A.

Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk terbaik dan pale sempurna yang memiliki akal dan fikiran. Dalam hal ini Ibn ‘Arabi misalnya melukiskan hakikat manusia dengan mengatakan bahwa tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus dari pada manusia, yang memiliki daya hidup, mengetahui, berkehendak, berbicara, melihat, mendengar, berfikir, dan memutuskan (Samsul Nizar, 2004: 1). Manusia adalah makhluk kosmis yang sangat penting, karena dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan untuk mengemban tugas dan fungsinya sebagai makhluk Allah di muka bumi. Potensi, akal dan kecerdasan manusia merupakan bagian pale critical untuk mengaktualisasikan peran manusia sebagai khalifah. Agar akal serta kecerdasan manusia dapat berfungsi dan berfikir secara kreatif, maka daya pikir dan nalar seseorang perlu dikembangkan dengan berbagai latihan, bimbingan, pengajaran serta berbagai pendekatan dan kasih sayang dalam proses pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah send of believe and send of values. Dalam arti luas, pendidikan merupakan proses untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup. Menurut Benjamin S Bloom, bahwa tujuan pendidikan adalah menciptakan manusia yang berkualitas baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik (Soemiarti Patmonodewo, 2003: 7). Artinya harus ada kemampuan otak (head), pengembangan kemampuan hati (heart), dan pengembangan kemampuan otot (hand). Sumber daya manusia yang berkualitas perlu disiapkan melalui sistem pendidikan ideal. Artinya bahwa sistem pendidikan kita memiliki tujuan kedepan dengan mengharmonikan tujuan teknis, humanistis, dan induktif (Imam Tholkhah dan Ahmad Barizi, 2004: 4). Tujuan teknis berarti pendidikan diorientasikan kepada kemahiran dan keahlian (skill), seperti halnya kerajinan tangan dan kesenian, menulis dan membaca, aritmetika dan hal-hal yang lain yang terkait dengan kemampuan mengolah otak, kritis dan kreatif serta kemampuan anak didalam menggunakan alatalat dengan cekatan. Tujuan humanistik yaitu sikap disiplin, dapat mengolah partisipasi dan integrasi didalam pergaulan sosial, dan pemanfaatan secara maksimal semua potensi manusia secara particular dan sosial. Sedangkan tujuan induktif adalah bagaimana upaya membangun peserta didik kearah kesadaran akan tradisi dengan melapisi diri melalui kesadaran religius dan dapat melek terhadap teknologi serta informasi. Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan totalitas yang melekat pada diri seseorang, yang tidak boleh dipisah-pisah antara satu dengan yang lain untuk mencipta manusia yang cerdas dan kreatif. Setiap anak yang lahir normal, baik fisik maupun mentalnya, berpotensi untuk menjadi cerdas dan kreatif. Hal ini sesuai dengan ungkapan Abdul Hamid Al Hasyimi (2001: 46) bahwa: Manusia dibekali dengan fitrah Allah seperti: Indera, pengetahuan, kecerdasan dan kemampuankemapuan nalar yang tinggi, hingga dapat membantunya memahami sesuatu. Selain itu, pada diri manusia, sebagaimana ditetapkan dalam studi-studi psikologi, membawa persiapan-persiapan, potensi dan juga motivasi-motivasi yang menggerakannya untuk berjalan dan menjelajah. Secara fitri manusia dibekali potensi kecerdasan oleh Allah SWT. Bahkan menurut berbagai riwayat yang patut dipercaya dinyatakan bahwa sebelum Allah SWT menciptakan segala sesuatu, terlebih dahulu menciptakan kecerdasan (intelek atau intelegenci). Orang-orang cerdas dan kreatif banyak sekali jasanya dalam kemajuan dan memajukan umat manusia. Melalui hasil karyanya dan pandangan-pandangannya yang ilmiah, telah mampu membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kebiadaban, menuju tatanan yang lebih baik dan beradab. Karya-karya orang cerdas pula, yang memungkinkan umat manusia mendapatkan

fasilitas teknologi modern, dalam memberikan berbagai kemudahan. Masa kecil manusia adalah masa yang ajaib. Kita dapat bayangkan tatkala anak lahir, ia tidak mempunyai kemampuan apapun. Aktifitasnya kebanyakan hanya tidur, makan dan menangis. Tetapi tiga tahun kemudian, perkembangan fisik dan motorik pada anak prasekolah sudah terlihat hingga mampu bergerak lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu kreativitas yang dimilikinya mulai terlihat dengan jelas melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya. Menurut Marian Borden, Kita dapat menyaksikan berbagai perubahan drastis pada anak-anak mulai sejak bayi yang masih merangkak dan tidak bisa berbicara sama sekali menjadi manusia sungguhan yang bisa berbicara dan bisa berjalan (Ary Nilandari, 2001: 3). Pada hakikatnya, setiap individu mempunyai potensi untuk menjadi Kreatif (Nursito, 1999: 5). Individu yang kreatif sebenarnya sudah mulai terlihat jelas disaat seorang anak tumbuh mencapai usia prasekolah yaitu sekitar 2-6 tahun. Didalam usia ini anak sering bersikap kritis dan melakukan sesuatu dengan kehendaknya sendiri seperti halnya memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu hal, sehingga melontarkan berbagai pertanyaan, senang berimajinasi, senang menjelajah, bebas dalam berfikir, tidak takut salah, berani mengambil resiko, senang akan hal-hal yang baru, dan pada masa ini anak sangat peka dalam pengamatan, menyukai terhadap pengalaman-pengalaman yang baru dan sebagainya. Mengembangkan kreativitas anak sejak kecil penting dilakukan. Karena anak masih mempunyai pikiran yang bersih, suci, tidak memiliki beban pikiran yang komplek serta memiliki semangat yang tinggi seperti kertas tanpa noda. Menurut Keith Osborn Puncak kecerdasan anak terjadi sejak dilahirkan sampai usia 5 tahun. Dan hampir 50% potensi kecerdasannya diyakini sudah terbentuk diusia 4 tahun. Sedangkan kreativitasnya mulai meningkat pada usia 3 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 4,5 tahun… (Andang Ismail, 2006: 263). Menurut Utami Munandar (2004: 10), Kreativitas perlu dikembangkan sejak usia prasekolah karena: Pertama, dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya dan ini merupakan kebutuhan pokok manusia. Hal ini sangat penting sebab manusia yang sehat jasmani dan rokhaninya akan mampu mengekspresikan diri, dengan menggunakan semua kemampuannya sehingga akan memperkaya hidupnya. kedua, kreativitas atau cara berfikir kreatif, dalam arti kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah, masih kurang diperhatikan dalam pendidikan formal. Anak didik dalam pembelajarannya disekolah lebih menekankan pada cara berfikir secara konvergen yaitu kemampuan berfikir menuju satu-satunya jawaban yang benar. ketiga, bersibuk diri secara Kreatif memberikan kepuasan pada diri anak. Hal ini sering terlihat pada anak-anak yang bermain dengan permainan konstruktif. Sehingga mereka terkadang lupa terhadap kegiatan yang lain. keempat, kreativitas mampu meningkatkan kualitas manusia dan taraf hidupnya. Kreativitas berperan untuk membuat ide-ide, penemuan-penemuan, atau teknologi baru yang dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat secara luas. Oleh karena itu kreativitas perlu dirangsang perkembangannya sejak masa prasekolah. Rangsangan yang diberikan pada tahuntahun pertama dari kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. Akan tetapi untuk mengembangkan anak menjadi kreatif tidaklah semudah membalik telapak tangan. Diperlukan semangat, kepedulian, kerja keras, pengorbanan orang tua dan pendidik serta pemahaman yang baik tentang pendidikan. Karena pemberian pendidikan yang baik akan memungkinkan seorang anak dapat tumbuh dan berkembang, baik sisi mental, kecerdasan maupun kreativitasnya.

Proses mengembangkan kreativitas bagi anak usia prasekolah dibutuhkan peran serta berbagai pihak dan lingkungan khususnya orang tua. Orang tua adalah tokoh panutan dalam keluarga. Orang tua dirumah berusaha merawat, mendidik, mengasihi dan menyayangi anak-anaknya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan bila anak mencontoh orang tuanya dan menganggap mereka sebagai pendidik yang pale baik, setidaknya sampai mereka memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. Apapun bentuk perilaku yang ditunjukan orang tua kepada anaknya akan berdampak pada kepribadian anak. Untuk itu pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anaknya adalah pola asuh yang baik agar dampak yang dimunculkan baik pula. Menurut Kamrani (2003), Pendidikan keluarga betul-betul menjadi basement bagi pendidikan disekolah dan masyarakat, sehingga sekolah dan masyarakat hanyalah bagian pelimpahan dan tanggung jawab sebuah keluarga. Orang tua hendaknya mampu berperan sebagai pengembang kreativitas. Seperti halnya suami dan istri menerapkan pola kerja sama yang serasi, selaras dan seimbang dalam rangka mengembangkan kreativitas anaknya dengan cara memberikan kesempatan bermain tanpa pembatasan waktu yang ketat, memberikan dorongan dan sarana yang terbaik, mengkondisikan lingkungan yang kurang kondusif, menghindarkan sikap orang tua yang tidak permisif (otoriter) dan senantiasa memberikan pengetahuan yang banyak terhadap anak. Selain itu orang tua juga sedini mungkin mendorong anaknya untuk menggunakan panca inderanya untuk mengenal dan menjelajah apa saja yang ada dilingkungan sekitarnya. Selanjutnya anak dirangsang untuk dapat berfikir sendiri sehingga bebas mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah sangat penting peranannya. Tetapi pengembangan kreativitas dalam keluarga masih kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Seperti halnya orang tua yang mendidik anak-anaknya menggunakan sikap dan pendekatan tradisional. Yakni orang tua membiarkan anaknya berkembang sendiri tanpa memberikan rangsangan kognisi ataupun keterampilan. Akan tetapi sikap yang diterapkan orang tua terlalu melindungi anaknya (over protection), eksplorasi anak dibatasi, pengaturan waktu yang sangat ketat sehingga orang tua selalu menguasai anak (dominant), membatasi khayalan serta sikap orang tua yang terlalu konservatif. Selain itu pola pendidikan yang diterapkan dalam keluarga tradisional sudah memiliki support atau bingkai tentang pola pendidikan anak tanpa melihat hasil dari pola asuhnya tersebut, sehingga pengembangan krativitas sejak kecil dirasa cukup diabaikan. Model pendidikan dan pengasuhan terhadap anak usia prasekolah hendaknya diperlukan strategi dan pemahaman. Karena tidak jarang indication pendidikan dan pengasuhan yang diterapkan lepas dari strategi, pendekatan, apalagi pendidik justru membunuh kreativitas dan tidak mengembangkan bakat ataupun talenta anak. Pengembangan kreativitas memang sudah menjadi tanggung jawab orang tua semenjak anak berusia prasekolah. Para ahli juga menegaskan demikian, seperti halnya Kak Seto sebagai tokoh pendidikan dan kreativitas anak. Beliau mengungkapkan bahwa kreativitas merupakan usaha/aktifitas anak dengan melalui sebuah proses untuk beraktifitas kreatif dan senantiasa menghasilkan karya-karya bernilai strange sehingga anak mampu memiliki kepribadian fluency, fleksibility, elaborasi dan newness dalam berfikir. Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak dan mengkonsep strategi pengembangan kreativitas. Baik dalam bentuk permainan, bercerita ataupun bernyanyi. Oleh karena itu disadari bahwa mengembangkan kreativitas tidak berarti membiarkan anak sesuai keinginan dan kepuasannya, tetapi diperlukan strategi jitu untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal.

Kreativitas yang menjadi bagian dari spektrum otak kanan relatif lebih mudah dikembangkan dari pada intelegenci (Wawancara dengan Kak Seto, 20 Januari 2007). Hal ini disebabkan karena kreativitas dapat berkembang dengan baik manakala dipengaruhi dan ditunjang oleh lingkungan disekitar anak. Berbeda dengan IQ yang memerlukan kemampuan khusus, hafalan dan dipengaruhi juga oleh faktor genetik. Selain itu proses untuk mengembangkan kreativitas juga membutuhkan press dari design instrinsik maupun berbagai lingkungan disekitarnya. Berbentuk design instrinsik adalah sesuatu keinginan/hasrat yang muncul dari pribadi anak. Sedangkan bersifat eksternal seperti keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam proses kreatif, seorang anak perlu diperhatikan agar dirinya selalu dalam keadaan semangat dan senantiasa berfikir kreatif. Menurut Kak Seto pemberian perhatian orang tua maupun pendidik terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi 4P (person, process, press and produk) Yang pertama adalah person, yakni diyakini bahwa tiap-tiap anak adalah memiliki kepribadian kreatif. Artinya segala apa yang dilakukan anak usia prasekolah adalah merupakan sebuah gerak menuju kreativitas. Hal ini sering diistilahkan bahwa a chairman refers to a abilities that are charactheristics of artistic people. Yang kedua adalah kreativitas diwujudkan dengan sebuah proses. Karena dilihat secara psikologis, kreativitas yang dimiliki anak prasekolah lebih ditekankan pada sebuah proses yang pada taraf selanjutnya akan menambahkan berbagai pengalaman dan pengetahuan bagi diri anak. Dengan berproses kreatif itulah anak akan mampu menjadi dirinya sendiri untuk memiliki kelancaran, kelenturan, keorisinilan dalam berfikir. Ketiga, press yaitu suatu motivasi atau dorongan yang diberikan kepada anak untuk bergerak dan mampu beraktifitas kreatif. Apabila ketiganya telah mendapatkan perhatian dengan baik, maka kreativitas akan mampu menunjukan sebuah hasil atau produk yang bernilai original. Dengan pentingnya kreativitas dalam segala bidang kehidupan, maka pengembangan kreativitas memerlukan berbagai teori dan strategi pengembangannya. Serta diterapkan sesuai dengan kemampuan anak dan tingkat usia. Dari paparan diatas, pengembangan kreativitas dipandang penting untuk diperhatikan. Selain lebih mudah untuk dikembangkan melalui lingkungan, kreativitas berguna membekali anak semenjak usia prasekolah dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan melalui sebuah proses kreatif, sehingga mampu mencapai masa depan dan pendidikan yang lebih baik. Berdasarkan uraian diatas, penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang Kreativitas anak usia prasekolah yang menitik beratkan pada ide-ide Kak Seto dengan judul : PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH MENURUT KAK SETO. B. Penegasan Istilah Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menghindari adanya interpretasi yang berbeda sekaligus sebagai pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka terlebih dahulu penulis menjelaskan dari judul skripsi di atas. 1. Pengembangan Kreativitas a. Pengembangan Pengembangan adalah suatu proses perubahan secara bertahap ke arah tingkat yang berkecenderungan lebih tinggi dan meluas serta yang secara menyeluruh dapat tercipta suatu kesempurnaan dan kematangannya ( HM. Arifin, 1981: 77). b. Kreativitas Secara etimologi, kreativitas berasal dari kata benda (noun) creativity yang berarti daya cipta. Menurut Komite Penasehat Nasional bidang Pendidikan kreatif dan Pendidikan Budaya,

Kreativitas bisa juga mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencangkokan hubungan lama ke situasi baru sehingga menghasilkan tujuan. Hurlock. Dan ia lebih banyak membutuhkan pendidikan dalam lingkungan keluarganya. tetapi proses kreatifnya perlu mendapat perhatian. Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah Menurut Kak Seto adalah sebuah studi dan penelitian terhadap ide-ide praktis bagaimana upaya mengembangkan kreativitas anak khususnya usia prasekolah (2-6 tahun) yang telah dihasilkan oleh Kak Seto baik dalam buku-bukunya. mewujudkan ide atau mampu menanggapi masalah serta tidak dapat dinilai berdasarkan hasil fisiknya semata. asli dan bermakna (Anna Craft. Sehingga mampu hidup kreatif dan menghasilkan karya. 2001: 3). mampu mengemukakan. perlindungan serta pengembangan kreativitas. Melihat pengertian di atas. dalam skripsi ini dimaksud dengan anak prasekolah adalah anak yang berusia 2-6 tahun. merespon. Sedangkan menurut EB. produk ilmiah atau metodologi (Tim Pustaka Familia. Mencermati pembagian umur tentang anak usia pra sekolah diatas. 2003: 55). Menurut Syamsu Yusuf. maka kreativitas dipahami sebagai suatu kegiatan otak yang teratur dan imajinatif untuk mampu menghasilkan sebuah karya yang orisinal ataupun tidak mesti hasil yang baru. dapat kita lihat bahwa banyak para pakar yang memberikan batasan umur yang berbeda. Dapat pula berupa kegiatan imajinatif atau sintetis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman. Sehingga penulis akan menggunakan istilah anak prasekolah dalam menyebutkan anak yang berusia 2-6 tahun. kesusasteraan. 2004: 1). Oleh karena itu. fase anak prasekolah (usia TK) adalah 2-6 tahun. Oleh karena itu. Sedangkan Johan Amos Comenius. dalam hal ini Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak pada bidang pendidikan. pengembangan kreativitas didefinisikan sebagai suatu usaha bagaimana mencetak anak-anak sebagai calon generasi kreatif dengan strategi tertentu agar kreativitasnya dapat dikembangkan sejak dini. istilah kreativitas diartikan: Suatu kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. anak berusaha mengendalikan lingkungan. dan belajar menyesuaikan diri secara sosial. khususnya yang ditawarkan oleh pakar maupun praktisi pendidikan anak. Sedangkan pengertian yang lain. Play Group atau Tempat Penitipan Anak (Day Care). masa kanak-kanak pertama yaitu rentang usia 3-6 tahun (Reni Akbar. Dalam pemahaman yang sederhana. maupun karya ilmiah yang lainnya. 2. baik baru ataupun karya yang bersifat ulang (tidak murni baru). . 2003: 55). 2006: 252).kreativitas adalah suatu bentuk aktifitas imajinatif yang mampu menghasilkan sesuatu yang bersifat original. Pengembangan kreativitas anak prasekolah merupakan suatu usaha bagaimana mencetak anak usia prasekolah sebagai calon generasi kreatif dengan berbagai strategi ataupun trik tertentu. Karena pada masa ini. produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Anak Prasekolah Menurut Papalia dan Old. membagi usia anak 0-6 tahun adalah periode masa ibu (Sri Harini. Dengan asumsi bahwa anak tersebut belum masuk sekolah dasar namun sudah bisa dimasukan ke tempat Pendidikan Anak Usia Dini seperti Taman Kanak-Kanak (TK). usia prasekolah atau prakelompok yaitu anak-anak yang berumur 2-6 tahun (Sri Harini. murni. Masa ini dikenal juga dengan masa prasekolah. Kreativitas dapat berupa produk seni.

Sebab. Mengingat salah satu tujuan dari pendidikan anak usia pra sekolah adalah pengembangan kreativitas. jurnal dan sebagainya. Dengan adanya perbedaan pendapat itu. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. khususnya dalam pengembangkan kreativitas. Karena kreativitas merupakan bekal yang menempel pada diri individu yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak. Memberikan kontribusi bagi siapapun yang akan mengkaji pemikiran Kak Seto khususnya tentang pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. Pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah penting dilakukan. Sebagai pedoman bagi keluarga dalam pembentukan dan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah.C. maka masalah yang menjadi fokus penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto Bagaimana pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto D. Berbicara mengenai anak prasekolah. Kegunaan Penelitian Diharapkan menjadi media pengembangan terutama pada wilayah pengembangan kreativitas anak usia prasekolah baik bagi penulis maupun yang membacanya. menyebabkan kesulitan dalam usaha untuk menghubungkan antara batasan umur dan kecakapan anak. Sebagai pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan kewajibannya dalam kegiatan belajar mengajar yang senantiasa berinteraksi dengan anak didiknya untuk mengapresiasikan momen belajar. Untuk mengetahui pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. baik yang muncul dalam bentuk buku-buku. maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Tinjauan Pustaka Pembicaraan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah sebetulnya sudah sangat banyak dikemukakan oleh para ahli. dimana Kak Seto dapat dikatakan sebagai seorang praktisi yang bergerak dalam bidang kreativitas anak. makalah. Untuk mengetahui tentang kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. anak-anak hendaknya diarahkan dan dilatih agar mampu mengembangkan kreativitas pada dirinya sendiri. Semua itu muncul sebagai upaya mempersiapkan generasi yang unggul dengan berbagai pendekatan dalam pendidikan anak sejak usia dini atau usia prasekolah. penulis mencoba untuk menarik benang merah mengenai batasan umur anak pra sekolah yaitu 2-6 tahun . 5. Hal yang cukup meresahkan penulis sehingga munculah ide penulisan skripsi ini adalah kepedulian penulis terhadap anak-anak usia prasekolah akan keberhasilan pendidikan. Akan tetapi. menumbuhkan sikap kritis dan bebas berbuat sesuai dengan etika sehingga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. seperti contoh yang telah ditulis pada penegasan istilah. 2. sebagai engine bagi pendidikan anak dan juga sebagai penjemput hari depan bangsa agar lebih gemilang. perkembangan anak selain dipengaruhi oleh faktor novice juga dipengaruhi oleh faktor ekstern. Memperkaya Wacana keilmuan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia PraSekolah F. para ahli mendefinisikan batasan-batasan umur mereka antara yang satu dengan yang lain berbeda. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas diatas. E.

majalah serta media yang lain. Penelitian yang secara khusus mengkaji pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto kiranya belum pernah dilakukan. Sumber Data a. meneliti cara menumbuhkan dan mengembangkan sikap religius terhadap anak usia 2-6 tahun (prasekolah). Akan tetapi skripsi yang bertemakan tentang pendidikan anak khususnya usia prasekolah sudah banyak diteliti. Metode Penelitian 1. Penggunaan istilah anak prasekolah ini tidak hanya untuk anak-anak yang memasuki Taman Kanak-Kanak atau Play Group. Ia seorang alumni Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto tahun 1999. Memacu Bakat dan Kreativitas. Diantara buku dan karyanya tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kak Seto. sekolah maupun masyarakat tetap disebut sebagai anak prasekolah. . Nasrulloh pada tahun 2001 juga meneliti tentang Tanggung Jawab Keluarga Muslim dalam Pembentukan Kepribadian Keberagaman Anak (Tinjauan Sosiologi Pendidikan). membahas tentang pentingnya bakat anak sebagai faktor penting dalam pendidikan kaitannya dengan fitrah serta pengaruh dari orang tua dalam pengembangan bakatnya. sikap dan perilaku orang tua. Dalam Skripsi Ita Wahyuningsih (2006) yang berjudul Menumbuhkan Sikap Religius Pada Anak Prasekolah (tinjauan secara psikologis). Di dalamnya menerangkan bahwasanya keluarga adalah inti tempat berinteraksi yang pertama dan utama bagi anak. mahasiswi Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto. Dalam hal itulah. Skripsi yang di teliti oleh Irfan Tinzila tahun 2000 berjudul Faktor Orang Tua dan Bakat Anak dalam Pendidikan menurut Perspektif Islam. berkembangnya individu anak dan disitu pulalah tahap-tahap awal proses pembentukan kepribadian anak melalui internalisasi nilai-nilai yang terpantul dari emosi. Tetapi skripsi ini hanya menyinggung faktor yang mempengaruhi tumbuhnya sikap religius pada anak pra sekolah semata serta berbagai strateginya. Dalam hal ini yang menjadi fokus utama adalah mengetahui bagaimana sebenarnya cara mengembangkan kreativitas pada usia anak prasekolah menurut Kak Seto yang usianya 2-6 tahun. Dan sepengetahuan penulis. Yang membedakan penelitian skripsi ini dengan yang lainnya adalah skripsi ini akan memaparkan berbagai gambaran kreativitas anak prasekolah beserta strategi mengembangkannya menurut Kak Seto. disertasi atau makalah-makalah yang tertuang dalam jurnal. Sumber ini bisa berupa buku-buku karangan beliau. yaitu sebuah skripsi yang berjudul Konsepsi Pendidikan Islam tentang Upaya Pengembangan Kreativitas Manusia. tetapi masalah yang penulis angkat berbeda.dengan maksud agar ada sebuah kejelasan tentang batasan umur yang dimaksudkan dalam skripsi ini. G. 1998. Walaupun ada sedikit kesamaan dalam penelitian ini yakni terkait dengan anak prasekolah ditinjau secara psikologi. belum pernah ada judul yang sama sehingga penulis ingin meneliti lebih jauh. Jakarta: Gramedia. baik yang berada di lingkungan keluarga. namun kajian yang dilakukan oleh Deni Sawaludin hanya mengupas metode dan arah pengembangan manusia secara umum menuju kesempurnaan manusia serta membahas pula proses terjadinya kreativitas pada manusia. diantaranya pernah dilakukan oleh Deni Sawaludin. Akan tetapi semua anak yang berusia 2-6 tahun. Sumber Primer Sumber authority ini secara umum adalah karya ilmiah mengenai ide dan pemikiran Kak Seto.

Seto. 18. Jakarta: Kanisius. Jakarta: Cerdas Pustaka. antara lain adalah : 1) Munandar. 4) Wahyudin. 1-4. Data mengenai ide atau pemikiran Kak Seto. Yogyakarta: Erlangga 4) _________. Mengembangkan Kreativitas. Mengembangkan Kreativitas Anda. Jakarta: PT. 6) Mulyadi. George. Data ini berupa berbagai karya tulis Kak Seto. Mengenai masalah ini penulis mencoba mencari tulisan Kak Seto yang relevan dengan fokus penelitian yang peneliti lakukan yaitu berkenaan dengan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. 5) _________. 2001. Berfikir. b. 1986. 3) Nursisto. hlm. 2004. P. 2002. Alam Bawah Sadar. Gramedia Pustaka Utama. 24 Juli 2006. 2004. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya: Buku Inspiratif Bagi Orang Tua dalam Membantu Mengelola Emosi Secara Positif. Selain berasal dari berbagai karya tulis Kak Seto information mengenai ide atau pemikiran Kak Seto juga penulis peroleh dari hasil wawancara dengannya ataupun sumber yang lainnya. 2005. Kedua. Kreativitas dan Keberbakatan:Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. A. Amal. Jakarta: Gema Insani. Boulden. 9) Ayan. 3) _________. yaitu untuk memperoleh information tambahan yang berupa penjelasan dari pihak terkait (tokoh) dan berfungsi sebagai cranky check terhadap akurasi pemahaman penulis terhadap information yang berasal dari karya tulisnya. Anna. 7) Campbell. 6) Craft. hlm. pertama metode dokumentasi. 2004. 1999. Bermain dan Kreativitas: Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan Pada Anak Sejak Usia Dini. E. 1999. Jordan.2) _________. Menuju Kreativitas. b. 2. Jakarta: Bintang Cemerlang. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa data. Jakarta: Rineka Cipta. Disamping itu penulis juga mencari information dengan wawancara yang dilakukan langsung kepada Kak Seto untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. 2003. 2005. Analisis Data Setelah information terkumpul dan tersistematis. Perjalanan. Suara Karya. Seni. yaitu: . Sumber Sekunder Untuk memperluas kajian serta memperdalam pembahasan. Data ini bisa berupa karya tulis atau dokumen yang membahas biografi Kak Seto atau bisa juga berbagai informasi written dari Kak Seto sendiri. 2) ________________. Bacaan. Jakarta: Papas Sinar Sinanti. Pengumpulan Data Pada langkah ini penulisan menggunakan. Teknologi. Data mengenai biografi Kak Seto. Merefresh Imajinasi dan Kreativitas Anak-Anak. Maimunah. Yogyakarta: Dolphin Books. Mengembangkan Kreativitas Anak. 2005. 10) Alkhalili. Bengkel Kreativitas: 10 Cara Menemukan Ide-ide Pamungkas Melalui Pergaulan Lingkungan. 2002. Kiat Menggali Kreativitas. Jakarta: Erlangga. Bandung: Kaifa. Permainan. Yogyakarta: Mitra Gama Widya. 5) Hasan. Utami. menggunakan metode wawancara. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat . penulis juga menggunakan beberapa karya tulis yang lain yang memiliki relevansi dengan obyek kajian yang sedang diteliti. yaitu mengumpulkan information yang relevan dengan fokus penelitian yang penulis laksanakan ini. baik berupa buku maupun makalah. David. Membangun Kreativitas Anak Secara Islami. 1997. Kreatif Sains 4-6 Tahun. Jiwa Kreatif. Berbagai information akan penulis kumpulkan meliputi: a. Jakarta: Pustaka Alkautsar.

yaitu obyektifitas. . Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan. sistematis dan mudah dipahami penulis menyusun skripsi ini dengan sistematika sebagai berikut Bab we berisi pembahasan tentang berbagai hal yang menjadi kerangka awal penelitian ini. Bab V. selanjutnya penulis menyimpulkan hasil akhir dari penelitian ini. Bab II berisi pembahasan tentang Biografi Kak Seto. Ciri-ciri Kepribadian Anak yang Kreatif. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto. Analisa ini menggunakan pendapat-pendapat kemudian dibandingkan dengan yang lainnya (Moleong. yang karenanya diberi judul Pendahuluan. Penegasan Istilah. Dengan analisa ini diupayakan pencarian berbagai faktor yang berhubungan dengan situasi dan fenomena yang diteliti. sistematis dan generalis (Noeng Muhadjir. Bab III berisi pembahasan tentang Konsep Kreativitas Anak Usia Prasekolah yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Usia Prasekolah. yang meliputi Latar Belakang Masalah. Ayah tong.. sapaan Seto dikala kecil. Karir dan Pengabdiannya. Tinjauan Pustaka. 1989: 70). 2006:288). Urgensi Kreativitas Bagi Anak Prasekolah. berisi pembahasan tentang Kreativitas dan Strategi Mengembangkannya pada Anak Usia Prasekolah menurut Kak Seto yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Prasekolah Menurut Kak Seto. Strategi Pengembangan 4 P menurut Kak Seto. serta Identifikasi Pemikiran Kak Seto. Pada dasarnya ada 3 syarat didalam analisa isi teks ini. Faktor-Faktor Pengaruh Dari Proses Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah. Akan tetapi disaat ayahnya meninggal dunia kondisi ekonomi di keluarganya menjadi kembang kempis dan kurang dapat memenuhi serta mencukupi biaya sekolah anak-anaknya. Analisa isi teks (content analitys). Menarik Kesimpulan Setelah Langkah-langkah tersebut dilakukan. Riwayat Hidup dan Pendidikan DR. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan tulisan hasil penelitian yang runtut. serta Karya-karya yang telah dihasilkan. Tujuan dan Kegunaan Penelitian. Analisa Komparatif. Rumusan Masalah. Hingga akhirnya Kak Seto dan saudaranya bekerja keras untuk tetap melanjutkan sekolahnya serta dititipkan ke rumah bibinya di Surabaya (Kak Seto. 2002: 64). yang meliputi: Riwayat Hidup dan Pendidikannya.Psi yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Seto terlahir sebagai putra kembar dengan Kresna kembarannya dari pasangan Mulyadi Efendi dan ibu bernama Maryati di Klaten (jawa tengah) pada tanggal 28 Agustus 1951 Kak Seto. Bab IV. Seto Mulyadi S. H.a.Com. b. dimana analisa isi teks yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisa isi teks yang melibatkan olahan filosofis dan teoritis. BAB II BIOGRAFI KAK SETO A. yaitu suatu jenis analisa yang berorientasi pada penemuan hubungan kausalitas. yaitu Penutup yang berupa Simpulan serta Saran-saran dan diakhiri dengan Daftar Pustaka.shtml). dimana isi dari kesimpulan tersebut mampu mencapai tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini.ensiklopedi/setomulyadi/index. adalah seorang direktur pada perusahaan perkebunan Negara di Klaten yang cukup mampu dalam hal ekonomi.

karena kecintaan terhadap anak-anak merupakan sesuatu yang berawal dari kerinduan datangnya seorang adik yang telah meninggal diusia tiga tahun. Hingga suatu ketika. 2005: 62). Jakarta Pusat. pengantin baru Seto-Devi melaksanakan nazarnya: mendongeng di panti asuhan. Tidur dengan beralaskan dua keset yang digabung tanpa selimut dan kasur. waktu subuh. kali ini joke kegagalan kembali menyertainya. Berat sekali keadaan waktu itu. Sembari bekerja serabutan dia kemudian mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Shelomita Kartika Putri Maharani. Tepat pada hari pernikahan. Kak Seto menumpang di garasi milik keluarga temannya. Kak Seto mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Deviana gadis yang dicintainya yang usianya terpaut 20 tahun. yang menerimanya. Waktu baru di Jakarta. Demi meringankan beban bibinya dan juga untuk memenuhi biaya sekolah. Kak Seto joke berangkat tanpa pamit. Tapi. Setiba di Jakarta Kak Seto menjadi pengangguran yang luntang-lantung karena tidak memiliki saudara dan biaya hidup. hanya meninggalkan sepucuk surat kepada ibunya (Wawancara 20 Januari 2007). Dari hasil pernikahannya tersebut. ujarnya. tutur Kak Seto. Pilihannya joke makin mantap di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI sebagai ajakan Bu Kasur. hingga akhirnya Kak Seto memutuskan meninggalkan rumah dan pergi ke Jakarta. Akhirnya Kak Seto dijadikan asistennya Pak Kasur. dibentak-bentak dan dimarahi oleh tuan saya. ketika itu baru berusia 12 tahun. cita-citanya menjadi dokter kandas dan tidak diterima di fakultas kedokteran. Ma’ruf masuk AKABRI. Kak Seto tetap bisa aktif di OSIS bersama kembarannya (Kresna). Kak Seto mengawali pendidikannya pada sekolah dasar SD Ngepos. Walau sekolah sambil bekerja. Kemudian melanjutkan ke SMP Klaten dan lulus pada tahun 1966 (Kak Seto. ). ia bercita-cita untuk melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran. dan membawanya ke Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. Setelah Lulus dari SMA. lanjut pria yang merasa tenang bila dekat ibunya ini. serta sesekali menulis di majalah Si Kuncung. Louis Surabaya yang tepatnya usia Kak Seto menginjak 14 tahun. Kak Seto bisa menumpahkan obsesi masa kecilnya. Hingga sampai sekarang panggilan akrab dikalangan manapun adalah Kak Seto. Kak Seto pernah berprofesi sebagai pedagang asongan di jalan-jalan selepas sekolah. Disamping menjadi pedagang asongan Kak Seto mulai aktif mengisi sebuah rubrik untuk anak-anak di majalah terbitan Surabaya. Bahkan rapornya selalu bagus. Kak Seto dikaruniai dikaruniai empat orang anak yaitu. bersama . Bersama Pak Kasur. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang kekurangan karena meninggalnya ayah Kak Seto. dan diusianya yang ke 36 tahun. di rumah tempatnya menumpang. ia merasakan bekerja jadi pembantu rumah tangga. 27 Maret 1970. kenang Kak Seto (Wawancara 20 Januari 2007). jadi tukang batu. Ketertarikannya pada acara yang diasuh oleh ibu Kasur. tahun berikutnya. Klaten dan lulus tahun 1963. dan yang terakhir Nindya Putri Catur Permatasari (Kak Seto. menjadikan ia tertekan. ia tertarik pada acara yang diasuh ibu Kasur di TVRI. di saat tamu berdatangan. sehingga ia berusaha mencari ibu Kasur dengan niat untuk berguru (ngenger). yang dikenal sewaktu berkenalan di kereta.Pada tahun 1987. saya mulai dari bawah. baik di Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia. tuturnya. seperti halnya tatkala di Surabaya. Dengan kekecewaan yang dialaminya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya Kak Seto bekerja sebagai tukang batu. Sementara Kresna diterima di kedokteran dan kakaknya. dan lulus tahun 1969. Bimo Dwi Putra Utama. Tetapi untuk beristirahat dimalam hari. Eka Putri Duta Sari. dan sejak saat itulah saya mulai memakai nama Kak Seto. Tetapi. jadi tukang semir sepatu di Blok M. Pak Kasur. akhirnya Kak Seto dan Kembarannya (Kresna) pindah ke Surabaya dan menetap di rumah bibinya untuk melanjutkan sekolah di SMA St.

.Henny Purwonegoro. bermain sulap bersama anak-anak.figurpublik. Dari kelima anaknya adalah Sursantio..shtml. Pengalaman bersama Bu Kasur adalah merupakan salah satu unsur dari faktor keberhasilan Kak Seto dalam dunia anak hingga saat ini. Disamping membantu pak Kasur mengelola Taman Kanak-kanaknya di Situ Lembang Jakarta Pusat. seorang Direktur Bank Indonesia.ensiklopedi/setomulyadi/index. Kak Seto juga dipercaya untuk membantu dan mengasuh anak-anaknya Soeksmono Martokoesoemo. maka beliau patut mendapatkan julukan Pakar Pendidikan dan Psikologi anak Indonesia dengan mottonya : bangsa yang besar adalah bangsa . Penghargaan Pembawa Acara Anak-anak Legendaris di televisi.Psi) pada tahun 1981 (Kak Seto. Selain itu anak-anak dalam bernyanyi bersama juga dapat melatih empati terhadap teamnnya sebab mereka akan tau kapan harus bersuara atau kapan giliran temannya bersuara serta belajar disiplin dan dilatih untuk mengenal irama. bahkan lebih dari 140 lagu pendidikan anak sedangkan bu Kasur tidak lebih dari 20 lagu (www. ia memperdalam kajian keilmuannya dibidang Psikologi dengan melanjutkan Program Strata Dua di Universitas Indonesia sambil mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak -anak di Taman Mini Indoneia Indah. Kak Seto mendongeng.ensiklopedi/setomulyadi/index.com).figurpublik.shtml). Setelah menyelesaikan kuliahnya (Strata Satu). Women of a year dari Italia (www. belajar sambil bernyanyi. Dengan bukti ia adalah seorang seorang pencipta lagu-lagu bernuansa pendidikan anak.pikiranrakyat.figurpublik. Jakarta pada tahun 1983 atas mandat dan kepercayaan dari Ibu Tien Soeharto.com).Com.Download 26 Maret 2007).com) Pak Kasur dan bu Kasur adalah pahlawan dan tokoh pendidikan anak. Dengan kerja kerasnya dan kecintaanya kepada dunia anak. beliau bernama lengkap Sadiah yang menjadi seorang istri dari Soerjono (dikenal pak Kasur) dengan dikaruniai 5 orang anak dan 11 cucu.Com. Oleh karenanya lagu yang diciptakannya terhindar dari huruf R dengan maksud agar bisa dinyanyikan oleh anak balita (www. Pelaksanaan pembangunan Istana Anak-anak di TMII itu akhirnya dapat berkembang dan menyebar diberbagai cabang di Jakarta dan Bandung di bawah yayasan Mutiara Indonesia karena memiliki peminat yang cukup banyak. Disamping itu lagu anak dimaksudkan untuk menanamkan jiwa kasih sayang dan kecerdasan kognitif. hingga akhirnya dapat memperoleh gelar sarjana psikologi (S. Hasrat besar dalam mendidik anak juga diobsesikan Bu Kasur dan Pak Kasur dengan mendirikan Taman Kanak-Kanak. Dengan peran beliau dalam dunia pendidikan anak. lagu seperti sayang semua misalnya mengandung unsur pembelajaran sekaligus pendidikan meskipun sederhana (www. Suryaningdiah. Karena bu Kasur adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang lahir di Jakarta pada tanggal 16 Januari 1926.com). Hal ini disampaikan bu Kasur. beliau juga pernah mendapatkan penghargaan antara lain: Bintang Budaya Parama Dharma tingkat nasional. Berproses dari kegagalan menjadi seorang dokter serta saran dari pak Kasur dan bu Kasur. Pikiranrakyat. Kepiawaian dan kecintaanya kepada dunia anak. akhirnya ia memutar haluan dengan meneruskan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Suryo Prabowo. Kutilang untuk anak usia 4 tahun dan Cenderawasih untuk anak 5 tahun. unsur pendidikan yang ada dalam lagu-lagu kedua tokoh tersebut adalah bahwa lagu merupakan proses bermain.com). TK yang didirikannya terbagi dalam 3 jenjang yaitu: Parkit untuk anak usia 3 tahun. Kak Seto akhirnya dapat berhasil menyelesaikan module Strata Dua (S2) pada tahun 1989 dan berlanjut sampai meraih gelar Doktor dalam bidang Psikologi pada tahun 1993 (KakSeto. Surjo Prasojo dan Suryo Pranoto (www.

dan sebagainya.tokohindonesia. Selain bergerak dilembaga nasional. Anggota Creative Education Foundation semenjak tahun 1993 sampai sekarang. artis baik dilayar lebar maupun acara anakanak diberbagai tempat seperti mall. Director at-large International Council of Psychologists tahun 1985 3. Praktisi yang digeluti Kak Seto pada dunia anak merupakan aktifitas yang berasal dari didikan pak Kasur. Pada tahun 1982 sampai dengan sekarang dan juga membentuk dan mengetuai Yayasan NakulaSadewa yang menghimpun anak-anak kembar yang berasal dari keluarga kurang mampu semenjak tahun1984 sampai sekarang.com) Sejak tahun 1983. saat itu. Jakarta Pusat. Karir dan Pengabdian Pertama kali merantau di Jakarta. dengan bukti antara lain beliau pernah menjabat sebagai: 1. www. Selain bertugas menjadi asistennya Pak Kasur Kak seto juga bekerja menjadi pembantu dan pengasuh anak di rumah Direktur Bank Indonesia. ia diterima bekerja di Taman Kanak-Kanak Situ Lembang.akan tetapi setelah ia bertemu dengan ibu Kasur dan pak Kasur. Selain menjadi tenaga pengajar beliau juga aktif dan kerap menjadi pembicara dalam seminar. yang akhirnya Kak Seto menjadi asisten Pak Kasur. Kak Seto mengalami kegagalan dan penderitaan dengan menjadi kuli. baik menyangkut tindak kekerasan terhadap anak ataupun penindasan dan pelecehan. Kak Seto bekerja menjadi dosen di Universitas Tarumanegara.yang mencintai anak-anak dan berharap supaya semua orang menganggap setiap hari adalah hari anak. pedagang asongan dan pembantu di hotel-hotel. Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia pada tahun 1983. B. organisatoris dan sekaligus menjadi artis) (Wawancara 20 Januari 2007). Yogyakarta dan tempat lain yang terkena bencana alam. Setelah diselesai Program S3-nya dan sebagai pakar Pendidikan Anak dan Psikologi. educator. Jakarta dan kelompok bermain Istana Anak-anak di yang dikembangkannya sambil menyelesaikan kuliah Strata Dua di Universitas Indonesia Fakultas Psikologi. 5. Anggota World Council for Gifted & Talented Children semenjak tahun 1994 sampai dengan . Play group.1985. Taman Mini. Pendirian Trauma Center ini ditujukan untuk menangani gangguan traumatis pada anak-anak Aceh yang menjadi korban bencana alam Sunami yang dahsyat tersebut. Kak Seto juga merambah ke dunia internasional dalam aktifitas pengabdiannya terhadap dunia anak. 4. Kak seto adalah tokoh pemerhati anak-anak dan giat membela anak-anak. Soeksmono Martokoesoemo hingga selesai kuliah S1 (Kak Seto. dan buku – buku tentang Pendidikan anak hingga akhirnya menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta pada tahun 1994 sampai 1997 (Wawancara 20 Januari 2007). bisnismen. Anggota International Society for Twins Studies sejak tahun 1985 sampai sekarang. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah Kak Seto memiliki berbagai aktifitas selain sebagai tenaga pengajar atau Dekan diperguruan tinggi. Hal ini dilakukan karena Kak Seto memiliki sebuah prinsip dalam berKreativitas yakni Kak Seto sebagai SEBOA (saintic. 2. Ancol. Untuk itu aktivitas yang diperankan Kak Seto menjadikan dirinya dinobatkan sebagai ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998 hingga sekarang dan bersama dengan pemerintah merealisasikan pembentukan Trauma Center di Aceh. menulis artikel. Kak Seto mulai bekerja menjadi orang kepercayaannya Ibu Tien Soeharto untuk mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah. Selain Beliau juga sebagai bisnismen. Jakarta. Aktifitas yang dimaksud adalah aktifitas di lembaga sosial dengan mendirikan sekolah Taman Kanak – Kanak Mutiara Indonesia.

Melalui aktifitas tersebut. bermain sulap bersama anak-anak. Dengan membaiknya keadaan ekonomi dari hasil jerih payahnya. Kehidupan yang dijalaninya dengan keoptimisan yang luar biasa. 6. ruang permainan anak dan semua ruangan didekorasi dengan berbagai warna yang ceria dan benar-benar membuat anak merasa dialam fantasi mereka. kolam renang mini. sehingga beliau mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Kak Seto mengundurkan diri dari keluarga Soeksmono dan membangun tempat tinggal di daerah Cireundeu serta memanfaatkan tanah seluas 2000 scale persegi untuk dibangun sarana bermain anak-anak seperti halnya perosotan atau ayunan. Ketua Yayasan Nakula dan Sadewa. 2005: 63). The Outstanding Young Person Of The World. Dengan menciptakan beberapa lagu anak-anak dan memerankan bonekanya (Si Komo) sehingga ia joke makin lekat dengan anak-anak. Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998. Karya-Karya Kak Seto Mulyadi Aktifitas yang telah dilakukan oleh Kak seto berkaitan dengan pengabdian. Dan masih banyak lagi penghargaan yang tidak dapat diuraikan pada penelitian ini (Kak Seto. New York. dan masih banyak jabatan yang pernah dipegangnya hingga penulis tidak mampu melacaknya secara fact (Kak Seto. dan pembelaan kepada anak-anak banyak sekali dilakukan. The Golden Balloon Award. ruang kelas. 2. Atas pengabdian dan kecintaan Kak Seto pada dunia anak-anak sampai kapan joke akan terus dilakukannya. belajar sambil bernyanyi. New York. Penghargaan ini diberikan oleh Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar pada tahun 1987. C. kategori Social Activity dari World Children’s Day Foundation & Unicef pada tahun 1989. hingga akhirnya Kak Seto dapat menggondol gelar sarjana Psikologi. 8. Kak Seto mendongeng. Itulah wujud peran Kak Seto dalam menjalin kecintaannya terhadap dunia anak. Peace Messenger Award. perhatian. Penghargaan ini merupakan wujud kategori Pengabdian Kak Seto pada dunia anak-anak yang diberikan dari Presiden RI pada tahun 1987. Diantara hasil karya tulisnya yang pernah dipublikasikan dan yang dapat penulis temukan. Sehingga dalam pengabdiannya itu mendapatkan berbagai pengalaman mengenai perilaku dan berbagai corak kepribadian anak. Naskah buku ini memberikan gambaran yang lebih mudah dimengerti mengenai konsep Bakat dan kreativitas yang tersusun dalam cerita anak – anak yang disertai dengan berbagai contoh pribadi anak yang . Memacu Bakat dan Kreativitas Buku ini merupakan usaha penulis yang telah diterbitkan pertama pada tahun 1998. Sebagai Orang Muda Berkarya. Kak Seto juga aktif terhadap kegiatan penelitian yang telah dilakukannya sekitar tahun 1981 sampai dengan sekarang. bersama Henny Purwonegoro. Diantara berbagai penghargaan yang pernah diraihnya antara lain : 1. terkait dengan pendidikan dan cara mengasuh anak antara lain sebagai berikut: 1.sekarang. 7. Pendiri Sekolah Rumah (homeschooling) dan sekaligus sebagai ketua Assosiasi Homeschooling sampai sekarang. Ketua Yayasan Asah Pena Indonesia. 5. Dunia anak yang digeluti Kak Seto merupakan keniatan dan kemantapan hati semenjak ia bertemu dengan Pak Kasur. kategori Contribution to World Peace dari Jaycess International yang diberikan pada tahun 1987. 3. 4. Yang kemantapan itu makin terlihat di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI. 2005: 62-63).

Juni 2006. 24 Juli 2006. Sahabat dan Guruku. Sekolah Jadi Penjara Bagi Anak. 05 Desember 2005. 4. Suara Merdeka. Home Scooling. Buku Inspiratif bagi semua orang tua untuk membantu anak mengelola emosi secara positif. 2. Suara Karya. jurnal serta telah diseminarkan diberbagai lembaga pendidikan baik Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi. 9. Selain itu buku ini juga memberikan penajaman dan kelanjutan dari buku yang berjudul memacu bakat dan kreativitas anak. Buku ini tidak hanya memaparkan tips dan strategi mengelola amarah pada anak. Bermain dan Kreativitas : Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain yang terbit tahun 2004. internet dan berbagai Koran antara lain : 1. Membesarkan Anak dengan Senyum. Anakku. 08 Mei 2006. Tulisannya dalam bentuk artikel atau makalah dalam majalah. Com. . 3. 8. 2. Kompas. 3. Homescholling sebagai Pendidikan Alternatif. Joging Sambil Berlatih Bicara. Diantara hasil non tulis yang dimaksud adalah Boneka besar Sikomo. Juli 2003. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan pada Anak Usia Dini. Kreatif Matematika 4-6 tahun. p17-20. 12. Anak Bukan Untuk Guru. Suara Karya. Sekolah Bukan Tempat yang Menyenangkan (Kurikulum Sekolah Terlalu Memberatkan). 4. hal 18. majalah. 5. Lampu Hijau Untuk Homeshcoolling. Jum’at 09 Sep 2005. Pikiran Rakyat. 05 mei 2006. Bila Anak SD Menulis Buku. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya. 08 Mei 2006. 10. makalah. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. Cerdas Bukan Hanya Pintar Matematika. Rangsang si Kecil Untuk Aktif Berkreasi dengan PC . 7.kreatif serta pola pengembangan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. serta Kimo yang memiliki warna merah muda yang ketiganya disingkat menjadi KOMIMO (Suara Karya. Sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas. Berisi tentang psikologi perkembangan anak yang menjelaskan tentang perkembangan fisik otak dan intelektual anak/tahapan perkembangan usia anak ( 0-12) tahun.p 8-10. Buku ini juga memaparkan belajar Matematika dengan indication kreatif anak-anak. Buku ini merupakan cara kreatif untuk memperkenalkan sains/ilmu pengetahuan kepada anak-anak usia 4-6 tahun dengan menampilkan benda-benda atau kegiatan anak-anak dalam keseharian hidupnya. aktifitas tulis menulis Kak Seto juga telah di publikasikan diberbagai surat kabar. Kak Seto juga menciptakan berbagai hasil karya non tulis baik untuk media pembelajaran terhadap anak usia prasekolah maupun yang bersifat komersial. Hidayatullah. anak pra sekolah dan kegiatan bermain. akan tetapi juga menawarkan prinsip dan berbagai strategi di dalam mencerdaskan emosi anak. 24 Juli 2006: 18). Selasa 18 Mei 2004. 27 Nov 2005. 6. Gerbang. 5. Panduan Perkembangan Anak. serta pengembangan cerita dan penambahan tokoh baru yaitu Komi sebagai komodo berwarna hijau. Erlangga. Minggu 7 Agustus 2005. 6. . Naskah buku ini berisi beberapa konsep tentang kreativitas. Kimi komodo berwarna kuning. 11. Hidayatullah. Senin. Suara Karya. 7. Tetapi Guru Untuk Anak. Com. 13. Tokoh Sikomo memiliki beberapa . Kreatif Sains 4-6 tahun. Disertai tips memperkenalkan pengetahuan kepada anak. Selain dipublikasikan dalam bentuk buku.

Karena dengan kreativitas seseorang mampu memberikan solusi dan kemajuan hidup. BAB III KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH Kreativitas merupakan bagian yang penting. Selain itu Kak Seto juga memproduk beberapa bentuk dongeng yang beragam dan berbagai bentuk mainan anak-anak seperti kereta kayu mainan. jam kayu Kreatif. memanagement pengeluaran proses memasak.teman yang merupakan hewan-hewan Indonesia. bersahabat. Artinya bahwa seorang anak akan memiliki kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. Padahal berfikir proaktif tentunya akan akan mampu menambah suatu pengalaman tertentu bagi anak Selain itu kreativitas perlu dikembangkan karena dilatarbelakangi bahwa dengan berkreasi seorang anak dapat mewujudkan dirinya sendiri untuk mandiri dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Ebo adalah Elang bondol dari Jakarta yang semua nama disingkat menjadi ABCDE. dan orisinalitas dari subyek yang kreativitasnya tinggi dapat mengimbangi kekurangan dalam daya ingatan pada diri seseorang hal ini sebagaimana yang dikutip oleh Utami Munandar ( 2002: 10). Lebih lanjut Utami Munandar (1992: 45). seperti Ano yang berbentuk Anoa. 20 Januari 2007). hidup sederhana dan saling menolong. Cendi yaitu Cenderawasih dari Papua. Dengan bukti bahwa sekolah lebih mengedepankan aspek berfikir reaktif dan mengesampingkan indication berfikir proaktif (Edward De Bono. Kesemua nama dan cerita Sikomo tersebut ditayangkan guna memberikan pendidikan karakter positif untuk anak karena tokoh-tokohnya adalah anak yang riang gembira. hingga menyajikannya. apalagi pola berfikir kreatif merupakan bentuk pemikiran sampai saat ini masih kurang mendapatkan perhatian dalam pendidikan formal. Tetapi berfikir proaktif yang berarti anak didik disekolah harus keluar kedunia nyata dan bertindak secara langsung sangat jarang sekali dilakukan. dan sebagainya. hingga akhirnya anak-anak akan mendapatkan kepuasan dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. kreativitas atau creativity quotion (CQ) merupakan aktifitas yang dimiliki oleh otak kanan yang lebih mudah dikembangkan dari pada IQ (wawancara. Selain manfaat kreativitas yang telah ditawarkan Utami Munandar diatas. Torrance juga berpendapat bahwa daya imajinasi. serta berbagai lagu anak anak seperti sikomo lewat. banjir lagi. mengolah bahan. Datu yang merupakan Badak bercula satu. Atau berfikir ini juga dapat dianalogikan dengan menikmati makanan direstoran yang semuanya sudah dihidangkan didepan kita tanpa susah dan berfikir untuk membeli bahan makanan atau minumannya. rasa ingin tahu. Menurut Kak Seto. apalagi dinafikan. Beki yang merupakan ayam Bekisar. buku teks dan tulisan dipapan tulis yang dihadapkan murid-murid. Selain itu. pokok serta tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. 1993: 28) Berfikir reaktif disekolah dapat dilihat dari aktifitas sekolah yang lebih mudah meletakan dan memberikan lembar kerja siswa. (). Bila seorang anak melakukan aktifitas kreatif untuk dapat mewujudkan diri. maka secara langsung anak akan mencoba berfikir kreatif. mengemukakan bahwa kreativitas penting dalam kehidupan serta perlu dipupuk dan dikembangkan sejak usia anak-anak. . kemudian meminta mereka memberikan reaksi terhadap apa yang ada dihadapan mereka. kreativitas juga dapat menjadikan seseorang mampu melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah serta memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya. Kontribusi kreativitas bagi pembentukan karakter dan kualitas masa depan peradaban umat manusia tidak bisa dipungkiri.

yaitu mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari aspek pribadi (person). Berawal dari konsepsi tersebut. pasif serta tidak memiliki inisiatif untuk maju dan berkembang. Dengan pendidikan. bentuk aktifitasnya hanya menunggu komando. politik maupun dalam bidang sosial dan budaya. dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya atau peserta didik. menghargai. proses (process). Kreativitas Anak Usia Prasekolah 1. Oleh karena itu. Para ahli juga mengungkapkan. Selain usia anak prasekolah yang tergolong masih suci. mengembangkan dan meningkatkan bakat serta kreativitas seseorang. membina. Di dalam segala aspek kehidupan. produk (product). seseorang mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya terhadap kebutuhan diri sendiri dan masyarakat. Sedangkan kreativitas dapat dikembangkan melalui dorongan dan kondisi lingkungan disekitar anak. Upaya mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru (novel). Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. ditumbuhkan dan dikembangkan semenjak anak usia prasekolah. bahwa didalam otak anak-anak terdapat suatu mekanisme (sikap kreatif) yang hanya dapat dihidupkan dalam satu masa tertentu saja (Kak Seto. Menurut David Chambell (1986: 11). Kreativitas sebagai hasil karya baru (novel) berarti sesuatu yang bersifat inovatif. anak tersebut akan mengalami kerugian seumur hidupnya seperti tidak percaya diri. Apabila mekanisme tersebut tidak dirangsang oleh lingkungannya pada saat yang tepat maka akan sulit dihidupkan kembali di masa-masa berikutnya meskipun dengan menggunakan rangsangan yang sama. Selain itu pendidikan juga bertanggung jawab untuk memandu. ekonomi. A. Pengertian Kreativitas Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan individu. Kak Seto memiliki ide-ide yang tema sentralnya adalah mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. berguna (useful) dan dapat dimengerti (understandable). rasa malu yang berkelanjutan. secara otomatis kreativitas manusia diperlukan guna menjawab bahkan sekaligus sebagai alternatif dalam mengembangkan ide dan memecahkan persoalan dalam berbagai hal kehidupan.Sebab IQ sangat dipengaruhi oleh faktor pembawaan. belajar. adalah hal yang wajar bahkan merupakan suatu keharusan. terutama bagi pembangunan masa depan bangsa dan negara. Pada bab ini akan penulis paparkan terlebih dahulu mengenai konsep kreativitas anak usia prasekolah dan ciri-ciri anak yang kreatif. 2004: 11). kesehatan. baik dalam bidang pendidikan. pendorong (press). belum ada . sebelum lebih lanjut membahas tentang upaya pengembangan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari strategi 4 P. kerja keras dan genetik. berfikir kreatif sangatlah dibutuhkan. sehingga hidup hanya bersifat statis. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. Akibatnya. Apalagi dengan bermacam-macam tantangan. Pendidikan pada umumnya bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik guna mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal. apabila kreativitas dirangsang. rangsangan yang diberikan ditahun-tahun pertama kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. bahwa kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit.

yakni: pertama suatu gagasan dikatakan kreatif apabila memiliki kriteria baru didalam beberapa aspeknya. pemecahan kreatif dan lubang keberuntungan (David Cambell. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. means to create. penunjukan angan-angan. aneh dan mengejutkan. Imajinasi dalam pengertian ini adalah suatu bagian dari pikiran yang berdaya. Halpern mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu aktifitas kognitif atau proses berfikir untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang baru dan berguna atau new ideas and useful (Suharnan. Berfikir di hutan menurut De Bono meliputi tiga hal pokok yakni pencarian. . Menurut Anna Craft (2004: 2) pikiran yang berdaya adalah suatu pikiran yang menghindarkan diri dari jebakan keadaan. segar. menarik. as good as slight skill. gagasan. Berfikir dihutan berarti berfikir kreatif yang mengandung perubahan arah dan situasi. Proses berfikir kreatif dapat pula dianalogikan sebagaimana berfikir dihutan untuk menghasilkan sebuah pola berfikir divergen. mengurangi hambatan. memperlancar. Terkait dengan berfikir dihutan. sehingga mampu berfikir dan berkhayal yang diwujudkan dalam bentuk kerja keras untuk memperoleh sesuatu. (Suharman. Kreativitas bila dipandang dari aspek psikologis tentunya memiliki kemiripan dengan sifat Allah yang maha pencipta yang dinamakan dengan sifat Al-badi’ (Hasan Langgulung. Dari pengertian tersebut aktifitas kreatif tentunya merupakan sebuah kesengajaan yang dilakukan seseorang dari sebuah proses imajinasi. mengatasi kesulitan. penyelesaian perkara atau cara kerja baru. Sedangkan istilah dapat dimengerti (understandable) merupakan suatu hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat dilain waktu.sebelumnya. 1991: 45-46). Yang dimaksud kreatif dalam perspektif psikologis adalah suatu gagasan yang baru atau strange apabila pemikir sendiri belum pernah menghasilkan gagasan itu. memecahkan masalah. berfantasi (mengangan-angan sesuatu yang difikirkan) untuk mencipta suatu karya atau ide-ide tertentu. yang berdaya cipta. talented display imagination. mendorong. mempermudah. Berguna (useful). Sykes berasal dari kata sifat artistic yang berarti creating. angan-angan. mencari celah atau jalan keluar dengan berbagai jalan dan cara untuk memecahkannya hingga akhirnya memperoleh lubang keberuntungan. pemecahan kreatif berada pada posisi disekeliling pencarian. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. Sedangkan menurut budaya sesuatu dianggap baru jika gagasan itu belum pernah dijumpai dilingkungan masyarakat. keahlian sebagaimana biasanya (Semiawan. gagasan. Apabila dilihat dari definisi tersebut maka ada dua hal yang penting yang perlu diberikan penjelasan. pemecahan masalah secara khas yang akan mampu membawa seseorang kearah baru. 1986: 12-13). gagasan. mendatangkan hasil lebih baik/banyak. penyelesaian dan cara kerja baru. Pencarian adalah suatu jalan untuk menemukan ide. lebih praktis. Sedangkan Istilah kreativitas menurut JB. memiliki makna sesuatu yang bersifat lebih enak. Lubang keberuntungan merupakan lubang kecil pada jalan pencarian yang membawa langsung ke ide. Sedangkan pemecahan kreatif merupakan ide. Conny. yaitu secara psikologis dan budaya. meski ditempat lain mungkin orang lain telah menghasilkan gagasan yang serupa namun hal itu terjadi secara kebetulan. mampu untuk berbuat. mengembangkan. pemecahan masalah. yang berarti pembuatan. Makna kreativitas yang dimiliki manusia sesuai dengan sifat Al-badi’ berarti bahwa kreativitas manusia tidak bersifat sebagai pencipta murni tetapi kreativitas yang bersifat mengembangkan. Senada dengan pengertian kreativitas diatas. Artinya bahwa imajinasi dapat menjadikan seorang anak berkembang pemikiran dan penalarannya. 2005: 373). Kriteria baru dapat mencakup dua perspektif. pemecahan. 1995: 12). 2005: 373). mendidik.

Al. dengan ditandai oleh fluency (kelancaran). Ali. ciri-ciri yang memungkinkan dan ciri-ciri sampingan (David Chambell. Tiada Tuhan kecuali Dia yang maha mulia dan bijaksana (QS. Al-Kholaq (pencipta) dan Al-Musowwir(pencipta/penggambar). Sesuai dengan pengertian tersebut. Ya-sin 81.meneruskan. Dialah maha pencipta dan maha mengetahui ( QS. ciri-ciri orang kreatif secara umum dikelompokan menjadi tiga kategori yakni ciri-ciri pokok. Ali Imron 6). fleksibility (kelenturan).An’am 102). Itulah Tuhanmu. Ciri-ciri pokok merupakan sebuah kunci untuk melahirkan gagasan. didalam mendidik anak prasekolah yang memiliki daya imajinasi yang tinggi. cara baru dan penemuan. pemecahan. QS. Yang termasuk ciri-ciri pokok yang dimiliki oleh anak yang kreatif antara lain: memiliki kelincahan mental untuk berpikir dari dan ke segala arah. Akan tetapi kreativitas yang bermakna daya cipta yang baru/original serta belum pernah dihasilkan oleh manusia. QS. mengkombinasikan dari sesuatu yang telah ada sebelumnya (Hasan Langgulung. : ) 6) Artinya: Dialah yang menggambarmu didalam rahim sebagaimana is kehendaki.An’am 102. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-QS. bagaimanakah ia bisa beranak padahal ia tidak beristri. Yasin 81). fleksibilitas konseptual. newness (baru) serta elaborasi (mengembangkan) dalam berfikir. 1986: 27). . Ciri-Ciri Kepribadian Anak Kreatif Menurut para ahli. Maka kreativitas perlu dikembangkan sejak dini. Al-An’am 101). memiliki berbagai ide serta diperlukan dorongan dari berbagai lingkungan sehingga mampu menghasilkan sebuah produk tertentu baik baru ataupun kombinasi. Hal ini disebabkan berfikir kreatif sesungguhnya merupakan sebuah pemikiran yang melibatkan proses berfikir secara divergen (lebih dari satu jawaban). Dan Ia mencipta segala sesuatu serta Ia mengetahui segala sesuatu (QS. mampu berkembang dan memiliki segudang ide dan gagasan yang produktif dan menghasilkan solusi. Hal ini dijelaskan dalamQS Al-An’am ayat 101 yang berbunyi: : ) 101) Artinya : Pencipta langit dan bumi. 2. Sedangkan aktifitas atau proses kreatif digunakan untuk menghasilkan pikiran yang berdaya. terhindar dari jebakan.Imron 6 sebagai berikut: . : ) 81) Bukanlah yang menciptakan langit dan bumi sanggup mencipta seperti itu. namun hanya dimiliki oleh Allah semata dinamakan dengan sifat AlKholiq (pencipta). dapat diambil suatu benang merah bahwa kreativitas tentunya memiliki pengertian yang tidak terlepas dari prinsip pribadi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu. Pencipta segala sesuatu. Dialaha pengurus segala sesuatu (QS. 1991: 46). tiada Tuhan kecuali Dia. Al. Berdasarkan berbagai pengertian diatas.

antara lain: anak memiliki inisiatif dalam berfikir. ketiga. anak beraktifitas sesuai dengan apa yang diinginkannya. ulet serta tidak bersedia menerima pendapat orang lain bila tidak sesuai dengan keyakinannya. Kedua. mandiri dalam berfikir dan dalam memberi pertimbangan. mandiri dalam berfikir. Urgensi Kreativitas Kreativitas sangat penting untuk dikembangkan sejak anak mencapai usia prasekolah. Anak usia prasekolah adalah individu yang mampu bergerak dan berfikir. seseorang cenderung untuk mengtahui perasaan. 1985: 28). maka akal dapat sampai kesuatu tanggapan lain yang memiliki hubungan itu juga (Cony Semiawan. senang berpetualang. cara baru dan penemuan diawali dengan kelincahan mental (mental agility) untuk senantiasa menerapkan pola berfikir divergen. pikiran dan kegiatan panca indera. Karena kelincahan mental merupakan salah satu kemampuan untuk bermain-main atau mencoba dengan ide-ide. imajinatif. Selain itu. pemecahan. Dari kelincahan mental yang dimiliki individu diharapkan akan mampu melihat masalah atau perkara dari berbagai arah. jika seseorang mengenali tanggapan dan hubungannya. Dari hal tersebut dinyatakan bahwa tiap individu mampu berkembang dan berfikir kreatif. Dengan menggunakan indera dan anggota tubuh lainnya. 1995: 20). percaya diri. lambang-lambang. Sebagaimana diungkapkan oleh Spearman bahwa: pertama. intuitif. 3. gagasan-gagasan. Gerakan tubuh yang dilakukan anak sebagian besar tergantung dari peran motoriknya. Kelincahan mental untuk berfikir dari dan ke segala arah (divergent thinking) dapat dilakukan oleh tiap individu. kata-kata dan khususnya melihat hubungan-hubungan yang tak biasa antara ide-ide. dan sebagainya ( David chambell. konsep. Yang termasuk ciri-ciri sampingan adalah individu yang tidak pernah mengambil pusing apa yang dipikirkan orang lain dan kekacauan psikologis. Karena pada prinsipnya manusia hidup dapat dinyatakan dengan tiga kepribadian alami. . ingin tahu. mampu berkomunikasi dengan baik. maka anak yang memiliki kreativitas tinggi relatif aktif terhadap keadaan maupun impulse yang ada sehingga berkeinginan untuk mencoba. maka seseorang dapat mengetahui berbagai perhubungan diantara keduanya. bersibuk diri terus menerus apa yang disukainya. memiliki minat yang luas. bersedia mengambil resiko.orisinilitas. memiliki arah hidup yang mantap. segi dan mengumpulkan berbagai fakta yang penting dan mengarahkan fakta itu pada masalah atau perkara yang dihadapi dengan cara memerankan hubungan antara ingatan. lebih menyukai kompleksitas dari pada simplisitas. berpikiran mandiri. kesadaran serta apa tujuannya. Menurut Utami Munandar (2002: 56). Ciri-ciri ini bisa dilihat pada seorang anak yang memiliki kemampuan untuk bekerja keras. memiliki keingintahuan intelektual yang besar serta kaya akan entertainment dan fantasi. gagasan. pribadi kreatif yang dimiliki oleh anak prasekolah dicirikan dengan beberapa hal. ingin tahu. Sedangkan ciri-ciri yang memungkinkan merupakan sebuah ciri yang membuat seseorang mampu mempertahankan ide-ide kreatif yang telah dihasilkannya. membentuk dan menghasilkan sebuah produk tertentu serta tidak mudah menyerah dengan pekerjaan yang menantang/berpetualang. Selanjutnya adalah ciri-ciri sampingan yakni tidak langsung berhubungan dengan penciptaan tetapi berupaya untuk menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup tetapi kerap mempengaruhi perilaku orang-orang kreatif. berani dalam pendirian dan keyakinan. apabila terdapat dua ide atau tanggapan. Torrance sebagaimana dikutip Utami Munandar (2002: 56) juga mengatakan ciri-ciri individu yang kreatif dalam lingkungan masyarakat dapat ditunjukan dengan sifat berani dalam pendirian dan keyakinan. memiliki kecakapan dalam banyak hal. Berbagai ciri-ciri anak yang kreatif seperti dijelaskan diatas. pantang menyerah. Ciri-ciri pokok yang digunakan untuk melahirkan gagasan. memproses.

Seperti diungkapkan Renzulli yang dikutip Cony Semiawan dkk (1990: 67) dalam bagan sebagai berikut: Komitmen pd tugas kemampuan rata rata . karena anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses berfikir. kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak usia dini dengan tidak terbatas pada bidang seni atau ilmu pengetahuan semata. Jackson serta Edwards dan Taylor (1961). berprestasi. Utami Munandar (1992: 45) juga mengungkapkan bahwa kreativitas perlu dipupuk dan dikembangkan karena dengan berkreasi seseorang dapat mewujudkan dirinya. Sehingga dari ketiga hal tersebut merupakan salah satu bagian penting dari kebutuhan manusia. kekuatan fisik dan hati akan bersatu untuk memperoleh: pertama. publication nova. yaitu dorongan untuk mencapai hasil kerja dengan kualitas tinggi. meletakan hipotesa-hipotesa. untuk maju dan berkembang. bahwa siswa (anak) yang berkemampuan kreatif tinggi pada umumnya mampu melakukan tugas dengan sama baiknya dengan para siswa/anak yang ber-IQ tinggi dalam feat test. menguji hipotesa serta menyampaikannya kepada orang lain. Melihat sisi penting perlunya kreativitas dikembangkan semenjak anak prasekolah. semakin tinggi kreativitas seseorang jalan kearah inovasi semakin lebar pula. Dengan demikian. Kreativitas sebagai jantung inovasi Kreativitas sebagai jantung inovasi memiliki pengertian bahwa suatu inovasi tidak akan bergerak normal tanpa adanya kreativitas. secara otomatis organ tubuh berupa otak. 2005: 380). kreativitas berperan sebagai proses intelektual. berat otak anak sudah mencapai 1200 gram. maka diusia 2 tahun. tetapi kreativitas terdapat dalam seluruh jenis aktifitas kemanusiaan dan fisik (Amal Abdussalam Alkhalili.com). Apalagi di usia sekitar 2-4 tahun separuh perkembangan intelektual anak telah berlangsung dengan baik. www. Karena menurut pembagian kerja tubuh. kreativitas menjadikan anak mampu mencipta karya tertentu. Begitu sebaliknya. kedua. Jika berat otak dewasa ratarata 1400 gram. kreativitas sebagai gaya khas dalam hidup. yaitu dorongan untuk mengatasi tantangan.Tahapan awal kehidupan anak merupakan tahapan penting. Kemudian sel otak akan tumbuh sampai 90% dari berat maksimal. Lebih lanjut Ali Khomsan juga menjelaskan bahwa ketika bayi baru lahir. ketiga berkompetensi. Selain hal diatas. Artinya diusia ini memang masa perkembangan otak sangat cepat. Kreativitas pada diri individu memiliki urgensi yang pokok bagi kehidupan. kreativitas memiliki berbagai urgensi bagi anak prasekolah yaitu sebagai berikut: a. Kedua. Artinya bahwa seseorang anak akan mampu memandang sesuatu yang baru pada yang lama dan setiap harinya merupakan hari perubahan atau kelahiran baru baginya dalam segala hal serta memiliki gaya hidup yang dinamik. Oleh karena itu diusia 2 tahun ini biasa disebut sebagai masa keemasan (golden age) (Ali Khomsan. urgensi kreativitas menurut Hasan Langgulung (1991: 112) adalah: pertama. yakni kreativitas sebagai proses yang mengandung pengetahuan terperinci tentang bidang dan pengetahuan asas yang terkandung didalamnya. berafiliasi yakni dorongan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif. jumlah sel otaknya sudah mencapai 66% dan beratnya 27% dari berat maksimal. Ketiga. kedudukan kreativitas memiliki peran sepertiga dari bagian yang lain untuk mewujudkan bakat yang dimiliki seorang anak. Nursito (1999: 34-35) mengutip pendapat Getzels. Artinya apabila seseorang yang mampu untuk berkreasi.

Dengan Kreativitas anak lebih terpacu untuk belajar. diantaranya bermain. Karena anak akan lebih berani mengungkapkan gagasan kreatifnya. Tahap persiapan menurut Wallas adalah suatu tahap berorientasi tugas ketika seseorang melakukan riset dengan membaca. pencerahan dan pelaksanaan (Utami Munandar. Menurut Guilford sebagaimana yang dikutip oleh Suharnan (2005: 377) bahwa proses berfikir divergen (divergent thingking) adalah suatu proses berfikir yang berorientasi pada penemuan jawaban atau alternatif yang banyak. pengetahuan dan pendidikan. meskipun gerakan yang dilakukannya bernilai imitasi. bereksperimen. Berfikir divergen tepat digunakan dalam menghadapi berbagai persoalan. Dalam tahap persiapan ini. b.KreativitasKK Bagan diatas menunjukan bahwa keberhasilan berprestasi seseorang dalam menjalani kehidupan manakala mampu menggabungkan antara kemampuan yang dimiliki oleh tiap individu. sehingga mampu mencapai kepuasan dan kualitas hidup. Memecahkan suatu permasalahan diperlukan berfikir secara kreatif. agar kreativitas muncul dalam proses mengatasi suatu permasalahan dan memunculkan ide baru diperlukan empat tahapan. Kemampuan diatas rata-rata tidak berarti bahwa kemampuan itu harus unggul. Belajar pada anak prasekolah dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan yang menyenangkan. seseorang aktif mengolah informasi dengan belajar berfikir. Sedangkan tanggung jawab/pengikatan diri terhadap tugas menunjuk pada semangat motivasi untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu tugas. Belajar dengan menghargai pendapat anak akan membuka pengetahuan lebih luas dan berkembang. anak prasekolah mencoba menjadi dirinya sendiri. Berfikir kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan dan mengatasi problem elucidate diperlukan latihan dan pembiasaan bagi anak. komitmen terhadap tugas serta mengembangkan kreativitas. Dengan demikian anak yang berfikir kreatif akan mampu mengembangkan dan menggunakan semua bakat yang dimiliki. kesempatan serta kemampuannya. dan sebagainya. masa menyimpan informasi yang sudah dikumpulkan. Sedangkan bakat menduduki posisi kecil dari keberhasilan seseorang. Disamping itu anak-anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga pada akhirnya mereka akan lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan-tantangan dimasa depannya kelak. c. mencari jawaban. dan tentunya proses persiapan menjadi kreatif juga dipengaruhi oleh pengalaman yang dimiliki. Artinya bahwa pengikatan diri dari dalam yang berupa motivasi instrinsik untuk bertanggung jawab terhadap suatu tugas. mencoba sesuatu. Menurut Wallas. yakni tahap persiapan. menggunakan waktu. . Kreativitas sebagai pemecah berbagai problem. Karena kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk memberikan gagasan-gagasan dan menerapkannya dalam pemecahan masalah yang di lakukan berdasarkan ciri-ciri aptitude dan non aptitude. Melalui kegiatan seperti ini. 2002: 59). bertanya. mewawancarai orang. bereksperimen. bertanya untuk memunculkan ide baru/memecahkan persoalan. bernyanyi. Pemikiran kreatif adalah pemikiran yang menghargai pendapat anak. Tahap inkubasi merupakan tahap istirahat. Berfikir Kreatif menurut para ahli merupakan proses berfikir secara divergen. Anak kreatif memiliki kemauan dan lebih terpacu dalam belajar. inkubasi. bertualang atau mengumpulkan fakta dan ide seperti yang dikutip oleh Jordan (1997: 54-55). Yang pokok ialah bahwa kemampuan itu harus cukup diimbangi oleh kreativitas dan tanggung jawab terhadap tugas.

mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya. Berfikir divergen akan mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Melalui berfikir divergen. yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan yang banyak. memperoleh simpati dari anak yang lain dan sebagainya. kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. situasi atau masalah) dari berbagai sudut pandang. (flexibility) yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang terdiri dari kategori-kategori yang berbeda-beda atau kemampuan memandang sesuatu (objek. Motivasi (Press) Yang dimaksud motivasi dalam bahasan ini adalah motivasi intrinsik. anak usia prasekolah sudah cenderung berusaha untuk memahami kawannya dan biasanya memilih teman yang disukainya. sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan disekelilingnya. serta elaborasi yakni kemampuan memerinci suatu gagasan pokok kedalam gagasan-gagasan yang lebih kecil. Tahap yang terakhir adalah tahap pelaksanaan/verifikasi sebagai masa pembuktian seseorang memberi bentuk pada ide atau gagasan baru. keluwesan berfikir. Tahap pencerahan merupakan gagasan baru yang berpindah dari alam pikiran tidak sadar ke alam sadar. B. Tahap pencerahan/iluminasi yaitu tahap munculnya suatu gagasan baru dalam pikiran untuk menjawab tantangan kreatif yang sedang dihadapi yang seakan-akan ide tersebut berasal dari ketiadaan. e. anak usai prasekolah telah memiliki kecerdasan intra personal. anak yang memiliki kecerdasan sosial akan terbiasa menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya. Kecerdasan intra personal merupakan kemampuan anak untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Sejalan dengan berkembangnya pola pikir kreatif anak. Dalam kelompok bermain. anak prasekolah diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan dengan melibatkan kelancaran berfikir (fluency). Faktor Internal. Motivasi intrinsik adalah motiv-motiv yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. seseorang hendaknya mampu mengkondisikan diri dalam keadaan santai dan bebas tekanan. juga termasuk kemampuan seperti memimpin. Mampu memiliki kecerdasan intra personal Anak usia prasekolah memiliki aktifitas pokok yaitu bermain. originalitas yakni bentuk keaslian berfikir mengenai sesuatu yang belum difikirkan orang lain atau tidak sama dengan pemikiran orang-orang pada umumnya. Menumbuhkan kecerdasan sosial pada anak. Melalui kecerdasan intra personal inilah anakanak akan senang untuk melakukan introspeksi diri. Tetapi pikiran bawah sadar berfungsi mengaitkan berbagai gagasan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Kecerdasan ini adalah suatu kecerdasan yang menunjukan kemampuan untuk peka terhadap dirinya sendiri. a. menangani perselisihan antar teman. Sikap kreatif yang dikembangkan sejak masa prasekolah akan mampu menumbuhkan kecerdasan sosial. Untuk memunculkan ide melalui tahap pencerahan. . Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Kreativitas Anak Prasekolah 1. Dalam berinteraksi dengan teman seusianya. Selain mampu memahami dan berinteraksi dengan baik. anak akan berusaha untuk memilih teman yang dianggap menyenangkan dan membantunya. mengorganisasi. d.lalu berhenti dan tidak lagi merenungkannya. Kecerdasan sosial yang dimaksud adalah anak-anak cenderung untuk memahami dan mampu berinteraksi dengan orang lain atau teman-temannya. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu (Syaiful Bahri Djamaroh.

dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang. Motivasi intrinsik merupakan motiv diri atau keinginan pribadi dari tiap individu sebagai suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau untuk bertindak melakukan sesuatu (Ngalim Purwanto. Kesehatan anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan konsumsi bahan makanan. Mengkonsumsi makanan yang berlebihan akan berdampak pada kegemukan. menentukan arah perbuatan. Ketenangan dan kesehatan Setiap situasi menimbulkan perasaan yang disukai atau tidak disukai anak-anak. 2002: 71). bahwa banyaknya makanan didalam perut berakibat buruk pada intelegensi seseorang (Syafinudin Al Mandari. untuk mewujudkan dirinya. Bahkan setiap indra bagi manusia merupakan suatu lingkungan mikro yang mempengaruhi pikiran. Seperti pendapat Imam Ali bin Abi Thalib. Motivasi intrinsik dalam mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah memiliki peran yang sangat penting. a. peraba. Perasaan yang tenang serta sehat akan jasmani dan rokhani dapat mempengaruhi proses berkembangnya kreativitas bagi anak. Menurut Sardiman (1994: 84) motivasi memiliki tiga fungsi yaitu: mendorong manusia untuk berbuat. sosio budaya. pendengaran. dialog. Melalui pembangkitan motivasi pada anak prasekolah menjadikan mereka memiliki keinginan dan keyakinan untuk mencoba melakukan sesuatu. serta mengatur pola makan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan. Dorongan-dorongan ini merupakan motivasi authority untuk berkreativitas ketika individu membentuk hubunganhubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya. pendidikan inner dan eksternal. Beberapa hal yang mempengaruhi berkembangnya kreativitas anak antara lain: lingkungan fisik. pakaiannya dan keberhasilannya dalam periode pertama sampai dewasa. mengembangkan kreativitas juga dipengaruhi oleh keinginan yang tinggi terhadap sesuatu serta cita-cita yang muncul dari pribadi anak. 2004: 95). dan kontrol. ( online. Sebab kreativitas dapat dilakukan manakala anak mampu mempersepsi dan mengaktifkan rangsangan melalui indra penglihatan. Selain kedua faktor diatas. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. atau pendorong prestasi Pada diri setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya. mengurus makan dan minumnya. produktivitas dan kapasitas kreativitas (Jordan Ayan. malas berkreasi dan mempengaruhi proses belajar. 2. Pola asuh yang dimaksud adalah mendidik dan memelihara anak. Faktor Eksternal Faktor eksternal yang dimaksud disini adalah faktor yang berada diluar diri anak prasekolah dimana dia hidup. perasaan. sekolah dan masyarakat. penciuman. dan pengecapan. Dalam pembahasan ini dipaparkan tiga hal yang mempengaruhi pengembangan kreativitas pada anak prasekolah yakni: keluarga. Sehat dan aktifnya indra pada anak-anak akan mampu memberikan nuansa mental dan psikologis yang berpengaruh pada perilaku dan suasana hati.2002: 115). perilaku orang tua/pendidik. 2003: 101). Pengaruh keluarga . Mengembangkan kreativitas anak dipengaruhi oleh impulse dari lingkungan maupun pengalaman yang diterimanya. b. menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. suasana psikologis. Lingkungan Keluarga Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak. Diantara pola asuh yang dimaksud antara lain: memberikan kecukupan ASI ekslusif selama 2 tahun. lingkungan sosial.com).

antara lain: ibu mampu menjadi sumber dan pemberi kasih sayang. manusia. 2006: 30). yakni dengan sikap memaafkan. Ibu yang merawat. karena dirumah anak bisa belajar lebih banyak pengetahuan dan merasa terpuaskan seiring dengan kemampuannya sendiri. Berbekal dari sikap menerima anak apa adanya dengan tulus (genuine accapetance). umumnya anak-anak belajar tentang. Dalam lingkungan keluarga anak mendapatkan sentuhan pendidikan dari ayah dan ibunya. 2003: 12). Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif pada anak usia prasekolah dalam keluiarga hendaknya selalu memberikan keamanan dan kebebasan psikologis (Utami Munandar. menguasahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada serta memberikan pengertian secara empatis. Peran ibu dalam keluarga merupakan pendidikan dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali (Nano Sunartyo. seperti bermain piano. Yakni menjadi dirinya sendiri sebagai manusia seutuhnya yang unik. anak-anak belajar menjadi.sangatlah besar bagi pembentukan sikap kreatif pada anak. anak-anak umumnya belajar melakukan. 2002: 57). pada akhirnya Einstein bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirinya sehingga ia mampu mengembangkan kreativitasnya. kurangnya perhatian terhadap anak. hewan. tidak menjatuhkan harga diri anak meskipun memiliki banyak kekurangan. Model pengasuhan ibu Einstein sangat memungkinkan kreativitas anak berkembang. dan kesabaran serta tidak membebani anaknya (Wahyudin. Memberikan keamanan secara psikologis dapat dilakukan dengan tiga proses yang saling berhubungan. yang membuat anak-anak bisa tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sesuai dengan berbagai potensi unggul yang dimilikinya. pemelihara kesehatan serta bertanggung jawab terhadap perkembangan jasmani dan rokhani. Tetapi mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah sangat dipengaruhi oleh pendidikan keluarga yang diterapkannya. sebagai pembimbing hubungan pribadi. Yaitu melakukan sesuatu keterampilan tertentu. tidak perlu merasa ketakutan dalam menjawab soal yang diberikan orang tua. Syafinudin Al Mandiri (2004: 1) mengutip pendapat Kak Seto bahwa: Di sekolah. geologi dan sebagainya. Dengan hal itu keluarga merupakan bagian awal keberhasilan pendidikan terhadap anak-anak dirumah. Sedangkan pemberian kebebasan psikologis berarti memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran ataupun perasaannya. alam semesta. Ditempat kursus. sebagai pengatur kehidupan dalam rumah tangga. Rumah adalah tempat pale baik bagi anak (Nano Sunartyo. dan pendidik dalam segi-segi emosional. Peran keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak bisa juga dilakukan melalui indication pengasuhan ibunya Einstein. 2006: 70). Kegiatan belajar dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dirumah merupakan bentuk kegiatan yang sesungguhnya. tumbuh-tumbuhan. sebagai tempat mencurahkan isi hati. membimbing dengan kasih sayang. dan ia bisa langsung mendapat penghargaan jika berprestasi dan mendapat koreksi saat ia melakukan kesalahan. Sikap . sehingga komunikasi antara anak dan orang tua seakan luntur ditelan kepadatan kerja. Peran ibu sebagai pendidik dasar sekaligus pengembang kreativitas dirumah dilakukan dengan berbagai sikap dan perbuatan. mendidik dan bergaul dengan anak harus mampu melaksanakan suasana belajar dalam kondisi apapun. Dalam kehidupan rumah pula anak tidak harus merasa bersaing dengan teman-teman sekelasnya disekolah. Yaitu tentang: hitungan. Anak-anak sejak dilahirkan kedunia pertama kali sudah terlibat dalam pendidikan keluarga. Maksud dari pernyataan itu. yakni: menerima individu akan kelebihan dan kekurangannya. komputer dan sebagainya. Sedangkan dirumah. sebagai pengasuh. maupun kerabat disekelilingnya. Orang tua yang memiliki kesibukan dalam berkarir.

Anggapan orang tua bahwa semua kegiatan balita hanyalah bermain dan tidak berdampak pada pengembangan kecerdasan juga merupakan anggapan yang salah. Menurut berbagai pendapat ahli. tapi juga bisa mempererat hubungan orang tua dengan anak. Tetapi kebanyakan orang terkadang . juga mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum sebagai upaya untuk memberikan impulse baru bagi perkembangan kreativitas anak. tidak membebaninya. Mengingat pentingnya tugas dan tanggung jawab keluarga dalam pembentukan anak-anak yang kreatif. tidak membebani mereka dengan target-target dan keinginan kita. tidak pula memakinya. usia prasekolah merupakan masa yang pale optimal untuk merangsang kemampuan pikir atau dasar belajar pada anak. memaafkan yang menyulitkannya. memaafkan yang menyulitkannya. maka lebih disebabkan karena ketidakwaspadaan orang tua terhadap perkembangan psikologis anak. yang pada akhirnya anak akan belajar dengan kebahagiaan dan keberhasilan. orang tua harus menyediakan lingkungan yang menggairahkan. Karena anggapan seperti itu memiliki implikasi yang sangat tidak menguntungkan yaitu pembatasan terhadap kegiatan mereka dan merupakan faktor yang melemahkan dorongan belajar mereka. kata Nabi Saw. Dengan menerapkan prinsip bermain sambil belajar anak akan menjadi lebih kreatif dan pada saat yang sama anak akan menjadi lebih gembira. serta tidak memaki atau memberi julukan-julukan yang buruk kepada anak. b. 2003: 13). yakni menerima anak apa adanya. Orang tua seharusnya mencoba menggunakan prinsip-prinsip yang membantu anak-anak agar belajar dengan gembira atau lebih tepatnya bermain sambil belajar (Nano sunartyo. berpakaian. Lingkungan Sekolah Setelah keluarga. betapapun mereka telah menjengkelkan hati kita. lingkungan kedua adalah sekolah. Anak prasekolah yang diterapkan pola belajar dengan prinsip bermain sambil belajar senantiasa tidak merasa tertekan dan dipaksa untuk belajar. maka orang tua harus dapat memenuhi kasih sayang serta menjaga dan mengembangkan potensi dasar kreativitas anak. Dengan demikian apabila ditemukan anak terhenti kreativitasnya. Disekolah anak diatur dengan tata aturan yang ada dari mulai disiplin waktu. kerapihan. 2006 : 23).orang tua semacam ini juga diajarkan Rosululloh SAW melalui sabdanya yang artinya. Orang-orang disekeliling beliau bertanya. (Wahyudin. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah orang tua harus memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup. Hadits yang diriwayatkan dari Abi Abdillah tersebut mengajarkan kepada kita empat prinsip dalam menghadapi dan mengembangkan kreativitas anak. Sesungguhnya Allah merahmati orang tua yang membantu anaknya untuk berbakti kepadaya. Sehingga kreativitas dimungkinkan akan dapat dikembangkan. Dari kedua prinsip tersebut dapat ditarik kejelasan bahwa dalam mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah hendaknya orang tua mampu mengemas belajar dalam lingkungan yang menyenangkan serta penuh kedamaian dan kasih sayang. Untuk mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah. Orang tua harus dapat memberikan perhatian yang penuh terhadap hal-hal yang dapat mendukung anak melakukan kegiatan kreatif. Pemaksaan terhadap anak akan menimbulkan prinsip lain yakni belajar sambil bermainmain. Karena hal tersebut tidak semata memberi keuntungan pada perkembangan intelek dan kreativitas anak. bagaimana cara orang tua mendidik anaknya ya Rasulullah Nabi Saw menjawab. dia menerima yang sedikit darinya. Sehingga anak-anak tidak memiliki cukup kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya.

maka dapat tercapai fungsi sekolah yang baik. rekreasi. 2004: 87). api. masyarakat atau lingkungannya (Syafinudin Al mandarin. Apabila proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas anak dilakukan. Dari hal tersebut. keluarga. sekolah. sekolah juga dapat menjadi media yang cukup baik untuk mengajarkan dan membiasakan anak melakukan pembauran dengan orang lain. Artinya module kegiatan belajar dalam Taman Kanak-Kanak bertemakan lingkungan disekitar kita seperti halnya panca indera. atmosphere dan udara. kecerdasan dan kreativitasnya. anak akan memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya serta anak bebas mengekspresikan ide-idenya. menakutkan. minat. Guru yang otoriter. Artinya bahwa lembaga pendidikan bagi anak tidak membebani anak. Dari berbagai tema yang terdapat dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak akan sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan Kreativitas anak. alat komunikasi. belajar bagi anak prasekolah hendaknya bersifat fleksibel dan kondisional dengan menghargai kemampuan anak. 2006 : 15). Kelompok Bermain dan Penitipan Anak (day care). pekerjaan. find training yang terkemas dalam permainan. pemahaman. Begitu pula dengan suasana bermain aktif. tidak membius pemikiran originalnya. komunikatif dan dialogis antara anak dengan teman maupun gurunya. Lingkungan sekolah yang baik bagi anak prasekolah adalah bebas dan menyenangkan. yakni: Fungsi sekolah selain dipandang sebagai stimulan (perangsang) utama berkembangnya kemampuan improvisasi anak. Selain itu dalam aktivitas pembelajarannya juga telah menerapkan pembelajaan survey/praktek langsung. baik untuk mata pelajaran maupun aspek lain termasuk afektif dan psikomotorik. Sehingga proses pembelajaran dilakukan dengan nyaman. 2004: 3). alat transportasi. Dengan bermain anak akan merasa senang secara spontanitas sehingga mampu memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. gejala alam. Adapun bentuk pendidikan bagi anak usia prasekolah meliputi Taman Kanak-Kanak. Beadle mengatakan bahwa kebanyakan dari kita selalu memandang rendah kemampuan anak untuk belajar. Selain itu pendidik berperan sebagai penampung aspirasi anak agar dapat berkembang bakat. Untuk itu guru hendaknya mampu berperan tidak sebatas sebagai pengatur dan sumber . George W. Pendidikan sekolah merupakan lanjutan dan bantuan dari pendidikan keluarga (Nano sunartyo. Sebab module pembelajaran di Taman Kanak-Kanak merupakan satu kesatuan module kegiatan belajar yang utuh (Soemiarti Patmonodewo. sedangkan Kelompok Bermain dan Penitipan Anak berada dijalur pendidikan luar sekolah. Untuk mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Di Taman Kanak-Kanak (TK) Kreativitas dapat dikembangkan. Peran guru bagi pendidikan anak prasekolah sangat penting. dan sebagainya. latihan hingga penghayatan. 2006: 68). Karena biasanya kita tidak pernah mau mendengarkan pendapat dan kemauan anak (Nano sunartyo. kendaraan. indication pendidikan di Taman KanakKanak seharusnya tidak disajikan secara indoktrinasi. makanan dan minuman. pesisir serta pegunungan. serta mampu menanamkan rasa percaya diri dan kemandirian anak (Syafinudin Al Mandari. Taman Kanak-Kanak terdapat dijalur pendidikan sekolah. Bermain merupakan kegiatan untuk menumbuh kembangkan kreativitas di Taman Kanak-Kanak. 2003: 68).bersikap meremehkan kemampuan anak. rumah. namun dengan percobaan (eksperimen). Guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berkembang tidaknya kreativitas bagi anak. menyebalkan akan membuat jengkel dan mengakibatkan anak prasekolah tidak nyaman.

Oleh karenanya. Dalam hal ini iklim atau suasana yang baik adalah bahwa anak prasekolah merasa aman secara psikologis serta bebas untuk mengembangkan dan mengungkapkan diri dalam lingkungan dimana ia hidup. anak-anak diharapkan benar-benar siap menjadi manusia pembelajar yang kreatif. Meskipun didalam ayat Al-qur’an maupun hadits nabi tidak ada satu ayat joke yang menyatakan bahwa faktor lingkungan sebagai faktor pokok yang mempengaruhi pertumbuhan kepribadian dan kreativitas anak. Peran kedua. masyarakat harus dapat mengusahakan suasana atau iklim yang baik.informasi. Peran guru sebagai katalisator berarti guru membantu anak-anak dalam menemukan kekuatan. dapat berwujud benda seperti udara. Selain itu . Oleh karena itu guru bertindak sebagai pembimbing. tetapi banyak pendapat para ahli beserta ilmuwan muslim yang mengakui bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan watak. Berkembangnya kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat. Tampilnya berbagai tokoh unggulan dalam kurun waktu tertentu agaknya proses kreativitas lebih dihargai dan diutamakan. Artinya dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh kondisi dan peranan kebudayaan dimasyarakat serta kondisi dari luar yang berinteraksi dengan manusia. Peran guru sebagai fasilitator bagi anak prasekolah berarti guru di Taman Kanak-Kanak memfasilitasi proses pembelajaran yang berlangsung dikelas maupun diluar kelas. Lingkungan Masyarakat Yang dimaksud lingkungan masyarakat sebagai pengaruh dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah mencakup kondisi sosio kultural disekitar anak. menetapkan materi apa yang akan dipelajari anak. zaman Renaisance atau Sriwijaya dan Majapahit di Indonesia. intensitas cahaya matahari sangat tinggi. bahwa dalam kurun waktu tertentu lebih banyak tampil orangorang yang unggul seperti seniman. tetapi guru seharusnya berperan sebagai fasilitator dan katalisator bagi anak (Adi W Gunawan. apa hasil yang ingin dicapai. emosi serta aspek intelektual yang pada akhirnya anak diharapkan mampu berfikir kreatif. karakter. mengarahkan. 2004: 165). maka biasanya anak akan memiliki temperamen yang keras. Guru mampu mendesain ruangan sekreatif mungkin. c. yakni kebudayaan yang menunjang. Selain itu. iklim. dan mengembangkan aspek kepribadian. Anak yang dilahirkan dan dibesarkan didaerah yang beriklim panas. bumi. serta daya Kreativitasnya rendah (Maimunah Hasan. kreativitas dan tingkah laku anak. ilmuwan atau tokoh-tokoh dalam bidang lain. dan sebagainya. Seperti zaman kebudayaan Yunani. Akhirnya yang menurut Silvano Arieti dinamakan dengan kebudayaan creativogenic. dan kelebihan yang dimilikinya. memupuk dan memungkinkan perkembangan kreativitas (Utami Munandar. guru sebagai katalisator dalam mendidik dan mengembangkan kretivitas anak prasekolah. Menilik sejarah masa lampau. merancang proses pembelajaran. talenta. 1999: 175). agar anak mampu mengerti dan menemukan kesenangan serta kebahagiaan dalam menjelajahi dunia ilmu pengetahuan. manusia yang siap dan akan terus belajar seumur hidup mereka. turn berfikir apa yang ingin digunakan untuk memeriksa kemajuan anak. Dengan demikian peran guru sebagai fasilitator secara langsung mempersiapkan fasilitas belajar anak dengan maksud memacu anak untuk berfikir kreatif serta belajar sesuai dengan kemampuan anak yang bersifat fleksibel. 2002: 178). sudah barang tentu udara panas. Sebagai contoh anak yang lahir di daerah yang beriklim panas akan sangat berbeda dengan anak yang dilahirkan didaerah tropis/dingin. yang menunjang pengembangan kreativitas anak-anak. langit. air. mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak. pemarah. Kreativitas perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak.

Mengembangkan kreativitas perlu penanganan dan dukungan serius dari lingkungan keluarga. 2003: 85). Usia prasekolah atau identik dengan istilah praoperasional dicirikan dengan adanya fungsi semiotik. Dari berbagai elemen tersebut. Zulu dan Indonesia.masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mengandung tantangan bagi anak. tetapi ingin menemukan dan mencipta caracara baru untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. 2005: 285). Pengembangan kreativitas pada anak prasekolah tidak hanya meliputi bidang-bidang tertentu seperti bermain. seperti kegiatan refresing disertai dengan perlombaan. Inggris. Anak usia prasekolah mempunyai kebutuhan kognitif. wawasan terhadap orang yang ditemui oleh anak atau kejadian yang dialaminya. menggali makna hingga menyebutkan berbagai ciptaan. Bahkan salah satu cara yang pale ampuh untuk melaksanakan upaya kreatif pada anak melalui pembentukan suatu kemitraan antar masyarakat… (Jordan Ayan. Aspek kognitif merupakan kegiatan otak untuk mengembangkan keterampilan berfikir sejak usia dini. Selain dengan keluarga. Lingkungan memenuhi suasana hati dan keseluruhan cara memandang hidup bagi anak. Kegiatan tersebut selain mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. 2005: 385). Kebutuhan afektif perlu diperhatikan agar anak prasekolah memiliki sikap positif dalam kehidupan. afektif dan generatif. Teknik-Teknik Pengembangan Kreativitas Mengembangkan kreativitas anak prasekolah disesuaikan dengan tingkatan usia dan kemampuan yang dimilikinya. outbond. Jerman. Sedangkan usia 4-7 tahun dicirikan dengan indication berfikir intuisi. Kamerun. Pengaruh lingkungan terhadap pengembangan kretivitas anak prasekolah lebih besar peranannya.(Andang Ismail. Artinya bahwa pada kisaran usia ini anak lebih menekankan penggunaan simbol atau tanda untuk menjelaskan suatu obyek yang saat itu tidak bersama dengan subyek. RRC. yakni : 2-4 tahun sering sekali dengan indication berpikir simbolik. menggambar dan bernyanyi semata. serta tidak melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dalam berkreasi. seperti diungkapkan oleh Hans Jellen dan Klaus Urban dari hasil penelitiannya pada bulan Agustus 1987 terhadap anak usia 10 tahun dengan representation 50 anak di Jakarta menunjukan bahwa tingkat kreativitas anak Indonesia memiliki urutan terendah dari 8 negara lainnya. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) maupun pemerintah setempat. Selain itu tahap usia perkembangan praoperasional juga dicirikan dengan dua tahapan usia. sehingga anak prasekolah dilatih dan dibiasakan untuk dapat mengerahkan diri dalam belajar. kerja sama juga perlu dilakukan dengan berbagai pihak. mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan sesama teman. seperti Negara filiphina. Sedangkan kebutuhan generatif adalah anak-anak tidak hanya menerima pengetahuan dan keterampilan semata. pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah dalam masyarakat setidaknya mencakup tiga aspek pokok yakni kognitif. India. sastrawan dan cendekiawan yang telah menghafal Al-Qur’an sejak kecil (Amal Abdussalam Al-khalili. al-rihlah al-Ilmiyah. juga dapat mengantarkan anak kepada tingkatan kecerdasan yang lebih maju seperti para pakar. Dengan lingkungan mampu memberikan rangsangan kuat pada perasaan. Tetapi kreativitas dalam bidang . AS. Maka dari itu dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah hendaknya pendidik ataupun orang tua lebih memahami dan belajar mengendalikannya agar upaya pengembangan kreativitas terlaksana maksimal. Atau juga tadabbur alam dengan menghafal suratan pendek dari Al-qur’an. ide. dan kegiatan sejenisnya. Jalinan kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan sesama anggota masyarakat. Apalagi melihat mutu pendidikan di Indonesia yang semakin menurun dan jiwa kreatif yang semakin memudar. pendidik profesional. sekolah maupun masyarakat. C.

2. dapatkah. orang tua tidak hanya bersifat mendidik moral. teknik sumbang saran dan teknik pertanyaan yang memacu gagasan (Utami Munandar. tetapi mencontohkan/mengaplikasikan secara langsung sikap jujur dan ikhlas tersebut. lebih bebas. seperti: pertanyaan yang diawali dengan kata: andaikata. Selain itu. membuat gagasan sebanyak mungkin. terbuka dan tertantang untuk berperan serta secara aktif dengan memberanikan diri dan senang memberikan gagasan sebanyak mungkin. Sumbangsaran (Brainstorming) Sumbang saran adalah sebuah indication belajar kreatif yang memiliki prinsip tidak adanya sebuah kritik. menghafal namanama kota. . Selain itu. Pemberian pemanasan (Warming Up) Pemberian pemanasan digunakan untuk menumbuhkan iklim atau suasana kreatif di Taman Kanak-Kanak yang memungkinkan anak untuk membuka dirinya. maka anak memerlukan switch mental dari proses pemikiran reproduktif dan konvergen ke proses pemikiran divergen dan imajinatif. (pertanyaan mengandung unsur kreativitas dalam bidang bersuci). mengerjakan tugas lainnya yang hanya mempunyai satu jawaban yang benar seperti matematika dan berhitung. merasa bebas dan aman untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. dapat pula mengajukan pertanyaan terhadap suatu masalah. Suatu kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemikiran dan tugas kreativ menuntut cara dan sikap belajar yang berbeda. dimulai dari pemberian pemanasan. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah melalui indication sumbang saran hendaknya meniadakan suatu kritik. Hal ini dimaksudkan agar anak semenjak usia prasekolah sudah mengenal nilai-nilai moral. seperti mengulang apa yang diucapkan guru. 2002: 276). tetapi secara tidak langsung mengembangkan kreativitas anak berdasarkan pendekatan nilai-nilai agama. Adapun indication belajar dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah antara lain melalui tiga tingkatan belajar kreatif yang menurut Treffinger. (pertanyaan pemanasan yang mengandung nilai tolong menolong dirumah) Dan sebagainya. Dari pemberian pendidikan tersebut. kebebasan dalam memberikan gagasan. apa yang lemah. Kemudian si anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa makna dari kejujuran dan keikhlasan. 2002: 227). etika atau nilai-nilai afeksi semata. apa yang salah. 1. Apa yang kamu lakukan dirumah. sikap ataupun perbuatan secara simbolis. Adapun bentuk pemberian pemanasan disimbolkan secara mental. serta kombinasi dan peningkatan gagasan (Utami Munandar. Atau dirangsang dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong ungkapan pikiran dan perasaan yang berakhir terbuka. diperlukan berbagai indication pendekatan ataupun strategi pengembangannya. kreatif untuk berperilaku positif serta mampu berinteraksi dengan teman ataupun orang yang lebih tua dengan sopan. binatang. bagaimana (Utami Munandar. Model pemanasan dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang menimbulkan minat dan rasa ingin tahu anak. misalnya alasan sering terjadinya pertengkaran antara teman disekolah. Seperti Apa saja yang kamu lakukan setelah bangun tidur. Dalam mengembangkan kreativitas bidang pendidikan agama semenjak anak prasekolah diperlukan nilai-nilai. 2002: 278). Maksudnya apabila sebelumnya anak didalam kelas dituntut untuk mengerjakan berbagai tugas yang berstruktur.keberagamaan juga penting diperhatikan. Pada masa ini anak berada pada kisaran usia 2-4 tahun. Seperti orang tua menanamkan kreativitas akan nilai sebuah kejujuran dan keikhlasan tidak semata-mata menyampaikan pengertian. Hal dikarenakan sebuah kritik adalah bagian dari cara seseorang melakukan evaluasi dengan mencari identitas apa yang benar. mengembangkan kreativitas pada anak usia prasekolah melalui proses belajar dan menggali sebuah pengalaman.

menggabung (combine) (Utami Munandar. memunculkan berbagai ide dan gagasan yang dimiliki anak. menyusun kembali (rearrange). Yang terpenting bahwa semua gagasan dicatat dengan cepat baru kemudian yang sama baru dikeluarkan. Seperti pertanyaan tentang malaikat yang berwujud abstrak. memperbesar (magnify). mencari solusi atas pertanyaan. BAB IV KREATIVITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA MENURUT KAK SETO .apa yang keliru pada sebuah jawaban dari pada memperhatikan apa yang baik. Adapun jenis pertanyaan yang dapat diajukan kepada anak terdiri dari berbagai pertanyaan yang mengandung kriteria: menyesuaikan (adapt). Hal ini yang akhirnya akan menjadikan anak lebih kreatif dengan mampu menemukan sebuah ide ataupun penyelesaian suatu masalah. dan menumbuhkan keberanian untuk belajar mengutarakan pendapatnya. Oleh karena itu mengembangkan kreativitas dengan teknik sumbang saran harus bersikap terbuka terhadap gagasan orang lain dan terhadap gagasan diri sendiri serta mampu memberikan kesempatan secara bergantian dalam berpendapat. 2002: 281). Sehingga teknik ini merupakan salah satu manfaat terbesar untuk memacu dalam pemberian gagasan. memanipulasi informasi dan gagasan untuk menghasilkan ide yang orisinal. jenis pertanyaan juga perlu diberikan dengan menggunakan pendekatan keimanan dan imagination. Karena sumbang saran yang baik berlangsung cepat. elaborasinya dapat menyusul. Pertanyaan yang memacu gagasan Pertanyaan yang memacu gagasan dikenal sebagai teknik daftar periksa yang dikembangkan oleh Alex Osborn dengan tujuan untuk meningkatkan gagasan (Utami Munandar. mengganti (substitute). Dari berbagai pertanyaan yang memacu gagasan sebagai pengembang kreativitas tentunya memberikan kesempatan dan kebebasan sepenuhnya terhadap anak untuk belajar menjawab. Jenis pertanyaan yang dimaksud adalah berupa penggunaan kata kerja manipulatif guna memacu gagasan dan mengembangkan gagasan kreatif dengan melihat hubungan-hubungan baru. yang berkualitas. alasan pesawat dapat terbang dan menempuh perjalanan dalam jarak yang jauh dan sebagainya dengan maksud untuk menumbuhkan rasa penasaran akan sebuah jawaban dari suatu pengetahuan. makin besar kemungkinan bahwa diantara sekian banyak gagasan ada beberapa yang baik. Selain itu. 2002: 283). memperkecil (minify). sehingga tidak adanya tuntutan persaingan sebab anak yang belum mampu menjawab akan tertolong oleh anak yang telah mampu menjawab. gagasan sebaiknya dinyatakan dengan singkat. tolong menolong serta persatuan. teknik sumbang saran juga dapat menyambung pada gagasan orang lain. Sebuah kritik yang diberikan terlalu cepat tanpa memberi kesempatan untuk mengembangkan suatu gagasan baru dapat mematikan kreativitas. penggunaan teknik pemberian pertanyaan yang memacu gagasan juga dapat menunjukan kemungkinan dan meningkatkan kelenturan pemikiran siswa. mengubah (modify). Artinya dengan semakin menghasilkan banyak gagasan. 3. Selain menggunakan kata bantu pertanyaan tersebut. Selain mampu mengembangkan kreativitas. membalik (reverse). Belajar berkreativitas dengan bebas dalam memberikan gagasan serta memunculkan banyak gagasan lebih ditekankan pada aspek kuantitas. Karena tuntutan akan kuantitas ini. Pengembangan kreativitas melalui teknik sumbang saran akan menumbuhkan rasa kebersamaan. dengan semua anak aktif dan bersemangat memberi gagasan.

memunculkan gagasan. Sedangkan bagi usia remaja dan manusia dewasa . Kak Seto mengungkapkan bahwa aktifitas kreatif dalam kandungan ditandai dengan cepatnya si bayi merespon sebuah impulse yang diberikan. yang didukung dan dipengaruhi oleh press secara inner maupun eksternal yang bersifat aman dan bebas berekspresi (Wawancara 20 Januari 2007). Misalnya pencuri yang pandai mendongkrak pintu/membobol rumah. yakni kegiatan yang berkaitan dengan kognitif atau kemampuan berfikir seperti menangkap suatu masalah. kegiatan dinilai kreatif menakala dalam prosesnya termuat tiga bentuk sikap atau kegiatan yang bernilai kognitif. tidak takut salah. proses kegiatannya adalah kreatif tetapi bernilai negatif maka kegiatan pencuri tersebut tidak dapat dikatakan kreatif. Bersibuk diri yang dilakukan oleh anak prasekolah menurut Kak Seto merupakan kegiatan berproses secara aktif guna memperoleh sebuah hasil dan mampu menciptakan serangkaian alternatif jawaban dari berbagai pertanyaan. Adapun ciri-ciri afektif dari kreativitas antara lain seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. memiliki ciri afektif. 20 Januari 2007). Dalam hal ini. Sedangkan ciri kreatif yang terlihat diluar kandungan pada anak prasekolah secara garis besar terbagi menjadi beberapa bagian yakni. Kreativitas yang dimiliki anak dapat dirasakan semenjak masih berada dalam kandungan ataupun setelah dilahirkan. berani mengambil resiko. atau motivasi. Selain itu. kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. memutuskan masalah. Untuk aspek psikomotorik bahwa proses kreatif akan mampu menjadikan pribadi anak sebagai manusia yang terbiasa dan terampil dalam hal apapun baik mencipta. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. memecahkan masalah hingga mampu menghasilkan sesuatu yang baru bagi anak. kelancaran. meskipun bukan hasil yang betul-betul baru. anak aktif dan peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya. Dari definisi diatas. fluency. Hal ini memiliki makna bahwa dengan proses yang dilalui anak prasekolah akan memberikan sumbangan tersendiri dalam mengembangkan pola berpikirnya. memiliki banyak keinginan. baik melalui usapan tangan. bebas dalam berfikir dan sebagainya. 2004: 10). Seperti dicontohkan oleh Kak Seto. bermoral. yang dicirikan melalui ciri kognitif seperti fleksibility. tetapi kegiatan bersibuk diri untuk beraktivitas (prosesnya) yang dipentingkan pada anak prasekolah. Sedangkan proses afektif dalam kreativitas (hal-hal yang berhubungan dengan emosi dan hati) atau yang dikenal dengan istilah non aptitude berarti suatu bentuk kegiatan yang berhubungan dengan sikap. Proses Kreatif dalam bentuk kognitif (yang berhubungan dengan pemikiran) memiliki makna bahwa kegiatan yang dilakukan anak dalam proses kreatif manakala anak menggunakan kemampuan otak dan daya pikirnya untuk merancang/berbuat sesuatu. sentuhan terhadap perut dan sebagainya. afektif maupun psikomotorik (Wawancara 20 Januari 2007). elaborasi. Pada hakikatnya setiap anak adalah kreatif (Kak Seto. Seperti halnya dilihat dari produknya merupakan sesuatu yang baru. serta kegiatannya dipengaruhi oleh dorongan (press) baik inner maupun eksternal. originality. sehingga diakhir masa anak-anak mampu mencipta sebuah produk yang bernilai. senang bertanya dan sebagainya (Wawancara. serta keterampilan. dan sebagainya. kreativitas yang dilakukan oleh anak prasekolah lebih diutamakan dan ditekankan pada aspek proses dari pada tuntutan dalam menghasilkan sebuah produk. orisinalitas. perasaan. memiliki reaksi yang cepat terhadap respon. Bentuk kegiatan kognitif dikenal dengan istilah aptitude. skill. mengembangkan sesuatu dari produk yang baru dalam bentuk benda ataupun ide-ide. dan elaborasi. bahwa kreativitas merupakan suatu proses bersibuk diri yang dilakukan oleh pribadi (anak) untuk menghasilkan sesuatu yang baru ataupun bersifat kombinasi. berfikir lebih luas lagi.Pengertian Kreativitas Menurut Kak Seto Menurut Kak Seto. Menurut Kak Seto.

agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. yang dimungkinkan akan mampu memunculkan berbagai inisiatif dan sesuatu yang bermanfaat. Konsep IDEA penting digunakan dalam pengambilan sebuah arah ataupun keputusan. yaitu kemampuan berfikir kreatif yang ditandai dengan adanya kelancaran berfikir atau menjawab (fluency). menghadapi sebuah permasalahan. lentur dalam komunitas dimanapun mereka berada. press and product. aktifitas anak dalam sebuah proses kreatifnya. Dalam melakukan sebuah aktifitas kreatif. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada.lebih dituntut pada sebuah hasil atau product tertentu sebagai wujud dari self actualitation dan kedinamisan dalam hidup (Wawancara 20 Januari 2007). hingga mampu mengembangkan ide-ide menjadi sebuah karya nyata yang orisinal. Dengan melakukan proses kreatif diusia prasekolah ini anak juga akan mampu memiliki kelancaran dalam berfikir. Artinya bahwa komponen tersebut bergandengan antara pribadi (person) anak itu sendiri. Berimajinasi dalam konsep IDEA adalah bagian dari pikiran yang berdaya. Hal inilah yang menjadikan anak prasekolah berkembang kreativitasnya melalui daya khayal yang dimilikinya serta design instrinsik yang bermunculan. dorongan-dorongan dari berbagai lingkungan sekitar. anak usia prasekolah memiliki kisaran daya ingatnya secara approval dan evocation. Arah ataupun keputusan tentunya diambil dengan melalui pertimbangan yang matang. Proses berfikir dihutan dengan berkreasi. seorang anak prasekolah tidak langsung melakukan movement sesuai dengan kehendak yang diinginkannya. akan cepat menjawab dan menginginkan sesuatu yang dikehendaki. . Artinya bahwa melalui imajinasi yang dilakukan anak prasekolah akan memberikan semangat tersendiri untuk maju berkembang dalam proses berpikir dan bernalar. kemampuan dan sebagainya. produk yang dimaksud juga disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak prasekolah yang berarti bahwa produk tentunya disesuaikan secara psikologis dan budaya. Selain itu menurut Kak Seto. evaluasi dan action. Sebagai contoh. Kemampuan berfikir kreatif dianalogikan dengan sebuah proses berfikir dihutan (Wawancara 20 Januari 2007). seperti pertanyaan cita-cita. berimajinasi yang menjadikan pikiran anak prasekolah berdaya akan mampu menghindarkan diri dari jebakan keadaan. kemauan yang dikehendaki. menurut Kak Seto merupakan gabungan dari berfikir mengembangkan IDEA. maka istilah kreativitas tentunya tidak dapat dipisahkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya. Berawal dari berbagai konsep kreativitas yang ditawarkan Kak Seto diatas. Hal ini bisa diambil sebuah definisi bahwa kretivitas itu sebagai for p’s of creativity: person. dipikirkan. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. serta kemampuan memproduk dsn menhasilkan sebuah karya. Selain itu. Tetapi diharapkan anak akan mampu mempertimbangkan sesuatu sikap dengan berimajinasi/berkhayal untuk mengangan-angan dalam melakukan aktifitas. dirasakan kcocokannya dalam menentukan langkah terbaik. serta menelaah data-data yang ada untuk dievaluasi. Berfikir kreatif melalui IDEA juga dapat mengantarkan seseorang anak kepada pribadi yang kreatif dan mampu berfikir divergen. data. keaslian dalam menghasilkan produk (orisinalitas) dan pendalaman (elaborasi) dalam berfikir. disamping produk untuk mengembangkan pola berpikir divergen. Istilah berfikir dihutan adalah merupakan kemampuan untuk berinisiatif terhadap sesuatu hal dengan mencari sebuah celah atau solusi melalui pencarian dan pemecahan kreatif serta menemukan sebuah penemuan. IDEA berarti imajinasi. process. kesenangan dan pengetahuan bagi diri anak. Berproses diusia prasekolah dapat memberikan sumbangan pengalaman baru. kelenturan dalam bersikap (fleksibilitas).

matematika. ada . process. penuh rasa ingin tahu serta kemampuan untuk berkembang secara terus menerus (Frank G Gobel. Dengan strategi pengembangan kreativitas yang tepat maka akan mudah mengembangkan sikap kreatif terhadap anak prasekolah yaitu putra dan putri kita sebagai generasi penerus yang unggul. 1. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. dan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar pembentukan dan pengembangan kreativitas anak dapat terwujud. tetapi yang terutama penting dalam dunia pendidikan adalah bahwa bakat kreatif sangat perlu untuk dikembangkan dan ditingkatkan sejak usia dini. Pribadi Menurut Kak Seto. 2004: 12). yakni sebuah strategi diterapkan dengan menyesuaikan usia anak. sehingga anak akan menjadi manusia dewasa yang matang. dalam skripsi ini strategi diartikan sebagai cara yang telah diatur dengan baik untuk menyampaikan suatu maksud. 20 Januari 2007). kreativitas ditinjau dari pribadi (person) dalam diri setiap individu memiliki maksud bahwa suatu tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya (Wawancara. press. proses (process). Menurut Maslow. pendorong (press). Kita dapat melihat dan mengamati bakat dan minat anak-anak yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Walaupun dalam kehidupan anak terdapat beragam kemampuan yang dimilikinya. 1999: 20). dan lain sebagainya. Kak Seto (2004:13) juga menggambarkan dalam bentuk cerita bahwa dalam suatu pesta ulang tahun anak-anak. yakni kreativitas ditinjau dari aspek pribadi (person). product) Menurut Kak Seto Terkait dengan mengembangkan kreativitas anak. guru. kondisi lingkungan. spontan. Sedangkan guru terutama yang mengajar di play organisation atau Taman Kanak-Kanak harus menguasai strategi pembelajaran kreatif bagi anak prasekolah sehingga kemampuan. Dihubungkan dengan mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah. strategi mengembangkan kreativitas anak prasekolah seharusnya dikuasai oleh orang tua. Ada yang mampu dan menyukai bidang musik. Oleh karenanya. bahkan masyarakat. memiliki inovasi serta mampu mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bermanfaat. manusia memiliki kemampuan untuk bersikap kreatif. dan perkembangan yang dimilikinya. orang tua maupun masyarakat kepada anak prasekolah untuk mencapai sebuah tujuan yaitu dapat berkembangnya kreativitas pada anak prasekolah. Secara umum. Kak Seto memiliki strategi yang dikenal dengan istilah 4 P. guru (sekolah). Atau menurut Hulbeck. strategi mempunyai pengertian sebagai garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. kreatif. Dewasa ini istilah strategi banyak digunakan dalam bidang pengajaran misalnya strategi proses pengajaran. Dan di masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana lingkungan yang kreatif. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah diperlukan strategi yang ideal. Pengembangan kreativitas sangatlah penting ditanamkan pada anak prasekolah. retorika. yang dilakukan oleh guru. Selain pengertian tersebut. 1987: 96). keterampilan dan kreativitas anak prasekolah dapat berkembang. sesuai dengan bidang dan dalam kadar yang berbeda-beda. kecerdasan. penuh perhatian pada orang lain. melukis. (Kak Seto. kita hendaknya berasumsi bahwa setiap anak pada dasarnya memiliki potensi kreatif dan kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu secara kreatif. artistic movement is an commanding of one’s possess whole celebrity on a sourroundings in a singular and evil approach (Utami Munandar.Strategi 4 P (person. dan produk (product). Terutama orang tua yang lebih serius berinteraksi dengan putra putrinya dirumah hendaknya memiliki kemampuan dan kreasi untuk mengembangkan dan mencari alternatif yang baik. bahasa. sehingga ada keterpaduan antara orang tua (keluarga).

dan kepribadian/motivasi. Kegiatan ini membuat semua anak mampu berfikir divergen dengan berbagai macam jawaban benar. penyusunan strategi. Disisi lain. Selain membahagiakan anak. Dari kegiatan tersebut Kak Seto mendefinisikan kreativitas ditinjau dari segi pribadi anak dapat diartikan semua anak memiliki ciri-ciri dan sifat kreatif yang terdapat pada pribadi masing-masing. Dari pengertian tersebut. keuletan dalam menghadapi rintangan dan sebagainya. Menurut Kak Seto. senang menulis. pengembangan kreativitas melalui permainan juga dapat . pribadi kreatif tentunya muncul dari pribadi seseorang semenjak ia masih kecil dan bahkan masih dalam kandungan (Kak Seto. Dalam mengembangkan kreativitas dilihat dari aspek pribadi. cemerlang dan tidak malu dalam mengungkapkan jawaban. keterampilan pengambilan keputusan dan keseimbangan serta integrasi intelektual secara umum. melengkapi gambar sehingga muncul ide-ide orisinal. Dari ketiga aspek tersebut secara bersamaan akan dapat melatarbelakangi individu yang kreatif. aktifitas kreatif pada anak prasekolah menurut Kak Seto tidak dihalangi oleh sesuatu yang mengandung evaluasi eksternal yang dilakukan pada anak prasekolah. yakni intelegensi. sikap dan perasaan anak-anak semenjak bayi dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sekitarnya merupakan modal dari pribadi yang kreatif. karena kedua aspek tersebut bersumber dari otak. Akan tetapi tidak semua permainan dapat terkategori positif. Akan tetapi secara prinsip fungsi dan kerja keduanya dapat dibedakan. mendikte. serta permainan konstruktif seperti penyusunan balok kayu membentuk sebuah formasi sesuai dengan selera anak (Wawancara. pengetahuan. sehingga semua anak dapat memberikan dan berebut jawaban serta menjadi dirinya sendiri. dorongan untuk berprestasi dan mendapat pengakuan. Model pengembangan kreativitas melalui permainan tersebut tentunya mampu memberikan kebahagiaan terhadap pribadi anak. Sedangkan dimensi kepribadian dan motivasi meliputi ciri-ciri seperti kelenturan. Permainan yang dapat memunculkan pribadi yang kreatif sehingga memunculkan ide-ide orisinal dan pribadi yang memiliki kelancaran dalam berpendapat. Dalam arti yang konkret gerakan anggota tubuh. Sebab hal ini akan menghalangi pribadi anak dalam berkreasi. 1998: 101).berbagai bentuk permainan diantaranya tebak ilmiah seribu jawaban. pemikiran lancar. 2002: 13). sikap memaksa. berkreasi. ketiga atribut psikologis tersebut juga menjadi bekal utama pembentukan pribadi kreatif dalam membentuk anak menghasilkan produk. perencanaan. Gaya kognitif dari pribadi yang kreatif menunjukan kelonggaran dan keterikatan pada konvensi. 20 Januari 2007). menciptakan aturan sendiri. Mengembangkan kreativitas ditinjau dari pribadi anak prasekolah bisa dilakukan dengan menggunakan indication permainan yang menggugah berfikir anak secara divergen (Kak Seto. melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. maka keduanya merupakan sebuah kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk sebuah kepribadian seorang anak untuk kreatif. gaya kognitif. dan bertingkah yang dicontohkan oleh Kak Seto seperti halnya cerdas cermat kreatif dengan segudang jawaban. Apabila dihubungkan antara aspek pribadi dengan tiga atribut psikologis (intelegenci. gaya kognitif dan motivasi). Sebab kreativitas yang dilakukan oleh pribadi anak merupakan titik pertemuan yang khas antara atribut psikologis. Intelegensi meliputi kemampuan verbal. Artinya bahwa melalui indication permainan anak diharapkan memiliki kemampuan untuk memberikan jawaban yang unik dan orisinal serta kelancaran pemberian gagasan. Dimensi aspek intelegensi dan gaya kognitif memang hampir sama. aspek pribadi (person) berperan penting dalam pengembangan kreativitas anak (Wawancara 20 Januari 2007). merancang dan lebih tertarik pada jabatan yang menuntut kreativitas. perumusan masalah.

Bentuk dari proses kreativitas yang dilakukan anak prasekolah dilakukan dengan berbagai coret mencoret. Dari keseluruhan proses kreatif membutuhkan waktu tersendiri dalam setiap tahapannya sehingga sesuatu hal dikerjakan tidak ada yang instan. dibenarkan dan akhirnya dilanjutkan ke aktivitas selanjutnya. dari hal yang pale sederhana lalu dilengkapi. seperti melukis bebas. Proses kreatif dilakukan sedikit demi sedikit. Menurut Kak Seto. diyakini bahwa setiap anak adalah kreatif dan perlu dikembangkan kreativitasnya dengan memerankan aspek intelegenci. Selain itu anak yang diberi kebebasan untuk berproses akan berani dalam mengambil keputusan dan bersikap tidak takut gagal. Karena kreativitas merupakan sebuah proses. Selain itu. teknolog. Proses kreatif dikatakan aman bilamana seorang anak tidak mendapatkan tekanan kejiwaan dalam bentuk penilaian. membuat karangan. Bentuk kesibukan anak tersebut juga mampu menumbuhkan sikap untuk berani bereksperimen terhadap sesuatu yang dikagumi.mempertajam keorisinilan karya atau ide. berproses kreatif pada anak prasekolah dilakukan secara tahap demi tahap. Selain itu Kegiatan bersibuk diri yang dilakukan oleh anak semata-mata tidak terlalu menekankan apa yang dihasilkan dalam proses tersebut. teknokrat. atau mengganggu. Dari sikap sebagaimana terpapar diatas. mewarnai. 20 Januari 2007) Oleh karena itu. Kegiatan bersibuk diri yang biasanya dilakukan dengan beragam permainan. menggambar. Sehingga anak prasekolah mampu mencipta sebuah karya yang unik. sehingga anak memiliki keinginan untuk mencobanya. anak diterima sebagaimana adanya dan diterima segala keunikanya. bahwa anak kurang dari 5 tahun memiliki daya pikir orisinalnya mencapai 90%. menurut Kak Seto. Terutama bila proses tadi dipahami tidak dengan empati. menurut Kak Seto anak yang diberi kebebasan dalam berproses dan berfikir sesuai dengan keinginan orisinalnya akan dapat menghasilkan ilmuawan. Dengan strategi mengembangkan kreativitas dilihat dari sisi pribadi (person). merusak. maka sebuah proses kreatif dalam perwujudannya tidak selalu membahagiakan orang tua. . Namun demikian proses bersibuk diri tersebut akan lebih menghargai keasyikan individu yang timbul dari keterlibatannya dalam kegiatan yang penuh tantangan. maka proses kreatif akan selalu dinilai sebagai hal yang merepotkan. Hal ini juga dikemukakan oleh berbagai pakar. bermain tanah. sebuah sumbang saran dan pemberian berbagai pertanyaan juga perlu diberikan sebagai proses berpikir kreatif meskipun bentuk pertanyaanya sederhana. gaya kognitif dan motivasi melalui model-model permainan secara kreatif dan konstruktif. kreatif dan mampu melakukan terobosan baru untuk diri sendiri maupun lingkungan (Wawancara. Bila proses kreativitas anak hanya dinilai dengan visi orang tua semata. Proses Maksud dari mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari prosesnya adalah kreativitas dapat dilihat sebagai kegiatan bersibuk diri yang berdaya guna (Kak Seto. strange serta inovatif. mencipta aneka bentuk dari bahan-bahan yang tersedia dan sebagainya. 20 Januari 2007). atau wiraswastawan yang tangguh. Padahal aktivitas anak seperti itulah yang dapat mengembangkan kreativitasnya (Wawancara. namun dipahami dengan visi orang tua. dan sebagian terbentuk dari aktifitas fisik. 2004: 13). kemudian dikaji ulang. Sedangkan bebas dalam proses bersibuk diri berarti adanya kesempatan untuk dapat mengekspresikan gagasangagasannya secara simbolik tanpa terlalu banyak hambatan. 2. seorang anak akan tumbuh kreatif apabila memperoleh suasana yang aman dan bebas secara psikologis dalam prosesnya (Wawancara 20 Januari 2007). menempel atau mewarnai dengan aneka warna dan lain sebagainya akan menjadikan anak prasekolah lebih kreatif.

pemberian penghargaan. Selain itu. dorongan juga dapat berasal dari dalam (internal) yang berupa hasrat dan motivasi yang kuat pada diri anak itu sendiri untuk menghasilkan sesuatu. Dalam berproses kreatif. 3. Hasrat ataupun keinginan yang tumbuh pada anak prasekolah menjadi penting peranannya untuk mengembangkan kreativitas. jempol sebagai isyarat bagus. Dorongan inner yang berasal dari diri anak sendiri biasa juga dikenal dengan istilah design intrinsik. Motivasi yang dimaksud adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakan. sehingga berpengaruh terhadap produk yang dihasilkannya. dorongan yang berasal dari dalam/internal juga dipengaruhi oleh dorongan dari luar/eksternal. Pemberian dorongan atau motivasi yang diberikan kepada anak dapat berupa pengalamanpengalaman. Seperti pemberian motivasi menurut kebutuhan anak prasekolah. strange dan mampu mengembangkan sebuah ide menjadi kenyataan. yakni design yang mendorong anak untuk bertindak sesuatu yang berasal dari nilainilai yang terkandung dalam obyeknya itu sendiri (diri anak). yakni Dalam hal ini seorang pendidik dalam memberikan . bernyanyi dan mengenal keindahan dalam bentuk warna. anak prasekolah memerlukan press untuk menumbuhkan semangat dan kepribadian serba ingin tahu akan sesuatu. tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang sikap kreatif. maupun perkataan/nasihat pendidik yang memungkinkan anak berkreasi (Wawancara seminar. keadaaan. Bentuk dorongan atau motivasi menurut Kak Seto terdiri dari berbagai macam hal yang mendukung proses kreatif. longgar. Selain dorongan yang berasal dari luar (eksternal) seperti tersebut diatas. mengungkapkan ide pemikirannya. anggukan tanda setuju. sikap orang tua yang menghargai kreativitas anak. Maka dari itu motivasi eksternal hendaknya diperhatikan dan disiapkan oleh lingkungan dalam arti pendidik dengan selalu menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis anak. 2002: 13). Press secara kreatif diberikan dengan suasana aman dan bebas serta memberikan kesempatan terhadap anak untuk berkreasi (Wawancara 20 Januari 2007). Oleh karena itu. dan yang lainnya (Kak Seto.Kegiatan bersibuk diri secara kreatif sangat tepat apabila diterapkan bagi anak usia prasekolah. yakni berupa lingkungan. mengarahkan. dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Kak Seto. Dalam istilah yang lain. Dorongan dari luar akan senantiasa memberikan impulse terhadap anak untuk berbuat dan melakukan sesuatu. mengembangkan kreativitas melalui strategi proses ini adalah memberikan kesempatan dan kebebasan untuk mencoba sebuah aktifitas sehingga anak akan berlatih untuk lancar dalam berfikir. Akan tetapi melalui proses kreatif inilah seorang anak akan asyik dan semakin berminat untuk melakukan suatu kegiatan dan mampu menemukan hubungan antara satu gagasan dengan gagasan yang lain. sehingga pada saatnya nanti kegiatan tersebut akan mampu melahirkan produk-produk yang lebih bermakna. Pendorong (press) Strategi yang kedua dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah adalah dengan memberikan press yakni memberikan dorongan atau motivasi. Pemberian dorongan secara aman dan bebas dilakukan dengan memperhatikan kondisi psikologi anak. insentif. Karena diusia 2-6 tahun anak sudah mampu menikmati berbagai jenis aktivitas bermain. dukungan. Proses kreativitas pada anak prasekolah tidak semata menuntut untuk menghasilkan produkproduk baru. pujian. 2004: 14). Sebab keinginan berkreasi pada anak prasekolah sangat didahului oleh design pribadi untuk berkehendak sehingga pribadi anak akan mencoba berproses secara kreatif. 27 Nov 2005).

lengkungan hingga akhirnya mampu . Memadukan: meminjam sifat atau aspek dari dua ide dan menyatukannya untuk bersama-sama membentuk ide. 4. Bilamana anak memiliki pengalaman dan pengetahuan banyak. Dengan menerapkan kedua prinsip dasar tersebut. ingatan dan kegiatan panca indera. serta pengambilan sikap untuk mendorong anak dengan Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya dan memberikan pengertian secara empatis (Kak Seto. Fantasi berarti daya untuk menciptakan sesuatu didalam angan-angan terhadap sesuatu yang diimajinasikan. Pengertian baru dalam menghasilkan suatu hasil karya tidak berarti benar-benar baru namun dapat berarti seseorang tetap meniru ide yang telah ada sebelumnya atau mengkombinasikan dari beberapa hal yang sebelumnya sudah ada. tindakan-tindakannya. sehingga mampu membentuk hubungan dengan lingkungannya. anak-anak dapat dituntun dan dibawa menuju ketingkat ketajaman berkreasi sehingga dapat mencipta suatu produk. Sedangkan asosiasi dilakukan dengan menghubungkan berbagai peristiwa untuk memperoleh ide penyelesaiannya ataupun melakukan hubungan antara gagasan dan ingatan yang dilakukan dengan cara: menjajarkan.motivasi kepada anak harus terlebih dahulu mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan anak yang akan dimotivasinya. Dari pendapat tersebut maka pemberian dorongan kreatif terhadap anak prasekolah disesuaikan dengan kondisi yang dialami anak. Sedangkan asosiasi adalah pembentukan hubungan antara gagasan. menyortir atau memilah: menggabungkan banyak ide untuk membentuk sebuah sintesis dipuncak atau dasar. 20 Januari 2007). Produk Strategi yang ke-empat sebagai usaha mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi dilihat dari segi produk (product). Melalui fantasi. yakni mengambil satu gagasan dan mengadunya dengan ide lain. yang menyatukan seluruh elemen. maka anak akan cepat berproses kreatif dan menghasilkan produk yang baik. Berbagai produk yang dihasilkan seorang anak sangat dipengaruhi oleh fantasi dan asosiasi (Wawancara. Menurut Kak Seto. Untuk dapat menghasilkan produk pada anak usia prasekolah dibutuhkan pengalaman dan suasana yang menarik bagi diri anak. kemudian mempersempit pilihan untuk mendapatkan satu konsep pokok yang manjur. karena anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sehingga lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan di masa depannya. anak usia prasekolah sudah mampu mencipta suatu produk yang diinginkannya. Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya berarti memberikan kesempatan secara luas terhadap minat anak. 2005: 15). yakni kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau bukan sesuatu yang baru sama sekali (Kak Seto. mengitari: dimulai dengan gambaran kabur ide baru. Meskipun produk yang dihasilkan sangat sederhana seperti membuat garis. pengalaman dan suasana yang menarik dapat diperoleh melalui berbagai lingkungan. dari kontras yang timbul muncul ide baru. Dalam suasana seperti inilah anak akan dapat mengekspresikan dirinya. ide yang benar-benar baru. 1998: 62). Setiap anak yang kreatif mampu menghasilkan berbagai produk yang diinginkannya. memahami pemikiran-pemikirannya. bagaimana ia kalau menjadi dokter. memiliki kesadaran. Sedangkan memberikan pengertian secara empatis bermakna orang tua mampu mengenal dan menghayati perasaan anak. anak prasekolah akan mencoba mengangan tentang dirinya. serta melihat dari sudut pandang anak untuk tetap menerimanya . bagaimana kalau dirinya menjadi polisi dan sebagainya sehingga keinginan anak akan terbayang dan ada usaha maupun design instrinsik untuk menjadi apa yang diinginkannya.

b. seperti misalnya Kreativitas pemecahan masalah. meskipun produk kreatif dinyatakan oleh para ahli lebih dipentingkan sebagai produk strange ataupun asli. 2004: 54-55). Bermain dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dibagi dalam tiga tahapan. lakon atau permainan secara mendadak tanpa direncanakan/didahului oleh suatu maksud sebelumnya. bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan spontan sehingga hal ini memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. mewarnai gambar dengan krayon serta aktivitas lain yang terlihat tampak remeh. tetapi Kak Seto dalam menilai sebuah produk bagi anak prasekolah merupakan proses ekspresionis yang menghasilkan sebuah karya baru ataupun bernilai kombinasi. kegiatan berekspresi digunakan sebagai latihan agar anak terbiasa berkreasi. Karena bermain merupakan dunianya anak-anak. Dalam pengertian tersebut. drama. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto Bermain penting bagi pengembangan kreativitas anak prasekolah. yakni apabila suatu aktivitas yang dilakukan oleh anak terkesan menyenangkan dan anak akan terus melakukannya. c. disitu pula akan muncul permainan. Selain itu bermain juga melibatkan interaksi antara anak dengan orang lain. Sehingga kegiatan yang bersifat ekspresionis akan senantiasa menghasilkan berbagai produk seperti berekspresi membuat lagu. baik permainan kata. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain. Akan tetapi untuk membuat definisi yang tepat dari istilah bermain. Meskipun tidak memiliki urgensi yang pasti. mengembangkan sesuatu yang telah ada meskipun dihasilkan oleh anak dalam bentuk atau wujud yang sederhana. teman-temannya atau lingkungan disekitarnya serta bermain juga berfungsi sebagai play yakni sebagai sebuah aktivitas bermain mencari kesenangan tanpa mencari menang dan kalah. Bermain tidak memiliki tujuan ekstrinsik namun motivasinya lebih bersifat intrinsik. perkembangan sosial. Dengan demikian.mewarnai dengan indah. anak bebas mengekspresikan gagasan-gagasannya melalui khayalan. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai positif bagi anak. imitasi. Begitu pula dalam suasana aktif dimana anak memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya. berfikir dan mandiri. Karena kreatifitas yang dimiliki anak prasekolah identik bersifat ekspresionis. . Namun bila suatu aktivitas permainan tidak menyenangkan anakpun akan menghentikan permainan tersebut. bermain konstruktif dan sebagainya. d. seperti halnya bermain konstruktif atau destruktif dan melamun. tarian dan lukisan. Dimana dan dengan siapa anak-anak berkumpul. Secara umum bermain sering dikaitkan dengan bentuk aktifitas anak-anak yang dilakukan secara spontan dalam suasana riang gembira. tidak mudah untuk diungkap pengertiannya. Maka dengan hal ini akan memungkinkan anak mengembangkan perasaan secara psikologis. Menurut Kak Seto bermain memiliki lima pengertian: a. Dari berbagai pengertian. Maksud ekspresionis adalah suatu ungkapan bebas dan mandiri yang didalamnya tidak memiliki urgensi/kepentingan bagi kemahiran dan keaslian. lelucon. belajar bahasa. Menurut Kak Seto. sikap ekpresionis dalam berkreasi perlu diperhatikan. Bermain melibatkan peran aktif keikutsertaan anak. dan sebagainya (Kak Seto. Bermain adalah bersifat spontan dan sukarela serta tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak. Kak Seto mendefinisikan secara tegas tentang pengertian bermain. Istilah bermain sudah dikenal sejak zaman dahulu. e. sajak.

gerak dengan lagu dan sebagainya. menyentuh. seperti mengangguk sebagai tanda setuju. Bermain aktif bila dilihat dari pengertian dan jenisnya merupakan kegiatan untuk mengembangkan otak (kognitif) yang mengandung manfaat educatif dan keterampilan (psikomotorik) yang bermanfaat kreatif bagi anak. melalui pemberian hadiah penunjang kreativitas. 20 Januari 2007). menendang dan sebagainya. Kedua. memperkenalkan dan menempel poster. Bermain aktif yang dilakukan oleh anak usia 2-3 tahun terlihat melalui aktifitas bermain fisik untuk mengembangkan aspek motorik pada anak seperti berlari kejar-kejaran. usia ini sudah dapat membuat coretan benang kusut dan berhasil membuat garis lengkung. Artinya bahwa orang tua berkenan mengikuti dan memakai busana sesuai dengan tema permainan yang sedang dilakukan. (Wawancara. Memperkenalkan dan membacakan buku bagi anak dapat menentukan seberapa cepat nantinya si anak mampu berbicara. memanjat. Sebab secara langsung anak aktif melakukan kegiatan tersebut dengan berfikir dan berlatih. orang tua hendaknya memakai busana yang identik dengan pejuang. pemberian press juga dilakukan dengan berbagai cara. Melalui kegiatan bermain anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan dorongandorongan kreatifnya sebagai kesempatan merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru. belaian dan dekapan hangat sebagai rasa aman dan kasih sayang terhadap anak. Maksud dari bermain aktif adalah melakukan jenis permainan dimana kegembiraan anak muncul dari apa yang telah dilakukakannnya oleh anak tersebut (aktifitas langsung). Selain itu. desain ruang di plong dan berikanlah buku-buku yang tidak mudah terlepas halamanhalamannya. melompat. 20 januari 2007). menunjukan isyarat ibu jari sebagai tanda hebat. Misalnya suatu permainan dengan tema perjuangan. Tahapan pertama. seperti halnya meraba. Setelah berproses dengan permainan. Bermain bagi anak usia 2-3 tahun (sains of otonomy) lebih banyak dilakukan dengan proses bermain aktif. Selain itu. Strategi ini bermaksud untuk membiarkan anak bebas berekspresi dan belajar mengenal buku hingga mencoba membuka tiap halaman. Disamping alat permainan dan medianya. membaca dan berKreativitas. yakni: pertama. kemampuan yang dimilikinya ataupun minat yang dimilikinya. . 20 Januari 2005). Proses mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama. berayun-ayun. rasa aman dan bebas dalam proses bermain secara psikologis merupakan kondisi penting bagi tumbuhnya kreativitas. Anggota tubuh dan motorik kasar merupakan alat yang digunakan untuk melakukan gerak fisik pada anak prasekolah. Mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama menurut Kak Seto dilakukan dengan menggunakan strategi 4 P dilihat dari prosesnya. bergeleng sebagai tanda tidak setuju/jelek. orang tua/pendidik menyedikan tempat yang aman. Pada masa ini pribadi anak lebih menyukai berbagai kegiatan yang berhubungan dengan gerak fisik. berlari. luas dan bebas dari barang pecah belah atau membahayakan keselamatan anak. Kak Seto membagi indication permainan sebagai upaya mengembangkan kreativitas anak menjadi tiga tahapan yakni : usia 2-3 tahun. sentuhan. Kak Seto dalam memberikan press terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi dasa busana (wawancara. usia 3-6 tahun dan usia 6 tahun. Menurut Kak Seto cara pemberian press disesuaikan dengan pengetahuan dan kesukaan anak. kenalkan buku alfabet dengan ilustrasi warna yang kaya pada setiap halamannnya.Tahapan-tahapan bermain ini tentunya disesuaikan dengan tingkatan usia anak prasekolah. gambar-gambar atau cat tembok dan sebagainya dengan beragam bentuk dan warna kontras dilangit-langit sebagai upaya membantu merangsang indra penglihatannya Ketiga. anak usia 2-3 tahun merupakan masa sains of otonomy (wawancara.

menggambar binatang dan sebagainya. busana badut menunjukan nilai humoris. ucapan ataupun hasil karya lainnya meskipun dalam tataran pale sederhana. Dikisaran usia 3-6 tahunan. bermain konstruktif seperti menyusun balok-balok. Tahapan kedua. serta produk yang dihasilkan tentunya lebih baik dan sempurna dibandingkan produk sebelumnya. anak prasekolah telah mampu berdebat. tidak perlu mahal. Strategi ini terdiri dari sepuluh busana (dasa busana) yang perlu dipergunakan dalam proses bermain ataupun dalam aktifitas keseharian. bermain imajinatif memiliki beberapa manfaat lain. menulis. anak akan mampu memasukan unsur-unsur baru terhadap apa yang ia amati. serta manipulative play yakni bermain dengan menggunakan alat-alat tertentu seperti obeng. Dengan berkembangnya fungsi panca indra dalam gerak motorik dan berbicara. Adapun jenis permainan untuk usia 3-6 tahun menurut Kak Seto (2004: 60) dibagi menjadi empat indication yaitu: pertama. Selain bersifat produktif dan kreatif. evaluasi dan action) (Wawancara. dapat membantu pemahaman sosial pada diri anak. gunting untuk menggunting dan . busana daster menunjukan seorang ibu menjadi dirinya sendiri dan sebagainya (Wawancara. Sedangkan bermain imajinatif reproduktif hanya bersifat pengulangan dari situasi yang diamati dalam hidup sehari-hari. Kedua. Maksud dari permainan ini adalah untuk memperlancar dan melatih tangan. anak usia prasekolah juga memiliki kapasitas untuk mengeksplorasikan lingkungan disekitarnya. seperti halnya dapat membantu penyesuaian diri anak. menggambar. serta memiliki kemampuan untuk dapat membayangkan perasaan orang lain (tumbuhnya kecerdasan intrapersonal) maupun perasaan diri sendiri. 20 Januari 2007). Ketiga. Bentuk produk kreatif dapat berupa gambar. gerakan. ideide dan gagasan. 20 Januari 2007). Bermain imajinatif dapat bersifat produktif dan kreatif . 20 Januari 2007). anak usia 2-3 tahun secara tidak langsung perlu dituntut sebuah product kreatif. Dengan memiliki ketajaman memperoleh IDEA. dan berdialog (Wawancara. Anak Usia 3-6 tahun perlu dilatih ketajaman untuk menghasilkan IDEA (imagination. Pada kegiatan bermain imajinatif yang produktif dan kreatif . mengarang. Sebab masa ini (sekitar 4-5 tahun) telah mampu menggambar bentuk-bentuk tertentu yang biasanya merupakan gabungan dari bentuk geometrik misalnya gambar rumah. bermain imajinatif bentuknya semisal bermain drama. busana dokter menunjukan nilai mampu merawat dan melayani. 20 Januari 2007). seperti bentuk benda dan warna serta dapat membandingkan jumlah. Bentuk strategi dasa busana meliputi: Busana anak sekolah menunjukan nilai sabar dan sahabat. anak usia 3-6 tahun merupakan masa sains of inisiatif (Wawancara. sehingga berbagai produk apapun bentuknya dapat dihasilkan. berpendapat dan berdialog dengan lawan bicaranya. bermain kreatif seperti membuat lukisan/kaligrafi dengan krayon. meningkatkan perkembangan bahasa serta memperoleh kesenangan dari kegiatan imajinatif yang dilakukan atas usaha sendiri. Maka dari itu orang tua perlu menyediakan fasilitas sederhana. Untuk itu orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. Setelah berproses kreatif. anak dapat berkembang kreativitasnya.Dasa busana merupakan suatu strategi bagi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Masa sains of inisiatif pada anak juga ditunjukan melalui kemampuan mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan dua kriteria. mampu mengerti bahwa suatu kejadian memiliki penyebab dan solusi. memperkenalkan berbagai buku-buku. data. tulisan. Pada masa ini pribadi anak telah memiliki pikiran dengan berbagai macam rencana. Menghasilkan suatu produk bagi anak usia 2-3 tahun dikandung maksud agar ditahun-tahun mendatang anak memiliki semangat menghasilkan sesuatu. busana hakim menunjukan nilai keadilan.

anak usia 6 tahun hendaknya dibawa kepada suatu pengalaman tertentu. 27 Nov 2005).net/modules.psikologiums. maka orang tua memberikan sanjungan dengan kasih sayang dan dorongan. Tahapan ketiga. memenuhi kebutuhan anak yang tidak terdapat dalam kehidupan sehari-hari. misalnya menjaga adiknya dirumah. . http://www. menonton pagelaran dan hiburan. mengetahui jumlah bulan. Oleh karenanya bentuk permainan hendaknya diarahkan dengan pendekatan permainan edukatif seperti yang dilakukan oleh Kak Seto melalui pembagian tahapan usia dalam memilih indication permainan. Kenalkan anak dengan buku-buku yang menarik. melainkan cobalah membangun minatnya (Wawancara. 20 Januari 2007). d. daya tahan Keempat. 20 Januari 2007). bermain pasif juga merupakan sumbangan untuk pertambahan nilai bagi kegiatan yang dilakukan anak melalui bermain aktif. mendengarkan cerita/dongeng. merakit kepingan kayu atau plastik. Usia 6 tahun keatas bagi anak prasekolah dinamakan masa sains of dustry (Wawancara. 20 Januari 2007). Masa ini merupakan masa yang banyak digunakan untuk mencipta dan berpendapat terhadap sesuatu hal. Selain bernilai hiburan. Setelah itu orang tua memberikan pertanyaan seputar kejadian yang telah terjadi dan solusi apa yang dilakukan anak (Wawancara. cobalah untuk meminta anak bercerita kembali tentang isi buku tersebut (Seto Mulyadi. memperkenalkan berbagai buku-buku. Tetapi jangan memaksa anak. bermain pasif atau hiburan (amusement) yang merupakan jenis bermain dimana anak memperoleh kegembiraan melalui usaha yang dilakukan orang lain. Manfaat bermain pasif antara lain anak akan memperoleh pengetahuan dan informasi. Bentuk kegiatan bermain sebagai strategi kreatif untuk mengembangkan aspek kognitif dan afektif anak pada taraf sains of inisiatif dilakukan melalui beberapa hal: a. mencipta bentuk tertentu dari lilin mainan dan sebagainya. Bentuk ciptaan yang dihasilkan bisa berupa bentuk-bentuk tulisan. menikmati musik. menonton pertunjukan wayang. melatih konsentrasi.com). Pengembangan kreativitas melalui aktifitas bermain merupakan pemenuhan kebutuhan akan aktualisasi diri pada anak prasekolah. Untuk mengembangkan Kreativitas dalam berpendapat. Dengan demikian orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. Dari kegiatan bermain konstruktif ini dimaksudkan agar anak dapat mengembangkan kemampuan untuk berdaya cipta (kreatif).menempel kertas atau kain. hingga mampu mengahsilkan ide-ide yang baik dan kritis. 20 Januari 2007). perilaku dan perasaannya sendiri serta memahami dan menghargai perasaan teman. b. Bermain pasif penting untuk mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah.seperti menghitung anak tangga. orang tua hendaknya meluruskan dan mengarahkan dengan tidak menyalahkan dan menampakan kemarahannya. Bilamana solusi yang dilakukan anak bernilai positif. matahari dan lingkungan sekitar (Seto Mulayadi. ketekunan. gambar ataupun pendapat dari anak tersebut. melatih keterampilan motorik halus. Sebagai taraf latihan dalam menggunakan ingatannya. Adapun tujuan dari kejadian tersebut adalah mendidik sekaligus mengembangkan kreativitas pola pikir pada anak dalam mengatasi sesuatu dan berpendapat sesuai dengan kemampuan ide yang dimilikinya. kemudian bacakanlah setidaknya satu buku untuk setiap harinya. http://www.com) c. dan sebagainya. misalnya menonton televisi. (Dialog Seminar. Tetapi bila bernilai negatif. orang tua maupun orang lain.psikologiums. Ajak anak-anak memahami tentang nilai-nilai. Ajarkanlah anak untuk mengenal matematika lewat obyek-obyek yang konkret. dan mendapatkan bahan-bahan yang dapat diolah secara kreatif. dan berdialog (Wawancara.net/modules.

Identifikasi Pemikiran Kak Seto Seorang tokoh dalam berbuat atau berfikir sesungguhnya dipengaruhi oleh keinginan-keinginan atau tekanan-tekanan yang bukan muncul dari dirinya sendiri. Guilford. seperti permaianan puzzle. tetapi memiliki manfaat besar pula bagi pengembangan interaksi dengan teman ataupun orang lain. Diantara kesamaan yang ada antara lain indication atau . proses identifikasi terhadap pemikiran Kak Seto ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan. tetapi juga keadaan eksternal. Dengan demikian dapat diambil suatu informasi tentang kedudukan atau karakteristik pemikiran Kak Seto dalam peta pemikiran para pemikir kreativitas anak prasekolah. Selain itu. Artinya bahwa kegiatan bermain memerlukan aktivitas fisik dan intelektual. Hal tersebut dapat dilihat bagaimana tindakan-tindakannya secara mendalam dipengaruhi tidak hanya oleh dorongan inner yang berupa ide. maupun makalah. hingga pada akhirnya Kak Seto melanjutkan studi pada Fakultas Psikologi. Dengan demikian seorang tokoh tidak dapat membebaskan diri dari pengaruh lingkungannya (Eni Purwati. 1. artikel. 20 Januari 2007). pendidik TK dan Nakula Sadewa. yang dari beliau itu Kak Seto mengkaji pemikirannya dari dokumentasi yang ada. yaitu dari segi sumber pengambilan pemikiran dan hasil identifikasi pemikirannya.Bermain dalam mengembangkan kreativitas pada usia 6 tahun menurut Kak Seto hendaknya diarahkan pada indication permainan yang membutuhkan pemecahan masalah. Peran Pak Kasur dalam mendidik dan membimbing Kak Seto menjadikan beliau menjadi pecinta dunia anak-anak sejak lulus SMA. Tokoh kedua adalah seorang praktisi dan sekaligus tokoh pendidikan anak yaitu Pak Kasur. Pemikiran-pemikiran tokoh tersebut juga banyak muncul dalam tulisan-tulisannya Kak Seto baik dalam buku. keyakinan. Kutub pertama adalah para tokoh/psikolog dan pemikir kreativitas. beliau juga menjadi motivator bagi Kak Seto untuk selalu belajar memperdalam kreativitas dan merupakan tokoh yang dihormatinya. sekaligus sebagai psikolog dan praktisi pendidikan anak sampai sekarang. Lebih khusus lagi bahwa Utami Munandar adalah orang yang pertama kali memperkenalkan tentang kreativitas. Conny Semiawan. aktifis dalam acara anak (Ria Jenaka). Sumber Pengaruh Pemikiran Kak Seto Dalam bidang pengembangan kreativitas anak prasekolah. Ide-ide dan pendapat yang dikemukakan anak akan bermanfaat tidak hanya dalam permainan semata. dan kutub kedua adalah praktisi kreativitas dan pendidikan anak Indonesia (Wawancara. Pak Kasur adalah seorang tokoh pendidikan anak yang memiliki nama asli Suryono. Antara lain dapatlah kiranya disebut beberapa nama. sebagai pembimbing disertasi dengan tema kreativitas. dan beliau adalah salah satu dosen sekaligus guru besar Universitas Indonesia (UI) yang mendidik Kak Seto pada fakultas psikologi semenjak Sarjana (SI) hingga Doctor (S3). Oleh karena itu. Utami Munandar. Sehingga bermain merupakan belajar bagi anak yang dapat meningkatkan kemampuan dan mengembangkan dirinya. Kak Seto banyak dipengaruhi oleh dua kutub. konsepsi awal yang tertanam dalam dirinya. yaitu. Pemikiran Kak Seto banyak dipengaruhi oleh Pak Kasur dan bu Kasur khususnya pada bidang praktisi (wawancara. Maka dari itu pemberian strategi 4 P melalui kegiatan bermain bagi anak prasekolah menurut Kak Seto tentunya sama dengan indication pembelajaran kreatif yang memberikan kesempatan anak untuk mengemukakan pendapat dengan cara brainstorming (curah pendapat) dan pemberian pertanyaan yang menggungah gagasan pada anak. 20 Januari 2007). Kutub pertama adalah para tokoh dan pemikir kreativitas yang telah banyak membentuk karakteristik dan paradigma berfikir Kak Seto. 1999: 106).

pertama. BAB V PENUTUP A. dari segi iklim intelektual dimana Kak Seto berkecimpung. melindungi. sebagian besar isinya memiliki kesamaan dengan karya ilmiah yang lainnya seperti Memacu Bakat dan Kreativitas dan artikel ataupun makalah yang lain. Bahkan indication lagu anak-anak yang diciptakan Kak Seto berprinsip pada pak Kasur dan bu Kasur. teacher ataupun organisator (Wawancara. Disamping itu strategi 4 P juga merupakan hasil adopsi dari Guilford dan Utami Munandar. Simpulan Kesimpulan dari penelitian yang mengkaji pemikiran Kak Seto tentang pengembangan kreativitas anak prasekolah adalah sebagai berikut: 1. . dan bercerita/mendongeng. Artinya. Hal ini dapat dilihat dari berbagai karya ilmiahnya seperti buku Bermain dan Kreativitas. Com) tetap dijadikan pegangan oleh Kak Seto dalam berdialog. Kritik Atas Pemikiran Kak Seto Dari berbagai karya tulis yang telah penulis kaji. Implikasi lebih luas adalah bahwa pemikiran Kak Seto masih bersifat statis dan kurang mengalami perkembangan yang berbeda. maka pada saat sekarang iklim intelektual yang dikembangkan Kak Seto cenderung lebih menggeluti bisnis kreativitas dan artis dunia anak. Analisis ini didasarkan pada suatu pertimbangan bahwa kompetensi Kak Seto adalah sebagai penggerak. baik dalam pembelajaran di TK/Play Group maupun diacara hiburan dan kreativitas anak-anak di Indonesia hingga sekarang. Kreativitas menurut Kak Seto adalah suatu proses bersibuk diri untuk menghasilkan sesuatu . Secara umum. dari segi pendidikan yang diperoleh. Namun diakui oleh penulis gagasan Kak Seto telah mampu membangkitkan kembali semangat untuk senantiasa menghargai. nampaknya Kak Seto tidak mengidentifikasi pemikirannya sebagai pembaharu yang bercorak khas tertentu. 2. yakni tidak dimunculkan huruf R sebab huruf ini adalah sulit manakala diucapkan oleh anak balita. Kak Seto juga mendapat pendidikan pengalaman langsung sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas bersama Pak Kasur. Kedua. Akan tetapi beliau lebih menggeluti dunia praktisi sehingga alur berfikirnya bersifat pengembangan dan aplikatif dari teori-teori pakar yang sudah ada. motivator bukan sebagai pelopor/pencipta teori dalam pengembangan kreativitas anak-anak. bernyanyi. kalau pahit jangan serta merta dimuntahkan (. dari pada aspek saintic. pemikiran Kak Seto dapat digambarkan dalam komposisi sebagai berikut. Kak Seto mendapat pendidikan ganda. Disamping itu menjadikan pengetahuan bahwa tolak ukur kecerdasan anak tidak hanya dilihat dari IQ (Intelegence Quation) semata tetapi dari CQ (Creativity Qoation). bermain. dan mengembangkan kreativitas semenjak anak masih kecil. Sehingga Kak Seto hanya mencipta tips atau strategi mendidik anak dan mengembangkan kreativitas sehingga tidak menciptakan teori-teori baru tentang kreativitas. strategi dan cerita yang dimodifikasi oleh Kak Seto yang diadopsi dari Pak Kasur. 20 Januari 2007). berdebat dan belajar pada dunia anak.strategi dalam penerapan bermain. Dengan demikian prinsip dan wejangan mendidik anak-anak yang dimiliki Pak Kasur seperti menang tanpa ngasorake (dalam menasehati anak) dan istilah kalau manis jangan langsung ditelan. Meskipun banyak lagu-lagu. disamping mendapat pendidikan secara langsung dibangku kuliah dari jenjang SI hingga S3 pada fakultas psikologi.

Sedangkan dasa busana adalah salah satu peran aktif orang tua untuk memberikan motivasi kreatif melalui sepuluh jenis pakaian dalam bermain serta mengikuti aktifitas kreatif anak agar mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal. memahami karakteristik anak didik serta menguasai materi pengembangan kreativitas yang akan diterapkan dan diberikan kepada anak didik. Karena masyarakat adalah lingkungan tempat berinteraksi yang lebih luas dibandingkan keluarga dan sekolah yang mempunyai pengeruh signifikan bagi perkembangan religiusitas anak. . 3. process. Kepada masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana kreatif agar anak-anak kita dapat berkembang kreativitasnya dalam segala bidang. B. Kepada para orang tua hendaknya dapat menjadi tauladan dan motivator bagi putra-putrinya dalam mengembangkan kreativitas. product) dan strategi dasa busana yang diaplikasikan dalam kegiatan bermain. rasa aman tanpa tekanan serta arahan yang benar pada anak akan mampu menumbuhkembangkan kreativitasnya yang bermanfaat kelak dihari depan. kreativitas dapat dikembangkan hanya melalui proses/aktifitas yang bebas dan aman. Saran-saran Dari berbagai pemikiran yang berkembang dalam penelitian ini. dalam berfikir. fleksibility. press. elaborasi. Strategi 4 P tersebut merupakan bentuk strategi dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah ditinjau dari tiap pribadi anak memiliki kreativitas dan keunikan sejak lahir. dalam berproses kreatif anak prasekolah memerlukan press/dorongan. maka penulis merumuskan rekomendasi dari hasil penelitian ini sebagai berikut: 1. serta problematika yang muncul.produk baik baru ataupun kombinasi yang dipengaruhi oleh dorongan/press sehingga seseorang memiliki fluency. sehingga mampu menghasilkan sebuah produk. Bimbingan. Kepada para pendidik anak prasekolah (PAUD) hendaknya mampu menguasai strategi. 2. 2. Strategi yang digunakan Kak Seto dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi 4 P (person.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful