A.

Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk terbaik dan pale sempurna yang memiliki akal dan fikiran. Dalam hal ini Ibn ‘Arabi misalnya melukiskan hakikat manusia dengan mengatakan bahwa tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus dari pada manusia, yang memiliki daya hidup, mengetahui, berkehendak, berbicara, melihat, mendengar, berfikir, dan memutuskan (Samsul Nizar, 2004: 1). Manusia adalah makhluk kosmis yang sangat penting, karena dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan untuk mengemban tugas dan fungsinya sebagai makhluk Allah di muka bumi. Potensi, akal dan kecerdasan manusia merupakan bagian pale critical untuk mengaktualisasikan peran manusia sebagai khalifah. Agar akal serta kecerdasan manusia dapat berfungsi dan berfikir secara kreatif, maka daya pikir dan nalar seseorang perlu dikembangkan dengan berbagai latihan, bimbingan, pengajaran serta berbagai pendekatan dan kasih sayang dalam proses pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah send of believe and send of values. Dalam arti luas, pendidikan merupakan proses untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup. Menurut Benjamin S Bloom, bahwa tujuan pendidikan adalah menciptakan manusia yang berkualitas baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik (Soemiarti Patmonodewo, 2003: 7). Artinya harus ada kemampuan otak (head), pengembangan kemampuan hati (heart), dan pengembangan kemampuan otot (hand). Sumber daya manusia yang berkualitas perlu disiapkan melalui sistem pendidikan ideal. Artinya bahwa sistem pendidikan kita memiliki tujuan kedepan dengan mengharmonikan tujuan teknis, humanistis, dan induktif (Imam Tholkhah dan Ahmad Barizi, 2004: 4). Tujuan teknis berarti pendidikan diorientasikan kepada kemahiran dan keahlian (skill), seperti halnya kerajinan tangan dan kesenian, menulis dan membaca, aritmetika dan hal-hal yang lain yang terkait dengan kemampuan mengolah otak, kritis dan kreatif serta kemampuan anak didalam menggunakan alatalat dengan cekatan. Tujuan humanistik yaitu sikap disiplin, dapat mengolah partisipasi dan integrasi didalam pergaulan sosial, dan pemanfaatan secara maksimal semua potensi manusia secara particular dan sosial. Sedangkan tujuan induktif adalah bagaimana upaya membangun peserta didik kearah kesadaran akan tradisi dengan melapisi diri melalui kesadaran religius dan dapat melek terhadap teknologi serta informasi. Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan totalitas yang melekat pada diri seseorang, yang tidak boleh dipisah-pisah antara satu dengan yang lain untuk mencipta manusia yang cerdas dan kreatif. Setiap anak yang lahir normal, baik fisik maupun mentalnya, berpotensi untuk menjadi cerdas dan kreatif. Hal ini sesuai dengan ungkapan Abdul Hamid Al Hasyimi (2001: 46) bahwa: Manusia dibekali dengan fitrah Allah seperti: Indera, pengetahuan, kecerdasan dan kemampuankemapuan nalar yang tinggi, hingga dapat membantunya memahami sesuatu. Selain itu, pada diri manusia, sebagaimana ditetapkan dalam studi-studi psikologi, membawa persiapan-persiapan, potensi dan juga motivasi-motivasi yang menggerakannya untuk berjalan dan menjelajah. Secara fitri manusia dibekali potensi kecerdasan oleh Allah SWT. Bahkan menurut berbagai riwayat yang patut dipercaya dinyatakan bahwa sebelum Allah SWT menciptakan segala sesuatu, terlebih dahulu menciptakan kecerdasan (intelek atau intelegenci). Orang-orang cerdas dan kreatif banyak sekali jasanya dalam kemajuan dan memajukan umat manusia. Melalui hasil karyanya dan pandangan-pandangannya yang ilmiah, telah mampu membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kebiadaban, menuju tatanan yang lebih baik dan beradab. Karya-karya orang cerdas pula, yang memungkinkan umat manusia mendapatkan

fasilitas teknologi modern, dalam memberikan berbagai kemudahan. Masa kecil manusia adalah masa yang ajaib. Kita dapat bayangkan tatkala anak lahir, ia tidak mempunyai kemampuan apapun. Aktifitasnya kebanyakan hanya tidur, makan dan menangis. Tetapi tiga tahun kemudian, perkembangan fisik dan motorik pada anak prasekolah sudah terlihat hingga mampu bergerak lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu kreativitas yang dimilikinya mulai terlihat dengan jelas melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya. Menurut Marian Borden, Kita dapat menyaksikan berbagai perubahan drastis pada anak-anak mulai sejak bayi yang masih merangkak dan tidak bisa berbicara sama sekali menjadi manusia sungguhan yang bisa berbicara dan bisa berjalan (Ary Nilandari, 2001: 3). Pada hakikatnya, setiap individu mempunyai potensi untuk menjadi Kreatif (Nursito, 1999: 5). Individu yang kreatif sebenarnya sudah mulai terlihat jelas disaat seorang anak tumbuh mencapai usia prasekolah yaitu sekitar 2-6 tahun. Didalam usia ini anak sering bersikap kritis dan melakukan sesuatu dengan kehendaknya sendiri seperti halnya memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu hal, sehingga melontarkan berbagai pertanyaan, senang berimajinasi, senang menjelajah, bebas dalam berfikir, tidak takut salah, berani mengambil resiko, senang akan hal-hal yang baru, dan pada masa ini anak sangat peka dalam pengamatan, menyukai terhadap pengalaman-pengalaman yang baru dan sebagainya. Mengembangkan kreativitas anak sejak kecil penting dilakukan. Karena anak masih mempunyai pikiran yang bersih, suci, tidak memiliki beban pikiran yang komplek serta memiliki semangat yang tinggi seperti kertas tanpa noda. Menurut Keith Osborn Puncak kecerdasan anak terjadi sejak dilahirkan sampai usia 5 tahun. Dan hampir 50% potensi kecerdasannya diyakini sudah terbentuk diusia 4 tahun. Sedangkan kreativitasnya mulai meningkat pada usia 3 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 4,5 tahun… (Andang Ismail, 2006: 263). Menurut Utami Munandar (2004: 10), Kreativitas perlu dikembangkan sejak usia prasekolah karena: Pertama, dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya dan ini merupakan kebutuhan pokok manusia. Hal ini sangat penting sebab manusia yang sehat jasmani dan rokhaninya akan mampu mengekspresikan diri, dengan menggunakan semua kemampuannya sehingga akan memperkaya hidupnya. kedua, kreativitas atau cara berfikir kreatif, dalam arti kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah, masih kurang diperhatikan dalam pendidikan formal. Anak didik dalam pembelajarannya disekolah lebih menekankan pada cara berfikir secara konvergen yaitu kemampuan berfikir menuju satu-satunya jawaban yang benar. ketiga, bersibuk diri secara Kreatif memberikan kepuasan pada diri anak. Hal ini sering terlihat pada anak-anak yang bermain dengan permainan konstruktif. Sehingga mereka terkadang lupa terhadap kegiatan yang lain. keempat, kreativitas mampu meningkatkan kualitas manusia dan taraf hidupnya. Kreativitas berperan untuk membuat ide-ide, penemuan-penemuan, atau teknologi baru yang dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat secara luas. Oleh karena itu kreativitas perlu dirangsang perkembangannya sejak masa prasekolah. Rangsangan yang diberikan pada tahuntahun pertama dari kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. Akan tetapi untuk mengembangkan anak menjadi kreatif tidaklah semudah membalik telapak tangan. Diperlukan semangat, kepedulian, kerja keras, pengorbanan orang tua dan pendidik serta pemahaman yang baik tentang pendidikan. Karena pemberian pendidikan yang baik akan memungkinkan seorang anak dapat tumbuh dan berkembang, baik sisi mental, kecerdasan maupun kreativitasnya.

Proses mengembangkan kreativitas bagi anak usia prasekolah dibutuhkan peran serta berbagai pihak dan lingkungan khususnya orang tua. Orang tua adalah tokoh panutan dalam keluarga. Orang tua dirumah berusaha merawat, mendidik, mengasihi dan menyayangi anak-anaknya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan bila anak mencontoh orang tuanya dan menganggap mereka sebagai pendidik yang pale baik, setidaknya sampai mereka memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. Apapun bentuk perilaku yang ditunjukan orang tua kepada anaknya akan berdampak pada kepribadian anak. Untuk itu pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anaknya adalah pola asuh yang baik agar dampak yang dimunculkan baik pula. Menurut Kamrani (2003), Pendidikan keluarga betul-betul menjadi basement bagi pendidikan disekolah dan masyarakat, sehingga sekolah dan masyarakat hanyalah bagian pelimpahan dan tanggung jawab sebuah keluarga. Orang tua hendaknya mampu berperan sebagai pengembang kreativitas. Seperti halnya suami dan istri menerapkan pola kerja sama yang serasi, selaras dan seimbang dalam rangka mengembangkan kreativitas anaknya dengan cara memberikan kesempatan bermain tanpa pembatasan waktu yang ketat, memberikan dorongan dan sarana yang terbaik, mengkondisikan lingkungan yang kurang kondusif, menghindarkan sikap orang tua yang tidak permisif (otoriter) dan senantiasa memberikan pengetahuan yang banyak terhadap anak. Selain itu orang tua juga sedini mungkin mendorong anaknya untuk menggunakan panca inderanya untuk mengenal dan menjelajah apa saja yang ada dilingkungan sekitarnya. Selanjutnya anak dirangsang untuk dapat berfikir sendiri sehingga bebas mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah sangat penting peranannya. Tetapi pengembangan kreativitas dalam keluarga masih kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Seperti halnya orang tua yang mendidik anak-anaknya menggunakan sikap dan pendekatan tradisional. Yakni orang tua membiarkan anaknya berkembang sendiri tanpa memberikan rangsangan kognisi ataupun keterampilan. Akan tetapi sikap yang diterapkan orang tua terlalu melindungi anaknya (over protection), eksplorasi anak dibatasi, pengaturan waktu yang sangat ketat sehingga orang tua selalu menguasai anak (dominant), membatasi khayalan serta sikap orang tua yang terlalu konservatif. Selain itu pola pendidikan yang diterapkan dalam keluarga tradisional sudah memiliki support atau bingkai tentang pola pendidikan anak tanpa melihat hasil dari pola asuhnya tersebut, sehingga pengembangan krativitas sejak kecil dirasa cukup diabaikan. Model pendidikan dan pengasuhan terhadap anak usia prasekolah hendaknya diperlukan strategi dan pemahaman. Karena tidak jarang indication pendidikan dan pengasuhan yang diterapkan lepas dari strategi, pendekatan, apalagi pendidik justru membunuh kreativitas dan tidak mengembangkan bakat ataupun talenta anak. Pengembangan kreativitas memang sudah menjadi tanggung jawab orang tua semenjak anak berusia prasekolah. Para ahli juga menegaskan demikian, seperti halnya Kak Seto sebagai tokoh pendidikan dan kreativitas anak. Beliau mengungkapkan bahwa kreativitas merupakan usaha/aktifitas anak dengan melalui sebuah proses untuk beraktifitas kreatif dan senantiasa menghasilkan karya-karya bernilai strange sehingga anak mampu memiliki kepribadian fluency, fleksibility, elaborasi dan newness dalam berfikir. Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak dan mengkonsep strategi pengembangan kreativitas. Baik dalam bentuk permainan, bercerita ataupun bernyanyi. Oleh karena itu disadari bahwa mengembangkan kreativitas tidak berarti membiarkan anak sesuai keinginan dan kepuasannya, tetapi diperlukan strategi jitu untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal.

Kreativitas yang menjadi bagian dari spektrum otak kanan relatif lebih mudah dikembangkan dari pada intelegenci (Wawancara dengan Kak Seto, 20 Januari 2007). Hal ini disebabkan karena kreativitas dapat berkembang dengan baik manakala dipengaruhi dan ditunjang oleh lingkungan disekitar anak. Berbeda dengan IQ yang memerlukan kemampuan khusus, hafalan dan dipengaruhi juga oleh faktor genetik. Selain itu proses untuk mengembangkan kreativitas juga membutuhkan press dari design instrinsik maupun berbagai lingkungan disekitarnya. Berbentuk design instrinsik adalah sesuatu keinginan/hasrat yang muncul dari pribadi anak. Sedangkan bersifat eksternal seperti keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam proses kreatif, seorang anak perlu diperhatikan agar dirinya selalu dalam keadaan semangat dan senantiasa berfikir kreatif. Menurut Kak Seto pemberian perhatian orang tua maupun pendidik terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi 4P (person, process, press and produk) Yang pertama adalah person, yakni diyakini bahwa tiap-tiap anak adalah memiliki kepribadian kreatif. Artinya segala apa yang dilakukan anak usia prasekolah adalah merupakan sebuah gerak menuju kreativitas. Hal ini sering diistilahkan bahwa a chairman refers to a abilities that are charactheristics of artistic people. Yang kedua adalah kreativitas diwujudkan dengan sebuah proses. Karena dilihat secara psikologis, kreativitas yang dimiliki anak prasekolah lebih ditekankan pada sebuah proses yang pada taraf selanjutnya akan menambahkan berbagai pengalaman dan pengetahuan bagi diri anak. Dengan berproses kreatif itulah anak akan mampu menjadi dirinya sendiri untuk memiliki kelancaran, kelenturan, keorisinilan dalam berfikir. Ketiga, press yaitu suatu motivasi atau dorongan yang diberikan kepada anak untuk bergerak dan mampu beraktifitas kreatif. Apabila ketiganya telah mendapatkan perhatian dengan baik, maka kreativitas akan mampu menunjukan sebuah hasil atau produk yang bernilai original. Dengan pentingnya kreativitas dalam segala bidang kehidupan, maka pengembangan kreativitas memerlukan berbagai teori dan strategi pengembangannya. Serta diterapkan sesuai dengan kemampuan anak dan tingkat usia. Dari paparan diatas, pengembangan kreativitas dipandang penting untuk diperhatikan. Selain lebih mudah untuk dikembangkan melalui lingkungan, kreativitas berguna membekali anak semenjak usia prasekolah dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan melalui sebuah proses kreatif, sehingga mampu mencapai masa depan dan pendidikan yang lebih baik. Berdasarkan uraian diatas, penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang Kreativitas anak usia prasekolah yang menitik beratkan pada ide-ide Kak Seto dengan judul : PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH MENURUT KAK SETO. B. Penegasan Istilah Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menghindari adanya interpretasi yang berbeda sekaligus sebagai pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka terlebih dahulu penulis menjelaskan dari judul skripsi di atas. 1. Pengembangan Kreativitas a. Pengembangan Pengembangan adalah suatu proses perubahan secara bertahap ke arah tingkat yang berkecenderungan lebih tinggi dan meluas serta yang secara menyeluruh dapat tercipta suatu kesempurnaan dan kematangannya ( HM. Arifin, 1981: 77). b. Kreativitas Secara etimologi, kreativitas berasal dari kata benda (noun) creativity yang berarti daya cipta. Menurut Komite Penasehat Nasional bidang Pendidikan kreatif dan Pendidikan Budaya,

2004: 1). fase anak prasekolah (usia TK) adalah 2-6 tahun. Karena pada masa ini. produk ilmiah atau metodologi (Tim Pustaka Familia. Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah Menurut Kak Seto adalah sebuah studi dan penelitian terhadap ide-ide praktis bagaimana upaya mengembangkan kreativitas anak khususnya usia prasekolah (2-6 tahun) yang telah dihasilkan oleh Kak Seto baik dalam buku-bukunya. Sedangkan pengertian yang lain. tetapi proses kreatifnya perlu mendapat perhatian. murni. dalam hal ini Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak pada bidang pendidikan. 2001: 3). dan belajar menyesuaikan diri secara sosial. 2003: 55). khususnya yang ditawarkan oleh pakar maupun praktisi pendidikan anak. perlindungan serta pengembangan kreativitas. Anak Prasekolah Menurut Papalia dan Old. anak berusaha mengendalikan lingkungan. Oleh karena itu. Sehingga mampu hidup kreatif dan menghasilkan karya. dalam skripsi ini dimaksud dengan anak prasekolah adalah anak yang berusia 2-6 tahun. 2. Play Group atau Tempat Penitipan Anak (Day Care). masa kanak-kanak pertama yaitu rentang usia 3-6 tahun (Reni Akbar. baik baru ataupun karya yang bersifat ulang (tidak murni baru). Sedangkan menurut EB. Oleh karena itu. 2006: 252). asli dan bermakna (Anna Craft. Hurlock. pengembangan kreativitas didefinisikan sebagai suatu usaha bagaimana mencetak anak-anak sebagai calon generasi kreatif dengan strategi tertentu agar kreativitasnya dapat dikembangkan sejak dini. dapat kita lihat bahwa banyak para pakar yang memberikan batasan umur yang berbeda. Menurut Syamsu Yusuf. Pengembangan kreativitas anak prasekolah merupakan suatu usaha bagaimana mencetak anak usia prasekolah sebagai calon generasi kreatif dengan berbagai strategi ataupun trik tertentu. merespon. istilah kreativitas diartikan: Suatu kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. Sehingga penulis akan menggunakan istilah anak prasekolah dalam menyebutkan anak yang berusia 2-6 tahun. produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Melihat pengertian di atas.kreativitas adalah suatu bentuk aktifitas imajinatif yang mampu menghasilkan sesuatu yang bersifat original. Dalam pemahaman yang sederhana. maupun karya ilmiah yang lainnya. Sedangkan Johan Amos Comenius. Dengan asumsi bahwa anak tersebut belum masuk sekolah dasar namun sudah bisa dimasukan ke tempat Pendidikan Anak Usia Dini seperti Taman Kanak-Kanak (TK). Mencermati pembagian umur tentang anak usia pra sekolah diatas. kesusasteraan. Dapat pula berupa kegiatan imajinatif atau sintetis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman. Dan ia lebih banyak membutuhkan pendidikan dalam lingkungan keluarganya. Kreativitas bisa juga mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencangkokan hubungan lama ke situasi baru sehingga menghasilkan tujuan. 2003: 55). . mewujudkan ide atau mampu menanggapi masalah serta tidak dapat dinilai berdasarkan hasil fisiknya semata. maka kreativitas dipahami sebagai suatu kegiatan otak yang teratur dan imajinatif untuk mampu menghasilkan sebuah karya yang orisinal ataupun tidak mesti hasil yang baru. usia prasekolah atau prakelompok yaitu anak-anak yang berumur 2-6 tahun (Sri Harini. Kreativitas dapat berupa produk seni. mampu mengemukakan. Masa ini dikenal juga dengan masa prasekolah. membagi usia anak 0-6 tahun adalah periode masa ibu (Sri Harini.

Kegunaan Penelitian Diharapkan menjadi media pengembangan terutama pada wilayah pengembangan kreativitas anak usia prasekolah baik bagi penulis maupun yang membacanya. Memperkaya Wacana keilmuan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia PraSekolah F. maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. baik yang muncul dalam bentuk buku-buku. 5.C. Dengan adanya perbedaan pendapat itu. penulis mencoba untuk menarik benang merah mengenai batasan umur anak pra sekolah yaitu 2-6 tahun . E. Untuk mengetahui pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Untuk mengetahui tentang kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. Memberikan kontribusi bagi siapapun yang akan mengkaji pemikiran Kak Seto khususnya tentang pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. makalah. anak-anak hendaknya diarahkan dan dilatih agar mampu mengembangkan kreativitas pada dirinya sendiri. Akan tetapi. menyebabkan kesulitan dalam usaha untuk menghubungkan antara batasan umur dan kecakapan anak. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas diatas. maka masalah yang menjadi fokus penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto Bagaimana pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto D. Karena kreativitas merupakan bekal yang menempel pada diri individu yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak. Sebagai pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan kewajibannya dalam kegiatan belajar mengajar yang senantiasa berinteraksi dengan anak didiknya untuk mengapresiasikan momen belajar. Tinjauan Pustaka Pembicaraan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah sebetulnya sudah sangat banyak dikemukakan oleh para ahli. dimana Kak Seto dapat dikatakan sebagai seorang praktisi yang bergerak dalam bidang kreativitas anak. Sebab. Mengingat salah satu tujuan dari pendidikan anak usia pra sekolah adalah pengembangan kreativitas. Sebagai pedoman bagi keluarga dalam pembentukan dan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. Hal yang cukup meresahkan penulis sehingga munculah ide penulisan skripsi ini adalah kepedulian penulis terhadap anak-anak usia prasekolah akan keberhasilan pendidikan. menumbuhkan sikap kritis dan bebas berbuat sesuai dengan etika sehingga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. sebagai engine bagi pendidikan anak dan juga sebagai penjemput hari depan bangsa agar lebih gemilang. 2. perkembangan anak selain dipengaruhi oleh faktor novice juga dipengaruhi oleh faktor ekstern. Berbicara mengenai anak prasekolah. jurnal dan sebagainya. para ahli mendefinisikan batasan-batasan umur mereka antara yang satu dengan yang lain berbeda. khususnya dalam pengembangkan kreativitas. Pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah penting dilakukan. seperti contoh yang telah ditulis pada penegasan istilah. Semua itu muncul sebagai upaya mempersiapkan generasi yang unggul dengan berbagai pendekatan dalam pendidikan anak sejak usia dini atau usia prasekolah.

Yang membedakan penelitian skripsi ini dengan yang lainnya adalah skripsi ini akan memaparkan berbagai gambaran kreativitas anak prasekolah beserta strategi mengembangkannya menurut Kak Seto. Memacu Bakat dan Kreativitas. belum pernah ada judul yang sama sehingga penulis ingin meneliti lebih jauh. Walaupun ada sedikit kesamaan dalam penelitian ini yakni terkait dengan anak prasekolah ditinjau secara psikologi. Ia seorang alumni Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto tahun 1999. . Akan tetapi semua anak yang berusia 2-6 tahun. tetapi masalah yang penulis angkat berbeda. 1998. berkembangnya individu anak dan disitu pulalah tahap-tahap awal proses pembentukan kepribadian anak melalui internalisasi nilai-nilai yang terpantul dari emosi. Penelitian yang secara khusus mengkaji pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto kiranya belum pernah dilakukan. Dalam hal itulah. Penggunaan istilah anak prasekolah ini tidak hanya untuk anak-anak yang memasuki Taman Kanak-Kanak atau Play Group. Metode Penelitian 1. baik yang berada di lingkungan keluarga. mahasiswi Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto. meneliti cara menumbuhkan dan mengembangkan sikap religius terhadap anak usia 2-6 tahun (prasekolah). Di dalamnya menerangkan bahwasanya keluarga adalah inti tempat berinteraksi yang pertama dan utama bagi anak. Diantara buku dan karyanya tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kak Seto.dengan maksud agar ada sebuah kejelasan tentang batasan umur yang dimaksudkan dalam skripsi ini. Sumber Data a. Tetapi skripsi ini hanya menyinggung faktor yang mempengaruhi tumbuhnya sikap religius pada anak pra sekolah semata serta berbagai strateginya. Sumber ini bisa berupa buku-buku karangan beliau. sekolah maupun masyarakat tetap disebut sebagai anak prasekolah. Skripsi yang di teliti oleh Irfan Tinzila tahun 2000 berjudul Faktor Orang Tua dan Bakat Anak dalam Pendidikan menurut Perspektif Islam. membahas tentang pentingnya bakat anak sebagai faktor penting dalam pendidikan kaitannya dengan fitrah serta pengaruh dari orang tua dalam pengembangan bakatnya. disertasi atau makalah-makalah yang tertuang dalam jurnal. Dan sepengetahuan penulis. namun kajian yang dilakukan oleh Deni Sawaludin hanya mengupas metode dan arah pengembangan manusia secara umum menuju kesempurnaan manusia serta membahas pula proses terjadinya kreativitas pada manusia. diantaranya pernah dilakukan oleh Deni Sawaludin. Jakarta: Gramedia. sikap dan perilaku orang tua. Akan tetapi skripsi yang bertemakan tentang pendidikan anak khususnya usia prasekolah sudah banyak diteliti. Sumber Primer Sumber authority ini secara umum adalah karya ilmiah mengenai ide dan pemikiran Kak Seto. G. Nasrulloh pada tahun 2001 juga meneliti tentang Tanggung Jawab Keluarga Muslim dalam Pembentukan Kepribadian Keberagaman Anak (Tinjauan Sosiologi Pendidikan). yaitu sebuah skripsi yang berjudul Konsepsi Pendidikan Islam tentang Upaya Pengembangan Kreativitas Manusia. Dalam hal ini yang menjadi fokus utama adalah mengetahui bagaimana sebenarnya cara mengembangkan kreativitas pada usia anak prasekolah menurut Kak Seto yang usianya 2-6 tahun. Dalam Skripsi Ita Wahyuningsih (2006) yang berjudul Menumbuhkan Sikap Religius Pada Anak Prasekolah (tinjauan secara psikologis). majalah serta media yang lain.

Kiat Menggali Kreativitas. Berfikir. Jakarta: Papas Sinar Sinanti. 1997. 2004. Yogyakarta: Erlangga 4) _________. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya: Buku Inspiratif Bagi Orang Tua dalam Membantu Mengelola Emosi Secara Positif. Jordan. Sumber Sekunder Untuk memperluas kajian serta memperdalam pembahasan. antara lain adalah : 1) Munandar. 2. yaitu untuk memperoleh information tambahan yang berupa penjelasan dari pihak terkait (tokoh) dan berfungsi sebagai cranky check terhadap akurasi pemahaman penulis terhadap information yang berasal dari karya tulisnya. Membangun Kreativitas Anak Secara Islami. maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa data. 3) _________. Mengembangkan Kreativitas Anda. Suara Karya. 2005. Data mengenai ide atau pemikiran Kak Seto. Berbagai information akan penulis kumpulkan meliputi: a. Analisis Data Setelah information terkumpul dan tersistematis. Jiwa Kreatif. 7) Campbell. 5) Hasan. hlm. yaitu mengumpulkan information yang relevan dengan fokus penelitian yang penulis laksanakan ini. Bengkel Kreativitas: 10 Cara Menemukan Ide-ide Pamungkas Melalui Pergaulan Lingkungan. Seni. 1999. A. 2004. 1999. Anna. Amal. Bandung: Kaifa. Bacaan. 18. Menuju Kreativitas. Jakarta: Kanisius. Selain berasal dari berbagai karya tulis Kak Seto information mengenai ide atau pemikiran Kak Seto juga penulis peroleh dari hasil wawancara dengannya ataupun sumber yang lainnya. Mengenai masalah ini penulis mencoba mencari tulisan Kak Seto yang relevan dengan fokus penelitian yang peneliti lakukan yaitu berkenaan dengan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. Jakarta: Pustaka Alkautsar. E. 2005. Kedua. 24 Juli 2006. Teknologi. Mengembangkan Kreativitas. Gramedia Pustaka Utama. Data ini bisa berupa karya tulis atau dokumen yang membahas biografi Kak Seto atau bisa juga berbagai informasi written dari Kak Seto sendiri. Maimunah. George. 9) Ayan. 2) ________________. Seto. b. 2005. 3) Nursisto. Jakarta: Gema Insani. Perjalanan. 5) _________. Merefresh Imajinasi dan Kreativitas Anak-Anak. Yogyakarta: Dolphin Books. Jakarta: Bintang Cemerlang. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan Pada Anak Sejak Usia Dini. 2001. pertama metode dokumentasi. Pengumpulan Data Pada langkah ini penulisan menggunakan.2) _________. 10) Alkhalili. menggunakan metode wawancara. Jakarta: Rineka Cipta. Bermain dan Kreativitas: Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain. 6) Mulyadi. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. Permainan. 1986. Data mengenai biografi Kak Seto. Disamping itu penulis juga mencari information dengan wawancara yang dilakukan langsung kepada Kak Seto untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. David. P. Mengembangkan Kreativitas Anak. Jakarta: Erlangga. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat . Jakarta: Cerdas Pustaka. 1-4. 4) Wahyudin. Alam Bawah Sadar. 2002. Kreativitas dan Keberbakatan:Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. hlm. Yogyakarta: Mitra Gama Widya. 6) Craft. 2003. 2004. penulis juga menggunakan beberapa karya tulis yang lain yang memiliki relevansi dengan obyek kajian yang sedang diteliti. Jakarta: PT. Kreatif Sains 4-6 Tahun. 2002. b. Data ini berupa berbagai karya tulis Kak Seto. yaitu: . Utami. baik berupa buku maupun makalah. Boulden.

Bab V. Urgensi Kreativitas Bagi Anak Prasekolah. BAB II BIOGRAFI KAK SETO A. . dimana isi dari kesimpulan tersebut mampu mencapai tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini. yang meliputi Latar Belakang Masalah. 2006:288). Rumusan Masalah. Dengan analisa ini diupayakan pencarian berbagai faktor yang berhubungan dengan situasi dan fenomena yang diteliti. Ayah tong. Bab III berisi pembahasan tentang Konsep Kreativitas Anak Usia Prasekolah yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Usia Prasekolah. Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan. Penegasan Istilah. yaitu Penutup yang berupa Simpulan serta Saran-saran dan diakhiri dengan Daftar Pustaka. b.a. Analisa ini menggunakan pendapat-pendapat kemudian dibandingkan dengan yang lainnya (Moleong. Bab IV. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto. selanjutnya penulis menyimpulkan hasil akhir dari penelitian ini. Hingga akhirnya Kak Seto dan saudaranya bekerja keras untuk tetap melanjutkan sekolahnya serta dititipkan ke rumah bibinya di Surabaya (Kak Seto. adalah seorang direktur pada perusahaan perkebunan Negara di Klaten yang cukup mampu dalam hal ekonomi. Ciri-ciri Kepribadian Anak yang Kreatif. yaitu obyektifitas. Riwayat Hidup dan Pendidikan DR. yang meliputi: Riwayat Hidup dan Pendidikannya.shtml). 2002: 64). serta Karya-karya yang telah dihasilkan. sistematis dan mudah dipahami penulis menyusun skripsi ini dengan sistematika sebagai berikut Bab we berisi pembahasan tentang berbagai hal yang menjadi kerangka awal penelitian ini. sistematis dan generalis (Noeng Muhadjir. Menarik Kesimpulan Setelah Langkah-langkah tersebut dilakukan. berisi pembahasan tentang Kreativitas dan Strategi Mengembangkannya pada Anak Usia Prasekolah menurut Kak Seto yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Prasekolah Menurut Kak Seto. Akan tetapi disaat ayahnya meninggal dunia kondisi ekonomi di keluarganya menjadi kembang kempis dan kurang dapat memenuhi serta mencukupi biaya sekolah anak-anaknya. Bab II berisi pembahasan tentang Biografi Kak Seto. Faktor-Faktor Pengaruh Dari Proses Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah. Tinjauan Pustaka.ensiklopedi/setomulyadi/index. Tujuan dan Kegunaan Penelitian. yaitu suatu jenis analisa yang berorientasi pada penemuan hubungan kausalitas..Psi yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Seto terlahir sebagai putra kembar dengan Kresna kembarannya dari pasangan Mulyadi Efendi dan ibu bernama Maryati di Klaten (jawa tengah) pada tanggal 28 Agustus 1951 Kak Seto. Analisa isi teks (content analitys). Analisa Komparatif. yang karenanya diberi judul Pendahuluan. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan tulisan hasil penelitian yang runtut. sapaan Seto dikala kecil. Seto Mulyadi S. Karir dan Pengabdiannya. Pada dasarnya ada 3 syarat didalam analisa isi teks ini. serta Identifikasi Pemikiran Kak Seto. H.Com. dimana analisa isi teks yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisa isi teks yang melibatkan olahan filosofis dan teoritis. 1989: 70). Strategi Pengembangan 4 P menurut Kak Seto.

waktu subuh. Setiba di Jakarta Kak Seto menjadi pengangguran yang luntang-lantung karena tidak memiliki saudara dan biaya hidup. Ma’ruf masuk AKABRI. hingga akhirnya Kak Seto memutuskan meninggalkan rumah dan pergi ke Jakarta. ia tertarik pada acara yang diasuh ibu Kasur di TVRI. dan sejak saat itulah saya mulai memakai nama Kak Seto. lanjut pria yang merasa tenang bila dekat ibunya ini. 2005: 62). jadi tukang semir sepatu di Blok M. Kak Seto tetap bisa aktif di OSIS bersama kembarannya (Kresna). Kak Seto dikaruniai dikaruniai empat orang anak yaitu. cita-citanya menjadi dokter kandas dan tidak diterima di fakultas kedokteran. menjadikan ia tertekan. tahun berikutnya. dan diusianya yang ke 36 tahun. karena kecintaan terhadap anak-anak merupakan sesuatu yang berawal dari kerinduan datangnya seorang adik yang telah meninggal diusia tiga tahun. Kak Seto joke berangkat tanpa pamit. Dari hasil pernikahannya tersebut. dibentak-bentak dan dimarahi oleh tuan saya. Tetapi. Ketertarikannya pada acara yang diasuh oleh ibu Kasur. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang kekurangan karena meninggalnya ayah Kak Seto. Eka Putri Duta Sari. Akhirnya Kak Seto dijadikan asistennya Pak Kasur. Sembari bekerja serabutan dia kemudian mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Disamping menjadi pedagang asongan Kak Seto mulai aktif mengisi sebuah rubrik untuk anak-anak di majalah terbitan Surabaya. Kak Seto mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Deviana gadis yang dicintainya yang usianya terpaut 20 tahun. Demi meringankan beban bibinya dan juga untuk memenuhi biaya sekolah. Pilihannya joke makin mantap di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI sebagai ajakan Bu Kasur. seperti halnya tatkala di Surabaya. sehingga ia berusaha mencari ibu Kasur dengan niat untuk berguru (ngenger). ketika itu baru berusia 12 tahun. ujarnya. akhirnya Kak Seto dan Kembarannya (Kresna) pindah ke Surabaya dan menetap di rumah bibinya untuk melanjutkan sekolah di SMA St. Setelah Lulus dari SMA. baik di Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia. Berat sekali keadaan waktu itu. Tapi. Dengan kekecewaan yang dialaminya. Kemudian melanjutkan ke SMP Klaten dan lulus pada tahun 1966 (Kak Seto.Pada tahun 1987. kali ini joke kegagalan kembali menyertainya. Kak Seto bisa menumpahkan obsesi masa kecilnya. saya mulai dari bawah. Louis Surabaya yang tepatnya usia Kak Seto menginjak 14 tahun. bersama . hanya meninggalkan sepucuk surat kepada ibunya (Wawancara 20 Januari 2007). Hingga suatu ketika. Tepat pada hari pernikahan. Walau sekolah sambil bekerja. Waktu baru di Jakarta. kenang Kak Seto (Wawancara 20 Januari 2007). ia merasakan bekerja jadi pembantu rumah tangga. Tidur dengan beralaskan dua keset yang digabung tanpa selimut dan kasur. Jakarta Pusat. Bimo Dwi Putra Utama. di saat tamu berdatangan. tuturnya. jadi tukang batu. yang menerimanya. yang dikenal sewaktu berkenalan di kereta. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya Kak Seto bekerja sebagai tukang batu. ia bercita-cita untuk melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran. Sementara Kresna diterima di kedokteran dan kakaknya. di rumah tempatnya menumpang. ). Bahkan rapornya selalu bagus. Shelomita Kartika Putri Maharani. Klaten dan lulus tahun 1963. Kak Seto pernah berprofesi sebagai pedagang asongan di jalan-jalan selepas sekolah. pengantin baru Seto-Devi melaksanakan nazarnya: mendongeng di panti asuhan. dan lulus tahun 1969. Tetapi untuk beristirahat dimalam hari. Kak Seto menumpang di garasi milik keluarga temannya. 27 Maret 1970. dan yang terakhir Nindya Putri Catur Permatasari (Kak Seto. Bersama Pak Kasur. Kak Seto mengawali pendidikannya pada sekolah dasar SD Ngepos. serta sesekali menulis di majalah Si Kuncung. Hingga sampai sekarang panggilan akrab dikalangan manapun adalah Kak Seto. Pak Kasur. dan membawanya ke Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. tutur Kak Seto.

Dari kelima anaknya adalah Sursantio. unsur pendidikan yang ada dalam lagu-lagu kedua tokoh tersebut adalah bahwa lagu merupakan proses bermain.shtml). Suryaningdiah. hingga akhirnya dapat memperoleh gelar sarjana psikologi (S. Kak Seto mendongeng. beliau bernama lengkap Sadiah yang menjadi seorang istri dari Soerjono (dikenal pak Kasur) dengan dikaruniai 5 orang anak dan 11 cucu. bermain sulap bersama anak-anak. Hal ini disampaikan bu Kasur.ensiklopedi/setomulyadi/index.com) Pak Kasur dan bu Kasur adalah pahlawan dan tokoh pendidikan anak. Disamping membantu pak Kasur mengelola Taman Kanak-kanaknya di Situ Lembang Jakarta Pusat.figurpublik.shtml. Dengan peran beliau dalam dunia pendidikan anak. Setelah menyelesaikan kuliahnya (Strata Satu). Kak Seto juga dipercaya untuk membantu dan mengasuh anak-anaknya Soeksmono Martokoesoemo. bahkan lebih dari 140 lagu pendidikan anak sedangkan bu Kasur tidak lebih dari 20 lagu (www. . Kepiawaian dan kecintaanya kepada dunia anak. Oleh karenanya lagu yang diciptakannya terhindar dari huruf R dengan maksud agar bisa dinyanyikan oleh anak balita (www. Pengalaman bersama Bu Kasur adalah merupakan salah satu unsur dari faktor keberhasilan Kak Seto dalam dunia anak hingga saat ini. Jakarta pada tahun 1983 atas mandat dan kepercayaan dari Ibu Tien Soeharto.com).Com. ia memperdalam kajian keilmuannya dibidang Psikologi dengan melanjutkan Program Strata Dua di Universitas Indonesia sambil mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak -anak di Taman Mini Indoneia Indah. lagu seperti sayang semua misalnya mengandung unsur pembelajaran sekaligus pendidikan meskipun sederhana (www.com). Karena bu Kasur adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang lahir di Jakarta pada tanggal 16 Januari 1926.Psi) pada tahun 1981 (Kak Seto.figurpublik.. Hasrat besar dalam mendidik anak juga diobsesikan Bu Kasur dan Pak Kasur dengan mendirikan Taman Kanak-Kanak. Penghargaan Pembawa Acara Anak-anak Legendaris di televisi. Pelaksanaan pembangunan Istana Anak-anak di TMII itu akhirnya dapat berkembang dan menyebar diberbagai cabang di Jakarta dan Bandung di bawah yayasan Mutiara Indonesia karena memiliki peminat yang cukup banyak.figurpublik. Suryo Prabowo.Download 26 Maret 2007). belajar sambil bernyanyi.com). Berproses dari kegagalan menjadi seorang dokter serta saran dari pak Kasur dan bu Kasur. Surjo Prasojo dan Suryo Pranoto (www. Kak Seto akhirnya dapat berhasil menyelesaikan module Strata Dua (S2) pada tahun 1989 dan berlanjut sampai meraih gelar Doktor dalam bidang Psikologi pada tahun 1993 (KakSeto.pikiranrakyat. Kutilang untuk anak usia 4 tahun dan Cenderawasih untuk anak 5 tahun.com). akhirnya ia memutar haluan dengan meneruskan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.Com. Disamping itu lagu anak dimaksudkan untuk menanamkan jiwa kasih sayang dan kecerdasan kognitif.Henny Purwonegoro. Dengan kerja kerasnya dan kecintaanya kepada dunia anak. Selain itu anak-anak dalam bernyanyi bersama juga dapat melatih empati terhadap teamnnya sebab mereka akan tau kapan harus bersuara atau kapan giliran temannya bersuara serta belajar disiplin dan dilatih untuk mengenal irama. Dengan bukti ia adalah seorang seorang pencipta lagu-lagu bernuansa pendidikan anak. seorang Direktur Bank Indonesia. beliau juga pernah mendapatkan penghargaan antara lain: Bintang Budaya Parama Dharma tingkat nasional.ensiklopedi/setomulyadi/index. maka beliau patut mendapatkan julukan Pakar Pendidikan dan Psikologi anak Indonesia dengan mottonya : bangsa yang besar adalah bangsa . TK yang didirikannya terbagi dalam 3 jenjang yaitu: Parkit untuk anak usia 3 tahun. Pikiranrakyat. Women of a year dari Italia (www.

Anggota World Council for Gifted & Talented Children semenjak tahun 1994 sampai dengan . Ancol. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah Kak Seto memiliki berbagai aktifitas selain sebagai tenaga pengajar atau Dekan diperguruan tinggi. artis baik dilayar lebar maupun acara anakanak diberbagai tempat seperti mall. Setelah diselesai Program S3-nya dan sebagai pakar Pendidikan Anak dan Psikologi. Selain bergerak dilembaga nasional.akan tetapi setelah ia bertemu dengan ibu Kasur dan pak Kasur. Aktifitas yang dimaksud adalah aktifitas di lembaga sosial dengan mendirikan sekolah Taman Kanak – Kanak Mutiara Indonesia. Taman Mini. bisnismen.1985. Soeksmono Martokoesoemo hingga selesai kuliah S1 (Kak Seto. Jakarta. Praktisi yang digeluti Kak Seto pada dunia anak merupakan aktifitas yang berasal dari didikan pak Kasur. 2. 4. www. pedagang asongan dan pembantu di hotel-hotel. Play group. Jakarta Pusat. educator.yang mencintai anak-anak dan berharap supaya semua orang menganggap setiap hari adalah hari anak. dengan bukti antara lain beliau pernah menjabat sebagai: 1. B. Kak Seto mulai bekerja menjadi orang kepercayaannya Ibu Tien Soeharto untuk mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah. Pada tahun 1982 sampai dengan sekarang dan juga membentuk dan mengetuai Yayasan NakulaSadewa yang menghimpun anak-anak kembar yang berasal dari keluarga kurang mampu semenjak tahun1984 sampai sekarang. menulis artikel. Kak Seto mengalami kegagalan dan penderitaan dengan menjadi kuli. Karir dan Pengabdian Pertama kali merantau di Jakarta. yang akhirnya Kak Seto menjadi asisten Pak Kasur. Anggota International Society for Twins Studies sejak tahun 1985 sampai sekarang.tokohindonesia. Pendirian Trauma Center ini ditujukan untuk menangani gangguan traumatis pada anak-anak Aceh yang menjadi korban bencana alam Sunami yang dahsyat tersebut. baik menyangkut tindak kekerasan terhadap anak ataupun penindasan dan pelecehan. Selain Beliau juga sebagai bisnismen. 5. Kak Seto bekerja menjadi dosen di Universitas Tarumanegara.com) Sejak tahun 1983. Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia pada tahun 1983. Selain menjadi tenaga pengajar beliau juga aktif dan kerap menjadi pembicara dalam seminar. Jakarta dan kelompok bermain Istana Anak-anak di yang dikembangkannya sambil menyelesaikan kuliah Strata Dua di Universitas Indonesia Fakultas Psikologi. Selain bertugas menjadi asistennya Pak Kasur Kak seto juga bekerja menjadi pembantu dan pengasuh anak di rumah Direktur Bank Indonesia. Director at-large International Council of Psychologists tahun 1985 3. Hal ini dilakukan karena Kak Seto memiliki sebuah prinsip dalam berKreativitas yakni Kak Seto sebagai SEBOA (saintic. saat itu. Kak Seto juga merambah ke dunia internasional dalam aktifitas pengabdiannya terhadap dunia anak. Untuk itu aktivitas yang diperankan Kak Seto menjadikan dirinya dinobatkan sebagai ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998 hingga sekarang dan bersama dengan pemerintah merealisasikan pembentukan Trauma Center di Aceh. ia diterima bekerja di Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. Yogyakarta dan tempat lain yang terkena bencana alam. Kak seto adalah tokoh pemerhati anak-anak dan giat membela anak-anak. dan sebagainya. Anggota Creative Education Foundation semenjak tahun 1993 sampai sekarang. organisatoris dan sekaligus menjadi artis) (Wawancara 20 Januari 2007). dan buku – buku tentang Pendidikan anak hingga akhirnya menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta pada tahun 1994 sampai 1997 (Wawancara 20 Januari 2007).

Penghargaan ini merupakan wujud kategori Pengabdian Kak Seto pada dunia anak-anak yang diberikan dari Presiden RI pada tahun 1987. Diantara berbagai penghargaan yang pernah diraihnya antara lain : 1. Sebagai Orang Muda Berkarya. Peace Messenger Award. Kak Seto mendongeng. Itulah wujud peran Kak Seto dalam menjalin kecintaannya terhadap dunia anak. Memacu Bakat dan Kreativitas Buku ini merupakan usaha penulis yang telah diterbitkan pertama pada tahun 1998. Kak Seto mengundurkan diri dari keluarga Soeksmono dan membangun tempat tinggal di daerah Cireundeu serta memanfaatkan tanah seluas 2000 scale persegi untuk dibangun sarana bermain anak-anak seperti halnya perosotan atau ayunan. 5.sekarang. New York. kategori Social Activity dari World Children’s Day Foundation & Unicef pada tahun 1989. Sehingga dalam pengabdiannya itu mendapatkan berbagai pengalaman mengenai perilaku dan berbagai corak kepribadian anak. Ketua Yayasan Asah Pena Indonesia. Ketua Yayasan Nakula dan Sadewa. Naskah buku ini memberikan gambaran yang lebih mudah dimengerti mengenai konsep Bakat dan kreativitas yang tersusun dalam cerita anak – anak yang disertai dengan berbagai contoh pribadi anak yang . Dunia anak yang digeluti Kak Seto merupakan keniatan dan kemantapan hati semenjak ia bertemu dengan Pak Kasur. Dan masih banyak lagi penghargaan yang tidak dapat diuraikan pada penelitian ini (Kak Seto. Pendiri Sekolah Rumah (homeschooling) dan sekaligus sebagai ketua Assosiasi Homeschooling sampai sekarang. kategori Contribution to World Peace dari Jaycess International yang diberikan pada tahun 1987. 2005: 63). Yang kemantapan itu makin terlihat di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI. 4. 6. 8. perhatian. dan pembelaan kepada anak-anak banyak sekali dilakukan. Kak Seto juga aktif terhadap kegiatan penelitian yang telah dilakukannya sekitar tahun 1981 sampai dengan sekarang. Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998. Dengan membaiknya keadaan ekonomi dari hasil jerih payahnya. Diantara hasil karya tulisnya yang pernah dipublikasikan dan yang dapat penulis temukan. ruang kelas. Atas pengabdian dan kecintaan Kak Seto pada dunia anak-anak sampai kapan joke akan terus dilakukannya. bermain sulap bersama anak-anak. Penghargaan ini diberikan oleh Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar pada tahun 1987. 7. sehingga beliau mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. dan masih banyak jabatan yang pernah dipegangnya hingga penulis tidak mampu melacaknya secara fact (Kak Seto. C. 2005: 62-63). belajar sambil bernyanyi. Kehidupan yang dijalaninya dengan keoptimisan yang luar biasa. hingga akhirnya Kak Seto dapat menggondol gelar sarjana Psikologi. Karya-Karya Kak Seto Mulyadi Aktifitas yang telah dilakukan oleh Kak seto berkaitan dengan pengabdian. New York. The Golden Balloon Award. Dengan menciptakan beberapa lagu anak-anak dan memerankan bonekanya (Si Komo) sehingga ia joke makin lekat dengan anak-anak. terkait dengan pendidikan dan cara mengasuh anak antara lain sebagai berikut: 1. bersama Henny Purwonegoro. 3. Melalui aktifitas tersebut. 2. The Outstanding Young Person Of The World. kolam renang mini. ruang permainan anak dan semua ruangan didekorasi dengan berbagai warna yang ceria dan benar-benar membuat anak merasa dialam fantasi mereka.

5. 05 mei 2006. 27 Nov 2005. 3. p17-20. Kimi komodo berwarna kuning. 05 Desember 2005. Sekolah Bukan Tempat yang Menyenangkan (Kurikulum Sekolah Terlalu Memberatkan). Buku ini merupakan cara kreatif untuk memperkenalkan sains/ilmu pengetahuan kepada anak-anak usia 4-6 tahun dengan menampilkan benda-benda atau kegiatan anak-anak dalam keseharian hidupnya. 08 Mei 2006. Disertai tips memperkenalkan pengetahuan kepada anak. Suara Karya. 2. akan tetapi juga menawarkan prinsip dan berbagai strategi di dalam mencerdaskan emosi anak. 11. Sekolah Jadi Penjara Bagi Anak. Bila Anak SD Menulis Buku. aktifitas tulis menulis Kak Seto juga telah di publikasikan diberbagai surat kabar. Anak Bukan Untuk Guru. Lampu Hijau Untuk Homeshcoolling. 8. Gerbang. Kreatif Sains 4-6 tahun. Buku ini juga memaparkan belajar Matematika dengan indication kreatif anak-anak. Suara Merdeka. 6. 4. Pikiran Rakyat. Kreatif Matematika 4-6 tahun. 10. jurnal serta telah diseminarkan diberbagai lembaga pendidikan baik Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi. . Sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas. 24 Juli 2006: 18). Naskah buku ini berisi beberapa konsep tentang kreativitas. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan pada Anak Usia Dini. majalah. 9. Selain itu buku ini juga memberikan penajaman dan kelanjutan dari buku yang berjudul memacu bakat dan kreativitas anak.kreatif serta pola pengembangan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. internet dan berbagai Koran antara lain : 1. Selain dipublikasikan dalam bentuk buku. Buku ini tidak hanya memaparkan tips dan strategi mengelola amarah pada anak. Senin. Com. Anakku. . Buku Inspiratif bagi semua orang tua untuk membantu anak mengelola emosi secara positif. 3. Juli 2003. Selasa 18 Mei 2004. Diantara hasil non tulis yang dimaksud adalah Boneka besar Sikomo. Suara Karya. Hidayatullah. Panduan Perkembangan Anak. Berisi tentang psikologi perkembangan anak yang menjelaskan tentang perkembangan fisik otak dan intelektual anak/tahapan perkembangan usia anak ( 0-12) tahun. Bermain dan Kreativitas : Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain yang terbit tahun 2004. Joging Sambil Berlatih Bicara. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. 7. 13. makalah. 4. 5. Sahabat dan Guruku. anak pra sekolah dan kegiatan bermain. Membesarkan Anak dengan Senyum. Juni 2006. Cerdas Bukan Hanya Pintar Matematika. Erlangga. Tokoh Sikomo memiliki beberapa . Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya. Homescholling sebagai Pendidikan Alternatif. Minggu 7 Agustus 2005. 7. serta Kimo yang memiliki warna merah muda yang ketiganya disingkat menjadi KOMIMO (Suara Karya. Hidayatullah. Tetapi Guru Untuk Anak. 6. hal 18. 12. Com. Suara Karya. 2. serta pengembangan cerita dan penambahan tokoh baru yaitu Komi sebagai komodo berwarna hijau. Tulisannya dalam bentuk artikel atau makalah dalam majalah. Jum’at 09 Sep 2005. Kompas. Rangsang si Kecil Untuk Aktif Berkreasi dengan PC . 24 Juli 2006.p 8-10. Kak Seto juga menciptakan berbagai hasil karya non tulis baik untuk media pembelajaran terhadap anak usia prasekolah maupun yang bersifat komersial. Home Scooling. 08 Mei 2006.

. bersahabat. maka secara langsung anak akan mencoba berfikir kreatif. Torrance juga berpendapat bahwa daya imajinasi. Beki yang merupakan ayam Bekisar. Ebo adalah Elang bondol dari Jakarta yang semua nama disingkat menjadi ABCDE. kemudian meminta mereka memberikan reaksi terhadap apa yang ada dihadapan mereka. memanagement pengeluaran proses memasak. hingga akhirnya anak-anak akan mendapatkan kepuasan dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. hingga menyajikannya. Tetapi berfikir proaktif yang berarti anak didik disekolah harus keluar kedunia nyata dan bertindak secara langsung sangat jarang sekali dilakukan. seperti Ano yang berbentuk Anoa. mengemukakan bahwa kreativitas penting dalam kehidupan serta perlu dipupuk dan dikembangkan sejak usia anak-anak. rasa ingin tahu. apalagi pola berfikir kreatif merupakan bentuk pemikiran sampai saat ini masih kurang mendapatkan perhatian dalam pendidikan formal. Selain itu Kak Seto juga memproduk beberapa bentuk dongeng yang beragam dan berbagai bentuk mainan anak-anak seperti kereta kayu mainan. jam kayu Kreatif. BAB III KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH Kreativitas merupakan bagian yang penting. serta berbagai lagu anak anak seperti sikomo lewat. Kontribusi kreativitas bagi pembentukan karakter dan kualitas masa depan peradaban umat manusia tidak bisa dipungkiri. mengolah bahan. buku teks dan tulisan dipapan tulis yang dihadapkan murid-murid. Lebih lanjut Utami Munandar (1992: 45). 1993: 28) Berfikir reaktif disekolah dapat dilihat dari aktifitas sekolah yang lebih mudah meletakan dan memberikan lembar kerja siswa. kreativitas atau creativity quotion (CQ) merupakan aktifitas yang dimiliki oleh otak kanan yang lebih mudah dikembangkan dari pada IQ (wawancara. apalagi dinafikan. pokok serta tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Selain itu. hidup sederhana dan saling menolong. banjir lagi.teman yang merupakan hewan-hewan Indonesia. Padahal berfikir proaktif tentunya akan akan mampu menambah suatu pengalaman tertentu bagi anak Selain itu kreativitas perlu dikembangkan karena dilatarbelakangi bahwa dengan berkreasi seorang anak dapat mewujudkan dirinya sendiri untuk mandiri dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Karena dengan kreativitas seseorang mampu memberikan solusi dan kemajuan hidup. dan orisinalitas dari subyek yang kreativitasnya tinggi dapat mengimbangi kekurangan dalam daya ingatan pada diri seseorang hal ini sebagaimana yang dikutip oleh Utami Munandar ( 2002: 10). Kesemua nama dan cerita Sikomo tersebut ditayangkan guna memberikan pendidikan karakter positif untuk anak karena tokoh-tokohnya adalah anak yang riang gembira. Menurut Kak Seto. Datu yang merupakan Badak bercula satu. Bila seorang anak melakukan aktifitas kreatif untuk dapat mewujudkan diri. Artinya bahwa seorang anak akan memiliki kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. Cendi yaitu Cenderawasih dari Papua. kreativitas juga dapat menjadikan seseorang mampu melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah serta memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya. dan sebagainya. Dengan bukti bahwa sekolah lebih mengedepankan aspek berfikir reaktif dan mengesampingkan indication berfikir proaktif (Edward De Bono. 20 Januari 2007). (). Atau berfikir ini juga dapat dianalogikan dengan menikmati makanan direstoran yang semuanya sudah dihidangkan didepan kita tanpa susah dan berfikir untuk membeli bahan makanan atau minumannya. Selain manfaat kreativitas yang telah ditawarkan Utami Munandar diatas.

Sebab IQ sangat dipengaruhi oleh faktor pembawaan. Menurut David Chambell (1986: 11). Kreativitas Anak Usia Prasekolah 1. Apabila mekanisme tersebut tidak dirangsang oleh lingkungannya pada saat yang tepat maka akan sulit dihidupkan kembali di masa-masa berikutnya meskipun dengan menggunakan rangsangan yang sama. sebelum lebih lanjut membahas tentang upaya pengembangan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari strategi 4 P. sehingga hidup hanya bersifat statis. Sedangkan kreativitas dapat dikembangkan melalui dorongan dan kondisi lingkungan disekitar anak. baik dalam bidang pendidikan. proses (process). anak tersebut akan mengalami kerugian seumur hidupnya seperti tidak percaya diri. membina. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. berguna (useful) dan dapat dimengerti (understandable). Selain usia anak prasekolah yang tergolong masih suci. pendorong (press). belajar. terutama bagi pembangunan masa depan bangsa dan negara. Para ahli juga mengungkapkan. Di dalam segala aspek kehidupan. yaitu mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari aspek pribadi (person). kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru (novel). ekonomi. Upaya mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. Dengan pendidikan. Selain itu pendidikan juga bertanggung jawab untuk memandu. kesehatan. Oleh karena itu. produk (product). Pendidikan pada umumnya bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik guna mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal. kerja keras dan genetik. seseorang mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya terhadap kebutuhan diri sendiri dan masyarakat. bahwa kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. politik maupun dalam bidang sosial dan budaya. bentuk aktifitasnya hanya menunggu komando. 2004: 11). belum ada . Apalagi dengan bermacam-macam tantangan. berfikir kreatif sangatlah dibutuhkan. secara otomatis kreativitas manusia diperlukan guna menjawab bahkan sekaligus sebagai alternatif dalam mengembangkan ide dan memecahkan persoalan dalam berbagai hal kehidupan. bahwa didalam otak anak-anak terdapat suatu mekanisme (sikap kreatif) yang hanya dapat dihidupkan dalam satu masa tertentu saja (Kak Seto. A. Akibatnya. Pada bab ini akan penulis paparkan terlebih dahulu mengenai konsep kreativitas anak usia prasekolah dan ciri-ciri anak yang kreatif. Kak Seto memiliki ide-ide yang tema sentralnya adalah mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. mengembangkan dan meningkatkan bakat serta kreativitas seseorang. Pengertian Kreativitas Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan individu. menghargai. Berawal dari konsepsi tersebut. rasa malu yang berkelanjutan. rangsangan yang diberikan ditahun-tahun pertama kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. adalah hal yang wajar bahkan merupakan suatu keharusan. dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya atau peserta didik. apabila kreativitas dirangsang. Kreativitas sebagai hasil karya baru (novel) berarti sesuatu yang bersifat inovatif. ditumbuhkan dan dikembangkan semenjak anak usia prasekolah. pasif serta tidak memiliki inisiatif untuk maju dan berkembang. Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali.

Sedangkan istilah dapat dimengerti (understandable) merupakan suatu hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat dilain waktu. Berguna (useful). Kreativitas bila dipandang dari aspek psikologis tentunya memiliki kemiripan dengan sifat Allah yang maha pencipta yang dinamakan dengan sifat Al-badi’ (Hasan Langgulung. mampu untuk berbuat. Pencarian adalah suatu jalan untuk menemukan ide. talented display imagination. angan-angan. Yang dimaksud kreatif dalam perspektif psikologis adalah suatu gagasan yang baru atau strange apabila pemikir sendiri belum pernah menghasilkan gagasan itu. as good as slight skill. Imajinasi dalam pengertian ini adalah suatu bagian dari pikiran yang berdaya. mengurangi hambatan. Conny. Kriteria baru dapat mencakup dua perspektif. pemecahan masalah secara khas yang akan mampu membawa seseorang kearah baru. memperlancar. 2005: 373). Artinya bahwa imajinasi dapat menjadikan seorang anak berkembang pemikiran dan penalarannya. gagasan. lebih praktis. Apabila dilihat dari definisi tersebut maka ada dua hal yang penting yang perlu diberikan penjelasan. gagasan. Sedangkan pemecahan kreatif merupakan ide. mendatangkan hasil lebih baik/banyak. mendidik. Berfikir dihutan berarti berfikir kreatif yang mengandung perubahan arah dan situasi. memecahkan masalah. penunjukan angan-angan. Senada dengan pengertian kreativitas diatas. yaitu secara psikologis dan budaya. 1986: 12-13). Terkait dengan berfikir dihutan. (Suharman. Halpern mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu aktifitas kognitif atau proses berfikir untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang baru dan berguna atau new ideas and useful (Suharnan. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. mengatasi kesulitan. mengembangkan. mencari celah atau jalan keluar dengan berbagai jalan dan cara untuk memecahkannya hingga akhirnya memperoleh lubang keberuntungan. berfantasi (mengangan-angan sesuatu yang difikirkan) untuk mencipta suatu karya atau ide-ide tertentu. Sykes berasal dari kata sifat artistic yang berarti creating. penyelesaian perkara atau cara kerja baru. sehingga mampu berfikir dan berkhayal yang diwujudkan dalam bentuk kerja keras untuk memperoleh sesuatu. Menurut Anna Craft (2004: 2) pikiran yang berdaya adalah suatu pikiran yang menghindarkan diri dari jebakan keadaan. yang berarti pembuatan. Berfikir di hutan menurut De Bono meliputi tiga hal pokok yakni pencarian. pemecahan kreatif dan lubang keberuntungan (David Cambell. Dari pengertian tersebut aktifitas kreatif tentunya merupakan sebuah kesengajaan yang dilakukan seseorang dari sebuah proses imajinasi. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. yakni: pertama suatu gagasan dikatakan kreatif apabila memiliki kriteria baru didalam beberapa aspeknya. 2005: 373). means to create. yang berdaya cipta. segar. 1995: 12). mendorong. pemecahan. keahlian sebagaimana biasanya (Semiawan. gagasan. . Lubang keberuntungan merupakan lubang kecil pada jalan pencarian yang membawa langsung ke ide. 1991: 45-46).sebelumnya. Sedangkan menurut budaya sesuatu dianggap baru jika gagasan itu belum pernah dijumpai dilingkungan masyarakat. aneh dan mengejutkan. penyelesaian dan cara kerja baru. Makna kreativitas yang dimiliki manusia sesuai dengan sifat Al-badi’ berarti bahwa kreativitas manusia tidak bersifat sebagai pencipta murni tetapi kreativitas yang bersifat mengembangkan. Proses berfikir kreatif dapat pula dianalogikan sebagaimana berfikir dihutan untuk menghasilkan sebuah pola berfikir divergen. pemecahan kreatif berada pada posisi disekeliling pencarian. menarik. pemecahan masalah. memiliki makna sesuatu yang bersifat lebih enak. mempermudah. Sedangkan Istilah kreativitas menurut JB. meski ditempat lain mungkin orang lain telah menghasilkan gagasan yang serupa namun hal itu terjadi secara kebetulan.

Itulah Tuhanmu. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-QS. bagaimanakah ia bisa beranak padahal ia tidak beristri. Al-An’am 101). Ciri-ciri pokok merupakan sebuah kunci untuk melahirkan gagasan. Ali. 1991: 46). Tiada Tuhan kecuali Dia yang maha mulia dan bijaksana (QS. 1986: 27). newness (baru) serta elaborasi (mengembangkan) dalam berfikir. cara baru dan penemuan. Sedangkan aktifitas atau proses kreatif digunakan untuk menghasilkan pikiran yang berdaya. Dialaha pengurus segala sesuatu (QS.An’am 102. : ) 81) Bukanlah yang menciptakan langit dan bumi sanggup mencipta seperti itu. ciri-ciri yang memungkinkan dan ciri-ciri sampingan (David Chambell. namun hanya dimiliki oleh Allah semata dinamakan dengan sifat AlKholiq (pencipta). Pencipta segala sesuatu.An’am 102). fleksibilitas konseptual.Imron 6 sebagai berikut: . . Hal ini dijelaskan dalamQS Al-An’am ayat 101 yang berbunyi: : ) 101) Artinya : Pencipta langit dan bumi.meneruskan. Al-Kholaq (pencipta) dan Al-Musowwir(pencipta/penggambar). mampu berkembang dan memiliki segudang ide dan gagasan yang produktif dan menghasilkan solusi. Sesuai dengan pengertian tersebut. Dan Ia mencipta segala sesuatu serta Ia mengetahui segala sesuatu (QS. dapat diambil suatu benang merah bahwa kreativitas tentunya memiliki pengertian yang tidak terlepas dari prinsip pribadi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu. QS. Berdasarkan berbagai pengertian diatas. Ya-sin 81. didalam mendidik anak prasekolah yang memiliki daya imajinasi yang tinggi. Ciri-Ciri Kepribadian Anak Kreatif Menurut para ahli. tiada Tuhan kecuali Dia. 2. mengkombinasikan dari sesuatu yang telah ada sebelumnya (Hasan Langgulung. pemecahan. Dialah maha pencipta dan maha mengetahui ( QS. Maka kreativitas perlu dikembangkan sejak dini. QS. Yasin 81). dengan ditandai oleh fluency (kelancaran). Hal ini disebabkan berfikir kreatif sesungguhnya merupakan sebuah pemikiran yang melibatkan proses berfikir secara divergen (lebih dari satu jawaban). Yang termasuk ciri-ciri pokok yang dimiliki oleh anak yang kreatif antara lain: memiliki kelincahan mental untuk berpikir dari dan ke segala arah. terhindar dari jebakan. memiliki berbagai ide serta diperlukan dorongan dari berbagai lingkungan sehingga mampu menghasilkan sebuah produk tertentu baik baru ataupun kombinasi. Al. ciri-ciri orang kreatif secara umum dikelompokan menjadi tiga kategori yakni ciri-ciri pokok. Al. fleksibility (kelenturan). Akan tetapi kreativitas yang bermakna daya cipta yang baru/original serta belum pernah dihasilkan oleh manusia. : ) 6) Artinya: Dialah yang menggambarmu didalam rahim sebagaimana is kehendaki. Ali Imron 6).

Anak usia prasekolah adalah individu yang mampu bergerak dan berfikir. anak beraktifitas sesuai dengan apa yang diinginkannya. 1985: 28). memproses. apabila terdapat dua ide atau tanggapan. percaya diri. maka anak yang memiliki kreativitas tinggi relatif aktif terhadap keadaan maupun impulse yang ada sehingga berkeinginan untuk mencoba. Selanjutnya adalah ciri-ciri sampingan yakni tidak langsung berhubungan dengan penciptaan tetapi berupaya untuk menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup tetapi kerap mempengaruhi perilaku orang-orang kreatif. Menurut Utami Munandar (2002: 56).orisinilitas. lebih menyukai kompleksitas dari pada simplisitas. kata-kata dan khususnya melihat hubungan-hubungan yang tak biasa antara ide-ide. berani dalam pendirian dan keyakinan. imajinatif. memiliki arah hidup yang mantap. Torrance sebagaimana dikutip Utami Munandar (2002: 56) juga mengatakan ciri-ciri individu yang kreatif dalam lingkungan masyarakat dapat ditunjukan dengan sifat berani dalam pendirian dan keyakinan. pribadi kreatif yang dimiliki oleh anak prasekolah dicirikan dengan beberapa hal. intuitif. Dari kelincahan mental yang dimiliki individu diharapkan akan mampu melihat masalah atau perkara dari berbagai arah. maka seseorang dapat mengetahui berbagai perhubungan diantara keduanya. gagasan-gagasan. mandiri dalam berfikir. . ketiga. Ciri-ciri pokok yang digunakan untuk melahirkan gagasan. jika seseorang mengenali tanggapan dan hubungannya. pantang menyerah. Yang termasuk ciri-ciri sampingan adalah individu yang tidak pernah mengambil pusing apa yang dipikirkan orang lain dan kekacauan psikologis. ingin tahu. memiliki keingintahuan intelektual yang besar serta kaya akan entertainment dan fantasi. Dengan menggunakan indera dan anggota tubuh lainnya. Dari hal tersebut dinyatakan bahwa tiap individu mampu berkembang dan berfikir kreatif. Karena pada prinsipnya manusia hidup dapat dinyatakan dengan tiga kepribadian alami. berpikiran mandiri. memiliki minat yang luas. pemecahan. Kedua. ingin tahu. seseorang cenderung untuk mengtahui perasaan. membentuk dan menghasilkan sebuah produk tertentu serta tidak mudah menyerah dengan pekerjaan yang menantang/berpetualang. Sedangkan ciri-ciri yang memungkinkan merupakan sebuah ciri yang membuat seseorang mampu mempertahankan ide-ide kreatif yang telah dihasilkannya. pikiran dan kegiatan panca indera. ulet serta tidak bersedia menerima pendapat orang lain bila tidak sesuai dengan keyakinannya. Gerakan tubuh yang dilakukan anak sebagian besar tergantung dari peran motoriknya. Selain itu. bersibuk diri terus menerus apa yang disukainya. Karena kelincahan mental merupakan salah satu kemampuan untuk bermain-main atau mencoba dengan ide-ide. mandiri dalam berfikir dan dalam memberi pertimbangan. 3. bersedia mengambil resiko. cara baru dan penemuan diawali dengan kelincahan mental (mental agility) untuk senantiasa menerapkan pola berfikir divergen. Sebagaimana diungkapkan oleh Spearman bahwa: pertama. Urgensi Kreativitas Kreativitas sangat penting untuk dikembangkan sejak anak mencapai usia prasekolah. gagasan. memiliki kecakapan dalam banyak hal. kesadaran serta apa tujuannya. segi dan mengumpulkan berbagai fakta yang penting dan mengarahkan fakta itu pada masalah atau perkara yang dihadapi dengan cara memerankan hubungan antara ingatan. senang berpetualang. maka akal dapat sampai kesuatu tanggapan lain yang memiliki hubungan itu juga (Cony Semiawan. lambang-lambang. Kelincahan mental untuk berfikir dari dan ke segala arah (divergent thinking) dapat dilakukan oleh tiap individu. antara lain: anak memiliki inisiatif dalam berfikir. dan sebagainya ( David chambell. konsep. 1995: 20). Ciri-ciri ini bisa dilihat pada seorang anak yang memiliki kemampuan untuk bekerja keras. Berbagai ciri-ciri anak yang kreatif seperti dijelaskan diatas. mampu berkomunikasi dengan baik.

kedua. Karena menurut pembagian kerja tubuh. ketiga berkompetensi. yaitu dorongan untuk mengatasi tantangan. Kreativitas sebagai jantung inovasi Kreativitas sebagai jantung inovasi memiliki pengertian bahwa suatu inovasi tidak akan bergerak normal tanpa adanya kreativitas. Kedua. Begitu sebaliknya. Selain hal diatas. Nursito (1999: 34-35) mengutip pendapat Getzels. Artinya diusia ini memang masa perkembangan otak sangat cepat. Lebih lanjut Ali Khomsan juga menjelaskan bahwa ketika bayi baru lahir. berafiliasi yakni dorongan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif. kreativitas menjadikan anak mampu mencipta karya tertentu. yaitu dorongan untuk mencapai hasil kerja dengan kualitas tinggi. Kemudian sel otak akan tumbuh sampai 90% dari berat maksimal. kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak usia dini dengan tidak terbatas pada bidang seni atau ilmu pengetahuan semata. 2005: 380). kekuatan fisik dan hati akan bersatu untuk memperoleh: pertama. Melihat sisi penting perlunya kreativitas dikembangkan semenjak anak prasekolah. maka diusia 2 tahun. Oleh karena itu diusia 2 tahun ini biasa disebut sebagai masa keemasan (golden age) (Ali Khomsan. menguji hipotesa serta menyampaikannya kepada orang lain. untuk maju dan berkembang. Jackson serta Edwards dan Taylor (1961). kreativitas berperan sebagai proses intelektual. www. Seperti diungkapkan Renzulli yang dikutip Cony Semiawan dkk (1990: 67) dalam bagan sebagai berikut: Komitmen pd tugas kemampuan rata rata . meletakan hipotesa-hipotesa. urgensi kreativitas menurut Hasan Langgulung (1991: 112) adalah: pertama. kreativitas memiliki berbagai urgensi bagi anak prasekolah yaitu sebagai berikut: a. Artinya apabila seseorang yang mampu untuk berkreasi. Dengan demikian. Artinya bahwa seseorang anak akan mampu memandang sesuatu yang baru pada yang lama dan setiap harinya merupakan hari perubahan atau kelahiran baru baginya dalam segala hal serta memiliki gaya hidup yang dinamik. yakni kreativitas sebagai proses yang mengandung pengetahuan terperinci tentang bidang dan pengetahuan asas yang terkandung didalamnya. Utami Munandar (1992: 45) juga mengungkapkan bahwa kreativitas perlu dipupuk dan dikembangkan karena dengan berkreasi seseorang dapat mewujudkan dirinya. Ketiga. Sehingga dari ketiga hal tersebut merupakan salah satu bagian penting dari kebutuhan manusia. Kreativitas pada diri individu memiliki urgensi yang pokok bagi kehidupan. semakin tinggi kreativitas seseorang jalan kearah inovasi semakin lebar pula. kedudukan kreativitas memiliki peran sepertiga dari bagian yang lain untuk mewujudkan bakat yang dimiliki seorang anak. karena anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses berfikir. secara otomatis organ tubuh berupa otak. jumlah sel otaknya sudah mencapai 66% dan beratnya 27% dari berat maksimal.Tahapan awal kehidupan anak merupakan tahapan penting. Jika berat otak dewasa ratarata 1400 gram. bahwa siswa (anak) yang berkemampuan kreatif tinggi pada umumnya mampu melakukan tugas dengan sama baiknya dengan para siswa/anak yang ber-IQ tinggi dalam feat test. tetapi kreativitas terdapat dalam seluruh jenis aktifitas kemanusiaan dan fisik (Amal Abdussalam Alkhalili. Apalagi di usia sekitar 2-4 tahun separuh perkembangan intelektual anak telah berlangsung dengan baik. kreativitas sebagai gaya khas dalam hidup.com). berprestasi. publication nova. berat otak anak sudah mencapai 1200 gram.

Dalam tahap persiapan ini. masa menyimpan informasi yang sudah dikumpulkan. Dengan demikian anak yang berfikir kreatif akan mampu mengembangkan dan menggunakan semua bakat yang dimiliki. Belajar pada anak prasekolah dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan yang menyenangkan. bernyanyi. meskipun gerakan yang dilakukannya bernilai imitasi. c. Yang pokok ialah bahwa kemampuan itu harus cukup diimbangi oleh kreativitas dan tanggung jawab terhadap tugas. Kemampuan diatas rata-rata tidak berarti bahwa kemampuan itu harus unggul. Tahap persiapan menurut Wallas adalah suatu tahap berorientasi tugas ketika seseorang melakukan riset dengan membaca. Memecahkan suatu permasalahan diperlukan berfikir secara kreatif. Disamping itu anak-anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga pada akhirnya mereka akan lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan-tantangan dimasa depannya kelak. Melalui kegiatan seperti ini. Menurut Wallas.KreativitasKK Bagan diatas menunjukan bahwa keberhasilan berprestasi seseorang dalam menjalani kehidupan manakala mampu menggabungkan antara kemampuan yang dimiliki oleh tiap individu. mewawancarai orang. pengetahuan dan pendidikan. bertualang atau mengumpulkan fakta dan ide seperti yang dikutip oleh Jordan (1997: 54-55). inkubasi. dan sebagainya. menggunakan waktu. b. yakni tahap persiapan. bereksperimen. mencari jawaban. Karena kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk memberikan gagasan-gagasan dan menerapkannya dalam pemecahan masalah yang di lakukan berdasarkan ciri-ciri aptitude dan non aptitude. . Sedangkan bakat menduduki posisi kecil dari keberhasilan seseorang. Anak kreatif memiliki kemauan dan lebih terpacu dalam belajar. mencoba sesuatu. Tahap inkubasi merupakan tahap istirahat. seseorang aktif mengolah informasi dengan belajar berfikir. 2002: 59). Dengan Kreativitas anak lebih terpacu untuk belajar. Berfikir kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan dan mengatasi problem elucidate diperlukan latihan dan pembiasaan bagi anak. agar kreativitas muncul dalam proses mengatasi suatu permasalahan dan memunculkan ide baru diperlukan empat tahapan. pencerahan dan pelaksanaan (Utami Munandar. anak prasekolah mencoba menjadi dirinya sendiri. Sedangkan tanggung jawab/pengikatan diri terhadap tugas menunjuk pada semangat motivasi untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu tugas. Artinya bahwa pengikatan diri dari dalam yang berupa motivasi instrinsik untuk bertanggung jawab terhadap suatu tugas. bertanya. Berfikir Kreatif menurut para ahli merupakan proses berfikir secara divergen. diantaranya bermain. Belajar dengan menghargai pendapat anak akan membuka pengetahuan lebih luas dan berkembang. komitmen terhadap tugas serta mengembangkan kreativitas. Kreativitas sebagai pemecah berbagai problem. bertanya untuk memunculkan ide baru/memecahkan persoalan. bereksperimen. sehingga mampu mencapai kepuasan dan kualitas hidup. Menurut Guilford sebagaimana yang dikutip oleh Suharnan (2005: 377) bahwa proses berfikir divergen (divergent thingking) adalah suatu proses berfikir yang berorientasi pada penemuan jawaban atau alternatif yang banyak. Berfikir divergen tepat digunakan dalam menghadapi berbagai persoalan. Pemikiran kreatif adalah pemikiran yang menghargai pendapat anak. dan tentunya proses persiapan menjadi kreatif juga dipengaruhi oleh pengalaman yang dimiliki. Karena anak akan lebih berani mengungkapkan gagasan kreatifnya. kesempatan serta kemampuannya.

juga termasuk kemampuan seperti memimpin. Menumbuhkan kecerdasan sosial pada anak. kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. originalitas yakni bentuk keaslian berfikir mengenai sesuatu yang belum difikirkan orang lain atau tidak sama dengan pemikiran orang-orang pada umumnya. d. . mengorganisasi. Sikap kreatif yang dikembangkan sejak masa prasekolah akan mampu menumbuhkan kecerdasan sosial. Tahap pencerahan merupakan gagasan baru yang berpindah dari alam pikiran tidak sadar ke alam sadar. yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan yang banyak. Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Kreativitas Anak Prasekolah 1. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu (Syaiful Bahri Djamaroh. Tetapi pikiran bawah sadar berfungsi mengaitkan berbagai gagasan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. serta elaborasi yakni kemampuan memerinci suatu gagasan pokok kedalam gagasan-gagasan yang lebih kecil. Selain mampu memahami dan berinteraksi dengan baik. Faktor Internal. anak prasekolah diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan dengan melibatkan kelancaran berfikir (fluency). Sejalan dengan berkembangnya pola pikir kreatif anak. (flexibility) yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang terdiri dari kategori-kategori yang berbeda-beda atau kemampuan memandang sesuatu (objek. a. Dalam berinteraksi dengan teman seusianya. Mampu memiliki kecerdasan intra personal Anak usia prasekolah memiliki aktifitas pokok yaitu bermain. e. Untuk memunculkan ide melalui tahap pencerahan. anak akan berusaha untuk memilih teman yang dianggap menyenangkan dan membantunya. Dalam kelompok bermain. Motivasi (Press) Yang dimaksud motivasi dalam bahasan ini adalah motivasi intrinsik. Tahap yang terakhir adalah tahap pelaksanaan/verifikasi sebagai masa pembuktian seseorang memberi bentuk pada ide atau gagasan baru. Berfikir divergen akan mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Kecerdasan intra personal merupakan kemampuan anak untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Motivasi intrinsik adalah motiv-motiv yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Tahap pencerahan/iluminasi yaitu tahap munculnya suatu gagasan baru dalam pikiran untuk menjawab tantangan kreatif yang sedang dihadapi yang seakan-akan ide tersebut berasal dari ketiadaan. menangani perselisihan antar teman. anak yang memiliki kecerdasan sosial akan terbiasa menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya. mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya. seseorang hendaknya mampu mengkondisikan diri dalam keadaan santai dan bebas tekanan. Melalui berfikir divergen. anak usia prasekolah sudah cenderung berusaha untuk memahami kawannya dan biasanya memilih teman yang disukainya. Kecerdasan sosial yang dimaksud adalah anak-anak cenderung untuk memahami dan mampu berinteraksi dengan orang lain atau teman-temannya. memperoleh simpati dari anak yang lain dan sebagainya. anak usai prasekolah telah memiliki kecerdasan intra personal. B.lalu berhenti dan tidak lagi merenungkannya. situasi atau masalah) dari berbagai sudut pandang. keluwesan berfikir. sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan disekelilingnya. Melalui kecerdasan intra personal inilah anakanak akan senang untuk melakukan introspeksi diri. Kecerdasan ini adalah suatu kecerdasan yang menunjukan kemampuan untuk peka terhadap dirinya sendiri.

( online. Sebab kreativitas dapat dilakukan manakala anak mampu mempersepsi dan mengaktifkan rangsangan melalui indra penglihatan. produktivitas dan kapasitas kreativitas (Jordan Ayan. Mengembangkan kreativitas anak dipengaruhi oleh impulse dari lingkungan maupun pengalaman yang diterimanya. dialog.2002: 115). Selain kedua faktor diatas. bahwa banyaknya makanan didalam perut berakibat buruk pada intelegensi seseorang (Syafinudin Al Mandari. pendengaran. Sehat dan aktifnya indra pada anak-anak akan mampu memberikan nuansa mental dan psikologis yang berpengaruh pada perilaku dan suasana hati. Ketenangan dan kesehatan Setiap situasi menimbulkan perasaan yang disukai atau tidak disukai anak-anak. perasaan. pakaiannya dan keberhasilannya dalam periode pertama sampai dewasa. perilaku orang tua/pendidik.com). Faktor Eksternal Faktor eksternal yang dimaksud disini adalah faktor yang berada diluar diri anak prasekolah dimana dia hidup. mengembangkan kreativitas juga dipengaruhi oleh keinginan yang tinggi terhadap sesuatu serta cita-cita yang muncul dari pribadi anak. sosio budaya. malas berkreasi dan mempengaruhi proses belajar. Bahkan setiap indra bagi manusia merupakan suatu lingkungan mikro yang mempengaruhi pikiran. Menurut Sardiman (1994: 84) motivasi memiliki tiga fungsi yaitu: mendorong manusia untuk berbuat. pendidikan inner dan eksternal. Dorongan-dorongan ini merupakan motivasi authority untuk berkreativitas ketika individu membentuk hubunganhubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya. Diantara pola asuh yang dimaksud antara lain: memberikan kecukupan ASI ekslusif selama 2 tahun. 2004: 95). menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. mengurus makan dan minumnya. dan pengecapan. 2002: 71). Dalam pembahasan ini dipaparkan tiga hal yang mempengaruhi pengembangan kreativitas pada anak prasekolah yakni: keluarga. Kesehatan anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan konsumsi bahan makanan. suasana psikologis. Pola asuh yang dimaksud adalah mendidik dan memelihara anak. 2003: 101). Motivasi intrinsik dalam mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah memiliki peran yang sangat penting. a. untuk mewujudkan dirinya. dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang. atau pendorong prestasi Pada diri setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya. menentukan arah perbuatan. Mengkonsumsi makanan yang berlebihan akan berdampak pada kegemukan. b. Pengaruh keluarga . Seperti pendapat Imam Ali bin Abi Thalib. lingkungan sosial. dan kontrol. Beberapa hal yang mempengaruhi berkembangnya kreativitas anak antara lain: lingkungan fisik. serta mengatur pola makan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan. sekolah dan masyarakat. Perasaan yang tenang serta sehat akan jasmani dan rokhani dapat mempengaruhi proses berkembangnya kreativitas bagi anak. 2. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. Motivasi intrinsik merupakan motiv diri atau keinginan pribadi dari tiap individu sebagai suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau untuk bertindak melakukan sesuatu (Ngalim Purwanto. peraba. penciuman. Lingkungan Keluarga Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak. Melalui pembangkitan motivasi pada anak prasekolah menjadikan mereka memiliki keinginan dan keyakinan untuk mencoba melakukan sesuatu.

sehingga komunikasi antara anak dan orang tua seakan luntur ditelan kepadatan kerja. 2006: 30). Maksud dari pernyataan itu. antara lain: ibu mampu menjadi sumber dan pemberi kasih sayang. hewan. sebagai pengatur kehidupan dalam rumah tangga. 2003: 12). anak-anak belajar menjadi.sangatlah besar bagi pembentukan sikap kreatif pada anak. Dengan hal itu keluarga merupakan bagian awal keberhasilan pendidikan terhadap anak-anak dirumah. Peran ibu sebagai pendidik dasar sekaligus pengembang kreativitas dirumah dilakukan dengan berbagai sikap dan perbuatan. Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif pada anak usia prasekolah dalam keluiarga hendaknya selalu memberikan keamanan dan kebebasan psikologis (Utami Munandar. yakni: menerima individu akan kelebihan dan kekurangannya. mendidik dan bergaul dengan anak harus mampu melaksanakan suasana belajar dalam kondisi apapun. dan ia bisa langsung mendapat penghargaan jika berprestasi dan mendapat koreksi saat ia melakukan kesalahan. Peran keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak bisa juga dilakukan melalui indication pengasuhan ibunya Einstein. Memberikan keamanan secara psikologis dapat dilakukan dengan tiga proses yang saling berhubungan. sebagai pengasuh. dan kesabaran serta tidak membebani anaknya (Wahyudin. seperti bermain piano. Peran ibu dalam keluarga merupakan pendidikan dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali (Nano Sunartyo. Ditempat kursus. Rumah adalah tempat pale baik bagi anak (Nano Sunartyo. tidak perlu merasa ketakutan dalam menjawab soal yang diberikan orang tua. tumbuh-tumbuhan. Syafinudin Al Mandiri (2004: 1) mengutip pendapat Kak Seto bahwa: Di sekolah. sebagai pembimbing hubungan pribadi. alam semesta. 2002: 57). Sedangkan pemberian kebebasan psikologis berarti memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran ataupun perasaannya. komputer dan sebagainya. kurangnya perhatian terhadap anak. Model pengasuhan ibu Einstein sangat memungkinkan kreativitas anak berkembang. yakni dengan sikap memaafkan. pada akhirnya Einstein bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirinya sehingga ia mampu mengembangkan kreativitasnya. umumnya anak-anak belajar tentang. sebagai tempat mencurahkan isi hati. membimbing dengan kasih sayang. Sikap . pemelihara kesehatan serta bertanggung jawab terhadap perkembangan jasmani dan rokhani. tidak menjatuhkan harga diri anak meskipun memiliki banyak kekurangan. yang membuat anak-anak bisa tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sesuai dengan berbagai potensi unggul yang dimilikinya. menguasahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada serta memberikan pengertian secara empatis. dan pendidik dalam segi-segi emosional. Dalam kehidupan rumah pula anak tidak harus merasa bersaing dengan teman-teman sekelasnya disekolah. Dalam lingkungan keluarga anak mendapatkan sentuhan pendidikan dari ayah dan ibunya. Yaitu tentang: hitungan. Tetapi mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah sangat dipengaruhi oleh pendidikan keluarga yang diterapkannya. geologi dan sebagainya. Berbekal dari sikap menerima anak apa adanya dengan tulus (genuine accapetance). Anak-anak sejak dilahirkan kedunia pertama kali sudah terlibat dalam pendidikan keluarga. anak-anak umumnya belajar melakukan. maupun kerabat disekelilingnya. Yaitu melakukan sesuatu keterampilan tertentu. Sedangkan dirumah. manusia. Yakni menjadi dirinya sendiri sebagai manusia seutuhnya yang unik. karena dirumah anak bisa belajar lebih banyak pengetahuan dan merasa terpuaskan seiring dengan kemampuannya sendiri. Kegiatan belajar dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dirumah merupakan bentuk kegiatan yang sesungguhnya. 2006: 70). Orang tua yang memiliki kesibukan dalam berkarir. Ibu yang merawat.

Pemaksaan terhadap anak akan menimbulkan prinsip lain yakni belajar sambil bermainmain. juga mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum sebagai upaya untuk memberikan impulse baru bagi perkembangan kreativitas anak. b. memaafkan yang menyulitkannya. Menurut berbagai pendapat ahli. Hadits yang diriwayatkan dari Abi Abdillah tersebut mengajarkan kepada kita empat prinsip dalam menghadapi dan mengembangkan kreativitas anak. Anggapan orang tua bahwa semua kegiatan balita hanyalah bermain dan tidak berdampak pada pengembangan kecerdasan juga merupakan anggapan yang salah. Sesungguhnya Allah merahmati orang tua yang membantu anaknya untuk berbakti kepadaya. serta tidak memaki atau memberi julukan-julukan yang buruk kepada anak. Karena hal tersebut tidak semata memberi keuntungan pada perkembangan intelek dan kreativitas anak. dia menerima yang sedikit darinya. Untuk mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah. Anak prasekolah yang diterapkan pola belajar dengan prinsip bermain sambil belajar senantiasa tidak merasa tertekan dan dipaksa untuk belajar. Disekolah anak diatur dengan tata aturan yang ada dari mulai disiplin waktu. bagaimana cara orang tua mendidik anaknya ya Rasulullah Nabi Saw menjawab. kerapihan.orang tua semacam ini juga diajarkan Rosululloh SAW melalui sabdanya yang artinya. memaafkan yang menyulitkannya. 2006 : 23). Sehingga kreativitas dimungkinkan akan dapat dikembangkan. betapapun mereka telah menjengkelkan hati kita. Orang tua seharusnya mencoba menggunakan prinsip-prinsip yang membantu anak-anak agar belajar dengan gembira atau lebih tepatnya bermain sambil belajar (Nano sunartyo. yakni menerima anak apa adanya. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah orang tua harus memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup. kata Nabi Saw. Karena anggapan seperti itu memiliki implikasi yang sangat tidak menguntungkan yaitu pembatasan terhadap kegiatan mereka dan merupakan faktor yang melemahkan dorongan belajar mereka. yang pada akhirnya anak akan belajar dengan kebahagiaan dan keberhasilan. lingkungan kedua adalah sekolah. Dengan demikian apabila ditemukan anak terhenti kreativitasnya. maka orang tua harus dapat memenuhi kasih sayang serta menjaga dan mengembangkan potensi dasar kreativitas anak. Sehingga anak-anak tidak memiliki cukup kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya. tidak membebaninya. tidak membebani mereka dengan target-target dan keinginan kita. Lingkungan Sekolah Setelah keluarga. usia prasekolah merupakan masa yang pale optimal untuk merangsang kemampuan pikir atau dasar belajar pada anak. orang tua harus menyediakan lingkungan yang menggairahkan. Dengan menerapkan prinsip bermain sambil belajar anak akan menjadi lebih kreatif dan pada saat yang sama anak akan menjadi lebih gembira. maka lebih disebabkan karena ketidakwaspadaan orang tua terhadap perkembangan psikologis anak. 2003: 13). Tetapi kebanyakan orang terkadang . Orang-orang disekeliling beliau bertanya. Dari kedua prinsip tersebut dapat ditarik kejelasan bahwa dalam mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah hendaknya orang tua mampu mengemas belajar dalam lingkungan yang menyenangkan serta penuh kedamaian dan kasih sayang. Mengingat pentingnya tugas dan tanggung jawab keluarga dalam pembentukan anak-anak yang kreatif. Orang tua harus dapat memberikan perhatian yang penuh terhadap hal-hal yang dapat mendukung anak melakukan kegiatan kreatif. tapi juga bisa mempererat hubungan orang tua dengan anak. berpakaian. (Wahyudin. tidak pula memakinya.

Untuk itu guru hendaknya mampu berperan tidak sebatas sebagai pengatur dan sumber .bersikap meremehkan kemampuan anak. Untuk mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Di Taman Kanak-Kanak (TK) Kreativitas dapat dikembangkan. Sehingga proses pembelajaran dilakukan dengan nyaman. pekerjaan. komunikatif dan dialogis antara anak dengan teman maupun gurunya. keluarga. Guru yang otoriter. anak akan memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya serta anak bebas mengekspresikan ide-idenya. atmosphere dan udara. masyarakat atau lingkungannya (Syafinudin Al mandarin. Adapun bentuk pendidikan bagi anak usia prasekolah meliputi Taman Kanak-Kanak. Karena biasanya kita tidak pernah mau mendengarkan pendapat dan kemauan anak (Nano sunartyo. Sebab module pembelajaran di Taman Kanak-Kanak merupakan satu kesatuan module kegiatan belajar yang utuh (Soemiarti Patmonodewo. 2004: 87). Lingkungan sekolah yang baik bagi anak prasekolah adalah bebas dan menyenangkan. George W. sedangkan Kelompok Bermain dan Penitipan Anak berada dijalur pendidikan luar sekolah. kendaraan. 2006: 68). 2003: 68). Apabila proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas anak dilakukan. Artinya bahwa lembaga pendidikan bagi anak tidak membebani anak. belajar bagi anak prasekolah hendaknya bersifat fleksibel dan kondisional dengan menghargai kemampuan anak. Artinya module kegiatan belajar dalam Taman Kanak-Kanak bertemakan lingkungan disekitar kita seperti halnya panca indera. Peran guru bagi pendidikan anak prasekolah sangat penting. alat komunikasi. sekolah. yakni: Fungsi sekolah selain dipandang sebagai stimulan (perangsang) utama berkembangnya kemampuan improvisasi anak. minat. menyebalkan akan membuat jengkel dan mengakibatkan anak prasekolah tidak nyaman. Dari berbagai tema yang terdapat dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak akan sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan Kreativitas anak. dan sebagainya. sekolah juga dapat menjadi media yang cukup baik untuk mengajarkan dan membiasakan anak melakukan pembauran dengan orang lain. menakutkan. 2004: 3). 2006 : 15). baik untuk mata pelajaran maupun aspek lain termasuk afektif dan psikomotorik. kecerdasan dan kreativitasnya. maka dapat tercapai fungsi sekolah yang baik. Kelompok Bermain dan Penitipan Anak (day care). makanan dan minuman. Taman Kanak-Kanak terdapat dijalur pendidikan sekolah. Begitu pula dengan suasana bermain aktif. Pendidikan sekolah merupakan lanjutan dan bantuan dari pendidikan keluarga (Nano sunartyo. namun dengan percobaan (eksperimen). rekreasi. tidak membius pemikiran originalnya. Bermain merupakan kegiatan untuk menumbuh kembangkan kreativitas di Taman Kanak-Kanak. serta mampu menanamkan rasa percaya diri dan kemandirian anak (Syafinudin Al Mandari. rumah. alat transportasi. Guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berkembang tidaknya kreativitas bagi anak. find training yang terkemas dalam permainan. Selain itu dalam aktivitas pembelajarannya juga telah menerapkan pembelajaan survey/praktek langsung. pemahaman. Beadle mengatakan bahwa kebanyakan dari kita selalu memandang rendah kemampuan anak untuk belajar. latihan hingga penghayatan. Dengan bermain anak akan merasa senang secara spontanitas sehingga mampu memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. api. pesisir serta pegunungan. indication pendidikan di Taman KanakKanak seharusnya tidak disajikan secara indoktrinasi. Selain itu pendidik berperan sebagai penampung aspirasi anak agar dapat berkembang bakat. Dari hal tersebut. gejala alam.

informasi. merancang proses pembelajaran. iklim. dan kelebihan yang dimilikinya. Kreativitas perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. zaman Renaisance atau Sriwijaya dan Majapahit di Indonesia. Oleh karenanya. 2004: 165). langit. maka biasanya anak akan memiliki temperamen yang keras. manusia yang siap dan akan terus belajar seumur hidup mereka. Tampilnya berbagai tokoh unggulan dalam kurun waktu tertentu agaknya proses kreativitas lebih dihargai dan diutamakan. sudah barang tentu udara panas. Meskipun didalam ayat Al-qur’an maupun hadits nabi tidak ada satu ayat joke yang menyatakan bahwa faktor lingkungan sebagai faktor pokok yang mempengaruhi pertumbuhan kepribadian dan kreativitas anak. ilmuwan atau tokoh-tokoh dalam bidang lain. bumi. bahwa dalam kurun waktu tertentu lebih banyak tampil orangorang yang unggul seperti seniman. tetapi banyak pendapat para ahli beserta ilmuwan muslim yang mengakui bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan watak. Peran kedua. Dengan demikian peran guru sebagai fasilitator secara langsung mempersiapkan fasilitas belajar anak dengan maksud memacu anak untuk berfikir kreatif serta belajar sesuai dengan kemampuan anak yang bersifat fleksibel. yakni kebudayaan yang menunjang. Peran guru sebagai katalisator berarti guru membantu anak-anak dalam menemukan kekuatan. dan sebagainya. pemarah. Menilik sejarah masa lampau. emosi serta aspek intelektual yang pada akhirnya anak diharapkan mampu berfikir kreatif. dapat berwujud benda seperti udara. yang menunjang pengembangan kreativitas anak-anak. Berkembangnya kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat. apa hasil yang ingin dicapai. Anak yang dilahirkan dan dibesarkan didaerah yang beriklim panas. mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak. anak-anak diharapkan benar-benar siap menjadi manusia pembelajar yang kreatif. Dalam hal ini iklim atau suasana yang baik adalah bahwa anak prasekolah merasa aman secara psikologis serta bebas untuk mengembangkan dan mengungkapkan diri dalam lingkungan dimana ia hidup. memupuk dan memungkinkan perkembangan kreativitas (Utami Munandar. guru sebagai katalisator dalam mendidik dan mengembangkan kretivitas anak prasekolah. serta daya Kreativitasnya rendah (Maimunah Hasan. c. Oleh karena itu guru bertindak sebagai pembimbing. kreativitas dan tingkah laku anak. Akhirnya yang menurut Silvano Arieti dinamakan dengan kebudayaan creativogenic. mengarahkan. Seperti zaman kebudayaan Yunani. turn berfikir apa yang ingin digunakan untuk memeriksa kemajuan anak. intensitas cahaya matahari sangat tinggi. Selain itu . Sebagai contoh anak yang lahir di daerah yang beriklim panas akan sangat berbeda dengan anak yang dilahirkan didaerah tropis/dingin. Lingkungan Masyarakat Yang dimaksud lingkungan masyarakat sebagai pengaruh dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah mencakup kondisi sosio kultural disekitar anak. 1999: 175). Peran guru sebagai fasilitator bagi anak prasekolah berarti guru di Taman Kanak-Kanak memfasilitasi proses pembelajaran yang berlangsung dikelas maupun diluar kelas. Guru mampu mendesain ruangan sekreatif mungkin. 2002: 178). karakter. talenta. dan mengembangkan aspek kepribadian. air. menetapkan materi apa yang akan dipelajari anak. Selain itu. agar anak mampu mengerti dan menemukan kesenangan serta kebahagiaan dalam menjelajahi dunia ilmu pengetahuan. Artinya dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh kondisi dan peranan kebudayaan dimasyarakat serta kondisi dari luar yang berinteraksi dengan manusia. masyarakat harus dapat mengusahakan suasana atau iklim yang baik. tetapi guru seharusnya berperan sebagai fasilitator dan katalisator bagi anak (Adi W Gunawan.

Teknik-Teknik Pengembangan Kreativitas Mengembangkan kreativitas anak prasekolah disesuaikan dengan tingkatan usia dan kemampuan yang dimilikinya. Maka dari itu dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah hendaknya pendidik ataupun orang tua lebih memahami dan belajar mengendalikannya agar upaya pengembangan kreativitas terlaksana maksimal. Dengan lingkungan mampu memberikan rangsangan kuat pada perasaan. yakni : 2-4 tahun sering sekali dengan indication berpikir simbolik. ide. India. Atau juga tadabbur alam dengan menghafal suratan pendek dari Al-qur’an. tetapi ingin menemukan dan mencipta caracara baru untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. seperti Negara filiphina. outbond. Mengembangkan kreativitas perlu penanganan dan dukungan serius dari lingkungan keluarga. 2003: 85).masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mengandung tantangan bagi anak. Aspek kognitif merupakan kegiatan otak untuk mengembangkan keterampilan berfikir sejak usia dini. Kamerun. wawasan terhadap orang yang ditemui oleh anak atau kejadian yang dialaminya. Pengembangan kreativitas pada anak prasekolah tidak hanya meliputi bidang-bidang tertentu seperti bermain. Kegiatan tersebut selain mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. menggali makna hingga menyebutkan berbagai ciptaan. pendidik profesional. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) maupun pemerintah setempat. Jalinan kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan sesama anggota masyarakat. serta tidak melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dalam berkreasi. Kebutuhan afektif perlu diperhatikan agar anak prasekolah memiliki sikap positif dalam kehidupan. Usia prasekolah atau identik dengan istilah praoperasional dicirikan dengan adanya fungsi semiotik. Lingkungan memenuhi suasana hati dan keseluruhan cara memandang hidup bagi anak. menggambar dan bernyanyi semata. Artinya bahwa pada kisaran usia ini anak lebih menekankan penggunaan simbol atau tanda untuk menjelaskan suatu obyek yang saat itu tidak bersama dengan subyek. kerja sama juga perlu dilakukan dengan berbagai pihak. Inggris. mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan sesama teman. sekolah maupun masyarakat. dan kegiatan sejenisnya. al-rihlah al-Ilmiyah. juga dapat mengantarkan anak kepada tingkatan kecerdasan yang lebih maju seperti para pakar. Sedangkan kebutuhan generatif adalah anak-anak tidak hanya menerima pengetahuan dan keterampilan semata. Anak usia prasekolah mempunyai kebutuhan kognitif. Pengaruh lingkungan terhadap pengembangan kretivitas anak prasekolah lebih besar peranannya. seperti kegiatan refresing disertai dengan perlombaan. Sedangkan usia 4-7 tahun dicirikan dengan indication berfikir intuisi. C. pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah dalam masyarakat setidaknya mencakup tiga aspek pokok yakni kognitif. Dari berbagai elemen tersebut. 2005: 385). AS. Selain itu tahap usia perkembangan praoperasional juga dicirikan dengan dua tahapan usia.(Andang Ismail. 2005: 285). Tetapi kreativitas dalam bidang . afektif dan generatif. Jerman. Selain dengan keluarga. RRC. seperti diungkapkan oleh Hans Jellen dan Klaus Urban dari hasil penelitiannya pada bulan Agustus 1987 terhadap anak usia 10 tahun dengan representation 50 anak di Jakarta menunjukan bahwa tingkat kreativitas anak Indonesia memiliki urutan terendah dari 8 negara lainnya. Bahkan salah satu cara yang pale ampuh untuk melaksanakan upaya kreatif pada anak melalui pembentukan suatu kemitraan antar masyarakat… (Jordan Ayan. Zulu dan Indonesia. Apalagi melihat mutu pendidikan di Indonesia yang semakin menurun dan jiwa kreatif yang semakin memudar. sastrawan dan cendekiawan yang telah menghafal Al-Qur’an sejak kecil (Amal Abdussalam Al-khalili. sehingga anak prasekolah dilatih dan dibiasakan untuk dapat mengerahkan diri dalam belajar.

apa yang lemah. Sumbangsaran (Brainstorming) Sumbang saran adalah sebuah indication belajar kreatif yang memiliki prinsip tidak adanya sebuah kritik. sikap ataupun perbuatan secara simbolis. lebih bebas. Selain itu. orang tua tidak hanya bersifat mendidik moral. Atau dirangsang dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong ungkapan pikiran dan perasaan yang berakhir terbuka. Pada masa ini anak berada pada kisaran usia 2-4 tahun. Dalam mengembangkan kreativitas bidang pendidikan agama semenjak anak prasekolah diperlukan nilai-nilai. Selain itu. terbuka dan tertantang untuk berperan serta secara aktif dengan memberanikan diri dan senang memberikan gagasan sebanyak mungkin. mengerjakan tugas lainnya yang hanya mempunyai satu jawaban yang benar seperti matematika dan berhitung. Kemudian si anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa makna dari kejujuran dan keikhlasan. kebebasan dalam memberikan gagasan. 2. tetapi mencontohkan/mengaplikasikan secara langsung sikap jujur dan ikhlas tersebut. Seperti Apa saja yang kamu lakukan setelah bangun tidur. serta kombinasi dan peningkatan gagasan (Utami Munandar. (pertanyaan mengandung unsur kreativitas dalam bidang bersuci). Pemberian pemanasan (Warming Up) Pemberian pemanasan digunakan untuk menumbuhkan iklim atau suasana kreatif di Taman Kanak-Kanak yang memungkinkan anak untuk membuka dirinya. etika atau nilai-nilai afeksi semata. Hal ini dimaksudkan agar anak semenjak usia prasekolah sudah mengenal nilai-nilai moral. misalnya alasan sering terjadinya pertengkaran antara teman disekolah. teknik sumbang saran dan teknik pertanyaan yang memacu gagasan (Utami Munandar. Maksudnya apabila sebelumnya anak didalam kelas dituntut untuk mengerjakan berbagai tugas yang berstruktur. Model pemanasan dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang menimbulkan minat dan rasa ingin tahu anak. diperlukan berbagai indication pendekatan ataupun strategi pengembangannya. 2002: 278). dimulai dari pemberian pemanasan. merasa bebas dan aman untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. apa yang salah. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah melalui indication sumbang saran hendaknya meniadakan suatu kritik. 2002: 276). bagaimana (Utami Munandar. menghafal namanama kota. . Adapun bentuk pemberian pemanasan disimbolkan secara mental.keberagamaan juga penting diperhatikan. mengembangkan kreativitas pada anak usia prasekolah melalui proses belajar dan menggali sebuah pengalaman. Suatu kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemikiran dan tugas kreativ menuntut cara dan sikap belajar yang berbeda. Apa yang kamu lakukan dirumah. membuat gagasan sebanyak mungkin. dapatkah. binatang. Hal dikarenakan sebuah kritik adalah bagian dari cara seseorang melakukan evaluasi dengan mencari identitas apa yang benar. Adapun indication belajar dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah antara lain melalui tiga tingkatan belajar kreatif yang menurut Treffinger. Dari pemberian pendidikan tersebut. kreatif untuk berperilaku positif serta mampu berinteraksi dengan teman ataupun orang yang lebih tua dengan sopan. Seperti orang tua menanamkan kreativitas akan nilai sebuah kejujuran dan keikhlasan tidak semata-mata menyampaikan pengertian. 2002: 227). seperti mengulang apa yang diucapkan guru. tetapi secara tidak langsung mengembangkan kreativitas anak berdasarkan pendekatan nilai-nilai agama. 1. maka anak memerlukan switch mental dari proses pemikiran reproduktif dan konvergen ke proses pemikiran divergen dan imajinatif. dapat pula mengajukan pertanyaan terhadap suatu masalah. (pertanyaan pemanasan yang mengandung nilai tolong menolong dirumah) Dan sebagainya. seperti: pertanyaan yang diawali dengan kata: andaikata.

sehingga tidak adanya tuntutan persaingan sebab anak yang belum mampu menjawab akan tertolong oleh anak yang telah mampu menjawab. Pengembangan kreativitas melalui teknik sumbang saran akan menumbuhkan rasa kebersamaan. alasan pesawat dapat terbang dan menempuh perjalanan dalam jarak yang jauh dan sebagainya dengan maksud untuk menumbuhkan rasa penasaran akan sebuah jawaban dari suatu pengetahuan. Hal ini yang akhirnya akan menjadikan anak lebih kreatif dengan mampu menemukan sebuah ide ataupun penyelesaian suatu masalah. teknik sumbang saran juga dapat menyambung pada gagasan orang lain. Selain mampu mengembangkan kreativitas. Dari berbagai pertanyaan yang memacu gagasan sebagai pengembang kreativitas tentunya memberikan kesempatan dan kebebasan sepenuhnya terhadap anak untuk belajar menjawab. 2002: 281). penggunaan teknik pemberian pertanyaan yang memacu gagasan juga dapat menunjukan kemungkinan dan meningkatkan kelenturan pemikiran siswa. Oleh karena itu mengembangkan kreativitas dengan teknik sumbang saran harus bersikap terbuka terhadap gagasan orang lain dan terhadap gagasan diri sendiri serta mampu memberikan kesempatan secara bergantian dalam berpendapat. jenis pertanyaan juga perlu diberikan dengan menggunakan pendekatan keimanan dan imagination. Sebuah kritik yang diberikan terlalu cepat tanpa memberi kesempatan untuk mengembangkan suatu gagasan baru dapat mematikan kreativitas. Selain menggunakan kata bantu pertanyaan tersebut. membalik (reverse). Sehingga teknik ini merupakan salah satu manfaat terbesar untuk memacu dalam pemberian gagasan. Artinya dengan semakin menghasilkan banyak gagasan. mengganti (substitute). Yang terpenting bahwa semua gagasan dicatat dengan cepat baru kemudian yang sama baru dikeluarkan. BAB IV KREATIVITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA MENURUT KAK SETO . menyusun kembali (rearrange). 3. Pertanyaan yang memacu gagasan Pertanyaan yang memacu gagasan dikenal sebagai teknik daftar periksa yang dikembangkan oleh Alex Osborn dengan tujuan untuk meningkatkan gagasan (Utami Munandar. Selain itu. dengan semua anak aktif dan bersemangat memberi gagasan. Belajar berkreativitas dengan bebas dalam memberikan gagasan serta memunculkan banyak gagasan lebih ditekankan pada aspek kuantitas. Karena sumbang saran yang baik berlangsung cepat. memanipulasi informasi dan gagasan untuk menghasilkan ide yang orisinal. yang berkualitas. memperkecil (minify).apa yang keliru pada sebuah jawaban dari pada memperhatikan apa yang baik. 2002: 283). tolong menolong serta persatuan. dan menumbuhkan keberanian untuk belajar mengutarakan pendapatnya. elaborasinya dapat menyusul. mencari solusi atas pertanyaan. Adapun jenis pertanyaan yang dapat diajukan kepada anak terdiri dari berbagai pertanyaan yang mengandung kriteria: menyesuaikan (adapt). memunculkan berbagai ide dan gagasan yang dimiliki anak. gagasan sebaiknya dinyatakan dengan singkat. menggabung (combine) (Utami Munandar. Jenis pertanyaan yang dimaksud adalah berupa penggunaan kata kerja manipulatif guna memacu gagasan dan mengembangkan gagasan kreatif dengan melihat hubungan-hubungan baru. makin besar kemungkinan bahwa diantara sekian banyak gagasan ada beberapa yang baik. mengubah (modify). Seperti pertanyaan tentang malaikat yang berwujud abstrak. memperbesar (magnify). Karena tuntutan akan kuantitas ini.

Seperti dicontohkan oleh Kak Seto. mengembangkan sesuatu dari produk yang baru dalam bentuk benda ataupun ide-ide. orisinalitas. originality. Kak Seto mengungkapkan bahwa aktifitas kreatif dalam kandungan ditandai dengan cepatnya si bayi merespon sebuah impulse yang diberikan. baik melalui usapan tangan. kelancaran. anak aktif dan peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya. yakni kegiatan yang berkaitan dengan kognitif atau kemampuan berfikir seperti menangkap suatu masalah. Bersibuk diri yang dilakukan oleh anak prasekolah menurut Kak Seto merupakan kegiatan berproses secara aktif guna memperoleh sebuah hasil dan mampu menciptakan serangkaian alternatif jawaban dari berbagai pertanyaan. berfikir lebih luas lagi. bermoral. afektif maupun psikomotorik (Wawancara 20 Januari 2007).Pengertian Kreativitas Menurut Kak Seto Menurut Kak Seto. Misalnya pencuri yang pandai mendongkrak pintu/membobol rumah. memiliki banyak keinginan. Menurut Kak Seto. Adapun ciri-ciri afektif dari kreativitas antara lain seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Proses Kreatif dalam bentuk kognitif (yang berhubungan dengan pemikiran) memiliki makna bahwa kegiatan yang dilakukan anak dalam proses kreatif manakala anak menggunakan kemampuan otak dan daya pikirnya untuk merancang/berbuat sesuatu. Seperti halnya dilihat dari produknya merupakan sesuatu yang baru. bahwa kreativitas merupakan suatu proses bersibuk diri yang dilakukan oleh pribadi (anak) untuk menghasilkan sesuatu yang baru ataupun bersifat kombinasi. tetapi kegiatan bersibuk diri untuk beraktivitas (prosesnya) yang dipentingkan pada anak prasekolah. fluency. serta kegiatannya dipengaruhi oleh dorongan (press) baik inner maupun eksternal. memutuskan masalah. Pada hakikatnya setiap anak adalah kreatif (Kak Seto. Hal ini memiliki makna bahwa dengan proses yang dilalui anak prasekolah akan memberikan sumbangan tersendiri dalam mengembangkan pola berpikirnya. yang dicirikan melalui ciri kognitif seperti fleksibility. Untuk aspek psikomotorik bahwa proses kreatif akan mampu menjadikan pribadi anak sebagai manusia yang terbiasa dan terampil dalam hal apapun baik mencipta. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. 20 Januari 2007). kegiatan dinilai kreatif menakala dalam prosesnya termuat tiga bentuk sikap atau kegiatan yang bernilai kognitif. senang bertanya dan sebagainya (Wawancara. kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. tidak takut salah. memunculkan gagasan. kreativitas yang dilakukan oleh anak prasekolah lebih diutamakan dan ditekankan pada aspek proses dari pada tuntutan dalam menghasilkan sebuah produk. 2004: 10). meskipun bukan hasil yang betul-betul baru. sentuhan terhadap perut dan sebagainya. atau motivasi. sehingga diakhir masa anak-anak mampu mencipta sebuah produk yang bernilai. memiliki reaksi yang cepat terhadap respon. Sedangkan bagi usia remaja dan manusia dewasa . Selain itu. elaborasi. Dari definisi diatas. dan sebagainya. Sedangkan proses afektif dalam kreativitas (hal-hal yang berhubungan dengan emosi dan hati) atau yang dikenal dengan istilah non aptitude berarti suatu bentuk kegiatan yang berhubungan dengan sikap. bebas dalam berfikir dan sebagainya. Dalam hal ini. skill. Bentuk kegiatan kognitif dikenal dengan istilah aptitude. memecahkan masalah hingga mampu menghasilkan sesuatu yang baru bagi anak. yang didukung dan dipengaruhi oleh press secara inner maupun eksternal yang bersifat aman dan bebas berekspresi (Wawancara 20 Januari 2007). serta keterampilan. memiliki ciri afektif. perasaan. Sedangkan ciri kreatif yang terlihat diluar kandungan pada anak prasekolah secara garis besar terbagi menjadi beberapa bagian yakni. proses kegiatannya adalah kreatif tetapi bernilai negatif maka kegiatan pencuri tersebut tidak dapat dikatakan kreatif. berani mengambil resiko. dan elaborasi. Kreativitas yang dimiliki anak dapat dirasakan semenjak masih berada dalam kandungan ataupun setelah dilahirkan.

Selain itu menurut Kak Seto. produk yang dimaksud juga disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak prasekolah yang berarti bahwa produk tentunya disesuaikan secara psikologis dan budaya. serta kemampuan memproduk dsn menhasilkan sebuah karya. serta menelaah data-data yang ada untuk dievaluasi. disamping produk untuk mengembangkan pola berpikir divergen. dipikirkan. menurut Kak Seto merupakan gabungan dari berfikir mengembangkan IDEA. Hal ini bisa diambil sebuah definisi bahwa kretivitas itu sebagai for p’s of creativity: person. seorang anak prasekolah tidak langsung melakukan movement sesuai dengan kehendak yang diinginkannya. dorongan-dorongan dari berbagai lingkungan sekitar. Arah ataupun keputusan tentunya diambil dengan melalui pertimbangan yang matang. IDEA berarti imajinasi. Artinya bahwa melalui imajinasi yang dilakukan anak prasekolah akan memberikan semangat tersendiri untuk maju berkembang dalam proses berpikir dan bernalar. Selain itu. Proses berfikir dihutan dengan berkreasi. Tetapi diharapkan anak akan mampu mempertimbangkan sesuatu sikap dengan berimajinasi/berkhayal untuk mengangan-angan dalam melakukan aktifitas. seperti pertanyaan cita-cita. kemampuan dan sebagainya. berimajinasi yang menjadikan pikiran anak prasekolah berdaya akan mampu menghindarkan diri dari jebakan keadaan.lebih dituntut pada sebuah hasil atau product tertentu sebagai wujud dari self actualitation dan kedinamisan dalam hidup (Wawancara 20 Januari 2007). dirasakan kcocokannya dalam menentukan langkah terbaik. evaluasi dan action. Berimajinasi dalam konsep IDEA adalah bagian dari pikiran yang berdaya. Dengan melakukan proses kreatif diusia prasekolah ini anak juga akan mampu memiliki kelancaran dalam berfikir. keaslian dalam menghasilkan produk (orisinalitas) dan pendalaman (elaborasi) dalam berfikir. . Konsep IDEA penting digunakan dalam pengambilan sebuah arah ataupun keputusan. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. yaitu kemampuan berfikir kreatif yang ditandai dengan adanya kelancaran berfikir atau menjawab (fluency). Istilah berfikir dihutan adalah merupakan kemampuan untuk berinisiatif terhadap sesuatu hal dengan mencari sebuah celah atau solusi melalui pencarian dan pemecahan kreatif serta menemukan sebuah penemuan. Artinya bahwa komponen tersebut bergandengan antara pribadi (person) anak itu sendiri. akan cepat menjawab dan menginginkan sesuatu yang dikehendaki. aktifitas anak dalam sebuah proses kreatifnya. Kemampuan berfikir kreatif dianalogikan dengan sebuah proses berfikir dihutan (Wawancara 20 Januari 2007). menghadapi sebuah permasalahan. kesenangan dan pengetahuan bagi diri anak. kemauan yang dikehendaki. agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dalam melakukan sebuah aktifitas kreatif. maka istilah kreativitas tentunya tidak dapat dipisahkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya. Berproses diusia prasekolah dapat memberikan sumbangan pengalaman baru. yang dimungkinkan akan mampu memunculkan berbagai inisiatif dan sesuatu yang bermanfaat. kelenturan dalam bersikap (fleksibilitas). Hal inilah yang menjadikan anak prasekolah berkembang kreativitasnya melalui daya khayal yang dimilikinya serta design instrinsik yang bermunculan. Berfikir kreatif melalui IDEA juga dapat mengantarkan seseorang anak kepada pribadi yang kreatif dan mampu berfikir divergen. anak usia prasekolah memiliki kisaran daya ingatnya secara approval dan evocation. Sebagai contoh. Berawal dari berbagai konsep kreativitas yang ditawarkan Kak Seto diatas. lentur dalam komunitas dimanapun mereka berada. press and product. hingga mampu mengembangkan ide-ide menjadi sebuah karya nyata yang orisinal. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. data. process.

Kak Seto memiliki strategi yang dikenal dengan istilah 4 P. Kak Seto (2004:13) juga menggambarkan dalam bentuk cerita bahwa dalam suatu pesta ulang tahun anak-anak. Terutama orang tua yang lebih serius berinteraksi dengan putra putrinya dirumah hendaknya memiliki kemampuan dan kreasi untuk mengembangkan dan mencari alternatif yang baik. Oleh karenanya. sehingga ada keterpaduan antara orang tua (keluarga). sehingga anak akan menjadi manusia dewasa yang matang. proses (process). bahkan masyarakat. pendorong (press). press. keterampilan dan kreativitas anak prasekolah dapat berkembang. yakni kreativitas ditinjau dari aspek pribadi (person). Pribadi Menurut Kak Seto. strategi mengembangkan kreativitas anak prasekolah seharusnya dikuasai oleh orang tua. Dan di masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana lingkungan yang kreatif. 2004: 12). Ada yang mampu dan menyukai bidang musik. kecerdasan. dalam skripsi ini strategi diartikan sebagai cara yang telah diatur dengan baik untuk menyampaikan suatu maksud. Kita dapat melihat dan mengamati bakat dan minat anak-anak yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. sesuai dengan bidang dan dalam kadar yang berbeda-beda. retorika. yang dilakukan oleh guru. Pengembangan kreativitas sangatlah penting ditanamkan pada anak prasekolah. 20 Januari 2007). Menurut Maslow. guru (sekolah). Dengan strategi pengembangan kreativitas yang tepat maka akan mudah mengembangkan sikap kreatif terhadap anak prasekolah yaitu putra dan putri kita sebagai generasi penerus yang unggul. kondisi lingkungan. dan masyarakat. melukis. guru. Sedangkan guru terutama yang mengajar di play organisation atau Taman Kanak-Kanak harus menguasai strategi pembelajaran kreatif bagi anak prasekolah sehingga kemampuan. Atau menurut Hulbeck.Strategi 4 P (person. kreativitas ditinjau dari pribadi (person) dalam diri setiap individu memiliki maksud bahwa suatu tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya (Wawancara. Selain pengertian tersebut. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. 1987: 96). Dewasa ini istilah strategi banyak digunakan dalam bidang pengajaran misalnya strategi proses pengajaran. tetapi yang terutama penting dalam dunia pendidikan adalah bahwa bakat kreatif sangat perlu untuk dikembangkan dan ditingkatkan sejak usia dini. (Kak Seto. Dihubungkan dengan mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah. Secara umum. penuh rasa ingin tahu serta kemampuan untuk berkembang secara terus menerus (Frank G Gobel. bahasa. penuh perhatian pada orang lain. kita hendaknya berasumsi bahwa setiap anak pada dasarnya memiliki potensi kreatif dan kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu secara kreatif. Hal ini dimaksudkan agar pembentukan dan pengembangan kreativitas anak dapat terwujud. artistic movement is an commanding of one’s possess whole celebrity on a sourroundings in a singular and evil approach (Utami Munandar. ada . 1999: 20). Mengembangkan kreativitas anak prasekolah diperlukan strategi yang ideal. 1. Walaupun dalam kehidupan anak terdapat beragam kemampuan yang dimilikinya. spontan. orang tua maupun masyarakat kepada anak prasekolah untuk mencapai sebuah tujuan yaitu dapat berkembangnya kreativitas pada anak prasekolah. matematika. yakni sebuah strategi diterapkan dengan menyesuaikan usia anak. manusia memiliki kemampuan untuk bersikap kreatif. strategi mempunyai pengertian sebagai garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. product) Menurut Kak Seto Terkait dengan mengembangkan kreativitas anak. dan perkembangan yang dimilikinya. kreatif. dan lain sebagainya. dan produk (product). memiliki inovasi serta mampu mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bermanfaat. process.

Disisi lain. Dari ketiga aspek tersebut secara bersamaan akan dapat melatarbelakangi individu yang kreatif. Dalam mengembangkan kreativitas dilihat dari aspek pribadi. dan kepribadian/motivasi. Akan tetapi tidak semua permainan dapat terkategori positif. dorongan untuk berprestasi dan mendapat pengakuan.berbagai bentuk permainan diantaranya tebak ilmiah seribu jawaban. Model pengembangan kreativitas melalui permainan tersebut tentunya mampu memberikan kebahagiaan terhadap pribadi anak. Sebab hal ini akan menghalangi pribadi anak dalam berkreasi. aspek pribadi (person) berperan penting dalam pengembangan kreativitas anak (Wawancara 20 Januari 2007). Kegiatan ini membuat semua anak mampu berfikir divergen dengan berbagai macam jawaban benar. pengetahuan. Menurut Kak Seto. keuletan dalam menghadapi rintangan dan sebagainya. Gaya kognitif dari pribadi yang kreatif menunjukan kelonggaran dan keterikatan pada konvensi. Artinya bahwa melalui indication permainan anak diharapkan memiliki kemampuan untuk memberikan jawaban yang unik dan orisinal serta kelancaran pemberian gagasan. melengkapi gambar sehingga muncul ide-ide orisinal. karena kedua aspek tersebut bersumber dari otak. yakni intelegensi. perencanaan. Sebab kreativitas yang dilakukan oleh pribadi anak merupakan titik pertemuan yang khas antara atribut psikologis. dan bertingkah yang dicontohkan oleh Kak Seto seperti halnya cerdas cermat kreatif dengan segudang jawaban. penyusunan strategi. keterampilan pengambilan keputusan dan keseimbangan serta integrasi intelektual secara umum. cemerlang dan tidak malu dalam mengungkapkan jawaban. perumusan masalah. pengembangan kreativitas melalui permainan juga dapat . sikap memaksa. sehingga semua anak dapat memberikan dan berebut jawaban serta menjadi dirinya sendiri. menciptakan aturan sendiri. Dari pengertian tersebut. pribadi kreatif tentunya muncul dari pribadi seseorang semenjak ia masih kecil dan bahkan masih dalam kandungan (Kak Seto. Dimensi aspek intelegensi dan gaya kognitif memang hampir sama. merancang dan lebih tertarik pada jabatan yang menuntut kreativitas. ketiga atribut psikologis tersebut juga menjadi bekal utama pembentukan pribadi kreatif dalam membentuk anak menghasilkan produk. 20 Januari 2007). 2002: 13). maka keduanya merupakan sebuah kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk sebuah kepribadian seorang anak untuk kreatif. gaya kognitif dan motivasi). sikap dan perasaan anak-anak semenjak bayi dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sekitarnya merupakan modal dari pribadi yang kreatif. pemikiran lancar. Intelegensi meliputi kemampuan verbal. Apabila dihubungkan antara aspek pribadi dengan tiga atribut psikologis (intelegenci. 1998: 101). gaya kognitif. Sedangkan dimensi kepribadian dan motivasi meliputi ciri-ciri seperti kelenturan. berkreasi. mendikte. Mengembangkan kreativitas ditinjau dari pribadi anak prasekolah bisa dilakukan dengan menggunakan indication permainan yang menggugah berfikir anak secara divergen (Kak Seto. Dalam arti yang konkret gerakan anggota tubuh. Dari kegiatan tersebut Kak Seto mendefinisikan kreativitas ditinjau dari segi pribadi anak dapat diartikan semua anak memiliki ciri-ciri dan sifat kreatif yang terdapat pada pribadi masing-masing. melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. Permainan yang dapat memunculkan pribadi yang kreatif sehingga memunculkan ide-ide orisinal dan pribadi yang memiliki kelancaran dalam berpendapat. senang menulis. Akan tetapi secara prinsip fungsi dan kerja keduanya dapat dibedakan. serta permainan konstruktif seperti penyusunan balok kayu membentuk sebuah formasi sesuai dengan selera anak (Wawancara. aktifitas kreatif pada anak prasekolah menurut Kak Seto tidak dihalangi oleh sesuatu yang mengandung evaluasi eksternal yang dilakukan pada anak prasekolah. Selain membahagiakan anak.

mencipta aneka bentuk dari bahan-bahan yang tersedia dan sebagainya. sebuah sumbang saran dan pemberian berbagai pertanyaan juga perlu diberikan sebagai proses berpikir kreatif meskipun bentuk pertanyaanya sederhana. Karena kreativitas merupakan sebuah proses. Dari keseluruhan proses kreatif membutuhkan waktu tersendiri dalam setiap tahapannya sehingga sesuatu hal dikerjakan tidak ada yang instan. Bentuk kesibukan anak tersebut juga mampu menumbuhkan sikap untuk berani bereksperimen terhadap sesuatu yang dikagumi. sehingga anak memiliki keinginan untuk mencobanya. teknokrat. Dari sikap sebagaimana terpapar diatas. anak diterima sebagaimana adanya dan diterima segala keunikanya. Sehingga anak prasekolah mampu mencipta sebuah karya yang unik. diyakini bahwa setiap anak adalah kreatif dan perlu dikembangkan kreativitasnya dengan memerankan aspek intelegenci. menempel atau mewarnai dengan aneka warna dan lain sebagainya akan menjadikan anak prasekolah lebih kreatif. Menurut Kak Seto. berproses kreatif pada anak prasekolah dilakukan secara tahap demi tahap. merusak. 20 Januari 2007). teknolog. membuat karangan. Hal ini juga dikemukakan oleh berbagai pakar. Dengan strategi mengembangkan kreativitas dilihat dari sisi pribadi (person). atau wiraswastawan yang tangguh. dan sebagian terbentuk dari aktifitas fisik. Padahal aktivitas anak seperti itulah yang dapat mengembangkan kreativitasnya (Wawancara. dari hal yang pale sederhana lalu dilengkapi. Selain itu anak yang diberi kebebasan untuk berproses akan berani dalam mengambil keputusan dan bersikap tidak takut gagal. Namun demikian proses bersibuk diri tersebut akan lebih menghargai keasyikan individu yang timbul dari keterlibatannya dalam kegiatan yang penuh tantangan.mempertajam keorisinilan karya atau ide. bermain tanah. mewarnai. Sedangkan bebas dalam proses bersibuk diri berarti adanya kesempatan untuk dapat mengekspresikan gagasangagasannya secara simbolik tanpa terlalu banyak hambatan. Selain itu Kegiatan bersibuk diri yang dilakukan oleh anak semata-mata tidak terlalu menekankan apa yang dihasilkan dalam proses tersebut. Proses Maksud dari mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari prosesnya adalah kreativitas dapat dilihat sebagai kegiatan bersibuk diri yang berdaya guna (Kak Seto. menurut Kak Seto anak yang diberi kebebasan dalam berproses dan berfikir sesuai dengan keinginan orisinalnya akan dapat menghasilkan ilmuawan. Kegiatan bersibuk diri yang biasanya dilakukan dengan beragam permainan. Terutama bila proses tadi dipahami tidak dengan empati. maka sebuah proses kreatif dalam perwujudannya tidak selalu membahagiakan orang tua. strange serta inovatif. Selain itu. namun dipahami dengan visi orang tua. menggambar. Bila proses kreativitas anak hanya dinilai dengan visi orang tua semata. dibenarkan dan akhirnya dilanjutkan ke aktivitas selanjutnya. Proses kreatif dikatakan aman bilamana seorang anak tidak mendapatkan tekanan kejiwaan dalam bentuk penilaian. Bentuk dari proses kreativitas yang dilakukan anak prasekolah dilakukan dengan berbagai coret mencoret. Proses kreatif dilakukan sedikit demi sedikit. seorang anak akan tumbuh kreatif apabila memperoleh suasana yang aman dan bebas secara psikologis dalam prosesnya (Wawancara 20 Januari 2007). seperti melukis bebas. 20 Januari 2007) Oleh karena itu. menurut Kak Seto. maka proses kreatif akan selalu dinilai sebagai hal yang merepotkan. 2. gaya kognitif dan motivasi melalui model-model permainan secara kreatif dan konstruktif. atau mengganggu. . bahwa anak kurang dari 5 tahun memiliki daya pikir orisinalnya mencapai 90%. kemudian dikaji ulang. kreatif dan mampu melakukan terobosan baru untuk diri sendiri maupun lingkungan (Wawancara. 2004: 13).

Dalam berproses kreatif. sikap orang tua yang menghargai kreativitas anak. 27 Nov 2005). yakni berupa lingkungan. Akan tetapi melalui proses kreatif inilah seorang anak akan asyik dan semakin berminat untuk melakukan suatu kegiatan dan mampu menemukan hubungan antara satu gagasan dengan gagasan yang lain.Kegiatan bersibuk diri secara kreatif sangat tepat apabila diterapkan bagi anak usia prasekolah. pujian. sehingga pada saatnya nanti kegiatan tersebut akan mampu melahirkan produk-produk yang lebih bermakna. keadaaan. 2004: 14). Hasrat ataupun keinginan yang tumbuh pada anak prasekolah menjadi penting peranannya untuk mengembangkan kreativitas. 2002: 13). strange dan mampu mengembangkan sebuah ide menjadi kenyataan. tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang sikap kreatif. Oleh karena itu. dorongan yang berasal dari dalam/internal juga dipengaruhi oleh dorongan dari luar/eksternal. longgar. mengungkapkan ide pemikirannya. Selain itu. 3. mengembangkan kreativitas melalui strategi proses ini adalah memberikan kesempatan dan kebebasan untuk mencoba sebuah aktifitas sehingga anak akan berlatih untuk lancar dalam berfikir. Karena diusia 2-6 tahun anak sudah mampu menikmati berbagai jenis aktivitas bermain. Pendorong (press) Strategi yang kedua dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah adalah dengan memberikan press yakni memberikan dorongan atau motivasi. Motivasi yang dimaksud adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakan. yakni design yang mendorong anak untuk bertindak sesuatu yang berasal dari nilainilai yang terkandung dalam obyeknya itu sendiri (diri anak). Pemberian dorongan atau motivasi yang diberikan kepada anak dapat berupa pengalamanpengalaman. Dalam istilah yang lain. anak prasekolah memerlukan press untuk menumbuhkan semangat dan kepribadian serba ingin tahu akan sesuatu. bernyanyi dan mengenal keindahan dalam bentuk warna. dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Kak Seto. Sebab keinginan berkreasi pada anak prasekolah sangat didahului oleh design pribadi untuk berkehendak sehingga pribadi anak akan mencoba berproses secara kreatif. Pemberian dorongan secara aman dan bebas dilakukan dengan memperhatikan kondisi psikologi anak. Selain dorongan yang berasal dari luar (eksternal) seperti tersebut diatas. dan yang lainnya (Kak Seto. mengarahkan. Bentuk dorongan atau motivasi menurut Kak Seto terdiri dari berbagai macam hal yang mendukung proses kreatif. Dorongan inner yang berasal dari diri anak sendiri biasa juga dikenal dengan istilah design intrinsik. insentif. yakni Dalam hal ini seorang pendidik dalam memberikan . dorongan juga dapat berasal dari dalam (internal) yang berupa hasrat dan motivasi yang kuat pada diri anak itu sendiri untuk menghasilkan sesuatu. Maka dari itu motivasi eksternal hendaknya diperhatikan dan disiapkan oleh lingkungan dalam arti pendidik dengan selalu menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis anak. sehingga berpengaruh terhadap produk yang dihasilkannya. Dorongan dari luar akan senantiasa memberikan impulse terhadap anak untuk berbuat dan melakukan sesuatu. dukungan. pemberian penghargaan. anggukan tanda setuju. jempol sebagai isyarat bagus. Press secara kreatif diberikan dengan suasana aman dan bebas serta memberikan kesempatan terhadap anak untuk berkreasi (Wawancara 20 Januari 2007). Seperti pemberian motivasi menurut kebutuhan anak prasekolah. Proses kreativitas pada anak prasekolah tidak semata menuntut untuk menghasilkan produkproduk baru. maupun perkataan/nasihat pendidik yang memungkinkan anak berkreasi (Wawancara seminar.

Berbagai produk yang dihasilkan seorang anak sangat dipengaruhi oleh fantasi dan asosiasi (Wawancara. Melalui fantasi. Menurut Kak Seto. 1998: 62). 2005: 15). lengkungan hingga akhirnya mampu . Meskipun produk yang dihasilkan sangat sederhana seperti membuat garis. sehingga mampu membentuk hubungan dengan lingkungannya. Dari pendapat tersebut maka pemberian dorongan kreatif terhadap anak prasekolah disesuaikan dengan kondisi yang dialami anak. Untuk dapat menghasilkan produk pada anak usia prasekolah dibutuhkan pengalaman dan suasana yang menarik bagi diri anak. yakni mengambil satu gagasan dan mengadunya dengan ide lain. Sedangkan asosiasi dilakukan dengan menghubungkan berbagai peristiwa untuk memperoleh ide penyelesaiannya ataupun melakukan hubungan antara gagasan dan ingatan yang dilakukan dengan cara: menjajarkan. 4. ingatan dan kegiatan panca indera. Sedangkan memberikan pengertian secara empatis bermakna orang tua mampu mengenal dan menghayati perasaan anak. menyortir atau memilah: menggabungkan banyak ide untuk membentuk sebuah sintesis dipuncak atau dasar. Sedangkan asosiasi adalah pembentukan hubungan antara gagasan. yakni kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau bukan sesuatu yang baru sama sekali (Kak Seto. Fantasi berarti daya untuk menciptakan sesuatu didalam angan-angan terhadap sesuatu yang diimajinasikan. pengalaman dan suasana yang menarik dapat diperoleh melalui berbagai lingkungan. Produk Strategi yang ke-empat sebagai usaha mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi dilihat dari segi produk (product). yang menyatukan seluruh elemen. maka anak akan cepat berproses kreatif dan menghasilkan produk yang baik. Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya berarti memberikan kesempatan secara luas terhadap minat anak. anak prasekolah akan mencoba mengangan tentang dirinya. bagaimana kalau dirinya menjadi polisi dan sebagainya sehingga keinginan anak akan terbayang dan ada usaha maupun design instrinsik untuk menjadi apa yang diinginkannya. anak usia prasekolah sudah mampu mencipta suatu produk yang diinginkannya. Memadukan: meminjam sifat atau aspek dari dua ide dan menyatukannya untuk bersama-sama membentuk ide. memahami pemikiran-pemikirannya. tindakan-tindakannya. bagaimana ia kalau menjadi dokter. ide yang benar-benar baru. Bilamana anak memiliki pengalaman dan pengetahuan banyak. mengitari: dimulai dengan gambaran kabur ide baru. dari kontras yang timbul muncul ide baru. Dengan menerapkan kedua prinsip dasar tersebut. karena anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sehingga lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan di masa depannya. kemudian mempersempit pilihan untuk mendapatkan satu konsep pokok yang manjur. anak-anak dapat dituntun dan dibawa menuju ketingkat ketajaman berkreasi sehingga dapat mencipta suatu produk. Pengertian baru dalam menghasilkan suatu hasil karya tidak berarti benar-benar baru namun dapat berarti seseorang tetap meniru ide yang telah ada sebelumnya atau mengkombinasikan dari beberapa hal yang sebelumnya sudah ada. serta melihat dari sudut pandang anak untuk tetap menerimanya . serta pengambilan sikap untuk mendorong anak dengan Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya dan memberikan pengertian secara empatis (Kak Seto. Dalam suasana seperti inilah anak akan dapat mengekspresikan dirinya. 20 Januari 2007). memiliki kesadaran.motivasi kepada anak harus terlebih dahulu mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan anak yang akan dimotivasinya. Setiap anak yang kreatif mampu menghasilkan berbagai produk yang diinginkannya.

Menurut Kak Seto. Akan tetapi untuk membuat definisi yang tepat dari istilah bermain. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain. berfikir dan mandiri. Begitu pula dalam suasana aktif dimana anak memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya. lelucon. e. Bermain dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dibagi dalam tiga tahapan. Dari berbagai pengertian. lakon atau permainan secara mendadak tanpa direncanakan/didahului oleh suatu maksud sebelumnya. Maka dengan hal ini akan memungkinkan anak mengembangkan perasaan secara psikologis. seperti halnya bermain konstruktif atau destruktif dan melamun. Bermain adalah bersifat spontan dan sukarela serta tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak. . Meskipun tidak memiliki urgensi yang pasti. disitu pula akan muncul permainan. tarian dan lukisan. belajar bahasa. Dimana dan dengan siapa anak-anak berkumpul. dan sebagainya (Kak Seto. tetapi Kak Seto dalam menilai sebuah produk bagi anak prasekolah merupakan proses ekspresionis yang menghasilkan sebuah karya baru ataupun bernilai kombinasi. Maksud ekspresionis adalah suatu ungkapan bebas dan mandiri yang didalamnya tidak memiliki urgensi/kepentingan bagi kemahiran dan keaslian. sajak. Bermain melibatkan peran aktif keikutsertaan anak. anak bebas mengekspresikan gagasan-gagasannya melalui khayalan. Namun bila suatu aktivitas permainan tidak menyenangkan anakpun akan menghentikan permainan tersebut. baik permainan kata. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto Bermain penting bagi pengembangan kreativitas anak prasekolah. tidak mudah untuk diungkap pengertiannya. Karena bermain merupakan dunianya anak-anak. mewarnai gambar dengan krayon serta aktivitas lain yang terlihat tampak remeh. c. yakni apabila suatu aktivitas yang dilakukan oleh anak terkesan menyenangkan dan anak akan terus melakukannya. d. Menurut Kak Seto bermain memiliki lima pengertian: a. kegiatan berekspresi digunakan sebagai latihan agar anak terbiasa berkreasi. 2004: 54-55). sikap ekpresionis dalam berkreasi perlu diperhatikan. Secara umum bermain sering dikaitkan dengan bentuk aktifitas anak-anak yang dilakukan secara spontan dalam suasana riang gembira. teman-temannya atau lingkungan disekitarnya serta bermain juga berfungsi sebagai play yakni sebagai sebuah aktivitas bermain mencari kesenangan tanpa mencari menang dan kalah. seperti misalnya Kreativitas pemecahan masalah. drama. Sehingga kegiatan yang bersifat ekspresionis akan senantiasa menghasilkan berbagai produk seperti berekspresi membuat lagu. Selain itu bermain juga melibatkan interaksi antara anak dengan orang lain. Dalam pengertian tersebut. b. Karena kreatifitas yang dimiliki anak prasekolah identik bersifat ekspresionis. Dengan demikian. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai positif bagi anak. perkembangan sosial. mengembangkan sesuatu yang telah ada meskipun dihasilkan oleh anak dalam bentuk atau wujud yang sederhana. Kak Seto mendefinisikan secara tegas tentang pengertian bermain. meskipun produk kreatif dinyatakan oleh para ahli lebih dipentingkan sebagai produk strange ataupun asli.mewarnai dengan indah. Bermain tidak memiliki tujuan ekstrinsik namun motivasinya lebih bersifat intrinsik. Istilah bermain sudah dikenal sejak zaman dahulu. bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan spontan sehingga hal ini memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. bermain konstruktif dan sebagainya. imitasi.

(Wawancara. berlari. seperti mengangguk sebagai tanda setuju. Selain itu. berayun-ayun. 20 Januari 2005). Maksud dari bermain aktif adalah melakukan jenis permainan dimana kegembiraan anak muncul dari apa yang telah dilakukakannnya oleh anak tersebut (aktifitas langsung). Bermain aktif bila dilihat dari pengertian dan jenisnya merupakan kegiatan untuk mengembangkan otak (kognitif) yang mengandung manfaat educatif dan keterampilan (psikomotorik) yang bermanfaat kreatif bagi anak. Memperkenalkan dan membacakan buku bagi anak dapat menentukan seberapa cepat nantinya si anak mampu berbicara. memperkenalkan dan menempel poster. menyentuh.Tahapan-tahapan bermain ini tentunya disesuaikan dengan tingkatan usia anak prasekolah. desain ruang di plong dan berikanlah buku-buku yang tidak mudah terlepas halamanhalamannya. kemampuan yang dimilikinya ataupun minat yang dimilikinya. . 20 januari 2007). Disamping alat permainan dan medianya. luas dan bebas dari barang pecah belah atau membahayakan keselamatan anak. Sebab secara langsung anak aktif melakukan kegiatan tersebut dengan berfikir dan berlatih. Mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama menurut Kak Seto dilakukan dengan menggunakan strategi 4 P dilihat dari prosesnya. Artinya bahwa orang tua berkenan mengikuti dan memakai busana sesuai dengan tema permainan yang sedang dilakukan. memanjat. Kak Seto membagi indication permainan sebagai upaya mengembangkan kreativitas anak menjadi tiga tahapan yakni : usia 2-3 tahun. Bermain aktif yang dilakukan oleh anak usia 2-3 tahun terlihat melalui aktifitas bermain fisik untuk mengembangkan aspek motorik pada anak seperti berlari kejar-kejaran. Strategi ini bermaksud untuk membiarkan anak bebas berekspresi dan belajar mengenal buku hingga mencoba membuka tiap halaman. 20 Januari 2007). belaian dan dekapan hangat sebagai rasa aman dan kasih sayang terhadap anak. Pada masa ini pribadi anak lebih menyukai berbagai kegiatan yang berhubungan dengan gerak fisik. yakni: pertama. Kak Seto dalam memberikan press terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi dasa busana (wawancara. Menurut Kak Seto cara pemberian press disesuaikan dengan pengetahuan dan kesukaan anak. Tahapan pertama. seperti halnya meraba. usia 3-6 tahun dan usia 6 tahun. Selain itu. pemberian press juga dilakukan dengan berbagai cara. Bermain bagi anak usia 2-3 tahun (sains of otonomy) lebih banyak dilakukan dengan proses bermain aktif. melalui pemberian hadiah penunjang kreativitas. membaca dan berKreativitas. sentuhan. menunjukan isyarat ibu jari sebagai tanda hebat. Misalnya suatu permainan dengan tema perjuangan. anak usia 2-3 tahun merupakan masa sains of otonomy (wawancara. Proses mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama. gambar-gambar atau cat tembok dan sebagainya dengan beragam bentuk dan warna kontras dilangit-langit sebagai upaya membantu merangsang indra penglihatannya Ketiga. orang tua/pendidik menyedikan tempat yang aman. Setelah berproses dengan permainan. Anggota tubuh dan motorik kasar merupakan alat yang digunakan untuk melakukan gerak fisik pada anak prasekolah. gerak dengan lagu dan sebagainya. rasa aman dan bebas dalam proses bermain secara psikologis merupakan kondisi penting bagi tumbuhnya kreativitas. bergeleng sebagai tanda tidak setuju/jelek. menendang dan sebagainya. Kedua. Melalui kegiatan bermain anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan dorongandorongan kreatifnya sebagai kesempatan merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru. orang tua hendaknya memakai busana yang identik dengan pejuang. usia ini sudah dapat membuat coretan benang kusut dan berhasil membuat garis lengkung. kenalkan buku alfabet dengan ilustrasi warna yang kaya pada setiap halamannnya. melompat.

meningkatkan perkembangan bahasa serta memperoleh kesenangan dari kegiatan imajinatif yang dilakukan atas usaha sendiri. Masa sains of inisiatif pada anak juga ditunjukan melalui kemampuan mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan dua kriteria. bermain kreatif seperti membuat lukisan/kaligrafi dengan krayon. sehingga berbagai produk apapun bentuknya dapat dihasilkan. Maka dari itu orang tua perlu menyediakan fasilitas sederhana. Tahapan kedua. 20 Januari 2007). busana daster menunjukan seorang ibu menjadi dirinya sendiri dan sebagainya (Wawancara. anak prasekolah telah mampu berdebat. busana hakim menunjukan nilai keadilan. Bentuk strategi dasa busana meliputi: Busana anak sekolah menunjukan nilai sabar dan sahabat. busana dokter menunjukan nilai mampu merawat dan melayani. Setelah berproses kreatif. bermain imajinatif memiliki beberapa manfaat lain. Bentuk produk kreatif dapat berupa gambar. gunting untuk menggunting dan . berpendapat dan berdialog dengan lawan bicaranya. menggambar binatang dan sebagainya. 20 Januari 2007). 20 Januari 2007). Sedangkan bermain imajinatif reproduktif hanya bersifat pengulangan dari situasi yang diamati dalam hidup sehari-hari. Bermain imajinatif dapat bersifat produktif dan kreatif . anak usia 2-3 tahun secara tidak langsung perlu dituntut sebuah product kreatif. anak usia 3-6 tahun merupakan masa sains of inisiatif (Wawancara. ucapan ataupun hasil karya lainnya meskipun dalam tataran pale sederhana. Dikisaran usia 3-6 tahunan. Untuk itu orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. Selain bersifat produktif dan kreatif. mampu mengerti bahwa suatu kejadian memiliki penyebab dan solusi. Dengan memiliki ketajaman memperoleh IDEA. Maksud dari permainan ini adalah untuk memperlancar dan melatih tangan. menggambar. Kedua. seperti halnya dapat membantu penyesuaian diri anak. serta manipulative play yakni bermain dengan menggunakan alat-alat tertentu seperti obeng.Dasa busana merupakan suatu strategi bagi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. anak dapat berkembang kreativitasnya. Ketiga. Pada kegiatan bermain imajinatif yang produktif dan kreatif . tulisan. 20 Januari 2007). data. anak akan mampu memasukan unsur-unsur baru terhadap apa yang ia amati. serta produk yang dihasilkan tentunya lebih baik dan sempurna dibandingkan produk sebelumnya. menulis. Dengan berkembangnya fungsi panca indra dalam gerak motorik dan berbicara. anak usia prasekolah juga memiliki kapasitas untuk mengeksplorasikan lingkungan disekitarnya. mengarang. serta memiliki kemampuan untuk dapat membayangkan perasaan orang lain (tumbuhnya kecerdasan intrapersonal) maupun perasaan diri sendiri. evaluasi dan action) (Wawancara. Menghasilkan suatu produk bagi anak usia 2-3 tahun dikandung maksud agar ditahun-tahun mendatang anak memiliki semangat menghasilkan sesuatu. dan berdialog (Wawancara. ideide dan gagasan. Anak Usia 3-6 tahun perlu dilatih ketajaman untuk menghasilkan IDEA (imagination. gerakan. busana badut menunjukan nilai humoris. dapat membantu pemahaman sosial pada diri anak. bermain imajinatif bentuknya semisal bermain drama. seperti bentuk benda dan warna serta dapat membandingkan jumlah. Strategi ini terdiri dari sepuluh busana (dasa busana) yang perlu dipergunakan dalam proses bermain ataupun dalam aktifitas keseharian. bermain konstruktif seperti menyusun balok-balok. Pada masa ini pribadi anak telah memiliki pikiran dengan berbagai macam rencana. tidak perlu mahal. memperkenalkan berbagai buku-buku. Adapun jenis permainan untuk usia 3-6 tahun menurut Kak Seto (2004: 60) dibagi menjadi empat indication yaitu: pertama. Sebab masa ini (sekitar 4-5 tahun) telah mampu menggambar bentuk-bentuk tertentu yang biasanya merupakan gabungan dari bentuk geometrik misalnya gambar rumah.

bermain pasif juga merupakan sumbangan untuk pertambahan nilai bagi kegiatan yang dilakukan anak melalui bermain aktif. orang tua hendaknya meluruskan dan mengarahkan dengan tidak menyalahkan dan menampakan kemarahannya. menonton pertunjukan wayang. daya tahan Keempat. Untuk mengembangkan Kreativitas dalam berpendapat. Bentuk ciptaan yang dihasilkan bisa berupa bentuk-bentuk tulisan. Bilamana solusi yang dilakukan anak bernilai positif. Ajarkanlah anak untuk mengenal matematika lewat obyek-obyek yang konkret. Manfaat bermain pasif antara lain anak akan memperoleh pengetahuan dan informasi. Tetapi jangan memaksa anak.psikologiums. Tetapi bila bernilai negatif. Ajak anak-anak memahami tentang nilai-nilai. perilaku dan perasaannya sendiri serta memahami dan menghargai perasaan teman. 20 Januari 2007). hingga mampu mengahsilkan ide-ide yang baik dan kritis. Dengan demikian orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. Usia 6 tahun keatas bagi anak prasekolah dinamakan masa sains of dustry (Wawancara. kemudian bacakanlah setidaknya satu buku untuk setiap harinya. misalnya menjaga adiknya dirumah. (Dialog Seminar. memperkenalkan berbagai buku-buku.seperti menghitung anak tangga. bermain pasif atau hiburan (amusement) yang merupakan jenis bermain dimana anak memperoleh kegembiraan melalui usaha yang dilakukan orang lain. Masa ini merupakan masa yang banyak digunakan untuk mencipta dan berpendapat terhadap sesuatu hal. matahari dan lingkungan sekitar (Seto Mulayadi.net/modules. 20 Januari 2007). melainkan cobalah membangun minatnya (Wawancara. Selain bernilai hiburan.net/modules. d. Adapun tujuan dari kejadian tersebut adalah mendidik sekaligus mengembangkan kreativitas pola pikir pada anak dalam mengatasi sesuatu dan berpendapat sesuai dengan kemampuan ide yang dimilikinya. http://www. mendengarkan cerita/dongeng. Dari kegiatan bermain konstruktif ini dimaksudkan agar anak dapat mengembangkan kemampuan untuk berdaya cipta (kreatif). Bermain pasif penting untuk mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. menikmati musik.com) c. misalnya menonton televisi. dan sebagainya.com). ketekunan. Pengembangan kreativitas melalui aktifitas bermain merupakan pemenuhan kebutuhan akan aktualisasi diri pada anak prasekolah. Tahapan ketiga. . 27 Nov 2005). 20 Januari 2007). gambar ataupun pendapat dari anak tersebut. mencipta bentuk tertentu dari lilin mainan dan sebagainya. dan berdialog (Wawancara. Kenalkan anak dengan buku-buku yang menarik. anak usia 6 tahun hendaknya dibawa kepada suatu pengalaman tertentu.psikologiums. b. cobalah untuk meminta anak bercerita kembali tentang isi buku tersebut (Seto Mulyadi. menonton pagelaran dan hiburan. Setelah itu orang tua memberikan pertanyaan seputar kejadian yang telah terjadi dan solusi apa yang dilakukan anak (Wawancara. 20 Januari 2007). melatih konsentrasi. dan mendapatkan bahan-bahan yang dapat diolah secara kreatif. Sebagai taraf latihan dalam menggunakan ingatannya. Bentuk kegiatan bermain sebagai strategi kreatif untuk mengembangkan aspek kognitif dan afektif anak pada taraf sains of inisiatif dilakukan melalui beberapa hal: a. melatih keterampilan motorik halus. maka orang tua memberikan sanjungan dengan kasih sayang dan dorongan. orang tua maupun orang lain. mengetahui jumlah bulan. Oleh karenanya bentuk permainan hendaknya diarahkan dengan pendekatan permainan edukatif seperti yang dilakukan oleh Kak Seto melalui pembagian tahapan usia dalam memilih indication permainan. merakit kepingan kayu atau plastik. memenuhi kebutuhan anak yang tidak terdapat dalam kehidupan sehari-hari. http://www.menempel kertas atau kain.

Diantara kesamaan yang ada antara lain indication atau . Conny Semiawan. 1. artikel. Hal tersebut dapat dilihat bagaimana tindakan-tindakannya secara mendalam dipengaruhi tidak hanya oleh dorongan inner yang berupa ide. Dengan demikian dapat diambil suatu informasi tentang kedudukan atau karakteristik pemikiran Kak Seto dalam peta pemikiran para pemikir kreativitas anak prasekolah. Oleh karena itu. Peran Pak Kasur dalam mendidik dan membimbing Kak Seto menjadikan beliau menjadi pecinta dunia anak-anak sejak lulus SMA. Selain itu. proses identifikasi terhadap pemikiran Kak Seto ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan. aktifis dalam acara anak (Ria Jenaka).Bermain dalam mengembangkan kreativitas pada usia 6 tahun menurut Kak Seto hendaknya diarahkan pada indication permainan yang membutuhkan pemecahan masalah. sebagai pembimbing disertasi dengan tema kreativitas. 20 Januari 2007). Dengan demikian seorang tokoh tidak dapat membebaskan diri dari pengaruh lingkungannya (Eni Purwati. tetapi memiliki manfaat besar pula bagi pengembangan interaksi dengan teman ataupun orang lain. Pemikiran Kak Seto banyak dipengaruhi oleh Pak Kasur dan bu Kasur khususnya pada bidang praktisi (wawancara. yaitu. maupun makalah. Kutub pertama adalah para tokoh/psikolog dan pemikir kreativitas. Maka dari itu pemberian strategi 4 P melalui kegiatan bermain bagi anak prasekolah menurut Kak Seto tentunya sama dengan indication pembelajaran kreatif yang memberikan kesempatan anak untuk mengemukakan pendapat dengan cara brainstorming (curah pendapat) dan pemberian pertanyaan yang menggungah gagasan pada anak. sekaligus sebagai psikolog dan praktisi pendidikan anak sampai sekarang. Kutub pertama adalah para tokoh dan pemikir kreativitas yang telah banyak membentuk karakteristik dan paradigma berfikir Kak Seto. Utami Munandar. Lebih khusus lagi bahwa Utami Munandar adalah orang yang pertama kali memperkenalkan tentang kreativitas. seperti permaianan puzzle. dan kutub kedua adalah praktisi kreativitas dan pendidikan anak Indonesia (Wawancara. hingga pada akhirnya Kak Seto melanjutkan studi pada Fakultas Psikologi. Pak Kasur adalah seorang tokoh pendidikan anak yang memiliki nama asli Suryono. keyakinan. Tokoh kedua adalah seorang praktisi dan sekaligus tokoh pendidikan anak yaitu Pak Kasur. yaitu dari segi sumber pengambilan pemikiran dan hasil identifikasi pemikirannya. 1999: 106). Kak Seto banyak dipengaruhi oleh dua kutub. 20 Januari 2007). Pemikiran-pemikiran tokoh tersebut juga banyak muncul dalam tulisan-tulisannya Kak Seto baik dalam buku. Identifikasi Pemikiran Kak Seto Seorang tokoh dalam berbuat atau berfikir sesungguhnya dipengaruhi oleh keinginan-keinginan atau tekanan-tekanan yang bukan muncul dari dirinya sendiri. konsepsi awal yang tertanam dalam dirinya. Sehingga bermain merupakan belajar bagi anak yang dapat meningkatkan kemampuan dan mengembangkan dirinya. tetapi juga keadaan eksternal. Antara lain dapatlah kiranya disebut beberapa nama. Sumber Pengaruh Pemikiran Kak Seto Dalam bidang pengembangan kreativitas anak prasekolah. pendidik TK dan Nakula Sadewa. yang dari beliau itu Kak Seto mengkaji pemikirannya dari dokumentasi yang ada. Guilford. beliau juga menjadi motivator bagi Kak Seto untuk selalu belajar memperdalam kreativitas dan merupakan tokoh yang dihormatinya. Ide-ide dan pendapat yang dikemukakan anak akan bermanfaat tidak hanya dalam permainan semata. Artinya bahwa kegiatan bermain memerlukan aktivitas fisik dan intelektual. dan beliau adalah salah satu dosen sekaligus guru besar Universitas Indonesia (UI) yang mendidik Kak Seto pada fakultas psikologi semenjak Sarjana (SI) hingga Doctor (S3).

Kreativitas menurut Kak Seto adalah suatu proses bersibuk diri untuk menghasilkan sesuatu . dari segi pendidikan yang diperoleh. bernyanyi. dari segi iklim intelektual dimana Kak Seto berkecimpung. Kak Seto mendapat pendidikan ganda. motivator bukan sebagai pelopor/pencipta teori dalam pengembangan kreativitas anak-anak. Secara umum. pertama. dari pada aspek saintic. maka pada saat sekarang iklim intelektual yang dikembangkan Kak Seto cenderung lebih menggeluti bisnis kreativitas dan artis dunia anak. berdebat dan belajar pada dunia anak. melindungi. Kritik Atas Pemikiran Kak Seto Dari berbagai karya tulis yang telah penulis kaji. bermain. Kak Seto juga mendapat pendidikan pengalaman langsung sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas bersama Pak Kasur. dan mengembangkan kreativitas semenjak anak masih kecil. Meskipun banyak lagu-lagu. Dengan demikian prinsip dan wejangan mendidik anak-anak yang dimiliki Pak Kasur seperti menang tanpa ngasorake (dalam menasehati anak) dan istilah kalau manis jangan langsung ditelan. Analisis ini didasarkan pada suatu pertimbangan bahwa kompetensi Kak Seto adalah sebagai penggerak. Implikasi lebih luas adalah bahwa pemikiran Kak Seto masih bersifat statis dan kurang mengalami perkembangan yang berbeda. nampaknya Kak Seto tidak mengidentifikasi pemikirannya sebagai pembaharu yang bercorak khas tertentu. Namun diakui oleh penulis gagasan Kak Seto telah mampu membangkitkan kembali semangat untuk senantiasa menghargai.strategi dalam penerapan bermain. dan bercerita/mendongeng. baik dalam pembelajaran di TK/Play Group maupun diacara hiburan dan kreativitas anak-anak di Indonesia hingga sekarang. strategi dan cerita yang dimodifikasi oleh Kak Seto yang diadopsi dari Pak Kasur. Disamping itu strategi 4 P juga merupakan hasil adopsi dari Guilford dan Utami Munandar. . 2. Bahkan indication lagu anak-anak yang diciptakan Kak Seto berprinsip pada pak Kasur dan bu Kasur. Hal ini dapat dilihat dari berbagai karya ilmiahnya seperti buku Bermain dan Kreativitas. Akan tetapi beliau lebih menggeluti dunia praktisi sehingga alur berfikirnya bersifat pengembangan dan aplikatif dari teori-teori pakar yang sudah ada. Artinya. Simpulan Kesimpulan dari penelitian yang mengkaji pemikiran Kak Seto tentang pengembangan kreativitas anak prasekolah adalah sebagai berikut: 1. BAB V PENUTUP A. Com) tetap dijadikan pegangan oleh Kak Seto dalam berdialog. 20 Januari 2007). sebagian besar isinya memiliki kesamaan dengan karya ilmiah yang lainnya seperti Memacu Bakat dan Kreativitas dan artikel ataupun makalah yang lain. yakni tidak dimunculkan huruf R sebab huruf ini adalah sulit manakala diucapkan oleh anak balita. Sehingga Kak Seto hanya mencipta tips atau strategi mendidik anak dan mengembangkan kreativitas sehingga tidak menciptakan teori-teori baru tentang kreativitas. Kedua. kalau pahit jangan serta merta dimuntahkan (. pemikiran Kak Seto dapat digambarkan dalam komposisi sebagai berikut. Disamping itu menjadikan pengetahuan bahwa tolak ukur kecerdasan anak tidak hanya dilihat dari IQ (Intelegence Quation) semata tetapi dari CQ (Creativity Qoation). disamping mendapat pendidikan secara langsung dibangku kuliah dari jenjang SI hingga S3 pada fakultas psikologi. teacher ataupun organisator (Wawancara.

elaborasi. . sehingga mampu menghasilkan sebuah produk. Saran-saran Dari berbagai pemikiran yang berkembang dalam penelitian ini. Bimbingan. Karena masyarakat adalah lingkungan tempat berinteraksi yang lebih luas dibandingkan keluarga dan sekolah yang mempunyai pengeruh signifikan bagi perkembangan religiusitas anak. fleksibility. rasa aman tanpa tekanan serta arahan yang benar pada anak akan mampu menumbuhkembangkan kreativitasnya yang bermanfaat kelak dihari depan. maka penulis merumuskan rekomendasi dari hasil penelitian ini sebagai berikut: 1. memahami karakteristik anak didik serta menguasai materi pengembangan kreativitas yang akan diterapkan dan diberikan kepada anak didik. Sedangkan dasa busana adalah salah satu peran aktif orang tua untuk memberikan motivasi kreatif melalui sepuluh jenis pakaian dalam bermain serta mengikuti aktifitas kreatif anak agar mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal. 3. press. Strategi 4 P tersebut merupakan bentuk strategi dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah ditinjau dari tiap pribadi anak memiliki kreativitas dan keunikan sejak lahir. process. Kepada para orang tua hendaknya dapat menjadi tauladan dan motivator bagi putra-putrinya dalam mengembangkan kreativitas.produk baik baru ataupun kombinasi yang dipengaruhi oleh dorongan/press sehingga seseorang memiliki fluency. 2. Kepada masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana kreatif agar anak-anak kita dapat berkembang kreativitasnya dalam segala bidang. product) dan strategi dasa busana yang diaplikasikan dalam kegiatan bermain. kreativitas dapat dikembangkan hanya melalui proses/aktifitas yang bebas dan aman. Strategi yang digunakan Kak Seto dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi 4 P (person. Kepada para pendidik anak prasekolah (PAUD) hendaknya mampu menguasai strategi. dalam berfikir. B. dalam berproses kreatif anak prasekolah memerlukan press/dorongan. 2. serta problematika yang muncul.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.