P. 1
Presentation 1

Presentation 1

|Views: 27|Likes:
Published by onjo

More info:

Published by: onjo on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2012

pdf

text

original

PENERAPAN FUNGSI LINEAR DALAM EKONOMI DAN BISNIS

I LONJO KKT 081204069

Keseimbangan Pasar
Suatu keadaan di mana pada tingkat harga tertentu jumlah barang yang diminta oleh konsumen (Qd) sama dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen atau penjual (Qs)

Keseimbangan Harga Keseimbangan Jumlah
P Qd

Pe

E
Qe

Qs

Grafik keseimbangan pasar

Q

Pengaruh pajak pada keseimbangan pasar
1. Pajak penjualan (spesifik)
P Q S ’ : P = f(Q) + t E1

P1 P3
P0 P2 0 Q2 Q1

t

E

Q S : P = f(Q)

Q3

Q

Grafik keseimbangan sebelum dan setelah pajak

lanjutan
Untuk setiap unitnya , Pajak yang ditanggung oleh :  konsumen t k = P1 – P0  Produsen
tp = t - t k = t – (P1 – P0) t g = t – Q1

 Pemerintah

Dengan t = pajak per unit P1 = harga keseimbangan setelah pajak P2 = harga keseimbangan sebelum pajak Q1 = jumlah keseimbangan setelah pajak

2. Pajak persentase
Pajak sebesar persentase tertentu (r%) dari semua barang yang dijual
P Pr P1 r % QS : P = f(Q) E QS’: P = f(Q)(1 + r)

E’

P0

Qd : P = f(Q)
0 Q1

Q0

Q

Pengaruh Subsidi pada Keseimbangan Pasar
SUBSIDI (s)
Bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat terhadap produk yang dihasilkan / ditawarkan

P turun

Q naik

Fungsi penawaran sebelum subsidi : Fungsi penawaran setelah subsidi :

P = f(Q) P = f(Q) – s

Grafik keseimbangan sebelum dan setelah subsidi
P s P0 P1 P2 E E’ Qd : P = f(Q) Q1 QS’: P = f(Q) - s QS : P = f(Q)

0 Q0

Q

Subsidi yang dinikmati :  konsumen  prodesen  pemerintah

sk = P0 – P1 sP = s – sK = S – (P0 – P1) sg = s – Q1

Contoh soal
Diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut :Qd = 11 – P dan Qs = - 4 + 2 P kepada produsen tersebut, pemerintah memberikan subsidi dengan tarif subsidi dengan tarif subsidi sebesar s = 1 / unit barang. i) Carilah keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sesudah ada subsidi. ii) Gambarkan perubahan akibat subsidi tersebut.

solusi
Sebelum subsidi : P = 5 dan Qe = 6 Akibat adanya subsidi maka fungsi penawaran mengalami perubahan. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1. Keseimbangan kuantitas (Qe’) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe’ = ½ Qe’ + 1 11 – 1 = ½ Qe’ + Qe’ 10 = 3/2 Qe’ 20 = 3 Qe’ Qe’ = 6, 67 Untuk keseimbangan harga (Pe’) diperoleh dengan cara : Pe’ = 11 – Qe’ = 11 – 6, 67 = 4, 33

Keseimbangan Pasar untuk Dua Barang
Fungsi permintaan masing-masing barang yang dipengaruhi oleh harga barang lain adalah: Qdx = f(Px, Py), fungsi dari harga barang x danharga barang Y Qdy = f(Px, Py), fungsi dari harga barang y dan harga barang X Keseimbangan pasar terjadi pada saat:

Qdx = Qsx Qdy = Qsy

Analisa Break Even Point (BEP)
Penghasilan total dari perusahaan : Total Revenue (TR) = P x Q, P = harga per unit dan Q = jumlah Unit barang yang dijual Biaya yang dikeluarkan perusahaan menurut perilakulanya dikelompokkan atas : 1. Biaya tetap (Fixed Cost/ FC) biaya yang jumlahnya selalu tetap untuk seluruh jumlah barang yang dihasilkan (k) 2. Biaya variabel (Variabel Cost/VC) biaya yang besarnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan volume (jumlah) barang yang dihasilkan (f(Q)) Maka Biaya Total (Total Cost/TC) = FC + VC atau TC = k + f(Q)

lanjutan
Yang dimaksud dengan ‘Break-Even’ yaitu suatu kondisi dimana perusahaan tidak untung maupun tidak rugi. Hal ini disebabkan karena seluruh penerimaan perusahaan dibayarkan untuk menutup biaya tetap maupun biaya variabelnya. Perusahan mengalami :  Laba jika TR > TC  Rugi jika TR < TC  Break Even Point (BEP) , jika TR = TC Break even Point akan berubah jika :  adanya perubahan harga jual  Adanya perubahan biaya, baik TR dan atau TC

Grafik Break Even Point
Di mana: R= revevue (penghasilan) TR = total revevue (total penghasilan) C = cost (biaya) TC = total cost ( total biaya) VC = variabel cost ( biaya variabel) FC = fixed cost ( biaya tetap) BEP = break even point (titik pulang pokok) 0 Q0 FC BEP R, C

TR
TC

VC

Q

Analisa Optimasi
Optimal dalam perusahan : maksimisasi laba dan minimisasi biaya. Kombinasi yang optimal antar produk dapat ditentukan dengan menggunakan metode linear programming yang terdiri dari 2 fungsi 1. Fungsi tujuan (objective function) 2. Fungsi batasan (constraint function)

lanjutan
Langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah linear programming dengan menggunakan metode grafik: 1. Susunlah permasalahan ekonomi ke dalam bentuk persamaan linear 2. Gambarlah masing-masing fungsi batasan ke dalam satu sistem sumbu. Daerah yang memenuhi semua batasan matematis dinamakan daerah fisibel. 3. Carilah nilai titik-titik ekstrim yang berada di daerah fisibel untuk mencari keuntungan yang ada

Analisa Pendapatan Nasional
Pendapatan suatu negara terdistribusi karena digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan sisanya, jika ada, ditabung; dinyatakan dengan fungsi : Y=C+S Di mana, Y = pendapatan nasional C = konsumsi S = tabungan

Grafik konsumsi, tabungan, dan pendapatan nasional
Di mana: Y = pendapatan nasional C = pengeluaran u/ konsumsi S = pengeluaran u/ tabungan a = kumsumsi pada saat pendapatan = nol b = MPC = tambahan konsumsi krn adanya tambahan pendapatan -a = besarnya tabungan pada saat pendapatanya = nol 1- b = MPS = tambahan tabungan karena adanya tambahan pendapatan
C, S Y=C+S a C = a + bY S = -a + (1 – b) Y 0 -a 450 Tabungan positif YE Y tabungan negatif

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->