P. 1
Kerusakan Formasi Dan Sumur

Kerusakan Formasi Dan Sumur

|Views: 138|Likes:
Published by Muhammad Muklis

More info:

Published by: Muhammad Muklis on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/16/2013

pdf

text

original

KERUSAKAN FORMASI DAN SUMUR

3/17/2011 08:12:00 AM Victor Manik No comments Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Kontak antara formasi dengan fluida lain adalh dasar yang menyebabkan kerusakan formasi. Adapun yang dimaksud fluida disini adalah lumpur pemboran, fluida workover, fluida perforasi ataupun dari fluida reservoir itu sendiri dimana karakteristik reservoirnya telah berubah. Beberapa kemungkinan mekanisme terjadinya kerusakan formasi meliputi :

1. Penyumbatan yang berasosiasi dengan padatan. Penyumbatan oleh padatan dapat terjadi pada permukaan formasi, lubang perforasi atau pada formasi itu sendiri. Penyumbatan oleh padatan tersebut berupa material pemberat, clay, material loss circulation, pengendapan scale dan asphalt. 2. Padatan sangat kecil. Padatan yang dimaksud berupa oksida besi atau partikel silikat lain. Padatan ini sering terbawa oleh aliran dan akhirnya terendapkan dalam pori-pori pada permeabilitas relatif formasi dan akan berkembang menjadi penyumbat yang serius. Klasifikasi Mekanisme Kerusakan Formasi Mekanisme yang menyebabkan terjadinya kerusakan formasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Penyumbatan partikel pada ruang pori Ketika partikel-partikel halus melalui media berpori, seringkali terendapkan di saluran rongga pori yang mengakibatkan penurunan permeabilitas. Partikel-partikel besar yang tertransport ke permukaan media porous akan menutup pori-pori permukaan dan membentuk filter cake eksternal. Partikel kecil yang melewati media porous dapat menempel pada permukaan badan pori yang menyebabkan penurunan kecil permeabilitas atau dapat menutup rongga pori yang secara efektif menyumbat ruang

Ion-ion dalam larutan air konat di reservoir mula-mula berada pada kesetimbangan kimia dengan mineral formasi. Emulsi air dalam minyak di sekitar lubang sumur dapat menyebabkan kerusakan formasi karena viskositas emulsi lebih besar daripada viskositas minyak. perubahan permeabilitas relatif dan wetabilitas Kerusakan formasi dapat disebabkan oleh perubahan fluidanya sendiri seperti perubahan viskositas minyak atau permeabilitas relatif. 1992). Pergerakan partikel halus kemungkinan disebabkan oleh perubahan komposisi kimia air atau secara mekanik yaitu karena gaya gesek pergerakan fluida. aspaltin terflokulasi hingga menciptakan partikel yang cukup menyebabkan kerusakan formasi. Presipitasi wax terjadi ketika temperatur turun atau komposisi kimia minyak berubah karena pembebasan gas akibat penurunan tekanan. Biasanya emulsi terbentuk oleh percampuran secara mekanik minyak dan air.pori. Penambahan ion kalsium dan penghilangan CO2 akan menyebabkan presipitasi. 4. 3. Awalnya air formasi jenuh dengan kalsium bikarbonat. Jadi injeksi fluida dengan kandungan kalsium tinggi seperti fluida komplesi CaCl2 pada reservoir dengan konsentrasi bikarbonat tinggi akan menimbulkan kerusakan formasi. Presipitasi dapat juga terjadi akibat perubahan tekanan dan temperatur di sekitar lubang sumur atau alterasi komposisi fasa oleh fluida injeksi. Emulsi. Senyawa organik yang biasa menyebabkan kerusakan formasi adalah wax/lilin (parafin) dan aspaltin. Presipitasi kimia Presipitasi padatan dari garam (senyawa anorganik) atau minyak mentah (senyawa organik) dalam formasi dapat menyebabkan kerusakan formasi hebat ketika padatan tersebut menymbat ruang pori. Aspaltin merupakan golongan aromatik dengan berat molekul tinggi dan senyawa naftena yang terdispersi secara koloid dalam minyak mentah (Schechter. Kerusakan formasi sering disebabkan oleh dispersi partikel lempung halus ketika salinitas air konat menurun atau komposisi kimia berubah. Penutupan dapat terjadi ketika partikel kira-kira berukuran 1/3 hingga 1/7 dari rongga pori atau lebih. . ketika resin hilang. Begitu juga dengan penurunan tekanan di sekitar lubang sumur yang menyebabkan pembebasan CO2 dari air formasi sehingga terjadi presipitasi. yang berkombinasi dengan karbonat atau sulfat. Perubahan kimia dalam minyak yang menurunkan konsantrasi resin yang dapat menimbulkan pengendapan aspaltin. yang merusak salah satu fasanya dalam bentuk gelembung kecil yang terdispersi dalam fasa lainnya. Presipitasi anorganik dikarenakan adanya ion bivalen seperti kalsium atau barium. peningkatan konsentrasi pada sisi kiri persamaan di atas atau penurun konsentrasi pada sisi kanan akan mendorong reaksi ke kanan dan kalsium karbonat terpresipitasi. Pembentukan emulsi mungkin secara kimia melalui pemasukan surfactan atau partikel halus yang cenderung menstabilkan gelembung kecil. 2. Migrasi partikel halus Partikel halus yang menyebabkan penymbatan dapat berasal dari luar atau media porous itu sendiri. Namun sifatnya sementara karena fluida bergerak dan secara teoritis dapat digerakkan dari sekitar lubang sumur. Kondisi koloid stabil dengan adanya resin dalam minyak mentah. Perubahan komposisi air garam/formasi menyebabkan presipitasi.

Kerusakan ini dapat terjadi pada waktu pemboran. Hal ini sering disebut dengan clay blocking.. ataupun keruntuhan material formasi lemah di sekitar lubang sumur. dan operasi produksi. Kerusakan Formasi Akibat Operasi Pemboran Untuk menahan dinding lubang bor agar tidak runtuh pada saat operasi pemboran digunakan lumpur pemboran. Unsur kimia tertentu dapat mengubah wetabilitas formasi sehingga merubah permeabilitas relatif secara keseluruhan dalam formasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya filtrasi dinamik adalah:  Kecepatan aliran lumpur  Jenis lumpur  Tekanan filtrasi  Viskositas lumpur  Temperatur lumpur . Pada beberapa kasus lumpur pemboran masuk kedalam formasi. Penurunan permeabilitas ini akibat adanya material lain yang masuk kedalam porositas batuan dan naiknya produksi air dan gas (Schechter R. dehidrasi atau terdepresinya sebagian lempung yang mengakibatkan tertutupnya porositas batuan. Filtrasi Dinamik Filtrasi dinamik adalah filtrasi yang terjadi pada saat sirkulasi lumpur serta pada saat drill string berotasi. 1992. Akibat reaksi kimia ini akan menyebabkan pengembangan.O. 6. 1. terutama anaerobik dapat tumbuh cepat dalam formasi dan menyumbat ruang pori dengan bakteri itu sendiri atau dengan presipitasi yang dihasilkan oleh aktifitas organisme. Keruntuhan tersebut mungkin terjadi pada formasi yang rapuh atau formasi yang menjadi lemah karena acidizing. Untuk mencegah kerusakan formasi biologis tersebut maka air injeksi dirawat dengan bactericides. Jika formasi water wet berubah menjadi oil wet maka permeabilitas relatif minyak mengalami penurunan besar di sekitar lubang sumur. Allen T.. Masalah yang akan timbul adalah untuk formasi yang mengandung clay sehingga akan terjadi reaksi kimia antara filtrat lumpur pemboran dengan clay disekitar lumpur pemboran. yang disebut blok air.S. Kerusakan formasi lain akibat operasi pemboran yaitu berupa invasi partikel padatan pemboran kedalam formasi. 1982).Peningkatan saturasi air di sekitar lubang sumur dapat menurunkan permeabilitas minyak sehingga menimbulkan kerusakan formasi. 5. Mekanik Kerusakan formasi dapat juga diakibatkan penghancuran fisik atau kompaksi batuan saat perforasi. Filtrasi ini mengandung air filtrat yang paling dominan hingga mencapai 10% – 90% dari volume filtratnya. Penyebab Terjadinya Kerusakan Formasi Adanya formation damage (kerusakan formasi) dan pengurasan permeabilitas efektif minyak pada zona produktif disekitar lubang bor akan menyebabkan kerusakan formasi. Bakteri yang terinjeksi. Invasi lumpur pemboran dapat dibagi tiga yaitu: A. Biologis Sumur yang diinjeksi air akan rentan terhadap kerusakan formasi akibat bakteri di lingkungan sekitar lubang sumur. well completion.

Hal yang dimikian akan menyebabkan terjadinya pengendapan dari hasil kikisan sebelumnya. tekanan hidrostatik serta viskositas semen. pasir akan ikut terproduksikan bersama fluida hidrokarbon. Filtrasi Statik Filtrasi statik adalah filtrasi dimana tidak terjadi sirkulasi lumpur pemboran dan rotasi drill string. semen serta runtuhnya formasi. Penurunan laju produksi sumur dapat diakibatkan oleh adanya penymbatan lubang perforasi oleh ion organik maupun anorganik sehingga tekanan turun dan temperatur naik. dan formation fracturing. yaitu filtrat cake sudah terbentuk tetapi belum sempurna (tekanan gradien rekah belum sempurna). Periode surge. yaitu saat volume filtrat sudah tetap atau tebal mud cake sudah stabil. Untuk formasi yang bersifat unconsolidated pada saat komplesi. perforasi. B. 3. Kerusakan Formasi Akibat Operasi Komplesi Pada saat sumur selesai dikomplesi akan disertai adanya kerusakan formasi antara lain semen. Invasi dibawah bit ini tergantung pada beberapa faktor:  Kecepatan lumpur pemboran  Porositas batuan  Permeabilitas  Perbedaan tekanan bit dengan formasinya  Radius sumur 2. C. Terinvasinya filtrat lumpur pemboran disebut Surge Loss. 3. Filtrasi pada saat pemboran akan melalui tiga tahap yaitu: 1.Dengan adanya sirkulasi lumpur maka lumpur akan bersifat dinamik sehingga akan mengikis transisi dari shear strength rendah antara mud cake dan lumpur. Periode transisi. Filtrasi Dibawah Bit Filtrasi dibawah bit adalah filtrasi dinamik yang terinvasi melalui bawah bit. tidak adanya mud cake (disini lubang sumur dibersihkan dari mud cake sebelum operasi penyemenan dimulai). Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya filtrasi statik adalah:  Jenis lumpur  Tekanan filtrasi  Viskositas lumpur  Temperatur lumpur Terinvasinya filtrat lumpur kedalam formasi yang paling serius adalah pada saat permulaan dimana mud cake belum terbentuk. Endapan Organik . 2. yaitu sebelum terbentuknya cake pada dinding sumur. Tingkat kekerasan formasi bertambah dengan adanya beban pada casing. Periode gradien. yang sebenarnya dianggap tidak serius. Kerusakan Formasi Akibat Operasi Produksi Kerusakan formasi pada saat produksi dapat diakibatkan oleh beberapa faktor yang meliputi: A. Adanya invasi semen diakibatkan karena adanya rate sirkulasi yang tinggi.

Water Blocking Water blocking dan water encroshment akan menyebabkan naikknya water oil ratio. 1. sehingga makin lama makin tipis dan akhirnya bocor. dan formasi karena adanya penurunan tekanan dan temperatur disekitar lubang bor selama proses produksi berlangsung. Kebocoran casing/tubing Penyebab terjadinya kebocoran casing/tubing ini adalah proses korosi dan collapse (sambungan pada casing). CO2. Korosi pada casing/tubing disebabkan adanya kandungan H2S. yaitu kerusakan yang terjadi pada bawah permukaan dan kerusakan yang terjadi pada atas permukaan. D. C. sehingga apabila tidak diatasi sejak dini akan menimbulkan kafatalan. mud acid atau perbedaan potensial/kontak dua macam fluida yang berbeda kegaramannya sehingga menyebabkan pengikisan kimiawi (non-abrasi) pada dinding casing terutama bagian dalamnya.Untuk jenis hidrokarbon berat seperti asphalt akan terendapkan didalam tubing. Secara garis besar penyebab terjadinya kerusakan sumur dapat diklasifikasikan menjadi dua. Water coning sensitif terhadap rate produksi serta stabil seiring dengan kenaikan permeabilitas terhadap saturasi air. Water encroshment dipengaruhi oleh permeabilitas batuan khususnya yang berlapislapis yang akan menyebabkan air terproduksi ke sumur bersama-sama dengan minyak. Sebab lain adalah penurunan temperatur sehingga menyebabkan reaksi kimia antara minyak mentah dan asam organik. Kebocoran casing itu selanjutnya dapat mengakibatkan terjadinya komunikasi zonazona lain dengan zona produktif dan akan mengakibatkan laju produksi minyak turun. HCl. problem sumur berupa terikutnya partikel padatan yang menyebabkan rusaknya formasi itu sendiri serta rusaknya peralatan produksi. Kerusakan primary cementing Primary cementing adalah penyemenan pertama yang dilakukan langsung setelah casing dipasang begitu operasi pemboran selesai. Water coning akan terjadi melalui lapisan semen yang rekah. Endapan Silt dan Clay Untuk formasi unconsolidated. Fraksi hidrokarbon yang terendapkan akan membentuk kristal. Keluarnya gas dari larutan akan sebanding dengan laju produksi. Penyebab Terjadinya Kerusakan Sumur Problem mekanis yang terjadi pada suatu sumur perlu diperhatikan karena hal ini akan mempersulit pengontrolan sumurnya. Tujuan primary cementing adalah:  Memisahkan lapisan yang akan diproduksi dengan yang tidak  Mencegah mengalirnya fluida dari satu lapisan ke lapisan yang lain  Melindungi pipa dari tekanan formasi  Menutup zona loss circulation . akibat adanya water blocking. Akumulasi gas pada lubang perforasi disebut dengan Gas Blocking. lubang perforasi. B. Kerusakan yang Terjadi pada Bawah Permukaan Kerusakan ini pada umumnya adalah: a. Gas Blocking Dengan diproduksikannya minyak akan diikuti dengan turunnya tekanan reservoir sampai dibawah tekanan bubble point (Pb) minyak sehingga akan menyebabkan gas lebih banyak keluar dari larutannya. b.

c. Kerusakan yang Terjadi pada Atas Permukaan a. 2. b. . serta diinginkannya produksi melalui dual completion. Penggantian atau modifikasi X-ma tree Pekerjaan ini dilakukan untuk meningkatkan laju produksi dimana diinginkan hasil yang optimum dan efisien. Kerusakan peralatan produksi bawah permukaan Kerusakan peralatan produksi bawah permukaan antara lain:  Tubing atau packer bocor  Kerusakan pada casing atau tubing  Kesalahan atau kerusakan pada artificial lift  Kerusakan pada plug Adapun problem di atas harus ditangani sejak dini dengan melakukan recompletion (komplesi kembali secara keseluruhan sehingga baik/sempurna). Mencegah proses korosi pada casing oleh fluida formasi Sebab-sebab terjadinya kerusakan primary cementing adalah adanya tekanan yang besar pada operasi workover atau kualitas semen dan pengerjaannya yang kurang baik. Penggantian jenis bean atau choke Hal ini berkaitan erat dengan keadaan pasaran minyak dunia yang sering berfluktuasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->