P. 1
75581236-B-Gulma-2

75581236-B-Gulma-2

|Views: 1,547|Likes:

More info:

Published by: mega kharisma kusumawarni on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

Sections

  • IV. PENCEGAHAN – PENGENDALIAN – PEMBERANTASAN GULMA
  • 4.1 Pencegahan
  • 4.2 PENGENDALIAN
  • 4.3 Pemberantasan
  • V. GULMA AIR
  • Beberapa pengaruh Negatife dari Gulma Air :
  • 5.1 Klasifikasi Gulma Perairan
  • 5.1.1 Gulma Permukaan Air
  • 5.1.2 Gulma yang Muncul di Permukaan Air
  • Keterangan :
  • Gulma di Bawah Permukaan Air yang Dangkal
  • 1. Algae
  • 2. Tanaman yang lebih tinggi
  • 3. Gulma yang berakar di bawah permukaan air yang sangat dalam
  • 5.1.4 Gulma Terapung
  • 1. Gulma Terapung Bebas
  • 2. Gulma Terapung Berakar
  • Beberapa jenis gulma perairan dangkal di Indonesia
  • 6.2 Pengelolaan Gulma Perairan
  • 6.1.1 Pendekatan preventif
  • 6.1.2 Pendekatan Pengendalian
  • A. Metode Pengendalian Fisik atau Mekanik
  • b. Pemotongan
  • B. Pengendalian Gulma Secara Biologis
  • 1. Agen Biologis
  • 2. Patogen
  • 4. Penggunaan Mamalia Air dan Tikus
  • 5. Penggunaan Ikan
  • 6. Penggunaan Siput
  • 7. Penggunaan Serangga
  • C. Pengendalian Gulma Air secara Kimiawi
  • 1. Herbisida Selektif
  • 2. Herbisida Non-Selektif
  • V. PENGENDALIAN GULMA SECARA KIMIAWI (HERBISIDA)
  • 5.1 Klasifikasi Herbisida
  • 5.1.1 Berdasarkan pada Waktu Pemakaian
  • A. Pre-planting
  • B. Pre-emergence
  • C. Post-emergence
  • 5.1.2 Berdasar pada Metode Pemakaian
  • E. Contact pre-emergence
  • F. Residual pre-emergence
  • H. Pada kulit kayu pada pangkal batang
  • 5.1.3 Berdasarkan pada Mode of Action
  • A. Herbisida Sistemik
  • B. Herbisida Kontak
  • a. Herbisida kontak yang diberikan pada daun
  • b. Herbisida Kontak yang Diberikan pada Daun atau Tanah
  • C. Sterilan Tanah
  • D. Fumigan Tanah
  • 5.1.4 Berdasar pada Struktur Bahan Kimia
  • A. Aromatic carboxylic acids
  • E. Turunan Heterocyclic nitrogen
  • F. Turunan aliphatic nitrogen
  • 5.2 Herbisida Daun
  • e. Aksi Racunnya Bisa Bertahan Cukup Lama
  • 5.3 Herbisida Tanah
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektifitas Pemberian Herbisida pada Tanah
  • A. Persistensi di Dalam Tanah
  • B. Konsentrasi Herbisida dalam Tanah
  • 2. Air yang menahan kapasitas tanah. Air yang menahan kapasitas
  • 5.4 Selektifitas Herbisida
  • A. Perbedaan Struktur atau Morfologi
  • C. Perbedaan Translokasi
  • 1. Translokasi Melalui Floem
  • 2. Translokasi Melalui Xilem
  • 3. Translokasi Interseluler
  • B. Perbedaan Fisiologi
  • 5.5 Formulasi Herbisida
  • 6. Water soluble powder (serbuk dapat larut dalam air) (SP) atau Dry
  • 5.6 Surface Active Agents (Surfaktan)
  • A. Jenis Surfaktan
  • B. Pengaruh Surfaktan Terhadap Tanaman
  • 5.7 Campuran Herbisida dan Masalah Pencampuran Herbisida
  • A. Pencampuran Herbisida
  • B. Campuran Pupuk dan Herbisida
  • C. Kesesuaian
  • 5.8 Mengevaluasi Kerusakan Akibat Herbisida
  • 5.9 Kaliberasi

54 IV.

PENCEGAHAN – PENGENDALIAN – PEMBERANTASAN GULMA

Pengendalian dapat berbentuk pencegahan dan pemberantasan. Mencegah biasanya lebih murah tetapi tidak selalu lebih mudah. Di negaranegara yang sedang membangun, kegiatan pengendalian yang terbanyak dilakukan orang adalah pemberantasan. Pencegahan gulma baru, terutama ditujukan terhadap species-species gulma yang sangat merugikan dan belum terdapat tumbuh di lingkungan kita. Species gulma asing yang cocok tumbuh di tempat-tempat baru, dapat menjadi pengganggu yang dahsyat (eksplosif). Misalnya, kaktus di Australia, eceng gondok di Asia-Afrika. Cara-cara pencegahan masuk dan menyebarnya gulma baru adalah pembersihan bibit pertanaman daripada kontaminasi biji-biji gulma, mencegah pemakaian pupuk kandang yang belum matang, mencegah pengangkutan jarak jauh jerami dari rumput-rumputan makanan ternak, pemberantasan gulma di sisi sungai dan salurun-saluran pengairan, pembersihan ternak yang akan diangkut, pelarangan pengangkutan tanaman berikut tanahnya dan lain sebagainya. Cara pencegahan tersebut hanya dapat berjalan bila ditunjang oleh undang-undang atau peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Pemberantasan gulma arti kata tersebut adalah usaha penekanan populasi gulma sampai di bawah ambang ekonominya. Beberapa dasar pengendalian gulma yang penting antara lain adalah : Membunuh gulma sebelum berbunga dan berbiji Memacu perkecambahan lalu membunuhnya Membongkar dan mengangkat akar dan rizoma, kemudian dibiarkan mengering terkena sinar matahari Memacu pertumbuhan untuk menghabiskan makanan cadangan Menghalangi unsur-unsur kebutuhan hidup gulma (oksigen, air, hara dan sinar matahari) Dasar-dasar pengendalian tersebut dipergunakan dalam berbagai cara pemberantasan. Terdapat cara-cara pengendalian gulma yaitu : fisik (mekanisme), budidaya, hayati dan kimiawi.

55 4.1 Pencegahan Tindakan pencegahan dilakukan untuk mencegah suatu area agar tidak terserang spesies gulma tertentu. Inilah metode pengendalian gulma yang terbukti paling efisien. Pelaksanaan program pencegahan yang efektif membutuhkan banyak perhatian dan kewaspadaan. Aturan program pengendalian gulma yang efektif adalah sebagai berikut : 1. Menggunakan biji yang bersih. 2. Jangan melakukan feed screenings, butiran biji atau makanan ternak kering (hay) yang mengandung biji gulma sebelum menghancurkan viabilitasnya lebih dulu dengan cara menggiling, memasak, atau ensiling. 3. Jangan memakai pupuk kecuali jika viabilitas biji gulma sudah dihancurkan melalui fermentasi, seperti menyimpannya dalam tangki (slurry tank) selama enam bulan. Sekitar 90% biji gulma dalam makanan ternak kering yang diberikan pada sapi dapat dihancurkan oleh sistem pencernaan binatang. Ayam dapat menghancurkan sekitar 99% biji gulma dalam makanannya karena sudah digiling di dalam lambung otot. Akibat pupuk kandang dari kotoran ayam mengandung sedikit biji gulma dibandingkan pupuk kandang dari hewan ternak. 4. Jangan langsung memindahkan hewan ternak dari daerah yang terserang gulma ke daerah yang bersih. Barbed seeds, seperti burdock dan cocklebur mudah menempel pada bulu binatang, sementara lainnya dimakan hewan piaraan yang masuk ke dalam saluran pencernaan dan menyebar ke lahan pertanian bersama dengan gulma. 5. Alat pemanen yang bersih, alat pembersih, piringan bajak, bajak dan peralatan lain sebelum memindahkannya dari area yang terkena gulma. 6. Hindari pemakaian pasir, kerikil dan tanah dari tempat yang terserang gulma. 7. Periksa stok nurseri untuk mengetahui adanya biji gulma dan umbi akar serta rizoma dari gulma perennial. 8. Bersihkan bagian pinggir/sisi saluran irigasi dari gulma. Kebanyakan biji bisa mengapung sebentar sementara biji yang berukuran cukup kecil bisa terbawa air sampai jauh.

56 9. Bersihkan bagian pojok pagar, area sepanjang pagar, sisi jalan dan area yang tidak ditanami dari gulma yang mudah tumbuh di mana saja. 10. Cegah produksi biji gulma yang mudah terbawa angin. Biji dari beberapa gulma seperti dandelion dan thistle bisa beradaptasi dan menyebar dengan perantaraan angin. 4.2 PENGENDALIAN Pengendalian adalah proses membatasi gangguan/perkembangbiakan gulma. Ada enam metode pokok pengendalian : 1. Pengendalian secara mekanik dengan menggunakan alat-alat untuk memotong, menutup atau mencabut gulma yang tidak diinginkan dari tanah. Metodenya meliputi : a. Mencabut gulma dengan tangan terbukti tidak efisien dan menghabiskan tenaga, meskipun cara ini terbukti efektif untuk menangani gulma semusim dan tahunan. Kebanyakan gulma tahunan tidak bisa dikendalikan dengan cara ini karena gulma tahunan masih bisa menghasilkan tunas-tunas baru dari sistem jaringan akarnya. b. Gulma yang berukuran kecil biasanya dipotong dengan cara dicangkul dan disekop. c. Pembajakan (merusak sistem perakaran) secara mekanik dapat dimanfaatkan dengan dua cara : 1) terbukti efektif dapat memberantas gulma tahunan berukuran kecil yang mengganggu atau menutup gulma. 2) Pembajakan dilakukan untuk merusak sistem akar gulma tahunan sehingga pembajakan harus sering dilakukan agar pengendalian gulma bisa efektif. d. Menyiangi gulma dapat mencegah produksi biji dan mengurangi persaingan antar gulma, tapi keberhasilan cara ini tergantung pada pemilihan waktu yang tepat. Menyiangi gulma sebelum terbentuk kuncup bunga dapat mencegah produksi biji yang mampu bertahan hidup, tapi beberapa gulma seperti Taraxacum officinale dan Sonchus spp masih bisa menghasilkan biji yang terhidupkan setelah tangkai bunganya dipotong. Bagaimanapun, cara ini tidak efektif untuk gulma yang pendek (low-growing). Terlalu sering menyiangi gulma tahunan dapat

57 menghabiskan cadangan makanan pada akar sehingga gulma akan mati. Menyiangi gulma juga dapat merangsang kuncup dorman

menghasilkan tunas baru yang mengurangi cadangan akar dan sehingga perlu pemakaian herbisida. e. Menggenangi dengan air, jika memang memungkinkan, merupakan salah satu metode yang terbukti efektif dalam mengendalikan gulma. Inilah cara fisik menghilangkan oksigen dari dalam tanah. Keba-

nyakan gulma tahunan yang mampu beradaptasi terhadap iklim kering dan semi-kering tidak bisa bertahan dalam genangan air terlalu lama dan akan lekas mati. f. Penggundulan (smothering) bisa dilakukan dengan meletakkan rintangan fisik, seperti lembaran plastik hitam di atas permukaan tanah yang tidak bisa ditembus gulma. Hal ini untuk mencegah agar gulma tidak mendapatkan sinar untuk proses fotosintesis sehingga gulma akan segera mati. Metode ini sering dipakai untuk tanaman bernilai tinggi dan tanaman di kebun sekitar rumah. 2. Persaingan tanaman terbukti efektif dimana kebiasaan tumbuh dari tanaman tersebut dapat membantu perkembangan tanaman, terkait dengan keberadaan gulma. Tanaman akan bersaing secara lebih efisien da-lam mendapatkan sinar matahari, air, unsur hara dan ruang dibanding gulma. Metode pengendalian gulma inilah yang dianggap paling ekonomis dan paling mudah. 3. Pengendalian secara biologi menggunakan predator untuk mengendalikan gulma tanpa merusak tanaman yang diinginkan. Beberapa contoh pengendalian gulma secara biologi adalah dengan menggunakan serangga, penyakit, tanaman parasit, pencabutan rumput secara selektif dan tanaman pengganti yang kompetitif. Pengendalian secara biologi ini seringkali berupa suatu siklus dimana saat gulma dihilangkan maka populasi predator akan berkurang akibat kekurangan sumber makanan. Spesies gulma mungkin akan kembali meningkat lagi saat jumlah populasi predator cukup memadai untuk mengendalikan gulma. Siklus ini akan terus berlangsung sampai terjadi suatu keseimbangan.

58 Di Wyoming telah diperkenalkan pemakaian zat pengendali biologi untuk memberantas musk thistle weevil, di mana zat ini diberikan pada biji yang nantinya dapat membatasi penyebaran gulma. Selain itu, larva dari paintedlady butterfly terbukti dapat merontokkan daun dari Canada thistle Cirsium arvense di Wyoming. 4. Rotasi tanaman merupakan salah satu cara mengendalikan gulma karena terjadi persaingan yang kuat antar tanaman pada tanah yang mengalami gangguan selama musim tanam. Gulma bisa berkembang sebelum tanaman terbentuk dan setelah panen. Tanaman pokok yang tumbuh lebih dulu dapat membatasi pertumbuhan gulma selanjutnya. Jika memang memungkinkan, pengelola tanaman harus menutup tanaman pokok tersebut selama musim tanam. 5. Pembakaran terbukti efektif dalam memberantas tanaman yang tidak diinginkan. Panas yang diberikan secara terus-menerus dapat membakar/ menghanguskan tanaman hijau yang biasanya akan mengering dalam 10 sampai 14 hari sampai pembakarannya sempurna. Pembakaran dapat menghancurkan biji gulma yang ada di permukaan tanah berikut tunastunasnya. Pembakaran lebih efektif dalam mengendalikan gulma tahunan berukuran kecil, tapi kurang efektif untuk spesies tanaman perennial. 6. Bahan kimia adalah cara pengendalian gulma yang terbukti paling modern dan efisien. Herbisida yang selektif sudah diupayakan bertahuntahun, tapi kemajuan di bidang herbisida baru terjadi empat dekade terakhir. Herbisida merupakan produk teknologi modern sebagai alat pengendali gulma, tetapi bahan kimia tidak dapat menggantikan praktek pengelolaan tanaman yang baik dan pengolahan lahan yang hati-hati. 4.3 Pemberantasan Pemberantasan adalah pembasmian semua tanaman yang hidup, bagian-bagian gulma dan biji dari spesies gulma yang menjadi target di suatu lahan pertanian. Pemberantasan yang sempurna sulit dilakukan karena semua biji dan tanaman yang hidup (sumber menyebar kembali) harus dihancurkan. Pemberantasan biasanya hanya bersifat ekonomis untuk area kecil yang terinfestasi dengan gulma tahunan.

Mereka mungkin menyebabkan pengurangan tingkat oksigen dan pertukaran senyawa gas dengan air yang menghasilkan kerugian produksi ikan.1. dan beberapa bagian di bendungan . Beberapa situasi seperti pinggiran kanal. dan penyebaran. sungai. Beberapa pengaruh Negatife dari Gulma Air :      Mengurangi kapasitas penyimpanan air dalam waduk.1 Klasifikasi Gulma Perairan Gulma perairan diklasifikasikan berdasar beragam habitat yang membentuk lingkungan ekologis dan menjadi kondusif untuk perkembangannya. 5. Water hyacinth dan alligator weed tumbuh sedalam–dalamnya dan menciptakan ketebalan yang mencegah pergerakan perahu dan suatu waktu bisa saja kapal besar. mungkin juga turut campur dengan pemanenan ikan. 5. Kebanyakan situasi cukup permanen di alam sekitar di mana tingkatan air minimum dan maksimum cukup konsisten. tendon. Gulma perairan bisa mengasimilasi kuantitas esar kandungan gizi dari air mengurangi ketersediaan mereka untuk plankton algae.1 Gulma Permukaan Air Gulma ini tumbuh di perairan dangkal dan situasinya mendekati posisi air di mana air surut dan meningkat sesuai musim atau pelepasan regular dari sejumlah besar air atau waduk. reproduksi. GULMA AIR Gulma perairan biasanya mengurangi efektivitas perairan untuk produksi ikan.59 V. Walaupun kelebihan perkembangan gulma mungkin menyediakan bentuk perlindungan di air untuk pertumbuhan ikan kecil ini. kolam Menghalangi arus dan jumlah air dalam kanal dan sistem pengairan Mengurangi produksi ikan Turut campur dengan navigasi dan nilai estetis Memberikan habitat untuk nyamuk Gulma terapung dan di bawah permukaan air turut serta dalam navigasi. batas luar perairan yang kebanyakan di bendungan dari tanah.

60 dari batu. Jenis-Jenis Gulma yang Hidup di Perairan 5. tumbuh dan reproduksi dibawah permukaan air. Akar dan organ reproduksi tersisa dalam tanah di dasar perairan.1. pulau terapung Gambar 17. berakar c. karena mereka tidak nampak pada permukaan dan menghalangi arus air yang beragam berdasar derajat intensitas dan pertumbuhan mereka. Mengapung : a. bebas b. Muncul : a. Ada situasi dimana area luas dari suatu daratan yang tersisa tak jelas tanggalnya dengan air untuk periode jangka panjang. berakar 3. Gulma ini berdampak maksimal. dan mungkin hanya mengering saat kondisi kemarau parah. Tenggelam : a. tepian b. bebas b. Ini bisa dimasukkan tahunan hingga pepohonan besar (Gambar 18). selokan. dan kolam air dekat pedesaan. di atas air 2. yang mendukung beberapa tipe vegetasi tumbuhan atau gulma yang memadai untuk tumbuh baik dalam kondisi banjir dan penuh air. Keterangan : 1.2 Gulma yang Muncul di Permukaan Air Spesies gulma termasuk dalam kelompok bertunas. . Gulma ini bisa disebut semi–aquatic tapi lebih tepatnya dikenal sebagai gulma perairan yang muncul di permukaan air. Beberapa daratan dikenal sebagai wilayah rawa. Kebanyakan dari gulma ini ditemukan pada kedalaman perairan yang dangkal dan sedang serta pada arus anal yang berkesinambungan dan selokan.

Gulma ini .4 Gulma Terapung Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang tumbuh dan memenuhi siklus hidup dalam perairan. Nama Umum Musk grass Slimy green algae 2. juga gulma yang berada di bawah permukaan air mungkin bisa dikategorikan lebih jauh lagi sebagai berikut: Gulma di Bawah Permukaan Air yang Dangkal 1. Dalam masalah pengeringan air kebanyakan dari mereka memberikan benih dan organ reproduksi vegetasi lainnya pada dasar permukaan daratan. Gulma yang berakar di bawah permukaan air yang sangat dalam Nama Biologis Hydrilla vertillicata Royle Nyriophyllum spicatum L Nama Umum Hydrilla Eurasian water milfoil Family Hydrocharitaceae Holorhagaceae Nama Umum Eel weed Naiad Family Najadaceae Najadaceae Family Characeae Chloraphyaceae 5. yaitu algae yang lebih tinggi pada kondisi perairan dangkal dan jauh di bawah kedalaman. Mereka cukup beragam mulai dari ukurannya yang ada mulai bersel satu (algae) dan mungkin berkembang hingga tumbuhan berpembuluh lebar. Algae Nama Biologis Chara zeylanica Spirogyra spp. Tanaman yang lebih tinggi Nama Biologis Vallisneria spiralis Najas minor All 3.61 Ekosistem menyediakan kondisi yang memperbolehkan pertumbuhan algae. filamentous algae.1.

kolam yang luas. Crassipes. dan dangkal. 6 berada di atas permukaan air. berkelanjutan pada arus sungai. dalam.62 diteliti pada permukaan kedalaman luas. dan Mimosa pigra (Tjotropcdirdjo. Di danau Sentani Irian Jaya. sementara beberapa dari mereka mengapung di permukaan air tapi berlabuh jauh ke dasar permukaan perairan.1990). Gulma Terapung Berakar Nama Biologis Ipomea hederacea Nelumbo nucifera G Nymphaea alba L Nama Umum Nilkalmi Lotus Liliy air putih Family Convolvulaceae Nymphaceae Nymphaceae Nama Umum Water hyacinth Selada air Duck weed Family Pontederiaceae Araceae Lemnaceae Beberapa jenis gulma perairan dangkal di Indonesia Tanaman perairan paling umum di danau Rawa Pening meliputi 4 spesies yang berakar dan berada di bawah permukaan air. Yang paling umum ialah Salvinia molesta. berkesinambungan lebih jauh ke dalam arus kanal. dll. Dan juga Hanguana Malayana yang telah diteliti pada perairan terbuka di Indonesia. Gulma Terapung Bebas Nama Biologis Eicchornia crassipes (Mart) Solens Pistia stratiotes L Lemna minor 2. terdapat 89 spesies gulma perairan yang telah diidentifikasi. Scirpus . dan 10 spesies terapung. Beberapa gulma dalam ekosistem ini secara bebas mengapung dan bergerak dalam jarak yang panjang. Hydrilla verticillata. Spesies gulma ini membuat hilangnya sejumlah air melalui evapotranspirasi dan lagi rintangan yang disebabkan oleh arus air. Gulma ini dapat diklasifikasikan pada dua sub grup seperti di bawah ini : 1. Beberapa spesies gulma meliputi E. tendon.

Kesuksesan program pengelolaan gulma preventif beragam dengan spesies gulma. keberadaan tumbuhan. artikel atau material atau aktivitas normal seseorang yang di bawah aturan dalam tujuan perkenalan atau penyebaran hama yang mungkin bisa dicegah atau dibatasi.63 grossus dan Panicum repens (Sukrawa. 6. pergerakan. Karantina didefinisikan sebagai penjatuhan pelarangan sebagaimana hal ini merupakan hak dimana produksi.57 kg/m3 dan RGR 1.1990).31 m3/ha/hari (9 kali lebih tinggi dibanding gulma di area bebas) di waduk Rian Kanan (Hisbi.1972).1990). 6. produk tumbuhan. kolam. Di India. dan teknik pengendalian berdasar habitat dan bentuk flora gulma pada kondisi saat ini. Program preventif ini biasanya membutuhkan aksi komunitas melalui pembuatan dan penekanan dari hukum dan peraturan yang tepat (Day. alternatif satu–satunya yang tersisa untuk menjaga batas pengendalian gulma perairan sehingga pemanfaatan air digunakan secara efisien yaitu dengan kepedulian terhadap persediaan air waduk dan transportasi melalui kanal tidak dikurangi.1 Pendekatan preventif Karantina merupakan alat pengaturan yang mungkin bisa digunakan untuk meredakan efek gulma. 1984). hewan. Kondisi ini menghasilkan pengurangan serius dalam .23 persen/hari dan ET ialah 45. 1994). kanal irigasi muncul sebagai sumber potensial untuk penyebaran water hyacinth (Sushil Kumar and Bahn. Pengairan irigasi Nebraska telah menjadi sumber signifikan benih gulma (Aldrich.2 Pengelolaan Gulma Perairan Pengelolaan gulma perairan memiliki dua pendekatan yaitu preventif dan pengendalian gangguan yang sudah muncul. Saat pendekatan preventif dan pembasmian gagal memberikan hasil terbaik pada lingkungan perairan. produk hewan. pembasmian. Polygonum barbatum massanya ialah 11. kanal air. dll. Pengelolaan gulma perairan pada waduk. sistem pengairan.1. mengikuti sistem pendekatan pengelolaan gulma perairan seperti mengikuti pencegahan.

yaitu : A.2 Pendekatan Pengendalian Bentuk flora gulma perairan dan intensitas mereka mempengaruhi akibat yang disebabkan oleh mereka. 6. Gulma perairan dapat dikendalikan untuk mengatur batas dari berbagai metode.1. Metode Pengendalian Fisik atau Mekanik Metode pengendalian mekanik gulma perairan pada utamanya melakukan pemindahan gulma dari suatu kelompok secara fisik dari perairan. Metode biologis C. Untuk pemahaman yang lebih luas. Di bawah situasi spesifik hal ini mungkin merugikan dan mempengaruhi navigasi dan opreasi turbin pada proyek hidro elektris. Metode fisik atau mekanik B. . Hal ini mungkin melibatkan kekuatan fisik yang mungkin secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan gulma perairan. A. Habitat dan bentuk tumbuhan gulma mempengaruhi teknik pengendalian gulma. Metode ini bisa dikategorikan menjadi 4 kelompok. Sekali tindakan pencegahan gagal maka langkah berikutnya adalah pembasmian seperti menangani masalah ini agar mereka tidak muncul lagi. Pencegahan bisa sangat berguna untuk beberapa spesies gulma atau mungkin sekelompok gulma perairan dalam lingkungan perairan yang diberikan. Hal ini bisa diselesaikan secara manual dengan tangan. Metode kimiawi Terdapat kondisi yang langka ketika gulma dapat “dibasmi” tapi biasanya dapat “dicegah” dari gangguan area lainnya. Termasuk juga mengubah lingkungan atau menciptakan kondisi yang mungkin berpengaruh atau tidak mengijinkan adanya pertumbuhan dan perkembangan gulma. “pengendalian” gulma artinya menjaga gulma pada suatu tingkatan dimana mereka tidak menyebabkan dampak ekonomi. salinitas dan alkalinitas. menggunakan alat tangan atau kekuatan mesin.64 arus air irgasi dan sistem pengairan yang justru menghasilkan banjir.

minum dan pengairan. dll. a. Pada banyak negaranegara Asia perairan dapat digunakan untuk sejumlah alasan untuk mandi. Peran dari departemen kesehatan. peneliti perairan. Metode ini secara tidak langsung menghilangkan populasi masa depan gulma. dimana seseorang memotong pertumbuhan tanaman dengan pisau besar . menghasilkan hasil yang cepat. gulma bisa dibuang dengan tangan seperti gulma terapung. rhizoma. Survey vegetasi Rawa Pening pada tahun 1989 menemukan 4 spesies yang berakar dan berada di bawah permukaan air. Batasan ini termasuk keterbatasan efektivitas sebagaimana pada beberapa kasus gulma perairan tumbuh lagi dari akar yang tersisa. dan agen lainnya sangan diperlukan sebelum proses pengendalian gulma tidak berjalan lagi. dan semacam : pemindahan secara fisik khususnya dengan mesin mungkin membantu menyebarkan gulma pada wilayah baru dan terkadang memindahkan gulma perairan mengurangi kandungan gizi perairan untuk partumbuhan tanaman.. ialah water hyacinth (Eichhornia crassipes) Mengendalikan gulma pada lingkungan perairan sangat susah karena kekurangan penguasaan wilayah perairan. Tumbuhan perairan paling umum yang menempati 410 ha pada area danau yang berubah–ubah mulai 1760 – 2770 ha pada 1988. Pembersihan Manual Pada tempat yang masih sedikit gangguannya. aman di lingkungan dan target spesifik. 6 berada di atas permukaan air. Gulma yang dipanen memiliki beragam manfaat seperti makanan. Pada umumnya metode ini diterapkan untuk mengendalikan gulma di atas permukaan air seperti Typha spp. dan yang terpenting metode mekanik dapat dipelajari di berbagai area lokalisasi perairan. Pada banyak Negara berkembang atau di bawah tidak ada pengendalian penggunaan perairan. dan 10 spesies terapung.. sumber energy. Kebanyakan area ini merupakan tempat yang disukai banyak orang. pupuk. non selektif (pada beberapa kondisi) dan menyediakan kesempatan lebih sedikit giliran tumbuhan air untuk tumbuh.65 Keuntungan metode mekanik termasuk keuntungan memiliki sumber kekuatan manusia.

Gulma itu dikumpulkan dan dijauhkan dari air untuk mempercepat dehidrasi. Pemotongan Metode ini secara fisik memotong tanaman ini di bawah air dengan pisau. pemotong gulma digunakan untuk mengendalikan gulma berakar di bawah permukaan air. Pemotong gulma mekanik digunakan untuk memotong gulma terapung dan gulma di bawah permukaan air pada kedalaman 1–1. Praktek metode ini dilakukan saat gulma berada pada 30 – 50 cm di bawah permukaan air. maka pengendalian pasti bisa dilakukan. Metode ini telah dikenal efektif dimana tak ada dominasi gulma di atas permukaan dan di bawah permukaan air. Tindakan ini termasuk alat pemotong tajam yang dikendalikan lewat perahu. Pada kasus Typha.   Pemotong di bawah air : biasanya dipasangkan pada perahu motor. Chaining Chaining menggunakan rantai besi penarik yang berat dan ditempatkan diantara dua traktor. atau pemotong mekanis.66 dan kait. Salah satu kelemahan metode ini ialah ukuran selokan haruslah seragam dan sama. Hal ini juga bagus untuk Phragmites spp. Rantai memisahkan gulma berakar dan menghilangkan mereka dari bawah permukaan. b. Pemotong Gulma Air Pada perairan yang sangat luas. Perlengkapannya yaitu pemotong tajam dan kuat Pemanen : mesin ini memotong dan mengangkut gulma dari perairan dan membawanya secara simultan . hal ini telah diteliti jika tumbuhan dipotong di bawah air dan dibiarkan di bawah permukaan air lebih dari seminggu hingga 10 hari. d. Pada perairan dangkal. c. pemotongan mekanik pada water hyacinth dan gulma perairan lainnya yang di bawah permukaan seperti Phragmites spp. akan memberi kelegaan sesaat dari gangguan gulma. yang ditarik pada permukaan bawah ketebalan gulma pengganggu atau kanal yang sedang. rhizoma dan organ reproduktif lain dapat dibuang begitu saja. akses dari kedua sisi dengan traktor dan bebas dari pohon serta gangguan lain.5 m pada waduk.

Pada Institut Pusat Teknologi Perikanan.67 Pemotong di bawah air digunakan di kota (India) untuk membersihkan kanal Chambal dari gulma perairan (Gupta. pada akhirnya penekanan diberikan peneliti dengan pendekatan non–kimiawi. Berbagai pendekatan pengendalian biologis didiskusikan sebagai berikut : 1. pathogen. jumlah pelepasan tiap dekade meningkat secara eksponen. 1973). terapung. dan gulma di atas permukaan air. Pengendalian biolgis dianggap salah satu pendekatan paling aman. Rencana jangka panjang b. parasit. Beberapa musuh alami telah diarahkan untuk pengendalian di bawah permukaan air. Tingkat efektivitas menurun dari 29% dari keseluruhan pelepasan mulai dari 1980 hingga 25% pada 1985. Manipulasi sistem penanaman untuk berinteraksi dengan lingkungan Julien (1989). nematoda. dan tanaman semacamnya. berusaha mengerjakan keseluruhan untuk mengatasi gulma dengan alat–alat biologis. Dia menyadari setelah pelepasan 13 alat untuk control klasik gulma pada dekade pertama abad ini. Pengendalian biologis lebih kompleks dibanding pengendalian mekanik karena membutuhkan : a. Agen Biologis Menyadari peningkatan tentang dampak penyakit herbisida dan tanpa pengendalian pada penggunaan air. B. suatu mesin portabel telah dikembangkan dan hal ini bisa memgalihkan gulma terapung dan di bawah permukaan air pada tingkat 1–1. Banyak taktik c.5 ha/hari (Mukhopadhyay. . Banyak organism pemakan tanaman bisa digunakan untuk mengendalikan gulma perairan dan hal ini tidak mengganggu nilai ekonomi tumbuhan atau menciptakan ketidakseimbangan yang kurang menarik pada komunitas tumbuhan. Organisme yang digunakan untuk pengendalian biologis beragam seperti serangga. Pengendalian Gulma Secara Biologis Pengelolaan biologis gulma perairan ialah terminologi luas untuk eksploitasi makhluk hidup atau produk mereka untuk mengurangi atau mencegah pertumbuhan dan reproduksi gulma. 1995).

tapi tingkat reproduksi lambat dari yang sebelumnya telah dihilangkan dari percobaan. . Pathogen dengan jangkauan induk luas kurang cocok karena mereka bisa saja menyerang tanaman. virus dan virus seperti agen. 4. 1992).68 2. perkembangan prospek dan aspek teknis penggunaan pathogen tumbuhan (Julien. hal ini sudah bisa dimungkinkan untuk di mengisolasi. Formulasi fungi diterapkan sebagai pemasukan sesuatu sebagai suatu sikap yang mirip dengan herbisida kimiawi yang telah dinamakan “myco-herbisida”. Di antara kelas pathogen. Pada beberapa kasus. Penggunaan Mamalia Air dan Tikus Pengenalan Manatee (Trichechus inunguis) dan tikus Coypus (Myocastu coypus) keduanya dikenal sebagai pemakan vegetasi perairan yang sudah disarankan sebagai agen biokontrol yang memungkinkan melawan gulma perairan. Hal ini menyangkut pembudidayaan secara massal. Patogen memiliki banyak keuntungan seperti:      Kebanyakan pathogen adalah jamur Sifatnya merusak Menyebar secara luas Kebanyakan dari mereka dapat berbudaya secara missal Mereka bisa terintergrasi menjadi sistem pengelolaan hama yang terorganisir Kebanyakan spesifisitas merupakan tampilan fundamental. virus dan nematoda. membudayakan. Beberapa buku memberikan gambaran detail sejarah. Mereka adalah De-Vine dan Collego. formulasi dan aplikasi pemasukan jamur ke gulma. Patogen Gulma dapat dikendalikan dengan pathogen semacam jamur. Sudah ada dua myco–herbisida yang sudah didaftarkan di Amerika Serikat sebagai herbisida. jamur telah digunakan untuk digunakan pada keberadaan yang lebih besar daripada bakteri. standardisasi. bakteri. memformulasikan dan menyebarkan pembiakan jamur sebagai myco–herbisida.

Orang Rusia yang mempertimbang- kan ikan sebagai agen yang penting dan permanen untuk pengendalian gulma dibanding kendali cara mekanik dan kimiawi. 6. Hungaria. mencoba T. Ikan ini memakan gulma terapung dan yang di bawah permukaan air. . Anachaares alensa di Brazil dan Marisa cornuarietis di Florida (Seaman dan Porterfield. dan Jepang dan di beberapa kawasan. Penggunaan Ikan Hickling (1965). Mereka menggunakan gurami Clenopharyngodon idella dan Hypophthal michthys molitrix. Zili pada kolam beku pembangkit listrik di Moskow dan menyadari bahwa ini merupakan konsumen gulma Vallisneria yang hebat. zili dan T. Penggunaan Siput Hasil menjanjikan telah diraih dengan menggunakan siput Pomade canliculata Lamer. Bagaimanapun. melawan gulma perairan. telah menggunakan ikan dalam pengendalian biologis vegetasi perairan. Spesies ini dinyatakan sebagai yang paling efektif. Verigin (1963). Ikan C.69 5. 1964). Lemna. Siput Marisa coruarietis memakan sejumlah tumbuhan air dan dipertimbangkan memiliki kendali potensial terhadap gulma. Ikan ini memakan gulma perairan pada wilayah yang luas seperti (Potamogeton. Pistia straitoises dan Alternathera philoxeiroides sebagian dikendalikan ketika Eichhornia crassipes tidak sepenuhnya dimakan tapi pertumbuhan dan pembungaan benar–benar jadi lambat dengan tindakan siput yang memangkas akar. Diantara beberapa spesies ikan herbivora yang memakan gulma perairan. Di sisi lain. kegunaannya sangat terbatas karena kemampuan makan tanaman padi muda dan ketidak tahanan suhu air di bawah 100. dan Elodea). idella digunakan untuk pengendalian gulma di Cina. nilotica. tapi ikan ini tidak dapat bertahan di bawah F. diantaranya adalah : T. Hasil yang baik juga telah diteliti melawan gulma perairan seperti Ceratophylum demersum yang dikendalikan secara penuh. Tingkat pertumbuhan dan perkembangan beragam dengan sumber makanan. kemampuan merusak tempat perkembangbiakan dari vector siput bilharzia ditempatkan di wilayah tanpa padi.

Herbisida berat banyak dipakai di Amerika Utara. sekitar 90% pengendalian water hyacinth telah diraih. . area yang tercakup. dan mencabutnya dengan tangan. Selain didasarkan pada selektifitas herbisida. sejumlah 5 orang menunjukkan tanamannya pada area pelepasan dan serangga mulai dibubarkan menuju bagian lain dari penyimpanan. Jepang dan Australia. Herbisida mungkin bersifat selektif atau non-selektif tergantung pada bagaimana dan kapan herbisida itu dipakai. Herbisida memberikan cara pengendalian gulma yang lebih efektif dibandingkan dengan cara mencangkul. pengklasifikasiannya juga didasarkan pada waktu pemakaian.al. sejumlah 7 pelepasan terdiri dari 1700 kumbang yang disiapkan pada wilayah 20 ha dalam penyimpanan untuk mengganggu sepenuhnya tumbuhan water hyacinth. herbisida menggantikan metode mekanik pengendalian gulma. mode of action dan struktur bahan kimianya. Pada September 1987. C. (Julien et. Penyebarannya pada suatu tingkat waspada di Afrika dan Papua Nugini. Pada Maret 1985. Penggunaan curculinoid Neochetina bruchi untuk mengendalikan water hyacinth diteliti di Karnataka (India) pada 1984. seperti pupuk. yaitu antara bulan Februari dan Juli. Eropa Barat. Dalam 40 tahun terakhir. Pengendalian biologis yang sukses dapat mengurangi secara signifikan penutupan gulma dalam 3–10 tahun setelah penetapannya pada agen dan meraih pengendalian yang sempurna pada sejumlah negara. dan pestisida adalah salah satu metode yang banyak dipakai untuk menekan biaya yang cukup besar dan tenaga kerja banyak. Penggunaan Serangga Water hyacinth (Eichhornia crassipes) merupakan gulma perairan yang paling banyak di dunia. Pelepasan dikonfirmasi pada wilayah sekitar 1 ha dan penelitian dari pendirian serta pengusiran kumbang dibuat pada jarak waktu 2 bulan.70 7. Pengendalian Gulma Air secara Kimiawi Herbisida adalah pestisida yang dipakai untuk membunuh gulma atau menghambat pertumbuhan normal gulma.. menjadi masalah utama di wilayah India dan Asia Tenggara. 1996). Pemakaian herbisida dengan bahan kimia pertanian lainnya.

Herbisida jenis ini mungkin dipakai untuk memberantas berbagai jenis tanaman di suatu lahan. tempat parkir dan area lain seperti yang diinginkan. c) kadar air pada daun. Karena selektifitas herbisida tergantung pada semua faktor di atas. maka pemakaian bahan kimia sebagai perlakuan selektif atau non-selektif tergantung pada pemakaian seperti yang diharapkan. f) perbedaan kebiasaan tumbuh tanaman dan gulma. 2. area gudang. maka bahan kimia ini dapat dipakai untuk mengendalikan tanaman yang ada di sepanjang pagar. sekeliling saluran pipa. Selektifitas suatu bahan kimia tidak absolut dan mungkin tergantung pada hal-hal berikut : a) banyaknya bahan kimia yang digunakan. meskipun sebenarnya dipakai untuk mengendalikan gulma pengganggu tanaman jagung. Atrazine berkadar tinggi merupakan sterilant tanah yang efektif. Selektifitas biasanya didapatkan sebagai akibat dari cara pemakaian herbisida. . Contohnya 2. e) toleransi suatu spesies tanaman terhadap herbisida tertentu.4-D dapat mengendalikan tumbuhnya rumput meskipun pemakaian utama adalah untuk mengendalikan gulma berdaun lebar pada gulma rumput-rumputan. rambu lalu lintas.71 1. d) presipitasi setelah perlakuan.. Herbisida Non-Selektif Herbisida non selektif adalah bahan kimia yang beracun untuk semua jenis tanaman. Herbisida Selektif Herbisida yang selektif adalah bahan kimia yang dapat membasmi spesies gulma tertentu tanpa merusak atau mengganggu spesies tanaman lainnya. b) cara pemakaian. Bila bertujuan tidak untuk selektifitas.

72 V. Pre-planting Pemakaian herbisida sebelum menanam tanaman pokok. Directed (langsung/terarah) Perlakuan herbisida langsung diarahkan kepada tumbuhan pengganggu atau pada tanah.1. Pre-emergence Pemakaian herbisida setelah menanam tanaman pokok tapi sebeum tanaman pokok atau gulma tumbuh. 5. 5. Overall (menyeluruh) Penyemprotan secara menyeluruh dan merata pada seluruh areal (kebalikannya dengan band aplication). biasanya dalam barisan tanaman atau di antara barisan tanaman dan tidak pada seluruh luasan. Post-emergence Pemberian herbisida setelah kemunculan gulma dilakukan setelah tanaman pokok atau gulma mulai tumbuh. C. PENGENDALIAN GULMA SECARA KIMIAWI (HERBISIDA) 5. B. B. Overhead (di atas tanaman) Penyemprotan dilakukan di atas tanaman. untuk mengurangi kontak langsung dengan tanaman.1 Berdasarkan pada Waktu Pemakaian A.1.2 Berdasar pada Metode Pemakaian A. berlainan dengan penyemprotan ditujukan pada tanaman pengganggu. D. Band (terbatas dalam bentuk barisan) Herbisida digunakan dalam tempat terbatas. C.1 Klasifikasi Herbisida Herbisida di dalam penggunaan dapat dikelompokkan berdasar pada waktu dan metode pemakaiannya. .

mengingat cakupan yang lengkap tidak seperti itu. pemakaian herbisida harus sama.3 Berdasarkan pada Mode of Action Mode aksi mengacu pada interaksi bahan kimia yang menganggu proses biologi yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Herbisida yang menghambat aktifitas meristematic d. dari mulai tanaman kontak pertama dengan herbisida sampai pengaruh terakhir yang seringkali mengarah pada matinya tanaman. 5. G. Agar pengendaliannya bisa efektif. Herbisida kontak A. Saat dikaitkan dengan pemakaian herbisida. sebelum tanaman tumbuh. tetapi sebelum tanaman sendiri tumbuh. inilah rantai peristiwa. herbisida yang menghambat pertumbuhan dan pembelahan sel. Spot (tempat terbatas) Ditujukan pada tumbuhan pengganggu pada tempat-tempat tertentu. Herbisida sistemik (ditranslokasikan) B. Residual pre-emergence Pemakaian herbisida beresidu yang diarahkan pada tanah. Herbisida yang mengatur pertumbuhan b. Contact pre-emergence Digunakan secara kontak pada tumbuhan pengganggu yang telah tumbuh. Herbisida yang menghambat aktifitas enzim c. Herbisida yang menghambat fotosintesis e. F. Herbisida Sistemik Herbisida sistemik atau yang ditranslokasikan diserap oleh akar atau bagian-bagian tanaman yang ada di atas tanah untuk kemudian diangkut ke seluruh jaringan tanaman. atau dengan alat injeksi pohon). H.1. A.73 E. Pada kulit kayu pada pangkal batang Untuk mematikan semak-semak atau pohon-pohon dengan membuat luka pada kulit kayu melingkar pada pangkal batang (dengan disemprot/disikat. Klasifikasi herbisida yang ditranslokasikan dapat dibagi menjadi lima : a. .

4DP. Tanaman perennial yang terbentuk dalam dua sampai empat minggu. Picloram (Tordon). Pembelahan sel dan tingkat respirasi meningkat begitu juga dengan fotosintesis. MCPB. uraturat daun nampak sejajar dan bukan berjaring-jaring. MCPP : Dicamba (Clarity. Gejala kerusakan. Kadar air juga meningkat sehingga membuat tanaman menjadi rapuh. sementara sel-sel di antara urat-urat tersebut tidak lagi membelah diri sehingga menghasilkan ikatan sempit yang panjang seperti daun muda. menjadi coklat dan akhirnya mati. Berdaun lebar: daun mengalami malformasi. rapuh. 2. Akar kehilangan kemampuannya dalam menyerap unsur hara dari dalam tanah dan jaringan batang tidak dapat lagi mengangkut makanan ke seluruh bagian tanaman. batang menjadi bengkok. penyatuan akar penunjang (brace root). tunas muda mati dalam dua sampai empat hari. 2. MCPA. Contoh : Herbisida non-organik : Glyphosate (Roundup). Tanaman yang peka akan segera berhenti tumbuh dan berubah warna seperti jerami. Herbisida yang Menghambat Aktifitas Enzim Herbisida-herbisida ini dapat menghambat aksi lebih dari satu enzim yang mengkatalisa reaksi kimia di dalam tanaman. Dalapon (Dowpon M) .4-D. Hal ini mengarah pada terhentinya aktifitas metabolisme pada tanaman yang menyebabkan tanaman mati. Triclopyr (Garlon) b. melengkung atau bengkok dengan internode pendek.74 a. dengan internode yang semakin pendek. nampak seperti bawang merah batangnya rapuh. Gejala kerusakan. Contoh : Phenoxys Asam bensoat Picolinic acid : 2. Banvel) : Clopyralid (Stinger).4-DB. Rumput: daun-daun baru tidak membentang. Herbisida yang Merangsang Pertumbuhan Herbisida ini mengganggu pertumbuhan normal tanaman yang menyebabkan sel-sel pada urat-urat daun (leafy veins) membelah dengan cepat dan memanjang.

Herbisida yang Menghambat Fotosintesis Fotosintesis adalah proses di mana klorofil yang merupakan zat hijau pada tanaman menggunakan energi cahaya matahari untuk mensintesa karbohidrat dari karbondioksida dan air. Gejala kerusakan ditandai rumput yang mati lebih dulu adalah bagian titik tumbuh dan diikuti mati bagian tengah dalam daun yang seringkali mengubah warnanya menjadi keungu-unguan. saat tanaman perlahanlahan kekurangan makanan dan akhirnya mati. Whip). Telar). Quizalofop (Assure) Bahan kimia yang hampir sama : Sethoxydim (Poast). Dactylis glomerata dan butiran-butiran kecil tidak begitu peka terhadap herbisida. Embark) d. DPX-L5300 (Express). 293 (Assert) Sulfonyl ureas : Benzsulfuron (Londax). Thiameturon (Harmony). Imazaquin (Scepter). Diclofop (Hoelon). Escort). Herbisida ini paling efektif untuk memberantas rumput yang tumbuh di musim panas seperti. Herbisida ini tidak efektif untuk gulma berdaun lebar. Haloxyfop (Verdict). Chlorimuron (Classic). Hal ini mengarah pada terhentinya pertumbuhan. Contoh : Aryl-oxy-phenoxys : Clethodim (Select). Herbisida yang Menghambat Aktifitas Meristematik Herbisida ini cepat terserap oleh rumput dan ditranslokasikan ke titik-titik tumbuh dimana herbisida ini menghambat aktifitas meristematik. Mefluidide (Vistar. Imazethapyr (Pursuit). Fluazifop-P (Fusilade 2000). c. Fenoxaprop (Acclaim. Digitaria sanguinalis. Panicum dichotomiflorum. AC-222. Mekanisme ini merupakan sistem pembuatan makanan pada tumbuhan. Setaria faberi. Sulfometuron (Oust). Metsulfuron (Ally.75 Imidazolinones : Imazapyr (Arsenal). Rumput yang tumbuh di musim dingin seperti Elytrigia repens. Chlorsulfuron (Glean. Semua herbisida di atas .

Bentazon (Basagran). uracils. Prometon (Pramitol). maka biji mungkin akan berkecambah secara normal tapi akan kehilangan warna hijaunya. Herbisida yang Menghambat Pertumbuhan dan Pembelahan Sel Kecuali untuk dinitroanilines dan bensulide serta siduron. Lexone). kemudian akan mati karena tidak bisa mendapatkan makanan. Pada rumput maka daun berubah warna dari hijau muda menjadi putih. Metribuzin (Sencor. Saat herbisida diberikan ketika tunas mulai tumbuh. Chloroxuron (Tenoran). Phenmedipham (Betanal) Bahan kimia lain : Amitrote (Amitrol). Cyanazine (Bladex). Tanaman perennial berkayu dan herbaceous karena akar yang besar sebagai tempat cadangan makanan sehingga bisa bertahan hidup lebih lama. e. dan phenyl carbamates menghambat penggantian elektron pada klorofil. Triazine. Herbisida ini lebih efektif untuk tunas tanaman daripada untuk tanaman yang sudah terbentuk. Pyrazon (Pyramin). Simazine (Princep). Bromacil (Hyvar X) Phenyl carbamates : Desmedipham (Betanex). Propanil (Stam). Amitrol dan clomazone menghambat pembentukan pigmen. Gejala kerusakan pada daun lebar yaitu daun-daun menjadi burikburik. herbisida ini menyebabkan perkembangan sel menjadi abnormal atau mencegah . Tebuthiuron (Spike) Uracils : Terbacil (Sinbar). berubah warna dari kuning menjadi coklat (putih menjadi coklat dengan amitrole dan clomazone). Diuron (Karmex). Fluometuron (Cotoran). pengganti urea. tanaman mungkin kehilangan daunnya beberapa kali sebelum akhirnya mati.76 dapat menghambat fotosintesis. Fenuron + TCA (Urab). Contoh : Triazines : Atrazine (various). Ametryn (Evik). Clomazone (Command). Propazine (Milogard). Hexazinone (Velpar) Pengganti urea : Linuron (Lorox). Monuron + TCA (Urox).

Acetochlor (Harness). Triallate (Avadex BW. Tunas tanaman yang berakar tunggang seperti alfalfa tidak terpengaruh. tebal. Pronamide Diphenamid (Enide) . Napropamide (Kerb). (Randox). Cycloate (Ro-Neet).77 pembelahan sel pada tunas yang ada ujung akar dan tunas. Pada rumput: tidak muncul tunas dibagian yang daun tidak bisa membuka sehingga daun terpilin. Far-go) Pengganti amides : Alachlor (Lasso). Butylate + Safener (Sutan+). Propham (Chem-hoe). bentuknya seperti bawang merah denghan ujung terminal (posisi mulut di ujung hidung) tetap kaku dan tidak seperti bendera. Propachlor CDAA (Ramrod). rapuh. tunas yang rusak memiliki akar pendek yang berbentuk seperti pentungan dan tebal dengan jaringan batang yang rapuh. akarnya memendek. sehingga perlahan-lahan tanaman akan kehilangan kekuatannya. Asulam (Asulox) Thiocarbamates : EPTC + Safener + Extender (Eradicane extra). EPTC (Eptam). Pebulate (Tillam). akarnya berbentuk pentung. Gejala kerusakannya pada berdaun lebar maka biji berkecambah tapi tidak bisa muncul atau muncul sebagai tunas yang tidak bisa tumbuh sempurna/kerdil. clublike (seperti pentung). Diallate (Avadex). berkerut. Pada biji rumput maka berkecambah tapi biasanya tidak dapat muncul tunas. Dinitroanilines dan bensulide serta siduron mencegah pembelahan sel pada ujung akar yang berkembang dan hanya efektif pada tunas tanaman rumput-rumputan serta pada beberapa tanaman berdaun lebar. CIPC). Contoh : Phenyl carbamates : Chlorpropham (Furloe. tunas yang muncul memiliki batang yang lebih pendek dan tebal. (Devrinol). berdaun kecil dan pendek. Vernolate (Vernam). kuncupnya tidak bisa terbuka. Gejala kerusakannya pada berdaun lebar maka warna daun berubah menjadi hijau tua. begitu juga pada tanaman yang terbentuk. Metalochlor (Dual).

Dinitramine (Cobex) Bahan kimia lain : Bensulide (Prefar. Beberapa dari herbisida ini tidak aktif saat di dalam tanah dan harus diberikan pada daun. Contoh : Diphenyl ethers Bahan kimia lain : Oxyfluorfen (Goal) : Oxadiazon (Ronstar) . Pyridate (Tough. Herbisida kontak yang diberikan pada daun Bipyridyliums Selective oil : Paraquat (Gramoxone). solar Dephenyl ethers : Acifluorfen (Blazer. Siduron (Tupersan) B. a. Isopropalin (Paarlan). Agar pengendalian gulma bisa efektif seluruh bagian daun harus mendapatkan herbisida ini. linuron. Fluchloralin (Basalin). Lentagran). Herbisida Kontak Herbisida kontak adalah bahan kimia yang tidak bisa melakukan translokasi atau terangkut dalam seluruh bagian tanaman. b. dan pyridate menunjukkan pengaruh sekunder karena dapat menghambat fotosintesis sehingga menyebabkan berkembangnya bahan beracun. Bahan kimia ini hanya membunuh tanaman atau bagian tanaman yang terkena langsung dengan herbisida. Bentazon (Basagran). Stomp). Paraquat. Tackle) Bahan kimia lain : Ametryn (Evik). Dyclomec. Diquat (Ortho Diquat) : Stodard’s solvent Nonselective oils : Mnyak tanah. Hydrothal). Betasan). Pendimethalin (Prowl. bahan bakar. Oryzalin (Surflan). Difenzoquat methyl sulfate (Avenge). Endothall (Endothal. Herbisida Kontak yang Diberikan pada Daun atau Tanah Gejala kerusakannya dapat menyebabkan kerusakan membran sel. Aquathol. Jenis herbisida ini lebih efektif untuk gulma tahunan daripada gulma perennial. ametryn. yang memungkinkan plasma sel keluar. Norosac) : Trifluralin (Treflan). Linuron (Lorox). Benefin (Balan). Bromoxynil (Buctril).78 Nitrile Dinitroanilines : Dichlobenil (Casoron. diquat.

Sodium borate (Polybor). gulma. nematoda.79 Herbisida anorganik : Sodium chlorate (Sodium Chlorate). penutup harus dibuka agar gas yang tersisa didalam bisa keluar. semua akan menguap sehingga tidak ada residu aktif yang tersisa. Setelah 24 sampai 48 jam. jamur dan serangga. campuran Sodium chlorate dan borate D. Sampai kapan tanah itu steril tergantung pada herbisida yang dipakai. C. Sterilan Tanah Sterilan tanah adalah bahan kimia yang menjaga tanah agar terbebas dari tanaman selama lebih dari satu tahun. Fumigan Tanah Fumigan tanah adalah cairan atau gas beracun yang mudah menguap dipakai untuk mengasapi hama pada tanah. kadar pemakaian. gulma berubah warna menjadi coklat dan mati. Tebuthiuron (Spike). Monuron TCA (Urox). Gejala kerusakan disebabkan uap air dari herbisida dapat meresap ke tanah sampai kedalaman 4-6 inci dan membunuh biji gulma. Contoh : . Sodium borate (Polybor). Contoh : Herbisida organik : Prometon (Pramitol). Bromacil (Hyvar X) Herbisida anorganik : Sodium chlorate (Sodium Chlorate). dan komposisi serta jenis tanah. curah hujan. Kebanyakan herbisida bisa dipakai sebagai sterilan tanah jika kadar yang dipakai cukup tinggi. Setelah beberapa saat. Kebanyakan fumigan harus berada dalam wadah yang tertutup rapat agar gas tidak mudah menguap. Herbisida anorganik adalah kontak herbisida yang dapat membunuh jaringan tanaman dalam beberapa jam atau beberapa hari. Area tersebut akan tetap terbebas dari gulma sampai biji gulma mulai muncul kembali atau terkubur di dalam tanah dan akhirnya muncul ke permukaan. Gejala kerusakan akibat herbisida organik adalah penghambat fotosintesis dan menunjukkan gejala-gejala seperti yang dijelaskan sebelumnya. campuran Sodium chlorate dan Borate.

Telar).1. MCPB (Can-trol. mecoprop (various) b. naptalam (Alanap) d. metsulfuron (Ally. hexazinone (Velpar).4-D (various). Weed-e-rad).293 (Assert) d. CMA. Whip). quizalofop (Assure) C. Aryl-oxy-phenoxys : clethodim (Select).4-DB (Butyrac 200. Weede-rad). Imadazolinones : imazapyr (Arsenal). Phenoxy herbicides : 2. 2. terbacil (Sinbar) (Glean. Chloropicrin + Methyl bromide (Dowfume. Escort). TCA (Sodium TCA) D. fluazifop-P (Fusilade 2000). Turunan Heterocyclic nitrogen a. Uracils : bromacil (Hyvar X). This-trol). Weed-hoe. MCPP. prometon (Pramitol). MCPA (various). chlorimuron (Classic).80 Herbisida organik : Chloropicrin (Picfume. Methyl bromide (Meth-O-Gas) 5. Daconate. cacodylic acid (Phytar 560. dicamba (Banvel) c. triclopyr (Garlon) B. Bueno. atrazine (various). imazapic (Plateau). Picolinic acids : clopyralid (Lontrel). metribuzin (Lexone. 2. Phthalic acids : DCPA (Dacthal). Clor-O-Pic). Sulfonyl ureas: benzsulfuron (Londax). AC-222. cyanazine (Bladex). dichlorprop (various).4 Berdasar pada Struktur Bahan Kimia A. chlorsulfuron sulfometuron (Express) c. Asam benzoat : chloramben (Amiben). simazine (Princep) b. diclofop (Hoelon). (Oust). Butoxone). Arsenik organik : AMA (Super-dal-e-rad). thiameturon (Harmony). Metham (Vapam). picloram (Tordon). fenoxaprop (Acclaim. Aliphatic acids : dalapon (Dowpon M). Brom-OGas). Larvicide 100. DPX-L5300 . DSMA (Ansar. propazine (Milogard). haloxyfop (Verdict). imazethapyr (Pursuit).4-DP. prometryn (Caparol). Triazines : ametryn (Evik). Sencor). imazaquin (Scepter). MSMA (Ansar. Aromatic carboxylic acids a. Rad-E-Cate) E.

diphenamid (Enide). Ranger. Lentagran). barban (Carbyne). phenmedipham (Betanal). propanil (Stam) c. Dyclomec. Dowfume). pendimethalin (Prowl. Phenyl carbamates : asulam (Asulox). diuron (Karmex). Clor-O-Pic). isopropalin (Paarlan). metalachlor (Dual). oryzalin (Surflan). bentazon (Basagran). fluchloralin (Basalin). dichlobenil (Casoron. Chem-Hoe) G. vernolate (Vernam) H. cycloate (Ro-Neet). Thiocarbamates : butylate (Sutan). methyl bromide (Meth-O-Gas). minyak tanah.81 e. Stomp). monuron. solar. Bipyridyliums : diquat (Ortho Diquat). Diphenyl ethers : acifluorfen (Blazer). Prefar). pyridate (Tough. Aquathal). butylate + safener (Sutan +). maleic hydrazide (MH-30) F. Furloe). EPTC + safener + extender (Eradicane Extra). pebulate (Tillam). Tidak tergolong organik : bensulide (Betasan. linuron (Lorox. paraquat (Gramoxone) g. bahan bakar. Stoddard’s solvent . endothall (Endothall. Rodeo). Amides : acetochlor (Harness). clomazone (Command). Pengganti nitriles : bromoxynil (Buctril). chloropicrin (Picfume. EPTC (Eptam). fenuron. Norosac) J. Larvicide 100. siduron (Tupersan). dinitramine (Cobex). desmedipham (Betanex). Lenex). Turunan lain dari heterocyclic nitrogen : amitrole (Amitrol). tebuthiuron (Spike) b. alachlor (Lasso). napropamide (Devrinol). chlorpropham (Chloro IPC. diallate (Avadex). Far-go). glyphosphate (Roundup. trifluralin (Treflan) I. oxyfluorfen (Goal) f. propachlor (Ramrod). metham (Vapam). Dinitroanilines : benefin (Balan). oxadiazon (Ronstar). Turunan aliphatic nitrogen a. bifenox (Mowdown). pronamide (Kerb). CDAA (Randox). chloropicrin + methyl bromide (Brom-O-Gas. EPTC + safener (Eradicane). triallate (Avadex BW. propham (IPC. Urea : chloroxuron (Tenoran).

Perubahan herbisida dari bentuk padat atau cair menjadi gas. Yaitu gerakan partikel-partikel semprotan termasuk carrier dari area target. karena beberapa herbisida tergolong mudah menguap sehingga dapat menimbulkan kerugian yang cukup signifikan saat penyemprotan. 2) Mudah menguap (volatilization). Tidak tergolong anorganik : sodium borate (Polybor). asap atau tepung. . Aplikasi herbisida pada daun gulma adalah cara langsung agar bahan kimia dapat langsung masuk ke dalam tanaman dan akhirnya ke “tempat aksinya. Jenis perlakuan pada daun meliputi kontak herbisida dan translokasi herbisida. Setidaknya ada tiga hal yang membuat herbisida tidak sampai ke daun : 1) Arah/aliran semprotan (spray drift). serta pilihlah herbisida yang tidak mudah menguap karena perpindahan fase gas ini dapat merusak tanaman pokok. Yang dimaksud adalah saat tanaman yang lebih pendek dinaungi oleh tanaman yang lebih tinggi.” Sudah diketahui bahwa populasi dari satu spesies tanaman mendapatkan herbisida dengan kondisi yang sama tidak menunjukkan reaksi yang sama. 3) Pengaruh naungan (canopy effect). Sampai ke Tanaman Faktor ini sering kali diabaikan saat dipraktekkan di lapangan.2 Herbisida Daun Perlakuan herbisida pada daun adalah pemberian herbisida pada daun tanaman yang sedang tumbuh dan dalam bentuk semprotan. Mulut alat semprotan yang cukup besar dan tekanan yang rendah akan menimbulkan aliran semprotan yang cukup potensial. sodium chlorate (Sodium Chlorate) 5.82 K. Masalah ini biasa terjadi bila aplikasinya diberikan lewat udara yang menghasilkan dropletdroplet yang berukuran lebih kecil. a. Perlu diketahui perbedaan antara spray drift dan volatility. maka harus ada yang dapat mempengaruhi penyerapan dan pengangkutan herbisida pada tanaman atau faktor aplikasi lain yang mungkin mempengaruhi efektifitas pemberian herbisida tersebut.

Apakah permukaan daunnya berlilin atau tidak. Tetap Tertahan di Daun Bila herbisida sudah sampai di daun. Beberapa herbisida akan cepat menguap dalam waktu tertentu. Herbisida yang mengendap pada daun akan hilang terkena air hujan. Karakteristiknya bisa diubah dengan menambahkan bahan aditif atau “adjuvan” (substansi yang ditambahkan untuk meningkatkan sifat fisika atau kimia pestisida). dengan meninggalkan kristal-kristal bebas pada permukaan karena tidak dapat menembus ke dalam tanaman. maka herbisida ini akan tertahan cukup lama pada permukaan daun sebelum akhirnya terserap. 5) Ukuran droplet semprotan. Garam dari berbagai herbisida akan hilang setelah larutan disemprotkan dan menguap. 1) Morfologi tanaman. Permukaan bagian bawah lebih mudah ditembus daripada permukaan ba- . 3) Karakteristik larutan semprotan. Menembus Daun Penyerapan herbisida dipengaruhi oleh banyak faktor seperti herbisida dapat masuk ke dalam daun melalui permukaan bawah atau atas daun. 2) Lapisan lilin. Semprotan terdiri atas droplet-droplet kecil dan diaplikasikan dengan tekanan tinggi dan volume yang rendah untuk meningkatkan retensinya. Ada beberapa faktor yang dapat menahan herbisida pada daun. b. Perlu dipertimbangkan bahwa suhu yang tinggi dapat mempercepat penguapan herbisida dan bila terkena cahaya akan menyebabkan kerusakan kimia sebelum terjadi penyerapan. Posisi daun yang tegak atau horizontal dapat menentukan apakah semprotan herbisida tersebut akan tetap tertahan di daun atau menetes (run-off). sehingga herbisida tidak akan sampai ke tanaman yang lebih pendek di bawah naungan akibat kurang pengawasan.83 maka naungan yang menutup di bagian atas tidak hanya dapat menahan kontak herbisida tapi juga pentranslokasikan herbisida. 4) Daya menguap. Bahan kimia pembasah bisa bertindak sebagai bahan perekat jika dipakai dalam volume air yang rendah. c.

Sel-sel yang baru berkembang biasanya lebih mudah dipengaruhi oleh konsentrasi herbisida yang rendah sementara tanaman dewasa ber sifat lebih toleransi.84 gian atas. Herbisida dapat menembus daun melalui stomata atau langsung melalui kutikula. kelembaban. Dua jalur penetrasi yang relatif penting ini banyak diperdebatkan dan begitu banyak opini yang beredar di masyarakat. 2) Herbisida dapat masuk ke kutikula dan tetap larut dalam porsi nonpolar. Yang tak kalah penting adaah formulasi herbisida. Herbisida sistemik meliputi senyawa 2. Empat hal penting yang bisa terjadi setelah herbisida tertahan di daun. Contoh : minyak gulma. sebab komposisi dan karakter permukaan daun dapat menjadi penghalang besar masuknya herbisida ke daun. Menuju ke Tempat Aksinya (site of action) Herbisida yang diberikan pada daun bisa berupa kontak herbisida hanya mampu membunuh jaringan yang terkena herbisida secara langsung atau herbisida sistemik. Herbisida agar dapat masuk ke daun memerlukan jarak sangat dekat. Contoh : 2. Contoh : amitrole dan dalapon. picloram (Tordon) dan glyphosate (Roundup). Jaringan tanaman memiliki perbedaan yang sangat besar dalam hal kepekaan terhadap herbisida. apakah stomata terbuka atau tertutup). Ini terjadi pada kebanyakan formulasi garam saat air sebagai pembawanya menguap. 4) Herbisida dapat masuk langsung melalui sel-sel hidup menuju ke sistem vascular. yang bergerak dari titik aplikasi ke bagian-bagian lain pada tanaman. Penyerapan tergantung pada spesies tanaman dan kondisi lingkungan (cahaya. . Penyerapan herbisida merupakan konsep yang sangat penting terkait dengan aktifitas herbisida yang diberikan pada daun.4-D. 3) Herbisida dapat masuk dan terangkut dalam fase encer di sepanjang dinding sel sampai ke sistem vascular. d.4-D. 1) Herbisida akan tetap tertahan pada permukaan daun berupa kristal atau cairan. Satu faktor yang dapat mengganggu aktifitas herbisida adalah ketergantungan pada penyerapan dan translokasi pada daun.

yang dapat membakar daun dan batang dengan cepat. Symplast (sym berarti bersama-sama) merupakan total jumlah protoplasma yang hidup di dalam tanaman. Kadar herbisida yang cukup tinggi dapat membunuh bagian atas gulma namun tak banyak yang sampai ke bagian akar. seperti 2.85 Konsep penting yang terkait dengan translokasi berhubungan dengan bagian symplast dan apoplast tanaman. Sink mengacu pada tempat yang ada di dalam tanaman. Proses ini mengubah struktur kimia molekul herbisida yang ada dalam tanaman. Konsep penting lain dalam memahami translokasi adalah konsep “source to sink”. Zat gula cenderung berpindah dari area daun tempat memproduksi zat gula (source) menuju sink. Beberapa herbisida dapat melalui symplast. e. tetapi aksi sistemik yang terjadi herbisida harus melalui jaringan symplastic. Jarak tempuh herbisida cukup pendek dengan hanya melakukan difusi.4-D dan bahan kimia lain. Perubahan ini seringkali mengurangi fitotoksisitas herbisida. Aksi Racunnya Bisa Bertahan Cukup Lama Herbisida mungkin bisa langsung segera diserap bila sudah mencapai protoplasma hidup yang ada pada tanaman dan mungkin menjadi subyek deaktivasi melalui metabolisme tanaman. . yaitu mengurangi kemampuan herbisida dalam merusak tanaman. apoplastic atau interseluler pada tanaman. Apoplast (apo berarti terpisah atau terlepas) tersusun dari seluruh rangkaian dinding sel mati yang ada pada tanaman. sehingga translokasi floem adalah melalui symplast. di mana zat gula dipakai untuk membentuk bahan penyimpanan atau dalam metabolisme yang aktif. Floem adalah komponen utama dari symplast. Komponen utama apoplast adalah xilem. apoplast dan ada yang dapat melalui keduanya. selama proses ini berlangsung herbisida juga akan ikut terbawa. dan akan terus hidup dalam tanaman. Kebanyakan translokasi herbisida dari daun terjadi di dalam floem (jaringan hidup).

tahap pertumbuhan atau penentuan waktu. merupakan bahan kimia yang diberikan langsung (contact) atau ditranslokasikan ke tanah. 3) perlakuan pasca muncul tanaman atau 4) sterilan tanah. Jika biji yang berkecambah di permukaan tanah ini mati. Herbisida yang diberikan langsung ke tanah berupa 1) perlakuan pra tanam. Ada banyak faktor yang mempengaruhi efektifitas herbisida yang diberikan ke tanah. Faktor-faktor yang memberikan kontribusi bagi kinerja herbisida pada tanah harus sepenuhnya dipahami. Herbisida yang diberikan ke tanah dipengaruhi langsung oleh karakteristik tanah. maka permukaan tanah akan tetap terbebas dari gulma selama beberapa waktu setelah bahan kimianya mulai habis. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektifitas Pemberian Herbisida pada Tanah Herbisida mungkin diberikan ke tanah untuk mengendalikan gulma secara selektif di lahan pertanian atau non selektif di lahan industri. Agar bekerja efektif maka bahan kimia tersebut harus bisa terserap ke dalam tanah dengan bantuan aliran air atau hujan yang suatu saat bisa diserap jaringan akar gulma. Waktu aplikasi bisa menunjuk pada tanaman atau gulma. spesies tanaman dan variasi iklim.86 5. Biji gulma tidak akan berkecambah bila cukup dalam dipendam di dalam tanah. Variabilitas kinerja herbisida yang diberikan ke tanah terpakai dalam jumlah besar. Selektifitas bisa diupayakan pada lokasi tertentu dari herbisida di dalam tanah disebabkan. maka keberhasilan perlakuan pra muncul tanaman tergantung pada tingginya konsentrasi herbisida di zona ini.3 Herbisida Tanah Perlakuan herbisida tanah adalah pemberian herbisida pada tanah. . Beberapa herbisida hanya diberikan pada permukaan tanah dan beberapa herbisida lain dapat dipadukan. 2) perlakuan pra muncul tanaman. oleh toleransi tanaman. Karena kebanyakan gulma tahunan berkecambah di bagian tanah atas sedalam ½ inci. sehingga membuat studi mengenai pemberian herbisida tanah ini menjadi sangat kompleks dan beragam. jenis herbisida.

Persistensi di Dalam Tanah Sampai kapan herbisida bisa tetap aktif atau bertahan di dalam tanah menjadi masalah yang sangat penting terkait dengan sampai kapan pengendalian gulma itu dilakukan. c) adsorpsi pada koloid tanah. sehingga tanah jadi terbebas dari herbisida serta apabila disertai pengolahan tanah secara berulang-ulang atau pencampuran tanah. jamur dan bakteri. Ada tujuh faktor yang mempengaruhi persistensi herbisida dalam tanah : a) dekomposisi mikroorganisme. d) pelepasan. Residu yang mengandung racun juga perlu dipikirkan terkait dengan efek fitotoksisitas setelah pemberian herbisida yang mungkin akan merusak tanaman. Dalam beberapa hal. Arang kayu yang diaktifitasi ini biasanya hanya efektif untuk herbisida organik dan bukan herbisida anorganik. Dekomposisi mikroorganisme. dan g) terangkat oleh tanaman saat panen. b) dekomposisi bahan kimia. Herbisida akan cepat hilang bila terkena aliran air yang cukup besar.87 Agar sterilisasi efektif maka herbisida harus tetap aktif di zona perakaran untuk membunuh biji yang berkecambah dan tanaman yang berakar cukup dalam. tanah bisa diberi pupuk untuk mengurangi efek merusak pasca pemberian herbisida tertentu terhadap tanaman berikutnya. A. sehingga dapat menarik molekul-molekul herbisida yang menyebabkan herbisida tidak dapat diserap tanaman. Organisme ini menggunakan senyawa organik seperti zat organik dan bahan organik seperti herbisida organik sebagai makanan untuk energi dan pertumbuhan. a. Pemakaian arang kayu yang diaktivasi juga dapat mengurangi fitotoksisitas herbisida. e) volatilitas. Beberapa bahan organik bisa . f) foto-dekomposisi. Arang kayu yang diaktivasi adalah arang kayu biasa yang sudah dihaluskan agar bisa menyerap dengan baik dan memiliki muatan listrik. tanaman atau pupuk. Mikroorganisme yang banyak ditemui di dalam tanah adalah ganggang. Arang kayu yang diaktifasi tidak punya efek yang signifikan terhadap tanah.

Selain persediaan makanan.5 dan bakteri dengan pH di atas 5. Pengaruh pH tanah terhadap mikroorganisme. Saat herbisida . Mikroorganisme akan langsung menyerang senyawa organik termasuk herbisida organik yang diberikan ke tanah. lembab. Aksi ini akan meningkatkan dekomposisi herbisida yang mungkin saja meningkatkan aktifitas mikroorganisme menjadi lebih mempercepat gangguan aplikasi.5. Dalam kondisi yang ideal ini. memiliki aerasi yang buruk atau kondisi lain yang tidak menunjang bagi pertumbuhan mikroorganisme. Organisme ini juga sangat peka terhadap persediaan oksigen di dalam tanah.88 langsung dikomposisi (dimanfaatkan) dan ada yang tahan terhadap dekomposisi. mikroorganisme akan langsung mendekomposisi herbisida organik. teraerasi dengan baik merupakan tempat yang paling baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. fosfor atau kalium dapat mengurangi perkembangan mikroorganisme. pada jamur akan berkembang dengan baik di tanah dengan pH kurang dari 5. air. kering. Saat dekomposisi populasi mikroorganisme menurun karena persediaan makanan mulai berkurang. Kurangnya unsur hara seperti nitrogen. ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme. Kebanyakan organisme akan dorman atau mati tanpa air. Faktor-faktor antara lain suhu. Kadar aplikasi herbisida yang biasa diberikan tidak mempengaruhi populasi mikroorganisme karena herbisida bisa menguntungkan satu kelompok organisme dan merusak organisme lain. hangat. Tanah yang subur. Kebanyakan organisme tanah dalam kondisi dorman pada suhu 40 F dan dalam kondisi paling baik pada suhu 75 sampai 90 F. oksigen dan persediaan unsur hara. Herbisida mungkin akan tetap beracun untuk jangka waktu yang lama jika tanah dingin. sehingga membutuhkan kadar herbisida yang lebih tinggi untuk mendapatkan hasil yang sama. Organisme yang memanfaatkan persediaan makanan baru tersebut akan terus berkembang biak.

sehingga herbisida yang terserap akan dilepaskan perlahan-lahan sehingga bahan kimia tersebut menjadi tidak efektif. Dari semua ini. Dalapon akan melakukan proses hidrolisa secara perlahan-lahan dengan adanya air. Adsorpsi herbisida pada partikel-partikel tanah mengurangi konsentrasi herbisida yang ada di dalam air tanah secara bebas.89 didekomposisi. Tanah yang kaya akan kandungan tanah liatnya membutuhkan lebih banyak herbisida dibanding tanah berpasir untuk mengendalikan gulma yang diberi herbisida pra kemunculan atau sterilan tanah karena tanah liat punya area permukaan yang lebih adsorptif dibanding pasir. Adsorpsi pada koloid tanah. b. Hal ini membatasi jumlah herbisida yang dibutuhkan oleh tanaman. Koloid tanah adalah partikel-partikel mikroskopis organik dan anorganik dalam tanah yang memiliki kapasitas adsorpsi yang cukup besar. tanah yang mengandung zat organik tinggi membutuhkan lebih banyak herbisida sterilan dan herbisida pra kemunculan tanaman untuk mengendalikan gulma yang ada pada tanah dengan kandungan zat organik rendah. Reaksi degradasi bahan kimia terdiri atas hidrolisa. Dapat dikalkulasikan bahwa satu kubik inchi tanah liat berkoloid memiliki area permukaan adsorptif seluas 200 sampai 500 kaki persegi. Persistensi herbisida cukup bervariasi. oksidasi. c. Karena kapasitas adsorptif dari koloid tanah. Dibutuhkan herbisida dalam jumlah tertentu untuk menjenuhkan kapasitas adsorptif tanah. Tanah yang kaya akan kandungan zat organik dan tanah liatnya akan cenderung mengikat herbisida lebih lama dibanding tanah berpasir. Di atas “ambang batas” ini. ionisasi dan formasi garam. Dekomposisi bahan kimia mungkin akan merusak herbisida dan mengaktifkan yang lain. sehingga membuat tidak efektif. kebanyakan bahan kimia yang dipakai untuk tanaman pokok akan mengalami dekomposisi kurang dari 12 bulan saat diberikan menurut kadar yang direkomendasikan. maka populasi mikroorganisme akan kembali ke level sebelumnya. isomerisasi. Dekomposisi bahan kimia. yang paling penting adalah hidrolisa dan oksidasi. kadar yang lebih .

jika permukaan tanah bisa tetap lembab. Kekuatan “ikatan adsorpsi” mungkin lebih penting dibanding solubilitas air dalam menentukan potensi pelepasan herbisida. Pencucian (leaching). mengingat tanaman berbiji besar yang ditanam di bawah area yang berkonsentrasi herbisida tinggi tidak akan mengalami kerusakan. . banyaknya air yang merembes melalui tanah Biasanya. Tapi beberapa herbisida yang dapat larut dalam air mungkin akan bereaksi dengan berbagai bagian tanah dan membentuk molekul yang relatif stabil. solubilitas herbisida dalam air 3. Kebanyakan herbisida pra kemunculan yang diberikan ke permukaan tanah akan hilang/dilepaskan oleh air hujan menuju ke permukaan tanah bagian atas atau ke zona biji gulma yang berkecambah. Pelepasan herbisida seperti ini akan menentukan efektifitasnya sebagai herbisida yang mungkin dapat menjelaskan tentang selektifitas atau hilangnya herbisida dari tanah. Beberapa herbisida dapat hilang dari tanah melalui proses pelepasan. d. Hubungan adsorptif antara herbisida dan tanah 2. Volatilitas. air akan cepat hilang dengan kecepatan sekitar 200 ton/acre/bulan hanya dari tanah saja. Pelepasan adalah perpindahan suatu substansi dalam larutan ke arah bawah melalui tanah.90 tinggi akan meningkatkan jumlah bahan kimia dalam larutan tanah sehing ga dapat meningkatkan toksisitas herbisida terhadap tanaman. Selama musim panas. Sampai seberapa besar herbisida itu dilepaskan dari tanah. Herbisida yang hilang karena menguap mungkin akan lebih signifikan dibanding untuk herbisida yang diberikan ke permukaan tanah. Suhu permukaan tanah dapat mencapai 180 F. ditentukan oleh: 1. e. Biji gulma yang berkecambah di zona impregnasi yang mengandung bahan kimia akan mati. herbisida yang mudah larut dalam air paling mudah mengalami proses pelepasan.

Fotodekomposisi. Tanaman mungkin akan menyerap herbisida dari tanah tempat tumbuh tanaman. EPTC (Eptam) dianggap sebagai gas yang mudah menguap. Hilangnya herbisida ini seringkali diabaikan sehingga pengendalian gulma menjadi kurang efektif dan/atau merusak tanaman yang rentan terhadap gulma.4-D ester. Pada suatu tekanan tertentu. Tanaman jagung biasanya dipakai untuk . Herbisida mungkin akan menguap dari tanah dan akan hilang di atmosfir sebagai gas yang mudah menguap. Contoh adalah 2. Penguapan air adalah contoh dari benda cair dan penguapan naphthalena (kamper) adalah contoh penguapan benda padat. Bila sudah terserap tanah. g. penguapan benda cair dan benda padat akan meningkat jika suhunya naik. baik itu cair atau padat. akan melepaskan herbisida ke dalam tanah atau membantu adsorpsi tanah. punya tekanan uap. volatilitas herbisida akan berkurang. f. Herbisida yang terserap mungkin akan terangkat bersama tanaman saat tanaman dipanen. EPTC dan herbisida lain yang mudah menguap seringkali bercampur dalam tanah secara mekanik tak lama setelah pemberian herbisida untuk mengurangi penguapan. dialami oleh beberapa herbisida. Terangkat bersama dengan tanaman saat dipanen.91 Semua bahan kimia. Fotodekomposisi atau degradasi oleh cahaya. Air hujan atau irigasi yang dialirkan ke tanah kering. Proses ini dimulai saat molekul herbisida menyerap energi cahaya yang menyebabkan molekul terpisah dan menjadi deaktifasi. Jika tidak ada air hujan atau irigasi. perpaduan herbisida akan dapat membantu mengurangi penguapan herbisida. Bahan kimia yang diberikan ke permukaan tanah seringkali akan menguap terutama jika tertahan cukup lama tanpa ada air hujan untuk diserap ke dalam tanah. Herbisida mungkin pindah ke tanah berpori sebagai gas yang mudah menguap.

A. beberapa tanaman ada yang mati dan yang lain ada yang terpengaruh sedikit atau tidak sama sekali. Faktor-faktor selektifitas yang terpenting adalah : a) perbedaan struktur atau morfologi. Saat herbisida semacam itu diberikan pada berbagai macam tanaman.5 juta lb/acre foot. Karena itu. 1. Berat tanah rata-rata 3. Karena itu. 2. konsentrasi herbisida dalam larutan tanah tergantung pada banyaknya air dalam tanah pada waktu tertentu. Berat tanah.92 mengangkat simazine dan atrazine dari tanah saat keduanya diberikan sebagai sterilan tanah dan ditujukan untuk tanaman hias. Pemberian herbisida ke tanah ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. c) translokasi dan d) perbedaan fisiologi. b) penyerapan. Kelembaban tanah per acre foot bervariasi dari 300. Air yang menahan kapasitas tanah.4 Selektifitas Herbisida Herbisida yang selektif adalah bahan kimia yang lebih beracun pada satu tanaman dibandingkan pada tanaman lain. Air yang menahan kapasitas tanah sangat bervariasi dan kebanyakan herbisida beraksi melalui larutan tanah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi selektifitas dan aktifitas herbisida. Karena itu.5 lb herbisida dicampur dalam top foot of soil yang ada dengan konsentrasi 1 bagian per juta (ppm). herbisida yang mudah larut dalam air akan mencapai konsentrasi (dalam larutan) lima kali sebesar yang ada di tanah pertama dan tanah kedua. Perbedaan Struktur atau Morfologi Perbedaan struktur memungkinkan aplikasi herbisida yang selektif. Konsentrasi Herbisida dalam Tanah Yang harus dipertimbangkan saat memberikan herbisida ke dalam tanah adalah konsentrasi herbisida. melindungi area tanam-tanaman agar tidak mengalami kerusakan akibat .5 juta pon. 3. B. 5.000 sampai 1. Selektifitas bersifat relatif yaitu tergantung pada pemakaian herbisida tertentu secara tepat. Faktor-faktor ini perlu diketahui agar bisa menggunakan dan memilih herbisida yang tepat.

Tanaman berdaun lebar menunjukkan titik tumbuh di ujung tunas dan di ketiak daun. Sebaliknya. Contoh herbisida yang sering diberikan pada gulma dan semak- semak di bawah pohon tinggi tidak akan merusak tanaman tersebut. droplet ini akan mengering pada sisik berlilin atau di atas bulu daun tanpa bersentuhan langsung dengan bagian epidermis daun sehingga tidak dapat terserap. titik tumbuh tanaman rumput-rumputan ada di dasar tanaman dan dilindungi oleh daun-daun di sekelilingnya dan dalam beberapa hal mungkin berada di bawah permukaan tanah. Selain itu. Lokasi titik tumbuh tanaman juga cukup penting. bulu atau pubescens (permukaan daun yang berbulu pendek dan lembut) pada suatu tanaman mungkin dapat mencegah droplet dari semprotan menempel pada daun. tanaman yang berakar cukup dalam seringkali toleran terhadap bahan kimia yang tertinggal di permukaan tanah sehingga gulma yang berakar pendek akan mati. Tetesan dari mulut semprotan dipakai untuk menyemprot gulma pada tanaman pokok yang tergolong peka seperti kapas. Lapisan lilin. Jika memang dapat melekat. Contoh tanaman gulma tahunan yang dikendalikan saat dalam masa dorman adalah alfalfa. Tanaman tinggi yang batangnya toleran terhadap bahan kimia mempermudah pemakaian herbisida pada gulma yang ada di dekat permukaan tanah. jagung dan sorghum. meningkatkan kuantitas semprotan bahan kimia yang ada di permukaan dan mengurangi aliran permukaan (run-off).93 pemberian herbisida dan keterlibatan perbedaan permukaan tanaman atau berorientasi pada bagian-bagian tanaman yang mungkin mempengaruhi retensi semprotan dan penyerapan herbisida. Bulu-bulu ini dapat meningkatkan efektifitas herbisida. Tanaman perennial seringkali dalam kondisi dorman selama musim dingin. Saat musim dingin. Herbisida tersebut disemprotkan di dekat permukaan tanah dan hanya menyentuh batang tanaman pokok yang resisten. Bulu-bulu ini mungkin akan bersifat jenuh. . tanaman tahunan dapat dikendalikan sebelum muncul tanaman perennial.

asam amino. Saat bersentuhan dengan tanah.4-D.94 b. Agar bisa efektif. zat non-polar . Beberapa herbisida yang mudah menguap dan beberapa larutan masuk melalui stomata. Kebanyakan zat organik bersifat nonpolar. Penambahan bahan kimia pembasah (wetting agent) dapat mengurangi selektifitas dari herbisida tersebut. Awal penetrasi herbisida di daun mungkin terjadi di seluruh permukaan daun melalui stomata. kecepatan proses bahan kimia tersebut dua kali lipat yang masing-masing mengalami peningkatan 17 F. penyerapan diferensial atau penyerapan selektif mungkin memperhitungkan perbedaan respon dari tiap tanaman. Dalam batasan yang ada. Suhu meningkat biasanya berhubungan dengan penyerapan yang lebih cepat. Sifat bahan kimia dari herbisida juga berpengaruh. garam dari 2. herbisida harus bisa masuk ke lapisan kutikula dan dinding sel. karena itu. Senyawa nonpolar cenderung terserap oleh daun lebih cepat dibanding herbisida yang bersifat polar. 2. Kutikula berlilin dan selulosa pada daun serta batang tanaman termasuk nonpolar. Wetting agent juga dapat mengurangi selektifitas herbisida jika tergantung pada penyerapan daun yang selektif. Kebanyakan herbisida diserap dari tanah melalui akar. lilin.4-D ester. Penyerapan Penyerapan adalah pengangkutan zat di dalam tanaman dari sumber eksternal (biasanya daun dan akar). Polaritas permukaan daun dan herbisida yang dipakai juga penting. Senyawa polar meliputi air. Beberapa permukaan tanaman menyerap herbisida dengan cepat sementara permukaan tanaman lain menyerap secara perlahan-lahan atau tidak sama sekali. Herbisida harus terserap oleh tanaman agar pengendalian bisa efektif. yang termasuk dalam kelompok nonpolar adalah minyak. Akar paling baik menyerap zat yang bersifat polar dan menyerap zat nonpolar perlahan-lahan atau tidak sama sekali. yang terpenting adalah penetrasi langsung ke permukaan daun. dsb. dsb. Wetting agent ini cenderung menyamakan penyerapan herbisida pada daun untuk berbagai jenis tanaman.

Pemakaian yang seragam lebih penting dibanding banyak carrier yang digunakan. Contoh herbisida yang dapat diserap oleh akar adalah Picloram (Tordon) dan dicamba (Banvel) Sel-sel tanaman yang tumbuh dengan cepat memiliki tingkat respirasi yang tinggi. Translokasi Melalui Floem Jaringan floem tersusun dari sel-sel yang hidup.95 mungkin berubah bentuk menjadi zat polar. Pengangkutan mungkin terjadi dari satu sistem ke sistem yang lain di dalam tanaman. 1. Perbedaan Translokasi Translokasi herbisida menjadi masalah besar dalam upaya mengendalikan gulma perennial yang akar menancap jauh ke dalam tanah. Jaringan . sedangkan herbisida yang mengandung kadar beracun sangat tinggi dapat membunuh sel-sel tersebut sehingga menghentikan translokasi. Telah ditunjukkan bahwa 2. Hal ini biasanya terjadi setelah daun berkembang sempurna. Translokasi Melalui Xilem Dalam xilem. sehingga herbisida bisa ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman. 2. Agar pengendalian gulma bisa efektif. herbisida harus sampai ke floem (jaringan pengangkut makanan) dan ke xilem (jaringan pengangkut air) serta ruang antar sel (interseluler). dipakai herbisida berkadar rendah yang diberikan berulang-ulang dan hasilnya terbukti lebih baik karena sel-sel tanaman perlahan-lahan akan mati. Pengangkutan dalam floem biasanya terjadi dari daun ke akar. herbisida terangkut dari tanah melalui akar dan terus terangkut ke bagian atas tanaman bersama dengan air dan unsur hara. Translokasi akan terjadi lebih cepat dan sangat efektif jika banyak cadangan makanan yang terangkut dari daun ke akar. C. Agar pengendalian gulma bisa efektif.4-D dapat terangkut dari daun ke akar dengan kecepatan 40 inci per jam. Faktor-faktor yang mempercepat pertumbuhan juga membantu mempercepat penyerapan unsur hara serta mempercepat penyerapan herbisida. Herbisida yang terserap daun lateral mungkin akan ditranslokasikan pertama kali dari floem ke xilem kemudian diangkut ke atas melalui xilem.

B. Contoh aktivasi dari 2. epidermis.4-D yang aktif. Setelah diserap. stomata dan bahkan akar yang rusak. dan c) tanaman harus dibiarkan cukup lama agar herbisida bisa menyerap sempurna. sementara reaksi ini terjadi dengan cepat pada sebagian besar gulma berdaun lebar. Tanaman legume yang berbiji kecil perlahan-lahan akan memetabolisme 2. 3. respon terhadap perubahan pH.4-D ester yang ada dalam minyak akan menunjukkan aksi yang sama. karena itu herbisida yang mengandung kadar racun tinggi dapat diserap dari tanah dan ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman.96 pengangkut pada xilem bukan jaringan hidup. kebanyakan gulma berdaun lebar bisa dikendalikan sementara legume berbiji kecil tidak rusak. variasi dalam unsur pokok kimia serta polaritas. Translokasi Interseluler Zat non-polar mungkin terangkut melalui ruang interseluler tanaman. b) herbisida harus bisa membuat jaringan dapat ditembus antara titik aplikasi dan xilem. Perubahan pada satu atau lebih dari faktor-faktor ini akan merangsang atau menghambat proses biokimia tertentu. permeabilitas sel. bawah atau radial. Minyak mungkin diserap oleh tanaman melalui kutikula. kulit kayu. Perbedaan sistem enzim.4-D. Studi di atas menunjukkan bahwa tiga kondisi berikut harus ada agar translokasi ke bagian bawah tanaman melalui xilem bisa efektif yaitu a) tanaman harus mengalami defisit air. minyak mungkin akan terangkut ke semua bagian tanaman atas.4-DB yang tidak aktif menjadi 2. Perbedaan Fisiologi Hanya sebagian ilmuwan yang memahami perbedaan fisiologi yang dapat menyebabkan toksisitas selektif herbisida. metabolisme sel. Karena itu. Contoh reaksi enzim dalam satu spesies tanaman mungkin akan terhambat sementara pada spesies tanaman lain tidak. Jagung mampu memetabolisme atrazine menjadi bahan kimia yang aman namun dapat memberantas gulma yang menjadi target pembasmian. Penyerapan dan translokasi mungkin terjadi meskipun akar mati. . Butyrac) menjadi 2. Diyakini bahwa minyak terangkut melalui ruang interseluler sehingga 2.4-DB (Butoxone.

Jarang sekali ada formulasi emulsi terbalik. ada beberapa singkatan yang perlu diketahui S = larutan. Ini yang disebut emulsi normal atau emulsi minyak dalam air. tanpa diaduk-aduk cairan mungkin akan memisah. stabilitas dalam penyimpanan. Herbisida tidak dijual dalam bentuk bahan kimia murni melainkan berupa campuran atau formulasi lebih dari satu herbisida dengan berbagai bahan aditif. Konsentrat yang bisa diemulsi (EC) nampak seperti susu bila dicampur dengan air. L = cairan. . dan WSC = konsentrat yang larut dalam air. bila diformulasikan dengan tepat tetap berupa suspensi dalam air kira-kira selama 24 jam tak perlu diaduk lagi. Garam dapat larut adalah senyawa yang dapat larut dalam air dan perlu diadukaduk sebentar agar bisa tetap larut dalam larutan. penanganan. Metode pemakaian dan peralatannya sangat bervariasi tergantung pada jenis formulasi herbisida yang dipilih untuk praktek pengendalian gulma. mungkin diperlukan sedikit adukan dengan menggunakan aliran by-pass dari pompa. Bahan yang bisa diemulsi diberikan dalam bentuk droplet yang bisa disuspensi dalam air.4-D amine adalah contoh herbisida yang dapat larut.5 Formulasi Herbisida Formulasi mungkin akan mempengaruhi selektifitas dan aktifitas herbisida. 1. Karena formulasi yang bisa diemulsi ini dapat larut dalam air. yang merupakan emulsi air dalam minyak. 2. Ada banyak buku yang mengangkat tentang masalah pokok ini terlalu panjang untuk dimasukkan dalam buletin ini. SC = konsentrat dapat larut. Konsentrat yang bisa diemulsi. Dalapon dan 2. Formulasi ester dapat larut dalam zat pembawa minyak (oil carrier). yang dimaksud mungkin menyerupai saos salad atau krim wajah. keseragaman cakupan tanaman. Garam dapat larut yang membentuk larutan sejati/larutan murni. Untuk itu. efektifitas dan keamanan.97 Dasar fotosintesis dan respirasi sangat penting untuk mengetahui bagaimana herbisida dapat mempengaruhi tanaman. Jenis formulasi menentukan toksisitas pada tanaman. 5.

Tanpa bahan kimia pembasah ini. Flowable hampir dapat larut dalam air sehingga perlu diaduk-aduk agar tetap berupa suspensi. campuran ini akan mengambang sehingga sulit bercampur dengan air. Slurry dari serbuk yang dibasahkan ini dicampur dengan air sebelum dimasukkan ke tangki semprotan untuk menghindari agar formulasi tersebut tidak menjadi suspensi. Karena bahan pelarut dalam konsentrat yang bisa diemulsi ini dapat menyebabkan terbakarnya daun-daunan pada suhu tinggi (> 90o F). Hampir bisa dilarutkan tapi perlu diaduk-aduk agar tetap berupa suspensi. sehingga akan segera tenggelam di dasar tangki penyemprot kecuali bila terus diaduk-aduk. Atrazine mungkin juga diformulasikan sebagai dry flowable. . 4. Bahan kimia pembasah tidak akan membakar daun sekalipun bila konsentrasi cukup tinggi. Flowables (F) atau cairan yang dapat menyebar dalam air adalah serbuk yang dapat larut bila ditambah bahan kimia pembasah yang sudah disuspensi dalam air sehingga bisa dituang. Serbuk ini mengandung bahan kimia pembasah untuk menghindari agar tidak tercampur dengan air sebelum penyemprotan. Contoh konsentrat yang dapat diemulsi adalah 2. Agar kadar aplikasi tetap sama. sehingga bisa dituang dengan mudah dalam tangki penyemprot tanpa menggumpal.4-D ester yang dapat larut dalam air. 5. 3. Contoh atrazine 80W. Wetting powder (formulasi berupa tepung yang dapat larut dengan bahan kimia pembasah) (WP) adalah material berbutir halus yang tidak dapat larut dalam air dan tersuspensi dalam air. Formulasi bahan kimia pembasah mengandung 50 sampai 75% tanah liat atau talek. tangki semprot tersebut harus memiliki pengaduk mekanik atau pengaduk jet. Dry flowable (DF) atau butiran-butiran yang dapat menyebar dalam air adalah serbuk yang dapat larut dengan ditambah bahan kimia pembasah yang terbentuk menjadi prills. Atrazine juga diformulasikan sebagai flowable.98 Tiap galon konsentrat yang bisa diemulsi mengandung 4 sampai 7 pon bahan pelarut minyak tanah seperti xylene.

10. pupuk. 7. Butiran-butiran kering itu diberikan ke tanah sehingga membutuhkan lebih banyak curah hujan untuk aktifasi dibandingkan semprotan. Ultra-Low-Volume Conscentrates (ULV) merupakan produk teknis dalam bentuk cairan asli. 11. biaya kirim mahal dan aplikasi tidak sama seperti semprotan. Pellet biasanya diberikan secara manual untuk mengendalikan rumpun semak-semak. tidak menimbulkan endapan seperti pada semprotan sehingga bisa diberikan kapan saja. Butiran-butiran diformulasikan dengan menyatukan herbisida dan bahan kering seperti tanah liat. 8. alat aplikasi cukup terjangkau. Kerugiannya adalah jumlah cukup besar. Tetesan-tetesan droplet yang cukup kecil dari semprotan ULV mungkin menimbulkan masalah timbulnya endapan. Pellet seperti formulasi butiran tapi dipadatkan hingga jadi seperti silinder yang lebih besar sepanjang ¼ inci. Contoh Chloramben (Amiben). Konsentrat ini diberikan tanpa diencerkan dalam peralatan khusus yang berhubungan dengan udara atau tanah (special aerial or ground equipment) dalam kadar satu setengah pint sampai satu setengah galon per acre berupa semprotan yang sangat halus. Dust (formulasi herbisida berbentuk tepung untuk diembuskan) diembuskan ke daun-daun tanaman. atau tongkol jagung tanah. Unsur aktifnya berkisar antara 2% sampai 25%. vermikulit. Fumigan berbentuk cairan dalam kontainer dengan alat tekan dan harus diinjeksikan atau dilepaskan dalam gas tight tarp untuk mencegah agar tidak menguap ke udara. kapur.99 6. 9. Water soluble powder (serbuk dapat larut dalam air) (SP) atau Dry Soluble Powder (DS) membentuk larutan murni dalam air sehingga tidak perlu diaduk-aduk . greenhouse dan pada tanaman pokok bernilai tinggi. berat. Metode aplikasi ini tidak eksisten karena menimbulkan endapan sehingga mengganggu tanaman lain yang ada di dekatnya. Fumigan dipakai untuk memberantas biji gulma dan hama tanah lainnya pada tanaman hortikultura. tidak perlu air dalam aplikasi. Keuntungannya. .

Dengan menambahkan surfaktan (zat pengemulsi) pada minyak. Air tidak cocok untuk bahan kimia yang dipakai sebagai herbisida. Terkait dengan masalah surfaktan. detergen.6 Surface Active Agents (Surfaktan) Surfaktan adalah bahan kimia yang menimbulkan perubahan fisik di permukaan cairan. karena perubahannya terjadi di permukaan maka surfaktan lebih dikenal dengan “surface active agent (surfaktan)”. Surfaktan mungkin bisa meningkatkan atau mengurangi fitotoksisitas herbisida karena surfaktan tidak boleh ditambahkan pada formulasi herbisida kecuali bila direkomendasikan oleh produsen. Contoh : karbon yang ada di udara membentuk asap atau partikel pestisida yang berbentuk seperti tepung yang disuspensi di udara. Air tidak bisa bercampur dengan minyak atau bahan lain sejenis minyak. Surfaktan biasa dikenal dalam formulasi herbisida untuk meningkatkan efektifitas larutan semprot dan formulasi herbisida. Contoh : minyak akan menyebar dalam air dengan cara diaduk-aduk sehingga membentuk emulsi atau formulasi ester 2. Padat dengan udara. Yang termasuk di sini adalah bahan kimia pembasah. . Dengan menambahkan surfaktan (zat pembasah) pada herbisida. spreader. 2. dan zat modifikasi permukaan lainnya. Contoh : tanah liat yang disuspensi dalam air. 1. herbisida bisa dicampur dengan air untuk membentuk emulsi minyak dalam air sehingga bisa disemprotkan dengan mudah. emulsifier. 3. tegangan permukaan dari campuran herbisida air jadi berkurang sehingga makin banyak area permukaan dari larutan herbisida yang mengenai bagian permukaan tanaman sehingga efektifitasnya semakin meningkat.4-D yang disuspensi dalam air.100 5. dispersing agent. Cairan dengan cairan. ada empat hubungan permukaan yang harus diperhitungkan. bahan perekat (stickers). Padat dengan cairan. Air juga tidak dapat diserap kutikula tanaman yang berbentuk seperti lapisan lilin. karena perubahan tersebut. atau herbisida serbuk yang dapat larut dengan ditambah bahan kimia pembasah yang disuspensi dalam air.

Untuk bahan yang ada dalam suspensi dibutuhkan suatu zat yang mempunyai afinitas untuk air dan bahan lain. Dalam surfaktan bagian molekul yang bermuatan anion (-) memberikan pengaruh yang sangat dominan. Surfaktan bermuatan kation. Inilah kemampuan zat untuk bermuatan positif (kation) atau negatif (anion) : 1.101 4. Kerugian yang terbesar adalah . Contoh : kabut. lemak dan lilin (lipophilic). 2. Surfaktan akan memodifikasi interface (bidang pisah) permukaan dari hubungan di atas dengan cara berorientasi sendiri antar kedua permukaan tersebut mampu menyatu dalam suatu hubungan yang lebih erat sehingga bahan-bahan tersebut tetap dalam bentuk suspensi. Surfaktan jenis ini diperoleh dari ammonia dan biasa tidak dipakai dalam formulasi herbisida. Cairan dengan udara. A. Surfaktan ini sering dipakai dalam formulasi herbisida saja atau dikombinasikan dengan surfaktan nonionic. Surfaktan anionic membuat bahan kimia pembasah menjadi lebih baik begitu juga untuk deterjen. Jenis Surfaktan Surfaktan digolongkan dalam tiga kategori. Kerugiannya adalah surfaktan mungkin bisa bereaksi dengan partikel yang bermuatan (ion) lain termasuk herbisida itu sendiri baik dalam formulasi atau larutan semprot sehingga mengurangi efektifitas. Air cenderung ditolak oleh cairan lain dalam suatu suspensi atau emulsi atau oleh zat padat yang membentuk suspensi. Surfaktan bermuatan anion. Suatu zat memiliki aktifitas surfaktan jika mengandung kelompok polar yang kuat sehingga bisa ditarik oleh air (hydrophilic) dan kelompok nonpolar yang ditarik oleh minyak. tergantung pada ionisasinya atau pelepasannya di dalam air. atau droplet semprot dari herbisida yang ada di udara. Dalam surfaktan bagian molekul yang bermuatan kation (+) memberikan pengaruh yang sangat dominan. Surfaktan ini seringkali bersifat phytotoxic dan merupakan bakterisida yang sangat efektif. sehingga kedua bahan tersebut dapat terikat. yaitu droplet air berukuran kecil yang disuspensi di udara.

surfaktan ini tidak terpengaruh oleh air keras. Surfaktan nonionic. dalam beberapa kasus selektifitas herbisida mungkin dapat hilang. B. Surfaktan ini juga dipakai dalam larutan asam merupakan kelompok surfaktan baru yang dikembangkan di akhir tahun 1960-an. Surfaktan membuat droplet semprotan menempel pada tanaman sehingga kurang bounce-off. sehingga memungkinkan larutan herbisida dapat kontak langsung dengan permukaan tanaman. Pengaruh Surfaktan Terhadap Tanaman Aksi umum dari surfaktan adalah meningkatkan aktifitas herbisida yang diberikan pada bagian daun tanaman manapun. sisik atau proyeksi lain pada permukaan daun.102 bisa langsung dipresipitasi dalam air keras dan merupakan deterjen yang berkualitas rendah. magnesium atau besi seperti yang terjadi pada air keras. Zat ini lebih mudah larut dalam air dingin daripada dalam air panas. dapat dicampur dengan surfaktan anionic untuk meningkatkan sifat bahan kimia pembasah dari formulasi jenis EC. Droplet tidak tersuspensi pada bulu. Akibatnya seperti kutikula berlilin atau bagian dinding sel yang berlemak mungkin akan berubah sehingga tanaman bisa langsung menyerap herbisida. Karena itu. . surfaktan nonionic sering dipakai sebagai emulsifier dalam formulasi herbisida konsentrat yang bisa diemulsi. 3. yang berarti surfaktan ini tidak membentuk garam yang dapat larut dengan ion-ion kalsium. Karena itu. Surfaktan juga membantu penyebaran larutan semprotan sehingga pembasahan pada seluruh bagian tanaman bisa merata. Surfaktan ini tidak mengalami ionisasi atau bermuatan dalam larutan air. mempunyai kemampuan membuat dispersing agent yang baik dan juga deterjen serta foam tidak seperti surfaktan anionic (surfaktan bermuatan anion). Jenis ini sekarang banyak dijumpai di pasaran dengan sifat yang menonjol dari surfaktan nonionic adalah surfaktan jenis ini merupakan emulsifier yang baik dan dapat membentuk emulsi yang stabil.

jika semua dosis sesuai atau di bawah ketentuan yang direkomendasikan pada label. Mengurangi potensi residu herbisida pada tanaman dan tanah. Pengaruh sinergisitas yang tidak diharapkan (efektifitas herbisida meningkat melebihi apa yang diharapkan). campuran herbisida-pupuk dan pestisida lain yang terdaftar pada Environmental Protection Agency (EPA) dan negara bagian Wyoming. University of Wyoming tidak pernah merekomendasikan campuran bahan kimia kecuali herbisida. yaitu : 1. kita harus tahu bahwa herbisida punya aktifitas spesifik terhadap rumputrumputan atau gulma berdaun lebar dan bahkan spesies lain dalam kategori ini. . Herbisida atau campuran herbisida mungkin bisa dicampur dengan pestisida lain atau pupuk. Ada batasan-batasan dan masalah di masa lalu yang berkaitan dengan pemakaian kombinasi herbisida secara sah. 2.103 5. 4.7 Campuran Herbisida dan Masalah Pencampuran Herbisida Pemakaian kombinasi herbisida bukanlah hal yang baru. Kadar aplikasi yang lebih rendah mengurangi kerusakan tanaman dan hemat biaya 5. tapi belum mendapat perhatian dan masukan yang dibutuhkan agar bisa memahami dan mengimplementasikan praktek sepenuhnya. Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari kombinasi herbisida. jika campuran tersebut tidak dilarang menurut label. 3. Meskipun jumlah herbisida yang ada di pasaran terus bertambah. Kebijakan EPA mengenai herbisida dan campuran herbisida-pupuk adalah sebagai berikut : 1. Mengendalikan spektrum gulma yang lebih luas. 2. Pengendalian yang lebih konsisten di berbagai iklim. Herbisida yang baik punya batasan yang mungkin bisa berkurang bila ditambah dengan herbisida lain. Lebih dari dua herbisida atau pestisida bisa dicampur.

tambahkan compatibility agents. 6. campur dan uraikan herbisida kering (serbuk bahan kimia pembasah atau butir-butiran yang mudah terurai dalam air). Isi tangki penyemprot kira-kira separuh volume air atau larutan pupuk seperti yang anda butuhkan 2. 5. Pencampuran Herbisida Bisa dipastikan. Semua harus berupa larutan sebelum ditambah herbisida. keselamatan aplikator. Hitung banyak herbisida yang ditambahkan ke tangki penyemprot berdasarkan pada bahan aktif di tiap galon konsentrat herbisida atau persentase unsur aktif dari formulasi herbisida kering.104 Saat membuat campuran tersebut. dsb). A. konsentrat minyak tanaman. 8. Akhiri pencampuran dengan menambahkan formulasi yang dapat larut dalam air (2. peralatan aplikasi. . yang terakhir minyak tanaman (crop oil) tidak akan tercampur dan terurai dengan baik jika ditambahkan pertama kali. 4. Formulasi ini mengandung bahan pengurai (dispersing agent) dan bahan kimia pembasah (wetting agent) yang membantu proses pencampuran. Jika perlu. alat semprot sudah disesuaikan sebagaimana mestinya. agar keuntungan bisa maksimal. Baca dan ikuti instruksi yang diberikan produsen pada label yang berisi tentang cara penanganan bila terjadi bahaya. Tambahkan konsentrat yang bisa diemulsi (EC) dan campur dengan sempurna. Aduk terus sampai merata 3. dampak terhadap lingkungan dan toleransi residu. Tahapan berikut harus dilakukan saat mencampur herbisida. dsb. yaitu : 1. Tambahkan surfaktan. Tambahkan cairan yang mudah terbawa air (liquid flowables) dan lakukan pencampuran dengan sempurna. Tambah. perlu diingat bahwa resiko dari campuran pestisida yang diberikan ini harus ditanggung sendiri oleh aplikator terutama berkaitan dengan efeknya terhadap tanaman.4-D amine. 7.

B. Prosedur yang tepat adalah pertama-tama lumerkan (pre-slurry) wettable powder dan tambahkan ke dalam tangki 3/4 air. Jangan pernah membiarkan alat semprot yang berisi bahan kimia campuran didiamkan tanpa diaduk. 1. Material berikut hanya terkait dengan konsep “gulma+pakan” untuk pencampuran herbisida dengan pupuk cair. karena serbuk-serbuk berat yang basah mungkin dapat menyumbat mulut semprotan atau mengendap di pojok-pojok tangki penyemprot. Campuran wettable powder dan konsentrat yang dapat diemulsi di dalam tangki akan menimbulkan masalah. ada beberapa faktor penting lain yang harus dipertimbangkan. bahan bakar dan dapat membantu mengurangi kepadatan tanah. herbisida+insektisida = “gulma+cacing”. maka akan timbul masalah yang tidak diinginkan (maka akan mengakibatkan material di dalam tangki menggum-pal sehingga dapat menyumbat alat penyemprot). Sebelum mengecek kesesuaian campuran herbisida+pupuk. Jangan pernah menuang herbisida terkonsentrasi ke dalam tangki kosong. Konsentrat yang dapat diemulsi bisa ditambahkan kemudian baru masukkan air secukupnya ke dalam tangki. tenaga. Jika urutan ini dibalik dengan menambahkan wettable powder pada urutan terakhir. pupuk+insektisida = “pakan+cacing”. Pemakaian yang sama untuk setiap inchi persegi sangat penting agar pemakaian herbisida bisa efektif.105 9. Tambahkan sisa air atau pupuk cair dan aduk terus saat menyemprot sampai tangki kosong. Peralatan yang biasa dipakai untuk apli- . Campuran tersebut terbukti dapat menghemat waktu. jika tidak dicampur dengan tepat. Campuran Pupuk dan Herbisida Campuran pupuk cair dan pestisida yang digunakan secara bersamaan memiliki beberapa keuntungan. Mungkin saja ada campuran herbisida+pupuk = “gulma+pakan”. Apakah anda punya alat aplikasi yang tepat? Pemakaian pupuk tidak sama persis dengan pemakaian herbisida.

Jika bentuk ammonium (NH4) dari nitrogen dipakai sebagai carrier yang akan disebarkan di atas permukaan tanah. Jika carrier pupuk untuk herbisida adalah larutan yang mengandung nitrogen dan fosfor. 2. Jika larutan pupuk yang mengandung nitrogen dan fosfor diberikan di kiri dan kanan tanaman jagung saat masa tanam. Peralatan aplikasi herbisida mungkin tidak bisa menahan berat dan sifat korosif dari pupuk cair ataupun volume pupuk cair sesuai yang dibutuhkan.106 kasi pupuk tidak memberikan pola distribusi yang sama dengan peralatan yang dipakai untuk aplikasi herbisida. misal Aatrex (atrazine) bisa dicampur dalam tangki dengan pupuk cair dan diberikan pada tanaman jagung selama pra-tanam atau disebarkan di atas permukaan tanah setelah jagung ditanam. Penempatan campuran mungkin akan menimbulkan satu pertanyaan terkait dengan praktek. Beberapa peralatan aplikasi pupuk tidak memiliki alat pengaduk yang dibutuhkan untuk menjaga agar herbisida bisa terurai dengan sempurna. penempatan serta distribusi dari tiap komponen dalam campuran tersebut cukup sama untuk diaplikasikan sebagai campuran. maka akan bereaksi dengan partikel-partikel tanah dan akan tertahan pada bagian atas tanah sedalam 1/4 inchi. Nitrogen ini akan terus menuju ke bawah setelah berubah menjadi bentuk nitrat. maka jagung akan mendapat keuntungan dari fosfor sebagai starter awal pertumbuhan tanaman. tapi sebelum muncul tunas tanaman. anggap saja campuran herbisida dan pupuk disemprotkan pada barisan kiri dan kanan tanaman jagung selama masa tanam. . maka harus diposisikan di dalam tanah di dekat akar agar tanaman dapat menggunakannya. karena fosfor tidak bisa langsung berpindah di dalam tanah. Beberapa herbisida dan pupuk dapat diberikan secara bersamaan. Dengan menggunakan larutan nitrogen sebagai carrier agar herbisida yang merupakan bentuk nitrat dari nitrogen dapat bercampur dengan air hujan. Apakah campuran herbisida dan pupuk tersebut sangat praktis? Aplikator harus menentukan kapan waktu pemberian yang tepat.

sehingga dapat merusak tanaman. Mungkin saja ada ketidaksesuaian kimia dan fisik terkait dengan ketidaksesuaian kimia. Mungkin juga pencampuran ini mengubah toksisitas pada hewan mamalia dengan membuat bahan kimia yang aman menjadi bahan kimia yang sangat beracun. Kurang kesesuaian mungkin hanya menimbulkan formasi substansi yang dapat menyumbat saringan dan mulut semprotan. ketidaksesuaian yang ekstrim dapat menimbulkan endapan material yang mengeras seperti beton di dasar tangki dan di dalam selang. kebanyakan herbisida dapat diberikan di kiri dan kanan tanaman dapat menurunkan total biaya pemakaian herbisida per acre yang sebanding dengan jarak baris dan luas lahan yang diberi perlakuan ini. Karena total keuntungan dan ekonomi dari pencampuran tersebut perlu dipertimbangkan. Ketidaksesuaian fisik paling sering terjadi pada presipitasi dalam larutan semprotan yang membentuk kristal-kristal padat.107 Distribusi campuran. Apakah campuran pupuk-herbisida kompatibel/cocok? Herbisida mungkin tidak selalu tercampur sempurna dengan pupuk cair atau komponen-komponennya mungkin akan terpisah sehingga pemakaian jadi tidak praktis. Akibat yang ditimbulkan mungkin kerugian total untuk pestisida dan pemakaian alat semprot. bahan kimia mungkin benar-benar akan terdeaktifitasi sehingga tidak dapat untuk mengendalikan gulma. Bahan kimia tersebut mungkin menjadi bersifat sangat fitotoksis. formasi gelatin atau pemisahan komponen yang membentuk lapisan. Pemberian herbisida bersama dengan pupuk diberikan dengan cara disebar. C. 3. Harus dilakukan tes sederhana sebelum mencampur dalam jumlah besar. pipa atau bagian-bagian internal alat semprot. . namun masih ada pertanyaan tentang kesesuaian saat mencampur dua bahan kimia atau lebih terutama saat tidak tertera di label mengenai petunjuk pencampuran dan aplikasi. Kesesuaian Meskipun sudah diberikan pedoman yang berkaitan dengan pencampuran di dalam tangki.

Anda hanya boleh menuliskan pada label campuran atau campuran dalam tangki.8 Mengevaluasi Kerusakan Akibat Herbisida Gejala-gejala kerusakan karena pemakaian herbisida seringkali disebabkan oleh faktor lain seperti serangga. penyakit. Pola di lapangan terkait dengan rusaknya tanaman atau gulma yang tak terkendali. Dalam beberapa hal. banjir). penambahan bahan penyesuai atau compatibility agent (Compex. cuaca buruk (hujan es. terbakar akibat pemakaian pupuk dan kekurangan unsur hara. atau surfaktan yang bisa dibandingkan) mungkin bisa membantu dalam menjaga dispersi komponen. Bila terjadi kerusakan pada tanaman. campuran herbisida-insektisida. dianjurkan untuk melakukan tes dalam wadah untuk menguji kesesuaian campuran herbisida-herbisida. b) Area kerusakan yang terbuka (sebidang-sebidang) atau gulma yang bertahan hidup pada interval yang bisa diprediksikan menunjukkan kemungkinan aplikasi yang terlewat atau berlapis-lapis (overlapping). a) Pola kerusakan yang terjadi di tempat-tempat yang tidak beraturan mengikuti arah aliran udara bisa menunjukkan penguapan herbisida dan perpindahan uap dari herbisida. sebagaimana yang direkomendasikan oleh para ilmuwan berpengalaman yang rekomendasinya berdasarkan pada hasil penelitian dan pengujian. 5. kekeringan.108 Kesesuaian campuran bahan kimia tidak mungkin bisa ditentukan tanpa dilakukan penelitian yang ekstensif sementara kesesuaian fisik bisa diperiksa dengan mudah. Unite. Untuk semua campuran dalam tangki yang tidak diberi label. c) Kurangnya pengawasan di bagian sisi lahan akibat dari hanya separuh yang tercakup oleh pipa semprot terakhir lebih banyak sinar matahari yang mengenai sisi lahan. 1. campuran herbisida-pupuk atau kombinasi lain yang melibatkan pestisida atau pupuk. . penjelasan berikut ini mungkin dapat membantu mendiagnosa permasalahan tersebut.

kelembaban. Faktor paling menentukan aktivitas herbisida adalah jumlah bahan aktif yang dipergunakan per hektar dan faktor kedua adalah kebutuhan jumlah bahan pelarut per hektar. perlu diperhitungkan dengan tepat volume dari cairan yang telah dicampur/dilarutkan atau dengan kata lain perlu diadakan kaliberasi (penentuan jumlah volume cairan per hektar yang harus di semprotkan dari alat penyemprot yang akan digunakan). persiapan tanah. f) Pola aplikasi yang jelas seperti yang ditunjukkan oleh adanya lahan gundul/kosong (karena tanaman dan gulma mati). curah hujan. zat organik dan tekstur tanah. diikuti kurangnya kerusakan tanaman atau pengendalian gulma yang menunjukkan kurang memadai atau buruknya agitasi dalam tangki penyemprot. Volume semprotan per hektar (volume rate) ditentukan oleh faktor output nozel. Bagaimana kondisi cuacanya (suhu. e) Pemisahan yang tepat antara bagian lahan normal atau yang tidak rusak dan sisa lahan menunjukkan perbedaan besar dalam jenis tanah atau pH antara kedua sisi tersebut. Bukti tersebut lebih kuat jika pola ini berulang pada interval yang berhubungan dengan tiap muatan baru. diikuti kelangsungan hidup tanaman yang semakin baik dengan pengendalian gulma yang baik. angin) pada saat herbisida diberikan? 5. pH tanah. urutan penanaman. Bagaimana riwayat dari lahan yang bermasalah tersebut? Contohnya. program pemupukan apa yang diberikan. Secara empiris kaliberasi dapat dijalankan dengan salah satu dari dua cara sebagai berikut : . 2. tekanan dan kecepatan menyemprot.109 d) Kerusakan yang terbatas pada sisi baris atau di ujung lahan. jarak antar nozel.9 Kaliberasi Supaya daya kerja efektif. dan sumber biji? 3. disebabkan aplikasi yang overlapping atau kadar herbisida yang tinggi saat dilakukan secara bergiliran.

Setelah selesai ukurlah yang tersisa dalam alat penyemprot dan dari situ hitunglah berapa liter air yang terpakai dan kalikanlah dengan 100. Lihat berapa lamanya alat penyemprot disemprotkan dan ukur volume total yang dikeluarkan semua nozel. maka akan terdapat volume yang diperlukan untuk per hektar.01 GPA GPH MPH NSI = gallons per acre = galons per haour nozzle = sprayer speed in miles per hour = nozzels spacing in inches dimana .4 lt = 93 lt/ha.5 menit. kemudian matikan dulu. isilah tanki dengan air dan semprotkan sampai semua nozel yang terdapat pada boom bekerja baik. dan dengan mengukur jumlah volume yang digunakan itu. panjang boom 10 m dan kecepatan menyemprot 8 km/jam.110 Suatu luasan yang telah diketahui luasnya disemprot secara merata (dengan menggunakan air). alat penyemprot pada satu satuan waktu ditentukan dan jumlah volume yang akan digunakan per hektar pada waktu yang dibutuhkan dapat dihitung. maka jumlah volume per hektar dapat dihitung. waktu yang diperlukan untuk menyemprot 1 ha = 1/8 jam = 7. volume yang diperlukan per hektar = 7. seperti bila orang menyemprotkan herbisida. maka luasan yang akan disemprotkan dalam satu jam = 8000 x 10 m2 = 8 ha.4 lt. isilah 10 lt air dan semprotkanlah air itu secara merata tepat pada luasan tanah 100 m2. waktu 1 menit. Katakanlah volume 12. Volume semprotan (total) yang dikeluarkan nozel. Tempatkan gelas/piala di bawah semua nozel dan kemudian semprotkan lagi sampai jumlah air yang terdapat pada gelas/piala pada setiap nozel mudah diukur dan matikan semprotan.5 x 12. Suatu contoh dengan cara kedua adalah menggunakan alat semprotan yang dinaikkan pada trator. Salah satu rumus untuk perhitungan adalah sebagai berikut : GPH GPA = MPH x NSI x 0. Suatu contoh sebagai berikut : Dengan menggunakan knapsack sprayer.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->