A.

Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk terbaik dan pale sempurna yang memiliki akal dan fikiran. Dalam hal ini Ibn ‘Arabi misalnya melukiskan hakikat manusia dengan mengatakan bahwa tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus dari pada manusia, yang memiliki daya hidup, mengetahui, berkehendak, berbicara, melihat, mendengar, berfikir, dan memutuskan (Samsul Nizar, 2004: 1). Manusia adalah makhluk kosmis yang sangat penting, karena dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan untuk mengemban tugas dan fungsinya sebagai makhluk Allah di muka bumi. Potensi, akal dan kecerdasan manusia merupakan bagian pale critical untuk mengaktualisasikan peran manusia sebagai khalifah. Agar akal serta kecerdasan manusia dapat berfungsi dan berfikir secara kreatif, maka daya pikir dan nalar seseorang perlu dikembangkan dengan berbagai latihan, bimbingan, pengajaran serta berbagai pendekatan dan kasih sayang dalam proses pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah send of believe and send of values. Dalam arti luas, pendidikan merupakan proses untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup. Menurut Benjamin S Bloom, bahwa tujuan pendidikan adalah menciptakan manusia yang berkualitas baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik (Soemiarti Patmonodewo, 2003: 7). Artinya harus ada kemampuan otak (head), pengembangan kemampuan hati (heart), dan pengembangan kemampuan otot (hand). Sumber daya manusia yang berkualitas perlu disiapkan melalui sistem pendidikan ideal. Artinya bahwa sistem pendidikan kita memiliki tujuan kedepan dengan mengharmonikan tujuan teknis, humanistis, dan induktif (Imam Tholkhah dan Ahmad Barizi, 2004: 4). Tujuan teknis berarti pendidikan diorientasikan kepada kemahiran dan keahlian (skill), seperti halnya kerajinan tangan dan kesenian, menulis dan membaca, aritmetika dan hal-hal yang lain yang terkait dengan kemampuan mengolah otak, kritis dan kreatif serta kemampuan anak didalam menggunakan alatalat dengan cekatan. Tujuan humanistik yaitu sikap disiplin, dapat mengolah partisipasi dan integrasi didalam pergaulan sosial, dan pemanfaatan secara maksimal semua potensi manusia secara particular dan sosial. Sedangkan tujuan induktif adalah bagaimana upaya membangun peserta didik kearah kesadaran akan tradisi dengan melapisi diri melalui kesadaran religius dan dapat melek terhadap teknologi serta informasi. Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan totalitas yang melekat pada diri seseorang, yang tidak boleh dipisah-pisah antara satu dengan yang lain untuk mencipta manusia yang cerdas dan kreatif. Setiap anak yang lahir normal, baik fisik maupun mentalnya, berpotensi untuk menjadi cerdas dan kreatif. Hal ini sesuai dengan ungkapan Abdul Hamid Al Hasyimi (2001: 46) bahwa: Manusia dibekali dengan fitrah Allah seperti: Indera, pengetahuan, kecerdasan dan kemampuankemapuan nalar yang tinggi, hingga dapat membantunya memahami sesuatu. Selain itu, pada diri manusia, sebagaimana ditetapkan dalam studi-studi psikologi, membawa persiapan-persiapan, potensi dan juga motivasi-motivasi yang menggerakannya untuk berjalan dan menjelajah. Secara fitri manusia dibekali potensi kecerdasan oleh Allah SWT. Bahkan menurut berbagai riwayat yang patut dipercaya dinyatakan bahwa sebelum Allah SWT menciptakan segala sesuatu, terlebih dahulu menciptakan kecerdasan (intelek atau intelegenci). Orang-orang cerdas dan kreatif banyak sekali jasanya dalam kemajuan dan memajukan umat manusia. Melalui hasil karyanya dan pandangan-pandangannya yang ilmiah, telah mampu membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kebiadaban, menuju tatanan yang lebih baik dan beradab. Karya-karya orang cerdas pula, yang memungkinkan umat manusia mendapatkan

fasilitas teknologi modern, dalam memberikan berbagai kemudahan. Masa kecil manusia adalah masa yang ajaib. Kita dapat bayangkan tatkala anak lahir, ia tidak mempunyai kemampuan apapun. Aktifitasnya kebanyakan hanya tidur, makan dan menangis. Tetapi tiga tahun kemudian, perkembangan fisik dan motorik pada anak prasekolah sudah terlihat hingga mampu bergerak lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu kreativitas yang dimilikinya mulai terlihat dengan jelas melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya. Menurut Marian Borden, Kita dapat menyaksikan berbagai perubahan drastis pada anak-anak mulai sejak bayi yang masih merangkak dan tidak bisa berbicara sama sekali menjadi manusia sungguhan yang bisa berbicara dan bisa berjalan (Ary Nilandari, 2001: 3). Pada hakikatnya, setiap individu mempunyai potensi untuk menjadi Kreatif (Nursito, 1999: 5). Individu yang kreatif sebenarnya sudah mulai terlihat jelas disaat seorang anak tumbuh mencapai usia prasekolah yaitu sekitar 2-6 tahun. Didalam usia ini anak sering bersikap kritis dan melakukan sesuatu dengan kehendaknya sendiri seperti halnya memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu hal, sehingga melontarkan berbagai pertanyaan, senang berimajinasi, senang menjelajah, bebas dalam berfikir, tidak takut salah, berani mengambil resiko, senang akan hal-hal yang baru, dan pada masa ini anak sangat peka dalam pengamatan, menyukai terhadap pengalaman-pengalaman yang baru dan sebagainya. Mengembangkan kreativitas anak sejak kecil penting dilakukan. Karena anak masih mempunyai pikiran yang bersih, suci, tidak memiliki beban pikiran yang komplek serta memiliki semangat yang tinggi seperti kertas tanpa noda. Menurut Keith Osborn Puncak kecerdasan anak terjadi sejak dilahirkan sampai usia 5 tahun. Dan hampir 50% potensi kecerdasannya diyakini sudah terbentuk diusia 4 tahun. Sedangkan kreativitasnya mulai meningkat pada usia 3 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 4,5 tahun… (Andang Ismail, 2006: 263). Menurut Utami Munandar (2004: 10), Kreativitas perlu dikembangkan sejak usia prasekolah karena: Pertama, dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya dan ini merupakan kebutuhan pokok manusia. Hal ini sangat penting sebab manusia yang sehat jasmani dan rokhaninya akan mampu mengekspresikan diri, dengan menggunakan semua kemampuannya sehingga akan memperkaya hidupnya. kedua, kreativitas atau cara berfikir kreatif, dalam arti kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah, masih kurang diperhatikan dalam pendidikan formal. Anak didik dalam pembelajarannya disekolah lebih menekankan pada cara berfikir secara konvergen yaitu kemampuan berfikir menuju satu-satunya jawaban yang benar. ketiga, bersibuk diri secara Kreatif memberikan kepuasan pada diri anak. Hal ini sering terlihat pada anak-anak yang bermain dengan permainan konstruktif. Sehingga mereka terkadang lupa terhadap kegiatan yang lain. keempat, kreativitas mampu meningkatkan kualitas manusia dan taraf hidupnya. Kreativitas berperan untuk membuat ide-ide, penemuan-penemuan, atau teknologi baru yang dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat secara luas. Oleh karena itu kreativitas perlu dirangsang perkembangannya sejak masa prasekolah. Rangsangan yang diberikan pada tahuntahun pertama dari kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. Akan tetapi untuk mengembangkan anak menjadi kreatif tidaklah semudah membalik telapak tangan. Diperlukan semangat, kepedulian, kerja keras, pengorbanan orang tua dan pendidik serta pemahaman yang baik tentang pendidikan. Karena pemberian pendidikan yang baik akan memungkinkan seorang anak dapat tumbuh dan berkembang, baik sisi mental, kecerdasan maupun kreativitasnya.

Proses mengembangkan kreativitas bagi anak usia prasekolah dibutuhkan peran serta berbagai pihak dan lingkungan khususnya orang tua. Orang tua adalah tokoh panutan dalam keluarga. Orang tua dirumah berusaha merawat, mendidik, mengasihi dan menyayangi anak-anaknya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan bila anak mencontoh orang tuanya dan menganggap mereka sebagai pendidik yang pale baik, setidaknya sampai mereka memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. Apapun bentuk perilaku yang ditunjukan orang tua kepada anaknya akan berdampak pada kepribadian anak. Untuk itu pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anaknya adalah pola asuh yang baik agar dampak yang dimunculkan baik pula. Menurut Kamrani (2003), Pendidikan keluarga betul-betul menjadi basement bagi pendidikan disekolah dan masyarakat, sehingga sekolah dan masyarakat hanyalah bagian pelimpahan dan tanggung jawab sebuah keluarga. Orang tua hendaknya mampu berperan sebagai pengembang kreativitas. Seperti halnya suami dan istri menerapkan pola kerja sama yang serasi, selaras dan seimbang dalam rangka mengembangkan kreativitas anaknya dengan cara memberikan kesempatan bermain tanpa pembatasan waktu yang ketat, memberikan dorongan dan sarana yang terbaik, mengkondisikan lingkungan yang kurang kondusif, menghindarkan sikap orang tua yang tidak permisif (otoriter) dan senantiasa memberikan pengetahuan yang banyak terhadap anak. Selain itu orang tua juga sedini mungkin mendorong anaknya untuk menggunakan panca inderanya untuk mengenal dan menjelajah apa saja yang ada dilingkungan sekitarnya. Selanjutnya anak dirangsang untuk dapat berfikir sendiri sehingga bebas mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah sangat penting peranannya. Tetapi pengembangan kreativitas dalam keluarga masih kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Seperti halnya orang tua yang mendidik anak-anaknya menggunakan sikap dan pendekatan tradisional. Yakni orang tua membiarkan anaknya berkembang sendiri tanpa memberikan rangsangan kognisi ataupun keterampilan. Akan tetapi sikap yang diterapkan orang tua terlalu melindungi anaknya (over protection), eksplorasi anak dibatasi, pengaturan waktu yang sangat ketat sehingga orang tua selalu menguasai anak (dominant), membatasi khayalan serta sikap orang tua yang terlalu konservatif. Selain itu pola pendidikan yang diterapkan dalam keluarga tradisional sudah memiliki support atau bingkai tentang pola pendidikan anak tanpa melihat hasil dari pola asuhnya tersebut, sehingga pengembangan krativitas sejak kecil dirasa cukup diabaikan. Model pendidikan dan pengasuhan terhadap anak usia prasekolah hendaknya diperlukan strategi dan pemahaman. Karena tidak jarang indication pendidikan dan pengasuhan yang diterapkan lepas dari strategi, pendekatan, apalagi pendidik justru membunuh kreativitas dan tidak mengembangkan bakat ataupun talenta anak. Pengembangan kreativitas memang sudah menjadi tanggung jawab orang tua semenjak anak berusia prasekolah. Para ahli juga menegaskan demikian, seperti halnya Kak Seto sebagai tokoh pendidikan dan kreativitas anak. Beliau mengungkapkan bahwa kreativitas merupakan usaha/aktifitas anak dengan melalui sebuah proses untuk beraktifitas kreatif dan senantiasa menghasilkan karya-karya bernilai strange sehingga anak mampu memiliki kepribadian fluency, fleksibility, elaborasi dan newness dalam berfikir. Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak dan mengkonsep strategi pengembangan kreativitas. Baik dalam bentuk permainan, bercerita ataupun bernyanyi. Oleh karena itu disadari bahwa mengembangkan kreativitas tidak berarti membiarkan anak sesuai keinginan dan kepuasannya, tetapi diperlukan strategi jitu untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal.

Kreativitas yang menjadi bagian dari spektrum otak kanan relatif lebih mudah dikembangkan dari pada intelegenci (Wawancara dengan Kak Seto, 20 Januari 2007). Hal ini disebabkan karena kreativitas dapat berkembang dengan baik manakala dipengaruhi dan ditunjang oleh lingkungan disekitar anak. Berbeda dengan IQ yang memerlukan kemampuan khusus, hafalan dan dipengaruhi juga oleh faktor genetik. Selain itu proses untuk mengembangkan kreativitas juga membutuhkan press dari design instrinsik maupun berbagai lingkungan disekitarnya. Berbentuk design instrinsik adalah sesuatu keinginan/hasrat yang muncul dari pribadi anak. Sedangkan bersifat eksternal seperti keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam proses kreatif, seorang anak perlu diperhatikan agar dirinya selalu dalam keadaan semangat dan senantiasa berfikir kreatif. Menurut Kak Seto pemberian perhatian orang tua maupun pendidik terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi 4P (person, process, press and produk) Yang pertama adalah person, yakni diyakini bahwa tiap-tiap anak adalah memiliki kepribadian kreatif. Artinya segala apa yang dilakukan anak usia prasekolah adalah merupakan sebuah gerak menuju kreativitas. Hal ini sering diistilahkan bahwa a chairman refers to a abilities that are charactheristics of artistic people. Yang kedua adalah kreativitas diwujudkan dengan sebuah proses. Karena dilihat secara psikologis, kreativitas yang dimiliki anak prasekolah lebih ditekankan pada sebuah proses yang pada taraf selanjutnya akan menambahkan berbagai pengalaman dan pengetahuan bagi diri anak. Dengan berproses kreatif itulah anak akan mampu menjadi dirinya sendiri untuk memiliki kelancaran, kelenturan, keorisinilan dalam berfikir. Ketiga, press yaitu suatu motivasi atau dorongan yang diberikan kepada anak untuk bergerak dan mampu beraktifitas kreatif. Apabila ketiganya telah mendapatkan perhatian dengan baik, maka kreativitas akan mampu menunjukan sebuah hasil atau produk yang bernilai original. Dengan pentingnya kreativitas dalam segala bidang kehidupan, maka pengembangan kreativitas memerlukan berbagai teori dan strategi pengembangannya. Serta diterapkan sesuai dengan kemampuan anak dan tingkat usia. Dari paparan diatas, pengembangan kreativitas dipandang penting untuk diperhatikan. Selain lebih mudah untuk dikembangkan melalui lingkungan, kreativitas berguna membekali anak semenjak usia prasekolah dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan melalui sebuah proses kreatif, sehingga mampu mencapai masa depan dan pendidikan yang lebih baik. Berdasarkan uraian diatas, penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang Kreativitas anak usia prasekolah yang menitik beratkan pada ide-ide Kak Seto dengan judul : PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH MENURUT KAK SETO. B. Penegasan Istilah Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menghindari adanya interpretasi yang berbeda sekaligus sebagai pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka terlebih dahulu penulis menjelaskan dari judul skripsi di atas. 1. Pengembangan Kreativitas a. Pengembangan Pengembangan adalah suatu proses perubahan secara bertahap ke arah tingkat yang berkecenderungan lebih tinggi dan meluas serta yang secara menyeluruh dapat tercipta suatu kesempurnaan dan kematangannya ( HM. Arifin, 1981: 77). b. Kreativitas Secara etimologi, kreativitas berasal dari kata benda (noun) creativity yang berarti daya cipta. Menurut Komite Penasehat Nasional bidang Pendidikan kreatif dan Pendidikan Budaya,

Dengan asumsi bahwa anak tersebut belum masuk sekolah dasar namun sudah bisa dimasukan ke tempat Pendidikan Anak Usia Dini seperti Taman Kanak-Kanak (TK). masa kanak-kanak pertama yaitu rentang usia 3-6 tahun (Reni Akbar. pengembangan kreativitas didefinisikan sebagai suatu usaha bagaimana mencetak anak-anak sebagai calon generasi kreatif dengan strategi tertentu agar kreativitasnya dapat dikembangkan sejak dini. Melihat pengertian di atas. 2001: 3). Anak Prasekolah Menurut Papalia dan Old. Play Group atau Tempat Penitipan Anak (Day Care). Kreativitas dapat berupa produk seni. dapat kita lihat bahwa banyak para pakar yang memberikan batasan umur yang berbeda. Sehingga penulis akan menggunakan istilah anak prasekolah dalam menyebutkan anak yang berusia 2-6 tahun. dalam skripsi ini dimaksud dengan anak prasekolah adalah anak yang berusia 2-6 tahun. produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. dalam hal ini Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak pada bidang pendidikan. anak berusaha mengendalikan lingkungan. 2006: 252). asli dan bermakna (Anna Craft. Sedangkan Johan Amos Comenius. membagi usia anak 0-6 tahun adalah periode masa ibu (Sri Harini. Dapat pula berupa kegiatan imajinatif atau sintetis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman. . kesusasteraan. produk ilmiah atau metodologi (Tim Pustaka Familia. Mencermati pembagian umur tentang anak usia pra sekolah diatas. Oleh karena itu. maupun karya ilmiah yang lainnya. usia prasekolah atau prakelompok yaitu anak-anak yang berumur 2-6 tahun (Sri Harini. Oleh karena itu. 2. mampu mengemukakan. Sedangkan menurut EB. khususnya yang ditawarkan oleh pakar maupun praktisi pendidikan anak. Karena pada masa ini. tetapi proses kreatifnya perlu mendapat perhatian. Dalam pemahaman yang sederhana. Masa ini dikenal juga dengan masa prasekolah.kreativitas adalah suatu bentuk aktifitas imajinatif yang mampu menghasilkan sesuatu yang bersifat original. Sedangkan pengertian yang lain. Hurlock. 2003: 55). Dan ia lebih banyak membutuhkan pendidikan dalam lingkungan keluarganya. Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah Menurut Kak Seto adalah sebuah studi dan penelitian terhadap ide-ide praktis bagaimana upaya mengembangkan kreativitas anak khususnya usia prasekolah (2-6 tahun) yang telah dihasilkan oleh Kak Seto baik dalam buku-bukunya. istilah kreativitas diartikan: Suatu kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. baik baru ataupun karya yang bersifat ulang (tidak murni baru). perlindungan serta pengembangan kreativitas. murni. 2004: 1). merespon. mewujudkan ide atau mampu menanggapi masalah serta tidak dapat dinilai berdasarkan hasil fisiknya semata. Pengembangan kreativitas anak prasekolah merupakan suatu usaha bagaimana mencetak anak usia prasekolah sebagai calon generasi kreatif dengan berbagai strategi ataupun trik tertentu. maka kreativitas dipahami sebagai suatu kegiatan otak yang teratur dan imajinatif untuk mampu menghasilkan sebuah karya yang orisinal ataupun tidak mesti hasil yang baru. Kreativitas bisa juga mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencangkokan hubungan lama ke situasi baru sehingga menghasilkan tujuan. Sehingga mampu hidup kreatif dan menghasilkan karya. Menurut Syamsu Yusuf. dan belajar menyesuaikan diri secara sosial. fase anak prasekolah (usia TK) adalah 2-6 tahun. 2003: 55).

anak-anak hendaknya diarahkan dan dilatih agar mampu mengembangkan kreativitas pada dirinya sendiri. menumbuhkan sikap kritis dan bebas berbuat sesuai dengan etika sehingga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi. baik yang muncul dalam bentuk buku-buku. makalah. Untuk mengetahui tentang kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. Semua itu muncul sebagai upaya mempersiapkan generasi yang unggul dengan berbagai pendekatan dalam pendidikan anak sejak usia dini atau usia prasekolah. khususnya dalam pengembangkan kreativitas. Tinjauan Pustaka Pembicaraan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah sebetulnya sudah sangat banyak dikemukakan oleh para ahli. Karena kreativitas merupakan bekal yang menempel pada diri individu yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak. Memperkaya Wacana keilmuan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia PraSekolah F. 5. Mengingat salah satu tujuan dari pendidikan anak usia pra sekolah adalah pengembangan kreativitas. Untuk mengetahui pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. Kegunaan Penelitian Diharapkan menjadi media pengembangan terutama pada wilayah pengembangan kreativitas anak usia prasekolah baik bagi penulis maupun yang membacanya.C. jurnal dan sebagainya. Memberikan kontribusi bagi siapapun yang akan mengkaji pemikiran Kak Seto khususnya tentang pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. Hal yang cukup meresahkan penulis sehingga munculah ide penulisan skripsi ini adalah kepedulian penulis terhadap anak-anak usia prasekolah akan keberhasilan pendidikan. Berbicara mengenai anak prasekolah. menyebabkan kesulitan dalam usaha untuk menghubungkan antara batasan umur dan kecakapan anak. maka masalah yang menjadi fokus penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto Bagaimana pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto D. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas diatas. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. E. Sebagai pedoman bagi keluarga dalam pembentukan dan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. Pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah penting dilakukan. dimana Kak Seto dapat dikatakan sebagai seorang praktisi yang bergerak dalam bidang kreativitas anak. Sebab. perkembangan anak selain dipengaruhi oleh faktor novice juga dipengaruhi oleh faktor ekstern. Dengan adanya perbedaan pendapat itu. para ahli mendefinisikan batasan-batasan umur mereka antara yang satu dengan yang lain berbeda. seperti contoh yang telah ditulis pada penegasan istilah. sebagai engine bagi pendidikan anak dan juga sebagai penjemput hari depan bangsa agar lebih gemilang. 2. Sebagai pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan kewajibannya dalam kegiatan belajar mengajar yang senantiasa berinteraksi dengan anak didiknya untuk mengapresiasikan momen belajar. maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. penulis mencoba untuk menarik benang merah mengenai batasan umur anak pra sekolah yaitu 2-6 tahun .

. diantaranya pernah dilakukan oleh Deni Sawaludin. mahasiswi Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto. yaitu sebuah skripsi yang berjudul Konsepsi Pendidikan Islam tentang Upaya Pengembangan Kreativitas Manusia. Sumber Data a. Dalam hal ini yang menjadi fokus utama adalah mengetahui bagaimana sebenarnya cara mengembangkan kreativitas pada usia anak prasekolah menurut Kak Seto yang usianya 2-6 tahun. Walaupun ada sedikit kesamaan dalam penelitian ini yakni terkait dengan anak prasekolah ditinjau secara psikologi. baik yang berada di lingkungan keluarga. Yang membedakan penelitian skripsi ini dengan yang lainnya adalah skripsi ini akan memaparkan berbagai gambaran kreativitas anak prasekolah beserta strategi mengembangkannya menurut Kak Seto. berkembangnya individu anak dan disitu pulalah tahap-tahap awal proses pembentukan kepribadian anak melalui internalisasi nilai-nilai yang terpantul dari emosi. Ia seorang alumni Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto tahun 1999. Nasrulloh pada tahun 2001 juga meneliti tentang Tanggung Jawab Keluarga Muslim dalam Pembentukan Kepribadian Keberagaman Anak (Tinjauan Sosiologi Pendidikan). membahas tentang pentingnya bakat anak sebagai faktor penting dalam pendidikan kaitannya dengan fitrah serta pengaruh dari orang tua dalam pengembangan bakatnya. Penggunaan istilah anak prasekolah ini tidak hanya untuk anak-anak yang memasuki Taman Kanak-Kanak atau Play Group. Jakarta: Gramedia. Memacu Bakat dan Kreativitas. tetapi masalah yang penulis angkat berbeda. namun kajian yang dilakukan oleh Deni Sawaludin hanya mengupas metode dan arah pengembangan manusia secara umum menuju kesempurnaan manusia serta membahas pula proses terjadinya kreativitas pada manusia. Diantara buku dan karyanya tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kak Seto. 1998.dengan maksud agar ada sebuah kejelasan tentang batasan umur yang dimaksudkan dalam skripsi ini. Sumber Primer Sumber authority ini secara umum adalah karya ilmiah mengenai ide dan pemikiran Kak Seto. Dalam Skripsi Ita Wahyuningsih (2006) yang berjudul Menumbuhkan Sikap Religius Pada Anak Prasekolah (tinjauan secara psikologis). Akan tetapi skripsi yang bertemakan tentang pendidikan anak khususnya usia prasekolah sudah banyak diteliti. Akan tetapi semua anak yang berusia 2-6 tahun. sekolah maupun masyarakat tetap disebut sebagai anak prasekolah. Dalam hal itulah. Metode Penelitian 1. majalah serta media yang lain. Tetapi skripsi ini hanya menyinggung faktor yang mempengaruhi tumbuhnya sikap religius pada anak pra sekolah semata serta berbagai strateginya. Dan sepengetahuan penulis. belum pernah ada judul yang sama sehingga penulis ingin meneliti lebih jauh. Penelitian yang secara khusus mengkaji pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto kiranya belum pernah dilakukan. sikap dan perilaku orang tua. disertasi atau makalah-makalah yang tertuang dalam jurnal. Sumber ini bisa berupa buku-buku karangan beliau. Di dalamnya menerangkan bahwasanya keluarga adalah inti tempat berinteraksi yang pertama dan utama bagi anak. meneliti cara menumbuhkan dan mengembangkan sikap religius terhadap anak usia 2-6 tahun (prasekolah). Skripsi yang di teliti oleh Irfan Tinzila tahun 2000 berjudul Faktor Orang Tua dan Bakat Anak dalam Pendidikan menurut Perspektif Islam. G.

2005. menggunakan metode wawancara. yaitu mengumpulkan information yang relevan dengan fokus penelitian yang penulis laksanakan ini. pertama metode dokumentasi. Selain berasal dari berbagai karya tulis Kak Seto information mengenai ide atau pemikiran Kak Seto juga penulis peroleh dari hasil wawancara dengannya ataupun sumber yang lainnya. Berbagai information akan penulis kumpulkan meliputi: a. Yogyakarta: Erlangga 4) _________. 5) _________. Seni. b. 9) Ayan. yaitu: . 2002. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat . Permainan. Berfikir. 5) Hasan. hlm. 18. Data ini bisa berupa karya tulis atau dokumen yang membahas biografi Kak Seto atau bisa juga berbagai informasi written dari Kak Seto sendiri. Data mengenai ide atau pemikiran Kak Seto. 6) Mulyadi. maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa data. 2004. Suara Karya. Sumber Sekunder Untuk memperluas kajian serta memperdalam pembahasan. Amal. Kiat Menggali Kreativitas. 6) Craft. Jakarta: PT. Alam Bawah Sadar. Maimunah. Bacaan. 2001. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya: Buku Inspiratif Bagi Orang Tua dalam Membantu Mengelola Emosi Secara Positif. Yogyakarta: Mitra Gama Widya. 2) ________________. Jakarta: Gema Insani. 1999. 1-4. b. Kreativitas dan Keberbakatan:Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta: Erlangga. 2. Membangun Kreativitas Anak Secara Islami. David. Analisis Data Setelah information terkumpul dan tersistematis. hlm. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan Pada Anak Sejak Usia Dini. 24 Juli 2006. 2005. Jakarta: Bintang Cemerlang. Jordan. Boulden. 2004. antara lain adalah : 1) Munandar. Jakarta: Kanisius. 1997. Merefresh Imajinasi dan Kreativitas Anak-Anak. George. 2003. 2002. Mengembangkan Kreativitas Anak. Gramedia Pustaka Utama. Kreatif Sains 4-6 Tahun. Mengembangkan Kreativitas Anda. Bermain dan Kreativitas: Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain. baik berupa buku maupun makalah. Menuju Kreativitas. Jakarta: Papas Sinar Sinanti. Perjalanan. Anna. penulis juga menggunakan beberapa karya tulis yang lain yang memiliki relevansi dengan obyek kajian yang sedang diteliti. 3) Nursisto. Data ini berupa berbagai karya tulis Kak Seto. Jakarta: Rineka Cipta. P. E.2) _________. 2004. Data mengenai biografi Kak Seto. Utami. Mengembangkan Kreativitas. 4) Wahyudin. 1986. Pengumpulan Data Pada langkah ini penulisan menggunakan. 2005. 1999. Jiwa Kreatif. 7) Campbell. Yogyakarta: Dolphin Books. Seto. Bengkel Kreativitas: 10 Cara Menemukan Ide-ide Pamungkas Melalui Pergaulan Lingkungan. Jakarta: Cerdas Pustaka. Mengenai masalah ini penulis mencoba mencari tulisan Kak Seto yang relevan dengan fokus penelitian yang peneliti lakukan yaitu berkenaan dengan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. yaitu untuk memperoleh information tambahan yang berupa penjelasan dari pihak terkait (tokoh) dan berfungsi sebagai cranky check terhadap akurasi pemahaman penulis terhadap information yang berasal dari karya tulisnya. A. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. 3) _________. 10) Alkhalili. Teknologi. Jakarta: Pustaka Alkautsar. Kedua. Bandung: Kaifa. Disamping itu penulis juga mencari information dengan wawancara yang dilakukan langsung kepada Kak Seto untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.

Ayah tong. yang meliputi: Riwayat Hidup dan Pendidikannya. Rumusan Masalah. Riwayat Hidup dan Pendidikan DR.ensiklopedi/setomulyadi/index.Psi yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Seto terlahir sebagai putra kembar dengan Kresna kembarannya dari pasangan Mulyadi Efendi dan ibu bernama Maryati di Klaten (jawa tengah) pada tanggal 28 Agustus 1951 Kak Seto. Penegasan Istilah. Faktor-Faktor Pengaruh Dari Proses Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah. serta Karya-karya yang telah dihasilkan. Bab III berisi pembahasan tentang Konsep Kreativitas Anak Usia Prasekolah yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Usia Prasekolah. yang karenanya diberi judul Pendahuluan. Bab IV. Karir dan Pengabdiannya. Analisa Komparatif. dimana isi dari kesimpulan tersebut mampu mencapai tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini. yaitu Penutup yang berupa Simpulan serta Saran-saran dan diakhiri dengan Daftar Pustaka. . yaitu obyektifitas. yaitu suatu jenis analisa yang berorientasi pada penemuan hubungan kausalitas.a. Bab V. adalah seorang direktur pada perusahaan perkebunan Negara di Klaten yang cukup mampu dalam hal ekonomi. Hingga akhirnya Kak Seto dan saudaranya bekerja keras untuk tetap melanjutkan sekolahnya serta dititipkan ke rumah bibinya di Surabaya (Kak Seto. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan tulisan hasil penelitian yang runtut. BAB II BIOGRAFI KAK SETO A. Akan tetapi disaat ayahnya meninggal dunia kondisi ekonomi di keluarganya menjadi kembang kempis dan kurang dapat memenuhi serta mencukupi biaya sekolah anak-anaknya. berisi pembahasan tentang Kreativitas dan Strategi Mengembangkannya pada Anak Usia Prasekolah menurut Kak Seto yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Prasekolah Menurut Kak Seto. Tujuan dan Kegunaan Penelitian. sistematis dan mudah dipahami penulis menyusun skripsi ini dengan sistematika sebagai berikut Bab we berisi pembahasan tentang berbagai hal yang menjadi kerangka awal penelitian ini. Analisa isi teks (content analitys). Strategi Pengembangan 4 P menurut Kak Seto. selanjutnya penulis menyimpulkan hasil akhir dari penelitian ini. Menarik Kesimpulan Setelah Langkah-langkah tersebut dilakukan. Dengan analisa ini diupayakan pencarian berbagai faktor yang berhubungan dengan situasi dan fenomena yang diteliti. 2002: 64). Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto. sistematis dan generalis (Noeng Muhadjir. Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan. Ciri-ciri Kepribadian Anak yang Kreatif. H. 2006:288). Pada dasarnya ada 3 syarat didalam analisa isi teks ini. Analisa ini menggunakan pendapat-pendapat kemudian dibandingkan dengan yang lainnya (Moleong.Com. Bab II berisi pembahasan tentang Biografi Kak Seto. dimana analisa isi teks yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisa isi teks yang melibatkan olahan filosofis dan teoritis. b. sapaan Seto dikala kecil.. Seto Mulyadi S. 1989: 70).shtml). Urgensi Kreativitas Bagi Anak Prasekolah. serta Identifikasi Pemikiran Kak Seto. yang meliputi Latar Belakang Masalah. Tinjauan Pustaka.

Demi meringankan beban bibinya dan juga untuk memenuhi biaya sekolah. dan yang terakhir Nindya Putri Catur Permatasari (Kak Seto. Pak Kasur. pengantin baru Seto-Devi melaksanakan nazarnya: mendongeng di panti asuhan. Klaten dan lulus tahun 1963. jadi tukang batu. Sembari bekerja serabutan dia kemudian mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. lanjut pria yang merasa tenang bila dekat ibunya ini. kali ini joke kegagalan kembali menyertainya. Shelomita Kartika Putri Maharani. Sementara Kresna diterima di kedokteran dan kakaknya. 2005: 62). Hingga suatu ketika. Louis Surabaya yang tepatnya usia Kak Seto menginjak 14 tahun. Kak Seto tetap bisa aktif di OSIS bersama kembarannya (Kresna). menjadikan ia tertekan. waktu subuh. ia merasakan bekerja jadi pembantu rumah tangga. yang menerimanya. Disamping menjadi pedagang asongan Kak Seto mulai aktif mengisi sebuah rubrik untuk anak-anak di majalah terbitan Surabaya. Bahkan rapornya selalu bagus. Berat sekali keadaan waktu itu. di rumah tempatnya menumpang. Ketertarikannya pada acara yang diasuh oleh ibu Kasur. dibentak-bentak dan dimarahi oleh tuan saya. akhirnya Kak Seto dan Kembarannya (Kresna) pindah ke Surabaya dan menetap di rumah bibinya untuk melanjutkan sekolah di SMA St. saya mulai dari bawah. serta sesekali menulis di majalah Si Kuncung. tutur Kak Seto. Tapi. dan lulus tahun 1969. Kemudian melanjutkan ke SMP Klaten dan lulus pada tahun 1966 (Kak Seto. Bimo Dwi Putra Utama. ujarnya. sehingga ia berusaha mencari ibu Kasur dengan niat untuk berguru (ngenger). dan diusianya yang ke 36 tahun. Setiba di Jakarta Kak Seto menjadi pengangguran yang luntang-lantung karena tidak memiliki saudara dan biaya hidup. Dengan kekecewaan yang dialaminya. bersama . tuturnya. tahun berikutnya. Walau sekolah sambil bekerja. Eka Putri Duta Sari. dan sejak saat itulah saya mulai memakai nama Kak Seto. Kak Seto bisa menumpahkan obsesi masa kecilnya. Tetapi untuk beristirahat dimalam hari. baik di Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia. Jakarta Pusat. ia tertarik pada acara yang diasuh ibu Kasur di TVRI. ia bercita-cita untuk melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran. ketika itu baru berusia 12 tahun. karena kecintaan terhadap anak-anak merupakan sesuatu yang berawal dari kerinduan datangnya seorang adik yang telah meninggal diusia tiga tahun. Kak Seto mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Deviana gadis yang dicintainya yang usianya terpaut 20 tahun.Pada tahun 1987. Tepat pada hari pernikahan. Tidur dengan beralaskan dua keset yang digabung tanpa selimut dan kasur. hingga akhirnya Kak Seto memutuskan meninggalkan rumah dan pergi ke Jakarta. Pilihannya joke makin mantap di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI sebagai ajakan Bu Kasur. Bersama Pak Kasur. ). hanya meninggalkan sepucuk surat kepada ibunya (Wawancara 20 Januari 2007). di saat tamu berdatangan. seperti halnya tatkala di Surabaya. Waktu baru di Jakarta. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya Kak Seto bekerja sebagai tukang batu. yang dikenal sewaktu berkenalan di kereta. Kak Seto pernah berprofesi sebagai pedagang asongan di jalan-jalan selepas sekolah. Kak Seto mengawali pendidikannya pada sekolah dasar SD Ngepos. Akhirnya Kak Seto dijadikan asistennya Pak Kasur. Setelah Lulus dari SMA. Tetapi. Dari hasil pernikahannya tersebut. Kak Seto menumpang di garasi milik keluarga temannya. Ma’ruf masuk AKABRI. Kak Seto dikaruniai dikaruniai empat orang anak yaitu. dan membawanya ke Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. 27 Maret 1970. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang kekurangan karena meninggalnya ayah Kak Seto. cita-citanya menjadi dokter kandas dan tidak diterima di fakultas kedokteran. Kak Seto joke berangkat tanpa pamit. kenang Kak Seto (Wawancara 20 Januari 2007). jadi tukang semir sepatu di Blok M. Hingga sampai sekarang panggilan akrab dikalangan manapun adalah Kak Seto.

ensiklopedi/setomulyadi/index. hingga akhirnya dapat memperoleh gelar sarjana psikologi (S.com). Penghargaan Pembawa Acara Anak-anak Legendaris di televisi. Surjo Prasojo dan Suryo Pranoto (www. Hal ini disampaikan bu Kasur. Kak Seto akhirnya dapat berhasil menyelesaikan module Strata Dua (S2) pada tahun 1989 dan berlanjut sampai meraih gelar Doktor dalam bidang Psikologi pada tahun 1993 (KakSeto. unsur pendidikan yang ada dalam lagu-lagu kedua tokoh tersebut adalah bahwa lagu merupakan proses bermain. Suryaningdiah.shtml). Pikiranrakyat. bermain sulap bersama anak-anak.shtml. bahkan lebih dari 140 lagu pendidikan anak sedangkan bu Kasur tidak lebih dari 20 lagu (www. Kutilang untuk anak usia 4 tahun dan Cenderawasih untuk anak 5 tahun. Setelah menyelesaikan kuliahnya (Strata Satu). Selain itu anak-anak dalam bernyanyi bersama juga dapat melatih empati terhadap teamnnya sebab mereka akan tau kapan harus bersuara atau kapan giliran temannya bersuara serta belajar disiplin dan dilatih untuk mengenal irama. Kepiawaian dan kecintaanya kepada dunia anak. beliau bernama lengkap Sadiah yang menjadi seorang istri dari Soerjono (dikenal pak Kasur) dengan dikaruniai 5 orang anak dan 11 cucu. Dengan peran beliau dalam dunia pendidikan anak. seorang Direktur Bank Indonesia. belajar sambil bernyanyi. Disamping itu lagu anak dimaksudkan untuk menanamkan jiwa kasih sayang dan kecerdasan kognitif. Pelaksanaan pembangunan Istana Anak-anak di TMII itu akhirnya dapat berkembang dan menyebar diberbagai cabang di Jakarta dan Bandung di bawah yayasan Mutiara Indonesia karena memiliki peminat yang cukup banyak. ia memperdalam kajian keilmuannya dibidang Psikologi dengan melanjutkan Program Strata Dua di Universitas Indonesia sambil mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak -anak di Taman Mini Indoneia Indah. Oleh karenanya lagu yang diciptakannya terhindar dari huruf R dengan maksud agar bisa dinyanyikan oleh anak balita (www. beliau juga pernah mendapatkan penghargaan antara lain: Bintang Budaya Parama Dharma tingkat nasional. Women of a year dari Italia (www. Kak Seto mendongeng. lagu seperti sayang semua misalnya mengandung unsur pembelajaran sekaligus pendidikan meskipun sederhana (www.Henny Purwonegoro.figurpublik. Dengan bukti ia adalah seorang seorang pencipta lagu-lagu bernuansa pendidikan anak. Dengan kerja kerasnya dan kecintaanya kepada dunia anak. TK yang didirikannya terbagi dalam 3 jenjang yaitu: Parkit untuk anak usia 3 tahun. Pengalaman bersama Bu Kasur adalah merupakan salah satu unsur dari faktor keberhasilan Kak Seto dalam dunia anak hingga saat ini.figurpublik.Psi) pada tahun 1981 (Kak Seto. Hasrat besar dalam mendidik anak juga diobsesikan Bu Kasur dan Pak Kasur dengan mendirikan Taman Kanak-Kanak. Berproses dari kegagalan menjadi seorang dokter serta saran dari pak Kasur dan bu Kasur. Jakarta pada tahun 1983 atas mandat dan kepercayaan dari Ibu Tien Soeharto.com). Kak Seto juga dipercaya untuk membantu dan mengasuh anak-anaknya Soeksmono Martokoesoemo.com)..pikiranrakyat. .Com. Disamping membantu pak Kasur mengelola Taman Kanak-kanaknya di Situ Lembang Jakarta Pusat. akhirnya ia memutar haluan dengan meneruskan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.Com.com) Pak Kasur dan bu Kasur adalah pahlawan dan tokoh pendidikan anak.com). Dari kelima anaknya adalah Sursantio. Karena bu Kasur adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang lahir di Jakarta pada tanggal 16 Januari 1926.ensiklopedi/setomulyadi/index.figurpublik.Download 26 Maret 2007). Suryo Prabowo. maka beliau patut mendapatkan julukan Pakar Pendidikan dan Psikologi anak Indonesia dengan mottonya : bangsa yang besar adalah bangsa .

Selain bergerak dilembaga nasional. pedagang asongan dan pembantu di hotel-hotel. artis baik dilayar lebar maupun acara anakanak diberbagai tempat seperti mall. ia diterima bekerja di Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. Selain menjadi tenaga pengajar beliau juga aktif dan kerap menjadi pembicara dalam seminar. Pendirian Trauma Center ini ditujukan untuk menangani gangguan traumatis pada anak-anak Aceh yang menjadi korban bencana alam Sunami yang dahsyat tersebut. Kak Seto mulai bekerja menjadi orang kepercayaannya Ibu Tien Soeharto untuk mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah. Anggota Creative Education Foundation semenjak tahun 1993 sampai sekarang. bisnismen. Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia pada tahun 1983. B. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah Kak Seto memiliki berbagai aktifitas selain sebagai tenaga pengajar atau Dekan diperguruan tinggi.yang mencintai anak-anak dan berharap supaya semua orang menganggap setiap hari adalah hari anak. Anggota World Council for Gifted & Talented Children semenjak tahun 1994 sampai dengan . saat itu.1985. Aktifitas yang dimaksud adalah aktifitas di lembaga sosial dengan mendirikan sekolah Taman Kanak – Kanak Mutiara Indonesia. Kak Seto mengalami kegagalan dan penderitaan dengan menjadi kuli. Ancol. Kak Seto bekerja menjadi dosen di Universitas Tarumanegara.com) Sejak tahun 1983. Untuk itu aktivitas yang diperankan Kak Seto menjadikan dirinya dinobatkan sebagai ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998 hingga sekarang dan bersama dengan pemerintah merealisasikan pembentukan Trauma Center di Aceh. dengan bukti antara lain beliau pernah menjabat sebagai: 1. educator. Selain bertugas menjadi asistennya Pak Kasur Kak seto juga bekerja menjadi pembantu dan pengasuh anak di rumah Direktur Bank Indonesia. baik menyangkut tindak kekerasan terhadap anak ataupun penindasan dan pelecehan. Kak seto adalah tokoh pemerhati anak-anak dan giat membela anak-anak.tokohindonesia.akan tetapi setelah ia bertemu dengan ibu Kasur dan pak Kasur. Taman Mini. Setelah diselesai Program S3-nya dan sebagai pakar Pendidikan Anak dan Psikologi. 5. Karir dan Pengabdian Pertama kali merantau di Jakarta. 2. dan sebagainya. Pada tahun 1982 sampai dengan sekarang dan juga membentuk dan mengetuai Yayasan NakulaSadewa yang menghimpun anak-anak kembar yang berasal dari keluarga kurang mampu semenjak tahun1984 sampai sekarang. Jakarta. Anggota International Society for Twins Studies sejak tahun 1985 sampai sekarang. Kak Seto juga merambah ke dunia internasional dalam aktifitas pengabdiannya terhadap dunia anak. 4. menulis artikel. Jakarta dan kelompok bermain Istana Anak-anak di yang dikembangkannya sambil menyelesaikan kuliah Strata Dua di Universitas Indonesia Fakultas Psikologi. Hal ini dilakukan karena Kak Seto memiliki sebuah prinsip dalam berKreativitas yakni Kak Seto sebagai SEBOA (saintic. Yogyakarta dan tempat lain yang terkena bencana alam. Selain Beliau juga sebagai bisnismen. Soeksmono Martokoesoemo hingga selesai kuliah S1 (Kak Seto. dan buku – buku tentang Pendidikan anak hingga akhirnya menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta pada tahun 1994 sampai 1997 (Wawancara 20 Januari 2007). yang akhirnya Kak Seto menjadi asisten Pak Kasur. Director at-large International Council of Psychologists tahun 1985 3. organisatoris dan sekaligus menjadi artis) (Wawancara 20 Januari 2007). Praktisi yang digeluti Kak Seto pada dunia anak merupakan aktifitas yang berasal dari didikan pak Kasur. Jakarta Pusat. www. Play group.

Pendiri Sekolah Rumah (homeschooling) dan sekaligus sebagai ketua Assosiasi Homeschooling sampai sekarang. New York. sehingga beliau mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Itulah wujud peran Kak Seto dalam menjalin kecintaannya terhadap dunia anak. 5. Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998. perhatian. ruang kelas. Yang kemantapan itu makin terlihat di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI. kategori Contribution to World Peace dari Jaycess International yang diberikan pada tahun 1987. 7. Ketua Yayasan Asah Pena Indonesia.sekarang. Diantara berbagai penghargaan yang pernah diraihnya antara lain : 1. Kehidupan yang dijalaninya dengan keoptimisan yang luar biasa. Sebagai Orang Muda Berkarya. ruang permainan anak dan semua ruangan didekorasi dengan berbagai warna yang ceria dan benar-benar membuat anak merasa dialam fantasi mereka. 2. bersama Henny Purwonegoro. 6. 2005: 63). C. Dan masih banyak lagi penghargaan yang tidak dapat diuraikan pada penelitian ini (Kak Seto. kolam renang mini. Memacu Bakat dan Kreativitas Buku ini merupakan usaha penulis yang telah diterbitkan pertama pada tahun 1998. Peace Messenger Award. The Golden Balloon Award. bermain sulap bersama anak-anak. hingga akhirnya Kak Seto dapat menggondol gelar sarjana Psikologi. Dengan membaiknya keadaan ekonomi dari hasil jerih payahnya. 2005: 62-63). Kak Seto mendongeng. 3. Dunia anak yang digeluti Kak Seto merupakan keniatan dan kemantapan hati semenjak ia bertemu dengan Pak Kasur. Ketua Yayasan Nakula dan Sadewa. terkait dengan pendidikan dan cara mengasuh anak antara lain sebagai berikut: 1. Penghargaan ini diberikan oleh Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar pada tahun 1987. kategori Social Activity dari World Children’s Day Foundation & Unicef pada tahun 1989. 4. Sehingga dalam pengabdiannya itu mendapatkan berbagai pengalaman mengenai perilaku dan berbagai corak kepribadian anak. Diantara hasil karya tulisnya yang pernah dipublikasikan dan yang dapat penulis temukan. New York. dan masih banyak jabatan yang pernah dipegangnya hingga penulis tidak mampu melacaknya secara fact (Kak Seto. belajar sambil bernyanyi. dan pembelaan kepada anak-anak banyak sekali dilakukan. Naskah buku ini memberikan gambaran yang lebih mudah dimengerti mengenai konsep Bakat dan kreativitas yang tersusun dalam cerita anak – anak yang disertai dengan berbagai contoh pribadi anak yang . Atas pengabdian dan kecintaan Kak Seto pada dunia anak-anak sampai kapan joke akan terus dilakukannya. Penghargaan ini merupakan wujud kategori Pengabdian Kak Seto pada dunia anak-anak yang diberikan dari Presiden RI pada tahun 1987. Dengan menciptakan beberapa lagu anak-anak dan memerankan bonekanya (Si Komo) sehingga ia joke makin lekat dengan anak-anak. Kak Seto juga aktif terhadap kegiatan penelitian yang telah dilakukannya sekitar tahun 1981 sampai dengan sekarang. Kak Seto mengundurkan diri dari keluarga Soeksmono dan membangun tempat tinggal di daerah Cireundeu serta memanfaatkan tanah seluas 2000 scale persegi untuk dibangun sarana bermain anak-anak seperti halnya perosotan atau ayunan. The Outstanding Young Person Of The World. Karya-Karya Kak Seto Mulyadi Aktifitas yang telah dilakukan oleh Kak seto berkaitan dengan pengabdian. Melalui aktifitas tersebut. 8.

Hidupkan Kembali Tokoh Komo. 27 Nov 2005. aktifitas tulis menulis Kak Seto juga telah di publikasikan diberbagai surat kabar. Kreatif Matematika 4-6 tahun. Membesarkan Anak dengan Senyum. 2. Gerbang. Minggu 7 Agustus 2005. Buku Inspiratif bagi semua orang tua untuk membantu anak mengelola emosi secara positif. Com. 7. majalah.kreatif serta pola pengembangan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. Homescholling sebagai Pendidikan Alternatif. Suara Karya. Buku ini merupakan cara kreatif untuk memperkenalkan sains/ilmu pengetahuan kepada anak-anak usia 4-6 tahun dengan menampilkan benda-benda atau kegiatan anak-anak dalam keseharian hidupnya. Sekolah Jadi Penjara Bagi Anak. Rangsang si Kecil Untuk Aktif Berkreasi dengan PC . Cerdas Bukan Hanya Pintar Matematika. Joging Sambil Berlatih Bicara. 24 Juli 2006. Hidayatullah. Bermain dan Kreativitas : Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain yang terbit tahun 2004. Com. Disertai tips memperkenalkan pengetahuan kepada anak. Kak Seto juga menciptakan berbagai hasil karya non tulis baik untuk media pembelajaran terhadap anak usia prasekolah maupun yang bersifat komersial. 4. Buku ini tidak hanya memaparkan tips dan strategi mengelola amarah pada anak. 11. serta pengembangan cerita dan penambahan tokoh baru yaitu Komi sebagai komodo berwarna hijau. Tokoh Sikomo memiliki beberapa . 6. 3. akan tetapi juga menawarkan prinsip dan berbagai strategi di dalam mencerdaskan emosi anak. 7. 6. Selain itu buku ini juga memberikan penajaman dan kelanjutan dari buku yang berjudul memacu bakat dan kreativitas anak. . Kimi komodo berwarna kuning. serta Kimo yang memiliki warna merah muda yang ketiganya disingkat menjadi KOMIMO (Suara Karya.p 8-10. Lampu Hijau Untuk Homeshcoolling. 24 Juli 2006: 18). makalah. hal 18. Suara Merdeka. 08 Mei 2006. Juni 2006. Bila Anak SD Menulis Buku. 9. Hidayatullah. Sekolah Bukan Tempat yang Menyenangkan (Kurikulum Sekolah Terlalu Memberatkan). 13. Juli 2003. 12. Anak Bukan Untuk Guru. internet dan berbagai Koran antara lain : 1. 3. 5. 10. Sahabat dan Guruku. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya. Senin. Jum’at 09 Sep 2005. Diantara hasil non tulis yang dimaksud adalah Boneka besar Sikomo. Suara Karya. p17-20. Home Scooling. anak pra sekolah dan kegiatan bermain. jurnal serta telah diseminarkan diberbagai lembaga pendidikan baik Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi. Kreatif Sains 4-6 tahun. 05 mei 2006. 2. Erlangga. Pikiran Rakyat. 8. Berisi tentang psikologi perkembangan anak yang menjelaskan tentang perkembangan fisik otak dan intelektual anak/tahapan perkembangan usia anak ( 0-12) tahun. 05 Desember 2005. 5. 08 Mei 2006. Suara Karya. Sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas. Panduan Perkembangan Anak. 4. Buku ini juga memaparkan belajar Matematika dengan indication kreatif anak-anak. Selasa 18 Mei 2004. Anakku. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan pada Anak Usia Dini. Tulisannya dalam bentuk artikel atau makalah dalam majalah. Selain dipublikasikan dalam bentuk buku. . Kompas. Naskah buku ini berisi beberapa konsep tentang kreativitas. Tetapi Guru Untuk Anak.

Kontribusi kreativitas bagi pembentukan karakter dan kualitas masa depan peradaban umat manusia tidak bisa dipungkiri. hidup sederhana dan saling menolong. dan sebagainya. 1993: 28) Berfikir reaktif disekolah dapat dilihat dari aktifitas sekolah yang lebih mudah meletakan dan memberikan lembar kerja siswa. Bila seorang anak melakukan aktifitas kreatif untuk dapat mewujudkan diri. apalagi dinafikan. buku teks dan tulisan dipapan tulis yang dihadapkan murid-murid. apalagi pola berfikir kreatif merupakan bentuk pemikiran sampai saat ini masih kurang mendapatkan perhatian dalam pendidikan formal. banjir lagi. Tetapi berfikir proaktif yang berarti anak didik disekolah harus keluar kedunia nyata dan bertindak secara langsung sangat jarang sekali dilakukan. Selain itu Kak Seto juga memproduk beberapa bentuk dongeng yang beragam dan berbagai bentuk mainan anak-anak seperti kereta kayu mainan. Ebo adalah Elang bondol dari Jakarta yang semua nama disingkat menjadi ABCDE. Datu yang merupakan Badak bercula satu. Menurut Kak Seto. Artinya bahwa seorang anak akan memiliki kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. Karena dengan kreativitas seseorang mampu memberikan solusi dan kemajuan hidup. hingga menyajikannya. mengemukakan bahwa kreativitas penting dalam kehidupan serta perlu dipupuk dan dikembangkan sejak usia anak-anak. kreativitas atau creativity quotion (CQ) merupakan aktifitas yang dimiliki oleh otak kanan yang lebih mudah dikembangkan dari pada IQ (wawancara. Torrance juga berpendapat bahwa daya imajinasi. Beki yang merupakan ayam Bekisar. (). kemudian meminta mereka memberikan reaksi terhadap apa yang ada dihadapan mereka. Cendi yaitu Cenderawasih dari Papua. kreativitas juga dapat menjadikan seseorang mampu melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah serta memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya. pokok serta tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. memanagement pengeluaran proses memasak. Selain manfaat kreativitas yang telah ditawarkan Utami Munandar diatas. Dengan bukti bahwa sekolah lebih mengedepankan aspek berfikir reaktif dan mengesampingkan indication berfikir proaktif (Edward De Bono. serta berbagai lagu anak anak seperti sikomo lewat. Lebih lanjut Utami Munandar (1992: 45). Padahal berfikir proaktif tentunya akan akan mampu menambah suatu pengalaman tertentu bagi anak Selain itu kreativitas perlu dikembangkan karena dilatarbelakangi bahwa dengan berkreasi seorang anak dapat mewujudkan dirinya sendiri untuk mandiri dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Kesemua nama dan cerita Sikomo tersebut ditayangkan guna memberikan pendidikan karakter positif untuk anak karena tokoh-tokohnya adalah anak yang riang gembira. Selain itu. BAB III KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH Kreativitas merupakan bagian yang penting. bersahabat. rasa ingin tahu. . seperti Ano yang berbentuk Anoa. maka secara langsung anak akan mencoba berfikir kreatif. Atau berfikir ini juga dapat dianalogikan dengan menikmati makanan direstoran yang semuanya sudah dihidangkan didepan kita tanpa susah dan berfikir untuk membeli bahan makanan atau minumannya.teman yang merupakan hewan-hewan Indonesia. 20 Januari 2007). hingga akhirnya anak-anak akan mendapatkan kepuasan dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. dan orisinalitas dari subyek yang kreativitasnya tinggi dapat mengimbangi kekurangan dalam daya ingatan pada diri seseorang hal ini sebagaimana yang dikutip oleh Utami Munandar ( 2002: 10). jam kayu Kreatif. mengolah bahan.

rangsangan yang diberikan ditahun-tahun pertama kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. belajar. politik maupun dalam bidang sosial dan budaya. Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. ditumbuhkan dan dikembangkan semenjak anak usia prasekolah. yaitu mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari aspek pribadi (person). kesehatan. adalah hal yang wajar bahkan merupakan suatu keharusan. Selain itu pendidikan juga bertanggung jawab untuk memandu. 2004: 11). Akibatnya. terutama bagi pembangunan masa depan bangsa dan negara. Kreativitas Anak Usia Prasekolah 1. sebelum lebih lanjut membahas tentang upaya pengembangan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari strategi 4 P. Pengertian Kreativitas Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan individu. bentuk aktifitasnya hanya menunggu komando. sehingga hidup hanya bersifat statis. Menurut David Chambell (1986: 11). Upaya mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah.Sebab IQ sangat dipengaruhi oleh faktor pembawaan. berguna (useful) dan dapat dimengerti (understandable). proses (process). produk (product). baik dalam bidang pendidikan. pasif serta tidak memiliki inisiatif untuk maju dan berkembang. Pada bab ini akan penulis paparkan terlebih dahulu mengenai konsep kreativitas anak usia prasekolah dan ciri-ciri anak yang kreatif. Dengan pendidikan. rasa malu yang berkelanjutan. secara otomatis kreativitas manusia diperlukan guna menjawab bahkan sekaligus sebagai alternatif dalam mengembangkan ide dan memecahkan persoalan dalam berbagai hal kehidupan. Apabila mekanisme tersebut tidak dirangsang oleh lingkungannya pada saat yang tepat maka akan sulit dihidupkan kembali di masa-masa berikutnya meskipun dengan menggunakan rangsangan yang sama. bahwa kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. Apalagi dengan bermacam-macam tantangan. menghargai. ekonomi. anak tersebut akan mengalami kerugian seumur hidupnya seperti tidak percaya diri. apabila kreativitas dirangsang. bahwa didalam otak anak-anak terdapat suatu mekanisme (sikap kreatif) yang hanya dapat dihidupkan dalam satu masa tertentu saja (Kak Seto. Berawal dari konsepsi tersebut. A. Kak Seto memiliki ide-ide yang tema sentralnya adalah mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya atau peserta didik. membina. Pendidikan pada umumnya bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik guna mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal. mengembangkan dan meningkatkan bakat serta kreativitas seseorang. kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru (novel). pendorong (press). berfikir kreatif sangatlah dibutuhkan. Selain usia anak prasekolah yang tergolong masih suci. Kreativitas sebagai hasil karya baru (novel) berarti sesuatu yang bersifat inovatif. Di dalam segala aspek kehidupan. Para ahli juga mengungkapkan. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. seseorang mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya terhadap kebutuhan diri sendiri dan masyarakat. belum ada . Sedangkan kreativitas dapat dikembangkan melalui dorongan dan kondisi lingkungan disekitar anak. kerja keras dan genetik. Oleh karena itu.

yang berarti pembuatan. Halpern mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu aktifitas kognitif atau proses berfikir untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang baru dan berguna atau new ideas and useful (Suharnan. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. Sedangkan menurut budaya sesuatu dianggap baru jika gagasan itu belum pernah dijumpai dilingkungan masyarakat. Berfikir di hutan menurut De Bono meliputi tiga hal pokok yakni pencarian. meski ditempat lain mungkin orang lain telah menghasilkan gagasan yang serupa namun hal itu terjadi secara kebetulan. memecahkan masalah. Sedangkan istilah dapat dimengerti (understandable) merupakan suatu hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat dilain waktu. means to create. Senada dengan pengertian kreativitas diatas. pemecahan. mendorong.sebelumnya. mengatasi kesulitan. Sedangkan pemecahan kreatif merupakan ide. menarik. Kriteria baru dapat mencakup dua perspektif. memperlancar. as good as slight skill. pemecahan kreatif dan lubang keberuntungan (David Cambell. gagasan. mempermudah. Proses berfikir kreatif dapat pula dianalogikan sebagaimana berfikir dihutan untuk menghasilkan sebuah pola berfikir divergen. 1991: 45-46). Conny. Makna kreativitas yang dimiliki manusia sesuai dengan sifat Al-badi’ berarti bahwa kreativitas manusia tidak bersifat sebagai pencipta murni tetapi kreativitas yang bersifat mengembangkan. gagasan. Berfikir dihutan berarti berfikir kreatif yang mengandung perubahan arah dan situasi. berfantasi (mengangan-angan sesuatu yang difikirkan) untuk mencipta suatu karya atau ide-ide tertentu. 2005: 373). yakni: pertama suatu gagasan dikatakan kreatif apabila memiliki kriteria baru didalam beberapa aspeknya. memiliki makna sesuatu yang bersifat lebih enak. 1986: 12-13). Artinya bahwa imajinasi dapat menjadikan seorang anak berkembang pemikiran dan penalarannya. segar. Sedangkan Istilah kreativitas menurut JB. mampu untuk berbuat. Imajinasi dalam pengertian ini adalah suatu bagian dari pikiran yang berdaya. mendidik. penyelesaian perkara atau cara kerja baru. mencari celah atau jalan keluar dengan berbagai jalan dan cara untuk memecahkannya hingga akhirnya memperoleh lubang keberuntungan. (Suharman. yaitu secara psikologis dan budaya. keahlian sebagaimana biasanya (Semiawan. yang berdaya cipta. Menurut Anna Craft (2004: 2) pikiran yang berdaya adalah suatu pikiran yang menghindarkan diri dari jebakan keadaan. Kreativitas bila dipandang dari aspek psikologis tentunya memiliki kemiripan dengan sifat Allah yang maha pencipta yang dinamakan dengan sifat Al-badi’ (Hasan Langgulung. angan-angan. aneh dan mengejutkan. 2005: 373). penunjukan angan-angan. . Apabila dilihat dari definisi tersebut maka ada dua hal yang penting yang perlu diberikan penjelasan. Berguna (useful). mendatangkan hasil lebih baik/banyak. pemecahan masalah secara khas yang akan mampu membawa seseorang kearah baru. pemecahan kreatif berada pada posisi disekeliling pencarian. talented display imagination. Lubang keberuntungan merupakan lubang kecil pada jalan pencarian yang membawa langsung ke ide. penyelesaian dan cara kerja baru. Sykes berasal dari kata sifat artistic yang berarti creating. 1995: 12). gagasan. Dari pengertian tersebut aktifitas kreatif tentunya merupakan sebuah kesengajaan yang dilakukan seseorang dari sebuah proses imajinasi. mengembangkan. lebih praktis. mengurangi hambatan. Yang dimaksud kreatif dalam perspektif psikologis adalah suatu gagasan yang baru atau strange apabila pemikir sendiri belum pernah menghasilkan gagasan itu. Terkait dengan berfikir dihutan. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. Pencarian adalah suatu jalan untuk menemukan ide. pemecahan masalah. sehingga mampu berfikir dan berkhayal yang diwujudkan dalam bentuk kerja keras untuk memperoleh sesuatu.

namun hanya dimiliki oleh Allah semata dinamakan dengan sifat AlKholiq (pencipta). Maka kreativitas perlu dikembangkan sejak dini. tiada Tuhan kecuali Dia. QS. Al.Imron 6 sebagai berikut: . Ya-sin 81. Al-Kholaq (pencipta) dan Al-Musowwir(pencipta/penggambar). cara baru dan penemuan. ciri-ciri orang kreatif secara umum dikelompokan menjadi tiga kategori yakni ciri-ciri pokok. pemecahan. terhindar dari jebakan. QS. fleksibilitas konseptual. Al-An’am 101). Ali. Dialah maha pencipta dan maha mengetahui ( QS. : ) 81) Bukanlah yang menciptakan langit dan bumi sanggup mencipta seperti itu. Itulah Tuhanmu. dapat diambil suatu benang merah bahwa kreativitas tentunya memiliki pengertian yang tidak terlepas dari prinsip pribadi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu. Yang termasuk ciri-ciri pokok yang dimiliki oleh anak yang kreatif antara lain: memiliki kelincahan mental untuk berpikir dari dan ke segala arah. didalam mendidik anak prasekolah yang memiliki daya imajinasi yang tinggi. Berdasarkan berbagai pengertian diatas. Hal ini dijelaskan dalamQS Al-An’am ayat 101 yang berbunyi: : ) 101) Artinya : Pencipta langit dan bumi. Ciri-Ciri Kepribadian Anak Kreatif Menurut para ahli. Dialaha pengurus segala sesuatu (QS. Hal ini disebabkan berfikir kreatif sesungguhnya merupakan sebuah pemikiran yang melibatkan proses berfikir secara divergen (lebih dari satu jawaban). Dan Ia mencipta segala sesuatu serta Ia mengetahui segala sesuatu (QS. Ciri-ciri pokok merupakan sebuah kunci untuk melahirkan gagasan.An’am 102).meneruskan. 1991: 46). Ali Imron 6). . dengan ditandai oleh fluency (kelancaran). bagaimanakah ia bisa beranak padahal ia tidak beristri. Sesuai dengan pengertian tersebut.An’am 102. Pencipta segala sesuatu. 1986: 27). Yasin 81). Al. newness (baru) serta elaborasi (mengembangkan) dalam berfikir. Tiada Tuhan kecuali Dia yang maha mulia dan bijaksana (QS. 2. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-QS. Akan tetapi kreativitas yang bermakna daya cipta yang baru/original serta belum pernah dihasilkan oleh manusia. ciri-ciri yang memungkinkan dan ciri-ciri sampingan (David Chambell. mengkombinasikan dari sesuatu yang telah ada sebelumnya (Hasan Langgulung. memiliki berbagai ide serta diperlukan dorongan dari berbagai lingkungan sehingga mampu menghasilkan sebuah produk tertentu baik baru ataupun kombinasi. Sedangkan aktifitas atau proses kreatif digunakan untuk menghasilkan pikiran yang berdaya. mampu berkembang dan memiliki segudang ide dan gagasan yang produktif dan menghasilkan solusi. : ) 6) Artinya: Dialah yang menggambarmu didalam rahim sebagaimana is kehendaki. fleksibility (kelenturan).

Ciri-ciri pokok yang digunakan untuk melahirkan gagasan. Sedangkan ciri-ciri yang memungkinkan merupakan sebuah ciri yang membuat seseorang mampu mempertahankan ide-ide kreatif yang telah dihasilkannya. Dari kelincahan mental yang dimiliki individu diharapkan akan mampu melihat masalah atau perkara dari berbagai arah.orisinilitas. 1985: 28). Ciri-ciri ini bisa dilihat pada seorang anak yang memiliki kemampuan untuk bekerja keras. Dari hal tersebut dinyatakan bahwa tiap individu mampu berkembang dan berfikir kreatif. senang berpetualang. pikiran dan kegiatan panca indera. lebih menyukai kompleksitas dari pada simplisitas. Berbagai ciri-ciri anak yang kreatif seperti dijelaskan diatas. Anak usia prasekolah adalah individu yang mampu bergerak dan berfikir. kata-kata dan khususnya melihat hubungan-hubungan yang tak biasa antara ide-ide. 3. Yang termasuk ciri-ciri sampingan adalah individu yang tidak pernah mengambil pusing apa yang dipikirkan orang lain dan kekacauan psikologis. lambang-lambang. memiliki kecakapan dalam banyak hal. Urgensi Kreativitas Kreativitas sangat penting untuk dikembangkan sejak anak mencapai usia prasekolah. antara lain: anak memiliki inisiatif dalam berfikir. Kedua. mampu berkomunikasi dengan baik. seseorang cenderung untuk mengtahui perasaan. memiliki minat yang luas. maka seseorang dapat mengetahui berbagai perhubungan diantara keduanya. Karena pada prinsipnya manusia hidup dapat dinyatakan dengan tiga kepribadian alami. apabila terdapat dua ide atau tanggapan. maka anak yang memiliki kreativitas tinggi relatif aktif terhadap keadaan maupun impulse yang ada sehingga berkeinginan untuk mencoba. gagasan-gagasan. Selanjutnya adalah ciri-ciri sampingan yakni tidak langsung berhubungan dengan penciptaan tetapi berupaya untuk menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup tetapi kerap mempengaruhi perilaku orang-orang kreatif. Karena kelincahan mental merupakan salah satu kemampuan untuk bermain-main atau mencoba dengan ide-ide. pemecahan. Menurut Utami Munandar (2002: 56). imajinatif. pribadi kreatif yang dimiliki oleh anak prasekolah dicirikan dengan beberapa hal. pantang menyerah. . Sebagaimana diungkapkan oleh Spearman bahwa: pertama. ingin tahu. Dengan menggunakan indera dan anggota tubuh lainnya. 1995: 20). memiliki arah hidup yang mantap. berani dalam pendirian dan keyakinan. membentuk dan menghasilkan sebuah produk tertentu serta tidak mudah menyerah dengan pekerjaan yang menantang/berpetualang. ingin tahu. berpikiran mandiri. gagasan. maka akal dapat sampai kesuatu tanggapan lain yang memiliki hubungan itu juga (Cony Semiawan. ulet serta tidak bersedia menerima pendapat orang lain bila tidak sesuai dengan keyakinannya. Selain itu. konsep. bersedia mengambil resiko. bersibuk diri terus menerus apa yang disukainya. cara baru dan penemuan diawali dengan kelincahan mental (mental agility) untuk senantiasa menerapkan pola berfikir divergen. memiliki keingintahuan intelektual yang besar serta kaya akan entertainment dan fantasi. Torrance sebagaimana dikutip Utami Munandar (2002: 56) juga mengatakan ciri-ciri individu yang kreatif dalam lingkungan masyarakat dapat ditunjukan dengan sifat berani dalam pendirian dan keyakinan. percaya diri. dan sebagainya ( David chambell. intuitif. ketiga. Kelincahan mental untuk berfikir dari dan ke segala arah (divergent thinking) dapat dilakukan oleh tiap individu. mandiri dalam berfikir dan dalam memberi pertimbangan. segi dan mengumpulkan berbagai fakta yang penting dan mengarahkan fakta itu pada masalah atau perkara yang dihadapi dengan cara memerankan hubungan antara ingatan. kesadaran serta apa tujuannya. jika seseorang mengenali tanggapan dan hubungannya. anak beraktifitas sesuai dengan apa yang diinginkannya. mandiri dalam berfikir. Gerakan tubuh yang dilakukan anak sebagian besar tergantung dari peran motoriknya. memproses.

Artinya apabila seseorang yang mampu untuk berkreasi. Melihat sisi penting perlunya kreativitas dikembangkan semenjak anak prasekolah. tetapi kreativitas terdapat dalam seluruh jenis aktifitas kemanusiaan dan fisik (Amal Abdussalam Alkhalili. Begitu sebaliknya. urgensi kreativitas menurut Hasan Langgulung (1991: 112) adalah: pertama. Seperti diungkapkan Renzulli yang dikutip Cony Semiawan dkk (1990: 67) dalam bagan sebagai berikut: Komitmen pd tugas kemampuan rata rata . yaitu dorongan untuk mengatasi tantangan. yakni kreativitas sebagai proses yang mengandung pengetahuan terperinci tentang bidang dan pengetahuan asas yang terkandung didalamnya. Kreativitas pada diri individu memiliki urgensi yang pokok bagi kehidupan. yaitu dorongan untuk mencapai hasil kerja dengan kualitas tinggi. kreativitas berperan sebagai proses intelektual. berprestasi. Artinya bahwa seseorang anak akan mampu memandang sesuatu yang baru pada yang lama dan setiap harinya merupakan hari perubahan atau kelahiran baru baginya dalam segala hal serta memiliki gaya hidup yang dinamik. secara otomatis organ tubuh berupa otak. kreativitas memiliki berbagai urgensi bagi anak prasekolah yaitu sebagai berikut: a. Kreativitas sebagai jantung inovasi Kreativitas sebagai jantung inovasi memiliki pengertian bahwa suatu inovasi tidak akan bergerak normal tanpa adanya kreativitas. Dengan demikian. 2005: 380). Kemudian sel otak akan tumbuh sampai 90% dari berat maksimal. www. karena anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses berfikir. kreativitas menjadikan anak mampu mencipta karya tertentu. untuk maju dan berkembang. publication nova. Jika berat otak dewasa ratarata 1400 gram. menguji hipotesa serta menyampaikannya kepada orang lain. Jackson serta Edwards dan Taylor (1961). kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak usia dini dengan tidak terbatas pada bidang seni atau ilmu pengetahuan semata. ketiga berkompetensi. jumlah sel otaknya sudah mencapai 66% dan beratnya 27% dari berat maksimal. kekuatan fisik dan hati akan bersatu untuk memperoleh: pertama. Apalagi di usia sekitar 2-4 tahun separuh perkembangan intelektual anak telah berlangsung dengan baik. Ketiga. Selain hal diatas. Utami Munandar (1992: 45) juga mengungkapkan bahwa kreativitas perlu dipupuk dan dikembangkan karena dengan berkreasi seseorang dapat mewujudkan dirinya. Sehingga dari ketiga hal tersebut merupakan salah satu bagian penting dari kebutuhan manusia.Tahapan awal kehidupan anak merupakan tahapan penting. Nursito (1999: 34-35) mengutip pendapat Getzels. Lebih lanjut Ali Khomsan juga menjelaskan bahwa ketika bayi baru lahir. kreativitas sebagai gaya khas dalam hidup. Artinya diusia ini memang masa perkembangan otak sangat cepat.com). maka diusia 2 tahun. Karena menurut pembagian kerja tubuh. meletakan hipotesa-hipotesa. bahwa siswa (anak) yang berkemampuan kreatif tinggi pada umumnya mampu melakukan tugas dengan sama baiknya dengan para siswa/anak yang ber-IQ tinggi dalam feat test. Kedua. kedudukan kreativitas memiliki peran sepertiga dari bagian yang lain untuk mewujudkan bakat yang dimiliki seorang anak. kedua. semakin tinggi kreativitas seseorang jalan kearah inovasi semakin lebar pula. berat otak anak sudah mencapai 1200 gram. berafiliasi yakni dorongan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif. Oleh karena itu diusia 2 tahun ini biasa disebut sebagai masa keemasan (golden age) (Ali Khomsan.

Disamping itu anak-anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga pada akhirnya mereka akan lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan-tantangan dimasa depannya kelak. Berfikir divergen tepat digunakan dalam menghadapi berbagai persoalan. mencari jawaban. . Karena anak akan lebih berani mengungkapkan gagasan kreatifnya. bertanya untuk memunculkan ide baru/memecahkan persoalan. bereksperimen. menggunakan waktu. Melalui kegiatan seperti ini. Sedangkan bakat menduduki posisi kecil dari keberhasilan seseorang. diantaranya bermain. bertanya. Tahap persiapan menurut Wallas adalah suatu tahap berorientasi tugas ketika seseorang melakukan riset dengan membaca. Karena kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk memberikan gagasan-gagasan dan menerapkannya dalam pemecahan masalah yang di lakukan berdasarkan ciri-ciri aptitude dan non aptitude. inkubasi. bereksperimen. anak prasekolah mencoba menjadi dirinya sendiri. 2002: 59). Berfikir Kreatif menurut para ahli merupakan proses berfikir secara divergen. kesempatan serta kemampuannya. Menurut Guilford sebagaimana yang dikutip oleh Suharnan (2005: 377) bahwa proses berfikir divergen (divergent thingking) adalah suatu proses berfikir yang berorientasi pada penemuan jawaban atau alternatif yang banyak. meskipun gerakan yang dilakukannya bernilai imitasi. Yang pokok ialah bahwa kemampuan itu harus cukup diimbangi oleh kreativitas dan tanggung jawab terhadap tugas. b. yakni tahap persiapan. Menurut Wallas. bertualang atau mengumpulkan fakta dan ide seperti yang dikutip oleh Jordan (1997: 54-55). sehingga mampu mencapai kepuasan dan kualitas hidup. Anak kreatif memiliki kemauan dan lebih terpacu dalam belajar. Pemikiran kreatif adalah pemikiran yang menghargai pendapat anak. Artinya bahwa pengikatan diri dari dalam yang berupa motivasi instrinsik untuk bertanggung jawab terhadap suatu tugas. c. bernyanyi. mencoba sesuatu. Dalam tahap persiapan ini. agar kreativitas muncul dalam proses mengatasi suatu permasalahan dan memunculkan ide baru diperlukan empat tahapan. komitmen terhadap tugas serta mengembangkan kreativitas. masa menyimpan informasi yang sudah dikumpulkan. Belajar dengan menghargai pendapat anak akan membuka pengetahuan lebih luas dan berkembang. Berfikir kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan dan mengatasi problem elucidate diperlukan latihan dan pembiasaan bagi anak. dan tentunya proses persiapan menjadi kreatif juga dipengaruhi oleh pengalaman yang dimiliki.KreativitasKK Bagan diatas menunjukan bahwa keberhasilan berprestasi seseorang dalam menjalani kehidupan manakala mampu menggabungkan antara kemampuan yang dimiliki oleh tiap individu. Memecahkan suatu permasalahan diperlukan berfikir secara kreatif. Belajar pada anak prasekolah dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan yang menyenangkan. Sedangkan tanggung jawab/pengikatan diri terhadap tugas menunjuk pada semangat motivasi untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu tugas. mewawancarai orang. Kreativitas sebagai pemecah berbagai problem. seseorang aktif mengolah informasi dengan belajar berfikir. Kemampuan diatas rata-rata tidak berarti bahwa kemampuan itu harus unggul. Tahap inkubasi merupakan tahap istirahat. pencerahan dan pelaksanaan (Utami Munandar. dan sebagainya. Dengan Kreativitas anak lebih terpacu untuk belajar. pengetahuan dan pendidikan. Dengan demikian anak yang berfikir kreatif akan mampu mengembangkan dan menggunakan semua bakat yang dimiliki.

Menumbuhkan kecerdasan sosial pada anak. d. Berfikir divergen akan mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. menangani perselisihan antar teman. B. Untuk memunculkan ide melalui tahap pencerahan. Motivasi intrinsik adalah motiv-motiv yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar.lalu berhenti dan tidak lagi merenungkannya. Mampu memiliki kecerdasan intra personal Anak usia prasekolah memiliki aktifitas pokok yaitu bermain. Tahap pencerahan merupakan gagasan baru yang berpindah dari alam pikiran tidak sadar ke alam sadar. memperoleh simpati dari anak yang lain dan sebagainya. . Sejalan dengan berkembangnya pola pikir kreatif anak. a. anak akan berusaha untuk memilih teman yang dianggap menyenangkan dan membantunya. anak usia prasekolah sudah cenderung berusaha untuk memahami kawannya dan biasanya memilih teman yang disukainya. anak usai prasekolah telah memiliki kecerdasan intra personal. Kecerdasan sosial yang dimaksud adalah anak-anak cenderung untuk memahami dan mampu berinteraksi dengan orang lain atau teman-temannya. originalitas yakni bentuk keaslian berfikir mengenai sesuatu yang belum difikirkan orang lain atau tidak sama dengan pemikiran orang-orang pada umumnya. Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Kreativitas Anak Prasekolah 1. Dalam kelompok bermain. e. seseorang hendaknya mampu mengkondisikan diri dalam keadaan santai dan bebas tekanan. Selain mampu memahami dan berinteraksi dengan baik. yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan yang banyak. mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya. Melalui kecerdasan intra personal inilah anakanak akan senang untuk melakukan introspeksi diri. Motivasi (Press) Yang dimaksud motivasi dalam bahasan ini adalah motivasi intrinsik. Kecerdasan intra personal merupakan kemampuan anak untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. juga termasuk kemampuan seperti memimpin. (flexibility) yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang terdiri dari kategori-kategori yang berbeda-beda atau kemampuan memandang sesuatu (objek. keluwesan berfikir. Sikap kreatif yang dikembangkan sejak masa prasekolah akan mampu menumbuhkan kecerdasan sosial. Tahap yang terakhir adalah tahap pelaksanaan/verifikasi sebagai masa pembuktian seseorang memberi bentuk pada ide atau gagasan baru. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu (Syaiful Bahri Djamaroh. Faktor Internal. Tahap pencerahan/iluminasi yaitu tahap munculnya suatu gagasan baru dalam pikiran untuk menjawab tantangan kreatif yang sedang dihadapi yang seakan-akan ide tersebut berasal dari ketiadaan. Dalam berinteraksi dengan teman seusianya. serta elaborasi yakni kemampuan memerinci suatu gagasan pokok kedalam gagasan-gagasan yang lebih kecil. mengorganisasi. anak prasekolah diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan dengan melibatkan kelancaran berfikir (fluency). Tetapi pikiran bawah sadar berfungsi mengaitkan berbagai gagasan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan disekelilingnya. situasi atau masalah) dari berbagai sudut pandang. Melalui berfikir divergen. Kecerdasan ini adalah suatu kecerdasan yang menunjukan kemampuan untuk peka terhadap dirinya sendiri. kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. anak yang memiliki kecerdasan sosial akan terbiasa menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya.

com). sekolah dan masyarakat.2002: 115). Bahkan setiap indra bagi manusia merupakan suatu lingkungan mikro yang mempengaruhi pikiran. malas berkreasi dan mempengaruhi proses belajar. dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang. peraba. atau pendorong prestasi Pada diri setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya. Dalam pembahasan ini dipaparkan tiga hal yang mempengaruhi pengembangan kreativitas pada anak prasekolah yakni: keluarga. Pengaruh keluarga . 2. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. Mengkonsumsi makanan yang berlebihan akan berdampak pada kegemukan. Sehat dan aktifnya indra pada anak-anak akan mampu memberikan nuansa mental dan psikologis yang berpengaruh pada perilaku dan suasana hati. bahwa banyaknya makanan didalam perut berakibat buruk pada intelegensi seseorang (Syafinudin Al Mandari. Motivasi intrinsik merupakan motiv diri atau keinginan pribadi dari tiap individu sebagai suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau untuk bertindak melakukan sesuatu (Ngalim Purwanto. sosio budaya. Mengembangkan kreativitas anak dipengaruhi oleh impulse dari lingkungan maupun pengalaman yang diterimanya. perilaku orang tua/pendidik. produktivitas dan kapasitas kreativitas (Jordan Ayan. Ketenangan dan kesehatan Setiap situasi menimbulkan perasaan yang disukai atau tidak disukai anak-anak. lingkungan sosial. serta mengatur pola makan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan. pakaiannya dan keberhasilannya dalam periode pertama sampai dewasa. 2003: 101). perasaan. Beberapa hal yang mempengaruhi berkembangnya kreativitas anak antara lain: lingkungan fisik. 2004: 95). Pola asuh yang dimaksud adalah mendidik dan memelihara anak. Selain kedua faktor diatas. Kesehatan anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan konsumsi bahan makanan. dialog. pendengaran. penciuman. Seperti pendapat Imam Ali bin Abi Thalib. Diantara pola asuh yang dimaksud antara lain: memberikan kecukupan ASI ekslusif selama 2 tahun. Menurut Sardiman (1994: 84) motivasi memiliki tiga fungsi yaitu: mendorong manusia untuk berbuat. mengurus makan dan minumnya. Motivasi intrinsik dalam mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah memiliki peran yang sangat penting. pendidikan inner dan eksternal. menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. mengembangkan kreativitas juga dipengaruhi oleh keinginan yang tinggi terhadap sesuatu serta cita-cita yang muncul dari pribadi anak. ( online. Lingkungan Keluarga Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak. b. Perasaan yang tenang serta sehat akan jasmani dan rokhani dapat mempengaruhi proses berkembangnya kreativitas bagi anak. Dorongan-dorongan ini merupakan motivasi authority untuk berkreativitas ketika individu membentuk hubunganhubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya. menentukan arah perbuatan. dan pengecapan. suasana psikologis. Melalui pembangkitan motivasi pada anak prasekolah menjadikan mereka memiliki keinginan dan keyakinan untuk mencoba melakukan sesuatu. 2002: 71). a. Sebab kreativitas dapat dilakukan manakala anak mampu mempersepsi dan mengaktifkan rangsangan melalui indra penglihatan. dan kontrol. untuk mewujudkan dirinya. Faktor Eksternal Faktor eksternal yang dimaksud disini adalah faktor yang berada diluar diri anak prasekolah dimana dia hidup.

Syafinudin Al Mandiri (2004: 1) mengutip pendapat Kak Seto bahwa: Di sekolah. Memberikan keamanan secara psikologis dapat dilakukan dengan tiga proses yang saling berhubungan. komputer dan sebagainya. Sedangkan pemberian kebebasan psikologis berarti memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran ataupun perasaannya. Anak-anak sejak dilahirkan kedunia pertama kali sudah terlibat dalam pendidikan keluarga. Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif pada anak usia prasekolah dalam keluiarga hendaknya selalu memberikan keamanan dan kebebasan psikologis (Utami Munandar. 2006: 30). manusia. sebagai pembimbing hubungan pribadi. 2006: 70). alam semesta. Maksud dari pernyataan itu. Dalam kehidupan rumah pula anak tidak harus merasa bersaing dengan teman-teman sekelasnya disekolah. dan ia bisa langsung mendapat penghargaan jika berprestasi dan mendapat koreksi saat ia melakukan kesalahan. umumnya anak-anak belajar tentang. Rumah adalah tempat pale baik bagi anak (Nano Sunartyo. Sedangkan dirumah. Berbekal dari sikap menerima anak apa adanya dengan tulus (genuine accapetance). tumbuh-tumbuhan. Peran ibu sebagai pendidik dasar sekaligus pengembang kreativitas dirumah dilakukan dengan berbagai sikap dan perbuatan. tidak perlu merasa ketakutan dalam menjawab soal yang diberikan orang tua. antara lain: ibu mampu menjadi sumber dan pemberi kasih sayang. Sikap . Peran keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak bisa juga dilakukan melalui indication pengasuhan ibunya Einstein. anak-anak umumnya belajar melakukan. Ibu yang merawat. Ditempat kursus. Dengan hal itu keluarga merupakan bagian awal keberhasilan pendidikan terhadap anak-anak dirumah. dan pendidik dalam segi-segi emosional. maupun kerabat disekelilingnya.sangatlah besar bagi pembentukan sikap kreatif pada anak. kurangnya perhatian terhadap anak. Dalam lingkungan keluarga anak mendapatkan sentuhan pendidikan dari ayah dan ibunya. karena dirumah anak bisa belajar lebih banyak pengetahuan dan merasa terpuaskan seiring dengan kemampuannya sendiri. Tetapi mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah sangat dipengaruhi oleh pendidikan keluarga yang diterapkannya. Orang tua yang memiliki kesibukan dalam berkarir. membimbing dengan kasih sayang. dan kesabaran serta tidak membebani anaknya (Wahyudin. tidak menjatuhkan harga diri anak meskipun memiliki banyak kekurangan. Kegiatan belajar dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dirumah merupakan bentuk kegiatan yang sesungguhnya. Peran ibu dalam keluarga merupakan pendidikan dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali (Nano Sunartyo. geologi dan sebagainya. sebagai pengatur kehidupan dalam rumah tangga. yakni dengan sikap memaafkan. pemelihara kesehatan serta bertanggung jawab terhadap perkembangan jasmani dan rokhani. hewan. 2003: 12). sebagai pengasuh. mendidik dan bergaul dengan anak harus mampu melaksanakan suasana belajar dalam kondisi apapun. yang membuat anak-anak bisa tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sesuai dengan berbagai potensi unggul yang dimilikinya. Yaitu tentang: hitungan. Model pengasuhan ibu Einstein sangat memungkinkan kreativitas anak berkembang. Yaitu melakukan sesuatu keterampilan tertentu. sebagai tempat mencurahkan isi hati. menguasahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada serta memberikan pengertian secara empatis. sehingga komunikasi antara anak dan orang tua seakan luntur ditelan kepadatan kerja. anak-anak belajar menjadi. 2002: 57). seperti bermain piano. pada akhirnya Einstein bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirinya sehingga ia mampu mengembangkan kreativitasnya. yakni: menerima individu akan kelebihan dan kekurangannya. Yakni menjadi dirinya sendiri sebagai manusia seutuhnya yang unik.

memaafkan yang menyulitkannya. tidak membebaninya. orang tua harus menyediakan lingkungan yang menggairahkan. Dengan demikian apabila ditemukan anak terhenti kreativitasnya. Orang-orang disekeliling beliau bertanya.orang tua semacam ini juga diajarkan Rosululloh SAW melalui sabdanya yang artinya. kerapihan. maka lebih disebabkan karena ketidakwaspadaan orang tua terhadap perkembangan psikologis anak. (Wahyudin. Menurut berbagai pendapat ahli. Anggapan orang tua bahwa semua kegiatan balita hanyalah bermain dan tidak berdampak pada pengembangan kecerdasan juga merupakan anggapan yang salah. betapapun mereka telah menjengkelkan hati kita. lingkungan kedua adalah sekolah. Sehingga anak-anak tidak memiliki cukup kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya. Pemaksaan terhadap anak akan menimbulkan prinsip lain yakni belajar sambil bermainmain. Anak prasekolah yang diterapkan pola belajar dengan prinsip bermain sambil belajar senantiasa tidak merasa tertekan dan dipaksa untuk belajar. Sehingga kreativitas dimungkinkan akan dapat dikembangkan. maka orang tua harus dapat memenuhi kasih sayang serta menjaga dan mengembangkan potensi dasar kreativitas anak. Tetapi kebanyakan orang terkadang . yakni menerima anak apa adanya. yang pada akhirnya anak akan belajar dengan kebahagiaan dan keberhasilan. Dari kedua prinsip tersebut dapat ditarik kejelasan bahwa dalam mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah hendaknya orang tua mampu mengemas belajar dalam lingkungan yang menyenangkan serta penuh kedamaian dan kasih sayang. Karena hal tersebut tidak semata memberi keuntungan pada perkembangan intelek dan kreativitas anak. tidak membebani mereka dengan target-target dan keinginan kita. tidak pula memakinya. b. Karena anggapan seperti itu memiliki implikasi yang sangat tidak menguntungkan yaitu pembatasan terhadap kegiatan mereka dan merupakan faktor yang melemahkan dorongan belajar mereka. Lingkungan Sekolah Setelah keluarga. serta tidak memaki atau memberi julukan-julukan yang buruk kepada anak. dia menerima yang sedikit darinya. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah orang tua harus memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup. Hadits yang diriwayatkan dari Abi Abdillah tersebut mengajarkan kepada kita empat prinsip dalam menghadapi dan mengembangkan kreativitas anak. kata Nabi Saw. 2006 : 23). berpakaian. bagaimana cara orang tua mendidik anaknya ya Rasulullah Nabi Saw menjawab. Mengingat pentingnya tugas dan tanggung jawab keluarga dalam pembentukan anak-anak yang kreatif. Orang tua harus dapat memberikan perhatian yang penuh terhadap hal-hal yang dapat mendukung anak melakukan kegiatan kreatif. Sesungguhnya Allah merahmati orang tua yang membantu anaknya untuk berbakti kepadaya. 2003: 13). memaafkan yang menyulitkannya. Disekolah anak diatur dengan tata aturan yang ada dari mulai disiplin waktu. usia prasekolah merupakan masa yang pale optimal untuk merangsang kemampuan pikir atau dasar belajar pada anak. tapi juga bisa mempererat hubungan orang tua dengan anak. Orang tua seharusnya mencoba menggunakan prinsip-prinsip yang membantu anak-anak agar belajar dengan gembira atau lebih tepatnya bermain sambil belajar (Nano sunartyo. juga mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum sebagai upaya untuk memberikan impulse baru bagi perkembangan kreativitas anak. Untuk mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah. Dengan menerapkan prinsip bermain sambil belajar anak akan menjadi lebih kreatif dan pada saat yang sama anak akan menjadi lebih gembira.

latihan hingga penghayatan. indication pendidikan di Taman KanakKanak seharusnya tidak disajikan secara indoktrinasi. Dari hal tersebut. Dari berbagai tema yang terdapat dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak akan sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan Kreativitas anak. rumah. belajar bagi anak prasekolah hendaknya bersifat fleksibel dan kondisional dengan menghargai kemampuan anak. Untuk itu guru hendaknya mampu berperan tidak sebatas sebagai pengatur dan sumber . Artinya bahwa lembaga pendidikan bagi anak tidak membebani anak. Dengan bermain anak akan merasa senang secara spontanitas sehingga mampu memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. 2006 : 15). keluarga. Sehingga proses pembelajaran dilakukan dengan nyaman. Selain itu pendidik berperan sebagai penampung aspirasi anak agar dapat berkembang bakat. komunikatif dan dialogis antara anak dengan teman maupun gurunya. maka dapat tercapai fungsi sekolah yang baik. pemahaman. Kelompok Bermain dan Penitipan Anak (day care). pesisir serta pegunungan. Artinya module kegiatan belajar dalam Taman Kanak-Kanak bertemakan lingkungan disekitar kita seperti halnya panca indera. find training yang terkemas dalam permainan. menyebalkan akan membuat jengkel dan mengakibatkan anak prasekolah tidak nyaman. Lingkungan sekolah yang baik bagi anak prasekolah adalah bebas dan menyenangkan. Untuk mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Taman Kanak-Kanak terdapat dijalur pendidikan sekolah. namun dengan percobaan (eksperimen). sekolah juga dapat menjadi media yang cukup baik untuk mengajarkan dan membiasakan anak melakukan pembauran dengan orang lain. Di Taman Kanak-Kanak (TK) Kreativitas dapat dikembangkan. api. dan sebagainya. anak akan memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya serta anak bebas mengekspresikan ide-idenya. baik untuk mata pelajaran maupun aspek lain termasuk afektif dan psikomotorik. Pendidikan sekolah merupakan lanjutan dan bantuan dari pendidikan keluarga (Nano sunartyo. rekreasi. 2003: 68).bersikap meremehkan kemampuan anak. Bermain merupakan kegiatan untuk menumbuh kembangkan kreativitas di Taman Kanak-Kanak. gejala alam. kendaraan. Peran guru bagi pendidikan anak prasekolah sangat penting. kecerdasan dan kreativitasnya. 2004: 87). Guru yang otoriter. minat. George W. Selain itu dalam aktivitas pembelajarannya juga telah menerapkan pembelajaan survey/praktek langsung. sekolah. tidak membius pemikiran originalnya. Karena biasanya kita tidak pernah mau mendengarkan pendapat dan kemauan anak (Nano sunartyo. Sebab module pembelajaran di Taman Kanak-Kanak merupakan satu kesatuan module kegiatan belajar yang utuh (Soemiarti Patmonodewo. Guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berkembang tidaknya kreativitas bagi anak. yakni: Fungsi sekolah selain dipandang sebagai stimulan (perangsang) utama berkembangnya kemampuan improvisasi anak. alat komunikasi. makanan dan minuman. serta mampu menanamkan rasa percaya diri dan kemandirian anak (Syafinudin Al Mandari. menakutkan. Adapun bentuk pendidikan bagi anak usia prasekolah meliputi Taman Kanak-Kanak. masyarakat atau lingkungannya (Syafinudin Al mandarin. atmosphere dan udara. Begitu pula dengan suasana bermain aktif. sedangkan Kelompok Bermain dan Penitipan Anak berada dijalur pendidikan luar sekolah. Beadle mengatakan bahwa kebanyakan dari kita selalu memandang rendah kemampuan anak untuk belajar. 2004: 3). pekerjaan. alat transportasi. Apabila proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas anak dilakukan. 2006: 68).

karakter. mengarahkan. yakni kebudayaan yang menunjang. ilmuwan atau tokoh-tokoh dalam bidang lain. menetapkan materi apa yang akan dipelajari anak. memupuk dan memungkinkan perkembangan kreativitas (Utami Munandar. dan mengembangkan aspek kepribadian. mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak. Peran kedua. maka biasanya anak akan memiliki temperamen yang keras. sudah barang tentu udara panas. dan kelebihan yang dimilikinya. Berkembangnya kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat. pemarah.informasi. air. Dengan demikian peran guru sebagai fasilitator secara langsung mempersiapkan fasilitas belajar anak dengan maksud memacu anak untuk berfikir kreatif serta belajar sesuai dengan kemampuan anak yang bersifat fleksibel. bumi. Kreativitas perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Oleh karena itu guru bertindak sebagai pembimbing. intensitas cahaya matahari sangat tinggi. Seperti zaman kebudayaan Yunani. tetapi banyak pendapat para ahli beserta ilmuwan muslim yang mengakui bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan watak. kreativitas dan tingkah laku anak. dan sebagainya. apa hasil yang ingin dicapai. Selain itu. langit. dapat berwujud benda seperti udara. Selain itu . Peran guru sebagai katalisator berarti guru membantu anak-anak dalam menemukan kekuatan. agar anak mampu mengerti dan menemukan kesenangan serta kebahagiaan dalam menjelajahi dunia ilmu pengetahuan. Meskipun didalam ayat Al-qur’an maupun hadits nabi tidak ada satu ayat joke yang menyatakan bahwa faktor lingkungan sebagai faktor pokok yang mempengaruhi pertumbuhan kepribadian dan kreativitas anak. merancang proses pembelajaran. serta daya Kreativitasnya rendah (Maimunah Hasan. Artinya dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh kondisi dan peranan kebudayaan dimasyarakat serta kondisi dari luar yang berinteraksi dengan manusia. 1999: 175). talenta. Anak yang dilahirkan dan dibesarkan didaerah yang beriklim panas. anak-anak diharapkan benar-benar siap menjadi manusia pembelajar yang kreatif. tetapi guru seharusnya berperan sebagai fasilitator dan katalisator bagi anak (Adi W Gunawan. Peran guru sebagai fasilitator bagi anak prasekolah berarti guru di Taman Kanak-Kanak memfasilitasi proses pembelajaran yang berlangsung dikelas maupun diluar kelas. manusia yang siap dan akan terus belajar seumur hidup mereka. Guru mampu mendesain ruangan sekreatif mungkin. bahwa dalam kurun waktu tertentu lebih banyak tampil orangorang yang unggul seperti seniman. masyarakat harus dapat mengusahakan suasana atau iklim yang baik. 2002: 178). Menilik sejarah masa lampau. Oleh karenanya. Akhirnya yang menurut Silvano Arieti dinamakan dengan kebudayaan creativogenic. zaman Renaisance atau Sriwijaya dan Majapahit di Indonesia. Lingkungan Masyarakat Yang dimaksud lingkungan masyarakat sebagai pengaruh dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah mencakup kondisi sosio kultural disekitar anak. c. guru sebagai katalisator dalam mendidik dan mengembangkan kretivitas anak prasekolah. yang menunjang pengembangan kreativitas anak-anak. 2004: 165). Dalam hal ini iklim atau suasana yang baik adalah bahwa anak prasekolah merasa aman secara psikologis serta bebas untuk mengembangkan dan mengungkapkan diri dalam lingkungan dimana ia hidup. emosi serta aspek intelektual yang pada akhirnya anak diharapkan mampu berfikir kreatif. Sebagai contoh anak yang lahir di daerah yang beriklim panas akan sangat berbeda dengan anak yang dilahirkan didaerah tropis/dingin. Tampilnya berbagai tokoh unggulan dalam kurun waktu tertentu agaknya proses kreativitas lebih dihargai dan diutamakan. iklim. turn berfikir apa yang ingin digunakan untuk memeriksa kemajuan anak.

mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan sesama teman. Jerman. Tetapi kreativitas dalam bidang . tetapi ingin menemukan dan mencipta caracara baru untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Kamerun. Selain dengan keluarga. afektif dan generatif. C. Inggris. ide. Atau juga tadabbur alam dengan menghafal suratan pendek dari Al-qur’an. Pengaruh lingkungan terhadap pengembangan kretivitas anak prasekolah lebih besar peranannya. seperti Negara filiphina. Dengan lingkungan mampu memberikan rangsangan kuat pada perasaan. serta tidak melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dalam berkreasi. Zulu dan Indonesia. kerja sama juga perlu dilakukan dengan berbagai pihak. India. dan kegiatan sejenisnya. juga dapat mengantarkan anak kepada tingkatan kecerdasan yang lebih maju seperti para pakar. yakni : 2-4 tahun sering sekali dengan indication berpikir simbolik. Mengembangkan kreativitas perlu penanganan dan dukungan serius dari lingkungan keluarga. RRC. Kebutuhan afektif perlu diperhatikan agar anak prasekolah memiliki sikap positif dalam kehidupan. Sedangkan kebutuhan generatif adalah anak-anak tidak hanya menerima pengetahuan dan keterampilan semata. Aspek kognitif merupakan kegiatan otak untuk mengembangkan keterampilan berfikir sejak usia dini. Pengembangan kreativitas pada anak prasekolah tidak hanya meliputi bidang-bidang tertentu seperti bermain. Jalinan kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan sesama anggota masyarakat. Lingkungan memenuhi suasana hati dan keseluruhan cara memandang hidup bagi anak. Anak usia prasekolah mempunyai kebutuhan kognitif. Bahkan salah satu cara yang pale ampuh untuk melaksanakan upaya kreatif pada anak melalui pembentukan suatu kemitraan antar masyarakat… (Jordan Ayan. Usia prasekolah atau identik dengan istilah praoperasional dicirikan dengan adanya fungsi semiotik. Kegiatan tersebut selain mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) maupun pemerintah setempat. sastrawan dan cendekiawan yang telah menghafal Al-Qur’an sejak kecil (Amal Abdussalam Al-khalili. Selain itu tahap usia perkembangan praoperasional juga dicirikan dengan dua tahapan usia. sehingga anak prasekolah dilatih dan dibiasakan untuk dapat mengerahkan diri dalam belajar. wawasan terhadap orang yang ditemui oleh anak atau kejadian yang dialaminya. seperti kegiatan refresing disertai dengan perlombaan. Artinya bahwa pada kisaran usia ini anak lebih menekankan penggunaan simbol atau tanda untuk menjelaskan suatu obyek yang saat itu tidak bersama dengan subyek. 2005: 285). pendidik profesional. Apalagi melihat mutu pendidikan di Indonesia yang semakin menurun dan jiwa kreatif yang semakin memudar. sekolah maupun masyarakat. al-rihlah al-Ilmiyah. menggambar dan bernyanyi semata. outbond. Maka dari itu dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah hendaknya pendidik ataupun orang tua lebih memahami dan belajar mengendalikannya agar upaya pengembangan kreativitas terlaksana maksimal. 2003: 85). Teknik-Teknik Pengembangan Kreativitas Mengembangkan kreativitas anak prasekolah disesuaikan dengan tingkatan usia dan kemampuan yang dimilikinya. AS. Sedangkan usia 4-7 tahun dicirikan dengan indication berfikir intuisi. pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah dalam masyarakat setidaknya mencakup tiga aspek pokok yakni kognitif.masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mengandung tantangan bagi anak. menggali makna hingga menyebutkan berbagai ciptaan. Dari berbagai elemen tersebut. seperti diungkapkan oleh Hans Jellen dan Klaus Urban dari hasil penelitiannya pada bulan Agustus 1987 terhadap anak usia 10 tahun dengan representation 50 anak di Jakarta menunjukan bahwa tingkat kreativitas anak Indonesia memiliki urutan terendah dari 8 negara lainnya.(Andang Ismail. 2005: 385).

apa yang lemah. Pada masa ini anak berada pada kisaran usia 2-4 tahun. Pemberian pemanasan (Warming Up) Pemberian pemanasan digunakan untuk menumbuhkan iklim atau suasana kreatif di Taman Kanak-Kanak yang memungkinkan anak untuk membuka dirinya. Adapun bentuk pemberian pemanasan disimbolkan secara mental. Selain itu. membuat gagasan sebanyak mungkin. . Seperti orang tua menanamkan kreativitas akan nilai sebuah kejujuran dan keikhlasan tidak semata-mata menyampaikan pengertian. Kemudian si anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa makna dari kejujuran dan keikhlasan. mengembangkan kreativitas pada anak usia prasekolah melalui proses belajar dan menggali sebuah pengalaman. sikap ataupun perbuatan secara simbolis. apa yang salah. lebih bebas. teknik sumbang saran dan teknik pertanyaan yang memacu gagasan (Utami Munandar. misalnya alasan sering terjadinya pertengkaran antara teman disekolah. Hal ini dimaksudkan agar anak semenjak usia prasekolah sudah mengenal nilai-nilai moral. merasa bebas dan aman untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. etika atau nilai-nilai afeksi semata. binatang. Atau dirangsang dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong ungkapan pikiran dan perasaan yang berakhir terbuka. Maksudnya apabila sebelumnya anak didalam kelas dituntut untuk mengerjakan berbagai tugas yang berstruktur. Dari pemberian pendidikan tersebut. diperlukan berbagai indication pendekatan ataupun strategi pengembangannya. tetapi mencontohkan/mengaplikasikan secara langsung sikap jujur dan ikhlas tersebut. bagaimana (Utami Munandar. kebebasan dalam memberikan gagasan. mengerjakan tugas lainnya yang hanya mempunyai satu jawaban yang benar seperti matematika dan berhitung. kreatif untuk berperilaku positif serta mampu berinteraksi dengan teman ataupun orang yang lebih tua dengan sopan. dapat pula mengajukan pertanyaan terhadap suatu masalah. 2. Selain itu. maka anak memerlukan switch mental dari proses pemikiran reproduktif dan konvergen ke proses pemikiran divergen dan imajinatif.keberagamaan juga penting diperhatikan. Model pemanasan dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang menimbulkan minat dan rasa ingin tahu anak. Seperti Apa saja yang kamu lakukan setelah bangun tidur. (pertanyaan mengandung unsur kreativitas dalam bidang bersuci). serta kombinasi dan peningkatan gagasan (Utami Munandar. 2002: 227). dapatkah. Sumbangsaran (Brainstorming) Sumbang saran adalah sebuah indication belajar kreatif yang memiliki prinsip tidak adanya sebuah kritik. Dalam mengembangkan kreativitas bidang pendidikan agama semenjak anak prasekolah diperlukan nilai-nilai. seperti mengulang apa yang diucapkan guru. tetapi secara tidak langsung mengembangkan kreativitas anak berdasarkan pendekatan nilai-nilai agama. orang tua tidak hanya bersifat mendidik moral. (pertanyaan pemanasan yang mengandung nilai tolong menolong dirumah) Dan sebagainya. 1. Adapun indication belajar dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah antara lain melalui tiga tingkatan belajar kreatif yang menurut Treffinger. menghafal namanama kota. Apa yang kamu lakukan dirumah. 2002: 278). 2002: 276). Mengembangkan kreativitas anak prasekolah melalui indication sumbang saran hendaknya meniadakan suatu kritik. Hal dikarenakan sebuah kritik adalah bagian dari cara seseorang melakukan evaluasi dengan mencari identitas apa yang benar. Suatu kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemikiran dan tugas kreativ menuntut cara dan sikap belajar yang berbeda. terbuka dan tertantang untuk berperan serta secara aktif dengan memberanikan diri dan senang memberikan gagasan sebanyak mungkin. dimulai dari pemberian pemanasan. seperti: pertanyaan yang diawali dengan kata: andaikata.

mengubah (modify). tolong menolong serta persatuan. Adapun jenis pertanyaan yang dapat diajukan kepada anak terdiri dari berbagai pertanyaan yang mengandung kriteria: menyesuaikan (adapt). memanipulasi informasi dan gagasan untuk menghasilkan ide yang orisinal. Jenis pertanyaan yang dimaksud adalah berupa penggunaan kata kerja manipulatif guna memacu gagasan dan mengembangkan gagasan kreatif dengan melihat hubungan-hubungan baru. mencari solusi atas pertanyaan. menggabung (combine) (Utami Munandar. teknik sumbang saran juga dapat menyambung pada gagasan orang lain. Selain itu. Pertanyaan yang memacu gagasan Pertanyaan yang memacu gagasan dikenal sebagai teknik daftar periksa yang dikembangkan oleh Alex Osborn dengan tujuan untuk meningkatkan gagasan (Utami Munandar. Oleh karena itu mengembangkan kreativitas dengan teknik sumbang saran harus bersikap terbuka terhadap gagasan orang lain dan terhadap gagasan diri sendiri serta mampu memberikan kesempatan secara bergantian dalam berpendapat. gagasan sebaiknya dinyatakan dengan singkat. sehingga tidak adanya tuntutan persaingan sebab anak yang belum mampu menjawab akan tertolong oleh anak yang telah mampu menjawab. Pengembangan kreativitas melalui teknik sumbang saran akan menumbuhkan rasa kebersamaan. Selain menggunakan kata bantu pertanyaan tersebut. dengan semua anak aktif dan bersemangat memberi gagasan. Karena tuntutan akan kuantitas ini. alasan pesawat dapat terbang dan menempuh perjalanan dalam jarak yang jauh dan sebagainya dengan maksud untuk menumbuhkan rasa penasaran akan sebuah jawaban dari suatu pengetahuan. membalik (reverse). mengganti (substitute). memperbesar (magnify). Yang terpenting bahwa semua gagasan dicatat dengan cepat baru kemudian yang sama baru dikeluarkan. 2002: 281). Karena sumbang saran yang baik berlangsung cepat. penggunaan teknik pemberian pertanyaan yang memacu gagasan juga dapat menunjukan kemungkinan dan meningkatkan kelenturan pemikiran siswa. jenis pertanyaan juga perlu diberikan dengan menggunakan pendekatan keimanan dan imagination. Dari berbagai pertanyaan yang memacu gagasan sebagai pengembang kreativitas tentunya memberikan kesempatan dan kebebasan sepenuhnya terhadap anak untuk belajar menjawab. Sebuah kritik yang diberikan terlalu cepat tanpa memberi kesempatan untuk mengembangkan suatu gagasan baru dapat mematikan kreativitas. menyusun kembali (rearrange). 2002: 283). BAB IV KREATIVITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA MENURUT KAK SETO . makin besar kemungkinan bahwa diantara sekian banyak gagasan ada beberapa yang baik. Belajar berkreativitas dengan bebas dalam memberikan gagasan serta memunculkan banyak gagasan lebih ditekankan pada aspek kuantitas. Hal ini yang akhirnya akan menjadikan anak lebih kreatif dengan mampu menemukan sebuah ide ataupun penyelesaian suatu masalah. memperkecil (minify). memunculkan berbagai ide dan gagasan yang dimiliki anak. Artinya dengan semakin menghasilkan banyak gagasan. elaborasinya dapat menyusul. Seperti pertanyaan tentang malaikat yang berwujud abstrak. yang berkualitas. 3.apa yang keliru pada sebuah jawaban dari pada memperhatikan apa yang baik. dan menumbuhkan keberanian untuk belajar mengutarakan pendapatnya. Selain mampu mengembangkan kreativitas. Sehingga teknik ini merupakan salah satu manfaat terbesar untuk memacu dalam pemberian gagasan.

memiliki ciri afektif. kreativitas yang dilakukan oleh anak prasekolah lebih diutamakan dan ditekankan pada aspek proses dari pada tuntutan dalam menghasilkan sebuah produk. elaborasi. kelancaran. serta kegiatannya dipengaruhi oleh dorongan (press) baik inner maupun eksternal. Dalam hal ini. 20 Januari 2007). Untuk aspek psikomotorik bahwa proses kreatif akan mampu menjadikan pribadi anak sebagai manusia yang terbiasa dan terampil dalam hal apapun baik mencipta. bebas dalam berfikir dan sebagainya. Proses Kreatif dalam bentuk kognitif (yang berhubungan dengan pemikiran) memiliki makna bahwa kegiatan yang dilakukan anak dalam proses kreatif manakala anak menggunakan kemampuan otak dan daya pikirnya untuk merancang/berbuat sesuatu. meskipun bukan hasil yang betul-betul baru. kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. perasaan. anak aktif dan peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya. afektif maupun psikomotorik (Wawancara 20 Januari 2007). skill. Seperti halnya dilihat dari produknya merupakan sesuatu yang baru. yang dicirikan melalui ciri kognitif seperti fleksibility. bermoral. Kreativitas yang dimiliki anak dapat dirasakan semenjak masih berada dalam kandungan ataupun setelah dilahirkan. serta keterampilan. Misalnya pencuri yang pandai mendongkrak pintu/membobol rumah. memunculkan gagasan.Pengertian Kreativitas Menurut Kak Seto Menurut Kak Seto. mengembangkan sesuatu dari produk yang baru dalam bentuk benda ataupun ide-ide. memiliki banyak keinginan. Hal ini memiliki makna bahwa dengan proses yang dilalui anak prasekolah akan memberikan sumbangan tersendiri dalam mengembangkan pola berpikirnya. berfikir lebih luas lagi. Seperti dicontohkan oleh Kak Seto. orisinalitas. yang didukung dan dipengaruhi oleh press secara inner maupun eksternal yang bersifat aman dan bebas berekspresi (Wawancara 20 Januari 2007). Sedangkan ciri kreatif yang terlihat diluar kandungan pada anak prasekolah secara garis besar terbagi menjadi beberapa bagian yakni. Adapun ciri-ciri afektif dari kreativitas antara lain seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. tetapi kegiatan bersibuk diri untuk beraktivitas (prosesnya) yang dipentingkan pada anak prasekolah. originality. Pada hakikatnya setiap anak adalah kreatif (Kak Seto. sentuhan terhadap perut dan sebagainya. senang bertanya dan sebagainya (Wawancara. berani mengambil resiko. dan elaborasi. tidak takut salah. memutuskan masalah. Selain itu. bahwa kreativitas merupakan suatu proses bersibuk diri yang dilakukan oleh pribadi (anak) untuk menghasilkan sesuatu yang baru ataupun bersifat kombinasi. dan sebagainya. sehingga diakhir masa anak-anak mampu mencipta sebuah produk yang bernilai. 2004: 10). memiliki reaksi yang cepat terhadap respon. Kak Seto mengungkapkan bahwa aktifitas kreatif dalam kandungan ditandai dengan cepatnya si bayi merespon sebuah impulse yang diberikan. Bersibuk diri yang dilakukan oleh anak prasekolah menurut Kak Seto merupakan kegiatan berproses secara aktif guna memperoleh sebuah hasil dan mampu menciptakan serangkaian alternatif jawaban dari berbagai pertanyaan. Dari definisi diatas. Menurut Kak Seto. atau motivasi. yakni kegiatan yang berkaitan dengan kognitif atau kemampuan berfikir seperti menangkap suatu masalah. Sedangkan proses afektif dalam kreativitas (hal-hal yang berhubungan dengan emosi dan hati) atau yang dikenal dengan istilah non aptitude berarti suatu bentuk kegiatan yang berhubungan dengan sikap. fluency. kegiatan dinilai kreatif menakala dalam prosesnya termuat tiga bentuk sikap atau kegiatan yang bernilai kognitif. memecahkan masalah hingga mampu menghasilkan sesuatu yang baru bagi anak. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. baik melalui usapan tangan. Bentuk kegiatan kognitif dikenal dengan istilah aptitude. Sedangkan bagi usia remaja dan manusia dewasa . proses kegiatannya adalah kreatif tetapi bernilai negatif maka kegiatan pencuri tersebut tidak dapat dikatakan kreatif.

akan cepat menjawab dan menginginkan sesuatu yang dikehendaki. kesenangan dan pengetahuan bagi diri anak. maka istilah kreativitas tentunya tidak dapat dipisahkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya. . data. menurut Kak Seto merupakan gabungan dari berfikir mengembangkan IDEA. Sebagai contoh. kemauan yang dikehendaki. Selain itu. menghadapi sebuah permasalahan. Konsep IDEA penting digunakan dalam pengambilan sebuah arah ataupun keputusan. dorongan-dorongan dari berbagai lingkungan sekitar. Hal inilah yang menjadikan anak prasekolah berkembang kreativitasnya melalui daya khayal yang dimilikinya serta design instrinsik yang bermunculan. Tetapi diharapkan anak akan mampu mempertimbangkan sesuatu sikap dengan berimajinasi/berkhayal untuk mengangan-angan dalam melakukan aktifitas. Artinya bahwa komponen tersebut bergandengan antara pribadi (person) anak itu sendiri. anak usia prasekolah memiliki kisaran daya ingatnya secara approval dan evocation. lentur dalam komunitas dimanapun mereka berada. disamping produk untuk mengembangkan pola berpikir divergen. Kemampuan berfikir kreatif dianalogikan dengan sebuah proses berfikir dihutan (Wawancara 20 Januari 2007). Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. Dengan melakukan proses kreatif diusia prasekolah ini anak juga akan mampu memiliki kelancaran dalam berfikir. produk yang dimaksud juga disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak prasekolah yang berarti bahwa produk tentunya disesuaikan secara psikologis dan budaya. agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. aktifitas anak dalam sebuah proses kreatifnya. Hal ini bisa diambil sebuah definisi bahwa kretivitas itu sebagai for p’s of creativity: person. seperti pertanyaan cita-cita. serta menelaah data-data yang ada untuk dievaluasi. kemampuan dan sebagainya. berimajinasi yang menjadikan pikiran anak prasekolah berdaya akan mampu menghindarkan diri dari jebakan keadaan. Selain itu menurut Kak Seto.lebih dituntut pada sebuah hasil atau product tertentu sebagai wujud dari self actualitation dan kedinamisan dalam hidup (Wawancara 20 Januari 2007). Istilah berfikir dihutan adalah merupakan kemampuan untuk berinisiatif terhadap sesuatu hal dengan mencari sebuah celah atau solusi melalui pencarian dan pemecahan kreatif serta menemukan sebuah penemuan. hingga mampu mengembangkan ide-ide menjadi sebuah karya nyata yang orisinal. yaitu kemampuan berfikir kreatif yang ditandai dengan adanya kelancaran berfikir atau menjawab (fluency). serta kemampuan memproduk dsn menhasilkan sebuah karya. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. process. Berfikir kreatif melalui IDEA juga dapat mengantarkan seseorang anak kepada pribadi yang kreatif dan mampu berfikir divergen. Artinya bahwa melalui imajinasi yang dilakukan anak prasekolah akan memberikan semangat tersendiri untuk maju berkembang dalam proses berpikir dan bernalar. Proses berfikir dihutan dengan berkreasi. Berawal dari berbagai konsep kreativitas yang ditawarkan Kak Seto diatas. dipikirkan. dirasakan kcocokannya dalam menentukan langkah terbaik. Berproses diusia prasekolah dapat memberikan sumbangan pengalaman baru. yang dimungkinkan akan mampu memunculkan berbagai inisiatif dan sesuatu yang bermanfaat. press and product. evaluasi dan action. keaslian dalam menghasilkan produk (orisinalitas) dan pendalaman (elaborasi) dalam berfikir. Berimajinasi dalam konsep IDEA adalah bagian dari pikiran yang berdaya. seorang anak prasekolah tidak langsung melakukan movement sesuai dengan kehendak yang diinginkannya. Dalam melakukan sebuah aktifitas kreatif. IDEA berarti imajinasi. kelenturan dalam bersikap (fleksibilitas). Arah ataupun keputusan tentunya diambil dengan melalui pertimbangan yang matang.

kita hendaknya berasumsi bahwa setiap anak pada dasarnya memiliki potensi kreatif dan kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu secara kreatif. Kita dapat melihat dan mengamati bakat dan minat anak-anak yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Atau menurut Hulbeck. sesuai dengan bidang dan dalam kadar yang berbeda-beda. (Kak Seto. Oleh karenanya. memiliki inovasi serta mampu mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bermanfaat. kecerdasan. Dengan strategi pengembangan kreativitas yang tepat maka akan mudah mengembangkan sikap kreatif terhadap anak prasekolah yaitu putra dan putri kita sebagai generasi penerus yang unggul. Terutama orang tua yang lebih serius berinteraksi dengan putra putrinya dirumah hendaknya memiliki kemampuan dan kreasi untuk mengembangkan dan mencari alternatif yang baik. tetapi yang terutama penting dalam dunia pendidikan adalah bahwa bakat kreatif sangat perlu untuk dikembangkan dan ditingkatkan sejak usia dini. sehingga anak akan menjadi manusia dewasa yang matang. Ada yang mampu dan menyukai bidang musik. Selain pengertian tersebut. 1999: 20). bahasa. matematika. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah diperlukan strategi yang ideal. Kak Seto memiliki strategi yang dikenal dengan istilah 4 P. yakni kreativitas ditinjau dari aspek pribadi (person).Strategi 4 P (person. Walaupun dalam kehidupan anak terdapat beragam kemampuan yang dimilikinya. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. dan perkembangan yang dimilikinya. bahkan masyarakat. retorika. melukis. kreativitas ditinjau dari pribadi (person) dalam diri setiap individu memiliki maksud bahwa suatu tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya (Wawancara. process. 20 Januari 2007). kondisi lingkungan. Dan di masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana lingkungan yang kreatif. yakni sebuah strategi diterapkan dengan menyesuaikan usia anak. kreatif. manusia memiliki kemampuan untuk bersikap kreatif. product) Menurut Kak Seto Terkait dengan mengembangkan kreativitas anak. Menurut Maslow. Hal ini dimaksudkan agar pembentukan dan pengembangan kreativitas anak dapat terwujud. Sedangkan guru terutama yang mengajar di play organisation atau Taman Kanak-Kanak harus menguasai strategi pembelajaran kreatif bagi anak prasekolah sehingga kemampuan. dan produk (product). 1987: 96). Kak Seto (2004:13) juga menggambarkan dalam bentuk cerita bahwa dalam suatu pesta ulang tahun anak-anak. yang dilakukan oleh guru. spontan. guru. ada . dan lain sebagainya. orang tua maupun masyarakat kepada anak prasekolah untuk mencapai sebuah tujuan yaitu dapat berkembangnya kreativitas pada anak prasekolah. Pengembangan kreativitas sangatlah penting ditanamkan pada anak prasekolah. strategi mengembangkan kreativitas anak prasekolah seharusnya dikuasai oleh orang tua. dalam skripsi ini strategi diartikan sebagai cara yang telah diatur dengan baik untuk menyampaikan suatu maksud. penuh perhatian pada orang lain. keterampilan dan kreativitas anak prasekolah dapat berkembang. Pribadi Menurut Kak Seto. sehingga ada keterpaduan antara orang tua (keluarga). guru (sekolah). pendorong (press). Dihubungkan dengan mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah. 2004: 12). press. proses (process). Dewasa ini istilah strategi banyak digunakan dalam bidang pengajaran misalnya strategi proses pengajaran. dan masyarakat. strategi mempunyai pengertian sebagai garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. 1. artistic movement is an commanding of one’s possess whole celebrity on a sourroundings in a singular and evil approach (Utami Munandar. penuh rasa ingin tahu serta kemampuan untuk berkembang secara terus menerus (Frank G Gobel. Secara umum.

Sebab hal ini akan menghalangi pribadi anak dalam berkreasi. berkreasi. Intelegensi meliputi kemampuan verbal. Kegiatan ini membuat semua anak mampu berfikir divergen dengan berbagai macam jawaban benar. pengembangan kreativitas melalui permainan juga dapat . gaya kognitif dan motivasi). keuletan dalam menghadapi rintangan dan sebagainya. Sedangkan dimensi kepribadian dan motivasi meliputi ciri-ciri seperti kelenturan. perumusan masalah. Disisi lain. Artinya bahwa melalui indication permainan anak diharapkan memiliki kemampuan untuk memberikan jawaban yang unik dan orisinal serta kelancaran pemberian gagasan. perencanaan. Dari pengertian tersebut. Model pengembangan kreativitas melalui permainan tersebut tentunya mampu memberikan kebahagiaan terhadap pribadi anak. aktifitas kreatif pada anak prasekolah menurut Kak Seto tidak dihalangi oleh sesuatu yang mengandung evaluasi eksternal yang dilakukan pada anak prasekolah. melengkapi gambar sehingga muncul ide-ide orisinal. Akan tetapi secara prinsip fungsi dan kerja keduanya dapat dibedakan. senang menulis. 1998: 101). keterampilan pengambilan keputusan dan keseimbangan serta integrasi intelektual secara umum. Permainan yang dapat memunculkan pribadi yang kreatif sehingga memunculkan ide-ide orisinal dan pribadi yang memiliki kelancaran dalam berpendapat. penyusunan strategi. pengetahuan.berbagai bentuk permainan diantaranya tebak ilmiah seribu jawaban. yakni intelegensi. pemikiran lancar. karena kedua aspek tersebut bersumber dari otak. sikap dan perasaan anak-anak semenjak bayi dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sekitarnya merupakan modal dari pribadi yang kreatif. maka keduanya merupakan sebuah kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk sebuah kepribadian seorang anak untuk kreatif. menciptakan aturan sendiri. 2002: 13). pribadi kreatif tentunya muncul dari pribadi seseorang semenjak ia masih kecil dan bahkan masih dalam kandungan (Kak Seto. Dimensi aspek intelegensi dan gaya kognitif memang hampir sama. sikap memaksa. Mengembangkan kreativitas ditinjau dari pribadi anak prasekolah bisa dilakukan dengan menggunakan indication permainan yang menggugah berfikir anak secara divergen (Kak Seto. cemerlang dan tidak malu dalam mengungkapkan jawaban. Apabila dihubungkan antara aspek pribadi dengan tiga atribut psikologis (intelegenci. mendikte. serta permainan konstruktif seperti penyusunan balok kayu membentuk sebuah formasi sesuai dengan selera anak (Wawancara. ketiga atribut psikologis tersebut juga menjadi bekal utama pembentukan pribadi kreatif dalam membentuk anak menghasilkan produk. dan bertingkah yang dicontohkan oleh Kak Seto seperti halnya cerdas cermat kreatif dengan segudang jawaban. Akan tetapi tidak semua permainan dapat terkategori positif. Selain membahagiakan anak. merancang dan lebih tertarik pada jabatan yang menuntut kreativitas. gaya kognitif. dan kepribadian/motivasi. aspek pribadi (person) berperan penting dalam pengembangan kreativitas anak (Wawancara 20 Januari 2007). Gaya kognitif dari pribadi yang kreatif menunjukan kelonggaran dan keterikatan pada konvensi. 20 Januari 2007). dorongan untuk berprestasi dan mendapat pengakuan. Dalam arti yang konkret gerakan anggota tubuh. melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. Dari kegiatan tersebut Kak Seto mendefinisikan kreativitas ditinjau dari segi pribadi anak dapat diartikan semua anak memiliki ciri-ciri dan sifat kreatif yang terdapat pada pribadi masing-masing. Sebab kreativitas yang dilakukan oleh pribadi anak merupakan titik pertemuan yang khas antara atribut psikologis. sehingga semua anak dapat memberikan dan berebut jawaban serta menjadi dirinya sendiri. Dari ketiga aspek tersebut secara bersamaan akan dapat melatarbelakangi individu yang kreatif. Dalam mengembangkan kreativitas dilihat dari aspek pribadi. Menurut Kak Seto.

mempertajam keorisinilan karya atau ide. membuat karangan. Proses kreatif dikatakan aman bilamana seorang anak tidak mendapatkan tekanan kejiwaan dalam bentuk penilaian. 20 Januari 2007). diyakini bahwa setiap anak adalah kreatif dan perlu dikembangkan kreativitasnya dengan memerankan aspek intelegenci. mencipta aneka bentuk dari bahan-bahan yang tersedia dan sebagainya. Sedangkan bebas dalam proses bersibuk diri berarti adanya kesempatan untuk dapat mengekspresikan gagasangagasannya secara simbolik tanpa terlalu banyak hambatan. 2. Namun demikian proses bersibuk diri tersebut akan lebih menghargai keasyikan individu yang timbul dari keterlibatannya dalam kegiatan yang penuh tantangan. Bentuk dari proses kreativitas yang dilakukan anak prasekolah dilakukan dengan berbagai coret mencoret. kreatif dan mampu melakukan terobosan baru untuk diri sendiri maupun lingkungan (Wawancara. Terutama bila proses tadi dipahami tidak dengan empati. strange serta inovatif. merusak. Selain itu anak yang diberi kebebasan untuk berproses akan berani dalam mengambil keputusan dan bersikap tidak takut gagal. atau wiraswastawan yang tangguh. gaya kognitif dan motivasi melalui model-model permainan secara kreatif dan konstruktif. Selain itu Kegiatan bersibuk diri yang dilakukan oleh anak semata-mata tidak terlalu menekankan apa yang dihasilkan dalam proses tersebut. menggambar. seorang anak akan tumbuh kreatif apabila memperoleh suasana yang aman dan bebas secara psikologis dalam prosesnya (Wawancara 20 Januari 2007). bermain tanah. sehingga anak memiliki keinginan untuk mencobanya. berproses kreatif pada anak prasekolah dilakukan secara tahap demi tahap. seperti melukis bebas. namun dipahami dengan visi orang tua. atau mengganggu. Dari keseluruhan proses kreatif membutuhkan waktu tersendiri dalam setiap tahapannya sehingga sesuatu hal dikerjakan tidak ada yang instan. sebuah sumbang saran dan pemberian berbagai pertanyaan juga perlu diberikan sebagai proses berpikir kreatif meskipun bentuk pertanyaanya sederhana. Padahal aktivitas anak seperti itulah yang dapat mengembangkan kreativitasnya (Wawancara. Bentuk kesibukan anak tersebut juga mampu menumbuhkan sikap untuk berani bereksperimen terhadap sesuatu yang dikagumi. menurut Kak Seto. dibenarkan dan akhirnya dilanjutkan ke aktivitas selanjutnya. anak diterima sebagaimana adanya dan diterima segala keunikanya. dan sebagian terbentuk dari aktifitas fisik. dari hal yang pale sederhana lalu dilengkapi. Kegiatan bersibuk diri yang biasanya dilakukan dengan beragam permainan. teknokrat. 20 Januari 2007) Oleh karena itu. mewarnai. menempel atau mewarnai dengan aneka warna dan lain sebagainya akan menjadikan anak prasekolah lebih kreatif. Selain itu. Dari sikap sebagaimana terpapar diatas. Karena kreativitas merupakan sebuah proses. kemudian dikaji ulang. Proses kreatif dilakukan sedikit demi sedikit. bahwa anak kurang dari 5 tahun memiliki daya pikir orisinalnya mencapai 90%. maka proses kreatif akan selalu dinilai sebagai hal yang merepotkan. Hal ini juga dikemukakan oleh berbagai pakar. Menurut Kak Seto. maka sebuah proses kreatif dalam perwujudannya tidak selalu membahagiakan orang tua. . Bila proses kreativitas anak hanya dinilai dengan visi orang tua semata. 2004: 13). Dengan strategi mengembangkan kreativitas dilihat dari sisi pribadi (person). Proses Maksud dari mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari prosesnya adalah kreativitas dapat dilihat sebagai kegiatan bersibuk diri yang berdaya guna (Kak Seto. menurut Kak Seto anak yang diberi kebebasan dalam berproses dan berfikir sesuai dengan keinginan orisinalnya akan dapat menghasilkan ilmuawan. Sehingga anak prasekolah mampu mencipta sebuah karya yang unik. teknolog.

yakni berupa lingkungan. sehingga pada saatnya nanti kegiatan tersebut akan mampu melahirkan produk-produk yang lebih bermakna. Maka dari itu motivasi eksternal hendaknya diperhatikan dan disiapkan oleh lingkungan dalam arti pendidik dengan selalu menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis anak. Pemberian dorongan secara aman dan bebas dilakukan dengan memperhatikan kondisi psikologi anak. 27 Nov 2005). Dalam berproses kreatif. Oleh karena itu. yakni Dalam hal ini seorang pendidik dalam memberikan . Selain dorongan yang berasal dari luar (eksternal) seperti tersebut diatas. mengarahkan. Selain itu. Dalam istilah yang lain. mengembangkan kreativitas melalui strategi proses ini adalah memberikan kesempatan dan kebebasan untuk mencoba sebuah aktifitas sehingga anak akan berlatih untuk lancar dalam berfikir. 2002: 13). tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang sikap kreatif. pujian. dukungan. Akan tetapi melalui proses kreatif inilah seorang anak akan asyik dan semakin berminat untuk melakukan suatu kegiatan dan mampu menemukan hubungan antara satu gagasan dengan gagasan yang lain. pemberian penghargaan. dorongan yang berasal dari dalam/internal juga dipengaruhi oleh dorongan dari luar/eksternal. bernyanyi dan mengenal keindahan dalam bentuk warna. sikap orang tua yang menghargai kreativitas anak. longgar. Sebab keinginan berkreasi pada anak prasekolah sangat didahului oleh design pribadi untuk berkehendak sehingga pribadi anak akan mencoba berproses secara kreatif.Kegiatan bersibuk diri secara kreatif sangat tepat apabila diterapkan bagi anak usia prasekolah. Motivasi yang dimaksud adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakan. 3. sehingga berpengaruh terhadap produk yang dihasilkannya. yakni design yang mendorong anak untuk bertindak sesuatu yang berasal dari nilainilai yang terkandung dalam obyeknya itu sendiri (diri anak). Proses kreativitas pada anak prasekolah tidak semata menuntut untuk menghasilkan produkproduk baru. keadaaan. Press secara kreatif diberikan dengan suasana aman dan bebas serta memberikan kesempatan terhadap anak untuk berkreasi (Wawancara 20 Januari 2007). Dorongan inner yang berasal dari diri anak sendiri biasa juga dikenal dengan istilah design intrinsik. Pendorong (press) Strategi yang kedua dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah adalah dengan memberikan press yakni memberikan dorongan atau motivasi. strange dan mampu mengembangkan sebuah ide menjadi kenyataan. anak prasekolah memerlukan press untuk menumbuhkan semangat dan kepribadian serba ingin tahu akan sesuatu. Seperti pemberian motivasi menurut kebutuhan anak prasekolah. insentif. maupun perkataan/nasihat pendidik yang memungkinkan anak berkreasi (Wawancara seminar. Pemberian dorongan atau motivasi yang diberikan kepada anak dapat berupa pengalamanpengalaman. Karena diusia 2-6 tahun anak sudah mampu menikmati berbagai jenis aktivitas bermain. dorongan juga dapat berasal dari dalam (internal) yang berupa hasrat dan motivasi yang kuat pada diri anak itu sendiri untuk menghasilkan sesuatu. 2004: 14). anggukan tanda setuju. Hasrat ataupun keinginan yang tumbuh pada anak prasekolah menjadi penting peranannya untuk mengembangkan kreativitas. mengungkapkan ide pemikirannya. Dorongan dari luar akan senantiasa memberikan impulse terhadap anak untuk berbuat dan melakukan sesuatu. Bentuk dorongan atau motivasi menurut Kak Seto terdiri dari berbagai macam hal yang mendukung proses kreatif. dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Kak Seto. jempol sebagai isyarat bagus. dan yang lainnya (Kak Seto.

20 Januari 2007). Sedangkan asosiasi dilakukan dengan menghubungkan berbagai peristiwa untuk memperoleh ide penyelesaiannya ataupun melakukan hubungan antara gagasan dan ingatan yang dilakukan dengan cara: menjajarkan. 1998: 62). Sedangkan asosiasi adalah pembentukan hubungan antara gagasan. mengitari: dimulai dengan gambaran kabur ide baru. maka anak akan cepat berproses kreatif dan menghasilkan produk yang baik. pengalaman dan suasana yang menarik dapat diperoleh melalui berbagai lingkungan. anak prasekolah akan mencoba mengangan tentang dirinya. yakni kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau bukan sesuatu yang baru sama sekali (Kak Seto. Pengertian baru dalam menghasilkan suatu hasil karya tidak berarti benar-benar baru namun dapat berarti seseorang tetap meniru ide yang telah ada sebelumnya atau mengkombinasikan dari beberapa hal yang sebelumnya sudah ada. Meskipun produk yang dihasilkan sangat sederhana seperti membuat garis. Dalam suasana seperti inilah anak akan dapat mengekspresikan dirinya. Menurut Kak Seto. serta melihat dari sudut pandang anak untuk tetap menerimanya . ide yang benar-benar baru. tindakan-tindakannya. yakni mengambil satu gagasan dan mengadunya dengan ide lain. Bilamana anak memiliki pengalaman dan pengetahuan banyak. bagaimana kalau dirinya menjadi polisi dan sebagainya sehingga keinginan anak akan terbayang dan ada usaha maupun design instrinsik untuk menjadi apa yang diinginkannya. dari kontras yang timbul muncul ide baru. Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya berarti memberikan kesempatan secara luas terhadap minat anak. karena anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sehingga lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan di masa depannya. Berbagai produk yang dihasilkan seorang anak sangat dipengaruhi oleh fantasi dan asosiasi (Wawancara. kemudian mempersempit pilihan untuk mendapatkan satu konsep pokok yang manjur. serta pengambilan sikap untuk mendorong anak dengan Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya dan memberikan pengertian secara empatis (Kak Seto. memahami pemikiran-pemikirannya. yang menyatukan seluruh elemen. lengkungan hingga akhirnya mampu . Untuk dapat menghasilkan produk pada anak usia prasekolah dibutuhkan pengalaman dan suasana yang menarik bagi diri anak. menyortir atau memilah: menggabungkan banyak ide untuk membentuk sebuah sintesis dipuncak atau dasar. Produk Strategi yang ke-empat sebagai usaha mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi dilihat dari segi produk (product). 2005: 15). Memadukan: meminjam sifat atau aspek dari dua ide dan menyatukannya untuk bersama-sama membentuk ide. Fantasi berarti daya untuk menciptakan sesuatu didalam angan-angan terhadap sesuatu yang diimajinasikan. memiliki kesadaran. Dengan menerapkan kedua prinsip dasar tersebut. Setiap anak yang kreatif mampu menghasilkan berbagai produk yang diinginkannya. anak-anak dapat dituntun dan dibawa menuju ketingkat ketajaman berkreasi sehingga dapat mencipta suatu produk. ingatan dan kegiatan panca indera. Sedangkan memberikan pengertian secara empatis bermakna orang tua mampu mengenal dan menghayati perasaan anak. bagaimana ia kalau menjadi dokter.motivasi kepada anak harus terlebih dahulu mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan anak yang akan dimotivasinya. Dari pendapat tersebut maka pemberian dorongan kreatif terhadap anak prasekolah disesuaikan dengan kondisi yang dialami anak. 4. sehingga mampu membentuk hubungan dengan lingkungannya. Melalui fantasi. anak usia prasekolah sudah mampu mencipta suatu produk yang diinginkannya.

. Maka dengan hal ini akan memungkinkan anak mengembangkan perasaan secara psikologis. kegiatan berekspresi digunakan sebagai latihan agar anak terbiasa berkreasi. bermain konstruktif dan sebagainya. drama. Sehingga kegiatan yang bersifat ekspresionis akan senantiasa menghasilkan berbagai produk seperti berekspresi membuat lagu. sajak. c. belajar bahasa. anak bebas mengekspresikan gagasan-gagasannya melalui khayalan. Dalam pengertian tersebut. seperti misalnya Kreativitas pemecahan masalah. d. imitasi.mewarnai dengan indah. baik permainan kata. tetapi Kak Seto dalam menilai sebuah produk bagi anak prasekolah merupakan proses ekspresionis yang menghasilkan sebuah karya baru ataupun bernilai kombinasi. tidak mudah untuk diungkap pengertiannya. mewarnai gambar dengan krayon serta aktivitas lain yang terlihat tampak remeh. lelucon. lakon atau permainan secara mendadak tanpa direncanakan/didahului oleh suatu maksud sebelumnya. Namun bila suatu aktivitas permainan tidak menyenangkan anakpun akan menghentikan permainan tersebut. perkembangan sosial. b. e. berfikir dan mandiri. Kak Seto mendefinisikan secara tegas tentang pengertian bermain. Bermain melibatkan peran aktif keikutsertaan anak. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai positif bagi anak. Meskipun tidak memiliki urgensi yang pasti. Menurut Kak Seto. mengembangkan sesuatu yang telah ada meskipun dihasilkan oleh anak dalam bentuk atau wujud yang sederhana. Maksud ekspresionis adalah suatu ungkapan bebas dan mandiri yang didalamnya tidak memiliki urgensi/kepentingan bagi kemahiran dan keaslian. bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan spontan sehingga hal ini memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. sikap ekpresionis dalam berkreasi perlu diperhatikan. Karena kreatifitas yang dimiliki anak prasekolah identik bersifat ekspresionis. meskipun produk kreatif dinyatakan oleh para ahli lebih dipentingkan sebagai produk strange ataupun asli. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain. 2004: 54-55). Secara umum bermain sering dikaitkan dengan bentuk aktifitas anak-anak yang dilakukan secara spontan dalam suasana riang gembira. seperti halnya bermain konstruktif atau destruktif dan melamun. Menurut Kak Seto bermain memiliki lima pengertian: a. tarian dan lukisan. Begitu pula dalam suasana aktif dimana anak memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya. Akan tetapi untuk membuat definisi yang tepat dari istilah bermain. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto Bermain penting bagi pengembangan kreativitas anak prasekolah. Karena bermain merupakan dunianya anak-anak. Dengan demikian. Dari berbagai pengertian. Bermain tidak memiliki tujuan ekstrinsik namun motivasinya lebih bersifat intrinsik. Dimana dan dengan siapa anak-anak berkumpul. yakni apabila suatu aktivitas yang dilakukan oleh anak terkesan menyenangkan dan anak akan terus melakukannya. Bermain adalah bersifat spontan dan sukarela serta tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak. Istilah bermain sudah dikenal sejak zaman dahulu. teman-temannya atau lingkungan disekitarnya serta bermain juga berfungsi sebagai play yakni sebagai sebuah aktivitas bermain mencari kesenangan tanpa mencari menang dan kalah. dan sebagainya (Kak Seto. disitu pula akan muncul permainan. Selain itu bermain juga melibatkan interaksi antara anak dengan orang lain. Bermain dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dibagi dalam tiga tahapan.

gerak dengan lagu dan sebagainya. Mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama menurut Kak Seto dilakukan dengan menggunakan strategi 4 P dilihat dari prosesnya. Proses mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama. gambar-gambar atau cat tembok dan sebagainya dengan beragam bentuk dan warna kontras dilangit-langit sebagai upaya membantu merangsang indra penglihatannya Ketiga. memperkenalkan dan menempel poster. melalui pemberian hadiah penunjang kreativitas. Selain itu. Bermain aktif bila dilihat dari pengertian dan jenisnya merupakan kegiatan untuk mengembangkan otak (kognitif) yang mengandung manfaat educatif dan keterampilan (psikomotorik) yang bermanfaat kreatif bagi anak. Pada masa ini pribadi anak lebih menyukai berbagai kegiatan yang berhubungan dengan gerak fisik. Tahapan pertama. Memperkenalkan dan membacakan buku bagi anak dapat menentukan seberapa cepat nantinya si anak mampu berbicara. . Disamping alat permainan dan medianya. usia 3-6 tahun dan usia 6 tahun. desain ruang di plong dan berikanlah buku-buku yang tidak mudah terlepas halamanhalamannya. Misalnya suatu permainan dengan tema perjuangan. kenalkan buku alfabet dengan ilustrasi warna yang kaya pada setiap halamannnya. menyentuh. sentuhan. berlari. Bermain bagi anak usia 2-3 tahun (sains of otonomy) lebih banyak dilakukan dengan proses bermain aktif. kemampuan yang dimilikinya ataupun minat yang dimilikinya. orang tua/pendidik menyedikan tempat yang aman. menendang dan sebagainya. Artinya bahwa orang tua berkenan mengikuti dan memakai busana sesuai dengan tema permainan yang sedang dilakukan. memanjat. melompat. 20 januari 2007). usia ini sudah dapat membuat coretan benang kusut dan berhasil membuat garis lengkung. Bermain aktif yang dilakukan oleh anak usia 2-3 tahun terlihat melalui aktifitas bermain fisik untuk mengembangkan aspek motorik pada anak seperti berlari kejar-kejaran. Kedua. Menurut Kak Seto cara pemberian press disesuaikan dengan pengetahuan dan kesukaan anak. Anggota tubuh dan motorik kasar merupakan alat yang digunakan untuk melakukan gerak fisik pada anak prasekolah. anak usia 2-3 tahun merupakan masa sains of otonomy (wawancara. yakni: pertama.Tahapan-tahapan bermain ini tentunya disesuaikan dengan tingkatan usia anak prasekolah. Kak Seto dalam memberikan press terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi dasa busana (wawancara. orang tua hendaknya memakai busana yang identik dengan pejuang. Maksud dari bermain aktif adalah melakukan jenis permainan dimana kegembiraan anak muncul dari apa yang telah dilakukakannnya oleh anak tersebut (aktifitas langsung). 20 Januari 2005). seperti mengangguk sebagai tanda setuju. berayun-ayun. membaca dan berKreativitas. Strategi ini bermaksud untuk membiarkan anak bebas berekspresi dan belajar mengenal buku hingga mencoba membuka tiap halaman. seperti halnya meraba. (Wawancara. Sebab secara langsung anak aktif melakukan kegiatan tersebut dengan berfikir dan berlatih. rasa aman dan bebas dalam proses bermain secara psikologis merupakan kondisi penting bagi tumbuhnya kreativitas. bergeleng sebagai tanda tidak setuju/jelek. pemberian press juga dilakukan dengan berbagai cara. belaian dan dekapan hangat sebagai rasa aman dan kasih sayang terhadap anak. luas dan bebas dari barang pecah belah atau membahayakan keselamatan anak. 20 Januari 2007). Kak Seto membagi indication permainan sebagai upaya mengembangkan kreativitas anak menjadi tiga tahapan yakni : usia 2-3 tahun. Setelah berproses dengan permainan. Selain itu. menunjukan isyarat ibu jari sebagai tanda hebat. Melalui kegiatan bermain anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan dorongandorongan kreatifnya sebagai kesempatan merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru.

seperti bentuk benda dan warna serta dapat membandingkan jumlah. ideide dan gagasan. menggambar. anak usia 2-3 tahun secara tidak langsung perlu dituntut sebuah product kreatif. 20 Januari 2007). Setelah berproses kreatif. Masa sains of inisiatif pada anak juga ditunjukan melalui kemampuan mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan dua kriteria. seperti halnya dapat membantu penyesuaian diri anak. Sedangkan bermain imajinatif reproduktif hanya bersifat pengulangan dari situasi yang diamati dalam hidup sehari-hari. busana badut menunjukan nilai humoris. Menghasilkan suatu produk bagi anak usia 2-3 tahun dikandung maksud agar ditahun-tahun mendatang anak memiliki semangat menghasilkan sesuatu. busana dokter menunjukan nilai mampu merawat dan melayani. Maka dari itu orang tua perlu menyediakan fasilitas sederhana. memperkenalkan berbagai buku-buku. berpendapat dan berdialog dengan lawan bicaranya. menulis. Adapun jenis permainan untuk usia 3-6 tahun menurut Kak Seto (2004: 60) dibagi menjadi empat indication yaitu: pertama. Anak Usia 3-6 tahun perlu dilatih ketajaman untuk menghasilkan IDEA (imagination. serta memiliki kemampuan untuk dapat membayangkan perasaan orang lain (tumbuhnya kecerdasan intrapersonal) maupun perasaan diri sendiri. anak dapat berkembang kreativitasnya. busana hakim menunjukan nilai keadilan. ucapan ataupun hasil karya lainnya meskipun dalam tataran pale sederhana. Ketiga. sehingga berbagai produk apapun bentuknya dapat dihasilkan. data. meningkatkan perkembangan bahasa serta memperoleh kesenangan dari kegiatan imajinatif yang dilakukan atas usaha sendiri. serta manipulative play yakni bermain dengan menggunakan alat-alat tertentu seperti obeng. Dengan memiliki ketajaman memperoleh IDEA. anak prasekolah telah mampu berdebat. Maksud dari permainan ini adalah untuk memperlancar dan melatih tangan. mengarang. bermain imajinatif bentuknya semisal bermain drama. 20 Januari 2007).Dasa busana merupakan suatu strategi bagi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. 20 Januari 2007). evaluasi dan action) (Wawancara. Tahapan kedua. gerakan. Untuk itu orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. 20 Januari 2007). anak akan mampu memasukan unsur-unsur baru terhadap apa yang ia amati. Dikisaran usia 3-6 tahunan. Selain bersifat produktif dan kreatif. bermain kreatif seperti membuat lukisan/kaligrafi dengan krayon. Sebab masa ini (sekitar 4-5 tahun) telah mampu menggambar bentuk-bentuk tertentu yang biasanya merupakan gabungan dari bentuk geometrik misalnya gambar rumah. mampu mengerti bahwa suatu kejadian memiliki penyebab dan solusi. Pada kegiatan bermain imajinatif yang produktif dan kreatif . Pada masa ini pribadi anak telah memiliki pikiran dengan berbagai macam rencana. Bentuk produk kreatif dapat berupa gambar. tulisan. Bentuk strategi dasa busana meliputi: Busana anak sekolah menunjukan nilai sabar dan sahabat. bermain konstruktif seperti menyusun balok-balok. dan berdialog (Wawancara. serta produk yang dihasilkan tentunya lebih baik dan sempurna dibandingkan produk sebelumnya. menggambar binatang dan sebagainya. Strategi ini terdiri dari sepuluh busana (dasa busana) yang perlu dipergunakan dalam proses bermain ataupun dalam aktifitas keseharian. dapat membantu pemahaman sosial pada diri anak. Dengan berkembangnya fungsi panca indra dalam gerak motorik dan berbicara. gunting untuk menggunting dan . busana daster menunjukan seorang ibu menjadi dirinya sendiri dan sebagainya (Wawancara. bermain imajinatif memiliki beberapa manfaat lain. anak usia 3-6 tahun merupakan masa sains of inisiatif (Wawancara. anak usia prasekolah juga memiliki kapasitas untuk mengeksplorasikan lingkungan disekitarnya. Kedua. Bermain imajinatif dapat bersifat produktif dan kreatif . tidak perlu mahal.

net/modules. mencipta bentuk tertentu dari lilin mainan dan sebagainya.seperti menghitung anak tangga.com) c. misalnya menjaga adiknya dirumah. http://www. Sebagai taraf latihan dalam menggunakan ingatannya. orang tua hendaknya meluruskan dan mengarahkan dengan tidak menyalahkan dan menampakan kemarahannya. kemudian bacakanlah setidaknya satu buku untuk setiap harinya. mendengarkan cerita/dongeng. gambar ataupun pendapat dari anak tersebut. memenuhi kebutuhan anak yang tidak terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat.psikologiums. bermain pasif juga merupakan sumbangan untuk pertambahan nilai bagi kegiatan yang dilakukan anak melalui bermain aktif. memperkenalkan berbagai buku-buku. ketekunan. melatih konsentrasi. 20 Januari 2007). (Dialog Seminar. Kenalkan anak dengan buku-buku yang menarik. Usia 6 tahun keatas bagi anak prasekolah dinamakan masa sains of dustry (Wawancara. Masa ini merupakan masa yang banyak digunakan untuk mencipta dan berpendapat terhadap sesuatu hal. anak usia 6 tahun hendaknya dibawa kepada suatu pengalaman tertentu. d.psikologiums. melatih keterampilan motorik halus. Dari kegiatan bermain konstruktif ini dimaksudkan agar anak dapat mengembangkan kemampuan untuk berdaya cipta (kreatif). Oleh karenanya bentuk permainan hendaknya diarahkan dengan pendekatan permainan edukatif seperti yang dilakukan oleh Kak Seto melalui pembagian tahapan usia dalam memilih indication permainan. hingga mampu mengahsilkan ide-ide yang baik dan kritis.net/modules. dan mendapatkan bahan-bahan yang dapat diolah secara kreatif. perilaku dan perasaannya sendiri serta memahami dan menghargai perasaan teman. matahari dan lingkungan sekitar (Seto Mulayadi. merakit kepingan kayu atau plastik. . Manfaat bermain pasif antara lain anak akan memperoleh pengetahuan dan informasi. Tetapi bila bernilai negatif. 20 Januari 2007). Bilamana solusi yang dilakukan anak bernilai positif. dan sebagainya. Ajak anak-anak memahami tentang nilai-nilai. 27 Nov 2005). menonton pertunjukan wayang.menempel kertas atau kain. Bentuk kegiatan bermain sebagai strategi kreatif untuk mengembangkan aspek kognitif dan afektif anak pada taraf sains of inisiatif dilakukan melalui beberapa hal: a. cobalah untuk meminta anak bercerita kembali tentang isi buku tersebut (Seto Mulyadi. Bentuk ciptaan yang dihasilkan bisa berupa bentuk-bentuk tulisan. http://www. melainkan cobalah membangun minatnya (Wawancara. Ajarkanlah anak untuk mengenal matematika lewat obyek-obyek yang konkret. b. Pengembangan kreativitas melalui aktifitas bermain merupakan pemenuhan kebutuhan akan aktualisasi diri pada anak prasekolah.com). mengetahui jumlah bulan. orang tua maupun orang lain. Setelah itu orang tua memberikan pertanyaan seputar kejadian yang telah terjadi dan solusi apa yang dilakukan anak (Wawancara. maka orang tua memberikan sanjungan dengan kasih sayang dan dorongan. Tahapan ketiga. daya tahan Keempat. misalnya menonton televisi. dan berdialog (Wawancara. Selain bernilai hiburan. menikmati musik. 20 Januari 2007). Untuk mengembangkan Kreativitas dalam berpendapat. Adapun tujuan dari kejadian tersebut adalah mendidik sekaligus mengembangkan kreativitas pola pikir pada anak dalam mengatasi sesuatu dan berpendapat sesuai dengan kemampuan ide yang dimilikinya. Bermain pasif penting untuk mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. Tetapi jangan memaksa anak. menonton pagelaran dan hiburan. 20 Januari 2007). bermain pasif atau hiburan (amusement) yang merupakan jenis bermain dimana anak memperoleh kegembiraan melalui usaha yang dilakukan orang lain.

1. tetapi juga keadaan eksternal. beliau juga menjadi motivator bagi Kak Seto untuk selalu belajar memperdalam kreativitas dan merupakan tokoh yang dihormatinya. proses identifikasi terhadap pemikiran Kak Seto ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan. konsepsi awal yang tertanam dalam dirinya. Peran Pak Kasur dalam mendidik dan membimbing Kak Seto menjadikan beliau menjadi pecinta dunia anak-anak sejak lulus SMA. 20 Januari 2007). Dengan demikian dapat diambil suatu informasi tentang kedudukan atau karakteristik pemikiran Kak Seto dalam peta pemikiran para pemikir kreativitas anak prasekolah. Guilford. Pemikiran-pemikiran tokoh tersebut juga banyak muncul dalam tulisan-tulisannya Kak Seto baik dalam buku. pendidik TK dan Nakula Sadewa. sekaligus sebagai psikolog dan praktisi pendidikan anak sampai sekarang. Selain itu. Kutub pertama adalah para tokoh/psikolog dan pemikir kreativitas. 20 Januari 2007). aktifis dalam acara anak (Ria Jenaka). Sehingga bermain merupakan belajar bagi anak yang dapat meningkatkan kemampuan dan mengembangkan dirinya. Ide-ide dan pendapat yang dikemukakan anak akan bermanfaat tidak hanya dalam permainan semata. Dengan demikian seorang tokoh tidak dapat membebaskan diri dari pengaruh lingkungannya (Eni Purwati. Kak Seto banyak dipengaruhi oleh dua kutub. artikel. Pemikiran Kak Seto banyak dipengaruhi oleh Pak Kasur dan bu Kasur khususnya pada bidang praktisi (wawancara. keyakinan. hingga pada akhirnya Kak Seto melanjutkan studi pada Fakultas Psikologi. Identifikasi Pemikiran Kak Seto Seorang tokoh dalam berbuat atau berfikir sesungguhnya dipengaruhi oleh keinginan-keinginan atau tekanan-tekanan yang bukan muncul dari dirinya sendiri.Bermain dalam mengembangkan kreativitas pada usia 6 tahun menurut Kak Seto hendaknya diarahkan pada indication permainan yang membutuhkan pemecahan masalah. Hal tersebut dapat dilihat bagaimana tindakan-tindakannya secara mendalam dipengaruhi tidak hanya oleh dorongan inner yang berupa ide. seperti permaianan puzzle. dan kutub kedua adalah praktisi kreativitas dan pendidikan anak Indonesia (Wawancara. Conny Semiawan. Diantara kesamaan yang ada antara lain indication atau . yaitu dari segi sumber pengambilan pemikiran dan hasil identifikasi pemikirannya. Kutub pertama adalah para tokoh dan pemikir kreativitas yang telah banyak membentuk karakteristik dan paradigma berfikir Kak Seto. Utami Munandar. Tokoh kedua adalah seorang praktisi dan sekaligus tokoh pendidikan anak yaitu Pak Kasur. maupun makalah. Oleh karena itu. Pak Kasur adalah seorang tokoh pendidikan anak yang memiliki nama asli Suryono. 1999: 106). Artinya bahwa kegiatan bermain memerlukan aktivitas fisik dan intelektual. Antara lain dapatlah kiranya disebut beberapa nama. Maka dari itu pemberian strategi 4 P melalui kegiatan bermain bagi anak prasekolah menurut Kak Seto tentunya sama dengan indication pembelajaran kreatif yang memberikan kesempatan anak untuk mengemukakan pendapat dengan cara brainstorming (curah pendapat) dan pemberian pertanyaan yang menggungah gagasan pada anak. yang dari beliau itu Kak Seto mengkaji pemikirannya dari dokumentasi yang ada. yaitu. dan beliau adalah salah satu dosen sekaligus guru besar Universitas Indonesia (UI) yang mendidik Kak Seto pada fakultas psikologi semenjak Sarjana (SI) hingga Doctor (S3). tetapi memiliki manfaat besar pula bagi pengembangan interaksi dengan teman ataupun orang lain. Sumber Pengaruh Pemikiran Kak Seto Dalam bidang pengembangan kreativitas anak prasekolah. Lebih khusus lagi bahwa Utami Munandar adalah orang yang pertama kali memperkenalkan tentang kreativitas. sebagai pembimbing disertasi dengan tema kreativitas.

Disamping itu menjadikan pengetahuan bahwa tolak ukur kecerdasan anak tidak hanya dilihat dari IQ (Intelegence Quation) semata tetapi dari CQ (Creativity Qoation). Disamping itu strategi 4 P juga merupakan hasil adopsi dari Guilford dan Utami Munandar. Kedua. Implikasi lebih luas adalah bahwa pemikiran Kak Seto masih bersifat statis dan kurang mengalami perkembangan yang berbeda. teacher ataupun organisator (Wawancara. bermain. . Kritik Atas Pemikiran Kak Seto Dari berbagai karya tulis yang telah penulis kaji.strategi dalam penerapan bermain. dari segi pendidikan yang diperoleh. baik dalam pembelajaran di TK/Play Group maupun diacara hiburan dan kreativitas anak-anak di Indonesia hingga sekarang. Namun diakui oleh penulis gagasan Kak Seto telah mampu membangkitkan kembali semangat untuk senantiasa menghargai. Kak Seto mendapat pendidikan ganda. dan mengembangkan kreativitas semenjak anak masih kecil. motivator bukan sebagai pelopor/pencipta teori dalam pengembangan kreativitas anak-anak. bernyanyi. Secara umum. maka pada saat sekarang iklim intelektual yang dikembangkan Kak Seto cenderung lebih menggeluti bisnis kreativitas dan artis dunia anak. Kak Seto juga mendapat pendidikan pengalaman langsung sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas bersama Pak Kasur. Hal ini dapat dilihat dari berbagai karya ilmiahnya seperti buku Bermain dan Kreativitas. BAB V PENUTUP A. pemikiran Kak Seto dapat digambarkan dalam komposisi sebagai berikut. Akan tetapi beliau lebih menggeluti dunia praktisi sehingga alur berfikirnya bersifat pengembangan dan aplikatif dari teori-teori pakar yang sudah ada. kalau pahit jangan serta merta dimuntahkan (. pertama. berdebat dan belajar pada dunia anak. strategi dan cerita yang dimodifikasi oleh Kak Seto yang diadopsi dari Pak Kasur. Kreativitas menurut Kak Seto adalah suatu proses bersibuk diri untuk menghasilkan sesuatu . melindungi. Bahkan indication lagu anak-anak yang diciptakan Kak Seto berprinsip pada pak Kasur dan bu Kasur. dan bercerita/mendongeng. yakni tidak dimunculkan huruf R sebab huruf ini adalah sulit manakala diucapkan oleh anak balita. Analisis ini didasarkan pada suatu pertimbangan bahwa kompetensi Kak Seto adalah sebagai penggerak. disamping mendapat pendidikan secara langsung dibangku kuliah dari jenjang SI hingga S3 pada fakultas psikologi. dari segi iklim intelektual dimana Kak Seto berkecimpung. Simpulan Kesimpulan dari penelitian yang mengkaji pemikiran Kak Seto tentang pengembangan kreativitas anak prasekolah adalah sebagai berikut: 1. Artinya. 20 Januari 2007). 2. sebagian besar isinya memiliki kesamaan dengan karya ilmiah yang lainnya seperti Memacu Bakat dan Kreativitas dan artikel ataupun makalah yang lain. dari pada aspek saintic. nampaknya Kak Seto tidak mengidentifikasi pemikirannya sebagai pembaharu yang bercorak khas tertentu. Sehingga Kak Seto hanya mencipta tips atau strategi mendidik anak dan mengembangkan kreativitas sehingga tidak menciptakan teori-teori baru tentang kreativitas. Dengan demikian prinsip dan wejangan mendidik anak-anak yang dimiliki Pak Kasur seperti menang tanpa ngasorake (dalam menasehati anak) dan istilah kalau manis jangan langsung ditelan. Meskipun banyak lagu-lagu. Com) tetap dijadikan pegangan oleh Kak Seto dalam berdialog.

2. fleksibility. Strategi 4 P tersebut merupakan bentuk strategi dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah ditinjau dari tiap pribadi anak memiliki kreativitas dan keunikan sejak lahir. product) dan strategi dasa busana yang diaplikasikan dalam kegiatan bermain. Kepada para orang tua hendaknya dapat menjadi tauladan dan motivator bagi putra-putrinya dalam mengembangkan kreativitas. dalam berproses kreatif anak prasekolah memerlukan press/dorongan. rasa aman tanpa tekanan serta arahan yang benar pada anak akan mampu menumbuhkembangkan kreativitasnya yang bermanfaat kelak dihari depan. Kepada para pendidik anak prasekolah (PAUD) hendaknya mampu menguasai strategi. elaborasi. memahami karakteristik anak didik serta menguasai materi pengembangan kreativitas yang akan diterapkan dan diberikan kepada anak didik. dalam berfikir. Saran-saran Dari berbagai pemikiran yang berkembang dalam penelitian ini. sehingga mampu menghasilkan sebuah produk. Karena masyarakat adalah lingkungan tempat berinteraksi yang lebih luas dibandingkan keluarga dan sekolah yang mempunyai pengeruh signifikan bagi perkembangan religiusitas anak. Strategi yang digunakan Kak Seto dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi 4 P (person. maka penulis merumuskan rekomendasi dari hasil penelitian ini sebagai berikut: 1. kreativitas dapat dikembangkan hanya melalui proses/aktifitas yang bebas dan aman. 2. B. Sedangkan dasa busana adalah salah satu peran aktif orang tua untuk memberikan motivasi kreatif melalui sepuluh jenis pakaian dalam bermain serta mengikuti aktifitas kreatif anak agar mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal. process.produk baik baru ataupun kombinasi yang dipengaruhi oleh dorongan/press sehingga seseorang memiliki fluency. . 3. press. serta problematika yang muncul. Kepada masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana kreatif agar anak-anak kita dapat berkembang kreativitasnya dalam segala bidang. Bimbingan.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.