PEMERIKSAAN URINE LENGKAP

Urinalisis adalah analisa fisik, kimia, dan mikroskopik terhadap urine. Uji urine rutin dilakukan pertama kali pada tahun 1821. Sampai saat ini, urine diperiksa secara manual terhadap berbagai kandungannya, tetapi saat ini digunakan berbagai strip reagen untuk melakukan skrining kimia dengan cepat.urinalisis berguna untuk mendiagnosa penyakit ginjal atau infeksi saluran kemih, dan untuk mendeteksi adanya penyakit metabolic yang tidak berhubungan dengan ginjal. Berbagai uji urinalisis rutin dilakukan seperti warna, tampilan, dan bau urine diperiksa, serta pH, protein, keton, glukosa dan bilirubin diperiksa secara strip reagen. Berat jenis diukur dengan urinometer, dan pemeriksaan mikroskopik urine sedimen urine dilakukan untuk mendeteksi eritrosit, leukosit, epitel, kristal dan bakteri. 1. Jenis dan bahan pemeriksaan urine Untuk berbagai jenis pemeriksaan urine, diperlukan bahan pemeriksaan yang berbeda sesuai dengan jenis tes yang diperiksa. Pada umumnya yang paling sering digunakan adalah urine sewaktu. Urine sewaktu adalah urine yang dikeluarkan kapan saja saat diperlukan pemeriksaan kuantitatif zat tertentu di dalam urine misalnya protein. Pada keadaan demikian, diperlukan pengumpulan urine 24 jam. Berikut ini akan dijelaskan berbagai jenis bahan urine yang sering diminta untuk urinalisis: a. Freshly voided urine specimen Adalah urine segar yang baru dikeluarkan. Penderita diminta untuk berkemih langsung di wadah atau container yang bersih dan kering. b. Clean voided specimen Specimen ini dimaksud untuk mencegah kontaminasi dengan darah haid atau secret vagina. Penderita diminta untuk berkemih dan diambil urine pancaran tengah. Contoh urine ini bila ditampung adalah wadah steril, dapat digunakan untuk pemeriksaan biakan urine. c. Urine pagi Merupakan urine pagi yang pertama kali dikeluarkan. Bagi penderita yang masih dirawat di rumah sakit, specimen ini merupakan bahan terbaik untuk diperiksa karena

sedimen urine dan nitrit. seperti protein. fosfor. . kalium dan klorida. Urine 2 jam postprandial Digunakan untuk pemeriksaan glukosa urine pada penderita diabetes mellitus. Yangterpenting adalah wadah harus bermulut lebar. Untuk menampung urine 24 jam harus disediakan wadah yang dapat memuat 2-3 urine dan diberi pengawet toluene 1 ml/liter urine. kreatinin. Berikutnya. pemeriksaan protein. kalsium. Biasanya specimen ini digunakan untuk urinalisis rrutin terutama bagi penderita yang berobat jalan atau melakukan pemeriksaan penyaring. Urine sewaktu Yaitu urine yang dikeluarkan kapan saja saat akan diperiksa tanpa memperhatikan waktu atau interval waktu tertentu. e. f. 2. Urine 24 jam Digunakan untuk pemeriksaan zat tertentu secara kuantitatif. Untuk bayi tersedia kantong plastic polyethylene bag dengan perekat. urine ditampung dalam wadah tersebut dan dikocok dengan baik. Penderita harus dijelaskan jam pertama saat pemeriksaan dimulai. natrium. d. Hasil pemeriksaan ini pada umumnya digunakan untuk pemantauan terapi diabetes mellitus. kering. Pada umumnya penderita diminta untuk beerkemih sesaat sebelum makan dan 2 jam setelah makan. Tidak dianjurkan untuk memakai ulang wadah urine. setiap kali berkemih urine harus ditampung dalam satu wadah dan dikocok/digoyang agar tercampur rata. bersih. Wadah penampung urine hanya digunakan sekali pakai. urine yang dikeluarkan tidak ditampung. Keesokan harinya tepat 24 jam setelah saat pemeriksaan. karena adanya kemungkinan kontaminasi akibat pencucian yang tidak bersih. Wadah steril hanya diperlukan untuk pemeriksaan biakan urine. dan bertutup. Biasanya spesimen ini digunakan untuk pemeriksaan tes kehamilan. Penampung urine Penampung urine biasanya terbuat dari platik.pekat.

Peningkatan jumlah bakteri dapat juga menyebabkan penurunan jumlah glukosa yang ada dalam urine. kurang dari 1 jam setelah dikeluarkan. sehingga urine menjadi keruh. penyimpanan dalam lemari es mencegah dekomposisi urine oleh bakteri. Bahan pemeriksaan urine rutin yang terbaik adalah urine segar. leukosit. ataupun sel menjadi pecah atau hancur. Pengambilan sampel urine Hal pertama yang harus diperhatikan adalah identitas penderita yaitu nama. akan menyebabkan bebrapa perubahan. Urine yang telah disimpan dalam lemari es akan menyebabkan presipitasi fosfat dan urat amorf serta memiliki berat jenis lebih tinggi bila diukur dengan urinometer. Selain itu. Pada formulir permintaan juga dicantumkan hal seperti di atas ditambah dengan jenis tes yang diminta untuk diperiksa.3. biasanya digunakan pengawet urine. Urine yang dibiarkan lama pada suhu kamar juga dapat mengakibatkan kadar bilirubin dan urobilinogen hilang atau berkurang akibat teroksidasi serta esterase meningkat. urine harus disimpan dalam lemari es suhu 2-80C. . sehingga unsure sedimen dalam urine seperti eritrosit. Identitas ini ditulis pada label di wadah urine dan harus sesuai dengan formulir permintaan. sebelum pemeriksaan dilakukan urine harus dibiarkan dahulu mencapai suhu kamar dan dicampur/dikocok. Urine yang dibiarkan dalam waktu lama pada suhu kamr. Pada keadaan tertentu sehingga urine harus dikirim ke tempat yang jauh dan atau tidak ada lemari es. menyebabkan peningkatan glukolisis oleh bakteri sehingga produksi NH3 dan CO2 meningkat. tanggal dan jam pengambilan bahan. Apabila terpaksa menunda pemeriksaan. karena digunakan untuk metabolism oleh bakteri. Oleh sebab itu. silinder. nomor rekam medis. Keadaan ini akan menyebabkan bau amoniak dan pH urine menjadi alkalis. fosfat yang ada dalam urine akan mengendap. Jumlah bakteri yang ada dalam urine akan bertambah.

4. 3. hal tersebut disebabkan oleh adanya pigmen empedu(bilirubin) dalam urine. pH. Jika urine mudah berbuih. tetapi mungkin juga berasal dari suatu jenis makanan atau obat-obatan. Warna itu disebabkan oleh beberapa macam zat warna. PEMERIKSAAN MAKROSKOPIS URINE Pemeriksaan makroskopis urine meliputi volume urine. Volume urine normal : 1200-1500 ml/24 jam. makin muda warna urine itu. kejernihan. . Beberapa keadaan warna urine mungkin baru berubah setelah dibiarkan. buih. terutama urochrom dan urobilin. dan berat jenis. Bau urine yang normal disebabkan dari sebagian oleh asam-asam organik yang mudah menguap. Sedangkan jika urine memiliki buih yang berwarna kuning. Bau Bau urine yang normal. Biasanya warna urine normal berkisar antara kuning muda dan kuning tua.A. Jika didapat warna abnormal disebabkan oleh zat warna yang dalam keadaan normal pun ada. tidak keras. berupa hasil metabolism abnormal. Warna urine Warna urine ditentukan oleh besarnya dieresis. Volume urine masingmasing orang bervariasi tergantung pada luas permukaan tubuh. Dihitung dalam gelas ukur. 2. Buih Buih pada urine normal berwarna putih. bau. menunjukkan bahwa urine tersebut mengandung protein. pemakaian cairan. warna. Kemungkinan adanya zat warna abnormal. Volume urine Banyaknya urine yang dikeluarkan oleh ginjal dalam 24 jam. 1. tetapi sekarang ada dalam jumlah besar. Makin besar dieresis. dan kelembapan udara / penguapan.

leukosit dan sel epitel. Sebab – sebab urine keruh dari mula-mula :  Fosfat amorf dan karbonat dalam jumlah besar.  Benda-benda koloid. Kekeruhan ringan disebut nubecula dan terjadi dari lender. Sebab – sebab urine keruh menjadi keruh setelah dibiarkan :  Nubecula. sel-sel epitel. Selain pada keadaan tadi pemeriksaan pH urine segar dapat member petunjuk kea rah infeksi saluran kemih. jumlah ion NH4. .5.  Bakteri. seperti eritrosit. pH pH tidak banyak berarti dalam pemeriksaan penyaring.  Bakteri. Kejernihan Cara menguji kejernihan sama seperti menguji warna yaitu jernih.  Fosfat amorf dan karbonat. sedangkan infeksi oleh Proteus yang merombak ureum menjadi amoniak menyebabkan urine menjadi basa. mungkin terjadi sesudah orang makan banyak. agak keruh. dan leukosit yang lambat laun mengendap. Tidak semua macam kekeruhan bersifat abnormal. Infeksi oleh E. keruh atau sangat keruh.  Cylus dan lemak. apalagi jika disertai penetapan jumlah asam yang diekskresikan dalam waktu tertentu. Urine normal pun akan menjadi keruh jika dibiarkan atau didinginkan. coli biasanya menghasilkan urine asam. 6.  Unsur sedimen dalam jumlah besar.  Urat-urat amorf. Akan tetapi pada gangguan keseimbangan asam-basa penetapan itu member kesan tentang keadaan dalam tubuh.

serta tidak memerlukan persiapan reagen. PEMERIKSAAN KIMIA URINE Pemeriksaan kimia urine berdasarkan reaksi biokimia yang juga disebut cara kimia kering atau tes carik celup banyak digunakan di laboratorium klinik. Bahan untuk pemeriksaan kimia dengan carik celup. tidak memerlukan suatu keahlian dalam mengerjakan tes serta hasilnya cepat. Pemeriksaan dengan bahan control urine dimaksudkan untuk menilai carik celup. Cara penggunaan carik celup Sebelum melakukan pemeriksaan urine. harus merupakan urine segar dan mempunyai jumlah minimal 10-12 ml. refraktometer dan carik celup. Setelah dicampur dengan cara membolakbalik tabung urine agar homogeny. murah. Berat jenis Untuk mengukur berat jenis urine dapat menggunakan urometer. B. dilakukan pemeriksaan dengan carik celup. kemudian diangkat dan kelebihan urine dibersihkan dengan meletakkan carik celup mendatar pada sisinya di ertas saring sehingga kelebihan urine yang mengalir diserap dengan kertas serap. carik celup harus dikontrol dengan bahan control urine. Cara carik celup ini selain praktis karena reagen telah tersedia dalam bentuk pita siap pakai. bersifat sekali pakai. Carik celup dimasukkan ke dalam urine dalam waktu kurang dari 1 detik. volume urine yang dibutuhkan sedikit. kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap urine penderita. alat pemeriksa yaitu pipet dan alat baca serta pemeriksa/orang yang mengerjakan. . a.7. Prosedurnya sederhan dan mudah. Setelah emeriksaan dengan bahan control sesuai dengan hasil yang seharusnya. reagen relative stabil. bertujuan untuk mencegah terjadinya carry over antar pita reagen.

c. keton. Tujuan pemeriksaan kimia urine Bertujuan untuk menunjang diagnosis kelainan di luar ginjal seperti kelainan metabolism karbohidrat. glukosa. Perubahan pH ini akan terdeteksi oleh indikator bromthymol blue.Setelah 30-60 detik warna yang terjadi dibandingkan dengan warna pada botol carik celup dapat secara visual. Pemeriksaan Berat Jenis Urine Pemeriksaan berat jenis dalam urine berdasarkan pada perubahan pKa (konstanta disosiasi) dari polielektrolit (methylvinyl ether/maleic anhydride). gangguan keseimbangan asam basa. Pada urine dengan berat jenis yang rendah. Bromthymol blue akan berwarna biru tua hingga hijau pada urine dengan berat jenis rendah dan berwarna hijau kekuningan jika berat jenis urine tinggi. fungsi hati. Ion H+ yang dihasilkan tergantung pada jumlah ion yang terdapat dalam urine. urobilinogen. leukosit esterase. dimana akan terjadi perubahan warna sesuai pH yang berkisar dari jingga hingga kuning kehijauan dan hijau kebiruan. b.5. Hasil tes berdasarkan perubahan warna yang terjadi.0 sampai 8. 2. protein. menghasilkan ion hydrogen (H+). berat jenis. Rentang pemeriksaan pH meliputi pH 5. Polielektrolit terdapat pada carik celup akan mengalami ionisasi. Pemeriksaan pH urine Pemeriksaan pH urine berdasarkan adanya indicator ganda (methyl red dan bromthymol blue). ion H+ yang dihasilkan sedikit sehingga pH lebih ke arah alkalis. bilirubin. darah. 1. dan saluran kemih seperti infeksi traktus urinarius. dan nitrit. . kelainan ginjal. Macam pemeriksaan kimia urine dengan carik celup Carik celup yang paling lengkap dapat menguji 10 parameter pemeriksaan kimia urine sekaligus terdiri dari pH.

3.5 % glukosa) (+3) : jingga atau warna lumpur keruh (2 – 3.5 – 1 % glukosa) (+2) : kuning keruh (1 – 1. asam homogentisat. Pada cara ini.5 % glukosa) . Hasil negative palsu pada pemeriksaan ini dapat disebabkan oleh bahan reduktor dalam urine seperti vitamin C (lebih dari 40 mg/dl). aspirin serta bahan yang mengganggu reaksi enzimatik seperti levodova. +3 (1000 mg/dl). Sensitivitas pemeriksaan ini adalah 100 mg/dl. dan obatobatan seperti diphyrone. pemeriksaan glukosa urine dapat menggunakan: a. dan pemeriksaan ini spesifik untuk glukosa. Pengendapan cupri hidroksida dicegah dengan penambahan kalium natrium tartrate. glukosa akan mereduksi cupri sulfat menjadi cupro oksida. trace (100 mg/dl). Kemudian hydrogen peroksida ini dengan adanya peroksidase akan mengkatalisa reaksi antara potassium iodide dengan hydrogen peroksida menghasilkan H2O dan On (O nascens). O nascens akan mengoksidasi zat warna potassium iodide dalam waktu 10 detik membentuk warna biru muda. gluthation.5 % glukosa) (+4) : merah bata (lebih dari 3. (+1) : hijau kekuning-kuningan dan keruh (sesuai dengan 0. hijau sampai coklat. +1 (250 mg/dl). +2 (500 mg/dl). kadar glukosa urine dilaporkan sebagai negative. +4 (>2000 mg/dl). Metode Fehling Prinsip : Dengan pemanasan urine dalam suasana alkali. b. Pemeriksaan Glukosa Urine Pemeriksaan glukosa dalam urine berdasarkan pada glukosa oksidase yang akan menguraikan glukosa menjadi asam glukonat dan hydrogen peroksida. biru kehijauan. Selain menggunakan carik celup. Metode Benedict Prinsip : Glukosa dalam urine akan mereduksi garam-garam kompleks yang terdapat pada pereaksi benedict (ion cupri direduksi menjadi cupro) dan mengendap dalam bentuk CuO dan Cu2O. Interpretasi hasil pada metode Fehling dan Benedict: (-) : tetap biru.

ditandai dengan filtrate yang berwarna hijau pada kertas saring. dibaca dalam waktu 60 detik. Bilirubin terbentuk dari penguraian hemoglobin dan ditranspor menuju hati. Hasil positif pada tes Harisson.5 mg/dl). tanpa terdeteksi melalui pemeriksaan rutin. tempat bakteri dalam usus mengubah bilirubin menjadi urobilinogen. warna yang timbul sesuai dengan peningkatan kadar urobilinogen dalam urine. Sebagian besar urobilinogen berkurang dalam feses dan sejumlah besar kembali ke hati melalui aliran darah. Bilirubinuria mengindikasikan kerusakan hati atau obstruksi empedu dan kadarnya yang besar ditandai dengan warna kuning. Pemeriksaan bilirubin urine berdasarkan reaksi antara garam diazonium dengan bilirubin dalam suasana asam kuat yang menimbulkan kompleks yang berwarna coklat muda hingga merah coklat dalam waktu 30 detik. 5. Pemeriksaan Bilirubin Urine Bilirubin secara normal tidak terdapat dalam urine. Kemudian urobilinogen diproses ulang menjadi empedu kira-kira ejumlah 1% diekskresi oleh ginjal di dalam urine. +1 (0. Hasil yang positif harus dikonfirmasi dengan test Harrison dimana bilirubin telah diendapkan oleh Barium chloride akan dioksidasi dengan reagen Fouchet menjadi biliverdin yang berwarna hijau. Hasilnya dilaporkan sebagai negative. namun dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berada dalam urine.4 mg/dl. +2 (1 mg/dl) atau +3 (3 mg/dl). Pemeriksaan Urobilinogen Urine Empedu yang sebagian besar dibentuk dari bilirubin yang terkonjugasi mencapai area duodenum. Sensitivitas pemeriksaan ini adalah 0. Urine yang terlalu alkalis menunjukkan kadar urobilinogen yang lebih tinggi. Pemeriksaan urobilinogen dalam urine berdasarkan reaksi antara urobilinogen dengan reagen Ehrlich (paradimethylaminobenzaldehyde. Intensitas warna yang terjadi dari jingga hingga merah tua.2 – 0. serta buffer asam). sedangkan urine yang terlalu asam menunjukkan kadar urobilinogen yang lebih . Spesimen urine harus segera diperiksa dalam setengah jam karena urobilinogen urine dapat teroksidasi menjadi urobilin. serta tidak dapat diekskresikan ke dalam urine. tempat bilirubin berkonjugasi atau tak langsung bersifat larut dalam lemak.4.

7. trace (5 mg/dl). +2 (100 mg/dl). Urine yang mempunyai berat jenis tinggi. Pemeriksaan Protein Urine Proteinuria biasanya disebabkan oleh penyakit ginjal akibat kerusakan glomerulus dan atau gangguan reabsorpsi tubulus ginjal. dan ungu untuk hasil yang positif. Berdasarkan reaksi antar asam asetoasetat dengan senyawa nitroprusida. Indikator tersebut sangat spesifik dan sensitive terhadap albumin.rendah dari seharusnya. akan menimbulkan keadaan ketosis dalam darah sehingga menghabiskan cadanagn basa (misal:bikarbonat) dan menyebabkan status asidotik. Ketonuria (badan keton dalam urine) terjadi sebagai akibat ketosis. +3 (300 mg/dl) atau +4 (2000 mg/dl). 6. Sebagai indikator digunakan tertrabromphenol blue yang dalam suatu system buffer akan menyebabkan pH tetap konstan. +1 (15 mg/dl). pemeriksaan protein urine dapat juga menggunakan: . Pemeriksaan Keton dalam Urine Badan keton diproduksi untuk menghasilkan energy saat karbohidrat tidak dapat digunakan seperti pada keadaan asidosis diabetic serta kelaparan / malnutrisi. dapat memberikan reaksi hingga terbaca hasil yang sangat sedikit (5 mg/dl). Akibat kesalahan penetapan pH oleh adanya protein. Pemeriksaan protein dalam urine berdasarkan pada prinsip kesalahan penetapan pH oleh adanya protein. pH yang rendah. urine yang mengandung albumin akan bereaksi dengan indikator menyebabkan perubahan warna hijau muda sampai hijau. Perubahan warna yang terjadi dalam waktu 60 detik. Selain mengunakan carik celup. Warna yang dihasilkan adalah coklat muda bila tidak terjadi reaksi. +2 (40 mg/dl). Hasilnya dilaporkan sebagai negative. Hasil positif palsu dapat terjadi apabila urine banyak mengandung pigmen atau metabolit levodopa serta phenylketones. Hasilnya dilaporkan sebagai negative. +3 (80 mg/dl) atau +4 (160 mg/dl). Kadar nitrit yang tinggi juga menyebabkan hasil negative palsu. Ketika terjadi kelebihan badan keton. +1 (30 mg/dl).

9. Pemeriksaan Darah dalam Urine Pemeriksaan darah samar dalam urine berdasarkan hemoglobin dan mioglobin akan mengkatalisa oksidasi dari indikator 3. menghasilkan warna berkisar dari kuning kehijau-hijauan hingga hijau kebitu-biruan dan biru tua. +2 (80 eri/ µL).5 g/dl) (+4) : urine sangat keruh dan bergumpal (lebih dari 0. Hasil positif palsu kadang-kadang dapat dijumpai apabila dalam urine terdapat bakteri. Pemanasan selanjutnya mengadakan denaturasi sehingga terjadi presipitasi yang dinilai secara semi kuantitatif. Metode Heller Prinsip : Adanya protein dalam urine akan bereaksi dengan HNO3 pekat membentuk cincin putih. 8. Pemeriksaan Esterase Leukosit dalam Urine Pemeriksaan ini berdasarkan adanya reaksi esterase yang merupakan enzim pada granula azurofil atau granula primer dari granulosit dan monosit. vitamin C serta protein kadar tinggi dapat menyebabkan hasil negative palsu. Interpretasi hasil metode Rebus dan Sulfosalisilat: (-) : tetap jernih.2 g/dl) (+3) : urine jelas keruh dan kekeruhan itu jelas berkeping-keping (0.05 g/dl) (+2) : kekeruhan mudah dilihat dan tampak butir-butir (0.a. Hasilnya dilaporkan sebagai negative.05 – 0.5 g/dl) c. +1 (25 eri/ µL). Metode Sulfosalisilat Prinsip dari metode sulfosalisilat sama dengan metode Rebus. b.5’ – tetramethylbenzidine. Esterase akan . (+1) : ada kekeruhan ringan tanpa butir-butir (0. trace (10 eri/µL). Metode Rebus Prinsip : Untuk menyatakan adanya urine yang ditunjukkan dengan adanya kekeruhan dengan cara penambahan asam akan lebih mendekatkan ke titik isoelektris dari protein. atau +3 (200 eri/ µL).01 – 0.2 – 0.3’5.

pH urine menjadi alkalis. Hasilnya dilaporkan sebagai positif bila pita dalam 40 detik menjadi merah atau kemerahan yang berarti air kemih dianggap mengandung lebih dari 105 kuman per ml. Pseudomonas. +1 (70 leu/µL). trace (15 leu/µL). atau +3 (500 leu/µL). Penyebab utama infeksi saluran kemih yaitu E. karena leukosit mengkerut dan menghalangi penglepasan esterase.1 mg/dl atau kurang). jika terdapat glukosa dan protein dalam konsentrasi tinggi atau pad urine dengan berat jenis tinggi. Apabila urine tidak segar. negative bila tidak terdapat nitrit maka warna tidak berubah. Warna yang terbentuk tidaklah sebanding dengan jumlah bakteri yang ada. Banyaknya esterase menggambarkan secara tidak langsung jumlah leukosit di dalam urine. Hasil negative palsu dapat disebabkan oleh vitamin C dengan kadar lebih dari 75 mg/dl dalam urine yang mengandung sejumlah kecil nitrit (0. Pemeriksaan Nitrit dalam Urine Test nitrit urine adalah test yang dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya bakteriuri. neutrofil mudah lisis sehingga jumlah neutrofil yang dijumpai dalam sedimen urine berkurang dibandingkan dengan derajat positifitas pemeriksaan esterase leukosit. antibiotika yang menghambat metabolism bakteri dan reduksi nitrit menjadi nitrogen. Test ini berdasarkan kenyataan bahwa sebagian besar bakteri penyebab infeksi saluran kemih dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit. Hasilnya dilaporkan sebagai negative. Staphylococcus dapat merubah nitrat menjadi nitrit. Sensitivitas pemeriksaan ini adalah 0. dapat terjadi hasil negative palsu. +2 (125 leu/µL). Enterococcus atau urine hanya sebentar berada dalam kandung kemih. 10.075 mg/dl nitrit. kuman yang terdapat dalam urine tidak mereduksi nitrat menjadi nitrit seperti Streptococcus. Naftil yang dihasilkan bersama dengan garam diazonium akan menyebabkan perubahan warna dari coklat muda menjadi warna ungu.coli.menghidrolisis derivate ester naftil. Selain itu juga dipengaruhi oleh diet yang tidak mengandung nitrat. .

Leukosit Tampak sebagai benda bulat yang mengandung granula halus dengan inti yang Nampak jelas. jumlah leukosit dalam urine adalah 0 – 4 sel. vagina dan vulva. Dalam keadaan normal. a. b.023 atau osmolalitas > 300 m osm/kg dengan pH yang asam. Untuk mendapat sedimen yang baik diperlukan urine pekat yaitu urine yang diperoleh pagi hari dengan berat jenis > 1. Peningkatan jumlah leukosit menunjukkan adanya peradangan.C. Epitel Ada 3 macam epitel yang mungkin terdapat pada sedimen urine yaitu epitel yang berasal dari ginjal biasanya berbentuk bulat berinti 1. Setelah sentrifugasi dilakukan lapisan supernatant/lapisan atas urine dibuang sehingga didapatkan sedimen urine. Unsur Organik a. Biasanya leukosit ini adalah sel polimorfonuklear. infeksi atau tumor. Selanjutnya preparat diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran lensa objektif 10x untuk melihat lapang pandang kemudian perbesaran lensa objektif 40x untuk identifikasi. PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS URINE Pemeriksaan mikroskopis urine meliputi pemeriksaan sedimen urine. b. Untuk pemeriksaan sedimen urine diperlukan urine segar yaitu urine yang ditampung 1 jam setelah berkemih. Cara pemeriksaan Sebanyak 5-10 ml urine dimasukkan ke dalam tabung sentrifuge kemudian ditutup dengan paraffin dan dipekatkan dengan cara sentrifugasi pada kecepatan 1500 rpm selama 15 menit. Kemudian teteskan 1 tetes sedimen urine di atas objek glass. epitel yang berasal dari kandung kemih yang disebut sel transisisonal dan epitel gepeng yang berasal dari uretra bagian distal. Tujuan dari pemeriksaan sedimen urine adalah untuk mengidentifikasi jenis sedimen yang dipakai untuk mendeteksi kelainan ginjal dan saluran kemih. 1. . Macam – macam Sedimen Urine Sedimen urine terdiri dari unsur organik dan anorganik. ditutup dengan cover glass.

Dalam keadaan normal. . pH urine yang asam. dan epitel). konsentrasi garamyang tinggi dalam filtrate glomeruli dan aliran urine yang lambat. d. batu ginjal. f. Silinder terdiri dari glikoprotein disebut protein Tamm-Horsfall yang merupakan rangka dari silinder. tumor. Tetapi jika ada bakteri namun sedimen “bersih” kemungkinan itu merupakan cemaran (kontaminasi) saja. g. albumin. Parasit Yang biasanya ditemukan dalam urine yaitu Trichomonas vaginalis atau Schistosoma haematobium. leukosit. Jumlah eritrosit yang meningkat menggambarkan adanya trauma atau perdarahan pada ginjal dan saluran kemih. silinder granula/korel. Bakteri Bakteri yang dijumpai bersama leukosit yang meningkat menunjukkan adanya infeksi dan dapat diperiksa lebih lanjut dengan pewarnaan Gram atau dengan biakan (kultur) urine untuk identifikasi. Silinder (torak) Adalah cetakan protein yang terjadi pada tubulus ginjal. dalam urine yang encer eritrosit akan membengkak sedangkan dalam urine yang alkalis eritrosit mengecil. Eritrosit Dalam urine yang pekat eritrosit akan mengkerut. Spermatozoa Bisa ditemukan dalam urine pria atau wanita dan tidak memiliki arti klinik. e. infeksi. Silinder terdiri dari silinder hialin. silinder seluler (silinder eritrosit.c. terbentuk pada ascending loop of Henle. Untuk terjadinya silinder diperlukan protein Tamm-Horsfall. dan silinder lemak. silinder lilin. terdapat 0 – 2 sel eritrosit dalam urine.

leucin. Jumlah unsur sedimen urine dalam LPK atau LPB harus dihitung rerata > 10 lapangan. Pada pH alkalis atau netral : ammonium-magnesium fosfat (triple fosfat) dan dikalsium fosfat. dan protozoa dilaporkan dalam lapangan pandang beasr 10 x 40 (LPB). natrium urat. Kristal dalam urine normal Pada pH asam : asam urat. kalsium sulfat. b. Untuk melaporkan jumlah sedimen secara semikuantitatif sediaan harus merata di atas objek glass. dan bilirubin. Pelaporan Sedimen Urine secara Semikuantitatif Untuk sedimen urine leukosit. dan kalsium fosfat. ammonium biurat. kolesterol. Sedangkan dengan lapangan pandang kecil 10 x 10 (LPK) untuk pelaporan jumlah silinder. kristal. bila sedimen yang diletakkan di atas objek glass tidak merata harus dibuat sediaan baru. Kristal yang abnormal seperti sistin. Kristal obat seperti kristal sulfida. ragi. d. Pada pH alkalis : kalsium karbonat. epitel. eritrosit. bakteri. c. .2. Zat amorf Biasanya terdiri dari urat dalam urine yang asam dan fosfat dalam urine yang alkalis. tirosin. Pada pH asam atau netral atau alkalis : kalsium oksalat. Unsur Anorganik a. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful