BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengubah jati diri seorang peserta didik untuk lebih maju. Nilai-nilai pendidikan sendiri adalah suatu makna dan ukuran yang tepat dan akurat yang mempengaruhi adanya pendidikan itu sendiri, diantara nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa yang terdiri dari beberapa unsur. Sekolah Perguruan mulai dari Taman peran Kanak-kanak penting sebagai sampai agen Tinggi memiliki

penyebar virus positif terhadap karakter dan budaya bangsa. Tidak ada yang menolak tentang pentingnya karakter dan budaya, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana menyusun dan mensistemasikan sehingga anak-anak mampu lebih berkarakter dan berbudaya. Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal.Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial remaja yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan massal dalam masyarakat, seperti perkelahian

danberbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan di kotakota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Olehkarena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi peserta pembinaan didik generasimuda dalam diharapkan dapat meningkatkan peranannya

pembentukankepribadian

melaluipeningkatan

intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim teknis Akbar, (hard 2000), ternyata tetapi kesuksesan lebih oleh seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan skill) saja, kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20

1

murah. Rumusan Masalah Jelaskan komponen-komponan yang harus terlibat dalam pengimplementasian pendidikan karakter! Bagaiman upaya meningkatkan kesesuaian mutu pendidikan karakter? Jelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam karakter? Jelaskan keberhasilan implementasi pendidikan karakter? C. Harapannya ternyata dapat dapat memberi dengan inspirasi. Ramli (2003). sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat.persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. beretika. acuan. relistis. pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing. B. Tujuan Untuk mengetahui komponen-komponan yang harus terlibat dalam pengimplementasian pendidikan karakter Untuk Untuk mengetahui mengetahui upaya yang dapat meningkatkan dalam kesesuaian mutu pendidikan karakter nilai-nilai yang terkandung karakter Untuk mengetahui keberhasilan implementasi pendidikan karakter D. Landasan Teori 1. Pendidikan Karakter Menurut T. dan gambaran kepada semua pihak bahwa pendidikan karakter diterapkan dan menyenangkan. bermoral. 2 .

Menurut Mochtar Buchori (2007). and then do what they believe to be right. yang Guru ini mampumempengaruhi membantu membentuk karakter pesertadidik. cara guru berbicara atau menyampaikan materi. didik. 3 . pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: character education is the deliberateeffort to help people understand.When we think about the kind of character we want for our children. pendidikan moral. pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif.D. even in the face of pressurefrom without and temptation from within. dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. dan berbagaihal terkait lainnya. Hal mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru. penghayatan nilai secara afektif.Menurut David Elkind & FreddySweet Ph. yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk mengambil keputusan yang baik. bagaimana guru bertoleransi. pendidikan budi pekerti. dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. and act upon core ethical values. care about. pendidikan watak. Menurut dokumen Desain Induk Pendidikan Karakter terbitan kementerian Pendidikan Nasional. pendidikan karakter didefinisikan sebagai pendidikan nilai. care deeply about what isright. (2004). memelihara apa yang baik. Lebih lanjut dijelaskan bahwapendidikan karakter adalah segala sesuatu yang watak dilakukan peserta guru. it is clearthat we want them to be able to judge what is right.

dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari- 4 . dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik seharihari di masyarakat. Komponen yang Terlibat dalam Pengimplementasian Pendidikan Karakter Dalam pendidikan karakter di sekolah. tetapi juga mengarahkan peserta didik terbiasa memetik nilainilai dari pelajaran tersebut. Pengelolaan Sekolah Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan. dilaksanakan. tetapi menyentuh pada internalisasi. Isi Kurikulum Pembinaan karakter termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Proses Pembelajaran Dan Penilaian Pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif. 1. komponen tersabut adalah sebagai berikut. dalam Materi setiap mata pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pelajaran perlu dikembangkan. Guru tidak hanya berusaha memenuhi standar kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh kurikulum nasional. dan dikendalikan dalam setiap karakter pada mata dapat diintegrasikan pelajaran. dieksplisitkan. 3. Pendidikan karakter diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang suadah ada di samping lewat pembiasaan dalam budaya sekolah. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan. Penanganan atau Pengelolaan Mata Pelajaran Pendidikan pembelajaran pada hari. 2.BAB II PEMBAHASAN A. 4.

Dengan demikian. Pendidikan nilai yang karakter tingkatan tradisi. potensi. Pembinaan etos kerja berkaitan erat dengan daya saing mereka. yaitu nilaimelandasi keseharian. tenaga pembelajaran. manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi. Artinya mereka berupaya menyiapkan tenaga kerja yang beretos kerja tinggi. Pemberdayaan Sarana Prasarana 7. dan masyarakat sekitar sekolah. 5. dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. Pembinaan pada perilaku.kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. dan minat mereka melalui kegiatan pendidik yang dan secara atau khusus tenaga diselenggarakan kependidikan oleh yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. pendidik muatan dan kurikulum. mengarah pada pembentukan budaya sekolah. kependidikan. Kegiatan ko-kurikuler merupakan kegiatan membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. bakat. etos kerja dibentuk institusi kebiasaan dengan pembiasaan disiplin kerja. nilai-nilai yang perlu ditanamkan. Etos Kerja Seluruh Warga dan Lingkungan Sekolah Etos kerja juga menjadi perhatian utama. Pelaksanaan Aktivitas atau Kegiatan ko-kurikuler Kegiatan ko-kurikuler yang selama ini diselenggarakan sekolah merupakan salah satu media yang potensial untuk pembinaan karakter dan peningkatan mutu akademik peserta didik. Kualitas Hubungan 9. serta potensi dan prestasi peserta didik. 6. Pembiayaan 8. komponen terkait lainnya. 5 . Melalui kegiatan ko-kurikuler diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial. dan penilaian.

sekolah. dan yang bermuara pada pembentukan karakter yang menjadi perwujudan dari nilailuhur. B. Olah Raga Rasa dan dan Kinestetik Karsa (Physical (Affective and and Kinestetic Creativity Development) Development) Keempat proses psikososial tersebut secara terpadu saling berkait nilai dan saling melengkapi. pendidikan. pelaksanaan. Olah Pikir (Intellectual Development) 3. afektif. dan konatif. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: 1.Budaya sekolah merupakan ciri khas. Pengembangan implementasi pendidikan karakter perlu ini dilakukan dengan mengacu pada Grand Design tersebut. Olah Hati (Spiritual and Emotional Development) 2. Kementerian dan jenis Pendidikan satuan Nasional mengembangkan Grand Design pendidikan karakter untuk jalur. Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur 6 . dan citra sekolah tersebut di mata masyarakat luas. Upaya Meningkatkan Kesesuaian dan Mutu Pendidikan Karakter Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan setiap karakter. dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Berdasarkan Grand Design yang dikembangkan Kemendiknas (2010). karakter atau watak. masyarakat) berlangsung sepanjang hayat. jenjang. Olah 4. dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga. secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia dan (kognitif. Grand Design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan.

Pendekatan perilaku Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. Pendekatan pengembangan rasional 2. Pendekatan perilaku sosial Berbeda tiga. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Sebagian yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional. ada perbedaan- perbedaan pendapat di antara mereka sebagian negara pakar barat. Peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari. pendekatan klarifikasi nilai. Pendekatan afektif 3. peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. menyarankan seperti tentang pendekatan pendekatanperkembangan dan pendekatan dan modus pendidikannya. Berhubungan dengan pendekatan. nonformal.pendidikan formal. yaitu: 1. penggunaan pendekatan pendidikan moral yangdikembangkan di negarapendekatan analisis nilai. Menurut Hersh (1980). Namun demikian. Pendekatan klarifikasi nilai 4. Selebihnya (70%). atau kurang dari 30%. dengan klasifikasi tersebut. moralkognitif. Pendekatan pengembangan moral kognitif 5. yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diripeserta didik. Elias (1989) mengklasifikasikan berbagai teori yang berkembang menjadi 7 . Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu. Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Pendekatan pertimbangan 3. ada lima pendekatan yang digunakan yaitu: 1. Pendekatan kognitif 2.

pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik. Nilai-Nilai Karakter Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa untuk berpengaruh mengatasi negatif terhadap perkembangan adalah dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Sistem pendidikan di Indonesia secara umum masih dititik beratkan pada kecerdasan kognitif. Saatnya para pengambil kebijakan. kegiatan tersebut yaitu melalui dan pendidikan karakter memadukan informal mengoptimalkan pendidikan lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Selama ini. Hal ini dapat dilihat dari orientasi sekolah sekolah yang ada masih disibukkan dengan ujian. Ditambah lagi latihan latihan soal harian dan pekerjaan rumah untuk memecahkan pertanyaan di buku pelajaran yang biasanya tak relevan dengan kehidupan sehari hari para siswa. para pendidik. ujian akhir hingga ujian nasional. C. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi. Salah satu alternatif permasalahan terpadu. kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga. pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. mulai dari ujian mid. yang bersumberdari nilai moral universal (bersifat absolut) 8 . terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. orang tua dan masyarakat senantiasa memperkaya persepsi bahwa ukuran keberhasilan tak melulu dilihat dari prestasi angka angka. Dalam hal ini. pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar. Hendaknya institusi sekolah menjadi tempat yang senantiasa menciptakan pengalaman pengalaman bagi siswa untuk membangun dan membentuk karakter unggul.

Berdasarkan kajian nilai-nilai agama. terhadap diri sendiri. Disiplin kebiasaan buruk mengganggu kesehatan. telah teridentifikasi lima nilai sesama Berikut butir-butir utama. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri a. selalu dan tindakan seseorangyang pada nilai-nilai diupayakan berdasarkan Ketuhanan dan atau ajaran agamanya. b. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. lingkungan (alam. nilai yaitu yang dikelompokkan perilaku serta utama menjadi diri nilai-nilai danlingkungan nilai-nilai manusiadalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Jujur Perilaku dalam yang didasarkan pada upaya dan menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya perkataan. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti. adalah kebangsaan. tindakan. daftar yangdimaksud dan diskripsi ringkasnya. norma-norma sosial. Bertanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan. sendiri. perkataan.dan prinsip-prinsip HAM.yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai The Golden Rule. 9 . etika akademik. sosial dan budaya). manusia.baik terhadap diri dan pihak lain. c. 1. peraturan/hukum. pekerjaan. apabila berpijak darinilai-nilai karakter dasar tersebut. Religius Pikiran. Bergaya hidup sehat Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang yang sehatdan dapat menghindarkan d. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan a. 2. masyarakat.

Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalammengatasi menyelesaikan sebaik-baiknya. Berpikir logis. k. 3. tercapainya setiap keinginan dan berbagai tugas hambatan guna dengan (belajar/pekerjaan) permodalanoperasinya. menyusun operasiuntuk serta pengadaan mengatur memasarkannya. kritis. j. Berjiwa wirausaha Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atauberbakat mengenali produk baru. Rasa ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya. h. kepedulian. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. i. f. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. dan didengar. dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan ataulogika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dantermutakhir dari apa yang telahdimiliki. g. Cinta ilmu Cara berpikir.Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. dan penghargaan terhadap pengetahuan. Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan harapannya. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama a. e. menentukan cara produksi produk baru. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain yang tinggi 10 . bersikap. dilihat. kreatif. baru.

Demokratis Cara berfikir. a. 5. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain. bersikapdan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. tata bahasa maupun tata perilaku ke semua orang. kepedulian. Patuh pada aturan-aturan sosial Sikap umum. 4. dan penghargaan yang tinggi dari sudut pandang. menurut dan taat terhadap dan aturan-aturan kepentingan berkenaan dengan masyarakat 11 . dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. Menghargai karya dan prestasi orang lain Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang bergunabagi masyarakat. b. c. Nasionalis Cara berfikir. dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negaradi atas kepentingan diri dan kelompoknya. d. Peduli sosial dan lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakanpada lingkungan alam di sekitarnya. Santun Sifat yang halus dan baik e. bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Nilai kebangsaan Caraberpikir. bertindak. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan a.

toleransi. adil dan punya integritas. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. beberapa nilai karakter dasar adalah cinta kepada Allah dan ciptaan-Nya (alam seisinya). Menunjukkan sikap percaya diri. 2. cinta damai dan cinta persatuan. lingkungan fisik. keadilan dan kepemimpinan. sosial. jawab. kewarganegaraan. jujur. kerja keras dan pantang menyerah. suku. dan politik bangsanya. peduli dan kerjasama. kreatif. 4. 12 . Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari dapat dipercaya. ketulusan. percaya diri. rasa hormat dan perhatian. tanggung jawab. 3. disiplin. visioner. hormat dan santun. adat. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. Menurut para ahli psikologi. D. kondisi dan lingkungan sekolah itu sendiri. Menghargai keberagaman Sikap memberikan respek/ hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk budaya. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. Keberhasilan Implementasi Pendidikan Karakter Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik yang antara lain meliputi sebagai berikut: 1. ekonomi. berani. kasih sayang. jujur. baik dan rendah hati.terhadap bahasa. b. fisik. budaya. sifat. tanggung tekun. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan. dan agama. peduli.

sehat. ras. 11. 19. Menghargai adanya perbedaan pendapat. bugar. 7. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 18. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. berbangsa. 17.5. Indonesia. dan inovatif. suku. 14. 15. 10. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. berbicara. 21. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. kritis. 8. kreatif. Menunjukkan keterampilan menyimak. budaya. Memiliki jiwa kewirausahaan. Menghargai karya seni dan budaya nasional. 13. 12. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. membaca. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. Menerapkan hidup bersih. 16. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional. Menghargai keberagaman agama. 20. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dan dalam kehidupan demi bermasyarakat. kritis. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. bernegara terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik 13 . dan kreatif. 6. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. 9. aman.

dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut. 14 . dan simbolsimbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. yaitu perilaku.Pada pendidikan tataran sekolah. kebiasaan keseharian. tradisi. kriteria pencapaian karakter adalah terbentuknya budaya sekolah.

15 . Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu. Kesimpulan Pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Dalam hal ini. tidak hanya mentransfer ilmu atau pengetahuannya saja. sedangkan sekolah agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. pendidikan lanjutan. Peralihan pendidikan informal ke lembagalembaga formal memerlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam usaha meningkatkan hasil belajar anak. yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan B.BAB III PENUTUP A. Sebagai pendidik disamping mengajar maka juga harus menjadikan dirinya sebagai teladan bagi murid-muridnya. Saran Orang dimulai dari tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan merupakan keluarga. dimana orang tua harus menaruh perhatian yang serius. Jalan kerjasama yang perlu ditingkatkan.

2010.com/ http://Pendidikan/Apa Pendidikan Karakter itu AKHMAD SUDRAJAT TENTANG PENDIDIKAN/ http://Pendidikan/TagPendidikanKarakterPondok IBU. Kumpulan Pengalaman Inspiratif. Tengah.Pd.com/2009/01/05/pengertianprestasi-belajar/ http://18Nilai-nilaidalamPendidikanKarakterBangsa misbachudin. Spd – Ahmad Jauhari.Pendidikan Karakter.Pd – Tatik Eliza. http://sunartombs.DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan Nasional. S.htm http:/ /Pendidikan/Pendidikan Karakter MUKHSININ.htm Website Guru Staf Pengajar di SMP Negeri 1 Pati Jawa 16 .htm http:/ /Pendidikan/Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran – Sofan Amri.Jakarta.wordpress. Pd. S. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful