BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengubah jati diri seorang peserta didik untuk lebih maju. Nilai-nilai pendidikan sendiri adalah suatu makna dan ukuran yang tepat dan akurat yang mempengaruhi adanya pendidikan itu sendiri, diantara nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa yang terdiri dari beberapa unsur. Sekolah Perguruan mulai dari Taman peran Kanak-kanak penting sebagai sampai agen Tinggi memiliki

penyebar virus positif terhadap karakter dan budaya bangsa. Tidak ada yang menolak tentang pentingnya karakter dan budaya, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana menyusun dan mensistemasikan sehingga anak-anak mampu lebih berkarakter dan berbudaya. Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal.Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial remaja yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan massal dalam masyarakat, seperti perkelahian

danberbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan di kotakota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Olehkarena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi peserta pembinaan didik generasimuda dalam diharapkan dapat meningkatkan peranannya

pembentukankepribadian

melaluipeningkatan

intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim teknis Akbar, (hard 2000), ternyata tetapi kesuksesan lebih oleh seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan skill) saja, kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20

1

beretika. Rumusan Masalah Jelaskan komponen-komponan yang harus terlibat dalam pengimplementasian pendidikan karakter! Bagaiman upaya meningkatkan kesesuaian mutu pendidikan karakter? Jelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam karakter? Jelaskan keberhasilan implementasi pendidikan karakter? C. murah. bermoral. Harapannya ternyata dapat dapat memberi dengan inspirasi. sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing. relistis. Tujuan Untuk mengetahui komponen-komponan yang harus terlibat dalam pengimplementasian pendidikan karakter Untuk Untuk mengetahui mengetahui upaya yang dapat meningkatkan dalam kesesuaian mutu pendidikan karakter nilai-nilai yang terkandung karakter Untuk mengetahui keberhasilan implementasi pendidikan karakter D. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Ramli (2003).persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Pendidikan Karakter Menurut T. pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. 2 . acuan. dan gambaran kepada semua pihak bahwa pendidikan karakter diterapkan dan menyenangkan. B. Landasan Teori 1.

pendidikan karakter didefinisikan sebagai pendidikan nilai. pendidikan budi pekerti. Menurut Mochtar Buchori (2007). and then do what they believe to be right. it is clearthat we want them to be able to judge what is right. (2004). pendidikan moral. pendidikan watak. Menurut dokumen Desain Induk Pendidikan Karakter terbitan kementerian Pendidikan Nasional. cara guru berbicara atau menyampaikan materi. dan berbagaihal terkait lainnya. yang Guru ini mampumempengaruhi membantu membentuk karakter pesertadidik. and act upon core ethical values. 3 .When we think about the kind of character we want for our children. care about. even in the face of pressurefrom without and temptation from within.Menurut David Elkind & FreddySweet Ph. bagaimana guru bertoleransi. care deeply about what isright. pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif. Hal mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru. memelihara apa yang baik. dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.D. pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: character education is the deliberateeffort to help people understand. didik. penghayatan nilai secara afektif. Lebih lanjut dijelaskan bahwapendidikan karakter adalah segala sesuatu yang watak dilakukan peserta guru. dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk mengambil keputusan yang baik.

Guru tidak hanya berusaha memenuhi standar kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh kurikulum nasional. semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan.BAB II PEMBAHASAN A. dan dikendalikan dalam setiap karakter pada mata dapat diintegrasikan pelajaran. tetapi menyentuh pada internalisasi. dalam Materi setiap mata pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pelajaran perlu dikembangkan. Komponen yang Terlibat dalam Pengimplementasian Pendidikan Karakter Dalam pendidikan karakter di sekolah. 4. komponen tersabut adalah sebagai berikut. Pendidikan karakter diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang suadah ada di samping lewat pembiasaan dalam budaya sekolah. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan. dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari- 4 . 2. 1. 3. Penanganan atau Pengelolaan Mata Pelajaran Pendidikan pembelajaran pada hari. tetapi juga mengarahkan peserta didik terbiasa memetik nilainilai dari pelajaran tersebut. Pengelolaan Sekolah Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. Isi Kurikulum Pembinaan karakter termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. dilaksanakan. Proses Pembelajaran Dan Penilaian Pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif. dieksplisitkan. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik seharihari di masyarakat.

komponen terkait lainnya. Kegiatan ko-kurikuler merupakan kegiatan membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. serta potensi dan prestasi peserta didik. 6. Kualitas Hubungan 9. Pembinaan etos kerja berkaitan erat dengan daya saing mereka. Melalui kegiatan ko-kurikuler diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial. bakat. Pembiayaan 8. manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah. Pembinaan pada perilaku.kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. Dengan demikian. dan penilaian. etos kerja dibentuk institusi kebiasaan dengan pembiasaan disiplin kerja. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi. tenaga pembelajaran. dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. Etos Kerja Seluruh Warga dan Lingkungan Sekolah Etos kerja juga menjadi perhatian utama. dan minat mereka melalui kegiatan pendidik yang dan secara atau khusus tenaga diselenggarakan kependidikan oleh yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. mengarah pada pembentukan budaya sekolah. Pemberdayaan Sarana Prasarana 7. Pelaksanaan Aktivitas atau Kegiatan ko-kurikuler Kegiatan ko-kurikuler yang selama ini diselenggarakan sekolah merupakan salah satu media yang potensial untuk pembinaan karakter dan peningkatan mutu akademik peserta didik. kependidikan. pendidik muatan dan kurikulum. 5 . dan masyarakat sekitar sekolah. potensi. yaitu nilaimelandasi keseharian. Pendidikan nilai yang karakter tingkatan tradisi. Artinya mereka berupaya menyiapkan tenaga kerja yang beretos kerja tinggi. 5. nilai-nilai yang perlu ditanamkan.

Grand Design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan. pendidikan. Upaya Meningkatkan Kesesuaian dan Mutu Pendidikan Karakter Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan setiap karakter. afektif. Olah Hati (Spiritual and Emotional Development) 2. Olah Pikir (Intellectual Development) 3. sekolah.Budaya sekolah merupakan ciri khas. Kementerian dan jenis Pendidikan satuan Nasional mengembangkan Grand Design pendidikan karakter untuk jalur. pelaksanaan. B. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: 1. Olah 4. Olah Raga Rasa dan dan Kinestetik Karsa (Physical (Affective and and Kinestetic Creativity Development) Development) Keempat proses psikososial tersebut secara terpadu saling berkait nilai dan saling melengkapi. Berdasarkan Grand Design yang dikembangkan Kemendiknas (2010). jenjang. Pengembangan implementasi pendidikan karakter perlu ini dilakukan dengan mengacu pada Grand Design tersebut. dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. dan citra sekolah tersebut di mata masyarakat luas. Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur 6 . dan yang bermuara pada pembentukan karakter yang menjadi perwujudan dari nilailuhur. masyarakat) berlangsung sepanjang hayat. dan konatif. karakter atau watak. secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia dan (kognitif. dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga.

Elias (1989) mengklasifikasikan berbagai teori yang berkembang menjadi 7 . Namun demikian. ada perbedaan- perbedaan pendapat di antara mereka sebagian negara pakar barat. Pendekatan perilaku Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. dengan klasifikasi tersebut. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. moralkognitif. pendekatan klarifikasi nilai. Sebagian yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional. Pendekatan perilaku sosial Berbeda tiga. yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diripeserta didik. Selebihnya (70%). penggunaan pendekatan pendidikan moral yangdikembangkan di negarapendekatan analisis nilai. Pendekatan pertimbangan 3. Peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari. Menurut Hersh (1980). yaitu: 1. Berhubungan dengan pendekatan. Pendekatan kognitif 2. Pendekatan klarifikasi nilai 4. nonformal. Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu. Pendekatan pengembangan moral kognitif 5. peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. menyarankan seperti tentang pendekatan pendekatanperkembangan dan pendekatan dan modus pendidikannya. Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Pendekatan afektif 3. atau kurang dari 30%. Pendekatan pengembangan rasional 2.pendidikan formal. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. ada lima pendekatan yang digunakan yaitu: 1.

pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Ditambah lagi latihan latihan soal harian dan pekerjaan rumah untuk memecahkan pertanyaan di buku pelajaran yang biasanya tak relevan dengan kehidupan sehari hari para siswa. yang bersumberdari nilai moral universal (bersifat absolut) 8 . terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. para pendidik. kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga. Hal ini dapat dilihat dari orientasi sekolah sekolah yang ada masih disibukkan dengan ujian. Saatnya para pengambil kebijakan. C. ujian akhir hingga ujian nasional. Nilai-Nilai Karakter Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia. mulai dari ujian mid. Sistem pendidikan di Indonesia secara umum masih dititik beratkan pada kecerdasan kognitif. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar. dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa untuk berpengaruh mengatasi negatif terhadap perkembangan adalah dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Selama ini. Dalam hal ini. Hendaknya institusi sekolah menjadi tempat yang senantiasa menciptakan pengalaman pengalaman bagi siswa untuk membangun dan membentuk karakter unggul. kegiatan tersebut yaitu melalui dan pendidikan karakter memadukan informal mengoptimalkan pendidikan lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Salah satu alternatif permasalahan terpadu.pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik. orang tua dan masyarakat senantiasa memperkaya persepsi bahwa ukuran keberhasilan tak melulu dilihat dari prestasi angka angka. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi.

1.dan prinsip-prinsip HAM. terhadap diri sendiri. peraturan/hukum. Bertanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan. perkataan. pekerjaan. Disiplin kebiasaan buruk mengganggu kesehatan. masyarakat. Jujur Perilaku dalam yang didasarkan pada upaya dan menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya perkataan. selalu dan tindakan seseorangyang pada nilai-nilai diupayakan berdasarkan Ketuhanan dan atau ajaran agamanya. manusia. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. daftar yangdimaksud dan diskripsi ringkasnya. Bergaya hidup sehat Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang yang sehatdan dapat menghindarkan d. sendiri. c. adalah kebangsaan. telah teridentifikasi lima nilai sesama Berikut butir-butir utama. Berdasarkan kajian nilai-nilai agama. etika akademik. sosial dan budaya). 2. b. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan a. apabila berpijak darinilai-nilai karakter dasar tersebut. lingkungan (alam.yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai The Golden Rule. 9 . Religius Pikiran. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri a. norma-norma sosial. nilai yaitu yang dikelompokkan perilaku serta utama menjadi diri nilai-nilai danlingkungan nilai-nilai manusiadalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti. tindakan.baik terhadap diri dan pihak lain.

Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalammengatasi menyelesaikan sebaik-baiknya. g. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. bersikap. e. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain yang tinggi 10 . baru. kritis. menentukan cara produksi produk baru. h. j. menyusun operasiuntuk serta pengadaan mengatur memasarkannya. Rasa ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya. Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan harapannya. dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan ataulogika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dantermutakhir dari apa yang telahdimiliki. Berjiwa wirausaha Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atauberbakat mengenali produk baru. dan penghargaan terhadap pengetahuan. dan didengar. Cinta ilmu Cara berpikir. kreatif. dilihat. 3. Berpikir logis. k. kepedulian. f. i.Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. tercapainya setiap keinginan dan berbagai tugas hambatan guna dengan (belajar/pekerjaan) permodalanoperasinya. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama a.

Santun Sifat yang halus dan baik e. dan penghargaan yang tinggi dari sudut pandang. Nilai kebangsaan Caraberpikir. Demokratis Cara berfikir. dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negaradi atas kepentingan diri dan kelompoknya. d. menurut dan taat terhadap dan aturan-aturan kepentingan berkenaan dengan masyarakat 11 . dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. 5. Peduli sosial dan lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakanpada lingkungan alam di sekitarnya.Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain. kepedulian. b. Menghargai karya dan prestasi orang lain Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang bergunabagi masyarakat. tata bahasa maupun tata perilaku ke semua orang. Nasionalis Cara berfikir. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Patuh pada aturan-aturan sosial Sikap umum. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan a. 4. c. a. bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. bertindak. bersikapdan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

ekonomi. hormat dan santun. D. berani.terhadap bahasa. disiplin. visioner. 3. tanggung tekun. percaya diri. adat. kasih sayang. ketulusan. lingkungan fisik. jujur. Menghargai keberagaman Sikap memberikan respek/ hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk budaya. kewarganegaraan. toleransi. 4. adil dan punya integritas. kondisi dan lingkungan sekolah itu sendiri. keadilan dan kepemimpinan. peduli dan kerjasama. suku. cinta damai dan cinta persatuan. fisik. Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari dapat dipercaya. peduli. 2. b. budaya. Menunjukkan sikap percaya diri. baik dan rendah hati. dan agama. jawab. sosial. sifat. 12 . kreatif. Keberhasilan Implementasi Pendidikan Karakter Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik yang antara lain meliputi sebagai berikut: 1. rasa hormat dan perhatian. kerja keras dan pantang menyerah. Menurut para ahli psikologi. jujur. tanggung jawab. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. dan politik bangsanya. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. beberapa nilai karakter dasar adalah cinta kepada Allah dan ciptaan-Nya (alam seisinya).

Indonesia. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. budaya. 8. kritis. membaca. ras. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. 18. 12. 17. berbicara. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. 13. 16. dan inovatif. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. 9. kreatif. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Menunjukkan keterampilan menyimak. bugar. 15. 14. Menghargai adanya perbedaan pendapat. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. kritis. Menghargai karya seni dan budaya nasional. sehat. 7. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. Menghargai keberagaman agama. berbangsa. 21. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. suku. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Memiliki jiwa kewirausahaan. dan kreatif. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. 10. 20. Menerapkan hidup bersih. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dan dalam kehidupan demi bermasyarakat. bernegara terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik 13 . 6. aman. 19. 11.5.

dan simbolsimbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. tradisi. kriteria pencapaian karakter adalah terbentuknya budaya sekolah. yaitu perilaku. kebiasaan keseharian.Pada pendidikan tataran sekolah. dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut. 14 .

terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. 15 . Kesimpulan Pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. tidak hanya mentransfer ilmu atau pengetahuannya saja. yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. pendidikan lanjutan. dimana orang tua harus menaruh perhatian yang serius. Dalam hal ini. Peralihan pendidikan informal ke lembagalembaga formal memerlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam usaha meningkatkan hasil belajar anak. Sebagai pendidik disamping mengajar maka juga harus menjadikan dirinya sebagai teladan bagi murid-muridnya.BAB III PENUTUP A. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan B. sedangkan sekolah agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. Saran Orang dimulai dari tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan merupakan keluarga. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu. Jalan kerjasama yang perlu ditingkatkan.

S.DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan Nasional.Pd – Tatik Eliza.com/ http://Pendidikan/Apa Pendidikan Karakter itu AKHMAD SUDRAJAT TENTANG PENDIDIKAN/ http://Pendidikan/TagPendidikanKarakterPondok IBU.Pendidikan Karakter. S. Kumpulan Pengalaman Inspiratif.com/2009/01/05/pengertianprestasi-belajar/ http://18Nilai-nilaidalamPendidikanKarakterBangsa misbachudin.htm http:/ /Pendidikan/Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran – Sofan Amri. Pd.2010. S.htm http:/ /Pendidikan/Pendidikan Karakter MUKHSININ.wordpress. Spd – Ahmad Jauhari.htm Website Guru Staf Pengajar di SMP Negeri 1 Pati Jawa 16 .Pd.Jakarta. http://sunartombs. Tengah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful