Pend

A.

Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk terbaik dan pale sempurna yang memiliki akal dan fikiran. Dalam hal ini Ibn ‘Arabi misalnya melukiskan hakikat manusia dengan mengatakan bahwa tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus dari pada manusia, yang memiliki daya hidup, mengetahui, berkehendak, berbicara, melihat, mendengar, berfikir, dan memutuskan (Samsul Nizar, 2004: 1). Manusia adalah makhluk kosmis yang sangat penting, karena dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan untuk mengemban tugas dan fungsinya sebagai makhluk Allah di muka bumi. Potensi, akal dan kecerdasan manusia merupakan bagian pale critical untuk mengaktualisasikan peran manusia sebagai khalifah. Agar akal serta kecerdasan manusia dapat berfungsi dan berfikir secara kreatif, maka daya pikir dan nalar seseorang perlu dikembangkan dengan berbagai latihan, bimbingan, pengajaran serta berbagai pendekatan dan kasih sayang dalam proses pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah send of believe and send of values. Dalam arti luas, pendidikan merupakan proses untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup. Menurut Benjamin S Bloom, bahwa tujuan pendidikan adalah menciptakan manusia yang berkualitas baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik (Soemiarti Patmonodewo, 2003: 7). Artinya harus ada kemampuan otak (head), pengembangan kemampuan hati (heart), dan pengembangan kemampuan otot (hand). Sumber daya manusia yang berkualitas perlu disiapkan melalui sistem pendidikan ideal. Artinya bahwa sistem pendidikan kita memiliki tujuan kedepan dengan mengharmonikan tujuan teknis, humanistis, dan induktif (Imam Tholkhah dan Ahmad Barizi, 2004: 4). Tujuan teknis berarti pendidikan diorientasikan kepada kemahiran dan keahlian (skill), seperti halnya kerajinan tangan dan kesenian, menulis dan membaca, aritmetika dan hal-hal yang lain yang terkait dengan kemampuan mengolah otak, kritis dan kreatif serta kemampuan anak didalam menggunakan alatalat dengan cekatan. Tujuan humanistik yaitu sikap disiplin, dapat mengolah partisipasi dan integrasi didalam pergaulan sosial, dan pemanfaatan secara maksimal semua potensi manusia secara particular dan sosial. Sedangkan tujuan induktif adalah bagaimana upaya membangun peserta didik kearah kesadaran akan tradisi dengan melapisi diri melalui kesadaran religius dan dapat melek terhadap teknologi serta informasi. Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan totalitas yang melekat pada diri seseorang, yang tidak boleh dipisah-pisah antara satu dengan yang lain untuk mencipta manusia yang cerdas dan kreatif. Setiap anak yang lahir normal, baik fisik maupun mentalnya, berpotensi untuk menjadi cerdas dan kreatif. Hal ini sesuai dengan ungkapan Abdul Hamid Al Hasyimi (2001: 46) bahwa: Manusia dibekali dengan fitrah Allah seperti: Indera, pengetahuan, kecerdasan dan kemampuankemapuan nalar yang tinggi, hingga dapat membantunya memahami sesuatu. Selain itu, pada diri manusia, sebagaimana ditetapkan dalam studi-studi psikologi, membawa persiapan-persiapan, potensi dan juga motivasi-motivasi yang menggerakannya untuk berjalan dan menjelajah. Secara fitri manusia dibekali potensi kecerdasan oleh Allah SWT. Bahkan menurut berbagai riwayat yang patut dipercaya dinyatakan bahwa sebelum Allah SWT menciptakan segala sesuatu, terlebih dahulu menciptakan kecerdasan (intelek atau intelegenci). Orang-orang cerdas dan kreatif banyak sekali jasanya dalam kemajuan dan memajukan umat manusia. Melalui hasil karyanya dan pandangan-pandangannya yang ilmiah, telah mampu membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kebiadaban, menuju tatanan yang lebih baik dan beradab. Karya-karya orang cerdas pula, yang memungkinkan umat manusia mendapatkan

fasilitas teknologi modern, dalam memberikan berbagai kemudahan. Masa kecil manusia adalah masa yang ajaib. Kita dapat bayangkan tatkala anak lahir, ia tidak mempunyai kemampuan apapun. Aktifitasnya kebanyakan hanya tidur, makan dan menangis. Tetapi tiga tahun kemudian, perkembangan fisik dan motorik pada anak prasekolah sudah terlihat hingga mampu bergerak lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu kreativitas yang dimilikinya mulai terlihat dengan jelas melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya. Menurut Marian Borden, Kita dapat menyaksikan berbagai perubahan drastis pada anak-anak mulai sejak bayi yang masih merangkak dan tidak bisa berbicara sama sekali menjadi manusia sungguhan yang bisa berbicara dan bisa berjalan (Ary Nilandari, 2001: 3). Pada hakikatnya, setiap individu mempunyai potensi untuk menjadi Kreatif (Nursito, 1999: 5). Individu yang kreatif sebenarnya sudah mulai terlihat jelas disaat seorang anak tumbuh mencapai usia prasekolah yaitu sekitar 2-6 tahun. Didalam usia ini anak sering bersikap kritis dan melakukan sesuatu dengan kehendaknya sendiri seperti halnya memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu hal, sehingga melontarkan berbagai pertanyaan, senang berimajinasi, senang menjelajah, bebas dalam berfikir, tidak takut salah, berani mengambil resiko, senang akan hal-hal yang baru, dan pada masa ini anak sangat peka dalam pengamatan, menyukai terhadap pengalaman-pengalaman yang baru dan sebagainya. Mengembangkan kreativitas anak sejak kecil penting dilakukan. Karena anak masih mempunyai pikiran yang bersih, suci, tidak memiliki beban pikiran yang komplek serta memiliki semangat yang tinggi seperti kertas tanpa noda. Menurut Keith Osborn Puncak kecerdasan anak terjadi sejak dilahirkan sampai usia 5 tahun. Dan hampir 50% potensi kecerdasannya diyakini sudah terbentuk diusia 4 tahun. Sedangkan kreativitasnya mulai meningkat pada usia 3 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 4,5 tahun… (Andang Ismail, 2006: 263). Menurut Utami Munandar (2004: 10), Kreativitas perlu dikembangkan sejak usia prasekolah karena: Pertama, dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya dan ini merupakan kebutuhan pokok manusia. Hal ini sangat penting sebab manusia yang sehat jasmani dan rokhaninya akan mampu mengekspresikan diri, dengan menggunakan semua kemampuannya sehingga akan memperkaya hidupnya. kedua, kreativitas atau cara berfikir kreatif, dalam arti kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah, masih kurang diperhatikan dalam pendidikan formal. Anak didik dalam pembelajarannya disekolah lebih menekankan pada cara berfikir secara konvergen yaitu kemampuan berfikir menuju satu-satunya jawaban yang benar. ketiga, bersibuk diri secara Kreatif memberikan kepuasan pada diri anak. Hal ini sering terlihat pada anak-anak yang bermain dengan permainan konstruktif. Sehingga mereka terkadang lupa terhadap kegiatan yang lain. keempat, kreativitas mampu meningkatkan kualitas manusia dan taraf hidupnya. Kreativitas berperan untuk membuat ide-ide, penemuan-penemuan, atau teknologi baru yang dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat secara luas. Oleh karena itu kreativitas perlu dirangsang perkembangannya sejak masa prasekolah. Rangsangan yang diberikan pada tahuntahun pertama dari kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. Akan tetapi untuk mengembangkan anak menjadi kreatif tidaklah semudah membalik telapak tangan. Diperlukan semangat, kepedulian, kerja keras, pengorbanan orang tua dan pendidik serta pemahaman yang baik tentang pendidikan. Karena pemberian pendidikan yang baik akan memungkinkan seorang anak dapat tumbuh dan berkembang, baik sisi mental, kecerdasan maupun kreativitasnya.

Proses mengembangkan kreativitas bagi anak usia prasekolah dibutuhkan peran serta berbagai pihak dan lingkungan khususnya orang tua. Orang tua adalah tokoh panutan dalam keluarga. Orang tua dirumah berusaha merawat, mendidik, mengasihi dan menyayangi anak-anaknya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan bila anak mencontoh orang tuanya dan menganggap mereka sebagai pendidik yang pale baik, setidaknya sampai mereka memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. Apapun bentuk perilaku yang ditunjukan orang tua kepada anaknya akan berdampak pada kepribadian anak. Untuk itu pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anaknya adalah pola asuh yang baik agar dampak yang dimunculkan baik pula. Menurut Kamrani (2003), Pendidikan keluarga betul-betul menjadi basement bagi pendidikan disekolah dan masyarakat, sehingga sekolah dan masyarakat hanyalah bagian pelimpahan dan tanggung jawab sebuah keluarga. Orang tua hendaknya mampu berperan sebagai pengembang kreativitas. Seperti halnya suami dan istri menerapkan pola kerja sama yang serasi, selaras dan seimbang dalam rangka mengembangkan kreativitas anaknya dengan cara memberikan kesempatan bermain tanpa pembatasan waktu yang ketat, memberikan dorongan dan sarana yang terbaik, mengkondisikan lingkungan yang kurang kondusif, menghindarkan sikap orang tua yang tidak permisif (otoriter) dan senantiasa memberikan pengetahuan yang banyak terhadap anak. Selain itu orang tua juga sedini mungkin mendorong anaknya untuk menggunakan panca inderanya untuk mengenal dan menjelajah apa saja yang ada dilingkungan sekitarnya. Selanjutnya anak dirangsang untuk dapat berfikir sendiri sehingga bebas mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah sangat penting peranannya. Tetapi pengembangan kreativitas dalam keluarga masih kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Seperti halnya orang tua yang mendidik anak-anaknya menggunakan sikap dan pendekatan tradisional. Yakni orang tua membiarkan anaknya berkembang sendiri tanpa memberikan rangsangan kognisi ataupun keterampilan. Akan tetapi sikap yang diterapkan orang tua terlalu melindungi anaknya (over protection), eksplorasi anak dibatasi, pengaturan waktu yang sangat ketat sehingga orang tua selalu menguasai anak (dominant), membatasi khayalan serta sikap orang tua yang terlalu konservatif. Selain itu pola pendidikan yang diterapkan dalam keluarga tradisional sudah memiliki support atau bingkai tentang pola pendidikan anak tanpa melihat hasil dari pola asuhnya tersebut, sehingga pengembangan krativitas sejak kecil dirasa cukup diabaikan. Model pendidikan dan pengasuhan terhadap anak usia prasekolah hendaknya diperlukan strategi dan pemahaman. Karena tidak jarang indication pendidikan dan pengasuhan yang diterapkan lepas dari strategi, pendekatan, apalagi pendidik justru membunuh kreativitas dan tidak mengembangkan bakat ataupun talenta anak. Pengembangan kreativitas memang sudah menjadi tanggung jawab orang tua semenjak anak berusia prasekolah. Para ahli juga menegaskan demikian, seperti halnya Kak Seto sebagai tokoh pendidikan dan kreativitas anak. Beliau mengungkapkan bahwa kreativitas merupakan usaha/aktifitas anak dengan melalui sebuah proses untuk beraktifitas kreatif dan senantiasa menghasilkan karya-karya bernilai strange sehingga anak mampu memiliki kepribadian fluency, fleksibility, elaborasi dan newness dalam berfikir. Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak dan mengkonsep strategi pengembangan kreativitas. Baik dalam bentuk permainan, bercerita ataupun bernyanyi. Oleh karena itu disadari bahwa mengembangkan kreativitas tidak berarti membiarkan anak sesuai keinginan dan kepuasannya, tetapi diperlukan strategi jitu untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal.

Kreativitas yang menjadi bagian dari spektrum otak kanan relatif lebih mudah dikembangkan dari pada intelegenci (Wawancara dengan Kak Seto, 20 Januari 2007). Hal ini disebabkan karena kreativitas dapat berkembang dengan baik manakala dipengaruhi dan ditunjang oleh lingkungan disekitar anak. Berbeda dengan IQ yang memerlukan kemampuan khusus, hafalan dan dipengaruhi juga oleh faktor genetik. Selain itu proses untuk mengembangkan kreativitas juga membutuhkan press dari design instrinsik maupun berbagai lingkungan disekitarnya. Berbentuk design instrinsik adalah sesuatu keinginan/hasrat yang muncul dari pribadi anak. Sedangkan bersifat eksternal seperti keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam proses kreatif, seorang anak perlu diperhatikan agar dirinya selalu dalam keadaan semangat dan senantiasa berfikir kreatif. Menurut Kak Seto pemberian perhatian orang tua maupun pendidik terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi 4P (person, process, press and produk) Yang pertama adalah person, yakni diyakini bahwa tiap-tiap anak adalah memiliki kepribadian kreatif. Artinya segala apa yang dilakukan anak usia prasekolah adalah merupakan sebuah gerak menuju kreativitas. Hal ini sering diistilahkan bahwa a chairman refers to a abilities that are charactheristics of artistic people. Yang kedua adalah kreativitas diwujudkan dengan sebuah proses. Karena dilihat secara psikologis, kreativitas yang dimiliki anak prasekolah lebih ditekankan pada sebuah proses yang pada taraf selanjutnya akan menambahkan berbagai pengalaman dan pengetahuan bagi diri anak. Dengan berproses kreatif itulah anak akan mampu menjadi dirinya sendiri untuk memiliki kelancaran, kelenturan, keorisinilan dalam berfikir. Ketiga, press yaitu suatu motivasi atau dorongan yang diberikan kepada anak untuk bergerak dan mampu beraktifitas kreatif. Apabila ketiganya telah mendapatkan perhatian dengan baik, maka kreativitas akan mampu menunjukan sebuah hasil atau produk yang bernilai original. Dengan pentingnya kreativitas dalam segala bidang kehidupan, maka pengembangan kreativitas memerlukan berbagai teori dan strategi pengembangannya. Serta diterapkan sesuai dengan kemampuan anak dan tingkat usia. Dari paparan diatas, pengembangan kreativitas dipandang penting untuk diperhatikan. Selain lebih mudah untuk dikembangkan melalui lingkungan, kreativitas berguna membekali anak semenjak usia prasekolah dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan melalui sebuah proses kreatif, sehingga mampu mencapai masa depan dan pendidikan yang lebih baik. Berdasarkan uraian diatas, penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang Kreativitas anak usia prasekolah yang menitik beratkan pada ide-ide Kak Seto dengan judul : PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH MENURUT KAK SETO. B. Penegasan Istilah Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menghindari adanya interpretasi yang berbeda sekaligus sebagai pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka terlebih dahulu penulis menjelaskan dari judul skripsi di atas. 1. Pengembangan Kreativitas a. Pengembangan Pengembangan adalah suatu proses perubahan secara bertahap ke arah tingkat yang berkecenderungan lebih tinggi dan meluas serta yang secara menyeluruh dapat tercipta suatu kesempurnaan dan kematangannya ( HM. Arifin, 1981: 77). b. Kreativitas Secara etimologi, kreativitas berasal dari kata benda (noun) creativity yang berarti daya cipta. Menurut Komite Penasehat Nasional bidang Pendidikan kreatif dan Pendidikan Budaya,

maupun karya ilmiah yang lainnya. Play Group atau Tempat Penitipan Anak (Day Care). usia prasekolah atau prakelompok yaitu anak-anak yang berumur 2-6 tahun (Sri Harini. Sedangkan Johan Amos Comenius. 2. Melihat pengertian di atas. Sehingga mampu hidup kreatif dan menghasilkan karya. anak berusaha mengendalikan lingkungan. mewujudkan ide atau mampu menanggapi masalah serta tidak dapat dinilai berdasarkan hasil fisiknya semata. Sedangkan menurut EB. 2006: 252). Dan ia lebih banyak membutuhkan pendidikan dalam lingkungan keluarganya. Menurut Syamsu Yusuf. Dapat pula berupa kegiatan imajinatif atau sintetis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman. mampu mengemukakan. Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah Menurut Kak Seto adalah sebuah studi dan penelitian terhadap ide-ide praktis bagaimana upaya mengembangkan kreativitas anak khususnya usia prasekolah (2-6 tahun) yang telah dihasilkan oleh Kak Seto baik dalam buku-bukunya. merespon. produk ilmiah atau metodologi (Tim Pustaka Familia. 2003: 55). Masa ini dikenal juga dengan masa prasekolah. Dalam pemahaman yang sederhana. dan belajar menyesuaikan diri secara sosial. perlindungan serta pengembangan kreativitas. 2003: 55). fase anak prasekolah (usia TK) adalah 2-6 tahun. Dengan asumsi bahwa anak tersebut belum masuk sekolah dasar namun sudah bisa dimasukan ke tempat Pendidikan Anak Usia Dini seperti Taman Kanak-Kanak (TK). dalam hal ini Kak Seto adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang bergerak pada bidang pendidikan. baik baru ataupun karya yang bersifat ulang (tidak murni baru). Pengembangan kreativitas anak prasekolah merupakan suatu usaha bagaimana mencetak anak usia prasekolah sebagai calon generasi kreatif dengan berbagai strategi ataupun trik tertentu. Hurlock.kreativitas adalah suatu bentuk aktifitas imajinatif yang mampu menghasilkan sesuatu yang bersifat original. Oleh karena itu. Kreativitas bisa juga mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencangkokan hubungan lama ke situasi baru sehingga menghasilkan tujuan. dapat kita lihat bahwa banyak para pakar yang memberikan batasan umur yang berbeda. asli dan bermakna (Anna Craft. dalam skripsi ini dimaksud dengan anak prasekolah adalah anak yang berusia 2-6 tahun. membagi usia anak 0-6 tahun adalah periode masa ibu (Sri Harini. murni. masa kanak-kanak pertama yaitu rentang usia 3-6 tahun (Reni Akbar. tetapi proses kreatifnya perlu mendapat perhatian. kesusasteraan. Sehingga penulis akan menggunakan istilah anak prasekolah dalam menyebutkan anak yang berusia 2-6 tahun. Anak Prasekolah Menurut Papalia dan Old. Oleh karena itu. Sedangkan pengertian yang lain. pengembangan kreativitas didefinisikan sebagai suatu usaha bagaimana mencetak anak-anak sebagai calon generasi kreatif dengan strategi tertentu agar kreativitasnya dapat dikembangkan sejak dini. maka kreativitas dipahami sebagai suatu kegiatan otak yang teratur dan imajinatif untuk mampu menghasilkan sebuah karya yang orisinal ataupun tidak mesti hasil yang baru. Mencermati pembagian umur tentang anak usia pra sekolah diatas. Karena pada masa ini. istilah kreativitas diartikan: Suatu kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. . 2001: 3). 2004: 1). khususnya yang ditawarkan oleh pakar maupun praktisi pendidikan anak. produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Kreativitas dapat berupa produk seni.

maka masalah yang menjadi fokus penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto Bagaimana pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto D. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas diatas. Memperkaya Wacana keilmuan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia PraSekolah F. Karena kreativitas merupakan bekal yang menempel pada diri individu yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak. 5. E. khususnya dalam pengembangkan kreativitas. Tinjauan Pustaka Pembicaraan tentang Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah sebetulnya sudah sangat banyak dikemukakan oleh para ahli. jurnal dan sebagainya. Berbicara mengenai anak prasekolah. sebagai engine bagi pendidikan anak dan juga sebagai penjemput hari depan bangsa agar lebih gemilang. Semua itu muncul sebagai upaya mempersiapkan generasi yang unggul dengan berbagai pendekatan dalam pendidikan anak sejak usia dini atau usia prasekolah. Akan tetapi. makalah. maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. dimana Kak Seto dapat dikatakan sebagai seorang praktisi yang bergerak dalam bidang kreativitas anak. Sebab. para ahli mendefinisikan batasan-batasan umur mereka antara yang satu dengan yang lain berbeda. menumbuhkan sikap kritis dan bebas berbuat sesuai dengan etika sehingga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Mengingat salah satu tujuan dari pendidikan anak usia pra sekolah adalah pengembangan kreativitas. perkembangan anak selain dipengaruhi oleh faktor novice juga dipengaruhi oleh faktor ekstern. menyebabkan kesulitan dalam usaha untuk menghubungkan antara batasan umur dan kecakapan anak.C. Memberikan kontribusi bagi siapapun yang akan mengkaji pemikiran Kak Seto khususnya tentang pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. Untuk mengetahui tentang kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. Sebagai pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan kewajibannya dalam kegiatan belajar mengajar yang senantiasa berinteraksi dengan anak didiknya untuk mengapresiasikan momen belajar. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Sebagai pedoman bagi keluarga dalam pembentukan dan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. baik yang muncul dalam bentuk buku-buku. seperti contoh yang telah ditulis pada penegasan istilah. penulis mencoba untuk menarik benang merah mengenai batasan umur anak pra sekolah yaitu 2-6 tahun . anak-anak hendaknya diarahkan dan dilatih agar mampu mengembangkan kreativitas pada dirinya sendiri. Kegunaan Penelitian Diharapkan menjadi media pengembangan terutama pada wilayah pengembangan kreativitas anak usia prasekolah baik bagi penulis maupun yang membacanya. Hal yang cukup meresahkan penulis sehingga munculah ide penulisan skripsi ini adalah kepedulian penulis terhadap anak-anak usia prasekolah akan keberhasilan pendidikan. Untuk mengetahui pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto. Pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah penting dilakukan. Dengan adanya perbedaan pendapat itu.

Sumber Primer Sumber authority ini secara umum adalah karya ilmiah mengenai ide dan pemikiran Kak Seto. Dan sepengetahuan penulis. mahasiswi Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto. Dalam Skripsi Ita Wahyuningsih (2006) yang berjudul Menumbuhkan Sikap Religius Pada Anak Prasekolah (tinjauan secara psikologis). belum pernah ada judul yang sama sehingga penulis ingin meneliti lebih jauh. meneliti cara menumbuhkan dan mengembangkan sikap religius terhadap anak usia 2-6 tahun (prasekolah). Diantara buku dan karyanya tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kak Seto. sekolah maupun masyarakat tetap disebut sebagai anak prasekolah.dengan maksud agar ada sebuah kejelasan tentang batasan umur yang dimaksudkan dalam skripsi ini. tetapi masalah yang penulis angkat berbeda. namun kajian yang dilakukan oleh Deni Sawaludin hanya mengupas metode dan arah pengembangan manusia secara umum menuju kesempurnaan manusia serta membahas pula proses terjadinya kreativitas pada manusia. Akan tetapi skripsi yang bertemakan tentang pendidikan anak khususnya usia prasekolah sudah banyak diteliti. Penggunaan istilah anak prasekolah ini tidak hanya untuk anak-anak yang memasuki Taman Kanak-Kanak atau Play Group. 1998. Tetapi skripsi ini hanya menyinggung faktor yang mempengaruhi tumbuhnya sikap religius pada anak pra sekolah semata serta berbagai strateginya. Nasrulloh pada tahun 2001 juga meneliti tentang Tanggung Jawab Keluarga Muslim dalam Pembentukan Kepribadian Keberagaman Anak (Tinjauan Sosiologi Pendidikan). Metode Penelitian 1. diantaranya pernah dilakukan oleh Deni Sawaludin. Skripsi yang di teliti oleh Irfan Tinzila tahun 2000 berjudul Faktor Orang Tua dan Bakat Anak dalam Pendidikan menurut Perspektif Islam. Dalam hal ini yang menjadi fokus utama adalah mengetahui bagaimana sebenarnya cara mengembangkan kreativitas pada usia anak prasekolah menurut Kak Seto yang usianya 2-6 tahun. Jakarta: Gramedia. G. baik yang berada di lingkungan keluarga. yaitu sebuah skripsi yang berjudul Konsepsi Pendidikan Islam tentang Upaya Pengembangan Kreativitas Manusia. Penelitian yang secara khusus mengkaji pengembangan kreativitas anak usia prasekolah menurut Kak Seto khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto kiranya belum pernah dilakukan. sikap dan perilaku orang tua. Sumber ini bisa berupa buku-buku karangan beliau. berkembangnya individu anak dan disitu pulalah tahap-tahap awal proses pembentukan kepribadian anak melalui internalisasi nilai-nilai yang terpantul dari emosi. Akan tetapi semua anak yang berusia 2-6 tahun. Yang membedakan penelitian skripsi ini dengan yang lainnya adalah skripsi ini akan memaparkan berbagai gambaran kreativitas anak prasekolah beserta strategi mengembangkannya menurut Kak Seto. Memacu Bakat dan Kreativitas. Di dalamnya menerangkan bahwasanya keluarga adalah inti tempat berinteraksi yang pertama dan utama bagi anak. disertasi atau makalah-makalah yang tertuang dalam jurnal. membahas tentang pentingnya bakat anak sebagai faktor penting dalam pendidikan kaitannya dengan fitrah serta pengaruh dari orang tua dalam pengembangan bakatnya. majalah serta media yang lain. Walaupun ada sedikit kesamaan dalam penelitian ini yakni terkait dengan anak prasekolah ditinjau secara psikologi. . Ia seorang alumni Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto tahun 1999. Sumber Data a. Dalam hal itulah.

Utami. menggunakan metode wawancara. Jakarta: Pustaka Alkautsar. baik berupa buku maupun makalah. Yogyakarta: Erlangga 4) _________. Data ini berupa berbagai karya tulis Kak Seto. Jakarta: PT. Sumber Sekunder Untuk memperluas kajian serta memperdalam pembahasan. Bengkel Kreativitas: 10 Cara Menemukan Ide-ide Pamungkas Melalui Pergaulan Lingkungan. 7) Campbell. Yogyakarta: Mitra Gama Widya. Bandung: Kaifa.2) _________. 18. Gramedia Pustaka Utama. Kiat Menggali Kreativitas. Jakarta: Erlangga. Data mengenai ide atau pemikiran Kak Seto. Kreativitas dan Keberbakatan:Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. hlm. Bacaan. Seni. yaitu mengumpulkan information yang relevan dengan fokus penelitian yang penulis laksanakan ini. antara lain adalah : 1) Munandar. 3) Nursisto. Kreatif Sains 4-6 Tahun. Kedua. Maimunah. Selain berasal dari berbagai karya tulis Kak Seto information mengenai ide atau pemikiran Kak Seto juga penulis peroleh dari hasil wawancara dengannya ataupun sumber yang lainnya. 3) _________. 10) Alkhalili. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan Pada Anak Sejak Usia Dini. Mengembangkan Kreativitas Anak. 2001. 2004. 9) Ayan. Mengembangkan Kreativitas. 2) ________________. Jakarta: Papas Sinar Sinanti. 6) Mulyadi. Analisis Data Setelah information terkumpul dan tersistematis. 2002. Permainan. Jakarta: Rineka Cipta. Berfikir. George. Disamping itu penulis juga mencari information dengan wawancara yang dilakukan langsung kepada Kak Seto untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. b. Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya: Buku Inspiratif Bagi Orang Tua dalam Membantu Mengelola Emosi Secara Positif. 1986. Suara Karya. Teknologi. 1997. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat . 4) Wahyudin. Mengembangkan Kreativitas Anda. 2002. Menuju Kreativitas. Jiwa Kreatif. A. 24 Juli 2006. Boulden. Bermain dan Kreativitas: Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain. Jakarta: Kanisius. Jordan. yaitu untuk memperoleh information tambahan yang berupa penjelasan dari pihak terkait (tokoh) dan berfungsi sebagai cranky check terhadap akurasi pemahaman penulis terhadap information yang berasal dari karya tulisnya. pertama metode dokumentasi. Data ini bisa berupa karya tulis atau dokumen yang membahas biografi Kak Seto atau bisa juga berbagai informasi written dari Kak Seto sendiri. maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa data. 2004. 2004. Berbagai information akan penulis kumpulkan meliputi: a. Alam Bawah Sadar. Jakarta: Gema Insani. Anna. 1999. penulis juga menggunakan beberapa karya tulis yang lain yang memiliki relevansi dengan obyek kajian yang sedang diteliti. P. Pengumpulan Data Pada langkah ini penulisan menggunakan. Seto. 6) Craft. Membangun Kreativitas Anak Secara Islami. 1-4. 2. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. E. Yogyakarta: Dolphin Books. yaitu: . 2005. 1999. 2005. 2005. Mengenai masalah ini penulis mencoba mencari tulisan Kak Seto yang relevan dengan fokus penelitian yang peneliti lakukan yaitu berkenaan dengan pengembangan kreativitas anak usia prasekolah. hlm. Perjalanan. David. Jakarta: Bintang Cemerlang. 5) _________. 2003. Merefresh Imajinasi dan Kreativitas Anak-Anak. Amal. b. Jakarta: Cerdas Pustaka. 5) Hasan. Data mengenai biografi Kak Seto.

. Ciri-ciri Kepribadian Anak yang Kreatif.ensiklopedi/setomulyadi/index. selanjutnya penulis menyimpulkan hasil akhir dari penelitian ini. serta Karya-karya yang telah dihasilkan. 1989: 70). berisi pembahasan tentang Kreativitas dan Strategi Mengembangkannya pada Anak Usia Prasekolah menurut Kak Seto yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Prasekolah Menurut Kak Seto. BAB II BIOGRAFI KAK SETO A. Tinjauan Pustaka. 2002: 64).Com.a. yaitu suatu jenis analisa yang berorientasi pada penemuan hubungan kausalitas. Bab II berisi pembahasan tentang Biografi Kak Seto. H. yang meliputi: Riwayat Hidup dan Pendidikannya. yang meliputi Latar Belakang Masalah. Faktor-Faktor Pengaruh Dari Proses Pengembangan Kreativitas Anak Usia Prasekolah. Analisa isi teks (content analitys). Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan. Analisa Komparatif. Analisa ini menggunakan pendapat-pendapat kemudian dibandingkan dengan yang lainnya (Moleong. Hingga akhirnya Kak Seto dan saudaranya bekerja keras untuk tetap melanjutkan sekolahnya serta dititipkan ke rumah bibinya di Surabaya (Kak Seto. Strategi Pengembangan 4 P menurut Kak Seto. Menarik Kesimpulan Setelah Langkah-langkah tersebut dilakukan. Urgensi Kreativitas Bagi Anak Prasekolah. Dengan analisa ini diupayakan pencarian berbagai faktor yang berhubungan dengan situasi dan fenomena yang diteliti. dimana isi dari kesimpulan tersebut mampu mencapai tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini. serta Identifikasi Pemikiran Kak Seto. Penegasan Istilah. Rumusan Masalah. Bab IV. Pada dasarnya ada 3 syarat didalam analisa isi teks ini. b. . Seto Mulyadi S. 2006:288).Psi yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Seto terlahir sebagai putra kembar dengan Kresna kembarannya dari pasangan Mulyadi Efendi dan ibu bernama Maryati di Klaten (jawa tengah) pada tanggal 28 Agustus 1951 Kak Seto. sapaan Seto dikala kecil. Akan tetapi disaat ayahnya meninggal dunia kondisi ekonomi di keluarganya menjadi kembang kempis dan kurang dapat memenuhi serta mencukupi biaya sekolah anak-anaknya. yaitu Penutup yang berupa Simpulan serta Saran-saran dan diakhiri dengan Daftar Pustaka. yang karenanya diberi judul Pendahuluan. sistematis dan mudah dipahami penulis menyusun skripsi ini dengan sistematika sebagai berikut Bab we berisi pembahasan tentang berbagai hal yang menjadi kerangka awal penelitian ini. Bab III berisi pembahasan tentang Konsep Kreativitas Anak Usia Prasekolah yang meliputi: Pengertian Kreativitas Anak Usia Prasekolah. adalah seorang direktur pada perusahaan perkebunan Negara di Klaten yang cukup mampu dalam hal ekonomi. Bab V.shtml). Karir dan Pengabdiannya. dimana analisa isi teks yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisa isi teks yang melibatkan olahan filosofis dan teoritis. Tujuan dan Kegunaan Penelitian. sistematis dan generalis (Noeng Muhadjir. yaitu obyektifitas. Riwayat Hidup dan Pendidikan DR. Ayah tong. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan tulisan hasil penelitian yang runtut.

seperti halnya tatkala di Surabaya. Pak Kasur. dibentak-bentak dan dimarahi oleh tuan saya. ia merasakan bekerja jadi pembantu rumah tangga. dan lulus tahun 1969. Kak Seto pernah berprofesi sebagai pedagang asongan di jalan-jalan selepas sekolah. karena kecintaan terhadap anak-anak merupakan sesuatu yang berawal dari kerinduan datangnya seorang adik yang telah meninggal diusia tiga tahun. Tidur dengan beralaskan dua keset yang digabung tanpa selimut dan kasur. dan sejak saat itulah saya mulai memakai nama Kak Seto. ia tertarik pada acara yang diasuh ibu Kasur di TVRI. Sementara Kresna diterima di kedokteran dan kakaknya. menjadikan ia tertekan. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang kekurangan karena meninggalnya ayah Kak Seto. ketika itu baru berusia 12 tahun. Disamping menjadi pedagang asongan Kak Seto mulai aktif mengisi sebuah rubrik untuk anak-anak di majalah terbitan Surabaya. Eka Putri Duta Sari. Akhirnya Kak Seto dijadikan asistennya Pak Kasur. Kak Seto mengawali pendidikannya pada sekolah dasar SD Ngepos. baik di Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia. Kak Seto mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Deviana gadis yang dicintainya yang usianya terpaut 20 tahun. Kak Seto tetap bisa aktif di OSIS bersama kembarannya (Kresna). Tetapi. kali ini joke kegagalan kembali menyertainya. saya mulai dari bawah. Waktu baru di Jakarta. 2005: 62). Demi meringankan beban bibinya dan juga untuk memenuhi biaya sekolah. Shelomita Kartika Putri Maharani. Bahkan rapornya selalu bagus. Dengan kekecewaan yang dialaminya. Ketertarikannya pada acara yang diasuh oleh ibu Kasur. Hingga sampai sekarang panggilan akrab dikalangan manapun adalah Kak Seto. Louis Surabaya yang tepatnya usia Kak Seto menginjak 14 tahun. Tepat pada hari pernikahan. 27 Maret 1970. hanya meninggalkan sepucuk surat kepada ibunya (Wawancara 20 Januari 2007). Setelah Lulus dari SMA. dan diusianya yang ke 36 tahun. tuturnya. Walau sekolah sambil bekerja. lanjut pria yang merasa tenang bila dekat ibunya ini. Kak Seto dikaruniai dikaruniai empat orang anak yaitu. Kak Seto joke berangkat tanpa pamit. Bersama Pak Kasur. ujarnya. Jakarta Pusat. dan membawanya ke Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. waktu subuh. yang menerimanya. tahun berikutnya. di saat tamu berdatangan. Setiba di Jakarta Kak Seto menjadi pengangguran yang luntang-lantung karena tidak memiliki saudara dan biaya hidup. sehingga ia berusaha mencari ibu Kasur dengan niat untuk berguru (ngenger). Kak Seto menumpang di garasi milik keluarga temannya. bersama . kenang Kak Seto (Wawancara 20 Januari 2007). di rumah tempatnya menumpang. tutur Kak Seto. Bimo Dwi Putra Utama. Kak Seto bisa menumpahkan obsesi masa kecilnya. Hingga suatu ketika. Tetapi untuk beristirahat dimalam hari. jadi tukang semir sepatu di Blok M. jadi tukang batu. Klaten dan lulus tahun 1963. Tapi. hingga akhirnya Kak Seto memutuskan meninggalkan rumah dan pergi ke Jakarta. Sembari bekerja serabutan dia kemudian mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. cita-citanya menjadi dokter kandas dan tidak diterima di fakultas kedokteran. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya Kak Seto bekerja sebagai tukang batu. Berat sekali keadaan waktu itu. ia bercita-cita untuk melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran. Dari hasil pernikahannya tersebut. Kemudian melanjutkan ke SMP Klaten dan lulus pada tahun 1966 (Kak Seto. akhirnya Kak Seto dan Kembarannya (Kresna) pindah ke Surabaya dan menetap di rumah bibinya untuk melanjutkan sekolah di SMA St.Pada tahun 1987. dan yang terakhir Nindya Putri Catur Permatasari (Kak Seto. pengantin baru Seto-Devi melaksanakan nazarnya: mendongeng di panti asuhan. ). serta sesekali menulis di majalah Si Kuncung. Pilihannya joke makin mantap di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI sebagai ajakan Bu Kasur. yang dikenal sewaktu berkenalan di kereta. Ma’ruf masuk AKABRI.

TK yang didirikannya terbagi dalam 3 jenjang yaitu: Parkit untuk anak usia 3 tahun.com). unsur pendidikan yang ada dalam lagu-lagu kedua tokoh tersebut adalah bahwa lagu merupakan proses bermain.com). akhirnya ia memutar haluan dengan meneruskan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Karena bu Kasur adalah salah satu tokoh pendidikan anak yang lahir di Jakarta pada tanggal 16 Januari 1926. seorang Direktur Bank Indonesia. beliau juga pernah mendapatkan penghargaan antara lain: Bintang Budaya Parama Dharma tingkat nasional.figurpublik. Kak Seto akhirnya dapat berhasil menyelesaikan module Strata Dua (S2) pada tahun 1989 dan berlanjut sampai meraih gelar Doktor dalam bidang Psikologi pada tahun 1993 (KakSeto. lagu seperti sayang semua misalnya mengandung unsur pembelajaran sekaligus pendidikan meskipun sederhana (www. bermain sulap bersama anak-anak. Oleh karenanya lagu yang diciptakannya terhindar dari huruf R dengan maksud agar bisa dinyanyikan oleh anak balita (www. beliau bernama lengkap Sadiah yang menjadi seorang istri dari Soerjono (dikenal pak Kasur) dengan dikaruniai 5 orang anak dan 11 cucu. maka beliau patut mendapatkan julukan Pakar Pendidikan dan Psikologi anak Indonesia dengan mottonya : bangsa yang besar adalah bangsa . ia memperdalam kajian keilmuannya dibidang Psikologi dengan melanjutkan Program Strata Dua di Universitas Indonesia sambil mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak -anak di Taman Mini Indoneia Indah.com) Pak Kasur dan bu Kasur adalah pahlawan dan tokoh pendidikan anak.figurpublik. Suryaningdiah.ensiklopedi/setomulyadi/index.com). Kutilang untuk anak usia 4 tahun dan Cenderawasih untuk anak 5 tahun. Pikiranrakyat. Kak Seto juga dipercaya untuk membantu dan mengasuh anak-anaknya Soeksmono Martokoesoemo. . Hal ini disampaikan bu Kasur. Hasrat besar dalam mendidik anak juga diobsesikan Bu Kasur dan Pak Kasur dengan mendirikan Taman Kanak-Kanak.Com. hingga akhirnya dapat memperoleh gelar sarjana psikologi (S. Suryo Prabowo.shtml).ensiklopedi/setomulyadi/index. Surjo Prasojo dan Suryo Pranoto (www. Setelah menyelesaikan kuliahnya (Strata Satu). Dengan peran beliau dalam dunia pendidikan anak. Jakarta pada tahun 1983 atas mandat dan kepercayaan dari Ibu Tien Soeharto. Dengan kerja kerasnya dan kecintaanya kepada dunia anak. Dari kelima anaknya adalah Sursantio. Dengan bukti ia adalah seorang seorang pencipta lagu-lagu bernuansa pendidikan anak..com). bahkan lebih dari 140 lagu pendidikan anak sedangkan bu Kasur tidak lebih dari 20 lagu (www.Henny Purwonegoro. Kepiawaian dan kecintaanya kepada dunia anak. Disamping membantu pak Kasur mengelola Taman Kanak-kanaknya di Situ Lembang Jakarta Pusat. Pengalaman bersama Bu Kasur adalah merupakan salah satu unsur dari faktor keberhasilan Kak Seto dalam dunia anak hingga saat ini.shtml. Penghargaan Pembawa Acara Anak-anak Legendaris di televisi. belajar sambil bernyanyi.Com.pikiranrakyat. Selain itu anak-anak dalam bernyanyi bersama juga dapat melatih empati terhadap teamnnya sebab mereka akan tau kapan harus bersuara atau kapan giliran temannya bersuara serta belajar disiplin dan dilatih untuk mengenal irama.Psi) pada tahun 1981 (Kak Seto.Download 26 Maret 2007). Pelaksanaan pembangunan Istana Anak-anak di TMII itu akhirnya dapat berkembang dan menyebar diberbagai cabang di Jakarta dan Bandung di bawah yayasan Mutiara Indonesia karena memiliki peminat yang cukup banyak. Disamping itu lagu anak dimaksudkan untuk menanamkan jiwa kasih sayang dan kecerdasan kognitif. Berproses dari kegagalan menjadi seorang dokter serta saran dari pak Kasur dan bu Kasur.figurpublik. Kak Seto mendongeng. Women of a year dari Italia (www.

Jakarta dan kelompok bermain Istana Anak-anak di yang dikembangkannya sambil menyelesaikan kuliah Strata Dua di Universitas Indonesia Fakultas Psikologi. 2. menulis artikel. Anggota World Council for Gifted & Talented Children semenjak tahun 1994 sampai dengan . yang akhirnya Kak Seto menjadi asisten Pak Kasur. organisatoris dan sekaligus menjadi artis) (Wawancara 20 Januari 2007). 5. Hal ini dilakukan karena Kak Seto memiliki sebuah prinsip dalam berKreativitas yakni Kak Seto sebagai SEBOA (saintic. Praktisi yang digeluti Kak Seto pada dunia anak merupakan aktifitas yang berasal dari didikan pak Kasur. dan buku – buku tentang Pendidikan anak hingga akhirnya menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta pada tahun 1994 sampai 1997 (Wawancara 20 Januari 2007).akan tetapi setelah ia bertemu dengan ibu Kasur dan pak Kasur. Yogyakarta dan tempat lain yang terkena bencana alam. Kak Seto juga merambah ke dunia internasional dalam aktifitas pengabdiannya terhadap dunia anak. Ancol. ia diterima bekerja di Taman Kanak-Kanak Situ Lembang. Taman Mini. Soeksmono Martokoesoemo hingga selesai kuliah S1 (Kak Seto. Jakarta Pusat. Selain menjadi tenaga pengajar beliau juga aktif dan kerap menjadi pembicara dalam seminar. pedagang asongan dan pembantu di hotel-hotel. Pendirian Trauma Center ini ditujukan untuk menangani gangguan traumatis pada anak-anak Aceh yang menjadi korban bencana alam Sunami yang dahsyat tersebut.tokohindonesia. bisnismen. Kak Seto bekerja menjadi dosen di Universitas Tarumanegara. Karir dan Pengabdian Pertama kali merantau di Jakarta. Play group.yang mencintai anak-anak dan berharap supaya semua orang menganggap setiap hari adalah hari anak. Selain bertugas menjadi asistennya Pak Kasur Kak seto juga bekerja menjadi pembantu dan pengasuh anak di rumah Direktur Bank Indonesia. dengan bukti antara lain beliau pernah menjabat sebagai: 1. artis baik dilayar lebar maupun acara anakanak diberbagai tempat seperti mall.com) Sejak tahun 1983. Pada tahun 1982 sampai dengan sekarang dan juga membentuk dan mengetuai Yayasan NakulaSadewa yang menghimpun anak-anak kembar yang berasal dari keluarga kurang mampu semenjak tahun1984 sampai sekarang. Kak Seto mulai bekerja menjadi orang kepercayaannya Ibu Tien Soeharto untuk mengetuai pelaksanaan pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah. educator. B. Anggota Creative Education Foundation semenjak tahun 1993 sampai sekarang. Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia pada tahun 1983. Untuk itu aktivitas yang diperankan Kak Seto menjadikan dirinya dinobatkan sebagai ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998 hingga sekarang dan bersama dengan pemerintah merealisasikan pembentukan Trauma Center di Aceh. 4. Kak seto adalah tokoh pemerhati anak-anak dan giat membela anak-anak. Selain bergerak dilembaga nasional. Aktifitas yang dimaksud adalah aktifitas di lembaga sosial dengan mendirikan sekolah Taman Kanak – Kanak Mutiara Indonesia. dan sebagainya. Jakarta. saat itu. Kak Seto mengalami kegagalan dan penderitaan dengan menjadi kuli. baik menyangkut tindak kekerasan terhadap anak ataupun penindasan dan pelecehan. Anggota International Society for Twins Studies sejak tahun 1985 sampai sekarang. Director at-large International Council of Psychologists tahun 1985 3. Selain Beliau juga sebagai bisnismen.1985. www. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah Kak Seto memiliki berbagai aktifitas selain sebagai tenaga pengajar atau Dekan diperguruan tinggi. Setelah diselesai Program S3-nya dan sebagai pakar Pendidikan Anak dan Psikologi.

hingga akhirnya Kak Seto dapat menggondol gelar sarjana Psikologi. ruang permainan anak dan semua ruangan didekorasi dengan berbagai warna yang ceria dan benar-benar membuat anak merasa dialam fantasi mereka. Kak Seto mendongeng. Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada tahun 1998. Peace Messenger Award. Kak Seto juga aktif terhadap kegiatan penelitian yang telah dilakukannya sekitar tahun 1981 sampai dengan sekarang. Sehingga dalam pengabdiannya itu mendapatkan berbagai pengalaman mengenai perilaku dan berbagai corak kepribadian anak. Diantara berbagai penghargaan yang pernah diraihnya antara lain : 1. 2. Pendiri Sekolah Rumah (homeschooling) dan sekaligus sebagai ketua Assosiasi Homeschooling sampai sekarang. Karya-Karya Kak Seto Mulyadi Aktifitas yang telah dilakukan oleh Kak seto berkaitan dengan pengabdian. kategori Social Activity dari World Children’s Day Foundation & Unicef pada tahun 1989. Dengan membaiknya keadaan ekonomi dari hasil jerih payahnya. 2005: 63). Kehidupan yang dijalaninya dengan keoptimisan yang luar biasa. Sebagai Orang Muda Berkarya. perhatian. 6. terkait dengan pendidikan dan cara mengasuh anak antara lain sebagai berikut: 1. bersama Henny Purwonegoro. Itulah wujud peran Kak Seto dalam menjalin kecintaannya terhadap dunia anak. 4. Diantara hasil karya tulisnya yang pernah dipublikasikan dan yang dapat penulis temukan. kolam renang mini. Ketua Yayasan Nakula dan Sadewa. Penghargaan ini diberikan oleh Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar pada tahun 1987. The Outstanding Young Person Of The World. Dengan menciptakan beberapa lagu anak-anak dan memerankan bonekanya (Si Komo) sehingga ia joke makin lekat dengan anak-anak. Ketua Yayasan Asah Pena Indonesia. Yang kemantapan itu makin terlihat di saat mengasuh acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di TVRI.sekarang. kategori Contribution to World Peace dari Jaycess International yang diberikan pada tahun 1987. Naskah buku ini memberikan gambaran yang lebih mudah dimengerti mengenai konsep Bakat dan kreativitas yang tersusun dalam cerita anak – anak yang disertai dengan berbagai contoh pribadi anak yang . 3. Dunia anak yang digeluti Kak Seto merupakan keniatan dan kemantapan hati semenjak ia bertemu dengan Pak Kasur. C. Dan masih banyak lagi penghargaan yang tidak dapat diuraikan pada penelitian ini (Kak Seto. New York. 8. The Golden Balloon Award. New York. Penghargaan ini merupakan wujud kategori Pengabdian Kak Seto pada dunia anak-anak yang diberikan dari Presiden RI pada tahun 1987. dan masih banyak jabatan yang pernah dipegangnya hingga penulis tidak mampu melacaknya secara fact (Kak Seto. 2005: 62-63). ruang kelas. bermain sulap bersama anak-anak. 7. 5. belajar sambil bernyanyi. Atas pengabdian dan kecintaan Kak Seto pada dunia anak-anak sampai kapan joke akan terus dilakukannya. Memacu Bakat dan Kreativitas Buku ini merupakan usaha penulis yang telah diterbitkan pertama pada tahun 1998. sehingga beliau mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Kak Seto mengundurkan diri dari keluarga Soeksmono dan membangun tempat tinggal di daerah Cireundeu serta memanfaatkan tanah seluas 2000 scale persegi untuk dibangun sarana bermain anak-anak seperti halnya perosotan atau ayunan. dan pembelaan kepada anak-anak banyak sekali dilakukan. Melalui aktifitas tersebut.

Naskah buku ini berisi beberapa konsep tentang kreativitas. 27 Nov 2005. Bila Anak SD Menulis Buku. 2. 7. 3. internet dan berbagai Koran antara lain : 1. Tulisannya dalam bentuk artikel atau makalah dalam majalah. Juli 2003. Suara Merdeka. Selasa 18 Mei 2004. Diantara hasil non tulis yang dimaksud adalah Boneka besar Sikomo. Home Scooling. Jum’at 09 Sep 2005. 12. Buku Inspiratif bagi semua orang tua untuk membantu anak mengelola emosi secara positif. 13. serta pengembangan cerita dan penambahan tokoh baru yaitu Komi sebagai komodo berwarna hijau. Anak Bukan Untuk Guru. 6. 5. jurnal serta telah diseminarkan diberbagai lembaga pendidikan baik Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi. Selain dipublikasikan dalam bentuk buku. Selain itu buku ini juga memberikan penajaman dan kelanjutan dari buku yang berjudul memacu bakat dan kreativitas anak. Kompas. Hidayatullah. Berisi tentang psikologi perkembangan anak yang menjelaskan tentang perkembangan fisik otak dan intelektual anak/tahapan perkembangan usia anak ( 0-12) tahun. 08 Mei 2006. 11. Pikiran Rakyat. 6. 4.kreatif serta pola pengembangan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. Suara Karya. makalah. Kreatif Matematika 4-6 tahun. 08 Mei 2006. Suara Karya. Rangsang si Kecil Untuk Aktif Berkreasi dengan PC . . Juni 2006. 24 Juli 2006: 18). Buku ini merupakan cara kreatif untuk memperkenalkan sains/ilmu pengetahuan kepada anak-anak usia 4-6 tahun dengan menampilkan benda-benda atau kegiatan anak-anak dalam keseharian hidupnya.p 8-10. Minggu 7 Agustus 2005. p17-20. Disertai tips memperkenalkan pengetahuan kepada anak. Tokoh Sikomo memiliki beberapa . Kimi komodo berwarna kuning. akan tetapi juga menawarkan prinsip dan berbagai strategi di dalam mencerdaskan emosi anak. Senin. Buku ini tidak hanya memaparkan tips dan strategi mengelola amarah pada anak. 05 Desember 2005. Sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas. anak pra sekolah dan kegiatan bermain. 2. Sekolah Jadi Penjara Bagi Anak. Lampu Hijau Untuk Homeshcoolling. Buku ini juga memaparkan belajar Matematika dengan indication kreatif anak-anak. Gerbang. Hidayatullah. 3. Hidupkan Kembali Tokoh Komo. aktifitas tulis menulis Kak Seto juga telah di publikasikan diberbagai surat kabar. serta Kimo yang memiliki warna merah muda yang ketiganya disingkat menjadi KOMIMO (Suara Karya. Com. Erlangga. Com. Homescholling sebagai Pendidikan Alternatif. 4. Suara Karya. 24 Juli 2006. Kreatif Sains 4-6 tahun. 9. . Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya. Anakku. Sahabat dan Guruku. Bermain dan Kreativitas : Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain yang terbit tahun 2004. Sekolah Bukan Tempat yang Menyenangkan (Kurikulum Sekolah Terlalu Memberatkan). Joging Sambil Berlatih Bicara. Kak Seto juga menciptakan berbagai hasil karya non tulis baik untuk media pembelajaran terhadap anak usia prasekolah maupun yang bersifat komersial. hal 18. Cerdas Bukan Hanya Pintar Matematika. 5. majalah. 8. 10. 05 mei 2006. Tetapi Guru Untuk Anak. 7. Membesarkan Anak dengan Senyum. Mengoptimalkan Perkembangan Kecerdasan pada Anak Usia Dini. Panduan Perkembangan Anak.

Atau berfikir ini juga dapat dianalogikan dengan menikmati makanan direstoran yang semuanya sudah dihidangkan didepan kita tanpa susah dan berfikir untuk membeli bahan makanan atau minumannya. kreativitas atau creativity quotion (CQ) merupakan aktifitas yang dimiliki oleh otak kanan yang lebih mudah dikembangkan dari pada IQ (wawancara. Artinya bahwa seorang anak akan memiliki kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. pokok serta tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Kesemua nama dan cerita Sikomo tersebut ditayangkan guna memberikan pendidikan karakter positif untuk anak karena tokoh-tokohnya adalah anak yang riang gembira. Kontribusi kreativitas bagi pembentukan karakter dan kualitas masa depan peradaban umat manusia tidak bisa dipungkiri. Torrance juga berpendapat bahwa daya imajinasi. Bila seorang anak melakukan aktifitas kreatif untuk dapat mewujudkan diri. kemudian meminta mereka memberikan reaksi terhadap apa yang ada dihadapan mereka. buku teks dan tulisan dipapan tulis yang dihadapkan murid-murid. (). Selain itu. apalagi pola berfikir kreatif merupakan bentuk pemikiran sampai saat ini masih kurang mendapatkan perhatian dalam pendidikan formal. Tetapi berfikir proaktif yang berarti anak didik disekolah harus keluar kedunia nyata dan bertindak secara langsung sangat jarang sekali dilakukan. Karena dengan kreativitas seseorang mampu memberikan solusi dan kemajuan hidup. dan sebagainya. dan orisinalitas dari subyek yang kreativitasnya tinggi dapat mengimbangi kekurangan dalam daya ingatan pada diri seseorang hal ini sebagaimana yang dikutip oleh Utami Munandar ( 2002: 10).teman yang merupakan hewan-hewan Indonesia. mengemukakan bahwa kreativitas penting dalam kehidupan serta perlu dipupuk dan dikembangkan sejak usia anak-anak. Ebo adalah Elang bondol dari Jakarta yang semua nama disingkat menjadi ABCDE. apalagi dinafikan. Selain itu Kak Seto juga memproduk beberapa bentuk dongeng yang beragam dan berbagai bentuk mainan anak-anak seperti kereta kayu mainan. hingga menyajikannya. kreativitas juga dapat menjadikan seseorang mampu melihat berbagai kemungkinan dalam pemecahan masalah serta memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya. . serta berbagai lagu anak anak seperti sikomo lewat. Menurut Kak Seto. BAB III KREATIVITAS ANAK USIA PRASEKOLAH Kreativitas merupakan bagian yang penting. Padahal berfikir proaktif tentunya akan akan mampu menambah suatu pengalaman tertentu bagi anak Selain itu kreativitas perlu dikembangkan karena dilatarbelakangi bahwa dengan berkreasi seorang anak dapat mewujudkan dirinya sendiri untuk mandiri dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. mengolah bahan. hingga akhirnya anak-anak akan mendapatkan kepuasan dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dengan bukti bahwa sekolah lebih mengedepankan aspek berfikir reaktif dan mengesampingkan indication berfikir proaktif (Edward De Bono. maka secara langsung anak akan mencoba berfikir kreatif. Selain manfaat kreativitas yang telah ditawarkan Utami Munandar diatas. memanagement pengeluaran proses memasak. Lebih lanjut Utami Munandar (1992: 45). Datu yang merupakan Badak bercula satu. banjir lagi. Cendi yaitu Cenderawasih dari Papua. jam kayu Kreatif. hidup sederhana dan saling menolong. 1993: 28) Berfikir reaktif disekolah dapat dilihat dari aktifitas sekolah yang lebih mudah meletakan dan memberikan lembar kerja siswa. bersahabat. seperti Ano yang berbentuk Anoa. 20 Januari 2007). Beki yang merupakan ayam Bekisar. rasa ingin tahu.

Sebab IQ sangat dipengaruhi oleh faktor pembawaan. seseorang mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya terhadap kebutuhan diri sendiri dan masyarakat. Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. ekonomi. pendorong (press). bentuk aktifitasnya hanya menunggu komando. baik dalam bidang pendidikan. Menurut David Chambell (1986: 11). Berawal dari konsepsi tersebut. secara otomatis kreativitas manusia diperlukan guna menjawab bahkan sekaligus sebagai alternatif dalam mengembangkan ide dan memecahkan persoalan dalam berbagai hal kehidupan. Dengan pendidikan. Apalagi dengan bermacam-macam tantangan. apabila kreativitas dirangsang. berguna (useful) dan dapat dimengerti (understandable). menghargai. kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru (novel). Di dalam segala aspek kehidupan. Sedangkan kreativitas dapat dikembangkan melalui dorongan dan kondisi lingkungan disekitar anak. sebelum lebih lanjut membahas tentang upaya pengembangan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari strategi 4 P. berfikir kreatif sangatlah dibutuhkan. kerja keras dan genetik. yaitu mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari aspek pribadi (person). membina. dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya atau peserta didik. Kreativitas Anak Usia Prasekolah 1. politik maupun dalam bidang sosial dan budaya. Selain itu pendidikan juga bertanggung jawab untuk memandu. mengembangkan dan meningkatkan bakat serta kreativitas seseorang. belum ada . 2004: 11). terutama bagi pembangunan masa depan bangsa dan negara. ditumbuhkan dan dikembangkan semenjak anak usia prasekolah. anak tersebut akan mengalami kerugian seumur hidupnya seperti tidak percaya diri. A. Selain usia anak prasekolah yang tergolong masih suci. proses (process). belajar. kesehatan. sehingga hidup hanya bersifat statis. Pada bab ini akan penulis paparkan terlebih dahulu mengenai konsep kreativitas anak usia prasekolah dan ciri-ciri anak yang kreatif. Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. Upaya mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. Akibatnya. Kak Seto memiliki ide-ide yang tema sentralnya adalah mengembangkan kreativitas anak ditinjau dari strategi 4 P. Pengertian Kreativitas Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan individu. Para ahli juga mengungkapkan. Kreativitas sebagai hasil karya baru (novel) berarti sesuatu yang bersifat inovatif. Oleh karena itu. adalah hal yang wajar bahkan merupakan suatu keharusan. produk (product). rangsangan yang diberikan ditahun-tahun pertama kehidupannya akan memberikan hasil yang pale besar dalam peningkatan potensinya. rasa malu yang berkelanjutan. bahwa didalam otak anak-anak terdapat suatu mekanisme (sikap kreatif) yang hanya dapat dihidupkan dalam satu masa tertentu saja (Kak Seto. pasif serta tidak memiliki inisiatif untuk maju dan berkembang. Pendidikan pada umumnya bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik guna mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal. bahwa kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. Apabila mekanisme tersebut tidak dirangsang oleh lingkungannya pada saat yang tepat maka akan sulit dihidupkan kembali di masa-masa berikutnya meskipun dengan menggunakan rangsangan yang sama.

Proses berfikir kreatif dapat pula dianalogikan sebagaimana berfikir dihutan untuk menghasilkan sebuah pola berfikir divergen. Sedangkan menurut budaya sesuatu dianggap baru jika gagasan itu belum pernah dijumpai dilingkungan masyarakat. 2005: 373). gagasan. Menurut Anna Craft (2004: 2) pikiran yang berdaya adalah suatu pikiran yang menghindarkan diri dari jebakan keadaan. pemecahan masalah secara khas yang akan mampu membawa seseorang kearah baru. angan-angan. Berguna (useful). Berfikir dihutan berarti berfikir kreatif yang mengandung perubahan arah dan situasi. sehingga mampu berfikir dan berkhayal yang diwujudkan dalam bentuk kerja keras untuk memperoleh sesuatu. menarik. Conny. Sedangkan Istilah kreativitas menurut JB. Imajinasi dalam pengertian ini adalah suatu bagian dari pikiran yang berdaya. Artinya bahwa imajinasi dapat menjadikan seorang anak berkembang pemikiran dan penalarannya. pemecahan. Terkait dengan berfikir dihutan. segar. Halpern mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu aktifitas kognitif atau proses berfikir untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang baru dan berguna atau new ideas and useful (Suharnan. mendidik. meski ditempat lain mungkin orang lain telah menghasilkan gagasan yang serupa namun hal itu terjadi secara kebetulan. aneh dan mengejutkan. mendorong. 1991: 45-46). Pencarian adalah suatu jalan untuk menemukan ide. mendatangkan hasil lebih baik/banyak. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. Kriteria baru dapat mencakup dua perspektif. penyelesaian perkara atau cara kerja baru. yang berdaya cipta. mencari celah atau jalan keluar dengan berbagai jalan dan cara untuk memecahkannya hingga akhirnya memperoleh lubang keberuntungan. talented display imagination. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. (Suharman. mampu untuk berbuat. mengurangi hambatan. penyelesaian dan cara kerja baru. mempermudah. berfantasi (mengangan-angan sesuatu yang difikirkan) untuk mencipta suatu karya atau ide-ide tertentu. Sykes berasal dari kata sifat artistic yang berarti creating. gagasan. gagasan. mengembangkan. means to create. penunjukan angan-angan. 2005: 373). yakni: pertama suatu gagasan dikatakan kreatif apabila memiliki kriteria baru didalam beberapa aspeknya. Yang dimaksud kreatif dalam perspektif psikologis adalah suatu gagasan yang baru atau strange apabila pemikir sendiri belum pernah menghasilkan gagasan itu. yaitu secara psikologis dan budaya. Dari pengertian tersebut aktifitas kreatif tentunya merupakan sebuah kesengajaan yang dilakukan seseorang dari sebuah proses imajinasi. Senada dengan pengertian kreativitas diatas. Sedangkan pemecahan kreatif merupakan ide. Kreativitas bila dipandang dari aspek psikologis tentunya memiliki kemiripan dengan sifat Allah yang maha pencipta yang dinamakan dengan sifat Al-badi’ (Hasan Langgulung. yang berarti pembuatan. pemecahan kreatif berada pada posisi disekeliling pencarian.sebelumnya. pemecahan kreatif dan lubang keberuntungan (David Cambell. . Apabila dilihat dari definisi tersebut maka ada dua hal yang penting yang perlu diberikan penjelasan. Makna kreativitas yang dimiliki manusia sesuai dengan sifat Al-badi’ berarti bahwa kreativitas manusia tidak bersifat sebagai pencipta murni tetapi kreativitas yang bersifat mengembangkan. Sedangkan istilah dapat dimengerti (understandable) merupakan suatu hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat dilain waktu. memiliki makna sesuatu yang bersifat lebih enak. 1986: 12-13). mengatasi kesulitan. lebih praktis. pemecahan masalah. keahlian sebagaimana biasanya (Semiawan. as good as slight skill. memperlancar. memecahkan masalah. Berfikir di hutan menurut De Bono meliputi tiga hal pokok yakni pencarian. 1995: 12). Lubang keberuntungan merupakan lubang kecil pada jalan pencarian yang membawa langsung ke ide.

Sedangkan aktifitas atau proses kreatif digunakan untuk menghasilkan pikiran yang berdaya. Ciri-ciri pokok merupakan sebuah kunci untuk melahirkan gagasan. Dialah maha pencipta dan maha mengetahui ( QS. : ) 6) Artinya: Dialah yang menggambarmu didalam rahim sebagaimana is kehendaki. Akan tetapi kreativitas yang bermakna daya cipta yang baru/original serta belum pernah dihasilkan oleh manusia. ciri-ciri yang memungkinkan dan ciri-ciri sampingan (David Chambell. Al. Hal ini dijelaskan dalamQS Al-An’am ayat 101 yang berbunyi: : ) 101) Artinya : Pencipta langit dan bumi. dengan ditandai oleh fluency (kelancaran). cara baru dan penemuan. QS. newness (baru) serta elaborasi (mengembangkan) dalam berfikir. tiada Tuhan kecuali Dia. Ali.An’am 102). Maka kreativitas perlu dikembangkan sejak dini. bagaimanakah ia bisa beranak padahal ia tidak beristri. Ciri-Ciri Kepribadian Anak Kreatif Menurut para ahli. mengkombinasikan dari sesuatu yang telah ada sebelumnya (Hasan Langgulung. Hal ini disebabkan berfikir kreatif sesungguhnya merupakan sebuah pemikiran yang melibatkan proses berfikir secara divergen (lebih dari satu jawaban). : ) 81) Bukanlah yang menciptakan langit dan bumi sanggup mencipta seperti itu. 2. Berdasarkan berbagai pengertian diatas. Al-An’am 101). didalam mendidik anak prasekolah yang memiliki daya imajinasi yang tinggi. ciri-ciri orang kreatif secara umum dikelompokan menjadi tiga kategori yakni ciri-ciri pokok. 1991: 46).meneruskan. . Itulah Tuhanmu. dapat diambil suatu benang merah bahwa kreativitas tentunya memiliki pengertian yang tidak terlepas dari prinsip pribadi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu.An’am 102. Dan Ia mencipta segala sesuatu serta Ia mengetahui segala sesuatu (QS. Tiada Tuhan kecuali Dia yang maha mulia dan bijaksana (QS. QS. terhindar dari jebakan. 1986: 27). Sebagaimana dijelaskan dalam Al-QS. fleksibilitas konseptual. Sesuai dengan pengertian tersebut.Imron 6 sebagai berikut: . pemecahan. Al. Yasin 81). Pencipta segala sesuatu. fleksibility (kelenturan). Yang termasuk ciri-ciri pokok yang dimiliki oleh anak yang kreatif antara lain: memiliki kelincahan mental untuk berpikir dari dan ke segala arah. Ya-sin 81. mampu berkembang dan memiliki segudang ide dan gagasan yang produktif dan menghasilkan solusi. Dialaha pengurus segala sesuatu (QS. namun hanya dimiliki oleh Allah semata dinamakan dengan sifat AlKholiq (pencipta). Ali Imron 6). memiliki berbagai ide serta diperlukan dorongan dari berbagai lingkungan sehingga mampu menghasilkan sebuah produk tertentu baik baru ataupun kombinasi. Al-Kholaq (pencipta) dan Al-Musowwir(pencipta/penggambar).

membentuk dan menghasilkan sebuah produk tertentu serta tidak mudah menyerah dengan pekerjaan yang menantang/berpetualang. Berbagai ciri-ciri anak yang kreatif seperti dijelaskan diatas. Menurut Utami Munandar (2002: 56). seseorang cenderung untuk mengtahui perasaan. Yang termasuk ciri-ciri sampingan adalah individu yang tidak pernah mengambil pusing apa yang dipikirkan orang lain dan kekacauan psikologis. ingin tahu. bersedia mengambil resiko. intuitif. lebih menyukai kompleksitas dari pada simplisitas. lambang-lambang. Dari hal tersebut dinyatakan bahwa tiap individu mampu berkembang dan berfikir kreatif. Karena kelincahan mental merupakan salah satu kemampuan untuk bermain-main atau mencoba dengan ide-ide. Kedua. segi dan mengumpulkan berbagai fakta yang penting dan mengarahkan fakta itu pada masalah atau perkara yang dihadapi dengan cara memerankan hubungan antara ingatan. ulet serta tidak bersedia menerima pendapat orang lain bila tidak sesuai dengan keyakinannya.orisinilitas. Kelincahan mental untuk berfikir dari dan ke segala arah (divergent thinking) dapat dilakukan oleh tiap individu. ketiga. memproses. pikiran dan kegiatan panca indera. pribadi kreatif yang dimiliki oleh anak prasekolah dicirikan dengan beberapa hal. Torrance sebagaimana dikutip Utami Munandar (2002: 56) juga mengatakan ciri-ciri individu yang kreatif dalam lingkungan masyarakat dapat ditunjukan dengan sifat berani dalam pendirian dan keyakinan. mampu berkomunikasi dengan baik. maka seseorang dapat mengetahui berbagai perhubungan diantara keduanya. Dari kelincahan mental yang dimiliki individu diharapkan akan mampu melihat masalah atau perkara dari berbagai arah. Selain itu. kesadaran serta apa tujuannya. mandiri dalam berfikir. maka akal dapat sampai kesuatu tanggapan lain yang memiliki hubungan itu juga (Cony Semiawan. Anak usia prasekolah adalah individu yang mampu bergerak dan berfikir. Urgensi Kreativitas Kreativitas sangat penting untuk dikembangkan sejak anak mencapai usia prasekolah. ingin tahu. apabila terdapat dua ide atau tanggapan. jika seseorang mengenali tanggapan dan hubungannya. memiliki arah hidup yang mantap. Ciri-ciri pokok yang digunakan untuk melahirkan gagasan. gagasan. Karena pada prinsipnya manusia hidup dapat dinyatakan dengan tiga kepribadian alami. percaya diri. Sebagaimana diungkapkan oleh Spearman bahwa: pertama. gagasan-gagasan. maka anak yang memiliki kreativitas tinggi relatif aktif terhadap keadaan maupun impulse yang ada sehingga berkeinginan untuk mencoba. memiliki kecakapan dalam banyak hal. 1985: 28). kata-kata dan khususnya melihat hubungan-hubungan yang tak biasa antara ide-ide. memiliki minat yang luas. anak beraktifitas sesuai dengan apa yang diinginkannya. berpikiran mandiri. . konsep. 3. berani dalam pendirian dan keyakinan. 1995: 20). Selanjutnya adalah ciri-ciri sampingan yakni tidak langsung berhubungan dengan penciptaan tetapi berupaya untuk menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup tetapi kerap mempengaruhi perilaku orang-orang kreatif. pantang menyerah. Dengan menggunakan indera dan anggota tubuh lainnya. pemecahan. bersibuk diri terus menerus apa yang disukainya. memiliki keingintahuan intelektual yang besar serta kaya akan entertainment dan fantasi. antara lain: anak memiliki inisiatif dalam berfikir. dan sebagainya ( David chambell. cara baru dan penemuan diawali dengan kelincahan mental (mental agility) untuk senantiasa menerapkan pola berfikir divergen. senang berpetualang. imajinatif. Ciri-ciri ini bisa dilihat pada seorang anak yang memiliki kemampuan untuk bekerja keras. Sedangkan ciri-ciri yang memungkinkan merupakan sebuah ciri yang membuat seseorang mampu mempertahankan ide-ide kreatif yang telah dihasilkannya. Gerakan tubuh yang dilakukan anak sebagian besar tergantung dari peran motoriknya. mandiri dalam berfikir dan dalam memberi pertimbangan.

Tahapan awal kehidupan anak merupakan tahapan penting. tetapi kreativitas terdapat dalam seluruh jenis aktifitas kemanusiaan dan fisik (Amal Abdussalam Alkhalili. Jika berat otak dewasa ratarata 1400 gram. 2005: 380). Selain hal diatas. Artinya apabila seseorang yang mampu untuk berkreasi. Utami Munandar (1992: 45) juga mengungkapkan bahwa kreativitas perlu dipupuk dan dikembangkan karena dengan berkreasi seseorang dapat mewujudkan dirinya. Begitu sebaliknya. urgensi kreativitas menurut Hasan Langgulung (1991: 112) adalah: pertama. Jackson serta Edwards dan Taylor (1961). kreativitas memiliki berbagai urgensi bagi anak prasekolah yaitu sebagai berikut: a. yaitu dorongan untuk mengatasi tantangan. www. Lebih lanjut Ali Khomsan juga menjelaskan bahwa ketika bayi baru lahir. untuk maju dan berkembang. kreativitas berperan sebagai proses intelektual. Karena menurut pembagian kerja tubuh. jumlah sel otaknya sudah mencapai 66% dan beratnya 27% dari berat maksimal. berat otak anak sudah mencapai 1200 gram. Ketiga. yakni kreativitas sebagai proses yang mengandung pengetahuan terperinci tentang bidang dan pengetahuan asas yang terkandung didalamnya. Seperti diungkapkan Renzulli yang dikutip Cony Semiawan dkk (1990: 67) dalam bagan sebagai berikut: Komitmen pd tugas kemampuan rata rata . Kedua. kedua. ketiga berkompetensi. kekuatan fisik dan hati akan bersatu untuk memperoleh: pertama. Kreativitas sebagai jantung inovasi Kreativitas sebagai jantung inovasi memiliki pengertian bahwa suatu inovasi tidak akan bergerak normal tanpa adanya kreativitas. Kemudian sel otak akan tumbuh sampai 90% dari berat maksimal.com). meletakan hipotesa-hipotesa. maka diusia 2 tahun. publication nova. menguji hipotesa serta menyampaikannya kepada orang lain. Kreativitas pada diri individu memiliki urgensi yang pokok bagi kehidupan. kreativitas sebagai gaya khas dalam hidup. Oleh karena itu diusia 2 tahun ini biasa disebut sebagai masa keemasan (golden age) (Ali Khomsan. semakin tinggi kreativitas seseorang jalan kearah inovasi semakin lebar pula. Artinya bahwa seseorang anak akan mampu memandang sesuatu yang baru pada yang lama dan setiap harinya merupakan hari perubahan atau kelahiran baru baginya dalam segala hal serta memiliki gaya hidup yang dinamik. kreativitas menjadikan anak mampu mencipta karya tertentu. secara otomatis organ tubuh berupa otak. Nursito (1999: 34-35) mengutip pendapat Getzels. Melihat sisi penting perlunya kreativitas dikembangkan semenjak anak prasekolah. Dengan demikian. kedudukan kreativitas memiliki peran sepertiga dari bagian yang lain untuk mewujudkan bakat yang dimiliki seorang anak. Sehingga dari ketiga hal tersebut merupakan salah satu bagian penting dari kebutuhan manusia. berafiliasi yakni dorongan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif. bahwa siswa (anak) yang berkemampuan kreatif tinggi pada umumnya mampu melakukan tugas dengan sama baiknya dengan para siswa/anak yang ber-IQ tinggi dalam feat test. yaitu dorongan untuk mencapai hasil kerja dengan kualitas tinggi. Apalagi di usia sekitar 2-4 tahun separuh perkembangan intelektual anak telah berlangsung dengan baik. berprestasi. karena anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses berfikir. kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak usia dini dengan tidak terbatas pada bidang seni atau ilmu pengetahuan semata. Artinya diusia ini memang masa perkembangan otak sangat cepat.

Berfikir Kreatif menurut para ahli merupakan proses berfikir secara divergen. Karena kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk memberikan gagasan-gagasan dan menerapkannya dalam pemecahan masalah yang di lakukan berdasarkan ciri-ciri aptitude dan non aptitude. Berfikir kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan dan mengatasi problem elucidate diperlukan latihan dan pembiasaan bagi anak.KreativitasKK Bagan diatas menunjukan bahwa keberhasilan berprestasi seseorang dalam menjalani kehidupan manakala mampu menggabungkan antara kemampuan yang dimiliki oleh tiap individu. bereksperimen. mencoba sesuatu. c. inkubasi. Belajar pada anak prasekolah dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan yang menyenangkan. Dalam tahap persiapan ini. sehingga mampu mencapai kepuasan dan kualitas hidup. menggunakan waktu. mencari jawaban. Dengan demikian anak yang berfikir kreatif akan mampu mengembangkan dan menggunakan semua bakat yang dimiliki. bereksperimen. kesempatan serta kemampuannya. pengetahuan dan pendidikan. . Berfikir divergen tepat digunakan dalam menghadapi berbagai persoalan. Memecahkan suatu permasalahan diperlukan berfikir secara kreatif. Menurut Guilford sebagaimana yang dikutip oleh Suharnan (2005: 377) bahwa proses berfikir divergen (divergent thingking) adalah suatu proses berfikir yang berorientasi pada penemuan jawaban atau alternatif yang banyak. Artinya bahwa pengikatan diri dari dalam yang berupa motivasi instrinsik untuk bertanggung jawab terhadap suatu tugas. 2002: 59). bertualang atau mengumpulkan fakta dan ide seperti yang dikutip oleh Jordan (1997: 54-55). Tahap persiapan menurut Wallas adalah suatu tahap berorientasi tugas ketika seseorang melakukan riset dengan membaca. dan sebagainya. agar kreativitas muncul dalam proses mengatasi suatu permasalahan dan memunculkan ide baru diperlukan empat tahapan. Disamping itu anak-anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga pada akhirnya mereka akan lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan-tantangan dimasa depannya kelak. anak prasekolah mencoba menjadi dirinya sendiri. Karena anak akan lebih berani mengungkapkan gagasan kreatifnya. Dengan Kreativitas anak lebih terpacu untuk belajar. diantaranya bermain. Kemampuan diatas rata-rata tidak berarti bahwa kemampuan itu harus unggul. seseorang aktif mengolah informasi dengan belajar berfikir. dan tentunya proses persiapan menjadi kreatif juga dipengaruhi oleh pengalaman yang dimiliki. Pemikiran kreatif adalah pemikiran yang menghargai pendapat anak. komitmen terhadap tugas serta mengembangkan kreativitas. Sedangkan bakat menduduki posisi kecil dari keberhasilan seseorang. masa menyimpan informasi yang sudah dikumpulkan. Anak kreatif memiliki kemauan dan lebih terpacu dalam belajar. bertanya untuk memunculkan ide baru/memecahkan persoalan. Sedangkan tanggung jawab/pengikatan diri terhadap tugas menunjuk pada semangat motivasi untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu tugas. pencerahan dan pelaksanaan (Utami Munandar. Melalui kegiatan seperti ini. yakni tahap persiapan. b. Tahap inkubasi merupakan tahap istirahat. Kreativitas sebagai pemecah berbagai problem. Menurut Wallas. meskipun gerakan yang dilakukannya bernilai imitasi. bertanya. mewawancarai orang. bernyanyi. Yang pokok ialah bahwa kemampuan itu harus cukup diimbangi oleh kreativitas dan tanggung jawab terhadap tugas. Belajar dengan menghargai pendapat anak akan membuka pengetahuan lebih luas dan berkembang.

Tetapi pikiran bawah sadar berfungsi mengaitkan berbagai gagasan untuk menghasilkan sesuatu yang baru.lalu berhenti dan tidak lagi merenungkannya. anak akan berusaha untuk memilih teman yang dianggap menyenangkan dan membantunya. Sikap kreatif yang dikembangkan sejak masa prasekolah akan mampu menumbuhkan kecerdasan sosial. Mampu memiliki kecerdasan intra personal Anak usia prasekolah memiliki aktifitas pokok yaitu bermain. Kecerdasan ini adalah suatu kecerdasan yang menunjukan kemampuan untuk peka terhadap dirinya sendiri. anak usai prasekolah telah memiliki kecerdasan intra personal. . Melalui kecerdasan intra personal inilah anakanak akan senang untuk melakukan introspeksi diri. anak yang memiliki kecerdasan sosial akan terbiasa menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya. serta elaborasi yakni kemampuan memerinci suatu gagasan pokok kedalam gagasan-gagasan yang lebih kecil. situasi atau masalah) dari berbagai sudut pandang. yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan yang banyak. mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya. Tahap pencerahan merupakan gagasan baru yang berpindah dari alam pikiran tidak sadar ke alam sadar. Melalui berfikir divergen. d. kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. anak prasekolah diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan dengan melibatkan kelancaran berfikir (fluency). Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Kreativitas Anak Prasekolah 1. Sejalan dengan berkembangnya pola pikir kreatif anak. Tahap yang terakhir adalah tahap pelaksanaan/verifikasi sebagai masa pembuktian seseorang memberi bentuk pada ide atau gagasan baru. menangani perselisihan antar teman. Faktor Internal. sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan disekelilingnya. anak usia prasekolah sudah cenderung berusaha untuk memahami kawannya dan biasanya memilih teman yang disukainya. Tahap pencerahan/iluminasi yaitu tahap munculnya suatu gagasan baru dalam pikiran untuk menjawab tantangan kreatif yang sedang dihadapi yang seakan-akan ide tersebut berasal dari ketiadaan. Motivasi intrinsik adalah motiv-motiv yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu (Syaiful Bahri Djamaroh. Dalam kelompok bermain. originalitas yakni bentuk keaslian berfikir mengenai sesuatu yang belum difikirkan orang lain atau tidak sama dengan pemikiran orang-orang pada umumnya. keluwesan berfikir. mengorganisasi. Untuk memunculkan ide melalui tahap pencerahan. juga termasuk kemampuan seperti memimpin. seseorang hendaknya mampu mengkondisikan diri dalam keadaan santai dan bebas tekanan. B. (flexibility) yakni kemampuan seseorang untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang terdiri dari kategori-kategori yang berbeda-beda atau kemampuan memandang sesuatu (objek. Kecerdasan sosial yang dimaksud adalah anak-anak cenderung untuk memahami dan mampu berinteraksi dengan orang lain atau teman-temannya. e. Motivasi (Press) Yang dimaksud motivasi dalam bahasan ini adalah motivasi intrinsik. Dalam berinteraksi dengan teman seusianya. memperoleh simpati dari anak yang lain dan sebagainya. Selain mampu memahami dan berinteraksi dengan baik. Berfikir divergen akan mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah. Kecerdasan intra personal merupakan kemampuan anak untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Menumbuhkan kecerdasan sosial pada anak. a.

2004: 95). serta mengatur pola makan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan. dialog. mengurus makan dan minumnya. b. sosio budaya. ( online. Diantara pola asuh yang dimaksud antara lain: memberikan kecukupan ASI ekslusif selama 2 tahun. Motivasi intrinsik dalam mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah memiliki peran yang sangat penting. Seperti pendapat Imam Ali bin Abi Thalib. pakaiannya dan keberhasilannya dalam periode pertama sampai dewasa. produktivitas dan kapasitas kreativitas (Jordan Ayan. Sebab kreativitas dapat dilakukan manakala anak mampu mempersepsi dan mengaktifkan rangsangan melalui indra penglihatan. suasana psikologis. mengembangkan kreativitas juga dipengaruhi oleh keinginan yang tinggi terhadap sesuatu serta cita-cita yang muncul dari pribadi anak. untuk mewujudkan dirinya. Beberapa hal yang mempengaruhi berkembangnya kreativitas anak antara lain: lingkungan fisik. menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. Selain kedua faktor diatas. bahwa banyaknya makanan didalam perut berakibat buruk pada intelegensi seseorang (Syafinudin Al Mandari. atau pendorong prestasi Pada diri setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya. dan kontrol. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. Dorongan-dorongan ini merupakan motivasi authority untuk berkreativitas ketika individu membentuk hubunganhubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya. Bahkan setiap indra bagi manusia merupakan suatu lingkungan mikro yang mempengaruhi pikiran. dan pengecapan. Kesehatan anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan konsumsi bahan makanan. perilaku orang tua/pendidik.2002: 115). Ketenangan dan kesehatan Setiap situasi menimbulkan perasaan yang disukai atau tidak disukai anak-anak. Mengkonsumsi makanan yang berlebihan akan berdampak pada kegemukan. 2. Perasaan yang tenang serta sehat akan jasmani dan rokhani dapat mempengaruhi proses berkembangnya kreativitas bagi anak. menentukan arah perbuatan. perasaan. Pengaruh keluarga . sekolah dan masyarakat. pendengaran. pendidikan inner dan eksternal. Menurut Sardiman (1994: 84) motivasi memiliki tiga fungsi yaitu: mendorong manusia untuk berbuat. 2002: 71). malas berkreasi dan mempengaruhi proses belajar. Mengembangkan kreativitas anak dipengaruhi oleh impulse dari lingkungan maupun pengalaman yang diterimanya. Pola asuh yang dimaksud adalah mendidik dan memelihara anak. lingkungan sosial. a. 2003: 101). Faktor Eksternal Faktor eksternal yang dimaksud disini adalah faktor yang berada diluar diri anak prasekolah dimana dia hidup. peraba. penciuman. Sehat dan aktifnya indra pada anak-anak akan mampu memberikan nuansa mental dan psikologis yang berpengaruh pada perilaku dan suasana hati. Lingkungan Keluarga Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak. dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang.com). Dalam pembahasan ini dipaparkan tiga hal yang mempengaruhi pengembangan kreativitas pada anak prasekolah yakni: keluarga. Melalui pembangkitan motivasi pada anak prasekolah menjadikan mereka memiliki keinginan dan keyakinan untuk mencoba melakukan sesuatu. Motivasi intrinsik merupakan motiv diri atau keinginan pribadi dari tiap individu sebagai suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau untuk bertindak melakukan sesuatu (Ngalim Purwanto.

Dalam lingkungan keluarga anak mendapatkan sentuhan pendidikan dari ayah dan ibunya. dan kesabaran serta tidak membebani anaknya (Wahyudin. antara lain: ibu mampu menjadi sumber dan pemberi kasih sayang. sebagai pengasuh. sehingga komunikasi antara anak dan orang tua seakan luntur ditelan kepadatan kerja. komputer dan sebagainya. sebagai pengatur kehidupan dalam rumah tangga. Sikap . tidak menjatuhkan harga diri anak meskipun memiliki banyak kekurangan. pemelihara kesehatan serta bertanggung jawab terhadap perkembangan jasmani dan rokhani.sangatlah besar bagi pembentukan sikap kreatif pada anak. alam semesta. Model pengasuhan ibu Einstein sangat memungkinkan kreativitas anak berkembang. karena dirumah anak bisa belajar lebih banyak pengetahuan dan merasa terpuaskan seiring dengan kemampuannya sendiri. hewan. menguasahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada serta memberikan pengertian secara empatis. Kegiatan belajar dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dirumah merupakan bentuk kegiatan yang sesungguhnya. yakni: menerima individu akan kelebihan dan kekurangannya. geologi dan sebagainya. Anak-anak sejak dilahirkan kedunia pertama kali sudah terlibat dalam pendidikan keluarga. sebagai pembimbing hubungan pribadi. Ibu yang merawat. Yakni menjadi dirinya sendiri sebagai manusia seutuhnya yang unik. sebagai tempat mencurahkan isi hati. 2002: 57). mendidik dan bergaul dengan anak harus mampu melaksanakan suasana belajar dalam kondisi apapun. membimbing dengan kasih sayang. Orang tua yang memiliki kesibukan dalam berkarir. Dengan hal itu keluarga merupakan bagian awal keberhasilan pendidikan terhadap anak-anak dirumah. Rumah adalah tempat pale baik bagi anak (Nano Sunartyo. manusia. Memberikan keamanan secara psikologis dapat dilakukan dengan tiga proses yang saling berhubungan. tidak perlu merasa ketakutan dalam menjawab soal yang diberikan orang tua. Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif pada anak usia prasekolah dalam keluiarga hendaknya selalu memberikan keamanan dan kebebasan psikologis (Utami Munandar. anak-anak umumnya belajar melakukan. seperti bermain piano. 2006: 30). Sedangkan dirumah. Sedangkan pemberian kebebasan psikologis berarti memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran ataupun perasaannya. 2003: 12). umumnya anak-anak belajar tentang. yakni dengan sikap memaafkan. yang membuat anak-anak bisa tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sesuai dengan berbagai potensi unggul yang dimilikinya. Berbekal dari sikap menerima anak apa adanya dengan tulus (genuine accapetance). Maksud dari pernyataan itu. Syafinudin Al Mandiri (2004: 1) mengutip pendapat Kak Seto bahwa: Di sekolah. tumbuh-tumbuhan. Peran ibu sebagai pendidik dasar sekaligus pengembang kreativitas dirumah dilakukan dengan berbagai sikap dan perbuatan. Ditempat kursus. pada akhirnya Einstein bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirinya sehingga ia mampu mengembangkan kreativitasnya. Peran ibu dalam keluarga merupakan pendidikan dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali (Nano Sunartyo. Yaitu tentang: hitungan. 2006: 70). dan pendidik dalam segi-segi emosional. anak-anak belajar menjadi. Yaitu melakukan sesuatu keterampilan tertentu. Peran keluarga dalam mengembangkan kreativitas anak bisa juga dilakukan melalui indication pengasuhan ibunya Einstein. Dalam kehidupan rumah pula anak tidak harus merasa bersaing dengan teman-teman sekelasnya disekolah. maupun kerabat disekelilingnya. kurangnya perhatian terhadap anak. Tetapi mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah sangat dipengaruhi oleh pendidikan keluarga yang diterapkannya. dan ia bisa langsung mendapat penghargaan jika berprestasi dan mendapat koreksi saat ia melakukan kesalahan.

2006 : 23). maka lebih disebabkan karena ketidakwaspadaan orang tua terhadap perkembangan psikologis anak. usia prasekolah merupakan masa yang pale optimal untuk merangsang kemampuan pikir atau dasar belajar pada anak. yakni menerima anak apa adanya. Pemaksaan terhadap anak akan menimbulkan prinsip lain yakni belajar sambil bermainmain. Karena hal tersebut tidak semata memberi keuntungan pada perkembangan intelek dan kreativitas anak. lingkungan kedua adalah sekolah. orang tua harus menyediakan lingkungan yang menggairahkan. Sehingga anak-anak tidak memiliki cukup kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya. Sesungguhnya Allah merahmati orang tua yang membantu anaknya untuk berbakti kepadaya. (Wahyudin. Sehingga kreativitas dimungkinkan akan dapat dikembangkan. Dengan menerapkan prinsip bermain sambil belajar anak akan menjadi lebih kreatif dan pada saat yang sama anak akan menjadi lebih gembira. Orang-orang disekeliling beliau bertanya. b. berpakaian. Hadits yang diriwayatkan dari Abi Abdillah tersebut mengajarkan kepada kita empat prinsip dalam menghadapi dan mengembangkan kreativitas anak. Untuk mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah. dia menerima yang sedikit darinya. bagaimana cara orang tua mendidik anaknya ya Rasulullah Nabi Saw menjawab. Menurut berbagai pendapat ahli. maka orang tua harus dapat memenuhi kasih sayang serta menjaga dan mengembangkan potensi dasar kreativitas anak. Orang tua harus dapat memberikan perhatian yang penuh terhadap hal-hal yang dapat mendukung anak melakukan kegiatan kreatif. Anggapan orang tua bahwa semua kegiatan balita hanyalah bermain dan tidak berdampak pada pengembangan kecerdasan juga merupakan anggapan yang salah. 2003: 13). Karena anggapan seperti itu memiliki implikasi yang sangat tidak menguntungkan yaitu pembatasan terhadap kegiatan mereka dan merupakan faktor yang melemahkan dorongan belajar mereka. tidak membebani mereka dengan target-target dan keinginan kita. Orang tua seharusnya mencoba menggunakan prinsip-prinsip yang membantu anak-anak agar belajar dengan gembira atau lebih tepatnya bermain sambil belajar (Nano sunartyo. Lingkungan Sekolah Setelah keluarga. tapi juga bisa mempererat hubungan orang tua dengan anak. yang pada akhirnya anak akan belajar dengan kebahagiaan dan keberhasilan. juga mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum sebagai upaya untuk memberikan impulse baru bagi perkembangan kreativitas anak. Dengan demikian apabila ditemukan anak terhenti kreativitasnya. tidak membebaninya. Mengingat pentingnya tugas dan tanggung jawab keluarga dalam pembentukan anak-anak yang kreatif. serta tidak memaki atau memberi julukan-julukan yang buruk kepada anak. tidak pula memakinya. memaafkan yang menyulitkannya. Tetapi kebanyakan orang terkadang . kerapihan. kata Nabi Saw.orang tua semacam ini juga diajarkan Rosululloh SAW melalui sabdanya yang artinya. Disekolah anak diatur dengan tata aturan yang ada dari mulai disiplin waktu. betapapun mereka telah menjengkelkan hati kita. Dari kedua prinsip tersebut dapat ditarik kejelasan bahwa dalam mengembangkan kreativitas pada anak prasekolah hendaknya orang tua mampu mengemas belajar dalam lingkungan yang menyenangkan serta penuh kedamaian dan kasih sayang. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah orang tua harus memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup. Anak prasekolah yang diterapkan pola belajar dengan prinsip bermain sambil belajar senantiasa tidak merasa tertekan dan dipaksa untuk belajar. memaafkan yang menyulitkannya.

rumah. 2006 : 15). namun dengan percobaan (eksperimen). tidak membius pemikiran originalnya. Untuk mengembangkan kreativitas anak prasekolah. 2003: 68). keluarga. latihan hingga penghayatan. Dari hal tersebut. Artinya bahwa lembaga pendidikan bagi anak tidak membebani anak. alat komunikasi. Selain itu pendidik berperan sebagai penampung aspirasi anak agar dapat berkembang bakat. Selain itu dalam aktivitas pembelajarannya juga telah menerapkan pembelajaan survey/praktek langsung. Sebab module pembelajaran di Taman Kanak-Kanak merupakan satu kesatuan module kegiatan belajar yang utuh (Soemiarti Patmonodewo. komunikatif dan dialogis antara anak dengan teman maupun gurunya. Begitu pula dengan suasana bermain aktif. pesisir serta pegunungan. Karena biasanya kita tidak pernah mau mendengarkan pendapat dan kemauan anak (Nano sunartyo. sedangkan Kelompok Bermain dan Penitipan Anak berada dijalur pendidikan luar sekolah. pemahaman. pekerjaan. Pendidikan sekolah merupakan lanjutan dan bantuan dari pendidikan keluarga (Nano sunartyo. maka dapat tercapai fungsi sekolah yang baik. sekolah juga dapat menjadi media yang cukup baik untuk mengajarkan dan membiasakan anak melakukan pembauran dengan orang lain. menyebalkan akan membuat jengkel dan mengakibatkan anak prasekolah tidak nyaman. api. George W. baik untuk mata pelajaran maupun aspek lain termasuk afektif dan psikomotorik. Dengan bermain anak akan merasa senang secara spontanitas sehingga mampu memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. sekolah. masyarakat atau lingkungannya (Syafinudin Al mandarin. yakni: Fungsi sekolah selain dipandang sebagai stimulan (perangsang) utama berkembangnya kemampuan improvisasi anak. Peran guru bagi pendidikan anak prasekolah sangat penting. dan sebagainya. Di Taman Kanak-Kanak (TK) Kreativitas dapat dikembangkan. Artinya module kegiatan belajar dalam Taman Kanak-Kanak bertemakan lingkungan disekitar kita seperti halnya panca indera. rekreasi. find training yang terkemas dalam permainan. belajar bagi anak prasekolah hendaknya bersifat fleksibel dan kondisional dengan menghargai kemampuan anak. indication pendidikan di Taman KanakKanak seharusnya tidak disajikan secara indoktrinasi. Dari berbagai tema yang terdapat dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak akan sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan Kreativitas anak. Guru yang otoriter. Kelompok Bermain dan Penitipan Anak (day care). Bermain merupakan kegiatan untuk menumbuh kembangkan kreativitas di Taman Kanak-Kanak.bersikap meremehkan kemampuan anak. Lingkungan sekolah yang baik bagi anak prasekolah adalah bebas dan menyenangkan. Untuk itu guru hendaknya mampu berperan tidak sebatas sebagai pengatur dan sumber . atmosphere dan udara. alat transportasi. serta mampu menanamkan rasa percaya diri dan kemandirian anak (Syafinudin Al Mandari. 2006: 68). makanan dan minuman. kecerdasan dan kreativitasnya. gejala alam. kendaraan. Beadle mengatakan bahwa kebanyakan dari kita selalu memandang rendah kemampuan anak untuk belajar. Sehingga proses pembelajaran dilakukan dengan nyaman. 2004: 87). 2004: 3). Taman Kanak-Kanak terdapat dijalur pendidikan sekolah. minat. anak akan memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya serta anak bebas mengekspresikan ide-idenya. menakutkan. Guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berkembang tidaknya kreativitas bagi anak. Adapun bentuk pendidikan bagi anak usia prasekolah meliputi Taman Kanak-Kanak. Apabila proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas anak dilakukan.

tetapi banyak pendapat para ahli beserta ilmuwan muslim yang mengakui bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan watak. guru sebagai katalisator dalam mendidik dan mengembangkan kretivitas anak prasekolah. mengarahkan. manusia yang siap dan akan terus belajar seumur hidup mereka. turn berfikir apa yang ingin digunakan untuk memeriksa kemajuan anak. memupuk dan memungkinkan perkembangan kreativitas (Utami Munandar. Selain itu. Seperti zaman kebudayaan Yunani. agar anak mampu mengerti dan menemukan kesenangan serta kebahagiaan dalam menjelajahi dunia ilmu pengetahuan. c. yakni kebudayaan yang menunjang. bumi. dan kelebihan yang dimilikinya. dapat berwujud benda seperti udara. masyarakat harus dapat mengusahakan suasana atau iklim yang baik. Peran kedua. 1999: 175). intensitas cahaya matahari sangat tinggi. air. dan sebagainya. Peran guru sebagai katalisator berarti guru membantu anak-anak dalam menemukan kekuatan. apa hasil yang ingin dicapai. serta daya Kreativitasnya rendah (Maimunah Hasan. Dalam hal ini iklim atau suasana yang baik adalah bahwa anak prasekolah merasa aman secara psikologis serta bebas untuk mengembangkan dan mengungkapkan diri dalam lingkungan dimana ia hidup. Lingkungan Masyarakat Yang dimaksud lingkungan masyarakat sebagai pengaruh dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah mencakup kondisi sosio kultural disekitar anak. langit. Meskipun didalam ayat Al-qur’an maupun hadits nabi tidak ada satu ayat joke yang menyatakan bahwa faktor lingkungan sebagai faktor pokok yang mempengaruhi pertumbuhan kepribadian dan kreativitas anak. Oleh karenanya. Artinya dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh kondisi dan peranan kebudayaan dimasyarakat serta kondisi dari luar yang berinteraksi dengan manusia. bahwa dalam kurun waktu tertentu lebih banyak tampil orangorang yang unggul seperti seniman. sudah barang tentu udara panas. Guru mampu mendesain ruangan sekreatif mungkin. karakter.informasi. zaman Renaisance atau Sriwijaya dan Majapahit di Indonesia. Tampilnya berbagai tokoh unggulan dalam kurun waktu tertentu agaknya proses kreativitas lebih dihargai dan diutamakan. dan mengembangkan aspek kepribadian. Berkembangnya kreativitas anak prasekolah dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat. tetapi guru seharusnya berperan sebagai fasilitator dan katalisator bagi anak (Adi W Gunawan. Dengan demikian peran guru sebagai fasilitator secara langsung mempersiapkan fasilitas belajar anak dengan maksud memacu anak untuk berfikir kreatif serta belajar sesuai dengan kemampuan anak yang bersifat fleksibel. maka biasanya anak akan memiliki temperamen yang keras. Anak yang dilahirkan dan dibesarkan didaerah yang beriklim panas. 2004: 165). Akhirnya yang menurut Silvano Arieti dinamakan dengan kebudayaan creativogenic. ilmuwan atau tokoh-tokoh dalam bidang lain. emosi serta aspek intelektual yang pada akhirnya anak diharapkan mampu berfikir kreatif. Kreativitas perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Selain itu . 2002: 178). yang menunjang pengembangan kreativitas anak-anak. anak-anak diharapkan benar-benar siap menjadi manusia pembelajar yang kreatif. Peran guru sebagai fasilitator bagi anak prasekolah berarti guru di Taman Kanak-Kanak memfasilitasi proses pembelajaran yang berlangsung dikelas maupun diluar kelas. merancang proses pembelajaran. talenta. pemarah. iklim. Menilik sejarah masa lampau. Sebagai contoh anak yang lahir di daerah yang beriklim panas akan sangat berbeda dengan anak yang dilahirkan didaerah tropis/dingin. mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak. kreativitas dan tingkah laku anak. menetapkan materi apa yang akan dipelajari anak. Oleh karena itu guru bertindak sebagai pembimbing.

Selain dengan keluarga. Anak usia prasekolah mempunyai kebutuhan kognitif. Kebutuhan afektif perlu diperhatikan agar anak prasekolah memiliki sikap positif dalam kehidupan. juga dapat mengantarkan anak kepada tingkatan kecerdasan yang lebih maju seperti para pakar. Bahkan salah satu cara yang pale ampuh untuk melaksanakan upaya kreatif pada anak melalui pembentukan suatu kemitraan antar masyarakat… (Jordan Ayan. 2005: 285). Aspek kognitif merupakan kegiatan otak untuk mengembangkan keterampilan berfikir sejak usia dini. Jerman. dan kegiatan sejenisnya. pengembangan Kreativitas anak usia prasekolah dalam masyarakat setidaknya mencakup tiga aspek pokok yakni kognitif. seperti diungkapkan oleh Hans Jellen dan Klaus Urban dari hasil penelitiannya pada bulan Agustus 1987 terhadap anak usia 10 tahun dengan representation 50 anak di Jakarta menunjukan bahwa tingkat kreativitas anak Indonesia memiliki urutan terendah dari 8 negara lainnya. India. Kamerun. sastrawan dan cendekiawan yang telah menghafal Al-Qur’an sejak kecil (Amal Abdussalam Al-khalili. Jalinan kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan sesama anggota masyarakat. wawasan terhadap orang yang ditemui oleh anak atau kejadian yang dialaminya. Maka dari itu dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah hendaknya pendidik ataupun orang tua lebih memahami dan belajar mengendalikannya agar upaya pengembangan kreativitas terlaksana maksimal. Atau juga tadabbur alam dengan menghafal suratan pendek dari Al-qur’an. serta tidak melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dalam berkreasi. Dari berbagai elemen tersebut. C. Pengembangan kreativitas pada anak prasekolah tidak hanya meliputi bidang-bidang tertentu seperti bermain. seperti Negara filiphina. Dengan lingkungan mampu memberikan rangsangan kuat pada perasaan. Inggris. ide. Pengaruh lingkungan terhadap pengembangan kretivitas anak prasekolah lebih besar peranannya. mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan sesama teman. pendidik profesional. Artinya bahwa pada kisaran usia ini anak lebih menekankan penggunaan simbol atau tanda untuk menjelaskan suatu obyek yang saat itu tidak bersama dengan subyek. Apalagi melihat mutu pendidikan di Indonesia yang semakin menurun dan jiwa kreatif yang semakin memudar. seperti kegiatan refresing disertai dengan perlombaan. tetapi ingin menemukan dan mencipta caracara baru untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. 2005: 385). RRC. Mengembangkan kreativitas perlu penanganan dan dukungan serius dari lingkungan keluarga. menggali makna hingga menyebutkan berbagai ciptaan. sehingga anak prasekolah dilatih dan dibiasakan untuk dapat mengerahkan diri dalam belajar. kerja sama juga perlu dilakukan dengan berbagai pihak. sekolah maupun masyarakat.masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mengandung tantangan bagi anak. Sedangkan usia 4-7 tahun dicirikan dengan indication berfikir intuisi. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) maupun pemerintah setempat.(Andang Ismail. Usia prasekolah atau identik dengan istilah praoperasional dicirikan dengan adanya fungsi semiotik. Sedangkan kebutuhan generatif adalah anak-anak tidak hanya menerima pengetahuan dan keterampilan semata. 2003: 85). Teknik-Teknik Pengembangan Kreativitas Mengembangkan kreativitas anak prasekolah disesuaikan dengan tingkatan usia dan kemampuan yang dimilikinya. AS. Selain itu tahap usia perkembangan praoperasional juga dicirikan dengan dua tahapan usia. Zulu dan Indonesia. yakni : 2-4 tahun sering sekali dengan indication berpikir simbolik. afektif dan generatif. al-rihlah al-Ilmiyah. outbond. Tetapi kreativitas dalam bidang . Lingkungan memenuhi suasana hati dan keseluruhan cara memandang hidup bagi anak. menggambar dan bernyanyi semata. Kegiatan tersebut selain mampu mengembangkan kreativitas anak prasekolah.

tetapi mencontohkan/mengaplikasikan secara langsung sikap jujur dan ikhlas tersebut. (pertanyaan mengandung unsur kreativitas dalam bidang bersuci). Sumbangsaran (Brainstorming) Sumbang saran adalah sebuah indication belajar kreatif yang memiliki prinsip tidak adanya sebuah kritik. Mengembangkan kreativitas anak prasekolah melalui indication sumbang saran hendaknya meniadakan suatu kritik. Seperti orang tua menanamkan kreativitas akan nilai sebuah kejujuran dan keikhlasan tidak semata-mata menyampaikan pengertian. etika atau nilai-nilai afeksi semata. apa yang salah. bagaimana (Utami Munandar. binatang. Pemberian pemanasan (Warming Up) Pemberian pemanasan digunakan untuk menumbuhkan iklim atau suasana kreatif di Taman Kanak-Kanak yang memungkinkan anak untuk membuka dirinya. Atau dirangsang dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong ungkapan pikiran dan perasaan yang berakhir terbuka. Hal dikarenakan sebuah kritik adalah bagian dari cara seseorang melakukan evaluasi dengan mencari identitas apa yang benar. seperti: pertanyaan yang diawali dengan kata: andaikata. 2002: 276). Selain itu. kebebasan dalam memberikan gagasan. Kemudian si anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa makna dari kejujuran dan keikhlasan. Hal ini dimaksudkan agar anak semenjak usia prasekolah sudah mengenal nilai-nilai moral. serta kombinasi dan peningkatan gagasan (Utami Munandar. seperti mengulang apa yang diucapkan guru. (pertanyaan pemanasan yang mengandung nilai tolong menolong dirumah) Dan sebagainya. orang tua tidak hanya bersifat mendidik moral. diperlukan berbagai indication pendekatan ataupun strategi pengembangannya. Apa yang kamu lakukan dirumah. Pada masa ini anak berada pada kisaran usia 2-4 tahun. Adapun indication belajar dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah antara lain melalui tiga tingkatan belajar kreatif yang menurut Treffinger. Adapun bentuk pemberian pemanasan disimbolkan secara mental. Selain itu. apa yang lemah. 2002: 278). dimulai dari pemberian pemanasan. mengembangkan kreativitas pada anak usia prasekolah melalui proses belajar dan menggali sebuah pengalaman. Dari pemberian pendidikan tersebut. dapatkah. tetapi secara tidak langsung mengembangkan kreativitas anak berdasarkan pendekatan nilai-nilai agama. merasa bebas dan aman untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. sikap ataupun perbuatan secara simbolis. Seperti Apa saja yang kamu lakukan setelah bangun tidur. 1. kreatif untuk berperilaku positif serta mampu berinteraksi dengan teman ataupun orang yang lebih tua dengan sopan. terbuka dan tertantang untuk berperan serta secara aktif dengan memberanikan diri dan senang memberikan gagasan sebanyak mungkin. teknik sumbang saran dan teknik pertanyaan yang memacu gagasan (Utami Munandar. lebih bebas. mengerjakan tugas lainnya yang hanya mempunyai satu jawaban yang benar seperti matematika dan berhitung. 2. maka anak memerlukan switch mental dari proses pemikiran reproduktif dan konvergen ke proses pemikiran divergen dan imajinatif. .keberagamaan juga penting diperhatikan. 2002: 227). menghafal namanama kota. membuat gagasan sebanyak mungkin. Suatu kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemikiran dan tugas kreativ menuntut cara dan sikap belajar yang berbeda. misalnya alasan sering terjadinya pertengkaran antara teman disekolah. Model pemanasan dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang menimbulkan minat dan rasa ingin tahu anak. dapat pula mengajukan pertanyaan terhadap suatu masalah. Maksudnya apabila sebelumnya anak didalam kelas dituntut untuk mengerjakan berbagai tugas yang berstruktur. Dalam mengembangkan kreativitas bidang pendidikan agama semenjak anak prasekolah diperlukan nilai-nilai.

Sehingga teknik ini merupakan salah satu manfaat terbesar untuk memacu dalam pemberian gagasan. yang berkualitas. Yang terpenting bahwa semua gagasan dicatat dengan cepat baru kemudian yang sama baru dikeluarkan. teknik sumbang saran juga dapat menyambung pada gagasan orang lain. 2002: 283). mengubah (modify). Karena tuntutan akan kuantitas ini. Karena sumbang saran yang baik berlangsung cepat. Jenis pertanyaan yang dimaksud adalah berupa penggunaan kata kerja manipulatif guna memacu gagasan dan mengembangkan gagasan kreatif dengan melihat hubungan-hubungan baru. Pengembangan kreativitas melalui teknik sumbang saran akan menumbuhkan rasa kebersamaan. gagasan sebaiknya dinyatakan dengan singkat. BAB IV KREATIVITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA MENURUT KAK SETO . menyusun kembali (rearrange). mencari solusi atas pertanyaan. menggabung (combine) (Utami Munandar. 3. Selain menggunakan kata bantu pertanyaan tersebut. Pertanyaan yang memacu gagasan Pertanyaan yang memacu gagasan dikenal sebagai teknik daftar periksa yang dikembangkan oleh Alex Osborn dengan tujuan untuk meningkatkan gagasan (Utami Munandar. Dari berbagai pertanyaan yang memacu gagasan sebagai pengembang kreativitas tentunya memberikan kesempatan dan kebebasan sepenuhnya terhadap anak untuk belajar menjawab. memperkecil (minify). Adapun jenis pertanyaan yang dapat diajukan kepada anak terdiri dari berbagai pertanyaan yang mengandung kriteria: menyesuaikan (adapt). jenis pertanyaan juga perlu diberikan dengan menggunakan pendekatan keimanan dan imagination. memperbesar (magnify). Hal ini yang akhirnya akan menjadikan anak lebih kreatif dengan mampu menemukan sebuah ide ataupun penyelesaian suatu masalah.apa yang keliru pada sebuah jawaban dari pada memperhatikan apa yang baik. Selain itu. Selain mampu mengembangkan kreativitas. makin besar kemungkinan bahwa diantara sekian banyak gagasan ada beberapa yang baik. Seperti pertanyaan tentang malaikat yang berwujud abstrak. Sebuah kritik yang diberikan terlalu cepat tanpa memberi kesempatan untuk mengembangkan suatu gagasan baru dapat mematikan kreativitas. sehingga tidak adanya tuntutan persaingan sebab anak yang belum mampu menjawab akan tertolong oleh anak yang telah mampu menjawab. tolong menolong serta persatuan. alasan pesawat dapat terbang dan menempuh perjalanan dalam jarak yang jauh dan sebagainya dengan maksud untuk menumbuhkan rasa penasaran akan sebuah jawaban dari suatu pengetahuan. elaborasinya dapat menyusul. membalik (reverse). Belajar berkreativitas dengan bebas dalam memberikan gagasan serta memunculkan banyak gagasan lebih ditekankan pada aspek kuantitas. dengan semua anak aktif dan bersemangat memberi gagasan. 2002: 281). Artinya dengan semakin menghasilkan banyak gagasan. dan menumbuhkan keberanian untuk belajar mengutarakan pendapatnya. memanipulasi informasi dan gagasan untuk menghasilkan ide yang orisinal. memunculkan berbagai ide dan gagasan yang dimiliki anak. penggunaan teknik pemberian pertanyaan yang memacu gagasan juga dapat menunjukan kemungkinan dan meningkatkan kelenturan pemikiran siswa. mengganti (substitute). Oleh karena itu mengembangkan kreativitas dengan teknik sumbang saran harus bersikap terbuka terhadap gagasan orang lain dan terhadap gagasan diri sendiri serta mampu memberikan kesempatan secara bergantian dalam berpendapat.

memiliki banyak keinginan. yang didukung dan dipengaruhi oleh press secara inner maupun eksternal yang bersifat aman dan bebas berekspresi (Wawancara 20 Januari 2007). memutuskan masalah. serta kegiatannya dipengaruhi oleh dorongan (press) baik inner maupun eksternal. Kreativitas yang dimiliki anak dapat dirasakan semenjak masih berada dalam kandungan ataupun setelah dilahirkan. Untuk aspek psikomotorik bahwa proses kreatif akan mampu menjadikan pribadi anak sebagai manusia yang terbiasa dan terampil dalam hal apapun baik mencipta. Seperti dicontohkan oleh Kak Seto. kreativitas memiliki definisi yang majemuk dan multidimensional serta tidak dibatasi dengan suatu pengertian yang sangat sempit. originality. senang bertanya dan sebagainya (Wawancara. sehingga diakhir masa anak-anak mampu mencipta sebuah produk yang bernilai. fluency. tetapi kegiatan bersibuk diri untuk beraktivitas (prosesnya) yang dipentingkan pada anak prasekolah. Sedangkan bagi usia remaja dan manusia dewasa . Tetapi spektrum kreativitas memiliki cakupan yang luas. afektif maupun psikomotorik (Wawancara 20 Januari 2007). Misalnya pencuri yang pandai mendongkrak pintu/membobol rumah. proses kegiatannya adalah kreatif tetapi bernilai negatif maka kegiatan pencuri tersebut tidak dapat dikatakan kreatif. dan elaborasi. yakni kegiatan yang berkaitan dengan kognitif atau kemampuan berfikir seperti menangkap suatu masalah. berfikir lebih luas lagi. kegiatan dinilai kreatif menakala dalam prosesnya termuat tiga bentuk sikap atau kegiatan yang bernilai kognitif. bahwa kreativitas merupakan suatu proses bersibuk diri yang dilakukan oleh pribadi (anak) untuk menghasilkan sesuatu yang baru ataupun bersifat kombinasi. orisinalitas. 2004: 10). Pada hakikatnya setiap anak adalah kreatif (Kak Seto. anak aktif dan peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya. Sedangkan proses afektif dalam kreativitas (hal-hal yang berhubungan dengan emosi dan hati) atau yang dikenal dengan istilah non aptitude berarti suatu bentuk kegiatan yang berhubungan dengan sikap. Kak Seto mengungkapkan bahwa aktifitas kreatif dalam kandungan ditandai dengan cepatnya si bayi merespon sebuah impulse yang diberikan. baik melalui usapan tangan. memecahkan masalah hingga mampu menghasilkan sesuatu yang baru bagi anak. kreativitas yang dilakukan oleh anak prasekolah lebih diutamakan dan ditekankan pada aspek proses dari pada tuntutan dalam menghasilkan sebuah produk. Seperti halnya dilihat dari produknya merupakan sesuatu yang baru. memiliki ciri afektif. elaborasi. Dalam hal ini. skill. berani mengambil resiko. Bersibuk diri yang dilakukan oleh anak prasekolah menurut Kak Seto merupakan kegiatan berproses secara aktif guna memperoleh sebuah hasil dan mampu menciptakan serangkaian alternatif jawaban dari berbagai pertanyaan. Dari definisi diatas. perasaan. sentuhan terhadap perut dan sebagainya. atau motivasi. bebas dalam berfikir dan sebagainya. Bentuk kegiatan kognitif dikenal dengan istilah aptitude. memunculkan gagasan. yang dicirikan melalui ciri kognitif seperti fleksibility. meskipun bukan hasil yang betul-betul baru. serta keterampilan. 20 Januari 2007). Menurut Kak Seto. dan sebagainya. memiliki reaksi yang cepat terhadap respon. tidak takut salah. Selain itu. Hal ini memiliki makna bahwa dengan proses yang dilalui anak prasekolah akan memberikan sumbangan tersendiri dalam mengembangkan pola berpikirnya. Sedangkan ciri kreatif yang terlihat diluar kandungan pada anak prasekolah secara garis besar terbagi menjadi beberapa bagian yakni. Proses Kreatif dalam bentuk kognitif (yang berhubungan dengan pemikiran) memiliki makna bahwa kegiatan yang dilakukan anak dalam proses kreatif manakala anak menggunakan kemampuan otak dan daya pikirnya untuk merancang/berbuat sesuatu. bermoral.Pengertian Kreativitas Menurut Kak Seto Menurut Kak Seto. Adapun ciri-ciri afektif dari kreativitas antara lain seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. kelancaran. mengembangkan sesuatu dari produk yang baru dalam bentuk benda ataupun ide-ide.

menurut Kak Seto merupakan gabungan dari berfikir mengembangkan IDEA. kemauan yang dikehendaki. Sebagai contoh. yang dimungkinkan akan mampu memunculkan berbagai inisiatif dan sesuatu yang bermanfaat. Berproses diusia prasekolah dapat memberikan sumbangan pengalaman baru. kemampuan dan sebagainya. Artinya bahwa melalui imajinasi yang dilakukan anak prasekolah akan memberikan semangat tersendiri untuk maju berkembang dalam proses berpikir dan bernalar. Proses berfikir dihutan dengan berkreasi. lentur dalam komunitas dimanapun mereka berada. maka istilah kreativitas tentunya tidak dapat dipisahkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya. seperti pertanyaan cita-cita. Istilah berfikir dihutan adalah merupakan kemampuan untuk berinisiatif terhadap sesuatu hal dengan mencari sebuah celah atau solusi melalui pencarian dan pemecahan kreatif serta menemukan sebuah penemuan. agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Berimajinasi dalam konsep IDEA adalah bagian dari pikiran yang berdaya. Artinya bahwa komponen tersebut bergandengan antara pribadi (person) anak itu sendiri. Selain itu. Kemampuan berfikir kreatif dianalogikan dengan sebuah proses berfikir dihutan (Wawancara 20 Januari 2007). anak usia prasekolah memiliki kisaran daya ingatnya secara approval dan evocation. serta menelaah data-data yang ada untuk dievaluasi. Dalam melakukan sebuah aktifitas kreatif. IDEA berarti imajinasi. keaslian dalam menghasilkan produk (orisinalitas) dan pendalaman (elaborasi) dalam berfikir. Arah ataupun keputusan tentunya diambil dengan melalui pertimbangan yang matang. . process. Berfikir kreatif melalui IDEA juga dapat mengantarkan seseorang anak kepada pribadi yang kreatif dan mampu berfikir divergen. Hal inilah yang menjadikan anak prasekolah berkembang kreativitasnya melalui daya khayal yang dimilikinya serta design instrinsik yang bermunculan. yaitu kemampuan berfikir kreatif yang ditandai dengan adanya kelancaran berfikir atau menjawab (fluency). Dengan melakukan proses kreatif diusia prasekolah ini anak juga akan mampu memiliki kelancaran dalam berfikir. kelenturan dalam bersikap (fleksibilitas). dipikirkan. kesenangan dan pengetahuan bagi diri anak. Berawal dari berbagai konsep kreativitas yang ditawarkan Kak Seto diatas. Hal ini bisa diambil sebuah definisi bahwa kretivitas itu sebagai for p’s of creativity: person. data. menghadapi sebuah permasalahan. Selain itu menurut Kak Seto. produk yang dimaksud juga disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak prasekolah yang berarti bahwa produk tentunya disesuaikan secara psikologis dan budaya.lebih dituntut pada sebuah hasil atau product tertentu sebagai wujud dari self actualitation dan kedinamisan dalam hidup (Wawancara 20 Januari 2007). serta kemampuan memproduk dsn menhasilkan sebuah karya. seorang anak prasekolah tidak langsung melakukan movement sesuai dengan kehendak yang diinginkannya. press and product. hingga mampu mengembangkan ide-ide menjadi sebuah karya nyata yang orisinal. akan cepat menjawab dan menginginkan sesuatu yang dikehendaki. Maka dari itu imajinasi adalah bagian dari berfikir kreatif. evaluasi dan action. aktifitas anak dalam sebuah proses kreatifnya. disamping produk untuk mengembangkan pola berpikir divergen. dirasakan kcocokannya dalam menentukan langkah terbaik. namun menjadi imajinatif dalam upaya menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ada. Konsep IDEA penting digunakan dalam pengambilan sebuah arah ataupun keputusan. dorongan-dorongan dari berbagai lingkungan sekitar. Tetapi diharapkan anak akan mampu mempertimbangkan sesuatu sikap dengan berimajinasi/berkhayal untuk mengangan-angan dalam melakukan aktifitas. berimajinasi yang menjadikan pikiran anak prasekolah berdaya akan mampu menghindarkan diri dari jebakan keadaan.

keterampilan dan kreativitas anak prasekolah dapat berkembang. Dan di masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana lingkungan yang kreatif. kondisi lingkungan. Kak Seto (2004:13) juga menggambarkan dalam bentuk cerita bahwa dalam suatu pesta ulang tahun anak-anak. guru. memiliki inovasi serta mampu mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bermanfaat. Terutama orang tua yang lebih serius berinteraksi dengan putra putrinya dirumah hendaknya memiliki kemampuan dan kreasi untuk mengembangkan dan mencari alternatif yang baik. sehingga anak akan menjadi manusia dewasa yang matang. product) Menurut Kak Seto Terkait dengan mengembangkan kreativitas anak. Pengembangan kreativitas sangatlah penting ditanamkan pada anak prasekolah. Kak Seto memiliki strategi yang dikenal dengan istilah 4 P. dan perkembangan yang dimilikinya. Dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. strategi mengembangkan kreativitas anak prasekolah seharusnya dikuasai oleh orang tua. bahkan masyarakat. guru (sekolah). proses (process). Dewasa ini istilah strategi banyak digunakan dalam bidang pengajaran misalnya strategi proses pengajaran. press. tetapi yang terutama penting dalam dunia pendidikan adalah bahwa bakat kreatif sangat perlu untuk dikembangkan dan ditingkatkan sejak usia dini. dalam skripsi ini strategi diartikan sebagai cara yang telah diatur dengan baik untuk menyampaikan suatu maksud. (Kak Seto. 1987: 96). kita hendaknya berasumsi bahwa setiap anak pada dasarnya memiliki potensi kreatif dan kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu secara kreatif. dan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar pembentukan dan pengembangan kreativitas anak dapat terwujud. orang tua maupun masyarakat kepada anak prasekolah untuk mencapai sebuah tujuan yaitu dapat berkembangnya kreativitas pada anak prasekolah. matematika. yang dilakukan oleh guru. Atau menurut Hulbeck. Pribadi Menurut Kak Seto. sehingga ada keterpaduan antara orang tua (keluarga). bahasa. penuh perhatian pada orang lain. kreativitas ditinjau dari pribadi (person) dalam diri setiap individu memiliki maksud bahwa suatu tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya (Wawancara. dan produk (product). 1. Sedangkan guru terutama yang mengajar di play organisation atau Taman Kanak-Kanak harus menguasai strategi pembelajaran kreatif bagi anak prasekolah sehingga kemampuan. Kita dapat melihat dan mengamati bakat dan minat anak-anak yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. strategi mempunyai pengertian sebagai garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Menurut Maslow. yakni kreativitas ditinjau dari aspek pribadi (person). 20 Januari 2007). Selain pengertian tersebut.Strategi 4 P (person. manusia memiliki kemampuan untuk bersikap kreatif. penuh rasa ingin tahu serta kemampuan untuk berkembang secara terus menerus (Frank G Gobel. Walaupun dalam kehidupan anak terdapat beragam kemampuan yang dimilikinya. process. artistic movement is an commanding of one’s possess whole celebrity on a sourroundings in a singular and evil approach (Utami Munandar. yakni sebuah strategi diterapkan dengan menyesuaikan usia anak. 1999: 20). Mengembangkan kreativitas anak prasekolah diperlukan strategi yang ideal. spontan. kecerdasan. Secara umum. 2004: 12). Ada yang mampu dan menyukai bidang musik. pendorong (press). Dengan strategi pengembangan kreativitas yang tepat maka akan mudah mengembangkan sikap kreatif terhadap anak prasekolah yaitu putra dan putri kita sebagai generasi penerus yang unggul. dan lain sebagainya. Oleh karenanya. ada . Dihubungkan dengan mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah. melukis. sesuai dengan bidang dan dalam kadar yang berbeda-beda. retorika. kreatif.

Sebab hal ini akan menghalangi pribadi anak dalam berkreasi. 20 Januari 2007). gaya kognitif dan motivasi). Apabila dihubungkan antara aspek pribadi dengan tiga atribut psikologis (intelegenci. sikap dan perasaan anak-anak semenjak bayi dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sekitarnya merupakan modal dari pribadi yang kreatif. Gaya kognitif dari pribadi yang kreatif menunjukan kelonggaran dan keterikatan pada konvensi. sehingga semua anak dapat memberikan dan berebut jawaban serta menjadi dirinya sendiri. Sebab kreativitas yang dilakukan oleh pribadi anak merupakan titik pertemuan yang khas antara atribut psikologis. 1998: 101). Selain membahagiakan anak. cemerlang dan tidak malu dalam mengungkapkan jawaban. 2002: 13). Menurut Kak Seto. Dari pengertian tersebut. pribadi kreatif tentunya muncul dari pribadi seseorang semenjak ia masih kecil dan bahkan masih dalam kandungan (Kak Seto. maka keduanya merupakan sebuah kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk sebuah kepribadian seorang anak untuk kreatif. berkreasi. Dimensi aspek intelegensi dan gaya kognitif memang hampir sama. Akan tetapi secara prinsip fungsi dan kerja keduanya dapat dibedakan. Akan tetapi tidak semua permainan dapat terkategori positif. perumusan masalah. merancang dan lebih tertarik pada jabatan yang menuntut kreativitas. serta permainan konstruktif seperti penyusunan balok kayu membentuk sebuah formasi sesuai dengan selera anak (Wawancara. sikap memaksa. Dalam mengembangkan kreativitas dilihat dari aspek pribadi. aktifitas kreatif pada anak prasekolah menurut Kak Seto tidak dihalangi oleh sesuatu yang mengandung evaluasi eksternal yang dilakukan pada anak prasekolah. melengkapi gambar sehingga muncul ide-ide orisinal. Mengembangkan kreativitas ditinjau dari pribadi anak prasekolah bisa dilakukan dengan menggunakan indication permainan yang menggugah berfikir anak secara divergen (Kak Seto. ketiga atribut psikologis tersebut juga menjadi bekal utama pembentukan pribadi kreatif dalam membentuk anak menghasilkan produk. senang menulis. keuletan dalam menghadapi rintangan dan sebagainya. Intelegensi meliputi kemampuan verbal. Artinya bahwa melalui indication permainan anak diharapkan memiliki kemampuan untuk memberikan jawaban yang unik dan orisinal serta kelancaran pemberian gagasan. pengetahuan. Permainan yang dapat memunculkan pribadi yang kreatif sehingga memunculkan ide-ide orisinal dan pribadi yang memiliki kelancaran dalam berpendapat. Kegiatan ini membuat semua anak mampu berfikir divergen dengan berbagai macam jawaban benar. Dari kegiatan tersebut Kak Seto mendefinisikan kreativitas ditinjau dari segi pribadi anak dapat diartikan semua anak memiliki ciri-ciri dan sifat kreatif yang terdapat pada pribadi masing-masing. Dalam arti yang konkret gerakan anggota tubuh. perencanaan. Disisi lain. keterampilan pengambilan keputusan dan keseimbangan serta integrasi intelektual secara umum. dan kepribadian/motivasi. Sedangkan dimensi kepribadian dan motivasi meliputi ciri-ciri seperti kelenturan. yakni intelegensi. mendikte. dorongan untuk berprestasi dan mendapat pengakuan. karena kedua aspek tersebut bersumber dari otak. menciptakan aturan sendiri. melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. pengembangan kreativitas melalui permainan juga dapat .berbagai bentuk permainan diantaranya tebak ilmiah seribu jawaban. gaya kognitif. dan bertingkah yang dicontohkan oleh Kak Seto seperti halnya cerdas cermat kreatif dengan segudang jawaban. aspek pribadi (person) berperan penting dalam pengembangan kreativitas anak (Wawancara 20 Januari 2007). Model pengembangan kreativitas melalui permainan tersebut tentunya mampu memberikan kebahagiaan terhadap pribadi anak. penyusunan strategi. pemikiran lancar. Dari ketiga aspek tersebut secara bersamaan akan dapat melatarbelakangi individu yang kreatif.

Proses Maksud dari mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah ditinjau dari prosesnya adalah kreativitas dapat dilihat sebagai kegiatan bersibuk diri yang berdaya guna (Kak Seto. Bentuk dari proses kreativitas yang dilakukan anak prasekolah dilakukan dengan berbagai coret mencoret. kemudian dikaji ulang. Menurut Kak Seto. Proses kreatif dilakukan sedikit demi sedikit. Hal ini juga dikemukakan oleh berbagai pakar. 2004: 13). Dari sikap sebagaimana terpapar diatas. bahwa anak kurang dari 5 tahun memiliki daya pikir orisinalnya mencapai 90%. Dengan strategi mengembangkan kreativitas dilihat dari sisi pribadi (person). dari hal yang pale sederhana lalu dilengkapi. 20 Januari 2007) Oleh karena itu. menurut Kak Seto anak yang diberi kebebasan dalam berproses dan berfikir sesuai dengan keinginan orisinalnya akan dapat menghasilkan ilmuawan. Karena kreativitas merupakan sebuah proses. membuat karangan. sehingga anak memiliki keinginan untuk mencobanya. anak diterima sebagaimana adanya dan diterima segala keunikanya. menempel atau mewarnai dengan aneka warna dan lain sebagainya akan menjadikan anak prasekolah lebih kreatif. sebuah sumbang saran dan pemberian berbagai pertanyaan juga perlu diberikan sebagai proses berpikir kreatif meskipun bentuk pertanyaanya sederhana. dibenarkan dan akhirnya dilanjutkan ke aktivitas selanjutnya. . Sedangkan bebas dalam proses bersibuk diri berarti adanya kesempatan untuk dapat mengekspresikan gagasangagasannya secara simbolik tanpa terlalu banyak hambatan. Dari keseluruhan proses kreatif membutuhkan waktu tersendiri dalam setiap tahapannya sehingga sesuatu hal dikerjakan tidak ada yang instan. atau mengganggu. Padahal aktivitas anak seperti itulah yang dapat mengembangkan kreativitasnya (Wawancara. gaya kognitif dan motivasi melalui model-model permainan secara kreatif dan konstruktif. 2. kreatif dan mampu melakukan terobosan baru untuk diri sendiri maupun lingkungan (Wawancara. 20 Januari 2007). seorang anak akan tumbuh kreatif apabila memperoleh suasana yang aman dan bebas secara psikologis dalam prosesnya (Wawancara 20 Januari 2007). teknolog. Bila proses kreativitas anak hanya dinilai dengan visi orang tua semata. diyakini bahwa setiap anak adalah kreatif dan perlu dikembangkan kreativitasnya dengan memerankan aspek intelegenci. strange serta inovatif. teknokrat. Bentuk kesibukan anak tersebut juga mampu menumbuhkan sikap untuk berani bereksperimen terhadap sesuatu yang dikagumi. Proses kreatif dikatakan aman bilamana seorang anak tidak mendapatkan tekanan kejiwaan dalam bentuk penilaian. merusak. dan sebagian terbentuk dari aktifitas fisik. mencipta aneka bentuk dari bahan-bahan yang tersedia dan sebagainya. berproses kreatif pada anak prasekolah dilakukan secara tahap demi tahap. Selain itu Kegiatan bersibuk diri yang dilakukan oleh anak semata-mata tidak terlalu menekankan apa yang dihasilkan dalam proses tersebut. bermain tanah. menggambar.mempertajam keorisinilan karya atau ide. mewarnai. atau wiraswastawan yang tangguh. Terutama bila proses tadi dipahami tidak dengan empati. menurut Kak Seto. Namun demikian proses bersibuk diri tersebut akan lebih menghargai keasyikan individu yang timbul dari keterlibatannya dalam kegiatan yang penuh tantangan. Sehingga anak prasekolah mampu mencipta sebuah karya yang unik. maka proses kreatif akan selalu dinilai sebagai hal yang merepotkan. namun dipahami dengan visi orang tua. Kegiatan bersibuk diri yang biasanya dilakukan dengan beragam permainan. Selain itu. Selain itu anak yang diberi kebebasan untuk berproses akan berani dalam mengambil keputusan dan bersikap tidak takut gagal. maka sebuah proses kreatif dalam perwujudannya tidak selalu membahagiakan orang tua. seperti melukis bebas.

Hasrat ataupun keinginan yang tumbuh pada anak prasekolah menjadi penting peranannya untuk mengembangkan kreativitas. keadaaan. Dorongan dari luar akan senantiasa memberikan impulse terhadap anak untuk berbuat dan melakukan sesuatu. Pemberian dorongan secara aman dan bebas dilakukan dengan memperhatikan kondisi psikologi anak. dukungan. Dorongan inner yang berasal dari diri anak sendiri biasa juga dikenal dengan istilah design intrinsik. Seperti pemberian motivasi menurut kebutuhan anak prasekolah. Pemberian dorongan atau motivasi yang diberikan kepada anak dapat berupa pengalamanpengalaman. longgar. dan yang lainnya (Kak Seto. dorongan juga dapat berasal dari dalam (internal) yang berupa hasrat dan motivasi yang kuat pada diri anak itu sendiri untuk menghasilkan sesuatu. yakni design yang mendorong anak untuk bertindak sesuatu yang berasal dari nilainilai yang terkandung dalam obyeknya itu sendiri (diri anak). Pendorong (press) Strategi yang kedua dalam mengembangkan kreativitas anak usia prasekolah adalah dengan memberikan press yakni memberikan dorongan atau motivasi. Proses kreativitas pada anak prasekolah tidak semata menuntut untuk menghasilkan produkproduk baru. anggukan tanda setuju. insentif. Dalam istilah yang lain. 3. jempol sebagai isyarat bagus. Akan tetapi melalui proses kreatif inilah seorang anak akan asyik dan semakin berminat untuk melakukan suatu kegiatan dan mampu menemukan hubungan antara satu gagasan dengan gagasan yang lain. Dalam berproses kreatif. mengungkapkan ide pemikirannya. mengembangkan kreativitas melalui strategi proses ini adalah memberikan kesempatan dan kebebasan untuk mencoba sebuah aktifitas sehingga anak akan berlatih untuk lancar dalam berfikir. Selain itu. yakni berupa lingkungan.Kegiatan bersibuk diri secara kreatif sangat tepat apabila diterapkan bagi anak usia prasekolah. yakni Dalam hal ini seorang pendidik dalam memberikan . bernyanyi dan mengenal keindahan dalam bentuk warna. sehingga berpengaruh terhadap produk yang dihasilkannya. dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Kak Seto. pujian. Selain dorongan yang berasal dari luar (eksternal) seperti tersebut diatas. Karena diusia 2-6 tahun anak sudah mampu menikmati berbagai jenis aktivitas bermain. dorongan yang berasal dari dalam/internal juga dipengaruhi oleh dorongan dari luar/eksternal. Motivasi yang dimaksud adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakan. anak prasekolah memerlukan press untuk menumbuhkan semangat dan kepribadian serba ingin tahu akan sesuatu. maupun perkataan/nasihat pendidik yang memungkinkan anak berkreasi (Wawancara seminar. Maka dari itu motivasi eksternal hendaknya diperhatikan dan disiapkan oleh lingkungan dalam arti pendidik dengan selalu menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis anak. 2004: 14). Press secara kreatif diberikan dengan suasana aman dan bebas serta memberikan kesempatan terhadap anak untuk berkreasi (Wawancara 20 Januari 2007). tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang sikap kreatif. pemberian penghargaan. strange dan mampu mengembangkan sebuah ide menjadi kenyataan. 2002: 13). sehingga pada saatnya nanti kegiatan tersebut akan mampu melahirkan produk-produk yang lebih bermakna. sikap orang tua yang menghargai kreativitas anak. 27 Nov 2005). Oleh karena itu. Sebab keinginan berkreasi pada anak prasekolah sangat didahului oleh design pribadi untuk berkehendak sehingga pribadi anak akan mencoba berproses secara kreatif. mengarahkan. Bentuk dorongan atau motivasi menurut Kak Seto terdiri dari berbagai macam hal yang mendukung proses kreatif.

maka anak akan cepat berproses kreatif dan menghasilkan produk yang baik. sehingga mampu membentuk hubungan dengan lingkungannya. yakni kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau bukan sesuatu yang baru sama sekali (Kak Seto. Fantasi berarti daya untuk menciptakan sesuatu didalam angan-angan terhadap sesuatu yang diimajinasikan. anak usia prasekolah sudah mampu mencipta suatu produk yang diinginkannya. 4. serta melihat dari sudut pandang anak untuk tetap menerimanya . karena anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sehingga lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan di masa depannya. lengkungan hingga akhirnya mampu . Pengertian baru dalam menghasilkan suatu hasil karya tidak berarti benar-benar baru namun dapat berarti seseorang tetap meniru ide yang telah ada sebelumnya atau mengkombinasikan dari beberapa hal yang sebelumnya sudah ada. ide yang benar-benar baru. Bilamana anak memiliki pengalaman dan pengetahuan banyak. Berbagai produk yang dihasilkan seorang anak sangat dipengaruhi oleh fantasi dan asosiasi (Wawancara. 20 Januari 2007). Sedangkan memberikan pengertian secara empatis bermakna orang tua mampu mengenal dan menghayati perasaan anak. anak prasekolah akan mencoba mengangan tentang dirinya. Untuk dapat menghasilkan produk pada anak usia prasekolah dibutuhkan pengalaman dan suasana yang menarik bagi diri anak. pengalaman dan suasana yang menarik dapat diperoleh melalui berbagai lingkungan. 1998: 62). Menurut Kak Seto. memiliki kesadaran. serta pengambilan sikap untuk mendorong anak dengan Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya dan memberikan pengertian secara empatis (Kak Seto. Melalui fantasi. tindakan-tindakannya. Dalam suasana seperti inilah anak akan dapat mengekspresikan dirinya. bagaimana kalau dirinya menjadi polisi dan sebagainya sehingga keinginan anak akan terbayang dan ada usaha maupun design instrinsik untuk menjadi apa yang diinginkannya. yakni mengambil satu gagasan dan mengadunya dengan ide lain. ingatan dan kegiatan panca indera. Memadukan: meminjam sifat atau aspek dari dua ide dan menyatukannya untuk bersama-sama membentuk ide. anak-anak dapat dituntun dan dibawa menuju ketingkat ketajaman berkreasi sehingga dapat mencipta suatu produk. Meskipun produk yang dihasilkan sangat sederhana seperti membuat garis. yang menyatukan seluruh elemen. Sedangkan asosiasi dilakukan dengan menghubungkan berbagai peristiwa untuk memperoleh ide penyelesaiannya ataupun melakukan hubungan antara gagasan dan ingatan yang dilakukan dengan cara: menjajarkan. menyortir atau memilah: menggabungkan banyak ide untuk membentuk sebuah sintesis dipuncak atau dasar. 2005: 15). Produk Strategi yang ke-empat sebagai usaha mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi dilihat dari segi produk (product). Sedangkan asosiasi adalah pembentukan hubungan antara gagasan. Dari pendapat tersebut maka pemberian dorongan kreatif terhadap anak prasekolah disesuaikan dengan kondisi yang dialami anak.motivasi kepada anak harus terlebih dahulu mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan anak yang akan dimotivasinya. kemudian mempersempit pilihan untuk mendapatkan satu konsep pokok yang manjur. Dengan menerapkan kedua prinsip dasar tersebut. Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya berarti memberikan kesempatan secara luas terhadap minat anak. mengitari: dimulai dengan gambaran kabur ide baru. memahami pemikiran-pemikirannya. bagaimana ia kalau menjadi dokter. dari kontras yang timbul muncul ide baru. Setiap anak yang kreatif mampu menghasilkan berbagai produk yang diinginkannya.

Maka dengan hal ini akan memungkinkan anak mengembangkan perasaan secara psikologis. Dengan demikian. . sajak. perkembangan sosial. Namun bila suatu aktivitas permainan tidak menyenangkan anakpun akan menghentikan permainan tersebut. belajar bahasa. seperti misalnya Kreativitas pemecahan masalah. tidak mudah untuk diungkap pengertiannya. Maksud ekspresionis adalah suatu ungkapan bebas dan mandiri yang didalamnya tidak memiliki urgensi/kepentingan bagi kemahiran dan keaslian. bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan spontan sehingga hal ini memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. lelucon. sikap ekpresionis dalam berkreasi perlu diperhatikan. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain. yakni apabila suatu aktivitas yang dilakukan oleh anak terkesan menyenangkan dan anak akan terus melakukannya. Istilah bermain sudah dikenal sejak zaman dahulu. dan sebagainya (Kak Seto. mengembangkan sesuatu yang telah ada meskipun dihasilkan oleh anak dalam bentuk atau wujud yang sederhana. kegiatan berekspresi digunakan sebagai latihan agar anak terbiasa berkreasi. tarian dan lukisan. Kak Seto mendefinisikan secara tegas tentang pengertian bermain. lakon atau permainan secara mendadak tanpa direncanakan/didahului oleh suatu maksud sebelumnya. Karena bermain merupakan dunianya anak-anak. Akan tetapi untuk membuat definisi yang tepat dari istilah bermain.mewarnai dengan indah. Selain itu bermain juga melibatkan interaksi antara anak dengan orang lain. meskipun produk kreatif dinyatakan oleh para ahli lebih dipentingkan sebagai produk strange ataupun asli. Meskipun tidak memiliki urgensi yang pasti. Begitu pula dalam suasana aktif dimana anak memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya. c. Dalam pengertian tersebut. Bermain adalah bersifat spontan dan sukarela serta tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak. Dimana dan dengan siapa anak-anak berkumpul. Strategi 4 P Dalam Bermain Menurut Kak Seto Bermain penting bagi pengembangan kreativitas anak prasekolah. 2004: 54-55). Menurut Kak Seto. drama. Bermain tidak memiliki tujuan ekstrinsik namun motivasinya lebih bersifat intrinsik. Dari berbagai pengertian. bermain konstruktif dan sebagainya. Bermain dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah dibagi dalam tiga tahapan. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai positif bagi anak. Menurut Kak Seto bermain memiliki lima pengertian: a. berfikir dan mandiri. imitasi. b. d. Sehingga kegiatan yang bersifat ekspresionis akan senantiasa menghasilkan berbagai produk seperti berekspresi membuat lagu. baik permainan kata. tetapi Kak Seto dalam menilai sebuah produk bagi anak prasekolah merupakan proses ekspresionis yang menghasilkan sebuah karya baru ataupun bernilai kombinasi. Secara umum bermain sering dikaitkan dengan bentuk aktifitas anak-anak yang dilakukan secara spontan dalam suasana riang gembira. disitu pula akan muncul permainan. anak bebas mengekspresikan gagasan-gagasannya melalui khayalan. Bermain melibatkan peran aktif keikutsertaan anak. mewarnai gambar dengan krayon serta aktivitas lain yang terlihat tampak remeh. Karena kreatifitas yang dimiliki anak prasekolah identik bersifat ekspresionis. seperti halnya bermain konstruktif atau destruktif dan melamun. teman-temannya atau lingkungan disekitarnya serta bermain juga berfungsi sebagai play yakni sebagai sebuah aktivitas bermain mencari kesenangan tanpa mencari menang dan kalah. e.

20 januari 2007). menunjukan isyarat ibu jari sebagai tanda hebat. Misalnya suatu permainan dengan tema perjuangan. anak usia 2-3 tahun merupakan masa sains of otonomy (wawancara. Mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama menurut Kak Seto dilakukan dengan menggunakan strategi 4 P dilihat dari prosesnya. 20 Januari 2007). Maksud dari bermain aktif adalah melakukan jenis permainan dimana kegembiraan anak muncul dari apa yang telah dilakukakannnya oleh anak tersebut (aktifitas langsung). membaca dan berKreativitas. melalui pemberian hadiah penunjang kreativitas. Kedua. Melalui kegiatan bermain anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan dorongandorongan kreatifnya sebagai kesempatan merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru. seperti mengangguk sebagai tanda setuju. pemberian press juga dilakukan dengan berbagai cara. Setelah berproses dengan permainan. orang tua/pendidik menyedikan tempat yang aman. Artinya bahwa orang tua berkenan mengikuti dan memakai busana sesuai dengan tema permainan yang sedang dilakukan. Memperkenalkan dan membacakan buku bagi anak dapat menentukan seberapa cepat nantinya si anak mampu berbicara. gerak dengan lagu dan sebagainya. Selain itu. rasa aman dan bebas dalam proses bermain secara psikologis merupakan kondisi penting bagi tumbuhnya kreativitas. menendang dan sebagainya. menyentuh. orang tua hendaknya memakai busana yang identik dengan pejuang.Tahapan-tahapan bermain ini tentunya disesuaikan dengan tingkatan usia anak prasekolah. Disamping alat permainan dan medianya. belaian dan dekapan hangat sebagai rasa aman dan kasih sayang terhadap anak. (Wawancara. kenalkan buku alfabet dengan ilustrasi warna yang kaya pada setiap halamannnya. Bermain aktif yang dilakukan oleh anak usia 2-3 tahun terlihat melalui aktifitas bermain fisik untuk mengembangkan aspek motorik pada anak seperti berlari kejar-kejaran. . Kak Seto dalam memberikan press terhadap anak prasekolah dilakukan dengan strategi dasa busana (wawancara. sentuhan. memanjat. bergeleng sebagai tanda tidak setuju/jelek. Menurut Kak Seto cara pemberian press disesuaikan dengan pengetahuan dan kesukaan anak. gambar-gambar atau cat tembok dan sebagainya dengan beragam bentuk dan warna kontras dilangit-langit sebagai upaya membantu merangsang indra penglihatannya Ketiga. 20 Januari 2005). luas dan bebas dari barang pecah belah atau membahayakan keselamatan anak. berlari. Strategi ini bermaksud untuk membiarkan anak bebas berekspresi dan belajar mengenal buku hingga mencoba membuka tiap halaman. usia 3-6 tahun dan usia 6 tahun. yakni: pertama. Anggota tubuh dan motorik kasar merupakan alat yang digunakan untuk melakukan gerak fisik pada anak prasekolah. Proses mengembangkan kreativitas pada usia tiga tahun pertama. Bermain bagi anak usia 2-3 tahun (sains of otonomy) lebih banyak dilakukan dengan proses bermain aktif. desain ruang di plong dan berikanlah buku-buku yang tidak mudah terlepas halamanhalamannya. Sebab secara langsung anak aktif melakukan kegiatan tersebut dengan berfikir dan berlatih. Kak Seto membagi indication permainan sebagai upaya mengembangkan kreativitas anak menjadi tiga tahapan yakni : usia 2-3 tahun. memperkenalkan dan menempel poster. Selain itu. Bermain aktif bila dilihat dari pengertian dan jenisnya merupakan kegiatan untuk mengembangkan otak (kognitif) yang mengandung manfaat educatif dan keterampilan (psikomotorik) yang bermanfaat kreatif bagi anak. usia ini sudah dapat membuat coretan benang kusut dan berhasil membuat garis lengkung. berayun-ayun. seperti halnya meraba. kemampuan yang dimilikinya ataupun minat yang dimilikinya. Pada masa ini pribadi anak lebih menyukai berbagai kegiatan yang berhubungan dengan gerak fisik. melompat. Tahapan pertama.

dan berdialog (Wawancara. busana hakim menunjukan nilai keadilan. data. Dengan berkembangnya fungsi panca indra dalam gerak motorik dan berbicara. tulisan. berpendapat dan berdialog dengan lawan bicaranya. menulis. Strategi ini terdiri dari sepuluh busana (dasa busana) yang perlu dipergunakan dalam proses bermain ataupun dalam aktifitas keseharian. memperkenalkan berbagai buku-buku. Untuk itu orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat. anak prasekolah telah mampu berdebat. dapat membantu pemahaman sosial pada diri anak. serta produk yang dihasilkan tentunya lebih baik dan sempurna dibandingkan produk sebelumnya. evaluasi dan action) (Wawancara. menggambar binatang dan sebagainya. Bentuk produk kreatif dapat berupa gambar. anak dapat berkembang kreativitasnya. Kedua. anak usia 2-3 tahun secara tidak langsung perlu dituntut sebuah product kreatif. Pada masa ini pribadi anak telah memiliki pikiran dengan berbagai macam rencana. Bentuk strategi dasa busana meliputi: Busana anak sekolah menunjukan nilai sabar dan sahabat. Maka dari itu orang tua perlu menyediakan fasilitas sederhana. Anak Usia 3-6 tahun perlu dilatih ketajaman untuk menghasilkan IDEA (imagination. bermain kreatif seperti membuat lukisan/kaligrafi dengan krayon. Masa sains of inisiatif pada anak juga ditunjukan melalui kemampuan mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan dua kriteria. busana daster menunjukan seorang ibu menjadi dirinya sendiri dan sebagainya (Wawancara. tidak perlu mahal. serta manipulative play yakni bermain dengan menggunakan alat-alat tertentu seperti obeng. seperti halnya dapat membantu penyesuaian diri anak. ideide dan gagasan. Menghasilkan suatu produk bagi anak usia 2-3 tahun dikandung maksud agar ditahun-tahun mendatang anak memiliki semangat menghasilkan sesuatu. Bermain imajinatif dapat bersifat produktif dan kreatif . mengarang. Dengan memiliki ketajaman memperoleh IDEA. Sedangkan bermain imajinatif reproduktif hanya bersifat pengulangan dari situasi yang diamati dalam hidup sehari-hari. bermain konstruktif seperti menyusun balok-balok. anak usia prasekolah juga memiliki kapasitas untuk mengeksplorasikan lingkungan disekitarnya. sehingga berbagai produk apapun bentuknya dapat dihasilkan. serta memiliki kemampuan untuk dapat membayangkan perasaan orang lain (tumbuhnya kecerdasan intrapersonal) maupun perasaan diri sendiri. bermain imajinatif bentuknya semisal bermain drama. ucapan ataupun hasil karya lainnya meskipun dalam tataran pale sederhana. busana dokter menunjukan nilai mampu merawat dan melayani. 20 Januari 2007). mampu mengerti bahwa suatu kejadian memiliki penyebab dan solusi. 20 Januari 2007). bermain imajinatif memiliki beberapa manfaat lain. anak akan mampu memasukan unsur-unsur baru terhadap apa yang ia amati. Selain bersifat produktif dan kreatif. anak usia 3-6 tahun merupakan masa sains of inisiatif (Wawancara. Adapun jenis permainan untuk usia 3-6 tahun menurut Kak Seto (2004: 60) dibagi menjadi empat indication yaitu: pertama. gerakan. menggambar. Ketiga. seperti bentuk benda dan warna serta dapat membandingkan jumlah. Maksud dari permainan ini adalah untuk memperlancar dan melatih tangan. 20 Januari 2007). Sebab masa ini (sekitar 4-5 tahun) telah mampu menggambar bentuk-bentuk tertentu yang biasanya merupakan gabungan dari bentuk geometrik misalnya gambar rumah. meningkatkan perkembangan bahasa serta memperoleh kesenangan dari kegiatan imajinatif yang dilakukan atas usaha sendiri.Dasa busana merupakan suatu strategi bagi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah. 20 Januari 2007). Setelah berproses kreatif. busana badut menunjukan nilai humoris. Dikisaran usia 3-6 tahunan. gunting untuk menggunting dan . Pada kegiatan bermain imajinatif yang produktif dan kreatif . Tahapan kedua.

mencipta bentuk tertentu dari lilin mainan dan sebagainya. . Selain bernilai hiburan. matahari dan lingkungan sekitar (Seto Mulayadi. anak usia 6 tahun hendaknya dibawa kepada suatu pengalaman tertentu. maka orang tua memberikan sanjungan dengan kasih sayang dan dorongan.net/modules. melainkan cobalah membangun minatnya (Wawancara. Masa ini merupakan masa yang banyak digunakan untuk mencipta dan berpendapat terhadap sesuatu hal. Bilamana solusi yang dilakukan anak bernilai positif. 20 Januari 2007). Ajak anak-anak memahami tentang nilai-nilai. Adapun tujuan dari kejadian tersebut adalah mendidik sekaligus mengembangkan kreativitas pola pikir pada anak dalam mengatasi sesuatu dan berpendapat sesuai dengan kemampuan ide yang dimilikinya.menempel kertas atau kain. Tetapi jangan memaksa anak. Usia 6 tahun keatas bagi anak prasekolah dinamakan masa sains of dustry (Wawancara. orang tua maupun orang lain. 20 Januari 2007). 20 Januari 2007). merakit kepingan kayu atau plastik. melatih keterampilan motorik halus. Oleh karenanya bentuk permainan hendaknya diarahkan dengan pendekatan permainan edukatif seperti yang dilakukan oleh Kak Seto melalui pembagian tahapan usia dalam memilih indication permainan. dan berdialog (Wawancara. (Dialog Seminar. Kenalkan anak dengan buku-buku yang menarik. memenuhi kebutuhan anak yang tidak terdapat dalam kehidupan sehari-hari. dan sebagainya. http://www. Dengan demikian orang tua hendaknya mampu mengarahkan dengan mengajak anak untuk bermain sambil bercerita dan berpendapat.psikologiums.com). Manfaat bermain pasif antara lain anak akan memperoleh pengetahuan dan informasi. http://www.com) c. memperkenalkan berbagai buku-buku. kemudian bacakanlah setidaknya satu buku untuk setiap harinya. perilaku dan perasaannya sendiri serta memahami dan menghargai perasaan teman. daya tahan Keempat. dan mendapatkan bahan-bahan yang dapat diolah secara kreatif. Ajarkanlah anak untuk mengenal matematika lewat obyek-obyek yang konkret. menonton pertunjukan wayang. Tahapan ketiga.psikologiums. melatih konsentrasi. Dari kegiatan bermain konstruktif ini dimaksudkan agar anak dapat mengembangkan kemampuan untuk berdaya cipta (kreatif).seperti menghitung anak tangga. menikmati musik. Setelah itu orang tua memberikan pertanyaan seputar kejadian yang telah terjadi dan solusi apa yang dilakukan anak (Wawancara. Tetapi bila bernilai negatif. 27 Nov 2005). 20 Januari 2007). hingga mampu mengahsilkan ide-ide yang baik dan kritis. mengetahui jumlah bulan. menonton pagelaran dan hiburan. Sebagai taraf latihan dalam menggunakan ingatannya. Bermain pasif penting untuk mengembangkan kreativitas bagi anak prasekolah. b. d. orang tua hendaknya meluruskan dan mengarahkan dengan tidak menyalahkan dan menampakan kemarahannya. cobalah untuk meminta anak bercerita kembali tentang isi buku tersebut (Seto Mulyadi. Pengembangan kreativitas melalui aktifitas bermain merupakan pemenuhan kebutuhan akan aktualisasi diri pada anak prasekolah. Untuk mengembangkan Kreativitas dalam berpendapat. Bentuk kegiatan bermain sebagai strategi kreatif untuk mengembangkan aspek kognitif dan afektif anak pada taraf sains of inisiatif dilakukan melalui beberapa hal: a. bermain pasif atau hiburan (amusement) yang merupakan jenis bermain dimana anak memperoleh kegembiraan melalui usaha yang dilakukan orang lain. Bentuk ciptaan yang dihasilkan bisa berupa bentuk-bentuk tulisan. bermain pasif juga merupakan sumbangan untuk pertambahan nilai bagi kegiatan yang dilakukan anak melalui bermain aktif. gambar ataupun pendapat dari anak tersebut. misalnya menjaga adiknya dirumah. misalnya menonton televisi. ketekunan. mendengarkan cerita/dongeng.net/modules.

1999: 106). 1. Kutub pertama adalah para tokoh/psikolog dan pemikir kreativitas. dan beliau adalah salah satu dosen sekaligus guru besar Universitas Indonesia (UI) yang mendidik Kak Seto pada fakultas psikologi semenjak Sarjana (SI) hingga Doctor (S3). beliau juga menjadi motivator bagi Kak Seto untuk selalu belajar memperdalam kreativitas dan merupakan tokoh yang dihormatinya. sebagai pembimbing disertasi dengan tema kreativitas. Pak Kasur adalah seorang tokoh pendidikan anak yang memiliki nama asli Suryono. 20 Januari 2007). yang dari beliau itu Kak Seto mengkaji pemikirannya dari dokumentasi yang ada. Utami Munandar. Oleh karena itu. aktifis dalam acara anak (Ria Jenaka). tetapi memiliki manfaat besar pula bagi pengembangan interaksi dengan teman ataupun orang lain. Identifikasi Pemikiran Kak Seto Seorang tokoh dalam berbuat atau berfikir sesungguhnya dipengaruhi oleh keinginan-keinginan atau tekanan-tekanan yang bukan muncul dari dirinya sendiri. maupun makalah. Ide-ide dan pendapat yang dikemukakan anak akan bermanfaat tidak hanya dalam permainan semata. Kutub pertama adalah para tokoh dan pemikir kreativitas yang telah banyak membentuk karakteristik dan paradigma berfikir Kak Seto. Dengan demikian dapat diambil suatu informasi tentang kedudukan atau karakteristik pemikiran Kak Seto dalam peta pemikiran para pemikir kreativitas anak prasekolah. Diantara kesamaan yang ada antara lain indication atau . Tokoh kedua adalah seorang praktisi dan sekaligus tokoh pendidikan anak yaitu Pak Kasur. Kak Seto banyak dipengaruhi oleh dua kutub. yaitu. Sehingga bermain merupakan belajar bagi anak yang dapat meningkatkan kemampuan dan mengembangkan dirinya. proses identifikasi terhadap pemikiran Kak Seto ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan.Bermain dalam mengembangkan kreativitas pada usia 6 tahun menurut Kak Seto hendaknya diarahkan pada indication permainan yang membutuhkan pemecahan masalah. Guilford. Lebih khusus lagi bahwa Utami Munandar adalah orang yang pertama kali memperkenalkan tentang kreativitas. artikel. tetapi juga keadaan eksternal. Selain itu. pendidik TK dan Nakula Sadewa. Pemikiran-pemikiran tokoh tersebut juga banyak muncul dalam tulisan-tulisannya Kak Seto baik dalam buku. Artinya bahwa kegiatan bermain memerlukan aktivitas fisik dan intelektual. Conny Semiawan. yaitu dari segi sumber pengambilan pemikiran dan hasil identifikasi pemikirannya. 20 Januari 2007). Antara lain dapatlah kiranya disebut beberapa nama. dan kutub kedua adalah praktisi kreativitas dan pendidikan anak Indonesia (Wawancara. Peran Pak Kasur dalam mendidik dan membimbing Kak Seto menjadikan beliau menjadi pecinta dunia anak-anak sejak lulus SMA. seperti permaianan puzzle. hingga pada akhirnya Kak Seto melanjutkan studi pada Fakultas Psikologi. sekaligus sebagai psikolog dan praktisi pendidikan anak sampai sekarang. Pemikiran Kak Seto banyak dipengaruhi oleh Pak Kasur dan bu Kasur khususnya pada bidang praktisi (wawancara. Sumber Pengaruh Pemikiran Kak Seto Dalam bidang pengembangan kreativitas anak prasekolah. Hal tersebut dapat dilihat bagaimana tindakan-tindakannya secara mendalam dipengaruhi tidak hanya oleh dorongan inner yang berupa ide. konsepsi awal yang tertanam dalam dirinya. Maka dari itu pemberian strategi 4 P melalui kegiatan bermain bagi anak prasekolah menurut Kak Seto tentunya sama dengan indication pembelajaran kreatif yang memberikan kesempatan anak untuk mengemukakan pendapat dengan cara brainstorming (curah pendapat) dan pemberian pertanyaan yang menggungah gagasan pada anak. Dengan demikian seorang tokoh tidak dapat membebaskan diri dari pengaruh lingkungannya (Eni Purwati. keyakinan.

bernyanyi. Kritik Atas Pemikiran Kak Seto Dari berbagai karya tulis yang telah penulis kaji. Akan tetapi beliau lebih menggeluti dunia praktisi sehingga alur berfikirnya bersifat pengembangan dan aplikatif dari teori-teori pakar yang sudah ada. . Kedua. pertama. strategi dan cerita yang dimodifikasi oleh Kak Seto yang diadopsi dari Pak Kasur. kalau pahit jangan serta merta dimuntahkan (. melindungi. motivator bukan sebagai pelopor/pencipta teori dalam pengembangan kreativitas anak-anak. Secara umum. Kak Seto juga mendapat pendidikan pengalaman langsung sebagai praktisi pendidikan dan kreativitas bersama Pak Kasur. Kak Seto mendapat pendidikan ganda. dan bercerita/mendongeng. dari segi iklim intelektual dimana Kak Seto berkecimpung. dan mengembangkan kreativitas semenjak anak masih kecil. Artinya. Bahkan indication lagu anak-anak yang diciptakan Kak Seto berprinsip pada pak Kasur dan bu Kasur. Meskipun banyak lagu-lagu. dari pada aspek saintic. 20 Januari 2007). Disamping itu menjadikan pengetahuan bahwa tolak ukur kecerdasan anak tidak hanya dilihat dari IQ (Intelegence Quation) semata tetapi dari CQ (Creativity Qoation). baik dalam pembelajaran di TK/Play Group maupun diacara hiburan dan kreativitas anak-anak di Indonesia hingga sekarang. Hal ini dapat dilihat dari berbagai karya ilmiahnya seperti buku Bermain dan Kreativitas.strategi dalam penerapan bermain. pemikiran Kak Seto dapat digambarkan dalam komposisi sebagai berikut. Simpulan Kesimpulan dari penelitian yang mengkaji pemikiran Kak Seto tentang pengembangan kreativitas anak prasekolah adalah sebagai berikut: 1. maka pada saat sekarang iklim intelektual yang dikembangkan Kak Seto cenderung lebih menggeluti bisnis kreativitas dan artis dunia anak. Disamping itu strategi 4 P juga merupakan hasil adopsi dari Guilford dan Utami Munandar. berdebat dan belajar pada dunia anak. Analisis ini didasarkan pada suatu pertimbangan bahwa kompetensi Kak Seto adalah sebagai penggerak. BAB V PENUTUP A. dari segi pendidikan yang diperoleh. Dengan demikian prinsip dan wejangan mendidik anak-anak yang dimiliki Pak Kasur seperti menang tanpa ngasorake (dalam menasehati anak) dan istilah kalau manis jangan langsung ditelan. bermain. teacher ataupun organisator (Wawancara. Implikasi lebih luas adalah bahwa pemikiran Kak Seto masih bersifat statis dan kurang mengalami perkembangan yang berbeda. yakni tidak dimunculkan huruf R sebab huruf ini adalah sulit manakala diucapkan oleh anak balita. sebagian besar isinya memiliki kesamaan dengan karya ilmiah yang lainnya seperti Memacu Bakat dan Kreativitas dan artikel ataupun makalah yang lain. disamping mendapat pendidikan secara langsung dibangku kuliah dari jenjang SI hingga S3 pada fakultas psikologi. 2. Kreativitas menurut Kak Seto adalah suatu proses bersibuk diri untuk menghasilkan sesuatu . Sehingga Kak Seto hanya mencipta tips atau strategi mendidik anak dan mengembangkan kreativitas sehingga tidak menciptakan teori-teori baru tentang kreativitas. Com) tetap dijadikan pegangan oleh Kak Seto dalam berdialog. nampaknya Kak Seto tidak mengidentifikasi pemikirannya sebagai pembaharu yang bercorak khas tertentu. Namun diakui oleh penulis gagasan Kak Seto telah mampu membangkitkan kembali semangat untuk senantiasa menghargai.

Saran-saran Dari berbagai pemikiran yang berkembang dalam penelitian ini. rasa aman tanpa tekanan serta arahan yang benar pada anak akan mampu menumbuhkembangkan kreativitasnya yang bermanfaat kelak dihari depan. B. kreativitas dapat dikembangkan hanya melalui proses/aktifitas yang bebas dan aman. 2. elaborasi. dalam berfikir. 3. maka penulis merumuskan rekomendasi dari hasil penelitian ini sebagai berikut: 1. . 2. Kepada para orang tua hendaknya dapat menjadi tauladan dan motivator bagi putra-putrinya dalam mengembangkan kreativitas. Strategi yang digunakan Kak Seto dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah adalah strategi 4 P (person. Kepada para pendidik anak prasekolah (PAUD) hendaknya mampu menguasai strategi. dalam berproses kreatif anak prasekolah memerlukan press/dorongan. Kepada masyarakat hendaknya mampu menciptakan suasana kreatif agar anak-anak kita dapat berkembang kreativitasnya dalam segala bidang.produk baik baru ataupun kombinasi yang dipengaruhi oleh dorongan/press sehingga seseorang memiliki fluency. sehingga mampu menghasilkan sebuah produk. serta problematika yang muncul. Karena masyarakat adalah lingkungan tempat berinteraksi yang lebih luas dibandingkan keluarga dan sekolah yang mempunyai pengeruh signifikan bagi perkembangan religiusitas anak. process. Strategi 4 P tersebut merupakan bentuk strategi dalam mengembangkan kreativitas anak prasekolah ditinjau dari tiap pribadi anak memiliki kreativitas dan keunikan sejak lahir. Bimbingan. press. memahami karakteristik anak didik serta menguasai materi pengembangan kreativitas yang akan diterapkan dan diberikan kepada anak didik. product) dan strategi dasa busana yang diaplikasikan dalam kegiatan bermain. fleksibility. Sedangkan dasa busana adalah salah satu peran aktif orang tua untuk memberikan motivasi kreatif melalui sepuluh jenis pakaian dalam bermain serta mengikuti aktifitas kreatif anak agar mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful