BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Transportasi atau pengangkutan merupakan bidang kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pentingnya transportasi bagi masyarakat Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau kecil dan besar, perairan yang terdiri dari sebagian besar laut, sungai dan danau yang memungkinkan pengangkutan dilakukan melalui darat, perairan, dan udara guna menjangkau seluruh wilayah Indonesia 4. Hal lain yang juga tidak kalah pentingnya akan kebutuhan alat transportasi adalah kebutuhan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran pengangkutan yang menunjang pelaksanaan pembangunan yang berupa penyebaran kebutuhan pembangunan, pemerataan pembangunan, dan distribusi hasil pembangunan diberbagai sektor ke seluruh pelosok tanah air misalnya, sektor industri, perdagangan, pariwisata, dan pendidikan 5. Secara umum, masyarakat yang melakukan pergerakan dengan tujuan yang berbedabeda membutuhkan sarana penunjang pergerakan berupa angkutan pribadi (mobil, motor) maupun angkutan umum (paratransit dan masstransit). Angkutan umum paratransit merupakan angkutan yang tidak memiliki rute dan jadwal yang tetap dalam beroperasi disepanjang rutenya, sedangkan angkutan umum masstransit merupakan angkutan yang memiliki rute dan jadwal yang tetap serta tempat pemberhentian yang jelas. Pada umumnya sebagian besar masyarakat sangat tergantung dengan angkutan umum bagi pemenuhan kebutuhan mobilitasnya, karena sebagian besar masyarakat tingkat ekonominya masih tergolong lemah atau sebagian besar tidak memiliki kendaraan pribadi.

4 5

Abdulkadir Muhammad,Hukum Pengangkutan Niaga;Citra Aditya Bakti, Bandung, 1998, hlm.7. Ibid, hlm.8.

kemampuan masyarakat. sehingga pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan transportasi atau pengangkutan mutlak diperlukan. dan ketertiban masyarakat dalam penyelenggaraan lalu- 6 Suwardjoko Warpani.ITB. Bandung. dengan tetap memperhatikan kepentingan umum. Penyelenggaraan lalu-lintas dan angkutan jalan juga perlu dilakukan secara berkesinambungan dan terus ditingkatkan agar lebih luas jangkauan dan pelayanannya kepada masyarakat. tetapi juga harus menyangkut pembangunan aspek hukum transportasi sendiri. . hlm. Mengingat penting dan strategisnya peran lalu-lintas dan angkutan jalan yang menguasai hajat hidup orang banyak serta sangat penting bagi seluruh masyarakat. efektif dan efisien meskipun dengan biaya yang cukup besar. Hal ini menyebabkan para penumpang berusaha memilih alternatif angkutan umum lainnya yang dirasa lebih nyaman. Akibatnya hampir semua angkutan umum yang tersedia terisi penuh sesak oleh penumpang. terutama ditinjau dari kapasitas angkut. Selain itu perlindungan hukum atas hak-hak masyarakat sebagai konsumen transportasi juga harus mendapatkan kepastian.Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pembangunan yang baik dan berkualitas tidak hanya mengenai peningkatan mutu sarananya saja. maka pembangunan dan pengembangan prasarana dan sarana pengangkutan perlu di tata dan dikembangkan dalam sistem terpadu 6 dan kepentingan masyarakat umum sebagai pengguna jasa transportasi perlu mendapatkan prioritas dan pelayanan yang optimal baik dari pemerintah maupun penyedia jasa transportasi.Banyaknya kelompok yang masih tergantung dengan angkutan umum ini tidak diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang memadai. kelestarian lingkungan.13. Hal tersebut menunjukkan arti pentingnya tranportasi di Indonesia. Pembangunan hukum tidak hanya menambah peraturan baru atau merobah peraturan lama dengan peraturan baru tetapi juga harus dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi semua pihak yang terkait dengan sistem transportasi terutama pengguna jasa transportasi.

kemudian dalam KUH Dagang pada Buku II titel ke V. e. asas bermanfaat. asas efisien dan efektif. b. Adapun Asas penyelenggaraan lalu lintas adalah diatur dalam Pasal 2 UULLAJ yakni: a. asas akuntabel. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3480) dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undang-Undang ini. 22 Tahun 2009 bahwa : Pada saat Undang-Undang No. asas transparan. d. 14 Tahun 1992. Pengangkutan di Indonesia diatur dalam KUH Perdata pada Buku Ketiga tentang perikatan. 41 Tahun 1993 merupakan peraturan pelaksanaan dari UU No. 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan yang masih tetap berlaku meskipun PP No. serta Peraturan Pemerintah No. Selain itu pemerintah telah mengeluarkan kebijakan di bidang transportasi darat yaitu dengan dikeluarkannya UU No. .lintas dan angkutan jalan sekaligus mewujudkan sistem transportasi nasional yang handal dan terpadu. Pembahasan pembangunan aspek hukum transportasi tidak terlepas dari efektivitas hukum pengangkutan itu sendiri. Dalam pasal 2 dan pasal 3 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (yang selanjutnya disingkat dengan UULLAJ) mengatur asas dan tujuan pengangkutan. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai Pengganti UU No. 22 Tahun 2009 ini mulai berlaku. asas berkelanjutan. asas partisipatif. 14 tahun 1992 dikarenakan disebutkan dalam Pasal 324 UU No. f. c. semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 49.

h. Terwujudnya penegakan hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat. dan keselamatan pemakai jasa angkutan. selamat.g. asas terpadu. dan c. dan i. . kegiatan yang menggunakan sarana. dan c. kegiatan gerak pindah Kendaraan. tertib. dan terpadu dengan moda angkutan lain untuk mendorong perekonomian nasional. orang. memajukan kesejahteraan umum. asas seimbang. dan fasilitas pendukung Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa. kegiatan yang berkaitan dengan registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dan Pengemudi. dan lancar melalui: a. asas mandiri. serta penegakan hukum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. selamat. Demikian juga dalam Pasal 9 UULLAJ tentang Tata Cara Berlalu Lintas bagi Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum serta Pasal 141 UULAJ tentang standar pelayanan angkutan orang dan masih banyak pasal-pasal lainnya yang terkait dengan adanya upaya memberikan penyelenggaraan jasa angkutan bagi pengguna jasa atas kenyamanan. b. prasarana. tertib. keamanan. serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa. dan/atau barang di Jalan. pendidikan berlalu lintas. b. Terwujudnya pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang aman. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. Sedangkan Pasal 3 UULLAJ menyebutkan mengenai tujuan dari Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yakni : a. Menurut Pasal 4 UULLAJ dinyatakan undang-undang ini berlaku untuk membina dan menyelenggarakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yangaman. lancar. memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal ini tentu saja melanggar pasal 23 ayat 1 (a) UULLAJ. Hal ini tentu saja melanggar ketentuan . sakit maupun meninggal dunia. pekerja (sopir/ pengemudi) serta penumpang. baik itu kerugian yang secara nyata dialami oleh penumpang (kerugian materiil). baik itu pengusaha angkutan. Secara operasional kegiatan penyelenggaraan pengangkutan dilakukan oleh pengemudi atau sopir angkutan dimana pengemudi merupakan pihak yang mengikatkan diti untuk menjalankan kegiatan pengangkutan atas perintah pengusaha angkutan atau pengangkut.Dengan berlakunya UU No. Tindakan lainnya adalah pengemudi melakukan penarikan tarif yang tidak sesuai dengan tarif resmi. artinya dalam proses pemindahan tersebut dari satu tempat ke tempat tujuan dapat berlangsung tanpa hambatan dan penumpang dalam keadaan sehat. lelah. maupun kerugian yang secara immateriil seperti kekecewaan dan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh penumpang. luka. meminum sesuatu yang dapat mempengaruhi kemampuannya mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan dan penumpang yang menjadi korban. Namun dalam kenyataannya masih sering pengemudi angkutan melakukan tindakan yang dinilai dapat menimbulkan kerugian bagi penumpang. tidak mengalami bahaya. Pengemudi dalam menjalankan tugasnya mempunyai tanggung jawab untk dapat melaksanakan kewajibannya yaitu mengangkut penumpang sampai pada tempat tujuan yang telah disepakati dengan selamat. sehingga tujuan pengangkutan yang sebenarnya diinginkan oleh penumpang menjadi tidak terlaksana. 22 Tahun 2009 tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan kepastian hukum bagi pihak-pihak yang terkait dengan penyelenggaraan jasa angkutan. Misalnya saja tindakan pengemudi yang mengemudi secara tidak wajar dalam arti saat menjalani tugasnya pengemudi dipengaruhi oleh keadaan sakit. Sehingga tujuang pengangkutan dapat terlaksana dengan lancar dan sesuai dengan nilai guna masyarakat. Atau tindakan lain seperti menurunkan di sembarang tempat yang dikehendaki tanpa suatu alasan yang jelas. hal ini tentu saja melanggar pasal 42 UULLAJ tentang tarif.

pasal 45 (1) UULLAJ mengenai tanggung jawab pengangkut terhadap penumpang yang dimulai sejak diangkutnya penumpang sampai di tempat tujuan. yang mana dalam tulisan ini pengguna jasa yang dimaksud adalah penumpang dan penulis menggunakan UU No. maka penulis tertarik untuk mempelajari. Dan dalam hal ini pengguna jasa (penumpang) sering menjadi korban daripada perilaku pengangkut yang tidak bertanggung jawab. dan meneliti secara lebih mendalam mengenai bentuk perlindungan hukum bagi pengguna jasa angkutan umum. Bagaimana kedudukan hukum pengguna jasa (penumpang) angkutan umum? 2. Bagaimana perlindungan hukum terhadap pengguna jasa (penumpang) angkutan umum berdasarkan UU No. memahami. 22 Tahun 2009 sebagai pedoman. maka maka ada beberapa pokok permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Berdasarkan hal yang telah diuraikan di atas. Selanjutnya penulis menyusunnya dalam suatu penulisan hukum yang berjudul: “PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENGGUNA JASA (PENUMPANG) ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN UU NO. 22 TAHUN 2009 ” . B. Rumusan Masalah Berlatar belakang pada uraian di atas. 22 Tahun 2009? . Dengan melihat kenyataan tersebut. Dan adanya perilaku pengangkut yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas maksimum kendaraan. Hal-hal apa yang dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna jasa (penumpang) angkutan umum akibat kesalahan dari pihak pengangkut? 3. dapat diketahui bahwa dalam sektor pelayanan angkutan umum masih banyak menyimpan permasalahan klasik.

Sedangkan manfaat dari penulisan ini adalah : 1. penulis membatasi permasalahan yakni angkutan umum yang akan dijelaskan dan dipaparkan dalam skripsi ini adalah angkutan umum berdasarkan UU No. Tujuan dan Manfaat Penulisan Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Secara teoritis. Untuk mengetahui bagaimana kedudukan hukum pengguna jasa (penumpang) angkutan umum. Untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap pengguna jasa (penumpang) angkutan umum sebagai konsumen fasilitas publik transportasi berdasarkan UU No. maka tujuan yang hendak dicapai oleh penulis dalam penulisan ini adalah : 1. Pembatasan Masalah Dalam penulisan skripsi ini. Karya Agung. hal ini mengingat banyaknya jenis angkutan umum. 2. yaitu perusahaan pengangkutan CV. D. 3. selain itu berdasarkan permasalahan yang dikemukakan di atas. 22 Tahun 2009. 22 Tahun 2009. 22 Tahun 2009. penulis mengambil contoh rill sebuah perusahaan pengangkutan. Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna jasa ( penumpang) angkutan umum akibat kesalahan dari pihak pengangkut dan bagaimana tanggung jawab pihak pengangkut terhadap kesalahan yang mengakibatkan kerugian bagi pengguna jasa (penumpang) angkutan umum. untuk menambah pengetahuan penulis tentang bagaimana perlindungan hukum bagai pengguna jasa (penumpang) angkutan umum berdasarkan UU No.C. Dan dalam skripsi ini. .

tetapi seperangkat aturan yang memiliki suatu kesatuan sehingga dapat dipahami sebagai suatu Jimly Asshiddiqie. apabila terjadi kerugian yang disebabkan oleh pihak pengangkut dan bagaimana penerapan hukum yang dilaksanakan dalam usaha pengangkutan di jalan raya. Oleh karena itu. penulisan ini dapat dikatakan penulisan yang pertama kali dilakukan. Ali Safa’at. Hukum Pengangkutan serta Peraturan Perundang-undangan yang membahas mengenai perlindungan hukum bagi pengguna jasa (penumpang) angkutan umum. Secara praktis. Penulisan ini disusun berdasarkan literatur-literatur yang berkaitan dengan Hukum Perdata. Hukum Dagang. hlm. ditambah dengan sumber riset dari lapangan . 2006. E. Keaslian penulisan skripsi ini benar merupakan hasil dari pemikiran penulis dengan mengambil panduan dari buku-buku.2. 22 Tahun 2009 belum pernah ada sebelumnya. Teori Hans Kelsen Tentang Hukum. F. sehingga keaslian penulisan ini dapat dipertanggung-jawabkan secara akademis. Keaslian Penulisan Penulisan tentang Perlindungan Hukum Terhadap Pengguna Jasa (penumpang) Angkutan Umum Berdasarkan UU No. Tinjauan Kepustakaan Hukum adalah tata aturan sebagai suatu sistem aturan-aturan tentang perilaku manusia. dan sumber lain yang berkaitan dengan judul skripsi penulis. Sekjen dan Kepaniteraan MK RI. Dalam penulisan ini yang ditekankan penulis adalah bagaimana bentuk perlindungan hukum yang terdapat dalam UU No. untuk dapat memberikan sumbangan pemikiran juridis dan masukanmasukan yang bermanfaat demi perkembangan ilmu pengetahuan terhadap perlindungan hukum bagai pengguna jasa (penumpang) angkutan umum. 22 Tahun 2009 terhadap kerugian yang diderita oleh pengguna jasa (penumpang). 7 Dengan demikian hukum tidak menunjuk pada satu aturan tunggal. Jakarta. 13 7 .

Dasar-Dasar Ilmu Hukum. 2000. kemerdekaan. hlm. 9 Aristoteles dalam buah pikirannya Ethica Nicomachea dan Rhetorica menyatakan hukum mempunyai tugas yang suci yakni memberikan kepada setiap orang apa yang berhak diterimanya. harta dan sebagainya terhadap yang merugikannya. Sinar Grafika. kehormatan. 11 Berdasarkan teori-teori tentang tujuan hukum sebagaimana yang telah diuraikan maka dapat diperoleh suatu kesimpulan bahwa jika tujuan hukum semata-mata hanya untuk mewujudkan keadilan saja maka tidak seimbang sehingga akan bertentangan dengan kenyataan. 11 Ibid. jiwa. Jakarta. peraturan yang mengandung keseimbangan antara kepentingan-kepentingan yang dilindungi sehingga setiap orang memperoleh sebanyak mungkin yang menjadi bagiannya. 10 Sedangkan menurut Van Kant. hlm. 8 Menurut Van Apeldoorn tujuan hukum adalah untuk mengatur tata tertib masyarakat secara damai dan adil. Sehingga konsekuensinya adalah tidak mungkin memahami hukum jika hanya memperhatikan satu aturan saja. . Sebaliknya akan terjadi juga kesenjangan jika tujuan hukum hanya untuk mewujudkan hal-hal yang berfaedah atau yang sesuai dengan kenyataan karena akan bertentangan dengan nilai keadilan. Dengan kata lain hukum bertujuan untuk melindungi hak-hak setiap manusia yang diakui dan diatur oleh hukum. 10 Ibid. Begitu juga jika tujuan hukum semata-mata hanya untuk 8 9 Ibid.sistem. Chainur Arrasjid. Hukum mempertahankan perdamaian dengan kepentingan kepentingan yang bertentangan secara teliti dan mengadakan keseimbangan diantaranya karena hukum hanya dapat mencapai tujuan (mengatur pergaulan hidup secara damai) jika hukum tersebut menuju peraturan yang adil. 42. Anggapan ini berdasarkan etika dan Aristoteles berpendapat bahwa hukum bertugas hanya membuat keadilan. tujuan hukum adalah untuk menjaga kepentingan tiap-tiap manusia sehingga kepentingan itu tidak dapat diganggu oleh manusia lain. 40. Perdamaian di antanra manusia dipertahankan oleh hukum dengan melindungi kepentingan-kepentingan manusia yang tertentu. Artinya.

874. baik di dalam maupun di luar wilayahnya. maka akan menggeser nilai keadilan maupun nilai kegunaan dalam masyarakat. 14 Soedikno Mertokusumo. 1991. 15 Kata perlindungan di atas menunjuk pada adanya terlaksananya penanganan kasus yang dialami dan akan diselesaikan menurut ketentuan hukum yang berlaku secara penal maupun non penal dan juga adanya kepastian-kepastian usaha-usaha untuk memberikan jaminan-jaminan pemulihan yang dialami. Balai Pustaka. Sehingga kita harus melihat tujuan hukum dari ke tiga nilai dasar hukum.menwujudkan kepastian hukum saja. Jakarta. Sedangkan yang dimaksud dengan perlindungan hukum menurut Sudikno Mertokusumo adalah suatu hal atau perbuatan untuk melindungi subjek hukum berdasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku disertai dengan sanksi-sanksi bila ada yang melakukan Wanprestasi. hlm. berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hukum merupakan wujud dari perintah dan kehendak negara yang dijalankan oleh pemerintah untuk mengemban kepercayaan dan perlindungan penduduk.hlm. 14 Pengertian perlindungan hukum juga menurut Soedikno Mertokusumo yang dimaksud perlindungan hukum adalah adanya jaminan hak dan kewajiban manusia dalam rangka memenuhi kepentingan sendiri maupun didalam hubungan dengan manusia lain. hlm. yang mana Hukum Nasional berguna untuk menyelaraskan hubungan antara pemerintah dan penduduk dalam sebuah wilayah negara yang berdaulat. Pemerintah sendiri mendapat wewenang untuk menjalankan tugasnya yang diatur dalam Hukum Nasional. 47. Yogyakarta. Depdikbud.9. Liberty. Kamus Besar Bahasa Indonesia. kegunaan atau manfaat dan kepastian hukum. 12 Perlindungan hukum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “Perbuatan (hal tahu peraturan) untuk menjaga dan melindungi subjek hukum. yakni nilai keadilan. mengembangkan dan menegakkan kebudayaan nasional yang serasi agar 12 13 Ibid. 1989.” 13 Pada umumnya perlindungan hukum merupakan bentuk pelayanan kepada seseorang dalam usaha pemulihan secara emosional. Mengenal Hukum (Suatu Pengantar). Buku Satu. 15 Ibid .

6-7. Pengangkutan adalah perpindahan tempat. termasuk perjanjian-perjanjian untuk memberikan perantaraan mendapatkan. karena perpindahan itu mutlak diperlukan untuk mencapai dan meninggikan manfaat serta efisiensi. W. Medan. hukum harus dilaksanakan. hlm. dkk. Sedangkan Hukum Pengangkutan adalah sebuah perjanjian timbal balik.terdapat kehidupan bangsa dan masyarakat yang rukun. Rineka Cipta. Jakarta.97. Adapun arti hukum pengangkutan jika ditinjau dari segi keperdataan. yaitu pengirim barang. di dalam dan di luar kodifikasi yang berdasarkan atas dan bertujuan untuk mengatur hubungan-hubungan hukum yang terbit karena keperluan pemindahan barang-barang dan/ atau orang-orang dari suatu tempat ke tempat lain untuk memenuhi perikatan-perikatan yang lahir dari perjanjian-perjanjian tertentu. hlm. Hukum Pengangkutan di Indonesia. PN Balai Pustaka. yang mana pihak pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan barang dan atau orang ke tempat tujuan tertentu. Pengangkutan adalah berasal dari kata “angkut” yang berarti mengangkut dan membawa. J. 18 Sution Usman Adji. 2006. 20. Agar kepentingan manusia terlindungi. 17 Sinta Uli. Poerwadarminta. 19 Ibid.Pengangkutan Suatu Tinjauan Hukum Multimoda Transport Angkutan Laut. 16 . 19 Dari pengertian-pengertian yang telah diuraikan tersebut dapat diperoleh suatu kesimpulan bahwa pada pokoknya pengangkutan merupakan perpindahan tempat. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Djoko Prakoso. 1990. hlm. USU Press. hlm. Departemen P dan K. sedangkan istilah pengangkutan dapat diartika sebagai pembawa barang-barang atau orang-orang (penumpang) 16. dapat diartikan sebagai keseluruhan peraturan-peraturannya. penerima barang dan penumpang wajib menunaikan pembayaran biaya tertentu untuk pengangkutan tersebut 18. Angkutan Darat dan Angkutan Udara. sejahtera dan makmur. 5. karena perpindahan itu mutlak diperlukan untuk mencapai dan meninggikan manfaat serta efisien 17. S. 1976. Jakarta. Hukum juga berfungsi sebagai perlindungan kepentingan manusia. sedangkan pihak lainnya. baik mengenai benda-benda maupun mengenai orang-orang. baik mengenai benda-benda maupun orang.

fasilitas dan elemen pendukung dalam penyelenggaraan lalulintas dan angkutan jalan. H. Diluar KUHD dan KUH Perdata terdapat peraturan mengenai pengangkutan orang di darat. serta PP No. 20. 20 . M. Penerbit Djambatan. dan juga diatur mengenai tanggung jawab pihak pengangkut. sedangkan penumpang adalah orang yang mengikatkan diri kepada pihak pengangkut 21. op. 22 Tahun 2009 adalah badan hukum yang menyediakan jasa angkutan orang dan/ atau barang dengan kendaraan bermotor umum. Hukum Pengangkutan. Pengertian pengguna jasa menurut Pasal 1 angka 20 UU No. begitu juga dalam Kitab UndangUndang Hukum Perdata (selanjutnya ditulis dengan KUH Perdata) tidak terdapat peraturan umum mengenai pengangkutan orang. 22 Tahun 2009 adalah perseorangan atau badan hukum yang menggunakan jasa angkutan umum. 2005. Oleh karena itu. 22 Hasim Purba. 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan. 21 Sinta Uli. N. asuransi. 50-51. yaitu UU No.cit. perjanjian pengangkutan orang di darat hanya dapat didasarkan atas pasal-pasal yang terdapat pada Bab I sampai dengan bab IV Buku III KUH Perdata 20. Angkutan umum merupakan sarana angkutan untuk masyarakat kecil dan menengah agar dapat melaksanakan kegiatannya sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam masyarakat.Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (selanjutnya ditulis dengan KUHD) tidak ada aturan mengenai pengangkutan orang di darat. Jakarta. 1981. Penerbit Pustaka. Hukum Pengangkutan di Laut. Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia 3. Medan. hlm. Bangsa Prees. tarif angkutan. Perusahaan angkutan umum menurut UU No. hlm. 135. Pihak Pengangkut adalah pihak-pihak yang melakukan pengangkutan terhadap barang dan penumpang (orang) yang mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan baik dengan cara charter menurut waktu maupun menurut perjalanan 22. Dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang UULLAJ. Purwosutjipto. hlm. 22 Tahun 2009 secara khusus diatur mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan darat seperti asas-asas dan tujuan penyelenggaraan lalu-lintas dan angkutan jalan.

penulis melakukan penelitian terhadap salah satu perusahaan pengangkutan di kota Pematangsiantar. 8. yaitu pada perusahaan pengangkutan CV. Metode Penelitian 1. 3. Kecamatan Siantar Selatan. Karya Agung.Sedangkan pengertian angkutan menurut UU No 22 Tahun 2009 adalah perpindahan orang dan/ atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan di ruang lalu lintas jalan. G. 2. angkutan adalah perpindahan orang dan/ atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan. Ukuran pelayanan yang baik dan layak antara lain mencakup pelayanan yang aman. Menurut Keputusan Menteri Perhubungan No. dan biaya murah. cepat. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian normatif dan penelitian sosiologis. 35 tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum. Dalam penelitian normatif. Keberadaan angkutan umum bertujuan untuk menyelenggarakan angkutan yang baik dan layak bagi masyarakat. Kota Pematangsiantar. Lokasi Penelitian Adapun yang menjadi lokasi penelitian penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini yakni perusahaan pengangkutan CV. Karya Agung yang beralamat di Jalan Sidamanik No. nyaman. KM. Sumber Data . penulis melakukan penelitian melalui peraturan-peraturan dan bahan hukum yang berhubungan dengan penulisan ini sedangkan dalam penelitian sosiologis.

Hal ini ditujukan pada pencapaian hasil pemberitaan yang maksimal mengenai bentuk perlindungan . c. Bahan Hukum Sekunder. Peraturan Pemerintah No. Pengumpulan data sekunder dibagi atas 3 (tiga). Pematangsiantar. yaitu mempelajari dan menganalisa secara sistematika buku-buku. berupa hasil wawancara yang dilakukan pada perusahaan pengangkutan (tepatnya disalah satu perusahaan pengangkutan CV. Teknik Pengumpulan Data a. Field Research (Studi Lapangan). 4. b. Bahan Hukum Tertier. catatan kuliah dan sumber literatur lainnya yang berhubungan dengan materi yang dibahas dalam skripsi ini sehingga diperoleh data ilmiah sebagai bahan dalam uraian teoritis. yaitu ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang mempunyai kekuatan hukum yang mengikat seperti KUH Perdata. UU No. KUHD. b. yaitu bahan-bahan hukum yang erat kaitannya dengan bahan hukum primer dan dapat membantu menganalisa dan memahami bahan hukum primer. yaitu penelitian di lapangan yang guna pengumpulan data yang diperoleh di lapangan. yaitu: a.Adapun data yang dikumpul dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Field Research (Studi Lapangan). Library Research (Studi Kepustakaan). Bahan Hukum Primer. Karya Agung. yaitu bahan-bahan hukum yang memberikan informasi dan penjelasan mengenai bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. peraturan perundang-undangan. Jalan Sidamanik Nomor 8. 41 Tahun 1993 dan peraturan perundang-undangan lain yang dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia.

H. keaslian penulisan. 5. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bab III : Kedudukan Pengguna Jasa (Penumpang) Angkutan Umum Pada bab ini akan diuraikan mengenai pengertian pengguna jasa dan angkutan umum. Bab II : Tinjauan Umum Tentang Perjanjian Pengangkutan Pada bab ini akan diuraikan mengenai perjanjian secara umum menurut KUH Perdata. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi ini terbagi ke dalam bab-bab yang menguraikan permasalahannya secara tersendiri. tujuan dan manfaat penulisan. jenis-jenis angkutan umum. Penulis membuat sistematika dengan membagi pembahasan keseluruhan ke dalam lima bab terperinci. rumusan masalah. Adapun bagian-bagiannya adalah : Bab I : Pendahuluan Pada bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang masalah. Analisis Data Analisa data dalam penulisan ini menggunakan data kualitatif. di dalam suatu konteks yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. pengangkutan secara umum. metode penelitian dan sistematika penulisan. tinjauan kepustakaan.hukum yang diberikan oleh perusahaan pengangkutan apakah sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada UU No. serta hak dan kewajiban . dan perjanjian pengangkutan. kedudukan hukum pengguna jasa (penumpang) angkutan umum. yaitu suatu analisi data secara jelas serta diuraikan dalam bentuk kalimat sehingga diperoleh gambaran yang jelas yang berhubungan dengan skripsi ini.

dan bentuk perlindungan hukum bagi pengguna jasa (penumpang) angkutan umum berdasarkan UU No. . hal-hal yang dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna jasa (penumpang) angkutan umum akibat kesalahan dari pengangkut.pengguna jasa (penumpang) angkutan umum sebagai konsumen fasilitas publik transportasi. Bab V : Penutup Bab ini merupakan bab akhir dari skripsi ini. 22 Tahun 2009 Pada bab ini merupakan inti dari pembahasan penulisan yang mengetengahkan tentang pengaturan pemberian izin angkutan umum di Indonesia. 22 Tahun 2009. dan merupakan penutup dari rangkaian bab-bab sebelumnya dimana dalam bab ini penulis membuat suatu kesimpulan atas pembahasan skripsi ini yang kemudian dilanjutkan dengan memberi saran-saran atas masalah-masalah yang tidak terpecahkan yang diharapkan akan berguna dalam kehidupan masyarakat dan praktek perkembangan ilmu pengetahuan. Bab IV : Perlindungan Hukum Bagi Pengguna Jasa (Penumpang) Angkutan Umum Berdasarkan UU No. tanggung jawab pihak pengangkut terhadap kesalahan yang mengakibatkan kerugian bagi pengguna jasa (penumpang) angkutan umum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful