P. 1
Makalah Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran

Makalah Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran

|Views: 2,916|Likes:

More info:

Published by: Nurul Fahmi (Cahaya Pemahaman) on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengubah jati diri seorang peserta didik untuk lebih maju. Nilai-nilai pendidikan sendiri adalah suatu makna dan ukuran yang tepat dan akurat yang mempengaruhi adanya pendidikan itu sendiri, diantara nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa yang terdiri dari beberapa unsur. Sekolah Perguruan mulai dari Taman peran Kanak-kanak penting sebagai sampai agen Tinggi memiliki

penyebar virus positif terhadap karakter dan budaya bangsa. Tidak ada yang menolak tentang pentingnya karakter dan budaya, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana menyusun dan mensistemasikan sehingga anak-anak mampu lebih berkarakter dan berbudaya. Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal.Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial remaja yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan massal dalam masyarakat, seperti perkelahian

danberbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan di kotakota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Olehkarena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi peserta pembinaan didik generasimuda dalam diharapkan dapat meningkatkan peranannya

pembentukankepribadian

melaluipeningkatan

intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim teknis Akbar, (hard 2000), ternyata tetapi kesuksesan lebih oleh seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan skill) saja, kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20

1

Ramli (2003).persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. bermoral. pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Rumusan Masalah Jelaskan komponen-komponan yang harus terlibat dalam pengimplementasian pendidikan karakter! Bagaiman upaya meningkatkan kesesuaian mutu pendidikan karakter? Jelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam karakter? Jelaskan keberhasilan implementasi pendidikan karakter? C. Pendidikan Karakter Menurut T. 2 . Landasan Teori 1. acuan. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. murah. B. relistis. beretika. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing. Tujuan Untuk mengetahui komponen-komponan yang harus terlibat dalam pengimplementasian pendidikan karakter Untuk Untuk mengetahui mengetahui upaya yang dapat meningkatkan dalam kesesuaian mutu pendidikan karakter nilai-nilai yang terkandung karakter Untuk mengetahui keberhasilan implementasi pendidikan karakter D. sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Harapannya ternyata dapat dapat memberi dengan inspirasi. dan gambaran kepada semua pihak bahwa pendidikan karakter diterapkan dan menyenangkan.

didik. it is clearthat we want them to be able to judge what is right.D. pendidikan watak. yang Guru ini mampumempengaruhi membantu membentuk karakter pesertadidik. Lebih lanjut dijelaskan bahwapendidikan karakter adalah segala sesuatu yang watak dilakukan peserta guru. dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. pendidikan budi pekerti. dan berbagaihal terkait lainnya. care deeply about what isright. memelihara apa yang baik. care about. Menurut dokumen Desain Induk Pendidikan Karakter terbitan kementerian Pendidikan Nasional.When we think about the kind of character we want for our children. pendidikan moral. 3 . cara guru berbicara atau menyampaikan materi. and act upon core ethical values. Menurut Mochtar Buchori (2007). bagaimana guru bertoleransi. dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. (2004).Menurut David Elkind & FreddySweet Ph. even in the face of pressurefrom without and temptation from within. pendidikan karakter didefinisikan sebagai pendidikan nilai. Hal mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru. yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk mengambil keputusan yang baik. penghayatan nilai secara afektif. and then do what they believe to be right. pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif. pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: character education is the deliberateeffort to help people understand.

Guru tidak hanya berusaha memenuhi standar kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh kurikulum nasional.BAB II PEMBAHASAN A. Pendidikan karakter diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang suadah ada di samping lewat pembiasaan dalam budaya sekolah. dalam Materi setiap mata pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pelajaran perlu dikembangkan. Penanganan atau Pengelolaan Mata Pelajaran Pendidikan pembelajaran pada hari. Pengelolaan Sekolah Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik seharihari di masyarakat. dan dikendalikan dalam setiap karakter pada mata dapat diintegrasikan pelajaran. tetapi juga mengarahkan peserta didik terbiasa memetik nilainilai dari pelajaran tersebut. Komponen yang Terlibat dalam Pengimplementasian Pendidikan Karakter Dalam pendidikan karakter di sekolah. semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan. tetapi menyentuh pada internalisasi. 2. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan. 3. dilaksanakan. dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari- 4 . 4. Isi Kurikulum Pembinaan karakter termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. komponen tersabut adalah sebagai berikut. 1. dieksplisitkan. Proses Pembelajaran Dan Penilaian Pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif.

Melalui kegiatan ko-kurikuler diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial. mengarah pada pembentukan budaya sekolah. Pembinaan etos kerja berkaitan erat dengan daya saing mereka. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi. dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. yaitu nilaimelandasi keseharian. pendidik muatan dan kurikulum. kependidikan. Dengan demikian. Pembinaan pada perilaku. Pemberdayaan Sarana Prasarana 7. serta potensi dan prestasi peserta didik. Pelaksanaan Aktivitas atau Kegiatan ko-kurikuler Kegiatan ko-kurikuler yang selama ini diselenggarakan sekolah merupakan salah satu media yang potensial untuk pembinaan karakter dan peningkatan mutu akademik peserta didik. Pendidikan nilai yang karakter tingkatan tradisi. 5. bakat. tenaga pembelajaran. manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah. Pembiayaan 8. 5 . 6. Kualitas Hubungan 9. etos kerja dibentuk institusi kebiasaan dengan pembiasaan disiplin kerja. Kegiatan ko-kurikuler merupakan kegiatan membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Artinya mereka berupaya menyiapkan tenaga kerja yang beretos kerja tinggi. dan penilaian. dan masyarakat sekitar sekolah.kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. komponen terkait lainnya. nilai-nilai yang perlu ditanamkan. dan minat mereka melalui kegiatan pendidik yang dan secara atau khusus tenaga diselenggarakan kependidikan oleh yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Etos Kerja Seluruh Warga dan Lingkungan Sekolah Etos kerja juga menjadi perhatian utama. potensi.

pendidikan. karakter atau watak. B. Berdasarkan Grand Design yang dikembangkan Kemendiknas (2010). dan citra sekolah tersebut di mata masyarakat luas. dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. pelaksanaan. dan konatif. Upaya Meningkatkan Kesesuaian dan Mutu Pendidikan Karakter Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan setiap karakter. Olah Pikir (Intellectual Development) 3. sekolah. masyarakat) berlangsung sepanjang hayat. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: 1. Grand Design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan. Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur 6 . Olah Hati (Spiritual and Emotional Development) 2. Pengembangan implementasi pendidikan karakter perlu ini dilakukan dengan mengacu pada Grand Design tersebut. secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia dan (kognitif. afektif. Olah Raga Rasa dan dan Kinestetik Karsa (Physical (Affective and and Kinestetic Creativity Development) Development) Keempat proses psikososial tersebut secara terpadu saling berkait nilai dan saling melengkapi. dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga. dan yang bermuara pada pembentukan karakter yang menjadi perwujudan dari nilailuhur. Olah 4. jenjang. Kementerian dan jenis Pendidikan satuan Nasional mengembangkan Grand Design pendidikan karakter untuk jalur.Budaya sekolah merupakan ciri khas.

Pendekatan afektif 3. Namun demikian. menyarankan seperti tentang pendekatan pendekatanperkembangan dan pendekatan dan modus pendidikannya. Sebagian yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional.pendidikan formal. yaitu: 1. ada lima pendekatan yang digunakan yaitu: 1. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diripeserta didik. Peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari. Selebihnya (70%). peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. moralkognitif. Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Pendekatan perilaku Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. pendekatan klarifikasi nilai. atau kurang dari 30%. Pendekatan pengembangan moral kognitif 5. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. penggunaan pendekatan pendidikan moral yangdikembangkan di negarapendekatan analisis nilai. Pendekatan kognitif 2. Berhubungan dengan pendekatan. Pendekatan pengembangan rasional 2. Pendekatan perilaku sosial Berbeda tiga. ada perbedaan- perbedaan pendapat di antara mereka sebagian negara pakar barat. Pendekatan pertimbangan 3. Elias (1989) mengklasifikasikan berbagai teori yang berkembang menjadi 7 . nonformal. Pendekatan klarifikasi nilai 4. dengan klasifikasi tersebut. Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu. Menurut Hersh (1980).

Salah satu alternatif permasalahan terpadu. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi. Hendaknya institusi sekolah menjadi tempat yang senantiasa menciptakan pengalaman pengalaman bagi siswa untuk membangun dan membentuk karakter unggul. yang bersumberdari nilai moral universal (bersifat absolut) 8 . orang tua dan masyarakat senantiasa memperkaya persepsi bahwa ukuran keberhasilan tak melulu dilihat dari prestasi angka angka. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. Ditambah lagi latihan latihan soal harian dan pekerjaan rumah untuk memecahkan pertanyaan di buku pelajaran yang biasanya tak relevan dengan kehidupan sehari hari para siswa. kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga. para pendidik.pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari orientasi sekolah sekolah yang ada masih disibukkan dengan ujian. Saatnya para pengambil kebijakan. Dalam hal ini. terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. C. Nilai-Nilai Karakter Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia. pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar. ujian akhir hingga ujian nasional. kegiatan tersebut yaitu melalui dan pendidikan karakter memadukan informal mengoptimalkan pendidikan lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. mulai dari ujian mid. dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa untuk berpengaruh mengatasi negatif terhadap perkembangan adalah dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Sistem pendidikan di Indonesia secara umum masih dititik beratkan pada kecerdasan kognitif. Selama ini.

Jujur Perilaku dalam yang didasarkan pada upaya dan menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya perkataan. telah teridentifikasi lima nilai sesama Berikut butir-butir utama. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri a. daftar yangdimaksud dan diskripsi ringkasnya. peraturan/hukum. b. Bertanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan. pekerjaan.yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai The Golden Rule. lingkungan (alam. Disiplin kebiasaan buruk mengganggu kesehatan. Religius Pikiran. sosial dan budaya).baik terhadap diri dan pihak lain. 2. sendiri. perkataan. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti. Berdasarkan kajian nilai-nilai agama. selalu dan tindakan seseorangyang pada nilai-nilai diupayakan berdasarkan Ketuhanan dan atau ajaran agamanya. nilai yaitu yang dikelompokkan perilaku serta utama menjadi diri nilai-nilai danlingkungan nilai-nilai manusiadalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. c. masyarakat. apabila berpijak darinilai-nilai karakter dasar tersebut. terhadap diri sendiri. tindakan. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan a. 9 . Bergaya hidup sehat Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang yang sehatdan dapat menghindarkan d. manusia. adalah kebangsaan. norma-norma sosial. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. etika akademik. 1.dan prinsip-prinsip HAM.

h. bersikap. dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan ataulogika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dantermutakhir dari apa yang telahdimiliki. Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalammengatasi menyelesaikan sebaik-baiknya. baru. Rasa ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya. Berpikir logis. kepedulian. Berjiwa wirausaha Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atauberbakat mengenali produk baru. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama a. k. g. menyusun operasiuntuk serta pengadaan mengatur memasarkannya. j. Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan harapannya. dilihat. dan didengar. 3. dan penghargaan terhadap pengetahuan. e. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain yang tinggi 10 . Cinta ilmu Cara berpikir. kreatif. i. f. menentukan cara produksi produk baru. kritis.Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. tercapainya setiap keinginan dan berbagai tugas hambatan guna dengan (belajar/pekerjaan) permodalanoperasinya.

4. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan a. tata bahasa maupun tata perilaku ke semua orang. Patuh pada aturan-aturan sosial Sikap umum. Nilai kebangsaan Caraberpikir. Menghargai karya dan prestasi orang lain Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang bergunabagi masyarakat. 5. bertindak. dan penghargaan yang tinggi dari sudut pandang. bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. menurut dan taat terhadap dan aturan-aturan kepentingan berkenaan dengan masyarakat 11 .Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain. a. bersikapdan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. kepedulian. d. Demokratis Cara berfikir. Peduli sosial dan lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakanpada lingkungan alam di sekitarnya. Santun Sifat yang halus dan baik e. c. Nasionalis Cara berfikir. b. dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negaradi atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Menunjukkan sikap percaya diri. kerja keras dan pantang menyerah. baik dan rendah hati. jujur. sifat. suku. 12 . rasa hormat dan perhatian. b. tanggung tekun. cinta damai dan cinta persatuan. disiplin. D. beberapa nilai karakter dasar adalah cinta kepada Allah dan ciptaan-Nya (alam seisinya). Menurut para ahli psikologi. percaya diri. kasih sayang. Keberhasilan Implementasi Pendidikan Karakter Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik yang antara lain meliputi sebagai berikut: 1. adil dan punya integritas. ketulusan. Menghargai keberagaman Sikap memberikan respek/ hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk budaya.terhadap bahasa. berani. fisik. jujur. keadilan dan kepemimpinan. 3. visioner. kewarganegaraan. budaya. sosial. peduli. adat. 4. hormat dan santun. tanggung jawab. Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari dapat dipercaya. kondisi dan lingkungan sekolah itu sendiri. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. 2. peduli dan kerjasama. toleransi. kreatif. lingkungan fisik. dan politik bangsanya. jawab. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan. dan agama. ekonomi.

dan inovatif. Menghargai karya seni dan budaya nasional. Indonesia. Menghargai keberagaman agama. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.5. 10. 19. berbangsa. 14. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. 20. Menerapkan hidup bersih. bugar. Menunjukkan keterampilan menyimak. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. 11. 13. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. sehat. Memiliki jiwa kewirausahaan. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dan dalam kehidupan demi bermasyarakat. 18. ras. bernegara terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik 13 . membaca. kreatif. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. 17. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. Menghargai adanya perbedaan pendapat. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. kritis. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. berbicara. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. 16. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. suku. 7. kritis. aman. budaya. 8. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. 9. dan kreatif. 6. 12. 21. 15. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional.

14 . dan simbolsimbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. kebiasaan keseharian.Pada pendidikan tataran sekolah. tradisi. dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut. yaitu perilaku. kriteria pencapaian karakter adalah terbentuknya budaya sekolah.

BAB III PENUTUP A. Dalam hal ini. sedangkan sekolah agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. Jalan kerjasama yang perlu ditingkatkan. Sebagai pendidik disamping mengajar maka juga harus menjadikan dirinya sebagai teladan bagi murid-muridnya. 15 . dimana orang tua harus menaruh perhatian yang serius. pendidikan lanjutan. Kesimpulan Pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan B. tidak hanya mentransfer ilmu atau pengetahuannya saja. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu. Saran Orang dimulai dari tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan merupakan keluarga. Peralihan pendidikan informal ke lembagalembaga formal memerlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam usaha meningkatkan hasil belajar anak. yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah.

S. http://sunartombs.Pd.Jakarta.Pd – Tatik Eliza.wordpress.2010.com/2009/01/05/pengertianprestasi-belajar/ http://18Nilai-nilaidalamPendidikanKarakterBangsa misbachudin.htm http:/ /Pendidikan/Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran – Sofan Amri.com/ http://Pendidikan/Apa Pendidikan Karakter itu AKHMAD SUDRAJAT TENTANG PENDIDIKAN/ http://Pendidikan/TagPendidikanKarakterPondok IBU. Kumpulan Pengalaman Inspiratif.htm Website Guru Staf Pengajar di SMP Negeri 1 Pati Jawa 16 .htm http:/ /Pendidikan/Pendidikan Karakter MUKHSININ.DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan Nasional. S.Pendidikan Karakter. Tengah. S. Spd – Ahmad Jauhari. Pd.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->