BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengubah jati diri seorang peserta didik untuk lebih maju. Nilai-nilai pendidikan sendiri adalah suatu makna dan ukuran yang tepat dan akurat yang mempengaruhi adanya pendidikan itu sendiri, diantara nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa yang terdiri dari beberapa unsur. Sekolah Perguruan mulai dari Taman peran Kanak-kanak penting sebagai sampai agen Tinggi memiliki

penyebar virus positif terhadap karakter dan budaya bangsa. Tidak ada yang menolak tentang pentingnya karakter dan budaya, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana menyusun dan mensistemasikan sehingga anak-anak mampu lebih berkarakter dan berbudaya. Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal.Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial remaja yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan massal dalam masyarakat, seperti perkelahian

danberbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan di kotakota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Olehkarena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi peserta pembinaan didik generasimuda dalam diharapkan dapat meningkatkan peranannya

pembentukankepribadian

melaluipeningkatan

intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim teknis Akbar, (hard 2000), ternyata tetapi kesuksesan lebih oleh seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan skill) saja, kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20

1

Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. acuan. sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. relistis. Harapannya ternyata dapat dapat memberi dengan inspirasi. Landasan Teori 1. murah. Tujuan Untuk mengetahui komponen-komponan yang harus terlibat dalam pengimplementasian pendidikan karakter Untuk Untuk mengetahui mengetahui upaya yang dapat meningkatkan dalam kesesuaian mutu pendidikan karakter nilai-nilai yang terkandung karakter Untuk mengetahui keberhasilan implementasi pendidikan karakter D.persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. dan gambaran kepada semua pihak bahwa pendidikan karakter diterapkan dan menyenangkan. 2 . B. Pendidikan Karakter Menurut T. Rumusan Masalah Jelaskan komponen-komponan yang harus terlibat dalam pengimplementasian pendidikan karakter! Bagaiman upaya meningkatkan kesesuaian mutu pendidikan karakter? Jelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam karakter? Jelaskan keberhasilan implementasi pendidikan karakter? C. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing. beretika. pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. bermoral. Ramli (2003).

bagaimana guru bertoleransi. Lebih lanjut dijelaskan bahwapendidikan karakter adalah segala sesuatu yang watak dilakukan peserta guru. (2004).When we think about the kind of character we want for our children. dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. pendidikan moral. memelihara apa yang baik. pendidikan budi pekerti. it is clearthat we want them to be able to judge what is right. care deeply about what isright. and act upon core ethical values. pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: character education is the deliberateeffort to help people understand. pendidikan karakter didefinisikan sebagai pendidikan nilai.Menurut David Elkind & FreddySweet Ph. care about. didik. dan berbagaihal terkait lainnya. yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk mengambil keputusan yang baik. and then do what they believe to be right. Hal mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru. Menurut dokumen Desain Induk Pendidikan Karakter terbitan kementerian Pendidikan Nasional. Menurut Mochtar Buchori (2007). dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. yang Guru ini mampumempengaruhi membantu membentuk karakter pesertadidik. 3 . even in the face of pressurefrom without and temptation from within. cara guru berbicara atau menyampaikan materi.D. penghayatan nilai secara afektif. pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif. pendidikan watak.

3. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik seharihari di masyarakat. dan dikendalikan dalam setiap karakter pada mata dapat diintegrasikan pelajaran. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan. Komponen yang Terlibat dalam Pengimplementasian Pendidikan Karakter Dalam pendidikan karakter di sekolah. dalam Materi setiap mata pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pelajaran perlu dikembangkan. Pendidikan karakter diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang suadah ada di samping lewat pembiasaan dalam budaya sekolah. tetapi menyentuh pada internalisasi. tetapi juga mengarahkan peserta didik terbiasa memetik nilainilai dari pelajaran tersebut. semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan. dilaksanakan. Pengelolaan Sekolah Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah.BAB II PEMBAHASAN A. Penanganan atau Pengelolaan Mata Pelajaran Pendidikan pembelajaran pada hari. dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari- 4 . Isi Kurikulum Pembinaan karakter termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. 4. Guru tidak hanya berusaha memenuhi standar kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh kurikulum nasional. 2. 1. komponen tersabut adalah sebagai berikut. dieksplisitkan. Proses Pembelajaran Dan Penilaian Pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif.

potensi. manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah. Artinya mereka berupaya menyiapkan tenaga kerja yang beretos kerja tinggi. Kualitas Hubungan 9. 5. Pembiayaan 8. Kegiatan ko-kurikuler merupakan kegiatan membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. dan masyarakat sekitar sekolah. Pelaksanaan Aktivitas atau Kegiatan ko-kurikuler Kegiatan ko-kurikuler yang selama ini diselenggarakan sekolah merupakan salah satu media yang potensial untuk pembinaan karakter dan peningkatan mutu akademik peserta didik.kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. bakat. Dengan demikian. komponen terkait lainnya. dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. Melalui kegiatan ko-kurikuler diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial. etos kerja dibentuk institusi kebiasaan dengan pembiasaan disiplin kerja. dan minat mereka melalui kegiatan pendidik yang dan secara atau khusus tenaga diselenggarakan kependidikan oleh yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. kependidikan. pendidik muatan dan kurikulum. 6. 5 . tenaga pembelajaran. nilai-nilai yang perlu ditanamkan. yaitu nilaimelandasi keseharian. Pemberdayaan Sarana Prasarana 7. dan penilaian. serta potensi dan prestasi peserta didik. Pendidikan nilai yang karakter tingkatan tradisi. Pembinaan etos kerja berkaitan erat dengan daya saing mereka. Pembinaan pada perilaku. mengarah pada pembentukan budaya sekolah. Etos Kerja Seluruh Warga dan Lingkungan Sekolah Etos kerja juga menjadi perhatian utama. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi.

afektif. Kementerian dan jenis Pendidikan satuan Nasional mengembangkan Grand Design pendidikan karakter untuk jalur. dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga. Olah Raga Rasa dan dan Kinestetik Karsa (Physical (Affective and and Kinestetic Creativity Development) Development) Keempat proses psikososial tersebut secara terpadu saling berkait nilai dan saling melengkapi. Upaya Meningkatkan Kesesuaian dan Mutu Pendidikan Karakter Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan setiap karakter. Olah Pikir (Intellectual Development) 3. Olah 4. Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur 6 .Budaya sekolah merupakan ciri khas. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: 1. Pengembangan implementasi pendidikan karakter perlu ini dilakukan dengan mengacu pada Grand Design tersebut. dan konatif. Grand Design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan. jenjang. sekolah. dan yang bermuara pada pembentukan karakter yang menjadi perwujudan dari nilailuhur. masyarakat) berlangsung sepanjang hayat. pendidikan. B. secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia dan (kognitif. Olah Hati (Spiritual and Emotional Development) 2. dan citra sekolah tersebut di mata masyarakat luas. dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Berdasarkan Grand Design yang dikembangkan Kemendiknas (2010). karakter atau watak. pelaksanaan.

dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. ada perbedaan- perbedaan pendapat di antara mereka sebagian negara pakar barat. moralkognitif. Pendekatan kognitif 2. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diripeserta didik.pendidikan formal. pendekatan klarifikasi nilai. Pendekatan perilaku Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. Namun demikian. atau kurang dari 30%. Peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari. Pendekatan perilaku sosial Berbeda tiga. menyarankan seperti tentang pendekatan pendekatanperkembangan dan pendekatan dan modus pendidikannya. yaitu: 1. Sebagian yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional. ada lima pendekatan yang digunakan yaitu: 1. Pendekatan pertimbangan 3. Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu. dengan klasifikasi tersebut. nonformal. Pendekatan pengembangan rasional 2. Pendekatan klarifikasi nilai 4. Pendekatan afektif 3. Menurut Hersh (1980). Berhubungan dengan pendekatan. penggunaan pendekatan pendidikan moral yangdikembangkan di negarapendekatan analisis nilai. Selebihnya (70%). Elias (1989) mengklasifikasikan berbagai teori yang berkembang menjadi 7 . peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Pendekatan pengembangan moral kognitif 5.

orang tua dan masyarakat senantiasa memperkaya persepsi bahwa ukuran keberhasilan tak melulu dilihat dari prestasi angka angka. yang bersumberdari nilai moral universal (bersifat absolut) 8 . kegiatan tersebut yaitu melalui dan pendidikan karakter memadukan informal mengoptimalkan pendidikan lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. ujian akhir hingga ujian nasional. Selama ini. mulai dari ujian mid. pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar.pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik. Saatnya para pengambil kebijakan. Hendaknya institusi sekolah menjadi tempat yang senantiasa menciptakan pengalaman pengalaman bagi siswa untuk membangun dan membentuk karakter unggul. dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa untuk berpengaruh mengatasi negatif terhadap perkembangan adalah dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Ditambah lagi latihan latihan soal harian dan pekerjaan rumah untuk memecahkan pertanyaan di buku pelajaran yang biasanya tak relevan dengan kehidupan sehari hari para siswa. Nilai-Nilai Karakter Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia. Sistem pendidikan di Indonesia secara umum masih dititik beratkan pada kecerdasan kognitif. para pendidik. C. Dalam hal ini. Hal ini dapat dilihat dari orientasi sekolah sekolah yang ada masih disibukkan dengan ujian. kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga. Salah satu alternatif permasalahan terpadu. waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi. terutama dalam pembentukan karakter peserta didik.

Bergaya hidup sehat Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang yang sehatdan dapat menghindarkan d.baik terhadap diri dan pihak lain. adalah kebangsaan. 9 . norma-norma sosial. Bertanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan. pekerjaan. 1. sendiri. Disiplin kebiasaan buruk mengganggu kesehatan. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. perkataan. lingkungan (alam. 2. daftar yangdimaksud dan diskripsi ringkasnya. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri a. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti. selalu dan tindakan seseorangyang pada nilai-nilai diupayakan berdasarkan Ketuhanan dan atau ajaran agamanya. manusia. Religius Pikiran. sosial dan budaya).yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai The Golden Rule. peraturan/hukum. telah teridentifikasi lima nilai sesama Berikut butir-butir utama. b. tindakan. Berdasarkan kajian nilai-nilai agama. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan a. etika akademik. c. masyarakat. apabila berpijak darinilai-nilai karakter dasar tersebut.dan prinsip-prinsip HAM. terhadap diri sendiri. Jujur Perilaku dalam yang didasarkan pada upaya dan menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya perkataan. nilai yaitu yang dikelompokkan perilaku serta utama menjadi diri nilai-nilai danlingkungan nilai-nilai manusiadalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama a. j. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain yang tinggi 10 . kreatif. dan didengar. Berpikir logis. Rasa ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya. Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalammengatasi menyelesaikan sebaik-baiknya. Berjiwa wirausaha Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atauberbakat mengenali produk baru. i. k. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. tercapainya setiap keinginan dan berbagai tugas hambatan guna dengan (belajar/pekerjaan) permodalanoperasinya. kritis. dan penghargaan terhadap pengetahuan. menyusun operasiuntuk serta pengadaan mengatur memasarkannya.Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. g. dilihat. h. bersikap. dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan ataulogika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dantermutakhir dari apa yang telahdimiliki. kepedulian. menentukan cara produksi produk baru. Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan harapannya. f. e. 3. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Cinta ilmu Cara berpikir. baru.

Menghargai karya dan prestasi orang lain Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang bergunabagi masyarakat. 5. Nilai kebangsaan Caraberpikir. bertindak. kepedulian. c. bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. bersikapdan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. dan penghargaan yang tinggi dari sudut pandang. Peduli sosial dan lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakanpada lingkungan alam di sekitarnya. Patuh pada aturan-aturan sosial Sikap umum. dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. tata bahasa maupun tata perilaku ke semua orang. a.Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain. Demokratis Cara berfikir. dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negaradi atas kepentingan diri dan kelompoknya. Santun Sifat yang halus dan baik e. 4. Nasionalis Cara berfikir. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan a. d. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. b. menurut dan taat terhadap dan aturan-aturan kepentingan berkenaan dengan masyarakat 11 .

b. Menurut para ahli psikologi. kerja keras dan pantang menyerah. ketulusan. keadilan dan kepemimpinan. suku. adat. 2.terhadap bahasa. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. ekonomi. disiplin. tanggung tekun. fisik. kondisi dan lingkungan sekolah itu sendiri. kewarganegaraan. cinta damai dan cinta persatuan. sosial. Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari dapat dipercaya. peduli. Menunjukkan sikap percaya diri. jujur. D. beberapa nilai karakter dasar adalah cinta kepada Allah dan ciptaan-Nya (alam seisinya). Menghargai keberagaman Sikap memberikan respek/ hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk budaya. Keberhasilan Implementasi Pendidikan Karakter Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik yang antara lain meliputi sebagai berikut: 1. lingkungan fisik. 3. dan agama. visioner. baik dan rendah hati. tanggung jawab. 4. rasa hormat dan perhatian. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. jujur. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. budaya. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan. berani. kasih sayang. jawab. toleransi. percaya diri. sifat. hormat dan santun. peduli dan kerjasama. 12 . kreatif. dan politik bangsanya. adil dan punya integritas.

17. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 19. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. berbangsa. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional. ras. membaca. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. bugar. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. 14. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. 7. 18. kreatif. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dan dalam kehidupan demi bermasyarakat. berbicara. 6. 8. suku. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. Memiliki jiwa kewirausahaan. 9. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. 11. 20. 13. Menghargai adanya perbedaan pendapat. 10. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. bernegara terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik 13 . 12. Menghargai karya seni dan budaya nasional. Menerapkan hidup bersih. budaya. 16. Menunjukkan keterampilan menyimak. kritis. Menghargai keberagaman agama. Indonesia. dan kreatif. aman. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 15. dan inovatif. 21.5. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. kritis. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. sehat.

dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut. dan simbolsimbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. kriteria pencapaian karakter adalah terbentuknya budaya sekolah.Pada pendidikan tataran sekolah. tradisi. kebiasaan keseharian. 14 . yaitu perilaku.

waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan B. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu. Jalan kerjasama yang perlu ditingkatkan.BAB III PENUTUP A. pendidikan lanjutan. Sebagai pendidik disamping mengajar maka juga harus menjadikan dirinya sebagai teladan bagi murid-muridnya. Kesimpulan Pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Peralihan pendidikan informal ke lembagalembaga formal memerlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam usaha meningkatkan hasil belajar anak. yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Saran Orang dimulai dari tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan merupakan keluarga. 15 . tidak hanya mentransfer ilmu atau pengetahuannya saja. sedangkan sekolah agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai. terutama dalam pembentukan karakter peserta didik. Dalam hal ini. dimana orang tua harus menaruh perhatian yang serius.

S. Tengah. Pd.com/2009/01/05/pengertianprestasi-belajar/ http://18Nilai-nilaidalamPendidikanKarakterBangsa misbachudin.Pd.Pd – Tatik Eliza.htm Website Guru Staf Pengajar di SMP Negeri 1 Pati Jawa 16 .htm http:/ /Pendidikan/Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran – Sofan Amri. S.DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan Nasional.wordpress.2010.htm http:/ /Pendidikan/Pendidikan Karakter MUKHSININ. http://sunartombs.com/ http://Pendidikan/Apa Pendidikan Karakter itu AKHMAD SUDRAJAT TENTANG PENDIDIKAN/ http://Pendidikan/TagPendidikanKarakterPondok IBU.Pendidikan Karakter. Spd – Ahmad Jauhari.Jakarta. Kumpulan Pengalaman Inspiratif. S.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.