A.

Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk terbaik dan pale sempurna yang memiliki akal dan fikiran. Dalam hal ini Ibn ‘Arabi misalnya melukiskan hakikat manusia dengan mengatakan bahwa tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus dari pada manusia, yang memiliki daya hidup, mengetahui, berkehendak, berbicara, melihat, mendengar, berfikir, dan memutuskan (Samsul Nizar, 2004: 1). Manusia adalah makhluk kosmis yang sangat penting, karena dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan untuk mengemban tugas dan fungsinya sebagai makhluk Allah di muka bumi. Potensi, akal dan kecerdasan manusia merupakan bagian pale critical untuk mengaktualisasikan peran manusia sebagai khalifah. Agar akal serta kecerdasan manusia dapat berfungsi dan berfikir secara kreatif, maka daya pikir dan nalar seseorang perlu dikembangkan dengan berbagai latihan, bimbingan, pengajaran serta berbagai pendekatan dan kasih sayang dalam proses pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah send of believe and send of values. Dalam arti luas, pendidikan merupakan proses untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup. Menurut Benjamin S Bloom, bahwa tujuan pendidikan adalah menciptakan manusia yang berkualitas baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik (Soemiarti Patmonodewo, 2003: 7). Artinya harus ada kemampuan otak (head), pengembangan kemampuan hati (heart), dan pengembangan kemampuan otot (hand). Sumber daya manusia yang berkualitas perlu disiapkan melalui sistem pendidikan ideal. Artinya bahwa sistem pendidikan kita memiliki tujuan kedepan dengan mengharmonikan tujuan teknis, humanistis, dan induktif (Imam Tholkhah dan Ahmad Barizi, 2004: 4). Tujuan teknis berarti pendidikan diorientasikan kepada kemahiran dan keahlian (skill), seperti halnya kerajinan tangan dan kesenian, menulis dan membaca, aritmetika dan hal-hal yang lain yang terkait dengan kemampuan mengolah otak, kritis dan kreatif serta kemampuan anak didalam menggunakan alatalat dengan cekatan. Tujuan humanistik yaitu sikap disiplin, dapat mengolah partisipasi dan integrasi didalam pergaulan sosial, dan pemanfaatan secara maksimal semua potensi manusia secara particular dan sosial. Sedangkan tujuan induktif adalah bagaimana upaya membangun peserta didik kearah kesadaran akan tradisi dengan melapisi diri melalui kesadaran religius dan dapat melek terhadap teknologi serta informasi. Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan totalitas yang melekat pada diri seseorang, yang tidak boleh dipisah-pisah antara satu dengan yang lain untuk mencipta manusia yang cerdas dan kreatif. Setiap anak yang lahir normal, baik fisik maupun mentalnya, berpotensi untuk menjadi cerdas dan kreatif. Hal ini sesuai dengan ungkapan Abdul Hamid Al Hasyimi (2001: 46) bahwa: Manusia dibekali dengan fitrah Allah seperti: Indera, pengetahuan, kecerdasan dan kemampuankemapuan nalar yang tinggi, hingga dapat membantunya memahami sesuatu. Selain itu, pada diri manusia, sebagaimana ditetapkan dalam studi-studi psikologi, membawa persiapan-persiapan, potensi dan juga motivasi-motivasi yang menggerakannya untuk berjalan dan menjelajah. Secara fitri manusia dibekali potensi kecerdasan oleh Allah SWT. Bahkan menurut berbagai riwayat yang patut dipercaya dinyatakan bahwa sebelum Allah SWT menciptakan segala sesuatu, terlebih dahulu menciptakan kecerdasan (intelek atau intelegenci). Orang-orang cerdas dan kreatif banyak sekali jasanya dalam kemajuan dan memajukan umat manusia. Melalui hasil karyanya dan pandangan-pandangannya yang ilmiah, telah mampu membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kebiadaban, menuju tatanan yang lebih baik dan beradab. Karya-karya orang cerdas pula, yang memungkinkan umat manusia mendapatkan

fasilitas teknologi modern, dalam memberikan berbagai kemudahan. Masa kecil manusia adalah masa yang ajaib. Kita dapat bayangkan tatkala anak lahir, ia tidak mempunyai kemampuan apapun. Aktifitasnya kebanyakan hanya tidur, makan dan menangis. Tetapi tiga tahun kemudian, perkembangan fisik dan motorik pada anak prasekolah sudah terlihat hingga mampu bergerak lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu kreativitas yang dimilikinya mulai terlihat dengan jelas melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya. Menurut Marian Borden, Kita dapat menyaksikan berbagai perubahan drastis pada anak-anak mulai sejak bayi yang masih merangkak dan tidak bisa berbicara sama sekali menjadi manusia sungguhan yang bisa berbicara dan bisa berjalan (Ary Nilandari, 2001: 3). Pada hakikatnya, setiap individu mempunyai potensi untuk menjadi Kreatif (Nursito, 1999: 5). Individu yang kreatif sebenarnya sudah mulai terlihat jelas disaat seorang anak tumbuh mencapai usia prasekolah yaitu sekitar 2-6 tahun. Didalam usia ini anak sering bersikap kritis dan melakukan sesuatu dengan kehendaknya sendiri seperti halnya memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu hal, sehingga melontarkan berbagai pertanyaan, senang berimajinasi, senang menjelajah, bebas dalam berfikir, tidak takut salah, berani mengambil resiko, senang akan hal-hal yang baru, dan pada masa ini anak sangat peka dalam pengamatan, menyukai terhadap pengalaman-pengalaman yang baru dan sebagainya. Mengembangkan kreativitas anak sejak kecil penting dilakukan. Karena anak masih mempunyai pikiran yang bersih, suci, tidak memiliki beban pikiran yang komplek serta memiliki semangat yang tinggi seperti kertas tanpa noda. Menurut Keith Osborn Puncak kecerdasan anak terjadi sejak dilahirkan sampai usia 5 tahun. Dan hampir 50% potensi kecerdasannya diyakini sudah terbentuk diusia 4 tahun. Sedangkan kreativitasnya mulai meningkat pada usia 3 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 4,5 tahun… (Andang Ismail, 2006: 263). Menurut Utami Munandar (2004: 10), Kreativitas perlu dikembangkan sejak usia prasekolah karena: Pertama, dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya dan ini merupakan kebutuhan pokok manusia. Hal ini sangat penting sebab manusia yang sehat jasmani dan rokhaninya akan mampu mengekspresikan diri, dengan menggunakan semua kemampuannya sehingga akan memperkaya hidupnya. kedua, kreativitas atau cara berfikir kreatif, dalam arti kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah, masih kurang diperhatikan dalam pendidikan formal. Anak didik dalam pembelajarannya disekolah lebih menekankan pada cara berfikir secara konvergen yaitu kemampuan berfikir menuju satu-satunya jawaban yang benar. ketiga, bersibuk diri secara Kreatif memberikan kepuasan pada diri anak. Hal ini sering terlihat pada anak-anak yang bermain dengan permainan konstruktif. Sehingga mereka terkadang lupa terhadap kegiatan yang lain. keempat, kreativitas mampu meningkatkan kualitas manusia dan taraf hidupnya. Kreativitas berperan untuk membuat ide-ide, penemuan-penemuan, atau teknologi baru yang dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat secara luas. Oleh karena itu kreativitas perlu dirangsang perkembangannya sejak masa prasekolah. Rangsangan yang diberikan pada tahuntahun pertama dari kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. Akan tetapi untuk mengembangkan anak menjadi kreatif tidaklah semudah membalik telapak tangan. Diperlukan semangat, kepedulian, kerja keras, pengorbanan orang tua dan pendidik serta pemahaman yang baik tentang pendidikan. Karena pemberian pendidikan yang baik akan memungkinkan seorang anak dapat tumbuh dan berkembang, baik sisi mental, kecerdasan maupun kreativitasnya.

Proses mengembangkan kreativitas bagi anak usia prasekolah dibutuhkan peran serta berbagai pihak dan lingkungan khususnya orang tua. Orang tua adalah tokoh panutan dalam keluarga. Orang tua dirumah berusaha merawat, mendidik, mengasihi dan menyayangi anak-anaknya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan bila anak mencontoh orang tuanya dan menganggap mereka sebagai pendidik yang pale baik, setidaknya sampai mereka memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. Apapun bentuk perilaku yang ditunjukan orang tua kepada anaknya akan berdampak pada kepribadian anak. Untuk itu pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anaknya adalah pola asuh yang baik agar dampak yang dimunculkan baik pula. Menurut Kamrani (2003), Pendidikan keluarga betul-betul menjadi basement bagi pendidikan disekolah dan masyarakat, sehingga sekolah dan masyarakat hanyalah bagian pelimpahan dan tanggung jawab sebuah keluarga. Orang tua hendaknya mampu berperan sebagai pengembang kreativitas. Seperti halnya suami dan istri menerapkan pola kerja sama yang serasi, selaras dan seimbang dalam rangka mengembangkan kreativitas anaknya dengan cara memberikan kesempatan bermain tanpa pembatasan waktu yang ketat, memberikan dorongan dan sarana yang terbaik, mengkondisikan lingkungan yang kurang kondusif, menghindarkan sikap orang tua yang tidak permisif (otoriter) dan senantiasa memberikan pengetahuan yang banyak terhadap anak. Selain itu orang tua juga sedini mungkin mendorong anaknya untuk menggunakan panca inderanya untuk mengenal dan menjelajah apa saja yang ada dilingkungan sekitarnya. Selanjutnya anak dirangsang untuk dapat berfikir sendiri sehingga bebas mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah sangat penting peranannya. Tetapi pengembangan kreativitas dalam keluarga masih kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Seperti halnya orang tua yang mendidik anak-anaknya menggunakan sikap dan pendekatan tradisional. Yakni orang tua membiarkan anaknya berkembang sendiri tanpa memberikan rangsangan kognisi ataupun keterampilan. Akan tetapi sikap yang diterapkan orang tua terlalu melindungi anaknya (over protection), eksplorasi anak dibatasi, pengaturan waktu yang sangat ketat sehingga orang tua selalu menguasai anak (dominant), membatasi khayalan serta sikap orang tua yang terlalu konservatif. Selain itu pola pendidikan yang diterapkan dalam keluarga tradisional sudah memiliki support atau bingkai tentang pola pendidikan anak tanpa melihat hasil dari pola asuhnya tersebut, sehingga pengembangan krativitas sejak kecil dirasa cukup diabaikan. Model pendidikan dan pengasuhan terhadap anak usia prasekolah hendaknya diperlukan strategi dan pemahaman. Karena tidak jarang indication pendidikan dan pengasuhan yang diterapkan lepas dari strategi, pendekatan, apalagi pendidik justru membunuh kreativitas dan tidak mengembangkan bakat ataupun talenta anak. Pengembangan kreativitas memang sudah menjadi tanggung jawab orang tua semenjak anak berusia prasekolah. Para ahli juga menegaskan demikian, seperti halnya Kak Seto sebagai tokoh pendidikan dan kreativitas anak. Beliau mengungkapkan bahwa kreativitas merupakan usaha/aktifitas anak dengan melalui sebuah proses untuk beraktifitas kreatif dan senantiasa menghasilkan karya-karya bernilai strange sehingga anak mampu memiliki kepribadian fluency, fleksibility, elaborasi dan newness dalam berfikir. Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak dan mengkonsep strategi pengembangan kreativitas. Baik dalam bentuk permainan, bercerita ataupun bernyanyi. Oleh karena itu disadari bahwa mengembangkan kreativitas tidak berarti membiarkan anak sesuai keinginan dan kepuasannya, tetapi diperlukan strategi jitu untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal.

Kreativitas yang menjadi bagian dari spektrum otak kanan relatif lebih mudah dikembangkan dari pada intelegenci (Wawancara dengan Kak Seto, 20 Januari 2007). Hal ini disebabkan karena kreativitas dapat berkembang dengan baik manakala dipengaruhi dan ditunjang oleh lingkungan disekitar anak. Berbeda dengan IQ yang memerlukan kemampuan khusus, hafalan dan dipengaruhi juga oleh faktor genetik. Selain itu proses untuk mengembangkan kreativitas juga membutuhkan press dari design instrinsik maupun berbagai lingkungan disekitarnya. Berbentuk design instrinsik adalah sesuatu keinginan/hasrat yang muncul dari pribadi anak. Sedangkan bersifat eksternal seperti keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam proses kreatif, seorang anak perlu diperhatikan agar dirinya selalu dalam keadaan semangat dan senantiasa berfikir kreatif. Menurut Kak Seto pemberian perhatian orang tua maupun pendidik terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi 4P (person, process, press and produk) Yang pertama adalah person, yakni diyakini bahwa tiap-tiap anak adalah memiliki kepribadian kreatif. Artinya segala apa yang dilakukan anak usia prasekolah adalah merupakan sebuah gerak menuju kreativitas. Hal ini sering diistilahkan bahwa a chairman refers to a abilities that are charactheristics of artistic people. Yang kedua adalah kreativitas diwujudkan dengan sebuah proses. Karena dilihat secara psikologis, kreativitas yang dimiliki anak prasekolah lebih ditekankan pada sebuah proses yang pada taraf selanjutnya akan menambahkan berbagai pengalaman dan pengetahuan bagi diri anak. Dengan berproses kreatif itulah anak akan mampu menjadi dirinya sendiri untuk memiliki kelancaran, kelenturan, keorisinilan dalam berfikir. Ketiga, press yaitu suatu motivasi atau dorongan yang diberikan kepada anak untuk bergerak dan mampu beraktifitas kreatif. Apabila ketiganya telah mendapatkan perhatian dengan baik, maka kreativitas akan mampu menunjukan sebuah hasil atau produk yang bernilai original. Dengan pentingnya kreativitas dalam segala bidang kehidupan, maka pengembangan kreativitas memerlukan berbagai teori dan strategi pengembangannya. Serta diterapkan sesuai dengan kemampuan anak dan tingkat usia. Dari paparan diatas, pengembangan kreativitas dipandang penting untuk diperhatikan. Selain lebih mudah untuk dikembangkan melalui lingkungan, kreativitas berguna membekali anak semenjak usia prasekolah dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan melalui sebuah proses kreatif, sehingga mampu mencapai masa depan dan pendidikan yang lebih baik. Berdasarkan uraian diatas, penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang Kreativitas anak usia prasekolah yang menitik beratkan pada ide-ide Kak Seto dengan judul : PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH MENURUT KAK SETO. B. Penegasan Istilah Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menghindari adanya interpretasi yang berbeda sekaligus sebagai pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka terlebih dahulu penulis menjelaskan dari judul skripsi di atas. 1. Pengembangan Kreativitas a. Pengembangan Pengembangan adalah suatu proses perubahan secara bertahap ke arah tingkat yang berkecenderungan lebih tinggi dan meluas serta yang secara menyeluruh dapat tercipta suatu kesempurnaan dan kematangannya ( HM. Arifin, 1981: 77). b. Kreativitas Secara etimologi, kreativitas berasal dari kata benda (noun) creativity yang berarti daya cipta. Menurut Komite Penasehat Nasional bidang Pendidikan kreatif dan Pendidikan Budaya,

produk ilmiah atau metodologi (Tim Pustaka Familia. maupun karya ilmiah yang lainnya. Dalam pemahaman yang sederhana. istilah kreativitas diartikan: Suatu kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. Hurlock. 2003: 55). 2006: 252). murni. Melihat pengertian di atas. masa kanak-kanak pertama yaitu rentang usia 3-6 tahun (Reni Akbar. Masa ini dikenal juga dengan masa prasekolah. pengembangan kreativitas didefinisikan sebagai suatu usaha bagaimana mencetak anak-anak sebagai calon generasi kreatif dengan strategi tertentu agar kreativitasnya dapat dikembangkan sejak dini.kreativitas adalah suatu bentuk aktifitas imajinatif yang mampu menghasilkan sesuatu yang bersifat original. Karena pada masa ini. Anak Prasekolah Menurut Papalia dan Old. usia prasekolah atau prakelompok yaitu anak-anak yang berumur 2-6 tahun (Sri Harini. Sehingga mampu hidup kreatif dan menghasilkan karya. mampu mengemukakan. 2. dalam hal ini Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak pada bidang pendidikan. 2001: 3). asli dan bermakna (Anna Craft. 2003: 55). Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah Menurut Kak Seto adalah sebuah studi dan penelitian terhadap ide-ide praktis bagaimana upaya mengembangkan kreativitas anak khususnya usia prasekolah (2-6 tahun) yang telah dihasilkan oleh Kak Seto baik dalam buku-bukunya. Oleh karena itu. tetapi proses kreatifnya perlu mendapat perhatian. Sedangkan pengertian yang lain. fase anak prasekolah (usia TK) adalah 2-6 tahun. dalam skripsi ini dimaksud dengan anak prasekolah adalah anak yang berusia 2-6 tahun. Dan ia lebih banyak membutuhkan pendidikan dalam lingkungan keluarganya. Oleh karena itu. anak berusaha mengendalikan lingkungan. dapat kita lihat bahwa banyak para pakar yang memberikan batasan umur yang berbeda. merespon. Sedangkan Johan Amos Comenius. dan belajar menyesuaikan diri secara sosial. Mencermati pembagian umur tentang anak usia pra sekolah diatas. perlindungan serta pengembangan kreativitas. khususnya yang ditawarkan oleh pakar maupun praktisi pendidikan anak. mewujudkan ide atau mampu menanggapi masalah serta tidak dapat dinilai berdasarkan hasil fisiknya semata. Play Group atau Tempat Penitipan Anak (Day Care). produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Sedangkan menurut EB. Kreativitas bisa juga mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencangkokan hubungan lama ke situasi baru sehingga menghasilkan tujuan. Dengan asumsi bahwa anak tersebut belum masuk sekolah dasar namun sudah bisa dimasukan ke tempat Pendidikan Anak Usia Dini seperti Taman Kanak-Kanak (TK). baik baru ataupun karya yang bersifat ulang (tidak murni baru). maka kreativitas dipahami sebagai suatu kegiatan otak yang teratur dan imajinatif untuk mampu menghasilkan sebuah karya yang orisinal ataupun tidak mesti hasil yang baru. Pengembangan kreativitas anak prasekolah merupakan suatu usaha bagaimana mencetak anak usia prasekolah sebagai calon generasi kreatif dengan berbagai strategi ataupun trik tertentu. Sehingga penulis akan menggunakan istilah anak prasekolah dalam menyebutkan anak yang berusia 2-6 tahun. 2004: 1). . kesusasteraan. Kreativitas dapat berupa produk seni. membagi usia anak 0-6 tahun adalah periode masa ibu (Sri Harini. Menurut Syamsu Yusuf. Dapat pula berupa kegiatan imajinatif atau sintetis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman.

Berbicara mengenai anak prasekolah. Karena kreativitas merupakan bekal yang menempel pada diri individu yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak. jurnal dan sebagainya. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas diatas. Untuk mengetahui pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. Pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah penting dilakukan. Sebagai pedoman bagi keluarga dalam pembentukan dan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. sebagai engine bagi pendidikan anak dan juga sebagai penjemput hari depan bangsa agar lebih gemilang. 2. Dengan adanya perbedaan pendapat itu. 5. Hal yang cukup meresahkan penulis sehingga munculah ide penulisan skripsi ini adalah kepedulian penulis terhadap anak-anak usia prasekolah akan keberhasilan pendidikan. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Sebab. Kegunaan Penelitian Diharapkan menjadi media pengembangan terutama pada wilayah pengembangan kreativitas anak usia prasekolah baik bagi penulis maupun yang membacanya.C. Mengingat salah satu tujuan dari pendidikan anak usia pra sekolah adalah pengembangan kreativitas. maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Memberikan kontribusi bagi siapapun yang akan mengkaji pemikiran Kak Seto khususnya tentang pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. anak-anak hendaknya diarahkan dan dilatih agar mampu mengembangkan kreativitas pada dirinya sendiri. penulis mencoba untuk menarik benang merah mengenai batasan umur anak pra sekolah yaitu 2-6 tahun . dimana Kak Seto dapat dikatakan sebagai seorang praktisi yang bergerak dalam bidang kreativitas anak. Untuk mengetahui tentang kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. Semua itu muncul sebagai upaya mempersiapkan generasi yang unggul dengan berbagai pendekatan dalam pendidikan anak sejak usia dini atau usia prasekolah. Sebagai pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan kewajibannya dalam kegiatan belajar mengajar yang senantiasa berinteraksi dengan anak didiknya untuk mengapresiasikan momen belajar. Memperkaya Wacana keilmuan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia PraSekolah F. perkembangan anak selain dipengaruhi oleh faktor novice juga dipengaruhi oleh faktor ekstern. makalah. Akan tetapi. Tinjauan Pustaka Pembicaraan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah sebetulnya sudah sangat banyak dikemukakan oleh para ahli. E. baik yang muncul dalam bentuk buku-buku. khususnya dalam pengembangkan kreativitas. menyebabkan kesulitan dalam usaha untuk menghubungkan antara batasan umur dan kecakapan anak. maka masalah yang menjadi fokus penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto Bagaimana pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto D. menumbuhkan sikap kritis dan bebas berbuat sesuai dengan etika sehingga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. seperti contoh yang telah ditulis pada penegasan istilah. para ahli mendefinisikan batasan-batasan umur mereka antara yang satu dengan yang lain berbeda.

Memacu Bakat dan Kreativitas. Jakarta: Gramedia.dengan maksud agar ada sebuah kejelasan tentang batasan umur yang dimaksudkan dalam skripsi ini. Sumber Primer Sumber authority ini secara umum adalah karya ilmiah mengenai ide dan pemikiran Kak Seto. Nasrulloh pada tahun 2001 juga meneliti tentang Tanggung Jawab Keluarga Muslim dalam Pembentukan Kepribadian Keberagaman Anak (Tinjauan Sosiologi Pendidikan). Sumber Data a. Di dalamnya menerangkan bahwasanya keluarga adalah inti tempat berinteraksi yang pertama dan utama bagi anak. Skripsi yang di teliti oleh Irfan Tinzila tahun 2000 berjudul Faktor Orang Tua dan Bakat Anak dalam Pendidikan menurut Perspektif Islam. Dalam Skripsi Ita Wahyuningsih (2006) yang berjudul Menumbuhkan Sikap Religius Pada Anak Prasekolah (tinjauan secara psikologis). majalah serta media yang lain. diantaranya pernah dilakukan oleh Deni Sawaludin. Dalam hal itulah. belum pernah ada judul yang sama sehingga penulis ingin meneliti lebih jauh. Akan tetapi skripsi yang bertemakan tentang pendidikan anak khususnya usia prasekolah sudah banyak diteliti. Akan tetapi semua anak yang berusia 2-6 tahun. membahas tentang pentingnya bakat anak sebagai faktor penting dalam pendidikan kaitannya dengan fitrah serta pengaruh dari orang tua dalam pengembangan bakatnya. namun kajian yang dilakukan oleh Deni Sawaludin hanya mengupas metode dan arah pengembangan manusia secara umum menuju kesempurnaan manusia serta membahas pula proses terjadinya kreativitas pada manusia. Walaupun ada sedikit kesamaan dalam penelitian ini yakni terkait dengan anak prasekolah ditinjau secara psikologi. Yang membedakan penelitian skripsi ini dengan yang lainnya adalah skripsi ini akan memaparkan berbagai gambaran kreativitas anak prasekolah beserta strategi mengembangkannya menurut Kak Seto. Dan sepengetahuan penulis. Sumber ini bisa berupa buku-buku karangan beliau. baik yang berada di lingkungan keluarga. Tetapi skripsi ini hanya menyinggung faktor yang mempengaruhi tumbuhnya sikap religius pada anak pra sekolah semata serta berbagai strateginya. tetapi masalah yang penulis angkat berbeda. Dalam hal ini yang menjadi fokus utama adalah mengetahui bagaimana sebenarnya cara mengembangkan kreativitas pada usia anak prasekolah menurut Kak Seto yang usianya 2-6 tahun. Ia seorang alumni Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto tahun 1999. Penelitian yang secara khusus mengkaji pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto kiranya belum pernah dilakukan. Penggunaan istilah anak prasekolah ini tidak hanya untuk anak-anak yang memasuki Taman Kanak-Kanak atau Play Group. 1998. mahasiswi Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto. berkembangnya individu anak dan disitu pulalah tahap-tahap awal proses pembentukan kepribadian anak melalui internalisasi nilai-nilai yang terpantul dari emosi. sekolah maupun masyarakat tetap disebut sebagai anak prasekolah. . G. Diantara buku dan karyanya tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kak Seto. meneliti cara menumbuhkan dan mengembangkan sikap religius terhadap anak usia 2-6 tahun (prasekolah). sikap dan perilaku orang tua. Metode Penelitian 1. yaitu sebuah skripsi yang berjudul Konsepsi Pendidikan Islam tentang Upaya Pengembangan Kreativitas Manusia. disertasi atau makalah-makalah yang tertuang dalam jurnal.

5) _________. Berbagai information akan penulis kumpulkan meliputi: a. b. antara lain adalah : 1) Munandar. Kreatif Sains 4-6 Tahun. Kiat Menggali Kreativitas. Disamping itu penulis juga mencari information dengan wawancara yang dilakukan langsung kepada Kak Seto untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Jakarta: Pustaka Alkautsar. hlm. Amal. yaitu: .2) _________. Mengembangkan Kreativitas. Analisis Data Setelah information terkumpul dan tersistematis. Mengembangkan Kreativitas Anda. Anna. 2002. 1997. 2002. menggunakan metode wawancara. Perjalanan. 18. 1986. Bengkel Kreativitas: 10 Cara Menemukan Ide-ide Pamungkas Melalui Pergaulan Lingkungan. Jakarta: Cerdas Pustaka. 9) Ayan. Pengumpulan Data Pada langkah ini penulisan menggunakan. hlm. Gramedia Pustaka Utama. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. Permainan. pertama metode dokumentasi. 2004. Jakarta: Papas Sinar Sinanti. Utami. 2) ________________. Jakarta: Erlangga. 1-4. 24 Juli 2006. penulis juga menggunakan beberapa karya tulis yang lain yang memiliki relevansi dengan obyek kajian yang sedang diteliti. Kedua. Jakarta: PT. Berfikir. Bermain dan Kreativitas: Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain. Seto. yaitu untuk memperoleh information tambahan yang berupa penjelasan dari pihak terkait (tokoh) dan berfungsi sebagai cranky check terhadap akurasi pemahaman penulis terhadap information yang berasal dari karya tulisnya. P. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat . yaitu mengumpulkan information yang relevan dengan fokus penelitian yang penulis laksanakan ini. Sumber Sekunder Untuk memperluas kajian serta memperdalam pembahasan. 2001. Jordan. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan Pada Anak Sejak Usia Dini. 1999. Data mengenai biografi Kak Seto. Data ini bisa berupa karya tulis atau dokumen yang membahas biografi Kak Seto atau bisa juga berbagai informasi written dari Kak Seto sendiri. Jakarta: Kanisius. Merefresh Imajinasi dan Kreativitas Anak-Anak. Bacaan. 2004. 3) Nursisto. Membangun Kreativitas Anak Secara Islami. baik berupa buku maupun makalah. b. Yogyakarta: Erlangga 4) _________. maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa data. Jakarta: Rineka Cipta. 2003. A. Mengembangkan Kreativitas Anak. 2. Bandung: Kaifa. Seni. Data mengenai ide atau pemikiran Kak Seto. 2005. Boulden. George. 6) Craft. Suara Karya. Jakarta: Gema Insani. Jiwa Kreatif. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya: Buku Inspiratif Bagi Orang Tua dalam Membantu Mengelola Emosi Secara Positif. Teknologi. Yogyakarta: Mitra Gama Widya. Maimunah. 4) Wahyudin. Jakarta: Bintang Cemerlang. 5) Hasan. 7) Campbell. Selain berasal dari berbagai karya tulis Kak Seto information mengenai ide atau pemikiran Kak Seto juga penulis peroleh dari hasil wawancara dengannya ataupun sumber yang lainnya. Mengenai masalah ini penulis mencoba mencari tulisan Kak Seto yang relevan dengan fokus penelitian yang peneliti lakukan yaitu berkenaan dengan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. David. Menuju Kreativitas. 2004. 3) _________. Kreativitas dan Keberbakatan:Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. E. Data ini berupa berbagai karya tulis Kak Seto. Alam Bawah Sadar. 1999. 2005. 2005. Yogyakarta: Dolphin Books. 6) Mulyadi. 10) Alkhalili.

Urgensi Kreativitas Bagi Anak Prasekolah. Faktor-Faktor Pengaruh Dari Proses Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah. Bab IV. BAB II BIOGRAFI KAK SETO A. Pada dasarnya ada 3 syarat didalam analisa isi teks ini. yang meliputi Latar Belakang Masalah. sistematis dan generalis (Noeng Muhadjir. serta Identifikasi Pemikiran Kak Seto. yaitu Penutup yang berupa Simpulan serta Saran-saran dan diakhiri dengan Daftar Pustaka.Psi yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Seto terlahir sebagai putra kembar dengan Kresna kembarannya dari pasangan Mulyadi Efendi dan ibu bernama Maryati di Klaten (jawa tengah) pada tanggal 28 Agustus 1951 Kak Seto. Analisa isi teks (content analitys). Dengan analisa ini diupayakan pencarian berbagai faktor yang berhubungan dengan situasi dan fenomena yang diteliti. Tujuan dan Kegunaan Penelitian. Bab V. Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan.. 2006:288). sapaan Seto dikala kecil. Hingga akhirnya Kak Seto dan saudaranya bekerja keras untuk tetap melanjutkan sekolahnya serta dititipkan ke rumah bibinya di Surabaya (Kak Seto. Analisa Komparatif. berisi pembahasan tentang Kreativitas dan Strategi Mengembangkannya pada Anak Usia Prasekolah menurut Kak Seto yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Prasekolah Menurut Kak Seto. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan tulisan hasil penelitian yang runtut. yaitu obyektifitas. H. dimana isi dari kesimpulan tersebut mampu mencapai tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini. dimana analisa isi teks yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisa isi teks yang melibatkan olahan filosofis dan teoritis. serta Karya-karya yang telah dihasilkan. Ayah tong. sistematis dan mudah dipahami penulis menyusun skripsi ini dengan sistematika sebagai berikut Bab we berisi pembahasan tentang berbagai hal yang menjadi kerangka awal penelitian ini. Ciri-ciri Kepribadian Anak yang Kreatif. . Tinjauan Pustaka. 2002: 64). Bab III berisi pembahasan tentang Konsep Kreativitas Anak Usia Prasekolah yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Usia Prasekolah. Akan tetapi disaat ayahnya meninggal dunia kondisi ekonomi di keluarganya menjadi kembang kempis dan kurang dapat memenuhi serta mencukupi biaya sekolah anak-anaknya. Seto Mulyadi S.shtml).ensiklopedi/setomulyadi/index. yaitu suatu jenis analisa yang berorientasi pada penemuan hubungan kausalitas. Strategi Pengembangan 4 P menurut Kak Seto. selanjutnya penulis menyimpulkan hasil akhir dari penelitian ini. Analisa ini menggunakan pendapat-pendapat kemudian dibandingkan dengan yang lainnya (Moleong. adalah seorang direktur pada perusahaan perkebunan Negara di Klaten yang cukup mampu dalam hal ekonomi.a. Rumusan Masalah. Menarik Kesimpulan Setelah Langkah-langkah tersebut dilakukan. yang meliputi: Riwayat Hidup dan Pendidikannya. 1989: 70). Riwayat Hidup dan Pendidikan DR.Com. b. yang karenanya diberi judul Pendahuluan. Penegasan Istilah. Karir dan Pengabdiannya. Bab II berisi pembahasan tentang Biografi Kak Seto. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto.

tahun berikutnya. ). Dengan kekecewaan yang dialaminya. Walau sekolah sambil bekerja. Setelah Lulus dari SMA. Ketertarikannya pada acara yang diasuh oleh ibu Kasur. saya mulai dari bawah. Akhirnya Kak Seto dijadikan asistennya Pak Kasur. yang dikenal sewaktu berkenalan di kereta. lanjut pria yang merasa tenang bila dekat ibunya ini. bersama . Louis Surabaya yang tepatnya usia Kak Seto menginjak 14 tahun. ujarnya. seperti halnya tatkala di Surabaya. Dari hasil pernikahannya tersebut. Disamping menjadi pedagang asongan Kak Seto mulai aktif mengisi sebuah rubrik untuk anak-anak di majalah terbitan Surabaya. cita-citanya menjadi dokter kandas dan tidak diterima di fakultas kedokteran. Kak Seto pernah berprofesi sebagai pedagang asongan di jalan-jalan selepas sekolah. Pilihannya joke makin mantap di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI sebagai ajakan Bu Kasur. Waktu baru di Jakarta. jadi tukang batu. Hingga suatu ketika. ia tertarik pada acara yang diasuh ibu Kasur di TVRI. yang menerimanya. pengantin baru Seto-Devi melaksanakan nazarnya: mendongeng di panti asuhan. hingga akhirnya Kak Seto memutuskan meninggalkan rumah dan pergi ke Jakarta. sehingga ia berusaha mencari ibu Kasur dengan niat untuk berguru (ngenger). ketika itu baru berusia 12 tahun. hanya meninggalkan sepucuk surat kepada ibunya (Wawancara 20 Januari 2007). Berat sekali keadaan waktu itu. Kak Seto mengawali pendidikannya pada sekolah dasar SD Ngepos. Sembari bekerja serabutan dia kemudian mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Eka Putri Duta Sari. karena kecintaan terhadap anak-anak merupakan sesuatu yang berawal dari kerinduan datangnya seorang adik yang telah meninggal diusia tiga tahun. jadi tukang semir sepatu di Blok M. Sementara Kresna diterima di kedokteran dan kakaknya. tuturnya. ia merasakan bekerja jadi pembantu rumah tangga. Hingga sampai sekarang panggilan akrab dikalangan manapun adalah Kak Seto. baik di Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia. Kemudian melanjutkan ke SMP Klaten dan lulus pada tahun 1966 (Kak Seto. Jakarta Pusat. Ma’ruf masuk AKABRI. dan sejak saat itulah saya mulai memakai nama Kak Seto. 27 Maret 1970. Bahkan rapornya selalu bagus. Kak Seto bisa menumpahkan obsesi masa kecilnya. kali ini joke kegagalan kembali menyertainya. waktu subuh. di saat tamu berdatangan. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya Kak Seto bekerja sebagai tukang batu. Tetapi. di rumah tempatnya menumpang. dan yang terakhir Nindya Putri Catur Permatasari (Kak Seto. Setiba di Jakarta Kak Seto menjadi pengangguran yang luntang-lantung karena tidak memiliki saudara dan biaya hidup. Kak Seto menumpang di garasi milik keluarga temannya. Pak Kasur. Bersama Pak Kasur. Kak Seto joke berangkat tanpa pamit. kenang Kak Seto (Wawancara 20 Januari 2007). dan diusianya yang ke 36 tahun.Pada tahun 1987. Demi meringankan beban bibinya dan juga untuk memenuhi biaya sekolah. 2005: 62). serta sesekali menulis di majalah Si Kuncung. Kak Seto dikaruniai dikaruniai empat orang anak yaitu. Shelomita Kartika Putri Maharani. Tepat pada hari pernikahan. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang kekurangan karena meninggalnya ayah Kak Seto. dan membawanya ke Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. dibentak-bentak dan dimarahi oleh tuan saya. akhirnya Kak Seto dan Kembarannya (Kresna) pindah ke Surabaya dan menetap di rumah bibinya untuk melanjutkan sekolah di SMA St. tutur Kak Seto. Tapi. Tidur dengan beralaskan dua keset yang digabung tanpa selimut dan kasur. ia bercita-cita untuk melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran. dan lulus tahun 1969. Klaten dan lulus tahun 1963. Bimo Dwi Putra Utama. Kak Seto mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Deviana gadis yang dicintainya yang usianya terpaut 20 tahun. menjadikan ia tertekan. Tetapi untuk beristirahat dimalam hari. Kak Seto tetap bisa aktif di OSIS bersama kembarannya (Kresna).

Kak Seto mendongeng.Com.Com.shtml).Psi) pada tahun 1981 (Kak Seto.Henny Purwonegoro.ensiklopedi/setomulyadi/index. maka beliau patut mendapatkan julukan Pakar Pendidikan dan Psikologi anak Indonesia dengan mottonya : bangsa yang besar adalah bangsa . Suryo Prabowo. beliau juga pernah mendapatkan penghargaan antara lain: Bintang Budaya Parama Dharma tingkat nasional. hingga akhirnya dapat memperoleh gelar sarjana psikologi (S. Karena bu Kasur adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang lahir di Jakarta pada tanggal 16 Januari 1926.com). Penghargaan Pembawa Acara Anak-anak Legendaris di televisi.Download 26 Maret 2007)..com). Women of a year dari Italia (www. Kepiawaian dan kecintaanya kepada dunia anak.figurpublik. unsur pendidikan yang ada dalam lagu-lagu kedua tokoh tersebut adalah bahwa lagu merupakan proses bermain.figurpublik. Pelaksanaan pembangunan Istana Anak-anak di TMII itu akhirnya dapat berkembang dan menyebar diberbagai cabang di Jakarta dan Bandung di bawah yayasan Mutiara Indonesia karena memiliki peminat yang cukup banyak.figurpublik. Setelah menyelesaikan kuliahnya (Strata Satu). Surjo Prasojo dan Suryo Pranoto (www. Dengan peran beliau dalam dunia pendidikan anak. Pikiranrakyat. . Dengan kerja kerasnya dan kecintaanya kepada dunia anak. beliau bernama lengkap Sadiah yang menjadi seorang istri dari Soerjono (dikenal pak Kasur) dengan dikaruniai 5 orang anak dan 11 cucu.ensiklopedi/setomulyadi/index. TK yang didirikannya terbagi dalam 3 jenjang yaitu: Parkit untuk anak usia 3 tahun. bahkan lebih dari 140 lagu pendidikan anak sedangkan bu Kasur tidak lebih dari 20 lagu (www.com) Pak Kasur dan bu Kasur adalah pahlawan dan tokoh pendidikan anak. Dari kelima anaknya adalah Sursantio. Kutilang untuk anak usia 4 tahun dan Cenderawasih untuk anak 5 tahun. Jakarta pada tahun 1983 atas mandat dan kepercayaan dari Ibu Tien Soeharto.pikiranrakyat. Disamping membantu pak Kasur mengelola Taman Kanak-kanaknya di Situ Lembang Jakarta Pusat. Kak Seto akhirnya dapat berhasil menyelesaikan module Strata Dua (S2) pada tahun 1989 dan berlanjut sampai meraih gelar Doktor dalam bidang Psikologi pada tahun 1993 (KakSeto. seorang Direktur Bank Indonesia. Disamping itu lagu anak dimaksudkan untuk menanamkan jiwa kasih sayang dan kecerdasan kognitif. akhirnya ia memutar haluan dengan meneruskan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. belajar sambil bernyanyi. lagu seperti sayang semua misalnya mengandung unsur pembelajaran sekaligus pendidikan meskipun sederhana (www.shtml. Hasrat besar dalam mendidik anak juga diobsesikan Bu Kasur dan Pak Kasur dengan mendirikan Taman Kanak-Kanak. Kak Seto juga dipercaya untuk membantu dan mengasuh anak-anaknya Soeksmono Martokoesoemo. Dengan bukti ia adalah seorang seorang pencipta lagu-lagu bernuansa pendidikan anak.com). Berproses dari kegagalan menjadi seorang dokter serta saran dari pak Kasur dan bu Kasur.com). Selain itu anak-anak dalam bernyanyi bersama juga dapat melatih empati terhadap teamnnya sebab mereka akan tau kapan harus bersuara atau kapan giliran temannya bersuara serta belajar disiplin dan dilatih untuk mengenal irama. ia memperdalam kajian keilmuannya dibidang Psikologi dengan melanjutkan Program Strata Dua di Universitas Indonesia sambil mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak -anak di Taman Mini Indoneia Indah. Hal ini disampaikan bu Kasur. Suryaningdiah. bermain sulap bersama anak-anak. Oleh karenanya lagu yang diciptakannya terhindar dari huruf R dengan maksud agar bisa dinyanyikan oleh anak balita (www. Pengalaman bersama Bu Kasur adalah merupakan salah satu unsur dari faktor keberhasilan Kak Seto dalam dunia anak hingga saat ini.

Taman Mini. saat itu. Kak Seto mengalami kegagalan dan penderitaan dengan menjadi kuli.akan tetapi setelah ia bertemu dengan ibu Kasur dan pak Kasur. Selain bergerak dilembaga nasional. dengan bukti antara lain beliau pernah menjabat sebagai: 1. www. Jakarta Pusat.yang mencintai anak-anak dan berharap supaya semua orang menganggap setiap hari adalah hari anak. educator. Pada tahun 1982 sampai dengan sekarang dan juga membentuk dan mengetuai Yayasan NakulaSadewa yang menghimpun anak-anak kembar yang berasal dari keluarga kurang mampu semenjak tahun1984 sampai sekarang. dan buku – buku tentang Pendidikan anak hingga akhirnya menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta pada tahun 1994 sampai 1997 (Wawancara 20 Januari 2007). Anggota International Society for Twins Studies sejak tahun 1985 sampai sekarang. dan sebagainya. Untuk itu aktivitas yang diperankan Kak Seto menjadikan dirinya dinobatkan sebagai ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998 hingga sekarang dan bersama dengan pemerintah merealisasikan pembentukan Trauma Center di Aceh. Selain bertugas menjadi asistennya Pak Kasur Kak seto juga bekerja menjadi pembantu dan pengasuh anak di rumah Direktur Bank Indonesia. Karir dan Pengabdian Pertama kali merantau di Jakarta. pedagang asongan dan pembantu di hotel-hotel.tokohindonesia. Ancol. Setelah diselesai Program S3-nya dan sebagai pakar Pendidikan Anak dan Psikologi. Soeksmono Martokoesoemo hingga selesai kuliah S1 (Kak Seto. B. Kak Seto bekerja menjadi dosen di Universitas Tarumanegara. Selain menjadi tenaga pengajar beliau juga aktif dan kerap menjadi pembicara dalam seminar. Kak Seto juga merambah ke dunia internasional dalam aktifitas pengabdiannya terhadap dunia anak. ia diterima bekerja di Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. Praktisi yang digeluti Kak Seto pada dunia anak merupakan aktifitas yang berasal dari didikan pak Kasur. Play group. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah Kak Seto memiliki berbagai aktifitas selain sebagai tenaga pengajar atau Dekan diperguruan tinggi.1985. Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia pada tahun 1983. organisatoris dan sekaligus menjadi artis) (Wawancara 20 Januari 2007). Hal ini dilakukan karena Kak Seto memiliki sebuah prinsip dalam berKreativitas yakni Kak Seto sebagai SEBOA (saintic. Yogyakarta dan tempat lain yang terkena bencana alam. Selain Beliau juga sebagai bisnismen. yang akhirnya Kak Seto menjadi asisten Pak Kasur. 5. Jakarta dan kelompok bermain Istana Anak-anak di yang dikembangkannya sambil menyelesaikan kuliah Strata Dua di Universitas Indonesia Fakultas Psikologi. Pendirian Trauma Center ini ditujukan untuk menangani gangguan traumatis pada anak-anak Aceh yang menjadi korban bencana alam Sunami yang dahsyat tersebut. Kak Seto mulai bekerja menjadi orang kepercayaannya Ibu Tien Soeharto untuk mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah.com) Sejak tahun 1983. Anggota Creative Education Foundation semenjak tahun 1993 sampai sekarang. artis baik dilayar lebar maupun acara anakanak diberbagai tempat seperti mall. bisnismen. 4. Aktifitas yang dimaksud adalah aktifitas di lembaga sosial dengan mendirikan sekolah Taman Kanak – Kanak Mutiara Indonesia. baik menyangkut tindak kekerasan terhadap anak ataupun penindasan dan pelecehan. 2. Director at-large International Council of Psychologists tahun 1985 3. Anggota World Council for Gifted & Talented Children semenjak tahun 1994 sampai dengan . menulis artikel. Kak seto adalah tokoh pemerhati anak-anak dan giat membela anak-anak. Jakarta.

2005: 62-63). The Outstanding Young Person Of The World. kategori Contribution to World Peace dari Jaycess International yang diberikan pada tahun 1987. 6. Ketua Yayasan Nakula dan Sadewa. Diantara hasil karya tulisnya yang pernah dipublikasikan dan yang dapat penulis temukan. Peace Messenger Award. Dunia anak yang digeluti Kak Seto merupakan keniatan dan kemantapan hati semenjak ia bertemu dengan Pak Kasur. perhatian. Itulah wujud peran Kak Seto dalam menjalin kecintaannya terhadap dunia anak. 8. Atas pengabdian dan kecintaan Kak Seto pada dunia anak-anak sampai kapan joke akan terus dilakukannya. dan pembelaan kepada anak-anak banyak sekali dilakukan. Dengan menciptakan beberapa lagu anak-anak dan memerankan bonekanya (Si Komo) sehingga ia joke makin lekat dengan anak-anak. Naskah buku ini memberikan gambaran yang lebih mudah dimengerti mengenai konsep Bakat dan kreativitas yang tersusun dalam cerita anak – anak yang disertai dengan berbagai contoh pribadi anak yang . dan masih banyak jabatan yang pernah dipegangnya hingga penulis tidak mampu melacaknya secara fact (Kak Seto. hingga akhirnya Kak Seto dapat menggondol gelar sarjana Psikologi. C. Kak Seto mendongeng. Kak Seto juga aktif terhadap kegiatan penelitian yang telah dilakukannya sekitar tahun 1981 sampai dengan sekarang. Sehingga dalam pengabdiannya itu mendapatkan berbagai pengalaman mengenai perilaku dan berbagai corak kepribadian anak. Karya-Karya Kak Seto Mulyadi Aktifitas yang telah dilakukan oleh Kak seto berkaitan dengan pengabdian. ruang permainan anak dan semua ruangan didekorasi dengan berbagai warna yang ceria dan benar-benar membuat anak merasa dialam fantasi mereka. Diantara berbagai penghargaan yang pernah diraihnya antara lain : 1. kolam renang mini. 4. 2. Penghargaan ini diberikan oleh Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar pada tahun 1987. terkait dengan pendidikan dan cara mengasuh anak antara lain sebagai berikut: 1. bermain sulap bersama anak-anak. Memacu Bakat dan Kreativitas Buku ini merupakan usaha penulis yang telah diterbitkan pertama pada tahun 1998. 7. Dengan membaiknya keadaan ekonomi dari hasil jerih payahnya. Pendiri Sekolah Rumah (homeschooling) dan sekaligus sebagai ketua Assosiasi Homeschooling sampai sekarang. Kak Seto mengundurkan diri dari keluarga Soeksmono dan membangun tempat tinggal di daerah Cireundeu serta memanfaatkan tanah seluas 2000 scale persegi untuk dibangun sarana bermain anak-anak seperti halnya perosotan atau ayunan. The Golden Balloon Award. Kehidupan yang dijalaninya dengan keoptimisan yang luar biasa. 2005: 63). Penghargaan ini merupakan wujud kategori Pengabdian Kak Seto pada dunia anak-anak yang diberikan dari Presiden RI pada tahun 1987. 5. sehingga beliau mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. New York. 3. Melalui aktifitas tersebut. New York. belajar sambil bernyanyi. Dan masih banyak lagi penghargaan yang tidak dapat diuraikan pada penelitian ini (Kak Seto. Ketua Yayasan Asah Pena Indonesia.sekarang. Yang kemantapan itu makin terlihat di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI. Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998. kategori Social Activity dari World Children’s Day Foundation & Unicef pada tahun 1989. bersama Henny Purwonegoro. ruang kelas. Sebagai Orang Muda Berkarya.

Kreatif Matematika 4-6 tahun. Suara Merdeka. 2. hal 18. 24 Juli 2006: 18). Erlangga. 24 Juli 2006. Suara Karya. Naskah buku ini berisi beberapa konsep tentang kreativitas. Senin. Buku Inspiratif bagi semua orang tua untuk membantu anak mengelola emosi secara positif. 4. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. Buku ini juga memaparkan belajar Matematika dengan indication kreatif anak-anak. Tokoh Sikomo memiliki beberapa . Rangsang si Kecil Untuk Aktif Berkreasi dengan PC . Juni 2006. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya. 7. Tulisannya dalam bentuk artikel atau makalah dalam majalah. Hidayatullah. 08 Mei 2006. 3. aktifitas tulis menulis Kak Seto juga telah di publikasikan diberbagai surat kabar. serta pengembangan cerita dan penambahan tokoh baru yaitu Komi sebagai komodo berwarna hijau. 8. Anakku. Kak Seto juga menciptakan berbagai hasil karya non tulis baik untuk media pembelajaran terhadap anak usia prasekolah maupun yang bersifat komersial. Lampu Hijau Untuk Homeshcoolling. Sekolah Bukan Tempat yang Menyenangkan (Kurikulum Sekolah Terlalu Memberatkan). Anak Bukan Untuk Guru. 10. 05 Desember 2005. 08 Mei 2006. Tetapi Guru Untuk Anak. 4. Homescholling sebagai Pendidikan Alternatif.kreatif serta pola pengembangan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. Joging Sambil Berlatih Bicara. serta Kimo yang memiliki warna merah muda yang ketiganya disingkat menjadi KOMIMO (Suara Karya. Membesarkan Anak dengan Senyum. Sekolah Jadi Penjara Bagi Anak. Pikiran Rakyat. Bila Anak SD Menulis Buku. 6. Juli 2003. 11. Kimi komodo berwarna kuning. jurnal serta telah diseminarkan diberbagai lembaga pendidikan baik Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi. Diantara hasil non tulis yang dimaksud adalah Boneka besar Sikomo. Selain dipublikasikan dalam bentuk buku. Minggu 7 Agustus 2005. Disertai tips memperkenalkan pengetahuan kepada anak. 3. 5. p17-20. Selain itu buku ini juga memberikan penajaman dan kelanjutan dari buku yang berjudul memacu bakat dan kreativitas anak. internet dan berbagai Koran antara lain : 1. Cerdas Bukan Hanya Pintar Matematika. 2. akan tetapi juga menawarkan prinsip dan berbagai strategi di dalam mencerdaskan emosi anak. Com. Jum’at 09 Sep 2005. Sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas. 12. Home Scooling. 05 mei 2006. Berisi tentang psikologi perkembangan anak yang menjelaskan tentang perkembangan fisik otak dan intelektual anak/tahapan perkembangan usia anak ( 0-12) tahun. Panduan Perkembangan Anak. 27 Nov 2005. 7.p 8-10. Gerbang. Buku ini tidak hanya memaparkan tips dan strategi mengelola amarah pada anak. makalah. Buku ini merupakan cara kreatif untuk memperkenalkan sains/ilmu pengetahuan kepada anak-anak usia 4-6 tahun dengan menampilkan benda-benda atau kegiatan anak-anak dalam keseharian hidupnya. . 5. Kreatif Sains 4-6 tahun. Sahabat dan Guruku. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan pada Anak Usia Dini. . Com. Suara Karya. 9. majalah. Hidayatullah. Suara Karya. Selasa 18 Mei 2004. 13. Kompas. 6. Bermain dan Kreativitas : Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain yang terbit tahun 2004. anak pra sekolah dan kegiatan bermain.

kreativitas juga dapat menjadikan seseorang mampu melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah serta memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya. apalagi dinafikan. serta berbagai lagu anak anak seperti sikomo lewat. Beki yang merupakan ayam Bekisar. Lebih lanjut Utami Munandar (1992: 45). seperti Ano yang berbentuk Anoa. buku teks dan tulisan dipapan tulis yang dihadapkan murid-murid. pokok serta tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. jam kayu Kreatif. Dengan bukti bahwa sekolah lebih mengedepankan aspek berfikir reaktif dan mengesampingkan indication berfikir proaktif (Edward De Bono. Selain itu Kak Seto juga memproduk beberapa bentuk dongeng yang beragam dan berbagai bentuk mainan anak-anak seperti kereta kayu mainan. hidup sederhana dan saling menolong. hingga menyajikannya. dan orisinalitas dari subyek yang kreativitasnya tinggi dapat mengimbangi kekurangan dalam daya ingatan pada diri seseorang hal ini sebagaimana yang dikutip oleh Utami Munandar ( 2002: 10). Datu yang merupakan Badak bercula satu. BAB III KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH Kreativitas merupakan bagian yang penting. Ebo adalah Elang bondol dari Jakarta yang semua nama disingkat menjadi ABCDE. Kontribusi kreativitas bagi pembentukan karakter dan kualitas masa depan peradaban umat manusia tidak bisa dipungkiri. maka secara langsung anak akan mencoba berfikir kreatif. apalagi pola berfikir kreatif merupakan bentuk pemikiran sampai saat ini masih kurang mendapatkan perhatian dalam pendidikan formal. Bila seorang anak melakukan aktifitas kreatif untuk dapat mewujudkan diri. banjir lagi. Kesemua nama dan cerita Sikomo tersebut ditayangkan guna memberikan pendidikan karakter positif untuk anak karena tokoh-tokohnya adalah anak yang riang gembira. Torrance juga berpendapat bahwa daya imajinasi. Selain itu. Padahal berfikir proaktif tentunya akan akan mampu menambah suatu pengalaman tertentu bagi anak Selain itu kreativitas perlu dikembangkan karena dilatarbelakangi bahwa dengan berkreasi seorang anak dapat mewujudkan dirinya sendiri untuk mandiri dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. mengolah bahan. Menurut Kak Seto. Selain manfaat kreativitas yang telah ditawarkan Utami Munandar diatas.teman yang merupakan hewan-hewan Indonesia. hingga akhirnya anak-anak akan mendapatkan kepuasan dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. rasa ingin tahu. mengemukakan bahwa kreativitas penting dalam kehidupan serta perlu dipupuk dan dikembangkan sejak usia anak-anak. kreativitas atau creativity quotion (CQ) merupakan aktifitas yang dimiliki oleh otak kanan yang lebih mudah dikembangkan dari pada IQ (wawancara. Karena dengan kreativitas seseorang mampu memberikan solusi dan kemajuan hidup. Artinya bahwa seorang anak akan memiliki kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. dan sebagainya. kemudian meminta mereka memberikan reaksi terhadap apa yang ada dihadapan mereka. . 1993: 28) Berfikir reaktif disekolah dapat dilihat dari aktifitas sekolah yang lebih mudah meletakan dan memberikan lembar kerja siswa. bersahabat. Atau berfikir ini juga dapat dianalogikan dengan menikmati makanan direstoran yang semuanya sudah dihidangkan didepan kita tanpa susah dan berfikir untuk membeli bahan makanan atau minumannya. memanagement pengeluaran proses memasak. Cendi yaitu Cenderawasih dari Papua. 20 Januari 2007). (). Tetapi berfikir proaktif yang berarti anak didik disekolah harus keluar kedunia nyata dan bertindak secara langsung sangat jarang sekali dilakukan.

Di dalam segala aspek kehidupan. Para ahli juga mengungkapkan. berfikir kreatif sangatlah dibutuhkan. belajar.Sebab IQ sangat dipengaruhi oleh faktor pembawaan. menghargai. berguna (useful) dan dapat dimengerti (understandable). ekonomi. Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. sebelum lebih lanjut membahas tentang upaya pengembangan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari strategi 4 P. Pengertian Kreativitas Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan individu. Akibatnya. sehingga hidup hanya bersifat statis. seseorang mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya terhadap kebutuhan diri sendiri dan masyarakat. Pada bab ini akan penulis paparkan terlebih dahulu mengenai konsep kreativitas anak usia prasekolah dan ciri-ciri anak yang kreatif. Selain usia anak prasekolah yang tergolong masih suci. 2004: 11). rangsangan yang diberikan ditahun-tahun pertama kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. Sedangkan kreativitas dapat dikembangkan melalui dorongan dan kondisi lingkungan disekitar anak. produk (product). secara otomatis kreativitas manusia diperlukan guna menjawab bahkan sekaligus sebagai alternatif dalam mengembangkan ide dan memecahkan persoalan dalam berbagai hal kehidupan. bahwa didalam otak anak-anak terdapat suatu mekanisme (sikap kreatif) yang hanya dapat dihidupkan dalam satu masa tertentu saja (Kak Seto. politik maupun dalam bidang sosial dan budaya. ditumbuhkan dan dikembangkan semenjak anak usia prasekolah. Berawal dari konsepsi tersebut. A. apabila kreativitas dirangsang. Kreativitas sebagai hasil karya baru (novel) berarti sesuatu yang bersifat inovatif. kesehatan. anak tersebut akan mengalami kerugian seumur hidupnya seperti tidak percaya diri. Selain itu pendidikan juga bertanggung jawab untuk memandu. yaitu mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari aspek pribadi (person). Apabila mekanisme tersebut tidak dirangsang oleh lingkungannya pada saat yang tepat maka akan sulit dihidupkan kembali di masa-masa berikutnya meskipun dengan menggunakan rangsangan yang sama. belum ada . rasa malu yang berkelanjutan. adalah hal yang wajar bahkan merupakan suatu keharusan. Kreativitas Anak Usia Prasekolah 1. bahwa kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. Upaya mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. Oleh karena itu. terutama bagi pembangunan masa depan bangsa dan negara. Apalagi dengan bermacam-macam tantangan. Menurut David Chambell (1986: 11). Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. kerja keras dan genetik. kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru (novel). Kak Seto memiliki ide-ide yang tema sentralnya adalah mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. bentuk aktifitasnya hanya menunggu komando. Pendidikan pada umumnya bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik guna mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal. membina. Dengan pendidikan. pasif serta tidak memiliki inisiatif untuk maju dan berkembang. dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya atau peserta didik. mengembangkan dan meningkatkan bakat serta kreativitas seseorang. proses (process). baik dalam bidang pendidikan. pendorong (press).

berfantasi (mengangan-angan sesuatu yang difikirkan) untuk mencipta suatu karya atau ide-ide tertentu. mempermudah. aneh dan mengejutkan. lebih praktis. pemecahan masalah. Sedangkan pemecahan kreatif merupakan ide. Pencarian adalah suatu jalan untuk menemukan ide. menarik. pemecahan. gagasan. pemecahan kreatif berada pada posisi disekeliling pencarian. mampu untuk berbuat. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. means to create. sehingga mampu berfikir dan berkhayal yang diwujudkan dalam bentuk kerja keras untuk memperoleh sesuatu. angan-angan. gagasan. Artinya bahwa imajinasi dapat menjadikan seorang anak berkembang pemikiran dan penalarannya. penunjukan angan-angan. mendatangkan hasil lebih baik/banyak. Dari pengertian tersebut aktifitas kreatif tentunya merupakan sebuah kesengajaan yang dilakukan seseorang dari sebuah proses imajinasi. 1995: 12). Sykes berasal dari kata sifat artistic yang berarti creating. Kreativitas bila dipandang dari aspek psikologis tentunya memiliki kemiripan dengan sifat Allah yang maha pencipta yang dinamakan dengan sifat Al-badi’ (Hasan Langgulung. memperlancar. Menurut Anna Craft (2004: 2) pikiran yang berdaya adalah suatu pikiran yang menghindarkan diri dari jebakan keadaan. yaitu secara psikologis dan budaya. Berguna (useful). Imajinasi dalam pengertian ini adalah suatu bagian dari pikiran yang berdaya. 2005: 373). Apabila dilihat dari definisi tersebut maka ada dua hal yang penting yang perlu diberikan penjelasan. Sedangkan menurut budaya sesuatu dianggap baru jika gagasan itu belum pernah dijumpai dilingkungan masyarakat. yakni: pertama suatu gagasan dikatakan kreatif apabila memiliki kriteria baru didalam beberapa aspeknya. memecahkan masalah. Yang dimaksud kreatif dalam perspektif psikologis adalah suatu gagasan yang baru atau strange apabila pemikir sendiri belum pernah menghasilkan gagasan itu. gagasan. Makna kreativitas yang dimiliki manusia sesuai dengan sifat Al-badi’ berarti bahwa kreativitas manusia tidak bersifat sebagai pencipta murni tetapi kreativitas yang bersifat mengembangkan. mengurangi hambatan. mendidik. mendorong. pemecahan masalah secara khas yang akan mampu membawa seseorang kearah baru. mencari celah atau jalan keluar dengan berbagai jalan dan cara untuk memecahkannya hingga akhirnya memperoleh lubang keberuntungan. (Suharman. Conny. yang berarti pembuatan. penyelesaian dan cara kerja baru. Halpern mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu aktifitas kognitif atau proses berfikir untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang baru dan berguna atau new ideas and useful (Suharnan. memiliki makna sesuatu yang bersifat lebih enak. Lubang keberuntungan merupakan lubang kecil pada jalan pencarian yang membawa langsung ke ide. Berfikir dihutan berarti berfikir kreatif yang mengandung perubahan arah dan situasi. Kriteria baru dapat mencakup dua perspektif. segar. penyelesaian perkara atau cara kerja baru. 2005: 373). Terkait dengan berfikir dihutan. yang berdaya cipta.sebelumnya. mengatasi kesulitan. mengembangkan. talented display imagination. Sedangkan Istilah kreativitas menurut JB. . Berfikir di hutan menurut De Bono meliputi tiga hal pokok yakni pencarian. 1986: 12-13). keahlian sebagaimana biasanya (Semiawan. as good as slight skill. 1991: 45-46). Sedangkan istilah dapat dimengerti (understandable) merupakan suatu hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat dilain waktu. Senada dengan pengertian kreativitas diatas. Proses berfikir kreatif dapat pula dianalogikan sebagaimana berfikir dihutan untuk menghasilkan sebuah pola berfikir divergen. pemecahan kreatif dan lubang keberuntungan (David Cambell. meski ditempat lain mungkin orang lain telah menghasilkan gagasan yang serupa namun hal itu terjadi secara kebetulan. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada.

: ) 6) Artinya: Dialah yang menggambarmu didalam rahim sebagaimana is kehendaki. mampu berkembang dan memiliki segudang ide dan gagasan yang produktif dan menghasilkan solusi. didalam mendidik anak prasekolah yang memiliki daya imajinasi yang tinggi. Yang termasuk ciri-ciri pokok yang dimiliki oleh anak yang kreatif antara lain: memiliki kelincahan mental untuk berpikir dari dan ke segala arah. Sesuai dengan pengertian tersebut. Ali. Yasin 81). pemecahan. Tiada Tuhan kecuali Dia yang maha mulia dan bijaksana (QS. cara baru dan penemuan. Al-An’am 101). Al-Kholaq (pencipta) dan Al-Musowwir(pencipta/penggambar). Hal ini disebabkan berfikir kreatif sesungguhnya merupakan sebuah pemikiran yang melibatkan proses berfikir secara divergen (lebih dari satu jawaban). tiada Tuhan kecuali Dia. dengan ditandai oleh fluency (kelancaran). Sebagaimana dijelaskan dalam Al-QS. Ya-sin 81. Dan Ia mencipta segala sesuatu serta Ia mengetahui segala sesuatu (QS. newness (baru) serta elaborasi (mengembangkan) dalam berfikir. memiliki berbagai ide serta diperlukan dorongan dari berbagai lingkungan sehingga mampu menghasilkan sebuah produk tertentu baik baru ataupun kombinasi. mengkombinasikan dari sesuatu yang telah ada sebelumnya (Hasan Langgulung. Ciri-Ciri Kepribadian Anak Kreatif Menurut para ahli. Akan tetapi kreativitas yang bermakna daya cipta yang baru/original serta belum pernah dihasilkan oleh manusia. Al. ciri-ciri orang kreatif secara umum dikelompokan menjadi tiga kategori yakni ciri-ciri pokok. Sedangkan aktifitas atau proses kreatif digunakan untuk menghasilkan pikiran yang berdaya. QS. fleksibilitas konseptual. Hal ini dijelaskan dalamQS Al-An’am ayat 101 yang berbunyi: : ) 101) Artinya : Pencipta langit dan bumi. Berdasarkan berbagai pengertian diatas. 2.Imron 6 sebagai berikut: . Al. QS. . bagaimanakah ia bisa beranak padahal ia tidak beristri. Pencipta segala sesuatu. terhindar dari jebakan.An’am 102. ciri-ciri yang memungkinkan dan ciri-ciri sampingan (David Chambell. : ) 81) Bukanlah yang menciptakan langit dan bumi sanggup mencipta seperti itu. fleksibility (kelenturan). 1991: 46). Maka kreativitas perlu dikembangkan sejak dini. Ciri-ciri pokok merupakan sebuah kunci untuk melahirkan gagasan.meneruskan. namun hanya dimiliki oleh Allah semata dinamakan dengan sifat AlKholiq (pencipta). Itulah Tuhanmu. Ali Imron 6). Dialaha pengurus segala sesuatu (QS. 1986: 27).An’am 102). Dialah maha pencipta dan maha mengetahui ( QS. dapat diambil suatu benang merah bahwa kreativitas tentunya memiliki pengertian yang tidak terlepas dari prinsip pribadi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu.

orisinilitas. Sebagaimana diungkapkan oleh Spearman bahwa: pertama. dan sebagainya ( David chambell. Dengan menggunakan indera dan anggota tubuh lainnya. lambang-lambang. memiliki arah hidup yang mantap. Urgensi Kreativitas Kreativitas sangat penting untuk dikembangkan sejak anak mencapai usia prasekolah. senang berpetualang. bersibuk diri terus menerus apa yang disukainya. Menurut Utami Munandar (2002: 56). memiliki keingintahuan intelektual yang besar serta kaya akan entertainment dan fantasi. Kelincahan mental untuk berfikir dari dan ke segala arah (divergent thinking) dapat dilakukan oleh tiap individu. ketiga. Gerakan tubuh yang dilakukan anak sebagian besar tergantung dari peran motoriknya. cara baru dan penemuan diawali dengan kelincahan mental (mental agility) untuk senantiasa menerapkan pola berfikir divergen. memiliki minat yang luas. mandiri dalam berfikir. apabila terdapat dua ide atau tanggapan. mandiri dalam berfikir dan dalam memberi pertimbangan. imajinatif. 3. memiliki kecakapan dalam banyak hal. Berbagai ciri-ciri anak yang kreatif seperti dijelaskan diatas. Karena pada prinsipnya manusia hidup dapat dinyatakan dengan tiga kepribadian alami. lebih menyukai kompleksitas dari pada simplisitas. Ciri-ciri ini bisa dilihat pada seorang anak yang memiliki kemampuan untuk bekerja keras. 1995: 20). gagasan. berpikiran mandiri. jika seseorang mengenali tanggapan dan hubungannya. Kedua. segi dan mengumpulkan berbagai fakta yang penting dan mengarahkan fakta itu pada masalah atau perkara yang dihadapi dengan cara memerankan hubungan antara ingatan. Dari hal tersebut dinyatakan bahwa tiap individu mampu berkembang dan berfikir kreatif. pikiran dan kegiatan panca indera. seseorang cenderung untuk mengtahui perasaan. percaya diri. Yang termasuk ciri-ciri sampingan adalah individu yang tidak pernah mengambil pusing apa yang dipikirkan orang lain dan kekacauan psikologis. Ciri-ciri pokok yang digunakan untuk melahirkan gagasan. Sedangkan ciri-ciri yang memungkinkan merupakan sebuah ciri yang membuat seseorang mampu mempertahankan ide-ide kreatif yang telah dihasilkannya. antara lain: anak memiliki inisiatif dalam berfikir. memproses. kesadaran serta apa tujuannya. maka seseorang dapat mengetahui berbagai perhubungan diantara keduanya. intuitif. membentuk dan menghasilkan sebuah produk tertentu serta tidak mudah menyerah dengan pekerjaan yang menantang/berpetualang. Karena kelincahan mental merupakan salah satu kemampuan untuk bermain-main atau mencoba dengan ide-ide. anak beraktifitas sesuai dengan apa yang diinginkannya. pribadi kreatif yang dimiliki oleh anak prasekolah dicirikan dengan beberapa hal. konsep. pantang menyerah. maka akal dapat sampai kesuatu tanggapan lain yang memiliki hubungan itu juga (Cony Semiawan. ulet serta tidak bersedia menerima pendapat orang lain bila tidak sesuai dengan keyakinannya. pemecahan. ingin tahu. bersedia mengambil resiko. kata-kata dan khususnya melihat hubungan-hubungan yang tak biasa antara ide-ide. mampu berkomunikasi dengan baik. . Selain itu. Torrance sebagaimana dikutip Utami Munandar (2002: 56) juga mengatakan ciri-ciri individu yang kreatif dalam lingkungan masyarakat dapat ditunjukan dengan sifat berani dalam pendirian dan keyakinan. ingin tahu. gagasan-gagasan. berani dalam pendirian dan keyakinan. 1985: 28). Dari kelincahan mental yang dimiliki individu diharapkan akan mampu melihat masalah atau perkara dari berbagai arah. maka anak yang memiliki kreativitas tinggi relatif aktif terhadap keadaan maupun impulse yang ada sehingga berkeinginan untuk mencoba. Selanjutnya adalah ciri-ciri sampingan yakni tidak langsung berhubungan dengan penciptaan tetapi berupaya untuk menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup tetapi kerap mempengaruhi perilaku orang-orang kreatif. Anak usia prasekolah adalah individu yang mampu bergerak dan berfikir.

meletakan hipotesa-hipotesa. maka diusia 2 tahun. kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak usia dini dengan tidak terbatas pada bidang seni atau ilmu pengetahuan semata. kedua. ketiga berkompetensi. karena anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses berfikir. Lebih lanjut Ali Khomsan juga menjelaskan bahwa ketika bayi baru lahir. Karena menurut pembagian kerja tubuh. yaitu dorongan untuk mengatasi tantangan. kedudukan kreativitas memiliki peran sepertiga dari bagian yang lain untuk mewujudkan bakat yang dimiliki seorang anak. kreativitas sebagai gaya khas dalam hidup. Sehingga dari ketiga hal tersebut merupakan salah satu bagian penting dari kebutuhan manusia. Ketiga. Jackson serta Edwards dan Taylor (1961). yaitu dorongan untuk mencapai hasil kerja dengan kualitas tinggi. Kreativitas sebagai jantung inovasi Kreativitas sebagai jantung inovasi memiliki pengertian bahwa suatu inovasi tidak akan bergerak normal tanpa adanya kreativitas. berprestasi. kreativitas berperan sebagai proses intelektual. www. Utami Munandar (1992: 45) juga mengungkapkan bahwa kreativitas perlu dipupuk dan dikembangkan karena dengan berkreasi seseorang dapat mewujudkan dirinya. secara otomatis organ tubuh berupa otak. berat otak anak sudah mencapai 1200 gram. menguji hipotesa serta menyampaikannya kepada orang lain. yakni kreativitas sebagai proses yang mengandung pengetahuan terperinci tentang bidang dan pengetahuan asas yang terkandung didalamnya. Artinya apabila seseorang yang mampu untuk berkreasi. Nursito (1999: 34-35) mengutip pendapat Getzels. Oleh karena itu diusia 2 tahun ini biasa disebut sebagai masa keemasan (golden age) (Ali Khomsan. urgensi kreativitas menurut Hasan Langgulung (1991: 112) adalah: pertama. Kemudian sel otak akan tumbuh sampai 90% dari berat maksimal. berafiliasi yakni dorongan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif. publication nova.com). Kedua. kreativitas memiliki berbagai urgensi bagi anak prasekolah yaitu sebagai berikut: a. Artinya bahwa seseorang anak akan mampu memandang sesuatu yang baru pada yang lama dan setiap harinya merupakan hari perubahan atau kelahiran baru baginya dalam segala hal serta memiliki gaya hidup yang dinamik. Melihat sisi penting perlunya kreativitas dikembangkan semenjak anak prasekolah. Dengan demikian. untuk maju dan berkembang. 2005: 380). Selain hal diatas. Apalagi di usia sekitar 2-4 tahun separuh perkembangan intelektual anak telah berlangsung dengan baik. Begitu sebaliknya. Kreativitas pada diri individu memiliki urgensi yang pokok bagi kehidupan. kreativitas menjadikan anak mampu mencipta karya tertentu. bahwa siswa (anak) yang berkemampuan kreatif tinggi pada umumnya mampu melakukan tugas dengan sama baiknya dengan para siswa/anak yang ber-IQ tinggi dalam feat test. Artinya diusia ini memang masa perkembangan otak sangat cepat.Tahapan awal kehidupan anak merupakan tahapan penting. kekuatan fisik dan hati akan bersatu untuk memperoleh: pertama. jumlah sel otaknya sudah mencapai 66% dan beratnya 27% dari berat maksimal. Jika berat otak dewasa ratarata 1400 gram. semakin tinggi kreativitas seseorang jalan kearah inovasi semakin lebar pula. tetapi kreativitas terdapat dalam seluruh jenis aktifitas kemanusiaan dan fisik (Amal Abdussalam Alkhalili. Seperti diungkapkan Renzulli yang dikutip Cony Semiawan dkk (1990: 67) dalam bagan sebagai berikut: Komitmen pd tugas kemampuan rata rata .

Karena kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk memberikan gagasan-gagasan dan menerapkannya dalam pemecahan masalah yang di lakukan berdasarkan ciri-ciri aptitude dan non aptitude. anak prasekolah mencoba menjadi dirinya sendiri. inkubasi. Artinya bahwa pengikatan diri dari dalam yang berupa motivasi instrinsik untuk bertanggung jawab terhadap suatu tugas. Belajar dengan menghargai pendapat anak akan membuka pengetahuan lebih luas dan berkembang. diantaranya bermain. dan sebagainya. Dalam tahap persiapan ini. bereksperimen. Sedangkan bakat menduduki posisi kecil dari keberhasilan seseorang. Kreativitas sebagai pemecah berbagai problem. menggunakan waktu. bertanya. mencoba sesuatu. Belajar pada anak prasekolah dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan yang menyenangkan. . sehingga mampu mencapai kepuasan dan kualitas hidup. Karena anak akan lebih berani mengungkapkan gagasan kreatifnya. Yang pokok ialah bahwa kemampuan itu harus cukup diimbangi oleh kreativitas dan tanggung jawab terhadap tugas. yakni tahap persiapan. masa menyimpan informasi yang sudah dikumpulkan. Tahap persiapan menurut Wallas adalah suatu tahap berorientasi tugas ketika seseorang melakukan riset dengan membaca. Pemikiran kreatif adalah pemikiran yang menghargai pendapat anak. dan tentunya proses persiapan menjadi kreatif juga dipengaruhi oleh pengalaman yang dimiliki. komitmen terhadap tugas serta mengembangkan kreativitas. bertanya untuk memunculkan ide baru/memecahkan persoalan. agar kreativitas muncul dalam proses mengatasi suatu permasalahan dan memunculkan ide baru diperlukan empat tahapan. Sedangkan tanggung jawab/pengikatan diri terhadap tugas menunjuk pada semangat motivasi untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu tugas. Berfikir Kreatif menurut para ahli merupakan proses berfikir secara divergen. seseorang aktif mengolah informasi dengan belajar berfikir. meskipun gerakan yang dilakukannya bernilai imitasi. c. Kemampuan diatas rata-rata tidak berarti bahwa kemampuan itu harus unggul. b. Menurut Wallas. bertualang atau mengumpulkan fakta dan ide seperti yang dikutip oleh Jordan (1997: 54-55). Tahap inkubasi merupakan tahap istirahat. 2002: 59). Disamping itu anak-anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga pada akhirnya mereka akan lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan-tantangan dimasa depannya kelak. pencerahan dan pelaksanaan (Utami Munandar. Melalui kegiatan seperti ini. Dengan Kreativitas anak lebih terpacu untuk belajar. Anak kreatif memiliki kemauan dan lebih terpacu dalam belajar. Berfikir divergen tepat digunakan dalam menghadapi berbagai persoalan. mewawancarai orang. mencari jawaban. bernyanyi. Berfikir kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan dan mengatasi problem elucidate diperlukan latihan dan pembiasaan bagi anak. pengetahuan dan pendidikan. bereksperimen. Menurut Guilford sebagaimana yang dikutip oleh Suharnan (2005: 377) bahwa proses berfikir divergen (divergent thingking) adalah suatu proses berfikir yang berorientasi pada penemuan jawaban atau alternatif yang banyak.KreativitasKK Bagan diatas menunjukan bahwa keberhasilan berprestasi seseorang dalam menjalani kehidupan manakala mampu menggabungkan antara kemampuan yang dimiliki oleh tiap individu. Memecahkan suatu permasalahan diperlukan berfikir secara kreatif. kesempatan serta kemampuannya. Dengan demikian anak yang berfikir kreatif akan mampu mengembangkan dan menggunakan semua bakat yang dimiliki.

Melalui kecerdasan intra personal inilah anakanak akan senang untuk melakukan introspeksi diri. Kecerdasan intra personal merupakan kemampuan anak untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Berfikir divergen akan mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Sikap kreatif yang dikembangkan sejak masa prasekolah akan mampu menumbuhkan kecerdasan sosial. mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya. Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Kreativitas Anak Prasekolah 1. Kecerdasan ini adalah suatu kecerdasan yang menunjukan kemampuan untuk peka terhadap dirinya sendiri. anak usai prasekolah telah memiliki kecerdasan intra personal. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu (Syaiful Bahri Djamaroh. Dalam berinteraksi dengan teman seusianya. juga termasuk kemampuan seperti memimpin. . Dalam kelompok bermain. Tahap pencerahan/iluminasi yaitu tahap munculnya suatu gagasan baru dalam pikiran untuk menjawab tantangan kreatif yang sedang dihadapi yang seakan-akan ide tersebut berasal dari ketiadaan. Untuk memunculkan ide melalui tahap pencerahan. B. (flexibility) yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang terdiri dari kategori-kategori yang berbeda-beda atau kemampuan memandang sesuatu (objek. anak prasekolah diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan dengan melibatkan kelancaran berfikir (fluency). Mampu memiliki kecerdasan intra personal Anak usia prasekolah memiliki aktifitas pokok yaitu bermain. keluwesan berfikir.lalu berhenti dan tidak lagi merenungkannya. mengorganisasi. situasi atau masalah) dari berbagai sudut pandang. menangani perselisihan antar teman. Kecerdasan sosial yang dimaksud adalah anak-anak cenderung untuk memahami dan mampu berinteraksi dengan orang lain atau teman-temannya. originalitas yakni bentuk keaslian berfikir mengenai sesuatu yang belum difikirkan orang lain atau tidak sama dengan pemikiran orang-orang pada umumnya. yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan yang banyak. kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. Tetapi pikiran bawah sadar berfungsi mengaitkan berbagai gagasan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Melalui berfikir divergen. Faktor Internal. d. Sejalan dengan berkembangnya pola pikir kreatif anak. serta elaborasi yakni kemampuan memerinci suatu gagasan pokok kedalam gagasan-gagasan yang lebih kecil. sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan disekelilingnya. Motivasi intrinsik adalah motiv-motiv yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Menumbuhkan kecerdasan sosial pada anak. e. Tahap yang terakhir adalah tahap pelaksanaan/verifikasi sebagai masa pembuktian seseorang memberi bentuk pada ide atau gagasan baru. a. Motivasi (Press) Yang dimaksud motivasi dalam bahasan ini adalah motivasi intrinsik. memperoleh simpati dari anak yang lain dan sebagainya. Tahap pencerahan merupakan gagasan baru yang berpindah dari alam pikiran tidak sadar ke alam sadar. anak usia prasekolah sudah cenderung berusaha untuk memahami kawannya dan biasanya memilih teman yang disukainya. Selain mampu memahami dan berinteraksi dengan baik. seseorang hendaknya mampu mengkondisikan diri dalam keadaan santai dan bebas tekanan. anak akan berusaha untuk memilih teman yang dianggap menyenangkan dan membantunya. anak yang memiliki kecerdasan sosial akan terbiasa menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya.

Mengkonsumsi makanan yang berlebihan akan berdampak pada kegemukan. lingkungan sosial. Selain kedua faktor diatas. Bahkan setiap indra bagi manusia merupakan suatu lingkungan mikro yang mempengaruhi pikiran. Seperti pendapat Imam Ali bin Abi Thalib. pendidikan inner dan eksternal. atau pendorong prestasi Pada diri setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya. menentukan arah perbuatan. produktivitas dan kapasitas kreativitas (Jordan Ayan. Menurut Sardiman (1994: 84) motivasi memiliki tiga fungsi yaitu: mendorong manusia untuk berbuat. Kesehatan anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan konsumsi bahan makanan. dan pengecapan. Perasaan yang tenang serta sehat akan jasmani dan rokhani dapat mempengaruhi proses berkembangnya kreativitas bagi anak. bahwa banyaknya makanan didalam perut berakibat buruk pada intelegensi seseorang (Syafinudin Al Mandari. sosio budaya. Faktor Eksternal Faktor eksternal yang dimaksud disini adalah faktor yang berada diluar diri anak prasekolah dimana dia hidup. malas berkreasi dan mempengaruhi proses belajar. 2002: 71). mengembangkan kreativitas juga dipengaruhi oleh keinginan yang tinggi terhadap sesuatu serta cita-cita yang muncul dari pribadi anak. Motivasi intrinsik merupakan motiv diri atau keinginan pribadi dari tiap individu sebagai suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau untuk bertindak melakukan sesuatu (Ngalim Purwanto. menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. Diantara pola asuh yang dimaksud antara lain: memberikan kecukupan ASI ekslusif selama 2 tahun. perasaan. penciuman. perilaku orang tua/pendidik. Sebab kreativitas dapat dilakukan manakala anak mampu mempersepsi dan mengaktifkan rangsangan melalui indra penglihatan. suasana psikologis.com). ( online. Pola asuh yang dimaksud adalah mendidik dan memelihara anak. peraba. Ketenangan dan kesehatan Setiap situasi menimbulkan perasaan yang disukai atau tidak disukai anak-anak. 2003: 101).2002: 115). a. dialog. serta mengatur pola makan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan. dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang. Melalui pembangkitan motivasi pada anak prasekolah menjadikan mereka memiliki keinginan dan keyakinan untuk mencoba melakukan sesuatu. untuk mewujudkan dirinya. Mengembangkan kreativitas anak dipengaruhi oleh impulse dari lingkungan maupun pengalaman yang diterimanya. dan kontrol. 2. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. sekolah dan masyarakat. 2004: 95). Motivasi intrinsik dalam mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah memiliki peran yang sangat penting. Sehat dan aktifnya indra pada anak-anak akan mampu memberikan nuansa mental dan psikologis yang berpengaruh pada perilaku dan suasana hati. pakaiannya dan keberhasilannya dalam periode pertama sampai dewasa. Beberapa hal yang mempengaruhi berkembangnya kreativitas anak antara lain: lingkungan fisik. b. mengurus makan dan minumnya. pendengaran. Dorongan-dorongan ini merupakan motivasi authority untuk berkreativitas ketika individu membentuk hubunganhubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya. Pengaruh keluarga . Lingkungan Keluarga Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak. Dalam pembahasan ini dipaparkan tiga hal yang mempengaruhi pengembangan kreativitas pada anak prasekolah yakni: keluarga.

Model pengasuhan ibu Einstein sangat memungkinkan kreativitas anak berkembang. Tetapi mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah sangat dipengaruhi oleh pendidikan keluarga yang diterapkannya. 2006: 70). mendidik dan bergaul dengan anak harus mampu melaksanakan suasana belajar dalam kondisi apapun. alam semesta. sebagai pengatur kehidupan dalam rumah tangga. 2002: 57). Dalam lingkungan keluarga anak mendapatkan sentuhan pendidikan dari ayah dan ibunya. 2003: 12). kurangnya perhatian terhadap anak. Dalam kehidupan rumah pula anak tidak harus merasa bersaing dengan teman-teman sekelasnya disekolah. Peran ibu dalam keluarga merupakan pendidikan dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali (Nano Sunartyo. Yaitu melakukan sesuatu keterampilan tertentu. Maksud dari pernyataan itu. dan ia bisa langsung mendapat penghargaan jika berprestasi dan mendapat koreksi saat ia melakukan kesalahan. tumbuh-tumbuhan. dan pendidik dalam segi-segi emosional. sebagai tempat mencurahkan isi hati. Orang tua yang memiliki kesibukan dalam berkarir. geologi dan sebagainya. Ditempat kursus. Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif pada anak usia prasekolah dalam keluiarga hendaknya selalu memberikan keamanan dan kebebasan psikologis (Utami Munandar. tidak perlu merasa ketakutan dalam menjawab soal yang diberikan orang tua.sangatlah besar bagi pembentukan sikap kreatif pada anak. karena dirumah anak bisa belajar lebih banyak pengetahuan dan merasa terpuaskan seiring dengan kemampuannya sendiri. Ibu yang merawat. komputer dan sebagainya. menguasahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada serta memberikan pengertian secara empatis. seperti bermain piano. umumnya anak-anak belajar tentang. tidak menjatuhkan harga diri anak meskipun memiliki banyak kekurangan. hewan. manusia. Peran ibu sebagai pendidik dasar sekaligus pengembang kreativitas dirumah dilakukan dengan berbagai sikap dan perbuatan. membimbing dengan kasih sayang. Berbekal dari sikap menerima anak apa adanya dengan tulus (genuine accapetance). Sedangkan dirumah. pada akhirnya Einstein bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirinya sehingga ia mampu mengembangkan kreativitasnya. Yaitu tentang: hitungan. 2006: 30). yang membuat anak-anak bisa tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sesuai dengan berbagai potensi unggul yang dimilikinya. Yakni menjadi dirinya sendiri sebagai manusia seutuhnya yang unik. antara lain: ibu mampu menjadi sumber dan pemberi kasih sayang. dan kesabaran serta tidak membebani anaknya (Wahyudin. anak-anak belajar menjadi. Sikap . maupun kerabat disekelilingnya. sebagai pembimbing hubungan pribadi. Peran keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak bisa juga dilakukan melalui indication pengasuhan ibunya Einstein. anak-anak umumnya belajar melakukan. Kegiatan belajar dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dirumah merupakan bentuk kegiatan yang sesungguhnya. Anak-anak sejak dilahirkan kedunia pertama kali sudah terlibat dalam pendidikan keluarga. Sedangkan pemberian kebebasan psikologis berarti memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran ataupun perasaannya. sebagai pengasuh. sehingga komunikasi antara anak dan orang tua seakan luntur ditelan kepadatan kerja. yakni: menerima individu akan kelebihan dan kekurangannya. Memberikan keamanan secara psikologis dapat dilakukan dengan tiga proses yang saling berhubungan. yakni dengan sikap memaafkan. Syafinudin Al Mandiri (2004: 1) mengutip pendapat Kak Seto bahwa: Di sekolah. pemelihara kesehatan serta bertanggung jawab terhadap perkembangan jasmani dan rokhani. Rumah adalah tempat pale baik bagi anak (Nano Sunartyo. Dengan hal itu keluarga merupakan bagian awal keberhasilan pendidikan terhadap anak-anak dirumah.

tapi juga bisa mempererat hubungan orang tua dengan anak. kerapihan. Sehingga anak-anak tidak memiliki cukup kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya. 2006 : 23). 2003: 13). memaafkan yang menyulitkannya. Orang tua seharusnya mencoba menggunakan prinsip-prinsip yang membantu anak-anak agar belajar dengan gembira atau lebih tepatnya bermain sambil belajar (Nano sunartyo. maka orang tua harus dapat memenuhi kasih sayang serta menjaga dan mengembangkan potensi dasar kreativitas anak. Orang-orang disekeliling beliau bertanya. Karena hal tersebut tidak semata memberi keuntungan pada perkembangan intelek dan kreativitas anak. tidak membebaninya. usia prasekolah merupakan masa yang pale optimal untuk merangsang kemampuan pikir atau dasar belajar pada anak. Lingkungan Sekolah Setelah keluarga. yakni menerima anak apa adanya. maka lebih disebabkan karena ketidakwaspadaan orang tua terhadap perkembangan psikologis anak. tidak membebani mereka dengan target-target dan keinginan kita. Disekolah anak diatur dengan tata aturan yang ada dari mulai disiplin waktu. Pemaksaan terhadap anak akan menimbulkan prinsip lain yakni belajar sambil bermainmain. kata Nabi Saw. Karena anggapan seperti itu memiliki implikasi yang sangat tidak menguntungkan yaitu pembatasan terhadap kegiatan mereka dan merupakan faktor yang melemahkan dorongan belajar mereka. Anak prasekolah yang diterapkan pola belajar dengan prinsip bermain sambil belajar senantiasa tidak merasa tertekan dan dipaksa untuk belajar. betapapun mereka telah menjengkelkan hati kita. juga mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum sebagai upaya untuk memberikan impulse baru bagi perkembangan kreativitas anak. Menurut berbagai pendapat ahli. Sehingga kreativitas dimungkinkan akan dapat dikembangkan. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah orang tua harus memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup. serta tidak memaki atau memberi julukan-julukan yang buruk kepada anak. yang pada akhirnya anak akan belajar dengan kebahagiaan dan keberhasilan. Dengan demikian apabila ditemukan anak terhenti kreativitasnya. Dengan menerapkan prinsip bermain sambil belajar anak akan menjadi lebih kreatif dan pada saat yang sama anak akan menjadi lebih gembira. memaafkan yang menyulitkannya. (Wahyudin. tidak pula memakinya. Tetapi kebanyakan orang terkadang . Sesungguhnya Allah merahmati orang tua yang membantu anaknya untuk berbakti kepadaya. Hadits yang diriwayatkan dari Abi Abdillah tersebut mengajarkan kepada kita empat prinsip dalam menghadapi dan mengembangkan kreativitas anak. dia menerima yang sedikit darinya. Untuk mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah. orang tua harus menyediakan lingkungan yang menggairahkan. Anggapan orang tua bahwa semua kegiatan balita hanyalah bermain dan tidak berdampak pada pengembangan kecerdasan juga merupakan anggapan yang salah. b. bagaimana cara orang tua mendidik anaknya ya Rasulullah Nabi Saw menjawab. Mengingat pentingnya tugas dan tanggung jawab keluarga dalam pembentukan anak-anak yang kreatif. berpakaian.orang tua semacam ini juga diajarkan Rosululloh SAW melalui sabdanya yang artinya. Orang tua harus dapat memberikan perhatian yang penuh terhadap hal-hal yang dapat mendukung anak melakukan kegiatan kreatif. Dari kedua prinsip tersebut dapat ditarik kejelasan bahwa dalam mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah hendaknya orang tua mampu mengemas belajar dalam lingkungan yang menyenangkan serta penuh kedamaian dan kasih sayang. lingkungan kedua adalah sekolah.

2006: 68). George W. namun dengan percobaan (eksperimen). Di Taman Kanak-Kanak (TK) Kreativitas dapat dikembangkan. masyarakat atau lingkungannya (Syafinudin Al mandarin.bersikap meremehkan kemampuan anak. Dari berbagai tema yang terdapat dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak akan sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan Kreativitas anak. Dari hal tersebut. Untuk itu guru hendaknya mampu berperan tidak sebatas sebagai pengatur dan sumber . atmosphere dan udara. pekerjaan. Guru yang otoriter. pesisir serta pegunungan. makanan dan minuman. keluarga. Karena biasanya kita tidak pernah mau mendengarkan pendapat dan kemauan anak (Nano sunartyo. maka dapat tercapai fungsi sekolah yang baik. gejala alam. rekreasi. menakutkan. api. Begitu pula dengan suasana bermain aktif. Untuk mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Artinya bahwa lembaga pendidikan bagi anak tidak membebani anak. Dengan bermain anak akan merasa senang secara spontanitas sehingga mampu memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. Taman Kanak-Kanak terdapat dijalur pendidikan sekolah. menyebalkan akan membuat jengkel dan mengakibatkan anak prasekolah tidak nyaman. find training yang terkemas dalam permainan. sekolah. indication pendidikan di Taman KanakKanak seharusnya tidak disajikan secara indoktrinasi. 2004: 3). kecerdasan dan kreativitasnya. baik untuk mata pelajaran maupun aspek lain termasuk afektif dan psikomotorik. dan sebagainya. 2003: 68). tidak membius pemikiran originalnya. anak akan memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya serta anak bebas mengekspresikan ide-idenya. Selain itu dalam aktivitas pembelajarannya juga telah menerapkan pembelajaan survey/praktek langsung. 2006 : 15). pemahaman. Peran guru bagi pendidikan anak prasekolah sangat penting. alat transportasi. Sehingga proses pembelajaran dilakukan dengan nyaman. Sebab module pembelajaran di Taman Kanak-Kanak merupakan satu kesatuan module kegiatan belajar yang utuh (Soemiarti Patmonodewo. rumah. latihan hingga penghayatan. belajar bagi anak prasekolah hendaknya bersifat fleksibel dan kondisional dengan menghargai kemampuan anak. serta mampu menanamkan rasa percaya diri dan kemandirian anak (Syafinudin Al Mandari. Beadle mengatakan bahwa kebanyakan dari kita selalu memandang rendah kemampuan anak untuk belajar. yakni: Fungsi sekolah selain dipandang sebagai stimulan (perangsang) utama berkembangnya kemampuan improvisasi anak. Pendidikan sekolah merupakan lanjutan dan bantuan dari pendidikan keluarga (Nano sunartyo. Apabila proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas anak dilakukan. alat komunikasi. Selain itu pendidik berperan sebagai penampung aspirasi anak agar dapat berkembang bakat. Adapun bentuk pendidikan bagi anak usia prasekolah meliputi Taman Kanak-Kanak. sekolah juga dapat menjadi media yang cukup baik untuk mengajarkan dan membiasakan anak melakukan pembauran dengan orang lain. sedangkan Kelompok Bermain dan Penitipan Anak berada dijalur pendidikan luar sekolah. Guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berkembang tidaknya kreativitas bagi anak. kendaraan. Bermain merupakan kegiatan untuk menumbuh kembangkan kreativitas di Taman Kanak-Kanak. Artinya module kegiatan belajar dalam Taman Kanak-Kanak bertemakan lingkungan disekitar kita seperti halnya panca indera. komunikatif dan dialogis antara anak dengan teman maupun gurunya. Lingkungan sekolah yang baik bagi anak prasekolah adalah bebas dan menyenangkan. 2004: 87). minat. Kelompok Bermain dan Penitipan Anak (day care).

Anak yang dilahirkan dan dibesarkan didaerah yang beriklim panas. air. langit. anak-anak diharapkan benar-benar siap menjadi manusia pembelajar yang kreatif. Peran kedua. masyarakat harus dapat mengusahakan suasana atau iklim yang baik. mengarahkan. tetapi guru seharusnya berperan sebagai fasilitator dan katalisator bagi anak (Adi W Gunawan. Kreativitas perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. guru sebagai katalisator dalam mendidik dan mengembangkan kretivitas anak prasekolah. mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak. Sebagai contoh anak yang lahir di daerah yang beriklim panas akan sangat berbeda dengan anak yang dilahirkan didaerah tropis/dingin. yang menunjang pengembangan kreativitas anak-anak. Dalam hal ini iklim atau suasana yang baik adalah bahwa anak prasekolah merasa aman secara psikologis serta bebas untuk mengembangkan dan mengungkapkan diri dalam lingkungan dimana ia hidup. dan mengembangkan aspek kepribadian. memupuk dan memungkinkan perkembangan kreativitas (Utami Munandar. Berkembangnya kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat. dan sebagainya. ilmuwan atau tokoh-tokoh dalam bidang lain. c. Selain itu . Tampilnya berbagai tokoh unggulan dalam kurun waktu tertentu agaknya proses kreativitas lebih dihargai dan diutamakan. Lingkungan Masyarakat Yang dimaksud lingkungan masyarakat sebagai pengaruh dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah mencakup kondisi sosio kultural disekitar anak. dapat berwujud benda seperti udara. apa hasil yang ingin dicapai. 2002: 178). Peran guru sebagai fasilitator bagi anak prasekolah berarti guru di Taman Kanak-Kanak memfasilitasi proses pembelajaran yang berlangsung dikelas maupun diluar kelas. Oleh karenanya. bumi. zaman Renaisance atau Sriwijaya dan Majapahit di Indonesia. Meskipun didalam ayat Al-qur’an maupun hadits nabi tidak ada satu ayat joke yang menyatakan bahwa faktor lingkungan sebagai faktor pokok yang mempengaruhi pertumbuhan kepribadian dan kreativitas anak. bahwa dalam kurun waktu tertentu lebih banyak tampil orangorang yang unggul seperti seniman. Menilik sejarah masa lampau. 1999: 175). kreativitas dan tingkah laku anak. Guru mampu mendesain ruangan sekreatif mungkin. Seperti zaman kebudayaan Yunani. turn berfikir apa yang ingin digunakan untuk memeriksa kemajuan anak. serta daya Kreativitasnya rendah (Maimunah Hasan. pemarah. emosi serta aspek intelektual yang pada akhirnya anak diharapkan mampu berfikir kreatif. karakter. Artinya dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh kondisi dan peranan kebudayaan dimasyarakat serta kondisi dari luar yang berinteraksi dengan manusia. talenta. menetapkan materi apa yang akan dipelajari anak. Oleh karena itu guru bertindak sebagai pembimbing. manusia yang siap dan akan terus belajar seumur hidup mereka. sudah barang tentu udara panas. intensitas cahaya matahari sangat tinggi. iklim. agar anak mampu mengerti dan menemukan kesenangan serta kebahagiaan dalam menjelajahi dunia ilmu pengetahuan. tetapi banyak pendapat para ahli beserta ilmuwan muslim yang mengakui bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan watak. dan kelebihan yang dimilikinya. Dengan demikian peran guru sebagai fasilitator secara langsung mempersiapkan fasilitas belajar anak dengan maksud memacu anak untuk berfikir kreatif serta belajar sesuai dengan kemampuan anak yang bersifat fleksibel. maka biasanya anak akan memiliki temperamen yang keras. merancang proses pembelajaran.informasi. Akhirnya yang menurut Silvano Arieti dinamakan dengan kebudayaan creativogenic. Selain itu. yakni kebudayaan yang menunjang. 2004: 165). Peran guru sebagai katalisator berarti guru membantu anak-anak dalam menemukan kekuatan.

yakni : 2-4 tahun sering sekali dengan indication berpikir simbolik. Zulu dan Indonesia. Atau juga tadabbur alam dengan menghafal suratan pendek dari Al-qur’an. wawasan terhadap orang yang ditemui oleh anak atau kejadian yang dialaminya. pendidik profesional. Inggris. outbond. seperti diungkapkan oleh Hans Jellen dan Klaus Urban dari hasil penelitiannya pada bulan Agustus 1987 terhadap anak usia 10 tahun dengan representation 50 anak di Jakarta menunjukan bahwa tingkat kreativitas anak Indonesia memiliki urutan terendah dari 8 negara lainnya. sehingga anak prasekolah dilatih dan dibiasakan untuk dapat mengerahkan diri dalam belajar. Selain itu tahap usia perkembangan praoperasional juga dicirikan dengan dua tahapan usia. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) maupun pemerintah setempat. juga dapat mengantarkan anak kepada tingkatan kecerdasan yang lebih maju seperti para pakar. Kebutuhan afektif perlu diperhatikan agar anak prasekolah memiliki sikap positif dalam kehidupan. ide. Maka dari itu dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah hendaknya pendidik ataupun orang tua lebih memahami dan belajar mengendalikannya agar upaya pengembangan kreativitas terlaksana maksimal. Aspek kognitif merupakan kegiatan otak untuk mengembangkan keterampilan berfikir sejak usia dini. Kamerun. Artinya bahwa pada kisaran usia ini anak lebih menekankan penggunaan simbol atau tanda untuk menjelaskan suatu obyek yang saat itu tidak bersama dengan subyek. sekolah maupun masyarakat. Tetapi kreativitas dalam bidang .(Andang Ismail. India. seperti Negara filiphina. Sedangkan usia 4-7 tahun dicirikan dengan indication berfikir intuisi. Dengan lingkungan mampu memberikan rangsangan kuat pada perasaan. mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan sesama teman. Lingkungan memenuhi suasana hati dan keseluruhan cara memandang hidup bagi anak. Jalinan kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan sesama anggota masyarakat. Apalagi melihat mutu pendidikan di Indonesia yang semakin menurun dan jiwa kreatif yang semakin memudar. C. AS. al-rihlah al-Ilmiyah. Sedangkan kebutuhan generatif adalah anak-anak tidak hanya menerima pengetahuan dan keterampilan semata. dan kegiatan sejenisnya. Kegiatan tersebut selain mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. menggali makna hingga menyebutkan berbagai ciptaan. Pengaruh lingkungan terhadap pengembangan kretivitas anak prasekolah lebih besar peranannya. Bahkan salah satu cara yang pale ampuh untuk melaksanakan upaya kreatif pada anak melalui pembentukan suatu kemitraan antar masyarakat… (Jordan Ayan. serta tidak melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dalam berkreasi. seperti kegiatan refresing disertai dengan perlombaan. pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah dalam masyarakat setidaknya mencakup tiga aspek pokok yakni kognitif. Pengembangan kreativitas pada anak prasekolah tidak hanya meliputi bidang-bidang tertentu seperti bermain. Dari berbagai elemen tersebut. Mengembangkan kreativitas perlu penanganan dan dukungan serius dari lingkungan keluarga. kerja sama juga perlu dilakukan dengan berbagai pihak. afektif dan generatif. 2005: 285). Anak usia prasekolah mempunyai kebutuhan kognitif. Selain dengan keluarga. RRC. menggambar dan bernyanyi semata. Usia prasekolah atau identik dengan istilah praoperasional dicirikan dengan adanya fungsi semiotik. 2005: 385). Jerman. Teknik-Teknik Pengembangan Kreativitas Mengembangkan kreativitas anak prasekolah disesuaikan dengan tingkatan usia dan kemampuan yang dimilikinya. 2003: 85).masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mengandung tantangan bagi anak. tetapi ingin menemukan dan mencipta caracara baru untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. sastrawan dan cendekiawan yang telah menghafal Al-Qur’an sejak kecil (Amal Abdussalam Al-khalili.

Suatu kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemikiran dan tugas kreativ menuntut cara dan sikap belajar yang berbeda. Selain itu. Adapun bentuk pemberian pemanasan disimbolkan secara mental. bagaimana (Utami Munandar. 2002: 278). Selain itu. merasa bebas dan aman untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. apa yang lemah. diperlukan berbagai indication pendekatan ataupun strategi pengembangannya. Sumbangsaran (Brainstorming) Sumbang saran adalah sebuah indication belajar kreatif yang memiliki prinsip tidak adanya sebuah kritik. 2002: 276). tetapi secara tidak langsung mengembangkan kreativitas anak berdasarkan pendekatan nilai-nilai agama. seperti mengulang apa yang diucapkan guru. Dalam mengembangkan kreativitas bidang pendidikan agama semenjak anak prasekolah diperlukan nilai-nilai. tetapi mencontohkan/mengaplikasikan secara langsung sikap jujur dan ikhlas tersebut. lebih bebas. 2002: 227). Hal dikarenakan sebuah kritik adalah bagian dari cara seseorang melakukan evaluasi dengan mencari identitas apa yang benar. sikap ataupun perbuatan secara simbolis. 1. Seperti orang tua menanamkan kreativitas akan nilai sebuah kejujuran dan keikhlasan tidak semata-mata menyampaikan pengertian. menghafal namanama kota. Model pemanasan dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang menimbulkan minat dan rasa ingin tahu anak. kebebasan dalam memberikan gagasan. dapat pula mengajukan pertanyaan terhadap suatu masalah.keberagamaan juga penting diperhatikan. Pada masa ini anak berada pada kisaran usia 2-4 tahun. dimulai dari pemberian pemanasan. (pertanyaan mengandung unsur kreativitas dalam bidang bersuci). seperti: pertanyaan yang diawali dengan kata: andaikata. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah melalui indication sumbang saran hendaknya meniadakan suatu kritik. Dari pemberian pendidikan tersebut. Atau dirangsang dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong ungkapan pikiran dan perasaan yang berakhir terbuka. (pertanyaan pemanasan yang mengandung nilai tolong menolong dirumah) Dan sebagainya. apa yang salah. mengembangkan kreativitas pada anak usia prasekolah melalui proses belajar dan menggali sebuah pengalaman. 2. serta kombinasi dan peningkatan gagasan (Utami Munandar. membuat gagasan sebanyak mungkin. Maksudnya apabila sebelumnya anak didalam kelas dituntut untuk mengerjakan berbagai tugas yang berstruktur. misalnya alasan sering terjadinya pertengkaran antara teman disekolah. Seperti Apa saja yang kamu lakukan setelah bangun tidur. binatang. mengerjakan tugas lainnya yang hanya mempunyai satu jawaban yang benar seperti matematika dan berhitung. maka anak memerlukan switch mental dari proses pemikiran reproduktif dan konvergen ke proses pemikiran divergen dan imajinatif. teknik sumbang saran dan teknik pertanyaan yang memacu gagasan (Utami Munandar. Apa yang kamu lakukan dirumah. etika atau nilai-nilai afeksi semata. dapatkah. Adapun indication belajar dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah antara lain melalui tiga tingkatan belajar kreatif yang menurut Treffinger. kreatif untuk berperilaku positif serta mampu berinteraksi dengan teman ataupun orang yang lebih tua dengan sopan. . Hal ini dimaksudkan agar anak semenjak usia prasekolah sudah mengenal nilai-nilai moral. Kemudian si anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa makna dari kejujuran dan keikhlasan. orang tua tidak hanya bersifat mendidik moral. Pemberian pemanasan (Warming Up) Pemberian pemanasan digunakan untuk menumbuhkan iklim atau suasana kreatif di Taman Kanak-Kanak yang memungkinkan anak untuk membuka dirinya. terbuka dan tertantang untuk berperan serta secara aktif dengan memberanikan diri dan senang memberikan gagasan sebanyak mungkin.

jenis pertanyaan juga perlu diberikan dengan menggunakan pendekatan keimanan dan imagination. Selain mampu mengembangkan kreativitas. Sebuah kritik yang diberikan terlalu cepat tanpa memberi kesempatan untuk mengembangkan suatu gagasan baru dapat mematikan kreativitas. sehingga tidak adanya tuntutan persaingan sebab anak yang belum mampu menjawab akan tertolong oleh anak yang telah mampu menjawab. mengganti (substitute). Hal ini yang akhirnya akan menjadikan anak lebih kreatif dengan mampu menemukan sebuah ide ataupun penyelesaian suatu masalah. memperbesar (magnify). Jenis pertanyaan yang dimaksud adalah berupa penggunaan kata kerja manipulatif guna memacu gagasan dan mengembangkan gagasan kreatif dengan melihat hubungan-hubungan baru. Oleh karena itu mengembangkan kreativitas dengan teknik sumbang saran harus bersikap terbuka terhadap gagasan orang lain dan terhadap gagasan diri sendiri serta mampu memberikan kesempatan secara bergantian dalam berpendapat. menyusun kembali (rearrange). mengubah (modify). Pertanyaan yang memacu gagasan Pertanyaan yang memacu gagasan dikenal sebagai teknik daftar periksa yang dikembangkan oleh Alex Osborn dengan tujuan untuk meningkatkan gagasan (Utami Munandar. dan menumbuhkan keberanian untuk belajar mengutarakan pendapatnya. Yang terpenting bahwa semua gagasan dicatat dengan cepat baru kemudian yang sama baru dikeluarkan. Adapun jenis pertanyaan yang dapat diajukan kepada anak terdiri dari berbagai pertanyaan yang mengandung kriteria: menyesuaikan (adapt). mencari solusi atas pertanyaan. makin besar kemungkinan bahwa diantara sekian banyak gagasan ada beberapa yang baik. gagasan sebaiknya dinyatakan dengan singkat.apa yang keliru pada sebuah jawaban dari pada memperhatikan apa yang baik. Karena sumbang saran yang baik berlangsung cepat. 2002: 283). memanipulasi informasi dan gagasan untuk menghasilkan ide yang orisinal. yang berkualitas. teknik sumbang saran juga dapat menyambung pada gagasan orang lain. 2002: 281). memperkecil (minify). BAB IV KREATIVITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA MENURUT KAK SETO . Selain menggunakan kata bantu pertanyaan tersebut. Artinya dengan semakin menghasilkan banyak gagasan. memunculkan berbagai ide dan gagasan yang dimiliki anak. Dari berbagai pertanyaan yang memacu gagasan sebagai pengembang kreativitas tentunya memberikan kesempatan dan kebebasan sepenuhnya terhadap anak untuk belajar menjawab. Pengembangan kreativitas melalui teknik sumbang saran akan menumbuhkan rasa kebersamaan. penggunaan teknik pemberian pertanyaan yang memacu gagasan juga dapat menunjukan kemungkinan dan meningkatkan kelenturan pemikiran siswa. dengan semua anak aktif dan bersemangat memberi gagasan. Sehingga teknik ini merupakan salah satu manfaat terbesar untuk memacu dalam pemberian gagasan. Seperti pertanyaan tentang malaikat yang berwujud abstrak. membalik (reverse). Selain itu. 3. Karena tuntutan akan kuantitas ini. alasan pesawat dapat terbang dan menempuh perjalanan dalam jarak yang jauh dan sebagainya dengan maksud untuk menumbuhkan rasa penasaran akan sebuah jawaban dari suatu pengetahuan. elaborasinya dapat menyusul. tolong menolong serta persatuan. menggabung (combine) (Utami Munandar. Belajar berkreativitas dengan bebas dalam memberikan gagasan serta memunculkan banyak gagasan lebih ditekankan pada aspek kuantitas.

Dari definisi diatas. sehingga diakhir masa anak-anak mampu mencipta sebuah produk yang bernilai. mengembangkan sesuatu dari produk yang baru dalam bentuk benda ataupun ide-ide. Selain itu. anak aktif dan peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya. 2004: 10). serta keterampilan. tetapi kegiatan bersibuk diri untuk beraktivitas (prosesnya) yang dipentingkan pada anak prasekolah. elaborasi. yang dicirikan melalui ciri kognitif seperti fleksibility. 20 Januari 2007). sentuhan terhadap perut dan sebagainya. skill. serta kegiatannya dipengaruhi oleh dorongan (press) baik inner maupun eksternal. Seperti dicontohkan oleh Kak Seto. dan sebagainya. tidak takut salah. memiliki ciri afektif.Pengertian Kreativitas Menurut Kak Seto Menurut Kak Seto. kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. atau motivasi. memiliki reaksi yang cepat terhadap respon. Menurut Kak Seto. Kreativitas yang dimiliki anak dapat dirasakan semenjak masih berada dalam kandungan ataupun setelah dilahirkan. meskipun bukan hasil yang betul-betul baru. Misalnya pencuri yang pandai mendongkrak pintu/membobol rumah. Sedangkan proses afektif dalam kreativitas (hal-hal yang berhubungan dengan emosi dan hati) atau yang dikenal dengan istilah non aptitude berarti suatu bentuk kegiatan yang berhubungan dengan sikap. bebas dalam berfikir dan sebagainya. Sedangkan ciri kreatif yang terlihat diluar kandungan pada anak prasekolah secara garis besar terbagi menjadi beberapa bagian yakni. Bentuk kegiatan kognitif dikenal dengan istilah aptitude. Untuk aspek psikomotorik bahwa proses kreatif akan mampu menjadikan pribadi anak sebagai manusia yang terbiasa dan terampil dalam hal apapun baik mencipta. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. Adapun ciri-ciri afektif dari kreativitas antara lain seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. berfikir lebih luas lagi. senang bertanya dan sebagainya (Wawancara. Dalam hal ini. proses kegiatannya adalah kreatif tetapi bernilai negatif maka kegiatan pencuri tersebut tidak dapat dikatakan kreatif. Proses Kreatif dalam bentuk kognitif (yang berhubungan dengan pemikiran) memiliki makna bahwa kegiatan yang dilakukan anak dalam proses kreatif manakala anak menggunakan kemampuan otak dan daya pikirnya untuk merancang/berbuat sesuatu. fluency. yakni kegiatan yang berkaitan dengan kognitif atau kemampuan berfikir seperti menangkap suatu masalah. orisinalitas. yang didukung dan dipengaruhi oleh press secara inner maupun eksternal yang bersifat aman dan bebas berekspresi (Wawancara 20 Januari 2007). memunculkan gagasan. dan elaborasi. memecahkan masalah hingga mampu menghasilkan sesuatu yang baru bagi anak. Pada hakikatnya setiap anak adalah kreatif (Kak Seto. berani mengambil resiko. Bersibuk diri yang dilakukan oleh anak prasekolah menurut Kak Seto merupakan kegiatan berproses secara aktif guna memperoleh sebuah hasil dan mampu menciptakan serangkaian alternatif jawaban dari berbagai pertanyaan. kelancaran. baik melalui usapan tangan. memutuskan masalah. Seperti halnya dilihat dari produknya merupakan sesuatu yang baru. perasaan. afektif maupun psikomotorik (Wawancara 20 Januari 2007). Hal ini memiliki makna bahwa dengan proses yang dilalui anak prasekolah akan memberikan sumbangan tersendiri dalam mengembangkan pola berpikirnya. Kak Seto mengungkapkan bahwa aktifitas kreatif dalam kandungan ditandai dengan cepatnya si bayi merespon sebuah impulse yang diberikan. bahwa kreativitas merupakan suatu proses bersibuk diri yang dilakukan oleh pribadi (anak) untuk menghasilkan sesuatu yang baru ataupun bersifat kombinasi. bermoral. originality. kreativitas yang dilakukan oleh anak prasekolah lebih diutamakan dan ditekankan pada aspek proses dari pada tuntutan dalam menghasilkan sebuah produk. kegiatan dinilai kreatif menakala dalam prosesnya termuat tiga bentuk sikap atau kegiatan yang bernilai kognitif. memiliki banyak keinginan. Sedangkan bagi usia remaja dan manusia dewasa .

seperti pertanyaan cita-cita. Sebagai contoh. hingga mampu mengembangkan ide-ide menjadi sebuah karya nyata yang orisinal. dorongan-dorongan dari berbagai lingkungan sekitar. Hal ini bisa diambil sebuah definisi bahwa kretivitas itu sebagai for p’s of creativity: person. Hal inilah yang menjadikan anak prasekolah berkembang kreativitasnya melalui daya khayal yang dimilikinya serta design instrinsik yang bermunculan. seorang anak prasekolah tidak langsung melakukan movement sesuai dengan kehendak yang diinginkannya.lebih dituntut pada sebuah hasil atau product tertentu sebagai wujud dari self actualitation dan kedinamisan dalam hidup (Wawancara 20 Januari 2007). anak usia prasekolah memiliki kisaran daya ingatnya secara approval dan evocation. Proses berfikir dihutan dengan berkreasi. menurut Kak Seto merupakan gabungan dari berfikir mengembangkan IDEA. kelenturan dalam bersikap (fleksibilitas). akan cepat menjawab dan menginginkan sesuatu yang dikehendaki. Artinya bahwa komponen tersebut bergandengan antara pribadi (person) anak itu sendiri. Dalam melakukan sebuah aktifitas kreatif. Istilah berfikir dihutan adalah merupakan kemampuan untuk berinisiatif terhadap sesuatu hal dengan mencari sebuah celah atau solusi melalui pencarian dan pemecahan kreatif serta menemukan sebuah penemuan. Selain itu menurut Kak Seto. menghadapi sebuah permasalahan. aktifitas anak dalam sebuah proses kreatifnya. Selain itu. produk yang dimaksud juga disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak prasekolah yang berarti bahwa produk tentunya disesuaikan secara psikologis dan budaya. dipikirkan. yaitu kemampuan berfikir kreatif yang ditandai dengan adanya kelancaran berfikir atau menjawab (fluency). press and product. kemauan yang dikehendaki. Konsep IDEA penting digunakan dalam pengambilan sebuah arah ataupun keputusan. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. IDEA berarti imajinasi. maka istilah kreativitas tentunya tidak dapat dipisahkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya. berimajinasi yang menjadikan pikiran anak prasekolah berdaya akan mampu menghindarkan diri dari jebakan keadaan. . process. yang dimungkinkan akan mampu memunculkan berbagai inisiatif dan sesuatu yang bermanfaat. Dengan melakukan proses kreatif diusia prasekolah ini anak juga akan mampu memiliki kelancaran dalam berfikir. data. Tetapi diharapkan anak akan mampu mempertimbangkan sesuatu sikap dengan berimajinasi/berkhayal untuk mengangan-angan dalam melakukan aktifitas. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. Arah ataupun keputusan tentunya diambil dengan melalui pertimbangan yang matang. keaslian dalam menghasilkan produk (orisinalitas) dan pendalaman (elaborasi) dalam berfikir. lentur dalam komunitas dimanapun mereka berada. disamping produk untuk mengembangkan pola berpikir divergen. Artinya bahwa melalui imajinasi yang dilakukan anak prasekolah akan memberikan semangat tersendiri untuk maju berkembang dalam proses berpikir dan bernalar. Berawal dari berbagai konsep kreativitas yang ditawarkan Kak Seto diatas. agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. kesenangan dan pengetahuan bagi diri anak. serta menelaah data-data yang ada untuk dievaluasi. Berfikir kreatif melalui IDEA juga dapat mengantarkan seseorang anak kepada pribadi yang kreatif dan mampu berfikir divergen. evaluasi dan action. Kemampuan berfikir kreatif dianalogikan dengan sebuah proses berfikir dihutan (Wawancara 20 Januari 2007). kemampuan dan sebagainya. Berimajinasi dalam konsep IDEA adalah bagian dari pikiran yang berdaya. serta kemampuan memproduk dsn menhasilkan sebuah karya. dirasakan kcocokannya dalam menentukan langkah terbaik. Berproses diusia prasekolah dapat memberikan sumbangan pengalaman baru.

ada . penuh rasa ingin tahu serta kemampuan untuk berkembang secara terus menerus (Frank G Gobel. guru. penuh perhatian pada orang lain. artistic movement is an commanding of one’s possess whole celebrity on a sourroundings in a singular and evil approach (Utami Munandar. dan produk (product). strategi mengembangkan kreativitas anak prasekolah seharusnya dikuasai oleh orang tua. manusia memiliki kemampuan untuk bersikap kreatif. pendorong (press). yang dilakukan oleh guru. press. kecerdasan. melukis. Terutama orang tua yang lebih serius berinteraksi dengan putra putrinya dirumah hendaknya memiliki kemampuan dan kreasi untuk mengembangkan dan mencari alternatif yang baik. Dihubungkan dengan mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah. guru (sekolah). 2004: 12). Pengembangan kreativitas sangatlah penting ditanamkan pada anak prasekolah. (Kak Seto. Menurut Maslow. sehingga ada keterpaduan antara orang tua (keluarga). yakni sebuah strategi diterapkan dengan menyesuaikan usia anak. dan masyarakat. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. bahkan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar pembentukan dan pengembangan kreativitas anak dapat terwujud. dalam skripsi ini strategi diartikan sebagai cara yang telah diatur dengan baik untuk menyampaikan suatu maksud. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah diperlukan strategi yang ideal. yakni kreativitas ditinjau dari aspek pribadi (person). strategi mempunyai pengertian sebagai garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. tetapi yang terutama penting dalam dunia pendidikan adalah bahwa bakat kreatif sangat perlu untuk dikembangkan dan ditingkatkan sejak usia dini. 20 Januari 2007). Kak Seto (2004:13) juga menggambarkan dalam bentuk cerita bahwa dalam suatu pesta ulang tahun anak-anak. Atau menurut Hulbeck. keterampilan dan kreativitas anak prasekolah dapat berkembang. kreativitas ditinjau dari pribadi (person) dalam diri setiap individu memiliki maksud bahwa suatu tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya (Wawancara. Ada yang mampu dan menyukai bidang musik. sehingga anak akan menjadi manusia dewasa yang matang. retorika. Walaupun dalam kehidupan anak terdapat beragam kemampuan yang dimilikinya. spontan. orang tua maupun masyarakat kepada anak prasekolah untuk mencapai sebuah tujuan yaitu dapat berkembangnya kreativitas pada anak prasekolah. dan perkembangan yang dimilikinya. 1987: 96). sesuai dengan bidang dan dalam kadar yang berbeda-beda. matematika. Dan di masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana lingkungan yang kreatif. Dengan strategi pengembangan kreativitas yang tepat maka akan mudah mengembangkan sikap kreatif terhadap anak prasekolah yaitu putra dan putri kita sebagai generasi penerus yang unggul. proses (process). kreatif.Strategi 4 P (person. Sedangkan guru terutama yang mengajar di play organisation atau Taman Kanak-Kanak harus menguasai strategi pembelajaran kreatif bagi anak prasekolah sehingga kemampuan. memiliki inovasi serta mampu mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bermanfaat. kita hendaknya berasumsi bahwa setiap anak pada dasarnya memiliki potensi kreatif dan kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu secara kreatif. Kak Seto memiliki strategi yang dikenal dengan istilah 4 P. Kita dapat melihat dan mengamati bakat dan minat anak-anak yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Oleh karenanya. product) Menurut Kak Seto Terkait dengan mengembangkan kreativitas anak. 1. Pribadi Menurut Kak Seto. dan lain sebagainya. bahasa. Selain pengertian tersebut. Dewasa ini istilah strategi banyak digunakan dalam bidang pengajaran misalnya strategi proses pengajaran. Secara umum. process. 1999: 20). kondisi lingkungan.

Sebab kreativitas yang dilakukan oleh pribadi anak merupakan titik pertemuan yang khas antara atribut psikologis. Model pengembangan kreativitas melalui permainan tersebut tentunya mampu memberikan kebahagiaan terhadap pribadi anak. Disisi lain. penyusunan strategi. karena kedua aspek tersebut bersumber dari otak. pribadi kreatif tentunya muncul dari pribadi seseorang semenjak ia masih kecil dan bahkan masih dalam kandungan (Kak Seto. gaya kognitif. menciptakan aturan sendiri. Apabila dihubungkan antara aspek pribadi dengan tiga atribut psikologis (intelegenci. Dalam arti yang konkret gerakan anggota tubuh. senang menulis. serta permainan konstruktif seperti penyusunan balok kayu membentuk sebuah formasi sesuai dengan selera anak (Wawancara. aspek pribadi (person) berperan penting dalam pengembangan kreativitas anak (Wawancara 20 Januari 2007). sikap memaksa. Selain membahagiakan anak. Sedangkan dimensi kepribadian dan motivasi meliputi ciri-ciri seperti kelenturan. gaya kognitif dan motivasi). merancang dan lebih tertarik pada jabatan yang menuntut kreativitas. Mengembangkan kreativitas ditinjau dari pribadi anak prasekolah bisa dilakukan dengan menggunakan indication permainan yang menggugah berfikir anak secara divergen (Kak Seto. 1998: 101). keuletan dalam menghadapi rintangan dan sebagainya. Dimensi aspek intelegensi dan gaya kognitif memang hampir sama. 2002: 13). cemerlang dan tidak malu dalam mengungkapkan jawaban. ketiga atribut psikologis tersebut juga menjadi bekal utama pembentukan pribadi kreatif dalam membentuk anak menghasilkan produk. sikap dan perasaan anak-anak semenjak bayi dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sekitarnya merupakan modal dari pribadi yang kreatif. aktifitas kreatif pada anak prasekolah menurut Kak Seto tidak dihalangi oleh sesuatu yang mengandung evaluasi eksternal yang dilakukan pada anak prasekolah. yakni intelegensi.berbagai bentuk permainan diantaranya tebak ilmiah seribu jawaban. Intelegensi meliputi kemampuan verbal. melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. mendikte. maka keduanya merupakan sebuah kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk sebuah kepribadian seorang anak untuk kreatif. Kegiatan ini membuat semua anak mampu berfikir divergen dengan berbagai macam jawaban benar. Sebab hal ini akan menghalangi pribadi anak dalam berkreasi. dan bertingkah yang dicontohkan oleh Kak Seto seperti halnya cerdas cermat kreatif dengan segudang jawaban. Dari ketiga aspek tersebut secara bersamaan akan dapat melatarbelakangi individu yang kreatif. Akan tetapi secara prinsip fungsi dan kerja keduanya dapat dibedakan. Permainan yang dapat memunculkan pribadi yang kreatif sehingga memunculkan ide-ide orisinal dan pribadi yang memiliki kelancaran dalam berpendapat. Menurut Kak Seto. 20 Januari 2007). Artinya bahwa melalui indication permainan anak diharapkan memiliki kemampuan untuk memberikan jawaban yang unik dan orisinal serta kelancaran pemberian gagasan. keterampilan pengambilan keputusan dan keseimbangan serta integrasi intelektual secara umum. dorongan untuk berprestasi dan mendapat pengakuan. dan kepribadian/motivasi. perumusan masalah. Dari pengertian tersebut. berkreasi. melengkapi gambar sehingga muncul ide-ide orisinal. pemikiran lancar. Dari kegiatan tersebut Kak Seto mendefinisikan kreativitas ditinjau dari segi pribadi anak dapat diartikan semua anak memiliki ciri-ciri dan sifat kreatif yang terdapat pada pribadi masing-masing. Akan tetapi tidak semua permainan dapat terkategori positif. Dalam mengembangkan kreativitas dilihat dari aspek pribadi. perencanaan. pengetahuan. Gaya kognitif dari pribadi yang kreatif menunjukan kelonggaran dan keterikatan pada konvensi. pengembangan kreativitas melalui permainan juga dapat . sehingga semua anak dapat memberikan dan berebut jawaban serta menjadi dirinya sendiri.

Padahal aktivitas anak seperti itulah yang dapat mengembangkan kreativitasnya (Wawancara. 2004: 13). Dari sikap sebagaimana terpapar diatas. 2. Karena kreativitas merupakan sebuah proses. namun dipahami dengan visi orang tua. merusak. diyakini bahwa setiap anak adalah kreatif dan perlu dikembangkan kreativitasnya dengan memerankan aspek intelegenci. Bentuk kesibukan anak tersebut juga mampu menumbuhkan sikap untuk berani bereksperimen terhadap sesuatu yang dikagumi. bahwa anak kurang dari 5 tahun memiliki daya pikir orisinalnya mencapai 90%. 20 Januari 2007). Hal ini juga dikemukakan oleh berbagai pakar. anak diterima sebagaimana adanya dan diterima segala keunikanya. atau mengganggu. membuat karangan. Bentuk dari proses kreativitas yang dilakukan anak prasekolah dilakukan dengan berbagai coret mencoret. Proses kreatif dilakukan sedikit demi sedikit. berproses kreatif pada anak prasekolah dilakukan secara tahap demi tahap. teknolog. dari hal yang pale sederhana lalu dilengkapi. Dengan strategi mengembangkan kreativitas dilihat dari sisi pribadi (person). Sedangkan bebas dalam proses bersibuk diri berarti adanya kesempatan untuk dapat mengekspresikan gagasangagasannya secara simbolik tanpa terlalu banyak hambatan. dibenarkan dan akhirnya dilanjutkan ke aktivitas selanjutnya. mewarnai. Sehingga anak prasekolah mampu mencipta sebuah karya yang unik. sehingga anak memiliki keinginan untuk mencobanya. dan sebagian terbentuk dari aktifitas fisik. kemudian dikaji ulang. 20 Januari 2007) Oleh karena itu. menggambar. . menurut Kak Seto. menempel atau mewarnai dengan aneka warna dan lain sebagainya akan menjadikan anak prasekolah lebih kreatif. Bila proses kreativitas anak hanya dinilai dengan visi orang tua semata. bermain tanah. Proses kreatif dikatakan aman bilamana seorang anak tidak mendapatkan tekanan kejiwaan dalam bentuk penilaian. gaya kognitif dan motivasi melalui model-model permainan secara kreatif dan konstruktif. Selain itu anak yang diberi kebebasan untuk berproses akan berani dalam mengambil keputusan dan bersikap tidak takut gagal. Terutama bila proses tadi dipahami tidak dengan empati. maka proses kreatif akan selalu dinilai sebagai hal yang merepotkan. kreatif dan mampu melakukan terobosan baru untuk diri sendiri maupun lingkungan (Wawancara. Selain itu. atau wiraswastawan yang tangguh. teknokrat. Dari keseluruhan proses kreatif membutuhkan waktu tersendiri dalam setiap tahapannya sehingga sesuatu hal dikerjakan tidak ada yang instan. Proses Maksud dari mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari prosesnya adalah kreativitas dapat dilihat sebagai kegiatan bersibuk diri yang berdaya guna (Kak Seto. seorang anak akan tumbuh kreatif apabila memperoleh suasana yang aman dan bebas secara psikologis dalam prosesnya (Wawancara 20 Januari 2007).mempertajam keorisinilan karya atau ide. sebuah sumbang saran dan pemberian berbagai pertanyaan juga perlu diberikan sebagai proses berpikir kreatif meskipun bentuk pertanyaanya sederhana. mencipta aneka bentuk dari bahan-bahan yang tersedia dan sebagainya. Menurut Kak Seto. strange serta inovatif. seperti melukis bebas. maka sebuah proses kreatif dalam perwujudannya tidak selalu membahagiakan orang tua. menurut Kak Seto anak yang diberi kebebasan dalam berproses dan berfikir sesuai dengan keinginan orisinalnya akan dapat menghasilkan ilmuawan. Selain itu Kegiatan bersibuk diri yang dilakukan oleh anak semata-mata tidak terlalu menekankan apa yang dihasilkan dalam proses tersebut. Kegiatan bersibuk diri yang biasanya dilakukan dengan beragam permainan. Namun demikian proses bersibuk diri tersebut akan lebih menghargai keasyikan individu yang timbul dari keterlibatannya dalam kegiatan yang penuh tantangan.

yakni berupa lingkungan. dukungan. Dalam berproses kreatif. insentif. Motivasi yang dimaksud adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakan. Dalam istilah yang lain.Kegiatan bersibuk diri secara kreatif sangat tepat apabila diterapkan bagi anak usia prasekolah. Karena diusia 2-6 tahun anak sudah mampu menikmati berbagai jenis aktivitas bermain. tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang sikap kreatif. 2002: 13). Bentuk dorongan atau motivasi menurut Kak Seto terdiri dari berbagai macam hal yang mendukung proses kreatif. yakni design yang mendorong anak untuk bertindak sesuatu yang berasal dari nilainilai yang terkandung dalam obyeknya itu sendiri (diri anak). Selain dorongan yang berasal dari luar (eksternal) seperti tersebut diatas. Selain itu. Pemberian dorongan atau motivasi yang diberikan kepada anak dapat berupa pengalamanpengalaman. dan yang lainnya (Kak Seto. mengembangkan kreativitas melalui strategi proses ini adalah memberikan kesempatan dan kebebasan untuk mencoba sebuah aktifitas sehingga anak akan berlatih untuk lancar dalam berfikir. 3. strange dan mampu mengembangkan sebuah ide menjadi kenyataan. bernyanyi dan mengenal keindahan dalam bentuk warna. dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Kak Seto. jempol sebagai isyarat bagus. Seperti pemberian motivasi menurut kebutuhan anak prasekolah. Press secara kreatif diberikan dengan suasana aman dan bebas serta memberikan kesempatan terhadap anak untuk berkreasi (Wawancara 20 Januari 2007). anggukan tanda setuju. Dorongan inner yang berasal dari diri anak sendiri biasa juga dikenal dengan istilah design intrinsik. yakni Dalam hal ini seorang pendidik dalam memberikan . maupun perkataan/nasihat pendidik yang memungkinkan anak berkreasi (Wawancara seminar. anak prasekolah memerlukan press untuk menumbuhkan semangat dan kepribadian serba ingin tahu akan sesuatu. 27 Nov 2005). pemberian penghargaan. mengarahkan. Dorongan dari luar akan senantiasa memberikan impulse terhadap anak untuk berbuat dan melakukan sesuatu. keadaaan. Pendorong (press) Strategi yang kedua dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah adalah dengan memberikan press yakni memberikan dorongan atau motivasi. mengungkapkan ide pemikirannya. dorongan juga dapat berasal dari dalam (internal) yang berupa hasrat dan motivasi yang kuat pada diri anak itu sendiri untuk menghasilkan sesuatu. pujian. longgar. Sebab keinginan berkreasi pada anak prasekolah sangat didahului oleh design pribadi untuk berkehendak sehingga pribadi anak akan mencoba berproses secara kreatif. dorongan yang berasal dari dalam/internal juga dipengaruhi oleh dorongan dari luar/eksternal. Pemberian dorongan secara aman dan bebas dilakukan dengan memperhatikan kondisi psikologi anak. Oleh karena itu. sehingga berpengaruh terhadap produk yang dihasilkannya. Akan tetapi melalui proses kreatif inilah seorang anak akan asyik dan semakin berminat untuk melakukan suatu kegiatan dan mampu menemukan hubungan antara satu gagasan dengan gagasan yang lain. Maka dari itu motivasi eksternal hendaknya diperhatikan dan disiapkan oleh lingkungan dalam arti pendidik dengan selalu menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis anak. sikap orang tua yang menghargai kreativitas anak. sehingga pada saatnya nanti kegiatan tersebut akan mampu melahirkan produk-produk yang lebih bermakna. Hasrat ataupun keinginan yang tumbuh pada anak prasekolah menjadi penting peranannya untuk mengembangkan kreativitas. 2004: 14). Proses kreativitas pada anak prasekolah tidak semata menuntut untuk menghasilkan produkproduk baru.

4. yakni kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau bukan sesuatu yang baru sama sekali (Kak Seto. serta pengambilan sikap untuk mendorong anak dengan Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya dan memberikan pengertian secara empatis (Kak Seto. memahami pemikiran-pemikirannya. yakni mengambil satu gagasan dan mengadunya dengan ide lain. Berbagai produk yang dihasilkan seorang anak sangat dipengaruhi oleh fantasi dan asosiasi (Wawancara. Menurut Kak Seto. kemudian mempersempit pilihan untuk mendapatkan satu konsep pokok yang manjur. memiliki kesadaran. Dalam suasana seperti inilah anak akan dapat mengekspresikan dirinya. karena anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sehingga lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan di masa depannya. Produk Strategi yang ke-empat sebagai usaha mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi dilihat dari segi produk (product). tindakan-tindakannya. Melalui fantasi. anak usia prasekolah sudah mampu mencipta suatu produk yang diinginkannya. Pengertian baru dalam menghasilkan suatu hasil karya tidak berarti benar-benar baru namun dapat berarti seseorang tetap meniru ide yang telah ada sebelumnya atau mengkombinasikan dari beberapa hal yang sebelumnya sudah ada. Sedangkan memberikan pengertian secara empatis bermakna orang tua mampu mengenal dan menghayati perasaan anak. Dari pendapat tersebut maka pemberian dorongan kreatif terhadap anak prasekolah disesuaikan dengan kondisi yang dialami anak. lengkungan hingga akhirnya mampu . 2005: 15). 20 Januari 2007). bagaimana ia kalau menjadi dokter. Setiap anak yang kreatif mampu menghasilkan berbagai produk yang diinginkannya. anak prasekolah akan mencoba mengangan tentang dirinya. maka anak akan cepat berproses kreatif dan menghasilkan produk yang baik. sehingga mampu membentuk hubungan dengan lingkungannya. ide yang benar-benar baru. 1998: 62). pengalaman dan suasana yang menarik dapat diperoleh melalui berbagai lingkungan. ingatan dan kegiatan panca indera. Dengan menerapkan kedua prinsip dasar tersebut. Sedangkan asosiasi dilakukan dengan menghubungkan berbagai peristiwa untuk memperoleh ide penyelesaiannya ataupun melakukan hubungan antara gagasan dan ingatan yang dilakukan dengan cara: menjajarkan. anak-anak dapat dituntun dan dibawa menuju ketingkat ketajaman berkreasi sehingga dapat mencipta suatu produk. Untuk dapat menghasilkan produk pada anak usia prasekolah dibutuhkan pengalaman dan suasana yang menarik bagi diri anak. yang menyatukan seluruh elemen. Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya berarti memberikan kesempatan secara luas terhadap minat anak. mengitari: dimulai dengan gambaran kabur ide baru.motivasi kepada anak harus terlebih dahulu mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan anak yang akan dimotivasinya. bagaimana kalau dirinya menjadi polisi dan sebagainya sehingga keinginan anak akan terbayang dan ada usaha maupun design instrinsik untuk menjadi apa yang diinginkannya. serta melihat dari sudut pandang anak untuk tetap menerimanya . Fantasi berarti daya untuk menciptakan sesuatu didalam angan-angan terhadap sesuatu yang diimajinasikan. Memadukan: meminjam sifat atau aspek dari dua ide dan menyatukannya untuk bersama-sama membentuk ide. dari kontras yang timbul muncul ide baru. Sedangkan asosiasi adalah pembentukan hubungan antara gagasan. menyortir atau memilah: menggabungkan banyak ide untuk membentuk sebuah sintesis dipuncak atau dasar. Meskipun produk yang dihasilkan sangat sederhana seperti membuat garis. Bilamana anak memiliki pengalaman dan pengetahuan banyak.

mewarnai gambar dengan krayon serta aktivitas lain yang terlihat tampak remeh. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai positif bagi anak. dan sebagainya (Kak Seto. yakni apabila suatu aktivitas yang dilakukan oleh anak terkesan menyenangkan dan anak akan terus melakukannya. Dengan demikian. imitasi. Begitu pula dalam suasana aktif dimana anak memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya. . Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto Bermain penting bagi pengembangan kreativitas anak prasekolah. drama. berfikir dan mandiri. Dimana dan dengan siapa anak-anak berkumpul. seperti halnya bermain konstruktif atau destruktif dan melamun. bermain konstruktif dan sebagainya. Istilah bermain sudah dikenal sejak zaman dahulu. Meskipun tidak memiliki urgensi yang pasti. Dalam pengertian tersebut. e. bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan spontan sehingga hal ini memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. seperti misalnya Kreativitas pemecahan masalah. anak bebas mengekspresikan gagasan-gagasannya melalui khayalan. baik permainan kata. Bermain melibatkan peran aktif keikutsertaan anak. meskipun produk kreatif dinyatakan oleh para ahli lebih dipentingkan sebagai produk strange ataupun asli. disitu pula akan muncul permainan. tetapi Kak Seto dalam menilai sebuah produk bagi anak prasekolah merupakan proses ekspresionis yang menghasilkan sebuah karya baru ataupun bernilai kombinasi. tarian dan lukisan. c. Maka dengan hal ini akan memungkinkan anak mengembangkan perasaan secara psikologis. b. Karena bermain merupakan dunianya anak-anak. d. tidak mudah untuk diungkap pengertiannya. sikap ekpresionis dalam berkreasi perlu diperhatikan. Selain itu bermain juga melibatkan interaksi antara anak dengan orang lain. Bermain tidak memiliki tujuan ekstrinsik namun motivasinya lebih bersifat intrinsik. Secara umum bermain sering dikaitkan dengan bentuk aktifitas anak-anak yang dilakukan secara spontan dalam suasana riang gembira. perkembangan sosial. kegiatan berekspresi digunakan sebagai latihan agar anak terbiasa berkreasi. Akan tetapi untuk membuat definisi yang tepat dari istilah bermain. lelucon. 2004: 54-55). Bermain adalah bersifat spontan dan sukarela serta tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak. Menurut Kak Seto bermain memiliki lima pengertian: a.mewarnai dengan indah. mengembangkan sesuatu yang telah ada meskipun dihasilkan oleh anak dalam bentuk atau wujud yang sederhana. belajar bahasa. lakon atau permainan secara mendadak tanpa direncanakan/didahului oleh suatu maksud sebelumnya. Bermain dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dibagi dalam tiga tahapan. Dari berbagai pengertian. Kak Seto mendefinisikan secara tegas tentang pengertian bermain. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain. Menurut Kak Seto. sajak. teman-temannya atau lingkungan disekitarnya serta bermain juga berfungsi sebagai play yakni sebagai sebuah aktivitas bermain mencari kesenangan tanpa mencari menang dan kalah. Namun bila suatu aktivitas permainan tidak menyenangkan anakpun akan menghentikan permainan tersebut. Karena kreatifitas yang dimiliki anak prasekolah identik bersifat ekspresionis. Sehingga kegiatan yang bersifat ekspresionis akan senantiasa menghasilkan berbagai produk seperti berekspresi membuat lagu. Maksud ekspresionis adalah suatu ungkapan bebas dan mandiri yang didalamnya tidak memiliki urgensi/kepentingan bagi kemahiran dan keaslian.

20 Januari 2007). membaca dan berKreativitas. 20 Januari 2005). Sebab secara langsung anak aktif melakukan kegiatan tersebut dengan berfikir dan berlatih. orang tua/pendidik menyedikan tempat yang aman. memanjat. berlari. menyentuh. Mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama menurut Kak Seto dilakukan dengan menggunakan strategi 4 P dilihat dari prosesnya. kemampuan yang dimilikinya ataupun minat yang dimilikinya. Strategi ini bermaksud untuk membiarkan anak bebas berekspresi dan belajar mengenal buku hingga mencoba membuka tiap halaman. Misalnya suatu permainan dengan tema perjuangan. anak usia 2-3 tahun merupakan masa sains of otonomy (wawancara. 20 januari 2007). menendang dan sebagainya. belaian dan dekapan hangat sebagai rasa aman dan kasih sayang terhadap anak. desain ruang di plong dan berikanlah buku-buku yang tidak mudah terlepas halamanhalamannya. Artinya bahwa orang tua berkenan mengikuti dan memakai busana sesuai dengan tema permainan yang sedang dilakukan. Menurut Kak Seto cara pemberian press disesuaikan dengan pengetahuan dan kesukaan anak. Kak Seto membagi indication permainan sebagai upaya mengembangkan kreativitas anak menjadi tiga tahapan yakni : usia 2-3 tahun. usia 3-6 tahun dan usia 6 tahun. gerak dengan lagu dan sebagainya. Selain itu. melompat. Bermain aktif yang dilakukan oleh anak usia 2-3 tahun terlihat melalui aktifitas bermain fisik untuk mengembangkan aspek motorik pada anak seperti berlari kejar-kejaran.Tahapan-tahapan bermain ini tentunya disesuaikan dengan tingkatan usia anak prasekolah. melalui pemberian hadiah penunjang kreativitas. Melalui kegiatan bermain anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan dorongandorongan kreatifnya sebagai kesempatan merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru. seperti halnya meraba. Selain itu. Maksud dari bermain aktif adalah melakukan jenis permainan dimana kegembiraan anak muncul dari apa yang telah dilakukakannnya oleh anak tersebut (aktifitas langsung). Setelah berproses dengan permainan. berayun-ayun. Kedua. gambar-gambar atau cat tembok dan sebagainya dengan beragam bentuk dan warna kontras dilangit-langit sebagai upaya membantu merangsang indra penglihatannya Ketiga. kenalkan buku alfabet dengan ilustrasi warna yang kaya pada setiap halamannnya. seperti mengangguk sebagai tanda setuju. Disamping alat permainan dan medianya. Kak Seto dalam memberikan press terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi dasa busana (wawancara. menunjukan isyarat ibu jari sebagai tanda hebat. Tahapan pertama. memperkenalkan dan menempel poster. orang tua hendaknya memakai busana yang identik dengan pejuang. pemberian press juga dilakukan dengan berbagai cara. (Wawancara. Anggota tubuh dan motorik kasar merupakan alat yang digunakan untuk melakukan gerak fisik pada anak prasekolah. . sentuhan. Bermain aktif bila dilihat dari pengertian dan jenisnya merupakan kegiatan untuk mengembangkan otak (kognitif) yang mengandung manfaat educatif dan keterampilan (psikomotorik) yang bermanfaat kreatif bagi anak. rasa aman dan bebas dalam proses bermain secara psikologis merupakan kondisi penting bagi tumbuhnya kreativitas. bergeleng sebagai tanda tidak setuju/jelek. Bermain bagi anak usia 2-3 tahun (sains of otonomy) lebih banyak dilakukan dengan proses bermain aktif. Proses mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama. Memperkenalkan dan membacakan buku bagi anak dapat menentukan seberapa cepat nantinya si anak mampu berbicara. usia ini sudah dapat membuat coretan benang kusut dan berhasil membuat garis lengkung. Pada masa ini pribadi anak lebih menyukai berbagai kegiatan yang berhubungan dengan gerak fisik. yakni: pertama. luas dan bebas dari barang pecah belah atau membahayakan keselamatan anak.

anak prasekolah telah mampu berdebat. busana hakim menunjukan nilai keadilan. Menghasilkan suatu produk bagi anak usia 2-3 tahun dikandung maksud agar ditahun-tahun mendatang anak memiliki semangat menghasilkan sesuatu. evaluasi dan action) (Wawancara. Maksud dari permainan ini adalah untuk memperlancar dan melatih tangan. mengarang. anak dapat berkembang kreativitasnya. 20 Januari 2007). mampu mengerti bahwa suatu kejadian memiliki penyebab dan solusi. Dengan berkembangnya fungsi panca indra dalam gerak motorik dan berbicara. bermain imajinatif memiliki beberapa manfaat lain. Dengan memiliki ketajaman memperoleh IDEA. seperti halnya dapat membantu penyesuaian diri anak. meningkatkan perkembangan bahasa serta memperoleh kesenangan dari kegiatan imajinatif yang dilakukan atas usaha sendiri. Pada kegiatan bermain imajinatif yang produktif dan kreatif . anak akan mampu memasukan unsur-unsur baru terhadap apa yang ia amati.Dasa busana merupakan suatu strategi bagi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. serta memiliki kemampuan untuk dapat membayangkan perasaan orang lain (tumbuhnya kecerdasan intrapersonal) maupun perasaan diri sendiri. gerakan. memperkenalkan berbagai buku-buku. ucapan ataupun hasil karya lainnya meskipun dalam tataran pale sederhana. anak usia prasekolah juga memiliki kapasitas untuk mengeksplorasikan lingkungan disekitarnya. busana daster menunjukan seorang ibu menjadi dirinya sendiri dan sebagainya (Wawancara. bermain imajinatif bentuknya semisal bermain drama. dan berdialog (Wawancara. Anak Usia 3-6 tahun perlu dilatih ketajaman untuk menghasilkan IDEA (imagination. busana badut menunjukan nilai humoris. Setelah berproses kreatif. menggambar binatang dan sebagainya. Ketiga. Tahapan kedua. anak usia 2-3 tahun secara tidak langsung perlu dituntut sebuah product kreatif. menggambar. bermain kreatif seperti membuat lukisan/kaligrafi dengan krayon. serta produk yang dihasilkan tentunya lebih baik dan sempurna dibandingkan produk sebelumnya. Bentuk produk kreatif dapat berupa gambar. 20 Januari 2007). serta manipulative play yakni bermain dengan menggunakan alat-alat tertentu seperti obeng. tulisan. Kedua. Dikisaran usia 3-6 tahunan. data. 20 Januari 2007). berpendapat dan berdialog dengan lawan bicaranya. ideide dan gagasan. Sebab masa ini (sekitar 4-5 tahun) telah mampu menggambar bentuk-bentuk tertentu yang biasanya merupakan gabungan dari bentuk geometrik misalnya gambar rumah. Untuk itu orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. Pada masa ini pribadi anak telah memiliki pikiran dengan berbagai macam rencana. bermain konstruktif seperti menyusun balok-balok. tidak perlu mahal. Bentuk strategi dasa busana meliputi: Busana anak sekolah menunjukan nilai sabar dan sahabat. 20 Januari 2007). Bermain imajinatif dapat bersifat produktif dan kreatif . seperti bentuk benda dan warna serta dapat membandingkan jumlah. anak usia 3-6 tahun merupakan masa sains of inisiatif (Wawancara. menulis. busana dokter menunjukan nilai mampu merawat dan melayani. Adapun jenis permainan untuk usia 3-6 tahun menurut Kak Seto (2004: 60) dibagi menjadi empat indication yaitu: pertama. Maka dari itu orang tua perlu menyediakan fasilitas sederhana. gunting untuk menggunting dan . Strategi ini terdiri dari sepuluh busana (dasa busana) yang perlu dipergunakan dalam proses bermain ataupun dalam aktifitas keseharian. Masa sains of inisiatif pada anak juga ditunjukan melalui kemampuan mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan dua kriteria. Selain bersifat produktif dan kreatif. sehingga berbagai produk apapun bentuknya dapat dihasilkan. Sedangkan bermain imajinatif reproduktif hanya bersifat pengulangan dari situasi yang diamati dalam hidup sehari-hari. dapat membantu pemahaman sosial pada diri anak.

Bentuk ciptaan yang dihasilkan bisa berupa bentuk-bentuk tulisan. matahari dan lingkungan sekitar (Seto Mulayadi.net/modules. Bermain pasif penting untuk mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. maka orang tua memberikan sanjungan dengan kasih sayang dan dorongan. memenuhi kebutuhan anak yang tidak terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengembangkan Kreativitas dalam berpendapat. menonton pertunjukan wayang. d. Tetapi jangan memaksa anak. Dari kegiatan bermain konstruktif ini dimaksudkan agar anak dapat mengembangkan kemampuan untuk berdaya cipta (kreatif).menempel kertas atau kain. . merakit kepingan kayu atau plastik. misalnya menjaga adiknya dirumah. Tahapan ketiga.com). 20 Januari 2007). Ajarkanlah anak untuk mengenal matematika lewat obyek-obyek yang konkret. 20 Januari 2007). 20 Januari 2007). mendengarkan cerita/dongeng. Bilamana solusi yang dilakukan anak bernilai positif.com) c. daya tahan Keempat. menonton pagelaran dan hiburan. Pengembangan kreativitas melalui aktifitas bermain merupakan pemenuhan kebutuhan akan aktualisasi diri pada anak prasekolah.seperti menghitung anak tangga. memperkenalkan berbagai buku-buku. Tetapi bila bernilai negatif. perilaku dan perasaannya sendiri serta memahami dan menghargai perasaan teman. http://www. http://www. b. hingga mampu mengahsilkan ide-ide yang baik dan kritis. menikmati musik.net/modules. kemudian bacakanlah setidaknya satu buku untuk setiap harinya. Bentuk kegiatan bermain sebagai strategi kreatif untuk mengembangkan aspek kognitif dan afektif anak pada taraf sains of inisiatif dilakukan melalui beberapa hal: a. bermain pasif atau hiburan (amusement) yang merupakan jenis bermain dimana anak memperoleh kegembiraan melalui usaha yang dilakukan orang lain. ketekunan. melainkan cobalah membangun minatnya (Wawancara. Masa ini merupakan masa yang banyak digunakan untuk mencipta dan berpendapat terhadap sesuatu hal. melatih konsentrasi. Dengan demikian orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. dan sebagainya. melatih keterampilan motorik halus. anak usia 6 tahun hendaknya dibawa kepada suatu pengalaman tertentu. Manfaat bermain pasif antara lain anak akan memperoleh pengetahuan dan informasi. Ajak anak-anak memahami tentang nilai-nilai. orang tua hendaknya meluruskan dan mengarahkan dengan tidak menyalahkan dan menampakan kemarahannya. Kenalkan anak dengan buku-buku yang menarik. mencipta bentuk tertentu dari lilin mainan dan sebagainya. (Dialog Seminar. gambar ataupun pendapat dari anak tersebut. Oleh karenanya bentuk permainan hendaknya diarahkan dengan pendekatan permainan edukatif seperti yang dilakukan oleh Kak Seto melalui pembagian tahapan usia dalam memilih indication permainan. dan mendapatkan bahan-bahan yang dapat diolah secara kreatif. Selain bernilai hiburan. Adapun tujuan dari kejadian tersebut adalah mendidik sekaligus mengembangkan kreativitas pola pikir pada anak dalam mengatasi sesuatu dan berpendapat sesuai dengan kemampuan ide yang dimilikinya. 27 Nov 2005). bermain pasif juga merupakan sumbangan untuk pertambahan nilai bagi kegiatan yang dilakukan anak melalui bermain aktif. Setelah itu orang tua memberikan pertanyaan seputar kejadian yang telah terjadi dan solusi apa yang dilakukan anak (Wawancara. 20 Januari 2007). Sebagai taraf latihan dalam menggunakan ingatannya. orang tua maupun orang lain. mengetahui jumlah bulan.psikologiums.psikologiums. misalnya menonton televisi. dan berdialog (Wawancara. cobalah untuk meminta anak bercerita kembali tentang isi buku tersebut (Seto Mulyadi. Usia 6 tahun keatas bagi anak prasekolah dinamakan masa sains of dustry (Wawancara.

yaitu. hingga pada akhirnya Kak Seto melanjutkan studi pada Fakultas Psikologi. Pak Kasur adalah seorang tokoh pendidikan anak yang memiliki nama asli Suryono. seperti permaianan puzzle. Kutub pertama adalah para tokoh/psikolog dan pemikir kreativitas. 20 Januari 2007). Dengan demikian dapat diambil suatu informasi tentang kedudukan atau karakteristik pemikiran Kak Seto dalam peta pemikiran para pemikir kreativitas anak prasekolah. Tokoh kedua adalah seorang praktisi dan sekaligus tokoh pendidikan anak yaitu Pak Kasur. 20 Januari 2007). yang dari beliau itu Kak Seto mengkaji pemikirannya dari dokumentasi yang ada. 1999: 106). keyakinan. tetapi memiliki manfaat besar pula bagi pengembangan interaksi dengan teman ataupun orang lain. Guilford.Bermain dalam mengembangkan kreativitas pada usia 6 tahun menurut Kak Seto hendaknya diarahkan pada indication permainan yang membutuhkan pemecahan masalah. tetapi juga keadaan eksternal. dan beliau adalah salah satu dosen sekaligus guru besar Universitas Indonesia (UI) yang mendidik Kak Seto pada fakultas psikologi semenjak Sarjana (SI) hingga Doctor (S3). aktifis dalam acara anak (Ria Jenaka). artikel. proses identifikasi terhadap pemikiran Kak Seto ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan. Kutub pertama adalah para tokoh dan pemikir kreativitas yang telah banyak membentuk karakteristik dan paradigma berfikir Kak Seto. Utami Munandar. Selain itu. maupun makalah. Pemikiran-pemikiran tokoh tersebut juga banyak muncul dalam tulisan-tulisannya Kak Seto baik dalam buku. Ide-ide dan pendapat yang dikemukakan anak akan bermanfaat tidak hanya dalam permainan semata. Hal tersebut dapat dilihat bagaimana tindakan-tindakannya secara mendalam dipengaruhi tidak hanya oleh dorongan inner yang berupa ide. Kak Seto banyak dipengaruhi oleh dua kutub. Oleh karena itu. sekaligus sebagai psikolog dan praktisi pendidikan anak sampai sekarang. Pemikiran Kak Seto banyak dipengaruhi oleh Pak Kasur dan bu Kasur khususnya pada bidang praktisi (wawancara. Antara lain dapatlah kiranya disebut beberapa nama. Maka dari itu pemberian strategi 4 P melalui kegiatan bermain bagi anak prasekolah menurut Kak Seto tentunya sama dengan indication pembelajaran kreatif yang memberikan kesempatan anak untuk mengemukakan pendapat dengan cara brainstorming (curah pendapat) dan pemberian pertanyaan yang menggungah gagasan pada anak. konsepsi awal yang tertanam dalam dirinya. Sehingga bermain merupakan belajar bagi anak yang dapat meningkatkan kemampuan dan mengembangkan dirinya. pendidik TK dan Nakula Sadewa. beliau juga menjadi motivator bagi Kak Seto untuk selalu belajar memperdalam kreativitas dan merupakan tokoh yang dihormatinya. Sumber Pengaruh Pemikiran Kak Seto Dalam bidang pengembangan kreativitas anak prasekolah. Peran Pak Kasur dalam mendidik dan membimbing Kak Seto menjadikan beliau menjadi pecinta dunia anak-anak sejak lulus SMA. Diantara kesamaan yang ada antara lain indication atau . Lebih khusus lagi bahwa Utami Munandar adalah orang yang pertama kali memperkenalkan tentang kreativitas. Dengan demikian seorang tokoh tidak dapat membebaskan diri dari pengaruh lingkungannya (Eni Purwati. Artinya bahwa kegiatan bermain memerlukan aktivitas fisik dan intelektual. dan kutub kedua adalah praktisi kreativitas dan pendidikan anak Indonesia (Wawancara. 1. yaitu dari segi sumber pengambilan pemikiran dan hasil identifikasi pemikirannya. sebagai pembimbing disertasi dengan tema kreativitas. Conny Semiawan. Identifikasi Pemikiran Kak Seto Seorang tokoh dalam berbuat atau berfikir sesungguhnya dipengaruhi oleh keinginan-keinginan atau tekanan-tekanan yang bukan muncul dari dirinya sendiri.

yakni tidak dimunculkan huruf R sebab huruf ini adalah sulit manakala diucapkan oleh anak balita. Akan tetapi beliau lebih menggeluti dunia praktisi sehingga alur berfikirnya bersifat pengembangan dan aplikatif dari teori-teori pakar yang sudah ada. Disamping itu strategi 4 P juga merupakan hasil adopsi dari Guilford dan Utami Munandar. Analisis ini didasarkan pada suatu pertimbangan bahwa kompetensi Kak Seto adalah sebagai penggerak. Kritik Atas Pemikiran Kak Seto Dari berbagai karya tulis yang telah penulis kaji. Dengan demikian prinsip dan wejangan mendidik anak-anak yang dimiliki Pak Kasur seperti menang tanpa ngasorake (dalam menasehati anak) dan istilah kalau manis jangan langsung ditelan. Kreativitas menurut Kak Seto adalah suatu proses bersibuk diri untuk menghasilkan sesuatu . 20 Januari 2007). Meskipun banyak lagu-lagu. pertama. pemikiran Kak Seto dapat digambarkan dalam komposisi sebagai berikut. dan bercerita/mendongeng. Hal ini dapat dilihat dari berbagai karya ilmiahnya seperti buku Bermain dan Kreativitas. Bahkan indication lagu anak-anak yang diciptakan Kak Seto berprinsip pada pak Kasur dan bu Kasur. Sehingga Kak Seto hanya mencipta tips atau strategi mendidik anak dan mengembangkan kreativitas sehingga tidak menciptakan teori-teori baru tentang kreativitas. Kak Seto juga mendapat pendidikan pengalaman langsung sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas bersama Pak Kasur. dan mengembangkan kreativitas semenjak anak masih kecil. . BAB V PENUTUP A. sebagian besar isinya memiliki kesamaan dengan karya ilmiah yang lainnya seperti Memacu Bakat dan Kreativitas dan artikel ataupun makalah yang lain. berdebat dan belajar pada dunia anak. dari pada aspek saintic. dari segi iklim intelektual dimana Kak Seto berkecimpung.strategi dalam penerapan bermain. Simpulan Kesimpulan dari penelitian yang mengkaji pemikiran Kak Seto tentang pengembangan kreativitas anak prasekolah adalah sebagai berikut: 1. disamping mendapat pendidikan secara langsung dibangku kuliah dari jenjang SI hingga S3 pada fakultas psikologi. strategi dan cerita yang dimodifikasi oleh Kak Seto yang diadopsi dari Pak Kasur. melindungi. kalau pahit jangan serta merta dimuntahkan (. Namun diakui oleh penulis gagasan Kak Seto telah mampu membangkitkan kembali semangat untuk senantiasa menghargai. Artinya. 2. Implikasi lebih luas adalah bahwa pemikiran Kak Seto masih bersifat statis dan kurang mengalami perkembangan yang berbeda. Disamping itu menjadikan pengetahuan bahwa tolak ukur kecerdasan anak tidak hanya dilihat dari IQ (Intelegence Quation) semata tetapi dari CQ (Creativity Qoation). Com) tetap dijadikan pegangan oleh Kak Seto dalam berdialog. baik dalam pembelajaran di TK/Play Group maupun diacara hiburan dan kreativitas anak-anak di Indonesia hingga sekarang. nampaknya Kak Seto tidak mengidentifikasi pemikirannya sebagai pembaharu yang bercorak khas tertentu. Secara umum. teacher ataupun organisator (Wawancara. maka pada saat sekarang iklim intelektual yang dikembangkan Kak Seto cenderung lebih menggeluti bisnis kreativitas dan artis dunia anak. Kak Seto mendapat pendidikan ganda. bernyanyi. motivator bukan sebagai pelopor/pencipta teori dalam pengembangan kreativitas anak-anak. Kedua. bermain. dari segi pendidikan yang diperoleh.

rasa aman tanpa tekanan serta arahan yang benar pada anak akan mampu menumbuhkembangkan kreativitasnya yang bermanfaat kelak dihari depan. Bimbingan. Sedangkan dasa busana adalah salah satu peran aktif orang tua untuk memberikan motivasi kreatif melalui sepuluh jenis pakaian dalam bermain serta mengikuti aktifitas kreatif anak agar mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal. serta problematika yang muncul. product) dan strategi dasa busana yang diaplikasikan dalam kegiatan bermain. Strategi yang digunakan Kak Seto dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi 4 P (person. kreativitas dapat dikembangkan hanya melalui proses/aktifitas yang bebas dan aman. Karena masyarakat adalah lingkungan tempat berinteraksi yang lebih luas dibandingkan keluarga dan sekolah yang mempunyai pengeruh signifikan bagi perkembangan religiusitas anak. Strategi 4 P tersebut merupakan bentuk strategi dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah ditinjau dari tiap pribadi anak memiliki kreativitas dan keunikan sejak lahir. Kepada para pendidik anak prasekolah (PAUD) hendaknya mampu menguasai strategi. maka penulis merumuskan rekomendasi dari hasil penelitian ini sebagai berikut: 1. Saran-saran Dari berbagai pemikiran yang berkembang dalam penelitian ini. 2. . B. process. memahami karakteristik anak didik serta menguasai materi pengembangan kreativitas yang akan diterapkan dan diberikan kepada anak didik.produk baik baru ataupun kombinasi yang dipengaruhi oleh dorongan/press sehingga seseorang memiliki fluency. Kepada para orang tua hendaknya dapat menjadi tauladan dan motivator bagi putra-putrinya dalam mengembangkan kreativitas. sehingga mampu menghasilkan sebuah produk. 2. elaborasi. dalam berproses kreatif anak prasekolah memerlukan press/dorongan. Kepada masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana kreatif agar anak-anak kita dapat berkembang kreativitasnya dalam segala bidang. press. fleksibility. dalam berfikir. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful