P. 1
MANAJEMEN KELAS

MANAJEMEN KELAS

|Views: 4,243|Likes:
Published by Ildyana Winanda

More info:

Published by: Ildyana Winanda on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

pdf

text

original

Sections

  • PENDAHULUAN
  • BAB I PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS
  • Latar Belakang
  • 2. Pengertian dan Tujuan Manajemen Kelas
  • 4. Kelas yang Nyaman dan Menyenangkan
  • Pertanyaan-pertanyaan
  • BAB II PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
  • 2 . Pendekatan Inffmidasi
  • 3. Pendekatan Permisif
  • 4. Pendekatan Buku Masak
  • 5. Pendekatan Instruksional
  • 6. Pendekatan Pengubahan Perilaku
  • Mempergunakan model
  • Mempergunakan pembentukan
  • Mempergunakan sistem hadiah
  • Mempergunakan kontrak perilaku
  • Mempergunakan jatah kelompok
  • Penguatan alternatif yang tidak serasi
  • Mempergunakan penyuluhan perilaku
  • Mempergunakan pemantauan sendiri
  • Mempergunakan isyarat
  • 7. Pendekatan Iklim Sosio-Emosional
  • 8. Pendekatan Proses Kelompok
  • 9. Pendekatan Eklektik
  • 10. Pendekatan Analitik Pluralistik
  • TUGAS
  • BAB III PROSEDUR DAN RANCANGAN MANAJEMEN KELAS
  • Tujuan
  • 1. Prosedur Manajemen Kelas
  • 2. Rancangan Prosedur Manajemen Kelas
  • Daftar Pustaka
  • BAB IV PENGATURAN KONDISI DAN PENCIPTAAN IKLIM BELAJAR YANG MENUNJANG
  • 1. Kondisi dan Situasi Belajar-Mengajar
  • 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
  • 3. Mengajar yang efektif
  • Pertanyaan - pertanyaan
  • 1. Pengertian Disiplin Kelas
  • 2. Hak. Kebutuhan Siswa dan Tampilan Guru Hubungannya dengan Disiplin
  • 3.Disiplin pada level Sekolah dan Kelas
  • 4. Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
  • 5. Sumber Pelanggaran Disiplin
  • 6. Peraturan dan Tata Tertib Kelas
  • Pertanyaan -pertanyaan
  • Tugas
  • BAB VI TAHAPAN DAN PENANGULANGAN PELANGGARAN DISIPLIN
  • La tar Belakang
  • 1. Tahapan Memelihara Disiplin
  • 2. J enis Gangguan dan Cara Penangulangan Gangguan DisipIin
  • 3. Kebiasaan Hidup Tertib

PENDAHULUAN Pembaharuan bidang pendidikan sudah lama digalakkan.

Pembaharuan itu seperti meliputi kurikulum, metode mengajar, media pembelajaran, administrasi pendidikan, strategi pembelajaran, dan sebagainya. Implikasi dari pembaharuan itu adalah bahwa ukuran keberhasilan proses belajar mengajar guru di kelas mengalami perubahan; tuntutan· ketertiban kelas juga menjadi berubah. Guru mengajar tanpa menyiapkan satuan pelajaran, tanpa media, tanpa variasi metode, keadaan kelas yang tenang tanpa aktivitas para siswamengerjakan tugas atau melakukan kegiatan belajar demi tercapainya tujuan belajar, bukanlah kelas yang baik, dan itu periu dihindari. Adanya perubahan tuntutan kondisi/ketertiban kelas agar proses belajar lebih berkualitas, maka guru perlu mengetahui bagaimana memanajemeni kelas dalam proses pembelajaran. Setiap proses pembelajaran dengan metode, media, pendekatan tertentu menuntut suasana kelas tertentu pula. Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pembaharuan kurikulum, fasilitas yang tersedia, kepribadian guru yang simpatik, pembelajaran yang penuh kesan, wawasan pengetahuan guru yang luas tentang semua bidang, melainkan juga guru harus menguasai kiat memanajemeni kelas. Setiap kegiatan belajar mengajar mengisyaratkan tercapainya tujuan, baik tujuan instruksional maupun tujuan pengiring. Namun tidak dapat dipungkiri keadaan di kelas sering kali tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, guru bertugas untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang menguntungkan bagi peserta didik, sehingga tumbuh iklim belajar yang berkualitas dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Usaha preventif dan kuratif perlu dilaksanakan dalam upaya penciptaan kondisi kelas yang diharapkan. Usaha preventif yaitu tercipta dan dapat dipertahankannya kondisi kelas yang kondusif harus dirancang dan diusahakan oleh guru secara sengaja agar hal-hal yang merugikan dapat dihindari. Sedangkan upaya kuratif yaitu upaya mengembalikan kepada kondisi yang optimal apabila terjadi hal-hal yang merusak yang disebabkan oleh tingkah laku peserta didik di dalam kelas.

Upaya guru menciptakan dan mempertahankan kondisi yang diharapkan akan efektif apabila: Pertama, diketahui secara tepat faktor-faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses belajar mengajar. Kedua, diketahuinya masalah-masalah yang diperkirakan dan yang mungkin tumbuh yang dapat merusak iklim belajar mengajar. Ketiga, dikuasai berbagai pendekatan dalam manajemen kelas dan diketahui pula kapan dan untuk masalah mana satu pendekatan digunakan (M.Entang dan T. Raka loni, 1983 : 7). Pengajaran adalah serangkaian kegiatan yang bermaksud memfasilitasi peserta didik mencapai tujuan pendidikan secara langsung. Manajemen adalah rangkaian kegiatan/tindakan yang dimaksud untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran. Maka, manajemen kelas merupakan persyaratan penting yang menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. ladi berdasar logika sederhana bahwa manajemen kelas, yang efektif adalah suatu segi penting dari proses belajar mengajar. Dikaitkan dengan misi dan tujuan mata kuliah MANAJEMEN KELAS, pembelajaran mata kuliah ini diarahkan pada: 1) pembentukan kemampuan memahami konsep, pendekatan, dan generalisasi yang diperlukan dalam memanajemeni kelas; kemampuan mengorganisasikan kondisi dan fasilitas kelas; pengembangan kemampuan menginventarisasi faktor-faktor yang menimbulkan gangguan disiplin kelas di sekolah dasar, dan penemuan alternatif pemecahannya; 2) memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengamati realisasi konsep manajemen kelas di sekolah dasar, dan mencoba mensimulasikan berbagai aspek manajemen kelas secara utuh maupun parsial. Bahan ajar ini akan memaparkan, melatihkan, dan menerapkan dalam kasuskasus mengenai hal-hal yang berkaitan dengan manajemen kelas. Pemahaman, pemilikan keterampilan, dan mengaplikasikannya dalam berbagai situasi, kemudian menganalisis dan merefleksinya segala hal yang berkaitan dengan manajemen kelas, diharapkan para mahasiswa calon guru akan dapat menciptakan kondisi kelas yang menguntungkan. Kondisi kelas yang menunjang merupakan prasyarat utama bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif.

Segala sesuatu yang disajikan dalam bahan ajar ini akan sangat bermanfaat apabila para mahasiswa, para dosen, dan para penstudi lainnya menelaah secara eksama dan kritis, mendiskusikannya dalam kelompok, menjawab pettanyaan, dan berlatih sesuai dengan latihan yang tersedia pada setiap akhir bab dengan sungguh-sungguh.

media dengan segala perangkatnya. Alasannya. Dengan dikuasainya prinsip-prinsip manajemen kelas.kukan guru yaitu: kegiatan menelaah kebutuhan peserta didik (kegiatan mengajar) dan memberi ganjaran (kegiatan manajemen kelas). dan bahkan guru yang telah berpengalaman / sekalipun. Dalam arti guru mampu menyampaikan bahan pelajaran/perkuliahan diserap oleh para peserta didik dengan baik. kurikulum dengan segala kompo~ennya. terus-menerus dan berkelanjutan. begitu juga dua masalah perilaku peserta didik yaitu: peserta . Lebih lanjut hasil pembelajaran ditentukan pula oleh apa yang terjadi di kelas. selayaknyalah kelas dimanajemeni secara baik. Misalnya. dan masalah manajemn kelas. hal ini akan menjadi filter-filter penyaring menghilangkan kekeliruan umum dari manajemen kelas. Sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam uapayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik mencapai tujuan-tujuan belajarnya secara efisien. materi dengan segala sumber belajarnya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. atau memungkinkan peserta didik belajar dengan baik. metode dengan segala pendekatannya. guru baru. aspek. Penciptaan harapan seperti itu merupakan kajian dari manajemen kelas. serta pengaturan kelas yang nyaman dan menyenangkan. sederhana karena calon guru. Pemahaman akan prinsip-prinsip manajemen kelas ini penting dikuasai sebelum hal-hal khusus diketahui. Guru dengan segala kemampuannya. Untuk sampai pada tujuan yang dimaksud diperlukan pemahaman akan halhal umum/prinsip-prinsip manajemen kelas terlebih dahulu sebelum sampai kepada pemahaman yang lebih khusus. Bab ini adalah bab yang mengulas prinsip-prinsip manajemen kelas yang bahasannya meliputi: mengajar dan manajemen kelas. ada dua kegiatan yang dila. fungsi. Oleh karena itll. dan guru yang telah berpengalaman berkeinginan agar para peserta didik dapat belajar dengan optimal. pengertian manajemen kelas.BAB I PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS Latar Belakang Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian utama oleh para calon guru. guru baru. profesional. Di kelaslah segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses. siswa dengan segala latar belakang dan potensinya.

menjelaskan empat pola tingkah laku anak seusia SD apabila kebutuhan individunya tidak terpenuhi. memahami fungsi manajemen kelas bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal. menyimpulkan masalah kelompok yang mungkin muncul dalam manajemen kelas.didik yang selalu mendebat (masalah individual) dan perilaku kelompok yang mereaksi negatif (masalah kelompok). diharapkan para mahasiswa menyimak bab ini dengan baik dan sungguh-sungguh. mendefinisikan pengertian manajemen kelas berdasar konsepsi lama dan modern serta berdasar pandangan pendekatan operasional. Ketidak tahuan akan prinsip-prinsip manajemen seperti itu akan dapat dihindari bila dikuasai prinsipprinsipnya. menjelaskan secara khusus fungsi tugas kepala sekolah dalam menjalankan fungsinya dalam memanajemeni kelas. sehingga Anda dengan mudah dapat mempelajari bab-bab berikutnya dan mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen kelas tersebut di lapangan kelak. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. padahal keduanya jelas berbeda. i. Oleh karena itu. b. e. . membedakan pengertian mengajar dan memanajemeni kelas serta hubungan antara keduanya. g. membedakan masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas dari contohcontoh kasus yang disajikan: c. f. dan melaksanakan tugas yang ditugaskan. j. mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang tersedia. Terhadap dua kegiatan guru dan dua perilaku peserta didik kadang-kadang tidak dibedakan. menyimpulkan tujuan menajemen kelas.. Anda diharapkan dapat: a. h. menyimpulkan pentingnya manajemen kelas bagi berhasilnya pembelajaran: d. membedakan pengertian masalah individu clan masalah kelompok clalam manajemen kelas serta anggapan dasar yang mendasarinya. Kesemuanya itu dimaksudkan untuk dapat menguasai prinsipprinsip manajemen kelas.

dan rajin. dalam proses belajar mengajar di sekolah dapat dibedakan adanya dua kelompok masalah yaitu masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas. Kegiatan mengajar antara lain seperti menelaah kebutuhan peserta didik. Entang dan T.k. sedangkan masalah pengajaran harus ditanggulangi dengan tindakan pembelajaran. Mengajar dan Manajemen Kelas Kegiatan guru di dalam kelas meliputi dua hal pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan manajerial (Depdikbud. mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok. aktif. menjelaskan syarat-syarat kelas yang nyaman dan menyenangkan. Dengan demikian. menyusun rencana pelajaran. 1. Pak Kusno guru bidang studi PPKN. Banyak guru yang kurang mampu membedakan masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas. menilai kemajuan siswa. 1983). memberi ganjaran dengan segera. Raka Joni. l. Pemecahan masalah yang dilakukan Pak Kusno sudah barang tentu tidak tepat. mengkaitkan keadaan kelas yang nyaman dan menyenangkan dengan terciptanya keadaan kelas yang optimal. n. sebab membuat pelajaran lebih menarik adalah masalah pengajaran. menunjukkan berbagai upaya guru yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya berbagai masalah manajemen kelas. mengembangkan variasi metode. m. M. Masalah manajemen kelas harus ditanggulangi dengan tindakan korektif. sedangkan peserta didik enggan mengambil bagian di dalam kegiatan kelompok merupakan masalah manajemen kelas. dan multi media agar siswa yang enggan mengambil bagian dalam diskusi kelompok tertarik. mengajukan pertanyaan. sehingga pemecahannya pun menjadi kurang tepat. penghentian tingkah laku peserta didik yang menyimpang atau tidak sesuai dengan tata tertib. Kegiatan manajerial antara lain seperti mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan peserta didik. Namun tidak dapat . Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan peserta_ didik mencapai tujuantujuan pelajaran. memahami pentingnya organisasi sekolah dalam manajemen kelas. 1983:9. Kegiatan manajerial kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar kegiatan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. menyajikan bahan. misalnya mengajar dengan menggunakan pendekatan strategi yang menarik.

Berkaitan dengan hal tersebut maka manajemen kelas merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif (M. Mengidentifikasi tujuan Proses Manajerial a. adalah sangat berguna apabila memandang mengajar sebagai sesuatu yang memiliki dua dimensi yang saling berhubungan: pengajaran dan manajemen. Manajemen bermaksud menegakkan danmemelihara perilaku siswa menuju pembelajaran yang efektif dan efisien .memudahkan pencapaian tujuan manajerial. Proses Pengajaran a.yaitu memproses atau menyiapkan perilaku-perilaku guru yang diharapkan memberi kemudahan kepada pencapaian tujuan tertentu (Webe... 1983) . Pengaj. Raka Joni. Walaupun istilah mengajar (teaching) dan pengajaran (instruction) senng digunakan searti. Sebaliknya. tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran' keduanya sulit dipisahkan. hubunganantar pribadi (in-terpersonal) yang baik antaraguru dan siswa.:.dipungkiri bahwa penarikan diri peserta didik akan menghalangi tercapainya tujuan khusus pengajaran yang hendak dicapai melalui kegiatan kelompok yang dimaksud.Entang dan T. antara siswa dan siswa (suatu petunjuk keberhasilan manajemen kelas) tidak dengan sendirinya menjamin proses belajar mengajar akan menjadi efektif. adalah gambaran proses pengajaran dan proses manajerial yang masing-masing meliputi empat proses. Pengajaran dan manajemen keduanya bertujuan menyiapkan atau memproses . Pengajaran Keberhasilan Siswa Manajemen Gambar I : Keterkaitan antara manajemen dan keberhasilan siswa Di bawah ini. Menetapkan tujuan . 1993 : 1).ran dan manajemen dapat dibedakan.

manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. maksud manajamen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif. Menurut konsepsi modern manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas. 1986): a. Kelas (dalam arti umum) menunjuk kepada pengertian sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dad guru yang sama pula. Johnson dan Mary Bany. 1989). Weber. dan energinya pada tugas-tugas individual (Lois V. dan memelihara· sistem/organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya. b. 1970). manajerial Menganalisis kondisi yang ada Memilih dan menerap kan strategi manajerial Menilai efekti vitas manajerial 2. pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan {Depdikbud. Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan. Berdasar konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama.penga]aran b. Guru menurut konsepsi lama bertugas menciptakan. Mengevaluasi keberhasilan slswa d. Merencanakan dan menerapkan aktivitas pengajaran d.berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Terdapat beberapa definisi tentang manajemen kelas berikut: a. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan . Pengertian dan Tujuan Manajemen Kelas Manajemen dari kata "management". bakatnya. diterjemahkan pula menjadi pengelolaan. Berdasar pandangan pendekatan operasional tertentu (disarikan dari Wilford A. c. b. Mendiagnose keberhasilan slswa c. Dengan demikian. memperbaiki.

aha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar. Pengertian lain dari manajemenkelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif clan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. g. b. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif (pendekatan sistem sosial). f. .ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disipltn (pendekatan qJ:ori ter). h. melalui perencanaan pembelaj aran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (pendekatan instruksional). 1996). Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan pengubahan perilaku). Dengan demikian manajemen kelas merupakan usaha sadar. untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. penyiapan sarana dan alat peraga. c. (pendekatan permisif). Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan iklim sosio emosional). e. d. pengaturan ruang belajar. Us. mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar clan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan Slswa Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara Seperangkat kegiatan guru un'tuk menciptakan suasana kelas yang efektif ketertiban suasana kelas melalui intimidasi (pendekatan intimidasi). mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan (pendekatan buku masak).

Gambar 2 : Penyiapan siswa pada saat masuk kelas Gambar 3 Ketua kelas menyiapkan para siswa masuk kelas .

Gambar 4 : Berdoa sebelum memulai pelajaran' Sedangkan tujuan manajemen kelas adalah a. ekonomi. b. baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. . emosional dan intelektual siswa dalam kelas. c. 1996:2). budaya serta sifat-sifat individunya (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas. d. Menyediakan dan mengatur fasilitas setra perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial.

4) memberikan format isian tentang data pribadi siswa atau guru menyuruh siswa menulis riwayat hidupnya secara singkat. Adapun aspekaspek yang perlu diperhatikap dalam manajemen kelas adalah sifat kelas. pendorong kekuatan kelas. Dewasa iniaktivitas guru yang terpenting adalah memanajemeni. mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan guru yang sudah tidak tepat lagi. 2) tidak menunjukkan rasa cemas. Furigsi.3. b. Johnson dan Mary A. memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut. Memberikan tugas/PR. tindakan selektif. c. 3) memberikan salam lalu memperkenalkan diri. d. Menyampaikan materi pelajaran. dan rnengkoordinasikan usaha at au aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. Mernanajemeni kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam rnernutuskan. guru harus: 1) bersikap tenang dan percaya diri. . seperti tertuang dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar adalah berikut ini: a. Sementara itu hal-hal yang perlu diperhatikan para guru. mencatat data pemeliharaan arsipl g. mendiagnosis. khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan siswa di kelas adalah: a. rnemahami. Pendistribusian bahan dan alat. Mengecek kehadiran siswa. muka masam. Aspek. 1970). Bany. dan kreatif (Lois V. dan kemarnpuan bertindak rnenuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. atau sikap tidak simpatik. mengorganisir. Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai aspekaspek manajemen kelas. situasi kelas. Ketika bertemu dengan siswa. Mengurnpulkan inforrnasi did siswa. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa. h. dan Masalah Manajemen Kelas Tugas guru seperti mengontrol.

rnerubah kondisi kelas. rnembantu prosedur kerja. sekolah. . Membuat denah kelas (temp at duduk siswa). manajemen kelas berfungsi: 1) Membeli dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti: membantu kelompok dalam pembagian tugas. Manajemen kelas. Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu. selain memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal. Guru memberikan tugas kepada siswa dengan tertib dan lancar: c .! d. Bertindak disiplin baik terhadap siswa maupun terhadap diri sendiri (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. sifat-sifat kelompok. Di samping sifat kelas peranan dan motif individu dalam kelompok. Mengatur temp at duduk siswa secara tertib dan teratur. f. membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi. ke1ompok. 2) Memelihara agar tugastugas itu dapat berjalan lancar. 1996: 13). Menentukan tata cara berbicara dan tanya jawab. membantu pembentukan kelompok. dan pandangan guru dalam mengajar. mernbantu individu agar dapat bekerja sarna dengan kelompok atau kelas.b. penyesuaian yang terjadi dalam perilaku kolektif. e. dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

jenis dan bentuk tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Program seyogianya disusun secara lebih spesifik dan operasional. Dengan demikian produk perencanaan adalah rencana atau program yang berorientasi ke masa depan. prinsip-prinsip dasar dan data at au informasi yang terkait serta menggunakan sumber-sumber daya lainnya (misal dana. Rencana tersebut hendaknya memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1) Rencana harus jelas Kejelasan ini harus terlihat pada tujuan dan sasaran at au target yang hendak dicapai. Perencanaan Perencanaan dapat dipandang sebagai suatu proses penentuan dan penyusunan rencana dan program-program kegiatan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang secara terpadu dan sistematis berdasarkan landasan. waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan.Gambar 5 : Memberi penjelasan dan membantu pembentukan kelompok Fungsi manajernen yang dipandang perlu dilaksanakan secara khusus oleh kepala sekolah seperti tertuang dalam Petunjuk Pengelolaan Sekolah di Sekolah Dasar adalah berikut ini. prosedur. prosedur. bahan dan peralatan yang diperlukan. sarana dan prasarana. siapa pelaksananya. metode dan teknik) dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. a. metode dan teknik pelaksanaannya. 2) Rencana harus realistis .

b) Rencana harus memiliki tata urut yang teratur dan disusun berdasarkan skala prioritas. Untuk itu harapan-harapan tersebut hams disusun berdasarkan kondisi-kondisi dan kemampuan yang dimiliki oleh sumber daya yang ada. d) Sumber daya manusia yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut hams memiliki kemampuan-kemampuan dan motivasi serta aspek-aspek pribadi lainnya yang menjamin atau memungkinkan terlaksananya tugas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. dan dana hams seSUaI dengan tujuan. b) Jenis dan bentuk kegiatannya hams relevan dengan tujuan dan target atau sasaran yang hams dicapai.Hal ini mengandung arti bahwa a) Rumusan tujuan. berinteraksi dan bergerak bersama secara sinkron kearah tercapainya tujuan dan target yang telah ditetapkan sebelumnya. f) Jadwal kegiatan pe1aksanaannya hams memungkinkan kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien serta sesuai dengan batas waktu yang telah direncanakan. e) Rencana penggunaan sarana. c) Prosedur. baik yang menyangkut aspek kuantitatif maupun aspek kualitatifnya. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah suatu proses yang menyangkut perumusan dan rincian pekerjaan dan tugas serta kegiatan yang berdasarkan struktur organisasi formal kepada . 3) Rencana hams terpadu a) Rencana hams memperlihatkan unsur-unsurnya baik yang bersifat insani maupun non-insani sebagai komponen-komponen yang bergantung satu sarna lain. target at au sasaran harus mengandung harapan-harapan yang memungkinkan dapat dicapai. metode. b. prasarana. dan teknik pelaksanaannya hams relevan dengan tujuan dan target atau sasaran yang hendak dicapai serta hams memungkinkan kegiatankegiatan yang telah dipilih dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. target atau sasaran yang hendak dicapai serta memungkinkan terlaksananya kegiatan-kegiatan secara efektif dan efisien.

5) Mengupayakan sarana dan prasarana serta dana yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas dan kegiatan-kegiatan tersebut. Menggerakkan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan pengaruhpengaruh yang dapat menyebabkan guru' tergerak untuk melaksanakan tugas dan kegiatannya secara bersama-sama dalam rangka tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. 4) Memberikan informasi yang jelas kepada guru tentang tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakannya. serta hubungan kerja dengan guru atau pihak lain yang terkait. sebagai persyaratan bagi terciptanya kerjasama yang harmonisdan optimal ke arah tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. Fungsi ini perIu dilakukan sepanjang proses pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ragam dan tingkat kebutuhan seseorang. karena: l) 2) Adanya kenyataan bahwa seseorang akan melakukan sesuatu pekerjaan. Dalam rangka melaksanakan fungsi ini ada beberapa teknik motivasi yang dapat digunakan oleh kepala sekolah. Fungsi ini perIu dilakukan oleh seorang kepala sekolah. tugas atau Sesudah perencanaan "dan peng0rgaisasian di1akukan harus ditindaklanjutkan kegiatan apabila ia terdorong untuk mcmenuhi sesuatu kebutuhan. 3) Menentukan personil yang memiliki kesanggupan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan kegiatan-kegiatan. 2) Mengkaji kembali pekerjaan yang telah direncanakan dan merincinya menjadi sejumlah tugas dan menjabarkannya menjadi sejumlah kegiatan.orang-orang yang memilki kesanggupan dan kemampuan melaksanakannya. c. mengenai waktu dan tempatnya. antara lain: . Pengorganisasian ini meliputi langkah-langkah antara lain: 1) Mengidentifikasi tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. dengan pelaksanaan tugas.

b) Pemberian kepercayaan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. h) Memberikan teguran atau sanksi. d. togas atau kegiatan. c) Pemberian peluang atau kesempatan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat kreatif inovatif. l) Memberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru. Fungsi ini berlaku sepanjang proses pelaksanaan program kegiatan. Memberikan arahan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan informasi. petunjuk. Pelaksanaan fungsi ini dapat berupa kegiatan-kegiatan sebagai berikut: . f) Memberikan teladan yang baik. g) Memberikan petunjuk atau nasihat. j) Memberikan layanan yang layak untuk keperluan kenaikan pangkat atau promosi. k) Memberikan hasil pekerj aan atau kegiatan kepada guru yang bersangkutan sebagai umpan balik.a) Pemberian pujian dan penghargaan. e) Menciptkan iklim kerja yang harmonis dan menyenangkan. serta bimbingan kepada guru yang dipimpinnya agar terhindar dari penyimpangan. d) Pemberian insentif atau imbalan. dan sebagainya. kesulitan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas. i) Menyediakan peralatan dan bahan yang sesuai dengan tugas dan kegiatan serta sesuai dengan kondisi sekolah.

1) 2) 3) 4)

Memberikan penjelasan atau petunjuk-petunjuk tentang tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh guru. Memberikan penjelasan atau petunjuk secara garis besar tentang caracara melaksanakan tugas atau kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap guru. Memberikan gambaran yang jelas tentang cara-cara kerja yang dapat menghindarkan guru dari penyimpangan, kesulitan atau kegagalan. Membangkitkan dan membina rasa tanggung j awab . moral pada diri setiap guru yang dipimpinnya atas keberhasilan pekerjaan, tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakannya.

5)

Memberikan perhatian, peringatan serta bimbingan pada saat-saat tertentu terutama ketika guru yang bersangkutan sedang mengalami kesulitan atau masalah dalam pelaksanaan tugasnya.

e. Pengkoordinasian Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menyelaraskan gerak langk~h dan memelihara prinsip taat asas (konsistensi) pada setiap dan seluruh guru dalam melaksanakan seluruh tugas dan kegiatannya agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah direncanakan. Hal ini dilakukan kepala sekolah melalui pembinaan kerja sarna antar guru dan antara guru dengan pihak-pihak luar yang terkait. Di samping itu penyelarasan dan ketaatan pada asas diupayakan agar antar fungsi manajemen yang satu dengan yang lain seluruhnya berorientasi pada tercapainya tujuan dan sasaran' yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, dalam melaksanakan fungsi ini seorang kepala sekolah dapat menggunakan sekurang-kurangnya tiga pendekatan, yaitu : 1) Pengendalian yang bersifat pencegahan 2) Pengendalian langsung 3) Pengendalian yang bersifat perbaikan a. Pengendalian pencegahan dilaksanakan kepala sekolah dengan menitik beratkan pada (1) Melakukan perencanaan yang matang, (2) Pengorganisasian yang tepat, g. (3) Pemberian dorongan yang tepat, (4) Pemberian pengarahan yang jelas dan terarah, usaha-usaha:

(5) Menciptakan iklim kerja yang sejuk, (6) Pengkoordinasian yang tepat dan harmonis. b) Pengendalian langsung dapat dititik beratkan pada usaha-usaha kepala sekolah untuk: (1) Mengadakan pengamatan yang cermat dan terencana secara sistematis pada setiap tahap dalam proses pelaksanaan program, (2) Mengsupervisi pelaksanaan program atau kegiatan yang dilakukan oleh guru, (3) Memberikan memerlukannya, (4) Membina disiplin guru secara berkesinambungan. c) Pengendalian yang bersifat perbaikan dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi dan analisis. Dengan demikian perbaikan ini dilakukan setelah sesuatu tugas atau kegiatan selesai dilaksanakan. f. lnovasi Fungsi inovasi menyangkut upaya kepala sekolah untuk menciptakan kondisikondisi yang memungkinkan diri para guru untuk melakukan tindakan-tindakan atau usaha-usaha yang bersifat kreatif inovatif. Dengan demikian, kepala sekolah dan guruguru perlu mencari at au menciptakan cara-cara kerja atau hal-hal yang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Sekurang-kurangnya mereka diharapkan mau dan mampu memodifikasi hal-hal at au cara-cara baru yang lebih baik at au lebih efektif dan efisien. Kondisi demikian perlu diciptakan di sekolah agar pembaharuan pendidikan dapat muncul dad warga sekolah. Sebab, hal ini akan menumbuhkan sikap dan daya kreatif warga sekolah. Dalam melakukan fungsi ini kepala sekolah perlu memperhatikan halhal berikut ini: 1) Harus disadari bahwa sesuatu yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama, 2) Jika mampu menemukan atau menciptakan sesuatu hal at au cara baru, ia tidak perlu memandang rendah yang lama, 3) Jika menyangkut hal-hal yang amat pokok seperti kurikulum nasional, pendekatan belajar-mengajar yang baru, dan sebagainya, maka upaya itu perlu dikonsultasikan kepada pihak-pihak yang berwenang dilingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996:1@)-18).Pt Mengacu pada konsep dan fungsi menajemen kelas maka dapat dikemukakan bantuan atau bimbingan segera kepada guru/personil yang

bahwa manajemen kelas tidak lain menunjuk kepada tiga hal yaitu: pengaturan siswa, memelihara lancarnya penugasan, dan pengaturan fasilitas fisiko Masalah manajemen kelas dapat dikelompokkan kedalam dua kategori yaitu masalah individual dan masalah kelompok (M. Entang dan T. Raka Joni, 1983:12). Tindakan manajemen kelas yang dilakukan oleh seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat hakikat masalah yang dihadapi. Munculnya masalah individu didasarkan pada anggapan dasar bahwa '~mua tingkah laku individu merupakan upaya meneapai tujuan tertentu yaitu pemenuhan kebutuhan untuk diterima oleh kelompok/masyarakat dan untuk meneapai harga diri. Bila kebutuhan-kebutuhan itu tidak lagi dapat dipenuhi melalui eara-eara yang wajar maka individu yang bersangkutan akan berusaha untuk meneapainya dengan eara-eara lain seperti bertindak dengan cara tidak baik atau a-sosial (Rudolf Dreikurs, 1968). Lebih lanjut Rudolf Dreikurs, lihat juga M. Entang dan T. Raka Joni 1983: 13; Ornstein, 1990:75) menyatakan bahwa akibat dari tidak terpenuhinya kebutuhan 'i:?' tersebut akan terjadi beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti: a.. Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain (attention getting behaviors). Geja1a yang tampak dari tingkah 1aku ini adalah siswa membadut di kelas atau dengan berbuat serba lamban sehingga perlu mendapat pertolongan ekstra. b. Tingkah laku yang ingin menunjukkan kekuatan (power seeking behaviors). Gejalanya adalah siswa selalu mendebat, kehilangan kendali emosional, marah-marah, menangis dan juga muneul tindakan pasif yaitu selalu lupa pada aturan-aturan penting dalam kelas. c. Tingkat laku yang bertujuan menyakiti orang lain (revenge seeking behaviors). Gejala yang muncul dari tingkah laku ini adalah tindakan menyakiti orang lain seperti mengatangatai, memukul, menggigit dan sebagainya. d. Peragaan ketidak mampuan (passive behaviors). Gejalanya adalah dalam bentuk sama sekali tidak menerima untuk mencoba melakukan apapun, karena beranggapan bahwa apapun yang dilakukan kegagalanlah yang dialaminya. Sebagai penduga Dreikurs Dan Cassel menyarankan adanya penyikapan terhadap tindakan para peserta didik adalah sebagai berikut : (1) jika guru merasa terganggu karena perilaku anak, barangkali tujuan anak adalah untuk mendapatkan perhatian, (2) jika guru

"Membombong" anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok. tingkatan sosial ekonomi. barangkali tujuan anak adalah mengejar kekuasaan. Masalah ini merupakan masalah yang harus diperhatikan pula dalam manajemen kelas. . kasar dan memberontak. Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yangtengah digarap. d. tujuan anak mungkin membalas dendam. dansebagainya. Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin. suka marah. Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakati sebelumnya. Semangat kerja rendah atau semacam aksi protes kepada guru karena menganggap tugas yang diberikan kurang fair. Pola pasif-destruktif yaitu pola tingkah laku yang menunjuk kemalasan (sifat pemalas) dan keras kepala . dan (4) jika guru rnerasa tidak tertolong. Masalahmasalah kelompok yang mungkin muneul dalam manajemen kelas adalah: a. tujuan anak rnungkin untuk rnenyatakan ketidak rnarnpuan. dan mernpunyai daya usaha untuk membantu guru dengan penuh vitalitas dan sepenuh hati. arnbisius untuk menjadi super star di kelasnya. Pola pasif-konstruktif yaitu pola yang menunjuk kepada satu bentuk tingkah laku yang lamban dengan maksud supaya selalu dibantu dan mengharapkan perhatian. Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya. e. c. b. b. Masalah berikutnya adalah masalah kelompok. Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal. misalnya mengejek anggota kelas yang dalam pengajaran seni suara menyanyi dengan suara sumbang.merasa dikalahkan at au terancam. Problem kelompok akan muneul yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan kelompok. misalnya sengaja berbicara keras-keras di ruang baca perpustakaan. suku. d. f. g. (3) jika guru merasa disakiti. Pola aktif-destrukstif yaitu pola tingkah laku yang diwujudkan dalam bentuk membuat banyolan. Pola aktif-konstruktif yaitu pola tingkah laku yang ekstrim. Masalahmasalah kelompok. misalnya pemberian semangat kepada badut kelas. c. Dari empat cara/tindakan yang dilakukan individu tersebut mengakibatkan terbentuknya empat pola tingkah laku yang sering nampak pada anak seusia sekolah yaitu: a.

Johnson dan Mary A. Posisi di atas bila perlu bisa dibuat bergantiganti. 1983). Taka Joni. Penggunaan dominasi yang kuat dapat meningkatkan kesatuan. dan sebagainya (Lois V.guru kelas terpaksa diganti sementara oleh guru lain. Bany dalam M. Interaksi dan komunikasi Interkasi terj adi dalam komunikasi. bila tidak terselesaikan dapat membuat situasi rusak. Akan tetapi tiap kelompok akan berusaha untuk mempertahankan interaksi kelompoknya. Kesatuan berkaitan dengan komunikasi. Komunikasiverbal atau non verbal. standar kelompok.ditempatkan pada posisi yang tinggi hat ini dapat merusak keakraban kelompok. Struktur kelompok Struktur informal dalam kelompok dapat mempengaruhi struktur formal. Bany mengemukakan ciri-ciri kelompok dalam kelas yang sekaligus sebagai variabelnya. Tetapi pemberian peraturan oleh guru dapat menirnbulkan kerusuhan. yaitu: a. kalau beberapa orang/anggota mempunyai pendapat tertentu maka terjadilah komunikasi dalam kelompok dan diteruskan dengan interaksi membahas pendapat tersebut yang senng disertai d-engan emosi yang memperkuat interaksi. perubahan sikap dan pendapat. Tempat anggota dalam kelompok perlu sekali diusahakan agar menarik baginya. Tujuan-tujuan kelompok Apabila tujuan-tujuan kelompok ditentukan bersama oleh siswa dalam hubungan tujuan pendidikan. guru mengetahui latar belakang mereka. b. bila selalu . Lebih lanjut Lois V. Kesatuan dapat dikembangkan dengan menolong siswa agar menyadari hubungan mereka satu sarna lain sebagai alat pernersatu. Hal ini perlu dibantu oleh guru supaya tugas-tugas belajar dapat berlangsung secara waj ar. Beberapa individu yang mungkin merupakan struktur informal. c. maka anggota-anggota kelompok akan bekerja lebih produktif dalam . dan tekanan terhadap perpecahan kelornpok at au ketidak satuan. Johnson dan Mary A. Untuk membantu mereka. Guru perlu mengetahui kebutuhan berkomunikasi siswasiswanya dan memberi kebebasan kepadanya untuk berbicara. Entang dan T. d . Kesatuan kelompok Kesatuan kelompok memegang peranan penting dalam mempengaruhi anggotaanggotanya bertingkah laku.

Kontrol Hukuman-hukuman yang diciptakan bersama bagi Slswa yang melanggar. Pengaruh organisasi sekolah dipandang menentukan di dalam pengarahan perilaku siswa. prosedur.menyelesaikan tugasnya. akan tetapi beberapa anak tetap akan tidak dapat belajar dengan baik. Iklim kelompok Iklim kelompok adalah hasi1. Namun siswa kebanyakan kurang menyadari pengaruh organisasi ini terhadap dirinya. Guru dan siswa dipengaruhi oleh organisasi sekolah secara keseluruhan. Dengan kata lain. adalah guru harus mendiagnosis kebutuhan dan kesukaran kelompok sebelum membantu mereka. e. tujuan. kurikulum. dan pengelolaan fisiko Organisasi. Organisasi sekolah menentukan penempatan siswa. Di samping masalah individu dan masalah kelompok. Tindakan-tindakan yang digunakan untuk mengontrol kelas dari yang paling jelek ke paling baik ialah: 1) Hukuman atau ancaman 2) Pengubahan situasi atau siasat 3) Dominasi atau pengaruh 4) Koperasi atau partisipasi f. peraturan-peraturan. dan fisik direncanakan bersama untuk menentukan perilaku siswa. Keakraban yang kuat akan mengontrol perilaku anggota-anggotanya.dari aspek-aspek yang saling berhubungan dalam kelompok atau produk semua kekuatan dalam kelompok. Asumsi ini masuk akal sebab organisasi sosial sebagai sub sistem dan sistem sosial yang lebih luas termasuk sistem . hal lain yang erat kaitannya dengan manajemen kelas adalah organisasi sekolah. termasuk cara pengelompokkan. rencana fisik. Iklim kelompok merupakan hal yang penting dalam mengadakan perubahan dalam kelompok. Cara yang baik . pemanfaatan kemampuan dan bakat guru-guru. nilai sikap dan tindakan. mungkin dapat memperkecil pelanggaran. Iklim kelompok ditentukan oleh tingkat keakraban kelompok sebagai hasil dari aspek-aspek tersebut di atas. siswa akan bekerja dengan~ baik apabila hal itu berhubungan dengan tujuan-tujuan mereka.

Terdapat beberapa syarat yang perlu diupayakan agar kelas nyaman dan menyenangkan berikut ini. ide-ide. Nortpa-norma ini membantu mengintegrasikan kepala sekolah dengan bawahannya. perilaku atau informasi-. Norma dalam kaitan ini adalah meliputi nilai-nilai. 4. Peraturan -peraturan secara tertulis tidak mengakibatkan interpretasi yang berbeda-beda. (4) perabot dalam keadaan baik. (2} cukup cahaya yang meneranginya. Peraturan yang tidak tertulis akan membuat interpretasi yang berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah lain atau antara guru dengan guru lain. termasuk perilaku para siswanya. diskusi kelompok. tujuan. dan (5) jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen.persekolahan nasional. Norma menjadi fungsi umum yang mengikat anggota-anggota. Kebijakan dan peraturan sekolah memberi refleksi kepada sikap. Struktur kerja dan antar hubungan personalia. penerapan kebij akan. orang tua atau siswa disatu sekolah sebagai suatu sistem. dan perasaan-perasaan. 1996: 17). lain halnya dengan peraturan tidak tertulis. nilai. maka sistem yang . Keadaan ini merupakan salah satu aspek organisasi sekolah yang kurang efektif dalam menunjang penciptaan suasana belajar. sistem yang digunakan adalah sistem klasikal. Peraturan merupakan . tidak lembab. organisasi. sehat. staf sekolah juga berhubungan dengan norma yang berwujud aturan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan. dan perilaku siswa dalam kelas. a) Tata ruang kelas Pada dasarnya sistem pembelajaran yang dianut di sekolah dasar sangat tergantung pada pendekatan atau metode yang digunakan) Menceramah. K~l~ adalah tempat bagi para siswa untuk tumbuh dan berkembangnya potensi intelektual dan emosional. cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi. metode eksperimen. Kelas yang Nyaman dan Menyenangkan Kelas merupakan taman belajar bagi siswa. Norma ini mencetuskan bentuk-bentuk perilaku yang cocok bagi personalia. kelas hendaknya dimanajemeni sedemikian rupa sehingga benar-benar merupakan taman belajar yang nyaman dan menyenangkan. Norma-norma berkembang sebagai hasil proses interaksi dan penyesuaian terhadap tekanan-tekanan. Mengingat itu semuanya. (3) sirkulasi udara cukup. Norma menunjuk kepada kecendrungan kelompok untuk merespon terhadap situasi. bersih. Sedangkan syar~t-syarat kelas yang baik adalah: (1) rapi.

Papan tulis Papan tulis harus cukup besarnya dan 'permukaan dasarnya harus rata. sehingga siswa yang duduk dibagian belakang kelas dapat melihat/membaca tulisan paling bawah dengan . dan hal ini akan dipergunakan untuk menyimpan piagam. b) Menata perabot kelas Perabot kelas adalah segaia sesuatu perlengkapan yang harus ada dan diperlukan di kelas. Perabot kelas meliputi atau dapat berupa: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Papan tulis dan penghapusnya Meja. vandel. Dalam penataan ruang keIas. Namun akhir-akhir ini warna hijau banyak juga dipakai.digunakan adalah non-klasikal. dan kepustakaan sekolah. Jika memungkinkan di sekolah dasar dapat juga menggunakan papan tulis putih (white board). Lemari kelas tambahan dapat diletakkan dibelakang kelas. Warna papan tulis yang mulai menipis atau belang hams segera dicat ulang. kursi guru Meja. Penempatan papan tulis hendaknya diatur. Warna dasar yang lazin digunakan adalah warna hitam. sapu ijuk. Lemari tambahan tersebut akan lebih baik bila terbuat dari kaca. tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Papan tulis harus ditempatkan di depan kelas dan cukup cahayanya. dan sapu bulu ayam 13) Gambar-gambar Iain/alat peraga 14) Kapur/spidol. kursi Slswa Almari kelas Jadwal pelajaran Papan absensi Daftar piket kelas Kalender pendidikan Gambar Presiden dan Wakil Presiden serta Iambang Garuda Pancasila 10) Tempat cuci tangan dan lap tangan 11) Tempat sampah 12) Sapu lidi. lemari kelas dapat ditempat di samping papan tulis atau di samping mej a guru.

Penempatan almari diatur agar guru mudah membuka dan menutup almari. Penempatan meja. kursi guru dapat juga ditempatkan di pinggir kanan atau kiri tempat duduk para siswa. kursi siswa diatur sehingga siswa mudah untuk keluar masuk/bergerak di kelas itu. Meja. Selain itu guru harus memiliki catatan daftar hadir siswa pada buku khusus. membersihkan papan tulis. Papan absensi Papanabsensi ditempatkan di depan sebelah papan tulis.jelas. Meja. Penempatan ini dimaksudkan agar pandangan siswa ke papan tulis tidak terganggu. Meja. samping depan sebelah meja/kursi guru. Papan tulis dapat juga ditempatkan agak tinggi. Kalender pendidikan . seperti menyiapkan kapur tulis. Meja guru hendaknya berlaci dan ada kuncinya. Meja kursi siswa tingginya sesuai dengan ukuran badan siswa. kursi siswa ditata berbaris ke belakang. Meja. karena daftar absensi di papan absensi diganti setiap hari sesuai dengan keadaan. Penempatan seperti itu terutama di kelas rendah. Daftar ini memuat namanama para siswa yang bertugas menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan setiap harinya. Meja kursi siswa harus cukup besarnya untuk dua orang. Almari kelas Almari kelas dapat ditempatkan di samping papan tulis. Meja. Daftar jadwal tersebut dapat dibuat dari kayu atau dari kertas' manila. kursi guru Ukuran meja. kursi siswasiswa tersebut dilengkapi dengan tempat tas/buku. Kursi siswa harus cukup sesuai dengan jumlah siswa. kursi Siswa Meja. asal tetap tidak mengganggu pandangan siswa ke papan tulis. Jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ditempakan/ditempel pada temp at yang mudah dilihat. kursi guru disesuaikan dengan standar yang lazim. atau sebelah kiri/ kanan dinding. tiap meja kursi siswa diisi ditempati dua orang siswa. kursi guru ditempatkan di depan sebelah kanan atau kiri meja para siswa. atau dinding samping kanan/kiri kelas. Daftar piket kelas Daftar piket siswa ditempatkan di samping papan absensi. namun perlu ada tangga di bawahnya.

Keutuhan tersebut merupakan tanggung jawab guru dan seluruh siswa. Gambar/alat peraga itu diantaranya gambar para pahlawan. IPA. gambar-gambar untuk pelajaran matematika.Kalender pendidikan ditempatkan pada tempat yang mudah dilihat. Sapu dan alat pembersih yang lain Sapu dan alat pembersih yang lain harus tersedia di kelas. Sapu dan alat pembersih itu diletakkan ditempat yang agak tersembunyi. Gambar dan alatperaga tersebut dapat ditempelkan didinding kelas atau disimpan di almari tempat alat peraga. Tempat sampah Tempat sampah ditempatkan di sudut kelas. Semua gambar ini ditempatkan di depan kelas di atas papan tulis. Wakil Presiden. Gambar-gambar alat peraga Penempatan dan pemasangannya disesuaikan dengan kebutuhan pelajaran yang sedang diajarkan. Kalender ini memuat kegiatan pendidikan untuk satu tahun lamanya atau tergantung pada kebutuhan. maupun oleh semua siswa pada kegiatan kerja bakti bersama yang dilakukan pada setiap hari Sabtu. Besar kecilnya tempat sampah disesuaikan dengan kebutuhan. atau setiap bulan. Perabot dan alat perlengkapan kelasini harus selalu dijaga keutuhan dan kelengkapannya. Kebersihan kelas harus tetap dipelihara. atau pada hari pertama masuk sekolah setalah libur sekolah. Tempat cuci tangan dan lap tangan Tempat cuci tangandan lap tang an ditempatkan di depan kelas dekat pintu masuk. IPS dan sebagainya. Gambar Presiden ditempatkan sebelah kanan lambang Garuda Pancasila dan Wakil Presiden sebelah kiri lambang Garuda Pancasila. Pemeliharaan ini dilakukan oleh kelompok petugas piket. peta. Lambang Garuda Pancasila ditempatkan lepih tinggi dari gambar Presiden dan Wakil Presiden. Tempat sampah dapat terbuat dad seng atau plastik. Tempat cuci tangan dapat dibuat secara perman en dapat juga secara tidak permanen. Gambar Presiden. . dan lambang Garuda Pancasila.

Kemukakan alasan-alasan mengapa manajemen kelas memiliki arti penting bagi pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal! 3.Gambar 6 Penempatan papan tutis di ruang kelas dun posisi guru pada saar memulai pelajaran Gambar 7 Penempatan lemari di ruang kelas Pertanyaan-pertanyaan 1. Hal-hal apa saja yang mungkin muncul akibat kebutuhan kelompok dalam pembelaj aran tidak terpenuhi! 6. Jelaskan perbedaan antara mengajar dan manajemen kelas serta hubungan keduanya dalam suatu proses pembelajaran! 2. Buat dalam sebuah matriks pengertian manajemen kelas berdasar konsep lama dan baru. serta berdasar pada pandangan operasional! 4. Kemukakan kemungkinan empat tingkah laku anak dalam proses pembelajaran apabila kebutuhan individunya tidak terpenuhi ! 5. Berikut ini dikemukakan masalah-masalah yang mungkin terjadi di dalam kelas yang .

Ibu Mariana merasa bahwa Alek dapat mengerjakan tugasnya seperti siswa-siswa lain.memperlihatkan ketidakmampuan kelompok .masing-masing dapat digolongkan ke dalam masalah pengajaran atau masalah manajerial. Rita masih . Misalnya. apakah masalah tersebut termasuk masalah pengajaran atau manajerial! Kemudian.mencari kekuasaan .Penerimaan tingkah laku menyimpang . Disamping itu Alex rupanya terus-menerus berperilaku menyimpang.menuntut balas . Berikut ini disajikan masalah-masalah yang berkaitan dengan manajeman kelas. Dalam membaca misalnya. jelaskan alasan Anda mengapa Anda menggolongkan masalah tersebut ke dalam salah satu kategori itu! a. Meskipun telah delapan bulan pindah ke sekolah baru. kemudian tetapkan arah khusus dari tiap-tiap masalah itu menurut klasifikasi berikut! Masalah kelompok: . ia ketinggalan dua tahun dari siswa di kelasnya.gangguan atas kelancaran kegiatan kemampuan mengikuti Masalah perorangan: . asalkan ia mau berbuat seperti teman-temannya.reaksi negatif terhadap sesama . Ibu Mariana.mencari perhatian . Alex tidak mau melaksanakan tugasnya dan sering sekali mengganggu siswa-siswa lain yang sedang mengerjakan tugasnya. Tugas Anda adalah menetapkan termasuk jenis masalah apakah tiap-tiap masalah berikut. Kemajuan belajarnya sangat menyedihkan. apakah masalah perorangan atau masalah kelompok. Pertimbangkan.kekurang kompakan . gurunya. Guru Rita yaitu Pak Dahlan telah banyak berusaha agar Rita dapat diterima dan menerima teman-temannya. b. merupakan "siswa baru" di kelasnya sebab ia belum juga menjacli anggota yang diterima oleh ternan-ternan sekelasnya. Ia tampaknya pemalu dan suka menyendiri. Alex adalah seorang siswa kelas enam dengan kemampuan di bawah rata-rata. pak guru telah menempatkan Rita pada satu kelompok yang terdiri dad siswa-siswa perempuan yang peramah.kekurang peraturan . menggambarkan siswa ini sebagai kurang pandai di kelasnya. dan hamper satu tahun dari para siswa kelas dibawahnya.

ketiadaan semangat.ketidak mampuan penyesuaian diri dengan lingkungan .. tidak mau bckcrja. reaksi agrcsif .

Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. dankhawatir si Halim akan mengganggu situasi pembelajarannya. laporkan semua hasil pengamatan kepada para mahasiswa kelompok lain. b. Kegiatan yang Anda lakukan ialah: a. . Daftar Pustaka Depdikbud. Ada-ada saja tingkah lakllnya yang menyebabkan orang lain terganggu.a. ia menolak mengerjakan apa yang ditugaskan itu kepadanya. Catat kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Bapak/lbu Guru di dalam kelas pada saat mengajar. manajerial. Tingkah lakunya yang menyimpang itu pada umumnya belum keterlaluan. 1a tcrus menerus mengganggu 1bu Ayu dcngan kritik-kritikkannya. dan kelas menjadi amat gaduh. c. Namun ketika Ibu Farida datang ke kelas itu sebagai guru penggal1ti. Pengelolaan Kelas. tetapi sudah agak menjengkelkan. siswasiswa di kelas itu menolak melakukan kegiatan. b. individuall kelompok) dengan mengemukakan alas an dan arah khusus dari masing-masing masalah tersebut. Halim memperlihatkan kcmampuan mcngacaukan pelajaran matematika yang diberikan oleh 1bu Ayu. d. 1983. Catat semua peralatan atau perlengkapan yang ada di sekolah itu. 1a membcla cliri atas tugas-tugas yang diberikan kepadanya yang sclalu tidak dikerjakan itu. me skip un telah ditegur. e. Dengan dipandu oleh dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. meskipun Ibu Farida mengajar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh Pak Taher. Kelas Pak Taher biasanya merupakan kelas yang baik dan bersemangat tinggi dalam belajar. Catat semua perilaku para siswa pada saat mengikuti pe1ajaran tersebut. Diskusikan dan analisis laporan tersebut sehingga jelas masalahnya (pengajaran. c. Ibu Arnold merasakan bahwa Ramli sebagai Slswa yang amat mengganggu. Tugas Secara berkelompok (3-4) orang Anda berkunjung ke sebuah sekolah dasar. Ibu Ayu khawatir kalau-kalau ia tidak dapat mengendalikan diri.

Houston: Departement of Curriculum and Instruction College of Education. Weber. Bany. Strategies for Effective Teaching. 1990. New York: Harper and Row Publisher Inc. Johnson. Wilford A. Ornstein. Effective Classroom Management. Pengelolaan Kelas. & Mary A. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Raka loni. 1986. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. ---. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud Dirjen Pendidikan Tinggi. Lois V. University of Houston. 1996. . ---. Allan C.1996. 1983. Massachusetts: De Heat and Company.Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. M. 1970. Seri Peningkatan Mutu 2. Classroom Management.1993. Entangdan T. Classroom Management. Pengelolaan Kelas. Pengelolaan Kelas. Seri Peningkatan Mutu 3. London: The McMillan Company Collier Macmillan Limited.

Gtlru perIu menyadari bahwa peranannya adalah sebagai manajerial aktivitas yang harus bekerja berdasar pada kerangka acuan pendekatan manajemen kelas. M. Berikut ini adalah uraian ten tang macam-macam pendekatan dalam manajemen kelas yang disarikan dari Wilford A. ketiga. uraian macam-macam pendekatan ini dimaksudkan untuk lebih memahami kekuatan dan ke1emahan yang ada pada setiap pendekatan. Raka Joni (1983). dan Depdikbud (1983).BAB II PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS Latar Belakang Guru adalah pekerja sosial. Tujuan . meskipun tidak semua pendekatan yang dipahami dan dimilikinya dipergunakan bersamaan atau sekaligus. Pemecahan masalah merupakan proses penyelesaian yang beragam. Oleh karena itu. ini tergantung pada sumber permasalahan. Boleh jadi dad macam-macam pendekatan dalam manajemen kelas itu ada pendekatan yang sudah tidak tepat lagi. guru dituntut untuk terampil memilih atau bahkan memadukan pendekatan yang dianggapnya menyakinkan untuk menangani kasus manajemen kelas yang tepat dengan masalah yang~dihadapinya. Memanajemeni kelas dalam proses pemecahan masalah bukan terletak pada banyaknya macam kepemimpinan dan kontrol. Guru harus memiliki. tetapi setelah diterapkan ternyata gaga!. Entang dan T. memahami. tetapi terletak pada keterampilan memberikan fasilitas yang berbeda-beda untuk setiap peserta didik. akan tetapi guru tidak dapat disamakan dengan seorang tukang. Seorang tukang cukup mengikuti petunjuk yang terdapat dalam buku petunjuk. Kemudian situasi tersebut dianalisis kembali. 1996). dan terampil dalam menggunakan bermacammacam pendekatan dalam manajemen kelas. Kemungkinan dari hasil diagnosis memutuskan menggunakan pendekatan A. Dalam hal ini. Weber (1986. sehingga guru tidak terjerumuske dalam penerapan pendekatan yang sudah tidak tepat itu. akhirnya sampai pada kesimpulan guru harus menerapkan alternatif kedua. at au kombinasi.

otoriter bertindak untuk kepentingan peserta didik dengan menerapkan disiplin yang tegas. menjelaskan lima strategi pendekatan instruksional dalam manajemen kelas. menyimpulkan kekuatan dan kelemahan masing-masing pendekatan dalam manajemen kelas. Guru yang mempraktekkan pendekatan otoriter tidak memaksakan kepatuhan. menjelaskan pengertian pendekatan: otoriter. merendahkan peserta didik. Anda diharapkan dapat: a. buku masak. Tujuan guru yang utama ialah mengendalikan perilaku peserta didi k. e. b. proses kelompok. intimidasi. Guru. c. menyimpulkan persamaan dan perbedaan masing-masing pendekatan dalam manajemen kelas. f. memahami empat tahap pendekatan analitik pluralistik yang perlu dicermati dalam manajemen kelas. . Pendekatan otoriter janganlah dipandang sebagai strategi yang bersifat mengintimi. g. Tugas ini sering dilakukan guru dengan menciptakan dan menjalankan peraturan dan hukuman.Setelah mempelajari bab ini. menyimpulkan alasan penerapan pendekatan eklektik atau pendekatan analitik pluralistik dalam manajemen kelas. dan tidak bertindak kasar. instruksional. d. pengubahan perilaku. Guru. bertanggung jawab mengendalikan perilaku peserta didik karena gurulah pali mengetahui dan berurusan dengan peserta didik. sosio-emosional. dan analitik pluralistik dalam manajemen kelas. Pendekatan ini menempatkan guru dalam peranan menciptakan dan memelihara ketertiban di kelas dengan menggunakan strategi pengendalian. permisif. Pendekatan Otoriter Pendekatan otoriter memandang bahwa manajerial kelas sebagai suatu pendekatan pengendalian perilaku peserta didik oleh guru. mengemukakan bentuk-bentuk pendekatan intimidasi dalam manajemen kelas. eklektik. 1.

Maksud peraturan itu adalah menuntun dan membatasi perilaku peserta didik. (2) memberikan perintah. dan pesan adalah strategi cara guru dalam mengendalikan perilaku peserta didik agar peserta didik melakukan sesuatu yang diinginkan guru. yang melanggar peraturan dengan cara lemah lembut. menggambarkan perilaku yang dibenarkan dan yang tidak dibenarkan. kegiatan menciptakan dan menegakkan peraturan adalah proses mendefinisikan dengan jelas dan spesifik harapan guru mengenai perilaku peserta didik di kelas. c) Menggunakan teguran ramah adalah strategi memanajemeni kelas yang digunakan guru memarahi peserta didik yang berperilaku tidak sesuai. pengarahan. (4) menggunakan pengendalian dengan mendekati. Dengan demikian. dan pesan yang disampaikan dan dinyatakan dengan jelas dan mudah difahami adalah. a) Menciptakan dan menegakkan peraturan adalah kegiatan guru menggariska pembatasan-pembatasan dengan memberitahukan kepada peserta didik apa yang diharapkan dan mengapa hal tersebut diperlukan. sesuatu cara yang sesuai dan sempurna dalam mengendalikan perilaku peserta didik sepanjang tidak menggunakan paksaan untuk mematuhinya. Mengetahui dan memahami peraturan yang menyatakan apa yang dibenarkan dan apa yang tidak dibenarkan sangatlah penting sehingga peserta didik mengetahui apa yang harus dikerjakan dan mengetahui akibat pelanggaran atas peraturan itu. Para penganjur strategi ini merekomendasikan bahwa teguran ramah adalah strategi yang efektif untuk mengembalikan peserta didik dad perilaku menyimpang yang ringan kepada perilaku yang diharapkan. dan (5) menggunakan pemisahan dan pengucilan. dan pesan (3) menggunakan teguran. pengarahan. Peraturan merupakan pedoman yang diformalkan yang. b) Memberikan perintah. Peraturan yang dirumuskan dengan jelas amatlah perlu agar peserta didik dapat bekerja sesuai dengan peraturan.Pendekatan otoriter menawarkan lima strategi yang dapat diterapkan dalam memanajemeni kelas yaitu (1) menetapkan dan menegakkan peraturan. pengarahan. Teguran ramah dapat . Perintah.

menyalahkan. hinaan.dilakukan secara verbal maupun non verbal dimaksudkan untuk memberitahukan dan bukan menuduh. ancaman. Pendekatan intimidasi berguna dalam situasi tertentu dengan menggunakan teguran . dan bahkan strategi ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang bersifat menghukum. paksaan. 2 . Peranan guru adalah memaksa peserta didik berperilaku sesuai dengan perintah guru. e) Menggunakan pemisahan dan pengucilan (dan juga penskoran. pendekatan intimidasi menekankan pada perilaku guru yang mengintimidasi.Pendekatan Inffmidasi Pendekatan intimidasi adalah pendekatan yang memandang manajemen kelas sebagai proses pengendalian perilaku peserta didik. Berbeda dengan pendekatan otoriter yang menekankan perilaku guru yang manusiawi. Bentuk-bentuk intimidasi itu seperti hukuman yang kasar. d) Menggunakan pengendalian dengan mendekati adalah tindakan guru bergerak mendekati peserta didik yang dilihatnya berperilaku menyimpang atau cenderung menyimpang. ejekan. Strategi terse but cukup efektif menanggulangi perilaku menyimpang yang kadarnya berat dari peserta didik. penahanan) adalah strategi guru dalam merespon perilaku menyimpang peserta didik yang tingkat penyimpangannya cukup berat. Strategi ini didasarkan pada asumsi bahwa kehadiran guru secara fisik akan cukup berhasil mencegah peserta didik berperilaku menyimpang. Tindakan itu tidak dimaksudkan untuk menghukum atau mengintimidasi. Strategi ini dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya situasi yang mengacaukan atau yang mempunyai kemungkinan mengacaukan.

takut karena mereka membayangkan akan memperoleh hukuman yang sangat berat. Dalam sistem sosial para anggotanya. Perbuatan yang bebas tanpa batas akan memperkosa dan mengancam hak-hak orang lain. pendekatan intimidasi hanya baik untuk menghentikan perbuatan yang salah berat dengan segera. Peranan guru adalah meningkatkan kebebasan peserta didik. dalam hal ini guru dan peserta didik menyandang hak dan kewajiban. Teguran keras adalah perintah verbal yang keras yang diberikan pada situasi tertentu dengan maksud untuk segera menghentikan perilaku siswa yang penyimpangannya berat. 3. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa pendekatan permisif dalam bentuknya yang . Kehadiran guru membuat mereka takut. Apabila perbuatan salah itu selesai atau berhenti maka tindakan intimidasi tidak akan seproduktif strategi lain. Penggunaan pendekatan ini hanya bersifat pemecahan masalah secara sementara dan hanya menangani gejala-gejala masalahnya. dan berperan sebagai pendorong mengembangkan potensi peserta didik secara penuh. Kendatipun pendekatan intimidasi telah dipakai secara luas dan ada manfaatnya. Thema sentral dari pendekatan ini adalah: apa. Dengan demikian. Pendekatan ini kurang menyadari bahwa sekolah dan kelas adalah sistem sosial yang memiliki pranata-pranata sosial. Kelemahan lain yang timbul dari penerapan pendekatan ini adalah tumbuhnya sikap bermusuhan dan hancurnya hubungan antara guru dan peserta didik. kapan. Pendekatan permisif sedikit penganj urnya. bukan masalahnya itu sendiri. guru memergoki dua peserta didik berkelahi. Kemudian guru berteriak "berhenti" dengan harapan setelah mendengar suara guru kedua peserta didik itu akan berhenti berkelahi. sebab dengan itu akan membantu pertumbuhannya secara wajar. terdapat ·banyak kecaman terhadap pendekatan ini.keras. Campur tangan guru hendaknya seminimal mungkin. Mereka diharapkan bertindak sesuai dengan hak dan kewajibannya dan diterima oleh semua pihak. Misal. Pendekatan Permisif Pendekatan permisif adalah pendekatan yang menekankan perlunya memaksimalkan kebebasan siswa. dan dimana juga guru hendaknya membiarkan peserta didik bertindak bebas sesuai dengan yang diinginkannya.

memikul resiko yang aman. Pendekatan buku masak tidak dijabarkan atas dasar konsep yang jelas. dan tanggung jawab sendiri. pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan "buku masak". sehingga . Berikut ini adalah contoh khas jenis pernyataan yang dapat dijumpai dalam daftar “buku masak”. disisi lain tetap dapat rnengendalikan kebebasan itu dengan penuh tanggung jawab. Selalulah menegur siswa secara empat mata Jangan sekali-kali meninggikan suara pacta saat/ waktu memperingatkan siswa Tegas dan bertindak adil sewaktu berurusan dengan Slswa Jangan pandang bulu dalam memberikan penghargaan Senantiasalah menyakinkan diri lebih dahulu akan kesalahan siswa sebelum menjatuhkan hukuman Selalulah meyakinkan did bahwa siswa mengetahui semua peraturan yang ada Tetaplah konsekuen dalam mengakkan peraturan. Karena daftar ini sering merupakan resep yang cepat dan rnudah. disiplin sendiri. misalnya. sekilah sesuai cakupannya. rnengatur kegiatan. Dengan dernikian. 4. guru harus dapat menemukan cara untuk memberikan kebebasan sebesar mungkin kepada peserta didik di satu sisi. Pendekatan Buku Masak Pendekatan buku adalah pendekatan berbentuk rekomendasi berisi daftar hal-hal yang harus dilakukan atau yang tidak harus dilakukan oleh seorang guru apabila menghadapi berbagai tipe masalah manajemen kelas. Urusan itu seperti para peserta didik rnemperoleh kesempatan secara psikologis. Daftar tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus lakukan ini biasanya dapat diketemukan dalam artikel: Tiga puluh cara untuk rnemperbaiki perilaku peserta didik. mengembangkan kernampuan memimpin diri sendiri.murni tidak produktif diterapkan dalam situasi atau lingkungan sekolah dan kelas. Namun disarankan agar guru memberikan kesempatan kepada para peserta didik melakukan urusan sendiri apabila hal itu berguna.

5. Pendekatan ini berpendapat bahwa manaj erial yang efektif adalah hasil perencanaan pengajaran yang bermutu. Pendekatan ini eenderung menumbuhkan sikap reaktif pada diri guru dalam memanajemeni kelas. Dengan demikian peranan guru adalah merencanakan dengan teliti pelajaran yang baik. guru tidak dapat memilih alternatif lain. Pendekatan Instruksional Pendekatan instruksional adalah pendekatan yang mendasarkan kepada pendirian bahwa pengajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan cermat akan mencegah timbulnya sebahagian besar masalah manajerial kelas. kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik. Para penganjur pendekatan instruksional dalam manajemen kelas cenderung memandang perilaku instruksional guru mempunyai potensi mencapai dua tujuan utama manajemcn kelas. Kelemahan lain pcndekatan buku masak adalah apabila resep tertentu gagal mencapai tujuan. Sebaliknya banyak kenyataan yang mendukung pendirian bahwa kegialan belajarmengajar yang direncanakan dan dilaksanakan dengan tidak baik adalah penyebab utama timbulnya masalah manajemen kelas. dan sesuai. Oleh karcna itu. karena pendekatan ini bersifat mutlak. 2) menerapkan kcgiatan yang cfcktif. relevan. Dengan kat a lain.adalah merupakan faktor utama dalam pencegahan timbulnya masalah manajemen kelas. 6) memberikan bantuan mengatasi rintangan. 4) memberikan pcngarahan yang jelas. para pengembang pendekatan instruksional menyaninkan guru dalam mengembangkan strategi menajemen kelas memperhatikan hal-hal berikut ini: 1) menyampaikan kurikulum dan pelajaran yang menarik. 5) mcnggunakan dorongan yang bermakna. Tujuan itu adalah: 1) mencegah timbulnya masalah manajerial. Guru yang bekerja dengan kerangka aeuan buku masak akan merugikan diri sendiri dan tidak mungkin menjadi manajer kelas yang efektif. 3) mcnycdiakan daftar kegiatan rutin kelas. dan 2) memecahkan masalah manajerial kelas. 7) merencanakan perubahan . Cukup banyak contoh yang membuktikan banwa kegiatan belajar-mengajar yang direncanakan dan dilaksanakan dengan baik .tidak ditemukan prinsip-prinsip yang memungkinkan guru menerapkan seeara umum pada masalah-masalahlain. guru biasal1ya memberikan reaksi terhadap masalah tertentu dan sering mcmpcrgunakan dalam jangka pendek.

lingkungan. Penjelasan secukupnya mengenai harapan guru yang berkaitan dengan kegiatan rutin kelas merupakan langkah yang menentukan efektivitas manajemen kelas dan pengembangkan kelas yang produktif. Di samping itu penelitian-penelitian menemukan bukti-bukti bahwa kunci keberhasilan manajemen kelas ialah kemampuan guru mempersiaplbn dan menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar. dan dengan tempo yang baik. dan terpisah-pisah adalah kegiatan-kegiatan yang tidak efektif. Proses ini membatasi kemungkinan timbulnya masalah manajemen kelas seminimal mungkin. pelajaran yang manarik. dan perilaku menyimpang. terputus. 8) mengatur kembali struktur situasi. dan akan mengundang perilaku peserta didik untuk menyimpang. berubah arah). Kegiatan guru yang meloncat-loncat (mendesak. Menyampaikan kurikulum. Informasi kegiatan ini disampaikan guru pada awal pertemuan dengan para peserta didik di kelas. memberikan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan minat peserta didik. Menetapkan kegiatan rutin kelas adalah kegiatan sehari-hari yang perlu difahami dan dilakukan peserta didik. relevan dan sesuai dengan secara empiris dianggap sebagai penangkal perilaku menyimpang para peserta didik di dalam kelas. Hal itu akan mencegah perhatian yang kurang. tepat dan jelas arahnya. Menerapkan kegiatan yang efektif adalah kemampuan guru mengatur arus dan tempo kegiatan kelas oleh banyak orang sehingga mencegah peserta didik melalaikan tugasnya. kebosanan. Guru yang berhasil ialah guru yang rnenyajikan pelajaran yang disiapkan dengan baik. bertele-tele. . yang berlangsung dengan lancar. tergantung.

Dengan cara ini guru membantu peserta didik meneruskan aktivitasnya dan mencegah timbulnya perilaku menyimpang. Perencanaan yang disiapkan sebe1umnya akan membantu peserta didik memahami hal itu dan akan berperilaku sesuai dengan yang direncanakan . lnstruksi yang jelas. ringkas. Memberikan dorongan yang bermakna adalah suatu proses dimana guru berusaha menunjukkan minat yang sungguh-sungguh terhadap perilaku pesert didik yang menunjukkan tanda-tanda kobosanan dan keresahan. perbaikan lebih lanjut. memeriksa pekerjaannya memberikan penghargaan pada usahanya. guru dapat mendekati peserta didik. Proses bantuannya dilaksanakan sebelum situasi berkembang hingga tidak dapat dikuasai. tepat pada sasaran. Kegiatannya misalnya. pada saat mereka benar-benar memerlukannya. sehingga masalah-masalah menyimpang yang disebabkan oleh pengarahan yang buruk dapat dihindari. Memberikan bantuan mengatasi rintangan adalah bentuk pertolongan yang diberikan oleh guru untuk membantu peserta didik menghadapi persoalan yang mematahkan semangat. Bantuan mengatasi rintangan ini adalah cara yang sangat bermanfaat untuk mencegah perilaku mengganggu. Misalnya. Merencanakan perubahan lingkungan adalah proses mempersiapkan kelas atau lingkungan menghadapi perubahan-perubahan situasi. sistematis akan membantu efektivitas manajemen kelas.Gambar 8 " Guru mengingatkan kembali fugas rutin sehari-hari para Slswa Memberikan pengarahan yang jelas adalah kegiatan mengkomunikasikan harapanharapan yang diinginkan guru. sederhana. dan memberikan saran-saran. peserta didik harus disiapkan atas kemungkinan guru tidak dapat hadir selama beberapa hari dan akan digantikan oleh guru lain.

Merencanakan dan mengubah lingkungan kelas adalah proses penciptaan lingkungan yang menyenangkan dan tertib. Guru memuji karya tulis itu dan mengatakan bahwa karya tulis yang rapi lebih mudah dan enak dibaca dari pada . Mengatur kembali struktur situasi adalah strategi manajerial kelas dalam memulai suatu kegiatan atau mengerjakan tugas dengan cara yang lain atau cara yang berbeda. Merencanakan dan mengubah lingkungan kelas diperlukan untuk mencegah atau mengurangi jenis-jenis perilaku tertentu yang tidak diinginkan. timbulnya masalah manajemen kelas dapat dicegah secara dini. Pendekatan pengubahan perilaku dibangun atas dasar dua asumsi utama yaitu: 1) empat proses dasar belajar.guru. hukuman. Kemudian karya tulis itu diserahkan kepada guru (=perbuatan. khususnya yang bersumber pada perasaan bosan. Dengan demikian. Mengubah sifat kegiatan. Tugas guru adalah menguasai dan menerapkan empat prinsip dasar be1ajar. Perbuatan yang dihargai tersebut diperkuat dan diulangi di kemudian hari. Penguatan positif yakni pemberian penghargaan setelah terjadi suatu perbuatan. atau 2) peserta didik tidak belajar berperilaku yang sesuai. penghentian. Kegiatan ini dimaksudkan memaksimalkan produktivitas dan meminimalkan perilaku menyimpang. 6. Pendekatan Pengubahan Perilaku Pendekatan pengubahan perilaku didasarkan pada prinsip-prinsip psikologi behaviorisme. dan dirancang dengan baik. Prinsip tersebut adalah penguatan positif. Contoh: Natsir membuat karya tulis. Penghargaan menyebabkan perbuatan yang dikuatkan itu semakin meningkat. dan penguatan negatif. mengubah pusat perhatian. Karya tulis itu sangat rapi. 2) pengaruh kejadian-kejadian dalam lingkungan. atau menggunakan cara baru untuk mengerjakan hal-hallama akan efektif mencegah timbulnya masalah manajemen kelas. Prinsip ini berlaku baik bagi perilaku yang sesual maupun perilaku yang menyimpang. Prinsip utama yang mendasari pendekatan ini adalah perilaku merupakan hasil proses belajar. tingkah laku). Pengajur pendekatan ini berpendapat bahwa seorang peserta didik berperilaku menyimpang adalah disebabkan oleh salah satu dari dua alasan yaitu: 1) peserta didik telah belajar berperilaku yang tidak sesuai.

karya tulis yang tidak rapi (=penguatan positif). Dalam makalah berikutnya tulisan Tarji bertambah baik (=frekuensi perbuatan yang dihukum berkurang). Penghentian adalah menahan suatu penghargaan yang diharapkan (=menahan penguatan positif). Ia menyiapkan sebuah karya tulis dengan tulisan yang rapL Kemudianmenyerahkannya kepada guru (=perbuatan peserta didik yang sebelumnya dikuatkan oleh guru). Contoh: Tarji membuat dan menyerahkan makalah yang tulisannya tidak rapi kepada gurunya (=perbuatan peserta didik). Menarik hukuman bermaksud memperkuat perilaku dan meningkatkan kecenderungan diulangi. Contoh: Iskandar adalah salah seorang peserta didik yang selalu menyerahkan pekerjaan . Dalam karya tulis berkutnya Natsir lebih bersungguh-sungguh dan tulisannya lebih rapai (=frekuensi perbuatan yang dikuatkan lebih meningkat). Penghentian menyebabkan menurunnya frekuensi perbuatan yang sebelumnya dihargai. Pekerjaan Marni menjadi kurang rapi dalam membuat makalah berikutnya (=frckuensi perbuatan yang scbelumnya dikuatkan mcnjadi menurun). Contoh: Marni yang pekerjaannya rapi selalu dihargai oleh guru. Penguatan negatif adalah penarikan rangsangan (hukuman) yang tidak diinginkan atau tidak disukai sesudah terjadinya suatu pcrbuatan. Guru menyuruh agar Tarji menulis kembali makalah itu (=hukuman). Dengan hukuman menyebabkan suatu perbuatan yang dikenai hukuman frekuensinya berkurang dan cenderung tidak dilanjutkan. yang menyebabkan frekuensi perbuatan itu meningkat. Hukuman adalah pemberian pengalaman atau rangsangan yang tidak disukai atau tidak diinginkan sesudah terjadinya suatu perbuatan. Guru menerimanya. Guru menegur Tarji karena dia tidak bekerja rapi. Guru mengatakan kepadanya bahwa tulisan yang tidak rapi sukar dibaca. yang dalam kejadian sebelumnya perbuatan seperti itu diberi penghargaan. kemudian mengembalikannya kepada Marni tanpa komentar apa pun (=menahan penguatan positif).

Perbuatan peserta didik yang hendak dihentikan harus segera dikenakan hukuman setelah perbuatan itu terjadi. Ada dua macam pendekatan untuk penguatan yang berselang waktu pendek yaitu: penjadwalan selang waktu. Guru kali ini menerima pekerjaan Iskandar tanpa komentar dan tanpa omelan seperti biasanya (=menarik hukuman).(makalah) yang kurang rapi kepada gurunya. Sekali perilaku telah terbentuk akan efektif menguatkannya tanpa tenggang waktu yang lama. perilaku tersebut cenderung tidak diteruskan. dan hukuman adalah prinsip lain yang penting dalam pengubahan perilaku. Mendasarkan pada uraian di atas. penghentian (menahan penghargaan yang diharapkan). Perilaku yang tidak dikenakan hukuman dengan segera cenderung akan menguat. Penentuan waktu. frekuensi pcnguatan. Pcrbuatan pescrta didik yang hcndak dipcrkuat oleh guru harus dengan segera dikuatkan setelah perbuatan itu terjadi. Jika guru menghargai perilaku yang menyimpang. Penguatan yang terus menerus. Jadi penentuan waktu yang tepat untuk menghargai dan menghukum adalah penting. guru dapat mendorong perilaku peserta didik yang sesuai dengan mempergunakan penguatan positif (memberikan penghargaan) dan penguatan negatif (menarik h ukuman). Meskipun guru selalu mengomeli Iskandar. Jika guru menghukum perilaku yang sesuai. Hal yang perlu diingat bahwa konsekuensikonsekuensi itu memberikan pengaruh kepada perilaku peserta didik sesuai dengan prinsipprinsip perilaku yang telah terbentuk. perilaku tersebut cenderung diteruskan. Jika seorang guru menginginkan penguatan perilaku siswa tertentu. pekerjaan Iskandar itu tidak bertambah rapl. Penjadwalan selang waktu ialah . Penentuan waktu sarna pentingnya dengan frekuensi terjadinya perilaku yang dikuatkan. Guru dapat mengurangi perilaku peserta didik yang menyimpang dengan mempergunakan! hukuman (memberi rangsangan yang tidak menyenangkan). Perilaku yang tidak dikuatkan dengan . Ternyata pada kemudian hari pekerj aan Iskandar menj adi lebih baik (frekuensi perilaku meningkat). guru harus menghargai setiap kali perilaku itu terjadi. segera cenderung akan melemah. Penguatan terus menerus akan sangat efektif pada tahap awal mempelajari suatu perilaku. yaitu penguatan yang menyusul setiap terjadi perilaku menyebabkan makin cepatnya seseorang mempelajari perilaku tersebut. dan penjadwalan rasio. dan penarikan (menarik penghargaan dari peserta didik).

pendekatan yang dipergunakan oleh guru mendorong siswa setelah batas waktu tertentu. Misalnya, guru yang menggunakan penjadwalan selang waktu akan mendorong seorang siswa setiap jam. Penjadwalan rasio adalah pendekatan yang digunakan oleh guru mendorong siswa setelah suatu perbuatan terjadi beberapa kali. Misal, guru yang menggunakan penjadwalan rasio akan mendorong siswa setelah perbuatan tertentu terjadi empat kali. Penghargaan atau pendorong adalah suatu rangsangan untuk meningkatkan frekuensi perbuatan yang mendahuluinya. Hukuman adalah sesuatu yang mengurangl frekuensi perbuatan yang mendahuluinya. Pendorong dapat digolongkan dalam dua kategori utama yaitu pendorong primer (diperlukan untuk mempertahankan kehidupan seperti air, makanan, rumah), dan pendorong bersyarat (pujian, rasa kasih sayang dan sebagainya). Pendorong bersyarat terdiri dari beberapa tipe seperti pendorong sosial (pujian atau tepukan), pendorong perIambang (berupa benda/barang - tanda penghargaan), pendorong nyata (uang atau cek), pendorong kegiatan (bermain di luar, membaca bebas, diberi kesempatan memilih nyanyian). Penghargaan (dan hukuman) dapat difahami hanya dalam kaitannya dengan peserta didik secara individual. Penghargaan terhadap seorang peserta didik dapat saja dirasakan sebagai hukuman bagi peserta didik lainnya. Respon yang dimaksudkan oleh guru sebagai penghargaan dapat dirasakan sebagai hukuman, dan respon yang dimaksudkan sebagai hukuman dapat menjadi penghargaan. Hal semacam ini sering terjadi. Contoh yang sangat lazim sekali terjadi apabila seorang peserta didikberperilaku menyimpang dengan maksud menar'ik perhatian. Tindakan hukuman yang diberikan oleh guru sesudah kejadian itu sesungguhnya adalah menghargai, bukan menghukum peserta didik yang haus perhatian itu. Dan oleh karena itu, peserta didik tersebut meneruskan perilakunya untuk mendapat perhatian yang didambakannya. Contoh di atas mengisyaratkan hendaknya guru berhati-hari dalam memilih suatu pendorong tertentu. Walaupun hal ini benar, proses pemilihan jangan dibuat sebagai suatu hal yang menyulitkan. Pendorong adalah idiosinkretik bagi seorang peserta didik. Pendidik itulah sebenarnya dan seyogianya menemukan pendorong-pendorong tersebut. Jadi pendorong terbaik ialah pendorong yang dipilih oleh peserta didik itu sendiri.

Terdapat tiga metode yang ditawarkan untuk menemukan pendorongpendorong yang berorientasi individual yaitu: 1) mendapatkan petunjuk mengenai pendorong yang mungkin dengan mengamati apa yang mungkin dilakukan oleh peserta didik, 2) mendapatkan petunjuk tambahan dengan mengamati apa saja yang mengikuti perilaku peserta didik tertentu, dan 3) mendapatkan petunjuk tambahan dengan hanya menanyakan si anak, apa yang akan dilakukan pada waktu senggang, apa yang ingin dimiliki, dan untuk apa ia melakukan sesuatu. Guru menyadari bahwa pujian dan dorongan adalah pendorong sosial yang sangat kuat. Pendekatan pengubahan perilaku menawarkan sejumlah strategi menajerial kepada guru yang semuanya mengandung penggunaan dorongan. Berikut ini adalah strategistrategi lain yang dilawarka11 dalam mcmanajcmcni kelas. Mempergunakan model Model adalah proses dimana peserta didik dengan mengamati cara berperilaku orang lain mendapatkan perilaku yang baru. Sebagai suatu strategi menajemen, model dapat dipandang sebagai suatu proses dimana guru melalui tingkah lakunya menari1pilkan nilai dan sikap, yang dikehendaki dimiliki dan ditampilkan oleh peserta didik. Mempergunakan pembentukan Pembentukan adalah suatu prosedur dimana guru meminta peserta didik menampilkan serangkaian perilaku yang mendekati atau mirip dengan perilaku yang diinginkan. Dan pada setiap kali peserta didik menampilkan perilaku yang mendekati itu guru memberikan dorongan kepada peserta didik sehingga ia mampu secara konsisten menampilkan perilaku yang diinginkan tersebut. Jadi pembentukan adalah strategi pengubahan perilaku yang dipergunakan untuk mendorong perkembangan perilaku yang baru. Mempergunakan sistem hadiah Sistem hadiah biasanya terdiri dari tiga unsur. Undur-unsur itu dimaksudkan untuk mengubah perilaku sekelompok peserta didik. Unsur-unsur itu berupa: 1) seperangkat instruksi tertulis yang disiapkan dengan teliti, yang menggambarkan perilaku peserta didik

yang hendak dikuatkan atau didorong oleh guru, 2) suatu sistem yang dirancang dengan baik untuk menghadiahkan barang kepada peserta didik yang menampilkan perilaku yang sesuai, dan 3) seperangkat prosedur yang memberikan kesempatan kepada peserta didik saling bertukar hadiah yang mereka peroleh sebagai penghargaan, atau memberikan kesempatan terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial. Mempergunakan kontrak perilaku Kontrak perilaku adalah suatu persetujuan an tara guru dan peserta didik yang berperilaku menyimpang. Persetujuan itu menentukan perilaku yang disetujui oleh peserta didik untuk ditampilkan dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya apabila peserta didik menampilkan perilaku tersebut. Kontrak adalah suatu kesepakatan antara guru dan peserta didik yang merinci apa yang diharapkan dilakukan oleh peserta didik dan ganjaran atau konsekuensi yang akan diperolehnya apabila melakukan hal-hal yang disepakati itu. Mempergunakan jatah kelompok Penggunaan jatah kelompok adalah penggunaan prosedur dimana konsekuensi (penguatan atau hukuman) tidak hanya tergantung kepada perilaku seorang peserta didik sendiri, melainkan juga kepada perilaku kelompoknya. Penghargaan terhadap setiap anggota kelompok tergantung pada perilaku salah seorang atau lebih atau pada perilaku seluruh anggota kelompok lainnya . Penguatan alternatif yang tidak serasi Penguatan alternatif yang tidak serasi yaitu penguatan yang bertentangan satu dengan yang lainnya. Penguatan itu terjadi pada situasi dimana guru menghargai perilaku yang tidak dapat terjadi bersamaan dengan perilaku menyimpang yang hendak dihilangkan oleh guru. Mempergunakan penyuluhan perilaku Penyuluhan perilaku adalah suatu proses yang meliputi pertemuan pribadi an tara guru dan peserta didik. Penyuluhan perilaku ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik yang berperilaku menyimpang mengetahui bahwa perilakunya tidak sesuai dan

Mempergunakan isyarat Isyarat adalah suatu proses untuk rnerangsang berbuat atau tindakan mengingatkan secara verbal atau non-verbal yang digunakan oleh guru kepada peserta didiknya. Pernantauan diri sendiri secara sisternatis akan meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap perilaku yang diharapkan dihilangkan atau dikurangi. Berlainan dengan pendorong. Mempergunakan pemantauan sendiri Pernantauan diri sendiri diartikan sebagai pengelolaan diri sendiri dirnana peserta didik rnencatat aspek-aspek perilakunya agaria dapat rnerubahnya. Keuntungan pemberian hukuman adalah 1) hukuman tidak menghentikan dengan segera perilaku . Menyoal pandangan yang berbeda tentang hukuman di atas. Sulzer dan Mayer memberikan kajian kcuntungan dan kerugian pcnggunaan hukuman. isyarat rnendahului respons. penggunaan hukuman harus dipantau dengan seksama.merencanakan perubahan. tetapi karena adanya resiko timbulnya pengaruh sampingan yang negatif. Suatu isyarat dapat digunakan untuk mendorong atau mencegah perilaku tertentu. 2) penggunaan hukuman dengan bijaksana pada jenis-jenis situasi tertentu akan dapat membcrikan dampak positif pada perilaku pcscrta didik. karena perilaku siswa yang menyimpang dapat ditangani secara efektif dengan teknik-teknik lain yang tidak mempunyai pengaruh sarnpingan yang negatif seperti hukuman. Ada tiga pandangan pokok yang paling menonjol dalarn hal ini yaitu: 1) penggunaan hukuman dengan tepat sangat efektif untuk menghilangkan perilaku peserta didik yang menyimpang. Setiap penulis rnernpunyai pandangan yang berbeda. Hal ini dilakukan apabila ia merasa peserta didiknya berperilaku rnenyirnpang. Pernantauan diri sendiri meningkatkan kesadaran diri sendiri rnelalui pengarnatan atas dirinya. 3) penggunaan hukuman harus dihindarkan sama sekali. Kernbali pada dilerna paling pelik yang dihadapi oleh para penganJUf pendekatan pengubahan perilaku yaitu penggunaan hukuman untuk menghilangkan perilaku yang tidak sesuai. dan mempertimbangkan tindakantindakan alternatif yang mungkin dapat menghasilkan konsekuensi yang diinginkan. Pertemuan s~perti itu akan membantu peserta didik memahami hubungan antara tindakannya dengan konsekuensinya.

di samping keserasian. dan memberikan sejumlah contoh bagaimana sikap-sikap itu diwujudkan oleh guru. sikap menerima. 3) hukuman dapat menyebabkan peserta didik yang dihukum menjadi agresif. Sementara itu. peserta didik. Banyak gagasan yang bercirikan pendekatan sosio-emosional dapat ditelusuri pada karya Carl Rogers. dan pengertian empatik. dan karena itu memberikan arti yang sangat penting pada hubungan antar pribadi. 5) hukuman dapat menyebabkan peserta didik yang dihukum bersikap negatif terhadap dirinya sendiri at au terhadap situasi. sikap menerima. Oleh karena itLl. Pendekatan ini dibangun atas dasar asumsi bahwa manajemen kelas yang efektif (dan pengajaran yang efektif) sangat tergantung pada hubungan yang positif antara guru dan peserta didik. 3) hukuman bersifat memerintah terhadap siswa lain untuk mengurangi kemungkinan peserta didik lainnya meniru perilaku yang dihukum tersebut.siswa yang dihukum. menaruh perhatian. 4) hukuman dapat menghasilkan reaksi negatif di pihak teman-teman sekelasnya. mempercayai. karena membantunya membedakan dengan cepat perilaku yang dibenarkan dan perilaku yang tidak benarkan.pat menyebabkan peserta didik yang dihukum menyisihkan diri sama sekali. 2) hukuman bersifat memberikan informasi kepada. Premis utamanya adalah: kelancaran proses belajar yang penting sangat tergantung pada kualitas sikap yang terdapat dalam hubungan pribadi antara guru dan peserta didik. Adapun kerugian penggunaan hukuman adalah: 1) hukuman dapat disalah tafsirkan. menghargai. tugas pokok guru dalam manajemen kelas adalah membangun huhungan antar pribadi yang positif dan meningkatkan iklim sosio-emosional yang positif pula. tetapi dapat mengurangi terjadinya perilaku tersebut untuk jangka waktu lama. 7. . Guru adalah penentu utama atas hubungan antar dan iklim kelas. keserasian. Rogers mengindentifikasi beberapa sikapyang diyakini hakiki yaitu: ketulusan. Cara guru berkomunikasi ialah dengan berbicara sesuai situasi. Ginott menekankan pentingnya komunikasi yang efektif untuk meningkatkan hubungan yang baik antara guru dan siswa. empati. Pendekatan Iklim Sosio-Emosional Pendekatan iklim sosio-emosional dalam manajemen kelas berakar pada psikologi penyuluhan klinikal. 2) hukuman da.

Pantau dan waspadalah terhadap dampak kata-kata yang disampaikan kepada siswa. Alamatkan pernyataan kepada situasi siswa. e. karena hal itll akan melemahkan semangat Jelaskan proses.bukan dengan kepribadian atau watak siswa. . f. ungkapkan perasaan tentang situasi itu. tetapi tidak rnenerirna atau rnenyetujui perilakunya. i. hindarkan khotbah bertele-tele yang tidak akan menyakitkan motivasi. k. Hindarkan sikap menentang atau rnelawan dcngan eara rnenghindarkan perintah dan tllntlltan yang memaneing respons dcfensif. menjelaskan apa yang dirasakannya. g. d. guru dinasihatkan agar menerangkan apa yang dilihatnya. jangan rnenilai dirinya karena hal itu dapat rnerendahkan did siswa. dan jelaskan harapan rnengenai situasi tersebut. c. h. Hindarkan cara memusuhi dengan eara rnengundang kerja sarna dan rnernberikan kepada siswa kesernpatan rnengalarni ketidak tergantungan. Doronglah kemampuan untuk mengatur diri sendiri. pergllnakanlah waktu lIntllk memberikan bimbingan yang diperlukan oleh siswa untuk memecahkan masalahnya. terima. karena hal itu akan mengurangi harga diri peserta didik. Hilangkan sarkasme. l. dan hormati pendapat serta pcrasaan siswa dengan cant yang meningkatkan perasaan harga dirinya. Hindarkan pertanyaan dan komentar yang memungkinkan memaneing sikap menolak dan mengundang sikap menentang. Hindarkan diagnosis dan prognosis yang akan menilai siswa. b. dan tidak menilai prodllk atau pribadi. a. m. Guru rnenenrna siswa. Usahakan penjelasan yang singkat. Ginott rnernberikan rekornendasi rnengenai eara yang seyogyanya dilakukan oleh guru untuk berkornunikasi seeara efektif sebagai bedkut. dan rnenerangkan apa yang perlu dilakukan. Akui. Apabila dihadapkan kepada perilaku siswa yang tidak dikehendaki. berikan bimbingan dan bukan kecaman. Gambarkanlah situasi. Tolak godaan memberikan kepada siswa pemeeahan yang ditawarkan secara burllburu. j. Nyatakan perasaan yang sebenarnya yang akan rneningkatkan pengertian siswa.

menangani masalah tetapi tidak menilai atau menghakimi siswa. Perilaku siswa yang menyimpang adalah buah kegagalannya mengembangkan identitas keberhasilan. Membantu siswa merencanakan tindakan yang lebih baik. b. Jadi untuk mengembangkan i(1cntitas keberhasilan yang penting adalah keterlibatan. Membantu siswa membuat penilaian atau pendapat tentang perilakunya yang menjadi masalah itu. karena hal itu produktif. Untuk mencapai identitas berhasil dalam konteks sekolah. seseorang harus mengembangkan perasaan tanggung jawab sosial dan harga diri. tetapi hindarkan pujian yang bersifat menilai karena hal itu destruktif. Pusatkan perhatian kepada apa yang dilakukan oleh siswa yang menimbulkan masalah dan yang menyebabkan kegagalannya. jika perlu berikan alternatif-alternatif. Dengarkanlah apa yang diurigkapkan peserta didik dan dorong mengungkapkan buah pikiran dan perasaannya. Secara pribadi melibatkan diri dengan siswa. Glasser mengemukakan delapan langkah untuk membantu peserta didik mengubah perilakunya berikut ini. menerima siswa tetapi bukan kepada perilakunya yang menyimpang. Memberikan uraian ten tang perilaku siswa. d. Tanggung jawab sosial dan harga diri adalah hasil yang diperoleh siswa yang telah mengembangkan hubungan yang baik dengan sesamanya. Berikan pujian yang bersifat menghargai. menunjukkan kesediaan membantu siswa memecahkan masalah.emosional adalah dari Glasser. Pandangan lain yang dapat digolongkan sebagai pendekatan Sosio.n. Glasser menekankan pentingnya keterlibatan guru dengan menggunakan strategi manajemen yang disebutnya terapi kenyataan. a. Dinyatakan oleh Glasser bahwa satu-satuya kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan akan identitas yaitu perasaan berhasil dan dihargai. Dalam kaitan ini. c. bantulah siswa membuat keputusan sendiri berdasarkan penilaiannya atas alternatif-alternatif yang ada untuk mengembangkan perasaan tanggung jawab sendiri. . o.

dapat membantu mengembangkan sllasana saling mempercayai an tara guru dan siswa dan an tara sesama siswa. g. baik dalam proses maupun dalam langkah maju. f. yang mampu membuat keputusan dan memecahkan persoalan dengan terampil. Kelas yang demokratis. guru yang otokratis mendominasi. ingatkan siswa akan perlunya rencana yang lcbih haik. Dua diantaranya ialah: 1) penekanan pada kelas yang demokratis dimana siswa dan guru berbagi tanggung jawab. Mendorong siswa sewaktu melaksanakan rencananya dan memelihara keterikatannya dengan rencana tersebut. . Menggunakan konsekuensi logis adalah akibat yang diterima dari sebab perilaku peserta didik itu sendiri. Guru yang berllsaha menciptakan suasana yang demoktratis tidak boleh melepaskan tanggllng jawabnya scbagai pemimpin. individu yang mempunyai harga diri. Dalam suasana kelas yang demokratis siswa diharapkan diperlakukan sebagai orang yang bertanggung jawab. guru yang laissezfaire lepas tanggung jawab. bantulah siswa mencoba lagi menyusun rencana yang lebih baik dan mengikatkan diri dengan rencana tersebut. 2) pengakuan akan pengaruh konsekllensi wajar dan logis atas perilaku siswa. mcncrima pcrnyataan maar bcrarti tidak memusingkan masalah siswa. bantulah ia mcmahami bahwa ia scndirilah yang bertanggung jawab atas perilakunya. Memberikan kesempatan kepada siswa merasakan akibat wajar dari perilakunya yang menyimpang tetapi jangan menghukumnya. Mengembangkan kelas yang demokratis berasumsi bahwa perilaku dan pencapaian siswa dipermudah oleh suasana kelas yang demokratis pula. Guru yang demokratis membimbing peserta didik. Sementara itu Dreikurs dalam kaitan dengan pendekatan sosio-emosional mengemukakan gagasan-gagasan penting yang mempunyai implikasi bagi manajemen kelas yang efektif. Agar dapat dipandang sebagai konsekuensi logis. yakinkan siswa bahwa guru mengetahui kemajuan kemajuan yang dibuatnya. Konsekuensi logis sedikit banyak diatur oleh guru. h.e. Membimbing siswa mengikatkan diri dengan rencana yang telah dibuatnya. tetapi juga bukan anarkis. tetapi merupakan akibat logis dari perilaku peserta didik. Tidak mencrima pcrnyataan maaf siswa apabila siswa gagal meneruskan ketcrikatannya. Guru yang efektif bllkanlah seorang otokratis. siswa harus menganggap konsekuensi itu sebagai sesuatu yang wajar. Guru yang demokratis bertanggung jawab dengan membagi tanggung jawab.

Suatu kelampak kelas yang efektif adalah kelampok yang fungsi kepemimpinannya dibagi-bagi dengan baik. Konsekuensi logis sebagai realitas tertib sosial. Akan tetapi dalam kelompok kelas yang efektif fungsi kepemimpinan dilaksanakan bersama-sama oleh guru dan para peserta didik.Jika dipandang sebagai hukuman. 8. harapan yang bagaimana anggota kelompok akan berperilaku akan sangat mempengaruhi cara guru dan siswa dalam hubungan mereka satu dengan yang lainnya. guru mempunyai potensi terbesar dalam peranan kepemimpinan. Kepemimpinan paling tepat diartikan sebagai perilaku yang membantu kelompok bergerak menuju pencapaian tujuannya. komunikasi. dan hanya menyangkut apa yang akan terjadi di kemudian hari. 4 )pengelolaan kelas oleh guru adalah menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang menunjang terciptanya suasana belajar yang menguntungkan. yang memperbaiki mutu interaksi antara anggota-anggota kelompok. . norma. Oleh karena itu. Persepsi tersebut adalah perkiraan individual tentang cara berperilaku diri sendiri dan orang lain. yakni kelompok kelas. Jadi perilaku kepemimpinan terdiri dari tindakantindakan anggota-anggo. kepemimpinan. Berdasar peranannya. tidak termasuk unsur pertimbangan moral. 3) kelompok kelas adalah suatu sistem sosial yang mengandung ciri-ciri yang terdapat pada semua sistem sosial. daya tarik. dan keterpaduan.ekolah berlangsung dalam lingkungan kelompok. berkaitan langsung dengan perilaku yang menyimpang. efek positifnya akan hilang. Schmuck dan Schmuck dalam Weber mengemukakan enam ciri mengenai manajemen kelas yaitu: harapan. dan yang menciptakan keterpaduan kelompok.ta kelompok. Harapan adalah persepsi yang dimiliki oleh guru dan siswa mengenai hubungan mereka satu sarna lain. Pendekatan Proses Kelompok Premis utama yang mendasari pendekatan proses kelompok didasarkan pada asumsiasumsi berikut: 1) kehidupan <. termasuk di dalamnya tindakan-tindakan yang membantu penetapan norma-norma kelompok yang menggerakkan kelompok kearah tujuan. 2) tugas pokok guru adalah menciptakan dan membina kelompok kelas yang efektif dan produktif. dan semua anggota kelampok dapat merasakan kewenangan dan harga diri dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik dan dalam bekerja bersama-sama.

menerima. 3) kelompok memberikan harga diri kepada para anggotanya. baik verbal maupun non-verbal adalah dialog antara anggotaanggota kelompok. Oleh karena itu. Misalnya. 9. guru berusaha meningkatkan sikap menerima terhadap para siswa yang tidak disukai dan anggota-anggota baru. Tingkat daya tarik tergantung pada sejauh mana hubungan antar pribadi yang positif telah berkembang. cara berperasaan. seorang g. Norma kelompok yang produktif adalah hakiki bagi efektivitas kelompok. Norma ialah pengharapan bersama mengenai cara berpikir. Oleh karena itu. dan memelihara norma kelompok yang produktif. Oleh karena itu.Daya tarik dapat digambarkan sebagai tingkat persahabatan yang terdapat di antara para anggota kelampok kelas. Kelompok menjadi padu karena alasan: 1) para anggota saling menyukai satu sama lainnya. Komunikasi mencakup kemampuan khas manusia untuk saling memahami buah pikiran dan perasaan masing-masing. Komunikasi yang efektif berarti menerima pesan menafsirkan dengan tepat pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan. Norma sangat mempengaruhi hubungan antar pribadi karena norma tersebut memberikan pedoman yang membantu para anggota memahami apa yang diharapkan dari mereka dan apa yang dapat mereka harapkan dari orang lain. menerima buah pikiran dan perasaan siswa. Keterpaduan menekankan hubungan individu dengan kelompok sebagai suatu keseluruhan.uru harus mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing . salah satu tugas guru ialah membantu kelompok menciptakan. Keterpaduan adalah menyangkut perasaan kolektif yang dimiliki oleh para anggota kelas mengenai kelompok kelasnya. Pengelola kelas yang efektif ialah seseorang yang membantu mengembangkan hubungan antar pribadi yang positif an tara para anggota kelompok.Daya tarik. Komunikasi. 2) minat yang besar terhadap pekerjaan. menunjuk pada pala-pala persahabatan dalam kelompak kelas. dan cara berperilaku para anggota kelompok. Pendekatan Eklektik Menyimak secara seksama kedelapan pendekatan yang telah diuraikan di muka adalah ibarat melihat benda yang sama dari berbagai sudut pandang yang berbeda. tugas rangkap guru adalah membuka saluran komunikasi sehingga semua siswa menyatakan buah pikiran dan perasaannya dengan bebas.

Pendekatan Perubahan Tingkah Laku dipilih. Dua syarat yang perlu dikuasai oleh guru dalam menerapkan pendekatan eklektik yaitu: 1) menguasai pendekatanpendekatan manajemen kelas yang potensial. dan/atau psikologis dinilai benar. misalnya bila tujuan tindakan manajemen kelas yang akan dilakukan adalah menguatkan tingkah laku peserta didik yanK baik dan/atau menghilangkan perilaku peserta didik yang kurang baik. melainkan mengkombinasikan masing-masing pendekatan dengan mengambil hal-hal yang positif dari satu pendekatan seraya mengeliminir kelemahan masing-masing pendekatan. yang bagi guru merupakan sumber pemilihan perilaku pengelolaan tertentu yang sesuai dengan situasi disebut pendekatan eklektik (Wilford A. semen tara itu pendekatan Proses Kelompok dianut bila seorang guru in gin kelompoknya melakukan kegiatan secara produktif. Setiap pendekatan ada penganjurnya dan pemakaianya. dan 2) dapat memilih pendekatan yang tepat dan melaksanakan prosedur yang sesuai dengan baik dalam masalah manajemen kelas (M. Penciptaan Iklim Sosio-emosional. Weber menyatakan bahwa pendekatan dengan cara menggabungkan semua aspek terbaik dari berbagai pendekatan manajemen kelas untuk menciptakan suatu kebulatan atau keseluruhanyang bermakna. seperti pendekatan Pengubahan Perilaku. Dalam kenyataan guru jarang sekali menerapkan satu pendekatan secara utuh. Pendekatan Analitik Pluralistik Sembilan pendekatan yang diuraikan di muka menggambarkan sembilan macam pendekatan manajemen kelas yang berlainan. yang secara filosofis. Tidak ada anjuran dan saran untuk menganut dan menggantungkan diripada satu pendekatan manajemen kelas. pendekatan Penciptaan Iklim Sosio-emosional dipergunakan apabila sasaran tindakan manajemen kelas adalah peningkatan hubungan antar pribadi guru dan peserta didik. Saran dan anjuran yang periu dipertimbangkan adalah menggunakan pendekatan analitik pluralistik. Raka Joni. 1986). teoretis. Simpulannya adalah bahwa kemampuan guru memilih strategis manajemen kelas yang tepat sangat tergantung pada kemampuannya menganalisis masalah manajemen kelas yang dihadapinya. pendekatan analitik pluralistik memberi . Berbeda dengan pendekatan eklektik. 10. Entang dan T. Wilford A. Proses Kelompok. Weber. 1983:43).pendekatan ketika akan menerapkan satu pendekatan.

Dengan demikian. 2) masalah yang mungkin terjadi yakni kesenjangan yang mungkin timbul jika guru gagal mengambil tindakan pencegahan. dan 3) . Guru perlu mengetahui dengan jelas dan mendalam tentang kondisi-kondisi yang menurut penilaiannya akan memungkinkan mengajar secara efektif. Pendekatan analitik pluralistik berupa pemilihan diantara berbagai strategi manajemen kelas suatu atau beberapa strategi yang mempunyai kemungkinan menciptakan dan menampung kondisi-kondisi yang memberi kemudahan kepada pembelajaran yang efektif dan efisien. yakni membandingkan keadaan yang nyata dengan keadaan yang diharapkan. guru selanjutnya menganalisis keadaan yang ada. Dengan demikian. Keuntungan utama terciptanya kondisi kelas yang diyakini guru sesuai adalah: 1) guru tidak memandang kelas semata-mata hanya sebagai reaksi atas masalah yang timbul. Pendekatan analitik pluralistik tidak mengikat guru pada serangkaian strategi manajerial tertentu saja. dan kondisi mana yang memerlukan pemantauan. b. 2) guru akan memiliki seperangkat tujuan yang mengarahkan upayanya dan yang menjadi tolok ukur penilaian atas hasil upayanya. Menentukan kondisi kelas yang diinginkan Langkah pertama dalam proses memanajemeni kelas yang efektif ialah menentukan kondisi kelas yang ideal. a. kemudian menentukan kondisi yang perlu mendapat perhatian segera dan mana yang dapat diselesaikan kemudian. Menganalisis kondisi kelas yang nyata Setelah menentukan kondisi kelas yang diinginkan. pendekatan analitik pluralistik memperluas jangkauan pendekatan. Guru bebas mempertimbangkan semua strategi yang mungkin efektif. Di samping itu guru hendaknya menyadari perlunya terus menerus menilai manfaat pemahamannya dan mengubahnya apabila keadaan menuntutnya. Guru yang bijaksana menghargai pendekatan dan strategi manajemen kelas yang mempunyai konsep yang baik. analisis ini akan memungkinkan guru mengetahui: 1) kesenjangan antara kondisi sekarang dan yang diharapkan. Terdapat empat tahap pendekatan analitik pluralistik yang perlu dicermati dalam penggunaannya.kesempatan kepada guru memilih strategi manajemen kelas atau berapa strategi dari berbagai pendekatan manajemen yang dianggap mempunyai potensi terbesar berhasil menanggulangi masalah manajemen kelas dalam situasi yang telah dianalisis.

yaitu sejauh mana peserta didik berperilaku yang sesuai. Guru harus mengetahui bahwa peranan pokoknya adalah memelihara ketertiban dan disiplin di kelas dengan mengendalikan perilaku siswa. proses kelompok. dalam arti sejauh mana guru telah menggunakan perilaku manajemen yang direncanakan akan dilakukan. Perilaku pertama adalah perilaku guru. dan mampu memilih serta menggunakan strategi yang paling sesuai dalam situasi tertentu yang telah dianalisis sebelumnya.pertanyaan Di bawah ini dikemukakan prinsip-prinsip dasar pendekatan dalam manajemen kelas (otoriter. permisif. d. 2. Kemukakan kata/pernyataan kunci dari penctekatan yang dipilih itu. intimidasi. Menilai efektivitas pengelolaan Dalam tahap ini guru menilai efektivitas dalam pengelolaannya. Guru harus menghargai perilaku siswa· yang sesuai dan tidak menghargai perilaku· .kondisi sekarang yang perlu dipelihara dan dipertahankan karena dianggap sudah baik. Artinya dari waktu ke waktu guru harus menilai sejauh mana keberhasilan menciptakan dan memelihara kondisi yang sesuai. analitik pluralistik). Guru harus mengetahui bahwa· iklim kelas sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Pertanyaan . eklektik. pengubahan perilaku. 3. instruksional. yang dimaksud oleh pernyataan yang bersangkutan. buku masak. c. Asumsi tahap kedua dari analitik pluralistik ini adalah bahwa guru yang efektif adalah guru yang terampil menganalisis interaksi kelas dan peka terhadap apa yang sedang terjadi di kelasnya. Perilaku kedua adalah perilaku peserta didik. iklim sosio-emosional. yakni apakah mereka telah melakukan apa-apa yang diharapkan untuk dilakukan. Memilih dan menggunakan strategi pengelolaan Guru yang efektif adalah guru yang menguasai berbagai strategi'manajerial yang terkandung di dalam berbagai pendekatan manajemen kelas. Proses pemilihan ini dapat dianggap sebagai suatu kerja komputer. dan bahwa guru sangat mempengaruhi sifatiklim tersebut. guru memeriksa strategi strategi yang tersimpan dalam sel-sel komputer dan memilih strategi yang memberikan harapan untuk meningkatkan kondisi yang dianggap sesuai. Tentukan dengan tepat pendekatan 1. Proses penilaian ini memusatkan perhatian kepada dua perangkat perilaku.

Guru harus mengetahui bahwa peranan pokok guru ialah menciptakan dan memelihara hubungan positif an tara guru dan siswa. 9. Guru harus membantu siswa memahami. Guru harus mengetahui bahwa suatu kurikulum individual dapat menghilangkan sebahagian besar masalah manajemen kelas. 10. Guru harus membiarkan siswa menanggung konsekuensi wajar dan konsekuensi logis dari perilakunya. Guru tidak boleh memaksakan kepada siswa. 11. Guru harus selalu tegas dan jujur dalam berurusan dengan siswa karena tindakan yang konsisten adalah penting sekali. . Guru harus mengerti bahwa penggunaan konsekuensi logis mengurangl timbulnya efek sampingan yang negatif yang dapat mengiringi bentuk-bentuk hukuman lainnya. kecuali jika konse~uensi itu berbahaya bagi kehidupan siswa. 7. Guru harus berperilaku dengan cara yang memungkinkan siswa mengetahui bahwa guru menyadari apa yang sedang terjadi. 12. 6. 13. 18. Guru harus mengetahui bahwa penghargaan adalah khas bagi Slswa secara individual. karena hal itu akan menghambat mereka mencapai perkembangan potensinya secara maksimal. 16. 15. 14. Guru harus mengetahui bahwa pengelolaan yang efektif dimulai dengan kemampuannya mengendalikan setiap siswa melalui penggunaan paksaan apabila perlu. Guru harus memahami bahwa penggunaan hukuman dan ancaman hukuman dapat merupakan alat pengelolaan yang sangat efektif apabila dipergunakan dengan tepat.siswa yang menyimpang. Guru harus memandang sistem tanda penghargaan yang dikelola dengan baik sebagai suatu alat yang efektif untuk meningkatkan perilaku siswa yang sesuai. Guru harus mengalamatkan tindakan kepada situasi. dan mematuhi peraturan dan ketetapan sekolah. Guru harus toleran terhadap semua bentuk perilaku siswa. bukan pada kepribadian atau watak siswa sewaktu menangani suatu masalah. Guru harus memahami bahwa kegiatan kelas yang sesuai biasanya menjamin tumbuhnya perilaku siswa yang sesuai karena mengurangi kemungkinan timbulnya frustasi. 8. 5. 4. menerima. 17.

Guru harus selalu bertindak praktis dan seperti orang bermartabat bilamana berinteraksi dengan siswa. 20. 28. dan memecahkan masalah kelompok. Guru harus mcngctahui bahwa siswa yang suka mcngacau scring berpcrilaku menyimpang karena ia diberi bahan pelajaran yang tidak sesuai. . 21. Guru harus memperlakukan siswa dengan sikap hormat dan merasa wajib membantunya mengembangkan rasa bertanggung jawab sendiri dan perasaan harga dirinya. 26. Guru harus bertindak atas dasar asumsi bahwa baik perilaku yang sesual maupun perilaku yang tidak sesuai. 24. Guru harus mengamati dan/atau menanyai siswa untuk mendapatkan petunjuk mengenai penghargaan yang mungkin diberikan. Guru harus mengetahui bahwa kebanyakan masalah manajemen kelas dapat dihindarkan atau diselesaikan bila pengajaran dilaksanaKan dengan baik. 30. adalah perilaku yang penting.19. 27. 32. Guru harus memahami bahwa penggunaan rapat kelas dan pertemuan pemecahan masalah kelompok dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk memecahkan masalahmasalah manajemen kelas tertentu. Guru harus mengetahui bahwa caranya berkomunikasi dengan siswa sangat penting. Guru harus menggunakan sindiran tajam dengan sangat hati-hati dan hanya setelah hubungan antar pribadi yang baik terbentuk. Guru harus membantu mengembangkan tingkat kepaduan kelas yang tinggi dan norma-norma kelas yang produktif. Guru sarna sekali tidak boleh menghukum seorang siswa kecuali cukup bukti yang tidak diragukan untuk menimbulkan perasaan bersalah. Guru harus memahami bahwa membantu siswa mengembangkan keterampilan berkomunikasi. 31. 23. adalah hasil belajar siswa. 29. Guru harus mengetahui bahwa penggunaan perilaku menegur dengan lembut secara tepat dapat efektif dan efisien dalam mengendalikan perilaku kelas. Guru harus memisahkan kesalahan dari orang yang bersalah sewaktu berurusan dengan siswa yang berprilaku yang tidak sesual. 22. kepemimpinan. 25.

Guru harus menguatkan pcrilaku siswa yang sesuai dengan suatu kesadaran bahwa penghargaan adalah istimewa bagi siswa secara individual. Guru harus mengetahui bahwa perilaku yang dihargai akan mungkin dilanjutkan dan . dan empati guru sebagai kunci untuk manajemen kelas yang efektif. Guru harus memahami bahwa manajemenyang efektif sangat tergantung pada kemampuan guru menghukum kesalahan siswa apabila itu terjadi. Guru hams jujur dan tegas sejak awal karcna lebih mudah mengendorkan pengendalian daripada memaksakannya sekali pengendalian tidak berjalan. 44. Guru harus memahami bahwa manajemen kelas yang efektif tidak lebih dari pada penerapan pikiran sehat. Guru harus mengerti bahwa pelajaran yang direncanakan dengan baik adalah cara yang efektif untuk menciptakan ketertiban di kelas. 42. 34. adalah strategi yang penting. sikap menerima. 32. Guru harus mengerti bahwa menciptakan dan menguatkan pengharapan dan peraturan yang masuk akal adalah tindakan yang penting. 31. 34. 37. Guru harus memahami bahwa menciptakan lingkungan fisik dan psikologis dimana siswa bebas sepenuhnya mengatakan dan melakukan sesuatu yang dikehendakinya. Guru harus mengetahui bahwa penggunaan sindiran tajam dan ejekan secara wajar dapat efektif untuk mengendalikan perilaku siswa. Guru harus membantu perkembangan kepaduan kelompok dengan membantu siswa memandang kelompoknya sebagai sesuatu yang menarik dan memuaskan. 35. Guru harus menciptakan disiplin yang baik dengan menyelenggarakan pengajaran yang menarik perhatian siswa dan membangkitkan motivasinya. 47. 45.33. 33. Guru harus mengetahui bahwa peranan utama guru adalah menggunakan berbagai strategi pengajaran untuk mencegah timbulnya masalah dan memecahkan masalah kelompok. Guru harus mengetahui bahwa peran pokok guru adalah menerapkan teknik yang teruji dan benar untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah kelolllpok. 36. Guru harus mengetahui bahwa ia harus sering mernikul kewajiban mengendalikan perilaku siswa. Guru harus memandang kesejatian. 46. 43.

52. memlli1. 2. Guru harus merencanakan dan menggunakan kegiatan belajar mengajar yang menjamin timbulnya perilaku siswa yang sesuai. 49. pendekatan-pendekatan apakah yang dilakukan guru dalam memanajemeni kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung? Dengan paduan Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. Guru harus memahami bahwa manajemen kelas yang efektif adalah hasil upaya guru menciptakan dan memelihara pengendalian. Guru harus mengetahui dan menguasai pendekatan pengelolaan kelas yang potensial. Guru harus menyadari bahwa guru yang bijaksana adalah guru yang mcnghargai pendekatan dan strategi manajemen kelas yang mempunyai konsep yang baik. Catat.bahwa perilaku yang tidak dihargai mungkin tak akan diteruskan. TUGAS Secara berkelompok (3-4) orang Anda berkunjung ke sebuah Sekolah Dasar. 48. 51. dan melaksankan prosedur yang sesuai dalam manajemen kelas. 50. Kegiatan yang Anda lakukan di sekolah tersebut adalah: 1. Pada akhir diskusi. Doscnpengampu mata kuliah Manajemen Kelas memberi komentar terhadap laporan kelompok dan substansi isi pendekatan manajemen kelas yang terjadi di kelas berdasar laporan kelompok. di samping itu tidak mengikuti konsep pendekatan manajemen kelas secara membabi buta. Analisis scmua laporan kclompok tcrscbut. pendekatan yang tepat. Guru harus memahami bahwa manajemen kelas yang efektif dimaksudkan untuk membantu kelompok kelas bertanggung jawab atas pemecahan masalahmasalahnya sendiri. 3. 4. Guru hams mengetahui bahwa penggabungan semua aspek terbaik dari berbagai pendekatan dalam manajemen kelas merupakan sumber pemilihan perilaku pengelolaan tertentu yang sesuai dengan situasi. . 53. laporkan hasil pengamatan kelompok di kelas.

Pengelolaan Kelas. Pengelolaan Kelas. Weber. Raka Joni. 1986. Wilford A.1993. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Entang dan T.Daftar Pustaka Depdikbud. -. 1983. Effective Classroom Management Houston: University of Houston. Massachussetts: De Heat and Company. M . Classroom Manag~ment. . 1983.

Berdasar penjelasan tersebut di atas. Menyimpulkan perbedaan antara pengertian manajcmen kelas dan prosedur manajemen kelas . Disinilah letaknya seni dalam mengelola proses pembelajaran. Untuk memiliki kemampuan manajemen kelas guru an tara lain harus memahami prosedur dan rancangan prosedur manajemen kelas. Oleh karena itu. Anda diharapkan dapat: 1. Menjelaskan bahwa manajemen kelas sebagai hal yang menarik untuk dipelajari 2. guru. Rumit. sikap dan nilai termasuk cara menyikapi subjek didik akan lain situasi belajarnya yang dihasilkan oleh kedua orang guru tadi. karena selain memerlukan kemampuan pribadi serta ketekunan menghadapinya disatu sisi. bahkan kepribadian serta sikap dan nilai seorang guru. semen tara itu manajemen kelas merupakan salah satu aspek dari pengelolaan proses pembelajaran yang paling rumit tetapi menarik perhatian.BAB III PROSEDUR DAN RANCANGAN MANAJEMEN KELAS Latar Belakang Guru merupakan kunci keberhasilan dalam pengelolaan proses pembelajaran. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. Manajemen kelas. mengisyaratkan bahwa guru harus memiliki kemampuan profesional termasuk kemampuan memanajemeni ke1as. disisi lain calon guru. dikatakan menarik. Berturut-turut bab ini akan membahas prosedur manajemen kelas dan rancangan prosedur manajemen kelas. Penciptaan sistem lingkungan yang merangsang anak untuk belajar sangat diperlukan karena hanya dengan situasi belajar seperti itulah tujuan akan tercapai. guru mempunyai peranan yang besar dalam menentukan keberhasilan manajemen ke1as maupun manajemen pembelajaran. pengalaman. karena manajemen kelas itu memerlukan berbagai kriteria keterampilan. Dua guru yang sama-sama pandai dan berpengalaman tetapi berbeda dalam kepribadian. dan guru yang perpengalaman sekalipun akan bergelut dengan manajemen kelas agar terselenggara proses pembelajaran yang efektif dcmi tercapainya tujuan pembelajaran.

1983: 15. Raka loni. Prosedur Manajemen Kelas Manajemen kelas merupakan suatu tindakan yang menunjuk kepada kegiatankegitan yang berusaha menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Menjelaskan jenis-jenis tindakan dalam manajemen kelas 5. Menyimpulkan peran guru dalam penciptaan sistem lingkungan yang mendukung pembelajaran 4. Jadi prosedur manajemen kelas adalah serangkaian langkah kegiatan manajemen kelas pembelajaran dapat berlangsung secara efektif clan efisien. dan yang dilakukan lagi terciptanya kondisi optimal serta mempertahankan kondisi optimal tersebut supaya proses . Entang dan T. dan (2) Tindakan kuratif yaitu tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang yang telah terlanjur terjadi agar penyimpangan tersebut tidak berlarut-larut. Mengacu kepada dua tindakan dalam kegiatan manajemen kelas yaitu tindakan pencegahan (preventif). berarti guru tersebut sudah melakukan kegiatan manajemen kelas berdasar prosedur manajemen kelas. 1983:99) Dimensi tindakan korektif dapat dibagi menjadi dua jenis tindakan yaitu: (l) Tindakan yang seharusnya segera diambil oleh guru pada saat terjadi gangguan terhadap kondisi optimal pembelajaran (dimensi tindakan). Depdikblld. Menyusun rancangan prosedur manajemen kelas 1. dan (2) tindakan korektif yang merupakan tindakan koreksi terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat mengganggu kondisi optimal dari proses pembelajaran yang sedang berlangsung (M. Serangkaian langkah kcgiatan manajemen kelas mengacu kepada: tindakan pencegahan (preventif) dengan tujuan menciptakan kondisi pembelajaran yang menguntungkan. Mengidentifikasikan rancangan prosedur manajemen kelas 7. Menggambarkan rancangan prosedur manajemen kelas 6.3. Apabila seorang guru melakukan kegiatan manajemen kelas dengan at au melalui langkah-langkah tertentu. Tindakan yang dilakukan guru dalam melakukan kegiatan manajemen kelas perlu dilaksanakan berdasar atas langkah-langkah yang sudah ditentukan.

b. maka prosedur atau langkah-Iangkah manajemen pun bertumpu pada prosedur a. Dimensi kuratif. Konsekuensinya adalah guru dalam menentukan langkah-Iangkah dalam rangka manajemen kelas harus merupakan langkah yang ~fektif dan efisien untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan demikian.tindakan penyembuhan (kuratif) maka tindakan manajemen kelas juga dapat menjurus kepada tindakan manajemen dimensi pencegahan dan tindakan manajemen dimensi kuratif. Dimensi pencegahan (preventif). Keberhasilan dalam tindakan pencegahan merupakan salah satu indikator keberhasilan manajemen kelas. Jadi prosedur dalam dimensi pencegahan adalah berupa langkah-Iangkah yang harus direncanakan guru untuk menciptakaJ) suatu struktur kondisi yang fleksibel baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. merupakan tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang yang sudah terlanjur terjadi agar penyimpangan itu tidak berlarut-larut. contoh-contoh berupa informasi. Memperhatikan dua dimensi tindakan dalam manajemen kelas. Adapun langkah-Iangkah pencegahannya sebagai berikut: 1. Prosedur tindakan pencegahan ini diarahkan pada pelayanan perkembangan tuntutan dan kebutuhan peserta didik secara individual maupun kelompok yang dapat berupa kegiatan . Tindakan pencegahan adalah tindakan yang dilakukan sebelum munculnya tingkah laku yang menyimpang yang menggangu kondisi optimal berlangsungnya pembelajaran. Dalam hal ini guru berusaha untuk menumbuhkan kesadaran akan penyimpangan yang dibuat dan akhirnya akan mcnimbulkan kcsadaran dan tanggung jawab untuk memperbaiki diri melalui kegiatan-kegiatan / yang direncanakan dan dapat dipertanggung jawabkan . Peningkatan kesadaran diri sebagai guru Langkah peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan Iangkah yang . merupakan tindakan guru dalam mengatur peserta didik dan peralatan serta format pembelajaran yang tepat sehingga menumbuhkan kondisi yang menguntungkan bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. a. maka prosedur pencegahannya merupakan langkahlangkah yang harus diambil oleh guru dalam rangka mengatur peserta didik dan format pembelajaran yang tepat yang mendukung berlangsungnya proses pembelajaran. Prosedur dimensi pencegahan.

saling menghormati. dan tindakan guru merupakan stimulus yang akan direspon atau diberikan reaksi oleh para peserta didik. mudah tersinggung. dan dorongan para peserta didik. Sebaliknya kalau stimulasi itu negatif maka respon atau reaksi yang akan muncul adalah negatif. guru hendaknya bersikap polos dan tulus terhadap para peserta didik. Kurangnya kesadaran peserta didik akan menumbuhkan sikap suka marah. dan berwibawa. Peningkatan kesadaran peserta didik lnteraksi positif an tara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran terjadi apabila dua kcsadaran. Guru dengan sikap dan kepribadiannya sangat mempengaruhi lingkungan belaj ar. Oleh karena itu. Sikap dan tindak laku seperti itu sangat membantu dalam memanajemeni kelas.roses pembelajaran. mau mendengarkan harapan dan atau keluhan para siswa.strategis dan mendasar. Penampakan sikap seperti itu akan menumbuhkan respon dan tanggapan positif dari para peserta didik. Sikap ini mengandung makna bahwa guru dalam segala tindakannya tidak boleh berpura-pura bersikap dan bertindak apa adanya. sikap yang stabiI. (3) menciptakan suasana saling penge!tian. 2. yang pada gilirannya memungkinkan peserta didik melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji yang dapat menggangu kondisi optimal dalam rangka pembelajaran. Untuk meningkatkan kesadaran peserta didik. keinginan. dan rasa keterbukaan antara guru dan para peserta didik. karena tingkah laku. karena dengan dimilikinya kesadaran ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakaan tugasnya. kesadaran guru dan peserta didik bertemu. terbuka. Sikap hangat. Implikasi adanya kesadaran diri sebagai guru akan tampak pada sikap guru yang demokratis. maka kepada mereka perlu dilaksanakan hal-hal berikut: (1) memberitahukan akan hak dan kewajiban sebagai peserta didik. Kalau stimuli itu positif maka respon at au reaksinya juga positif. cara menyikapi. akrab dengan guru. kepribadian yang harmonis. (2) memperhatikan kebutuhan. Sikap polos dan tulus dari guru Peran sangat besar danberpengaruh dalam menciptakan kondisi optimal r. 3. akan membuka kemungkinan terjadinya interaksi dan komunikasi wajar an .

Mengenal dan menemukan alternatif pengelolaan Untuk mengenal dan mencmukan alternatif pengelolaan. . Norma at au nilai yang turunnya dari atas dan tidak dari bawah. 4. 5. Standar tingkah laku ini dibentuk melalui kontrak sosial antara sekolah/guru dan peserta didik. Oleh sebab itu.tara guru dan peserta didik. Pcmenuhan kebutuhan tersebut sifatnya individual maupun kclompok dan memenuhi tuntutan dan kebutuhan sekolah. langkah ini menuntut guru: (1) melakukan identifikasi berbagai penyimpangan tingkah laku peserta didik yang sifatnya individual maupun kelompok. jadi sepihak. Para peserta didik dalam hal ini hanya menerima saja apa yang ada. (2) mengenal berbagai pendekatan dalam manajemcn kelas. Kebiasaan yang terjadi dewasa ini bahwa aturan-aturan sebagai standar tingkah luku berasal dari atas (sekolah/guru).aknya. perumusannya harus dibicarakan at au disetujui oleh guru dan peserta didik. (3) mcmpclajari pcngalaman guruguru lainnya yang gagal atau bcrhasil sehingga dirinya mcmiliki alternatif yang bervariasi dalam menangani berbagai problema manajemen kclas. dalam rangka memanajcmeni kei<ls norma berupa kontrak sosial (daftar aturan=tata tertib) dengan sangsinya yang mengatur kehidupan dalam kelas. Konsekuensi terhadap kondisi demikian akan memungkinkan timbulnya persoalan-persoalan dalam manajemen kelas karena para peserta didik tidak merasa turut membuat serta memiliki peraturan sekolah yang sudah ada tersebut. Guru hendaknya berusaha menggunakan pendekatan manajemen kelas yang dianggap tepat untuk mengatasi suatu situasi at au menggantinya dcngan pcndckatan yang dip}lihnya. maka akan terjadi bahwa norma itu kurang dihormati dan ditaati. Menciptakan kontrak sosial Penciptaan kontrak sosial pada dasarnya berkaitan dengan "standar tingkah laku" yang diharapkan seraya memberi gambaran tentang fasilitas beserta ketcrbatasannya dalam memenuhi kebutuhan peserta didik. Mereka tidak memiliki pilihan lain untuk menol. Penyimpangan perilaku peserta didik baik individual maupun kelompok tersebut termasuk penyimpangan yang disengaja dilakukan peserta didik yang hanya sekedar untuk menarik perhatian guru atau teman-temannya.

. pada langkah ini berusaha menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar belakang dan sumber-sumber dari pcnyimpangan itu. Setelah diketcmukan hal-hal yang berkaitan dcngan penYlmpangan tersebut guru kemudian melanjutkan usahanya yaitu menentukan alternatif-alternatif penanggulangan atau penyembuhan penyimpangan itu. Memilih dalam arti menentukan alternatif mana yang paling tepat untuk menanggulangi penyimpangan peserta didik tersebut. 4) Mendapatkan balikan Guru. 3) Menilai alternatif-alternatif pemecahan Guru. pada langkah ini melakukan kegiatan untuk mngenal atau mengetahui masalah-masalah manajemen kelas yang timbul dalam kelas. Sesudah terpilih alternatif pemecahan yang dianggap tepat. sematamata untuk perbaikan. melakukan kegiatan kilas balik. 2} Menganalisis masalah Guru. Kegiatan kilas balik dapat dilaksanakan dengan mengadakan pertemuan dengan para peserta didik. baik untuk peserta didik maupun sekolah. pada langkah ini yang didahului dengan langkah monitoring. Dalam pertemuan tersebut pedu dijelaskan: maksud pertemuan dan manfaat pertemuan. Maksud pertemuan pedu dijeiaskan oleh guru sehingga peserta didik mengetahui serta menyadari bahwa pertemuan diusahakan dengan penuh ketulusan.b.selanjutnya guru melaksanakan alternatif pemecahan itu. Manfaat pertemuan juga perlu dijelaskan karena dengan mengetahui kemanfaatan pertemuan . Kcgiatan kilas balik ini dimaksudkan untuk menilai keampuhan pelaksanaan dari altcrnatif pemccahan yang dipilih untuk mencapai sasman yang sesuai dengan yang direncanakan. Berdasar masalah tersebut guru mengindentifikasi jenis-jenis penyimpangan sekaligus mengetahui latar bclakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut. pada langkah ini adalah menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah berdasar sejumlah alternatif yang telah tersusun. Prosedur dimensi penyembuhan (kuratif) Pada dasarnya langkah-langkah prosedur dimensi penyembuhan adalah sebagai berikut: l) Mengindentifikasi masalah Guru.

Tujuan itu adalah terciptanya kondisi serta mempertahankan kondisi optimal yang mendukung terlaksananya proses belajar mengajar. Manajemen kelas merupakan. Sehingga antara guru dan peserta didik diperoleh kesadaran untuk bersama-sama belajar saling memperbaiki dan saling mengingatkan. Rancangan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis berdasarkan pemikiran yang rasional untuk mencapai tujuan tertentu. dan akhirnya merupakan dasar melakukan perbaikan program. di dalam menyusun rancangan prosedur manajemen kelas baik manajemen dimensi preventif maupun dimensi kuratif. Dalam kaitan dengan tugas guru menyusun rancangan prosedur manajemen kelas berarti guru menentukan serangkaian kegiatan tentang langkah-langkah manajemen kelas yang disusun secara sistematis berdasarkan pemikiran yang rasional untuk tujuan menciptakan kondisi lingkungan yang optimal bagi berlangsungnya kegiatan belajar siswa . yang semuanya itu untuk kepentingan bersama. sehingga perencanaan prosedur manajemen kelas ke arah dimensi preventif dan kuratif itu. Rancangan Prosedur Manajemen Kelas Pemilikan pengetahuan dan keakraban seorang guru terhadap masalah manajemen kelas baik dimensi preventif maupun dimensi kuratif serta menguasai prosedur masingmasing. kesemuanya bermuara atau menuju pada tujuan yang diharapkan. 2. Scbab sudah barang tentu. Selain itu. pedu disikapi pengendalian perilaku guru dalam pertemuan tcrsebut. pangkal kegiatan yang dapat berdimensi preventif dan kuratif. Informasi yang diperoleh dari balikan ini merupakan bahan yang sangat berguna untuk menilai program.tersebut para peserta didik akan mengikuti pertemuan itu dengan baik. . Tunjukkan kepada para pcscrta didik bahwa guru bukanlah orang sempurna atau tidak bebas dari kekurangan dan kelemahan. merupakan dasar yang kuat untuk menyusun rancangan prosedur manajemen kelas.

Pemahaman terhadap bentuk penyimpangan serta latar belakang tindakan penyimpangan yang dilakukan peserta didik.pada setiap saat dan dengan lingkungan tertentu akan memperlihatkan sikap dan tingkah laku tertentu. Pemahaman terhadap hakikat peserta didik yang sedang dihadapi. Pemilikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat rancangan prosedur . dan bagaimana harus berbuatlbertindak dalam memanajemen kelas. antara lain: a. Pemahaman pengertian tersebut akan sangat bermanfaat pada tahap pembuatan rancangan prosedur manajemen kelas karena di samping memberikan kejelasan. Maksudnya adalah bahwa setiap peserta didik. pendekatan manajemen kelas. prosedur manajemen kelas. Tingkah laku penyimpang dengan latar belakang tertentu akan membutuhkan pendekatan tertentu pula. Pemahaman akan hal ini akan lebih jelas bila dilakukan dengan cara mengidentifikasi penyimpangan tersebut. dan hakikat manajemen kelas. juga tentang konsep-konsep pendekatan manajemen kelas akan merupakan landasan dalam rangka menyusun rancangan prosedur manajemen. Penyususnan rancangan prosedur manajemen kelas dipengaruhi oleh beberapa faktor. dengan pedoman tersebut akan diketahui jalan mengarahkan peserta didik yang melakukan penyimpangan di dalam kelas. dan terakhir adalah rancangan prosedur manajemen kelas. Oleh karena itu. uraian tentang pendekatan manajemen kelas sangat membantu pada tahap pembuatan rancangan prosedur manajemen kelas. c. Pemahaman terhadap arti. Pemahaman akan hal-hal tersebut akan memberi arah kepada pemikiran apa. d. e. Penyusunan rancangan prosedur manajemen kelas tanpa dilandasi pendekatan pengelolaan kelas akan mengalami banyak kelemahan.Dari pembahasan bagian depan hingga sekarang kita telah memahami beberapa pengertian pokok seperti: manajemen kelas. kelas. b. Dengan pemahaman yang mendalam tentang peserta didik akan merupakan pedoman dalam manajemen kelas. Sebab. manajemen kelas preventif dan kuratif. karena tanpa memahami pendekatan ini menyebabkan kurang difahami hakikat tingkah laku peserta didik yang menyimpang yang in gin ditanggulangi. Pemahaman terhadap pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam manajemen kelas. tujuan. mengapa. Pemahaman terhC\dap pendekatan ini akan menambah kemampuan dalam menyesuaikan pendekatan tertentu dengan masalah penyimpangan yang dilakukan peserta didik.

Menyusun rancangan prosedur manajemen kelas: preventif individual! kelompok. . c. Uraian di atas dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Akhirnya berdasarkan kedua diagram diatas. identifikasi dari masalah yang timbul dalam manajemen kelas analisis masalah penilaian alternatif-alternatif pemecahan. b. c. dapat dijelaskan bahwa proses manajemen kelas dimulai dengan langkah-Iangkah berikut. Menentukan masalahnya: individual atau kelompok. hal yang penting yang harus mendapat pcrhatian adakah proses pelaksanaan rancangan tersebut. a. kepribadian serta kemampuan berinteraksi guru merupakan aspek yang tidak dapat diremehkan. penilaian dan pelaksanaan salah satu alternatif pemecahan. Kelima faktor yang dikemukakan diatas merupakan hal-hal yang patut dipertimbangkan dalam pembuatan rancangan prosedur manajemen kelas. e. Mempertimbangkan hakikat anak yang memiliki tingkat pertumbuhan dan perkembangan sendiri. lalu memperhatikan kenyataan penyimpangan tingkah laku yang ada. d. LangkahIangkah yang dimaksud adalah: a. monitoring pelaksanaan. maka sikap. Menentukan masalahnya: preventif atau kuratif. ataukah kuratif individual!kelompok. d. yang kesemuanya itu mengarah kepada pcncapaian tujuan. Setelah rancangan prosedur manajemen kelas disusun. e. Memahami hakikat konsep dan tujuan manajemen kelas. balikan hasil pelaksanaan alternatif pemecahan masalah. b.manajemen kelas. Memperhatikan dua diagram di atas belum nampak langkah-Iangkah apa yang akan dikerjakan yang dimuat dalam rancangan itu. Di samping kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan rancangan tcrsebut. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam rancangan tersebut perlu ada penjabaran lebih lanjut terhadap langkah-Iangkah kegiatan yang telah ditetapkan. Dalam kaitan ini betapa penting dan besarnya peranan dan pengaruh guru. tingkah laku.

yang meliputi: 1) Pengindentifikasian masalah 2) Penganalisaan masalah 3) Penilaian alternatif pemecahan yang akan digunakan 4) Pelaksanaan monitering 5) Pengumpulan balikan g. a1asan-a1asannya mengapa manajemen kelas merupakan hal yang menarik perhatian. guru muda. 1. 4. baik bagi calon guru. 5. pada suatu pertemuan guru-siswa dalam membicarakan penyimpangan para peserta didiknya ? 6. manajemen kelas dibedakan atas dua jenis manajemen kelas. 2. h. Melaksanakan monitoring untuk mengetahui sejauh mana hasil pemecahan masalah itu dilaksanakan dan ditaati atau telah terjadi perkembangan bam. Je1askan apa yang dimaksud dengan rancangan prosedur manajemen kelas ? Dilihat dari sifatnya. Jelaskan jenis-jenis tersebut ? . Melaksanakan rancangan yang telah disusun. Pertanyaan -pertanyaan Je1askan. mengapa guru merupakan unsur dominan dalam penciptaan sistem lingkungan yang menunjang proses pembelajaran ? Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis tindakan manajemen kelas ? Je1askan. mengapa seorang guru tidak boleh langsung menunjukkan kesalahan peserta didik. mengapa tindakan manajemen merupakan terapi yang tepat dalam manajemen kelas ? Mengapa persetujuan bersama an tara guru dan peserta didik terhadap pelaksaan suatu pertemuan mempunyai makna psikologis ? Kemukakan lasan-alasannya. dan guru yang telah berpengalaman sekalipun ? 1. Mendapatkan balikan. Jelaskan.f. 7. Menjabarkan langkah-langkah kegiatan rancangan prosedur manajemen kelas. yaitu tahap pelaksaan yang telah tiba pada penggunaan hasil monitoring untuk menentukan langkah-Iangkah selanjutnya. dimana fungsi dan peranan guru sangat menentukan. 3.

Catat. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Endang dan T. tindakan-tindakan apa yang dilakukan guru terhadap kondisi yang diharapkan optimal terjadi (tindakan preventif). 5. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Eggen. laporkan hasiI pengamatan kelompok di kelas.) Jelaskan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi dalam pembuatan prosedur manajemen kelas ? Tugas Secara berkelompok (4-5) orang anda berkunjung ke sebuah Sekolah Dasar. tindakan-tindakan apa yang dilakukan guru terhadap tingkah laku menyimpang dari para siswa yang telah terlanjur terjadi pada saat pembelajaran berlangsung (tindakan kuratif) 3. Catat pula. 2.Kegiatan yang Anda lakukan adalah: 1. Paul D & Don Kauchak. 1994. Je1askan apa yang menjadi tujuan dari pada penyususnan sebuah rancangan prosedur manajemen kelas . Raka Joni. . Analisis didiskusikan semua laporan kelompok tersebut. Dosen pengampu menyampaikan komentar terhadap Iaporan kelompok termasuk subtansi isi tindakan preventif dan kuratif yang terjadi di sekolah berdasar laporan kelompok tersebut. New York: Harper & Row Publisher Inc. 9. 1983. Pada akhir diskusi. New York: McMillan College Publishing Company. Pengelolaan Kelas. Daftar Pustaka Depdikbud. Education Psychologi Classroom Connections. 4. Allan C.8. Pengelolaan Kelas. 1990. 1983. Ornstein. Inc. Dengan panduan dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. M. Strategies for Effective Teaching.

dan rutinitas. John Dewey. menyiapkan kehidupan anak-anak dengan mengirimnya ke hutan dengan tujuan agar anak belajar mempertahankan dirinya Demikian juga yang dilakukan oleh Mende dan Temme dari Sierra Leone menjalankan sekolahnya di udara terbuka di hutan. Para pendidik besar seperti Comenius. Oleh karena itu. fasilitas fisik. faktor ekstern) yang mempengaruhi penciptaan iklim belajar yang . Olch karena itu. kondisi organisasional) dan faktor-faktor (faktor intern. guru harus memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar. Bab ini secara berturut-turut akan membahas berbagai macam kondisi (kondisi fisik. dan prinsip-prinsip mengajar yang dapat mendukung terciptanya kondisi belajar optimal tersebut bagi terciptanya proses belajar. Sistem pendidikan Spartan misalnya. salah satu faktor penting dalam pembelajaran adalah kondisi atau suasana belajar. kondisi sosio-emosional. dan Tyler menggaris bawahi pentingnya kondisi atau lingkungan terhadap pendidikan anak. sekolah dan kelas perIu dikelola secara baik pula. Menurut Tyler proses pembelajaran terjadi melalui pengalaman yang diperoleh siswa dari lingkungan tempat siswa berada. Sebagai bekal dalam menciptakan iklim belajar yang menunjang. Tugas manajemen kelas adalah menyiapkan kondisi kelas dan sekolah agar tercipta kenyamanan dan suasana belajar yang efektif.BAB IV PENGATURAN KONDISI DAN PENCIPTAAN IKLIM BELAJAR YANG MENUNJANG Latar Belakang Telah disadari banwa kondisi atau suasana berpengaruh terhadap pembelajaran. Manajemen kelas tidakhanya berupa pengaturan belajar. Dalam penciptaan iklim belajar yang menunjang guru dihadapkan kepada beberapa faktor yang dapat menjadi kendala atau pendukung terciptanya kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar.

Menjelaskan alasan bahwa kondisi sosio-emosional berpengaruh pada proses belajar. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat akan mendukung meningkatnya intensitas pembelajaran siswa dan mempunyal pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Howard. c. 1. Menjelaskan alasan bahwa kondisi fisik tempat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar. Menunjukkan sikap dan suasana guru yang mendukung suasana belajar yang optimal.menunjang. Menjelaskan alas an bahwa kegiatan rutin walaupun sudah merupakafl kegiatan yang senng dilaksanakan perlu diatur dan dikomunikasikan kepada semua pihak. Anda diharapkan dapat : a. Kondisi dan Situasi Belajar-Mengajar a. e. serta dapat mengemukakan kekuatan dan kelemahan masing-masing formasi tempat duduk tersebut. f. Menjelaskan faktor-faktor intern dan ekstern yang mempengaruhi belajar. Menjelaskan maksud dan alasan bahwa raport itu penting bagi terciptanya iklim belajar yang optimal. j. serta cara mengajar yang efektif. Menjelaskan makna mengajar menurut Alwin W. b. i. d. Guru harus dapat menciptakan lingkungan kelas yang membantu perkembangan . h. Mengemukakan kemungkinan tipe kepemimpinan guru dalam mewarnai suasana kondisi sosio-emosional. Menjelaskan enam prinsip mengajar yang efektif. Kesemuanya itu perlu difahami oleh para guru agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Membuat denah kemungkinan-kemungkinan pengaturan tempat duduk Slswa. Kondisi Fisik Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. g.

sehingga tidak saling mengganggu satu sarna lainnya pada saat terjadi aktivitas pembelajaran. Melalui teknik motivasi yang akurat. dan perilakuperilaku yang sebaiknya dilaksanakan. pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan yang dapat secara tidak langsung memberi daya terapi bagi anak-anak pelanggar disiplin. tidak berdesak-desakkan. Kondisi dan lingkungan yang perlu menjadi perhatian dan kepedulian dalam menunjang terciptanya pembelajaran seperti berikut ini. 1996:45). Besarnya ruangan kelas sangat tergantung pacta berbagai hal antara lain : (1) jenis kegiatan (kegiatan pertemuan tatap muka klasikal dalam kelas atau bekerja di ruang praktikum). (2) jumlah siswa yang melakukan kegiatan (kegiatan bersama secara kiasikal at au kegiatan dalam kelompok kecil). dan ruang auditorium (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. gambar tokoh sejarah. Ruang Kelas Ruang kelas harus diusahakan memenuhi syarat berikut: a) b) c) d) e) Ukuran ruang kelas 8m x 7m Dapat memeberikan keleluasaan gerak.pendidikan peserta didik. agar berfungsi sebagai tempat praktik. guru dapat memberikan kontribusi iklim kelas yang sehat. Misalnya pernyataan-pernyataan yang baik. Kondisi dan lingkungan hendaknya menjadi perhatian dan kepedulian guru agar siswa dapat belajar secara optimal. peraturan yang berlaku. . Jika ruangan tersebut mempergunakan hiasan. anjurananjuran. 1) Ruangan tempat berlangsungnya pembelajaran Ruangan tempat belajar harus memungkinkan para peserta didik dapat bergerak leluasa. ruang laboratorium. Ruang belajar yang merupakan temp at siswa dan guru melaksanakan kegiatan belajar-mengajar meliputi ruang kelas. komunikasi pandangan dan pendengaran Cukup cahaya dan sirkulasi udara Pengaturan perabot agar memungkinkan guru dan siswa dapat bergerak leluasa Daun jendela tidak mengganggu lalu lintas Ruang laboratorium Sekolah dasar yang memiliki ruang laboratorium.

Siswa yang tinggi duduk di belakang. Pola berderet atau berbaris-berjajar Pengaturan tempat duduk seperti ini adalah pengaturan tempat duduk paling populer.maka ruang tersebut harus ditata dengan syaratsyarat sebagai berikut: a) b) c) d) e) hari f) g) Lantai tidak licin dan dinding sebaiknya berwarna putih Bahan yang mcmbahayakan hams disimpan pada tempal yang aman. Tata letak perabot mudah diatur sesuai dengan keperluan pada setiap saat Diatur sedemikian rupa sehingga mudah bergerak dan. Pengaturan tempat duduk Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka. maka ruang tersebut harus diatur dengan baik dan dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) g) Panggung pertunjukkan Ruang pakaian pria/wanita secara terpisah Kamar mandi/WC pria/wanita secara terpisah Lantai harus datar dan tidak licin Dinding ruang aula dilapisi oleh lapisan peredam suara supaya suara tidak bergema Bak pasir Matras 2. Pada umumnya tempat duduk siswa diatur menurut tinggi pendeknya siswa. Pada situasi . a. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran pengaturan proses pembelajaran. agar bcrfungsi sebagai tempat pcmbelajaran. guru sekaligus dapat mengontrol tingkah laku peserta didik. Beberapa kemungkinan pehgaturan tempat duduk seperti di bawah ini. sedangkan siswa yang pendek dud uk di depan. Dengan posisi seperti itu. clan berfungsi juga sebagai tcmpat diskusi. mudah dimanfaatkan Fasilitas air dan penerangan cukup tersedia Air limbah dari saluran ruang laboralorium lidak mencemafl lingkungan sekitarnya Tersedia lemari penyimpanan untuk bahan dan alat yang tidak digunakan schari- Ruang aula/serbaguna Bagi sckolah yang memiliki ruang aula.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pola pengaturan tempat duduk berkelompok adalah bahwa setiap kelompok harus ada seorang pemimpinnya. Kepernirnpinan dan kerja sarna rnerupakan dua unsur yang penting dari hubungan kelas. terdapat kelernahan-kelernahan dari pengaturan tempat . Namun sebaiknya pemimpin kelompok diatur secara bergiliran. c. dan komunikasi antar siswa rnenjadi terbatas. namun . Dalam situasi ini otoritas guru berperan dalam posisi terdesentralisasi. atau jika banyak yang berbuat gaduh.tertentu misalnya. Bila tujuan pernbelajaran atau guru rnenghendaki para siswa mengerjakan secara berke1ompok atau memecahkan masalah secara bersama-sama. sebagai akibat dari pengaturan temp at duduk seperti ini. Pola susunan berkelornpok Pola ini rnengatur tempat duduk siswa secara berkelompok. Pola semacam ini dapat dipakai jika pelajaran banyak memerlukan diskusi antar siswa atau dengan guru. Tipe pengaturan tempat duduk seperti tampaknya sangat cocok untuk pengajaran formal. Namun dernikian. Posisi guru dalam pengaturan tempat seperti terpisah dari ke1ompok. Cara ini mernungkinkan siswa dapat berkornunikasi dengan rnudah satu sarna lain dan dapat berpindah dari satu kelornpok ke kelornpok lainnya secara bebas. Sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan untuk memimpin. Akhirnya siswa menjadi terlalu tergantung. Sernua siswa duduk dalarn deretan lurus dengan siswa yang tertinggi duduk di belakang yang pendek duduk di depan. tidak ada kegiatan kelornpok kerja yang dapat dilakukan. Ternpat duduk seperti ini juga rnemudahkan siswa at au guru bergerak dari deretan satu ke deretan yang lain. b. Guru hanya memberi bimbingan kepada siswa. jika ada siswa yang tidak dapat melihat jarak jauh atau pendengarannya kurang.duduk seperti ini yaitu rnengurangi keleluasaan belajar siswa. Pola ini rnernudahkan siswa untuk bekerja sarna dan saling rnenolong satu sarna lain sebagai ternan sebaya. Posisi guru rnernbuat dirinya rnempunyai otoritas rnutlak dan rnemberikan pengaruh langsung yang besar kepada siswa. maka susunan pengaturan tempat duduk berkelompok ini akan lebih tepat. Pola formasi tapal kuda Pola ini menempatkan posisi guru berada ditengah-tengah para siswanya. siswa tersebut didudukkan di deretan paling depan tanpa menghiraukan tinggi badannya.

Oleh karena itu. yang penting adalah guru dapat melihat apa yang terjadi. Pengaturan formasi tapal kuda memberi kemudahan kepada para siswa untuk saling berkomunikasi dan berkonsultasi. kegiatan atau alat itu dapat diletakkan ditenggah-tengah sehingga mudah dilihat dan dikomentari oleh semua siswa.tetap kelompok dalam pengawasan guru. Hakikatnya dalarn pola lingkaran at au persegi biasanya tidak ada pernirnpin kelornpok. dimana siswa dengan siapa saja. atau di ruang praktikum. ada siswa yang harus belajar di ruang baca. Berbeda dengan pola tapaf kuda. 3. Dengan demikian perlu ada tempat-tempat khusus. cukup terang akan tetapi tidak menyilaukan. baik tulisan di papan tulis. ventilasi harus cukup menjarnin kesehatan siswa. Ventilasi dan pengaturan cahaya Suhu. tanpa banyak membuang waktu pengaturan seperti ini dapat diubah menjadi pola berkelompok atau formasi kelompok keci!. . Hal ini dapat terjadi rnisalnya. udara sehat dengan ventilasi yang baik. dimana saja dapat belajar denganbaik. Kemungkinan dari pola-pola pengaturan tempat duduk tersebut di atas ada pola lain yang tidak membatasi ruang gerak baik secara individual rnaupun secara kelornpok. Pola lingkaran atau persegi Pola pengaturan tempat duduk lingkaran atau persegi baik juga untuk mengajar yang disajikan dengan metode diskusi. otoritas guru sarna sekali tidak terpusat dan kepernirnpinan formal tidak berperan sarna sekali. sehingga semua siswa dalam kelas dapat menghirup udara segar yang cukup mengandung 02. Siswa harus dapat melihat tulisan dengan jelas. apa yang dilakukan para siswa diberbagai lokasi tempat mereka berada. d. Cahaya harus datang dari sebelah kiri. lendela harus cukup besar sehingga mernungkinkan cahaya matahari mas uk. pada papan bulletin. Dalam hal ini. Kapur tulis yang dipergunakan sebaiknya kapur yang bebas dari abu dan selalu bersih. maupun pada buku bacaan. di perpustakaan. Demikian pula. begitu juga sebaliknya. Bila ada yang harus direkarn atau dicatat rnaka bentuk ini adalah sangat tepat. Seandainya ada suatu kegiatan atau alat yang harus ditunjukkan atau diperagakan. ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit rnengaturnya kerena sudah tersedia) adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyarnan.

tempat untuk menyimpan peralatan hams selalu rapih dan bersih. Ruangan kelas. Hal lain yang perlu diperhatikan juga dalam penciptaan lingkungan adalah kebersihan dan kerapihan. b. dan pengaturan penyimpanan peralatan dapat diperhatikan gambar-gambar berikut ini. menyiapkan kapur tulis. rak buku. kursi.4. pedoman kurikulum. Siswa harus turut aktif dalam membuat keputusan mengenai tata mang. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pengamanan barang-barang tcrsebut dari pencurian. dan tidak hanya milik guru. Alat pengaman harus selalu terscdia. hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan siswa. dekorasi. Kondisi sosio-emosional tersebut meliputi hal-hal berikut ini. dari yang sederhana sampai kepada yang ideal yang meliputi pengaturan ruang tempat berlangsungnya pembelajaran. Oleh karena itu. kartu pribadi. dan sebagainya. Cara pengambilan barang dari temp at khusus. hendaklah diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tcrsebut segera dapat dipergunakan. seperti alat pemadam kebakaran. dan sebagainya. Tipe kepemimpinan Peranan guru. pengamanan terhadap barang yang mudah meledak atau terbakar. penyimpanan. dan sebagainya. meja. Kondisi Sosio-Emosional Kondisi sosio-emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar. Guru hams membagi dan membuat tanggung jawab pengaturan kondisi fisik itu menjadi miliki siswa di kelas tersebut. Tentu saja masalah pemeliharaan barang-barang tcrscbut sangat penting dan secara periodek harus dicek dan reeek. Pengaturan penyimpanan barang-barang Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan kegiatan belajar. mengganti taplak meja. Kebiasaan meninggalkan mangan kelas yang kotor adalah hal yang tidak baik. dan sebagainya. 1. papan tulis. tipe kepemimpinan guru atau administrator akan mewarnai suasana . dan sebagainya. P3K. kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan pengajaran. pengaturan tempat duduk. Barangbarang yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan diruang kelas seperti buku pelajaran. Berkaitan dengan kondisi fisik. guru seyogianya membuat peraturan yang mengatur kelompok kerja yang membersihkan mangan.

Siswa akan belajar secara produktif baik pada saat diawasi guru maupun tanpa diawasi guru. Dalam kepemimpinan tipe ini malahan biasanya aktivitas siswa lebih produktif kalau gurunya tidak ada. Dengan tipe kepemimpinan yang otoriter siswa hanya akan aktif kalau ada guru dan kalau guru tidak mengawasi maka semua aktivitas. Tipe kepemimpinan yang lebih berat pada otoriter akan menghasilkan sikap siswa yang submissive atau apatis. 1990). penuh kemauan. siswa 1ebih banyak melakukan kegiatan yang sifatnya ingin diperhatikan. pembimbing. dan fasilitator (Centra. Aktivitas proses belajar mengajar sangat tergantung pada guru dan menuntut sangat banyak perhatian dari guru. Sikap ini dapat membantu menciptakan iklim yang menguntungkan bagi terciptanya kondisi belajar mengajar optimal. Akan tetapi kelompok siswa semacam ini biasanya tidak cukup banyak. Tipe kepemimpinan guru yang lebih menekankan kepada sikap dcmokratis lebih memungkinkan terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa dengan dasar saling memahami dan saling mempercayai. ia tidak menekankan kepada daya ingat terhadap apa yang dikatakan.emosional di dalam kelas. menjadi menurun. Kedua sikap siswa yaitu apatis dan agresif ini dapat merupakan sumber problema manajemen. Guru sebagai pengembang adalah guru yang akhli dalam melaksanakan tugas dengan format yang benar dan tepat. perencana. baik yang sifatnya individual maupun kelompok kelas sebagai keseluruhan. Guru sebagai model adalah guru yang tidak menuntut banyak disiplin kaku melainkan sebagai model. berinisiatif dan tidak selalu m. Dalam kondisi semacam ini biasanya problema manajemen kelas bisa diperkecil sesedikit mungkin. melainkan menginginkan siswa menemukan ide atau gagasan baru pada akhir pembelajaran. Dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi belajar ·yang optimal. Kalau ada guru. Tetapi di pihak lain juga akan menumbuhkan sikap yang agresif. guru harus menempatkan diri sebagai: model. pengembang. Tipe ini biasanya lebih cocok bagi siswa yang "innerdirected" dimana siswa tersebut aktif. Ia tidak membiarkan dan mengijinkan siswa bolos . ia mengharapkan dengan pemodelan yang ditampilkan dapat memberi pengalaman dan keantusiasan belajar siswa. Tipe kepemimpinan yang cenderung pada laizer-faire biasanya tidak produktif walaupun ada pemimpin.enunggu pengarahan.

Guru sebagai perencana adalah guru yang akhli dalam bidangnya. . Guru sebagai fasilitator adalah guru yang menyadari bahwa pekerjaannya merespon tujuan para siswa sekalipun tujuan itu bervariasi. Ia suka mawas diri pada saat mengajar. Ia memiliki pengetahuan dan wawasan luas. Ia menginginkan siswa dapat belajar dan mencapai tujuan sesual harapannya. Ia mengharapkan ada interaksi belajar antara diri dan siswanya. yang mengatur kelas sebagai tata ruang belajar. Guru sebagai pembimbing adalah guru yang salingmembelajarkan an tara dirinya dengan sesama dan siswanya.atau mal as tanpa alasan yang sah. Ia mengajar dalam sistem sosial yang dinamis. Ia mengajar karena mengetahui adanya perkembangan pribadi masing-masing individu. Ia menganggap bahwa para siswa belajar kepadanya karena ingin mempelajari sebanyak mungkin apa yang diketahui guru. yang mengembangkan suasana saling percaya dan keterbukaan. Ia kurang menyenangi apabila ada siswa yang mendapat kesulitan belajar. Ia banyak mendengar dan bertanya kepada Siswa. Ia suka mengadakan penilaian terhadap segala bidang yang dikerjakan para siswa.

Gambar 20 : Guru sebagai model    pemberi keseimbangan pemberi pengalaman pemberi gagasan baru dari pemodelan .

Gambar 21 : Guru sebagai pengembang * bekerja sesuai format yang tepat dan benar * tidak senang me!ihat siswa bolos atau malas * pengembang segaia bidang .

Gambar 22 Guru sebagai percncana  ahli dalam bidangnya  mengatur tata ruang sebagai temp at belajar yang menyenangkan  mengharap siswa dapat belajar banyak dari padanya 4) .

Gamhar 23 Guru scbagai pembimbing  Yang saling mcmbclajarkan  Yang mcngajar dalam sistem sosial yang dinamis  Yang mcngembangkan Sllasana sal ing pcrcaya dan terbuka  Yang mengetahui perkembangan individu .

6) 5) 7) Gambar 24 Guru sebagai fasilitator Gambar 24 : Guru sebagai fasilitator • • • yang merespon Slswa yang suka mendengar dan bcrtanya kepada Slswa yang menginginkan siswa belajar mencapai tujuan sesuai harapan Slswa .

bencilah tingkah lakunya siswa dan bukan membenci siswanya itu sendiri. Kalaupun guru terpaksa membenci. Terimalah siswa dengan hangar.2) Sikap guru Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar. Gambar 25 Sikap guru yang hangat dan mau mendengar harapan siswa adalah sangat bijaksana . dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya . Berlakulah adil daJam bertindak. sehingga ia insyaf akan kesalahannya.

melakukan percobaan sendiri. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi at au demikian rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa secara jelas dari jarak yang agak jauh akan mengakibatkan suasana gaduh.3) Suara guru Suara guru. Mereka akan lebih berani mcngajukan pertanyaan. diharapkan siswa senantiasa gembira. Hal yang penting dari itu semuanya adalah proses pembelajaran akan semakin terarah. turut mempunyal pengaruh dalam belajar. realistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya. . dan sebagainya. Tekanan suara hendaknya bervariasi sehingga tidak membosankan siswa yang mendengarnya. Suara yang relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran. bersikap optimistik. Dengan terciptanya huhungan baik guru-siswa. Keadaan seperti itu. juga akan membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. 8) Pemhinaan hubungan baik Pcmhinaan hubungan haik (report) antara guru dan siswa dalam masalah manajcmcn kclas aclalah hal yang sangat penting. walaupun bukan faktor yang besar. penuh gairah clan semangat.

9) Gambar 26 : Sikap guru – siswa yang menjalin persahabatan .

I)Jaka siswa hams sudah tahu cara mengatasinya. Ruanganruangan diberi tanda dengan jelas. Kegiatan ini dipimpin oleh petugas piket dengan pengawasan guru. kesenian. ketua siswa diwajibkan lapor kepada guru piket. menggambar. Di samping itu mereka akan terbiasa bertingkah laku secara teratur pcnuh disiplin pada scmua kegiatan yang bersifat rutin itu. Perpindahan siswa dari satu ruang ke ruang lain dipimpin oleh ketua siswa. 2) Guru berhalangan hadir Jika suatu saat seorang guru berhalangan hadir oleh satu atau lain sebab. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka. Misalnya siswa disuruh tetap berada dalam kelas dengan tenang untuk menunggu guru pengganti selama waktu tertentu. akan menyebabkan tertanamnya pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik. dan sejenisnya. seperti bekerja di laboratorium. Tetapi untuk pelajaran-pelajaran tcrtcntu.Gambar 27 : Sikap/ hubungan guru yang mengembangkan persahabatan dengan siswa dari guru kelas lain c. Kegiatan rutinitas tcrsebut antara lain: l) Pergantian pelajaran Untuk beberapa pelajaran mungkin ada baiknya siswa tetap berada dalam satu ruangan dan guru yang datang ke ruangan tersebut. ada tenggang waktu bagi siswa untuk berpindah ruang. Bila setelah waktu yang ditentukan guru pengganti juga belumdatang. Kondisi . Organisasional Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun pada tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah manajemen kelas. Kemudian guru piket mengaIl1bil inisiatif untuk mengatasi . Hal rutin semacam ini hendaknya diatur secara tertib. Misalnya. Siswa berkewajiban membereskan ruangan dan alat perlengkapan yang telah dipakai setelah pelajaran usai. olahraga. siswa diharuskan pindah ruangan.

5) Kegiatan lain Kegiatan lain yang merupakan kegiatan rutin kelas atau sekolah an tara lain adalah: a) Menanyakan keschatan dan kehadiran siswa. Pengaturan itu meliputi giliran yang bertugas baik dari pihak guru maupun dari pihak siswa. pengumuman sekolah. Hila pemecahannya belum tuntas diselesaikan. pakaian yang harus dikenakan. kunjungan ke sekolah lain. Sehingga semua sivitas tahu persis jadwal upacara. Di bawah ini akan dikemukakan contoh atur acara upacara bendera yang sering dilakukan di sekolah dasar. ketua siswa dapat melapor kepada wali kelas untuk bersamasama memecahkan dan mengatasi masalah tersebut. . dan siapa yang harus menjadi pembina upacara yang sekaligus memberi nasi hat atau pengarahan pada upacara tersebut. pentas seni. 3) Masalah antar Slswa Jika terjadi masalah antar siswa yang tidak dapat diselesaikan antar mereka. prosedur tersebut yang sama dapat ditempuh. atur aeara upacara. Demikian pula kalau ada usul kegiatan dari siswa. Mungkin juga Kepala Sekolah yang bertugas mengisi kekosongan itu sebelum guru kelas tersebut hadir. ketua siswa bersama wali kelas atau juga mungkin OSIS dapat menghadap pimpinan sekolah untuk mendapatkan petunjukkebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. b) Prosedur penyampaian informasi dari sekolah kepada guru dan siswa. misalnya kamping.kekosongan guru tersebut. 4} Upacara bendera Jadwal dan pengaturan upacara bendera harus sudah ditentukan.

hendaknya tersedia yang dapat digunakan untuk keperluan bimbingan siswa yang dilakukan oleh guru. Ke dalam kondisi administrasi teknik ini termasuk: 1. Begitu juga tempat bermain dan alat bermain yang mengandung nilai edukatif akan sangat membantu mengatasi masalah manajemen kelas. Hendaknya diadakan pengecekan secara periodik terhadap daftar presensi ini. Tempat sampah Tempat sampah hendaknya tersedia pada temp at khusus sehingga siswa didorong untuk . Tempat baca Tempat baca yang dapat dimanfaatkan oleh para siswa pada waktu istirahat atau pada waktu luang. wali kelas atau guru pembimbing di sekolah. 3.d) Pcnyampaian peraturan sekolah yang baru. Ruang bimbingan siswa Ruang khusus. ikut menanggulangi bencana alam. e) Kegiatan yang bersifat rekreasi dan sosial seperti pesta sekolah. Kondisi Administrasi Teknik Kondisi administrasi teknik akan turut mempengaruhi manaJemen pembelajaran. kematian anggota sivitas. Kegiatan itu semua harus sudah diatur secara jelas. hari libur. tidak kaku dan harus cukup fleksibel tertuang dalam jadwal kegiatan sekolah d. hendaknya tersedia. Daftar presensi Daftar presensi siswa dan guru hendaknya dikelola sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar yang sedang berlangsung. pekan seni dan olah raga. 4. 2.

guru akan mengenal siswa secara lebih lengkap termasuk latar belakang kehidupannya. INGAT . 5. hendaknya juga tersedia petunjuk-petunjuk tentang penggunaan perpustakaan. baik dalam rangka pencegahan maupun dalam rangka mengatasi tingkah laku yang sudah terlanjur. kecepatan membaca. dan alat-alat pengaman yang tersedia. Selain itu di sekolah. sikap sosial. d) Sebagai alat bantu bagi siswa itu sendiri dalam memahami dirinya sendiri. kesehatan fisik. catatan akademis seperti hasil tes bakat. Isi catatan pribadi siswa dapat meliputi kehadiran. Catatan pribadi siswa Catatan pribadi siswa mempunyai peranan penting dalam hubungannya dengan manajemen kelas. Bentuk catatan pribadi siswa hendaknya baik. catatan anekdotal dan sebagainya. c) Sebagai alat bantu bagi orang tua men genal putra-putrinya secara lebih baik. WC sekolah. teman-temannya. bersih.Contoh format catatan pribadi siswa dapat disimak pada lampiran. b) Sebagai suatu sarana untuk memahamisiswa dengan latar belakang kehidupannya secara lebih baik.membiasakan diri hidup teratur. Selain itu catatan pribadi dapat berfungsi: a) Secara umum sebagai alat ccking terhadap efektivitas program sekolah baik bagi siswa secara individual maupun bagi siswa secara keseluruhan. dan menggunakan tinta hitam. bertanya kepada orang tua. Dengan catatan pribadi siswa. menarik. dan sebagainya. Untuk mengisi catatan pribadi siswa guru dapat mempergunakan sumber dengan observasi langsung dad anak.

tetapi dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. Kelas yang nyaman adalah jiwa dari kelas/sekolah 2. Keterbatasan dan Masa1ah 1. Faktor intern adalah faktor yang . Manajemen kelas yang memadai akan memberi kebebasan kepada guru dan peserta didik melakukan aktivitas belajar ecara efisien 3. yaitu faktor intern dan faktor ekstern.1. kursi. Banyak guru memandang bahwa manajemen ke1as ada1ah masa1ah kurang penting dalam perencanaan 2. Manajemen kelas yang memadai akan memberi kebebasan dan menunjang tumbuhnya aktivitas dan kreativitas pembelajaran. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya. Keteraturan dan pengaturan suasana kelas yang baik akan menumbuhkan kegairahan belajar peserta didik 4. ruang. ventilasi. Peraturan dan pengaturan manajemen kelas boleh jadi meluas sehingga guru menghabiskan banyak waktu hanya kepada masalahmenajemen kelas dari pada mengembangkan substansi belajar 4. Manajemen kelas boleh jadi merupakan kegiatan yang rutin bersifat kemanusiaan dari suatu kurikulum sehingga identitas dari pribadi peserta didik akan hilang 3. lemari. Kondisi dan fasilitas di sekolah dasar (gedung. perpustakaan) sulit dirubah dan terbatas. 2. meja.

faktor psikologis. Faktor-faktor itu adalah: intelegensi. dan faktor kelelahan. Siswa yang cacat. kurang darah ataupun ada gangguan/kelainan fungsi alat inderanya serta tubuhnya. hal itu akan mempengaruhi belajar. Dalam situasi yang sarna. Faktor intern Faktor ini meliputi faktor jasmaniah. Kendatipun begitu. belajarnya akan terganggu. Faktor psikologis Sekurang-kurangnya ada tuj. bakat. Intelegensi Intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Faktor jasmaniah Proses belajar seorang siswa akan terganggu jika kesehatan Slswa tersebut terganggu.ada dalam diri individu yang sedang belajar. siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil dari pada siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah. kematangan. a. Hal . dan kelelahan. motif. Selain itu juga ia akan cepat lelah. scdangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. mudah pusing.uh faktor yang tergolong ke dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar. kurang bersemangat. perhatian. minat. siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi belum tentu berhasil dalam belajarnya. Jika hal itu terjadi hendaknya siswa tersebut belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan dengan memberi alat bantu agar dia dapat menghindari atau mengurangi kecacatannya. 1. 2. a. Demikian juga apabila siswa cacat tubuh. dan ngantuk jika badannya lemah.

mengemukakan manfaat bagi anak baik dengan pelajaran yang sedang dibicarakan maupun dengan bahan yang akan datang. b) Perhatian Untuk menjamin hasil belajar yang baik siswa hams mempunyai perhatian yang penuh terhadap bahan yang dipelajarinya. c. Minat Minat besar pengaruhnya terhadap belajar anak.ini disebabkan belajar adalah suatu proses yang kompleks dengan banyak faktor yang mempengaruhinya. siswa tidak dapat belajar dengan sebaik-baiknya. Jika ada siswa kurang atau tidak berminat terhadap belajar perlu diusahakan cara membangkitkan minat tersebut. mengembangkan metode pembelajaran. Caranya antara lain ialah dengan mengusahakan pelajaran itu sesuai dengan hobi at au bakatnya. menjelaskan hal-hal yang manarik dan berguna bagi kehidupan siswa. berkualitas. Siswa yang memiliki tingkat intelegensi normal dapat berhasil dengan baik dalam belajarnya jika kondisi yang diciptakan mendukung terjadinya pembelajaran yang efisien dan efektif. Cara tersebut antara lain ialah dengan menvariasikan media pembelajaran. . Minat dapat ditumbuhkan dengan berbagai cara. dan manfaat kelak dimasyarakat. aktual dan mengkaitkan bahan tersebut dengan pelajaran yang lalu. dan mengkaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan cita-cita siswa. bahan pelajaran harus diusahakan selalu menarik perhatian. Agar tumbuh perhatian sehingga siswa dapat belajar dengan baik. Bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa.

Agar kematangan yang ada pada diri siswa dapat dikerr. Dengan seringnya menjelaskan bahan akhirnya siswa tadi diharapkan dapat menguasaibahan yang diajarkan. Motif Dalam proses belajar mengajar guru harus memperhatikan motif belajar siswa atau faktor-faktor yang mendorong belajar slswa. Kematangan belum berarti siswa dapat me1aksanakan kegiatan secara terus menerus. yaitu dengan sering dan berulang kali menjelaskan bahan tersebut. Siswa yang memiliki bakat ibarat bagian golok yang runcing.bangkan perlu diciptakan suatu kondisi yang memungkinkan kematangan tersebut dapat dimanfaatkan sebaikbaiknya. maka guru dapat mengajak para siswa untuk berpikir dan memusatkan perhatian. Guru harus bersabar dan telaten melayani mereka. Lain halnya terhadap siswa yang kurang berbakat. Dalam hal ini guru tidak bersusah payah menjelaskan berkali-kali. Dengan mengetahui latar belakang at au motif siswa belajar. sehingga hasil belajarnya pun akan lebih baik. e. Jika bahan pembelajaran yang dipelajari oleh siswa yang berbakat maka pelajaran itu akan cepat dikuasai. ada bagian yang runcmg dan ada bagian yang tumpul (bagian punggung golok). Hal ini antara lain ditunjukkan oleh anggota-anggota tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Kondisi atau cara itu antara . f.d. Bakat Peserta didik bagaikan sebuah golok. Kematangan Kematangan merupakan tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang. merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan serta menunjang belajar.

Kesiapan Kesiapan erat kaitannya dengan kematangan. keadaan ekonomi keluarga. b. Oleh karena itu. c. guru harus memberikan pengertian kepada para siswa untuk berusaha menghindari trjadinya kelelahan dalam belajarnya. pemberian tugas yang bertingkat dan berkesinambungan dari sederhana ke kompleks. mengusahakan variasi dalam belajar. Siswa dikatakan sudah memiliki kearsipan apabila pada dirinya ada kesediaan untuk memberi rcspon atau bereaksi. Misalnya. Pembelajaran yang diikuti oleh para pcscrta didik yang memiliki kcsiapan tinggi akan terjadi proses pembelajaran yang optimal dan hasil belajarnya pun akan lebih baik. dan faktor masyarakat.lain ialah dengan pemberian latihan yang terus menerus dan konsisten. faktor sekolah. Kesiapan ini perlu diperhatikan oleh guru dalam proses belajar. d. Cara orang tua mendidik. sikap dan pehatian orang tua . Suasana rumah. Faktor keluarga Para siswa yang sedang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: a. Relasi/hubungan antara anggota keluarga. e. 3} Faktor Kelelahan Kelelahan baik jasmani ataupun rokhani dapat mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. 1. Faktor Ekstern Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar dapat dikelompokkan ke dalam faktor keluarga. para siswa diberi penjelasan agar mereka mengusahakan tidur dan istirahat yang eukup dan teratur. olah raga secara teratur agar kondisi badan tetap segar. g.

Metode mengajar b. Mengajar yang efektif Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. Kurikulum c. d. hubungan guru dengan para siswa. sarana dan prasarana sekolah. disiplin sekolah f. metode belajar siswa j. . waktu sekolah. 3. peralatan/media pelajaran. h. g. 3. hubungan siswa dengan siswa. Latar belakang kebudayaan orang tua. Faktor sekolah Faktor sekolah mempengaruhi belajar meliputi hal-hal yang berkaitan dengan: a. tugas sekolah. yang pada akhirnya akan mempengaruhi terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. 2. e. Pengaruh tersebut terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat. Faktor masyarakat ini banyak berkaitan dengan: a) kegiatan siswa dalam masyarakat b) mass media yang beredar/ada dalam masyarakat c) pengaruh ternan bergaul d) poia hidup masyarakat. Faktor masyarakat Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap perkembangan pribcidi siswa.f. i.

Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar. justru karena tujuan itu sendiri. bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi. Tugas tersebut dapat juga mengarah kepada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer dari dan ke pihak lain.Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif. Selain itu. yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka'-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai. Ciri-ciri konteks yang baik adalah: 1) kuat 2) terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan 3) pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian. Hendaknya tugas itu dinyatakan dalam kerangka suatu konteks yang sifatnya konkret. sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri . . Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar. tugas tersebut harus dapat memberikan dorongan seiuas-Iuasnya untuk bereksperimentasi. dan daya penentu. dapat ditiru dan dapat dilaksanakan dengan teratur. Konteks Belajar.. bereksplorasi. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: a.

Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. Konteks bermaksud membangkitkan tujuan. 2. Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penernuan Fokus yang baik harus rnenirnbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus. c. akan tirnbul organisasi belajar yang tepat. sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. yang rnernungkinkan terjadi proses penangkapan pengertian. suatu soal yang perlu dipecahkan. 1) Memobilisasi tujuan Untuk mendapatkan hasil yang optimal. sedangkan fokus merumuskan dan mengarahkan tujuan. rnelihat eksplorasi dan penernuan. Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). pengajaran harus dapat membangkitkan keinginan untuk belajar. seperti uraian berikut ini. harus dipilih fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik.b. Keseragaman artinya terdapat koordinasi intern dari relasi-relasi yang terdapat dalam unit pelajaran itu. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi. Sosialisasi . 4. Jadi fokus belajar mengajar yang baik harus mampu memobilisasi keinginan belajar. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Dengan dernikian.. suatu pengertian yang harus dipaharni dan digunakan. at au terdapat strukturalisasi sehingga dapat menirnbulkan fokus yang wajar. Seorang guru yang baik akan selalu berusaha rnengajak siswa belajar rnelalui penernuan dan pernecahan soal atau masalah.

e. hal ini perlu dikctahui. Mutu makna dan efektivitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlah berlaku. dan individualisasi. Tidak mungkin unit pelajaran yang satu tepisah dengan unit-unit lain. Timbulnya pertanyaan. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri. fokalisasi. d. dan dengan prosedur eksperimental yang berlaku. Belajar memang harus merupakan persoalan individual. lndividualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaikbaiknya. Untuk mencari garis yang memisahkan belajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi. Kondisi sosial pada suatu kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu. dan komentar mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks. Namun demikian. sosialisasi.Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok. guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. tetapi sejauh mana pcrbcclaan cara bclajar itu dari yang dilakukan olch individu lain. Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. diskusi dan sebagainya. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain. saran. Bila hendak mencapai belajar yang otentik. Atau beberapa unit terpisah dari keseluruhan pelajaran itu. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. organisasi rangkaian atau urutan dari belajar .

Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutu dan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar. umpan balik. Prinsip-prinsip yang praktis tersehut saling berkaitan dan tidak dapat salah satunya diabaikan.dengan penuh makna harus dengan sendirinya bermakna pula. Pembelajaran adalah suatu proses. Evaluasi Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa. Latihan adalah kegiatan memberi kesempatan berlatih menerapkan materi atau bahan. juga untuk mencapai efektivitas maksimal. Pembelajaran efektif tergantung pada corak kemaknaan yang penuh dari belajar itu. Pembelajaran yang efektif tergantung pada prinsip-prinsip yang telah disebutkan di depan. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengorganisasikan proses belajar untuk mencapai taraf maksimal mengenai kemaknaan penuh. dan dapat juga membawa siswa pad-a taraf belajar lebih baik. Karena pembelajaran adalah suatu proses maka ia akan mencakup rangkaian empat tahap yaitu orientasi. Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan. serta mendapatkan hasil terbaik dan otentik. f. 1989:3637). Evaluasi dapat pula digunakan untuk menilai metode mengajar yang digunakan dan untuk mendapatkan gambaran komperhensif tentang siswa sebagai perseorangan. Umpan balik adalah kegiatan memberi pengertian tentang hasil belajar yang telah dicapai . dan lanjutan (Gal' ferin dalam Tjipto Utomo. Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. latihan. Evaluasi sebagai suatu alat untuk mendapatkan cara-cara melaporkan hasilhasil pelajaran yang dicapai dan dapat memberi laporan tentang siswa kepada siswa itu sendiri serta kepada orang tuanya. untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Orientasi adalah kegiatan memberi penjelasan tentang materi/ilmu.

Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Pengelolaan Kelas. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. 1996. Kondisi administrasi teknik yang ada dan terjadi di Sekolah Dasar tersebut. 5. 1983. 4. Simak komentar Dosen Anda terhadap laporan dan substansi isi dari hasil pengamatan Anda tersebut.pertanyaan 1. Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar. M. Elementary Teaching Methods. Pengelolaan Kelas. Daftar Pustaka Depdikbud. Pengelolaan' Kelas di Sekolah Dasar. Kondisi fisik b. Kondisi organisasional d. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Laporkan hasil pengamatan Anda di depan kelas dengan dipandu oleh Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. Entang dan T. Pertanyaan . Jelaskan mengapa kondisi fisik temp at belajar berpengaruh penting terhadap hasil belajar? 2. Hollingsworth. Lanjutan adalah kegiatan memberi kesempatan untuk rnelanjutkan kajian bahan berikutnya atau kajian bahan sebelumnya apabila berdasar umpan balik materi sebelumnya belurn dikuasai. Seri Peningkatan Mutu 2. Kondisi sosio-emosional c. ________ 1996. Gambarkan kemungkinan-kemungkinan pengaturan tempat duduk siswa. Paul M & Hoover. dan jelaskan kekuatan dan kelemahan masing-masing formasi temp at duduk tersebut? 3. Catatlah keadaan a.dalam proses pernbelajaran. 1983. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud. . 1991. Raka Joni. Kenneth.

1990. . Allan C. Ornstein. Strategies for Effective Teaching. New York: Harper & Row Publisher Inc.Boston : Allyn and Bacon.

Kebenaran. para guru/sekolah perlu mencermati kepentingan/kebutuhan dalam memahami sumber-sumber pelanggaran disiplin. akan mengulas pengertian disiplin. kejujuran. kebebasan. Di samping itu. Bab yang membicarakan prinsip-prinsip disiplin kelas ini. rasa kasih sayang. disikapi. dalam proses pembelajaran. hak. guru memiliki banyak kepentingan. dan sebagainya adalah beberapa aturan disiplin kemasyarakatan yang harus dipelajari/diketahui. Peserta didik belajar beberapa hal dengan cara mendengarkan misalnya. Pemelihlaraan disiplin dew as a ini pada dasarnya adalah bagaimana membantu anak mengembangkan disiplin dan menerima pusat pengendalian disiplin. demikian juga sekolah. guru harus mengarahkan dan menentukan tindakan-tindakan apa yang akan diambil bila tata tertib dilanggar. Peserta didik memiliki banyak kepentingan. Walaupun demikian. dan ditegakkan oleh para siswa.BAB V PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS Latar Belakang Disiplin bagi peseta didik adalah hal yang rumit dipelajari sebab disiplin merupakan hal yang kompleks dan banyak kaitannya yaitu berkait antara pengetahuan. kebutuhan para siswa dan tampilan guru hubungannya dengan disiplin. disiplin . Tidak terpenuhi kepentingan/kebutuhan oleh para pihak akan timbul gangguan yang mengganggu tatanan hidup dalam berinteraksi at au dalam berproses misalnya. tanggung jawab. Dari sini peserta didik akan belajar lebih cepat apabila mereka terlibat dalam menyusun tata tertib mereka itu. Disiplin yang baik adalah terjelmanya aktivitas yang mampu mengatur diri kepada terciptanya pribadi dan potensi sosial berdasar pengalaman-pengalamannya sendiri. sikap dan perilaku. sehingga disiplin tetap dapat ditegakkan. Terpeliharanya disiplin tidak lepas dari terpenuhinya kepentingan atau kebutuhan para pihak. tetapi mereka lebih suka mengingat dan bertindak dengan kata-kata dan gagasan mereka sendiri. tolong menolong. Permasalahannya adalah bagaimana kepentingan-kepentingan dari masing-masing pihak dapat terpenuhi dan dapat diselaraskan agar tidak terjadi bentrokan. Dengan diketahuinya sumber gangguan disiplin maka akan diketahui pula secara teoritis cara penanggulangannya.

membina hubungan sekolah dengan masyarakat. menyimpulkan keuntungan-keuntungan terpeliharanya disiplin bagi kehidupan para peserta didik. m. serta peraturan dan tata tertib kelas. h. menyebutkan lingkup hubungan sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. mengkaitkan terpenuhinya kebutuhan manusia dengan terpeliharanya disiplin.pada level sekolah dan kelas. menjelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian disiplin kelas. d. menjelaskan alasan mengapa penguatan verbal dan non verbal berpengaruh kepada . mengemukakan syarat-syarat pendekatan yang harus diperhatikan guru dalam menegakkan disiplin. dan (3) pelayanan yang layak cenderung menumbuhkan kualitas disiplin. e. n. Dalam kaitan ini perlu diingat bahwa (I) disiplin dipertimbangkan sebagai kecenderungan dari para peserta didik menyetujui harapan para guru. menjelaskan manajemen kurikuler penting dalam menegakkan disiplin. k. menyebutkan beberapa kondisi yang dapat menyebabkan disiplin sekolah terganggu. menarik kesimpulan pentingnya menjalin hubungan antara sekolah dan mas y arakat. mengemukakan alas an mengapa basis kemanusiaan dan prinsip demokrasi merupakan petunjuk dan pengecek mengambil kebijakan dalam menegakkan disiplin. menggambarkan upaya manajerial kepala sekolah dalam memelihara disiplin sekolah. c. f. menarik kesimpulan bahwa menegakkan disiplin bukan atau tidak berarti mengurangi kebebasan berprestasi atau berkreasi para peserta didik. menyimpulkan bahwa memberi/meminta laporan secara teratur kepada aparat keamanan penting sebagai langkah pemeliharaan disiplin sekolah. b. menjelaskan beberapa hak para siswa dalam kaitannya dengan dunia pendidikan. Anda diharapkan dapat: a. o. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. menggambarkan hierarchi kebutuhan manusia menurut Maslow. l. (2) disiplin merupakan alat bantu menumbuhkan gagasan mutakhir dan seleksi praktik-praktik baru. sumber pelanggaran disiplin sekolah. i. j. g.

yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Disiplin merupakan sikap mental. baru kemudian pengertian disiplin (Suharsimi. s.terciptanya disiplin kelas. q. kepatuhan. Pengertian Disiplin Kelas Kata disiplin bcrasal dari bahasa latin "disciplina" yang menunjuk kepada bclajar dan mengajar. .Qjsiplin ke1as adalah keadaan tertib dalam suatu kelas yang di dalamnya tergabung guru dan siswa taat kepada tat a tertib yang telah ditetapkan (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Di dalam pembicaraan disiplin dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama tctapi tcrbcntuknya satu sama lain merupakan urutan. Kata ini bcrasosiasi. p. Ketertiban menunjuk pada kepatuhan sesearang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didarong at au disebabkan aleh sesuatu yang datang dari luar. Kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban.sangat clckat clcngan istilah "disciple" yang bcrarti mengikuti orang bclajar dibawah pengawasan seorang pimpinan. 1996: 10) Disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan dcngan pcngendalian did seseorang terhadap bentuk-bentuk atman. menjelaskan beberapa masalah lingkungan yang. menyebutkan sebab-sebab 'umum yang mengganggu tegaknya disiplin. ada Juga yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. menjelaskan beberapa masalah yang ditimbulkan guru sehingga mempengaruhi tegaknya disiplin. u. t. Di antara kedua istilah tersebut terlebih dahulu terbentuk pengertian ketertiban. r. . meri1pengaruhi terciptanya disiplin. menjelaskan beberapa masalah yang ditimbulkan peserta didik yang mengganggu terpeliharanya disiplin. 1. menjelaskan pentingnya tata terrib sekolah dibuat dan disebarluaskan kepada seluruh siswa. Disiplin pada hakikatnya adalah pernyataan sikap mental dad individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan. menyebutkan komponen yang perlu ada dalam tata tertib sekolah. 1993: 114). Disiplin atau siasat mcnunjuk pada kcpatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan at au tata tertib karena didorong o1eh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya .

Contoh: pantangan makan kaki ayam kalau tulisannya ingin baik. c. Nilai-nilai rasional Nilai yang memberi penjelasan dan alasan perlu tidaknya dilakukan tindak-tanduk disiplin tertcntu untuk mcncapai tujuan tertentu. Nilai ini biasanya diikuti sanksi bagi yang tidak melaksanakannya. Nilai-nilai tradisional Nilai-nilai ini melahirkan tindak-tanduk pantangan yang kebanyakan tidak masuk akal dan mengandung misteri. Contoh: harus membayar upeti. dan sebagainya. pantangan menduduki banta. jika ingin selamat maka semua pengguna jalan harus mentaati peraturan lalu lintas. e. sialnya angka 13. dan sebagainya. Contoh: kewajiban sholat lima waktu dan puasa selama satu bulan pada bulan Romadhon bagi umat Islam. tidak melakukan aktivitas apapun kecuali berdoa selama satu hari pada hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Nilai-nilai kekuasaan Nilai ini bersumber dari penguasa yang melahirkan tindak-tanduk disiplin demi terlaksananya tata kepemimpinan menurut kehendak penguasa. Nilai-nilai keagamaan atau nilai-nilai kepercayaan Nilai ini diyakini kebenarannya sehingga melahirkan tindak-tanduk disiplin yang penuh ketulusan untuk berkorban. Contoh: jika ingin berhasil dengan baik dalam sckolah maka harus rajin belajar. Nilai-nilai tersebut dapat diklasifikasikan menjadi: a. d. b. dan sehagainya. harus jongkok bila penguasa datang. katanya hal tersebut dilarang karena Pak Lebe menyatakan hal seperti itu. . Contoh: menurut penedapat saya hal ini tidaik benar karena Kiai tidak mengatakannya. pantangan menanarn bunga Baugenvill di depan rumah bagi yang memiliki anak gadis dan sebagainya. dan sebagainya.. Nilai-nilai subjektif Pengakuan dari nilai ini berdasarkan penilaian pribadi yang melahirkan tindak-tanduk yang egosentrik.Sikap disiplin yang dilakukan aleh seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu.

Disiplin muncul dari kebutuhan untuk mengadakan kcscimbangan an tara apa yang ingin diJakukan olch inclividu clcngan individu yang lain. Kescimbangan tersebut c1ipcnuhi sampai batas-batas tcrtentu. Oleh karena itu. menggambarkan prinsip-prinsip pedagogi dan hubulngan kemanusiaan. pendekatan disiplin yang dilakukan guru harus: a. baik dikalangan guru clan peserta didik tanpa acla kecurigaan clan ke-cemasan. mengembangkan dan membentuk profesionalisme personel dan sosial lulusan. disiplin juga penting sebagai cara dalam menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditunjukkan peserta didik terhadap lingkungannya. d. Lebih lanjut . dcngan disipJin diharapkan bcrscdia untuk tunduk dan mengikuti peraturan tertentu dan menjauhi larangan tertentu pula. mcrcka clapat mcmahami dan mcnyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. Disiplin mencakup setiap macam pengaruh yang ditujukan untuk membantu pcscrta didik. maka tindak-tanduk yang diharapkan adalah tindak-tanduk yang mencerminkan kcpatuhan dari bcrbagai nilai yang disepakati oleh semua baik siswa. Itu semua adalah dalam rangka memelihara kepentingan bersama atau memelihara kelancaran tugas-tugas sekolah. Pemenuhan kescimbangan itu diusahakan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya tanpa melanggar hak-hal orang lain. Disiplin kclas merupakan hal esensial terhadap terciptanya perilaku tidak menyimpang dari ketertiban kclas. Dcngan clisiplin. Satu keuntungan lain dari adanya disiplin adalah para peserta didik belajar hidup dengan pembiasaan yang baik. positif dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya. menghindari perasaan beban berat dan rasa terpaksa dikalangan para pescrta didik. Dalam semangat penclekatan pendidikan disiplin hendaknya memiliki basis kemanusiaan dan prinsip-prinsip demokrasi. Terciptanya kesediaan semacam ini harus dipelaj ari dan harus secara sadar diterima. Prinsip kcmanusiaann dan demokrasi berfungsi sebagai petunjuk dan pengecek bagi parol guru dalam mengambil kebijakan yang berhuhungan dengan disiplin.Kaitannya dengan disiplin sckolah atau kelas. guru. b. Para peserta didik. menumbuhkan kesungguhan bcrbuat clan berkreasi. Di samping itu. dan karyawannya yang tertuang dalam tata tertib sekolah/kelas. c. merefleksikan tumbuhnya kepcrcayaan dan kontrol dari pesclta didik. e.

dengan adanya pembiasaan tersebut maka akan tumbuh jiwa tentram dalam diri dan masyarakat sekitar. Hak. Kebutuhan Siswa dan Tampilan Guru Hubungannya dengan Disiplin Banyak guru baru kurang menyadari bahwa peserta didik memiliki hak. Hak-hak itu semua adalah hak-hak umum yang dimiliki para siswa.Di sekolah disiplin banyak digunakan untuk mengontrol tingkah laku siswa yang dikehendaki agar tugas-tugas di sekolah dapat berjalan dengan optimal. (2) hak persamaan kedudukan atau kebebasan dari diskriminasi dalam kelompok. atau ke Pengadilan. ia ingin memberikan kemerdekaan yang lebih besar kepada siswa dalam batas-batas kemampuannya. Satu eontoh adalah hak dan kebutuhan tertentu'dari siswa.rI)alam kaitan ini guru harus berusaha menerapkan dalam praktik-praktik "disiplin baik pada kebijakan sekolah maupun peraturan atau hukum. Penentuan itu seperti bahwa penanganan terhadap mereka kalau diteruskan di sekolah tersebut akan merugikan kedua belah pihak. kelompok kemasyarakatan sering membawa sejumlah kasus pelanggaran terhadap hak-hak para siswa ke sekolah. anak cacat tidak dapat dikeluarkan dari sekolah k'eeuali kalau Dewan Pertimbangan Kualifikasi Profesional menentukan lain. (3) hak berekspresi secara pribadi. Beberapa hak siswa yang penting dan yang perlu dijamin adalah (1). 2. pedu ada garis sinkronisasi antara disiplin yang seharusnya ditegakkan dengan pertimbangan peraturan yang dibuat.hak tertentu di dalam lingkung an sekolah. misalnya. Hak-hak ters ebut semuanya diatur dan diperkuat oleh peraturan dan kelaziman atau tradisi yang dipelihara oleh lingkungan sekolah dan masyarakat. (4) hak keleluasaan pribadi.hak menyelesaikanpendidikan sebaikbaiknya. Kebutuhan para siswa adalah faktor yang relevandalam menentukan banyak sistem disiplin kelas atau sekolah. Menegakkan disiplin tidak bertujuan untuk mengurangi kebebasan dan kemerdekaan siswa. cacat dan siswa yang perlu mendapat perhatian khusus. 1990). Untuk hal tersebut. Masyarakat: orang tua. . dikekang dengan peraturan maka siswa akan berontak dan mengalami frustasi dan kecemasan. Akan tetapi. juga kalau kebebasan siswa terlampau dikurangi. dan (5) hak menyelesaikan (studi) secara cepat (Me Neil dan Wiler. ke Persatuan Orang Tua Siswa. Menegakkan disiplin justru sebaliknya. wali murid.

tingkat kemampuan umum para siswa. Karena para siswa diajar oleh masing-masing guru dalam kelompok tim. Program yang cukup efektif dalam memberi pemahaman disiplin misalnya. mereka membuat perencanaan bersama dan menyampaikan kepada para siswa dalam bahasan yang sama pada ruang/ waktu saat para guru mengajar. maka komponen penting dari disiplin hams dirumuskan. Terutama pada kclompok kelas yang berkemampuan rendah. Dalam beberapa kelas tingkat perhatian kepada para siswa ticlak sepenting scperti kelas lainnya. cermat. Juga banyak guru mengalami prohlem disiplin ketika para siswa gagal melihat keterkaitan pclaksanaan antara materi yang disajikan kepacla kehidupan mereka. guru perlu Illcmpertimhangkan dalam mcnentukan program disiplin kelas yang relevan dengan mata pelajaran yang sedang cliajarkan. apakah guru membiarkan pcrilaku siswa yang keluar dari ketentuan yang diharapkan. Walaupun guru tersebut tidak secara riil mengajar bersama.Berkaitan dengan sejumlah besar kcbutuhan para siswa. Dalam menegakkan scperangkat ketcntuan disiplin sekolah. . oleh karcna itu: Kalan tcrjadi hal sepcrti itu tindnkan preventif segera dapat diterapkan. Tentu saja tidak. Contoh dari problema tersebut adalah siswa melawan: Terhadap hal tersebut. Karena kalau tidak dirumuskan akan terjadi ketidak konsistenan an tara siswa satti dengan siswa lain dalm menangkap makna materi. tetapi di lain kelas. Rf'herapa problema yang akal mengganggu disiplin seyogyanya dapat diperkirakan sejak dini. Sebagai contoh siswa yang datang dari keluarga berkarakter yang poJa disiplinya bcrtcmperamcn kasal'. guru dapat memperbaiki pola disiplin lebih baik. maka kondisi scpcrti itu akan terbawa ke ruang kelas. Dalam hal khusus guru-guru memerlukan pertimbangan tentang hubungan program disiplin yang dibuat dengan motivasi individu para siswa. guru perlu mengkomunikasikan bagaimana para siswa seyogianya bertingkah Iaku dan apa yang akan terjadi bila siswa berkelakuan lain. letapi kondisi personal disiplin para guru itu sendiri di kelas perlu ditampilkan. clan Jatar bclakang sosio-ckonomi para siswa.faktor disiplin penting lain dapat berkembang pada sejumlah guru ditingkat sekolah dasar dan menengah yang mengajar secara tim. . Match dari disiplinbarus dikaitkan kepada pemahaman umum dari apa yang dih(lqokan para siswa. Keberadaan guru di kelas tidak hanya bertugas menyampaikan kurikulum/ materi yang direncanakan kepada para siswa. dan seksama. dapat dilaksanakan sekolah dengan cara melibatkan para siswa untuk mendiskusikan topik-topik yang menjadi kepedulian sekolah.

carak suasana sekolah. Sekolah juga da:pat mengurangi problema timbulnya gangguan disiplin dengan menjalin hubungan baik dan kerjasama dengan komunitas lingkungan sekitar dan aparat keamanan lingkungan. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan timbulnya problema disiplin adalah kegaduhan. Misal. Tipe-tipe penanggulangan problema disiplin ini biasanya didekati oleh pendekatan teknik manajerial. dan para pembina atau pendamping sekolab. bekerja sarna secara erat dengan orang tua. Mereka hendaknya tidak sebagai seorang akhli yang berpraktik dalam kelas yang terisolasi. dan guru untuk mengetahui para siswa dan latar belakangnya. menciptakan suasana seperti dirumah sendiri dengan memodifikasi sekolah secara artistik dengan tanaman hidup agar para siswa betah tinggal di sekolah. Hubungan dan kerjasama tersebut seperti memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar memanfaatkan sebagaian fasilitas sekolah dan melibatkan mereka . Guru baru harus memandang mereka sendiri sebagai bagian keiompok atau tim yang bertanggung jawab menyampaikan perencanaan pendidikan tentang disiplin. seorang guru membiarkan seorang siswa menyontek. menyusun jadwal sebaik mungkin sehingga tidak terjadi satu kegiatan mengganggu kegiatan lain atau kegiatan berfluktuasi pada saat yang sarna.Misalnya. Sekolah juga menggunakan beberapa pendekatan untuk menanggulangi perilaku menyimpang para siswa melalui manajemen pembelajaran atau kurikuler. Lebih lanjut harus ada respoll yang saling menguntungkan diantara para profesional sekolah mengenai pelaksanaan pemeliharaan disiplin di kelas. pengaruh komunitas yang tidak diinginkan. Disiplin pada level Sekolah dan Kelas Sekolah. sementara yang lain tidak diijinkan. ketidak teraturan dan ketidakajegan dalam menerapkan peraturan atau hukuman. Perlakuan yang diskriminatif ini akan menimbulkan ketidak konsistenan diantara mereka. dalam upaya menciptakan disiplin secara nyata sudah barang tentu akan berusaha dan melibatkan berbagai unsur atau pihak misalnya: dengan guru dalam memberdayakan semua kebijakan. melainkan perlu keterpaduan antara teori dan praktik. Kepala Sekolah dapat meminta staf sekolah. usaha mengidentifikasi secara jelas sebab-sebab siswa berperilaku menyimpang. pembina. 3.

. tertib lalu lintas dan sebagainya. Di kelas guru harus banyak bertukar pikiran dan mcnanyakan kepada para siswa ten tang hidup dan belajar sukses. Oleh karena du. watak) dan lalar belakang para siswa. dan penggunaan obat-obat terlarang dari para slswanya. bahaya narkotik. pengumuman kelulusan evaluasi belajar nasional (EBTANAS). merokok. bila mungkin.untuk ikut serta membangun wilayah sekitar. ketika para siswa menceritakan ten tang kepedulian mereka. Banyak sekolah menghadapi bermacam-macam gangguan disiplin karena adanya watak suka merusak. ahaikan pclanggaran-pclanggaran kccil. d.katan sendiri yang cocok dengan tampilan diri dan pembelajarannya. Puncaknya menumbuhkan kesadaran diri bahwa guru harus merencakan model pende. g. c. dan mcnjalin huhungan harmon is pcnuh rcspek. misal laporan kegiatan penerimaan dan pengumuman penerimaan siswa baru. menciptakan disiplin kelas sehagai tujuan utama. Uraian di atas menunjukkan bahwa manajemen kelas dalam menanggulangi gangguan disiplin adalah hal yang kompleks. hal-hal berikut seperti yang dikemukakan olch McNeil dan Wiles (1990) perIu dihayati dan disimak: a. menghindari kata-kata sindiran: hcrlakulah posilif. bcrsahabat. menunjukkan perilaku siswa yang diharapkan dimasa depan. mendengarkan. tersenyum. e. mengetahui karaktcr (sifat. b. mencoha menghindari bentuk-bentuk hukuman secara kelompok. Di samping itu sekolah secara teratur menyampaikan laporan dan meminta laporang kepada aparat keamanan. h. Memberi laporang ten tang kegiatan sekolah. Meminta laporan tentang situasi keamanan pada setiap saat. perbuatan merusak fasilitas sekolah. dan memberi kesempatan kepada yang berwajib memberi penyuluhan tentang gerakan disiplin nasional. l. f. acara pekan olah raga dan seni dan sebagainya. Mengetahui sedapat mungkin dan seawal mungkin nama-nama para siswa.

Hindari adanya siswa favorit diantara mereka. dan dimana aktivitas itu dikcrjakan. Lakukan sesuatu dengan aturan dan pelaksanaan yang sama dan konsisten. 1.Gambar 30 Sikap guru . kapan. e. Buatlah tugas para siswa yang tepat clan cocok. Siapkan rcncana pclajaran clan inrormasikan kcpada para siswa apa. Jagalah dan kontrol suara guru. Tegas dalam permulaan dan secara perlahan mulai dikendorkan bila hubungan sudah terjalin baik. Jalin hubungan kerjasama dengan orang tua. c. f. Tepat waktu clan mulailah pclajaran sesegera mungkin. . g. Bcrvariasi clalam aktivitas kelas. b. siapkan scsuatu yang hanls dikerjakan para siswa. h. d.vallg mellgemballgkan keberadaanlkedaulutun suhjek didik Di samping itu tcrdapat bcbcrapa tcknik yang dapat membantu pemeliharaan disiplin kelas dalam mengajar seperti berikut ini: a. Tidak mengancam dan menantang para Slswa. J.

hubungan yang saling menguntungkan antara sekolah dan masyarakat perlu dibina dan dikembangkan secara haromonis.Petunjuk tersebut kiranya dapat berguna dan sebagai penopang dalam upaya menanggulangi gangguan disiplin di kelas. Guru lain memanipulasi untuk terciptanya suasana kelas yang diharapkan adalah dengan mengembangkan penguatan verbal dan non verbal. Guru-guru yang berpengalaman dalam memelihara disiplin kelas ialah dengan cara mengontrol suasana kelas dan memanipulasi kelas tersebut berdasar variasi renpos para siswa. sentuhan. hubungan sekolah dengan instansi terkait. gerakan mendekati. Sedangkan penguatan non verbalseperti: gerakan badan. perubahan mimik. dan sebagainya. Sebaliknya masyarakat diharapkan membantu dan bekerja sarna dengan sekolah agar program sekolah berjalan lancar dan lulusan yang dihasilkan m. dan keterampilan yang sesuai dan dikehendaki oleh masyarakat dimana sekolah itu berada. Sedangkan orang tua siswa adalah pendidik pertama dan utama yang sangat besar pengaruhnya dalam pembinaan dan pengembangan para siswa tersebut. Hubungan sekolah dengan orang tua siswa Sekolah adalah lembaga pendidikan yang secara formal dan potensial memiliki peranan paling penting dan strategis bagi pembinaan dan pengembangan generasi muda. a.emenuhi kebutuhan masyarakat dan negara. 4. memberi hadiah. 1996: 3943). Oleh karena itu. Hubungan sekolah dengan orang tua dapat dijalin melalui sarana wadah perkumpulan orang tua siswa. bagus.. khususnya para siswa sekolah dasar. Hubungan sekolah dengan masyarakat meliputi hubungan sekolah dengan orang tua siswa. Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah secara formal adalah wadah atau tempat pembinaan dan pengembangan pengetahuan. pekerjaanmu cukup rapi. Oleh sebab itu. Penguatan verbal seperti: baik. N asehat yang simpatik bagi guru-guru baru berkaitan dengan disiplin adalah "mengetahui apa yang akan diterjadikan sebelum hal itu terjadi". dan hubungan sekolah dengan lembaga pendidikan lainnya (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. sikap. hubungan sekolah dengan dunia usaha dan tokoh masyarakat. sangat diperlukan hubungan yang harmonis dan terus menerus dan berkelanjutan an tara sekolah dan orang tua siswa. dan sebagainya. guru atau tenaga kependidikan lainnya dinamakan Bagan Pembantu Penyelenggara .

b} Menginformasikan bahwa sekoJah sebagai lingkungan pendidikan berkewajiban untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. c) Menjelaskan bahwa manusia yang berkualitas itu hanya dapat dihasilkan oleh pendidikan yang bermutu. 2) Melakubm kunjungan rumah oleh guru atau kepala sekolah secara teratur atau rutin. Agar orang tua siswa mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sekolah. d) Menyadarkan pihak orang tua/wali siswa bahwa keterlibatan mereka dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan mutlak diperlukan. dan melalui penjelasan tertulis. Dengan adanya hubungan an tara sekolah dan orang tua tersebut maka manfaat yang diharapkan diperoleh adalah: 1) orang tua siswa mengetahui tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksankan sekolah. e) Meningkatkan kesadaran orang tua/wali siswa ten tang betapa pentingnya pendidikan bagi anak manusia agar mereka dapat menjadi warga negara yang berkualitas dan . 3) orang tua siswa mau memberi perhatian yang sangat besar dalam menunjang kegiatankegiatan sekolah. Pemberian informasi itu dapat dilakukan misalnya dalam rapat-rapat. sekolah perlu melaksanakan antara lain hal-hal berikut ini. 3) Menetapkan satu bulan dalam satu tahun pelajaran sebagai BULAN INFORMASI yang kegiatannya dapat berupa: a} Mengadakan dialog dengan orang tua/wali siswa tentang perkembangan sekolah dan pembangunan yang sedang dilaksanakan dan yang akan dihadapi sekolah. malam kesenian. bazar. 1) Memberikan informasi seluas-luasnya tentang program sekolah.Pendidikan. pameran. 2) sekolah mengetahui semua kegiatan orang tua dan para siswa dirumah. pekan olahraga.

UKS. misalnya non ton TV. 8) ikut memberikan perhatian terhadap perkembangan situasi pendidikan sekolah. Partisipasi tersebut dapat berupa : 1) 2) 3) memotivasi plltra-plltirnya llntllk belajar dengan baik. bermain. f) Meningkatkan kesadaran orang tua/wali Slswa agar mau menyekolahkan putra-putrinya sampai tamat. 7) ikut mendorong putra-putrinya memenuhi tata tertib sekolah. mcngarahkan putra-putrinya untuk belajar secanl teratur pacla jamjam tertentu clan mengatur waktu untuk kegiatan lain di rumah. pramuka. 4) menciptakan suasana yang mendukung dalam keluarga yang dapat mendorong putraputrinya rajin belajar. . mau berpartisipasi.berguna. olah raga. atau teman clan scbagainya. berkunjung kepacla keluarga tetangga. melengkapi semua kcperluan belajar putra-putrinya. 12) membantu meme1ihara nama baik sekolah. II) mcmberikan saran dan kritik dalam menegakkan wibawa Kcpala Sekolah dan Guru. 10) membantu tegaknya wibawa Kepala Sekolah dan para guru. 6) ikut membantu tegaknya disiplin sekolah.tugas yang diberikan sekolah. sehingga kualitas lulusan yang diharapkan sekolah dan orang tua/wali siswa tercapai. 9) memenuhi undangan rapat dan undangan lainnya dari sekolah bagi kepentingan putraputrinya. dan kegiatan lain yang diselenggarakan sekolah. 5) mengawasi dan mengecek putra-putrinya dalam melaksanakan tugas. Dengan diketahuinya kegiatan-kegiatan sekolah dan dengan tumbuhnya kesadaran orang tua/wali siswa diharapkan mereka merasa !llemil iki. 14) mendorong putra-putrinya agar ikut ambi1 bagian dalam kegiatan ko dan ekstra kurikuler seperti: kesenian. dan mau mem beri ban tuan dalam melaksanakan semua rencana sekolah. 13) mendorong agar putra-putrinya gemar membaca dan tidak lalai dalam mengerjakan pekerjaan rumah.

Puskemas. dan kekeluargaan. LKMD. Koramil. 3) membantu nama baik sekolah. 4) sekali-kali dapat mengundang Pejabat Pemerintah di luar Depdikbud sebagai pembina dalam upacara bend era.15) mendorong putra-putrinya untuk mengikuti upacara bendera dan upacara lainnya yang diselenggarakan sekolah. dan Posyandu. kebersihan. Hubungan sekolah dengan lnstansi terkait Sekolah perlu membina hubungan baik secara timbal balik dengan instansi terkait. Hubungan yang dijalin dan upaya yang perlu dilaksanakan oleh sekolah. sepanjang tidak mengganggu proses belajar mengajar. c. Kepala Sekolah atau guru yang ditunjuk mengadakan kunjungan ke lnstansi Pemerintah sebagai salah satucara pendekatan dari pihak sekolah. 2) ikut membantu terpeliharanya kebersihan dan keindahan sekolah. Sedangkan dari pihak instansi terkait diharapkan agar memberikan peran sertanya dalam: 1) memhantu tegaknya disiplin sekolah. Camat. serta kerapihan baik di rumah maupun di sekolah. keindahan. ·3) pada saat yang diperlukan. ketertiban. 16) mendorong putra-putrinya memelihara keamanan. b. lnstansi terkait itu seperti Lurah/Kepala Desa. Poisek. 4) memenuhi undangan yang disampaikan pihak sekolah. antara lain sebagai berikut: 1) menginformasikan program sekolah 2) ikut serta dalam kegiatan yang diadakan pemerintah. 5) membantu keanlanan sekolah pada saat sekolah melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. Hubungan sekolah dengan dunia usaha dan tokoh masyarakat Hubungan sekolah dengan dunia usaha dan tokoh masyarakat adalah hubungan yang tidak kalah pentingnya dengan .

. semua tingkah laku individu merupakan upaya untuk mencapai tujuan yaitu pemenuhan kebutuhan. 4) Membantu dan menyediakan fasilitas dalam melaksanakan muatan lokal bagi para Slswa. Pengenalan terhadap kebutQhan siswa secara baik merupakan andil yang besar bagi pengendalian disiplin.n di sekolahnya masing-masing.jalinan hubungan dengan pihak lainnya. Program ini dapat dilaksanakan dalam bentuk: 1) mengunjungi industri dan perusahaan untuk menambah wawasan pengetahuan para siswa. 2) Memberikan saran dalam menegakkan wibawa Kepala Sekolah dan Guru. 2) menjalin kerja sama dalam upaya saling mengembangkan pendidika. 4) mengundang pimpinan lembaga pendidikan yang lebih tinggi tingkatnya untuk memberikan ceramah tentang perkembangan pendidikan sesuai dengan jenjangnya. Sumber Pelanggaran Disiplin Adalah suatu asumsi yang menyatakan bahwa. Maslow mengemukakan teori "hierarchi kebutuhan manusia" yang dapat digambarkan dalam bentuk piramida kebutuhan manusia berikut ini. 5. 3) memberikan informasi tentang perkiraan jumlah lulu san sekolah kepada lembaga pendidikan setingkat diatasnya. Sedangkan dari dunia usaha dan tokoh masyarakat yang berhasil diharapkan peran serta sebagai berikut: 1) Bersedia menjadi nara sumber dan memberikan ceramah untuk siswa sebagai usaha memotivasi siswa supaya giat belajar dan hekerja kents. 3) Menjadi nara sumber untuk pelaksanaan program muatan lokal sekolah. d. 2) mengundang tokoh-tokoh yang berhasil dalam bidangnya untuk memberikan ceramah di sekolah. Hubungan sekolah dengan Lembaga Pendidikan lain Dalam usaha membina dan mengembangkan hubungan dengan lembaga pendidikan lain perlu dilaksanakan upayaupaya berikut: 1) mengadakan kunjungan antar sekolah untuk saling bertukar pengalaman.

Dengan pengebirian atau pengurangan hak-hak tersebut akan menyuramkan masa depan peserta didik. keikutsertanya bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah sesuai dengan kemampuannya. apatis atau sebaliknya. umum sesuai dengan tata atman yang bcrlaku. Perbuatan seperti itu akan mengakibatkan peserta didik menjadi berpurapura patuh. Tipe kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekan kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan subjek didik. a. d. dan yang bersangkutan akan berusaha mencapainya dengan cara-caralain yang sering kurang diterima masyarakat. manusia menghendaki tcrpenuhinya semua kebutuhan tersebut yang diperoleh dengan cara yang waJar. e. Hal ini akan menjadikan siswa agresif yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan perlakuan yang tidak manusiawi yang mereka terima. Mengambil logika seperti itu. misalnya: a. Pengebirian akan hak-hak kelompok besar anggota< sebagai peserta didik oleh sekolah/guru. keluarga ke dalam subsistem kehidupan sekolah. padahal disisi lain mereka seharusnya turut menentukan rencana masa depannya dibawah bimbingan guru. 1991 : 69-71). b. Slswa. maka akan terjadi ketidak seimbangan pada diri individu. Sekolah/guru tidak atau kurang memperhatikan kelompok minoritas baik yang ada di atas Seko1ah/guru kurang melibatkan dan mengikutsertakan para peserta didik da1am Seko1ah/guru kurang memperhatikan latar belakang kehidupan peserta didik da1am Sekolah kurang mengadakan kerjasama dengan orang tua dan antara keduanya juga Terdapat beberapa faktor atau sumber yang dapat menyebabkan timbulnya masalahmasalah yang dapat menggangu terpeliharanya disiplin kelas. Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori umum yaitu masalah-masalah yang ditimbulkan guru. saling melepaskan tanggungjawab. mungkin pula pelanggaran disiplin di se ':olah bersumber pada lingkungan sekolah yang tidak memberi pemenubdn terhadap semua kebutuhan peserta didik khususnya. f. c. dan lingkungan (Hollingsworth.Secara berurutan. . Bila kebutuhan ini tidak lagi dapat dipenuhi melalui cara-cara yang sudah biasa dalam masyarakat. Masalah-masalah yang ditimbulkan guru atau dibawah rerata dalam berbagai aspek yang ada hubungannya dengan kehidupan sekolah. Hoover.

at au ingin disegani. tidak suka kepada peserta didik. 12) tidak mengontrol pekerja peserta didik. seperti suka menggunjing peserta didik ditempat orang banyak. 9) gagal menditeksi perbedaan individu peserta didik. kurang rasa humor akan mcngalami banyak gangguan dalam kclas. 5) memiliki rasa ingin terkenal. 11) memberi tugas yang berat dan kompleks. tanpa melihat situasi. kurang scnang. 7) kegagalan menjelaskan tujuan pelajaran kepada peserta didik. 4) bertindak tidak sopan tanpa pertimbangan yang matang. 8) menggunakan metode yang kurang variatif/monoton. Guru yang mcmbiarkan pcserta didik berbuat salah. . 13) tidak memberikan umpan balik kepada hasil kerj a peserta didik. lebih mementingkan mata pelajaran daripada pescrta didiknya. sama dari hari ke hari. hal-hal berikut ini adalah hal yang dapat menimbulkan disiplin kelas terganggu: 1) aktivitas yang kurang tepat untuk saat at au keadaan tertentu. 10) berbicara menggumam/tidak jelas. Selain itu. apalagi mengembalikan pekerjaan tersebut. antara teori dan praktik.Pribadi guru sangat mempengaruhi terciptakan suasana disiplin kelas yang dcktif. 6) kurang pengendalian diri. rasa ingin ditakuti. kurang menghargai peserta didik. 3) ketidak cocokan antara kata dan perbuatan. 2) kata-kata atau sindiran tajam yang menimbulkan rasa malu peserta didik.

Gambar 31 :, Sikap guru yang tidak terkenal dlan ingin ditakuti perlu dihindari

b.

Masalah yang ditimbulkan oleh peserta didik Ketidak teraturan selama proses beiajar mengajar dapat disebabkan Juga oleh masalah yang ditimbulkan oleh peserta didik. Peserta didik biasanya cepat memanfaatkan situasi yang tidak menguntungkan untuk bcrbuat tidak disiplin. Banyak dari mereka tidak suka/benci terhadap sekolah. Hal ini dipersepsi dari adanya sekolah yang tidak memberi kcpuasan kepada semua harapan : siswa dan para lulusan. Sejumlah hal yang disebabkan oleh pescrta didik berikut ini cenderung memberi kontribusi membuat disiplin kelas terganggu seperti : 1) anak yang suka "membadut" atau berbuat aneh yang semata-mata untuk menarik perhatian di kelas; 2) anak dari keluarga yang kurang harmonis at au kurang perhatian dari orang tuanya; 3) anak yang sakit; 4) anak yang tidak punya temp at untuk mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah;

5) amik yang kurang tidur (karena melek mata sepanjang malam); 6) anak yang malas membaca atau tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah; 7) anak yang pasif at au potensi rendah yang datang ke sekolah sekedarnya; 8) anak yang memiliki rasa bermusuhan alau menentang kepada semua peraturan; 9) anak memiliki rasa pesimis atau putus asa tcrhadap semua keadaan; 10) anak yang berkeinginan berbuat segalanya dikuasai secara "sempurna",

Gambar 32

Perilaku siswa yang membadut akan mengganggu keterliban kelas

Gambar 33 Perkelahian antar siswa sumber masalah gangguan disiplin kelas

pengorganisasian kurang memperhatikan unsur perkembangan usia. kelompok diorganisir terlalu k. gangguan suana kelompok. pengorgamsaslan kelompok lemah. 3) Gangguan suasana kelompok Gangguan suasana kelompok disebabkan oleh suasana tercekam. kelompok dihinggapi rasa bosan. kebutuhan. kompetitif yang berkelebihan.Sedangkan gangguan disiplin yang datang dari kelompok peserta didik dapat berupa ketidak puasaan dengan pekerjaan kelas.etat (kJanyaJ<: aturan) atau terstruktur. peran kelompok sangat lemah. ketakutan atau kegemparan. hubungan interpersonal lemah. latar belakang sosial. kejadian depresi yang mendadak. 5) Emosi kelompok dan perubahan mendadak Emosi kelompok dan perubahan mendadak dapat diakibatkan karena kelompok memiliki watak temperamen kekhawatiran tinggi. 1) Ketidak puasan dengan pekerjaan kelas Ketidak puasan ini dapat disebabkan aleh tugas yang terlalu mudah at au terlalu sulit. ataukemampuan anggota kelompok. Standar perilaku terlalu tinggi at au rendah. beban terlalu ringan atau terlalu berat. latihan pembelajaran bersifat verbal kurang menekankan pada keterampilan dan manipulasi aktivitas. 4) Pengorganisasian kelompok lemah Pengorganisasian kelompok lemah ditandai oleh tekanan otokrasi yang berlebihan atau lemahnya supervisi dan pengawasan. penugasan kurang tcrjadwal tidak sistematis atau membingungkan. sangat ekslusif (kelompok menolak individu yang tidak siap). penugasan cenderung kurang terbuka karena mereka tidak siap. emosi kelas dan perubahan mendadak (Ornstein. . kurang berminat atau emosionalnya lemah. 1990: 71). 2) Hubungan interpersonal lemah Hubungan interpersonal lemah dapat disebabkan pengelompokkan didasarkan pertcmanan atau klik.

Lingkungan. Oleh karena itu. harus diusahakan agar siswa tetap sibuk dcngan kcgiatan . misalnya: a. kekurangan fasilitas. komplcks. Walaupun demikian. situasi.c. kelemahan manajemen kelas. at au kondisi yang mengelilingi perserta didik merupakan masalah yang potensial menimbulkan terjadinya gangguan disiplin kelas. seperti : kelemahan guru. jadwal yang kaku/jadwal aktivilas sekolah yang I<:urang ccrmat. scpcrti : kurang pcrhatian. bersifat sangat pribadi. ketidak harmonisan. Mereka tidak tahu lagi apa yang harns inereka kerjakan karena yang dikerjakan itu ke itu saja. pergantian guru. bau makanan dari'cafctaria. pertengkaran. kctidak teraturan. tekanan. pergantian pelajaran. Masalah yang ditimbulkan lingkungan Langsung atau tidak langsung lingkungan. kelemahan kurikulum. atau kondisi tersebut adalah : 1) Lingkungan rumah/kcluarga. suasana gaduh dari praktik pclaj aran musik/bcngkcl ruang scbclah. ketidak tertiban. memang ada juga yang sebabsebabnya bersifat umum. lingkungan minuman keras. dan kadang-kadang mempunyai latar belakang yang mcndalam lain daripada scbab-scbab yang nampak. kebosanan dalam kelas merupakan sumber pelanggaran disiplin. lingkungan bising. situasi. Pada kcnyataannya scbab-scbab pclanggaran disiplin kclas ilU sangat unik. Lingkungan sekolah. Situasi sekolah seperti : hari-hari pertama dan hari-hari a'khir sekolah (akan libur atau sesudah libur). 2) 3) 4) Lingkungan atau si tuasi tempat tinggal. sibuk urusannya masing-masing. masa bodoh. seperti : lingkungan kriminal. kecemburuan.

perasaan kccewa dan terlekan karena siswa ditunlut untuk bertingkah laku yang kurang wajar sebagai anak remap. b. Peraturan dan Tata Tertib Kelas Disiplin merupakan hal penting yang hanls ditanamkan pada anak didik di sekolah sedini mungkin. pengenalan atau keberadaan pribadi siswa/status. tidak terpenuhinya kebutuhan akan perhatian. Gambar 34 ielas Kelompok siswa yang dihinggapi rasa bosan karena penllgasan yang tidak 6. Sekolah aclalah temp at utama untuk melatihkan dan memahami . c.yang bervariasi sesuai dengan taraf pcrkembangannya.

menulis jawaban pertanyaan guru jika guru telah memerintahkannya. e. f. Siswa yang tidak mas uk karena alasan tertentu harus memberi tahu sebelum atau sesudahnya secara lisan atau tulisan. mengikuti upacara bcndcra. Masuk sekolah a. h. Ketua kelas menyiapkan barisan. Misal : siswa harus mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan atau diperintahkan oleh guru. Menaruh tas dan alat tulis lainnya di laci meja masing-masing kemudian keluar kelas. Siswa yang sering terlambat harus diberi teguran. Siswa harus datang ke sekolah selambat-Iambatnya 10 menit sebelum pelajaran dimulai. 1993: 122-123). Siswa yang mendapat tugas jaga/piket harus hadir lebih awa1. b. Peraturan dan tata terlib kelas untuk sekolah dasar sepcrti yang tcrcantum dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Tata tertib menunjuk pada patokan atau standar untuk aktivitas khusus. Peraturan dan tata tertib kelas ini harus dijelaskan dan dicontohkan kepada siswa serta dilaksanakan secara terus menerus. . c. Peraturan dan tata tertib merupakan sesuatu untuk mengatur perilaku yang diharapkan terjadi pada siswa. Kelas harus mempunyai peraturan dan tata tertib.. Peraturan menunjuk pada patokan atau standar yang sifatnya umum yang harus dipenuhi oleh siswa. Siswa segera berbaris di depan kelas ketika bel berbunyi. Masuk Kelas g.pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Guru tidak boleh terlambat atau absen tanpa ijin. Misal : pcnggunaan pakaian seragam. Dengan peraturan dan tata tertib kelas yang clitcrapkan setiap hari dan dengan kontrol yang terus menerus maka siswa akan tcrbiasa berclisiplin. 1996:79-81) antara lain harus memuat hal-hal berikut ini. pcminjaman buku perpustakaan (Suharsimi Arikunto. d. memberi jawaban jika guru telah menunjuknya.

Sclama istirahat siswa tidak dipcrkenankan meninggalkan sekolah tanpa IJln.1. m. di dalam kclas k. kebersihan. Guru keluar kelas setelah semua siswa keluar. v. s. t. Guru juga tidak diperkenankan meninggalkan kelas ketika pelajaran berlangsung walaupun ada siswa sedang mengerjakan tugas di luar kelas. Berdoa bcrsama dipimpin oleh salah scorang Slswa. o. Siswa tidak boleh berada di kelas ketika istirahat. dan kesehatan siswa satu per satu: kebcrsihan kuku. n. J. Pada saat pelajaran bcrlangsung siswa harus tetap tcrtib. tidak balch ribut. 1. Sebaiknya guru sudah berada di kelas lebih dahulu menjelang bel masuk berbunyi. kcrapian clan kcbcrsihan baju dan sebagainya. bcrcancla atau mclakukan kcgiatall lain yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran. Guru mcnuliskall siswa yang tidak masuk di papan absen serta alasan/ keterangan kenapa tidak masuk. \Vaktu istirahat q. Mcmberi salam kcpacla guru clan pclajaran c1imulai. r. Guru memeriksa kerapian. kcnpian rambut. Siswa masuk kelas satu persatu dengan tertib dan duduk di tempatnya masmg-masmg. Siswa tidak boleh mcninggalkan kelas tanpa ij in atau alasan tertentu. Pada saat bel istirahat berbunyi siswa keluar kelas dengan tertib. Pada saat bel masuk lagi berbunyi (setelah istirahat) siswa masuk kelas dengan tertib dan duduk dengan tenang di tempat masing-masing. p. u. .

5. 2. ditutup dengan doa dan salam kepada guru. Ketika bel pulang berbunyi. pekerjaan rumah dan sebagainya. Kemukakan beberapa syarat pendekatan yang perIu diambil guru dalam memlihara disiplin kelas? Jelaskan keuntungan-keuntungan terciptanya disiplin bagi kehidupan peserta didik? Jelaskan bahwa menegakkan disiplin bukan berarti mengurangi kebebasan berprestasi peserta didik? Jelaskan beberapa hak peserta didik dalam kaitannya dengan dunia pendidikan. 8.Waktu pulang w.? Gambarkan hierarchi kebutuhan manusia menurut Maslow? Jelaskan bahwa manajemen kurikuler penting dalam memelihara disiplin? Kaitkan terpenuhi/tidak terpenuhinya kebutuhan manusia dengan tegak/tidak tegaknya disiplin manusia? 10. Tunjukkan bahwa memberi/meminta laporan secara rutin kepada aparat keamanan . jelaskan pengertian disiplin kelas? Kemukakan alasan-alasannya mengapa basis kemanusiaan dan pnnslp demokrasi merupakan petunjuk dan pengecek dalam mengambil kebijakan pemeliharaan disiplin? 3. Guru memberikan nasehat-nasehat. pelajaran berakhir. Sebutkan cakupan yang perIu dikembangkan dalam menjalin hllbllngan antara sekolah dan lembaga pendidikan lainnya? 13. mengingatkan tentang tugas-tugas. Siswa ke1uar kelas dengan tertib. Gambarkan upaya manajerial kepala sekolah dalam langkah preventif memelihara disiplin sekolah? 11. Dengan kata-kata sendiri. 4. Pertanyaan -pertanyaan 1. 7. 9. x. Jelaskan mengapa menjalin hllbungan yang harmonis antara sekolah dan masyrakat sangat penting dalam menciptakan suasana kelas yang aman? 12. 6.

Tugas kelompok adalah: 1. Sebutkan beberapa kondisi sekolah yang dapat menimbulkan gangguan disiplin sekolah? 16. Jelaskan pula beberapa masalah yang ditimbulkan oleh lingkungan sehingga disiplin kaitkan terpenuhi/tidak terpenuhi tidak tercipta? 19. 21. Sebutkan sebab-sebab umum yang merusakkan terpeliharanya disiplin? 20. J elaskan beberapa masalah yang ditimbulkan guru yang mengakibatkan disip1in tidak terpelihara? 17. Jelaskan bahwa penguatan verbal dan non verbal berpengaruh pada terciptanya disiplin kelas? 15.penting dalam mencegah gangguan disiplin sekolah? 14. Mengapa tata tertib sekolah harus dibuat dan disebarkan kepada para Slswa. Menegakkan displin bukan berarti mengebiri kebebasan Slswa. Komponen apa sajakah yang perIu ada dalam tata tertib sekolah ? Tugas Bagilah kelas Anda menjadi lima kelompok. Jelaskan beberapa masa1ah yang ditimbulkan siswa yang mengakibatkan disiplin terganggu? 18. Memilih dan mendiskusikan satu topik dalam kelompok topik-topik berikut ini: a. .

Secara bergantian. John D. e. Seri peningkatan Mutu 2. sajikan hasil diskusi kelompok didepan kelas/kelompok lain. Entang dan T. Model menjalin hubungan dengan orang tua siswa dalam menciptakan disiplin sekolah. 4. McNeil. 1996. Komentari hasil kerja masing-masing kclompok. Petunjuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. Raka Joni. d. Allyn and Bacon. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Daftar Pustaka Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Prinsip demokrasi dan kemanusiaan filter pengambilan kebijakan dalam menegakkan disiplin kelas. 1990. 3. Seri peningkatan Mutu 1. 2. Hollingsworth. & Jon Wiles. _________ . Menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar potensial tumbuhnya disiplin sekolah. Kenneth H. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud Ditjen Dikti. M. 1983. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Teladan guru penting dalam memelihara disiplin kelas. 1996. Paul M dan Hoower. Pengelolaan Kelas. . 1991. Dengarkan komentar dosen pengampu terhadap hasil kerja kclompok clan baik proses maupun subtansi isi materi. Boston. Elementary Teaching Method.b. New York: MeMillan Publishing Company. Pengeloaan Kelas di Sekolah Dasar. c. The Essentials of Teaching.

Strategies for Effective Teaching. 1993. Suharsimi Arikunto. . New York: Harper & Row Publisher Inc. Manajel71ell Pellgajarall Secara Mallusiawi. Allan C. Jakarta: PT Aneka Cipta. 1990.Orstein.

guru juga perIu menjalin kerjasama dengan orang tua di rumah. apakah dilakukan oleh individu at au kelompok. demokratis. seraya menetralisir dengan cara menaggulangi emosi-emosi peserta didiknya. Penanggulangan pelanggaran disiplin kelas perlu dilaksanakan secara penuh kehatihatian. terpeliharanya disiplin di kelas mengisaratkan bahwa guru dapat menanggulangi masalah-masalah yang terjadi di kelas. jenis dan cara pcnanggulangan disiplin. Oleh karena itu. Strategi tersebut adalah strategi dalam mengubah perilaku peserta didik kearah pemilikan kesadaran melaksanakan semua peraturan yang telahdibuat. dan edukatif. Di samping itu. guru juga harus tetap menjaga perasaan kecintaan terhadap peserta didik. dan kebiasaan hidup tertib. Di samping itu. Bab ini adalah bab yang mengulas: tahapan-tahapan memelihara disiplin.BAB VI TAHAPAN DAN PENANGULANGAN PELANGGARAN DISIPLIN La tar Belakang Terpeliharanya disiplin menunjuk kepada kepatuhan terhadap pelaksaan peraturan sekolah dan menunjuk kepada berjalannya sistem kontrol dalam kelas. agar kebiasaan disiplin di sekolah yang hendak dipelihara itu semakin tumbuh subur. di sadari benar bahwa disiplin di kelas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. bukan karena rasa benci atau emisional. Namun demikian. diantaranya faktor lingkungan siswa seperti lingkungan rumah. . Terpeliharanya disiplin tersebut memerlukan keterlibatan serangkaian strategi. Cara-cara penenggulangan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memperhatikan jenis gangguan yang ada dan siapa pelakunya. Langkah tersebut mulai dari tahapan pencegahan sampai pada tahapan penyembuhan. bukan karena paksaan melainkan datang dari dirinya sendiri yang memang merupakan kebutuhan dan memberikan kemanfaatan kepadanya . dengan tetap tertumpu pada penekanan substansinya bukan pada pribadi peserta didik. Pemilikan kesadaran tersebut.

mengikhtisarkan langkah-langkah yang harus dilakukan pada tindakan penyembuhan. Sctclah mcmpclajari bab ini. e. menyimpulkan bahwa sajian yang menarik. k. dan dengan tetap menumbuhkan rasa cinta kepada para peserta didik. diharapkan para mahasiswa menyimak bab ini dengan baik dan sungguhsungguh. ketepatan menjelaskan prinsip-prinsip yang pedu diperhatikan dalam menjatuhkan hukuman menyimpulkan bahwa dengan pembiasaan disiplin disekolah akan berpengaruh menjelaskan hal-hal yang dapat menumbuh suburkan sikap bersahabat antara guru penanganan dapat mencegah gangguan disiplin kelas. m. 1. positif bagi kehidupan siswa di masa depan. d. Kemudian jawab pertanyaan yang ada dan kcrjakan tllgas-tugas yang ditllgaskan kepada Anda. menyebutkan berbagai alat yang dapat digunakan pada saat pengenalan siswa. menyimpulkan bahwa pelaksanaan konsekuensi at as pelanggaran tata tertib bukan dimaksud sebagai hukuman. J. menjelaskan tahapan-tahapan cara memelihara disiplin kelas. dalam menegakkan disiplin. menjelaskan cara-cara penaggulangan disiplin kelas berdasar jenis gangguan kelas yang muncul.Untuk memahami bagaiman tahapan. 1. cara penanggulangan gangguan disiplin yang edukatif. demokratis. akurat. menjelaskan alasan-alasan diterapkannya campur tangan (intervensi) oleh guru. f. . jenis. Tujuan a. menjelaskan tahap-tahap pemeliharaan disiplin pada saat mengingatkan peraturan dan konsekuensinya. penampilan yang menarik. Anda diharapkan dapat: b. menjelaskan langkah-Iangkah menumbuhkan kesan positif pada pertemuan awal di kelas. mengemllkakan kemungkinan jenis-jenis gangguan disiplin yang muncul di kelas. c.

Pedoman itu harus memenuhi kepatuhan. Pertemuan pertama. Mengenal identitas. memelihara perilaku-perilaku yang diharapkan. n. Peserta didik patut menerima perhatian secara teratur untuk mengurangi gangguan dan menghindari. . mamahami bahwa sikap guru yang demokratis merupakan kondisi bagi terbinanya menunjukkan bagClimana menjalin hubungan an tara guru dan orang tua di rumah tertib ke arah siasat atau kearah diri sendiri. a. dan kepraktisan kearah belajar aktif. Adapun tahapan-tahapan memelihara disiplin seperti berikut ini.dan siswa. tumbuhnya perilaku menyimpang. dan intruksional. misalnya adalah saat yang penting dalam. 1. o. Akhirnya penguasaan akan disiplin akadcmiknya akan menambah kredibilitas guru yang diperlukan juga dalam proses pembelajarannya. Merencanakan pengajaran dan mengajar peserta didik dengan penuh variatif dan dengan hal-hal yang aktual melalui topiktopik yang relevan sangatlah membantu tumbuhnya belajar aktif dan percaya diri. Tahapan Memelihara Disiplin Memelihara disiplin adalah suatu proses. kebermaknaan. misalnya (nama. Karena ia proses maka memelihara disiplin akan terdiri dari serangkaian tahapan yang harus diperhatikan oleh para penegak disiplin. sifat. b. Pemeliharaan Pemeliharaan perilaku pada umumnya harus sejalan dengan pedoman yang telah ditetapkan agar peserta didik tetap dapat menjalankan tugas-tugasnya. ketepatan perencanaan. Tumbuhkan kesan positif pada pertemuan pertama ini dengan mengemukakan program/perencanaan pembelajaran. Pencegahan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah penciptaan suana kelas. Di samping itu pemberian catatan yang bersifat memberi dorongan pada pekerjaan peserta didik sangatlah membantu. kesukaan) peserta didik adalah halhal yang penting dalam penciptaan suasana kelas. agar upaya menegakkan disiplin di kelas ditunjang oleh disiplin di rumah.

2) informasikan gambaran umum. latar belakang. Campurtangan (intervensi) Campurtangan atau usaha guru untuk menyetop perilaku tidak pantas dari peserta didik diperlukan bila teknik-teknik yang diterapkan dalam fase pencegahan dan pemeliharaan tidak berhasil. mendekati peserta didik. menatap mata peserta didik. Hal itu semua hams dilakukan dengan tenang dan tidak emisional. Campurtangan lebih dilakukan pada gejala utamanya dari pada kepada perilaku menyimpangnya. d. Hindari segala jenis tindakan yang menimbulkan konfrontasi. garis besar perhatian dan aktivitas yang relevan dari bidang studi yang akan ditempuh peserta didik. 3) informasikan harapan-harapan akademis dan kebij akan penilaian secara rasional. Kalau cara ini beJum berhasil mintalah peserta didik dengan menyebut namanya untuk diam atau memindahkan temp at duduknya. memberi isyarat dengan tangan atau kepala agar peserta didik tidak berperilaku tidak pantas. Ingat ini bukan "situasi· kemenangan bagi guru. Guru memerlukan keahlian dalam langkah-langkah intervensi seperti: bertanya. atau melakukan apa saja yang tepat untuk situasi seperti itu.Langkah-langkahnya seperti: 1) mulailah dengan saling berkenalan secara tepat. Guru melakukan terapi situasi dari pada peraturan disiplinnya. Namun dalam fase campurtangan ini hendaknya dicari teknik yang efektif dan dilakukan secanl hemat dan penuh pertimbangan. Guru tidak dilatih mengobati dan mereka hams menyadari kekurangan . 4) beri kesempatan peserta didik menyatakan harapan-harapan mereka dengan kemungkinan-kemungkinan yang saling menguntungkan. c. Fase ini merupakan fase penting demi tercapainya tujuan peserta didik. Pengaturan Tujuan pengaturan perilaku adalah mengurangi kesalahan pelaksanaan pengembangan kecakapan peserta didik. Guru hendaknya menggunakan pendekatan ilmu dan seni mendidik dalam fase ini.

yaitu kcwajiban untuk tidak menggangu . Gangguan melempar catatan Gangguan melempar catatan muncul akibat adanya kebosanan at au ketidak tepatan kegiatan belajar mengajar. Lebih lanjut guru dapat mempertimbangan alternatif aktivitas kearah pengembangan perilaku positif melalui cara yang efektif. c. Guru dapat segera menghampiri mereka dan memotivasi mereka agar kembali mengerjakan tugas-tugasnya. J enis Gangguan dan Cara Penangulangan Gangguan DisipIin Dengan tidak mengurangi kebebasan guru menemukan cara penanggulangan gangguan disiplin kelas. Berdialog antara guru dan peserta didik tentang hak dan kewajiban peserta didik perlu dilaksanakan. a. Gangguan percakapan Percakapan antar peserta didik yang mengancam disiplin perlu segera ditanggulangi. Namun demikian. Guru dapat membantu peserta didik menyadari bahwa perilaku memiliki konsekuensi dengan kehidupan mereka.dalam menanggulangi hal-hal yang menyebabkan aneka perilaku. Secara persuasif menyatakan bahwa perbuatan itu akan merugikan diri siswa sendiri. Atau guru dapat bertanya. Tidak tepat bila guru membaca keras-keras catatan itu. Mengambil langkah hatihati dalam situasi ini sangat penting. atau menyuruh menyelesaikan tugas secara khusus kepada peserta didik yang bercakap tadi. b. terdapat beberapa petunjuk umum cara penanggulangan gangguan disiplin seperti dikemukakan Hollingsworth dan Hoower (1991: 72-74) berikut ini. Gangguan kebebasan yang berlebihan di an tara Slswa Bebas adalah naluri manusia. potensi mempengaruhi sikap dan perilaku dengan cara yang tidak merugikan. guru harus memiliki kesabaran. selain akan mengganggu ketertiban kelas. 2. atau meminta siswa mengajukan pertanyaan. tetapi kebebasan yang berlebihan periu dicegah jangan sampai berkembang merusak disiplin kelas. Katakan kepada para siswa bahwa disamping hak ada kewajiban.

Permohonan yang rasional untuk seorang siswa belum tentu sesuai dengan siswa lain. Penciptaan suasanan sejuk dan objektif akan menghilangkan gangguan semacam ini. Gangguan pengaduan Disiplin kelas kadang-kadang terggangu olehadanya pengaduan di samping adanya laporan dari peserta didik. Namun guru perlu berlaku bijaksana dan konsisten dalam menjelaskan ke dua hak tersebut. h.orang lain. Berilah motivasi dan kesempatan yang bijak dan tugas yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Guru kemudian mencari sebab dan membantu menyelesaikan persoalannya. f. i. selain konsentrasi buyar juga tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaandengan baik. e. belajarlah dengan rajin dan tekun. Gangguan penolakan permohcinan guru Berdialog secara tcrus menerus dan mencari alternatif lain adalah salah satu cara yang dapat ditempuh oleh guru terhadap gangguan ini. permusuhan akan mengakibatkan hilangnya teman bergaul. Gangguan perpindahan situasi . sebagai pendengar. Oleh karena im. Gangguan tabiat marah Guru segera menghampiri atau memindahkan peserta didik yang bertabiat marah dan menjauhkan peserta didik lain. Gangguan menyontck Menyontek terjadi akibat dari ketidak siapan peserta didik atau materi yang melebihi baras. d Gangguan permusuhan diantara peserta didik atau kelompok Bicaralah dengan masing-masing pihak secara individual atau kelompok. Berusaha mencari penyebab permusuhan ini dan cobalah adakan perubahan-perubahan baru Katakan bahwa permusuhan adalah perbuatan tidak baik. Katakan kepada mereka bahwa menyontek akibat dari tidak belajar. Guru harus dapat membedakan pengaduan dan laporan tentang sesuatu. Menyontek. g.

clan sebagainya. guru yang paling discnangi. Oleh karena itu. Siswa yang ticlak dipcrhatikan orang tua clan gurunya kurang dapat mengontrol dirinya scndiri biasanya kurang mcnghargai otoritas dan mereka tidak menyukai dan membencinya. a. Yang Saya Sukai di Sekolah . keadaan lingkungan sekolah. Setiap siswa pada dasarnya mcmpunyai daya at au tcnaga untuk mcngontrol dirinya. Alat ini berupa sejumlah pertanyaan misalnya tentang buku yang disenangi. serta pengawasan. pada saat pelajaran berlangsung. Pengenalan Slswa Makin baik guru mengenal siswa makin besar kemungkinan guru mencegah terjadinya pelanggaran disiplin.apa yang disukai pada saat pertama kali masuk sekolah. Pengenalan terhadap mereka dan lataI' belakangnya merupakan usaha penanggulangan pelanggaran disiplin. favorit. Di samping itu. aktivitas yang dikerjakan siswa. misalnya: 1) "interest-inventory"merupakan cara sederhana yang dapat dibuat guru. perubahan jadwal). 3) "feedback letter" dimana siswa diminta untuk membuat satu karangan atau satu surat ten tang perasaan mereka terhadap sekolahnya. dan sebagainya. hoby.Perpindahan situasi merupakan jenis lain dari gangguan disipltn kelas (ganti pelajaran pindah kelas. Cara tersebut antara lain. Sebaliknya anak yang frustasi karena merasa tidak mendapat perhatian guru dengan semestinya sangat mungkin terjadinya siswa terscbut melanggar disiplin sekolah. perpindahan situasi harusdiiringi oleh kesiapan akan alternatif dan inisiatif lain. Berbagai alat dapat digunakan. pada saat istirahat. acara yang disenangi dari siaran televisi. 2) "sosiogram" yang dibuat dengan maksud untuk melihat bagaimana persepsi para siswa dalam rangka hubungan sosial-psikologis dengan teman-temannya. pada saat pulang sekolah. terdapat berbagai cara lain yang dapat ditempuh guru dalam menanggulangi pelanggaran disiplin.

Sesuclah itu baru kami . Saya juga menyukai pelajaran yang sama ini. Waktu itu jam menunjukkan pukul 06. Saya sangat senang karena terlihat rapi clan tcrtib. setelah itu satu persatu mereka masuk ke kelas. Pak Guru kemudian masuk ke kelas kami. Yang saya sukai waktu istirahat yaitu kita semua dapat melepaskan kelelahan dan ketegangan dalam belajar. Kemudian saya dan teman-teman segera duduk di temp at maslI1gmaslI1g. Saya jugasempat mengobrol dengan teman-teman. Saya juga senang membeli makanan di kantin sekolah. Tak lama kemudian 10 menit berlalu. Sehingga menyebabkan suasana dalam proses be1ajar mengajar menjadi menyenangkan. Pada pukul 09. Anak-anak segera berbaris dengan rapi di depan kelas. Murid-murid segcra berbaris di dcpan kclasnya masingmasing. Tak lama kemudian bel pun bcrbunyi menunjukkan tanda untuk pulang. Setelah itu pcIajaran yang terakhir segera dimulai.00 bel berbunyi tanda waktu untuk istirahat. Saya dan ternan-ternan segera keluar dari ruang kelas. Saya merasa senang dan bangga sekolah di sini. Yang saya sukai di sekolah an tara lain waktu masuk. Maka Pak Guru clan Ibu Guru juga scnang mclihatnya. Saya juga scnang dengan cara Pak Guru mengajar pelajaran ini. Dan murid-muridpun menanggapinya dengan penuh scmangat pula. Yang saya sukai waktu pulang adalah saya dan remanternan dapat berdiskusi tentang kcgiatan sorenya sebelum kami semua pulang. Pak Guru memulai pelajaran dengan jadwal yang pertama. Saya juga mcnyukai tugas yang dibcri Pak Guru ini.Saya adalah siswa dari SO Petompon 01-02 di Kecamatan Gajah Mungkur. Pelajaranpun segera dimulai. Saya pun juga ikut baris. Sayapun juga menyukainya. Sambil makan dan minum saya dan teman-teman duduk-duduk di teras halaman. Selain itu juga kita dapat melepaskan dahaga. Dan perpcsan agar c1ikcrjakan dcngan baik. Kotamadya Semarang. Lalu mereka mcmasuki kclas dengan rapi clan tcratur. Yang saya sukai pada waktu belajar ini adalah Pak Guru mengajar dengan penuh semangat. Beberapa saat kcmuclian scbelum pulang Pak Guru memberi tugas rumah dahulu.45. Bel berbunyi kembali tanda istirahat telah selesai dan waktunya mas uk. Dan tidak Iupa kami berdoa dahulu dan bcrsalaman dengan Pak Guru. Saya senang karena melihat teman-teman menyapanya dengan ramah.

SD Petompon 01 Soediarto 130151693 Contoh karangan siswa sebagai ungkapan perasaan siswa terhadap sekolah . Semarang. 3 Maret 1998 Ka. Prima Hidayaningtias VI B/SD Petompon 02 Susunan ka1imat mendekati scmpurna. gagasan belum sesuai dengan judul . sesuai dengan petunjuk menulis. Ide (penuangan).diperbolehkan pulang ke rumah kami masing-masing dengan hati scnang clan riang. Scmua itulah yang saya sukai di sckolah. Bentuk tulisan bagus. Ia (Prima Hidayaningtias) sudah pcrnah sebagai pemenang pcrtama da1arn penulisan Pekan Tabungan Nasional tingkat Kodya Dati II Semarang.

Tidak ada untungnya kalau pada saat itu guru membuka forum diskusi untuk membicarakan tentang peraturan dan mencari siapa yang bersalah. Cara berteriak atau memberikan ceramah ten tang kesalahan yang dibuat siswa pada saat itu akan membuat siswa . Kegiatan ini juga bertujuan untuk memonitor efektivitas aturan tata tertib. alis. baik berupa isyarat tangan. Guru yang bersangkutan dituntut untuk berbuat sesuatu dalam menghentikan perbuatan siswa setepat mungkin. tindakan tepat dan segera sangat diperlukan. Kewajiban guru adalah mencoba menghindarkan hal tersebut dengan melakukan kontrol sosial.malah menjadi bingung. Dimensi tindakan merupakan kegiatan yang seharusnya dilakukan guru bila terjadi masalah pelanggaran disiplin. Melakukan tindakan korektif Dalam kegiatan menegakkan disiplin kelas. kemudian melaksanakan sanksi yang seharusnya berlaku. Sekali lagi segera hentikan penyimpangan tingkah laku siswa dengan tindakan. -+ 1) Lakukan tidakan dan bukan ceramah Bila ada seorang siswa melakukan tindakan yang dapat menggangu kelas lakukan tindakan menghentikan kegiatan tersebut secara tepat dan segera. kepala. . Setelah jangka waktu tertentu guru bersama-sama murid dapat meninjau kembali aturan sekolah tersebut untuk dimodifikasi dan diperbaiki. 2) .b. Guru harus segera mengingatkan siswa terhadap peraturan tata tertib (=yang dibuat dan diterapkan bersarna) dan konsekuensinya.Jangan tawar menawar (do not bargain) Bila terjadi pelanggaran yang dilakukan seorang siswa dan melibatkan atau menyalahkan siswa lainnya guru harus segera melakukan tindakan untuk menghentikan gangguan tersebut. Bagaimana cara melakukan dimensi tindakan ini. 3) Gunakan "kontrol"kerja Mungkin sekali banyak hal belum tercakup dalam tata tertib terjadi dalamkelas. Pesan-pesan non-verbal atau body language. dan sebagainya dapat membantu dalam penegakkan disiplin kelas. beberapa hal di bawah ini dapat dij adikan bahan pertimbangan bagi guru. bahu.

. 3) Tidak menutup kemungkinan untuk memberikan kesempatan kepacla siswa untuk memilih salah satu alternatifkonsekuensi clari pelanggaran yang sudah dibuatnya. dan sekaligus dapat mengontrol tingkah laku mereka. kemudian usahakan memahami alasan mengapa siswa tersebut bertindak demikian. teguran. 4) Ingat bahwa pclaksanaan konsekuensi atas pelangaran terhadap tata tertib tidak dimaksudkan untuk menghukum. Bila ada tindakan siswa yang menggangu suasana proses belajar mengajar segera hentikan gangguan tersebut. disuruh menghadap kepala sekolah dan atau dilaporkan kepada orang tuanya tentang pelanggaran yang dilakukannya di sekolah. Kemukakan kepadanya harapan kita sebagai guru dan teman-teman lain yang akan terganggu konsenl!i!lya dan nyatakan tingkah laku bagaimana yang diharapkan dari siswa yang bersangkutan. ticlak efektif. berhentilah dan pindahkan kepada alternatif lain yang cliperkirakan akan memberikan hasil yang lebihbaik. memberi tanda: cek.Misalnya dengan membuat ruangan tapal kuda sehingga guru dapat langsung berhadapan muka dengan para siswa. pcringatan. Beberapa petunjuk cli bawah ini clapat diperhatikan: I) Pilihlah dan pakailah konsekuensi yang paling ringan dalam alternatif penanggulangan seperti teguran. Hindarkan konsekuensi yang berat clan memberi hukuman. Tindakan guru hendaknya cukup tegas dan berwibawa clan henclaknya hinclarkan hal-hal tinclakan yang menyebabkan siswa menclapat malu cli clepan teman.temannya. memberi tugas tambahan dan sebagainya. Konsekuensi itu dilakukan secara bertahap dimulai dari peringatan. 2) Jika ternyata satu konsekuensi yangdipilih. Pendekatan dengan siswa sangat diperlukan karena kalau mercka mcrasa dekat dengah guru akan memperkecil kesempatan mereka untuk berbuat "nakal" dan melanggar tata tertib sekolah. 4) Nyalakan peraluran cian konsekuensinya Bila ada siswa yang melanggar peraturan tata tertib sekolah komunikasikan kembali apa aturan yang dilanggarnya secara jelas dan kemukakan akibatnya bila peraturan yang telah dibuat dan disepakati bersama itu dilanggar.

5) Konsekuensi dibuat untuk mengelola tindakan yang melanggar aturan pada saat tertentu. Kegiatan inipun bcrtujuan untuk mengindentifikasi siswa yang sukar mengikuti peraturan sekolah.iswa maupun oleh sekolah. Besok adalah hari lain dan konsekuensi hanya berlaku pada hari itu dan saat itu. jelaskanlah maksud pertemuan mengikuti tata tertib atau menerima konsekuensi dari pelanggaran yang dibuatnya. tersebut. dan jelaskan pula manfaat yang diperoleh baik oleh s. guru dan siswa yang bersangkutan. Situasi pelanggaran ini dapat berbentuk: I)siswa melanggar sejumlah peraturan sekolah yang tclah disepakati bersama. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menemukan peraturan mana dan alternatif mana secara empirik merupakan alat yang efekif dalam mengatasi problema disiplin. akan ditempuh dalam mengadakan kontrak dengan siswa semacam ini. c. yang sempurna dan tidak bebas dari kekurangan dan kelemahan dalam berbagai hal. tertib sekolah. Dari hasilpengalaman beberapa waktu ada baiknya kalau guru menampung pendapat para siswa tentang peraturan mana yang dianggap tidak perlu dan dibuang. 2) 3) siswa tidak mau menerima aWu mcnolak konsckucnsi scpcrti yang telah tercantum seorang siswa menolak sarna sekali aturan khusus yang telah tercantum dalam tata dalam pcraturan sckolah scbagai akibat dari perbuatannya. Dalam kegiatan menegakkan disiplin dibutuhkan satu kegiatan monitoring. akan tetapi yang penting an tara guru . Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam tindakan peyembuhan 1m ialah: 1) 2) 3) 4) mengindentifikasikan para siswa yang mendapat kesulitan untuk menerima dan membuat rencana yang diperkirakan paling tepat tentang langkahlangkah yang menetapkan waktu pertemuan dengan siswa tersebut yang disetujui bersama oleh bila saatnya dengan bertemu dengan siswa tiba. Melakukan tindakan penyembuhan Pelanggaran yang sudah terlanjur dilakukan siswa atal! scjumlah sls\Va perlu ditanggulangi dengan tindakan penyembuhan baik secara individual maupun secara kelompok. 5) tunjukkan kepada siswa bahwa gurupun bukan orang.

saling mengingatkan bagi kepentingan bersama.dan siswa harus tumbuh kesadaran untuk bersama-sama belajar. untuk saling memperbaiki diri. 6) guru berusaha untuk membawa murid kepada masalahnya yaitu memahami tata tertib dan menjauhi pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku di sekolah. .

9) melakukan kegiatan tindak lanjut. 8) pertemuan guru dengan siswa harus sampai pada pemecahan masalah dan sampai kepada "kontrak individual" yang diterima siswa dalam rangka memperbaiki tingkah laku siswa tentang pelanggaran yang dibuatnya.7) bila ada pertemuan yang diadakan dan ternyata siswa tidak responsif maka guru dapat mengajak siswa untuk melaksanakan diskusi pada saat lain ten tang masalah yang dihadapinya. 1 I I ! 011 ii Gambar 35 Usaha guru membawa siswa kepada pemahaman tata tertib .

Konsep lain dalam mencegah gangguan disiplin kelas dapat dilakukan dengan hal-hal berikut ini.

a.

Sajian yang menarik

Masalah disiplin kelas terganggu karena penyajian materi yang kurang menarik. Oleh karena itu, prosedur mengajar (orientasi, latihanl praktik, umpan balik, lanjutan) harus dilaksanakan dengan cara yang menarik.

b.

Penampilan yang menarik

Sajian yang menarik hendaknya diikuti oleh penampilan yang menarik. Guru adalah model dan panutan peserta didik. Oleh karena itu, dalam berbicara, berpakaian, bertingkah laku misalnya, hendaknya dijaga agar tetap menarik.

c.

Ketepatan menangani masalah

Pen gam b i I an tindakan pen anggu langan masalah dis ip lin akan menyenangkan satu pihak tetapi mungkin merugikan pihak lain. Oleh karena itu, ketepatan penanganan masalah sangatlah perIu.

d.

Belajar dari kesalahan

Boleh jadi banyak pengalaman yang berkesan disamping yang tidak me,nyenangkan dalam mengajar. Setelah kita mengajar 4-5 tahun lamanya, akhirnya disadari banyak hal positif, efektif, namun ada juga

yang kurang efektif untuk di1aksanakan da1am menanggu1angi masa1ah disiplin. Kesiapan guru da1am mengajar akan mempengaruhi tegaknya disiplin, seba1iknya guru yang tidak siap gangguan disip1in akan timbul. Akhirnya be1ajar dari pengalaman, guru dapat memetik manfaatnya.

e.

Penggunaan hukuman Para pendidik tidak setuju mengenai sesuatu yang mengakibatkan berkembangnya

perilaku menyimpang dibiarkan ada. Tindakan yang berupaya menegakkan disip1in memang perIu. Hukuman kendatipun kadang-kadang kurangefektif dari ganjaran yang perIu diambil. . Terdapat prinsip-prinsip yang perIu diperhatikan dalam memberi hukuman kepada peserta didik. Prinsip-prinsip berikut merupakan gagasan agar pemberian hukuman flcksibel dan mengkait dengan situasi dan kekhususan para siswa. Prinsip-prinsip tersebut sepcrti dikemukakan olch Ornsticn (1990); Eggen (1994) adalah: 1) hukuman diberikan sccara hormat dan penuh pertimbangan; 2) berikan kejelasan /alasan mengapa hukuman dibcrikan ; 3) hindarkan pemberjan hukuman pada saat marah at au emosional; 4) hukuman diberikan pada awa1 kejadian dari pada akhir kejadian; 5) hindari hukuman yang bersifat badaniah/fisik; 6) jangan menghukum kelompok/kelas apabila kesalahan dilakukan oleh seseorang ; 7) jangan memberi tugas tambahan sebagai hukuman; 8) yakini bahwa hukuman sesuai dengan kesalahan; 9) pelajari tipe hukuman yang diijinkan sekolah; 10) jangan menggunakan standar hukuman ganda; 11) jangan mendendam; 12) konsisten liengan pemberian hukuman; 13) jangan mengancam dengan ketidak mungkinan: 14) jangan memberi hukuman berdasar selera.

Jenis-jenis Hukuman 1. Pengurangan skor 2. Pengurangan hak 3. Hukuman berupa 4. Pemberian celaan atau penurunan peringkat denda 5. Penahanan sesudah sekolah 6. Penyekoresan 7. Pengiriman kepada orang lain Emmer dalam Suharsimi,1993

Umum 1) Peduli 2) tandai gangguan 3) amati dcngan saksama 4) tingkatkan kcpcntingan scmua pihak 5) humor 6) penyususnan kembali program 7) rutinitas .Gambar 36 pertimbangan Hukuman diberikan secara hormat dan penuh Secant ringkas Iangkah-langkah pencegahan gangguan disiplin dapat clikcmukan bcrikut ini a.

3.8) 9) permohonan langsung hindarkan barang-barang yang menggangu 10) pengenda1ian fisiko b. buatlah pesan secara lengkap/harmonis/ konkret. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Moderat susun aktivitas kelas tentukan prosedur dan ketentuan da1am pembe1ajaran susun aktivitas dan tugas-tugas akademik Sllsun kcgiatan-kegiatan yang sudah rutin tekankan tujuan dampak sampingan dari be1ajar laksanakan kegiatan monitoring bentuk kelompok-kelompok belajar gunakan waktu secara efektif berikan petunjuk-petunjllk praktis 10) kcmukakan harapan-harapan guru c. berikan penekanan pada masa sekarang /akan datang bukan pada masa 1ampau. Kcmanusiaan 1) Pcngcmbangan kcsadaran diri melalui umpan balik sepcrti: berikan pcnckanan pada lingkah Jaku bukan pada pribadi. 2) Pengembangan dan pemeliharaan kepercayaan 3) Efesiensi komunikasi seperti: gunakan orang pertama secara tunggal dan langsung. Kebiasaan Hidup Tertib Pembiasaan dengan disiplin di sekolah akan mempunyai pengaruh yang positif bagi . berikan penekanan pada penje1asan bukan pada pendapat. mintalah balikan. gunakan verbal dan non verbal secara harmonis. gambarkan perilaku tanpa penilaian. berikan penekanan pada proses perubahan pribadi.

Guru bersikap hangat dalarn rnernbina sikap persahabatan dengan sernua siswa. g. Guru tidak rnenuntut para siswa untuk rnengikuti aturan-aturan yang di luar kernarnpuan Slswa. Guru tidak rnenghukurn siswa di depan ternan-ternannya sehingga rnengakibatkan rnereka rnerasa kehilangan rnuka. akan tetapi disiplin telah merupakan aturan yang datang dari dalam dirinya sendiri suatu hal yang wajar dilakukan dalam kchidupan schari-hari. Guru bersikap adil sehingga rnereka rnerasa diperlakukan sarna tanpa turnbuh rasa dianak tirikan atau disisihkan. Hal ini akan turnbuh subur bila: a. d. Dapat diciptakan suasana optirnis sehingga setiap siswa rncrasakan berhasil dalam scgiscgi tcrtcntu dan tidak scnantiasa bcrada dalam situasi kegagalan dan kekecewaan.kehidupan siswa di masa yang akan datang. maka lama-kelamaan akan menjadi sesuatu kebiasan yang baik menuju kearah disiplin did sendiri (self discipline). c. b. Suasana kchidupan di sekolah tidak rnendorong siswa ke arah tingkah laku yang dikehendaki. Pengalaman dasar dalam disiplin akan memberikan kcrangka dalam keteraturan hidup selanjutnya. Pada mulanya memang disiplindirasakan sebgai suatu aturan yang mengekang kebebasan siswa. Akan tetapi bila aturan ini dirasakan sebagai sesuatu yang memang seharusnya dipatuhi secara sadar untuk kebaikan sendiri dan kebaikan bersama. Menghargai rnereka dan rnenerirna rnereka dengan berbagai keterbatas an n y a. Guru bersikap objektif terhadap kesalahan siswa dengan rnelakukan sanksi sesuai dengan tata tertib bila siswa rnelanggar disiplin yang telah dlsetujui bersarna. Disiplin diri sendiri hanya akan tumbuh dalam suatu suasana dimana antara guru dan para siswa terjalin sikap persahabatan yang berakar pada dasar saling hormat menghormati dan saling percaya mempercayal. f. Pada saat-saat tertentu disediakan penghargaan dan hadiah bagi Slswa siswa yang bertingkah laku sesuai dengan tuntutan disiplin yang berlaku sebagai suri tauladan yang baik. Disiplin tidak lagi merupakan aturan yang datang dari luar yang mel11berikan keterbatasan tertentu. e. h. .

dan ikut mempertahankan aturan yang telah dipikirkan dan ditetapkan bersama. Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan kerjasama yang baik c1engan orang tua di rumah agar kebiasaan disiplin yang baik c1i sekolah c1itunjang olch kebiasaan yang baik di rumah dan sebaliknya. .Gambar37 Penguatan dengan pemberian hadiah bagi siswa teladan Sikap guru yang demokratis marupakan kondisi bagi terbinanya kebiasaan berlaku tertib. Sikap ini akan memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut terlibat dalam meneggakkan disiplin sekolah. ikut bertanggung jawab.

Tunjukkan bagaiman menjalin hubungan antara guru dan orang tua di rumah agar upaya memelihara disiplin di kelas dapat ditunjang oleh disiplin di rumah? Tugas 1. lelaskan bahwa sikap guru yang demokratis merupakan kondisi bagi terbinanya tertib ke arah siasat atau ke arah kesadaran diri sendiri? o. Sebutkan berbagai alat yang dapat digunakan pada saat pengenalan siswa? g. lelaskan alasan diterapkannya campurtangan (intervensi) guru dalam menegakkan disiplin kelas? d. Laksanakan kegiatan c1i bawah ini pacla saat Anda berada di sekolah tersebut: a. lelaskan tahap-tahap pemeliharaan disiplin kelas pada saat menyatakan pcraturan tata tertib disertai konsekuensinya? h. lelaskan tuhapan-tahapan memelihara disiplin kelas? b. penampilan menarik. lelaskan langkah-langkah menumbuhkan kesan positif pada awal pertemuan di kelas? c.pertanyaan a. ketepatan penanganan dapat mencegah gangguan disiplin kelas? k. lelaskan hal-hal yang dapat menumbuh suburkan sikap bersahabat antaraguru dan siwa? n. . Kemukakan kemungkinan -kemungkinan jenis-jenis gangguan disiplin kelas? e.Pertanyaan . lelaskan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam menjatuhkan' hukuman dalam menegakkan displin kelas? 1. Simpulkan bahwa dengan pembiasaan disiplin sekolah akan berpengaruh positif bagi kehidupan siswa dimasa depan? m. lktisarkan langkah-Iangkah yang harus dilakukan pacta tindakan penyembuhan? J. lelaskan cara-cara penanggulangan gangguan disiplin kelas sesuai dengan jenis gangguan kelas yang timbul? f. Anda berkunjung kesebuah sekolah dasar. Simpulkan bahwa pelaksanaan konsekuensi atas pelanggaran tata tertib bukan dimaksud sebagai hukuman? I. Catat/inventarisasi jenis-jenis gangguan-gangguan disiplin kelas yang banyak muncul. Secara berke1ompok (4-5) orang. Simpulkan bahwa sajian menarik.

dilakukan guru.b. c. Pengelolaan Kelas. Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Eggen. Ornstien. Daftar Pustaka Depdikbud. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kcpendidikan Depdikbud. . Kenneth H. 1994. 1991. 1990. New York: Harper & Row Publisher Inc. Pengelolaan Kelas. Inc. Raka Joni. akibat-akibat apa yang terjadi terhadap disiplin kelas apabila guru memberi Manfaat belajar dari kesalahan dalam pencegahan gangguan disiplin kelas. Educational Psychologi: Classroom Connections. 2. M. Mintalah komcntar dosen pengampu mata kuliah manajemcn kclas. 1983. Paul M clan Hooper. d. c. Boston: Allyn and Bacon. Strategies for Effective Teaching. Hollingsworth. Elementary Teaching Methods. Paul D & Don Kauchak. Allan. Diskusikan dalam kelompok (4-5) orang tentang: resiko-resiko pcmberian hukuman dalam keadaan guru sedang emOSl. Entang dan T. b. 1983. hukuman kepada seluruh ke1as kendatirpun yang salah hanya seorang siswa. Catatlinventarisasi cara-cara pcnanggulangan gangguan disiplin kelas yang Laporkan hasil obscrvasi Anda di depan kelas. New York: Mcmillan College Publishing Company. a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->