas 100 kali lebih kecil sedangkan air hanya sekitar seperlima ketimbang mineral pembentuk tanah tersebut. Tanah yang ruang porinya terisi air akan berpanas-spesifik = 0. tanah-tanah berstruktur lepas lagi kering akan mempunyai konduktivitas thermal yang sangat rendah (0.0003-0. (2) Konduktivitas dan difusivitas thermal. yang berarti setiap 1 cm3 (biasanya disingkat cc) tanah kering yang tersusun oleh 50 % padatan dan 50 % ruang pori akan mempunyai panas spesifik sebesar 0. Faktor-faktor internal (tanah) yang berperan meliputi : (1) Kapasitas thermal. panas spesifik gambut secara gravimetris (bobot) akan jauh lebih besar ketimbang tanah mineral.5 x 1. (3) Aktivitas biologis.9 cal cm3. tetapi secara volumetris tidak banyak berbeda.0) = 0. Tanah mineral kering mempunyai panas spesifik hampir 0.dan secara tidak langsung juga temperatur tanah.

Warna tanah meliputi putih. Kadar garam yang tinggi akan menenkan aktivitas biologis ini. dan udara tinggi. kadangkala dapat pula kebiruan atau kehijauan. kesuburan tanah dan aktivitas biologis tanah. serta berapa derajat lebih tinggi ketimbang tanah yang biologisnya tidak aktif.sehingga makin besar aktivitas ini kan makin banyak pans yang dibebaskan ke tanah. kuning. apalagi ketimbang partikel-partikel tanah. kelabu. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tak murni tetapi campuran kelabu. sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap temperatur tanah. makin tinggi temperatur tanah akan makin besar radiasinya. coklat. karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tetanaman tetapi secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperatur dan kelembaban tanah. Tanah yang berkadar BOT .2. Tekstur dan Kelembaban Tanah. merah. (5) Struktur. (6) Garam-garam terlarut Garam terlarut mempengaruhi evaporsi. dan bercak 159 . (4) Radiasi Radiasi dari tanah ke atmosfer yang terjadi secara kontinu.5 Warna Tanah Warna merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah. 5. Tanah padat mempunyai konduktivitas thermal lebih besar ketimbang tanah yang gembur. hara . coklat. akibat udara yang mengisi tanah gembur ini mempunyai konduktivitas thermal yang jauh lebih rendah ketimbang air. dan hitam.

khusunya besi (Fe) dan mangan (Mn). sedangkan karatan berwarna gelap terbentuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami presipitasi. dan feldspar mempunyai banyak warna tetapi dominan merah. besi-tereduksi berwarna biru-hijau. kerapkali 2-3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot. kelabu. Karatan-karatan yang terbentuk ini tidak segera berubah meskipun telah dilakukan perbaikan drainase. . misalnya humus dan besihidroksida yang secara jelas menentukan warna tanah. kuarsa umumnya berwarna putih. Hal ini terutama dipicu oleh terjadinya : (a) reduksi besi dan mangan ke bentuk larutan. Tanah basah atau lembab terlihat lebih gelap ketimbang tanah kering. Besi-oksida berwarna merah. Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen penyusunnya. Warna bercak pada tanah juga merupakan indkator terjadinya proses reduksi-oksidasi secara sebentarsebentar (intermitten) akibat adanya kelebihan air dan buruknya aerasi yang terjadi secara temporer. tergantung tipe dan proporsi mantel-besinya. Batukapur berwarna putih. coklat-karatan atau kuning tergantung derajat hidrasinya.(rust). atau kadangkala olive-hijau. dan (b) oksidasi yang menyebabkan terjadinya pada tanah yang rendah kadar besi atau mangannya. disebut karatan (mottling). yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah. Efek komponen-komponen terhadap warna komposit ini secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik masing-masingnya terhadap tanah. yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna tanah. selama musim hujan.

baik iklim makro maupun iklim tanah. coklat-kekelabuan. Yang merupakan resultante dari hal-hal berikut: (1). secara umum dikatakan bahwa Makin gelap tanah berarti makin tinggi produktivitasnya. khususnya jika tanah berdrainase baik. warna terang mencerminkan dominannya kuarsa. yaitu mineral yang tanpa nilai nutrisional sama sekali. warna merupakan indikator jenis bahan induknya. sehingga makin dominan makin terang. 160 . dan Pada tanah muda. kadar bahan organik yang berwarna belap. coklat-kekaratan Coklat dan hitam.merah. Kuning. merupakan indikator iklim tempat perkembangannya. intensitas pelindian unsur-unsur hara pada tanah tersebut. tetapi pada kondisi tertentu warna sering pula digunakan sebagai indikator kesuburan atau kapasitas produktivitas lahan. Iklim hangat akan menghasilkan tanah-tanah berwarna merah. (2). yang umumnya bersamaan dengan hilangnya berbagai unsur hara. makin intensif makin terang. makin tinggi makin gelap.karena terkait dengan perbedaan nyata dari sifat refraktif (aksi pembiasan cahaya) komponen padatan tanah dan udara. Dengan berbagai pengecualian mempunyai urutan : putih. sehingga warna pada tanah kering akan banyak direfleksikan. sehingga tanah berwarna terang sering dikaitkan dengan rendahnya produktivitas. Warna terang kerapkali merupakan hasil intesifnya pelindian besi dari tanah. kelabu. sedangkan tanah-tanah tua. Warna merupakan indikator kondisi iklim tempat tanah berkembang atau asal bahan induknya. atau (3).

yang pada kartu warna hanya tertulis 2. B (brown = coklat). yang membedakan warna tanah secara langsung dengan bantuan kolom-kolom warna standar.38 0. value dan chroma.Warna juga memengaruhi kondisi tanah lainnya melalui efeknya terhadap energi radiant. RP (red purple). dan lainnya.0 7. R (red = merah).0 7. Dalam pengklasifikasian warna tanah.5 5. Perbedaan imperasi inilah yang disebut sebagai warna .0 5. Benda berwarna hitam dan gelap cenderung lebih banyak menyerap energi matahari ketimbang benda berwarna terang atau putih. Value atau briliance (kecemerlangan) yang mengekspresikan . Efek sinar dari berbagai panjang gelombang yang memengaruhi mata (impresi) sangat bervariasi. yaitu : Y (yellow = kuning).75 . yaitu hue. tanah-tanah hitam dan gelap cenderung lebih hangat ketimbang tanah-tanah terang atau putih.5 2. Warna ini dibedakan berdasarkan tiga faktor basal (basic) berupa komponen warna.2. yang mendasari penyusunan variasi warna pada kartu-kartu Munsell : Hue merujuk pada spektral atau kualitas warna yang dominan.5 5. dan GY (gray yellow).6 Klasifikasi Warna Gelombang elektromagnetik yang dikenal sebagai sinar visibel (dapat dilihat mata) mempunyai panjang gelombang sekitar 0.5 10. metode yang telah dikenal luas oleh banyak Soil Specialist adalah Sistem Munsell . sehingga pada saat matahari bersinar. YR (ye low red) . m. kemudian setiap warna ini dibagi menjadi kisaran hue : 0 2. PB (purple brown).5 dan 10. P (Purple = ungu). BG (brown gray). 5. G (gray = kelabu). Dalam hue ini warna dipilah menjadi 10 warna. Lebih banyaknya energi panas yang tersedia dalam tanah akan lebih mendorong laju evaporasi.5 dan 7. yang merupakan pembeda antara merah dari kuning. namun adanya mulsa atau vegetasi penutup tanah atau mengeliminasi perbedaan ini.

derajat keasaman tanah ini akan lebih banyak berpengaruh pada fase pertumbuhan tanaman dan perkembangan selanjutnya. Derajat kemasaman tanah. misalnya warna tanah terletak pada kartu Hue 2. Value ini merujuk pada gradasi warna dari putih (skala 10) ke hitam (skala 0). ditulis 2. Derajat kemasaman tanah yang tidak sesuai dengan syarat perkembangan tanaman menakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu dan akhirnya akan memberikan hasil yang tidak memuaskan. Dilapangan.variasi berkas sinar yang terjadi jika dibandingkan warna putih absolut.5 YR ¾ berarti warnanya dark reddish brown (coklat kemerahan gelap). akan berpengaruh juga terhadap kehidupan jasad renik atau mikroorganisme tanah yang berperan dalam 161 . 5. value 3 dan chroma 4. ambil tanah secukupnya (kira-kira 5 g) cocokan dengan warna yang ada di buku Munsell.5 YR.3 Sifat Kimia Tanah Sifat kimia tanah yang penting bagi budidaya tanaman adalah derajat keasaman atau pH tanah. atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelbu atau putih netral (skala 0) ke warna lainnya (skala 19). dan Chroma didefinisikan sebagai gradasi kemurnian dari warna. Hal ini karena pH tanah berkaitan dengan kemampuan tukar ion yang terjadi di dalam tanah yang pada akhirnya akan menentukan ketersediaan unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.0. Pada umumnya tanaman membutuhkan kondisi lahan yang netral dengan pH sekitar 7.

Rerata temperatur tanah tahunan (oC) Beda temperatur musim panas = 5 = 5 < 8 Frigid Isofrigid 8 . Dengan demikian akan menyuburkan tanah. Sifat biologis tanah akan membantu tersedianya unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Tabel 5.perombakan bahan organik menjadi unsur hara. aktivitas jasad renik dalam perombakan bahan organik menjadi unsur hara sangat penting bagi tanaman. yaitu fiksasi nitrogen dari udara menjadi senyawa nitrit dan kemudian menjadi senyawa nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh akan tanaman. Seperti yang telah disebutkan di atas. Ini merupakan salah satu sifat biologis tanah yang perlu diperhatikan dalam memilih tanah untuk keperluan budidaya. Jasad renik juga dapat membantu proses nitrifikasi.5. Penggolongan tanah berdasarkan suhu. membantu melarutkan unsur hara yang tidak dapat larut dalam air melalui proses biologis.15 Mesik Isomesik 15 22 musim dingin (oC) Thermik Isothermik < 22 Hyperthermik .

Isohyperthermik Gambar 5. 2006) 5. Oleh karena itu tanah yang akan ditanami harus dipersiapkan sebaik 162 .2 . Perkembangan kesuburan tanah (Encarta.4 Teknik Pengolahan Tanah Pengolahan lahan terdiri dari persiapan lahan. pengolahan tanah dan pembuatan bedengan. Lahan untuk budidaya secara konvensional pada umumnya terdiri dari tanah yang merupakan tempat tumbuh tanaman.

Untuk mempercepat proses pengomposan pada tanah sawah dapat ditambahkan bio-fertilizer dan dekomposer yang bersifat anaerob. sehingga diperoleh kompos siap pakai yang mengandung mikroflora tanah yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan berdampak positif untuk tanaman yang dibudidayakan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengolahan tanah. Pengolahan (penggemburan) tanah ini bisa dilakukan dengan cangkul atau dengan bajak sedalam 20-30 cm. Semua bahan organik yang terkumpul diupayakan untuk diproses menjadi kompos dengan menggunakan dekomposer (bio-fertilizer) dan antagonis patogen tular tanah. panjang 10-15 meter (tergantung luas lahan). Dengan adanya bedengan maka akan terbentuk saluran-saluran pembuangan air yang sekaligus bisa digunakan sebagai jalan untuk mengamati atau merawat tanaman. Fungsi bedengan adalah memudahkan perawatan tanaman. Pengolahan tanah merupakan kegiatan yang dilakukan agar tanah menjadi gembur dan subur. tinggi 15-20cm. Setelah kegiatan pengolah tanah. misalnya rerumputan dan semak yang tumbuh pada lahan tersebut. pengaturan air. dan jarak antara bedengan 30-40 cm. dan pencabutan. tahap berikutnya yang harus dikerjakan adalah pembuatan bedengan.2 meter. Sebelum melakukan pengolahan tanah hendaknya lahan dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa tanaman yang ada. pembersihan lahan dilakukan dengan membabat atau membenamkan sisa tanaman ke dalam tanah yang terendam air. Pembersihan lahan ini dapat dilakukan dengan pembabatan. agar tanaman bisa tumbuh dengan subur dan memberikan banyak hasil. Pada tanah basah seperti tanah sawah. .mungkin sehingga tanaman bisa tumbuh dengan subur dan hasilnya memuaskan. penanaman benih atau bibit tanaman. Bedengan biasanya dibuat dengan ukuran lebar 1-1.

163 . B. dalam 20-25 cm dan jarak antar lubang 60 x 70 cm atau 60 x 60 cm. Gambar 5. Lubang tanam ini dibuat dengan ukuran lebar 15-20 cm. Pengolahan tanah. Pengolahan tanah di lahan sawah dengan menggunakan hand tractor. Pembuat-an lubang tanam dilakukan dengan membuat lubang dan menggemburkan tanah disekitar tanah tersebut. Pengolahan tanah di lahan kering dengan menggunakan traktor .3.Pembuatan lubang tanam dan pemberian pupuk dasar. A.

Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman. Gambar 5. Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. Penambahan kedua bahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kegiatan preventif (pencegahan) agar tanaman terhindar dari serangan patogen (penyebab penyakit) dan menyiapkan beberapa unsur hara yang tersedia bagi tanaman. Untuk mendapatkan areal .4. Aktivitas yang dilaku-kan adalah menanam bibit pada kondisi yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanman sehingga tidak ada yang mati dan mampu menghasilkan produksi seperti yang direncanakan. Pola tanam dapat dilakukan berupa sistem tunggal atau inter-cropping. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida). Pada umumnya pola tanam diterapkan menyesuaikan dengan pola tenam sebelumnya. Pembuatan bedengan dengan menggunakan traktor Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. 5.Setelah pembuatan lubang tanam sesegera mungkin diberi pupuk dasar. Pemberian pupuk dasar diupayakan berupa pupuk organik (kompos/pupuk kandang) yang mengandung bio-fertilizer dan antagonis. Pada kalangan petani sering disebut sebagai menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan dokter tanaman (bo-pestisida).5 Teknik Penanaman Penanaman merupakan aktivitas utama yang akan menentukan tingkat keberhasilan suatu usahatani.

5 kali jumlah kebutuhan bibit/tanaman.penanaman yang sebaik-baiknya dianjurkan untuk menetapkan pola tanam terlebih dahulu. dan pola tanam campuran. pola tanam segitiga. Ada empat pola tanam yang dianjurkan. X x x x x x x x X x x x x x X x x x x x x x x x X x x x x x x x X x x x x x X x x x x X x x x Gambar 5.5 Bebeberapa alternatif pola penenaman Jumlah benih yang harus disemai adalah + 1. Pola tanam erat kaitannya dengan keoptimuman jumlah pohon per hektar. diantaaranya adalah pola tanam segi empat. Jika Anda ingin menanam 2400 pohon maka jumlah benih cabe yang hams anda semai dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : 163 .

Jumlah Benih Cabe = 1. mempunyai aerasi (aliran udara) dan drainase (aliran air) yang baik. Bebas dari gangguan hewan/hama . Perendamanan benih bertujuan untuk melunakkan kulit benih sehingga air dan udara mudah masuk ke dalam benih sehingga mendorong proses perkecambahan. Umumnya media semai yang dapat Anda gunakan untuk benih tomat dan cabe adalah campuran pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.2-0.5 x (jumlah bibit/1500) x 10 gram Catatan: Jumlah benih cabe per 10 gram sekitar 1. Benih tomat dan cabe yang akan disemaikan direndam dengan air hangat (50°60°C) terlebih dahulu selama 6-12 jam . gembur. sedangkan pupuk kandang . Oleh sebab itu benih tersebut disebar merata pada media persemaian. Media persemaian yang baik adalah tanah yang subur. Jumlah Benih Tomat = 1.200 biji Jumlah benih tomat per 10 gram sekitar 1.500 biji Agar persemaian berhasil dengan baik. Dekat dengan sumber air . cahaya matahari secara langsung) . Benih tomat dan cabe berukuran kecil (+ diameter 0. Untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam benih dilakukan perendaman dengan fungisida (dapat dibeli di toko pertanian). Pasir mempunyai sifat aerasi (udara dapat keluar dan masuk secara bebas) dan drainase (mampu mengalirkan air) yang baik. Mudah transportasi . Selanjutnya benih direndam dalam larutan fungisida (± 2-4 gram/liter) selama 30 menit.4 cm). Anda dapat memililih tempat persemaian dengan sifat-sifat sebagai berikut : .5 x (jumlah bibit/1200) x 10 gram = 1. bebas dari gangguan cuaca (banjir.5 x 2400/1200 x 10 gram = 30 gram atau + 3 pack atau 3 bungkus@ 10 gram.

menyediakan unsur hara (zat makanan) yang diperlukan oleh bibit tomat dan cabe.6. Hand sprayer untuk menyiram kecambah L 165 . Lima hari setelah benih tomat dan cabe ditebar akan keluar kecambah. Siramilah kecambah tersebut setiap hari dengan menggunakan hand sprayer atau gembor (semprotan tanaman dari plastik). Gambar 5.

Lubang tanam bervariasi mulai dari 10x10x10 sampai dengan 60x60x60 cm. Bibit diangkat dengan cara memegang batang bibit sehingga kondisi bibit tidak akan rusak. Bibit yang baru . Untuk itu diperlukan tempat pengumpulan bibit. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekompakan media tanam. Lubang tanam kemudian ditaburi dengan pupuk kandang dan pupuk dasar. Pemadatan media tanam dapat dilakukan dengan bantauan tangan atau kaki yang ditekankan pada permukaan tanah. Tehnik penanaman dilakukan dengan cara memasukkan poly-bag terlebih dahulu ke lobang tanam. maka penanaman dapat dilakukan. Setelah itu dengan menggunakan pisau tajam. serta bibit sudah siap tanam. Dua minggu sebelum penenaman terlebih dahulu harus disiapkan lubang tanam yang berukuran seuai dengan ukuran bibit.Bila jarak tanam dan pola tanam telah ditetapkan. Bibit yang hendak ditanam sebaiknya tidak terlalu sering dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. mencegah penggenangan air di sekitar batang yang dapat menyebabkan pembusukan bibit. Penyanggaan polybag bibit ke lubang tanam akan menjamin bibit lebih aman. Rencana penanaman sebaiknya diiringi dengan rencana pemeliharaan tanaman sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik untuk jangka waktu yang cukup lama. Polybag yang terkoyak dapat mudah ditarik dan lubang tanam ditutup kembali dengan tanah top soil. Pem-berian pupuk dimaksudkan untuk menyediakan hara untuk bibit yang akan ditanam beberapa minggu kemudian. misalnya untuk setiap 50 lubang tanam selalu disediakan satu tempat pengumpulan bibit. polybag disayat dari bagian bawah ke arah atas.

tetapi menentukan perkembangan tanaman. kalsium (Ca). Unsur-unsur N. bibit dapat diberi naungan sementara dengan menancapkan pelindung bibit. unsurunsur Ca. yakni boron (B). Pupuk untuk tanaman dapat digolongkan kepada pupuk organik an anorganik. besi (Fe). karena ketersediaan unsur hara di tanah tidak selamanya cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Unsur-unsur C. Selain itu tanaman membutuhkan unsur-unsur hara micro. Unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar adalah karbon (C). hidrogen (H). Pupuk dapat berbentuk pupuk organik (pupuk alam) ataupun pupuk anorganik (buatan) Pupuk sangat dibutuhkan oleh tanaman.ditanam di lapangan peka terhadap sinar matahari. Pupuk anorgani adalah pupuk buatan yang diproduksi oleh pabrik.6 Pemupukan Pupuk merupakan bahan yang dapat menyediakan unsur hara pada tanaman. kalium (K). H dan O dapat dipenuhi dari udaara dan air. sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang merupakan hasil penguraian mikroba dekomposer sehingga membentuk senyawa-seyawa 166 . Mg dan S merupakan unsur hara sekunder. P dan K merupakan hara primer. khlor (Cl). yaitu unsur-unsur penting lainnya yang dibutuhknn dalam jumlah sedikit. Pupuk adalah senyawa yang mengandung unsur hara yang akan diberikan pada tanaman kemudian digunakan oleh tanaman untuk melakukan proses metbolisma sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang. Bila tersedia tenaga dan bahan yang cukup. phosfor (P). 5. oksigen (O). molybdenum (Mo) dan seng (Zn). mangan (Mn). tembaga (Cu). magnesium (Mg) dan belerang (S). nitrogen (N).

Pupuk majemuk NPK padat. E. A B C D E F Gambar 5. Pupuk majemuk cair. sisa tanaman) mempunyai kandungan hara yang berbeda. pupuk hijau dan kompos.1. Penggunaan pupuk organik pada dasarnya untuk mengimbangi penggunaan pupuk anorganik dan berfungsi sebagai penambah unsur hara dan sekaligus memperbaiki struktur tanah.sederhana yang siap diserap oleh tanaman. Pupuk buatan. Jenis pupuk yang digunakan untuk budi daya tanaman adalah pupuk organik (pupuk alam) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang dapat digunakan apabila telah dikeringkan dan proses pelapukannya (dekomposisi) telah sempurna. pupuk kandang. Pupuk Nitrogen. Pupuk hijau berasal dari tanaman berpolong dan kacang-kacangan. A. Pupuk organik Yang termasuk golongan pupuk organik adalah pupuk kandang. Adapun penggunaannya adalah pada waktu pengolahan tanah. Pupuk maj emuk NPK serta unsur hara mikro. Pupuk majemuk untuk tanaman hias. F.7. Karena itu diperlukan pengetahuan tentang cara menghitung kebutuhan pupuk supaya pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pupuk fosfor. D.6. yaitu dengan cara dihamparkan atau disebar di permukaan tanah kemudian tanah dibajak atau dicangkul sehingga pupuk organik tercampur dengan tanah. Penggunaan pupuk organik di lahan pertanian mutlak diperlukan untuk menjaga agar kesuburan tanah dapat . Beberapa jenis pupuk anorganik. B. 5. Sedangkan kompos merupakan jenis pupuk yang berasal dari sisa-sisa bahan tanaman yang telah mengalami penguraian (dekomposisi). C.

dan biologi tanah. kimia.dipertahankan secara berkelanjutan. mineral. agar komponen udara. Fungsi pupuk organik sangat penting dalam hal memperbaiki sifat fisik. air. dan bahan organik selalu dalam keadaan seimbang 167 .

mempengaruhi pertumbuhan bunga dan buah Kalium (K) Memperkokoh tubuh tanaman. Kalsium (Ca) Mempercepat pertumbuhan akar. Magnesium (Mg) Merupakan bagian dari khlorofil dan aktif dalam proses distribusi fosfor ke seluruh bagian tanaman. batang dan mempermudah penyerapan unsur kaliurn. Selain dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman. Pupuk organik (kompos) merupakan pupuk alami hasil proses penguraian bahan organik oleh mikroba pengurai secara aerob (butuh udara). Proses penguraian bahan organik dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: memanfaatkan mikroba pengurai secara alami. menambahkan starter mikroba ke dalam bahan kompos dan dengan bantuan biota pengurai cacing tanah.sehingga keseimbangan ekosistem pada lahan pertanian akan terkendali. Yang termasuk ke dalam pupuk organik adalah: pupuk kandang dan pupuk organik sisa tanaman. dipakai oleh tanaman dalam penyerahap bahan dan enerji yang dihasilkan dari fotosintesa. UNSUR KEGUNAAN Nitrogen (N) Mendorong pertumbuhan daun. Belerang (S) Memperkokoh kerja fosfor Besi (Fe) Sangat berpengaruh dalam pembentukan khlorofil Mangan (Mn) Membantu tanaman dalam penyerapan nitrogen Seng (Zn) Mendorong proses pengubahan energi dalam tanaman Tembaga (Cu) Diperlukan dalam proses pembentukan khlorofil Molybdenum (Mo) Berperan dalam penyerapan besi. pupuk andang juga membantu memperbaiki struktur tanah dan aktifitas hewan dan mikroba tanah. cabang dan batang Phosfor (P) Mendorong pertumbuhan akar. .

Berdasarkan Tabel 5. pengembal ian sisa tanaman dapat mengurangi kebutuhan pemberian pupuk untuk tanaman berikutnya sebanyak 50% untuk K.1). Pupuk kandang Sisa tanaman mengandung unsur hara yang cukup tinggi. 8 kg P. berarti dia menambahkan 20 kg N. bila seorang petani menggunakan 4 ton pupuk kandang sapi per hektar. 30% P. batang jagung) perlu dikembalikan ke lahan pertanian. Karena itu sisa tanaman (jerami. terutama kalium. dan N sampai 90% tergantung jenis tanamannya. dan 20 kg 168 . Untuk sistem pertanian radisional (tidak intensif).6.

peternakan dan perikanan.K. Membuat pupuk organik Untuk membuat pupuk organik dibutuhkan sumberdaya manusia yang terampil. Jadi dengan menambahkan 4 ton/ha pupuk kandang sapi. dan pengelolaan pupuk organik selama proses pembuatan maupun penyimpanan. Dengan demikian bagian-bagian tanaman yang tidak dipergunakan sebelum maupun setelah proses. pemberian pupuk buatan dapat dikurangi menjadi: Urea= (150-43) kg/ha = 107 kg/ha SP36= (75-50) kg/ha = 25 kg/ha KCl = (30-38) kg/ha = 0 (tidak perlu pemberian KCl).5 -1 kg pupuk organik. Bahan baku pupuk organik adalah bahan organik yaitu limbah yang berasal dari pertanian. biasanya . Sisa tanaman Pemberian pupuk dasar bertujuan untuk menyuburkan tanah. 2). kalau seha-rusnya pupuk buatan diberikan sebanyak: Urea= 150 kg/ha SP36= 75 kg/ha dan KCl = 30 kg/ha. bahan baku. metode pembuatan pupuk organik. semangat untuk memanfaatkan limbah organik pertanian. agar kebutuhan makanan bagi tanaman pada awal pertumbuhan dapat terpenuhi. Maka dengan pemberian 4 t/ha pupuk kandang (kotoran sapi). sisa-sisa ikan termasuk ke dalam bahan organik. kotoran hewan. kemudian diaduk sambil menggemburkan tanah disekitarnya. Banyaknya pupuk dasar yang diberikan adalah 0. 3). Pupuk dasar ini diberikan pada lubang tanam yang telah dibuat. maka petani tersebut dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan sebanyak: Urea= 100/46 x 20 kg/ha = 43 kg/ha SP36= 100/16 x 8 kg/ha = 50 kg/ha KCl = 100/52 x 20 kg/ha = 38 kg/ha Dengan demikian. Bahan-bahan organik.

Fosfor (P) dan Kalium (K). Nitrogen (N).7. Disamping dibutuhkan sumber makanan lain yang mengandung unsur Karbon (C).mengandung berbagai macam mikroorganisme yang mampu mengubah bahan organik menjadi humus. Kandungan unsur hara di dalam 1 ton pupuk kandang Pupuk kandang Kandungan kg /ton pupuk kandang N P K Ca Sapi 5 2 5 3 Kambing 8 7 15 8 Domba 10 7 15 17 Babi 9 3 . Unsur-unsur tersebut umumnya disediakan oleh bahan organik . merupakan unsur utama yang dibutuhkan mikroorganisme dalam kehidupan dan perkembangbiakannya. Unsur oksigen dari udara dan air. Tabel 5.

terutama untuk kegiatan pertanian yaitu sebagai pupuk organik. Proses pengomposan 169 .6 12 Ayam 15 5 6 23 Pemanfaatan bahan organik telah banyak dilakukan.

. Dapat mengubah metabolisme karbohidrat dari tanaman dan pada saat yang sama untuk mendorong akumulasi gula terlarut. unsur-unsur seperti N. (2). Pengaruh langsung berupa pengambilan senyawasenyawa organik oleh tanaman melalui akar. Pengaruh pupuk organik terhadap sifat fisik tanah Pengaruh utama dari penambahan bahan organik adalah menurunnya bobot isi tanah dan meningkatkan kapasitas tanah pengikat air. sehingga dapat meningkatkan kapasitas kecambah. Mikroorganisme dari pupuk organik mempunyai peranan penting dalam pembentukan dan stabilitas bahan organik. S dan sejumlah unsur-unsur lainnya di lepaskan dan menempati bagian di dalam profil tanah. Selama proses oksidasi bahan organik ini. P. sehingga memberikan pengaruh yang baik pada produksi tanaman.merupakan cara yang biasa digunakan untuk menghasilkan pupuk organik yang kualitasnya lebih baik dibanding bahan organiknya. Senyawa humus dapat berperan sebagai zat tumbuh seperti auxin. Pengaruh bahan organik terhadap fisiologi tumbuhan Bahan organik memberi pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap pertumbuhan tanaman. (3). Bahan organik mempengaruhi isi tanah melalui kegiatannya menurunkan densitas agregat tanah dan meningkatkan ukuran agregat. sehingga meningkatkan jumlah air yang tersedia untuk pertumbuhan tanaman. Meningkatkan permeabilitas membran tanaman sehingga meningkatkan pengambilan hara. sehingga dapat memelihara struktur tanah. Pengaruh yang menguntungkan dari pupuk organik terhadap fisiologi tumbuhan adalah: (1). sehingga meningkatkan tekanan osmotik . . Sisa bahan organik yang terdekomposisi dapat mencegah partikel tanah dari proses penggumpalan.

Untuk penguraian bahan yang optimal. Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Dalam kondisi kelembaban yang rendah. Kombinasi senyawa-senyawa organik seperti dapat meningkatkan pertumbuhan akar. hal tersebut akan mendorong resistensi yang besar terhadap kelayuan. (4). terutama pada sisa-sisa tanaman dan kotoran hewan bertujuan untuk menambah tingkat kesuburan tanah. dengan cara bertahap komponen bahan padat diuraikan secara biologis dibawah keadaan terkendali sehingga menjadi bentuk yang dapat ditangani. Aktivitas biologi merupakan faktor penting dalam pengomposan.tanaman. . disimpan atau digunakan untuk lahan pertanian tanpa pengaruh yang merugikan. ragi. mikro-fauna protozoa. Dekomposisi bahan organik menjadi kompos bergantung pada kandungan air dan nitrogen yang cukup pada bahan serta temperatur yang sesuai. aktinomycetes. Pada proses dekomposisi 170 . Pengomposan bahan-bahan organik. fungi. sangat diperlukan pengendalian suhu agar aktivitas dan per-tumbuhan mikroorganisme dapat berlangsung dengan baik. Kandungan air dan nitrogen dari protein merupakan sumber nutrisi yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme pengurai. Proses pengomposan bahan organik Pengomposan adalah suatu proses pengelolaan limbah padat. Jumlah bakteri lebih banyak dibandingkan dengan mikroorganisme lain. antara lain bakteri. Berbagai mikrorganisme terlibat dalam proses dekomposisi bahan organik.

heterotrof fakultatif mendegradasi bahan organik menjadi asam-asam lemah. merubah produk antara menjadi metana. aldehid dan seterusnya. Tahap awal pengomposan. Potongan rumput muda 2 TD 2. Reaksi kimia yang terjadi selama dekomposisi bahan organik secara anaerobik adalah sebagai berikut. Kelompok bakteri yang lain. CO2 + H2O + Hara + Humus + E (CH2O)x X CH3COOH Metanomonas CH3COOH CH4 + CO2 N-organik NH3 2H2S + CO2 (CH2O) + S + H2S No. Fosfor.4 . kelom-pok bakteri Bahan organik aktivitas mikroorganisme Bakteri penghasil asam penghasil asam. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. ammonia.secara aerobik. Bahan Organik Nitrogen (%) Rasio C/N 01. reaksi biokimia berlangsung melalui proses reduksi. karbon dioksida dan hidrogen. Sulfur dan unsur-unsur lainnya untuk sintesis protoplasma. mikroorganisme menggunakan oksigen untuk menguraikan bahan organik dan mengasimilasi Karbon. Nitrogen. Pada proses dekomposisi secara anaerobik.

6 30 80 07.8 . Padi-padian dan batang kacang polong 0.7 70 08.02.9 13 05. Sampah kota/kandungan sayuran tinggi 2 3 10 16 04.6 80 09. Daun-daun segar yang gugur 1. Sampah kota/kandungan kertas tinggi 0. Pupuk hijau tumbuh-tumbuhan 3 5 10 15 03.3 1. Kotoran Babi 1. Kotoran Sapi 1 19 06. Jerami gandum 0.

Batang jagung 100-120 6. Tinja 5.5 6 10 13. Jerami barley 80 130 16.5 .3 150 11.4 40 80 10.1 500 12. Kotoran unggas 4 TD 14. 1.0 Sampah gula tebu 0.0. Serbuk gergaji segar 0. Jerami padi 80 130 15.

Urin hewan 15 0. Kotoran biri-biri 23 19.0 8 23. Hijauan gulma 13 22. Sisa buah-buahan 35 21. Ampas kopi/bubuk kopi 1. Kotoran kuda 20 20. Batang Kapas 50 60 18.3 171 .17.8 18 2.

.

Pada rasio C/N rendah tidak ada persaingan antara akar tumbuhan dengan mikroorganisme dalam menggunakan unsur nitrogen dalam . Apabila ukuran partikel sangat besar. aerasi. bahkan kebanyakan unsur hara lainnya akan tersedia pula dalam jumlah yang cukup. (2). Sebaliknya apabila rasio C/N lebih kecil. Ukuran Partikel: Ukuran partikel berpengaruh pada keberhasilan proses pengomposan. nitrogen dalam bahan organik akan dibebaskan sebagai amoniak. dibutuhkan bahan organik yang memiliki rasio C/N relatif rendah yaitu berkisar antara 25 sampai 35/liter dalam campuran pertama.Kecepatan penguraian bahan organik menjadi kompos bergantung pada beberapa faktor yaitu: ukuran partikel. kandungan air. Makin tinggi tingkat dekom-posisi dari bahan organik. (1). Ukuran yang baik antara 10 sampai 50 mm. luas permukaan kurang sehingga reaksi pengomposan akan berjalan lambat. apabila terlalu kecil ruang-ruang antara partikel menjadi sempit sehingga dapat menghambat gerakan udara ke dalam tumpukan dan sirkulasi gas karbon dioksida keluar tumpukan.hingga pembentukan karbon dioksida dari oksidasi unsur karbon berkurang. keasaman (pH) dan suhu. makin kecil rasio C/N. proses pengom-posan akan memakan waktu lebih lama. Untuk mempercepat proses pengomposan. Apabila rasio C/N lebih besar. Hal ini dapat dilakukan misalnya bahan berjerami dicampur dengan tinja. kotoran hewan yang mempunyai rasio C/N lebih rendah. unsur hara. Cara paling sederhana untuk menyesuaikan rasio C/N ialah dengan mencampur berbagai bahan organik yang mempunyai rasio C/N tinggi dengan bahan yang mempunyai rasio C/N rendah. Unsur Hara: Aktivitas mikroorganisme dalam proses pengomposan memer-lukan sumber energi dari unsur karbon dan nitrogen. Unsur-unsur tersebut biasanya telah tersedia cukup dalam bahan organik.

sebagian energi dibebaskan se-bagai panas. akan terjadi perubahan pH yaitu bahan agak asam. karena prosesnya ber-langsung secara aerob. (6). Selanjutnya suhu bahan naik hingga di atas 400C. baik menggunakan mesin maupun dengan tangan/cangkul. Keadaan basa yang terlalu tinggi. Kandungan Air: Kandungan air pada bahan organik sebaiknya antara 30 40%. (4). menyebabkan selama proses pengomposan kehilangan nitrogen secara berlebihan. mikroorganisme yang berperan adalah mikroorganisme termofilik. Aerasi: Dalam proses pengomposan. Pada tahap awal suhu tumpukan bahan sekitar 400C. Suhu: Dalam proses pengomposan. hal ini ditandai dengan tidak menetesnya air apabila bahan di-genggam dan akan mekar apabila genggaman dilepaskan. Keasaman (pH): Pada tahap awal pengomposan. selanjutnya pH berangsur naik.tanah. ruang antar partikel dari bahan menjadi sempit karena terisi air. (5). Kondisi tersebut berakibat pada tumpukan bahan akan didominasi oleh mikroorganisme anaerob yang menghasilkan bau busuk tidak sedap. sehingga sirkulasi udara dalam tumpukan akan terhambat. mikro-organisme yang terlibat adalah bakteri dan fungi mesofilik. actinomycetes dan fungi 172 . Aerasi dapat diperoleh melalui gerakan udara dari alam masuk ke dalam tumpukan dengan membulak-balik bahan secara berkala. mikroorganisme dalam bahan organik sangat memerlukan jumlah udara yang cukup. Kandungan air bahan terlalu tinggi. karena terbentuk asam organik sederhana. (3). karena terlepasnya ammonia (bersifat basa) dari hasil penguraian protein.

Petani sebagai konsumen akan memperhatikan kandungan hara dan air. hanya membuat spesfikasi untuk kombinasi NPK secara total 4%-5% dan 5%-6% tanpa memisahkan secara spesifik untuk masing-masing hara. gula dan pati mengalami perombakan. Setelah suhu berangsur turun.5%-3. selanjutnya.0%-1. selulosa dan akhirnya lignin.5%. Bahan organik yang mengalami proses pengomposan baik dan menjadi pupuk organik yang stabil mempunyai nisbah C/N anatara 10/1 seperti dalam definisi standar ISO cukup jelas. . Spesifikasi produk sangat tergantung pada masing-masing negara sebagai contoh nilai minuman untuk NPK paling tidak 1. Standar Pupuk Organik Berdasarkan atas berbagai fakta yang dikemukakan oleh para pakar dan sumber informasi yang lain yang berkaitan dengan kelembagaan atau organisasi maka dari asfek administrasi yang perlu mendapatkan perhatian adalah spesifikasi produk akhir pupuk organik.termofilik. bahwa kandungan utama pupuk organik adalah karbon dalam bentuk senyawa organik. Kandungan lengas tidak boleh melampaui 15%-25% jika terlalu kering tidak baik karena akan terjadi inaktivasi gugus aktif yang salah satunya menyebabkan pupuk menjadi hidropobik. dan pemakai secara intensif menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah. diikuti oleh perombakan hemi-selulosa. Suhu ideal dalam pengomposan antara 300C sampai 450C. mikrorganisme memanfaatkan sebagai sumber energi kemudian bahan ternisbah C/N yang tinggi pada produk . Kandungan total bahan organik paling tidak 20% tetapi dapat lebih tinggi apabila produk organik tersebut tidak dijual sebagai bahan pupuk organik tetapi sebagai bahan pembenah tanah. Kriteria kualitas bahan organik yang berkaitanb dengan kandungan bahan organik adalah nisbah C/N. maka mikroorganisme mesofilik muncul kembali.0% dan 1. beberapa negara seperti Filipina.

Tidak ada konsumen atau pemakai pupuk organik yang menghendaki terluka karena serpihan gelas atau logam. atau tidak ingin dalam karung pupuk organik penuh dengan batu atau kerikil. atau unsur lain. sehingga tanah terjadi imobilisasi N. penggunaan bahan inokulan atau bahan lain yang bertujuan untuk mempercepat pengomposan. Patogen dan logam berat biasanya berasal dari limbah cair dan sampah kota. Mungkin perlu juga diinformasikan dalam stendar baku.akhir menunjukan mikroorganisme akan aktif memanfaatkan nitrogen untuk membentuk protein. maka hal ini harus dijelaskan dan dimasukan dalam label. pH 6. Keasaman (pH) harus masuk dalam kriteria kualitas pupuk organik. Apabila produk pupuk organik dengan nisbah C/N tinggi diaplikasikan kedalam tanah maka mikrorganisme akan tumbuh dengan memanfaatkan N tersedia tanah.5 7. 173 . logam berat. Pada umumnya yang banyak digunakan adalah mikrorganisme seperti Trichorderma spp. sejauh proses pengomposan yang dilakukan dapat mempertahankan pH pada kisaran netral. dalam kondisi normal tidak akan menimbulkan masalah. partikel yang tidak dikehendaki. bebas dari patogen.5. berkisar netral. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan pada pupuk organik adalah warna. Apabila produk pupuk organik mengandung satu atau lebih unsur mikro. tekstur. Apabila nisbah C/N rendah pada awal proses pengomposan maka nitrogen akan hilang melalui proses penguapan amonium.

. Karakteristik Umum Pupuk Organik Karakteristik pupuk organik adalah sebagai berikut: (a). Hara pupuk organik pada umumnya rendah tetapi bervariasi tergantung pada jenis bahan dasarnya. (b). Hara yang berasal dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikrobia tanah merubah bahan-bahan yang kompleks dan tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman menjadi bentuk senyawa organik dan anorganik sederhana yang dapat diserap oleh tanaman. (c). Penyediaan hara yang berasal dari pupuk organik biasanya terbatas dan tidak cukup dalam menyediakan hara yang diper-lukan tanaman. Untuk membuat kompos organik dapat dilakukan melalui beberapa cara: 1) Pengomposan Bahan Organik Secara Konven-sional Bahan yang akan digunakan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam. Selanjutnya, timbang semua bahan dengan berat masing-masing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian. Campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/merata sambil disiram air sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/plastik pada seluruh permukaannya. Proses pengom-posan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan Lakukan pengamatan dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses.

Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan. Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Kompos yang dihasilkan perlu diuraikan lebih lanjut dengan menambah waktu pengomposan secara alami atau menggunakan cacing tanah selama 2 3 minggu. 2) Pengomposan Bahan Organik Dengan Menggu-nakan Starter Mikroba Pengurai (Bio-Komplek). Pada tahap pertama, siapkan sediaan starter mikroba dengan cara melarutkan biakan mikroba (biokomplek) ke dalam air 4-5 gram/liter, selanjutnya inkubasi pada suhu kamar sekitar 24 jam (sehari sebelum proses pengomposan). Starter adalah komponen biologis jenis mikroorganisme yang efektif jika bersimbiosis dengan satu jenis tanaman, maka cara penggunaannya pun harus bersamaan dengan tanaman inangnya. Starter bakteri Rhizobium akan efektif jika digunakan dengan tumbuhan inang jenis legum. Oleh sebab itu Rhisobium lebih cocok digunakan dalam program penyuburan tanah, dengan menggunakan tanaman legum sebagi pupuk hijau. Keuntungan yang diperoleh dari residu legum tergantung dari jumlah residu dan mineralisasinya. Akumulasi nitrogen akan terjadi pada biji legum, oleh sebab itu dalam program penyuburan tanah, tanaman legum harus dipanen dan dibenamkan ke 174

dalam tanah sebelum terjadi pembentukan biji. Dengan cara tersebut maka akumulasi nitrogen yang terdapat pada bintil akar akan menjadi cadangan bagi tanaman berikutnya. Beberapa jenis tanaman legum seperti kacang tanah, kacang babi dan kacang tunggak mempunyai efek residu nitrogen sebesar 20-50 kg N per ha. Jenis-jenis tanamn legum tersebut sangat cocok dipakai sebagai tanaman inang bagi Rhizobium. Starter Gliocladium mudah diperbanyak dalam media serbuk kayu dan sekam dan dapat efektif tanpa tanamn inang. Jenis pupuk hayati Gliocladium yang juga merupakan biokontrol, cara penggunaannya sama dengan pupuk organic kompos, sehingga sering disebut Gliokompos. Efek dari penggunaan pupuk hayati terhadap tanaman tidak dapat dilihat secara langsung seperti penggunaan pupuk kimia. Efek penggunaan pupuk hayati akan dirasakan manfaatnya pada jangka panjang, namun penggunaan pupuk hayati tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi tanaman, lahan pertanian serta lingkungan. Langkah selanjutnya kecilkan ukuran bahan yang masih panjang dengan dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran bahan yang seragam! Lakukan penimbangan untuk semua bahan dengan berat masingmasing 1 bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian! Kemudian campurkan semua bahan dengan diaduk-aduk sampai homogen/ merata sambil disiram air starter pada no 1 sebanyak 1 liter pada setiap 50 kg campuran bahan organik. Tambahkan air pada saat mencampur, sehingga pada saat campuran dikepal mengeluarkan tetesan air. Tabel 5.9. Sifat Kimia dan Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Kompos No. Parameter Kompos **) 123456789 10 11

pH. C-Organik N-Total P tersedia P- total Ca Mg K Na Kapasitas Tukar Kation (KTK) Kejenuhan basa (KB) 6 25,04 % 1,19 % -10,75 (me/100gr) 3,13 (me/100gr) 7,26 (me/100gr) 5,30 (me/100gr) 35,50 (me/100gr) 74,48 % 175

Gambar 5.8. Alur proses pembuatan kompos Komposkan campuran bahan dengan cara menumpukan pada tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m, selanjutnya ditutup karung goni/ plastik pada seluruh permukaan-nya. Proses pengomposan dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, tergantung dari jenis bahan. Langkah terakhir, amati dan catat setiap hari kenaikan suhu dan perubahan warna tumpukan bahan. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah proses pengomposan dapat berlangsung baik atau tidak, yaitu dengan adanya kenaikan suhu dan perubahan warna selama proses! Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari sekali secara merata dan ditutup kembali. Kegiatan ini untuk menghindari kelebihan suhu dan diharapkan proses penguraian dapat berlangsung pada seluruh permukaan bahan! Akhiri proses pengomposan apabila telah memenuhi kreteria: suhu telah turun dan stabil, warna coklat kehitaman, sebagian besar bahan telah lapuk, bau khas kompos. Mikroorganisme dekomposer (pengurai) un tuk pembuatan bioferlilizer Gambar 5.9. Beberapa mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengurai bahan organik (bio-ferlilizer) 6.2. Pupuk anorganik Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik atau hasil industri dan mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman. Berdasarkan jumlah jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik ini dibagi dalam beberapa golongan, yaitu: (1). Pupuk tunggal : yaitu pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara, misalnya urea (mengandung unsur N); TSP (mengandung unsur P) dan KCL (mengandung unsur K). (2). Pupuk majemuk; yaitu pupuk yang mengandung unsur N, P dan K

sekaligus. Contohnya adalah Amofos 176

(mengandung unsur dan P), Nitroposka (mengandung unsur N, P dan K). Berdasarkan jenis hara utama yang dikandung, pupuk anorganik dibagi dalam beberapa golongan, yakni : pupuk nitrogen, pupuk fosfor dan pupuk kalium. Pupuk Nitrogen, contohnya Urea (Co(NH2)2) : mengandung 46% nitrogen. Urea sangat mudah larut, sebahagian kecil terikat dalam fiat pada bahan organik dan sisanya bebas bergerak mengikuti kelembaban tanah. Pemberian urea di permukaan tanah dengan dosis tinggi (>150kg/ha) dapat menyebabkan kehilangan - N lebih banyak akibat proses penguapan. Amonium nitrat (NH4NO3): mengandung 33,5% nitrogen. Sebahagian nitrogen dalam bentuk ion amonium (NH4+) dan sebahagian lagi dalam bentuk nitrat (NO3-). Di dalam tanah nitrat dapat diambil oleh akar tanaman melalui air tanah yang diubah oleh jasad residu tanah. Pada keadaan basah dan panas, nitrogen dapat hilang ke udara. Amonium sulfat ((NH4)2SO4)), petani menyebutnya pupuk ZA: mengandung 20% nitrogen. Amonium terdapat pada tanah fiat dan bahan organik. Pupuk amonium sulfat berpengaruh terhadap menurunkan pH (keasaman) tanah, sehingga sangat baik bagi tanah-tanah yang terlalu basa (nilai pH tinggi). Penyiapan starter Penyiapan carrier Kompos Mikroba dari habitat alami Isolasi Pemilihan bahan kayu Gambut Serbuk dll

Perbanyakan Pencampuran Pengujian Sterilisasi

Biofertilizer Pengujian Pencampuran Pemeletan Pengeringan 177

Pupuk posfat; contohnya TSP (triple super fosfat) mengandung 36-46% senyawa P205, berupa butiran berwarna abu-abu, dengan sifat netral. Pupuk Kalium, contohnya Kalium khlorida (KC1) mengandung 49-50% K20 (KCl 80) atau 55% K20 (KC1 90). Mengingat tingginya kadar Cl-nya maka sebaiknya tidak digunakan untuk tanaman yang peka terhadap unsur khlor (Cl). Kalium nitrat (KNO3) me-ngandung 13,8% nitrogen dan 46,6% K20. Pupuk ini digunakan sebagai sumber unsur K pada tanaman yang tidak dapat menggunakan Cl. Pupuk NPK. Selain ketiga macam pupuk yang telah disebutkan di atas, masih ada pupuk daun dan bunga yang merupakan pupuk majemuk. Kedua pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk daun dan bunga berbentuk cairan dan butiran yang dikemas 0,25-1 kg per pak. Pada umumnya digunakan untuk pupuk daun dan bunga. 1). Dosis Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kekurangan atau kelebihan pupuk menimbulkan dampak negatif, baik pada tanah maupun pada tanaman. Tingginya dosis pemupukan ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah, jenis atau varitas tanaman, umur atau tingkat perkembangan tanaman dan tingkat kerapatan penanaman. Tanah yang subur, memerlukan jumlah pupuk lebih rendah dibandingkan dengan pada tanah yang kurus. Varitas tanaman lokal memerlukan pupuk lebih sedikit daripada tanaman hibrida. Tanaman yang masih muda memerlukan pupuk lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang sudah tua dan populasi tanaman yang rendah memerlukan dosis pemupukan yang rendah pula dibandingkan dengan populasi tanaman yang tinggi. Pemupukan susulan untuk tanaman cabe dan tomat hanya bersifat menunjang, diberikan jika dianggap perlu, karena sebahagian besar pupuk sudah

diberikan pada waktu penanaman. Pupuk susulan berupa pupuk buatan seperti pupuk daun, pupuk buah, urea, ammonium sufat (ZA), TSP, KCI dan NPK cair. Semua jenis pupuk buatan dapat Anda peroleh di toko pertanian. Jadwal pemberian pupuk dapat dilihat pada Tabel berikut. Pemberian pupuk daun disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. Pemberian yang sering menyebabkan tanaman tumbuh terlalu subur sehingga menjadi peka terhadap gangguan kerusakan. Pada minggu ke-6 dan ke-11 tanaman dapat ditambahkan pupuk campur-an berupa urea, ZA, KCl dan TSP. Tngkat kebutuhannya hanya 5-10 gram per tanaman, tergantung pada varitas tanaman. Cara pemberiannya dengan menaburkan pupuk di sekitar batang utama kira-kira 5 cm. Agar pupuk cepat larut, dapat ditambahkan air sekaligus untuk meng-airi tanaman. Pada saat tanaman mulai berbuah, setiap interval 2 minggu diberi pupuk bush dan NPK cair. Konsentrasi NPK adalah 15-20 gram dilarutkan dalam 1 liter air. Masingmasing tanaman diberi 300-400 ml. 178

Tabel 5.10. Jadwal pemberian pupuk susulan untuk tanaman cabe dan tomat (lokal/hibrida) ENIS W AKTU PEMBERIAN P UPUK 1 -5 6 1 1 1 5 1 7 1 9 2 1 M ST M ST M ST M ST M ST M ST M ST Da un * S ' B uah ** -

S S . S Ur ea 3 3 g 3 g Z T A 3 -10 3 g-10 3 g-10 SP 5 -10g 5 -10g K CI 5

-10 5 -10g 5 -10g NP K*** 3 00m1 3 00m1 4 00 ml 4 00 ml Ke

terangan : M ST : minggu setelah tanam kebutuhan per hektar * * kebutuhan per hektar per sekali semprot * ** : 5-20 gram/liter air (di larutkan terlebih dahulu, kemudian disiramkan pada luang tanaman) S : semprotkan J adi jika Anda menanam 100 pohon tomat, maka harus dipersiapkan : P = 100 x 15 x (1000 m1/300 ml) = 5000 ml larutan pupuk; ( dalam hal ini 75 gram NPK dilarutkan

dalam 5 liter air). A tau menggunakan rumus: P = JT x K x (1000 m1/300 ml) d imana : P = Kebutuhan pupuk JT = jumlah tanaman K = konsentrasi larutan pupuk (15-20 g/liter) 2). Dasar Penentuan Kebutuhan Pupuk Kebutuhan pupuk didasarkan atas: jumlah hara yang terangkut bersama panen. cadangan hara yang ada di dalam tan ah. tanda kekurangan unsur hara pa da tanaman. Penentuan kebutuhan pu puk berdasarkan cadangan hara di dalam tanah memerlukan analisis tanah di laboratorium. P enentuan kebutuhan pupuk berdasarkan tanda kekurangan hara yang diperlihatkan tanaman, memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Kadang-kadang gejala kekurangan antara unsur yang satu dengan lainnya sulit dibedakan dan gejala tersebut tidak m enggambarkan berapa jumlah pupuk y ang harus diberikan. penentuan k ebutuhan pupuk berdasarkan perkiraan jumlah hara yang terangkut bersama penen merupakan cara yang paling sederhana dan mudah, oleh karena itu cara tersebut dibahas di dalam tulisan ini. setiap jenis tanaman mengandung unsur ha

ra yang berbeda. Jika pemupukan menggunakan pupuk buatan seperti Urea, SP36 dan KCl, maka jumlah pupuk yang diperlukan untuk menggantikan 48 kg N; 8,4 kg P dan 12 kg K yang terangkut bersama 3 t/ha panen jagung adalah: 179

kedelai. mengandung N yang sangat tinggi sehingga N yang terbawa panen juga tinggi. 8.5 sampai 2 kali jumlah hara yang hilang bersama panen. Dengan demikian pemupukan N untuk tanaman kacang-kacangan sangat rendah (hanya sekitar 30 kg urea/ ha pada waktu tanam). terikat oleh mineral liat tanah (P. Sebagian akan hilang karena penguapan (N). Kebutuhan P dan K kacang-kacangan ditentukan dengan cara . melalui kerjasama (symbiose) dengan bakteri Rhyzobium sanggup mengikat N dari udara. Tetapi tanaman kacang-kacangan (kacang tanah.Urea= 100/46 X 48 Kg/Ha = 104 Kg/Ha SP36= 100/16 X 8.K). Unsur hara yang terbawa panen ini perlu dikembalikan ke dalam tanah melalui pemupukan supaya kesuburan tanah tetap terjaga dan produksi tanaman dapat dipertahankan.4 kg P dan 12 kg K. Apabila hasil panen jagung dalam 1 ha adalah 3 ton. ma-ka hasil panen tersebut mengan-dung 48 kg N. K). P. SP36 dan KCL yang diperlukan untuk penanaman jagung dengan perkiraan hasil 3 t/ha kurang lebih adalah urea= 150 Sampai 200 Kg/Ha sedangkan SP36= 75 Sampai 100 Kg/Ha Unsur N. pencucian ke lapisan tanah yang lebih dalam seingga tidak terjangka oleh akar (N. Oleh karena itu pemberian pupuk sebaiknya 1.4 Kg/Ha = 53 Kg/Ha KCl = 100/52 X 12 Kg/Ha = 23 Kg/Ha Akan tetapi zat hara di dalam tanah tidak semuanya dapat di-gunakan oleh tanaman. lamtoro). Penentuan kebutuhan pupuk untuk tanaman kacang-kacangan Tanaman legum (kacang-kacangan) seperti kacang tanah dan hijauan kacang-kacangan seperti lamtoro dan benguk. K). dan K (Kg) di dalam satu ton hasil panen berbagai tanaman. Jadi urea.P. atau hanyut karena tererosi (N.

yaitu apakah pupuk tersebut mempunyai sifat mengasamkan atau tidak. dan kesehatan hewan. Pupuk kandang mempunyai kandungan unsur hara yang sangat bervariasi tergantung pada waktu dan cara penyimpanannya. dambil langsung oleh tanaman. Proses oksidasi biologi ini dibedakan dalam dua tahap. oleh sebab itu proses ini berlangsung di dalam tanah dengan aerasi yang baik.yang sama seperti pada penentuan kebutuhan pupuk tanaman lainnya. Perubahan nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh bakteri Nitrobacter yang termasuk ke dalam golongan bakteri obligat ototrof. yaitu perubahan amonium menjadi nirit (nitritasi) dan perubahan nitrit menjadi nitrat (nitratasi). reaksi membutuhkan oksigen. Senyawa amonium yang terbentuk dari proses amonifikasi dapat berupa: konversi dari nitrit ke nitrat. Pada umumnya pupuk nitrogen yang mengandung amonium atau sisa asam seperti sulfat bersifat mengasamkan tanah. jenis hewan. yaitu. Masalah utama yang perlu mendapat perhatian para pengguna pupuk adalah reaksi kimia. dimanfaatkan langsung oleh bakteri dalam melanjutkan proses dekomposisi. Perubahan dari amonium menjadi nitrat disebut dengan nitrifikasi. Reaksi nitrifikasi membebaskan H+ yang 180 . Pupuk nitrogen yang mengandung gugus amonia sebelum tersedia pada tanaman terlebih dahulu mengalami proses amonifikasi dan nitrifikasi. Kedua bakteri ini disebut dengan Nitrobakteri. Perubahan dari amonium menjadi nitrit dilakukan oleh bakteri obligat ototrof yaitu Nitrosomonas. dan difksasi oleh mineral liat tertentu. Ada tiga hal penting yang dapat diambil dari persamaan-persamaan dalam proses nitrifikasi.

kelembaban tanah dan suhu tanah. Satu molekul pupuk urea dapat menyumbang empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada waktu pelepasan ion. reaksi tanah. kecepatan perubahannya sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.merupakan penyebab keasaman tanah bila dipupuk dengan pupuk NH4 atau pupuk anorganik sepertu urea. Pada tanah sawah. Proses seperti ini akan meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen. populasi bakteri nitrifikasi. misalnya tumpangsari antara jagung dan kedelai. Sedangkan pada tanah yang ter-genang dan dalam kondisi anaerob sempurna proses immobilisasi akan sangat rendah. Dalam proses nitrifikasi. amonium sulfat. Pemberian pupuk urea. klor dan nitrat perlu mendapat perhatian serius agar tidak menambah kemasaman tanah. Nitrogen ditambahkan ke tanah berinteraksi dengan pH tanah dan mempengaruhi proses nitrogen.menymbangkan empat ion H+ bila oksigen cukup tersedia pada sat pelepasan tersebut. Bila amonium dioksida-si maka akan menimbulkan keasaman tanah. Pada tanah-tanah yang mempunyai aerasi baik. Ekskresi nitrogen oleh suatu tanaman legum akan dapat dimanfaatkan oleh tanaman lain dlaam pola tanam tumpangsari. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses nitrifikasi adalah jumlah NH4+ yang ada di dalam tanah. Oleh sebab itu. akan terlihat bahwa proses immobilisasi terjadi amat besar. Mikroba tanah pada umumnya lebih menyukai senyawa dalam bentuk ion amonium daripada ion nitrat. ini berarti meningkatkan kemasaman tanah. Pupuk urea yang diberikan pada tanah akan berubah menjadi ion amonia atau amonium. bakteri memegang peranandalam proses. proses immobilisasi adalah rendah. aerasi. karena sebagian besar nitrogen yang berasal dari pupuk tidak diabsorpsi oleh tanaman legum dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan awal menjelang terbentuknya bintil akar yang dapat .

sehingga serapan tanaman terhadap Nitrogen maksimal dan mengurangi kehilangan Nitrogen ke udara. dan hormon. Kelebihan pupuk nitrogen adalah merupakan pupuk yang sangat potensial bagi tanaman. pengem-bangan luas daun. Sedangkan bagi tanaman yang ditanam tidak bersamaan hanya akan menghasilkan perombakan bahan organik. Hasil dan kualitas produk melalui. . Nitrogen merupakan elemen pembatas pada hampir semua jenis tanah. Fiksasi itrogen secara biologi dapat menghemat kebutuhan nitrogen sampai 2/3 dari kebutuhan nitrogen bagi tanaman. asam nukleid. Strategi pengelolaan Nitrogen yang optimal ditujukan pada keserasian pemberian pupuk Nitrogen dengan kebutuhan aktual tanaman. pengisian buah. pembentukan bunga. N mendorong pertumbuhan tanaman yang cepat dan memperbaiki tingkat. Kekurangan atau pengelolaan Nitrogen yang tidak sesuai akan berakibat buruk pada tanaman dan lingkungan. pemberian pupuk Nitrogen yang tepat sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. khususnya dalam sistem pertanian intensif. N sangat mobil (mudah menghilang / menguap) di dalam tanaman dan tanah. enzim. daun menguning dan 181 . Oleh karenanya. Manfaat nitrogen fiksasi bagi tanman lain yang ditanam secara tumpangsari adalah berupa perembasan nitrogen dari bintil akar. nudeotides. Nitrogen Nitrogen adalah hara utama tanaman. Tanaman yang kekurangan nitrogen akan tumbuh kerdil.mengikat nitrogen bebas dari udara. dan sintesis protein. klorofil. merupakan komponen dari asam amino.

Unsus P seringkali kurang pada tanah berpasir dengan kandungan bahan organik rendah. matang lambat (tidak terjadi pembungaan pada kahat P yang parah). tanah masam dengan tekstur kasar (coarse) dan kandungan bahan organik rendah (kurang dari 0. Pupuk anorganik merupakan sumber yang biasa digunakan mensuplai N. tetapi tidak mobil dalam tanah. 24 % S). Hampir semua jenis tanah kekurangan N. Tanaman yang mengalami kekurangan unsur fosfor akan tampak hijau gelap dan kerdil dengan daun tegak dan anakan kurang. hasil rendah karena jumlah malai per unit area dan jumlah gabah per malai lebih sedikit. berbunga awal. .5 % organik C). Sumber pupuk organik N tersedia di lahan pertanian seperti pupuk kandang dan kompos bisa efektif dan menarik secara finansial guna memenuhi kebutuhan padi akan N. tanah kalkareous/salin/ alkalin. anakan. Warna daun dan penampilan tanaman menunjukkan status N dan membantu menentukan kebutuhan akan pemupukan N. batang kurus dan kecil. drainase buruk. kalkareous dan tanah salin dengan kadar bahan organik rendah serta berpotensi tinggi untuk terjadinya penguapan amonia. Berikan pupuk N anorganik 40-50 kg/ha untuk setiap kenaikan satu ton hasil dari tanpa pemberian N. urea (46 % N) dan diamonium fosfat atau DAP (18 % N. dan pematangan. Fosfat Posfor adalah hara utama tanaman yang penting untuk perkembangan akar. dan tanah kahat P dengan kapasitas mineralisasi N dan fiksasi biologis N rendah. 4446 % P2O5). salin. Unsur nitrogen dapat diperoleh dari beberapa sumber diantaranya adalah amonium sulfat (21 % N. P mobil dalam tanaman. degradasi tanah sawah. tanah abu vulkan atau tanah kering masam dengan kapasitas fiksasi P . tanah masam. dan lebih menguntungkan petani dibandingkan menggunakan pupuk N organik. gabah hampa tinggi.jumlah anakan sedikit.

Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon yang baik dari tanaman terhadap aplikasi K dan pencapaian pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. K mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. Pada waktu aplikasi pupuk fosfat. Anakan berkurang pada tanaman kahat P. Tanaman yang mengalami kekurangan kalium akan tampak berwarna hijau gelap dan kerdil dengan margin daun cokelat kekuningan dan/atau dengan margin dan ujung daun tua nekrotik. Pupuk K perlu diberikan dalam jumlah mencukupi pada hampir semua lahan sawah irigasi. gejala kahat K pada daun dapat menyerupai gejala penyakit tungro. Tanaman kahat P kerdil dan daunnya tegak lurus dibandingkan dengan tanaman normal. . Kalium Kalium adalah hara tanaman utama yang dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan akar dan vigor tanaman. Perubahan warna pada daun umum terjadi pada tanaman kahat P. benamkan dan aduk semua pupuk P ke dalam tanah sebelum pelumpuran terakhir dan tanam pindah atau sebar seluruh P pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung. namun tungro biasanya terjadi pada spotspot yang tersebar (tidak menyeluruh) dan lebih nyata warna daun kuning dan oranye dan tanaman kerdil. dan tanah sulfat masam dengan kandungan besi dan aluminium tinggi. Kalium seringkali merupakan unsur pembatas. untuk memperoleh hasil padi yang tinggi setelah nitrogen (N). tanah gambut. gejala pada daun nampak pada fase pertumbuhan 182 . ketahanan terhadap kerebahan dan hama/ penyakit.tinggi.

Sumber kalium yang banyak dikenal adalah kalium klorida (MOP-muriate of potash) yang mengandung 50% K atau 60% K2O dalam bentuk KCl (30 kg K2O setara dengan 50 kg MOP atau KCl). berikan 50% sebagai pupuk dasar dan 50% pada awal pembentukan bunga. Belerang Belerang atau Sulfur (S) adalah hara utama penting yang diperlukan untuk produksi khlorofil. Pada hara tanaman optimum. lahan sawah terdegradasi. namun hanya sebagian mobil dalam tanah. benam dan aduk pupuk K ke dalam tanah terakhir sebelum tanam pindah atau sebar seluruh pupuk K pada 10-15 hari setelah benih disebar langsung. methionin. namun belum tentu meningkatkan hasil. S diperlukan untuk memproduksi asam amino (cystein. K seringkali kurang pada tanah berpasir atau bertekstur kasar. Pada dosis >30 K2O/ha. tanah sulfat masam. S sangat mobil dalam tanaman (walaupun lebih kurang mobil dibandingkan dengan N). dan cystin) dalam tanaman yang berkaitan dengan nutrisi manusia. bobot gabah lebih ringan.2 kg K2O pada buah dan 16. kerebahan dan kehampaan gabah tinggi.lanjut.8 kg K2O pada serasah orgainik). tanah kering masam. . Pemberi-an K pada fase pembungaan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kerebahan dengan kanopi rapat dan target hasil tinggi. tanaman rata-rata mengambil sekitar 19 kg K2O (16 K) untuk setiap ton hasil (2. Kekurangan (kahat) K terjadi di daerah pertanaman yang intensif yang mendapat pemupukan N dan P tinggi. Bila dosis yang digunakan rendah. dan tanah organik. Gejala kahat unsur S ditunjukkan . akar tidak sehat dan menghitam. Pemberian K paling tidak dua kali pada tanah berpasir dengan derajat pencucian tinggi. Rekomendasi pemupukan K berdasarkan target hasil dan status K tanah. Catatan: penambahan unsur K dari air irigasi cukup nyata pada daerah tertentu.

dengan warna tanaman hijau pucat. Pada kasus tertentu. Analisis tanah dan/tanaman diperlukan untuk konfirmasi gejala kahat S. daun muda menguning pucat (kontras dengan daun tua yang menguning cepat dan mati pada tanaman kahat N). Seng membatasi pertumbuhan tanaman. Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah seimbang untuk menjamin respon tanaman yang baik terhadap pupuk Zn dan pencapaian 183 . tanah dengan kandungan bahan organik rendah. Oleh karenanya kahat Zn mempengaruhi warna dan turgor tanaman. Zn hanya sedikit mobil dalam tanaman dan sangat mobil di dalam tanah. Zinc Seng atau Zinc (Zn) adalah hara utama penting yang dibutuhkan tanaman untuk beberapa proses biokimia dalam tanaman padi. . berikan semua jenis pupuk S sesaat sebelum pelumpuran bersama dengan pupuk P dan K. Kahat S sesungguhnya jarang dijumpai. Sumber S yang biasa digunakan adalah amonium sulfat (24% S). dan gypsum (17% S). termasuk produksi klorofil dan integritas membran. Tanaman memerlukan sekitar 2 kg S/ha (jerami+gabah) untuk setiap ton hasil gabah. Bila dibutuhkan. Aplikasi unsur belerang dilakukan dengan pemberian sebanyak 10 kg S/ha pada kahat S yang parah. single super fosfat (12% S). Pengaruh pemberian S bertahan sampai 2 musim tanam. Zn perlu diberikan sesuai kebutuhan. S mungkin diperlukan pada tanah berpasir yang mudah tercuci. selalu kebanjiran) menghalangi serapan Zn oleh tanaman. suplai Zn tanah rendah atau kondisi tanah buruk (misalnya. dan tanah dengan pelapukan tinggi kaya akan besi oksida.

Bila kahat Zn nampak di lapang. namun lebih banyak pupuk Zn harus diberikan karena begitu diberikan Zn tidak selalu tersedia bagi tanaman. Zn perlu diberikan pada setiap musim tanam. tanah dengan P dan silikat (Si) tersedia tinggi.pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. tanah salin dan sodik. namun dapat terjadi pada tanah kalkareous dan netral. Berikan pupuk Zn pada permukaan tanah setelah pelumpuran terakhir dan perataan lahan atau berikan Zn pada bedeng persemaian 7-8 hari sebelum bibit dicabut. pematangan terlambat dan hasil rendah. dan Ca rendah. dan bertekstur kasar.H2O atau 20-40 kg ZnSO4. Sumber Zn yang biasa digunakan adalah zinc sulfate terlarut (23-36% Zn). Mg. Tanaman kerdil dan bercak coklat berdebu pada bagian atas daun merupakan gajala kekurangan Zn. berikan 10-25 kg ZnSO4.7H2O per ha pada permukaan tanah. kehampaan gabah tinggi. tanah gambut. tanah sawah yang selalu kebanjiran atau berdrainase buruk. Pengaruh pemberian Zn berlaku sampai 2-5 musim tanam pada semua jenis tanah kecuali tanah alkalin. atau celupkan akar bibit padi dalam 2-4% larutan ZnO sebelum transplanting (20-40 g ZnO/lt air). asam. tanah sulfat masam tua dengan konsentarsi K.05 kg Zn/ha (jerami+gabah) per ton hasil gabah. . Kahat Zn tidak sering dijumpai. Selain itu terdapat spotspot tanaman yang tumbuh jelek. dan tercuci. Tanaman dapat pulih dari kahat Zn bila sawah didrainasi kondisi kering meningkatkan ketersediaan Zn. tanah berpasir. gejala terlihat 2-4 minggu setelah tanam pindah. gejala kahat Zn menyerupai kahat S dan Fe pada tanah alkalin dan keracunan Fe tanah organik berdrainase buruk. tanah yang terbentuk dari serpentin dan laterik. tanah dengan pelapukan tinggi. Pada tanah alkalin. Tanaman hanya memerlukan sekitar 0. pertanaman intensif.

Gejala kahat Fe ditunjukkan adanya gajala antartulang daun menguning. dan zinc oksida tidak larut (60-80% Zn). Kahat Fe tidak dijumpai pada sawah tergenang yang sedikit asam. 2-3 % larutan fero sulfat atau 100 l/ha Fe chelate 2-3 dalam selang waktu 2 minggu dimulai pada fase anakan.zinc klorida terlarut (48-50% Zn). kalkareous dan bereaksi alkalin. kalkareous dan alkalin (basa). Fe merupakan akseptor elektron penting dalam reaksi redoks dan aktivator untuk beberapa enzim. Besi Unsur Fe adalah hara esensial yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung transportasi elektron dalam proses fotosintesis. Kahat Fe sangat sulit diatasi dan mahal untuk dikoreksi. Pada waktu aplikasi. . Kahat Fe sering dijumpai pada lahan kering dengan tanah bereaksi netral. Aplikasinya harus berimbang agar terjamin pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. S. dan Zn. baik dalam tanaman maupun tanah.5 kg/ha Fe (jerami dan biji/gabah) untuk setiap ton hasil gabah. Pemberian pada tanah memerlukan 100-300 kg/ha fero sulfat (sulfat besi). namun setelah aplikasi Fe tidak tersedia bebas bagi tanaman. Seluruh daun dan bagian tanaman menguning (khlorotik). Produksi bahan kering dan hasil menurun. berikan solid fero sulfat (FeSO4) di sebelah barisan 184 . daun yang muncul mengalami klorosis. Pemberian melalui daun. kahat Fe merupakan urutan penting berikutnya yang membatasi hasil tanaman padi. namun banyak dijumpai pada sawah dengan tekstur tanah berpasir. Kekurangan Fe akan menghambat absorpsi K. P. K. Tanaman memerlukan sekitar 0. Unsur Fe tidak mobil. Setelah kahat unsur utama N.

Dua sampai tiga aplikasi 2-3 % larutan FeSO4 melalui daun atau chelate besi pada selang waktu 2 minggu pada fase anakan. dan chelate besi (5-14%). penyaluran air ke lahan.6 Pengairan Air merupakan bahan yang sangat vital bagi kebidupan tanaman. dan pembuangan kelebihan air serta menjaga kontinyuitas air. Sebagai tindak lanjut-nya.tanaman padi dengan dosis 100 kg/ha. Masalah kekurangan air timbul akibat siklus hidrologi di alam yang tidak merata. Salah satu ilmu yang mengkaji dan membahas masalah air bagi pertanian adalah ilmu irigasi. Banyak faktor yang perlu mendapat perhatian. Dengan demikian kebuhtuhan air tanaman ditentukan dengan menghitung besarnya penguapan (evaporasi) permukaan tanah dan penguapan kebutuhan air secara tepat. Irigasi berarti berarti memberi air padata tanaman untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertumbuhannya. terutama faktor meteorologi dan faktor hidrologi yang berhubungan langsung dengan jumlah dan efisiensi irigasi. Keracunan Fe ditunjukkan adanya bercak coklat kecil pada daun. fero amonium sulfat (14% Fe). lahirlah pemikiran untuk memenuhi kekurangan air yang sering terjadi. Pupuk Fe yang biasa digunakan adalah larutan fero sulfat (20-30% Fe). Kahat Fe memiliki gejala tulang daun menguning. 5. Kekurangan air menga-kibatkan terganggunya perkem-bangan morfologi dan proses fisiologi tanaman. Pada prinsipnya air irigasi yang ditambahkan adalah untuk menutupi kekurangan air . Kegiatan-kegiatan irigasi meliputi penampungan air. Kebutuhan air tanaman sama dengan kehilangan air per satuan luas yang diakibatkan oleh kanopi tanaman ditambah dengan hilangnya air melalui penguapan permukaan tanah pada luasan tertentu.

mengatur suhu tanah dan iklim mikro. menekan pertumbuhan gulma. meteorologi. Kebutuhan air bagi tanaman Kebutuhan air tanaman dinyatakan sebagai jumlah satuan air yang diserap per satuan berat kering yang dibentuk atau banyaknya air yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan berat kering tnaman. gas dan berbagai material yang bergerak ke dalam tanaman melalui dinding sel.tanah yang telah ada pada saat yang diperlukan dan dalam jumlah yang cukup. Kehilangan air pada tanaman dapat terjadi melalui (a) transpirasi. Keguanaan air irigasi adalah untuk mempermudah pengolahan tanah. (d) sesuatu yang esensial untukmenjamin adanya turgiditas pertumbuhan sel. 185 . 5. struktur tanaman. (b) reagen yang penting dalam proses fotosintesa dan dalam proses hidrolitik seperti perubahan pati menjadi gula. stabilitas bentuk daun. kadar unsur-unsur racun. dan pengelolaan air yang mantap. hama dan penyakit tanaman. membersihkan tanah dari kotoran.7. (c) pelarut garam. proses membuka dan menutupnya mulut daun.3. dan garam serta asam yang berlebihan. Fungsi Air bagi tanaman Fungsi air bagai tanaman adalah : (a) bagian dari protoplasma. melalui dinding sel dan jaringan xilem serta menjamin kesinambungannya. bisanya air membentuk 85% sampai 90% dai berat keseluruhan dari bagiaan hijau tanaman (jaringan yang sedang tumbuh). (b) akibat sampingan fiksasi karbon dioksida dalam pemecahan karbon dan oksifgen. Oleh karena itu untuk merancang irigasi diperlukan data hidrologi. kelangsungan gerak. Selama pertumbuhan tanaman terus menerus mengisap air dari tanah dan mengelarkannhya pada sat transpirasi. dan jaringan xilem ke dalam tanaman..7. 5.2.

tekstur tanah. Titik batas yang paling kritis terhadap air disebut titik layu permanen. Kemampuan tanah pasir untuk memegang air dapat ditambah dengan bahan organik. yaitu pada saat kondisi air dalam tanah tidak lagi tersedia bagi tanaman dan tanaman mulai layu secara permanen. Tanah yang terlalu banyak mengandung air menyebabkan berkurangnya udara dalam tanah. dan jenis tanaman Kemampuan tanah untuk mempertahankan air tergantung pada teksttur tanah. jumlah air. Gerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh gradien hidrolik. Hal tersebut disebabkan karena jumlah air yang berbeda dalam romgga antar partikel belum melampaui batas kemampuan partikel tanah tersebut untuk memegang air. kelembaban tanah. Ketinggian air dapat dicapai oleh air yang berbanding terbalik dengan diameter pembuluh kapiler. Air higroskopis dipegang erat oleh partikel-partikel tanah sehingga sulit diserap tanaman. Tanah pasir mempunyai kemampuan mempertahankan air yang lebih lemah daripada tanah liat. Keadaan air dalam tanah yang terbaik adalah pada saat kapasitas lapang. Air yang tertinggal dalam tanah yang tidak tersedia bagi tanaman dikenal sebagai air higroskopis dan air yang terikat secara kimia (Gambar hal 19). Air kapiler bergerak melawan gravitasi bumi karena gaya kapileritasnya lebih besar dari gravitasi bumi. Jadi semakin halus .Dalam tanah air berada di antara ronggarongga tanah dan terikat oleh butir tanah dengan kekuatan yang ditentukan oleh banyaknya air yang dikandung oleh tanah tersebut atau besarnya gaya untuk memisahkan air dari partikel tanah. struktur tanah. Kehilangan air pada tanah dipengaruhi oleh: bentuk tajuk tanaman (kanopi). Fase pertumbuhan. gravitasi.

bahkan hampir 90% selsel tanaman dan mikrobia terdiri dari air. tergantung pada jenis tanaman. juga berfungsi sebagai media reaksi pada hampir seluruh proses metabolismenya yang apabila telah terpakai diuapkan melalui mekanisme transpirasi. maka selama juta ton air atau 5 juta m3 . Sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar kemudian ke daun. Oleh karena itu. semakin banyak air yang diperlukan. (2).2 Peran Utama Air merupakan komponen utama tubuh tanaman. karena absorpsi hara berjalan dengan kecepatan tinggi. yang bersama-sama dengan penguapan dari tanah sekitarnya (evaporasi) disebut evapo-transpirasi. Dalam memproduksi biomass sangat banyak dibutuhkan air. biasanya untuk setiap kg bobot kering biomass yang diproduksi akan ditranspirasikan air sebanyak 500 kg (nisbah transpirasi 500). Sebagai 186 . 5. Air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan kadangkala merugikan. (3). Air yang diserap tanaman di samping berfungsi sebagai komponen sel-selnya. apabila dalam sehektar tanam tanaman memproduksi biomas sebanyak 10 ton (4 ton gabah + 6 ton jerami).7.pembuluh kapiler tanah makin tinggi pula gerakan air ke atas.7 Air Tanah 5. Akibat semakin subur tanah. Secara garisbesar peran air tanah yang menguntungkan meliputi : (1). Sebagai sarana transportasi dan pendistribusian nutrisi jadi dari daun keseluruh bagian tanaman. apabila umur tanaman ini adalah 100 hari berarti setiap hari akan ditranspirasikan sebanyak 50 ton/ha (setara dengan 10 mobil tanki berkapsitas-angkut 5 ton). Efisiensi penggunaan air meningkat dengan kesuburan tanah.

genangan air akan menghambat pertumbuhan gulma dan sebagai sarana pemupukan lewat air irigasi ( pugasi). serta aktivitas mikrobia yang menguntungkan. (3). Oleh karena itu. (4). Mempermudah pengolahan tanah.3. air artesis ( 0. Sebagai pelarut pupuk dan pestisida Peran yang merugikan antara lain adalah (1). Sebagai pemicu rusaknya tanah. Sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah. Tanah yang jenuh dengan air dapat menyebabkan terhambatnya aliran udara ke dalam tanah. Sebagai stabilisator temperatur tanah. dan (9).62%) dan air . perkembangan tanah dan diferensial horizon.Proporsi dan Siklus Air Tanah Air di dunia 97. manfaat air tanah bagi tetanaman tergantung pada kemampuan kita dalam meningkatkan peran yang menguntungkan dan menekan peran yang merugikan tersebut. (6). (8). dan (11). (10). Sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara tak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar. misalnya melalui erosi (2). (5). sintesis maupun respirasi tanaman. 5.komponen kunci dalam proses fotosintesis. Dipersawahan.2 % berupa lautan dan 2.15%).8. asimilasi. Sebagai pemicu perubahan horizon melalui pelindian komponenkomponennya. Sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk.8% terdiri dari lembaran es dan gletser (2. Sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimiawi penyediaan unsur hara tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. Sebagai pemicu kemiskinan tanah melalui pelindian hara. (7). dan (4).

005%). air tanah (0.lainnya (0.001%) dan air sungai (0. air atmosfer *hujan dan kabut) (0. Retensi dan pergerakan air di dalam tanah. . maupun. Air lainnya ini meliputi danau tawar (0.005% diantaranya adalah air tanah.03%).008%). yaitu dari bentuk tidak tersedia (terikat kuat oleh tanah) menjadi tersedia bagi tanaman atau sebaliknya. yaitu dari air tanah menjadi air tanah menjadi air tanaman atau air hujan (atmosfer). Siklus air tanah merupakan proses mekanika perubahan air. salju. baik berupa (1).792% air tawar dan 0. dari fase cair ke fase padat atau fase gas. (b). kabut) yang menginfiltrasi tanah ditambah hasil kondensasi (oleh tanaman dan tanah) dan adsorpsi (oleh tanah) dikurangi air yang hilang (water loss) lewat evapo-transpirasi. Penyerapan (uptake) dan translokasi air didalam tubuh tanaman. dan (c).danau air asin (0.secara keseluruhan dari total air dunia hanya 2. dan (3). Perubahan status. Ketiga perubahan ini terjadi dalam sistem tanahairtetanaman-atmosfer yang melibatkan tiga mekanisme utama. aliran permukaan. Penguapan air (evapotranspirasi) ke atmosfer. Kadar air tanah (water storage) merupakan selisih masuka air (water gain) dari presipitasi (meliputi hujan. Perubahan fase yaitu. yaitu : (a). (2). Perubahan situs (lokasi). yang secara umum disebut sebagai persamaan air tanah: KAT=masukan air kehilangan air KAT adalah Kadar Air Tanah Oleh karena itu fluktuasi kadar air tanah periodikal. 1984). perkolasi dan rembesan lateral.009%). tergantung pada keseimbangan masukan dan kehilangan air tersebut.0001%) (Strahler dan Strahler cit.Foth. air aliran (sungai) dan kembali ke situs air tanah.

187 .

sehingga aliran air ke dalam sel menurun berbanding terbalik dengan kenaikan tekanan turgor. yang pengaruhnya makin besar selaras dengan pertambahan kadarnya.5. tetapi tidak bebas dilewati aliran bahan-bahan larut dan koloidal. Makin besar penggelembungan makin besar pula tekanan yang bekerja terhadap air sel dan. terdiri . volume sel bertambah dan protoplasma terdesak kedinding sel. Dinding sel yang tegar dan tetapi dapat mengembang secara elastis. tekanan turgor juga meningkat selaras dengan kenaikan tekanan in. dan (3). Sel tanaman terdiri dari : (1). Tekanan yang menyertai penyerapan air oleh sel disebut turgor atau potensial tekanan (Pt). maka gaya ini disebut potensial matrix (Pm). gabungan keduanya disebut potensial osmotik (Po). Vakuola yang berisi cairan sel kaya bahan larut dan koloidal.8. Potensial inilah yang mendorong air ke luar sel sebagai akibat terjadi penggelembungan sel. Adanya bahan-bahan larut dan koloidal dalam vakuola ini mengurangi aktivitas air di dalam sel. yang karena elastis jadi mengembang. Kemudian apabila yang menyerap air adalah bahan kolodial dalam sel atau koloid proplasma. gaya yang timbul ini disebut potensial bahan larut (PI). (2).12).4. dan akan berhenti sama sekali apabila : Pa = Pt + Pl + Pm + = Pt + Po = 0 Koefisien Air tanah merupakan koefesien yang menunjukan potensi ketersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman (Tabel 3. Protoplasma yang berupa selaput semipermeabel sehingga dapat dilewati air secara bebas. Gaya yang menyebabkan air diluar selaput protoplasma akan mengalir kedalam sel lebih cepat ketimbang difusi bahan larut ke luar protoplasma. Koefisien dan ketersediaan Air Tanah Air ditahan di dalam sel akar oleh adanya gaya-jerap dan gaya-osmotik. Apabila air masuk kedalam sel.

dari : (1) Jenuh atau retensi maksimum.7). Kondisi ini terjadi pada tegangan permukaan lapisan air sekitar 1/3 atm atau pF 2. Pada kondisi tanah berdrainase buruk atau suplai berlebihan (banjir atau tergenang pada periode lama akan berdampak buruk terhadap aerasi tanah sehingga respirasi akar. Pada kondisi ini tegangan pada permuakaan lapisan air hampir 0 . air gravitasi (pori-pori makro) habis dan air tersedia (pada pori-pori meso dan mikro) bagi tanaman dalam keadaan optimum.54. sehingga tegangan antarair-udara meningkat hingga lebih lebih besar dari gaya gravitasi. dan aktivitas mikrobia aerobik seperti bakteri amonifikasi dan nitrifikasi akan terhenti sama sekali. (2) Kapsitas lapangan (field capacity) adalah kondisi di mana tebal lapisan air dalam pori-pori tanah mulai menipis. yaitu kondisi di mana seluruh ruang pori tanah terisi. Sehinngga air ini terutama yang mengisi poripori makro segera turun ke bawah tertarik oleh gaya gravitasi. (3) Koefisien layu (titik kayu permanen atau titik kelembaban kritis) adalah kondisi kadar air tanah yang ketersediaannya sudah lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman untuk aktifitas dan 188 . mudah hilang dan bergerak relatif cepat sehingga dapat melindi (leaching) unsur-unsur hara yang dilaluinya. Air kondisi jenuh ini disebut air bebas atau air Gravitasi atau air drainase atau air berlebihan (lihat gambar 3.<1/3 atm.

terdiri atas air kohesi pada pori-pori meso dan mikro serta sedikit pada pori makro. Faktor-faktor Ketersediaan Air tanah. 5. Air tersedia (air yang dapat diserap langsung tanaman) adalah air yang ditahan tanah pada kondisi kapasitas lapangan hingga koefisien layu. Oleh karena itu untuk menjamin tercukupinya kebutuhan tanaman. Kadar air tanah . Air yang ditahan diatas koefisien layu merupakan air tak tersedia. yaitu pada tegangan minimal 3 atm. Pada kondisi ini air yang tersisa hanya air adhesi dan terikat kuat oleh gaya matrik tanah. (4) Koefisien Higroskopis adalah kondisi dimana air tanah terikat sangat kuat Oleh gaya matrik tanah. sehingga tanaman mrnjadi layu secara permanen atau tak dapat pulih lagi. yaitu pada tegangan sekitar 15 atm. Air yang tersisanya adalah air adhesi. Air tanah yang mempunyai tegangan antara 1/3 atm 31 atm (antara kapasitas lapangan hingga koefisien higroskopis) disebut air kapiller. Hal ini merupakan akibat terbatasnya suplai air/hujan pada absorpsi (penyerapan) air oleh tanaman dan avaporasi terus terjadi.5. suplai air harus diberikan apabila 50 85% air tersedia ini telah habis terpakai.8. terdiri dari sebagian air kapiler (air adhesi dan sedikit air kohesi) dan seluruh air hidroskopis (air kristal). Pergerakannya lambat dan terjadi melalui penyesuaian terhadap keketebalan lapisan air. yaitu air yang langsung terjerap ke bahan padat tanah. namun makin mendekati koefisien layu tingkat ketersediaannya makin rendah. berbentuk kristal dan tidak tersedia bagi tanaman. berfungsi sebagai larutan tanah dan sebagiannya. Kadar dan ketersediaan air tanah sebenarnya pada setiap koefesien ini umumnya bervariasi terutama tergantung pada : (1) Tekstur tanah.mempertahankan turgornya.

kadar air tanah pada masing-masingnya adalah sekitar 55%. sehingga makin tinggi kadar BOT akan makin kadar dan ketersediaan air tanah. yang makin halus teksturnya akan makin banyak sehingga makin besar kapasitas-simpan airnya. Garam-garam senyawa-pupuk/amelioran (pembenah tanah) baik alamiah maupun nonalamiah mampunyai gaya osmotik yang dapat menarik dan menghidrolis air. makin dalam makin besar. 189 . Kadar air tersedia berdasarkan tekstur tanah tertera pada gambar 3. (4) Kedalaman solum/lapisan tanah menentukan volume simpan air Tanah.. Kedalaman solum/lapisan ini sangat penting bagi tetanaman berakar tunggang dan dalam. sehingga koefesien layu meningkat. BOT mempunyai pori-pori mikro yang jauh lebih baik ketimbang partikel mineral tanah. misalnya pada tegangan 1/3 atm (kapasitas lapangan). Hasilhasilnya berupa peningkatan kadar dan ketersediaan air tanah. Konsekuensinya. makin banyak senyawa kimiawi dan ketersediaan air tanah menurun.bertekstur liat > lempung > pasir. Hal ini terkait dengan pengaruh tekstur terhadap proporsi bahan kolodial. yang berarti luas permukaan penyerap (kapasitas simpan) air juga lebih banyak.9 (2) Kadar bahan organik tanah (BOT). 40% dan 15%. ruang pori dan luas permukaan adsortif. (3) Senyawa kimiawi. sehingga kadar dan ketersediaan air juga makin banyak.

Faktor tanaman yang berpengaruh meliputi bentuk dan kedalaman perakaran. (2) drainase. Volume diberikan dalam satuan galon. di mana air didistribusikan melalui permukaan tanah. (3) konservasi. Irigasi permukaan adalah cara yang paling umum dikenal di Indonesia. faktor iklim dan tanaman juga menentukan kadar dan ketersediaan air tanah.Disamping faktor tanah ini. Air dibawa lewat parit-parit agak datar dengan kecepatan rendah untuk menghindari erosi. yaitu mendistribusikan air ke bawah permukaan tanah untuk memberi kelembaban kepada tanaman lewat gaya kapiler ke atas. (2) irigasi penyiraman. hektar-cm/hari dan sebagainya. dan lain-lain. air harus dikelola secara baik dan ekonomis. Faktor iklim yang berpengaruh meliputi curah hujan. kaki kubik. disemen. yaitu pemberian air melalui pipa bertekanan. Parit dapat diaspal. Pengelolaan air meliputi (1) irigasi. Irigasi adalah penambahan suplemen air. Untuk tujuan pertanian. diberi plastik atau tumpukan rumput-rumput untuk . serta tingkat dan stadia pertumbuhan.6. hektar-cm. Jenis irigasi meliputi (1) irigasi permukaan. spitter dn dripper. air diukur dengan istilah volume dan kecepatan mengalir. yang prinsipnya terkait dengan suplai air dan evotranspirasi. toleransi terhadap kekeringan. Kecepatan air mengalir dinyatakan dalam liter/detik. liter/menit. yang pada prinsipnya terkait dengan kebutuhan air tanaman 5. Masing-masing sistem sesuai dengan sistem budidaya tertentu. temperatur dan kecepatan angin. yaitu sistem leb dari sawah. Satu hektar-cm dari air adalah jumlah air yang akan menutupi satu hektar tanah sedalam cm dan kira-kira sebanyak 100 m3 atau 100.8. Penggunaan irigasi telah dilakukan sejak jaman kuno. Teknik pengairan Dalam hubungannya dengan produksi tanaman.000 liter. (3) irigasi eniter berupa sprinkler.

Dalam hal ini harus dibuat parit pembuangan air. Irigasi permukaan biasa diberikan kepada tanaman yang menutup rata tanah seperti padi dan padang rumput. Dalam sistem leb harus cukup waktu untuk membiarkan air menutupi seluruh permukaan dan cukup waktu bagi air untuk masuk ke dalam tanah. air dapat lebih ekonomis dibanding sistem leb. guludan.menghindari kebocoroan air ke bawah. Tetapi tehnik irigasi siraman sederhana yang dilakukan oleh para petani adalah dengan menggunakan gayung atau gembor atau ujung pipa plastik. Kerugian sistem siram adalah mahalnya peralatan pada investasi awal dan air harus selalu bersih. pada saat persiapan lahan. Tehnik irigasi siraman dengan tangan akan mengakibatkan biaya tenaga yang sangat tinggi. sedangkan untuk tanaman yang rata menutup tanah digunakan sistem leb-flood irrigation dan contour irrigation. Tehnik ini telah banyak dilakukan dengan menggunakan pipa-pia otomatis. Kaang-kadang pada 190 . Keuntungan tehnik irigasi siraman adalah lebih seragam dan tepat untuk setiap jenis tanah dan tanaman. untuk mengalir-kan kelebihan air sesudah kapasitas lapang lahan tersebut tercapai. agar lama tinggal di atas parit sehingga dapat mensuplai air untuk akar tanaman. Irigasi siraman telah dikenal di negara-negara maju. Tehnik pengairan drainase adalah menyiapkan bedengan. belum banyak dilakukan kecuali untuk padang rumput golf. Pupuk dapat diberikan bersama air siraman. Masalah yang ditimbulkan dari tehnik ini relatif kecil. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membuang kelebihan air. Untuk tanaman berbaris digunakan sistem leb-furrow irrigation. tidak ada erosi. Di Indonesia.

.

5. karena tehnik pemangkasan yang tepat adalah penting. Hal ini karena pada bagian .1. Hal ini yang menyebabkan mengapa pemangkasan yang tepat pada tanaman muda menjadi kritis dan penting. proses penyembuhan pada tanaman tidak seperti halnya pada manusia. maka pemangkasan yang buruk dapat menyebabkan kerusakan tanaman bahkan dapat menyebabkan kematiannya. Pertama. . setikap potongan memiliki potensi mengubah pertumbuhan tanaman. jika pemangkasan pada waktu tanaman sudah matang diperlukan pemotongan yang lebih banyak dan akan menjadi lebih sulit dilakukan.9. Ketiga. Keempat.9.daerah lembab perlu pipa drainase yang dibenamkan dalam tanah. Pemangkasan tanaman muda Pemangkasan penting dalam rangkan mengembangkan tanaman dengan struktur yang kokok dan bentuk yang diinginkan. Pemangkasan (prunning) 5. Ada beberapa prinsip sederhana yang harus dimengerti dalam melakukan pemangkasan tanaman muda. Ketika tanaman mengalami luka (atau dilukai) tanaman tersebut harus tetap tumbuh dan luka tersebut akan tetap ada. Membuat potongan Jika pemotongan dapat mengganggu respon tanaman terhadap pertumbuhan dan proses penutupan luka potongan. maka pemangkasan harus dibuat di luar lingkar cabang (branch collar). Dengan demikian. Kedua. adanya suatu aturan bahwa potongan yang kecil menghasilkan kerusakan yang kecil pula.

5 inci harus menggunakan gunting bertangkai atau gergaji pangkas. Jangan lakukan pemangkasan pucuk yang dapat menyebabkan munculnya dua batang utama yang disebut dengan cabang codominant stems. Perkembangan batang Pada sebahagian besar tanaman muda. Memperoleh strutur percabangan yang kokok Struktur cabang primer yang baik dapat dibentuk selagi tnaman masih muda. Hal ini akan mengakibatkan kelemahan struktur batang. Perlengkapan Pemangkasan Untuk tananam berukuran kecil. Cabang-cabang lateral akan menyebabkan . pertahankan batang tunggal yang dominan. maka tanaman dapat mengalami kerusakan internal permanen akibat pemangkasan yang tidak tepat. jika potongan cukup besar. gangguan produksi dan pertumbuhan yang menyimpang. Jika cabang permanen perlu diperpendek. Percabangan yang berjenjang memberikan bentuk tanaman yang sudah dewasa dan memberikan perlakuan pemangkasan yang tepat terhadap tanaman yang masih muda dapat mengembangkan struktur yang kokoh. Pemotongan dilakukan pada internodal atau pemotongan dibuat di antara tunas atau cabang dapat menyebabkan batang membusuk. oleh karena itu sebaiknya dibuang saja selagi tanaman masih muda. Dalam beberapa kasus. . maka potonglah cabang atau tunas lateral.tersebut terdapat jaringan batang atau induk cabang dan tanaman akan rusak potongan dilakukan di tempat tersebut. . sebahagian besar pemotongan dapat dilakukan dengan gunting atau pisau. Untuk pemotongan batang lebih dari 0. .

perkembangan struktur tanaman yang tegap. Cabang-cabang seperti ini dinamakan cabang sementara yang berpera ndalam 191 . Perlu dipertahankan beberapa cabang lateral walaupun akan dipangkas kemudian. dan meruncing.

Pemangkasan pohon yang baru ditanam Pemangkasan terhadap tanman yang baru ditanam harus dibatasi.melindungi batang dari kerusakan akibat sinar matahari atak kerusakan mekanis. Cabang yang dipilih sebagai cabang permanen harus memiliki ruang yang cukup terhadap batangnya. . maka akan terdapat lipatan-lipatan kulit yang nantinya akan menggangu percabangan pada batang utama. . Pemangkasan harus dilakukan terhadap cabang-cabang yang memiliki penempelan yang lemah selagi cabang tersebut masih muda. Jarak antar cabang baik vertikal maupun horizontal sangatlah penting. Hindari adanya pengelompokan daun pada percabangan di dalam. Pohon yang digunakan untuk menyaring pandangan yang tidak diinginkan atau untuk penghadang angin dapat dibiarkan bercabang serendah mungkin. Cabang sementara ini dipertahankan cukup pendek agara tidak menghalangi atau menjadi pesaing bagi cabang lateral yang dipilih untuk dipertahankan. Beberapa pohon memiliki kecenderungan perkembangan cabang dengan sudut percabangan yang kecil. penurunan pertumbuhan dan menjadi tidak sehat. Buang . Pertahankan keseimbangan radial dengan cabangcabang yang tumbuh keluar untuk segala arah. Karena daun pada setiap cabang/ranting perlu menghasilkan makanan yang cukup untuk kehidupan dan pertumbuhan pohon maka setiap cabang harus memberikan sumbangan makanan kepada batang dan akar. Ketika tanaman tersebut tumbuh. Pemilihan cabang permanen Tingginya cabang permanen yang paling rendah ditentukan oleh fungsi yang diharapkan serta lokasi tanaman pada lanskapnya. Jika terlalu banyak daun yang dibuang makan pohon akan mengalami kelaparan .

Jika harus dilakukan atau untuk tujuan keindahan. akan tetapi tnaman pekarangan memerlukan kehati-hatian yang lebih tinggi. 5. Pemangkasan tanaman yang sudah tua Pemangkasan paling umum dilakukan untuk tujuan mempertahankan bentuk tanaman. Pemangkasan harus dilakukan dengan pemahaman bagaimana repon tanaman terhadap pemotongan bagian tubuhnya. Alasan melakukan pemangkasan Karena setiap pemotongan akan berpotensi mengubah pertumbuhan pohon. Pohon yang tidak dipangkas pada awal penanamannya akan menghasilkan akan yang lebih kuat dibandingkan tanaman yang dipangkas pada waktu penanamannya.9. maka seharunya jangan ada 192 . Sebahagian besar ahli menyarankan pembalutan luka tidak dilakukan. maka gunakan kain yang tipis dari bahan yang tidak mengandung racun terhadap tanaman. tunda pemangkasan untuk tahun berikutnya. Pemangkasan yang tidak tepat dapat menyebabkan kersukanan yang akanb mengantarkan kepada kematian pohon.2. melindungi luka tersebut dari serangga dan penyakit serta mengurangi pembusukan. Walaupun banyak pepohonan hutan tumbung dengan sangat baik.cabang yang mati atau patah. Membalut luka Membalut luka akibat pemotongan diperkirakan akan mempercepat penutupan luka. Walaupun demikian. . penelitian menunjukkann bahwa pembalutan tidak mengurangi pembusukan atau kecebatan penutupan luka dan jarang sekali dapat melindungi luka terhadap serangan serangga atau infeksi penyakit. .

.

Pembuangan daun melalui pemangkasan dapat mengurangi pertumbuhan dan simpanan enerji.cabnag yang dibuang tanpa malasan yang kuat. Penipisan percabangan secara rutin tidak cukup memperbaiki kesehatan pohon. Pohon akan menghasilkan tajuk yang padat dengan daun untuk menghasilkan gula yang digunakan sebagai enerji untuk pertumbuhan dan perkembangnnya. . dimana pemangkasan dapat dilakukan setiap saat selama tidak berakibat buruk terhadap pohon. Pohon dapat dipangkas untuk tujuan meningkatkan penetrasi cahaya dan udara ke bagian dalam dari tajuknya. Tehnik pemangkasan dan pembersihan tajuk Tehnik ini adalah membuang cabang yang mati. . tanman yang sudah tua dipangkas sebagai tindakan korektif atau tindakan preventif. Penipisan tajuk Tindakan selektif membuang cabang untuk meningkatkan penetrasi cahaya dan pergerakan udara di daerah tajuk . cabang yang berpenyakit. atau ke bagian bawah lanskap. membuang cabang lemah dan cabang yang memiliki kemampuan tumbuh rendah. Alasan yang umum bagai pemangkasan adallah membuang cabang yang mati. Waktu pemangkasan Sebahagian besar pemangkasan rutin adalah membuang dahan yang lemah atau mati. Peningkatan tajuk Membuang cabang-cabang yang rendah dengan tujuan untuk memberikan kesan . Dalam banyak kasus. membuang dahan yang terlalu banyak dan menghilangkan resiko bahaya. Pemangkasan secara besar-besaran akan mengakibatkan pohon menjadi stress .

.bersih . Pencegahan masuknya organisme pengganggu tumbuhan kedalam dan tersebarnya dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Perlindungan tanaman dilaksanakan melalui sistem pengendalian hama terpadu yaitu dengan cara: . dan atau masa pasca panen. Eradikasi organisme pengganggu tumbuhan. Organisma Pengganggu Tumbuhan (Opt) Menurut PP Nomor 6 tahun 2005 tentang Perlindungan Tanaman. masa pertumbuhan tanaman. menimbulkan gangguan dan kerusakan 193 . 5. .10. Perlindungan tanaman dilaksakan dengan menggunakan sarana dan cara yang tidak mengganggu kesehatan dan atau mengancam keselamatan manusia. Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Perlindungan tanaman pada masa pra tanam dilaksanakan sejak penyiapan lahan atau media tumbuh lainnya sampai dengan penanaman. Perlindungan tanaman pada masa pertumbuhan tanaman dilaksanakan sejak penanaman sampai dengan panen. Mengurangi tajuk Mengurangi ukuran ranaman dengan cara mengurangi ketinggian dan lebar tajuk. Perlindungan tanaman pada masa pasca panen dilaksanakan sejak sesudah panen sampai dengan hasilnya siap dipasarkan. terdapat beberapa diskripsi diantaranya adalah perlindungan tanaman dilaksanakan pada masa pra tanam.

o dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan. . dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina. . Pengiriman media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan dari satu area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib o dilengkapi sertifikat kesehatan dari area asal. dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit. bakteri. Pengganggu dapat dikelompokkan dalam beberapa istilah . dilakukan melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan. Organisme pengganggu tanaman (OPT) adalah semua makhluk hidup yang merusak tanaman. serangga. o dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina ditempat-tempat pemasukan dan pengeluaran untuk tindakan karantina. Pencegahan masuknya ke dalam atau tersebarnya organisme pengganggu umbuhan dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Replublik Indonesia dilaksanakan dengan cara mengenakan tindakan karantina pada setiap media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina yang dimasukkan ke dalam atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indnesia. burung dan mamalia.sumber daya alam dan atau lingkungan hidup. Pemasukan media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina baik berupa tumbuhan maupun bagian-bagian tumbuhan ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib: . jamur. baik tu dari kelompok virus.

Semua kerusakan tersebut disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Spodoptera sp adalah salah satu contoh hama tanaman a. mengurangi hasil tanaman. Gambar 5. . adalah tumbuhan yang merusak tanaman budidaya. Diperkirakan sebanyak 1500 species serangga yang menempati permukaan bumi menjadi hama tanaman. sebagai penyebab penyakit tanaman. yaitu patogen. hama. Kerugian akibat hama tanaman antara lain. buah cabe dan tomat yang busuk di pohonnya atau tanaman layu. Anda pasti pernah melihat daun tanaman bolong. 194 .yang lebih luas. Hama dari ke-lompok serangga memegang peranan penting karena jumlahnya cukup banyak dan hampir 50% menjadi penganggu kehidupan manusia. Hama adalah kelompok hewan yang menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan mengakibatkan kerugaian. Gambar di bawah ini menunjukkan beberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman.10. organisme yang merusak tanaman dan gula. burung dan kelompok mamalia. Kerusakan yang disebabkan oleh OPT mencapai 33%. Hama Tumbuhan Hama tanaman adalah organisme pengganggu tanaman berupa serangga.

hidup disepanjang tulang anak daun sambil mengisap cairan daun sehingga warna daun berubah menjadi mengkilat berwarna bronz. dan babi hutan). yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Hama Tungau Penyebab : Tungau merah (Oligonychus). Serangga merusak tanaman dengan cara memakan bagian tanaman. mempercepat terjadinya infeksi penyakit pada tanaman. faktor iklim yang lain. mengurangi mutu atau kualitas hasil tanaman. kumbang Coleoptera. memamah dan menusuk serta menumpang bertelur pada tanaman. Berikut ini adalah beberapa contoh hama tanaman (Gambar 2). menambah biaya produksi karena diperlukan adanya biaya untuk pengendalian hama. faktor biologis dan gangguan manusia. kelembaban udara. Beberapa Hama Tanaman Gambar 5. cahaya.11. Kepik Hemiptera. gajah.5 mm. Faktor internal (biotik) adalah segala proses kehidupan dari tubuh serangga untuk memacu kehidupannya. Hama ini berkembang pesat dan membahayakan dalam keadaan cuaca kering pada musim . menisap cairan dalam jaringan tanaman. Kumbang Coleoptera dan mamalia (tikus. seperti suhu. tikus. Lalat diptera. Kutu Hompotera. Beberapa contoh hama yang sering menyerang tanaman adalah tungau. Ulat Lepidoptera. Beberapa contoh hama-hama tananaman yang sering merugikan petani dinataranya ada lah ulat lepidoptera. Kehidupan serangga dikendalikan oleh dua faktor. dan gajah. Bentuk kerusakan tanaman tergantung pada tipe mulut serangga. Tungau ini berukuran 0.. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor lingkungan yang langsung berpengaruh ter-hadap kehidupannya. . 1). .

Gangguan tungau pada pesemaian dapat mengakibatkan rusaknya bibit. 195 .kemarau.

sehingga bagian daun yang dimakan kelihatan transparan. 13. (Pyralidae. Hama ini meletakkan telur di atas permukaan daun.14. Setelah mulai memakan daun warna ulat hijau. ulat membuat sarang dengan cara menggulung daun yang agak muda dan memakan daun dari sarang yang dibuat. Gambar 5. Ketika ulat mulai agak dewasa. Ulat bergerombol memakan bagian atas permukaan daun.12. Sylepta sp. Gambar 5. Imago tungau merah. Gambar 5. Gejala serangan tungau merah pada tanaman jeruk. Gambar 5.Gambar 5.15. 196 . Ulat Lepidoptera a). Lepidoptera) Penggulung daun nilam dan pemakan daun lainnya. Setelah larva menetas warnanya transparan. Siklus hidup tungau merah Bila daun sudah habis. Larva tungau merah 2). Pada kondisi demikian serangan hama sudah mulai menimbulkan kerugian ± 5 10% sehingga perlu diwaspadai dan segera mengambil tindakan pencegahan. 16. ulat juga memakan batang muda dekat sarangnya. Penyebaran tidak terlalu cepat dan tergantung pada populasi imago. Imago (serangga dewasa) Sylepta sp.

Larva Crocidolomia sp Gambar 5. Gambar 5. d). Gambar 5.18 Imago Plutela sp c). Jika diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. ulat jantung kubis meletakkan telurnya dalam satu kelompok.21. Ulat krop/ jantung kubis (Crocidolomia binotalis) Sering menyerang titik tumbuh sehingga disebut sebagai ulat jantung kubis. Imago Crocidolomia sp. Ulatnya kecil berwarna hijau lebih besar dari ulat tritip.Gambar 5. Jika diganggu agak malas untuk bergerak. 19. 20. Ulatnya kecil kira-kira 5 mm berwarna hijau. Berbeda dengan ulat tritip yang telurnya dietakkan secara menyebar. Ulat grayak (Spodoptera litura) 197 ering menyerang secara berkelompok dan serangan sangat mendadak. jika sudah besar garis-garis coklat. Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida. Ulat tritip/ ulat daun (Plutella xylostella) Ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga tinggal epidermis bagian atas saja. Siklus hidup Plutela sp. . Gambar 5. b). 17 Siklus hidup Sylepta sp.

Gambar 5. penggerek pucuk kedelai (Agromyza dolichostigma). 3) Lalat Diptera Lalat bibit adalah salah satu hama yang dapat merusak bibit tanaman. Serangga pengisap polong adalah Riptortus linearis. Pengendalian dapat dilakukan dengan membongkar tanah secara berhati-hati disekitar tanaman yang terpotong. Gambar 5. Ulatnya berwarna hijau lebih besar dari ulat kubis. Tanaman yang umumnya diserang oleh lalat bibit adalah leguminoceae. Larva Spodotera sp. jika sudah besar garis-garis coklat. Serangga penggerek polong adalah Etiella zinchenella. .26.24. Gambar 5. Beberapa lalat bibit yang sering merugikan adalah lalat kacang (Agromyza phaseoli). Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Ulat berwarna hitam. Serangga merusak tanaman dengan cara mengisap cairan tanaman dengan jarum stilet (alat pengisap yang dipunyai serangga). Imago Agrotis sp. Gambar 5. Gejala serangan lalat diptera. 25. Gejala kerusakan yang ditimbulkan ialah terpotongnya tanaman kubis yang masih kecil.Serangan umumnya terjadi pada malam hari sehingga disebut ulat gerayak atau ulat tentara. Jika diganggu agak malas untuk bergerak. 4) Kepik Hemiptera Kepik hemiptera adalah perusak polong.23 Siklus hidup Spodoptera sp e). Gambar 5. 22. dan kepik hijau Nezara viridulla. penggerek batang kedelai (Melanagromyza sojae). Larva Agrotis sp.

Imago kepik Nezara viridula 198 .Gambar 5. 27.

Gambar 5. tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting. Siklus hidup N. Bila serangan mengenai titik tumbuh.Gambar 5. a). Hama tanaman kelapa kumbang Oryctes sp 199 .29. tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting. Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak.viridula 5) Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. Hama ini menimbulkan gejala serangan dengan cara kumbang dewasa masuk ke dalam titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak. tanaman akan mati. Kumbang Coleoptera Kumbang oryctes adalah Oryctes rhinoceros. tanaman akan mati. Bila serangan mengenai titik tumbuh.28.

fase vegetatif dan fase generatif tanaman. Hama ini sangat merusak tanaman kelapa sawit. Tanaman sakit adalah suatu kondisi tanaman yang tidak wajar. Gambar 5. warna batang. daun. Di beberapa daerah tertentu di Sumatera. gajah sering menyebabkan kerusakan yang serius pada tanaman kelapa sawit muda. Penye-bab penyakit dapat disebarkan dari tanaman yang sakit atau dari bagian tanaman yang sakit tersebut ke tanaman sehat. ukuran tanaman. warna buah atau bunga. bunga dan biji. Sejak benih ditanam. virus dan fitoplasma. Gejala ini dapat berupa perubahan laju pertumbuhan. buah. Penyebab penyakit atau patogen tersebut menyebabkan adanya gejala kerusakan pada bagianbagian tanaman seperti pada akar. semua kebutuhan hara tanaman harus dicukupi. ketebalan daun. batang.6) Mamalia Hama yang termasuk mamalia (binatang menyusui) adalah babi hutan dan kera. Siklus hidup kumbang hama kepala Oryctes rhinoceros b. Selain itu juga tikus (rodentia) merupakan hama yang merusak (memakan) buah kelapa sawit yang sudah tua. warna daun. Penyakit yang sering menginfeksi tanaman dapat berupa jamur. . Penyakit tumbuhan Penyakit tanaman dikelompokkan menjadi dua. bentuk buah atau bunga dan lain-lain. Gejala serangan patogen tersebut dinamakan penyakit. Jika tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu unsur hara atau pH media tumbuh terlalu rendah atau terlalu tinggi maka tanaman akan menunjukkan gejala kerusakan. Yang pertama adalah penyakit non infeksius dan yang ke dua adalah penyakit infeksius. yang pada akhirnya menimbulkan keruganian bagi petani.30. sehingga proses kehidupan (metabolisme) tanaman terganggu. bakteri.

Intinya jelas dan dapat dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran lensa 100-400 kali. dapat menghasilkan spora. nekrosis (kematian jaringan tanaman/bercak daun). Sedangkan bakteri adalah mikro-organisme yang lebih kecil dari jamur. klorosis (perubahan jaringan tanaman dari hijau menjadi kekuningan). berbentuk seperti batang. mempunyai sel tunggal atau berkoloni.Gejala penyakit pada tanaman dikelompokkan sebagai berikut : Kerdil (pertumbuhan tanaman yang lamban secara menyeluruh). kanker (pertumbuhan bagian tanaman yang tidak wajar). 200 . Patogen tanaman dapat berupa jamur yaitu organisme yang umumnya berbentuk benang. layu (terganggunya aliran air di dalam pembuluh tanaman). Patogen yang lain adalah bakteri yaitu mikroba yang dapat dilihat dengan pembesaran 100-1600 kali dan harus menggunakan minyak emersi. koma atau rantai.

dan akibat akhirnya akan . Polusi udara. kekurangan atau kelebihan air. Beberapa tanaman budidaya lebih sensitif tehadap perubahan-perubahan tersebut di atas dibandingakn dengan varietas lainnya. Keracunan pestisida. . MLO adalah patogen yang merupakan peralihan dari virus ke bakteri. Penyakit Non Infeksius Faktor lingkungan yang tiba-tiba beruabah. atau irigasi akan menyebabkan gejala kerusakan fisiologi pada tanaman. . Penyakit Pecah Buah Pada permukaan bawah buah tomat . Keracunan mineral. . . Bentuk virus dan MLO hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikro-skop elektron (pembesaran > 1 juta kali). . . Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman antara lain: . Defisiensi nutrisi. Suhu ekstrim.gejala terbakar. Praktek penanaman yang salah dan lain sebagainya yang menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal (a).Virus adalah mikroba yang hanya mempunyai suatu selubung protein dengan asam nukleat yang dapat mempengaruhi kerja DNA sehingga proses kehidupan tanaman terganggu. 1). Keasaman atau kebasaan tanah. Kekurangan oksigen. . Kerusakan atau kelebihan cahaya. suply nutrisi yang tidak cocok. Patogen-patogen tersebut dapat menyerang tanaman pada fase vegetatif dan fase generatif. .

Media tumbuh tanam yang tiba-tiba mendapatkan suply air. (b). Usaha menghidar dari hal tersebut di atas akan menimbulkan busuk buah. aku-mulasi garam pada daerah per-akaran merupakan gejala-gejala yang umum. Penyakit Belah Cekung Belah yang umumnya keluar dari permukaan buah mulai dari bahu buah adalah akibat terdapatnya perbedaan tang nencocok antara mahasiswa.32. 31 Gejala serangan penyakit pecah buah. Perubahan suhu yang peralahan lahan 201 . Gejala penyakit buah konsentris (c). besarnya perbedaa suhu antara sian dan malam dan perubahan tiba-tiba pada siang dan suhu malan media pertumbuhan telah menjadi topik bagi penelitian Gambar 5.menimbulkan gejala bercak kering melingkar (Gambar ). Gambar 5. Defisiensi calsium. Penyakit Pecah Buah konsentris Belahan konsentris meling-kar yang terdapat pada seluruh permukaan buah atau muncul dari tangkai buah biasanya disebabkan oleh tingginya suhu hari.

Dengan mempertahankan kebersihan ling-kungannya.34. kelembaban media pertumbuhan yang kurang cocok. kekurangan nutrisi. Kerusakan akibat hama dan penyakit akan berkurang. Identifikasi keberadaan penyakit secara dini terhadap tanaman hidroponik dapat mengendalikan permasalah penyakitnya. Bakal buah yang tidak produktif sebaiknya dipangkas. kebanyakan jumlah buah dan diserang hama. (e). . Penyakit Keriting Buah Keriting buah merupakan keru-sakan fisiologis yang sangat meru-gikan mentimun.dimulai dari adanya ventilasi mencegah terjadinya kejadian ini. Gejala penyakit nekrosa buah (d). Gejala penyakit keriting buah. Gambar 5. Dengan strategi adopsi pengelolaan hama terpadu (PHT) untuk tanaman sangat di-anjurkan di sini.33. dan mengadopsi praktek-praktek budidaya yang tepat seperti keseimbangan hara dapat mempertahankan tanaman tetap sehat. Gambar 5. Kerusakan tanaman akibat ketidak seuaian hara . Jika perlu guna-kan bahan kimia yang direkomendasi untuk mengendalikan serangga hama atau beberapa penyakit dan selalu mengikuti aplikasinya secara ketat sebelum proses panennya. Selain itu dianjurkan agar memulai penanaman dengan menggunakan bibit yang sehat. Buah muda menjadi seperti kurva dan dimulai pada saat perkembangan bunga stadia awal dan mungkin dise-babkan oleh perubahan suhu yang mendadak.

Jika larutan tanaman mengalami kekurangan hara atau kelebihan salah satu komponen haranya atau pH dan daya hantar listriknya melebihi daya toleransi tanaman. Gejala ini meliputi perubahan pada laju pertumbuhan. bakteri. jarang antar cabang. virus. beberapa gejala umum dapat digambarkan dalam tabel gambar berikut ini. ketebalan daun. warna batang. Maka tanaman akan menampak-kan gejala kerusakan.Semua hara penting diberikan. karakteristik akar dan lain-lain. 2). Walaupun gejala luar ini akan beragam berdasarkan tanaman dan varietasnya. Selanjutnya. Patogen yang sering menyerang tanaman budidaya adalah jamur (fungi). bentuk daun dan warna daun. karakteristik buah akan berubah juga. Manusia sebagai penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan dapat dibuktikan dengan banyak penyakit tumbuhan yang berkembang sebagai akibat dari 202 . Penyakit infeksius Penyakit tanaman pada umumnya disebabkan oleh bibit penyakit (patogen). ukuran tanaman. dan nematoda.

Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain adalah contohcontoh penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. penanaman yang terus menerus karena ditunjang irigasi. dibandingkan memilih tanaman yang . Sekali patogen dapat dapat menyesuaikan diri.kemajuan ilmu pertanian yang dikembangkan oleh manusia. Orang akan cenderung menanam varietas yang enak untuk dikonsumsi walaupun banyak hama dan penyakitnya. maka sepanjang musim akan selalu tersedia makanan bagi patogen. sehingga patogen akan berkembang dengan pesat. Hal yang sama juga terjadi bila dalam suatu hamparan tertentu dilakukan penanaman satu jenis tanaman dengan tidak serentak. merupakan salah satu penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. Penanaman satu kultivar dalam areal yang luas. Bahkan apabila kultivar tersebut merupakan tanaman tahan terhadap penyakit tertentu. hal demikian tersebut tidak mungkin ditemukan pada hutan alami yang belum disentuh teknologi. Penanaman satu macam kultivar dalam areal yang luas menyebabkan tersedianya makanan dengan tingkat kerentanan yang sama dalam jumlah berlimpah bagi patogen. Adanya penanaman terus menerus. Adanya satu macam kultivar tanaman menyebabkan patogen tidak punya pilihan lain selain harus memamfaatkannya sebagai makan. juga merupakan penyebab meningkatnya penyakit tumbuhan. Penanaman yang terus-menerus karena meningkatnya irigasi. maka keturunannya akan dapat berkembang dengan pesat pada kultivar tersebut. Penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit banyak ditemui dan telah berjalan sejak manusia mulai mengenal bercocok tanam. penanaman kultivar yang berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap penyakit. maka patogen kemungkinan besar akan menyesuaikan diri dengan jalan adaptasi atau mekanisme lainnya agar dapat bertahan hidup.

Alasan pertama yaitu ada kemungkinan penyakit akan terikut sedangkan musuh alaminya tertinggal.tidak begitu enak tetapi tidak berpenyakitan. Pemasukan tanaman baru dari daerah atau negara lain dengan tidak sengaja akan menyebabkan meningkatnya penyakit tumbuhan karena dua alasan. Dengan pola yang demikian itu tanpa disadari telah meyebabkan banyaknya plasma nutfah yang hilang. Hal ini akan menyebabkan penyakit berkembang pesat tanpa dihambat oleh musuh alami seperti ditempat asalnya. Akibat dalam jangka panjang adalah sulitnya pengendalian penyakit bila telah timbul resistensi patogen terhadap pestisida. Peningkatan populasi patogen pada giliran berikutnya akan menyebabkan gampang patahnya ketahanan tanaman varietas lain yang saebelumnya tahan. Mengkonsumsi kandungan sel inang atau mengabsorbsi makanan dari . Patogen menyebabkan penyakit pada tumbuhan dengan cara : 203 . Alasan yang kedua yaitu bahwa ada kemungkinan di tempat baru-nya. Tetapi teknologi pengendalian menggunakan fungisida tetap lebih mudah diaplikasikan dalam jangka pendek. Patogen akan menyebabkan timbulnya penyakit dengan cara sebagai berikut. tanaman ternyata rentan terhadap patogen yang telah ada lebih dahulu sehingga akan memicu peningkatan populasi patogen tersebut. sehingga akan menyebabkan sulitnya mencari sumber gen katahanan untuk tujuan pemuliaan.

Fungi yang menyerang bunga dan buah adalah Colletotrichum sp. a). batang. Membunuh sel atau merusak aktivitas metabolisme sel inang karena sekresi patogen berupa enzim. Fungi adalah organisme prokariotik (organisme yang tidak mempunyai inti sel sejati). Fungi dapat menyerang semua organ tanaman mulai dari akar. fungi penyebab penyakit busuk buah. nutrisi mineral dan air pada jaringan pembuluh inang Beberapa penyakit penting yang disebabkan oleh virus adalah penyakit keriting pada cabai merah. Penyakit yang disebabkan oleh fungi (1). dan . Berikut ini beberapa contoh gejala serangan patogen pada tanaman. Virus adalah organisme parasit obligat (organisme yang selalu menggantungkan hidupnya pada tanaman yang diserang). bunga dan buah. Penyakit mozaik pada tembakau (TMV: Tobaco Mozaic Virus) dan CMV (cucumber Mozaic Virus). Hawar Daun (Late Blight) pada Kentang .tanaman inang secara terus menerus sehingga melemahkan tanaman inang. . paprika. Fungi yang menerang daun adalah Cercospora sp dan Helmintosporium sp. Tanaman budidaya sering diserang oleh fungi. cabai rawit. fungi penyebab busuk daun dan fungi penyebab kanker tanaman. Contoh fungi yang menyerang akar diantaranya adalah Fusarium sp. Mengganggu transportasi makanan. dan Phytoptora sp. daun. toksin dan zat tumbuh. Beberapa fungi yang dapat menyebabkab penyakit dan sangat merugikan tanaman adalah fungi penyebab penyakit layu.

Gambar 5. karat merupakan ancaman terbesar bagi produksi kopi Amerika Selatan.Di Eropa. (2). yaitu kopi Arabika. Penyebab penyakit ini adalah jamur Phytophtrhora infestans. Karat daun kopi Penyakit ini merupakan penyakit paling penting pada tanaman kopi Arabika di dunia.35. Peralihan ini menyebabkan beralihnya pula kebiasaan orang Eropa dari peminum kopi menjadi peminum teh karena Sri Langka saat itu merupakan pemasok kopi terbesar ke Eropa. hawar daun pada kentang telah menyebabkan ratusan ribu rakyat Irlandia mati kelaparan da sekitar satu juta lainnya mengungsi ke Amerika pada tahun 1845-1846. akar dan umbi menyebabkan gejala hawar. batang. penyakit ini pada tahun 1876 telah menyebabkan musnahnya kopi yang dibudidayakan saat itu. Sampai saat ini. termasuk di Indonesia. Penyakit ini berjangkit pada tanaman kentang di Jawa pada tahun 1935. Patogen ini menyerang daun. Sampai saat ini pun penyakit ini merupakan penyebab kerugian yang terpenting pada tanaman kentang di dunia. Di Indonesia. Di Sri Langka hanya dalam waktu 14 tahun saja (1870-1884) penyakit ini memusnahkan perkebunanperkebunan kopi sehingga sejak saat itu Sri Langka beralih dari negara penghasil kopi menjadi penghasil teh sampai sekarang. Penyakit layu pada tembakau 204 . sehingga kopi ini sekarang hanya tinggal di daratan tinggi saja.

sedangkan selebihnya hampir seluruhnya adalah kopi Robusta. Sampai beberapa tahun yang lalu bercak coklat masih tergolong penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia. Di daerah yang ketinggian kurang dari 1000 m ditanam kopi Robusta yang tahan terhadap penyakit karat daun. (4). sedangkan ras T diketahui pernah menyebabkan kerugian sekitar satu milyar USD di Amerika Serikat pada tahun 1970. penyakit ini menyebabkan migrasi besar-besaran dari desa ke kota dalam upaya mencari kerja untuk membeli beras yang harganya sangat tinggi dan telah menyebabkan sekitar dua juta orang meninggal dunia. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix yang menyerang daundaun kopi. Fotomikroskopis Fusariumsp. Ras 0 merupakan ras yang umum dari patogen ini. 36. Karena sampai tahun tersebut. (3). (patogen penyakit layu) Gambar 5. kopi arabika hanya 5% dan ditanam di pegunungan. termasuk Indonesia. Bercak Daun Helminthosporium pada Tanaman Padi Di India pada tahun 1942. sketsa Fusariumsp. Jawa Timur. Ras T ini dapat menyerang semua bagian .Gambar 5. 37. Perhatian pemerintah terhadap penyakit karat pada kopi meningkat sejak tahun 1980-an dengan berusaha untuk meningkatkan produksi kopi Arabika. Antara tahun 1896 sampai 1900 produksi kopi Indonesia merosot menjadi 25% dari semula. batang dan bulir padi. Ras T biasanya hanya diketahui ada pada tanaman jagung hibrida dengan sitoplasma jantan mandul jagung Texas. antar lain Dataran Tinggi Ijen. Hawar Daun Jagung Penyakit hawar daun jagung (Southern Corn Leaf Blight) yang disebabkan oleh jamur Bipolaris maydis (Helminthosporium maydis) sampai saat ini terdapat di berbagai tempat di seluruh dunia terutama di daerah-daerah hangat dan lembab. Penyebab penyakit ini adalah jamur Helminthosporium oryzae yang menyerang daun.

Penyakit rebah kecambah Penyakit rebah kecambah disebabkan oleh sekumpulan fungi atau satu jenis fungi yang menyerang bibit tanaman secara mandiri atau pun bersama-sama. Fusarium. Patogen dapat menyerang sejak benih mulai berkecambah.tanaman jagung. Patogen penyakit rebah kecambah diantaranya adalah Pythium. Penyakit ini sering muncul sejak benih tumbuh di lapangan. tergantung jenis 205 . (5). and Phomopsis. pada saat masih berkecambah. karena ada kemungkinan patogen terbawa melalui benih atau bertahan pada bahan organik yang digunakan sebagai pupuk. Rhizoctonia. atau pada waktu umur bibit masih sangat muda. Gejala penyakit yang muncul pada bibit tanaman atau tanaman muda relatif sama.

Pada tingkat serangan yang menengah. 41. Dari tahun ke tahun penyakit berkembang terus sehingga menjadi penyakit penting pada 206 tanaman padi. 40 Gejala serangan pada bagian akar. 38 Gejala penyakit rebah kecambah yang disebabkan Phytophthora pada kecambah Gambar 5. Penyakit ini merupakan penyakit penting pada tanaman padi. Penggunaan unsur hara untuk mengembalikan vigor tanaman ataupun untuk membantu ketahanan tanaman terhadap penyakit tidak akan berfungsi dengan baik dan penyakit ini pun tidak dapat dikendalikan dengan pestisida. (7). Gejala penyakit pada umumnya timbul pada bagian tanaman yang dekat dengan air. Gambar 5. Penyakit bercak coklat cercospora Penyakit bercak coklat disebabkan oleh Cercospora janseana. Gejala penyakit rebah kecambah pada tanaman kedelai muda Gambar 5.38. (6). Gejala penyakit bercah basah (blight) pada tanaman padi. Penyakit busuk lunak seludang daun Penyakit busuk lunak pada seludang daun disebabkan oleh patogen Rhizoctonia solani.patogen yang menyerang. penyakit ini akan menyebar dengan cepat. penyakit ini akan menurunkan produksi. Pada kondisi yang lembab (95%)dan hangat. organ tanaman yang terserang biasanya daun padi bagian bawah. Gambar 5. Patogen pada umumnya menyerang tanaman pada saat tanaman menjelang dewasa dan mengakibatkan .

Bagian tengah bercak biasanya berwarna abuabu sedangkan sekeliling bercak berwarna coklat atao coklat kemerahan. kuning kecoklatan. Pada varietas tertentu penyakit ini dapat menggagalkan panen. Mereka tumbuh dengan segera dalam medium PDA (Potato Dextrose Agar) dengan membentuk koloni bulat berwarna putih. atau kuning. Gambar 5. sebagian besar bisa bergerak (motile) dengan bulu getar (flagella) yang ada di ujung-ujung sel (polar) maupun yang ada di sisi dan di ujung sel (Peritrichous). Bercak pada daun berukuran 0. Patogen menyerang daun. panikel dan daun bendera. (8). Fotomikroskopis satu sel bakteri yangmempunyai . Penyakit bercak Pyricularia Penyakit ini sering menyerang tanaman padi. 42. Pada tingkat serangan yang tinggi.5 cm. Gejala penyakit bercak piricularia. dapat mengakibatkan daun padi mati. dan bersifat tidak membentuk spora. Gambar 5.2 sampai 1. Kebanyakan tanaman yang diserang merupakan tanaman yang tidak penting (minor). Penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri Kurang lebih terdapat 200 species dari bakteri penyebab penyakit tanaman yang telah dideskripsikan. 43. b). Ukuran bercak sangat bervariasi. Gambar 5. Gejala penyakit bercak crcospora pada daun padi. 44.5 sampai 3 mikron (panjang) dan tampak kecil meskipun di bawah mikroskop dengan perbesaran 1. Varietas padi yang genjah dapat terhindar dari serangan patogen.000 X dalam minyak imersi. Patogen penyebab penyakit ini adalah Pyricularia grisea. Bakteri parasit tersebut berbentuk batang.kematangan biji padi lebih cepat dibandingkan dengan kondisi normal. Sel bakteri berukuran 1.

Flaccumfaciens dan C. kebanyakan gejala layu. menyebabkan kematian jaringan yang . Corynebakterium: Batang ramping. menyebabkan hypertrophies (pertumbuhan abnormal karena pertambahan besar sel-sel yang sangat cepat) dan benjolan-benjolan (gall) pada akar atau batang tanaman. Erwinia: Bentuk batang. motile (peritrichous). motile. flagella peritrichous. menyebabkan berbagai 207 gejala. non motile (kecuali C.flagella. Poinsettiae). Bakteri penyebab penyakit pada tanaman terdiri dari 6 genera : Agrobakterium: Batang pendek.

Koloni berlendir berwarna kuning. disusul penyatuan/fusi sel-sel tersebut. atau pada akar. bentuknya menjadi pipih dan terjadi pada organ tanaman seperti batang. layu. Penggolongan tersebut disajikan di bawah ini. (1). dan benangbenang filaments berbentuk spiral membentuk segmen-segmen pada spora berbentuk tabung (cylinder) yang berukuran seperti bakteri (1 sampai 2 mikron). Limapuluhlima jenis bakteri yang penting dan sering terdapat telah digolongkan menjadi 8 kelas berdasar gejala-gejala utama yang ditimbulkannya pada tanaman inang. Gejala utama benjolan (galls) Galls atau Fasciations adalah pertumbuhan abnormal yang disebabkan oleh peningkatan jumlah sel secara cepat. dan sebagainya. lalu ditularkan pada tanaman tomat atau Kalanchoe untuk menguji pathogenicitynya.bersifat kering. Dalam banyak hal maka identifikasi dapat dilakukan berdasar gejala-gejala yang terdapat pada tanaman. leher akar. motile. biasanya pada pangkal batang. motile dan flagella ujung (polar). Menyebabkan bercak-bercak daun berukuran kecil (spots) maupun besar (blights). serta pada kira-kira 200 tanaman berkayu lainnya. dahan. Streptomyces: Myceliumnya sangat halus ( 2/3 mikron). Bila dibiakkan akan membentuk koloni dengan pigmen berwarna kehijau-hijauan yang dapat larut dalam air. dan busuk basah. Xanthomona: Batang kecil. flagella satu di ujung. benjolan-benjolan. Pseudomonas: Bentuk batang. Bakteri dapat dibiakkan dari jaringan luar benjolan yang masih muda dan tumbuh aktif. Biasanya benjolan akan timbul setelah 1 atau 2 . Contoh yang klasik seperti yang telah dikemukakan adalah Crown Gall pada golongan tanaman budah-buahan pome dan stone Fruits. Menyebabkan kematian jaringan (necrosis) berupa bercak-bercak kecil (spots) dan besar (blights) pada daun. Hanya terdapat beberapa jenis bakteri yang menstimulir tanaman inang untuk membentuk benjolan (galls).

Contoh klasik dari gejala penyakit ini adalah apa yang disebut Crown Gall dari tanaman buah-buahan golongan pome dan stone fruits.minggu dari jaringan yang ditulari itu. juga pada rantingranting pohon Olive . Agrobacterium tumefaciens : Crown Gall. termasuk beberapa golongan tanaman hias. atau dahan-dahan. Pseudomonas savastanoi : Benjolan Pohon Olive (Olive Knot) : Benjolan-benjolan pada akar dari pohon Olive dan Ash . pohon buah-buahan nuts . Benjolan pada akar. Bakteri penyebab benjolan yang lain adalah yang menyerang tanaman Olive . Anda dapat membuat biakan bakteri dengan mengambil 208 . baik yang menghasilkan benjolan (gall tissue) maupun tidak. Oleander . dan pohon-pohon hutan. batang. Benjolanbenjolan pada dahan tanaman kapri. Ash . Xanthomas beticola : kantong Bakteri (Bakteril Pocket) : Menyebabkan benjolan-benjolan dengan kantongkantong bakteri pada leher akar dan akarakar tanaman gula bit. Agrobakterium rhizogenes : Akar Berambut (Hairy Roots) : Pertumbuhan berlebihan secara abnormal dari akar-akar. dan tanaman-tanaman bunga lainnya. Crysanthemum. Agrobakterium rubi : Benjolan batang/dahan (Cane Gall) : Benjolanbenjolan pada batang/dahan yang sedang berbuah dari tanaman Blackberry dan Raspberry . Benjolan bakteri sering terdapat pada leher akar tanaman berkayu yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Corynebakterium fasciens : Penyebab Fasciation. Di samping itu Crown Gall juga menyerang kira-kira 20 jenis tanaman berkayu lainnya.

Jenis-jenis bakteri ini mempunyai pengkhususan (specialisasi) dalam kelompok-kelompok tanaman inang yang diserangnya. Kedua macam tanaman ini akan cepat menumbuhkan benjolan bila diserang oleh bakterium ini. Layu Bakteri Tanaman menjadi layu oleh karena serangan Bakteri pada jaringan pembuluh. Contoh-contoh benjolan bakteri yang lain adalah penyakit benjolan bakteri pada tanaman Olive . kentang. (2). Gejala-gejala baru muncul pada saat kentang menjelang masak. Sangat merugikan di lapangan dan di tempat penyimpanan. Ash . Oleander. Cairan yang menjadi seperti lendir (flux) ini kemudian diuraikan oleh Bakteri lain dan Ragi sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap/merangsang.jaringan bagian luar dari benjolan yang masih muda dan sedang tumbuh. Ada pula jenis-jenis bakteri yang mula-mula menyerang jaringan pembuluh tanaman. Biakan murni bakteri tersebut lalu diuji sifat patogenesitasnya dengan menularkannya kepada tanaman tomat (batangnya) atau bagian yang sukulen (tanaman yang mengandung banyak air). misalnya jenis bakterium yang menyerang golongan tanaman semangka dan sebangsanya. Bakteri ada juga yang menyebabkan penyakit dengan gejala perlendiranBakteri atau Kebasahan pada kayu (Bakteril Slime-Flux or Wetwood) pada pohon Elm dan pohon-pohon lain. Penyebab penyakit adalah Erwinia nimipressuralis yang menimbulkan terbentuknya cairan di jaringan kayu (heart-wood) dengan tekanan. dan pohon-pohon hutan. Pangkal batang menunjukkan gejala busuk basah. Corynebacterium sepedonicum : Busuk-melingkar pada kentang (Bakteril ring-rot of potato). jagung. dan lainlain. Suatu ciri khas dari penyakit ini adalah : . buncis. tetapi kemudian menyebabkan busuk-jaringan pada jaringan disekelilingnya. sehingga cairan tersebut meleleh keluar ke bagian bawah dari batang. tomat. yaitu terlihat cabang/batang tanaman menjadi layu atau tumbuhnya seolah-olah terhambat/kerdil (stunted).

Kemudian setelah adanya serangan mikroorganisme sekunder barulah timbul bau yang kurang sedap. Tanaman menjadi layu dan mengering. Seringkali tanaman juga menjadi kerdil. Biasanya bakteri sudah ada pada (atau di dalam) biji. Bibit tanaman tomat menjadi kerdil. lalu berubah menjadi coklat muda. Infeksi pada umbi mula-mula tidak tampak. Seakan-akan bagaikan sebuah cincin yang melingkar di dalam jaringan umbi yang berwarna kuning kecoklatan. Daun-daun bawah tepinya menjadi layu dan mengering. Pseudomonas caryophy li : Layu bakteri pada Bunga Anyelir.bila batang dipotong. Bintik-bintik kecil bagaikan mata-burung terdapat pada buah. yang terutama disebabkan oleh E. maka keluarlah cairan (exudates) yang berwarna kuning-kecoklatan (cream). serta akarnya 209 . lalu dipijit. Carotovora Corynebakterium flaccumfaciens : Layu bakteri dari Kacang buncis. Corynebakterium michiganense : Layu bakteri pada Tomat. Selanjutnya lingkaran tersebut makin jelas berubah menjadi busuk (seperti keju ) tanpa bau. Menyerang tanaman-tanaman Anyelir dalam Rumah-Kaca. Menyebabkan tanaman menjadi layu pada segala tahapan umur. tetapi kemudian di dalam gudang penyimpanan gejala-gejala khas penyakit ini mulai kelihatan.

Mula-mula daun-daun menjadi hijau-keabu-abuan. Pada . Menyebabkan layu serentak dan kematian pada batnag/cabang penjalar (Tidak terjadi pada semangka). Kadang-kadang terjadi busuk-lunak berwarna coklat pada batang dari tanaman tomat dan kentang. Bakteri memasuki jaringan tanaman melalui pori-pori air atau luka. Penyakit pada jaringan pembuluh (melalui luka) yang disebarkan oleh bangsa kumbang dari golongan Cucurbit ini. Gejala utama : Kerdil atau layu serentak. Xanthomonas campestris : Busuk-hitam dari golongan Cruciferae. Erwinia tracheiphi la : Layu bakteri pada golongan Cucurbitaceae. juga umbi kentang menjadi busuk berwarna coklat melingkar. jaringan-jaringan pembuluh berwarna coklat dan tampak garis-garis coklat pada irisan batang membujur. lalu menjadi kuning dan mati. yang selanjutnya meningkat menjadi bercak-bercak meluas berwarna kuningcoklat pada seluruh jaringan kayu. Terdapat garis-garis kuning pada jaringan pembuluh dari batang. Irisan melintan akan menunjukkan lingkaran hitam pada pembuluh. jika kulit akar tunggang dikelupas. maka akan tampak garis-garis coklat tingkat awal pada jaringan kayu.membusuk. Irisan melintang dari petiole (tangkai daun) menunjukkan jaringan Xylem yang seperti tersumbat serta berwarna hitam. Menyebabkan kerdil dan penguningan warna bagian atas tanaman . Corynebakterium insidiosum : Layu bakteri pada Alfalfa. Ralstonia solanacearum: Penyebab penyakit layu pada banyak jenis sayur-mayur dan tanaman hias. kemudian menyebar melalui jaringan pembuluh. Menyebabkan tanaman mati atau daundaunnya gugur Xanthomonas incanae : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Stock (Tanaman hias Matthiola).

46.45. Tanaman menjadi kerdil. Fotomikroskopis bakteri penyebab penyakit layu Gambar 5. Xanthomonas stewartii : Layu bakteri pada tanaman Jagung. pada daun-daun terjadi baris-baris (streaks) berwarna hijau-pucat yang panjang. Pada tanaman dewasa terjadi bercak-bercak hitam pada batang. Terdapat lendir berwarna kuning pada jaringan pembuluh. hasil isolasi dari tanaman yang sakit 210 . boleh jadi terus mati. Gambar 5. buku-buku menjadi coklat. seluruh jaringan pembuluh berubah warnanya. Padamedia agar.tanaman muda/bibit menyebabkan layu serentak. Pseudomonas sp.

Patut dicatat. Gejala serangan bakteri layu pada batang tomat (irisan membujur) (3). Penyebabnya adalah Erwinia nimipressuralis yang merupakan suatu jenis bakterium penghasil gas. sehingga zat perekat terebut mencair dan akibatnya jaringan lalu rusak menjadi semacam lendir. oak. mulberry.47. Bakteri menimbulkan tekanan (gas) pada cairan yang beredar dalam tanaman. Berdasar type klasik bakterium Erwinia carotovora (penyebab busuk basah yang umum). (4). Kemudian cairan itu menjadi mangsa bakteri pembusuk yang lain dan jenis-jenis cendawan ragi. bakteri juga ada yang menyebabkan penyakit yang mengeluarkan lendir terus menerus seperti yang terdapat pada pohon Elm dan pohon-pohon lain.busuk timbul pada lendir setelah diuraikan oleh micro-organisme sekunder. Jaringan kayu dan pohon-pohon itu menjadi berwarna gelap dengan sifat seperti bekas terendam air. Bau. Jaringan kayu (heart-wood) yang terserang membentuk zat cair yang karena ada tekanan (gas) lalu keluar ke permukaan batang dan mengalir ke bagian bawah.Gambar 5. dan willow. maka kita dapat pula mengetahui cara untuk melakukan tindakan-tindakan kontrol yang cocok guna mengatasi penyakit-penyakit busuk basah lainnya. Erwinia nimipressuralis : Perlendiran Bakteri atau Kebasahan pada Kayu (Slime Flux or Wetwood). Menyerang pohon Elm. maple. Gejala utama : busuk lunak/basah Gejala penyakit ini kiranya cukup dideskripsikan sebagai berikut : Type penyakit yang disebabkan oleh serangan bakteri pada zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. dari luka-luka maupun celah-celah yang ada keluarlah cairan/lendir secara terputus-putus maupun terus-menerus. bahwa organisme sekunder tersebut bukan penyebab penyakit. sehingga terjadi penguraian yang menimbulkan bau tidak sedap dan merangsang. Gejala utama : mengeluarkan lendir (slime flux) Seperti yang telah diuraikan di muka. poplar. .

Infeksi melalui luka. Enzymeenzyme yang dihasilkan oleh bakteri menghancurkan zat perekat antara sel-sel jaringan tanaman. cepat menjalar dan menjadi busuk dengan abu tak sedap. Cactus yang besar ukurannya. Erwinia carotovora : Busuk basah dari sayuran. Carotovora akan merubah medium emnjadi cair dalam waktu 24 sampai 48 jam. tetapi gejala menyeluruhnya (Syndrome) adalah asma. carotovora. misalnya tanaman hias-daun. E. transit pada sayuran maupun tanaman hias. di tempat penyimpanan. 211 . Rhizome dari tanaman Iris. dan tanaman-tanaman lainnya. sehingga menimbulkan busuk jaringan yang basah dan berlendir. Penyebabnya belum tentu E. Pengujian cepat : Pada medium Na-polypectate yang baru dituang ke dalam cawan Petri diberikan (inoculasi) organisme tersebut dengan menyapukannya.Busuk basah terjadi terutama pada sayuran yang banyak mengandung air. Terjadi di lapangan.

Daun-daun tanaman di bagian bawah berwarna kuning.Necrosis of Giant Cactus). Bagian-bagian dengan kematian jaringan yagn luas menghasilkan cairan coklat-hitam. tanaman hias. Erwinia dissolvens : Busuk bakteri pada Batang Jagung. dan Cacti. Adalah tidak terlampau penting untuk mengidentifikasi sampai kepada species dari bakteri penyebab busuk lunak/basah agar anda dapat memberikan anjuran tindakan kontrol. Kecuali dalam hal busuk-melingkar pada kentang di mana tindakan kontrol yang drastis diperlukan). karena penyakit sudah terlampau lanjut. Mulamula mendapat bercak-bercak kecil. Menurut Elliot : bakteri penyebabnya termasuk E. Erwinia carnegiana : Necrosis-bakteri dari Cactus Besar (Bact. golongan Cucurbit. Erwinia atroseptica : Busuk-hitam pada Kentang (Potato Blackleg). berbentuk bulat atau oval. Pada tahapan ini tanaman inang tak bisa diselamatkan lagi. batang tanaman menjadi patah/rebah dan mati. Sangat merugikan bila menyerang bukubuku batang bagian bawah sehingga menyebabkan busuk lunak/basah. dan pertumbuhannya menjadi tegak. Busuk lunak yang khas. lalu menjadi hitam pada permukaan jaringan cactus yang seperti semangka itu.Erwinia aroideae : Busuk lunak dari Calia. Batang di bawah permukaan tanah menjadi hitam dan membusuk. Menyebabkan busuk-lunakhitam pada pangkal batang dengan cairan bakteri yang meleleh keluar dari celahcelahnya. Erwinia phytophthora (atroseptica): Busuk-hitam dari Delphinium (Blackleg of Delphinium). Juga menyebabkan busuk basah pada banyak macam sayuran. umbi-umbinya ikut terinfeksi melalui jaringan penghubung dengan batang.atroseptica. juga umbi-umbi tanaman hias. .

Bercak-bercak berbentuk bulat. Bercak-bercak berwarna hitam dan cekung pada buah Citrus. umbi. umbi batang. dan lain-lain. Pseudomonas cattleyae : bercak-bercak coklat pada anggrek. berwarna hijau-gelap. Kemudian bercak-bercak melebar. Erwinia cypripedii: Busuk-coklat pada anggrek. terutama Lemon. kemudian menjadi coklat sampai hitam. lapis.(5). tanpa pembusukan. seperti terendam air. Bercak-bercak berwarna kemerahmerahan dan berbentuk agak meruncing atau menonjol. buah. Gejala utama : busuk rot) keras (firm Seperti halnya pada penyakit bercakbercak daun yang kecil (spots) dan besar (blights). Mula-mula terdapat bercak-bercak kecil pada daun bagian bawah (dekat batang). Pseudomonasi marginalis : Kurap pada gladiol (Gladiolus Scab). maka penyakit busuk-keras ini menyebabkan kerusakan jaringan yang terbatas. bergabung menjadi hitam. Kerusakan atau kematian jaringan itu terjadi pada daun-daun. dan menghasilkan busuk lunak maupun keras. Bercakbercak kecil berwarna coklat-mengkilap. Pseudomonas syringae : Busuk hitam pada celah-celah tanaman citrus (Black Pits of Citrus-Citrus Blast). batang/dahan. seperti bekas terendam air. kemudian menjadi coklat-tua dan cekung. Pangkal tanaman mengkerut dan daun-daun gugur. dan pada tingkat lanjut mengering serta mengeras. Bercak-bercak bersifat seperti bekas terendam air pada tingkat awal. 212 .

Gejala utama : hawar (blights) dan kanker Gejala-gejala dari penyakit FIRE BLIGHT pada tanaman Apel yang terkenal itu merupakan TYPE gejala umum golongan penyakit ini. Xanthomonas citri : Canker Pada Citrus (Citrus canker). Xanthomonas vesicatoria : Bercak-bercak bakteri pada Tomat dan Cabai. Bercak-bercak serupa bisa juga timbul pada buah. (Bakteril Spots of Tomato&PapperBakteril Pustuler). dan ranting-ranting baru adalah pada musim bunga dan periode sesudahnya di . Terjadinya bercak-bercak berukuran besar pada bunga-bunga.Pada umbi-lapis bercak-bercak pada tingkat awal bersifat seperti bekas terendam air dan berwarna kuning-pucat. cekung dengan pinggirannya agak terangkat. Menimbulkan bercak-bercak berwarna kecoklatan dan bergabus pada daun dan buah. tunas buah. Menimbulkan bercakbercak sangat kecil. Seringkali bercak-bercak ini mempunyai lingkaran kuning di sekelilingnya (yellow halo) dan menyebabkan daun rontok. dan berbentuk meruncing ke atas pada daun. Fire blight disebabkan oleh serangan bakterium Erwinia amylovora. Penyakit yang serius ini telah dimusnahkan dari daerah Florida dan sepanjang Teluk Mexico. Irisan melintang pada umbi akan menimbulkan lendir kuning. bersudut-sudut. Umbi-umbi Hyacinth yang terkena infeksi berat tidak akan menghasilkan bunga dan daun-daunnya mempunyai gejala baris-baris (streaks) kuning sampai coklat. Selanjutnya bila umbi tersebut menjadi tua dan penyakitnya berkembang : bercak-bercak menjadi berwarna coklat tua. Di negeri Amerika Serikat ini tidak akan dijumpai lagi. (6). Xanthomonas hyacinthi : Penyakit kuning pada hyacinth (Hyacinth Yellow).

atau tunas-tunas air yang kena infeksi. lalu disusul dengan mati dan mengkerutnya jaringan kulit yang seterusnya menyebabkan terjadinya celah-celah. cotoneaster. lalu di musim semi berikutnya menghasilkan cairan/lendir yang selanjutnya menulari bagian-bagian pohon yagn lain seperti bunga. tunas buah. dan tampak garis pembatas yang sangat jelas/tajam antara jaringan yang mati dan yang hidup. Cambium menjadi berwarna coklat muda. tetapi bisa juga menyerang jenis-jenis tanaman dari golongan famili Rosaceae termasuk stone fruits dan tanaman hias seperti loquat. Penularan terjadi melalui vektor serangga atau uap air. Bakteri dapat bertahan hidup di jaringan Cambium yang diserangnya itu selama musim dingin (over-winter). dan sebagainya. maka gejala mengkerut dan matinya kulit tampak jelas sekali pada bagian-bagian dahan yang terserang. Serangan Fire Blight sangat merusak bila telah mencapai daerah Cambium dari batang atau dahan pohon. Bercak213 . sel-selnya mati. Bagian tanaman yang terletak di atas lingkaran kematian itu lalu mati pula.mana terjadi pertumbuhan yang pesat di musim semi. ranting. dan Photinia. pyracantha. Pada pertengahan musim panas infeksi terhenti. Fire blight merupakan penyakit yang sangat dikenal menyerang tanaman Pear dan Apel. Jaringan yang terinfeksi menjadi mati dan warnanya berubah menjadi coklat-muda sampai tua tergantung jenis tanaman inang. Masuknya sang bakteri melalui ranting-ranting. Jika kerusakan Cambium terjadi secara melingkar.

Akibatnya bungabunga dan ranting-ranting menjadi mati (necrosis) dan berbercak-bercak dengan ukuran besar.(2) Biasanya disertai dengan terjadinya gum yang mengalir keluar pada darah-darah yang kena canker. atau buah dari tanaman tidak berkayu seringkali mengeluarkan tetesantetesan lendir (exudate). Bercak-bercak hitam dengan selselnya yang mati pada taji ranting (catkin). buah-buah yang muda dan masak. Cambium menjadi hitam dan mati. Dahan yang muda menjadi bergaris-garis hitam . ranting. Pseudomonas syringae : Canker bakteri pada tone Fruits. lalu bercak-bercak membesar dan menyebabkan daun menjadi salah bentuk. Pseudomonas mori : Bercak-bercak bakteri pada tanaman Mulberry. disusul jaringan kulit menjadi mati pula. dan cabang-cabang yang aktif. lalu menjadi terhenti pada musim panas . Erwinia amylovora : Penyakit fire blight.bercak yang terjadi pada daun-daun. ranting-ranting. Xanthomonas junglandis : Bercak-bercak bear bakteri pada pohon Walnut. Penyaki canker yang bisa melewati musim dingin pada medium dahan-dahan yang besar itu di musim semi berikutnya mengeluarkan lendir yang kemudian ditularkan oleh serangga dan percikan-percikan air (uap air) ke bagian tanaman lain : bunga-bunga dan ranting-ranting baru. Menyerang bermacam-macam tanaman golongan pome dan stone fruits dan berbagai tanaman hias. Bercak-bercak seperti bekas terendam air terdapat banyak sekali pada daun-daun. Tanaman lain yang diserang : Black Walnut dan butternut. Jika terkena butiran air maka lendir lalu menyebar dan membentuk lapisan bakteri yang sangat tipis. Hampir serupa dengan Fire Blight dengan 2 perbedaan : (1) Infeksi terjadi selama musim dingin dan awal musim semi. Bercak-bercak menjadi coklat hitam dengan tepi kuning.

Bercak-bercak kecil berwarna kemerah-merahan lalu menjadi coklat. cekung.dengan mengeluarkan lendir. mengandung gum. bersudut-sudut. Xanthomonas pruni : Bercak-bercak bakteri dan canker pada Stone fruits. dan translucent pada daun kedelai. lalu menjadi hitam pada tingkat lanjut. Bercak-bercak pada ranting berwarna gelap dan cekung ke dalam. Polong yang kena infeksi berbercak-bercak seperti bekas terendam air. lalu menjadi hitam dan mengeluarkan cairan (exudate). terdapat banyak sekali pada daundaun. menyebabkan daun-daun berlubang karena bercak-bercak itu menjadi lepas (shotholes). Seringkali terdapat lapisan bakteri tipis (exudate) pada permukaan bawah dari daun yang berwarna keputih-putihan. Phaseolicola 214 . Mula-mula berwarna coklat-kemerahan. Pseudomonas syringae pv. Kalau sudah begini maka biji-bijinya seringkali kena infeksi juga. Akibatnya pohon menjadi kerdil. Pada buah terjadi bercak-bercak yang bersifat kering. Penyakit ini merupakan penyakit yang umumnya terdapat pada keledai. Bercak banteri pada tanaman yang tidak berkayu Pseudomonas syringae pv. dan mengeluarkan cairan (exudate) berwarna kuning. Bercak-bercak kecil. Glycinea Bercak-bercak bakteri dari Kedelai. (7). Daun-daun lalu rontok. Ada juga bercak-bercak pada batang dan petiole yang berwarna hitam.

jika dilihat dengan latar belakang yang mempunyai pancaran cahaya akan tampak hijaumuda. dan berwarna hijau-muda. dan dibatasi oleh tulang-tulang daun kecil hingga tepinya seperti bersudut-sudut. berwarna kuning-coklat dengan tepinya berwarna kuning. Semua jenis kacang buncis peka (rentan) terhadap penyakit ini. Kemudian menjadi besar dan mengering. bersudut-sudut. Bercak-bercak pada polong berwarna kemerahan sampai coklat dengan lapisan tipis berwarna perak yang berasal dari lendir baceria. bersifat seperti bekas terendam air. kemudian menjadi berwarna gelap Pseudomonas pisi Bercak-bercak bakteri dari Kapri (bakteril Blight of Pea). Bercakbercak pada buah mula-mula hijau dan seperti bekas terendam air. tetapi banyak jenis kacang polong (dry beans) resisten. Kemudian bercak-bercak menjadi coklat dan kering. kemerah-merahan. Xanthomonasi campestris pv. Phaseoli Bercak-bercak bakteri biasa paca kacang buncis/polong. Bercak-bercak seperti penyakit bercak-bercak lainnya. Bercakbercak pada batang/cabang menyebabkan mudah patah bila tertiup angin. Kalau sudah begini maka biji-bijnyapun kena infeksi : berbercak-bercak dengan warna kuning-coklat sampai kelabu. Mula-mula bercak-bercak daun berwarna hijau-tua dan seperti . cekung. dan mengadung kerak dari lendir bakteri yang kering. hijau-tua. Bercak-bercak pada polong merupakan noda seperti bekas terendam air. Xanthomonas malvacearum : Bercak-bercak daun bersudut-sudut pada kapas (Angular leaf spots of Cotton-Black arm). Bercak-bercak tersebar sepanjang tulang daun utama. Mula-mula bercak-bercak kecil pada daun. Mula-mula bercak-bercak daun seperti bekas terendam air. lalu mengering. Bercak-bercak pada batang/cabang membesar dan menghitam.Bercak-bercak dengan halo pada kacang buncis/polong (Halo blight of Bean). kemudian menjadi hijau-tua dan berwarna gelap. hanya saja terdapat lingkaran (halo) lebar hijau atau hijau-kuning di sekitar bercak-bercak yang seperti bekas terendam air itu.

(Bakteril Blight of Carrots). Bercak-bercak yang tak teratur bentuknya pada daun dan petiole. kemudian bercak-bercak itu berubah menjadi berwarna gelap dan tidak tembus cahaya (opaque). Acapkali bercak-bercak daun mempunyai tepi yang bersudut-sudut sebab dibatasi oleh tulang-tulang daun. lalu membesar dan mengering serta menjadi coklat kemerahan. lalu menjadi gelap warnanya.bekas terendam air. Juga pada bunga-bunga dan polong-polong muda. (8). 215 . Bunga-bunga yang dibiarkan untuk memproduksi biji bisa menjadi rusak/mati oleh serangan penyakit ini. Bila cuaca lembab. dan tidak bersudut-sudut. Bercak-bercak serupa pada batang/cabang. Gejala utama : bercak-bercak daun Penyakit bercak-bercak daun yang disebabkan oleh bakteri juga mempunyai gejala-gejala karakteristik yang umum. Bila kena tetesan air maka lendir menyebar menjadi suatu lapisan bakteri yang tipis. Pada cabang atau buah bercakbercaknya bisa berukuran kecil (spots) sampai besar (blights). Jika tulang daun kena infeksi pada usia muda biasanya tanaman lalu mati. Mula-mula translucent (agak tembus cahaya). Xanthomonas carotae Bercak-bercak bakteri pada Wortel. maka bercak-bercak itu akan mengeluarkan tetesan lendir bakteri yang bila mengering menjadi setitik kecil karak lendir. bentuknya bulat atau lonjong (oval). mula-mula translucent.

Pseudomonas syringae pv. tak teratur. mudah tersebar/ tercuci oleh butir air hujan. Bintik-bintik ini berukuran sangat kecil (1 sampai 2 mm). Pseudomonas ap i : Bercak-bercak bakteri pada Selderi (Bakteril Blights of Celery). Terdapat menyerang pada tomat. Xanthomonas holcicola : Penyakit bakteri bergaris-garis tak teratur pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Streak of Sorghum and Corn).Suatu variasi yang menarik dari golongan penyakit ini ialah adanya bintik-bintik bakteri (bakteril pustules) yang timbul di sisi bawah permukaan daun. Terdapat kerak merah bakteri. dan mengeluarkan cairan (exudate) yang seterusnya menjadi lapisan tipis bakteri keputih-putihan. cabai. mudah . Bercak-bercak kecil tak teratur pada daun. Pseudomonas delphinii : Bercak-bercak hitam pada Delphinium (Delphinium Black Spot). Garis-garis dan noda-noda merah pada daun-daun dan pelepah. dapat menyebabkan daun rontok. kedelai. tampak seolah-olah meruncing keluar dari permukaan bawah daun dan bergabus. Hampir serupa dengan di atas. Selain daun. dan lain-lain. Daundaun yang kena infeksi berat menguning dan gugur. bersifat seperti bekas terendam air. Bercak-bercak seringkali bergabung hingga menjadi lebih besar. Lachrymans Bercak. Bercak-bercak pada tingkat lanjut berwarna kelabu. Pseudomonas andropogonis : Penyakit bakteri-bergaris pada Sorghum dan Jagung (Bakteril Stripe of Sorghum and Corn). bintik-bintik juga terdapat pada buah. Bercak-bercak daun bersudut-sudut.bercak daun yang bersudut-sudut dari Cucurbit (Angular leaf-spots of Cucurbits). Tapi bercak-bercak biasanya berwarna lebih gelap/tua. berwarna seperti karat. Bercak-bercak hitam-tak teratur pada seluruh bagian tanaman Delphinium.

bulat dan kecil-kecil. penyakit ini menyerang anggota-anggota Solanaceae lainnya. Pada permukaan bawah daun timbul bintikbintik (pustule). Pada buah bercak-bercak berwarna keputih-putihan. Pseudomonas washingtoniae : Bercak-bercak daun dari Palem (Bakteril leaf-spot of Palm). Bercak-bercak daun berwarna kuning-coklat sampai coklat pada pusatnya. dan dengan pancaran sinar tampak berwarna hijau-muda. berwarna coklat dengan tepi berwarna kuning-translucent. serta mempunyai lingkaran halo berwarna kuning. Xanthomonas begoniae : Bercak-bercak daun dan batang/dahan dari Begonia (bakteril leaf and stem blight of Begonia). Pada tingkat lanjut bercak-bercak menjadi tak tembus cahaya. Bercak-bercak kecil berwarna hijau-kekuningan dengan pusatnya yang coklat-kemerahan. Bila menyerang batang/dahan.patah. Pseudomonas tabaci : Penyakit Terbakar pada Tembakau (Tobacco Wildfire). 216 . kedelai dan kacang polong (cowpeas).glycines: Pustul bakteri pada tanaman kedelai (bakteril pustules of Soybean). Begonia akan mati. Menyebabkan daun gugur secara prematur. Gejala berupa bercakbercak kecil berjumlah sangat banyak pada daun. dan kadang-kadang menimbulkan lubang karena bercak-bercak itu terlepas. Bercak-bercak seperti melepuh. dan terdapat pada daun. Terutama menyerang daun. Selain tembakau. Xanthomonas axonopodis pv.

Myceliumnya sangat halus (2/3 mikron) dan mempunyai benang-benang spiral yang membentuk segmen-segmen ke dalam sporanya yang berbentuk cylinder. Akar-akar rabut berkurang jumlahnya dan mengalami salah bentuk. gula-bit. maka sukar untuk melihat myceliumnya. sehingga sukar pula untuk mengisolasinya. dan tanaman ubi-ubian yang lain. Diagnosis cukup dengan melihat gejalanya. Spora ini mempunyai ukuran seperti bakteri.stolon. maupun akar. S. yaitu kurap-berbubuk (powdery scab) yang disebabkan oleh Spongospora. sudah tentu diperlukan istilah-istilah yang tepat dan singkat serta dimengerti oleh semua fihak. Ipomoea : Menyebabkan Busuk dalam Tanah (Soil Rot or Pox) pada ubi-jalar. Tetapi janganlah anda terkacau dengan penyakit kurap yang lain. Bercak-bercak itu bisa dangkal atau dalam. tetapi dalam Manual Bergey digolongkan Bakteri dalam Ordo terpisah. Dalam menyatakan gejala-gejala penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri. pada umbi menimbulkan luka terbuka. Bila dibuat seksi (irisan). kadang-kadang dengan celah terbuka (luka yang dalam) sampai sepanjang 2.(9).5 cm pada ubinya. dan cabangnya kerdil. Daun-daun tanaman ubi-jalar yang terkena infeksi berukuran kecil. scabies : Penyakit Kurap Yang Umum (Common Scab) pada kentang. Gejala utama : kurap atau luka terbuka (scab or pits) ordo Actinomycetales family Streptomycetaceae Streptomyces (Actinomyces) : Suatu genus yang mempunyai mycelium. Menyebabkan timbulnya bercak-bercak bergabus pada ubi. yaitu 1 sampai 2 mikron panjangnya. S. Hal ini untuk menghindarkan . Dengan melihat gejalanya saja sudah cukup untuk memberikan diagnosis. Akibatnya ubi-jalar menjadi berkurap. pucat.

Yang paling banayk dikenal adalah Fire Blight pada tanaman Apel. dan ranting-ranting muda yang biasanya terjadi pada musim bunga dan periode pertumbuhan yang cepat di musim semi. Dibawah ini akan dikemukakan beberapa istilah yang sering dipakai untuk gejala penyakit bakteri yang banyak dijumpai. Jaringan yang terinfeksi mati dan warnanya menjadi coklat muda sampai tua tergantung pada tanaman inang. lalu seluruh bagian mengering dan mengeras. dan tampak garis pembatas yang sangat jelas antara jaringan yang mati dengan yagn hidup. umbi lapis. lalu mengering dan mati. umbi batang. Ada pula serangan penyakit bakteri yang mengakibatkan mati-jaringan dengan bercak-bercak berukuran besarbesar (Bakteril Blighting) pada bunga. tunas buah. Serangan penyakit ini biasanya terhenti di pertengahan musim panas. buah. maka bercak-bercak pada tingkat awal menunjukkan sifat seperti bekas terendam air (watersoaked). Buah-buahan menjadi busuk dan keras.pertelaan gejala yang panjang-lebar serta untuk mencegah salah pengertian. Pyracantha . Seperti gejala serangan bakteri pada umumnya. dan Photinia . dahan. Penyakit ini menyebabkan kematian sebagian jaringan (necrosis) dari daun. yang bisa pula menyerang tanaman dari golongan Mawar termasuk golongan Stone Fruits dan tanaman hias seperti loquat . (10). Cotoneaster . Gejala penyakit bakteri berupa busuk-Keras (Firm Rot). 217 . dan lain-lain sehingga menimbulkan gejala bercak-bercak (lesions).

serta sering-sering menimbulkan celahcelah. Bercak-bercak daun seringkali bersudutsudut. mula-mula translucent. maka lendir tadi akan menjadi kering sehingga yang tertinggal adalah setitik kecil lendir kering. sebab perusakan jaringan dibatasi oleh tulang-tulang daun. menuju daerah Cambium dan menyebabkan kematian jaringan dengan warna coklat muda. lalu berwarna gelap. dan cairan ini lalu menulari bagian-bagian bunga. Pada musim semi berikutnya bangkit kembali. Bagian yang Cambiumnya mati. kering dan mati pula. Bakteri dapat bertahan hidup selama musim dingin di jaringan Cambium yang telah diserangnya (over-wintering). Bintikbintik ini seperti bergabus dan bentuknya meruncing. maka akan tampak jelas lingkaran kulit pohon yang mengkerut dan mati. biasanya berbentuk bulat atau lonjong. dan tidak pernah bersudutsudut. Kalau infeksi bertambah . dan tunas/cabang air. dan lain-lain. Pustul bakteri (Bakteril Pustules) berupa bintik-bintik kecil ( 1 sampai 2 mm) yang menonjol pada bagian bawah daun dan pada buah-buahan seperti buah tomat. kedelai. Selanjutnya bagian atas pohon menyusul mati. Bila kematian jaringan Cambium terjadi secara melingkar (girdling). tunas buah. Jika kelembaban udara tinggi. Bakterium masuk lewat ranting-ranting. kulitnya mengkerut. Jika terkena air. lalu menjadi berwarna lebih gelap serta tidak tembus cahaya (opaque). si-bakterium akan mengeluarkan setetesduatetes lendir. maka lendir akan menyebar-melebar rata. Bercak-bercak daun yang disebabkan bakteri (Bakteril Leaf spots) merupakan gejala yang khas mula-mula translucent (dapat melewatkan sebagian cahaya). Serangan bakteri pada cabang atau buah bisa mengakibatkan bercak-bercak kecil dan besar.Serangan Fire Blight dapat menjadi lebih parah bila mencapai tingkatan serangan bakterium pada daerah Cambium dari dahan dan batang. Jika tak terganggu. cabai. melalui serangga dan uap air. dan lain-lain. mengeluarkan cairan (exudates). sehingga setelah kering akan tampak sebagai lapisan yang sangat tipis berwarna keputih-putihan.

Gejala umum yang dapat ditimbulkan adalah pertumbuhan yang terhambat dan hasil yang menurun.48. Gambar 5. maka daun menguning dan gugur sebelum waktunya. kemudian bisa menjalar ke seluruh akar 218 . Penyakit-penyakit nematoda Penyakit atau gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh parasit nematoda telah lama diketahui. walaupun tanpa menimbulkan benjolan-benjolan (galls) dan tanpa gejala yang jelas bagian tanaman di atas tanah. Di bawah ini dicantumkan gejala-gejala utama dari serangan parasit nematoda bukanpembentuk benjolan (non-gall formers). Besar dan luasnya kerugian yang diakibatkan oleh kira-kira 24 jenis (genra) parasit nematoda (tidak termasuk penyebab benjolan akar) baru disadari sejak tahun 1950. Jenis-jenis nematoda lainnya juga menimbulkan kerugian dengan menjadi parasit pada tanaman. mulamula sangat kecil. Gejala pustul bakteri pada daun kedelai. terutama yang mengakibatkan terbentuknya benjolanbenjolan pada akar (root-knot nematodes). (c). Bercak-bercak akar (root lesions).berat.

Gambar 5.49. terjadi pembentukan akar lateral yang sangat banyak setelah nematoda melukai dan menyerang akar. Beberapa jenis nematoda yang menyerang golongan tanaman butirbutiran (gandum misalnya) dan rumputrumputan menyebabkan terbentuknya benjolan (galls) dalam jaringan biji. nematoda yang menyerang bagian tanaman di atas tanah menimbulkan salah bentuk pada daun-daun dan batang/cabang. dan/atau menghasilkan panen yang rendah kwalitasnya (misalnya sayuran). layu secara abnormal. menyebabkan akar menjadi kerdil dan bengkak (seperti stubby roots ). kerdil. Gambar 5. rhizome.Gejala puru akar yang disebabkan oleh nematoda Pemilik tanaman agar diberitahu dengan segera agar bisa melakukan tindakan-tindakan guna menghindarkan bahaya penyebaran infestasi. batang dan bunga. umbi (yang akan ditanam). . Acapkali akibat-akibat ini sulit untuk dievaluasi dan dibedakan dari akibat-akibat yang ditimbulkan oleh faktor-faktor lain yang mungkin bisa juga menyebabkan pertumbuhan yang jelek. Percabangan akar berlebihan. maka adalah sangat penting untuk melakukan diagnosis secara akurat. Nematoda di dalamsel tanaman Gambar 5. Gejala serangan nematoda Bila terdapat infestasi.50.Busuk akar. Kerusakan pada daun. Hal ini disebabkan oleh besarnya kemungkinan penyebaran parasit nematoda melalui akar-akar tanaman. menguning. maupun tanahnya sendiri. Akibat-akibat lain yang umum terdapat : tanaman merana.51. disebabkan oleh organisme sekunder setelah terjadinya pelukaan oleh nematoda. Diagnosis penyakit nematoda Type dari benjolan akar (Types of rootknot galls) : Tergantung pada tanaman inang maka terdapat beberapa type benjolan akar yang akan . Ujung akar terluka (Injured Root-tips).

219 .dikemukakan di bawah ini (penggolongan secara artificial hanya untuk membantu mempermudah mengenali gejala).

Type 3 : Benjolan-benjolan sangat kecil. pare. dan pada beberapa tanaman inang berukuran besar Tanaman-tanaman yang sangat peka misalnya pohon fig . serta benjolan-benjolan kecil lainnya terdapat pada akar lateral. Type benjolan ini adalah yang paling umum terdapat. kacang buncis. Type 4 : Benjolan pada ujung akarBeberapa tanaman tertentu misalnya Palem. benjolan-benjolan ini sering diabaikan karena tidak mudah terlihat Nematoda-nematoda betina kadangkadang berada di luar akar tanpa pembentukan benjolan ). Benjolan-benjolan akar ini dapat terkacau dengan gejala penyakit Crown Gall (bakteri). berkayu. berbentuk seperti kelas penggulung benang (Very small spindle-shaped galls) Terdapat pada beberapa jenis tanaman seperti arbel dan ash (dan beberapa jenis tanaman lain yang agak peka sifatnya).2 cm atau lebih. atau dengan lensa-tangan akan terlihat lebih jelas. dan dahlia seringkali membentuk benjolan yang kurang-lebih bulat (spherical) dan bisa mencapai diameter 1. serta disertai dengan benjolanbenjolan kecil lain yang berjumlah banyak. Jika benjolan-benjolan sebesar ini banyak terdapat pada akar tunggang (utama). membentuk benjolan hanya sebagai pembengkakan dari ujung akarakar . Dalam jaringan benjolan terdapat nematodabetina yang berukuran kecil dan tampak seperti mutiara. bedanya ialah : benjolan-benjolan ini terdapat sepanjang akar dan tidak berbentuk bulan. Type 2 : Benjolan yang keras. bangsa labu-ketimun. Anda bisa melihatnya (dengan merobek jaringan benjolan) dengan mata langsung. berbentuk bulat Tanaman sukulen yang tumbuhnya cepat seperti tomat.Type 1 : Berukuran besar (relatif). peach . maka akar tunggang itu akan tampak membengkak besar sekali dan salah bentuknya. Benjolan-benjolan akar bersifat sukulen dan akan cepat membusuk. berwarna gelap. dan beberapa tanaman hias (misalnya pepper tree ) membentuk benjolanbenjolan yang besar dan bentuknya bermacam-macam.

menonjol. tetapi tanpa benjolan-benjolan berkulit tebal (waret) itu. Type 5 : Bercak-bercak kecil. dan kulitnya tebal (warty) : Tanaman kentang membentuk benjolan-benjolan kecil dan berkulit tebal pada umbinya. Benjolan-benjolan ini mempunyai celahcelah di mana terdapat nematodanya. Jika anda membuat seksi (irisan) pada benjolan dengan pisau silet yang tajam. Ujung akar yang membusuk itu selanjutnya akan memperlihatkan benang-benang halus yang putih warnanya (ikatan pembuluh primer). Kriteria khusus yang digunakan untuk melakukan diagnosis pemeriksaan (distinguishing features) : Harus dicari : Benjolan-benjolan kecil berbentuk kelos yang berjumlah banyak sampai pada benjolan yang lebh besar dengan bentuk bulat pada akar-akar dari segala macam ukuran. Benjolanbenjolan ini cepat membusuk dan biasanya tidak akan ikut terambil bila dilakukan pengambilan contoh (samples) untuk pemeriksaan. namun benjolan-benjolan bisa berjumlah banyak. atau dewasa) yang bisa terlihat dengan bantuan lensa220 . larva. Meskipun tanaman terserang dengan tidak terlampau berat.rambut yang masih lunak. maka biasanya terdapat celah-celah kecil berwarna coklat dimana berada sang nematoda (telur. Juga rhizome (akar-tinggal) dari tanaman Iris mempunyai celah-celah serupa.

sedangkan ada pula yang mempunyai hanya satu tanaman inang spesifik. Tanaman muda di pembibitan banyak mengalami kematian karena infeksi Rhixoctonia dan lain-lain. namun untuk memastikan adanya serangan Nematoda kita harus memeriksa akar tanaman. harap diperiksa akar-akarnya. Beberapa jenis virus mampu menyerang banyak macam tanaman inang. tanaman-tanaman muda yang kena serangan Nematoda seringkali lalu menjadi kerdil dan tidak produktif. Adanya Nematoda puru-akar (root-knot nematodes) dapat ditetapkan dengan memeriksa irisan akar rambut yang mengandung telur Nematoda di bawah mikroskop compound. Hal ini lebih mudah dilakukan daripada memeriksa larvae atau Nematoda dewasa yang bisa menimbulkan kekeliruan dengan Nema dari species lain. Gejala lainnya :Tanaman semusim yang sukulen dan peka (sayuran dan bunga-bungaan) seringkali bila diserang Nematoda menunjukkan gejala daun-daun terbakar dan bisa mati di tengah-tengah musim. Telur-telur itu sangat kecil ukurannya serta berbentuk seperti cylinder dan transparant. oleh karena Virus telah menimbulkan kerugian ekonomis yang besar terhadap hasil-hasil pertanian. ada pula yang menimbulkan gejala-gejala pada . Tanda-tanda serangan nematoda di lapangan : Walaupun ada beberapa macam gejala pada bagian tanaman yang terdapat di atas tanah yang agak jelas.tangan. Selain itu. Gejala layu di sore hari dalam keadaan kadar air tanah yang cukup adalah gejala pertama. Kalau tanaman berkayu tampak merana. Gejala penyakit virus juga bervariasi : ada virus yang latent tanpa gejala. setelah Nematoda melukai jaringan akar. Crown Gall tidak mempunyai celah-celah seperti ini. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus Penyakit-penyakit tanaman yang disebabkan oleh serangan virus telah dipelajari secara ekstensif selama 20 tahun terakhir ini. (d). Adalah lebih baik bila diperiksa dengan mikroskop (stereo)binocular atau dengan mikroskop compound berperbesaran rendah.

misalnya daun-daun bawah tampak sehat-sehat saja.tanaman inang : dari yang tidak begitu berat sampai yang sangat berat. dan sejenis Lalat putih (Whiteflies). bahkan menimbulkan kematian. oleh karenanya virus-virus terdapat pada seluruh bagian tanaman dan ini dapat dinyatakan dari cairan-tanaman (sap) yang berasal dari bagian manapun. Struktur virus Gejala penyakit virus tampak paling menyolok dan nyata pada bagian pertumbuhan baru dari tanaman.52. Sebagian besar penyakit virus bersifat systemic. 221 . Pada umumnya penyakit-penyakit virus disebarkan/ditularkan oleh serangga golongan Aphid dan Belalang-daun (Leafhoppers). sedangkan bagian-bagian yang tua. atau oleh adanya kontak/sentuhan dari tanaman yang sakit kepada yang sehat. Beberapa jenis penyakit virus bisa pula ditularkan oleh serangga golongan Thrips. Gambar 5. Tungau. atau oleh pembuatn okulasi atau penyambungan (enten).

maka jawabannya selalu sama : Tanaman yang telah kena infeksi Virus tidak dapat dipulihkan/disembuhkan lagi oleh sipemilik tanaman. jika ditinjau dari segi anjuran yang merupakan proSedure bagi pemilik tanaman penanam). Selanjutnya bibit-bibit tanaman dijaga agar tetap bebas dari virus dengan cara seleksi. gejalagejala penyakit virus sangat bervariasi dan biasanya terdapat tiga sampai enam macam gejala yang berassosiasi dengan tiap-tiap penyakit. Beberapa varitas tanaman telah dimulyakan sehingga resisten/toleran inilah yang di kelak kemudan hari akan merupakan carautama guna mengontrol penyakitpenyakit virus. dan malahan lebih baik dimusnahkan guna mencegah penularan lebih lanjut kepada tanaman yang masih sehat . Seperti yang telah dikemukakan. Meskipun demikian. Serangan penyakit yang telah mencapai tingkat lanjut dapat dengan mudah dinyatakan sebagai serangan Virus. Kadang-kadang untuk melakukan hal ini haruslah dibantu dengan suatu pengujian penularan yang sederhana (Transmission test). Untuk membuktikan adanya virus di dalam tanaman haruslah dideteksi dengan gejala-gejala pada tanaman yang ditimbulkan.Nama-nama virus yang akan dicantumkan di bawah ini adalah nama-nama umum. Deskripsi gejala penyakit virus . Ahli-ahli Penyakit Tanaman yang telah dilatih dengan Teknik-Virus dapat menyelamatkan virus yang ada di dalam bibit-bibit tanaman dengan perlakuan pemanasan atau kultur jaringan. Oleh karena itu pengamatan jasad virus tidak merupakan suatu cara diagnosis yang praktis untuk pekerjaan identifikasi yang rutin. oleh karena nama dengan system binomial jauh lebih ruwet dan belum seragam serta belum diterima oleh semua ahli virus. Diagnosis penyakit-penyakit virus Partikel-partikel virus berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Di tempat-tempat dengan areal pertanaman yang luas cara ini seringkali tidak praktis dan pengobatan yang effektif belum ada.

maka terlebih dulu terjadi perubahan warna tulang-tulang daun atau di daerah di dekatnya menjadi lebih terang :kuning-pucat. Jala-Kuning (Yellow-net) : Tampak seperti jala berwarna kuning pada daun yang sesungguhnya adalah seluruh tulang daun telah menguning. Pusat dari kedua macam bercak-bercak menjadi necrosis pada tahap lanjut. 1. (3). Ini adalah tahap lanjut dari gejala No. Bercak-bercak Bulat (Ring spots) Terdapat bercak-bercak bulat Chlorosis (sel-selnya Chlorosis) dan bercak-bercak bulat necrosis (sel-selnya necrosis/mati secara berselang-seling dengan sel-sel hijau-normal).Gejala mosaic : (1). atau Chlorosis/necrosis terjadi pada jaringan parenchyma di antara tulangtulang daun sehingga tulang-tulang daun menjadi baris-baris hijau. Atau terjadi Chlorosis. Tulang-tulang daun menguning-pucat (vein clearing) Sebelum tampak gejala mosaic atau perubahan warna secara tak teratur dan meluas. (2). Tulang daun menjadi (Vein banding) baris-baris Tulang-tulang daun dan daerah sekitarnya menjadi baris-baris chlorosis. (4). Kedua macam gejala di atas bisa merupakan gejala transisi ke arah mosaic yang lebih luas atau bisa juga tetap seperti itu sebagai gejala utamanya). 222 .

(4). Necrosis pada Phloem Kematian jaringan Phloem yagn tampak pada irisan melintang batang/cabang. Gejala dari penyakit Layu berbercak-bercak (Spotted Wilt) dari tanaman tomat. Gejala kerdil dan mati. Mottle Beberapa pola tertentu dari variasi warna Gejala nekrosis: (1). dan lain-lain. (4). termasuk akar-akar.(5). Daun Gugur Prematur (Premature Leaf Shedding) : Gejala penyakit Mosaic pada Kobis. Mosaic pada Peach. penyakit Pucuk-Keriting (Curly Top)d ari gula-bit. Garis-garis tak teratur (Streaks) Terjadi necrosis yang berupa bercakbercak memanjang seperti garis-garis tak teratur (terputus-putus) pada batang. Necrosis Pucuk (Top Necrosis) Terjadi kematian pucuk (terminal) ranting/cabang dan daun-daun. Kerdil dan Mati dari Tanaman Berkayu (Stunting and Death of Woody Palnts): Tristeza dari Citrus. (1). Kerdil pada Alfalfa. dan gejala meranting (Spnidly twigs) pada penyakit Yellows dari pohon Peach. (3). Mosaic Variasi dalam warna daun dengan pola beraneka. (3). (2). Gejala dari penyakit Phloem Necrosis dari pohon Elm. Gejala penyakit Kerdil pada Dahlia. Necrosis Lokal Bercak-bercak kecil-bulat yang berupa jaringan mati pada daun. Pengerdilan pada Pertumbuhan Baru (Stunting of Current Growth): Gejala Rosettes pada penyakit Mosaic dari tanaman Peach. Kerdil Seluruh bagian tanaman menjadi kerdil. (6). (2). .

(4). Sapu setan (Witches broom) pada kentang.Salah bentuk (malformations): Daun bertekstur kasar (Rough-textured Leaves): Gejala penyakit Mosaic Rugose pada Kentang. Reduksi pada lamina-daun (Leaf blades reduced) Gejala penyakit Daun Paku-pakuan (Fern leaf) dari tomat. Daun-daun menggulung ke bawah Penyakit Pucuk Keriting ari Buncis Gejala pertumbuhan berlebihan (overgrowth). Gejala Pucuk-Keriting (Curly Top). Stock. umbi berlekuk-lekuk (spindle-tuber) pada kentang. (1). (2). (1). Endapan Gum dalam jaringan Xylem dari kayu (Gum depostis inXylem of wood) Gejala penyakit Kulit Bersisik (Scaly Bark) dari Citrus.Keriting (Curly Top) dari tanaman Gula-bit dan Tomat. (3). Mosaic pada Fig. Pertumbuhan Terhambat Gejala dengan ujung-ujung/pucuk-pucuk meruncing pada tanaman ketimun. (5). Daun menggulung ke atas Penyakit Pucuk. dan Tulip. (6). Kuncup-kuncup tumbuh berlebihan (Proliferation of buds): Gejala penyakit Aster Yelows . (3). Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar sekunder (Proliferation of secondary roots): Gejala 223 . Enations: Tumbuh tonjolan-tonjolan lunak di atas permukaan daun atau batang. (2). Warna Terputus dari Petal (Color Break in Petals) Gejala perubahan warna dari mahkotabunga (petals) pada tanaman Kapri. Petunia.

Virus yang menyerang inang dalamsatu famili. dan juga gejala penyakit Aster Yellows Gejala penguningan (yellows symptoms).): Gejala Aster Yellows .disease -vector belalang daun (leafhopper). Virus mosaic Peach (Peach Mosaic virus)-vector tungau eriophid. Mahkota bunga menguning atau menghijau (Greening or Yellowning of Petals): Gejala penyakit Aster Yellows pada tanaman Aster dan Delphinium Virus-Virus Penting yang Menyerang Tanaman Virus mosaic tembakau (Tobacco mosaic virus). Virus mosaic ketimun (Cucumber mosaic virus) vector aphids.vector aphids. Chlorosis yang menyeluruh dan permanen pada daun-daun dan lain-lain (Permanent uniform Chlorosis of leaves. Virus mosaic alfalfa (Alfalfa mosaic virus)vector aphids Gambar 5.54. . Virus Tristeza dari Citrus-vector aphids. Virus layu-berbercakbercak (Spotted wilt virus)-vector thrips. Gejala serangan virus pada daun tembakan Gambar 5. . Virus Pucuk-keriting (Curly-top virus)-vector eblalang-daun (leafhoppers). (2). Virus mosaic tebu (Sugarcane mosaic virus)-vector tak diketahui. (1). etc.53.penyakit Pucuk-keriting (Curly Top).55. Virus busuk-melingkar hitam dari Kobis (Cabbage black ring-rot virus)vector aphids. Kutu daun. Virus Western X. salah satu vektor virus tanaman. satu species Virus Aster yellows (Aster Yellows virus)-vector belalang daun(leafhopper). Virus mosaic buncis (Bean mosaic virus)-vector aphids (11 species) Gambar 5.

Gejala serangan virus pada polong kacang buncis . Virus yang menyerang inang dalam satu genus Virus nekrosis Phloem dari Elm (Phloem necrosis virus of Elm)-vector kumbang224 .

Virus Peach Yellow - vector aphids. Organismeorganisme ini disebut mycoplasma (berarti : bentuk cendawan ). Jenis-jenis mycoplasma yang telah dinyatakan berada dalam tanaman dan mengakibatkan penyakit tidak banyak jumlahnya. mereka akan tampak sebagai benang-benang yang bercabangcabang dan memanjang yang kemudian akan terputus-putus menjadi sel-sel yang berbentuk bulat. mereka akan diperlakukan seperti penyakit-penyakit dimana identifikasi dilakukan berdasar gejala-gejala yang ditimbulkannya pada tanaman. Virus Sour Cherry Yellows -vector tak diketahui. tetapi dapat dihambat perkembangannya secara partial (partially inhibited) oleh senyawa-senyawa Tetracycline (Aeromycin et al). Mycoplasma resisten terhadap Penicillin.kulit-pohon. bahwa jenis-jenis yang dikenal akan bertambah dalam waktu singkat. Penyebabnya adalah suatu golongan organisme yang sangat kecil dengan ukuran terletak di antara virus dan bakteri. Penyakit-penyakit mycoplasma Belum lama berselang (1967) telah didemonstasikan.56.dengan mikroskop elektron. Di Dalam beberapa jenis mycoplasma ditularkan oleh belalangdaun (leafhoppers). tidak mempunyai dinding sel yang kaku. Virus gabus bagian-dalam (internal cork virus) dari tanaman ubi jalarvector aphids. ternyata tidak demikian. Penyakit-penyakit yellows (mycoplasma): . Gambar 5.57. dan oleh karenanya dapat berubah bentuknya sesuai dengan sifat membran selnya yang lentur tapi mudah rusak/luka iut. bahwa sejumlah penyakit yellow diseases yang dulunya dikira disebabkan oleh serangan virus. Penyakit bunchy Top yang disebabkan oleh virus pada tanaman pisang. 5). Dari segi diagnosis. Gejala serangan virus pada tanaman bawang Gambar 5. Akan tetapi dapat dipastikan.

Gejala-gejala : Penyakit Aster Yellows menyerang lebih dari 150 genera 225 . dan lainlain. dan cabai Kerdil Clover (Clover dwarf) : Pada Clover.American Aster Yellows : Pada tanaman Aster. Kerdil pada Mulberry (Mulberry dwarf): Pada Mulberry. Kemunduran pada Pertanaman Pech (Peach decline). Stolbur. kentang. Parastolbur : Pada tanaman Periwinkle. Petunia. Kerdil-jagung (Corn stunt) : Jagung. tomat. Penyakit-X pada Peach (Peach X-disease). Chrysanthemum. Kerdil-kuning pada padi (Rice Yellow-dwarf).

walaupun tidak gampang. Beberapa gulma yang sering mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya adakah: gulma berdaun lebar. Gulma tanaman daun lebar . Gambar 5. c. Gulma semusim (berdaun lebar) yang sering dijumpai di semua lokasi misalnya babadotan (Ageratum conyzoides). dan bungabunganya secara keseluruhan akan mengalami salah-bentuk atau steril. dan alang-alang. golongan tanaman sayuran dari family Umberlliferae seperti wortel. dan sapu setan . rumput bermuda.) dan rerumputan seperti rumput kremah.58. air dan udara dan tempat tumbuh. Jenis gulma yang tumbuh sangat bervariasi. Di samping itu mungkin terdapat pula gejalagejala : Pertumbuhan berlebihan dari akar-akar kecil. Akan tetapi kerugian ekonomis diderita terutama oleh golongan tanaman hias dari family Compositae seperti Aster. selderi dan parsley. tekitekian (Cyperus sp. Gulma juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit bagi tanaman. termasuk banyak jenis gulma. tergantung pada tempat tumbuh. dorongan tumbuh pada kuncup-kuncup yang dormant. Bagian-bagian berubah bentuk dan warnanya seperti daun. Penyakit Aster Yellows biasanya dapat didiagnosis berdasar gejala-gejala pada tanaman inang. bayam duri (Arnaranthus spinosus).tanaman. Gejala-gejalanya mencakup terjadinya penguningan (warna kuning yang bersifat umum) dan effek ini seringkali terjadi secara unilateral . gulma teki dan gulma rumput. Gulma Tumbuhan Gulma adalah tumbuhan yang hidup pada tanaman budidaya sehingga akan menjadi pesaing bagi tanaman. Gejala Pucuk-Ungu (Purple Top) adalah serangan penyakit Aster Yellows pada tanaman kentang di mana terjadi pula gejala timbulnya umbi-umbi pada bukubuku cabang/batang. cara pengolahan tanah dan lokasi penanaman. Persaingan antara gulma dengan tanaman utamanya adalah bersaing dalam penggunaan unsur hara.

60. Gambar 5.59.Gambar 5. Gulma di lahan sawah. Struktur gulma Cyperus iria 226 .

. . Dengan terputus dan bergantinya tanaman yang dibudidayakan maka kesempatan hama untuk mendapatkan makanan yang paling disenangi akan terputus. dan PB30. Kebanyakan hama sangat tergantung pada jenis makanan tertentu. Pengendlian secara tehnis budidaya bertujuan untuk memutuskn dan memperpendek masa tersedianya makanan bagi hama. . sanitasi.d. secara biologi. sehingga hama akan kekurangan makanan sekali gus akan berpengaruh terhadap penurunan populasi hama. . penggunaan varitas tahan atau resisten. midalnya penanaman padi tahan weereng. Pengendalian secara tehnik budidaya adalah mengatur masa tanam. rotasi tanaman dan pergiliran tanaman yang merupakan salah satu cara memberantas hama dengan tehnik budidaya. penggunaan insek-tisida. pengendalian hama secara terpadu. PB28. seperti PB26. Pengendalian hama dengan varietas tahan merupakan upaya pemberantasan hama yang paling mudah. Sifat-sifat kimia/ fisik serta morfologi tanman yang tahan tidak disukai oleh hama. tehnik budidaya. Pengendalian secara sanitasi adalah menghilangkan inang alternatif barupatumbuhan yang tidak dibudidayakan yang biasanya digunakan untuk tempat hidup alternatif bagi hama . . Teknik pengendalian opt Pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara: . Sehingga perkembangan dan pertumbuhan populasi hama akan turun sampai batas yang tidak membahayakan tanaman budidaya.

tanaman. Penggunaan pestisida dapat dianjurkan pada kondisi seperti tersebut di atas. tehnik budidaya dan sanitasi tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama. Penyemprotan pestisida sebaiknya ditujukan pada stadium hama yang paling lemah. Penyemprotan pestisida hendaknya dilakukan secara berulang-ulang dengan konsentrasi yang rendah dan sesuai dengan dosis rekomendasi. Hal ini terkait dengn 227 . Pengendalian hama dengan menggunakan pestisida selalu dilakukan pada saat populasi hama telah melampaui bata ambang ekonomi (tingkat membahayakan). Kegiatan sanitasi dilakukan dalam upaya untuk mengurangi populasi serangga. Pestisida digunakan apabila tehnik pengen-dalian dengan varietas resisten. misalanya stadiaum nimfa atau imago. Penyemprotan pestisida dapat diulamngi apabila penyemprotan yang pertama tidak menunjukkan hasil dalam menu-runkan populasi hama dan ssangat memungkinkan apabila diperlukan konsentrasi pestisida dapat ditingkatkan. Pemilihan pestisida yang efektif amat mutlak diperlukan. Memusnahkan sisa tanaman yang berada di lahan pertanian juga termasuk dalam usaha sanitasi untuk memberantas hama karena sisa tanaman budidaya akan memungkinkan hama dapat bertahan hidup sampai masa tanam berikutnya. Pada umumnya pengendalian hama secara sanitasi dilakukan dengan membersihkan tumbuhan liar yang mungkin menjadi tempat hidup dan bertelur ataupun tempat makan hama yang sangat diperlukan untuk kehidupannya.

maka dapat bertahan lebih lama. Keseimbangan yang diharapkan adalah kemungkinan bahwa parasit dapat mengurangi populasi serangga sampai tidak membahayakan. Penerapan cara pemberantasan biologi harus mengusahakan pendistribusian parasit seefisien mungkin agar tercipta kesinambungan biologi antara parasit de ngan hama. P engendalian hama terpad (integrated pest control) adalah perpaduan beberpa metode dan tehnik pengendalian hama .bahaya residu pestisida terhadap tanaman manusia. misalnya parasit wereng adalah tabuhan dari famili Tricogamatidae yang merupakan parasit telur dan predatornya adlah kumbang Coxinella arcuata. Pada kondisi ini diduga musuh alami banyak terbunuh pada saat melakukan aplikasi penyemprotan pestisida yang pertama. dan lingku-ngan. tetapi bukan untuk memusnahkan seluruh hama yang menjadii OPT. Cara pengendalian hama secara biologi adalah dengan memanfaatkan musuh alami dari hama yang menyerang tanaman budidaya. Hama Flutella pada kubis diparasit oleh Angitaria. Pengendalian hama secara biologi diarahkan supaya hama secara alami dapat berkompetisi dengan organisme se-kitar lingkungannya. Musuh alami hama dapat berupa predator dan parasit. Akibat pengunaan pestisida yang kurang tepat menimbulkan ketahanan serangga terhadap pestisida. Untuk mengintroduksi predator atau parasit membutuhkan modal yang besar. Dan cara biologi ini tidak mencemarkan lingkungan seperti ada aplikasi pestisida. Apabila parasit yang ditetapkan bekerja secara efisien. Akibat negatif dari pestisida adalah resurgensi hama dan letusan hama kedua yang lebih dahsyat dibanding dengan serangan hama yang pertama.

dalam suatu program untuk mengelola populais hama sehingga kerusakan tanaman yang disebabkan oleh OPT tidak termasuk ke dalam kerusakan ekonomis. atau penanaman varietas tahan hama. Pengendalian hama mengakui adanya jenjang toleransi manusia terhadap populasi hama atau terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh hama. Dalam kondis tertentu ada kemungkinan bahwa adanya individu serangga atau bina-tang malahan lebih berguna bagi manusia di masa yang akan datang. Pandangan yang menyatakan dan harus dilakukan pemberantasan tidak sesuai dengan k aidah pengendalian hama terpadu. Pengendalian hama yang hanya bertumpu hanya pada satu tehnik pengendalian sering disebut dengan pengendalian seca unilateral. 228 . Pengendalian hama terpadu tidak tergantung pada suatu cara pengenalian tertentu seperti pengunaan pestisida. tetapi memadukan semua tehnik pe ngendalian dalam satu kesatuan s istem pengelolaan. Strategi pemberantasan hama terpadu bukanlah eradikasi hama. D alam melaksanakan pengendalian hama digunakan semua metode atau tehnik pengendalian yang sudah umum di lakukan. tetapi hanya mengenalikan populasi hama agar tetap berada di bawah suatu tingkatan atau aras yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomis. Ciri-ciri pengendalian hama terpadu adalah sebagai berikut: tuj uan utama bukanlah memusnahkan hama. Sedangkan pengendalian hama terpadu merupakan kegiatan pengendalian secara multilateral. tetapi berupa pembatasan populasi hama. mebasmi ataupun memberantas.

Mengembangkan . Mempelajari saling ketergantungan dalam ekosistem . Menetapkan dan mengembangkan ekonomi ambang . maka perlu diperhatikan bebe-rapa kendalanya. Sehingga produktivitas pertanian dapat diusahakan pada tingkat yang tinggi. Identifikasi dan analisis status hama yang harus dikelola . yang berarti bahwa pelaksanaan pengendalian hama terpadu harus dapat didukung oleh kelayanan sosial ekonomi masyarakat setempat. Pengendalian hama terpadu tidak hanya memperhatikan sasaran jangka pendek tetapi merupakan pencapaian untuk sasaran jangkan panjang.marga satwa. Kendala ekologi yang berarti bahwa dalam penerapan pengendalian hama terpadu harus secara biologis dapat dipertanggung-jawabkan dan tidak menimbulkan kegoncangan atau kerusakan linkungan yang akan merugikan binatang berguna.Dalam mencapai sasaran pengendalian hama terpadu. yaitu mempertahankan populasi hama di bawah kerusakan ekonomi. dan lingkungannya. manusia. Langkah-langkah pokok yang harus dilalui dalam pengendalian hama terpadu: . serta kelestarian produksi dan pengelolaan lingkungan. Mengembangkan sistempengamatan toring hama dan meoni. yaitu kendala sosial dan ekonomi.

dan selektivitas melalui perbaikan tehnik aplikasi dan pengetahuan terhadap sifat dan perilaku hama. Cara pengendalian ini cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh semua orang.model deskripsi dan peramalan hama . pada prinsipnya . Keberhasilan pengendalian secara mekanis dapat dicapai jika dilakukan secara terus menerus. Pemasangan perangkap. pengelolaan lingkungan dengan cara bercocok tanam menggunakan pestisida secara selektif termasuk pestisida fisiologis. 1) Pengendalian organisme penganggu dengan pola bercocok tanam Pada dasarnya pengendalian organisme pengganggu secara kultur tehnis adalah mengelola lingkungan tempat budi daya tanaman agar kondisinya tidak mendukung perkembangan dan pertumbuhan organisme pengganggu. yaitu dengan pengambilan organisme pengganggu secara langsung dengan menggunakan tangan. 2) Pengendalian organisme pengganggu secara mekanis Pengendalian secara mekanis dimaksudkan untuk mengurangi populasi (jumlah) organisme pengganggu dengan bantuan tangan atau alat tertentu. Melakukan penyuluhan kepada para petani agar menerima dan menerapkan pengendalian hama terpadu . Beberapa cara mengendalikan organisme pangganggu secara mekanis adalah sebagai berikut : Pengendalian dengan tangan. ekologis. Mengembangkan orgnisasi pengendalian hama terpadu Beberapa taktik dasar pengendalian hama terpadu antar lain pemanfaatan pengendali hayati yang asli dari tempat tersebut. Mengembangkan strategi pengelolaan hama .

229 .hanya menyediakan sesuatu (alat dan bahan) yang menyebabkan organisme pengganggu tertarik sehingga menghampiri perangkap. di tengah kebun sangat efektif untuk hama dari ordo Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat). Pemasangan lampu (sumber cahaya) pada malam hari.

4) Pengendalian organisme secara hayati Pengendalian hayati adalah pemanfaatan dan penggunaan musuh alami untuk menumnkan/mematikan populasi organisme pengganggu tanaman. hanya benih/bibit yang ditanam diambil dari kelompok varitas/ klon yang tahan terhadap suatu organisme pengganggu. Kematian organisme pengganggu dapat disebabkan oleh pemanasan. pengeringan. Dengan cara ini petani tidak perlu belajar secara khusus. Pengendalian hayati dengan musuh alami yaitu menggunakan organisme an dapat menyerang hama atau patogen (bibit penyakit) atau gulma. penghalang dan lain-lain. Akan tetapi organisme musuh alami tersebut tidak merugikan tanaman yang diusahakan. dan petani dapat secara langsung menggunakannya seperti halnya membudidayakan tanaman pada umumnya. 5) Pengendalian organisme pengganggu dengan varitas/klon tanaman tahan hama/ penyakit Pengendalian organisme peng-ganggu dengan varitas atau klon tanaman yang tahan terhadap organisme tersebut bertujuan untuk meminimumkan (menurunkan) serangan organisme penggganggu karena adanya daya tahan yang tinggi dari varitas atau klon tanaman yang diusahakan. Contohnya adalah tanaman tomat Ratna dan cabe keriting yang tahan terhadap penyakit layu.3) Pengendalian organisme pengganggu secara fisik Pengendalian secara fisik merupakan pengendalian yang menggunakan faktorfaktor fisik atau mengubah lingkungan fisik agar organisme pengganggu menjadi mati atau berkurang jumlahnya. Pengendalian dengan cara ini merupakan cara yang paling mudah. 6) Pengendalian organisme secara kimiawi Pengendalian organisme peng-gangu secara kimiawi adalah penggunaan zatzat kimia untuk mematikan organisme . pembakaran. pembasahan. murah dan ramah lingkungan.

2-dimetil-7-benzonil-dimetilkarbonat Dari cara masuknya pes-tisida ke dalam organisme pengganggu tanaman. Contoh penamaan pestisida dalam kegiatan sehari-hari adalah nama dagang. bakterisida.pengganggu. dapat digolongkan menjadi racun perut. Fungisida dalah bahan kimia yang dapat membunuh jamur (fungi). Nematisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh nematoda. Acarisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tungau (ordo Acarina). yaitu sebagai berikut : Nama umum : Karbofuran Nama Umum : Furadan. rodentisida. Bakterisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh bakteri. nama dagang dan nama kimiawi. akarisida dan herbisida. Racun perut adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama melalui saluran pencernaan makanan.3-dihidro 2. Ada tiga cara penamaan pestisida. Pestisida dapat dikelompokkan menjadi insetisida. racun sistemik dan fumigan. sehingga populasinya menurun. Rodentisida adalah bahan kimia yang dapat membunuh tikus. yaitu nama umum. Curater dan lain-lain Nama Kimia : 2. nematisida. racun kontak. Insektisida adalah bahan kmia yang dapat membunuh serangga (insekta). Racun kontak adalah bahan kimia yang mematikan hama setelah memasuki tubuh hama apabila bahan kimia tersebut bersentuhan atau 230 . fungisida. Dan herbisida adalah tanaman yang dapat membunguh rerumput-an gulma.

kemudian termakan organisme penggangu atau nama.11. Racun sistemik adalah bahan kimia yang mematikan hama yang masuk ke dalam tubuh hama melalui bagian tumbuhan yang terlebih dahulu telah mengandug bahan kimia tersebut. sehingga efektif dan efisien penggunaannya. Jenis Formulasi Pestisida menjadi gas dan membunuh organisme pengganggu melalui proses pernafasan. Pada umumnya pestisida dibuat dalam bentuk formulasi tertentu. NO NAMA KODE KETERANGAN FORMULASI 1 Emulsifiable Bila dicampur air. Bila dicampur air emnjadi suspensi tepung dan dapat larut dalam air . bila dicampur air menjadi suspensi 3 Flowable Powder (F) Tepung halus dan basah (seperti puding). cairan akan menjadi emulsi (putih seperti Concentrates (EC) susu) 2 Wetable Powders (WP) Tepung basah.menempel pada tubuh hama. Beberapa bentuk formula pestisida disajikan dalam tabel berikut ini. Fumigan adalah bahan kimia yang mudah Tabel 5.

4 Soluble Powder (SP) Tepung.release Formulations (SR) . digunakan bersama bahan tambahan yang disenangi hama (sebagaimakanan) 10 Slow. digunakan tanpa campuran bahan pelarut lagi 7 Granular Butiran. merupakan partikel kecil yang dapat menguap ke udara 9 Poisonous Baits (B) Umpan beracun. dapat larut dalam air 5 Solution (S) Larutan mempunyai-daya racun tinggi terhadap organisme pengganggu tanaman 6 Dust (D) Debu. diberikan kepada tanaman tanpa bahan tambahan (G) (langsung dibenamkan pada tanah) 8 Aerosol (A) Bahan aktif.

keluar secara per lahan-lahan. pemakaian selama musim tanam beberapa kali. untuk membasmi nimfa (anak serangga). dibenamkan dalam media tanam 2 Tungau Takothion 500 EC Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 231 . Furadan G 2-4 gram per tanaman untuk membasmi nimfa (anak serangga).Bahan aktif. dengan selang waktu 7-10 hari. Daftar hama dan penyakit tanaman serta jenis pestisida No. dibenarnkan dalam media tanam Temik 10 G 2 gram per tanaman untukmembasmi nimfa (anak serangga).12. HAMA Takothion 500 EC 1 Thrips 1-2 cc/liter air. Tabel 5. NAMA HAMA/ PENYAKIT PESTISIDA DOSIS PENGENDALIAN A. disemprotkan merata ke tanaman setelah tanaman berumur 15-30 hari. dibenamkan dalam media tanam Curater 3 G 2 gram per tanaman.

3 Kutu Daun Trithion 4 E Omite 57 EC Tahothion 500 EC Anthio 33 EC Dibrom 8 EC Folithion 50 EC Karphos 25 EC 4 Ulat Nudrin 24WSC Diazinon 40 EC Baythroid 50WSC 5 Kumbang Cymbush 6 EC Bayrusil 250 EC 6 Lalat Buah Hostathion 75 EC Bayrusil 250 EC 7 Kepik Laybaycid 25 EC Folithion 50 EC 8 Belalang Curacron B. PENYAKIT Benlate / Antracol 70 1 WP / Velimex Bercak Daun 2 .

75-1. Memanfaatkan secara maksimal proses pengendalian alami oleh patogen hama.2%per liter air 0. Teknik pengendalian hama.25-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 2-3 cc/liter air 0.2%per liter air 0.Layu Fusarium 3 Layu Bakteri - 4 Antraknose/ patek Benlate / Antracol 70 WP/ Velimex d. penyakit dan gulma (hpg) secara organik Patogen serangga dapat digunakan dalam Pengendalian Hama Tanaman (PHT) melalui beberapa teknik dan sasaran yaitu : 1).5-1 cc/liter air 1-2 cc/liter air 0. Ada banyak jenis jamur patogen penyebab penyakit dan jamur yang mampu menekan populasi hama secara alami sehingga populasi tetap berada di bawah aras ekonomik.15%per liter air 0. Kita harus menjaga ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen dapat melaksanakan fungsinya secara density dependent . 25-40 ml/liter air 1-2 cc/liter air Lihat dosis untuk pengendalian Thrips 1 2 cc per liter air 2 cc/liter air 0.5 cc/liter air 0.15%per liter air .

Caranya adalah dengan memasukkan dan menyebarkan patogen pada suatu ekosistem sedemikian rupa sehingga patogen tersebut mantap di ekosistem yang baru ini. Introduksi dan aplikasi patogen hama sebagai faktor mortalitas tetap. sehingga menjadi faktor 232 . 2). 0.5 1 gram / liter air Tanaman dibangkar lalu dibakar Tanaman dibangkar lalu dibakar 0. Prinsip penggunaan patogen hama disini sama dengan introduksi serangga parasitoid atau predator untuk menekan populasi hama untuk jangka waktu yang panjang.0.5 1 gram / liter air Untuk itu keadaan dan perkembangan hama yang penting perlu terus dipantau dan menjaga tindakan-tindakan yang mengurangi berfungsinya patogen hama dapat dibatasi sekecil mungkin.I cc / liter air 0.5 .25 1 cc / liter air.

3). Aplikasi patogen perlu dilakukan beberapa kali sama prinsipnya dengan penggunaan insektisida sintetik organik.mortalitas tetap bagi spesies hama yang dikendalikan. Berbeda dengan insektisida sintetik organik maka insektisida mikrobia mempunyai keuntungan yaitu berspektrum sempit atau khas inang dan aman bagi lingkungan hidup serta tidak membunuh binatang bukan sasaran. Dibandingkan dengan teknik-teknik pengendalian yang lain terutama pestisida. sedangkan untuk microbial agen yang telah dikeringkan dan dicampur dengan media lain dapat langsung dibenamkan kedalam tanah atau ditebarkan ke tanah disekitar tanaman. pengendalian OPT dengan musuh alami memiliki keuntungan diantaranya: a). Aplikasi patogen hama sebagai insektisida mikrobial. Kecuali itu apabila keadaan lingkungan memungkinkan patogen hama yang diaplikasikan pada ekosistem mungkin dapat menjadi pengendali alami hama yang permanen di ekosistem tersebut. kemudian disemprotkan ke seluruh tanaman atau langsung ke dalam tanah di sekitar perakaran. Aman bagi lingkungan Pengendalian hayati tidak memiliki efek samping terhadap lingkungan terutama terhadap serangga atau orga-nisme yang . Saat ini beberapa jenis patogen seperti Bacillus thuringiensis telah dipasarkan dengan nama dagang tertentu. Permanen Musuh alami menjadi lebih mapan dan selanjutnya secara alami musuh alami akan mampu menjaga populasi hama dalam keadaan seimbang di bawah aras ekonomik dalam jangka waktu yang panjang b). Teknik penggunaan pengendali hama jenis mikroba biasanya diigunakan pada tanaman setelah melalui pengenceran untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat. Permu-laan bagi patogen diperlukan kepadatan populasi inang yang cukup.

bukan sasaran Relatif ekonomik karena begitu usaha tersebut berhasil kita tidak memerlukan lagi tambahan biaya khusus untuk pengen-dalian hama yang kita upayakan dan tidak merugikan per-kembangan musuh alami. Aspek dasar yang meliputi taksonomi. dinamika populasi. Kerugian pengendalian hayati adalah: a). penelitian. siklus hidup. Identifikasi yang tepat jenis hama maupun musuh alaminya merupakan langkah permulan yang sangat penting. ekologi. supaya tidak memperoleh kesulitan dalam mempelajari sifat-sifat kehidupan musuh alami dan langkah kegiatan selanjutnya Diperlukan Fasilitas yang lengkap dan para peneliti yang berkualitas. musuh alami maupun tanaman. Keberhasilan dari penggunaan pengendali hayati relatif lebih lama. pengujian. Modal investasi yang besar Modal untuk pengendalian hayati relatif besar karena harus dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi. genetika. dan evaluasi terutama yang menyangkut berbagai aspek dasar baik untuk hama. dll. berdedikasi tinggi untuk pengembangan teknologi pengendalian hayati. biologi. fisiologi. Mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat 233 . 4) Taktik Pengendalian Telah tersedia berbagai taktik pengendalian yang dapat dikelompokkan seperti di bawah ini : (a). berpendidikan khusus dan.

Pengelolaan tanah dan pengairan . Jelas ada hubunganya. Pemangkasan . Di lapangan dapat dibedakan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan yang bukan. Tanaman perangkap . umur antara 135-145 hari. Jadi pertumbuhan tanaman sehat pada umumnya menjadi lebih tahan terhadap serangan hama. Sanitasi . bentuk dan warna gabah gemuk dan kuning bersih. Mengapa harus mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. muka daun kasar. Pergiliran tanaman . Pengendalian hayati (musuh-musuh alam) . tidak berkeriput.Yang dimaksud dengan tanaman sehat ialah tanaman yang terlihat segar. Dimulai dengan menilai kesehatan benih. tinggi antara 105-120 cm. Pola-pola tanam . Demikian juga kecepatan pertumbuhan benih tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Tanda-tanda benih sehat ialah benih harus bersih. Waktu tanam . Penggunaan mulsa (b). terlihat bernas. Usaha ini mencakup berbagai aspek kultur teknik yaitu : . malah sangat erat. tumbuh normal menurut kriteria pertumbuhan yang telah diketahui. Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat pula. Bentuk tanamannya tegak. persentase tumbuhnya (kecambah) hampir 100%. posisi daun tegak. Pemupukan . tidak ada gejala-gejala berpenyakit. dan daun hijau. batang. anakan produktif 15-20 batang. Apakah hubungan antara pertumbuhan tanaman sehat dengan masalah hama. Misalnya varietas unggul Cisadane. Tanaman yang sehat akan lebih mampu menahan serangan berbagai spesies hamanya. Bagaimana caranya mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat. warna kaki.

jadi daya tahan yang diwariskan secara genetik. virus. Antibiosis . 1951) : . Dengan demikian hama tersebut tidak mendatangkan kerugian. Dari segi kepentingan manusia musuh-musuh alam tersebut dimanfaatkan sebagai pengendali hama agar fluktuasi kepadatan rata-rata populasi hama tanaman selalu rendah. Daya tahannya itu diwariskan kepad keturunan-keturunannya. 1985. 1986) . nematoda) . Mekanik Pengendalian secara mekanik ialah menggunakan berbagai alat/bahan untuk membinasakan hama. Pimentel. Varietas tahan Yang dimaksud dengan varietas tahan ialah varietas-varietas yang memang tahan terhadap serangan hama-hama tertentu. termasuk menggunakan tangan kita untuk mengambil/menangkap hama sebagai berikut : 234 . (c). ikan). amphibia. Parasitoid . 1979). et al. Mekanisme ketahanan varietas dapat digolongkan sebagai berikut (Pinter. Vertebrata (mamalia. Musuh-musuh alam tersebut dapat digolongkan sebagai berikut (van den Bosch et al. burung. hingga tingkat kepadatan rata-rata organisme tersebut lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak teratur oleh musuh alamnya (DeBach. Non-preferensi . bakteri. Predator . Patogen serangga ( jamur.Dalam pengertian ekologi definisi pengendalian hayati ialah pengaturan populasi kepadatan organisme oleh musuh-musuh alamnya. Toleransi tanaman (d).

dingin . Kelembapan . Energi. (g). perangkap cahaya. Yang termasuk ke dalam senyawasenyawa kimia semio ini adalah feromonferomon dan senyawa-senyawa kimia alelo ( allelochemicals ).. Sepanjang diektahui efek racunnya terhadap kehidupan hewan dan tanaman sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Pengendalian secara genetik Ada kemungkinan untuk merubah komponen-komponen genetik populasi hama atau mekanisme pewarisnya yang lain dengan tujuan untuk mengendalikan hama tersebut. Suara . Mekanisme kerjanya ialah mengubah perilaku serangga. alat . Menangkap dengan alat penghisap . Metoda pengendalian . Senyawa-senyawa kimia semio ( semiochemicals ) Selama dua dekade terakhir ini banyak kemajuan telah tercapai dalam mengidentifikasi dan menetapkan fungsi berbagai senyawa kimia yang dikeluarkan oleh serangga yang mutlak penting dalam kehidupannya. tetapi tidak mematikannya. Menggunakan alat perangkap (e). pengaturan cahaya (f). Suhu panas. Memagari tanaman dengan pagar . Fisik Yang dimaksud dengan pengendalian secara fisik ialah memanfaatkan faktorfaktor fisik untuk membinasakan atau menekan perkembangan populasi hama. Membinasakan dengan tangan. Beberapa diantara senyawa kimia ini telah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu taktik dalam PHT. antara lain dengan : .

Pestisida Yang dimaksud dengan pestisida ialah zat-zat kimia untuk membunuh hama. Dengan demikian harus dapat diantisipasi spesies-spesies hama penting apa saja yang mungkin timbul pada setiap fase kegiatan dan . Teknik jantan mandul dengan radiasi . dan teknik memusnahkan serta alat-alat dan teknik aplikasi dan pengelolaan pestisida. Bakterisida . Namun masih terjadi perdebatan apakah berbagai produk kimia yang non-letal seperti pengatur tumbuh. Jadi pestisida adalah racun. penyimpanan. Zat kimia pemandul (h). Namun tidak mutlak demikian. yang lainnya tidak diperlukan. formulasi. 235 Program PHT hendaknya sudah harus dimulai sejak persiapan tanam sampai dengan pasca panen. feromon dan sebagainya. juga termasuk pestisida. Yang dibicarakan di sini antara lain penggolongan pestisida menurut golongan hama yang diberantasnya. efeknya terhadap hama. Akarisida . toksisitas. . Molusida . transpor.secara genetik yang dibicarakan di sini ialah : . Fungisida . Apabila dengan menggunakan satu taktik pengendalian sudah berhasil baik sesuai dengan falsafah dan tujuan PHT. Insektisida . Herbisida Sesuai dengan definisi PHT untuk menanggulangi sesuatu spesies/ sekelompok spesies hama penting dipilih mana dari taktik-taktik pengendalian tersebut di atas yang paling cocok untuk digabungkan menjadi satu kesatuan program pengendalian.

Bemisia tabaci. Untuk ini diperlukan pengetahuan tentang agorekosistem tanaman tersebut dan ekobiologi hama-hamanya. pengendalian secara mekanis. Untuk mengendalian hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan sevara bilogis. 1). Kelompok musuh alami yang paling penting adalah dari go-longan serangga sendiri. Implementasi Pengendalian Pengendalian hama dan patogen tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara. Untuk keberhasilan suatu pengendalian secara biologis harus mengenal terlebih dahulu musuh-musuh alami hama dan penyakit tanaman. Hama kedelai yang terpenting selama fase pertumbuhan pertama yaitu sejak berumur 4-10 hari setelah tanam ialah lalat kacang. Dilihat dari fungsinya musuh alami dapat kita kelompokkan menjadi parasitoid. penegndalian secara fisik. Pengendalian yang sudah umum dilakukan oleh petani Indonesia adalah pengendalian secara kultur teknis. Berikut ini adalah beberapa musuh alami hama dan penyakit tanaman. e. pengendalian dengan varietas yang tahan terhadap OPT dan penendalian secara terpadu (PHT: Pengendalian hama. patogen dan gulma secara terpadu). Hampir semua kelompok organisme dapat berperan sebagai musuh alami serangga hama termasuk binatang vertebrata. Phaedonia inclusa dan kutu kebul. invertebrata selain serangga.pertumbuhan tanaman. predator. nematoda. Tabel III. Ophiomya phaseoli. 1993). mikroorganisme. Parasitoid Parasitoid adalah serangga yang merugikan serangga atau binatang . dan patogen.3 memuat daftar hama-hama kedelai yang dapat hadir pada fase-fase pertumbuhan tanaman kedelai (Wedanimbi dan Soehardjan. Spesies-spesies hama lain mungkin juga ada. pengendalian secara hayati. Misalnya tanaman kedelai. pengendalian secara kimiawi. kumbang daun kedelai.

dan banyak lebah Braconid dan Chalcidoid yang bersifat gregarius. Lepidoptera. Larva yang keluar dari telur menghisap cairan inangnya dan menyelesaikan perkembangannya di luar tubuh inang (sebagai ekto-parasitoid) dan sebagian besar di dalam tubuh inang (sebagai endoparasitoid). Dalam ordo Hymenoptera yang terbanyak parasitoid adalah famili 236 . Parasitoid dapat menyerang setiap fase instar serangga maupun fase dewasa. Terdapat 6 ordo dan 86 famili serangga yang termasuk parasitoid yaitu Coleoptera. Umumnya parasitoid dapat membunuh inangnya meskipun ada inang yang mampu melengkapi siklus hidupnya sebelum mati. Parasitoid semacam ini disebut parasitoid soliter. Neuro-ptera. dan Strepsiptera. Hymenoptera. Sedangkan parasitoid gregarius adalah jenis parasitoid yang lebih dari satu individu dapat hidup bersama-sama dalam tubuh satu inang. Fase inang yang diserang pada umumnya adalah telur dan larva. Oleh induk parasitoid telur dapat diletakkan pada permu-kaan kulit inang atau dengan tusukan ovipositornya telur langsung dimasukkan ke dalam tubuh inang. Banyak lebah Ichneumonid merupakan parasito-id soliter. Ada spesies parasitoid yang hanya digunakan oleh satu para-sitoid untuk dapat melengkapi per-kembangannya sampai fase dewasa pada satu inang. Diptera.arthropoda lainnya. Parasitoid bersifat parasitik pada fase pra dewasanya sedangkan pada fase dewasa mereka hidup bebas tidak terikat pada inangnya.

Mikroorganisme patogen Jenis-jenis mikroorganisme yang berperan sebagai agen pengendali hayati diantaranya adalah sebagai berikut : Bakteri. Fungsi bakteri: Bacillus popilliae yaitu menyebabkan seperti penyakit susu pada kumbang jepang Popiliae japonica dan kumbang skarabid lainnya. jenis bakteri patogen yang penting adalah bakteri bacillus popiliae dan bacillus thuringiensis. dan Chalcidoidea. Undur-undur (Neuroptera : Chrysopidae). Hymenoptera. Beberapa perbedaan antara predator dan parasitoid: Parasitoid umumnya monofag atau oligofag Dalam perkembangannya parasitoid memerlukan satu inang. 2). Kelompok bakteri yang lebih penting adalah bakteri pem-bentuk spora yang pada saat ini telah banyak digunakan sebagai insektisida mikrobial. Beberapa famili yang terkenal adalah kumbang kubah (Coleoptera: Coccinellidae). Hampir semua jenis ordo se-rangga mempunyai jenis yang menjadi predator. Bila spora dan kristal bakteri dimakan oleh serangga yang peka maka terjadi gejala paralisis yang mengakibatkan kematian inang. tetapi pada predator serangga jantan dan betina. Gejala serangan : Bacillus thuringiensis sporulasi dalam tubuh serangga membentuk kristal yang mengandung protein beracun. dan hemiptera. Predator Predator merupakan orga-nisme yang hidup bebas de-ngan memakan atau memangsa binatang lainnya. Diptera. Neuroptera.Ichneumonidae. sedangkan predator memerlukan banyak mangsa. Braconidae. seperti Coleop-tera. Kumbang tanah (Coleoptera : Carabidae). Kristal bakteri akan melarut dalam saluran . 3). Bacillus thuringiensis sangat efektif digunakan untuk mengendalikan larva ordo Lepidoptera dan larva nyamuk. Yang mencari inang pada parasitoid adalah serangga dewasa betina.

Metharizium anisopliae. Setelah inang terbunuh. Setelah konidia jamur masuk ke dalam tubuh serangga serangga. Kelompok jenis jamur yang menginfeksi serangga kita namakan jamur entomofatogenik. dan Beauveria basiana Gejala serangan : Jamur patogen masuk ke dalam tubuh serangga tidak melalui saluran makanan tetapi langsung masuk ke dalam tu-buh melalui kulit atau integumen. epidermis. Proses perkembangan jamur dalam tubuh inang sampai inang mati berjalan sekitar 7 hari. Disamping itu ada beberapa jenis jamur yang mempengaruhi pigmentasi serangga dan menghasilkan toksin yang sangat mempengaruhi fisiologi serangga. Pada akhirnya semua jaringan dipenuhi oleh miselia jamur. jenis yang terkenal adalah Nomuraea rileyi. jamur memperbanyak dirinya melalui pembentukan hifa dalam jaringan epikutikula.pencernaan. hemocoel. jamur membentuk konidia primer dan sekunder yang dalam kondisi cuaca yang sesuai 237 . Karena pengaruh infeksi jamur terhadap pembentukan pigmen. Dalam jaringan tersebut bakteri mengeluarkan toksin yang dapat mematikan serangga Cendawan (fungi). larva atau instar serangga yang terserang jamur memperlihatkan perubahan warna tertentu seperti warna merah dan merah muda. serta jaringan-jaringan lainnya.

dengan sifat hiperparasit dan persaingan hara maupun ruang. Jenis-jenis agen pengendali hayati yang dapat dipergunakan untuk mengendalikan penyakit tumbuhan adalah bakteri. larva. Beberapa spesies Gliocladium sp. (baker and Cook. protozoa. dan Metharizium sp. adalah gliotoksin. Membebaskan gas-gas yang mudah menguap dan berfungsi sebagai anti jamur. Gliocladium spp. pupa) hama penggerek bonggol pisang. Saat ini di Indonesia jamur Metarhizium anisopliae telah digunakan secara luas untuk pengendalian hama Oryctes sp.konidia tersebut muncul keluar dari kutikula serangga. 1982). virus. agen pengendali hayati atau dengan introduksi masal satu atau lebih agen pengendali hayati. Jamur antagonis. Antibiotik yang dihasilkan Gliocladium sp. nematoda. Trichoderma spp. yang menyerang kelapa. pengendalian hayati adalah tindakan penekanan kepadatan inokulum atau aktifitas patogen yang berada dalam keadaan aktif atau dorman oleh satu atau lebih organisme. Jamur pengendali hayati adalah Trichoderma spp.. Pengendalian hayati dapat berjalan dengan alami melalui manipulasi lingkungan inang (tumbuhan). Jamur Beauveria telah dicoba untuk pengendalian hama wereng padi coklat dan hama penggerek buah kopi. sordidus. C. tungau dan jamur. Berikut beberapa contoh pembuat-an pestisida hayati dari mikro-organisme. bersifat antagonis yang menyebabkan kematian dan menghancurkan hifa inangnya dengan sekresi satu atau lebih antibiotik. bassiana merupakan entomopatogen yang dapat mematikan serangga dewasa dan pra dewasa (telur. bassiana dapat hidup. Bila pupa yang terinfeksi B. Anti jamur yang dihasilkan berpengaruh terhadap pertumbuhan Fomes annosus dan Lentinus lepideus Menurut Baker and Cook (1982). yaitu Jamur B. namun serangga imagonya akan cacat dimana perkembangan sayapnya tidak . Gliocladium dan Trichoderma berpotensi sebagai agen pengendali hayati untuk penyakit layu fusarium.

antara segmen toraks dengan abdomen dan antara segmen abdomen dengan cauda (ekor). bassiana terlihat keluar dari tubuh serangga terinfeksi mula-mula dari bagian alat tambahan (apendages) seperti antara segmensegmen antena. 238 .sempurna. Penetrasi jamur entomopato-gen sering terjadi pada membran antara kapsul kepala (head capsule) dengan toraks atau diantara segmen-segmen apendages demikian pula miselium jamur keluar pertama kali pada bagian-bagian tersebut. antara segmen kepala dengan toraks. Setelah beberapa hari kemudian seluruh permukaan tubuh serangga yang terinfeksi akan ditutupi oleh massa jamur yang berwarna putih. Jamur B.

lalu diencerkan dengan aquades steril sampai dengan 10-5. sehingga diperoleh suspensi dasar yang selanjutnya akan diencerkan sesuai kebutuhan. kemudian diinkubasikan dalam suhu 239 . setelah itu dipin-dahkan ke dalam media ja-gung pecah. Pada media jagung tersebut akan tumbuh miselium berwarna putih dan spora-spora jamur berwarna hijau olive.bassiana Gambar Morfologi Gliocladium sp. Gejala pada serangga dewasa C. Tanah tersebut disirami setiap hari sampai lembab. Pada patogen tanaman (kanan) Jamur Metarrhizium anisopliae Perbanyakan jamur dilakukan pada PDA. sordidus yang terinfeksi oleh jamur B. lalu diinkubasikan selama satu minggu. Suspensi ini dihitung kepekat-an sporanya dengan alat Haemocytometer di bawah mikroskop dengan perbesaran 400 600x. diperbanyak pada media PDA dengan cara isolat murni Gliocladium sp. (kiri) dan Hiperparasitisme Gliocladium sp. Satu milimeter hasil pengenceran tanah ditumpahkan ke dalam cawan petri lalu ditambah sembilan mililiter media PDA dan antibiotik. Kemudian tanah yang mengandung patogen dan jamur antagonis diambil satu gram.Gambar 48. Campuran tersebut digoyang sekitar 20 kali. Suspensi jamur dibuat dari biakan pada media jagung yang disuspensikan ke dalam akuades dan disaring. Gliocladium sp. yang berada dalam tabung reaksi dituangkan ke tanah yang mengandung patogen.

yaitu mengendalikan gulma dengan menggunakan ba-han kimia atau herbisida. unsur hara dan oksigen.kamar selama 2 hari. yaitu (1) cara mekanis. Setelah dipotongpotong dengan alat Cork Boorer. Pada hari ke-3 pindahkan jamur antagonis ke dalam cawan petri yang mengandung PDA steril. Herbisida kontak yaitu herbisida yang dapat membunuh bagian gulma yang terkena herbisida kemudian mengalir melalui sel-sel xilem. yaitu melakukan pergantian tanaman budidaya pada setiap musim tanam. (2) tehnik kompetisi. pencabutan. murni. lalu diinkubasikan sela-ma 4 hari. Dalam penerapannya. melakukan pembabatan. (4) cara biologi. Pilih satu cawan petri yang mengandung koloni Gliocladium sp. lalu diinkubasikan selama tujuh hari. yaitu herbisida kontak. dengan menggunakan predator gulma dan penyakit tanaman berupa fungi atau bakteri atau virus. setiap satu potongan dipindahkan ke cawan petri. Contohnya memberantas Lantana camara dengan hama penggerek batang Plagiohanus spini atau pengerek daun seperti Octotoma scrabripennis. pembakaran dan penutupan lahan dengan mulsa plastik hitam-perak atau mulsa organik. diabsorpsi oleh akan atau bagian tanaman lainnya dan dapat ditranslokasikan ke seluruh bagian . pengolahan tanah. sistemik dan sterilisasi tanah. Dengan demikian diperoleh koloni murni Gliocladium sp. pengenangan. Implementasi pengendalian gulma. herbisida digolongkan dalam tiga kelompok. Herbisida sistemik adalah herbisida yang dapat membunuh seluruh bagain tumbuhan. f. (3) pergiliran tanaman. Untuk mengendalikan gulma tanaman terdapat lima tehnik pengendalian.yaitu mengatur waktu tanam yang tepat sehingga tanaman tidak tersaingi dalam kebutuhan air. (5) secara kimia.

Translokais dari bagian akar ke bagian di atas permukaan tanah akan 240 . karena proses translokasi bahan-bahan dari daun ke bagian tanaman berjalan secara aktif. Sedangkan cara langsung dilakukan apabila herbisida disemprotkan secara langsung pada gulma atau dengan cara melukai gulma dan mengoleskan herbisida pada bagian yang luka. Cara larikan adalah pemberian herbisida yang disebarkan di antara barisan tanaman. Penyemprotan herbisida melalui daun akan diterukan ke bagian bawah.tumbuhan. Selama sel-sel floem masih berfungsi maka gulma masih tetap dapat bertahan hidup. Pemberian herbisida melalui tanah akan diangkut oleh jaringan pembuluh xilem ke bagian atas gulma termasuk daun. Penyemprotan sebaiknya dilaku-kan pada sel-sel yang masih muda. Herbisda sterilisasi tanah adalah herbisida yang selama berada di dalam tanah dapat mencegah tumbuhnya gulma. larikan dan langsung. Herbisida yang toksik akan mema-tikan sel-sel atau jaringan yang dilewatinya. termasuk akar. yaitu translokasi melalui jaringan kulit kayu atau floem. Xilem merupakan sel-sel yang tidak hidup sehingga herbisida sulit untuk merusak sel xilem. Cara sebar dilakukan untuk menyemprot atau menebar herbisida ke seluruh area pertanaman. Translokasi herbisida ke bagian-bagian gulma dibagi atas tiga cara. Oleh karena itu untuk membunuh gulma dengan menggunakan herbisida harus selalu mematikan fungsi floem sehingga fungsi akar akan terhenti. trnaslokasi melalui jaringan pembuluh kayu (xilem) dan translokais melalui ruang inertseluler. Pemberian herbisida untuk memberantas gulma dilakukan dengan cara sebar.

.

sifat gulma. Keadaan seperti tanah. sinar. dan interaksi sifat herbisida. gulma dan lingkungan. cara pemberian atau pemakaian. Tehnik penggunaan herbisida mencakup cara penyemprotan. kelembaban udara. Sifat herbisida menyangkut daya kerja.selalu mengikuti translokasi air dan larutan hara tanama Translokasi bahan aktif dari herbisida melalui ruang interseluler karena adanya sifat bahan pelarut yang nonpolar dan mempunyai tekanan permukaan yang rendah. suhu. Sifat gulma yang mempengaruhi efektivitas dan selektivitas herbisida adalah sifat morfologis. atau sebaliknya. air dan faktor biologi akan mempengaruhi pula efektivitas dan selektivitas herbisida. mekanisme kerja. 241 . penempatan dan hubungannya dengan alat serta waktu penggunaannya. fisiologis dan genetis. lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi efetivitas dan selektivitas herbsida adalah: sifat herbisida. Begitupun dengan proses secara radian ataupun tangensial. dari bagian atas ke bawah. Dengan demikian herbisida dapat menyebar ke seluruh bagian tanaman. formulasi dan pH.

Tekstur . Aerasi tanah . Klasifikasi warna .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 5. Unsu hara makro . Menerapkan K-3 dalam merawat tanaman 4. Merawat benih tanaman Media tumbuh Sifat fisik tanah Sifat kimia . Teknik penanaman terdiri dari persemain. Profil tanah . Fungsi utama tanah senagai media tumbuh . Kegiatan selanjutnya adalah membuat lubang tanam dengan jarak tanaman yang efektif dan efisien. Menyiapkan lahan dan media tanam 2. dan pembuatan bedengan untuk tempat tumbuh tanaman. Perkembangan dan pengertian tanah . Temperatur tanah . Warna tanah . Mengelola alat dan mesin pemeliharaan tanaman 3. Struktur . Komponen tanah . Unsur hara mikro Teknik pengolahan tanah Teknik penanaman Pemupukan Teknik pengolahan tanah terdiri dari persiapan lahan. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi berikut: 1. .

Jelaskan tentang unsur hara makro dan mikro bagi tanaman. pemeliharaan bibit dan penanaman. Koefisien dan ketersediaan air tanah . Gulma .pembibitan. Teknik pengairan . 242 . Fungsi air bagi tanaman . Proporsi dan siklus air tanah. Kebutuhan bagi tanaman . Pemangkasan tanaman tua. Tekniik pengendalian HPG . . Pupuk organic . 2. Implementasi pengendalian SOAL: 1. factor-faktor ketersediaan air . . Pemangkasan tanaman muda. 3. Jelaskan minimal 10 OPT dan teknik pengendaliannya. Pupuk anorganik Pengairan Pemangkasan OPT . . . Hama . Penyakit . Mengapa pengendalian OPT yang terbaik adalah secara terpadu. Peran utama air tanah .

2.TUGAS: 1. 243 . Penyakit dan gulma yang menyerang tanaman yang dibudidayakan di sekolahmu dan diskusikan dengan teman satu kelompok bagaimana cara mengendalikan OPT tersebut. Lakukan observasi terhadap unsur hara yang digunkan petani di sekitar sekolah mu. Amati hama.

sedangkan isolasi waktu sekitar 30 hari Untuk dapat mengelola produksi benih padi bersertifikat terdapat beberapa proses yang harus dilakukan dengan seksama dan teliti. Gambar 6. Anatomi bunga padi Gambar 6. kecuali jika lahan ini diberakan selama beberapa kali musim tanam. kebutuhan benih padi Indonesia per tahun 200 ribu ton jika kebutuhan benih padi per hektar 25 kg.2.5 ton. Menurut catatan Ditjentan Pangan (1999). Akar Batang . Morfologi tanaman padi Padi umumnya diusahakan secara terus menerus pada lahan yang sama dengan varietas yang berbeda-beda antar-musimnya. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI Padi di Indonesia masih merupakan tanaman pangan utama yang dikonsumsi tidak kurang dari 200 juta penduduk.3 juta ton padi kering giling. Luas lahan yang diperlukan untuk menghasilkan kebutuhan padi tersebut minimal 8 juta ha jika produktivitas rata-rata per hektar 4.1 juta ton/th. belum seluruh kebutuhan benih padi terpenuhi. Dengan demikian. Bila rendemennya 70% maka kebutuhan padi Indonesia per tahun adalah 37. Hal ini menjadi salah satu faktor sulitnya membebaskan lahan padi dari tanaman voluntir serta serangan hama dan penyakit.5 kg/kapita/th maka total kebutuhan beras 26. peluang berusaha di sektor penangkaran atau industri benih padi di Indonesia masih cukup terbuka. kebutuhan benih padi dipenuhi oleh dua industri benih padi terbesar. baru berkisar 30-40% saja benih bersertifikat yang tersedia. Isolasi jarak yang disarankan 3 m.1. Jika konsumsi beras rata-rata 130. yakni PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani. Oleh karenanya. Padi tergolong tanaman yang menyerbuk sendiri dan kemungkinan untuk menyerbuk silang sangat kecil (<4%).Tehnik Pembenihan Tanaman 244 BAB 6. Di Indonesia.

Daun Panikel Gabah .

Ketinggian lahan disesuaikan dengan daya adaptasi varietas tanaman. Lahan relatif subur. asalkan varietas yang ditanam sama dengan varietas yang ditanam sebelumnya. Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan yang diberakan. Benih Sumber Benih sumber yang digunakan hendaknya dari kelas yang lebih tinggi. dan ketahanan terhadap hama serta penyakit.. dan memiliki lapisan keras sedalam 30 cm agar sawah tidak lekas kering. Kebutuhan benih sumber per hektar diperkirakan sebanyak 10 kg benih penjenis untuk menghasilkan benih dasar. Pengolahan lahan sawah dengan traktor.. memperhatikan pula aspek kecocokan lahan. Gambar 6. b. selama air tersedia cukup. padi juga dapat ditanam di lahan kering asalkan air cukup tersedia. c. dan 25 kg benih pokok untuk menghasilkan benih sebar.3. Namun. 25 kg benih dasar untuk menghasilkan benih pokok.1.4 Benih sumber padi . . setiap tahap budidaya perlu diperhatikan. umumnya padi beradaptasi di dataran rendah. dimulai dari kegiatan sebelum panen.. Musim Tanam Padi termasuk tanaman yang dapat tumbuh dalam genangan. Oleh karena itu. . Perlakuan Pra-Panen Untuk mendapatkan benih bersertifikat. Gambar 6.. umur tanaman. sebagailangkah untuk mempersiapkan tempat produksi benih padi. Lahan dapat bekas tanaman padi. . padi dapat ditanam pada musim hujan maupun musim kemarau. Persyaratan Lahan Persyaratan berikut perlu diperhatikan pada saat memilih lahan adalah sebagai berikut: .4-6. a. Varietas yang ditanam hendaknya selain disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.245 6. Ph 5.

Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. jarak antar bedengan dibuat selebar 30 cm. dan ketinggian 15-20 cm.Tehnik Pembenihan Tanaman 246 d.5 Benih padi siap disemai di lahan sawah . Selanjutnya. Sebelum diolah. benih diperam dalam air selama 24 jam untuk memacu perkecam-bahan.6 Bagian-bagian benih padai (a) dan perkembangan dan pertumbuhan benih padi menjadi bibit lalu menjadi tanaman (b) Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macakmacak (berlumpur). Benih yang digunakan sebaiknya mempunyai kadar air 1112%. Keesokan harinya. Penyemaian Ukuran bedeng pesemaian umumnya 5% dari luas lahan penanaman. lahan penanaman direncanakan seluas satu hektar maka bedengan persemaian yang diperlukan sekitar 500m2. panjang 8-10 m atau tergantung bentuk petakan. Setelah itu. Sebelum disebarkan. lahan persemaian diairi lebih dahulu agar tanah menjadi gembur. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama. lahan dicangkul dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120150 cm. Gambar 6. Misalnya. Lokasi tempat memeram sebaiknya dipilih tempat yang teduh. Setelah itu. benih (dalam karung) direndak di dalam kolam atau air yang mengalir selama 24 jam untuk mematahkan domansi dan membersihkan benih dari patogen. Gambar 6. misalnya Benlate F-20 dengan dosis 125 g per 25 kg benih. benih diberi perlakuan fungisida.

Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan I .247 Semai dipupuk pada umur 5 hari setelah tanam (HST) dengan campuran 200 g urea + 100 g SP-36 + 60 g KCL untuk setiap 10m2. e. untuk memperoleh struktur tanah demikian. pupuk disebar pada pagi hari sebelum pukul 08. lahan beberapa kali direndam dengan air. Perendaman I selama 3-4 hari lalu diikuti pembajakan I ... Penyiapan lahan dan penanaman Penanaman padi menghendaki tanah sawah yang berstruktur lumpur dengan kedalaman sekitar 15-30 cm. perlu disemprotkan insektisida. Agar penanaman dapat teratur. Lahan pesemaian dijaga dalam kondisi macak-macak hingga tanaman berumur 14-18 HST : Jika lahan tergenang air atau kekeringan maka bibit padi akan cepat mati. pada lahan dibuat lajur (larikan) dengan menggunakan caplak atau tali. . Setelah itu.5 ml/l air) dan Darmafur 3G sebanyak 2 kg. Bibit yang lemah maupun bibit voluntir dicabut dan dibuang.00. permukaan lahan ditutup dengan sekam padi varietas yang sama.. misalnya Bassa 50 EC ( dosis 1. Kegiatan selanjutnya yaitu pengaturan jarak tanam jarak tanam dibuat 22 cm x 22 cm bila penanaman pada musim kemarau dan 30 cm x 15 cm bila penanaman pada musim hujan. Perendaman III selama 2-3 hari lalu diikuti penggaruan II sambil permukaan tanah diratakan.. untuk melindungi pesemaian dari serangan hama maupun penyakit. Perendaman II selama 2-3 hari lalu diikuti pembajakan II . Sementara bibit yang . Penutupan dengan sekam ini ditujukan untuk melindungi benih padi dari terpaan hujan maupun angin. Jarak tanam ini dapat pula disesuaikan dengan jarak tanam yang dianjurkan untuk varietas yang ditanam atau sesuai anjuran Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Benih yang telah diperam kemudian disebar secara merata ke lahan pesemaian yang macak-macak (berlumpur).

Sebelum ditanam. Tujuannya untuk mengurangi penguapan agar bibit tidak lekas layu. untuk perbanyakan benih BD dari benih BS. . sehat.vigor. dalam satu lubang dapat ditanami 3 bibit. Adapun untuk perbanyakan benih BP dari BD maupun BR dari BP. penanaman bibit adalah 1 bibit per lubang tanam. Penanaman bibit sebaiknya 2-4 tanaman per rumpun sedalam ± 2-3 cm. dan berumur 21-25 hari di cabut dan kemudian ditanam di lahan. bibit dipotong kira-kira 20 cm dari pangkal batang.

5-2 ton bahan organik (pupuk kandang. pengendalian hama dan penyakit serta roguing. Penyulaman dilakukan untuk menggantikan bibit yang mati atau kurang bagus pertumbuhannya. 200 kg TSP. penyulaman. dosisnya bervariasi 0. Gambar 6. Untuk tanah berpasir. Pupuk dasar diberikan dengan cara disebarkan merata kemudian diinjak-injak. Tanaman penyulam dipilih tanaman yang seragam dengan pertumbuhan yang kuat dan sehat. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi pemupukan. kompos atau bokhasi) per hektar tergantung pada kondisi lahan. Pada saat pemupukan. penyiangan. 1) Pemupukan Pupuk yang digunakan adalah Urea. pengairan. penambahan bahan organik sangat dianjurkan. Pupuk susulan I diberikan dengan cara disebarkan dalam larikan dengan selang satu larikan.Tehnik Pembenihan Tanaman 248 Gambar 6. Penyulaman biasanya dilakukan pada 7-10 HST dan paling lambat pada umur 15 HST. kondisi tanah dibuat macak-macak dan dibiarkan selama 3 hari. TSP. dan KCL dengan dosis per hektar 300 kg Urea.8 Pemupukan lahan sawah . f. dan 100 kg KCL.7 Bibit padi siap tanam Bibit yang masih tersisa dapat digunakan untuk penyulaman. 2) Penyulaman Penyulaman terhadap tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dilakukan pada saat umur 4-5 HST atau paling lambat 10-15 HST. Pemberian pupuk susulan II dengan cara disebarkan pada larikan yang belum dipupuk pada pemupukan susulan I. Pemupukan dasar diberikan 3-4 hari sebelum tanam dengan 1/3 bagian urea. Tanaman pengganti ini diusahakan tidak terlalu jauh perbedaan umurnya. sedangkan pemupukan susulan II diberikan 7 MST dengan 1/3 urea sisanya.

seperti Ronstar 25 EC. Jika perlu. Beberapa jenis gulma yang sering mengganggu tanaman di persawahan antara lain jejagoan (Echinochloa crussgalli L. g. Penyemprotan herbisida dilakukan saat tanaman berumur 15-25 HST dengan dosis sesuai petunjuk pada label. Pengairan Pengairan dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca dan fase pertumbuhan tanaman. Kekurangan air pada fase ini dapat mengakibatkan kehampaan. dan eceng (Sagitaria guayanensis). berkaitan dengan dampaknya terhadap pencemaran lingkungan.). Mitchell). Pengendalian gulma dapat pula dilakukan secara kimiawi dengan herbisida.). kondisi ini disebut fase krisis I. Pada fase pembentukan anakan. air perlu dikurangi dan dikeringkan agar akar dapat bernapas dan berkembang dengan baik. Bila tinggi air di atas 5 cm. dilakukan pula penyiangan saat tanaman berumur 50-60 HST. teki (Cyperus rotundus Linn. saat ini disebut juga fase krisis II. Perlu diperhatikan bahwa herbisida sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir. pakupakuan (Salvinea molesta DS. Puncak kebutuhan air terjadi pada saat pembungaan. Pada awal fase pertumbuhan. genangan air dipertahankan 3-5 cm di atas permukaan tanah. Setelah fase pembungaan. Penyiangan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan I dan II agar lebih mengefisienkan waktu. pengairan perlu dilakukan sedikit demi sedikit hingga tinggi air mencapai 7-10 cm di atas permukaan tanah.249 3) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk membuang gulma dan tanaman pengganggu lainnya. memasuki fase pembentukan bulir (primordia) petakan sawah perlu diairi sampai ketinggian 10 cm. Penyiangan dilakukan pada umur 21 HST pada saat tanaman aktif membentuk anakan dan 45 HST pada saat tanaman mulai berbunga. dan Ally. pertumbuhan tunas (anakan) akan terhambat. Saturn-D. suhu tanah meningkat .

Dua minggu sebelum panen sampai saat panen. wereng . Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama dan penyakit hendaknya mengikuti sistem pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan varietas. yakni jika populasi hama melampaui batas ambang kendali. pengelolaan budidaya. dan pengelolaan biologis. hama penggerek batang (sundep dan beluk). lahan hendaknya dalam keadaan kering. Penggunaan bahan-bahan kimia (pestisida) hanya diberikan pada kondisi yang tepat.sehingga aktivitas organisme tanah juga meningkat. Hama dan penyakit utama yang biasa menyerang padi adalah hama tikus. dan busuk akar dapat dihindari.

Secara biologis. yakni pembongkaran lubang-lubang tikus secara massal atau memasang pagar plastik yang dilengkapi dengan perangkap bubu. penyakit tungro. Serangan tikus dapat terjadi sejak padi di pesemaian sampai padi hampir dipanen. musang dan anjing. dan penyakit hawar daun (kresek). belum ada teknik budi daya yang efektif mengendalikan hama penggerek batang. Serangannya pada tahun 1963-1964 men-capai 800. Contoh rodentisida yaitu Racumin (dosis 1:19 dari berat umpan) dan Klerat.10 Beberapa contoh rodentisida b) Pengendalian hama penggerek batang Jika serangan hama penggerek terjadi pada tanaman padi stadia vegetatif maka hama ini disebut sundep. kecuali menanam varietas yang tahan dan beranak banyak serta memupuk secara berimbang. seperti ular.9 Hama tikus Pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara teknis budi daya. Gambar 6. Gambar 6. Selama ini. seperti gropyokan. pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alaminya. Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian umpan beracun dengan racun akut (dapat membunuh dengan cepat) atau racun kronis (tikus mati setelah memakan umpan berulang-ulang). 4) Pengendalian Organisma Pengganggu Tanaman a) Pengendalian hama tikus Hama tikus merupakan hama yang paling sering menghancurkan pertanaman padi. bila serangan terjadi pada tanaman yang sedang berbunga maka hama itu disebut beluk. masih ada hama penggerek padi putih (Tryporyza innotata Wlk) dan hama penggerek padi kuning (Tryporyza incertulas Wlk) yang juga sering menyerang tanaman padi.Tehnik Pembenihan Tanaman 250 cokelat. burung hantu.000 ha dengan tingkat kerusakan ratarata 40% bahkan di Sumatera Selatan kerusakannya mencapai 5870%. . Selain itu.

. Cara pengendalian kimiawi dilakukan dengan pemberian insektisida sistemik seperti Furadan 3G.Hal ini dilakukan untuk mengurangi intensitas serangan saja.

nigropictus Stal) dan wereng loreng (Recilia dosalis Totch). seperti Trichogrammatidae. Phytoselidae. c) Pengendalian wereng cokelat Hama wareng padi ada dua golongan.251 Dharmafur. pergiliran varietas. serta pemangsa larva seperti kumbang Carabidae dan laba-laba. Adapun cara kimiawi dengan mengendalikan wereng . Hama wereng cokelat ada dua yaitu wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens Stal) dan wereng punggung putih (Sogatella furcifera). dan Regent yang efektif diberikan pada fase pesemaian dengan fase vegetatif. Pengendalian biologis dapat dilakukan dengan memanfaatkan pemangsa telur seperti Conoshepalus iongipennis. dan pemupukan berimbang. d) Pengendalian penyakit tungro Penyakit tungro atau mentek (Jawa) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus tungro. wereng batang padi atau wereng cokleat merupakan hama yang paling merugikan. Tanaman yang sakit akan menguning yang dimulai dari ujung daun. yakni wereng hijau (Nephotettix virescens Distant. pengguna-an varietas lahan wereng. Virus tungro menyebar melalui vektor penularnya. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan pergiliran tanaman dan sanitasi lahan. laba-laba. Dari kedua golongan tersebut. Cara biologis dilakukan dengan menjaga agar kehidupan musuh-musuh alami. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan insektisida sistemik seperti Applaud. Pengendalian secara budi daya dilakukan dengan penanaman serempa. kumbang Carabidae. Curater. serta pemusnahan (eradikasi) tanaman terserang. dan capung berkembang dengan baik. yakni wereng batang padi (planthopper) yang hidup di bagian pangkal tanaman dan wereng daun padi (leafhopper) yang hidup pad daun aau bagian atas tanaman. N.

. daun menjadi berwarna kuning atau putih kotor dan akhirnya mati. Penyakit ini kelihatan kurang berarti.al. Pada serangan lebih lanjutm. Gejalanya dimulai dengan bercak-bercak kuning pada sepanjang tepi daun bagian atas.hijau sejak dari fase pesemaian dengan pemberian insektisida. e) Pengendalian penyakit hawar daun Penyakit hawar daun atau penyakit kresek adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri busuk daun Xanthomonas oryzae. Ciri penyakit hawar daun sering terlihat pada infeksi yang sistemik pada . 1992). tetapi mampu menurunkan produksi sampai 25% (Soemartono et.

. Roguing minimal dilakukan 3 kali. bentuk dan warna bunga.Tehnik Pembenihan Tanaman 252 bibit padi. bentuk gabah. serta warna gabah.11 Salah satu masa roguing yang tepat pada tanaman padi adalah pada saat menjelang panen . Pelaksanaan roguing III dengan membuang rumpun yang memiliki bentuk dan posisi daun bendera. bentuk dan letak daun bendera. dan pada saat menjelang panen atau ± 80% malai telah menguning. dimana bakteri masuk ke dalam daun melalui permukaan yang telah dipotong atau luka sewaktu pemindahan tanaman. . g) Pemanenan dan perlakuan pasacapanen Pemanenan padi untuk benih dilakukan setelah pemeriksaan lapangan terakhir dan telah . Gambar 6. tinggi tanaman. Pelaksanaan roguing II dengan membuang rumpun yang memiliki posisi dan warna bunga yang berbeda. musim kemarau. serta bentuk dari warna gabah yang berbeda. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah melalui penanaman varietas yang tahan serta pemupukan yang berimbang. dan tinggi tanaman. Roguing II dilakukan pada fase berbunga (±umur 50 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman. Serangan bakteri hawar daun kerap terjadi di dataran rendah. f) Roguing Roguing biasanya dilakukan sebelum tanaman diperiksa oleh BPSB. yaitu pada fase vegetatif. serta jika suhu dan kelembaban tinggi. serta keseragaman saat berbunga. Roguing I dilakukan pada fase vegetatif (umur 30 HST) antara lain untuk membedakan warna. Pelaksanaan Roguing I dengan membuang rumpun yang memiliki warna dan bentuk batang serta daun yang berbeda.. bentuk. Roguing III dilakukan pada saat menjelang panen atau saat 80% malai telah menguning (± umur 100 HST) antara lain untuk membedakan umur tanaman... fase berbunga.

buku-buku . Kondisi ini ditandai oleh sebagian besar (80-90%) malai telah menguning dengan kadar air sekitar 17-23%. Tanda-tanda saat panen yaitu gabah sudah menguning dan keras bila dipijat. Waktu panen ditentukan jika umur berbunga telah mencapai optimal.dinyatakan lulus oleh BPSB.

Pengeringan secara alami . Perontokan Perontokan malai padi biasanya dilakukan langsung di sawah. risiko kerusakan mekanis (sekam terkelupas) lebih besar. Malai padi dipukul-pukulkan pada papan perontokan yang terbuat dari kayu. kadar air biji padi sebaiknya sekitar 15-20%. a. benih akar mengalami kerusakan mekanik (benih mamar) yang cukup besar. Pada pemanenan dengan mesin. Selain itu. b. Malai yang masih hijau tidak dipanen karena akan meningkatkan nilai butir hijau. Perlakuan tersebut antara lain perontokan. Panen dapat dilakukan dengan menggunakan sabit.12 Panen padi 6.2 Perlakuan PascaPanen Padi yang telah dipanen masih ada beberapa tahap perlakukan agar siap digunakan sebagai benih. dapat pula malai dipukulpukul dengan penggebuk terbuat dari kayu sambil dibalik-balik sehingga perontokan dapat sempurna. serta batang mulai mengering. serta penyimpanan. pengeringan. Perontokan dengan menggunakan alat perontok (thresher) sangat dianjurkan karena akan mempercepat penanganan dan pengolahan hasil. pengolahan. Penggunaan mesin perontok juga bermanfaat dalam menekan jumlah kehilangan benih (post harvest losses). Demikian pula jika kadar air kurang dari 15%. Pengeringan dan pengolahan benih Pengeringan padi dilakukan sesegera mungkin setelah benih dirontokkan.253 sebelah atas berwarna kuning. ani-ani. Apabila kondisi tidak memungkinkan maka calon benih ini harus dihamparkan dan dianginanginkan untuk mencegah kenaikan suhu dan perkecambahan benih di dalam karung. Perontokan secara tradisional biasnaya dilakukan dengan menginjak-injak malai padi sehingga bulir padi rontok. atau dengan mesin pemanen padi (combine harvester). Apabila kadar air lebih tinggi dari 20%. Gambar 6.

Benih yang telah kering (kadar air 11-12% dibersihkan dari kotoran campuran varietas lain. Dalam kondisi cerah. seperti air screen .dilakukan dengan menjemur calon benih di lantai. pengeringan secara alami mampu menurunkan kadar air dari 23% menjadi 11% dalam waktu 2 hari. Pembersihan dapat dilakukan dengan nyiru atau mesin pembersih. dan biji-biji gulma.

Pada proses pembersihan. mulai dari biji muda sampai siap panen (kiri) dan Benih padi (kanan) c.13. Benih padi yang seragam menghasilkan benih yang bermutu tinggi. Penyimpanan Benih yang telah kering dan bersih dikemas dalam karung atau kemasan siap salur dan kemudian disimpan di dalam ruang penyimpanan. Lama penyimpangan benih hendaknya memperhatikan masa berlakunya label benih. Sebelum disimpan. Benih dalam karung dapat ditumpuk dan antara tumpukan karung diberi jarak untuk memudahkan pemeriksaan atau pengontrolan dalam pengendalian mutu benih oleh penangkar. Gambar 6. Proses pengolahan benih merupakan proses yang cukup kritis. maka pada proses pengolahan benih. orientasi produksi maksimal merupakan tujuan utama. Jika produksi di lapang harus lulus standar lapang maka proses pengolahan benih pun harus lulus standar laboratorium.Tehnik Pembenihan Tanaman 254 cleaner. orientasi mutu maksimal merupakan prioritasnya. Pemberian jarak di antara tumpukan karung maupun dengan alas lantai berguna untuk memperlancar sirkulasi udara. Bagian bawah tumpukan karung diberi alas berupa potongan kayu (balok) sehingga karung tidak berhubungan langsung dengan tanah atau lantai yang memung-kinkan naiknya kelembaban. benih dapat saja dipilah untuk peningkatan mutu fisik dan fisiologis berdasarkan panjang dan atau berdasarkan ketebalan sehingga diperoleh benih yang bermutu tinggi dan seragam. Ruang penyimpan benih diusahakan mempunyai ventilasi yang baik agar kualitas benih dapat terjaga. pada umumnya benih diberi berbagai perlakuan pelapisan benih (seed coating). Masa berlakunya label benih padi 6 bulan sejak selesainya pengujian dan paling lama 9 bulan setelah tanggal panen. Gambar 6.kemudian benih-benih .14 Perkembangan biji padi pada bagian luar dan bagian dalam. Jika saat di lahan.

tersebut akan diuji dengan berbagai peralatan modern. .

. Dust Off Test yang digunakan untuk mengukur konsentrasi debu pada benih tanaman.15 Rotary Batch Lab treater.18 Germination Test yang digunakan untuk menguji daya kecambah benih 6. yang digunakan untuk meberi perlakuan pada benih seperti pelapisan benih dengan pestisida ataupun bahan perlakuan benih yang lainnya. Jika produksi beras diharapkan meningkat.3 Pra-panen produksi benih padi hibrida Sejalan dengan pertambahan penduduk di Indonesia maka kebutuhan beras dari tahun ke tahun selalu meningkat. Gambar 6. maka kebutuhan benih padi pun akan meningkat.255 Gambar 6.16 Plantability Checks yang digunakan untuk menguji daya tumbuh benih. Gambar 6.17. Gambar 6.

Kedua alat ini digunakan untuk menganalisis berbagai bahan yang digunakan untuk perlakuan benih. Pada umumnya persilangan kedua galur jantan dan betina ini sudah diuji berulang kali melalui penelitian yang panjang. Hasil persilangan kedua induk tersebut disebut sebagai First Generation atau turunan generasi pertama atau first filial generation dan dikenal dengan istilah (F1) . Metsizo (PSB Rc72H dengan waktu penanaman 123 hari dan rata-rata hasil 5. Teknologi produksi benih hibrida sangat berbeda dari varietas non hibrida.4 t/ha) dan Panay (PSB Rc76H dengan waktu penanaman selama 106 hari dan hasil produksi rata-rata 4. dan dipertahankan kemurnian genetiknya hingga lebih dari 98% agar dicapai hasil yang memuaskan. Teknik produksi padi lokal dan hasil introduksi masih belum cukup untuk mengatasi hal tersebut.19 Treatment Analysis yang digunakan adalah GC (Gas Chromatography) dan HPLC (Hight Performance Liquid Chromatography). oleh sebab itu dibutuhkan alternatif baru yaitu produksi benih padi hibrida. Benih padi hibrida dihasilkan ketika sel telur dari induk betina dibuahi oleh serbuksari dari anther varietas yang berbeda atau galur yang digunakan sebagai induk jantan. Sebagai contoh adalah jantan mempunyai sifat genetik produksinya tinggi (diatas 5 ton per hektar) sedangkan induk betina mempunyai sifat genetik enak rasanya. Perbedaan terdapat pada tahapan penyiapan galur induk jantan dan betina yang beasal dari jenis yang berbeda sifat genetiknya.Tehnik Pembenihan Tanaman 256 Gambar 6.6 ton/ha). Benih hibrida harus diproduksi setiap musim tanam.8 t/ha). Pada prinsip rangkian proses produksi benih padi hibrida sama dengan produksi benih padi bersetifikat. lama penanaman 110 hari dengan rata-rata produksi 5. Sebagai contoh kasus produksi benih hibrida akan disampaikan berdasarkan hasil penelitian IRRI (International Rice Research Institute) yang berlokasi di Filipina yaitu varietas Magat (PSB Rc26H.

Padi hibrida pada umumnya memberi peluang hasil produksi yang lebih tinggi. maka penggunaan . Meurut IRRI (2006) Benih padi hibrida F1 menghasilkan keuntungannya sekitar 10-15% dibandingkan dengan varietas yang dihasilkan melalui persilangan sendiri. Menghadapi kondisi lahan budidaya padi yang semakin menyempit.yang merupakan hasil penyilangan antara dua varietas padi yang berbeda secara genetik.

257 varietas hibrida merupakan salah satu solusi yang tepat.) 10 Bahan lain yang terbawa (max. Proses membibitkan galur induk benih sumber untuk bibit padi .) 2 Biji varietas lain/500 gr (max.) 98 Benih lain atau biji gulma (max. sebaiknya dianalis terlebih dahulu standar benih padi hibrida yang telah ditetapkan. Membibitkan galur induk benih sumber Galur induk benih sumber adalah benih yang berasal dari suatu galur tertentu yang digunakan untuk sumber induk jantan dan betina yang mempunyai sifat genetik yang berbedasesuai dengan harapan penangkar benih. Untuk melakukan kegiatan pembibitan padi hibrida sama dengan proses membibitkan padi non hibrida. Sebelum melakukan serangkaian proses produksi benih padi hibrida. Penguasaan informasi tentang standar kualitas benih dapat memudahkan pengelolaan proses kegiatan di lapangan budidaya.) 85 Kadar air (max.1 Ukuran standar benih padi F1 STANDAR BENIH FAKTOR F1 Seed (%) Kemurnian benih (min.) 2 Biji beras merah /500 gr (max. artinya penangkar benih harus melakukan roguing dengan sangat seksama jangan sampai ada varietas lain yang tumbuh selain 2 varietas induk jantan dan induk betina yang direncanakan untuk disilangkan agar menghasilkan benih padi hibrida.) 20 Daya kecambah (min.14%. maka penangkar benih akan melakukan kegiatan pengeringan benih sampai dengan kadar airnya . Dengan adanya pengetahuan tentang informasi standar benih padi tersebut. Tabel 6. Contoh kedua adalah tentang standar kadar air maksimal 14%. Perbedaan yang harus diperhatikan adalah pada pembibitan padi hibrida para penangkar harus membibitkan dua varietas galur induk hibrida yang akan dijadikan sebagai sumber benih jantan dan sumber benih betina. Sebagai contoh untuk standar kemurnian benih padi hibrida adalah 98%.) 14 a..

. Benih padi lebih cepat berkecambah (germinasi yang lebih cepat) .jantan dan betina mempunyai keuntungan sebagai berikut: .

tinggi 5-10 cm dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan bibit padi yang akan ditanam Dalam rangka menyiapkan bedengan untuk tempat pembibitan sumber benih jantan dan betina dilakukan langkah kerja sebagai berikut: . . Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan . Kebutuhan benih lebih sedikit. Lahan bedengan digenangi sebanyak tiga kali dengan interval waktu setiap 7 (tujuh) hari. Air rendaman benih diganti setiap 6 jam. Berikan pemupukan dengan pupuk organik dengan dosis 1. Bedengan pembibitan sebaiknya mempunyai ketinggian 4-5 cm lebih tinggi dari permukaan lumpur sawah dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang sesuai dengan kebutuhan benih. .20 Dua tempat pembibitan yang disiapkan untuk sumber bibit jantan dan betina. Sumber benih padi jantan disebarkan pada bedengan kecil yang telah disediakan (bedengan pendek ± 250-300 m2 /ha produksi benih) dan benih betina disebarkan pada bedengan yang terpisah dari benih jantan (bedengan panjang ± 700-750 m2 /hektar produksi benih).25 Kg/m2 . Benih gaur A (benih sumber betina) direndam dalam air bersih selama 12 jam.. . . Pembuatan bedengan pada umumnya berukuran lebar meter. Menghasilkan bibit yang lebih sehat dengan vigor yang lebih baik .Tehnik Pembenihan Tanaman 258 . Gambar 6..... Kegiatan ini berfungsi untuk membunuh benih gulma atau padi liar.. Benih galur R (benih sumber jantan) direndam selama 24 jam. Untuk memproduksi benih padi hibrida seluas satu hektar harus disiapkan 1000m2 bedengan pembibitan (1000 m2 bibit/1 hektar) b..

Pada kedua musim tersebut kegiatan penyemaian. tegakan batang pendek. Benih galur jentan dan betina diinkubasikan pada wadah terpisah dengan kondisi yang sama selama 24 jam dalam tempat yang terlindung.. Benih-benih yang akan diinkubasikan dicuci sampai bersih (proses ini diharapkan dapat mengurangi jumlah inokulum patogen (sumber penyakit) yang terbawa dalam air rendaman. Pembibitan dengan kepadatan rendah (jarang) akan menghasilkan bibit dengan vigor (performansi bibit) sebagai berikut: anakan banyak.21. c. dan akumulasi bahan kering lebih tinggi. Interval Pembibitan Pembibitan tanaman benih dilakukan melalui beberapa kali penyemaian. Benih-benih padi yang mengambang (tidak bernas/ kosong) dibuang. d. Benih diinkubasikan selama 12-24 jam (a). varietas induk yang digunakan dan tingkat kepadatan semai dapat dilihat pada tabel 6. Untuk penyemaian pada musim kemarau dan musim hujan. Kepadatan benih padi sebanyak 25 gram benih/m2...259 Gambar 6. Kedua sumber benih yang telah direndam selanjutnya diaduk-aduk selama ±3-5 menit. daun berwarna lebih hijau. dan 10 kg galur-R (jantan).2. . Penaburan benih pada bedengan (b) . Vigor bibit seperti tersebut di atas disebabkan oleh tingkat kompetisi antar tanaman yang rendah. . . Kebutuhan benih Kebutuhan benih untuk satu hektar sebanyak 20-25 kg galur-A (betina). Benih yang tenggelam merupakan indikator bahwa benih tersebut bernas dan diharapkan dapar berkecambah dengan baik. dibandingkan dengan bibit padi yang disemaikan dalam kondisi kepadatan yang tinggi.

Persyaratan Lahan Produksi Lahan produksi padi hibrida diharapkan dapat memenuhi kriteria sebagai berikut: . . f.Tehnik Pembenihan Tanaman 260 Gambar 6. Lahan produksi cukup cahaya . sebarkan 5-10 gram pupuk majemuk 14-14-14 atau 16-20-0 atau yang setara dengan dosis tersebut. Lahan terisolasi dari lahan sawah lain.. lahan produksi diharapkan terisolasi dari sawah lain... Tanah mempunyai predikat subur . Pada saat 10 HSS (hari setelah semai). Iklim lingkungan sesuai dengan syarat tumbuh padi .. Tingkatkan ketinggian air (2-3 cm) secra bertahap. Pemeliharaan Bedengan Pemeliharaan bedengan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Air di lahan produksi diupayakan selalu jernih sampai dengan bibit padi mempunyai 4 helai daun atau bibit padi berumur 10 hari setelah tanam (HST) dan sesekali harus dilakukan pengurasan air sehingga dihasilkan bibit padi dengan kualitas vigor yang baik. Bibit padi pada bedengan pembibitan e. Persyaratan ini berfungsi untuk . Drainase dan irigasi berkualitas baik.. . Dalam produksi benih padi hibrida.. hal ini berfungsi untuk mengendalikan gulma. Tingkat serangga hama dan penyakit rendah.22. Gulmagulma yang tumbuh dibedengan harus dikendalikan secara manual (dengan tangan).

0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5.23.2 Waktu semai dan tingkat pembibitan tiga jenis induk padi Musim Kemarau (MK) Waktu semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 34686 R1 5. sekurang-kurangnya 50-100 cm . Jenis isolasi untuk produksi benih padi hibrida adalah Isolasi jarak: Pertahankan jarak lahan produksi padi hibrida sekurangkurangnya 100 meter dari plot lain atau varietas padi lainnya Tabel 6.261 menjaga kemurnian genetik benih padi hibrida (F-1) atau menghindari cross polination (penyerbukan silang).0 Hari ke-10 IR 58025 A 20 25 Musim Hujan (MH) Waktu Semai Induk Tingkat pembibitan (kg/ha) Hari ke-1 IR 34686 R1 5.0 Hari ke-21 IR 58025 A 20 25 Catatan: Galur-A disemaikan satu kali dan Galur-R disemaikan dua kali.0 Hari ke-7 IR 34686 R2 5. Isolasi jarak pada produksi benih padi hibrida. MK interval pembibitan antara A & R1 adalah 8-10 hari. MH interval bibit antara A & R1 adalah 20-21 hari Gambar 6.

Sekurang-kurangnya dipisahkan dengan jarak 5 m.Tehnik Pembenihan Tanaman 262 Gambar 6.25. isolasi waktu: Upayakan waktu penanaman padi hibrida agar periode pembungaan induk hibrida akan berlangsung sekurangkurangnya 21 hari lebih awal daripada varietas lain atau 21 hari lebih lambat dari varietas lain yang ditanamam pada areal produksi lain yang terdekat. yang terpenting adalah lahan produksi benih padi hibrida terisolasi dari penyerbukan silang padi. Isolasi penghalang (barrier): Isolasi barrier (penghalang) umumnya berupa penghalang yang secara khusus dipersiapkan berupa suatu bahan atau tanaman dengan ketinggian sekurangkurangnya 2. . Isolasi dengan penghalang berupa tanaman lain.5 meter. Isolation geografis: Isolasi geografis dilakukan dengan cara menyeleksi area produksi benih padi hibrida agar terlindungi oleh tanaman lain yang tinggi atau berada didaerah yang terisolir (area produksi benih berada disekitar perkebunan tanaman seperti pisang.. ... . dan terhindar dari serangan HPT).24 Isolasi waktu penanaman benih. . u ntuk perbedaan pembungaan lebih dari 3 minggu Gambar 6. kelapa atau tanaman lainnya.

Semua bibit padai ditanam dengan jarak tanam 20 x 15 cm dengan kedalaman 2-3 cm. Gambar 6. Jarak tanam yang diaplikasikan sesuai dengan anjuran akan memaksimumkan jumlah tanaman per hektar dan produksi benih padi hibrida.263 Isolasi geografis merupakan isolasi terbaik dibanding dengan isilasi yang lainnya. 1) Teknik penanaman Penamanan bibit padi baru dapat dilakukan setelah persiapan lahan dianggap memenuhi sayarat.26 Penanaman bibit padi di lahan produksi. Penanaman Kegiatan penanaman benih dilakukan sebagai berikut: Barisan bibit tanaman padi yang lurus akan memudahkan pengelolaan produksi benih padi hibrida karena akan memudahkan kegiatan pengendalian gulma. g. Bibit padi R-1 dan R-2 yang berumur 20 HSS ditaman pada baris R dan bibit A berumur 10 HSS (atau 21 HSS pada saat musim hujan) ditanam pada baris A. dan pengaturan posisi penanaman bibit se cara konvensional . roguing dan pengendalian HPT). Rasio baris adalah 2:8 (R:A) untuk musim hujan dan 2:12 untuk musim kemarau. Penanaman bibit umumnya adalah sebagai berikut: .. hal ini akan memudahkan pertumbuhan dan perkembangan bibit serta tillering.

27a. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 15 x 20 cm (a). .Tehnik Pembenihan Tanaman 264 Gambar 6. Gambar 6.28. Modifikasi jarak tanam adalah 15 x 15 cm atau 20 x 20 cm (b). Posisi penanaman benih induk betina dan induk jantan.27. Posisi dan rasio penanaman bibit induk betina dan jantan Gambar 6.

Perhatikan dengan seksama agar bibit pada baris A benar-benar ditanami secara penuh pada baris sebelah kanan.. penyakit dan gulma Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi harus dilakukan secara terpadu melalui proses observasi hama dan penyakit sesuai dengan hasil informasi dari SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama dan penyakit secara Terpadu). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pada periode pembungaan. Lakukan observasi secara seksama pada baris tanaman. . Penanaman dilakukan dengan rasio satu bibit/titik tanam untuk baris-A dan 2-3 bibit/titik tanam pada baris-R. fisik. Pemeliharaan tanaman 1) Pengendalian hama. sehingga harus diganti dengan bibit baru yang mempunyai vigor (kualitas) yang baik.265 ... Hama dan penyakit tanaman padi dikendalikan dengan menggunakan perpaduan pengendalian secara kultur teknis (memberikan unsur hara yang berimbang. mekanik atau menggunkan metode pengendalian secara terpadu. ... penyebaran serbuk sari dari bunga jantan akan berlangsung dengan mudah menyerbuki bunga betina 2) Penyulaman bibit Penyulaman bibit padi hibrida bertujuan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh dan berkembanga dengan baik. Kegiatan pembibitan diupayakan dalam kondisi sebagai berikut: . menggunakan varietas tahan hama dan penyakit tertentu sehingga mengkondisikan tanaman padi dalam keadaan sehat dan mempunyai daya tahan terhadap serangan hama penyakit tanaman). kemudian permukaan air swah dinaikkan secara perlahan sampai naik setinggi 2-3 cm. Pengendalian secara . untuk menjamin tumbuhnya bibit selama 4-5 hari. h. . Lahan sawah harus selalu cukup air (macak-macak). Penyulaman bibit dilakukan pada saat 5 hari setelah tanam.

kimia akan dilakukan jika populasi hama atau penyakit melebihi ambang batas ekonomi. Pengendalian gulma bertujuan untuk mengurangi kompetisi dalam hal tempat tumbuh. dan unsur hara. cahaya matahari.29. Gambar 6. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan . air. Penyulaman bibit tanaman padi.

saat aplikasi ZPT dan saat menjelang panen. Untuk mengoptimalkan suplai hara maka pemupukan dilakukan harus sesuai dengan rekomendasi terutama pupuk P dan K serta pupuk organik (diaplikasikan sebelum pembajakan yang terakhir).. 50 Kg Fosfat dan 60 kg Kalium per hektar. . secara mekanik (mengunakan caplak bambu) atau secara kimia (menggunakan herbisida) atau dengan pengendalian gulma secara terpadu. 1/3 5-7 hari setelah tanam. 1/3 at 5-7 hari sebelum inisiasi bunga (panikel).. 40 Kg pupuk Fosfat dan 45 kg pupuk Kalium per hektar. Untuk musim kemarau pemupukan direkomendasikan sebagai berikut: 120 Kg Nitrogen. 3) Pengairan Selama proses produksi benih padi hibrida pengelolaan air harus mendapat perhatian terutama pada masa-masa kritis seperti saat menjelang pembungaan.Tehnik Pembenihan Tanaman 266 metoda dicabut langsung dengan tangan. .. 1/3 20-25 hari setelah tanam. Pemupukan untuk musim hujan adalah sebanyak 60-90 Kg Nitrogen. Selama masa budidaya air sawah harus selalu diamati dan upayakan agar permukaan air selalu setinggi 2-3 cm. . 2) Pemupukan Padi hibrida sama dengan padi non hibrida yakni membutuhkan hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. Pupuk Nitrogen diaplikasikan dalam 3 waktu: .

Pada saat masa jumlah anakan mencapai maksimum. Kondisi ini diperlukan untuk memaksimumkan hasil persilangan antara bunga jantan dengan bunga betina.30. Selama masa pengisian biji. masa pembungaan harus diperkirakan seakurat mungkin (perkiraan harus tepat).267 Gambar 6. mekanik dan kimiawi (b). Pada saat 2 minggu sebelum panen. Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara kimiawi (a). amati permukaan air sawah agar diupayakan selalu setinggi 3-5 cm selama inisiasi bunga (naikkan permukaan air sedikit demi sedikit sampai dengan 3-5 cm sampai dengan masa generatif). Perubahan cuaca akan mempengaruhi kagiatan produksi benih terutama sangat berpengaruh terhadap sinkronisasi pembungaan. 4) Pembungaan Pada kegiatan produksi benih padi hibrida. Setelah masa anakan. Oleh sebab itu perkiraan pembungaan harus diupayakan diprediksi secara tepat. Pengamatan pertumbuhan panicle pada baris-A dan baris-R sangat berguna terutama untuk menentukan masa pembungaan yang tepat yang harus diatur atau disesuaikan (singkronisasi pembungaan). kondisi air harus dalam keadaan cukup dengan permukaan air sekitar 3-5 cm. Pengendalian gulma se cara manual . kurangi suplai air sampai kondisi lahan sawah lembab dan terlihat beberapa rekahan halus pada tanah sawah. . air harus dikeringkan dan dipertahankan terus sampai dengan masa panen. Pada saat tanaman menjelang stadium generatif kurangi air sampai dengan kondisi macak-macak (selama masa pembungaan) kemudian naikkan permukaan air setinggi 3-5 cm pada saat aplikasi Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) GA3.

dan menjelang pembungaan. yaitu 5-7 hari setelah tanam. Tiga waktu pemupukan yang dianjurkan.Tehnik Pembenihan Tanaman 268 Gambar 6. .32 Pengamatan inisiasi panicle Berikut ini proses singkronisasi pembungaan yang umum dilakukan untuk memproduksi benih padi hibrida. 20-25 hari setelah pemupukan pertama.31. Gambar 6.

33 Singkronisasi pembungaan Gambar 6. Sepuluh tahap perkembangan panikel padi (b). .34 Proses perkembangan bunga padi (a).269 Gambar 6.

Jika induk padi hibrida berbunga terlalu awal. semua organ tanaman yang menghalangi proses penyerbukan harus dibuang.Tehnik Pembenihan Tanaman 270 5) Penyesuaian waktu pembungaan Pada kondisi yang sesungguhnya di lapangan. Gambar 6. Kemudian air sawah dikurangi dan daun dipangkas. pembungaan bunga jantan dan betina seringkali muncul tidak sesuai dengan perkiraan. Selain itu pertahankan agar air selalu tersedia di sawah dan lakukan penyemprotan GA3. Daun bendera harus dipotong 1/3 sampai ½-nya. 6) Pemangkasan daun Pada masa pembungaan dan menjelang masa penyerbukan padi hibrida. maka proses tersebut dapat diupayakan dengan menyemprot 1% pupuk P (fosfat) atau KH2PO4. Jika masa pembungaan harus dipercepat. Potongan daun jangan dibuang ke lahan produksi. Oleh sebab itu pangkas semua barier sehingga mendorong penyerbukan silang. Sisa potongan daun yang terserang hama dan penyakit dapat menjadi sumber penyakit dan menularkan patogen ke tanaman induk sehingga akan mengganggu kesehatan tanaman dan dapat menyebabkan penurunan produksi benih (produksi lebih rendah dari harapan) Pemotongan daun bendera sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah atau lebih baik pada musim kemarau. Kondisi ini akan mendorong serbuk sari dapat menyebar secara luas sehingga akan menghasilkan banyak calon benih. maka masa pembungaan dapat diundurkan dengan mengurangi aplikasi pupuk Nitogen sebanyak 2% dari dosis rekomendasi.35 Sinkronisasi Pembungaan .

Daun bendera yang harus dibuang (a). Penyemprotan pertama sebanyak 30% dari dosis. Untuk . Pembuatan larutan GA3 8) Bantuan penyerbukan (Polinasi) Pada produksi benih padi lokal atau non hibrida. penyemprotan ke-2 sebanyak 50% dari dosis dan penyemprotan terakhir sebanyak 20% dari dosis. mendorong keluarnya panicle dari daun bendera. meningkatkan kekuatan dan pembetukan tangkai sari serta memperpanjang durasi stigma membentuk serbuk sari. Teknik pemotongan daun bendera yang dianjur kan (b). Jangan melakukan penyemprotan GA3 jika diduga akan turun hujan pada 24 jam setelah penyemprotan GA3.37. Gambar 6.36. penyerbukan dilakukan secara alami tanpa tindakan bantuan/perlakuan khusus. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat sore hari yang cerah.271 Gambar 6. GA3 berfungsi untuk membantu meninggikan tanaman baik itu induk jantan ataupun betina. 7) Aplikasi Gibberellic Acid (GA3) Giberelic Acid (GA3) merupakan salah satu ZPT yang sering digunakan untuk meningkatkan keberhasilan proses pembungaan dan pembuahan pada tanaman. meningkatkan waktu membukaan bunga betina sehingga meningkatkan peluang diserbuki oleh bunga jantan. Aplikasi GA3 yang optimal adalah sebanyak 100-150 gram/hektar untuk 3 kali penyemprotan. Demikian pula pada proses produksi benih padi hibrida. Lakukan penyemprotan pada saat hari tenang jika memungkinkan tidak ada angin sehingga GA3 dapat menyebar dengan merata di lapangan.

5 1. Bantuan polinasi dapat dilakukan pada saat pagi hari ketika bunga membuka dengan sempurna baik itu bunga dari induk betina maupun jantan.0 20.8 4.0 9. Kanopi tanaman digoyangkan setiap 30 menit sampai dengan bunga padi .0 33.5 0.2 1.0 3.7 0.3 15.0 26.3 1.7 0.7 6000 300 18.0 6.0 16.1 2500 5 2. Penyerbukan harus dilakukan tepat waktu yaitu lakukan penyerbukan pada saat hari tenang dan angin sepoi-sepoi(1-3 km/hr).3 3.7 Ultra-low volume sparyer 1000 2 1.8 2000 4 2.Tehnik Pembenihan Tanaman 272 produksi padi hibrida.0 3.0 5.7 12.2 5.6 2.3 10000 500 30.0 1.0 5.0 6.5 2. sehingga serbuk sari menyebar dengan sempurna pada putik bunga betina.5 1.3 4000 200 12.4 5000 10 5.4 Kebutuhan Volume Larutan GA3 dengan alat Knapsach sprayer Area (m2) vol(lt.8 7500 15 7.7 2000 100 6. proses penyerbukan harus dibantu dengan cara menggoyangkan tangkai malai induk jantan pada saat stadium pembungaan yakni bersamaan dengan periode pematangan serbuk sari.6 Untuk membantu proses penyerbukan tersebut dapat dilakukan dengan cara tangkai malai digoyang dengan tangan atau gunakan tongkat bambu dan pukulkan dengan perlahan ke pangkal tangkai malai induk jantan.) air Konsentrasi 60 ppm 30 ppm 100% 90% 100% 90% 1000 50 3.0 8000 400 24.1 0.5 2.0 2.5 8.0 1.0 13.7 3.3 6.0 13. Perlakuan bantuan polinasi diharapkan dapat membantu menyebarkan serbuk sari dari induk jantan agar menempel dengan baik pada putik induk betina.0 11.3 1.6 1500 3 1. Tabel 6.8 1.2 10000 20 10.0 10.

Gambar 6.38. Selain itu buang tipe tanaman yang mempunyai bentuk dan ukuran daun bendera berbeda atau mempunyai seludang daun yang berbeda warnanya.38.273 menutup (umumnya pukul 10. Bantuan penyerbukan dengan menggunakan potongan bambu.30). Gambar 6. Fertilisasi pada bunga betina padi (b). proses roguing mutlak dilakukan. Roguing berfungsi untuk membuang tumbuhan yang tidak dikendaki (dari spesies ataupun varietas yang berbeda). Roguing dilakukan pada semua tumbuhan yang terdapat pada jarak antar baris. Pembuangan varietas lain harus dilakukan karena dapat menyebabkan penyerbukan silang dengan baris-A sehingga akan menyebabkan menurunnya kemurnian benih hibrida yang diinginkan. Selian itu semua tunbuhan yang . 9) Roguing Pada proses produksi benih padi hibrida. Roguing sangat penting dilakukan pada stadium tanaman jumlah anakan yang maksimum. Roguing dilakukan juga pada saat pembungaan yaitu semua tumbuhan yang tidak diinginkan harus dibuangdari baris A. Waktu yang paling tepat untuk melakukan kegiatan roguing adalah pada saat tanaman mulai tumbuh di lahan.00 sampai dengan pukul 13. Semua organ tanaman yang terlihat terserang hama atau penyakit harus dibuang dari lahan produksi. saat pembungaan dan sebelum panen. Waktu pembungaan bunga betina diupayakan harus bersamaan dengan bunga jantan (a). Semua tanaman yang tumbuh lebih pendek atau lebih tinggi dari benih tanaman atau induk jantan harus dibuang (dicabut).

Biji padi yang dipanen . Biji-biji yang terdapat pada malai padi dari baris A terlihat bernas. Waktu pemanenan dapat diupayakan pada saat 90% biji sudah berbulir penuh. kemudian dilanjutkan dengan baris-A. begitu pula dengan tumbuhan yang mempunyai bentuk . Proses pemanenen baris A dapat dilakukan secara manual ataupun secara mekanik.Tehnik Pembenihan Tanaman 274 mempunyai periode pembungaan lebih cepat atau lebih lambat harus dibuang. perontokan. ukuran dan warna biji yang berbeda harus dibuang. Gambar 6. Hal ini dilakukan agar benih padi hibrida tidak tercampur (terkontaminasi) oleh benih padi lainnya. Hasil panen dari baris R dan baris A harus benar-benar terpisah selama masa panen. Waktu roguing yang dianjurkan Gambar 6. Induk betina (atas) dan induk jantan (bawah) yang siap untuk diserbuki dan menyerbuki 6.4. Pada saat menjelang panen semua tumbuhan yang bukan induk padi hibrida harua dibunag dari pada baris-A. Baris-R jangan digunakan sebagai benih.41.40. bersih dan menghilat dengan warna gabah yang cerah. pengeringan ataupin pengepakan. Gambar 6. Perlakuan Pasca Panen Proses pemanenan dilakukan terlebih dahulu pada baris R dan dilakukan secara manual.42 Kegiatan roguing di lahan produksi benih padi hibrida. Baris-A yang dipanen disebut F-1 atau benih hibrida.

semua peralatan perontokan padi harus ditempatkan di atas lantai yang benar-benar bersih. Upayakan untuk tidak menjemur benih secara langsung di atas lantai jemur. Pengeringan dan pembersihan Pengeringan dan pembersihan benih padi harus dilakukan. Selama pengeringan balikkan benih secara berkala agar . Kegiatan pengeringan lahan dilakukan selama 2 minggu sebelum waktu panen. a. Baris-A dirontokkan terlebih dahulu kemudian baris-R. Gambar 6.44 Proses kematangan buah padi. Selama perontokan benih yang berasal dari induk betina (baris-A)harus benar-benar dipisahkan dari biji yang berasal dari induk jantan (baris-R). Benih dapat dikeringkan secara mekanik atau menggunakan pengering dengan solar sel. Contoh tumbuhan yang tidak dikehendaki dan harus dibuang pada proses roguing.275 harus dipastikan dalam kondisi yang kering. b. Karung dan kantong benih harus tersedia dalam kondisi bersih dan siap untuk diisi dengan benih. Kegiatan ini berfungsi untuk mempertahankan kualitas benih agar selalu dapat kondisi yang baik. Gambar 6.43. Benih dikeringkan sesegera mungkin setelah proses perontokan sampai dengan kadar air benih kurang dari 14% (standar benih berkualitas bagus). Perontokan Sebelum proses perontokan.

Benih dapat dibersihkan secara manual dengan cara ditampi.Tehnik Pembenihan Tanaman 276 kekeringan merata. tanggal panen dan nomor lot benih) Gambar 6. atau menggunakan mesin pembersih benih. dan gabah.45 Proses pemanenan benih padi hibrida.46 Proses perontokan benih padi.47 Proses pengeringan benih . Gambar 6. Gambar 6. Benih yang sudah kering harus dibersihkan dari ketidak murnian seperti harus terbebas dari biji gulma. biji yang belum matang. benih yang kering dan bersih dimasukkan dalam kantong yang baru lalu diberi label yang memuat informasi sesuai dengan keperluan (varietas.

Benih yang akan digunakan pada musim yang akan datang harus disimpan pada kondisi dingin dan kering.277 c. Salah satu kriteria benih berkualitas baik adalah mempunyai daya kecambah minimal 85%. Penyimpanan Penyimpanan benih padi pada umumnya mempunyai 2 (dua) tujuan yaitu untuk penanaman pada musim berikutnya atau untuk penanaman pada dua musim yang akan datang. Jika benih akan digunakan pada musim tanam yang terdekat dan didistribusikan secepatnya maka benih dapat disimpan pada suhu kamar. . Benih yang berkualitas baik adalah benih yang sesuai dengan standar yang ditentukan masingmsing negara. Gambar 6.48 Teknik pengujian daya kecambah benih padi.

Pengendalian OPT .. Pengeringan . Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra-panen benih padi Perlakuan Pascapanen . Pengeringan dan pembersihan . Pemeliharaan bedengan .. Benih sumber .... Kebutuhan benih .. Perontokan . Deskripsikan persamaan dan perrbedaan produksi benih padi local dengan padi hibrida. Bagaimana teknik pemelihraan alat dan mesin yang digunakan dalam proses produksi benih tanaman . Penyiapan lahan dan penanaman .. Interval pembibitan .. Perlakuan benih sebelum proses perkecambahan . Persyaratan lahan .. Penyemaian . Persyaratan lahan produksi .... Penanaman . siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1.. Membibitkan gakur induk benih sumber.. Musim tanam . Mengelola alat dan mesin pembenihan 6. 2.. Menerapkan persyaratan kerja 3.. Merawat benih tanaman 5... . Menyiapkann lahan pembenihan 4.. Pengairan . . Penyimpanan SOAL: 1. Potensi benih tanaman 2.. .. Pemeliharaan tanaman .Tehnik Pembenihan Tanaman 278 Ringkasan Setelah mempelajari BAB 6. Penyimpanan Perlakuan pra panen padi hibrida Perlakuan pascapanen padi hibrida .. Pemeliharaan .. Peromtokan .

2. Bagaimana system penggudangan benih yang ada di sekolahmu / perusahaan benih di sekitar kotamu . Lakukan identifikasi proses produksi benih yang dilakukan oleh petani dan sekolahmu.279 TUGAS: 1.

Patra Tani tidak lagi memproduksi benih sehingga nyaris tidak ada lagi produsen benih kedelai. Jika ditambahkan dengan impor kedlai hitam untuk kebutuhan indsutri kecap tahun 1988 yang mencapai 104. TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI Ketersediaan benih kedelai di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan kebutuhannya. Ditjentan Pangan (1992) mencatat bahwa pemenuhan benih kedelai bersertifikat secara nasional masih di bawah angka 5%. Di Indonesia tercatat belum ada industri benih yang mengusahakan produksi benih kedelai secara mapan.867 ton maka total konsumsi kedelai nasional adalah 1. PT Patra Tani merupakan satu-satunya indsutri benih kedelai nasional yang sangat besar. Satusatunya penghasil benih kedelai adalah para penangkar benih lokal danprodusen benih sumber milik Pemerintah. Data Departemen pertanian menujukkan bahwa produki kedelai nasional tahun 2000 sebesar 1. Sebelum tahun 1986.BAB 7. Balai Benih Utama.470 ton atau hampir 2 juta ton. yang kapasitas penyediaannya sangat terbatas. Fenomena ini yang semakin mendorong petani untuk menyediakan benih kedelai secara . Rendahnya persentase ini merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan kedelai nasional. Ini berarti diperlukan penyediaan benih kedelai sebesar 40 ribu ton per tahun. seperti Balai Benih Induk. Setelah tahun 1986 sampai sekarang. tetapi dalamvolume yang terbatas. Perum Sang Hyang Seri pada waktu itu juga memproduksi benih kedelai.962.969 ton.017. Jika produktivitas rata-rata kedelai 1 ton/ha maka untuk memenuhi kebutuhan nasional diperlukan lahan produksi seluas 2 juta ha. PT. dan Balai Benih Pembantu.634 ton dan impor kedelai tahun 1999 sebesar 839.

Produktivitas tanaman kedelai masih rendah sehingga secara usaha tani kurang menguntungkan. .sendiri tanpa melalui proses sertifikasi benih. petani pun enggan membeli benih bersertifikat. Masa edar (waktu pemasaran) benih kedelai sangat singkat karena daya simpannya yang sangatsingkat. Harga kedelai konsumsi nasional rendah sehingga petani kurang tertarik mengusahakannya. Harga kedelai impor yang lebih murah dari harga kedelai lokal semakin mengecilkan minat Tenik Pembenihan Tanaman 280 . Beberapa alasan kurang tertariknya para investor untuk memproduksi benih kedelai di Indonesia antara lain sebagai berikut : . Bila menanam kedelai. . .

5. Gambar 7.petani dan penangkar benih kedelai. kedelai hanya sebagai tanaman sela. serta pengelolaan dan pemasarannya. Adapun standar lapang untuk proses produksi benih kedelai bersertifikat dapat dilihat pada tabel 6. Kedelai termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri sehingga isolasi jarak hanya 8 meter. Tentunya usaha yang dilakukan hendaknya diiringi dengan perbaikanperbaikan. teknologi budi daya dan pascapanennya. baik varietas tanaman.1 Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai (atas) dan tanaman kedelai (bawah . Meski permasalahan kedelai cukup komplek. tanaman tumpang sari. sedangkan isolasi waktu hanya 15 hari agar tidak terjadi pencampuran benih antar-varietas. sifat-sifat benih kedelai seperti berikut perlu dipahami lebih dahulu. Agar penanganan produksi dan pascapanen benih kedelai tidak keliru. atau sekedar tanaman rotasi. Jika kebijakan Pemerintah telah berubah dan nilai produksi pertanian disejajarkan dengan produk industri non pertanian lainnya maka usaha produksi benih kedelai sangat menguntungkan karena belum ada industri benih yang mengusahakannya.1 Perlakuan Prapanen Telah dijelaskan bahwa permasalahan produksi benih kedelai cukup kompleks. pendekatan lingkungan. salah satunya adalah potensi hasilnya yg masih rendah. 7. tetapi pengusahaannya perlu terus ditingkatkan karena prospek yang sangat besar. Akibatnya.

Pada kondisi suhu dan kelembapan yang relatif tinggi. 281 .. . viabilitas (daya tumbuh dan kekuatan tumbuh) benih kedelai mudah menurun akibat laju respirasi yang meningkat. Benih bersifat higroskopis sehingga kadar airnya mengikuti kelembapan udara di sekitarnya.

.Kelas Benih Benih dasar Benih Pokok Benih sebar . Suhu harian lokasi penenaman tidak melebihi 35OC dengan kelembaban nisbi yang relatif rendah (sekitar 70%). Berlabel hijau (ES1 s/d ES4) . bakteri dan virus. serta rentan terhadap kerusakan fisik dan mekanik . Daerah pertanaman bebas dari gangguan hama maupun Isolasi Jarak (m) Varietas Lain dan Tipe Simpang Maksimum (%) 8 0. Lokasi penanaman mempunyai curah hujan sedang (150 200 mm perbulan) pada saat pertumbuhan dan kurag dari 50 mm per bulanpada saat pematangan polong.2 Persyaratan lahan Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam memilih lahan untuk produksi benih kedelai sebagai berikut : . .1 8 0. 7. Lahan tergolong subur dan cukup tersedia air. Berlabel biru .2 8 . Saat di pertanaman. Kulit benih kedelai amat tipis sehingga mudah terinfeksi oleh cendawan. kedelai mudah terserang hama penggerek dan pengisap biji.

kecuali bila telah diberakan selama 3 bulan. Adapun varietas-varietas kedelai yang direkomendasikan untuk diusahakan dapat dilihat pada tabel 12. hanya berkisar angka 40. Tenik Pembenihan Tanaman 282 Tabel 7.3 Benih sumber Kebutuhan benih sumber berkelas lebih tinggi +40 kg/ha.7 penyakit. . .5 8 0. terutama hama yang menyerang biji. dapat digunakan benih sumber dari kelas benih sebar. Lahan pertanaman bukan bekas pertanaman kedelai varietas yang berbeda. Benih BMJ masih ditolerir beredar karena dua pertimbangan. (2) sangat rendahnya indeks penangkaran (benih sumber menjadi benih komersial). yakni (1) sangat minimnya produsen benih kedelai. Lahan terbebas dari gangguan gulma. 7. Untuk produksi benih berlabel merah jambu (BMJ).0.1 Standar Kondisi Lapangan Untuk Menghasilkan Benih Kedelai Bersertifikat .

Petek 2. Umur Genjah 1.1 10.0 2.0 . Karakteristik Bebagai Varietas Kedelai dan Tahun Pelepasannya Kisaran Bobot Umur Nama Varietas Tahun Hasil 100 biji Panen Pelepasan (ton/ha) (g) (hari) A.0 2.2.4 7 75 4.1 10.6 78 3. Lokon 1982 1.8 76 2.Tabel 7. Guntur 1982 1. Tidar 1987 1.

2 11 74 7.2 12 70 2. Lawu 1991 1. Tengger 1991 1. Malabar 1992 1.0 8 80 5.0 1.5 78 8.0 9.5 .0 2. Dieng 1991 1.5 1. Lumajang 1989 1.2 11 79 9.6 80 Bewok 6.1989 1.2 7.0 2.0 2.

Raung 1986 1.B.5 2. Rinjani 1989 1.5 2.5 10 88 2. Kerinci 1985 1.5 10 88 5. Umur Sedang 1.0 2.5 9 87 3. Lampobatang 1989 1.5 2.5 14 85 6.5 2. Tambora 1989 1. Wlis 1983 1.5 .5 13 85 4.5 10 2.

2 2.2 2.86 7. Cikuray 1992 1.5 2.5 10 85 12.2 9 87 8. Krakatau 1992 1. Singgalang 1992 1. Tampomas 1992 1.0 .4 12 85 11. Jayawijaya 1991 1.7 10 2. Pangrango 1995 1.5 11 84 10.6 8 85 9.0 2.7 2.

Dempo 1984 1. Argomulyo 1998 1. Merbabu 1986 1.5 10 90 3.5 2.5 2.5 21 81 C.1 2.5 20 82 14.0 . Umur Dalam 1. Kipas Putih 1992 1. Burangrang 1999 1.5 16 85 15. Bromo 1998 1.5 2.5 2.88 13.5 13 90 2.7 2.

4 Waktu tanam Kedelai tergolong peka terhadap kekeringan. tanaman kedelai sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan.12 90 7. tetapi tidak tahan terhadap genangan air. Dengan demikian. Pada lahan beririgasi teknis. tanaman mendapatkan air yang cukup pada awal 283 .

pertumbuh-annya dan kondisi lahan telah kering saat menjelang panen. Sebagai contoh. penanaman yang dilakukan pada musim hujan yang berlebihan akan berisiko terhadap serangan hama maupun penyakit dan membutuhkan biaya relatif banyak untuk penanganan lepas panennya. Namun. Waktu tanam yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang paling kecil risiko maupun biaya pemeliharaannya. Agar benih tidak terlalu lama tersimpan maka penangkaran benih sebaiknya dilakukan 4 6 bulan sebelum tiba.2 Benih sumber kedelai Kondisi musim di tiap daerah tidaklah sama. Tanaman kedelai dapat ditanam di lahan sawah maupun dilahan kering (tegalan). sebaiknya penanaman pada permulaan musim labuhan (hujan) dan akhir rendengan (kemarau).5 Penyiapan lahan Pengolahan tanah ditujukan untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah agar pertumbuhan akar dan penyerapan hara dapat berlangsung secara baik. Oleh karena itu waktu penanaman kedelai juga tidak bersamaan. jika di lahan kering (tegalan). Parit dibuat dengan lebar 20-25 cm sedalam 25-30 cm. Pengolahan lahan kering . Tanah diolah secara dangkal dengan membenamkan gulma. Pada lahan sawah dibuat parit sekeliling lahan di dekat pematang secara membujur dan melintang. Bedengan dibuat dengan lebar 3-4 m dan panjang sesuai petakan. Gambar 7. musim tanam kedelai (petani). bila produksi benih kedelai dilakukan di lahan sawah beririgasi maka penanaman sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. 7. Sebagai gam-baran.

5 5. kemudian diratakan dan dibuat parit di sekeliling lahan. penanaman dilakukan paling lambat seminggu setelah panen padi agar tanah masih lembap. tanah ditaburi kapur degan jumlah sesuai kebutuhan (misal-nya 2 ton/ha untuk tanah ber pH 4. sekitar 50-60% yang merupakan kelembapan optimum Tenik Pembenihan Tanaman 284 . maka pengolahan tanah tidak diperlukan. Pada saat pengolahan.(tegalan dengan cara dibajak/ dicangkul agar gembur. Tanah selanjutnya diolah dengan cara dicangkul sedalam 10 20 cm dan diratakan. Namun. Tanah dibersihkan dari gulma. kebutuhan kapur semakin banyak.0). Jika penanaman dilakukan setelah pertanaman padi. semakin tanahnya masam.

Sebagai gambaran. Selain dengan inokulum Rhizobium. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 10 cm atau 30 cm x 15 cm. Gambar 7. Setiap tubang dapat ditanam 2-3 benih.untuk perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman kedelai. jarak tanam yang digunakan 40 cm x 15 cm. Tanaman kedelai dan bagian-bagiannya . atau Rhizogin yang telah dibasahi. benih yang akan ditanam perlu dicampur dengan inokulum Rhizobium. Benih kedelai ditanam dalam lubang tanam yang dibuat dengan tugal sedalam 3 5 cm.6 Penanaman dan perlakuan benih Apabila penanaman dilakukan di lahan yang belum pernah ditanami kedelai. tergantung varietas yang digunakan. 7. Bening ditanam langsung dengan bantuan tugal. Rhizoplus. Setelah itu. Tanah ini dicampurkan dengan benih. gulma telah tumuh dan menjadi pesaing tanaman kedelai. Untuk daerah ang sering terserang hama lalat bibit (Ophiomya phaseoli). Jika menggunakan varietas umur sedang. dapat pula digunakan tanah dari pertanaman kedelai dengan takaran 2-3 kg tanah untuk 10 kg benih. Bila terlambat menanam. benih diberi insektisida Marshal 25 ST dengan dosis 5 g bahan aktif per kg benih sebelum ditanam. Untuk varietas umur genjah. Benih ditanam secara teratur dengan jarak tanam optimal. Benih segera ditanam setelah 6 jam diinokulasi. Jarak tanam yang disarankan adalah 40 cm x 15 cm atau 40cm x 20 cm.3. seperti Legin. kemudian diaduk hingga merata. lubang tanam ditutup dengan tanah halus atau pasir agar proses perkecambahan dan pertumbuhan kecambah tidak terhambat. diperlukan 30 g Legin atau Rhizogin untuk 10kg benih.

(atas) Tanaman kedelai muda (bawah) Penggunaan mulsa (penutup tanah) jerami pada benih yang baru ditanam dapat menjaga kelembapan tanah. menekan 285 .

penyiangan tidak dianjurkan untuk menghindari goncangan pada tanaman yang dapat merontokkan bunga. dan cahaya matahari. Penurunan hasil dapat mencapai 10 60% jika gulma tidak dikendalikan dengan baik. b. c. tergantung musim tanamnya. air.pertumbuhan gulma dan serangan lalat bibit. a. 7. Waktu penyulaman dilakukan hingga satu minggu setelah tanam agar keseragaman pertanaman tetap terpelihara. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Selain pesaing dalam perolehan ruang tumbuh. Pada saat berbunga. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dengan penyiangan atau secara kimiawi dengan mnggunakan herbisida. Pada musim hujan. Jumlah mulsa yang dibutuhkan sekitar 2-5 ton/ha.7 Pemeliharaan Tanaman akan tumbuh dengan baik bila dipelihara dengan baik pula. Oleh karena itu kegiatan pemeliharaan penting untuk diperhatikan. Pengairan . Penyiangan dan pembumbunan Gulma merupakan pesaing tanaman yang sangat merugikan. gulma kerap kali menjadi inang hama atau penyakit tertentu. Penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan pembubunan dan pemupukan kedua. Mulsa ini dapat dihamparkan di atas tanah secara merata segera setelah tanam. Penyulaman Penyulaman dilakukan terhadap benih yang tidak berkecambah atau tumbuh dengan kondisi kurang baik. hara. jumlah mulsa dapat dikurangi.

5 0.Pertanaman kedelai tidak boleh kekurangan air. Pada masa-masa tersebut. fase awal pertumbuhan (20 25 HST). terutama pada saat-saat kritis.6 l/det/ha (BPTB Karangploso. air harus cukup tersedia atau yang diperkirakan 0. fase pembentukan polong. dan fase pengisian biji (50-60 HST). Pupuk di-berikan secara larikan di samping tanaman dengan jarak sekitar 5 7 cm. karena semakin panjang umur suatu varietas. Saat kritis yang dimaksudkan adalah pada fase perkecambahan. 2000). d. Pemupukan Pemupukan tanaman kedelai secara umum diberikan bersamaan dengan saat tanam atau 7 10 hari setelah tanam. Meski-pun demikian. menjelang berbunga (35 45 HST). kebutuhan air untuk tanaman kedelai tergantung pada varietas. semakin banyak air yang dibutuhkan. Tenik Pembenihan Tanaman 286 .

. Vertisol atau Grumosol: 50 kg Urea + 75 kg SP-36 + 75 kg KCl . pupuk dibenamkan kedalam tanah. Hidromorf :100kg Urea + 75 kg SP-36 + 100 kg KCl. Adapun potensi kerugian dan saat penyerangannya dapat dilihat pada tabel berikut ini. kepik polong (Riptortus liniaris). ulat grayak (Spodoptera litura). kutu daun (Aphis glycine). Untuk lahan yang kurang subur. hama utama yang menyebabkan kerusakan cukup berat antara lain lalat bibit (Ophionya phaseoli). Pada lahan tegalan. Jagung dengan umur yang berbeda . dianjurkan juga diberi pupuk kandang sebanyak 3-5 ton/ha yang ditabur secara merata pada saat pengolahan tanah. dan . yang dierikan pada saat pembubunan. konon lebih dari 100 jenis. perlu ditambah pupuk N. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan bervariasi bergantung pada jenis tanah. Namun demikian. dan kepik (Piezodorus hybneri). kutu kebul (Bemicia tabaci). + 50-75 kg/ha. seperti tanaman jagung. ulat penggerek (Helicoverpa armigera). Regosol: 50 kg Urea + 50 kg SP-36 + (75 100) kg KCl. Aluvial: 50 kg Urea + 50 kg SP36 + 50 kg KCl. penggerek polong (Etiella spp. kumbang kedelai (Phaedonia inclusa). e. Pengendalian hama dan penyakit Jenis hama yang menyerang tanaman kedelai sangat banyak.Setelah ditabur. Menurut BPTP Karangploso (2000). Pengendalian hama secara kultur teknis dilakukan dengan menanam tanaman perangkap.). kepik hijau (Nezara viridula). dosis pupuk yang diberikan pada beberapa jenis tanah yaitu : .

dan Bayleton. seperti Dithane. Surecide 25 EC. Anvil. Cara pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida secara tepat. virus kerdil (soybean stunt virus). Dursban 20 EC. 21 hari sebelum penanaman kedelai dengan jarak tanam 25 m x 25 cm. Benlate. Pengendalian pe-nyakit karat dengan cara menanam varietas yang tahan atau dengan menggunakan fungisida. Cara lain pengendalian hama dengan memasang perangkap sex pheromone yang menyebarkan bau serangga betina sehingga serangga jantan datang dan terperangkap.(genjah. Beberapa jenis insektisida yang digunakan untuk mengendalikan hama antara lain Marshal 200 EC. dan virus katai (indonesian soybean dwarf virus). seperti virus mosaik (soybean mozaik virus). Applaud 10 WP. dan dalam) ditanam di pematang. baik dosis dan waktunya (lihat tabel kemasan). Penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai adalah karat daun (Phalaespora phacyrizi) dan virus. Adanya virus hanya 287 . dan Mitac 200 EC. sedang.

yaitu sebagai berikut : . sanitasi lahan. pemeriksaan dilakukan terhadap warna dan bentuk polong. Kumbang kedelai (Phaedonia inclusa) 5. pemeriksaan dilakukan terhadap warna bunga. Roguing Roguing pada pertanaman kedelai dilakukan tiga kali. Kutu kebul (Bemicia tabaci) xxxxx xxxxx oooooo 4. dan waktu berbunga.Hama Penting Kedelai Dan Waktu Penyerangannya Umur Tanaman (Hari Setelah Tanam) Jenis Hama 1. Tabel 7. warna batang. Roguing III pada saat menjelang panen.dapat dicegah dengan penggunaan benih yang sehat.3 Hama. Ulat penggerek (Helicoverpa armigera) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo oooooo xxxxx . pemeriksaan dilakukan terhadap keseragaman warna hipokotil. pergiliran tanaman. bulu pada batang. f. Roguing II pada awal berbunga. Roguing I pada saat tanaman berumur 2 minggu. dan eradikasi tanaman sakit. . Kutu daun (Aphis glycine) xxxxx xxxxx oooooo 3. . bentuk percabangan. Lalat bibit (Ophionya phaseoli) < 10 1130 31 xxxxx 50 51 70 > 70 2.

2000 Tenik Pembenihan Tanaman 288 . Ulat grayak (Spodoptera litura) oooooo xxxxx 7. Kepik (Piezodorus hybneri) xxxxx xxxxx oooooo Keterangan : xxxxx = sangat berbahaya ooooo = berbahaya *** = serangga penular penyakit virus belang samar kacang panjang (CMMV). Cowpea Mild Mottle Virus ** = serangga penular berbagai penyakit virus kacangkacangan Sumber : BPTP Karangpioso. Kepik hijau (Nezara viridula) xxxxx xxxxx oooooo 10.) 8. Kepik polong (Riptortus liniaris) xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx oooooo 9.6. Penggerek polong (Etiella spp.

Jika masa fisiologis tepat pada saat 60% polong telah matang (cokelat) maka panen benih dilakukan pada saat polong matang (cokelat) mencapai 80%. Gambar 7.4 Polong kedelai siap panen Keterlambatan panen akan menu-runkan mutu fisik dan fisiologis benih. Cara ini hanya . dianjurkan panen dilakukan tidak terlalu lamasetelah benih mencapaimasa fisiologis.8 Pemanenan dan perlakuan pascapanen Pemanenan kedelai untuk benih dilakukan pada umur 75 110 hari atau bila kadar air benih mencapai 18 20%. 7. Pemanenan benih kedelai dilakukan dengan cara memotong pangkal batang dengan bantuan sabit. benih sangat peka sekali terhadap pengaruh kelembaban lingkungan. Masak fisiologis terjadi jika lebih dari 60% populasi tanaman telah menunjukkan polong yang berwarna cokelat. Pada saat masa fisiologis. petani memanen kedelai dengan cara mencabut seluruh tanaman. Karena sifat yang higroskopis dan kulitnya yg tipis. Tidak jarang benih hasil panen terlihat pecah kulit jika selama benih di lapang terjadi hujan. Tanaman yang masak tidak merata dan warna polongnya ber\beda sebaiknya tidak digunakan sebagai benih. Tanda-tanda kedelai sudah dapat dipanen dapat dikenali dari daun yang telah menguning dan sebagian sudah rontok. serta polong berwarna kuning sampai cokelat. batang berwarna kuning sampai cokelat.Apabila dijumpai tanaman yang berbeda dari ciri yang ada perlu dicabut dan dimusnahkan. benih kedelai telah lepas dari plasenta di dalam polong. Dengan kondisi seperti itu. Kadangkala.

benih kedelai tidak mengalami dormansi sehingga benih yang baru dipanen 289 . Setelah dipanen. bintil akar yang mengandung Rhizobium akan tetap tertinggal di dalam tanah sehingga berguna untuk kesuburan. pemanenan dengan cara memotong batang dianggap lebih menguntungkan karena lebih menghemat waktu dan tenaga.dianjurkan bila lahan penenaman relatif gembur. Dari kedua cara tersebut. Selain itu.

mempunyai kualitas yang semakin baik. Gambar 7. Waktu pemanenan hendaknya tidak dilakukan pada saat hari hujan atau pagi hari saat masih ada ada embun.5 Benih kedelai Tenik Pembenihan Tanaman 290 . Panen hendaknya dilakukan setelah embun pagi mengering (sekitar pukul 08:00) agar kadar air benih tidak mengalami peningkatan akibat air embun.

Merawat benih tanaman 5. subur. Menerapkan persyaratan kerja 3. Waktu musim hujan atau musim kemarau. Menyiapkann lahan pembenihan 4. insektisida dan fungisida. dan aerasi. Penyiapan lahan Penanaman dan perlakuan benih Memperbaiki struktur tanah. Potensi benih tanaman 2. Pada tanah tegalan sebaiknya pada akhir musim kemarau atau akhir musism hujan Persyaratan lahan Benih sumber Waktu tanam Perlakuan benih dengan Rhizobium. tidak ada serangan OPT.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 7. Membiakkan tanaman dengan biji Perlakuan pra panen Lahan pembenihan harus dekat dengan sumber air. bukan bekas tanaman kedelai. . siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Mengelola alat dan mesin pembenihan 6.

Pengairan . Penyiangan dan pembumbunan . jarak tanam 40 x 15 atau 40 x 20 dan apabila perlu dapat digunakan mulsa. Umur genjah . Cirri ciri kedelai siap panen adalah daun dan polong menguning. Pengendalian OPT Panen dilakukan pada saat 75-110 hari setelah tanam. Umur dalam Pemeliharaan Pemanenan dan perlakuan pascapanen . 291 . Penyulaman . SOAL: 1. . Jelaskan langkah-langkah kerja pada produksi benih kedelai sampai dengan pengemasan. OPT apakah yang harus dikendalikan dari tanaman kedelai dan mengapa demikian. Pemupukan .Benih diberi perlakuan rhizobium. 2. Umur sedang .

TUGAS: 1. Tenik Pembenihan Tanaman 292 . Bagaimana teknik perlakuan pra tanam pada benih kedelai yang ditanam oleh petani atau tim produksi di sekolahmu. Lakukan observasi pada kegiatan panen suatu benih tanaman di sekitar sekolahmu atau sekolahmu. 2.

Keilmuan tentang penerapan prinsipprinsip biologi. Generasi pertama adalah kegiatan menghasilkan benih (generatif dan vegetatif).BAB 8. . teknik kultur jaringan. Bioteknologi diharapkan dapat berperan menghasilkan produk agribisnis yang berdaya saing tinggi. biokimia dan rekayasa dalam pengolahan bahan dengan memanfaatkan agensia jasad hidup dan komponen-komponennya untuk menghasilkan barang dan jasa disebut bioteknologi (Yuwono. 2006). Generasi ketiga adalah kegiatan menghasilkan produk agroindustri Berdasarkan hasil penelitian pada bidang biologi yang diintegrasikan dengan teknologi yang mengkaji ilmu dasar (basic science) ditemukan berbagai mekanisme dalam proses metabolisme mahluk hidup yang lebih dimengerti sehingga pada periode ke tiga ini dihasilkan produk pertanian yang lebih efektif dan efisien. perkembangan bioteknologi telah berhasil memberikan terobosan pada bidang pertanian seperti percepatan untuk menghasilkan suatu varietas tanaman yang baru. pemanfaatan mikroba sebagai starter untuk memproduksi pupuk (bio-fertilizer dan dekomposer) ataupun pestisida (bio-pesticide). Dari kenyataan yang ada. BIOTEKNOLOGI TANAMAN Kegiatan pada bidang pertanian dapat dibagi menjadi 3 generasi : . teknologi DNA rekombinan dan berbagai rekayasa . Generasi kedua adalah kegiatan menghasilkan teknik budidaya pada bidang pertanian. . pemanfaatan mikroba sebagai vektor pembawa sifat genetik yang dapat mentranfer sifat tersebut dari satu organisme ke organisme lainnya. Peran ini dapat diimplementasikan kedalam ketiga generasi pertanian diatas. baik itu yang mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat (contohnya satu spesies atau famili) maupun sebaliknya.

akan mendukung suskes budidaya dan selanjutnya mendukung sukses agroindustri. sehingga sesuai dengan kondisi petani yang pada umumnya sederhana dan praktis. Benih yang dihasilkan juga tepat sasaran dan mudah ditangani (user friendly). sifat benih yang dikembangkan sesuai sasaran. seperti menghasilkan buah yang banyak dan bermutu baik. Sebagai contoh adalah pisang cavendis (buah pisang berukuran besar) mudah dibudidayakan. serta mempunyai ketahanan terhadap hama dan penyakit. Tehnik Pembenihan Tanaman 293 .genetik pada tanaman dan mikroba yang menguntungkan untuk efisiensi input budidaya tanaman. Sukses pada generasi pertama pertanian seperti pengadaan bibit unggul. Benih pertanian yang dihasilkan melalui bioteknologi meliputi pengembangan dan penyediaan benih unggul sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman. Tepat sasaran artinya.

Kemampuan bioteknologi dalam pengadaan benih diantaranya dilakukan melalui proses rekayasa genetika (genetic engineering). Dalam hal ini adalah proses menghimpun dan menyatukan sifat-sifat tanaman (sifat genetik) yang unggul dan membuang sifat yang tidak baik.Pengetahuan tentang peta genetik banyak bermanfaat untuk pembenihan, antara lain digunakan pada seleksi benih yang tidak unggul atau cacat tidak perlu diperbanyak karena akan merugikan petani. Perbanyakan benih vegetatif dapat dilakukan melalui kultur jaringan (tissue culutre) ataupun embriogenesis. Benih vegetatif dapat diperbanyak secara massal, dengan mutu yang standar, fisik dan sifatnya seragam. Hal ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan benih dalam jumlah besar dalam waktu serentak, sehingga memenuhi QCD (Quality Cost dan Delivery). Di Indonesia, perkembangan bioteknologi belum optimal karena sampai saat ini belum dapat memberikan solusi-solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah petani, sebagai contoh, untuk kebutuhan pemenuhan kedelai bagi industri tempe yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kita, ternyata kedelai yang digunakan adalah kedelai impor, karena kedelai yang dihasilkan oleh petani kita kurang cocok. Generasi kedua pertanian meliputi teknik budidaya yang mencakup pengetahuan lahan, teknik pengolahan lahan, teknik penanaman, teknik pemupukan dan teknik pemeliharaan serta panen. Dengan memakai benih unggul diharapkan hasil budidaya pun akan unggul pula. Hal ini ditandai, melalui biaya per unit produk yang relatif rendah, masa tanam dan pemeliharaan yang lebih singkat, produksi yang tinggi dengan mutu baik dan seragam, tahan hama dan penyakit, tidak merusak lingkungan, mudah dalam pemeliharaan atau perawatan.

Dalam budidaya tanaman, bioteknologi juga mempunyai peranan yang sangat besar terutama dalam pengembangan dan penyediaan pupuk organik (biofertilizer) dan pertisida (biopestisida), sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta melipatgandakan hasil pertanian, Selain hal tersebut di atas, bioteknologi dapat memberikan kotribusi yang sangat besar terhadap konservasi lahan dan lingkungan. Pemanfaatan hasil pengembangan bioteknologi dalam penyediaan pupuk organik dan biopestisida, masih belum memasyarakat, sehingga dalam kondisi seperti saat ini dimana kita kekurangan suplai pupuk anorganik, keberadaan dan ketersediaan pupuk organik sebagai pupuk elternatif belum dapat diandalkan. Peranan bioteknologi dalam pengembangan argo-industri banyak dilakukan terutama yang berkaitan dengan proses fermentasi seperti berbagai produk makanan yang bergizi serta berbagai macam obat-obatan dan antibiotik. Peranan bioteknologi dalam bidang agro-industri, dapat menurunkan input produksi, biaya 294

dan waktu proses, sehingga sangat ekonomis. 8.1. Bioteknologi Tanaman Bioteknologi modern telah berkembang sangat pesat dan meluas sehingga mencakup berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Saat ini, aplikasi bioteknologi moderen untuk pemenuhan kebutuhan manusia masih terkait erat dengan penggunaan bioteknologi konvensional yang telah berkembang sebelumnya. Dalam penyediaan pangan, selain menggunakan pendekatan bioteknologi modern, beberapa peneliti masih mengandalkan teknologi konvensional untuk menghasilkan benih tanaman berkualitas. Sebagai contoh, tanaman padi yang dibudidayakan sekarang ini sebagian besar masih berasal dari hasil persilangan konvensional, meskipun sudah ada galur-galur baru yang dikembangkan dengan teknologi DNA rekombinan, misalnya galur padi Golden Rice. Galur Golden Rice adalah galur padi yang membawa gen-gen asing dari bakteri sehingga beras yang dihasilkan oleh galur padi ini mempunyai kandungan provitamin A yang tinggi. Galur semacam ini tidak pernah diketemukan sebelumnya di alam maupun berdasarkan hasil persilangan konvensional. Dalam bidang budidaya tanaman pangan dan tanaman industri, selain menggunakan teknik-teknik konvensional, sudah berkembang galur-galur tanaman transgenik baru yang mempunyai sifat toleran terhadap keadaan lingkungan dengan menyisipkan gen-gen asing dari jasad lain. Sebagai contoh, para ilmuwan telah mengembangkan tanaman tembakau yang lebih toleran terhadap kadar garam tinggi, tanaman yang tahan terhadap herbisida, tahan terhadap hama dan penyakit tertentu, dan sebagainya.

Bioteknologi modern menghasilkan berbagai macam bahan industri. Berbagai macam enzim dan protein, baik untuk keperluan industri maupun untuk konsumsi dan terapeutik (pengobatan) telah dihasilkan dengan menerapkan bioteknologi modern yang berlandaskan atas teknologi DNA rekombiman. Pengembangan Bioteknologi moderen juga mempunyai pengaruh balik yang penting terhadap perkembangan ilmu-ilmu dasar. Banyak konsep dasar dalam sistem fisiologi jasad hidup yang menjadi lebih jelas dan mudah dipahami dengan adanya perkembangan-perkembangan baru dalam teknik-teknik molekular. Oleh karena itu ilmu-IImu dasar dan Bio-teknologi modem akhimya saling mendukung dalam perkembangannya masing-masing. 8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman Studi mengenai eksistensi asam nukleat pertama kali dilakukan oleh Friedrich Miescher dari Jerman yang mengisolasi inti dari sel darah putih pada tahun 1869. Miescher menemukan bahwa di dalam inti sel tersebut terdapat senyawa yang mengandung fosfat yang kemudian Tehnik Pembenihan Tanaman 295

dinamakan nuclein. Selanjutnya pada akhir abad ke-19 telah berhasil dilakukan pemisahan antara DNA (deoxy-ribonucleic acid) RNA (ribonucleic acid) dan protein-protein yang melekatkan molekul asam nukleat tersebut pada sel. Pada awal 1930-an, P. Levene, W. Jacobs dan kawan-kawan menunjukkan bahwa RNA tersusun atas satu gugus gula ribosa dan empat basa yang mengandung nitrogen, sementara DNA tersusun atas gugus gula yang berbeda yaitu deoksiribosa. Pembuktian bahwa DNA merupakan bahan genetik pertama dilakukan oleh Frederick Griffith pada tahun 1928 yaitu dengan linen transformasi pada bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri S. pneumoniae tipe alami mempunyai bentuk sel bulat (Spheris) yang diselubungi oleh senyawa berlendir yang disebut kapsul. Sel-sel tipe alami akan membentuk koloni yang mengkilat dikenal sebagai koloni halus (smooth, S). Sel tipe alami semacam ini bersifat virulen artinya dapat menyebabkan terjadinya kematian pada mencit yang diinjeksi dengan sel yang masih hidup. Selain itu diketahui adanya strain mutan S. pneumoniae yang kehilangan kemampuannya untuk membentuk kapsula sehingga sel-selnya berukuran kecil dan akan membentuk koloni yang kasar (tipe R). Sel mutan semacam ini bersifat avirulen, artinya tidak dapat menyebabkan kematian pada mencit yang diinjeksi oleh sel mutan. Eksperimen Griffith menunjukkan bahwa sel-sel yang avirulen dapat mengalami transformasi (perubahan) menjadi sel yang virulen. Hal ini dibuktikan dengan menginjeksi mencit menggunakan sel-sel tipe alami yang masih hidup (sel tipe S). Diketahui kemudian bahwa injeksi dengan sel tipe S yang hidup menyebabkan kematian mencit. Selanjutnya eksperimen dilakukan

dengan menginjeksi mencit menggunakan sel tipe R yang hidup. Injeksi semacam ini ternyata tidak menyebabkan kematian mencit. Hal yang serupa juga diperoleh yaitu bahwa injeksi mencit menggunakan sel tipe S yang sudah dimatikan ternyata juga tidak menyebabkan kematian mencit. Pada eksperimen selanjutnya Griffith mencampur selsel tipe S yang sudah dimatikan dengan sel-sel tipe R yang masih hidup dan diinjeksikan ke dalam mencit. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa inj'eksi dengan campuran sel semacam ini menyebabkan kematian mencit. Griffith kemudian mengisolasi bakteri S. pneumoniae dari mencit yang sudah mati tersebut dan memperoleh sel-sel tipe S dan R yang hidup. Hal ini memberikan indikasi bahwa pencampuran sel tipe S yang mati dengan sel tipe R yang hidup telah menyebabkan peru-bahan (transformasi) sel tipe R yang hidup menjadi sel tipe S yang hidup. Bukti bahwa DNA merupakan bahan yang menyebabkan terjadinya proses transformasi pada S. pneumoniae ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh Oswald Avery, Colin Macleod, dan Maclyn McCarty pada tahun 1944. Mereka melakukan eksperimen serupa dengan yang dilakukan oleh Griffith, namun 296

mereka melakukan pengujian leblh lanjut terhadap senyawa yang menyebabkan transformasi S. pneumoniae. Mereka melakukan ekstraksi terhadap sel virulen dan kemudian menghilangkan proteinnya. Hasil ekstraksi tersebut kemudian diperlakukan dengan bermacammacam enzim yang mendegradasi protein (tripsin dan kemotripsin) maupun enzim yang menghancurkan RNA (RNA-ase). Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa ekstrak sel tersebut ternyata masih dapat menyebabkan proses transformasi. Hasil eksperimen membuktikan bahwa senyawa yang menyebabkan proses trasnformasi bukanlah RNA. Sebaliknya, ketika ekstrak sel tersebut diperlakukan dengan enzim deoksiribonukle-ase yang menghancurkan DNA, ternyata kemampuan untuk menyebabkan proses transformasi menjadi hilang. Hasil ini memberikan indikasi bahwa senyawa yang menyebabkan transformasi adalah molekul DNA. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment. Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas. Bukti lebih lanjut yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transforinasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh A.D. Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952 dengan eksperimen yang dikenal sebagai Waring blender experiment.

Gambar 8.1 Hipotesa Griffith tentang agen transformasi Gambar 8.2 Percobaan Avery tentang transformasi Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas protein dan DNA. Untuk membuktikan apakah senyawa yang bertanggung jawab terhadap perubahan sifat suatu sel berupa protein atau DNA maka Hershey dan Chase melakukan pelabelan terhadap protein bakteriofag T2 dengan 35S. Selain itu, pada bagian eks-perimen yang lain, mereka juga melabel DNA bakteriofag dengan 32P. Bakteriofag yang telah dilabel tersebut kemudian digunakan untuk menginfeksi bakteri Escherichia Selubung partikel bakteriofag yang sudah mengi-njeksikan DNA ke dalam sel kemudian diambil dan dianalisis. Tehnik Pembenihan Tanaman 297

Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar protein berlabel tetap ada di luar sedangkan DNA berlabel ada di dalam sel. Hal ini memberikan yang jelas bahwa senyawa yang masuk kedalam sel adalah DNA. Hasil-hasil eksperimen seperti yang dijelaskan di atas bahwa molekul yang meru-pakan bahan genetik di dalam sel adalah DNA. DNA merupakan salah satu makromolekul yang mempunyai peranan sangat penting pada jasad hidup. DNA adalah polimer nukleotida yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan kepada jasad keturunannya. informasi genetik disusun dalam bentuk kodon (codon) yang berupa tiga pasang basa nukleotida dan menentukan bentuk, struktur maupun fisiologi suatu jasad. Gambar 8.3 Bactriophage T2 phage hasil dari percobaan Harshey-Chase Gambar 8.4 Siklus produksi virus di dalam sel inang a. Asam nukleat Asam nukleat adalah suatu polimer nukleotida yang berperanan di dalam penyimpanan serta pemindahan informasi genetik. Asam nukleat ctapat dibedakan menjadi dua struktur dasar yaitu 298

DNA dan RNA. Satu nukleotida terdiri atas tiga bagian (Gambar 3. I.) yaitu: 1). Cincin purine atau pyrimidine Purine atau pyrimidin adalah basa nitrogen yang terikat pada pada atom C nomor 1 suatu molekul gula (ribosa atau deoksiribosa) melalui ikatan Nglukosidik. Basa nitrogen yang menyusun asam nukleat yaitu basa purine yang terdiri atas adenine (A) dan guanine (G), serta basa pirimidine yang terdiri atas thymine (T), cytosine (C) dan uracil (U). Baik DNA (deoxyribonucleic acid) maupun RNA (ribonucleic acid) tersusun atas A, G, C, tetapi T hanya terdapat pada DNA sedangkan U hanya terdapat pada RNA. Akan tetapi ada per-kecualian yaltu bahwa pada beberapa molekul tRNA terdapat basa T, sedangkan pada beberapa bakteriofag DNA-nya tersusun atas U dan bukan basa T. Struktur basa nitrogen penyusun asam nukleat dapat dilihat pada Gambar 3.2. 2) Molekul gula dengan 5 atom C (pentosa). Pada RNA gulanya adalah ribosa, sedangkan pada DNA gulanya adalah deoksiribosa. Perbedaan antara kedua bentuk gula tersebut terletak pada atom C nomor 2. Pada RNA, atom C nomor 2 berikatan dengan gugus hidroksil (OH) sedangkan pada DNA atom C nomor 2 berikatan dengan atom H. Gambar 8.5 Preparasi bakteriofag yang diberi label T2 secara radioaktif 3) Gugus fosfat Gugus fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 melalui ikatan fosfoester. Gugus fosfat inilah yang menyebabkan asam nukleat bermuatan negatif kuat. Timidin (thymidine) Timidin adalah

bentuk deoksi. Beniuk ribo tidak ada dalam asam nukleat. Uridin adalah bentuk ribo, deoksiuridin umumnya tidak ada. Struktur molekul DNA pertama kali diungkapkan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 berdasarkan atas foto difraksi sinar X yang dibuat oleh Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins. Berdasarkan atas data. kimia dan fisik, Watson dan Crick membuat model struktur DNA yang disebut double helix (untai ganda). Untal ganda DNA tersusun oleh dua rantai polinukleotida yang berpilin. Tehnik Pembenihan Tanaman 299

Gambar 8.6 Experimen yang menunjukkan DNA menjadi materi genetik pada T2 genetk pada TMV Gambar 8.7 RNA sebagai materi genetik virus TMV Kedua rantai mempunyai orientasi yang berlawanan (antiparalel): rantai yang satu memptinyai orientasi 5' . 3', sedangkan rantal yang lain berorientasi 3' . 5'. Kedua rantai tersebut berikatan dengan adanya ikatan hidrogen antara basa adenine (A) dengan thymine (T), dan antara guanine (G) dengan cytosine (C). Ikatan antara A-T 300

berupa dua ikatan hidrogen, sedangkan antara G C berupa tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G -C lebih kuat. Spesifisitas pa-sangan basa semacam ini disebut sebagai komplementaritas (com-plementarity). Proporsi basa A dan T, serta G dan C selalu sama sehingga komposisi DNA dapat dinyatakan dengan kandungan G+C (G+C content) yang berkisar dari 26% sampai 74%. Hal ini dikenal sebagal hukum Chargaff. Erwin Chargaff pada tahun 1950 mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai komposisi basa DNA pada berbagai jasad hidup. 5). Ikatan Hidrogen Antar nukleotida. Ikatan antara adenine (A) dengan thymine (T) dilakukan meialui dua ikatan hidrogen, sedangkan pada ikatan antara guanine (G) dan cytosine (C) ada tiga ikatan hidrogen sehingga ikatan G-C lebih kuat kuat dibandingkan dengan ikatan A-T. Kerangka gula deoksi-ribosa dan fosfat penyusun DNA terletak luar molekul, sedangkan basa purine dan pyrimidine terletak di dalam untaian (helix). Basabasa purine dan pyrimidine terletak pada bidang datar yang sama dan tegak lurus terhadap aksis untaian DNA. Diameter untaian DNA adalah 20 dan bersifat konstan karena basa purine akan selalu basa pyrimidine. Pasang-an-pasangan basa yang berurutan berjarak 3,4 A satu sama lain dan berotasi sebesar 360. Karena kedua rantai DNA tersusun secara antiparalel maka ada konvensi dalam penulisan orieritasi DNA. Perlu dlingat bah-wa pada masing-masing rantai DNA terdapat ujung 5 -fosfat (5 -P) dan ujung 3 -OH. Molekul DNA yang tersusun oleh dua rantai polinukleotida (double stranded) biasanya hanya ditulis salah satu rantainya, misalnya ATGCAATTCCGG. Dalam penulisan

semacam ini ujung sebelah kiri (A) adalah ujung 5'-P, sedangkan ujung sebelah kanan (G) adalah ujung 3 -OH. Oleh karena itu molekul DNA tersebut dapat ditulis sebagai P-5 -ATGCAATTCCGG-3'OH, atau kadang-kadang ditulis dengan pApTpGpCpApApTpTpCpCpGpG. Untuk menyingkat biasanya DNA hanya ditulis urutan basa DNA-nya saja. b. Ukuran Molekul DNA Pada Beberapa Jasad Hidup Ukuran molekul DNA bervariasi antara jasad yang satu dengan. Pada jasad prokaryot variasinya tidak sebesar pada virus dan ofag. Bahan genetik pada prokaryot dan virus pada umum-nya satu molekul tunggal DNA (kecuali virus tertentu yang bahannya RNA). Sebaliknya, bahan genetik pada eukaryot berupa molekul kromo-som yang masing-masing berupa molekul berukuran besar. Ukuran DNA pada jasad eukaryot tingkat tinggi, belum diketahui secara pasti karena kompleknya. Tehnik Pembenihan Tanaman 301

Gambar 8.8 Ikatan antar molekul dalam basa penyusun DNA Gambar 8.8 Model DNA untaian ganda yang berpilin 302

Fenomena semacam ini disebut sebagai C value. paradox. Paradok semacam ini tidak hanya antar kelompok jasad yang berbeda. kandungan DNA pada per sel katak adalah 7 kali lebih banyak dibanding dengan kandungan DNA pada sel manusia. telah diketahui secara pasti bahkan urutan basa DNA pun telah dike-tahui secara akurat. Sebagai contoh. yaitu bahwa semakin komplek suatu jasad maka semakin besar pula kandungan DNAnya per sel haploid (dikenal sebagal C value).9. tetapi juga diketahui teradi pada kelompok jasad yang sama. Ukuran DNA pada gamet (haploid) 10-6 mm (1 pg (pico gram) = 10-12 g. Secara logika sederhana. Kandungan DNA Dan Kapasitas Genetik Seperti telah diungkapkan sebelumnya. Struktur sekunder RNA. beberapa species amfibi mempunyai kandungan DNA 100 kali . misalnya bakteriofag . kbp = kilo base pairs = 1000 pasangan h jumlah kromosom pada keadaan haploid).Ukuran molekul DNA pada beberapa bakteriofag. ukuran dan kandungan molekul DNA yang dimiliki oleh suatu jasad sangat bervariasi sesuai dengan kompleksitas jasadnya. Sebagai contoh. t-RNA pada ragi yang membawa alanin c. sedangkan kandungan DNA pada sel bunga lily 100 kali lebih banyak dibanding pada sel manusia. Sebagai contoh. semestinya ada suatu korelasi positif antara kandungan DNA dengan kompleksitas jasad. kandungan DNA pada khamir Saccharomyces cerevisiae lima kali lebih besar dibanding dengan kandungan DNA bakteri Escherichia coli karena secara struktural bakteri ini lebih sederhana. . Meskipun demikian studi menunjukkan bahwa banyaknya kandungan DNA suatu jasad tidak selalu berkorelasi positif dengan kompleksitas jasad tersebut. Gambar 8.

lebih banyak dibanding dengan species amfibi yang lain. Tehnik Pembenihan Tanaman 303 . Urutan basa DNA sendiri banyak terdapat pada bagian intron dan urutan berulang DNA). C value paradox dapat terjadi karena beberapa jasad mempunyai banyak urutan basa DNA yang tidak berkode asam amino (non-coding DNA). Jasad yang mempunyai nilai-C yang lebih besar tidak selalu mempunyai lebih banyak gen dibanding dengan jasad yang nilainya kecil.

Molekul t-RNA adalah RNA yang secara khusus berperan membawa asam-asam amino spesifk yang akan dirangkaikan dal proses blosintesis protein di dalain ribosom. mRNA akan diterjemahkan (translasi) rangkaian asam-asam amino sehingga membentuk struktur polipeptida (protein). umumnya hanya ada satu unit bahan genetik utama membawa . dan ada tiga bentuk molekul RNA. Organisasi Bahan Genetik Salah satu perbedaan fundamental antara jasad prokaryot dan eukaryot adalah pada organisasi bahan genetiknya. Pada kelompok prokaryot. Struktur RNA RNA (ribonucleic acid) adalah salah satu bentuk asam nukleat mempunyai komponen berupa gula ribosa. basa purin atau din. Proses ekspresi genetik. dan t-RNA (transfer-RNA). misalnya virus TMV (Tobacco Mosaic Pada jasad selular. hewan. dan gugus fosfat. e.d. RNA merupakan genetik utama. Molekul RNA adalah hasil transkripsi DNA yang membawa kode-kode gen dan rangkaian asamasam amino yang menyusun suatu protein. yaitu m-RNA (messenger-RNA) r-RNA (riboso-malRNA). Pada beberapa virus. Pada jasad selular. Molekul r-RNA adalah RNA hasil transkripsi suatu rangkaian genetik tertentu pada DNA. RNA hasil penyalinan (transkripsi) kode-kode genetik yang ada genetik jasad (DNA). Proses translasi memerlukan r-RNA dan tRNA. Molekul tRNA Juga merupakan hasil transkripsi rangkaian kode genetik tertentu Pada DNA. yaitu mikrobia. tumbuhan. Molekul r-RNA digunakan untuk menyusun ribosom yaitu tempat berlangsungnya proses translasi atau biosintesis protein.

Pembentukan pilinan benang kromatin yang terletak di atas protein kriomosom non histon Gambar 8. Meskipun demikian. ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa jasad prokaryot tertentu mempunyai lebih dari satu unit bahan genetik utama.semua inforasi genetik yang diperlukan untuk kelangsungan Pertumbuhan jasad tersebut. perlu dipahami terlebih 304 . Lilitan DNA pada histon membentuk struktur nukleosom Level 2.10 Tingkatan kemasan DNA dalam kromosom Sebelum dibahas lebih lanjut sistem organisasi genom pada jasad. pada eukaryot bahan genetik utama terdiri atas beberapa unit independen yang terpisah namun semua unit bahan genetik merupakan kesatuan genom yang menentukan kelangsungan hidup jasad. Sebaliknya. Level 1. penghubung DNA seperti manik-manik di atas Nukleosom dihubungan dengan untaian benang Level 3 beberapa nukleosom membentuk benang Satu kemasan terdiri dari kromatin setebal 30-nm Level 4.

yang dinamakan genom bakteri Escherichia coli adalah semua gen yang ada satu unit bahan genetik utamanya (kromosom) yang tersusun 4.dahulu perbedaan pengertian antara gen dengan genom. Gen adalah unit molekul DNA atau RNA dengan panjang minimum tertentu yang mem-bawa informasi mengenai asam amino yang lengkap suatu protein. beberapa prokaryot. Bahan genetik tambahan/ekstra semacam ini secara umum sebagai plasmid. Sedajhgkan genom adalah satu kesatuan gen yang secara alami dimiliki oleh satu sel atau virus. Sebagai contoh. Sebaliknya. kecuali kalau genetik tambahan tersebut merupakan bagian yang secara tak terpisahkan dari sel tersebut.2 x 10' bp (base pairs/pasangan basa) DNA.. terutama pada kelompok prokaryot. Pada beberapa jasad. atau satu kesatuan kromosom jasad eukaryotik dalam fase haploid. dan Rhizobium tahui ada unit bahan genetik yang seringkali dianggap sebagai raksasa (giant plasmid) yang secara genetis merupakan bahan yang vital untuk jasad tersebut. Oleh sifat genetisnya yang vital maka plasmid raksasa semacam . Dengan batasan semacam ini maka dapat dimengerti bahwa sepotong molekul DNA yang tidak membawa informasi genetik yang lengkap tidak dapat disebut sebagai genom hanya sebagai fragmen DNA. atau yang menentukan struktur lengkap suatu molekul r-RNA (RNA ribosom) atau t-RNA (tranfer RNA). dijumpai bahan genetik tambahan selain bahan genetik. seribu pasangan basa). Sebagai contoh. misalnya Pseudomonas sp. Pseudomonas mempunyal plasmid metabolik (plasmid CAM) yang 230 kb (1 kb: 1 kilo base pairs. Batasan genom pada prokaryot hanya meliputi bahan genetik utamanya.

selain bahan genetik utama yang terdapat inti sel. Bahan Tehnik Pembenihan Tanaman 305 . juga dijumpai ada genetik lain yang terletak di dalam organel yang lain.6 x 106 bp). f. Oleh karena itu jasad prokaryot bersifat monoploid karena hanya ada satu bahan genetik utama. bahan genetik utama-nya terdiri atas sekitar 4600 kb (4. Organisasi Genom Pada Prokaryot Bahan genetik utama (kromosom) jasad prokaryot pada umumnya terdiri atas satu unit molekul DNA untai ganda (doublestranded) dengan struktur lingkar (circular). yang disebut sebagai kromosom.itu merupakan baglan genom jasad tersebut. Gambar 8. Pada bakteri Escherichia coli. misalnya bd DNA pada mitokondria dan kloroplas (pada tumbuhan hijau).11 Untaian DNA membentuk kromsom Pada jasad eukaryot.

Selain bahan genetik utama. namun diketahui terdapat beberapa bakteri yang struktur bahan genetik utamanya berupa molekul DNA linear. Hal ini berbeda dengan bahan genetik utama jasad eukaryot yang terdapat di dalam struktur nukleus. Oleh karena struktur bahan genetik utama jasad prokaryot berupa molekul lingkar maka molekul tersebut tidak ada bagian ujungnya. Selain itu juga diketahui ada bakteri yang mempunyai 2 molekul kromosom yaitu bakteri Rhodobacter sphaeroides. Pada umumnya plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun seringkali plasmid membawa gen-gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan bagi sel dalam keadaan tertentu.genetik pada jasad prokaryot tidak dikemas di dalam suatu struktur yang jelas karena pada sel prokaryot tidak terdapat inti sel (nukleus). Bahan genetik utama jasad prokaryot diketahui terikat pada membran sel sebelah dalam yang diduga berperanan dalam proses pemisahan DNA pada waktu terjadi pembelahan sel. Plasmid pada prokaryot berupa molekul DNA untaian dengan struktur lingkar. misalnya pada bakteri Borrelia burgdorferi dan Streptomyces lividans. Meskipun pada umumnya kromosom bakteri berupa molekul DNA dengan struktur lingkar. Ujung molekul kromosom S. Protein di ujung molekul kromosom semacam ini mempunyal fungsi yang sangat penting dalam proses inisiasi replikasi DNA. misalnya gen ketahanan terhadap antibiotik. jasad prokaryot seringkali juga. mempunyai bahan genetik tambahan yang disebut sebagai plasmid. Oleh karena itu dalam keadaan normal plasmid dapat . lividans diketahui berikatan secara kovalen dengan suatu protein.

dan Eropa. Bibit dari varietas unggul yang mampu bersaing di pasaran internasional yang jumlahnya sangat sedikit dapat dikembangkan melalui kultur in-vitro. 8. Bibit suatu varietas unggul yang dihasilkan pemulia tanaman sangat terbatas. Jepang. sedangkan bibit tanaman yang dibutuhkan sangat banyak.dihilangkan dengan metode curing tanpa mengganggu pertumbuhan selnya. Melalui kultur in vitro. karena kecepatan perbanyakan yang tinggi. Teknologi tersebut telah banyak diguna-kan untuk pengadaan bibit pada berbagai tanaman. tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan. Upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian memerlukan dukungan penyediaan bibit untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. melalui pengembangan agribisnis yang dapat meningkatkan perolehan devisa negara. Dengan dipenuhi dengan perbanyakan melalui teknik konvensional.3 Teknik Kultur In vitro Dewasa ini pemerintah sedang menggalakkan komoditas nonmigas. Salah satu teknologi harapan yang telah terbukti keberhasilannya adalah teknik kultur in vitro. Perbanyakan tanaman dengan kultur in vitro telah banyak diusahakan secara komersial di negara maju seperti Amerika. Pemanfaat-an 306 .

Keberhasilan tersebut mendorong dimanfaatkannya in vitro sebagai teknologi perbanyakan yang banyak memberikan keunggulan daripada teknologi konvensional. Dalam waktu yang singkat dari bahan tanaman yang sangat terbatas dapat dihasilkan bibit dalam jumlah yang banyak. serta mempunyai keterampilan khusus.teknologi tersebut untuk pengadaan bibit pada awalnya berdasarkan hasil percobaan Morel tahun 1960 pada anggrek Cymbidium. (6) Diperlukan tenaga kerja yang intensif. terdidik. Walaupun demikian. (5) Adanya patogen internal (khususnya pada tanaman tahunan berkayu) yang sulit dihilangkan. (7) Diperlukan modal awal yang cukup tinggi. terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi dalam aplikasinya yaitu: (1) Keberhasilan teknik ini pada tanaman tahunan berkayu masih rendah sehingga aplikasinya masih terbatas pada jenis tanaman tertentu saja. (4) Persentase keberhasilan aklimatisasi (terutama pada tanaman tahunan berkayu) relatif masih rendah. (3) Penurunan integritas genetik pada bibit yang dihasilkan. Pierik (1987) menyatakan bahwa perbanyakan melalui kultur in vitro dapat dikatakan berhasil bila memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: (1) tidak merubah sifat genetik . (2) Kapasitas regenerasi menurun bila sering dilakukan pembaharuan.

Semakin banyak tunas yang dapat Tehnik Pembenihan Tanaman 307 . masalah regenerasi umumnya tidak menjadi masalah. dan 7) gugurnya tunas dan daun yang lebih dini. antara lain: 1) daya meristematis tanaman yang rendah 2) tingkat oksidasi fenol yang tinggi. 4) kandungan inhibitor organik yang tinggi. Berbeda dengan tanaman tahunan berkayu. dan (5) ekonomis. 5) kurangnya faktor perakaran. Penggunaan komponen organik tertentu dan jaringan yang bersifat juvenil dapat memacu daya regenerasi jaringan. 6) kandungan lignin yang tinggi. (3) teknik perbanyakan yang tidak terlalu rumit. banyak faktor yang menghambat proses regenerasi. (4) kemampuan regenerasi yang tetap tinggi. Faktor pertunasan yang tinggi dapat tercapai dengan penggunaan formulasi media tertentu. 3) jaringan sklerenkhima. Multiplikasi tunas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan perbanyakan melalui kultur in vitro. Pada tanaman semusim (berdinding lunak). menghambat aktivitas etilen dan mengurangi terbentuknya kinon karena oksidasi fenol.pohon induk (2) seleksi kuat pada bahan tanaman yang akan digunakan sebagai eksplan agar bebas penyakit.

.

perbaikan tanaman dengan menggunakan biji memerlukan waktu lama dan seringkali hasilnya tidak seperti tanaman induknya. Kebutuhan akan bibit tanaman jumlah besar. semakin tinggi peluang memperoleh bibit yang banyak. berkualitas. Jumlah bibit yang dihasilkan dapat dihitung berdasarkan jumlah kelipatan tunasnya.dibentuk. Sebagai contoh. kendala lain yang juga sering muncul adalah gangguan alam. bebas hama dan penyakit serta harus media dalam waktu singkat seringkali tidak dapat dipenuhi dengan menggunakan metode konvensional baik secara generatif maupun vegetatif. maupun cekaman lingkungan yang dapat mengganggu keberhasilan banyakan tanaman di lapangan. lingkungan maupun waktu. Y = An x B x F1 x F2 x F3 di mana : Y= jumlah plantlet yang dihasilkan A= jumlah tunas yang dihasilkan pada setiap subkultur (fakror multiplikasi) B = jumlah eksplan awal yang tumbuh n= jumlah subkultur pada periode tertentu (per tahun) F1= % keberhasilan kultur pada tahap Multiplikasi F2= % keberhasilan kultur pada tahap Perakaran . Pennel (1987) memberikan formulasi untuk menghitung potensi jumlah plantlet (bibit) yang dapat dihasilkan secara teoritis dalam satu periode (1 tahun) dengan rumus sebagai tercantum di bawah ini. misalnya hama dan penyakit. Teknik budidaya tanaman dengan menggunakan metode konvensional dalam medium tanah atau pasir seringkali menghadapi kendala teknis. baik yang disebabkan oleh jasad hidup.

dan R. Selain itu. yaitu pada tahun 1939. Hasil Kultur In-vitro Sejak tahun 1902 Gottlieb Haberiandt telah mengajukan gagasan mengenai kemungkinan pengembangan teknik kultivasi tanaman dari sel yang ditumbuhkan dalam larutan nutrien. berhasil melakukan perbanyakan (propagation) kultur jaringan man wortel dengan menambahkan asam indol asetat (Indolec Acid) untuk menstimulasi pertumbuhan jaringan yang tidak salami diferenslasi.F3= % keberhasilan kultur pada tahap aklimatisasi Gambar 8. Nobecurt. Pierre Roger Gautheret dari Universitas rbonne. White dari Amerika Serikat untuk tama kalinya berhasil melakukan kultivasi tanaman yang berasal dari jaringan.12 . Gautheret. Beberapa puluh un kemudian. Pada saat itu Gautheret menggunakan jaring-an tanaman V. seorang ahli penyatanaman dari Perancis. Perancis.P. capraea dan Populus alba sebagai model untuk melakukan banyakan dan pernbelahan jaringan tanaman. Jaringan hasil 308 .

. melainkan dalam medium buatan di dalam tabung. Kemampuan ini oleh Morgan disebut sebagai totipotensi (totipotency). Pada tahun 1901 Morgan mengemukakan bahwa setiap sel mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi suatu jasad hidup yang lengkap melalui proses regenerasi. Konsep totipotensi tersebut mempunyal makna sa-ngat penting dalam bidang kultur jaringan. Oleh karena itu teknik ini secara umum disebut sebagai teknik kultur invitro. Bahkan pada tahun 1952 Morel dan Martin berhasil mengembang-kan teknik kultur meristem Dahlia dan memperoleh tunas yang bebas virus dan pada tahun 1955 mereka dapat mengembangkan kultur tanaman kentang yang bebas virus. Istilah kultur jaringan mengacu pada teknik untuk menumbuhkan jasad multiselular dalam medium padat maupun cair menggunakan jaringan yang diambil dari jasad tersebut. pada tahun 1950. Tehnik ini sekarang sudah berkembang luas sehingga bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan awal perbanyakan tidak hanya berupa jaringan melainkan juga dalam bentuk sel sehingga juga dikenal teknik kultur sel.perbanyakan tersebtit disebut sebagal kalus (callus). Teknik kultur jaringan tersebut dilakukan sebagal altematif perbanyakan tanaman bukan dengan menggunakan media tanah. Penelitian-penelitian selanjutnya membuka kemungkinan penerapan teknik kultur sel atau jaringan untuk berbagai macam tanaman yang akhimya memberikan pengaruh besar dalam pengembangan bioteknologi tanaman. Georges Morel yang bekeja sama dengan Gautheret berhasil melakukan perbanyakan jaringan tumbuhan monokotil dengan menggunakan meristem. Selanjutnya.

antara lain: batang. yaitu: (1) pemilihan sumber tanaman yang akan digunakan sebagai bahan awal Jaringan meristem. Bahan awal yang dapat diguna kultur in-vitro tanaman bermacam-macam. tunas apikal dan axilari (apical and axi lary buds). petal. (3) tempat kultivasi. ovule. (2) penanaman pada medium yang Tehnik Pembenihan Tanaman 309 . yaitu: (1) bahan awal (starting materials). akar dan lain-lain. Gambar 8. po len. Teknik Dasar Kultur In-Vitro Tanaman Kultur in-vitro tanaman memerlukan beberapa komponen utama. Bagian tanaman digunakan sebagai bahan awal kultur in-vitro disebut sebagai eksplan (explant). eksplan. petiole.a.13 Proses kultur in-vitro pada tanaman Untuk mengembangkan tanaman secara in vitro sampai menjadi plantlet dan akhirnya menjadi tanaman lengkap yang siap dipindah ke medium tanah. (2) media yang sesuai. maka terdapat beberapa tahapan utama yang harus dilakukan. dan lain-lain).

Bahan yang berupa biji yang keras harus diperlakukan khusus menggunakan asam sulfat 50% untuk menghilangkan dormansi biji. Eksplan yang akan digunakan dipotong potong dengan ukuran yang sesuai dengan keperluan. (5) penanaman pada medium biasa (tanah atau media bukan artifisial lainnya). Pemilihan Dan Penyiapan Eksplan Bahan yang akan digunakan sebagal eksplan sebaiknya berasal dari bagian tanaman yang masih muda dan sehat. (3) pembentukan tunas dan akar sampai terbentuk plantlet. Salah satu prasyarat utama dalam teknik kultur in-vitro adalah kebersihan dan sterilitas alat serta tempat yang digunakan. misalnya Tween-80. misalnya larutan merkuri klorida (HgCI2) 0. sedangkan peralatan atau tempat kerja yang lain dapat disterilkan dengan menggunakan alkohol atau disinfektan yang sesual. eksplan harus dibersihkan dengan air bersih dan deterjen khusus. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh bakteri atau jamur yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan kultur sel atau ja-ringan tanaman. Alat-alat dan bahan yang tahan panas dapat disterilisasi dengan autoklaf. yaitu suatu kabin yang dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan yang menuntut sterilitas. Untuk menjaga sterilitas maka pebedaan sebaiknya dilaku-kan di dalam laminar air flow. (4) aklimatisasi. kemudian disterilkan. yaitu proses adaptasi pada lingkungan di luar sistem in vitro.sesuai sampai terjadi perbanyakan (misalnya dalam bentuk kalus). Oleh karena itu pekerjaan kultur in vitro sebaiknya dilakukan di tempat tertutup dan tidak digunakan untuk aktivitas yang lain. Sebelum digunakan. b. setelah itu dibersihkan dengan air mengalir selama 1-2 jam.01- .

Pada prinsipnya semua pekerjaan dalam kultur in vitro harus dilakukan secara aseptik.14. vitamin. sumber karbon. sedangkan medium cair blasanya digunakan untuk kultur sel. Jarum atau pisau skalpel yang digunakan untuk memotong atau mengambil dan menanam eksplan harus diterilkan juga dengan membakar dengan lampu bunsen sesaat sebelum digunakan.0. Gambar 8.1%. zat pengatur tumbuh. Medium yang digunakan mengandung lima komponen utama. c. yaitu: senyawa anorganik. Medium Yang Digunakan Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro tanaman dapat berupa medium padat atau cair. dan suplemen organik. Medium padat digunakan untuk menghasilkan kalus yang selanjutnya diinduksi membentuk tanaman yang lengkap (disebut sebagai plantlet). Media padat untuk kultur jaringan tanaman 310 .

Ammonium merupakan senyawa esensial untuk hampir semua kultur tetapi konsentrasi yang diperlukan lebih rendah dibandingkan dengan nitrat. Pada umumnya medium mengandung nitrat dan potasium pada konsentrasi masing-masing 25 mM. Zat pengatur tumbuh juga diperlukan dalam kultur in vitro untuk mendukung pertumbuhan. Meskipun demikian. Sumber karbon yang digunakan dapat berupa glukosa. ekstrak malt.4-D) atau l-naphtalene acetic acid (NAA) dan sito-kinin (kinetin. maltosa atau sulcrosa dengan konsentrasi sekitar 2-4%. tembaga (Cu). tetapi sukrosa merupakan sumber karbon yang banyak digunakan dalam banyak sistem kultur. molybdenum (Mo). fruk-tosa. Vitamin yang banyak digunakan antara lain adalah thia-min. boron (B). biasanya medium sintetik yang jelas komposisi kimiawinya lebih banyak digunakan sedangkan suplemen organik yang tidak jelas komposisi kimiawinya hanya digunakan jika dianggap esensial. Konsentrasi kalsium. .Senyawa anorganik terdiri atas unsur-unsur makro dan mlkro. Unsur-unsur mikro yang diperlukan antara lain iodine (I). ekstrak khamir. pyridoxine dan asam nikotinat. peptone.4 dichlorophenoxy acetic acid (2. zinc (Zn). magnesium dan sulfat yang diperlukan sekitar 0-3 mM. mangan (Mn). untuk perbanyakan (proliferation) sel digunat kan 2. 2-isopentyl enosine. zeatin). benzyl adenosine. kobalt (Co) dan besi (Fe). Suplemen senyawa organik yang digunakan adalah asam amino (biasanya digunakan glycine). untuk indole acetic acid (IAA). indole butyric acid (IBA) dalam . Kombinasi zat pengatur tumbuh yang digunakan meliputi: .

4-D. Hal yang paling penong dalam pemilihan wadah untuk kultur in vitro adalah kemudahan untuk menjaga sterilitasnya selama perbanyakan sel atau jaringan. d. Senyawa 2.4. Medium yang digunakan untuk kultur in-vitro sekarang dapat dibeli dalam bentuk jadi meskipun harganya lebih mahal dibanding kalau dibuat sendiri di laboratorium. tabung erlenmeyer.5-T (2. Komposis-1 medium untuk kultur in-vitro dapat dilihat pada buku-buku manual kultur in-vitro.4-D dan 2. Jika menggunakan kultivasi pada medium cair dan perlu penggojokan maka sebaiknya digunakan wadah yang Tehnik Pembenihan Tanaman 311 . tetapi bukan dalam bentuk 2.5 trichloro-phenoxy-acetic acid) diketahui bersifat efektif untuk menginduksi embrio-genesis somatik pada tanarnan serealia (monokotil). bahkan botol gelas sederhana. Kultivasi sel atau jaringan secara in vitro secara prinsip dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam wadah.konsentrasi rendah dan sitokinin dalam konsentrasi tinggi. Tempat Kultivasi Kultur in-vitro tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan dua macam medium yaitu medium padat atau medium cair.4.4-D diketahui menginduksi perbanyakan sel teta-pi menekan diferensiasi pada tanaman dikotil. mulai dari tabung reaksi. tetapi 2.

yaitu induksi. Gambar 8. terbentuk meialui tiga tahapan.15 Salah satu contoh tempat kultivasi berupa wadah plastik dan botol gelas e.memungkinkan untuk ditempatkan secara mudah dan aman pada alat penggojok. Jika suatu eksplan ditanam pada medium padat atau dalam medium cair yang sesuai. komposisi nutrisi pada medium dan faktor lingkungan. Kalus. misalnya tunas muda. Kultur Kalus Tanaman dapat diperbanyak secara vegetatif menggunaka teknik kultur in vitro dengan teknik kultur kalus atau kultur sel. tergantung spesiesnya. Kultur kalus dapat dikembangkan dengan menggunakan eksplan yang berasal dari berbagai sumber. Kultur kalus tumbuh berkembang lebih lambat dibanding kultur yang berasal dari suspensi sel. Dengan sistem induksi yang tepat kalus dapat berkembang menjadi tanaman yang utuh (plantlet). dan bagian bunga.4 minggu. Kalus dihasilkan dari lapisan luar selsel korteks pada eksplan melalui pembelahan sel berulang-ulang. dalam waktu 2 . Kalus dapat disub-kultur dengan cara mengambil sebagian kalus dan memindahkannya pada medium baru. daun. Oleh karena itu tabung erlenmeyer merupakan wadah yang ideal untuk kultur sel menggunakan medium cair. akan terbentuk massa kalus yaitu suatu massa amorf yang tersusun atas selsel parenlcim berdinding sel tipis yang berkembang dari hasil proliferasi sel-sel jaringan induk. pembelahan sel dan diferensiasi. Eksplan yang berasal dari jaringan meristem berkembang lebih cepat dibanding . Pembentukan kalus ditentukan sumber eksplan. ujung akar. buah.

misalnya: (1) mempelajari aspek nutrisi tanaman. Gambar 8. (3) variasi 312 . misalnya setlap 30 hari.16 Kultur kalus tanaman Kultur kalus bermanfaat untuk mempelajari beberapa aspek dalam metabolisms tumbuhan dan diferensiasinya. maka perlu dilakukan sub-kultur seca-ra berkala. Untuk memelihara kalus. (2) diferensiasi dan morfogenesis sel dan organ tanaman.jaringan dari sel-sel berdinding tipis dan mengandung lignin.

(5) produksi metabolit sekunder dan asinya. Sebagal inokulum digunakan sebagian kalus yang kemudian ditumbuhkan dalam medium cair dan digojok sehingga sel dapat terpisah. Suspensi sel dapat dipipet sehingga mempermudah proses sub kultur. Dapat dikulturkan dalam volume besar sampal 1500 liter .somaklonal. Laju pembelahan sel pada sistem kultur suspensi sel lebih tinggi dibanding pada kultur kalus tetapi maslh lebih rendah dibanding laju pertumbuhan sel bakteri dan biasanya berkisar antara 24-72 jam. yaitu: . Tidak seheterogen kultur kalus dan diferenslasi sel tidak terlal besar . Kultur sel Kultur sel tanaman dapat ditumbuhkan dengan menggunakan medium cair dalam erlenmeyer. Dapat dimanipulasi untuk . sekitar 7-21 hari. Kultur sel mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan kultur kalus. karena itu dikenal suatu konsep yang disebut kerapatan sel awal kritis (critical initial cell density) yaitu jumlah inokulum terendah per volume medium yang memungkinkan kultur sel dapat tumbuh. penggojokan juga berfungsi memberikan aerasi pada kultur. Selain membuat sel menjadi terpisah (tidak mengelompok). (4) trans-formasi genelik menggunakan teknik biolistik. Oleh karena itu penumbuhan ulang (sub-kultur) kultur suspensi sel perlu dilakukan dalam periode yang lebih singkat dibanding dengan periode penumbuhan ulang kultur kalus. f. Lebih mudah diatur kondisi lingkungannya . Banyaknya inokulum yang digunakan seringkali mempengaruhi laju pertumbuhan sel. .

Enzim yang digunakan untuk membuat protoplas tanaman berupa campuran beberapa enzim antara lain selulase. misalnya toleran terhadap garam.produksi metabolit alami dengan cara menambahkan precursor Kultur sel dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi kultur tunggal karena sistem kultur suspensi sel blasanya terdiri atas campuran sel-sel tunggal dan kelompokan kecil sel-sel. protease. Jika kalus ditanam pada medium yang tidak mengandung manitol dan auxin. pektinase. Protoplas dapat diperoleh dengan perlakuan enzimatik atau mekanis. Kultur sel dapat dimanfaatkan untuk mengisolasi protoplas dan pengembangan galur sel dengan sifar fisiologis spesifik. Protoplas dapat diregenerasi sehingga membentuk dinding sel kemudian mengalami pembelahan dan akhimya dapat membentuk kalus. Tehnik Pembenihan Tanaman 313 . maka dapat terjadi embriogenesis. Kultur Protoplas Protoplas adalah sel yang tidak mempunyal dinding sel. Selanjutnya kalus dapat disubkultur. g. Embrio yang diperoleh selanjutnya dapat berkembang menjadi kecambah yang akhirnya berkembang menjadi tanaman dewasa.

Perlu diketahui bahwa selain infonnasi genetik yang terdapat di dalam nukleus. cybrid (cytoplasmid hybrid atau heteroplast). jika nukleus dari kedua spesies tersebut betul-betul. . jika hanya sitoplasma yang mengalami fusi sedangkan informasi genetik dari salah satu induknya hilang. misalnya pada kentang. Fusi protoplas membuka kemungkinan untuk : . . Fusi protoplas dapat dimanfaatkan untuk melakukan persilangan antar spesies atau galur tanaman yang tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan persilangan biasa karena adanya masalah inkompatibilitas fisik. menghasilkan galur hetero-zigot dalam satu spesies tanaman yang secara normal hanya dapat diperbanyak dengan cara vegetatif. Fusi protoplas dapat menghasilkan dua macam kemungkinan produk: . terdapat juga genetik yang tidak berada di dalam nukleus melainkan terdapat di dalam sitoplasma (cytoplasmic inheritance). . . dan . memindahkan informasi genetik yang ada di sitoplasma dari satu galur atau spesies ke galur atau spesies lain. hibrid. memindahkan sebagian informasi genetik dari satu spesies ke spesies lain dengan memanfaatkan fenomena yang disebut penghilangan kromosom (chromosome elimination). mengalami fusi (menyatu). menghasilkan hibrid soma-tik amphidiploid yang fertil antar spesies yang secara seksual tidak kompatibel.Kultur protoplas memberikan dasar yang penting untuk manipulasi sel tanaman yaitu dengan melakukan fusi protoplas antar spesies atau galur yang berbeda.

hibrid somatik Solanum tuberosum dengan S. Teknik kultur jaringan. sel. chacoense. Teknik Regenerasi In Vitro Kemampuan sel tanaman untuk menjadi tanaman yang lengkap (totipotensi) dapat dimanfaatkan untuk melakukan regenerasi tanaman secara in vitro dari sumber yang berupa protoplas. Teknik untuk menginduksi organogenesis pada umumnya dilakukan pada kultur kalus meskipun juga dapat dilakukan 314 . Hasil fusi (disebut sebagai fusan) yang diperoleh selanjutnya dapat ditumbuhkan pada medium untuk menghasilkan kalus hibrid. jaringan maupun organ. langsdorffii. Proses pembentukan organ-organ tanaman yang lengkap dari kultur sel atau jari disebut organo-genesis. tomat dengan kentang. Kalus yang dikembangkan dari eksplan. sel. dapat disegel sehingga membentuk tanaman yang lengkap. gandum dengan oat. misalnya. h. Teknik fusi protoplas telah berhasil digunakan misalnya pada fusi protoplas Nicotiana glauca dengan N.misalnya sifat male sterility pada beberapa tanaman. barley dengan padi. barley dengan gandum. Kalus hibrid selanjutnya dapat diinduksi sehingga terbentuk tanaman hibrid. atau protoplas telah banyak dimanfaatkan untuk perbanyakan berbagai macam tanaman. dan tebu dengan sorghum.

menginduksi pembentukan akar dan tunas tembakau dari kultur ka Pada tahun ber-ikutnya yaitu 1958. yang bekerja secara independen. kultur sel maupun protoplas bahkan terbentuk secara langsung dari sel-sel struktur yang terorganisasi. tanaman bumbu. Sementara itu. tanaman buah dan biji. Eisomatik dapat terbentuk pada kalus. Meristem. tanaman pangan. Reinert dan Steward berhasil melakukan embriogenesis somatik secara in vitro pada wortel. (3) nodus (node). yaitu (1) meristem. tum-buhan lengkap yang terbentuk dari hasil kultur in vitro (disebut sebagai plantlet) yang pertama kali dilaporkan adalah Tropaeolum dan Lupinus yang dilakukan oleh Emest Ball pada tahun 1946. dan (4) bermacam-macam eksplan. Tunas yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber untuk menghasilkan banyak tunas baru . (2) apex. tanaman obat dan tanaman hutan Secara umum terdapat empat sumber yang digunakan dalam perbanyakan mikro (micropropagation) untuk menghasilkan plantlet. untuk pertama kalinya melaporkan pada tahun 1939 mengenai keberhasilan mereka dalam menginduksi pembentukan tunas (shoot) pada tembakau (White) dan pembentukan akar pada kalus wortel (Nobeco Penelitian selanjutnya oleh Skoog dan Miller pada tahun 1957 menunjukkan bahwa kombinasi yang tepat antara auxin dan sitokinin. sayuran.secara langsung dari eksplan yang ditanam pada medium White dan Nobecourt. Sekarang ini tanaman hasil kultur in vitro telah berhasil dilakukan pada banyak jenis tanaman. apex dan nodus dapat dikulturkan menjadi tunas. misalnya tanaman hias. misalnya batang atau embrio zigot.

Proses-proses ini secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat macam. kalus juga dapat digunakan sebagal sumber sel untuk membuat kultur suspensi sel yang selanjutnya dapat dikembangkan untuk menghasilkan embrio somatik secara tidak langsung. baik yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dapat di induksi sehingga ber-kecambah dan akhirnya juga menjadi plantlet. Embriogenesis somatik dapat dihasilkan secara langsung. atau secara tidak langsung melalui pembentukan kalus dari eksplan. atau embrio somatik secara langsung. Eksplan juga dapat ditumbuhkan sebagai kalus yang selanjutnya diinduksi sehingga terbentuk tunas adventif. Tehnik Pembenihan Tanaman 315 . Tunas-tunas tersebut kemudian dapat dikembangkan le-bih lanjut sehingga terbentuk perakaran dan akhirnya menjadi plantlet. Di sisi lain. Embriogenesis somatik yang mengarah ke pembentukan struktur bipolar yang mengandung axis tunas dan akar dengan sistem vaskular tertutup. Selain itu.dengan menggunakan percabangan axilari. yaitu: . Eksplan mau-pun kalus yang membentuk tunas adventif selanjutnya dapat dlinduksi sehingga membentuk akar dan akhirnya menjadi plantlet. bermacam-macam eksplan dapat juga dikembangkan sehingga terbentuk tunas adventif. Embrio somatik.

dan vitamin. yaitu: sumber eksplan. Induksi Kalus. Pembentukan tunas adventif yaitu tunas yang terbentuk dari sumber selain meristem.. Stabilitas genetik plantlet yang terbentuk dan tunas adventif semacam ini tidak dapat dijamin sebab jika kalus terbentuk maka kemungkinan ketidak-stabilan genetik akan meningkat. . sumber karbon. . sumber nitrogen. kualitas keseluruhan tanaman sebagai sumber eksplan. yaitu dalam hal ini adalah kalus. . Pembentukan tunas axilari merupakan metode yang paling baik karena plantlet yang dihasilkan adalah benar-benar serupa dengan tanaman induk. komponen media yang mempengaruhi proses regenerasi adalah nutrien anorganik dan organik. Organogenesis yaitu pembentukan organ dari jaringan yang tidak mengalami diferensiasi. ukuran eksplan. dan komponen media.17 Regenerasi tanaman dari jaringan daun i. . Pembentukan tunas axilari yang secara genetik stabil. Kultur Kalus Dan Regenerasi Organ Dan Embrio Dalam bagian ini akan diberikan . yaitu: . zat pengatur tumbuh. Proses regenerasi dari bermacammacam sumber sampai menjadi plantlet dipengaruhl oleh dua faktor utama. musim pada waktu organ diambil. Gambar 8. . dan . Sumber eksplan dapat mempengaruhi proses regenerasi karena beberapa faktor. status fisiologis organ. Metode ini juga disebut perbanyakan kional. organ yang digunakan. Di sisi lain.

(4) aklimatisasi dan pemindahan ke tanah. yaltu (1) seleksi dan penyiapan kultur aseptik. Tunas-tunas baru hasil perbanyakan kemudian dipindahkan ke medium yang khusus dibuat untuk menginduksi pembentukan akar sehingga akhirnya terbentuk plantlet yang lengkap. Dalam tahapan seleksi dan penyiapan kultur aseptik dilakukan pengambilan bahan awal dan penanamannya pada medium in vitro yang sesuai. (3) regenerasi plantlet. Setelah diperoleh tunas pada tahapan pertama. Plantlet yang terbentuk selanjutnya diadaptasi dengan lingkungan alami sebagal 316 . dilakukan multiplikasi kultur untuk mendapatkan tunas-tunas baru dalam jumlah lebih banyak. (2) multiplikasi kultur.gambaran secara sederhana proses kultur in vitro tanaman sampal akhirnya menjadi tanaman yang lengkap dan dapat dipindahkan ke medium tanah atau medium bukan artifisial lainnya. Secara garis besar metode perbanyakan tanaman secara in vitro terdiri atas empat tahapan.

Secara sederhana. sampai terbentuk struktur kalus. Pengambilan eksplan. misalnya tabung erlenmeyer. . Plantlet yang sudah terbentuk selanjutnya dipindah ke medium . . .persiapan untuk dipindahkan dan ditanam di tanah atau lapangan. selanjutnya dilakukan sterilisasi. misalnya daun yang masih muda. misalnya tunas (shoot). Jika induksi pembentukan akar berhasil maka sudah didapatkan plantlet yang slap dipindahkan ke medium bukan artifisial. Jika induksi organogenesis berhasil maka pada langkah ke-4 di atas akan terbentuk tunas adventif. Eksplan yang diperoleh kemudian ditanam pada medium (padat) yang sesuai yang sudah disterilisasi. Sebagian tunas yang terbentuk kemudian dipotong dan dipindahkan ke medium lain yang digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. . . . Daun yang muda dipotong sesuai dengan ukuran yang akan digunakan. tahapan yang dilalui dalam proses kultivasi tanaman secara in vitro dapat disaiikan sebagai berikut: . Medium yang digunakan dimasukkan dalam wadah yang akan digunakan untuk kultivasi. misalnya medium tanah. . Sebaglan kalus yang terbentuk dari hasil subkultur kemudian dipindahkan pada medium lain yang khusus digunakan untuk induksi pembentukan organ. Sebagian kalus yang terbentuk diambil untuk disub-kultur pada medium segar pada tabung yang lain.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan memindahkan sebagian kalus yang terbentuk dan hasil sub-kultur (langkah ke-3) ke medium cair.4-D) berkonsentrasi tinggi dan sitokinin (kinetin) berkonsentrasi rendah untuk membentuk tunas. Induksi Pembentukan Organ (Organogenesis) Pada Kultur In Vitro Pembentukan organ (organogenesis) pada kultur in vitro tanaman dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa-senyawa tertentu dalam medium. Perbanyakan dalam medium cair Tehnik Pembenihan Tanaman 317 . Pada umumnya sitokinin konsentrasi tinggi merangsang pembentukan tunas. j. Senyawa IBA dan NAA adalah senyawa yang paling sering digunakan untuk menginduksi pembentukan akar. Pembentukan tunas dan akar ditentukan oleh konsentrasi auksin dan sitokinin yang digunakan. Induksi Pembentukan Embrio (Embriogenesis) Pada Kultur In Vitro Selain menginduksi pembentukan organ.tanah untuk proses aklimatisasi. kultur in vitro tanaman juga dapat diarahkan uhtuk membentuk embrio. kecuali pada kalus alfalfa yang memerlukan auxin (2.05 M untuk membentuk tunas. Banyak spesies yang memerlukan kinetin dengan konsentrasi 0. k.

Ada dua macam embrio somatik yang dapat terbentuk yaitu: pertama. Meskipun demikian untuk beberapa tanaman. dan Gramineae. Solanaceae. Kedua.dapat dilakukan berulang-ulang. misalnya wortel. Umbe liferae. Gambar 8. namun induksi pembentukan organ biasanya dilakukan pada medium padat. embrio yang terbentuk secara tidak langsung yaitu melalui tahapan pembentukan kalus. Embrio semacam ini dapat terbentuk misalnya dari sel-sel epidermis hipokotil (misalnya pada Ranunculus sceleratus. tetapi embrio-genesis leblh sering terjadi pada medium cair. Proses pemben-tukan embrio dari sel sornatik atau jaringan disebut sebagai proses embrio-genesis somatik.18 Planlet yang sudah terbentuk dan siap untuk diaklimatisasi Embriogenesis somatik secara umum terjadi pada famili Ranunculaceae. pembentukan embrio dari kalus tidak . Asparagus officinalis. Induksi pembentukan embrio dari kalus atau eksplan memerlukan penambahan auxin ke dalam medium yang digunakan. Embrio semacam ini misalnya dapat terbentuk dari eksplan daun Coffea arabica. Brassica napus). Linum usitatissimum. Embrio dapat dihasilkan dari kalus yang tumbuh pada medium padat. Rutaceae. Oleh karena itu embrio yang dihasilkan pada kultur cair tersebut kemudian dapat diisolasi dan dipindahkan ke medium padat sampai ter-bentuk plantlet yang siap dipindahkan ke medium tanah. Sel-sel yang dapat membentuk embrio semacam ini disebut Pre-Embryonic Determined Ce ls (PEDC). embrio yang terbentuk secara langsung dari sel atau jaringan tanpa melalui pembentukan kalus. Petunia hybrida.

Senyawa yang biasanya digunakan untuk menginduksi pembentukan embrio adalah 2. Hal ini perlu dilakukan sebab tanaman yang diperbanyak secara in vitro mempunyai perbedaan kemampuan adaptasi fisiologis dengan 318 .4.5-T) dan picloram. Aklimatisasi Dan Pemindah-an Tanaman Hasil Kultur In Vitro Ke Tanah Plantlet yang terbentuk secara in vitro selanjutnya harus diaklimatisasi sebagai persiapan untuk pemindahannya ke medium tanah atau lapangan.memerlukan penambahan auxin.4. Beberapa senyawa auxin lain yang juga dapat digunakan untuk induksi embrio somatik Sebaliknya. 2. gibberelin dan etilen biasanya menghambat embrio-genesis.di-chlorophenoxy acetic acid (2.5trichlorophenoxy acetic acid (2. Selsel yang membentuk embrio setelah diinduksi semacam ini disebut sebagai Induced Embryogenic Determined Cells (IEDC).4-D). Beberapa tanaman monokotil dan dikotil dapat diinduksi untuk membentuk embrio dengan senyawa semacam ini. l.4.

Artinya. misalnya dengan menurunkan kelembaban relatif. tanaman yang diperbanyak secara in vitro biasanya tidak memiliki lapisan lilin (cuticular) yang sempurna sehingga hal ini dapat memperbesar evaporasi air dari dalam sel tanaman. misalnya tanaman legum membentuk hubungan simblotik dengan bakteri Rhizobium.19 Aklimatisasi planlet pada media tanah (di dalam rumah kaca) . Sebagai contoh. Daun tanaman in vitro biasanya tipis dan lembut dan secara fotosintesis tidak terlalu aktif schingga tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan klimatologis in vivo. Untuk membantu proses aklimatisasi di luar lingkungan laboratorium biasanya dilakukan terlebih dahulu aklirnatisasi in vitro. Faktor lain yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi in vitro menyebabkan tanaman tumbuh secara heterotrofik padahal dalam kondisi in vivo tanaman harus tumbuh secara autotrofik. Selain itu stomata biasanya juga tidak dapat berfungsi sempuma karena stomata yang terbuka pada tanaman in vitro menyebabkan cekaman air yang dialami pada beberapa jam pertama proses aklimatisasi.tanaman yang diperbanyak secara in vivo. Beberapa tanaman yang tumbuh dalam kondisi alami mempunyai asosiasi dengan mikrobia tertentu. Pada tanaman in vitro hubungan vaskular antara bagian tunas dengan akar umumnya tidak baik sehingga menurunkan konduksi air. Gambar 8. Oleh karena itu pada saat tanaman legum hasil kultur in vitro dipindahkan ke tanah maka perlu dilakukan inokulasi dengan bakteri Rhizobium yang berasosiasi dengan tanaman ini. sumber karbon yang biasanya diberikan dalam medium in vitro harus disediakan oleh tanaman itu sendiri melalui fotosintesis setelah tanaman in vitro dipindahkan ke kondisi in vivo.

Tehnik Pembenihan Tanaman 319 .

ujung tunas disterilisasi kemudian meristem diambil dari tanaman dengan menghilangkan daun yang menutupinya. Kultur in vitro meristem melalui beberapa tahapan yaitu inisiasi . Oleh karena itu istilah yang leblh tepat adalah tanaman bebas virus yang sudah diuji. m. artinya ada kemungkinan tanaman tersebut masih mengandung virus lain yang belum dapat dideteksi dengan teknik uji yang tersedia. Perlu dipahami bahwa semua angiosperma dan gimnosperma tumbuh melalui meristem apikalnya. Kultur Meristem Untuk Menghasilkan Tanaman Bebasis Virus Salah satu aplikasi penting teknik kultur in vitro adalah dalam pengembangan tanaman bebas virus. Kondisi pendukung pertumbuhan meristem biasanya medium dengan konsentrasi garam yang rendah dan kandungan vitamin yang tinggi.Banyak tanaman yang telah berhasil diperbanyak dengan kultur in vitro menggunakan berba-gai eksplan sebagal bahan awal. Meristem apikal biasanya berupa struktur serupa kubah (dome) yang terletak pada ujung tunas dan berukuran sekitar 0.1 mm (diameter) dan 0. Bebas virus yang dimaksud di sini adalah bebas virus yang sudah diuji secara eksperimental. Meristem apikal pertama kali terbentuk selama perkembangan embrio dan akan tetap aktif selama fase vegetatif tanaman. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsentrasi virus pada tanaman semakin kecil dengan semakin dekatnya ke bagian meristem.2-0. Meristem yang diperoleh kemudian ditanam pada medium agar dan diinkubasi.3 mm (panjang). Pada meristem apikal diketahui tidak terdeteksi lagi adanya virus dalam 50% sampel yang diuji. Sebelum diambil meristemnya.

Brassica oleracea virus mosaik turnip. misalnya colchicine. mottle virus Ipomoea batata (ketela rambat) Internal cork virus. Diantlius barbatus Ring spot virus (RSV). A lium cepa Virus mosaik. sedangkan tanaman diploid mempunyal dua set kromosom identik untuk setiap kromosom sehingga dituliskan sebagai 2n. Ananas sativus Virus mosaik. Potato virus-Y. Caladium hortulanum Dasheen mosaic virus. Rugos mosaic virus. Saccharum officinarum Virus mosaik. lwornosom tanaman haploid semacam itu dapat digandakan dengan senyawa mutagenik. Kultur Anther dan Pollen Untuk Menghasilkan Tana-man Haploid Tanaman haploid adalah tanaman yang mempunyai satu set tunggal kromosom (biasanya ditulis dengan notasi Mendelian sebagian. Solanum tuberosum. Musa sp Cucumber mosaic virus. Cauliflower Mosaic Virus. Tanaman haploid mempunyai banyak kegunaan antara lain untuk menghasilkan tanaman homozigot yang sangat sulit diperoleh dengan pemuliaan tanaman konvensional. Leblh jauh lagi.kultur. Beberapa tanaman bebas virus yang berhasil dikembangkan dari kultur in vitro meristem antara lain. (kentang) Potato virus-X. Potato n. perbanyakan tunas dan diikuti dengan pembentukan akar sehingga menghasilkan plantlet. pertumbuhan dan perkembangan. 320 . Petunia Tobacco mosaic virus (TMV).

proses androgenesis langsung lebih disukai sebab androgenesis melalui pembentukan kalus dapat menyebabkan terjadinya variasi. terjadi variasi fenotipik dan ketidakstabilan kromosom. o. Selain itu pollen juga dapat diambil secara aseptik dan di-kulturkan pada medium cair. yaitu melalui kultur kalus. Meski-pun demikian banyak bukti menunjukkan bahwa dalam populasi tanaman yang dihasilkan secara in vitro. Proses perbanyakan tanaman haploid dengan menggunakan gametofit jantan semacam ini disebut sebagai androgenesis. Androgenesis langsung adalah proses pembentukan plantlet haploid dengan melalui embriogenesis menggunakan kultur anther. embriogenesis dari kultur dan embriogenesis somatik tidak langsung. Anther diperoleh dari tunas bunga dan dapat dikulturkan pada medium padat atau cair sehingga teradi embriogenesis. Ada dua macam androgenesis yaitu androgenesis langsung dan androgenesis tidak langsung. sedangkan pada androgenesis tidak langsung plantlet terbentuk melalui pembentukan kalus yang kemudian mengalami regenerasi menjail plantlet. Beberapa tanaman penting yang berhasil dikembangkan menjadi tanaman haploid dengan menggunakan tekmk kultur anther atau pollen.Tanaman haplold dapat dikembangkan dengan menggunakan kultur in vitro anther dan pollen. Dari sisi pemuliaan tanaman. Larkin dan Scowcroft pada tahuri 1981 menamakan variasi yang muncul dalam populasi tanaman hasil regenerasi in vitro tersebut se-bagai varlasi . kultur sel. Variasi Somaklonal Perbanyakan tanaman secara in vitro secara teoritis akan menghasilkan tanaman-tanaman yang secara genetis seragam karena tanaman in vitro berkembang hanya melalui pembelahan sel secara mitotik.

Dalam kultur in vitro terjadi pembelahan sel berulang-ulang yang dipengaruhi oleh zat pengatur pertumbuhan. pada tanaman yang berasal dari kultur meristem tidak terjadi variasi semacam itu sehingga sistem kultur meristem banyak digunakan untuk propagasi klonal. Variasi yang terdapat pada sumber eksplan juga mempengaruhi. Telah diketahui bahwa hanya meristem yang dapat menghasilkan plantlet yang stabil secara genetis. Variasi somaklonal disebabkan oleh beberapa faktor. yaitu (1) organisasi sel yang digunakan sebagai sumber eksplan. variasi somaklonal. Kombinasi yang tidak tepat dalam penggunaan zat pengatur pertumbuhan dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas dalam pembelahan sel yang dapat muncul dalam bentuk perubahan jumlah dan struktur kromosom. sedangkan perbanyakan meialui kalus meningkatkan kemungkinan tejadinya variasi somaklonal. kemunculan. (3) abnormalitas pembelahan sel secara in vitro. Sebaliknya. Eksplan yang berasal dari sumber yang berbeda mempunyai variasi inheren sehingga dapat muncul sebagal variasi somaklonal.somaklonal. (2) variasi pada jaringan sebagai sumber eksplan. Organisasi sel mempunyai peranan penting dalam hal pemunculan variasi somaklonal. Selain faktor Tehnik Pembenihan Tanaman 321 .

cahaya. fertilitas biji. Selain itu. teknik kultur in vitro merupakan dasar yang sangat penting dalam pengembangan tanaman transgenik. teknik kultur sel tanaman dapat dimanfaatkan guna menghasilkan berbagai metabolit sekunder. polioksietilen. Teknik induksi embrio-genesis somatik dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan biji sintetik atau biji artifisial. Pengendalian yang tidak tepat terhadap siklus sel ini dapat menyebabkan munculnya variasi somaklonal. Beberapa Aplikasi Lain Teknik Kultur In Vitro Tanaman Kultur in vitro tanaman mempunyai potensi sangat besar dalam program pemuliaan tanaman serta penyediaan benlh dan bibit berkualitas. osmolaritas juga mempengaruhi siklus. Beberapa aplikasi lain yang dapat dikembangkan dari teknik kultur in vitro tanaman antara lain adalah (1) biji/benih sintetik. ketahanan terhadap pe-nyakit dan lainlain. sel in vitro. sodium alginat. misalnya agarose. Biji sintetik atau artifisial (synthetic seed) adalah biji yang dlhasilkan dari embrio somatik yang kemudian dibungkus (encapsulated) dengan bahan tertentu. Variasi somaklonal yang terjadi pada kultur in vitro tanaman dapat dimanfaatkan sebagai salah satu altematif pemuliaan tanaman karena dapat menghasilkan varietas-varietas baru.tumbuh. p. suhu. (2) embryo rescue. Dalam aplikasi yang lebih mutakhir. tinggi ta-naman. yaitu: . ukuran daun. Ada empat tipe biji sintetik berdasarkan atas embrio dan proses pembungkusannya. Beberapa sifat yang dapat muncul dalam bentuk variasi somaklonal antara lain adalah waktu pembungaan.

somatik embrio dihidrasi. Untuk itu. misalnya wortel. (3) Dibungkus. embrio dihidrasi. (2) Dibungkus. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan generatif) berbagai spesies tanaman. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah. misalnya wortel. Laboratorium kultur jaringan. antara lain tanaman tahunan. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih disukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. Balai Penelitian Bioteknologi (BALITBIO) telah melakukan penelitian perbanyakan (vegetatif dan 322 . Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. embrio somatik dikeringkan. (4) Tidak dibungkus.(1) Tidak dibungkus. 8. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian. 1996). Di samping faktor pertunasan yang rendah. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. Namun metode embrio-genesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. misalnya alfalfa. misalnya untuk orchard grass. embrio somatik yang dikeringkan.4 Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi Laboratorium kultur jaringan.

1996). Penelitian pada tanaman tahunan berkayu memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan pada spesies tanaman tertentu memerlukan formulasi media yang kompleks. antara lain tanaman tahunan. Untuk itu. Dalam program pengembangan diperlukan bahan tanaman bermutu dalam jumlah memadai dari pohon induk yang sangat terbatas. Hasil penelitian awal menunjukkan adanya masalah penguningan daun yang terjadi sangat cepat. (1997) masalah tersebut umum dijumpai pada tanaman tahunan berkayu. Namun metode embriogenesis somatik lebih sulit daripada regenerasi melalui jalur organogenesis. tetapi ada pula yang lebih sederhana dengan kandungan total ion rendah. Dengan penambahan asam amino tertentu masalah tersebut dapat ditekan. sistem regenerasi melalui jalur embriogenesis somatik lebih di-sukai karena meristem tunas dan akar sudah terbentuk pada struktur embriosomatik. perakaran sering menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan (Mariska. Di samping faktor pertunasan yang rendah. Penambahan phloroglucinol ke dalam media yang sudah mengandung BA dan tidiazuron dapat meningkatkan .) Jambu mete merupakan tanaman industri yang diprioritaskan untuk dikembangkan di daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI). 1) Jambu Mete (Anacardium occidentale L. Menurut Mariska et al. Bibit yang berasal dari biji menghasilkan tanaman yang beragam. telah dicoba perbanyakan vegetatif secara in vitro dengan eksplan yang berasal dari pohon induk yang unggul. Untuk itu.generatif) berbagai spesies tanaman. Di masa mendatang produksi benih sintetik (embriosomatik) lebih mendapat perhatian.

2) Pulai (Alstonia scholaris L. Akar dapat terbentuk dari media dasar Jordan + NAA 7 mg/l. akar lebih cepat terbentuk. akar tidak dapat terbentuk. Bila dalam media dasar tersebut. penyebarannya tidak banyak dijumpai serta mengalami erosi berat. Tehnik Pembenihan Tanaman 323 . konsentrasi NAA berbeda. Dengan formulasi tersebut.) Pulai termasuk salah satu tumbuhan obat langka dengan kategori jarang. Populasi tanaman ini termasuk besar. Kemudian dicoba media "Woody Plant Medium" (WPM) dan Jordan yang dilengkapi NAA. jumlahnya lebih banyak dan pertumbuhannya lebih cepat. senyawa fenol dan asam amino) telah dicoba.. namun tersebar secara lokal atau daerah. tetapi tidak dapat memacu pembentukan akar. disebabkan sempitnya selang konsentrasi optimal dari NAA. 1998). Tanaman pulai merupakan tanaman berkayu dan tingginya dapat mencapai 25 m. Lebih dari 200 formulasi media (kombinasi MS dengan berbagai jenis auksin.persentase eksplan yang bertunas dan jumlah tunas yang terbentuk dari setiap eksplan (Mariska et al. Tunas in vitro yang berasal dari pertunasan kemudian dicoba diakarkan.

Untuk mempercepat pengembangan pohon induk unggul yang jumlahnya terbatas. Masalah pencoklatan dicoba diatasi dengan cara perendaman eskplan dalam DIECA 6 g/l selama 1 jam.1/2) dan WPM (1. Tanaman pulai mempunyai daya meristematis yang sangat rendah.Perbanyakan tanaman secara konvensional belum banyak dilakukan dan keberhasilannya masih rendah. Masalah oksidasi fenol akan semakin meningkat dengan kandungan potasium yang tinggi seperti pada media dasar MS. Media dasar WPM konsentrasi total ionnya lebih rendah daripada MS. 3) Cengkeh (Eugenia caryophy lus) Cengkeh merupakan salah satu tanaman industri dan umumnya diperbanyak dengan biji.1/2) yang dilengkapi BA (0. Setelah biakan mengalami periode kultur in vitro yang relatif lama. Dinyatakan pula bahwa asam fenol teroksidasi tergantung pada potensi reduksi oksidasi dari media. 5. 3. digunakan teknologi kultur jaringan. . daya meristematis tanaman meningkat. namun inisiasi tunasnya lebih lama dibandingkan WPM. Walaupun pada media WPM ½ tidak ada masalah pencoklatan. Untuk mengurangi masalah pencoklatan. Pada media WPM terutama dengan kandungan makronya yang diencerkan sampai setengahnya tidak ditemukan adanya masalah oksidasi fenol. Masalah utama yang dihadapi pada cengkeh adalah tingkat oksidasi fenol yang sangat tinggi dan sistem regenerasi pembentukan tunas yang lambat. Namun perbanyakan secara generatif dapat menyebabkan terjadinya segregasi genetik. dan 10 mg/l). Untuk mendukung upaya pengembangannya dilakukan perbanyakan vegetatif melalui kultur jaringan. Setelah perendaman eksplan ditanam pada media MS (1. kecuali untuk ion sulfat.

maka pada penelitian selanjutnya digunakan media cair dengan media dasar WPM (Tabel 4). Namun setelah 7 minggu. Untuk itu. 4) Pepaya (Carica papaya L. Perakaran dapat dilakukan secara in vitro dengan menumbuhkan tunas in vitro di rumah kaca dengan kelembapan yang tinggi dan pemberian intermittent mist system setiap 3 jam pada siang hari. yaitu Singapura.) Pepaya merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor nonmigas. Untuk meningkatkan kualitas buah pepaya telah dilakukan persilangan antara pepaya Bangkok dengan pepaya Hawai. warna kuning 324 . pepaya mempunyai banyak kegunaan lain.31 cm) diperoleh dari media awal WPM + BA 5 mg/l + NAA 0. Komoditas tersebut diekspor ke pasar yang cukup terbuka. tambahan paling banyak (0. Australia. Jerman. buah daging tebal.50 mg/l. Tunas paling banyak diperoleh dari media WPM + BA 10 mg/l + NAA 1 mg/l. tunas yang terbentuk tidak memanjang. dan Perancis (Biro Pusat Statistik. agak kecil. Dari hasil persilangan diperoleh buah pepaya yang berbentuk bulat. 1992). Di samping buahnya kaya akan vitamin dan mineral.

mengkalus pada pangkal tunasnya. maka tunas dapat tumbuh memanjang dan daun tetap hijau. 5) Pulasari (Alyxia stellata) Pulasari termasuk salah satu tanaman obat yang dikategorikan langka. Secara konvensional. Gejala tersebut terjadi secara cepat (2-3 minggu setelah tanam) terutama pada biakan yang dikulturkan pada media Anderson dan WPM. Setelah dicoba formulasi media baru yang mengandung selain zat pengatur tumbuh konsentrasi rendah diberikan pula asam amino. tunas tidak dapat memanjang serta daunnya cepat menguning kemudian gugur dengan cepat. dari mata tunas terminal yang ditumbuhkan pada berbagai formulasi media (lebih dari 150 formulasi). Pada media MS gejala penguningan daun dan tunas terjadi lebih lama yaitu 6-8 minggu setelah tanam. Hasil penelitian awal. dan manis.kemerahan. tunas in vitro yang panjangnya mencapai 3-5 cm dapat diakarkan secara in vivo di rumah kaca. Perbanyakan vegetatif dilakukan melalui kultur jaringan untuk mempertahankan kualitas buah yang baik. Untuk perakaran. Pelestarian secara in vitro potensial bila dilakukan pada tanaman yang selalu diperbanyak secara vegetatif atau tanaman yang viabilitas benihnya sangat singkat. wangi. komponen organik lainnya dan modifikasi garam mineral tertentu. perbanyakan vegetatif sulit dilakukan terutama bila diarahkan untuk mempercepat pengembangan varietas unggul baru dalam skala luas. Sebelum dilakukan pelestarian secara in vitro maka perlu dikuasai . umumnya tunas tumbuh rosette (menggerombol) dan daun pendek-pendek. Untuk menyelamatkannya telah dilakukan antara lain melalui kultur in vitro. Kalus lebih banyak terbentuk terutama pada media DKW yang diberi 2-IP kemudian BA. Perbanyakan melalui biji hanya menghasilkan buah yang baik kurang dari 2%.

1998) dan cengkeh (Mariska et al.. pada tanaman pulasari. Dari penelitian Gati dan Mariska (1992) menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi BA 3 mg/l dengan NAA 0. 1991).. Berbeda dengan tanaman jambu mete (Mariska et al. daya regenerasinya lebih mudah baik pada tahap pertunasan maupun perakaran. Antara kedua zat pengatur tumbuh tersebut terjadi aktivitas sinergisme dalam mema-cu pertumbuhan jaringan. 6) Rami (Boehmeria nivea Gaud. Bila metode regenerasi sudah dikuasai maka tanaman dalam botol dapat cepat diperbanyak apabila dibutuhkan.10 mg/l dapat terbentuk akar. Zat pengatur tumbuh BA lebih efektif dibandingkan kinetin. Namun demikian pada media dengan kinetin 1 mg/ l + NAA 0. Untuk memenuhi kebutuhan bibit rami dalam jumlah yang sangat Tehnik Pembenihan Tanaman 325 . antara lain tanaman serat rami.) Pada saat ini banyak kalangan swasta yang akan mengembangkan usaha di bidang pertanian dalam skala luas.terlebih da-hulu sistem regenerasinya.10 mg/l memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tunggal. Persentase perakaran paling banyak berasal dari media MS + kinetin 1 mg/l + NAA 0 mg/l.

di antaranya Indonesia berusaha mengembangkan tanaman jati dalam skala luas.50 mg/l menghasilkan tunas yang lebih banyak daripada perlakuan lainnya.banyak dapat dimanfaatkan teknologi kultur jaringan. Melalui cara tersebut. banyak menarik perhatian untuk produksi benih sintetis (artificial seed). sehingga berbagai negara produsen. Namun tunas menunjukkan gejala vitrifikasi. Hartman dan Kester (1983) menyatakan bahwa penggunaan zat pengatur tumbuh dari golongan yang sama pada waktu yang bersamaan pada sebagian tanaman nyata lebih baik dibandingkan perlakuan tunggal. Kebutuhan kayu jati semakin meningkat setiap tahunnya. biji unggul hasil persilangan terkendali dapat diperbanyak secara cepat dari sel somatik. daun lebih hijau dan lebih lebar. sehingga bibit dapat diproduksi dengan jumlah yang tidak terbatas. yang dapat menurunkan keberhasilan dalam tahap aklimatisasi. penggunaan struktur embriosomatik lebih disukai karena dapat berasal dari satu sel. embrio somatik dianggap sebagai bahan tanaman yang ideal untuk disimpan mengingat strukturnya yang bipolar. melalui DNA rekombinan. Demikian pula untuk penyimpanan benih dalam jangka pendek dan panjang. Pada program perbaikan tanaman. Di masa mendatang embriosomatik pada tanaman tahunan berkayu. Gati et al. dengan formulasi tersebut biakan tumbuh lebih tegar. Penggunaan BA 0. . 7) Jati (Tectona grandis) Jati merupakan salah satu komoditas kayu yang berharga di daerah tropis. (1991) telah mendapatkan metode perbanyakan cepat tanaman rami. Untuk mendukung program tersebut dicoba perbanyakan secara in vitro melalui jalur embriogenesis somatik. Untuk itu dicoba formulasi lain yaitu kombinasi BA dengan 2-IP.

Penambahan KCl ke dalam media dapat meningkatkan keberhasilan.40-D 2 mg/l + BA 0. Dari berbagai formulasi media yang diuji. persentase keberhasilan pembentukan embriosomatik paling tinggi berasal dari media MS + 2. Pada formulasi media lain eksplan. Struktur tersebut siap untuk dikecambahkan pada media baru. Tunas 326 . di samping itu pada media yang sama struktur embriosomatik globular dapat berkembang membentuk struktur torpedo.sehingga selalu siap diregenerasi membentuk langsung benih somatik (Mariska. struktur globular tidak mampu membentuk struktur yang bipolar. Percobaan ini masih memerlukan waktu lama untuk mengetahui metode yang diperoleh dapat diulang serta mendapatkan struktur embriosomatik yang dapat dikecambahkan membentuk benih somatik.20 mg/l + ABA 2 mg/l + KCl 22. juga membentuk kalus yang tumbuh dengan cepat. 1996). Tanpa KCl. Faktor pertunasan pada tanaman tahunan (terutama tahunan berkayu) relatif masih rendah. jaringan daun muda dari biakan in vitro di samping membentuk struktur globular.36 mg/l. Di samping itu embriosomatik yang terbentuk cenderung mengkalus kembali bila tidak di subkultur pada media lain.

media dasar WPM atau Jordan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan MS. Pada beberapa tanaman tahunan berkayu.harus selalu di subkultur untuk memacu jaringan bersifat juvenil. Tehnik Pembenihan Tanaman 327 . Untuk perakaran dapat dilakukan secara in vivo di rumah kaca dengan mempertahankan kelembaban yang relatif tinggi atau dengan pemberian intermittent mist system.

hias. jambu mete. DNA RNA DNA sebagai bahan genetik Teknik kultur in-vitro Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Teknik kultur in vitro banyak digunakan untuk pengadaan bibit berbagai tanaman. TUGAS: 1. Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman 3. Lakukan identifikasi pada bahan pangan yang sering saudara temui yang . Bioteknologi tanaman 2. Jelaskan tentang materi genetic yang kamu ketahui. Keberhasilan rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi: Kultur jaringan tanaman kopi. Rekayasa genetika pada tanaman tingkat tinggi Bioteknologi tanaman Struktur dan organisasi bahan genetic tanaman Bioteknologi tanaman yang telah berhasil dilakukan adalah tanaman transgenic yang toleran terhadap stress lingkungan seperti tembakau yang toleran terhadap kadar garam yang tinggi. pulai. 2. pulasari Rami dan jati. Teknik kultur in-vitro 4. media yang sesuai . papaya. siswa telah mampu menguasai kompetensikompetensi berikut: 1. Herbisida dan tahan OPT. Mengapa bidang bioteknologi penting untuk dikembangkan pada sector pertanian. cengkeh. Aklimatisasi dan penanaman pada media tanah . pembentukan tunas dan akar. SOAL: 1.Ringkasan Setelah mempelajari BAB 8. Komponen utama kultur in vitro adalah bahan awal.

apakah sekolah saudara memunkinkan untuk mengembangkan bidang bioteknologi. 328 .berasal dari hasil bioteknologi. 2. Lakukan diskusi kelompok. mengapa demikian.

khususnya bioteknologi. Metode kultur jaringan . Secara ringkas. Namun. KULTUR JARINGAN Sebelum tahun 1980-an. berita tersebut telah menggemparkan khalayak ramai dan dianggap tidak masuk akal. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. cara tersebut dapat dilakukan dengan menanam bagian tanaman di tempat yang cocok dan diberi perlakuan-perlakuan khusus. seiring dengan perkem-bangan zaman serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.BAB 9. Cara ini lebih dikenal sebagai kultur jaringan. Bahkan orang menganggap berita itu sangat bertentangan dengan kebiasaan yang dilihat orang pada umumnya. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. kejadian di atas tidak menjadi aneh dan dapat diterima oleh akal. mungkin terasa aneh mendengar berita bibit tanaman yang dihasilkan dari potongan daun. selanjutnya dalam waktu tertentu dapat tumbuh menjadi tanaman normal seperti tanaman di kebun. mata tunas. serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Waktu itu.

Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. Inisiasi . kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin. Sterilisasi . Penyiapan fasilitas laboratorium . antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya. khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Aklimatisasi Tehnik pembenihan Tanaman 329 . Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah: . dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas. Pengakaran . Penyiapan alat dan bahan . Multiplikasi . mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat.dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman. kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. Pembuatan media .

Alatalat kultur jaringan yang minimal harus disediakan adalah laminar air flow cabinet. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf. baik jenisnya maupun jumlahnya. autoclave. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi. Laboratorium dapat disediakan mulai dari laboratorium yang sederhana sesuai dengan kriteria yang ditentukan. diperlukan juga bahan tambahan seperti agar. tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. gula. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral. Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. terdapat sumber air dan mempunyai ruangan-ruangan yang diperlukan. dan hormon. dan glass ware (alat-alat gelas). Sama dengan pengembangan bidang pertanian yang lainnya. kegiatan kultur jaringan memerlukan alat dan bahan.Dalam pengembangan usaha kultur jaringan. yaitu dapat digunakan sebagai tempat kegiatan yang bersifat aseptik (bebas mikroba/ steril). dissecting set. hormonhormon pertumbuhan dan bahanbahan untuk kegiatan sterilisasi. vitamin. Bahan-bahan yang diperlukan adalah bahan kimia untuk nutrisi tanaman. Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. fasilitas laboratorium mutlak diperlukan. dan lain-lain. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah . Selain itu.

yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Pengakaran adalah fase di mana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan 330 . Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.tunas. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar. Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril. Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media.

Pemindahan dilakukan secara hatihati dan bertahap. Biji Anggrek . terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. dll.akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. akasia. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). yaitu dengan memberikan sungkup. bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif. antara lain adalah: jati. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan Tanaman Dewasa Bibit Siap Tanam dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. sengon. Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Proses produksi benih dan tanaman anggrek dengan cara kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 331 .Plantlet Bibit dalam Botol Bibit Aklimatisasi Gambar 9.1.

penyakit. publik dan pecinta anggrek.Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10. Perkembangan kultur jaringan di Indonesia terasa sangat lambat. bahkan hampir dikatakan jalan di tempat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (didalam gelas). Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat. dan deraan lingkungan lainnya. dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu) . tidaklah heran jika impor bibit anggrek dalam bentuk flask sempat membanjiri nursery-nursery anggrek di negara kita. lembaga penelitian.000 planlet/bibit) . tunas. Keuntungan pemanfaatan kultur jaringan . hemat waktu. Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama. Selain kesenjangan teknologi di lini akademisi. Kultur jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar. dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahan-lahan yang kosong dapat dipercepat dihijaukan kembali. Bibit yang dihasilkan seragam . Selain itu. Pengadaan bibit tidak tergantung musim . Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah . salah satu penyebab teknologi ini menjadi sangat . Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek.

sehingga sangat dimungkinkan kultur jaringan seperti home industri . lab kultur jaringan dapat disederhanakan dengan melakukan modifikasi peralatan dan bahan yang digunakan. Beberapa gambaran dan potensi yang bisa dimunculkan dalam kultur jaringan diantaranya adalah : . Hal ini dapat dilihat pada kelompok petani pengkultur biji anggrek di Malang yang telah sedemikian banyak. Tidak dipungkiri bahwa metode terbaik hingga saat ini dalam pelestarian dan perbanyakan anggrek adalah dengan kultur jaringan. Secara prinsip. sehingga sangat tepat digunakan pada tanaman anggrek 332 . diperkirakan sekitar 5000 jenis anggrek spesies tersebar di hutan wilayah Indonesia. khususnya potensi genetis untuk menghasilkan anggrek silangan yang memiliki nilai komersial tinggi.lambat perkembangannya adalah karena adanya persepsi bahwa diperlukan investasi yang sangat mahal untuk membangun sebuah lab kultur jaringan. Potensi tersebut akan menjadi tidak berarti manakala penebangan hutan dan eksploitasi besar-besaran terjadi hutan kita. Sementara itu hanya sebagian kecil pihak yang mampu melakukan pengembangan dan pemanfaatan anggrek spesies. Kultur meristem. dan hanya cocok atau feasible untuk perusahaan. salah satunya adalah anggrek. dapat menghasilkan anggrek yang bebas virus. Potensi ini sangat berharga bagi pengembang dan pecinta anggrek di Indonesia. belum lagi pencurian terang-terangan ataupun terselubung dengan dalih kerjasama dan sumbangan penelitian baik oleh masyarakat kita maupun orang asing. khususnya yang berkaitan dengan teknologi kultur jaringan. karena melalui kuljar banyak hal yang bisa dilakukan dibandingkan dengan metode konvensional. Indonesia memiliki keaneka-ragaman hayati yang luar biasa.

Dengan tekhnik poliploid dimungkinkan untuk mendapatkan tanaman anggrek giant atau besar. Kultur anther. .spesies langka yang telah terinfeksi oleh hama penyakit. Gambar 9. Bank plasma. Tekhnik ini salah satunya dengan memberikan induksi bahan kimia yang bersifat menghambat (cholchicine) . Kloning. secara alami mutasi sangat sulit terjadi. Sebagian penganggrek telah mampu melakukan tekhnik ini. . Baik untuk spesies langka Indonesia maupun dari luar negeri untuk menjaga keaslian genetis yang sangat penting dalam proses pemuliaan anggrek.2 Contoh skema laboratorium kultur jaringan Tehnik pembenihan Tanaman 333 . Tanaman yang mengalami mutasi permanen biasanya memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi . Dengan demikian sangat dimungkinkan untuk menghasilkan tanaman anggrek mini. tekhnik ini memungkinkan untuk dihasilkan anggrek dengan jumlah banyak dan seragam. khususnya untuk jenis anggrek bunga potong. Beberapa literatur peluangnya 1:100 000 000. selain itu dengan kultur anther berpeluang memunculkan sifat resesif unggul yang pada kondisi normal tidak akan muncul karena tertutup oleh yang dominan . Mutasi. Dengan memberikan induksi tertentu melalui kultur jaringan hal tersebut lebih mudah untuk diatur. sehingga bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan anggrek diploid (2n). bisa menghasilkan anggrek dengan genetik haploid (1n). termasuk virus. dengan meminimalkan pertumbuhan secara in-vitro kita bisa mengoleksi tanaman anggrek langka tanpa harus memiliki lahan yang luas dan perawatan intensif.

Langkah kerja penggunaan air flow cabinet adalah sebagai berikut: . oven.3 Situasi bagian dalam laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca sebagai fasilit as pendukung laboratorium kultur jarinagan 9. rak kultur. dan kulkas. ruang inkubasi (untuk pertunasan dan pembentukan plantlet/bibit tanaman) dan rumah kaca. Untuk memproduksi bibit melalui kultur jaringan peralatan minimal yang perlu disediakan adalah: laminar air flow.4. nyalakan lampu . Satu malam sebelum lat digunakan.1 Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan a. terlihat adanya air flow cabinet yang berfungsi sebagai tempat inokulasi ekspan pada media tanam. dekat dengan sumber tenaga listrik dan air. Kapasitas Labotarium Ukuran laboratorium tergantung pada jumlah bibit yang akan diproduksi. Peralatan. Dalam suatu laboratorium minimal terdapat 5 ruangan terpisah. ruang tanam. hot plate + stirer. pH meter. pisau. Untuk ukuran laboratorium sekitar 250 m2. 9. bibit yang dapat diproduksi tiap tahun sekitar 400 500. b. Pada gambar 9.000 planlet/bibit. ada baiknya bila laboratorium kultur jaringan ditempatkan di daerah tinggi.Gambar 9. ruang pembuatan media.2 Peralatan dan Bahan Kimia a. agar suhu ruangan tetap rendah. bahan serta pemeliharaan alat. Untuk menghemat tenaga listrik. pinset. yaitu gudang (ruang) untuk penyimpanan bahan. yang dapat memenuhi pertanaman seluas 500 800 ha. Persyaratan Lokasi Laboratorium kultur jaringan hendaknya jauh dari sumber polusi. AC.

UV untuk menstrerilkan bagian dalam air flow cabinet , dan menimalkan kontaminasi yang disebabkan olek mikroba. . Pagi hari, lampu UV dimatikan (jangan lupa mematikan lampu UV , apabila lampu UV menyala pada saat bekerja maka operator dalam kondisi berbahaya karena dapat terkontaminasi radiasi UV yang dapat mengakibatkan iritasi kulit dan selaput mata serta gangguan reproduksi. . Setelah lampu UV dimatikan, bagian dalam laminar didesinfeksi dengan alkohol 70% dan laminar siap digunakan. Bahan- bahan kimia yang dibutuhkan untuk kegiatan kultur jaringan adalah 334

garam hara makrodan mikro, vitamin, zat pengatur tumbuh, asam amino, alkohol, clorox. Gambar 9.4 Berbagai peralatan kultur jaringan: Air flow cabinet. saringan, autoclave, Dissecting set dan nutrisi tanaman dan Mikroskop (searah jarum jam) Gambar 9.5 Salah satu contoh pohon induk bunga krisan dengan keunggulan bunga lebih tahan dan warna bunga lebih beragam Semua peralatan dan mesin-mesin yang digunakan dalam kultur jaringan harus selalu dipehara secara rutin. Pemeliharaan alat dan mesin kultur jaringan pada prinsipnya sama dengan pemeliharaab tanaman yang terdapat pada BAB 3. Pada umumnya pemeliharaan alat terdiri dari perencanaan pemeliharaan, pelaksanaan pemeliharaan,monitoring pemeliharaan peralatan dan tindak lanjut pemeliharaan peralatan. Contoh perencanaan pemeliharaan pada perabot gelas (glassware) selalu langsung dibersihkan sesegera mungkin setelah pemakaian. Pemeliharaan mesinmesin besar seperti genset pada umumnya direncanakan setiap tiga enem bulan sekali. Monitoring pemeliharaan harus dilakukan secar melekat sehingga semua operator alat mempunyai instruksi kerja alat yang bersangkutan dan umumnya sudah ada pada setiap pembelian alat. Monitoring pemeliharaan umumnya dilakukan secar peiodik misalnya setiap bulan. Tindak lanjut dari pemeliharaan selalu dilakukan apabila terdapat alat dan mesin pembenihan yang rusak dan harus diperbaiki. Untuk melaksanakan proses pemeliharaan alat da mesin pembenihan biasanya diupayakan budget pemeliharaan 5-10% dari aset perusahaan.

b. Sumber eksplan. Eksplan berupa mata tunas, diambil dari pohon induk yang fisiknya sehat. Tunas tersebut selanjutnya disterilkan dengan alkohol 70%, HgCl2, 0,2%, dan Clorox 30%. 9.3 Media Tanaman Keberhasilan dalam penggunaan metode kultur jaringan, sangat bergantung pada media yang digunakan. Media kultur jaringan tanaman menyediakan tidak hanya unsur hara-unsur hara makro dan mikro, tetapi juga karbohidrat yang pada umumnya berupa gula untuk menggantikan karbon yang biasanya didapat dari atmosphere melalui fotosintesis. Hasil yang lebih baik akan dapat kita jangkau/peroleh, bila ke dalam media tersebut ditambahkan vitaminvitamin, amino acid, dan zat pengatur tumbuh. Walaupun sudah diusahakan untuk menghindarkan penggunaan komponen-komponen yang tidak jelas (komponennya) seperti juice, yeast ectracts dan casein hydrolysate, tetapi kadang-kadang kita bisa memperoleh hasil yang lebih tinggi dengan penambahan tersebut. Sebagai contoh, air kelapa masih sering digunakan di laboratorium-laboratorium penelitian, sedangkan pisang masih merupakan Tehnik pembenihan Tanaman 335

komponen tambahan yang sangat popular pada media anggrek. Gambar 9.6 Siklus kultur jaringan Media kultur tersusun dari beberapa atau seluruh komponen berikut: . Hara makro yang digunakan pada semua media. . Hara mikro hampir selalu digunakan. Ada beberapa komposisi media yang hanya menggunakan best atau besikelat. . Vitamin-vitamin, umumnya ditambahkan dalam jumlah yang bervariasi. . Gula, merupakan keharusan, kecuali untuk tujuan yang sangat khusus. . Asam amino dan N organik. . Persenyawaan-persenyawaan kompleks alamiah seperti: air kelapa, ekstrak ragi (yeast extract), juice tomat, ekstrak kentang, dan sebagainya. . Buffer, terutama buffer organik. . Arang aktif. Sering dipergunakan untuk menstimulir pertumbuhan akar. . Zat pengatur tumbuh: terutama auksin dan sitokinin. Zat pengatur tumbuh merupakan komponen yang sangat penting dalam media kultur jaringan. Tetapi jenis dan konsentrasinya sangat tergantung pada jenis tanaman dan tujuan kulturnya. . Bahan pemadat. Untuk membuat media padat, bisanya digunakan agar. a. Unsur Hara dalam Media 1) Unsur makro dalam media kultur Pada awalnya, unsur-unsur makro pada media kultur jaringan tanaman dibuat berdasarkan larutan untuk hidroponik. Unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman di lapangan merupakan kebutuhan pokok yang

disediakan dalam media. Unsur-unsur hara diberikan dalam bentuk garam-garam anorganik. Komposisi media dan perkembangannya didasarkan pada pendekatan masing-masing peneliti. Dalam periode tahun 1930-1940, formulasi media terutama ditujukan untuk menumbuhkan akar. Pada masa itu, diperoleh suatu hasil yang menyatakan bahwa larutan garam-garam makro dengan konsentrasi rendah, lebih balk daripada media dengan konsentrasi tinggi. Penemuan ini banyak diterapkan untuk tujuan menginduksi pembentukan akar pada pucuk-pucuk yang diperoleh melalui kultur in vitro. Media yang paling sering digunakan untuk induksi adalah media White. Kultur kalus berhasil dikembangkan pada tahun 1937. Kultur kalus tersebut, juga ditumbuhkan pada media dengan konsentrasi garam-garam yang rendah seperti dalam kultur akar. Nobecourt misalnya, pada tahun 1937, menggunakan setengah konsentrasi dari larutan Knop yang biasa digunakan untuk hidroponik, untuk menumbuhkan kalus wortelnya (George & Sherrington, 1984). Percobaan yang sangat penting yang dilakukan oleh Hildebrant dan grupnya 336

pada tahun 1946, telah menbawa perbaikan media untuk kultur jaringan tumor tembakau dan bunga matahari. Media Hildebrant dikembangkan dari media White. Dalam kultur jaringan tumor bunga matahari, ditemukan bahwa unsur makro yang dibutuhkan kultur tersebut, lebih tinggi dari pada yang dibutuhkan oleh kultur tembakau. Tanaman sumber eksplan untuk kultur jaringan Menyediakan potongan daun bahan transfeksi plasmid-bakteri dilakukan dalam laminar flow cabinet Serpihan daun dimasukkan dalam suspensi Agrobacterium tumifaciens Produksi kalus pada lempeng daun eksplan. Bagian berwarna hijau menunjukkan sel yang berhasil hidup dari agen penyeleksi Pemotongan daun dari tanaman yang ditumbuhkan secara invitro, dilakukan dalam laminar flow cabinet Simpan satu malam (fase stasioner) kultur Agrobacterium tumifaciens Lempengan daun bersatu dengan media callus (CIM= callus induction media) dalam kultur sel, dicirikan dengan adanya bakteri (berwarna putih) yang tumbuh pada sisi daun Terjadi rangsangan tumbuhnya batang pada daun eksplan, terjadi dalam kondisi adanya agen penyeleksi Bagian batang yang terbentuk mulai memasuki media akar (RIM= root induction media Akar mulai tumbuh pada media akar karena adanya agen seleksi

Terjadi pertumbuhan akar dan batang secara ekstensif pada individu tanaman baru Tanaman sempurna hasil proses transgenik baru telah berkembang dalam tabung Gambar 9.7. Proses produksi tanaman transgenik Level dari unsur P, Ca, Mg dan S pada media untuk tumor matahari ini, ternyata sama dengan media untuk jaringan normal yang dikembangkan kemudian. Konsentrasi NO3 dan K+ yang digunakan memang lebih tinggi dari media White, tetapi masih lebih rendah daripada media-media lain yang umum digunakan sekarang. Perbaikan yang paling penting adalah pengembangan komposisi unsur makro yang universal, yang mendukung pertumbuhan semua jaringan. Dalam media ini ditambahkan amonium, dan konsentrasi NO3 dan K+ ditingkatkan. Media ini tidak saja menunjang pertumbuhan kalus, tetapi juga mendukung pembentukan pucuk dan embriogenesis pada banyak jenis tanaman yang dikultur secara in vitro. Tanaman lengkap di, lapangan dapat tumbuh dengan baik dalam larutan yang hanya mengandung N dari Nitrat. Tapi pada tahun 1922, Knudson yang bekerja dengan anggrek menemukan bahwa penambahan 7.6 mM NH4 disamping 8.5 mM NO3 sangat baik untuk perkecambahan dan pertumbuhan biji anggrek. Banyak akhli kultur aringan betpendapat bahwa Morel mungkin tidak akan berhasil mengorbitkan metode kultur jaringan untuk tujuan komersial, bila NH4+ tidak ditambahkan dalam medianya. NH4 ternyata dibutuhkan untuk perkembangan protocorm. Nitsch dapat dikatakan sebagai orang

pertama yang menggunakan NO3 dan K+ dengan kadar yang cukup tinggi didalam percobaannya pada kultur jaringan tanaman artichoke Jerusalem. Penambahan amonium khlorida sebanyak Tehnik pembenihan Tanaman 337

0.1 nM menghasilkan pertumbuhan jaringan yang menurun. Hereka mengambil kesimpulan, bahwa NH4+ tldak diperlukan dalam kultur jaringan. Tetapi pada waktu yang: bersamaan, Prof. Skoog dan grupnya menunjukkan bahwa NH4 sangat menunjang pertumbuhan kalus tembakau (Miller et al, 1956). Wood & Braun (1961) yang meneliti pertumbuhan sel dari jaringan normal dibandingkan dengan jaringan tumor pada tanaman Venca rosea (Catharanthus roseus), mendapatkan bukti-bukti tentang keuntungan penambahan amonium kedalam media White yang sudah dimodifikasi. Konsentrasi NO3, K+, NH4+, dan KH2PO4 yang diperoleh, hampir sama dengan yang dikembangkan oleh Miller. Gambar 9.8 Sumber explant dari daun, potongan explant dicuci klorox, explant steril ditanaman dalam wadah kultur, hasil kultur jaringan 1. Media MS. Penelitian perbaikan komposisi media di laboratorium Skoog, dikulminasikan dalam publikasinya tentang kebutuhan garam anorganik yang mendukung pertumbuhan optimum pada kultur jaringan tembakau. Media baru yang sudah diperbaiki itu disebut media Murashige & Skoog yang biasa dituliskan sebagai media MS. Media MS mengandung 40 mM N dalam bentuk NO3 dan 29 mM dalam bentuk NH4 Kandungan N ini, lima kali lebih tinggi dari N total yang terdapat pada media Miller, 15 kali lebih tinggi dari me dia tembakau Hildebrant, dan 19 kali lebih tinggi dari media White. Kalium juga ditingkatkan sampai 20 mM, sedangkan 1.25 mM unsur makro lainnya, juga dinaikkan sedikit. Walaupun unsur-unsur makro dalam media MS dibuat untuk kultur kalus tembakau, tetapi komposisi MS ini pada umumnya juga mendukung kultur jaringan tanaman lain. Dibandingkan dengan media-media lain, media MS

paling banyak digunakan untuk berbagai tujuan kultur. Pada tahun-tahun sesudah penemuan media MS, banyak dikembangkan media-media lain. Berdasarkan media MS tersebut, antara lain media: . Lin & Staba, menggunakan setengah dan komposisi unsur makro MS, dengan modifikasi 9 mM amonium nitrat yang seharusnya 10 mM bila setengah dari komposisi MS. Sedangkan KH2PO4 yang digunakan 0.5 mM, tidak 0.625 mM sebagai setengah, dari MS. Larutan garam makro Lin & Staba, kemudian digunakan oleh Halperin dalam penelitian embrio-genesis dari kultur jaringan wortel. Media ini, juga digunakan oleh Bourgin & Nitsch (1967) serta Nitsch & Nitsch (1969) dalam penelitian kultur anther. . Durzan et al (1973) membuat modifikasi media MS untuk. kultur suspensi sel White spruce dengan cara mengurangi konsentrasi K+ dan NO3 , tetapi konsentrasi Ca+2 nya ditingkatkan. . Chaturvedi et al (1978) mengubah media MS untuk kultur pucuk Bougainvillea glabra dengan menurunkan konsentrasi NO3 , K+, Ca+2, Mg+2 dan SO4-3 Meskipun unsur-unsur makro MS merupakan titik tolak pengenbangan media-media lain, tetapi dalam kasuskasus tertentu, pemakaian konsentrasi unsur-unsur makro yang lebih rendah dari pada konsentrasi yang terdapat pada media MS terbukti lebih baik. Telah ditunjukkan bahwa dalam media MS dapat terjadi pengendapan parsenyawaan. 338

Pengendapan ini tidak terlihat dalam media padat, tetapi terlihat jelas pada media cair. Kebanyakan dari persenyawaan yang mengendap adalah fosfat dan besi, kemudian dalam jumlah yang lebih sedikit adalah Ca, K, N, Zn dan Mn. Yang paling sedikit adalah C, Mg, K, Si, H, S, Ca dan Co. Setelah tujuh hari dibiarkan, maka kira-kira 50 % dari Fe dan 13% dari PO4+ mengendap (Dalton et al, 1983). Pengendapan unsur-unsur tersebut mungkin tidak penting, karena unsur-unsur tersebut masih tersedia bagi jaringan tanaman dan pengaruh pengendapannya belum diketahui. Untuk mengatasi pengendapan Fe, Dalton dan grupnya menganjurkan supaya konsentrasi Fe dikurangi sampai 1/3 dengan EDTA yang tetap. b) Media B5 Media B5 dikembangkan oleh Gamborg dan grupnya pada tahun 1968 untuk kultur suspensi kedelai. Pada masa ini media B5 juga digunakan untuk kulturkultur lain. Media ini dikembangkan dari komposisi PRL-4, yang juga dikembangkan pada tahun 1968. Media ini menggunakan konsentrasi HH4+ yang rendah, karena konsentrasi yang lebih dari 2mM menghambat pertumbuhan sel kedelai. Fosfat yang berikan adalah 1 mM, Ca+2 antara 1-4 mM, sedangkan Mg+2 antara 0.5 3. Gambar 9.9 Produksi benih vegetatif bawang (Alium sp.) secara kultur jaringan 2. Media SH Media Schenk & Hildebrant merupakan media ylng juga cukup terkenal, diintroduksi untuk kultur kalus tanaman monokotil dan dikotil. Konsentrasi ion-ion dalam komposisi media SH sangat mirip dengan komposisi yang dibuat oleh Gamborg et al, dengan perbedaan kecil yaitu level Ca+2, Mg+2, dan PO4-3 yang lebih tinggi. Schenk &

Hildebrant mempelajari pertumbuhan jaringan dari 37 jenis tanaman dalam media mereka dan mendapatkan bahwa: 32% dari species yang dicobakan, tumbuh dengan sangat baik, 19% baik, 30% sedang, 14% kurang baik, dan 5% buruk pertumbuhannya. Tetapi karena zat tumbuh yang diberikan pada. tiap jenis tanaman tersebut berbeda, maka hasil yang dipublikasi pada tahun 1972 ini sebenarnya sukar dipahami. Namun demikian, media SH ini; cukdp luas penggunaannya, terutama untuk legume. 3. Media WPM Media ini yang mempunyai kepanjangan Woody Plant Medium dikembangkan oleh Lloyd & Mc Cown pada tahun 1981, merupakan media dengan konsentrasi ion yang rendah pada jaman sesudah penemuan media MS. Media ini konsisten dengan media untuk tanaman berkayu yang dikembangkan oleh akhli lain, tetapi sulfat yang digunakan lebih tinggi dari sulfat pada media tanaman berkayu lain. Saat ini WPM banyak digunakan untuk perbanyakan tanaman hias berbentuk perdu dan pohon-pohon. 2) Unsur mikro dalam kultur jaringan Hara mikro: Fe, Mn, Zn, B, Cu Co, dan Mo adalah komponen protein sel tanaman yang panting dalam proses metaholisme dan proses fisiologi lain. Pentingnya Fe untuk tanaman telah diketahui sejak akhir abad yang lalu, sedangkan unsur-unsur lainnya barn diketahui pada tahun antara 1914-1939. Dalam kultur jaringanpun demikian pula. Tehnik pembenihan Tanaman 339

Pada mulanya, unsur mikro juga diragukan. Pada tahun 1922, Knudson yang menambahkan Fe dan Mn dalam media untuk perkecambahan anggrek, mendapatkan hasil yang sangat baik. Pada tahun antara 1934- 1939, Barthelot, Gautheret, dan Nobecourt menganjurkan pemakaian Cu, Co, Ni, Ti dan Be dalam media kultur. Pada tahun 1946, Hildebrant dan kawan kawannya menentukan kebutuhan B, Mn, Zn dan Fe yang optimum, untuk pertumbuhan kalus tanaman tembakau dan bunga matahari. Mo diperkenalkan oleh Buerk Holder dan Nicks pada tahun 1949. Percobaan Heller pada tahun 1953 merupakan percobaan yang jelas membuktikan pentingnya unsur Fe, B, Mn, Zn, dan Cu Dalam kultur wortel yang ditumbuhkan pada media Gautheret, Heller menemukan bahwa tanpa unsurunsur Fe dan sebagainya, kultur akan mati setelah 3-5 kali disubkultur. Bila salah satu dari unsur makro N, P, K, Ca, Mg, dan S dihilangkan dari media, maka kultur akan mati setelah disubkultur sebanyak 1-2 kali. Hasil ini menunjukkan kepentingan relatif unsur makro dan unsur mikro. Kultur akar juga dipergunakan untuk mempelajari keperluan hara mikro. Zn sangat diperlukan untuk pertumbuhan akar tomat yang normal (Eltinge & Reed, 1940 dalam George & Sherrington, 1984). Sedangkan tanpa Cu, pertumbuhan berhenti sama sekali seperti yang diulas Glasstone, 1947 (George & Sherrington, 1984). Dalam kultur kotiledon selada tanpa Mn, maka jumlah pucuk yang dihasilkan berkurang. Mn dalam level yang tinggi dapat merupakan kompensasi untuk Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistim enzime tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948. Kekurangan Boron mengurangi laju pertumbuhan kultur sel tebu, bunga matahari, dan wortel. Sebaliknya konsentrasi lebih tinggi dari 2 mg/l, bersifat meracun terhadap kultur. Dalam beberapa species ternyata terdapat

interaksi antara B dan auksin dalam pengaturan pengakaran pada percobaan stek. Unsur Seng, Aluminium, dan Nikel, tidak banyak dipeiajari efeknya terhadap pertumbuhan kultur. Untuk Seng, diketahui bahwa unsur ini dibutuhkan dalam sintesa tryptophan; sedangkan untuk Al dan Ni belum ada bukti- bukti yang cukup yang menyatakan bahwa unsur-unsur tersebut terlibat dalam metabolisme penting dalam sel. Unsur Al dan Ni jarang ditambahkan dalam formulasi media, hanya Heller dan beberapa peneliti lain yang menambahkan. Tetapi penambahan Al dan Ni tidak mempunyai pengaruh apaapa. Iodine juga merupakan unsur yang tidak diketahui kontribusinya dalam kultur jaringan tanaman, tetapi 65% dari komposisi media yang dikembangkan, menambahkan unsur ini. Penambahan ini dilakukan setelah White menyatakan bahwa iodine dapat memperbaiki pertumbuhan akar tomat yang dikultur secara in vitro. Dalam media Euwens yang dikembangkan pada tahun 1976 untuk kelapa, iodine yang ditambahkan 0.05 mM; nilai ini 10 kali lebih tinggi dari level yang terdapat dalam komposisi MS. b. Perkembangan Komposisi Vitamin Vitamin yang paling sering digunakan dalam media kultur jaringan tanaman, adalah thiamine (vitamin B1), nicotinic acid (niacin) dan pyridoxine (vitamin B6). Thiamine merupakan vitamin yang esensial dalam kultur tanaman. Penambahan nicotinic acid ke dalam jaringan media, banyak dilakukan setelah Bonner dan Devirian pada tahun 1939 menyatakan bahwa persenyawaan tersebut penting untuk kultur akar tomat, ercis dan lobak. Pada tahun yang sama peneliti Robbins dan Schmidt menemukan bahwa pyridoxin juga diperlukan dalam kultur akar tomat.

340

Dalam kultur suspensi sel clover dan kedelai. seperti Salix sp. tergantung dari myo-inositol. Myoinositol kemudian dipergunakan dalam komposisi Wood & Braun dan Hurashige & Skoog. Myoinositol ditemukan dalam air kelapa. Pantothenic acid juga ditemukan mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan beberapa jaringan tertentu. Asam amino Asam amino merupakan sumber N . Dan juga ada kemungkinan inkorporasinya dalam fosfoinositida dan fosfatidil inositol yang berperanan dalam pembelahan sel. Oleh karena itu sering dipandang sebagai golongan vitamin untuk tanaman. dan dalam jumlah kecil didalam agar pasta. peranannya melalui keikutsertaannya dalam lintasan biosintesa asamD-galakturonat yang menghasilkan vitamin C dan pektin. Penambahan myoinositol kedalam media. memperbaiki pertumbuhan dan morfogenesis. misainya dalam kultur Haworthia sp. bukanlah vitamin dalam kebutuhan fisiologis hewan. Banyak peneliti menemukan bahwa myoinositol mempengaruhi morfogenesis kultur. merangsang pembentukan kalus friable dalam kultur embrio jagung. Henurut George dan Sherrington. merangsang dispersi sel c. Pembentukan pucuk dalam Haworthia sp. Keuntungan penambahan myoinositol pertama kali ditunjukkan oleh Jacoulot dalam kultur kambium tanaman elm.95 mM. kemungkinan. bila konsentrasi yang digunakan antara 201000 mg/ml.Myoinositol yang kadang-kadang juga disebut mesoinositol atau inositol. Tetapi pantothenic acid tidak berdampak terhadap pertambahan jaringan wortel yang mungkin sudah disintesa dalam jumlah yang cukup dalam jaringannya. Penambahan dalam kultur jaringan tanaman pada konsentrasi 0. Vitamin E (tocopherol) merupakan anti-oksidan dalam jaringan manusia yang dapat merangsang sifat juvenil dalam fibroplast paru-paru.

Beberapa asam amino memang dibuktikan mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan kultur. Kedua asam amino tersebut mempunyai efek cooperasi dalam penghambatan. Ada beberapa asam amino saling . Pada kultur sel sycamore. L-cysteine misalnya. penambahan campuran asam amino seperti yang terdapat dalam casein hidrolisat tidak memberikan pengaruh yang nyata. ditemukan bahwa sel-sel menjadi panjang-panjang. Dalam media B5 yang dikembangkan oleh Gamborg dan grdpnya untuk pertumbuhan sel akar kedelai. Sebaiknya tidak menambahkan keduanya bersamasama. L-asparagine digunakan oleh Green dan Phillips (1974) untuk merangsang regenerasi dalam kultur jaringan jagung.mg/1. dalam media dengan komposisi garam anorganik yang tepat.. tetapi sel yang ditumbuhkan dalam media dengan nitrat. Sumber N yang berbeda ini memberikan pengaruh yang berbeda juga. karena dapat menghambat pertumbuhan walaupun pada konsentrasi yang rendah. Tapi Linsmaier dan Skoog pada tahun 1965 menemukan bahwa glycine tidak memperbaiki pertumbuhan kalus tembakau. Glycine merupakan asam amino yang ditambahkan sejak tahun 1939. Glycine merupakan komposisi tetap dalam banyak formulasi media dan diberikan dengan konsentrasi 2 . Lysine dan threonine merupakan asam amino yang harus digunakan secara hati-hati. penambahan Glycine lebih baik daripada ekstrak ragi. setelah White menunjukkan bahwa dalama kultur tomat. seperti yang dilaporkan.organik. mempunyai pengaruh mengurangi browning pada kultur jaringan tebu. tidak menunjukkan gejala yang demikian. Penambahan asparagin dan alanin merangsang pembentukan pucuk dalam kultur Torenia. Menurut Gamborg. tidak diperlukan penambahan bahan organik lain.

Tehnik pembenihan Tanaman 341 .

Level auksin dalam eksplan tergantung dari bagian tanaman yang diambil dan. Sel-sel ini disebut sel-sel yang habituated. lnteraksi dan perimbangan antara zat pengatur tumbuh yang diberikan dalam media dan yang diproduksi oleh sel secara endogen. Auksin digunakan secara luas dalam kultur jaringan untuk pertumbuhan kalus. 1) Auksin. Dalam kultur in vitro ada sel-sel yang dapat tumbuh dan berkembang tanpa auksin seperti sel-sel tumor. Auksin alamiah adalah Indole Acetic Acid (IAA). giberelin dan persenyawaan-persenyawaan lain juga ditambahkan dalam kasus-kasus tertentu. L-leucine dan DL-valine. Golongan zat tumbuh lain yang ditambahkan. tipe petumbuhan yang dikehendaki . tergantung dari: .antagonis terhadap sesamanya. mengubah level zat pengatur tumbuh endogen sel. Selain auksin dan sitokinin. Kemampuan jaringan mensintesa auksin . Zat pengatur tumbuh ini mempengaruhi-pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur sel. Zat Pengatur Tumbuh Dalam kultur jaringan.konsentrasi. seperti phenyl-alanine dan tyrosine. d. Jenis . jaringan. Selain itu juga dipengaruhi oleh musim dan umur tanaman. merupakan trigering factor untuk prosesproses yang tumbuh dan morfo-genesis. Pemilihan jenis auksin dan. jenis tanamannya. Penambahan auksin atau sitokinin eksogen. level auksin endogen . menentukan arah perkembangan suatu kultur. suspensi sel dan organ. dua golongan zat pengatur tumbuh yang sangat penting adalah sitokinin dan auksin. L-argine dan L-lysine. dan organ. Level zat pengatur tumbuh endogen ini kemudian.

-Dimethylallylaminopurine D525 Menghambat pemebntukan akar (2iP) K750 Memacu pembelahan sel Kinetin T888 Memicu dan pertumbuhan inisiasi Thidiazuron (TDZ) C279 Merangsang pertumbuhan dan pemecahan tunas tambahan N-(2-chloro-4-pyridyl)..Hormon Nama Produk Nomor Produk Number Fungsi dalam Kultur Jaringan Indole-3 -Acetic Acid Auxins I 885 Pembentukan akar (konsentrasi tinggi) Indole-3-Butyric Acid I538 Pembentukan batang (konsntrasi rendah) Indole-3-Butyric Acid.4-Dichlorophenoxyacetic Acid C213 Menghambat tunas tambahan (axillary) p-Chlorophenoxyacetic acid P717 Menghambat perpanjangan akar Picloram D159 Dicamba Cytokinins 6-Benzylaminopurine B800 Meningkatkan pembentukan batang 6-.Z125 Menghambat perpanjangan batang N Phenylurea Z899 Menghambat penuaan daun Zeatin 342 .. Potassium I530 Induksi somatik embrio Salt N600 Pembelahan sel a-Naphthaleneacetic Acid D299 Pembentukan dan pertumbuhan kalus 2.

Pengasaman dinding menyebabkan K+ diambil. Naphtoxy acetic acid (NOA).24 .04 . molekul RNA. berat nolekul 221. dengan berat nolekul 175. 2. berat molekul 186. perkembangan benih. dengan demikian dihasilkan batang yang pendek. Auksin sintetik yang sexing digunakan dalam kultur jaringan tanaman adalah: . Naphtaleine acetic acidi-naphtyl (NAA). mungkin melalui transkripsi.21 .4-dichlorophenoxy acetic acid (2. 4-Chlorophenoxy acetic acid (4-CPA). Abscisic Abscisic Acid A102 Merangsang pembentkan tuber Acid Merangsang pematangan embrio Memicu awal dormansi Polyamines Putrescine P733 Memicu kecepatan pemebtukan akar Spermidine S837 Memicu somatic embryogenesis Memicu pemebntukan batang (shoot) Pengaruh auksin terhadap pertumbuhan jaringan tanaman diduga melalui dua cara: . berat molekul 202.19 . Akibatnya air masuk ke dalam sel dan sel membesar . IAA. mempengaruhi metabolisme RNA yang berarti metabolisme protein. Menginduksi sekresi ion H+ keluar sel melalui dinding sel. dan pengambilan ini mengurangi potensial air dalam sel. Indole butyric acid (IBA). embrio dan tunas apikal Menghambat kecepatan pembentukan akar Paclobutrazol dan ancymidol menghambat sintesis gibberellin.Zeatin Riboside Gibberellins Gibberellic Acid G500 Merangsang perpanjangan batang Memecah dormansi.21 . .40). berat molekul 203.

Sitokinin yang pertama ditemukan.25 . Persenyawaan dari DNA tersebut sewaktu ditambahkan ke dalam media untuk tembakau.25.berat molekul 186. Seperti juga auksin. ternyata merangsang pembelahan sel dan diferensiasi sel. berat molekul 215.Golongan ini sangat penting dalam pengaturan pembelahan sel dan morfogenesis. sitokinin ada yang alamiah dan sintesis.46 . 4-Amino-3. Kinetin.04 . Zeatin.5. Kinetin diperoleh dari DNA ikan herring yang diautoklaf dalam larutan yang asam.60 . Sitokinin yang biasa digunakan dalam kultur jaringan : . Persenyawaan tersebut kemudian dinamakan kinetin. berat Tehnik pembenihan Tanaman 343 . berat molekul 241. adalah kinetin yang diisolasi oleh Prof.6-Dichloro anisic acid (Dicamba). (6-furfuryl amino purine). (4-hydroxyl 73-methyl-trans-2butenyl amino purine). berat molekul 255.49 . 2. berat molekul 219. atau 6-(t.t-dimetylallyl amino purine). 2iP (N6-2-isopentanyl adenine.4. berat molekul 221.5-trichloro acetic acid. Skoog dalam Laboratorium Botany di University of Wisconsin.6-trichloro picolinic acid (Picloram). . 3. IAA conjugate: IAA-L-alanine IAAGlycine 2) Sitokinin Golongan sitokinin adalah turunan dari adenine.

PBA (SD 8339): .25 3) Giberelin P enggunaan giberelin dalam kultur jaringan.molekul 203. gula. kadang-kadang membantu morfogenesis.21. berat molekul 28 2. 2C 1-4 PU: N (2-chloro-4 pyridyl)-Nph enylurea.6-C1-4 PU: N (2.69 . . berat molekul 247. 4) Zat Pengatur Tumbuh Yang Tidak Umum B .-9-(2rahydropyranyl)-9H-purine.phenylurea. 6(-benzylamino). dimana GA3 merangsang pembentukan pucuk dari potongan inflorescence. Berat molekul GA3 346. berat molekul 309. tanaman.26 .13 . 2. Tetapi dalam kultur kalus dimana pertumbuhan sudah cepat hanyadengan auksin dan sitokinin. berat molekul 225.01-0. berat molekul 22 0.38. Pengaruh positif giberelin ditemukan bit. maka penambahan giberelin sering m enghambat.5-5.10 mg/1 GA3 dikombinasikan dengan 0. Thidiazurin urea). Pada umumnya giberelin terutama GA3 menghambat perakaran.37 .6-dichloro-4 pyridyl)-N.0 mg/1 kinetin. Pertumbuhan kentang juga ba ik bila 0. BAP/BA (6-benzyl amino purine/6benzyl adenine).

4-D dan air kelapa terjadi reaksi sinergistik yang memacu pertumbuhan kalus Daucus c arota. Lin & Staba (1961) menemukan bahwa pada pertumbuhan kalus pe ppermint dan spearmint. Tetapi tidak semua auksin dan air kelapa mempunyai kerja sama yang sinergis. P enggunaan air kelapa pertama kali dilaporkan oleh van Overbeek pada tahun 1941 dalam kultur embrio Datura stramonium. Caplin & Steward memperoleh pertumbuhan kalus yang lebih baik pada media dengan 5% air kelapa dan casein hydrolysate dari pada media dengan IAA. juice tomat. kadangkadang dalam media kultur jaringan.4 . Pada tahun-tahun berikutnya. Penelitian yang lebih mendalam.eberapa persenyawaan yang mempunyai sifat mengatur pertumbuhan dan perkembangan jaringan tanaman misalnya: glyphosate (N-phosphonomethyl glycine) dapat digunakan untuk merangsang pucuk dalam kalus alfalfa bila ditambahkan bersama-sama auksin dan sitokinin. Gautheret menemukan bahwa air kelapa dapat digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan jaringan yang diisolasi dari cumber yang berlainan. dapat bersifat sinergis. Pada tahun 1948. ekstrak ragi. Steward dan Caplin (1951) mendapatkan bahwa antara 2. dan ekstrak pisang. Dikegulac dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah pucuk dalam kultur sweet chery. Auksin tertentu dan air kelapa. penambahan air kelapa dalam media yang mengandung 2. casein hydrolysate. Persenyawaan Organik Kompleks D isamping golongan persenyawaan organik yang konstitusinya jelas. persenyawaan kompleks yang dimaksud adalah: air kelapa. yang komposisinya dapat berbeda dari sumber yang satu dengan yang lainnya. bila dalam media juga diberikan auksin. ekstrak kentang. menemukan bahwa efek air kelapa pada pertumbuhan memjadi lebih baik. e. juga ditambahkan persenyawaan yang kompleks.

vitamin. antara lain: asam amino. 9-B-D ribofuranosyl zeatin ditemukan oleh Letham pada tahun 1968 (George & Sherrington 1984). dan zat pengatur tumbuh.-0 meningkatkan pertumbuhan kalus.benzothiazoleox yacetic acid tidak. gula. Zat pengatur tumbuh yang ditemukan dalam air kelapa antara lain : . B ahan-bahan yang terkandung dalam air kelapa. 344 . asamasam organik. purin. mineral. sedangkan dengan 2. gula alkohol. asam nukleat.

meningkatkan jumlah pucuk yang terbentuk-dalam kalus padi. Oleh karena itu mereka berpendapat bahwa ada persenyawaan lain yang penting dalam casein hydrolysat. 2) Ekstrak ragi Penggunaan bahan ini pada aural sejarah kultur jaringan dalam percobaanpercobaan pionir seperti yang dilakukan oleh Robbins dan White. (4) 2(3-methylbutyl-2-ethylamino) (Letham. dan ekstrak kentang. Penambahan casein-hydrolysat dalam media regenerasi padi. 1984). Bahan-bahan ini pada umumnya merupakan sumber gula. penambahan ekstrak ragi 800 mg/1 atau casein hydrolysat 200 mg/1 memperbaiki pertumbuhan kalus. Dalam hal ini. 1984). banyak . penambahan asap amino yang sama dengan asap amino dalam casein hydrolysat tidak menghasilkan pengaruh yang sama. . zat pengatur tumbuh. Dalam kultur jagung. Juice tomat dan ekstrak pisang. 3) Juice tomat. telah memperbaiki pertumbuhan akar. Sumber asap amino campuran yang relatif murah adalah casein hydrolysat dan ekstrak ragi. 1970 dalam George & Sherrington. ekstrak pisang. walaupun dalam media sudah ada ion amonium seperti media Linsmaier & Skoog. 1) Casein hydrolysat Dalam media yang tidak mengandung ion amonium. N-N-Diphenyl urea (Shantz & Steward.. Zeatin (Zwar & Bruce. untuk pertumbuhan kultur. vitamin. Penambahan asap amino dapat memperbaiki pertumbuhan can morfogenesis.5 gram/1 sampai 2 gram/1. 1955 dalam George & Sherrington. vitamin. dan asam amino. Ekstrak ragi juga menyumbangkan asam amino. 1984). . Casein hydrolisat diberikan dalam konsentrasi 200-500 mg/l. Konsentrasi yang digunakan dalam kultur berkisar antara 0. peptida. 1982 dalam George & Sherrington.

Perkembangan pemilihan jenis karbohidrat dimulai tahun 1945 oleh Gautheret. dan sebagainya. Dengan demikian. sedangkan manosa dan laktosa Tehnik pembenihan Tanaman 345 . Gula putih yang biasa digunakan untuk keperluan seharihari cukup memenuhl syarat untuk mendukung pertumbuhan kultur. nutrisi tanaman. banyak bahanbahan organik harus ditambahkan kedalam media untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Gautheret mendapatkan bahwa sukrosa adalah yang paling baik.digunakan untuk kultur embrio anggrek. lalu glukosa. bahan tanaman yang digunakan merupakan bagian kecil dari tanaman dan tidakmerupakan suatu sistim yang lengkap. Penambahan ekstrak kentang kedalam media. penambahan bahan-bahan yang undefined ini dihindarkan. Karbohidrat terutama gpla. Tetapi tidak dijelaskan tentang jenis kentang yang dipergunakan. Ekstrak kentang digunakan dalam kultur anther padi. kadang-kadang tidak dapat diulangi lagi. kecuali dalam media untuk tujuan yang sangat spesifik. f. merupakan komponen yang selalu ada dalam media tumbuh. maltosaa dan rafinosa. dengan nyata meningkatkan pertumbuhan kalus dan regenerasi anther beberapa jenis padi. Sumber Energi : Karbohidrat Didalam kultur jaringan. karena bahanbahan organik ini dapat berbeda bila varietas tanaman berbeda. Hasil yang diperoleh di suatu saat. Ekstrak kentang biasanya digunakan antara 10-30% dengan hasil terbaik 20%. Fruktosa dan galaktosa kurang efektif. Lingkungan tumbuh. mempengaruhi kandungan pesenyawaan tersebut. Dalam perkembangan komposisi media. ia membandingkan pengaruh berbagai jenis gula pada kultur jaringan wortel.

Hidrolisa sukrosa paling efektif. Kultur pucuk mulberry yang tidak dorman. Sedangkan penambahan sukrosa. konsentrasi gula dapat mencapai 12%.merupakan karbohidrat yang paling tidak efektif. sehingga dalam kisaran temperatur kultur agar akan berada dalam keadaan beku yang stabil .6 atm. Namun dalam kultur embrio. glukosa. Kombinasi yang lain adalah: sukrosa: 0. keuntungan dari pemakaian agar adalah: . Sebahagian besar potensi osmotik dalam media White disebabkan oleh gula. sedangkan dalam media MS hanya seten ah dari potensial osmotiknya disebabkan oleh. garam-garam 3. tidak merangsang pertumbuhan pucuk. Sukrosa dalam media dihidrolisa menjadi monosakharida se1ama masa kultur. agar membeku pada suhu < 45 oC dan mencair pada temperatur 100 oC.9 atm. Konsentrasi optimum sukrosa tergantung dari jenis kultur. tumbuh baik pada media dengan maltosa. dalam media dengan pH rendah. dan fruktosa. Pembelahan sel protonema Ceratodon purpureus dipengaruhi oleh Selain sebagai somber energi.2 atm. Pada umumnya urutan yang demikian berlaku untuk hampir semua tanaman. konsentrasi antara 2-4% merupakan konsentrasi yang optimum. Namun ada saja kekecualian dalam semua kasus. Pertumbuhan kalus Nicotiana glutinosa yang terbaik adalah bila potensial osmotik yang disebabkan adanya sukrosa dalam larutan: 2.7 atm. Dalam kultur kalus dan pucuk. Hidrolisa terjadi karena aktifitas enzim invertase yang terdapat pada dinding sel. adanya gula. Bahan Pemadat Bahan pemadat yang paling banyak digunakan agar. gula juga berfungsi sebagai tekanan osmotik media. dengan garam-garam lain memberikan 2. g.

Kekerasan media juga dipengaruhi oleh : .0%. 346 .. Untuk mencapai kekerasan gel tertentu. Konsentrasi agar yang terlalu tinggi dapat mengurangi difusi persenyawaan dari dan ke arah eksplan sehingga pengambilan hara dan zat tumbuh berkurang. penggunaan agar murni bukan suatu keharusan mengingat harga agar murni sangat tinggi. . Agar adalah campuran polisakharida yang diperoleh dari beberapa species algae. pada umumnya hanya 2 gram per liter media. selama 24 jam dalam aquadest. Kekerasan media pada umumnya meningkat secara linier pada pertambahan konsentrasi agar. Agar kemudian dibilas dengan ethanol dan dikeringkan dalam oven pada 60° C selama 24 jam. Jenis agar yang dipakai.1. Penambahan arang aktif Dalam perbanyakan komersil dan percobaan-percobaan yang tidak dimaksudkan untuk mempelajari metabolisme sel. . Konsentrasi agar yang diberikan berkisar antara 0. tetapi yang diisolasi dari organisme mikro lain. pH media h. pemakaian gelrite lebih rendah dari agar. Bahan-bahan yang tidak diinginkan dari agar. tidak dicerna oleh enzim tanaman . Beberapa sifat gelrite yang berlainan dengan agar adalah bahwa : . Selain agar. Gelrite yang diproduksi oleh Kelco. akhir-akhir ini dikembangkan suatu zat pemadat lain yang juga merupakan polisakharida. sedangkan zat penghambat dari eksplan tetap berkumpul di sekitar eksplan. tidak bereaksi dengan persenyawaan penyusun media.. merupakan polisakharida dari bakteri Pseudomonas sp. dapat dimurnikan dengan jalan merendam agar.6. Gefrite membentuk gel yang lebih bening dari agar.

.

Membantu embrio-genesis kultur dalam media regenerasi. Merangsang perakaran dengan mengurangi tingkat cahaya Arang aktif ditambahkan dengan konsentrasi yang variasi dari 0. KCl. pengaruh arang aktif adalah sebagai berikut: 1) Menyerap senyawa toxin yang terdapat dalam media yang dapat menghambat pertumbuhan kultur terutama: . . Arang aktif dapat ditambahkan kedalam media pada berbagai tahap perkembangan Bahan ini dapat ditambahkan pada media inisiasi. Garam NaCl dan KCl menurunkan kekerasan tetapi MgCl2 dan CaCl2 meningkatkan kekerasan gel. Persenyawaan 5-hidroksimetil furfural yang diduga terbentuk dari gula yang berada dalam larutan asam lemah dan mengalami pemanasan dengan tekanan tinggi (Kitsch et al. tanpa auksin. Arang aktif adalah arang yang sudah dipanaskan beberapa jam dengan menggunakan uap atau udara panas. . Mencegah pertumbuhan kalus yang tidak diinginkan.6 X. atau media perakaran. tergantung dari jenis kulturnya. Namun kekerasan gel dari gelrite sangat dipengaruhi oleh kehadiran garam seperti NaCl. Penambahan arang aktif dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan kultur.6H2O dan CaCl2. 1968). . Secara umum. Bahan ini mempunyai adsorpsi yang sangat kuat. Menyerap zat pengatur-tumbuh sehingga: . media regenerasi.. seperti dalam androgenesis dan pucuk yang ingin diakarkan. Senyawa fenolik dari jaringan yang terluka waktu inisiasi. . mungkin dengan betindak sebagai sink yang menarik auksin dari dalam sel sehingga enbriogenesis dapat terjadi .5 0. MgCl2.

0 dalam media yang belum disterilkan. biasa dilakukan dengan menggunakan NaOH (atau kadang-kadang KOH) atau HCl pada waktu semua komponen sudah dicampur. Sekalipun media sudah ditepatkan.8. juga harus mempertimbangkan faktor-faktor: . Dalam media yang ditambahkan arang aktif. Pengaturan pH. Pengambilan (uptake) dari zat pengatur tumbuh dan garam-garam lain . Efisiensi pembekuan agar. baru diadakan Tehnik pembenihan Tanaman 347 . Sel-sel tanaman membutuhkan pH yang sedikit asam berkisar antara 5. Tanaman Ericaceae seperti Rhododendron ditemukan tumbuh lebih baik dalam media 4. beberapa saat sebelum disterilkan dengan autoclave. Pengaturan pH selain memperhatikan kepentingan fisiologi sel. seringkali setelah sterilisasi pH-nya berubah. Murashige dan Skoog menyarankan agar dilakukan pemanasan untuk melarutkan agar-agar dan memanaskan media didalam autoclave selama beberapa menit. Untuk mencapai pH sekitar 5. botol media harus sering dikocok agar mulai membeku.7 -5. 1984) membuat pH 7.9. Pada umumnya terdapat penurunan pH setelah disterilkan dalam autoclave. harus diusahakan agar arang aktif terbagi rata dalam media. Sesudah sterilisasi dalam autoclave. Kelarutan dari garamHgaram penyusun media . Derajat keasaman media Faktor penting lain yang juga perlu mendapat perhatian. adalah pH yang harus diatur sedemikian rupa sehinga tidak mengganggu fungsi membran sel dan pH dari sitoplasma. Untuk menghindarkan perubahan pH yang cukup besar. i. Mann dan grupnya (dalam George dan Sherrington.tergantung dari tujuan.5.5-5.

pH. Cara lain yang dilakukan adalah penetapan pH setelah media disterilkan dalam autoclave. . . Media dasar B5 untuk kultur sel kedelai. dan legume lain. Setelah itu media di-tuang ke dalam wadah kultur steril yang telah dipersiapkan di dalam laminar air flow cabinet. 9.menetapar. . Penambahan KH2PO4 sendiri tidak efektif sebagai buffer. Media dasar Vacin dan Went yang biasa digunaan untuk kultur jaringan anggrek. alfafa. Beberapa media.4 Beberapa Komposisi Media Pada umumnya media kultur jaringan dibedakan menjadi media dasar dan media perlakuan. digunakan untuk hampir semua jenis kultur. Media dasar Murashige dan Skoog (1962) yang dac. Penamaan resep media dasar umumnya diambil dari nama penemunya atau peneliti yang menggunakan pertama kali dalam kultur khusus dan memperoleh suatu hasil yang panting artinya.dasar yang banyak digunakan antara lain: . Dalam wadah yang besar. sumber energi dan vitamin. Banyak peneliti menyarankan untuk menambahkan KH2PO4 dan KH2PO4 dalam media. Cara ini juga diguna}can pada penelitian yang menggunakan media dengan pH rendah untuk tujuan seleksi. Media dasar Nitsch dan Nitsch yang . terutama pada tanaman herbaceus. Penambahan asam amino seringkali juga bersifat sehagai buffer organik. Media dasar White (1934) yang sangat cocok kultur akar tanaman tomat . Dalam teknik kultur jaringan dikenal puluhan macam media dasar. Resep media dasar adalah resep kombinasi zat yang mengandung hara esensial (makro dan mikro). media disterilkan dan kemudian dititrasi dengan Na0H/HC1 steril sampai pH yang diinginkan. untuk tindak sebagai buffer.

. Bahan yang telah ditimbang. kemudian dipindahkan ke dalam labu takar 1 liter yang telah dibilas dengan aquadest. Gelas piala dibilas dengan aquadest dan air bilasan dituang ke dalam labu takar (sebaiknya bilaslah dengan 50 . dimasukkan ke dalam gelas piala bersih yang sudah berisi aquadest atau air bebas ion kira-kira 700 ml. . Media N6 untuk serealia terutama padi Dari sekian banyak media dasar yang paling sering dan banyak digunakan adalah komposisi media dari Murashige dan Skoog.7H2O dam Na2EDTA . . Larutan stok A untuk persenyawaan NH4NO3.2H2O. Kadang-kadang untuk kultur tertentu. Biasanya larutan stok hara dibuat dalam beberapa macam dan diberi nama sebagai berikut : . . kombinasi zat kimia dari Murashige dan Skoog masih tetap digunakan tetapi konsentrasi yang diubah. Larutan stok D untuk persenyawaan MgSO4. sebagai contoh media 1/2 MS. Larutan dibuat dalam bentuk larutan stok campuran.biasa digunakan dalam kultur tepung sari (pollen) kultur sel. Medium khusus tanaman berkayu atau Woody Plant Medium (WPM). Kemudian diaduk hingga larut merata. Larutan stok C untuk persenyawaan CaCl2. . Media dasar Schenk dan Hildebrandt (1972) yang cocok untuk kultur jaringan tanaman-tanaman monokotil. Larutan. . berarti konsentrasi persenyawaan yang digunakan adalah setengah konsentrasi Media HS. Larutan Stok A.7H2O dan KH2PO4. Larutan stok B untuk persenyawaan KNO3. 1 liter (50 kali konsentrasi) Menimbang persenyawaan NH4NO3 sebanyak 83. .50 gram. Larutan stok E untuk persenyawaan FeSO4.

Kemudian 348 .ml aquadest 2-3 kali).

pembuatan media selanjutnya hanya dengan teknik pengenceran dan pencanpuran saja. Penggunaan larutan stok menghemat pekerjaan menimbang bahan yang berulang-ulang setiap kali membuat media. Untuk membuat 1 liter media. stok mikro.ditambahkan aquadest hingga volume' larutan tepat pada 1 liter. ada juga yang lengkap sampai hormon dan gula. dibutuhkan 20 ml larutan stok A. bila dapat disimpan ditempat yang bertemperatur rendah dan gelap. Dalam pembuatan media. stok vitamin dan stok hormon terutama bila larutan stok tidak disimpan ter-lalu lama (segera digunakan habis). Larutan stok. . Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan larutan stok adalah penyimpanan (daya simpan) larutan. a. juga kadang-kadang timbangan yang dibutuhkan untuk menimbang jumlah kecil tidak tersedia dalam laboratorium. Dengan adanya larutan stok. Tergantung dari jenisnya. stok Fe. Setiap larutan stok dapat dipergunakan untuk kira-kira 50 liter-media. Stok hormon dapat disimpan antara 2-4 minggu. maka pemisahan komponenkomponen penyusun media perlu dilakukan. diberi label A dan ditutup rapat. ada yang hanya mengandung garam makro dan mikro serta vitamin. Pembuatan Media Dewasa ini beberapa media kultur jaringan dapat dibeli dalam bentuk bubuk yang telah dipersiapkan. lalu dipindahkan ke dalam erlenmeyer/botol reagent ukuran 1 liter yang bersih. bahkan larutan stok mikro dapat dipergunakan sampai 200 liter media. Selain itu. sedangkan stok hara dapat disimpan 4-8 minggu. Pembuatan larutan stok berdasarkan pengelompokan dalam stok makro. tapi untuk suatu penelitian yang memerlukan perubahan komposisi dalam satu atau beberapa komponen. Formula ini memang memudahkan pekerjaan. langkah pertama adalah membuat stok dari media terpilih.. Larutan telah jadi. Larutan stok A dapat disimpan pada suhu kamar.

Oleh karena itu pengendapan larutan dapat dihindari dengan membuat larutan yang tidak terlalu pekat atau tidak menggunakan larutan campuran. Kondisi simpan juga perlu diperhatikan. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang persenyawaan CaCl2. kemungkinan hal tersebut akan mempercepat pengendapan larutan. larutan dipindahkan ke dalam gelas erlenmeyer 1 liter. Stok C. karena ada beberapa bahar yang tidak tahan dalam suhu tinggi atau cahaya. serapat mungkin. Setelah volume larutan diterakan 1 liter. Larutan diaduk hingga larut merata. Oleh karena itu sebaiknya dibuat dalam larutan stok tunggal. Larutan stok kadang-kadang ditumbuhi mikroba. dilarutkan dalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest. Jenis anion senyawa sumber unsur hara makro tidak sama. Stok hara makro Senyawa-senyawa sumber unsur hara makro diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. tidak dapat digunakan lagi. Untuk membuat 1 liter media diperlukan 20 ml larutan stok B. Pengendapan larutan stok umumnya terjadi bila kepekatan larutan terlalu tinggi.Larutan yang sudah mengalami pengendapan. Larutan stok yang terkontaminasi mikroorganisme ini. 1 liter. Timbang persenyawaan KNO3 sebanyak 95 gram. kemudian dilarutkan Tehnik pembenihan Tanaman 349 . Larutan dituang ke dalam labu takar 1 liter seperti pada proses pembuatan larutan stok A.H2O sebanyak 44 gram. kemudian. Oleh karena itu kondisi simpan harus dijaga kebersihan dan tempat (wadah) larutan harus diusahakan. Larutan Stok B. diberi label "B". b. juga tidak dapat digunakan lagi. yaitu dengan menbuat satu larutan stok hanya untuk satu jenis bahan (terutama untuk unsur hara makro). ditutup rapat dan disimpan dalam kondisi suhu kamar.

Karena larutan Fe ini peka terhadap cahaya.dalam 700 ml aquadest dalam galas piala 1 liter. Unsur hara mikro sangat sedikit diperlukan dalam pembuatan media. Kedua bahan tersebut dilarutkan secara terpisah dalam kira-kira 350 ml aquadest.57 gram FeSO4. Untuk membuat 1 liter media MS. larutan dibiarkan mendingin dahulu hingga suhu kembali ke suhu kamar. Larutan Na2EDTA dipanaskan hingga 40-60°C selama beberapa menit.suhu kamar. Larutan stok C dapat disimpan dalam kondisi seperti larutan stok A dan B.7H2O dan diaduk hingga tercampur merata. Stok D. maka perlu diselubungi aluminium foil pada erlenmeyer/botol penyimpannya. Setelah volume tepat 1 liter. kedua persenyawaan dituangkan dalam satu labu takar 1 liter. 1 liter (200 kali konsentrasi): Timbang 5. . Larutkan secara terpisah easing-easing persenyawaan dalam 350 ml aquadest. tetapi lebih baik disimpan dalam lemari es. masukkan larutan campuran itu ke dalam labu takar. dibutuhkan 10 ml larutan stok D Larutan stok E. Biarkan hingga suhu kembali ke suhu kamar. Stok hara mikro. Setelah larut.7H2O dan 7. Dalam 1 liter media MS.H2O dan 17 gram KH2PO4.45 gram Na2EDTA. Setelah suhu kembali ke suhu kamar. pindahkan ke dalam erlenmeyer/botol 1 liter yang bersih dan seluruh sisinya sudah tertutup aluminium foil. Untuk membuat media MS 1 liter. ulangi proses pembuatan stok terdahulu. ulangilah proses seperti pembuatan larutan stok A dan B. kemudian tambahkan larutan FeSO4. Larutan stok D dapat disimpan dalam kondisi suhu kamar. c. Setelah mendingin. Oleh karena itu sebelum ditempatkan volumenya. Persenyawaan kalsium-klorida akan membebaskan kalor bila dilarutkan dalam air. diperlukan 10 ml larutan stok C. Larutan stok E dapat disimpan dalam kondisi. gunakan gelas piala 1 liter. Proses selanjutnya sama seperti pada pembuatan stok sebelumnya. diperlukan 5 ml larutan stok E. 1 liter (100 kali konsentrasi): Timbang 37 gram persenyawaan MgSO4.

harus disimpan di dalam lemari es dan sebaiknya dalam membuatnya . Vitamin dan zat pengatur tumbuh.2H20 50.6H20 5.5H20 5. baru dimasukkan ke dalam labu takar 1 liter dan volume ditempatkan 1 liter dengan menambah aquadest.0 mg Masukkan bahan satu per satu kedalam gelas piala 1 liter yang telah berisi 700 ml aquadest. Bahan-bahan organik. Selain itu zat organik dalam bentuk larutan mudah mengalami perubahan.0 mg KI 166.0 mg H3B03 1240. Setelah semua bahan larut.0 mg Na2MoO4. ditutup rapat dan disimpan pada suhu kamar.0 mg CoCl. Satu liter media MS hanya memerlukan 5 ml larutan stok F.0 mg ZnSO4. baru disusul oleh bahan berikutnya. Setiap memasukkan bahan diikuti dengan pengadukan agar larut.7H20 1720. Oleh karena itu larutan stok unsur hara mikro dapat dibuat sebagai stok campuran. umumnya peka terhadap suhu tinggi dan cahaya. Cara membuat larutan stok hara mikro dapat dirinci sebagai berikut: Timbang bahan-bahan sumber hara mikro dengan menggunakan timbangan analitik dalam jumlah sebagai berikut: Nama Senyawa Berat MnSO4.H20 3380.0 mg CuSO4. Oleh karena itu larutan stok vitamin dan zat pengatur tumbuh. merupakan bahan-bahan kimia organik. Larutan yang telah jadi selanjutnya dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan diberi label F. sehingga:tidak awet.Biasanya larutan hara makro dibuat dengan kepekatan 200 kali konsentrasi akhir media dan bahan yang diperiukan masih cukup kecil jumlahnya.

350 .

Proses penimbangan zat pengatur tumbuh untuk larutan stok. lalu disimpan dalam lemari es. berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok zat pengatur tumbuh dengan kepekatan 1 mg/ml sebanyak 100 ml.buh merupakan perlakuan dalam media kultur jaringan. Larutan yang telah jadi. Untuk membuat larutan stok. 1) Larutan stok auksin Timbang bahan sebanyak 100 mg. kemudian volume labu ditepatkan sampai 100 ml dengan menambahkan aquadest. pyridoxine HCl 0. Setelah larut merata. kemudian dipindahkan ke botol 100 ml.1 mg. sulit digeneralisasikan. Usahakan volume tidak melebihi 50 ml. B iasanya larutan stok zat pengatur tumbuh dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml. d. hanya membutuhkan 1 mllarutan stok vitamin.5 mg dan glycine 2. Khusus myo-inositol. karena biasanya zat pengatur tum. Bila vitamin bukan merupakan vitamin yang sama. kemudian dipindahkan ke dalam . Labu takar kemudian dikocok hingga semua bahan larut merata. nicotinic acid U. umumnya hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. e.tidak usah banyak-banyak agar cepat habis terpakai.5 mg. Setelah larut merata.kemudian dituangkan ke dalam gelas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. ditutup rapat. Sebagai contoh akan dibuat media dasar yang memerlukan thiamine HCl 0. hati-hati dalam membilas bahan yang dimasukkan ke labu.0 mg per liter media. dibuat larutan stok tunggal dengan kepekatan 100 kali konsentrasi akhir media. Sambil diaduk-aduk teteskan sedikit larutan NaOH 1 N dengan hati-hati hingga bahan larut benar-benar. Larutan stok vitamin. Sebagai contoh. diberi label. sebanyak 100 ml. Larutan stok zat pengatur tumbuh Zat pengatur tumbuh. Satu liter media yang dibuat. maka larutan stok vitamin dapat dibuat' sebagai stok campuran. umumnya dibuat 1000 kali konsentrasi akhir.

larutan dipindahkan ke dalam labu takar 100 ml untuk ditepatkan volumenya pada 100 ml. yaitu 1-10 mg/ml. Larutan yang telah ditepatkan volumenya itu dipindahkan ke dalam erlenmeyer 100 ml. dengan menambahkan aquadest. Untuk membuat 1 liter media. dalam jumlah sedikit (100 ml). atau dengan pemanasan larutan awal (larutan sebelum diterakan dalam labu takar) selama beberapa menit hingga bahan benarbenar larut (menjadi jernih). Sebagai pengganti larutan NaOH. dapat digunakan bahan pelarut alkohol 40%. ditetesi dengan larutan HCl 1 N dan dipanaskan sebentar hingga bahan benar-benar larut (menjadi jernih). Larutan yang telah jadi dipindahkan ke dalam botol simpan 100 ml. ditutup rapat dan diberi label untuk seterusnya disimpan dalam lemari es. ditutup rapat. kebutuhan larutan stok zat pengatur tumbuh bergantung kepada konsentrasi yang digunakan (perlakuan zat pengatur tumbuh). sitokinin sebaiknya dibuat stok. Bila perlakuan zat pengatur tumbuh (auksin) yang digunakan 1 ppm maka dibutuhkan 1 ml. Timbang kinetin 100 mg dan tuang ke dalam galas piala 100 ml yang berisi 70 ml aquadest. bila 2 ppm diperlukan 2 dan seterusnya. Setelah larut dan dingin.labu takar 100 ml. diberi label dan disimpan dalam lemari es. Berikut ini diuraikan pembuatan larutan stok kinetin 1 mg/ml sebanyak 100 ml. Tehnik pembenihan Tanaman 351 . Bila 1 ml larutan stok ini ditambahkan dalaa pembuatan 1 liter media akan memberi perlakuan kinetin 1 ppm. Umumnya kepekatan yang digunakan hampir sama dengan auksin. Sambil diaduk-aduk. 2) Larutan stok sitokinin Seperti auksin. dan volume ditepatkan 100 ml dengan menambahkan akuades.

Untuk itu perlu diketahui benar-benar volume kebutuhan larutan stok masing-masing. atau menggunakan bahan pelarut alkohol 40%. dilakukan dengan metode pengenceran.Ketentuan pembuatan larutan stok auksin dan sitoinin ini dapat berlaku umum untuk golongan zat pengatur tumbuh yang lain. Stok vitamin dan zat pengatur tumbuh. takar. Cara membuat media dengan larutan stok. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada larutan stok: . akan dibuat 1 liter media MS dengan perlakuan 1 ppm NAA dan 2 ppm kinetin. tidak boleh digunakan lagi (dibuang). . . dapat dibantu pelarutannya dengan menambahkan rapa tetes larutan HCl 1 N. jadwal pembuatan media. Oleh karena itu sebelum membuat larutan stok. harus dibilas dulu dengan aquadest. tempatkanlah pada rak penyimpanan secara terbalik supaya kering dan bagian dalamnya tidak berdebu. atau dengan pemanasan. dan semua sarana pembuatan media harus benar-benar sudah siap. atau dengan pemanasan. Semua alat-alat gelas (alat ukur. Sedangkan zat pengatur tumbuh yang bereaksi basa seperti golongan sitokinin. wadah) sebelum dipergunakan untuk membuat larutan. Setelah selesai digunakan atau sebelum digunakan lagi. Bila tidak digunakan lagi. Zat pengatur tumbuh yang bereaksi asam seperti auksin dan giberelin. Larutan stok unsur hara. sebagai contoh. harus pula segera dibilas dengan aquadest. sebaiknya tidak disimpan lebih dari dua bulan sebelum dipergunakan. . dapat dilarutkan dengan bantuan menambahan larutan NaOH (basa). sebaiknya digunakan segar (kurang dari 2 minggu). Larutan stok yang telah mengalami pengendapan dan yang sudah ditumbuhi mikroorganisme. harus ditentukan dahulu kebutuhan media. .

Bilas lagi 3 kali dalam aquadest. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus.Media yang dibuat adalah media padat dengan 0.8% agar dan mengandung 3% gula sukrosa).Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. dan batang muda. hipokotil. Bagian ujung eksplan yang keluar dari larutan sterilisasi. meliputi dikotil berdaun lebar. Bilas dengan aquadest steril. Inisiasi dapat dilakukan melalui akar. Tahapannya adalah sebagai berikut. Tahap awal adalah proses persiapan eksplan. daun. dipotong ambil bagian kambium dan tanam di dalam larutan 77:2 media ES dengan hormon 2. di dalam media MS. Suatu contoh prosedur dalam inisiasi kultur kalus. seiama 10 menit. tunas tersebut disubkultur dalam media multiplikasi (MS+BAP) dan beberapa komponen organik lainnya. kupas kulit luarrnya. Setelah terbentuk tunas.5 Inisiasi tunas Inisiasi adalah proses memulai suatu kegiatan kultur jaringan. pakis. 352 . Rendam dalam larutan clorox 20X. monokotil gymnospermae. kotiledon. dapat diperoleh dengan menumbuhkan potongan wortel dekat lingkaran kambium. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. Eksplan yang telah disterilkan dikulturkan dalam media kultur (MS+BAP). dan jaringan meristemlainnya. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula. lalu iris dalam potongan kecil. 9.4-D. Wortel yang segar dan yang kotor cuci wortel dengan detergent. Bagian tanaman seperti embrio muda. Sterilkan dalam alkohol 70% selama 1 menit. dan juga moss.

.

Untuk melihat sel.05% w/v). agar 8 gr/l. Periksa kultur setelah satu minggu. adalah berat basah kalus. Kultur diletakkan pada rak terbuka di dalam ruang kultur dengan temperatur rata-rata 250C dalam diffuse light. Tiga eksplan ditanam dalam satu botol media. Untuk itu parameter pertumbuhan yang digunakan untuk pengaruh media. atau keduaduanya. seringkali dijumpai . dan faktor-faktor lain. gunakan media MS yang diberi tambahan 2. lalu ditutup dengan aluminium foil. kode media. Setelah 4 minggu. Dalam kultur kalus yang hanya membentuk akar. setelah sel itu diberi larutan toluidine blue (0. Untuk media yang tidak terkontaminasi dipergunakan untuk inisiasi kultur. dan tanggal tanam. Regenerasi tanaman dapat melalui organogenesis atau embriogenesis. untuk melihat perkembangan kultur. Dalam organogenesis. dan diameter kalus 9. Ketiga eksplan ini dianggap sebagai satu unit percobaan. Setelah dipanaskan untuk melarutkan agar. eksplan. berat kering kalus. media disimpan dulu selama 3 hari dalam keadaan gelap. kalus dapat membentuk akar atau tunas. atau dipindahkan ke media lain untuk diregenerasi menjadi tanaman. sukrosa 30 gr/1. dapat dipindahkan ke media cair untuk inisiasi kultur suspensi sel.6 Kultur Suspensi Sel Kalus yang diperoleh dari kultur kalus. Kultur diberi label yang berisi keterangan tentang jenis tanaman. bagian yang diambil. Setelah diautoclave.4-D 1 mg/l.Mempersiapkan media dan lingkungan kultur. dapat dipergunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 1000 kali. Lakukan pengamatan pertumbuhan kalus. kalus yang friable dapat disubkultur pada media baru. media dimasukkan ke dalam botol 75 ml masing-masing 15 ml.

Inisiasi kultur dari kalus. maka kemungkinan induksi akar lebih mudah. Sel untuk studi hubungan hostpatogen adalah fitopatologi . Sel-sel untuk protoplasma . Sel-sel yang akan diberi perlakuan mutagen kimia . Sedangkan dalam embryogenesis. Sedangkan dalam segi praktisnya.kesulitan untuk memperoleh pucuk dari akar tersebut. kultur suspensi sel dipergunakan sebagai sumber: . serta diferensiasi sel. Kalus yang segar kirakira 200 . Penanbahan auksin dalam suspensi menghasilkan kultur sel yang terpisah (dispersed). Kultur suspensi sel merupakan suatu sistem yang sesuai untuk mempelajari metabolisme sel. Gambar 9.10 Pengamatan pertumbuhan kalus Tetapi bila regenerasi terjadi melalui pembentukan tunas terlebih dahulu. Sel-sel untuk media seleksi.250 mg dapat dipindahkan ke 40 ml media cair dalam botol erlenneyer 125 ml. pengaruh berbagai persenyawaan pada sel. Massa untuk produksi bahan-bahan sekunder . dan merupakan suatu sistem tertutup (closed system) yang tidak berhubungan dengari jaringan asalnya. Kultur suspensi dikocok supaya: Tehnik pembenihan Tanaman 353 . Kultur kemudian diletakkan pada shaker dan dikocok dengan kecepatan 90-100 rpm secara terus menerus. merupakan cara yang paling sederhana dan banyak dilakukan. pembentukan pucuk dan akar sudah terintegrasi dalam satu sumber.

terjadi pertambahan biomass yang mengikuti pola sigmold. Pemecahan gumpalan se1 menjadi agregat kecil dan sel tunggal. Persenyawaan N. tetapi dengan konsentrasi hara yang berubah sesuai dengan tingkat pertumbuhan sel. Dalam kultur ini terdapat sistem untuk sirkulasi mengeluarkan media lama dan ditambah dengan media yang baru. Perbanyakan dilakukan dengan memindahkan sejumlah kecil sel dan disubkultur pada media baru. . Kultur continuous merupakan kultur sel jangka panjang dengan suplai hara yang konstan dalam wadah yang besar. sel berhenti membelah karena kehabisan hara dan akumulasi metabolik yang toxic. Setelah mencapai fase ini. Dalam kultur sel continuous terdapat dua tipe.. Pertukaran gas antara media dan udara. hanya media yang disirkulasi. diatur sedemikian rupa pada suatu level yang tetap untuk mengatur populasi sel yang tertentu. kultur batch harus diperbarui/diperbanyak. continuous. misalnya kadar N. atau glukosa. Selama masa inkubasi. P. Tipe kultur contnuous yang terbuka dapat menggunakan chemostat atau turbidostat. Dalam suspensi sel dikenal dua kelompok kultur. atau glukosa. yaitu: kultur batch dan. sel bertambah terus tanpa dipanen. . Distribusi sel yang merata dalam media. Kultur sel batch adalah kultur dalam media hara dengan volume tetap. Sebagai contoh: misainya kultur berisi 20-75 ml media. Chemostat menggunakan standard konsentrasi bahan-bahan kimia tertentu yang mengatur laju pertumbuhan. yaitu tipe tertutup (closed type) dan tipe terbuka (open type) Dalam tipe tertutup. Pada tipe kultur continuous dengan .Setelah mencapai suatu masa tertentu. penapbahan media baru disertai juga dengan panen sel. Sedangkan pada tipe terbuka. P.

Gambar 9. Setelah tunas mencapai jumlah yang diinginkan. Untuk biakan (tunas) yang telah responsif stater cultur. Multiplikasi dilakukan secara berulang sampai diperoleh jumlah tanaman yang dikehendaki. gigitan atau tusukan serangga dan 354 . akan dikeluarkan. Setiap siklus multiplikasi ber-langsung selama 2 3 bulan.11 Multiplikasi tanaman 9.yang sudah ditentukan. Kalus adalah suatu kumpulan sel amorphous yang terjadi dari sel-sel jaringan yang membelah diri secara terns menerus. diatur jumlah tertentu. dalam periode tersebut dari 1 tunas dapat dihasilkan 10-20 tunas baru.7 Multiplikasi. yang diukur dengan turbiditas. biakan dipindahkan (dikulturkan) pada media perakaran. Dalam keadaan in vivo. sesuai dengan kapasitas laboratorium.turbidostat. kalus pada umumnya terbentuk pada bekasbekas luka akibat serangan infeksi mikro organisme: Agrobacterium tumefaciens. Kerapatan biomass yang melebihi turbiditas. Kultur suspensi sel dapat diinisiasi dari kalus.

Kultur kalus bertujuan untuk memperoleh kalus dari eksplan yang diisolasi dan ditumbuhkan dalam lingkungan terkendali. 12 Produksi tanaman kultur jaringan secara komersial Kalus diharapkan memperbanyak dirinya secara terus menerus. Jaringan yang tidak perlu auksin dan sitokinin. Sel-sel penyusun kalus adalah sel-sel parenkhima yang mempunyai ikatan yang renggang dengan sel-sel lain. Jaringan yang memeriukan auksin dan sitokinin selain gula dan garamgaram mineral seperti: empulur tembakau. Jaringan yang memerlukan hanya sitokinin. Jaringan tanaman yang membutuhkan hanya auksin selain gula dan garam-garam mineral untuk dapat membentuk kalus seperti: umbi artichoke. . serupa dengan kejadian pencangkokan dan penyetekan. Pembentukan kalus pada eksplan yang ada nkambium ini. . kalus dapat dihasilkan dari potongan organ yang telah didalam media yang mengandung auksin dan kadang-kadang juga sitokinin. Kalus juga dapat terbentuk sebagai akibat stress. Dalam kuitur in vitro. maka kalus dapat terbentuk tanpa parlakuan zat pengatur tumbuh. . Berdasarkan kebutuhan akan zat pengatur tumbuh untuk menbentuk kalus. dan garam-garam . Dalam hal kalus sebagai akibat serangan bakteri Agrobacterium tumefaciens. Gambar 9. jaringan tanaman digolongkan dalam 4 grup: . gula.nematoda. sering disebut sebagai tumor. hanya gula dan garamgaram mineral seperti: jaringan kambium. Bila eksplan yang digunakan mengandung kambium.

Suatu sifat yang diamati dalam jaringan yang membentuk kalus. kalus dari jaringan tergantung juga dari: . dan batang muda. . tetapi hanya sel di lapisan periphery yang membelan terus menerus. hipokotil. tetapi organ yang berbeda menunjukkan kecepatan pembelahan sel yang berbeda pula. merupakan-bagian yang mudah untuk dediferensiasi dan menghasilkan kalus. meliputi dikotil berdaun lebar. kemampuan pembentukan. sedangkan selsel di tengah tetap guiscent. Jenis tanaman. Kalus dapat diinisiasi dari hampir semua bagian tanaman. Bagian tanaman seperti embrio muda. dan juga moss.mineral seperti parenkhima xylem dari akar turnip. Umur fisiologi dari jaringan waktu diisolasi.Jenis tanaman yang menghasilkan kalus. . Musim pada waktu bahan tanaman diisolasi. Tehnik pembenihan Tanaman 355 . . monokotil gymnospermae. Inisiasi pembelahan sel yang hanya terbatas di lapisan luar dari jaringan. Bagian tanaman yang dipakai. adalah bahwa pembelahan sel tidak terjadi pada semua sel dalam jaringan asal. kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor: ketersediaan oksigen yang lebih tinggi. pakis. kotiledon. Pada umumnya.

Inisiasi kalus dalam jaringan wortel ini. Hal ini berarti bahwa media tumbuh menentukan komposisi kalus. Sel-sel yang heterogen dari jaringan yang kompleks menunjukkan pertumbuhan yang berbeda. Kesediaan hara yang lebih banyak. Lapisan kedua terdiri dari dua lapisan dorman. ternyata menghasilkan kalus dengan sel yang mempunyai DNA yang berbeda yang mencerminkan level ploidi yang berbeda. Fenomena yang sama dalam jaringan umbi artichoke yang ditumbuhkan dalam media dengan air. dilakukan dengan aktifitas enzim-enzim NAD-diaphorase dehydrogenase dan cytochrome oxidase. Kadang-kadang jaringan yang kelihatan seragam histologinya seperti pembuluh tembakau. akar. Sel . Kalus yang robek mau akan campuran sel dengan tingkat ploidi yang berbeda. Fosket & Roberts (1965 dalam Yeoman. dan cahaya. Dengan mengubah komposisi media. Keempat lapisan yang ditemukan Forket dan Roberts. menghasilkan kalus yang heterogenous dengan berbagai macam sel. terdiri dari 1-6 lapis. Dalam mempelajari proses pembentukan kalus sebagai akibat perlukaan. Kenaikan aktifitas enzim terutama dalam lapisan sel yang sedang membelah.keluarnya gas CO2. Lapisanlapisan sel yang berbeda terlihat jelas tiga hari setelah kuitur terdiri dari Lapisan luar dengan sel-sel yang pecah. juga ditemukan dalam kultur artichoke. 1970). Lapisan tengah (core) yang selnya tidak membelah. Beberapa jaringan yang telah dicoba dan menghasilkan sel yang cukup seragam antara lain: sel parenkhima phloem dari wortel dan parenkhima sel penyimpan (storage cell) dari umbi artichoke jerusalem. penghambat yang bersifat folatik lebih cepat menguap. mengamati empat lapisan sel yang berbeda dalam wortel yang dikultur pada berbagai media. terjadi seleksi sel-sel yang menpunyai sfat khusus. dan daun. Eksplan batang. Lapisan dengan sel yang aktif membelah.

yang jumlahnya paling banyak merupakan sel yang paling cepat membelah. dapat merupakan: . walaupun penyebabnya bakteri Agrobacterium tumefaciens telah dihilangkan. Sel-sel yang heterogen selain berasal dari asalnya. Media seleksi dapat berdasarkan unsur-unsur hara. amplifikasi gen: jumlah gen untuk suatu sifat tertentu per genome haploid bertambah. atau zat pengatur tumbuh yang ditambahkan ke dalam media. ketidak-stabilan tersebut dapat dipergunakan dalam seleksi dan pemuliaan in vitro. . transposisi urutan DNA (DNA sequences transposition). . mutasi gen. Kecepatan perubahan dalam khromosom tergantung juga dari macam media yang digunakan. maupun untuk produksi bahan-bahan/ persenyawaan sekunder. serta jenis tanamannya. . hilangnya suatu gen (deletion. . hilangnya suatu morfologi yang memang tidak diinginkan seperti duri. Ketidak-stabilan khromosom ini menyulitkan aplikasi kultur kalus untuk parbanyakan. . terjadinya penyakit ini (Crown gall disease) melalui luka. . paling sedikit adalah sel yang paling lambat membelannya. Ciri dari tumor adalah: . Hal ini dibuktikan pada perbobaan . jaringan tumor yang terjadi dapat tumbuh terus. dapat juga terjadi akibat masa kultur jaringan melalui subkultur yang berkali-kali. endoreduplikasi yang menghasilkan polipicidi. berasi khromosom. Perubahan terjadi. untuk memperoleh sifat-sifat baru yang menguntungkan seperti: resistensi terhadap penyakit. atau warner pada bunga. Sebaliknya.

. pada tanaman sehat. tumor ini bila tumbuh pada media buatan.penyambungan. Ketidaktergantungan jaringan tanaman untuk 356 . bagian yang terserang. tidak memerlukan auksin maupun sitokinin.

Kedua. perlu dipindahkan secara teratur dalam jangka waktu tertentu.tumbuh dan terus membelah. Subkultur sebaiknya dilakukan 28 hari sekali. tergantung dari kecepatan pertumbuhan kalus. Oleh karena itu. Gambar 9. Namun waktu yang tepat untuk memindahkan kultur. Proses perakaran pada mumnya berlangsung selama 1 bulan. Perakaran tanaman hasil kultur jaringan 9. yang kondisinya (terutama kelembaban) dapat dikendalikan. Untuk perakaran digunakan media MS+NAA. Kehabisan air dapat terjadi karena selain terhisap untuk pertumbuhan. akan menyebabkan terjadinya kehabisan hara dan air.8 Aklimatisasi Dapat dilakukan di rumah kaca. Masa kultur yang panjang dalam media yang tetap. Planlet (dalam polibag) dipelihara di rumah kaca atau rumah kasa. juga karena media menguapkan air dari masa ke masa. rumah kasa atau persemaian. juga mengeluarkan senyawa hasil metabolisme yang menghambat pertumbuhan kalus itu sendiri. massa sel yang dipindahkan harus cukup banyak. dalam kalus. Planlet (tunas yang telah berakar) diaklimatisasikan sampai bibit cukup kuat untuk ditanam di lapang. agar ada pertumbuhan yang cepat dalam media baru menggunakan inokulum yang mempunyai diameter 5-10 mm atau sekitar 20-100 mg. Kalus yang ditumbuhkan pada suatu media.13. disebut habituation. bibit ditaruh di atas bedengan . untuk menjaga kehidupan dan perbanyakan yang sinambung kalus yang dihasilkan perlu disubkultur. Selain kehabisan hara. planlet ditanam dalam polibag diameter +10 cm yang berisi media (tanah+pupuk kandang) yang telah disterilkan. Pada subkultur.

bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (+4 kg/m2) dan disterilkan dengan formalin 4%. karena tahapan ini merupakan tahapan akhir sebelum plantlet dipindahkan ke lapangan budidaya.2 m. Aklimatisasi berlangsung selama 2-3 bulan. Pada umumnya parameter aklimatisasi adalah Tehnik pembenihan Tanaman 357 . Aklimatisasi tanaman di dalan screen house dan. panjangnya tergantung keadaan tempat. Dua sampai tiga minggu sebelum tanam. Aklimatisasi cara pertama dapat dilakukan bila lokasi pertanaman letaknya jauh dari pesemaian dan cara kedua dilakukan bila pesemaian berada di sekitar areal pertanaman.14. Lebar pesemaian 1-1. Planlet ditanam dengan jarak 20 cm x 20 cm. Gambar 9. tanaman hasil aklimatisasi Proses aklimatisasi harus dilakukan dengan hati-hati.yang dinaungi dengan plastik.

persentase tanaman hidup.2 kg/l). baik mentah maupun bakar. Pengamatan persentase tanaman hidup dilaku-kan setelah tanaman berumur 30 hari sampai 30 minggu. Hasil percobaan dengan jelas memperlihatkan bahwa sekam mentah . Waktu aklimatisasi sangat bervariasi tergantung jenis tanaman yang dikulturkan. tinggi tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa dikombinasikan dengan media yang lain. jumlah daun. sekam mentah dan arang sekam dapat digunakan sebagai media aklimatisasi anthurium. Rata-rata persentase tanaman hidup semua perlakuan maksimum 10%. Jumlah daun terbanyak diperoleh pada media arang sekam. mempunyai aerasi yang cukup tinggi sehingga mampu menyerap air dan unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Pada umumnya aklimatisasi dilakukan selama 4 minggu sampai tanaman tanaman berumur 30 minggu. Proses aklimatisasi dengan perendaman planlet dalam benomil 1% dan penutupan planlet dengan plastik transparan pada 30 hari pertama sangat berpengaruh terhadap kemampuan planlet untuk beradaptasi. Data pada menunjukkan bahwa panjang daun dan lebar daun anthurium yang ditanam pada media sekam mentah dan arang sekam lebih besar dibandingkan pada media humus bambu atau kombinasi beberapa media. dan berwarna hitam sehingga dapat menyerap sinar matahari dengan efektif. kapasitas menahan air tinggi. banyak pori-porinya. serta panjang dan lebar daun. Hasil ini kemungkinan disebabkan arang sekam mempunyai sifat ringan (berat jenis 0. Persentase tanaman hidup pada perlakuan sekam mentah + humus bambu dan arang sekam + humus bambu menurun seiring dengan bertambahnya umur tanaman Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan media arang sekam memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terbesar dan kombinasi arang sekam dan sekam mentah memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman terkecil. sedangkan jumlah daun terendah pada kombinasi sekam mentah dan arang sekam. Hal ini dikarenakan sekam padi.

Tuangkan 3 sendok teh media ke dalam wadah berupa 358 . Keberhasilan akilimatisasi planlet anthurium dipengaruhi oleh penyiapan planlet yang baik dan proses aklimatisasi secara bertahap. jumlah daun. 9. dan lebar daun. tetapi dapat digunakan untuk membantu mengendalikan kontaminasi. panjang daun. PPM. agar. (b) Persiapkan media dan persiapkan kotak yang bersih. 1) Kultur Jaringan Anggrek Anggrek merupakan bunga yang indah dan tanaman yang mistrius yang dapat dengan mudah dibudidayakan di laboratorium sederhana dengan menggunakan bahan-bahan berikut ini. 1 ml PPM. Media arang sekam dapat digunakan sebagai media alternatif untuk aklimatisasi anthurium. Sesuaikan pH media hingga mencapai 5. jumlah daun. bibit bunga. 5 sendok teh gula. Media Knudson C atau media MS diperlukan bagi bibit anggrek dan dapat diperoleh di toko. gula.5. campurkan bahan dengan baik.9 Kultur jaringan pada berbagai tanaman Berikut ini adalah beberapa contoh keberhasilan produksi benih vegetatif menggunakan metode kultur jaringan. (a) Bahan-bahan: Media Knudson C atau media MS. Persiapkan media sesuai dengan petunjuk.jika media belum mengandung sukrosa ditambahkan ke dalam 1 liter air suling. PPM (Plant Preservative Mixture) umumnya tidak digunakan dalam kultur bibit anggrek. Sebanyak 1 paket media. dan lebar daun) paling baik. Media arang sekam dan sekam mentah menghasilkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman.dan sekam bakar merupakan media yang paling tinggi untuk tinggi tanaman. panjang daun.

Celupkan . (f) Lakukan subkultur pada media baru. 10% larutan pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset.15 Bibit tanaman anggrek. Tambahkan agar ke setiap boto sebelum disterilisasi. Gunakan pinset yang sudah steril untuk mengangkat alat-alat yang direndam dalam alkohol dan pinbdahkan ke larutan 10% pemutih+deterjen. dari hasil kultur jaringgan hingga bunga (c) Melakukan desinfeksi benih: gunakan unit filter yang dirancang sendiri. (e) Tunggu beberapa minggu sampai beberapa bulan agar bibit dapat berkecambah. Taburkan benih anggrek pada unit penyariang yang sudah disiapkan Celupkan unit penyaringan ke dalam larutan 70% alkohol hingga semua benih basah. Lakukan streilisasi sesuai petunjuk.16 Benih tanaman dalam proses kultur agar dan individu baru tanaman anggrek siap transplantasi Gambar 9. Semprotkan alkohol ke bagian dalam hingga semua bagian saringan menjadi steril Lakukan desinfeksi terhadap pinset. Gambar 9. Beberapa species menyukai inkubasi gelap sedangkan beberap jenis lainnhya dapat diinkubasi dalam kondisi bercahaya. 2) Desinfeksi atau desinfestasi benih anggrek a) Menggunakan unit penyaringan buatan sendiri Alat dan bahan yang diperlukan meliputi 70% isopropyl alcohol.botol. (d) Bungkus wadah untuk mencegah kontaminasi dan simpan pada suhu kamar. atau menggunakan sucrosa dan peroksida.

dengan spatula steril. Sebarkan benih di atas permukaan media. air steril plus Tehnik pembenihan Tanaman 359 .berulang-ulang semua benih ke dalam larutan pemutih dan lanjutkan selama 10 menit Dengan menggunakan pinset. tambahkan air steril dengan sendok ke permukaan media agar benih menebar. Tutup dan balut dengan selotip b) Menggunakan saringan kopi Perlengkapan meliputi kertas saring yang biasa digunakan menyaringkopi. sendok kecil atau pisau mentega tumpul pindahkan beberapa benih ke dlaam botol media yang steril. corong. l10% arutan pemutih. angkat semua benda yang direndam dalam larutan pemutih dan biarkan kering. Tempatkan benih pada piring steril.

Tutup botol dan . Campuran ini dibiarkan (diinkubasikan) selama 12 jam. Campuran ditaburkan ke dalam corong yang sudah dilapisi kertas saring yang sebelumnya sudah dibasahi dengan larutan pemutih. c) Menggunakan sukrosa dan peroksida: Perlengkapan untuk ini terdiri dari larutan 5% gula. tabung rekasi kecil atau botol kecil. Miringkan dasar botol untuk menyebarkan benih ke atas media agar. Sukrosa kemudian diambil dengan menggunakan pipet transfer. Sebarkan benih di atas permukaan media. Tambahan sukrosa akan membantu germinasi spora jamur. Air steril dibubuhkan ke atas benih beberapa kali untuk membebaskan dari cairan pemutih. hidrogen peroksida (3%). Media cair dapat digunakan jika memiliki unit pengguncang (shaker). Hal ini akan membunuh bakteri dan perkecambahan spora jamur. Benih ditempatkan dalam tabung reaksi dan tambahkan larutan 5% sukrosa (dengan beberapa tetes deterjen). Dengan menggunakan spatula steril. dan pipet transfer.piring steril atau anduk kertas dan pinset atau spatula/pisau. Campurkan larutan dengan pipet dan tambahkan beberapa tetes kepada botol media. Tambahkan larutan 10% cairan pemutih + beberapa tetes deterjen. Benih ditempatkan dalam tabung reaksi atau botol kecil. sendok kecil atau pisau roti yang tumpul pindahkan benih ke dalam botol medium yang steril pula. Tambahkan hydrogen peroxida (3%) dan biarkan benih terdesinfeksi selama 30 menit. tambahkan sedikit air steril dengan sendok ke atas media agar benih menyebar. Benih dan larutan diaduk selama 10 menit. Tutup dan balut penutup botol.

d) Menggunakan buah anggrek hijau Perlengkapan terdiri dari larutan 70% isopropyl alcohol. Tempatkan buah anggrek pada permukaan piring steril kemudia belah menjadi dua dan pindahkan biji yang terdapat di dalam buah dengan hati-hati dengan menggunakan pinset atau ujung pisau roti yang tumpul. larutan 10% pemutih dan air steril plus piring steril serta pinset. Buah anggrek yang hijau dibersihkan dengan sikat gigi kemudian rendam dengan larutan 70% isopropyl alkohol selama beberapa detik.balut penutup botol. Lanjutkan dengan memasukkan benih ke dalam media yang sudah disiapkan 360 . diikuti dengan prendaman dengan larutan 10% pemutih selama 20 menit.

Gambar 9. Kultur jaringan tanaman kopi Bahan yang digunakan adalah potongan daun kopi muda yang masih berwarna hijau-kemerahan atau hijau segar. Gambar 9.17 Rangkaian proses produksi bibit anggrek dengan media agar Berikut ini adalah contoh dari hasil perkembang biakan tanaman anggrek melalui proses kultur jaringan secara komersial.18 Pemisahan rumpun anakan bibit tanaman anggrek hasil kultur jaringan 2. Daun tersebut dipotong kecil-kecil berukuran kurang lebih 5 mm berbentuk segi empat atau Potongan daun tadi ditanam di dalam cawan kecil yang berisi campuran bahanbahan khusus yang untuk memenuhi Tehnik pembenihan Tanaman 361 .

kebutuhan makanan bagi po-tongan daun kopi tersebut. Dalam beberapa percobaan. suhu. Gambar 9. Untuk membuat potongan daun mampu tumbuh dan berkembang. tanaman hias yang indah Campuran bahan-bahan ini dinamakan media.20. dan sebagainya. dan tempat persemaian di kebun. macam bahan untuk tempat pertumbuhan bibit. kelembapan. potongan daun tersebut akan membentuk gumpalan-gumpalan yang berwarna putihkekuningan dan krem. rumah kaca. Embrio inilah yang akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit yang ukurannya kecilkecil. dan sebagainya. Sebelum menjadi tanaman. perlakuan yang diberikan meliputi umur dan kondisi bibit. Bunga anggrek dalam pot. Selanjutnya kalus ini akan tumbuh dan berkembang menjadi calon atau bakal bibit yang disebut "embrio". macam dan kadar zat pengatur tumbuh. yang paling penting . ada juga dari potongan daun langsung membentuk embrio. berbentuk bulat atau lonjong yang disebut sebagai "kalus". cahaya. tentunya perlu beberapa perlakuan khusus agar dapat berhasil membentuk bibit yang sempurna. bibit dipindah ke dalam botol yang sesuai dengan ukuran bibit agar tumbuh dan berkembang lebih jauh menjadi tanaman yang lebih besar. Selanjutnya. Perlakuan ini dilakukan di laboratorium. Adapun perlakuan yang diberikan di tempat persemaian. Perlakuan yang diberikan di laboratorium meliputi jenis media.19 Tanaman anggrek di dalam rumah kaca: dari bibit hingga produksi bunga Gambar 9. Di rumah kaca. kondisi penanaman yang paling sesuai. Pada tahap ini bibit diberi beberapa perlakuan seiring dengan pertambahan umur.

cangkok ataupun sambung. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih. bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm. cangkok ataupun sambung. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. maka bibit kopi siap ditanam secara luas di kebun. Cara ini telah 362 . Cara ini telah menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. Namun sejak berkembangnya bioteknologi. Berdasarkan hasil penelitian. bibit tanaman dapat disiapkan dari potongan daun yang hanya berukuran 5 mm.adalah tingkat cahaya dan penaungan untuk mengatur kelembapan. Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. bibit kopi asal kultur jaringan dapat tumbuh dan berkembang normal seperti tanaman kopi dari benih ataupun cangkok. Bibit tanaman kopi biasanya disiapkan dari benih. Apabila perlakuan terakhir ini sudah berhasil.

dan bibit tanaman kopi dalam botol yang berasal dari perkembangan embrio. Proses pembuatannya berlangsung cepat. Anthurium daun memiliki bentuk daun yang indah. tanaman kopi asal kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. . Dapat dihasilkan dalam jumlah besar sesuai pesanan dalam waktu relatif singkat (Imron Riyadi. . karena tidak menunggu tanaman induk sampai besar/dewasa. Bibit kopi yang sudah dijarangkan dalam botol dan bibit kopi yang sudah siap ditanam di kebun 3.21 Potongan daun kopi yang ditanam pada media. . karena hanya dilakukan dalam ruangan yang relatif kecil. Dalam dunia florikultura. tinggi maupun kondisi fisik lainnya. Keunggulan Tanaman Kopi Asal Kultur Jaringan Dibanding tanaman kopi asal benih maupun cangkok.menghasilkan tanaman kopi yang mampu berbuah di kebun. yaitu: . Gambar 9. Bibit yang dihasilkan lebih seragam. Bahkan per buhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok. Kultur jaringan pada tanaman hias Anthurium merupakan tanaman hias tropik dari famili Araceae. gumpalan kalus dan embrio yang tumbuh dari potongan daun kopi. Proses pembuatannya lebih praktis. 22. Gambar 9. yaitu anthurium daun dan anthurium bunga (Wahyuni 1999). anthurium terbagi menjadi dua kelompok. baik umur. 2007). tetapi bunganya kurang Tehnik pembenihan Tanaman 363 .

anthurium bunga memiliki bunga yang menarik. Perbanyakan melalui pemotongan rimpang memerlukan waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk pemisahan rimpang. Oleh karena itu. perbanyakan anthurium dengan teknik kultur jaringan memiliki potensi untuk dikembangkan. antara lain dalam kecepatan pelapukan dan penyediaan hara tanaman. Salah satu media tanam . Sementara itu. Campuran dua macam media dapat memperbaiki kekurangan masingmasing media tersebut. baik berupa sel. perlu dikembangkan teknik perbanyakan alternatif yang lebih potensial. kemudian secara berangsur-angsur kelem-babannya diturunkan dan intensitas cahayanya dinaikkan (Yusnita 2003). Kultur jaringan tanaman meru-pakan teknik menumbuh-kembangkan bagian tanaman. Oleh karena itu. Aklimatisasi dilakukan dengan memindahkan planlet ke media aklimatisasi dengan intensitas cahaya rendah dan kelembapan nisbi tinggi. Namun. cara perbanyakan tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak seragam. Secara konvensional. jaringan maupun organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. anthurium dapat diperbanyak melalui biji dan pemotongan rimpang. Anthurium dari biji baru dapat berbunga setelah berumur 1. tongkol bunga (spadik). yang terdiri atas seludang bunga (spate). dan tangkai bunga (peduncle).menarik. serta kemampuan mempertahankan kelembapan media (Satsijati 1991). Tahap ini merupakan tahap yang kritis karena kondisi iklim di rumah kaca atau rumah plastik dan di lapangan sangat berbeda dengan kondisi di dalam botol kultur. dan 6-8 bulan untuk pende-wasaan. Teknik ini mampu memperbanyak tanaman dalam jumlah besar dan dalam waktu relatif singkat. Media merupakan salah satu faktor lingkungan yang berfungsi menyediakan unsur hara dan air bagi pertumbuhan tanaman. Tahapan akhir dari per-banyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah aklimatisasi planlet.5-3 tahun (Higaki dan Watson 1967).

Planlet yang digunakan diperoleh dari perbanyakan in vitro hasil kultur antera anthurium kultivar Tropical. Sebagai media tanam digunakan sekam mentah. M6 = arang sekam + humus bambu = 1:1. Planlet kemudian ditanam pada bak plastik yang sudah diisi media tanam sesuai perlakuan. Planlet anthurium yang sudah berakar dikeluarkan dari botol kultur dengan menggunakan pinset. planlet dipindahkan ke media tanam individu berupa pot 364 . Percobaan dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). Sekam padi mengandung unsur N 1% dan K 2%. arang sekam (sekam bakar). mempunyai kapasitas menyerap air. mengandung hara atau larutan garam. Bak ditutup dengan plastik transparan dan disimpan di tempat teduh selama 30 hari. M2 = arang sekam. Segunung. kemudian dicuci dengan air yang mengalir untuk menghilangkan agar-agar media yang masih menempel pada akar. Sekam padi yang dibakar menjadi arang sekam telah banyak digunakan untuk media hidroponik secara komersial (Rahardi 1991). M4 = sekam mentah + arang sekam = 1:1. M3 = humus bambu. serta harganya murah. namun secara bertahap plastik penutup dibuka. Cipanas. M5 = sekam mentah + humus bambu = 1:1. tidak mempengaruhi pH. memiliki drainase dan aerasi yang baik. Setelah berada di bak semai selama 30 hari. Planlet yang sudah bersih kemudian direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif benomil 50% dengan dosis 1% selama 5 menit lalu dikeringanginkan. Jawa Barat pada bulan Februari-Oktober 2005.yang baik adalah sekam padi karena ringan. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui media yang sesuai untuk aklimatisasi planlet anthurium. dan humus bambu yang dikombinasikan dalam perlakuan sebagai berikut: M1 = sekam mentah.

Tanaman dalam pot kemudian dipindahkan ke rumah kaca untuk diamati. Tehnik pembenihan Tanaman 365 .berdiameter 10 cm.

Bahan kimia untuk media tanam laboratorium kultur jaringan . ZPT .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 9 siswa telah mampu menguasai kompetensi membiakan tanaman secara kultur jaringan. Kapasitas . Sumber energi . Unsur hara pada . Peralatan . Asam amino . Komposisi vitamin . Persyaratan lokasi . Fasiitas laboratorium kultur jaringan Peralatan dan bahan kimia Media tanam . Persenyawaan organic .

Penambahan arang aktif . Derajat keasaman media Beberapa komposisi media Inokulasi dan Inisiasi tunas .. Larutan stok vitamin . Stok hara makro inokulasi . Bahan pemadat . Pembuatan media . Stok hara mikro . Larutan stok ZPT Multiplikasi aklimatisai Untuk memperoleh bibit tanaman sesuai dengan jumlah yang diinginkan . Langkah kerja . inisiasi .

2. Kultur jaringan pada berbagai tanaman . SOAL: 1. sel mutagen. 2. Terangkan secara ringkas dan jelas proses kultur jaringan yang saudara ketahu i. kunjungilah satu perusahaan yang bergerak di bidang kultur jaringan. TUGAS: 1. memproduksi senyawa metabolit sekunder dan media seleksi sel. Kultur jaringan kopi. Kultur jaringan kopi .Mengadaptasikan planlet dari botol kultur ke media tumbuh yang umum digunakan di lapangan. gambarkan skema laboratorium kultur jaringan 3. Tehnik pembenihan Tanaman 367 . Kultur jaringan anggrek . Kultur suspensi sel Fungsi kultur suspensi sel adalah untuk sel protoplasma. fitopatologi. Identifikasi alat-alat yang dibutuhkan untuik laboratorium kultur jaringan. tanaman apa yang memungkinkan dapat diperbantak secara kultur jaringan.

Pengertian Kewirausahaan Kewirausahaan berasal dari kata awalan ke dan akhiran an dengan akar kata wiira usaha . 2 Berorientasi pada tugas.BAB 10. wirausaha berarti berani untuk berusaha. 10. dan sifat yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh seseorang untuk menjadi seorang wirausahawan. senang terhadap tantangan dan mampu mengambil resiko. guna meraih keuntungan yang tinggi dan sukses yang berkesinambungan. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan Ada beberapa ciri. Wira berarti berani atau pejuang. dan ambisi untuk maju 3 Pengambil resiko . hasil. karakterisrtik.2. ketidaktergantungan. yaitu : No Ciri Dan Karakteristik Watak 1 Percaya diri Keyakinan. individu yang optimis. Kewirausahaan adalah orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaat bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari dan menciptakan peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. KEWIRAUSAHAAN 10. menggunakan sumberdaya secara optimal. Ada yang mendifinisikan wirausaha adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. Seorang wirausahawan merupakan seorang pemimpin yang mampu mempengaruhi dan meyakinkan kelompoknya dalam mengembangkan gagasannya dengan cara kerjasama saling mempercayai satu sama lain.1. Wirausaha juga berasal dari bahasa Perancis: entrepreneur yang berarti ambil resiko.

punya banyak sumber. tekun dan tabah.4 Kepemimpinan 5 Keorisinilan Berorientasi terhadap laba. mempunyai tekad dan bekerja keras. mempunyai dorongan yang kuat. dapat bergaul dengan orang lain. pintar dan cerdas serta ulet Bertingkah laku sebagai pemimpin. fleksibel. serta percaya diri Inovatif dan kreatif. mengoreksi apa yang telah diperbuat. serta berinisiatif dan berdaya kemampuan yang kuat Kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan. dan perspektif 6 Berorientasi ke masa depan 7 Profesional Selalu ingin mendapatkan yang terbaik. Tehnik Pembnihan Tanaman 368 . tanggap terhadap saran dan kritik. serba bisa dan mengetahui segala hal Pandangan ke depan .

tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain: . produksi yang rendah dengan tingkat kebutuhan yang tinggi akan memicu kenaikan harga. Harga jual produk yang belum menentu. dalam berkomunikasi selalu berpedoman pada mutu. . dan punya komitmen tinggi terhadap ketercapaian perencanaan Bisa menyakinkan orang lain. memanfaatkan peluang bisnis yang ada Selalu tepat waktu. pengiriman yang tepat 11 Memiliki tanggungjawab moral Adanya kepentingan bersama. Dimana kelebihan produksi segera akan diikuti oleh penurunan harga. . dan tindakan nyata yang sangat perlu. kuat.8 Naluri dan intuisi yang tajam 9 Disiplin 10 Mempunyai kemampuan menjual Selalu mendengar dan memperhatikan apa yang ada di lingkungannya. harga. Seacara umum kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat. bangsa dan negara. nilai-nilai dan prinsip serta sikap. Demikian pula sebaliknya. seni. Berbagai usaha dalam bidang pembenihan dan kultur jaringan merupakan jenis usaha yang relatif besiko tinggi. Sifat benih dan bibit kultur yang sangat sensitif terhadp kondisi lingkungan dan mudah rusak.

Mengapa resiko ini penting . Apakah yang akan dicapai dengan keputusan yang mengandung resiko . Pilihlah secara sekala prioritas . Apakah anda bersedia sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan .Beberapa hal yang dapat ditanyakan sebelum mengambil keputusan yang mengandung resiko: . Kumpulkan data dan masalah yang berkaitan dengan masalah yang terjadi . Rasa takut apa yang ada pada diri anda untuk menghadapi resiko . Bagaimana anda mengetahui bahwa pekerjaan tersebut mengandung resiko . Apa dan siapa yang bisa membantu untuk mengurangi resiko . Bagaimana anda mempersiapkan sesuatu untuk mengurangai resiko . Bagaimana anda mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan anda telah tercapai Teknik-teknik pemecahan masalah : . Buatlah berbagai alternatif pemecahan masalah Tehnik Pembnihan Tanaman 370 . Kelompokan masalah per masalah .

Jaminan pasar hasil usaha pembenihan dan kultur jaringan akan diterima oleh pasar dengan harga yang layak. yang mendukung dan cocok dengan komoditi yang diusahakan. Berikut beberapa saran yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan dalam mengembangkan usaha pembenihan dan kultur jaringan. Kondisi keuangan yang dimiliki . Pilih alternatif yang terbaik .. sumberdaya manusia yang memadai. Sarana produksi dan permodalan dapat mendukung pengembangan usaha mina . Langkah Pertama. Evaluasi hasil kepurusan tersebut. Sumber daya lahan. . Saluran-saluran distribusi pemasaran . . wirausahawan akan memproduksi produk pertanian yang akan memberikan keuntungan (nilai tambah) yang tinggi dan berkesinambungan. Teknologi untuk memproduksi/ mengelola usaha pertanian tersebut tersedia dan dapat dikuasai oleh seorang wirausaha . teknologi dan aspek pengelolaan yang terkuasai merupakan kunci pengembangan Usaha Produksi Benih Tanaman Pertanyaan sekarang. 3. Terjaminnya pasar. apa langkahlangkah yang perlu dilakukan oleh seorang wirausahawan agar mendapatkan nilai tambah yang optimal. Yang harus dilakukan oleh pelaku usaha pembenihan dan kultur jaringan tanaman untuk berperilaku sebagai wirausahawan adalah melihat peluang pasar. Dalam mengembangkan suatu usaha terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Halhal yang harus diperhatikan dalam usaha pengelolaan dapat dilihat dengan berbagai aspek : . Ambil keputusan .

maka seorang wirausaha memilih komoditi yang diusahakannya harus berorientasi pasar dengan menetapkan skala prioritas bidang usaha mina yang akan dijalankannya berdasarkan kriteria : . Disamping itu Tehnik Pembnihan Tanaman 369 . Seorang wirausaha akan selalu berusaha meningkatkan diri karena semuanya didunia ini selalu berubah. Yang harus dilakukan seorang wirausahawan setelah menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki adalah memilih komoditi yang diusahakan. dimana yang harus dijaga jangan over supply . belajarlah atau maganglah ditempat orang-orang yang berhasil dalam memproduksi komoditi yang sama. SDM yang tersedia cukup memadai . Terimalah perubahan tersebut dan gunakanlah perubahan tersebut untuk memotivasi diri guna mencapai tujuan atau sasaran yang lebih tinggi. Langkah Keempat . Sesuai dengan kiatnya. maupun pemasaran.yang berlaku untuk komoditi tersebut . Pesaing-pesaing yang ada. Peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku Langkah Kedua . Laksanakan riset pasar untuk menentukan berapa banyak dan kualitas produk yang diminta pasar serta mana lokasi distribusinya pada waktu penyerahan produk. Selain itu ketahuilah sebanyak mungkin tentang seluk-beluk dari aspek-aspek penting dari komoditi yang dipelajari. Kuasailah teknologi pengelolaan pembenihan dan kultur jaringan serta pasca panen dari komoditi yang akan dipilih. Bila belum paham betul. baik yang menyangkut teknologi produksi. Teknologi dan aspek-aspek pengelolaan terkuasai Langkah Ketiga . Terjamin pasarnya .

selanjutnya diolah dengan memperhatikan kondisi alam saat harga berlaku dan perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada waktu tersebut seperti adanya hari-hari besar keagamaan atau adanya kebijaksanaan baru dari pemerintah. Data yang diperlukan untuk menyusun prediksi harga di pasar tradisional mengacu pada data yang dikeluarkan oleh instansi terkait atau mass media. .. Untuk mensuplai ke butuhan pasar apabila besarnya usaha belum memenuhi skala usaha begabunglah dengan pengusaha sekitarnya. Siapkan rencana bisnis secara matang. 50.riset pasar dimaksudkan untuk mengetahui/memprediksi tingkat harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga pada saat produksi siap jual atau memperoleh kepastian harga yang ditetapkan dalam kontrak pada saat penyerahan produk. Untuk bidang usaha yang proses produksinya relatif pendek seperti tanaman semusim.peranggota Koperasi.000. Jumlah kredit yang disediakan maksimum Rp. Riset pasar yang sederhana adalah dengan mendatangi pengusaha yang ada di pasar. Apabila modal belum tersedia dapat memanfaatkan kredit-kredit yang tersedia.000. Langkah Keenam . riset pasar ini perlu pula ditunjang dengan mengadakan pemantauan langsung ke sumber-sumber produksi yang telah ada sebelumnnya. Dengan mengembangkan kelompok tani atau kelompok usaha bersama agribisnis. Langkah Kelima . Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggotanya (KKPA). . Data fluktuasi harga harian serta produk. Taksirlah berapa besar produk yang dapat dijual kelak setelah diproduksi. Tetapkan lokasi dan besarnya usaha. masalah skala usaha tersebut dapat terpecahkan dan sekaligus meningkatkan potensi tawar. baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat propinsi.

Penjualan itu penting bagi setiap usaha dan mutlak diperlukan bagi semua usaha.3. berhimpunlah dengan pelaku usaha lain dan gunakanlah prinsip beli bersama. pasca produksi (pengolahan/ industri) maupun pemasaran. Dalam setiap usaha diperlukan tim penjualan yang efektif dan berkualitas. Langkah Ketujuh . penjualan merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi suatu usaha. Apabila usaha petani belum memenuhi skala usaha ekonomi. dan jual bersama 10. Lakukan pengelolaan agribisnis dari komoditi yang dikelola dengan manajemen yang efisien. proses produksi (budidaya). . Penjualan Menurut Sitompul (2007).Trans). baik dalam penyediaan sarana produksi. . Tanpa adanya penjualan maka usaha tidak akan mendapatkan income untuk dapat menutup biaya kegiatan operasional bulanan atau tahunan. Kredit lain seperti kredit melalui proyek yang dihubungkan oleh Bank Indonesia yaitu Agricultural Financing Project (AFP). Kredit untuk mendukung perkebunan swasta nasional (PBSN/PSN) dan perkebunan inti rakyat-transmigrasi (PIR Trans).. Tehnik Pembnihan Tanaman 370 . Kredit kepada Koperasi Primer untuk anggota perkebunan inti rakyat (KKPA PIR. Gunakanlah teknologi tepat guna yang tepat dan dapat memberikan keuntungan yang tinggi. mengingat sumber keuntungan yang diharapkan dapat diperoleh dari penjualan produk atau jasa.

Padahal perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan basis nilai harga produk yang dijual dengan jumlah target penjualan perbulan / pertahun dan target penjualan tersebut diperhitungkan dengan angka maksimal dari "perkiraan" jumlah pemakai atau calon pelanggan. Seringkali investasi dilakukan secara besar-besaran dikarenakan perhitungan di atas kertas menunjukkan nilai yang menguntungkan dan menjanjikan. tanpa menganalisa terhadap kegiatan pelaksanaan yang dilakukan oleh tim penjualan di lapangan dan target tersebut dijadikan acuan untuk mencapai hasil penjualan. Banyak dari usaha yang hanya membuat target di atas kertas. trend produk. lingkungan budaya. Tetapi yang dibutuhkan adalah angka spesifik yang dapat digunakan sebagai acuan perhitungan. Tidak bisa dengan menggunakan angka perkiraan. Kebanyakan rencana-rencana untuk kegiatan usaha dilakukan karena ada keterkaitan hobi pemilik atau ide-ide produk yang dianggap bagus untuk dijual. Sebagus apapun produk suatu perusahaan dan sebanyak apapun modal yang diinvestasikan akan menjadi percuma jika penjualan tidak berjalan atau pasar tidak bisa menyerap produk tersebut sesuai dengan target yang dibuat. Memang kalau diperkirakan Indonesia akan dapat menjadi pangsa pasar yang besar. Kondisi lapangan. tingkat kegunaan produk dan variabel-variabel lain menentukan keberhasilan untuk melakukan penjualan produk. disebabkan jumlah populasi penduduk yang cukup besar +/205 juta jiwa. Untuk itu diperlukan strategi dalam jangka pendek atau jangka panjang dalam menghadapi kendala dalam penjualan.Penjualan merupakan ujung tombak dari suatu usaha dan masih ada anggapan bahwa bidang penjualan sebagai pelengkap dalam bidang usaha. kebiasaan adat istiadat. kemampuan daya beli masyarakat. Angka spesifik yang dibutuhkan untuk dapat memperkirakan target adalah range jumlah orang atau penduduk yang .

Dengan memfokuskan usaha kepada hasil pencapaian target penjualan produk. maka setiap individu yang terkait di dalam perusahaan akan berusaha untuk dapat memberikan hasil yang terbaik bagi usaha penjualan serta memberikan layanan secara maksimal kepada konsumen. memberikan layanan maksimal kepada konsumen dengan mengantisipasi setiap keluhan konsumen. dengan harapan tim penjualan dapat membentuk jaringan pelanggan. tingkat penghasilan masyarakat tersebut. Dengan adanya angka-angka spesifik tersebut akan dapat diperkirakan hasil terburuk dan hasil terbaik pada daya serap pasar terhadap produk yang ditawarkan. tingkat kebutuhan masyarakat terhadap produk yang akan ditawarkan. Tim penjualan bukan hanya dimotivasi untuk mencapai target penjualan dan kemudian menghasilkan profit atau keuntungan. Jiwa marketing dan motivasi team Agar penjualan dapat tercapai dengan baik perlu adanya jiwa marketing bagi semua orang yang terkait dalam perusahaan. Selain itu dibutuhkan strategi yang dapat memotivasi tim penjualan. tetapi juga diharapkan dapat membangun jaringan Tehnik Pembnihan Tanaman 371 . Jiwa marketing dimulai dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah dalam suatu usaha. a. Usaha ini dapat dimulai dengan melakukan kontrol kualitas produk yang akan dijual.mampu membeli produk yang ditawarkan (untuk mass product).

Dengan adanya standar prosedur yang baku. agar dapat mengarahkan peserta kepada topik utama.pelanggan atau network pelanggan bagi perusahaan. Kerja sama dan rasa kekeluargaan tersebut dapat dibentuk dengan cara membuat acara non formal diluar rutinitas kerja dengan antar individu. Selain itu juga tim penjualan diharapkan dapat memberikan layanan maksimal kepada semua pelanggan. b. Perlunya rasa kekeluargaan Team penjualan perlu membentuk kerja sama dengan unit terkait lainnya serta membentuk rasa kekeluargaan antar team. Untuk mencapai hal-hal tersebut dibutuhkan pelatihan secara berkala dan standar prosedur pelaksanaan pekerjaan yang baku untuk kegiatan penjualan serta melakukan pengembangan secara terus menerus terhadap kualitas produk dan layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. Hal-hal lain yang terkait dengan penjualan adalah keikutsertaan dari tim penjualan untuk mengamati setiap pergerakan dan arah pasar terhadap permintaan produk. Strategi dan visi misi Setiap usaha membutuhkan strategi untuk dapat mencapai target dari visi dan . Masih banyak yang beranggapan kegiatan kegiatan non formal tersebut tidak penting dan mengganggap kegiatan non formal tersebut sebagai "pemborosan" pada keuangan perusahaan. akan memudahkan tim penjualan untuk dalam melaksanakan tugas penjualan. c. antara atasan dan bawahan yang terkait dengan team. Yang tersulit adalah membentuk tim penjualan yang solid dan handal. Dengan melakukan hal tersebut di atas secara tidak langsung telah membangun loyalitas individu terhadap usaha dan rasa saling percaya antar personil baik dari bawahan dan atasan. Pertemuan mingguan dan bulanan antara tim penjualan diperlukan untuk dapat mengevaluasi dan memodifikasi strategi penjualan. Agenda atau poin-point penting yang akan dibahas perlu diberikan kepada semua anggota tim sebelum diadakan pertemuan mingguan.

Kesulitan utama yang dialami oleh banyak usaha baru adalah melakukan penetrasi produk baru kedalam pasar. Kesulitan terjadi jika produk yang ditawarkan memiliki kesamaan dengan produk kompetitor lainnya. Jika keunggulan produk dan keunikan tidak jauh berbeda dengan produk kompetitor maka perlu diantisipasi dengan memberikan keuntungan lebih dan layanan yang lebih baik kepada konsumen. Dengan cara ini kompetisi harga akan terhindari. Dengan menguasai keunggulan produk dan keunikan produk akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan penjualan. sehingga usaha tersebut dapat mencapai target visi dan misi yang telah dibuat. Kebanyakan founder atau co-founder hanya terpaku pada analisis hasil pencapaian target (profit. Promosi akan membantu mengangkat merek produk dan nama produsen. keuntungan). dan tidak Tehnik Pembnihan Tanaman 372 . Strategi-strategi ini disusun berdasarkan visi dan misi usaha.misi usaha. Kelemahan yang terjadi kebanyakan dari usaha yang baru berdiri tidak mempunyai strategi untuk melakukan usaha. Untuk melakukan penetrasi pasar dapat dilakukan dengan kegiatan promosi dan mengkampanyekan produk. yang harus memiliki hubungan sejalan. Visi dan misi merupakan acuan bagi semua orang yang terkait dalam usaha. Untuk itu perlu dicermati keunggulan produk dan keunikan dari produk yang dijual.

Konsumen akan membeli dengan membayar harga layanan dan keuntungan yang lebih. Hal ini dapat mencegah terjadinya perang harga berlebihan di pasaran serta akan memudahkan tim penjualan untuk melakukan inovasi dan pengembangan layanan penjualan terhadap para pelanggan. Pentingnya informasi Suatu kegiatan usaha membutuhkan tujuan dan standarisasi kegiatan yang jelas. e. Dengan mengamati dan mewaspadai arah pemasaran yang dilakukan kompetitor akan mempermudah tim penjualan untuk dapat melakukan penetrasi produk kedalam pasar. layanan produk. Untuk memperkirakan kompetitor yang sudah dan akan ikut bermain dalam bisnis yang sama diperlukan informasi pasar yang lengkap. Informasi ini dapat berupa harga. Setiap strategi tersebut perlu dirinci lebih detail untuk memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. system penjualan. Pelanggan aset yang berharga Pelanggan yang puas akan menyampaikan produk dan layanan anda . dengan produk yang sama serta memperkirakan cakupan area pemasaran yang telah dicapai oleh kompetitor. d. cakupan area penjualan. produk unggulan yang dilakukan pihak kompetitor.menyebabkan terjadinya perang harga pada produk yang sama terhadap kopetitor lain. teknologi yang digunakan dan informasi lainnya. Selain itu diperlukan pula pemikiran jangka panjang dari para pengambil keputusan dan pemikiran ini dirumuskan menjadi arah kegiatan usaha serta strategi untuk usaha. Salah satu hal yang penting dalam memulai usaha adalah mengenali kompetitor yang sudah lebih dulu bermain dan yang akan ikut bermain di pasaran. Tim penjualan dapat menjadi pencari informasi pasar dan memberikan informasi yang lengkap kepada para pengambil keputusan.

akan dapat mengangkat image atau menghancurkan image dan merek dari produk layanan anda. Kritikan dari pelanggan adalah konsultasi yang murah dan gratis untuk dapat memperbaiki sistim penjualan. selama dalam batas-batas yang wajar. sangat penting dalam usaha. Ini mungkin akan sering terjadi dalam kegiatan penjualan. baik untuk Tehnik Pembnihan Tanaman 373 . Komplain atas ketidak kepuasan pelanggan jangan dibalas dengan layanan yang buruk. Informasi kepuasan yang disampaikan pelanggan kepada orang lain mengenai produk dan layanan yang telah anda berikan. Bandingkan jika suatu perusahaan harus membayar biaya konsultan dengan biaya yang mahal untuk dapat memperbaiki cara layanan terhadap pelanggan. Kritikan dari pelanggan adalah bahan koreksi untuk bahan perbaikan terhadap cara layanan. Dalam suatu kegiatan usaha. Membangun image dan nama baik itu sangat sulit. Menjaga kepuasan pelanggan. Layani setiap ketidak puasan pelanggan dengan baik. informasi pelanggan kepada orang sekitar dapat mengangkat image produk dan layanan. pelanggan merupakan aset yang sangat penting yang harus dijaga. Menyampaikan informasi secara berantai dari mulut ke mulut akan sering terjadi. dan dapat juga menghancurkannya. Pelanggan yang tidak puas akan meyampaikan ketidak puasan terhadap produk dan layanan anda kepada semua orang.kepada temannya yang lain. Kepuasan pelanggan dan kepercayaan pelanggan tidak dapat dibeli dengan uang.

Itulah yang selalu di implementasikan oleh para marketingmarketing di seluruh dunia dalam menjalanan strategi pemasaranya. Dengan mengajarkan pelanggan tentang penggunaan produk yang dijual sebagai contoh produk yang dijual adalah produk yang membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya seperti produk kultur jaringan dan lainnya.selain anda harus memiliki sebuah media pemasaran seperti sebuah website atau biasa disebut situs.perorangan ataupun untuk perusahaan. Ada beberapa produsen yang tidak begitu peduli akan hal ini. anda juga harus mengetahui kelemahankelemahan kompetitor anda dan harus bisa mengenali konsumen dan bagaimana memanajemen konsumen atau pembeli anda. Dengan membuat pelanggan menjadi "pintar" akan mengurangi komplain lebih banyak terhadap produk yang dijual akibat kesalahan pemakaian produk tersebut. Hubungan baik dengan konsumen tidak bisa dibeli dengan uang dan tidaklah mudah untuk dapat menjaga hubungan baik jangka panjang dengan pelanggan. Dalam setiap aktifitas pemasaran di media-media masa. ada beberapa pokok yang harus diperhatikan dalam menjalankan strategi pemasaran yang matang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mendidik dan mengajarkan kepada pelanggan atas produk yang dijual. Strategi pemasaran yang baik harus didukung oleh perencanaan yang baik pula. Kendala yang paling sulit dalam penjualan adalah membentuk pelanggan yang loyal dan setia kepada produk yang kita tawarkan. Pelanggan yang cerewet adalah guru yang baik untuk seorang penjual dibandingkan dengan pelanggan yang diam atau pasif. Bagi seorang penjual tidak ada harta yang lebih berharga dari pada database konsumen dan hubungan baik dengan pelanggan. Pelanggan yang cerewet dapat memberikan masukan dan perbaikan untuk sistim penjualan.untuk mengurangi resiko terjadinya kesalahan-kesalahan yang bisa .

wanita dan anak-anak.salah satu dari konsumen anda berpikir tentang cara ini.apakah waktunya untuk berberes-beres dan maju ke langkah berikutnya? Mulailah memfokuskan usaha penjualan anda untuk menjamin konsumen itu akan kembali membeli produk anda lagi.Prospek penjualan yang terbaik adalah prospek yang sudah di ubah. jangan pernah lakukan tindak-tindak spamming.dengan kata lain. Jika ingin meningkatkan penjualan secara dramatis? Ubah fokus penjualan anda dari hanya menarik konsumen baru menjadi menggoda konsumen yang terjamin akan kembali untuk membeli lagi .berikut tips-tips dan trick yang perlu anda ketahui sebelum menjalankan strategi pemasaran bisnis dan usaha anda. karena akan berpengaruh pada imej bisnis. anda akan bisa meningkatkan penjualan majalah anda secara dramatis.menyebabkan ketidak teraturan dalam menjalankan sebuah strategi pemasaran yang baik. Penjualan majalah anda sehari sudah berakhir. Dalam menjalankan strategi pemasaran untuk bisnis.anda menjual majalah anda dan memenuhi pasar anda. gunakanlah strategi yang wajar dan pantas secara sportif untuk meraih kemenangan yang sportif pula. Jika bisnis anda terletak di sebuah kota kecil dengan populasi 1000 jiwa dan anda menjual majalah untuk semua orang di kota itu.pria. Dan dibawah ini cara yang manjur untuk meningkatkan penjualan yang akan Tehnik Pembnihan Tanaman 374 .

contohnya. Agar penjualan lebih sukses. ia mengalihkan perhatian konsumen ke masalah kecil itu. atau dalam artian hanya dengan menempatkan tambahan produk lain didekat produk yang anda fokuskan untuk dipasarkan. Sederhana dan Mudah Untuk di peroleh . tidak akan melejitkan penjualan anda. penjualan dan penjualan. yang jitu membangun program pendorong penjualan anda Cantik.saat terakhir karpet konsumen di dibersihkan di sebuah pencucian karpet.dan malah hanya membersihkanya. Persiapkan program pendorong penjualan Berikan alasan kepada staff marketing anda untuk pergi keluar sana dan lakukan penjualan.membantu menambah kesetiaan konsumen juga Cobalah sesuatu dari apa saja yang disarankan untuk meningkatkan penjualan anda dibawah ini: 1). si pencuci mengatakan bahwa terdapat noda kotoran hewan. 2).pemasaran yang melibatkan produk atau jasa lain tapi berhubungan dengan produk yang anda pasarkan dan membuatnya agar lebih cocok atau sesuai dan dibutuhkan oleh kustomer anda untuk membelinya. konsumen harus diyakinkan dengan adanya sebuah keuntungan dan manfaat dari sebuah produk atau jasa yang anda pasarkan. Karena mereka menawarkan staff marketing mereka sebuah trip perjalanan liburan ke atlantis atau TV 29 inchi untuk setiap penjualan yang terjadi. Coba lihat Progran Pembentuk Dorongan Penjualan dari Paul Shearstone. dan memperlihatkan kepada konsumen. Mengapa begitu banyak bisnis yang mempercayai staff marketing mereka untuk mengendalikan dan menangani penjualan. bagaimana mudahnya dan efektifnya tempat pencucian mereka membersihkan . Tumbuhkan semangat keberanian untuk menjual kepada staff marketing anda Pada dasarnya.

Pelajaran yang di ambil dari kasus diatas adalah : Jika anda ingin penjualan atau promosi selalu datang. dan membawa pulang TV tersebut lengkap dengan antena dan sebuah DVD Player karena masih ada sisa dari budget. namun saat seorang karyawan mendatanginya dan berkata Sepertinya mas tertarik dengan TV Itu yah mas? . Beberapa bulan yang lalu Pak Konsum berbelanja di sebuah toko pejualan alat-alat elektronik. Akibatnya akan membuat trick pemasaran yang melejitkan penjualan. Apakah konsumnen akan kembali kepada mereka? Pasti !!.mungkin mas bisa kembali lagi bulan depan? . Pak Konsum berbicara dalam hatinya untuk membeli atau tidak.segala bekas-bekas noda kotoran hewan. Pak Konsum kembali ke toko elektronik tersebut. Karyawan pencuci karpet tersebut meyakinkan konsumen untuk kembali mencuci kepada mereka dan menciptakan tempat pencucian mereka sebagai tempat yang cocok dan klop untuk konsumen tersebut. Berikan konsumen anda sebuah dongkrak dari dalam. 3).Saat Pak Konsum ingin mengambil sebuah produk.dan Pak Konsum menjawab Iya tapi masih mikir harganya lalu ia mengatakan Bulan depan kami mengadakan diskon 20% untuk TV ini mas.Coba tebak apa cerita selanjutnya. katakan pada kustomer anda tentang harga penurunan Tehnik Pembnihan Tanaman 375 .

seperti menyapa mereka dengan membawa sesuatu yang menguntungakan mereka seperti dengan memberikan perpanjang diskon hanya untuk mereka yang anda anggap sudah menjadi pelanggan anda. Tapi tidak ada alasan untuk bisnis yang masih kecil tidak dapat menyelenggarakan atau menciptakan sebuah program penghargaan terhadap pelanggan setia anda. 4). perbedaannya untuk Pelanggan anda adalah mereka memperlihatkan kepada anda betapa anda memiliki poin dan nilai untuk mereka. Rancanglah sebuah program penghargaan bagi pelanggan anda. Bagaimana anda mengharapkan kesetian konsumen seperti itu jika anda memperlakukan konsumen anda seperti seseorang yang tidak penting. 5). Mungkin saja saat kembali lagi mereka akan membawa seorang teman dan temannya membawa temannya yang lain. produk baru dengan harga murah dari toko lain. Dan jangan lupa!! Anda juga bisa mendongkrak semangat mereka dengan email atau menghubungi mereka melalui telephone. Kita semua sudah kenal dengan yang namanya program penghargaan untuk pelanggan setia dimana sudah banyak bisnis besar yang menyelenggarakanya. Dari survey menyatakan bahwa program . atau memberikan bebas harga untuk pembelian apa saja untuk pelanggan yang sudah memiliki poin tertinggi dalam pembelian di perusahan atau untuk bisnis anda.harga. dan sejenisnya. Sejajarkan kustomer anda Sangatlah jelas pada kenyataanya ada perbedaan antara Pelanggan dan Pembeli. Dari contoh kecil saja. Bisa saja sangat sederhana hanya dengan sebuah diskon untuk pelanggan yang berulang tahun pada tanggal yang ditentukan. Terdapat beberapa cara untuk memperhatikan pelanggan yaitu pelanggan selalu nomor satu.

Rubahlah fokus pemasaran anda seperti ini kepada lebih memberikan keyakinan. tetapi bukan hanya itu yang menjadi cara untuk meningkatkan penjualan. setidaknya kustomer yang sudah membeli produk anda sebelumnya akan berpikir pikiran yang baik tentang bisnis atau perusahaan anda. kemungkinan besar mereka akan mencoba dan menyukai produk yang baru sama seperti mereka puas dengan produk yang telah mereka beli sebelumnya dan ingin mencoba dengan membelinya. Berikan contoh gratis kepada kustomer. Sebagai kustomer yang telah membeli produk yang asli dan puas. dorongan dan kenyamanan kepada pelanggan setia Tehnik Pembnihan Tanaman 376 .dan berharaplah agar mereka mengatakan tentang produk anda. malah pada kenyataanya itu adalah cara yang berat dalam melakukanya. Menarik perhatian kustomer baru adalah hal yang bagus. karena dimulai dari awal untuk menciptakan kenyamanan dan kepercayaan kedada kustomer baru tersebut. 6). Mengapa sangat banyak bisnis yang mengikut sertakan contoh trial produk gratis pada produk yang lain saat anda membeli sesuatu dari mereka? Karena itu dapat meningkatkan penjualan dalam banyak cara.penghargaan terhadap pelanggan ini dapat meningkatkan penjualan dan menciptakan kesetiaan pelanggan yang makin setia terhadap anda.

5. email. ini adalah strategi yang paling dasar dalam pemasaran.no telephone. lokasi dengan peta (jika perlu). terbukti trick ini lebih manjur dalam meningkatkan penjualan. Dasar-dasar strategi pemasaran Pertama yang harus anda perhatikan sebelum memulai aktifitas dan pelaksanaan strategi pemasaran adalah target pasar. tentukan target pasar anda dan perhatikan hal-hal yang penting dibawah ini sebelum merencanakan sebuah strategi pemasaran yang handal dan jitu. Solusi Masalah : Didalam setiap kegiatan pemasaran tak luput dari deskripsi tentang produk yang anda pasarkan. Kepercayaan Dalam pemasaran kepercayaan adalah hal yang paling pokok dan paling mendasar. karena setiap strategi memiliki bobot tersendiri dalam pengimplementasianya. dan sejarah singkat tentang berdirinya bisnis anda dan dari mana anda terinsipirasi tentang bisnis anda .karena segala bentuk transaksi dan aktifitas pemasaran terjadi. . Dalam strategi pemasaran target pasar adalah hal pokok yang tidak bisa di hindari oleh pemasar dalam melakukan pemasaran. oleh sebab untuk membentuk sebuah kepercayaan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: . Testimonial : bila perlu tampilkan beberapa testimonial dari konsumen anda tentang kesan dan pesan setelah memanfaatkan produk anda . Kontak : informasi kontak dan data tentang diri anda sendiri atau cerita singkat tentang diri anda dan bisnis serta usaha anda. 10. bahkan yang terhandal menciptakan kesetiaan konsumen yang mempengaruh penjualan yang berulang-ulang. seperti alamat anda.yang sudah kenal dan menjadi konsumen anda sebelumnya hingga sekarang. dan keberhasilan strategi tersebut tergantung oleh keuletan dan cara pelaksanaannya oleh tim pemasaran itu sendiri: a.

banyak pemasar yang lupa untuk menggunakan strategi ini. sama halnya jika anda ingin orang lain membuka dirinya kepada anda. tapi secara tidak langsung strategi ini bisa mempengaruhi sebagian orang yang tidak mudah percaya. jika perlu resiko-resiko apa saja yang terjadi jika masalah tersebut dibiarkan berlarut-larut. . dengan banyak dan padatnya kegiatan-kegiatan yang Tehnik Pembnihan Tanaman 377 . bisnis dan usaha anda. dan apa kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh produk anda dalam memberikan solusi masalah yang dihadapi pembeli anda. anda harus ikut merasakan masalah yang mereka rasakan. dan apa yang membuat anda antusias dalam memasarkan produk anda. Taruh semua hal di atas di setiap halaman pada website atau halaman pemasaran anda. anda harus tahu apa masalah yang dihadapi pembeli anda jika memerlukan solusi dari produk anda. tidak ada salahnya kita menggunakan cara ini dalam strategi pemasaran.namun sekarang bagaimana anda menyampaikanya kepada pembeli. untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sejarah singkat : Ceritakan tentang diri anda. tunjukan kepada pembeli anda apa yang bisa dilakukan produk anda. sebelumnya anda harus membuka diri anda sendiri kepada orang lain bukan?. karena faktor kepentingan dan efektifitas. b. Kemudahan Dalam dunia usaha.

mereka akan mengubah pikiran untuk melakukan pembelian kepada anda di masa kedepanya. apalagi jika hanya untuk melakukan sebuah pembelian. alamat. internet adalah tempat yang pas untuk melakukan pembelian.. atau usahakan jangan sampai pembeli menghubungi anda lebih dari sekali untuk memastikan pesanan mereka sudah dikirim atau belum. tapi semudah apa untuk melakukan sembuah transaksi itu? . seperti nama lengkap.no telephone dan sisanya. Metode Pembayaran : Gunakan metode pembayaran yang kebanyakan orang menggunakanya. .mudah. mending beli toko dekat rumah. . karena agar setiap transaksi yang terjadi usahakan tidak memakan waktu lebih dari 1 hari untuk wilayah sekitar perusahaan anda.cepat dan dari mana saja. Lama waktu penerimaan barang atau jasa : Untuk strategi pemasaran ini diperlukan kecepatan dan kedisiplinan yang tinggi. murah dan langsung diterima. Intinya jangan hilangkan image dan kelebihan yang di berikan jika berbelanja yaitu nyaman. . tentulah pembeli diminta untuk mengisi sebuah formulir tentang data diri dan data transaksi yang dilakukan. hanya didepan komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet. mereka tentunya tidak ingin diperberat dengan sebuah hal yang bertele-tele dan rumit. andalah yang melakukan survey untuk kebenaran data tersebut.dilalui oleh orang-orang sehari-hari dikantor ataupun dimana saja. berikan pilihan cara pembayaran yang nyaman dan aman. memang untuk kenyamanan. sms.atau telephone.mudah. karena jika itu terjadi. untuk itu cukup minta pembeli untuk mengisi apa saja yang paling diperlukan. Form Transaksi : Sebelum melakukan pembelian. Anda bisa menawarkan sistem pembayaran dengan pemesanan melalui email. sudah bisa berbelanja apa saja yang anda inginkan.

karena percaya diri bersifat menular. . sebelum pembeli membeli produk dari anda. Kenyamanan Dalam strategi pemasaran. Panduan membeli : Berikan tips dan panduan membeli produk yang sejenis dengan anda. yaitu kenyamanan adalah hal yang pokok dalam setiap transaksi.c. Orang-orang tidak ingin tertipu dengan hal-hal baik Tehnik Pembnihan Tanaman 378 .otomatis pembeli anda juga yakin dengan apa yang anda berikan. dan jika pembeli ingin membeli produk anda.berarti anda yakin bahwa produk anda adalah produk yang pasti pas untuk solusi masalah pembeli anda.berikan jaminan uang kembali jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan yang anda sampaikan tentang produk anda dalam beberapa bulan . apa yang membuat mereka nyaman untuk membeli produk anda. Jaminan uang kembali : Untuk menghindari rasa penyesalan dari diri pembeli anda.jika anda yakin. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diataranya : . jangan pernah tinggalkan satu hal ini. apa yang membuat mereka nyaman untuk memilih anda sebagai partner bisnis nya. Garansi : Berikan jaminan garansi kepada pembeli tentang produk anda jika produk tersebut rusak atau tidak dapat digunakan dalam beberapa bulan atau tahun maka bisa diganti produk yang baruJjika anda berani memberikan jaminan ketahanan dan ke efektifan produk anda.

bukan tidak mungkin yang lain juga mengatakan bagus.namun alangkah bagusnya jika kepercayaan mereka di bareng dengan keyakinan dan keputusan yang bulat agar tidak timbul penyesalan point yang anda dapat disini adalah. kebanyakan orang menggunakan atau mengikuti sesuatu berdasarkan trend yang sedang beredar dilingkungan mereka. kemasan yang digunakan dalam mengirimkan dan waktu yang dibutuhkan. .. jika seseorang mengatakan bagus. karena menunggu adalah pekerjaan yaaang paling membosankan.memang ada yang bisa percaya. karena anda bisa mennguraikan secara detail apa-apa saja yang harus diperhatikan untuk sebuah produk sejenis anda. dalam strategi pemasaran ini. tidak ada salahnya untuk diuraikan sebagai tambahan yang mungkin berguna. jadi berikan informasi tentang cara pengiriman. kendaraan apa yang digunakan. selain anda bisa dipercaya.yang ditawarkan tanpa tau apa kekurangan dan kelebihanya dan apakah mengandung resiko atau tidak.artinya semua yang anda uraikan sudah dimiliki oleh produk anda. karena anda harus menjalankan komitmen secara akurat. atau secara halusnya.tapi hanya kelebihankelebihan produk yang sempurna bagai tanpa cela. kepercayaan pelanggan kepada. ada beberapa karakter . Proses pengiriman : Dalam strategi ini perlu sebuah struktur perusahaan yang kuat dan arsitektur proses kinerja yang mapan. perincian biaya pengiriman. perusahaan anda akan lebih terkesan profesional. d. Gengsi Menurut survey yang dilakukan untuk pasar di indonesia. kecepatan sebuah proses pengiriman dan penerimaan produk yang anda jual ke tangan pembeli adalah salah satu strategi meningkatkan kenyamanan. bisa kita sebut sebuah sugesti. contohnya saja untuk sebuah proses pengiriman.Kebanyakan pemasar-pemasar produk dan jasa tidak memberikan hal-hal diatas.

Semakin ramai yang menggunakan produk dan jasa anda. semakin ingin mereka untuk mengikuti keramaian tersebut. e. price. Dari analisis usaha tersebut dapat diprediksi jumlah produksi minimal yang harus diproduksi. Untuk menentukan harga penjualan. sasaran dan target penjualan. antara lain The Followers. Harga penjualan produk berupa benih tanaman dihitung dari semua komponen biaya produksi. semakin ramai tempat yang dikunjungi.konsumen yang ada. Memasarkan benih tanaman Sebelum melakukan pemasaran benih tanaman. lalu dilakukan analisis BEP (lihat BAB 11). 1) Menghitung harga penjualan. konsumen tipe ini sangat memperhatikan tren dan trade mark yang ada. pengusaha pada umumnya menambahkan keuntungan sekitar 25-50% datri biaya produksi tergantung product. place dan promotion (marketing mix). semakin ingin mereka mengikuti bahkan tidak perlu tahu fungsi dan kelebihanya. maka harus dihitung terlebih dahulu harga jual dari produk yang akan dijual. Tehnik Pembnihan Tanaman 379 . strategi promisi dan sistem penjualan. Harga jual dapat pula ditentukn berdasarkan survey pemasaran sehingga didapat harga jual yang masih menguntungkan perusahaan dan kompetitif.

Untuk benih kelapa sawit tentu saja sasaran pemasarannya dapat berupa klien individu atau pun kelompok/ perusahaan. Sedangkan sasaran di luar negeri adalah Malaysia. penyebaran leaflet. booklet. Metode ini akan mengurangi resika kerugian bagi perusahaan. seminar. lokakarya. BEP produk adalah 86. Promosi tidak langsung pada umumnya melalui propaganda. pemasangan beaner. Promosi langsung adalah dengan cara mengikuti pameran produk. Kalimantan Timur dan Medan.000 benih kelapa sawit. Strategi promosi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Sasaran pemasaran adalah perkiraan konsumen/ klien yang akan dijadikan fokus penjualan. pengenalan produk door to door dan pemberian produk secara gratis dan lain-lain.533 benih kelapa sawit. sebaiknya dilakukan dahulu promosi. sehingga target pejualan harus direncanakan antara 11. Target penjualan minimal harus lebih besar 25-50% dari BEP unit/produk benih. 3) Menentukan strategi promosi .Sebelum memutuskan untuk mengimplementasikan salah satu strategi marketing. 4) Menentukan sistem penjualan Strategi penjualan yang dapat ditempuh oleh perusahaan benih kelapa .000 13. Kalimantan Barat.2) Merencanakan sasaran dan target penjulan Sasaran dan target penjualan harus ditentukan sebelum produksi dimulai. Salah satu contoh sasaran kelapa sawit di dalam negeri adalah propinsi-propinsi yang mempunyai visi dan misi mengembangkan kelapa sawit secara besar-besaran seperti propinsi Riau. diskusi panel keunggulan produk dan lain-lain. Target penjualan sama dengan sasaran penjulan yang harus ditentukan sebelum kegiatan produksi dilakukan. Contoh pada BAB 11.

Metode marketing dapat dilakukan melalui internet. Tehnik Pembnihan Tanaman 380 . Marketing adalah penjulan produk melalui saluran pemasaran. Selling dapat dilakukan secara langsung oleh pengusaha kepada komsumen. Contoh dari marketing adalah penjualan melalui distributor. agen dan pengecer. dan MLM (Multy Level Marketing).sawit atau durian adalah seling dan marketing.

keorisinilan. Kemudahan . kepemimpinan. mempunyai kemampuan menjual dan memiliki tanggung jawab moral. Jiwa marketing dan motovasi tim . siswa telah mampu menguasai kompetensi memasarkan benih tanaman. Kepercayaan . Kenyamanan . Perlunya rasa kekeluargaan. Pentingnya informasi . Berorientasi ke masa depan.mempunyai naluri dan intuisi yang tajam. pengambilan resiko. . Penjulan Dasar-dasar strategi pemasaran . Gengsi .Ringkasan Setelah mempelajari BAB 10. . disiplin. professional. Percaya diri. Pelanggan adalah asset yang . Pengertian kewirausahaan Ciri dan karakteristik wirausahawan Orang yang berani melakukan suatu usaha untuk menciptakan suatu hasil yang bermanfaan bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri dengan cara mencari peluang untuk berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan. Strategi dan visi serta misi. berorientasi pada tugas.

berharga SOAL: 1. 2.10. 2. TUGAS: 1.. Siapa pengusaha idola anda. Bagaima teknik penjualan benih tanaman pangan dan hias agar omset penjualan anda minimal Rp. Tehnik Pembnihan Tanaman 381 .000. Lakukan permainan peran dengan tema penjulan benih kelapa sawit ke Negara Malaysia.000. Lakukan identifikasi jiwa kewirausahaan pada minimal 2 teman anda. Deskripsikan alas an anda memilih orang tersebut. Ada berapa persen ciri dan karakter wirausaha yang teman anda miliki.per bulan.

Oleh karena itu analisis usaha tani ini merupakan suatu contoh perhitungan . ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN Untuk mengetahui suatu usaha layak untuk dilaksanakan atau tidak layak dilaksanakan maka perlu dilakukan analisis usaha tani. dan lainlain. Semua perhitungan di dalam analisis ini berdasarkan satuan unit usaha dan masa pembenihan satu periode (siklus pembenihan). Sebelum memutuskan untuk memulai suatu kegiatan bisnis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian.BAB 11. Secara umum. analisis modal usaha tani. analisis keuntungan. maka perhitungan untung (atau rugi) dan kemungkinan terjadinya kegagalan merupakan faktor utama yang selalu menjadi bahan pertimbangan. Asumsi lain yang digunakan adalah usaha tani dilakukan dengan sistem monokultur dan kegiatan usaha berorientasi pada pasar komersial. suatu kegiatan usaha tani dapat dikatakan berhasil dalam segi finansial apabila dapat menunjukkan hal-hal sebagai berikut : (a) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan yang dapat menutup semua biaya atau pengeluarannya. perbedaan iklim dan hal-hal yang menyangkut kondisi lahan. artinya semua harga yang ditentukan di dalam analisis ini akan sangat dipengaruhi oleh waktu dan kondisi pasar. usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian yang dibahas dalam tulisan ini dapat disusun analisis usaha taninya yang meliputi analisis biaya produksi. (b) usaha tani tersebut menghasilkan penerimaan tambahan . analisis titik impas (break even point). Sifat analisis ini adalah tidak tetap. Untuk itu.

praktis biaya ini menjadi nol. pajak dan lain-lain. Tinggi rendahnya biaya suatu usaha tani ditentukan oleh besarnya skala usaha dan efisiensi penggunaan modal. Sebagai contoh. Jika usaha dihentikan. pupuk dan obat-obatan. alat-alat serta sarana produksi. baik modal sendiri maupun modal yang dipinjam dari pihak lain. tenaga kerja dan lain-lain. Besar kecilnya produk yang dihasilkan akan sangat bergantung dari biaya variabel yang dikeluarkan. Pengertian biaya tetapi ini adalah bahwa biaya tersebut . tenaga kerja. Dalam analisis ini biaya variabel terdiri dari biji siap tanam. maka semakin banyak tenaga kerja dikerahkan untuk mengisi polibag maka hasilnyapun akan semakin tinggi. Komponen biaya tetap terdiri dari biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan lahan (sewa lahan). dan (c) usaha tani tersebut memberikan jasa pengelolaan yang wajar kepada pelaku usaha tani tersebut. Biaya usaha tani meliputi semua ongkosongkos yang merupakan pengorbanan dalam pengadaan input produksi. jika produk yang dihasilkan adalah jumlah polibag yang diisi dan dengan media tanam dan benih. Secara umum biaya dikelompokkan kepada biaya tetap dan biaya variabel. Dengan demikian biaya variabel mengandung makna bahwa jumlah biaya akan bervariasi tergantung dari sekala usaha yang dijalankan. Biaya variabel ini berhubungan langsung dengan jumlah produk yang dihasilkan atau yang akan dihasilkan. baik menggunakan tenaga kerja maupun dengan traktor. Unsur biaya tetap terdiri dari sewa lahan. tenaga kerja. Sedangkan unsur-unsur dalam biaya variabel meliputi sarana produksi. Dalam pengolahan tanah biaya variabel adalah jumlah ongkos yang dikeluarkan untuk mengolah sejumlah luasan lahan. polibag.untuk membayar bunga modal yang dipakai.

Sewa lahan Tehnik Pembenihan Tanaman 382 .tetap saja dikeluarkan walaupun proses produksi tidak dijalankan.

b. pendapatan. a. biasanya dinamakan ratio. Komponen biaya yang dijadikan pembanding biasanya adalah biaya produksi. artinya usaha tersebut mendapatkan marjin posiitif . kinerja keuangan sejenis yang biasa dapat digunakan adalah R/C ratio (revenue/cost). Keuntungan merupakan selisih yang diperoleh dari pendapan (hasil penjualan) dikurangi biaya-biaya. adalah B/C rasio. Break even point analysis (BEP). Beberapa contoh analisis perbandingan tersebut. 11. Usaha yang baik tentunya harus mendapatkan R/C ratio yang lebih besar dari 1. dan keuntungan. return on investment (ROI). Analisis B/C ratio B/C ratio (benefit/cost) merupakan perbandingan antara keuntungan yang didapatkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Suatu usaha dapat memiliki R/C ratio = 1 jika jumlah penerimaan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. secara sedehana dapat dilakukan analisis perbandingan berbagai komponen biaya. Analisis ini menunjukkan seberapa besar suatu usaha menghasilkan keuntungan. B/C ratio ini biayasnya dilakukan untuk menilai kinerja keuangan dari suatu usaha pada tiap kali siklus produksi. Analisis R/C ratio Disamping B/C ratio. return on assets (ROA) dan sebagainya. Ratio ini mengambarkan kemampuan peneriamaan usaha.tetap menjadi beban pengusaha walaupun pengusaha tersebut tidak menjalankan kegiatannya. R/C ratio.1. Analisis usaha pembenihan tanaman Untuk menilai kinerja atau performa suatu usaha. yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang.

Analisis ini menujukkan kemampuan usaha untuk mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan oleh si pemilik usaha. Nilai-nilai yang berada di bawah titik impas menunjukkan bahwa usaha mengalami kerugian. Titik impas adalah suatu keadaan dimana suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu.31 sedangkan B/C rasio untuk pembenihan durian adalah 1. Ratio ini menggambarkan kemampuan usaha untuk membiayai pengadaan asset usaha. Dalam lanjutan analisis terlihat bahwa kelayakan usaha untuk B/C ratio kelapa sawit menunjukkan nilai 1. Rasio ini bisanya dinyatakan dalam persen (%). Analisis BEP Analisis titik impas. Sedangkan analisis ROA (return on assets) adalah perbandingan antara keuntungan (return) dibandingkan dengan nilai asset usaha (aktiva). analisis ROI (return on investment) yaitu perbandingan antara keuntungan (return) dengan besarnya investasi yang telah dikeluarkan.30 yang berarti bahwa manfaat yang diterima dalam satu musim tanam leih besar dari biaya yang Tehnik Pembenihan Tanaman 383 . biasanya disebut sebagai analisis BEP (break even point). sedangkan analisis ROI dan ROA umumnya dilakukan untuk satu periode tahun anggaran. Analis ROI Selanjutnya.(keuntungan). Analisis B/C ratio. Titik impas sendiri dapat dinyatakan dalam jumlah rupiah pendapat yang diharus diperoleh atau dalam jumlah unit barang yang harus dihasilkan agar suatu usaha tidak mengalami kerugian. setiap usaha harus mampu melebihi titik impasanya. d. tetapi tidak pula menderita kerugian. c. R/C ratio dan BEP umumnya dapat diterapkan dalam setiap siklus produksi.

Pada contoh perhitungan analisis usaha tani pembenihan kelapa sawit dan durian akan dihitung B/C dan R/C. Oleh karena itu jika petani dapat menghasilkan benih kelapa sawit dan durian lebih dari tingkat produksi tersebut maka petani diharapkan dapat meraih keuntungan. Artinya usaha ini secara sederhana dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Jika seluruh laba digunakan untuk membayar modal usaha tani. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah . Berikut ini akan diinformasikan tentang berbagai faktor yang terkait dengan teknik budidaya di pembenihan kelapa sawit. maupun bahan bakar (biodiesel). Sebelum menghitung analisis usaha kelapa sawit. Analisis titik impas yang menunjukkan titik dimana terjadi pulang modal. Kelapa sawit (Elaeis sp. Contoh perhitungan analisis usaha pada kelapa sawit. teknik budidaya.518 benih durian dengan kondisi layak jual. yaitu kondisi dimana usaha tani belum menunjukkan laba tetapi tidak merugi dapat dicapai pada tingkat produksi sebesar 86. harus difahami terlebih dahulu tentang peluang pemasaran. Perkebunannya menghasilkan keuntungan yang besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. sumberdaya manusia yang dibutuhkan. dalam analisis ini ditunjukkan dalam analisis ROI (return on investment) maka selurUh modal akan dapat dibayar dalam dua kali musim pembenihan. distribusi dan pelayanan purna jual.2.dikeluarkan. teknik pengepakan/pengemasan.) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak goreng (palm oil). minyak industri. Untuk analisis R/C ratio atau besarnya perbandingan laba terhadap biaya produksi.533 benih kelapa sawit dan 6. 11.

dan Sulawesi. Kelapa sawit berbentuk pohon. Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. a. Di Indonesia penyebaran kelapa sawit berada di daerah Aceh. namun proyeksi pada masa yang akan datang. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Syarat Tumbuh Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. pantai timur Sumatra. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. ungu. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Buah sawit matang pada Tehnik Pembenihan Tanaman 384 . diperkirakan bahwa pada tahun 2009 Indonesia akan menempati posisi pertama. Setelah melewati fase matang. Jawa. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Minyak dihasilkan oleh buah. kandungan asam lemak bebas (FFA.Malaysia.

Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Akar serabut. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU 15° LS). Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. Tanaman sawit dengan tipe cangkang . Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. digunakan teknik kultur jaringan.Pisifera. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. Gambar 11. dan Tenera. Kelapa sawit hanya dapat tumbuh di daerah tropis.1 . berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. Kelapa sawit berbentuk pohon. 2000-2500 mm setahun Kelapa sawit memiliki banyak jenis. Habitat untuk kelapa sawit adalah daerah semak belukar. Untuk pembibitan massal.kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Tingginya dapat mencapai 24 meter. Struktur tubuh dan berbagai organ kelapa sawit.

Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). 2000-2500 mm setahun. Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU . Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%.pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.15° LS). Tehnik Pembenihan Tanaman 385 . yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau.

Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. Pisifera. Media Tanam Tanah yang baik untuk budidaya kelapa sawit harus mengandung banyak lempung. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masingmasing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. optimal 2.000 mm.000 mm/tahun. dan Tenera.500-4. Ultisol dan Aluvial yang meliputi tanah gambut. c. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. beraerasi baik dan subur. Ketinggian tempat yang ideal bagi pembenihan kelapa sawit adalah antara 1-400 m dpl. Curah hujan tahunan antara 1. Benih kelapa sawit mengalami masa dormansi yang cukup panjang. Pembibitan Pembibitan tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara generatif .Kelapa sawit memiliki banyak jenis. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. Tanah Latosol. b. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi *Dura. dapat dijadikan media pembibitan kelapa sawit.000-3. Tanah memiliki derajat keasaman (pH) antara 4-6. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaban 60-80% dengan temperatur 35ºC.

d. Biji dikeringanginkan.2% selama 3 menit. e. f.45 0. Pengecambahan benih Tangkai buah dilepaskan dari spikeletnya. Tandan buah diperam selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air. Teknik pembibitan . Keringkan dan seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam Semua benih disimpan di dalam ruangan bersuhu 27ºC dan kelembaban 6070% sebelum dikecambahkan. Persyaratan benih Benih-benih yang dihasilkan oleh produsen resmi ini mempunyai kualitas sangat baik ini berasal dari induk jelas asal usulnya seperti Delidura dan bapak Pisifera.2% selama 2 menit.dan saat ini sudah dilakukan kultur jaringan untuk memperbanyak benih kelapa sawit. Rendam biji dalam air selama 6 7 hari dan ganti air tiap hari. Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari. Masukan biji kedalam kaleng pengecembahan dan tempatkan dalam ruangan dengan temperatur 39ºC dan kelembaban 60 70% Tehnik Pembenihan Tanaman 386 . lalu rendam dalam larutan Dithane M . Cuci biji dengan air dan masukkan kedalam larutan Dithane M45 0.

selama 60 hari. Cara tak langsung Kecambah dimasukkan ke dalam polybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1. 85 x 85 cm. 60 x 60 cm. 90 x 90 cm atau 100 x 100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi. siram tanah di dalam polybag sampai lembab. Terdapat dua teknik pembibitan yaitu (1) cara dua tahap melalui dederan (prenursery) dan (2) cara langsung tanpa dederan. 2). 80 x 80 cm.000 butir. Polybag disusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas. Lahan pembibitan dibersihkan. diratakan dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman. Setelah 10 hari benih berkecambah pada hari ke 30 tidak digunakan lagi. 65 x 65 cm. Kecambah di tanam sedalam 2 cm.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. 1).5 2. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0. 70 x 70 cm. Cara langsung Kecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada .2% selama 1 2 menit. Setelah 60 hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 30% dan dikeringanginkan lagi. Sebelum bibit ditanam. Setelah berumur 3 4 bulan dan berdaun 4 5 helai bibit dipindah tanamkan ke pembibitan. Masukkan biji ke dalam larutan Dithane M 45 0.500 sampai 25. Tanah di polybag harus selalu lembab. Setiap 7 hari benih dikeringanginkan selama 3 menit. Simpan polybag dibedengan dengan diameter 120 cm. Kebutuhan bibit per hektar antara 12. Jarak tanam biji dipembibitan adalah 50 x 50 cm.1 mm yang berisi 15 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Simpan benih diruangan bersuhu 27ºC.

Gulma dibuang/dicabut atau disemprot herbisida setiap 3 bulan.1. Tehnik Pembenihan Tanaman 387 . berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 8 mm.Cara ini menghemat tenaga dan biaya.). Seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan. Penyiangan dilakukan 2 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Kebutuhan air sekitar 2 liter untuk setiap polybag. Cara lain mencegah gulma adalah menaburkan serasah di polybag.cara pembibitan. d. Bibit yang tumbuh abnormal. Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan. Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan dan diberikan dalam larutan urea atau pupuk majemuk (Tabel 11.

50 122.4) 50 gr 122.6.00 NPKMg (15.1.25 61. Jumlah Kebutuhan Pupuk Untuk Benih Kelapa Sawit.500.Tabel 11.6. Tanaman NPKMg (15.4) 25 gr 61.15.250.00 NPKMg .15. Standar jumlah Kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Penggunaan Pupuk. jumlah kebutuhan Harga pupuk Per Per 1000 Pemupukan Tanaman Tan. OST Rajawali Tan.

17.33 Man Power (NPKMg) 10 kali 36.2) 115 gr 281.67 36.666.50 563.17.67 36.50 gr 36.500.666.75 281. kerja (NPKMg) 20 times 73.67 OST OST Rajawali Rajawali gram 0 0 0.333.00 77.12.00 .33 73.00 Kiserit 55 gr 77.67 T.00 Kiserit 27.750.12.000.00 NPKMg (12.2) 230 gr 563.(12.

00 125.00 0. Umur bibit 17 20 minggu.83 546. Umur bibit 6 7 larutan urea 0. rustica .12. rustica 15.2%. dosis 4 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.000.15.833. Umur bibit 21 28 minggu.2%.00 50 grams 50 gr 125.67 Rajawali) Biaya Total 836.666. rustica 12.00 (OST Rajawali) 1 kali 3.6.17.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.33 Total Cost 546.00 T.33 Pemupukan dilakukan pada umur bibit 4 5 minggu larutan urea 0. kerja Man Power (OST 0.83 836.67 3. Umur bibit 8 16 minggu .333. 3 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.0.

g.17. 2) Tunggau Penyebab : Tunggau Merah (Oliganycus). Gejala : daun dimakan sehingga yang tersisa hanya lidinya saja. Pengendalian menggunakan insektisida Hosation 25 Tehnik Pembenihan Tanaman 388 . Penyebabnya adalah nematoda rhadinaphelenchus cocophilus. rustica 12. daun berubah warna menjadi kuning dan mengering.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. daun baru tergulung dan tegak. 3) Ulat Setora Penyebab setora nitens. Umur bibit 29 40 minggu.12.2%. rustica 12. Bagian yang diserang adalah akar.2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.12. Pengendalian : dengan meracuni pohon dengan natrium arsenit dan setelah mati dibongkar dan dibakar. Hama dan Penyakit 1) Nematoda.12. tandan buah menjadi busuk.17. Bagian yang diserang adalah daun. Bagian yang diserang adalah daun. Umur bibit 41 48 minggu.12. Gejala yang ditimbulkan adalah : pusat mahkota mengerdil. Pengendalian menggunakan aktrisida tetradifon 0.1 0.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi. Gejala : daun menjadi mengkilap dan daun berwarna bronz.17.

UI.V, sevin 85 ES, Dursban 20 EC pada konsentrasi 0,2 0,3%. 4) Oil Palm Bunch Moth. Penyebab Tiorathaba mudella. Bagian yang diserang adalah buah muda dan kadang-kadang tandan buah. Gejala : buah muda berlubang, tandan buah busuk. Pengendalian menggunakan insektisida dipteres/thiodam (0,55 kg/370 liter air). Selain itu dilakukan pemberantasan biologi dengan parasit tabuhan dan lalat parasit. 5) Kumbang Oryctes. Penyebab oryctes rhynoceros. Bagian yang diserang adalah titik tumbuh, bakal daun. Gejala daun seperti terpotong gunting; pada serangan berat serangga akan mati. Pengendalian peningkatan sanitasi dan pemberantasan biologi dengan parasit jamur. 6) Babi hutan dan tikus. Babi hutan dan tikus biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang masih muda. Untuk hama tikus biasanya pengendalian dilakukan dengan menggunakan/memelihara burung hantu. h. Penyakit 1) Root Blast. Penyebab : rhizoctonia lamcllifera dan Phythium Sp. Bagian yang diserang adalah akar. Gejala : bibit persemaian mati mendadak. Tanaman dewasa layu dan mati. Selain itu terlihat adanya pembusukan akar. Pengendalian : pembuatan persemai yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, pengendalian bibit lebih dari 11 bulan. 2) Garis Kuning. Penyebab fusarium oxysporum. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala : bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.

3) Dry Basal Rot. Penyebab ceratocytis paradoxa. Bagian yang diserang adalah batang. Gejala : pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering, daun muda mati dan kering. Pengendalian adalah dengan menanam bibit yang telah di inokulasi. Asumsi yang digunakan dalam penghitungan analisis usaha kelapa sawit adalah sebagai berikut: . Semua harga dalam rupiah . Hari Orang Bulan sebesar Rp. 1.000.000,. Hari orang kerja sebesar Rp.20.000 per hari . Harga satu benih kelapa sawit adalah sebesar Rp.350,00 . Harga alat dan mesin untuk berbagai kegiatan pembenihan meruapakan harga perkiraan . Perkiraan Harga pupuk dan pestisida mengacu pada tahun 2000-2005 dari PT Rajawali . Harga benih kelapa sawit Rp. 12.000,Tehnik Pembenihan Tanaman 389

Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Kelapa Sawit Seluas 20 Hektar No Kegiatan Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana Satua n Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Sewa Lahan 10 Hektar 2,000,000.00 20,000,000.00 Persiapan lahan pembenihan 10 unit 500,000.00 5,000,000.00 Pembangunan bedengan dan naungan 1 unit 75,000,000.00 75,000,000.00 Membangun gudang 1 unit 20,000,000.00 20,000,000.00 Memasang instalasi air

1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Mengisi dan menyususn baby-bag 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Menanam kecanbah 200,000.00 unit 100.00 20,000,000.00 Perawatan semai 72 HOB 100,000.00 7,200,000.00 - Penyiraman 36 HOB 100,000.00 3,600,000.00 - Pemupukan 4,000.00 HOK 20,000.00 80,000,000.00 - Pengendalian HP

72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Pengendalian gulma 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Seleksi semai 18 HOB 1,000,000.00 18,000,000.00 - Pengisian dan penyusunan polybag 1,250.00 HOK 20,000.00 25,000,000.00 - transplanting 72 HOB 1,000,000.00 72,000,000.00 - Penyiraman 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00

- Seleksi bibit 36 HOB 1,000,000.00 36,000,000.00 - Pemanenan 200 HOK 20,000.00 4,000,000.00 Penyediaan Sarana Pembelian mesin pompa 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 pembangunan sumber air/menara 1 UNIT 10,000,000.00 10,000,000.00 Pembelian polybag 100 KG 26,000.00 2,600,000.00 PemBelian benih generatif 400,000.00 BUAH 400.00

160,000,000.00 Kendaraan projek 1 unit 50,000,000.00 50,000,000.00 Pupuk 200000 tan 500 100,000,000.00 Pestisida 200000 tan 350 70,000,000.00 Biaya produksi 1,038,400,000.00 Harga jual 200000 12000 2,400,000,000.00 B/C 1.31 R/C 2.31

Perkiraan keuntungan/periode pembenihan (12 bulan) 1,361,600,000.00 Tehnik Pembenihan Tanaman 390

11.3. Analisis usaha pembenihan durian Berbagai teknik dan trik dalam proses okulasi telah diinformasikan dengan jelas pada BAB 3 Benih hasil okulasi memungkinkan untuk dijadikan usaha yang menguntungkan di bidang pertanian. Adapun analis usaha pembenihan durian secara okulasi dibahas pada Tabel 11.3. Tabel 11.2. Analisis Usaha Pembenihan Durian Okulasi Sebanyak 10.000 Tanaman No Kegiatan 1 Sewa lahan 2 Pembuatan pembibitan 3 Penyiapan media semai 4 Pengisian polybag 5 Penyemaian 6 Okulasi 7 Pemeliharaan bibit 8 Biji durian 9 polybag 10 Pupuk kandang 11 tali rafia 12 mata entres 13 Pupuk dan pestisida 14 Pisau okulasi 15 gunting stek 16 cangkul 17 gembor 18 Pemasaran Biaya produksi Harga benih durian: (asumsi SR benih 60%) Perkiraan keuntungan B/C R/C

Kebutuhan Tenaga Kerja / Sarana 1 20 5 50 20 100 500 10 50 100 1 20000 10000 55111 6,000 Satuan 1000 m2 HOK HOK HOK HOK HOK HOK Biji Kg karung gulung buah unit buah buah buah buah paket Tanaman Harga Satuan (Rp) 3,000,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 50,000.00 25,000.00 100.00 24,000.00 4,000.00 50,000.00 100.00 500.00 1,000,000.00

100,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 15,000 Jumlah (Rp) 3,000,000.00 500,000.00 125,000.00 1,250,000.00 500,000.00 5,000,000.00 12,500,000.00 1,000.00 1,200,000.00 400,000.00 50,000.00 2,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.00 500,000.00 50,000.00 30,000.00 2,000,000.00 39,106,000.00 90,000,000.00 50,894,000.00 1.30 1.77

Tehnik Pembenihan Tanaman 391

Ringkasan Setelah mempelajari BAB 11. siswa telah mampu menguasai kompetensi menganalisis usaha pembenihan tanaman. Menghitung biaya produksi Menghitung pendapatan Biaya produksi adalah semua komponen biaya yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja dan kemasan, Menghitung pendapatan berfungsi untuk memperkirakan seluruh pendapatan dari satu kali periode produski suatu barang / jasa. Penghitungan dilakukan dengan cara mengalikan jumlah unit barang/ produk yang dihasilkan dengan harga jual produk/barang/ jasa. Menentukan B/C Menghitung BEP B/C rasio adalah perbandingan antara laba dengan biaya total yang dikelurkan. BEP adalah titik inpas dimana usaha tidak mangalami kerugian maupun keuntungan. Satuan BEP dapat digunakan dalam bentuk analisis keuangan atau jumlah unit minimal yang harus diproduksi agar usaha tidak merugi. Contoh perhitungan B/C, R/C, dan BEP pembeniha kelapa sawit dan durian . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit . Contoh penghitungan B/C, R/C dan BEP kelapa sawit SOAL: 1. Jelaskan tentang biaya produksi dari unit produksi pembenihan di sekolah 2. Hitung B/C. R/C dan BEP unit produksi pembenihan salah seorang penangkar beni h yang saudara kenal. 3. jelaskan keuntungan dari masing-masing teknik analisis usaha B/C dan BEP TUGAS: 1. Lakukan observasi harga terkini dari analisis usaha kelapa sawit dan durian. 2. Lakukan analisis terhadap biaya produksi kelapa sawit dan durian sesuai denga n karakteristik usaha yang terdapat di lingkungan sekolah. Tehnik Pembenihan Tanaman 392

393 DAFTAR PUSTAKA Abadi, L.A. 2000. Ilmu Penyakit Tumbuhan, Dasar-dasar dan Penerapannya. Lemlit Fakultas Pertanian Univ. Brawijaya Malang. 236 hal. Anonim. 1985. Rekomendasi Pengendalian Jasad Pengganggu Tanaman Pangan di Indonesia. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Anonim. 1989. Petunjuk Teknis Penanganan Pasca Panen. Direktorat Bina Usaha Petani dan Pengelolaan Hasil Tanaman Pangan. Ditjen Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta, 162 hal. Anonim. 2002. Ensiklopedia IPTEK, Ensiklopedia Sains untuk Peljar dan Umum Jilid 3. Penerbit Lentera Abadi, Jakarta. 287 hal. Anonim, 2003. Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Agronomi (Pembenihan). Dep. Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. 292 hal. Anonim 2004. Standar Kompetensi Nasional Indonesia, Bidang Keahlian Kultur Jaringan. Departemen Pendidikan Nasional. 187 hal. Anonim. 2007. Sistem Pangan Organik, Standar Nasional Indonesia. Badan Standardisasi Nasional. Anonim. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 6. Kehidupan Tumbuhan dan Kehidupan Hewan. Grolier International Inc., Jakarta. 295 hal. Anonim. 2004. Oxford Ensiklopedia Pelajar Jilid 8, Edisi Bahasa Indonesia. Grolier International, Oxford University Press. 91 hal. Baehaki. 1993. Insektisida Pengendalian Hama Tanaman. Penerbit Angkasa Bandung. 148 hal. Darjanto dan Satifah, S. 1984. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Tehnik

Penyerbukan Silang Buatan. Penerbit Gramedia. Jakarta, 156 hal. Endah, J.E., dan Novozan. 2002. Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman. Penerbit Agromedia Pustaka. 98 ha. Fitter, A.H., dan R.K.M. Hay. 1998. Fisiolog Lingkungan Tanaman. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 421 hal. Hanafiah, K.A. 2005. Dasardasar Ilmu Tanah. Penerbit Raja Grafindo Persada. Jakarta. 360 hal. Hartono, M. 1999. Produksi Tanaman Buah Dalam Pot. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Harjadi, S.S. 1980. Pengantar Agronomi. Penerbit Gramedia Jakarta. 197 hal. Haryanto, I. 1999. Pertanian Organik Tanaman Sayuran Pengahsil Dasun. Modul. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hadisuwito, S. 2007. Membuat Pupuk Kompos Cair.

394 Agromedia Pusaka, Jakarta. 50 hal. Hartus, T. 2007. Berkebun Hidroponik Secara Murah. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 96 hal. Huffaker, C.B., dan P.S. Messenger. Ed., Teori dan Praktek Pengendalian Biologis. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. 352 hal. Jamaran, I. 1998. Penerapan Bioteknologi dalam Menghasilkan Produk Agribisnis yang Berdaya Saing Tinggi. Prosiding Seminar Kebangkitan Agribisnis Indonesia, Jakarta. 107 hal Jumin, H.B. 2005. Dasar-Dasar Agronomi, Edisi Revisi. Penerbit Rjagrafindo Persada. Jakarta. 250 hal. Justice, O.L., dan L.N. Bass. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Cetakan ketiga. Rajagrafindo Persada. Jakarta. 446 hal. Novizan. 2002. Petunjuk Pemakaian Pestisida. Agromedia Pustaka, Jakarta. 124 hal. Novizan, 2005. Petunjuk Pemupukn yang efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta. 130 hal. Nurwardani, P. 2002. Usahatani Tomat. Dep. Agama RI dan PPPG Pertanian Cianjur. 77 hal. Nurwardani, P. 2006. Khitosan Sebagai Bahan Pengendali Colletotrichum capsici (Sydow) Butler & Bisby. Disertasi. Universitas Brawijaya Malang. 138 hal. Nurwardani, P. 1999. Budidaya Tanaman Hortikultura. Modul. Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam, Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Departemen Agama Republik Indonesia. Nurwardani, P. 2007. Memproduksi Bio-

Insektisida. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertnian Cianjur. Nurwardani, P. 2007. Musuh Alami Organisme Pengganggu Tanaman. Modul. Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen PMPTK, PPPPTK Pertanian Cianjur. Oka, I.N., 2005. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia. Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 255 hal. Pahan, I. 2002. Kelapa Sawit, Panduan Lengkap Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. 411 hal. Rasminah, S., 1990. Penyakit Benih (Seed Pathology). Penerbit Universitas Brawijaya, Malang. 71 hal. Santoso, I. 1980. Diagnosis Penyakit Tanaman. Terjemahan dari R.B. Streets. University of Arizona Press. Semangun, H. 2004. Penyakitpenyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia.

1991. Metode Kultur Jaringan Tanaman..hal. Nuraeni. Penerbit Angkasa. 1983. Biologi Sel. Bandung. Penerbit ITB . Subowo. U. 850 hal. Univ. Budidaya. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Muhammadiyah Malang. Press. L. Yogyakarta. Mikrobiologi Umum. Mikrobiologi Dasar. Tjitrosomo. R. G. Bndung. 476 hal. Penerbit Swadaya. G. Penerbit Angkasa. L. S. Produksi Bibit Tanaman Buah-Buahan dengan Cara Mencangkok. 1999. Produksi Bibit Tanaman Buah-buahan Dengan Cara Okulasi.395 Penerbit Gajah Mada Univ. Siregar. Y.R. Pertanian Organik. Y. Yogyakarta. 286 hal. 218 hal. dan F. 2005. Constabel. 349 hal. Penerbit Penebar Swadaya Seri Agritekno. T. Modul. 2002. 2000. Aluyo. 2005. 172 hal. 1987. Jakarta. Penerbit Papas Sinar Sinanti.H.. 2007. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Sutiyoso. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. S. dan Susilowati. Yogyakarta.S. Tjitrosoepomo. Suriawiria. Penerbit Gajah Mada University Press. 268 hal. 79 hal Tjitrosoepomo. Gajahmada University Press. Botani Umum 1. Jakarta.S. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Sukamto. Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. 1989. Penerbit Kanisius. Sugandi. Pengelolaan dan Pemasaran Cokelat. 255. 170 hal. Hidroponik Rakit Apung. Wetter. Modul. Morfologi Tumbuhan. Edisi Kedua. 1999. Riyadi dan L. Jakarta.2002. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sutanto..

Penerbit Swadaya. Glosarium Pertanian. Produksi Kompos dengan Tehnologi Effective Microorganism (EM). Petunjuk Penggunaan Pestisida. 120 hal. dan C. Yayasan Obor Indonesia.Bandung. 2006.. 154 hal. 284 hal. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Wudianto. 201 hal. Yogyakarta. Bioteknologi Pertanian. T. Yuwono. Penerbit Gajah Mada University Press. Memproduksi Benih Bersertifikat. B. 2002. 1983. Wirawan. 1999. W. 397 hal. Sri Wahyuni. Modul. . R. 191 hal. Wisnuwati. Penerbit Tarsito Bandung. 2004. S. Jakarta. Yahya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Geneika. Penerbit Penebar Swadaya. Yatim. 1992. Sitanggang.

Adsorbsi. Cabang lateral akar primer. Organisma tumbuhan tingkat rendah berukuran mikroskopis. Mikroorganisme sejenis bakteri yang berbentuk menyerupai pita. Tujuannya untuk mencegah peningkatan panas sehingga proses pengeringan dapat berlangsung. tidak berklorofil dan berkembang biak dengan cara membelah diri atau membentuk spora. Jaringan di dalam benih yang berasal dari hasilperkawinan antar inti polar di dalm sel telur dengan salah satu . Dormansi fisiologis. Akar primer. Permulaan pertumbuhan atau perkembangan terutama digunakan pada spora atau benih. Dormansi yang disebabkan oleh terjadinya kekacauan pada fungsi atau pada metabolisma akibat pengaruh suhu yang terlampau tinggi atau pemberian air yang berlebihan. Ovula masak yang terdiri dari embrio tanaman serta jaringan cadangan makanan serta seludang penutup. Penyerapan gas. Daya kecambah di lapangan. misalnya karbon aktif atau silika gel. Endosperma. Ovari pada tumbuhan yang telah berkembang menjadi masak bersama-sama dengan bagian bunga lain yang berdekatan dengannya. Benih. bersel satu. Akar sekunder. Calon tanaman yang berada di dalam benih. ap air atau bahan hasil uraian lain oleh suatu permukaan benda padat halus. Bakteri. Penyerapan oleh sel atau jaringan hidup yang berada di dalam benih. Aktinomisetes. Buah. Akar pertama tanaman yang berkembang / berasal dari radikel. Munculnya kecambah yang beasal dari benih yang ditanam di lapangan. Melalukan udara luar ke tempat penyimpanan benih. Aerasi. Berkecambah. Embrio.396 DAFTAR ISTILAH Absorpsi.

inti sperma. Unsur keturunan suatu tumbuhan yang bersama-sama dengan lingkungan mengendalikan sifat-sifat individu tumbuhannya. Enzim. Bahan katalis yang dihasilkan oleh benda hidup yang mampu membantu terjadinya perubahan kimiawi. Bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan orgenisme pengganggu tanaman (OPT). Misalnya tipe bunga. . Pestisida. Genotip. Jaringan tersebut memberi makanan kepada embrio benih. bentuk lain dan lain-lain.

Kecambah. Kotiledon. spesies atau genus induk betinanya. Calon akar pada benih atau ujung bagian bawah hipokotil embrio. Slah satu hasil tindakan menanam atau membudidayakan. Pembungkus benih yang berasal dari ovari. Kemampuan untuk hidup tumbuh dan berkembang. Nematoda. spesies atau genusnya berbeda dengan varietas. Viabilitas.397 Hibrida. Perikarp. Daun embrio benih yang berukuran tebal dan befungsi sebagai tempat cadangan makanan. Binatang mikroskopis yang menyerupai cacing. namun dapat pula berfungsi sebagai daun dalam arti yang sebnarnya yaitu melakukan fotosintesa. Hasil persilangan dari induk jantan yang varietas. Jumlah yang dihasilkan misalnya satu ton jagung per hektar. Benda hidup terkecil yang hanya mampu berkembang baik di dalam sel hidup. . Kulit benih. Uji viabilitas. Virus. Ovula. Pemisahan polong atau malai atau butiran benih dari tanamannya. Vigor. Bagian bunga yang menjadi benih atau biji setelah bunganya mengalami perubahan dan perkembangan lanjutan setelah pembuahan. Pengujian untuk menentukan kemampuan hidup. Panen. Jaringan benih terluar. Bahan yang digunakan di laboratorium untuk menumbuhkan organisma atau mikroorganisme. Mamapu tumbuh dan berkembang. Plumula. Radikel. Kultivar. Viabel. Perontokan. Varietas yang dibudidayakan. Kondisi yang mencerminkan kesehatan yang dan kebugaran alami. Tunas muda dari embrio pada benih atau pada kecambah dan akan berkembang menjadi bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah. Media biakan. Tanaman muda yang berasal dari benih.

JGV"*Jctic"Gegtcp"Vgtvkpiik+"Tr0"90:::.22 KUDP"ZZZ/ZZZ/ZZZ/Z Dwmw"kpk"vgncj"fkpknck"qngj"Dcfcp"Uvcpfct"Pcukqpcn"Rgpfkfkmcp"*DUPR+"fcp"vgncj" fkp{cvcmcp" nc{cm" ugdcick" dwmw" vgmu" rgnclctcp" dgtfcuctmcp" Rgtcvwtcp" Ogpvg tk" Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn"Pqoqt"68"Vcjwp"4229"vcpiicn" 7"Fgugodgt"4229"vgpvcpi" Rgpgvcrcp"Dwmw"Vgmu"Rgnclctcp"{cpi"Ogogpwjk"U{ctcv"Mgnc{cmcp"wpvwm"Fkiw/ pcmcp"fcnco"Rtqugu"Rgodgnclctcp0 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful