BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengubah jati diri seorang peserta didik untuk lebih maju. Nilai-nilai pendidikan sendiri adalah suatu makna dan ukuran yang tepat dan akurat yang mempengaruhi adanya pendidikan itu sendiri, diantara nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa yang terdiri dari beberapa unsur. Sekolah Perguruan mulai dari Taman peran Kanak-kanak penting sebagai sampai agen Tinggi memiliki

penyebar virus positif terhadap karakter dan budaya bangsa. Tidak ada yang menolak tentang pentingnya karakter dan budaya, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana menyusun dan mensistemasikan sehingga anak-anak mampu lebih berkarakter dan berbudaya. Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal.Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial remaja yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan massal dalam masyarakat, seperti perkelahian

danberbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan di kotakota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Olehkarena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi peserta pembinaan didik generasimuda dalam diharapkan dapat meningkatkan peranannya

pembentukankepribadian

melaluipeningkatan

intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim teknis Akbar, (hard 2000), ternyata tetapi kesuksesan lebih oleh seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan skill) saja, kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20

1

murah. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Landasan Teori 1. pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Rumusan Masalah Jelaskan komponen-komponan yang harus terlibat dalam pengimplementasian pendidikan karakter! Bagaiman upaya meningkatkan kesesuaian mutu pendidikan karakter? Jelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam karakter? Jelaskan keberhasilan implementasi pendidikan karakter? C. B. relistis. Tujuan Untuk mengetahui komponen-komponan yang harus terlibat dalam pengimplementasian pendidikan karakter Untuk Untuk mengetahui mengetahui upaya yang dapat meningkatkan dalam kesesuaian mutu pendidikan karakter nilai-nilai yang terkandung karakter Untuk mengetahui keberhasilan implementasi pendidikan karakter D.persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Ramli (2003). beretika. bermoral. dan gambaran kepada semua pihak bahwa pendidikan karakter diterapkan dan menyenangkan. Harapannya ternyata dapat dapat memberi dengan inspirasi. Pendidikan Karakter Menurut T. acuan. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing. sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. 2 .

and act upon core ethical values. (2004). pendidikan moral. and then do what they believe to be right. care deeply about what isright. pendidikan watak. even in the face of pressurefrom without and temptation from within. pendidikan budi pekerti. Hal mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru. pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: character education is the deliberateeffort to help people understand. dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk mengambil keputusan yang baik. it is clearthat we want them to be able to judge what is right. memelihara apa yang baik. penghayatan nilai secara afektif. 3 .Menurut David Elkind & FreddySweet Ph. yang Guru ini mampumempengaruhi membantu membentuk karakter pesertadidik.D. pendidikan karakter didefinisikan sebagai pendidikan nilai. dan berbagaihal terkait lainnya. Menurut dokumen Desain Induk Pendidikan Karakter terbitan kementerian Pendidikan Nasional. didik. cara guru berbicara atau menyampaikan materi. pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif. dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. Lebih lanjut dijelaskan bahwapendidikan karakter adalah segala sesuatu yang watak dilakukan peserta guru.When we think about the kind of character we want for our children. bagaimana guru bertoleransi. Menurut Mochtar Buchori (2007). care about.

1. Guru tidak hanya berusaha memenuhi standar kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh kurikulum nasional. Pengelolaan Sekolah Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. Komponen yang Terlibat dalam Pengimplementasian Pendidikan Karakter Dalam pendidikan karakter di sekolah. 2.BAB II PEMBAHASAN A. tetapi menyentuh pada internalisasi. Proses Pembelajaran Dan Penilaian Pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif. 4. Penanganan atau Pengelolaan Mata Pelajaran Pendidikan pembelajaran pada hari. dilaksanakan. 3. semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan. Isi Kurikulum Pembinaan karakter termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. tetapi juga mengarahkan peserta didik terbiasa memetik nilainilai dari pelajaran tersebut. komponen tersabut adalah sebagai berikut. dieksplisitkan. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan. dalam Materi setiap mata pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pelajaran perlu dikembangkan. dan dikendalikan dalam setiap karakter pada mata dapat diintegrasikan pelajaran. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik seharihari di masyarakat. dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari- 4 . Pendidikan karakter diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang suadah ada di samping lewat pembiasaan dalam budaya sekolah.

kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. potensi. dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. Pembinaan etos kerja berkaitan erat dengan daya saing mereka. 5 . yaitu nilaimelandasi keseharian. dan minat mereka melalui kegiatan pendidik yang dan secara atau khusus tenaga diselenggarakan kependidikan oleh yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Pemberdayaan Sarana Prasarana 7. Pelaksanaan Aktivitas atau Kegiatan ko-kurikuler Kegiatan ko-kurikuler yang selama ini diselenggarakan sekolah merupakan salah satu media yang potensial untuk pembinaan karakter dan peningkatan mutu akademik peserta didik. etos kerja dibentuk institusi kebiasaan dengan pembiasaan disiplin kerja. pendidik muatan dan kurikulum. 5. dan penilaian. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi. manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah. kependidikan. tenaga pembelajaran. bakat. nilai-nilai yang perlu ditanamkan. Etos Kerja Seluruh Warga dan Lingkungan Sekolah Etos kerja juga menjadi perhatian utama. Kegiatan ko-kurikuler merupakan kegiatan membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Melalui kegiatan ko-kurikuler diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial. dan masyarakat sekitar sekolah. mengarah pada pembentukan budaya sekolah. serta potensi dan prestasi peserta didik. komponen terkait lainnya. Artinya mereka berupaya menyiapkan tenaga kerja yang beretos kerja tinggi. Dengan demikian. Pembinaan pada perilaku. 6. Kualitas Hubungan 9. Pembiayaan 8. Pendidikan nilai yang karakter tingkatan tradisi.

pelaksanaan. Olah Raga Rasa dan dan Kinestetik Karsa (Physical (Affective and and Kinestetic Creativity Development) Development) Keempat proses psikososial tersebut secara terpadu saling berkait nilai dan saling melengkapi. Grand Design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan. Pengembangan implementasi pendidikan karakter perlu ini dilakukan dengan mengacu pada Grand Design tersebut. pendidikan. Berdasarkan Grand Design yang dikembangkan Kemendiknas (2010). sekolah. Olah Pikir (Intellectual Development) 3. afektif. dan konatif. secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia dan (kognitif. karakter atau watak. B. Olah 4. dan yang bermuara pada pembentukan karakter yang menjadi perwujudan dari nilailuhur. jenjang. Olah Hati (Spiritual and Emotional Development) 2. Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur 6 . dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: 1. masyarakat) berlangsung sepanjang hayat. Kementerian dan jenis Pendidikan satuan Nasional mengembangkan Grand Design pendidikan karakter untuk jalur. dan citra sekolah tersebut di mata masyarakat luas.Budaya sekolah merupakan ciri khas. Upaya Meningkatkan Kesesuaian dan Mutu Pendidikan Karakter Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan setiap karakter. dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga.

ada lima pendekatan yang digunakan yaitu: 1. Pendekatan perilaku sosial Berbeda tiga. Pendekatan pengembangan moral kognitif 5. Peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari. Pendekatan pengembangan rasional 2. Pendekatan perilaku Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diripeserta didik. moralkognitif. peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu. pendekatan klarifikasi nilai. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Elias (1989) mengklasifikasikan berbagai teori yang berkembang menjadi 7 . menyarankan seperti tentang pendekatan pendekatanperkembangan dan pendekatan dan modus pendidikannya. Menurut Hersh (1980). Selebihnya (70%). Pendekatan afektif 3. Pendekatan klarifikasi nilai 4. yaitu: 1. nonformal. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. dengan klasifikasi tersebut. atau kurang dari 30%. penggunaan pendekatan pendidikan moral yangdikembangkan di negarapendekatan analisis nilai. Pendekatan pertimbangan 3. Sebagian yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional. ada perbedaan- perbedaan pendapat di antara mereka sebagian negara pakar barat. Berhubungan dengan pendekatan. Pendekatan kognitif 2.pendidikan formal. Namun demikian.

pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik. para pendidik. Selama ini. yang bersumberdari nilai moral universal (bersifat absolut) 8 . Sistem pendidikan di Indonesia secara umum masih dititik beratkan pada kecerdasan kognitif. Ditambah lagi latihan latihan soal harian dan pekerjaan rumah untuk memecahkan pertanyaan di buku pelajaran yang biasanya tak relevan dengan kehidupan sehari hari para siswa. pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar. Salah satu alternatif permasalahan terpadu. Hal ini dapat dilihat dari orientasi sekolah sekolah yang ada masih disibukkan dengan ujian. terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. ujian akhir hingga ujian nasional. kegiatan tersebut yaitu melalui dan pendidikan karakter memadukan informal mengoptimalkan pendidikan lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Saatnya para pengambil kebijakan. mulai dari ujian mid. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa untuk berpengaruh mengatasi negatif terhadap perkembangan adalah dan pencapaian hasil belajar peserta didik. kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga. Hendaknya institusi sekolah menjadi tempat yang senantiasa menciptakan pengalaman pengalaman bagi siswa untuk membangun dan membentuk karakter unggul. pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. orang tua dan masyarakat senantiasa memperkaya persepsi bahwa ukuran keberhasilan tak melulu dilihat dari prestasi angka angka. Nilai-Nilai Karakter Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia. C. Dalam hal ini. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi.

peraturan/hukum. Berdasarkan kajian nilai-nilai agama. 2. sendiri. selalu dan tindakan seseorangyang pada nilai-nilai diupayakan berdasarkan Ketuhanan dan atau ajaran agamanya. apabila berpijak darinilai-nilai karakter dasar tersebut. lingkungan (alam. adalah kebangsaan. Religius Pikiran. nilai yaitu yang dikelompokkan perilaku serta utama menjadi diri nilai-nilai danlingkungan nilai-nilai manusiadalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti. Disiplin kebiasaan buruk mengganggu kesehatan. c. norma-norma sosial. manusia. masyarakat.baik terhadap diri dan pihak lain.yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai The Golden Rule. terhadap diri sendiri. tindakan. Bertanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan. pekerjaan. 9 .dan prinsip-prinsip HAM. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan a. 1. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri a. sosial dan budaya). Bergaya hidup sehat Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang yang sehatdan dapat menghindarkan d. b. telah teridentifikasi lima nilai sesama Berikut butir-butir utama. etika akademik. Jujur Perilaku dalam yang didasarkan pada upaya dan menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya perkataan. perkataan. daftar yangdimaksud dan diskripsi ringkasnya.

menyusun operasiuntuk serta pengadaan mengatur memasarkannya. dan didengar. tercapainya setiap keinginan dan berbagai tugas hambatan guna dengan (belajar/pekerjaan) permodalanoperasinya. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama a. e. menentukan cara produksi produk baru. kritis. f. h. 3. kreatif. bersikap. Cinta ilmu Cara berpikir. Berjiwa wirausaha Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atauberbakat mengenali produk baru. Berpikir logis. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain yang tinggi 10 . Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalammengatasi menyelesaikan sebaik-baiknya. baru.Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Rasa ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. dilihat. kepedulian. Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan harapannya. j. i. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan ataulogika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dantermutakhir dari apa yang telahdimiliki. g. dan penghargaan terhadap pengetahuan. k.

a. d. Nasionalis Cara berfikir. Menghargai karya dan prestasi orang lain Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang bergunabagi masyarakat. Patuh pada aturan-aturan sosial Sikap umum. Santun Sifat yang halus dan baik e. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan a. kepedulian. 4.Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain. dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negaradi atas kepentingan diri dan kelompoknya. 5. bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. b. dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. bertindak. menurut dan taat terhadap dan aturan-aturan kepentingan berkenaan dengan masyarakat 11 . Peduli sosial dan lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakanpada lingkungan alam di sekitarnya. tata bahasa maupun tata perilaku ke semua orang. Nilai kebangsaan Caraberpikir. dan penghargaan yang tinggi dari sudut pandang. c. bersikapdan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Demokratis Cara berfikir.

cinta damai dan cinta persatuan. fisik. kasih sayang. Keberhasilan Implementasi Pendidikan Karakter Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik yang antara lain meliputi sebagai berikut: 1. kreatif. suku. adil dan punya integritas. kewarganegaraan. dan agama. sifat. kondisi dan lingkungan sekolah itu sendiri. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. baik dan rendah hati. kerja keras dan pantang menyerah. berani. visioner. 12 . beberapa nilai karakter dasar adalah cinta kepada Allah dan ciptaan-Nya (alam seisinya). tanggung jawab. percaya diri. lingkungan fisik. hormat dan santun. peduli dan kerjasama. budaya. disiplin. 2. tanggung tekun. ketulusan. 4. rasa hormat dan perhatian. keadilan dan kepemimpinan. dan politik bangsanya. peduli. adat.terhadap bahasa. Menghargai keberagaman Sikap memberikan respek/ hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk budaya. Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari dapat dipercaya. b. ekonomi. toleransi. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. jujur. D. jujur. 3. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan. jawab. sosial. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Menunjukkan sikap percaya diri. Menurut para ahli psikologi.

8. 15. aman. dan kreatif. Indonesia. sehat. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. berbangsa. 20. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. 14. suku. budaya. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 21. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. 6. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 9. membaca. Memiliki jiwa kewirausahaan. dan inovatif. Menghargai adanya perbedaan pendapat. Menunjukkan keterampilan menyimak. ras. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. bernegara terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik 13 . Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dan dalam kehidupan demi bermasyarakat. bugar. Menghargai keberagaman agama. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional. 12. 10. 13. 19. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. kreatif.5. berbicara. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. Menerapkan hidup bersih. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. 17. kritis. 16. 11. 7. kritis. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 18. Menghargai karya seni dan budaya nasional.

kriteria pencapaian karakter adalah terbentuknya budaya sekolah. tradisi. 14 . dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut. kebiasaan keseharian. yaitu perilaku.Pada pendidikan tataran sekolah. dan simbolsimbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah.

Saran Orang dimulai dari tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan merupakan keluarga. dimana orang tua harus menaruh perhatian yang serius. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan B. Sebagai pendidik disamping mengajar maka juga harus menjadikan dirinya sebagai teladan bagi murid-muridnya. tidak hanya mentransfer ilmu atau pengetahuannya saja. sedangkan sekolah agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. Kesimpulan Pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Dalam hal ini. 15 . yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. pendidikan lanjutan. Peralihan pendidikan informal ke lembagalembaga formal memerlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam usaha meningkatkan hasil belajar anak.BAB III PENUTUP A. Jalan kerjasama yang perlu ditingkatkan. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu.

Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan Nasional.htm http:/ /Pendidikan/Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran – Sofan Amri. http://sunartombs. Pd.Pd. Spd – Ahmad Jauhari.htm Website Guru Staf Pengajar di SMP Negeri 1 Pati Jawa 16 . Kumpulan Pengalaman Inspiratif.2010.com/ http://Pendidikan/Apa Pendidikan Karakter itu AKHMAD SUDRAJAT TENTANG PENDIDIKAN/ http://Pendidikan/TagPendidikanKarakterPondok IBU.Pendidikan Karakter. S.wordpress.Pd – Tatik Eliza. Tengah.htm http:/ /Pendidikan/Pendidikan Karakter MUKHSININ. S.com/2009/01/05/pengertianprestasi-belajar/ http://18Nilai-nilaidalamPendidikanKarakterBangsa misbachudin. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful