MAKALAH OKULASI DAN PERPINDAHAN PANAS

Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Pengembangan Konsep Dasar IPA Dosen : Ibu Sri Hartati Rombel : 07

Disusun Oleh : 1. Af’idatur Rohmaniah 2. Laela Apriliastuti Fitriana 3. Nadya Laila Sari 4. Risky Wardani 5. Bambang Purnomo 1401409301 1401409111 1401409199 1401409386 1401409323

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011

Apakah tujuan dari okulasi? C. Prinsipnya adalah merangsang tunas adventif yang ada dibagian-bagian tersebut agar berkembang menjadi tanaman sempurna yang memiliki akar.BAB I PENDAHULUAN A. umbi dan akar. Bagian tanaman yang diokulasi adalah merupakan mata tunas yang lagi dorman atau kulit batang beserta sedikit kayunya. B. untuk menghasilkan tanaman yang baru. LATAR BELAKANG MASALAH Perbanyakan secara vegetatif adalah cara perkembangbiakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian tanaman seperti batang. ranting. Apa yang dimaksud dengan okulasi? b. RUMUSAN MASALAH a. Mengetahui tujuan dilakukannya okulasi . Bagaimanakah teknik okulasi yang benar? c. yang sama dengan induknya. pucuk daun. batang. TUJUAN a. cabang. Salah satu diantara pembiakan tanaman secara vegetatif adalah dengan okulasi atau yang disebut juga dengan menempel. Mengetahui teknik okulasi yang benar c. daun sekaligus. Mengetahui definisi okulasi b.

Tujuan utama membuat bibit okulasi adalah agar produksi bisa lebih tinggi. B. kotak atau bentuk persegi. Dengan cara ini akan terjadi penggabungan sifat-sifat baik dari dua tanaman dalam waktu yang relatif pendek dan memperlihatkan pertumbuhan yang seragam. Kriteria batang bawah untuk dijadikan sebagai bahan okulasi adalah merupakan induk yang diperoleh dari pembiakan generatif yang masih muda. Bagian yang memberi akar disebut batang bawah (rootstock) dapat berupa sepotong akar atau tanaman utuh. Tujuan utama okulasi adalah supaya mendapatkan jenis tanaman baru dengan sifat yang menguntungkan seperti tahan penyakit serta keunggulan – keunggualan sifat yang dimiliki oleh suatu tanaman. yang berhasil mencapai penyatuan fisik dan tumbuh menjadi satu tanaman tunggal. antara lain:    Okulasi bentuk batang. bagian yang ditambahkan disebut batang atas (scion atau entrijs) berupa mata tempel. terdiri dari beberapa bentuk. Pengertian Okulasi Tempel atau enten atau okulasi (bahasa Belanda) atau budding (bahasa Inggris) melibatkan menyatunya bagian-bagian tanaman dengan jalan regenerasi.BAB II PEMBAHASAN A. Okulasi bentuk T Okulasi bentuk miring. Bentuk okulasi yang sering dilakukan oleh para pengelola kebun untuk memperbanyak tanamannya. Sedangkan untuk tunas yang ditempelkan harus merupakan tunas yang yang produktif atau kualitas yang tinggi. Teknik okulasi merupakan teknik penempelan mata tunas dari tanaman batang atas ke batang bawah yang keduanya bersifat unggul. Teknik Okulasi Pada proses pengokulasian ini terdapat dua bagian yang penting yaitu batang atas dan batang bawah. .

Okulasi sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Pada okulasi coklat batang bawah yang digunakan telah berumur antar 9 – 18 bulan di pembibitan atau berdiameter lebih dari 1. Sedangkan pada okulasi hijau batang bawah baru berumur 3 – 8 bulan atau berdiameter 1 – 1.. b. Terutama dari segi ketelitiannya mengokulasi. Demikian pula entres yang digunakan berwarna kecoklat-coklatan.pucuk tanaman dalam keadaan tua. Prinsip dari okulasi adalah melekatnya kambium suatu jenis tanaman dengan jenis tanaman lain agar berpadu satu dan hidup. mata tunas yang dikerat harus segera ditempelkan ke batang yang sebelumnya sudah dibuat pada pola keratannya. Karena pada saat ini kambium dapat mempertahankan diri tidak segera menjadi kering. mulai . demikian pula dengan mata tunas yang ditempelkan. Perbedaan yang mencolok dapat dilihat hasilnya antara orang yang sudah biasa melakukan pengokulasian dengan orang yang baru dalam tahap pembelajaran.Sedangkan untuk batang atas bagian tanaman yang diambil adalah yang sudah tua. Sedangkan pada musim kemarau. mata entres yang ditempelkan pada batang bawah mengalami kematian dengan indikasi bagian tersebut berubah bentuk menjadi berwarna coklat kehitaman. Pada proses pengokulasian tanaman jeruk yang telah dilakukan dalam praktikum pembiakan vegetatif mengalami kegagalan. Entres yang digunakan juga masih muda dan berwarna hijau. Pengokulasian pada tanaman jeruk ini disebakan oleh beberapa faktor yaitu : a. Antara batang bawah dan mata entres tanaman tersebut tidak kompatibel.5 cm. Keahlian dalam okulasi. sehingga tidak terjadi keserasian yang dapat mendukung mata entres tanaman jeruk untuk tetap hidup ( segar/ berwarna hijau ). Teknik okulasi dewasa ini dikenal dua cara yaitu okulasi coklat (brown budding) dan okulasi hijau (green budding).5 cm yang kulit batangnya telah berwarna coklat. Tanaman batang atas harus diketahui asalnya untuk mempermudah menentukan hasil akhir okulasi serta bagian atas yang diambil memiliki empat payung. sangat dibutuhkan dalam proses pengokulasian ini.

dan akan lebih baik lagi pada stadium C dimana daun telah berkembang penuh dan berwarna hijau bila okulasi dilaksanakan saat daun membentuk payung baru. Keberhasilan okulasi pada tanaman buah adalah sebagai berikut : 1. Okulasi hendaknya dilakukan saat batang bawah maupun batang atas tidak berada dalam dalam stadium membentuk payung baru. akan menghasilkan okulasi yang baik. Keberhasilan okulasi juga tergantung dari keadaan batang bawah. . Ciri-cirinya? Pada tanaman jambu dan mangga. 3. Batang bawah yang sudah dibuat jendela serta mata entres yang telah diambil harus segera ditempelkan agar bahan tersebut tidak terkontaminasi kotoran dari luar. Memilih mata Ketepatan memilih mata tunas yang akan ditempel merupakan salah satu kunci keberhasilan okulasi. Okulasi akan berhasil bila saat dilakukan okulasi batang bawah dan batang atas berada dalam stadium pertumbuhan. Mata tunas yang dipilih harus yang berpotensi tumbuh. 2. hingga penempelan mata entes kebatang bawah. Petumbuhan batang bawah yang cepat dan subur yang ditandai dengan terbentuknya payung dengan baik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : 1. pengambilan mata entes.dari pembuatan jendela okulasi. pilih mata tunas yang sudah keluar tunas kecil. yaitu pada stadium B. kulitnya melekat kuat pada bagian kayunya. Perbedaan umur antara batang bawah dan kayu entres tidak boleh terlalu mencolok.

baru sayat . Ikatan harus rapat sampai angin tak bisa masuk ke tempelan. Baru kemudian sayat pohon induk. Caranya? Pangkas habis daun pada pucuk pohon mangga. Kayu dari pohon induk tak boleh tersayat. terutama air tidak bisa masuk. Soalnya kambium berfungsi untuk lalu-lintas makanan dari daun ke tubuh tanaman. Perompesan daun akan memacu tumbuhnya tunas baru. Pakailah pisau yang tajam dan steril supaya hasil sayatannya rapi dan higienis. Adung alias Abdul Ghani menyarankan mata yang sama sekali belum bertunas. Nah. Siapkan dulu mata tempel. Kalau terlalu lama kambium pada kayu bisa kering. tidak boleh terlalu kencang tidak juga terlalu longgar. 6.2. boleh juga tidak ditutup. Mata tunas boleh ikut ditutup. Kulit mata tunas menempel dengan sempurna sudah cukup. Kalau terlalu kencang. Soalnya. Tak boleh ada kayu yang tertinggal di kulit mata tempel. Supaya tunas bisa tumbuh. Begitu juga dengan sayatan mata tempel. Sementara untuk tanaman lain. bisa tercekik. Agar sewaktu bekerja tak lagi perlu cari-cari alat yang dibutuhkan. Supaya mudah dalam membuat sayatan. Agar kerja bisa cepat dan tak terganggu. 3. 5. 4. sebaiknya siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Tunas baru pun tidak bakal tumbuh. Siapkan dulu mata tempel dari cabang atas. semacam lendir licin yang menempel pada kayu induk tak boleh hilang. Bahkan kambium. Tapi ikatan pada mata tunas tak boleh kencang. Harus pas. tunas baru itulah yang bisa dipakai. Kecepatan kerja Sewaktu melakukan okulasi. kerja harus cepat. Gangguan dari luar. Kalau kambium hilang suplai makanan ke mata tempel tidak ada. Cara menyayat Perhatikan juga cara membuat sayatan batang induk dan batang atas. Mata tunas yang ditutup punya kelebihan. potong cabang yang akan diambil mata tempelnya. entres bisa busuk kalau kena air. Untuk mangga dan duren sering diakali dengan cara perompesan/pelerengan. Cara mengikat Mengikat mata tempel juga tidak boleh sembarangan. Tujuannya agar kambium tidak kering. Kalau mata tunas tidak ditutup harus dipastikan air tidak menyentuh tempelan. Sayatan di pohon induk tidak boleh terlalu lama di udara terbuka.

Terik matahari tentu akan mempercepat. Sebaiknya lakukan pada pagi atau sore hari. kambium menjadi kering. Bekerjalah di tempat yang teduh. Sebaiknya letakkan hasil okulasi di tempat teduh. Selain menghindari terik matahari. juga agar tak ada air yang masuk ke sambungan. .batang induk. Ada lagi cara untuk menyiasati kelambatan kerja.

Mata entres yang baik untuk digunakan dalam proses okulasi adalah mata entres yang berasal dari tanaman karet yang diketahui asalnya serta bagian yang diambil bagian atas yang terdiri dari 4 payung. B. Apabila ingin mendapatkan hasil okulasi yang baik harus memperhatikan hal-hal penting dalam teknik okulasi 2.BAB III PENUTUP A. Simpulan 1. 2. Sebaiknya memgembangkan teknik okulasi ini untuk mendapatkan tanaman jenis baru. serta dibutuhkan keahlian yang khusus dengan cara terus berlatih sehingga terampil dan mendapatkan persentase hasil tumbuh yang baik. bagian pucuk dalam keadaan tua. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengokulasian adalah antara batang atas dan batang bawah kompatibel. Saran 1. .

shvoong.DAFTAR PUSTAKA http://id.html .com/exact-sciences/agronomy-agriculture/2114642-pengertianokulasi/ http://id.org/wiki/Reproduksi_vegetatif#Okulasi http://makalahbiologiku.wikipedia.com/2010/07/teknik-okulasi.blogspot.

Pemanasan bisa berarti pengaktifan getaran molekul sedangkan pendinginan adalah pengurangan gerakan molekul dalam suatu bahan. cair maupun gas. perbedaan panas merupakan syarat terjadinya perpindahan. Mengetahui cara-cara perpindahan kalor. yaitu secara konduksi. Tujuan 1. pemuaian dan lain lain. 2. korosi. B. Perpindahan panas dapat memberikan manfaat yang besar bagi makhluk hidup maupun benda mati.BAB I PENDAHULUAN A. artinya panas yang dipindahkan dari bahan satu dapat dipindahkan ke bahan yang lain umumnya tidak ada panas yang hilang ke sekitarnya atau dengan kata lain panas dipindahkan dari satu ke benda yang lain seluruhnya. Dalam prosesnya. dan ini bisa terjadi pada benda padat. konveksi dan radiasi. Jadi. Pada materi ini : Perpindahan Panas yang dibahas adalah ketiga proses perpindahan panas tersebut. namun ada juga hal-halyang merugikan bagi makhluk hidup maupun mati seperti kanker kulit. cair maupun gas. Latar Belakang Panas dapat bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain karena adanya perbedaan suhu diantara tempat tersebut. pelapukan. . tapi perpindahan panas yang ideal. perpindahan panas dibedakan dalam beberapa cara. Perbedaan suhu yang menyebabkan terjadinya perpindahan panas bisa terjadi karena ada pemanasan atau pendinginan dari salah satu benda yang berinteraksi. Rumusan Masalah 1) Apa yang dimaksud dengan perpindahan kalor? 2) Bagaimana cara-cara perpindahan kalor itu? C. Mengetahui pengertian perpindahan kalor. panas dapat bergerak melalui benda padat.

demikian seterusnya sehingga terjadi perpindahan kalor dalam zat padat. Perpindahan kalor dapat melalui tiga cara : 1. Kalor akan berpindah dari tempat bersuhu tinggi ke tempat bersuhu rendah. zat dapat digolongkan menjadi dua golongan. Jika sebuah logam yang salah satu ujungnya dipanaskandalam selang waktu tertenu. yaitu konduktor dan isolator. tidak disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat perantaranya.BAB II PEMBAHASAN Perpindahan Kalor adalah suatu proses perpindahan energi panas pada suatu zat atau dari satu zat ke zat lain. sedangkan yang tidak dapat menghantarkan panas disebut dengan isolator. Jika suhu kedua tempat tersebut menjadi sama. Atom atom yang bergetar akan memindahkan sebagian energinya kepada atom atom tetangga terdekat yang ditumbuknya. Konduksi. zat perantara yang dapat menghantarkan kalor disebut dengan konduktor. Konduktor adalah zat yang dapat menghantarkan kalor dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa pada batang logam tersebut terjadi aliran atau perpindahan kalor dari bagian logam yang bersuhu tinggi ke bagian logam yang bersuhu rendah. maka rambatan kalor pun akan terhenti Berdasarkan kemampuan suatu zat menghantarkan kalor secara konduksi. Kalor dapat berpindah dapat melalui suatu zat perantara maupun tanpa zat perantara. ujung lainnya pun akan terasa panas. Jadi konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara dn selama terjadi perpindahan kalor. Kemudian atom tetangga yang ditumbuk dan mendapatkan kalor ini akan ikut bergetar dan menumbuk atom tetangga lainnya. Perpindahan kalor pada logam yang tidak diikuti perpindahan massa ini disebut dengan perpindahan kalor secara konduksi. Perpindahan kalor di dalam zat padat dapat dijelaskan dengan teori atom. Syarat terjadinya konduksi kalor suatu benda adalah adanya perbedaan suhu antar dua tempat pada benda tersebut. . Atom atom dalam zat padat yang dipanaskan akan bergetar dengan kuat.

luas penampang penghantar kalor. Akibat panas. serta panjang penghantar yang dilalui oleh kalor tersebut 2. dapat dinyatakan dengan persamaan berikut . Hal ini yang menyebabkan zat ringan tersebut bergerak ke atas. sedangkan zat yang lebih berat akan bergerak ke bawah. Perpindahan tersebut terjadi kerena adanya perbedaan massa jenis. Dari permasalahan konveksi ini akan didapat bahwa rambatan kalor secara konveksi bergantung pada koefisien konveksi termal zat yang memindahkan kalor. perbedaan suhu antar ujung-ujung logam. luas permukaan perpindahan kalor. massa jenis zat di bagian bawah (yang lebih dekat dengan sumber panas) akan berkurang. serta beda suhu antara tempat kalor dialirkan dengan tempat pembuangan kalor. Secara matematis. perpindahan kalor seperti ini terjadi pada zat yang mengalir. Demikian seterusnya. akan terjadi perambatan kalor dari air yang ada di dasar panci ke permukaan secara konveksi. Perpindahan kalor secara konveksi berbeda dengan perpindahan kalor secara konduksi. hal ini tidak terjadi.sedangkan isolator adalah kebalikannya. sedangkan pada peristiwa konduksi. Konveksi Padasaat anda memenaskan air di kompor menggunakan sebuah panci. Berdasarkan hasil pengamatan. di mana pada peristiwa konveksi terjadi gerakan massa atau gerakan partikel partikel zat perantara. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa perpindahan kalor secara konduksi bergantung pada jenis logam. seperti pada zat cair dan gas. yaitu zata yang sukar menghantarkan kalor. sehingga air dalam panci akan berputar terus naik dan turun. sehingga akan lebih ringan daripada zat yang ada di atasnya.

Benda yang mengkilap lebih sukar memencarkan kalor daripada benda yang hitan dan kusam. Sebenarnya setiap benda memancarkan dan menyerap energi radiasi. Keadaan tersebut juga berlaku untuk benda yang menyerap kalor.3. Pada energi merambat membutuhkan zat perantara. Benda panas ada yang berpijar dan ada juga yang tidak berpijar. Kedua benda tersebut memencarkan/meradiasikan energi kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan berbagai panjang gelombang. berbeda halnya dengan konduksi atau konveksi yang selalu membutuhkan medium. Benda yang permukaannnya mengkilap lebih sukar . Radiasi Radiasi adalah perpindahan radiasi. Yosef Stefan menemukan bahwa laju rambat kalor secara radiasi tiap satu satuan luas permukaan benda begantung pada sifat dan suhu permukaan benda. kalor kalor dalam atau bentuk gelombang tanpa elektromagnetik.

Untuk benda hitam sempurna. sedangkan untuk benda lainnya berlaku 0 < e < 1. Untuk menentukan besarnya kalor atau energi yang dipancarkan oleh suatu benda. nilai e=1. Jadi dspst dikstsksn bahwa benda hitam dan kusam merupakan pemancar dan penyerap kalor yang baik. Laju pancaran kalor per satuan luas yang dipancarkan oleh sebuah benda bersuhu T kelvin memenuhi persamaan berikut Telah dijelaskan bahwa koefisien emisifitas permukaan benda bergantung pada sifat permukaan benda tersebut.menyerap kalor daripada benda yang permukaannnya hitam dan kusam. dapat digunakan persamaan .

BAB III PENUTUP A. Konduksi. kalor atau energi merambat tanpa membutuhkan zat perantara. sedangkan pada peristiwa konduksi. 2. Radiasi Radiasi adalah perpindahan kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik. dan radiasi. . Saran Sebaiknya materi ini dipahami dengan seksama agar kita dapat membedakan dengan benar peristiwa-peristiwa apa yang termasuk konduksi. Perpindahan kalor dapat melalui tiga cara : 1. Pada radiasi. 3. tidak disertai dengan perpindahan partikelpartikel zat perantaranya. Simpulan Perpindahan Kalor adalah suatu proses perpindahan energi panas pada suatu zat atau dari satu zat ke zat lain. hal ini tidak terjadi. Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara dn selama terjadi perpindahan kalor. B. konveksi. berbeda halnya dengan konduksi atau konveksi yang selalu membutuhkan medium. Konveksi Peristiwa konveksi terjadi gerakan massa atau gerakan partikel partikel zat perantara.

DAFTAR PUSTAKA http://sepenggal.html http://www.gunadarma.id/docmodul/fisika_ilmu_panas/bab3perpindahan_panas.pdf .elearning.com/2009/01/15/perpindahan-panas-3-plus-soallatihan/ http://www.net/fisika_hypermedia/perpindahan_kalor.wordpress.ac.mediabali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful