A.

Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk terbaik dan pale sempurna yang memiliki akal dan fikiran. Dalam hal ini Ibn ‘Arabi misalnya melukiskan hakikat manusia dengan mengatakan bahwa tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus dari pada manusia, yang memiliki daya hidup, mengetahui, berkehendak, berbicara, melihat, mendengar, berfikir, dan memutuskan (Samsul Nizar, 2004: 1). Manusia adalah makhluk kosmis yang sangat penting, karena dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan untuk mengemban tugas dan fungsinya sebagai makhluk Allah di muka bumi. Potensi, akal dan kecerdasan manusia merupakan bagian pale critical untuk mengaktualisasikan peran manusia sebagai khalifah. Agar akal serta kecerdasan manusia dapat berfungsi dan berfikir secara kreatif, maka daya pikir dan nalar seseorang perlu dikembangkan dengan berbagai latihan, bimbingan, pengajaran serta berbagai pendekatan dan kasih sayang dalam proses pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah send of believe and send of values. Dalam arti luas, pendidikan merupakan proses untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup. Menurut Benjamin S Bloom, bahwa tujuan pendidikan adalah menciptakan manusia yang berkualitas baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik (Soemiarti Patmonodewo, 2003: 7). Artinya harus ada kemampuan otak (head), pengembangan kemampuan hati (heart), dan pengembangan kemampuan otot (hand). Sumber daya manusia yang berkualitas perlu disiapkan melalui sistem pendidikan ideal. Artinya bahwa sistem pendidikan kita memiliki tujuan kedepan dengan mengharmonikan tujuan teknis, humanistis, dan induktif (Imam Tholkhah dan Ahmad Barizi, 2004: 4). Tujuan teknis berarti pendidikan diorientasikan kepada kemahiran dan keahlian (skill), seperti halnya kerajinan tangan dan kesenian, menulis dan membaca, aritmetika dan hal-hal yang lain yang terkait dengan kemampuan mengolah otak, kritis dan kreatif serta kemampuan anak didalam menggunakan alatalat dengan cekatan. Tujuan humanistik yaitu sikap disiplin, dapat mengolah partisipasi dan integrasi didalam pergaulan sosial, dan pemanfaatan secara maksimal semua potensi manusia secara particular dan sosial. Sedangkan tujuan induktif adalah bagaimana upaya membangun peserta didik kearah kesadaran akan tradisi dengan melapisi diri melalui kesadaran religius dan dapat melek terhadap teknologi serta informasi. Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan totalitas yang melekat pada diri seseorang, yang tidak boleh dipisah-pisah antara satu dengan yang lain untuk mencipta manusia yang cerdas dan kreatif. Setiap anak yang lahir normal, baik fisik maupun mentalnya, berpotensi untuk menjadi cerdas dan kreatif. Hal ini sesuai dengan ungkapan Abdul Hamid Al Hasyimi (2001: 46) bahwa: Manusia dibekali dengan fitrah Allah seperti: Indera, pengetahuan, kecerdasan dan kemampuankemapuan nalar yang tinggi, hingga dapat membantunya memahami sesuatu. Selain itu, pada diri manusia, sebagaimana ditetapkan dalam studi-studi psikologi, membawa persiapan-persiapan, potensi dan juga motivasi-motivasi yang menggerakannya untuk berjalan dan menjelajah. Secara fitri manusia dibekali potensi kecerdasan oleh Allah SWT. Bahkan menurut berbagai riwayat yang patut dipercaya dinyatakan bahwa sebelum Allah SWT menciptakan segala sesuatu, terlebih dahulu menciptakan kecerdasan (intelek atau intelegenci). Orang-orang cerdas dan kreatif banyak sekali jasanya dalam kemajuan dan memajukan umat manusia. Melalui hasil karyanya dan pandangan-pandangannya yang ilmiah, telah mampu membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kebiadaban, menuju tatanan yang lebih baik dan beradab. Karya-karya orang cerdas pula, yang memungkinkan umat manusia mendapatkan

fasilitas teknologi modern, dalam memberikan berbagai kemudahan. Masa kecil manusia adalah masa yang ajaib. Kita dapat bayangkan tatkala anak lahir, ia tidak mempunyai kemampuan apapun. Aktifitasnya kebanyakan hanya tidur, makan dan menangis. Tetapi tiga tahun kemudian, perkembangan fisik dan motorik pada anak prasekolah sudah terlihat hingga mampu bergerak lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu kreativitas yang dimilikinya mulai terlihat dengan jelas melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya. Menurut Marian Borden, Kita dapat menyaksikan berbagai perubahan drastis pada anak-anak mulai sejak bayi yang masih merangkak dan tidak bisa berbicara sama sekali menjadi manusia sungguhan yang bisa berbicara dan bisa berjalan (Ary Nilandari, 2001: 3). Pada hakikatnya, setiap individu mempunyai potensi untuk menjadi Kreatif (Nursito, 1999: 5). Individu yang kreatif sebenarnya sudah mulai terlihat jelas disaat seorang anak tumbuh mencapai usia prasekolah yaitu sekitar 2-6 tahun. Didalam usia ini anak sering bersikap kritis dan melakukan sesuatu dengan kehendaknya sendiri seperti halnya memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu hal, sehingga melontarkan berbagai pertanyaan, senang berimajinasi, senang menjelajah, bebas dalam berfikir, tidak takut salah, berani mengambil resiko, senang akan hal-hal yang baru, dan pada masa ini anak sangat peka dalam pengamatan, menyukai terhadap pengalaman-pengalaman yang baru dan sebagainya. Mengembangkan kreativitas anak sejak kecil penting dilakukan. Karena anak masih mempunyai pikiran yang bersih, suci, tidak memiliki beban pikiran yang komplek serta memiliki semangat yang tinggi seperti kertas tanpa noda. Menurut Keith Osborn Puncak kecerdasan anak terjadi sejak dilahirkan sampai usia 5 tahun. Dan hampir 50% potensi kecerdasannya diyakini sudah terbentuk diusia 4 tahun. Sedangkan kreativitasnya mulai meningkat pada usia 3 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 4,5 tahun… (Andang Ismail, 2006: 263). Menurut Utami Munandar (2004: 10), Kreativitas perlu dikembangkan sejak usia prasekolah karena: Pertama, dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya dan ini merupakan kebutuhan pokok manusia. Hal ini sangat penting sebab manusia yang sehat jasmani dan rokhaninya akan mampu mengekspresikan diri, dengan menggunakan semua kemampuannya sehingga akan memperkaya hidupnya. kedua, kreativitas atau cara berfikir kreatif, dalam arti kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah, masih kurang diperhatikan dalam pendidikan formal. Anak didik dalam pembelajarannya disekolah lebih menekankan pada cara berfikir secara konvergen yaitu kemampuan berfikir menuju satu-satunya jawaban yang benar. ketiga, bersibuk diri secara Kreatif memberikan kepuasan pada diri anak. Hal ini sering terlihat pada anak-anak yang bermain dengan permainan konstruktif. Sehingga mereka terkadang lupa terhadap kegiatan yang lain. keempat, kreativitas mampu meningkatkan kualitas manusia dan taraf hidupnya. Kreativitas berperan untuk membuat ide-ide, penemuan-penemuan, atau teknologi baru yang dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat secara luas. Oleh karena itu kreativitas perlu dirangsang perkembangannya sejak masa prasekolah. Rangsangan yang diberikan pada tahuntahun pertama dari kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. Akan tetapi untuk mengembangkan anak menjadi kreatif tidaklah semudah membalik telapak tangan. Diperlukan semangat, kepedulian, kerja keras, pengorbanan orang tua dan pendidik serta pemahaman yang baik tentang pendidikan. Karena pemberian pendidikan yang baik akan memungkinkan seorang anak dapat tumbuh dan berkembang, baik sisi mental, kecerdasan maupun kreativitasnya.

Proses mengembangkan kreativitas bagi anak usia prasekolah dibutuhkan peran serta berbagai pihak dan lingkungan khususnya orang tua. Orang tua adalah tokoh panutan dalam keluarga. Orang tua dirumah berusaha merawat, mendidik, mengasihi dan menyayangi anak-anaknya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan bila anak mencontoh orang tuanya dan menganggap mereka sebagai pendidik yang pale baik, setidaknya sampai mereka memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. Apapun bentuk perilaku yang ditunjukan orang tua kepada anaknya akan berdampak pada kepribadian anak. Untuk itu pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anaknya adalah pola asuh yang baik agar dampak yang dimunculkan baik pula. Menurut Kamrani (2003), Pendidikan keluarga betul-betul menjadi basement bagi pendidikan disekolah dan masyarakat, sehingga sekolah dan masyarakat hanyalah bagian pelimpahan dan tanggung jawab sebuah keluarga. Orang tua hendaknya mampu berperan sebagai pengembang kreativitas. Seperti halnya suami dan istri menerapkan pola kerja sama yang serasi, selaras dan seimbang dalam rangka mengembangkan kreativitas anaknya dengan cara memberikan kesempatan bermain tanpa pembatasan waktu yang ketat, memberikan dorongan dan sarana yang terbaik, mengkondisikan lingkungan yang kurang kondusif, menghindarkan sikap orang tua yang tidak permisif (otoriter) dan senantiasa memberikan pengetahuan yang banyak terhadap anak. Selain itu orang tua juga sedini mungkin mendorong anaknya untuk menggunakan panca inderanya untuk mengenal dan menjelajah apa saja yang ada dilingkungan sekitarnya. Selanjutnya anak dirangsang untuk dapat berfikir sendiri sehingga bebas mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah sangat penting peranannya. Tetapi pengembangan kreativitas dalam keluarga masih kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Seperti halnya orang tua yang mendidik anak-anaknya menggunakan sikap dan pendekatan tradisional. Yakni orang tua membiarkan anaknya berkembang sendiri tanpa memberikan rangsangan kognisi ataupun keterampilan. Akan tetapi sikap yang diterapkan orang tua terlalu melindungi anaknya (over protection), eksplorasi anak dibatasi, pengaturan waktu yang sangat ketat sehingga orang tua selalu menguasai anak (dominant), membatasi khayalan serta sikap orang tua yang terlalu konservatif. Selain itu pola pendidikan yang diterapkan dalam keluarga tradisional sudah memiliki support atau bingkai tentang pola pendidikan anak tanpa melihat hasil dari pola asuhnya tersebut, sehingga pengembangan krativitas sejak kecil dirasa cukup diabaikan. Model pendidikan dan pengasuhan terhadap anak usia prasekolah hendaknya diperlukan strategi dan pemahaman. Karena tidak jarang indication pendidikan dan pengasuhan yang diterapkan lepas dari strategi, pendekatan, apalagi pendidik justru membunuh kreativitas dan tidak mengembangkan bakat ataupun talenta anak. Pengembangan kreativitas memang sudah menjadi tanggung jawab orang tua semenjak anak berusia prasekolah. Para ahli juga menegaskan demikian, seperti halnya Kak Seto sebagai tokoh pendidikan dan kreativitas anak. Beliau mengungkapkan bahwa kreativitas merupakan usaha/aktifitas anak dengan melalui sebuah proses untuk beraktifitas kreatif dan senantiasa menghasilkan karya-karya bernilai strange sehingga anak mampu memiliki kepribadian fluency, fleksibility, elaborasi dan newness dalam berfikir. Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak dan mengkonsep strategi pengembangan kreativitas. Baik dalam bentuk permainan, bercerita ataupun bernyanyi. Oleh karena itu disadari bahwa mengembangkan kreativitas tidak berarti membiarkan anak sesuai keinginan dan kepuasannya, tetapi diperlukan strategi jitu untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal.

Kreativitas yang menjadi bagian dari spektrum otak kanan relatif lebih mudah dikembangkan dari pada intelegenci (Wawancara dengan Kak Seto, 20 Januari 2007). Hal ini disebabkan karena kreativitas dapat berkembang dengan baik manakala dipengaruhi dan ditunjang oleh lingkungan disekitar anak. Berbeda dengan IQ yang memerlukan kemampuan khusus, hafalan dan dipengaruhi juga oleh faktor genetik. Selain itu proses untuk mengembangkan kreativitas juga membutuhkan press dari design instrinsik maupun berbagai lingkungan disekitarnya. Berbentuk design instrinsik adalah sesuatu keinginan/hasrat yang muncul dari pribadi anak. Sedangkan bersifat eksternal seperti keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam proses kreatif, seorang anak perlu diperhatikan agar dirinya selalu dalam keadaan semangat dan senantiasa berfikir kreatif. Menurut Kak Seto pemberian perhatian orang tua maupun pendidik terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi 4P (person, process, press and produk) Yang pertama adalah person, yakni diyakini bahwa tiap-tiap anak adalah memiliki kepribadian kreatif. Artinya segala apa yang dilakukan anak usia prasekolah adalah merupakan sebuah gerak menuju kreativitas. Hal ini sering diistilahkan bahwa a chairman refers to a abilities that are charactheristics of artistic people. Yang kedua adalah kreativitas diwujudkan dengan sebuah proses. Karena dilihat secara psikologis, kreativitas yang dimiliki anak prasekolah lebih ditekankan pada sebuah proses yang pada taraf selanjutnya akan menambahkan berbagai pengalaman dan pengetahuan bagi diri anak. Dengan berproses kreatif itulah anak akan mampu menjadi dirinya sendiri untuk memiliki kelancaran, kelenturan, keorisinilan dalam berfikir. Ketiga, press yaitu suatu motivasi atau dorongan yang diberikan kepada anak untuk bergerak dan mampu beraktifitas kreatif. Apabila ketiganya telah mendapatkan perhatian dengan baik, maka kreativitas akan mampu menunjukan sebuah hasil atau produk yang bernilai original. Dengan pentingnya kreativitas dalam segala bidang kehidupan, maka pengembangan kreativitas memerlukan berbagai teori dan strategi pengembangannya. Serta diterapkan sesuai dengan kemampuan anak dan tingkat usia. Dari paparan diatas, pengembangan kreativitas dipandang penting untuk diperhatikan. Selain lebih mudah untuk dikembangkan melalui lingkungan, kreativitas berguna membekali anak semenjak usia prasekolah dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan melalui sebuah proses kreatif, sehingga mampu mencapai masa depan dan pendidikan yang lebih baik. Berdasarkan uraian diatas, penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang Kreativitas anak usia prasekolah yang menitik beratkan pada ide-ide Kak Seto dengan judul : PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH MENURUT KAK SETO. B. Penegasan Istilah Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menghindari adanya interpretasi yang berbeda sekaligus sebagai pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka terlebih dahulu penulis menjelaskan dari judul skripsi di atas. 1. Pengembangan Kreativitas a. Pengembangan Pengembangan adalah suatu proses perubahan secara bertahap ke arah tingkat yang berkecenderungan lebih tinggi dan meluas serta yang secara menyeluruh dapat tercipta suatu kesempurnaan dan kematangannya ( HM. Arifin, 1981: 77). b. Kreativitas Secara etimologi, kreativitas berasal dari kata benda (noun) creativity yang berarti daya cipta. Menurut Komite Penasehat Nasional bidang Pendidikan kreatif dan Pendidikan Budaya,

2003: 55). maupun karya ilmiah yang lainnya. Kreativitas dapat berupa produk seni. mampu mengemukakan. kesusasteraan. istilah kreativitas diartikan: Suatu kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. Hurlock. Sehingga penulis akan menggunakan istilah anak prasekolah dalam menyebutkan anak yang berusia 2-6 tahun.kreativitas adalah suatu bentuk aktifitas imajinatif yang mampu menghasilkan sesuatu yang bersifat original. dalam hal ini Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak pada bidang pendidikan. masa kanak-kanak pertama yaitu rentang usia 3-6 tahun (Reni Akbar. Menurut Syamsu Yusuf. dapat kita lihat bahwa banyak para pakar yang memberikan batasan umur yang berbeda. dan belajar menyesuaikan diri secara sosial. Dengan asumsi bahwa anak tersebut belum masuk sekolah dasar namun sudah bisa dimasukan ke tempat Pendidikan Anak Usia Dini seperti Taman Kanak-Kanak (TK). Pengembangan kreativitas anak prasekolah merupakan suatu usaha bagaimana mencetak anak usia prasekolah sebagai calon generasi kreatif dengan berbagai strategi ataupun trik tertentu. . Mencermati pembagian umur tentang anak usia pra sekolah diatas. Karena pada masa ini. usia prasekolah atau prakelompok yaitu anak-anak yang berumur 2-6 tahun (Sri Harini. Oleh karena itu. Sehingga mampu hidup kreatif dan menghasilkan karya. dalam skripsi ini dimaksud dengan anak prasekolah adalah anak yang berusia 2-6 tahun. pengembangan kreativitas didefinisikan sebagai suatu usaha bagaimana mencetak anak-anak sebagai calon generasi kreatif dengan strategi tertentu agar kreativitasnya dapat dikembangkan sejak dini. anak berusaha mengendalikan lingkungan. 2006: 252). fase anak prasekolah (usia TK) adalah 2-6 tahun. 2001: 3). 2. Dalam pemahaman yang sederhana. tetapi proses kreatifnya perlu mendapat perhatian. maka kreativitas dipahami sebagai suatu kegiatan otak yang teratur dan imajinatif untuk mampu menghasilkan sebuah karya yang orisinal ataupun tidak mesti hasil yang baru. Sedangkan Johan Amos Comenius. merespon. 2003: 55). perlindungan serta pengembangan kreativitas. Dapat pula berupa kegiatan imajinatif atau sintetis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman. Anak Prasekolah Menurut Papalia dan Old. Play Group atau Tempat Penitipan Anak (Day Care). Dan ia lebih banyak membutuhkan pendidikan dalam lingkungan keluarganya. khususnya yang ditawarkan oleh pakar maupun praktisi pendidikan anak. Sedangkan pengertian yang lain. asli dan bermakna (Anna Craft. Oleh karena itu. Masa ini dikenal juga dengan masa prasekolah. produk ilmiah atau metodologi (Tim Pustaka Familia. mewujudkan ide atau mampu menanggapi masalah serta tidak dapat dinilai berdasarkan hasil fisiknya semata. murni. Sedangkan menurut EB. membagi usia anak 0-6 tahun adalah periode masa ibu (Sri Harini. Kreativitas bisa juga mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencangkokan hubungan lama ke situasi baru sehingga menghasilkan tujuan. Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah Menurut Kak Seto adalah sebuah studi dan penelitian terhadap ide-ide praktis bagaimana upaya mengembangkan kreativitas anak khususnya usia prasekolah (2-6 tahun) yang telah dihasilkan oleh Kak Seto baik dalam buku-bukunya. 2004: 1). produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. baik baru ataupun karya yang bersifat ulang (tidak murni baru). Melihat pengertian di atas.

maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. baik yang muncul dalam bentuk buku-buku. Pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah penting dilakukan. Hal yang cukup meresahkan penulis sehingga munculah ide penulisan skripsi ini adalah kepedulian penulis terhadap anak-anak usia prasekolah akan keberhasilan pendidikan. E. Akan tetapi. Karena kreativitas merupakan bekal yang menempel pada diri individu yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak. menumbuhkan sikap kritis dan bebas berbuat sesuai dengan etika sehingga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas diatas. perkembangan anak selain dipengaruhi oleh faktor novice juga dipengaruhi oleh faktor ekstern. jurnal dan sebagainya. maka masalah yang menjadi fokus penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto Bagaimana pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto D. para ahli mendefinisikan batasan-batasan umur mereka antara yang satu dengan yang lain berbeda. 5. Dengan adanya perbedaan pendapat itu. Sebagai pedoman bagi keluarga dalam pembentukan dan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. Berbicara mengenai anak prasekolah. dimana Kak Seto dapat dikatakan sebagai seorang praktisi yang bergerak dalam bidang kreativitas anak. Memberikan kontribusi bagi siapapun yang akan mengkaji pemikiran Kak Seto khususnya tentang pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. makalah. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Mengingat salah satu tujuan dari pendidikan anak usia pra sekolah adalah pengembangan kreativitas. Untuk mengetahui tentang kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. Kegunaan Penelitian Diharapkan menjadi media pengembangan terutama pada wilayah pengembangan kreativitas anak usia prasekolah baik bagi penulis maupun yang membacanya. Sebagai pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan kewajibannya dalam kegiatan belajar mengajar yang senantiasa berinteraksi dengan anak didiknya untuk mengapresiasikan momen belajar. Sebab. sebagai engine bagi pendidikan anak dan juga sebagai penjemput hari depan bangsa agar lebih gemilang. menyebabkan kesulitan dalam usaha untuk menghubungkan antara batasan umur dan kecakapan anak. Memperkaya Wacana keilmuan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia PraSekolah F. anak-anak hendaknya diarahkan dan dilatih agar mampu mengembangkan kreativitas pada dirinya sendiri. Semua itu muncul sebagai upaya mempersiapkan generasi yang unggul dengan berbagai pendekatan dalam pendidikan anak sejak usia dini atau usia prasekolah.C. Untuk mengetahui pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. Tinjauan Pustaka Pembicaraan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah sebetulnya sudah sangat banyak dikemukakan oleh para ahli. seperti contoh yang telah ditulis pada penegasan istilah. khususnya dalam pengembangkan kreativitas. penulis mencoba untuk menarik benang merah mengenai batasan umur anak pra sekolah yaitu 2-6 tahun . 2.

Diantara buku dan karyanya tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kak Seto. . namun kajian yang dilakukan oleh Deni Sawaludin hanya mengupas metode dan arah pengembangan manusia secara umum menuju kesempurnaan manusia serta membahas pula proses terjadinya kreativitas pada manusia. Sumber Data a. Akan tetapi skripsi yang bertemakan tentang pendidikan anak khususnya usia prasekolah sudah banyak diteliti. disertasi atau makalah-makalah yang tertuang dalam jurnal. sekolah maupun masyarakat tetap disebut sebagai anak prasekolah. tetapi masalah yang penulis angkat berbeda. Dalam hal itulah. 1998. Dalam Skripsi Ita Wahyuningsih (2006) yang berjudul Menumbuhkan Sikap Religius Pada Anak Prasekolah (tinjauan secara psikologis).dengan maksud agar ada sebuah kejelasan tentang batasan umur yang dimaksudkan dalam skripsi ini. Akan tetapi semua anak yang berusia 2-6 tahun. Yang membedakan penelitian skripsi ini dengan yang lainnya adalah skripsi ini akan memaparkan berbagai gambaran kreativitas anak prasekolah beserta strategi mengembangkannya menurut Kak Seto. Penelitian yang secara khusus mengkaji pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto kiranya belum pernah dilakukan. membahas tentang pentingnya bakat anak sebagai faktor penting dalam pendidikan kaitannya dengan fitrah serta pengaruh dari orang tua dalam pengembangan bakatnya. meneliti cara menumbuhkan dan mengembangkan sikap religius terhadap anak usia 2-6 tahun (prasekolah). Nasrulloh pada tahun 2001 juga meneliti tentang Tanggung Jawab Keluarga Muslim dalam Pembentukan Kepribadian Keberagaman Anak (Tinjauan Sosiologi Pendidikan). Sumber Primer Sumber authority ini secara umum adalah karya ilmiah mengenai ide dan pemikiran Kak Seto. baik yang berada di lingkungan keluarga. Skripsi yang di teliti oleh Irfan Tinzila tahun 2000 berjudul Faktor Orang Tua dan Bakat Anak dalam Pendidikan menurut Perspektif Islam. Tetapi skripsi ini hanya menyinggung faktor yang mempengaruhi tumbuhnya sikap religius pada anak pra sekolah semata serta berbagai strateginya. Memacu Bakat dan Kreativitas. Walaupun ada sedikit kesamaan dalam penelitian ini yakni terkait dengan anak prasekolah ditinjau secara psikologi. belum pernah ada judul yang sama sehingga penulis ingin meneliti lebih jauh. Penggunaan istilah anak prasekolah ini tidak hanya untuk anak-anak yang memasuki Taman Kanak-Kanak atau Play Group. Jakarta: Gramedia. G. berkembangnya individu anak dan disitu pulalah tahap-tahap awal proses pembentukan kepribadian anak melalui internalisasi nilai-nilai yang terpantul dari emosi. sikap dan perilaku orang tua. Dan sepengetahuan penulis. majalah serta media yang lain. diantaranya pernah dilakukan oleh Deni Sawaludin. Metode Penelitian 1. yaitu sebuah skripsi yang berjudul Konsepsi Pendidikan Islam tentang Upaya Pengembangan Kreativitas Manusia. mahasiswi Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto. Sumber ini bisa berupa buku-buku karangan beliau. Di dalamnya menerangkan bahwasanya keluarga adalah inti tempat berinteraksi yang pertama dan utama bagi anak. Ia seorang alumni Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto tahun 1999. Dalam hal ini yang menjadi fokus utama adalah mengetahui bagaimana sebenarnya cara mengembangkan kreativitas pada usia anak prasekolah menurut Kak Seto yang usianya 2-6 tahun.

b. Kreatif Sains 4-6 Tahun. 9) Ayan. Pengumpulan Data Pada langkah ini penulisan menggunakan. Jakarta: Rineka Cipta. 3) _________. Bandung: Kaifa. yaitu mengumpulkan information yang relevan dengan fokus penelitian yang penulis laksanakan ini. Teknologi. Mengembangkan Kreativitas. 2004. Berfikir. 2005. George. 2. 1997. Data mengenai biografi Kak Seto. 5) _________. Selain berasal dari berbagai karya tulis Kak Seto information mengenai ide atau pemikiran Kak Seto juga penulis peroleh dari hasil wawancara dengannya ataupun sumber yang lainnya. Mengembangkan Kreativitas Anda. A. hlm. Jakarta: PT. Anna. Seto. 2) ________________. Data mengenai ide atau pemikiran Kak Seto. 4) Wahyudin. Membangun Kreativitas Anak Secara Islami. yaitu untuk memperoleh information tambahan yang berupa penjelasan dari pihak terkait (tokoh) dan berfungsi sebagai cranky check terhadap akurasi pemahaman penulis terhadap information yang berasal dari karya tulisnya. Jakarta: Papas Sinar Sinanti. Jakarta: Cerdas Pustaka. 2002. 2003. Disamping itu penulis juga mencari information dengan wawancara yang dilakukan langsung kepada Kak Seto untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan Pada Anak Sejak Usia Dini. Bengkel Kreativitas: 10 Cara Menemukan Ide-ide Pamungkas Melalui Pergaulan Lingkungan. Yogyakarta: Dolphin Books. 6) Mulyadi. David. Mengembangkan Kreativitas Anak. Kreativitas dan Keberbakatan:Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. 5) Hasan. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat . yaitu: . Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya: Buku Inspiratif Bagi Orang Tua dalam Membantu Mengelola Emosi Secara Positif. 2005. hlm. Boulden. 2005. Jiwa Kreatif. 10) Alkhalili. 7) Campbell. Maimunah. pertama metode dokumentasi. Jordan. 1986. b. Data ini berupa berbagai karya tulis Kak Seto. penulis juga menggunakan beberapa karya tulis yang lain yang memiliki relevansi dengan obyek kajian yang sedang diteliti. Jakarta: Erlangga. baik berupa buku maupun makalah. 24 Juli 2006. Kedua. Jakarta: Gema Insani. Utami. Suara Karya. Analisis Data Setelah information terkumpul dan tersistematis. maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa data. Data ini bisa berupa karya tulis atau dokumen yang membahas biografi Kak Seto atau bisa juga berbagai informasi written dari Kak Seto sendiri. 2002. 2001. Yogyakarta: Mitra Gama Widya. menggunakan metode wawancara. Sumber Sekunder Untuk memperluas kajian serta memperdalam pembahasan. Bermain dan Kreativitas: Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain. 2004. Mengenai masalah ini penulis mencoba mencari tulisan Kak Seto yang relevan dengan fokus penelitian yang peneliti lakukan yaitu berkenaan dengan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. Yogyakarta: Erlangga 4) _________. Jakarta: Kanisius. 2004. Perjalanan. 6) Craft. Kiat Menggali Kreativitas. Permainan. Amal. Jakarta: Bintang Cemerlang. Hidupkan Kembali Tokoh Komo.2) _________. antara lain adalah : 1) Munandar. Merefresh Imajinasi dan Kreativitas Anak-Anak. Gramedia Pustaka Utama. Berbagai information akan penulis kumpulkan meliputi: a. Seni. Menuju Kreativitas. 1999. P. 3) Nursisto. Bacaan. 1999. Alam Bawah Sadar. E. 1-4. 18. Jakarta: Pustaka Alkautsar.

berisi pembahasan tentang Kreativitas dan Strategi Mengembangkannya pada Anak Usia Prasekolah menurut Kak Seto yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Prasekolah Menurut Kak Seto.shtml). sistematis dan mudah dipahami penulis menyusun skripsi ini dengan sistematika sebagai berikut Bab we berisi pembahasan tentang berbagai hal yang menjadi kerangka awal penelitian ini. Faktor-Faktor Pengaruh Dari Proses Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah. Menarik Kesimpulan Setelah Langkah-langkah tersebut dilakukan. sistematis dan generalis (Noeng Muhadjir. sapaan Seto dikala kecil. Bab V. Penegasan Istilah. 2002: 64). dimana isi dari kesimpulan tersebut mampu mencapai tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini. Bab III berisi pembahasan tentang Konsep Kreativitas Anak Usia Prasekolah yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Usia Prasekolah. Riwayat Hidup dan Pendidikan DR. Pada dasarnya ada 3 syarat didalam analisa isi teks ini. Dengan analisa ini diupayakan pencarian berbagai faktor yang berhubungan dengan situasi dan fenomena yang diteliti. Tinjauan Pustaka. Ayah tong. Bab II berisi pembahasan tentang Biografi Kak Seto. 1989: 70).a. Bab IV. serta Karya-karya yang telah dihasilkan. H. Analisa isi teks (content analitys). Rumusan Masalah. Ciri-ciri Kepribadian Anak yang Kreatif. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto.Com. Akan tetapi disaat ayahnya meninggal dunia kondisi ekonomi di keluarganya menjadi kembang kempis dan kurang dapat memenuhi serta mencukupi biaya sekolah anak-anaknya. yang meliputi: Riwayat Hidup dan Pendidikannya. selanjutnya penulis menyimpulkan hasil akhir dari penelitian ini. BAB II BIOGRAFI KAK SETO A. Analisa Komparatif. yaitu obyektifitas. yang meliputi Latar Belakang Masalah. .. adalah seorang direktur pada perusahaan perkebunan Negara di Klaten yang cukup mampu dalam hal ekonomi. dimana analisa isi teks yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisa isi teks yang melibatkan olahan filosofis dan teoritis. Seto Mulyadi S. Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan.Psi yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Seto terlahir sebagai putra kembar dengan Kresna kembarannya dari pasangan Mulyadi Efendi dan ibu bernama Maryati di Klaten (jawa tengah) pada tanggal 28 Agustus 1951 Kak Seto. Strategi Pengembangan 4 P menurut Kak Seto. yaitu Penutup yang berupa Simpulan serta Saran-saran dan diakhiri dengan Daftar Pustaka. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan tulisan hasil penelitian yang runtut. Hingga akhirnya Kak Seto dan saudaranya bekerja keras untuk tetap melanjutkan sekolahnya serta dititipkan ke rumah bibinya di Surabaya (Kak Seto.ensiklopedi/setomulyadi/index. yaitu suatu jenis analisa yang berorientasi pada penemuan hubungan kausalitas. Tujuan dan Kegunaan Penelitian. 2006:288). Urgensi Kreativitas Bagi Anak Prasekolah. serta Identifikasi Pemikiran Kak Seto. Karir dan Pengabdiannya. b. Analisa ini menggunakan pendapat-pendapat kemudian dibandingkan dengan yang lainnya (Moleong. yang karenanya diberi judul Pendahuluan.

Bersama Pak Kasur. 27 Maret 1970. Tidur dengan beralaskan dua keset yang digabung tanpa selimut dan kasur. Setiba di Jakarta Kak Seto menjadi pengangguran yang luntang-lantung karena tidak memiliki saudara dan biaya hidup. yang dikenal sewaktu berkenalan di kereta. jadi tukang semir sepatu di Blok M. kenang Kak Seto (Wawancara 20 Januari 2007). Eka Putri Duta Sari. Jakarta Pusat. dan diusianya yang ke 36 tahun. Shelomita Kartika Putri Maharani. lanjut pria yang merasa tenang bila dekat ibunya ini. ia bercita-cita untuk melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran. ujarnya. karena kecintaan terhadap anak-anak merupakan sesuatu yang berawal dari kerinduan datangnya seorang adik yang telah meninggal diusia tiga tahun. Sembari bekerja serabutan dia kemudian mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dibentak-bentak dan dimarahi oleh tuan saya. Walau sekolah sambil bekerja. Kak Seto joke berangkat tanpa pamit. Pilihannya joke makin mantap di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI sebagai ajakan Bu Kasur. ia merasakan bekerja jadi pembantu rumah tangga. di rumah tempatnya menumpang. Pak Kasur. Dari hasil pernikahannya tersebut. cita-citanya menjadi dokter kandas dan tidak diterima di fakultas kedokteran. sehingga ia berusaha mencari ibu Kasur dengan niat untuk berguru (ngenger). tuturnya. pengantin baru Seto-Devi melaksanakan nazarnya: mendongeng di panti asuhan. jadi tukang batu. Akhirnya Kak Seto dijadikan asistennya Pak Kasur. Tapi. yang menerimanya. kali ini joke kegagalan kembali menyertainya. dan membawanya ke Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. Tetapi untuk beristirahat dimalam hari. Tepat pada hari pernikahan. ). Kak Seto mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Deviana gadis yang dicintainya yang usianya terpaut 20 tahun. hingga akhirnya Kak Seto memutuskan meninggalkan rumah dan pergi ke Jakarta. di saat tamu berdatangan. Hingga suatu ketika. Kak Seto dikaruniai dikaruniai empat orang anak yaitu. Disamping menjadi pedagang asongan Kak Seto mulai aktif mengisi sebuah rubrik untuk anak-anak di majalah terbitan Surabaya. hanya meninggalkan sepucuk surat kepada ibunya (Wawancara 20 Januari 2007). Kak Seto pernah berprofesi sebagai pedagang asongan di jalan-jalan selepas sekolah. Kak Seto mengawali pendidikannya pada sekolah dasar SD Ngepos.Pada tahun 1987. Dengan kekecewaan yang dialaminya. 2005: 62). Dengan kondisi ekonomi keluarga yang kekurangan karena meninggalnya ayah Kak Seto. Kak Seto menumpang di garasi milik keluarga temannya. dan yang terakhir Nindya Putri Catur Permatasari (Kak Seto. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya Kak Seto bekerja sebagai tukang batu. dan lulus tahun 1969. Klaten dan lulus tahun 1963. Tetapi. akhirnya Kak Seto dan Kembarannya (Kresna) pindah ke Surabaya dan menetap di rumah bibinya untuk melanjutkan sekolah di SMA St. Louis Surabaya yang tepatnya usia Kak Seto menginjak 14 tahun. Bimo Dwi Putra Utama. Kak Seto tetap bisa aktif di OSIS bersama kembarannya (Kresna). Kak Seto bisa menumpahkan obsesi masa kecilnya. Bahkan rapornya selalu bagus. dan sejak saat itulah saya mulai memakai nama Kak Seto. Ma’ruf masuk AKABRI. saya mulai dari bawah. Demi meringankan beban bibinya dan juga untuk memenuhi biaya sekolah. menjadikan ia tertekan. Sementara Kresna diterima di kedokteran dan kakaknya. tutur Kak Seto. seperti halnya tatkala di Surabaya. tahun berikutnya. Berat sekali keadaan waktu itu. waktu subuh. ia tertarik pada acara yang diasuh ibu Kasur di TVRI. serta sesekali menulis di majalah Si Kuncung. ketika itu baru berusia 12 tahun. Ketertarikannya pada acara yang diasuh oleh ibu Kasur. Hingga sampai sekarang panggilan akrab dikalangan manapun adalah Kak Seto. bersama . Waktu baru di Jakarta. Kemudian melanjutkan ke SMP Klaten dan lulus pada tahun 1966 (Kak Seto. Setelah Lulus dari SMA. baik di Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia.

Download 26 Maret 2007).Com. Jakarta pada tahun 1983 atas mandat dan kepercayaan dari Ibu Tien Soeharto. beliau bernama lengkap Sadiah yang menjadi seorang istri dari Soerjono (dikenal pak Kasur) dengan dikaruniai 5 orang anak dan 11 cucu.com).com) Pak Kasur dan bu Kasur adalah pahlawan dan tokoh pendidikan anak.shtml.figurpublik. Hal ini disampaikan bu Kasur.pikiranrakyat. Dengan kerja kerasnya dan kecintaanya kepada dunia anak.com).figurpublik.ensiklopedi/setomulyadi/index. seorang Direktur Bank Indonesia. Kepiawaian dan kecintaanya kepada dunia anak. Penghargaan Pembawa Acara Anak-anak Legendaris di televisi. hingga akhirnya dapat memperoleh gelar sarjana psikologi (S. TK yang didirikannya terbagi dalam 3 jenjang yaitu: Parkit untuk anak usia 3 tahun. Selain itu anak-anak dalam bernyanyi bersama juga dapat melatih empati terhadap teamnnya sebab mereka akan tau kapan harus bersuara atau kapan giliran temannya bersuara serta belajar disiplin dan dilatih untuk mengenal irama. Dari kelima anaknya adalah Sursantio.Com. Disamping membantu pak Kasur mengelola Taman Kanak-kanaknya di Situ Lembang Jakarta Pusat. belajar sambil bernyanyi. beliau juga pernah mendapatkan penghargaan antara lain: Bintang Budaya Parama Dharma tingkat nasional.ensiklopedi/setomulyadi/index. ia memperdalam kajian keilmuannya dibidang Psikologi dengan melanjutkan Program Strata Dua di Universitas Indonesia sambil mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak -anak di Taman Mini Indoneia Indah.Psi) pada tahun 1981 (Kak Seto. Kak Seto akhirnya dapat berhasil menyelesaikan module Strata Dua (S2) pada tahun 1989 dan berlanjut sampai meraih gelar Doktor dalam bidang Psikologi pada tahun 1993 (KakSeto. Suryo Prabowo. Women of a year dari Italia (www. Kutilang untuk anak usia 4 tahun dan Cenderawasih untuk anak 5 tahun. akhirnya ia memutar haluan dengan meneruskan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.Henny Purwonegoro. Pelaksanaan pembangunan Istana Anak-anak di TMII itu akhirnya dapat berkembang dan menyebar diberbagai cabang di Jakarta dan Bandung di bawah yayasan Mutiara Indonesia karena memiliki peminat yang cukup banyak. Pikiranrakyat.com). Suryaningdiah. Kak Seto juga dipercaya untuk membantu dan mengasuh anak-anaknya Soeksmono Martokoesoemo.com). Karena bu Kasur adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang lahir di Jakarta pada tanggal 16 Januari 1926.shtml). Disamping itu lagu anak dimaksudkan untuk menanamkan jiwa kasih sayang dan kecerdasan kognitif. Hasrat besar dalam mendidik anak juga diobsesikan Bu Kasur dan Pak Kasur dengan mendirikan Taman Kanak-Kanak. Pengalaman bersama Bu Kasur adalah merupakan salah satu unsur dari faktor keberhasilan Kak Seto dalam dunia anak hingga saat ini. unsur pendidikan yang ada dalam lagu-lagu kedua tokoh tersebut adalah bahwa lagu merupakan proses bermain. . lagu seperti sayang semua misalnya mengandung unsur pembelajaran sekaligus pendidikan meskipun sederhana (www.figurpublik. Dengan bukti ia adalah seorang seorang pencipta lagu-lagu bernuansa pendidikan anak.. maka beliau patut mendapatkan julukan Pakar Pendidikan dan Psikologi anak Indonesia dengan mottonya : bangsa yang besar adalah bangsa . bermain sulap bersama anak-anak. Berproses dari kegagalan menjadi seorang dokter serta saran dari pak Kasur dan bu Kasur. Kak Seto mendongeng. Dengan peran beliau dalam dunia pendidikan anak. Oleh karenanya lagu yang diciptakannya terhindar dari huruf R dengan maksud agar bisa dinyanyikan oleh anak balita (www. Surjo Prasojo dan Suryo Pranoto (www. Setelah menyelesaikan kuliahnya (Strata Satu). bahkan lebih dari 140 lagu pendidikan anak sedangkan bu Kasur tidak lebih dari 20 lagu (www.

5. Anggota International Society for Twins Studies sejak tahun 1985 sampai sekarang. dan sebagainya. Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia pada tahun 1983. Anggota Creative Education Foundation semenjak tahun 1993 sampai sekarang.yang mencintai anak-anak dan berharap supaya semua orang menganggap setiap hari adalah hari anak. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah Kak Seto memiliki berbagai aktifitas selain sebagai tenaga pengajar atau Dekan diperguruan tinggi.akan tetapi setelah ia bertemu dengan ibu Kasur dan pak Kasur. Anggota World Council for Gifted & Talented Children semenjak tahun 1994 sampai dengan . organisatoris dan sekaligus menjadi artis) (Wawancara 20 Januari 2007). dan buku – buku tentang Pendidikan anak hingga akhirnya menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta pada tahun 1994 sampai 1997 (Wawancara 20 Januari 2007). Jakarta. www. Director at-large International Council of Psychologists tahun 1985 3. 4. Taman Mini. Jakarta Pusat. baik menyangkut tindak kekerasan terhadap anak ataupun penindasan dan pelecehan. Selain Beliau juga sebagai bisnismen. dengan bukti antara lain beliau pernah menjabat sebagai: 1.tokohindonesia. yang akhirnya Kak Seto menjadi asisten Pak Kasur. B. Play group. educator. Kak Seto mulai bekerja menjadi orang kepercayaannya Ibu Tien Soeharto untuk mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah. artis baik dilayar lebar maupun acara anakanak diberbagai tempat seperti mall. Kak Seto bekerja menjadi dosen di Universitas Tarumanegara. pedagang asongan dan pembantu di hotel-hotel. saat itu. bisnismen. Selain bergerak dilembaga nasional.1985. Jakarta dan kelompok bermain Istana Anak-anak di yang dikembangkannya sambil menyelesaikan kuliah Strata Dua di Universitas Indonesia Fakultas Psikologi. Praktisi yang digeluti Kak Seto pada dunia anak merupakan aktifitas yang berasal dari didikan pak Kasur. 2. Selain menjadi tenaga pengajar beliau juga aktif dan kerap menjadi pembicara dalam seminar. Setelah diselesai Program S3-nya dan sebagai pakar Pendidikan Anak dan Psikologi. Kak Seto juga merambah ke dunia internasional dalam aktifitas pengabdiannya terhadap dunia anak. Selain bertugas menjadi asistennya Pak Kasur Kak seto juga bekerja menjadi pembantu dan pengasuh anak di rumah Direktur Bank Indonesia. Untuk itu aktivitas yang diperankan Kak Seto menjadikan dirinya dinobatkan sebagai ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998 hingga sekarang dan bersama dengan pemerintah merealisasikan pembentukan Trauma Center di Aceh. Kak seto adalah tokoh pemerhati anak-anak dan giat membela anak-anak. Aktifitas yang dimaksud adalah aktifitas di lembaga sosial dengan mendirikan sekolah Taman Kanak – Kanak Mutiara Indonesia. Pendirian Trauma Center ini ditujukan untuk menangani gangguan traumatis pada anak-anak Aceh yang menjadi korban bencana alam Sunami yang dahsyat tersebut. Ancol.com) Sejak tahun 1983. Pada tahun 1982 sampai dengan sekarang dan juga membentuk dan mengetuai Yayasan NakulaSadewa yang menghimpun anak-anak kembar yang berasal dari keluarga kurang mampu semenjak tahun1984 sampai sekarang. Kak Seto mengalami kegagalan dan penderitaan dengan menjadi kuli. ia diterima bekerja di Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. Soeksmono Martokoesoemo hingga selesai kuliah S1 (Kak Seto. menulis artikel. Hal ini dilakukan karena Kak Seto memiliki sebuah prinsip dalam berKreativitas yakni Kak Seto sebagai SEBOA (saintic. Yogyakarta dan tempat lain yang terkena bencana alam. Karir dan Pengabdian Pertama kali merantau di Jakarta.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998. Ketua Yayasan Asah Pena Indonesia. Kak Seto juga aktif terhadap kegiatan penelitian yang telah dilakukannya sekitar tahun 1981 sampai dengan sekarang. 7. Diantara berbagai penghargaan yang pernah diraihnya antara lain : 1. Dengan menciptakan beberapa lagu anak-anak dan memerankan bonekanya (Si Komo) sehingga ia joke makin lekat dengan anak-anak. Diantara hasil karya tulisnya yang pernah dipublikasikan dan yang dapat penulis temukan. Itulah wujud peran Kak Seto dalam menjalin kecintaannya terhadap dunia anak. Kak Seto mengundurkan diri dari keluarga Soeksmono dan membangun tempat tinggal di daerah Cireundeu serta memanfaatkan tanah seluas 2000 scale persegi untuk dibangun sarana bermain anak-anak seperti halnya perosotan atau ayunan. Dan masih banyak lagi penghargaan yang tidak dapat diuraikan pada penelitian ini (Kak Seto. Pendiri Sekolah Rumah (homeschooling) dan sekaligus sebagai ketua Assosiasi Homeschooling sampai sekarang. Dengan membaiknya keadaan ekonomi dari hasil jerih payahnya. Melalui aktifitas tersebut. Atas pengabdian dan kecintaan Kak Seto pada dunia anak-anak sampai kapan joke akan terus dilakukannya. New York. ruang kelas. belajar sambil bernyanyi. dan masih banyak jabatan yang pernah dipegangnya hingga penulis tidak mampu melacaknya secara fact (Kak Seto. bermain sulap bersama anak-anak. 6. Sehingga dalam pengabdiannya itu mendapatkan berbagai pengalaman mengenai perilaku dan berbagai corak kepribadian anak. Peace Messenger Award. dan pembelaan kepada anak-anak banyak sekali dilakukan. Kak Seto mendongeng. Memacu Bakat dan Kreativitas Buku ini merupakan usaha penulis yang telah diterbitkan pertama pada tahun 1998. hingga akhirnya Kak Seto dapat menggondol gelar sarjana Psikologi. C. Naskah buku ini memberikan gambaran yang lebih mudah dimengerti mengenai konsep Bakat dan kreativitas yang tersusun dalam cerita anak – anak yang disertai dengan berbagai contoh pribadi anak yang . 2005: 62-63). Dunia anak yang digeluti Kak Seto merupakan keniatan dan kemantapan hati semenjak ia bertemu dengan Pak Kasur. ruang permainan anak dan semua ruangan didekorasi dengan berbagai warna yang ceria dan benar-benar membuat anak merasa dialam fantasi mereka. The Golden Balloon Award. kategori Contribution to World Peace dari Jaycess International yang diberikan pada tahun 1987. Kehidupan yang dijalaninya dengan keoptimisan yang luar biasa. 5. Sebagai Orang Muda Berkarya. Penghargaan ini merupakan wujud kategori Pengabdian Kak Seto pada dunia anak-anak yang diberikan dari Presiden RI pada tahun 1987. New York. The Outstanding Young Person Of The World. Karya-Karya Kak Seto Mulyadi Aktifitas yang telah dilakukan oleh Kak seto berkaitan dengan pengabdian. Penghargaan ini diberikan oleh Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar pada tahun 1987. 8. perhatian.sekarang. Yang kemantapan itu makin terlihat di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI. 2. Ketua Yayasan Nakula dan Sadewa. 4. 2005: 63). bersama Henny Purwonegoro. sehingga beliau mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. kolam renang mini. terkait dengan pendidikan dan cara mengasuh anak antara lain sebagai berikut: 1. kategori Social Activity dari World Children’s Day Foundation & Unicef pada tahun 1989. 3.

hal 18. Lampu Hijau Untuk Homeshcoolling. Pikiran Rakyat. Minggu 7 Agustus 2005. majalah. Senin. 5. Sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas. 7. . Kompas. 08 Mei 2006. Anak Bukan Untuk Guru. Jum’at 09 Sep 2005. Bila Anak SD Menulis Buku. Kak Seto juga menciptakan berbagai hasil karya non tulis baik untuk media pembelajaran terhadap anak usia prasekolah maupun yang bersifat komersial. 2. jurnal serta telah diseminarkan diberbagai lembaga pendidikan baik Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi. aktifitas tulis menulis Kak Seto juga telah di publikasikan diberbagai surat kabar. Sahabat dan Guruku. Diantara hasil non tulis yang dimaksud adalah Boneka besar Sikomo. 13. 6. Suara Karya. Cerdas Bukan Hanya Pintar Matematika. Hidayatullah. Kreatif Matematika 4-6 tahun. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. Joging Sambil Berlatih Bicara. Berisi tentang psikologi perkembangan anak yang menjelaskan tentang perkembangan fisik otak dan intelektual anak/tahapan perkembangan usia anak ( 0-12) tahun. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya. Selain itu buku ini juga memberikan penajaman dan kelanjutan dari buku yang berjudul memacu bakat dan kreativitas anak. Erlangga. 10. Anakku. Juli 2003.kreatif serta pola pengembangan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. Gerbang. 08 Mei 2006. internet dan berbagai Koran antara lain : 1. Suara Merdeka. Home Scooling. . Kreatif Sains 4-6 tahun. Selasa 18 Mei 2004. 12. Com. Disertai tips memperkenalkan pengetahuan kepada anak. Selain dipublikasikan dalam bentuk buku. Panduan Perkembangan Anak. 3. serta Kimo yang memiliki warna merah muda yang ketiganya disingkat menjadi KOMIMO (Suara Karya. 6. 7. Buku ini merupakan cara kreatif untuk memperkenalkan sains/ilmu pengetahuan kepada anak-anak usia 4-6 tahun dengan menampilkan benda-benda atau kegiatan anak-anak dalam keseharian hidupnya. Tulisannya dalam bentuk artikel atau makalah dalam majalah. akan tetapi juga menawarkan prinsip dan berbagai strategi di dalam mencerdaskan emosi anak. 05 mei 2006. Suara Karya. 8. Naskah buku ini berisi beberapa konsep tentang kreativitas. Buku ini tidak hanya memaparkan tips dan strategi mengelola amarah pada anak. 5. serta pengembangan cerita dan penambahan tokoh baru yaitu Komi sebagai komodo berwarna hijau. 4. 11. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan pada Anak Usia Dini.p 8-10. makalah. Buku ini juga memaparkan belajar Matematika dengan indication kreatif anak-anak. 9. Sekolah Jadi Penjara Bagi Anak. Juni 2006. Homescholling sebagai Pendidikan Alternatif. Hidayatullah. 4. Tokoh Sikomo memiliki beberapa . anak pra sekolah dan kegiatan bermain. 24 Juli 2006: 18). Bermain dan Kreativitas : Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain yang terbit tahun 2004. Rangsang si Kecil Untuk Aktif Berkreasi dengan PC . 27 Nov 2005. Buku Inspiratif bagi semua orang tua untuk membantu anak mengelola emosi secara positif. 05 Desember 2005. Tetapi Guru Untuk Anak. p17-20. 3. Membesarkan Anak dengan Senyum. Com. Kimi komodo berwarna kuning. Suara Karya. 24 Juli 2006. Sekolah Bukan Tempat yang Menyenangkan (Kurikulum Sekolah Terlalu Memberatkan). 2.

memanagement pengeluaran proses memasak. mengolah bahan. . mengemukakan bahwa kreativitas penting dalam kehidupan serta perlu dipupuk dan dikembangkan sejak usia anak-anak. Selain itu. kreativitas atau creativity quotion (CQ) merupakan aktifitas yang dimiliki oleh otak kanan yang lebih mudah dikembangkan dari pada IQ (wawancara. Cendi yaitu Cenderawasih dari Papua. Torrance juga berpendapat bahwa daya imajinasi. hidup sederhana dan saling menolong. apalagi pola berfikir kreatif merupakan bentuk pemikiran sampai saat ini masih kurang mendapatkan perhatian dalam pendidikan formal. Beki yang merupakan ayam Bekisar. Bila seorang anak melakukan aktifitas kreatif untuk dapat mewujudkan diri. Lebih lanjut Utami Munandar (1992: 45). Kontribusi kreativitas bagi pembentukan karakter dan kualitas masa depan peradaban umat manusia tidak bisa dipungkiri. maka secara langsung anak akan mencoba berfikir kreatif. kreativitas juga dapat menjadikan seseorang mampu melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah serta memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya. 1993: 28) Berfikir reaktif disekolah dapat dilihat dari aktifitas sekolah yang lebih mudah meletakan dan memberikan lembar kerja siswa. kemudian meminta mereka memberikan reaksi terhadap apa yang ada dihadapan mereka. Atau berfikir ini juga dapat dianalogikan dengan menikmati makanan direstoran yang semuanya sudah dihidangkan didepan kita tanpa susah dan berfikir untuk membeli bahan makanan atau minumannya. buku teks dan tulisan dipapan tulis yang dihadapkan murid-murid. dan sebagainya. Ebo adalah Elang bondol dari Jakarta yang semua nama disingkat menjadi ABCDE. serta berbagai lagu anak anak seperti sikomo lewat. Menurut Kak Seto. dan orisinalitas dari subyek yang kreativitasnya tinggi dapat mengimbangi kekurangan dalam daya ingatan pada diri seseorang hal ini sebagaimana yang dikutip oleh Utami Munandar ( 2002: 10). Padahal berfikir proaktif tentunya akan akan mampu menambah suatu pengalaman tertentu bagi anak Selain itu kreativitas perlu dikembangkan karena dilatarbelakangi bahwa dengan berkreasi seorang anak dapat mewujudkan dirinya sendiri untuk mandiri dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. (). BAB III KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH Kreativitas merupakan bagian yang penting. hingga akhirnya anak-anak akan mendapatkan kepuasan dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Selain manfaat kreativitas yang telah ditawarkan Utami Munandar diatas. pokok serta tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. bersahabat.teman yang merupakan hewan-hewan Indonesia. Karena dengan kreativitas seseorang mampu memberikan solusi dan kemajuan hidup. Selain itu Kak Seto juga memproduk beberapa bentuk dongeng yang beragam dan berbagai bentuk mainan anak-anak seperti kereta kayu mainan. hingga menyajikannya. Tetapi berfikir proaktif yang berarti anak didik disekolah harus keluar kedunia nyata dan bertindak secara langsung sangat jarang sekali dilakukan. Artinya bahwa seorang anak akan memiliki kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. banjir lagi. apalagi dinafikan. Dengan bukti bahwa sekolah lebih mengedepankan aspek berfikir reaktif dan mengesampingkan indication berfikir proaktif (Edward De Bono. seperti Ano yang berbentuk Anoa. Kesemua nama dan cerita Sikomo tersebut ditayangkan guna memberikan pendidikan karakter positif untuk anak karena tokoh-tokohnya adalah anak yang riang gembira. rasa ingin tahu. 20 Januari 2007). jam kayu Kreatif. Datu yang merupakan Badak bercula satu.

Sebab IQ sangat dipengaruhi oleh faktor pembawaan. Berawal dari konsepsi tersebut. kesehatan. belajar. anak tersebut akan mengalami kerugian seumur hidupnya seperti tidak percaya diri. Sedangkan kreativitas dapat dikembangkan melalui dorongan dan kondisi lingkungan disekitar anak. sehingga hidup hanya bersifat statis. berfikir kreatif sangatlah dibutuhkan. politik maupun dalam bidang sosial dan budaya. Oleh karena itu. proses (process). rangsangan yang diberikan ditahun-tahun pertama kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. Para ahli juga mengungkapkan. bahwa kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. Akibatnya. dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya atau peserta didik. Pendidikan pada umumnya bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik guna mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal. Apalagi dengan bermacam-macam tantangan. yaitu mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari aspek pribadi (person). 2004: 11). rasa malu yang berkelanjutan. sebelum lebih lanjut membahas tentang upaya pengembangan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari strategi 4 P. Kreativitas Anak Usia Prasekolah 1. produk (product). Selain usia anak prasekolah yang tergolong masih suci. Di dalam segala aspek kehidupan. A. pendorong (press). ekonomi. secara otomatis kreativitas manusia diperlukan guna menjawab bahkan sekaligus sebagai alternatif dalam mengembangkan ide dan memecahkan persoalan dalam berbagai hal kehidupan. seseorang mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya terhadap kebutuhan diri sendiri dan masyarakat. bentuk aktifitasnya hanya menunggu komando. berguna (useful) dan dapat dimengerti (understandable). Menurut David Chambell (1986: 11). belum ada . menghargai. pasif serta tidak memiliki inisiatif untuk maju dan berkembang. Kreativitas sebagai hasil karya baru (novel) berarti sesuatu yang bersifat inovatif. Dengan pendidikan. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. Selain itu pendidikan juga bertanggung jawab untuk memandu. apabila kreativitas dirangsang. baik dalam bidang pendidikan. ditumbuhkan dan dikembangkan semenjak anak usia prasekolah. Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. Pengertian Kreativitas Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan individu. Upaya mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. terutama bagi pembangunan masa depan bangsa dan negara. Pada bab ini akan penulis paparkan terlebih dahulu mengenai konsep kreativitas anak usia prasekolah dan ciri-ciri anak yang kreatif. kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru (novel). Apabila mekanisme tersebut tidak dirangsang oleh lingkungannya pada saat yang tepat maka akan sulit dihidupkan kembali di masa-masa berikutnya meskipun dengan menggunakan rangsangan yang sama. Kak Seto memiliki ide-ide yang tema sentralnya adalah mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. kerja keras dan genetik. adalah hal yang wajar bahkan merupakan suatu keharusan. membina. mengembangkan dan meningkatkan bakat serta kreativitas seseorang. bahwa didalam otak anak-anak terdapat suatu mekanisme (sikap kreatif) yang hanya dapat dihidupkan dalam satu masa tertentu saja (Kak Seto.

. pemecahan. Apabila dilihat dari definisi tersebut maka ada dua hal yang penting yang perlu diberikan penjelasan. 2005: 373). memiliki makna sesuatu yang bersifat lebih enak. yang berarti pembuatan. 1991: 45-46). Makna kreativitas yang dimiliki manusia sesuai dengan sifat Al-badi’ berarti bahwa kreativitas manusia tidak bersifat sebagai pencipta murni tetapi kreativitas yang bersifat mengembangkan. Sedangkan pemecahan kreatif merupakan ide. gagasan. yang berdaya cipta. penunjukan angan-angan. meski ditempat lain mungkin orang lain telah menghasilkan gagasan yang serupa namun hal itu terjadi secara kebetulan. Imajinasi dalam pengertian ini adalah suatu bagian dari pikiran yang berdaya. Pencarian adalah suatu jalan untuk menemukan ide. yakni: pertama suatu gagasan dikatakan kreatif apabila memiliki kriteria baru didalam beberapa aspeknya. Berfikir dihutan berarti berfikir kreatif yang mengandung perubahan arah dan situasi. berfantasi (mengangan-angan sesuatu yang difikirkan) untuk mencipta suatu karya atau ide-ide tertentu. mendorong. pemecahan kreatif dan lubang keberuntungan (David Cambell. Conny. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. angan-angan. 2005: 373). (Suharman. yaitu secara psikologis dan budaya. pemecahan masalah secara khas yang akan mampu membawa seseorang kearah baru. Sedangkan menurut budaya sesuatu dianggap baru jika gagasan itu belum pernah dijumpai dilingkungan masyarakat. penyelesaian dan cara kerja baru. sehingga mampu berfikir dan berkhayal yang diwujudkan dalam bentuk kerja keras untuk memperoleh sesuatu. pemecahan kreatif berada pada posisi disekeliling pencarian. keahlian sebagaimana biasanya (Semiawan. 1986: 12-13). namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. Yang dimaksud kreatif dalam perspektif psikologis adalah suatu gagasan yang baru atau strange apabila pemikir sendiri belum pernah menghasilkan gagasan itu. aneh dan mengejutkan. memperlancar. Artinya bahwa imajinasi dapat menjadikan seorang anak berkembang pemikiran dan penalarannya. mengatasi kesulitan. Kreativitas bila dipandang dari aspek psikologis tentunya memiliki kemiripan dengan sifat Allah yang maha pencipta yang dinamakan dengan sifat Al-badi’ (Hasan Langgulung. Berguna (useful). pemecahan masalah. Dari pengertian tersebut aktifitas kreatif tentunya merupakan sebuah kesengajaan yang dilakukan seseorang dari sebuah proses imajinasi. Halpern mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu aktifitas kognitif atau proses berfikir untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang baru dan berguna atau new ideas and useful (Suharnan. Sedangkan istilah dapat dimengerti (understandable) merupakan suatu hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat dilain waktu. mengembangkan. 1995: 12). lebih praktis. Sykes berasal dari kata sifat artistic yang berarti creating. Sedangkan Istilah kreativitas menurut JB. segar. Senada dengan pengertian kreativitas diatas. Menurut Anna Craft (2004: 2) pikiran yang berdaya adalah suatu pikiran yang menghindarkan diri dari jebakan keadaan. gagasan. menarik. mencari celah atau jalan keluar dengan berbagai jalan dan cara untuk memecahkannya hingga akhirnya memperoleh lubang keberuntungan. gagasan. Proses berfikir kreatif dapat pula dianalogikan sebagaimana berfikir dihutan untuk menghasilkan sebuah pola berfikir divergen. mampu untuk berbuat. Berfikir di hutan menurut De Bono meliputi tiga hal pokok yakni pencarian. mendidik. Lubang keberuntungan merupakan lubang kecil pada jalan pencarian yang membawa langsung ke ide. memecahkan masalah. as good as slight skill. mempermudah. mengurangi hambatan. Kriteria baru dapat mencakup dua perspektif.sebelumnya. penyelesaian perkara atau cara kerja baru. mendatangkan hasil lebih baik/banyak. means to create. talented display imagination. Terkait dengan berfikir dihutan.

Sedangkan aktifitas atau proses kreatif digunakan untuk menghasilkan pikiran yang berdaya. 2.meneruskan. QS. Dan Ia mencipta segala sesuatu serta Ia mengetahui segala sesuatu (QS. : ) 6) Artinya: Dialah yang menggambarmu didalam rahim sebagaimana is kehendaki. newness (baru) serta elaborasi (mengembangkan) dalam berfikir. pemecahan. cara baru dan penemuan. Hal ini dijelaskan dalamQS Al-An’am ayat 101 yang berbunyi: : ) 101) Artinya : Pencipta langit dan bumi. QS. 1991: 46). Berdasarkan berbagai pengertian diatas. namun hanya dimiliki oleh Allah semata dinamakan dengan sifat AlKholiq (pencipta). Al. dapat diambil suatu benang merah bahwa kreativitas tentunya memiliki pengertian yang tidak terlepas dari prinsip pribadi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu. Al-Kholaq (pencipta) dan Al-Musowwir(pencipta/penggambar). . 1986: 27). fleksibilitas konseptual.Imron 6 sebagai berikut: . fleksibility (kelenturan). Akan tetapi kreativitas yang bermakna daya cipta yang baru/original serta belum pernah dihasilkan oleh manusia. Dialah maha pencipta dan maha mengetahui ( QS. Dialaha pengurus segala sesuatu (QS. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-QS. ciri-ciri orang kreatif secara umum dikelompokan menjadi tiga kategori yakni ciri-ciri pokok. Al-An’am 101). tiada Tuhan kecuali Dia. Hal ini disebabkan berfikir kreatif sesungguhnya merupakan sebuah pemikiran yang melibatkan proses berfikir secara divergen (lebih dari satu jawaban). terhindar dari jebakan.An’am 102. Pencipta segala sesuatu. memiliki berbagai ide serta diperlukan dorongan dari berbagai lingkungan sehingga mampu menghasilkan sebuah produk tertentu baik baru ataupun kombinasi. mampu berkembang dan memiliki segudang ide dan gagasan yang produktif dan menghasilkan solusi. Maka kreativitas perlu dikembangkan sejak dini. Ciri-ciri pokok merupakan sebuah kunci untuk melahirkan gagasan. Tiada Tuhan kecuali Dia yang maha mulia dan bijaksana (QS. didalam mendidik anak prasekolah yang memiliki daya imajinasi yang tinggi. Ali. Ciri-Ciri Kepribadian Anak Kreatif Menurut para ahli. ciri-ciri yang memungkinkan dan ciri-ciri sampingan (David Chambell. Sesuai dengan pengertian tersebut. : ) 81) Bukanlah yang menciptakan langit dan bumi sanggup mencipta seperti itu. Yang termasuk ciri-ciri pokok yang dimiliki oleh anak yang kreatif antara lain: memiliki kelincahan mental untuk berpikir dari dan ke segala arah. dengan ditandai oleh fluency (kelancaran). Ali Imron 6). Itulah Tuhanmu. Al. bagaimanakah ia bisa beranak padahal ia tidak beristri. Yasin 81).An’am 102). Ya-sin 81. mengkombinasikan dari sesuatu yang telah ada sebelumnya (Hasan Langgulung.

lambang-lambang. gagasan. Ciri-ciri pokok yang digunakan untuk melahirkan gagasan. senang berpetualang. berani dalam pendirian dan keyakinan. ingin tahu. jika seseorang mengenali tanggapan dan hubungannya. ingin tahu. kesadaran serta apa tujuannya. Ciri-ciri ini bisa dilihat pada seorang anak yang memiliki kemampuan untuk bekerja keras. Torrance sebagaimana dikutip Utami Munandar (2002: 56) juga mengatakan ciri-ciri individu yang kreatif dalam lingkungan masyarakat dapat ditunjukan dengan sifat berani dalam pendirian dan keyakinan. Anak usia prasekolah adalah individu yang mampu bergerak dan berfikir. Dari kelincahan mental yang dimiliki individu diharapkan akan mampu melihat masalah atau perkara dari berbagai arah. Kedua. Sedangkan ciri-ciri yang memungkinkan merupakan sebuah ciri yang membuat seseorang mampu mempertahankan ide-ide kreatif yang telah dihasilkannya. percaya diri. Karena kelincahan mental merupakan salah satu kemampuan untuk bermain-main atau mencoba dengan ide-ide. memiliki minat yang luas. bersedia mengambil resiko. mandiri dalam berfikir dan dalam memberi pertimbangan. Menurut Utami Munandar (2002: 56). memiliki keingintahuan intelektual yang besar serta kaya akan entertainment dan fantasi. membentuk dan menghasilkan sebuah produk tertentu serta tidak mudah menyerah dengan pekerjaan yang menantang/berpetualang. Kelincahan mental untuk berfikir dari dan ke segala arah (divergent thinking) dapat dilakukan oleh tiap individu. pantang menyerah. ketiga. 1985: 28). pribadi kreatif yang dimiliki oleh anak prasekolah dicirikan dengan beberapa hal. apabila terdapat dua ide atau tanggapan. maka seseorang dapat mengetahui berbagai perhubungan diantara keduanya. cara baru dan penemuan diawali dengan kelincahan mental (mental agility) untuk senantiasa menerapkan pola berfikir divergen. seseorang cenderung untuk mengtahui perasaan. 1995: 20). anak beraktifitas sesuai dengan apa yang diinginkannya. maka akal dapat sampai kesuatu tanggapan lain yang memiliki hubungan itu juga (Cony Semiawan. antara lain: anak memiliki inisiatif dalam berfikir. Berbagai ciri-ciri anak yang kreatif seperti dijelaskan diatas. pikiran dan kegiatan panca indera.orisinilitas. kata-kata dan khususnya melihat hubungan-hubungan yang tak biasa antara ide-ide. ulet serta tidak bersedia menerima pendapat orang lain bila tidak sesuai dengan keyakinannya. Yang termasuk ciri-ciri sampingan adalah individu yang tidak pernah mengambil pusing apa yang dipikirkan orang lain dan kekacauan psikologis. imajinatif. bersibuk diri terus menerus apa yang disukainya. Sebagaimana diungkapkan oleh Spearman bahwa: pertama. Dari hal tersebut dinyatakan bahwa tiap individu mampu berkembang dan berfikir kreatif. Selanjutnya adalah ciri-ciri sampingan yakni tidak langsung berhubungan dengan penciptaan tetapi berupaya untuk menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup tetapi kerap mempengaruhi perilaku orang-orang kreatif. dan sebagainya ( David chambell. berpikiran mandiri. memiliki kecakapan dalam banyak hal. intuitif. . Karena pada prinsipnya manusia hidup dapat dinyatakan dengan tiga kepribadian alami. mandiri dalam berfikir. 3. segi dan mengumpulkan berbagai fakta yang penting dan mengarahkan fakta itu pada masalah atau perkara yang dihadapi dengan cara memerankan hubungan antara ingatan. Urgensi Kreativitas Kreativitas sangat penting untuk dikembangkan sejak anak mencapai usia prasekolah. gagasan-gagasan. Selain itu. Gerakan tubuh yang dilakukan anak sebagian besar tergantung dari peran motoriknya. maka anak yang memiliki kreativitas tinggi relatif aktif terhadap keadaan maupun impulse yang ada sehingga berkeinginan untuk mencoba. pemecahan. konsep. memproses. lebih menyukai kompleksitas dari pada simplisitas. Dengan menggunakan indera dan anggota tubuh lainnya. memiliki arah hidup yang mantap. mampu berkomunikasi dengan baik.

www. kedua. yaitu dorongan untuk mengatasi tantangan. maka diusia 2 tahun. kedudukan kreativitas memiliki peran sepertiga dari bagian yang lain untuk mewujudkan bakat yang dimiliki seorang anak. Lebih lanjut Ali Khomsan juga menjelaskan bahwa ketika bayi baru lahir. bahwa siswa (anak) yang berkemampuan kreatif tinggi pada umumnya mampu melakukan tugas dengan sama baiknya dengan para siswa/anak yang ber-IQ tinggi dalam feat test. Dengan demikian. untuk maju dan berkembang. Sehingga dari ketiga hal tersebut merupakan salah satu bagian penting dari kebutuhan manusia. Karena menurut pembagian kerja tubuh. secara otomatis organ tubuh berupa otak. Melihat sisi penting perlunya kreativitas dikembangkan semenjak anak prasekolah. Kemudian sel otak akan tumbuh sampai 90% dari berat maksimal. Nursito (1999: 34-35) mengutip pendapat Getzels. jumlah sel otaknya sudah mencapai 66% dan beratnya 27% dari berat maksimal. Kedua. kreativitas menjadikan anak mampu mencipta karya tertentu. meletakan hipotesa-hipotesa. Jackson serta Edwards dan Taylor (1961). Ketiga. Artinya bahwa seseorang anak akan mampu memandang sesuatu yang baru pada yang lama dan setiap harinya merupakan hari perubahan atau kelahiran baru baginya dalam segala hal serta memiliki gaya hidup yang dinamik. Artinya apabila seseorang yang mampu untuk berkreasi. berprestasi. kekuatan fisik dan hati akan bersatu untuk memperoleh: pertama. Oleh karena itu diusia 2 tahun ini biasa disebut sebagai masa keemasan (golden age) (Ali Khomsan. menguji hipotesa serta menyampaikannya kepada orang lain. kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak usia dini dengan tidak terbatas pada bidang seni atau ilmu pengetahuan semata. yakni kreativitas sebagai proses yang mengandung pengetahuan terperinci tentang bidang dan pengetahuan asas yang terkandung didalamnya. yaitu dorongan untuk mencapai hasil kerja dengan kualitas tinggi. kreativitas sebagai gaya khas dalam hidup. publication nova. urgensi kreativitas menurut Hasan Langgulung (1991: 112) adalah: pertama. 2005: 380). kreativitas berperan sebagai proses intelektual.com). Seperti diungkapkan Renzulli yang dikutip Cony Semiawan dkk (1990: 67) dalam bagan sebagai berikut: Komitmen pd tugas kemampuan rata rata .Tahapan awal kehidupan anak merupakan tahapan penting. karena anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses berfikir. kreativitas memiliki berbagai urgensi bagi anak prasekolah yaitu sebagai berikut: a. Jika berat otak dewasa ratarata 1400 gram. berafiliasi yakni dorongan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif. Utami Munandar (1992: 45) juga mengungkapkan bahwa kreativitas perlu dipupuk dan dikembangkan karena dengan berkreasi seseorang dapat mewujudkan dirinya. Selain hal diatas. ketiga berkompetensi. berat otak anak sudah mencapai 1200 gram. semakin tinggi kreativitas seseorang jalan kearah inovasi semakin lebar pula. Artinya diusia ini memang masa perkembangan otak sangat cepat. Apalagi di usia sekitar 2-4 tahun separuh perkembangan intelektual anak telah berlangsung dengan baik. tetapi kreativitas terdapat dalam seluruh jenis aktifitas kemanusiaan dan fisik (Amal Abdussalam Alkhalili. Begitu sebaliknya. Kreativitas pada diri individu memiliki urgensi yang pokok bagi kehidupan. Kreativitas sebagai jantung inovasi Kreativitas sebagai jantung inovasi memiliki pengertian bahwa suatu inovasi tidak akan bergerak normal tanpa adanya kreativitas.

mencoba sesuatu. bereksperimen. anak prasekolah mencoba menjadi dirinya sendiri. diantaranya bermain. 2002: 59). Pemikiran kreatif adalah pemikiran yang menghargai pendapat anak. Menurut Wallas. Sedangkan tanggung jawab/pengikatan diri terhadap tugas menunjuk pada semangat motivasi untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu tugas. agar kreativitas muncul dalam proses mengatasi suatu permasalahan dan memunculkan ide baru diperlukan empat tahapan. dan tentunya proses persiapan menjadi kreatif juga dipengaruhi oleh pengalaman yang dimiliki. Berfikir kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan dan mengatasi problem elucidate diperlukan latihan dan pembiasaan bagi anak. pengetahuan dan pendidikan. Belajar pada anak prasekolah dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan yang menyenangkan. Berfikir divergen tepat digunakan dalam menghadapi berbagai persoalan. bernyanyi. b. Kreativitas sebagai pemecah berbagai problem. yakni tahap persiapan. Memecahkan suatu permasalahan diperlukan berfikir secara kreatif. meskipun gerakan yang dilakukannya bernilai imitasi. Karena anak akan lebih berani mengungkapkan gagasan kreatifnya. sehingga mampu mencapai kepuasan dan kualitas hidup. Berfikir Kreatif menurut para ahli merupakan proses berfikir secara divergen. Dalam tahap persiapan ini. mewawancarai orang. Sedangkan bakat menduduki posisi kecil dari keberhasilan seseorang. Menurut Guilford sebagaimana yang dikutip oleh Suharnan (2005: 377) bahwa proses berfikir divergen (divergent thingking) adalah suatu proses berfikir yang berorientasi pada penemuan jawaban atau alternatif yang banyak. Kemampuan diatas rata-rata tidak berarti bahwa kemampuan itu harus unggul. masa menyimpan informasi yang sudah dikumpulkan. mencari jawaban. dan sebagainya. Yang pokok ialah bahwa kemampuan itu harus cukup diimbangi oleh kreativitas dan tanggung jawab terhadap tugas. Melalui kegiatan seperti ini. Belajar dengan menghargai pendapat anak akan membuka pengetahuan lebih luas dan berkembang. seseorang aktif mengolah informasi dengan belajar berfikir. Anak kreatif memiliki kemauan dan lebih terpacu dalam belajar. pencerahan dan pelaksanaan (Utami Munandar. komitmen terhadap tugas serta mengembangkan kreativitas. bertualang atau mengumpulkan fakta dan ide seperti yang dikutip oleh Jordan (1997: 54-55). Tahap persiapan menurut Wallas adalah suatu tahap berorientasi tugas ketika seseorang melakukan riset dengan membaca. kesempatan serta kemampuannya. Tahap inkubasi merupakan tahap istirahat. inkubasi. Disamping itu anak-anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga pada akhirnya mereka akan lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan-tantangan dimasa depannya kelak. bereksperimen.KreativitasKK Bagan diatas menunjukan bahwa keberhasilan berprestasi seseorang dalam menjalani kehidupan manakala mampu menggabungkan antara kemampuan yang dimiliki oleh tiap individu. bertanya. Dengan demikian anak yang berfikir kreatif akan mampu mengembangkan dan menggunakan semua bakat yang dimiliki. c. Karena kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk memberikan gagasan-gagasan dan menerapkannya dalam pemecahan masalah yang di lakukan berdasarkan ciri-ciri aptitude dan non aptitude. . Artinya bahwa pengikatan diri dari dalam yang berupa motivasi instrinsik untuk bertanggung jawab terhadap suatu tugas. bertanya untuk memunculkan ide baru/memecahkan persoalan. Dengan Kreativitas anak lebih terpacu untuk belajar. menggunakan waktu.

keluwesan berfikir. Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Kreativitas Anak Prasekolah 1. yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan yang banyak. menangani perselisihan antar teman. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu (Syaiful Bahri Djamaroh. Sikap kreatif yang dikembangkan sejak masa prasekolah akan mampu menumbuhkan kecerdasan sosial. Mampu memiliki kecerdasan intra personal Anak usia prasekolah memiliki aktifitas pokok yaitu bermain. anak usia prasekolah sudah cenderung berusaha untuk memahami kawannya dan biasanya memilih teman yang disukainya. Tahap pencerahan/iluminasi yaitu tahap munculnya suatu gagasan baru dalam pikiran untuk menjawab tantangan kreatif yang sedang dihadapi yang seakan-akan ide tersebut berasal dari ketiadaan. Melalui berfikir divergen. Untuk memunculkan ide melalui tahap pencerahan. Menumbuhkan kecerdasan sosial pada anak. Kecerdasan intra personal merupakan kemampuan anak untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri.lalu berhenti dan tidak lagi merenungkannya. kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. Tetapi pikiran bawah sadar berfungsi mengaitkan berbagai gagasan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. anak prasekolah diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan dengan melibatkan kelancaran berfikir (fluency). sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan disekelilingnya. Tahap yang terakhir adalah tahap pelaksanaan/verifikasi sebagai masa pembuktian seseorang memberi bentuk pada ide atau gagasan baru. Tahap pencerahan merupakan gagasan baru yang berpindah dari alam pikiran tidak sadar ke alam sadar. (flexibility) yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang terdiri dari kategori-kategori yang berbeda-beda atau kemampuan memandang sesuatu (objek. originalitas yakni bentuk keaslian berfikir mengenai sesuatu yang belum difikirkan orang lain atau tidak sama dengan pemikiran orang-orang pada umumnya. Sejalan dengan berkembangnya pola pikir kreatif anak. Kecerdasan sosial yang dimaksud adalah anak-anak cenderung untuk memahami dan mampu berinteraksi dengan orang lain atau teman-temannya. e. B. serta elaborasi yakni kemampuan memerinci suatu gagasan pokok kedalam gagasan-gagasan yang lebih kecil. d. anak yang memiliki kecerdasan sosial akan terbiasa menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya. Melalui kecerdasan intra personal inilah anakanak akan senang untuk melakukan introspeksi diri. anak akan berusaha untuk memilih teman yang dianggap menyenangkan dan membantunya. seseorang hendaknya mampu mengkondisikan diri dalam keadaan santai dan bebas tekanan. Dalam berinteraksi dengan teman seusianya. Selain mampu memahami dan berinteraksi dengan baik. Faktor Internal. . Kecerdasan ini adalah suatu kecerdasan yang menunjukan kemampuan untuk peka terhadap dirinya sendiri. Motivasi intrinsik adalah motiv-motiv yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. a. situasi atau masalah) dari berbagai sudut pandang. mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya. Motivasi (Press) Yang dimaksud motivasi dalam bahasan ini adalah motivasi intrinsik. Berfikir divergen akan mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Dalam kelompok bermain. memperoleh simpati dari anak yang lain dan sebagainya. mengorganisasi. juga termasuk kemampuan seperti memimpin. anak usai prasekolah telah memiliki kecerdasan intra personal.

menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. penciuman. Motivasi intrinsik merupakan motiv diri atau keinginan pribadi dari tiap individu sebagai suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau untuk bertindak melakukan sesuatu (Ngalim Purwanto. Dorongan-dorongan ini merupakan motivasi authority untuk berkreativitas ketika individu membentuk hubunganhubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. atau pendorong prestasi Pada diri setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya. Faktor Eksternal Faktor eksternal yang dimaksud disini adalah faktor yang berada diluar diri anak prasekolah dimana dia hidup. Kesehatan anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan konsumsi bahan makanan. Sebab kreativitas dapat dilakukan manakala anak mampu mempersepsi dan mengaktifkan rangsangan melalui indra penglihatan. pendidikan inner dan eksternal. Perasaan yang tenang serta sehat akan jasmani dan rokhani dapat mempengaruhi proses berkembangnya kreativitas bagi anak. ( online. Dalam pembahasan ini dipaparkan tiga hal yang mempengaruhi pengembangan kreativitas pada anak prasekolah yakni: keluarga. sekolah dan masyarakat. a. malas berkreasi dan mempengaruhi proses belajar. perilaku orang tua/pendidik. dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang. Beberapa hal yang mempengaruhi berkembangnya kreativitas anak antara lain: lingkungan fisik. produktivitas dan kapasitas kreativitas (Jordan Ayan. Melalui pembangkitan motivasi pada anak prasekolah menjadikan mereka memiliki keinginan dan keyakinan untuk mencoba melakukan sesuatu. Bahkan setiap indra bagi manusia merupakan suatu lingkungan mikro yang mempengaruhi pikiran. Sehat dan aktifnya indra pada anak-anak akan mampu memberikan nuansa mental dan psikologis yang berpengaruh pada perilaku dan suasana hati. 2004: 95). bahwa banyaknya makanan didalam perut berakibat buruk pada intelegensi seseorang (Syafinudin Al Mandari. sosio budaya.com). b. Mengkonsumsi makanan yang berlebihan akan berdampak pada kegemukan. Ketenangan dan kesehatan Setiap situasi menimbulkan perasaan yang disukai atau tidak disukai anak-anak. pakaiannya dan keberhasilannya dalam periode pertama sampai dewasa. 2003: 101). Selain kedua faktor diatas. mengurus makan dan minumnya. Mengembangkan kreativitas anak dipengaruhi oleh impulse dari lingkungan maupun pengalaman yang diterimanya. Pola asuh yang dimaksud adalah mendidik dan memelihara anak. pendengaran. dialog. peraba. dan pengecapan. 2002: 71). untuk mewujudkan dirinya. Motivasi intrinsik dalam mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah memiliki peran yang sangat penting. Menurut Sardiman (1994: 84) motivasi memiliki tiga fungsi yaitu: mendorong manusia untuk berbuat. Seperti pendapat Imam Ali bin Abi Thalib. 2.2002: 115). Lingkungan Keluarga Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak. dan kontrol. lingkungan sosial. serta mengatur pola makan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan. mengembangkan kreativitas juga dipengaruhi oleh keinginan yang tinggi terhadap sesuatu serta cita-cita yang muncul dari pribadi anak. menentukan arah perbuatan. Diantara pola asuh yang dimaksud antara lain: memberikan kecukupan ASI ekslusif selama 2 tahun. perasaan. suasana psikologis. Pengaruh keluarga .

kurangnya perhatian terhadap anak. manusia. Rumah adalah tempat pale baik bagi anak (Nano Sunartyo. sebagai pengatur kehidupan dalam rumah tangga. dan kesabaran serta tidak membebani anaknya (Wahyudin. 2003: 12). antara lain: ibu mampu menjadi sumber dan pemberi kasih sayang. anak-anak umumnya belajar melakukan. Peran ibu dalam keluarga merupakan pendidikan dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali (Nano Sunartyo. tidak perlu merasa ketakutan dalam menjawab soal yang diberikan orang tua. Yaitu tentang: hitungan. dan pendidik dalam segi-segi emosional. pemelihara kesehatan serta bertanggung jawab terhadap perkembangan jasmani dan rokhani. Dengan hal itu keluarga merupakan bagian awal keberhasilan pendidikan terhadap anak-anak dirumah. 2006: 70). Memberikan keamanan secara psikologis dapat dilakukan dengan tiga proses yang saling berhubungan. Syafinudin Al Mandiri (2004: 1) mengutip pendapat Kak Seto bahwa: Di sekolah. Kegiatan belajar dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dirumah merupakan bentuk kegiatan yang sesungguhnya. 2002: 57). hewan. maupun kerabat disekelilingnya. Ibu yang merawat. sebagai pengasuh. 2006: 30). Dalam lingkungan keluarga anak mendapatkan sentuhan pendidikan dari ayah dan ibunya. Ditempat kursus. mendidik dan bergaul dengan anak harus mampu melaksanakan suasana belajar dalam kondisi apapun. yakni dengan sikap memaafkan. yang membuat anak-anak bisa tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sesuai dengan berbagai potensi unggul yang dimilikinya. Tetapi mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah sangat dipengaruhi oleh pendidikan keluarga yang diterapkannya. alam semesta. yakni: menerima individu akan kelebihan dan kekurangannya. pada akhirnya Einstein bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirinya sehingga ia mampu mengembangkan kreativitasnya. menguasahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada serta memberikan pengertian secara empatis. dan ia bisa langsung mendapat penghargaan jika berprestasi dan mendapat koreksi saat ia melakukan kesalahan. Berbekal dari sikap menerima anak apa adanya dengan tulus (genuine accapetance). geologi dan sebagainya. anak-anak belajar menjadi. tumbuh-tumbuhan. Anak-anak sejak dilahirkan kedunia pertama kali sudah terlibat dalam pendidikan keluarga. Peran ibu sebagai pendidik dasar sekaligus pengembang kreativitas dirumah dilakukan dengan berbagai sikap dan perbuatan. Sedangkan dirumah. Peran keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak bisa juga dilakukan melalui indication pengasuhan ibunya Einstein. membimbing dengan kasih sayang. Sikap . sebagai tempat mencurahkan isi hati. Yakni menjadi dirinya sendiri sebagai manusia seutuhnya yang unik. Orang tua yang memiliki kesibukan dalam berkarir.sangatlah besar bagi pembentukan sikap kreatif pada anak. Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif pada anak usia prasekolah dalam keluiarga hendaknya selalu memberikan keamanan dan kebebasan psikologis (Utami Munandar. karena dirumah anak bisa belajar lebih banyak pengetahuan dan merasa terpuaskan seiring dengan kemampuannya sendiri. Model pengasuhan ibu Einstein sangat memungkinkan kreativitas anak berkembang. sehingga komunikasi antara anak dan orang tua seakan luntur ditelan kepadatan kerja. tidak menjatuhkan harga diri anak meskipun memiliki banyak kekurangan. seperti bermain piano. Maksud dari pernyataan itu. umumnya anak-anak belajar tentang. Dalam kehidupan rumah pula anak tidak harus merasa bersaing dengan teman-teman sekelasnya disekolah. Sedangkan pemberian kebebasan psikologis berarti memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran ataupun perasaannya. komputer dan sebagainya. Yaitu melakukan sesuatu keterampilan tertentu. sebagai pembimbing hubungan pribadi.

Lingkungan Sekolah Setelah keluarga. maka lebih disebabkan karena ketidakwaspadaan orang tua terhadap perkembangan psikologis anak. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah orang tua harus memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup. berpakaian. Orang-orang disekeliling beliau bertanya. 2003: 13). Menurut berbagai pendapat ahli. orang tua harus menyediakan lingkungan yang menggairahkan. Dengan demikian apabila ditemukan anak terhenti kreativitasnya. usia prasekolah merupakan masa yang pale optimal untuk merangsang kemampuan pikir atau dasar belajar pada anak. Karena hal tersebut tidak semata memberi keuntungan pada perkembangan intelek dan kreativitas anak. b. yakni menerima anak apa adanya. serta tidak memaki atau memberi julukan-julukan yang buruk kepada anak. Dari kedua prinsip tersebut dapat ditarik kejelasan bahwa dalam mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah hendaknya orang tua mampu mengemas belajar dalam lingkungan yang menyenangkan serta penuh kedamaian dan kasih sayang. Orang tua seharusnya mencoba menggunakan prinsip-prinsip yang membantu anak-anak agar belajar dengan gembira atau lebih tepatnya bermain sambil belajar (Nano sunartyo. Anak prasekolah yang diterapkan pola belajar dengan prinsip bermain sambil belajar senantiasa tidak merasa tertekan dan dipaksa untuk belajar. betapapun mereka telah menjengkelkan hati kita. Tetapi kebanyakan orang terkadang . tidak membebaninya. Mengingat pentingnya tugas dan tanggung jawab keluarga dalam pembentukan anak-anak yang kreatif. Dengan menerapkan prinsip bermain sambil belajar anak akan menjadi lebih kreatif dan pada saat yang sama anak akan menjadi lebih gembira. dia menerima yang sedikit darinya. Sehingga anak-anak tidak memiliki cukup kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya. Sesungguhnya Allah merahmati orang tua yang membantu anaknya untuk berbakti kepadaya. (Wahyudin. memaafkan yang menyulitkannya. Untuk mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah. Disekolah anak diatur dengan tata aturan yang ada dari mulai disiplin waktu.orang tua semacam ini juga diajarkan Rosululloh SAW melalui sabdanya yang artinya. kata Nabi Saw. Sehingga kreativitas dimungkinkan akan dapat dikembangkan. tapi juga bisa mempererat hubungan orang tua dengan anak. Anggapan orang tua bahwa semua kegiatan balita hanyalah bermain dan tidak berdampak pada pengembangan kecerdasan juga merupakan anggapan yang salah. Orang tua harus dapat memberikan perhatian yang penuh terhadap hal-hal yang dapat mendukung anak melakukan kegiatan kreatif. kerapihan. tidak pula memakinya. tidak membebani mereka dengan target-target dan keinginan kita. bagaimana cara orang tua mendidik anaknya ya Rasulullah Nabi Saw menjawab. Pemaksaan terhadap anak akan menimbulkan prinsip lain yakni belajar sambil bermainmain. lingkungan kedua adalah sekolah. Karena anggapan seperti itu memiliki implikasi yang sangat tidak menguntungkan yaitu pembatasan terhadap kegiatan mereka dan merupakan faktor yang melemahkan dorongan belajar mereka. Hadits yang diriwayatkan dari Abi Abdillah tersebut mengajarkan kepada kita empat prinsip dalam menghadapi dan mengembangkan kreativitas anak. 2006 : 23). maka orang tua harus dapat memenuhi kasih sayang serta menjaga dan mengembangkan potensi dasar kreativitas anak. memaafkan yang menyulitkannya. yang pada akhirnya anak akan belajar dengan kebahagiaan dan keberhasilan. juga mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum sebagai upaya untuk memberikan impulse baru bagi perkembangan kreativitas anak.

baik untuk mata pelajaran maupun aspek lain termasuk afektif dan psikomotorik. menyebalkan akan membuat jengkel dan mengakibatkan anak prasekolah tidak nyaman. maka dapat tercapai fungsi sekolah yang baik. Selain itu pendidik berperan sebagai penampung aspirasi anak agar dapat berkembang bakat. Dari berbagai tema yang terdapat dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak akan sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan Kreativitas anak. Sehingga proses pembelajaran dilakukan dengan nyaman. Bermain merupakan kegiatan untuk menumbuh kembangkan kreativitas di Taman Kanak-Kanak. anak akan memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya serta anak bebas mengekspresikan ide-idenya. Pendidikan sekolah merupakan lanjutan dan bantuan dari pendidikan keluarga (Nano sunartyo. Artinya module kegiatan belajar dalam Taman Kanak-Kanak bertemakan lingkungan disekitar kita seperti halnya panca indera. Dengan bermain anak akan merasa senang secara spontanitas sehingga mampu memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. atmosphere dan udara. Guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berkembang tidaknya kreativitas bagi anak. gejala alam. menakutkan. Taman Kanak-Kanak terdapat dijalur pendidikan sekolah. 2006: 68). Sebab module pembelajaran di Taman Kanak-Kanak merupakan satu kesatuan module kegiatan belajar yang utuh (Soemiarti Patmonodewo. Adapun bentuk pendidikan bagi anak usia prasekolah meliputi Taman Kanak-Kanak. Artinya bahwa lembaga pendidikan bagi anak tidak membebani anak.bersikap meremehkan kemampuan anak. 2003: 68). Guru yang otoriter. rumah. Karena biasanya kita tidak pernah mau mendengarkan pendapat dan kemauan anak (Nano sunartyo. 2006 : 15). Kelompok Bermain dan Penitipan Anak (day care). keluarga. yakni: Fungsi sekolah selain dipandang sebagai stimulan (perangsang) utama berkembangnya kemampuan improvisasi anak. api. 2004: 3). Selain itu dalam aktivitas pembelajarannya juga telah menerapkan pembelajaan survey/praktek langsung. belajar bagi anak prasekolah hendaknya bersifat fleksibel dan kondisional dengan menghargai kemampuan anak. Beadle mengatakan bahwa kebanyakan dari kita selalu memandang rendah kemampuan anak untuk belajar. kendaraan. alat transportasi. minat. alat komunikasi. indication pendidikan di Taman KanakKanak seharusnya tidak disajikan secara indoktrinasi. latihan hingga penghayatan. sedangkan Kelompok Bermain dan Penitipan Anak berada dijalur pendidikan luar sekolah. Untuk mengembangkan kreativitas anak prasekolah. sekolah. Untuk itu guru hendaknya mampu berperan tidak sebatas sebagai pengatur dan sumber . sekolah juga dapat menjadi media yang cukup baik untuk mengajarkan dan membiasakan anak melakukan pembauran dengan orang lain. pemahaman. kecerdasan dan kreativitasnya. makanan dan minuman. George W. find training yang terkemas dalam permainan. komunikatif dan dialogis antara anak dengan teman maupun gurunya. namun dengan percobaan (eksperimen). Lingkungan sekolah yang baik bagi anak prasekolah adalah bebas dan menyenangkan. Peran guru bagi pendidikan anak prasekolah sangat penting. pekerjaan. Di Taman Kanak-Kanak (TK) Kreativitas dapat dikembangkan. Begitu pula dengan suasana bermain aktif. Apabila proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas anak dilakukan. rekreasi. pesisir serta pegunungan. dan sebagainya. 2004: 87). tidak membius pemikiran originalnya. Dari hal tersebut. masyarakat atau lingkungannya (Syafinudin Al mandarin. serta mampu menanamkan rasa percaya diri dan kemandirian anak (Syafinudin Al Mandari.

Akhirnya yang menurut Silvano Arieti dinamakan dengan kebudayaan creativogenic. memupuk dan memungkinkan perkembangan kreativitas (Utami Munandar. merancang proses pembelajaran. tetapi banyak pendapat para ahli beserta ilmuwan muslim yang mengakui bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan watak. Seperti zaman kebudayaan Yunani. 2002: 178). masyarakat harus dapat mengusahakan suasana atau iklim yang baik. dapat berwujud benda seperti udara. mengarahkan. emosi serta aspek intelektual yang pada akhirnya anak diharapkan mampu berfikir kreatif. sudah barang tentu udara panas. Sebagai contoh anak yang lahir di daerah yang beriklim panas akan sangat berbeda dengan anak yang dilahirkan didaerah tropis/dingin. yang menunjang pengembangan kreativitas anak-anak. 1999: 175). Selain itu. Guru mampu mendesain ruangan sekreatif mungkin. yakni kebudayaan yang menunjang. air. apa hasil yang ingin dicapai. Peran kedua. Artinya dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh kondisi dan peranan kebudayaan dimasyarakat serta kondisi dari luar yang berinteraksi dengan manusia. Peran guru sebagai katalisator berarti guru membantu anak-anak dalam menemukan kekuatan. mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak. Meskipun didalam ayat Al-qur’an maupun hadits nabi tidak ada satu ayat joke yang menyatakan bahwa faktor lingkungan sebagai faktor pokok yang mempengaruhi pertumbuhan kepribadian dan kreativitas anak. Anak yang dilahirkan dan dibesarkan didaerah yang beriklim panas. bumi. Oleh karenanya. turn berfikir apa yang ingin digunakan untuk memeriksa kemajuan anak. serta daya Kreativitasnya rendah (Maimunah Hasan. 2004: 165). ilmuwan atau tokoh-tokoh dalam bidang lain. iklim. Lingkungan Masyarakat Yang dimaksud lingkungan masyarakat sebagai pengaruh dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah mencakup kondisi sosio kultural disekitar anak. Berkembangnya kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat. Selain itu . dan sebagainya. Kreativitas perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. dan mengembangkan aspek kepribadian.informasi. maka biasanya anak akan memiliki temperamen yang keras. dan kelebihan yang dimilikinya. agar anak mampu mengerti dan menemukan kesenangan serta kebahagiaan dalam menjelajahi dunia ilmu pengetahuan. bahwa dalam kurun waktu tertentu lebih banyak tampil orangorang yang unggul seperti seniman. Dengan demikian peran guru sebagai fasilitator secara langsung mempersiapkan fasilitas belajar anak dengan maksud memacu anak untuk berfikir kreatif serta belajar sesuai dengan kemampuan anak yang bersifat fleksibel. pemarah. c. Oleh karena itu guru bertindak sebagai pembimbing. menetapkan materi apa yang akan dipelajari anak. Dalam hal ini iklim atau suasana yang baik adalah bahwa anak prasekolah merasa aman secara psikologis serta bebas untuk mengembangkan dan mengungkapkan diri dalam lingkungan dimana ia hidup. guru sebagai katalisator dalam mendidik dan mengembangkan kretivitas anak prasekolah. anak-anak diharapkan benar-benar siap menjadi manusia pembelajar yang kreatif. langit. talenta. kreativitas dan tingkah laku anak. Tampilnya berbagai tokoh unggulan dalam kurun waktu tertentu agaknya proses kreativitas lebih dihargai dan diutamakan. Peran guru sebagai fasilitator bagi anak prasekolah berarti guru di Taman Kanak-Kanak memfasilitasi proses pembelajaran yang berlangsung dikelas maupun diluar kelas. tetapi guru seharusnya berperan sebagai fasilitator dan katalisator bagi anak (Adi W Gunawan. manusia yang siap dan akan terus belajar seumur hidup mereka. karakter. Menilik sejarah masa lampau. zaman Renaisance atau Sriwijaya dan Majapahit di Indonesia. intensitas cahaya matahari sangat tinggi.

Lingkungan memenuhi suasana hati dan keseluruhan cara memandang hidup bagi anak. Kebutuhan afektif perlu diperhatikan agar anak prasekolah memiliki sikap positif dalam kehidupan. juga dapat mengantarkan anak kepada tingkatan kecerdasan yang lebih maju seperti para pakar. Maka dari itu dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah hendaknya pendidik ataupun orang tua lebih memahami dan belajar mengendalikannya agar upaya pengembangan kreativitas terlaksana maksimal. sekolah maupun masyarakat. sastrawan dan cendekiawan yang telah menghafal Al-Qur’an sejak kecil (Amal Abdussalam Al-khalili. Usia prasekolah atau identik dengan istilah praoperasional dicirikan dengan adanya fungsi semiotik. Sedangkan usia 4-7 tahun dicirikan dengan indication berfikir intuisi. Pengembangan kreativitas pada anak prasekolah tidak hanya meliputi bidang-bidang tertentu seperti bermain. serta tidak melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dalam berkreasi. 2003: 85). AS. menggali makna hingga menyebutkan berbagai ciptaan. al-rihlah al-Ilmiyah. seperti Negara filiphina.masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mengandung tantangan bagi anak. Dari berbagai elemen tersebut. ide. Inggris. menggambar dan bernyanyi semata. Zulu dan Indonesia. Selain dengan keluarga. Anak usia prasekolah mempunyai kebutuhan kognitif. Artinya bahwa pada kisaran usia ini anak lebih menekankan penggunaan simbol atau tanda untuk menjelaskan suatu obyek yang saat itu tidak bersama dengan subyek. Kamerun. afektif dan generatif. Apalagi melihat mutu pendidikan di Indonesia yang semakin menurun dan jiwa kreatif yang semakin memudar. dan kegiatan sejenisnya. C. Jalinan kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan sesama anggota masyarakat. 2005: 285). 2005: 385). Pengaruh lingkungan terhadap pengembangan kretivitas anak prasekolah lebih besar peranannya. Sedangkan kebutuhan generatif adalah anak-anak tidak hanya menerima pengetahuan dan keterampilan semata. Jerman. sehingga anak prasekolah dilatih dan dibiasakan untuk dapat mengerahkan diri dalam belajar. Selain itu tahap usia perkembangan praoperasional juga dicirikan dengan dua tahapan usia. kerja sama juga perlu dilakukan dengan berbagai pihak. mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan sesama teman. Tetapi kreativitas dalam bidang . Mengembangkan kreativitas perlu penanganan dan dukungan serius dari lingkungan keluarga. Kegiatan tersebut selain mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. tetapi ingin menemukan dan mencipta caracara baru untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. RRC. pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah dalam masyarakat setidaknya mencakup tiga aspek pokok yakni kognitif.(Andang Ismail. Dengan lingkungan mampu memberikan rangsangan kuat pada perasaan. Bahkan salah satu cara yang pale ampuh untuk melaksanakan upaya kreatif pada anak melalui pembentukan suatu kemitraan antar masyarakat… (Jordan Ayan. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) maupun pemerintah setempat. India. Teknik-Teknik Pengembangan Kreativitas Mengembangkan kreativitas anak prasekolah disesuaikan dengan tingkatan usia dan kemampuan yang dimilikinya. Atau juga tadabbur alam dengan menghafal suratan pendek dari Al-qur’an. wawasan terhadap orang yang ditemui oleh anak atau kejadian yang dialaminya. seperti kegiatan refresing disertai dengan perlombaan. Aspek kognitif merupakan kegiatan otak untuk mengembangkan keterampilan berfikir sejak usia dini. yakni : 2-4 tahun sering sekali dengan indication berpikir simbolik. pendidik profesional. seperti diungkapkan oleh Hans Jellen dan Klaus Urban dari hasil penelitiannya pada bulan Agustus 1987 terhadap anak usia 10 tahun dengan representation 50 anak di Jakarta menunjukan bahwa tingkat kreativitas anak Indonesia memiliki urutan terendah dari 8 negara lainnya. outbond.

bagaimana (Utami Munandar. maka anak memerlukan switch mental dari proses pemikiran reproduktif dan konvergen ke proses pemikiran divergen dan imajinatif. Seperti Apa saja yang kamu lakukan setelah bangun tidur. dimulai dari pemberian pemanasan. kebebasan dalam memberikan gagasan. (pertanyaan pemanasan yang mengandung nilai tolong menolong dirumah) Dan sebagainya. 2002: 276). apa yang lemah. 1. Adapun indication belajar dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah antara lain melalui tiga tingkatan belajar kreatif yang menurut Treffinger. diperlukan berbagai indication pendekatan ataupun strategi pengembangannya. Apa yang kamu lakukan dirumah. mengerjakan tugas lainnya yang hanya mempunyai satu jawaban yang benar seperti matematika dan berhitung. Selain itu. Suatu kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemikiran dan tugas kreativ menuntut cara dan sikap belajar yang berbeda. sikap ataupun perbuatan secara simbolis. Pemberian pemanasan (Warming Up) Pemberian pemanasan digunakan untuk menumbuhkan iklim atau suasana kreatif di Taman Kanak-Kanak yang memungkinkan anak untuk membuka dirinya. Hal ini dimaksudkan agar anak semenjak usia prasekolah sudah mengenal nilai-nilai moral. Dalam mengembangkan kreativitas bidang pendidikan agama semenjak anak prasekolah diperlukan nilai-nilai. Model pemanasan dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang menimbulkan minat dan rasa ingin tahu anak. Dari pemberian pendidikan tersebut. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah melalui indication sumbang saran hendaknya meniadakan suatu kritik. serta kombinasi dan peningkatan gagasan (Utami Munandar. Pada masa ini anak berada pada kisaran usia 2-4 tahun. (pertanyaan mengandung unsur kreativitas dalam bidang bersuci). Maksudnya apabila sebelumnya anak didalam kelas dituntut untuk mengerjakan berbagai tugas yang berstruktur.keberagamaan juga penting diperhatikan. Selain itu. apa yang salah. 2002: 278). orang tua tidak hanya bersifat mendidik moral. Hal dikarenakan sebuah kritik adalah bagian dari cara seseorang melakukan evaluasi dengan mencari identitas apa yang benar. Adapun bentuk pemberian pemanasan disimbolkan secara mental. terbuka dan tertantang untuk berperan serta secara aktif dengan memberanikan diri dan senang memberikan gagasan sebanyak mungkin. lebih bebas. . kreatif untuk berperilaku positif serta mampu berinteraksi dengan teman ataupun orang yang lebih tua dengan sopan. dapat pula mengajukan pertanyaan terhadap suatu masalah. Seperti orang tua menanamkan kreativitas akan nilai sebuah kejujuran dan keikhlasan tidak semata-mata menyampaikan pengertian. membuat gagasan sebanyak mungkin. merasa bebas dan aman untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. binatang. tetapi mencontohkan/mengaplikasikan secara langsung sikap jujur dan ikhlas tersebut. etika atau nilai-nilai afeksi semata. mengembangkan kreativitas pada anak usia prasekolah melalui proses belajar dan menggali sebuah pengalaman. 2. menghafal namanama kota. Sumbangsaran (Brainstorming) Sumbang saran adalah sebuah indication belajar kreatif yang memiliki prinsip tidak adanya sebuah kritik. Kemudian si anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa makna dari kejujuran dan keikhlasan. Atau dirangsang dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong ungkapan pikiran dan perasaan yang berakhir terbuka. seperti mengulang apa yang diucapkan guru. tetapi secara tidak langsung mengembangkan kreativitas anak berdasarkan pendekatan nilai-nilai agama. teknik sumbang saran dan teknik pertanyaan yang memacu gagasan (Utami Munandar. misalnya alasan sering terjadinya pertengkaran antara teman disekolah. seperti: pertanyaan yang diawali dengan kata: andaikata. 2002: 227). dapatkah.

Sehingga teknik ini merupakan salah satu manfaat terbesar untuk memacu dalam pemberian gagasan.apa yang keliru pada sebuah jawaban dari pada memperhatikan apa yang baik. Sebuah kritik yang diberikan terlalu cepat tanpa memberi kesempatan untuk mengembangkan suatu gagasan baru dapat mematikan kreativitas. tolong menolong serta persatuan. 2002: 283). memunculkan berbagai ide dan gagasan yang dimiliki anak. membalik (reverse). Belajar berkreativitas dengan bebas dalam memberikan gagasan serta memunculkan banyak gagasan lebih ditekankan pada aspek kuantitas. gagasan sebaiknya dinyatakan dengan singkat. Yang terpenting bahwa semua gagasan dicatat dengan cepat baru kemudian yang sama baru dikeluarkan. mengubah (modify). makin besar kemungkinan bahwa diantara sekian banyak gagasan ada beberapa yang baik. yang berkualitas. Selain menggunakan kata bantu pertanyaan tersebut. teknik sumbang saran juga dapat menyambung pada gagasan orang lain. menggabung (combine) (Utami Munandar. 2002: 281). Selain mampu mengembangkan kreativitas. 3. BAB IV KREATIVITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA MENURUT KAK SETO . Karena sumbang saran yang baik berlangsung cepat. menyusun kembali (rearrange). Dari berbagai pertanyaan yang memacu gagasan sebagai pengembang kreativitas tentunya memberikan kesempatan dan kebebasan sepenuhnya terhadap anak untuk belajar menjawab. Pengembangan kreativitas melalui teknik sumbang saran akan menumbuhkan rasa kebersamaan. Selain itu. Hal ini yang akhirnya akan menjadikan anak lebih kreatif dengan mampu menemukan sebuah ide ataupun penyelesaian suatu masalah. alasan pesawat dapat terbang dan menempuh perjalanan dalam jarak yang jauh dan sebagainya dengan maksud untuk menumbuhkan rasa penasaran akan sebuah jawaban dari suatu pengetahuan. Jenis pertanyaan yang dimaksud adalah berupa penggunaan kata kerja manipulatif guna memacu gagasan dan mengembangkan gagasan kreatif dengan melihat hubungan-hubungan baru. penggunaan teknik pemberian pertanyaan yang memacu gagasan juga dapat menunjukan kemungkinan dan meningkatkan kelenturan pemikiran siswa. dan menumbuhkan keberanian untuk belajar mengutarakan pendapatnya. jenis pertanyaan juga perlu diberikan dengan menggunakan pendekatan keimanan dan imagination. memperkecil (minify). Karena tuntutan akan kuantitas ini. memperbesar (magnify). Adapun jenis pertanyaan yang dapat diajukan kepada anak terdiri dari berbagai pertanyaan yang mengandung kriteria: menyesuaikan (adapt). sehingga tidak adanya tuntutan persaingan sebab anak yang belum mampu menjawab akan tertolong oleh anak yang telah mampu menjawab. Pertanyaan yang memacu gagasan Pertanyaan yang memacu gagasan dikenal sebagai teknik daftar periksa yang dikembangkan oleh Alex Osborn dengan tujuan untuk meningkatkan gagasan (Utami Munandar. mencari solusi atas pertanyaan. memanipulasi informasi dan gagasan untuk menghasilkan ide yang orisinal. Oleh karena itu mengembangkan kreativitas dengan teknik sumbang saran harus bersikap terbuka terhadap gagasan orang lain dan terhadap gagasan diri sendiri serta mampu memberikan kesempatan secara bergantian dalam berpendapat. elaborasinya dapat menyusul. dengan semua anak aktif dan bersemangat memberi gagasan. Artinya dengan semakin menghasilkan banyak gagasan. Seperti pertanyaan tentang malaikat yang berwujud abstrak. mengganti (substitute).

yang dicirikan melalui ciri kognitif seperti fleksibility. memecahkan masalah hingga mampu menghasilkan sesuatu yang baru bagi anak. Selain itu. anak aktif dan peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya. Sedangkan bagi usia remaja dan manusia dewasa . tidak takut salah. meskipun bukan hasil yang betul-betul baru. skill. memiliki reaksi yang cepat terhadap respon. mengembangkan sesuatu dari produk yang baru dalam bentuk benda ataupun ide-ide. memutuskan masalah. baik melalui usapan tangan. originality. Menurut Kak Seto. serta keterampilan. Seperti halnya dilihat dari produknya merupakan sesuatu yang baru. dan sebagainya. sehingga diakhir masa anak-anak mampu mencipta sebuah produk yang bernilai. berfikir lebih luas lagi. fluency. serta kegiatannya dipengaruhi oleh dorongan (press) baik inner maupun eksternal. perasaan. Bersibuk diri yang dilakukan oleh anak prasekolah menurut Kak Seto merupakan kegiatan berproses secara aktif guna memperoleh sebuah hasil dan mampu menciptakan serangkaian alternatif jawaban dari berbagai pertanyaan. yakni kegiatan yang berkaitan dengan kognitif atau kemampuan berfikir seperti menangkap suatu masalah. proses kegiatannya adalah kreatif tetapi bernilai negatif maka kegiatan pencuri tersebut tidak dapat dikatakan kreatif. 20 Januari 2007). yang didukung dan dipengaruhi oleh press secara inner maupun eksternal yang bersifat aman dan bebas berekspresi (Wawancara 20 Januari 2007). dan elaborasi. kegiatan dinilai kreatif menakala dalam prosesnya termuat tiga bentuk sikap atau kegiatan yang bernilai kognitif. Sedangkan proses afektif dalam kreativitas (hal-hal yang berhubungan dengan emosi dan hati) atau yang dikenal dengan istilah non aptitude berarti suatu bentuk kegiatan yang berhubungan dengan sikap. bahwa kreativitas merupakan suatu proses bersibuk diri yang dilakukan oleh pribadi (anak) untuk menghasilkan sesuatu yang baru ataupun bersifat kombinasi. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. Misalnya pencuri yang pandai mendongkrak pintu/membobol rumah. Kreativitas yang dimiliki anak dapat dirasakan semenjak masih berada dalam kandungan ataupun setelah dilahirkan. Pada hakikatnya setiap anak adalah kreatif (Kak Seto. Proses Kreatif dalam bentuk kognitif (yang berhubungan dengan pemikiran) memiliki makna bahwa kegiatan yang dilakukan anak dalam proses kreatif manakala anak menggunakan kemampuan otak dan daya pikirnya untuk merancang/berbuat sesuatu. Kak Seto mengungkapkan bahwa aktifitas kreatif dalam kandungan ditandai dengan cepatnya si bayi merespon sebuah impulse yang diberikan. tetapi kegiatan bersibuk diri untuk beraktivitas (prosesnya) yang dipentingkan pada anak prasekolah. bebas dalam berfikir dan sebagainya. senang bertanya dan sebagainya (Wawancara. sentuhan terhadap perut dan sebagainya. afektif maupun psikomotorik (Wawancara 20 Januari 2007). elaborasi. 2004: 10). orisinalitas. atau motivasi. Dalam hal ini. Dari definisi diatas. Sedangkan ciri kreatif yang terlihat diluar kandungan pada anak prasekolah secara garis besar terbagi menjadi beberapa bagian yakni. memiliki banyak keinginan. Bentuk kegiatan kognitif dikenal dengan istilah aptitude. Seperti dicontohkan oleh Kak Seto. memunculkan gagasan. Hal ini memiliki makna bahwa dengan proses yang dilalui anak prasekolah akan memberikan sumbangan tersendiri dalam mengembangkan pola berpikirnya. bermoral. kreativitas yang dilakukan oleh anak prasekolah lebih diutamakan dan ditekankan pada aspek proses dari pada tuntutan dalam menghasilkan sebuah produk. kelancaran. berani mengambil resiko. Untuk aspek psikomotorik bahwa proses kreatif akan mampu menjadikan pribadi anak sebagai manusia yang terbiasa dan terampil dalam hal apapun baik mencipta. Adapun ciri-ciri afektif dari kreativitas antara lain seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. memiliki ciri afektif.Pengertian Kreativitas Menurut Kak Seto Menurut Kak Seto.

Berfikir kreatif melalui IDEA juga dapat mengantarkan seseorang anak kepada pribadi yang kreatif dan mampu berfikir divergen. Istilah berfikir dihutan adalah merupakan kemampuan untuk berinisiatif terhadap sesuatu hal dengan mencari sebuah celah atau solusi melalui pencarian dan pemecahan kreatif serta menemukan sebuah penemuan. lentur dalam komunitas dimanapun mereka berada. process. kemampuan dan sebagainya. Proses berfikir dihutan dengan berkreasi. Selain itu menurut Kak Seto. seorang anak prasekolah tidak langsung melakukan movement sesuai dengan kehendak yang diinginkannya. menghadapi sebuah permasalahan. hingga mampu mengembangkan ide-ide menjadi sebuah karya nyata yang orisinal. kesenangan dan pengetahuan bagi diri anak. serta menelaah data-data yang ada untuk dievaluasi. data. press and product. yaitu kemampuan berfikir kreatif yang ditandai dengan adanya kelancaran berfikir atau menjawab (fluency). Arah ataupun keputusan tentunya diambil dengan melalui pertimbangan yang matang. evaluasi dan action.lebih dituntut pada sebuah hasil atau product tertentu sebagai wujud dari self actualitation dan kedinamisan dalam hidup (Wawancara 20 Januari 2007). berimajinasi yang menjadikan pikiran anak prasekolah berdaya akan mampu menghindarkan diri dari jebakan keadaan. akan cepat menjawab dan menginginkan sesuatu yang dikehendaki. serta kemampuan memproduk dsn menhasilkan sebuah karya. kelenturan dalam bersikap (fleksibilitas). IDEA berarti imajinasi. Berproses diusia prasekolah dapat memberikan sumbangan pengalaman baru. agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Berawal dari berbagai konsep kreativitas yang ditawarkan Kak Seto diatas. keaslian dalam menghasilkan produk (orisinalitas) dan pendalaman (elaborasi) dalam berfikir. Sebagai contoh. produk yang dimaksud juga disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak prasekolah yang berarti bahwa produk tentunya disesuaikan secara psikologis dan budaya. dirasakan kcocokannya dalam menentukan langkah terbaik. Berimajinasi dalam konsep IDEA adalah bagian dari pikiran yang berdaya. dipikirkan. Artinya bahwa melalui imajinasi yang dilakukan anak prasekolah akan memberikan semangat tersendiri untuk maju berkembang dalam proses berpikir dan bernalar. . disamping produk untuk mengembangkan pola berpikir divergen. menurut Kak Seto merupakan gabungan dari berfikir mengembangkan IDEA. yang dimungkinkan akan mampu memunculkan berbagai inisiatif dan sesuatu yang bermanfaat. Tetapi diharapkan anak akan mampu mempertimbangkan sesuatu sikap dengan berimajinasi/berkhayal untuk mengangan-angan dalam melakukan aktifitas. kemauan yang dikehendaki. aktifitas anak dalam sebuah proses kreatifnya. Kemampuan berfikir kreatif dianalogikan dengan sebuah proses berfikir dihutan (Wawancara 20 Januari 2007). seperti pertanyaan cita-cita. anak usia prasekolah memiliki kisaran daya ingatnya secara approval dan evocation. Artinya bahwa komponen tersebut bergandengan antara pribadi (person) anak itu sendiri. Hal ini bisa diambil sebuah definisi bahwa kretivitas itu sebagai for p’s of creativity: person. Dalam melakukan sebuah aktifitas kreatif. maka istilah kreativitas tentunya tidak dapat dipisahkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. Hal inilah yang menjadikan anak prasekolah berkembang kreativitasnya melalui daya khayal yang dimilikinya serta design instrinsik yang bermunculan. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. Selain itu. Dengan melakukan proses kreatif diusia prasekolah ini anak juga akan mampu memiliki kelancaran dalam berfikir. dorongan-dorongan dari berbagai lingkungan sekitar. Konsep IDEA penting digunakan dalam pengambilan sebuah arah ataupun keputusan.

Menurut Maslow. proses (process). orang tua maupun masyarakat kepada anak prasekolah untuk mencapai sebuah tujuan yaitu dapat berkembangnya kreativitas pada anak prasekolah. ada . Ada yang mampu dan menyukai bidang musik. tetapi yang terutama penting dalam dunia pendidikan adalah bahwa bakat kreatif sangat perlu untuk dikembangkan dan ditingkatkan sejak usia dini. 1. Dan di masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana lingkungan yang kreatif. 1987: 96). Kak Seto memiliki strategi yang dikenal dengan istilah 4 P. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah diperlukan strategi yang ideal. dalam skripsi ini strategi diartikan sebagai cara yang telah diatur dengan baik untuk menyampaikan suatu maksud. Walaupun dalam kehidupan anak terdapat beragam kemampuan yang dimilikinya. dan perkembangan yang dimilikinya. kecerdasan. kita hendaknya berasumsi bahwa setiap anak pada dasarnya memiliki potensi kreatif dan kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu secara kreatif. dan produk (product). strategi mengembangkan kreativitas anak prasekolah seharusnya dikuasai oleh orang tua. 20 Januari 2007). Dihubungkan dengan mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah. Atau menurut Hulbeck.Strategi 4 P (person. Pengembangan kreativitas sangatlah penting ditanamkan pada anak prasekolah. Pribadi Menurut Kak Seto. melukis. manusia memiliki kemampuan untuk bersikap kreatif. kreativitas ditinjau dari pribadi (person) dalam diri setiap individu memiliki maksud bahwa suatu tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya (Wawancara. yakni sebuah strategi diterapkan dengan menyesuaikan usia anak. process. 1999: 20). sehingga anak akan menjadi manusia dewasa yang matang. Hal ini dimaksudkan agar pembentukan dan pengembangan kreativitas anak dapat terwujud. press. yang dilakukan oleh guru. bahkan masyarakat. sesuai dengan bidang dan dalam kadar yang berbeda-beda. pendorong (press). matematika. Oleh karenanya. keterampilan dan kreativitas anak prasekolah dapat berkembang. yakni kreativitas ditinjau dari aspek pribadi (person). retorika. strategi mempunyai pengertian sebagai garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. penuh perhatian pada orang lain. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. guru. sehingga ada keterpaduan antara orang tua (keluarga). Terutama orang tua yang lebih serius berinteraksi dengan putra putrinya dirumah hendaknya memiliki kemampuan dan kreasi untuk mengembangkan dan mencari alternatif yang baik. (Kak Seto. dan lain sebagainya. 2004: 12). memiliki inovasi serta mampu mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bermanfaat. guru (sekolah). Dengan strategi pengembangan kreativitas yang tepat maka akan mudah mengembangkan sikap kreatif terhadap anak prasekolah yaitu putra dan putri kita sebagai generasi penerus yang unggul. Kita dapat melihat dan mengamati bakat dan minat anak-anak yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. kreatif. Sedangkan guru terutama yang mengajar di play organisation atau Taman Kanak-Kanak harus menguasai strategi pembelajaran kreatif bagi anak prasekolah sehingga kemampuan. Kak Seto (2004:13) juga menggambarkan dalam bentuk cerita bahwa dalam suatu pesta ulang tahun anak-anak. dan masyarakat. product) Menurut Kak Seto Terkait dengan mengembangkan kreativitas anak. Secara umum. spontan. bahasa. penuh rasa ingin tahu serta kemampuan untuk berkembang secara terus menerus (Frank G Gobel. Selain pengertian tersebut. artistic movement is an commanding of one’s possess whole celebrity on a sourroundings in a singular and evil approach (Utami Munandar. kondisi lingkungan. Dewasa ini istilah strategi banyak digunakan dalam bidang pengajaran misalnya strategi proses pengajaran.

Sedangkan dimensi kepribadian dan motivasi meliputi ciri-ciri seperti kelenturan. merancang dan lebih tertarik pada jabatan yang menuntut kreativitas. Artinya bahwa melalui indication permainan anak diharapkan memiliki kemampuan untuk memberikan jawaban yang unik dan orisinal serta kelancaran pemberian gagasan. Dalam mengembangkan kreativitas dilihat dari aspek pribadi.berbagai bentuk permainan diantaranya tebak ilmiah seribu jawaban. keterampilan pengambilan keputusan dan keseimbangan serta integrasi intelektual secara umum. Dimensi aspek intelegensi dan gaya kognitif memang hampir sama. sehingga semua anak dapat memberikan dan berebut jawaban serta menjadi dirinya sendiri. Model pengembangan kreativitas melalui permainan tersebut tentunya mampu memberikan kebahagiaan terhadap pribadi anak. aspek pribadi (person) berperan penting dalam pengembangan kreativitas anak (Wawancara 20 Januari 2007). Apabila dihubungkan antara aspek pribadi dengan tiga atribut psikologis (intelegenci. dan bertingkah yang dicontohkan oleh Kak Seto seperti halnya cerdas cermat kreatif dengan segudang jawaban. gaya kognitif. Menurut Kak Seto. perencanaan. 2002: 13). dan kepribadian/motivasi. melengkapi gambar sehingga muncul ide-ide orisinal. Mengembangkan kreativitas ditinjau dari pribadi anak prasekolah bisa dilakukan dengan menggunakan indication permainan yang menggugah berfikir anak secara divergen (Kak Seto. Intelegensi meliputi kemampuan verbal. Akan tetapi tidak semua permainan dapat terkategori positif. Permainan yang dapat memunculkan pribadi yang kreatif sehingga memunculkan ide-ide orisinal dan pribadi yang memiliki kelancaran dalam berpendapat. pemikiran lancar. berkreasi. maka keduanya merupakan sebuah kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk sebuah kepribadian seorang anak untuk kreatif. Dari ketiga aspek tersebut secara bersamaan akan dapat melatarbelakangi individu yang kreatif. Dari pengertian tersebut. 1998: 101). Sebab hal ini akan menghalangi pribadi anak dalam berkreasi. menciptakan aturan sendiri. gaya kognitif dan motivasi). perumusan masalah. dorongan untuk berprestasi dan mendapat pengakuan. Disisi lain. yakni intelegensi. Dalam arti yang konkret gerakan anggota tubuh. ketiga atribut psikologis tersebut juga menjadi bekal utama pembentukan pribadi kreatif dalam membentuk anak menghasilkan produk. karena kedua aspek tersebut bersumber dari otak. Sebab kreativitas yang dilakukan oleh pribadi anak merupakan titik pertemuan yang khas antara atribut psikologis. aktifitas kreatif pada anak prasekolah menurut Kak Seto tidak dihalangi oleh sesuatu yang mengandung evaluasi eksternal yang dilakukan pada anak prasekolah. sikap dan perasaan anak-anak semenjak bayi dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sekitarnya merupakan modal dari pribadi yang kreatif. Kegiatan ini membuat semua anak mampu berfikir divergen dengan berbagai macam jawaban benar. pengetahuan. mendikte. senang menulis. Gaya kognitif dari pribadi yang kreatif menunjukan kelonggaran dan keterikatan pada konvensi. cemerlang dan tidak malu dalam mengungkapkan jawaban. keuletan dalam menghadapi rintangan dan sebagainya. pribadi kreatif tentunya muncul dari pribadi seseorang semenjak ia masih kecil dan bahkan masih dalam kandungan (Kak Seto. pengembangan kreativitas melalui permainan juga dapat . sikap memaksa. 20 Januari 2007). Akan tetapi secara prinsip fungsi dan kerja keduanya dapat dibedakan. Dari kegiatan tersebut Kak Seto mendefinisikan kreativitas ditinjau dari segi pribadi anak dapat diartikan semua anak memiliki ciri-ciri dan sifat kreatif yang terdapat pada pribadi masing-masing. penyusunan strategi. serta permainan konstruktif seperti penyusunan balok kayu membentuk sebuah formasi sesuai dengan selera anak (Wawancara. melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. Selain membahagiakan anak.

kreatif dan mampu melakukan terobosan baru untuk diri sendiri maupun lingkungan (Wawancara. Kegiatan bersibuk diri yang biasanya dilakukan dengan beragam permainan. Selain itu Kegiatan bersibuk diri yang dilakukan oleh anak semata-mata tidak terlalu menekankan apa yang dihasilkan dalam proses tersebut. Padahal aktivitas anak seperti itulah yang dapat mengembangkan kreativitasnya (Wawancara. Proses Maksud dari mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari prosesnya adalah kreativitas dapat dilihat sebagai kegiatan bersibuk diri yang berdaya guna (Kak Seto. Hal ini juga dikemukakan oleh berbagai pakar. Bila proses kreativitas anak hanya dinilai dengan visi orang tua semata. Proses kreatif dikatakan aman bilamana seorang anak tidak mendapatkan tekanan kejiwaan dalam bentuk penilaian. dari hal yang pale sederhana lalu dilengkapi. namun dipahami dengan visi orang tua. mencipta aneka bentuk dari bahan-bahan yang tersedia dan sebagainya. Dengan strategi mengembangkan kreativitas dilihat dari sisi pribadi (person). maka sebuah proses kreatif dalam perwujudannya tidak selalu membahagiakan orang tua. Selain itu anak yang diberi kebebasan untuk berproses akan berani dalam mengambil keputusan dan bersikap tidak takut gagal.mempertajam keorisinilan karya atau ide. Namun demikian proses bersibuk diri tersebut akan lebih menghargai keasyikan individu yang timbul dari keterlibatannya dalam kegiatan yang penuh tantangan. Bentuk dari proses kreativitas yang dilakukan anak prasekolah dilakukan dengan berbagai coret mencoret. Terutama bila proses tadi dipahami tidak dengan empati. strange serta inovatif. mewarnai. teknokrat. dan sebagian terbentuk dari aktifitas fisik. seperti melukis bebas. bermain tanah. merusak. Menurut Kak Seto. Selain itu. atau wiraswastawan yang tangguh. atau mengganggu. menggambar. . sehingga anak memiliki keinginan untuk mencobanya. dibenarkan dan akhirnya dilanjutkan ke aktivitas selanjutnya. Dari sikap sebagaimana terpapar diatas. diyakini bahwa setiap anak adalah kreatif dan perlu dikembangkan kreativitasnya dengan memerankan aspek intelegenci. menempel atau mewarnai dengan aneka warna dan lain sebagainya akan menjadikan anak prasekolah lebih kreatif. 2004: 13). Sehingga anak prasekolah mampu mencipta sebuah karya yang unik. gaya kognitif dan motivasi melalui model-model permainan secara kreatif dan konstruktif. seorang anak akan tumbuh kreatif apabila memperoleh suasana yang aman dan bebas secara psikologis dalam prosesnya (Wawancara 20 Januari 2007). teknolog. menurut Kak Seto anak yang diberi kebebasan dalam berproses dan berfikir sesuai dengan keinginan orisinalnya akan dapat menghasilkan ilmuawan. maka proses kreatif akan selalu dinilai sebagai hal yang merepotkan. Karena kreativitas merupakan sebuah proses. sebuah sumbang saran dan pemberian berbagai pertanyaan juga perlu diberikan sebagai proses berpikir kreatif meskipun bentuk pertanyaanya sederhana. bahwa anak kurang dari 5 tahun memiliki daya pikir orisinalnya mencapai 90%. kemudian dikaji ulang. membuat karangan. berproses kreatif pada anak prasekolah dilakukan secara tahap demi tahap. Bentuk kesibukan anak tersebut juga mampu menumbuhkan sikap untuk berani bereksperimen terhadap sesuatu yang dikagumi. anak diterima sebagaimana adanya dan diterima segala keunikanya. 2. menurut Kak Seto. Dari keseluruhan proses kreatif membutuhkan waktu tersendiri dalam setiap tahapannya sehingga sesuatu hal dikerjakan tidak ada yang instan. Sedangkan bebas dalam proses bersibuk diri berarti adanya kesempatan untuk dapat mengekspresikan gagasangagasannya secara simbolik tanpa terlalu banyak hambatan. Proses kreatif dilakukan sedikit demi sedikit. 20 Januari 2007). 20 Januari 2007) Oleh karena itu.

longgar. anak prasekolah memerlukan press untuk menumbuhkan semangat dan kepribadian serba ingin tahu akan sesuatu. 3. Hasrat ataupun keinginan yang tumbuh pada anak prasekolah menjadi penting peranannya untuk mengembangkan kreativitas. mengungkapkan ide pemikirannya. Motivasi yang dimaksud adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakan. sikap orang tua yang menghargai kreativitas anak. 27 Nov 2005). maupun perkataan/nasihat pendidik yang memungkinkan anak berkreasi (Wawancara seminar. yakni berupa lingkungan. Dorongan dari luar akan senantiasa memberikan impulse terhadap anak untuk berbuat dan melakukan sesuatu.Kegiatan bersibuk diri secara kreatif sangat tepat apabila diterapkan bagi anak usia prasekolah. pemberian penghargaan. dan yang lainnya (Kak Seto. Karena diusia 2-6 tahun anak sudah mampu menikmati berbagai jenis aktivitas bermain. Maka dari itu motivasi eksternal hendaknya diperhatikan dan disiapkan oleh lingkungan dalam arti pendidik dengan selalu menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis anak. 2002: 13). Bentuk dorongan atau motivasi menurut Kak Seto terdiri dari berbagai macam hal yang mendukung proses kreatif. mengembangkan kreativitas melalui strategi proses ini adalah memberikan kesempatan dan kebebasan untuk mencoba sebuah aktifitas sehingga anak akan berlatih untuk lancar dalam berfikir. jempol sebagai isyarat bagus. Akan tetapi melalui proses kreatif inilah seorang anak akan asyik dan semakin berminat untuk melakukan suatu kegiatan dan mampu menemukan hubungan antara satu gagasan dengan gagasan yang lain. sehingga berpengaruh terhadap produk yang dihasilkannya. insentif. Pendorong (press) Strategi yang kedua dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah adalah dengan memberikan press yakni memberikan dorongan atau motivasi. Seperti pemberian motivasi menurut kebutuhan anak prasekolah. keadaaan. dorongan juga dapat berasal dari dalam (internal) yang berupa hasrat dan motivasi yang kuat pada diri anak itu sendiri untuk menghasilkan sesuatu. Pemberian dorongan secara aman dan bebas dilakukan dengan memperhatikan kondisi psikologi anak. Oleh karena itu. bernyanyi dan mengenal keindahan dalam bentuk warna. dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Kak Seto. sehingga pada saatnya nanti kegiatan tersebut akan mampu melahirkan produk-produk yang lebih bermakna. Selain itu. pujian. Pemberian dorongan atau motivasi yang diberikan kepada anak dapat berupa pengalamanpengalaman. dukungan. Dalam istilah yang lain. Dalam berproses kreatif. anggukan tanda setuju. yakni Dalam hal ini seorang pendidik dalam memberikan . dorongan yang berasal dari dalam/internal juga dipengaruhi oleh dorongan dari luar/eksternal. Dorongan inner yang berasal dari diri anak sendiri biasa juga dikenal dengan istilah design intrinsik. 2004: 14). tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang sikap kreatif. yakni design yang mendorong anak untuk bertindak sesuatu yang berasal dari nilainilai yang terkandung dalam obyeknya itu sendiri (diri anak). Selain dorongan yang berasal dari luar (eksternal) seperti tersebut diatas. strange dan mampu mengembangkan sebuah ide menjadi kenyataan. Press secara kreatif diberikan dengan suasana aman dan bebas serta memberikan kesempatan terhadap anak untuk berkreasi (Wawancara 20 Januari 2007). Proses kreativitas pada anak prasekolah tidak semata menuntut untuk menghasilkan produkproduk baru. mengarahkan. Sebab keinginan berkreasi pada anak prasekolah sangat didahului oleh design pribadi untuk berkehendak sehingga pribadi anak akan mencoba berproses secara kreatif.

Berbagai produk yang dihasilkan seorang anak sangat dipengaruhi oleh fantasi dan asosiasi (Wawancara. yakni kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau bukan sesuatu yang baru sama sekali (Kak Seto. sehingga mampu membentuk hubungan dengan lingkungannya. tindakan-tindakannya. 1998: 62). Produk Strategi yang ke-empat sebagai usaha mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi dilihat dari segi produk (product). Melalui fantasi. yakni mengambil satu gagasan dan mengadunya dengan ide lain. Sedangkan asosiasi adalah pembentukan hubungan antara gagasan. memahami pemikiran-pemikirannya. Dari pendapat tersebut maka pemberian dorongan kreatif terhadap anak prasekolah disesuaikan dengan kondisi yang dialami anak. anak prasekolah akan mencoba mengangan tentang dirinya. memiliki kesadaran. mengitari: dimulai dengan gambaran kabur ide baru. kemudian mempersempit pilihan untuk mendapatkan satu konsep pokok yang manjur. Dalam suasana seperti inilah anak akan dapat mengekspresikan dirinya. dari kontras yang timbul muncul ide baru. anak usia prasekolah sudah mampu mencipta suatu produk yang diinginkannya. pengalaman dan suasana yang menarik dapat diperoleh melalui berbagai lingkungan. yang menyatukan seluruh elemen. maka anak akan cepat berproses kreatif dan menghasilkan produk yang baik. 2005: 15). bagaimana ia kalau menjadi dokter. Memadukan: meminjam sifat atau aspek dari dua ide dan menyatukannya untuk bersama-sama membentuk ide.motivasi kepada anak harus terlebih dahulu mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan anak yang akan dimotivasinya. Menurut Kak Seto. Pengertian baru dalam menghasilkan suatu hasil karya tidak berarti benar-benar baru namun dapat berarti seseorang tetap meniru ide yang telah ada sebelumnya atau mengkombinasikan dari beberapa hal yang sebelumnya sudah ada. anak-anak dapat dituntun dan dibawa menuju ketingkat ketajaman berkreasi sehingga dapat mencipta suatu produk. menyortir atau memilah: menggabungkan banyak ide untuk membentuk sebuah sintesis dipuncak atau dasar. serta melihat dari sudut pandang anak untuk tetap menerimanya . serta pengambilan sikap untuk mendorong anak dengan Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya dan memberikan pengertian secara empatis (Kak Seto. ide yang benar-benar baru. Bilamana anak memiliki pengalaman dan pengetahuan banyak. ingatan dan kegiatan panca indera. Meskipun produk yang dihasilkan sangat sederhana seperti membuat garis. 20 Januari 2007). Sedangkan memberikan pengertian secara empatis bermakna orang tua mampu mengenal dan menghayati perasaan anak. Fantasi berarti daya untuk menciptakan sesuatu didalam angan-angan terhadap sesuatu yang diimajinasikan. Dengan menerapkan kedua prinsip dasar tersebut. Sedangkan asosiasi dilakukan dengan menghubungkan berbagai peristiwa untuk memperoleh ide penyelesaiannya ataupun melakukan hubungan antara gagasan dan ingatan yang dilakukan dengan cara: menjajarkan. 4. karena anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sehingga lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan di masa depannya. bagaimana kalau dirinya menjadi polisi dan sebagainya sehingga keinginan anak akan terbayang dan ada usaha maupun design instrinsik untuk menjadi apa yang diinginkannya. Setiap anak yang kreatif mampu menghasilkan berbagai produk yang diinginkannya. lengkungan hingga akhirnya mampu . Untuk dapat menghasilkan produk pada anak usia prasekolah dibutuhkan pengalaman dan suasana yang menarik bagi diri anak. Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya berarti memberikan kesempatan secara luas terhadap minat anak.

dan sebagainya (Kak Seto. 2004: 54-55). c. baik permainan kata. berfikir dan mandiri. kegiatan berekspresi digunakan sebagai latihan agar anak terbiasa berkreasi. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain. bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan spontan sehingga hal ini memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. Selain itu bermain juga melibatkan interaksi antara anak dengan orang lain. perkembangan sosial. lakon atau permainan secara mendadak tanpa direncanakan/didahului oleh suatu maksud sebelumnya. Dengan demikian. Bermain melibatkan peran aktif keikutsertaan anak. Dimana dan dengan siapa anak-anak berkumpul. tidak mudah untuk diungkap pengertiannya. e. Dari berbagai pengertian. sajak. Karena kreatifitas yang dimiliki anak prasekolah identik bersifat ekspresionis. Kak Seto mendefinisikan secara tegas tentang pengertian bermain. Akan tetapi untuk membuat definisi yang tepat dari istilah bermain. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto Bermain penting bagi pengembangan kreativitas anak prasekolah. d. drama. Menurut Kak Seto bermain memiliki lima pengertian: a. Sehingga kegiatan yang bersifat ekspresionis akan senantiasa menghasilkan berbagai produk seperti berekspresi membuat lagu. . Begitu pula dalam suasana aktif dimana anak memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya. Maksud ekspresionis adalah suatu ungkapan bebas dan mandiri yang didalamnya tidak memiliki urgensi/kepentingan bagi kemahiran dan keaslian.mewarnai dengan indah. Dalam pengertian tersebut. seperti halnya bermain konstruktif atau destruktif dan melamun. Meskipun tidak memiliki urgensi yang pasti. anak bebas mengekspresikan gagasan-gagasannya melalui khayalan. mengembangkan sesuatu yang telah ada meskipun dihasilkan oleh anak dalam bentuk atau wujud yang sederhana. lelucon. meskipun produk kreatif dinyatakan oleh para ahli lebih dipentingkan sebagai produk strange ataupun asli. Bermain adalah bersifat spontan dan sukarela serta tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak. bermain konstruktif dan sebagainya. tarian dan lukisan. Bermain dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dibagi dalam tiga tahapan. disitu pula akan muncul permainan. Maka dengan hal ini akan memungkinkan anak mengembangkan perasaan secara psikologis. belajar bahasa. mewarnai gambar dengan krayon serta aktivitas lain yang terlihat tampak remeh. yakni apabila suatu aktivitas yang dilakukan oleh anak terkesan menyenangkan dan anak akan terus melakukannya. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai positif bagi anak. imitasi. seperti misalnya Kreativitas pemecahan masalah. Istilah bermain sudah dikenal sejak zaman dahulu. sikap ekpresionis dalam berkreasi perlu diperhatikan. Namun bila suatu aktivitas permainan tidak menyenangkan anakpun akan menghentikan permainan tersebut. tetapi Kak Seto dalam menilai sebuah produk bagi anak prasekolah merupakan proses ekspresionis yang menghasilkan sebuah karya baru ataupun bernilai kombinasi. Bermain tidak memiliki tujuan ekstrinsik namun motivasinya lebih bersifat intrinsik. b. Menurut Kak Seto. Secara umum bermain sering dikaitkan dengan bentuk aktifitas anak-anak yang dilakukan secara spontan dalam suasana riang gembira. Karena bermain merupakan dunianya anak-anak. teman-temannya atau lingkungan disekitarnya serta bermain juga berfungsi sebagai play yakni sebagai sebuah aktivitas bermain mencari kesenangan tanpa mencari menang dan kalah.

Pada masa ini pribadi anak lebih menyukai berbagai kegiatan yang berhubungan dengan gerak fisik. Mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama menurut Kak Seto dilakukan dengan menggunakan strategi 4 P dilihat dari prosesnya. melalui pemberian hadiah penunjang kreativitas. kenalkan buku alfabet dengan ilustrasi warna yang kaya pada setiap halamannnya. Disamping alat permainan dan medianya. Kak Seto membagi indication permainan sebagai upaya mengembangkan kreativitas anak menjadi tiga tahapan yakni : usia 2-3 tahun. Misalnya suatu permainan dengan tema perjuangan. bergeleng sebagai tanda tidak setuju/jelek. seperti mengangguk sebagai tanda setuju. Sebab secara langsung anak aktif melakukan kegiatan tersebut dengan berfikir dan berlatih. usia 3-6 tahun dan usia 6 tahun. Memperkenalkan dan membacakan buku bagi anak dapat menentukan seberapa cepat nantinya si anak mampu berbicara. pemberian press juga dilakukan dengan berbagai cara.Tahapan-tahapan bermain ini tentunya disesuaikan dengan tingkatan usia anak prasekolah. gambar-gambar atau cat tembok dan sebagainya dengan beragam bentuk dan warna kontras dilangit-langit sebagai upaya membantu merangsang indra penglihatannya Ketiga. berlari. usia ini sudah dapat membuat coretan benang kusut dan berhasil membuat garis lengkung. memperkenalkan dan menempel poster. (Wawancara. Menurut Kak Seto cara pemberian press disesuaikan dengan pengetahuan dan kesukaan anak. Melalui kegiatan bermain anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan dorongandorongan kreatifnya sebagai kesempatan merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru. menendang dan sebagainya. sentuhan. membaca dan berKreativitas. Maksud dari bermain aktif adalah melakukan jenis permainan dimana kegembiraan anak muncul dari apa yang telah dilakukakannnya oleh anak tersebut (aktifitas langsung). gerak dengan lagu dan sebagainya. orang tua/pendidik menyedikan tempat yang aman. Setelah berproses dengan permainan. 20 januari 2007). Strategi ini bermaksud untuk membiarkan anak bebas berekspresi dan belajar mengenal buku hingga mencoba membuka tiap halaman. berayun-ayun. Bermain aktif bila dilihat dari pengertian dan jenisnya merupakan kegiatan untuk mengembangkan otak (kognitif) yang mengandung manfaat educatif dan keterampilan (psikomotorik) yang bermanfaat kreatif bagi anak. menyentuh. Bermain bagi anak usia 2-3 tahun (sains of otonomy) lebih banyak dilakukan dengan proses bermain aktif. Anggota tubuh dan motorik kasar merupakan alat yang digunakan untuk melakukan gerak fisik pada anak prasekolah. melompat. memanjat. Kedua. luas dan bebas dari barang pecah belah atau membahayakan keselamatan anak. . rasa aman dan bebas dalam proses bermain secara psikologis merupakan kondisi penting bagi tumbuhnya kreativitas. desain ruang di plong dan berikanlah buku-buku yang tidak mudah terlepas halamanhalamannya. 20 Januari 2007). menunjukan isyarat ibu jari sebagai tanda hebat. yakni: pertama. orang tua hendaknya memakai busana yang identik dengan pejuang. Kak Seto dalam memberikan press terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi dasa busana (wawancara. seperti halnya meraba. 20 Januari 2005). Artinya bahwa orang tua berkenan mengikuti dan memakai busana sesuai dengan tema permainan yang sedang dilakukan. kemampuan yang dimilikinya ataupun minat yang dimilikinya. Selain itu. Tahapan pertama. belaian dan dekapan hangat sebagai rasa aman dan kasih sayang terhadap anak. Bermain aktif yang dilakukan oleh anak usia 2-3 tahun terlihat melalui aktifitas bermain fisik untuk mengembangkan aspek motorik pada anak seperti berlari kejar-kejaran. anak usia 2-3 tahun merupakan masa sains of otonomy (wawancara. Selain itu. Proses mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama.

evaluasi dan action) (Wawancara. Sedangkan bermain imajinatif reproduktif hanya bersifat pengulangan dari situasi yang diamati dalam hidup sehari-hari.Dasa busana merupakan suatu strategi bagi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Anak Usia 3-6 tahun perlu dilatih ketajaman untuk menghasilkan IDEA (imagination. busana badut menunjukan nilai humoris. bermain imajinatif memiliki beberapa manfaat lain. Ketiga. busana hakim menunjukan nilai keadilan. dan berdialog (Wawancara. meningkatkan perkembangan bahasa serta memperoleh kesenangan dari kegiatan imajinatif yang dilakukan atas usaha sendiri. bermain kreatif seperti membuat lukisan/kaligrafi dengan krayon. menggambar. Menghasilkan suatu produk bagi anak usia 2-3 tahun dikandung maksud agar ditahun-tahun mendatang anak memiliki semangat menghasilkan sesuatu. ideide dan gagasan. anak usia prasekolah juga memiliki kapasitas untuk mengeksplorasikan lingkungan disekitarnya. anak akan mampu memasukan unsur-unsur baru terhadap apa yang ia amati. Pada masa ini pribadi anak telah memiliki pikiran dengan berbagai macam rencana. anak prasekolah telah mampu berdebat. Selain bersifat produktif dan kreatif. Bentuk produk kreatif dapat berupa gambar. Sebab masa ini (sekitar 4-5 tahun) telah mampu menggambar bentuk-bentuk tertentu yang biasanya merupakan gabungan dari bentuk geometrik misalnya gambar rumah. ucapan ataupun hasil karya lainnya meskipun dalam tataran pale sederhana. sehingga berbagai produk apapun bentuknya dapat dihasilkan. Untuk itu orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. dapat membantu pemahaman sosial pada diri anak. Maksud dari permainan ini adalah untuk memperlancar dan melatih tangan. gerakan. 20 Januari 2007). anak usia 2-3 tahun secara tidak langsung perlu dituntut sebuah product kreatif. Adapun jenis permainan untuk usia 3-6 tahun menurut Kak Seto (2004: 60) dibagi menjadi empat indication yaitu: pertama. anak dapat berkembang kreativitasnya. serta manipulative play yakni bermain dengan menggunakan alat-alat tertentu seperti obeng. bermain imajinatif bentuknya semisal bermain drama. Dengan berkembangnya fungsi panca indra dalam gerak motorik dan berbicara. berpendapat dan berdialog dengan lawan bicaranya. Maka dari itu orang tua perlu menyediakan fasilitas sederhana. Bermain imajinatif dapat bersifat produktif dan kreatif . busana dokter menunjukan nilai mampu merawat dan melayani. Strategi ini terdiri dari sepuluh busana (dasa busana) yang perlu dipergunakan dalam proses bermain ataupun dalam aktifitas keseharian. data. serta memiliki kemampuan untuk dapat membayangkan perasaan orang lain (tumbuhnya kecerdasan intrapersonal) maupun perasaan diri sendiri. Masa sains of inisiatif pada anak juga ditunjukan melalui kemampuan mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan dua kriteria. bermain konstruktif seperti menyusun balok-balok. 20 Januari 2007). seperti bentuk benda dan warna serta dapat membandingkan jumlah. Setelah berproses kreatif. Pada kegiatan bermain imajinatif yang produktif dan kreatif . memperkenalkan berbagai buku-buku. busana daster menunjukan seorang ibu menjadi dirinya sendiri dan sebagainya (Wawancara. Dengan memiliki ketajaman memperoleh IDEA. Bentuk strategi dasa busana meliputi: Busana anak sekolah menunjukan nilai sabar dan sahabat. menulis. serta produk yang dihasilkan tentunya lebih baik dan sempurna dibandingkan produk sebelumnya. Kedua. seperti halnya dapat membantu penyesuaian diri anak. Tahapan kedua. menggambar binatang dan sebagainya. mampu mengerti bahwa suatu kejadian memiliki penyebab dan solusi. 20 Januari 2007). anak usia 3-6 tahun merupakan masa sains of inisiatif (Wawancara. mengarang. tulisan. 20 Januari 2007). gunting untuk menggunting dan . Dikisaran usia 3-6 tahunan. tidak perlu mahal.

gambar ataupun pendapat dari anak tersebut. bermain pasif juga merupakan sumbangan untuk pertambahan nilai bagi kegiatan yang dilakukan anak melalui bermain aktif. Bilamana solusi yang dilakukan anak bernilai positif. Usia 6 tahun keatas bagi anak prasekolah dinamakan masa sains of dustry (Wawancara. misalnya menonton televisi. menonton pertunjukan wayang. dan berdialog (Wawancara. 27 Nov 2005).psikologiums. cobalah untuk meminta anak bercerita kembali tentang isi buku tersebut (Seto Mulyadi.psikologiums. Sebagai taraf latihan dalam menggunakan ingatannya. Manfaat bermain pasif antara lain anak akan memperoleh pengetahuan dan informasi. Masa ini merupakan masa yang banyak digunakan untuk mencipta dan berpendapat terhadap sesuatu hal. orang tua hendaknya meluruskan dan mengarahkan dengan tidak menyalahkan dan menampakan kemarahannya. memperkenalkan berbagai buku-buku. Pengembangan kreativitas melalui aktifitas bermain merupakan pemenuhan kebutuhan akan aktualisasi diri pada anak prasekolah. mencipta bentuk tertentu dari lilin mainan dan sebagainya. Bermain pasif penting untuk mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. anak usia 6 tahun hendaknya dibawa kepada suatu pengalaman tertentu. mendengarkan cerita/dongeng. misalnya menjaga adiknya dirumah. Tetapi jangan memaksa anak. maka orang tua memberikan sanjungan dengan kasih sayang dan dorongan. melainkan cobalah membangun minatnya (Wawancara. Adapun tujuan dari kejadian tersebut adalah mendidik sekaligus mengembangkan kreativitas pola pikir pada anak dalam mengatasi sesuatu dan berpendapat sesuai dengan kemampuan ide yang dimilikinya. 20 Januari 2007). dan mendapatkan bahan-bahan yang dapat diolah secara kreatif. bermain pasif atau hiburan (amusement) yang merupakan jenis bermain dimana anak memperoleh kegembiraan melalui usaha yang dilakukan orang lain. Untuk mengembangkan Kreativitas dalam berpendapat. hingga mampu mengahsilkan ide-ide yang baik dan kritis.com). http://www. b. Bentuk kegiatan bermain sebagai strategi kreatif untuk mengembangkan aspek kognitif dan afektif anak pada taraf sains of inisiatif dilakukan melalui beberapa hal: a. . 20 Januari 2007). ketekunan.net/modules. orang tua maupun orang lain. Setelah itu orang tua memberikan pertanyaan seputar kejadian yang telah terjadi dan solusi apa yang dilakukan anak (Wawancara. menonton pagelaran dan hiburan.net/modules. 20 Januari 2007).menempel kertas atau kain. merakit kepingan kayu atau plastik. Tahapan ketiga. Tetapi bila bernilai negatif. d. Oleh karenanya bentuk permainan hendaknya diarahkan dengan pendekatan permainan edukatif seperti yang dilakukan oleh Kak Seto melalui pembagian tahapan usia dalam memilih indication permainan.com) c. dan sebagainya. (Dialog Seminar. perilaku dan perasaannya sendiri serta memahami dan menghargai perasaan teman. melatih keterampilan motorik halus. Dengan demikian orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. Ajarkanlah anak untuk mengenal matematika lewat obyek-obyek yang konkret. melatih konsentrasi. 20 Januari 2007). daya tahan Keempat. Selain bernilai hiburan. memenuhi kebutuhan anak yang tidak terdapat dalam kehidupan sehari-hari. menikmati musik. Dari kegiatan bermain konstruktif ini dimaksudkan agar anak dapat mengembangkan kemampuan untuk berdaya cipta (kreatif). Kenalkan anak dengan buku-buku yang menarik.seperti menghitung anak tangga. Ajak anak-anak memahami tentang nilai-nilai. matahari dan lingkungan sekitar (Seto Mulayadi. mengetahui jumlah bulan. http://www. Bentuk ciptaan yang dihasilkan bisa berupa bentuk-bentuk tulisan. kemudian bacakanlah setidaknya satu buku untuk setiap harinya.

Kutub pertama adalah para tokoh/psikolog dan pemikir kreativitas. tetapi juga keadaan eksternal. Guilford. Ide-ide dan pendapat yang dikemukakan anak akan bermanfaat tidak hanya dalam permainan semata. 20 Januari 2007). yaitu dari segi sumber pengambilan pemikiran dan hasil identifikasi pemikirannya. sebagai pembimbing disertasi dengan tema kreativitas. seperti permaianan puzzle. dan kutub kedua adalah praktisi kreativitas dan pendidikan anak Indonesia (Wawancara. 20 Januari 2007). dan beliau adalah salah satu dosen sekaligus guru besar Universitas Indonesia (UI) yang mendidik Kak Seto pada fakultas psikologi semenjak Sarjana (SI) hingga Doctor (S3). Peran Pak Kasur dalam mendidik dan membimbing Kak Seto menjadikan beliau menjadi pecinta dunia anak-anak sejak lulus SMA. Maka dari itu pemberian strategi 4 P melalui kegiatan bermain bagi anak prasekolah menurut Kak Seto tentunya sama dengan indication pembelajaran kreatif yang memberikan kesempatan anak untuk mengemukakan pendapat dengan cara brainstorming (curah pendapat) dan pemberian pertanyaan yang menggungah gagasan pada anak. Dengan demikian seorang tokoh tidak dapat membebaskan diri dari pengaruh lingkungannya (Eni Purwati. aktifis dalam acara anak (Ria Jenaka). yang dari beliau itu Kak Seto mengkaji pemikirannya dari dokumentasi yang ada. artikel. Lebih khusus lagi bahwa Utami Munandar adalah orang yang pertama kali memperkenalkan tentang kreativitas. pendidik TK dan Nakula Sadewa. Pemikiran Kak Seto banyak dipengaruhi oleh Pak Kasur dan bu Kasur khususnya pada bidang praktisi (wawancara. 1. Diantara kesamaan yang ada antara lain indication atau . sekaligus sebagai psikolog dan praktisi pendidikan anak sampai sekarang. Kak Seto banyak dipengaruhi oleh dua kutub. maupun makalah. Antara lain dapatlah kiranya disebut beberapa nama. hingga pada akhirnya Kak Seto melanjutkan studi pada Fakultas Psikologi. proses identifikasi terhadap pemikiran Kak Seto ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan. Pemikiran-pemikiran tokoh tersebut juga banyak muncul dalam tulisan-tulisannya Kak Seto baik dalam buku. Artinya bahwa kegiatan bermain memerlukan aktivitas fisik dan intelektual. Pak Kasur adalah seorang tokoh pendidikan anak yang memiliki nama asli Suryono. beliau juga menjadi motivator bagi Kak Seto untuk selalu belajar memperdalam kreativitas dan merupakan tokoh yang dihormatinya. Tokoh kedua adalah seorang praktisi dan sekaligus tokoh pendidikan anak yaitu Pak Kasur. 1999: 106). Oleh karena itu. Selain itu. Sumber Pengaruh Pemikiran Kak Seto Dalam bidang pengembangan kreativitas anak prasekolah. Sehingga bermain merupakan belajar bagi anak yang dapat meningkatkan kemampuan dan mengembangkan dirinya. Utami Munandar. konsepsi awal yang tertanam dalam dirinya. Dengan demikian dapat diambil suatu informasi tentang kedudukan atau karakteristik pemikiran Kak Seto dalam peta pemikiran para pemikir kreativitas anak prasekolah. keyakinan. Kutub pertama adalah para tokoh dan pemikir kreativitas yang telah banyak membentuk karakteristik dan paradigma berfikir Kak Seto. tetapi memiliki manfaat besar pula bagi pengembangan interaksi dengan teman ataupun orang lain. yaitu.Bermain dalam mengembangkan kreativitas pada usia 6 tahun menurut Kak Seto hendaknya diarahkan pada indication permainan yang membutuhkan pemecahan masalah. Identifikasi Pemikiran Kak Seto Seorang tokoh dalam berbuat atau berfikir sesungguhnya dipengaruhi oleh keinginan-keinginan atau tekanan-tekanan yang bukan muncul dari dirinya sendiri. Conny Semiawan. Hal tersebut dapat dilihat bagaimana tindakan-tindakannya secara mendalam dipengaruhi tidak hanya oleh dorongan inner yang berupa ide.

Meskipun banyak lagu-lagu. Kedua. sebagian besar isinya memiliki kesamaan dengan karya ilmiah yang lainnya seperti Memacu Bakat dan Kreativitas dan artikel ataupun makalah yang lain. bernyanyi. Akan tetapi beliau lebih menggeluti dunia praktisi sehingga alur berfikirnya bersifat pengembangan dan aplikatif dari teori-teori pakar yang sudah ada. 20 Januari 2007). dan bercerita/mendongeng. Kak Seto juga mendapat pendidikan pengalaman langsung sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas bersama Pak Kasur. baik dalam pembelajaran di TK/Play Group maupun diacara hiburan dan kreativitas anak-anak di Indonesia hingga sekarang. yakni tidak dimunculkan huruf R sebab huruf ini adalah sulit manakala diucapkan oleh anak balita. Artinya. Kak Seto mendapat pendidikan ganda. Hal ini dapat dilihat dari berbagai karya ilmiahnya seperti buku Bermain dan Kreativitas. Kritik Atas Pemikiran Kak Seto Dari berbagai karya tulis yang telah penulis kaji. 2. Disamping itu strategi 4 P juga merupakan hasil adopsi dari Guilford dan Utami Munandar. nampaknya Kak Seto tidak mengidentifikasi pemikirannya sebagai pembaharu yang bercorak khas tertentu. kalau pahit jangan serta merta dimuntahkan (. Simpulan Kesimpulan dari penelitian yang mengkaji pemikiran Kak Seto tentang pengembangan kreativitas anak prasekolah adalah sebagai berikut: 1. dari segi pendidikan yang diperoleh. pertama. pemikiran Kak Seto dapat digambarkan dalam komposisi sebagai berikut. dari pada aspek saintic. Disamping itu menjadikan pengetahuan bahwa tolak ukur kecerdasan anak tidak hanya dilihat dari IQ (Intelegence Quation) semata tetapi dari CQ (Creativity Qoation). Analisis ini didasarkan pada suatu pertimbangan bahwa kompetensi Kak Seto adalah sebagai penggerak. Implikasi lebih luas adalah bahwa pemikiran Kak Seto masih bersifat statis dan kurang mengalami perkembangan yang berbeda. Namun diakui oleh penulis gagasan Kak Seto telah mampu membangkitkan kembali semangat untuk senantiasa menghargai. dari segi iklim intelektual dimana Kak Seto berkecimpung. Com) tetap dijadikan pegangan oleh Kak Seto dalam berdialog. disamping mendapat pendidikan secara langsung dibangku kuliah dari jenjang SI hingga S3 pada fakultas psikologi. melindungi. Sehingga Kak Seto hanya mencipta tips atau strategi mendidik anak dan mengembangkan kreativitas sehingga tidak menciptakan teori-teori baru tentang kreativitas. BAB V PENUTUP A. bermain.strategi dalam penerapan bermain. Secara umum. Dengan demikian prinsip dan wejangan mendidik anak-anak yang dimiliki Pak Kasur seperti menang tanpa ngasorake (dalam menasehati anak) dan istilah kalau manis jangan langsung ditelan. strategi dan cerita yang dimodifikasi oleh Kak Seto yang diadopsi dari Pak Kasur. maka pada saat sekarang iklim intelektual yang dikembangkan Kak Seto cenderung lebih menggeluti bisnis kreativitas dan artis dunia anak. berdebat dan belajar pada dunia anak. teacher ataupun organisator (Wawancara. Bahkan indication lagu anak-anak yang diciptakan Kak Seto berprinsip pada pak Kasur dan bu Kasur. motivator bukan sebagai pelopor/pencipta teori dalam pengembangan kreativitas anak-anak. Kreativitas menurut Kak Seto adalah suatu proses bersibuk diri untuk menghasilkan sesuatu . dan mengembangkan kreativitas semenjak anak masih kecil. .

Kepada para pendidik anak prasekolah (PAUD) hendaknya mampu menguasai strategi. Saran-saran Dari berbagai pemikiran yang berkembang dalam penelitian ini. product) dan strategi dasa busana yang diaplikasikan dalam kegiatan bermain. rasa aman tanpa tekanan serta arahan yang benar pada anak akan mampu menumbuhkembangkan kreativitasnya yang bermanfaat kelak dihari depan. 2. memahami karakteristik anak didik serta menguasai materi pengembangan kreativitas yang akan diterapkan dan diberikan kepada anak didik. Sedangkan dasa busana adalah salah satu peran aktif orang tua untuk memberikan motivasi kreatif melalui sepuluh jenis pakaian dalam bermain serta mengikuti aktifitas kreatif anak agar mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal. dalam berfikir. Kepada masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana kreatif agar anak-anak kita dapat berkembang kreativitasnya dalam segala bidang. process. fleksibility. Karena masyarakat adalah lingkungan tempat berinteraksi yang lebih luas dibandingkan keluarga dan sekolah yang mempunyai pengeruh signifikan bagi perkembangan religiusitas anak. press. Strategi yang digunakan Kak Seto dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi 4 P (person. . B. kreativitas dapat dikembangkan hanya melalui proses/aktifitas yang bebas dan aman. 2. Bimbingan. sehingga mampu menghasilkan sebuah produk. maka penulis merumuskan rekomendasi dari hasil penelitian ini sebagai berikut: 1. elaborasi. serta problematika yang muncul. dalam berproses kreatif anak prasekolah memerlukan press/dorongan.produk baik baru ataupun kombinasi yang dipengaruhi oleh dorongan/press sehingga seseorang memiliki fluency. Strategi 4 P tersebut merupakan bentuk strategi dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah ditinjau dari tiap pribadi anak memiliki kreativitas dan keunikan sejak lahir. Kepada para orang tua hendaknya dapat menjadi tauladan dan motivator bagi putra-putrinya dalam mengembangkan kreativitas. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful