P. 1
Pend

Pend

|Views: 72|Likes:
Published by Herna Listaty

More info:

Published by: Herna Listaty on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2012

pdf

text

original

A.

Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk terbaik dan pale sempurna yang memiliki akal dan fikiran. Dalam hal ini Ibn ‘Arabi misalnya melukiskan hakikat manusia dengan mengatakan bahwa tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus dari pada manusia, yang memiliki daya hidup, mengetahui, berkehendak, berbicara, melihat, mendengar, berfikir, dan memutuskan (Samsul Nizar, 2004: 1). Manusia adalah makhluk kosmis yang sangat penting, karena dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan untuk mengemban tugas dan fungsinya sebagai makhluk Allah di muka bumi. Potensi, akal dan kecerdasan manusia merupakan bagian pale critical untuk mengaktualisasikan peran manusia sebagai khalifah. Agar akal serta kecerdasan manusia dapat berfungsi dan berfikir secara kreatif, maka daya pikir dan nalar seseorang perlu dikembangkan dengan berbagai latihan, bimbingan, pengajaran serta berbagai pendekatan dan kasih sayang dalam proses pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah send of believe and send of values. Dalam arti luas, pendidikan merupakan proses untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup. Menurut Benjamin S Bloom, bahwa tujuan pendidikan adalah menciptakan manusia yang berkualitas baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik (Soemiarti Patmonodewo, 2003: 7). Artinya harus ada kemampuan otak (head), pengembangan kemampuan hati (heart), dan pengembangan kemampuan otot (hand). Sumber daya manusia yang berkualitas perlu disiapkan melalui sistem pendidikan ideal. Artinya bahwa sistem pendidikan kita memiliki tujuan kedepan dengan mengharmonikan tujuan teknis, humanistis, dan induktif (Imam Tholkhah dan Ahmad Barizi, 2004: 4). Tujuan teknis berarti pendidikan diorientasikan kepada kemahiran dan keahlian (skill), seperti halnya kerajinan tangan dan kesenian, menulis dan membaca, aritmetika dan hal-hal yang lain yang terkait dengan kemampuan mengolah otak, kritis dan kreatif serta kemampuan anak didalam menggunakan alatalat dengan cekatan. Tujuan humanistik yaitu sikap disiplin, dapat mengolah partisipasi dan integrasi didalam pergaulan sosial, dan pemanfaatan secara maksimal semua potensi manusia secara particular dan sosial. Sedangkan tujuan induktif adalah bagaimana upaya membangun peserta didik kearah kesadaran akan tradisi dengan melapisi diri melalui kesadaran religius dan dapat melek terhadap teknologi serta informasi. Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan totalitas yang melekat pada diri seseorang, yang tidak boleh dipisah-pisah antara satu dengan yang lain untuk mencipta manusia yang cerdas dan kreatif. Setiap anak yang lahir normal, baik fisik maupun mentalnya, berpotensi untuk menjadi cerdas dan kreatif. Hal ini sesuai dengan ungkapan Abdul Hamid Al Hasyimi (2001: 46) bahwa: Manusia dibekali dengan fitrah Allah seperti: Indera, pengetahuan, kecerdasan dan kemampuankemapuan nalar yang tinggi, hingga dapat membantunya memahami sesuatu. Selain itu, pada diri manusia, sebagaimana ditetapkan dalam studi-studi psikologi, membawa persiapan-persiapan, potensi dan juga motivasi-motivasi yang menggerakannya untuk berjalan dan menjelajah. Secara fitri manusia dibekali potensi kecerdasan oleh Allah SWT. Bahkan menurut berbagai riwayat yang patut dipercaya dinyatakan bahwa sebelum Allah SWT menciptakan segala sesuatu, terlebih dahulu menciptakan kecerdasan (intelek atau intelegenci). Orang-orang cerdas dan kreatif banyak sekali jasanya dalam kemajuan dan memajukan umat manusia. Melalui hasil karyanya dan pandangan-pandangannya yang ilmiah, telah mampu membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kebiadaban, menuju tatanan yang lebih baik dan beradab. Karya-karya orang cerdas pula, yang memungkinkan umat manusia mendapatkan

fasilitas teknologi modern, dalam memberikan berbagai kemudahan. Masa kecil manusia adalah masa yang ajaib. Kita dapat bayangkan tatkala anak lahir, ia tidak mempunyai kemampuan apapun. Aktifitasnya kebanyakan hanya tidur, makan dan menangis. Tetapi tiga tahun kemudian, perkembangan fisik dan motorik pada anak prasekolah sudah terlihat hingga mampu bergerak lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu kreativitas yang dimilikinya mulai terlihat dengan jelas melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya. Menurut Marian Borden, Kita dapat menyaksikan berbagai perubahan drastis pada anak-anak mulai sejak bayi yang masih merangkak dan tidak bisa berbicara sama sekali menjadi manusia sungguhan yang bisa berbicara dan bisa berjalan (Ary Nilandari, 2001: 3). Pada hakikatnya, setiap individu mempunyai potensi untuk menjadi Kreatif (Nursito, 1999: 5). Individu yang kreatif sebenarnya sudah mulai terlihat jelas disaat seorang anak tumbuh mencapai usia prasekolah yaitu sekitar 2-6 tahun. Didalam usia ini anak sering bersikap kritis dan melakukan sesuatu dengan kehendaknya sendiri seperti halnya memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu hal, sehingga melontarkan berbagai pertanyaan, senang berimajinasi, senang menjelajah, bebas dalam berfikir, tidak takut salah, berani mengambil resiko, senang akan hal-hal yang baru, dan pada masa ini anak sangat peka dalam pengamatan, menyukai terhadap pengalaman-pengalaman yang baru dan sebagainya. Mengembangkan kreativitas anak sejak kecil penting dilakukan. Karena anak masih mempunyai pikiran yang bersih, suci, tidak memiliki beban pikiran yang komplek serta memiliki semangat yang tinggi seperti kertas tanpa noda. Menurut Keith Osborn Puncak kecerdasan anak terjadi sejak dilahirkan sampai usia 5 tahun. Dan hampir 50% potensi kecerdasannya diyakini sudah terbentuk diusia 4 tahun. Sedangkan kreativitasnya mulai meningkat pada usia 3 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 4,5 tahun… (Andang Ismail, 2006: 263). Menurut Utami Munandar (2004: 10), Kreativitas perlu dikembangkan sejak usia prasekolah karena: Pertama, dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya dan ini merupakan kebutuhan pokok manusia. Hal ini sangat penting sebab manusia yang sehat jasmani dan rokhaninya akan mampu mengekspresikan diri, dengan menggunakan semua kemampuannya sehingga akan memperkaya hidupnya. kedua, kreativitas atau cara berfikir kreatif, dalam arti kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah, masih kurang diperhatikan dalam pendidikan formal. Anak didik dalam pembelajarannya disekolah lebih menekankan pada cara berfikir secara konvergen yaitu kemampuan berfikir menuju satu-satunya jawaban yang benar. ketiga, bersibuk diri secara Kreatif memberikan kepuasan pada diri anak. Hal ini sering terlihat pada anak-anak yang bermain dengan permainan konstruktif. Sehingga mereka terkadang lupa terhadap kegiatan yang lain. keempat, kreativitas mampu meningkatkan kualitas manusia dan taraf hidupnya. Kreativitas berperan untuk membuat ide-ide, penemuan-penemuan, atau teknologi baru yang dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat secara luas. Oleh karena itu kreativitas perlu dirangsang perkembangannya sejak masa prasekolah. Rangsangan yang diberikan pada tahuntahun pertama dari kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. Akan tetapi untuk mengembangkan anak menjadi kreatif tidaklah semudah membalik telapak tangan. Diperlukan semangat, kepedulian, kerja keras, pengorbanan orang tua dan pendidik serta pemahaman yang baik tentang pendidikan. Karena pemberian pendidikan yang baik akan memungkinkan seorang anak dapat tumbuh dan berkembang, baik sisi mental, kecerdasan maupun kreativitasnya.

Proses mengembangkan kreativitas bagi anak usia prasekolah dibutuhkan peran serta berbagai pihak dan lingkungan khususnya orang tua. Orang tua adalah tokoh panutan dalam keluarga. Orang tua dirumah berusaha merawat, mendidik, mengasihi dan menyayangi anak-anaknya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan bila anak mencontoh orang tuanya dan menganggap mereka sebagai pendidik yang pale baik, setidaknya sampai mereka memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. Apapun bentuk perilaku yang ditunjukan orang tua kepada anaknya akan berdampak pada kepribadian anak. Untuk itu pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anaknya adalah pola asuh yang baik agar dampak yang dimunculkan baik pula. Menurut Kamrani (2003), Pendidikan keluarga betul-betul menjadi basement bagi pendidikan disekolah dan masyarakat, sehingga sekolah dan masyarakat hanyalah bagian pelimpahan dan tanggung jawab sebuah keluarga. Orang tua hendaknya mampu berperan sebagai pengembang kreativitas. Seperti halnya suami dan istri menerapkan pola kerja sama yang serasi, selaras dan seimbang dalam rangka mengembangkan kreativitas anaknya dengan cara memberikan kesempatan bermain tanpa pembatasan waktu yang ketat, memberikan dorongan dan sarana yang terbaik, mengkondisikan lingkungan yang kurang kondusif, menghindarkan sikap orang tua yang tidak permisif (otoriter) dan senantiasa memberikan pengetahuan yang banyak terhadap anak. Selain itu orang tua juga sedini mungkin mendorong anaknya untuk menggunakan panca inderanya untuk mengenal dan menjelajah apa saja yang ada dilingkungan sekitarnya. Selanjutnya anak dirangsang untuk dapat berfikir sendiri sehingga bebas mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah sangat penting peranannya. Tetapi pengembangan kreativitas dalam keluarga masih kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Seperti halnya orang tua yang mendidik anak-anaknya menggunakan sikap dan pendekatan tradisional. Yakni orang tua membiarkan anaknya berkembang sendiri tanpa memberikan rangsangan kognisi ataupun keterampilan. Akan tetapi sikap yang diterapkan orang tua terlalu melindungi anaknya (over protection), eksplorasi anak dibatasi, pengaturan waktu yang sangat ketat sehingga orang tua selalu menguasai anak (dominant), membatasi khayalan serta sikap orang tua yang terlalu konservatif. Selain itu pola pendidikan yang diterapkan dalam keluarga tradisional sudah memiliki support atau bingkai tentang pola pendidikan anak tanpa melihat hasil dari pola asuhnya tersebut, sehingga pengembangan krativitas sejak kecil dirasa cukup diabaikan. Model pendidikan dan pengasuhan terhadap anak usia prasekolah hendaknya diperlukan strategi dan pemahaman. Karena tidak jarang indication pendidikan dan pengasuhan yang diterapkan lepas dari strategi, pendekatan, apalagi pendidik justru membunuh kreativitas dan tidak mengembangkan bakat ataupun talenta anak. Pengembangan kreativitas memang sudah menjadi tanggung jawab orang tua semenjak anak berusia prasekolah. Para ahli juga menegaskan demikian, seperti halnya Kak Seto sebagai tokoh pendidikan dan kreativitas anak. Beliau mengungkapkan bahwa kreativitas merupakan usaha/aktifitas anak dengan melalui sebuah proses untuk beraktifitas kreatif dan senantiasa menghasilkan karya-karya bernilai strange sehingga anak mampu memiliki kepribadian fluency, fleksibility, elaborasi dan newness dalam berfikir. Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak dan mengkonsep strategi pengembangan kreativitas. Baik dalam bentuk permainan, bercerita ataupun bernyanyi. Oleh karena itu disadari bahwa mengembangkan kreativitas tidak berarti membiarkan anak sesuai keinginan dan kepuasannya, tetapi diperlukan strategi jitu untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal.

Kreativitas yang menjadi bagian dari spektrum otak kanan relatif lebih mudah dikembangkan dari pada intelegenci (Wawancara dengan Kak Seto, 20 Januari 2007). Hal ini disebabkan karena kreativitas dapat berkembang dengan baik manakala dipengaruhi dan ditunjang oleh lingkungan disekitar anak. Berbeda dengan IQ yang memerlukan kemampuan khusus, hafalan dan dipengaruhi juga oleh faktor genetik. Selain itu proses untuk mengembangkan kreativitas juga membutuhkan press dari design instrinsik maupun berbagai lingkungan disekitarnya. Berbentuk design instrinsik adalah sesuatu keinginan/hasrat yang muncul dari pribadi anak. Sedangkan bersifat eksternal seperti keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam proses kreatif, seorang anak perlu diperhatikan agar dirinya selalu dalam keadaan semangat dan senantiasa berfikir kreatif. Menurut Kak Seto pemberian perhatian orang tua maupun pendidik terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi 4P (person, process, press and produk) Yang pertama adalah person, yakni diyakini bahwa tiap-tiap anak adalah memiliki kepribadian kreatif. Artinya segala apa yang dilakukan anak usia prasekolah adalah merupakan sebuah gerak menuju kreativitas. Hal ini sering diistilahkan bahwa a chairman refers to a abilities that are charactheristics of artistic people. Yang kedua adalah kreativitas diwujudkan dengan sebuah proses. Karena dilihat secara psikologis, kreativitas yang dimiliki anak prasekolah lebih ditekankan pada sebuah proses yang pada taraf selanjutnya akan menambahkan berbagai pengalaman dan pengetahuan bagi diri anak. Dengan berproses kreatif itulah anak akan mampu menjadi dirinya sendiri untuk memiliki kelancaran, kelenturan, keorisinilan dalam berfikir. Ketiga, press yaitu suatu motivasi atau dorongan yang diberikan kepada anak untuk bergerak dan mampu beraktifitas kreatif. Apabila ketiganya telah mendapatkan perhatian dengan baik, maka kreativitas akan mampu menunjukan sebuah hasil atau produk yang bernilai original. Dengan pentingnya kreativitas dalam segala bidang kehidupan, maka pengembangan kreativitas memerlukan berbagai teori dan strategi pengembangannya. Serta diterapkan sesuai dengan kemampuan anak dan tingkat usia. Dari paparan diatas, pengembangan kreativitas dipandang penting untuk diperhatikan. Selain lebih mudah untuk dikembangkan melalui lingkungan, kreativitas berguna membekali anak semenjak usia prasekolah dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan melalui sebuah proses kreatif, sehingga mampu mencapai masa depan dan pendidikan yang lebih baik. Berdasarkan uraian diatas, penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang Kreativitas anak usia prasekolah yang menitik beratkan pada ide-ide Kak Seto dengan judul : PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH MENURUT KAK SETO. B. Penegasan Istilah Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menghindari adanya interpretasi yang berbeda sekaligus sebagai pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka terlebih dahulu penulis menjelaskan dari judul skripsi di atas. 1. Pengembangan Kreativitas a. Pengembangan Pengembangan adalah suatu proses perubahan secara bertahap ke arah tingkat yang berkecenderungan lebih tinggi dan meluas serta yang secara menyeluruh dapat tercipta suatu kesempurnaan dan kematangannya ( HM. Arifin, 1981: 77). b. Kreativitas Secara etimologi, kreativitas berasal dari kata benda (noun) creativity yang berarti daya cipta. Menurut Komite Penasehat Nasional bidang Pendidikan kreatif dan Pendidikan Budaya,

Play Group atau Tempat Penitipan Anak (Day Care). perlindungan serta pengembangan kreativitas. Dan ia lebih banyak membutuhkan pendidikan dalam lingkungan keluarganya. tetapi proses kreatifnya perlu mendapat perhatian. Anak Prasekolah Menurut Papalia dan Old. kesusasteraan. Oleh karena itu. 2006: 252). produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. 2. Oleh karena itu. Menurut Syamsu Yusuf. Dapat pula berupa kegiatan imajinatif atau sintetis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman. Dengan asumsi bahwa anak tersebut belum masuk sekolah dasar namun sudah bisa dimasukan ke tempat Pendidikan Anak Usia Dini seperti Taman Kanak-Kanak (TK). fase anak prasekolah (usia TK) adalah 2-6 tahun. baik baru ataupun karya yang bersifat ulang (tidak murni baru). 2003: 55). Sehingga penulis akan menggunakan istilah anak prasekolah dalam menyebutkan anak yang berusia 2-6 tahun. Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah Menurut Kak Seto adalah sebuah studi dan penelitian terhadap ide-ide praktis bagaimana upaya mengembangkan kreativitas anak khususnya usia prasekolah (2-6 tahun) yang telah dihasilkan oleh Kak Seto baik dalam buku-bukunya. dalam skripsi ini dimaksud dengan anak prasekolah adalah anak yang berusia 2-6 tahun. Karena pada masa ini. . Hurlock. 2003: 55). Mencermati pembagian umur tentang anak usia pra sekolah diatas. Sehingga mampu hidup kreatif dan menghasilkan karya. produk ilmiah atau metodologi (Tim Pustaka Familia. maka kreativitas dipahami sebagai suatu kegiatan otak yang teratur dan imajinatif untuk mampu menghasilkan sebuah karya yang orisinal ataupun tidak mesti hasil yang baru. Dalam pemahaman yang sederhana. Sedangkan menurut EB. maupun karya ilmiah yang lainnya. Masa ini dikenal juga dengan masa prasekolah. Melihat pengertian di atas. Sedangkan pengertian yang lain. mewujudkan ide atau mampu menanggapi masalah serta tidak dapat dinilai berdasarkan hasil fisiknya semata. masa kanak-kanak pertama yaitu rentang usia 3-6 tahun (Reni Akbar. dan belajar menyesuaikan diri secara sosial. mampu mengemukakan. dapat kita lihat bahwa banyak para pakar yang memberikan batasan umur yang berbeda. anak berusaha mengendalikan lingkungan. istilah kreativitas diartikan: Suatu kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. Pengembangan kreativitas anak prasekolah merupakan suatu usaha bagaimana mencetak anak usia prasekolah sebagai calon generasi kreatif dengan berbagai strategi ataupun trik tertentu. merespon. 2004: 1). membagi usia anak 0-6 tahun adalah periode masa ibu (Sri Harini.kreativitas adalah suatu bentuk aktifitas imajinatif yang mampu menghasilkan sesuatu yang bersifat original. pengembangan kreativitas didefinisikan sebagai suatu usaha bagaimana mencetak anak-anak sebagai calon generasi kreatif dengan strategi tertentu agar kreativitasnya dapat dikembangkan sejak dini. 2001: 3). usia prasekolah atau prakelompok yaitu anak-anak yang berumur 2-6 tahun (Sri Harini. murni. Sedangkan Johan Amos Comenius. dalam hal ini Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak pada bidang pendidikan. asli dan bermakna (Anna Craft. Kreativitas bisa juga mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencangkokan hubungan lama ke situasi baru sehingga menghasilkan tujuan. khususnya yang ditawarkan oleh pakar maupun praktisi pendidikan anak. Kreativitas dapat berupa produk seni.

Semua itu muncul sebagai upaya mempersiapkan generasi yang unggul dengan berbagai pendekatan dalam pendidikan anak sejak usia dini atau usia prasekolah. Pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah penting dilakukan. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas diatas. maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Sebab. Akan tetapi. baik yang muncul dalam bentuk buku-buku. para ahli mendefinisikan batasan-batasan umur mereka antara yang satu dengan yang lain berbeda. perkembangan anak selain dipengaruhi oleh faktor novice juga dipengaruhi oleh faktor ekstern. seperti contoh yang telah ditulis pada penegasan istilah. Memperkaya Wacana keilmuan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia PraSekolah F. jurnal dan sebagainya. Berbicara mengenai anak prasekolah. khususnya dalam pengembangkan kreativitas. Tinjauan Pustaka Pembicaraan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah sebetulnya sudah sangat banyak dikemukakan oleh para ahli. 5. dimana Kak Seto dapat dikatakan sebagai seorang praktisi yang bergerak dalam bidang kreativitas anak. makalah. sebagai engine bagi pendidikan anak dan juga sebagai penjemput hari depan bangsa agar lebih gemilang. Kegunaan Penelitian Diharapkan menjadi media pengembangan terutama pada wilayah pengembangan kreativitas anak usia prasekolah baik bagi penulis maupun yang membacanya. Hal yang cukup meresahkan penulis sehingga munculah ide penulisan skripsi ini adalah kepedulian penulis terhadap anak-anak usia prasekolah akan keberhasilan pendidikan. Untuk mengetahui tentang kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. penulis mencoba untuk menarik benang merah mengenai batasan umur anak pra sekolah yaitu 2-6 tahun . anak-anak hendaknya diarahkan dan dilatih agar mampu mengembangkan kreativitas pada dirinya sendiri.C. Karena kreativitas merupakan bekal yang menempel pada diri individu yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak. Untuk mengetahui pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. E. Mengingat salah satu tujuan dari pendidikan anak usia pra sekolah adalah pengembangan kreativitas. menyebabkan kesulitan dalam usaha untuk menghubungkan antara batasan umur dan kecakapan anak. menumbuhkan sikap kritis dan bebas berbuat sesuai dengan etika sehingga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. maka masalah yang menjadi fokus penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto Bagaimana pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto D. Sebagai pedoman bagi keluarga dalam pembentukan dan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. 2. Dengan adanya perbedaan pendapat itu. Memberikan kontribusi bagi siapapun yang akan mengkaji pemikiran Kak Seto khususnya tentang pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. Sebagai pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan kewajibannya dalam kegiatan belajar mengajar yang senantiasa berinteraksi dengan anak didiknya untuk mengapresiasikan momen belajar. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas.

meneliti cara menumbuhkan dan mengembangkan sikap religius terhadap anak usia 2-6 tahun (prasekolah). . Jakarta: Gramedia. 1998. Dalam hal itulah. mahasiswi Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto. diantaranya pernah dilakukan oleh Deni Sawaludin. yaitu sebuah skripsi yang berjudul Konsepsi Pendidikan Islam tentang Upaya Pengembangan Kreativitas Manusia. Dalam hal ini yang menjadi fokus utama adalah mengetahui bagaimana sebenarnya cara mengembangkan kreativitas pada usia anak prasekolah menurut Kak Seto yang usianya 2-6 tahun. namun kajian yang dilakukan oleh Deni Sawaludin hanya mengupas metode dan arah pengembangan manusia secara umum menuju kesempurnaan manusia serta membahas pula proses terjadinya kreativitas pada manusia. Nasrulloh pada tahun 2001 juga meneliti tentang Tanggung Jawab Keluarga Muslim dalam Pembentukan Kepribadian Keberagaman Anak (Tinjauan Sosiologi Pendidikan). Ia seorang alumni Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto tahun 1999. Diantara buku dan karyanya tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kak Seto. Akan tetapi semua anak yang berusia 2-6 tahun. Akan tetapi skripsi yang bertemakan tentang pendidikan anak khususnya usia prasekolah sudah banyak diteliti. Sumber Data a. Tetapi skripsi ini hanya menyinggung faktor yang mempengaruhi tumbuhnya sikap religius pada anak pra sekolah semata serta berbagai strateginya. Penggunaan istilah anak prasekolah ini tidak hanya untuk anak-anak yang memasuki Taman Kanak-Kanak atau Play Group. Yang membedakan penelitian skripsi ini dengan yang lainnya adalah skripsi ini akan memaparkan berbagai gambaran kreativitas anak prasekolah beserta strategi mengembangkannya menurut Kak Seto. Dalam Skripsi Ita Wahyuningsih (2006) yang berjudul Menumbuhkan Sikap Religius Pada Anak Prasekolah (tinjauan secara psikologis). sekolah maupun masyarakat tetap disebut sebagai anak prasekolah. baik yang berada di lingkungan keluarga. Dan sepengetahuan penulis. Penelitian yang secara khusus mengkaji pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto kiranya belum pernah dilakukan. belum pernah ada judul yang sama sehingga penulis ingin meneliti lebih jauh. Sumber Primer Sumber authority ini secara umum adalah karya ilmiah mengenai ide dan pemikiran Kak Seto. Di dalamnya menerangkan bahwasanya keluarga adalah inti tempat berinteraksi yang pertama dan utama bagi anak. Metode Penelitian 1. Sumber ini bisa berupa buku-buku karangan beliau. Skripsi yang di teliti oleh Irfan Tinzila tahun 2000 berjudul Faktor Orang Tua dan Bakat Anak dalam Pendidikan menurut Perspektif Islam. majalah serta media yang lain. disertasi atau makalah-makalah yang tertuang dalam jurnal.dengan maksud agar ada sebuah kejelasan tentang batasan umur yang dimaksudkan dalam skripsi ini. G. sikap dan perilaku orang tua. berkembangnya individu anak dan disitu pulalah tahap-tahap awal proses pembentukan kepribadian anak melalui internalisasi nilai-nilai yang terpantul dari emosi. membahas tentang pentingnya bakat anak sebagai faktor penting dalam pendidikan kaitannya dengan fitrah serta pengaruh dari orang tua dalam pengembangan bakatnya. Walaupun ada sedikit kesamaan dalam penelitian ini yakni terkait dengan anak prasekolah ditinjau secara psikologi. Memacu Bakat dan Kreativitas. tetapi masalah yang penulis angkat berbeda.

2003. b. Jakarta: Kanisius. Jakarta: PT. Jakarta: Gema Insani. Data ini bisa berupa karya tulis atau dokumen yang membahas biografi Kak Seto atau bisa juga berbagai informasi written dari Kak Seto sendiri. 2005. baik berupa buku maupun makalah. Kreatif Sains 4-6 Tahun.2) _________. Kedua. Perjalanan. 2) ________________. Alam Bawah Sadar. Yogyakarta: Erlangga 4) _________. 5) _________. 4) Wahyudin. Mengembangkan Kreativitas Anda. Membangun Kreativitas Anak Secara Islami. 5) Hasan. Bacaan. Menuju Kreativitas. 3) _________. Data ini berupa berbagai karya tulis Kak Seto. Mengembangkan Kreativitas Anak. maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa data. Selain berasal dari berbagai karya tulis Kak Seto information mengenai ide atau pemikiran Kak Seto juga penulis peroleh dari hasil wawancara dengannya ataupun sumber yang lainnya. 7) Campbell. Sumber Sekunder Untuk memperluas kajian serta memperdalam pembahasan. Maimunah. Amal. 1997. George. hlm. Disamping itu penulis juga mencari information dengan wawancara yang dilakukan langsung kepada Kak Seto untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan Pada Anak Sejak Usia Dini. Anna. 24 Juli 2006. Seto. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat . Teknologi. 9) Ayan. Bengkel Kreativitas: 10 Cara Menemukan Ide-ide Pamungkas Melalui Pergaulan Lingkungan. Berfikir. Bermain dan Kreativitas: Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain. 2004. David. hlm. penulis juga menggunakan beberapa karya tulis yang lain yang memiliki relevansi dengan obyek kajian yang sedang diteliti. 2004. Kiat Menggali Kreativitas. 2004. Gramedia Pustaka Utama. 3) Nursisto. Boulden. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya: Buku Inspiratif Bagi Orang Tua dalam Membantu Mengelola Emosi Secara Positif. E. Kreativitas dan Keberbakatan:Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. 6) Craft. antara lain adalah : 1) Munandar. 1986. Pengumpulan Data Pada langkah ini penulisan menggunakan. b. Yogyakarta: Mitra Gama Widya. Data mengenai ide atau pemikiran Kak Seto. 2002. 18. yaitu mengumpulkan information yang relevan dengan fokus penelitian yang penulis laksanakan ini. Suara Karya. 2. yaitu: . pertama metode dokumentasi. Jakarta: Rineka Cipta. Seni. 2005. Permainan. 2001. 6) Mulyadi. Jakarta: Papas Sinar Sinanti. 2002. Berbagai information akan penulis kumpulkan meliputi: a. Jiwa Kreatif. Jakarta: Bintang Cemerlang. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. 1999. A. 10) Alkhalili. Yogyakarta: Dolphin Books. Bandung: Kaifa. menggunakan metode wawancara. Mengembangkan Kreativitas. Jakarta: Cerdas Pustaka. Jakarta: Pustaka Alkautsar. 1-4. yaitu untuk memperoleh information tambahan yang berupa penjelasan dari pihak terkait (tokoh) dan berfungsi sebagai cranky check terhadap akurasi pemahaman penulis terhadap information yang berasal dari karya tulisnya. Analisis Data Setelah information terkumpul dan tersistematis. Jordan. Data mengenai biografi Kak Seto. Utami. Merefresh Imajinasi dan Kreativitas Anak-Anak. Mengenai masalah ini penulis mencoba mencari tulisan Kak Seto yang relevan dengan fokus penelitian yang peneliti lakukan yaitu berkenaan dengan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. Jakarta: Erlangga. P. 1999. 2005.

dimana isi dari kesimpulan tersebut mampu mencapai tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto. Ayah tong. Urgensi Kreativitas Bagi Anak Prasekolah. 1989: 70). Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan. Karir dan Pengabdiannya. H.Psi yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Seto terlahir sebagai putra kembar dengan Kresna kembarannya dari pasangan Mulyadi Efendi dan ibu bernama Maryati di Klaten (jawa tengah) pada tanggal 28 Agustus 1951 Kak Seto. Analisa Komparatif. yaitu obyektifitas. Bab III berisi pembahasan tentang Konsep Kreativitas Anak Usia Prasekolah yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Usia Prasekolah. Analisa isi teks (content analitys). Penegasan Istilah. yaitu suatu jenis analisa yang berorientasi pada penemuan hubungan kausalitas. dimana analisa isi teks yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisa isi teks yang melibatkan olahan filosofis dan teoritis. 2002: 64). selanjutnya penulis menyimpulkan hasil akhir dari penelitian ini. . Dengan analisa ini diupayakan pencarian berbagai faktor yang berhubungan dengan situasi dan fenomena yang diteliti. berisi pembahasan tentang Kreativitas dan Strategi Mengembangkannya pada Anak Usia Prasekolah menurut Kak Seto yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Prasekolah Menurut Kak Seto. Ciri-ciri Kepribadian Anak yang Kreatif. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan tulisan hasil penelitian yang runtut. Bab IV. Strategi Pengembangan 4 P menurut Kak Seto.ensiklopedi/setomulyadi/index. Pada dasarnya ada 3 syarat didalam analisa isi teks ini. Rumusan Masalah.. 2006:288). Hingga akhirnya Kak Seto dan saudaranya bekerja keras untuk tetap melanjutkan sekolahnya serta dititipkan ke rumah bibinya di Surabaya (Kak Seto.shtml).a. Akan tetapi disaat ayahnya meninggal dunia kondisi ekonomi di keluarganya menjadi kembang kempis dan kurang dapat memenuhi serta mencukupi biaya sekolah anak-anaknya. BAB II BIOGRAFI KAK SETO A. yang meliputi Latar Belakang Masalah. sapaan Seto dikala kecil.Com. Tinjauan Pustaka. b. Bab V. yaitu Penutup yang berupa Simpulan serta Saran-saran dan diakhiri dengan Daftar Pustaka. sistematis dan generalis (Noeng Muhadjir. serta Identifikasi Pemikiran Kak Seto. yang meliputi: Riwayat Hidup dan Pendidikannya. yang karenanya diberi judul Pendahuluan. Faktor-Faktor Pengaruh Dari Proses Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah. serta Karya-karya yang telah dihasilkan. Tujuan dan Kegunaan Penelitian. Bab II berisi pembahasan tentang Biografi Kak Seto. adalah seorang direktur pada perusahaan perkebunan Negara di Klaten yang cukup mampu dalam hal ekonomi. Analisa ini menggunakan pendapat-pendapat kemudian dibandingkan dengan yang lainnya (Moleong. Seto Mulyadi S. Menarik Kesimpulan Setelah Langkah-langkah tersebut dilakukan. sistematis dan mudah dipahami penulis menyusun skripsi ini dengan sistematika sebagai berikut Bab we berisi pembahasan tentang berbagai hal yang menjadi kerangka awal penelitian ini. Riwayat Hidup dan Pendidikan DR.

Kemudian melanjutkan ke SMP Klaten dan lulus pada tahun 1966 (Kak Seto. Tetapi. dan lulus tahun 1969. dan membawanya ke Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. Hingga sampai sekarang panggilan akrab dikalangan manapun adalah Kak Seto. ia merasakan bekerja jadi pembantu rumah tangga. tutur Kak Seto. Bersama Pak Kasur. dan yang terakhir Nindya Putri Catur Permatasari (Kak Seto. Ketertarikannya pada acara yang diasuh oleh ibu Kasur. Setelah Lulus dari SMA. bersama . akhirnya Kak Seto dan Kembarannya (Kresna) pindah ke Surabaya dan menetap di rumah bibinya untuk melanjutkan sekolah di SMA St. Tidur dengan beralaskan dua keset yang digabung tanpa selimut dan kasur. hanya meninggalkan sepucuk surat kepada ibunya (Wawancara 20 Januari 2007). Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya Kak Seto bekerja sebagai tukang batu. kali ini joke kegagalan kembali menyertainya. Sembari bekerja serabutan dia kemudian mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 27 Maret 1970. ketika itu baru berusia 12 tahun.Pada tahun 1987. dan diusianya yang ke 36 tahun. Klaten dan lulus tahun 1963. Kak Seto joke berangkat tanpa pamit. Tetapi untuk beristirahat dimalam hari. Hingga suatu ketika. Berat sekali keadaan waktu itu. 2005: 62). waktu subuh. Waktu baru di Jakarta. jadi tukang semir sepatu di Blok M. Kak Seto pernah berprofesi sebagai pedagang asongan di jalan-jalan selepas sekolah. Tepat pada hari pernikahan. yang menerimanya. menjadikan ia tertekan. tahun berikutnya. cita-citanya menjadi dokter kandas dan tidak diterima di fakultas kedokteran. Akhirnya Kak Seto dijadikan asistennya Pak Kasur. jadi tukang batu. ). tuturnya. Kak Seto bisa menumpahkan obsesi masa kecilnya. baik di Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia. Eka Putri Duta Sari. di saat tamu berdatangan. Kak Seto mengawali pendidikannya pada sekolah dasar SD Ngepos. Pilihannya joke makin mantap di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI sebagai ajakan Bu Kasur. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang kekurangan karena meninggalnya ayah Kak Seto. di rumah tempatnya menumpang. serta sesekali menulis di majalah Si Kuncung. Setiba di Jakarta Kak Seto menjadi pengangguran yang luntang-lantung karena tidak memiliki saudara dan biaya hidup. karena kecintaan terhadap anak-anak merupakan sesuatu yang berawal dari kerinduan datangnya seorang adik yang telah meninggal diusia tiga tahun. ia bercita-cita untuk melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran. saya mulai dari bawah. Dari hasil pernikahannya tersebut. lanjut pria yang merasa tenang bila dekat ibunya ini. Ma’ruf masuk AKABRI. Louis Surabaya yang tepatnya usia Kak Seto menginjak 14 tahun. Sementara Kresna diterima di kedokteran dan kakaknya. Kak Seto tetap bisa aktif di OSIS bersama kembarannya (Kresna). Bimo Dwi Putra Utama. Jakarta Pusat. Kak Seto menumpang di garasi milik keluarga temannya. Tapi. kenang Kak Seto (Wawancara 20 Januari 2007). dibentak-bentak dan dimarahi oleh tuan saya. Dengan kekecewaan yang dialaminya. Pak Kasur. Kak Seto dikaruniai dikaruniai empat orang anak yaitu. Shelomita Kartika Putri Maharani. Kak Seto mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Deviana gadis yang dicintainya yang usianya terpaut 20 tahun. hingga akhirnya Kak Seto memutuskan meninggalkan rumah dan pergi ke Jakarta. yang dikenal sewaktu berkenalan di kereta. ujarnya. Disamping menjadi pedagang asongan Kak Seto mulai aktif mengisi sebuah rubrik untuk anak-anak di majalah terbitan Surabaya. pengantin baru Seto-Devi melaksanakan nazarnya: mendongeng di panti asuhan. Bahkan rapornya selalu bagus. Walau sekolah sambil bekerja. Demi meringankan beban bibinya dan juga untuk memenuhi biaya sekolah. ia tertarik pada acara yang diasuh ibu Kasur di TVRI. dan sejak saat itulah saya mulai memakai nama Kak Seto. sehingga ia berusaha mencari ibu Kasur dengan niat untuk berguru (ngenger). seperti halnya tatkala di Surabaya.

Com. Pelaksanaan pembangunan Istana Anak-anak di TMII itu akhirnya dapat berkembang dan menyebar diberbagai cabang di Jakarta dan Bandung di bawah yayasan Mutiara Indonesia karena memiliki peminat yang cukup banyak. unsur pendidikan yang ada dalam lagu-lagu kedua tokoh tersebut adalah bahwa lagu merupakan proses bermain. ia memperdalam kajian keilmuannya dibidang Psikologi dengan melanjutkan Program Strata Dua di Universitas Indonesia sambil mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak -anak di Taman Mini Indoneia Indah. Oleh karenanya lagu yang diciptakannya terhindar dari huruf R dengan maksud agar bisa dinyanyikan oleh anak balita (www.com).Psi) pada tahun 1981 (Kak Seto. Dari kelima anaknya adalah Sursantio. Women of a year dari Italia (www. lagu seperti sayang semua misalnya mengandung unsur pembelajaran sekaligus pendidikan meskipun sederhana (www.Download 26 Maret 2007). Pengalaman bersama Bu Kasur adalah merupakan salah satu unsur dari faktor keberhasilan Kak Seto dalam dunia anak hingga saat ini. Berproses dari kegagalan menjadi seorang dokter serta saran dari pak Kasur dan bu Kasur. Kepiawaian dan kecintaanya kepada dunia anak. Suryo Prabowo. hingga akhirnya dapat memperoleh gelar sarjana psikologi (S. Dengan bukti ia adalah seorang seorang pencipta lagu-lagu bernuansa pendidikan anak.Com.ensiklopedi/setomulyadi/index. Kak Seto mendongeng. Hal ini disampaikan bu Kasur. Pikiranrakyat. Disamping membantu pak Kasur mengelola Taman Kanak-kanaknya di Situ Lembang Jakarta Pusat.pikiranrakyat..ensiklopedi/setomulyadi/index. bahkan lebih dari 140 lagu pendidikan anak sedangkan bu Kasur tidak lebih dari 20 lagu (www. seorang Direktur Bank Indonesia. Hasrat besar dalam mendidik anak juga diobsesikan Bu Kasur dan Pak Kasur dengan mendirikan Taman Kanak-Kanak.shtml. Karena bu Kasur adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang lahir di Jakarta pada tanggal 16 Januari 1926. Penghargaan Pembawa Acara Anak-anak Legendaris di televisi. Kutilang untuk anak usia 4 tahun dan Cenderawasih untuk anak 5 tahun. Surjo Prasojo dan Suryo Pranoto (www.figurpublik. Kak Seto akhirnya dapat berhasil menyelesaikan module Strata Dua (S2) pada tahun 1989 dan berlanjut sampai meraih gelar Doktor dalam bidang Psikologi pada tahun 1993 (KakSeto.figurpublik. beliau bernama lengkap Sadiah yang menjadi seorang istri dari Soerjono (dikenal pak Kasur) dengan dikaruniai 5 orang anak dan 11 cucu.shtml). Jakarta pada tahun 1983 atas mandat dan kepercayaan dari Ibu Tien Soeharto. Disamping itu lagu anak dimaksudkan untuk menanamkan jiwa kasih sayang dan kecerdasan kognitif.com) Pak Kasur dan bu Kasur adalah pahlawan dan tokoh pendidikan anak. maka beliau patut mendapatkan julukan Pakar Pendidikan dan Psikologi anak Indonesia dengan mottonya : bangsa yang besar adalah bangsa . Suryaningdiah. beliau juga pernah mendapatkan penghargaan antara lain: Bintang Budaya Parama Dharma tingkat nasional. Dengan kerja kerasnya dan kecintaanya kepada dunia anak.figurpublik.com). Dengan peran beliau dalam dunia pendidikan anak. Selain itu anak-anak dalam bernyanyi bersama juga dapat melatih empati terhadap teamnnya sebab mereka akan tau kapan harus bersuara atau kapan giliran temannya bersuara serta belajar disiplin dan dilatih untuk mengenal irama. TK yang didirikannya terbagi dalam 3 jenjang yaitu: Parkit untuk anak usia 3 tahun. belajar sambil bernyanyi. Kak Seto juga dipercaya untuk membantu dan mengasuh anak-anaknya Soeksmono Martokoesoemo. bermain sulap bersama anak-anak.Henny Purwonegoro. akhirnya ia memutar haluan dengan meneruskan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.com). Setelah menyelesaikan kuliahnya (Strata Satu). .com).

educator. Anggota International Society for Twins Studies sejak tahun 1985 sampai sekarang. dan buku – buku tentang Pendidikan anak hingga akhirnya menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta pada tahun 1994 sampai 1997 (Wawancara 20 Januari 2007).com) Sejak tahun 1983. Kak Seto mulai bekerja menjadi orang kepercayaannya Ibu Tien Soeharto untuk mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah. Karir dan Pengabdian Pertama kali merantau di Jakarta. 2. Jakarta dan kelompok bermain Istana Anak-anak di yang dikembangkannya sambil menyelesaikan kuliah Strata Dua di Universitas Indonesia Fakultas Psikologi. B. menulis artikel. bisnismen. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah Kak Seto memiliki berbagai aktifitas selain sebagai tenaga pengajar atau Dekan diperguruan tinggi.yang mencintai anak-anak dan berharap supaya semua orang menganggap setiap hari adalah hari anak. Ancol. pedagang asongan dan pembantu di hotel-hotel. 4. Director at-large International Council of Psychologists tahun 1985 3. Jakarta. 5. Praktisi yang digeluti Kak Seto pada dunia anak merupakan aktifitas yang berasal dari didikan pak Kasur. Selain menjadi tenaga pengajar beliau juga aktif dan kerap menjadi pembicara dalam seminar. Selain bergerak dilembaga nasional.1985. yang akhirnya Kak Seto menjadi asisten Pak Kasur. ia diterima bekerja di Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. Anggota World Council for Gifted & Talented Children semenjak tahun 1994 sampai dengan . www. Jakarta Pusat. Soeksmono Martokoesoemo hingga selesai kuliah S1 (Kak Seto. Kak seto adalah tokoh pemerhati anak-anak dan giat membela anak-anak. Selain bertugas menjadi asistennya Pak Kasur Kak seto juga bekerja menjadi pembantu dan pengasuh anak di rumah Direktur Bank Indonesia. baik menyangkut tindak kekerasan terhadap anak ataupun penindasan dan pelecehan. Yogyakarta dan tempat lain yang terkena bencana alam. Selain Beliau juga sebagai bisnismen. artis baik dilayar lebar maupun acara anakanak diberbagai tempat seperti mall. Pendirian Trauma Center ini ditujukan untuk menangani gangguan traumatis pada anak-anak Aceh yang menjadi korban bencana alam Sunami yang dahsyat tersebut. Kak Seto bekerja menjadi dosen di Universitas Tarumanegara. Untuk itu aktivitas yang diperankan Kak Seto menjadikan dirinya dinobatkan sebagai ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998 hingga sekarang dan bersama dengan pemerintah merealisasikan pembentukan Trauma Center di Aceh. Taman Mini. dan sebagainya. dengan bukti antara lain beliau pernah menjabat sebagai: 1. Anggota Creative Education Foundation semenjak tahun 1993 sampai sekarang. Kak Seto mengalami kegagalan dan penderitaan dengan menjadi kuli. saat itu. Aktifitas yang dimaksud adalah aktifitas di lembaga sosial dengan mendirikan sekolah Taman Kanak – Kanak Mutiara Indonesia. Setelah diselesai Program S3-nya dan sebagai pakar Pendidikan Anak dan Psikologi.tokohindonesia.akan tetapi setelah ia bertemu dengan ibu Kasur dan pak Kasur. Pada tahun 1982 sampai dengan sekarang dan juga membentuk dan mengetuai Yayasan NakulaSadewa yang menghimpun anak-anak kembar yang berasal dari keluarga kurang mampu semenjak tahun1984 sampai sekarang. Kak Seto juga merambah ke dunia internasional dalam aktifitas pengabdiannya terhadap dunia anak. Play group. organisatoris dan sekaligus menjadi artis) (Wawancara 20 Januari 2007). Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia pada tahun 1983. Hal ini dilakukan karena Kak Seto memiliki sebuah prinsip dalam berKreativitas yakni Kak Seto sebagai SEBOA (saintic.

Melalui aktifitas tersebut. dan pembelaan kepada anak-anak banyak sekali dilakukan. 8. 6. Atas pengabdian dan kecintaan Kak Seto pada dunia anak-anak sampai kapan joke akan terus dilakukannya. bermain sulap bersama anak-anak. terkait dengan pendidikan dan cara mengasuh anak antara lain sebagai berikut: 1. perhatian. Sehingga dalam pengabdiannya itu mendapatkan berbagai pengalaman mengenai perilaku dan berbagai corak kepribadian anak. 2. Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998. Naskah buku ini memberikan gambaran yang lebih mudah dimengerti mengenai konsep Bakat dan kreativitas yang tersusun dalam cerita anak – anak yang disertai dengan berbagai contoh pribadi anak yang . kategori Social Activity dari World Children’s Day Foundation & Unicef pada tahun 1989. belajar sambil bernyanyi. ruang kelas. Itulah wujud peran Kak Seto dalam menjalin kecintaannya terhadap dunia anak. New York. Diantara hasil karya tulisnya yang pernah dipublikasikan dan yang dapat penulis temukan. bersama Henny Purwonegoro. kategori Contribution to World Peace dari Jaycess International yang diberikan pada tahun 1987. Dunia anak yang digeluti Kak Seto merupakan keniatan dan kemantapan hati semenjak ia bertemu dengan Pak Kasur. Memacu Bakat dan Kreativitas Buku ini merupakan usaha penulis yang telah diterbitkan pertama pada tahun 1998. Sebagai Orang Muda Berkarya. Dengan menciptakan beberapa lagu anak-anak dan memerankan bonekanya (Si Komo) sehingga ia joke makin lekat dengan anak-anak. sehingga beliau mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. 5. Kak Seto mengundurkan diri dari keluarga Soeksmono dan membangun tempat tinggal di daerah Cireundeu serta memanfaatkan tanah seluas 2000 scale persegi untuk dibangun sarana bermain anak-anak seperti halnya perosotan atau ayunan. hingga akhirnya Kak Seto dapat menggondol gelar sarjana Psikologi. Kak Seto mendongeng. dan masih banyak jabatan yang pernah dipegangnya hingga penulis tidak mampu melacaknya secara fact (Kak Seto. Penghargaan ini diberikan oleh Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar pada tahun 1987. The Outstanding Young Person Of The World. 2005: 63). Ketua Yayasan Nakula dan Sadewa. 2005: 62-63). C. Dengan membaiknya keadaan ekonomi dari hasil jerih payahnya. 7. 3.sekarang. ruang permainan anak dan semua ruangan didekorasi dengan berbagai warna yang ceria dan benar-benar membuat anak merasa dialam fantasi mereka. Karya-Karya Kak Seto Mulyadi Aktifitas yang telah dilakukan oleh Kak seto berkaitan dengan pengabdian. kolam renang mini. Ketua Yayasan Asah Pena Indonesia. New York. Pendiri Sekolah Rumah (homeschooling) dan sekaligus sebagai ketua Assosiasi Homeschooling sampai sekarang. Yang kemantapan itu makin terlihat di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI. The Golden Balloon Award. 4. Peace Messenger Award. Kak Seto juga aktif terhadap kegiatan penelitian yang telah dilakukannya sekitar tahun 1981 sampai dengan sekarang. Diantara berbagai penghargaan yang pernah diraihnya antara lain : 1. Dan masih banyak lagi penghargaan yang tidak dapat diuraikan pada penelitian ini (Kak Seto. Kehidupan yang dijalaninya dengan keoptimisan yang luar biasa. Penghargaan ini merupakan wujud kategori Pengabdian Kak Seto pada dunia anak-anak yang diberikan dari Presiden RI pada tahun 1987.

Anak Bukan Untuk Guru. Rangsang si Kecil Untuk Aktif Berkreasi dengan PC . p17-20. Erlangga. Membesarkan Anak dengan Senyum. Pikiran Rakyat. Kreatif Matematika 4-6 tahun. 4. Tulisannya dalam bentuk artikel atau makalah dalam majalah. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. Lampu Hijau Untuk Homeshcoolling. 24 Juli 2006. 7. Jum’at 09 Sep 2005. Suara Karya. 2. Selain itu buku ini juga memberikan penajaman dan kelanjutan dari buku yang berjudul memacu bakat dan kreativitas anak. Suara Merdeka. Kak Seto juga menciptakan berbagai hasil karya non tulis baik untuk media pembelajaran terhadap anak usia prasekolah maupun yang bersifat komersial. 05 Desember 2005. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan pada Anak Usia Dini. Bila Anak SD Menulis Buku. Buku ini tidak hanya memaparkan tips dan strategi mengelola amarah pada anak. Panduan Perkembangan Anak. Buku Inspiratif bagi semua orang tua untuk membantu anak mengelola emosi secara positif. 10. akan tetapi juga menawarkan prinsip dan berbagai strategi di dalam mencerdaskan emosi anak. majalah. Hidayatullah. 6. Juli 2003. hal 18. aktifitas tulis menulis Kak Seto juga telah di publikasikan diberbagai surat kabar. 08 Mei 2006. Homescholling sebagai Pendidikan Alternatif. Senin. 9. Sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas. Tokoh Sikomo memiliki beberapa .kreatif serta pola pengembangan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. Suara Karya. Sekolah Jadi Penjara Bagi Anak. anak pra sekolah dan kegiatan bermain. 2. makalah. Home Scooling. serta pengembangan cerita dan penambahan tokoh baru yaitu Komi sebagai komodo berwarna hijau. serta Kimo yang memiliki warna merah muda yang ketiganya disingkat menjadi KOMIMO (Suara Karya. Com. Gerbang. 27 Nov 2005. Anakku. . 7.p 8-10. Kreatif Sains 4-6 tahun. Hidayatullah. Kompas. 8. jurnal serta telah diseminarkan diberbagai lembaga pendidikan baik Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi. Buku ini juga memaparkan belajar Matematika dengan indication kreatif anak-anak. . Sekolah Bukan Tempat yang Menyenangkan (Kurikulum Sekolah Terlalu Memberatkan). 11. internet dan berbagai Koran antara lain : 1. Selasa 18 Mei 2004. 5. Minggu 7 Agustus 2005. Tetapi Guru Untuk Anak. 24 Juli 2006: 18). Berisi tentang psikologi perkembangan anak yang menjelaskan tentang perkembangan fisik otak dan intelektual anak/tahapan perkembangan usia anak ( 0-12) tahun. Cerdas Bukan Hanya Pintar Matematika. 08 Mei 2006. Buku ini merupakan cara kreatif untuk memperkenalkan sains/ilmu pengetahuan kepada anak-anak usia 4-6 tahun dengan menampilkan benda-benda atau kegiatan anak-anak dalam keseharian hidupnya. Sahabat dan Guruku. 3. 12. Bermain dan Kreativitas : Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain yang terbit tahun 2004. Kimi komodo berwarna kuning. 13. 05 mei 2006. Disertai tips memperkenalkan pengetahuan kepada anak. Diantara hasil non tulis yang dimaksud adalah Boneka besar Sikomo. Suara Karya. 4. Naskah buku ini berisi beberapa konsep tentang kreativitas. Selain dipublikasikan dalam bentuk buku. Joging Sambil Berlatih Bicara. 3. 6. Juni 2006. Com. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya. 5.

hingga akhirnya anak-anak akan mendapatkan kepuasan dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. seperti Ano yang berbentuk Anoa. Bila seorang anak melakukan aktifitas kreatif untuk dapat mewujudkan diri. Menurut Kak Seto. mengolah bahan. jam kayu Kreatif. buku teks dan tulisan dipapan tulis yang dihadapkan murid-murid. Beki yang merupakan ayam Bekisar. Torrance juga berpendapat bahwa daya imajinasi. Kesemua nama dan cerita Sikomo tersebut ditayangkan guna memberikan pendidikan karakter positif untuk anak karena tokoh-tokohnya adalah anak yang riang gembira. hidup sederhana dan saling menolong. . Ebo adalah Elang bondol dari Jakarta yang semua nama disingkat menjadi ABCDE. Datu yang merupakan Badak bercula satu. maka secara langsung anak akan mencoba berfikir kreatif. pokok serta tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. kemudian meminta mereka memberikan reaksi terhadap apa yang ada dihadapan mereka. banjir lagi. dan orisinalitas dari subyek yang kreativitasnya tinggi dapat mengimbangi kekurangan dalam daya ingatan pada diri seseorang hal ini sebagaimana yang dikutip oleh Utami Munandar ( 2002: 10). kreativitas juga dapat menjadikan seseorang mampu melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah serta memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya. Lebih lanjut Utami Munandar (1992: 45). hingga menyajikannya. Padahal berfikir proaktif tentunya akan akan mampu menambah suatu pengalaman tertentu bagi anak Selain itu kreativitas perlu dikembangkan karena dilatarbelakangi bahwa dengan berkreasi seorang anak dapat mewujudkan dirinya sendiri untuk mandiri dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Tetapi berfikir proaktif yang berarti anak didik disekolah harus keluar kedunia nyata dan bertindak secara langsung sangat jarang sekali dilakukan. memanagement pengeluaran proses memasak. Atau berfikir ini juga dapat dianalogikan dengan menikmati makanan direstoran yang semuanya sudah dihidangkan didepan kita tanpa susah dan berfikir untuk membeli bahan makanan atau minumannya. apalagi dinafikan. Kontribusi kreativitas bagi pembentukan karakter dan kualitas masa depan peradaban umat manusia tidak bisa dipungkiri. BAB III KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH Kreativitas merupakan bagian yang penting.teman yang merupakan hewan-hewan Indonesia. 1993: 28) Berfikir reaktif disekolah dapat dilihat dari aktifitas sekolah yang lebih mudah meletakan dan memberikan lembar kerja siswa. Selain itu Kak Seto juga memproduk beberapa bentuk dongeng yang beragam dan berbagai bentuk mainan anak-anak seperti kereta kayu mainan. serta berbagai lagu anak anak seperti sikomo lewat. Selain manfaat kreativitas yang telah ditawarkan Utami Munandar diatas. apalagi pola berfikir kreatif merupakan bentuk pemikiran sampai saat ini masih kurang mendapatkan perhatian dalam pendidikan formal. (). kreativitas atau creativity quotion (CQ) merupakan aktifitas yang dimiliki oleh otak kanan yang lebih mudah dikembangkan dari pada IQ (wawancara. mengemukakan bahwa kreativitas penting dalam kehidupan serta perlu dipupuk dan dikembangkan sejak usia anak-anak. dan sebagainya. Dengan bukti bahwa sekolah lebih mengedepankan aspek berfikir reaktif dan mengesampingkan indication berfikir proaktif (Edward De Bono. 20 Januari 2007). Artinya bahwa seorang anak akan memiliki kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. bersahabat. rasa ingin tahu. Karena dengan kreativitas seseorang mampu memberikan solusi dan kemajuan hidup. Selain itu. Cendi yaitu Cenderawasih dari Papua.

Kak Seto memiliki ide-ide yang tema sentralnya adalah mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. bentuk aktifitasnya hanya menunggu komando. adalah hal yang wajar bahkan merupakan suatu keharusan. proses (process). Menurut David Chambell (1986: 11). Berawal dari konsepsi tersebut. produk (product). politik maupun dalam bidang sosial dan budaya. pendorong (press). bahwa kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. Di dalam segala aspek kehidupan. belajar. kerja keras dan genetik. apabila kreativitas dirangsang. Pengertian Kreativitas Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan individu. yaitu mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari aspek pribadi (person). Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas.Sebab IQ sangat dipengaruhi oleh faktor pembawaan. Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. Selain usia anak prasekolah yang tergolong masih suci. pasif serta tidak memiliki inisiatif untuk maju dan berkembang. berguna (useful) dan dapat dimengerti (understandable). Oleh karena itu. rasa malu yang berkelanjutan. Sedangkan kreativitas dapat dikembangkan melalui dorongan dan kondisi lingkungan disekitar anak. belum ada . ekonomi. Dengan pendidikan. mengembangkan dan meningkatkan bakat serta kreativitas seseorang. anak tersebut akan mengalami kerugian seumur hidupnya seperti tidak percaya diri. Para ahli juga mengungkapkan. rangsangan yang diberikan ditahun-tahun pertama kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru (novel). sehingga hidup hanya bersifat statis. baik dalam bidang pendidikan. bahwa didalam otak anak-anak terdapat suatu mekanisme (sikap kreatif) yang hanya dapat dihidupkan dalam satu masa tertentu saja (Kak Seto. berfikir kreatif sangatlah dibutuhkan. Selain itu pendidikan juga bertanggung jawab untuk memandu. Kreativitas sebagai hasil karya baru (novel) berarti sesuatu yang bersifat inovatif. seseorang mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya terhadap kebutuhan diri sendiri dan masyarakat. membina. Akibatnya. secara otomatis kreativitas manusia diperlukan guna menjawab bahkan sekaligus sebagai alternatif dalam mengembangkan ide dan memecahkan persoalan dalam berbagai hal kehidupan. Upaya mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. sebelum lebih lanjut membahas tentang upaya pengembangan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari strategi 4 P. A. kesehatan. terutama bagi pembangunan masa depan bangsa dan negara. 2004: 11). Apalagi dengan bermacam-macam tantangan. Pada bab ini akan penulis paparkan terlebih dahulu mengenai konsep kreativitas anak usia prasekolah dan ciri-ciri anak yang kreatif. dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya atau peserta didik. Apabila mekanisme tersebut tidak dirangsang oleh lingkungannya pada saat yang tepat maka akan sulit dihidupkan kembali di masa-masa berikutnya meskipun dengan menggunakan rangsangan yang sama. Pendidikan pada umumnya bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik guna mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal. Kreativitas Anak Usia Prasekolah 1. menghargai. ditumbuhkan dan dikembangkan semenjak anak usia prasekolah.

Dari pengertian tersebut aktifitas kreatif tentunya merupakan sebuah kesengajaan yang dilakukan seseorang dari sebuah proses imajinasi. Yang dimaksud kreatif dalam perspektif psikologis adalah suatu gagasan yang baru atau strange apabila pemikir sendiri belum pernah menghasilkan gagasan itu. gagasan. (Suharman. 1986: 12-13). mengatasi kesulitan. yaitu secara psikologis dan budaya. 2005: 373). mengembangkan. penyelesaian dan cara kerja baru. mendidik. yang berdaya cipta. as good as slight skill. memiliki makna sesuatu yang bersifat lebih enak. talented display imagination. Sedangkan Istilah kreativitas menurut JB. Sedangkan pemecahan kreatif merupakan ide. yang berarti pembuatan. Berguna (useful). penyelesaian perkara atau cara kerja baru. memperlancar. sehingga mampu berfikir dan berkhayal yang diwujudkan dalam bentuk kerja keras untuk memperoleh sesuatu. 1991: 45-46). pemecahan masalah secara khas yang akan mampu membawa seseorang kearah baru. yakni: pertama suatu gagasan dikatakan kreatif apabila memiliki kriteria baru didalam beberapa aspeknya. mendatangkan hasil lebih baik/banyak. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. pemecahan kreatif dan lubang keberuntungan (David Cambell. Lubang keberuntungan merupakan lubang kecil pada jalan pencarian yang membawa langsung ke ide. pemecahan. keahlian sebagaimana biasanya (Semiawan. meski ditempat lain mungkin orang lain telah menghasilkan gagasan yang serupa namun hal itu terjadi secara kebetulan. Makna kreativitas yang dimiliki manusia sesuai dengan sifat Al-badi’ berarti bahwa kreativitas manusia tidak bersifat sebagai pencipta murni tetapi kreativitas yang bersifat mengembangkan. Senada dengan pengertian kreativitas diatas. Imajinasi dalam pengertian ini adalah suatu bagian dari pikiran yang berdaya. Sykes berasal dari kata sifat artistic yang berarti creating. mendorong. Artinya bahwa imajinasi dapat menjadikan seorang anak berkembang pemikiran dan penalarannya. pemecahan masalah. Berfikir di hutan menurut De Bono meliputi tiga hal pokok yakni pencarian. Apabila dilihat dari definisi tersebut maka ada dua hal yang penting yang perlu diberikan penjelasan. Sedangkan istilah dapat dimengerti (understandable) merupakan suatu hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat dilain waktu. . aneh dan mengejutkan. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. mempermudah. mengurangi hambatan. gagasan. mampu untuk berbuat. memecahkan masalah. gagasan. Kreativitas bila dipandang dari aspek psikologis tentunya memiliki kemiripan dengan sifat Allah yang maha pencipta yang dinamakan dengan sifat Al-badi’ (Hasan Langgulung. Proses berfikir kreatif dapat pula dianalogikan sebagaimana berfikir dihutan untuk menghasilkan sebuah pola berfikir divergen. Berfikir dihutan berarti berfikir kreatif yang mengandung perubahan arah dan situasi. Menurut Anna Craft (2004: 2) pikiran yang berdaya adalah suatu pikiran yang menghindarkan diri dari jebakan keadaan. Conny. Kriteria baru dapat mencakup dua perspektif. Sedangkan menurut budaya sesuatu dianggap baru jika gagasan itu belum pernah dijumpai dilingkungan masyarakat. berfantasi (mengangan-angan sesuatu yang difikirkan) untuk mencipta suatu karya atau ide-ide tertentu.sebelumnya. means to create. menarik. 2005: 373). mencari celah atau jalan keluar dengan berbagai jalan dan cara untuk memecahkannya hingga akhirnya memperoleh lubang keberuntungan. angan-angan. segar. Terkait dengan berfikir dihutan. Pencarian adalah suatu jalan untuk menemukan ide. Halpern mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu aktifitas kognitif atau proses berfikir untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang baru dan berguna atau new ideas and useful (Suharnan. pemecahan kreatif berada pada posisi disekeliling pencarian. penunjukan angan-angan. lebih praktis. 1995: 12).

Hal ini dijelaskan dalamQS Al-An’am ayat 101 yang berbunyi: : ) 101) Artinya : Pencipta langit dan bumi. Ciri-ciri pokok merupakan sebuah kunci untuk melahirkan gagasan. Dialaha pengurus segala sesuatu (QS. tiada Tuhan kecuali Dia.An’am 102). namun hanya dimiliki oleh Allah semata dinamakan dengan sifat AlKholiq (pencipta). 1986: 27). Yang termasuk ciri-ciri pokok yang dimiliki oleh anak yang kreatif antara lain: memiliki kelincahan mental untuk berpikir dari dan ke segala arah. dengan ditandai oleh fluency (kelancaran). Ali Imron 6).Imron 6 sebagai berikut: . Al. memiliki berbagai ide serta diperlukan dorongan dari berbagai lingkungan sehingga mampu menghasilkan sebuah produk tertentu baik baru ataupun kombinasi.An’am 102. Sedangkan aktifitas atau proses kreatif digunakan untuk menghasilkan pikiran yang berdaya. ciri-ciri yang memungkinkan dan ciri-ciri sampingan (David Chambell. . pemecahan. mampu berkembang dan memiliki segudang ide dan gagasan yang produktif dan menghasilkan solusi. Hal ini disebabkan berfikir kreatif sesungguhnya merupakan sebuah pemikiran yang melibatkan proses berfikir secara divergen (lebih dari satu jawaban). terhindar dari jebakan. Sesuai dengan pengertian tersebut. Tiada Tuhan kecuali Dia yang maha mulia dan bijaksana (QS. Dialah maha pencipta dan maha mengetahui ( QS. Pencipta segala sesuatu. mengkombinasikan dari sesuatu yang telah ada sebelumnya (Hasan Langgulung. ciri-ciri orang kreatif secara umum dikelompokan menjadi tiga kategori yakni ciri-ciri pokok. Yasin 81). Ya-sin 81. Ali. 1991: 46). Al-Kholaq (pencipta) dan Al-Musowwir(pencipta/penggambar). QS. bagaimanakah ia bisa beranak padahal ia tidak beristri.meneruskan. fleksibility (kelenturan). Maka kreativitas perlu dikembangkan sejak dini. Akan tetapi kreativitas yang bermakna daya cipta yang baru/original serta belum pernah dihasilkan oleh manusia. fleksibilitas konseptual. didalam mendidik anak prasekolah yang memiliki daya imajinasi yang tinggi. newness (baru) serta elaborasi (mengembangkan) dalam berfikir. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-QS. Al-An’am 101). 2. Ciri-Ciri Kepribadian Anak Kreatif Menurut para ahli. QS. : ) 6) Artinya: Dialah yang menggambarmu didalam rahim sebagaimana is kehendaki. Itulah Tuhanmu. dapat diambil suatu benang merah bahwa kreativitas tentunya memiliki pengertian yang tidak terlepas dari prinsip pribadi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu. Berdasarkan berbagai pengertian diatas. Al. cara baru dan penemuan. : ) 81) Bukanlah yang menciptakan langit dan bumi sanggup mencipta seperti itu. Dan Ia mencipta segala sesuatu serta Ia mengetahui segala sesuatu (QS.

mampu berkomunikasi dengan baik. jika seseorang mengenali tanggapan dan hubungannya. dan sebagainya ( David chambell. intuitif. cara baru dan penemuan diawali dengan kelincahan mental (mental agility) untuk senantiasa menerapkan pola berfikir divergen. antara lain: anak memiliki inisiatif dalam berfikir. memiliki kecakapan dalam banyak hal. mandiri dalam berfikir. . seseorang cenderung untuk mengtahui perasaan. 1995: 20). memiliki keingintahuan intelektual yang besar serta kaya akan entertainment dan fantasi. anak beraktifitas sesuai dengan apa yang diinginkannya. ulet serta tidak bersedia menerima pendapat orang lain bila tidak sesuai dengan keyakinannya.orisinilitas. Urgensi Kreativitas Kreativitas sangat penting untuk dikembangkan sejak anak mencapai usia prasekolah. Dengan menggunakan indera dan anggota tubuh lainnya. lebih menyukai kompleksitas dari pada simplisitas. Berbagai ciri-ciri anak yang kreatif seperti dijelaskan diatas. gagasan-gagasan. senang berpetualang. maka seseorang dapat mengetahui berbagai perhubungan diantara keduanya. gagasan. Karena pada prinsipnya manusia hidup dapat dinyatakan dengan tiga kepribadian alami. Dari kelincahan mental yang dimiliki individu diharapkan akan mampu melihat masalah atau perkara dari berbagai arah. kata-kata dan khususnya melihat hubungan-hubungan yang tak biasa antara ide-ide. Dari hal tersebut dinyatakan bahwa tiap individu mampu berkembang dan berfikir kreatif. Gerakan tubuh yang dilakukan anak sebagian besar tergantung dari peran motoriknya. percaya diri. memiliki arah hidup yang mantap. pribadi kreatif yang dimiliki oleh anak prasekolah dicirikan dengan beberapa hal. Kedua. bersedia mengambil resiko. Kelincahan mental untuk berfikir dari dan ke segala arah (divergent thinking) dapat dilakukan oleh tiap individu. 3. bersibuk diri terus menerus apa yang disukainya. pantang menyerah. lambang-lambang. Karena kelincahan mental merupakan salah satu kemampuan untuk bermain-main atau mencoba dengan ide-ide. memiliki minat yang luas. berpikiran mandiri. Ciri-ciri ini bisa dilihat pada seorang anak yang memiliki kemampuan untuk bekerja keras. berani dalam pendirian dan keyakinan. pemecahan. kesadaran serta apa tujuannya. konsep. maka anak yang memiliki kreativitas tinggi relatif aktif terhadap keadaan maupun impulse yang ada sehingga berkeinginan untuk mencoba. ingin tahu. Ciri-ciri pokok yang digunakan untuk melahirkan gagasan. Yang termasuk ciri-ciri sampingan adalah individu yang tidak pernah mengambil pusing apa yang dipikirkan orang lain dan kekacauan psikologis. Sebagaimana diungkapkan oleh Spearman bahwa: pertama. Torrance sebagaimana dikutip Utami Munandar (2002: 56) juga mengatakan ciri-ciri individu yang kreatif dalam lingkungan masyarakat dapat ditunjukan dengan sifat berani dalam pendirian dan keyakinan. ketiga. ingin tahu. Selain itu. Anak usia prasekolah adalah individu yang mampu bergerak dan berfikir. Menurut Utami Munandar (2002: 56). pikiran dan kegiatan panca indera. Sedangkan ciri-ciri yang memungkinkan merupakan sebuah ciri yang membuat seseorang mampu mempertahankan ide-ide kreatif yang telah dihasilkannya. imajinatif. segi dan mengumpulkan berbagai fakta yang penting dan mengarahkan fakta itu pada masalah atau perkara yang dihadapi dengan cara memerankan hubungan antara ingatan. 1985: 28). apabila terdapat dua ide atau tanggapan. membentuk dan menghasilkan sebuah produk tertentu serta tidak mudah menyerah dengan pekerjaan yang menantang/berpetualang. maka akal dapat sampai kesuatu tanggapan lain yang memiliki hubungan itu juga (Cony Semiawan. memproses. Selanjutnya adalah ciri-ciri sampingan yakni tidak langsung berhubungan dengan penciptaan tetapi berupaya untuk menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup tetapi kerap mempengaruhi perilaku orang-orang kreatif. mandiri dalam berfikir dan dalam memberi pertimbangan.

maka diusia 2 tahun. menguji hipotesa serta menyampaikannya kepada orang lain. kedua. Seperti diungkapkan Renzulli yang dikutip Cony Semiawan dkk (1990: 67) dalam bagan sebagai berikut: Komitmen pd tugas kemampuan rata rata . kreativitas memiliki berbagai urgensi bagi anak prasekolah yaitu sebagai berikut: a. Karena menurut pembagian kerja tubuh. Dengan demikian. jumlah sel otaknya sudah mencapai 66% dan beratnya 27% dari berat maksimal. Begitu sebaliknya. Ketiga. Utami Munandar (1992: 45) juga mengungkapkan bahwa kreativitas perlu dipupuk dan dikembangkan karena dengan berkreasi seseorang dapat mewujudkan dirinya. urgensi kreativitas menurut Hasan Langgulung (1991: 112) adalah: pertama. berafiliasi yakni dorongan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif. Artinya diusia ini memang masa perkembangan otak sangat cepat. berat otak anak sudah mencapai 1200 gram. Jika berat otak dewasa ratarata 1400 gram. Melihat sisi penting perlunya kreativitas dikembangkan semenjak anak prasekolah. kedudukan kreativitas memiliki peran sepertiga dari bagian yang lain untuk mewujudkan bakat yang dimiliki seorang anak. Jackson serta Edwards dan Taylor (1961). meletakan hipotesa-hipotesa. tetapi kreativitas terdapat dalam seluruh jenis aktifitas kemanusiaan dan fisik (Amal Abdussalam Alkhalili. Lebih lanjut Ali Khomsan juga menjelaskan bahwa ketika bayi baru lahir. karena anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses berfikir. kreativitas sebagai gaya khas dalam hidup. Artinya bahwa seseorang anak akan mampu memandang sesuatu yang baru pada yang lama dan setiap harinya merupakan hari perubahan atau kelahiran baru baginya dalam segala hal serta memiliki gaya hidup yang dinamik. untuk maju dan berkembang. Nursito (1999: 34-35) mengutip pendapat Getzels. Kemudian sel otak akan tumbuh sampai 90% dari berat maksimal. kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak usia dini dengan tidak terbatas pada bidang seni atau ilmu pengetahuan semata. kreativitas berperan sebagai proses intelektual. yaitu dorongan untuk mengatasi tantangan. semakin tinggi kreativitas seseorang jalan kearah inovasi semakin lebar pula. Oleh karena itu diusia 2 tahun ini biasa disebut sebagai masa keemasan (golden age) (Ali Khomsan. Artinya apabila seseorang yang mampu untuk berkreasi. www. bahwa siswa (anak) yang berkemampuan kreatif tinggi pada umumnya mampu melakukan tugas dengan sama baiknya dengan para siswa/anak yang ber-IQ tinggi dalam feat test. publication nova.Tahapan awal kehidupan anak merupakan tahapan penting. berprestasi. 2005: 380). Kedua. yaitu dorongan untuk mencapai hasil kerja dengan kualitas tinggi.com). yakni kreativitas sebagai proses yang mengandung pengetahuan terperinci tentang bidang dan pengetahuan asas yang terkandung didalamnya. ketiga berkompetensi. Kreativitas sebagai jantung inovasi Kreativitas sebagai jantung inovasi memiliki pengertian bahwa suatu inovasi tidak akan bergerak normal tanpa adanya kreativitas. kreativitas menjadikan anak mampu mencipta karya tertentu. secara otomatis organ tubuh berupa otak. kekuatan fisik dan hati akan bersatu untuk memperoleh: pertama. Apalagi di usia sekitar 2-4 tahun separuh perkembangan intelektual anak telah berlangsung dengan baik. Sehingga dari ketiga hal tersebut merupakan salah satu bagian penting dari kebutuhan manusia. Kreativitas pada diri individu memiliki urgensi yang pokok bagi kehidupan. Selain hal diatas.

sehingga mampu mencapai kepuasan dan kualitas hidup. Anak kreatif memiliki kemauan dan lebih terpacu dalam belajar. komitmen terhadap tugas serta mengembangkan kreativitas. Sedangkan bakat menduduki posisi kecil dari keberhasilan seseorang. Sedangkan tanggung jawab/pengikatan diri terhadap tugas menunjuk pada semangat motivasi untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu tugas. Karena anak akan lebih berani mengungkapkan gagasan kreatifnya. Berfikir kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan dan mengatasi problem elucidate diperlukan latihan dan pembiasaan bagi anak. Dengan demikian anak yang berfikir kreatif akan mampu mengembangkan dan menggunakan semua bakat yang dimiliki. bereksperimen. inkubasi. bertanya. c. Tahap persiapan menurut Wallas adalah suatu tahap berorientasi tugas ketika seseorang melakukan riset dengan membaca. 2002: 59). seseorang aktif mengolah informasi dengan belajar berfikir. anak prasekolah mencoba menjadi dirinya sendiri. Dengan Kreativitas anak lebih terpacu untuk belajar. Kreativitas sebagai pemecah berbagai problem. Karena kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk memberikan gagasan-gagasan dan menerapkannya dalam pemecahan masalah yang di lakukan berdasarkan ciri-ciri aptitude dan non aptitude. Melalui kegiatan seperti ini. bereksperimen. masa menyimpan informasi yang sudah dikumpulkan. agar kreativitas muncul dalam proses mengatasi suatu permasalahan dan memunculkan ide baru diperlukan empat tahapan. mencoba sesuatu. Pemikiran kreatif adalah pemikiran yang menghargai pendapat anak. diantaranya bermain.KreativitasKK Bagan diatas menunjukan bahwa keberhasilan berprestasi seseorang dalam menjalani kehidupan manakala mampu menggabungkan antara kemampuan yang dimiliki oleh tiap individu. Yang pokok ialah bahwa kemampuan itu harus cukup diimbangi oleh kreativitas dan tanggung jawab terhadap tugas. bernyanyi. dan tentunya proses persiapan menjadi kreatif juga dipengaruhi oleh pengalaman yang dimiliki. menggunakan waktu. pengetahuan dan pendidikan. meskipun gerakan yang dilakukannya bernilai imitasi. Memecahkan suatu permasalahan diperlukan berfikir secara kreatif. Menurut Wallas. Belajar dengan menghargai pendapat anak akan membuka pengetahuan lebih luas dan berkembang. pencerahan dan pelaksanaan (Utami Munandar. Menurut Guilford sebagaimana yang dikutip oleh Suharnan (2005: 377) bahwa proses berfikir divergen (divergent thingking) adalah suatu proses berfikir yang berorientasi pada penemuan jawaban atau alternatif yang banyak. b. mewawancarai orang. Disamping itu anak-anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga pada akhirnya mereka akan lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan-tantangan dimasa depannya kelak. Dalam tahap persiapan ini. dan sebagainya. Artinya bahwa pengikatan diri dari dalam yang berupa motivasi instrinsik untuk bertanggung jawab terhadap suatu tugas. Tahap inkubasi merupakan tahap istirahat. Berfikir divergen tepat digunakan dalam menghadapi berbagai persoalan. mencari jawaban. bertanya untuk memunculkan ide baru/memecahkan persoalan. Kemampuan diatas rata-rata tidak berarti bahwa kemampuan itu harus unggul. Berfikir Kreatif menurut para ahli merupakan proses berfikir secara divergen. kesempatan serta kemampuannya. bertualang atau mengumpulkan fakta dan ide seperti yang dikutip oleh Jordan (1997: 54-55). . Belajar pada anak prasekolah dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan yang menyenangkan. yakni tahap persiapan.

(flexibility) yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang terdiri dari kategori-kategori yang berbeda-beda atau kemampuan memandang sesuatu (objek. seseorang hendaknya mampu mengkondisikan diri dalam keadaan santai dan bebas tekanan. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu (Syaiful Bahri Djamaroh. memperoleh simpati dari anak yang lain dan sebagainya. juga termasuk kemampuan seperti memimpin. anak yang memiliki kecerdasan sosial akan terbiasa menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya. Untuk memunculkan ide melalui tahap pencerahan. sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan disekelilingnya. Melalui berfikir divergen. e. serta elaborasi yakni kemampuan memerinci suatu gagasan pokok kedalam gagasan-gagasan yang lebih kecil. Faktor Internal. Kecerdasan intra personal merupakan kemampuan anak untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Sejalan dengan berkembangnya pola pikir kreatif anak. Melalui kecerdasan intra personal inilah anakanak akan senang untuk melakukan introspeksi diri. Sikap kreatif yang dikembangkan sejak masa prasekolah akan mampu menumbuhkan kecerdasan sosial. keluwesan berfikir. Berfikir divergen akan mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Kecerdasan ini adalah suatu kecerdasan yang menunjukan kemampuan untuk peka terhadap dirinya sendiri. Menumbuhkan kecerdasan sosial pada anak. kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. anak prasekolah diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan dengan melibatkan kelancaran berfikir (fluency). Dalam kelompok bermain. yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan yang banyak. Tetapi pikiran bawah sadar berfungsi mengaitkan berbagai gagasan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Tahap pencerahan/iluminasi yaitu tahap munculnya suatu gagasan baru dalam pikiran untuk menjawab tantangan kreatif yang sedang dihadapi yang seakan-akan ide tersebut berasal dari ketiadaan. situasi atau masalah) dari berbagai sudut pandang. .lalu berhenti dan tidak lagi merenungkannya. Tahap pencerahan merupakan gagasan baru yang berpindah dari alam pikiran tidak sadar ke alam sadar. anak usia prasekolah sudah cenderung berusaha untuk memahami kawannya dan biasanya memilih teman yang disukainya. originalitas yakni bentuk keaslian berfikir mengenai sesuatu yang belum difikirkan orang lain atau tidak sama dengan pemikiran orang-orang pada umumnya. B. anak usai prasekolah telah memiliki kecerdasan intra personal. a. menangani perselisihan antar teman. mengorganisasi. mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya. Dalam berinteraksi dengan teman seusianya. Selain mampu memahami dan berinteraksi dengan baik. d. Kecerdasan sosial yang dimaksud adalah anak-anak cenderung untuk memahami dan mampu berinteraksi dengan orang lain atau teman-temannya. Mampu memiliki kecerdasan intra personal Anak usia prasekolah memiliki aktifitas pokok yaitu bermain. Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Kreativitas Anak Prasekolah 1. Tahap yang terakhir adalah tahap pelaksanaan/verifikasi sebagai masa pembuktian seseorang memberi bentuk pada ide atau gagasan baru. Motivasi intrinsik adalah motiv-motiv yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. anak akan berusaha untuk memilih teman yang dianggap menyenangkan dan membantunya. Motivasi (Press) Yang dimaksud motivasi dalam bahasan ini adalah motivasi intrinsik.

( online. Dorongan-dorongan ini merupakan motivasi authority untuk berkreativitas ketika individu membentuk hubunganhubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. Faktor Eksternal Faktor eksternal yang dimaksud disini adalah faktor yang berada diluar diri anak prasekolah dimana dia hidup. Menurut Sardiman (1994: 84) motivasi memiliki tiga fungsi yaitu: mendorong manusia untuk berbuat. 2. Ketenangan dan kesehatan Setiap situasi menimbulkan perasaan yang disukai atau tidak disukai anak-anak. Sebab kreativitas dapat dilakukan manakala anak mampu mempersepsi dan mengaktifkan rangsangan melalui indra penglihatan. menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. bahwa banyaknya makanan didalam perut berakibat buruk pada intelegensi seseorang (Syafinudin Al Mandari. produktivitas dan kapasitas kreativitas (Jordan Ayan. dan pengecapan. malas berkreasi dan mempengaruhi proses belajar. pendengaran. Selain kedua faktor diatas. perasaan. peraba. pakaiannya dan keberhasilannya dalam periode pertama sampai dewasa. Motivasi intrinsik dalam mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah memiliki peran yang sangat penting. 2003: 101). untuk mewujudkan dirinya. mengembangkan kreativitas juga dipengaruhi oleh keinginan yang tinggi terhadap sesuatu serta cita-cita yang muncul dari pribadi anak. Lingkungan Keluarga Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak. Seperti pendapat Imam Ali bin Abi Thalib. penciuman. Mengembangkan kreativitas anak dipengaruhi oleh impulse dari lingkungan maupun pengalaman yang diterimanya. 2002: 71). mengurus makan dan minumnya. dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang. dan kontrol. Beberapa hal yang mempengaruhi berkembangnya kreativitas anak antara lain: lingkungan fisik. Melalui pembangkitan motivasi pada anak prasekolah menjadikan mereka memiliki keinginan dan keyakinan untuk mencoba melakukan sesuatu. Perasaan yang tenang serta sehat akan jasmani dan rokhani dapat mempengaruhi proses berkembangnya kreativitas bagi anak. suasana psikologis. Sehat dan aktifnya indra pada anak-anak akan mampu memberikan nuansa mental dan psikologis yang berpengaruh pada perilaku dan suasana hati. a. perilaku orang tua/pendidik. 2004: 95). Kesehatan anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan konsumsi bahan makanan. b. serta mengatur pola makan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan. sosio budaya. sekolah dan masyarakat.com). atau pendorong prestasi Pada diri setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya.2002: 115). dialog. pendidikan inner dan eksternal. Pengaruh keluarga . Motivasi intrinsik merupakan motiv diri atau keinginan pribadi dari tiap individu sebagai suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau untuk bertindak melakukan sesuatu (Ngalim Purwanto. Diantara pola asuh yang dimaksud antara lain: memberikan kecukupan ASI ekslusif selama 2 tahun. menentukan arah perbuatan. Mengkonsumsi makanan yang berlebihan akan berdampak pada kegemukan. lingkungan sosial. Pola asuh yang dimaksud adalah mendidik dan memelihara anak. Bahkan setiap indra bagi manusia merupakan suatu lingkungan mikro yang mempengaruhi pikiran. Dalam pembahasan ini dipaparkan tiga hal yang mempengaruhi pengembangan kreativitas pada anak prasekolah yakni: keluarga.

tumbuh-tumbuhan. Tetapi mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah sangat dipengaruhi oleh pendidikan keluarga yang diterapkannya. anak-anak umumnya belajar melakukan. Model pengasuhan ibu Einstein sangat memungkinkan kreativitas anak berkembang. Maksud dari pernyataan itu. Sedangkan pemberian kebebasan psikologis berarti memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran ataupun perasaannya. antara lain: ibu mampu menjadi sumber dan pemberi kasih sayang. yakni: menerima individu akan kelebihan dan kekurangannya. pada akhirnya Einstein bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirinya sehingga ia mampu mengembangkan kreativitasnya. Dalam lingkungan keluarga anak mendapatkan sentuhan pendidikan dari ayah dan ibunya. 2006: 70). sebagai pembimbing hubungan pribadi. 2002: 57). manusia. Orang tua yang memiliki kesibukan dalam berkarir. maupun kerabat disekelilingnya. Dalam kehidupan rumah pula anak tidak harus merasa bersaing dengan teman-teman sekelasnya disekolah. Berbekal dari sikap menerima anak apa adanya dengan tulus (genuine accapetance). sebagai pengatur kehidupan dalam rumah tangga. menguasahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada serta memberikan pengertian secara empatis. Peran ibu dalam keluarga merupakan pendidikan dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali (Nano Sunartyo. 2003: 12). pemelihara kesehatan serta bertanggung jawab terhadap perkembangan jasmani dan rokhani. Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif pada anak usia prasekolah dalam keluiarga hendaknya selalu memberikan keamanan dan kebebasan psikologis (Utami Munandar. yang membuat anak-anak bisa tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sesuai dengan berbagai potensi unggul yang dimilikinya. Kegiatan belajar dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dirumah merupakan bentuk kegiatan yang sesungguhnya. kurangnya perhatian terhadap anak. Rumah adalah tempat pale baik bagi anak (Nano Sunartyo. umumnya anak-anak belajar tentang. 2006: 30). karena dirumah anak bisa belajar lebih banyak pengetahuan dan merasa terpuaskan seiring dengan kemampuannya sendiri. Dengan hal itu keluarga merupakan bagian awal keberhasilan pendidikan terhadap anak-anak dirumah. Peran ibu sebagai pendidik dasar sekaligus pengembang kreativitas dirumah dilakukan dengan berbagai sikap dan perbuatan. dan ia bisa langsung mendapat penghargaan jika berprestasi dan mendapat koreksi saat ia melakukan kesalahan. geologi dan sebagainya. membimbing dengan kasih sayang. Memberikan keamanan secara psikologis dapat dilakukan dengan tiga proses yang saling berhubungan. dan pendidik dalam segi-segi emosional. Sedangkan dirumah.sangatlah besar bagi pembentukan sikap kreatif pada anak. Yaitu tentang: hitungan. yakni dengan sikap memaafkan. Syafinudin Al Mandiri (2004: 1) mengutip pendapat Kak Seto bahwa: Di sekolah. hewan. seperti bermain piano. Yaitu melakukan sesuatu keterampilan tertentu. dan kesabaran serta tidak membebani anaknya (Wahyudin. tidak perlu merasa ketakutan dalam menjawab soal yang diberikan orang tua. Peran keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak bisa juga dilakukan melalui indication pengasuhan ibunya Einstein. alam semesta. Sikap . komputer dan sebagainya. Anak-anak sejak dilahirkan kedunia pertama kali sudah terlibat dalam pendidikan keluarga. tidak menjatuhkan harga diri anak meskipun memiliki banyak kekurangan. Ibu yang merawat. sebagai tempat mencurahkan isi hati. Yakni menjadi dirinya sendiri sebagai manusia seutuhnya yang unik. anak-anak belajar menjadi. mendidik dan bergaul dengan anak harus mampu melaksanakan suasana belajar dalam kondisi apapun. sehingga komunikasi antara anak dan orang tua seakan luntur ditelan kepadatan kerja. Ditempat kursus. sebagai pengasuh.

kerapihan. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah orang tua harus memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup. memaafkan yang menyulitkannya. usia prasekolah merupakan masa yang pale optimal untuk merangsang kemampuan pikir atau dasar belajar pada anak. Orang tua seharusnya mencoba menggunakan prinsip-prinsip yang membantu anak-anak agar belajar dengan gembira atau lebih tepatnya bermain sambil belajar (Nano sunartyo. Sehingga anak-anak tidak memiliki cukup kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya. Dengan demikian apabila ditemukan anak terhenti kreativitasnya. Pemaksaan terhadap anak akan menimbulkan prinsip lain yakni belajar sambil bermainmain. maka orang tua harus dapat memenuhi kasih sayang serta menjaga dan mengembangkan potensi dasar kreativitas anak. Anggapan orang tua bahwa semua kegiatan balita hanyalah bermain dan tidak berdampak pada pengembangan kecerdasan juga merupakan anggapan yang salah. Hadits yang diriwayatkan dari Abi Abdillah tersebut mengajarkan kepada kita empat prinsip dalam menghadapi dan mengembangkan kreativitas anak. Sehingga kreativitas dimungkinkan akan dapat dikembangkan. 2006 : 23). Tetapi kebanyakan orang terkadang . Lingkungan Sekolah Setelah keluarga. serta tidak memaki atau memberi julukan-julukan yang buruk kepada anak. Menurut berbagai pendapat ahli. yakni menerima anak apa adanya. Disekolah anak diatur dengan tata aturan yang ada dari mulai disiplin waktu. 2003: 13). Karena anggapan seperti itu memiliki implikasi yang sangat tidak menguntungkan yaitu pembatasan terhadap kegiatan mereka dan merupakan faktor yang melemahkan dorongan belajar mereka. maka lebih disebabkan karena ketidakwaspadaan orang tua terhadap perkembangan psikologis anak. Karena hal tersebut tidak semata memberi keuntungan pada perkembangan intelek dan kreativitas anak. Sesungguhnya Allah merahmati orang tua yang membantu anaknya untuk berbakti kepadaya. orang tua harus menyediakan lingkungan yang menggairahkan. kata Nabi Saw. dia menerima yang sedikit darinya. Orang tua harus dapat memberikan perhatian yang penuh terhadap hal-hal yang dapat mendukung anak melakukan kegiatan kreatif. yang pada akhirnya anak akan belajar dengan kebahagiaan dan keberhasilan. tidak membebaninya. Orang-orang disekeliling beliau bertanya. betapapun mereka telah menjengkelkan hati kita. Untuk mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah.orang tua semacam ini juga diajarkan Rosululloh SAW melalui sabdanya yang artinya. memaafkan yang menyulitkannya. juga mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum sebagai upaya untuk memberikan impulse baru bagi perkembangan kreativitas anak. tapi juga bisa mempererat hubungan orang tua dengan anak. berpakaian. Dari kedua prinsip tersebut dapat ditarik kejelasan bahwa dalam mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah hendaknya orang tua mampu mengemas belajar dalam lingkungan yang menyenangkan serta penuh kedamaian dan kasih sayang. tidak membebani mereka dengan target-target dan keinginan kita. tidak pula memakinya. lingkungan kedua adalah sekolah. Anak prasekolah yang diterapkan pola belajar dengan prinsip bermain sambil belajar senantiasa tidak merasa tertekan dan dipaksa untuk belajar. b. bagaimana cara orang tua mendidik anaknya ya Rasulullah Nabi Saw menjawab. (Wahyudin. Dengan menerapkan prinsip bermain sambil belajar anak akan menjadi lebih kreatif dan pada saat yang sama anak akan menjadi lebih gembira. Mengingat pentingnya tugas dan tanggung jawab keluarga dalam pembentukan anak-anak yang kreatif.

atmosphere dan udara. Untuk itu guru hendaknya mampu berperan tidak sebatas sebagai pengatur dan sumber . Artinya module kegiatan belajar dalam Taman Kanak-Kanak bertemakan lingkungan disekitar kita seperti halnya panca indera. Apabila proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas anak dilakukan. sedangkan Kelompok Bermain dan Penitipan Anak berada dijalur pendidikan luar sekolah. pekerjaan. menyebalkan akan membuat jengkel dan mengakibatkan anak prasekolah tidak nyaman. latihan hingga penghayatan. Artinya bahwa lembaga pendidikan bagi anak tidak membebani anak. Guru yang otoriter. menakutkan. Dari hal tersebut. Di Taman Kanak-Kanak (TK) Kreativitas dapat dikembangkan. masyarakat atau lingkungannya (Syafinudin Al mandarin. sekolah. Karena biasanya kita tidak pernah mau mendengarkan pendapat dan kemauan anak (Nano sunartyo. Bermain merupakan kegiatan untuk menumbuh kembangkan kreativitas di Taman Kanak-Kanak. dan sebagainya. gejala alam. tidak membius pemikiran originalnya. Taman Kanak-Kanak terdapat dijalur pendidikan sekolah. yakni: Fungsi sekolah selain dipandang sebagai stimulan (perangsang) utama berkembangnya kemampuan improvisasi anak. anak akan memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya serta anak bebas mengekspresikan ide-idenya. rumah. Dengan bermain anak akan merasa senang secara spontanitas sehingga mampu memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. kecerdasan dan kreativitasnya. api. maka dapat tercapai fungsi sekolah yang baik. Adapun bentuk pendidikan bagi anak usia prasekolah meliputi Taman Kanak-Kanak. kendaraan. Kelompok Bermain dan Penitipan Anak (day care). rekreasi. pesisir serta pegunungan. belajar bagi anak prasekolah hendaknya bersifat fleksibel dan kondisional dengan menghargai kemampuan anak. Guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berkembang tidaknya kreativitas bagi anak. baik untuk mata pelajaran maupun aspek lain termasuk afektif dan psikomotorik. Selain itu dalam aktivitas pembelajarannya juga telah menerapkan pembelajaan survey/praktek langsung. Begitu pula dengan suasana bermain aktif. Peran guru bagi pendidikan anak prasekolah sangat penting. 2004: 87).bersikap meremehkan kemampuan anak. komunikatif dan dialogis antara anak dengan teman maupun gurunya. 2006 : 15). Dari berbagai tema yang terdapat dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak akan sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan Kreativitas anak. Untuk mengembangkan kreativitas anak prasekolah. pemahaman. Sebab module pembelajaran di Taman Kanak-Kanak merupakan satu kesatuan module kegiatan belajar yang utuh (Soemiarti Patmonodewo. Pendidikan sekolah merupakan lanjutan dan bantuan dari pendidikan keluarga (Nano sunartyo. Beadle mengatakan bahwa kebanyakan dari kita selalu memandang rendah kemampuan anak untuk belajar. find training yang terkemas dalam permainan. Selain itu pendidik berperan sebagai penampung aspirasi anak agar dapat berkembang bakat. Lingkungan sekolah yang baik bagi anak prasekolah adalah bebas dan menyenangkan. Sehingga proses pembelajaran dilakukan dengan nyaman. namun dengan percobaan (eksperimen). alat transportasi. 2003: 68). makanan dan minuman. serta mampu menanamkan rasa percaya diri dan kemandirian anak (Syafinudin Al Mandari. 2004: 3). minat. keluarga. 2006: 68). George W. indication pendidikan di Taman KanakKanak seharusnya tidak disajikan secara indoktrinasi. sekolah juga dapat menjadi media yang cukup baik untuk mengajarkan dan membiasakan anak melakukan pembauran dengan orang lain. alat komunikasi.

Dengan demikian peran guru sebagai fasilitator secara langsung mempersiapkan fasilitas belajar anak dengan maksud memacu anak untuk berfikir kreatif serta belajar sesuai dengan kemampuan anak yang bersifat fleksibel. Kreativitas perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Peran guru sebagai katalisator berarti guru membantu anak-anak dalam menemukan kekuatan. Oleh karena itu guru bertindak sebagai pembimbing. turn berfikir apa yang ingin digunakan untuk memeriksa kemajuan anak. masyarakat harus dapat mengusahakan suasana atau iklim yang baik. Lingkungan Masyarakat Yang dimaksud lingkungan masyarakat sebagai pengaruh dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah mencakup kondisi sosio kultural disekitar anak. Tampilnya berbagai tokoh unggulan dalam kurun waktu tertentu agaknya proses kreativitas lebih dihargai dan diutamakan. sudah barang tentu udara panas. agar anak mampu mengerti dan menemukan kesenangan serta kebahagiaan dalam menjelajahi dunia ilmu pengetahuan. mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak. apa hasil yang ingin dicapai. karakter. dapat berwujud benda seperti udara. emosi serta aspek intelektual yang pada akhirnya anak diharapkan mampu berfikir kreatif. pemarah. Akhirnya yang menurut Silvano Arieti dinamakan dengan kebudayaan creativogenic. Selain itu. kreativitas dan tingkah laku anak. Oleh karenanya. 2002: 178). tetapi guru seharusnya berperan sebagai fasilitator dan katalisator bagi anak (Adi W Gunawan. Dalam hal ini iklim atau suasana yang baik adalah bahwa anak prasekolah merasa aman secara psikologis serta bebas untuk mengembangkan dan mengungkapkan diri dalam lingkungan dimana ia hidup. bumi. Menilik sejarah masa lampau. talenta. serta daya Kreativitasnya rendah (Maimunah Hasan. langit. dan mengembangkan aspek kepribadian. intensitas cahaya matahari sangat tinggi. Meskipun didalam ayat Al-qur’an maupun hadits nabi tidak ada satu ayat joke yang menyatakan bahwa faktor lingkungan sebagai faktor pokok yang mempengaruhi pertumbuhan kepribadian dan kreativitas anak. c.informasi. Peran guru sebagai fasilitator bagi anak prasekolah berarti guru di Taman Kanak-Kanak memfasilitasi proses pembelajaran yang berlangsung dikelas maupun diluar kelas. yang menunjang pengembangan kreativitas anak-anak. Seperti zaman kebudayaan Yunani. anak-anak diharapkan benar-benar siap menjadi manusia pembelajar yang kreatif. Guru mampu mendesain ruangan sekreatif mungkin. maka biasanya anak akan memiliki temperamen yang keras. tetapi banyak pendapat para ahli beserta ilmuwan muslim yang mengakui bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan watak. iklim. Anak yang dilahirkan dan dibesarkan didaerah yang beriklim panas. ilmuwan atau tokoh-tokoh dalam bidang lain. 2004: 165). mengarahkan. memupuk dan memungkinkan perkembangan kreativitas (Utami Munandar. Artinya dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh kondisi dan peranan kebudayaan dimasyarakat serta kondisi dari luar yang berinteraksi dengan manusia. Berkembangnya kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat. dan kelebihan yang dimilikinya. 1999: 175). guru sebagai katalisator dalam mendidik dan mengembangkan kretivitas anak prasekolah. bahwa dalam kurun waktu tertentu lebih banyak tampil orangorang yang unggul seperti seniman. zaman Renaisance atau Sriwijaya dan Majapahit di Indonesia. menetapkan materi apa yang akan dipelajari anak. dan sebagainya. manusia yang siap dan akan terus belajar seumur hidup mereka. yakni kebudayaan yang menunjang. air. Peran kedua. Sebagai contoh anak yang lahir di daerah yang beriklim panas akan sangat berbeda dengan anak yang dilahirkan didaerah tropis/dingin. Selain itu . merancang proses pembelajaran.

C. Zulu dan Indonesia. Lingkungan memenuhi suasana hati dan keseluruhan cara memandang hidup bagi anak.masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mengandung tantangan bagi anak. Bahkan salah satu cara yang pale ampuh untuk melaksanakan upaya kreatif pada anak melalui pembentukan suatu kemitraan antar masyarakat… (Jordan Ayan. Dengan lingkungan mampu memberikan rangsangan kuat pada perasaan. 2005: 385). Kebutuhan afektif perlu diperhatikan agar anak prasekolah memiliki sikap positif dalam kehidupan. tetapi ingin menemukan dan mencipta caracara baru untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah.(Andang Ismail. pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah dalam masyarakat setidaknya mencakup tiga aspek pokok yakni kognitif. outbond. kerja sama juga perlu dilakukan dengan berbagai pihak. Kegiatan tersebut selain mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Selain dengan keluarga. mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan sesama teman. sekolah maupun masyarakat. seperti Negara filiphina. sehingga anak prasekolah dilatih dan dibiasakan untuk dapat mengerahkan diri dalam belajar. Aspek kognitif merupakan kegiatan otak untuk mengembangkan keterampilan berfikir sejak usia dini. dan kegiatan sejenisnya. Jalinan kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan sesama anggota masyarakat. Inggris. ide. Pengaruh lingkungan terhadap pengembangan kretivitas anak prasekolah lebih besar peranannya. AS. Sedangkan kebutuhan generatif adalah anak-anak tidak hanya menerima pengetahuan dan keterampilan semata. sastrawan dan cendekiawan yang telah menghafal Al-Qur’an sejak kecil (Amal Abdussalam Al-khalili. afektif dan generatif. Anak usia prasekolah mempunyai kebutuhan kognitif. Mengembangkan kreativitas perlu penanganan dan dukungan serius dari lingkungan keluarga. Usia prasekolah atau identik dengan istilah praoperasional dicirikan dengan adanya fungsi semiotik. Artinya bahwa pada kisaran usia ini anak lebih menekankan penggunaan simbol atau tanda untuk menjelaskan suatu obyek yang saat itu tidak bersama dengan subyek. 2005: 285). Dari berbagai elemen tersebut. yakni : 2-4 tahun sering sekali dengan indication berpikir simbolik. India. seperti diungkapkan oleh Hans Jellen dan Klaus Urban dari hasil penelitiannya pada bulan Agustus 1987 terhadap anak usia 10 tahun dengan representation 50 anak di Jakarta menunjukan bahwa tingkat kreativitas anak Indonesia memiliki urutan terendah dari 8 negara lainnya. menggali makna hingga menyebutkan berbagai ciptaan. wawasan terhadap orang yang ditemui oleh anak atau kejadian yang dialaminya. serta tidak melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dalam berkreasi. seperti kegiatan refresing disertai dengan perlombaan. pendidik profesional. al-rihlah al-Ilmiyah. Jerman. juga dapat mengantarkan anak kepada tingkatan kecerdasan yang lebih maju seperti para pakar. Atau juga tadabbur alam dengan menghafal suratan pendek dari Al-qur’an. Maka dari itu dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah hendaknya pendidik ataupun orang tua lebih memahami dan belajar mengendalikannya agar upaya pengembangan kreativitas terlaksana maksimal. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) maupun pemerintah setempat. Pengembangan kreativitas pada anak prasekolah tidak hanya meliputi bidang-bidang tertentu seperti bermain. Tetapi kreativitas dalam bidang . 2003: 85). Kamerun. Apalagi melihat mutu pendidikan di Indonesia yang semakin menurun dan jiwa kreatif yang semakin memudar. Teknik-Teknik Pengembangan Kreativitas Mengembangkan kreativitas anak prasekolah disesuaikan dengan tingkatan usia dan kemampuan yang dimilikinya. menggambar dan bernyanyi semata. Sedangkan usia 4-7 tahun dicirikan dengan indication berfikir intuisi. RRC. Selain itu tahap usia perkembangan praoperasional juga dicirikan dengan dua tahapan usia.

dapat pula mengajukan pertanyaan terhadap suatu masalah. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah melalui indication sumbang saran hendaknya meniadakan suatu kritik. Suatu kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemikiran dan tugas kreativ menuntut cara dan sikap belajar yang berbeda. Adapun indication belajar dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah antara lain melalui tiga tingkatan belajar kreatif yang menurut Treffinger. Model pemanasan dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang menimbulkan minat dan rasa ingin tahu anak. dimulai dari pemberian pemanasan. Hal dikarenakan sebuah kritik adalah bagian dari cara seseorang melakukan evaluasi dengan mencari identitas apa yang benar. Pemberian pemanasan (Warming Up) Pemberian pemanasan digunakan untuk menumbuhkan iklim atau suasana kreatif di Taman Kanak-Kanak yang memungkinkan anak untuk membuka dirinya. (pertanyaan pemanasan yang mengandung nilai tolong menolong dirumah) Dan sebagainya. orang tua tidak hanya bersifat mendidik moral. seperti: pertanyaan yang diawali dengan kata: andaikata. Apa yang kamu lakukan dirumah. tetapi secara tidak langsung mengembangkan kreativitas anak berdasarkan pendekatan nilai-nilai agama. seperti mengulang apa yang diucapkan guru. mengerjakan tugas lainnya yang hanya mempunyai satu jawaban yang benar seperti matematika dan berhitung. apa yang salah. maka anak memerlukan switch mental dari proses pemikiran reproduktif dan konvergen ke proses pemikiran divergen dan imajinatif. (pertanyaan mengandung unsur kreativitas dalam bidang bersuci). merasa bebas dan aman untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. sikap ataupun perbuatan secara simbolis. serta kombinasi dan peningkatan gagasan (Utami Munandar. Selain itu. 1. tetapi mencontohkan/mengaplikasikan secara langsung sikap jujur dan ikhlas tersebut. binatang. mengembangkan kreativitas pada anak usia prasekolah melalui proses belajar dan menggali sebuah pengalaman. menghafal namanama kota. 2002: 227). Selain itu. kebebasan dalam memberikan gagasan. Atau dirangsang dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong ungkapan pikiran dan perasaan yang berakhir terbuka. membuat gagasan sebanyak mungkin. kreatif untuk berperilaku positif serta mampu berinteraksi dengan teman ataupun orang yang lebih tua dengan sopan. diperlukan berbagai indication pendekatan ataupun strategi pengembangannya. 2002: 276). teknik sumbang saran dan teknik pertanyaan yang memacu gagasan (Utami Munandar. terbuka dan tertantang untuk berperan serta secara aktif dengan memberanikan diri dan senang memberikan gagasan sebanyak mungkin. dapatkah. 2. bagaimana (Utami Munandar. Seperti orang tua menanamkan kreativitas akan nilai sebuah kejujuran dan keikhlasan tidak semata-mata menyampaikan pengertian. 2002: 278). Kemudian si anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa makna dari kejujuran dan keikhlasan. Adapun bentuk pemberian pemanasan disimbolkan secara mental. Maksudnya apabila sebelumnya anak didalam kelas dituntut untuk mengerjakan berbagai tugas yang berstruktur. Dari pemberian pendidikan tersebut. lebih bebas. Dalam mengembangkan kreativitas bidang pendidikan agama semenjak anak prasekolah diperlukan nilai-nilai. apa yang lemah.keberagamaan juga penting diperhatikan. Seperti Apa saja yang kamu lakukan setelah bangun tidur. misalnya alasan sering terjadinya pertengkaran antara teman disekolah. etika atau nilai-nilai afeksi semata. Hal ini dimaksudkan agar anak semenjak usia prasekolah sudah mengenal nilai-nilai moral. Sumbangsaran (Brainstorming) Sumbang saran adalah sebuah indication belajar kreatif yang memiliki prinsip tidak adanya sebuah kritik. Pada masa ini anak berada pada kisaran usia 2-4 tahun. .

Selain menggunakan kata bantu pertanyaan tersebut. 3. dan menumbuhkan keberanian untuk belajar mengutarakan pendapatnya. 2002: 281). memperkecil (minify). Selain mampu mengembangkan kreativitas. 2002: 283). Sebuah kritik yang diberikan terlalu cepat tanpa memberi kesempatan untuk mengembangkan suatu gagasan baru dapat mematikan kreativitas. gagasan sebaiknya dinyatakan dengan singkat. memanipulasi informasi dan gagasan untuk menghasilkan ide yang orisinal. Seperti pertanyaan tentang malaikat yang berwujud abstrak. Pertanyaan yang memacu gagasan Pertanyaan yang memacu gagasan dikenal sebagai teknik daftar periksa yang dikembangkan oleh Alex Osborn dengan tujuan untuk meningkatkan gagasan (Utami Munandar. menggabung (combine) (Utami Munandar. tolong menolong serta persatuan. Artinya dengan semakin menghasilkan banyak gagasan. dengan semua anak aktif dan bersemangat memberi gagasan.apa yang keliru pada sebuah jawaban dari pada memperhatikan apa yang baik. Sehingga teknik ini merupakan salah satu manfaat terbesar untuk memacu dalam pemberian gagasan. yang berkualitas. mengganti (substitute). alasan pesawat dapat terbang dan menempuh perjalanan dalam jarak yang jauh dan sebagainya dengan maksud untuk menumbuhkan rasa penasaran akan sebuah jawaban dari suatu pengetahuan. Oleh karena itu mengembangkan kreativitas dengan teknik sumbang saran harus bersikap terbuka terhadap gagasan orang lain dan terhadap gagasan diri sendiri serta mampu memberikan kesempatan secara bergantian dalam berpendapat. BAB IV KREATIVITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA MENURUT KAK SETO . makin besar kemungkinan bahwa diantara sekian banyak gagasan ada beberapa yang baik. mencari solusi atas pertanyaan. Jenis pertanyaan yang dimaksud adalah berupa penggunaan kata kerja manipulatif guna memacu gagasan dan mengembangkan gagasan kreatif dengan melihat hubungan-hubungan baru. Pengembangan kreativitas melalui teknik sumbang saran akan menumbuhkan rasa kebersamaan. Dari berbagai pertanyaan yang memacu gagasan sebagai pengembang kreativitas tentunya memberikan kesempatan dan kebebasan sepenuhnya terhadap anak untuk belajar menjawab. sehingga tidak adanya tuntutan persaingan sebab anak yang belum mampu menjawab akan tertolong oleh anak yang telah mampu menjawab. menyusun kembali (rearrange). Hal ini yang akhirnya akan menjadikan anak lebih kreatif dengan mampu menemukan sebuah ide ataupun penyelesaian suatu masalah. memunculkan berbagai ide dan gagasan yang dimiliki anak. memperbesar (magnify). Karena sumbang saran yang baik berlangsung cepat. teknik sumbang saran juga dapat menyambung pada gagasan orang lain. membalik (reverse). elaborasinya dapat menyusul. Yang terpenting bahwa semua gagasan dicatat dengan cepat baru kemudian yang sama baru dikeluarkan. Adapun jenis pertanyaan yang dapat diajukan kepada anak terdiri dari berbagai pertanyaan yang mengandung kriteria: menyesuaikan (adapt). jenis pertanyaan juga perlu diberikan dengan menggunakan pendekatan keimanan dan imagination. Karena tuntutan akan kuantitas ini. Selain itu. Belajar berkreativitas dengan bebas dalam memberikan gagasan serta memunculkan banyak gagasan lebih ditekankan pada aspek kuantitas. mengubah (modify). penggunaan teknik pemberian pertanyaan yang memacu gagasan juga dapat menunjukan kemungkinan dan meningkatkan kelenturan pemikiran siswa.

20 Januari 2007). Menurut Kak Seto. mengembangkan sesuatu dari produk yang baru dalam bentuk benda ataupun ide-ide. memutuskan masalah. memiliki ciri afektif. 2004: 10). Seperti halnya dilihat dari produknya merupakan sesuatu yang baru. atau motivasi. Misalnya pencuri yang pandai mendongkrak pintu/membobol rumah. memecahkan masalah hingga mampu menghasilkan sesuatu yang baru bagi anak. Bentuk kegiatan kognitif dikenal dengan istilah aptitude. dan sebagainya.Pengertian Kreativitas Menurut Kak Seto Menurut Kak Seto. Kak Seto mengungkapkan bahwa aktifitas kreatif dalam kandungan ditandai dengan cepatnya si bayi merespon sebuah impulse yang diberikan. sentuhan terhadap perut dan sebagainya. bahwa kreativitas merupakan suatu proses bersibuk diri yang dilakukan oleh pribadi (anak) untuk menghasilkan sesuatu yang baru ataupun bersifat kombinasi. Untuk aspek psikomotorik bahwa proses kreatif akan mampu menjadikan pribadi anak sebagai manusia yang terbiasa dan terampil dalam hal apapun baik mencipta. serta kegiatannya dipengaruhi oleh dorongan (press) baik inner maupun eksternal. Dalam hal ini. tidak takut salah. yang didukung dan dipengaruhi oleh press secara inner maupun eksternal yang bersifat aman dan bebas berekspresi (Wawancara 20 Januari 2007). meskipun bukan hasil yang betul-betul baru. berfikir lebih luas lagi. Bersibuk diri yang dilakukan oleh anak prasekolah menurut Kak Seto merupakan kegiatan berproses secara aktif guna memperoleh sebuah hasil dan mampu menciptakan serangkaian alternatif jawaban dari berbagai pertanyaan. senang bertanya dan sebagainya (Wawancara. Dari definisi diatas. perasaan. Pada hakikatnya setiap anak adalah kreatif (Kak Seto. Seperti dicontohkan oleh Kak Seto. berani mengambil resiko. baik melalui usapan tangan. kreativitas yang dilakukan oleh anak prasekolah lebih diutamakan dan ditekankan pada aspek proses dari pada tuntutan dalam menghasilkan sebuah produk. serta keterampilan. Selain itu. Proses Kreatif dalam bentuk kognitif (yang berhubungan dengan pemikiran) memiliki makna bahwa kegiatan yang dilakukan anak dalam proses kreatif manakala anak menggunakan kemampuan otak dan daya pikirnya untuk merancang/berbuat sesuatu. bermoral. kelancaran. fluency. bebas dalam berfikir dan sebagainya. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. originality. Kreativitas yang dimiliki anak dapat dirasakan semenjak masih berada dalam kandungan ataupun setelah dilahirkan. Sedangkan proses afektif dalam kreativitas (hal-hal yang berhubungan dengan emosi dan hati) atau yang dikenal dengan istilah non aptitude berarti suatu bentuk kegiatan yang berhubungan dengan sikap. memiliki banyak keinginan. elaborasi. yakni kegiatan yang berkaitan dengan kognitif atau kemampuan berfikir seperti menangkap suatu masalah. memiliki reaksi yang cepat terhadap respon. yang dicirikan melalui ciri kognitif seperti fleksibility. Adapun ciri-ciri afektif dari kreativitas antara lain seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. skill. Sedangkan bagi usia remaja dan manusia dewasa . memunculkan gagasan. kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. kegiatan dinilai kreatif menakala dalam prosesnya termuat tiga bentuk sikap atau kegiatan yang bernilai kognitif. tetapi kegiatan bersibuk diri untuk beraktivitas (prosesnya) yang dipentingkan pada anak prasekolah. anak aktif dan peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya. sehingga diakhir masa anak-anak mampu mencipta sebuah produk yang bernilai. proses kegiatannya adalah kreatif tetapi bernilai negatif maka kegiatan pencuri tersebut tidak dapat dikatakan kreatif. orisinalitas. dan elaborasi. Hal ini memiliki makna bahwa dengan proses yang dilalui anak prasekolah akan memberikan sumbangan tersendiri dalam mengembangkan pola berpikirnya. Sedangkan ciri kreatif yang terlihat diluar kandungan pada anak prasekolah secara garis besar terbagi menjadi beberapa bagian yakni. afektif maupun psikomotorik (Wawancara 20 Januari 2007).

. dirasakan kcocokannya dalam menentukan langkah terbaik. yaitu kemampuan berfikir kreatif yang ditandai dengan adanya kelancaran berfikir atau menjawab (fluency). press and product. anak usia prasekolah memiliki kisaran daya ingatnya secara approval dan evocation. Konsep IDEA penting digunakan dalam pengambilan sebuah arah ataupun keputusan. berimajinasi yang menjadikan pikiran anak prasekolah berdaya akan mampu menghindarkan diri dari jebakan keadaan. Berimajinasi dalam konsep IDEA adalah bagian dari pikiran yang berdaya. seorang anak prasekolah tidak langsung melakukan movement sesuai dengan kehendak yang diinginkannya. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. Tetapi diharapkan anak akan mampu mempertimbangkan sesuatu sikap dengan berimajinasi/berkhayal untuk mengangan-angan dalam melakukan aktifitas. kelenturan dalam bersikap (fleksibilitas).lebih dituntut pada sebuah hasil atau product tertentu sebagai wujud dari self actualitation dan kedinamisan dalam hidup (Wawancara 20 Januari 2007). lentur dalam komunitas dimanapun mereka berada. dipikirkan. Hal inilah yang menjadikan anak prasekolah berkembang kreativitasnya melalui daya khayal yang dimilikinya serta design instrinsik yang bermunculan. yang dimungkinkan akan mampu memunculkan berbagai inisiatif dan sesuatu yang bermanfaat. Artinya bahwa melalui imajinasi yang dilakukan anak prasekolah akan memberikan semangat tersendiri untuk maju berkembang dalam proses berpikir dan bernalar. menurut Kak Seto merupakan gabungan dari berfikir mengembangkan IDEA. Kemampuan berfikir kreatif dianalogikan dengan sebuah proses berfikir dihutan (Wawancara 20 Januari 2007). agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. akan cepat menjawab dan menginginkan sesuatu yang dikehendaki. evaluasi dan action. produk yang dimaksud juga disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak prasekolah yang berarti bahwa produk tentunya disesuaikan secara psikologis dan budaya. serta menelaah data-data yang ada untuk dievaluasi. kesenangan dan pengetahuan bagi diri anak. serta kemampuan memproduk dsn menhasilkan sebuah karya. Berawal dari berbagai konsep kreativitas yang ditawarkan Kak Seto diatas. hingga mampu mengembangkan ide-ide menjadi sebuah karya nyata yang orisinal. Proses berfikir dihutan dengan berkreasi. kemampuan dan sebagainya. Dengan melakukan proses kreatif diusia prasekolah ini anak juga akan mampu memiliki kelancaran dalam berfikir. dorongan-dorongan dari berbagai lingkungan sekitar. Selain itu. disamping produk untuk mengembangkan pola berpikir divergen. Dalam melakukan sebuah aktifitas kreatif. seperti pertanyaan cita-cita. Berfikir kreatif melalui IDEA juga dapat mengantarkan seseorang anak kepada pribadi yang kreatif dan mampu berfikir divergen. process. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. kemauan yang dikehendaki. Hal ini bisa diambil sebuah definisi bahwa kretivitas itu sebagai for p’s of creativity: person. Arah ataupun keputusan tentunya diambil dengan melalui pertimbangan yang matang. Berproses diusia prasekolah dapat memberikan sumbangan pengalaman baru. Artinya bahwa komponen tersebut bergandengan antara pribadi (person) anak itu sendiri. keaslian dalam menghasilkan produk (orisinalitas) dan pendalaman (elaborasi) dalam berfikir. data. menghadapi sebuah permasalahan. maka istilah kreativitas tentunya tidak dapat dipisahkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya. IDEA berarti imajinasi. Istilah berfikir dihutan adalah merupakan kemampuan untuk berinisiatif terhadap sesuatu hal dengan mencari sebuah celah atau solusi melalui pencarian dan pemecahan kreatif serta menemukan sebuah penemuan. Sebagai contoh. aktifitas anak dalam sebuah proses kreatifnya. Selain itu menurut Kak Seto.

retorika. Sedangkan guru terutama yang mengajar di play organisation atau Taman Kanak-Kanak harus menguasai strategi pembelajaran kreatif bagi anak prasekolah sehingga kemampuan. Ada yang mampu dan menyukai bidang musik. Kak Seto memiliki strategi yang dikenal dengan istilah 4 P. memiliki inovasi serta mampu mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bermanfaat. Hal ini dimaksudkan agar pembentukan dan pengembangan kreativitas anak dapat terwujud. matematika. 1. press. bahasa. Selain pengertian tersebut. Dihubungkan dengan mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah. pendorong (press). Oleh karenanya. Kita dapat melihat dan mengamati bakat dan minat anak-anak yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. kita hendaknya berasumsi bahwa setiap anak pada dasarnya memiliki potensi kreatif dan kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu secara kreatif. orang tua maupun masyarakat kepada anak prasekolah untuk mencapai sebuah tujuan yaitu dapat berkembangnya kreativitas pada anak prasekolah. 1987: 96). sehingga anak akan menjadi manusia dewasa yang matang. Atau menurut Hulbeck. Dewasa ini istilah strategi banyak digunakan dalam bidang pengajaran misalnya strategi proses pengajaran.Strategi 4 P (person. keterampilan dan kreativitas anak prasekolah dapat berkembang. yakni sebuah strategi diterapkan dengan menyesuaikan usia anak. 1999: 20). Terutama orang tua yang lebih serius berinteraksi dengan putra putrinya dirumah hendaknya memiliki kemampuan dan kreasi untuk mengembangkan dan mencari alternatif yang baik. dan masyarakat. sesuai dengan bidang dan dalam kadar yang berbeda-beda. dan lain sebagainya. proses (process). strategi mempunyai pengertian sebagai garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. 20 Januari 2007). process. kreativitas ditinjau dari pribadi (person) dalam diri setiap individu memiliki maksud bahwa suatu tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya (Wawancara. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. penuh perhatian pada orang lain. Dan di masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana lingkungan yang kreatif. dalam skripsi ini strategi diartikan sebagai cara yang telah diatur dengan baik untuk menyampaikan suatu maksud. Walaupun dalam kehidupan anak terdapat beragam kemampuan yang dimilikinya. spontan. melukis. penuh rasa ingin tahu serta kemampuan untuk berkembang secara terus menerus (Frank G Gobel. yakni kreativitas ditinjau dari aspek pribadi (person). dan perkembangan yang dimilikinya. ada . guru. Secara umum. sehingga ada keterpaduan antara orang tua (keluarga). strategi mengembangkan kreativitas anak prasekolah seharusnya dikuasai oleh orang tua. yang dilakukan oleh guru. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah diperlukan strategi yang ideal. guru (sekolah). kreatif. Pribadi Menurut Kak Seto. product) Menurut Kak Seto Terkait dengan mengembangkan kreativitas anak. bahkan masyarakat. Menurut Maslow. tetapi yang terutama penting dalam dunia pendidikan adalah bahwa bakat kreatif sangat perlu untuk dikembangkan dan ditingkatkan sejak usia dini. kecerdasan. Pengembangan kreativitas sangatlah penting ditanamkan pada anak prasekolah. Kak Seto (2004:13) juga menggambarkan dalam bentuk cerita bahwa dalam suatu pesta ulang tahun anak-anak. manusia memiliki kemampuan untuk bersikap kreatif. Dengan strategi pengembangan kreativitas yang tepat maka akan mudah mengembangkan sikap kreatif terhadap anak prasekolah yaitu putra dan putri kita sebagai generasi penerus yang unggul. (Kak Seto. 2004: 12). kondisi lingkungan. artistic movement is an commanding of one’s possess whole celebrity on a sourroundings in a singular and evil approach (Utami Munandar. dan produk (product).

mendikte. perencanaan. Dalam mengembangkan kreativitas dilihat dari aspek pribadi. Model pengembangan kreativitas melalui permainan tersebut tentunya mampu memberikan kebahagiaan terhadap pribadi anak. pengetahuan. Dari ketiga aspek tersebut secara bersamaan akan dapat melatarbelakangi individu yang kreatif. Akan tetapi secara prinsip fungsi dan kerja keduanya dapat dibedakan. Dari kegiatan tersebut Kak Seto mendefinisikan kreativitas ditinjau dari segi pribadi anak dapat diartikan semua anak memiliki ciri-ciri dan sifat kreatif yang terdapat pada pribadi masing-masing. melengkapi gambar sehingga muncul ide-ide orisinal. berkreasi. dorongan untuk berprestasi dan mendapat pengakuan. 20 Januari 2007). dan bertingkah yang dicontohkan oleh Kak Seto seperti halnya cerdas cermat kreatif dengan segudang jawaban. merancang dan lebih tertarik pada jabatan yang menuntut kreativitas. Gaya kognitif dari pribadi yang kreatif menunjukan kelonggaran dan keterikatan pada konvensi. ketiga atribut psikologis tersebut juga menjadi bekal utama pembentukan pribadi kreatif dalam membentuk anak menghasilkan produk. sikap memaksa. Mengembangkan kreativitas ditinjau dari pribadi anak prasekolah bisa dilakukan dengan menggunakan indication permainan yang menggugah berfikir anak secara divergen (Kak Seto. Sebab kreativitas yang dilakukan oleh pribadi anak merupakan titik pertemuan yang khas antara atribut psikologis. keterampilan pengambilan keputusan dan keseimbangan serta integrasi intelektual secara umum. Dalam arti yang konkret gerakan anggota tubuh. gaya kognitif. senang menulis. Permainan yang dapat memunculkan pribadi yang kreatif sehingga memunculkan ide-ide orisinal dan pribadi yang memiliki kelancaran dalam berpendapat.berbagai bentuk permainan diantaranya tebak ilmiah seribu jawaban. pengembangan kreativitas melalui permainan juga dapat . Disisi lain. aktifitas kreatif pada anak prasekolah menurut Kak Seto tidak dihalangi oleh sesuatu yang mengandung evaluasi eksternal yang dilakukan pada anak prasekolah. Apabila dihubungkan antara aspek pribadi dengan tiga atribut psikologis (intelegenci. serta permainan konstruktif seperti penyusunan balok kayu membentuk sebuah formasi sesuai dengan selera anak (Wawancara. Dimensi aspek intelegensi dan gaya kognitif memang hampir sama. sikap dan perasaan anak-anak semenjak bayi dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sekitarnya merupakan modal dari pribadi yang kreatif. 1998: 101). Sedangkan dimensi kepribadian dan motivasi meliputi ciri-ciri seperti kelenturan. sehingga semua anak dapat memberikan dan berebut jawaban serta menjadi dirinya sendiri. penyusunan strategi. maka keduanya merupakan sebuah kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk sebuah kepribadian seorang anak untuk kreatif. dan kepribadian/motivasi. cemerlang dan tidak malu dalam mengungkapkan jawaban. Akan tetapi tidak semua permainan dapat terkategori positif. perumusan masalah. keuletan dalam menghadapi rintangan dan sebagainya. Dari pengertian tersebut. Artinya bahwa melalui indication permainan anak diharapkan memiliki kemampuan untuk memberikan jawaban yang unik dan orisinal serta kelancaran pemberian gagasan. Sebab hal ini akan menghalangi pribadi anak dalam berkreasi. melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. pemikiran lancar. gaya kognitif dan motivasi). aspek pribadi (person) berperan penting dalam pengembangan kreativitas anak (Wawancara 20 Januari 2007). 2002: 13). Kegiatan ini membuat semua anak mampu berfikir divergen dengan berbagai macam jawaban benar. Menurut Kak Seto. Selain membahagiakan anak. yakni intelegensi. Intelegensi meliputi kemampuan verbal. karena kedua aspek tersebut bersumber dari otak. pribadi kreatif tentunya muncul dari pribadi seseorang semenjak ia masih kecil dan bahkan masih dalam kandungan (Kak Seto. menciptakan aturan sendiri.

menggambar. bermain tanah. menurut Kak Seto. membuat karangan. Proses kreatif dilakukan sedikit demi sedikit. berproses kreatif pada anak prasekolah dilakukan secara tahap demi tahap. mencipta aneka bentuk dari bahan-bahan yang tersedia dan sebagainya. Hal ini juga dikemukakan oleh berbagai pakar. atau mengganggu. teknokrat. . mewarnai. Padahal aktivitas anak seperti itulah yang dapat mengembangkan kreativitasnya (Wawancara. Dari sikap sebagaimana terpapar diatas. anak diterima sebagaimana adanya dan diterima segala keunikanya. strange serta inovatif. Menurut Kak Seto. Kegiatan bersibuk diri yang biasanya dilakukan dengan beragam permainan. seorang anak akan tumbuh kreatif apabila memperoleh suasana yang aman dan bebas secara psikologis dalam prosesnya (Wawancara 20 Januari 2007). dan sebagian terbentuk dari aktifitas fisik. dibenarkan dan akhirnya dilanjutkan ke aktivitas selanjutnya. Sedangkan bebas dalam proses bersibuk diri berarti adanya kesempatan untuk dapat mengekspresikan gagasangagasannya secara simbolik tanpa terlalu banyak hambatan. Bentuk kesibukan anak tersebut juga mampu menumbuhkan sikap untuk berani bereksperimen terhadap sesuatu yang dikagumi. merusak. Dengan strategi mengembangkan kreativitas dilihat dari sisi pribadi (person).mempertajam keorisinilan karya atau ide. sebuah sumbang saran dan pemberian berbagai pertanyaan juga perlu diberikan sebagai proses berpikir kreatif meskipun bentuk pertanyaanya sederhana. sehingga anak memiliki keinginan untuk mencobanya. Terutama bila proses tadi dipahami tidak dengan empati. Selain itu Kegiatan bersibuk diri yang dilakukan oleh anak semata-mata tidak terlalu menekankan apa yang dihasilkan dalam proses tersebut. Bila proses kreativitas anak hanya dinilai dengan visi orang tua semata. 20 Januari 2007). 20 Januari 2007) Oleh karena itu. seperti melukis bebas. 2. 2004: 13). Karena kreativitas merupakan sebuah proses. Bentuk dari proses kreativitas yang dilakukan anak prasekolah dilakukan dengan berbagai coret mencoret. Namun demikian proses bersibuk diri tersebut akan lebih menghargai keasyikan individu yang timbul dari keterlibatannya dalam kegiatan yang penuh tantangan. Proses Maksud dari mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari prosesnya adalah kreativitas dapat dilihat sebagai kegiatan bersibuk diri yang berdaya guna (Kak Seto. Dari keseluruhan proses kreatif membutuhkan waktu tersendiri dalam setiap tahapannya sehingga sesuatu hal dikerjakan tidak ada yang instan. Proses kreatif dikatakan aman bilamana seorang anak tidak mendapatkan tekanan kejiwaan dalam bentuk penilaian. dari hal yang pale sederhana lalu dilengkapi. bahwa anak kurang dari 5 tahun memiliki daya pikir orisinalnya mencapai 90%. kemudian dikaji ulang. atau wiraswastawan yang tangguh. menempel atau mewarnai dengan aneka warna dan lain sebagainya akan menjadikan anak prasekolah lebih kreatif. teknolog. namun dipahami dengan visi orang tua. diyakini bahwa setiap anak adalah kreatif dan perlu dikembangkan kreativitasnya dengan memerankan aspek intelegenci. kreatif dan mampu melakukan terobosan baru untuk diri sendiri maupun lingkungan (Wawancara. menurut Kak Seto anak yang diberi kebebasan dalam berproses dan berfikir sesuai dengan keinginan orisinalnya akan dapat menghasilkan ilmuawan. maka proses kreatif akan selalu dinilai sebagai hal yang merepotkan. gaya kognitif dan motivasi melalui model-model permainan secara kreatif dan konstruktif. maka sebuah proses kreatif dalam perwujudannya tidak selalu membahagiakan orang tua. Selain itu anak yang diberi kebebasan untuk berproses akan berani dalam mengambil keputusan dan bersikap tidak takut gagal. Sehingga anak prasekolah mampu mencipta sebuah karya yang unik. Selain itu.

Pemberian dorongan atau motivasi yang diberikan kepada anak dapat berupa pengalamanpengalaman. dorongan yang berasal dari dalam/internal juga dipengaruhi oleh dorongan dari luar/eksternal. Hasrat ataupun keinginan yang tumbuh pada anak prasekolah menjadi penting peranannya untuk mengembangkan kreativitas. 2004: 14). keadaaan. mengarahkan. maupun perkataan/nasihat pendidik yang memungkinkan anak berkreasi (Wawancara seminar. yakni berupa lingkungan. dukungan. strange dan mampu mengembangkan sebuah ide menjadi kenyataan. insentif. 2002: 13).Kegiatan bersibuk diri secara kreatif sangat tepat apabila diterapkan bagi anak usia prasekolah. Pemberian dorongan secara aman dan bebas dilakukan dengan memperhatikan kondisi psikologi anak. Seperti pemberian motivasi menurut kebutuhan anak prasekolah. Oleh karena itu. bernyanyi dan mengenal keindahan dalam bentuk warna. sehingga pada saatnya nanti kegiatan tersebut akan mampu melahirkan produk-produk yang lebih bermakna. Dorongan dari luar akan senantiasa memberikan impulse terhadap anak untuk berbuat dan melakukan sesuatu. Dorongan inner yang berasal dari diri anak sendiri biasa juga dikenal dengan istilah design intrinsik. dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Kak Seto. Sebab keinginan berkreasi pada anak prasekolah sangat didahului oleh design pribadi untuk berkehendak sehingga pribadi anak akan mencoba berproses secara kreatif. Press secara kreatif diberikan dengan suasana aman dan bebas serta memberikan kesempatan terhadap anak untuk berkreasi (Wawancara 20 Januari 2007). yakni design yang mendorong anak untuk bertindak sesuatu yang berasal dari nilainilai yang terkandung dalam obyeknya itu sendiri (diri anak). Selain dorongan yang berasal dari luar (eksternal) seperti tersebut diatas. Pendorong (press) Strategi yang kedua dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah adalah dengan memberikan press yakni memberikan dorongan atau motivasi. sehingga berpengaruh terhadap produk yang dihasilkannya. Maka dari itu motivasi eksternal hendaknya diperhatikan dan disiapkan oleh lingkungan dalam arti pendidik dengan selalu menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis anak. Dalam istilah yang lain. 27 Nov 2005). mengungkapkan ide pemikirannya. sikap orang tua yang menghargai kreativitas anak. Proses kreativitas pada anak prasekolah tidak semata menuntut untuk menghasilkan produkproduk baru. dan yang lainnya (Kak Seto. Karena diusia 2-6 tahun anak sudah mampu menikmati berbagai jenis aktivitas bermain. Akan tetapi melalui proses kreatif inilah seorang anak akan asyik dan semakin berminat untuk melakukan suatu kegiatan dan mampu menemukan hubungan antara satu gagasan dengan gagasan yang lain. mengembangkan kreativitas melalui strategi proses ini adalah memberikan kesempatan dan kebebasan untuk mencoba sebuah aktifitas sehingga anak akan berlatih untuk lancar dalam berfikir. anggukan tanda setuju. dorongan juga dapat berasal dari dalam (internal) yang berupa hasrat dan motivasi yang kuat pada diri anak itu sendiri untuk menghasilkan sesuatu. yakni Dalam hal ini seorang pendidik dalam memberikan . Dalam berproses kreatif. longgar. Motivasi yang dimaksud adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakan. tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang sikap kreatif. pujian. pemberian penghargaan. 3. anak prasekolah memerlukan press untuk menumbuhkan semangat dan kepribadian serba ingin tahu akan sesuatu. jempol sebagai isyarat bagus. Bentuk dorongan atau motivasi menurut Kak Seto terdiri dari berbagai macam hal yang mendukung proses kreatif. Selain itu.

ingatan dan kegiatan panca indera. pengalaman dan suasana yang menarik dapat diperoleh melalui berbagai lingkungan. memahami pemikiran-pemikirannya. menyortir atau memilah: menggabungkan banyak ide untuk membentuk sebuah sintesis dipuncak atau dasar. bagaimana ia kalau menjadi dokter. Fantasi berarti daya untuk menciptakan sesuatu didalam angan-angan terhadap sesuatu yang diimajinasikan. lengkungan hingga akhirnya mampu . bagaimana kalau dirinya menjadi polisi dan sebagainya sehingga keinginan anak akan terbayang dan ada usaha maupun design instrinsik untuk menjadi apa yang diinginkannya. Untuk dapat menghasilkan produk pada anak usia prasekolah dibutuhkan pengalaman dan suasana yang menarik bagi diri anak. ide yang benar-benar baru. 20 Januari 2007). anak prasekolah akan mencoba mengangan tentang dirinya. karena anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sehingga lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan di masa depannya. anak usia prasekolah sudah mampu mencipta suatu produk yang diinginkannya. Melalui fantasi. yakni mengambil satu gagasan dan mengadunya dengan ide lain. serta pengambilan sikap untuk mendorong anak dengan Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya dan memberikan pengertian secara empatis (Kak Seto. Menurut Kak Seto. tindakan-tindakannya. Produk Strategi yang ke-empat sebagai usaha mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi dilihat dari segi produk (product). Meskipun produk yang dihasilkan sangat sederhana seperti membuat garis. anak-anak dapat dituntun dan dibawa menuju ketingkat ketajaman berkreasi sehingga dapat mencipta suatu produk. Sedangkan asosiasi dilakukan dengan menghubungkan berbagai peristiwa untuk memperoleh ide penyelesaiannya ataupun melakukan hubungan antara gagasan dan ingatan yang dilakukan dengan cara: menjajarkan. Dari pendapat tersebut maka pemberian dorongan kreatif terhadap anak prasekolah disesuaikan dengan kondisi yang dialami anak. Sedangkan asosiasi adalah pembentukan hubungan antara gagasan. yang menyatukan seluruh elemen. 2005: 15). Memadukan: meminjam sifat atau aspek dari dua ide dan menyatukannya untuk bersama-sama membentuk ide. dari kontras yang timbul muncul ide baru. yakni kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau bukan sesuatu yang baru sama sekali (Kak Seto. sehingga mampu membentuk hubungan dengan lingkungannya. Berbagai produk yang dihasilkan seorang anak sangat dipengaruhi oleh fantasi dan asosiasi (Wawancara. Pengertian baru dalam menghasilkan suatu hasil karya tidak berarti benar-benar baru namun dapat berarti seseorang tetap meniru ide yang telah ada sebelumnya atau mengkombinasikan dari beberapa hal yang sebelumnya sudah ada. Dengan menerapkan kedua prinsip dasar tersebut. maka anak akan cepat berproses kreatif dan menghasilkan produk yang baik. Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya berarti memberikan kesempatan secara luas terhadap minat anak. Bilamana anak memiliki pengalaman dan pengetahuan banyak. mengitari: dimulai dengan gambaran kabur ide baru. memiliki kesadaran. kemudian mempersempit pilihan untuk mendapatkan satu konsep pokok yang manjur. Dalam suasana seperti inilah anak akan dapat mengekspresikan dirinya. Sedangkan memberikan pengertian secara empatis bermakna orang tua mampu mengenal dan menghayati perasaan anak. 4. serta melihat dari sudut pandang anak untuk tetap menerimanya . Setiap anak yang kreatif mampu menghasilkan berbagai produk yang diinginkannya. 1998: 62).motivasi kepada anak harus terlebih dahulu mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan anak yang akan dimotivasinya.

tidak mudah untuk diungkap pengertiannya.mewarnai dengan indah. Maka dengan hal ini akan memungkinkan anak mengembangkan perasaan secara psikologis. Begitu pula dalam suasana aktif dimana anak memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya. Bermain dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dibagi dalam tiga tahapan. bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan spontan sehingga hal ini memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. sikap ekpresionis dalam berkreasi perlu diperhatikan. lelucon. Dengan demikian. Maksud ekspresionis adalah suatu ungkapan bebas dan mandiri yang didalamnya tidak memiliki urgensi/kepentingan bagi kemahiran dan keaslian. Dimana dan dengan siapa anak-anak berkumpul. Sehingga kegiatan yang bersifat ekspresionis akan senantiasa menghasilkan berbagai produk seperti berekspresi membuat lagu. Istilah bermain sudah dikenal sejak zaman dahulu. berfikir dan mandiri. c. Bermain melibatkan peran aktif keikutsertaan anak. Meskipun tidak memiliki urgensi yang pasti. tetapi Kak Seto dalam menilai sebuah produk bagi anak prasekolah merupakan proses ekspresionis yang menghasilkan sebuah karya baru ataupun bernilai kombinasi. Karena kreatifitas yang dimiliki anak prasekolah identik bersifat ekspresionis. sajak. dan sebagainya (Kak Seto. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto Bermain penting bagi pengembangan kreativitas anak prasekolah. . yakni apabila suatu aktivitas yang dilakukan oleh anak terkesan menyenangkan dan anak akan terus melakukannya. drama. baik permainan kata. Dari berbagai pengertian. Secara umum bermain sering dikaitkan dengan bentuk aktifitas anak-anak yang dilakukan secara spontan dalam suasana riang gembira. disitu pula akan muncul permainan. e. mengembangkan sesuatu yang telah ada meskipun dihasilkan oleh anak dalam bentuk atau wujud yang sederhana. Akan tetapi untuk membuat definisi yang tepat dari istilah bermain. tarian dan lukisan. Menurut Kak Seto bermain memiliki lima pengertian: a. Dalam pengertian tersebut. 2004: 54-55). anak bebas mengekspresikan gagasan-gagasannya melalui khayalan. seperti misalnya Kreativitas pemecahan masalah. Menurut Kak Seto. mewarnai gambar dengan krayon serta aktivitas lain yang terlihat tampak remeh. Kak Seto mendefinisikan secara tegas tentang pengertian bermain. Karena bermain merupakan dunianya anak-anak. Namun bila suatu aktivitas permainan tidak menyenangkan anakpun akan menghentikan permainan tersebut. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai positif bagi anak. Bermain tidak memiliki tujuan ekstrinsik namun motivasinya lebih bersifat intrinsik. Bermain adalah bersifat spontan dan sukarela serta tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak. teman-temannya atau lingkungan disekitarnya serta bermain juga berfungsi sebagai play yakni sebagai sebuah aktivitas bermain mencari kesenangan tanpa mencari menang dan kalah. seperti halnya bermain konstruktif atau destruktif dan melamun. Selain itu bermain juga melibatkan interaksi antara anak dengan orang lain. lakon atau permainan secara mendadak tanpa direncanakan/didahului oleh suatu maksud sebelumnya. imitasi. belajar bahasa. bermain konstruktif dan sebagainya. meskipun produk kreatif dinyatakan oleh para ahli lebih dipentingkan sebagai produk strange ataupun asli. perkembangan sosial. b. kegiatan berekspresi digunakan sebagai latihan agar anak terbiasa berkreasi. d.

Artinya bahwa orang tua berkenan mengikuti dan memakai busana sesuai dengan tema permainan yang sedang dilakukan. Selain itu. Bermain bagi anak usia 2-3 tahun (sains of otonomy) lebih banyak dilakukan dengan proses bermain aktif. memperkenalkan dan menempel poster. menyentuh. orang tua/pendidik menyedikan tempat yang aman. . luas dan bebas dari barang pecah belah atau membahayakan keselamatan anak. Bermain aktif bila dilihat dari pengertian dan jenisnya merupakan kegiatan untuk mengembangkan otak (kognitif) yang mengandung manfaat educatif dan keterampilan (psikomotorik) yang bermanfaat kreatif bagi anak. Sebab secara langsung anak aktif melakukan kegiatan tersebut dengan berfikir dan berlatih. berayun-ayun. gerak dengan lagu dan sebagainya. 20 Januari 2007). seperti halnya meraba. Kak Seto dalam memberikan press terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi dasa busana (wawancara. rasa aman dan bebas dalam proses bermain secara psikologis merupakan kondisi penting bagi tumbuhnya kreativitas. melalui pemberian hadiah penunjang kreativitas. yakni: pertama. Memperkenalkan dan membacakan buku bagi anak dapat menentukan seberapa cepat nantinya si anak mampu berbicara. kemampuan yang dimilikinya ataupun minat yang dimilikinya. kenalkan buku alfabet dengan ilustrasi warna yang kaya pada setiap halamannnya. Kak Seto membagi indication permainan sebagai upaya mengembangkan kreativitas anak menjadi tiga tahapan yakni : usia 2-3 tahun. Melalui kegiatan bermain anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan dorongandorongan kreatifnya sebagai kesempatan merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru. usia 3-6 tahun dan usia 6 tahun. memanjat. Strategi ini bermaksud untuk membiarkan anak bebas berekspresi dan belajar mengenal buku hingga mencoba membuka tiap halaman. membaca dan berKreativitas. seperti mengangguk sebagai tanda setuju. menendang dan sebagainya. belaian dan dekapan hangat sebagai rasa aman dan kasih sayang terhadap anak. Bermain aktif yang dilakukan oleh anak usia 2-3 tahun terlihat melalui aktifitas bermain fisik untuk mengembangkan aspek motorik pada anak seperti berlari kejar-kejaran. Menurut Kak Seto cara pemberian press disesuaikan dengan pengetahuan dan kesukaan anak. Disamping alat permainan dan medianya. berlari. 20 januari 2007). Misalnya suatu permainan dengan tema perjuangan. 20 Januari 2005). pemberian press juga dilakukan dengan berbagai cara. Selain itu. desain ruang di plong dan berikanlah buku-buku yang tidak mudah terlepas halamanhalamannya. Pada masa ini pribadi anak lebih menyukai berbagai kegiatan yang berhubungan dengan gerak fisik. melompat. Maksud dari bermain aktif adalah melakukan jenis permainan dimana kegembiraan anak muncul dari apa yang telah dilakukakannnya oleh anak tersebut (aktifitas langsung). bergeleng sebagai tanda tidak setuju/jelek. Setelah berproses dengan permainan. sentuhan. menunjukan isyarat ibu jari sebagai tanda hebat. Proses mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama. Tahapan pertama. anak usia 2-3 tahun merupakan masa sains of otonomy (wawancara. (Wawancara. Mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama menurut Kak Seto dilakukan dengan menggunakan strategi 4 P dilihat dari prosesnya. Anggota tubuh dan motorik kasar merupakan alat yang digunakan untuk melakukan gerak fisik pada anak prasekolah.Tahapan-tahapan bermain ini tentunya disesuaikan dengan tingkatan usia anak prasekolah. usia ini sudah dapat membuat coretan benang kusut dan berhasil membuat garis lengkung. gambar-gambar atau cat tembok dan sebagainya dengan beragam bentuk dan warna kontras dilangit-langit sebagai upaya membantu merangsang indra penglihatannya Ketiga. orang tua hendaknya memakai busana yang identik dengan pejuang. Kedua.

Bentuk strategi dasa busana meliputi: Busana anak sekolah menunjukan nilai sabar dan sahabat. mengarang. bermain konstruktif seperti menyusun balok-balok. Adapun jenis permainan untuk usia 3-6 tahun menurut Kak Seto (2004: 60) dibagi menjadi empat indication yaitu: pertama. dapat membantu pemahaman sosial pada diri anak. gunting untuk menggunting dan . Sebab masa ini (sekitar 4-5 tahun) telah mampu menggambar bentuk-bentuk tertentu yang biasanya merupakan gabungan dari bentuk geometrik misalnya gambar rumah. evaluasi dan action) (Wawancara. serta memiliki kemampuan untuk dapat membayangkan perasaan orang lain (tumbuhnya kecerdasan intrapersonal) maupun perasaan diri sendiri. Setelah berproses kreatif. seperti halnya dapat membantu penyesuaian diri anak. ideide dan gagasan. Maksud dari permainan ini adalah untuk memperlancar dan melatih tangan. anak dapat berkembang kreativitasnya. Sedangkan bermain imajinatif reproduktif hanya bersifat pengulangan dari situasi yang diamati dalam hidup sehari-hari. anak usia 2-3 tahun secara tidak langsung perlu dituntut sebuah product kreatif. Dengan berkembangnya fungsi panca indra dalam gerak motorik dan berbicara. busana badut menunjukan nilai humoris. busana dokter menunjukan nilai mampu merawat dan melayani. bermain imajinatif bentuknya semisal bermain drama. anak usia 3-6 tahun merupakan masa sains of inisiatif (Wawancara. Anak Usia 3-6 tahun perlu dilatih ketajaman untuk menghasilkan IDEA (imagination. Selain bersifat produktif dan kreatif. memperkenalkan berbagai buku-buku. bermain kreatif seperti membuat lukisan/kaligrafi dengan krayon. Tahapan kedua. busana hakim menunjukan nilai keadilan. sehingga berbagai produk apapun bentuknya dapat dihasilkan. anak prasekolah telah mampu berdebat. bermain imajinatif memiliki beberapa manfaat lain. tulisan. mampu mengerti bahwa suatu kejadian memiliki penyebab dan solusi. anak akan mampu memasukan unsur-unsur baru terhadap apa yang ia amati. Masa sains of inisiatif pada anak juga ditunjukan melalui kemampuan mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan dua kriteria. Ketiga.Dasa busana merupakan suatu strategi bagi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. serta manipulative play yakni bermain dengan menggunakan alat-alat tertentu seperti obeng. Pada kegiatan bermain imajinatif yang produktif dan kreatif . Bentuk produk kreatif dapat berupa gambar. Menghasilkan suatu produk bagi anak usia 2-3 tahun dikandung maksud agar ditahun-tahun mendatang anak memiliki semangat menghasilkan sesuatu. Kedua. ucapan ataupun hasil karya lainnya meskipun dalam tataran pale sederhana. Strategi ini terdiri dari sepuluh busana (dasa busana) yang perlu dipergunakan dalam proses bermain ataupun dalam aktifitas keseharian. menggambar binatang dan sebagainya. data. Pada masa ini pribadi anak telah memiliki pikiran dengan berbagai macam rencana. Dikisaran usia 3-6 tahunan. serta produk yang dihasilkan tentunya lebih baik dan sempurna dibandingkan produk sebelumnya. 20 Januari 2007). anak usia prasekolah juga memiliki kapasitas untuk mengeksplorasikan lingkungan disekitarnya. 20 Januari 2007). Bermain imajinatif dapat bersifat produktif dan kreatif . Dengan memiliki ketajaman memperoleh IDEA. 20 Januari 2007). Maka dari itu orang tua perlu menyediakan fasilitas sederhana. meningkatkan perkembangan bahasa serta memperoleh kesenangan dari kegiatan imajinatif yang dilakukan atas usaha sendiri. dan berdialog (Wawancara. 20 Januari 2007). seperti bentuk benda dan warna serta dapat membandingkan jumlah. gerakan. tidak perlu mahal. busana daster menunjukan seorang ibu menjadi dirinya sendiri dan sebagainya (Wawancara. Untuk itu orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. berpendapat dan berdialog dengan lawan bicaranya. menggambar. menulis.

. mengetahui jumlah bulan. melainkan cobalah membangun minatnya (Wawancara. Ajak anak-anak memahami tentang nilai-nilai. matahari dan lingkungan sekitar (Seto Mulayadi. melatih keterampilan motorik halus. memperkenalkan berbagai buku-buku. misalnya menonton televisi. Adapun tujuan dari kejadian tersebut adalah mendidik sekaligus mengembangkan kreativitas pola pikir pada anak dalam mengatasi sesuatu dan berpendapat sesuai dengan kemampuan ide yang dimilikinya. 20 Januari 2007). 20 Januari 2007). bermain pasif juga merupakan sumbangan untuk pertambahan nilai bagi kegiatan yang dilakukan anak melalui bermain aktif. maka orang tua memberikan sanjungan dengan kasih sayang dan dorongan. Oleh karenanya bentuk permainan hendaknya diarahkan dengan pendekatan permainan edukatif seperti yang dilakukan oleh Kak Seto melalui pembagian tahapan usia dalam memilih indication permainan. melatih konsentrasi. kemudian bacakanlah setidaknya satu buku untuk setiap harinya. Pengembangan kreativitas melalui aktifitas bermain merupakan pemenuhan kebutuhan akan aktualisasi diri pada anak prasekolah. Setelah itu orang tua memberikan pertanyaan seputar kejadian yang telah terjadi dan solusi apa yang dilakukan anak (Wawancara. ketekunan. Bentuk kegiatan bermain sebagai strategi kreatif untuk mengembangkan aspek kognitif dan afektif anak pada taraf sains of inisiatif dilakukan melalui beberapa hal: a.seperti menghitung anak tangga. dan berdialog (Wawancara.psikologiums.com). orang tua hendaknya meluruskan dan mengarahkan dengan tidak menyalahkan dan menampakan kemarahannya.com) c. menikmati musik. http://www. menonton pertunjukan wayang. Bermain pasif penting untuk mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. 27 Nov 2005). Manfaat bermain pasif antara lain anak akan memperoleh pengetahuan dan informasi. Ajarkanlah anak untuk mengenal matematika lewat obyek-obyek yang konkret.psikologiums. http://www. Dari kegiatan bermain konstruktif ini dimaksudkan agar anak dapat mengembangkan kemampuan untuk berdaya cipta (kreatif).net/modules. gambar ataupun pendapat dari anak tersebut. Tetapi jangan memaksa anak. Tetapi bila bernilai negatif. Bentuk ciptaan yang dihasilkan bisa berupa bentuk-bentuk tulisan. daya tahan Keempat. b. (Dialog Seminar. Bilamana solusi yang dilakukan anak bernilai positif. orang tua maupun orang lain. dan sebagainya. Usia 6 tahun keatas bagi anak prasekolah dinamakan masa sains of dustry (Wawancara. perilaku dan perasaannya sendiri serta memahami dan menghargai perasaan teman. menonton pagelaran dan hiburan. dan mendapatkan bahan-bahan yang dapat diolah secara kreatif. memenuhi kebutuhan anak yang tidak terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Masa ini merupakan masa yang banyak digunakan untuk mencipta dan berpendapat terhadap sesuatu hal. merakit kepingan kayu atau plastik. Kenalkan anak dengan buku-buku yang menarik.net/modules. Selain bernilai hiburan. anak usia 6 tahun hendaknya dibawa kepada suatu pengalaman tertentu. misalnya menjaga adiknya dirumah. mencipta bentuk tertentu dari lilin mainan dan sebagainya. 20 Januari 2007). Tahapan ketiga. Sebagai taraf latihan dalam menggunakan ingatannya. 20 Januari 2007). mendengarkan cerita/dongeng.menempel kertas atau kain. d. hingga mampu mengahsilkan ide-ide yang baik dan kritis. Dengan demikian orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. cobalah untuk meminta anak bercerita kembali tentang isi buku tersebut (Seto Mulyadi. bermain pasif atau hiburan (amusement) yang merupakan jenis bermain dimana anak memperoleh kegembiraan melalui usaha yang dilakukan orang lain. Untuk mengembangkan Kreativitas dalam berpendapat.

Dengan demikian seorang tokoh tidak dapat membebaskan diri dari pengaruh lingkungannya (Eni Purwati. proses identifikasi terhadap pemikiran Kak Seto ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan. aktifis dalam acara anak (Ria Jenaka). keyakinan. yaitu. Conny Semiawan. Pak Kasur adalah seorang tokoh pendidikan anak yang memiliki nama asli Suryono.Bermain dalam mengembangkan kreativitas pada usia 6 tahun menurut Kak Seto hendaknya diarahkan pada indication permainan yang membutuhkan pemecahan masalah. Diantara kesamaan yang ada antara lain indication atau . Hal tersebut dapat dilihat bagaimana tindakan-tindakannya secara mendalam dipengaruhi tidak hanya oleh dorongan inner yang berupa ide. sebagai pembimbing disertasi dengan tema kreativitas. Pemikiran-pemikiran tokoh tersebut juga banyak muncul dalam tulisan-tulisannya Kak Seto baik dalam buku. Selain itu. 1. sekaligus sebagai psikolog dan praktisi pendidikan anak sampai sekarang. Maka dari itu pemberian strategi 4 P melalui kegiatan bermain bagi anak prasekolah menurut Kak Seto tentunya sama dengan indication pembelajaran kreatif yang memberikan kesempatan anak untuk mengemukakan pendapat dengan cara brainstorming (curah pendapat) dan pemberian pertanyaan yang menggungah gagasan pada anak. Sumber Pengaruh Pemikiran Kak Seto Dalam bidang pengembangan kreativitas anak prasekolah. dan kutub kedua adalah praktisi kreativitas dan pendidikan anak Indonesia (Wawancara. hingga pada akhirnya Kak Seto melanjutkan studi pada Fakultas Psikologi. Artinya bahwa kegiatan bermain memerlukan aktivitas fisik dan intelektual. yaitu dari segi sumber pengambilan pemikiran dan hasil identifikasi pemikirannya. pendidik TK dan Nakula Sadewa. dan beliau adalah salah satu dosen sekaligus guru besar Universitas Indonesia (UI) yang mendidik Kak Seto pada fakultas psikologi semenjak Sarjana (SI) hingga Doctor (S3). Sehingga bermain merupakan belajar bagi anak yang dapat meningkatkan kemampuan dan mengembangkan dirinya. Ide-ide dan pendapat yang dikemukakan anak akan bermanfaat tidak hanya dalam permainan semata. Dengan demikian dapat diambil suatu informasi tentang kedudukan atau karakteristik pemikiran Kak Seto dalam peta pemikiran para pemikir kreativitas anak prasekolah. Utami Munandar. tetapi memiliki manfaat besar pula bagi pengembangan interaksi dengan teman ataupun orang lain. Peran Pak Kasur dalam mendidik dan membimbing Kak Seto menjadikan beliau menjadi pecinta dunia anak-anak sejak lulus SMA. yang dari beliau itu Kak Seto mengkaji pemikirannya dari dokumentasi yang ada. artikel. Kutub pertama adalah para tokoh dan pemikir kreativitas yang telah banyak membentuk karakteristik dan paradigma berfikir Kak Seto. Identifikasi Pemikiran Kak Seto Seorang tokoh dalam berbuat atau berfikir sesungguhnya dipengaruhi oleh keinginan-keinginan atau tekanan-tekanan yang bukan muncul dari dirinya sendiri. Pemikiran Kak Seto banyak dipengaruhi oleh Pak Kasur dan bu Kasur khususnya pada bidang praktisi (wawancara. beliau juga menjadi motivator bagi Kak Seto untuk selalu belajar memperdalam kreativitas dan merupakan tokoh yang dihormatinya. seperti permaianan puzzle. Kutub pertama adalah para tokoh/psikolog dan pemikir kreativitas. Kak Seto banyak dipengaruhi oleh dua kutub. tetapi juga keadaan eksternal. Oleh karena itu. 1999: 106). Antara lain dapatlah kiranya disebut beberapa nama. Tokoh kedua adalah seorang praktisi dan sekaligus tokoh pendidikan anak yaitu Pak Kasur. maupun makalah. 20 Januari 2007). konsepsi awal yang tertanam dalam dirinya. Guilford. Lebih khusus lagi bahwa Utami Munandar adalah orang yang pertama kali memperkenalkan tentang kreativitas. 20 Januari 2007).

Kreativitas menurut Kak Seto adalah suatu proses bersibuk diri untuk menghasilkan sesuatu . dan bercerita/mendongeng. Bahkan indication lagu anak-anak yang diciptakan Kak Seto berprinsip pada pak Kasur dan bu Kasur. disamping mendapat pendidikan secara langsung dibangku kuliah dari jenjang SI hingga S3 pada fakultas psikologi. motivator bukan sebagai pelopor/pencipta teori dalam pengembangan kreativitas anak-anak. bernyanyi. dari segi iklim intelektual dimana Kak Seto berkecimpung. bermain. berdebat dan belajar pada dunia anak. Hal ini dapat dilihat dari berbagai karya ilmiahnya seperti buku Bermain dan Kreativitas. nampaknya Kak Seto tidak mengidentifikasi pemikirannya sebagai pembaharu yang bercorak khas tertentu. Artinya. Namun diakui oleh penulis gagasan Kak Seto telah mampu membangkitkan kembali semangat untuk senantiasa menghargai. Disamping itu strategi 4 P juga merupakan hasil adopsi dari Guilford dan Utami Munandar. Analisis ini didasarkan pada suatu pertimbangan bahwa kompetensi Kak Seto adalah sebagai penggerak. pemikiran Kak Seto dapat digambarkan dalam komposisi sebagai berikut. BAB V PENUTUP A. dari segi pendidikan yang diperoleh. maka pada saat sekarang iklim intelektual yang dikembangkan Kak Seto cenderung lebih menggeluti bisnis kreativitas dan artis dunia anak. sebagian besar isinya memiliki kesamaan dengan karya ilmiah yang lainnya seperti Memacu Bakat dan Kreativitas dan artikel ataupun makalah yang lain. pertama. strategi dan cerita yang dimodifikasi oleh Kak Seto yang diadopsi dari Pak Kasur. Kak Seto mendapat pendidikan ganda. yakni tidak dimunculkan huruf R sebab huruf ini adalah sulit manakala diucapkan oleh anak balita. dari pada aspek saintic. baik dalam pembelajaran di TK/Play Group maupun diacara hiburan dan kreativitas anak-anak di Indonesia hingga sekarang. dan mengembangkan kreativitas semenjak anak masih kecil. Disamping itu menjadikan pengetahuan bahwa tolak ukur kecerdasan anak tidak hanya dilihat dari IQ (Intelegence Quation) semata tetapi dari CQ (Creativity Qoation). melindungi. . Kak Seto juga mendapat pendidikan pengalaman langsung sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas bersama Pak Kasur. 2. teacher ataupun organisator (Wawancara. Implikasi lebih luas adalah bahwa pemikiran Kak Seto masih bersifat statis dan kurang mengalami perkembangan yang berbeda. Simpulan Kesimpulan dari penelitian yang mengkaji pemikiran Kak Seto tentang pengembangan kreativitas anak prasekolah adalah sebagai berikut: 1. Akan tetapi beliau lebih menggeluti dunia praktisi sehingga alur berfikirnya bersifat pengembangan dan aplikatif dari teori-teori pakar yang sudah ada. Kritik Atas Pemikiran Kak Seto Dari berbagai karya tulis yang telah penulis kaji. Dengan demikian prinsip dan wejangan mendidik anak-anak yang dimiliki Pak Kasur seperti menang tanpa ngasorake (dalam menasehati anak) dan istilah kalau manis jangan langsung ditelan. Sehingga Kak Seto hanya mencipta tips atau strategi mendidik anak dan mengembangkan kreativitas sehingga tidak menciptakan teori-teori baru tentang kreativitas. Meskipun banyak lagu-lagu. Com) tetap dijadikan pegangan oleh Kak Seto dalam berdialog. Kedua. kalau pahit jangan serta merta dimuntahkan (. Secara umum.strategi dalam penerapan bermain. 20 Januari 2007).

Strategi yang digunakan Kak Seto dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi 4 P (person. press. fleksibility. B. Strategi 4 P tersebut merupakan bentuk strategi dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah ditinjau dari tiap pribadi anak memiliki kreativitas dan keunikan sejak lahir. Saran-saran Dari berbagai pemikiran yang berkembang dalam penelitian ini. Sedangkan dasa busana adalah salah satu peran aktif orang tua untuk memberikan motivasi kreatif melalui sepuluh jenis pakaian dalam bermain serta mengikuti aktifitas kreatif anak agar mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal. Kepada para pendidik anak prasekolah (PAUD) hendaknya mampu menguasai strategi. maka penulis merumuskan rekomendasi dari hasil penelitian ini sebagai berikut: 1. Kepada para orang tua hendaknya dapat menjadi tauladan dan motivator bagi putra-putrinya dalam mengembangkan kreativitas. Karena masyarakat adalah lingkungan tempat berinteraksi yang lebih luas dibandingkan keluarga dan sekolah yang mempunyai pengeruh signifikan bagi perkembangan religiusitas anak. memahami karakteristik anak didik serta menguasai materi pengembangan kreativitas yang akan diterapkan dan diberikan kepada anak didik. dalam berproses kreatif anak prasekolah memerlukan press/dorongan. Bimbingan. . elaborasi.produk baik baru ataupun kombinasi yang dipengaruhi oleh dorongan/press sehingga seseorang memiliki fluency. rasa aman tanpa tekanan serta arahan yang benar pada anak akan mampu menumbuhkembangkan kreativitasnya yang bermanfaat kelak dihari depan. kreativitas dapat dikembangkan hanya melalui proses/aktifitas yang bebas dan aman. 3. Kepada masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana kreatif agar anak-anak kita dapat berkembang kreativitasnya dalam segala bidang. serta problematika yang muncul. product) dan strategi dasa busana yang diaplikasikan dalam kegiatan bermain. sehingga mampu menghasilkan sebuah produk. 2. 2. process. dalam berfikir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->