P. 1
BIOKIMIA makalah

BIOKIMIA makalah

|Views: 1,985|Likes:

More info:

Published by: Dinda 'bunte' Ibanez on Mar 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/31/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1.Monosakarida
  • 1.2. Disakarida
  • 1.3. Gula Alkohol
  • 1.4. Oligosakarida
  • 1.5Polisakarida
  • 1.6Polisakari dan Nonpati/Serat
  • 1.7Fungsi Karbohidrat
  • 2.1. Proses Glikolisis
  • 2.2.1. Produksi acetyl-CoA / Proses Konversi Pyruvate
  • 2.2.2. Proses oksidasi Acetyl-CoA (Citric-Acid Cycle)
  • 2.2.3. Proses /Rantai Transpor Elektron
  • 3. Energi Metabolisme Glukosa
  • 4.Jalur - Jalur Metabolisme Karbohidrat
  • 5.Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan
  • 6.Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan penambahan

1.

PENDAHULUAN

Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan yang harganya relatif murah. Semua karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan. Melalui fotosintesis, klorofil tanaman dengan bantuan sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari karbondioksida (CO2) berasal dari udara dan air (H2O) dari tanah. Karbohidrat yang dihasilkan adalah klarbohidrat sederhana glukosa. Di samping itu dihasilkan oksigen (O2) yang lepas di udara. Sinar matahari

klorofil 6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 O2 karbohidrat

Produk yang dihasilkan terutama dalam bentuk gula sederhana yang mudah larut dalam air dan mudah diangkut ke seluruh sel-sel guna penyediaan energi. Sebagian dari gula sederhana ini kemudian mengalami polimerisasi dan membentuk polisakarida. Ada dua jenis polisakarida tumbuh-tumbuhan, yaitu pati dan nonpati. Pati adalah bentuk simpanan karbohidrat berupa polimer glukosa yang dihubungkan dengan ikatan glikosidik (ikatan antara gugus hidroksil atom C nomor 1 pada molekul glukosa dengan gugus hiodroksil atom nomor 4 pada molekul glukosa lain dengan melepas 1 mol air). Polisakarida nonpati membentuk struktur dinding sel yang tidak larut dalam air. Struktur polisakarida

nonpati mirip pati, tapi tidak mengandung ikatan glikosidik. Serelia, seperti beras, gandum, dan jagung serta umbi-umbian merupakan sumber pati utama di dunia. Polisakarida nonpati merupakan komponen utama serat makanan. Di negara-negara sedang berkembang kurang lebih 80% energi makanan berasal dari karbohidrat. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat, angka ini lebih rendah, yaitu rata-rata 50%. A. Definisi Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung atom Karbon, Hidrogen dan Oksigen, dan pada umumnya unsur Hidrogen clan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sumber karbohidrat hewani dalam bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari hasil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang B. JENIS-JENIS KARBOHIDRAT 1. Karbohidrat Sederhana Karbohidrat sederhana terdiri dari: 1.1. Monosakarida Sebagian besar monosakarida dikenal sebagai heksosa, karena terdiri atas 6-rantai atau cincin karbon. Atom-atom hidrogen dan oksigen terikat pada rantai atau cincin ini secara terpisah atau sebagai gugus hidroksil (OH). Ada tiga jenis heksosa yang penting dalam ilmu gizi, yaitu glukosa, fruktosa, dan

2

galaktosa. Ketiga macam monosakarida ini mengandung jenis dan jumlah atom yang sama, yaitu 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen. Perbedaannya hanya terletak pada cara penyusunan atom-atom hidrogen dan oksigen di sekitar atom-atom karbon. Perbedaan dalam susunan atom inilah yang menyebabkan perbedaan dalam tingkat kemanisan, daya larut, dan sifat lain ketiga monosakarida tersebut. Monosakarida yang terdapat di alam pada umumnya terdapat dalam bentuk isomer dekstro (D). gugus hidroksil ada karbon nomor 2 terletak di sebelah kanan. Struktur kimianya dapat berupa struktur terbuka atau struktur cincin. Jenis heksosa lain yang kurang penting dalam ilmu gizi adalah manosa. Monosakarida yang mempunyai lima atom karbon disebut pentosa, seperti ribosa dan arabinosa

Struktur terbuka

Struktur Cincin
CH2OH O H OH H OH H D-Glukosa OH OH OH D-Fruktosa CH2OH O OH CH2OH OH OH OH D-Galaktosa CH2OH OH HO O

3

CH2OH O H OH OH HO OH D-Manosa CH2OH O OH

OH

OH

D-Ribosa

a.

Glukosa, dinamakan juga dekstrosa atau gula anggur, terdapat luas di

alam dalam jumlah sedikit, yaitu di dalam sayur, buah, sirup jagung, sari pohon, dan bersamaan dengan fruktosa dalam madu. Glukosa memegang peranan sangat penting dalam ilmu gizi. Glukosa merupakan hasil akhir pencernaan pati, sukrosa, maltosa, dan laktosa pada hewan dan manusia. Dalam proses metabolisme, glukosa merupakan bentuk karbohidrat yang beredar di dalam

tubuh dan di dalam sel merupakan sumber energi. Banyak dijumpai di alam, terutama pada buah-buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung dan tetes tebu. Di dalam tubuh glukosa didapat dari hasil akhir pencenaan amilum, sukrosa, maltosa dan laktosa. Glukosa dijumpai di dalam aliran darah (disebut Kadar Gula Darah) dan berfungsi sebagai penyedia energi bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh. Pada keadaan fisiologis Kadar Gula Darah sekitar 80-120 mg %. Kadar gula darah dapat meningkat melebihi normal disebut hiperglikemia, keadaan ini dijumpai pada penderita Diabetes Mellitus (Hutagalung, 2004).

4

b. Fruktosa, dinamakan juga levulosa atau gula buah, adalah gula paling
manis. Fruktosa mempunyai rumus kimia yang sama dengan glukosa, C6H12O6, namun strukturnya berbeda. Susunan atom dalam fruktosda merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis. Merupakan jenis sakarida yang paling manis, banyak dijjumpai pada mahkota bunga, madu dan hasil hidrolisa dari gula tebu. Di dalam tubuh fruktosa didapat dari hasil pemecahan sukrosa (Hutagalung, 2004).

c. Galaktosa, tidak terdapat bebas di alam seperti halnya glukosa dan
fruktosa, akan tetapi terdapat dalam tubuh sebagai hasil pencernaan laktosa.

d. Manosa, jarang terdapat di dalam makanan. Di gurun pasir, seperti di
Israel terdapat di dalam manna yang mereka olah untuk membuat roti.

e. Pentosa, merupakan bagian sel-sel semua bahan makanan alami.
Jumlahnya sangat kecil, sehingga tidak penting sebagai sumber energi. 1.2. Disakarida

Ada empat jenis disakarida, yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa, laktosa, dan trehaltosa. Trehaltosa tidak begitu penting dalam milmu gizi, oleh karena itu akan dibahas secara terbatas. Disakarida terdiri atas dua unit monosakarida yang terikat satu sama lain melalui reaksi kondensasi. kedua monosakarida saling mengikat berupa ikatan glikosidik melalui satu atom oksigen (O). ikatan glikosidik ini biasanya terjadi antara atom C nomor 1 dengan atom C nomor 4 dan membentuk ikatan alfa, dengan melepaskan satu molekul air. hanya karbohidrat yang unit monosakaridanya terikat dalam bentuk alfa yang dapat dicernakan. Disakarida dapat dipecah kembali mejadi dua molekul monosakarida melalui

5

2004). CH2OH O OH HO OH Maltosa CH2OH O H OH HO OH Sukrosa CH2OH O O CH2OH O O OH OH OH CH2OH O HO O OH CH2OH O OH CH2OH CH2OH OH OH OH Laktosa OH OH  Sukrosa atau sakarosa dinamakan juga gula tebu atau gula bit. jam.reaksi hidrolisis. Secara komersial gula pasir yang 99% terdiri atas sukrosa dibuat dari keuda macam bahan makanan tersebut melalui proses penyulingan dan kristalisasi. monosakarida lainnya adalah fruktosa dan galaktosa. Gula merah yang banyak digunakan di Indonesia dibuat dari tebu. Sukrosa juga terdapat di dalam buah. bit. gula nira (50%). dan madu. sayuran. 6 . Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Sumber: tebu (100% mengandung sukrosa). jelly (Hutagalung. kelapa atau enau melalui proses penyulingan tidak sempurna. Glukosa terdapat pada ke empat jenis disakarida.

Pulut sedikit sekali amilosanya (12%). seperti yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan bila benih atau bijian berkecambah dan di dalam usus manusia pada pencernaan pati. semakin kecil kandungan amilosa atau semakin tinggi kandungan amilopektinnya. Contohnya beras. beras (nasi) dapat dibagi menjadi 4 golongan: -amilosa tinggi 25-33% -amilosa menengah 20-25% -amilosa rendah 09-20% -amilosa sangat rendah < 9% 7 . Maltosa (gula malt) tidak terdapat bebas di alam. Amilum terdiri dari 2 fraksi (dapat dipisahkan dengan air panas): Amilosa • larut dengan air panas • mempunyai struktur rantai lurus Amilopektin • tidak larut dengan air panas • mempunyai sruktur rantai bercabang Peranan perbandingan amilosa dan amilopektin terlihat pada serelia. Maltosa mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa. Maltosa terbentuk pada setiap pemecahan pati. Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum. semakin lekat nasi tersebut. beras mengandung amilosa > 2% Berdasarkan kandungan amilosanya. Dengan Jodium amilum akan berubah menjadi warna biru. lebih mudah dicema dan rasanya lebih enak dan nikmat.

Ketidaktahanan terhadap laktosa lebih banyak terjadi pada orang tua. Laktosa mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. karena bayi sering diare.ASI 4-7% Laktosa dapat menimbulkan intolerance (laktosa intolerance) disebabkan kekurangan enzim laktase sehingga kemampuan untuk mencema laktosa berkurang. yang menyebabkan gejala kembung.Secara umum penduduk di negara-negara Asean. gembung. Hal ini mempengaruhi jenis mikroorgnaisme yang tumbuh. Almiron. kejang perut. Laktosa kurang larut di dalam air. Gejala yang sering dijumpai adalah diare. Terapi dengan pemberian formula rendah laktosa seperti LLM. Thailand dan Indonesia menyenangi nasi dengan kandungan amilosa medium. sedangkan Jepang dan Korea menyenangi nasi dengan amilosa rendah (Hutagalung. Sumber : hanya terdapat pada susu sehingga disebut juga gula susu. Isomil. -susu sapi 4-5% . Laktosa adalah gula yang rasanya paling tidak manis (seperenam manis glukosa) dan lebih sukar larut daripada disakarida lain. flatus dan kejang perut. Malaysia. anak dan orang dewasa. dan diare. 2004)  Laktosa (gula susu) hanya terdapat dalam susu dan terdiri atas satu unit glukosa dan satu unit galaktosa. Kelainan ini dapat dijumpai pada bayi. baik untuk sementara maupun secara menetap. khususnya Flipina. Prosobee dan 8 . Laktosa yang tidak dicerna tidak dapat diserap dan tetap tinggal dalam saluran pencernaan. Defisiensi laktase pada bayi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Kekurangan laktase ini menyebabkan ketidaktahanan terhadap laktosa.

H H—C—OH H—C—OH HO—C—H H—C—OH H H—C—OH HO—C—H HO—C—H H—C—OH 9 . Enzim aldosa reduktase dapat mengubah gugus aldehida (CHO) dalam glukosa menjadi alkohol (CH2OH). terdiri atas dua mol glukosa dan dikenal sebagai gula jamur. Sorbitol banyak digunakan dalam minuman dan makanan khusus pasien diabetes. Pengaruhnya terhadap kadar gula darah lebih kecil daripada sukrosa. karena laktosa diperlukan untuk pertumbuhan sel-sel otak. selai dan kue-kue. Konsumsi lebih dari lima puluh gram sehari dapat menyebabkan diare pada pasien diabetes. terdapat di dalam beberapa jenis buah dan secara komersial dibuat dari glukosa. dan inositol.Nutramigen. dan AI 110 bebas Laktosa. diabsorpsi lebih lambat dan diubah di dalam hati menjadi glukosa.  Trehalosa seperti juga maltosa. Tingkat kemanisan sorbitol hanya 60% bila dibandingkan dengan sukrosa. 1. Gula Alkohol Gula alkohol terdapat di dalam alam dan dapat pula dibuat secara sintesis. Trehalosa juga terdapat dalam serangga. Formula rendah laktosa tidak boleh diberikan terlalu lama (maksimum tiga bulan). manitol. Ada empat jenis gula alkohol yaitu sorbitol. Sebanyak 15% bagian kering jamur terdiri atas trehalosa.3. Struktur kimianya dapat dilihat di bawah. dulsitol.  Sorbitol. seperti minuman ringan.

 Fruktan adalah sekelompok oligo dan polisakarida yang terdiri atas beberapa unit fruktosa yang terikat dengan satu molekul glukosa.  Rafinosa. Inositol terdapat dalam banyak bahan makanan. bawang merah. Secara komersial manitol diekstraksi dari sejenis rumput laut. Manitol terdapat di dalam nanas. Fruktan tidak dicernakan secara berarti. dan galaktosa. Ketiga jenis oligosakarida ini terdapat di dalam biji tumbuhtumbuhan dan kacang-kacangan serta tidak dapat dipecah oleh enzim-enzim perncernaan. Sebagian besar di dalam usus besar difermentasi. asparagus. dan asparagus. bawang putih. Fruktan terdapat di dalam serealia. Kedua jenis alkohol ini banyak digunakan dalam industri pangan. Karbohidrat Kompleks 10 . 1. dan verbaskosa adalah oligosakarida yang terdiri atas unit-unit glukosa.4. ubi jalar. fruktosa. dan wortel. terutama dalam sekam serealia. C. stakiosa. Oligosakarida Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh monosakarida.  Inositol merupakan alkohol siklis yang menyerupai glukosa.H—C—OH H—C—OH H Sorbitol H—C—OH H—C—OH H Manitol  Manitol dan Dulsitol adalah alkohol yang dibuat dari monosakarida manosa dan galaktosa.

Bentuk butiran pati ini berbeda satu sama lain dengan karakteristik tersendiri dalam hal daya larut. bergantung jenis tanaman asalnya. bijibijian. Cairan glukosa dalam hal ini merupakan campuran 11 . sedangkan amilopektin adalah polimer yang susunannya bercabang-cabang dengan 15-30 unit glukosa pada tiap cabang.  Pati merupakan simpanan karbohidrat dalam tumbuh-tumbuhan dan merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia di seluruh dunia. glikogen. Jenis polisakarida yang penting dalam ilmu gizi adalah pati. dan polisakarida nonpati.5 Polisakarida Karbohidrat kompleks ini dapat mengandung sampai tiga ribu unit gula sederhana yang tersusun dalam bentuk rantai panjang lurus atau bercabang. Pati terutama terdapat dalam padi-padian. dan rasa. dan umbi-umbian. amilosa amilopektin  Dekstrin merupakan produk pada pencernaan pati atau dibentuk melalui hidrolisis parsial pati. dekstrin. daya mengentalkan. Amilosa merupakan rantai panjang unit glukosa yang tidak bercabang. Dekstrin merupakan sumber utama karbohidrat dalam makanan lewat pipa (tube feeding). Jumlah unit glukosa dan susunannya dalam satu jenis pati berbeda satu sama lain.1.

dan algal. 12 . dan lignin. maltosa. Serat yang larut dalam air adalah pektin. Glikogen dalam otot hanya dapat digunakan untuk keperluan energi di dalam otot tersebut. Karena molekulnya lebih besar dari sukrosa dan glukosa. gum. Dua pertiga bagian dari glikogen disimpan dalam otot dan selebihnya dalam hati. dan air. Kelebihan glukosa melampaui kemampuan menyimpannya dalam bentuk glikogen akan diubah menjadi lemak dan disimpan dalam jaringan lemak. Ada dua golongan serat yaitu yang tidak dapat larut dan yang dapat larut dalam air. mukilase. 1. hemiselulosa. Serat yang tidak larut dalam air adalah selulosa. sedangkan glikogen dalam hati dapat digunakan sebagai sumber energi untuk keperluan semua sel tubuh.6 Polisakari dan Nonpati/Serat Serat akhir-akhir ini banyak mendapat perhatian karena peranannya dalam mencegah berbagai penyakit. dekstrin mempunyai pengaruh osmolar lebih kecil sehingga tidak mudah menimbulkan diare. yang terutama terdapat di dalam hati dan otot. glukosa.dekstrin. glukan.  Glikogen dinamakan juga pati hewan karena merupakan bentuk simpanan karbohidrat di dalam tubuh manusia dan hewan.

tepung-tepungan. sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot. Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi penduduk di seluruh dunia. dan sebagainya. ikan. seperti wortel dan bit serta kacang-kacangan relatif lebih banyak mengandung karbohidrat daripada sayur daun-daunan. 2. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kkalori.D. ayam. roti. kacang-kacang kering. Pemberi Rasa Manis pada Makanan 13 . talas. Sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera. ubi. umbi-umbian. dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat. mie. Sumber karbohidrat yang banyak dimakan sebagai makanan pokok di Indonesia adalah beras. dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak. sirup. Sumber Karbohidrat Sumber karbohidrat adalah padi-padian atau serealia. dan gula. telur. Sayur umbi-umbian. selai. Seseorang yang memakan karbohidrat dalam jumlah berlebihan akan menjadi gemuk. singkong. 1. karena banyak didapat di alam dan harganya relatif murah. Sumber Energi Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh. Bahan makanan hewani seperti daging. Hasil olah bahan-bahan ini adalah bihun.7 Fungsi Karbohidrat a. Sebagian besar sayur dan buah tidak banyak mengandung karbohidrat. dan sagu. jagung.

2. Bahan-bahan ini dibentuk menyebabkan ketidakseimbangan natrium dan dehidrasi. Serat makanan mencegah kegemukan.Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan.4. 5. protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun. Bila tingkat kemanisan sakarosa diberi nilai 1. Membantu Pengeluaran Feses Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur peristaltik usus dan memberi bentuk pada feses. Selulosa dalam serat makanan mengatur peristaltik usus. glukosa 0. dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun. penyakitpenyakit divertikulosis. maka protein akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi. Penghemat Protein Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi. Fruktosa adalah gula yang paling manis. hemoroid. aseton. Pengatur Metabolisme Lemak Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna. kanker usus besar. penyakit diabetes mellitus. Sebaliknya. Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama. 4. pH cairan menurun. konstipasi.7. Laktosa lebih lama tinggal dalam 14 . bila karbohidrat makanan mencukupi. laktosa 0. dan jantung koroner yang berkaitan dengan kadar kolesterol darah tinggi. Keadaan ini menimbulkan ketosis atau asidosis yang dapat merugikan tubuh. dan asam beta-hidroksi-butirat. Laktosa dalam susu membantu absorpsi kalsium. sehingga menghasilkan bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat. khususnya mono dan disakarida. maka tingkat kemanisan fruktosa adalah 1. 3. maltosa 0.7.

disakarida maupun polisakarida yang dikonsumsi oleh manusia akan terkonversi menjadi glukosa di dalam hati. 15 . 2. Hal ini disebabkan karena semua jenis karbohidrat baik monosakarida. Glukosa ini kemudian akan berperan sebagai salah satu molekul utama bagi pembentukan energi di dalam tubuh. sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan.saluran cerna. METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat glukosa merupakan karbohidrat terpenting dalam kaitannya dengan penyediaan energi di dalam tubuh.

Melalui proses oksidasi yang terjadi di dalam sel-sel tubuh. glukosa juga akan berperan sebagai sumber energi utama bagi kerja otak. glukosa akan menyediakan hampir 50—75% dari total kebutuhan energi tubuh. molekul glukosa dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu molekul D-Glukosa dan L-Glukosa. glukosa tidak hanya dapat tersimpan dalam bentuk glikogen di dalam otot & hati namun juga dapat tersimpan pada plasma darah dalam bentuk glukosa darah (blood glucose).Berdasarkan bentuknya. Proses metabolisme secara anaerobik akan berlangsung di dalam sitoplasma (cytoplasm) sedangkan proses metabolisme anaerobik akan berjalan dengan mengunakan enzim sebagai katalis di dalam mitochondria dengan kehadiran Oksigen (O2). glukosa kemudian akan digunakan untuk mensintesis molekul ATP (adenosine triphosphate) yang merupakan molukel molekul dasar penghasil energi di dalam tubuh. 16 . Di dalam tubuh selain akan berperan sebagai bahan bakar bagi proses metabolisme. Untuk dapat menghasilkan energi. proses metabolisme glukosa akan berlangsung melalui 2 mekanisme utama yaitu melalui proses anaerobik dan proses aerobik. Faktor yang menjadi penentu dari bentuk glukosa ini adalah posisi gugus hidrogen (-H) dan alkohol (–OH) dalam struktur molekulnya. Dalam konsumsi keseharian. Glukosa yang berada dalam bentuk molekul D & L-Glukosa dapat dimanfaatkan oleh sistim tumbuh-tumbuhan. Di dalam tubuh. Di dalam tubuh manusia glukosa yang telah diserap oleh usus halus kemudian akan terdistribusi ke dalam semua sel tubuh melalui aliran darah. sedangkan sistim tubuh manusia hanya dapat memanfaatkan DGlukosa.

Proses ini berlangsung dengan mengunakan bantuan 10 jenis enzim yang berfungsi sebagai katalis di dalam sitoplasma (cytoplasm) yang 17 .1.Metabolisme Glukosa 2. Proses Glikolisis Tahap awal metabolisme konversi glukosa menjadi energi di dalam tubuh akan berlangsung secara anaerobik melalui proses yang dinamakan Glikolisis (Glycolysis).2.

Inti dari keseluruhan proses Glikolisis adalah untuk mengkonversi glukosa menjadi produk akhir berupa piruvat. Pada proses Glikolisis. Selain akan menghasilkan produk akhir berupa molekul piruvat. Bila oksigen tidak tersedia maka molekul piruvat hasil proses glikolisis akan terkonversi menjadi asam laktat. proses glikolisis ini juga akan menghasilkan molekul ATP serta molekul NADH (1 NADH3 ATP). Proses ini berjalan melalui beberapa tahapan reaksi yang disertai dengan terbentuknya beberapa senyawa antara seperti Glukosa 6-fosfat dan Fruktosa 6fosfat. Melalui proses glikolisis ini 4 buah molekul ATP & 2 buah molekul NADH (6 ATP) akan dihasilkan serta pada awal tahapan prosesnya akan mengkonsumsi 2 buah molekul ATP sehingga total 8 buah ATP akan dapat terbentuk. Molekul ATP yang terbentuk ini kemudian akan diekstrak oleh selsel tubuh sebagai komponen dasar sumber energi. Dalam kondisi aerobik. 2. tahapan proses yang 18 .terdapat pada sel eukaryotik (eukaryotic cells). 1 molekul glukosa yang memiliki 6 atom karbon pada rantainya (C6H12O6) akan terpecah menjadi produk akhir berupa 2 molekul piruvat (pyruvate) yang memiliki 3 atom karbom (C3H3O3). Proses respirasi selular ini terbagi menjadi 3 tahap utama yaitu produksi Acetyl-CoA. Respirasi Selular Tahap metabolisme energi berikutnya akan berlangsung pada kondisi aerobik dengan mengunakan bantuan oksigen (O2).2. proses oksidasi Acetyl-CoA dalam siklus asam sitrat (Citric-Acid Cycle) serta Rantai Transpor Elektron (Electron Transfer Chain/Oxidative Phosphorylation). piruvat hasil proses glikolisis akan teroksidasi menjadi produk akhir berupa H2O dan CO2 di dalam dinamakan respirasi selular (Cellular respiration).

3 jenis enzim yang terlibat dalam reaksi ini adalah enzim Pyruvate 19 .2 akan memperlihatkan 3 tahap proses respirasi selular beserta Siklus Asam Sitrat (Citric Acid Cycle) yang berfungsi sebagai pusat metabolisme tubuh.1. Siklus ini tidak hanya digunakan untuk memproses karbohidrat namun juga digunakan untuk memproses molekul lain seperti protein dan juga lemak. Gambar 6. Proses ini berjalan dengan bantuan multi enzim 2 pyruvate dehydrogenase complex (PDC) melalui 5 urutan reaksi yang melibatkan 3 jenis enzim serta 5 jenis coenzim. Produksi acetyl-CoA / Proses Konversi Pyruvate Sebelum memasuki Siklus Asam Sitrat (Citric Acid Cycle) molekul piruvat akan teroksidasi terlebih dahulu di dalam mitokondria menjadi Acetyl-Coa dan CO .2.Tahap kedua dari proses respirasi selular yaitu Siklus Asam Sitrat merupakan pusat bagi seluruh aktivitas metabolisme tubuh. 2.

Inti dari proses yang terjadi pada siklus ini adalah untuk mengubah 2 atom karbon yang terikat didalam molekul Acetyl-CoA menjadi 2 molekul karbon dioksida (CO2 ).Dehydrogenase (E1).2. NAD+.2. Proses konversi yang terjadi pada siklus asam sitrat berlangsung secara aerobik di dalam mitokondria dengan bantuan 8 jenis enzim. membebaskan koenzim A serta memindahkan energi yang dihasilkan pada siklus ini ke dalam senyawa NADH. Secara sederhana persamaan reaksi untuk 1 Siklus Asam Sitrat (Citric Acid Cycle) dapat dituliskan : Acetyl-CoA + oxaloacetate + 3 NAD+ + GDP + Pi +FAD --> oxaloacetate + 2 CO2 + FADH2 + 3 NADH + 3 H+ + GTP Siklus ini merupakan tahap akhir dari proses metabolisme energi glukosa. Dari gambar juga dapat dilihat bahwa proses konversi piruvat tidak hanya akan menghasilkan CO 2 dan Acetyl-CoA namun juga akan menghasilkan produk samping berupa NADH yang memiliki nilai energi ekivalen dengan 3xATP. sedangkan coenzim yang telibat dalam reaksi ini adalah TPP. FADH dan GTP. dihydrolipoyl transacetylase (E2) & dihydrolipoyl dehydrogenase (E3). Proses oksidasi Acetyl-CoA (Citric-Acid Cycle) Molekul Acetyl CoA yang merupakan produk akhir dari proses konversi Pyruvate kemudian akan masuk kedalam Siklus Asam Sitrat. 2. Gambar di bawah ini akan memperlihatkan secara sederhana proses konversi piruvat. CoA & Lipoate. dari 20 . FAD. Selain menghasilkan CO 2 dan GTP.

Proses /Rantai Transpor Elektron Proses konversi molekul FADH2 dan NADH yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat (citric acid cycle) menjadi energi dikenal sebagai proses fosforilasi oksidatif (oxidative phosphorylation) atau juga Rantai Transpor Elektron (electron transport chain).persamaan reaksi dapat terlihat bahwa satu putaran Siklus Asam SItrat juga akan menghasilkan molekul NADH & molekul FADH . 2 kedua molekul ini kemudian akan diproses kembali secara aerobik di dalam membran sel mitokondria melalui proses Rantai Transpor Elektron untuk menghasilkan produk akhir berupa ATP dan air (H2O). Untuk melanjutkan proses metabolisme energi. elektron yang terdapat di dalam 21 .2. Di dalam proses ini. elektron-elektron yang terkandung didalam molekul NADH & FADH2 ini akan dipindahkan ke dalam aseptor utama yaitu oksigen (O2).3. Pada akhir tahapan proses ini. 2.

Ikatan yang terdapat dalam molekul ATP ini akan mampu untuk menghasilkan energi sebesar 7. Dalam sitoplasma glukosa akan mengalami GLIKOLISIS yaitu peristiwa pemecahan gula hingga menjadi energi 22 . Energi Metabolisme Glukosa Secara keseluruhan proses metabolisme Glukosa akan menghasilkan produk samping berupa karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Glukosa yang diserap dari pencernaan makanan di usus dibawa darah menuju ke seluruh sel tubuh.3 kilokalor per molnya. yang kemudian diubah menjadi energi. Siklus Asam Sitrat dan proses Rantai Transpor Elektron. sel-sel yang terdapat di dalam tubuh akan mampu untuk mengunakan dan menyimpan energi yang dikandung dalam bahan makanan sebagai energi ATP. ATP akan terbentuk sebanyak 36 buah sedangkan proses anaerobik hanya akan menghasilkan buah ATP. 3.molekul NADH akan mampu untuk menghasilkan 3 buah molekul ATP sedangkan elektron yang terdapat dalam molekul FADH2 akan menghasilkan 2 buah molekul ATP. energi kemudian akan dihasilkan dalam bentuk ATP dan kalor panas. Melalui proses metabolisme. Peranan utama karbohidrat di dalam tubuh adalah menyediakan glukosa bagi sel-sel tubuh. Glukosa memegang peranan sentral dalam metabolisme karbohidrat. Terbentuknya ATP dan kalor panas inilah yang merupakan inti dari proses metabolisme energi. Karbon dioksida dihasilkan dari siklus Asam Sitrat sedangkan air (H2O) dihasilkan dari proses rantai transport elektron. Dalam proses metabolisme secara aerobik. Secara umum proses metabolisme secara aerobik akan mampu untuk menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan proses secara anaerobik. Melalui proses Glikolisis. Jaringan tertentu hanya memperoleh energi dari karbohidrat seperti sel darah merah serta sebagian besar otak dan sistem saraf.

Secara ringkas. Ada dua jalur glikolisis yaitu jalur biasa untuk aktivitas/kegiatan hidup yang biasa (normal) dengan hasil ATP terbatas. Selanjutnya hasil siklus Kreb akan digunakan dalam SYSTEM COUPLE (FOSFORILASI OKSIDATIF) dengan menggunakan sitokrom dan berakhir dengan pemanfaatan Oksigen sebagai penangkap ion H. glikogenolisis serta glukoneogenesis.Jalur Metabolisme Karbohidrat Terdapat beberapa jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. oksidasi biologi.(ATP). terutama oleh Oksigen. misalnya lari cepat. Asidosis ini dapat berakibat fatal terutama bagi orang yang tidak terbiasa (terlatih) beraktivitas keras. oksidasi piruvat. dan glukoneogenesis pada situs ini juga. Hasil oksidasi glukosa melalui glikolisis akan dilanjutkan dalam SIKLUS KREB yang terjadi di bagian matriks mitokondria. Jalur cepat ini memberi hasil asam laktat yang bila terus bertambah dapat menyebabkan terjadinya ASIDOSIS LAKTAT . Jalur . jalur-jalur metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai berikut: 23 . tidak dapat berjalan. Kejadian tubuh kemasukan racun menyebabkan system sitokrom di-blokir oleh senyawa racun sehingga reaksi REDUKSI-OKSIDASI dalam system couple. siklus asam sitrat. glikogenesis. dan glikolisis jalur cepat yang dikenal dengan jalur EMBDEN MEYER-HOFF untuk menyediakan ATP cepat pada aktivitas/kegiatan kerja keras. 4. Selanjutnya disarankan membaca materi biokimia enzim.

Jika sumber glukosa berlebihan. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis. diikuti dengan oksidasi piruvat sampai dengan siklus asam sitrat. 24 . 3. melebihi kebutuhan energi kita maka glukosa tidak dipecah. Jika kapasitas penyimpanan glikogen sudah penuh. 4. maka sumber energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. maka karbohidrat harus dikonversi menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi jangka panjang. Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA.1. Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. melainkan akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut glikogen). Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi. Jalur ini dinamakan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein harus diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk memperoleh energi. 5. maka glikogen dipecah menjadi glukosa. Glukosa sebagai bahan bakar utama metabolisme akan mengalami glikolisis (dipecah) menjadi 2 piruvat jika tersedia oksigen. 6. 2. Glikogen ini disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi jangka pendek. Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis.

asam piruvat. pada suasana aerob (tersedia oksigen) 2. asam laktat. menjadi: 1. pada suasana anaerob (tidak tersedia oksigen) 25 .Beberapa jalur metabolisme karbohidrat Glikolisis Glikolisis adalah katabolisme glukosa yang berlangsung di dalam sitosol semua sel.

Lintasan detail glikolisis (dipetik dari: Murray dkk. Biokimia Harper) 26 .

D-fruktosa 1. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim aldolase (fruktosa 1. Gliseraldehid 3-fosfat dapat berubah menjadi dihidroksi aseton fosfat dan sebaliknya (reaksi interkonversi). ATP menjadi donor fosfat.Secara rinci. tahap-tahap dalam lintasan glikolisis adalah sebagai berikut (pada setiap tahap. sehingga hasilnya adalah ADP. ∝-D-glukosa 6-fosfat ↔ ∝-D-fruktosa 6-fosfat 3. Fruktosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa 1.(-1P) Mg2+ Glukosa + ATP à glukosa 6-fosfat + ADP 2.6-bifosfat dengan bantuan enzim fosfofruktokinase.6-bifosfat aldolase). sehingga hasilnya adalah ADP. Reaksi bolak-balik ini mendapatkan katalisator enzim fosfotriosa isomerase. Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa-6 fosfat dengan dikatalisir oleh enzim heksokinase atau glukokinase pada sel parenkim hati dan sel Pulau Langerhans pancreas. Enzim ini hanya bekerja pada anomer ∝glukosa 6-fosfat.(-1P) ∝-D-fruktosa 6-fosfat + ATP ↔ D-fruktosa 1. D-gliseraldehid 3-fosfat ↔ dihidroksiaseton fosfat .6-bifosfat↔ D-gliseraldehid 3-fosfat + dihidroksiaseton fosfat 5.6-bifosfat dipecah menjadi gliserahdehid 3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat.6-bifosfat 4. lihat dan hubungkan dengan Gambar Lintasan detail metabolisme karbohidrat): 1. Fruktosa 1. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa 6-fosfat dengan bantuan enzim fosfoheksosa isomerase. Satu fosfat berenergi tinggi digunakan. ATP diperlukan sebagai donor fosfat dan bereaksi sebagai kompleks Mg-ATP.

(+2P) 8. maka energi yang dihasilkan adalah 2 x 1P = 2P. Dihidroksi aseton fosfat bisa diubah menjadi gliseraldehid 3-fosfat maka juga dioksidasi menjadi 1.3-bifosfogliserat.3-bifosfogliserat + ADP ↔ 3-fosfogliserat + ATP Catatan: Karena ada dua molekul 1.3-bifosfogliserat + NADH + H+ Atom-atom hidrogen yang dikeluarkan dari proses oksidasi ini dipindahkan kepada NAD+ yang terikat pada enzim. 3-fosfogliserat diubah menjadi 2-fosfogliserat dengan bantuan enzim fosfogliserat mutase. Jika molekul dihidroksiaseton fosfat juga berubah menjadi 1. maka dari 1 molekul glukosa pada bagian awal. 1. fosfat posisi 1 bereaksi dengan ADP menjadi ATP dibantu enzim fosfogliserat kinase. Pada 1. Gliseraldehid 3-fosfat dioksidasi menjadi 1. (+6P) 7.6.3-bifosfogliserat. 3-fosfogliserat ↔ 2-fosfogliserat . dengan demikian terbentuk 2 molekul gula yang masing-masing beratom C tiga (triosa). sampai dengan tahap ini akan menghasilkan 2 x 3P = 6P. Senyawa sisa yang dihasilkan adalah 3-fosfogliserat.3-bifosfogliserat dengan bantuan enzim gliseraldehid 3-fosfat dehidrogenase.6-bifosfat yang memiliki 6 atom C dipecah menjadi Gliseraldehid 3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat yang masing-masing memiliki 3 atom C. D-gliseraldehid 3-fosfat + NAD+ + Pi↔ 1.3 bifosfogliserat. (+3P) Catatan: Karena fruktosa 1.3-bifosfogliserat. Pada rantai respirasi mitokondria akan dihasilkan tiga fosfat berenergi tinggi.

2P + 8P . Jika tak tersedia oksigen (anaerob). selanjutnya dioksidasi dalam siklus asam sitrat menjadi CO2. 2-fosfogliserat diubah menjadi fosfoenol piruvat (PEP) dengan bantuan enzim enolase.hasil oksidasi respirasi jumlah . Enolase dihambat oleh fluoride. Fosfat pada PEP bereaksi dengan ADP menjadi ATP dengan bantuan enzim piruvat kinase. tak terjadi reoksidasi NADH melalui pemindahan unsur ekuivalen pereduksi. lalu dikonversi menjadi asetil-KoA. Piruvat + NADH + H+ à L(+)-Laktat + NAD+ Dalam keadaan aerob.dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P . 2-fosfogliserat ↔ fosfoenol piruvat + H2O 10. Kesimpulan: Pada glikolisis aerob.9. Fosfoenol piruvat + ADP à piruvat + ATP Catatan: Karena ada 2 molekul PEP maka terbentuk 2 molekul enol piruvat sehingga total hasil energi pada tahap ini adalah 2 x 1P = 2P. Enol piruvat yang terbentuk dikonversi spontan menjadi keto piruvat. Piruvat akan direduksi oleh NADH menjadi laktat dengan bantuan enzim laktat dehidrogenase. piruvat masuk mitokondria. Enzim ini bergantung pada Mg2+ atau Mn2+. energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut: hasil tingkat substrat :+ 4P :+ 6P :+10P : . (+2P) 11.

2P + 2P .dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P Oksidasi piruvat Dalam jalur ini. yang terjadi di dalam mitokondria sel. Biokimia Harper) .Pada glikolisis anaerob. Jalur ini merupakan penghubung antara glikolisis dengan siklus Kreb’s.hasil oksidasi respirasi jumlah . Jalur ini juga merupakan konversi glukosa menjadi asam lemak dan lemak dan sebaliknya dari senyawa non karbohidrat menjadi karbohidrat. energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut: hasil tingkat substrat :+ 4P :+ 0P :+ 4P : . piruvat dioksidasi (dekarboksilasi oksidatif) menjadi AsetilKoA. Lintasan oksidasi piruvat (dipetik dari: Murray dkk.

Rangkaian reaksi kimia yang terjadi dalam lintasan oksidasi piruvat adalah sebagai berikut: 1. Siklus asam sitrat merupakan jalur akhir bersama oksidasi karbohidrat. Hidroksietil TDP bertemu dengan lipoamid teroksidasi. piruvat didekarboksilasi menjadi hidroksietil TDP terikat oleh komponen kompleks enzim piruvat dehidrogenase. Unsur ekuivalen pereduksi ini kemudian memasuki rantai respirasi (proses fosforilasi oksidatif) menghasilkan ATP. sehingga memindahkan ekuivalen pereduksi kepada rantai respirasi. Siklus asam sitrat merupakan rangkaian reaksi katabolisme asetil KoA yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP. asetil lipoamid akan diubah menjadi asetil KoA. Dengan adanya TDP (thiamine diphosphate). Selanjutnya dengan adanya KoA-SH. . 3. terbentuk ekuivalen pereduksi berbentuk hidrogen atau elektron. suatu kelompok prostetik dihidroksilipoil transasetilase untuk membentuk asetil lipoamid. selanjutnya TDP lepas. 4. Produk sisa yang dihasilkan adalah CO2. Piruvat + NAD+ + KoA à Asetil KoA + NADH + H+ + CO2 Siklus asam sitrat Siklus asam sitrat juga sering disebut sebagai siklus Kreb’s atau siklus asam trikarboksilat dan berlangsung di dalam mitokondria. lipid dan protein. Pada keadaan tanpa oksigen (anoksia) atau kekurangan oksigen (hipoksia) terjadi hambatan total pada siklus tersebut. pada kehadiran dihidrolipoil dehidrogenase. 2. dengan hasil sampingan berupa lipoamid tereduksi. Selama proses oksidasi asetil KoA. Siklus ini selesai jika lipoamid tereduksi direoksidasi oleh flavoprotein yang mengandung FAD. Flavoprotein tereduksi dioksidasi oleh NAD+.

lipid dan protein .Siklus asam sitrat sebagai jalur bersama metabolisme karbohidrat.

Biokimia Harper) .Lintasan detail Siklus Kreb’s (dipetik dari: Murray dkk.

lipoat. Sis-akonitat (terikat enzim) Isositrat H2O Isositrat mengalami dehidrogenasi menjadi oksalosuksinat dibantu enzim isositrat dehidrogenase. Suksinil KoA + Pi + ADP ↔ Suksinat + ATP + KoA . Konversi berlangsung dalam 2 tahap. FAD serta KoA. yang bergantung NAD+. NAD+. dikatalisir sitrat sintase. ∝–ketoglutarat + NAD+ + KoA à Suksinil KoA + CO2 + NADH + H+ 5. Isositrat + NAD+ ↔ Oksalosuksinat ↔ ∝–ketoglutarat + CO2 + NADH + H+ (terikat enzim) Kemudian terjadi dekarboksilasi menjadi ∝–ketoglutarat yang juga dikatalisir oleh enzim isositrat dehidrogenase. 4. Asetil KoA + Oksaloasetat + H2O à Sitrat + KoA 2.Reaksi-reaksi pada siklus asam sitrat diuraikan sebagai berikut: 1. dengan kofaktor misalnya TDP. Kondensasi asetil KoA dengan oksaloasetat membentuk sitrat. Sitrat dikonversi menjadi isositrat oleh enzim akonitase (akonitat hidratase) yang mengandung besi Fe2+. ∝–ketoglutarat mengalami dekarboksilasi oksidatif menjadi suksinil KoA dengan bantuan kompleks ∝–ketoglutarat dehidrogenase. Suksinil KoA berubah menjadi suksinat dengan bantuan suksinat tiokinase (suksinil KoA sintetase). Sitrat H2O 3. Mn2+ atau Mg2+ berperan penting dalam reaksi dekarboksilasi. yaitu: dehidrasi menjadi sis-akonitat dan rehidrasi menjadi isositrat.

suatu reaksi yang memerlukan NAD+. FADH2 menghasilkan 2 ikatan fosfat berenergi tinggi. Sejumlah ekuivalen pereduksi dipindahkan ke rantai respirasi dalam membran interna mitokondria. oksidasi piruvat dan siklus Kreb’s. Malat mengalami hidrogensi menjadi oksaloasetat dengan katalisator malat dehidrogenase.6. menghasilkan 2. akan dapat kita hitung bahwa 1 mol glukosa jika dibakar sempurna (aerob) akan menghasilkan energi dengan rincian sebagai berikut: . Suksinat mengalami dehidrogenasi menjadi fumarat dengan peran suksinat dehidrogenase yang mengandung FAD. Tiga molekul NADH. Satu molekul FADH2. Suksinat + FAD ↔ Fumarat + FADH2 7. menghasilkan 3. Fumarat mendapatkan penambahan air menjadi malat dengan bantuan enzim fumarase (fumarat hidratase) Fumarat + H2O ↔ L-malat 8. L-Malat + NAD+ ↔ oksaloasetat + NADH + H+ Energi yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat Pada proses oksidasi asetil KoA. Kalau kita hubungkan jalur glikolisis. Pada tingkat substrat Jumlah Satu siklus Kreb’s akan menghasilkan energi 3P + 3P + 1P + 2P + 3P : 3 X 3P : 1 x 2P = 9P = 2P = 1P = 12P = 12P. Ekuivalen pereduksi NADH menghasilkan 3 ikatan fosfat berenergi tinggi (esterifikasi ADP menjadi ATP). dihasilkan 3 molekul NADH dan 1 FADH2. Fosfat berenergi tinggi juga dihasilkan pada tingkat siklus (tingkat substrat) saat suksinil KoA diubah menjadi suksinat. rincian energi yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat adalah: 1.

Glikogen terdapat didalam hati (sampai 6%) dan otot jarang melampaui jumlah 1%. . Akhirnya asetil KoA masuk ke dalam rangkaian siklus asam sitrat untuk dikatabolisir menjadi energi. Glikogen otot adalah sumber heksosa untuk proses glikolisis di dalam otot itu sendiri. 3. bekerja dan sebagainya.1. Selanjutnya piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. hampir semua simpanan glikogen hati terkuras. Jika jumlah glukosa melampaui kebutuhan. Sedangkan glikogen hati adalah simpanan sumber heksosa untuk dikirim keluar guna mempertahankan kadar glukosa darah. Tetapi karena massa otot jauh lebih besar daripada hati. glikogen merupakan polimer ∝D-Glukosa yang bercabang. khususnya di antara waktu makan. Proses di atas terjadi jika kita membutuhkan energi. Glikogen merupakan simpanan karbohidrat dalam tubuh dan analog dengan amilum pada tumbuhan. maka dirangkai menjadi glikogen untuk cadangan makanan melalui proses glikogenesis. mencerna makanan. Seperti amilum. Glikolisis Oksidasi piruvat (2 x 3P) Siklus Kreb’s (2 x 12P) : 8P : 6P : 24P : 38P Jumlah Glikogenesis Tahap pertama metabolisme karbohidrat adalah pemecahan glukosa (glikolisis) menjadi piruvat. 2. Setelah 12-18 jam puasa. misalnya untuk berpikir. maka besarnya simpanan glikogen di otot bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih banyak. Tetapi glikogen otot hanya terkuras setelah seseorang melakukan olahraga yang berat dan lama.

2. Biokimia Harper) . Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDPGlc pirofosforilase. UTP + Glukosa 1-fosfat ↔ UDPGlc + PPi Uridin difosfat glukosa (UDPGlc) (dipetik dari: Murray dkk. Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh glukokinase.Rangkaian proses terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai berikut: 1. Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi juga pada lintasan glikolisis). Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi dan gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam reaksi reversible yang intermediatnya adalah glukosa 1. Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk uridin difosfat glukosa (UDPGlc). Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan katalisator enzim fosfoglukomutase.6-bifosfat.6-bifosfat ↔ Enz-P + Glukosa 1-fosfat 3. Enz-P + Glukosa 6-fosfat ↔Enz + Glukosa 1.

Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik reaksi kea rah kanan persamaan reaksi 5. Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glikogen. Biokimia Harper) 4. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase.Lintasan glikogenesis dan glikogenolisis (dipetik dari: Murray dkk. Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya (disebut glikogen . sehingga membebaskan uridin difosfat.

sedangkan di hati terdapat jumlah molekul glikogen yang melebihi jumlah molekul glikogenin. . Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai glikogenin. Tahap-tahap perangkaian glukosa demi glukosa digambarkan pada bagan berikut. UDPGlc + (C6)n à UDP + (C6)n+1 Glikogen Glikogen Residu glukosa yang lebih lanjut melekat pada posisi 1à4 untuk membentuk rantai pendek yang diaktifkan oleh glikogen sintase. 6. Cabangcabang ini akan tumbuh dengan penambahan lebih lanjut 1àglukosil dan pembentukan cabang selanjutnya. maka enzim pembentuk cabang memindahkan bagian dari rantai 1à4 (panjang minimal 6 residu glukosa) pada rantai yang berdekatan untuk membentuk rangkaian 1à6 sehingga membuat titik cabang pada molekul tersebut. Pada otot rangka glikogenin tetap melekat pada pusat molekul glikogen. Setelah jumlah residu terminal yang non reduktif bertambah. jumlah total tapak reaktif dalam molekul akan meningkat sehingga akan mempercepat glikogenesis maupun glikogenolisis.primer) harus ada untuk memulai reaksi ini. Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan penambahan glukosa tersebut hingga mencapai minimal 11 residu glukosa.

Enzim ini spesifik untuk proses fosforolisis rangkaian 1à4 glikogen untuk menghasilkan glukosa 1-fosfat. . akan tetapi sebenarnya tidak demikian. Glikogenolisis Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan. Proses ini dinamakan glikogenolisis. Sekelompok glukosa dalam rangkaian linier dapat putus dari glikogen induknya dan berpindah tempat untuk membentuk cabang. Residu glukosil terminal pada rantai paling luar molekul glikogen dibuang secara berurutan sampai kurang lebih ada 4 buah residu glukosa yang tersisa pada tiap sisi cabang 1à6. maka glikogen harus dipecah untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. Enzim yang berperan dalam tahap ini adalah enzim pembentuk cabang (branching enzyme). Untuk memutuskan ikatan glukosa satu demi satu dari glikogen diperlukan enzim fosforilase. Biokimia Harper) Tampak bahwa setiap penambahan 1 glukosa pada glikogen dikatalisir oleh enzim glikogen sintase.Biosintesis glikogen (dipetik dari: Murray dkk. Glikogenolisis seakan-akan kebalikan dari glikogenesis.

Hidrolisis ikatan 1à6 memerlukan kerja enzim enzim pemutus cabang (debranching enzyme) yang spesifik. maka kerja enzim fosforilase selanjutnya dapat berlangsung. . Biokimia Harper) Glukoneogenesis Glukoneogenesis terjadi jika sumber energi dari karbohidrat tidak tersedia lagi.(C6)n + Pi à (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat Glikogen Glikogen Glukan transferase dibutuhkan sebagai katalisator pemindahan unit trisakarida dari satu cabang ke cabang lainnya sehingga membuat titik cabang 1à6 terpajan. Maka tubuh adalah menggunakan lemak sebagai sumber energi. Jika lemak juga tak tersedia. Dengan pemutusan cabang tersebut. barulah memecah protein untuk energi yang sesungguhnya protein berperan pokok sebagai pembangun tubuh. Tahap-tahap glikogenolisis (dipetik dari: Murray dkk.

Jadi bisa disimpulkan bahwa glukoneogenesis adalah proses pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa non karbohidrat. Untuk protein. jalur glukoneogenesis dari bahan lipid maupun protein dijelaskan sebagai berikut: 1. Asam lemak dapat dioksidasi menjadi asetil KoA. 2. Selanjutnya asetil KoA masuk dalam siklus Kreb’s. asam-asam amino penyusunnya akan masuk ke dalam siklus Kreb’s. bisa dari lipid maupun protein. Sementara itu gliserol masuk dalam jalur glikolisis. Lipid terpecah menjadi komponen penyusunnya yaitu asam lemak dan gliserol. Secara ringkas. .

Biokimia Harper) .Ringkasan jalur glukoneogenesis (dipetik dari: Murray dkk.

Perhatikan jalur glukoneogenesis yaitu masuknya lipid dan asam amino ke dalam lintasan (dipetik dari: Murray dkk. Biokimia Harper) .Lintasan metabolisme karbohidrat. lipid dan protein.

Glukoneogenesis dari bahan protein. Biokimia Harper) . Dalam hal ini protein telah dipecah menjadi berbagai macam asam amino (dipetik dari: Murray dkk.

E. Pencernaan dan Metabolisme Karbohidrat Tujuan akhir pencernaan dan absorpsi karbohidrat adalah mengubah karbohidrat menjadi ikatan-ikatan lebih kecil. Enzim amilase ludah bekerja paling baik pada pH ludah yang bersifat netral. Mulut Pencernaan karbohidrat dimulai di mulut. dan galaktosa kemudian diabsorpsi melalui sel epitel usus halus dan diangkut oleh sistem sirkulasi darah melalui . sebagian diubah menjadi disakarida maltosa. Bila berada di mulut cukup lama. sukrase. Bolus yang ditelan masuk ke dalam lambung. terutama berupa glukosa dan fruktosa. 2. fruktosa. Amilase menghidrolisis pati atau amilum menjadi bentuk karbohidrat lebih sederhana. dan laktase. Pencernaan karbohidrat : 1. Pencernaan karbohidrat kompleks dimulai di mulut dan berakhir di usus halus. yaitu dekstrin. Usus Halus Pencernaan karbohidrat dilakukan oleh enzim-enzim disakarida yang dikeluarkan olej sel-sel mukosa usus halus bnerupa maltase. Hidrolisis disakarida oleh enzim-enzim ini terjadi di dalam mikrovili dan monosakarida yang dihasilkan adalah sebagai berikut : Maltase Maltosa Sukrase Sakarosa Laktase Laktosa 1 mol glukosa + 1 mol galaktosa 1 mol glukosa + 1 mol fruktosa 2 mol glukosa Monosakarida glukosa. Bola makanan yang diperoleh setelah makanan dikunyah bercampurn dengan ludah yang mengandung enzim amilase (sebelumnya dikenal sebagai ptialin). sehingga dapat diserap oleh pembulu darah melalui dinding usus halus.

Makanan tinggi serat cenderung meningkatkan berat feses.vena porta. F. Pengaruh Faal Karbohidrat Makanan Yang Tidak Dicernakan Di Usus 1. 3. serta rafinosa. bila konsentrasi turun. Substrat potensial lain yang difermentasi adalah fruktosa. verbaskosa. laktosa pada mereka yang kekurangan laktase. Metabolisme Kolesterol Data epidemologik menunjukkan bahwa konsumsi serat makanan mempunyai hubungan negatif dengan insiden penyakit jantung koroner dan batu ginjal. dan monomer lain yang susah dicernakan. sorbitol. 2. Usus Besar Dalam waktu 1-4 jam setelah selesai makan. terutama dengan kolesterol darah. Berat Feses Makanan yang rendah serat menghasilkan feses yang keras dan kering yang susah dikeluarkan dan membutuhkan peningkatan tekanan saluran cerna yang luar biasa untuk mengeluarkannya. Tapi. seperti asam asetat. Sisa-sisa pencernaan ini merupakan substrat potensial untuk difermentasi oleh mikroorganisma di dalam usus besar. . metan dan asam-asam lemak rantai pendek yang mudah menguap. absorpsi dilakukan secara pasif atau fasilitatif. dan fruktan. Produk utama fermentasi karbohidrat di dalam usus besar adalah karbondioksida. asam propionat dan asam butirat. pati nonkarbohidrat atau serat makanan dan sebagian kecil pati yang tidak dicernakan masuk ke dalam usus besar. stakiosa. Bila konsentrasi monosakarida di dalam usus halus atau pada mukosa sel cukup tinggi. Polisakarida nonpati larut air (pektin. hidrogen. absorpsi dilakukan secara aktif melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan energi dari ATP dan ion natrium.

disekresi ke dalam empedu dan biasanya kembali ke hati melalui reabsorpsi dalam usus halus (siklus entero hepatik). Penurunan ini terutama terlihat pada fraksi LDL (low Density Lipoprotein) yang disertai dengan penurunan kandungan kolesterol dalam hati dan lain jaringan Pengaruh ini dikaitkan dengan metabolisme asam empedu.gum. dan sebagainya) paling berpengaruh sedangkan polisakarida nonpati yang tidak larut air hanya mempunyai pengaruh kecil terhadap kadar kolesterol. Perubahan Susunan Mikroorganisme Hubungan antara kolon dengan kekurangan serat makanan diduga karena terjadinya perubahan pada susunan mikroorganisme dalam saluran cerna. Asam empedu dan steorid netral disintesis dalam hati dari kolesterol. Mikroorganisme ini juga diduga mencegah atau membatasi pemecahan karsinogen yang terjadi secara normal bila serat makanan lebih tinggi. 3. Bahan-Bahan Pengganti Gula (Pemanis Buatan) Pemanis buatan digunakan untuk memberi rasa manis pada makanan. oleh karena itu digunakan oleh mereka yang membatasi konsumsi gulanya atau oleh pasien diabetes mellitus. 4. G. Waktu Transit Waktu transit makanan setelah ditelan adalah waktu yang dipelrukan makanan untyuk melalui mulut sampai ke anus. Mikroorganisme yang terbentuk menguntungkan pembentukan karsinogen yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker. Pemanis buatan ini tidak menghasilkan energi. Waktu transit dalam kolon biasanya kurang lebih sepuluh kali lebih lama daripada waktu transit dari mulut ke awal kolon dan merupakan tahap utama yang mempengaruhi seluruh waktu transit makanan. Waktu transit dari mulut ke bagian awal usus besar dipengaruhi oleh pengosongan lambung dan transit dalam usus halus. .

Daya kemanisan sakarin adalah lima ratus kali manis gula sakarosa. Aspartam adalah senyawa metil ester dipeptida yaitu L-fenilalanin-metil ester yang mempunyai daya kemanisan kurang lebih dua ratus kali kemanisan sakarosa. Siklamat biasa dipakai dalam bentuk garam natrium dan asam siklamat. 3½H2O S 2 O N Na+ S O2 O2  Siklamat diperkenalkan ke dalam makanan dan minuman pada awal tahun 1950-an. dan aspartam.Pemanis buatan yang banyak digunakan di Indonesia adalah sakarin. H N—SO2-ONa  Aspartam ditemukan pada tahun 1965 secara kebetulan. siklamat.  Sakarin berupa Ca. Sakarin merupakan senyawa benzosulfimida atau o-sulfobenzimida dengan rumus molekul C7H5NO3S. Struktur kimianya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. O N Ca.atau Na-sakarin merupakan pemanis buatan yang paling lama dikenal. H O O H2N—C—C—NH—CH—C—O—CH3 CH2 C==O OH CH2 gugus kecil . Daya kemanisannya adalah 80 kali kemanisan sukrosa.

karena tubuh ikan tidak mengandung karbohidrat. maltase. Oleh karena itu makanan harus diberikan dalam keseimbangan yang layak dengan nutrient makro yang lain. Metabolisme karbohidrat pada ikan berbeda dengan mamalia. maka karbohidrat dalam makanan digunakan sebagai sumber energi. tetapi tidak cukup mengandung energi yang berasal dari non protein (karbohidrat dan lemak) akan .20 kkal ME/kg. Dalam alat pencernaan ikan terdapat enzim – enzim karbohidrat yang dapat memecah disakarida dan polisakarida menjadi monosakarida yang mudah diserap. Pakan dengan kadar protein tinggi. 1976). Bahan tepung mengandung karbohidrat ± 1. Selain itu. Karbohidrat dalam bentuk sederhana umumnya lebih mudah larut dalam air daripada lemak atau protein. Beberapa enzim tertentu diberikan oleh bakteri yang terdapat di dalam usus ikan. sukrase.Asam aspartat Fenilalanin Pemanfaatan karbohidrat Pada Ikan Pencernaan karbohidrat pada ikan sangat bervariasi tergantung kompleksitas molekulnya.2 kkal ME/kg. teknik pengolahan pakan bisa mempengaruhi ketersedian karbohidrat untuk ikan. Namun karbohidrat yang tercerna dimanfaatkan sebagai sumber energi. hal ini disebabkan sebagian besar makanan untuk ikan mengandung sedikit karbohidrat. kecuali dalam jumlah yang sangat kecil pada hati dan glikogen otot. Selain kompleksitas molekul karbohidrat. Beberapa jenis ikan mempunyai pyloric caeca pada alat pencernaannya yang mengandung enzim seperti amylase. Karbohidrat dan lemak mempunyai Sparing effect pada penggunaan atau pemanfaatan protein. sedangkan ME tepung yang sudah dimasak dapat naik menjadi ± 3. kecernaan karbohidrat ikan relatif rendah (Halver.2 – 2. lactase dan enzim lain yang berfungsi dalam pencernaan karbohidrat.

Ikan kakap putih membutuhkan karbohidrat sekitar 20 -25%. Menurut Wilson (1984). Penggunaan karbohidrat dan lemak dalam pakan harus ada pada rasio yang tepat karena apabila kelebihan atau kekurangan akan berdampak negative pada ikan yang diberi pakan tersebut. hanya ikan herbivora dan omnivora yang dapat memanfaatkan karbohidrat tanaman. Ikan herbivora dapat memanfaatkan karbohidrat tanaman. Ikan Lele membutuhkan karbohidrat sekitar 10-30%. Sedangkan Watanabe (1988). Kebutuhan karbohidrat pada pakan ikan tergantung pada jenis ikannya. . mengatakan bahwa kadar karbohidrat optimum untuk ikan omnivora adalah antara 20-40%. Ikan kerapu membutuhkan karbohidrat sekitar <10%. sehingga kurang dapat mencerna karbohidrat dengan baik. khususnya ikan laut secara alami pakannya mengandung protein tinggi. Kadar karbohidrat untuk ikan di daerah tropis antara 25-40% . Ikan karnivora . sedangkan untuk ikan karnivora antara 10-20%. Ikan karnivora memiliki toleransi glukosa lebih rendah dibanding omnivora.menyebabkan konversi protein yang memerlukan energi. Namun pada kenyataannya ikan-ikan tersebut dapat menintesis karbohidrat dan lemak. Tingkat pemanfaatan karbohidrat oleh tubuh ikan dipengaruhi oleh kemampuan mencerna karbohidrat dan memanfaatkan glukosa.

DAFTAR PUSTAKA Anynomous. S.com/2008/12/karbohidrat.Buku Panduan Praktikum Biokimia -karbohidrat.Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Medan Tim Asisten.Laboratorium Dasar Universitas Trunojoyo. Bagian Ilmu Gizi.http: 06/08/fungsi-karbohidrat/ septa- // hidayat07. H. Madura . 2009.com/2009 / Hutagalung. Fungsi Karbohidrat. Karbohidrat. 2009.blogspot. KARBOHIDRAT.http:// ayatullah.wordpress.html Hidayat.wikipedia. www. 2004. 2012.com Ayatullah. 2007. Fungsi dan Klasifikasi Karbohidrat.

BIOKIMIA – KARBOHIDRAT TUGAS TERSTRUKTUR FISHERIES BIOCHEMISTRY OLEH: DINDA IBANEZ DOUBLE DEGREE FISHERIES BIOTECHNOLOGY FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->