P. 1
Advokasi HAM

Advokasi HAM

|Views: 1,125|Likes:
Published by Andhika Wahyu Putra

More info:

Published by: Andhika Wahyu Putra on Mar 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2013

pdf

text

original

SEKILAS TENTANG TEORI ADVOKASI

10:55 Pusat Studi Kebijakan Publik dan Advokasi

Pengertian

Advokasi

Edi Suharto dalam makalahnya ”Filosofi dan Peran Advokasi Dalam Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat”, 2006, menulis bahwa Istilah advokasi sangat lekat dengan profesi hukum. Menurut bahasa Belanda, advocaat atau advocateur berari pengacara atau pembela. Karenanya tidak heran jika advokasi seringkali diartikan sebagai “kegiatan pembelaan kasus atau pembelaan di pengadilan”. Dalam bahasa Inggris, to advocate tidak hanya berarti to defend (membela), melainkan pula to promote (mengemukakan atau memajukan), to create (menciptakan) dan to change (melakukan perubahan) (Topatimasang, et al,(2000:7) Abdul Hakim Garuda Nusantara dalam pengantar buku “Pedoman Advokasi”, 2005, mengutip Webster’s New Collegiate Dictionary, memberikan pengertian advokasi sebagai tindakan atau protes untuk membela atau memberi dukungan. Dalam makna memberikan pembelaan atau dukungan kepada kelompok masyarakat yang lemah itu advokasi digiatkan oleh individu, kelompok, lembaga swadaya masyarakat atau organisasi rakyat yang mempunyai kepedulian terhadap masalah-masalah hak asasi manusia (HAM), lingkungan hidup, kemiskinan, dan berbagai bentuk ketidakadilan Menurut Mansour Faqih (2007; 1) advokasi adalah usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan publik secara bertahap-maju (incremental). Dengan kata lain, Advokasi bukan revolusi, tetapi lebih merupakan suatu usaha perubahan sosial melalui semua saluran dan peranti demokrasi perwakilan, prosesproses politik dan legislasi yang terdapat dalam sistem yang berlaku. Julie Stirling mendefinisikan advokasi sebagai serangkaian tindakan yang berproses atau kampanye yang terencana/terarah untuk mempengaruhi orang lain yang hasil akhirnya adalah untuk merubah kebijakan publik. Sedangkan menurut Sheila Espine-Villaluz, advokasi diartikan sebagai aksi strategis dan terpadu yang dilakukan perorangan dan kelompok untuk memasukkan suatu masalah (isu) kedalam agenda kebijakan, mendorong para pembuat kebijakan untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan membangun basis dukungan atas kebijakan publik yang diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut. (http://www.screen-print-tshirt.info) Advokasi adalah membangun organisasi-organisasi demokratis yang kuat untuk membuat para penguasa bertanggungjawab, dan menyangkut peningkatan keterampilan serta pengertian rakyat tentang bagaimana kekuasaan itu bekerja. Advokasi memusatkan perhatian pada banyak soal—siapa dapat apa di masyarakat, seberapa banyak mereka mendapatkannya, siapa yang ditinggalkan, bagaimana uang rakyat dibelanjakan, bagaimana keputusan-keputusan dibuat, bagaimana sejumlah orang dicegah untuk ikut serta dalam keputusan-keputusan itu, dan bagaimana informasi dibagikan atau disembunyikan. Daftar petanyaannya panjang (Valerie Miller dan Jane Covey, 2005;12).

Dalam menyusun definisi. sasaran dan target yang jelas. 2007) Meski ada berbagai kemungkinan definisi untuk istilah “strategi”. Dalam situasi lain. namun kita merumuskan strategi sebagai rencana tindakan untuk mempengaruhi kebijakan. kelompok-kelompok perlu menilai keadaan dan konteks mereka sendiri. bahwa advokasi itu paling baik didefinisikan secara kontekstual. Proses dan Penyusunan Strategi advokasi Setiap kerja advokasi yang dilakukan sebagai langkah pertama yang harus dilakukan adalah membentuk “lingkar inti” (allies).Adokasi kasus adalah kegiatan yang dilakukan seorang pekerja sosial untuk membantu klien agar mampu menjangkau sumber atau pelayanan sosial yang telah menjadi haknya. Berpijak pada literatur pekerjaan sosial. program. stakeholders. dan kekuasaan. pemrakarsa. Karenanya.Advokasi kelas menunjukkan pada kegiatan-kegiatan atas nama kelas atau sekelompok orang untuk menjamin terpenuhinya hak-hak warga dalam menjangkau sumber atau memperoleh kesempatan-kesempatan. dunia bisnis atau kelompok profesional terhadap klien dan klien sendiri tidak mampu merespon situasi tersebut dengan baik. Fokus advokasi kelas adalah mempengaruhi atau melakukan perubahan-perubahan hukum dan kebijakan publik pada tingkat lokal maupun nasional. dan pengendali utama seluruh kegiatan advokasi. kohesif dan pejal (Topatimasang dkk. penggerak. 2) serangkaian taktik kegiatan yang terkait.definisi.68). 2005) (http://www. memerlukan proses untuk mengidentifikasi dan menganalisa . Pelaksanaan strategi advokasi berarti menggunakan kekuasaan dan mengubah hubungan kekuasaan untuk mencapai tujuan tersebut (Valerie Miller dan Jane Covey.policy. Pekerja sosial berbicara. Advokasi kelas umumnya dilakukan melalui koalisi kelompok dan organisasi lain yang memiliki agenda sejalan. berargumentasi dan bernegosiasi atas nama klien individu. Sebuah stategi advokasi perlu didasarkan pada visi ideal tentang masyarakat dan analisa masalah. Lingkar inti tersebut merupakan suatu “tim kerja” yang siap bekerja purna-waktu. 2005. advokasi itu dapat didefinisikan lebih sebagai proses melobi yang terfokus untuk mempengaruhi para pembuat kebijakan secara langsung. bukan sebagai seorang praktisi mandiri. Alasannya: terjadi diskriminasi atau ketidakadilan yang dilakukan oleh lembaga. Dalam menyusun strategi. advokasi boleh jadi menekankan pada proses pendidikan dan pemberdayaan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat agar mereka dapat menjadi pembela-pembela yang lebih efektif dan membangun organisasi akar rumput yang lebih kuat. Sebagai rencana strategi perlu mengandung: 1) tujuan. 1. Horejsi dan Horejsi. yaitu: “advokasi kasus” dan “advokasi kelas” (Shearfor. Pada saat-saat tertentu. 2000. yakni kumpulan orang dan/ atau organisasi yang menjadi penggagas. isu. Advokasi kelas melibatkan proses-proses politik yang ditujukan untuk mempengaruhi keputusankeputusan pemerintah yang berkuasa. Pekerja sosial biasanya bertindak sebagai perwakilan sebuah organisasi. Dubois dan Miley. advokasi dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis.Disisi lain.hu). perilaku dan praktik publik. advokasi sering disebut pula sebagai advokasi klien (client advocacy) 2. dan 3) dilaksanakan dengan terorganisir dan sistematis.

Satu kerangka kerja menggunakan analisis peluang dan ancaman yang diadaptasi dari “Strategic Thinking for NGO Leaders” milik IDR (manual pelatiahn lokakarya).Analisis peluang dan ancaman: organisasi itu tidak pernah bekerja dalam ruang hampa. . lingkaran yang besar kemudian dilukis untuk menunjukkan pihak-pihak yang lebih penting yang terkait dengan problem advokasi itu. Kerangka yang diadaptasi dari Midwest Academy di AS itu memungkinkan analisis yang lebih mendetail.Cara lain yang mengilustrasikan kekuatan relatif dan hubungan-hubungan itu adalah menyajikan organisasi anda isu advokasi anda dengan lingkaran di tengah peta itu. proses “Naming the Moment” telah meringkaskan ide-ide dasar mereka dalam kerangka kerja pertanyaan yang padat. Apa yang dikatakan oleh peta itu kepada kita tentang peluang dan ancaman terpenting bagi karya advokasi kita? b.Bagaimana kita dapat memanfaatkan peluang itu dan menghilangkan ancaman tadi? Kedua. 1. Ini mencakup:a. Kerangka kerja kedua berdasarkan karya proyek “Naming the Moment” di Kanada yang juga melihat kekuatan makro yang mempengaruhi peluang untuk berubah. 2.Manakah hubungan-hubungan antara para pelaku. Analisis ini. bersama dengan penentuan tujuan yang jelas. Pertama kita memeriksa kerangka kerja dan denah peluang dan ancaman. Untuk menyusun strategi tentang advokasi. pertanyaan fokus lainnya dapat memperdalam analisis itu. Berdasarkan usaha di Amerika Latin untuk mengevaluasi kekuatan-kekuatan politik sekarang ini dan kemungkinan advokasi serta tindakan. Dengan kata lain. siapa yang kiranya akan menjadi ancaman dan siapa yang akan menyediakan peluang untuk memajukan agenda anda advokasi. lingkaran-lingkaran kecil melambangkan pihak yang kurang penting atau kekuasaanya kurang. Kerangka kerja menyajikan serangkaian pertanyaan khusus untuk membantu organisasi mengidentifikasi berbagai tingkat stakehorders dan menilai hubungan kekuasaan. yang dikembangkan oleh Deborah Barndt di Jesuit Center for Social Faith and Justice of Canada.kekuatan relatif berbagai individu dan kelompok yang prihatin dengan masalah khusus dan solusi kebijakan yang terkait yang diusulkan untuk mengatasinya. menjadi landasan untuk merancang strategi dan kegiatan serta taktik yang menyertainya.. Berikut adalah tiga cara untuk menganalisa para stakeholders dan kekuatan politik—kerangka kerja ini dapat digunakan secara terpisah atau bersamaan untuk analisis yang lebih mendalam. dan implikasi apa yang dimiliki hubungan itu bagi kerja kita? c. Para aktivis masyarakat diseluruh kanada telah menggunakan proses itu untuk memandu perancanaan advokasi serta mengembangkan strategi mereka. perlu mengetahui siapa yang mendukung posisi organisasi dan siapa yang mungkin menentangnya.Peta peluang dan ancaman: Setelah diagram itu diselesaikan. Kerangka itu memberikan pandangan yang lebih luas tentang kekuatan yang mempengaruhi usaha advokasi kelompok.

Tujuan advokasi hak asasi manusia yakni: Menyadarkan dan mengupayakan hak dan kewajiban yang dijamin oleh konstitusi dan berbagai peraturan derivasinya. Peran Media (Jurnalisme) dalam Advokasi Hak Asasi Manusia Hanif Suranto Disampaikan pada Forum Diskusi Interseksi. mengalami hambatan secara struktural akibat tidak adanya kebijakan publik yang bepihak kepada mereka. Menegakkan perlindungan hak asasi manusia sebagai bagian dari upaya menegakkan prinsip negara hukum.Tujuan Advokasi Hak Asasi Manusia Secara umum tujuan advokasi adalah untuk mewujudkan berbagai hak dan kebutuhan fundamental suatu kelompok masyarakat yang oleh karena keterbatasannya untuk memperoleh akses di bidang sosial. (27-29 Januari 2003. budaya. Jawa Barat) . Membantu penyelesaian permasalahan hak asasi manusia yang dihadapi dengan cara pendampingan hukum baik yang bersifat non litigasi maupun yang berbentuk litigasi. Kuningan. ekonomi. politik. Negara kesejahteraan yang bercorak demokratis. hukum. “Civil Rights dan Demokratisasi: Pengalaman Indonesia II”.

seperti pernah diutarakan oleh Kayoko Mizuta dalam pidato sambutan untuk seminar "Media and Human Rights Reporting on Asia's Rural Poor" pada 1999. Kedua adalah peran monitoring. Lewat pemberitaan yang cukup intens dan manajemen informasi yang cukup bagus dari tim Kontras. Namun terkadang problemnya adalah karena ketidakpahaman jurnalis sendiri mengenai persoalan HAM. hari demi hari. Banjarmasin. Apabila sebuah instrumen HAM belum diratifikasi. Media juga dapat menancapkan nilai-nilai dan sikap dengan mempromosikan kultur hak asasi manusia. Itulah potongan gambar yang mengisahkan keberhasilan Munir bersama tim Kontras dalam membongkar kasus penculikan sejumlah aktivis. Terutama terhadap implementasi berbagai instrumen internasional hak asasi manusia yang telah diratifikasi. ada banyak problem baik yang bersifat internal maupun eksternal yang dihadapi media/jurnalis ketika menjalankan perannya tersebut. koran. Makaterbongkar lah drama penculikan sejumnlah aktivis oleh sang tiran. Ada satu hal yang tak bisa diabaikan dalam proses tersebut. sejumlah aktivis pro demokrasi hilang. bahwa media dapat meningkatkan pemahaman warga negara mengenai hak asasinya dengan menyediakan informasi soal hak asasi manusia. Membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mendiskusikan .Di penghujung kekuasaan seorang (penguasa) tiran. televisi. Berbicara perkara media/jurnalis dan hak asasi manusia. Singkatnya. Di beberapa tempat di Indonesia sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasan aparat ketika menjalankan tugasnya. serta mendorong warga negara untuk mempertahankan hak asasi manusia dan mencegah pelanggaran hak asasi manusia”. maka media dapat mendorong pemerintah untuk segera meratifikasi dengan memberitakan berbagai kasus yang memberikan konteks bagi pentingnya ratifikasi. Sejak itu. radio. dan Kendari yang pernah diselenggarakan oleh LSPP. hingga situs berita dipenuhi kabar tentang penculikan para aktivis itu. seperti Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR). Namun posisi itu pula yang acap menyebabkan jurnalis juga menjadi korban pelanggaran HAM. Salah satu masalah yang dihadapi oleh jurnalis dalam peliputan masalah HAM adalah kurangnya pemahaman mereka mengenai berbagai aspek mengenai HAM itu sendiri. Para aktivis hak asasi manusia mencari jejaknya. Kisah di atas barangkali bisa menjadi salah satu contoh mengenai keberhasilan media dalarn melakukan advokasi hak asasi manusia lewat pemberitaannya. Sekelompok jurnalis mulai menggoreskan penanya. Perlama adalah peran pendidikan. tak banyak pilihan lain bagi tentara yang menculiknya. Bahkan sampai kehilangan nyawa seperti dalam kasus Udin. sedikitnya ada dua peran yang bisa dimainkan media dalam masalah hak asasi manusia. Hal ini misalnya tampak dalam beberapa pelatihan "Jurnalisme Perspektif HAM" di Aceh. Cara ini bisa dilakukan dengan memantau kinerja negara (pemerintah) dalam menjalankan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak warga negaranya. Kedua peran penting itulah yang agaknya membuat jurnalis ditempatkan dalam posisi sebagai pembela hak asasi manusia (human rights defender) bersama-sama dengan aktivis HAM dan pengacara. kecuali mengakui penculikan itu. Dalam konteks ini. yaitu peran jurnalis dan medianya. Beberapa Masalah Penting 1.

Ini berkaitan dengan bagaimana menerjemahkan konsep dalam berbagai instrumen HAM ke dalam fokus-fokus liputan. Padahal di situ banyak masalah seperti pelarangan penggunaan nama keluarga (marga) dalam akta kelahiran. Ini pengaruh positivisme dalam Jurnalisme yang diajarkan di berbagai lembaga pendidikan dari tingkat kursus sampai pascasarjana. Singapore. Di beberapa media terutama media lokal birokrasi pemerintah dan militer adalah pasar terbesar yang menyerap tiras media mereka. 2. http://www. Akibatnya media tidak bisa lagi berperan dalam monitoring HAM. Padahal berbagai kasus pelanggaran HAM seringkali terjadi di bawah permukaan dan karenanya membutuhkan teknik investigasi untuk pengungkapannya. Dalam kasus pemberitaan HAM ini jadi masalah. Sebab untuk teknik Jurnalisme dasar pun banyak yang masih masalah. Bahkan seringkali para politisi juga menjadi pengelola media. Namun tak banyak jurnalis memiliki ketrampilan yang cukup untuk melakukan investigasi.bahwa konteks pelanggaran HAM adalah ketika negara yang memiliki kewajiban untuk memenuhi hak-hak warganegaranya lalai menjalankan kewajiban itu. Akibatnya dalam diskusi dan juga dalam pemberitaan sering muncul pemberitaan contohnya "Masyarakat Melanggar HAM Polisi" Para jurnalis juga tampaknya kurang familiar terhadap berbagai instrumen internasional mengenai hak asasi manusia yang sebenarnya bisa menjadi perspektif dalam melihat subjek berita. Apalagi sejumlah konvensi yang sudah diratifikasi seperti Konvensi Hak Anak. Akibatnya. International Council on Human Rights Policy. Misalnya. Yang masih terkait dengan soal pemahaman adalah kebingungan di mana sebenarnya terdapat masalahmasalah HAM. banyak jurnalis yang menggunakan sumber sekunder untuk bahan beritannya. 4. Akibatnya berita mengenai pelanggrn HAM bukan dari perspektif korban tapi dan perspektif pelaku.org/publications/essays/articles/peran_media_ham. dan Konvensi Antidiskriminasi Rasial sebenarnya sudah menjadi sumber hukum resmi yang bisa dijadikan rujukan untuk monitoring. Demikian puia berita kasus kerusuhan rasial malah jadi rasialis. Fatwanya adalah jurnalis tidak boleh memihak. Tentu masih banyak faktor-faktor lain yang menjadi masalah dalam peliputan HAM. Banyak jurnalis terjebak ilusi objektivitas dan netralitas Jurnalisme. Media and the Challenge of Human Rights Reporting. Sayangnya sumber sekunder yang dominan digunakan adalah justru para pejabat yang justru rnenjadi pelaku pelanggaran HAM.interseksi. Karena itu pula berbagai pemberitaan mengenai kasus perempuan yang maksudnya untuk advokasi maiah melecehkan perempuan. misalnya. Versoix.html . Daftar Pustaka Journalism. Kepentingan ekonomi dan politik (pemilik) media juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pemberitaan HAM yang bias pelaku pelanggaran. 3. AMIC. Sebab pandangan seperti itu mengabaikan reiasi antar pihak yang daJam pelanggaran HAM itu ada pelaku dan korban. 2000. Konvensi Antidiskriminasi Perempuan. 2002 Media and Human Rights in Asia: An AMIC Compilation. masalah hak anak atas identitas yang merupakan hak pertama dalam Konvensi Hak Anak itu problem dilapangannya seperti apa?. Bagaimana upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut agar media bisa menjadi alat advokasi HAM yang efektif? Hal-hal ini lah yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Masalah kedua yang dihadapi para jurnalis dalam peliputan masalah HAM adalah lemahnya ketrampilan teknis Jurnalisme. Switzerland.

Sejak menyatakan diri merdeka dari Serbia pada 2008. Perdana Menteri Kosovo. Uni Eropa menilai aksi polisi Kosovo itu tidak menyelesaikan masalah. Kosovo tidak bisa melakukan ekspor ke atau melalui Serbia. "Tindakan Kosovo itu tidak dikonsultasikan terlebih dulu baik dengan Uni Eropa atau komunitas internasional. Thaci berpendapat tindakan kepolisian itu dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan Kosovo sekaligus untuk menegakkan hukum di kawasan tersebut.detikNews Share Seorang polisi Kosovo bersiaga di atas kendaraan lapis baja di kota Mitrovica yang terbelah secara etnis. dunia internasional mengecam aksi polisi Kosovo itu dan mengkhawatirkan tindakan tersebut bisa memicu ketegangan antar etnis baru di kawasan tersebut. Saat ini masih tidak jelas siapa yang mengontrol perbatasan yang selama ini diawasi misi Uni Eropa itu. membela operasi kepolisian negeri itu yang merebut dua titik perbatasan dengan Serbia. sementara Amerika Serikat menyayangkan kurangnya koordinasi antara pemerintah Kosovo dan komunitas internasional. Senin (25/7). NATO turun tangan Untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu.com . Namun." kata juru bicara Komisi Eropa. Dan kami tak menyetujui tindakan itu. Aksi polisi itu meningkatkan ketegangan setelah sengketa perdagangan lintas batas yang muncul pekan lalu. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke kawasan itu. Pada.NATO tengahi ketegangan Kosovo-Serbia BBCIndonesia. Uni Eropa dan Amerika Serikat mengimbau agar Kosovo dan Serbia menahan diri dan memulai pembicaraan damai. Maja Kocijancic. Hashim Thaci. Sehingga. . polisi anti huru hara Kosovo mencoba untuk menguasai sejumlah pos perbatasan di Kosovo Utara yang dikuasai etnis Serbia.

tidak mengakui kedaulatan negeri ini dan menganggap Beogradlah pusat pemerintahan mereka.detiknews.000 orang etnis Serbia tinggal di kawasan utara Kosovo. pekan lalu pemerintah Kosovo menghentikan semua impornya dari Serbia. Nampaknya. http://www.Sebagai balasannya.com/read/2011/07/27/145427/1690194/934/nato-tengahi-ketegangankosovo-serbia . aksi kepolisian itu adalah untuk menegaskan keputusan pemerintah Kosovo itu. Sebanyak 60.

prakarsa yang diluncurkan pada tahun 2000 untuk mempromosikan HAM. Ia mendesak lebih banyak upaya dilakukan untuk mencapai tingkat pengurangan kemiskinan yang ditetapkan dalam tujuan prakarsa itu. http://www. memperingatkan kemajuan yang dicapai dalam tahuntahun terakhir ini dapat buyar. Rusia berjanji akan memveto. Sekjen PBB itu mengatakan kemajuan yang dicapai tidak sama. menghentikan menjalarnya HIV/AIDS. Dalam kesempatan terpisah. praktek perburuhan yang baik dan perlindungan lingkungan. Dalam sebuah laporan yang akan disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB. Sekjen Ban berpidato di depan sebuah pertemuan kaum politisi.com/indonesian/news/a-32-2007-07-05-voa10-85215742. Ban mengatakan keputusan mengenai masa depan Kosovo hendaknya tetap menjadi prioritas dewan dan masyarakat internasional secara keseluruhan. yang termasuk mengurangi sampai separuhnya kemiskinan yang parah di dunia. Ban Ki-moon juga menyerukan kepada pemimpin-pemimpin pengusaha di dunia agar melakukan lebih banyak lagi untuk memutar balik perubahan iklim dan mengurangi kemiskinan global.Sekjen PBB Himbau Keputusan Cepat Soal Status Kosovo       Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon mendesak keputusan cepat mengenai status akhir provinsi Seriba. dan menyediakan pendidikan dasar yang universal selambatnya pada tahun 2015.voanews. pengusaha dan kelompok advokasi di Jenewa untuk membuat penilaian mengenai kemajuan Global Compact PBB. Kosovo yang memisahkan diri. AS dan negara-negara Eropa mendukung usul utusan PBB Martti Ahtisaari untuk memberikan kepada Kosovo kemerdekaan dengan pengawasan internasional. Pada tahun 2000.html . PBB membentuk Sasaran Pembangunan Millennium.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->